{ "license": "(MIT) Sutan Nasution ", "source": "https://github.com/sutanlab/quran-api", "audioEdition": "Syekh. Mishary Rashid Al-Afasy", "data": [ { "number": 1, "sequence": 5, "numberOfVerses": 7, "name": { "short": "الفاتحة", "long": "\u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064f \u0671\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Al-Faatiha", "id": "Al-Fatihah" }, "translation": { "en": "The Opening", "id": "Pembukaan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Quran dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut Al Faatihah (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quran. Dinamakan Ummul Quran (induk Al Quran) atau Ummul Kitaab (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quran, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang. Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sholat." }, "preBismillah": null, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 1, "page": 1, "manzil": 1, "ruku": 1, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\ufeff\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku memulai bacaan Al-Qur'an dengan menyebut nama Allah, nama teragung bagi satu-satunya Tuhan yang patut disembah, yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan tersucikan dari segala bentuk kekurangan, Yang Maha Pengasih, Pemilik dan sumber sifat kasih Yang menganugerahkan segala macam karunia, baik besar maupun kecil, kepada seluruh makhluk, Maha Penyayang Yang tiada henti memberi kasih dan kebaikan kepada orang-orang yang beriman. Memulai setiap pekerjaan dengan menyebut nama Allah (basmalah) akan mendatangkan keberkahan, dan dengan mengingat Allah dalam setiap pekerjaan, seseorang akan memiliki kekuatan spiritual untuk melakukan yang terbaik dan menghindar dari keburukan.", "long": "Surah al-Fatihah dimulai dengan Basmalah\n\nAda beberapa pendapat ulama berkenaan dengan Basmalah yang terdapat pada permulaan surah Al-Fatihah. Di antara pendapat-pendapat itu, yang termasyhur ialah:\n\n1.Basmalah adalah ayat tersendiri, diturunkan Allah untuk jadi kepala masing-masing surah, dan pembatas antara satu surah dengan surah yang lain. Jadi dia bukanlah satu ayat dari al-Fatihah atau dari surah yang lain, yang dimulai dengan Basmalah itu. Ini pendapat Imam Malik beserta ahli qiraah dan fuqaha (ahli fikih) Medinah, Basrah dan Syam, dan juga pendapat Imam Abu Hanifah dan pengikut-pengikutnya. Sebab itu menurut Imam Abu Hanifah, Basmalah itu tidak dikeraskan membacanya dalam salat, bahkan Imam Malik tidak membaca Basmalah sama sekali.\n\nHadis Nabi saw:\n\nDari Anas bin Malik, dia berkata, \"Saya salat di belakang Nabi saw, Abu Bakar, Umar dan Usman. Mereka memulai dengan al-hamdulillahi rabbil 'alamin, tidak menyebut Bismillahirrahmanirrahim di awal bacaan, dan tidak pula di akhirnya.\"(Riwayat al-Bukhari dan Muslim).\n\n2.Basmalah adalah salah satu ayat dari al-Fatihah, dan pada surah an-Naml/27:30, /27:30) yang dimulai dengan Basmalah. Ini adalah pendapat Imam Syafi'i beserta ahli qiraah Mekah dan Kufah. Sebab itu menurut mereka Basmalah itu dibaca dengan suara keras dalam salat (jahar). Dalil-dalil yang menunjukkan hal itu antara lain Hadis Nabi saw: \n\nDari Ibnu 'Abbas, ia berkata, Rasulullah saw mengeraskan bacaan Bismillahirrahmanirrahim. (Riwayat al-hakim dalam al-Mustadrak dan menurutnya, hadis ini sahih)\n\nDari Ummu Salamah, katanya, Rasulullah saw berhenti berkali-kali dalam bacaanya Bismillahirrahmanirrahim, al-hamdulillahi Rabbil- 'alamin, ar-Rahmanir-rahim, Maliki Yaumid-din. (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah dan al-hakim. Menurut ad-Daruqutni, sanad hadis ini sahih).\n\nAbu Hurairah juga salat dan mengeraskan bacaan basmalah. Setelah selesai salat, dia berkata, \"Saya ini adalah orang yang salatnya paling mirip dengan Rasulullah.\" Muawiyah juga pernah salat di Medinah tanpa mengeraskan suara basmalah. Ia diprotes oleh para sahabat lain yang hadir disitu. Akhirnya pada salat berikutnya Muawiyah mengeraskan bacaan basmalah. \n\nKalau kita perhatikan bahwa sahabat-sahabat Rasulullah saw telah sependapat menuliskan Basmalah pada permulaan surah dari surah Al-Qur'an, kecuali surah at-Taubah (karena memang dari semula turunnya tidak dimulai dengan Basmalah) dan bahwa Rasulullah saw melarang menuliskan sesuatu yang bukan Al-Qur'an agar tidak bercampur aduk dengan Al-Qur'an, sehingga mereka tidak menuliskan 'amin pada akhir surah al-Fatihah, maka Basmalah itu adalah salah satu ayat dari Al-Qur'an. Dengan kata lain, bahwa \"basmalah-basmalah\" yang terdapat di dalam Al-Qur'an adalah ayat-ayat Al-Qur'an, lepas dari pendapat apakah satu ayat dari al-Fatihah atau dari surah lain, yang dimulai dengan Basmalah atau tidak.\n\nSebagaimana disebutkan di atas bahwa surah al-Fatihah itu terdiri dari tujuh ayat. Mereka yang berpendapat bahwa Basmalah itu tidak termasuk satu ayat dari al-Fatihah, memandang:\n\nadalah salah satu ayat, dengan demikian ayat-ayat al-Fatihah itu tetap tujuh.\n\n\"Dengan nama Allah\" maksudnya \"Dengan nama Allah saya baca atau saya mulai\". Seakan-akan Nabi berkata, \"Saya baca surah ini dengan menyebut nama Allah, bukan dengan menyebut nama saya sendiri, sebab ia wahyu dari Tuhan, bukan dari saya sendiri.\" Maka Basmalah di sini mengandung arti bahwa Al-Qur'an itu wahyu dari Allah, bukan karangan Muhammad saw dan Muhammad itu hanyalah seorang Pesuruh Allah yang dapat perintah menyampaikan Al-Qur'an kepada manusia.\n\nMakna kata Allah \n\nAllah adalah nama bagi Zat yang ada dengan sendirinya (wajibul-wujud). Kata \"Allah\" hanya dipakai oleh bangsa Arab kepada Tuhan yang sebenarnya, yang berhak disembah, yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. Mereka tidak memakai kata itu untuk tuhan-tuhan atau dewa-dewa mereka yang lain. \n\nHikmah Membaca Basmalah\n\nSeorang yang selalu membaca Basmalah sebelum melakukan pekerjaan yang penting, berarti ia selalu mengingat Allah pada setiap pekerjaannya. Dengan demikian ia akan melakukan pekerjaan tersebut dengan selalu memperhatikan norma-norma Allah dan tidak merugikan orang lain. Dampaknya, pekerjaan yang dilakukannya akan berbuah sebagai amalan ukhrawi. \n\nSeorang Muslim diperintahkan membaca Basmalah pada waktu mengerjakan sesuatu yang baik. Yang demikian itu untuk mengingatkan bahwa sesuatu yang dikerjakan adalah karena perintah Allah, atau karena telah diizinkan-Nya. Maka karena Allah dia mengerjakan pekerjaan itu dan kepada-Nya dia meminta pertolongan agar pekerjaan terlaksana dengan baik dan berhasil.\n\nNabi saw bersabda:\n\n\"Setiap pekerjaan penting yang tidak dimulai dengan menyebut Basmalah adalah buntung (kurang berkahnya).\" (Riwayat Abdul-Qadir ar-Rahawi).\n\nOrang Arab sebelum datang Islam mengerjakan sesuatu dengan menyebut al-Lata dan al-'Uzza, nama-nama berhala mereka. Sebab itu, Allah mengajarkan kepada penganut-penganut agama Islam yang telah mengesakan-Nya, agar mereka mengerjakan sesuatu dengan menyebut nama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 1, "page": 1, "manzil": 1, "ruku": 1, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alhamdu lillaahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "[All] praise is [due] to Allah, Lord of the worlds -", "id": "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Segala puji kita persembahkan hanya untuk Allah semata, Tuhan Pencipta dan Pemelihara seluruh alam, yaitu semua jenis makhluk.", "long": "Pada ayat di atas, Allah memulai firman-Nya dengan menyebut \"Basmalah\" untuk mengajarkan kepada hamba-Nya agar memulai suatu perbuatan yang baik dengan menyebut basmalah, sebagai pernyataan bahwa dia mengerjakan perbuatan itu karena Allah dan kepada-Nyalah dia memohonkan pertolongan dan berkah. Maka, pada ayat ini Allah mengajarkan kepada hamba-Nya agar selalu memuji-Nya.\n\nAl-hamdu artinya pujian, karena kebaikan yang diberikan oleh yang dipuji, atau karena suatu sifat keutamaan yang dimilikinya. Semua nikmat yang telah dirasakan dan didapat di alam ini dari Allah, sebab Dialah yang menjadi sumber bagi semua nikmat. Hanya Allah yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. Karena itu Allah sajalah yang berhak dipuji. Orang yang menyebut al-hamdu lillah bukan hanya mengakui bahwa puji itu untuk Allah semata, melainkan dengan ucapannya itu dia memuji Allah.\n\nRabb artinya pemilik, pengelola dan pemelihara. Di dalamnya terkandung arti mendidik, yaitu menyampaikan sesuatu kepada keadaan yang sempurna dengan berangsur-angsur.\n\n'alamin artinya seluruh alam, yakni semua jenis makhluk. Alam itu berjenis-jenis, yaitu alam tumbuh-tumbuhan, alam binatang, alam manusia, alam benda, alam makhluk halus, umpamanya malaikat, jin, dan alam yang lain. Ada mufasir mengkhususkan 'alamin pada ayat ini kepada makhluk-makhluk Allah yang berakal yaitu manusia, malaikat dan jin. Tetapi ini mempersempit arti kata yang sebenarnya amat luas.\n\nDengan demikian, Allah itu Pendidik seluruh alam, tak ada sesuatu pun dari makhluk Allah yang terlepas dari didikan-Nya. Tuhan mendidik makhluk-Nya dengan seluas arti kata itu. Sebagai pendidik, Dia menumbuhkan, menjaga, memberikan daya (tenaga) dan senjata kepada makhluk itu, guna kesempurnaan hidupnya masing-masing.\n\nSiapa yang memperhatikan perjalanan bintang-bintang, menyelidiki kehidupan tumbuh-tumbuhan dan binatang di laut dan di darat, mempelajari pertumbuhan manusia sejak dari rahim ibunya sampai ke masa kanak-kanak, lalu menjadi manusia yang sempurna, tahulah dia bahwa tidak ada sesuatu juga dari makhluk Allah yang terlepas dari penjagaan, pemeliharaan, asuhan dan inayah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 1, "page": 1, "manzil": 1, "ruku": 1, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Ar-Rahmaanir-Raheem" } }, "translation": { "en": "The Entirely Merciful, the Especially Merciful,", "id": "Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Yang Maha Pengasih, Pemilik dan sumber sifat kasih, Yang menganugerahkan segala macam karunia, baik besar maupun kecil, kepada seluruh makhluk, Maha Penyayang Yang selalu tiada henti memberi kasih dan kebaikan kepada orang-orang yang beriman.", "long": "Pada ayat dua di atas Allah swt menerangkan bahwa Dia adalah Tuhan seluruh alam. Maka untuk mengingatkan hamba kepada nikmat dan karunia yang berlipat-ganda, yang telah dilimpahkan-Nya, serta sifat dan cinta kasih sayang yang abadi pada diri-Nya, diulang-Nya sekali lagi menyebut ar-Rahman ar-Rahim. Yang demikian dimaksudkan agar gambaran keganasan dan kezaliman seperti raja-raja yang dipertuan dan bersifat sewenang-wenang lenyap dari pikiran hamba.\n\nAllah mengingatkan dalam ayat ini bahwa sifat ketuhanan Allah terhadap hamba-Nya bukanlah sifat keganasan dan kezaliman, tetapi berdasarkan cinta dan kasih sayang. Dengan demikian manusia akan mencintai Tuhannya, dan menyembah Allah dengan hati yang aman dan tenteram, bebas dari rasa takut dan gelisah. Malah dia akan mengambil pelajaran dari sifat-sifat Allah. Dia akan mendasarkan pergaulan dan tingkah lakunya terhadap manusia sesamanya, atau terhadap orang yang di bawah pimpinannya, malah terhadap binatang yang tak pandai berbicara sekalipun, atas sifat cinta dan kasih sayang itu. Karena dengan jalan demikianlah manusia akan mendapat rahmat dan karunia dari Tuhannya.\n\nRasulullah bersabda:\n\nAllah hanya sayang kepada hamba-hamba-Nya yang pengasih. (Riwayat at-tabrani)\n\nOrang-orang yang penyayang, akan disayangi oleh Allah yang Rahman Tabaraka wa Ta'ala.(Oleh karena itu) sayangilah semua makhluk yang di bumi, niscaya semua makhluk yang di langit akan menyayangi kamu semua. (Riwayat Ahmad, Abu Dawud at-Tirmidzi dan al-hakim).\n\nRasulullah bersabda: \n\n\"Siapa yang kasih sayang meskipun kepada seekor burung (pipit) yang disembelih, akan disayangi Allah pada hari Kiamat. (Riwayat al-Bukhari)\n\nMaksud hadis yang ketiga ialah menggunakan aturan dan tata cara pada waktu menyembelih burung, misalnya memakai pisau yang tajam. Dapat pula dipahami dari urutan kata ar-Rahman, ar-Rahim, bahwa penjagaan, pemeliharaan dan asuhan Allah terhadap seluruh alam, bukanlah karena mengharapkan sesuatu dari alam itu, tetapi semata-mata karena rahmat dan kasih sayang-Nya.\n\nBoleh jadi ada yang terlintas dalam pikiran orang, mengapa Allah membuat peraturan dan hukum, dan menghukum orang-orang yang melanggar peraturan itu? Pikiran ini akan hilang bila diketahui bahwa peraturan dan hukum, begitu juga azab di akhirat atau di dunia yang dibuat Allah untuk hamba-Nya yang melanggar tidaklah berlawanan dengan sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, karena peraturan dan hukum itu rahmat dari Allah demi untuk kebaikan manusia itu sendiri. Begitu pula azab dari Allah terhadap hamba-Nya yang melanggar peraturan dan hukum itu sesuai dengan keadilan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 1, "page": 1, "manzil": 1, "ruku": 1, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Maaliki Yawmid-Deen" } }, "translation": { "en": "Sovereign of the Day of Recompense.", "id": "Pemilik hari pembalasan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah satu-satunya Pemilik hari Pembalasan dan perhitungan atas segala perbuatan, yaitu hari kiamat. Kepemilikan-Nya pada hari itu bersifat mutlak dan tidak disekutui oleh suatu apa pun.", "long": "Sesudah Allah menyebutkan beberapa sifat-Nya, yaitu: Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, maka diiringi-Nya dengan menyebutkan satu sifat-Nya lagi, yaitu \"menguasai hari pembalasan\". Penyebutan ayat ini dimaksudkan agar kekuasaan Allah atas alam ini tak terhenti sampai di dunia ini saja, tetapi terus berkelanjutan sampai hari akhir.\n\nAda dua macam bacaan berkenaan dengan Malik. Pertama, dengan memanjangkan ma, dan kedua dengan memendekkannya. Menurut bacaan yang pertama, Malik artinya \"Yang memiliki\" (Yang empunya). Sedang menurut bacaan yang kedua, artinya \"Raja\". Kedua bacaan itu benar.\n\nBaik menurut bacaan yang pertama ataupun bacaan yang kedua, dapat dipahami dari kata itu arti \"berkuasa\" dan bertindak dengan sepenuhnya. Sebab itulah diterjemahkan dengan \"Yang menguasai\". \"Yaum\" artinya hari, tetapi yang dimaksud di sini ialah waktu secara mutlak.\n\nAd-din banyak artinya, di antaranya: (1) perhitungan, (2) ganjaran, pembalasan, (3) patuh, (4) menundukkan, dan (5) syariat, agama. Yang selaras di sini ialah dengan arti \"pembalasan\". Jadi, Maliki yaumiddin maksudnya \"Allah itulah yang berkuasa dan yang dapat bertindak dengan sepenuhnya terhadap semua makhluk-Nya pada hari pembalasan.\"\n\nSebetulnya pada hari kemudian itu banyak hal yang terjadi, yaitu Kiamat, kebangkitan, berkumpul, perhitungan, pembalasan, tetapi pembalasan sajalah yang disebut oleh Allah di sini, karena itulah yang terpenting. Yang lain dari itu, umpamanya kiamat, kebangkitan dan seterusnya, merupakan pendahuluan dari pembalasan, apalagi untuk targib dan tarhib (menggalakkan dan menakut-nakuti), penyebutan \"hari pembalasan\" itu lebih tepat.\n\nHari Akhirat Menurut Pendapat Akal (Filsafat)\n\nKepercayaan tentang adanya hari akhirat, yang di hari itu akan diadakan perhitungan terhadap perbuatan manusia pada masa hidupnya dan diadakan pembalasan yang setimpal, adalah suatu kepercayaan yang sesuai dengan akal. Sebab itu adanya hidup yang lain, sesudah hidup di dunia ini, bukan saja ditetapkan oleh agama, tetapi juga ditunjukkan oleh akal.\n\nSeseorang yang mau berpikir tentu akan merasa bahwa hidup di dunia ini belumlah sempurna, perlu disambung dengan hidup yang lain. Alangkah banyaknya orang yang teraniaya hidup di dunia ini telah pulang ke rahmatullah sebelum mendapat keadilan. Alangkah banyaknya orang yang berjasa kecil atau besar, belum mendapat penghargaan atas jasanya. Alangkah banyaknya orang yang telah berusaha, memeras keringat, membanting tulang, tetapi belum sempat lagi merasakan buah usahanya itu. Sebaliknya, alangkah banyaknya penjahat, penganiaya, pembuat onar, yang tak dapat dijangkau oleh pengadilan di dunia ini. Lebih-lebih kalau yang melakukan kejahatan atau aniaya itu orang yang berkuasa sebagai raja, pembesar dan lain-lain. Maka biarpun kejahatan dan aniaya itu telah merantai bangsa seluruhnya, tidaklah akan digugat orang, malah dia tetap dipuja dan dihormati. Maka, dimanakah akan didapat keadilan itu, seandainya nanti tidak ada mahkamah yang lebih tinggi, Mahkamah Allah di hari kemudian?\n\nSebab itu, para pemikir dari zaman dahulu telah ada yang sampai kepada kepercayaan tentang adanya hari akhirat itu, semata-mata dengan jalan berpikir, antara lain Pitagoras. Filsuf ini berpendapat bahwa hidup di dunia ini merupakan bekal hidup yang abadi di akhirat kelak. Sebab itu sejak dari dunia hendaklah orang bersedia untuk hidup yang abadi. Sokrates, Plato dan Aristoteles berpendapat, \"Jiwa yang baik akan merasakan kenikmatan dan kelezatan di akhirat, tetapi bukan kelezatan kebendaan, karena kelezatan kebendaan itu terbatas dan mendatangkan bosan dan jemu. Hanya kelezatan rohani, yang betapa pun banyak dan lamanya, tidak menyebabkan bosan dan jemu.\" \n\nKepercayaan Masyarakat Arab Sebelum Islam tentang Hari Akhirat\n\nDi antara masyarakat Arab sebelum Islam terdapat beberapa pemikir dan pujangga yang telah mempercayai adanya hari kemudian, seperti Zuhair bin Abi Sulma yang meninggal dunia setahun sebelum Nabi Muhammad saw diutus Allah sebagai rasul. \n\nAda pula di antara mereka yang tidak mempercayai adanya hari kemudian. Dengarlah apa yang dikatakan oleh salah seorang penyair mereka: \"Hidup, sesudah itu mati, sesudah itu dibangkitkan lagi, itulah cerita dongeng, hai fulan.\" Karena itu, datanglah agama Islam, membawa kepastian tentang adanya hari kemudian. Pada hari itu akan dihisab semua perbuatan yang telah dikerjakan manusia selama hidupnya, besar atau kecil. Allah berfirman:\n\n(7) Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, (8) dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (az-Zalzalah/99: 7-8)\n\nTidak sedikit ayat di dalam Al-Qur'an yang menjelaskan bahwa di antara mereka memang banyak yang tidak percaya adanya hari akhirat; hidup hanya di dunia, setelah itu selesai (al-An'am/6: 29 ; al-Mu'minun/23: 37). Mereka berkata, bila seorang bapak mati, maka lahir anak, bila suatu bangsa punah, maka datang bangsa lain. Mereka tidak percaya, bahwa sesudah mati manusia masih akan hidup kembali (Hud/11: 7; al-Isra'/17: 49) dan banyak lagi ayat senada yang menggambarkan pendirian demikian. Di dalam sejarah pemikiran tercatat bahwa sejak dahulu kala banyak anggapan yang demikian itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 1, "page": 1, "manzil": 1, "ruku": 1, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e \u0646\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e \u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Iyyaaka na'budu wa lyyaaka nasta'een" } }, "translation": { "en": "It is You we worship and You we ask for help.", "id": "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas dasar itu semua, hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan beribadah dengan penuh ketulusan, kekhusyukan, dan tawakal, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan dalam segala urusan dan keadaan kami, sambil kami berusaha keras.", "long": "Di dalam ayat-ayat sebelumnya disebutkan empat macam dari sifat-sifat Allah, yaitu: Pendidik seluruh alam, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Yang menguasai hari pembalasan. Sifat-sifat yang disebutkan itu adalah sifat-sifat kesempurnaan yang hanya Allah saja yang mempunyainya. Sebab itu pada ayat ini Allah mengajarkan kepada hamba-Nya bahwa Allah sajalah yang patut disembah, dan kepada-Nya sajalah seharusnya manusia memohon pertolongan, dan bahwa hamba-Nya haruslah mengikrarkan yang demikian itu.\n\nIyyaka (hanya kepada Engkau). Iyyaka adalah dhamir untuk orang kedua dalam kedudukan mansub karena menjadi maf'ul bih (obyek). Dalam tata bahasa Arab maf'ul bih harus sesudah fi'il dan fa'il. Jika mendahulukan yang seharusnya diucapkan kemudian dalam Balagah menunjukkan qasr, yaitu pembatasan yang bisa diartikan \"hanya\". Jadi arti ayat ini \"Hanya kepada Engkau saja kami menyembah, dan hanya kepada Engkau saja kami mohon pertolongan\".\n\nIyyaka dalam ayat ini diulang dua kali, gunanya untuk menegaskan bahwa ibadah dan isti'anah (meminta pertolongan) itu masing-masing khusus dihadapkan kepada Allah serta untuk dapat mencapai kelezatan munajat (berbicara) dengan Allah. Karena bagi seorang hamba Allah yang menyembah dengan segenap jiwa dan raganya tak ada yang lebih nikmat dan lezat perasaannya daripada bermunajat dengan Allah.\n\nBaik juga diketahui bahwa dengan memakai iyyaka itu berarti menghadapkan pembicaraan kepada Allah, dengan maksud mengingat Allah swt, seakan-akan kita berada di hadapan-Nya, dan kepada-Nya diarahkan pembicaraan dengan khusyuk dan tawaduk. Seakan-akan kita berkata: \n\n\"Ya Allah, dzat yang wajibul wujud, Yang bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, Yang menjaga dan memelihara seluruh alam, Yang melimpahkan rahmat dan karunia-Nya dengan berlipat ganda, Yang berkuasa di hari pembalasan, Engkau sajalah yang kami sembah, dan kepada Engkau sajalah kami minta pertolongan, karena hanya Engkau yang berhak disembah, dan hanya Engkau yang dapat menolong kami\".\n\nDengan cara seperti itu orang akan lebih khusyuk dalam menyembah Allah dan lebih tergambar kepadanya kebesaran yang disembahnya itu. Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah dengan sabdanya:\n\n\"Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Umar bin al-Khatthab).\n\nKarena surah al-Fatihah mengandung ayat munajat (berbicara) dengan Allah menurut cara yang telah diterangkan maka hal itu merupakan rahasia diwajibkan membacanya pada tiap-tiap rakaat dalam salat, karena jiwanya ialah munajat, dengan menghadapkan diri dan memusatkan ingatan kepada Allah.\n\nNa'budu pada ayat ini didahulukan menyebutkannya daripada nasta'inu, karena menyembah Allah adalah suatu kewajiban manusia terhadap Tuhan-nya. Tetapi pertolongan dari Allah kepada hamba-Nya adalah hak hamba itu. Maka Allah mengajar hamba-Nya agar menunaikan kewajibannya lebih dahulu, sebelum ia menuntut haknya.\n\nMelihat kata-kata na'budu dan nasta'inu (kami menyembah, kami minta tolong), bukan a'budu dan asta'inu (saya menyembah dan saya minta tolong) adalah untuk memperlihatkan kelemahan manusia, tidak selayaknya manusia mengemukakan dirinya seorang saja dalam menyembah dan memohon pertolongan kepada Allah. Seakan-akan penunaian kewajiban beribadah dan permohonan pertolongan kepada Allah itu belum lagi sempurna, kecuali kalau dikerjakan bersama-sama.\n\nKedudukan Tauhid di dalam Ibadah dan Sebaliknya \n\nIbadah secara istilah ialah semua perkataan, perbuatan dan pikiran yang bertujuan untuk mencari rida Allah. Arti \"ibadah\" sebagai disebutkan di atas ialah tunduk dan berserah diri kepada Allah, yang disebabkan oleh kesadaran bahwa Allah yang menciptakan alam ini, Yang menumbuhkan, Yang mengembangkan, Yang menjaga dan memelihara serta Yang membawanya dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain, hingga tercapai kesempurnaannya.\n\nTegasnya, ibadah itu timbulnya dari perasaan tauhid. Oleh karenanya, orang yang suka memikirkan keadaan alam ini, yang memperhatikan perjalanan bintang-bintang, kehidupan tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia, bahkan yang mau memperhatikan dirinya sendiri, yakinlah dia bahwa di balik alam yang zahir ada Zat yang gaib yang mengendalikan alam ini, yang bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, yakni Dialah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, Maha Mengetahui dan sebagainya. Maka tumbuhlah dalam sanubarinya perasaan bersyukur dan berutang budi kepada Zat Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Maha Mengetahui itu.\n\nPerasaan inilah yang menggerakkan bibirnya untuk menuturkan puji-pujian, dan yang mendorong jiwa dan raganya untuk menyembah dan merendahkan diri kepada Allah Yang Mahakuasa itu sebagai pernyataan bersyukur dan membalas budi kepada-Nya. Tetapi ada juga manusia yang tidak mau berpikir, dan selanjutnya tidak sadar akan kebesaran dan kekuasaan Allah, sering melupakan-Nya. Sebab itulah, setiap agama mensyariatkan bermacam-macam ibadah, gunanya untuk mengingatkan manusia kepada kebesaran dan kekuasaan Allah. Dengan keterangan ini terlihat bahwa tauhid dan ibadah itu saling mempengaruhi, dengan arti bahwa tauhid menumbuhkan ibadah, dan ibadah memupuk tauhid.\n\nPengaruh Ibadah terhadap Jiwa Manusia \n\nTiap-tiap ibadah yang dikerjakan karena didorong oleh perasaan yang disebutkan itu, niscaya berpengaruh kepada tabiat dan budi pekerti orang yang melakukannya. Umpamanya, orang yang melaksanakan salat karena sadar akan kebesaran dan kekuasaan Allah, dan didorong oleh perasaan bersyukur dan berutang budi kepada-Nya, akan terjauhlah dia dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Dengan demikian salatnya itu akan mencegahnya dari mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak baik itu, sesuai dengan firman Allah swt:\n\n\"Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.\" (al-'Ankabut/29: 45)\n\nBegitu juga ibadah puasa. Ibadah ini akan menimbulkan perasaan cinta dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin. Demikian pula seterusnya dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah yang sebenarnya adalah ibadah yang ditimbulkan oleh keyakinan kepada kebesaran dan kekuasaan Allah, serta didorong oleh perasaan bersyukur kepada Allah. Ibadah yang hanya karena ikut-ikutan, atau karena memelihara tradisi yang sudah turun-temurun, bukanlah ibadah yang sebenarnya. Kendatipun seakan-akan berupa ibadah, tetapi tidak mempunyai jiwa ibadah. Tidak ubahnya seperti patung, bagaimanapun miripnya dengan manusia, tidaklah dinamai manusia. Ibadah yang semacam itu tidak ada pengaruhnya kepada tabiat dan akhlak.\n\nBerusaha, Berdoa dan Bertawakal\n\nIsti'anah (memohon pertolongan) seperti disebutkan di atas khusus dihadapkan kepada Allah, dengan arti bahwa tidak ada yang berhak dimohonkan pertolongan kecuali Allah. Pada ayat yang lain Allah menyuruh manusia untuk tolong-menolong dalam mengerjakan kebaikan.\n\nAllah berfirman:\n\n\"Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa\". (al-Ma'idah/5: 2)\n\nAdakah Pertentangan antara Dua Ayat itu? \n\nTercapainya suatu maksud, atau terlaksananya suatu pekerjaan dengan baik, tergantung kepada terpenuhinya syarat-syarat yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan itu, dan tidak adanya rintangan-rintangan yang menghalanginya. Manusia telah diberi potensi oleh Allah, baik berupa pikiran maupun kekuatan tubuh, agar bisa mencukupkan syarat-syarat atau menolak rintangan-rintangan dalam menuju suatu maksud, atau mengerjakan suatu pekerjaan. Tetapi, ada di antara syarat-syarat itu yang manusia tidak kuasa mencukupkannya. Di samping itu, ada juga rintangan yang tidak mampu ditolaknya. Begitu pula ada di antara syarat-syarat itu atau di antara halangan-halangan itu yang tidak dapat diketahui. \n\nKendatipun menurut pikiran semua syarat yang diperlukan telah cukup, dan semua rintangan yang menghalangi telah berhasil diatasi, tetapi kadang-kadang hasil pekerjaan tidak seperti yang diharapkan. Ada hal-hal yang berada di luar batas kekuasaan dan kemampuan manusia. Itulah yang dimintakan pertolongan khusus kepada Allah. Sebaiknya, sesuatu yang masih dalam batas kekuasaan dan kemampuan, manusia disuruh tolong menolong, agar timbul pada masing-masing individu sifat saling mencintai, menghargai, dan gotong-royong.\n\nDengan perkataan lain, manusia disuruh Allah berusaha dengan sekuat tenaga, dan disuruh saling menolong, dan membantu. Di samping menjalankan ikhtiar dan usaha, dia harus pula berdoa, memohon taufik, hidayah dan ma'unah. Ini hendaknya dimohonkan khusus kepada Allah, karena hanya Dia yang kuasa memberinya. Sesudah itu semua, barulah dia bertawakal kepada-Nya.\n\nIbadah itu sendiri pun suatu pekerjaan yang berat, sebab itu haruslah dimintakan ma'unah dari Allah agar semua ibadah terlaksana sesuai dengan yang dimaksud oleh agama. Oleh karena itu, seseorang hendaknya menuturkan bahwa hanya kepada Allah sajalah kita beribadah, diikuti lagi dengan pernyataan bahwa kepada-Nya saja minta pertolongan, terutama pertolongan agar amal ibadah terlaksana sebagaimana mestinya. Ayat di atas, sebagaimana telah disebutkan, mengandung tauhid, karena beribadah semata-mata kepada Allah dan meminta ma'unah khusus kepada-Nya, adalah intisari agama, dan kesempurnaan tauhid." } } }, { "number": { "inQuran": 6, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 1, "page": 1, "manzil": 1, "ruku": 1, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0647\u0652\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Ihdinas-Siraatal-Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "Guide us to the straight path -", "id": "Tunjukilah kami jalan yang lurus," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami memohon, tunjukilah kami jalan yang lurus, dan teguhkanlah kami di jalan itu, yaitu jalan hidup yang benar, yang dapat membuat kami bahagia di dunia dan di akhirat, serta dapat mengantarkan kami menuju keridaan-Mu.", "long": "Ihdi: pimpinlah, tunjukilah, berilah hidayah. Arti \"hidayah\" ialah menunjukkan suatu jalan atau cara menyampaikan orang kepada orang yang ditujunya, dengan baik.\n\nMacam-macam Hidayah (Petunjuk)\n\nAllah telah memberi manusia bermacam-macam hidayah, seperti yang juga dibahas dalam Tafsir Al-Fatihah oleh Muhammad Abduh.\n\n1. Hidayah Naluri (Garizah)\n\nManusia begitu juga binatang-binatang, dilengkapi oleh Allah dengan bermacam-macam sifat, yang timbulnya bukan dari pelajaran, bukan pula dari pengalaman, melainkan telah dibawanya dari kandungan ibunya. Sifat-sifat ini namanya \"naluri\", dalam bahasa Arab disebut garizah. Umpamanya, naluri \"ingin memelihara diri\" (mempertahankan hidup). Seorang bayi bila merasa lapar dia menangis. Sesudah terasa di bibirnya puting susu ibunya, dihisapnya sampai hilang laparnya. Perbuatan ini dikerjakannya tanpa seorang pun yang mengajarkan kepadanya, bukan pula timbul dari pengalamannya, hanya semata-mata ilham dan petunjuk dari Allah kepadanya, untuk mempertahankan hidupnya.\n\nContoh lain adalah lebah membuat sarangnya, laba-laba membuat jaringnya, semut membuat lubangnya dan menimbun makanan dalam lubang itu. Semua itu dikerjakan oleh binatang-binatang itu untuk mempertahankan hidupnya dan memelihara dirinya, dengan dorongan nalurinya semata-mata. Banyak lagi naluri yang lain, umpamanya rasa \"ingin tahu\", \"ingin mempunyai\", \"ingin berlomba-lomba\", \"ingin bermain\", \"ingin meniru\", \"takut\", dan lain-lain.\n\nSifat-sifat Naluri\n\nNaluri (garizah), sebagaimana disebutkan, terdapat pada manusia dan binatang. Perbedaannya ialah naluri manusia bisa menerima pendidikan dan perbaikan, tetapi naluri binatang tidak. Sebab itulah manusia bisa maju, sedangkan binatang tidak, ia tetap seperti sediakala. \n\nNaluri-naluri itu adalah dasar bagi kebaikan, dan juga dasar bagi kejahatan. Umpamanya, naluri \"ingin memelihara diri\", orang berusaha, berniaga, bertani, artinya mencari nafkah secara halal. Sebaliknya karena naluri \"ingin memelihara diri\" itu pula orang mencuri, menipu, merampok dan lain-lain. Karena naluri \"ingin tahu\" orang belajar, sehingga memiliki pengetahuan yang banyak dan pendidikan yang tinggi. Sebaliknya karena naluri \"ingin tahu\" itu pula orang suka mencari-cari 'aib dan rahasia sesamanya, yang mengakibatkan permusuhan dan persengketaan. Demikianlah seterusnya dengan naluri-naluri yang lain.\n\nNaluri-naluri itu tidak dapat dihilangkan dan tidak ada faedahnya membunuhnya. Ada pemikir dan pendidik yang hendak memadamkan naluri, karena melihat segi yang tidak baik (jahat) itu. Sebab itu mereka membuat bermacam peraturan untuk mengikat kemerdekaan anak-anak agar naluri itu jangan tumbuh, atau mana yang telah tumbuh menjadi mati. Tetapi perbuatan mereka itu besar bahayanya terhadap pertumbuhan akal, tubuh dan akhlak anak-anak. Bagaimanapun orang berusaha hendak membunuh naluri itu, namun ia tidak akan mati.\n\nBoleh jadi karena kerasnya tekanan dan kuatnya rintangan terhadap suatu naluri, maka kelihatan ia telah padam, tetapi manakala ada yang membangkitkannya, ia timbul kembali. Oleh karena itu, sekalipun naluri itu dasar bagi kebaikan, sebagaimana ia juga dasar bagi kejahatan, kewajiban manusia bukanlah menghilangkannya, tetapi mendidik dan melatihnya, agar dapat dimanfaatkan dan disalurkan ke arah yang baik.\n\nAllah telah menganugerahkan kepada manusia bermacam-macam naluri untuk jadi hidayah (petunjuk) yang akan dipakainya secara bijaksana.\n\n2. Hidayah Pancaindra\n\nKarena naluri itu sifatnya belum pasti sebagaimana disebutkan di atas, maka ia belum cukup untuk jadi hidayah bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Sebab itu, manusia dilengkapi lagi oleh Allah swt dengan pancaindra. Pancaindra itu sangat besar perannya terhadap pertumbuhan akal dan pikiran manusia. Sehubungan dengan itu ahli-ahli pendidikan berkata:\n\n(Pancaindra adalah pintu-pintu pengetahuan).\n\nMaksudnya ialah: dengan perantaraan pancaindra itulah manusia dapat berhubungan dengan alam sekitar, dengan arti bahwa sampainya sesuatu dari alam sekitar ini ke dalam otak manusia adalah melalui pintu-pintu pancaindra. Tetapi naluri ditambah dengan pancaindra, juga belum cukup untuk jadi pokok-pokok kebahagiaan manusia. Banyak lagi benda-benda dalam alam ini yang tidak dapat dilihat oleh mata. Banyak macam suara yang tidak dapat didengar oleh telinga. Malah selain dari alam mahsusat (yang dapat ditangkap oleh pancaindra), ada lagi alam ma'qulat (yang hanya dapat ditangkap oleh akal).\n\nIndra penglihatan (mata) hanya dapat menangkap alam mahsusat, tangkapannya tentang yang mahhsusat itu pun tidak selamanya betul, kadang-kadang salah. Inilah yang dinamakan dalam ilmu jiwa \"ilusi optik\" (tipuan pandangan), dalam bahasa Arab disebut khida' an-nadhar. Sebab itu manusia masih membutuhkan hidayah yang lain. Maka Allah menganugerahkan hidayah yang ketiga, yaitu \"hidayah akal\".\n\n3. Hidayah Akal (pikiran)\n\na.Akal dan kadar kesanggupannya\n\nDengan adanya akal manusia dapat menyalurkan naluri ke arah yang baik, agar naluri itu menjadi sumber bagi kebaikan, dan manusia dapat membetulkan kesalahan-kesalahan pancaindranya, membedakan yang buruk dengan yang baik. Akal bahkan sanggup menyusun mukadimah untuk menyampaikannya kepada natijah, mempertalikan akibat dengan sebab, memakai yang mahsusat sebagai tangga kepada yang ma'qulat, mempergunakan yang dapat dilihat, diraba dan dirasakan untuk sampai kepada yang abstrak, maknawi, dan gaib, mengambil dalil dari adanya makhluk untuk menetapkan adanya khalik, dan begitulah seterusnya.\n\nTetapi akal manusia juga belum memadai untuk membawanya kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat di samping berbagai macam naluri dan pancaindra itu. Apalagi pendapat akal itu bermacam-macam, yang baik menurut pikiran si A belum tentu baik menurut pandangan si B, malah banyak manusia yang mempergunakan akalnya, tetapi akalnya dikalahkan oleh hawa nafsu dan sentimennya, hingga yang buruk itu menjadi baik dalam pandangannya, dan yang baik itu menjadi buruk.\n\nDengan demikian nyatalah bahwa naluri ditambah dengan pancaindra, dan ditambah pula dengan akal belum cukup untuk menjadi hidayah yang akan menyampaikan manusia kepada kebahagiaan hidup jasmani dan rohani, di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, manusia membutuhkan hidayah lain, di samping pancaindra dan akalnya, yaitu hidayah agama yang dibawa oleh para rasul 'alaihimus-salatu was-salam.\n\nb. Benih agama dan akidah tauhid pada jiwa manusia\n\nJika menilik kepada agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan yang diciptakan oleh manusia (al-adyan al-wadh'iyyah) terlihat bahwa pada jiwa manusia telah ada bibit-bibit kecenderungan beragama. Hal itu karena manusia mempunyai sifat merasa berutang budi, suka berterima kasih dan membalas budi kepada orang yang berbuat baik kepadanya. Maka, ketika ia memperhatikan dirinya dan alam di sekililingnya, umpamanya roti yang dimakannya, tumbuh-tumbuhan yang ditanamnya, binatang ternak yang digembalakannya, matahari yang memancarkan sinarnya, hujan yang turun dari langit yang menumbuhkan tanam-tanaman, dia akan merasa berutang budi kepada \"suatu Zat\" yang gaib yang telah berbuat baik dan melimpahkan nikmat yang besar itu kepadanya.\n\nManusia memahami dengan akalnya bahwa Zat yang gaib itulah yang menciptakannya, yang menganugerahkan kepadanya dan kepada jenis manusia seluruhnya, segala sesuatu yang dibutuhkannya yang ada di alam ini, untuk memelihara diri dan mempertahankan hidupnya. Karena merasa berutang budi kepada suatu Zat Yang Gaib itu, maka dia berpikir bagaimana cara berterima kasih dan membalas budi itu, atau dengan perkataan lain bagaimana cara \"menyembah Zat Yang Gaib itu\".\n\nPerihal bagaimana cara menyembah Zat Yang Gaib, adalah suatu masalah yang sukar, yang tidak dapat dicapai oleh akal manusia. Sebab itu, di dalam sejarah terlihat tidak pernah ada keseragaman dalam hal ini. Bahkan akal pikiran manusia akan membawanya kepada kepercayaan mengagungkan alam di samping mengagungkan Zat Yang Gaib itu.\n\nKarena pikirannya masih bersahaja dan belum tergambarkan di otaknya bagaimana menyembah \"Zat Yang Gaib\", maka dipilihlah di antara alam ini sesuatu yang besar, yang indah, yang banyak manfaatnya, atau sesuatu yang ditakutinya untuk jadi lambang bagi Zat Yang Gaib itu. Ketika dia mengagumi matahari, bulan dan bintang-bintang, sungai-sungai, binatang dan lain-lain, maka disembahnya benda-benda itu, sebagai lambang menyembah Tuhan atau Zat Yang Gaib itu, dan diciptakannya cara-cara beribadah (menyembah) benda-benda itu.\n\nDengan cara itu timbul suatu macam kepercayaan, yang dinamakan dengan \"kepercayaan menyembah kekuatan alam\", seperti yang terdapat di Mesir, Kaldea, Babilonia, Asiria dan di tempat-tempat lain di zaman purbakala. Dengan keterangan ini: tampak bahwa manusia menurut fitrahnya cenderung beragama, acap memikirkan dari mana datangnya alam ini, dan ke manakah kembalinya.\n\nBila manusia mau memikirkan: \"Dari mana datangnya alam ini\", akan sampai pada keyakinan tentang adanya Tuhan, bahkan akan sampai kepada keyakinan tentang keesaan Tuhan (tauhid), karena akidah (keyakinan) tentang keesaan Tuhan ini lebih mudah, dan lebih cepat dipahami oleh akal manusia. Karena itu dapat kita tegaskan bahwa manusia itu menurut nalurinya adalah beragama tauhid.\n\nSejarah telah menerangkan bahwa bangsa Kaldea pada mulanya adalah beragama tauhid, kemudian mereka menyembah matahari, planet-planet dan bintang-bintang yang mereka simbolkan dengan patung-patung. Sesudah raja Namrudz meninggal, mereka pun mendewakan dan menyembah Namrudz itu. Bangsa Asiria pun pada mulanya beragama tauhid, kemudian mereka lupa kepada akidah tauhid itu dan mereka sekutukan Tuhan dengan binatang-binatang, dan inilah yang dipusakai oleh orang-orang Babilonia.\n\nAdapun bangsa Mesir, bila diperhatikan nyanyian-nyanyian yang mereka nyanyikan dalam upacara-upacara peribadatan, jelas bahwa tidak semua orang Mesir purbakala itu orang-orang musyrik dan watsani (penyembah berhala), melainkan di antara mereka ada juga muwahhidin, penganut akidah tauhid. Di dalam nyanyian-nyanyian itu terdapat ungkapan sebagai berikut:\n\n\"Dialah Tuhan Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya\"\n\n\"Dia mencintai seluruh makhluk, sedang Dia sendiri tak ada yang menciptakan-Nya\"\n\n\"Dialah Tuhan Yang Mahaagung, Pemilik langit dan bumi, Pencipta seluruh makhluk\"\n\nDapat ditegaskan bahwa akidah tauhid ini tidak pernah lenyap sama sekali, dan tetap ada. Tuhan Yang Maha Esa adalah pencipta seluruh yang ada di alam ini. Tuhan-tuhan atau dewa-dewa yang lain itu mereka anggap hanyalah sebagai pembantu dan pelayan atau simbol bagi Yang Maha Esa.\n\nc. Pendapat Orang-orang Arab sebelum Islam tentang Khalik (Pencipta)\n\nOrang-orang Arab sebelum datang agama Islam, kalau ditanyakan kepada mereka, \"Siapakah yang menjadikan langit dan bumi ini?\" Mereka menjawab, \"Allah.\" Kalau ditanyakan, \"Adakah al-Lata dan al-Uzza itu menjadikan sesuatu yang ada pada alam ini?\" Mereka menjawab, \"Tidak!\" Mereka sembah dewa-dewa itu hanya untuk mengharapkan perantaraan dan syafaat dari mereka terhadap Tuhan yang sebenarnya. Allah berfirman tentang perkataan musyrikin Arab itu:\n\n\"Kami tidak menyembah mereka, melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah, dengan sedekat-dekatnya.\" (az-Zumar/39: 3)\n\nd. Kepercayaan tentang akhirat bisa dicapai oleh akal\n\nManakala manusia memikirkan \"kemanakah kembalinya alam ini?\" akan sampailah dia pada keyakinan bahwa di balik hidup di dunia yang fana ini akan ada lagi hidup di hari kemudian yang kekal dan abadi. Tetapi dapatkah manusia dengan akal dan pikirannya semata-mata mengetahui apakah yang perlu dikerjakan atau dijauhinya sebagai persiapan untuk kebahagiaan di hari kemudian (hari akhirat) itu? Jawabnya, \"Tentu saja tidak, sejarah pun telah membuktikan hal ini.\"\n\nDengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa manusia telah diberi akal oleh Allah untuk jadi hidayah baginya, di samping naluri dan pancaindra. Tetapi hidayah akal itu belumlah mencukupi untuk kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat.\n\nBegitu juga manusia mempunyai tabiat suka beragama, dengan akalnya dia kadang-kadang telah sampai kepada tauhid. Tetapi tauhid yang telah dicapainya dengan akalnya itu sering pula menjadi kabur dan tidak murni lagi.\n\nDengan mempergunakan akalnya, manusia juga dapat sampai kepada kesimpulan tentang adanya akhirat, tetapi hidayah akal itu belum mencukupi untuk kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat. Maka untuk menyampai-kan manusia kepada akidah tauhid yang murni, yang tidak dicampuri sedikit pun oleh kepercayaan-kepercayaan menyembah dan membesarkan selain Allah, untuk membentangkan jalan yang benar yang akan ditempuhnya dalam perjalanan mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dan untuk jadi pedoman dalam hidupnya di dunia ini, dia membutuhkan hidayah yang lain di samping hidayah-hidayah yang telah disebutkan itu. Maka Allah mendatangkan hidayah yang keempat yaitu \"agama\" yang dibawa oleh para rasul 'alaihimus-salatu was-salam.\n\n4.Hidayah Agama\n\na.Pokok-pokok agama ketuhanan\n\nAllah mengutus rasul-rasul untuk membawa agama yang akan menunjukkan kepada manusia jalan yang harus mereka tempuh untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Mula-mula yang ditanamkan oleh rasul-rasul itu adalah kepercayaan tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya, guna membersihkan itikad manusia dari syirik (mempersekutukan Allah).\n\nRasul membawa manusia kepada kepercayaan tauhid dengan melalui akal dan logika, yaitu dengan mempergunakan dalil-dalil yang tepat dan logis. Dialog antara Nabi Ibrahim dengan Namrudz, Nabi Musa dengan Fir'aun, dan seruan-seruan Al-Qur'an kepada kaum musyrikin Quraisy semuanya mengajak agar mereka mempergunakan akal.\n\nDi samping kepercayaan kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa, rasul-rasul juga menyeru untuk percaya pada akhirat, dan para malaikat.\n\nPercaya kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya, serta adanya malaikat dan hari kemudian dinamakan al-iman bi al-gaib (percaya kepada yang gaib). Itulah yang menjadi pokok bagi semua agama samawi, dengan arti bahwa semua agama yang datangnya dari Tuhan adalah mempercayai keesaan Tuhan, para malaikat dan hari akhirat.\n\nDi samping Akidah (kepercayaan) yang disebutkan itu, para rasul juga membawa hukum-hukum, peraturan-peraturan, akhlak dan pelajaran-pelajaran. Hukum-hukum dan peraturan-peraturan ini tidak seluruhnya sama, artinya apa yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim tidak sama dengan yang diturunkan kepada Nabi Musa, dan apa yang dibawa oleh Nabi Isa, tidak serupa dengan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Hal ini dikarenakan hukum-hukum dan peraturan-peraturan itu haruslah sesuai dengan keadaan tempat dan masa. Maka syariat yang dibawa oleh nabi-nabi itu adalah sesuai dengan masanya masing-masing. Jadi yang berlainan itu ialah hukum-hukum furu' (cabang-cabang), sedangkan pokok-pokok hukum agama seperti akidah adalah sama. Karena Muhammad saw adalah Nabi penutup maka syariat yang dibawanya, diberi oleh Allah sifat-sifat tertentu agar sesuai dengan segala masa dan keadaan.\n\nb. Hidayah yang dimohonkan kepada Tuhan\n\nAllah telah menganugerahkan agama Islam sebagai hidayah dan senjata hidup yang penghabisan, atau jalan kepada kebahagiaan yang terakhir, tetapi adakah semua orang, pandai mempergunakan senjata itu, dan adakah semua hamba Allah sukses dalam menempuh jalan yang telah dibentangkan oleh Tuhan?\n\nBanyak manusia salah menerapkan agama, tidak beribadah (menyembah Allah) sesuai dengan yang diridai oleh yang disembah, tidak melaksanakan syariat sesuai dengan yang dimaksud oleh pembuat syariat itu. Karena itu Allah mengajarkan kepada manusia cara memohon kepada-Nya agar diberi-Nya ma'unah, dibimbing dan dijaga selama-lamanya, serta diberi-Nya taufik agar dapat memanfaatkan semua macam hidayah yang telah dianugerahkan itu menurut semestinya. Naluri-naluri agar dapat disalurkan ke arah yang baik, pancaindra agar betul, akal agar sesuai dengan yang benar, tuntunan-tuntunan agama agar dapat dilaksanakan menurut yang dimaksudkan oleh yang menurunkan agama itu, tanpa ada cacat, janggal dan salah.\n\nTegasnya, manusia yang telah diberi Allah bermacam-macam hidayah yang disebutkan di atas (naluri, pancaindra, akal dan agama) belumlah cukup, tetapi dia masih membutuhkan ma'unah dan bimbingan dari Allah (yaitu taufik-Nya). ) Maka ma'unah dan bimbingan itulah yang kita mohonkan, dan kepada Allah sajalah kita hadapkan permohonan itu. Dengan perkataan lain, Allah telah memberi manusia hidayah-hidayah tersebut, seakan-akan Dia telah membentangkan jalan raya yang akan menyampaikan manusia kepada kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi. Kemudian yang dimohonkan kepada-Nya lagi, ialah \"agar membimbing kita dalam melalui jalan yang telah terbentang itu.\"\n\nDengan ringkas hidayah dalam ayat ihdinas-siratal-mustaqim ini berarti \"taufik\" (bimbingan), dan taufik itulah yang dimohonkan di sini kepada Allah. Taufik ini dimohonkan kepada Allah sesudah kita berusaha dengan sepenuh tenaga, pikiran dan ikhtiar, karena berusaha dengan sepenuh tenaga adalah kewajiban kita, tetapi keberhasilan suatu usaha adalah termasuk kekuasaan Allah. Dengan ini terlihat pertalian ayat ini dengan ayat yang sebelumnya. Pada ayat yang sebelumnya Allah mengajari hamba-Nya agar menyembah dan memohon pertolongan kepada-Nya, sedangkan pada ayat ini Allah menerangkan apa yang akan dimohonkan, dan bagaimana memohonkannya. Maka tidak ada pertentangan antara kedua firman Allah tersebut dan firman Allah yang ditujukan kepada Nabi:\n\n¦ Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus. (asy-Syura/42: 52).\n\nSungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (al-Qasas/28: 56).\n\nSebab yang dimaksud dengan hidayah pada ayat pertama ialah menunjukkan jalan yang harus ditempuh, dan ini memang tugas nabi. Yang dimaksud dengan hidayah pada ayat kedua ialah membimbing manusia dalam menempuh jalan itu dan memberikan taufik agar sukses dan berbahagia dalam perjalanannya, dan ini tidaklah masuk dalam kekuasaan nabi, tetapi hak Allah semata-mata.\n\nJalan yang lurus (yang menyampaikan kepada yang dituju).\n\nApakah yang dimaksud dengan jalan lurus itu? Di atas telah diterangkan bahwa rasul-rasul telah membawa aqa'id (kepercayaan-kepercayaan), hukum-hukum, peraturan-peraturan, akhlak, dan pelajaran-pelajaran. Pendeknya, para rasul telah membawa segala sesuatu yang perlu untuk kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat.\n\nMaka aqa'id, hukum-hukum, peraturan-peraturan, akhlak dan pelajaran-pelajaran itulah yang dimaksud dengan jalan lurus itu, karena dialah yang menyampaikan manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat sebagaimana disebutkan. Jadi dengan menyebut ayat ini seakan-akan kita memohon kepada Allah, \"Bimbing dan berilah kami taufik, ya Allah dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama kami. Betulkanlah kepercayaan kami. Bimbing dan berilah kami taufik dalam melaksanakan kepercayaan kami. Bimbing dan berilah kami taufik dalam melaksanakan hukum, peraturan-peraturan, serta pelajaran-pelajaran agama kami. Jadikanlah kami mempunyai akhlak yang mulia, agar berbahagia hidup kami di dunia dan akhirat.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 7, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 1, "page": 1, "manzil": 1, "ruku": 1, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0636\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Siraatal-lazeena an'amta 'alaihim ghayril-maghdoobi 'alaihim wa lad-daaalleen" } }, "translation": { "en": "The path of those upon whom You have bestowed favor, not of those who have evoked [Your] anger or of those who are astray.", "id": "(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/7", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/7.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/7.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, berupa keimanan, hidayah, dan rida-Mu. Mereka itu, seperti dijelaskan dalam Surah an-Nisa' /4: 69, adalah: 1) para nabi yang telah dipilih Allah untuk memperoleh bimbingan sekaligus ditugasi untuk menuntun manusia menuju kebenaran Ilahi; 2) siddiqin, yaitu orang-orang yang selalu benar dan jujur, tidak ternodai oleh kebatilan, tidak pula mengambil sikap yang bertentangan dengan kebenaran; 3) syuhada', yaitu mereka yang bersaksi atas kebenaran dan kebajikan, melalui ucapan dan tindakan mereka, walau harus mengorbankan nyawa sekalipun, atau mereka yang disaksikan kebenaran dan kebajikannya oleh Allah, para malaikat, dan lingkungan mereka; dan 4) salihin, yaitu orang-orang saleh yang tangguh dalam kebajikan dan selalu berusaha mewujudkannya. Jalan yang kami mohon itu bukan jalan mereka yang dimurkai, yang mengetahui kebenaran tetapi tidak mengikuti dan mengamalkannya, bahkan menentangnya, seperti sebagian kelompok Yahudi dan yang mengikuti jalan mereka, dan bukan pula jalan mereka yang sesat dari jalan kebenaran dan kebaikan, seperti sebagian kelompok Nasrani dan yang sejalan dengan mereka, sebab mereka enggan beriman dan mengikuti petunjuk-Mu.", "long": "Setelah Allah swt mengajarkan kepada hamba-Nya untuk memohon agar selalu dibimbing-Nya menuju jalan yang lurus dan benar, pada ayat ini Allah menerangkan apa jalan yang lurus itu. Sebelum Al-Qur'an diturunkan, Allah telah menurunkan kitab-kitab suci-Nya yang lain, dan sebelum Nabi Muhammad diutus, Allah telah mengutus rasul-rasul, karena sebelum umat yang sekarang ini telah banyak umat terdahulu.\n\nDi antara umat-umat yang terdahulu itu terdapat nabi-nabi, siddiqin yang membenarkan rasul-rasul dengan jujur dan patuh, syuhada' yang telah mengorbankan jiwa dan harta untuk kemuliaan agama Allah, dan orang-orang saleh yang telah membuat kebajikan dan menjauhi larangan Allah.\n\nMereka itulah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, dan kita diajari agar memohon kepada-Nya, agar diberi-Nya taufik dan bimbingan sebagaimana Dia telah memberi taufik dan membimbing mereka. Artinya sebagaimana mereka telah berbahagia dalam aqa'id, dalam menjalankan hukum-hukum dan peraturan-peraturan agama, serta telah mempunyai akhlak dan budi pekerti yang mulia, maka demikian pula kita hendaknya. Dengan perkataan lain, Allah menyuruh kita agar mengambil contoh dan teladan kepada mereka yang terdahulu.\n\nTimbul pertanyaan: mengapa Allah menyuruh kita mengikuti jalan mereka yang terdahulu itu, padahal dalam agama kita ada pelajaran-pelajaran, hukum dan petunjuk-petunjuk yang tak ada pada mereka. Jawabnya: sebetulnya agama Allah itu adalah satu. Kendatipun ada perbedaannya, tetapi perbedaan itu pada bagian-bagiannya, sedang pokok-pokoknya serupa, sebagaimana telah disebutkan.\n\nSebagaimana halnya dalam umat-umat yang terdahulu itu terdapat orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, juga terdapat di antara mereka orang yang dimurkai Allah dan orang yang sesat. Orang yang dimurkai Allah itu mereka yang tak mau menerima seruan Allah yang disampaikan oleh rasul-rasul, karena berlainan dengan kebiasaan mereka, atau karena tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, kendatipun telah jelas bahwa yang dibawa oleh rasul-rasul itu adalah benar. Termasuk juga ke dalam golongan ini, mereka yang mulanya telah menerima apa yang disampaikan oleh rasul-rasul, tetapi kemudian karena suatu sebab mereka membelok, dan membelakangi pelajaran yang dibawa oleh rasul-rasul itu.\n\nDi dalam sejarah banyak ditemukan orang yang dimurkai Allah, sejak di dunia mereka telah diazab Allah, sebagai balasan yang setimpal bagi keingkaran dan sifat angkara murka mereka. Umpamanya kaum 'ad dan samud yang telah dibinasakan oleh Allah. Sampai sekarang masih ada bekas-bekas peninggalan mereka di Jazirah (semenanjung) Arab. Begitu juga Fir'aun dan kaumnya yang telah dibinasakan Allah di Laut Merah. Mumi Fir'aun sampai sekarang masih tersimpan di museum di Mesir.\n\nOrang-orang yang sesat ialah mereka yang tidak betul kepercayaannya, atau tidak betul pekerjaan dan amal ibadahnya serta rusak budi pekertinya. Bila akidah seseorang tidak betul, atau pekerjaan dan amal ibadahnya salah, dan akhlaknya telah rusak, akan celakalah dia, dan kalau suatu bangsa berada pada situasi seperti itu akan jatuhlah bangsa itu.\n\nMaka dengan ayat ini Allah mengajari hamba-Nya untuk memohon kepada-Nya agar terjauh dari kemurkaan-Nya, dan terhindar dari kesesatan. Di dalamnya juga tersimpul perintah Allah agar manusia mengambil pelajaran dari sejarah bangsa-bangsa yang terdahulu. Alangkah banyaknya dalam sejarah kejadian-kejadian yang dapat dijadikan iktibar dan pelajaran. Di dalam Al-Qur'an banyak ayat yang berkenaan dengan kisah umat dan bangsa-bangsa yang dahulu. Memang tak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya kepada jiwa manusia daripada contoh-contoh orang dan perbandingan-perbandingan yang terdapat dalam kisah-kisah dan sejarah." } } } ] }, { "number": 2, "sequence": 87, "numberOfVerses": 286, "name": { "short": "البقرة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0628\u0642\u0631\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Baqara", "id": "Al-Baqarah" }, "translation": { "en": "The Cow", "id": "Sapi" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Baqarah yang 286 ayat itu turun di Madinah yang sebahagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa' (hajji Nabi Muhammad s.a.w. yang terakhir). Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Quran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpancang (ayat 282). Surat ini dinamai Al Baqarah karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sampai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya. Dinamai Fusthaatul-Quran (puncak Al Quran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain. Dinamai juga surat alif-laam-miim karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 8, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 1, "page": 2, "manzil": 1, "ruku": 2, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0645", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Meeem" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Meem.", "id": "Alif Lam Mim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/8", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/8.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/8.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Laam miim. Beberapa surah dalam Al-Qur'an dibuka dengan huruf abjad seperti Alif Laam miim, Alif Laam Raa , dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah yang tahu. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an disusun dari rangkaian hurufhuruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa Arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur'an.", "long": "Alif Lam Mim. Ayat pertama surah Al-Baqarah ini terdiri dari huruf-huruf lepas. Sebagaimana pada surah-surah Makkiyah banyak yang dibuka dengan huruf-huruf lepas seperti Alif Lam Ra, Alif Lam Mim Ra, ha Mim, ta Ha, Kaf Ha Ya 'Ain sad, dan lain-lain.\n\nSurah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf singkatan (muqattha'ah) semuanya berjumlah 29 surah. Selengkapnya sebagai berikut: al-Baqarah dengan Alif Lam Mim, Ali 'Imran dimulai dengan Alif Lam Mim, al-A'raf dimulai dengan Alif Lam Mim sad, Yunus dengan Alif Lam Ra, Hud dengan Alif Lam Ra, ar-Ra'd dengan Alif Lam Mim Ra; Ibrahim dengan Alif Lam Ra; al-hijr dengan Alif Lam Ra; Maryam dengan Kaf Ha Ya 'Ain sad; taha dengan ta ha; asy-Syu'ara' dengan ta Sin Mim; an-Naml dengan ta Sin; al-Qasas dengan ta Sin Mim; al-'Ankabut dengan Alif Lam Mim; ar-Rum dengan Alif Lam Mim, Luqman dengan Alif Lam Mim, as-Sajdah dengan Alif Lam Mim, Yasin dengan Ya Sin; sad dengan sad; al-Mu'min dengan ha Mim; Fussilat dengan ha Mim; asy-Syura dengan ha Mim; az-Zukhruf dengan ha Mim; ad-Dukhan dengan ha Mim; al-Jasiyah dengan ha Mim; al-Ahqaf dengan ha Mim; Qaf dengan Qaf; dan al-Qalam dengan Nun. Huruf yang disebutkan ini berjumlah 14 huruf, yaitu setengah dari huruf hijaiyah. Huruf-huruf ini adalah huruf-huruf yang banyak terpakai dalam bahasa Arab. Huruf-huruf ini ada yang disebutkan berulang-ulang.\n\nAda dua hal yang perlu dibicarakan tentang huruf-huruf abjad yang disebutkan pada permulaan beberapa surah dari Al-Qur'an itu, yaitu apa yang dimaksud dengan huruf ini, dan apa hikmahnya menyebutkan huruf-huruf ini.\n\nTentang soal pertama, maka para mufasir berlainan pendapat:\n\n1.Ada yang menyerahkan saja kepada Allah, dengan arti mereka tidak mau menafsirkan huruf-huruf itu. Mereka berkata, \"Allah saja yang mengetahui maksudnya.\" Mereka menggolongkan huruf-huruf itu ke dalam golongan ayat-ayat mutasyabihat.\n\n2.Ada yang menafsirkannya. Mufasir yang menafsirkannya ini berlain-lain pula pendapat mereka:\n\na.Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah isyarat (singkatan dari kata-kata), umpamanya Alif Lam Mim. Maka Alif adalah singkatan dari \"Allah\", Lam singkatan dari \"Jibril\", dan Mim singkatan dari Muhammad, yang berarti bahwa Al-Qur'an itu datangnya dari Allah, disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad. Pada Alif Lam Ra, Alif singkatan dari \"Ana\", Lam singkatan dari \"Allah\" dan Ra singkatan dari \"ar-Rahman\", yang berarti \"Aku Allah Yang Maha Pengasih.\"\n\nb.Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama dari surah yang dimulai dengan huruf-huruf itu.\n\nc.Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan huruf-huruf abjad ini adalah huruf-huruf abjad itu sendiri. Maka yang dimaksud dengan Alif adalah \"Alif\", yang dimaksud dengan Lam, adalah \"Lam\", yang dimaksud dengan Nun adalah \"Nun\", dan begitu seterusnya.\n\nd. Huruf-huruf abjad itu untuk menarik perhatian. Ada mufasir yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad ini didatangkan oleh Allah pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an untuk menarik perhatian. Memulai pembicaraan dengan huruf-huruf abjad adalah suatu cara yang belum dikenal oleh Bangsa Arab pada waktu itu, karena itu maka hal ini menarik perhatian mereka.\n\ne. Untuk tantangan. Menurut para mufasir ini, huruf-huruf singkatan itu disebut Allah pada permulaan beberapa surah dari Al-Qur'an, hikmahnya adalah untuk \"menantang\". Tantangan itu bunyinya kira-kira begini: Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab, yaitu bahasa kamu sendiri, yang tersusun dari huruf-huruf singkatan, seperti Alif, Lam Mim Ra, Kaf Ha Ya 'Ain sad, Qaf, ta Sin dan lain-lain. Maka kalau kamu tidak percaya bahwa Al-Qur'an datangnya dari Allah dan kamu mendakwakan datangnya dari Muhammad, yakni dibuat oleh Muhammad sendiri, maka cobalah kamu buat ayat-ayat yang seperti ayat Al-Qur'an ini. Kalau Muhammad dapat membuatnya tentu kamu juga dapat membuatnya\"\n\nMaka ada \"penantang\", yaitu Allah, dan ada \"yang ditantang\", yaitu bangsa Arab, dan ada \"alat penantang\", yaitu Al-Qur'an. Sekalipun mereka adalah orang-orang yang fasih berbahasa Arab, dan mengetahui pula seluk beluk bahasa Arab menurut naluri mereka, karena di antara mereka itu ada pujangga-pujangga, penyair-penyair dan ahli-ahli pidato, namun demikian mereka tidak bisa menjawab tantangan Al-Qur'an dengan membuat ayat-ayat seperti Al-Qur'an. Ada juga di antara mereka yang memberanikan diri untuk menjawab tantangan Al-Qur'an itu, dengan mencoba membuat kalimat-kalimat seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu, tetapi sebelum mereka ditertawakan oleh orang-orang Arab itu, lebih dahulu mereka telah ditertawakan oleh diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 9, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 1, "page": 2, "manzil": 1, "ruku": 2, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u06db \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06db \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalikal Kitaabu laa raiba feeh; udal lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "This is the Book about which there is no doubt, a guidance for those conscious of Allah -", "id": "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/9", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/9.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/9.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah Kitab yang sempurna dan penuh keagungan, yaitu Al-Qur'an yang Kami turunkan kepada Nabi Muhammad, tidak ada keraguan padanya tentang kebenaran apa-apa yang terkandung di dalamnya, dan orang-orang yang berakal sehat tidak akan dihinggapi keraguan bahwa Al-Qur'an berasal dari Allah karena sangat jelas kebenarannya. Al-Qur'an juga menjadi petunjuk yang sempurna bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk menerima kebenaran dengan bertakwa, yaitu mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya agar terhindar dari siksa Allah. Meski petunjuk Al-Qur'an diperuntukkan bagi seluruh umat manusia, hanya orang-orang bertakwa saja yang siap dan mampu mengambil manfaat darinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur‘an tidak dapat diragukan, karena ia wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw Nabi yang terakhir dengan perantaraan Jibril a.s. :\n\nDan sungguh (Al-Qur‘an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, yang dibawa oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril) (asy-Syu‘ara‘/26: 192-193).\n\nYang dimaksud “Al-Kitab” (wahyu) di sini ialah Al-Qur‘an. Disebut “Al-Kitab” sebagai isyarat bahwa Al-Qur‘an harus ditulis, karena itu Nabi Muhammad saw memerintahkan para sahabat menulis ayat-ayat Al-Qur‘an. \n\nAl-Qur‘an merupakan bimbingan bagi orang yang bertakwa, sehingga dia berbahagia hidup di dunia dan di akhirat nanti. Orang yang bertakwa ialah orang yang memelihara dan menjaga dirinya dari azab Allah dengan selalu melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Di antara tanda-tanda orang yang bertakwa ialah sebagaimana yang tersebut pada ayat-ayat berikut:" } } }, { "number": { "inQuran": 10, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 1, "page": 2, "manzil": 1, "ruku": 2, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yu'minoona bilghaibi wa yuqeemoonas salaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiqoon" } }, "translation": { "en": "Who believe in the unseen, establish prayer, and spend out of what We have provided for them,", "id": "(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/10", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/10.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/10.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang bertakwa itu adalah mereka yang beriman kepada hal-hal yang gaib, yang tidak tampak dan tidak dapat dijangkau oleh akal dan indra mereka, seperti Allah, malaikat, surga, neraka, dan lainnya yang diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya. Pada saat yang sama, sebagai bukti keimanan itu, mereka beribadah kepada Allah dengan melaksanakan salat, secara sempurna berdasarkan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, khusyuk serta memperhatikan waktu-waktunya, dan mereka juga menginfakkan di jalan kebaikan sebagian rezeki berupa harta, ilmu, kesehatan, kekuasaan, dan hal-hal lainnya yang bermanfaat yang Kami berikan kepada mereka, semata-mata sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan mencari keridaan-Nya.", "long": "Pertama: Beriman kepada yang gaib. Termasuk di dalamnya beriman kepada Allah dengan sesungguhnya, menundukkan diri serta menyerahkannya sesuai dengan yang diharuskan oleh iman itu. Tanda keimanan seseorang ialah melaksanakan semua yang diperintahkan oleh imannya itu. \n\nGaib ialah sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh pancaindra. Pengetahuan tentang yang gaib itu semata-mata berdasar kepada petunjuk-petunjuk Allah swt. Karena kita telah beriman kepada Allah, maka kita beriman pula kepada firman-firman dan petunjuk-petunjuk-Nya. Termasuk yang gaib ialah: Allah, para malaikat, hari kiamat, surga, neraka, mahsyar dan sebagainya. Pangkal iman kepada yang gaib ialah iman kepada Allah swt. Iman kepada Allah adalah dasar dari pembentukan watak dan sifat-sifat seseorang manusia agar dia menjadi manusia yang sebenarnya, sesuai dengan maksud Allah menciptakan manusia.\n\n\"sibgah Allah.\" Siapa yang lebih baik sibgah-nya daripada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah. (al-Baqarah/2: 138)\n\nIman membentuk manusia menjadi makhluk individu dan makhluk yang menjadi anggota masyarakatnya, suka memberi, menolong, berkorban, berjihad dan sebagainya:\n\nSesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (al-hujurat/49: 15)\n\nDalam mencari arti iman hendaklah kita mengikuti petunjuk Rasul. Untuk itu kita perlu mempelajari sejarah hidup Nabi Muhammad saw, merenungkan ciptaan Allah, menggunakan akal pikiran dan mempelajari ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Iman dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Iman akan rusak bila amal seseorang rusak dan akan bertambah bila nilai dan jumlah amal ditingkatkan pula.\n\nKedua: Melaksanakan salat, yaitu mengerjakan dan menunaikan salat dengan menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, terus-menerus mengerjakannya setiap hari sesuai dengan yang diperintahkan Allah, baik lahir maupun batin. Yang dimaksud dengan \"lahir\" ialah mengerjakan salat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan sunah Rasul, dan yang dimaksud dengan \"batin\" ialah mengerjakan salat dengan hati yang khusyuk, dengan segala ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, dan merasakan keagungan dan kekuasaan Allah yang menguasai dan menciptakan seluruh alam ini sebagai yang dikehendaki oleh agama.\n\nIqamah as-salah ialah mengerjakan salat dengan sempurna; sempurna segala rukun, syarat dan ketentuan yang lain yang ditentukan oleh agama. Arti asal dari perkataan salat ialah \"doa\", kemudian dipakai sebagai istilah ibadah yang dikenal di dalam agama Islam karena salat itu banyak mengandung doa.\n\nKetiga: Menginfakkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan Allah. Rezeki ialah segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya. \"Menginfakkan sebagian rezeki\" ialah memberikan sebagian rezeki atau harta yang telah dianugerahkan Allah kepada orang-orang yang telah ditentukan oleh agama.\n\nPengertian menginfakkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penelitian ilmiah dan lain-lain. Juga berinfak untuk semua kepentingan umum dengan niat melaksanakan perintah Allah termasuk fi sabilillah. \n\nHarta yang akan diinfakkan itu ialah sebagiannya, tidak seluruh harta. Dalam ayat ini tidak dijelaskan berapa banyak yang dimaksud dengan sebagian itu, apakah seperdua, sepertiga, seperempat dan sebagainya. Dalam pada itu Allah melarang berlaku kikir dan melarang berlaku boros:\n\nDan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah), nanti kamu menjadi tercela dan menyesal. (al-Isra'/17: 29)\n\nAllah melarang berlebih-lebihan atau kikir dalam membelanjakan harta:\n\nDan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) mereka yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, tetapi berada di antara keduanya secara wajar (al-Furqan/25: 67)\n\nPada firman Allah yang lain dijelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan sebagian harta itu ialah sebagaimana jawaban atas pertanyaan para sahabat:\n\n\".... mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, 'Kelebihan (dari apa yang diperlukan).\" (al-Baqarah/2: 219)\n\nYang dimaksud dengan \"kelebihan\" ialah setelah mereka cukup makan dan memiliki pakaian yang dipakai. Jadi tidak harus kaya, tetapi selain yang mereka makan dan pakai pada hari itu, adalah termasuk lebih. Allah telah menjelaskan cara-cara membelanjakan harta itu dan cara-cara menggunakannya. Dijelaskan lagi oleh hadis Rasulullah saw:\n\nDari Nabi saw ia berkata, \"Sebaik-baik sedekah adalah kelebihan dari kebutuhan pokok.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 11, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 1, "page": 2, "manzil": 1, "ruku": 2, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena yu'minoona bimaa unzila ilaika wa maaa unzila min qablika wa bil Aakhirati hum yooqinoon" } }, "translation": { "en": "And who believe in what has been revealed to you, [O Muhammad], and what was revealed before you, and of the Hereafter they are certain [in faith].", "id": "dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/11", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/11.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/11.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ciri-ciri lainnya dari orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada apa-apa yang diturunkan dari Allah kepadamu, wahai Nabi Muhammad, berupa Al-Qur'an dan adz-dzikr (hadis), dan kitabkitab yang telah diturunkan sebelum engkau, seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Suhuf-suhuf (lembaran-lembaran) yang tidak seperti Kitab, dengan tidak membeda-bedakannya, sebab risalah Allah pada mulanya satu, dan mereka yakin akan adanya kehidupan di akhirat setelah kehidupan di dunia ini, dengan penuh keyakinan di dalam hati yang dibuktikan secara lisan dan perbuatan.", "long": "Keempat: Beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya, yaitu beriman kepada Al-Qur'an dan kitab-kitab (wahyu) Taurat, Zabur, Injil dan sahifah-sahifah yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Meskipun dalam beriman kepada kitab-kitab selain Al-Qur'an bersifat ijmali (global), sedangkan beriman kepada Al-Qur'an harus secara tafsili (rinci). Beriman kepada kitab-kitab dan sahifah-sahifah tersebut berarti beriman pula kepada para rasul yang telah diutus Allah kepada umat-umat yang dahulu dengan tidak membedakan antara seseorang dengan yang lain dari rasul-rasul Allah.\n\nBeriman kepada kitab-kitab Allah merupakan salah satu sifat dari orang-orang yang bertakwa. Orang-orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah dan mempelajari isinya adalah para ahli waris nabi, ahli waris ajaran-ajaran Allah, baik orang-orang dahulu, maupun orang-orang sekarang sampai akhir zaman. Sifat ini akan menimbulkan rasa dalam diri seorang Muslim bahwa mereka adalah umat yang satu, agama mereka adalah satu, agama Islam. Tuhan yang mereka sembah ialah Allah Yang Maha Esa, Pengasih dan Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Sifat ini akan menghilangkan eksklusivisme (sifat berbeda) dalam diri seorang Muslim, yaitu meliputi semua sifat sombong, tinggi hati, fanatik golongan, rasa kedaerahan dan perasaan kebangsaan yang berlebihan." } } }, { "number": { "inQuran": 12, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 1, "page": 2, "manzil": 1, "ruku": 2, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika 'alaa hudam mir rabbihim wa ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "Those are upon [right] guidance from their Lord, and it is those who are the successful.", "id": "Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/12", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/12.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/12.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang mempunyai ciri-ciri sebagaimana disebutkan itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, berada pada posisi yang sangat mulia dan agung, sebab mereka menaati semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, dan hanya mereka itulah orang-orang yang beruntung memperoleh apa yang mereka inginkan, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga dan terbebas dari neraka.", "long": "Kelima: Beriman kepada adanya hari akhirat. \"Akhirat\" lawan dari \"dunia\". Akhirat ialah tempat manusia berada setelah dunia ini lenyap. \"Beriman akan adanya akhirat\" ialah benar-benar percaya adanya hidup yang kedua setelah dunia ini berakhir.\n\nOrang-orang yang mempunyai sifat yang lima di atas adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dan bimbingan Allah dan merekalah orang-orang yang akan merasakan hasil iman dan amal mereka di akhirat nanti, mereka memperoleh keridaan Allah dan tempat tinggal mereka di akhirat ialah di surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya mereka menikmati kebahagiaan yang abadi." } } }, { "number": { "inQuran": 13, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 2, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo sawaaa'un 'alaihim 'a-anzar tahum am lam tunzirhum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve - it is all the same for them whether you warn them or do not warn them - they will not believe.", "id": "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/13", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/13.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/13.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai kebalikan dari sikap orang mukmin terhadap Al-Qur'an, sesungguhnya orang-orang kafir yang menutupi hati dan akal pikiran mereka dari kebenaran karena enggan dan sombong, tidak akan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya. Sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan, berupa ancaman siksa dari Tuhanmu, atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman sebab mereka lebih memilih jalan kebatilan.", "long": "Orang kafir ialah orang yang tidak beriman kepada Allah, sebagaimana yang diperintahkan-Nya. Kafir, jamaknya kuffar, yaitu orang-orang yang tidak percaya kepada Allah, rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan hari kiamat. Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa orang-orang kafir, yaitu Ahli Kitab dan orang-orang musyrik, yang sangat ingkar kepada Rasulullah saw; mereka tidak akan beriman walaupun diberi peringatan yang disertai dengan ancaman. Bagi mereka sama saja, apakah mereka diberi peringatan keras atau tidak." } } }, { "number": { "inQuran": 14, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 2, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u0650\u0634\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Khatamal laahu 'alaa quloobihim wa 'alaa sam'i-him wa 'alaaa absaarihim ghishaa watunw wa lahum 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Allah has set a seal upon their hearts and upon their hearing, and over their vision is a veil. And for them is a great punishment.", "id": "Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/14", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/14.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/14.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena mereka ingkar dengan menutup diri dari kebenaran, maka seakan Allah telah mengunci hati mereka dengan sekat yang tertutup rapat sehingga nasihat atau hidayah tersebut tidak bisa masuk ke dalam hati mereka, dan pendengaran mereka juga seakan terkunci, sehingga tidak mendengar kebenaran dari Allah. Demikian pula penglihatan mereka telah tertutup, sehingga tidak melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang dapat mengantarkan kepada keimanan, dan sebagai akibatnya, mereka akan mendapat azab yang berat.", "long": "Hal yang menyebabkan orang-orang kafir tidak menerima peringatan adalah karena hati dan pendengaran mereka tertutup, bahkan terkunci mati, tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasihat tidak berbekas pada mereka. Karena penglihatan mereka tertutup, mereka tidak dapat melihat, memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang telah mereka dengar, tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.\n\nTerkuncinya hati dan pendengaran, serta tertutupnya penglihatan orang-orang kafir itu karena mereka selalu mengerjakan perbuatan-perbuatan yang terlarang. Tiap-tiap perbuatan terlarang yang mereka lakukan akan menambah rapat dan kuatnya kunci yang menutup hati dan pendengaran mereka. Makin banyak perbuatan itu mereka lakukan, makin bertambah kuat pula kunci dan tutup pada hati dan telinga mereka:\n\nMaka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mereka mengatakan, \"Hati kami tertutup.\" Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman (an-Nisa'/4: 155)\n\nDan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan. (al-An'am/6: 110)\n\nProses bertambah kuatnya tutup dan bertambah kuatnya kunci hati dan pendengaran orang-orang kafir itu diterangkan oleh hadis :\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya seorang hamba apabila ia mengerjakan perbuatan dosa terdapatlah suatu noda hitam di dalam hatinya, maka jika ia bertobat, mengkilat hatinya, dan jika ia tambah mengerjakan perbuatan buruk, bertambahlah noda hitam \". Itulah firman Allah, \"Tidak, tetapi perbuatan mereka menjadi noda hitam di hati mereka\". (Riwayat at-Tirmidzi dan Ibnu Jarir at-tabari dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 15, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi mai yaqoolu aamannaa billaahi wa bil yawmil aakhiri wa maa hum bimu'mineen" } }, "translation": { "en": "And of the people are some who say, \"We believe in Allah and the Last Day,\" but they are not believers.", "id": "Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/15", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/15.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/15.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selanjutnya disebutkan kelompok manusia yang ketiga dalam menyikapi kebenaran petunjuk Al-Qur'an, yaitu di antara manusia yang ingkar seperti disebut sebelumnya ada sekelompok orang yang mengatakan sesuatu yang sesungguhnya tidak lahir dari dalam hati nurani. Mereka berkata, Kami hanya beriman kepada Allah dengan segala keagungan-Nya dan kami juga beriman kepada hari akhir yang diingkari oleh orang-orang kafir, padahal sesungguhnya mereka itu tidak jujur dalam mengatakan itu sehingga mereka bukanlah termasuk golongan orang-orang yang beriman. Kelompok ketiga ini jauh lebih berbahaya daripada yang secara terang-terangan menolak (kafir), sebab mereka menampakkan diri seperti kawan padahal sesungguhnya mereka adalah lawan.", "long": "Pada ayat ini diterangkan golongan yang ketiga yaitu golongan munafik, golongan yang mengaku bahwa mereka beriman, tetapi sebenarnya tidak beriman. Pengakuan mereka tidaklah benar. Mereka mengakui demikian itu untuk mengelabui mata dan mempermainkan orang Islam. \n\nSewaktu Rasul saw hijrah dari Mekah ke Medinah, banyak penduduk Medinah masuk Islam dari kabilah 'Aus dan Khazraj dan beberapa orang Yahudi. Pada mulanya masih belum tampak golongan ini. Tetapi sesudah perang Badar tahun kedua Hijri, yang membawa kemenangan bagi kaum Muslimin, mulailah timbul golongan munafik ini.\n\nAbdullah bin Ubay, seorang pemimpin di Medinah dari kabilah Khazraj, anak dari seorang yang pernah menjadi pemimpin suku Aus dan Khazraj, oleh pengikut-pengikutnya dijadikan calon raja di Medinah. Dia berkata kepada pengikut-pengikutnya, \"Situasi sekarang jelas menunjukkan kemenangan bagi Muhammad\". Kemudian Abdullah bin Ubay dan pengikut-pengikutnya menyatakan masuk Islam tetapi hati mereka tetap membenci. Tujuan mereka hendak menghancurkan kaum Muslimin dari dalam, dengan berbagai macam usaha dan tipu daya. Di antara mereka banyak pula orang Yahudi.\n\nSabda Nabi saw:\n\nPerumpamaan orang munafik seperti seekor anak kambing (yang bingung dan ragu) di antara dua kambing, bolak-balik, kadang-kadang mengikuti yang satu ini, kadang-kadang mengikuti yang lainnya. (Riwayat Muslim dari Ibnu Umar)\n\nMereka bukan termasuk orang-orang yang beriman yang benar dan yang merasakan keagungan Allah swt, mereka tidak pula menyadari bahwa Allah sebenarnya mengetahui perbuatan mereka lahir dan batin. Sekiranya mereka beriman dengan iman yang benar, tentulah mereka tidak melakukan perbuatan yang menyakitkan hati Nabi saw dan kaum Muslimin. Mereka melakukan ibadah salat dan puasa, hanya untuk mengelabui mata umum, sedang hati dan jiwa mereka sesungguhnya tidak menghayati ibadah-ibadah tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 16, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u062e\u064e\u0627\u062f\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062f\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yukhaadi'oonal laaha wallazeena aamanoo wa maa yakhda'oona illaaa anfusahum wa maa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "They [think to] deceive Allah and those who believe, but they deceive not except themselves and perceive [it] not.", "id": "Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/16", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/16.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/16.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menduga, dengan mengatakan seperti itu, telah berhasil menipu Allah dengan menganggap Allah tidak mengetahui rahasia yang mereka sembunyikan, padahal Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dan yang tampak; dan mereka juga merasa telah berhasil menipu orang-orang yang beriman, dengan berpura-pura beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Sebab akibat buruk perbuatan mereka itu, cepat atau lambat, akan kembali kepada mereka sendiri.", "long": "Orang munafik itu menipu Allah, dengan cara menipu Rasul-Nya yaitu Muhammad saw. Menipu Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin ialah dengan memperlihatkan iman, kasih sayang dan menyembunyikan permusuhan dalam batin. Mereka bergaul dengan kaum Muslimin, untuk memata-matai mereka dan kemudian menyampaikannya kepada musuh-musuh Islam. Mereka menyebarkan permusuhan dan fitnah, untuk melemahkan barisan kaum Muslimin. Usaha kaum munafik itu gagal dan sia-sia. Hati mereka bertambah susah, sedih dan dengki, sehingga pertimbangan-pertimbangan yang benar dan jujur untuk menilai kebenaran semakin lenyap dari mereka. Mereka sejatinya bukanlah menipu Allah, Rasul-Nya dan para mukminin, tetapi mereka menipu diri mereka sendiri. Akibatnya, perbuatan mereka itu akan menimpa diri mereka sendiri, hanya saja mereka tidak menyadarinya. Kesadaran merupakan daya jiwa untuk menanggapi sesuatu yang tersembunyi, yang tersirat dari yang nyata atau yang tidak nyata." } } }, { "number": { "inQuran": 17, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0641\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0631\u064e\u0636\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fee quloobihim mara dun fazzdahumul laahu maradan wa lahum 'azaabun aleemum bimaa kaanoo yakziboon" } }, "translation": { "en": "In their hearts is disease, so Allah has increased their disease; and for them is a painful punishment because they [habitually] used to lie.", "id": "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/17", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/17.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/17.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hal itu karena dalam hati mereka ada penyakit, seperti penyakit iri dan dengki kepada orang-orang yang beriman, keraguan terhadap ajaran Islam, keyakinan yang keliru, dan lainnya, lalu Allah menambah parah penyakitnya itu dengan kemenangan yang besar bagi orang-orang yang beriman. Kemenangan itu sangat menyakitkan mereka karena rasa iri, dengki, dan sombong yang ada dalam diri mereka. Keraguan mereka pun semakin menjadi. Dan, sebagai akibatnya, selain menderita di dunia, mereka akan mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta dengan memperlihatkan keimanan padahal hati mereka ingkar.", "long": "Pada ayat ini diterangkan keburukan dusta atau sikap berpura-pura dan akibat-akibatnya. Dendam, iri hati dan ragu-ragu termasuk penyakit jiwa. Penyakit ini akan bertambah parah, bilamana disertai dengan perbuatan nyata. Misalnya rasa sedih pada seseorang akan bertambah dalam, apabila disertainya dengan perbuatan nyata, seperti menangis, meronta-ronta dan sebagainya. Penyakit-penyakit dengki demikian itu terdapat dalam jiwa orang-orang munafik. Oleh karena itu mereka memusuhi Allah dan Rasul-Nya, menipu dengan sikap pura-pura dan berusaha mencelakakan Rasul dan umatnya. Kemudian penyakit itu bertambah-tambah setelah melihat kemenangan-kemenangan Rasul. Setiap kali Rasul memperoleh kemenangan, bertambah pulalah penyakit mereka. Terutama sekali penyakit bimbang dan ragu-ragu, menimbulkan ketegangan jiwa yang sangat pada orang-orang munafik. Akal pikiran mereka bertambah lemah untuk menanggapi kebenaran agama dan memahaminya, bahkan pancaindra mereka tidak mampu menangkap obyek dengan benar, seperti yang diungkapkan Allah dengan firman-Nya:\n\n\"Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah\" (al-A'raf/7: 179)\n\nBukti-bukti telah nyata, cahaya kebenaran yang terang benderang juga jelas bagi mereka, namun mereka enggan menerimanya, bahkan mereka tambah erat berpegang kepada pendiriannya yang lama. Cahaya terang menjadi gelap di mata mereka dan menjadi penyakit di hati mereka. Hati mereka bertambah susah disebabkan lenyapnya kepemimpinan mereka. Iri dan dengki tambah mendalam karena menyaksikan kukuhnya Islam dari hari ke hari. Akibat pendustaan mereka, yaitu mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir dan tipu daya mereka terhadap Allah, mereka akan menderita azab yang pedih.\n\nDalam ayat ini dan ayat-ayat berikutnya, Allah menerangkan sebagian dari sifat-sifat orang munafik yang melakukan tindakan-tindakan yang merusak, antara lain membantu orang-orang kafir (musuh-musuh Islam) dengan membukakan rahasia kaum Muslimin, mendorong orang-orang kafir segera menghancurkan kaum Muslimin, mengadakan perjanjian kerja sama dengan lawan-lawan Islam, menimbulkan pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, menghasut orang-orang Islam agar meninggalkan Nabi saw dan lain sebagainya. Firman Allah:\n\nDan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan. (al-Baqarah/2: 205)" } } }, { "number": { "inQuran": 18, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0645\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahum laa tufsidoo fil ardi qaalo innamaa nahnu muslihoon" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Do not cause corruption on the earth,\" they say, \"We are but reformers.\"", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/18", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/18.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/18.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila dikatakan dan dinasihatkan kepada mereka, Janganlah berbuat kerusakan di bumi, dengan melanggar nilai-nilai yang ditetapkan agama, menghalangi orang dari jalan Allah, menyebar fitnah, dan memicu konflik, mereka justru mengklaim bahwa diri mereka bersih dari perusakan dan tidak bermaksud melakukan kerusakan. Mereka menjawab, Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan. Itu semua akibat rasa bangga diri mereka yang berlebihan. Begitulah perilaku setiap perusak yang tertipu oleh dirinya: selalu merasa kerusakan yang dilakukannya sebagai kebaikan. .", "long": "Bila mereka dinasihati agar meninggalkan perbuatan yang menimbulkan kerusakan di bumi, mereka selalu membuat dalih dan alasan dengan mengatakan bahwa mereka sebenarnya berusaha mengadakan perbaikan. Mereka bahkan menganggap apa yang mereka kerjakan sebagai usaha untuk kebaikan orang-orang Islam dan untuk menciptakan perdamaian antara kaum Muslimin dengan golongan lainnya. Mereka mengatakan bahwa tindakan-tindakan mereka yang merusak itu sebagai suatu usaha perbaikan untuk menipu kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 19, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alaaa innahum humul mufsidoona wa laakil laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, it is they who are the corrupters, but they perceive [it] not.", "id": "Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/19", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/19.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/19.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena kelakuan mereka yang selalu menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran serta menganggap kerusakan mereka sebagai kebaikan, Allah mengingatkan orang-orang mukmin agar tidak tertipu dengan itu semua. Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan. Diri mereka telah rusak karena keyakinan yang batil dan perbuatan yang jahat. Mereka pun telah merusak orang lain dengan menyebar fitnah dan memicu konflik di tengah masyarakat. Tetapi, karena hati yang telah tertutup dan rasa bangga diri yang berlebihan, mereka tidak menyadari kerusakan tersebut dan akibat buruk yang akan menimpa mereka oleh sebab kemunafikan.", "long": "Pada ayat ini Allah membantah pernyataan orang munafik bahwa mereka mengadakan perbaikan, tetapi mereka betul-betul membuat kerusakan di bumi. Sebenarnya mereka adalah kaum perusak, tetapi mereka tidak menyadari kerusakan yang telah mereka lakukan karena setan membuat mereka memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan." } } }, { "number": { "inQuran": 20, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahum aaminoo kamaaa aamanan naasu qaalooo anu'minu kamaaa aamanas sufahaaa'; alaaa innahum humus sufahaaa'u wa laakil laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Believe as the people have believed,\" they say, \"Should we believe as the foolish have believed?\" Unquestionably, it is they who are the foolish, but they know [it] not.", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!” Mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/20", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/20.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/20.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila dikatakan dan dinasihatkan kepada mereka, Berimanlah kamu dengan tulus ikhlas sebagaimana orang lain yang menyambut suara dan seruan akal sehat telah beriman, seperti yang dilakukan para sahabat pengikut Nabi Muhammad, mereka menjawab dengan penuh kesombongan dan nada menghina, \"Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman? Tidak pantas bagi kami untuk mengikuti orang-orang bodoh itu, sebab dengan begitu berarti kami sama bodohnya dengan mereka\".\r\nAllah membantah kecongkakan mereka dengan mengingatkan orangorang mukmin, \"Ingatlah, sesungguhnya hanya mereka itulah orang-orang yang kurang akal dan bodoh, tetapi mereka tidak tahu dan tidak sadar bahwa kebodohan dan sifat kurang akal itu ada dalam diri mereka, dan mereka juga tidak menyadari kesesatan mereka itu.", "long": "Ayat ini melanjutkan keterangan sifat dan sikap orang munafik pada ayat yang dahulu. Kaum munafik itu bila diajak beriman, melaksanakan amar makruf, dan nahi mungkar, mereka menolak dengan alasan bahwa orang-orang yang beriman itu orang-orang yang lemah akalnya, padahal kenyataannya tidak demikian.\n\nOrang-orang munafik memandang orang-orang yang beriman itu bodoh dan lemah akal, seperti terhadap orang Muhajirin yang meninggalkan keluarga dan kampung halaman, bahkan mereka bermusuhan terhadap keluarga-keluarga mereka sendiri dan hamba sahaya seperti Suhaib, Bilal, dan Khabbab. Orang-orang Ansar dipandang mereka juga bodoh karena mereka membagikan harta dan kekayaan mereka kepada orang muhajirin.\n\nAllah menandaskan bahwa merekalah sebenarnya orang-orang yang lemah akalnya, karena mereka tidak menggunakan akal untuk menanggapi kebenaran dan mereka terpengaruh oleh kedudukan mereka dalam kaumnya. Mereka tidak mengetahui iman dan hakikatnya, karenanya mereka tidak mengetahui pula apakah orang-orang mukmin itu bodoh-bodoh atau pintar-pintar. Iman itu tidak akan sempurna diperoleh kecuali dengan ilmu yang yakin. Demikian pula kebahagiaan dunia dan akhirat sebagai tujuan dari iman itu tidaklah dapat dimengerti kecuali oleh orang yang mengetahui hakikat iman." } } }, { "number": { "inQuran": 21, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa laqul lazeena aamanoo qaalooo aamannaa wa izaa khalw ilaa shayaateenihim qaalooo innaa ma'akum innamaa nahnu mustahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And when they meet those who believe, they say, \"We believe\"; but when they are alone with their evil ones, they say, \"Indeed, we are with you; we were only mockers.\"", "id": "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/21", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/21.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/21.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila mereka, orang-orang munafik, berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, \"Kami telah beriman seperti yang kalian yakini tentang kebenaran Rasul dan dakwahnya\". Mereka menyatakan beriman secara lisan untuk melindungi diri dan meraih keuntungan material. Tetapi apabila mereka kembali kepada teman-teman dan para pemimpin mereka yang menyerupai setan-setan dalam perilaku mereka yang selalu berbuat kerusakan dan kejahatan, mereka berkata, Sesungguhnya kami tidak berubah dan tetap bersama kamu di satu jalan dan satu perbuatan, kami hanya berolok-olok ketika kami mengatakan beriman di hadapan orang-orang mukmin\".", "long": "Di antara sifat-sifat orang-orang munafik ialah bermuka dua. Jika mereka bertemu dengan orang-orang Islam mereka menyatakan keislamannya, dengan demikian mereka memperoleh segala apa yang diperoleh kaum Muslimin pada umumnya. Tapi bila berada di tengah teman-teman (setan-setan) mereka, mereka pun menjelaskan apa yang telah mereka lakukan itu sebenarnya hanyalah untuk memperdaya dan memperolok-olokkan kaum Muslimin. Itikad mereka tidak berubah, mereka tetap dalam agama mereka.\n\nKata \"setan\" berasal dari kata syatana artinya \"jauh\", setan berarti \"yang amat jauh\". Orang-orang munafik itu dikatakan setan karena mereka amat jauh dari petunjuk Allah, jauh dari kebajikan dan kebaikan. Setan itu mungkin berupa manusia atau jin, seperti tersebut dalam firman Allah swt:\n\nDan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. (al-An'am/6: 112)" } } }, { "number": { "inQuran": 22, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u064f\u062f\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allahu yastahzi'u bihim wa yamudduhum fee tughyaanihim ya'mahoon" } }, "translation": { "en": "[But] Allah mocks them and prolongs them in their transgression [while] they wander blindly.", "id": "Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/22", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/22.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/22.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai balasan atas perbuatan mereka itu, Allah akan memperlakukan mereka seperti orang yang memperolok-olokkan dan merendahkan mereka, dan membiarkan mereka dengan menangguhkan siksa-Nya beberapa saat sehingga mereka semakin jauh terombang-ambing dalam kesesatan dan semakin buta dari kebenaran, sampai akhirnya datang saat yang tepat untuk menyiksa mereka, seperti yang akan dijelaskan pada Surah ali Imran/3: 87..", "long": "Ayat ini menegaskan hukuman bagi orang munafik sebagai akibat perbuatan mereka yang tersebut pada ayat di atas. Allah membalas olok-olokan mereka dengan menimpakan kehinaan atas mereka dan Allah membiarkan mereka bergelimang terus dalam kesesatan, dan mereka kelak akan diazab pada hari Kiamat.\n\nPada ayat lain Allah berfirman:\n\nDan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan. (al-An'am/6: 110)\n\nOrang-orang munafik itu tidak dapat keluar dari lingkaran kesesatan yang mengurung mereka. Rasa sombong, sifat mementingkan diri sendiri dan penyakit lainnya yang bersarang di hati mereka, menyebabkan mereka tidak dapat melihat kenyataan yang ada di hadapan mereka, yakni bahwa Islam dan umatnya semakin kuat di kota Medinah.\n\nKegagalan mereka dalam menghambat kemajuan Islam menambah parah penyakit dalam hati mereka sehingga mereka tidak mampu lagi menemukan dan menerima kebenaran yang dibawa Nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu mereka terus menerus dalam kebingungan, keragu-raguan serta keras kepala dan tidak menemukan jalan keluar dari lingkaran kesesatan itu. Firman Allah swt:\n\n\"..... Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.\" (al-hajj/22: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 23, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 1, "page": 3, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0650\u062d\u064e\u062a \u062a\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeenash tara wud dalaalata bilhudaa famaa rabihat tijaaratuhum wa maa kaanoo muhtadeen" } }, "translation": { "en": "Those are the ones who have purchased error [in exchange] for guidance, so their transaction has brought no profit, nor were they guided.", "id": "Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/23", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/23.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/23.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah orang-orang yang jauh dari kebenaran yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Sikap mereka yang memilih kesesatan dan mengabaikan kebenaran diumpamakan seperti pedagang yang memilih barang-barang rusak untuk dijual dalam perdagangannya. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung. Jangankan untung yang didapat, modal pun hilang. Dan mereka tidak mendapat petunjuk yang dapat mengantarkan kepada kebenaran, sebab yang ada pada mereka hanyalah kesesatan.", "long": "Ayat ini menegaskan ayat-ayat sebelumnya tentang orang munafik dan menerangkan kebodohan mereka dengan mengemukakan keburukan tingkah laku dan perkataan mereka.\n\nOrang-orang munafik dengan sifat-sifat yang buruk seperti tersebut pada ayat-ayat di atas merupakan orang-orang yang salah pilih. Mereka menolak petunjuk jalan yang lurus, dan memilih jalan kesesatan dan hawa nafsu. Akhirnya pilihan itu merugikan mereka sendiri, karena mereka tidak mau menerima kebenaran.\n\nDalam ayat ini Allah mempergunakan kata \"membeli\" untuk ganti kata \"menukar\". Jadi orang munafik itu menukarkan hidayah (petunjuk) dengan dhalalah (kesesatan), hasilnya mereka kehilangan petunjuk dan memperoleh kesesatan. Petunjuk yang semula mereka miliki itu berupa kesediaan manusia untuk menanggapi kebenaran dan mencapai kesempurnaan. Kesediaan ini bagaikan modal pokok. Modal inilah yang lenyap dari tangan mereka, oleh karena itu mereka tidak akan mendapat untung dan tidak dapat petunjuk lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 24, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 1, "page": 4, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u062f\u064e \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0646\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Masaluhum kamasalillazis tawqada naaran falammaaa adaaa'at maa hawlahoo zahabal laahu binoorihim wa tarakahum fee zulumaatil laa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "Their example is that of one who kindled a fire, but when it illuminated what was around him, Allah took away their light and left them in darkness [so] they could not see.", "id": "Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/24", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/24.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/24.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perumpamaan keadaan mereka orang-orang munafik yang sungguh mengherankan itu seperti keadaan yang aneh dari orang-orang yang menyalakan api. Setelah api itu menerangi apa-apa yang ada di sekelilingnya dan memberikan kehangatan, rasa nyaman, dan manfaat lainnya bagi mereka, tiba-tiba Allah melenyapkan cahaya yang menyinari mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan yang kelam, tidak dapat melihat suatu apa pun. Allah telah memberikan kepada mereka petunjuk kebenaran, tetapi mereka tidak berpegang teguh pada petunjuk tersebut, sehingga mata mereka menjadi tertutup, dan mereka pantas berada dalam kebimbangan dan kesesatan.", "long": "Ayat ini memberikan gambaran lain tentang orang-orang munafik seperti disebutkan pada ayat-ayat terdahulu dengan perumpamaan yang nyata. Orang-orang munafik yang dimaksud dalam ayat ini ialah orang-orang munafik dari ahli kitab (orang-orang Yahudi). Mereka itu telah beriman kepada kitab-kitab dan rasul-rasul yang telah lalu, maka seharusnya mereka beriman pula kepada Al-Qur'an dan Nabi Muhammad saw, karena kedatangan Nabi Muhammad itu telah disebutkan dalam kitab-kitab mereka. Akan tetapi disebabkan mereka dipengaruhi oleh kebesaran mereka di masa lampau, mereka tidak mau beriman. Tak ubahnya mereka itu seperti orang yang menyalakan api untuk menyinari tempat sekitarnya, tiba-tiba api itu padam, sehingga mereka berada dalam gelap gulita.\n\nYang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti. (al-Munafiqun/63: 3)" } } }, { "number": { "inQuran": 25, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 1, "page": 4, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0635\u064f\u0645\u0651\u064c \u0628\u064f\u0643\u0652\u0645\u064c \u0639\u064f\u0645\u0652\u064a\u064c \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summum bukmun 'umyun fahum laa yarji'oon" } }, "translation": { "en": "Deaf, dumb and blind - so they will not return [to the right path].", "id": "Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/25", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/25.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/25.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka seperti orang tuli, sebab mereka telah kehilangan fungsi pendengaran dengan tidak mengikuti kebenaran yang didengar. Mereka juga seperti orang bisu karena tidak mengucapkan kebenaran oleh sebab hati mereka tertutup, sehingga tidak tergerak melakukan itu. Dan mereka juga seperti orang buta, karena kehilangan fungsi penglihatan, baik melalui mata kepala (basar) ataupun mata hati (basirah), dengan tidak mengambil pelajaran dari hal-hal yang mereka lihat, sehingga pada akhirnya mereka tidak dapat kembali dari kesesatan itu kepada kebenaran yang telah mereka jual dan tinggalkan.", "long": "Ayat ini menerangkan orang-orang munafik itu tidak hanya seperti orang yang kehilangan cahaya terang, tetapi juga seperti orang yang kehilangan beberapa indra yang pokok. Tidak dapat mendengar, bicara dan melihat. Orang yang seperti ini tentu akhirnya mengalami kebinasaan.\n\nMereka dikatakan tuli karena tidak mendengarkan nasihat dan petunjuk bahkan mereka tidak paham, meskipun mendengar. Dikatakan bisu, karena mereka tidak mau menanyakan hal-hal yang kabur bagi mereka, tidak meminta penjelasan dan petunjuk sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk mengambil manfaat dari segala pelajaran dan ilmu pengetahuan yang dikemukakan rasul. Dikatakan buta, karena mereka kehilangan manfaat pengamatan dan manfaat pelajaran. Mereka tidak dapat mengambil pelajaran dari segala kejadian yang mereka alami, dan pengalaman bangsa-bangsa lain.\n\nMereka tidak dapat kembali ke jalan yang benar, karena sifat-sifat tersebut di atas dan mereka tetap membeku di tempatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 26, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 1, "page": 4, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0635\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064c \u0648\u064e\u0631\u064e\u0639\u0652\u062f\u064c \u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u0652\u0642\u064c \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u0642\u0650 \u062d\u064e\u0630\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aw kasaiyibim minas samaaa'i feehi zulumaatunw wa ra'dunw wa barq, yaj'aloona asaabi'ahum feee aazaanihim minas sawaa'iqi hazaral mawt' wallaahu muheetum bilkaafireen" } }, "translation": { "en": "Or [it is] like a rainstorm from the sky within which is darkness, thunder and lightning. They put their fingers in their ears against the thunderclaps in dread of death. But Allah is encompassing of the disbelievers.", "id": "Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/26", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/26.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/26.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau keadaan mereka yang penuh kebimbangan, kesulitan, dan ketidaktahuan akan manfaat dan bahaya seperti keadaan orang yang ditimpa hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan karena tebal dan pekatnya awan, petir yang menggelegar dan kilat yang menyambar cepat. Mereka menyumbat telinga dengan ujung jari-jarinya, untuk menghindari suara petir itu karena takut mati. Mereka mengira dengan berbuat demikian akan terhindar dari kematian.\r\nMereka itu bila diturunkan Al-Qur'an yang berisi penjelasan tentang kegelapan akibat kekufuran dan siksa yang akan diterima, penjelasan tentang keimanan dan cahayanya yang kemilau, dan penjelasan tentang macam-macam siksaan yang menakutkan, mereka berpaling dan berusaha menghindar darinya dengan harapan terbebas dari siksa. Allah meliputi dan mengetahui orang-orang yang kafir dengan ilmu dan kekuasaan-Nya.", "long": "Ayat ini memberikan perumpamaan yang lain tetang hal ihwal orang-orang munafik itu. Mereka diumpamakan seperti keadaan orang yang ditimpa hujan lebat dalam gelap gulita, penuh dengan suara gemuruh yang menakutkan dan kadang-kadang cahaya kilat menyambar sehingga mereka menutup telinga karena takut binasa.\n\nDemikian halnya orang-orang munafik selalu dalam keragu-raguan dan kecemasan dalam menghadapi cahaya Islam. Menurut anggapan mereka, Islam itu hanyalah membawa kemelaratan, kesengsaraan dan penderitaan. Kadangkala pikiran mereka menyebabkan mereka tidak dapat melihat apa yang ada di balik hujan lebat itu (Islam), yaitu unsur yang membawa kehidupan di atas bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 27, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 1, "page": 4, "manzil": 1, "ruku": 3, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u0642\u064f \u064a\u064e\u062e\u0652\u0637\u064e\u0641\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0634\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Yakaadul barqu yakhtafu absaarahum kullamaaa adaaa'a lahum mashaw feehi wa izaaa azlama 'alaihim qaamoo; wa law shaaa'al laahu lazahaba bisam'ihim wa absaarihim; innal laaha 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "The lightning almost snatches away their sight. Every time it lights [the way] for them, they walk therein; but when darkness comes over them, they stand [still]. And if Allah had willed, He could have taken away their hearing and their sight. Indeed, Allah is over all things competent.", "id": "Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/27", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/27.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/27.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena amat cepat dan terangnya, hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari, mereka berjalan beberapa langkah di bawah sinar itu, dan apabila kilat itu menghilang dan gelap kembali menerpa mereka, mereka berhenti di tempat dengan penuh kebimbangan. Orang-orang munafik itu ketika melihat bukti-bukti dan tanda-tanda kekuasaan Allah terkagum-kagum dengan itu semua sehingga mereka berkeinginan mengikuti kebenaran tersebut. Akan tetapi, tidak beberapa lama kemudian mereka kembali kepada kekufuran dan kemunafikan. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran mereka dengan suara halilintar yang memekakkan telinga, dan Dia hilangkan penglihatan mereka dengan sambaran kilat yang sangat cepat dan terang, tetapi Allah menangguhkan itu semua sampai tiba saatnya nanti. Sungguh, Allah yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan Mahakuasa atas segala sesuatu, dengan atau tanpa sebab apa pun.", "long": "Ayat ini berhubungan erat dengan ayat sebelumnya, seolah-olah ayat ini menyambung pertanyaan, \"Bagaimanakah keadaan mereka dengan kilat itu?\" Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Betapa besar kesulitan yang mereka hadapi. Mereka melangkah bilamana ada sinar kilat, dan berhenti bila cahaya itu hilang.\n\nDemikianlah orang-orang munafik itu, mereka mendapatkan sinar iman karena kesaksian mereka pada kebenaran-kebenaran ayat Ilahi dan timbul keinginan untuk mengikuti dakwah Rasul. Tetapi karena kefanatikan yang kuat, kecemasan terhadap tantangan orang banyak, menghilangkan sinar iman itu, dan akhirnya tetap membeku kebingungan di tempatnya.\n\nAllah berkuasa menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka sehingga mereka tidak dapat memahami suatu pelajaran dan tidak dapat memanfaatkan suatu petunjuk. Namun Allah tidak berbuat demikian, meskipun Dia Mahakuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 28, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 1, "page": 4, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan naasu'budoo Rabbakumul lazee khalaqakum wallazeena min qablikum la'allakum tattaqoon" } }, "translation": { "en": "O mankind, worship your Lord, who created you and those before you, that you may become righteous -", "id": "Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/28", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/28.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/28.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan tiga golongan manusia dalam menyikapi kebenaran Al-Qur'an, yaitu orang-orang bertakwa, kafir, dan munafik, selanjutnya Allah menyeru kepada manusia secara umum agar beragama secara benar melalui tiga hal: hanya beribadah kepada Allah (ayat 21-22), percaya kepada risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad, yakni Al-Qur'an, (ayat 23-24), dan beriman kepada hari kebangkitan (ayat 25). Wahai manusia! Sembahlah dan beribadahlah secara tulus kepada Tuhanmu sebab Dia yang telah menciptakan dan memelihara kamu dan orang-orang yang sebelum kamu dari yang sebelumnya tiada. Dia adalah satu-satunya Pencipta segala sesuatu. Perintah beribadah itu ditujukan agar kamu bertakwa dan dapat memelihara diri serta terhindar dari murka dan siksa Allah. Dengan beribadah, berarti kita telah mempersiapkan diri untuk mengagungkan Allah, sehingga jiwa menjadi suci dan tunduk kepada kebenaran.", "long": "Ayat-ayat ini memerintahkan beribadah dan menyembah kepada Allah. Perintah beribadah ini ditujukan oleh Allah kepada seluruh manusia sejak zaman dahulu dengan perantaraan rasul-rasul-Nya. Allah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), \"Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut.\" (an-Nahl/16: 36)\n\nTiap-tiap rasul memulai dakwahnya dengan seruan kepada kaumnya agar menyembah Allah saja. Misalnya, Allah swt berfirman:\n\n\".... Lalu dia (Nuh) berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. ¦\" (al-A'raf/7: 59)\n\nBeribadah kepada Allah ialah menghambakan diri kepada-Nya, dengan penuh kekhusyukan, memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya, karena merasakan bahwa hanya Allah-lah yang menciptakan, menguasai, memelihara dan mendidik seluruh makhluk. Ibadah seorang hamba sebagaimana yang disebutkan itu akan dinilai Allah swt menurut niat hamba yang melakukannya.\n\nPada ayat ini Allah swt disebut dengan \"rabb\", kemudian diiringi dengan perkataan \"¦yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelummu¦\" Hal ini memberi pengertian bahwa Allah menciptakan manusia, mengembangbiakkannya, memberi taufik, menjaga dan memelihara, dan memberi nikmat agar dengan nikmat itu manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah. Semua rahmat tersebut diberikan kepada manusia sejak permulaan adanya, sampai akhir kehidupannya di dunia ini. Barang siapa yang mensyukuri nikmat Allah maka akan ditambahkan-Nya nikmat itu, sebaliknya barang siapa yang mengingkari nikmat Allah, maka ia akan menerima azab di dunia sebagaimana yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat yang terdahulu dan di akhirat nanti akan disediakan azab yang pedih.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, \"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.\" (Ibrahim/14: 7)\n\nDengan beribadah kepada Allah sebagaimana yang diperintahkan itu, manusia akan terhindar dari azab Allah dan ia akan mencapai derajat yang tinggi lagi sempurna." } } }, { "number": { "inQuran": 29, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 1, "page": 4, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u0650\u0631\u064e\u0627\u0634\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0646\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u062f\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazee ja'ala lakumul arda firaashanw wassamaaa'a binaaa 'anw wa anzala minassamaaa'i maaa'an fa akhraja bihee minas samaraati rizqal lakum falaa taj'aloo lillaahi andaadanw wa antum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "[He] who made for you the earth a bed [spread out] and the sky a ceiling and sent down from the sky, rain and brought forth thereby fruits as provision for you. So do not attribute to Allah equals while you know [that there is nothing similar to Him].", "id": "(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/29", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/29.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/29.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Dialah yang dengan kekuasaan-Nya menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu sehingga layak dan nyaman untuk dihuni, dan menjadikan di atas kamu langit dan benda-benda yang ada padanya sebagai atap, atau sebagai bangunan yang cermat, indah, dan kukuh. Dan Dialah yang menurunkan sebagian dari air, yaitu air hujan, dari langit yang menjadi sumber kehidupan. Lalu Dia hasilkan dengan air itu sebagian dari buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah yang telah menciptakan sedemikian rupa dan telah memberimu rezeki, padahal kamu dengan fitrah kesucian yang ada dalam diri mengetahui bahwa Allah tidak ada yang menyerupai-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak ada yang memberi rezeki selain-Nya, maka janganlah kamu menyimpang dari fitrah itu.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa Dia menciptakan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, menurunkan air hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menjadikan tumbuh-tumbuhan itu berbuah. Semuanya diciptakan Allah untuk manusia, agar manusia memperhatikan proses penciptaan itu, merenungkan, mempelajari dan mengolahnya sehingga bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan sesuai dengan yang telah diturunkan Allah. Dengan jelas Allah menerangkan dalam ayat ini terutama pada bagian yang mengungkapkan Dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan. \n\nDengan terang Allah menyebutkan bumi, langit dan benda-benda langit, seperti matahari dan bintang-bintang adalah ciptaan Allah yang merupakan satu kesatuan dan semuanya diatur dengan satu kesatuan sitem yang dalam ilmu pengetahuan modern disebut ekosistem. Selama belum dirusak oleh tangan-tangan manusia yang memperturutkan hawa nafsunya, semua berjalan dengan tertib dan teratur.\n\nLaut yang luas yang disinari panas matahari kemudian menyebabkan uap air yang banyak. Uap air ini naik ke atas menjadi awan dan mendung, kemudian disebarkan oleh angin ke seluruh permukaan bumi, sehingga uap air yang banyak sekali ini di atas gunung-gunung menjadi dingin dan kemudian menjadi titik-titik dan menjadi hujan dapat mengairi permukaan bumi yang luas, bukan hanya timbul hujan di atas laut, tetapi juga di darat, karena bantuan angin yang menyebarkannya.\n\nDisebabkan hujan yang turun dari langit itu kemudian bumi menjadi subur, berbagai tanaman buah, sayur, biji-bijian serta ubi dan sebagainya tumbuh dan memberikan banyak manfaat bagi manusia dan semua makhluk di bumi. Di samping itu, turunnya hujan juga menimbulkan sungai, danau dan sumur terisi air serta memperluas kesuburan bumi. Hutan yang lebat juga membantu menyalurkan air dalam bumi, membantu menyalurkan udara segar, menyejukkan udara yang panas dan memelihara kesuburan bumi.\n\nManusia dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mengetahui kapan banyak turun hujan dan kapan jarang hujan atau bahkan sama sekali tidak ada hujan, berdasarkan letak bintang di langit maupun peredaran angin. Juga dapat diketahui di mana berkumpulnya ikan-ikan di laut yang banyak sekali jenis dan ragamnya, bahkan ke mana burung-burung pergi pada musim-musim tertentu dapat diketahuinya.\n\nBerikut penjelasan saintis/ilmuan tentang langit sebagai atap: Atap untuk sebuah bangunan terutama diperlukan agar penghuni yang tinggal di dalamnya terhindar dari hujan dan panas matahari. Dalam konteks ayat di atas langit sebagai atap adalah perumpamaan yang ditujukan untuk bumi tempat kita hidup.\n\nSetiap saat, bumi dihujani benda angkasa yang antara lain adalah meteorit. Akan tetapi, sampai saat ini bumi tidak porak poranda. Hal ini disebabkan bumi diselimuti oleh gas atau udara yang bernama atmosfer. Sebelum sampai ke bumi, meteorid akan terpecah belah dan hancur saat memasuki atmosfer. Sebelum sampai ke atmosfer sinar yang dipancarkan matahari pun memecahkan meteorid yang ada. Radiasi sinar matahari inilah yang dapat meledakkan meteorid dalam perjalanannya ke bumi dan kemudian diserap oleh lapisan ozon. Dengan demikian atmosfer dan lapisan ozon merupakan selubung pengaman atau dengan kata lain boleh disebut sebagai atap bagi bumi. Bumi tidak mungkin dihuni oleh makhluk hidup tanpa adanya atap tersebut. Ayat lain yang menyatakan hal yang sama adalah al-Anbiya'/21: 32 yang artinya:\n\nDan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan dan lain-lainnya). (al-Anbiya'/21: 32)\n\nTebal atmosfer mencapai 560 kilometer, diukur dari permukaan bumi. Penelitian mengenai atmosfer dimulai dengan menggunakan fenomena alam yang dapat dilihat dari bumi, seperti warna-warna indah saat matahari terbit dan terbenam, dan kilapan cahaya bintang. Dalam tahun-tahun belakangan ini, dengan menggunakan peralatan canggih yang ditaruh dalam satelit di luar angkasa, kita dapat mengerti lebih baik mengenai atmosfer dan fungsinya untuk bumi.\n\nSecara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kehidupan di bumi didukung oleh tiga hal, yaitu adanya atmosfer, adanya energi yang datang dari sinar matahari, dan hadirnya medan magnet bumi. \n\nAtmosfer diketahui menyerap sebagian besar energi sinar matahari, mendaur ulang air dan beberapa komponen kimia lainnya, dan bekerjasama dengan muatan listrik dan magnet yang ada untuk menghasilkan cuaca yang nyaman. Atmosfer juga melindungi kehidupan bumi dari ruang angkasa yang hampa udara dan bersuhu rendah.\n\nAtmosfer terdiri atas lapisan-lapisan gas yang berbeda-beda. Empat lapisan dapat dibedakan berdasarkan perbedaan suhu, perbedaan komposisi bahan kimia, pergerakan-pergerakan bahan kimia di dalamnya, dan perbedaan kepadatan udara. Keempat lapisan tersebut adalah Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, dan Thermosfer, atau dapat pula dibagi menjadi tujuh seperti yang dijelaskan pada al-Baqarah/2: 29.\n\nKomposisi gas di atmosfer terutama terdiri atas nitrogen (78%), oksigen (21%) dan argon (1%). Beberapa komponen yang sangat berpengaruh pada iklim dan cuaca juga hadir, meski dalam jumlah yang sangat kecil seperti uap air (0,25%), karbondioksida (0,036%) dan ozone (0,015%)\n\nPerihal angin, awan dan air hujan\n\nHubungan angin dan awan yang kemudian menghasilkan hujan dapat dijelaskan dengan melihat pada siklus air. Siklus air berlangsung mulai penguapan air laut yang membubung ke atas menjadi awan lalu turun ke bumi dalam bentuk tetes air hujan, kemudian air yang turun dalam bentuk hujan itu kembali lagi ke laut melalui sungai dan air bawah tanah. Al-Qur'an tidak menyebut secara rinci siklus air seperti itu, akan tetapi, banyak ayat yang menjelaskan beberapa bagian dari proses keseluruhannya secara sangat akurat. Antara lain dua ayat di bawah ini.\n\nAllah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka gembira. (ar-Rum/30: 48)\n\nTidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (an-Nur/24: 43)\n\nKedua ayat di atas menggambarkan tahapan-tahapan pembentukan awan yang menghasilkan hujan, yang dalam gilirannya, merupakan salah satu tahap dalam siklus air. Dengan melihat lebih cermat kedua ayat di atas maka tampak nyata adanya dua fenomena. Pertama adalah penyebaran awan dan lainnya adalah penyatuan awan. Dua proses yang berlawanan terjadi sehingga awan hujan dapat dibentuk. Dua proses yang disebutkan dalam Al-Qur'an ini baru ditemukan oleh ilmu meteorologi modern sekitar 200 tahun yang lalu.\n\nAda dua tipe awan yang dapat menghasilkan hujan. Keduanya dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya, yaitu stratus (tipe berlapis) dan cumulus (tipe menumpuk). \n\nPada tipe awan yang berlapis, dua tahapan penting yang terjadi adalah tahap awan tipe stratus dan nimbostratus (nimbo artinya hujan). Ayat pertama di atas (ar-Rum/30: 48), secara sangat jelas memberikan informasi mengenai formasi awan yang berlapis. Tipe awan semacam itu hanya akan terbentuk dalam kondisi angin yang bertiup secara bertahap dan secara perlahan menaikan awan ke atas. Selanjutnya, awan tersebut akan berbentuk seperti lapisan-lapisan yang melebar (\"Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit.....\").\n\nApabila kondisinya cocok, (antara lain jika suhu cukup rendah dan kadar air cukup tinggi) maka butir-butir air akan menyatu dan menjadi butiran-butiran air yang lebih besar. Kita dapat melihat proses tersebut sebagai menghitamnya awan. Dalam terjemahan Quraish Shihab, bagian ini disebutkan sebagai: \"......dan menjadikannya bergumpal-gumpal....\". Namun dalam terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Inggris, bagian ini diterjemahkan sebagai: \".... and makes them dark...\". Akhirnya, butiran air hujan akan jatuh dari awan: \".....lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya....\".\n\nTipe awan yang kedua yang dapat menghasilkan hujan adalah tipe awan yang bertumpuk-tumpuk. Awan ini terbagi berdasarkan bentuknya dalam beberapa nama, yaitu cumulus, cumulonimbus dan stratocumulus. Awan ini ditandai oleh bentuknya yang bergumpal-gumpal dan saling bertumpuk. Cumulus dan cumulonimbus adalah tipe awan yang bergumpal-gumpal, sedangkan stratocumulus tidak bergumpal, sedikit menipis dan melebar. Ayat kedua (an-Nur/24: 43) menjelaskan pembentukan tipe awan ini. \n\nAwan tipe ini dibentuk oleh angin keras yang mengarah ke atas dan ke bawah (\"....bahwa Allah menggerakkan awan...\"). Dalam terjemahan Al-Qur'an bahasa Inggris, bagian ayat ini diterjemahkan sebagai: \"...drives clouds with force...\". Mendorong awan dengan kuat. Ketika gumpalan awan terjadi, mereka menyatu menjadi gumpalan awan raksasa, bertumpuk-tumpuk satu sama lain. Pada titik ini, awan cumulus atau cumulonimbus sudah dapat menghasilkan air hujan.\n\nKalimat selanjutnya dari ayat ini, nampaknya menggambarkan secara khusus terjadinya cumulonimbus, suatu keadaan awan yang dikenal dengan nama awan badai. Tumpukan gumpalan awan yang menjulang ke atas ini apabila di lihat dari bawah mirip dengan bentuk gunung. Dengan menjulang tinggi ke angkasa maka butir air yang sudah terbentuk akan membeku menjadi butiran es (\"..... .lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung....\"), Awan cumulonimbus juga menghasilkan ciptaan Tuhan yang sangat berharga, yaitu halilintar (\"...kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.\")\n\nAyat lain yang terkait dengan siklus air yang bertalian dengan tahap lain di luar hujan adalah Surah Gafir/23: 18 yang artinya sebagai berikut:\n\nDan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya. (Gafir /23: 18)\n\nAyat ini menyatakan dengan jelas bahwa air hujan diserap oleh tanah tapi tidak hilang. Artinya air tanah masih dapat dialirkan. Dua ayat di bawah ini juga menggambarkan cara aliran air, yaitu aliran permukaan (ar-Ra'd/13: 17) dan aliran air tanah (az-Zumar/39: 21) yang artinya demikian:\n\nAllah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan. (ar-Ra'd/13 : 17)\n\nApakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diatur-Nya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkannya “tanaman tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian dijadikan-Nya hancur, berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi yang mempunyai akal sehat. (az-Zumar/39: 21)\n\nBanyak ayat lainnya dalam Al-Qur'an yang membicarakan mengenai siklus air, seperti Gafir /40:13; al-Mu'minÅ«n /23: 18; al-Furqan/25: 48; al-'Ankabut/29: 63, dan lainnya. Semua ayat-ayat tersebut menyatakan hal yang bersinggungan dengan berbagai ayat yang diacu di muka. Beberapa ayat lainnya juga berbicara mengenai air, namun dengan konteks yang berbeda, seperti yang dapat dilihat dalam surah al-Waqi'ah/56: 68-70 yang artinya:\n\nPernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur? (al-Waqi'ah/56: 68-70)\n\nAyat yang berupa kalimat pertanyaan ini menekankan akan ketidak berdayaan manusia dalam mimpi yang paling tua yaitu mengontrol hujan. Fakta memperlihatkan bahwa hujan buatan tidak akan dapat diadakan apabila awan dengan kondisi tertentu tidak tersedia. Awan tersebut harus memiliki berbagai partikel dalam kadar tertentu, kadar air yang tinggi yang dibawa angin yang naik ke atas, dan terdapat perkembangan tumpukan awan yang mengarah ke atas. Apabila semua karakter ini terdapat pada awan tersebut, barulah hujan buatan dapat dilaksanakan. Akan tetapi, para ahli meteorologi masih mempertanyakan efektivitas cara ini.\n\nAyat yang berkenaan dengan siklus air selanjutnya adalah ayat yang menjelaskan mengenai sungai-sungai besar dan lautan.\n\nDan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tertembus. (al-Furqan/25: 53)\n\nDeskripsi sungai besar, muara sungai besar dan laut diwartakan dalam bentuk rasa airnya oleh ayat di atas. Di muara sungai atau estuari, terjadi penggabungan air tawar dan air asin. Namun cara bercampurnya sangat unik. Air tawar yang ditumpahkan ke laut akan tetap tawar sampai jauh ke tengah laut, sebelum benar-benar bercampur dengan air asin. Percampuran terjadi jauh dari mulut sungai di tengah laut.\n\nSatu ayat lagi terkait (tidak langsung) dengan turunnya hujan adalah at-tur/52: 44 yang artinya:\n\nDan jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata: Itu adalah awan yang bergumpal-gumpal. (at-tur /52: 44)\n\nAyat ini turun untuk menjawab tantangan dari beberapa orang kafir agar Nabi Muhammad menjatuhkan langit di kepala mereka. Mereka menduga bahwa langit adalah lempengan atau kepingan yang menjadi atap dunia. Allah tidak menjawab tantangan mereka di sini dan menjelaskan bahwa mereka hanya akan menemukan awan. Sesuatu yang tidak akan dapat dimengerti oleh mereka pada saat itu.\n\nOrang-orang beriman hanya diperintahkan Allah untuk menjaga konservasi alam ini, karena banyak orang-orang kafir dan durhaka yang menyalahgunakan ilmu pengetahuan untuk merusak alam. Orang beriman sebagai khalifatullah fil ardh bertugas memelihara lingkungan hidup dan memanfaatkannya untuk mencapai kemanfaatan hidup sehingga kesejahteraan dan kebahagiaan dapat dinikmati dan disyukuri oleh setiap manusia. Karena Allah yang memberikan nikmat-nikmat itu, maka manusia wajib menyembah Allah saja.\n\nAllah memberikan semua nikmat itu agar manusia bertakwa dan melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang hamba Allah.\n\nTugas-tugas itu dapat dipahami dari firman Allah:\n\nAku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (adz-dzariyat/51: 56)\n\nAllah swt menguji manusia dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya, dengan firman-Nya:\n\nYang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. ¦( al-Mulk/67: 2)\n\nKarena manusia telah mengetahui perintah-perintah itu dan mengetahui tentang keesaan dan kekuasaan Allah, maka Allah memberi peringatan, \"Janganlah manusia menjadikan tuhan-tuhan yang lain di samping Allah dan jangan mengatakan bahwa Allah berbilang.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 30, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 1, "page": 4, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kuntum fee raibim mimmaa nazzalnaa 'alaa 'abdinaa fatoo bi Sooratim mim mislihee wad'oo shuhadaaa'akum min doonil laahi in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And if you are in doubt about what We have sent down upon Our Servant [Muhammad], then produce a surah the like thereof and call upon your witnesses other than Allah, if you should be truthful.", "id": "Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/30", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/30.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/30.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika kamu tetap meragukan kebenaran Al-Qur'an yang telah Kami nyatakan tidak ada keraguan di dalamnya, yang Kami turunkan secara berangsur-angsur kepada hamba Kami Nabi Muhammad, maka sebenarnya ada bukti nyata di antara kamu yang dapat menjelaskan kebenarannya, yaitu: buatlah satu surah yang semisal dengannya, baik dari segi sastra, kandungan hukum, nilai-nilai moral, maupun petunjuk lainnya yang ada dalam Al-Qur'an; dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah untuk membantumu dalam menyusun yang serupa, kamu tidak akan mampu melakukan itu. Ini semua hendak-nya kamu lakukan jika kamu menganggap dirimu sebagai orang-orang yang benar pernyataannya bahwa Al-Qur'an hanyalah karya buatan Nabi Muhammad.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menyatakan: Jika kamu sekalian masih ragu-ragu tentang kebenaran Al-Qur'an dan mendakwakan Al-Qur'an buatan Muhammad, cobalah buat satu surah saja semisal ) ayat-ayat Al-Qur'an itu ). Kalau benar Muhammad yang membuatnya, niscaya kamu tentu sanggup pula membuatnya karena kamu pasti sanggup melakukan segala perbuatan yang sanggup dibuat oleh manusia. Ajak pulalah berhala-berhala yang kamu sembah dan pembesar-pembesarmu untuk bersama-sama dengan kamu membuatnya, karena kamu mengakui kekuasaan dan kebesaran mereka.\n\nKemudian Allah menegaskan, jika kamu benar dalam pengakuanmu itu, tentu kamu sanggup membuatnya, tetapi kamu adalah orang-orang pendusta. Al-Qur'an itu benar-benar diturunkan dari Allah, karena itu mustahil manusia dapat membuatnya. Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an itu adalah mukjizat yang paling besar bagi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 31, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 1, "page": 4, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064f \u06d6 \u0623\u064f\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fail lam taf'aloo wa lan taf'aloo fattaqun Naaral latee waqooduhan naasu walhijaaratu u'iddat lilkaafireen" } }, "translation": { "en": "But if you do not - and you will never be able to - then fear the Fire, whose fuel is men and stones, prepared for the disbelievers.", "id": "Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/31", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/31.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/31.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu tidak mampu membuat surah yang serupa dengan-nya, dan kamu pasti tidak akan mampu melakukannya, sebab hal itu berada di luar kemampuanmu sebagai manusia, maka takutlah kamu akan api neraka dengan memelihara diri dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kamu ke dalamnya yang bahan bakarnya manusia yang ingkar/kufur dan batu yang berasal dari patung-patung sembahan dan lainnya, yang disediakan bagi orang-orang kafir dan setiap orang yang bersikap seperti mereka, yaitu menutupi kebenaran tanda kekuasaan Allah.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa semua makhluk Allah tidak akan sanggup membuat tandingan terhadap satu ayat pun dari ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu hendaklah manusia memelihara dirinya dari api neraka dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur'an. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah swt:\n\nKatakanlah, \"Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.\" (al-Isra'/17: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 32, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 1, "page": 5, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 1, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064f\u0632\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u06d9 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0631\u064f\u0632\u0650\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064c \u0645\u0651\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa bashshiril lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati anna lahum jannaatin tajree min tahtihal anhaaru kullamaa riziqoo minhaa min samaratir rizqan qaaloo haazal lazee ruziqnaa min qablu wa utoo bihee mutashaabihaa, wa lahum feehaaa azwaajum mutahhara tunw wa hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "And give good tidings to those who believe and do righteous deeds that they will have gardens [in Paradise] beneath which rivers flow. Whenever they are provided with a provision of fruit therefrom, they will say, \"This is what we were provided with before.\" And it is given to them in likeness. And they will have therein purified spouses, and they will abide therein eternally.", "id": "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/32", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/32.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/32.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika demikian balasan yang akan diterima oleh orang-orang kafir, maka tidak demikian halnya dengan orang-orang yang beriman. Surga yang nyaman dan indah adalah tempat bagi mereka. Sampaikanlah kabar gembira yang menenteramkan jiwa kepada orang-orang yang beriman kepada Allah, Rasul, dan kitab-Nya tanpa keraguan sedikit pun, dan berbuat amal-amal kebajikan, bahwa untuk mereka Allah menyediakan di sisi-Nya surga-surga dengan kebun-kebun yang rindang dan berbuah, serta istana-istana yang menjulang tinggi, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki oleh Allah berupa buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rezeki yang serupa dengan yang pernah diberikan kepada kami dahulu. Mereka telah diberi buah-buahan yang serupa dari segi nama, bentuk, dan jenisnya, meski rasa dan kelezatannya jauh berbeda. Dan di sana mereka juga memperoleh pasangan-pasangan yang suci, tanpa cacat dan kekurangan sedikit pun. Mereka kekal hidup di dalamnya untuk selama-lamanya, tidak akan pernah mati, dan tidak akan pernah keluar darinya.", "long": "Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menyampaikan \"berita gembira\" kepada orang-orang yang beriman. Sifat-sifat berita gembira itu ialah berita yang dapat menimbulkan kegembiraan dalam arti yang sebenarnya bagi orang-orang yang menerima atau mendengar berita itu. \"Berita gembira\" hanya ditujukan kepada mereka yang bekerja dan berusaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang digariskan oleh agama. Karena itulah Allah menyuruh Nabi Muhammad menyampaikan berita gembira itu kepada mereka yang beriman dan berbuat baik.\n\nIman yang dihargai Allah adalah iman yang hidup, yakni iman yang dibuktikan dengan amal kebajikan. Sebaliknya, Allah tidak menghargai amal apabila tidak berdasarkan iman yang benar.\n\n\"Amal\" (perbuatan) ialah mewujudkan suatu perbuatan atau pekerjaan, baik berupa perkataan, perbuatan atau pun ikrar hati, tetapi yang biasa dipahami dari perkataan \"amal\" ialah perbuatan anggota badan. Amal baik mewujudkan perbuatan yang baik seperti yang telah ditentukan oleh agama.\n\nPada ayat di atas Allah swt menyebut perkataan \"beriman\" dan \"berbuat baik\", karena \"berbuat baik\" itu adalah hasil daripada \"iman\". Pada ayat di atas ini juga disebut balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman, yaitu surga dengan segala kenikmatan yang terdapat di dalamnya.\n\n\"Surga\" menurut bahasa berarti \"taman\" yang indah dengan tanam-tanaman yang beraneka warna, menarik hati orang yang memandangnya. Yang dimaksud dengan \"surga\" di sini tempat yang disediakan bagi orang yang beriman di akhirat nanti.\n\nSurga termasuk alam gaib, tidak diketahui hakikatnya oleh manusia, hanya Allah saja yang mengetahuinya. Yang perlu dipercaya adalah bahwa surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan jasmani dan rohani yang disediakan bagi orang yang beriman. Bentuk kenikmatan itu tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi." } } }, { "number": { "inQuran": 33, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 1, "page": 5, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0636\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06d8 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal laaha laa yastahyeee ai yadriba masalam maa ba'oodatan famaa fawqahaa; faammal lazeena aamanoo faya'lamoona annahul haqqu mir rabbihim wa ammal lazeena kafaroo fayaqooloona maazaaa araadal laahu bihaazaa masalaa; yudillu bihee kaseeranw wa yahdee bihee kaseeraa; wa maa yudillu biheee illal faasiqeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah is not timid to present an example - that of a mosquito or what is smaller than it. And those who have believed know that it is the truth from their Lord. But as for those who disbelieve, they say, \"What did Allah intend by this as an example?\" He misleads many thereby and guides many thereby. And He misleads not except the defiantly disobedient,", "id": "Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/33", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/33.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/33.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah sering membuat perumpamaan untuk menjelaskan kebe-naran dan hakikat yang luhur, dengan bermacam makhluk hidup, baik kecil maupun besar. Orang-orang kafir mencibir ketika Allah mengambil perumpamaan berupa makhluk kecil yang dipandang remeh seperti lalat dan laba-laba. Di sini dijelaskan sesungguhnya Allah tidak merasa segan atau malu untuk membuat perumpamaan bagi sebu-ah kebenaran dengan seekor nyamuk atau kutu yang sangat kecil atau yang lebih kecil dari itu. Kendati kecil, belalainya dapat menembus kulit gajah, kerbau, dan unta, dan menggigitnya, serta menyebabkan kematian. Adapun orang-orang yang beriman, ketika mendengar perumpamaan itu mereka tahu maksud perumpamaan itu dan tahu bahwa perumpamaan itu adalah kebenaran dari Tuhan yang tidak diragukan lagi. Tetapi sebaliknya, mereka yang kafir menyikapi itu dengan sikap ingkar dan berkata, \"Apa maksud Allah dengan perumpamaan yang remeh ini?\"  Allah menjawab bahwa perumpamaan itu dibuat untuk menguji siapa di antara mereka yang mukmin dan yang kafir. Oleh karenanya, dengan perumpamaan itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, karena mereka tidak mencari dan menginginkan kebenaran, dan dengan perumpamaan itu banyak pula orang yang diberi-Nya petunjuk karena mereka memang mencari dan menginginkannya. Tetapi Allah tidak akan menzalimi hamba-Nya, sehingga tidak ada yang Dia sesatkan dengan perumpamaan itu selain orang-orang fasik, yang melanggar ketentuan-ketentuan agama, baik berupa ucapan maupun perbuatan.", "long": "Sesungguhnya Allah tidak segan untuk membuat contoh dan perumpamaan dalam penjelasan informasinya dengan seekor nyamuk atau bahkan lebih kecil dari itu. Orang-orang yang beriman yakin akan kebenaran dan kebijaksanaan Allah, mereka pasti dapat menerima keterangan ini. tetapi orang kafir dan orang munafik tidak mau memahami tujuan Allah swt membuat perumpamaan di dalam Al-Qur'an. Perumpamaan itu tujuannya memperjelas arti suatu perkataan atau kalimat dengan membandingkan isi atau pengertian perkataan atau kalimat itu dengan sesuatu yang sudah dikenal dan dimengerti. \n\nDalam ilmu biologi, binatang, tumbuh-tumbuhan dan bahkan organ tubuh manusia banyak dibahas dan semuanya itu perlu diketahui oleh manusia, ada yang bermanfaat dan ada yang berbahaya bagi manusia. Bukan hanya binatang-binatang besar seperti gajah, harimau dan singa yang perlu diketahui, tetapi binatang kecil seperti lalat, nyamuk, dan ulat juga perlu diketahui manfaat dan bahayanya.\n\nNyamuk misalnya ada yang berbahaya anapheks yang menyebarkan penyakit malaria dan aedes aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah, tetapi ada nyamuk yang memang tidak berbahaya seperti culex. Nyamuk anapheks hidupnya di air kotor tetapi nyamuk aedes aegypti hidup di air bersih. \n\nAllah sungguh Mahakuasa dan Mahabijaksana. Pada setiap makhluk yang berbahaya telah diciptakan predator yaitu jenis binatang lain yang suka memangsa dan membunuhnya. Terhadap nyamuk misalnya ada beberapa predator seperti katak, cecak, tokek dan lain-lain. Kita tidak boleh membunuh predatornya dan kita sebaiknya mengetahui di mana nyamuk berkembang biak, kita perlu memahami kebijaksanaan dan kekuasaan Allah. \n\nSaat manusia diundang untuk memperhatikan penciptaan atas dirinya, Al-Qur'an dalam banyak ayatnya mendorong manusia untuk meneliti alam dan melihat tanda-tanda Tuhan di dalamnya. Alam semesta, dengan elemen benda-benda hidup dan tidak hidupnya, merupakan tanda-tanda adanya penciptaan. Semua ciptaan itu ada hanya untuk memperlihatkan kekuasaan, pengetahuan dan seni yang dimiliki oleh \"pencipta\" tersebut, Allah swt. Semua ciptaan memperlihatkan tanda-tanda yang demikian. Termasuk di dalamnya binatang kecil seperti nyamuk, sebagaimana dapat dilihat pada ayat di atas.\n\nKetika kita mencoba memahami perikehidupan nyamuk, kita akan mengetahui betapa rumit dan kompleksnya sistem yang berjalan. Secara umum kita mengetahui bahwa mahluk ini adalah penghisap darah manusia dan binatang lainnya. Akan tetapi, pengetahuan demikian ini tidak sepenuhnya benar. Karena tidak semua individu nyamuk hidup dari mengisap darah. Hanya nyamuk betina saja yang memerlukan darah dalam dietnya. Keperluan tentang darah tidak berkaitan dengan kebiasaan makan jenis ini. Kaitan pokoknya adalah dengan perkembangbiakannya. Nyamuk betina memerlukan protein dari darah dalam proses akhir pembentukan telur. Dengan kata lain, nyamuk betina mengisap darah untuk meyakinkan akan berlanjutnya kehidupan jenisnya.\n\nProses perkembangan nyamuk merupakan salah satu aspek yang mengagumkan. Binatang ini berubah dari larva menjadi nyamuk setelah melalui beberapa fase yang berbeda-beda. Nyamuk betina akan meletakkan telurnya pada daun yang lembab atau dikawasan lembab sekitar genangan air. Sebelum melakukan itu, nyamuk betina akan memeriksa kawasan itu dengan menggunakan organ yang terletak di bagian perutnya. Organ ini mampu mendeteksi kelembaban dan suhu. Setelah menemukan daerah yang cocok, barulah nyamuk betina itu meletakkan telurnya. Telur dengan panjang kurang dari 1 milimeter, diletakkan dalam kelompok atau satuan. Beberapa jenis nyamuk ada yang merangkaikan sampai dengan 300 telur dalam bentuk rakit, dan diletakkan di atas air tergenang.\n\nTelur yang diletakkan dengan sangat hati-hati itu akan berubah warna. Perubahan warna terjadi hanya beberapa jam setelah diletakkan. Warnanya menjadi hitam. Dengan warna ini, nilai kamuflase telur cukup tinggi dan lepas dari pengamatan pemangsa, seperti burung atau serangga pemangsa lainnya\n\nSetelah menetas, anak nyamuk langsung berenang di dalam air. Masa kehidupan di dalam air dimulai untuk larva nyamuk. Anakan ini akan semakin besar. Kulit yang ada tidak lagi dapat menutupi tubuhnya. Mereka melepaskan kulit atau cangkang ini, dan membetuk cangkang baru. Pergantian kulit atau cangkang ini berjalan dua atau tiga kali pada masa ini.\n\nDalam kehidupan di air, larva nyamuk memilki organ-organ yang sama sekali berbeda saat sudah menjadi nyamuk. Pada kehidupan di air, mereka memiliki semacam rambut yang tumbuh di sekitar bagian mulut. Dengan gerakan rambut ini, larva dapat mengarahkan jasad renik yang ada di perairan ke bagian mulutnya. Untuk bernapas, mereka menggunakan alat pernafasan yang berbentuk tabung yang terletak di bagian punggungnya. Mereka mengambil oksigen saat mereka pada posisi jungkir balik di permukaan air. Untuk mencegah air masuk ke dalam tabung, larva nyamuk mengeluarkan cairan lengket yang dapat mencegah masuknya air. Tanpa keberadaan alat-alat ini, larva tidak akan dapat bertahan hidup di dalam air.\n\nPada pergantian kulit terakhir, bentuk larva berubah drastis, menjadi suatu bentuk yang lain sama sekali. Masa ini disebut sebagai masa \"pupa\". Mereka sudah siap menjadi nyamuk yang \"sebenarnya\". Perubahannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk dipercaya bahwa hal ini dilakukan oleh individu dan jenis yang satu. Perubahannya begitu kompleks, sehingga rasanya tidak dapat dilakukan dengan sempurna oleh mahluk itu sendiri.\n\nPada masa ini, akan tumbuh dua tabung atau pipa pernafasan baru di bagian kepala untuk menggantikan tabung yang ada di bagian punggung. Apabila tidak ada tabung baru di kepala, dengan berubahnya bentuk dan posisi mahluk di air, maka apabila hanya ada tabung di punggung, jelas \"pupa\" nyamuk akan mati. Hal ini disebabkan karena posisinya yang demikian ini maka air akan masuk ke dalam tabung di punggungnya.\n\nSelama berlangsungnya masa \"pupa\", sekitar tiga sampai empat hari, larva nyamuk yang hidup dalam kepompong akan berpuasa. Dalam kepompong ini, bentuk larva berubah menjadi nyamuk dewasa seutuhnya, lengkap dengan sayap, dada, perut, kaki, antena, mata, dan seterusnya. Kemudian kepompong akan terpecah di bagian atas. Masa ini adalah masa yang sangat rentan bagi nyamuk. Syarat agar nyamuk dapat terbang adalah tidak boleh terkena air. Hanya bagian bawah kaki saja yang akan menyentuh air. Itulah sebabnya, kepompong yang terbuka di bagian atasnya akan dilapisi oleh cairan yang lengket, yang mencegah air masuk ke dalam kepompong. Setengah jam setelah keluar dari kepompong, nyamuk akan melakukan terbang perdananya.\n\nSaat jentik-jentik bermetamorfose menjadi nyamuk, mereka dilengkapi dengan seperangkat sistem yang canggih guna dapat hidup dan meneruskan keturunannya. Nyamuk dilengkapi dengan organ yang dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu, udara, kelembaban dan juga bau. Bahkan, nyamuk mempunyai kemampuan untuk \"melihat melalui perubahan suhu\" yang menolongnya saat mencari mangsanya, walaupun keadaan sangat gelap.\n\nTeknik nyamuk dalam \"mengisap darah\" ternyata merupakan seperangkat sistem yang sangat kompleks dan rumit. Untuk mengiris kulit mangsanya, digunakan enam \"pisau\" pengiris yang bekerja seperti gergaji. Pada saat proses pengirisan berlangsung, nyamuk menyiramkan suatu cairan ke luka yang dibuatnya. Cairan ini membuat bagian tubuh mangsa yang luka tersebut menjadi mati rasa, sekaligus mencegah darah membeku. Dengan demikian, mangsa tidak akan merasa terganggu, di samping proses pengisapan darah berjalan lancar.\n\nApabila salah satu saja organ tidak bekerja baik, maka nyamuk akan memperoleh kesulitan dalam memperoleh pakannya serta meneruskan dan mempertahankan jenisnya. Dengan rancangan tubuh yang demikian, walaupun \"hanya\" ada pada nyamuk yang kecil, ini merupakan bukti akan kerja penciptaan. Di dalam Al-Qur'an, nyamuk yang kecil ini dijadikan contoh untuk memperlihatkan kekuasaan Allah. Mereka yang beriman mengerti, sedangkan mereka yang kafir menyangkalnya. \n\nMenurut Ibnu 'Abbas, ayat ini diturunkan berhubungan dengan tuduhan orang Yahudi bahwa perumpamaan yang ada dalam Al-Qur'an itu tidak mempunyai nilai yang berarti, karena dalam perumpamaan itu disebut sesuatu yang tidak berarti bahkan termasuk binatang kecil lagi hina, seperti dzubab yang berarti lalat (al-hajj/22:73) dan ankabut yang berarti laba-laba (al-'Ankabut/29:41). Tetapi seandainya orang Yahudi itu mengetahui maksud perumpamaan itu, tentu mereka akan menyatakan bahwa perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam Al-Qur'an merupakan perumpamaan yang tepat dan benar seperti pada al-'Ankabut/29:41: \n\nPerumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui.\n\nPada ayat ini orang musyrik disamakan dengan laba-laba, iman mereka terhadap apa yang mereka sembah disamakan dengan sarang laba-laba yang rapuh yang mereka jadikan sebagai tempat berlindung dari segala bahaya. Padahal sedikit saja kena angin sarang itu akan rusak dan hancur. \n\nDalam membuat perumpamaan bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang kecil dan besar, hina dan murka, semua adalah makhluk ciptaan Allah. Yang penting ialah perumpamaan itu mencapai tujuannya. Dengan turunnya ayat ini, ternyata tuduhan orang Yahudi itu tidak mempunyai alasan yang kuat.\n\nAdapun orang-orang mukmin hati mereka telah dipenuhi taufik dan hidayah Allah dan mereka mengetahui bahwa perumpamaan-perumpamaan itu adalah dari Allah, tetapi orang-orang kafir mengingkarinya bahkan mereka tercengang mendengar perumpamaan-perumpamaan itu, orang-orang kafir dan munafik itu bertambah sombong dan ingkar karenanya.\n\nAllah menyesatkan orang-orang kafir dan munafik dengan membiarkan mereka memilih jalan kesesatan sesudah diterangkan kepada mereka jalan kebenaran. Oleh karena mereka ingkar dan tidak mau memahami dan memikirkan petunjuk-petunjuk Allah, mereka mengikuti jalan-jalan yang tidak diridai-Nya. Akibatnya mereka ditimpa azab yang pedih, karena kefasikan mereka.\n\nOrang-orang yang tidak menggunakan pikiran dan ilmu pengetahuan terhadap perumpamaan yang diberikan Allah swt, mereka menghadapinya dengan angkuh yang menyebabkan mereka bertambah sesat. Mereka tidak mendapat petunjuk dan menjadi sesat karena kefasikannya. Sebaliknya, orang-orang yang iman di dalam hatinya, mempergunakan akal dan pikirannya, akan mendapat petunjuk dari perumpamaan-perumpamaan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 34, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 1, "page": 5, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0646\u0642\u064f\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0648\u0635\u064e\u0644\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yanqudoona 'ahdal laahi mim ba'di meesaaqihee wa yaqt'oona maaa amaral laahu biheee ai yoosala wa yufsidoona fil ard; ulaaa'ika hum khaasirron" } }, "translation": { "en": "Who break the covenant of Allah after contracting it and sever that which Allah has ordered to be joined and cause corruption on earth. It is those who are the losers.", "id": "(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/34", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/34.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/34.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang fasik itu adalah orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah perjanjian itu diteguhkan, yaitu perjanjian dalam diri setiap manusia yang muncul secara fitrah dan didukung dengan akal dan petunjuk agama sebagaimana dijelaskan pada Surah al-A 'ra f/7: 172, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, seperti menyambung persaudaran dan hubungan kekerabatan, berkasih sayang, dan saling mengenal sesama manusia, dan berbuat kerusakan di bumi dengan perilaku tidak terpuji, menyulut konflik, mengobarkan api peperangan, merusak lingkungan, dan lainnya. Mereka itulah orangorang yang rugi karena telah menodai kesucian fitrah dan memutus hubungan dengan orang lain. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan kehinaan di dunia dan siksaan di akhirat.", "long": "Sifat-sifat orang fasik dan juga orang kafir yang tersebut pada ayat di atas, yaitu:\n\n1.Melanggar perjanjian dengan Allah sesudah perjanjian itu teguh;\n\n2.Memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya;\n\n3.Membuat kerusakan di muka bumi.\n\nOrang-orang yang merusak perjanjian Allah yaitu merusak perjanjian Allah dengan makhluk-Nya, bahwa seluruh makhluk-Nya akan beriman hanya kepada-Nya, kepada para malaikat, kepada para rasul, kepada kitab-kitab-Nya, kepada hari kemudian dan kepada adanya qada dan qadar Allah, mengikuti semua perintah dan menghentikan semua larangan-Nya. Untuk itu Allah swt menganugerahkan kepada manusia akal, pikiran, anggota badan dan sebagainya agar manusia selalu ingat akan janjinya itu. Tetapi orang-orang fasik tidak mau mengindahkannya sesuai dengan firman Allah:\n\n... Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (al-A'raf/7: 179)\n\n\"Dan mereka juga memutuskan apa yang telah diperintahkan Allah untuk menghubungkannya\" ialah segala macam pemutusan hubungan yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya, seperti memutuskan hubungan silaturrahim antara sesama kaum Muslimin (an-Nisa'/4: 1), membeda-bedakan para nabi dan rasul yaitu mengimani sebagiannya dan mengingkari sebagian yang lain (al-Baqarah/2: 285) dan sebagainya. Termasuk pula di dalam memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya ialah mengubah, menghapus atau menambah isi dari kitab-kitab Allah yang telah diturunkan kepada para rasul-Nya yang berakibat putusnya hubungan antara agama Allah yang dibawa para rasul. \n\nOrang-orang fasik membuat kerusakan di bumi, karena mereka itu tidak beriman, menghalang-halangi orang lain beriman, memperolok-olokkan yang hak, merusak akidah, merusak atau melenyapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk memakmurkan alam ini buat kemaslahatan manusia serta merusak lingkungan hidup. Mereka orang-orang yang rugi di dunia karena tindakan-tindakannya dan rugi di akhirat dengan mendapat kemarahan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 35, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 1, "page": 5, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kaifa takfuroona billaahi wa kuntum amwaatan fa ahyaakum summa yumeetukum summa yuhyeekum summaa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "How can you disbelieve in Allah when you were lifeless and He brought you to life; then He will cause you to die, then He will bring you [back] to life, and then to Him you will be returned.", "id": "Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/35", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/35.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/35.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh mengherankan perbuatan kamu itu, wahai orang-orang musyrik! Bagaimana kamu ingkar kepada Allah Yang Maha Esa dengan mempersekutukan-Nya, padahal bukti keesaan-Nya ada dalam diri kamu, yaitu kamu yang tadinya mati dan belum berupa apa-apa, lalu Dia menghidupkan kamu dari tiada, kemudian Dia mematikan kamu setelah tiba ajal yang ditetapkan untukmu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali pada hari Kebangkitan. Kemudian hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan untuk dimintai pertanggungjawaban dan mendapat balasan atas segala amal perbuatan.", "long": "Sebelum menjadi makhluk hidup, manusia adalah makhluk mati yang berasal dari tanah. Setelah manusia hidup Allah melanjutkan keturunannya dengan mempertemukan sperma laki-laki dan ovum perempuan di dalam rahim perempuan. Setelah melalui beberapa proses, kedua sel ini menjadi bentuk tertentu. Lalu Allah swt meniupkan roh ke dalamnya, sehingga ia menjadi ia manusia. Pada saat manusia lahir ke dunia, Allah menganugerahkan pendengaran, penglihatan, hati dan akal (as-Sajdah/32: 7-11), menjadikan makhluk yang paling sempurna bentuknya (at-Tin/95: 4), dan paling mulia di sisi-Nya (al-Isra'/17: 70). Allah menjadikan bumi ini untuk manusia untuk diambil manfaatnya, agar manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah, memberi rezeki untuk kelangsungan hidup dan kehidupannya sampai waktu yang ditentukan (Hud/11: 3). Kemudian malaikat maut mencabut nyawanya, sehingga dia menjadi mati kembali. Pada saatnya, Allah swt menghidupkannya kembali untuk meminta pertanggungjawabannya. Orang yang beriman dibalas dengan surga dan orang-orang kafir dimasukkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.\n\nAyat ini mengingatkan kepada orang yang beriman tentang beberapa hal:\n\n1.Allah Mahakuasa menghidupkan dan mematikan, kemudian membangkit-kannya kembali setelah mati. Hanya kepada-Nyalah semua makhluk kembali.\n\n2.Agar manusia jangan terlalu cenderung kepada dunia. Hidup yang sebenarnya ialah di akhirat nanti. Hidup di dunia merupakan hidup untuk mempersiapkan hidup yang lebih baik nanti.\n\n3.Allah-lah yang menentukan ukuran, dan batas waktu kehidupan makhluk, seperti kapan suatu makhluk harus ada, bagaimana keadaannya, kapan akhir adanya dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 36, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 1, "page": 5, "manzil": 1, "ruku": 4, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Huwal lazee khalaqa lakum maa fil ardi jamee'an summas tawaaa ilas samaaa'i fasaw waahunna sab'a samaa waat; wa Huwa bikulli shai'in Aleem" } }, "translation": { "en": "It is He who created for you all of that which is on the earth. Then He directed Himself to the heaven, [His being above all creation], and made them seven heavens, and He is Knowing of all things.", "id": "Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/36", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/36.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/36.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuhan yang patut untuk disembah dan ditaati itu Dialah Allah yang menciptakan dan memberikan karunia berupa segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatan-mu, kemudian bersamaan dengan penciptaan bumi dengan segala manfaatnya, kehendak Dia menuju ke penciptaan langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit yang sangat beraturan, baik yang tampak olehmu maupun yang tidak. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Ilmu Allah mencakup segala ciptaan-Nya.", "long": "Ayat ini menegaskan peringatan Allah swt yang tersebut pada ayat-ayat yang lalu yaitu Allah telah menganugerahkan karunia yang besar kepada manusia, menciptakan langit dan bumi untuk manusia, untuk diambil manfaatnya, sehingga manusia dapat menjaga kelangsungan hidupnya dan agar manusia berbakti kepada Allah penciptanya, kepada keluarga dan masyarakat.\n\nKalimat \"Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit\" memberi pengertian bahwa Allah menciptakan bumi dan segala isinya untuk manusia, Allah telah menciptakan langit lalu Allah menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:\n\nKemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, \"Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.\" Keduanya menjawab, \"Kami datang dengan patuh.\" (Fussilat/41: 11)\n\nJadi langit pertama yang diciptakan Allah sebelum menciptakan bumi waktu itu masih berupa asap tebal yang gemulung dan suhunya panas sekali. Keduanya yaitu langit dan bumi. Dipanggil maksudnya ditetapkan ketentuan dan proses pekerjaannya oleh Allah supaya bekerjasama secara sinergi dan mewujudkan alam yang harmonis.\n\nPada ayat 29 ini dijelaskan bahwa Allah menyempurnakan langit yang satu dan masih berupa asap itu menjadi tujuh langit. Angka tujuh dalam bahasa Arab dapat berarti enam tambah satu, bisa juga berarti banyak sekali lebih sekadar enam tambah satu. Jika kita mengambil arti yang pertama (enam tambah satu) maka berarti Allah menjadikan langit yang tadinya satu lapis menjadi tujuh lapis, atau Allah menjadikan benda langit yang tadinya hanya satu menjadi tujuh benda langit. Tiap-tiap benda langit ini beredar mengelilingi matahari menurut jalannya pada garis edar yang tetap sehingga tidak ada yang berbenturan. Tetapi matahari hanya berputar dan beredar pada garis porosnya saja karena matahari menjadi pusat dalam sistem tata surya ini. Sungguh Allah Mahakaya dan Mahabijaksana mengatur alam yang besar dan luas ini.\n\nDalam pemahaman astronomi, langit adalah seluruh ruang angkasa semesta, yang di dalamnya ada berbagai benda langit termasuk matahari, bumi, planet-planet, galaksi-galaksi, supercluster, dan sebagainya. \n\nHal ini dikemukakan oleh Allah di dalam Surah al-Mulk/67: 5, yang artinya:\n\n¦Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat (langit dunia) dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa Neraka yang menyala-nyala¦(al-Mulk/67: 5)\n\nJadi, langit yang berisi bintang-bintang itu memang disebut sebagai langit dunia. Itulah langit yang kita kenal selama ini. Dan itu pula yang dipelajari oleh para ahli astronomi selama ini, yang diduga diameternya sekitar 30 miliar tahun cahaya. Dan mengandung trilyunan benda langit dalam skala tak berhingga.\n\nNamun demikian, ternyata Allah menyebut langit yang demikian besar dan dahsyat itu baru sebagian dari langit dunia, dan mungkin langit pertama. Maka dimanakah letak langit kedua sampai ke tujuh?\n\nSejauh ini belum ada temuan ilmiah \"yang tidak dicari-cari\" mengenai hubungan antara angka tujuh dan \"langit\" yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal dengan alam semesta. Memang ada beberapa skala benda langit, misalnya pada satu tata-surya (solar system) ada \"matahari\" (bintang yang menjadi pusat tata-surya yang bersangkutan) dan ada planet beserta satelitnya. Milyaran tatasurya membentuk galaksi. Milyaran galaksi membentuk alam semesta. Ini baru enam, untuk menjadikannya tujuh, bisa saja ditambah dengan dimensi alam semesta, yaitu bahwa seluruh alam ini berisikan sejumlah alam semesta. Jadi ada tujuh dimensi dalam alam, dan ini mungkin yang dimaksud dengan langit yang tujuh lapis. Tetapi masalahnya adalah dalam perjalanan miraj Nabi Muhammad saw, beliau melalui lapis demi lapis dari langit itu secara serial, dari lapis pertama, ke lapis kedua dan seterusnya sampai lapis ketujuh dan akhirnya keluar alam makhluk menuju Sidratil-Muntaha. Jadi lapis demi lapis langit itu seperti kue lapis yang berurutan, dari dalam (lapisan pertama) sampai ke lapisan ketujuh. Kenyataan ini berbeda dengan temuan ilmiah. T. Djamaluddin, salah seorang astronom Indonesia, yang cenderung memahami \"tujuh langit\" sebagai benda-benda langit yang tak terhitung jumlahnya dan bukan berlapis-lapis. Dalam bahasa Arab, bilangan tujuh biasanya dipakai untuk menggambarkan jumlah yang sangat banyak.\n\nDi sisi lain tujuh langit, kemungkinan adalah tujuh lapisan-lapisan atmosfer yang dekat dengan bumi ini yaitu: (1) Troposphere (Troposfer), (2) Tropopause (Tropopaus), (3) Stratosphere (Stratosfer), (4) Stratopause (Stratopaus), (5) Mesosphere (Mesofer), (6) Mesopause (Mesopause), dan (7) Thermosphere (Termosfer). Pembagian ini berdasarkan temperatur (suhu) tiap-tiap lapis atmosfer dan jaraknya dari permukaan bumi. Lapisan-lapisan tersebut bersifat kokoh dalam pengertian menyeliputi dan melindungi bola bumi kita secara kokoh karena adanya gaya gravitasi bumi. (Lihat pula tafsir ilmiah Surah ar-Ra'd/13: 2, Surah an-Naba'/78: 12.) Dalam tafsir Surah ar-Ra'd/13: 2 dijelaskan pembagian lapisan atmosfer sedikit berbeda dengan yang dijelaskan di sini, dimana Ionosfer dan Eksosfer disatukan dalam Termosfer. Namun apabila pengertian tujuh langit dalam hal ini dikaitkan dengan Mi'raj Nabi Muhammad saw, nampaknya kurang tepat. \n\nTujuh langit mungkin pula dapat ditafsirkan sebagai Tujuh Dimensi Ruang-Waktu dalam Kaluza-Klein Theory (KKT). Dalam ilmu Fisika terdapat empat (4) Gaya Fundamental yang ada di jagad raya ini, yaitu Gaya Elektromagnetik, Gaya Nuklir Lemah, Gaya Nuklir Kuat, dan Gaya Gravitasi. Jika ke-empat Gaya ini terbentuk dari Ledakan Besar (Big Bang) dari suatu Singularity, maka mestinya ke-empat gaya ini dahulunya 'menyatu sebagai Satu Gaya Tunggal (Grand Unified Force), ini yang dikenal dalam Grand Unified Theory (GUT, Teori Ketersatuan Agung). KKT menjelaskan bahwa untuk dapat menerangkan ketersatuan gaya-gaya yang empat itu, maka adanya geometri ruang-waktu yang kita berada di dalamnya sekarang ini tidaklah cukup. Geometri ruang-waktu yang kita berada di dalamnya sekarang ini hanya mampu menjelaskan sedikit tentang gaya-gaya Elektromagnetik dan dalam beberapa hal Gaya Gravitasi. Untuk bisa menjelaskan keempat gaya tersebut, maka KKT menyatakan harus ada tujuh dimensi ruang-waktu (time-space dimensions) yang lain. Dengan demikian bersama empat dimensi yang sudah dikenal, yaitu: garis, bidang, ruang dan waktu; maka total dimensi ada sebelas dimensi (11 dimensi). Pernyataan ini berbasiskan pada perhitungan Matematika-Fisika. Berbasiskan pada KKT ini para scientists telah mampu pula menghitung 'garis tengah salah satu dimensi ruang-waktu itu, yaitu sebesar 10-32 cm, jadi dimensi itu sangat kecil sekali. Dengan demikian, tidaklah mungkin dengan instrument yang ada sekarang ini kita dapat menembus tujuh dimensi ruang-waktu yang lain itu. Kaluza-Klein Theory telah memberikan gambaran adanya Tujuh Dimensi Ruang-Waktu, yang kesemuanya ini akan mengokohkan geometri jagad-raya dengan empat gaya-gaya fundamentalnya. Mungkinkah tujuh langit tersebut adalah tujuh dimensi ruang-waktu menurut Kaluza-Klein Theory? Wallahu a'lam bis-sawab.\n\nPada akhir ayat Allah menyebutkan, \"Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu\", maksudnya bahwa alam semesta ini diatur dengan hukum-hukum Allah, baik benda itu kecil maupun besar, tampak atau tidak tampak. Semuanya diatur, dikuasai dan diketahui oleh Allah.\n\nAyat ini mengisyaratkan agar manusia menuntut ilmu untuk memikirkan segala macam ciptaan Allah, sehingga dapat menambah iman dan memurnikan ketaatannya kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 37, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 1, "page": 6, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0641\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0646\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0633\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala rabbuka lil malaaa'ikati innee jaa'ilun fil ardi khaleefatan qaalooo ataj'alu feehaa mai yufsidu feehaa wa yasfikud dimaaa'a wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqaddisu laka qaala inneee a'lamu maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when your Lord said to the angels, \"Indeed, I will make upon the earth a successive authority.\" They said, \"Will You place upon it one who causes corruption therein and sheds blood, while we declare Your praise and sanctify You?\" Allah said, \"Indeed, I know that which you do not know.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/37", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/37.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/37.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat-ayat terdahulu Allah menjelaskan adanya kelompok manusia yang ingkar atau kafir kepada-Nya, maka pada ayat ini Allah menjelaskan asal muasal manusia sehingga menjadi kafir, yaitu kejadian pada masa Nabi Adam. Dan ingatlah, wahai Rasul, satu kisah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah, yakni manusia yang akan menjadi pemimpin dan penguasa, di bumi\". Khalifah itu akan terus berganti dari satu generasi ke generasi sampai hari Kiamat nanti dalam rangka melestarikan bumi ini dan melaksanakan titah Allah yang berupa amanah atau tugas-tugas keagamaan.\r\nPara malaikat dengan serentak mengajukan pertanyaan kepada Allah, untuk mengetahui lebih jauh tentang maksud Allah. Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang memiliki kehendak atau ikhtiar dalam melakukan satu pekerjaan sehingga berpotensi merusak dan menumpahkan darah di sana dengan saling membunuh,\"sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Malaikat menganggap bahwa diri merekalah yang patut untuk menjadi khalifah karena mereka adalah hamba Allah yang sangat patuh, selalu bertasbih, memuji Allah, dan menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya. Menanggapi pertanyaan malaikat tersebut, Allah berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui\".\r\nPenciptaan manusia adalah rencana besar Allah di dunia ini. Allah Mahatahu bahwa pada diri manusia terdapat hal-hal negatif sebagaimana yang dikhawatirkan oleh malaikat, tetapi aspek positifnya jauh lebih banyak. Dari sini bisa diambil pelajaran bahwa sebuah rencana besar yang mempunyai kemaslahatan yang besar jangan sam-pai gagal hanya karena kekhawatiran adanya unsur negatif yang lebih kecil pada rencana besar tersebut.\r\ni", "long": "Ketika Allah swt memberitahukan kepada para malaikat-Nya ) bahwa Dia akan menjadikan Adam a.s. sebagai khalifah ) di bumi, maka para malaikat itu bertanya, mengapa Adam yang akan diangkat menjadi khalifah di bumi, padahal Adam dan keturunannya kelak akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi. Para malaikat menganggap bahwa diri mereka lebih patut memangku jabatan itu, sebab mereka makhluk yang selalu bertasbih, memuji dan menyucikan Allah swt.\n\nAllah swt tidak membenarkan anggapan mereka itu, dan Dia menjawab bahwa Dia mengetahui yang tidak diketahui oleh para malaikat. Segala yang akan dilakukan Allah swt adalah berdasarkan pengetahuan dan hikmah-Nya yang Mahatinggi walaupun tak dapat diketahui oleh mereka, termasuk pengangkatan Adam a.s. menjadi khalifah di bumi.\n\nYang dimaksud dengan kekhalifahan Adam a.s. di bumi adalah kedudukannya sebagai khalifah di bumi ini, untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan memakmurkan bumi serta memanfaatkan segala apa yang ada padanya. Pengertian ini dapat dikuatkan dengan firman Allah:\n\n\"¦.Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi ¦\" (sad/38: 26)\n\nSebagaimana kita ketahui Daud a.s. di samping menjadi nabi juga menjadi raja bagi kaumnya. Ayat ini merupakan dalil tentang wajibnya kaum Muslimin memilih dan mengangkat seorang pimpinan tertinggi sebagai tokoh pemersatu antara seluruh kaum Muslimin yang dapat memimpin umat untuk melaksanakan hukum-hukum Allah di bumi ini.\n\nPara ulama telah menyebutkan syarat-syarat yang harus dimiliki oleh tokoh pimpinan yang dimaksudkan itu, antara lain ialah: adil serta berpengetahuan yang memungkinkannya untuk bertindak sebagai hakim dan mujtahid, tidak mempunyai cacat jasmaniah, serta berpengalaman cukup, dan tidak pilih kasih dalam menjalankan hukum-hukum Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 38, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 1, "page": 6, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0628\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'allama Aadamal asmaaa'a kullahaa summa 'aradahum 'alal malaaa'ikati faqaala ambi'oonee bias maaa'i haaa'ulaaa'i in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And He taught Adam the names - all of them. Then He showed them to the angels and said, \"Inform Me of the names of these, if you are truthful.\"", "id": "Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/38", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/38.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/38.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu sisi keutamaan manusia dijelaskan pada ayat ini. Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama semuanya, yaitu nama bendabenda dan kegunaannya yang akan bisa membuat bumi ini menjadi layak huni bagi penghuninya dan akan menjadi ramai. Benda-benda tersebut seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda lainnya. Kemudian Dia perlihatkan benda-benda tersebut kepada para malaikat dan meminta mereka untuk menyebutkan namanya seraya berfirman, \"Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kamu yang benar!\" Allah ingin menampakkan kepada malaikat akan kepatutan Nabi Adam untuk menjadi khalifah di bumi ini", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt mengajarkan kepada Adam a.s. nama-nama, tugas dan fungsinya seperti Nabi dan Rasul, tugas dan fungsinya sebagai pemimpin umat. Manusia memang makhluk yang dapat dididik (educable), bahkan harus dididik (educandus), karena ketika baru lahir bayi manusia tidak dapat berbuat apa-apa, anggota badan dan otak serta akalnya masih lemah. Tetapi setelah melalui proses pendidikan bayi manusia yang tidak dapat berbuat apa-apa itu kemudian berkembang dan melalui pendidikan yang baik apa saja dapat dilakukan manusia.\n\nAdam sebagai manusia pertama dan belum ada manusia lain yang mendidiknya, maka Allah secara langsung mendidik dan mengajarinya. Apalagi Adam dipersiapkan untuk menjadi khalifah yaitu pemimpin di bumi. Tetapi cara Allah mendidik dan mengajar Adam tidak seperti manusia yang mengajar sesamanya, melainkan dengan mengajar secara langsung dan memberikan potensi kepadanya yang dapat berkembang berupa daya pikirnya sehingga memungkinkan untuk mengetahui semua nama yang di hadapannya.\n\nSetelah nama-nama itu diajarkan-Nya kepada Adam, maka Allah memperlihatkan benda-benda itu kepada para malaikat dan diperintahkan-Nya agar mereka menyebutkan nama-nama benda tersebut yang telah diajarkan kepada Adam dan ternyata mereka tidak dapat menyebutkannya. Hal ini untuk memperlihatkan keterbatasan pengetahuan para malaikat itu dan agar mereka mengetahui keunggulan Adam sebagai manusia terhadap mereka, dan agar mereka mengetahui ketinggian hikmah Allah dalam memilih manusia sebagai khalifah. Hal ini juga menunjukkan bahwa jabatan khalifah yaitu mengatur segala sesuatu dan menegakkan kebenaran dan keadilan di muka bumi ini memerlukan pengetahuan yang banyak dan kemampuan serta daya pikir yang kuat." } } }, { "number": { "inQuran": 39, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 1, "page": 6, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaaloo subhaanaka laa 'ilma lanaaa illaa maa 'allamtanaaa innaka antal'aleemul hakeem" } }, "translation": { "en": "They said, \"Exalted are You; we have no knowledge except what You have taught us. Indeed, it is You who is the Knowing, the Wise.\"", "id": "Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/39", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/39.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/39.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, para malaikat, tidak sanggup menyebutkan nama bendabenda tersebut dan menjawab, \"Mahasuci Engkau dari segala kekurangan, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana\". Jawaban malaikat ini adalah jawaban yang penuh santun. Pertama, malaikat mengemukakan ketidakmampuan mereka untuk menyebutkan nama-nama benda itu dengan ungkapan yang menunjukkan kemahasucian Allah. Kedua, malaikat merasa bahwa pengetahuan mereka sangatlah sedikit. Pengetahuan mereka adalah pemberian dari Allah semata. Ketiga, malaikat memuji Allah dengan dua sifat yaitu Yang Maha Mengetahui segala sesuatu dan Mahabijaksana dalam semua kebijakan dan seluruh pekerjaan-Nya, termasuk pemilihan Nabi Adam, manusia, sebagai khalifah.", "long": "Setelah para malaikat menyadari kurangnya ilmu pengetahuan mereka, karena tidak dapat menyebutkan sifat makhluk-makhluk yang ada di hadapan mereka, maka mereka mengakui terus terang kelemahan diri mereka dan berkata kepada Allah bahwa Dia Mahasuci dari segala sifat-sifat kekurangan, yang tidak layak bagi-Nya, dan mereka menyatakan tobat kepada-Nya. Mereka pun yakin bahwa segala apa yang dilakukan Allah tentulah berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya yang Mahatinggi dan Mahasempurna, termasuk masalah pengangkatan Adam menjadi khalifah. Mereka mengetahui bahwa ilmu pengetahuan mereka hanyalah terbatas kepada apa yang diajarkan-Nya kepada mereka. Dengan demikian lenyaplah keragu-raguan mereka tentang hikmah Allah dalam pengangkatan Adam menjadi khalifah di bumi.\n\nDari pengakuan para malaikat ini, dapatlah dipahami bahwa pertanyaan yang mereka ajukan semula \"mengapa Allah mengangkat Adam a.s. sebagai khalifah,\" bukanlah merupakan suatu sanggahan dari mereka terhadap kehendak Allah, melainkan hanyalah sekadar pertanyaan meminta penjelasan. Setelah penjelasan itu diberikan, mereka mengakui kelemahan mereka, maka dengan rendah hati dan penuh ketaatan mereka mematuhi kehendak Allah, terutama dalam pengangkatan Adam a.s., menjadi khalifah. Mereka memuji Allah swt, karena Dia telah memberikan ilmu pengetahuan kepada mereka sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka. Selanjutnya, mereka mengakui pula dengan penuh keyakinan, dan menyerah kepada ilmu Allah yang Mahaluas dan hikmah-Nya yang Mahatinggi. Lalu mereka menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.\n\nHal ini mengandung suatu pelajaran bahwa manusia yang telah dikaruniai ilmu pengetahuan yang lebih banyak dari yang diberikan kepada para malaikat dan makhluk-makhluk lainnya, hendaklah selalu mensyukuri nikmat tersebut, serta tidak menjadi sombong dan angkuh karena ilmu pengetahuan yang dimilikinya, serta kekuatan dan daya pikirannya. Sebab, betapapun tingginya ilmu pengetahuan dan teknologi manusia pada zaman kita sekarang ini, namun masih banyak rahasia-rahasia alam ciptaan Allah yang belum dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan manusia, misalnya ialah hakikat roh yang ada pada diri manusia sendiri. Allah telah memperingatkan bahwa ilmu pengetahuan yang dikaruniakan kepada manusia hanya sedikit sekali dibandingkan ilmu Allah dan hakikat-Nya.\n\n\"¦dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit.\" (a1-Isra'/17: 85)\n\nSelama manusia tetap menyadari kekurangan ilmu pengetahuannya, tentu dia tidak akan menjadi sombong dan angkuh, dan niscaya dia tidak akan segan mengakui kekurangan pengetahuannya tentang sesuatu apabila dia benar-benar belum mengetahuinya, dan dia tidak akan merasa malu mempelajarinya kepada yang mengetahui. Sebaliknya, apabila dia mempunyai pengetahuan tentang sesuatu yang berfaedah, maka ilmunya itu tidak akan disembunyikannya, melainkan diajarkan dan dikembangkannya kepada orang lain, agar mereka pun dapat mengambil manfaatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 40, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 1, "page": 6, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0646\u0628\u0650\u0626\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0623\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaaa Aadamu ambi' hum biasmaaa'ihimfalammaaa amba ahum bi asmaaa'ihim qaala alam aqul lakum inneee a'lamu ghaibas samaawaati wal ardi wa a'lamu maa tubdoona wa maa kuntum taktumoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"O Adam, inform them of their names.\" And when he had informed them of their names, He said, \"Did I not tell you that I know the unseen [aspects] of the heavens and the earth? And I know what you reveal and what you have concealed.\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!” Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, “Bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/40", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/40.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/40.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah memberikan kesempatan kepada Nabi Adam untuk menyebutkan nama benda-benda yang telah Allah ajarkan kepadanya. Dia berfirman, \"Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!\" Lalu Nabi Adam pun menyebutkan nama benda-benda itu dengan segala macam kegunaan dan manfaatnya. Pada saat itulah malaikat memahami bahwa manusialah yang pantas untuk menjadi khalifah di bumi ini. Setelah dia, Nabi Adam, menyebutkan nama-nama benda-benda tersebut dan apa manfaat dan kegunaan-nya, Allah berkata secara lebih tegas lagi tentang kebenaran rencana besar-Nya dan berfirman dengan nada pertanyaan,\" Bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?\" Allah memberi dua alasan tentang penunjukan Nabi Adam menjadi khalifah. Pertama, bahwa Dia mengetahui rahasia di jagat raya yaitu semua yang ada di langit dan bumi. Kedua, bahwa Allah mengetahui apa yang dipendam dalam diri malaikat dan juga hati manusia. Jika demikian, maka gagasan Allah untuk menjadikan manusia sebagai khalifah pasti mempunyai banyak hikmah.", "long": "Setelah para malaikat ternyata tidak tahu dan tidak dapat menyebutkan nama benda-benda yang diperlihatkan Allah kepada mereka, maka Allah memerintahkan kepada Adam a.s. untuk memberitahukan nama-nama tersebut kepada mereka. Adam melaksanakan perintah itu lalu diberitahukannya nama-nama tersebut kepada mereka.\n\nKemudian, setelah Adam a.s. selesai memberitahukan nama-nama tersebut kepada malaikat, dan diterangkannya pula sifat-sifat dan keistimewaan masing-masing makhluk itu, maka Allah berfirman kepada para malaikat bahwa Dia pernah mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya Dia mengetahui pula apa-apa yang mereka nyatakan dengan ucapan-ucapan mereka dan pikiran-pikiran yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Dia menciptakan sesuatu tidaklah dengan sia-sia, melainkan berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya.\n\nDalam masalah pengangkatan Adam a.s. sebagai khalifah di bumi terkandung suatu makna yang tinggi dari hikmah Ilahi yang tak diketahui oleh para malaikat. Mereka tidak dapat mengetahui rahasia-rahasia alam, serta ciri khas yang ada pada masing-masing makhluk, sebab para malaikat sangat berbeda keadaannya dengan manusia. Mereka tidak mempunyai kebutuhan apa-apa, seperti sandang, pangan dan harta benda. Maka seandainya malaikat yang dijadikan penghuni dan penguasa di bumi ini, niscaya tak akan ada sawah dan ladang, tak akan ada pabrik dan tambang-tambang, tak akan ada gedung-gedung yang tinggi menjulang. Juga tidak akan lahir bermacam-macam ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang telah dicapai umat manusia sampai sekarang ini, yang hampir tak terhitung jumlahnya.\n\nDengan kekuatan akalnya, manusia dapat memiliki pengetahuan dan kemampuan yang terus berkembang serta dapat melakukan hal-hal yang hampir tak terhitung jumlahnya. Dengan kekuatan itu, manusia dapat menemukan hal-hal baru yang belum ada sebelumnya. Dia dapat mengolah tanah yang gersang menjadi tanah yang subur. Dengan bahan-bahan yang tersedia di bumi ini manusia dapat membuat variasi-variasi baru yang belum pernah ada. Pengawinan antara kuda dengan keledai, melahirkan hewan jenis baru yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu hewan yang disebut \"bagal\". Dengan mengawinkan atau menyilangkan tumbuh-tumbuhan yang berbunga putih dengan yang berbunga merah, maka lahirlah tumbuh-tumbuhan jenis baru, yang berbunga merah putih. Pengolahan logam menjadi barang-barang perhiasan yang beraneka ragam dan alat-alat keperluan hidup sehari-hari dan pengolahan bermacam-macam tumbuh-tumbuhan menjadi bahan pakaian dan makanan untuk kesejahteraan mereka. Pada zaman sekarang ini dapat disaksikan berjuta-juta macam benda hasil penemuan manusia, baik yang kecil maupun yang besar, sebagai hasil kekuatan akalnya.\n\nAdapun para malaikat, mereka tidak mempunyai hawa nafsu yang akan mendorong mereka untuk bekerja mengolah benda-benda alam ini dan memanfaatkannya untuk kepentingan hidup mereka. Oleh karena itu, apabila mereka yang telah dikaruniai kekuatan akal serta bakat-bakat dan kemampuan yang demikian diangkat menjadi khalifah di bumi, maka hal ini adalah wajar, dan menunjukkan pula kesempurnaan ilmu dan ketinggian hikmah Allah swt dalam mengatur makhluk-Nya.\n\nRangkaian ayat di atas menegaskan bahwa tugas manusia di muka bumi adalah menjadi khalifah. Ketika mengetahui maksud Allah hendak menjadikan khalifah di muka bumi para malaikat bertanya-tanya mengapa Allah hendak menjadikan manusia sebagai khalifah, padahal mereka banyak berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah? Allah menjawab bahwa Dia mengetahui apa yang tidak diketahui oleh para malaikat.\n\nTernyata yang menjadikan manusia patut mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi adalah karena karunia yang Allah berikan kepada manusia berupa kemampuan untuk mengetahui nama-nama benda seluruhnya serta mengingatnya dan menjelaskannya, sementara para malaikat tidak memiliki kemampuan seperti ini.\n\nJika ditelaah lebih dalam, kemampuan untuk mengidentifikasi dan memberikan nama pada hakekatnya adalah kemampuan dasar yang sangat diperlukan manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Kegiatan analisis dan sintesis untuk menghasilkan ilmu pengetahuan tidak mungkin dapat dilakukan tanpa kemampuan untuk mengidentifikasi dan memberi nama. Oleh karena itu, bab atau topik yang menjadi bahasan awal ilmu mantik dan filsafat ilmu pengetahuan adalah tentang \"nama\", tentang hakekat nama dan kaitan antara nama dengan konsep yang dirujuk olehnya. Kemampuan memberi nama, baik yang konkrit maupun yang abstrak pada hakekatnya adalah kemampuan untuk membuat konsep yang pada gilirannya memfasilitasi kemampuan untuk melihat keterkaitan antar berbagai konsep serta mensintesis berbagai konsep menjadi konsep baru. Proses ini terjadi terus menerus dan dengan cara demikian ilmu pengetahuan terus terakumulasi dan berkembang. \n\nSangat sulit untuk membayangkan terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan jika manusia tidak memiliki kemampuan memberi nama atau membangun konsep.\n\nJika kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan menjadikan manusia pantas untuk mengemban tugas khalifah di muka bumi, maka dapat dimengerti jika Allah swt memberikan derajat yang tinggi kepada manusia yang berilmu. Allah berfirman yang artinya: \n\n¦ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (al-Mujadalah/58: 11)\n\nLebih jauh, lihat pula Surah al-hijr/15: 26, 28 dan 33 yang terkait dengan penciptaan manusia, yang artinya : \n\nDan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (al-hijr/15: 26)\n\nDan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk\". (al-hijr/15: 28)\n\nIa (Iblis) berkata, \"Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk\". ( al-hijr/15: 33)\n\nPertanyaannya adalah mengapa Adam mampu menjelaskan nama-nama benda-benda itu, sedangkan Malaikat tidak mampu? Dalam beberapa surah, termasuk Surah al-hijr di atas, Allah swt menjelaskan bahwa manusia dibuat dari tanah. Tanah mengandung banyak atom-atom atau unsur-unsur metal (logam) maupun metalloid (seperti-logam) yang sangat diperlukan sebagai katalis dalam proses reaksi kimiawi maupun biokimiawi untuk membentuk molekul-molekul organik yang lebih kompleks. Contoh-contoh unsur-unsur yang ada di tanah itu antara lain, besi (Fe), tembaga (Cu), kobalt (Co), mangan (Mn) dll. Juga dengan adanya unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), fosfor (P) dan oksigen (O), maka unsur-unsur metal maupun metalloid diatas mampu menjadi katalis dalam proses reaksi biokimiawi untuk membentuk molekul yang lebih kompleks seperti ureum, asam amino atau bahkan nukleotida. Molekul-molekul ini dikenal sebagai molekul organik, pendukung suatu proses kehidupan. Otak manusia, yang merupakan organ penting untuk menerima informasi, kemudian menyimpannya, serta mengeluarkannya kembali; terbuat dari unsur-unsur kimiawi diatas, yang tersusun menjadi makro-molekul dan jaringan otak. Instrumen penyimpan informasi lainnya yang dipunyai oleh manusia adalah senyawa kimia yang dikenal sebagai DNA atau desoxyribonucleic acid: asam desoksi ribonukleat. Baik jaringan otak manusia maupun molekul-molekul DNA terdiri dari unsur-unsur utama C,H,O, N dan P. \n\nProf. Carl Sagan dari Princeton University, AS dalam bukunya The Dragon of Eden memberikan gambaran bahwa manusia memang unggul bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain ciptaan Allah swt.. Salah satu keunggulannya adalah manusia dilengkapi dengan sistem penyimpan informasi/memori. Sistem penyimpan informasi pada manusia ada dua macam, yaitu: (1) Jaringan Otak, yang menyimpan informasi apapun yang dapat direkam olehnya. Otak manusia mempunyai kemampuan untuk menyimpan informasi sebanyak 1013 bits atau 107 Gbits. Penyimpan informasi yang ke (2). DNA-Kromosomal, yaitu molekul DNA yang ada di kromosom, yang menyimpan informasi genetik manusia. Informasi ini akan dialihkan atau diturunkan kepada keturunannya. DNA-kromosomal manusia mampu menyimpan memori sebanyak 2x1010 bits atau sekitar 2x104 Gbits. Kapasitas menyimpan informasi DNA-kromosomal manusia ini sebanding dengan buku setebal 2.000.000 halaman, atau sebanding dengan 4000 jilid buku @ 500 halaman. Kedua penyimpan memori yang canggih ini terbuat dari unsur-unsur yang ada di tanah, subhanallah. Inilah jawabannya, mengapa Adam mampu menangkap dan mengerti semua yang diajarkan Allah swt, berupa nama-nama benda-benda; serta mengungkapkannya kembali dengan benar; karena manusia Adam dilengkapi dangan instrumen penyimpan dan pengekspresi kembali memory: jaringan Otak dan DNA yang terdiri dari unsur-unsur tanah itu; sedangkan malaikat tidak demikian halnya. Iblis menyombongkan diri, karena kebodohannya dalam memahami ciptaan Allah swt, dengan melecehkan unsur tanah." } } }, { "number": { "inQuran": 41, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 1, "page": 6, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qulnaa lilmalaaa'i katis judoo liAadama fasajadooo illaaa Ibleesa abaa wastakbara wa kaana minal kaafireen" } }, "translation": { "en": "And [mention] when We said to the angels, \"Prostrate before Adam\"; so they prostrated, except for Iblees. He refused and was arrogant and became of the disbelievers.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/41", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/41.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/41.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai bentuk pengakuan malaikat akan keunggulan manusia atas mereka yang dinyatakan Allah pada ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud hormat kepada Nabi Adam. Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, \"Sujudlah kamu, yakni hormatlah, kepada Adam dengan menundukkan kepala atau badan, bukan sujud ibadah!\" Mendengar perintah Allah ini, maka mereka, para malaikat, pun sujud, kecuali Iblis. Iblis adalah makhluk dari jenis jin yang terbuat dari api. Iblis merasa dirinya lebih terhormat daripada Nabi Adam karena dia diciptakan dari api yang salah satu sifatnya adalah panas, membakar, dan membara. Sementara, Nabi Adam diciptakan dari tanah liat, yang kelihatan diam dan tidak bergerak. Ia, Iblis, menolak bersujud kepada Nabi Adam dan menyombongkan diri karena merasa dirinya lebih terhormat, dan, atas tindakannya ini, ia termasuk golongan yang kafir, yaitu makhluk yang menutup diri dari menerima kebenaran, ingkar terhadap kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepadanya, dan ingkar terhadap hikmah yang terkandung di balik titah Allah.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah memerintahkan kepada para malaikat agar mereka bersujud atau memberi hormat kepada Adam a.s. Maka malaikat menaati perintah itu, kecuali Iblis, artinya setelah Adam a.s. selesai memberitahukan nama makhluk-makhluk itu kepada para malaikat, Allah memerintahkan kepada mereka bersujud atau memberi hormat kepada Adam a.s. Maka sujudlah malaikat kepada Adam a.s. Perintah itu bukanlah sujud untuk beribadah kepadanya, melainkan sujud sebagai penghormatan semata-mata, dan sebagai pengakuan mereka terhadap kelebihan dan keistimewaan yang ada padanya. \n\nDalam agama Islam, sujud ibadah hanya diperbolehkan kepada Allah swt semata. Pada hakikatnya, sujud kepada Allah ada dua macam. Pertama, sujud manusia kepada Allah dalam beribadah, yaitu sujud salat, sujud tilawah dan sujud syukur menurut cara-cara yang telah ditentukan dalam ajaran syariat. Kedua, sujud semua makhluk kepada Allah dengan arti tunduk dan patuh kepada-Nya. Arti yang asli dari kata-kata \"sujud\" adalah \"tunduk dan patuh\".\n\nDan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). (ar-Rahman/55: 6)\n\nDan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa ¦ (ar-Ra'd/13: 15)\n\nSujud para malaikat kepada Adam a.s. sebagai penghormatan dan pernyataan tunduk kepadanya, bukan untuk beribadah. Perintah Allah swt kepada mereka untuk sujud kepada Adam menunjukkan kelebihan Adam dari mereka, sehingga ia benar-benar lebih berhak dijadikan khalifah di bumi. Mengenai asal usul kejadian Adam, malaikat dan Iblis, disebutkan bahwa Adam a.s. diciptakan Allah dari tanah dan malaikat diciptakan dari cahaya (nur), ) sedang jin, Iblis dan setan diciptakan dari api (nar).\n\nIblis dan setan selalu membisikkan kepada manusia hal-hal yang tidak benar untuk menggoda dan menyesatkannya dari jalan yang lurus. Bahkan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama telah digoda untuk melanggar larangan Allah swt.\n\nIblis bukanlah termasuk jenis malaikat, melainkan suatu makhluk dari bangsa jin. Iblis itu pada mulanya pernah berada dalam kalangan malaikat, bergaul dengan mereka dan mempunyai sifat-sifat seperti mereka pula, walaupun asal kejadiannya berbeda dari asal kejadian malaikat. Buktinya ialah firman Allah swt pada akhir ayat tersebut yang menerangkan bahwa ketika Allah swt memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam a.s., maka mereka semuanya patuh, kecuali Iblis. Jadi teranglah bahwa Iblis itu bukanlah dari kalangan malaikat, sebab malaikat selalu patuh dan taat kepada perintah Allah dan tidak pernah membangkang. Arti harfiah \"iblis\" yaitu \"putus asa\", \"membangkang\", \"diam\", atau \"menyesal\".\n\nDalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, \"Sujudlah kamu kepada Adam!\" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya¦(al-Kahf/18: 50)\n\nIblis, sama halnya dengan jin dan setan, diciptakan Allah dari api. Iblis menganggap bahwa api lebih mulia daripada tanah. Sebab itu ia memandang dirinya lebih mulia daripada Adam, sebab Adam diciptakan Allah dari tanah. Itulah sebabnya Iblis menolak bersujud kepada Adam.\n\nAda pendapat lain yang mengatakan bahwa Iblis itu termasuk jenis malaikat juga, sebab perintah Allah kepada malaikat agar bersujud kepada Adam a.s. adalah ditujukan kepada semua malaikat. Lalu disebutkan, bahwa para malaikat itu semua bersujud kepada Adam a.s., kecuali Iblis. Memang benar, bahwa sifat yang asli dari para malaikat adalah patuh dan taat kepada Allah swt. Namun demikian tidaklah mustahil bahwa sebagian atau salah satu dari mereka ada yang bersifat durhaka, sebagai sifat yang datang kemudian. Itulah Iblis.\n\nDalam ayat lain disebutkan bahwa Allah menanyakan kepada Iblis apa alasannya untuk tidak bersujud kepada Adam. Allah berfirman:\n\n(Allah) berfirman, \"Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?\" (sad/38:75)\n\nAllah menceritakan jawaban Iblis:\n\n(Iblis) berkata, \"Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.\" (sad/38:76)\n\nIblis enggan mematuhi perintah Allah yang menyuruh sujud kepada Adam, dan ia bersikap angkuh karena ia merasa dirinya lebih mulia dan lebih berhak dari Adam untuk dijadikan khalifah. Karena Iblis menolak perintah Allah berdasarkan anggapannya itu, maka ia termasuk makhluk yang kafir kepada Allah. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa Iblis adalah makhluk yang pertama-tama mengingkari perintah Allah. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Iblis merupakan asal dari semua jin, sebagaimana Adam asal dari semua manusia. Jin itu mempunyai keturunan. Mereka penghuni bumi sebelum Adam diciptakan Allah dan mereka telah berbuat kerusakan di bumi. Itulah sebabnya, ketika Allah memberitahukan kepada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan Adam sebagai khalifah di bumi, para malaikat berkata, \"Apakah Engkau akan menjadikan khalifah di bumi orang-orang yang suka berbuat kerusakan dan suka menumpahkan darah? Jadi malaikat mengira bahwa manusia pun akan berbuat seperti jin ketika mereka berkuasa di bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 42, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 1, "page": 6, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064f \u0627\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u063a\u064e\u062f\u064b\u0627 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qulnaa yaaa Aadamus kun anta wa zawjukal jannata wa kulaa minhaa raghadan haisu shi'tumaa wa laa taqabaa haazihish shajarata fatakoonaa minaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And We said, \"O Adam, dwell, you and your wife, in Paradise and eat therefrom in [ease and] abundance from wherever you will. But do not approach this tree, lest you be among the wrongdoers.\"", "id": "Dan Kami berfirman, “Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/42", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/42.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/42.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah persoalan dengan malaikat selesai dengan sujudnya malaikat kepada Nabi Adam, dan persoalan dengan Iblis juga selesai dengan menolaknya Iblis untuk sujud kepada Nabi Adam, maka pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Adam dan istrinya, Hawa, untuk menghuni surga sebagai penghormatan kepadanya. Inilah bentuk lain dari anugerah dan kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia di samping menjadi khalifah dan sujudnya malaikat kepadanya. \"Dan Kami berfirman, Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga\", yakni surga yang dijanjikan Allah bagi orang mukmin di akhirat kelak, atau bisa juga berarti suatu taman. Allah melanjutkan firman-Nya, \"Dan makanlah dengan nikmat berbagai makanan yang ada di sana sesukamu secara bebas, di mana saja, dan kapan saja\". Tetapi, Allah mengingatkan mereka agar jangan memakan satu buah tertentu, bahkan melarang mereka mendekati tanaman tersebut, karena mendekatinya dapat menggoda mereka untuk memetiknya.\" Janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim,\" karena melanggar aturan Allah.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah memerintahkan Adam a.s. dan istrinya untuk menempati surga yang telah disediakan untuk mereka. Mengenai surga yang disebutkan dalam ayat ini, sebagian besar mufasir, mengatakan bahwa surga yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah surga di langit yang dijanjikan Allah sebagai balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Menurut mufasir lain, surga yang tersebut dalam ayat itu adalah suatu taman, tempat Adam dan istrinya berdiam dan diberi kenikmatan hidup yang cukup.\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa Adam a.s. dan istrinya dibolehkan menikmati makanan apa saja dan di mana saja dalam surga tersebut dengan aman dan leluasa, hanya saja Allah swt melarang mereka mendekati dan memakan buah pohon tertentu yang hanya merupakan salah satu pohon saja di antara banyak pohon yang ada dalam surga itu. Setan menamakan pohon tersebut pohon keabadian, karena menurutnya, jika Adam a.s. dan istrinya memakan buah pohon itu maka mereka akan dapat kekal selama-lamanya dalam surga. Padahal yang sebenarnya adalah sebaliknya, yaitu apabila ia dan istrinya memakan buah pohon itu maka mereka akan dikeluarkan dari surga, karena hal itu merupakan pelanggaran terhadap larangan Allah swt. Jika mereka melanggar larangan itu, maka mereka termasuk golongan orang zalim terhadap diri mereka, dan akan menerima hukuman dari Allah swt yang akan mengakibatkan mereka kehilangan kehormatan dan kebahagiaan yang telah mereka peroleh.\n\nDalam ayat ini Allah swt tidak menjelaskan hakikat dari pohon tersebut. Seseorang tak akan dapat menentukannya tanpa ada dalil yang pasti. Lagi pula, maksud utama dari kisah ini sudah tercapai tanpa memberikan keterangan tentang hakikat pohon tersebut. Tetapi dapat dikatakan bahwa larangan Allah swt, kepada Adam a.s. dan istrinya untuk mendekati pohon itu dan memakan buahnya, tentulah berdasarkan suatu hikmah daripada-Nya, yaitu merupakan suatu ujian dari Allah swt terhadap Adam a.s. dan istrinya." } } }, { "number": { "inQuran": 43, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 1, "page": 6, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0632\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0647\u0652\u0628\u0650\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fa azallahumash Shaitaanu 'anhaa fa akhrajahumaa mimmaa kaanaa fee wa qulnah bitoo ba'dukum liba'din 'aduwwunw wa lakum fil ardi mustaqarrunw wa mataa'un ilaa heen" } }, "translation": { "en": "But Satan caused them to slip out of it and removed them from that [condition] in which they had been. And We said, \"Go down, [all of you], as enemies to one another, and you will have upon the earth a place of settlement and provision for a time.\"", "id": "Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/43", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/43.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/43.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu setan memperdayakan keduanya dengan berbagai macam cara agar mereka keluar dari dalam surga sehingga keduanya benar-benar dikeluarkan dari segala kenikmatan ketika keduanya di sana, yakni di dalam surga. Sebagai manusia yang tercipta dari tanah liat (materi), Nabi Adam mempunyai titik lemah yaitu keinginan untuk tetap abadi di dalam surga, karena surga adalah gudangnya materi. Adanya materi berarti keabadian. Setelah Nabi Adam dan Hawa memakan buah larangan tersebut, keduanya mendapatkan sanksi berupa terlucutinya pakaian mereka sehingga mereka berdua mencari penutup auratnya dengan daun-daun pepohonan surga. Di samping itu, Allah memerintahkan mereka untuk turun ke dunia. Dan Kami berfirman, \"Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, yakni antara manusia (Nabi Adam) dengan setan, atau bisa juga antarsesama manusia. Dan bagi kamu, manusia dan setan, ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan, yakni hari Kiamat.\"\r\nSelanjutnya Nabi Adam dan Hawa dipersilakan Allah untuk hidup menetap di dunia, memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di bumi, baik berupa makanan, minuman, tempat tinggal, flora, fauna, dan lain-lainnya, sampai pada masa yang ditentukan, yaitu pada saat kematiannya yang tidak tahu kapan hal itu datang. Inilah babak baru bagi Adam dalam menjalani misi kekhalifahannya di bumi.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan, bahwa setan telah menggoda Adam a.s. dan istrinya sehingga akhirnya mereka tergoda dan melanggar larangan Allah untuk tidak memakan buah pohon itu. Dalam ayat lain juga disebutkan bagaimana setan itu membujuk Adam a.s. dan istrinya.\n\nKemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, \"Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan binasa?\" (taha/20: 120)\n\nDalam firman-Nya yang lain disebutkan pula bujukan setan itu:\n\n¦ Dan (setan) berkata, \"Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).\" (al-A'raf/7: 20)\n\nDalam melakukan godaan itu, setan berusaha untuk meyakinkan Adam a.s. bahwa ia benar-benar hanya memberikan nasihat yang baik dan untuk itu ia bersumpah:\n\n\"¦Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu.\" (al-A'raf/7: 21)\n\nKarena kesalahan yang telah dilakukan Adam dan istrinya, maka Allah swt mengeluarkan mereka dari kenikmatan dan kemuliaan yang telah mereka peroleh selama ini, lalu Allah swt memerintahkan agar mereka turun dari surga itu ke bumi. Sejak itu mereka dan setan senantiasa dalam keadaan bermusuhan satu sama lain.\n\nSelanjutnya, Allah menerangkan bahwa mereka itu akan memperoleh tempat tinggal dan kenikmatan hidup di bumi sampai kepada ajal masing-masing. Dengan demikian, tak seorang pun yang akan hidup kekal di bumi. Jelaslah kebohongan bisikan-bisikan setan kepada Adam a.s. dan istrinya, bahwa dengan memakan buah pohon itu mereka akan kekal selama-lamanya di dalam surga.\n\nDalam ayat tersebut terdapat isyarat, bahwa Adam a.s. dikeluarkan bersama istrinya dari surga ke bumi bukanlah untuk membinasakan mereka, melainkan agar mereka bekerja memakmurkan bumi ini, dan bukan menjauhkan mereka dari kenikmatan hidup, sebab di bumi pun mereka tetap dikaruniai kenikmatan; dan tidak pula untuk hidup kekal, karena suatu ketika mereka akan menemui ajal dan meninggalkan dunia yang fana ini." } } }, { "number": { "inQuran": 44, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 1, "page": 6, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Fatalaqqaaa Aadamu mir Rabbihee Kalimaatin fataaba 'alayh; innahoo Huwat Tawwaabur Raheem" } }, "translation": { "en": "Then Adam received from his Lord [some] words, and He accepted his repentance. Indeed, it is He who is the Accepting of repentance, the Merciful.", "id": "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/44", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/44.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/44.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Adam dan Hawa merasakan penyesalan yang sangat dalam atas kejadian yang baru saja berlalu. Keduanya tersadar telah diperdayakan oleh setan. Lalu keduanya meminta ampun kepada Allah. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat, yakni doa penyesalan dan permintaan tobat, sebagaimana tersirat dalam Surah al-Ara f/7: 23, dari Tuhannya, kemudian mereka bertobat, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa setelah Adam a.s. dikeluarkan dari surga, dia menerima ilham dari Allah swt yang mengajarkan kepadanya kata-kata untuk bertobat. Lalu Adam bertobat dan memohon ampun kepada Allah dengan menggunakan kata-kata tersebut, yang berbunyi sebagai berikut:\n\nKeduanya berkata, \"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.\" (al-A'raf/7: 23)\n\nSetelah Adam berdoa memohon ampunan kepada Allah dengan mengucapkan kata-kata tersebut, Allah pun menerima tobatnya, dan melimpahkan rahmat-Nya kepada Adam. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat dan Maha Pengasih. Sebab Allah senantiasa memberikan maaf dan ampunan serta rahmat-Nya kepada orang-orang yang bertobat dari kesalahannya. \n\nTobat yang diterima Allah adalah tobat yang memenuhi hal-hal sebagai berikut:\n\n1.Menyesali dan meninggalkan segala kesalahan yang telah dilakukan.\n\n2.Menjauhi dan tidak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan dan perbuatan-perbuatan semacam itu.\n\n3.Mengiringi perbuatan dosa itu dengan perbuatan-perbuatan yang baik.\n\nDalam hal ini Rasulullah saw telah bersabda:\n\n\"Iringilah perbuatan jahat itu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskan dosanya\". (Riwayat at-Tirmidzi dari Abi dzarr)\n\nDalam ayat ini ada dua macam sifat Allah swt yang disebutkan sekaligus, yaitu \"Maha Penerima tobat\", dan \"Maha Pengasih\". Hal ini merupakan isyarat tentang jaminan Allah kepada setiap orang yang bertobat menurut cara-cara yang tersebut di atas, bahwa Allah swt akan melimpahkan kepadanya kebajikan dan ampunan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 45, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0647\u0652\u0628\u0650\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e \u0647\u064f\u062f\u064e\u0627\u064a\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qulnah bitoo minhaa jamee 'an fa immaa yaatiyannakum minnee hudan faman tabi'a hudaaya falaa khawfun 'alaihim wa laa hum yahza noon" } }, "translation": { "en": "We said, \"Go down from it, all of you. And when guidance comes to you from Me, whoever follows My guidance - there will be no fear concerning them, nor will they grieve.", "id": "Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/45", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/45.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/45.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menghapus kemungkinan kesalahpahaman bahwa perintah turun itu hanya dari satu tingkat ke tingkat lain yang lebih rendah di dalam surga, Allah mengulangi lagi perintah itu pada ayat ini. Kami berfirman, \"Turunlah kamu semua, yakni setan dan manusia, dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku melalui penyampaian para nabi kepadamu, wahai Adam dan pasanganmu serta anak cucumu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka terhadap hal-hal negatif yang akan terjadi dan mereka juga tidak akan bersedih hati terhadap hal-hal negatif yang sudah terjadi.\"", "long": "Pada ayat ini Allah mengulangi lagi perintah-Nya agar Adam dan Hawa keluar dari surga yang penuh kenikmatan dan kesenangan hidup, pindah ke bumi yang menghendaki kerja keras dan perjuangan. Kepadanya dibentangkan dua macam jalan. Pertama, adalah jalan yang dapat mengantarkan manusia kepada kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat, yaitu dengan beriman kepada Allah serta mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya. Kedua, jalan yang akan membawa manusia kepada kerugian dan kesengsaraan hidup di dunia dan di akhirat kelak, yaitu jalan orang kafir dan durhaka terhadap-Nya, serta menuruti bujukan-bujukan setan.\n\nSiapa yang mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan Allah melalui rasul-rasul-Nya, maka mereka akan memperoleh kebahagiaan dan ketenteraman. Mereka tidak akan merasa cemas, karena iman dan ketaatan mereka yang teguh kepada kekuasaan dan rahmat Allah. Mereka tidak akan merasa sedih dan menyesal atas kejadian-kejadian pada masa lalu yang menimbulkan kerugian harta benda atau pun kehilangan anggota keluarga dan sebagainya, karena bagi orang-orang yang beriman dan selalu berpegang kepada petunjuk-petunjuk Allah, mudah baginya menghadapi segala macam musibah dan cobaan-cobaan yang menimpa dirinya. Sebab dia percaya bahwa kesabaran dan penyerahan diri kepada Allah adalah jalan yang terbaik untuk memperoleh keridaan-Nya, di samping pahala dan ganjaran yang diperolehnya dari Allah sebagai ganti yang lebih baik dari yang hilang.\n\nAgama mengharamkan sebagian dari makanan yang lezat untuk dinikmati oleh manusia. Larangan tersebut disebabkan karena kerusakan yang dapat ditimbulkannya, baik terhadap pribadi orang yang melakukannya, maupun terhadap orang lain dan masyarakat umum. Maka siapa yang dapat membayangkan bahaya yang mungkin timbul karena menikmati kelezatan yang telah diharamkan itu, dan dapat pula menggambarkan dalam pikirannya pengaruh-pengaruh dan bekas-bekas jelek yang akan menimpa dirinya karena perbuatan itu, baik terhadap dirinya maupun terhadap umatnya, niscaya dia menghindari setiap kelezatan yang diharamkan itu, seperti larinya orang-orang yang sehat dari penyakit kusta. Lebih-lebih orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, dia akan memandang bahwa yang dilarang agama akan menimbulkan aib dan kekotoran pada dirinya dan akan menjauhkannya dari kebahagiaan dan kemuliaan di hari kiamat kelak. Orang-orang yang bersih dari perbuatan dosa di dunia ini nanti akan kelihatan wajahnya berseri-seri, sedang orang-orang yang selalu bergelimang dosa akan kelihatan wajahnya hitam muram." } } }, { "number": { "inQuran": 46, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 5, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo wa kaz zabooo bi aayaatinaa ulaaa'ika Ashaabun Naari hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieve and deny Our signs - those will be companions of the Fire; they will abide therein eternally.\"", "id": "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/46", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/46.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/46.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun sebaliknya, orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami dan enggan bertobat, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya bukan saja karena mereka kafir, tetapi juga karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami, yakni tahu dan mengerti ayat-ayat Kami, tetapi menolaknya.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menegaskan bahwa orang yang tidak mau mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya, dan orang yang kafir terhadap ayat-ayat-Nya, serta mendustakan ayat-ayat itu dengan ucapannya, maka balasan bagi mereka adalah neraka. Keingkaran terhadap ayat-ayat Allah swt adalah suatu kekafiran, baik kekafiran itu disebabkan karena tidak percaya atas kebenaran Rasulullah, atau kekafiran yang disebabkan oleh kesombongan dan keangkuhan yang mendorong untuk mendustakan rasul. Mengenai mereka ini Allah swt berfirman kepada Rasul-Nya:\n\n\"¦ (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (al-An'am/6: 33)\n\nOrang-orang mukmin mempunyai keimanan di dalam hati dan diucapkannya dengan lidahnya. Ada pula orang yang ingkar di dalam hati, tetapi lidahnya mengucapkan bahwa dia beriman. Inilah orang munafik. Lain di mulut, lain di hati dan lain pula dalam perbuatan." } } }, { "number": { "inQuran": 47, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 6, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0623\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u064a\u064e \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Yaa Baneee Israaa'eelaz kuroo ni'matiyal lateee an'amtu 'alaikum wa awfoo bi'Ahdeee oofi bi ahdikum wa iyyaaya farhaboon" } }, "translation": { "en": "O Children of Israel, remember My favor which I have bestowed upon you and fulfill My covenant [upon you] that I will fulfill your covenant [from Me], and be afraid of [only] Me.", "id": "Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/47", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/47.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/47.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini dan beberapa ayat setelahnya berbicara tentang Bani Israil, yakni anak keturunan Israil, nama lain dari Nabi Yakub, cucu Nabi Ibrahim. Mereka juga dikenal dengan sebutan Yahudi. Wahai Bani Israil! Ingatlah dan renungkanlah nikmat-nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan nenek moyangmu seperti turunnya petunjuk-petunjuk Ilahi, penyelamatan dari musuh-musuhmu, dan lain-lain. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku yang telah kamu nyatakan di dalam jiwamu, niscaya Aku penuhi pula janji-Ku kepadamu dengan memberi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia serta pahala dan surga di akhirat nanti, dan takutlah serta tunduklah kamu hanya kepada-Ku saja.", "long": "Allah memulai ayat ini dengan menyebut Bani Israil (orang-orang Yahudi), karena merekalah bangsa yang paling dahulu mengemban kitab Samawiyah, dan karena di antara mereka terdapat pula orang-orang yang paling keras memusuhi orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad saw. Kalau mereka masuk Islam maka hal itu akan merupakan alasan yang kuat yang dapat diarahkan kepada orang-orang Nasrani dan orang kafir yang lain yang tidak mau beriman, karena bangsa Yahudilah yang paling dahulu berjanji kepada Allah swt bahwa mereka akan beriman kepada setiap nabi yang diutus-Nya, apabila telah ada bukti-bukti yang nyata.\n\nIsrail adalah gelar yang diberikan kepada Nabi Yakub. Karena itu keturunannya dinamakan dengan Bani Israil. Nabi Yakub terkenal sebagai hamba Allah yang amat saleh, sabar, dan tawakal. Maka Allah memanggil anak cucu Yakub dalam permulaan ayat ini dengan sebutan \"Bani Israil\" untuk mengingatkan kepada mereka agar mereka mencontoh nenek moyang mereka itu dalam hal keimanan, ketaatan, kesalehan, ketakwaan dan kesabaran serta sifat-sifat lain yang terpuji. Hal ini disebabkan karena pada waktu turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw, tampak gejala-gejala bahwa tingkah laku Bani Israil itu sudah melampaui batas, dan jauh menyimpang dari ajaran dan sifat-sifat nenek moyang mereka, terutama sikap mereka terhadap Al-Qur'an yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw. Mereka tidak mau beriman bahwa Al-Qur'an itu adalah wahyu Allah, bahkan mereka mendustakan kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Seharusnya merekalah yang paling dahulu beriman kepada Nabi Muhammad saw, sebab berita tentang kedatangannya telah disebutkan lebih dahulu dalam kitab suci mereka, yaitu Taurat.\n\nDalam ayat ini terdapat tiga macam perintah Allah kepada Bani Israil, yaitu:\n\n1.Agar mereka senantiasa mengingat nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan mensyukurinya dengan lisan dan perbuatan. Wujud nikmat-nikmat tersebut memang tidak diterangkan dalam ayat ini. Tetapi yang dimaksud antara lain bahwa Allah telah memilih nabi-nabi-Nya dari kalangan mereka. Hal ini terjadi dalam masa yang cukup lama, sehingga mereka diberi julukan sebagai Sya'bullah al-Mukhtar yaitu \"hamba-hamba Allah yang terpilih\". Semuanya itu harus mereka ingat dan mereka syukuri. Salah satu cara untuk mensyukurinya ialah beriman kepada setiap nabi yang diutus Allah untuk memberikan bimbingan kepada manusia. Tetapi dalam kenyataannya mereka menjadikan nikmat tersebut sebagai alasan untuk tidak menerima seruan Nabi Muhammad saw, malahan mengejeknya, dan mengatakan bahwa nikmat dan karunia Allah hanya tertentu untuk mereka saja.\n\n2.Janji mereka kepada Allah ada dua macam, pertama janji yang berlaku bagi seluruh manusia, yaitu bahwa mereka harus menimbang segala masalah dengan timbangan akal dan pikiran serta penyelidikan yang akan membawa mereka mengetahui hakikat segala sesuatu, sebagai jalan untuk mengenal Allah. Kedua, janji bahwa mereka hanya akan menyembah Allah semata-mata, dan tidak akan memperserikatkan-Nya dengan sesuatu pun; dan bahwa mereka akan beriman kepada rasul-rasul-Nya. Andaikata Bani Israil yang ada pada masa itu memperhatikan janji-janji tersebut, antara lain ialah bahwa Allah akan mengutus seorang nabi yang berasal dari keturunan saudara nenek moyang mereka ) yang menurunkan suatu bangsa yang baru, yaitu bangsa Arab, niscaya mereka beriman kepada Nabi Muhammad saw dan pasti pula mereka mengikuti petunjuk yang diturunkan Allah kepadanya. Dengan demikian mereka akan termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan. Sebaliknya, jika mereka memenuhi janji kepada Allah, maka Allah akan mengizinkan mereka untuk menetap di tanah suci Palestina, dan mereka akan diberi kemuliaan serta kehidupan yang makmur. Kenyataan menunjukkan bahwa mereka tidak memenuhi janji-janji mereka itu, antara lain disebabkan karena rasa takut dan khawatir terhadap satu sama lainnya.\n\n3.Agar mereka hanya takut kepada Allah semata-mata. Perintah ini diberikan Allah, karena kenyataan menunjukkan bahwa Bani Israil itu tidak memenuhi janji-janji mereka kepada Allah antara lain, mereka tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad saw. Hal itu disebabkan karena rasa takut mereka terhadap satu sama lain. Maka Allah memerintahkan agar mereka hanya takut kepada Allah semata-mata, dan jangan takut kepada selain Allah. Sebab, hanya Allah sajalah yang menguasai segala persoalan. Dialah yang telah memberikan nikmat yang begitu besar kepada mereka, Dia pula yang kuasa untuk mencabut kembali nikmat itu dari tangan mereka, dan Dia pula yang akan mengazab mereka karena tidak mensyukuri nikmat itu. Mereka seharusnya tidak perlu merasa takut terhadap sesamanya karena khawatir akan hilangnya sebagian dari keuntungan-keuntungan mereka, atau akan terjadinya malapetaka atas diri mereka karena mengikuti yang hak dan menyalahi kemauan pemimpin-pemimpin mereka. Allah lebih kuasa daripada pemimpin-pemimpin itu." } } }, { "number": { "inQuran": 48, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 6, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064d \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u064a\u064e \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa aaminoo bimaaa anzaltu musaddiqal limaa ma'akum wa laa takoonooo awwala kaafirim bihee wa laa tashtaroo bi Aayaatee samanan qaleelanw wa iyyaaya fattaqoon" } }, "translation": { "en": "And believe in what I have sent down confirming that which is [already] with you, and be not the first to disbelieve in it. And do not exchange My signs for a small price, and fear [only] Me.", "id": "Dan berimanlah kamu kepada apa (Al-Qur'an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan bertakwalah hanya kepada-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/48", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/48.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/48.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuntunan pada ayat di atas dipertegas lagi dengan mengajak mereka memeluk Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dan berimanlah kamu kepada apa, yakni Al-Qur'an, yang telah Aku turunkan kepada Nabi Muhammad yang membenarkan apa, yakni Taurat, Zabur, dan lain-lain, yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama, yakni yang paling gigih dan paling keras mengingkari dan kafir kepadanya. Janganlah kamu jual, campakkan, atau tukar ayat-ayat Ku dengan kemegahan duniawi dan dengan harga yang pada hakikatnya murah walaupun tampak mahal, dan bertakwalah hanya kepada-Ku, sebab dengan itu kamu akan dapat menjalankan perintah-Ku dan meninggalkan larangan-Ku, sehingga kamu tidak terjerumus dalam kesesatan.", "long": "Dalam ayat ini terdapat dua macam perintah Allah dan dua larangan yang ditujukan kepada Bani Israil, yaitu:\n\n1.Agar mereka beriman kepada Al-Qur'an yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw, Rasul terakhir yang diutus Allah kepada seluruh umat manusia.\n\nWalaupun keharusan ini pada hakikatnya telah termasuk dalam perintah Allah yang disebutkan pada ayat yang lalu, yaitu agar mereka memenuhi janji, yang antara lain beriman kepada setiap rasul dan kitab yang dibawanya, namun Allah menegaskan lagi perintah ini secara khusus, untuk menunjukkan bahwa beriman kepada Al-Qur'an itu adalah sangat penting, sebab Al-Qur'an itu membenarkan ) apa-apa yang telah tercantum dalam kitab suci mereka, yaitu Taurat, dan juga membenarkan kitab-kitab suci yang telah diturunkan Allah kepada nabi-nabi yang sebelumnya. Perintah-perintah yang dibawa Al-Qur'an, antara lain: perintah agar melakukan dakwah, meninggalkan perbuatan-perbuatan keji, baik yang tampak atau pun yang tidak, suruhan untuk berbuat kebajikan, larangan berbuat yang mungkar, dan mempercayai adanya hari akhirat, sebagai hari pembalasan. Hal itu sama dengan apa yang telah diserukan Nabi Musa a.s. kepada mereka, dan juga oleh nabi-nabi sebelumnya, yaitu: mengukuhkan yang hak, memberikan bimbingan kepada semua makhluk serta membasmi kesesatan yang telah mengotori akidah yang benar.\n\n2.Agar mereka jangan tergesa-gesa mengingkari Al-Qur'an sehingga mereka menjadi orang yang pertama-tama mengingkarinya, padahal seharusnya merekalah orang yang mula-mula beriman dengannya, sebab mereka telah lebih dahulu mengetahui hal itu, karena telah diberitakan dalam kitab suci mereka.\n\n3.Agar mereka jangan menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Maksudnya: agar mereka jangan berpaling meninggalkan petunjuk-petunjuk Al-Qur'an untuk mengejar keuntungan yang sedikit, berupa harta atau pun pangkat. Keuntungan-keuntungan yang diharapkan itu adalah kecil sekali, karena dengan demikian mereka tidak akan memperoleh rida Allah, bahkan sebaliknya, mereka akan ditimpa azab-Nya di dunia ini dan di akhirat kelak.\n\n4.Agar mereka bertakwa hanya kepada Allah semata, yaitu dengan beriman kepada-Nya serta mengikuti yang benar, dan meninggalkan kelezatan duniawi apabila ternyata kelezatan duniawi itu menghalangi perbuatan dan pekerjaan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 49, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 6, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa talbisul haqqa bilbaatili wa taktumul haqqa wa antum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And do not mix the truth with falsehood or conceal the truth while you know [it].", "id": "Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/49", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/49.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/49.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini, Allah memberikan larangan kepada Bani Israil untuk tidak mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan. Dan janganlah kamu, wahai Bani Israil, campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dengan memasukkan apa yang bukan firman Allah ke dalam Kitab Taurat, dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran firman-firman Allah seperti berita akan datangnya Nabi Muhammad, sedangkan kamu mengetahuinya. Orang-orang Yahudi menyembunyikan berita tentang kedatangan Nabi Muhammad yang termaktub di dalam Taurat dengan maksud untuk menghalangi manusia beriman kepadanya.", "long": "Dalam ayat ini terdapat dua macam larangan Allah yang ditujukan kepada Bani Israil, yaitu:\n\n1.Agar mereka jangan mencampuradukkan yang hak dengan yang batil. Maksudnya, pemimpin-pemimpin Bani Israil suka memasukkan pendapat-pendapat pribadi ke dalam Kitab Taurat, sehingga sukarlah untuk membedakan mana yang benar. Terutama dalam penolakan mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw, mereka membuat-buat alasan untuk menjelek-jelekkannya, dan menyalahtafsirkan ucapan-ucapan nenek moyang mereka, sehingga mereka lebih berpegang kepada ucapan para pemimpin dan tradisi mereka, daripada menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Walaupun perintah itu ditujukan kepada Bani Israil, namun isinya dapat pula ditujukan kepada kaum Muslim dari segala lapisan, terutama para pemimpin dan orang-orang yang memegang kekuasaan, sehingga ayat ini seakan-akan mengatakan, \"Hai orang-orang yang memegang kekuasaan, janganlah kamu campur adukkan antara keadilan dan kezaliman, hai para hakim, janganlah kamu campur adukkan antara hukum dan suap; hai para pejabat, janganlah kamu campur adukkan antara tugas dan korupsi; hai para sarjana, janganlah kamu campur adukkan antara ilmu dan harta, dan sebagainya.\" )\n\n2.Agar mereka tidak menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya. Maksudnya: Bani Israil itu telah menyembunyikan kebenaran yang telah mereka ketahui dari kitab suci mereka. Antara lain ialah berita dari Allah tentang Nabi Muhammad saw yang akan diutus sebagai penutup dari semua rasul Allah untuk seluruh umat manusia. Hal ini sengaja mereka tutupi dari masyarakat umum, bahkan mereka berusaha menjelekkan Nabi Muhammad saw, untuk menghalangi manusia beriman kepadanya. Ayat ini mencela perbuatan mereka yang demikian itu, dan setiap orang yang dengan sengaja menyembunyikan sesuatu yang benar. Sesudah Allah menyampaikan seruan kepada mereka untuk beriman kepada Al-Qur'an, lalu pada ayat berikut ini Allah memerintahkan agar mereka senantiasa melaksanakan apa-apa yang telah ditentukan oleh syariat terutama melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tunduk serta taat kepada perintah-perintah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 50, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 6, "hizbQuarter": 2, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u0643\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqeemus salaata wa aatuz zakaata warka'oo ma'ar raaki'een" } }, "translation": { "en": "And establish prayer and give zakah and bow with those who bow [in worship and obedience].", "id": "Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/50", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/50.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/50.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengajak Bani Israil untuk memeluk Islam dan meninggalkan kesesatan, perintah utama yang disampaikan kepada mereka setelah larangan di atas adalah perintah untuk melaksanakan salat. Dan laksanakanlah salat untuk memohon petunjuk dan pertolongan Allah, tunaikanlah zakat untuk menyucikan hatimu dan menyatakan syukur kepada-Nya atas segala nikmat-Nya, dan rukuklah beserta orang yang rukuk, yakni kaum muslim yang beriman dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad . Penambahan perintah untuk rukuk setelah ada perintah untuk melaksanakan salat itu mengisyaratkan ajakan agar mereka memeluk Islam dan melaksanakan salat seperti salatnya umat Islam. Dalam tata cara salat orang Yahudi tidak dikenal gerakan rukuk.", "long": "Pada ayat ini terdapat tiga macam perintah Allah yang ditujukan kepada Bani Israil, ialah:\n\n1.Agar mereka melaksanakan salat setiap waktu dengan cara yang sebaik-baiknya, melengkapi segala syarat dan rukunnya, serta menjaga waktu-waktunya yang telah ditentukan, menghadapkan seluruh hati kepada Allah dengan tulus dan khusyuk, sesuai dengan syariat yang dibawa Nabi Musa a.s.\n\n2.Agar mereka menunaikan zakat, karena zakat merupakan salah satu pernyataan syukur kepada Allah atas nikmat yang telah dilimpahkan-Nya, dan menumbuhkan hubungan yang erat antarsesama manusia, dan menyucikan hati, karena zakat itu merupakan pengorbanan harta benda untuk membantu fakir miskin, dan dengan zakat itu pula dapat dilakukan kerja sama dan saling membantu dalam masyarakat, di mana orang-orang yang miskin memerlukan bantuan dari yang kaya dan sebaliknya, yang kaya memerlukan pertolongan orang-orang yang miskin. Dalam hubungan ini Rasulullah saw. telah bersabda: \n\n\"Orang Mukmin terhadap Mukmin yang lain tak ubahnya seperti sebuah bangunan, masing-masing bagiannya saling menguatkan.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\n3.Agar mereka rukuk bersama orang-orang yang rukuk. Maksudnya ialah agar mereka masuk Islam dan melaksanakan salat berjamaah seperti halnya kaum Muslimin. Dalam hubungan ini Rasulullah telah bersabda:\n\n\"Salat berjamaah itu lebih utama dengan dua pulu tujuh derajat daripada salat seorang diri\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nKita telah mengetahui, bahwa salat menurut agama Islam terdiri dari bermacam-macam gerakan jasmaniyah, seperti rukuk, sujud, iktidal, dan sebagainya. Tetapi pada akhir ayat ini salat tersebut hanya diungkapkan dengan kata-kata \"rukuk. Hal ini dimaksudkan untuk menekankan agar mereka menunaikan salat dengan benar seperti yang dikehendaki syariat Islam seperti yang diajarkan Rasulullah saw, bukan salat menurut cara mereka dahulu, yaitu salat tanpa rukuk." } } }, { "number": { "inQuran": 51, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 6, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u0633\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ataamuroonan naasa bilbirri wa tansawna anfusakum wa antum tatloonal Kitaab; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "Do you order righteousness of the people and forget yourselves while you recite the Scripture? Then will you not reason?", "id": "Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/51", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/51.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/51.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya, setelah memerintahkan salat dan zakat, ayat ini mengecam pemuka-pemuka Yahudi yang sering kali memberi tuntunan kepada orang lain agar berbuat baik, tetapi melakukan sebaliknya dan melupakan diri mereka. Mengapa kamu, Bani Israil atau pemukapemuka Yahudi, menyuruh orang lain, baik yang seagama dengan kamu maupun orang-orang musyrik atau siapa saja, untuk mengerjakan kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri dan tidak menyuruh dirimu untuk melakukan kebajikan itu? Kamu melakukan hal itu, padahal kamu membaca Kitab Taurat? Tidakkah kamu mengerti dan berakal sehingga memiliki kendali yang menghalangi kamu terjerumus ke dalam dosa dan kesulitan?\r\nMeski pembicaraan pada ayat ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi, nasihat yang terkandung di dalamnya juga berlaku bagi kaum muslim, apalagi para pemuka agama, yakni hendaknya mengingatkan diri sendiri lebih dahulu sebelum mengajak orang lain berbuat baik.", "long": "Latar belakang ayat ini menurut Ibnu 'Abbas adalah di antara orang-orang Yahudi di Medinah ada yang memberi nasihat kepada keluarga dan kerabat dekatnya yang sudah masuk Islam supaya tetap memeluk agama Islam. Yang diperintahkan orang ini adalah benar yaitu menyuruh orang lain untuk berbuat benar tetapi mereka sendiri tidak mengamalkannya. Maka pada ayat ini Allah mencela tingkah laku dan perbuatan mereka yang tidak baik dan membawa kepada kesesatan. Di antara kesesatan-kesesatan yang telah dilakukan bangsa Yahudi ialah mereka menyatakan beriman kepada kitab suci mereka yaitu Taurat, tetapi ternyata mereka tidak membacanya dengan baik.\n\nDalam ayat ini disebutkan bahwa mereka \"melupakan\" diri mereka. Maksudnya ialah \"membiarkan\" diri mereka rugi, sebab biasanya manusia tidak pernah melupakan dirinya untuk memperoleh keuntungan, dan dia tak rela apabila orang lain mendahuluinya mendapat kebahagiaan. Ungkapan \"melupakan\" itu menunjukkan betapa mereka melalaikan dan tidak mempedulikan apa yang sepatutnya mereka lakukan, seakan-akan Allah berfirman, \"Jika benar-benar kamu yakin kepada Allah bahwa Dia akan memberikan pahala atas perbuatan yang baik, dan mengancam akan mengazab orang-orang yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang baik itu, mengapakah kamu melupakan kepentingan dirimu sendiri?\"\n\nCukup jelas bahwa susunan kalimat ini mengandung celaan yang tak ada taranya, karena barang siapa menyuruh orang lain untuk melakukan perbuatan kebajikan tetapi dia sendiri tidak melakukannya, berarti dia telah menyalahi ucapannya sendiri. Para pendeta yang selalu membacakan kitab suci kepada orang-orang lain, tentu lebih mengetahui isi kitab itu daripada orang-orang yang mereka suruh untuk mengikutinya. Besar sekali perbedaan antara orang yang melakukan suatu perbuatan padahal dia belum mengetahui benar faedah dari perbuatan itu, dengan orang yang meninggalkan perbuatan itu padahal dia mengetahui benar faedah dari perbuatan yang ditinggalkannya itu. Oleh sebab itu, Allah memandang bahwa mereka seolah-olah tidak berakal, sebab orang yang berakal, betapapun lemahnya, tentu akan mengamalkan ilmu pengetahuannya. \n\nFirman Allah ini, walaupun ditujukan kepada Bani Israil, namun menjadi pelajaran pula bagi yang lain. Setiap bangsa, baik perseorangan maupun keseluruhannya, hendaklah memperhatikan keadaan dirinya, dan berusaha untuk menjauhkan diri dari keadaan dan sifat- sifat seperti yang terdapat pada bangsa Yahudi yang dikritik dalam ayat tersebut di atas, agar tidak menemui akibat seperti yang mereka alami." } } }, { "number": { "inQuran": 52, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 6, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wasta'eenoo bissabri was Salaah; wa innahaa lakabee ratun illaa alal khaashi'een" } }, "translation": { "en": "And seek help through patience and prayer, and indeed, it is difficult except for the humbly submissive [to Allah]", "id": "Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/52", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/52.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/52.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan penuh sabar, dengan memelihara keteguhan hati dan menjaga ketabahan, serta menahan diri dari godaan dalam menghadapi hal-hal yang berat, dan juga dengan melaksanakan salat. Dan salat itu sungguh amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk dan tunduk hatinya kepada Allah. Mereka adalah orang-orang yang yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.", "long": "Setelah menjelaskan betapa jeleknya keadaan dan sifat-sifat Bani Israil, sehingga akal mereka tidak bermanfaat bagi diri mereka dan kitab suci yang ada di tangan mereka pun tidak mendatangkan faedah apa pun bagi mereka, maka Allah memberikan bimbingan kepada mereka menuju jalan yang paling baik, yaitu agar mereka memohon pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan salat.\n\nYang dimaksud dengan \"sabar\" di sini ialah sikap dan perilaku sebagai berikut:\n\n1.Tabah menghadapi kenyataan yang terjadi, tidak panik, tetapi tetap mampu mengendalikan emosi.\n\n2.Dengan tenang menerima kenyataan dan memikirkan mengapa hal itu terjadi, apa sebabnya dan bagaimana cara mengatasinya dengan sebaik-baiknya.\n\n3.Dengan tenang dan penuh perhitungan serta tawakal melakukan perbaikan dengan menghindari sebab-sebab kegagalan dan melakukan antisipasi secara lebih tepat berdasar pengalaman.\n\nBersikap sabar berarti mengikuti perintah-perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan-larangan-Nya, dengan cara mengekang syahwat dan hawa nafsu dari semua perbuatan yang terlarang. Melakukan salat dapat mencegah kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik, dan dengan salat itu pula kita selalu ingat kepada Allah, sehingga hal itu akan menghalangi kita dari perbuatan-perbuatan yang jelek, baik diketahui orang lain, maupun tidak. Salat adalah ibadah yang sangat utama di mana kita dapat bermunajat kepada Allah lima kali setiap hari. \n\n\"Rasulullah saw, apabila menghadapi masalah berat, beliau salat\". (Riwayat Ahmad). \n\nMelakukan salat dirasakan berat dan sukar, kecuali oleh orang-orang yang khusyuk, yaitu orang yang benar-benar beriman dan taat kepada Allah, dan melakukan perintah-perintah-Nya dengan ikhlas karena mengharapkan rida-Nya semata, serta memelihara diri dari azab-Nya. Bagi orang yang khusyuk, melaksanakan salat tidaklah dirasakan berat, sebab pada saat-saat tersebut mereka tekun dan tenggelam dalam bermunajat kepada Allah sehingga mereka tidak lagi merasakan dan mengingat sesuatu yang lain, baik berupa kesukaran maupun penderitaan yang mereka alami sebelumnya. Mengenai hal ini, Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Dan dijadikan ketenangan hatiku di dalam salat\" (Riwayat Ahmad dan an-Nasa'i)\n\nIni disebabkan karena ketekunannya dalam melakukan salat merupakan sesuatu yang amat menyenangkan baginya, sedang urusan-urusan duniawi dianggap melelahkan.\n\nDi samping itu mereka penuh pengharapan menanti-nanti pahala dari Allah atas ibadah tersebut sehingga berbagai kesukaran dalam melaksanakannya dapat diatasi dengan mudah. Hal ini tidak mengherankan, sebab orang yang mengetahui hakikat dari apa yang dicarinya niscaya ringan baginya untuk mengorbankan apa saja untuk memperolehnya. Orang yang yakin bahwa Allah akan memberikan ganti yang lebih besar dari apa yang telah diberikannya niscaya ia merasa ringan untuk memberikan kepada orang lain apa saja yang dimilikinya." } } }, { "number": { "inQuran": 53, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 6, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yazunnoona annahum mulaaqoo Rabbihim wa annahum ilaihi raaji'oon" } }, "translation": { "en": "Who are certain that they will meet their Lord and that they will return to Him.", "id": "(yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/53", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/53.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/53.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan penuh sabar, dengan memelihara keteguhan hati dan menjaga ketabahan, serta menahan diri dari godaan dalam menghadapi hal-hal yang berat, dan juga dengan melaksanakan salat. Dan salat itu sungguh amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk dan tunduk hatinya kepada Allah. Mereka adalah orang-orang yang yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.", "long": "Orang-orang yang khusyuk benar-benar yakin bahwa mereka pasti akan kembali kepada Allah dan menemui-Nya pada hari akhirat nanti, di mana semua amalan manusia akan diteliti, dan setiap orang akan menerima balasan atas semua perbuatan yang telah dilakukannya selama di dunia. Berdasarkan keyakinan semacam itu, dia akan selalu taat kepada peraturan-peraturan Allah serta khusyuk dalam menjalankan ibadah dan amal kebajikan." } } }, { "number": { "inQuran": 54, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa Baneee Israaa'eelaz kuroo ni'matiyal lateee an'amtu 'alaikum wa annee faddaltukum 'alal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "O Children of Israel, remember My favor that I have bestowed upon you and that I preferred you over the worlds.", "id": "Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/54", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/54.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/54.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini, Allah kembali mengingatkan Bani Israil tentang nikmat-Nya agar lebih mendorong mereka untuk bersyukur. Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan nenek moyang kamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini yang memiliki peradaban maju seperti bangsa Mesir atau penduduk Palestina pada masa itu. Allah memanggil mereka dengan panggilan \"Bani Israi\"l untuk mengingatkan bahwa pada masa nenek moyang merekalah terdapat kelebihan yang dianugerahkan Allah kepada bangsa ini. Allah mengingatkan mereka agar mensyukuri nikmat itu antara lain dengan mempercayai datangnya Nabi yang telah diberitakan di dalam kitab sucinya.", "long": "Allah telah melebihkan Bani Israil dari bangsa-bangsa lain yang pada masa itu telah mempunyai peradaban dan kebudayaan yang tinggi, misalnya bangsa Mesir dan penduduk tanah suci Palestina. Allah kembali memanggil mereka pada permulaan ayat ini dengan menyebut nama nenek moyang mereka \"Israil\", ialah Nabi Yakub a.s. karena dialah yang menjadi asal kebangsaan, dan sumber kemuliaan mereka. Nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya dapat dinikmati oleh mereka semuanya.\n\nKelebihan yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka dahulunya adalah karena nenek moyang mereka sangat berpegang teguh kepada sifat-sifat yang mulia, dan menjauhi sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan jelek, karena setiap orang yang mulia dan diutamakan dari orang-orang lain tentu ingin menjaga kehormatan itu, sehingga ia menjauhi sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan yang hina.\n\nBani Israil yang ada pada masa turunnya ayat ini telah jauh menyimpang dari sifat-sifat mulia yang dipegang teguh oleh nenek moyang mereka. Oleh karena itu, Allah memperingatkan mereka kepada nikmat dan keutamaan yang telah diberikan itu untuk menyadarkan mereka bahwa Allah yang telah memberikan kelebihan kepada mereka tentu berhak pula suatu ketika untuk memberikannya kepada orang lain, misalnya kepada Nabi Muhammad saw, dan umatnya. Bani Israil itu sepatutnya lebih memperhatikan ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Seseorang yang diberi kelebihan sepatutnya lebih dahulu berbuat keutamaan daripada orang lain.\n\nApabila keutamaan yang diberikan kepada Bani Israil itu disebabkan karena banyaknya para nabi dipilih dari kalangan mereka, maka hal itu tidaklah menjamin bahwa setiap pribadi dari Bani Israil itu lebih utama dari orang yang berada di luar lingkungan mereka. Bahkan ada kemungkinan bahwa orang lain lebih mulia dari mereka apabila mereka sendiri telah meninggalkan sunah dan ajaran-ajaran nabi-nabi mereka. Sementara orang lain menjadikannya petunjuk dan pedoman hidup mereka dengan sebaik-baiknya.\n\nApabila keutamaan mereka itu disebabkan kedekatan mereka kepada Allah, bahkan mereka pernah menganggap dirinya sebagai sya'bullah al-mukhtar, karena mereka dulunya mengikuti syariat-Nya, maka hal itu hanya berlaku pada diri nabi-nabi bersama orang-orang yang menjalankan syariat-syariatnya tanpa menyimpang dari ajaran-ajaran tersebut, dan tetap berjalan pada jalan yang benar, sehingga mereka berhak menerima kelebihan dan keutamaan itu. Tetapi mereka yang sudah meninggalkan ajaran-ajaran para nabi tentu tidak dapat lagi dipandang sebagai \"orang-orang yang dekat\" kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 55, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 1, "page": 7, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062e\u064e\u0630\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattaqoo Yawmal laa tajzee nafsun 'an nafsin shai'anw wa laa yuqbalu minhaa shafaa'atunw wa laa yu'khazu minhaa 'adlunw wa laa hum yunsaroon" } }, "translation": { "en": "And fear a Day when no soul will suffice for another soul at all, nor will intercession be accepted from it, nor will compensation be taken from it, nor will they be aided.", "id": "Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun. Sedangkan syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/55", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/55.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/55.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan takutlah kamu serta jagalah dirimu dari kesulitan pada hari Kiamat, ketika tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun. Jangan kamu menduga bahwa orang tua, betapa pun terhormat dan taatnya dia kepada Allah, berkesempatan untuk membela atau memberi syafaat, sedangkan syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong.\r\nSyafaat (Arab: syafa 'ah) secara harfiah berarti genap (syaf'), lawan dari ganjil (witr). Orang yang meminta syafaat menggenapkan dirinya dengan orang lain, meminta pertolongan, untuk memperoleh sesuatu, sehingga ia tidak lagi sendiri (ganjil) di dalam pengharapan itu. Ayat ini memberikan kesan bahwa orang-orang Yahudi tidak mensyukuri nikmat Allah. Pada ayat ini Allah mengingatkan mereka agar takut kepada siksaan Allah pada hari Kiamat. Pada hari itu, tidak ada syafaat yang dapat menolong mereka, dan tidak ada tebusan apa pun yang dapat menggantikan siksaan Allah yang ditimpakan kepada mereka.", "long": "Allah memperingatkan kepada Bani Israil yang ada pada waktu turunnya ayat ini, agar mereka kembali ke jalan yang benar, mengikuti agama Allah, yang telah disempurnakan dengan wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Dengan jalan itu mereka dapat menjaga diri mereka dari azab hari Kiamat, yang tak akan dapat dibendung oleh siapa pun juga, tak seorang pun dapat menyelamatkan diri dari padanya kecuali orang-orang yang beriman dan bertakwa serta mengikuti syariat dan petunjuk-petunjuk Allah.\n\nAllah swt menjelaskan bahwa pada hari Kiamat nanti tak seorang pun dapat memberikan pertolongan kepada orang lain agar terbebas dari azab-Nya, dan setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing. Seseorang tidak dapat memikul dosa orang lain, walaupun dia bersedia. Hal ini merupakan ketegasan dari Allah atas ketidakbenaran anggapan mereka bahwa berdasarkan keutamaan yang ada pada mereka, mereka akan memperoleh syafaat. Padahal anggapan itu tidak benar, karena orang-orang yang berimanlah yang akan memperoleh syafaat dari Allah.\n\nSyafaat ialah pertolongan yang diberikan oleh rasul atau orang-orang tertentu untuk meringankan azab atau beban seseorang di akhirat, atas izin Allah. Dalam hubungan ini Allah swt berfirman:\n\nDan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. (al-An'am/6:164)\n\nDan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu, tidak akan dipikulkan untuknya sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. (Fatir/35:18)\n\nPada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80:34-37)\n\nWalau peringatan ini ditujukan kepada Bani Israil, namun berlaku juga bagi umat Islam, agar mereka selama hidup di dunia berusaha mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, agar kelak pada hari Kiamat terhindar dari azab Allah. Caranya ialah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan melaksanakan syariat-syariat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 56, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0644\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064f\u0630\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz najjainaakum min Aali Fir'awna yasoomoonakum sooo'al azaabi yuzabbihoona abuaaa'akum wa yastahyoona nisaaa'akum; wa fee zaalikum balaaa'um mir Rabbikum 'azeem" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We saved your forefathers from the people of Pharaoh, who afflicted you with the worst torment, slaughtering your [newborn] sons and keeping your females alive. And in that was a great trial from your Lord.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/56", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/56.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/56.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di ayat-ayat yang lalu, Allah mengingatkan Bani Israil tentang anugerah yang mereka terima yang tidak pernah diberikan kepada umatumat yang lain, ayat berikut mengingatkan mereka tentang penyelamatan dari malapetaka yang akan menimpa. Dan ingatlah peristiwa ketika Kami menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir'aun, penguasa Mesir. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu, yakni mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada peristiwa yang demikian itu merupakan cobaan dan ujian yang sangat besar dari Tuhan-Mu.", "long": "Peringatan lain kepada Bani Israil tentang nikmat Allah yang lain, yaitu mereka telah diselamatkan dari kesengsaraan yang mereka alami, akibat kekejaman Fir'aun, raja Mesir, pada waktu Bani Israil bertempat tinggal di sana. Orang pertama dari kalangan Bani Israil yang masuk ke Mesir ialah Nabi Yusuf. Kemudian saudara-saudaranya datang pula ke sana dan tinggal bersamanya. Selanjutnya, mereka berkembang biak di sana, sehingga dalam masa + 400 tahun (dari masa Nabi Yusuf sampai dengan Nabi Musa) jumlah mereka telah mencapai ratusan ribu orang. Penduduk asli semakin terdesak, karena Bani Israil itu giat bekerja dan memiliki pikiran yang lebih cerdas. Di samping itu, mereka sangat mementingkan diri sendiri, karena mereka masih tetap menganggap diri mereka sebagai sya'bullah al-mukhtar. Sebab itu, mereka tidak mau bersatu dengan penduduk asli, dan tidak mau bekerja sama dan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.\n\nMelihat keadaan yang demikian, penduduk asli negeri itu semakin khawatir, sebab apabila Bani Israil itu semakin banyak jumlahnya, maka mereka akan menguasai keadaan dan penduduk asli akan semakin terdesak. Oleh sebab itu, mereka berusaha untuk melemahkan kekuatan Bani Israil. Mula-mula dengan mewajibkan kerja paksa kepada mereka. Kemudian semakin meningkat dengan pembunuhan anak-anak lelaki mereka, dan hanya anak-anak perempuan mereka yang dibiarkan hidup. Sekitar peristiwa ini bandingkan dengan Kitab Keluaran i.16 ; perintah Fir'aun kepada para bidan. Penyiksaan dan penderitaan Bani Israil tergambar dalam Keluaran i.22, dan pada beberapa bagian lagi dalam Perjanjian Lama. Fir'aun memerintahkan kepada setiap suku rakyatnya untuk membunuh setiap lelaki Bani Israil, walaupun anak-anak kecil mereka.\n\nPenderitaan yang dialami Bani Israil itu merupakan ujian bagi mereka karena mereka telah melupakan nikmat-Nya dan telah melakukan bermacam-macam dosa. Kemudian Allah swt mengampuni dan menerima tobat mereka, dan dikaruniakan-Nya pula nikmat yang besar, yaitu diselamatkan dari kesengsaraan yang mereka alami dari kekejaman Fir'aun. Tetapi rahmat ini pun merupakan ujian bagi mereka, apakah nantinya mereka akan mensyukuri nikmat itu, atau tidak.\n\nUmat Islam dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga dari kisah Bani Israil itu. Allah swt, mula-mula telah melimpahkan bermacam-macam nikmat-Nya kepada umat Islam, sehingga umat telah bersatu di bawah panji-panji Islam dan hidup dalam persaudaraan yang kukuh, serta berhasil membangun negara Islam yang kuat. Tetapi kemudian terjadilah perpecahan di antara umat Islam, sehingga Allah swt mendatangkan malapetaka kepada mereka.\n\nKhilafah Abbasiyah di Bagdad diruntuhkan oleh bangsa Tartar. Kemudian terjadi Perang Salib dalam waktu yang panjang sekitar 200 tahun. Sementara itu bangsa-bangsa barat menyusup ke negeri-negeri Islam, menguasai sumber-sumber kekayaan mereka sehingga umat Islam di mana-mana menjadi lemah." } } }, { "number": { "inQuran": 57, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz faraqnaa bikumul bahra fa anjainaakum wa agh-raqnaaa Aala Fir'awna wa antum tanzuroon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We parted the sea for you and saved you and drowned the people of Pharaoh while you were looking on.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/57", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/57.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/57.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penyelamatan lain adalah terbelahnya Laut Merah (dahulu Laut Qulzum. Dan ingatlah ketika Kami membelah laut Merah untukmu, wahai Bani Israil yang ketika itu bersama Nabi Musa meninggalkan Mesir menuju Sinai. Ketika rombongan kamu sampai di tepi Laut Merah, Allah memberi perintah kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke Laut Merah, sehingga laut itu pun terbelah. Dengan demikian, kamu, wahai Bani Israil, bersama Nabi Musa dapat melewati laut, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dari kejaran Firaun dan tentaratentaranya. Akan tetapi, ketika Firaun dan tentara-tentaranya masuk ke dalam laut yang terbelah itu, air laut kemudian bertemu kembali, dan Kami tenggelamkan Firaun dan  pengikut-pengikut Fir'aun, sehingga mereka semua mati tenggelam, sedang kamu, wahai Bani Israil, menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepala kamu sendiri. Sementara itu, mayat Firaun diselamatkan agar menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya (Lihat: Surah Yunus/10: 92).", "long": "Dalam ayat ini disebutkan nikmat lain yang diberikan kepada Bani Israil, yaitu Allah telah menyelamatkan mereka ketika meninggalkan Mesir di bawah pimpinan Nabi Musa a.s. dari kejaran Fir'aun bersama tentaranya.\n\nSetelah Allah mengangkat Musa menjadi Rasul, Dia memerintahkan agar menyeru Fir'aun dan kaumnya untuk beriman kepada-Nya, menuntut Fir'aun agar membebaskan Bani Israil yang berada di negeri itu, dan menghentikan kekejaman yang dilakukan terhadap mereka. Sebagai jawabannya, Fir'aun memperhebat siksaan dan kekejamannya terhadap Bani Israil dan memerintahkan rakyatnya untuk meningkatkan kerja paksa yang ditimpakan kepada mereka.\n\nKemudian Allah memberikan berbagai mukjizat kepada Musa a.s. dan saudaranya, Nabi Harun, antara lain tongkat Nabi Musa yang dapat berubah menjadi ular dan dapat menelan ular-ular yang dijelmakan oleh para pesihir yang dikerahkan Fir'aun untuk melawan mukjizat Nabi Musa a.s.\n\nMelihat kenyataan itu, para pesihir itu pun mengakui kekalahan mereka, lalu menyatakan beriman kepada Tuhan. Akhirnya Fir'aun mengusir dan mengejar-ngejar mereka. Maka berangkatlah mereka meninggalkan negeri itu di bawah pimpinan Nabi Musa a.s., sedangkan Fir'aun dan bala tentaranya mengejar mereka.\n\nKetika mereka sampai di tepi Laut Merah yang membatasi kota Suez dengan Semenanjung Sinai, Allah memerintahkan Nabi Musa agar memukulkan tongkatnya ke laut. Lalu Musa a.s. melakukannya. Maka terbelahlah air laut dan terbentanglah dua belas jalur jalan raya yang akan dilalui Nabi Musa a.s. bersama pengikut-pengikutnya yang terdiri dari dua belas rombongan, sehingga selamatlah mereka sampai ke seberang.\n\nSementara itu Fir'aun bersama rombongannya terus mengejar mereka. Tetapi ketika mereka sampai di tengah-tengah laut itu, air laut kembali bertaut, sehingga mereka semuanya tenggelam ditelan air laut. Kejadian itu disaksikan oleh Bani Israil yang telah selamat sampai ke seberang.\n\nTerbelahnya laut merupakan salah satu dari berbagai mukjizat Nabi Musa a.s. untuk membuktikan kepada manusia bahwa Allah adalah Mahakuasa. Dialah yang menciptakan alam ini dan Dia pula yang menetapkan undang-undang alam yang berlaku sepanjang masa, dan Dia berkuasa pula mengubah atau membatalkan undang-undang alam tersebut apabila dikehendaki-Nya.\n\nHukum alam yang berlaku pada air ialah bahwa air sebagai salah satu benda cair tidak dapat terpisah tanpa adanya benda lain yang memisahkannya. Undang-undang inilah yang diubah dan dibatalkan-Nya ketika terbelahnya air laut itu. Air laut tersibak dan berdiri seperti dinding-dinding yang tegak lurus tanpa ada sesuatu yang menahannya, sehingga terbentanglah jalan di antara dinding-dinding tersebut.\n\nDemikian besarnya nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada Bani Israil. Mereka telah dibebaskan dari kekejaman Fir'aun dan rakyatnya. Kemudian mereka diselamatkan pula ketika menyeberang laut. Sesudah itu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri tenggelamnya musuh-musuh mereka di tengah laut yang tentu saja menggembirakan hati mereka. Sepatutnyalah mereka mensyukuri nikmat-nikmat tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 58, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz waa'adnaa Moosaaa arba'eena lailatan summattakhaztumul 'ijla mim ba'dihee wa antum zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We made an appointment with Moses for forty nights. Then you took [for worship] the calf after him, while you were wrongdoers.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam. Kemudian kamu (Bani Israil) menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya, dan kamu (menjadi) orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/58", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/58.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/58.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menerima nikmat dalam bentuk penyelamatan dari dua bencana pembunuhan dan tenggelam di Laut Merah, Allah kemudian menyuruh Bani Israil agar mengingat lagi peristiwa penurunan wahyu kepada Nabi Musa. Dan ingatlah, wahai Bani Israil, ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam, waktu yang dijanjikan Allah untuk menerima wahyu. Sayang kamu tidak sabar menunggunya. Kemudian kamu menjadikan patung anak sapi yang dibuat oleh Samiri sebagai sesembahan setelah kepergian-nya (Musa). Dan dengan perbuatan menyembah patung anak sapi itu, kamu, wahai Bani Israil, menjadi orang yang zalim yang kezalimannya itu terhunjam di dalam jiwa.", "long": "Pada ayat ini Allah swt mengingatkan mereka kepada nikmat yang lain sesudah nikmat-nikmat-Nya yang tersebut di atas, yaitu Allah menjanjikan kepada Musa a.s. akan memberikan Taurat kepadanya, dan Allah menentukan waktunya yaitu selama 40 malam. Mereka menganggap bahwa waktu yang ditetapkan itu terlalu lama maka mereka membuat patung anak sapi dari emas dan mereka sembah. Dengan demikian mereka telah menganiaya diri mereka sendiri karena perbuatan syirik yang mereka lakukan. \n\nSikap mereka itu sangat mengherankan, sebab janji Allah kepada Nabi Musa a.s. akan menurunkan Kitab Taurat sebenarnya merupakan nikmat dan keutamaan yang amat besar bagi Bani Israil, tetapi mereka balas dengan perbuatan yang amat keji, yaitu kekafiran dan kebodohan." } } }, { "number": { "inQuran": 59, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0639\u064e\u0641\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa 'afawnaa 'ankum mim ba'di zaalika la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "Then We forgave you after that so perhaps you would be grateful.", "id": "Kemudian Kami memaafkan kamu setelah itu, agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/59", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/59.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/59.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walaupun kedurhakaan Bani Israil sudah berlipat-lipat, namun Allah memberikan maaf kepada mereka. Kemudian Kami memaafkan kamu atas berbagai kedurhakaan dan ketidaksyukuran yang kamu lakukan setelah itu, agar kamu kembali ke jalan lurus dan bersyukur atas nikmat yang telah dicurahkan oleh Allah. Dengan demikian, semoga kamu dapat memperbaiki diri.", "long": "Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun kepada hamba-Nya. Walaupun Bani Israil telah melakukan kekafiran dan kemusyrikan sedemikian rupa, namun Allah masih memberikan maaf dan ampunan kepada mereka, agar mereka mensyukuri-Nya. Allah tidak segera menimpakan azab kepada mereka melainkan ditangguhkan-Nya sampai datangnya Nabi Musa a.s. dan memberitahukan kepada mereka cara menebus dosa, agar selanjutnya mereka mensyukuri nikmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 60, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz aatainaa Moosal kitaaba wal Furqaana la'allakum tahtadoon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We gave Moses the Scripture and criterion that perhaps you would be guided.", "id": "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan kepada Musa Kitab dan Furqan, agar kamu memperoleh petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/60", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/60.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/60.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nikmat berikut yang diberikan kepada Bani Israil adalah kitab Taurat dan al-Furqa n. Dan ingatlah lagi, ketika Kami memberikan kepada Musa Kitab kumpulan dari wahyu dan berfungsi sebagai Furqan, pembeda antara yang hak dengan yang batil, agar kamu memperoleh petunjuk untuk memperoleh kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt mengingatkan lagi kepada mereka tentang nikmat-Nya yang lain yaitu Kitab Taurat yang diturunkan kepada mereka sebagai bukti untuk menguatkan kerasulan Nabi Musa a.s. Kitab tersebut diturunkan kepada mereka melalui Nabi Musa a.s. untuk mereka jadikan petunjuk. Dengan memahami isinya serta mengamalkan syariat dan petunjuk-petunjuk yang terkandung di dalamnya, diharapkan mereka kembali menjadi orang baik-baik, dan tidak lagi terjerumus kepada kesesatan yang lain, misalnya menyembah patung-patung, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 61, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u062a\u0651\u0650\u062e\u064e\u0627\u0630\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064e \u0641\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Moosaa liqawmihee yaa qawmi innakum zalamtum anfusakum bittikhaa zikumul 'ijla fatoobooo ilaa Baari'ikum faqtulooo anfusakum zaalikum khairul lakum 'inda Baari'ikum fataaba 'alaikum; innahoo Huwat Tawwaabur Raheem" } }, "translation": { "en": "And [recall] when Moses said to his people, \"O my people, indeed you have wronged yourselves by your taking of the calf [for worship]. So repent to your Creator and kill yourselves. That is best for [all of] you in the sight of your Creator.\" Then He accepted your repentance; indeed, He is the Accepting of repentance, the Merciful.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dialah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/61", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/61.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/61.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila peringatan pada ayat-ayat yang lalu langsung disampaikan oleh Allah kepada Bani Israil, maka sekarang peringatan itu disampaikan melalui Nabi Musa. Perubahan siapa yang menyampaikan peringatan ini memberikan sinyal bahwa kedurhakaan Bani Israil itu sudah sangat keterlaluan sehingga seolah-olah Allah tidak mau lagi memedulikan mereka dan sekarang diberikan wewenang itu kepada Nabi Musa. Dan ingatlah ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya, \"Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah melakukan kedurhakaan kepada Allah. Itu berarti kamu telah menzalimi dirimu sendiri. Perbuatan kamu dengan menjadikan patung anak sapi se-bagai sesembahan kamu adalah perbuatan yang telah mensyirikkan Allah yang membuat kamu layak diberi hukuman.\r\nOleh karena itu, bertobatlah dengan memohon ampun kepada Penciptamu, Allah Yang Maha Pencipta, dan bunuhlah dirimu. Sejak dulu sampai sekarang terdapat tradisi bangsa-bangsa yang rela mengorbankan nyawa dengan membunuh diri sendiri demi untuk tujuan yang lebih luhur, seperti yang terdapat dalam tradisi masyarakat Jepang. Membunuh diri dengan tujuan luhur itu adalah lebih baik bagimu, wahai Bani Israil, di sisi Allah Penciptamu dengan sangat sempurna. Dengan demikian, Dia Allah akan menerima tobatmu dan permohonan ampunmu. Sungguh, yakinilah bahwa Dialah Zat Yang Maha Penerima tobat dosa hamba-hamba-Nya, lagi Maha Penyayang.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt memerintahkan kepada Rasulullah agar menyampaikan kepada Bani Israil yang hidup semasanya pada waktu itu bahwa Musa a.s. sekembali dari munajat dengan Tuhannya, mendapati kaumnya menyembah patung anak sapi, lalu dia berkata kepada kaumnya, \"Hai kaumku, sesungguhnya dengan perbuatan kamu menjadikan anak sapi itu sebagai tuhanmu, kamu telah membinasakan diri kamu sendiri, dan telah melenyapkan pahala yang sedianya akan kamu terima di sisi Tuhanmu. Alangkah baiknya, seandainya kamu menepati janji yang telah diikrarkan, dan kamu mengikuti syariatku. ) Oleh sebab itu, bertobatlah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu, dan janganlah berbuat kebodohan semacam itu, dimana kamu telah meninggalkan Tuhanmu yang sesungguhnya, lalu kamu mengambil anak sapi sebagai sembahanmu.\"\n\nMusa a.s. juga memerintahkan kepada mereka, \"Bunuhlah diri kamu.\" Maksudnya, agar orang-orang yang tidak berbuat kejahatan di antara mereka membunuh mereka yang telah bersalah itu, atau mereka yang telah berbuat kejahatan itu saling membunuh, atau mereka disuruh membunuh diri mereka sendiri sebagai pernyataan tobat kepada Allah. Dalam Perjanjian Lama Kitab Keluaran xxxii.27-28 disebutkan yang mati akibat pembunuhan itu 3000 orang. \n\nKemudian Musa a.s. mengatakan kepada mereka bahwa bertobat dan membunuh diri sebagai pernyataan tobat itu lebih baik bagi mereka di sisi Allah daripada terus-menerus berbuat kedurhakan yang menyebabkan mereka ditimpa azab. Apabila mereka telah bersih dari dosa itu, barulah mereka patut menerima pahala dan ganjaran. \n\nAbdullah Yusuf Ali berpendapat \"bunuhlah nafsumu\"; anfusakum dalam ayat ini berarti nafsu, bukan pribadi. Hampir sejalan dengan pendapat al-Qasimi, Muhammad Asad, dan lain-lain.\n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah mereka melakukan yang diperintahkan Musa, Allah menerima tobat dan memaafkan kesalahan mereka, karena Dialah yang memberikan jalan kepada orang-orang yang berdosa itu untuk bertobat, dan Dia menerima tobat mereka. Sebab Dia Maha Pengasih kepada orang-orang yang mau bertobat kepada-Nya. Seandainya tidak demikian, tentulah segera ditimpakan kebinasaan kepada mereka karena dosa-dosa besar yang mereka lakukan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 62, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qultum yaa Moosaa lan nu'mina laka hattaa naral laaha jahratan fa akhazat kumus saa'iqatu wa antum tanzuroon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when you said, \"O Moses, we will never believe you until we see Allah outright\"; so the thunderbolt took you while you were looking on.", "id": "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas,” maka halilintar menyambarmu, sedang kamu menyaksikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/62", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/62.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/62.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedurhakaan Bani Israil lebih meningkat lagi. Bukan hanya menyembah patung anak sapi, tetapi malah mereka meminta Allah agar dapat dilihat dengan mata kepala. Dengan nada yang sangat kasar, mereka memanggil Nabi Musa dengan menyebut nama, Musa. Dan ingatlah wahai Bani Israil ketika kamu berkata kepada Nabi Musa, \"Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu, dan kepada apa yang kamu sampaikan, sebelum kami melihat Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta itu, dengan jelas\". Tentu permintaan ini sudah melampaui batas kewajaran. Bukankah mereka sudah menerima nikmat yang sangat banyak dari Allah, tetapi tetap masih durhaka. \"Disebabkan kedurhakaanmu yang sudah sangat berlipat-lipat, maka halilintar menyambarmu sebagai hukuman bagi kamu. Semua peristiwa itu kamu sadari terjadinya, sedang kamu menyaksikan dengan mata kepala kamu sendiri.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah mengingatkan Bani Israil kepada sifat-sifat dan keingkaran nenek moyang mereka kepada Nabi Musa, yaitu mereka pernah berkata kepada Nabi Musa. \"Kami tidak akan beriman kepadamu sampai kami dapat melihat Allah secara kasat mata.\" Karena sikap dan kelakuan mereka itu Allah menurunkan azab kepada mereka, yaitu halilintar yang menyambar mereka.\n\nNabi Musa memilih tujuh puluh orang yang akan pergi bersamanya ke bukit Sinai untuk meminta ampun atas kesalahan mereka menyembah anak sapi. Mereka mengatakan kepada Nabi Musa a.s. bahwa sebelum mereka dapat melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri, mereka tidak akan beriman, tidak akan membenarkan ucapan Nabi Musa a.s. bahwa Taurat itu adalah Kitab Allah. Mereka juga tidak akan percaya bahwa Musa telah mendengar perkataan Allah, dan mereka juga tidak akan percaya bahwa Allah memerintahkan untuk menerima perkataan-Nya dan mengamalkannya. Lalu datanglah halilintar menyambar mereka, sedang yang lain menyaksikan peristiwa itu dengan jelas (lihat pula al-A'raf/7:156).\n\nDemikianlah sikap Bani Israil terhadap Nabi Musa, mereka selalu bertingkah dan membangkang. Maka datanglah azab Allah kepada mereka. Bermacam-macam penyakit menimpa mereka. Binatang-binatang kecil yang menyebarkan berbagai penyakit telah membinasakan sejumlah besar dari mereka. Maka tidaklah mengherankan ketika Nabi Muhammad saw datang menyeru mereka kepada agama lslam, mereka bersikap menentang dan menolak seruan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 63, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa ba'asnaakum mim ba'di mawtikum la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "Then We revived you after your death that perhaps you would be grateful.", "id": "Kemudian, Kami membangkitkan kamu setelah kamu mati, agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/63", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/63.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/63.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peristiwa disambar halilintar itu adalah peristiwa dahsyat sehingga layak sekali bila dikatakan itu adalah peristiwa kematian yang dapat menghancurkan kehidupan generasi mereka secara keseluruhan. Namun demikian, Allah masih tetap mencurahkan rahmat-Nya. Sesudah peristiwa halilintar itu, generasi kaum Bani Israil masih dibangkitkan lagi di dunia ini oleh Allah. \"Kemudian, setelah terjadinya peristiwa halilintar tersebut, Kami membangkitkan kamu, yakni generasi yang selamat dari peristiwa, setelah sebagian besar dari kamu mati, agar kamu bersyukur atas nikmat Allah tersebut.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah mengingatkan kepada Bani Israil yang ada pada masa Nabi Muhammad saw bahwa setelah banyak di antara mereka itu mati karena azab tersebut di atas, maka keturunan mereka yang masih tinggal kembali berkembang biak, padahal tadinya mereka mengira jumlah mereka akan semakin berkurang. Allah telah menakdirkan mereka berkembang kembali, agar mereka dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang pahit itu, sehingga mereka mau mensyukuri nikmat-nikmat Allah.\n\nAllah menceritakan hal itu kepada kita dengan menghadapkan pembicaraan kepada Bani Israil yang ada ketika datangnya Nabi Muhammad saw untuk menunjukkan bahwa umat manusia ini pada hakikatnya adalah satu. Segala cobaan yang telah diturunkan-Nya, berupa kebaikan atau musibah, nikmat atau kesengsaraan, semuanya merupakan pelajaran bagi umat yang datang kemudian dengan menerangkan yang telah terjadi atas umat-umat terdahulu, agar manusia mengetahui bahwa semua bangsa di dunia ini mempunyai tanggung jawab terhadap sesamanya. Kebahagiaan seseorang sangat erat hubungannya dengan kebahagiaan orang lain. Demikian pula kesengsaraan yang dideritanya. Setiap pribadi akan tertimpa kesengsaraan akibat perbuatan dosa yang telah meluas di lingkungannya, walaupun ia sendiri tidak ikut melakukan dosa-dosa tersebut" } } }, { "number": { "inQuran": 64, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 1, "page": 8, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0645\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa zallalnaa 'alaikumul ghamaama wa anzalnaa 'alaikumul Manna was Salwaa kuloo min taiyibaati maa razaqnaakum wa maa zalamoonaa wa laakin kaanooo anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "And We shaded you with clouds and sent down to you manna and quails, [saying], \"Eat from the good things with which We have provided you.\" And they wronged Us not - but they were [only] wronging themselves.", "id": "Dan Kami menaungi kamu dengan awan, dan Kami menurunkan kepadamu mann dan salwa. Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/64", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/64.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/64.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Generasi tersisa Bani Israil yang dibangkitkan itu diriwayatkan terse-sat selama 40 tahun di padang pasir dataran Sinai yang sangat panas. Mereka tersesat karena enggan memerangi orang-orang yang durhaka di Syam. \"Dan Kami menaungi kamu dengan awan, sehingga kamu tidak merasa kepanasan lagi di tengah padang pasir yang terik itu, dan Kami menurunkan kepadamu mann, makanan sejenis madu, dan salwa , burung kecil sejenis puyuh yang dapat dibakar untuk dimakan. Ma-kanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sehingga kamu tidak perlu lagi bersusah-payah mencari bahan makanan di padang pasir itu.\" Kedurhakaan yang dilakukan oleh Bani Israil itu sedikit pun tidak mencederai Allah. Mereka tidak menzalimi Kami, dan bahkan sedikit pun tidak menodai keagungan Allah. Ditaati atau tidak ditaati, didurhakai atau tidak didurhakai, Allah tetap Allah dengan Kemahaagungan-Nya. Oleh sebab itu, bukan Allah yang teraniaya, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri karena merekalah yang akan menanggung akibat kedurhakaan mereka itu.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengingatkan lagi kepada Bani Israil tentang nikmat-Nya yang lain yang dilimpahkan-Nya kepada nenek moyang mereka, yakni Allah telah menaungi mereka dengan awan mendung dari terik panas matahari yang menimpa mereka. Hal ini terjadi ketika mereka meninggalkan Mesir, dan menyeberangi Laut Merah. Mereka sampai ke gurun pasir dan ditimpa panas terik yang amat sangat. Lalu mereka mengadu kepada Nabi Musa. Begitu dia berdoa kepada Allah, memohon pertolongan untuk mereka, Allah mengirim awan mendung untuk menaungi mereka, hingga mereka dapat berjalan sampai ke negeri yang mereka tuju. Di samping itu Allah mengaruniakan pula makanan untuk mereka yaitu makanan yang disebut mann yang manis seperti madu, yang turun terus-menerus sejak terbit fajar sampai matahari terbenam, serta bahan makanan lain yang disebut salwa, yaitu semacam burung puyuh. Masing-masing mereka mengambil secukupnya untuk makan sampai keesokan harinya.\n\nMenghadapi suhu udara yang sangat panas di tengah gurun pasir orang mudah terkuras habis energi dan tenaga yang dimilikinya. Oleh karena itu sebagai pengganti energi yang hilang diperlukan makanan dan minuman yang banyak mengandung zat gula. Mann adalah sejenis makanan yang manis atau minuman berenergi seperti madu yang sangat dibutuhkan di daerah gurun pasir. Jika seseorang memakan makanan yang mengandung banyak zat gula kecuali meningkatkan energi dan memberi dampak rasa senang, juga membuat orang lebih bersemangat.\n\nDi samping makanan yang kandungan gulanya tinggi juga dibutuhkan daging yang mengandung protein dan lemak. Salwa adalah sejenis burung puyuh yang dagingnya memiliki kandungan protein dan lemak yang sangat tinggi, makanan ini dibutuhkan oleh orang-orang yang berada di gurun pasir yang panas sekali. Allah Mahamengetahui dan Mahabijaksana dengan memberikan makanan Mann dan Salwa kepada Bani Israil yang melakukan perjalanan panjang dan berat dari Mesir ke Syria. \n\nAllah memerintahkan agar mereka memakan makanan yang baik, dari rezeki yang telah dilimpahkan-Nya. Makanan yang baik ialah makanan yang halal dan bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan badan. Ini menunjukkan bahwa apa pun yang diperintahkan Allah kepada manusia, manfaatnya adalah untuk diri mereka sendiri, bukan untuk-Nya. Sebaliknya, apa pun yang dilarang-Nya agar dijauhi oleh manusia, semua itu adalah untuk menyelamatkan mereka sendiri dari malapetaka yang akan menimpa mereka karena perbuatan itu.\n\nSeorang ahli kimia bahan alam dari Belgia, Dr. Errera (1893) menduga bahwa manna merupakan jenis tumbuhan rendah, yang termasuk 'lumut kerak (lichenes) dari golongan unattached lichens (lumut kerak yang tidak melekat, mudah lepas). Setelah melakukan pengamatan, Errera menduga bahwa manna sangat mungkin merupakan spesies lumut kerak yang dikenal dengan nama saintifik: Aspicilia esculenta. Lumut kerak aspicilia esculenta ini sangat mudah terbawa oleh angin atau badai, sehingga nampak seolah-oleh diturunkan (anzalnaa, diturunkan) dari langit. Lumut kerak ini mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan mengandung pula zat antibiotika (thayyib, makanan yang baik-baik). Sedangkan salwa, kemungkinan besar adalah burung puyuh. Dapatlah dimengerti bahwa Bani Israil dapat bertahan lama (sekitar 40th) di belantara Sinai, karena mendapatkan rahmat dari Allah swt., berupa makanan manna, yang merupakan sumber karbohidrat dengan gizi tinggi dan terkandung pula antibiotik didalamnya. Sedangkan untuk sumber protein didapat dari salwa. Wallahu a'lam bis-sawab." } } }, { "number": { "inQuran": 65, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 1, "page": 9, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u063a\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064e \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u0650\u0637\u0651\u064e\u0629\u064c \u0646\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qulnad khuloo haazihil qaryata fakuloo minhaa haisu shi'tum raghadanw wadkhulul baaba sujjadanw wa qooloo hittatun naghfir lakum khataayaakum; wa sanazeedul muhsineen" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We said, \"Enter this city and eat from it wherever you will in [ease and] abundance, and enter the gate bowing humbly and say, 'Relieve us of our burdens.' We will [then] forgive your sins for you, and We will increase the doers of good [in goodness and reward].\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis), maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, dan katakanlah, “Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),” niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/65", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/65.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/65.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat sebelumnya menjelaskan beragam anugerah yang terlimpah kepada Bani Israil, sedang ayat ini menerangkan nikmat-nikmat yang lain. Dan selain anugerah yang telah dilimpahkan, ingatlah juga ketika Kami berfirman kepada Bani Israil, \"Masuklah ke negeri ini, yaitu Baitulmaqdis setelah dapat mengalahkan lawan-lawanmu. Sesudah itu maka makanlah dengan nikmat berbagai makanan yang ada di sana sesukamu. Dan selanjutnya masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk sebagai tanda kerendahan hati dan penyesalan atas semua dosa yang telah diperbuat masa lalu, dan kemudian katakanlah dengan penuh harap, 'Bebaskanlah kami dari dosa-dosa kami yang demikian banyak.' Bila hal ini kamu lakukan dengan penuh kesadaran, niscaya Kami ampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahanmu. Dan selain dari yang telah dianugerahkan, Kami juga akan menambah karunia dan nikmat, baik ketika di dunia maupun di akhirat kelak, bagi orang-orang yang benar-benar selalu berbuat kebaikan.\"", "long": "Pada permulaan ayat ini, Allah swt memerintahkan Bani Israil untuk memasuki suatu daerah (Baitulmakdis) dan menikmati makanan-makanan yang ada di sana dan mensyukuri nikmat-Nya, karena mereka telah diselamatkan dari pengejaran musuh dalam perjalanan yang amat sulit. Mereka diperintahkan untuk mengucapkan doa kepada Allah, agar mereka diampuni dari segala dosa yang telah mereka lakukan. Allah menegaskan bahwa jika mereka mematuhi perintah tersebut, Dia akan mengampuni semua kesalahan mereka, dan akan memberikan tambahan pahala dan karunia kepada orang-orang yang berbuat kebajikan." } } }, { "number": { "inQuran": 66, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 1, "page": 9, "manzil": 1, "ruku": 7, "hizbQuarter": 3, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0632\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fabaddalal lazeena zalamoo qawlan ghairal lazee qeela lahum fa anzalnaa 'alal lazeena zalamoo rijzam minas samaaa'i bimaa kaanoo yafsuqoon" } }, "translation": { "en": "But those who wronged changed [those words] to a statement other than that which had been said to them, so We sent down upon those who wronged a punishment from the sky because they were defiantly disobeying.", "id": "Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/66", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/66.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/66.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengenyam berbagai kenikmatan itu, ternyata Bani Israil tetap ingkar kepada Allah. Sebagai balasan dari beragam anugerah tersebut, lalu orang-orang yang zalim itu bahkan mengganti perintah Allah yang disyariatkan untuk kebaikan mereka dengan mengerjakan sesuatu yang justru tidak diperintahkan kepada mereka. Di antara perbuatan yang mereka lakukan adalah mengganti perintah sujud dengan mengangkat kepala, tunduk sebagai bukti ketaatan dengan pembangkangan, dan rendah hati dengan sikap angkuh serta sombong. Maka, akibat dari keingkaran dan kesombongan ini, Allah menegaskan,\" Kami, melalui para malaikat atau bencana, turunkan malapetaka yang merupakan siksa yang amat pedih dari langit yang datangnya tidak terduga kepada orang-orang yang zalim itu.\" Hal yang sedemikian ini karena mereka selalu berbuat fasik, yaitu tidak pernah bersyukur dan selalu menyiratkan pembangkangan dan kesombongan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan, bahwa Bani Israil tidak mau melaksanakan perintah dan petunjuk-petunjuk Allah, bahkan sebaliknya mereka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah-perintah tersebut, seolah-olah mereka tidak mengakui adanya segala perintah itu. Mereka mengatakan bahwa hal-hal sebaliknyalah yang diperintahkan kepada mereka. Demikianlah orang yang fasik dengan mudah memutarbalikkan kenyataan. Orang-orang yang durhaka senantiasa menyalahi perintah, apabila mereka ditugaskan melakukan pekerjaan yang terasa berat bagi mereka.\n\nPada akhir ayat ini dijelaskan bahwa karena sikap mereka yang ingkar dan tidak mematuhi perintah itu, Allah menurunkan azab kepada mereka. Dalam ayat ini tidak dijelaskan macam azab yang diturunkan itu. Allah menguji Bani Israil dengan bermacam-macam cobaan setiap kali mereka melakukan kefasikan dan kezaliman." } } }, { "number": { "inQuran": 67, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 1, "page": 9, "manzil": 1, "ruku": 8, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0633\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628 \u0628\u0651\u0650\u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0641\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064f\u0646\u064e\u0627\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062b\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izis tasqaa Moosaa liqawmihee faqulnad rib bi'asaakal hajara fanfajarat minhusnataaa 'ashrata 'aynan qad 'alima kullu unaasim mash rabahum kuloo washraboo mir rizqil laahi wa laa ta'saw fil ardi mufsideen" } }, "translation": { "en": "And [recall] when Moses prayed for water for his people, so We said, \"Strike with your staff the stone.\" And there gushed forth from it twelve springs, and every people knew its watering place. \"Eat and drink from the provision of Allah, and do not commit abuse on the earth, spreading corruption.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/67", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/67.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/67.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat sebelumnya dijelaskan tentang beragam anugerah yang dilimpahkan kepada Bani Israil. Selanjutnya pada ayat ini diingatkan pula tentang nikmat lain yang merupakan mukjizat Nabi Musa, yaitu ketersediaan air yang sangat diperlukan semua makhluk hidup. Dan sejalan dengan hal ini, ingatlah kamu sekalian ketika Musa memohon air untuk kaumnya pada saat mereka sedang kehausan di gurun Sinai, lalu Kami berfirman kepadanya,\" Pukullah batu yang ada di hadapanmu itu dengan tongkatmu yang merupakan mukjizatmu!\" Maka seketika itu memancarlah daripadanya, yaitu dari batu yang dipukul itu, dua belas mata air, sesuai dengan jumlah suku yang ada pada Bani Israil, yang merupakan keturunan dari dua belas anak Nabi Yakub. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing, seperti yang disebutkan dalam Surah al-Ara f /7 : 160, yaitu bahwa setiap suku dari 12 suku dari Bani Israil mengetahui mata air mana yang menjadi bagian mereka. Karena itu, wahai Bani Israil, makan-lah dari anugerah Allah yang berupa al-mann dan as-salwa , dan minumlah air yang memancar dari batu sebagai rezeki yang diberikan Allah kepada kamu semua, dan janganlah kamu berkeliaran di bumi dengan tanpa tujuan yang jelas, apalagi dengan berbuat kerusakan yang akan mengakibatkan kerugian dan hal-hal negatif bagi makhluk lainnya.", "long": "Pada permulaan ayat ini, Allah swt mengisahkan bagaimana Nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah untuk mendapatkan air minum bagi para pengikutnya yang terdiri dari dua belas suku. Allah mengabulkan doa tersebut, lalu memerintahkan Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke sebuah batu besar yang ada di padang pasir itu. Tiba-tiba memancarlah air dari batu itu sebanyak dua belas sumber, sehingga masing-masing suku dari kaum Nabi Musa itu mendapatkan air minum secukupnya. Kejadian ini merupakan mukjizat bagi Musa untuk membuktikan kerasulannya, dan untuk menunjukkan kekuasaan Allah.\n\nSesungguhnya Allah kuasa memancarkan air dari batu, tanpa dipukul dengan tongkat lebih dahulu, tetapi Allah hendak memperlihatkan kepada hamba-Nya hubungan sebab dengan akibat. Apabila mereka menginginkan sesuatu harus berusaha dan bekerja untuk mendapatkannya sesuai proses hubungan antara sebab dan akibat. Allah telah menyediakan rezeki untuk setiap makhluk-Nya yang hidup di bumi ini, tetapi rezeki itu tidak datang sendiri, melainkan harus diusahakan, dan harus ditempuh cara-caranya. Siapa yang malas berusaha tentu tidak akan mendapatkan rezeki yang diperlukan.\n\nDi samping itu Allah telah menciptakan manusia mempunyai pikiran dan perasaan yang terbatas, sehingga dia hanya dapat memahami yang berada dalam daerah jangkauan indera, pikiran, dan perasaannya. Apabila dia melihat adanya sesuatu yang berada di luar kemampuannya, dia berusaha untuk mengembalikan persoalannya kepada yang telah diketahuinya. Bila dia tidak dapat memahaminya sama sekali, dia menjadi bingung, apalagi hal itu terjadi di hadapannya berulang kali. Maka Allah memperlihatkan mukjizat melalui para nabi sesuai dengan keadaan umat pada masa nabi itu. Allah menyuruh mereka makan dan minum dari rezeki yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan mereka dilarang untuk berbuat kezaliman." } } }, { "number": { "inQuran": 68, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 1, "page": 9, "manzil": 1, "ruku": 8, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064d \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0628\u0650\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0642\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u0650\u062b\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0641\u064f\u0648\u0645\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0633\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0635\u064e\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u06da \u0627\u0647\u0652\u0628\u0650\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0635\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0636\u064f\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u0643\u064e\u0646\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d7 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qultum yaa Moosaa lan nasbira 'alaa ta'aaminw waahidin fad'u lanaa rabbaka yukhrij lanaa mimmaa tumbitul ardu mimbaqlihaa wa qis saaa'ihaa wa foomihaa wa 'adasihaa wa basalihaa qaala atastabdiloonal lazee huwa adnaa billazee huwa khayr; ihbitoo misran fa inna lakum maa sa altum; wa duribat 'alaihimuz zillatu walmaskanatu wa baaa'oo bighadabim minal laah; zaalika bi annahum kaano yakfuroona bi aayaatil laahi wa yaqtuloonan Nabiyyeena bighairil haqq; zaalika bimaa 'asaw wa kaanoo ya'tadoon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when you said, \"O Moses, we can never endure one [kind of] food. So call upon your Lord to bring forth for us from the earth its green herbs and its cucumbers and its garlic and its lentils and its onions.\" [Moses] said, \"Would you exchange what is better for what is less? Go into [any] settlement and indeed, you will have what you have asked.\" And they were covered with humiliation and poverty and returned with anger from Allah [upon them]. That was because they [repeatedly] disbelieved in the signs of Allah and killed the prophets without right. That was because they disobeyed and were [habitually] transgressing.", "id": "Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/68", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/68.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/68.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah pula sikap-sikap yang tidak menyenangkan, yaitu ketika kamu berkata kepada Nabi Musa, \"Wahai Musa! Kami sudah tidak tahan lagi bila hanya makan dengan satu macam makanan saja yang tetap dan tidak berubah-ubah yaitu al-mann dan as-salwa , maka mohonkanlah kepada Tuhanmu Yang Maha Pemurah untuk kami, agar Dia memberi kami yang sudah jenuh dengan makanan yang sama, apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah.\" Dia, Nabi Musa, dengan nada marah, menjawab, \"Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik dengan menukar al-mann dan as-salwa  yang merupakan anugerah Allah dengan jenis-jenis makanan yang disebutkan itu? Bila itu yang kamu kehendaki, tinggalkanlah tempat ini dan pergilah ke suatu kota yang kamu inginkan, pasti kamu di tempat itu akan memperoleh apa saja sesuai yang kamu minta. Akibat tidak adanya rasa syukur itu, kemudian mereka ditimpa kenistaan dalam hidup dan kemiskinan dari rezeki atau harta, dan mereka selanjutnya kembali mendapat kemurkaan dari Allah yang tidak senang dengan keingkaran mereka. Hal itu, yakni kenistaan dan kemiskinan dapat terjadi karena mereka tidak mau mensyukuri nikmat yang dianugerahkan, bahkan sering mengingkari ayat-ayat Allah yang ada di sekitarnya dan membunuh para nabi tanpa hak atau alasan yang benar. Yang demikian itu sebagai akibat dari sikap dan tingkah laku yang tidak terpuji, selain karena mereka juga selalu durhaka dan melampaui batas dalam segala tindak-tanduknya.", "long": "Ketika Bani Israil tersesat di padang pasir Sinai, mereka berkata kepada Nabi Musa bahwa mereka tidak tahan terhadap satu jenis makanan saja, sedang yang ada hanya mann dan salwa saja (al-Baqarah/2:57). Mereka berkata demikian karena keingkaran mereka terhadap Nabi Musa a.s. dan kebanggaan terhadap kehidupan mereka dahulu.\n\nBani Israil kemudian meminta kepada Musa a.s. agar berdoa kepada Tuhan semoga Dia mengeluarkan sayur-sayuran yang ditumbuhkan bumi sebagai ganti mann dan salwa. Mereka tidak mau berdoa sendiri, tetapi mengharapkan Musa yang berdoa kepada Tuhan, karena mereka memandang Musa orang yang dekat kepada Tuhan dan lagi pula dia seorang Nabi yang dapat bermunajat kepada Allah. Sayur-mayur dan lain-lain yang mereka minta itu banyak terdapat di kota-kota, tapi tidak terdapat di padang pasir. Sebenarnya permintaan itu tidak sukar dicari, karena mereka dapat memperolehnya asal saja mereka pergi ke kota. Nabi Musa menolak permintaan itu dengan penuh kekecewaan dan kejengkelan serta mencela sikap mereka karena mereka menolak mann dan salwa, makanan yang sebenarnya mengandung nilai gizi yang tinggi dan sangat diperlukan oleh tubuh, diganti dengan sayur-mayur yang lebih rendah gizinya.\n\nKemudian Nabi Musa menyuruh mereka keluar dari gurun Sinai dan pergi menuju kota. Di sana mereka akan mendapatkan yang mereka inginkan, sebab gurun Sinai tempat mereka tinggal sampai batas waktu yang telah ditentukan Allah, tidak dapat menumbuhkan sayur-sayuran. Mereka tinggal di gurun Sinai itu karena mereka lemah dan tidak tabah untuk mengalahkan penduduk negeri yang dijanjikan bagi mereka. Mereka akan lepas dari hal yang tidak mereka sukai, bilamana mereka memiliki keberanian memerangi orang-orang yang di sekitar mereka, yaitu penduduk bumi yang dijanjikan Allah dan menjamin memberi pertolongan kepada mereka. Oleh sebab itu, hendaknya mereka mencari jalan untuk mendapatkan kemenangan dan keuntungan.\n\nSetelah Allah menceritakan penolakan Musa terhadap permintaan mereka dan sebelumnya telah membentangkan pula segala nikmat yang dikaruniakan kepada mereka, dalam ayat ini Allah mengemukakan beberapa kejahatan keturunan Bani Israil yang datang kemudian, yaitu mereka mengingkari ayat-ayat Allah, membunuh nabi-nabi dan pelanggaran mereka terhadap hukum Allah. Oleh sebab itu, Allah menimpakan kepada mereka kehinaan dan kemiskinan sebagai wujud kemurkaan-Nya.\n\nSudah semestinya mereka menerima murka Ilahi, menanggung bencana dan siksaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Demikian pula mereka mendapatkan kehinaan dan kemiskinan karena mereka selalu menolak ayat-ayat Allah yang telah diberikan kepada Nabi Musa berupa mukjizat yang telah mereka saksikan sendiri. Kedurhakaan dan penolakan mereka terhadap Nabi Musa adalah suatu bukti bahwa ayat-ayat Allah tidak berpengaruh pada jiwa mereka. Mereka tetap mengingkarinya.\n\nMereka membunuh para nabi dari golongan mereka, tanpa alasan yang benar. Memang sesungguhnya orang yang berbuat kesalahan kadang-kadang meyakini bahwa yang diperbuatnya adalah benar. Perbuatan mereka yang demikian itu bukanlah karena salah dalam memahami atau menafsirkan hukum, tetapi memang dengan sengaja menyalahi hukum-hukum Allah yang telah disyariatkan di dalam agama mereka.\n\nKekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan kelancangan mereka membunuh para nabi, karena mereka banyak melampaui batas ketentuan agama mereka. Seharusnya agama mempunyai pengaruh yang besar pada jiwa manusia, sehingga penganutnya takut menyalahi perintah Allah. Apabila seseorang melampaui peraturan-peraturan atau batas-batas agamanya berarti pengaruh agama pada jiwanya sudah lemah. Semakin sering dia melanggar batas hukum agama itu semakin lemah pulalah pengaruh agama pada jiwanya. Sampai akhirnya pelanggaran ketentuan-ketentuan agama itu menjadi kebiasaannya, seolah-olah dia lupa akan adanya batas-batas agama dan peraturan-peraturannya. Akhirya lenyaplah pengaruh agama dalam hatinya." } } }, { "number": { "inQuran": 69, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 1, "page": 10, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wallazeena haadoo wan nasaaraa was Saabi'eena man aamana billaahi wal yawmil aakhiri wa 'amila saalihan falahum ajruhum 'inda Rabbihim wa laa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who believed and those who were Jews or Christians or Sabeans [before Prophet Muhammad] - those [among them] who believed in Allah and the Last Day and did righteousness - will have their reward with their Lord, and no fear will there be concerning them, nor will they grieve.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang sabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/69", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/69.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/69.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menunjukkan betapa Allah Maha Pengampun lagi Maha Pemberi rahmat bagi semua manusia, karena sesungguhnya orang-orang yang beriman, yaitu umat Nabi Muhammad, orang-orang Yahudi yang merupakan umat Nabi Musa, orang-orang Nasrani yang merupakan umat Nabi Isa, dan orang-orang Sabi'in, yaitu umat sebelum Nabi Muhammad yang mengetahui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan mempercayai adanya pengaruh bintang-bintang, tentunya siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari Akhir dengan sebenarbenar iman sebelum diutusnya Nabi Muhammad , dan selalu melakukan kebajikan yang memberikan manfaat bagi yang lainnya, mereka pasti akan mendapat pahala dari Tuhannya berupa surga, selain itu tidak ada rasa takut pada mereka dalam menghadapi kehidupan di dunia maupun akhirat, dan mereka tidak pula bersedih hati ketika menghadapi beragam cobaan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa tiap-tiap umat atau bangsa pada masa itu yang benar-benar berpegang pada ajaran para nabi mereka serta beramal saleh akan memperoleh ganjaran di sisi Allah, karena rahmat dan magfirah-Nya selalu terbuka untuk seluruh hamba-hamba-Nya. \n\n\"Orang-orang mukmin\" dalam ayat ini ialah orang yang mengaku beriman kepada Muhammad Rasulullah saw dan menerima segala yang diajarkan olehnya sebagai suatu kebenaran dari sisi Allah. sabi'in ialah umat sebelum Nabi Muhammad saw yang mengetahui adanya Tuhan Yang Maha Esa, dan mempercayai adanya pengaruh bintang-bintang. Pengertian beriman ialah seperti yang dijelaskan Rasul saw ketika Jibril a.s. menemuinya. Nabi berkata:\n\nAgar kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari Kiamat, dan kamu percaya qadar baik atau buruk. (Riwayat Muslim dari 'Umar r.a.).\n\nOrang Yahudi ialah semua orang yang memeluk agama Yahudi. Mereka dinamakan Yahudi karena kebanyakan mereka dari keturunan Yahudi, salah seorang keturunan Yakub (Israil). Orang-orang Nasrani ialah orang-orang yang menganut agama Nasrani. Kata Nasrani diambil dari nama suatu daerah Nasirah (Nazareth) di Palestina, tempat Nabi Isa dilahirkan. Siapa saja di antara ketiga golongan di atas yang hidup pada zamannya, sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw dan benar-benar beragama menurut agama mereka, membenarkan dengan sepenuh hati akan adanya Allah dan hari Kiamat, mengamalkan segala tuntutan syariat agamanya, mereka mendapat pahala dari sisi Allah. Sesudah kedatangan Nabi Muhammad saw, semua umat manusia diwajibkan beriman kepadanya dan seluruh ajaran yang dibawanya, yakni dengan menganut lslam." } } }, { "number": { "inQuran": 70, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 1, "page": 10, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e \u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz akhaznaa meesaaqakum wa rafa'naa fawqakumut Toora khuzoo maaa aatainaakum biquwwatinw wazkuroo maa feehi la'allakum tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We took your covenant, [O Children of Israel, to abide by the Torah] and We raised over you the mount, [saying], \"Take what We have given you with determination and remember what is in it that perhaps you may become righteous.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/70", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/70.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/70.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu dijelaskan tentang pahala bagi orang yang beriman. Selanjutnya pada ayat-ayat ini diterangkan tentang pelanggaran Bani Israil terhadap perjanjian yang diikrarkan dengan Tuhan. Karena itu, dalam kaitan dengan sikap dan keingkaran ini, ingatlah ketika Kami mengambil janji kamu dengan perantaraan Nabi Musa agar kamu semua melaksanakan tuntunan syariat yang terdapat dalam Taurat, dan Kami angkat gunung Sinai sejalan dengan kekuasaan Kami, atau Kami goncangkan gunung itu sehingga seperti akan terangkat di atasmu seraya berfirman, \"Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dengan kesungguhan yang sebenarnya dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, yakni dalam Taurat yang merupakan petunjuk bagi kehidupanmu. Yang sedemikian ini agar kamu bertakwa, dengan selalu melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.\"", "long": "Allah mengingatkan kembali kesalahan lain dari nenek moyang orang Yahudi ketika Allah mengambil janji dari mereka, yaitu bahwa mereka akan beriman dan akan mengamalkan apa yang ada dalam Taurat. Ternyata mereka tidak mengamalkannya, bahkan mengingkarinya. Lalu Allah mengangkat bukit (Gunung Sinai) ke atas kepala mereka untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya agar mereka beriman kepada-Nya dan berpegang teguh kepada kitab Taurat itu. Isi perjanjian tersebut berupa perintah Allah kepada mereka, \"Peganglah kitab Taurat dengan sungguh-sungguh dan tetaplah mengerjakan isinya, pelajarilah Taurat itu, perhatikan isinya dan amalkan hukum-hukum yang termaktub di dalamnya.\"\n\nAyat ini memberi pengertian bahwa orang yang meninggalkan syariat dan meremehkan hukum Allah disamakan dengan orang yang mengingkari dan menentangnya. Maka sudah sepatutnya dia pada hari Kiamat nanti dikumpulkan dalam keadaan buta. Dia tidak dapat melihat jalan kemenangan dan jalan kebahagiaan.\n\nDia berkata, \"Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?\" Dia (Allah) berfirman, \"Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.\" (taha/20: 125 dan 126)\n\nApabila seseorang mengingkari syariat Allah dan menyia-nyiakan hukum-Nya, berarti syariat itu tidak mempunyai pengaruh apa-apa pada jiwanya. Sehubungan dengan pengertian ayat ini dapat dikatakan bahwa orang-orang yang hanya membaca Al-Qur'an tanpa mengamalkan isinya mereka tidak mendapat manfaat dari kandungan Al-Qur'an itu. Maksud mengikuti kitab-kitab suci ialah mengamalkan isinya, bukan hanya sekadar membaca dan melagukannya dengan macam-macam lagu yang merdu. Kemudian Allah memerintahkan agar Bani Israil berpegang teguh dengan Taurat, selalu mempelajarinya, dan mengamalkan isinya agar mereka menjadi orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 71, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 1, "page": 10, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa tawallaitum mim ba'di zaalika falawlaa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhoo lakuntum minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "Then you turned away after that. And if not for the favor of Allah upon you and His mercy, you would have been among the losers.", "id": "Kemudian setelah itu kamu berpaling. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/71", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/71.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/71.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada awalnya kamu, Bani Israil, taat dengan ajakan Allah melalui Nabi Musa ini, namun kemudian setelah itu, yaitu pada saat kamu semua tidak lagi merasakan murka-Nya, kamu berpaling dan tidak lagi menaati ajaran ini. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah berupa anugerah yang lebih dari semestinya dan bukan pula karena rahmat-Nya kepadamu dengan selalu membuka pintu tobat, pasti kamu akan langsung diazab karena keingkaran yang kamu perbuat. Bila ini terjadi, sudah pasti kamu semua termasuk orang yang rugi di dunia maupun di akhirat.", "long": "Sesudah Bani Israil mengambil perjanjian dari Allah seperti disebutkan pada ayat yang lalu, mereka berpaling dan tidak menepati perjanjian itu. Mereka banyak melanggar ketentuan-ketentuan dalam Taurat, baik oleh nenek moyang mereka zaman dahulu maupun oleh mereka yang hidup kemudian. Umpamanya pada zaman mereka hidup di padang pasir yang tandus, mereka menentang Nabi Musa, menyakitinya, dan melawan segala perintahnya. Pada masa berikutnya mereka membunuh Nabi Yahya, mengingkari Nabi Isa bahkan merencanakan akan membunuhnya. Keingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad saw, termasuk bukti penyelewengan mereka dari Taurat. Maka sudah sewajarnya mereka mendapat azab dari Allah, atau Allah melenyapkan nikmat dari mereka untuk selama-lamanya. Tetapi Allah tidak berbuat demikian, karena kasih sayang-Nya. Mereka tidak dibinasakan, dan Allah selalu membuka pintu tobat bagi yang ingin kembali ke jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 72, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 1, "page": 10, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u0650\u0631\u064e\u062f\u064e\u0629\u064b \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad 'alimtumul lazeena'-tadaw minkum fis Sabti faqulnaa lahum koonoo qiradatan khaasi'een" } }, "translation": { "en": "And you had already known about those who transgressed among you concerning the sabbath, and We said to them, \"Be apes, despised.\"", "id": "Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/72", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/72.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/72.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan tentang sikap dan keingkaran Bani Israil. Sejalan dengan hal itu, Allah menegur dan memurkai mereka. Sungguh, kamu, wahai Bani Israil, telah mengetahui hukuman yang diterima oleh orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu dengan tetap mencari ikan pada hari Sabat, yakni hari Sabtu, hari khusus untuk beribadah bagi orang Yahudi, padahal kamu semua sudah sepakat untuk menjadikannya sebagai hari ibadah dan tidak melakukan pekerjaan lain. Karena itu lalu Kami katakan kepada mereka, \"Jadilah kamu kera yang hina.\" Pada saat itu berubahlah fisik dan atau sikap mereka seperti kera.", "long": "Dalam ketentuan syariat agama Yahudi, pada hari ketujuh, Sabat (dari bahasa Ibrani, shabbath, berarti \"istirahat\") orang dilarang mengerjakan apa pun, karena hari itu khusus untuk ibadah. Dalam bahasa Arab sabt (Sabtu), dari kata sabata, yasbitu, sabtan, juga berarti \"istirahat\" atau \"tenang.\" Pada hari itu setelah \"langit, bumi, dan segala isinya diselesaikan\" Tuhan beristirahat. \"Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya\" (Kejadian ii. 1-3), yang juga dipakai untuk merayakan terbebasnya orang Israil dari perbudakan di Mesir. Menurut Perjanjian Lama, mereka yang melanggar kekudusan Sabat, termasuk menangkap ikan pada hari itu, dapat dijatuhi hukuman mati: \"Siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu pastilah ia dihukum mati, sebab orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya\". (Kitab Keluaran 31. 14). \n\nPada hari yang sangat dihormati itu biasanya ikan-ikan bebas bermunculan sehingga menutupi permukaan air laut, karena hari itu tidak ada orang yang berani mengganggunya. Di luar hari Sabtu ikan-ikan itu menghilang lagi (al-A'raf/7 : 163). Banyak mufasir menyebutkan, larangan ini oleh mereka diakali; pada hari-hari sebelum Sabat mereka membuat kolam besar dan air laut dialirkan ke dalamnya. Pada hari Ahad mereka bekerja mengambil ikan yang sudah terjaring itu. Tetapi dalam hukum Tuhan mereka tetap melanggar, maka Allah menjatuhkan hukuman dengan menjadikan mereka kera, sehingga mereka jauh dari kebajikan serta hina dan rendah.\n\nMenurut Mujahid, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, \"Fisik mereka tidak ditukar menjadi kera, tetapi hati, jiwa, dan sifat merekalah yang dijadikan seperti kera, sehingga mereka tidak dapat menerima pengajaran dan tidak dapat memahami ancaman.\" Pada ayat ini mereka diserupakan dengan kera dan pada ayat yang lain mereka diserupakan dengan keledai, sesuai dengan firman Allah:\n\nPerumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.¦.(al-Jumu'ah/62:5)\n\nJumhur ulama berpendapat bahwa mereka benar-benar bertukar wujud menjadi kera sebagai hukuman terhadap keingkaran mereka. Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka yang diubah menjadi kera tidak beranak, tidak makan, tidak minum, dan tidak dapat hidup lebih dari tiga hari. Di dalam Al-Qur'an terdapat ayat yang serupa maksudnya:\n\n¦ Dan di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Tagut.\"¦(al-Ma'idah/5:60)" } } }, { "number": { "inQuran": 73, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 1, "page": 10, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faja'alnaahaa nakaalal limaa baina yadihaa wa maa khalfahaa wa maw'izatal lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And We made it a deterrent punishment for those who were present and those who succeeded [them] and a lesson for those who fear Allah.", "id": "Maka Kami jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/73", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/73.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/73.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya, untuk menimbulkan efek jera, maka Kami jadikan yang demikian itu, yaitu hukuman atau kutukan menjadi kera, sebagai peringatan bagi orang-orang pada masa itu, yaitu orang-orang Yahudi, dan bagi mereka yang datang kemudian, termasuk juga umat Nabi Muhammad, serta secara khusus menjadi pelajaran penting dan mesti diperhatikan bagi orang-orang yang bertakwa.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan maksud dari hukuman yang dijatuhkan kepada Bani Israil, untuk menjadi pelajaran bagi manusia agar mencegah perbuatan-perbuatan yang melampaui ketentuan-ketentuan Allah, baik untuk orang yang hidup pada waktu itu maupun yang hidup sesudahnya sampai hari kiamat. Hukuman itu juga menjadi pelajaran yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. Mereka senantiasa mengambil pelajaran dengan segala macam kejadian dan selalu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang melampaui batas." } } }, { "number": { "inQuran": 74, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 1, "page": 10, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Moosaa liqawmiheee innal laaha yaamurukum an tazbahoo baqaratan qaalooo atattakhizunna huzuwan qaala a'oozu billaahi an akoona minal jaahileen" } }, "translation": { "en": "And [recall] when Moses said to his people, \"Indeed, Allah commands you to slaughter a cow.\" They said, \"Do you take us in ridicule?\" He said, \"I seek refuge in Allah from being among the ignorant.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina.” Mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Dia (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/74", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/74.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/74.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu dijelaskan tentang keingkaran Bani Israil terhadap perintah Allah, sedang pada ayat-ayat berikut diterangkan keingkaran mereka terhadap perintah Nabi Musa. Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya yang meminta agar ia memohon pada Tuhan agar memberi solusi dari masalah pembunuhan di kalangan mereka, \"Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina\", yang dimaksudkan agar mereka menghapus sisa syirik karena pernah menyembah anak sapi dan siap kembali pada akidah yang benar. Perintah ini dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan Musa, karena itu mereka bertanya,\" Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan? \"Pertanyaan ini sungguh tidak pada tempatnya, karena mereka tahu sifat Musa yang tidak pernah main-main. Dengan sikap prihatin, dia, Musa, menjawab, \"Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh yang sering menjadikan ajaran agama sebagai permainan.\"", "long": "Ketika Nabi Musa memerintahkan Bani Israil untuk menyembelih sapi, mereka berkata kepada Nabi Musa, \"Apakah kamu mempermainkan kami? Kami bertanya kepadamu tentang perkara pembunuhan, lalu kamu menyuruh kami menyembelih seekor sapi. Ini ganjil sekali dan jauh daripada yang kami maksudkan.\" Seharusnya Bani Israil menjalankan perintah Nabi Musa itu dan menyambutnya dengan patuh dan taat, kemudian mereka menunggu apa yang akan terjadi sesudah itu, tetapi mereka berbuat sebaliknya. \n\nPerkataan mereka itu sebagai bukti bahwa mereka sangat kasar tabiatnya dan tidak mengakui kekuasaan Allah. Nabi Musa menjawab, \"Saya berlindung kepada Allah dari memperolok-olokkan manusia karena perbuatan itu termasuk perbuatan orang jahil, lebih-lebih bagi seorang rasul yang akan menyampaikan risalah dan hukum-hukum Allah kepada manusia.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 75, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 1, "page": 10, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0650\u0636\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalud-'u lanaa rabbaka yubaiyil lanaa maa hee; qaala innahoo yaqoolu innahaa baqaratul laa faaridunw wa laa bikrun 'awaanum baina zaalika faf'aloo maa tu'maroon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Call upon your Lord to make clear to us what it is.\" [Moses] said, \"[Allah] says, 'It is a cow which is neither old nor virgin, but median between that,' so do what you are commanded.\"", "id": "Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman, bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/75", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/75.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/75.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Syarat untuk mengungkap pembunuhan hanya dengan menyembelih seekor sapi. Akan tetapi, orang Yahudi justru mempersulit diri dengan mengajukan beragam pertanyaan. Hal ini diawali ketika mereka berkata,\" Mohonkanlah kepada Tuhanmu (ungkapan ini mengisyaratkan pada Tuhan itu hanya Tuhan Musa, bukan Tuhan mereka) untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang sapi betina itu, apakah sapi itu masih muda atau yang tua.\" Mendengar pertanyaan ini, dia, Musa, menjawab, \"Dia berfirman bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, tetapi pertengahan antara itu. Setelah penjelasan ini, maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.\" Tetapi tampaknya mereka masih tidak puas, dan kemudian mengajukan pertanyaan lain, yaitu seperti yang diungkapkan pada ayat berikutnya.", "long": "Bani Israil berkata lagi kepada Nabi Musa, \"Tanyakanlah kepada Tuhanmu agar diterangkan kepada kami tanda-tanda sapi yang dimaksudkan itu.\" Nabi Musa menjawab, \"Sapi yang harus disembelih itu bukan yang tua dan bukan pula yang muda, tetapi yang sedang umurnya. Turutilah perintah itu dan laksanakanlah segera.\"\n\nMereka disuruh segera menaati perintah itu dan dilarang berkeras kepala. Sebenarnya mereka dapat melaksanakan penyembelihan sapi itu dengan keterangan yang sudah diberikan. Tetapi mereka membandel dan terus melanjutkan dan memperbanyak pertanyaan." } } }, { "number": { "inQuran": 76, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 1, "page": 10, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0635\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064c \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u064f\u0631\u0651\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalud-'u lanaa rabaaka yubaiyil lanaa maa lawnuhaa; qaala innahoo yaqoolu innahaa baqaratun safraaa'u faqi'ul lawnuhaa tasurrunnaazireen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Call upon your Lord to show us what is her color.\" He said, \"He says, 'It is a yellow cow, bright in color - pleasing to the observers.' \"", "id": "Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/76", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/76.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/76.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijawab, mereka mengajukan pertanyaan lain yang berkaitan dengan warna sapi dengan berkata, \"Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.\" Dengan gemas dia, Musa, menjawab, Dia berfirman bahwa sapi itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya-padahal warna ini sangat sulit ditemukan-dan sapi itu mesti yang menyenangkan orang-orang yang memandang-nya\". Penjelasan ini sebenarnya semakin menyulitkan mereka, tetapi mereka belum juga puas dengan keterangan tersebut, dan masih mengajukan pertanyaan lain, seperti yang diungkap pada ayat berikutnya.", "long": "Sesudah menanyakan umur sapi itu, mereka berkata, \"Terangkanlah kepada kami, bagaimana warna sapi itu.\" Mereka diberi jawaban yang cukup jelas yang dapat membedakan sapi yang dimaksud. Musa mengatakan bahwa warna sapi itu kuning tua dan menyenangkan orang yang melihatnya. Tetapi mereka tidak puas dengan jawaban tersebut. Mereka terus bertanya dan menambah pertanyaan yang mempersulit diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 77, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 1, "page": 11, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalud-'u lanaa rabbaka yubaiyil lanaa maa hiya innal baqara tashaabaha 'alainaa wa innaaa in shaaa'al laahu lamuhtadoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Call upon your Lord to make clear to us what it is. Indeed, [all] cows look alike to us. And indeed we, if Allah wills, will be guided.\"", "id": "Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/77", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/77.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/77.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketidakpuasan mereka atas jawaban Nabi Musa diungkapkan dengan berkata, \"Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami keterangan lebih lengkap agar Dia menjelaskan kepada kami secara lebih detail tentang keadaan sapi betina itu. Yang sedemikian ini karena sesungguhnya sapi itu masih juga belum begitu jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki dan berkenan memberikan keterangan selengkapnya, niscaya kami mendapat petunjuk tentang sapi itu, sehingga kami dapat menemukannya dan melaksanakan perintah dengan tepat seperti yang dijelaskan.\"", "long": "Pada ayat ini mereka menanyakan lagi tentang apa yang telah mereka tanyakan sebelumnya, \"Sapi apakah itu, karena sapi itu masih samar bagi kami.\" Semua itu sebenarnya sudah diterangkan. Tetapi mereka merasa belum sempurna penjelasan yang telah diberikan, bahkan bagi mereka masih samar-samar karena ciri-ciri sapi itu hampir serupa sehingga tidak dapat menemukan mana yang akan disembelih. Dengan pertanyaan yang terakhir, mereka mengharapkan mendapat petunjuk tentang sapi yang dibutuhkan atau petunjuk kepada hikmah dan rahasia perintah penyembelihan sapi itu." } } }, { "number": { "inQuran": 78, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 1, "page": 11, "manzil": 1, "ruku": 9, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0644\u064f\u0648\u0644\u064c \u062a\u064f\u062b\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064e \u0645\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0634\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innahoo yaqoolu innahaa baqaratul laa zaloolun tuseerul arda wa laa tasqil harsa musallamatullaa shiyata feehaa; qaalul 'aana jita bilhaqq; fazabahoohaa wa maa kaado yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "He said, \"He says, 'It is a cow neither trained to plow the earth nor to irrigate the field, one free from fault with no spot upon her.' \" They said, \"Now you have come with the truth.\" So they slaughtered her, but they could hardly do it.", "id": "Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman, (sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.” Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya.” Lalu mereka menyembelihnya, dan nyaris mereka tidak melaksanakan (perintah) itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/78", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/78.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/78.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena permintaan-permintaan itu, kemudian Nabi Musa memohon kepada Allah agar diberi keterangan lanjutan. Dan dia, Musa, kemudian menjawab,\" Dia berfirman dan menerangkan bahwa sapi itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula pernah dipergunakan mengangkut air untuk mengairi tanaman, badannya sehat tidak berpenyakit, dan tanpa belang.\" Sesudah itu, kemudian mereka berkata,\" Sekarang barulah engkau menerangkan hal yang sebenarnya tentang sapi itu.\" Lalu mereka menyembelihnya setelah menemukan sapi dengan ciri-ciri yang dijelaskan, dan nyaris mereka tidak dapat melaksanakan perintah itu karena sulitnya menemukan sapi dengan segala ciri yang mereka tanyakan.", "long": "Seekor sapi yang diperintahkan untuk disembelih itu ialah seekor sapi yang belum pernah dipergunakan untuk membajak dan mengangkut air, sehat, dan tidak cacat sedikit pun. Setelah mendapat keterangan ini, mereka menyatakan sekarang barulah jelas buat mereka. Akhirnya mereka pun mendapatkannya dan kemudian mereka menyembelihnya. Hampir-hampir mereka tidak sanggup mengerjakannya, karena terlalu sukar untuk mendapatkan sapi yang dimaksud.\n\nDalam suatu hadis disebutkan, \"Kalau sekiranya mereka langsung menyembelih saja seekor sapi betina pada waktu mereka menerima perintah, cukuplah sudah. Tetapi mereka mengajukan pertanyaan yang memberatkan mereka sendiri, maka Allah pun memberatkannya.\" (Riwayat Ibnu Jarir dari Ibnu 'Abbas)\n\nPermintaan Nabi Musa atas perintah Allah kepada kaumnya itu (ayat 67) sederhana sekali: \"Sembelihlah seekor sapi betina\". Selesai, tanpa harus banyak bertanya. Tetapi mereka sudah biasa cerewet dan mengajukan pertanyaan macam-macam sekitar sapi itu”yang maksudnya hendak mengejek”padahal soalnya sudah jelas. Karena mereka keras kepala, maka akibatnya menyulitkan mereka sendiri, seperti dilukiskan dalam ayat 71 dan dipertegas dalam hadis di atas. Cara-cara bertanya demikian itu kemudian menjadi ungkapan dalam bahasa Arab, ditujukan kepada mereka yang cerewet dengan pertanyaan yang dicari-cari: Ma hiya wa ma lawnuha, (Yang bagaimana dan apa warnanya?).\n\nAyat-ayat di atas (67-71) merupakan satu kesatuan. Peristiwanya erat hubungannya dengan ayat 72 di bawah. Menurut tradisi Yahudi dalam syariat Musa a.s., apabila terjadi suatu pembunuhan yang tidak diketahui siapa pembunuhnya, maka para sesepuh dan hakim harus keluar mengukur jarak ke kota-kota sekeliling orang yang terbunuh; mereka harus mengambil seekor lembu betina muda yang belum pernah dipakai membajak; mereka harus mematahkan leher lembu itu di suatu lembah; semua sesepuh dari kota terdekat harus membasuh tangannya ke atas lembu muda yang lehernya sudah dipatahkan di lembah itu, dan mereka harus menyatakan, bahwa tangan mereka tidak mencurahkan darah dan mata mereka tidak melihatnya; maka diadakan perdamaian dan mereka mengimbaunya untuk tidak menimpakan darah kepada orang yang tidak bersalah (Kitab Ulangan xxi. 1-9)." } } }, { "number": { "inQuran": 79, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 1, "page": 11, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qataltum nafsan faddaara'tum feehaa wallaahu mukrijum maa kuntum taktumoon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when you slew a man and disputed over it, but Allah was to bring out that which you were concealing.", "id": "Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh-menuduh tentang itu. Tetapi Allah menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/79", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/79.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/79.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Latar belakang dari perintah penyembelihan sapi ini adalah terbunuhnya seorang tua yang kaya di kalangan Bani Israil yang belum terungkap pelakunya. Karena permohonan yang diajukan, maka Allah mengingatkan mereka dengan mengatakan dan ingatlah ketika salah seorang dari kamu membunuh seseorang yang tidak bersalah, lalu kamu tuduh-menuduh tentang peristiwa misterius itu. Akan tetapi, Allah dengan kehendak-Nya kemudian menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah itu Maha Mengetahui apa saja yang tampak jelas atau yang disembunyikan.", "long": "Allah swt mengungkapkan dalam ayat ini kejahatan yang berkenaan dengan pembunuhan terhadap seseorang kemudian mereka saling tuduh-menuduh mengenai pelaku pembunuhan itu sehingga perkara ini menjadi kabur. Tetapi Allah tidak membiarkan perkara ini tetap kabur dan tertutup. Untuk membuka rahasia pembunuhan itu Allah memerintahkan kepada mereka agar menyembelih sapi, sebagaimana disebutkan dalam ayat 67 yang lalu.\n\nBila diperhatikan urutan cerita seperti yang tercantum di awal kelompok ayat ini maka ayat 72 terletak di depan ayat 67, sebab peristiwa pembunuhan inilah yang mengakibatkan adanya perintah Allah untuk menyembelih sapi. Tetapi di dalam urutan ayat peristiwa penyembelihan sapi itulah yang didahulukan, karena yang diperintahkan ialah pengusutan perkara pembunuhan itu dengan mencari lebih dahulu pembunuhnya dengan jalan menyembelih sapi." } } }, { "number": { "inQuran": 80, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 1, "page": 11, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqulnad riboohu biba'dihaa; kazaalika yuhyil laa hul mawtaa wa yureekum aayaatihee la'allakum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "So, We said, \"Strike the slain man with part of it.\" Thus does Allah bring the dead to life, and He shows you His signs that you might reason.", "id": "Lalu Kami berfirman, “Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu!” Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati, dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/80", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/80.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/80.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah sapi yang ditetapkan itu disembelih, lalu Kami berfirman,\" Pukullah mayat itu dengan bagian dari potongan atau daging sapi itu!\" Dengan izin-Nya hiduplah orang yang sudah terbunuh itu. Demikianlah Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya dengan menghidupkan kembali orang yang telah mati untuk mengungkap pelaku pembunuhan, dan Dia dengan peristiwa ini memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti dan percaya akan adanya hari Kebangkitan yang pasti akan terjadi kelak.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar orang yang terbunuh itu dipukul dengan sebagian anggota tubuh sapi itu agar orang itu hidup kembali. Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan menjadi saksi atas kematiannya sehingga si pembunuh terbongkar sesuai dengan tradisi Israil.\n\nDiriwayatkan bahwa ketika Bani Israil memukul orang yang terbunuh itu, maka dengan izin Allah berdirilah dia. Urat-urat lehernya mengucurkan darah seraya berkata, \"Saya dibunuh oleh si Anu dan si Anu.\" Kedua pembunuh itu adalah anak paman orang yang dibunuh. Kemudian dia pun mati kembali. Maka kedua pembunuh tersebut ditangkap dan dibunuh.\n\nNabi Musa a.s. menyuruh mereka memukulkan sebagian tubuh sapi itu dan bukan Nabi Musa sendiri yang melakukannya. Hal itu dilakukan untuk menghindari tuduhan bahwa ia berbuat sihir. Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada bangsa Yahudi agar mereka memahami rahasia syariat agama sehingga mereka tunduk kepada syariat itu, agar mereka mencegah diri dari mengikuti hawa nafsu dan agar mereka menaati Allah dalam semua perintah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 81, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 1, "page": 11, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 4, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064e\u0633\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0642\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u062c\u0651\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0651\u064e\u0642\u0651\u064e\u0642\u064f \u0641\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u0628\u0650\u0637\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa qasat quloobukum mim ba'di zaalika fahiya kalhijaarati aw-ashaadu qaswah; wa inna minal hijaarati lamaa yatafajjaru minhul anhaar; wa inna minhaa lamaa yash shaqqaqu fayakhruju minhul maaa'; wa inna minhaa lamaa yahbitu min khashyatil laa; wa mal laahu bighaafilin 'ammaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Then your hearts became hardened after that, being like stones or even harder. For indeed, there are stones from which rivers burst forth, and there are some of them that split open and water comes out, and there are some of them that fall down for fear of Allah. And Allah is not unaware of what you do.", "id": "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/81", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/81.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/81.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut menerangkan respons kaum Yahudi pada masa Nabi Muhammad tentang kisah kakek moyangnya. Kemudian setelah kamu, kaum Yahudi, mendengar kisah dan mengetahui sikap mereka itu, hatimu menjadi keras, sehingga menjadi seperti batu, atau bahkan lebih keras dari batu. Ungkapan ini mengisyaratkan bahwa mereka tetap tidak mau beriman walaupun telah mengetahui bukti-bukti kekuasaan Allah, seperti yang disebutkan pada ayat sebelumnya, bahkan mereka justru bertambah ingkar kepada Tuhan. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang airnya memancar daripadanya, sementara dari celah hatimu tidak ada setitik cahaya ketakwaan yang memancar. Di antara batu itu ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya, tetapi hatimu tertutup rapat sehingga tidak ada cahaya Ilahi yang terserap. Dan ada pula di antara batu itu yang meluncur jatuh karena tunduk dan takut kepada azab Allah, sedangkan hatimu semakin menunjukkan kesombongan yang tampak dari sikap dan tingkah lakumu. Bila kamu tidak mengubah sikap dan terus dalam keangkuhan, ketahuilah bahwa Allah tidaklah lengah atau lalai terhadap apa yang kamu kerjakan. Allah pasti mengetahui semua yang kamu perbuat, karena Dia selalu mengawasimu setiap saat.", "long": "Dalam ayat ini diungkapkan watak orang-orang Yahudi. Sesudah mereka diberi petunjuk ke jalan yang benar dan sudah pula memahami kebenaran, hati mereka keras membatu bahkan lebih keras lagi. Allah mengumpamakan hati orang Yahudi itu dengan batu yang dalam istilah geologi digunakan untuk menyebut segala macam benda yang merupakan spesies dari karang, atau materi seperti karang yang bersifat keras, untuk menunjukkan kekerasan hati mereka untuk menerima petunjuk Allah. Bahkan mungkin lebih keras lagi. Walaupun batu itu keras, tetapi pada suatu saat dan oleh suatu sebab dapat terbelah atau retak. Dari batu yang retak itu memancarlah air, dan kemudian berkumpul menjadi anak-anak sungai. Kadang-kadang batu-batu itu jatuh dari gunung karena patuh kepada kekuasaan Allah. Demikianlah halnya hati orang Yahudi lebih keras dari batu bagaikan tak mengenal retak sedikit pun. Hati mereka tidak terpengaruh oleh ajaran-ajaran agama ataupun nasihat-nasihat yang biasanya dapat menembus hati manusia. Namun demikian, di antara hati yang keras membatu itu terdapat hati yang disinari iman, sehingga hati itu berubah dari keras menjadi lembut karena takut kepada Allah. \n\nYang demikian itu banyak disaksikan dalam kehidupan sehari-hari. Hati yang tadinya biasa membangkang menentang agama akhirnya menjadi lembut, orang yang biasanya berbuat maksiat menjadi orang yang taat berkat petunjuk Allah.\n\nDan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Ali 'Imran/3:199)\n\nDemikian pula pada ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. (at-Taubah/9:99)\n\nMenurut saintis, kata \"hati\" tidak menunjuk pada organ hati (liver), melainkan umumnya mengacu kepada jantung. Jantung adalah suatu organ bagian dalam, terletak di bagian dada dan berukuran sebesar kepalan tangan. Jantung terbagi dalam dua sisi, yaitu sisi kanan dan sisi kiri. Setiap sisi terbagi lagi menjadi dua ruang, yaitu ruang atas (atrium) dan ruang bawah (Ventrikel). Ruang-ruang itu berdenyut sebanyak 70 kali per menit untuk menjaga aliran darah ke seluruh tubuh. Apabila dihitung, maka jantung akan berdenyut sebanyak lebih dari 30 juta kali dalam setahunnya. Perjalanan darah, apabila diukur dan dimulai dari paru-paru dan jantung, akan mengalir melalui urat darah di seluruh tubuh sepanjang 96.000 km. Jarak tersebut ditempuh dalam 23 detik setiap kali putaran. Terlihat bagaimana pentingnya peran jantung dalam kehidupan manusia. \n\nKata jantung dalam bahasa Arab adalah 'qalb. Kata tersebut juga digunakan untuk maksud lain, yaitu untuk mengartikan perasaan atau kalbu. Kalbu, sebagaimana jantung, dalam kehidupan juga sangat penting. Nabi Muhammad saw, setelah mencontohkan banyak hal mengenai kebaikan dan keburukan, mengatakan mengenai kalbu dalam artian pusat rasa atau pusat kepekaan, demikian: \n\n\" ..... Sesungguhnya dalam diri manusia ada segumpal daging sebesar kunyahan, apabila baik, baiklah seluruh jasad dan apabila rusak, rusaklah seluruh jasad. Ia adalah kalbu.\" (Riwayat al-Bukhari melalui Nu'man bin Basyir)\n\nJantung atau kalbu sering juga disandingkan dengan \"hati\". Seringkali disatukan dan menjadi jantung-hati. Ada beberapa ayat terkait mengenai hati dan kepekaan, dua di antaranya adalah Surah al-Isra'/17: dan Qaf/50: 37 yang artinya sebagai berikut:\n\n\"Dan Kami jadikan hati mereka terutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Quran, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci).\" (al-Isra'/17: 46)\n\n\"Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengaran, sedang dia menyangsikannya.\" (Qaf/50: 37)\n\nDalam bahasa Al-Qur'an, disebutkan bahwa hati yang ditutup akan menjadikan pemiliknya tidak dapat menerima kebenaran apalagi mengikutinya. Ia hanya dapat mengikuti hal-hal yang tidak sejalan dengan yang hak, yakni hawa nafsu. Penutupan hati yang dilakukan Allah adalah sebagai dampak dari perbuatan mereka sendiri. Mereka enggan menggunakan pendengaran, penglihatan dan hatinya, sehingga pada akhirnya hati berkarat dan tertutup.\n\nSecara tradisional, orang menganggap bahwa komunikasi antara kepala/otak (akal) dan jantung/hati (perasaan) berlangsung satu arah, yaitu bagaimana hati bereaksi terhadap apa yang diperintahkan otak. Akan tetapi, sekarang terungkap bahwa komunikasi antara hati dan otak berlangsung sangat dinamis, terus menerus, dua arah, dan setiap organ tersebut saling mempengaruhi fungsi mereka satu sama lain. \n\nSuatu penelitian mengungkap bahwa hati melakukan komunikasi ke otak dalam empat jalan, yaitu (1) transmisi melalui syaraf, (2) secara biokimia melalui hormon dan transmiter syaraf, (3) secara biofisik melalui gelombang tekanan, dan (4) secara energi melalui interaksi gelombang elektromagnetik. Semua bentuk komunikasi tersebut mengakibatkan terjadinya aktivitas di otak. Penelitian mengungkapkan bahwa pesan yang disampaikan hati kepada otak akan mempengaruhi perilaku. \n\nSelama ini para ahli mempercayai bahwa medan elektromagnetik hati adalah medan yang paling kuat yang dimiliki manusia. Medan ini tidak hanya mempengaruhi setiap sel yang ada dalam tubuhnya, akan tetapi juga mencakup ke segala arah ruang di sekitarnya. Diduga bahwa medan elektromagnetik adalah pembawa informasi yang sangat penting. Bahkan dapat dibuktikan pula bahwa medan elektromagnetik seseorang dapat mempengaruhi cara kerja otak orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 82, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 1, "page": 11, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0642\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afatatma'oona ai yu'minoo lakum wa qad kaana fareequm minhum yasma'oona Kalaamal laahi summa yuharri foonahoo mim ba'di maa'aqaloohu wa hum ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Do you covet [the hope, O believers], that they would believe for you while a party of them used to hear the words of Allah and then distort the Torah after they had understood it while they were knowing?", "id": "Maka apakah kamu (Muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/82", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/82.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/82.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah menjelaskan sikap orang Yahudi, maka kemudian mengingatkan Nabi Muhammad dan umat Islam dengan mengajukan pertanyaan, yaitu apakah kamu, kaum muslim, sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, meyakini kerasulan Nabi Muhammad, dan beriman pada petunjuk Al-Qur'an? Hal seperti ini mustahil dapat terwujud, sedangkan segolongan dari mereka sudah mendengar dan mengetahui firman Allah yang terdapat pada kitab Taurat lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya dan menafsirkannya sekehendak hati, padahal mereka, yaitu kaum Yahudi Madinah, mengetahuinya bahwa Taurat itu berisi petunjuk bagi mereka.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengarahkan kembali firman-Nya kepada orang-orang mukmin agar mereka jangan terlalu banyak mengharapkan akan berimannya orang-orang Yahudi, karena watak mereka tidaklah jauh berbeda dengan watak nenek moyang mereka.\n\nHal yang demikian itu disebabkan adanya pendeta-pendeta Yahudi pada zaman dahulu yang mempelajari Taurat dan memahaminya kemudian mengubah pengertiannya, bahkan mengganti ayat-ayatnya dengan sengaja, terutama yang berkenaan dengan kedatangan Nabi Muhammad. Mereka sebenarnya menyadari bahwa mereka telah melakukan penyelewengan dengan memutarbalikkan isi Taurat itu. Pelajaran agama yang sudah diputarbalikkan itulah yang diajarkan kepada keturunannya. Orang Yahudi pada zaman Rasul saw berpegang teguh dengan ajaran nenek moyang mereka yang keliru. Keinginan yang besar dari Nabi saw dan kaum Muslimin agar orang Yahudi beriman dan mengikuti ajaran Islam, sebab agama mereka paling dekat dengan Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 83, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 1, "page": 11, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064f\u062d\u064e\u062f\u0651\u0650\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa laqul lazeena aamanoo qaalooo aamannaa wa izaakhalaa ba'duhum ilaa ba'din qaalooo atuhaddisoonahum bimaa fatahal laahu 'alaikum liyuhaajjookum bihee 'inda rabbikum; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "And when they meet those who believe, they say, \"We have believed\"; but when they are alone with one another, they say, \"Do you talk to them about what Allah has revealed to you so they can argue with you about it before your Lord?\" Then will you not reason?", "id": "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Tidakkah kamu mengerti?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/83", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/83.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/83.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keingkaran kaum Yahudi tidak saja tecermin pada keingkaran mereka terhadap kerasulan Nabi Muhammad, tetapi juga pada sikap munafiknya. Karakter ini nyata dan jelas apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman dari kelompok sahabat Nabi, mereka berkata, \"Kami telah beriman sebagaimana kalian meyakini kerasulan Muhammad.\" Tetapi apabila mereka kembali kepada sesamanya, mereka bertanya kepada kelompoknya, \"Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka yang menjadi pengikut Muhammad apa yang telah diterangkan Allah kepadamu di dalam Taurat tentang akan datangnya seorang rasul yang bernama Ahmad-nama lain Nabi Muhammad, sehingga mereka atau umat Islam itu dapat menyanggah kamu dan menyalahkanmu di hadapan Tuhanmu, karena kerasulan Muhammad itu memang benar dan tercantum dalam Taurat. Karena itu tidakkah kamu mengerti bahwa bila ini terjadi, yaitu penjelasan tentang kerasulan Muhammad, berarti kamu telah melakukan hal yang bodoh?\"\r\nAyat ini turun untuk menegaskan bahwa kaum Yahudi pada dasarnya mengakui kenabian MUhammad, namun mereka tidak mengimaninya.", "long": "Ayat ini memberitakan tentang beberapa watak orang-orang Yahudi yang tak dapat diharapkan lagi iman mereka; yaitu watak mereka menyerupai watak orang munafik dan juga menerangkan tingkah laku mereka. Ayat ini menjelaskan bahwa apabila orang Yahudi yang bersikap munafik berjumpa dengan para sahabat Nabi saw mereka berkata, \"Kami juga beriman seperti kamu, kami mengakui bahwa kamu dalam kebenaran, dan bahwa Muhammad saw itu memang utusan Allah yang telah diterangkan dalam kitab Taurat.\" Mereka mengucapkan kata-kata itu dengan maksud untuk menenteramkan hati orang-orang Aus dan Khazraj yang pernah menjadi teman sekutu mereka. Tetapi ketika mereka berada di tengah-tengah kaumnya, mereka dicela oleh kaumnya dengan mengatakan, \"Mengapa mereka memberitahu kepada orang Islam apa yang diterangkan Allah tentang kedatangan Nabi Muhammad saw secara khusus di dalam Taurat. Seharusnya kabar itu dirahasiakan dan tidak boleh seorang pun tahu, karena kalau rahasia itu dibukakan, berarti orang-orang mukmin mempunyai alasan yang kuat untuk mengalahkan hujah-hujah mereka sendiri di hadapan Allah\". Tindakan yang demikian dianggap oleh mereka sebagai perbuatan tercela, tidak diperkirakan sebelumnya akibat buruk yang akan terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 84, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 1, "page": 12, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalaa ya'lamoona annal laaha ya'lamu maa yusirroona wa maa yu'linoon" } }, "translation": { "en": "But do they not know that Allah knows what they conceal and what they declare?", "id": "Dan tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/84", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/84.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/84.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menguraikan sikap sebagian orang-orang Yahudi yang menyem bunyikan kekafiran dan berpura-pura memeluk Islam, sedang ayat ini mengingat kan mereka dan siapa pun yang berperilaku seperti mereka; tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan?", "long": "Ayat ini sebagai celaan dan pukulan bagi orang Yahudi terutama bagi para pemalsu yang menyembunyikan sifat-sifat Nabi Muhammad dan mengubah kitab suci mereka, seolah-olah mereka hendak menyembunyikan kekufuran dan kedustaan mereka. Tetapi Allah mengetahui tentang segala yang mereka lahirkan (tampakkan), yaitu memperlihatkan keimanan dan bermuka manis." } } }, { "number": { "inQuran": 85, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 1, "page": 12, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minhum ummiyyoona laa ya'lamoonal kitaaba illaaa amaaniyya wa in hum illaa yazunnoon" } }, "translation": { "en": "And among them are unlettered ones who do not know the Scripture except in wishful thinking, but they are only assuming.", "id": "Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/85", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/85.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/85.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah kelakuan kelompok cendekia dan tokoh agama Yahudi dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, ayat-ayat berikut menjelaskan kelompok lain di kalangan Bani Israil, yaitu bahwa di antara mereka ada yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, atau bodoh dan keras hati, tidak memahami makna dan pesan Kitab Taurat dengan pemahaman yang penuh penghayatan, kecuali hanya berangan-angan berupa kebohongan yang disajikan oleh pemuka agama mereka dan dikatakan sebagai kebenaran, dan mereka hanya menduga-duga, sebab ka lau pun mereka membacanya, itu tidak dilakukan dengan disertai pemahaman yang mendalam.", "long": "Dalam ayat ini diberitahukan tentang orang-orang awam pengikut-pengikut mereka yang mengikuti saja kemauan pendeta-pendeta yang memutarbalikkan isi Taurat. Baik pemimpin atau pun pengikutnya, keduanya dalam kesesatan. Di antara orang-orang Yahudi itu ada golongan ummi yaitu orang-orang yang buta huruf, tidak dapat membaca dan menulis. Mereka hanya dapat menghafal Kitab Taurat, tetapi mereka tidak dapat memahami makna dan kandungan isinya, dan amal perbuatannya pun tidak dapat mencerminkan apa yang dimaksud oleh isi Taurat itu. Mereka adalah kaum yang hanya mendasarkan sesuatu kepada sangkaan saja, tidak sampai kepada martabat keyakinan yang berdasarkan keterangan-keterangan yang pasti tidak meragukan. \n\nOrang-orang Yahudi itu memang banyak ingkar terhadap kebenaran, meskipun kebenaran itu telah terang dan jelas. Mereka banyak mendustakan ayat-ayat Allah, dan paling banyak tertipu oleh dirinya sendiri serta suka memakan harta orang lain dengan cara haram, seperti riba, menipu dan suap. Mereka menganggap bahwa mereka adalah orang yang paling utama di antara bangsa di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 86, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 1, "page": 12, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fawailul lillazeena yaktuboonal kitaaba bi aydddhim summa yaqooloona haazaa min 'indil laahi liyashtaroo bihee samanan qaleelan fawilul lahum mimaa katabat aydeehim wa wailul lahum mimmaa yaksiboon" } }, "translation": { "en": "So woe to those who write the \"scripture\" with their own hands, then say, \"This is from Allah,\" in order to exchange it for a small price. Woe to them for what their hands have written and woe to them for what they earn.", "id": "Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka, dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/86", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/86.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/86.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akibat perbuatan itu, maka celakalah dan binasalah orang-orang Yahudi dan yang selain mere ka yang menulis kitab Taurat atau lainnya dengan tangan mereka sendiri, kemudian berkata dengan penuh kebohongan, \"Ini adalah kitab suci yang datang dari Allah.\" Mereka melakukan itu dengan maksud untuk menjualnya dengan harga murah, yaitu kesenangan dunia yang murah dengan cara menukar yang murah itu dengan sesuatu yang mahal, yaitu kebenaran. Maka celakalah mereka akibat perkataan dusta mereka tentang Allah, karena tulisan tangan mereka itu penuh kebohongan, penyelewengan, dan penyim pangan, dan celakalah mereka karena apa, yakni kebohongan, yang mereka perbuat dengan memalsukan dan mengubah ayat untuk kepentingan dan keuntungan sesaat, dan celakalah mereka karena harta yang mereka peroleh dari perbuatan mereka itu.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan siapa orang-orang yang terlibat dalam pemalsuan kitab suci, yaitu mereka yang menyesatkan dengan mengada-adakan dusta terhadap Allah dan memakan harta orang lain dengan tidak sah. Orang-orang yang bersifat seperti itu akan celaka terutama pendeta mereka yang menulis kitab Taurat dengan menuruti kemauan sendiri, kemudian mengatakan kepada orang awam, bahwa inilah Taurat yang sebenarnya. Mereka berbuat begitu untuk mendapatkan keuntungan duniawi seperti pangkat, kedudukan, dan harta benda.\n\nDiterangkan bahwa keuntungan yang mereka ambil itu amat sedikit dibanding dengan kebenaran yang dijualnya yang sebenarnya sangat mahal dan tinggi nilainya. Kemudian Allah mengulangi ancaman-Nya terhadap perbuatan pendeta Yahudi itu, bahwa kepada mereka akan ditimpakan siksaan yang pedih.\n\nPendeta-pendeta Yahudi yang menulis Taurat itu melakukan tiga kejahatan, yaitu:\n\n1. Menyembunyikan sifat-sifat Nabi saw yang disebut dalam Taurat.\n\n2. Berdusta kepada Allah.\n\n3. Mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak sah.\n\nPara pendeta itu berkata, \"Kitab ini dari Allah.\" Padahal Kitab itu sama sekali bukan dari Allah. Kitab tersebut justru menghambat manusia untuk memperhatikan Kitab Allah dan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya. Perbuatan itu hanya dilakukan oleh:\n\n1.Orang yang memang keluar dari agama, yang sengaja merusak agama dan menyesatkan pengikut-pengikutnya. Ia memakai pakaian agama dan menampakkan diri sebagai orang yang mengadakan perbaikan untuk menipu manusia agar orang-orang tersebut menerima apa yang dia tulis dan apa yang dia katakan.\n\n2.Orang yang sengaja menakwilkan dan sengaja membuat tipu muslihat agar mudah bagi manusia menyalahi agama. Orang ini berbuat demikian untuk mencari harta dan kemegahan." } } }, { "number": { "inQuran": 87, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 1, "page": 12, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e\u0629\u064b \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo lan tamassanan Naaru illaaa ayyaamam ma'doo dah; qul attakhaztum 'indal laahi 'ahdan falai yukhlifal laahu 'ahdahooo am taqooloona 'alal laahi maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Never will the Fire touch us, except for a few days.\" Say, \"Have you taken a covenant with Allah? For Allah will never break His covenant. Or do you say about Allah that which you do not know?\"", "id": "Dan mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/87", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/87.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/87.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara bentuk kebohongan dan penyimpangan yang mereka lakukan, mereka berkata, \"Neraka tidak akan menyentuh kami di akhirat kelak kecuali beberapa hari atau sesaat saja.\" Itu pun sekadar sentuhan api, bukan siksaan yang bersifat abadi. Untuk menjelaskan itu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya,\"Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, 'Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, Zat yang mengatur segala urusan, sehingga kamu merasa tenang karena Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah yang kekuasaan dan ilmu-Nya mencakup segala hal, sesuatu yang tidak kamu ketahui?\" Keduanya tidak pernah terjadi: tidak ada perjanjian antara mereka dengan Tuhan soal itu, dan tidak pula mereka mengatakan itu karena tidak tahu. Mereka tahu, tetapi mengatakan yang sebaliknya", "long": "Dalam ayat ini disebutkan lagi segi lain dari kedurhakaan orang Yahudi yaitu mengenai anggapan mereka bahwa mereka tidak akan dibakar oleh api neraka kecuali hanya beberapa hari saja. Maksudnya, mereka tidak kekal di dalam neraka karena menganggap diri mereka adalah putra dan kekasih Allah. Kebanyakan orang Yahudi berpendapat bahwa mereka dimakan api selama tujuh hari. Karena umur dunia menurut pendapat mereka 7000 tahun, maka siapa di antara mereka yang tidak memperoleh keselamatan dan kemenangan serta kebahagiaan, mereka akan mendekam dalam neraka selama 7 hari. Sehari untuk tiap 1000 tahun." } } }, { "number": { "inQuran": 88, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 1, "page": 12, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u0637\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0637\u0650\u064a\u0626\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balaa man kasaba sayyi'atanw wa ahaatat bihee khateee'atuhoo fa-ulaaa'ika Ashaabun Naari hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Yes, whoever earns evil and his sin has encompassed him - those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.", "id": "Bukan demikian! Barangsiapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/88", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/88.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/88.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebenarnya tidak ada janji dari Allah, bukan juga karena mereka tidak tahu. Sumber masalahnya adalah sikap mereka yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah. Bukan demikian, yang benar adalah barang siapa berbuat keburukan, yaitu mempersekutukan Allah, dan dosanya telah menenggelamkannya, yakni ia diliputi oleh dosanya sehingga seluruh kehidupannya tidak mengandung sedikit pun kebaikan akibat ketiadaan iman kepada Allah, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Sedangkan orang-orang yang beriman dengan benar sebagaimana diajarkan nabi-nabi mereka dan mengerjakan kebajikan sesuai tuntunan Allah dan Rasul, maka mereka itu penghuni surga. Mereka juga kekal di dalam nya.", "long": "Pada ayat ini dengan tegas Allah menyatakan tidak benar sama sekali apa yang mereka katakan itu. Bahkan api akan membakar diri mereka dan orang-orang lain dalam waktu yang lama sesuai dengan dosa mereka. Dosa di sini ialah dosa mempersekutukan Allah. Maka orang yang mempersekutukan Allah dan orang-orang kafir kekal di dalam neraka.\n\nSebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan dosa di sini ialah kesalahan pada umumnya. Mereka berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kekal di sini ialah mendekam dalam neraka dalam waktu yang lama sampai batas waktu yang telah dikehendaki Allah. Orang yang berbuat maksiat dan mengerjakan dosa-dosa besar, dia mendekam di dalam neraka beberapa lama waktunya, kemudian keluar dari neraka, kapan Allah menghendakinya. Apabila manusia bertobat dengan jujur atas segala macam dosa dan meninggalkan dengan sungguh-sungguh dosa-dosanya itu, maka dirinya tidak akan diliputi oleh kesalahan-kesalahan dan jiwanya tidak akan berkarat dengan kesalahan-kesalahan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 89, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 1, "page": 12, "manzil": 1, "ruku": 10, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati ulaaa'ika Ashaabul Jannati hum feeha khaalidoon" } }, "translation": { "en": "But they who believe and do righteous deeds - those are the companions of Paradise; they will abide therein eternally.", "id": "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/89", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/89.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/89.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebenarnya tidak ada janji dari Allah, bukan juga karena mereka tidak tahu. Sumber masalahnya adalah sikap mereka yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah. Bukan demikian, yang benar adalah barang siapa berbuat keburukan, yaitu mempersekutukan Allah, dan dosanya telah menenggelamkannya, yakni ia diliputi oleh dosanya sehingga seluruh kehidupannya tidak mengandung sedikit pun kebaikan akibat ketiadaan iman kepada Allah, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Sedangkan orang-orang yang beriman dengan benar sebagaimana diajarkan nabi-nabi mereka dan mengerjakan kebajikan sesuai tuntunan Allah dan Rasul, maka mereka itu penghuni surga. Mereka juga kekal di dalam nya.", "long": "Ayat ini menjanjikan kepada orang yang beramal saleh akan mendapat ganjaran berupa surga. Biasanya ayat ancaman selalu diikuti dengan ayat janji baik (harapan). Faedahnya antara lain sebagai berikut:\n\n1.Untuk menunjukkan keadilan Ilahi. Bilamana Allah menetapkan azab yang abadi bagi orang yang terus-menerus dalam kekafiran, maka Allah juga menetapkan pahala abadi (surga) bagi mereka yang terus-menerus dalam iman.\n\n2.Bahwa janji baik (harapan) dan janji buruk (ancaman) dari Allah itu menanamkan rasa harap dan cemas yang seimbang ke dalam jiwa orang mukmin.\n\n3.Bahwa Allah dengan janji baik-Nya menunjukkan kesempurnaan rahmat-Nya dan dengan ancaman-Nya Allah menunjukkan kesempurnaan keadilan-Nya.\n\nSemua orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan beriman kepada hari akhirat serta mengerjakan perbuatan baik, menunaikan kewajiban-kewajiban dan menjauhkan diri dari maksiat, mereka itulah yang pantas masuk surga sebagai balasan yang setimpal terhadap ketundukan mereka kepada Allah dan keikhlasan mereka kepada-Nya, baik secara rahasia maupun nyata. Di dalam ayat ini jelas terbukti bahwa masuk surga itu dikaitkan dengan iman yang benar dan amal saleh seperti tersebut di dalam hadis:\n\n\"Bahwa Nabi saw bersabda kepada Sufyan bin Abdillah as-saqafi, tatkala Sufyan bertanya kepada Rasul, \"Ya Rasulullah, terangkanlah kepadaku mengenai Islam, suatu petunjuk yang tidak perlu lagi saya bertanya tentang hal itu kepada orang lain\". Nabi menjawab, \"Katakanlah, saya beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah kamu\". (Riwayat Muslim dari Sufyan bin 'Abdillah as-tsaqafi)" } } }, { "number": { "inQuran": 90, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 1, "page": 12, "manzil": 1, "ruku": 11, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz akhaznaa meesaaqa Baneee Israaa'eela laa ta'budoona illal laaha wa bil waalidaini ihsaananw wa zil qurbaa walyataamaa walmasaakeeni wa qooloo linnaasi husnanw wa aqeemus salaata wa aatuzZakaata summa tawallitum illaa qaleelam minkum wa antum mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We took the covenant from the Children of Israel, [enjoining upon them], \"Do not worship except Allah; and to parents do good and to relatives, orphans, and the needy. And speak to people good [words] and establish prayer and give zakah.\" Then you turned away, except a few of you, and you were refusing.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/90", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/90.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/90.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah dan renungkanlah keadaan mereka ketika Kami, melalui rasul Kami, mengambil janji dari Bani Israil yaitu bahwa, \"Janganlah kamu menyembah sesuatu pun dan dalam bentuk apa pun selain Allah Yang Maha Esa, dan berbuat baiklah dalam kehidupan dunia ini kepada kedua orang tua dengan kebaikan yang sempurna, walaupun mereka kafir; demikian juga kepada kerabat, yaitu mereka yang mempunyai hubungan dengan kedua orang tua, serta kepada anak-anak yatim yakni mereka yang belum balig sedang ayahnya telah wafat, dan juga kepada orang-orang miskin, yaitu mereka yang membutuhkan uluran tangan. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia seluruhnya tanpa kecuali.\" Setelah memerintahkan hal-hal yang dapat memperkuat hubungan kekeluargaan dan hubungan sosial lainnya, Allah menyusulinya dengan sesuatu yang terpenting dalam hubungan dengan Allah,\" Laksanakanlah salat sebaik mungkin dan secara istikamah, dan tunaikanlah zakat dengan sempurna.\" Itulah perjanjian yang kamu mereka sepakati dengan Allah, wahai Bani Israil, tetapi kemudian kamu berpaling dengan meng ingkari janji itu, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu masih menjadi pembangkang.\r\nBetapa objektif Al-Qur'an dalam menilai manusia; salah satu buktinya tampak pada ayat ini. Di sini dinyatakan bahwa tidak semua individu Bani Israil mengingkari perjanjian, seperti diisyaratkan dengan kalimat \"kecuali sebagian kecil dari kamu.\" Ini menunjukkan bahwa dalam setiap periode kehidupan Bani Israil atau bangsa-bangsa lain selalu saja ada sekelom pok kecil yang tetap berjalan lurus dengan mengikuti suara hati nuraninya untuk selalu berbuat baik, seperti dapat kita baca pada Surah a€li Imr a n/3: 113.", "long": "Allah mengingatkan Nabi Muhammad saw, ketika Dia menetapkan atas Bani Israil akan janji yang harus mereka penuhi, yaitu bahwa mereka tidak akan menyembah sesuatu selain Allah. Allah melarang mereka beribadah kepada selain Allah, biarpun berupa manusia atau berhala dan lain-lain, karena hal itu berarti mempersekutukan Allah dengan benda-benda tersebut. Menyembah kepada selain Allah adakalanya dengan perbuatan-perbuatan yang lain yang berupa mengagungkan sesuatu yang disembah itu.\n\nAgama Allah yang dibawa oleh para utusan-Nya semua menekankan untuk menyembah Allah yang Maha Esa dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun, seperti firman Allah:\n\nDan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun¦. (an-Nisa'/4:36)\n\nJanji dari Bani Israil ini diawali dengan janji memenuhi hak Allah, hak yang tertinggi dan terbesar yaitu hanya Dia semata-mata yang berhak disembah, tidak ada sesuatu pun yang disekutukan dengan Dia. Semua makhluk diperintahkan menyembah-Nya dan untuk tugas inilah sebenarnya mereka diciptakan.\n\nSesudah menyebutkan hak Allah, disusul dengan perintah berbuat kebajikan kepada orang tua, suatu amal kebajikan yang tertinggi. Karena melalui kedua orang tualah Allah menciptakan manusia. Allah berfirman:\n\n¦Dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, ... (an-Nisa'/4:36)\n\nBerbuat kebajikan kepada orang tua ialah dengan mengasihi, memelihara dan menjaganya dengan sempurna serta menuruti kemauannya selama tidak menyalahi perintah Allah. Adapun hikmah berbakti kepada ibu dan bapak ialah karena ibu bapak itu telah berkorban untuk kepentingan anaknya pada waktu masih kecil dengan perhatian yang penuh dan belas kasihan. Mereka mendidiknya dan mengurus segala kepentingan anaknya itu ketika masih lemah, belum dapat mengambil suatu manfaat dan belum dapat pula menghindar dari suatu bahaya. Selain dari itu, orang tua memberikan kasih sayang yang tidak ada tandingannya. Apakah tidak wajib bagi anak memberikan balasan kepada ibu-bapaknya sebagai imbalan atas budi baiknya?\n\nTidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula). (ar-Rahman/55:60)\n\nKecintaan kedua orang tua kepada anaknya disebabkan:\n\n1. Rasa cinta kasih yang dianugerahkan Allah kepada keduanya untuk menyempurnakan nikmat-Nya demi terpeliharanya jenis manusia.\n\n2.Rasa syukur terhadap anak-anaknya.\n\n3.Harapan pada masa depan anaknya untuk dapat menolongnya baik dengan harta maupun dengan tenaga dalam kehidupan.\n\n4.Dapat melanjutkan misi kedua orang tuanya. \n\nSesudah Allah menyebutkan hak kedua orang tua, disebutkan pula hak kerabat (kaum keluarga) yaitu berbuat kebajikan terhadap mereka, karena berbuat kebajikan kepada karib kerabat adalah faktor yang memperkuat tali persaudaraan di antara kaum kerabat itu.\n\nSuatu umat ini terdiri atas keluarga dan rumah tangga. Maka kebaikan dan keburukan umat tergantung kepada kebaikan dan keburukan keluarga dan rumah tangga. Orang yang tidak membina rumah tangga berarti dia tidak ikut membina unsur umat. Kemudian setiap rumah tangga itu hendaklah menghubungkan tali pcrsaudaraan dengan rumah tangga lainnya berdasarkan tali keturunan, keagamaan atau pun kebangsaan. Dengan demikian akan terbinalah suatu bangsa dan umat yang kuat.\n\nMengadakan hubungan erat sesama keluarga adalah sesuai dengan fitrah manusia. Agama Islam, agama fitrah memberi jalan yang baik bagi pertumbuhan ikatan kerabat ini. Kemudian Allah menyebutkan pula hak orang-orang yang memerlukan bantuan, yaitu hak orang miskin.\n\nBerbuat baik kepada anak yatim ialah mendidiknya dengan baik dan memelihara segala hak-haknya. Al-Qur'an dan Sunah sangat menganjurkan agar memperhatikan anak yatim walaupun ia kaya, karena yang dipandang ialah keyatimannya. Mereka telah kehilangan orang yang menjadi tempat mereka mengadu. Allah mewasiatkan anak-anak yatim kepada masyarakat agar menganggap mereka itu sebagai anak sendiri, untuk memberikan pendidikan. Jika mereka terlantar, mereka dapat menimbulkan kerusakan pada anak-anak lainnya, dan akibatnya lebih besar pada bangsa dan negara.\n\nBerbuat ihsan kepada orang miskin ialah memberikan bantuan kepada mereka terutama pada waktu mereka ditimpa kesulitan. Nabi bersabda:\n\nOrang yang menolong janda dan orang miskin, seperti orang yang berjuang di jalan Allah. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).\n\nAllah mendahulukan menyebut anak yatim daripada orang miskin karena orang miskin itu dapat berusaha sendiri untuk mencari makan, sedang anak yatim, dikarenakan masih kecil, belum sanggup berusaha sendiri. \n\nSesudah mendapat perintah berbuat kebaikan kepada kedua orang tua, kaum keluarga, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, kemudian perintah mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama manusia. Bilamana kebajikan itu telah dikerjakan berarti ketinggian dan kemajuan masyarakat telah tercapai.\n\nAllah selanjutnya memerintahkan kepada Bani Israil untuk melaksanakan salat dan zakat seperti yang digariskan Allah untuk mereka. Salat pada tiap agama bertujuan memperbaiki jiwa, membersihkannya dari kerendahan budi dan menghiasi jiwa dengan rupa-rupa keutamaan. Ruh salat ialah ikhlas kepada Allah, tunduk kepada kebesaran dan kekuasaan-Nya. Apabila salat itu kosong dari ruh tersebut, tidak akan memberi faedah apa pun. Bani Israil selalu mengabaikan ruh salat itu sejak dahulu sampai waktu Al-Qur'an diturunkan dan bahkan sampai sekarang.\n\nZakat juga diperintahkan kepada mereka, karena zakat mengandung maslahat bagi masyarakat. Orang-orang Yahudi dahulu mempunyai beberapa macam kewajiban zakat. Tetapi Bani Israil berpaling dari perintah-perintah itu, tidak menjalankannya, bahkan menghindarinya.\n\nTermasuk penyelewengan mereka ialah menganggap pendeta-pendeta mereka sebagai Tuhan yang menetapkan hukum halal dan haram, menambah upacara-upacara agama menurut keinginan mereka, meninggalkan nafkah terhadap kerabat, melalaikan zakat, tidak melakukan amar makruf nahi mungkar serta perbuatan lain yang meruntuhkan agama.\n\nHanya sebagian kecil dari mereka pada zaman Musa a.s. atau pada tiap zaman yang taat pada perintah Allah. Pada tiap zaman, pada tiap bangsa atau umat selalu ada golongan orang yang ikhlas berjuang memelihara kebenaran sesuai dengan keyakinan dan kemampuan mereka. Namun demikian bila kemungkaran telah menyebar pada umat itu, kehadiran orang-orang ikhlas itu tidaklah mencegah turunnya azab Allah. Di akhir ayat ini Allah berfirman, \"Dan kamu (hai Bani Israil) selalu berpaling.\" Ayat ini menunjukkan kebiasaan dan kesukaan mereka tidak menaati petunjuk dan perintah Ilahi, sehingga tersebarlah kemungkaran dan turunlah azab kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 91, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 1, "page": 13, "manzil": 1, "ruku": 11, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0641\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062f\u0650\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz akhaznaa meesaa qakum laa tasfikoona dimaaa'akum wa laa tukrijoona anfusakum min diyaarikum summa aqrartum wa antum tashhadoon" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We took your covenant, [saying], \"Do not shed each other's blood or evict one another from your homes.\" Then you acknowledged [this] while you were witnessing.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu, “Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu.” Kemudian kamu berikrar dan bersaksi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/91", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/91.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/91.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila ayat-ayat yang lalu berkaitan dengan hal-hal yang harus mereka kerjakan, maka ayat ini mengingatkan isi perjanjian menyangkut hal-hal yang harus mereka tinggalkan. Ayat ini memerintahkan lagi; dan ingatlah juga ketika Kami, melalui Nabi Musa, mengambil janji dari leluhur kamu, wahai Bani Israil, \"Janganlah kamu menumpahkan darahmu, yakni mem bunuh orang lain tanpa hak, dan jangan pula kamu mengusir dirimu, saudara sebangsa mu, dari kampung halamanmu, apalagi kampung halaman mereka sendiri.\" Selanjutnya, mereka juga diingatkan, \"Kemudian kamu berikrar di depan umum akan memenuhinya, wahai yang mendengar ayat Al-Qur'an ini dan yang hidup pada masa Nabi Muhammad, dan bersaksi bahwa perjanjian itu memang pernah dilakukan oleh nenek moyang kalian.\"\r\nAyat ini mengingatkan dan menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan antarmanusia. Isyarat ini diperoleh dari penggunaan kata \"darahmu\", \"dirimu sendiri\" dan \"kampung halamanmu\", padahal yang dimaksud adalah orang lain. Ini karena dalam pandang-an Allah seorang manusia pada hakikatnya merupakan saudara seketu runan manusia yang lain. Dapat juga dikatakan bahwa jika seseorang berbuat buruk kepada orang lain maka pada hakikatnya ia berbuat buruk kepada diri sendiri, seperti dinyatakan dalam Surah al-aˆujura t/49: 11.", "long": "Dalam ayat ini Allah telah mengambil janji dari Bani Israil agar mereka benar-benar menjauhi pertumpahan darah di antara mereka, dan tidak saling mengusir dari negeri masing-masing. Mereka hendaklah merupakan kesatuan bangsa karena satu agama dan satu keturunan. Masing-masing hendaklah merasa bahwa diri dan darahnya adalah diri dan darah kaumnya.\n\nAyat ini juga mengandung larangan mengerjakan kejahatan-kejahatan yang dapat dijatuhi hukuman mati (qisas), atau pengusiran dari kampung halaman yang berarti \"membunuh diri sendiri\". Bilamana mengerjakan suatu kesalahan yang dapat dijatuhi hukuman mati, maka berarti membunuh dirinya sendiri. Pada akhir ayat ini Allah menyatakan bahwa orang Yahudi pada zaman Rasul saw mengaku menerima janji itu, bahkan mereka menjadi saksi atas janji itu." } } }, { "number": { "inQuran": 92, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 1, "page": 13, "manzil": 1, "ruku": 11, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0638\u064e\u0627\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0641\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u062c\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa antum haaa'ulaaa'i taqtuloona anfusakum wa tukhrijoona fareeqam minkum min diyaarihim tazaaharoona 'alaihim bil ismi wal'udwaani wa iny yaatookum usaaraa tufaadoohum wahuwa muharramun 'alaikum ikhraajuhum; afatu' mi-noona biba'dil Kitaabi wa takfuroona biba'd; famaa jazaaa'u mai yaf'alu zaalika minkum illaa khizyun fil hayaatid-dunyaa wa yawmal qiyaamati yuraddoona ilaaa ashaddil 'azaab; wa mal laahu bighaafilin 'ammaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Then, you are those [same ones who are] killing one another and evicting a party of your people from their homes, cooperating against them in sin and aggression. And if they come to you as captives, you ransom them, although their eviction was forbidden to you. So do you believe in part of the Scripture and disbelieve in part? Then what is the recompense for those who do that among you except disgrace in worldly life; and on the Day of Resurrection they will be sent back to the severest of punishment. And Allah is not unaware of what you do.", "id": "Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/92", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/92.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/92.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian kamu, wahai Bani Israil, membunuh dirimu, yakni sesamamu, tanpa menghiraukan perjanjian Allah tadi, dan mengusir segolongan dari saudara-saudara kamu sesama manusia dari kampung halamannya. Kamu memaksakan diri saling membantu dengan kelompok-kelompok kamu dalam menghadapi mereka dalam kejahatan, yakni dengan membuat dosa, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan, dan permusuhan, yakni agresi yang melampaui batas. Itulah sikapmu terhadap mereka. Dan jika mereka yang kamu usir itu datang kepadamu sebagai tawanan, maka kamu tebus mereka dengan berbagai cara, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab, yakni percaya dan mengamalkan sebagian kandungan Taurat dengan menebus mereka, dan ingkar kepada sebagian yang lain sehingga kamu mengusir mereka? Maka tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia walau kamu menduga dan berusaha memperoleh kemuliaan. Dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan dan dibangkitkan setelah kematian kepada azab yang paling berat. Allah mengetahui motif perbuatan kamu, dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. Oleh karena itu, Dia akan memberi balasan yang setimpal kepada kamu.\r\nAyat ini turun berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Madinah sebelum Rasulullah diutus. Ada tiga suku Yahudi di Madinah, yaitu Bani Qainuqa , Bani Nadir dan Bani Quraidhah. Ketiganya terlibat dalam perang saudara antara Kabilah Aus dan Khazraj; penduduk asli Madinah. Bani Qainuqa  dan Bani Nadir memihak Kabilah Khazraj, sedangkan Bani Quraidhah memihak Suku Aus. Seringkali terjadi peperangan di antara mereka, bahkan di antara sesama Yahudi pun mereka saling menyerang dan membunuh. Mereka tahu bahwa hal itu melanggar perjanjian dengan Allah, namun mereka berdalih bahwa hal itu merupakan bagian dari ketaatan terhadap isi kitab suci.", "long": "Dalam ayat ini disebutkan kenyataan tentang pelanggaran orang Yahudi terhadap larangan Allah itu. Di Medinah sejak sebelum Nabi Muhammad saw terdapat tiga suku Yahudi yaitu Bani Qainuqa, Bani Nadir, Bani Quraizah. Ketiga suku itu terlibat dalam perang saudara yang terjadi antara kabilah Aus dan Khazraj; keduanya penduduk asli kota Medinah. Bani Qainuqa dan Bani Nadir adalah sekutu kabilah Khazraj, sedangkan Bani Quraizah adalah sekutu kabilah Aus. Dengan demikian terjadilah peperangan dan usir-mengusir antara sesama kaum Yahudi sendiri.\n\nAyat ini menerangkan bahwa sesudah menerima janji yang kuat itu, mereka merusaknya dengan membunuh saudara-saudara mereka sendiri, mereka saling membunuh sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang terhadap mereka, sedangkan mereka mengaku bahwa janji Allah itu juga dikenakan pada mereka.\n\nSebagian orang Yahudi membantu orang-orang Arab yang telah menjadi sekutu mereka dengan membuat dosa seperti pembunuhan dan peperangan, dan membantu mereka di dalam permusuhan seperti pengusiran dari kampung halaman. Bilamana ada yang tertawan, baik orang Arab ataupun orang Yahudi yang bermusuhan, maka untuk melepaskannya mereka meminta uang tebusan.\n\nMasing-masing golongan Yahudi menebus bangsanya yang menjadi tawanan itu, walaupun tawanan itu musuhnya. Mereka mengemukakan alasan bahwa kitab suci mereka memerintahkan agar mereka menebus tawanan-tawanan bangsa yang suci itu. Jika mereka benar-benar beriman kepada kitabnya seperti yang mereka katakan, mengapa mereka mengusir, saudara-saudaranya dari kampungnya, sedangkan Taurat melarang mereka berbuat begitu? Kalau demikian, bukankah itu berarti mengejek agama? Mengapa mereka beriman pada sebagian Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain?\n\nAllah telah membuat janji dengan Bani Israil di dalam Taurat, agar tidak saling membunuh dan mengusir di antara sesamanya. Dalam Taurat disebutkan, \"Siapa saja hamba lelaki atau perempuan dari Bani Israil yang kamu dapati, bayarlah harganya dan merdekakanlah dia.\" Namun mereka tetap saling membunuh di antara sesamanya dan tetap saling mengusir. Mereka menyalahi janji mereka kepada Allah. Apabila ada yang ditawan, mereka menebusnya, sebagai ketaatan mereka kepada janji. Hal itu menunjukkan bahwa mereka mengimani sebagian isi Kitab dan tidak percaya kepada bagian yang lain.\n\nPembalasan terhadap para pelanggar ketentuan-ketentuan di atas ialah kebinasaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Kenyataan telah menunjukkan bahwa umat yang berlaku curang terhadap perintah Allah dan melempar agama ke belakang, mereka akan bercerai-berai dan akan ditimpa azab kehinaan sebagai pembalasan terhadap kerusakan akhlak dan kejahatannya.\n\nAdapun orang-orang yang tetap berlaku benar, menyucikan dirinya dan baik keadaannya, akan memperoleh nikmat di sisi Tuhannya. Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa-apa yang mereka kerjakan. Dia akan memberi balasan terhadap segala perbuatan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 93, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 1, "page": 13, "manzil": 1, "ruku": 11, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeenash tarawul hayaatad dunyaa bil aakhirati falaa yukhaffafu 'anhumul 'azaabu wa laa hum yunsaroon" } }, "translation": { "en": "Those are the ones who have bought the life of this world [in exchange] for the Hereafter, so the punishment will not be lightened for them, nor will they be aided.", "id": "Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/93", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/93.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/93.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka melanggar perjanjian, memutarbalikkan ayat-ayat Allah, mengimani sebagian isi Kitab Suci dan mengingkari sebagian lainnya karena mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan yang fana di dunia dengan kehidupan yang kekal di akhirat, yakni mereka teperdaya oleh gemerlap duniawi serta kesenangan hidup sementara, dan berusaha dengan berbagai cara, meskipun dengan melanggar norma, untuk memilikinya. Siksa yang mereka dapat kan di dunia tidak berarti akan meringankan azab mereka di akhirat. Sama sekali tidak! Maka tidak akan diringankan azabnya, karena siksa akhirat tidak dapat diringankan, dan mereka tidak akan ditolong oleh siapa pun, termasuk oleh diri mereka sendiri.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa merekalah orang-orang yang mengutamakan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menerima kehidupan dunia ini sebagai ganti kehidupan akhirat. Mereka memberi bantuan kepada sekutu-sekutu mereka yang menyembah berhala, kerena hendak mengambil keuntungan duniawi.\n\nPada hari kiamat mereka akan diazab dengan azab yang berat dan tidak diberi bantuan apa-apa, sebab perbuatan mereka telah mencantumkan mereka dalam golongan orang-orang celaka. Oleh karena itu tertutuplah pintu rahmat Ilahi pada mereka. Mereka tidak mendapatkan penolong yang dapat menolong mereka, dan tidak pula mendapatkan pembela yang dapat membantu mereka. Mereka tetap abadi di dalam neraka Jahanam." } } }, { "number": { "inQuran": 94, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 1, "page": 13, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u062f\u064f\u0633\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosal Kitaaba wa qaffainaa mim ba'dihee bir Rusuli wa aatainaa 'Eesab-na-Maryamal baiyinaati wa ayyadnaahu bi Roohil Qudus; afakullamaa jaaa'akum Rasoolum bimaa laa tahwaaa anfusukumus takbartum fafareeqan kazzabtum wa fareeqan taqtuloon" } }, "translation": { "en": "And We did certainly give Moses the Torah and followed up after him with messengers. And We gave Jesus, the son of Mary, clear proofs and supported him with the Pure Spirit. But is it [not] that every time a messenger came to you, [O Children of Israel], with what your souls did not desire, you were arrogant? And a party [of messengers] you denied and another party you killed.", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul, dan Kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Rohulkudus (Jibril). Mengapa setiap rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/94", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/94.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/94.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berikut ini masih merupakan uraian tentang pelanggaran-pelanggaran Bani Israil. Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab Taurat kepada Musa agar dengan membacanya, kamu selalu ingat kandungan perjanjian itu, namun kamu tetap saja melupakannya. Tidak saja menganugerahkan Taurat, Kami juga telah susulkan berturut-turut setelahnya, yakni sepeninggal Nabi Musa, dengan rasul-rasul yang silih berganti datang memperingatkan kamu dan memperbarui tuntunan agar selalu sesuai dengan perkembangan masyarakat seperti Nabi Daud, Sulaiman, hingga Yahya. Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam penjelasan-penjelasan, yakni bukti-bukti kebenaran yang sangat jelas seperti kemampuannya-atas izin Allah-mengembalikan penglihatan orang buta, menyembuhkan berbagai penyakit, menghidupkan orang mati, dan mengungkap berita-berita gaib, serta kami perkuat dia dengan Rohulkudus, yaitu malaikat Jibril, yang datang dengan wahyu-wahyu Ilahi berupa kitab Injil.\r\nKarena sikap mereka terhadap para nabi dan rasul sangat tidak wajar, maka mereka dikecam dalam bentuk pertanyaan: mengapa setiap rasul yang datang kepadamu yang diutus Allah membawa sesuatu pelajaran yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri dengan sangat angkuh, lalu sebagian kamu dustakan, seperti Nabi Isa dan Nabi Muhammad, dan sebagian kamu bunuh, seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, dan sebagian yang lain hendak kalian bunuh, seperti Nabi Muhammad?\r\nTerbayang betapa licik orang-orang Yahudi Bani Israil yang diceritakan sifat-sifatnya dalam ayat-ayat di atas. Banyak dalih yang mereka kemukakan, banyak juga kalimat bodoh yang mereka ucapkan. Dari situ dapat ditarik pelajaran bahwa kecerdasan akal seseorang tidak selalu menuntunnya kepada perilaku yang baik, terutama bila kecerdasan itu tidak disertai kemantapan iman.", "long": "Allah swt telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa a.s., kemudian Allah mengutus sesudahnya beberapa orang rasul yang datang silih berganti. Maka, setiap waktu selalu ada rasul yang menyampaikan agama Allah. Dengan demikian tidak ada alasan bagi mereka untuk melupakannya, mengganti atau mengubah peraturan-peraturan yang telah ditetapkan Allah.\n\nSesudah itu Allah menyebutkan Nabi Isa a.s. dalam ayat ini secara khusus di antara para rasul itu, dan menerangkan bahwa dia telah diberi mukjizat yang dapat membuktikan kebenaran kenabiannya. Kemudian Allah menyebutkan pula bahwa Isa a.s. telah diberi wahyu serta diperkuat dengan Rohulkudus (Jibril a.s.), dan ketinggian akhlak.\n\nKemudian Allah menjelaskan sikap orang-orang Yahudi, bahwa apabila datang utusan Allah dengan membawa peraturan, yang tidak sesuai dengan kehendak hawa nafsu mereka, mereka bersikap sombong dan congkak terhadap utusan itu dengan cara berbuat sewenang-wenang dan berbuat keji di bumi, lalu sebagian dari para rasul itu mereka dustakan, seperti Nabi Isa dan Nabi Muhammad, dan sebagian lagi mereka bunuh seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Maka tidaklah mengherankan apabila mereka tidak mempercayai seruan Muhammad saw, karena membangkang dan mengingkari itu termasuk tabiat yang telah merasuk dalam jiwa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 95, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 1, "page": 13, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0644\u0652\u0641\u064c \u06da \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo quloobunaa ghulf; bal la'anahumul laahu bikufrihim faqaleelam maa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And they said, \"Our hearts are wrapped.\" But, [in fact], Allah has cursed them for their disbelief, so little is it that they believe.", "id": "Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/95", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/95.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/95.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka berkata dalam rangka menolak risalah Nabi Muhammad, \"Hati kami tertutup karena tidak dapat memahami apa yang engkau sampaikan atau karena hati kami sudah penuh dengan pengetahuan sehingga tidak lagi butuh bimbingan. \"Allah menegaskan, \"Tidak!\" Sebenarnya mereka bukannya tidak dapat memahami dan bukan pula sudah pandai, tetapi mereka berkata demikian karena kedurhakaan yang sudah mendarah daging dalam diri mereka, maka Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi-sekali lagi AlQur'an tidak menyatakan mereka semua ingkar atau kafir-sedikit sekali mereka beriman.", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi yang semasa dengan Muhammad saw membuat pernyataan bahwa hati mereka tertutup terhadap dakwah Muhammad saw. Perkataan mereka ini menunjukkan sikap mental yang mencegah mereka untuk memahami kitab yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Ayat ini searti dengan firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, ¦. (Fussilat/41:5)\n\nSeperti telah disebutkan di atas, bahwa orang-orang yang mengatakan demikian itu ialah mereka yang hidup pada saat turunnya ayat dan sezaman dengan Muhammad saw. Allah membantah perkataan mereka, karena duduk persoalannya tidaklah seperti yang mereka katakan. Hati mereka itu diciptakan sesuai dengan fitrah, dan diberi bakat untuk menanggapi segala sesuatu yang dapat membuka hati mereka, dan menyampaikan kepada kebenaran, yang semestinya mereka dapat menilai kebenaran Kitab Al-Qur'an. Tetapi karena sikap mereka demikian, maka Allah membiarkan mereka jauh dari rahmat-Nya, karena kekafiran yang bersarang di hati mereka terhadap para nabi yang telah lalu dan pada kitab-kitab yang tidak mereka amalkan ajarannya, bahkan mereka berani mengubah menurut kehendak hawa nafsu mereka. Kemudian Allah menyebutkan laknat yang patut mereka terima dan alasan penimpaan laknat itu, yaitu agar mereka dapat memahami sebab dan musababnya, dengan disertai penjelasan bahwa Allah sekali-kali tidak menganiaya mereka. Tetapi semata-mata karena perbuatan mereka yang terus-menerus bergelimang dalam kekufuran dan kemaksiatan yang menyebabkan hati mereka tertutup kekufuran untuk menerima kebenaran.\n\nKemudian Allah juga menyebutkan bahwa mereka beriman hanya dengan iman yang sekelumit saja. Yang dimaksud dengan iman yang sekelumit ialah iman mereka kepada kitab, hanya sebagiannya saja, sedang sebagian yang lain mereka ubah menurut kehendak hawa nafsu, bahkan mereka enggan mengamalkannya. Atau dengan perkataan lain, mereka tidak mau mengamalkan keseluruhannya, bahkan yang mereka imani hanyalah sebagai ucapan lisan saja, tidak terbukti dalam perbuatan. Karena itu, iman yang terdapat dalam hati mereka tidak mampu untuk mengendalikan kemauan mereka, dan hawa nafsu mereka telah menyeret mereka ke lembah kekafiran." } } }, { "number": { "inQuran": 96, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 1, "page": 14, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'ahum Kitaabum min 'indil laahi musaddiqul limaa ma'ahum wa kaanoo min qablu yastaftihoona 'alal lazeena kafaroo falammaa jaaa'ahum maa 'arafoo kafaroo bih; fala 'natul laahi 'alal kaafireen" } }, "translation": { "en": "And when there came to them a Book from Allah confirming that which was with them - although before they used to pray for victory against those who disbelieved - but [then] when there came to them that which they recognized, they disbelieved in it; so the curse of Allah will be upon the disbelievers.", "id": "Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/96", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/96.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/96.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain membuktikan kebohongan ucapan mereka sebelum ini, ayat di atas juga menunjuk kan keburukan lain Bani Israil, yaitu menolak Al-Qur'an. Penolakan tersebut sungguh aneh dan tidak berdasar sama sekali. Dan setelah sampai kepada mereka Kitab Al-Qur'an dari sisi Allah yang kandungannya membenarkan apa yang ada pada mereka, menyangkut kedatangan seorang nabi yang sifat-sifatnya sudah mereka ketahui, mereka tetap mengingkari nabi itu, sedangkan sebelumnya, yakni sebelum kedatangan nabi itu, mereka memohon kemenangan mereka atas orang-orang kafir yang menjadi musuh-musuh mereka. Tetapi ternyata setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, yakni menyangkut kitab suci Al-Qur'an, Nabi Muhammad, dan sifatsifat beliau, mereka lalu mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.", "long": "Allah swt menerangkan, bahwa setelah Al-Qur'an datang dari sisi Allah, orang-orang Yahudi dan Nasrani mengingkarinya, padahal Al-Qur'an memberi petunjuk serta membenarkan Kitab Taurat yang ada pada mereka, yang sebelumnya sangat mereka harapkan kedatangannya untuk membenarkan yang terdapat dalam kitab mereka. Tetapi setelah kebenaran yang mereka ketahui itu datang, mereka tidak mau beriman. Sebabnya ialah karena mereka merasa akan kehilangan pengaruh, kekuasaan dan harta benda. Maka patutlah Allah melaknat mereka, sebagai imbalan kekafiran yang bersarang dalam dada mereka.\n\nAl-Qur'an disebut Kitab yang membenarkan kitab mereka karena kandungannya sesuai dengan isi Kitab mereka dalam bidang tauhid dan prinsip-prinsip serta tujuan agama. Mereka dengan datangnya kitab yang ditunggu-tunggu itu sebenarnya mengharapkan kemenangan atas orang-orang musyrikin Arab dan orang-orang kafir Mekah. Hal ini dapat diketahui dari perkataan mereka bahwa kitab yang ditunggu-tunggu itu akan mendukung tauhid yang dibawa oleh Musa a.s., untuk menundukkan agama wasaniyah yang dipeluk oleh orang-orang Arab.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Qatadah al-Ansari dari orang tua-tua dari kalangan Ansar mereka berkata, \"Kisah yang tersebut dalam ayat ini adalah mengenai kami dan orang-orang Yahudi Medinah. Kami dahulu pernah menjalankan agama mereka pada masa Jahiliah, sedang waktu itu kami masih musyrik dan mereka ahli kitab. Mereka mengatakan bahwa seorang nabi yang akan diutus telah dekat masanya, kami akan mengikutinya. Bersama-sama nabi itu kami akan membinasakan kamu seperti Allah membinasakan kaum 'Ad dan Iram. Tetapi setelah Rasulullah saw diutus, kami mengikutinya, sedang orang-orang Yahudi itu mengingkarinya.\"\n\nDari kisah ini dapat dipahami, bahwa mereka sebenarnya dengki kepada orang-orang Islam, kedengkian itu timbul setelah Allah mengutus Nabi Muhammad saw, dari kalangan orang-orang Arab, tidak dari kalangan mereka. Itulah sebabnya mereka terjerumus di lembah keingkaran dan kekafiran. Maka Allah memberikan ketetapan-Nya, bahwa mereka akan terusir dan jauh dari rahmat-Nya, karena keingkaran mereka pada kebenaran, setelah kebenaran yang diharapkan itu tampak di hadapan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 97, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 1, "page": 14, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Bi'samash taraw biheee anfusahum ai yakfuroo bimaaa anzalal laahu baghyan ai yunazzilal laahu min fadlilhee 'alaa mai yashaaa'u min ibaadihee fabaaa'oo bighadabin 'alaa ghadab; wa lilkaafireena 'azaabum muheen" } }, "translation": { "en": "How wretched is that for which they sold themselves - that they would disbelieve in what Allah has revealed through [their] outrage that Allah would send down His favor upon whom He wills from among His servants. So they returned having [earned] wrath upon wrath. And for the disbelievers is a humiliating punishment.", "id": "Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya, dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/97", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/97.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/97.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengecam perbuatan mereka yang disebutkan dalam ayat yang lalu, Allah berfirman,\" Sangatlah buruk perbuatan mereka menjual dirinya, yaitu menukar kebahagiaan abadi dengan kenikmatan duniawi dengan cara mengingkari, yakni terus-menerus menutupi kebenaran, apa yang diturunkan Allah, berupa wahyu melalui nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya. Mereka mengingkarinya bukan karena tidak tahu kebenarannya, tetapi karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya, yaitu kenabian, kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya yang paling wajar, dalam hal ini Nabi Muhammad . Karena itulah wajar jika mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan, yaitu murka Allah karena kedengkian dan karena kedurhakaan, termasuk keingkaran mereka terhadap Nabi Isa. Dan kepada orang-orang kafir ditimpakan azab yang menghinakan.\"", "long": "Allah menjelaskan betapa jeleknya perbuatan mereka dan meng-ibaratkannya seolah-olah mereka menjual diri mereka sendiri. Perbuatan mereka itu berupa pengingkaran terhadap kitab yang diturunkan Allah, yang sebenarnya mereka telah mengetahui, yaitu kitab yang membenarkan Kitab Taurat yang ada pada mereka. Dengan demikian mereka membiarkan diri mereka terjerumus dalam kekafiran, seolah-olah mereka itu menghancurkan diri mereka sendiri.\n\nSebagai akibat dari kedengkian mereka, mereka mengingkari kenabian Muhammad dan benci apabila dia menerima wahyu dari Allah. Mereka tidak senang Muhammad saw diangkat sebagai nabi, karena Muhammad saw keturunan Ismail, padahal mereka mengharap-harap nabi yang ditunggu-tunggu kedatangannya itu diangkat dari keturunan Ishak.\n\nKemudian Allah menyebutkan bahwa mereka akan mendapat kemurkaan yang berlipat ganda, melebihi kemurkaan yang seharusnya diterima sebelumnya. Sebab tiada lain karena mereka di samping membangkang kepada Nabi Musa, juga mengingkari kerasulan Muhammad saw.\n\nKemudian Allah menerangkan akibat dari kekafiran mereka yaitu mereka mendapat siksaan yang menyeret mereka ke lembah kehinaan dan kenistaan baik di dunia maupun di akhirat. Siksaan mereka di dunia ialah mereka akan berada dalam lembah kehinaan dan terbelenggu dalam rantai kenistaan. Sedang siksaan mereka di akhirat ialah mereka akan mengalami siksaan yang kekal di dalam neraka Jahanam." } } }, { "number": { "inQuran": 98, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 1, "page": 14, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 5, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0628\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahum aaminoo bimaaa anzalal laahu qaaloo nu'minu bimaaa unzila 'alainaa wa yakfuroona bimaa waraaa'ahoo wa huwal haqqu musaddiqal limaa ma'ahum; qul falima taqtuloona Ambiyaaa'al laahi min qablu in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Believe in what Allah has revealed,\" they say, \"We believe [only] in what was revealed to us.\" And they disbelieve in what came after it, while it is the truth confirming that which is with them. Say, \"Then why did you kill the prophets of Allah before, if you are [indeed] believers?\"", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an),” mereka menjawab, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.” Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur'an) itu adalah yang hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/98", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/98.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/98.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kedurhakaan mereka lainnya adalah bahwa apabila dikatakan kepada mereka, \"Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah, yakni AlQur'an, melalui Nabi Muhammad\", mereka menjawab, \"Kami hanya akan beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami, yaitu Taurat.\" Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, yaitu Al-Qur'an dan kitab-kitab lain yang diturunkan sesudah Taurat, padahal Al-Qur'an itu adalah kitab yang benar-benar mencapai puncak hak, yaitu kebenaran dalam segala seginya. Al-Qur'an itu adalah kitab yang membenarkan apa yang ada pada mereka yang pernah disampaikan oleh Nabi Musa dan nabi-nabi sebelumnya. Untuk menolak pernyataan mereka, Allah berfirman, Katakanlah kepada mereka, Nabi Muhammad, \"Jika benar kamu hanya percaya kepada apa yang diturunkan kepada kamu, mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman? \"\r\nSecerdik apa pun orang-orang Yahudi berargumen dalam rangka menolak kebenaran, tetap saja kedok mereka akan terungkap. Ketika diajak mengikuti ajaran Al-Qur'an mereka menolak dan menegaskan hanya akan mengikuti ajaran Taurat. Faktanya, mereka bukan orangorang yang taat dan patuh kepada para nabi mereka, bahkan beberapa dari nabi-nabi itu mereka bunuh.", "long": "Allah menjelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad saw dan sahabatnya berkata kepada orang-orang Yahudi yang ada di Medinah dan sekitarnya agar mereka percaya kepada Al-Qur'an yang diturunkan Allah, mereka pun menjawab, bahwa mereka percaya kepada kitab (wahyu) yang diturunkan kepada nabi-nabi keturunan Bani Israil, yaitu Taurat. Mereka selalu mengingkari kebenaran Al-Qur'an yang membenarkan Kitab Taurat. Kalau mereka berterus terang, tentulah mereka akan mengakui bahwa Al-Qur'an itu benar, tidak mengandung sedikit pun keraguan.\n\nSesudah itu Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw membantah alasan yang dikemukakan oleh orang-orang Yahudi dengan bantahan yang membuat mereka tidak berdaya. Apabila nenek moyang mereka betul-betul orang yang setia mengikuti Kitab yang diturunkan Allah, tentu mereka tidak membunuh nabi-nabi.\n\nDengan demikian jelaslah bahwa mereka itu bukan pengikut Nabi Musa yang taat dan setia, tetapi hanya menuruti hawa nafsu. Apalagi mereka juga mengakui perbuatan nenek moyang mereka sebagai perbuatan yang tidak bertentangan dengan agama. Berbuat ingkar atau membolehkan seseorang untuk berbuat ingkar hukumnya sama.\n\nAllah menyebutkan pembunuhan yang dilakukan oleh nenek moyang orang-orang Yahudi dan menghubungkan perbuatan itu kepada orang-orang Yahudi yang hidup pada masa Nabi dalam rangka untuk menunjukkan bahwa mereka itu adalah keturunan dari satu bangsa, dan dianggap sebagai satu kesatuan, karena karakter dan wataknya sama." } } }, { "number": { "inQuran": 99, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 1, "page": 14, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad jaaa'akum Moosa bilbaiyinaati summat takhaztunmul 'ijla mim ba'dihee wa antum zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And Moses had certainly brought you clear proofs. Then you took the calf [in worship] after that, while you were wrongdoers.", "id": "Dan sungguh, Musa telah datang kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran, kemudian kamu mengambil (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya, dan kamu (menjadi) orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/99", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/99.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/99.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berikut adalah argumen lain untuk membantah orang-orang Yahudi yang mengaku beriman kepada kitab yang diturunkan kepada mereka. Dan sungguh, Musa telah datang kepada mu dengan bukti-bukti yang sangat jelas tentang kebenaran yang dia ajarkan, seperti turunnya al-mann dan as-salwa , terpancarnya air dari batu, berubahnya tongkat menjadi ular, dan lain-lain. Meski begitu, kamu tidak menerimanya dengan baik, bahkan kemudian kamu mengambil patung anak sapi sebagai sembahan setelah kepergian-nya meninggalkan kamu untuk sementara waktu menuju Bukit Tursina, dan kamu menjadi orang-orang zalim karena kamu tetap melakukan hal itu, meskipun kamu tahu itu salah", "long": "Di antara keingkaran orang-orang Yahudi yang sangat menonjol ialah keingkaran mereka terhadap nikmat Allah, yaitu bahwa Nabi Musa a.s. telah didatangkan Allah dengan membawa ajaran Tauhid dan mukjizat seperti terbelahnya lautan dan anugerah Tuhan berupa \"mann\" dan \"salwa.\" Kemudian Bani Israil mengingkari jalan yang benar dan berbuat durhaka dengan menyembah anak-sapi yang dibuat oleh Samiri. Perbuatan mereka itu zalim, sebab mereka melakukan sesuatu yang tercela. Seharusnya mereka menyampaikan kepada manusia bahwa syirik itu adalah dosa yang paling besar." } } }, { "number": { "inQuran": 100, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 1, "page": 14, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e \u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz akhaznaa meesaaqakum wa rafa'naa fawqa kumut Toora khuzoo maaa aatainaakum biquwwatinw wasma'oo qaaloo sami'naa wa 'asainaa wa ushriboo fee quloobihimul 'ijla bikufrihim; qul bi'samaa yaamurukum biheee eemaanukum in kuntum m'mineen" } }, "translation": { "en": "And [recall] when We took your covenant and raised over you the mount, [saying], \"Take what We have given you with determination and listen.\" They said [instead], \"We hear and disobey.\" And their hearts absorbed [the worship of] the calf because of their disbelief. Say, \"How wretched is that which your faith enjoins upon you, if you should be believers.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab, “Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati.” Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah, “Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/100", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/100.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/100.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah ketika Kami mengambil janji kamu, wahai Bani Israil, dan Kami angkat gunung Sinai di atasmu seraya berfirman, 'Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu melalui Nabi Musa, yakni prinsip-prinsip ajaran agama dan rinciannya, dan dengarkanlah serta perkenankanlah apa yang diperintahkan kepada kamu!' \"Mereka menjawab,\" Kami mendengarkan dengan telinga kami, tetapi kami tidak menaati dan tidak pula mau mengamalkannya.\" Bukannya segera melaksanakan perintah, mereka justru bersegera melakukan kedurhakaan. Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu kecintaan menyembah patung anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah, \"Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu kepadamu, yang kamu anggap telah menghiasi jiwa kamu, jika kamu orang-orang beriman kepada Taurat.", "long": "Dalam ayat ini Allah memberikan peringatan sekali lagi kepada orang-orang Yahudi, meskipun terdapat perbedaan susunan kalimat, namun isinya memperkuat maknanya, karena dalam ayat ini termuat ancaman Allah terhadap mereka. Pada ayat yang lain Allah berfirman:\n\n\"¦Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya¦. (al-Baqarah/2:63)\n\nFirman-Nya yang lain:\n\n\"¦Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!\" ¦ (al-Baqarah/2:93)\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi agar mereka mau menerima perjanjian itu dan memahami isinya, tetapi mereka tidak suka melaksanakan perjanjian itu, bahkan mengingkarinya.\n\nPerintah Allah \"katakanlah\" mengandung makna ejekan terhadap orang-orang Yahudi yang hidup pada masa Nabi Muhammad saw. Ejekan itu ditujukan kepada mereka, karena mereka telah mengikuti jejak nenek moyang mereka dalam mempersekutukan Tuhan.\n\nAndaikata mereka masih mengaku betul-betul beriman kepada Kitab Taurat, maka alangkah jeleknya iman yang mereka nyatakan, sebab mereka tidak melakukan apa yang diperintahkan, bahkan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan Taurat itu, yaitu melakukan penyembahan terhadap anak sapi, dan membunuh para nabi serta merusak perjanjian. Berdasarkan bukti nyata dari perbuatan yang mereka lakukan itu, sukar mempercayai adanya iman di lubuk hati mereka karena sikap perbuatan mereka sama sekali tidak benar.\n\nAyat yang lalu dan ayat ini sebagai sanggahan terhadap pikiran orang-orang Yahudi yang tidak mau percaya kepada Nabi Muhammad saw, dan dugaan yang berlawanan dengan amal perbuatan mereka itu cukup menjadi bukti kekafirannya." } } }, { "number": { "inQuran": 101, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 1, "page": 15, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0635\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul in kaanat lakumud Daarul Aakhiratu 'indal laahi khaalisatam min doonin naasi fatamannawul mawta in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"If the home of the Hereafter with Allah is for you alone and not the [other] people, then wish for death, if you should be truthful.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/101", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/101.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/101.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain kedurhakaan-kedurhakaan itu, mereka juga selalu menganggap diri sebagai bangsa pilihan Tuhan, meyakini tidak akan masuk neraka kecuali sebentar, dan mengklaim surga sebagai tempat yang Allah khususkan bagi mereka. Untuk membuktikan kebenaran ucapan mereka, Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Jika kenikmatan negeri akhirat di sisi Allah kamu anggap khusus untukmu saja, bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian. Itu karena semakin percaya seseorang terhadap indah dan nikmatnya sesuatu, semakin besar pula keinginannya untuk cepat-cepat menemui sesuatu tersebut. Karena keinginan mati dapat menjadi bukti hubungan baik kamu dengan Allah, maka kamu pasti ingin segera mati dan menemuinya. Mintalah kematian jika kamu orang yang benar dalam perkataanmu bahwa kenikmatan akhirat hanya untuk kamu.\" Tetapi, mendapat tantangan seperti itu, ternyata tidak seorang pun bersedia cepat mati. Mere ka sekali-kali tidak akan mengingin kan kematian itu sama sekali,", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada orang-orang Yahudi apabila memang benar perkataan dan dugaan mereka bahwa surga itu hanya untuk mereka saja, maka mintalah mati dengan segera. Kenyataan mereka tidak mau menginginkan kematian, tetapi malah sebaliknya, mereka mengejar dan berjuang terus untuk memperoleh kenikmatan dunia. Karena itu ucapan mereka itu tidak benar." } } }, { "number": { "inQuran": 102, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 1, "page": 15, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lai yatamannawhu abadam bimaa qaddamat aydeehim; wallaahu 'aleemum bizzaalimeen" } }, "translation": { "en": "But they will never wish for it, ever, because of what their hands have put forth. And Allah is Knowing of the wrongdoers.", "id": "Tetapi mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali, karena dosa-dosa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/102", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/102.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/102.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi, mendapat tantangan seperti itu, ternyata tidak seorang pun bersedia cepat mati. Mereka sekali-kali tidak akan mengingin\\ kan kematian itu sama sekali, bahkan mereka ingin hidup di dunia selamalamanya walau dalam bentuk kehidupan yang sederhana. Keinginan ini karena disebabkan oleh dosa-dosa yang telah dilakukan tangan mereka sendiri berupa kezaliman dan kemaksiatan. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.", "long": "Allah menjelaskan bahwa mereka sekali-kali tidak akan menginginkan kematian, karena mereka telah mengetahui kesalahan dan dosa yang telah mereka lakukan sendiri, dan mengetahui pula bahwa semestinya mereka akan mendapat hukuman berat karena dosa-dosa itu, seperti mengubah dan memalsukan Kitab Taurat, dan mengingkari kerasulan Nabi Muhammad saw, padahal dalam Kitab Taurat disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad saw.\n\nAllah mengetahui bahwa mereka itu zalim. Maksudnya Allah Maha Mengetahui bahwa mereka tidak melaksanakan hukum yang semestinya dilakukan, dan tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya, seperti dugaan mereka bahwa negeri akhirat itu disediakan khusus untuk mereka, tidak untuk yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 103, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 1, "page": 15, "manzil": 1, "ruku": 12, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e\u0635\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064d \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u06da \u064a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u064f \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0645\u064f\u0632\u064e\u062d\u0652\u0632\u0650\u062d\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa latajidannahum ahrasannaasi 'alaa hayaatinw wa minal lazeena ashrakoo; yawaddu ahaduhum law yu'ammaru alfa sanatinw wa maa huwa bi muzahzihihee minal 'azaabi ai yu'ammar; wallaahu baseerum bimaa ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And you will surely find them the most greedy of people for life - [even] more than those who associate others with Allah. One of them wishes that he could be granted life a thousand years, but it would not remove him in the least from the [coming] punishment that he should be granted life. And Allah is Seeing of what they do.", "id": "Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/103", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/103.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/103.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak saja mereka enggan segera mati, sungguh demi Tuhanmu, engkau, wahai Muhammad, akan mendapati mereka, yakni orang-orang Yahudi yang mengaku kekasih Allah itu, manusia yang paling tamak atas kehidupan dunia, bahkan lebih tamak dari orang-orang musyrik, karena orang musyrik sejak semula tidak percaya kepada wujud Tuhan dan akhirat. Ini berbeda dengan orang-orang Yahudi yang mengakui wujud Tuhan dan keniscayaan akhirat. Betapa tamaknya mereka, sehingga masing-masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun, yakni hidup selama mungkin di dunia, padahal seandainya mereka diberi umur sepanjang apa pun, umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan masing-masing akan mendapat sanksi sesuai dosa-dosanya karena Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.", "long": "Allah swt memberikan penjelasan bahwa Nabi Muhammad saw akan menjumpai orang-orang yang menginginkan kehidupan yang kekal di muka bumi dan mereka berusaha dengan cara apa pun juga agar mereka dapat hidup kekal. Mereka itu sebenarnya tidak yakin akan dugaan dan sangkaan mereka sendiri. Meskipun yang dinyatakan dalam ayat ini hanya mengenai orang-orang yang hidup pada masa turunnya ayat, tetapi ketentuan itu berlaku terus sepanjang masa. Bahkan orang Yahudi itu orang yang paling tamak di antara seluruh manusia, bahkan melebihi orang-orang musyrikin. \n\nSikap demikian itu mendapat celaan dan kemarahan yang besar dari Allah. Karena orang-orang musyrik tidak percaya adanya hari kebangkitan, maka ketamakan orang-orang musyrik terhadap kenikmatan dunia bukanlah hal yang aneh. Tetapi orang-orang Yahudi yang percaya pada Al-Kitab dan mengakui adanya hari pembalasan, seharusnya tidak terlalu tamak terhadap kehidupan dunia ini. Mereka menginginkan hidup di dunia seribu tahun atau lebih. Karena itu pantas kalau Allah marah dan menghukum mereka. Panjang umur mereka di dunia ini tidaklah dapat menolongnya dan tidak pula dapat menjauhkannya dari siksaan yang tersedia bagi mereka di akhirat, lagi pula umur itu betapapun panjangnya, pasti akan berakhir. Dengan lain perkataan, panjangnya umur tidak akan dapat melepaskan diri mereka dari siksaan Tuhan, karena Allah Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan mereka, baik yang tersembunyi, ataupun yang mereka lakukan secara terang-terangan. Seluruh perbuatan yang timbul dari mereka pasti diberi balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 104, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 1, "page": 15, "manzil": 1, "ruku": 13, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u062c\u0650\u0628\u0652\u0631\u0650\u064a\u0644\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul man kaana 'aduwwal li Jibreela fainnahoo nazzalahoo 'alaa qalbika bi iznil laahi musaddiqal limaa baina yadihi wa hudanw wa bushraa lilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Whoever is an enemy to Gabriel - it is [none but] he who has brought the Qur'an down upon your heart, [O Muhammad], by permission of Allah, confirming that which was before it and as guidance and good tidings for the believers.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/104", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/104.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/104.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam satu riwayat disebutkan bahwa orang-orang Yahudi berkata, \"Kami benci Jibril karena ia membawa bencana dengan menyampaikan wahyu bukan kepada golongan kami. Ia juga membongkar rahasia kami.\" Menjawab pernyataan itu, katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Barang siapa menjadi musuh Jibril maka ketahuilah bahwa dia hanya akan mendapatkan keburukan, karena sesungguhnya dialah, Jibril, yang telah menurunkan Al-Qur'an ke dalam hatimu dengan izin Allah, bukan atas kehendaknya sendiri dan bukan pula atas kehendakmu. Dengan demikian, memusuhi Jibril sama dengan memusuhi Allah. Sungguh aneh kalau kamu memusuhinya padahal wahyu-wahyu yang disampaikannya membenarkan apa yang terdahulu, yakni kitab-kitab suci termasuk Taurat, dan wahyu-wahyu itu juga menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.\r\nMemusuhi Jibril berarti memusuhi Allah, dan memusuhi Allah berarti memusuhi semua makhluk-Nya yang taat. Bila seseorang memusuhi Allah, maka Allah pun akan memusuhi nya dan menjauhkan rahmat darinya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan tentang penolakan alasan-alasan yang dikemukakan orang Yahudi dengan menyuruh Nabi Muhammad saw, menyampaikan kepada orang-orang Yahudi, bahwa barang siapa yang memusuhi Jibril berarti ia telah memusuhi wahyu Allah, karena tugasnya antara lain menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw. Barang siapa memusuhi wahyu Allah, berarti ia telah mendustakan Taurat dan kitab-kitab Allah yang lain.\n\nAlasan yang dikemukakan orang-orang Yahudi adalah alasan yang timbul dari kelemahan dan kerusakan iman. Hal ini menunjukkan bahwa permusuhan orang-orang Yahudi terhadap Jibril tidaklah pantas dijadikan alasan untuk tidak mempercayai kitab yang diturunkan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 105, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 1, "page": 15, "manzil": 1, "ruku": 13, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u0650\u0628\u0652\u0631\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u064a\u0643\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Man kaana 'aduwwal lillaahi wa malaaa'ikatihee wa Rusulihee wa Jibreela wa Meekaala fa innal laaha 'aduwwul lilkaafireen" } }, "translation": { "en": "Whoever is an enemy to Allah and His angels and His messengers and Gabriel and Michael - then indeed, Allah is an enemy to the disbelievers.", "id": "Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/105", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/105.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/105.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa menjadi musuh Allah dengan memusuhi salah satu makhluk-Nya yang taat, atau memusuhi salah satu dari malaikat-malaikat-Nya, atau salah seorang dari rasul-rasul-Nya, atau Jibril yang membawa wahyu dan Mikail yang pembawa rezeki, maka sesungguhnya dia telah kafir dan mengantar dirinya menuju kebinasaan. Sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.\r\nDua ayat di atas menegaskan dua hal. Pertama, Allah tidak membedabedakan para rasul dan malaikat-Nya. Kepercayaan, ketaatan, dan kecintaan kepada mereka adalah satu paket. Siapa pun yang memusuhi mereka atau salah seorang dari mereka, maka ia akan menjadi musuh Allah. Kedua, sanksi kepada pelanggar tidak hanya diterapkan kepada orang Yahudi, tetapi kepada siapa saja yang kafir dan memusuhi-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa barang siapa memusuhi Allah dan malaikat-malaikat-Nya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari-Nya, berarti orang itu telah menganiaya dirinya sendiri, karena orang yang demikian itu memusuhi orang-orang yang menyampaikan seruan Allah, yang berarti pula orang itu telah mendengar seruan Allah kepada jalan yang benar, tetapi tidak mau mendengarkan seruan itu. Ia telah berbuat zalim karena tidak mau mendengarkan seruan sebagaimana mestinya, padahal seruan itu sangat berguna bagi dirinya sendiri.\n\nDalam ayat ini terdapat ancaman yang keras yang dinyatakan Allah secara terang-terangan, yaitu ketentuan bahwa orang-orang Yahudi digolongkan orang-orang kafir karena mereka memusuhi kebenaran dan memusuhi pula setiap orang yang menyerukan kebenaran itu.\n\nOrang-orang Yahudi semestinya harus mengerti bahwa memusuhi Al-Qur'an berarti memusuhi seluruh kitab-kitab samawiyah, karena tujuan dari kitab-kitab itu hanyalah satu, yaitu memberikan hidayah pada semua manusia dan menunjuki mereka pada jalan yang lurus. Memusuhi Nabi Muhammad pun berarti memusuhi seluruh nabi, karena tugas para nabi pada hakikatnya satu, dan tujuannya pun juga satu." } } }, { "number": { "inQuran": 106, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 1, "page": 15, "manzil": 1, "ruku": 13, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad anzalnaaa ilaika Aayaatim baiyinaatinw wa maa yakfuru bihaaa illal faasiqoon" } }, "translation": { "en": "And We have certainly revealed to you verses [which are] clear proofs, and no one would deny them except the defiantly disobedient.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu (Muhammad), dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/106", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/106.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/106.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Konteks ayat ini adalah bagian dari bantahan Allah terhadap orangorang Yahudi. Namun demikian, siapa pun yang berperilaku seperti disebut dalam ayat ini, maka mereka disebut fasik. Dan demi Tuhan, tidaklah wajar bila orang-orang Yahudi itu atau siapa pun menolak kebenaran Al-Qur'an karena sungguh Kami, dengan menugaskan Jibril, telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kandungannya serta bukti-bukti kebenarannya dan kebenaranmu sebagai rasul kepadamu, Muhammad. Dan tidaklah ada yang mengingkarinya, baik dari golongan manusia yang hidup pada masamu atau sesudahmu, selain orang-orang fasik.\r\nBukti-bukti kebenaran Al-Qur'an sudah sangat jelas; tidak ada yang mengingkarinya selain mereka yang tertutup mata hatinya. Mereka itulah yang disebut sebagai orang-orang fasik.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw mengandung kebenaran, karena antara teori-teori i'tiqadiyah-nya dengan dalil-dalilnya terdapat keserasian, demikian pula antara hukum-hukumnya yang bersifat amali dengan segi-segi kemanfaatannya. Tidak diperlukan dalil lain untuk membuktikan kebenaran ayat-ayat itu. Ia laksana cahaya yang menyinari segala sesuatu, yang terang benderang dengan sendirinya, tidak memerlukan sesuatu pun untuk membantu kecerahannya. Orang-orang yang telah dipancari kebenaran, tetapi lebih suka mencari kegelapan, sebabnya tiada lain karena hasad pada orang yang menampakkan hak, juga karena sifat congkak dan sombong yang timbul dari mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 107, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 1, "page": 15, "manzil": 1, "ruku": 13, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0628\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awa kullamaa 'aahadoo ahdan nabazahoo fareequm minhum; bal aksaruhum laa u'minoon" } }, "translation": { "en": "Is it not [true] that every time they took a covenant a party of them threw it away? But, [in fact], most of them do not believe.", "id": "Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/107", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/107.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/107.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini berisi kecaman dengan redaksi pertanyaan yang mengandung bukti-bukti yang dipaparkan oleh Allah . Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji dengan Allah, ter masuk janji untuk percaya jika nabi yang diutus-Nya datang, sekelompok mereka melanggarnya, menyepelekannya, dan mengingkarinya? Sedikit sekali dari mereka yang menepati janji, sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman.\r\nSikap-sikap buruk sudah berkumpul sedemikian rupa dalam diri sebagian besar Bani Israil. Mereka adalah pendengki, keras kepala, licik, dan selalu mengingkari janji. Namun demikian, masih ada sebagian kecil dari mereka yang beriman.", "long": "Pantaslah mereka itu mengingkari ayat Allah, karena setiap mereka mengadakan perjanjian, sebagian besar mereka mengkhianati janji. Janji yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah janji mereka kepada Nabi Muhammad saw, dan janji yang mereka buat itu tidak sedikit. Tegasnya, orang-orang Yahudi mempunyai watak yang tidak setia, bahkan sebagian besar dari mereka suka menyalahi janji.\n\nAllah menerangkan dalam ayat ini ketidakjujuran yang dilakukan orang-orang Yahudi dalam mengingkari ayat-ayat yang terdapat dalam kitab Taurat dan tidak mau menjalankan ajarannya." } } }, { "number": { "inQuran": 108, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 1, "page": 15, "manzil": 1, "ruku": 13, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0630\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'ahum Rasoolum min 'indil laahi musaddiqul limaa ma'ahum nabaza fareequm minal lazeena ootul Kitaaba Kitaabal laahi waraaa'a zuhoorihim ka annahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And when a messenger from Allah came to them confirming that which was with them, a party of those who had been given the Scripture threw the Scripture of Allah behind their backs as if they did not know [what it contained].", "id": "Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung), seakan-akan mereka tidak tahu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/108", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/108.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/108.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan sisi lain dari keburukan orang-orang Yahudi. Dan setelah datang kepada mereka seorang rasul dari Allah, yakni Nabi Muhammad dengan membawa kitab suci yang membenarkan apa yang ada pada mereka, yakni kitab suci, sebagian dari orang-orang Yahudi yang diberi Kitab Taurat melemparkan Kitab Allah itu ke belakang punggung, yakni mengabaikan nya sama sekali, seakan-akan mereka tidak tahu yang dilempar nya adalah kitab Allah, padahal mereka sangat mengetahui.", "long": "Ketika Nabi Muhammad saw datang dengan membawa kitab yang membawa keterangan-keterangan yang membenarkan kitab Taurat yang ada pada mereka, yang mengandung pokok-pokok ajaran tauhid, dasar-dasar hukum, hikmah-hikmah dan berita tentang umat yang lalu, orang Yahudi mengenyampingkan ajaran kitab Taurat. Padahal dalam kitab Taurat itu juga telah diisyaratkan kedatangan Nabi Muhammad saw, mereka itu tidak lagi berpegang pada ajaran Taurat. Tindakan orang-orang Yahudi yang mengenyampingkan Taurat dan mengingkarinya berarti mereka telah melemparkan Taurat itu ke belakang mereka, sehingga mereka tidak dapat mengetahuinya lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 109, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 1, "page": 16, "manzil": 1, "ruku": 13, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u064e \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u062a\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u062a\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0636\u064e\u0627\u0631\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattaba'oo maa tatlush Shayaateenu 'alaa mulki Sulaimaana wa maa kafara Sulaimaanu wa laakinnash Shayattena kafaroo yu'al limoonan naasas sihra wa maaa unzila 'alal malakaini bi Baabila Haaroota wa Maaroot; wa maa yu'allimaani min ahadin hattaa yaqoolaaa innamaa nahnu fitnatun falaa takfur fayata'al lamoona minhumaa maa yufarriqoona bihee bainal mar'i wa zawjih; wa maa hum bidaaarreena bihee min ahadin illaa bi-iznillah; wa yata'allamoona maa yadurruhum wa laa yanfa'uhum; wa laqad 'alimoo lamanish taraahu maa lahoo fil Aakhirati min khalaaq; wa labi'sa maa sharaw biheee anfusahum; law kaanoo ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And they followed [instead] what the devils had recited during the reign of Solomon. It was not Solomon who disbelieved, but the devils disbelieved, teaching people magic and that which was revealed to the two angels at Babylon, Harut and Marut. But the two angels do not teach anyone unless they say, \"We are a trial, so do not disbelieve [by practicing magic].\" And [yet] they learn from them that by which they cause separation between a man and his wife. But they do not harm anyone through it except by permission of Allah. And the people learn what harms them and does not benefit them. But the Children of Israel certainly knew that whoever purchased the magic would not have in the Hereafter any share. And wretched is that for which they sold themselves, if they only knew.", "id": "Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/109", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/109.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/109.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, yakni sebagian pendeta-pendeta Yahudi yang meninggalkan Taurat, mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Ketika Rasulullah menye butkan Sulaiman sebagai seorang nabi, sebagian pendeta Yahudi mengatakan,\" Tidakkah kamu heran karena Muhammad mengatakan bahwa Sulaiman bin Daud adalah nabi, padahal ia adalah seorang tukang sihir?\" Allah lalu menurunkan ayat yang menyatakan bahwa Sulaiman itu tidak kafir, tidak pula tukang sihir, tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan. \"Sesungguhnya kami hanyalah cobaan yang Allah turunkan bagimu, sebab itu janganlah kafir dan jangan pula kamu mengguna kannya untuk mencelakakan orang lain!\" Maka mereka mempelajari dari keduanya, kedua malaikat itu, apa, yakni sihir yang dapat memisahkan antara seorang suami dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencela kakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli atau menggunakan sihir itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahuDan jika mereka beriman dan bertakwa, takut kepada azab Allah, pahala dari Allah pasti lebih baik daripada sihir yang menyibukkan mereka, sekiranya mereka tahu", "long": "Orang-orang Yahudi mengikuti sihir yang dibacakan oleh setan pada masa Sulaiman putra Daud, meskipun mereka tahu, bahwa yang demikian itu sebenarnya salah. Mereka menuduh bahwa Nabi Sulaiman yang menghimpun kitab sihir, dan menyimpan di bawah tahtanya, kemudian dikeluarkan dan disiarkan.\n\nDugaan seperti ini adalah suatu pemalsuan dan perbuatan yang dipengaruhi oleh hawa nafsu. Sebenarnya mereka hanya menghubung-hubungkan sihir itu pada Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman tidak mengajarkan atau mempraktekkan sihir karena ia mengetahui bahwa perbuatan yang demikian itu termasuk mengingkari Tuhan, apalagi kalau ditinjau dari kedudukannya sebagai nabi, mustahillah ia mempraktekkan sihir.\n\nKisah tentang sihir banyak dituturkan dalam Al-Qur'an terutama dalam kisah Musa dan Fir'aun. Dalam kisah itu diterangkan sifat-sifat sihir, bahwa sihir itu adalah sulapan yang menipu pandangan mata, sehingga orang yang melihat mengira, bahwa yang terlihat seolah-olah keadaan yang sebenarnya. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah:\n\n\"¦Terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ular merayap cepat, karena sihir mereka¦. (taha/20:66)\n\nDan sesuai dengan firman Allah:\n\n\"¦Mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut,¦ (al-A'raf/7:116)\n\nSihir termasuk sesuatu yang tersembunyi, yang hanya diketahui oleh sebagian manusia saja. Tetapi apa yang telah terjadi menunjukkan bahwa kedua malaikat ) itu tidak mampu memberikan pengaruh gaib yang melebihi kemampuan manusia, bahkan yang disebut kekuatan gaib oleh mereka itu hanyalah kemahiran dalam menguasai sebab-sebab yang mempunyai perpautan dengan akibat yang dilakukan. Hal ini hanyalah terjadi karena izin Allah semata-mata, sesuai dengan hukum yang telah ditetapkan-Nya.\n\nDalam praktek, tukang-tukang sihir itu membaca mantera dengan menyebut nama-nama setan dan raja-raja jin agar timbul kesan seolah-olah manteranya itu dikabulkan oleh raja jin. Atas dasar praktek mereka inilah timbul anggapan yang merata dalam lapisan masyarakat, bahwa sihir itu dibantu oleh setan.\n\nKemudian orang Yahudi yang sezaman dengan Nabi Muhammad saw menyebarluaskan sihir itu di kalangan orang-orang Islam dengan tujuan untuk menyesatkan. Mereka dapati sihir itu dari nenek moyang mereka yang mengatakan sihir itu dari Sulaiman a.s.. Padahal kedua malaikat tidak mengajarkan sihir kepada seorang pun, sebelum memberikan nasihat agar orang jangan mengamalkan sihir itu, sebab orang yang mempraktekkan sihir itu adalah kafir.\n\nAyat 102 ini tidak lepas dari ayat 101 sebelumnya. Sebagian Ahli Kitab itu meninggalkan Kitab mereka (Taurat) dan mengikuti bisikan manusia-manusia setan (syayatin) yang mengajarkan sihir pada masa Nabi Sulaiman. Ayat ini membantah tuduhan kelompok Yahudi, bahwa ia mendapatkan kekuasaan dan kekayaannya melalui sihir (Zamakhsyari 1/230), juga menolak pernyataan Bibel, bahwa Sulaiman telah berdosa dengan melakukan praktek syirik. Dia dituduh beristrikan 700 perempuan bangsawan asing dan 300 gundik. Karena kebanyakan mereka penyembah berhala, maka Sulaiman juga pada masa tuanya terpengaruh oleh mereka, cenderung percaya kepada berhala-berhala dan dewa-dewa”tidak seperti bapanya Daud (Kitab Raja-Raja I, 11:1-10).\n\nHarut dan Marut yang disebutkan dalam ayat ini adalah dua orang di Babilonia, sekitar Sungai Furat di Irak, \"yang berpura-pura seperti orang saleh dan bertakwa. Mereka mengajarkan sihir kepada masyarakat, sehingga keduanya dikira dua malaikat yang turun dari langit, dan yang diajarkan dikira wahyu dari Allah. Mereka pandai sekali menipu dan menjaga itikad baik masyarakat kepada mereka, maka mereka berkata kepada setiap orang yang ingin belajar dari mereka, bahwa \"Kami hanyalah cobaan, janganlah kamu menjadi kafir,\" yakni bahwa mereka para penguji \"yang akan menguji kamu, akan bersyukur atau akan kufur. Maka kami menasihati kalian, janganlah menjadi kafir.\" Mereka berkata begitu untuk memberi kesan bahwa ilmu yang mereka bawa dari Tuhan, dan praktek mereka untuk kepentingan rohani. Tapi tujuannya hanya demi merusak keharmonisan. Dalam hal ini orang-orang Yahudi punya banyak tahayul. Mereka percaya bahwa sihir yang diturunkan kepada mereka sungguh dari Tuhan. Kedatangan kedua malaikat itu hanya untuk mengajar manusia. Maka Al-Qur'an datang membantah anggapan mereka, bahwa itu datang dari langit, dan mengecam keras mereka yang belajar dan mengajarkannya...\" (al-Qasimi 1/210).\n\nMengutip al-hasan al-Basri, al-Zamakhsyari (1/230) mengatakan bahwa kata malakaini (dua malaikat) ini dibaca malikaini (dua raja). Muhammad Asad menambahkan, bahwa Ibn Abbas dan tabi'in berikutnya, seperti al-hasan al-Basri, Abu al-Aswad adh-ahhak juga membacanya malikaini. Adapun dua malaikat itu adalah Jibril dan Mikhail, mereka yang mengajarkan sihir kepada Sulaiman, seperti yang dituduhkan oleh orang-orang Yahudi itu. Sedang dua raja adalah Daud dan Sulaiman.\n\nTentang kata Wa ma unzila 'ala al-malakaini, pendapat para mufasir tidak sama, ada yang mengatakan ma nafiyyah (\"tidak diturunkan\") ada pula yang berpendapat ma ismiyyah atau isim mausul (\"apa yang diturunkan\"), dan sebagainya. Tetapi perbedaan gramatikal ini rasanya kurang perlu dibahas di sini.\n\nDengan mengacu kepada tafsir-tafsir Haqqani, Baidhawi dan ar-Razi, kita coba meringkaskan apa yang disebutkan dalam tafsir Abdullah Yusuf Ali, bahwa \"Kata 'para malaikat yang diterapkan pada Harut dan Marut ialah kata kiasan, yang berarti 'orang-orang baik, berpengetahuan, berilmu (atau arif bijaksana) dan punya kekuatan\", seperti kata malaikat dalam bahasa-bahasa modern juga dipakai untuk perempuan yang baik dan cantik, dan bagi mereka berlaku segala sifat keindahan, yang juga berarti kebaikan, pengetahuan, kearifan dan kekuatan.\n\n\"Harut dan Marut hidup di Babilonia, pusat ilmu paling tua, terutama dalam astronomi. Diperkirakan masanya sekitar zaman Kerajaan Kuno di Timur, sangat kuat dan maju. Malah mungkin lebih tua lagi, mengingat Marut atau Marduk merupakan pahlawan yang didewakan dan kemudian dipuja sebagai dewa sihir di Babilonia. Agak berbeda dengan pendapat al-Qasimi di atas, ia menyebutkan bahwa Harut dan Marut sebagai manusia yang baik tidak mau menceburkan diri ke dalam kejahatan, mereka bersih dari segala penipuan. Ilmu dan seni jika dipelajari oleh orang jahat dapat digunakan untuk kejahatan pula. Di samping praktek sihirnya yang keji, setan juga belajar tentang ilmu yang benar itu sedikit-sedikit dan akan digunakannya untuk maksud-maksud jahat tadi. Harut dan Marut bukan mau menyembunyikan ilmu, namun mereka belum pernah mengajarkan kepada siapa pun tanpa memberikan peringatan mengenai bahaya dan godaan ilmu semacam itu bila berada di tangan orang jahat. Mereka melihat bukan tidak mungkin orang-orang jahat itu akan terjerumus ke dalam kekufuran dan akan jadi sombong karena ilmunya. Ilmu ini memang merupakan cobaan dan godaan; kalau sudah diberi peringatan, tahulah kita akan bahayanya. (Abdullah Yusuf Ali: C. 107).\n\nYusuf Ali menambahkan, \"Di antara sekian banyak cerita Israiliat dalam Midrash (Kitab Tafsir Yahudi) ada sebuah cerita tentang dua malaikat yang memohonkan izin kepada Allah hendak turun ke bumi ini, tetapi kemudian mereka menyerah kepada godaan, lalu sebagai hukuman mereka digantung di Babilonia dengan kaki di atas. Cerita-cerita tentang para malaikat yang berdosa yang telah menerima hukuman demikian sudah menjadi kepercayaan kalangan kristiani dahulu juga. (Lihat Surat Petrus yang Kedua, 2, 4, dan Surat Yudas, ayat 6).\n\nApa yang dipelajari oleh setan dari Harut dan Marut mereka ubah untuk maksud-maksud jahat. Karena dicampur dengan kepalsuan dan penipuan, maka lahirlah segala jimat-jimat, mantera dan guna-guna. Tetapi lepas dari mudarat yang dibuat oleh penipu-penipu yang hendak ditimpakannya kepada orang lain itu, mudarat atau bahaya yang mereka lakukan itu akan menimpa jiwa mereka sendiri. Mereka menjual diri sendiri menjadi budak kejahatan (Idem).\n\nAyat ini sebenarnya tidak menunjukkan hakikat sihir. Apakah sihir itu berpengaruh secara tabi'i atau disebabkan oleh sesuatu yang sangat misteri, juga tidak diterangkan apakah sihir itu dapat memberi pengaruh kepada manusia dengan cara yang tidak biasa, atau sama sekali tidak memberikan pengaruh apa-apa. Ringkasnya, Allah tidak memberikan keterangan secara terinci. Andaikan Allah memandang baik menerangkan hakikat sihir itu dan bermanfaat bagi manusia, tentulah Allah akan menerangkannya secara terperinci.\n\nSeterusnya Allah menjelaskan bahwa sihir tidak memberikan manfaat sedikit pun kepada manusia, bahkan memberikan mudarat. Oleh sebab itu, Allah mengancam orang yang mempraktekkannya dengan siksaan. Orang-orang Yahudi pun sebetulnya telah mengetahui bahwa sihir memudaratkan manusia, dan seharusnya mereka membencinya. Tetapi, karena ada maksud jahat yang terkandung dalam hati mereka untuk menyesatkan orang Islam, mereka pun mau mengerjakannya. Oleh karena itulah, Allah mencela perbuatan sihir dan memasukkan orang yang melakukannya ke dalam golongan orang yang memilih perbuatan sesat. Selanjutnya Allah menegaskan bahwa di akhirat mereka tidak akan mendapat kebahagiaan sedikit pun. Karena mereka yang telah memilih perbuatan sihir, berarti mereka telah menyalahi hukum yang termuat dalam Taurat, padahal dalam Kitab mereka sendiri terdapat juga ketentuan bahwa orang yang mengikuti bisikan jin, setan dan dukun itu, sama hukumnya dengan orang yang menyembah berhala dan patung.\n\nLebih jauh Allah menjelaskan bahwa sihir yang mereka kerjakan itu sangat jelek, Allah menggambarkan orang yang memilih perbuatan sihir sebagai kesenangannya seperti orang yang menjual iman dengan kesesatan. Gambaran serupa ini gunanya untuk menyingkapkan selubung mereka, agar kesadarannya dapat terbuka dan mengetahui bahwa manusia diciptakan Allah untuk berbakti kepada-Nya. Dengan kata lain, andaikata mereka mengetahui kesesatan orang yang mempelajari dan mempraktekkan sihir, tentulah mereka tidak akan melakukannya. Tetapi mereka telah jauh tertipu, sehingga mereka beranggapan bahwa sihir itu termasuk ilmu pengetahuan, dan mereka merasa puas dengan ilmu yang tidak terbukti kebenarannya dan tidak memberikan pengaruh apa pun kepada jiwa seseorang kecuali dengan izin Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 110, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 1, "page": 16, "manzil": 1, "ruku": 13, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u062b\u064f\u0648\u0628\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law annahum aamanoo wattaqaw lamasoobatum min 'indillaahi khairun law kaanoo ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And if they had believed and feared Allah, then the reward from Allah would have been [far] better, if they only knew.", "id": "Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/110", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/110.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/110.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka beriman dan bertakwa, takut kepada azab Allah, pahala dari Allah pasti lebih baik daripada sihir yang menyibukkan mereka, sekiranya mereka tahu.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa jika orang-orang Yahudi percaya kepada Kitab mereka dan bertakwa, tentulah mereka akan mendapat pahala yang besar. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa mereka itu dalam setiap perbuatan dan kepercayaan tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan yang benar, karena kalau mereka mendasarkan kepercayaan dan perbuatannya itu pada ilmu pengetahuan, tentulah mereka percaya pada Nabi Muhammad saw, dan mengikutinya, dan tentulah mereka tergolong pada orang-orang yang berbahagia. Tetapi kenyataannya mereka itu hanya mengikuti dugaan dan bertaklid semata. Sebenarnya di antara perbuatan mereka yang keterlaluan ialah mereka menyalahi isi kitab Taurat itu, dan mereka bergerak di bawah kekuasaan hawa nafsu dan kemauan mereka, sehingga mereka jatuh dalam kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 111, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 1, "page": 16, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0627\u0639\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo laa taqooloo raa'inaa wa qoolun zurnaa wasma'oo; wa lilkaafireena 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, say not [to Allah 's Messenger], \"Ra'ina\" but say, \"Unthurna\" and listen. And for the disbelievers is a painful punishment.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, raa'inaa, tetapi katakanlah, “Unzhurnaa” dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/111", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/111.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/111.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan,\" Ra 'ina\" ,2 yang berarti,\" Peliharalah dan jagalah kami,\" kepada Rasulullah karena kata itu akan dimanfaatkan oleh orang-orang Yahudi untuk berolok-olok yang menyerupai kata \"ra'unah\", yang berarti bebal dan sangat bodoh, tetapi katakanlah,\" Unzurna (Perhatikanlah kami)\", dalam mempelajari agama dan dengarkanlah serta taatilah perintah-perintah Allah kepadamu dan janganlah kamu menyerupai orang-orang Yahudi yang berkata, \"Kami mendengar dan kami ingkar\". Dan orang-orang kafir dari kaum Yahudi itu akan mendapat azab yang pedih akibat olokolok mereka kepada Rasulullah.", "long": "Para sahabat Nabi dilarang mengucapkan kata-kata \"ra'ina\" yang biasa mereka ucapkan kepada Nabi yang kemudian ditiru oleh orang Yahudi dengan mengubah bunyinya sehingga menimbulkan pengertian yang buruk, guna mengejek Nabi. \n\nRa'ina, seperti diterangkan di atas, artinya perhatikanlah kami. Tetapi orang Yahudi mengubah ucapannya, sehingga yang mereka maksud ialah ra'unah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh sahabat-sahabat menukar ra'ina dengan undhurna yang sama artinya dengan ra'ina. Allah mengajarkan kepada orang mukmin untuk mengatakan undhurna, yang mengandung maksud harapan kepada Rasulullah saw agar dapat memperhatikan keadaan para sahabat.\n\nAllah juga memperhatikan orang-orang mukmin untuk mendengarkan sebaik-baiknya pelajaran agama yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw yang mengandung pula perintah untuk tunduk dan melaksanakan apa saja yang diperintahkan Nabi, serta menjauhi larangannya. Kemudian Allah dalam ayat ini mengingatkan bahwa orang kafir, yang tidak mau memperhatikan ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad saw akan mendapatkan siksaan yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 112, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 1, "page": 16, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 6, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u0651\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Maa yawaddul lazeena kafaroo min ahlil kitaabi wa lal mushrikeena ai-yunazzala 'alaikum min khairim mir Rabbikum; wallaahu yakhtassu birahmatihee mai-yashaaa; wallaahu zul fadlil'azeem" } }, "translation": { "en": "Neither those who disbelieve from the People of the Scripture nor the polytheists wish that any good should be sent down to you from your Lord. But Allah selects for His mercy whom He wills, and Allah is the possessor of great bounty.", "id": "Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/112", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/112.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/112.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan, salah satunya Al-Qur'an sebagai kebaikan yang paling tinggi dari Tuhanmu, karena kedengkian dan rasa iri dalam diri mereka. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya, berupa kenabian, wahyu, kenikmatan, dan kebajikan kepada orang yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, misalnya kepada Nabi Mu hammad. Dan Allah pemilik karunia, nikmat, dan kebajikan yang besar.", "long": "Para Ahli Kitab yang terdiri atas orang-orang Yahudi, Nasrani begitu pula orang-orang musyrik, tidak mau percaya kepada Nabi Muhammad karena mereka iri hati dikarenakan dia diberi wahyu oleh Allah yang lebih baik. Mereka sedikit pun tidak mau mengakui bahwa Al-Qur'an kitab yang paling banyak mengandung kebaikan dan penuh hidayah. Dengan Al-Qur'an itulah Allah menghimpun dan menyatukan umat serta melenyapkan penyakit syirik yang bersarang di hati mereka, juga memberikan beberapa prinsip peraturan hidup dan penghidupan mereka.\n\nDemikian halnya orang-orang musyrik, setelah mereka melihat kenyataan bahwa makin lama Al-Qur'an makin tampak kebenarannya, dan menjadi pendorong yang kuat bagi perjuangan Muslimin, mereka pun berusaha sekuat tenaga untuk menguasai keadaan dan menghancurkan perjuangan umat Islam hingga lenyap sama sekali.\n\nMeskipun demikian, mereka tidak akan dapat merealisasikan angan-angan mereka karena Allah telah menentukan kehendak-Nya, memilih orang yang dikehendaki semata-mata karena rahmat-Nya. Dia pulalah yang melimpahkan keutamaan bagi orang yang dipilih untuk diberi kenabian. Dia pula yang melimpahkan kebaikan dan keutamaan, sehingga seluruh hamba-Nya bersenang-senang dalam kebahagiaan. Maka tidak seharusnyalah apabila ada seorang hamba Allah yang merasa dengki kepada seseorang yang telah diberi kebaikan dan keutamaan, karena saluran kebaikan dan keutamaan itu datangnya dari Allah semata." } } }, { "number": { "inQuran": 113, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 1, "page": 17, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0646\u0633\u064e\u062e\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064f\u0646\u0633\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Maa nansakh min aayatin aw nunsihaa na-ti bikhairim minhaaa aw mislihaaa; alam ta'lam annal laaha 'alaa kulli shai'in qadeer" } }, "translation": { "en": "We do not abrogate a verse or cause it to be forgotten except that We bring forth [one] better than it or similar to it. Do you not know that Allah is over all things competent?", "id": "Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/113", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/113.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/113.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik berkata, \"Tidakkah kalian perhatikan Muhammad? Ia menyuruh para sahabatnya melakukan sesuatu, kemudian ia menyuruh mereka melakukan sebaliknya. Hari ini ia mengatakan satu hal, besok ia mengatakan hal yang berbeda. Al-Qur'an itu pastilah karangan Muhammad. Ia mengatakan sesua tu yang bersumber dari dirinya sendiri, yang satu sama lain saling bertentangan.\" Menjawab celaan mereka ini, Allah mengatakan bahwa ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan-mu, wahai Muhammad dan orang beriman, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik, lebih bermanfaat bagimu dengan mengangkat kesulitan darimu atau dengan menambahkan pahala bagimu, atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu, wahai Muhammad, bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dengan mendatang kan segala kebaikan dan kebajikan bagi manusia?", "long": "Dijelaskan bahwa ayat mana pun yang dinasakh ) hukumnya, atau diganti dengan ayat yang lain, atau ayat yang ditinggalkan, akan diganti-Nya dengan ayat yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kemaslahatan hamba-hamba-Nya, atau diganti-Nya dengan ayat yang sama nilainya dengan hukum yang lalu.\n\nAdapun hikmah diadakannya pergantian atau perubahan ayat ialah karena nilai kemanfaatannya berbeda-beda menurut waktu dan tempat, kemudian dihapuskan, atau diganti dengan hukum yang lebih baik, atau dengan ayat yang sama nilainya, adalah karena ayat yang diubah atau diganti itu tidak sesuai lagi dengan kepentingan masyarakat, sehingga apabila diadakan perubahan atau pergantian termasuk suatu tindakan yang bijaksana.\n\nBagi yang berpendapat bahwa ayat ini ialah tanda kenabian (mukjizat) yang dijadikan penguat kenabian, maka ayat ini diartikan bahwa Allah tidak akan menghapuskan tanda kenabian yang digunakan untuk penguat kenabiannya, atau tidak akan mengubah tanda kenabian yang terdahulu dengan tanda kenabian yang datang kemudian, atau meninggalkan tanda-tanda kenabian itu, karena telah berselang beberapa abad lamanya. Terkecuali Allah yang mempunyai kekuasaan tidak terbatas memberikan tanda kenabian yang lebih baik, ditinjau dari segi kemantapannya maupun dari tetapnya kenabian itu. Karena kekuasaan-Nya yang tidak terbatas, maka hak untuk memberikan tanda kenabian kepada para nabi-Nya tidak dapat dihalang-halangi.\n\nPenggantian ayat adakalanya terjadi dengan ayat yang lebih ringan hukumnya, seperti dihapusnya idah wanita yang ditinggal mati suaminya dari setahun menjadi 4 bulan 10 hari, atau dengan ayat yang sama hukumnya seperti perintah untuk menghadapkan muka ke Baitulmakdis pada waktu melaksanakan salat diubah menjadi menghadapkan muka ke Ka'bah. Atau dengan hukum yang lebih berat, seperti perang yang tadinya tidak diwajibkan pada orang Islam, menjadi diwajibkan.\n\nAyat ini tidak hanya ditujukan kepada Nabi Muhammad saw tetapi juga ditujukan kepada kaum Muslimin, yang merasa sakit hatinya mendengar cemoohan orang-orang Yahudi kepada Nabi Muhammad saw. Orang-orang yang tipis imannya tentu mudah dipengaruhi, sehingga hatinya mudah menjadi ragu-ragu. Itulah sebabnya, Allah menegaskan bahwa Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, dan apabila berkehendak untuk menasakh hukum tidak dapat dicegah, karena masalah hukum itu termasuk dalam kekuasaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 114, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 1, "page": 17, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Alam ta'lam annallaaha lahoo mulkus samaawaati wal ard; wa maa lakum min doonil laahi minw waliyyinw wa laa naseer" } }, "translation": { "en": "Do you not know that to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth and [that] you have not besides Allah any protector or any helper?", "id": "Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/114", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/114.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/114.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah kamu tahu, wahai Muhammad, bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi yang menguasai dan bertindak untuk makhlukNya, memutuskan hukum, dan memerintah sesuai kehendak-Nya? Dan tidak ada bagimu, wahai orang-orang kafir, pelindung yang dapat melindungi urusanmu dan penolong yang dapat menolongmu selain Allah. Menurut Ibnu abbas, ayat ini turun terkait abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya yang meminta Rasulullah untuk mengubah Bukit Safa menjadi emas, meluaskan tanah Mekah, dan memancarkan air dari tanah. Mereka menyatakan bahwa jika Nabi berhasil mengabulkan permintaan-permintaan itu, maka mereka akan beriman kepada beliau.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa Dia mempunyai kerajaan langit dan bumi. Dengan kata lain, bahwa langit dan bumi serta seluruh isinya tunduk di bawah kekuasaan-Nya, di bawah perintah dan larangan-Nya. Oleh sebab itu, Allah berkuasa pula untuk menasakh hukum dan menetapkan hukum yang lain menurut kehendak-Nya, apabila menurut pertimbangan-Nya ada manfaat bagi seluruh manusia, karena hukum yang lama sudah dipandang tidak sesuai lagi. Maka Allah memberikan penegasan kepada orang-orang Islam bahwa Allah-lah yang memberikan pertolongan dan bantuan kepada mereka. Oleh sebab itu, orang-orang mukmin dilarang mempedulikan orang-orang Yahudi yang mengingkari perubahan hukum itu, bahkan menghina. Sikap orang-orang Yahudi yang demikian itu sedikit pun tidak akan memberikan mudarat kepada orang mukmin." } } }, { "number": { "inQuran": 115, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 1, "page": 17, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0626\u0650\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Am tureedoona an tas'aloo Rasoolakum kamaa su'ila Moosa min qabl; wa mai yatabaddalil kufra bil eemaani faqad dalla sawaaa'as sabeel" } }, "translation": { "en": "Or do you intend to ask your Messenger as Moses was asked before? And whoever exchanges faith for disbelief has certainly strayed from the soundness of the way.", "id": "Ataukah kamu hendak meminta kepada Rasulmu (Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? Barangsiapa mengganti iman dengan kekafiran, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/115", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/115.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/115.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah kamu hendak meminta kepada Rasulmu, yakni Muhammad, untuk mendatangkan kepadamu ayat-ayat Al-Qur'an lebih daripada apa yang telah dibawakannya kepadamu, seperti halnya Musa pernah diminta oleh Bani Israil dahulu sesuatu yang tidak pantas mereka minta? Barang siapa mengganti iman kepada ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan kekafiran, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus, dengan memilih kufur daripada iman, kesesatan daripada petunjuk, serta jauh dari kebenaran dan kebajikan.", "long": "Allah mencela sikap orang Yahudi yang menghina orang-orang Islam, karena adanya penasakhan hukum karena perintah Allah. Dalam hal ini Allah menyindir mereka, apakah mereka ingin mengulang perbuatan nenek moyang mereka, yaitu mengemukakan persoalan kepada Rasul, sebagaimana nenek moyang mereka menanyakan sesuatu kepada Nabi Musa ataukah mereka itu ingin meminta kepada Nabi Muhammad saw, agar ia mendatangkan hukum yang lain dari hukum yang telah ditetapkan, seperti halnya nenek moyang mereka itu mengajukan yang tidak semestinya kepada Nabi Musa. Firman Allah swt:\n\n(Orang-orang) Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, \"Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.\" ¦ (an-Nisa'/4:153)\n\nKemudian Allah mengingatkan orang Yahudi bahwa orang yang tidak berpegang pada perintah Allah dengan alasan ingin mencari hukum yang lain, yang menurut pertimbangannya lebih baik, berarti dia telah mengganti imannya dengan kekafiran, lebih mencintai kesesatan daripada hidayah, serta dia telah jauh dari kebenaran. Barang siapa melampaui hukum-hukum Allah, berarti dia telah jatuh ke dalam lembah kesesatan.\n\nDalam ayat ini terdapat petunjuk bagi orang-orang Islam, yaitu agar mereka mengerjakan apa yang diperintahkan Rasul saw dan menjauhi segala larangannya. Juga terdapat larangan meminta sesuatu di luar ketentuan hukum yang sudah ada." } } }, { "number": { "inQuran": 116, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 1, "page": 17, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0641\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wadda kaseerum min ahlil kitaabi law yaruddoo nakum mim ba'di eemaanikum kuffaaran hasadam min 'indi anfusihim mim ba'di maa tabaiyana lahumul haqqu fa'foo washfahoo hattaa yaa tiyallaahu bi amrih; innal laaha 'alaa kulli shai'in qadeer" } }, "translation": { "en": "Many of the People of the Scripture wish they could turn you back to disbelief after you have believed, out of envy from themselves [even] after the truth has become clear to them. So pardon and overlook until Allah delivers His command. Indeed, Allah is over all things competent.", "id": "Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapangdadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/116", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/116.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/116.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan atau mema lingkan kamu setelah kamu beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, menjadi kafir kembali seperti yang kamu lakukan dahulu, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka dengan adanya dalil-dalil kuat yang menunjukkan Nabi Muhammad benar-benar menyampaikan ayat-ayat Allah seperti yang diberitakan dalam kitab-kitab mereka. Maka maafkanlah kesalahankesalahan mereka, pergaulilah mereka dengan akhlak yang baik, dan berlapangdadalah dengan mengabaikan cacian dan tentangan mereka sampai Allah memberi kan perintah-Nya dengan bantuan dan dukunganNya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Ia akan menguatkan kedudukanmu dan memberimu kekuatan yang lebih besar.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa sebagian besar Ahli Al-Kitab selalu berangan-angan agar dapat membelokkan kaum Muslimin dari agama Tauhid menjadi kafir seperti mereka, setelah mereka mengetahui dengan nyata bahwa apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw itu benar dan sesuai dengan prinsip yang terkandung dalam Kitab Taurat.\n\nAyat ini mengandung peringatan kepada orang-orang Islam agar mereka waspada terhadap tipu muslihat yang dilakukan Ahli Kitab itu. Adakalanya dengan jalan mengeruhkan ajaran Islam, dan adakalanya dengan jalan menumbuhkan keragu-raguan di kalangan umat Islam sendiri.\n\nMereka melakukan tipu muslihat karena kedengkian semata, tidak timbul dari pandangan yang bersih. Kedengkian mereka bukanlah karena keragu-raguan terhadap kandungan isi Al-Qur'an atau bukan karena didorong oleh kebenaran yang terdapat dalam Kitab Taurat, tetapi karena dorongan hawa nafsu, kemerosotan mental dan kedongkolan hati mereka. Itulah sebabnya mereka terjerumus dalam lembah kesesatan dan kebatilan.\n\nSesudah itu Allah memberikan tuntunan pada umat Islam bagaimana caranya menghadapi tindak-tanduk mereka. Allah menyuruh umat Islam menghadapi mereka dengan sopan santun serta suka memaafkan segala kesalahan mereka, juga melarang agar jangan mencela mereka hingga tiba saatnya Allah memberikan perintah. Karena Allah-lah yang akan memberikan bantuan kepada umat Islam, hingga umat Islam dapat menentukan sikap dalam menghadapi tantangan mereka, apakah mereka itu harus diperangi atau diusir. Peristiwa ini telah terjadi, umat Islam memerangi Bani Quraizah dan Bani Nadir dari Medinah setelah mereka merobek-robek perjanjian. Mereka memberi bantuan kepada orang-orang musyrikin, setelah mereka diberi maaf berulang kali.\n\nKemudian Allah memberikan ketegasan atau janji bahwa Dia akan memberikan bantuan kepada kaum Muslimin, dengan menyatakan bahwa Dia berkuasa untuk memberikan kekuatan lain. Dia berkuasa pula untuk memberikan ketetapan hati agar umat Islam tetap berpegang pada kebenaran. Sehingga mereka dapat mengalahkan orang-orang yang memusuhi umat Islam secara terang-terangan serta menyombongkan kekuatan." } } }, { "number": { "inQuran": 117, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 1, "page": 17, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa aqeemus salaata wa aatuz zakaah; wa maa tuqaddimoo li anfusikum min khairin tajidoohu 'indal laah; innal laaha bimaa ta'maloona baseer" } }, "translation": { "en": "And establish prayer and give zakah, and whatever good you put forward for yourselves - you will find it with Allah. Indeed, Allah of what you do, is Seeing.", "id": "Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/117", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/117.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/117.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan laksanakanlah salat sebagai ibadah badaniah dengan benar sesuai tuntunan, dan tunaikanlah zakat sebagai ibadah maliah, karena keduanya merupakan fondasi Islam. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu berupa salat, zakat, sedekah, atau amal-amal saleh lainnya, baik yang wajib maupun sunah, kamu akan mendapatkannya berupa pahala di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat dan memberi balasan pahala di akhirat atas apa yang kamu kerjakan.", "long": "Allah menyuruh kaum Muslimin agar terus-menerus menempuh jalan yang sebaik-baiknya, melakukan salat dan mengeluarkan zakat. Perintah ini dikaitkan dengan janji Allah berupa pertolongan mendapat kemenangan. Karena dalam salat terdapat hikmah yang banyak, seperti memperkuat jalinan iman, mempertinggi cita-cita serta mempertinggi daya tahan mental. Karena di dalam salat itu terdapat doa kepada Allah yang diucapkan seorang hamba sebagai pernyataan kehendak yang serius, serta memperkuat jalinan hati di antara orang-orang mukmin, dengan jalan melakukan salat berjamaah dan pergaulan mereka di dalam masjid. Dengan jalan inilah iman itu dapat berkembang dan kukuh, dapat juga memelihara kebersihan jiwa, dapat mencegah diri untuk melakukan perbuatan yang keji, serta dapat mempertinggi daya juang untuk melaksanakan kebenaran. Apabila kaum Muslimin menempuh cara-cara yang demikian, niscaya mereka akan mendapat pertolongan dari Allah.\n\nHikmah yang terdapat dalam mengeluarkan zakat ialah mempererat hubungan antara Muslimin yang kaya dengan yang miskin, sehingga dengan kuatnya hubungan itu akan tercipta kesatuan dan persatuan umat yang kukuh dan bulat.\n\nSesudah itu Allah menegaskan bahwa salat dan zakat itu sebagai jalan yang harus ditempuh untuk memperoleh kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Hal ini dapat diketahui dari pernyataan Allah bahwa kebaikan apa pun yang dilakukan oleh kaum Muslimin, niscaya akan mendapat balasan dari sisi Allah pada hari pembalasan dengan seadil-adilnya. Allah menyuruh orang-orang Islam agar berbuat baik karena Allah benar-benar Maha Mengetahui segala amalan, baik amal yang banyak maupun amal yang sedikit. Tak ada amal yang disia-siakan baik amal yang saleh maupun amal yang jelek, semua akan mendapat balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 118, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 1, "page": 17, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo lai yadkhulal jannata illaa man kaana Hoodan aw Nasaaraa; tilka ammniyyuhum; qul haatoo burhaa nakum in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"None will enter Paradise except one who is a Jew or a Christian.\" That is [merely] their wishful thinking, Say, \"Produce your proof, if you should be truthful.\"", "id": "Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/118", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/118.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/118.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, kaum Yahudi dan Nasrani, berkata,\" Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.\" Itu hanya angan-angan dan mimpi-mimpi mereka. Katakanlah kepada mereka, wahai Muhammad, \"Tunjukkan bukti kebenaranmu dengan alasan-alasan yang meyakinkan, jika kamu orang yang benar dalam anggapanmu itu. Ketahuilah, kamu tidak akan pernah dapat menunjukkan bukti itu!\"", "long": "Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, masing-masing menganggap bahwa tidak akan masuk surga kecuali golongan mereka sendiri. Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa yang akan masuk surga hanyalah orang-orang Yahudi, demikian juga orang-orang Nasrani beranggapan bahwa yang akan masuk surga hanyalah orang-orang Nasrani.\n\nUntuk menolak dan membatalkan anggapan mereka itu Allah memberikan penegasan bahwa anggapan mereka itu hanyalah angan-angan yang timbul dari khayalan mereka. Angan-angan mereka, meskipun disebutkan secara global, namun maknanya mencakup arti yang luas, yaitu angan-angan mereka agar terhindar dari siksa serta anggapan bahwa yang bukan golongan mereka akan terjerumus ke dalam siksa, dan tidak memperoleh nikmat sedikit pun. Itulah sebabnya maka dalam ayat itu angan-angan mereka dinyatakan dalam bentuk jamak. Dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa suatu pendapat yang tidak didasarkan pada bukti-bukti yang benar tidak boleh diterima." } } }, { "number": { "inQuran": 119, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 1, "page": 17, "manzil": 1, "ruku": 14, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balaa man aslama wajhahoo lillaahi wa huwa muhsinun falahooo ajruhoo 'inda rabbihee wa laa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Yes [on the contrary], whoever submits his face in Islam to Allah while being a doer of good will have his reward with his Lord. And no fear will there be concerning them, nor will they grieve.", "id": "Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/119", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/119.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/119.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak! Mereka berdusta. Yang akan memasuki surga bukan hanya Yahudi atau Nasrani, melainkan barang siapa yang menyerahkan diri, tunduk, patuh, taat, ikhlas sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, beriman, membenarkan, dan mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka di akhirat dan mereka tidak bersedih hati. Mereka kekal dalam kenikmatan. ,", "long": "Anggapan masing-masing golongan dari Ahli Kitab tidak benar, karena masuk surga tidak hanya dimonopoli oleh suatu bangsa atau suatu golongan, tetapi akan didapat oleh siapa saja yang berusaha mendapatkannya dengan ketentuan harus beriman dan beramal saleh.\n\nSebagai ketegasan, Allah memberikan pernyataan bahwa barang siapa beriman kepada Allah dan membuktikan imannya itu dengan amal yang ikhlas, maka dia akan memperoleh pahala. Allah tidak akan menyia-nyiakan amal baik seorang hamba. Ayat ini juga menunjukkan bahwa iman yang tidak direalisasikan dalam amal saleh, tidak menjamin tercapainya kebahagiaan seseorang. Dalam Al-Qur'an banyak didapati kata-kata iman senantiasa diiringi dengan amal saleh:\n\nDan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun. (an-Nisa'/4:124)\n\nBarang siapa mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), ¦( al-Anbiya'/21:94)\n\nApabila mereka telah berserah diri kepada Allah dan beramal saleh, maka mereka tidak perlu khawatir dan bersedih. Di antara tabiat orang-orang mukmin ialah apabila mereka ditimpa sesuatu yang tidak menyenangkan, mereka akan menyelidiki sebab-sebab terjadinya dan berusaha keras untuk mengatasinya. Kalau masih juga belum teratasi, mereka menyerahkan persoalan itu kepada kekuasaan Allah: niat mereka sedikit pun tidak melemah dan hati mereka pun menyadari bahwa untuk mengatasi semua kesulitan itu dia menyerahkan diri kepada kekuatan yang hakiki, yaitu Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 120, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 1, "page": 18, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalatil Yahoodu laisatin Nasaaraa 'alaa shai'inw-wa qaalatin Nasaaraaa laisatil Yahoodu 'alaa shai'inw'wa hum yatloonal Kitaab; kazaalika qaalal lazeena la ya'lamoona misla qawlihim Yawmal Qiyaamati feemaa kaanoo feehi yakhtalifoon" } }, "translation": { "en": "The Jews say \"The Christians have nothing [true] to stand on,\" and the Christians say, \"The Jews have nothing to stand on,\" although they [both] recite the Scripture. Thus the polytheists speak the same as their words. But Allah will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ.", "id": "Dan orang Yahudi berkata, “Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan),” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, “Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan),” padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/120", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/120.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/120.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang Yahudi berkata,\" Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu, yakni pegangan berupa agama yang benar, padahal Nabi Isa telah datang kepada mereka, lalu mereka mengingkarinya.\" Dan orangorang Nasrani juga berkata, \"Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu, yakni pegangan berupa agama yang benar, padahal Nabi Musa telah datang kepada mereka, lalu mereka mengingkarinya.\" Padahal, mereka membaca Kitab, yakni Taurat bagi orang Yahudi dan Injil bagi orang Nasrani. Apa yang disebutkan dalam ayat ini merupakan isi perdebatan antara Yahudi dan Nasrani di hadapan Rasulullah . Rafi bin armalah, seorang Yahudi, mengatakan kepada orang Nasrani, \"Kalian tidak punya suatu pegangan dan telah kafir terhadap Isa dan Injil.\" Seorang Nasrani dari Najran lalu menanggapinya, \"Kalian juga tidak punya suatu pegangan dan telah kafir terhadap Musa dan Taurat.\"Demikian pula orang-orang  musyrik Arab yang tidak berilmu; mereka berkata seperti ucapan me-reka, Ahli Kitab, itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan dalam soal agama.", "long": "Orang Yahudi beranggapan bahwa orang-orang Nasrani tidak mempunyai pegangan sedikit pun. Orang Yahudi mengingkari Almasih, padahal mereka telah membaca Kitab Taurat yang di dalamnya terdapat berita tentang kedatangan Nabi Isa. Orang Yahudi memberikan sebutan pada Almasih dengan sebutan yang tidak sepantasnya.\n\nOrang Nasrani beranggapan pula bahwa orang Yahudi tidak mempunyai pegangan agama yang benar, karena orang Yahudi telah mengingkari kenabian Almasih, yang bertindak sebagai penyempurna agama mereka. Padahal mereka telah membaca Kitab, yang semestinya tidak akan terjadi tuduh-menuduh itu. Kalau demikian, mereka mengatakan sesuatu yang tidak tercantum dalam Kitab mereka, karena Taurat memuat berita gembira tentang kedatangan Almasih yang menyempurnakan peraturan-peraturan agama yang dibawa oleh Musa a.s. bukan untuk membatalkan. Tetapi mengapa sampai terjadi orang Nasrani membatalkan sama sekali agama orang Yahudi? \n\nSecara singkat dapat dikatakan bahwa agama mereka sebenarnya satu. Hanya saja karena ada bagian-bagian yang dibuang dari isi Kitab itu, terjadilah tuduh-menuduh itu. Dengan demikian Kitab yang mereka baca itu menjadi bukti kedustaan mereka.\n\nKata-kata yang mereka ucapkan bukanlah persoalan baru, bahkan bangsa sebelum mereka mengatakan sesuatu tanpa didasari bukti-bukti yang kuat. Seperti penganut wasaniah, paganisme (penyembah berhala) juga mengatakan pada agama lain, bahwa agama yang dianut orang itu tidak mempunyai pegangan apa-apa. Kalau manusia dapat mengetahui yang sebenarnya, tentulah tidak akan terjadi pertentangan yang bersifat prinsip.\n\nKemudian Allah memberikan penegasan bahwa Allah adalah Yang Maha Mengetahui segala kebenaran dan kebatilan yang mereka perselisihkan. Allah pula yang membenarkan mana yang benar dan menempatkan orang-orang yang mencintai kebenaran itu dalam surga, juga yang membatalkan mana yang batil, serta mengekalkan para pencinta dan pendukung kebatilan itu dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 121, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 1, "page": 18, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0643\u064e\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0633\u064e\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa man azlamu mimmam-mana'a masaajidal laahi ai-yuzkara feehas muhoo wa sa'aa fee kharaabihaaa; ulaaa'ika maa kaana lahum ai yadkhuloohaaa illaa khaaa''feen; lahum fiddunyaa khizyunw wa lahum fil aakhirati 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "And who are more unjust than those who prevent the name of Allah from being mentioned in His mosques and strive toward their destruction. It is not for them to enter them except in fear. For them in this world is disgrace, and they will have in the Hereafter a great punishment.", "id": "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/121", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/121.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/121.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan siapakah yang lebih zalim, berdosa, memusuhi Allah, dan menentang perintah-Nya daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk beribadah dan menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya dengan menghentikan syiar-syiar agama di dalamnya, merusak kesucian agama yang menyebabkan mereka melupakan Penciptanya, menyebarkan kemungkaran di masyarakat, dan membuat kerusakan di bumi? Mereka tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut, tunduk, taat, dan patuh kepada Allah. Mereka mendapat kehinaan di dunia sebagai akibat dari kezaliman mereka, dan di akhirat mendapat azab yang berat dalam neraka Jahanam yang merupakan tempat menetap yang paling hina. Ayat ini Allah turunkan sebagai jawaban atas sikap kaum kafir Mekah yang mela rang Nabi Muhammad salat di Masjidilharam.", "long": "Di antara tindakan orang yang paling zalim ialah:\n\n1. Menghalang-halangi orang menyebut nama Allah di dalam masjid-masjid-Nya. Termasuk di dalamnya menghalang-halangi segala perbuatan yang berhubungan dengan urusan agama, seperti mempelajari dan mengamalkan agama, iktikaf ), salat, zikir dan sebagainya.\n\n2.Merobohkan masjid-masjid Allah (tempat ibadah). Termasuk di dalamnya perbuatan, usaha, atau tindakan yang bertujuan untuk merusak, merobohkan, serta menghalang-halangi pendirian masjid dan sebagainya.\n\nKedua macam perbuatan itu merupakan perbuatan zalim, karena mengakibatkan hilangnya syiar agama Allah. Para mufasir sependapat bahwa ayat di atas mengisyaratkan \"tindakan yang umum\" dan \"tindakan yang khusus\".\n\n\"Tindakan yang umum\" ialah segala macam tindakan yang berhubungan dengan menghalang-halangi manusia beribadah di dalam masjid dan tindakan merobohkan masjid-masjid Allah (tempat ibadah). \"Tindakan yang khusus\" ialah bahwa ayat di atas diturunkan untuk menjelaskan atau mengisyaratkan bahwa telah terjadi suatu peristiwa dalam sejarah yang sifatnya sama dengan sifat-sifat tindakan atau perbuatan yang disebut di dalam ayat. Para mufasir berbeda pendapat tentang peristiwa yang dimaksud oleh ayat ini. \n\nPendapat pertama: Ayat di atas mengisyaratkan tindakan orang-orang musyrik Mekah yang menghalang-halangi keinginan Rasulullah saw beserta para sahabatnya yang hendak mengerjakan ibadah umrah pada bulan Zulhijah tahun ke 6 Hijri (bulan Maret 628 M). Sikap kaum Musyrik itu akhirnya melahirkan Perjanjian Hudaibiah ). Timbulnya keinginan itu kembali karena dalam Perjanjian Hudaibiah Nabi Muhammad saw dan para sahabat dibolehkan memasuki kota Mekah pada tahun setelah perjanjian itu ditanda-tangani. Tindakan mereka inilah yang dimaksud Allah dengan menghalang-halangi manusia menyebut nama Allah di dalam Masjidilharam dan usaha merobohkan masjid. )\n\nPendapat golongan pertama ini selanjutnya menegaskan bahwa pada lanjutan ayat terdapat perkataan:\n\n¦Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). ¦(al-Baqarah/2:114)\n\nAyat ini menggambarkan bahwa akan tiba saatnya kaum Muslimin memasuki kota Mekah dengan aman dan tenteram dan orang musyrik Mekah akan memasuki Masjidilharam dengan penuh rasa takut. Hal ini terbukti di kemudian hari dengan terjadinya pembebasan kota Mekah oleh kaum Muslimin dan orang musyrik Mekah meninggalkan agama mereka dan masuk agama Islam.\n\nPendapat kedua: Ayat di atas mengisyaratkan tindakan raja Titus (70 M) dari bangsa Romawi, anak dari kaisar Vespacianus, yang menghancurkan Haikal Sulaiman dan tempat-tempat ibadah orang-orang Yahudi dan Nasrani di Yerusalem.\n\nTindakan orang musyrik Mekah menghalang-halangi Rasulullah saw dan kaum Muslimin memasuki kota Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah dan tindakan raja Titus menghancurkan Baitulmakdis, termasuk di dalam \"tindakan yang umum\". Sedang yang dimaksud \"tindakan khusus\" yang sesuai dengan ayat ini ialah pendapat kedua karena adanya perkataan \"merobohkan masjid\" Allah di dalam ayat. Kaum musyrik Mekah tidak pernah merobohkan Masjid Allah dalam arti yang sebenarnya; mereka hanya mengotori Baitullah dan menghalangi kaum Muslim beribadah. Sedang Titus dan tentaranya benar-benar telah merobohkan Baitullah di Yerusalem dan membunuh orang-orang yang beribadah kepada Allah.\n\nLanjutan ayat menerangkan sifat-sifat yang harus dilakukan oleh manusia ketika memasuki masjid Allah, dengan tunduk, patuh dan memurnikan ketaatannya hanya kepada Allah semata. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa manusia dilarang memasuki masjid Allah dengan sikap-angkuh dan ria ). Dilarang memasuki masjid orang yang bermaksud menghalangi manusia beribadah di dalamnya, dan orang-orang yang bermaksud merusak atau merobohkannya. \n\nPada akhir ayat, Allah mengancam orang yang melakukan tindakan-tindakan di atas dengan kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Kehinaan di dunia mungkin berupa malapetaka, kehancuran dan segala macam kehinaan baik yang langsung atau tidak langsung dirasakan oleh manusia. Bentuk azab di akhirat hanya Allah yang lebih mengetahuinya.\n\nAllah melarang manusia melakukan segala macam tindakan yang berhubungan dengan menghalang-halangi manusia berdoa, salat, iktikaf, mempelajari agama, beribadah dan perbuatan-perbuatan yang lain dalam menegakkan syiar agama Allah di dalam masjid-masjid-Nya serta usaha merusak dan merobohkannya.\n\nPerbuatan itu zalim dalam pandangan Allah, karena langsung atau tidak langsung berakibat lenyapnya agama Allah di bumi. Perbuatan itu demikian zalimnya sehingga Allah mengancam para pelakunya dengan kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Yang diperintahkan Allah ialah agar manusia memakmurkan masjid-masjid Allah, mendirikan dan memeliharanya dengan baik, masuk ke dalamnya dengan rasa tunduk dan berserah diri kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 122, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 1, "page": 18, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062b\u064e\u0645\u0651\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lillaahil mashriqu walmaghrib; fa aynamaa tuwalloo fasamma wajhullaah; innal laaha waasi'un Aleem" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs the east and the west. So wherever you [might] turn, there is the Face of Allah. Indeed, Allah is all-Encompassing and Knowing.", "id": "Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/122", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/122.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/122.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan milik Allah timur dan barat. Artinya, Allah adalah Tuhan bumi seluruhnya. Ke mana pun kamu menghadap ketika menunaikan salat, di sanalah wajah Allah, yaitu kiblat yang diinginkan Allah bagimu. Sungguh, Allah Mahaluas, tidak sempit dan tidak terbatas, Maha Mengetahui siapa yang menghadap kepada-Nya di mana pun ia berada.", "long": "Sebab turunnya ayat ini ialah seperti diriwayatkan oleh Jabir sebagai berikut: \"Kami telah diutus oleh Rasulullah saw dalam suatu peperangan dan aku termasuk dalam pasukan itu. Ketika kami berada di tengah perjalanan, kegelapan mencekam kami, sehingga kami tidak mengetahui arah kiblat.\" Segolongan di antara kami berkata, \"Kami telah mengetahui arah kiblat, yaitu ke sana, ke arah utara. Maka mereka salat dan membuat garis di tanah. Sebagian kami berkata, \"Arah kiblat ke sana ke arah selatan.\" Dan mereka membuat garis di tanah. Tatkala hari subuh dan matahari pun terbit, garis itu mengarah ke arah yang bukan arah kiblat. Tatkala kami kembali dari perjalanan dan kami tanyakan kepada Rasulullah saw tentang peristiwa itu, maka Nabi saw diam dan turunlah ayat ini.\" )\n\nAllah swt menegaskan pemilikan-Nya terhadap seluruh alam ini. Dia sendiri yang mengaturnya, mengetahui apa saja yang terjadi di dalamnya, baik kecil maupun besar. Firman Allah:\n\n¦Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (al-hadid/57:4)\n\nFirman Allah yang lain:\n\n¦Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada¦ (al-Mujadilah/58:7)\n\n... (Mereka berkata), \" Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu ...\" (al-Mu'min/40: 7)\n\nKarena itu pada dasarnya, ke mana saja manusia menghadapkan mukanya dalam berdoa atau beribadah, ke timur, barat, utara, selatan, ke bawah, ke atas, dan sebagainya, pasti doa dan ibadahnya itu didengar Allah dan sampai kepada-Nya.\n\nAyat ini membantah kepercayaan bahwa Allah mempunyai tempat, bahwa doa atau ibadah akan didengar dan sampai kepada Allah bila hamba yang berdoa dan beribadah itu menghadap ke arah tertentu saja atau suatu tempat yang dianggap lebih mulia dari tempat yang lain dan sebagainya. Kata wajh banyak sekali artinya. Dalam ayat ini berarti \"kehadiran\".\n\nBerdasarkan ayat di atas dan sebab turunnya, dapat ditetapkan hukum sebagai berikut:\n\n1.Kiblat itu pada dasarnya ialah seluruh arah. Kemana saja hamba menghadap pasti menemui wajah Allah. Untuk memelihara kesatuan dan persatuan kaum Muslimin ditetapkanlah Ka'bah sebagai arah kiblat.\n\n2.Apabila hari sangat gelap dan arah kiblat tidak diketahui, maka boleh salat menghadap ke arah yang diyakini sebagai kiblat. Jika ternyata kemudian arah itu bukan arah kiblat maka salatnya tetap sah.\n\n3.Bagi orang yang berada di atas kendaraan yang sedang berjalan, ia boleh berkiblat ke arah yang dia sukai. Sebagian ulama menganjurkan berkiblat ke arah depan dari kendaraan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 123, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 1, "page": 18, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d7 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalut takhazal laahu waladan subhaanahoo bal lahoo maa fis samaawaati wal ardi kullul lahoo qaanitoon" } }, "translation": { "en": "They say, \"Allah has taken a son.\" Exalted is He! Rather, to Him belongs whatever is in the heavens and the earth. All are devoutly obedient to Him,", "id": "Dan mereka berkata, “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/123", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/123.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/123.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, kaum Yahudi dan Nasrani, berkata,\" Allah mempunyai anak. Mahasuci Allah dari perkataan mereka. Ayat ini diturunkan sebagai jawaban atas pernyataan kaum Yahudi yang meyakini Uzair sebagai putra Allah, kaum Nasrani yang meng anggap Isa sebagai putra Allah, dan kaum musyrik Arab yang menganggap malaikat sebagai putri Allah. Bahkan milik-Nyalah, yakni Allah-lah pencipta dan pemilik apa yang di langit dan di bumi, termasuk di dalamnya Uzair, Isa, dan para malaikat itu. Semua tunduk, taat, dan patuh kepada-Nya, yakni kepada kebesaran, kekuasaan dan kehendak-Nya.", "long": "Pengakuan lisan dan hati orang-orang Yahudi dan Nasrani bahwa Allah mempunyai anak. Orang Yahudi mengatakan Uzair putra Allah, sedang orang Nasrani mengatakan bahwa Almasih putra Allah.\n\nDan orang-orang Yahudi berkata, \"Uzair putra Allah,\" dan orang-orang Nasrani berkata, \"Almasih putra Allah.\" Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. (at-Taubah/9: 30)\n\nKedua kepercayaan itu pada dasarnya adalah sama, yaitu menyatakan bahwa Allah mempunyai anak dan berarti mereka mempersekutukan Allah, menyatakan bahwa Allah memerlukan pembantu dalam mengurus alam ini, menyatakan bahwa Allah mempunyai suatu cita-cita dan cita-cita itu akan dilanjutkan oleh putra-Nya seandainya Dia tidak ada lagi.\n\nKepercayaan dan ucapan orang-orang kafir itu tidak benar, mengherankan dan terlalu berani, Mahasuci Allah dari perkataan-perkataan yang demikian itu. Allah tidak memerlukan sesuatu pun, tidak memerlukan penolong dan pembantu dalam melaksanakan semua urusan-urusan-Nya, tidak memerlukan sesuatu pun untuk melanjutkan kehendak-Nya, karena Dia adalah kekal tidak berkesudahan.\n\nDari perkataan \"Mahasuci Allah\" dipahami bahwa pengakuan orang-orang Yahudi dan Nasrani tentang Allah mempunyai anak adalah pengakuan yang dinilai sebagai dosa besar. Karena itu hamba-hamba yang terlanjur menyatakan pengakuan itu hendaklah bertobat kepada Allah. Hanya dengan bertobat, dosa besar seseorang hamba dapat diampuni oleh Allah.\n\nAkhir ayat ini memberi pengertian bahwa Allah hendak membersihkan diri-Nya dari perkataan orang-orang kafir. Allah menyatakan yang demikian semata-mata untuk menjaga hak hamba-hamba-Nya, membersihkan kepercayaan hamba-hamba-Nya yang dapat merugikan mereka di dunia dan di akhirat nanti.\n\nBahkan Allah menegaskan bahwa seluruh alam ini adalah milik-Nya, berada di bawah kekuasaan-Nya. Tidak satu pun yang dapat mengurangi kehendak-Nya dan merugikan-Nya. Semua patuh dan tunduk kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 124, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 1, "page": 18, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u062f\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Badree'us samaawaati wal ardi wa izaa qadaaa amran fa innamaa yaqoolu lahoo kun fayakoon" } }, "translation": { "en": "Originator of the heavens and the earth. When He decrees a matter, He only says to it, \"Be,\" and it is.", "id": "(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/124", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/124.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/124.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan, mengadakan, dan mewujudkan sesuatu, tidak ada halangan sedikit pun bagi-Nya, Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadi lah sesuatu itu.", "long": "Allah adalah Mahapencipta. Dia menciptakan sesuatu dengan tidak mencontoh kepada apa yang telah ada, tidak menggunakan suatu bahan atau alat yang telah ada. Allah menciptakan dari yang tidak ada. Demikianlah Allah menciptakan langit dan bumi, dari yang semula tidak ada menjadi ada.\n\nMenurut bunyi ayat, Allah menciptakan sesuatu dengan perkataan \"kun\" (jadilah), ungkapan ini adalah simplikasi atau penyederhanaan tentang Mahabesarnya kekuasaan Allah, apa saja yang dikehendaki untuk ditetapkan semua terjadi dengan mudah. Sedang yang dimaksud dengan menciptakan hanyalah sekadar misal saja, agar mudah dipahami oleh hamba-hamba-Nya. Tentang cara Allah mengadakan sesuatu dan bagaimana proses terjadinya sesuatu, hanya Allah Yang Mahatahu. \n\nFirman Allah dalam ayat sebelumnya menjelaskan bahwa \"apa-apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah dan semuanya itu tunduk dan patuh kepada Nya\" merupakan pernyataan atas kekuasaan dan keperkasaan Nya. Dia yang menciptakan, Dia yang mengatur dan berkuasa atas segalanya.\n\nKata \"fa yakun\", yang berarti \"maka jadilah\" di sini tidak mesti diartikan bahwa sesuatu itu terjadi seketika itu juga, melainkan melalui tahapan proses yang memerlukan waktu. Setiap tahapan proses yang berlangsung dalam alam ini pasti akan berlaku hukum alam yakni ketentuan-ketentuan Allah atau sunatullah.\n\nProses rekayasa konstruktif dari bentuk ketersediaan bahan baku mentah menjadi bentuk barang jadi akan membutuhkan proses yang terkadang panjang dan perlu waktu. Proses terjadinya minyak bumi ataupun mineral-mineral berharga menelan waktu yang sangat lama menurut hitungan manusia. \n\nDalam proses penciptaan alam jagat ini, perhatikan firman Allah dalam Surah al-Anbiya'/21: 30, yang artinya: \n\n¦Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (al-Anbiya'/21: 30)\n\nAyat di atas menjelaskan, bahwa dahulunya langit dan bumi itu suatu yang padu kemudian Allah pisahkan keduanya menjadi yang satu langit dan yang satu lagi adalah bumi. Tetapi proses pemisahan ini tidak terjadi secara seketika. Proses ini berlangsung dalam jutaan tahun. Pembentukan yang satu padu tersebut pun mungkin memerlukan proses dan waktu, tidak seketika. \n\nBegitu pula dalam penciptaan manusia pertama, Adam as, Siti Hawa, Isa as dan kita serta mahluk-mahluk lain yang ada dalam alam jagat raya ini semuanya akan berlangsung dalam tahapan proses sesuai yang telah ditetapkan Nya, walaupun sesungguhnya Allah mampu merubah ketentuan-ketentuan Nya yang sudah ada menjadi ketentuan lain sesuai dengan kehendakNya." } } }, { "number": { "inQuran": 125, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 1, "page": 18, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d8 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena laa ya'lamoona law laa yukallimunal laahu aw taateenaaa aayah; kazaalika qaalal lazeena min qablihim misla qawlihim; tashaabahat quloobuhum; qad baiyannal aayaati liqawminy yooqinoon" } }, "translation": { "en": "Those who do not know say, \"Why does Allah not speak to us or there come to us a sign?\" Thus spoke those before them like their words. Their hearts resemble each other. We have shown clearly the signs to a people who are certain [in faith].", "id": "Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, “Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/125", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/125.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/125.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang tidak mengetahui, yaitu orang-orang bodoh dari kaum musyrik Mekah, berkata,\" Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita dan tidak menurunkan wahyu kepada kita yang mengabarkan kerasulan Muhammad, atau datang tanda-tanda kekuasaan, alasan, dan penjelasan-Nya kepada kita tentang kebenaran kerasulan Muhammad?\" Sebelumnya, orang-orang kafir Mekah pernah berkata kepada Nabi Muhammad, \"Jika engkau betul-betul Rasul dari Allah seperti yang engkau katakan, maka katakanlah kepada Allah agar berbicara dengan kami sehingga kami mendengar ucapannya.\" Mereka berkata demikian sebagai tanda penentangan dan kesombongan mereka. Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa dengan hati orang-orang sebelum mereka. Mereka menentang dan mendustakan para nabi dan rasul yang diutus Allah kepada mereka. Pernyataan Allah ini mengandung hiburan bagi Rasulullah. Allah menegaskan bahwa sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-orang yang yakin.", "long": "Yang dimaksud dengan ungkapan \"Mereka yang tidak mengetahui\" dalam ayat ini ialah orang musyrik Mekah. Mereka dikatakan tidak mengetahui karena kepercayaan mereka tidak berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya dan tidak mengikuti nabi-nabi yang telah diutus-Nya. Hal ini ditegaskan ayat selanjutnya yang langsung mengarahkan pembicaraan kepada Nabi Muhammad saw, tentang sikap orang-orang musyrik itu dan persamaan perkataan mereka dengan perkataan orang-orang sebelum Nabi Muhammad diutus.\n\nOrang-orang musyrik mengatakan, \"Mengapa Allah tidak langsung berbicara dengan mereka yang menerangkan bahwa Muhammad adalah utusan Allah dan Al-Qur'an diturunkan dari Allah, atau datang kepada mereka malaikat untuk menjelaskannya, atau datang dalil-dalil yang menerangkan dan membuktikan kenabian Muhammad?\"\n\nAyat ini menerangkan bahwa perkataan mereka sama dengan perkataan orang-orang sebelum mereka, yang mereka ucapkan kepada nabi-nabi yang diutus kepada mereka. Juga Allah menerangkan bahwa apa yang mereka katakan itu sebabnya sama, yaitu karena keingkaran dan kedengkian mereka kepada Muhammad, bukan karena tidak adanya dalil atau bukti-bukti yang telah didatangkan Allah. Telah banyak dalil yang didatangkan Allah, tetapi hati mereka tertutup menerima dalil-dalil itu, karena kesombongan dan keangkuhan mereka. Apa pun dalil dan bukti yang didatangkan, mereka tetap tidak akan beriman.\n\nPerkataan orang terdahulu yang sama dengan perkataan orang musyrik itu tersebut di dalam Al-Qur'an, seperti perkataan orang-orang Yahudi, sebagaimana yang diberitakan dalam Al-Qur'an:\n\nDan (ingatlah) ketika kamu berkata, \"Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas.\" ¦\n\n(al-Baqarah/2:55. Lihat juga an-Nisa'/4:153)\n\nFirman Allah: \n\nDan (ingatlah), ketika kamu berkata, \"Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.\" ¦(al-Baqarah/2:61)\n\nOrang-orang Nasrani berkata kepada Nabi Isa a.s. sebagaimana tersebut dalam firman Allah swt:\n\n(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata, \"Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?\" ¦ (al-Ma'idah/5:112)\n\nSelanjutnya ditegaskan bahwa orang kafir tidak akan beriman walau keterangan atau bukti apa pun diturunkan kepada mereka. Allah berfirman:\n\nDan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, \"Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.\" (al-An'am/6:7)\n\nPada akhir ayat diterangkan bahwa Allah selalu menurunkan bukti-bukti dan dalil-dalil bagi segala sesuatu, Dia menerangkannya dengan sejelas-jelasnya. Orang-orang yang bersih jiwa dan hatinya akan segera menerima dalil-dalil dan bukti itu dan mereka segera meyakininya. Orang-orang yang tidak menerimanya ialah mereka yang dalam hatinya ada rasa dengki dan penyakit, hatinya kasar dan tertutup. Allah berfirman:\n\nApakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. (adz-dzariyat/51:53)\n\nAyat di atas merupakan penawar duka bagi Nabi Muhammad saw yang sedang menghadapi keingkaran kaum musyrik Mekah terhadap seruannya. Seolah-olah ayat di atas menerangkan bahwa sikap kaum musyrik itu adalah sikap yang sama dengan sikap orang-orang dahulu terhadap nabi-nabi yang diutus kepada mereka. Karena itu janganlah dihiraukan sikap mereka dan janganlah bersedih hati." } } }, { "number": { "inQuran": 126, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 1, "page": 18, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Innaaa arsalnaaka bilhaqqi basheeranw wa nazeeranw wa laa tus'alu 'am Ashaabil Jaheem" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have sent you, [O Muhammad], with the truth as a bringer of good tidings and a warner, and you will not be asked about the companions of Hellfire.", "id": "Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/126", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/126.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/126.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami telah mengutusmu, wahai Nabi Muhammad, dengan kebenaran syariat yang terang dan agama yang lurus, sebagai pembawa berita gembira kepada orang-orang beriman tentang surga yang penuh kenikmatan, dan pemberi peringatan kepada orang-orang kafir tentang siksaan api neraka. Dan engkau tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang kaum kafir yang menjadi penghuni-penghuni neraka sesudah engkau dengan sungguh-sungguh mengajak mere ka beriman. Dalam pernyataan Allah ini terkandung hiburan bagi Rasulullah agar tidak kecewa dan berkecil hati terhadap apa yang telah dilakukannya.", "long": "Allah mengutus Muhammad dengan kebenaran. Kebenaran itu ialah sesuatu yang kukuh dan pasti, tidak menyesatkan orang-orang yang menganutnya bahkan membahagiakannya dan tidak sedikit pun mempunyai unsur keragu-raguan, apalagi kebatilan. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa di dalam kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu terkandung itikad, hukum, tata cara, kebiasaan yang baik dan segala hal yang dapat membahagiakan hidup manusia di dunia dan di akhirat.\n\nAyat ini menerangkan bahwa di antara tugas Nabi Muhammad ialah:\n\n1.Memberi kabar gembira dari Allah yang menjanjikan kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi orang yang mengikuti agama yang dibawa oleh Muhammad. Perkataan basyiran juga memberi pengertian: isyarat, tanda yang memberi kabar gembira, seperti adanya mendung sebagai tanda hari akan hujan.\n\n2.Memberi peringatan bahwa ada nestapa bagi orang yang tidak mengikuti perintah-perintah Allah serta menghentikan larangan-larangan-Nya dan bagi orang yang menghalangi seruan Nabi Muhammad saw.\n\nOrang yang tidak mengindahkan peringatan itu akan dimasukkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Ungkapan semacam ini menunjukkan kerasnya azab yang akan diderita oleh mereka yang mendurhakai Nabi. Ayat tersebut menerangkan tentang tugas Nabi Muhammad saw, yaitu menyampaikan agama kepada manusia. Sedang yang memberi penilaian terhadap sikap manusia kepada seruan Muhammad adalah Allah sendiri. Hanya Allah yang memberi pahala dan memberi hukuman. Allah berfirman:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. ¦ (al-Baqarah/2:272)" } } }, { "number": { "inQuran": 127, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 1, "page": 19, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064f\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u06d9 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa lan tardaa 'ankal Yahoodu wa lan Nasaaraa hattaa tattabi'a millatahum; qul inna hudal laahi huwalhudaa; wa la'init taba'ta ahwaaa'ahum ba'dal lazee jaaa'aka minal 'ilmimaa laka minal laahi minw waliyyinw wa laa naseer" } }, "translation": { "en": "And never will the Jews or the Christians approve of you until you follow their religion. Say, \"Indeed, the guidance of Allah is the [only] guidance.\" If you were to follow their desires after what has come to you of knowledge, you would have against Allah no protector or helper.", "id": "Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/127", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/127.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/127.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, bersusah payah mencari kerelaan orang-orang yang ingkar. Hal itu tidak mungkin, sebab orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu, Nabi Muhammad, sebelum engkau meninggalkan agamamu dan berpaling mengikuti agama mereka yang mereka anggap paling benar. Karena itu, engkau tidak perlu melakukan apa yang mereka minta demi memperoleh kerelaan mereka, tetapi tetaplah engkau meng hadapkan dirimu untuk mendapatkan kerelaan Allah. Tetaplah mengajak mereka kepada kebenaran dan katakanlah,\" Sesungguhnya petunjuk Allah, yakni agama Islam, itulah petunjuk, yakni agama yang sebenarnya.\" Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu, yakni kebenaran wahyu, sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.\r\nMeski khitab ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad, pada hakikatnya pesan ini berlaku umum bagi seluruh umat Islam.", "long": "Ayat ini menyatakan keinginan Ahli Kitab yang sebenarnya sehingga mereka melakukan tindakan-tindakan terhadap orang-orang yang beribadah di masjid Allah, merobohkan masjid, menyekutukan Allah, dan mengingkari seruan Nabi Muhammad saw, Nabi terakhir. Mereka tidak akan berhenti melakukan tindakan itu sebelum Nabi Muhammad saw dan pengikutnya menganut agama yang mereka anut, yaitu agama yang berasal dari agama-agama yang dibawa para nabi yang terdahulu, tetapi ajaran-ajarannya sudah banyak diubah-ubah oleh mereka. Karena itu hendaklah kaum Muslimin waspada terhadap sikap Ahli Kitab, janganlah ragu-ragu mengikuti petunjuk Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi-Nya, bukan petunjuk yang berasal dari keinginan dan hawa nafsu manusia, terutama keinginan dan hawa nafsu orang-orang Yahudi dan Nasrani.\n\nOrang Yahudi dan Nasrani melakukan tindakan-tindakan itu setelah pengetahuan datang pada mereka tentang agama yang diridai Allah dan ajaran-ajaran agama Islam. Secara lahiriah, ayat ini langsung ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, berupa peringatan yang keras seandainya Nabi saw, mengikuti kemauan mereka padahal Nabi telah dijamin terpelihara dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. Di dalam Al-Qur'an banyak terdapat ayat yang seperti itu yang lahirnya ditujukan kepada Nabi, tetapi yang dimaksud ialah umat Muhammad saw. Allah memperingatkan dengan ayat ini agar kaum Muslimin berhati-hati terhadap sikap Ahli Kitab kepada Agama Islam dan kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 128, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 1, "page": 19, "manzil": 1, "ruku": 15, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0648\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena aatainaahumul Kitaaba yatloonahoo haqqa tilaawatiheee ulaaa'ika yu'minoona bi; wa mai yakfur bihee fa ulaaa'ika humul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "Those to whom We have given the Book recite it with its true recital. They [are the ones who] believe in it. And whoever disbelieves in it - it is they who are the losers.", "id": "Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/128", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/128.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/128.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Kami beri Kitab Suci, yakni Taurat dan Injil, mereka membacanya dan mengikuti ajarannya sebagaimana mestinya. Mereka tidak melakukan perubahan apa pun terhadap Kitab Suci itu. Mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya, yakni kitab suci sebelum mengalami perubahan, dengan iman yang sebenar-benarnya, di antaranya iman kepada para nabi, termasuk nabi terakhir, Muhammad. Adapun mereka yang mengubah Kitab Suci dan tidak mengimani kerasulan Nabi Muham mad, mereka itulah orangorang yang ingkar. Dan barang siapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi dan celaka dalam pandangan Allah. Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, yakni nenek moyangmu dahulu, di antaranya nikmat berupa kebebasan dari ke", "long": "Di antara Ahli Kitab ada orang Yahudi yang mengikuti Taurat, orang Nasrani mengikuti Injil. Mereka benar-benar membaca kitab yang diturunkan kepada mereka dengan bacaan yang benar tidak diikuti oleh keinginan dan hawa nafsu mereka. \n\nMereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya dengan me-mahaminya sepenuh hati, tidak mentakwilkan atau menafsirkannya menurut keinginan sendiri, tidak menambah, mengurangi atau mengubahnya.\n\nMenurut Ibnu Mas'ud dan Ibnu 'Abbas, membaca dengan bacaan yang sebenarnya ialah menghalalkan yang dihalalkanya, mengharamkan yang diharamkannya, membacanya seperti yang diturunkan Allah, tidak mengubah-ubah atau memalingkan perkataan dari tempat yang semestinya dan tidak menakwilkan sesuatu dari kitab itu dengan takwil yang bukan semestinya. )\n\nDalam firman-Nya yang lain dijelaskan bacaan yang dimaksud, yakni:\n\n\"... Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur'an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, bersujud.\" (a1-Isra'/17:107)\n\nSungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an)¦(Yusuf/12:111)\n\nDari ayat-ayat di atas dipahami bahwa semua kitab (wahyu) Allah yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya merupakan pengajaran bagi mereka, yang tujuannya untuk mengarahkan dan memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Karena itu, para hamba Allah wajib membaca dengan sebenar-benarnya, berulang-ulang, dan berusaha memahami petunjuk Allah yang terdapat di dalamnya. Allah berfirman:\n\nMaka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya. (an-Nisa'/4:82)\n\nFirman Allah:\n\nMaka tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci? (Muhammad/47:24)\n\nDari ayat-ayat di atas dipahami bahwa membaca Al-Qur'an dengan tidak memperhatikan maksud dan maknanya, menafsirkannya dengan sekehendak hati adalah sama dengan membaca Kitab oleh Yahudi dan Nasrani. Dari ayat di atas dipahami bahwa membaca kitab-kitab Allah dengan bacaan yang sebenarnya wajib dilakukan oleh manusia. Membaca Kitab tidak dengan bacaan yang sebenarnya tidak mengamalkan apa yang dibaca, itu berarti memperolok-olokkan kitab-kitab Allah dan menantang Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 129, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 1, "page": 19, "manzil": 1, "ruku": 16, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa Baneee Israaa'eelaz-kuroo ni'matiyal lateee an'amtu 'alaikum wa annee faddaltukum 'alal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "O Children of Israel, remember My favor which I have bestowed upon you and that I preferred you over the worlds.", "id": "Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/129", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/129.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/129.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, yakni nenek moyangmu dahulu, di antaranya nikmat berupa kebebasan dari kejaran Firaun, diutusnya banyak rasul, dan diturunkannya kitab-kitab suci; dan di antara nikmat-nikmat itu Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini pada masa itu dengan banyaknya para nabi yang diutus kepada kamu.\r\nIni menunjukkan bahwa Allah benar-benar sangat menyayangi hamba-Nya. Meskipun Bani Israil telah berkali-kali melakukan pelanggaran, mereka tetap saja diajak dengan harapan mereka dapat percaya kepada Nabi Muhammad. Selanjutnya, ayat 123 mengingatkan mereka dan semua orang untuk mempersiapkan diri menghadapi hari Kiamat.", "long": "Ayat ini mengingatkan lagi kepada Bani Israil akan nikmat yang pernah diberikan Allah kepada nenek moyang mereka. Allah telah melebihkan mereka dari bangsa-bangsa lain yang semasa dengan mereka.\n\nNikmat yang diberikan Allah itu adalah karena mereka selain berpegang kepada ajaran Allah, kepada keadilan dan kebenaran, mereka mempunyai sifat-sifat dan cita-cita yang mulia dan menjauhi sifat yang buruk dan mengekang keinginan dan hawa nafsu." } } }, { "number": { "inQuran": 130, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 1, "page": 19, "manzil": 1, "ruku": 16, "hizbQuarter": 7, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattaqoo yawmal laa tajzee nafsun 'an nafsin shai 'anw wa laa yuqbalu minhaa 'adlunw wa laa tanfa'uhaa shafaa 'atunw wa laa hum yunsaroon" } }, "translation": { "en": "And fear a Day when no soul will suffice for another soul at all, and no compensation will be accepted from it, nor will any intercession benefit it, nor will they be aided.", "id": "Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusan tidak diterima, bantuan tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/130", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/130.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/130.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan takutlah kamu dengan cara menjaga diri agar tidak mendapat siksa pada keadaan yang sangat mengerikan di hari Kiamat, yaitu ketika tidak seorang pun dapat menggantikan atau membela orang lain sedikit pun. Pada hari itu, tebusan dalam bentuk apa pun untuk menghindari siksa tidak akan diterima, dan bantuan maupun perantara tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong.\r\nIni mengisyaratkan bahwa berbagai kenikmatan di dunia yang Allah berikan kepada Bani Israil dan umat lain tidak menjamin hal serupa akan Allah berikan kepada mereka di akhirat.", "long": "Bani Israil diperingatkan agar selalu mengikuti agama Allah. Hendaklah mereka ingat akan kedatangan suatu hari, yang pada hari itu tidak ada sesuatu pun yang dapat menolong kecuali Allah.\n\nPada hari itu seseorang tidak dapat menolong orang lain menghindari diri dari azab Allah, tiap-tiap orang bertanggung jawab atas segala perbuatan yang pernah dilakukannya. Seseorang tidak dapat menebus dosanya dengan harta apa pun, dan seseorang tidak dapat menggantikan orang lain memikul azab. ) \n\nAyat ini memperingatkan orang-orang yang beriman agar selalu menjaga diri dari azab hari Kiamat dengan melaksanakan semua perintah dan menghentikan larangan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 131, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 1, "page": 19, "manzil": 1, "ruku": 16, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0645\u0651\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064f\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izib talaaa Ibraaheema Rabbuho bi Kalimaatin fa atammahunna qaala Innee jaa'iluka linnaasi Imaaman qaala wa min zurriyyatee qaala laa yanaalu 'ahdiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when Abraham was tried by his Lord with commands and he fulfilled them. [Allah] said, \"Indeed, I will make you a leader for the people.\" [Abraham] said, \"And of my descendants?\" [Allah] said, \"My covenant does not include the wrongdoers.\"", "id": "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/131", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/131.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/131.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah juga, wahai Nabi Muhammad, kisah ketika Nabi Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat, yakni sejumlah tugas dan kewajiban, lalu dia melaksanakannya dengan sangat baik dan sempurna. Dia, Allah, berfirman, \"Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin dan teladan bagi seluruh manusia.\" Dia, Ibrahim, berkata,\" Dan apa kah janji-Mu itu berlaku juga bagi sebagian dari anak cucuku? \" Allah berfirman, \"Benar, tetapi janji-Ku itu tidak berlaku bagi orang-orang zalim.\"", "long": "Ibrahim a.s. diuji Tuhan dengan beberapa kalimat dengan menugaskan perintah dan larangan, seperti membangun Ka'bah, membersihkannya dari segala macam kemusyrikan, mengorbankan anaknya Ismail a.s., menghadapi raja Namrud, dan sebagainya.\n\nMenurut Mahmud Zahram, Ibrahim a.s. telah diberi oleh Allah ber-macam-macam pengalaman ujian dan cobaan. Dia diperintahkan Allah menyembelih anaknya, perjalanan pulang pergi antara Syam dengan Hijaz untuk melihat anak dan istrinya yang berada di kedua tempat itu, dan sebagainya. )\n\nAllah tidak menerangkan macam-macam kalimat yang telah ditugaskan kepada Nabi Ibrahim. Hal ini memberi petunjuk bahwa tugas yang telah diberikan Allah itu adalah besar, berat dan banyak. Sekalipun demikian Ibrahim a.s. telah melaksanakan tugas dan beban itu dengan sebaik-baiknya yang membawanya ke tempat kedudukan yang sempurna.\n\nDan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (an-Najm/53:37)\n\nPerkataan, \"Sesungguhnya Aku akan menjadikan kamu imam bagi seluruh manusia,\" tidak ada hubungannya dengan kalimat yang sebelumnya, karena tidak ada kata penghubung ('atf) pada permulaan kalimat tersebut.\n\nMenurut Muhammad Abduh ), kalimat tersebut adalah kalimat yang berdiri sendiri, tidak ada hubungannya dengan kalimat yang sebelumnya. Maksudnya ialah bahwa pangkat imam (nabi dan rasul) adalah semata-mata pangkat yang dianugerahkan oleh Allah dan hanya Dia sendiri yang menetapkan kepada siapa pangkat itu akan diberikan-Nya. Tidak semua manusia dapat mencapainya sekalipun dia telah melaksanakan segala perintah dan menghentikan segala larangan Allah.\n\nDengan perkataan lain, pangkat imam yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Ibrahim itu ditetapkan atas kehendak-Nya, bukan ditetapkan karena Nabi Ibrahim telah menyelesaikan dan menyempurnakan tugas yang diberikan kepadanya, agar dia menyadari bahwa pangkat yang diberikan Allah itu sesuai baginya, dan agar dia merasa dirinya mampu melaksanakan tugas dan memikul beban yang telah diberikan.\n\nSetelah dianugerahi pangkat \"imam\" itu, Nabi Ibrahim a.s. berdoa kepada Allah agar pangkat \"imam\" dianugerahkan pula kepada keturunannya di kemudian hari. Doa Nabi Ibrahim ini doa yang sesuai dengan sunatullah. Menurut sunatullah, anak dan keturunan sambungan hidup bagi seseorang. Suatu cita-cita yang tidak sanggup dicapai semasa hidup di dunia diharapkan agar anak dan keturunan dapat menyampaikannya.\n\nTugas imam merupakan tugas yang suci dan mulia karena pemberian tugas itu bertujuan hendak mencapai cita-cita yang suci dan mulia pula. Ibrahim a.s. merasa dirinya tidak sanggup mencapai semua cita-citanya yang terkandung di dalam tugasnya selama hidup di dunia. Karena itu dia berdoa kepada Allah agar anak cucunya dianugerahi pula pangkat imam itu, sehingga cita-cita yang belum dapat dicapai semasa hidupnya dapat dilanjutkan dan dicapai oleh anak cucu dan keturunannya.\n\nDari ayat di atas dapat dipahami pula bahwa cara Nabi Ibrahim berdoa sesuai dengan sunatullah sehingga merupakan cara berdoa yang benar dan termasuk doa yang dikabulkan Allah. Terbukti, di kemudian hari bahwa semua rasul yang diutus Allah sesudahnya berasal dari keturunannya.\n\nDari firman Allah, \"Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim\" dapat dipahami bahwa di antara keturunan Nabi Ibrahim itu ada orang-orang zalim. Pada ayat lain Allah menerangkan bahwa keturunan Ibrahim itu ada yang zalim dan ada yang berbuat baik. Allah berfirman:\n\nDan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. (as-saffat/37:113)\n\nAllah berfirman:\n\nDan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu). (az-Zukhruf/43:28)\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Nabi Ibrahim menjadikan kalimat tauhid sebagai pegangan bagi keturunannya. Jika di antara mereka ada yang mempersekutukan Allah, mereka diminta kembali kepada kalimat tauhid.\n\n\"Zalim\" (aniaya) itu bermacam-macam. Zalim terhadap diri sendiri ialah tidak melaksanakan perintah dan tidak meninggalkan larangan Allah sehingga mendapat kemurkaan dan azab Allah yang membawa bencana kepada diri sendiri. Zalim terhadap makhluk-makhluk Allah, seperti berbuat kerusakan di bumi, memutuskan silaturahmi, zalim terhadap manusia dan sebagainya.\n\nDari perkataan \"zalim\" dapat dimengerti bahwa bagi seorang imam tidak boleh ada sifat zalim. Mustahil pangkat itu diberikan kepada orang yang kotor jiwanya, orang-orang yang tidak melaksanakan perintah-perintah Allah dan tidak menghentikan larangan-larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 132, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 1, "page": 19, "manzil": 1, "ruku": 16, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0627\u0628\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0645\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064b\u0649 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0647\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0644\u0650\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0643\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0643\u0651\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa iz ja'alnal Baita masaabatal linnassi wa amnanw wattakhizoo mim Maqaami Ibraaheema musallaaa; wa 'ahidnaaa ilaaa Ibraaheema wa Ismaa'eela an tahhiraa Baitiya littaaa'ifeena wal'aakifeena warrukka'is sujood" } }, "translation": { "en": "And [mention] when We made the House a place of return for the people and [a place of] security. And take, [O believers], from the standing place of Abraham a place of prayer. And We charged Abraham and Ishmael, [saying], \"Purify My House for those who perform Tawaf and those who are staying [there] for worship and those who bow and prostrate [in prayer].\"", "id": "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/132", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/132.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/132.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika Kami menjadikan rumah ini, yakni Kakbah, sebagai tempat berkumpul yang sering dikunjungi, baik pada hari-hari biasa maupun pada musim umrah dan haji, dan juga tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu, yakni pijakan Ibrahim ketika membangun Kakbah, sebagai tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail,\"Bersihkanlah rumah-Ku dari segala bentuk najis, kemusyrikan, dan hal-hal yang tidak pantas diletakkan dan dilakukan di sana sesuai tuntunan agama untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang salat yang selalu melakukan rukuk dan sujud!\"", "long": "Diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw, dan kaum Muslimin agar mengingat ketika Allah menjadikan Ka'bah sebagai tempat berkumpul manusia, tempat yang aman, dan menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Maqam Ibrahim ialah tempat berpijak bagi Ibrahim ketika membangun Ka'bah. Perintah Allah kepada Ibrahim dan Ismail itu untuk menenteramkan hati Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin dalam menghadapi keingkaran orang kafir dan untuk menerangkan kepada orang musyrik, Yahudi dan Nasrani bahwa agama yang dibawa Nabi Muhammad itu seasas dengan agama yang dibawa Nabi Ibrahim, agama nenek moyang mereka.\n\nAda dua faedah yang dapat diambil dari ayat di atas sehubungan dengan didirikannya Ka'bah: Pertama, tempat berkumpul bagi manusia untuk ibadah. Sejak zaman dahulu sebelum Nabi Muhammad saw diutus sampai saat ini Ka'bah atau Mekah telah menjadi tempat berkumpul manusia dari segala penjuru, dari segala macam bangsa dalam rangka menghormati dan melaksanakan ibadah haji. Hati mereka merasa tenteram tinggal di sekitar Ka'bah. Setelah mereka kembali ke tanah air, hati dan jiwa mereka senantiasa tertarik kepadanya dan selalu bercita-cita ingin kembali lagi bila ada kesempatan.\n\nKedua, Allah swt menjadikannya sebagai tempat yang aman. Maksudnya, Allah menjadikan tanah yang berada di sekitar Masjidilharam sebagai tanah dan tempat yang aman bagi orang-orang yang berada di sana. Sejak dahulu sampai saat ini orang-orang Arab mengagungkan dan menyucikannya. \n\nOrang-orang Arab terkenal dengan sifat suka menuntut bela atas orang atau kabilah yang membunuh atau menyakiti atau menghina keluarganya. Di mana saja mereka temui orang atau kabilah itu, penuntutan balas akan mereka laksanakan. Kecuali bila mereka menemuinya di Tanah Haram, mereka tidak mengganggu sedikit pun. Dalam pada itu sejak zaman dahulu banyak usaha dari orang-orang Arab sendiri atau dari bangsa-bangsa yang lain untuk menguasai Tanah Haram atau untuk merusak Ka'bah, tetapi selalu digagalkan Allah, seperti usaha Abrahah Raja Najasyi dengan tentaranya untuk menguasai Tanah Haram dan Ka'bah. Mereka dihancurkan.\n\nAllah berfirman:\n\nTidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (al-Fil/105:1-5)\n\nTidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah? (al-'Ankabut/29:67)\n\nAllah memerintahkan agar Maqam Ibrahim dijadikan sebagai tempat salat. Faedah perintah itu ialah untuk menghadirkan perintah itu di dalam pikiran atau agar manusia mengikuti apa yang diperintahkan itu, seolah-olah perintah itu dihadapkan kepada mereka sehingga perintah itu tertanam di dalam hati mereka dan mereka merasa bahwa diri mereka termasuk orang yang diperintah.\n\nDengan demikian, maksud ayat ialah: Orang-orang dahulu yang beriman kepada Ibrahim a.s. diperintahkan agar menjadikan sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Perintah itu ditujukan pula kepada orang-orang yang datang kemudian, yang mengakui Ibrahim a.s., sebagai nabi dan rasul Allah dan mengakui Nabi Muhammad saw, salah seorang dari anak cucu Ibrahim a.s. sebagai nabi yang terakhir.\n\nAllah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membersihkannya dalam arti yang sebenarnya dan dalam arti kiasan. Membersihkan dalam arti yang sebenarnya ialah membersihkan dari segala macam benda yang dihukumkan najis, seperti segala macam kotoran dan sebagainya. Membersihkan dalam arti kiasan ialah membersihkannya dari segala macam perbuatan yang mengandung unsur-unsur syirik, perbuatan menyembah berhala, perbuatan-perbuatan yang terlarang, bertengkar dan sebagainya.\n\nPerintah membersihkan Ka'bah ini sekalipun ditujukan kepada Nabi Ibrahim dan Ismail, tetapi termasuk juga orang-orang yang datang sesudahnya. Allah menamakan Ka'bah yang didirikan itu dengan \"Rumah Allah\" (Baitullah). Penamaan itu bukan berarti Allah tinggal di dalam atau di sekitar Ka'bah. Tetapi maksudnya ialah bahwa Allah menjadikan rumah itu tempat beribadah kepada-Nya dan dalam beribadah menghadap ke arah Ka'bah.\n\nHikmah menjadikan Ka'bah sebagai \"rumah Allah\" dan menjadikan sebagai arah menghadap di dalam beribadah kepada Allah Pencipta dan Penguasa seluruh makhluk agar manusia merasa dirinya dapat langsung menyampaikan pujian, pernyataan syukur, permohonan pertolongan dan permohonan doa kepada Allah.\n\nManusia kurang dapat menyatakan pikirannya dalam beribadah kepada Allah bila tidak dilakukan di tempat tertentu dan menghadap ke arah tertentu. Dengan adanya tempat tertentu dan arah tertentu, manusia dapat menambah imannya setiap saat, memperdalam pengetahuannya, dan mempertinggi nilai-nilai rohani dalam dirinya. Karena dengan demikian dia merasakan seolah-olah Allah ada di hadapannya demikian dekat, sehingga tidak ada yang membatasi antaranya dengan Allah. \n\nPada ayat yang lain ditegaskan bahwa ke mana saja manusia menghadap dalam beribadah, berdoa akan menemui wajah Allah, dan sampai kepada-Nya, karena Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. ) Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa penamaan Ka'bah sebagai rumah Allah hanyalah untuk mempermudah manusia dalam membulatkan pikirannya dalam beribadah. Pada asasnya Allah Mahabesar, Maha Mengetahui lagi Mahaluas." } } }, { "number": { "inQuran": 133, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 1, "page": 19, "manzil": 1, "ruku": 16, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0645\u064e\u062a\u0651\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0636\u0652\u0637\u064e\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Ibraaheemu Rabbij 'al haazaa baladan aaminanw warzuq ahlahoo minas samaraati man aamana minhum billaahi wal yawmil aakhiri qaala wa man kafara faumatti'uhoo qaleelan summa adtarruhooo ilaa 'azaabin Naari wa bi'salmaseer" } }, "translation": { "en": "And [mention] when Abraham said, \"My Lord, make this a secure city and provide its people with fruits - whoever of them believes in Allah and the Last Day.\" [Allah] said. \"And whoever disbelieves - I will grant him enjoyment for a little; then I will force him to the punishment of the Fire, and wretched is the destination.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,” Dia (Allah) berfirman, “Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/133", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/133.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/133.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa dengan mengatakan, Ya Tuhanku, jadikanlah negeri Mekah ini sebagai negeri yang aman dari rasa takut dan perasaan terancam, dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu khususnya di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dia berfirman, Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara di dunia ini, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.\"", "long": "Doa-doa Nabi Ibrahim telah dikabulkan oleh Allah. Juga ditegaskan tentang sifat doa Ibrahim a.s., yaitu keamanan bagi tanah Haram dan sifat-sifat orang yang berhak mewarisi, ialah orang-orang yang baik dan mulia.\n\nYang dimaksud dengan \"negeri ini\" ialah tanah suci Mekah, sesuai dengan firman Allah:\n\nYa Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ¦ (Ibrahim/14:37)\n\nTanah suci Mekah didoakan agar dijamin keamanannya dari segala macam bencana, seperti bencana-bencana serangan musuh, pertumpahan darah, kehancuran sebagaimana yang telah dialami umat-umat terdahulu disebabkan keingkaran mereka kepada Allah. Juga didoakan agar diberikan rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya. \n\nDoa Nabi Ibrahim diperkenankan Allah dengan firman-Nya:\n\n¦Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (al-Qasas/28:57)\n\nTerkabulnya doa Ibrahim a.s. itu terbukti dengan datangnya ke tanah Arab segala macam buah-buahan yang dibawa orang dari segala penjuru dunia. Ibrahim a.s. mengkhususkan doanya kepada orang-orang yang beriman, tetapi rahmat Allah itu amat banyak dan tak terhingga, diberikan-Nya kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir. Allah berfirman:\n\nKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat), Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. (a1-Isra'/17:20)\n\nYang dimaksud dengan \"golongan ini\", ialah orang-orang kafir yang lebih mengutamakan duniawi dan \"golongan itu\" ialah orang-orang Mukmin yang lebih mengutamakan kehidupan ukhrawi dibanding dengan kehidupan duniawi, sebagaimana yang tersebut pada ayat-ayat sebelumnya.\n\nSelanjutnya dijelaskan perbedaan kesenangan yang diberikan kepada orang-orang mukmin dan kesenangan yang diberikan kepada orang-orang kafir. Kesenangan yang diberikan kepada orang-orang kafir adalah kesenangan yang sementara, rezeki yang sedikit yang mereka terima dan rasakan selama hidup di dunia, kemudian di akhirat nanti mereka masuk neraka.\n\nManusia diberi pahala dan azab adalah karena perbuatan mereka sendiri. Maksudnya ialah manusia menjadi kafir dan fasik adalah atas kehendak dan kemauan sendiri. Karena siksa yang ditimpakan kepada mereka itu adalah berdasarkan perbuatan yang mereka lakukan atas kehendak dan kemauan mereka sendiri. Kekafiran mereka kepada Allah itu menyebabkan mereka diazab sesuai dengan sunatullah.\n\nBerdasarkan sunatullah ini maka segala macam ilmu pengetahuan dan perbuatan manusia, baik perbuatan yang didorong oleh hawa nafsu atau didorong oleh kehendak jasmani dan rohani mereka, secara langsung pasti akan memberi bekas kebahagiaan atau kesengsaraan, banyak atau sedikit, baik manusia itu rela menerimanya atau tidak. Inilah yang dimaksud dengan ungkapan: Allah telah menjadikan jiwa yang kotor dan perbuatan yang tercela sebagai sasaran kemurkaan-Nya dan sasaran azab-Nya di akhirat nanti, sebagaimana Allah menjadikan tubuh yang kotor dan tidak terpelihara sebagai sasaran dari tempat penyakit yang diadakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 134, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 1, "page": 20, "manzil": 1, "ruku": 16, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa iz yarfa'u Ibraaheemul qawaa'ida minal Baitiwa Ismaa'eelu Rabbanaa taqabbal minnaa innaka Antas Samee'ul Aleem" } }, "translation": { "en": "And [mention] when Abraham was raising the foundations of the House and [with him] Ishmael, [saying], \"Our Lord, accept [this] from us. Indeed You are the Hearing, the Knowing.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/134", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/134.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/134.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah, yakni Kakbah yang sudah ada sejak zaman Nabi Adam, bersama putranya, Ismail, seraya berdoa, \"Ya Tuhan kami, terima lah amal saleh dan permohonan dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar permohonan hamba-hamba-Mu, Maha Mengetahui keadaan mereka", "long": "Orang-orang Arab diingatkan bahwa yang membangun Baitullah itu adalah nenek moyang mereka yang bernama Ibrahim dan putranya Ismail. Ibrahim adalah nenek moyang orang-orang Arab melalui putranya Ismail. Sedangkan orang Israil melalui putranya Ishak. Seluruh orang Arab mengikuti agama Ibrahim.\n\nDari ayat tersebut dapat dipahami bahwa yang membangun Baitullah ialah Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Tujuannya adalah untuk beribadah kepada Allah bukan untuk yang lain, sebagai peringatan bagi dirinya, yang akan diingat-ingat oleh anak cucunya di kemudian hari. Bahan-bahan untuk membangun Ka'bah itu adalah benda-benda biasa sama dengan benda-benda yang lain, dan bukan benda yang sengaja diturunkan Allah dari langit. Semua riwayat yang menerangkan Ka'bah secara berlebih-lebihan, adalah riwayat yang tidak benar, diduga berasal dari Isra'i1iyat. ) Mengenai al-hajar al-Aswad ) 'Umar bin al-Khatthab r.a. berkata pada waktu ia telah menciumnya:\n\n\"Dari Umar semoga Allah meridainya, bahwa dia telah mencium Hajarul Aswad dan berkata: \"Sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa engkau batu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat. Kalau aku tidak melihat Rasulullah saw mencium engkau, tentu aku tidak akan mencium engkau.\" (Muttafaq 'Alaih)\n\nMenurut riwayat ad-Daraqutni, Rasulullah saw pernah menyatakan sebelum mencium Hajar Aswad bahwa itu adalah batu biasa. Demikian pula halnya Abu Bakar r.a., dan sahabat-sahabat yang lain. Dari riwayat-riwayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Hajar Aswad adalah batu biasa saja. Perintah menciumnya berhubungan dengan ibadah, seperti perintah salat menghadap ke Ka'bah, perintah melempar jamrah di waktu melaksanakan ibadah haji dan sebagainya. Semuanya dilaksanakan semata-mata melaksanakan perintah Allah.\n\nSetelah Ibrahim dan Ismail selesai meletakkan fondasi Ka'bah, mereka berdua berdoa: \"Terimalah dari kami\", (maksudnya ialah terimalah amal kami sebagai amal yang saleh, ridailah dan berilah pahala ...) \"Allah Maha Mendengar\" (maksudnya: Allah Maha Mendengar doa kami), dan \"Allah Maha Mengetahui\" (maksudnya: Allah Maha Mengetahui niat-niat dan maksud kami membangun dan mendirikan Ka'bah ini). \n\nDari ayat di atas dapat diambil hukum bahwa sunah hukumnya berdoa dan menyerahkan semua amal kita kepada Allah apabila telah selesai mengerjakannya. Dengan penyerahan itu berarti tugas seorang hamba ialah mengerjakan amal-amal yang saleh karena Allah, dan Allah-lah yang berhak menilai amal itu dan memberinya pahala sesuai dengan penilaian-Nya.\n\nDari ayat di atas juga dapat dimengerti bahwa Ibrahim a.s. dan putranya, Ismail a.s., berdoa kepada Allah setelah selesai mengerjakan amal yang saleh dengan niat dan maksud perbuatan itu semata-mata dilakukan dan dikerjakan karena Allah. Karena sifat dan bentuk perbuatan yang dikerjakannya itu diyakini sesuai dengan perintah Allah, maka ayah dan anak itu yakin pula bahwa amalnya itu pasti diterima Allah. Hal ini berarti bahwa segala macam doa yang dipanjatkan kepada Allah yang sifat, bentuk dan tujuannya sama dengan yang dilakukan oleh Ibrahim a.s. dengan putranya, pasti diterima Allah pula dan pasti diberi pahala yang baik dari sisi-Nya.\n\nPada ayat berikutnya (128) Ibrahim a.s. melanjutkan doanya, agar keturunannya menjadi umat yang tunduk dan patuh kepada Allah. Di dalam perkataan \"Muslim\" (tunduk patuh) terkandung pengertian bahwa umat yang dimaksud Ibrahim a.s. itu mempunyai sifat-sifat:\n\n1. Memurnikan kepercayaan hanya kepada Allah. Hati seorang Muslim hanya mempercayai bahwa yang berhak disembah dan dimohonkan pertolongan hanya Allah Yang Maha Esa. Kepercayaan ini bertolak dari kesadaran Muslim bahwa dirinya berada di bawah pengawasan dan kekuasaan Allah. Allah saja yang dapat memberi keputusan atas dirinya.\n\n2.Semua perbuatan, kepatuhan dan ketundukan, dilakukan hanya karena dan kepada Allah saja, bukan karena menurut hawa nafsu, bukan karena ingin dipuji dan dipandang baik oleh orang, bukan karena pangkat dan jabatan, dan bukan pula karena keuntungan duniawi.\n\nBila kepercayaan dan ketundukan itu tidak murni kepada Allah, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung bagi mereka. Allah berfirman:\n\nSudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? (al-Furqan/25:43)\n\nAllah membiarkan sesat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan mengunci mati hatinya, karena Allah mengetahui bahwa mereka tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya. Allah berfirman:\n\nMaka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? ¦. (al-Jasiyah/45:23)\n\nPada ayat 124 yang lalu, Ibrahim a.s. berdoa agar keturunannya dijadi-kan imam, Allah menjawab, \"Keturunan Ibrahim yang zalim tidak termasuk di dalam doa itu.\" Karena itu pada ayat 128 ini Ibrahim a.s. mendoakan agar sebagian keluarganya dijadikan orang yang tunduk patuh kepada Allah.\n\nDalam hubungan ayat di atas terdapat petunjuk bahwa yang dimaksud dengan keturunannya itu ialah Ismail a.s. dan keturunannya yang akan ditinggalkan di Mekah, sedang ia sendiri kembali ke Syam. Keturunan Ismail a.s. inilah yang menghuni Mekah dan sekitarnya, termasuk Nabi Muhammad saw. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah.\n\n¦. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang Muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini¦ (al-hajj/22:78)\n\nIbrahim dan Ismail memohon kepada Allah agar ditunjukkan cara-cara mengerjakan segala macam ibadah dalam rangka menunaikan ibadah, tempat wuquf, tawaf, sa'i, dan sebagainya, sehingga dia dan anak cucunya dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan yang diperintahkan Allah.\n\nDi dalam ayat ini, Ibrahim a.s. memohon kepada Allah agar diterima tobatnya, padahal Ibrahim adalah seorang nabi dan rasul, demikian pula putranya. Semua nabi dan rasul dipelihara Allah dari segala macam dosa (ma'sum). Karena itu maksud dari doa Ibrahim dan putranya ialah:\n\n1.Ibrahim a.s. dan putranya Ismail a.s. memohon kepada Allah agar diampuni segala kesalahan yang tidak disengaja, yang tidak diketahui dan yang dilakukannya tanpa kehendaknya sendiri.\n\n2.Sebagai petunjuk bagi keturunan dan pengikutnya di kemudian hari, agar selalu menyucikan diri dari segala macam dosa dengan bertobat kepada Allah, dan menjaga kesucian tempat mengerjakan ibadah haji.\n\n\"Allah Maha Penerima tobat\" ialah Allah sendirilah yang menerima tobat hamba-hamba-Nya, tidak ada yang lain. Dia selalu menerima tobat hamba-hamba-Nya yang benar-benar bertobat serta memberi taufik agar selalu mengerjakan amal-amal yang saleh. \"Allah Maha Penyayang\" ialah Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat dengan menghapus dosa dan azab dari mereka.\n\nSelanjutnya Ibrahim a.s. berdoa agar Allah mengangkat seorang rasul dari keturunannya yang memurnikan ketaatan kepada-Nya, untuk memberi berita gembira, memberi petunjuk dan memberi peringatan. Allah swt mengabulkan doa Nabi Ibrahim dengan mengangkat dari keturunannya nabi-nabi dan rasul termasuk Nabi Muhammad saw, nabi yang terakhir. Rasulullah saw bersabda:\n\nAku adalah doa Ibrahim dan yang diberitakan sebagai berita gembira oleh Isa. (Riwayat Ahmad).\n\nSifat dari rasul-rasul yang didoakan Ibrahim a.s. ialah:\n\n1.Membacakan ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada mereka, agar ayat-ayat itu menjadi pelajaran dan petunjuk bagi umat mereka. Ayat-ayat itu mengandung ajaran tentang keesaan Allah, adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, adanya pahala bagi orang yang beramal saleh dan siksaan bagi orang yang ingkar, petunjuk ke jalan yang baik, dan sebagainya.\n\n2.Mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Al-Kitab ialah Al-Qur'an. Al-Hikmah ialah mengetahui rahasia-rahasia, faedah-faedah, hukum-hukum syariat, serta maksud dan tujuan diutusnya para rasul, yaitu agar menjadi contoh yang baik bagi mereka sehingga mereka dapat menempuh jalan yang lurus.\n\n3.\"Menyucikan mereka\" ialah menyucikan diri dan jiwa mereka dari segala macam kesyirikan, kekufuran, kejahatan, budi pekerti yang tidak baik, sifat suka merusak masyarakat dan sebagainya.\n\nIbrahim a.s. menutup doanya dengan memuji Tuhannya, yaitu dengan menyebut sifat-sifat-Nya, Yang Mahaperkasa, dan Yang Mahabijaksana. \"Mahaperkasa\" ialah yang tidak seorang pun dapat membantah perkataan-Nya, dan tidak seorang pun dapat mencegah perbuatan-Nya. \"Maha-bijaksana\" ialah Yang Maha Menciptakan segala sesuatu dan penggunaan-nya sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya.\n\nDari doa Nabi Ibrahim ini dapat dipahami bahwa ia memohonkan agar keturunannya diberi taufik dan hidayah, sehingga dapat melaksanakan dan mengembangkan agama Allah, membina peradaban umat manusia dan mengembangkan ilmu pengetahuan menurut yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 135, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 1, "page": 20, "manzil": 1, "ruku": 16, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0633\u0650\u0643\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0628\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Rabbanaa waj'alnaa muslimaini laka wa min zurriyyatinaaa ummatam muslimatal laka wa arinaa manaasikanaa wa tub 'alainaa innaka antat Tawwaabur Raheem" } }, "translation": { "en": "Our Lord, and make us Muslims [in submission] to You and from our descendants a Muslim nation [in submission] to You. And show us our rites and accept our repentance. Indeed, You are the Accepting of repentance, the Merciful.", "id": "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/135", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/135.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/135.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ibrahim dan Ismail melanjutkan doanya, \"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang-orang yang berserah diri dan tunduk kepada-Mu, dan jadikanlah juga anak cucu kami menjadi umat yang berserah diri dengan penuh keimanan kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara, yakni manasik dan tempat-tempat melakukan ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat yang begitu banyak, Maha Penyayang dengan kasih sayang yang amat luas.\"", "long": "Orang-orang Arab diingatkan bahwa yang membangun Baitullah itu adalah nenek moyang mereka yang bernama Ibrahim dan putranya Ismail. Ibrahim adalah nenek moyang orang-orang Arab melalui putranya Ismail. Sedangkan orang Israil melalui putranya Ishak. Seluruh orang Arab mengikuti agama Ibrahim.\n\nDari ayat tersebut dapat dipahami bahwa yang membangun Baitullah ialah Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Tujuannya adalah untuk beribadah kepada Allah bukan untuk yang lain, sebagai peringatan bagi dirinya, yang akan diingat-ingat oleh anak cucunya di kemudian hari. Bahan-bahan untuk membangun Ka'bah itu adalah benda-benda biasa sama dengan benda-benda yang lain, dan bukan benda yang sengaja diturunkan Allah dari langit. Semua riwayat yang menerangkan Ka'bah secara berlebih-lebihan, adalah riwayat yang tidak benar, diduga berasal dari Isra'i1iyat. ) Mengenai al-hajar al-Aswad ) 'Umar bin al-Khatthab r.a. berkata pada waktu ia telah menciumnya:\n\n\"Dari Umar semoga Allah meridainya, bahwa dia telah mencium Hajarul Aswad dan berkata: \"Sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa engkau batu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat. Kalau aku tidak melihat Rasulullah saw mencium engkau, tentu aku tidak akan mencium engkau.\" (Muttafaq 'Alaih)\n\nMenurut riwayat ad-Daraqutni, Rasulullah saw pernah menyatakan sebelum mencium Hajar Aswad bahwa itu adalah batu biasa. Demikian pula halnya Abu Bakar r.a., dan sahabat-sahabat yang lain. Dari riwayat-riwayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Hajar Aswad adalah batu biasa saja. Perintah menciumnya berhubungan dengan ibadah, seperti perintah salat menghadap ke Ka'bah, perintah melempar jamrah di waktu melaksanakan ibadah haji dan sebagainya. Semuanya dilaksanakan semata-mata melaksanakan perintah Allah.\n\nSetelah Ibrahim dan Ismail selesai meletakkan fondasi Ka'bah, mereka berdua berdoa: \"Terimalah dari kami\", (maksudnya ialah terimalah amal kami sebagai amal yang saleh, ridailah dan berilah pahala ...) \"Allah Maha Mendengar\" (maksudnya: Allah Maha Mendengar doa kami), dan \"Allah Maha Mengetahui\" (maksudnya: Allah Maha Mengetahui niat-niat dan maksud kami membangun dan mendirikan Ka'bah ini). \n\nDari ayat di atas dapat diambil hukum bahwa sunah hukumnya berdoa dan menyerahkan semua amal kita kepada Allah apabila telah selesai mengerjakannya. Dengan penyerahan itu berarti tugas seorang hamba ialah mengerjakan amal-amal yang saleh karena Allah, dan Allah-lah yang berhak menilai amal itu dan memberinya pahala sesuai dengan penilaian-Nya.\n\nDari ayat di atas juga dapat dimengerti bahwa Ibrahim a.s. dan putranya, Ismail a.s., berdoa kepada Allah setelah selesai mengerjakan amal yang saleh dengan niat dan maksud perbuatan itu semata-mata dilakukan dan dikerjakan karena Allah. Karena sifat dan bentuk perbuatan yang dikerjakannya itu diyakini sesuai dengan perintah Allah, maka ayah dan anak itu yakin pula bahwa amalnya itu pasti diterima Allah. Hal ini berarti bahwa segala macam doa yang dipanjatkan kepada Allah yang sifat, bentuk dan tujuannya sama dengan yang dilakukan oleh Ibrahim a.s. dengan putranya, pasti diterima Allah pula dan pasti diberi pahala yang baik dari sisi-Nya.\n\nPada ayat berikutnya (128) Ibrahim a.s. melanjutkan doanya, agar keturunannya menjadi umat yang tunduk dan patuh kepada Allah. Di dalam perkataan \"Muslim\" (tunduk patuh) terkandung pengertian bahwa umat yang dimaksud Ibrahim a.s. itu mempunyai sifat-sifat:\n\n1. Memurnikan kepercayaan hanya kepada Allah. Hati seorang Muslim hanya mempercayai bahwa yang berhak disembah dan dimohonkan pertolongan hanya Allah Yang Maha Esa. Kepercayaan ini bertolak dari kesadaran Muslim bahwa dirinya berada di bawah pengawasan dan kekuasaan Allah. Allah saja yang dapat memberi keputusan atas dirinya.\n\n2.Semua perbuatan, kepatuhan dan ketundukan, dilakukan hanya karena dan kepada Allah saja, bukan karena menurut hawa nafsu, bukan karena ingin dipuji dan dipandang baik oleh orang, bukan karena pangkat dan jabatan, dan bukan pula karena keuntungan duniawi.\n\nBila kepercayaan dan ketundukan itu tidak murni kepada Allah, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung bagi mereka. Allah berfirman:\n\nSudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? (al-Furqan/25:43)\n\nAllah membiarkan sesat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan mengunci mati hatinya, karena Allah mengetahui bahwa mereka tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya. Allah berfirman:\n\nMaka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? ¦. (al-Jasiyah/45:23)\n\nPada ayat 124 yang lalu, Ibrahim a.s. berdoa agar keturunannya dijadi-kan imam, Allah menjawab, \"Keturunan Ibrahim yang zalim tidak termasuk di dalam doa itu.\" Karena itu pada ayat 128 ini Ibrahim a.s. mendoakan agar sebagian keluarganya dijadikan orang yang tunduk patuh kepada Allah.\n\nDalam hubungan ayat di atas terdapat petunjuk bahwa yang dimaksud dengan keturunannya itu ialah Ismail a.s. dan keturunannya yang akan ditinggalkan di Mekah, sedang ia sendiri kembali ke Syam. Keturunan Ismail a.s. inilah yang menghuni Mekah dan sekitarnya, termasuk Nabi Muhammad saw. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah.\n\n¦. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang Muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini¦ (al-hajj/22:78)\n\nIbrahim dan Ismail memohon kepada Allah agar ditunjukkan cara-cara mengerjakan segala macam ibadah dalam rangka menunaikan ibadah, tempat wuquf, tawaf, sa'i, dan sebagainya, sehingga dia dan anak cucunya dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan yang diperintahkan Allah.\n\nDi dalam ayat ini, Ibrahim a.s. memohon kepada Allah agar diterima tobatnya, padahal Ibrahim adalah seorang nabi dan rasul, demikian pula putranya. Semua nabi dan rasul dipelihara Allah dari segala macam dosa (ma'sum). Karena itu maksud dari doa Ibrahim dan putranya ialah:\n\n1.Ibrahim a.s. dan putranya Ismail a.s. memohon kepada Allah agar diampuni segala kesalahan yang tidak disengaja, yang tidak diketahui dan yang dilakukannya tanpa kehendaknya sendiri.\n\n2.Sebagai petunjuk bagi keturunan dan pengikutnya di kemudian hari, agar selalu menyucikan diri dari segala macam dosa dengan bertobat kepada Allah, dan menjaga kesucian tempat mengerjakan ibadah haji.\n\n\"Allah Maha Penerima tobat\" ialah Allah sendirilah yang menerima tobat hamba-hamba-Nya, tidak ada yang lain. Dia selalu menerima tobat hamba-hamba-Nya yang benar-benar bertobat serta memberi taufik agar selalu mengerjakan amal-amal yang saleh. \"Allah Maha Penyayang\" ialah Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat dengan menghapus dosa dan azab dari mereka.\n\nSelanjutnya Ibrahim a.s. berdoa agar Allah mengangkat seorang rasul dari keturunannya yang memurnikan ketaatan kepada-Nya, untuk memberi berita gembira, memberi petunjuk dan memberi peringatan. Allah swt mengabulkan doa Nabi Ibrahim dengan mengangkat dari keturunannya nabi-nabi dan rasul termasuk Nabi Muhammad saw, nabi yang terakhir. Rasulullah saw bersabda:\n\nAku adalah doa Ibrahim dan yang diberitakan sebagai berita gembira oleh Isa. (Riwayat Ahmad).\n\nSifat dari rasul-rasul yang didoakan Ibrahim a.s. ialah:\n\n1.Membacakan ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada mereka, agar ayat-ayat itu menjadi pelajaran dan petunjuk bagi umat mereka. Ayat-ayat itu mengandung ajaran tentang keesaan Allah, adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, adanya pahala bagi orang yang beramal saleh dan siksaan bagi orang yang ingkar, petunjuk ke jalan yang baik, dan sebagainya.\n\n2.Mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Al-Kitab ialah Al-Qur'an. Al-Hikmah ialah mengetahui rahasia-rahasia, faedah-faedah, hukum-hukum syariat, serta maksud dan tujuan diutusnya para rasul, yaitu agar menjadi contoh yang baik bagi mereka sehingga mereka dapat menempuh jalan yang lurus.\n\n3.\"Menyucikan mereka\" ialah menyucikan diri dan jiwa mereka dari segala macam kesyirikan, kekufuran, kejahatan, budi pekerti yang tidak baik, sifat suka merusak masyarakat dan sebagainya.\n\nIbrahim a.s. menutup doanya dengan memuji Tuhannya, yaitu dengan menyebut sifat-sifat-Nya, Yang Mahaperkasa, dan Yang Mahabijaksana. \"Mahaperkasa\" ialah yang tidak seorang pun dapat membantah perkataan-Nya, dan tidak seorang pun dapat mencegah perbuatan-Nya. \"Maha-bijaksana\" ialah Yang Maha Menciptakan segala sesuatu dan penggunaan-nya sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya.\n\nDari doa Nabi Ibrahim ini dapat dipahami bahwa ia memohonkan agar keturunannya diberi taufik dan hidayah, sehingga dapat melaksanakan dan mengembangkan agama Allah, membina peradaban umat manusia dan mengembangkan ilmu pengetahuan menurut yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 136, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 1, "page": 20, "manzil": 1, "ruku": 16, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Rabbanaa wab'as feehim Rasoolam minhum yatloo 'alaihim aayaatika wa yu'allimuhumul Kitaaba wal Hikmata wa yuzakkeehim; innaka Antal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Our Lord, and send among them a messenger from themselves who will recite to them Your verses and teach them the Book and wisdom and purify them. Indeed, You are the Exalted in Might, the Wise.\"", "id": "Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/136", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/136.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/136.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka melanjutkan doanya, \"Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, baik keturunan kami maupun bukan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab Al-Qur'an dan Hikmah, yakni sunah yang berupa perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi, kepada mereka, dan menyucikan jiwa mereka dari syirik dan akhlak yang buruk. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa karena tidak seorang pun dapat membatalkan ketetapan-Mu, Mahabijaksana karena Engkau selalu menem pat kan sesuatu pada tempatnya.\"", "long": "Orang-orang Arab diingatkan bahwa yang membangun Baitullah itu adalah nenek moyang mereka yang bernama Ibrahim dan putranya Ismail. Ibrahim adalah nenek moyang orang-orang Arab melalui putranya Ismail. Sedangkan orang Israil melalui putranya Ishak. Seluruh orang Arab mengikuti agama Ibrahim.\n\nDari ayat tersebut dapat dipahami bahwa yang membangun Baitullah ialah Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Tujuannya adalah untuk beribadah kepada Allah bukan untuk yang lain, sebagai peringatan bagi dirinya, yang akan diingat-ingat oleh anak cucunya di kemudian hari. Bahan-bahan untuk membangun Ka'bah itu adalah benda-benda biasa sama dengan benda-benda yang lain, dan bukan benda yang sengaja diturunkan Allah dari langit. Semua riwayat yang menerangkan Ka'bah secara berlebih-lebihan, adalah riwayat yang tidak benar, diduga berasal dari Isra'i1iyat. ) Mengenai al-hajar al-Aswad ) 'Umar bin al-Khatthab r.a. berkata pada waktu ia telah menciumnya:\n\n\"Dari Umar semoga Allah meridainya, bahwa dia telah mencium Hajarul Aswad dan berkata: \"Sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa engkau batu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat. Kalau aku tidak melihat Rasulullah saw mencium engkau, tentu aku tidak akan mencium engkau.\" (Muttafaq 'Alaih)\n\nMenurut riwayat ad-Daraqutni, Rasulullah saw pernah menyatakan sebelum mencium Hajar Aswad bahwa itu adalah batu biasa. Demikian pula halnya Abu Bakar r.a., dan sahabat-sahabat yang lain. Dari riwayat-riwayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Hajar Aswad adalah batu biasa saja. Perintah menciumnya berhubungan dengan ibadah, seperti perintah salat menghadap ke Ka'bah, perintah melempar jamrah di waktu melaksanakan ibadah haji dan sebagainya. Semuanya dilaksanakan semata-mata melaksanakan perintah Allah.\n\nSetelah Ibrahim dan Ismail selesai meletakkan fondasi Ka'bah, mereka berdua berdoa: \"Terimalah dari kami\", (maksudnya ialah terimalah amal kami sebagai amal yang saleh, ridailah dan berilah pahala ...) \"Allah Maha Mendengar\" (maksudnya: Allah Maha Mendengar doa kami), dan \"Allah Maha Mengetahui\" (maksudnya: Allah Maha Mengetahui niat-niat dan maksud kami membangun dan mendirikan Ka'bah ini). \n\nDari ayat di atas dapat diambil hukum bahwa sunah hukumnya berdoa dan menyerahkan semua amal kita kepada Allah apabila telah selesai mengerjakannya. Dengan penyerahan itu berarti tugas seorang hamba ialah mengerjakan amal-amal yang saleh karena Allah, dan Allah-lah yang berhak menilai amal itu dan memberinya pahala sesuai dengan penilaian-Nya.\n\nDari ayat di atas juga dapat dimengerti bahwa Ibrahim a.s. dan putranya, Ismail a.s., berdoa kepada Allah setelah selesai mengerjakan amal yang saleh dengan niat dan maksud perbuatan itu semata-mata dilakukan dan dikerjakan karena Allah. Karena sifat dan bentuk perbuatan yang dikerjakannya itu diyakini sesuai dengan perintah Allah, maka ayah dan anak itu yakin pula bahwa amalnya itu pasti diterima Allah. Hal ini berarti bahwa segala macam doa yang dipanjatkan kepada Allah yang sifat, bentuk dan tujuannya sama dengan yang dilakukan oleh Ibrahim a.s. dengan putranya, pasti diterima Allah pula dan pasti diberi pahala yang baik dari sisi-Nya.\n\nPada ayat berikutnya (128) Ibrahim a.s. melanjutkan doanya, agar keturunannya menjadi umat yang tunduk dan patuh kepada Allah. Di dalam perkataan \"Muslim\" (tunduk patuh) terkandung pengertian bahwa umat yang dimaksud Ibrahim a.s. itu mempunyai sifat-sifat:\n\n1. Memurnikan kepercayaan hanya kepada Allah. Hati seorang Muslim hanya mempercayai bahwa yang berhak disembah dan dimohonkan pertolongan hanya Allah Yang Maha Esa. Kepercayaan ini bertolak dari kesadaran Muslim bahwa dirinya berada di bawah pengawasan dan kekuasaan Allah. Allah saja yang dapat memberi keputusan atas dirinya.\n\n2.Semua perbuatan, kepatuhan dan ketundukan, dilakukan hanya karena dan kepada Allah saja, bukan karena menurut hawa nafsu, bukan karena ingin dipuji dan dipandang baik oleh orang, bukan karena pangkat dan jabatan, dan bukan pula karena keuntungan duniawi.\n\nBila kepercayaan dan ketundukan itu tidak murni kepada Allah, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung bagi mereka. Allah berfirman:\n\nSudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? (al-Furqan/25:43)\n\nAllah membiarkan sesat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan mengunci mati hatinya, karena Allah mengetahui bahwa mereka tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya. Allah berfirman:\n\nMaka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? ¦. (al-Jasiyah/45:23)\n\nPada ayat 124 yang lalu, Ibrahim a.s. berdoa agar keturunannya dijadi-kan imam, Allah menjawab, \"Keturunan Ibrahim yang zalim tidak termasuk di dalam doa itu.\" Karena itu pada ayat 128 ini Ibrahim a.s. mendoakan agar sebagian keluarganya dijadikan orang yang tunduk patuh kepada Allah.\n\nDalam hubungan ayat di atas terdapat petunjuk bahwa yang dimaksud dengan keturunannya itu ialah Ismail a.s. dan keturunannya yang akan ditinggalkan di Mekah, sedang ia sendiri kembali ke Syam. Keturunan Ismail a.s. inilah yang menghuni Mekah dan sekitarnya, termasuk Nabi Muhammad saw. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah.\n\n¦. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang Muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini¦ (al-hajj/22:78)\n\nIbrahim dan Ismail memohon kepada Allah agar ditunjukkan cara-cara mengerjakan segala macam ibadah dalam rangka menunaikan ibadah, tempat wuquf, tawaf, sa'i, dan sebagainya, sehingga dia dan anak cucunya dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan yang diperintahkan Allah.\n\nDi dalam ayat ini, Ibrahim a.s. memohon kepada Allah agar diterima tobatnya, padahal Ibrahim adalah seorang nabi dan rasul, demikian pula putranya. Semua nabi dan rasul dipelihara Allah dari segala macam dosa (ma'sum). Karena itu maksud dari doa Ibrahim dan putranya ialah:\n\n1.Ibrahim a.s. dan putranya Ismail a.s. memohon kepada Allah agar diampuni segala kesalahan yang tidak disengaja, yang tidak diketahui dan yang dilakukannya tanpa kehendaknya sendiri.\n\n2.Sebagai petunjuk bagi keturunan dan pengikutnya di kemudian hari, agar selalu menyucikan diri dari segala macam dosa dengan bertobat kepada Allah, dan menjaga kesucian tempat mengerjakan ibadah haji.\n\n\"Allah Maha Penerima tobat\" ialah Allah sendirilah yang menerima tobat hamba-hamba-Nya, tidak ada yang lain. Dia selalu menerima tobat hamba-hamba-Nya yang benar-benar bertobat serta memberi taufik agar selalu mengerjakan amal-amal yang saleh. \"Allah Maha Penyayang\" ialah Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat dengan menghapus dosa dan azab dari mereka.\n\nSelanjutnya Ibrahim a.s. berdoa agar Allah mengangkat seorang rasul dari keturunannya yang memurnikan ketaatan kepada-Nya, untuk memberi berita gembira, memberi petunjuk dan memberi peringatan. Allah swt mengabulkan doa Nabi Ibrahim dengan mengangkat dari keturunannya nabi-nabi dan rasul termasuk Nabi Muhammad saw, nabi yang terakhir. Rasulullah saw bersabda:\n\nAku adalah doa Ibrahim dan yang diberitakan sebagai berita gembira oleh Isa. (Riwayat Ahmad).\n\nSifat dari rasul-rasul yang didoakan Ibrahim a.s. ialah:\n\n1.Membacakan ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada mereka, agar ayat-ayat itu menjadi pelajaran dan petunjuk bagi umat mereka. Ayat-ayat itu mengandung ajaran tentang keesaan Allah, adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, adanya pahala bagi orang yang beramal saleh dan siksaan bagi orang yang ingkar, petunjuk ke jalan yang baik, dan sebagainya.\n\n2.Mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Al-Kitab ialah Al-Qur'an. Al-Hikmah ialah mengetahui rahasia-rahasia, faedah-faedah, hukum-hukum syariat, serta maksud dan tujuan diutusnya para rasul, yaitu agar menjadi contoh yang baik bagi mereka sehingga mereka dapat menempuh jalan yang lurus.\n\n3.\"Menyucikan mereka\" ialah menyucikan diri dan jiwa mereka dari segala macam kesyirikan, kekufuran, kejahatan, budi pekerti yang tidak baik, sifat suka merusak masyarakat dan sebagainya.\n\nIbrahim a.s. menutup doanya dengan memuji Tuhannya, yaitu dengan menyebut sifat-sifat-Nya, Yang Mahaperkasa, dan Yang Mahabijaksana. \"Mahaperkasa\" ialah yang tidak seorang pun dapat membantah perkataan-Nya, dan tidak seorang pun dapat mencegah perbuatan-Nya. \"Maha-bijaksana\" ialah Yang Maha Menciptakan segala sesuatu dan penggunaan-nya sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya.\n\nDari doa Nabi Ibrahim ini dapat dipahami bahwa ia memohonkan agar keturunannya diberi taufik dan hidayah, sehingga dapat melaksanakan dan mengembangkan agama Allah, membina peradaban umat manusia dan mengembangkan ilmu pengetahuan menurut yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 137, "inSurah": 130 }, "meta": { "juz": 1, "page": 20, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u0652\u063a\u064e\u0628\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0641\u0650\u0647\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa manny yarghabu 'am-Millarti Ibraaheema illaa man safiha nafsah; wa laqadis tafainaahu fid-dunyaa wa innaho fil aakhirati laminas saaliheen" } }, "translation": { "en": "And who would be averse to the religion of Abraham except one who makes a fool of himself. And We had chosen him in this world, and indeed he, in the Hereafter, will be among the righteous.", "id": "Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/137", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/137.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/137.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat sebelum ini memperlihatkan betapa agung dan mulianya Nabi Ibrahim. Ia dan ajarannya amat pantas untuk diteladani dan tidak sedikit pun pantas dibenci. Dan, karena itu, orang yang membenci agama Nabi Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya, Ibrahim, di dunia ini sebagai rasul. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh yang memiliki tempat dan derajat yang amat tinggi.", "long": "Ayat ini tidak menerangkan agama Ibrahim itu. Ayat yang lain menerangkan dasar-dasar kepercayaan agama Ibrahim. Allah berfirman:\n\n\"Katakanlah (Muhammad), \"Benarlah (segala yang difirmankan) Allah.\" Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik.\" (Ali 'Imran/3: 95).\n\nPada ayat yang lain dijelaskan bahwa agama Ibrahim atau agama Islam ialah agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. Allah berfirman:\n\nKemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang musyrik.\" (an-Nahl/16: 123) )\n\n\"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah\" (ar-Rum/30: 30-31)\n\nOrang-orang Yahudi, Nasrani dan musyrik Mekah, termasuk anak cucu Ibrahim a.s. Mereka membangga-banggakan diri dengannya, tetapi mereka tidak mengikuti agama Ibrahim, agama yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, Nabi yang didoakan Ibrahim agar diutus Allah di kemudian hari. Mereka mengetahui yang demikian tetapi mereka bersikap seolah-olah tidak mengetahuinya. Bahkan kebanyakan mereka mengikuti agama yang diciptakan hawa nafsu mereka, yaitu menyembah berhala, menyerikatkan Allah, mengatakan bahwa Allah mempunyai anak dan sebagainya. Ayat ini merupakan berita gembira bagi Ibrahim a.s. bahwa ia telah dipilih Allah di dunia di antara hamba-hamba-Nya dan di akhirat termasuk di dalam golongan orang-orang yang saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 138, "inSurah": 131 }, "meta": { "juz": 1, "page": 20, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala lahoo Rabbuhooo aslim qaala aslamtu li Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "When his Lord said to him, \"Submit\", he said \"I have submitted [in Islam] to the Lord of the worlds.\"", "id": "(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahdirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/138", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/138.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/138.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau pada ayat 130 diuraikan kedudukan Nabi Ibrahim di dunia maupun di akhirat, maka pada ayat ini diuraikan faktor yang membawa beliau ke kedudukan tersebut. Ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika Tuhan Pemelihara Nabi Ibrahim berfirman kepadanya, Ibrahim,\" Berserahdirilah!\" Dia segera menjawab, \"Aku tunduk, patuh, dan berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.\"", "long": "Kepada Ibrahim diperintahkan agar berserah diri, mengakui keesaan Allah dan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya saja. Yang dimaksud dengan \"berserah diri\" di sini ialah tunduk dan patuh kepada agama Allah, agama yang sesuai dengan akal pikiran yang disertai dengan dalil-dalil atau bukti-bukti yang nyata. Agama tersebut akan dilanjutkan penyampaiannya oleh rasul-rasul yang datang kemudian, termasuk Nabi Muhammad saw. \n\nKarena itu Ibrahim a.s. langsung menjawab perintah Allah tanpa menanyakan sesuatu pun, \"Aku tunduk dan patuh kepada Tuhan seluruh alam\". Maksudnya ialah, \"Aku murnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada Allah saja. Aku hadapkan wajahku kepada-Nya. Ibadahku, hidupku dan matiku untuk Tuhan seluruh alam.\"\n\nAku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang musyrik. (al-An'am/6: 79)" } } }, { "number": { "inQuran": 139, "inSurah": 132 }, "meta": { "juz": 1, "page": 20, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa wassaa bihaaa Ibraaheemu baneehi wa Ya'qoob, yaa baniyya innal laahas tafaa lakumud deena falaa tamootunna illaa wa antum muslimoon" } }, "translation": { "en": "And Abraham instructed his sons [to do the same] and [so did] Jacob, [saying], \"O my sons, indeed Allah has chosen for you this religion, so do not die except while you are Muslims.\"", "id": "Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/139", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/139.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/139.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu faktor yang membuat kedudukan Nabi Ibrahim tinggi di dunia dan akhirat adalah Islam, yaitu penyerahan diri sepe nuhnya kepada Allah. Dan Ibrahim pun mewasiatkan ajaran penyerahan diri itu kepada anak-anaknya, Ismail dan Ishak. Demikian pula Yakub, ia berwasiat kepada anak-anaknya,\" Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama penyerahan diri ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim yang berserah diri.", "long": "Ibrahim dan Yakub berwasiat kepada putra-putranya, demikian juga yang dilakukan oleh cucunya Yakub kepada putra-putranya bahwa Allah telah memilihkan agama yang paling baik bagi mereka dan mengingatkan mereka agar menganut agama itu selama-lamanya, dan jangan sampai mati kecuali dalam keadaan Muslim. Agama yang dimaksud adalah agama Islam. Allah menegaskan bahwa agama yang hak di sisi-Nya ialah agama Islam. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Ali 'Imran/3: 19)\n\nDan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi. (Ali 'Imran/3: 85)\n\nAgama yang dibawa Ibrahim itu terdapat pula di dalam kitab Musa (Taurat). Allah swt berfirman:\n\nSesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (al-A'la/87: 18,19)\n\nKatakanlah, \"Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. ¦\" (al-Baqarah/2: 136)\n\nAllah tidak membeda-bedakan para nabi dan rasul yang diutus-Nya. Allah berfirman:\n\n\"¦Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya.\" (al-Baqarah/2: 136)\n\nKarena itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad dan kaum Muslimin beriman kepada para nabi dan rasul-Nya. Iman kepada para nabi dan rasul serta apa yang dibawanya termasuk rukun iman.\n\nDari perkataan \"Ibrahim telah mewasiatkan ...\" dapat dipahami:\n\n1.Bahwa yang diwariskan itu adalah suatu hal yang sangat penting. Berbahaya bagi kehidupan bila wasiat itu tidak dilaksanakan. Karena itu di dalam ayat digunakan perkataan:\n\na.\"Wasiat\" bukan \"memerintahkan\". Perkataan \"wasiat\" menunjukkan bahwa sesuatu itu sangat penting.\n\nb.\"Anak-anaknya\", bukan \"orang lain\". Menurut kebiasaan, berwasiat kepada \"anak-anak sendiri\" itu diharapkan lebih mungkin terlaksana dibandingkan dengan wasiat kepada orang lain.\n\n2.Di dalam ayat ini disebut bahwa yang berwasiat itu ialah Ibrahim a.s. dan Yakub a.s. seakan perkataan itu dipisahkan. Hal ini memberi pengertian bahwa yang disuruh melaksanakan wasiat itu bukan hanya keturunan Ibrahim a.s. dan cucunya Yakub a.s. (Bani Israil) saja, tetapi wasiat itu mencakup seluruh anak cucu Ibrahim dan seluruh kaum Muslimin, termasuk di dalamnya keturunan Ismail a.s." } } }, { "number": { "inQuran": 140, "inSurah": 133 }, "meta": { "juz": 1, "page": 20, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u064a \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am kuntum shuhadaaa'a iz hadara Ya'qoobal mawtu iz qaala libaneehi maa ta'budoona mim ba'dee qaaloo na'budu ilaahaka wa ilaaha aabaaa'ika Ibraaheema wa Ismaa'eela wa Ishaaqa Ilaahanw waahidanw wa nahnu lahoo muslimoon" } }, "translation": { "en": "Or were you witnesses when death approached Jacob, when he said to his sons, \"What will you worship after me?\" They said, \"We will worship your God and the God of your fathers, Abraham and Ishmael and Isaac - one God. And we are Muslims [in submission] to Him.\"", "id": "Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/140", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/140.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/140.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang Yahudi berkata kepada Rasulul lah, \"Tidakkah engkau tahu bahwa Yakub-yang juga disebut Israil-menjelang kema tiannya berwasiat kepada anak-anaknya untuk memeluk agama Yahudi?\" Untuk menjawab hal itu Allah menurunkan ayat ini. Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anakanaknya, \"Apa yang kamu sembah sepeninggalku?\" Tentu orang-orang Yahudi itu tidak menyaksikan nya, sehingga ucapan mereka hanya dusta belaka. Menjawab pertanyaan Nabi Yakub, mereka, yakni anak-anak Nabi Yakub, menjawab, \"Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail, dan Ishak, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dan kami hanya berserah diri kepada-Nya.\" (Lihat: Surah a€li Imra n/ 3: 84).", "long": "Ayat ini diarahkan kepada orang Yahudi, ketika mereka bertanya kepada Rasulluah saw, \"Tidakkah engkau mengetahui bahwa Yakub di hari-hari menghadapi kematiannya mewasiatkan kepada putra-putranya agar memeluk agama Yahudi? Maka turunlah ayat ini yang membantah ucapan mereka itu. )\n\nAyat ini menentang kebenaran ucapan orang-orang Yahudi bahwa mengapa mereka berani mengucapkan yang demikian. Apakah mereka hadir ketika Yakub berwasiat, sehingga mereka mengatakan Yakub beragama Yahudi atau Nasrani? Tidak, mereka tidak menghadirinya, karena itu janganlah mengada-ada, mengatakan sesuatu yang tidak ada, seperti mengatakan Ibrahim beragama Yahudi atau Nasrani, dan sebagainya. Yang diwasiatkan Yakub kepada putranya ialah agar mereka menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, agar mereka menganut agama Islam, agama yang dianut Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Isa dan yang dianut para nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 141, "inSurah": 134 }, "meta": { "juz": 1, "page": 20, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tilka ummatun qad khalat lahaa maa kasabat wa lakum maa kasabtum wa laa tus'aloona 'ammaa kaano ya'maloon" } }, "translation": { "en": "That was a nation which has passed on. It will have [the consequence of] what it earned, and you will have what you have earned. And you will not be asked about what they used to do.", "id": "Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/141", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/141.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/141.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah umat yang telah lalu, jauh sebelum kamu, yang tidak kamu saksikan. Mereka berpegang teguh pada wasiat itu, sedangkan kamu, wahai kaum Yahudi, tidak. Oleh karena itu, baginya, yakni para leluhurmu, apa yang telah mereka usahakan berupa keyakinan yang tulus dan bagimu apa yang telah kamu usahakan dengan mengikuti hawa nafsumu. Mereka tidak ditanya tentang apa yang kamu lakukan, dan kamu pun tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.", "long": "Ayat ini mengisyaratkan umat-umat yang dahulu dan perbuatan mereka, yaitu umat Nabi Ibrahim dan nabi-nabi yang didoakannya, yang telah diterangkan pada ayat sebelum ini. Ayat ini menegaskan bahwa manusia itu dinilai dan dibalas berdasarkan amalnya, tidak seorang pun yang dapat menolong mereka selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 142, "inSurah": 135 }, "meta": { "juz": 1, "page": 21, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo koonoo Hoodan aw Nasaaraa tahtadoo; qul bal Millata Ibraaheema Haneefanw wa maa kaana minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "They say, \"Be Jews or Christians [so] you will be guided.\" Say, \"Rather, [we follow] the religion of Abraham, inclining toward truth, and he was not of the polytheists.\"", "id": "Dan mereka berkata, “Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “(Tidak!) Tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk golongan orang yang mempersekutukan Tuhan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/142", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/142.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/142.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini erat hubungannya dengan ayat 130 ketika Al-Qur'an mencela mereka yang enggan memeluk Islam. Kecaman itu kini dilanjutkan. Dan mereka, orang-orang Yahudi dan Nasrani, berkata, \"Jadilah kamu penganut Yahudi atau penganut Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.\" Ini artinya mereka tidak hanya berhenti pada perbuatan sesat mereka, tetapi juga mengajak orang lain untuk sesat bersama mereka. Katakanlah, wahai Muhammad,\"Tidak! Kami tidak akan mengikutimu! Tetapi kami mengikuti agama Nabi Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk golongan orang yang mempersekutukan Tuhan.\"", "long": "hanif berarti \"lurus,\" tidak cenderung kepada yang batil. \"Agama yang hanif ialah agama yang benar, agama yang dapat mencapai jalan yang benar, jalan untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Bahkan agama yang belum dicampuri oleh sesuatu pun dan tidak bergeser sedikit pun dari asalnya.\n\nAyat ini seolah-olah menyuruh Rasulullah saw mengatakan, \"Hai orang Yahudi, Nasrani dan musyrik Mekah, kami tidak mengikuti agamamu.\" Di dalamnya tidak ada petunjuk ke jalan yang benar dan karena agama itu telah banyak dicampuri oleh tangan-tangan manusia, tetapi kami akan mengikuti agama Ibrahim yang kamu bangga-banggakan itu, karena di dalam agama itu memurnikan ketaatan hanya kepada Allah saja, dan karena agama itu belum dicampuri oleh tangan manusia sedikit pun.\n\nDisebut \"kaum Muslimin mengikuti agama Ibrahim yang hanif\", adalah untuk menyadarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari perbuatan mereka. Mereka menyatakan keturunan Ibrahim a.s., tetapi mereka tidak bersikap, berbudi pekerti dan berpikir seperti Ibrahim a.s. Mereka menyatakan pengikut agama Ibrahim, tetapi mereka telah mengubah-ubahnya, dan tidak memeliharanya seperti yang dilakukan Ibrahim a.s.\n\nDari ayat ini dapat dipahami, bahwa Allah mengingatkan umat Muhammad agar selalu waspada terhadap agama mereka, dan selalu berpedoman kepada Al-Qur'an dan sunah Nabi, jangan sekali-kali mengikuti hawa nafsu sehingga berani mengubah, menambah dan mengurangi agama Allah.\n\nDari perkataan \"dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang-orang musyrik\" dapat dipahami bahwa agama Ibrahim adalah agama Tauhid, agama yang mengakui keesaan dan kekuasaan Allah. Allah berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), \"Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud. (al-hajj/22:26)" } } }, { "number": { "inQuran": 143, "inSurah": 136 }, "meta": { "juz": 1, "page": 21, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qoolooo aamannaa billaahi wa maaa unzila ilainaa wa maaa unzila ilaaa Ibraaheema wa Ismaa'eela wa Ishaaqa wa Ya'qooba wal Asbaati wa maaootiya Moosa wa 'Eesaa wa maaa ootiyan Nabiyyoona mir Rabbihim laa nufaariq baina ahadim minhum wa nahnu lahoo muslimoon" } }, "translation": { "en": "Say, [O believers], \"We have believed in Allah and what has been revealed to us and what has been revealed to Abraham and Ishmael and Isaac and Jacob and the Descendants and what was given to Moses and Jesus and what was given to the prophets from their Lord. We make no distinction between any of them, and we are Muslims [in submission] to Him.\"", "id": "Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/143", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/143.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/143.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bimbingan Allah kepada Nabi Muhammad dan pengikutnya yang disebut pada ayat 135 dilanjutkan pula pada ayat ini. Katakanlah, wahai orang-orang yang beriman, kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani itu,\" Kami beriman kepada Allah Yang Mahasempurna dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, baik berupa Al-Qur'an maupun tuntunan lain yang disampaikan oleh Nabi Muhammad. Dan demikian pula kami percaya kepada apa, yakni wahyu, yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishak, Nabi Yakub, dan anak cucunya. Dan demikian juga kami percaya kepada apa yang diberikan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa, baik berupa kitab suci maupun ajaran dalam bentuk lain, serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi lain yang bersumber dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, sehingga kami percaya kepada semuanya. Dan dalam persoalan ini kami berserah diri kepada-Nya.", "long": "Ayat ini memberi petunjuk cara mengemukakan bantahan dan dalil-dalil dalam bertukar pikiran, yaitu dengan membandingkan antara asas suatu agama dengan agama lain dan sebagainya. \n\nAl-Asbat ialah anak cucu Nabi Yakub a.s. Yang dimaksud dengan \"beriman kepada nabi-nabi\" yang tersebut di atas ialah beriman kepada nabi Allah, yang telah diperintahkan mengajak orang pada masanya beriman kepada Allah. Prinsip-prinsip pokok agama yang dibawa oleh nabi adalah sama, yaitu ketauhidan.\n\nPerkataan \"kami berserah diri kepada-Nya\", merupakan sindiran yang tajam yang ditujukan kepada orang-orang Yahudi, Nasrani dan musyrik Mekah. Karena mereka mengatakan dan mengakui sebagai pengikut Ibrahim a.s. sedang Ibrahim a.s. tidak menyekutukan Allah, seperti yang telah mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 144, "inSurah": 137 }, "meta": { "juz": 1, "page": 21, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u0651\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u0650\u0642\u064e\u0627\u0642\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u0650\u064a\u0643\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Fa in aamanoo bimisli maaa aamantum bihee faqadih tadaw wa in tawallaw fa innamaa hum fee shiqaaq; fasayakfeekahumul laah; wa Huwas Samee'ul Aleem" } }, "translation": { "en": "So if they believe in the same as you believe in, then they have been [rightly] guided; but if they turn away, they are only in dissension, and Allah will be sufficient for you against them. And He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/144", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/144.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/144.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka jika mereka yang mengajakmu mengikuti agama mereka itu telah beriman persis sebagaimana yang kamu imani, sehingga mereka menjadi pengi kutmu, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk yang benar. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan denganmu, maka Allah mencukup kan engkau, wahai Nabi Muhammad terhadap mereka dengan pertolongan dan janji-Nya yang pasti ditepati. Dan Dia Maha Mendengar perkataan musuh-musuhmu, Maha Mengetahui apa saja yang ada dalam hati mereka", "long": "Pengakuan iman Ahli Kitab berbeda dengan pengakuan iman kaum Muslimin. Ahli Kitab hanya beriman kepada nabi-nabi terdahulu yang diutus kepada mereka saja dari ras Bani Israil, tidak beriman kepada nabi-nabi Allah yang lain. Iman mereka dipengaruhi oleh hawa nafsu sendiri. Karena itu mereka berani menambah, dan mengurangi agama Allah. Orang-orang yang beriman dan mengikuti hawa nafsu mereka adalah orang-orang yang berada dalam permusuhan dengan kaum Muslimin.\n\nDari perkataan \"sesungguhnya berada dalam permusuhan dengan kamu\" dapat dipahami bahwa di kalangan Ahli Kitab ada perasaan tidak menyukai Rasulullah saw. Perasaan itu bukan karena mereka tidak menyukai agama yang dibawa Nabi Muhammad, tetapi karena rasul terakhir itu tidak diangkat dari golongan mereka. Perkataan \"Allah akan memelihara kamu dari mereka\" merupakan janji Allah kepada Muhammad saw dan kaum Muslimin bahwa Allah pasti akan memelihara dan memenangkan mereka dalam perjuangan menegakkan agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 145, "inSurah": 138 }, "meta": { "juz": 1, "page": 21, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0635\u0650\u0628\u0652\u063a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0635\u0650\u0628\u0652\u063a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sibghatal laahi wa man ahsanu minal laahi sibghatanw wa nahnu lahoo 'aabidoon" } }, "translation": { "en": "[And say, \"Ours is] the religion of Allah. And who is better than Allah in [ordaining] religion? And we are worshippers of Him.\"", "id": "Sibgah Allah.” Siapa yang lebih baik sibgah-nya daripada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/145", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/145.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/145.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keberagamaan dan keimanan seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim itu merupakan shibgah atau celupan Allah. Siapa yang lebih baik shibgah-nya daripada Allah? Tentu tidak ada. Dan kepada-Nya kami menyembah. Kata \"celupan\" pada ayat ini mengandung arti keimanan kepada Allah yang tidak disertai kemusyrikan sedikit pun. Makna ini ditegaskan oleh perkataan \"dan hanya kepada-Nyalah, bukan kepada yang lain, kami menyembah.\" Ini juga mengindikasikan bahwa keberagamaan kita harus bersifat total sehingga seluruh totalitas kita terwarnai oleh celupan agama Allah itu.", "long": "Iman yang sebenarnya ialah iman yang tidak dicampuri oleh unsur-unsur syirik. Ibnu Jarir berkata, \"Sesungguhnya orang-orang Nasrani bila anak mereka dilahirkan, maka mereka datang kepada pendeta pada hari yang ketujuh, mereka memandikannya dengan air yang disebut 'al-Ma'mudi untuk membaptisnya. Mereka mengatakan, \"Ini adalah kesucian pengganti khitan. Maka apabila mereka telah mengerjakannya jadilah anak itu seorang Nasrani yang sebenarnya.\" Maka Allah menurunkan ayat ini\". )\n\nSibgah Allah berarti \"celupan Allah\". Maksudnya ialah iman kepada Allah yang tidak disertai sedikit pun dengan kemusyrikan. Hal ini ditegaskan oleh perkataan \"dan hanya kepada-Nya lah kami menyembah\", tidak kepada yang lain. Hal ini ditegaskan oleh firman Allah:\n\nMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (ar-Rum/30:30)\n\nAyat ini menerangkan bahwa dalam menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan agama haruslah digunakan kaidah-kaidah atau dalil-dalil agama, tidak boleh didasarkan kepada hawa nafsu dan keinginan manusia. Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa manusia tidak dapat menghapus atau membersihkan dosa manusia yang lain, atau menerima tobatnya seperti yang dilakukan orang-orang Nasrani dengan membabtis anak-anak mereka. Yang membersihkan dan menghapus dosa seseorang ialah usaha orang itu sendiri sesuai dengan petunjuk Allah, dan hanya Allah saja yang dapat menerima tobat seseorang." } } }, { "number": { "inQuran": 146, "inSurah": 139 }, "meta": { "juz": 1, "page": 21, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul atuhaaajjoonanaa fil laahi wa Huwa Rabbunaa wa Rabbukum wa lanaa a'maalunaa wa lakum a'maalukum wa nahnu lahoo mukhlisson" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Do you argue with us about Allah while He is our Lord and your Lord? For us are our deeds, and for you are your deeds. And we are sincere [in deed and intention] to Him.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/146", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/146.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/146.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini berkaitan dengan ayat 135 yang memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada mereka bahwa kami hanya mengikuti agama Nabi Ibrahim. Kini, pada ayat ini, Nabi Muhammad diperintahkan untuk mendebat mereka. Katakanlah, \"Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang keesaan dan kemahasempurnaan Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Kita sama-sama menyembah-Nya dan kita pun tidak bisa menghindar dari ketetapanNya. Kalau begitu, bagi kami amalan kami yang akan kami pertanggungjawabkan, dan demikian pula bagi kamu amalan kamu yang akan kamu pertanggungjawab kan. Dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri tanpa mempersekutukan-Nya, sedangkan kamu mempersekutukan-Nya dengan Nabi Isa dan para nabi yang lain. \"", "long": "Diriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata, \"Wajiblah manusia mengikuti agama kami, karena nabi berasal dari kami agama diturunkan atas kami, tidak pernah dijanjikan kepada orang Arab.\" Maka Allah menolak pendapat mereka dengan ayat ini. )\n\nDengan ayat ini pengakuan orang-orang Yahudi dan Nasrani sudah terjawab dengan menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi mereka mengatakan yang demikian. Allah Tuhan seluruh alam, Pencipta dan Pemilik seluruh makhluk. Derajat manusia bukan diukur dengan bangsa, keturunan dan pangkatnya, tetapi diukur dengan amal dan perbuatannya. Pengaruh perbuatan itu tampak pada diri setiap manusia dan tingkah lakunya. Perbuatan yang baik memberi pengaruh yang baik, sebaliknya perbuatan yang buruk memberi pengaruh yang buruk pula. Hanya Allah yang dapat menilai perbuatan itu.\n\nPengaruh perbuatan buruk pada orang-orang Yahudi dan Nasrani tergambar di dalam ucapan mereka. Allah berfirman:\n\nDan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, \"Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.\" Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, \"Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.\" (al-Baqarah/2:111).\n\nDan mereka berkata, \"Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.\" Katakanlah, \"(Tidak!) Tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia bukanlah termasuk orang yang musyrik.\" (al-Baqarah/2:135).\n\nAkhir ayat ini menegaskan bahwa agama yang benar ialah agama yang berasaskan Tauhid, agama yang memurnikan ketaatan kepada Allah semata. Agama itulah yang dibawa Nabi Muhammad saw, untuk seluruh manusia hingga akhir zaman." } } }, { "number": { "inQuran": 147, "inSurah": 140 }, "meta": { "juz": 1, "page": 21, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064b \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am taqooloona inna Ibraaheema wa Ismaa'eela wa Ishaaq wa Ya'qooba wal asbaata kaanoo Hoodan aw Nasaaraa; qul 'a-antum a'lamu amil laah; wa man azlamu mimman katama shahaadatan 'indahoo minallaah; wa mallaahu bighaafilin 'ammaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Or do you say that Abraham and Ishmael and Isaac and Jacob and the Descendants were Jews or Christians? Say, \"Are you more knowing or is Allah?\" And who is more unjust than one who conceals a testimony he has from Allah? And Allah is not unaware of what you do.", "id": "Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, “Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?” Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/147", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/147.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/147.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Yahudi dan Nasrani mengaku mengikuti Nabi Ibrahim yang mengajarkan tauhid, yang dengannya mereka merasa berhak masuk surga, padahal mereka telah me nyimpang. Dugaan mereka itu dibantah dalam ayat ini. Ataukah kamu, orang-orang Yahudi dan Nasrani, berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani, agar dakwaan kamu menjadi benar? Katakanlah,\" Kamukah yang lebih tahu tentang hal itu atau Allah?\" Orang-orang Yahudi dan Nasrani sebenarnya tahu bahwa Ibrahim tidak mungkin beragama Yahudi ataupun Nasrani, karena dia hidup jauh sebelum Nabi Musa dan Nabi Isa, tetapi mereka menyembunyikan hal itu. \"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?\" yakni persaksian Allah dalam Taurat dan Injil bahwa Nabi Ibrahim dan anak cucunya bukan penganut Yahudi maupun Nasrani dan bahwa Allah akan mengutus Nabi Muhammad. \"Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.\" I", "long": "Ayat ini menerangkan pengakuan yang lain dari orang-orang Yahudi dan Nasrani, yaitu semua nabi dan rasul mengakui agama mereka. Mereka melakukan segala macam usaha untuk menguatkan dan membenarkan ucapan mereka, sekalipun usaha itu dilarang Allah.\n\nAllah mengungkapkan kesalahan orang Yahudi dan Nasrani yang mengemukakan hujahnya dalam usaha membenarkan ucapan mereka. Kesalahan itu ialah mereka mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya memeluk agama Yahudi dan Nasrani padahal para nabi itu telah ada sebelum agama Yahudi dan agama Nasrani ada. Perkataan \"Yahudi\" baru dikenal setelah Nabi Musa a.s. meninggal dunia, dan perkataan Nasrani timbul dan dikenal setelah Nabi Isa a.s. meninggal dunia. Mengapa mereka mengatakan yang demikian, padahal perkataan itu tidak sesuai dengan kenyataan sejarah dan logika yang benar. Apakah yang demikian karena mereka lebih mengetahui atau Allah yang lebih mengetahui? Apakah perkataan itu sengaja mereka ucapkan hanya sekadar untuk membantah kerasulan Muhammad saw?\n\nMaksud orang-orang Yahudi dan Nasrani mengucapkan perkataan yang demikian dijelaskan oleh kalimat berikutnya, ialah untuk menyembunyikan syahadah Allah. \"Syahadah Allah\" ialah penyaksian Allah yang tersebut di dalam Taurat dan Injil bahwa Ibrahim a.s. dan anak cucunya bukan penganut agama Yahudi dan bukan pula penganut agama Nasrani, dan Allah akan mengutus Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir yang berasal dari keturunan Ismail a.s.\n\nPerkataan \"menyembunyikan syahadah Allah\" itu termasuk perbuatan yang paling zalim di sisi Allah, karena perbuatan itu berakibat menyesatkan manusia dari jalan Allah, jalan kebenaran dan jalan kebahagiaan. Karena itu Allah memperingatkan mereka, bahwa Allah tidak lengah sedikit pun terhadap segala macam perbuatan hamba-hamba-Nya baik yang tampak maupun yang tidak tampak, baik yang besar maupun yang kecil." } } }, { "number": { "inQuran": 148, "inSurah": 141 }, "meta": { "juz": 1, "page": 21, "manzil": 1, "ruku": 17, "hizbQuarter": 8, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tilka ummatun qad khalat lahaa maa kasabat wa lakum maa kasabtum wa laa tus'aloona 'ammaa kaano ya'maloo" } }, "translation": { "en": "That is a nation which has passed on. It will have [the consequence of] what it earned, and you will have what you have earned. And you will not be asked about what they used to do.", "id": "Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/148", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/148.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/148.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah, yakni Nabi Ibrahim dan anak cucunya, umat yang telah lalu. Seandainya mereka benar menganut agama Yahudi atau Nasrani seperti yang kamu duga, perbuatan mereka tidak akan berguna bagi kamu karena mereka mengamalkan agamanya dengan benar, se dangkan kamu tidak. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban ten-tang apa yang dahulu mereka kerjakan.", "long": "Allah menyatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya serta umat-umat yang telah lalu, mereka akan diberi balasan yang sesuai dengan amal perbuatannya, kamu tidak dibebani tanggung jawab atas perbuatan mereka itu. Kamu yang ada sekarang hendaklah beramal dan akan memperoleh balasan sesuai dengan amal yang kamu kerjakan.\n\nAyat ini merupakan peringatan bagi umat Muhammad agar selalu memelihara agama Allah. Jangan dipengaruhi hawa nafsu sehingga berani mengubah-ubah agama Allah, seperti yang telah dilakukan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Ayat ini menjelaskan bentuk tanggung jawab setiap orang. Setiap orang bertanggung jawab kepada Allah terhadap apa yang mereka lakukan. Allah tidak memikulkan dosa seseorang kepada orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 149, "inSurah": 142 }, "meta": { "juz": 2, "page": 22, "manzil": 1, "ruku": 18, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u06da \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Sayaqoolus sufahaaa'u minan naasi maa wallaahum 'an Qiblatihimul latee kaanoo 'alaihaa; qulo lillaahil mashriqu walmaghrib; yahdee mai yashaaa'u ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "The foolish among the people will say, \"What has turned them away from their qiblah, which they used to face?\" Say, \"To Allah belongs the east and the west. He guides whom He wills to a straight path.\"", "id": "Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, “Apakah yang memalingkan mereka (Muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?” Katakanlah (Muhammad), “Milik Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/149", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/149.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/149.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat yang lalu diceritakan perilaku kaum Yahudi secara umum, pada ayat ini Allah menjelaskan sikap mereka dan juga orang musyrik terkait persoalan khusus, yaitu pengalihan kiblat salat dari Baitulmakdis di Palestina ke Kakbah di Mekah. Pada saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau dan para sahabatnya selama 16 sampai 17 bulan melaksanakan salat menghadap ke Baitulmakdis. Pada Rajab tahun ke-2 Hijriah, Allah memerintahkan Nabi untuk menghadap ke Masjidilharam di Mekah. Tentang hal ini Allah berfirman sebagai berikut. Orang-orang yang kurang akal di antara manusia, yakni sebagian orang Yahudi dan kelompok lain, akan mengolok-olok Nabi dan kaum mukmin dengan berkata, \"Apakah yang memalingkan mereka, yakni kaum muslim, dari kiblat yang dahulu mereka berkiblat kepadanya?\" Pemberitahuan awal ini dilakukan agar Nabi dan orang-orang Islam tidak kaget jika hal itu tejadi. Lalu Allah memerintahkan kepada Nabi untuk menjawab mereka. Katakanlah, wahai Rasul, \"Milik Allah-lah timur dan barat. Allah berhak untuk menyuruh hamba-Nya menghadap ke arah mana saja, apakah ke arah timur atau barat, karena semua arah adalah milik Allah. Mereka yang beriman dengan benar akan mengikuti seluruh perintah Allah. Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Allah. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.\" Allah yang paling mengetahui siapa yang pantas untuk mendapat petunjuk itu.", "long": "Ayat ini diturunkan di Medinah berkenaan dengan perpindahan kiblat kaum Muslimin dari Baitulmakdis (Masjidilaqsa) ke Baitullah (Masjidilharam). Nabi Muhammad saw serta kaum Muslimin ketika masih berada di Mekah melaksanakan salat menghadap Baitulmakdis, sebagaimana yang dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya; tetapi beliau mempunyai keinginan dan harapan agar kiblat tersebut pindah ke Ka'bah yang berada di Masjidilharam di Mekah. Sebab itu, beliau berusaha menghimpun kedua kiblat dengan cara menghadap ke Ka'bah dan Baitulmakdis sekaligus, dengan mengerjakan salat di sebelah selatan Ka'bah menghadap ke utara, karena Baitulmakdis juga terletak di utara.\n\nSetelah beliau hijrah ke Medinah tentu tidak mungkin lagi untuk berbuat demikian, karena Ka'bah tidak terletak di utara kota Medinah, tidak lagi dalam satu arah dengan Baitulmakdis. Dengan demikian beliau setelah berada di Medinah hanya menghadap Baitulmakdis ketika salat. Hal itu berlangsung selama 16 bulan, dan beliau berdoa agar Allah menetapkan Ka'bah menjadi kiblat, sebagai pengganti Baitulmakdis. Beliau menengadahkan wajahnya ke langit, menantikan wahyu dari Allah swt dengan penuh harapan, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sebagai salah seorang hamba Allah yang berbudi luhur dan berserah diri kepada-Nya. Tidak lama kemudian, turunlah ayat ini yang memerintahkan perpindahan kiblat dari Baitulmakdis ke Ka'bah. Ayat ini diturunkan pada bulan Rajab tahun kedua Hijri. Ayat ini sekaligus merupakan jawaban terhadap ejekan kaum musyrikin dan keingkaran orang-orang Yahudi serta kaum munafik atas perpindahan kiblat tersebut.\n\nOrang yang mengingkari dan mengejek perpindahan kiblat, oleh ayat ini dinamakan sebagai \"orang yang kurang akal\" (sufaha'/pandir). Mereka mencela padahal tidak mengetahui persoalan-persoalan yang pokok dalam masalah perpindahan kiblat itu. Mereka tidak menyadari, bahwa arah yang empat, yaitu timur, barat, utara dan selatan, semuanya adalah kepunyaan Allah swt, tidak ada keistimewaan yang satu terhadap yang lain. Dengan demikian, apabila Allah memerintahkan hamba-Nya menghadap ke satu arah dalam salat, maka hal ini bukanlah disebabkan karena arah tersebut lebih mulia dari yang lain, melainkan semata-mata untuk menguji kepatuhan mereka kepada perintah dan peraturan-Nya.\n\nKaum Yahudi, orang musyrik dan orang munafik yang mengingkari perpindahan kiblat tersebut, oleh Tuhan disebut sebagai \"orang yang kurang akal\" (pandir). Mereka menanyakan alasan perpindahan itu. Nabi Muhammad saw diperintahkan Allah untuk memberikan jawaban kepada kami dengan mengatakan bahwa semua arah kepunyaan Allah. Apabila Dia menentukan kiblat bagi kaum Muslimin, maka hal itu adalah untuk mempersatukan mereka dalam beribadah. Hanya saja orang yang kurang akal telah menjadikan batu-batu dan bangunan-bangunan tersebut sebagai pokok agama. Padahal, kelebihan dan keutamaan sesuatu arah bukanlah karena zatnya sendiri, melainkan karena ia telah dipilih dan ditentukan Allah swt.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. Maka siapa saja yang patuh dan menaati perintah Allah tentulah akan memperoleh petunjuk-Nya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebaliknya orang yang ingkar dan kufur terhadap agama-Nya tentulah tidak akan memperoleh petunjuk atau hidayah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 150, "inSurah": 143 }, "meta": { "juz": 2, "page": 22, "manzil": 1, "ruku": 18, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0633\u064e\u0637\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0642\u0650\u0628\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika ja'alnaakum ummatanw wasatal litakoonoo shuhadaaa'a 'alan naasi wa yakoonar Rasoolu 'alaikum shaheedaa; wa maa ja'alnal qiblatal latee kunta 'alaihaaa illaa lina'lama mai yattabi'ur Rasoola mimmai yanqalibu 'alaa 'aqibayh; wa in kaanat lakabeeratan illaa 'alal lazeena hadal laah; wa maa kaanal laahu liyudee'a eemaanakum; innal laaha binnaasi la Ra'oofur Raheem" } }, "translation": { "en": "And thus we have made you a just community that you will be witnesses over the people and the Messenger will be a witness over you. And We did not make the qiblah which you used to face except that We might make evident who would follow the Messenger from who would turn back on his heels. And indeed, it is difficult except for those whom Allah has guided. And never would Allah have caused you to lose your faith. Indeed Allah is, to the people, Kind and Merciful.", "id": "Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/150", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/150.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/150.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika Allah menjadikan Kakbah sebagai kiblat yang paling utama karena dibangun oleh bapak para nabi, yaitu Nabi Ibrahim, maka demikian pula Kami telah menjadikan kamu, umat Islam, umat pertengahan, yaitu umat terbaik yang pernah ada di bumi ini. Umat yang terbaik sangatlah pantas menjadi saksi. Tujuannya adalah agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia, yaitu ketika nanti pada hari Kiamat jika ada dari mereka yang mengingkari bahwa rasul-rasul mereka telah menyampaikan pesan-pesan Allah atau adanya penyimpangan pada ajaran mereka. Di samping itu, juga agar Rasul, Muhammad, menjadi saksi atas perbuatan kamu yaitu dengan memberikan petunjuk dan arahan-arahannya ketika masih hidup serta jalan kehidupannya juga petunjuknya ketika sudah meninggal.\r\nAllah kemudian menjelaskan tujuan pengalihan kiblat, yaitu menguji keimanan seseorang. Kami tidak menjadikan kiblat yang dahulu kamu berkiblat kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Bagi mereka yang tetap istikamah dengan keimanannya, mereka akan mengikuti apa pun yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik dalam pengalihan kiblat atau lainnya. Sebaliknya, bagi yang lain, mereka akan menolak dan enggan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.\r\nIhwal pemindahan kiblat memang mengundang persoalan bagi sebagian kelompok. Oleh karena itu, pemindahan kiblat itu sangat berat kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Sebagian kelompok menganggap persoalan kiblat adalah termasuk ajaran yang sudah baku, tidak bisa diubah lagi, seperti halnya tauhid. Namun, sebagian lagi, yaitu orang-orang yang istikamah dalam beriman, menganggap bahwa persoalan ini termasuk kebijakan Allah yang bisa saja berubah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.", "long": "Umat Islam adalah ummatan wasathan umat yang mendapat petunjuk dari Allah swt, sehingga mereka menjadi umat yang adil serta pilihan dan akan menjadi saksi atas keingkaran orang yang kafir. Umat Islam harus senantiasa menegakkan keadilan dan kebenaran serta membela yang hak dan melenyapkan yang batil. Mereka dalam segala persoalan hidup berada di tengah orang-orang yang mementingkan kebendaan dalam kehidupannya dan orang-orang yang mementingkan ukhrawi saja. Dengan demikian, umat Islam menjadi saksi yang adil dan terpilih atas orang-orang yang bersandar pada kebendaan, yang melupakan hak-hak ketuhanan dan cenderung kepada memuaskan hawa nafsu. Mereka juga menjadi saksi terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan dalam soal agama sehingga melepaskan diri dari segala kenikmatan jasmani dengan menahan dirinya dari kehidupan yang wajar. Umat Islam menjadi saksi atas mereka semua, karena sifatnya yang adil dan terpilih dan dalam melaksanakan hidupnya sehari-hari selalu menempuh jalan tengah. Demikian pula Rasulullah saw menjadi saksi bagi umatnya, bahwa umatnya itu sebaik-baik umat yang diciptakan untuk memberi petunjuk kepada manusia dengan amar makruf dan nahi mungkar. \n\nKemudian dijelaskan bahwa perubahan kiblat dari Baitulmakdis ke Ka'bah adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan mengikuti Rasul serta siapa pula yang lemah imannya, membelok dari jalan yang lurus. Memang pemindahan kiblat itu dirasakan sangat berat oleh orang yang fanatik kepada kiblat yang pertama, karena manusia pada umumnya sulit untuk mengubah dan meninggalkan kebiasaannya. Tetapi orang yang mendapat petunjuk dari Allah dengan mengetahui hukum-hukum agamanya dan rahasia syariatnya, mereka sadar bahwa melaksanakan ibadah dengan menghadap kiblat itu adalah semata-mata karena perintah Allah bukan karena suatu rahasia yang tersembunyi pada tempat itu, dan bahwa penempatan kiblat itu untuk menghimpun manusia pada satu arah serta untuk persatuan umat.\n\nUntuk menghilangkan keragu-raguan dari sebagian kaum Muslimin tentang pahala salatnya selama mereka menghadap ke Baitulmakdis dulu, maka Allah menerangkan bahwa Dia sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan iman dan amal orang-orang yang mematuhi Rasul karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 151, "inSurah": 144 }, "meta": { "juz": 2, "page": 22, "manzil": 1, "ruku": 18, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064f\u0628\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0643\u064e \u0634\u064e\u0637\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06da \u0648\u064e\u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0637\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad naraa taqalluba wajhika fis samaaa'i fala nuwalliyannaka qiblatan tardaahaa; fawalli wajhaka shatral Masjidil haaraam; wa haisu maa kuntum fawalloo wujoohakum shatrah; wa innal lazeena ootul Kitaaba laya'lamoona annahul haqqu mir Rabbihim; wa mal laahu bighaafilin 'ammaa ya'maloon" } }, "translation": { "en": "We have certainly seen the turning of your face, [O Muhammad], toward the heaven, and We will surely turn you to a qiblah with which you will be pleased. So turn your face toward al-Masjid al-Haram. And wherever you [believers] are, turn your faces toward it [in prayer]. Indeed, those who have been given the Scripture well know that it is the truth from their Lord. And Allah is not unaware of what they do.", "id": "Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/151", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/151.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/151.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebelum arah kiblat dipindahkan kembali ke Kakbah, Nabi sering menengadahkan wajahnya ke arah langit. Nabi sangat berharap agar Allah segera memindahkan kiblat dari Baitulmakdis ke Kakbah, maka turunlah ayat ini. Kami melihat wajahmu, wahai Nabi Muhammad, sering menengadah ke langit. Kami Maha Mengerti tentang keinginanmu, oleh karena itu akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, wahai pengikut Nabi Muhammad, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dengan pemindahan ini, Baitulmakdis sudah tidak lagi menjadi kiblat salat yang sah. Orang Yahudi dan Nasrani tahu benar akan hal ini. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab Taurat dan Injil tahu bahwa pemindahan kiblat itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Hal itu mereka ketahui dari kitab-kitab suci mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. Allah pasti akan mencatat semua langkah perbu-atan mereka yang melawan ketentuan-Nya.", "long": "Sebagaimana telah diterangkan dalam riwayat tentang sebab turunnya ayat tersebut di atas, Nabi Muhammad saw ingin sekali agar kiblat itu ditetapkan Allah ke arah Ka'bah. Oleh sebab itu, beliau sering menengadahkan mukanya ke langit menantikan wahyu yang akan memerintahkan perpindahan kiblat itu, Maka, turunlah ayat ini menetapkan perpindahan kiblat tersebut dari Baitulmakdis ke Masjidilharam. Di sini disebutkan arah Masjidilharam, bukan Ka'bah, sebagai isyarat yang membolehkan kita menghadap \"ke arah Ka'bah\" pada waktu salat apabila Ka'bah itu jauh letaknya dari kita dan tidak dapat dilihat. Sebaliknya, jika kita dekat dengan Ka'bah, maka kita menghadap Ka'bah pada waktu salat.\n\nJadi tidak diwajibkan menghadap ke bangunan Ka'bah itu, kecuali orang-orang yang dapat melihatnya. Dengan demikian, semua kaum Muslimin di berbagai penjuru bumi wajib menghadap \"ke arah Ka'bah\" dalam salat. Untuk melaksanakan tugas itu mereka diwajibkan (wajib kifayah) mengetahui ilmu bumi untuk mengetahui arah kiblat dalam salat, sebagaimana mereka sebaiknya mengetahui ilmu falak untuk mengetahui jadwal waktu salat.\n\nPemindahan kiblat ke Ka'bah, adalah ketetapan yang benar dari Allah, tetapi orang yang kurang akal membantah kebenaran ini, bahkan mereka menimbulkan fitnah dan menyebarkan keragu-raguan di antara Muslimin yang lemah imannya." } } }, { "number": { "inQuran": 152, "inSurah": 145 }, "meta": { "juz": 2, "page": 22, "manzil": 1, "ruku": 18, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064d \u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064d \u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u0629\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u06d9 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in ataital lazeena ootul kitaaba bikulli aayatim maa tabi'oo Qiblatak; wa maaa anta bitaabi'in Qiblatahum; wa maa ba'duhum bitaabi''in Qiblata ba'd; wa la'init taba'ta ahwaaa;ahum mim ba'di maa jaaa'aka minal 'ilmi innaka izal laminaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And if you brought to those who were given the Scripture every sign, they would not follow your qiblah. Nor will you be a follower of their qiblah. Nor would they be followers of one another's qiblah. So if you were to follow their desires after what has come to you of knowledge, indeed, you would then be among the wrongdoers.", "id": "Dan walaupun engkau (Muhammad) memberikan semua ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi Kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya eng-kau termasuk orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/152", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/152.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/152.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walaupun orang-orang Ahli Kitab mengetahui tentang kebenaran pemindahan kiblat, mereka tetap tidak menerima kenyataan tersebut karena kedengkian mereka terhadap Nabi Muhammad. Dan walaupun engkau, Nabi Muhammad, memberikan semua ayat, yakni keterangan, kepada orang-orang yang diberi Kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Ahli Kitab akan terus bertahan pada kiblat masing-masing: orang Yahudi bertahan dengan Baitulmakdis, dan orang Nasrani bertahan ke arah terbitnya matahari. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Allah memperingatkan Rasulullah agar tidak mengikuti keinginan mereka. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.", "long": "Orang yang berwatak demikian tidak dapat diharapkan bahwa mereka akan kembali kepada kebenaran. Mereka akan tetap dalam kesesatan meskipun diberi alasan dan keterangan serta bukti-bukti yang jelas. Oleh sebab itu, mereka tidak akan mau mengikuti kiblat umat Islam. Terhadap sesama mereka pun kaum Yahudi dan Nasrani tetap mempertahankan kiblatnya masing-masing. Andaikata kaum Muslimin mengikuti keinginan mereka, tentulah mereka akan termasuk orang-orang yang aniaya." } } }, { "number": { "inQuran": 153, "inSurah": 146 }, "meta": { "juz": 2, "page": 23, "manzil": 1, "ruku": 18, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena aatainaahumul kitaaba ya'rifoonahoo kamaa ya'rifoona abnaaa'ahum wa inna fareeqam minhum layaktumoonal haqqa wa hum ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Those to whom We gave the Scripture know him as they know their own sons. But indeed, a party of them conceal the truth while they know [it].", "id": "Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/153", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/153.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/153.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa pengetahuan orang Yahudi dan Nasrani tentang benarnya kenabian Nabi Muhammad terang benderang. Orang-orang yang telah Kami beri Kitab Taurat dan Injil mengenalnya, yakni Nabi Muhammad, seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri, bahkan lebih dari itu, karena anak mereka bisa jadi berasal dari hubungan dengan orang lain. Kemudian Allah membuka sifat buruk mereka yang suka menyembunyikan kebenaran hanya untuk kepentingan duniawi. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui-nya. Inilah yang menjadikan mereka dibenci Allah, yaitu mengetahui kebenaran tetapi mengingkarinya secara sengaja.", "long": "Orang Yahudi mengetahui bahwa apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw itu benar, karena mereka telah mengenal Nabi Muhammad dari kitab mereka sendiri. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah swt:\n\n(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolong-nya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung. (al-A'raf/ 7: 157)\n\nOrang Yahudi itu mengenal Nabi Muhammad saw karena telah disebut-sebut di dalam Kitab Taurat (lihat al-A'raf/7:157 dan tafsirnya) dengan sifat-sifatnya dan pribadinya lebih daripada mengenal anaknya sendiri.\n\nDiriwayatkan dari Umar, bahwa beliau berjumpa dengan seorang pendeta Yahudi yang telah masuk Islam bernama Abdullah bin Salam, yang berkata demikian, \"Saya lebih mengenal Nabi Muhammad daripada mengenal anak saya sendiri.\" Umar bertanya kepadanya, \"Mengapa?\" Ia menjawab, \"Karena aku sedikit pun tidak meragukan bahwa Muhammad itu adalah nabi, sedangkan mengenai anakku, ada saja kemungkinan bahwa ibunya telah berkhianat.\" Maka Umar mencium kepala Abdullah bin Salam.\n\nSebagian orang Yahudi mengingkari dan menyembunyikan kebenaran bahwa Nabi Muhammad saw itu adalah nabi dan bahwa Ka'bah itu adalah kiblat, tetapi sebagian lagi dari mereka ada yang mengakui kebenarannya serta mempercayai dan menerima petunjuknya." } } }, { "number": { "inQuran": 154, "inSurah": 147 }, "meta": { "juz": 2, "page": 23, "manzil": 1, "ruku": 18, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alhaqqu mir Rabbika falaa takoonana minal mumtareen" } }, "translation": { "en": "The truth is from your Lord, so never be among the doubters.", "id": "Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/154", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/154.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/154.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk memantapkan hati orang-orang yang baru masuk Islam dan umat Nabi Muhammad di masa mendatang tentang kebenaran ajaran-Nya, Allah menegaskan bahwa kebenaran itu datang dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu", "long": "Kebenaran itu adalah apa yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, bukan apa yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.\n\nDalam hal ini kaum Muslimin tidak boleh ragu. Masalah kiblat ini sebenarnya bukanlah masalah prinsip sebagai asas agama seperti tauhid, iman kepada hari kiamat dan lain-lain, tetapi kiblat ini hanya merupakan suatu arah yang masing-masing umat diperintahkan untuk menghadap kepadanya dalam salat mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 155, "inSurah": 148 }, "meta": { "juz": 2, "page": 23, "manzil": 1, "ruku": 19, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u0648\u0650\u062c\u0652\u0647\u064e\u0629\u064c \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa likullinw wijhatun huwa muwalleehaa fastabiqul khairaat; ayna maa takoonoo yaati bikumullaahu jamee'aa; innal laaha 'alaa kulli shai'in qadeer" } }, "translation": { "en": "For each [religious following] is a direction toward which it faces. So race to [all that is] good. Wherever you may be, Allah will bring you forth [for judgement] all together. Indeed, Allah is over all things competent.", "id": "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/155", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/155.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/155.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Tidak ada kelebihan satu kiblat atas lainnya, karena yang terpenting dalam beragama adalah kepatuhan kepada Allah dan berbuat kebaikan terhadap orang lain. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Terhadap semua itu Allah akan memberikan perhitungan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Setiap umat mempunyai kiblat masing-masing. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail a.s, menghadap ke Ka'bah. Bani Israil menghadap ke Baitulmakdis dan orang Nasrani menghadap ke timur, yang prinsip ialah beriman kepada Allah dan mematuhi segala perintah-Nya. Karena Allah telah memerintahkan agar kaum Muslimin menghadap ke Ka'bah dalam salat, maka fitnah dan cemoohan dari orang yang ingkar itu tidak perlu dilayani, tetapi hendaklah kaum Muslimin bekerja dengan giat, beramal, bertobat dan berlomba membuat kebajikan. Allah nanti akan menghimpun umat manusia untuk menghitung serta membalas segala amal perbuatannya, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu; tidak ada yang dapat melemahkan-Nya untuk mengumpulkan semua manusia pada hari pembalasan." } } }, { "number": { "inQuran": 156, "inSurah": 149 }, "meta": { "juz": 2, "page": 23, "manzil": 1, "ruku": 19, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0643\u064e \u0634\u064e\u0637\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min haisu kharajta fawalli wajhaka shatral Masjidil Haraami wa innahoo lalhaqqu mir Rabbik; wa mallaahu bighaafilin 'ammaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "So from wherever you go out [for prayer, O Muhammad] turn your face toward al- Masjid al-Haram, and indeed, it is the truth from your Lord. And Allah is not unaware of what you do.", "id": "Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/156", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/156.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/156.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengulangi lagi perintah untuk menghadap Masjidilharam. Dan dari mana pun engkau keluar, wahai Nabi Muhammad, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. Pengulangan ini penting karena peralihan kiblat merupkan peristiwa nasakh (penghapusan hukum) yang pertama kali terjadi dalam Islam. Dengan diulang maka hal ini akan tertanam dalam hati kaum mukmin sehingga mereka tidak terpengaruh oleh hasutan orang Yahudi yang tidak rela kiblat mereka ditinggakan.", "long": "Perintah untuk menghadap ke arah Masjidilharam diulangi dalam kedua ayat ini untuk menjelaskan, bahwa perintah itu bersifat umum untuk seluruh umat, masa serta tempat, karena sangat penting serta ada hikmah yang terkandung di dalamnya yaitu agar tidak ada lagi alasan bagi ahli kitab, kaum musyrikin dan munafikin untuk menentang Nabi dalam persoalan pemindahan kiblat.\n\nHal yang sama berlaku untuk kaum musyrikin yang berpendapat bahwa Nabi dari keturunan Ibrahim akan datang menghidupkan agamanya, sehingga tidak pantas apabila berkiblat kepada selain Ka'bah yang telah didirikan oleh Nabi Ibrahim.\n\nDengan demikian, batallah alasan-alasan para Ahli Kitab dan kaum musyrikin itu. Orang zalim di antara mereka yang melontarkan cemoohan dan bantahan-bantahan tanpa alasan yang berdasarkan akal sehat dan keterangan dari wahyu tidak perlu dipikirkan dan dihiraukan. Adapun cemoohan mereka itu adalah sebagai berikut:\n\nPihak Yahudi berkata, \"Tiadalah Muhammad itu berpindah kiblat ke Ka'bah, melainkan karena kecenderungan kepada agama kaumnya dan kecintaan kepada negerinya; sekiranya dia berada di atas kebenaran, tentulah ia akan tetap berkiblat ke kiblat para nabi sebelumnya.\"\n\nPihak musyrik berkata, \"Ia telah kembali kepada kiblat kita dan akan kembali kepada agama kita.\" Dan orang-orang munafik berkata, \"Berpindah-pindah kiblat itu menunjukkan bahwa Muhammad dalam keragu-raguan dan tidak berpendirian.\" Demikianlah alasan-alasan yang dibuat-buat oleh para penentang agama Islam pada waktu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 157, "inSurah": 150 }, "meta": { "juz": 2, "page": 23, "manzil": 1, "ruku": 19, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0643\u064e \u0634\u064e\u0637\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06da \u0648\u064e\u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0637\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0626\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064e \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min haisu kharajta fawalli wajhaka shatral Masjidil Haraam; wa haisu maa kuntum fawalloo wujoohakum shatrahoo li'allaa yakoona linnaasi 'alaikum hujjatun illal lazeena zalamoo minhum falaa takhshawhum wakhshawnee wa liutimma ni'matee 'alaikum wa la'allakum tahtadoon" } }, "translation": { "en": "And from wherever you go out [for prayer], turn your face toward al-Masjid al-Haram. And wherever you [believers] may be, turn your faces toward it in order that the people will not have any argument against you, except for those of them who commit wrong; so fear them not but fear Me. And [it is] so I may complete My favor upon you and that you may be guided.", "id": "Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/157", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/157.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/157.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dari mana pun engkau keluar, wahai Nabi Muhammad, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, wahai umat Islam, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu.\r\nDemikianlah, Allah mengalihkan kiblat agar tidak ada alasan bagi manusia untuk menentangmu; agar orang Yahudi tidak bisa lagi berkata, \"Mengapa Muhammad menghadap Baitulmakdis, padahal disebutkan dalam kitab-kitab kami bahwa dia menghadap Kakbah?\" dan agar orang musyrik tidak bisa lagi berkata,\" Mengapa Muhammad menghadap ke Baitulmakdis dan meninggalkan Kakbah yang dibangun oleh kakeknya sendiri? \" Dengan pengalihan ini maka ucapan-ucapan itu terjawab, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Mereka akan terus mendebat Nabi dan berkata, \"Muhammad menghadap Kakbah karena mencintai agama kaumnya dan tanah airnya.\" Terkait sikap orang-orang tersebut, Allah berkata kepada Nabi dan para sahabatnya, Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.\r\nPengalihan kiblat ke Kakbah adalah kenikmatan yang besar karena umat Islam mempunyai kiblat sendiri sampai akhir zaman, dan dengan demikian mereka mendapatkan hidayah dari Allah dalam melaksanakan perintah-perintah Allah.S", "long": "Perintah untuk menghadap ke arah Masjidilharam diulangi dalam kedua ayat ini untuk menjelaskan, bahwa perintah itu bersifat umum untuk seluruh umat, masa serta tempat, karena sangat penting serta ada hikmah yang terkandung di dalamnya yaitu agar tidak ada lagi alasan bagi ahli kitab, kaum musyrikin dan munafikin untuk menentang Nabi dalam persoalan pemindahan kiblat.\n\nHal yang sama berlaku untuk kaum musyrikin yang berpendapat bahwa Nabi dari keturunan Ibrahim akan datang menghidupkan agamanya, sehingga tidak pantas apabila berkiblat kepada selain Ka'bah yang telah didirikan oleh Nabi Ibrahim.\n\nDengan demikian, batallah alasan-alasan para Ahli Kitab dan kaum musyrikin itu. Orang zalim di antara mereka yang melontarkan cemoohan dan bantahan-bantahan tanpa alasan yang berdasarkan akal sehat dan keterangan dari wahyu tidak perlu dipikirkan dan dihiraukan. Adapun cemoohan mereka itu adalah sebagai berikut:\n\nPihak Yahudi berkata, \"Tiadalah Muhammad itu berpindah kiblat ke Ka'bah, melainkan karena kecenderungan kepada agama kaumnya dan kecintaan kepada negerinya; sekiranya dia berada di atas kebenaran, tentulah ia akan tetap berkiblat ke kiblat para nabi sebelumnya.\"\n\nPihak musyrik berkata, \"Ia telah kembali kepada kiblat kita dan akan kembali kepada agama kita.\" Dan orang-orang munafik berkata, \"Berpindah-pindah kiblat itu menunjukkan bahwa Muhammad dalam keragu-raguan dan tidak berpendirian.\" Demikianlah alasan-alasan yang dibuat-buat oleh para penentang agama Islam pada waktu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 158, "inSurah": 151 }, "meta": { "juz": 2, "page": 23, "manzil": 1, "ruku": 19, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "kamaaa arsalnaa feekum Rasoolam minkum yatloo 'alaikum aayaatina wa yuzakkeekum wa yu'alli mukumul kitaaba wal hikmata wa yu'allimukum maa lam takoonoo ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Just as We have sent among you a messenger from yourselves reciting to you Our verses and purifying you and teaching you the Book and wisdom and teaching you that which you did not know.", "id": "Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/158", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/158.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/158.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagaimana pengalihan kiblat, pengutusan seorang nabi dari bangsa Arab juga merupakan suatu kenikmatan yang besar. Kenikmatan yang besar itu adalah sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul, yakni Nabi Muhammad, dari kalangan kamu. Di antara tugasnya adalah membacakan ayat-ayat Kami, yaitu Al-Qur'an yang menjelaskan perkara yang hak dan yang batil, atau tanda-tanda kebesaran Allah, kenabian Nabi Muhammad, dan adanya hari kebangkitan. Rasul itu juga kami tugasi untuk menyucikan kamu dari kemusyrikan, kemaksiatan, dan akhlak yang tercela. Dia juga mengajarkan kepadamu Kitab Al-Qur'an dan hikmah, yakni sunah, serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui, yaitu segala pengetahuan yang terkait dengan kebaikan di dunia dan akhirat. Al-Qur'an juga menuturkan kisah para nabi terdahulu. Hal ini tidak mungkin didapat kecuali melalui wahyu.", "long": "Di antara penyempurnaan nikmat itu ialah dengan mengutus seorang rasul, yaitu Muhammad saw, yang membacakan ayat-ayat Allah, membebaskan umat dari penyakit syirik dan kejahatan-kejahatan jahiliyah, mengajarkan Al-Qur'an serta hikmah, dan mengajarkan apa yang belum mereka ketahui, sehingga umat Islam menjadi umat yang memimpin manusia ke arah kemajuan dan kebahagiaan." } } }, { "number": { "inQuran": 159, "inSurah": 152 }, "meta": { "juz": 2, "page": 23, "manzil": 1, "ruku": 19, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fazkurooneee azkurkum washkuroo lee wa laa takfuroon" } }, "translation": { "en": "So remember Me; I will remember you. And be grateful to Me and do not deny Me.", "id": "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/159", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/159.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/159.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas semua kenikmatan itu, Allah menyuruh kaum muslim untuk selalu mengingat-Nya. Maka ingatlah kepada-Ku, baik melalui lisan dengan melafalkan pujian, melalui hati dengan mengingat kekuasaan dan kebijaksanaan Allah, maupun melalui fisik dengan menaati Allah. Jika kamu mengingatku, Aku pun pasti akan ingat kepadamu dengan melimpahkan pahala, pertolongan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Bersyukurlah pula kepada-Ku atas nikmat-Ku dengan menggunakannya di jalan-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku, kepada nikmatnikmatku, dan mempergunakannya untuk berbuat maksiat.", "long": "Maka dengan nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kaum Muslimin, hendaklah mereka selalu ingat kepada-Nya, baik di dalam hati maupun dengan lisan, dengan jalan tahmid (membaca al-hamdulillah), tasbih (membaca Subhanallah), dan membaca Al-Qur'an dengan jalan memikirkan alam ciptaan-Nya untuk mengenal, menyadari dan meresapkan tanda-tanda keagungan, kekuasaan dan keesaan-Nya.\n\nApabila mereka selalu mengingat Allah, Dia pun akan selalu mengingat mereka pula. hendaklah mereka bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang telah dianugerahkan-Nya dengan jalan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan-Nya dan dengan jalan memuji serta bertasbih dan mengakui kebaikan-Nya. Di samping itu, janganlah mereka mengkufuri nikmat-Nya dengan menyia-nyiakan dan mempergunakannya di luar garis-garis yang telah ditentukan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 160, "inSurah": 153 }, "meta": { "juz": 2, "page": 23, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal laazeena aamanus ta'eenoo bissabri was Salaah; innal laaha ma'as-saabireen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, seek help through patience and prayer. Indeed, Allah is with the patient.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/160", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/160.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/160.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak saja melimpahkan nikmat-Nya, Allah juga menimpakan berbagai cobaan kepada orang yang beriman. Karena itu, Allah meminta mereka bersabar dan terus melaksanakan salat. Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah, baik dalam rangka melaksanakan kewajiban, menjauhi larangan, maupun menghadapi cobaan, yaitu dengan sabar dan salat yang disertai rasa khusyuk, Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar dengan memberikan pertolongan dan keteguhan hati dalam menghadapi segala cobaan.", "long": "Perjuangan menegakkan kebenaran harus diiringi dengan kesabaran dan memperbanyak salat, sehingga menjadi ringan segala kesukaran dan cobaan, karena Allah senantiasa beserta orang-orang yang sabar. Dia akan menolong, menguatkan dan memenangkan orang-orang yang berjuang menegakkan kebenaran agamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 161, "inSurah": 154 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064c \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa taqooloo limai yuqtalu fee sabeelil laahi amwaat; bal ahyaaa'unw wa laakil laa tash'uroon" } }, "translation": { "en": "And do not say about those who are killed in the way of Allah, \"They are dead.\" Rather, they are alive, but you perceive [it] not.", "id": "Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/161", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/161.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/161.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara cobaan yang dihadapi orang mukmin dalam mempertahankan keimanan mereka adalah berperang melawan kaum kafir. Dan jangan-lah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, mereka telah mati. Sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu tidak menyadari-nya. Mereka hidup di alam yang lain. Mereka mendapat kenikmatan yang demikian besar dari Allah.", "long": "Mempertahankan agama Islam suatu perjuangan. Setiap perjuangan akan meminta pengorbanan. Akan ada yang kehilangan harta benda atau keluarga dan akan ada yang gugur di medan perang dan sebagainya.\n\nMereka yang gugur di medan perang adalah syuhada di jalan Allah. Mereka itu menduduki tempat yang amat mulia. Maka janganlah dikira bahwa mereka itu mati, tetapi mereka itu hidup di alam lain. Hanya saja manusia tidak menyadari kehidupan mereka itu dan tidak mengetahui hakikatnya. Mereka hidup dalam alam gaib di mana arwah para syuhada diistimewakan dari arwah manusia lainnya. Semangat dan cita-cita perjuangan mereka itu akan dilanjutkan oleh generasi-generasi sesudahnya sehingga akan tetap hidup selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 162, "inSurah": 155 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0648\u0639\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0642\u0652\u0635\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lanablu wannakum bishai'im minal khawfi waljoo'i wa naqsim minal amwaali wal anfusi was samaraat; wa bashshiris saabireen" } }, "translation": { "en": "And We will surely test you with something of fear and hunger and a loss of wealth and lives and fruits, but give good tidings to the patient,", "id": "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/162", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/162.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/162.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehidupan manusia memang penuh cobaan. Dan Kami pasti akan menguji kamu untuk mengetahui kualitas keimanan seseorang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Bersabarlah dalam menghadapi semua itu. Dan sampaikanlah kabar gembira, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan hidup, yakni orang-orang yang apabila ditimpa musibah, apa pun bentuknya, besar maupun kecil, mereka berkata, Inna  lilla hi wa inna  ilaihi ra ji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka berkata demikian untuk menunjukkan kepasrahan total kepada Allah, bahwa apa saja yang ada di dunia ini adalah milik Allah; pun menunjukkan keimanan mereka akan adanya hari akhir. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk sehingga mengetahui kebenaran.", "long": "Allah akan menguji kaum Muslimin dengan berbagai ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (bahan makanan). Dengan ujian ini, kaum Muslimin menjadi umat yang kuat mentalnya, kukuh keyakinannya, tabah jiwanya, dan tahan menghadapi ujian dan cobaan. Mereka akan mendapat predikat sabar, dan merekalah orang-orang yang mendapat kabar gembira dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 163, "inSurah": 156 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena izaaa asaabathum museebatun qaalooo innaa lillaahi wa innaaa ilaihi raaji'oon" } }, "translation": { "en": "Who, when disaster strikes them, say, \"Indeed we belong to Allah, and indeed to Him we will return.\"", "id": "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/163", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/163.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/163.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehidupan manusia memang penuh cobaan. Dan Kami pasti akan menguji kamu untuk mengetahui kualitas keimanan seseorang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Bersabarlah dalam menghadapi semua itu. Dan sampaikanlah kabar gembira, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan hidup, yakni orang-orang yang apabila ditimpa musibah, apa pun bentuknya, besar maupun kecil, mereka berkata, Inna  lilla hi wa inna  ilaihi ra ji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka berkata demikian untuk menunjukkan kepasrahan total kepada Allah, bahwa apa saja yang ada di dunia ini adalah milik Allah; pun menunjukkan keimanan mereka akan adanya hari akhir. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk sehingga mengetahui kebenaran.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar memberitahukan ciri-ciri orang-orang yang mendapat kabar gembira yaitu orang yang sabar, apabila mereka ditimpa sesuatu musibah mereka mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un ) (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." } } }, { "number": { "inQuran": 164, "inSurah": 157 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 9, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika 'alaihim salawaatun mir Rabbihim wa rahma; wa ulaaa'ika humul muhtadoon" } }, "translation": { "en": "Those are the ones upon whom are blessings from their Lord and mercy. And it is those who are the [rightly] guided.", "id": "Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/164", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/164.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/164.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehidupan manusia memang penuh cobaan. Dan Kami pasti akan menguji kamu untuk mengetahui kualitas keimanan seseorang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Bersabarlah dalam menghadapi semua itu. Dan sampaikanlah kabar gembira, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan hidup, yakni orang-orang yang apabila ditimpa musibah, apa pun bentuknya, besar maupun kecil, mereka berkata, Inna  lilla hi wa inna  ilaihi ra ji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka berkata demikian untuk menunjukkan kepasrahan total kepada Allah, bahwa apa saja yang ada di dunia ini adalah milik Allah; pun menunjukkan keimanan mereka akan adanya hari akhir. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk sehingga mengetahui kebenaran.", "long": "Kabar gembira itu ialah berita bahwa orang yang sabar itu mendapat berkat, ampunan, rahmat dan pujian dari Allah, dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk kepada jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 165, "inSurah": 158 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0648\u064e\u0629\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u062c\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0637\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0641\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0637\u064e\u0648\u0651\u064e\u0639\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innas Safaa wal-Marwata min sha'aaa'iril laahi faman hajjal Baita awi'tamara falaa junaaha 'alaihi ai yattawwafa bihimaa; wa man tatawwa'a khairan fa innal laaha Shaakirun'Aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, as-Safa and al-Marwah are among the symbols of Allah. So whoever makes Hajj to the House or performs 'umrah - there is no blame upon him for walking between them. And whoever volunteers good - then indeed, Allah is appreciative and Knowing.", "id": "Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syi‘ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/165", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/165.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/165.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan perihal kiblat, Allah lalu beralih menguraikan apa yang terkait dengan Masjidilharam, yaitu bukit Safa dan Marwah. Sesungguhnya Safa dan Marwah, dua bukit di dekat Kakbah (sekarang dalam lingkup Masjidilharam) merupakan sebagian syi'ar agama Allah, karena orang yang haji dan umrah melakukan ritual ubudiyah dengan berlari kecil di antara keduanya. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Lakukanlah sai sesuai tuntunan Allah dan janganlah kamu merasa berdosa oleh istiadat kaum Jahiliah yang mengusap patung di pucuk kedua bukit itu. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri dengan memberikan pahala yang agung atas kebajikannya itu, dan Dia pun Maha Mengetahui.", "long": "Pada ayat ini kabar gembira itu ditegaskan kembali dengan menjelaskan bahwa Safa dan Marwah adalah salah satu tempat ibadah dan barang siapa ingin mengerjakan ibadah haji, haruslah ia melakukan sa'i antara Safa dan Marwah. Dengan demikian nyatalah bahwa kaum Muslimin pasti akan berhasil menaklukkan kota Mekah, karena Mekah adalah tempat melakukan ibadah haji yang menjadi rukun kelima dalam Islam yang harus dikerjakan oleh setiap Muslim yang mampu menunaikannya. Karena itu, Masjidilharam dan sekelilingnya harus dibersihkan dari berhala serta kemusyrikan. \n\nMeskipun ada perbedaan pendapat antara imam-imam mazhab mengenai hukum sa'i ini; ada yang menganggapnya sebagai rukun haji seperti Imam Malik dan Imam Syafi'i dan ada pula yang menganggapnya sebagai wajib haji seperti Imam Abu Hanifah, namun jelas bahwa sa'i itu harus dikerjakan dalam menunaikan ibadah haji. \n\nSecara umum, tidak ada perbedaan antara rukun dan wajib, tetapi khusus dalam masalah haji dibedakan antara keduanya. Rukun ialah yang harus dikerjakan atau tidak dapat diganti atau ditebus. Wajib ialah yang mesti dikerjakan tapi jika tertinggal harus diganti dengan membayar denda (dam). Yang menjadi pertanyaan di sini ialah mengapa dalam ayat ini disebutkan \"tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya\" padahal itu adalah suatu rukun yang wajib, dan tidak mungkin seseorang yang menunaikan rukun atau wajib akan berdosa.\n\nHal ini untuk menghilangkan keragu-raguan kaum Muslimin tentang mengerjakan sa'i, karena kaum musyrikin juga mengerjakan sa'i dalam ibadah mereka, seakan-akan apa yang dikerjakan kaum musyrikin itu tidak boleh dilakukan oleh kaum Muslimin dan mereka akan berdosa bila mengerjakannya. Jadi harus dipahami bahwa maksud mengerjakan sa'i kaum musyrikin berbeda dari kaum Muslimin. Mengerjakan sa'i itu adalah bukti atau perwujudan dari keimanan kepada Allah serta kepatuhan pada perintah-Nya. \n\nKemudian Allah menjelaskan bahwa barang siapa yang berbuat kebajikan atau amal ibadah lebih daripada yang diwajibkan kepadanya (mengerjakan yang sunah-sunah), Allah akan mensyukuri amal kebaikan itu dan Allah Maha Mengetahui semua amalan hamba-Nya. Maka janganlah ragu-ragu berbuat kebaikan, karena semua amal itu akan dibalas dengan berlipat ganda oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 166, "inSurah": 159 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d9 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yaktumoona maaa anzalnaa minal baiyinaati walhudaa mim ba'di maa baiyannaahu linnaasi fil kitaabi ulaaa'ika yal'anuhumul laahu wa yal'anuhumul laa 'inoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who conceal what We sent down of clear proofs and guidance after We made it clear for the people in the Scripture - those are cursed by Allah and cursed by those who curse,", "id": "Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur'an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/166", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/166.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/166.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengimbau umat Islam untuk menyampaikan kebenaran. Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan, yakni kitab-kitab samawi sebelum Al-Qur'an, dengan tidak memaparkannya kepada masyarakat atau menggantinya dengan yang lain, berupa keterangan-keterangan tentang satu kebenaran dan petunjuk, seperti sifat-sifat Nabi Muhammad atau hukum syariat tertentu setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab Al-Qur'an, mereka itulah orang yang dilaknat Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat: para malaikat dan kaum mukmin. Ayat ini berlaku bagi setiap orang yang sengaja menyembunyikan kebenaran dari Allah. Laknat itu akan selalu meliputi mereka, kecuali mereka yang telah bertobat dan menyesali dosa mereka, dan mengadakan perbaikan dengan berbuat saleh, dan menjelaskan-nya; mereka itulah yang Aku terima tobatnya, dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.", "long": "Ayat ini turun mengenai pendeta-pendeta Yahudi. Mereka menyembunyikan kepada kaum mereka tentang sifat-sifat Nabi Muhammad yang tersebut dalam kitab suci mereka, agar orang Yahudi jangan masuk Islam. Ahli Kitab selalu menyembunyikan kebenaran Islam serta kebenaran Nabi Muhammad saw padahal yang demikian itu telah tertulis dengan nyata dan jelas dalam kitab mereka. Orang-orang itu wajar mendapat laknat dari Allah dan dijauhkan dari rahmat serta kasih sayang-Nya dan wajar pula bila laknat dimintakan untuk mereka oleh malaikat dan manusia seluruhnya. Hukum mengenai kutukan bagi orang yang menyembunyikan ilmu pengetahuan yang sebenarnya mesti disiarkan dan dikembangkan tidak hanya terbatas pada Ahli Kitab, bahkan mencakup semua orang yang bersikap seperti itu. \n\nHal ini dikuatkan oleh sebuah hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, beliau bersabda:\n\nSiapa ditanya tentang suatu ilmu yang diketahuinya tetapi tidak mau menerangkannya kepada penanya itu maka Allah akan membelenggunya dengan belenggu dari api neraka pada hari Kiamat. (Riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah).\n\nAbu Hurairah berkata, \"Kalau tidak karena takut akan ancaman Allah dalam ayat ini (ayat 159) tentu saya tidak akan meriwayatkan suatu hadis pun dari Rasulullah.\" Karena itu seorang Muslim berkewajiban menyampaikan ilmu yang dimilikinya, baik yang berupa pengetahuan agama maupun berupa pengetahuan umum, yang bermanfaat bagi masyarakat. Bila diketahui akan ada pelanggaran terhadap hukum agama, atau penyelewengan dari akidah yang benar, seperti tersiarnya bid'ah dari aliran-aliran kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid, para ulama harus bangun serentak untuk mencegahnya, baik dengan lisan maupun tulisan. Dengan demikian kesucian agama dan kemurniannya akan tetap terpelihara.\n\nOrang Yahudi mendapat laknat karena mereka selalu menyembunyikan kebenaran. Bila mereka melihat sesuatu yang mungkar atau yang tidak benar, mereka diam saja dan tidak berusaha untuk mencegah atau memperbaikinya." } } }, { "number": { "inQuran": 167, "inSurah": 160 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Illal lazeena taaboo wa aslahoo wa baiyanoo fa ulaaa'ika atoobu 'alaihim; wa Anat Tawwaabur Raheem" } }, "translation": { "en": "Except for those who repent and correct themselves and make evident [what they concealed]. Those - I will accept their repentance, and I am the Accepting of repentance, the Merciful.", "id": "kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/167", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/167.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/167.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengimbau umat Islam untuk menyampaikan kebenaran. Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan, yakni kitab-kitab samawi sebelum Al-Qur'an, dengan tidak memaparkannya kepada masyarakat atau menggantinya dengan yang lain, berupa keterangan-keterangan tentang satu kebenaran dan petunjuk, seperti sifat-sifat Nabi Muhammad atau hukum syariat tertentu setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab Al-Qur'an, mereka itulah orang yang dilaknat Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat: para malaikat dan kaum mukmin. Ayat ini berlaku bagi setiap orang yang sengaja menyembunyikan kebenaran dari Allah. Laknat itu akan selalu meliputi mereka, kecuali mereka yang telah bertobat dan menyesali dosa mereka, dan mengadakan perbaikan dengan berbuat saleh, dan menjelaskan-nya; mereka itulah yang Aku terima tobatnya, dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.\nSungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir akan mendapat empat macam pembalasan. Pertama, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya; kedua, mereka kekal di dalamnya, di dalam laknat itu, dan karenanya mereka akan masuk neraka untuk selamanya; ketiga, mereka tidak akan diringankan azabnya; dan keempat, mereka tidak diberi penangguhan sebagaimana pada saat mereka di dunia.", "long": "Orang yang tobat dari kesalahan dan kelalaiannya serta memperbaiki dirinya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, menerangkan serta menyebarkan ilmu yang dimilikinya, berani menegakkan kebenaran serta memerangi kemungkaran dikecualikan dan dibebaskan dari laknat Allah. Bagi orang-orang yang seperti itu walaupun mereka telah terlanjur berbuat kesalahan, namun Allah tetap menyediakan ampunan, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jadi janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah dan petunjuk-Nya bagaimanapun besar dan banyaknya kesalahan serta dosanya, karena pintu tobat dan rahmat Allah terbuka selebar-lebarnya bagi orang yang insaf dan ingin memperbaiki dirinya." } } }, { "number": { "inQuran": 168, "inSurah": 161 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064c \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo wamaa too wa hum kuffaarun ulaaa'ika 'alaihim la 'natul laahi walmalaa'ikati wannaasi ajma'een" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve and die while they are disbelievers - upon them will be the curse of Allah and of the angels and the people, all together,", "id": "Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/168", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/168.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/168.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir akan mendapat empat macam pembalasan. Pertama, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya; kedua, mereka kekal di dalamnya, di dalam laknat itu, dan karenanya mereka akan masuk neraka untuk selamanya; ketiga, mereka tidak akan diringankan azabnya; dan keempat, mereka tidak diberi penangguhan sebagaimana pada saat mereka di dunia.", "long": "Orang-orang kafir, termasuk para Ahli Kitab yang tidak bertobat, kemudian mati dalam kekafiran, mereka tetap mendapat laknat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam neraka, tidak akan diringankan siksaan mereka dan tidak akan ditangguhkan. Demikian nasib mereka kelak pada hari kiamat, tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh, dan andaikata mereka sanggup memberikan emas sebesar bumi untuk menebus kesalahan mereka, pasti tidak akan diterima Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:\n\nSungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali 'Imran/3: 91)" } } }, { "number": { "inQuran": 169, "inSurah": 162 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "khaalideena feeha laa yukhaffafu 'anhumul 'azaabu wa laa hum yunzaroon" } }, "translation": { "en": "Abiding eternally therein. The punishment will not be lightened for them, nor will they be reprieved.", "id": "mereka kekal di dalamnya (laknat), tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/169", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/169.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/169.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir akan mendapat empat macam pembalasan. Pertama, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya; kedua, mereka kekal di dalamnya, di dalam laknat itu, dan karenanya mereka akan masuk neraka untuk selamanya; ketiga, mereka tidak akan diringankan azabnya; dan keempat, mereka tidak diberi penangguhan sebagaimana pada saat mereka di dunia.", "long": "Orang-orang kafir, termasuk para Ahli Kitab yang tidak bertobat, kemudian mati dalam kekafiran, mereka tetap mendapat laknat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam neraka, tidak akan diringankan siksaan mereka dan tidak akan ditangguhkan. Demikian nasib mereka kelak pada hari kiamat, tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh, dan andaikata mereka sanggup memberikan emas sebesar bumi untuk menebus kesalahan mereka, pasti tidak akan diterima Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:\n\nSungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali 'Imran/3: 91)" } } }, { "number": { "inQuran": 170, "inSurah": 163 }, "meta": { "juz": 2, "page": 24, "manzil": 1, "ruku": 20, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa ilaahukum illaahunw waahid, laaa ilaaha illaa Huwar Rahmaanur Raheem" } }, "translation": { "en": "And your god is one God. There is no deity [worthy of worship] except Him, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/170", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/170.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/170.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak berbilang; tidak ada tuhan yang disembah dengan hak selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang", "long": "Allah Tuhan yang Maha Esa, yang Maha Pemurah, Maha Penyayang. Dialah yang berhak disembah dan tidak boleh mempersekutukan-Nya dengan menyembah berhala-berhala dan lain sebagainya, seperti yang dilakukan oleh sebagian Ahli Kitab, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nMereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9: 31).\n\nDialah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, yang sangat luas dan banyak rahmat-Nya dan tidak boleh meminta pertolongan (dalam hal-hal yang di luar kesanggupan kodrat manusia) kecuali kepada-Nya, karena meminta rahmat dan pertolongan kepada selain-Nya adalah syirik dan berarti mengakui adanya kekuatan selain dari kekuasaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 171, "inSurah": 164 }, "meta": { "juz": 2, "page": 25, "manzil": 1, "ruku": 21, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u062b\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u062a\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u064a\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0650 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee khalqis samaawaati wal ardi wakhtilaafil laili wannahaari walfulkil latee tajree fil hahri bimaa yanfa'unnaasa wa maaa anzalal laahu minas samaaa'i mim maaa'in fa ahyaa bihil arda ba'da mawtihaa wa bas sa feehaa min kulli daaabbatinw wa tasreefir riyaahi wassahaabil musakhkhari bainas samaaa'i wal ardi la aayaatil liqawminy ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, in the creation of the heavens and earth, and the alternation of the night and the day, and the [great] ships which sail through the sea with that which benefits people, and what Allah has sent down from the heavens of rain, giving life thereby to the earth after its lifelessness and dispersing therein every [kind of] moving creature, and [His] directing of the winds and the clouds controlled between the heaven and the earth are signs for a people who use reason.", "id": "Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/171", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/171.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/171.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketahuilah, sesungguhnya pada penciptaan langit dengan ketinggian dan keluasannya serta benda-benda angkasa di lingkupnya; dan bumi yang terhampar luas; pergantian malam dan siang dengan perubahan panjang-pendeknya dan kemanfaatan masing-masing; kapal dan perahu yang berlayar di laut dengan membawa muatan berupa manusia dan aneka ragam barang yang bermanfaat bagi manusia; apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan air itu dihidupkan-Nya bumi dengan berbagai macam tumbuhan setelah tanaman tersebut mati atau kering; apa yang Dia tebarkan di dalam dan di permukaan-nya berupa bermacam-macam binatang; dan perkisaran angin, baik yang semilir maupun yang kencang; dan awan yang menggumpal dan dikendalikan untuk bergelantungan antara langit dan bumi; semua itu sungguh merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mengerti, menggunakan akalnya untuk mengambil pelajaran.", "long": "Dialah yang menciptakan langit dan bumi untuk keperluan manusia, maka seharusnyalah manusia memperhatikan dan merenungkan rahmat Allah yang Mahasuci itu karena dengan memperhatikan isi alam semuanya akan bertambah yakinlah dia pada keesaan dan kekuasaan-Nya, akan bertambah luas ilmu pengetahuannya mengenai alam ciptaan-Nya, pengetahuan itu dapat dimanfaatkan sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah yang Maha Mengetahui. \n\nDalam ayat ini Allah swt \"menuntun\" manusia untuk mau melihat, memperhatikan dan memikirkan segala yang ada dan terjadi di sekitarnya dengan menyebutkan ciptaan-ciptaan Nya. Penciptaan langit dan bumi sungguh sarat akan rahasia dan tanda-tanda kebesaran Allah swt. Ciptaan-ciptaan Allah itu ada yang bisa langsung terlihat dan nyata kemanfaatannya sehingga mudah kita memahaminya, tetapi tidak sedikit untuk memahaminya perlu melalui prosesi pemikiran dan perenungan yang panjang dan dalam. \n\nUpaya manusia untuk mengetahui rahasia dan tanda kebesaran Allah, telah pula mendorong mereka untuk semakin dekat kepada-Nya. Memahami kehebatan, kecanggihan dan keharmonisan jagat raya ini telah membuat tidak sedikit ilmuwan semakin menyadari dan yakin bahwa sesungguhnya semua yang ada di alam semesta ini sengaja direncanakan, dibuat, diatur, dan dipelihara oleh-Nya.\n\nPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa manusia pada kesimpulan bahwa sistem Tata Surya yang terdiri dari jutaan bintang bahkan mungkin lebih (termasuk di dalamnya bumi kita ini) hanyalah menjadi bagian kecil dari Galaksi Bima Sakti yang memuat lebih dari 100 milyar bintang. Dan Bima Sakti-pun hanyalah satu dari 500 milyar lebih galaksi dalam jagat raya yang diketahui.\n\nSesungguhnya semua bintang-bintang dalam alam semesta ini berada dalam lintasan orbit masing-masing yang telah ditentukan (adz-dzariyat/51 :7). Orbit-orbit dalam alam semesta juga dimiliki oleh galaksi-galaksi yang bergerak pada kecepatan yang tinggi dalam orbit-orbit yang telah ditetapkan. Ketika mereka bergerak, tidak ada satupun benda-benda langit ini yang memotong orbit atau bertabrakan dengan benda langit lainnya. \n\nBegitu pula perihal bumi ciptaan-Nya, semuanya menunjukkan kesempurnaan penciptanya. Allah berfirman yang artinya: \n\n¦Dan di bumi ini terdapat tanda-tanda kekuasan Allah bagi orang-orang yang yakin¦.. (adz-dzariyat/51: 20)\n\nSebuah ensiklopedia sains modern menggambarkan unsur-unsur kimia yang ada di bumi kita ini mempunyai variasi yang menakjubkan. Beberapa di antaranya langka karena susah ditemukan tapi ada juga yang berlimpah. Ada yang dapat dilihat oleh mata telanjang karena berbentuk cairan dan padatan, tetapi ada juga yang tak nampak karena berupa gas. Kenyataan ini mestinya dapat membimbing kita untuk semakin terkesan dengan keagungan dan keesaan Sang Pencipta nya, Allah swt.\n\nMunculnya siang dan malam silih berganti mengajak kita berfikir tentang adanya pengaturan yang sempurna. Pertanyaan yang muncul adalah \"siapa yang mengatur itu semua?\" Silih bergantinya malam dan siang, serta bergilir-nya antara keduanya, panjang dan pendeknya waktu, dan adanya berbagai musim merupakan pengaturan iklim yang sempurna yang terkondisi dengan nyaman untuk dapat dihuni oleh manusia. Kata al-fulk dalam ayat ini berarti bahtera atau perahu. Untuk membuat perahu dibutuhkan pengetahuan tentang sifat air, pergerakan angin, udara, awan yang berhubungan dengan musim, kaidah-kaidah dasar fisika fluida serta hukum dasar lainnya, seperti hukum Archimides untuk benda mengapung, ataupun konsep desain dan konstruksi. Akhirnya manusia dapat membuat kapal atau perahu untuk berlayar mengarungi lautan sehingga mereka dapat menjelajahi pelosok bumi. Di dalam silih bergantinya malam dan siang ini terdapat petunjuk tentang waktu dan arah lantaran kedua hal ini dibutuhkan dalam pelayaran. Dari fenomena alam ini pula manusia menciptakan ilmu falak dan pengetahuan tentang cuaca yang gunanya sangat banyak bagi memenuhi keperluan manusia. Allah berfirman yang artinya sebagai berikut:\n\n\"¦.Dan Dia lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut... (al-An'am/6: 97). Kemudian \"Dia turunkan dari langit berupa air\".\n\nDi dalam Al-Qur'an terdapat sejumlah ayat yang menjelaskan bagaimana Allah swt menurunkan air hujan. Ayat-ayat dimaksud adalah ar-Rum/30: 48; Qaf/50:9-11; Gafir/23: 18 dan 48-50; al-hijr/15: 22; Fathir/35: 91; al-A'raf/7: 57; al-Jasiyah/45: 5; ar-Ra'd/13 :17; al-Mulk/67 :30; az-Zumar/39: 21; an-Nur/24:43 dan al-Waqi'ah/56: 68.\n\nTerjadinya hujan secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut. Diawali dengan adanya penguapan air yang disebabkan oleh panasnya udara yang memanasi permukaan laut. Pemanasan mengakibatkan terjadinya pergeseran molekul-molekul zat air yang kemudian menjadi uap. Ketika uap tersebut naik ke atas, terbentuklah awan yang semakin menebal. Karena dingin dan berat awan tebal tadi berubah menjadi titik-titik air yang kemudian jatuh ke bumi. Itulah yang dinamakan hujan\".\n\n¦ lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan¦ (al-Baqarah/2: 164)\n\nDengan air inilah timbul kehidupan dengan berbagai tumbuhan di permukaan bumi, yang kemudian dimanfaatkan hewan dan manusia sebagai sumber kehidupan mereka. Akhirnya kehidupan di bumi berkembang sebagaimana bisa kita saksikan. Hal inipun diisyaratkan dalam firman Allah yang artinya sebagai berikut:\n\n¦.Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air diatasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah¦ (al-hajj/22: 5).\n\nTurunnya hujan yang menjadi pendukung kehidupan bagi tumbuhan, hewan dan manusia demikian itu merupakan bukti bahwa Allah Maha Esa dan Maha Menciptakan. Dan jika ditinjau dari segi kemanfaatannya, maka kenyataan tersebut merupakan rahmat Ilahi.\n\nHendaklah selalu diperhatikan dan diselidiki apa yang tersebut dalam ayat ini, yaitu:\n\n1.Diciptakannya bumi yang didiami manusia ini dan apa yang tersimpan di dalamnya merupakan perbendaharaan dan kekayaan yang tidak akan habis-habisnya baik di darat maupun di laut. Semua itu adalah nikmat dan kasih sayang Allah kepada manusia, oleh karena itu manusia harus memanfaatkan, menjaga dan melestarikannya untuk kehidupan yang baik dari generasi ke generasi berikutnya.\n\n2.Penciptaan langit dengan bintang-bintang dan planet semua berjalan dan bergerak menurut tata tertib dan aturan Ilahi. Tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan itu, apabila terjadi penyimpangan, akan terjadi tabrakan antara yang satu dengan yang lain dan akan binasalah alam ini seluruhnya. Hal ini tidak akan terjadi kecuali bila penciptanya sendiri yaitu Allah yang Mahakuasa telah menghendaki terjadinya hal tersebut.\n\n3. Pertukaran malam dan siang dan perbedaan panjang dan pendeknya waktu malam dan siang pada beberapa negeri karena perbedaan letaknya, kesemuanya itu membawa faedah dan manfaat yang amat besar bagi manusia. Walaupun sebab-sebabnya telah diketahui dengan perantaraan ilmu falak, tetapi penelitian manusia dalam hal ini harus dipergiat dan diperdalam lagi sehingga dengan pengetahuan itu manusia dapat lebih maju lagi dalam memanfaatkan rahmat Tuhan.\n\n4.Bahtera yang berlayar di lautan untuk membawa manusia dari satu negeri ke negeri lain dan untuk membawa barang-barang perniagaan untuk memajukan perekonomian. Bagi orang yang belum pernah berlayar di tengah-tengah samudera yang luas mungkin hal ini tidak akan menarik perhatian, tetapi bagi pelaut-pelaut yang selalu mengarungi lautan yang menjalani bagaimana hebatnya serangan ombak dan badai apalagi bila dalam keadaan gelap gulita di malam hari, hal ini pasti akan membawa kepada kesadaran bahwa memang segala sesuatu itu dikendalikan dan berada di bawah inayah Allah yang Mahakuasa dan Mahaperkasa.\n\n5.Allah swt menurunkan hujan dari langit sehingga dengan air hujan itu bumi yang telah mati atau kering dapat menjadi hidup dan subur, dan segala macam hewan dapat pula melangsungkan hidupnya dengan adanya air tersebut. Dapat digambarkan, bagaimana jika hujan tidak turun dari langit, semua daratan akan menjadi gurun, semua makhluk yang hidup akan mati dan musnah kekeringan.\n\n6.Perubahan arah angin dari suatu tempat ke tempat yang lain merupakan suatu tanda dan bukti bagi kekuasaan Allah serta kebesaran rahmat-Nya bagi manusia. Dahulu, sebelum adanya kapal api, kapal-kapal layarlah yang dipakai mengarungi lautan yang luas; dan bila tidak ada angin tentu kapal itu tidak dapat bergerak ke tempat yang dituju. Di antara angin itu ada yang menghalau awan ke tempat-tempat yang dikehendaki Allah, bahkan ada pula yang mengawinkan sari tumbuhan, dan banyak lagi rahasia-rahasia yang terpendam yang belum dapat diselidiki dan diketahui oleh manusia.\n\n7.Demikian pula, harus dipikirkan dan diperhatikan kebesaran nikmat Allah kepada manusia dengan bertumpuk-tumpuknya awan antara langit dan bumi. Ringkasnya, semua rahmat yang diciptakan Allah termasuk apa yang tersebut dalam ayat 164 ini patut dipikirkan dan direnungkan bahkan dibahas serta diteliti, untuk meresapkan keimanan yang mendalam dalam kalbu, dan untuk memajukan ilmu pengetahuan yang juga membawa kepada pengakuan akan keesaan dan kebesaran Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 172, "inSurah": 165 }, "meta": { "juz": 2, "page": 25, "manzil": 1, "ruku": 21, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u062f\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u062d\u064f\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u062d\u064f\u0628\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi mai yattakhizu min doonil laahi andaadai yuhibboonahum kahubbil laahi wallazeena aamanooo ashaddu hubbal lillah; wa law yaral lazeena zalamoo iz yarawnal 'azaaba annal quwwata lillaahi jamee'anw wa annallaaha shadeedul 'azaab" } }, "translation": { "en": "And [yet], among the people are those who take other than Allah as equals [to Him]. They love them as they [should] love Allah. But those who believe are stronger in love for Allah. And if only they who have wronged would consider [that] when they see the punishment, [they will be certain] that all power belongs to Allah and that Allah is severe in punishment.", "id": "Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/172", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/172.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/172.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara manusia, meski telah menyaksikan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang demikian banyak dan jelas, masih ada saja orang yang menyembah tuhan selain Allah. Mereka menjadikannya sebagai tandingan Allah, yang mereka cintai seperti mereka mencintai Allah. Mahasuci Allah dari segala tandingan dan sekutu. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah melebihi cinta orang musyrik kepada sesembahan dan berhala mereka. Mereka tidak mempersekutukan Allah dengan apa pun. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat dan mengetahui, ketika mereka melihat, menerima, dan merasakan azab pada hari kiamat, sedang mereka dan sesembahan mereka tidak mampu berbuat apa-apa, maka mereka baru menyadari bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya. Ketika itulah mereka baru menyesali kezaliman yang telah mereka lakukan, penyesalan yang tidak berguna sedikit pun.", "long": "Di antara manusia, baik zaman dahulu maupun zaman sekarang, ada yang menganggap bahwa di samping Allah ada lagi sesembahan yang diagungkan dan dicintai sama dengan mengagungkan dan mencintai Allah, seperti: berhala, pemimpin-pemimpin, arwah nenek moyang dan lain-lain sebagainya.\n\nApabila mereka mendapat nikmat dan kebaikan, mereka panjatkan syukur dan pujian kepada sesembahan tersebut, dan apabila mereka ditimpa kesusahan atau malapetaka mereka meminta dan berdoa kepada Allah dengan harapan mereka akan dapat ditolong dan dilepaskan dari cengkeraman bahaya yang mereka hadapi. Tindakan seperti ini adalah tindakan orang musyrik, bukan tindakan orang mukmin.\n\nSeorang mukmin tidak akan melakukan perbuatan seperti itu karena ia percaya dan yakin dengan sepenuh hatinya bahwa yang harus disembah adalah Allah dan yang harus dicintai dan dipanjatkan doa kepadanya hanyalah Allah. Di akhirat nanti orang yang mempersekutukan Allah dengan menyembah berhala, pemimpin dan arwah itu akan kekal di neraka dan akan menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa Allah sajalah yang Mahakuasa dan Dia sajalah yang berhak menyiksa dan siksa-Nya amat berat." } } }, { "number": { "inQuran": 173, "inSurah": 166 }, "meta": { "juz": 2, "page": 25, "manzil": 1, "ruku": 21, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u0623\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064f\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Iz tabarra al lazeenat tubi'oo minal lazeenattaba'oo wa ra awul 'azaaba wa taqatta'at bihimul asbaab" } }, "translation": { "en": "[And they should consider that] when those who have been followed disassociate themselves from those who followed [them], and they [all] see the punishment, and cut off from them are the ties [of relationship],", "id": "(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/173", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/173.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/173.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah hari kiamat, hari ketika orang-orang yang diikuti, yakni para pemimpin, berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti atau orang yang mereka pimpin; dan mereka melihat azab pedih yang tidak bisa mereka hindari, dan pada hari itu segala hubungan antara mereka terputus, baik hubungan nasab, persahabatan, percintaan, maupun pekerjaan. Pada hari itu setiap manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing (Lihat: Surah Abasa/80: 34-37).", "long": "Pada saat menerima azab di akhirat mereka melihat sesembahan yang mereka sembah selagi di dunia, berlepas diri dari mereka dan menyatakan tidak bertanggung jawab atas kesesatan dan kekeliruan mereka dalam menyembah selain Allah. Karena itu mereka mengharap-harap kiranya mereka diberi kesempatan hidup kembali di dunia, agar mereka dapat menyembah Allah saja dan berlepas diri dari berhala serta pemimpin-pemimpin yang mereka sembah dahulu. Dengan demikian mereka tidak akan mengalami kepahitan dan kegetiran seperti yang mereka alami itu. Tetapi harapan itu sia-sia belaka karena nasi telah menjadi bubur. Mereka akan tetap berada dalam neraka dan tidak dapat keluar lagi dari sana, baik untuk kembali ke dunia guna memperbaiki akidah dan amalnya, ataupun untuk masuk ke surga, karena pintu surga tertutup bagi orang-orang musyrik." } } }, { "number": { "inQuran": 174, "inSurah": 167 }, "meta": { "juz": 2, "page": 25, "manzil": 1, "ruku": 21, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0646\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u0623\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0627\u0631\u0650\u062c\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeenat taba'oo law anna lanaa karratan fanatabarra a minhum kamaa tabarra'oo minnaa; kazaalika yureehimullaahu a'maalahum hasaraatin 'alaihim wa maa hum bikhaarijeena minan Naar" } }, "translation": { "en": "Those who followed will say, \"If only we had another turn [at worldly life] so we could disassociate ourselves from them as they have disassociated themselves from us.\" Thus will Allah show them their deeds as regrets upon them. And they are never to emerge from the Fire.", "id": "Dan orang-orang yang mengikuti berkata, “Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal per-buatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/174", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/174.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/174.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan karena dahsyatnya siksa Allah yang mereka saksikan, orang-orang yang mengikuti berkhayal dan berkata, \"Sekiranya kami mendapat kesempatan kembali ke dunia, tentu kami akan berlepas tangan dari mereka; kami tidak akan mengikuti mereka sebagaimana pada hari ini mereka berlepas tangan dari kami dan tidak bertanggung jawab atas ajakan dan tipu daya mereka kepada kami.\" Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka seluruh amal perbuatan mereka, membiarkan mereka larut di dalamnya. Perbuatan itulah yang menjadi sebab penyesalan mereka di akhirat, penyesalan yang sama sekali tidak berguna. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka; mereka kekal dan abadi di dalamnya.", "long": "Pada saat menerima azab di akhirat mereka melihat sesembahan yang mereka sembah selagi di dunia, berlepas diri dari mereka dan menyatakan tidak bertanggung jawab atas kesesatan dan kekeliruan mereka dalam menyembah selain Allah. Karena itu mereka mengharap-harap kiranya mereka diberi kesempatan hidup kembali di dunia, agar mereka dapat menyembah Allah saja dan berlepas diri dari berhala serta pemimpin-pemimpin yang mereka sembah dahulu. Dengan demikian mereka tidak akan mengalami kepahitan dan kegetiran seperti yang mereka alami itu. Tetapi harapan itu sia-sia belaka karena nasi telah menjadi bubur. Mereka akan tetap berada dalam neraka dan tidak dapat keluar lagi dari sana, baik untuk kembali ke dunia guna memperbaiki akidah dan amalnya, ataupun untuk masuk ke surga, karena pintu surga tertutup bagi orang-orang musyrik." } } }, { "number": { "inQuran": 175, "inSurah": 168 }, "meta": { "juz": 2, "page": 25, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064f\u0637\u064f\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan naasu kuloo mimmaa fil ardi halaalan taiyibanw wa laa tattabi'oo khutu waatish Shaitaan; innahoo lakum 'aduwwum mubeen" } }, "translation": { "en": "O mankind, eat from whatever is on earth [that is] lawful and good and do not follow the footsteps of Satan. Indeed, he is to you a clear enemy.", "id": "Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/175", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/175.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/175.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal, yaitu yang tidak haram, baik zatnya maupun cara memperolehnya. Dan selain halal, makanan juga harus yang baik, yaitu yang sehat, aman, dan tidak berlebihan. Makanan dimaksud adalah yang terdapat di bumi yang diciptakan Allah untuk seluruh umat manusia, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan yang selalu merayu manusia agar memenuhi kebutuhan jasmaninya walaupun dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan Allah. Waspadailah usaha setan yang selalu berusaha menjerumuskan manusia dengan segala tipu dayanya. Allah mengingatkan bahwa sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu, wahai manusia.", "long": "Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa ayat ini turun mengenai suatu kaum yang terdiri dari Bani Saqif, Bani Amir bin Sa'sa'ah, Khuza'ah dan Bani Mudli. Mereka mengharamkan menurut kemauan mereka sendiri memakan beberapa jenis binatang seperti bahirah yaitu unta betina yang telah beranak lima kali dan anak kelima itu jantan, lalu dibelah telinganya; dan wasilah yaitu domba yang beranak dua ekor, satu jantan dan satu betina, lalu anak yang jantan tidak boleh dimakan dan harus diserahkan kepada berhala. Padahal Allah tidak mengharamkan memakan jenis binatang itu, bahkan telah menjelaskan apa-apa yang diharamkan memakan-Nya dalam firman-Nya:\n\nDiharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, dan (hewan yang mati) tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih, dan (diharamkan juga bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, itu adalah suatu kefasikan. (al-Ma'idah/5: 3).\n\nSegala sesuatu selain dari yang tersebut dalam ayat ini boleh dimakan, sedangkan bahirah dan wasilah tidak tersebut di dalam ayat itu. Memang ada beberapa ulama berpendapat bahwa di samping yang tersebut dalam ayat itu, ada lagi yang diharamkan memakannya berdasarkan hadis Rasulullah saw seperti makan binatang yang bertaring tajam atau bercakar kuat. \n\nAllah menyuruh manusia makan makanan yang baik yang terdapat di bumi, yaitu planet yang dikenal sebagai tempat tinggal makhluk hidup seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan lainnya. Sedang makanan yang diharamkan oleh beberapa kabilah yang ditetapkan menurut kemauan dan peraturan yang mereka buat sendiri halal dimakan, karena Allah tidak mengharamkan makanan itu. Allah hanya mengharamkan beberapa macam makanan tertentu sebagaimana tersebut dalam ayat 3 surah al-Ma'idah dan dalam ayat 173 surah al-Baqarah ini.\n\nSelain dari yang diharamkan Allah dan selain yang tersebut dalam hadis sesuai dengan pendapat sebagian ulama adalah halal, boleh dimakan. Kabilah-kabilah itu hanya mengharamkan beberapa jenis tanaman dan binatang berdasarkan hukum yang mereka tetapkan dengan mengikuti tradisi yang mereka warisi dari nenek moyang mereka, dan karena memperturutkan hawa nafsu dan kemauan setan belaka. Janganlah kaum Muslimin mengikuti langkah-langkah setan, karena setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 176, "inSurah": 169 }, "meta": { "juz": 2, "page": 25, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa yaamurukum bissooo'i walfahshaaa'i wa an taqooloo alal laahi maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "He only orders you to evil and immorality and to say about Allah what you do not know.", "id": "Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/176", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/176.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/176.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai musuh manusia, sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat, yaitu perbuatan yang mengotori jiwa dan berakibat buruk terhadap kehidupan meskipun tanpa sanksi hukum duniawi, seperti menyakiti sesama, menebar permusuhan, merusak persatuan dengan cara mengadu domba dan menyebar kebohongan, berhati dengki, angkuh dan sombong, dan setan juga menyuruh manusia berbuat keji, yaitu perbuatan yang tidak sejalan dengan tuntunan agama dan akal sehat, khususnya yang telah ditetapkan sanksi duniawinya, seperti zina dan pembunuhan, dan setan juga membisikkan agar kamu mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah dengan mengatakan bahwa Allah punya istri dan punya anak, padahal Allah Mahasuci dari hal tersebut.", "long": "Setan selalu menyuruh manusia agar melakukan kejahatan dan mengerjakan yang keji dan yang mungkar. Setan tidak rela dan tidak senang bila melihat seseorang beriman kepada Allah dan menaati segala perintah dan peraturan-Nya. Setan tidak segan-segan menyuruh manusia berdusta terhadap Allah dengan menyuruh membuat peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang bertentangan dengan hukum Allah sehingga dengan demikian akan kacau-balaulah peraturan agama dan tidak dapat diketahui lagi mana peraturan agama dan mana yang bukan." } } }, { "number": { "inQuran": 177, "inSurah": 170 }, "meta": { "juz": 2, "page": 26, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahumuttabi'oo maaa anzalal laahu qaaloo bal nattabi'u maaa alfainaa 'alaihi aabaaa'anaaa; awalaw kaana aabaaa'hum laa ya'qiloona shai'anw wa laa yahtadoon" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Follow what Allah has revealed,\" they say, \"Rather, we will follow that which we found our fathers doing.\" Even though their fathers understood nothing, nor were they guided?", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.” Mereka menjawab, “(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya).” Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/177", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/177.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/177.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, yaitu orang-orang musyrik, \"Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah kepada para nabi yaitu tuntunan mengenai kebenaran, mereka menolak nasihat tersebut dan mereka menjawab, Tidak! Kami tidak mau mengikuti nasihat itu, karena cukup bagi kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami. Mereka mengatakan hal ini karena ingin melestarikan tradisi yang dilakukan nenek moyang mereka, antara lain menyembah berhala, meminum minuman keras, dan perilaku tidak terpuji lainnya. Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun tentang tradisi yang dijalankan selain juga mengikuti nenek moyang sebelumnya, dan mereka tidak mendapat petunjuk dasar-dasar kebenaran tradisi tersebut.", "long": "Sungguh aneh kemauan dan jalan pikiran pengikut setan. Apabila dikatakan kepada mereka, \"Ikutilah peraturan yang diturunkan Allah,\" mereka menjawab, \"Kami tidak akan mengikutinya; kami hanya akan mengikuti peraturan yang kami pusakai dari nenek moyang kami.\" Padahal sudah jelas bahwa peraturan-peraturan itu hanya dibuat menurut hawa nafsu belaka. \n\nApakah mereka tidak dapat memikirkan dan meneliti sehingga dapat mengetahui bahwa peraturan-peraturan itu tidak ada faedah dan manfaatnya?\" Apakah mereka akan mematuhi juga peraturan-peraturan itu walaupun nenek moyang mereka yang membuat peraturan-peraturan itu adalah bodoh, tidak mengetahui suatu apa pun dan tidak pula dapat petunjuk dari Allah? Dalam ayat ini dapat diambil suatu kesimpulan yaitu bahwa seorang Muslim tidak boleh bertaklid buta kepada siapa pun karena bertaklid buta itu adalah sifat para pengikut setan." } } }, { "number": { "inQuran": 178, "inSurah": 171 }, "meta": { "juz": 2, "page": 26, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0646\u0652\u0639\u0650\u0642\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0646\u0650\u062f\u064e\u0627\u0621\u064b \u06da \u0635\u064f\u0645\u0651\u064c \u0628\u064f\u0643\u0652\u0645\u064c \u0639\u064f\u0645\u0652\u064a\u064c \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa masalul lazeena kafaroo kamasalil lazee yan'iqu bimaa laa yasma'u illaa du'aaa'anw wa nidaaa'aa; summum bukmun 'umyun fahum laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "The example of those who disbelieve is like that of one who shouts at what hears nothing but calls and cries cattle or sheep - deaf, dumb and blind, so they do not understand.", "id": "Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/178", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/178.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/178.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perumpamaan bagi penyeru yang mengajak orang yang kafir agar mereka mengikuti kebenaran, yaitu beriman kepada Allah dan hari Akhir, adalah seperti penggembala yang meneriaki binatang gembalaannya yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. Mereka mendengar panggilan dan ajakan, tetapi mereka tidak memahami maksud dan manfaatnya, sehingga mereka memilih mempertahankan tradisi nenek moyang mereka. Hal itu karena telinga mereka tuli tidak berfungsi untuk mendengarkan nasihat dan bimbingan, mulut mereka bisu tidak bisa difungsikan untuk bertanya dan berbicara kebenaran, dan mata mereka buta tidak dapat melihat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah yang tersebar di alam nyata, maka mereka tidak mengerti dan tidak menyadari kalau sudah melakukan kesalahan yang besar, yaitu mengikuti tradisi nenek moyang yang keliru padahal telah datang ajaran kebenaran yang dibawa oleh para rasul Allah.", "long": "Allah memberikan perumpamaan bagi orang kafir yang menerima saja semua yang diperintahkan pemimpin mereka dan apa yang dilakukan nenek moyang mereka sehingga mereka menolak ajaran Islam yang benar dan sesuai dengan akal pikiran. Mereka seperti hewan piaraan, yang bila dipanggil oleh tuannya, ia datang, bila diusir ia pergi dan bila ia dilarang memasuki suatu padang rumput, ia menghindarinya, sedangkan ia sendiri tidak mengerti apalagi memikirkan untuk apa dipanggil, untuk apa diusir dan untuk apa tidak dibolehkan memasuki suatu tempat. Demikianlah orang kafir itu seakan-akan tidak bertelinga untuk mendengar, tidak berlidah untuk berbicara dan tidak punya mata untuk melihat dan memperhatikan." } } }, { "number": { "inQuran": 179, "inSurah": 172 }, "meta": { "juz": 2, "page": 26, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo kuloo min taiyibaati maa razaqnaakum washkuroo lillaahi in kuntum iyyaahu ta'budoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, eat from the good things which We have provided for you and be grateful to Allah if it is [indeed] Him that you worship.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/179", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/179.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/179.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang sehat, aman dan tidak berlebihan, dari yang Kami berikan kepada kamu melalui usaha yang kamu lakukan dengan cara yang halal. Dan bersyukurlah kepada Allah dengan mengakui bahwa semua rezeki berasal dari Allah dan kamu harus memanfaatkannya sesuai ketentuan Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.", "long": "Di dalam ayat ini ditegaskan agar seorang mukmin makan makanan yang baik yang diberikan Allah, dan rezeki yang diberikan-Nya itu haruslah disyukuri. Dalam ayat 168 perintah makan makanan yang baik-baik ditujukan kepada manusia umumnya. Karenanya, perintah itu diiringi dengan larangan mengikuti ajaran setan. Sedangkan dalam ayat ini perintah ditujukan kepada orang mukmin saja agar mereka makan rezeki Allah yang baik-baik. Sebab itu, perintah ini diiringi dengan perintah mensyukurinya." } } }, { "number": { "inQuran": 180, "inSurah": 173 }, "meta": { "juz": 2, "page": 26, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0646\u0632\u0650\u064a\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0647\u0650\u0644\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0636\u0652\u0637\u064f\u0631\u0651\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0628\u064e\u0627\u063a\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innamaa harrama 'alaikumul maitata waddama wa lahmal khinzeeri wa maaa uhilla bihee lighairil laahi famanid turra ghaira baaghinw wa laa 'aadin falaaa isma 'alaih; innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "He has only forbidden to you dead animals, blood, the flesh of swine, and that which has been dedicated to other than Allah. But whoever is forced [by necessity], neither desiring [it] nor transgressing [its limit], there is no sin upon him. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/180", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/180.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/180.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu beberapa hal. Pertama, bangkai, yaitu binatang yang mati tidak dengan disembelih secara sah menurut ketentuan agama; kedua, darah yang aslinya mengalir, bukan limpa dan hati yang aslinya memang beku; ketiga, daging babi dan bagian tubuh babi lainnya seperti tulang, lemak, dan lainnya serta produk turunannya; dan, keempat, daging hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, yaitu hewan persembahan untuk patung dan roh halus yang dianggap oleh orang musyrik dapat memberikan perlindungan dan keselamatan. Tetapi barang siapa terpaksa memakannya karena kalau tidak memakannya diduga menyebabkan kematian akibat kelaparan, bukan karena menginginkannya tetapi memang tidak ada makanan lain, dan tidak pula melampaui batas karena yang dimakan hanya sekadar untuk bertahan hidup, maka tidak ada dosa baginya memakan makanan yang diharamkan itu. Sungguh, Allah Maha Pengampun terhadap dosa yang dilakukan oleh hamba-Nya, apalagi dosa yang tidak disengaja. Allah Maha Penyayang kepada seluruh hamba-Nya, sehingga dalam keadaan darurat Dia membolehkan memakan makanan yang diharamkan agar hamba-Nya tidak mati kelaparan.", "long": "Menetapkan suatu hukum dengan menghalalkan atau mengharamkan sesuatu, sepenuhnya hak Allah swt, karena Dialah yang berkuasa. Dialah yang disembah, ditaati segala perintah-Nya dan dijauhi segala larangan-Nya. Kalau ada seseorang mengharamkan sesuatu atau menghalalkannya maka sebenarnya orang itu telah menyamakan dirinya dengan Allah, dan tidak boleh diikuti. Membenarkan orang itu sama dengan mempersekutukan Allah dan mengakui bahwa di samping Allah ada yang berhak dibenarkan dan dipatuhi hukumnya. Demikianlah halnya orang musyrik, mereka menyembah dan mematuhi perintah selain Allah berupa berhala-berhala, pemimpin-pemimpin yang menguasai berhala-berhala itu, mereka tidak diakui oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai orang mukmin selama mereka mempunyai kepercayaan seperti itu.\n\nDi sini ditegaskan makanan yang diharamkan ada empat macam itu saja. Ada lagi beberapa jenis binatang yang dilarang dimakan berdasarkan ayat seperti yang tersebut di atas. Kemudian dijelaskan lagi bahwa tidak berdosa orang yang dalam keadaan darurat makan makanan yang diharamkan, apabila mereka benar-benar dalam keadaan darurat, seperti tidak ada lagi makanan yang akan dimakan, dan jika tidak dimakan akan membawa bahaya besar atau kematian. Sebenarnya mereka tidak ingin bahkan merasa jijik memakannya, tapi hanya sekadar untuk menyelamatkan jiwanya. Adapun memakan yang lebih dari itu hukumnya tetap haram. Ini kehendak Allah dan Allah tidak memberatkan seorang hamba lebih daripada kesanggupannya.\n\nMenurut jumhur ulama, makanan yang haram dimakan, haram pula diperjualbelikan, karena najis, kecuali ulama Hanafi dan Zahiri yang mengatakan bahwa segala yang dapat dimanfaatkan, boleh diperjualbelikan, seperti jual beli kotoran hewan dan sampah-sampah yang najis, karena dibutuhkan penggunaannya di kebun-kebun dan lain-lain.\n\nAyat tersebut menerangkan dengan jelas bahwa umat Islam dilarang memakan bangkai, darah dan daging babi. Darah dan bangkai sudah jelas, karena di dalamnya banyak mengandung racun. Sedangkan mengenai daging babi, mungkin perlu penjelasan lebih lanjut.\n\nMenurut saintis, babi adalah binatang yang berbentuk seperti tong, dengan kaki yang pendek. Babi hutan yang ada saat ini diduga sebagai nenek moyang babi peliharaan. Babi hutan dapat berlari sangat cepat dan pandai berenang. Mereka termasuk pemakan segala macam makanan, mulai dari rumput sampai bangkai. Bahkan babi ternak menyukai kotorannya sendiri. Dengan demikian, bukan persoalan kebersihan peternakan babi yang perlu dibicarakan di sini, akan tetapi memang babi secara alami bukan binatang yang bersih. Bagaimanapun canggihnya sistem kebersihan yang diterapkan, sifat babi tersebut tidak berubah.\n\nSesuai dengan cara hidup alaminya yang sangat jorok, maka mereka memiliki kandungan antibodi (suatu zat yang dihasilkan tubuh untuk pertahanan diri terhadap penyakit) yang tinggi. Kandungan antibodi yang tinggi yang tersimpan di dalam daging babi, kurang menguntungkan kesehatan manusia yang memakannya. Termasuk dalam hal ini kandungan kolesterol dan lemak yang tinggi yang ada pada daging babi.\n\nKematangan seksual babi sangat cepat. Babi jantan sudah matang dan dapat membuahi pada umur delapan bulan. Sedangkan babi betina sudah dapat beranak setelah umur enam bulan. Mereka baru berhenti beranak pada umur 15 tahun. Babi betina dapat beranak sampai dengan 20 ekor dalam sekali pembuahan. Dorongan seksual babi sangat besar. \n\nPertumbuhan anak babi sangat cepat. Ketika lahir, beratnya sekitar 2 kg. Setelah enam bulan, beratnya dapat mencapai 100 kg. Berat babi dapat mencapai, yang terbesar ditemukan, 363 kg. Semua ini dapat terjadi karena babi memiliki hormon pertumbuhan dan hormon seksual yang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan babi banyak memiliki lemak. Kedua hormon tersebut (yang hadir dalam jumlah tinggi) juga menambah panjang daftar penyebab mengapa daging babi tidak baik untuk dikonsumsi.\n\nBeberapa penelitian medis menyebutkan bahwa dalam tubuh babi terkandung beberapa virus yang dapat menyebabkan seseorang yang memakannya terjangkit suatu penyakit. Di samping itu satu penelitian menyebutkan bahwa satu dari enam orang di Amerika terserang kuman pada ototnya karena mengkonsumsi babi. Hal ini bisa terjadi karena dalam tubuh babi terkandung beberapa jenis cacing pita yang membahayakan. Seperti sudah banyak diketahui bahwa penyakit cacing pita Trichinellosis ditularkan melalui daging babi. Tenasolium adalah salah satu nama cacing yang berkembang biak dalam pencernaan yang panjangnya dapat mencapai delapan meter. \n\nBeberapa penyakit yang merebak secara luas oleh penyakit dengan babi sebagai inangnya dapat disimak di bawah ini. Pada 1968 ditemukan sejenis kuman dari daging babi yang merupakan penyebab dari kematian sekian banyak pasien di Belanda dan Denmark. Pada 1918, flu Babi pernah menyerang banyak bagian dari dunia kita dan menelan korban jutaan orang. Flu ini kembali muncul pada 1977, dan di Amerika Serikat ketika itu dilakukan imunisasi yang menelan biaya mencapai 135 juta dolar.\n\nWabah virus flu burung dan SARS pada tahun 2005-2007 juga tidak lepas dari peran binatang babi sebagai hospes (inang) perantara bagi beberapa virus dari hewan lain yang juga dapat menular pada manusia seperti virus SARS dan flu burung. \n\nBeberapa penyakit lainnya yang dapat ditimbulkan babi adalah menularkan penyakit influensa, radang otak (Japanese B. Encephalitis), peradangan mulut dan hati (Stomatitis dan Myocarditis) dan lainnya. Salah satu temuan baru yang terungkap setelah maraknya rekayasa genetika adalah ditemukannya virus-virus yang terdapat pada babi yang tidak terbunuh melalui cara dibakar atau pemasakan biasa. Ada juga cacing yang disebut Trichine yang dapat masuk dan berdiam di tubuh manusia selama bertahun-tahun.\n\nLemak babi mengandung complicated fats antara lain triglycerides, dan dagingnya mengandung kolesterol yang sangat tinggi, mencapai lima belas kali lipat lebih banyak dari daging sapi. Dalam Encydopedia Americana dijelaskan perbandingan antara kadar lemak yang terdapat pada babi, domba, dan kerbau. Dalam kadar berat yang sama, babi mengandung 50% lemak, domba 17%, dan kerbau tidak lebih dari 5%. \n\nBeberapa bagian babi diketahui dapat digunakan untuk menggantikan organ manusia. Misalnya saja katup jantung babi adalah pengganti katup jantung manusia yang terbaik. Tetapi perlu dicermati, karena babi juga merupakan tempat hidupnya banyak bakteri, virus dan parasit yang berbahaya untuk manusia, maka kemungkinan akan menulari manusia yang menerima organ babi tersebut menjadi sangat tinggi." } } }, { "number": { "inQuran": 181, "inSurah": 174 }, "meta": { "juz": 2, "page": 26, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d9 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yaktumoona maaa anzalal laahu minal kitaabi wa yashtaroona bihee samanan qaleelan ulaaa'ika maa yaakuloona fee butoonihim illan Naara wa laa yukallimu humul laahu Yawmal Qiyaamati wa laa yuzakkeehim wa lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, they who conceal what Allah has sent down of the Book and exchange it for a small price - those consume not into their bellies except the Fire. And Allah will not speak to them on the Day of Resurrection, nor will He purify them. And they will have a painful punishment.", "id": "Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya, dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/181", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/181.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/181.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab petunjuk yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan menjualnya dengan harga murah, yaitu menukarnya dengan kepentingan duniawi, harta, dan kedudukan yang sifatnya sementara, maka atas perbuatan tersebut mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya. Menukar Kitab Suci dan petunjuk yang ada di dalamnya dengan kepentingan duniawi sama halnya dengan merelakan diri untuk masuk ke neraka, dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat karena kemurkaan Allah atas perbuatan mereka sekaligus sebagai penghinaan untuk mereka, dan Allah tidak akan menyucikan mereka dari kotoran dosa akibat perbuatan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih di dalam neraka.", "long": "Orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya disebabkan memperturutkan keinginan dan hawa nafsunya, serta takut akan kehilangan pengaruh dan kedudukan dan khawatir tidak akan mendapat kekayaan dan harta benda lagi, mereka itu orang yang telah menjual agamanya dengan harga yang amat murah. Apalah arti kesenangan hidup di dunia ini yang bersifat sementara saja kalau dibandingkan dengan kenikmatan hidup di akhirat yang kekal abadi.\n\nBarang-barang yang mereka dapatkan di dunia ini dengan jalan yang sesat, di akhirat nanti akan menjadi api yang menyala-nyala yang selalu mereka telan dan masuk ke dalam perut mereka sehingga mereka amat tersiksa.\n\nDi samping itu Allah sangat murka kepada mereka, sehingga apa pun yang mereka keluhkan dan dengan cara bagaimanapun mereka memohon ampunan agar dikasihani, Allah tidak akan mendengarkan keluhan dan permintaan mereka. Allah tidak akan mau berbicara dengan orang yang selalu menyembunyikan apa yang diturunkan-Nya dan selalu durhaka kepada-Nya. Allah tidak akan menghapus dosa mereka dan tidak pula akan membersihkan mereka dari kesalahan serta kesesatan di dunia, bahkan bagi mereka telah disediakan azab yang sangat pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 182, "inSurah": 175 }, "meta": { "juz": 2, "page": 26, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeenash tarawud dalaalata bilhudaa wal'azaaba bilmaghfirah; famaaa asbarahum 'alan Naar" } }, "translation": { "en": "Those are the ones who have exchanged guidance for error and forgiveness for punishment. How patient they are in pursuit of the Fire!", "id": "Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/182", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/182.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/182.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang menyembunyikan isi Kitab Suci itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, yaitu menukar petunjuk yang berasal dari Allah melalui rasul-Nya dengan kepentingan duniawi karena mengikuti hawa nafsu, dan menukar azab dengan ampunan, yakni lebih memilih azab neraka daripada ampunan Allah. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka, padahal mereka tidak akan sanggup menahan siksa neraka yang sangat pedih dan menyakitkan!", "long": "Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk yang diturunkan Allah kepada rasul-rasul-Nya. Bahkan sebenarnya mereka telah membeli siksaan dengan ampunan. Sesungguhnya yang mereka lakukan ini adalah jual-beli yang amat merugikan yang tidak akan dilakukan oleh orang yang waras pikirannya serta dapat mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk. Tetapi meskipun mereka telah diberi akal pikiran, mereka tidak mempergunakannya karena telah dipengaruhi hawa nafsu dan disilaukan pangkat dan kedudukan. Mereka giat dan gigih mengerjakan perbuatan yang akan membawa dan memasukkan mereka ke dalam neraka kelak di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 183, "inSurah": 176 }, "meta": { "juz": 2, "page": 26, "manzil": 1, "ruku": 22, "hizbQuarter": 10, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0634\u0650\u0642\u064e\u0627\u0642\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annal laaha nazzalal kitaaba bilhaqq; wa innal lazeenakh talafoo fil kitaabi lafee shiqaaqim ba'eed" } }, "translation": { "en": "That is [deserved by them] because Allah has sent down the Book in truth. And indeed, those who differ over the Book are in extreme dissension.", "id": "Yang demikian itu karena Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran, dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (kebenaran) Kitab itu, mereka dalam perpecahan yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/183", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/183.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/183.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu karena Allah telah menurunkan Kitab Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, tetapi mereka berselisih paham tentang kebenaran informasi Kitab Al-Qur'an, sehingga ada yang menolak isinya secara keseluruhan dan ada yang menolak sebagian isinya dan menerima sebagian yang lain. Dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang kebenaran informasi Kitab itu, sesungguhnya mereka dalam perpecahan dan penyimpangan yang jauh dari kebenaran.", "long": "Allah telah menurunkan Al-Qur'an dan kitab-kitab yang sebelum-nya yang membawa kebenaran. Sedangkan mereka menyembunyikan dan menafsirkannya menurut hawa nafsunya sehingga hal ini menimbulkan perselisihan yang tajam di antara mereka sendiri. Orang yang mempertengkarkan kebenaran yang dibawa oleh kitab itu sudah jauh menyimpang dan terperosok ke dalam jurang kesesatan. Mereka akan mendapat siksaan yang pedih dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 184, "inSurah": 177 }, "meta": { "juz": 2, "page": 27, "manzil": 1, "ruku": 23, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u0650\u0628\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0651\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064f\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0630\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0648\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650 \u06d7 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laisal birra an tuwalloo wujoohakum qibalal mashriqi walmaghribi wa laakinnal birra man aamana billaahi wal yawmil aakhiri wal malaaa 'ikati wal kitaabi wan nabiyyeena wa aatalmaala 'alaa hubbihee zawilqurbaa walyataa maa walmasaakeena wabnas sabeeli wassaaa'ileena wa firriqaabi wa aqaamas salaata wa aataz zakaata walmoofoona bi ahdihim izaa 'aahadoo wasaabireena fil baasaaa'i waddarraaa'i wa heenal baas; ulaaa'ikal lazeena sadaqoo wa ulaaa 'ika humul muttaqoon" } }, "translation": { "en": "Righteousness is not that you turn your faces toward the east or the west, but [true] righteousness is [in] one who believes in Allah, the Last Day, the angels, the Book, and the prophets and gives wealth, in spite of love for it, to relatives, orphans, the needy, the traveler, those who ask [for help], and for freeing slaves; [and who] establishes prayer and gives zakah; [those who] fulfill their promise when they promise; and [those who] are patient in poverty and hardship and during battle. Those are the ones who have been true, and it is those who are the righteous.", "id": "Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/184", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/184.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/184.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan bahwa kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, yaitu salat tanpa dibarengi kekhusyukan dan keikhlasan, karena menghadapkan hal itu bukanlah pekerjaan yang susah. Tetapi kebajikan yang sesungguhnya itu ialah pada hal-hal sebagai berikut. Kebajikan orang yang beriman kepada a) Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun; b) hari akhir yaitu hari pembalasan segala amal perbuatan selama di dunia, sehingga mendorong manusia untuk selalu berbuat baik; c) malaikat-malaikat yang taat menjalankan perintah Allah dan tidak pernah berbuat maksiat sehingga mendorong manusia untuk meneladani ketaatannya; d) kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul; e) dan nabi-nabi yang selalu menyampaikan kebenaran meskipun banyak yang memusuhinya.\r\nKebajikan orang yang memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat yang kurang mampu, anak yatim, karena mereka sudah kehilangan orang tua, sehingga setiap orang beriman patut memberikan kebaikan kepada mereka, orang-orang miskin yang hidupnya serba kekuarangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, orang-orang yang dalam perjalanan atau musafir yang kehabisan bekal perjalanan, peminta-minta untuk meringankan penderitaan dan kekurangannya, dan untuk memerdekakan hamba sahaya yang timbul akibat praktik perbudakan.\r\nKebajikan orang yang melaksanakan salat dengan khusyuk dan memenuhi syarat dan rukunnya, menunaikan zakat sesuai ketentuan dan tidak menunda-nunda pelaksanaannya, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji dan tidak pernah mengingkarinya, orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan dengan segala kesengsaraan, kepedihan dan berbagai macam kekurangan. Orang yang mempunyai sifat-sifat ini, mereka itulah orang-orang yang benar keimanannya, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa kepada Allah.", "long": "Ayat ini bukan saja ditujukan kepada umat Yahudi dan Nasrani, tetapi mencakup juga semua umat yang menganut agama-agama yang diturunkan dari langit, termasuk umat Islam.\n\nPada ayat 177 ini Allah menjelaskan kepada semua umat manusia, bahwa kebajikan itu bukanlah sekadar menghadapkan muka kepada suatu arah yang tertentu, baik ke arah timur maupun ke arah barat, tetapi kebajikan yang sebenarnya ialah beriman kepada Allah dengan sesungguhnya, iman yang bersemayam di lubuk hati yang dapat menenteramkan jiwa, yang dapat menunjukkan kebenaran dan mencegah diri dari segala macam dorongan hawa nafsu dan kejahatan. Beriman kepada hari akhirat sebagai tujuan terakhir dari kehidupan dunia yang serba kurang dan fana. Beriman kepada malaikat yang di antara tugasnya menjadi perantara dan pembawa wahyu dari Allah kepada para nabi dan rasul. Beriman kepada semua kitab-kitab yang diturunkan Allah, baik Taurat, Injil maupun Al-Qur'an dan lain-lainnya, jangan seperti Ahli Kitab yang percaya pada sebagian kitab yang diturunkan Allah, tetapi tidak percaya kepada sebagian lainnya, atau percaya kepada sebagian ayat-ayat yang mereka sukai, tetapi tidak percaya kepada ayat-ayat yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Beriman kepada semua nabi tanpa membedakan antara seorang nabi dengan nabi yang lain.\n\nIman tersebut harus disertai dan ditandai dengan amal perbuatan yang nyata, sebagaimana yang diuraikan dalam ayat ini, yaitu:\n\n1. a.memberikan harta yang dicintai kepada karib kerabat yang membutuhkannya. Anggota keluarga yang mampu hendaklah lebih mengutamakan memberi nafkah kepada keluarga yang lebih dekat.\n\nb.memberikan bantuan harta kepada anak-anak yatim dan orang-orang yang tidak berdaya. Mereka membutuhkan pertolongan dan bantuan untuk menyambung hidup dan meneruskan pendidikannya, sehingga mereka bisa hidup tenteram sebagai manusia yang bermanfaat dalam lingkungan masyarakatnya.\n\nc.memberikan harta kepada musafir yang membutuhkan, sehingga mereka tidak terlantar dalam perjalanan dan terhindar dari pelbagai kesulitan.\n\nd.memberikan harta kepada orang yang terpaksa meminta minta karena tidak ada jalan lain baginya untuk menutupi kebutuhannya.\n\ne.memberikan harta untuk menghapus perbudakan, sehingga ia dapat memperoleh kemerdekaan dan kebebasan dirinya yang sudah hilang.\n\n2.Mendirikan salat, artinya melaksanakannya pada waktunya dengan khusyuk lengkap dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya. \n\n3.Menunaikan zakat kepada yang berhak menerimanya sebagaimana yang tersebut dalam surah at-Taubah ayat 60. Di dalam Al-Qur'an apabila disebutkan perintah: \"mendirikan salat\", selalu pula diiringi dengan perintah: \"menunaikan zakat\", karena antara salat dan zakat terjalin hubungan yang sangat erat dalam melaksanakan ibadah dan kebajikan. Sebab salat pembersih jiwa sedang zakat pembersih harta. Mengeluarkan zakat bagi manusia memang sukar, karena zakat suatu pengeluaran harta sendiri yang sangat disayangi. Oleh karena itu apabila ada perintah salat, selalu diiringi dengan perintah zakat, karena kebajikan itu tidak cukup dengan jiwa saja tetapi harus pula disertai dengan harta. Oleh karena itulah, sesudah Nabi Muhammad saw wafat, para sahabat sepakat tentang wajib memerangi orang yang tidak mau menunaikan zakat hartanya.\n\n4.Menepati janji bagi mereka yang telah mengadakan perjanjian. Segala macam janji yang telah dijanjikan wajib ditepati, baik janji kepada Allah seperti sumpah dan nazar dan sebagiannya, maupun janji kepada manusia, terkecuali janji yang bertentangan dengan hukum Allah (syariat Islam) seperti janji berbuat maksiat, maka tidak boleh (haram) dilakukan, hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah saw:\n\nTanda munafik ada tiga: yaitu apabila ia berkata, maka ia selalu berbohong, apabila ia berjanji, maka ia selalu tidak menepati janjinya, apabila ia dipercayai, maka ia selalu berkhianat. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah r.a.).\n\n5. Sabar dalam arti tabah, menahan diri dan berjuang dalam mengatasi kesempitan, yakni kesulitan hidup seperti krisis ekonomi; penderitaan, seperti penyakit atau cobaan ; dan dalam peperangan, yaitu ketika perang sedang berkecamuk. \n\nMereka itulah orang-orang yang benar dalam arti sesuai dengan sikap, ucapan dan perbuatannya dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 185, "inSurah": 178 }, "meta": { "juz": 2, "page": 27, "manzil": 1, "ruku": 23, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0635\u064e\u0627\u0635\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649 \u06d6 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0631\u0651\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064f\u0641\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0639\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064d \u06d7 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u062e\u0652\u0641\u0650\u064a\u0641\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u06d7 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo kutiba alaikumul qisaasu fil qatlaa alhurru bilhurri wal'abdu bil'abdi wal unsaa bil unsaa; faman 'ufiya lahoo min akheehi shai'un fattibaa'um bilma'roofi wa adaaa'un ilaihi bi ihsaan; zaalika takhfeefum mir rahbikum wa rahmah; famani' tadaa ba'da zaalika falahoo 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, prescribed for you is legal retribution for those murdered - the free for the free, the slave for the slave, and the female for the female. But whoever overlooks from his brother anything, then there should be a suitable follow-up and payment to him with good conduct. This is an alleviation from your Lord and a mercy. But whoever transgresses after that will have a painful punishment.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barangsiapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/185", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/185.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/185.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu melaksanakan kisas, hukuman yang semisal dengan kejahatan yang dilakukan atas diri manusia berkenaan dengan orang yang dibunuh apabila keluarga korban tidak memaafkan pembunuh. Ketentuannya adalah orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barang siapa memperoleh maaf dari saudaranya, yakni keluarga korban, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, yaitu meminta ganti dengan diat (tebusan) secara baik tanpa niat memberatkan, dan pembunuh hendaknya membayar diat kepadanya dengan baik pula dan segera, tidak menunda-nunda dan tidak mengurangi dari jumlah yang sudah disepakati, kecuali jika keluarga pihak terbunuh memaafkan pembunuh dan juga tidak menuntut diat.\r\nKetentuan hukum yang demikian itu, yaitu kebolehan memaafkan pembunuh dan diganti dengan diat atau tebusan, adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu supaya tidak ada pembunuhan yang beruntun dan permusuhan dapat dihentikan dengan adanya pemaafan. Barangsiapa melampaui batas setelah itu dengan berpura-pura memaafkan pembunuh dan menuntut diat, tetapi setelah diat dipenuhi masih tetap melakukan pembunuhan terhadap pembunuh, maka ia telah berbuat zalim dan akan mendapat azab yang sangat pedih kelak di akhirat.\r\nAyat ini mengisyaratkan bahwa pemaafan itu tidak boleh dipaksakan, sekalipun memaafkan lebih bagus daripada menghukum balik dengan hukuman yang setimpal.", "long": "Ayat ini menetapkan suatu hukuman kisas yang wajib dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan:\n\n1. Apabila orang merdeka membunuh orang merdeka, maka kisas berlaku bagi pembunuh yang merdeka tersebut.\n\n2. Apabila seorang budak membunuh budak (hamba sahaya), maka kisas berlaku bagi budak pembunuh.\n\n3. Apabila yang membunuh seorang perempuan, maka yang terkena hukuman mati adalah perempuan tersebut.\n\nDemikianlah menurut bunyi ayat ini, tetapi bagaimana hukumannya kalau terjadi hal-hal seperti berikut:\n\na. Apabila orang merdeka membunuh seorang hamba sahaya.\n\nb. Apabila seorang Muslim membunuh seorang kafir zimmi (kafir yang menjadi warga negara Islam).\n\nc. Apabila orang banyak bersama-sama membunuh seorang manusia\n\nd. Apabila seorang laki-laki membunuh seorang perempuan.\n\ne. Apabila seorang ayah membunuh anaknya.\n\nPara ulama memberikan hasil ijtihadnya masing-masing sebagai berikut: Menurut mazhab Hanafi, pada masalah no. 1 dan no. 2 hukumnya ialah bahwa si pembunuh itu harus dihukum mati, walaupun derajat yang dibunuh dianggap lebih rendah dari yang membunuhnya, dengan alasan antara lain:\n\n1)Dari permulaan ayat 178 ini sampai kepada kata-kata al-qatl sudah dianggap satu kalimat yang sempurna. Jadi, tidak dibedakan antara derajat manusia yang membunuh dan yang dibunuh. Sedang kata-kata berikutnya yaitu orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya dan perempuan dengan perempuan, hanyalah sekadar memperkuat hukum, agar jangan berbuat seperti pada masa jahiliah.\n\n2)Ayat ini dinasakhkan (tidak berlaku lagi hukumannya) dengan ayat 45 surah al-Ma'idah/5 yang tidak membedakan derajat dan agama manusia. \n\nMenurut mazhab Maliki dan Syafi'i, pada masalah No. 1 dan No. 2 ini, pembunuh tidak dibunuh, karena persamaan itu adalah menjadi syarat bagi mereka dengan alasan bahwa:\n\n1) Kalimat dalam ayat tersebut belum dianggap sempurna kalau belum sampai kepada kata-kata:\n\n(perempuan dengan perempuan). Jadi merdeka dengan yang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya dan perempuan dengan perempuan. Persamaan itu menjadi syarat, sedang ayat 45 Al-Ma'idah sifatnya umum ditakhsiskan dengan ayat ini. \n\n2) Sabda Rasulullah saw:\n\nTidak dibunuh orang mukmin karena membunuh orang kafir. (Riwayat al-Bukhari dari Ali bin Abi thalib)\n\nMasalah no. 3: menurut jumhur ulama, semua dihukum mati karena masing-masing telah mengambil bagian dalam pembunuhan. Masalah no. 4 hukumnya sesuai dengan ijmak sahabat, yaitu pembunuh wajib dihukum mati, karena dianggap tidak ada perbedaan yang pokok antara laki-laki dengan perempuan. Masalah no. 5 hukumnya tidak dihukum mati karena membunuh anaknya, sesuai dengan sabda Rasulullah saw:\n\nAyah tidak dibunuh karena membunuh anaknya (Riwayat al-Bukhari dari Umar)\n\nPada masalah yang terakhir ini dan masalah-masalah sebelumnya ditetapkan hukumnya bahwa si pembunuh bebas dari hukuman kisas, tetapi dijatuhkan kepadanya hukuman lain, seperti diat, denda, dan sebagainya, sebagaimana diterangkan secara terinci di dalam kitab-kitab fikih.\n\nSelanjutnya Allah swt menerangkan adanya kemungkinan lain yang lebih ringan dari kisas, yaitu \"Barang siapa mendapat suatu pemaafan dari saudara yang terbunuh, maka hendaklah orang yang diberi maaf itu membayar diat kepada saudara (ahli waris) yang memberi maaf dengan cara yang baik.\" Artinya gugurlah hukuman wajib kisas dan diganti dengan hukuman diat yang wajib dibayar dengan baik oleh yang membunuh.\n\nKemudian dalam penutup ayat ini Allah memperingatkan kepada ahli waris yang telah memberi maaf, agar jangan berbuat yang tidak wajar kepada pihak yang telah diberi maaf, karena apabila ia berbuat hal-hal yang tidak wajar, maka artinya perbuatan itu melampaui batas dan akan mendapat azab yang pedih di hari kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 186, "inSurah": 179 }, "meta": { "juz": 2, "page": 27, "manzil": 1, "ruku": 23, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0635\u064e\u0627\u0635\u0650 \u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064c \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lakum fil qisaasi hayaatuny yaaa ulil albaabi la 'allakum tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And there is for you in legal retribution [saving of] life, O you [people] of understanding, that you may become righteous.", "id": "Dan dalam qisas itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/186", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/186.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/186.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah menegaskan pada ayat ini bahwa di dalam kisas itu ada jaminan keberlangsungan kehidupan bagimu, wahai manusia. Sebab, jika seseorang menyadari kalau dia akan dibunuh apabila melakukan pembunuhan, maka dia akan memperhitungkan dengan sangat saksama ketika mau melakukan pembunuhan. Isyarat ayat ini ditujukan kepadamu, wahai orang-orang yang berakal yang mampu memahami hikmah adanya hukuman kisas dan memiliki pikiran yang bersih, agar kamu bertakwa, takut kepada Allah apabila melanggar ke-tentuan hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah.", "long": "Pada ayat tersebut diberikan penjelasan tentang hikmah hukuman kisas, yaitu untuk mencapai keamanan dan ketenteraman. Karena dengan pelaksanaan hukum kisas, umat manusia tidak akan sewenang-wenang melakukan pembunuhan dengan memperturutkan hawa nafsunya saja, dan mendasarkan pembunuhan itu kepada perasaan bahwa dirinya lebih kuat, lebih kaya, lebih berkuasa dan sebagainya.\n\nTafsir al-Manar telah memberikan uraian panjang lebar tentang kebaikan hukuman kisas dan hukuman diat yang dibawa oleh Al-Qur'an; dengan memberikan bermacam-macam perbandingan tentang perundang-undangan, serta tingkah laku umat manusia, baik di timur maupun di barat, dan memberikan analisis beberapa pendapat para sarjana hukum. Tafsir al-Manar mengatakan: apabila kita memperhatikan syariat umat yang terdahulu, dan yang sekarang tentang hukuman yang ditetapkan dalam pembunuhan, maka kita melihat bahwa Al-Qur'an benar-benar berada digaris tengah yang sangat wajar. Karena hukuman yang diberikan kepada pembunuh pada periode jahiliah adalah selalu berdasarkan kepada kuat dan lemahnya suku. Seorang yang terbunuh dari suku yang kuat, sebagai balasan biasanya membunuh 10 orang dari pihak suku pembunuh yang lemah. \n\nTafsir al-Manar menambahkan, \".... Sebagian manusia (penjahat-penjahat), kalau hukuman pembunuh hanya ditetapkan sekadar masuk penjara beberapa tahun, mereka tidak akan jera, bahkan ada yang ingin masuk penjara untuk mendapatkan perlindungan dan penghidupan dengan cuma-cuma. Bagi orang seperti ini, tentulah yang paling baik hukumannya ialah kisas, dibunuh apabila ia membunuh orang lain. Tetapi kalau ahli waris yang terbunuh memberikan maaf, maka gugurlah hukuman kisas diganti dengan hukuman lain yaitu membayar diat (denda).\" Demikian beberapa uraian ringkasan dari Tafsir al-Manar." } } }, { "number": { "inQuran": 187, "inSurah": 180 }, "meta": { "juz": 2, "page": 27, "manzil": 1, "ruku": 23, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kutiba 'alaikum izaa hadara ahadakumul mawtu in taraka khairanil wasiyyatu lilwaalidaini wal aqrabeena bilma'roofi haqqan 'alalmut taqeen" } }, "translation": { "en": "Prescribed for you when death approaches [any] one of you if he leaves wealth [is that he should make] a bequest for the parents and near relatives according to what is acceptable - a duty upon the righteous.", "id": "Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/187", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/187.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/187.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Diwajibkan atas kamu, wahai orang-orang yang beriman, apabila tanda-tanda maut atau kematian hendak menjemput seseorang di antara kamu seperti usia tua, rambut memutih, gigi rontok, kulit mengendur, jika dia meninggalkan harta yang banyak, maka hendaknya berwasiat dan memberi pesan yang disampaikan kepada orang lain untuk dilaksanakan setelah kamu meninggal dunia. Wasiat tersebut adalah untuk kedua orang tua yang terhalang menerima waris, karena beda agama atau hamba sahaya/tawanan perang dan untuk karib kerabat yang tidak berhak mendapatkan harta warisan, dengan ketentuan wasiat tersebut dilaksanakan dengan cara yang baik dan tidak merugikan ahli waris. Supaya tidak merugikan ahli waris, maka wasiat tidak boleh lebih dari sepertiga harta yang ditinggalkan oleh pemberi wasiat. Ketentuan hukum wasiat ini sebagai kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa yang menaati perintah Allah.", "long": "Secara umum menurut bunyi ayat 180 ini, Allah mewajibkan berwasiat bagi orang yang beriman yang merasa bahwa ajalnya sudah dekat, dengan datangnya tanda-tanda bahwa dia akan mati. Kewajiban berwasiat, bagi orang-orang yang mempunyai harta, agar sesudah mati dapat disisihkan sebagian harta yang akan diberikan kepada ibu-bapak dan karib kerabatnya dengan baik (adil dan wajar).\n\nPara ulama mujtahid, dalam menetapkan suatu hukum wasiat yang positif dari ayat 180 ini, memerlukan pembahasan dan penelitian terhadap ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an dan terhadap hadis-hadis Nabi yang ada hubungannya dengan persoalan ini, sehingga mereka menghasilkan pendapat antara lain:\n\n1. Jumhur ulama memberikan pendapat bahwa ayat wasiat 180 ini telah dinasakhkan (dihapus hukumnya) oleh ayat-ayat harta waris yang diturunkan dengan terperinci pada surah an-Nisa' ayat 11 dan 12 dengan alasan antara lain sebagai berikut:\n\na. Sabda Rasulullah saw:\n\nSesungguhnya Allah swt telah memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing, maka tidak ada wasiat bagi ahli waris (Riwayat Ahmad dan al-Baihaqi dari Abu Umamah al-Bahili).\n\nHadis ini walaupun tidak mutawatir, namun telah diterima baik oleh para ulama Islam semenjak dahulu.\n\nb. Para ulama sependapat bahwa ayat-ayat harta waris tersebut diturunkan sesudah ayat wasiat ini.\n\n2. Para ulama yang berpendapat bahwa ayat wasiat ini dinasakh oleh ayat-ayat harta waris, terbagi pula kepada 2 golongan: golongan pertama mengatakan, tidak ada wasiat yang wajib, baik kepada kerabat yang ahli waris maupun kerabat yang bukan ahli waris. Golongan kedua berpendapat bahwa yang dinasakhkan hanya wasiat kepada kerabat ahli waris saja, sesuai dengan ayat-ayat mawaris itu tetapi untuk karib kerabat yang tidak termasuk ahli waris, wasiat itu tetap wajib hukumnya sesuai dengan ayat wasiat ini.\n\n3.Menurut Abu Muslim al-Isfahani (seorang ulama yang tidak mengakui adanya nasakh dalam ayat-ayat Al-Qur'an) dan Ibnu Jarir ath-thabari, bahwa ayat wasiat 180 ini, tidak dinasakhkan oleh ayat-ayat mawaris dengan alasan antara lain:\n\na.Tidak ada pertentangan antara ayat wasiat ini dengan ayat-ayat mawaris, karena wasiat ini sifatnya pemberian dari Tuhan. Oleh karena itu, seorang ahli waris bisa mendapat bagian dari wasiat sesuai dengan ayat 180 ini, dan dari warisan sesuai dengan ketentuan ayat-ayat harta waris.\n\nb.Andaikata ada pertentangan antara ayat wasiat ini dengan ayat-ayat harta waris, maka dapat dikompromikan yaitu ayat-ayat wasiat ini sifatnya umum, artinya wajib wasiat kepada setiap kerabat, baik ahli waris maupun bukan, sedang ayat-ayat mawaris sifatnya khusus. Jadi kewajiban berwasiat itu seperti dalam ayat 180 tetap berlaku, sehingga tidak bertentangan dengan ayat-ayat harta waris.\n\nPada ayat 180 ini diterangkan lagi bahwa wasiat itu diberlakukan kalau harta yang akan ditinggalkan oleh yang berwasiat itu banyak. Para ulama yang memberi pendapat tentang berapa banyak jumlah harta yang mengharuskan adanya wasiat. Perincian pendapat para ulama ini dapat diketahui dalam kitab fikih. Tetapi bagaimanapun banyaknya dalil yang dikemukakan, pikiran yang sehat dapat mengambil kesimpulan bahwa harta yang ditinggalkan itu tentulah tidak sedikit sebab wasiat tidak boleh melebihi sepertiga dari jumlah seluruh harta yang ditinggalkan, setelah dikeluarkan lebih dahulu apa yang wajib dikeluarkan, seperti utang-utang dan ongkos seperlunya untuk kepentingan penyelenggaraan jenazah. Kalau wasiat itu lebih dari sepertiga, maka harus mendapat persetujuan dari ahli waris.\n\nKalau ada yang tidak setuju, maka wasiat hanya berlaku sepertiga dari jumlah harta yang ditinggalkan, sesuai dengan sabda nabi Muhammad saw:\n\nSesungguhnya Allah telah membolehkan memberikan sepertiga dari harta kamu sewaktu dekat dengan kematian (ajal) untuk menambah kebajikan kamu. (Riwayat ad-Daraquthni dari Mu'adz bin Jabal)\n\nJadi kalau harta itu sedikit, wasiat tidak pantas dan tidak wajar dikeluarkan.\n\nSesudah itu ayat ini menekankan, bahwa apa yang diwasiatkan itu diberikan dan dibagi secara makruf, artinya secara baik, adil dan wajar. Jangan ada yang menerima sedikit, sedang yang lain menerima banyak, kecuali dalam hal-hal yang cukup wajar, yaitu orang yang menerima lebih banyak, karena sangat banyak kebutuhannya dibandingkan dengan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 188, "inSurah": 181 }, "meta": { "juz": 2, "page": 27, "manzil": 1, "ruku": 23, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Famam baddalahoo ba'da maa sami'ahoo fa innamaaa ismuhoo 'alallazeena yubaddi loonah; innallaha Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Then whoever alters the bequest after he has heard it - the sin is only upon those who have altered it. Indeed, Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Barangsiapa mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/188", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/188.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/188.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa mengubahnya, yaitu mengubah isinya saat menyampaikannya dengan menambah atau mengurangi wasiat itu, atau menyembunyikan dan tidak menyampaikannya setelah penerima wasiat mendengarnya, boleh jadi karena dia sebagai penerima wasiat, sebagai pencatat, atau sebagai saksi, maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya dan tidak menyampaikannya kepada yang berhak. Ia sudah mengkhianati amanat yang diterimanya, dan itu sama hukumnya dengan mengkhianati Allah dan rasul-Nya. Sungguh, Allah Maha Mendengar seluruh pembicaraan yang disampaikan oleh pemberi wasiat dan juga bisikan hati orang yang mengubah atau menyembunyikan wasiat. Allah Maha Mengetahui isi wasiat yang dalam bentuk tulisan dan segala perbuatan yang dilakukan oleh pihak yang terlibat.", "long": "Ayat 181 ini memperingatkan dengan tegas agar wasiat yang telah dibuat, jangan diubah oleh siapa pun juga. Barang siapa yang mengubah atau menggantinya dan ia telah mengetahui isi yang sebenarnya dari wasiat itu, maka dialah yang akan memikul segala dosa yang tidak dapat dielakkannya, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendengar." } } }, { "number": { "inQuran": 189, "inSurah": 182 }, "meta": { "juz": 2, "page": 28, "manzil": 1, "ruku": 23, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0641\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0635\u064d \u062c\u064e\u0646\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Faman khaafa mim moosin janafan aw isman fa aslaha bainahum falaaa ismaa 'alayh; innal laaha Ghafooru Raheem" } }, "translation": { "en": "But if one fears from the bequeather [some] error or sin and corrects that which is between them, there is no sin upon him. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Tetapi barangsiapa khawatir bahwa pemberi wasiat (berlaku) berat sebelah atau berbuat salah, lalu dia mendamaikan antara mereka, maka dia tidak berdosa. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/189", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/189.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/189.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi barang siapa khawatir karena mengetahui atau melihat tanda-tanda bahwa pemberi wasiat berlaku berat sebelah atau berbuat salah, baik disengaja maupun tidak, sehingga menyimpang dari ketentuan Allah, lalu dia mendamaikan antara mereka dengan meminta orang yang berwasiat berlaku adil dalam wasiatnya sesuai dengan ketentuan syariat Islam, maka dia, yakni orang yang mendamaikan itu, tidak berdosa. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada hambahamba-Nya yang bertobat.", "long": "Ayat ini memberikan penjelasan, yaitu kalau seseorang merasa khawatir bahwa orang yang berwasiat itu tidak berlaku adil dalam memberikan wasiatnya, maka tidak ada dosa baginya untuk menyuruh yang berwasiat agar berlaku adil dalam memberikan wasiatnya.\n\nApabila seseorang mengetahui bahwa wasiat yang telah dibuat itu ternyata tidak adil kemudian ia berusaha mendamaikan antara orang-orang yang menerima wasiat itu, sehingga terjadi perubahan-perubahan, maka hal itu tidaklah dianggap perubahan yang mengakibatkan dosa, tetapi perubahan dari yang tidak adil kepada yang adil, yang disetujui oleh pihak yang menerima bagian dari wasiat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 190, "inSurah": 183 }, "meta": { "juz": 2, "page": 28, "manzil": 1, "ruku": 24, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa ayyuhal lazeena aamanoo kutiba 'alaikumus Siyaamu kamaa kutiba 'alal lazeena min qablikum la'allakum tattaqoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, decreed upon you is fasting as it was decreed upon those before you that you may become righteous -", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/190", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/190.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/190.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa guna mendidik jiwa, mengendalikan syahwat, dan menyadarkan bahwa manusia memiliki kelebihan dibandingkan hewan, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu dari umat para nabi terdahulu agar kamu bertakwa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.", "long": "Para ulama banyak memberikan uraian tentang hikmah berpuasa, misalnya: untuk mempertinggi budi pekerti, menimbulkan kesadaran dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin, orang-orang lemah yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, melatih jiwa dan jasmani, menambah kesehatan dan lain sebagainya.\n\nUraian seperti di atas tentu ada benarnya, walaupun tidak mudah dirasakan oleh setiap orang. Karena, lapar, haus dan lain-lain akibat berpuasa tidak selalu mengingatkan kepada penderitaan orang lain, malah bisa mendorongnya untuk mencari dan mempersiapkan bermacam-macam makanan pada siang hari untuk melepaskan lapar dan dahaganya di kala berbuka pada malam harinya. Begitu juga tidak akan mudah dirasakan oleh setiap orang berpuasa, bahwa puasa itu membantu kesehatan, walaupun para dokter telah memberikan penjelasan secara ilmiah, bahwa berpuasa memang benar-benar dapat menyembuhkan sebagian penyakit, tetapi ada pula penyakit yang tidak membolehkan berpuasa. Kalau diperhatikan perintah berpuasa bulan Ramadan ini, maka pada permulaan ayat 183 secara langsung Allah menunjukkan perintah wajib itu kepada orang yang beriman.\n\nOrang yang beriman akan patuh melaksanakan perintah berpuasa dengan sepenuh hati, karena ia merasa kebutuhan jasmaniah dan rohaniah adalah dua unsur yang pokok bagi kehidupan manusia yang harus dikembangkan dengan bermacam-macam latihan, agar dapat dimanfaatkan untuk ketenteraman hidup yang bahagia di dunia dan akhirat.\n\nPada ayat 183 ini Allah mewajibkan puasa kepada semua manusia yang beriman, sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum mereka agar mereka menjadi orang yang bertakwa. Jadi, puasa sungguh penting bagi kehidupan orang yang beriman. Kalau kita selidiki macam-macam agama dan kepercayaan pada masa sekarang ini, dijumpai bahwa puasa salah satu ajaran yang umum untuk menahan hawa nafsu dan lain sebagainya.\n\nPerintah berpuasa diturunkan pada bulan Sya'ban tahun kedua Hijri, ketika Nabi Muhammad saw mulai membangun pemerintahan yang berwibawa dan mengatur masyarakat baru, maka dapat dirasakan, bahwa puasa itu sangat penting artinya dalam membentuk manusia yang dapat menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar dan suci." } } }, { "number": { "inQuran": 191, "inSurah": 184 }, "meta": { "juz": 2, "page": 28, "manzil": 1, "ruku": 24, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064d \u0641\u064e\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0623\u064f\u062e\u064e\u0631\u064e \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u062f\u0652\u064a\u064e\u0629\u064c \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0637\u064e\u0648\u0651\u064e\u0639\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0635\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ayyaamam ma'doodaat; faman kaana minkum mareedan aw'alaa safarin fa'iddatum min ayyaamin ukhar; wa 'alal lazeena yuteeqoonahoo fidyatun ta'aamu miskeenin faman tatawwa'a khairan fahuwa khairulo lahoo wa an tasoomoo khairul lakum in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "[Fasting for] a limited number of days. So whoever among you is ill or on a journey [during them] - then an equal number of days [are to be made up]. And upon those who are able [to fast, but with hardship] - a ransom [as substitute] of feeding a poor person [each day]. And whoever volunteers excess - it is better for him. But to fast is best for you, if you only knew.", "id": "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/191", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/191.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/191.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kewajiban berpuasa itu beberapa hari tertentu pada bulan Ramadan. Maka barang siapa di antara kamu sakit sehingga tidak sanggup berpuasa, atau dalam perjalanan lalu tidak berpuasa, maka ia wajib mengganti puasa sebanyak hari yang ia tidak berpuasa itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya karena sakit berat yang tidak ada harapan sembuh atau karena sangat tua, wajib membayar fidyah atau pengganti yaitu memberi makan kepada seorang miskin untuk satu hari yang tidak berpuasa itu. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan lalu memberi makan kepada lebih dari seorang miskin untuk satu hari tidak berpuasa, maka itu lebih baik baginya. Dan kamu sekalian tetap berpuasa, maka pilihan untuk tetap berpuasa itu lebih baik bagi kamu dibandingkan dengan memberikan fidyah, jika kamu mengetahui keutamaan berpuasa menurut Allah.", "long": "Ayat 184 dan permulaan ayat 185, menerangkan bahwa puasa yang diwajibkan ada beberapa hari yaitu pada bulan Ramadan menurut jumlah hari bulan Ramadan (29 atau 30 hari). Nabi Besar Muhammad saw semenjak turunnya perintah puasa sampai wafatnya, beliau selalu berpuasa di bulan Ramadan selama 29 hari, kecuali satu kali saja bulan Ramadan genap 30 hari.\n\nSekalipun Allah telah mewajibkan puasa pada bulan Ramadan kepada semua orang yang beriman, namun Allah yang Mahabijaksana memberikan keringanan kepada orang-orang yang sakit dan musafir, untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadan dan menggantinya pada hari-hari lain di luar bulan tersebut. Pada ayat tersebut tidak dirinci jenis/sifat batasan dan kadar sakit dan musafir itu, sehingga para ulama memberikan hasil ijtihadnya masing-masing antara lain sebagai berikut:\n\n1.Dibolehkan tidak berpuasa bagi orang yang sakit atau musafir tanpa membedakan sakitnya itu berat atau ringan, demikian pula perjalanannya jauh atau dekat, sesuai dengan bunyi ayat ini. Pendapat ini dipelopori oleh Ibnu Sirin dan Dawud az-Zahiri.\n\n2.Dibolehkan tidak berpuasa bagi setiap orang yang sakit yang benar-benar merasa kesukaran berpuasa, karena sakitnya. Ukuran kesukaran itu diserahkan kepada rasa tanggung jawab dan keimanan masing-masing. Pendapat ini dipelopori oleh sebagian ulama tafsir.\n\n3.Dibolehkan tidak berpuasa bagi orang yang sakit atau musafir dengan ketentuan-ketentuan, apabila sakit itu berat dan akan mempengaruhi keselamatan jiwa atau keselamatan sebagian anggota tubuhnya atau menambah sakitnya bila ia berpuasa. Juga bagi orang-orang yang musafir, apabila perjalanannya itu dalam jarak jauh, yang ukurannya paling sedikit 16 farsakh (kurang lebih 80 km).\n\n4.Tidak ada perbedaan pendapat mengenai perjalanan musafir, apakah dengan berjalan kaki, atau dengan apa saja, asalkan tidak untuk mengerjakan perbuatan maksiat. Sesudah itu Allah menerangkan pada pertengahan ayat 184 yang terjemahannya, \"Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan orang miskin.\"\n\nMenurut ayat itu (184), siapa yang benar-benar merasa berat menjalankan puasa, ia boleh menggantinya dengan fidyah, walaupun ia tidak sakit dan tidak musafir.\n\nTermasuk orang-orang yang berat mengerjakan puasa itu ialah:\n\na.Orang tua yang tidak mampu berpuasa, bila ia tidak berpuasa diganti dengan fidyah.\n\nb.Wanita hamil dan yang sedang menyusui. Menurut Imam Syafi'i dan Ahmad, bila wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui khawatir akan terganggu kesehatan janin/bayinya, lalu mereka tidak puasa, maka wajib atas keduanya mengqada puasa yang ditinggalkannya, dan membayar fidyah. Bila mereka khawatir atas kesehatan diri mereka saja yang terganggu dan tidak khawatir atas kesehatan janin/bayinya, atau mereka khawatir atas kesehatan dirinya dan janin/bayinya, lalu mereka tidak puasa, maka wajib atas mereka diqada puasa saja. Sedangkan menurut Abu Hanifah, ibu hamil dan yang sedang menyusui dalam semua hal yang disebutkan di atas, cukup mengqada puasa saja.\n\nc.Orang-orang sakit yang tidak sanggup berpuasa dan penyakitnya tidak ada harapan akan sembuh, hanya diwajibkan membayar fidyah.\n\nd.Mengenai buruh dan petani yang penghidupannya hanya dari hasil kerja keras dan membanting tulang setiap hari, dalam hal ini ulama fikih mengemukakan pendapat sebagai berikut:\n\n1)Ibnu Hajar dan Imam al-Azra'i telah memberi fatwa, \"Sesungguhnya wajib bagi orang-orang pengetam padi dan sebagainya dan yang serupa dengan mereka, berniat puasa setiap malam Ramadan. Apabila pada siang harinya ia ternyata mengalami kesukaran atau penderitaan yang berat, maka ia boleh berbuka puasa. Kalau tidak demikian, ia tidak boleh berbuka. )\n\n2)Kalau seseorang yang pencariannya tergantung kepada suatu pekerjaan berat untuk menutupi kebutuhan hidupnya atau kebutuhan hidup orang-orang yang harus dibiayainya dimana ia tidak tahan berpuasa maka ia boleh berbuka pada waktu itu,\" (dengan arti ia harus berpuasa sejak pagi).\n\nAkhir ayat 184 menjelaskan orang yang dengan rela hati mengerjakan kebajikan dengan membayar fidyah lebih dari ukurannya atau memberi makan lebih dari seorang miskin, maka perbuatan itu baik baginya. Sesudah itu Allah menutup ayat ini dengan menekankan bahwa berpuasa lebih baik daripada tidak berpuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 192, "inSurah": 185 }, "meta": { "juz": 2, "page": 28, "manzil": 1, "ruku": 24, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064f \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0635\u064f\u0645\u0652\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064d \u0641\u064e\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0623\u064f\u062e\u064e\u0631\u064e \u06d7 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064f\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Shahru Ramadaanallazeee unzila feehil Qur'aanu hudal linnaasi wa baiyinaatim minal hudaa wal furqaan; faman shahida minkumush shahra falyasumhu wa man kaana mareedan aw 'alaa safarin fa'iddatum min ayyaamin ukhar; yureedul laahu bikumul yusra wa laa yureedu bikumul 'usra wa litukmilul 'iddata wa litukabbirul laaha 'alaa maa hadaakum wa la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "The month of Ramadhan [is that] in which was revealed the Qur'an, a guidance for the people and clear proofs of guidance and criterion. So whoever sights [the new moon of] the month, let him fast it; and whoever is ill or on a journey - then an equal number of other days. Allah intends for you ease and does not intend for you hardship and [wants] for you to complete the period and to glorify Allah for that [to] which He has guided you; and perhaps you will be grateful.", "id": "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/192", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/192.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/192.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya untuk pertama kali diturunkan Al-Qur'an pada lailatul qadar, yaitu malam kemuliaan, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang salah. Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada, yakni hidup, di bulan itu dalam keadaan sudah akil balig, maka berpuasalah. Dan barang siapa yang sakit di antara kamu atau dalam perjalanan lalu memilih untuk tidak berpuasa, maka ia wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dengan membolehkan berbuka, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dengan tetap mewajibkan puasa dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dengan berpuasa satu bulan penuh dan mengakhiri puasa dengan bertakbir mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur atasnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada bulan Ramadan, Al-Qur'an diwahyukan. Berkaitan dengan peristiwa penting ini, ada beberapa informasi Al-Qur'an yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menetapkan waktu pewahyuan ini. Ayat-ayat itu antara lain surah al-Qadar/97: 1, ayat ini mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an diwahyukan pada malam yang penuh dengan kemuliaan atau malam qadar. Surah ad-Dukhan/44: 3, ayat ini mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada malam yang diberkahi. Surah al-Anfal/8: 41, ayat ini mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan bertepatan dengan terjadinya pertemuan antara dua pasukan, yaitu pasukan Islam yang dipimpin Nabi Muhammad dengan tentara Quraisy yang dikomandani oleh Abu Jahal, pada perang Badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadan.\n\nDari beberapa informasi Al-Qur'an ini, para ulama menetapkan bahwa Al-Qur'an diwahyukan pertama kali pada malam qadar, yaitu malam yang penuh kemuliaan, yang juga merupakan malam penuh berkah, dan ini terjadi pada tanggal 17 Ramadan, bertepatan dengan bertemu dan pecahnya perang antara pasukan Islam dan tentara kafir Quraisy di Badar, yang pada saat turun wahyu itu Muhammad berusia 40 tahun. Selanjutnya peristiwa penting ini ditetapkan sebagai turunnya wahyu yang pertama dan selalu diperingati umat Islam setiap tahun di seluruh dunia.\n\nBerkenaan dengan malam qadar, terdapat perbedaan penetapannya, sebagai saat pertama diturunkannya Al-Qur'an, dan malam qadar yang dianjurkan Nabi Muhammad kepada umat Islam untuk mendapatkannya. Yang pertama ditetapkan terjadinya pada tanggal 17 Ramadan, yang hanya sekali terjadi dan tidak akan terulang lagi. Sedangkan yang kedua, sesuai dengan hadis Nabi, terjadi pada sepuluh hari terakhir Ramadan, bahkan lebih ditegaskan pada malam yang ganjil. Malam qadar ini dapat terjadi setiap tahun, sehingga kita selalu dianjurkan untuk mendapatkannya dengan persiapan yang total yaitu dengan banyak melaksanakan ibadah sunah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.\n\nAyat ini juga menjelaskan puasa yang diwajibkan ialah pada bulan Ramadan. Untuk mengetahui awal dan akhir bulan Ramadan Rasulullah saw telah bersabda:\n\nBerpuasalah kamu karena melihat bulan (Ramadan) dan berbukalah kamu, karena melihat bulan (Syawal), apabila tertutup bagi kamu, (dalam satu) riwayat mengatakan: Apabila tertutup bagi kamu disebabkan cuaca yang berawan), maka sempurnakanlah bulan Sya'ban tiga puluh hari (dan dalam satu riwayat Muslim \"takdirkanlah\" atau hitunglah bulan Sya'ban tiga puluh hari). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nMengenai situasi bulan yang tertutup baik karena keadaan cuaca, atau memang karena menurut hitungan falakiyah belum bisa dilihat pada tanggal 29 malam 30 Sya'ban, atau pada tanggal 29 malam 30 Ramadan, berlaku ketentuan sebagai berikut: Siapa yang melihat bulan Ramadan pada tanggal 29 masuk malam 30 bulan Sya'ban, atau ada orang yang melihat bulan, yang dapat dipercayai, maka ia wajib berpuasa keesokan harinya. Kalau tidak ada terlihat bulan, maka ia harus menyempurnakan bulan Sya'ban 30 hari. Begitu juga siapa yang melihat bulan Syawal pada tanggal 29 malam 30 Ramadan, atau ada yang melihat, yang dapat dipercayainya, maka ia wajib berbuka besok harinya. Apabila ia tidak melihat bulan pada malam itu, maka ia harus menyempurnakan puasa 30 hari.\n\nDalam hal penetapan permulaan hari puasa Ramadan dan hari raya Syawal agar dipercayakan kepada pemerintah, sehingga kalau ada perbedaan pendapat bisa dihilangkan dengan satu keputusan pemerintah, sesuai dengan kaidah yang berlaku:\n\n\"Putusan pemerintah itu menghilangkan perbedaan pendapat.\"\n\nOrang yang tidak dapat melihat bulan pada bulan Ramadan seperti penduduk yang berada di daerah kutub utara atau selatan di mana terdapat enam bulan malam di kutub utara dan enam bulan siang di kutub selatan, maka hukumnya disesuaikan dengan daerah tempat turunnya wahyu yaitu Mekah dimana daerah tersebut dianggap daerah mu'tadilah (daerah sedang atau pertengahan) atau diperhitungkan kepada tempat yang terdekat dengan daerah kutub utara dan kutub selatan.\n\nPada ayat 185 ini, Allah memperkuat ayat 184, bahwa walaupun berpuasa diwajibkan, tetapi diberi kelonggaran bagi orang-orang yang sakit dan musafir untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadan dan menggantikannya pada hari-hari lain. Pada penutup ayat ini Allah menekankan agar disempurnakan bilangan puasa dan menyuruh bertakbir serta bersyukur kepada Allah atas segala petunjuk yang diberikan." } } }, { "number": { "inQuran": 193, "inSurah": 186 }, "meta": { "juz": 2, "page": 28, "manzil": 1, "ruku": 24, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c \u06d6 \u0623\u064f\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u064a \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0634\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa sa alaka 'ibaadee 'annnee fa innee qareebun ujeebu da'wataddaa'i izaa da'aani falyastajeeboo lee walyu minoo beela 'allahum yarshudoon" } }, "translation": { "en": "And when My servants ask you, [O Muhammad], concerning Me - indeed I am near. I respond to the invocation of the supplicant when he calls upon Me. So let them respond to Me [by obedience] and believe in Me that they may be [rightly] guided.", "id": "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/193", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/193.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/193.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu, Nabi Muhammad, tentang Aku karena rasa ingin tahu tentang segala sesuatu di sekitar kehidupannya, termasuk rasa ingin tahu tentang Tuhan, maka jawablah bahwa sesungguhnya Aku sangat dekat dengan manusia. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa dengan ikhlas apabila dia berdoa kepada-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku yang ditetapkan di dalam Al-Qur'an dan diperinci oleh Rasulullah, dan beriman kepada-Ku dengan kukuh agar mereka memperoleh kebenaran atau bimbingan dari Allah.", "long": "Di dalam ayat ini, Allah menyuruh hamba-Nya agar berdoa kepada-Nya, serta Dia berjanji akan memperkenankannya, tetapi pada akhir ayat ini Allah menekankan agar hamba-Nya memenuhi perintah-Nya dan beriman kepada-Nya agar mereka selalu mendapat petunjuk.\n\nDi dalam hadis banyak diterangkan hal-hal yang bertalian dengan doa antara lain:\n\n1.Sabda Rasulullah saw:\n\nTiga macam orang tidak ditolak doanya, yaitu Imam yang adil, orang yang sedang berpuasa hingga ia berbuka dan doa seorang yang teraniaya. (Riwayat Muslim)\n\n2. Sabda Rasulullah saw:\n\n\"Senantiasa diterima permohonan setiap hamba, selama ia tidak mendoakan hal-hal yang menimbulkan dosa atau memutuskan hubungan silaturrahim (dan) selama tidak meminta agar segera dikabulkan. Rasulullah ditanya, \"Apakah maksud segera dikabulkan ya Rasulullah?\" Beliau menjawab, \"Maksudnya ialah seorang hamba yang berkata, \"Saya sesungguhnya telah berdoa, tetapi saya lihat belum diperkenankan, karena itu ia merasa kecewa lalu tidak berdoa lagi\". (Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah)\n\nWalaupun ada pendapat yang mengatakan bahwa Allah swt Mahakuasa, Maha Mengetahui dan mengatur segalanya, diminta atau tidak diminta Dia berbuat sekehendak-Nya, sehingga manusia tidak perlu berdoa, tetapi pendapat itu bertentangan dengan ayat ini dan hadis-hadis Nabi Muhammad.\n\nApabila di antara doa yang dipanjatkan kepada Allah ada yang belum dikabulkan, maka ada beberapa sebab:\n\na.Tidak memenuhi syarat-syarat yang semestinya.\n\nb.Tidak mutlak Allah memberikan sesuai dengan yang dimohonkan oleh hamba-Nya, tetapi diganti atau disesuaikan dengan yang lebih baik bagi pemohon, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam ayat ini Allah menghubungkan antara doa yang dijanjikan akan dikabulkan-Nya itu dengan ketentuan bahwa hamba-hamba-Nya harus mematuhi segala perintah-Nya dan beriman kepada-Nya.\n\nSelain itu doa hendaklah dilakukan dengan khusyuk, sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati, dan bukan doa untuk menganiaya orang, memutuskan hubungan silaturrahim dan lain-lain perbuatan maksiat. Memang segala sesuatu harus menurut syarat-syarat atau tata cara yang baik dan dapat menyampaikan kepada yang dimaksud. Kalau seorang berkata, \"Ya Tuhanku berikanlah kepadaku seribu rupiah,\" tanpa melakukan usaha, maka dia bukanlah berdoa tetapi sesungguhnya dia seorang jahil. Artinya permohonan serupa itu tidak ada artinya, karena tidak disertai usaha yang wajar." } } }, { "number": { "inQuran": 194, "inSurah": 187 }, "meta": { "juz": 2, "page": 29, "manzil": 1, "ruku": 24, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0641\u064e\u062b\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d7 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u0628\u064e\u0627\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0637\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u064a\u064e\u0636\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u062f\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062a\u0650\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u064e\u0627\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0643\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650 \u06d7 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Uhilla lakum laylatas Siyaamir rafasu ilaa nisaaa'ikum; hunna libaasullakum wa antum libaasullahunn; 'alimal laahu annakum kuntum takhtaanoona anfusakum fataaba 'alaikum wa 'afaa 'ankum fal'aana baashiroo hunna wabtaghoo maa katabal laahoo lakum; wa kuloo washraboo hattaa yatabaiyana lakumul khaitul abyadu minal khaitil aswadi minal fajri summa atimmus Siyaama ilal layl; wa laa tubaashiroo hunna wa antum 'aakifoona fil masaajid; tilka hudoodul laahi falaa taqraboohaa; kazaalika yubaiyinul laahu aayaatihee linnaasi la'allahum yattaqoon" } }, "translation": { "en": "It has been made permissible for you the night preceding fasting to go to your wives [for sexual relations]. They are clothing for you and you are clothing for them. Allah knows that you used to deceive yourselves, so He accepted your repentance and forgave you. So now, have relations with them and seek that which Allah has decreed for you. And eat and drink until the white thread of dawn becomes distinct to you from the black thread [of night]. Then complete the fast until the sunset. And do not have relations with them as long as you are staying for worship in the mosques. These are the limits [set by] Allah, so do not approach them. Thus does Allah make clear His ordinances to the people that they may become righteous.", "id": "Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/194", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/194.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/194.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa untuk bercampur dengan istrimu. Semula hanya dihalalkan makan, minum, dan mencampuri istri hingga salat Isya atau tidur. Setelah bangun tidur semuanya diharamkan. Umar bin Khattab pernah mencampuri istrinya sesudah salat Isya. Beliau sangat menyesal dan menyampaikannya kepada Rasulullah, maka turunlah ayat ini yang memberikan keringanan. Mereka adalah pakaian bagimu yang melindungi kamu dari zina, dan kamu adalah pakaian bagi mereka yang melindungi mereka dari berbagai masalah sosial. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri untuk tidak berhubungan dengan istri pada malam bulan Ramadan, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu karena kamu menyesal dan bertobat kepada-Nya. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu dengan mengharapkan keturunan yang baik. Makan dan minumlah dengan tidak berlebihan hingga jelas bagimu perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar, untuk memulai puasa. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang malam yang ditandai dengan terbenamnya matahari. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beriktikaf dalam masjid pada malam hari Ramadan. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya, yakni istri ketika beriktikaf, apalagi berhubungan intim. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa, menjaga dan mengendalikan diri dengan penuh kesadaran.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan 'uzur atau halangan yang membolehkan untuk meninggalkan puasa, serta hukum-hukum yang bertalian dengan puasa.\n\nBanyak riwayat yang menceritakan tentang sebab turunnya ayat ini, antara lain: pada awal diwajibkan puasa, para sahabat Nabi dibolehkan makan, minum, dan bersetubuh sampai salat Isya atau tidur.\n\nApabila mereka telah salat Isya atau tidur, kemudian bangun maka haramlah bagi mereka semua itu. Pada suatu waktu, 'Umar bin al-Khaththab bersetubuh dengan istrinya sesudah salat Isya, dan beliau sangat menyesal atas perbuatan itu dan menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Maka turunlah ayat ini menjelaskan hukum Allah yang lebih ringan daripada yang telah mereka ketahui dan mereka amalkan. Bahwa sejak terbenamnya matahari (magrib) sampai sebelum terbit fajar (subuh), dihalalkan semua apa yang tidak diperbolehkan pada siang hari pada bulan Ramadan dengan penjelasan sebagai berikut: \"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari Ramadan bersetubuh dengan istri kamu, karena mereka adalah pakaian bagi kamu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu telah mengkhianati diri kamu, yakni tidak mampu menahan nafsu dengan berpuasa seperti yang kamu lakukan, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi keringanan pada kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang ditetapkan bagimu\". (al-Baqarah/2:186) Artinya sekarang kamu diperbolehkan bersetubuh dengan istri kamu dan berbuat hal-hal yang dibolehkan untuk kamu. Makan dan minumlah sehingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu sampai terbit fajar, sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam. Selain dari itu kamu dilarang pula bersetubuh dengan istrimu ketika kamu sedang beriktikaf di dalam masjid. Kemudian Allah menutup ayat ini dengan menegaskan bahwa larangan-larangan yang telah ditentukan Allah itu tidak boleh kamu dekati dan janganlah kamu melampaui dan melanggarnya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada umat manusia, agar mereka bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 195, "inSurah": 188 }, "meta": { "juz": 2, "page": 29, "manzil": 1, "ruku": 24, "hizbQuarter": 11, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u062f\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa taakuloo amwaalakum bainakum bilbaatili wa tudloo bihaaa ilal hukkaami litaakuloo fareeqam min amwaalin naasi bil ismi wa antum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And do not consume one another's wealth unjustly or send it [in bribery] to the rulers in order that [they might aid] you [to] consume a portion of the wealth of the people in sin, while you know [it is unlawful].", "id": "Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/195", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/195.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/195.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil seperti dengan cara korupsi, menipu, ataupun merampok, dan jangan pula kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim untuk bisa melegalkan perbuatan jahat kamu dengan maksud agar kamu dapat memakan, menggunakan, memiliki, dan menguasai sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa karena melanggar ketentuan Allah, padahal kamu mengetahui bahwa perbuatan itu diharamkan Allah.", "long": "Pada bagian pertama dari ayat ini Allah melarang makan harta orang lain dengan jalan bathil. \"Makan\" ialah \"mempergunakan atau memanfaatkan\", sebagaimana biasa dipergunakan dalam bahasa Arab dan bahasa lainnya. Batil ialah cara yang dilakukan tidak menurut hukum yang telah ditentukan Allah.\n\nPara ahli tafsir mengatakan banyak hal yang dilarang yang termasuk dalam lingkup bagian pertama ayat ini, antara lain:\n\n1.Makan uang riba.\n\n2.Menerima harta tanpa ada hak untuk itu.\n\n3.Makelar-makelar yang melaksanakan penipuan terhadap pembeli atau penjual.\n\nKemudian pada ayat bagian kedua atau bagian terakhir yang melarang menyuap hakim dengan maksud untuk mendapatkan sebagian harta orang lain dengan cara yang batil, dengan menyogok atau memberikan sumpah palsu atau saksi palsu. Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Sesungguhnya saya adalah manusia dan kamu datang membawa suatu perkara untuk saya selesaikan. Barangkali di antara kamu ada yang lebih pintar berbicara sehingga saya memenangkannya, berdasarkan alasan- alasan yang saya dengar. Maka siapa yang mendapat keputusan hukum dari saya untuk memperoleh bagian dari harta saudaranya (yang bukan haknya) kemudian ia mengambil harta itu, maka ini berarti saya memberikan sepotong api neraka kepadanya\". (Mendengar ucapan itu) keduanya saling menangis dan masing-masing berkata. Saya bersedia mengikhlaskan harta bagian saya untuk teman saya. Lalu Rasulullah saw memerintahkan, \"Pergilah kamu berdua dengan penuh rasa persaudaraan dan lakukanlah undian dan saling menghalalkan bagianmu masing-masing menurut hasil undian itu \". (Riwayat Malik, Ahmad, al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain)" } } }, { "number": { "inQuran": 196, "inSurah": 189 }, "meta": { "juz": 2, "page": 29, "manzil": 1, "ruku": 25, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0647\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0651\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0651\u064e \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yas'aloonaka 'anil ahillati qul hiya mawaaqeetu linnaasi wal Hajj; wa laisal birru bi an taatul buyoota min zuhoorihaa wa laakinnal birra manit taqaa; waatul buyoota min abwaa bihaa; wattaqullaaha la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "They ask you, [O Muhammad], about the new moons. Say, \"They are measurements of time for the people and for Hajj.\" And it is not righteousness to enter houses from the back, but righteousness is [in] one who fears Allah. And enter houses from their doors. And fear Allah that you may succeed.", "id": "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/196", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/196.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/196.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat-ayat sebelumnya menerangkan masalah-masalah tentang puasa dalam bulan Ramadan dan hukum-hukum yang bertalian dengan puasa, maka ayat ini menerangkan waktu yang diperlukan oleh umat manusia dalam melaksanakan ibadahnya. Jika Mereka yakni para sahabatmu bertanya kepadamu wahai Muhammad tentang bulan sabit. Katakanlah kepada mereka, \"fenomena perubahan bulan Itu adalah sebagai penunjuk waktu bagi manusia untuk mengetahui waktu-waktu yang telah ditentukan Allah seperti waktu salat, puasa dan untuk melakukan ibadah haji. \"Dan bukanlah suatu kebajikan ketika berihram baik dalam haji maupun umrah memasuki rumah dari atasnya sebagaimana yang sering dilakukan pada masa jahiliyah, tetapi kebajikan adalah melakukan kebajikan sebagaimana orang yang bertakwa, menunaikan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Karenanya, ketika berihram, Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung sehingga memperoleh kebahagian dunia dan akhirat.", "long": "Pada ayat ini Allah mengajar Nabi Muhammad saw menjawab pertanyaan sahabat tentang guna dan hikmah \"bulan\" bagi umat manusia, yaitu untuk keperluan perhitungan waktu dalam melaksanakan urusan ibadah mereka seperti salat, puasa, haji, dan sebagainya serta urusan dunia yang diperlukan. Allah menerangkan perhitungan waktu itu dengan perhitungan bulan kamariah, karena lebih mudah dari perhitungan menurut peredaran matahari (syamsiah) dan lebih sesuai dengan tingkat pengetahuan bangsa Arab pada zaman itu.\n\nPara ulama tafsir menjelaskan bahwa banyak dari kaum Ansar, apabila mereka telah mengerjakan ihram atau haji, maka mereka tidak mau lagi memasuki rumah dari pintu yang biasa, tetapi masuk dari pintu belakang, dan itu dianggap sebagai suatu kebajikan.\n\nAyat ini menerangkan bahwa kebajikan itu bukanlah menurut perasaan dan tradisi yang berbau khurafat, seperti memasuki rumah dari belakang atau dari atas, ) tetapi kebajikan itu ialah bertakwa kepada Allah, dan ditetapkan kepada mereka agar memasuki rumah dari pintunya.\n\nMenurut saintis, bulan adalah satelit bumi yang berukuran sekitar seperempat dari ukuran bumi. Ia beredar mengelilingi bumi pada jarak rata-rata 384,400 kilometer di bawah tarikan gaya gravitasi bumi. Akibat peredarannya inilah bulan mengalami fase-fase dan di antaranya terjadi fenomena bulan sabit, bulan purnama, bulan baru dan bulan mati. Semuanya terjadi karena posisi bulan dan bumi yang bergeser secara teratur terhadap posisi matahari. Ketika bulan berada diantara bumi dan matahari, sisinya yang gelap menghadap ke bumi sehingga bulan tidak terlihat oleh kita yang berada di bumi. Fase ini dinamakan fase bulan baru. Kemudian bergeser dari fase bulan baru ke fase bulan purnama dan dan dari fase bulan purnama menuju ke fase bulan mati. Pada fase bulan mati bulan kembali tidak nampak sama sekali. \n\nSementara bulan sabit terjadi antara fase bulan baru ke fase bulan separuh pertama (minggu pertama, sebelum bulan purnama) dan antara fase bulan separuh yang kedua (minggu ke empat, setelah purnama) menuju fase bulan mati.\n\nDari fase bulan baru menuju fase bulan purnama maka yang terjadi fase bulan sabit yang nampak seperti benang yang bisa kita lihat di langit barat sesudah matahari tenggelam. Lama kelamaan bulan sabit tersebut menjadi lebar hingga menjadi separuh. Fase bulan ini kita sebut dengan fase bulan separuh. Kemudian tujuh hari setelah fase bulan separuh, kita bisa melihat gambaran penuh dari bulan. Fase bulan ini kita sebut dengan bulan purnama. Tujuh hari kemudian penampakan bulan kembali menyusut sehingga kembali lagi kepada fase bulan separuh. Begitulah seterusnya hingga bulan kembali mengalami fase bulan sabit yang kemudian pada akhirnya dia menghilang. Fase ini kita sebut dengan fase bulan mati. Jadi fase bulan sabit terjadi 2 kali dalam sebulan, yakni di minggu pertama dan minggu ke empat.\n\nJarak antara fase bulan baru ke bulan baru berikutnya atau dari bulan purnama ke bulan purnama berikutnya adalah 29,5306 hari yang kita sebut dengan periode sinodik. Inilah menjadi dasar penanggalan yang dibuat dengan menggunakan sistem kalender peredaran bulan yang kita kenal dengan kalender kamariah. Maha Bijaksana Allah yang telah menciptakan bulan dengan hikmah yang luar biasa terkandung di dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 197, "inSurah": 190 }, "meta": { "juz": 2, "page": 29, "manzil": 1, "ruku": 25, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaatiloo fee sabeelillaahil lazeena yuqaatiloonakum wa laa ta'tadooo; innal laaha laa yuhibbul mu'tadeen" } }, "translation": { "en": "Fight in the way of Allah those who fight you but do not transgress. Indeed. Allah does not like transgressors.", "id": "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/197", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/197.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/197.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perangilah di jalan Allah, untuk membela diri dan kehormatan agamamu, orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas dengan tidak membunuh wanita, anak-anak, orang lanjut usia, tuna netra, lumpuh, dan orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan perang. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas dengan melanggar etika perang tersebut.", "long": "Ayat ini adalah ayat Madaniyah yang termasuk ayat-ayat pertama yang memerintahkan kaum Muslimin untuk memerangi orang-orang musyrik, apabila kaum Muslimin mendapat serangan yang mendadak, meskipun serangan itu terjadi pada bulan-bulan haram, yaitu pada bulan Rajab, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, seperti dijelaskan pada ayat yang lalu.\n\nPada zaman jahiliah, bulan-bulan tersebut dianggap bulan larangan berperang. Larangan itu oleh Islam diakui, tetapi karena orang-orang musyrik melanggarnya terlebih dahulu, maka Allah swt mengizinkan kaum Muslimin membalas serangan mereka.\n\nSebelum hijrah, tidak ada ayat yang membolehkan kaum Muslimin melakukan peperangan. Di kalangan mufasir pun tidak ada perselisihan pendapat, bahwa peperangan itu dilarang dalam agama Islam pada masa itu. \n\nAyat ini sampai dengan ayat 194, diturunkan pada waktu diadakan perdamaian Hudaibiah, yaitu perjanjian damai antara kaum musyrikin Mekah dan umat Islam dari Medinah. Perjanjian itu diadakan di salah satu tempat di jalan antara Jeddah dengan Mekah. Dahulu yang dinamakan Hudaibiah, ialah sumur/mata air yang terdapat di tempat itu. Peristiwa itu terjadi pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijri. Rasulullah saw dengan para sahabatnya meninggalkan Medinah menuju Mekah untuk mengerjakan umrah. Setelah rombongan itu sampai di Hudaibiah, mereka dihalangi oleh orang-orang musyrik dan tidak boleh masuk ke Mekah, sehingga rombongan Rasulullah saw terpaksa berada di Hudaibiah sampai satu bulan lamanya. Akhirnya diadakan perjanjian damai yang isinya antara lain sebagai berikut:\n\na.Rombongan Rasulullah saw harus pulang kembali ke Medinah pada tahun itu.\n\nb.Pada tahun berikutnya, yaitu tahun ketujuh Hijri, Rasulullah saw dan para sahabatnya diperkenankan memasuki kota Mekah, untuk mengerjakan umrah.\n\nc.Di antara kaum musyrikin dan Muslimin tidak akan ada peperangan selama sepuluh tahun.\n\nPada tahun berikutnya, Rasulullah berangkat kembali ke Mekah dengan rombongannya untuk mengerjakan umrah, yang lazim disebut umrah qadha, karena pada tahun sebelumnya mereka tidak berhasil melakukannya. Pada waktu itu kaum Muslimin khawatir kalau-kalau kaum musyrikin melanggar janji perdamaian tersebut, sedang kaum Muslimin tidak senang berperang di tanah Haram (Mekah) apalagi di bulan Syawal, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, yang biasa disebut \"bulan-bulan haram\". Karena keadaan dan peristiwa yang demikian itulah maka ayat-ayat tersebut diturunkan.\n\nDalam ayat 190 ini Allah memerintahkan agar kaum Muslimin memerangi kaum musyrik yang memerangi mereka. Peperangan itu hendaklah bertujuan fi sabilillah (untuk meninggikan kalimah Allah dan menegakkan agama-Nya).\n\nPerang yang disebut \" fi sabilillah\" adalah sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim:\n\n\"Dari Abu Musa al-Asy'ary, bahwa Rasulullah saw pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang berperang karena keberaniannya dan yang berperang karena sakit hati, atau yang berperang karena ingin mendapat pujian saja, manakah di antara mereka itu yang berperang di jalan Allah? Rasulullah menjawab, \"Orang yang berperang untuk meninggikan kalimah Allah maka berperangnya itu fi sabilillah.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDalam perang suci ini orang mukmin dilarang melanggar berbagai ketentuan, seperti membunuh anak-anak, orang lemah yang tidak berdaya, orang yang telah sangat tua, wanita-wanita yang tidak ikut berperang, orang yang telah menyerah kalah dan para pendeta, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." } } }, { "number": { "inQuran": 198, "inSurah": 191 }, "meta": { "juz": 2, "page": 30, "manzil": 1, "ruku": 25, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u062b\u064e\u0642\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waqtuloohum haisu saqif tumoohum wa akhrijoohum min haisu akhrajookum; walfitnatu ashaddu minal qatl; wa laa tuqaatiloohum 'indal Majidil Haraami hattaa yaqaatilookum feehi fa in qaatalookum faqtuloohum; kazaalika jazaaa'ul kaafireen" } }, "translation": { "en": "And kill them wherever you overtake them and expel them from wherever they have expelled you, and fitnah is worse than killing. And do not fight them at al-Masjid al- Haram until they fight you there. But if they fight you, then kill them. Such is the recompense of the disbelievers.", "id": "Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/198", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/198.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/198.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka dalam keadaan perang. Kaum muslim tidak boleh lengah terhadap musuh, sebab mereka, dalam perang, akan membinasakan kamu. Dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Sebanding dengan kejahatan mereka mengusir kamu dari kota Mekah, mereka pun harus diusir dari kota yang sama. Dan fitnah, yakni tindakan mereka menghalangi orang yang akan masuk Islam, mempertahankan kemusyrikan, mengisolasi sesama warga kota hanya karena meyakini tidak ada tuhan selain Allah, dan mengintimidasi orang yang berbeda keyakinan, itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam demi menghormati tempat suci, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Sebab, dalam Islam, menghormati tempat suci tidak boleh mengalahkan keselamatan jiwa yang terancam dan membiarkan agama Allah diinjak-injak oleh orang yang tidak mencintai perdamaian. Jika mereka memerangi kamu terlebih dahulu di tempat suci seperti Masjidilharam, maka perangilah mereka di tempat tersebut untuk membela diri dan kehormatan agama. Demikianlah balasan bagi orang kafir yang telah bertindak zalim.", "long": "Orang mukmin diperintahkan memerangi orang musyrik yang memerangi mereka di mana saja dijumpai, baik di tanah halal maupun di tanah haram (Mekah dan sekitarnya). Dasarnya Mekah dan sekitarnya menjadi tanah haram ialah sebagaimana dalam sebuah hadis sahih pula:\n\nDari Ibnu 'Abbas disebutkan bahwa Rasulullah pada hari pembebasan kota Mekah bersabda, bahwa negeri ini menjadi tanah haram semenjak Allah menciptakan langit dan bumi sampai hari kiamat nanti. Tidak pernah dihalalkan kecuali pada saat di siang hari ini dan saat itu ialah saatku ini. Tanah haram Mekah itu menjadi tanah haram sampai hari kiamat tidak boleh dicabut tanam-tanaman dan tidak boleh dirusak padang luasnya. Jika ada seorang diperkenankan berperang di Mekah dengan alasan bahwa Rasulullah pernah melakukan serupa itu, katakanlah kepadanya, bahwa Allah mengizinkan hal itu kepada Rasul-Nya dan tidak mengizinkan kepada kamu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nOrang-orang mukmin diperintahkan pula mengusir kaum musyrik dari Mekah, karena kaum musyrik itu pernah mengusir mereka dari sana, dan keberadaan orang-orang musyrik di Mekah (tanah haram) berbahaya bagi kemurnian agama dan akan menimbulkan fitnah yang lebih besar bahayanya daripada berperang di tanah haram. Maksud fitnah di sini ialah penganiayaan oleh kaum musyrik terhadap kaum Muslimin dengan pengusiran, penyiksaan, perampasan harta, serta merintangi pelaksanaan ibadah dan sebagainya. Jika demikian maka orang mukmin diperintah untuk membalasnya dengan peperangan juga. Demikianlah balasan yang harus diberikan kepada kaum musyrikin, tetapi jika kaum musyrikin itu menghentikan peperangan dan akhirnya menjadi mukmin, maka mereka tidak boleh diganggu, karena hal-hal yang menyebabkan mereka harus diperangi tidak ada lagi, Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 199, "inSurah": 192 }, "meta": { "juz": 2, "page": 30, "manzil": 1, "ruku": 25, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0646\u062a\u064e\u0647\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fa ini-ntahaw fa innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And if they cease, then indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Tetapi jika mereka berhenti, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/199", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/199.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/199.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi jika mereka berhenti melakukan tindakan agresif, menyerang umat Islam di tempat suci, kemudian mengajak berdamai, dan mempertimbangkan untuk menerima ajaran Allah; maka sikap mereka itu harus dihargai, bahkan jika mereka mengubah pola pikir dan benarbenar masuk Islam, kekejaman mereka diampuni Allah, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Orang mukmin diperintahkan memerangi orang musyrik yang memerangi mereka di mana saja dijumpai, baik di tanah halal maupun di tanah haram (Mekah dan sekitarnya). Dasarnya Mekah dan sekitarnya menjadi tanah haram ialah sebagaimana dalam sebuah hadis sahih pula:\n\nDari Ibnu 'Abbas disebutkan bahwa Rasulullah pada hari pembebasan kota Mekah bersabda, bahwa negeri ini menjadi tanah haram semenjak Allah menciptakan langit dan bumi sampai hari kiamat nanti. Tidak pernah dihalalkan kecuali pada saat di siang hari ini dan saat itu ialah saatku ini. Tanah haram Mekah itu menjadi tanah haram sampai hari kiamat tidak boleh dicabut tanam-tanaman dan tidak boleh dirusak padang luasnya. Jika ada seorang diperkenankan berperang di Mekah dengan alasan bahwa Rasulullah pernah melakukan serupa itu, katakanlah kepadanya, bahwa Allah mengizinkan hal itu kepada Rasul-Nya dan tidak mengizinkan kepada kamu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nOrang-orang mukmin diperintahkan pula mengusir kaum musyrik dari Mekah, karena kaum musyrik itu pernah mengusir mereka dari sana, dan keberadaan orang-orang musyrik di Mekah (tanah haram) berbahaya bagi kemurnian agama dan akan menimbulkan fitnah yang lebih besar bahayanya daripada berperang di tanah haram. Maksud fitnah di sini ialah penganiayaan oleh kaum musyrik terhadap kaum Muslimin dengan pengusiran, penyiksaan, perampasan harta, serta merintangi pelaksanaan ibadah dan sebagainya. Jika demikian maka orang mukmin diperintah untuk membalasnya dengan peperangan juga. Demikianlah balasan yang harus diberikan kepada kaum musyrikin, tetapi jika kaum musyrikin itu menghentikan peperangan dan akhirnya menjadi mukmin, maka mereka tidak boleh diganggu, karena hal-hal yang menyebabkan mereka harus diperangi tidak ada lagi, Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 200, "inSurah": 193 }, "meta": { "juz": 2, "page": 30, "manzil": 1, "ruku": 25, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0646\u062a\u064e\u0647\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaatiloohum hatta laa takoona fitnatunw wa yakoonad deenu lillaahi fa-inin tahaw falaa 'udwaana illaa 'alaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Fight them until there is no [more] fitnah and [until] worship is [acknowledged to be] for Allah. But if they cease, then there is to be no aggression except against the oppressors.", "id": "Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/200", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/200.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/200.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, yakni hingga keadaan kondusif untuk menciptakan perdamaian dengan berakhirnya teror, rintangan dan gangguan keamanan dan ketertiban, dan agama hanya bagi Allah semata sehingga setiap orang bisa menjalankan agama dengan tenang. Jika mereka berhenti dari berbuat teror, gangguan keamanan dan ketertiban, maka tidak ada lagi alasan bagi umat Islam untuk menampakkan permusuhan di antara umat manusia kecuali terhadap orang-orang zalim, yakni orang-orang yang tidak memiliki tekad untuk berdamai dengan kaum Muslim.", "long": "Orang-orang mukmin diperintah agar tetap memerangi kaum musyrikin yang memerangi mereka sehingga mereka tidak mempunyai kekuatan lagi untuk menganiaya kaum Muslimin dan merintangi mereka dalam melaksanakan perintah agamanya, sehingga agama Islam dapat dijalankan sepenuhnya oleh setiap Muslim dengan tulus ikhlas, bebas dari ketakutan, gangguan dan tekanan.\n\nJika kaum musyrikin telah menghentikan segala tindakan jahat dan mereka telah masuk Islam, maka kaum Muslimin tidak diperbolehkan mengadakan pembalasan atau tindakan yang melampaui batas, kecuali terhadap mereka yang zalim, yaitu orang-orang yang memulai lagi atau kembali kepada kekafiran dan memfitnah orang-orang Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 201, "inSurah": 194 }, "meta": { "juz": 2, "page": 30, "manzil": 1, "ruku": 25, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f \u0642\u0650\u0635\u064e\u0627\u0635\u064c \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ash Shahrul Haraamu bish Shahril Haraami wal hurumaatu qisaas; famani'tadaa 'alaikum fa'tadoo 'alaihi bimsisli ma'tadaa 'alaikum; wattaqul laaha wa'lamooo annal laaha ma'al muttaqeen" } }, "translation": { "en": "[Fighting in] the sacred month is for [aggression committed in] the sacred month, and for [all] violations is legal retribution. So whoever has assaulted you, then assault him in the same way that he has assaulted you. And fear Allah and know that Allah is with those who fear Him.", "id": "Bulan haram dengan bulan haram, dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) qisas. Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/201", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/201.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/201.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bulan haram dengan bulan haram. Jika umat Islam diserang oleh orang-orang kafir pada bulan-bulan haram, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab, yang sebenarnya pada bulan-bulan itu tidak boleh berperang, maka diperbolehkan membalas serangan itu pada bulan yang sama. Dan terhadap sesuatu yang dihormati berlaku hukum kisas. Kaum Muslim menjaga kehormatan tanah, tempat, dan keadaan yang dimuliakan Allah seperti bulan haram, tanah haram, yakni Mekah, dan keadaan berihram untuk umrah dan haji dengan melaksanakan hukum kisas serta memberlakukan dam (denda) bagi yang melanggar larangan pada waktu berihram, baik untuk umrah maupun haji. Oleh sebab itu barang siapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Jadi, tindakan kaum muslim memerangi orang-orang musyrik pada bulan yang diharamkan Allah itu merupakan balasan setimpal atas sikap mereka yang memulai menyerang kaum muslim pada bulan yang diharamkan untuk berperang. Kaum muslim berada pada posisi membela diri dan membela kehormatan agama. Bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diwajibkan dan menjauhi apa yang diharamkan, dan ketahuilah bahwa keridaan dan kasih sayang Allah beserta orang-orang yang bertakwa setiap waktu.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa apabila kaum musyrikin menyerang kaum Muslimin pada bulan haram, maka kaum Muslimin dibolehkan membalas serangan itu pada bulan haram, termasuk apabila kaum Muslimin mendapat serangan dari kaum musyrikin pada 'umratul qadha', karena ayat ini dengan tegas telah membolehkan kaum Muslimin mengadakan balasan, meskipun pada bulan haram. Ini lebih dipertegas lagi dengan dibolehkannya membalas dengan balasan yang setimpal setiap pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang harus dihormati. Jika kaum Muslimin mengadakan pembalasan, maka sekali-kali tidak dibolehkan dengan berlebih-lebihan dan mereka harus berhati-hati agar jangan melampaui batas, serta harus bertakwa kepada Allah, karena Allah selalu bersama orang-orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 202, "inSurah": 195 }, "meta": { "juz": 2, "page": 30, "manzil": 1, "ruku": 25, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f\u0643\u064e\u0629\u0650 \u06db \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06db \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anfiqoo fee sabeelil laahi wa laa tulqoo bi aydeekum ilat tahlukati wa ahsinoo; innal laaha yuhibbul muhsineen" } }, "translation": { "en": "And spend in the way of Allah and do not throw [yourselves] with your [own] hands into destruction [by refraining]. And do good; indeed, Allah loves the doers of good.", "id": "Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/202", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/202.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/202.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan infakkanlah hartamu di jalan Allah dengan menyalurkannya untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim, memberi beasiswa, membangun fasilitas umum yang diperlukan umat Islam seperti rumah sakit, masjid, jalan raya, perpustakaan, panti jompo, rumah singgah, dan balai latihan kerja. Dan janganlah kamu jatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dengan melakukan tindakan bunuh diri dan menyalurkan harta untuk berbuat maksiat. Tentu lebih tepat jika harta itu disalurkan untuk ber-buat baik bagi kepentingan orang banyak, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dengan ikhlas.", "long": "Orang-orang mukmin diperintahkan membelanjakan harta kekayaannya untuk berjihad fi sabilillah dan dilarang menjatuhkan dirinya ke dalam jurang kebinasaan karena kebakhilannya. Jika suatu kaum menghadapi peperangan sedangkan mereka kikir, tidak mau membiayai peperangan itu, maka perbuatannya itu berarti membinasakan diri mereka.\n\nMenghadapi jihad dengan tidak ada persiapan serta persediaan yang lengkap dan berjihad bersama-sama dengan orang-orang yang lemah iman dan kemauannya, niscaya akan membawa kepada kebinasaan. Dalam hal infaq fi sabilillah orang harus mempunyai niat yang baik, agar dengan demikian ia akan selalu memperoleh pertolongan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 203, "inSurah": 196 }, "meta": { "juz": 2, "page": 30, "manzil": 1, "ruku": 25, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062a\u0650\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652\u064a\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652\u064a\u064f \u0645\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0630\u064b\u0649 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0641\u0650\u062f\u0652\u064a\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064f\u0633\u064f\u0643\u064d \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u0652\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652\u064a\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064f \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0639\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0643\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064e\u0629\u064c \u06d7 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u062d\u064e\u0627\u0636\u0650\u0631\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa atimmul Hajja wal Umarata lillaah; fain uhsirtum famas taisara minal hadyi walaa tahliqoo ru'oosakum hatta yablughal hadyu mahillah; faman kaana minkum mareedan aw biheee azam mir raasihee fafidyatum min Siyaamin aw sadaqatin aw nusuk; fa izaaa amintum faman tamatta'a bil 'Umrati ilal Hajji famastaisara minal hady; famal lam yajid fa Siyaamu salaasti ayyaamin fil Hajji wa sab'atin izaa raja'tum; tilka 'asharatun kaamilah; zaalika limal lam yakun ahluhoo haadiril Masjidil Haraam; wattaqul laaha wa'lamoo annal laaha shadeedul'iqaab" } }, "translation": { "en": "And complete the Hajj and 'umrah for Allah. But if you are prevented, then [offer] what can be obtained with ease of sacrificial animals. And do not shave your heads until the sacrificial animal has reached its place of slaughter. And whoever among you is ill or has an ailment of the head [making shaving necessary must offer] a ransom of fasting [three days] or charity or sacrifice. And when you are secure, then whoever performs 'umrah [during the Hajj months] followed by Hajj [offers] what can be obtained with ease of sacrificial animals. And whoever cannot find [or afford such an animal] - then a fast of three days during Hajj and of seven when you have returned [home]. Those are ten complete [days]. This is for those whose family is not in the area of al-Masjid al-Haram. And fear Allah and know that Allah is severe in penalty.", "id": "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/203", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/203.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/203.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah dengan memenuhi syarat, wajib, rukun, maupun sunah-sunahnya dengan niat yang ikhlas semata-mata mengharapkan rida Allah, dalam keadaan aman dan damai, baik di perjalanan maupun di tempat-tempat pelaksanaan manasik haji. Tetapi jika kamu terkepung oleh musuh, dalam keadaan perang atau situasi genting sehingga tidak dapat melaksanakan manasik haji pada tempat dan waktu yang tepat, maka ada ketentuan rukhshah (dispensasi) dengan diberlakukannya dam (pengganti) sebagai berikut. Pertama, sembelihlah hadyu, yaitu hewan yang disembelih sebagai pengganti pekerjaan wajib haji yang ditinggalkan atau sebagai denda karena melanggar hal-hal yang terlarang mengerjakannya di dalam ibadah haji, yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu sebagai tanda selesainya salah satu rangkaian ibadah haji sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya dengan tepat. Kedua, jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya lalu dia bercukur sebelum selesai melaksanakan salah satu dari rangkaian manasik haji, maka dia wajib membayar fidyah atau tebusan yaitu dengan memilih salah satu dari berpuasa, bersedekah atau berkurban supaya kamu bisa memilih fidyah yang sesuai dengan kemampuan kamu. Ketiga, apabila kamu dalam keadaan aman, tidak terkurung musuh, dan tidak terkena luka, tetapi kamu memilih tamattu, yakni mendahulukan umrah daripada haji pada musim haji yang sama, maka ketentuannya adalah bahwa barang siapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia wajib menyembelih hadyu yang mudah didapat di sekitar Masjidilharam. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya yakni tidak mampu dan tidak memiliki harta senilai binatang ternak yang harus disembelih, maka dia wajib berpuasa tiga hari dalam musim haji dan tujuh hari setelah kamu kembali ke tanah air. Itu seluruhnya sepuluh hari secara keseluruhan. Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada, yakni tinggal atau menetap, di sekitar Masjidilharam melainkan berdomisili jauh di luar Mekah seperti kaum muslim Indonesia. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya bagi orang-orang yang tidak menaati perintah dan aturan-Nya.", "long": "Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima. Haji mulai diwajibkan bagi umat Islam pada tahun ke enam Hijri. Sebelumnya, Rasulullah saw pernah beribadah haji sebagai ibadah sunah. Di samping ibadah haji ada pula ibadah umrah. Kedua-duanya wajib dikerjakan umat Islam, sekali seumur hidup. Ibadah haji dan umrah lebih dari sekali, hukumnya sunah. Namun Imam Malik bin Anas berpendapat bahwa ibadah umrah setahun dua kali hukumnya makruh. Ibadah haji dan umrah tidak harus segera dikerjakan, boleh dikerjakan bila keadaan telah mengizinkan. Siapa yang mampu mengerjakan ibadah haji dan umrah sebaiknya ia segera menunaikannya.\n\nTempat mengerjakan ibadah haji dan umrah itu hanya di tanah suci Mekah dan sekitarnya. Mereka yang diwajibkan pergi mengerjakan ibadah haji dan umrah ialah mereka yang dalam keadaan sanggup dan mampu, yaitu biaya cukup tersedia, keadaan jasmaniah mengizinkan dan keamanan tidak terganggu. Perbedaan ibadah haji dengan umrah ialah haji rukunnya lima, yaitu: niat, wukuf, thawaf, sa'i, dan tahallul, sedangkan umrah rukunnya hanya empat: niat, thawaf, sa'i, dan tahallul.\n\nAmal-amal dalam ibadah haji ada yang merupakan rukun, ada yang wajib dan ada yang sunah. Amal-amal yang merupakan rukun ialah jika ada yang ditinggalkan maka ibadah haji dan umrah tidak sah. Amal-amal yang wajib ialah jika ada yang ditinggalkan, maka dikenakan denda (dam) tetapi haji dan umrah sah. Amal-amal yang sunah jika ada yang ditinggalkan, maka haji dan umrah sah dan tidak dikenakan dam. Di samping itu, ada larangan-larangan bagi orang yang sedang beribadah haji dan umrah. Larangan-larangan itu lazimnya disebut muharramat. Barang siapa melanggar muharramat, dikenakan dam. Besar kecilnya sepadan dengan besar kecilnya muharramat yang dilanggar. Bersetubuh sebelum selesai mengerjakan tawaf ifadhah membatalkan haji dan umrah.\n\nIbadah haji dan umrah mempunyai beberapa segi hukum. Oleh karena itu, siapa yang akan mengamalkan ibadah itu seharusnya lebih dahulu mempelajarinya. Amalan-amalan ini biasa disebut manasik. Ayat 196 ini diturunkan pada waktu diadakan perdamaian Hudaibiah pada tahun ke-6 Hijri sama dengan turunnya ayat 190 tentang izin berperang bagi kaum Muslimin.\n\nAyat ini diturunkan berhubungan dengan ibadah haji dan umrah di mana kaum Muslimin diwajibkan mengerjakan haji dan umrah. Yang dimaksud dengan perintah Allah untuk \"menyempurnakan\" haji dan umrah, ialah mengerjakannya secara sempurna dan ikhlas karena Allah swt. Ada kemungkinan seseorang yang sudah berniat haji dan umrah terhalang oleh bermacam halangan untuk menyempurnakannya. Dalam hal ini Allah swt memberikan ketentuan sebagai berikut: orang yang telah berihram untuk haji dan umrah lalu dihalangi oleh musuh sehingga haji dan umrahnya tidak dapat diselesaikan, maka orang itu harus menyediakan seekor unta, sapi, atau kambing untuk disembelih.\n\nHewan-hewan itu boleh disembelih, setelah sampai di Mekah, dan mengakhiri ihramnya dengan (mencukur atau menggunting rambut). Mengenai tempat penyembelihan itu ada perbedaan pendapat, ada yang mewajibkan di Tanah Suci Mekah, ada pula yang membolehkan di luar Tanah Suci Mekah. Jika tidak menemukan hewan yang akan disembelih, maka hewan itu dapat diganti dengan makanan seharga hewan itu dan dihadiahkan kepada fakir miskin.\n\nJika tidak sanggup menyedekahkan makanan, maka diganti dengan puasa, tiap-tiap mud makanan itu sama dengan satu hari puasa. Orang-orang yang telah berihram haji atau umrah, kemudian dia sakit atau pada kepalanya terdapat penyakit seperti bisul, dan ia menganggap lebih ringan penderitaannya bila dicukur kepalanya dibolehkan bercukur tetapi harus membayar fidyah dengan berpuasa 3 hari atau bersedekah makanan sebanyak 3 sa' (10,5 liter) kepada orang miskin, atau berfidyah dengan seekor kambing." } } }, { "number": { "inQuran": 204, "inSurah": 197 }, "meta": { "juz": 2, "page": 31, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u064f \u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064e\u0627\u062a\u064c \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0641\u064e\u062b\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064f\u0633\u064f\u0648\u0642\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u0650\u062f\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Al-Hajju ashhurum ma'-loomaat; faman farada feeinnal hajja falaa rafasa wa laa fusooqa wa laa jidaala fil Hajj; wa maa taf'aloo min khairiny ya'lamhul laah; wa tazawwadoo fa inna khairaz zaadit taqwaa; wattaqooni yaaa ulil albaab" } }, "translation": { "en": "Hajj is [during] well-known months, so whoever has made Hajj obligatory upon himself therein [by entering the state of ihram], there is [to be for him] no sexual relations and no disobedience and no disputing during Hajj. And whatever good you do - Allah knows it. And take provisions, but indeed, the best provision is fear of Allah. And fear Me, O you of understanding.", "id": "(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/204", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/204.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/204.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi, yakni Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijjah. Barang siapa mengerjakan ibadah haji dalam bulan-bulan itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafas), yaitu perkataan yang menimbulkan birahi, perbuatan yang tidak senonoh, atau hubungan seksual; jangan pula berbuat maksiat dan bertengkar dalam melakukan ibadah haji meskipun bukan pertengkaran dahsyat. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya, karena Allah mengetahui yang tersembunyi. Allah tidak mengantuk dan tidak pula tidur, semua yang terjadi di langit dan di bumi berada dalam pantauan-Nya. Bawalah bekal untuk memenuhi kebutuhan fisik, yakni kebutuhan konsumsi, akomodasi, dan transportasi selama di Tanah Suci; termasuk juga bekal iman dan takwa untuk kebutuhan ruhani, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, yakni mengerjakan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang oleh Allah. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, supaya kamu menjadi manusia utuh lahir batin.", "long": "Waktu untuk mengerjakan haji itu sudah ada ketetapannya yaitu pada bulan-bulan yang sudah ditentukan dan tidak dibolehkan pada bulan-bulan yang lainnya. Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas dan sudah berlaku di dalam mazhab Abu Hanifah, Syafi'i dan Imam Ahmad, bahwa waktu mengerjakan haji itu ialah pada bulan Syawal, Zulkaidah sampai dengan terbit fajar pada malam 10 Zulhijah. Ketentuan-ketentuan waktu haji ini telah berlaku dari sejak Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Setelah agama Islam datang ketentuan-ketentuan itu tidak diubah, malahan diteruskan sebagai-mana yang berlaku. Orang-orang yang sedang mengerjakan haji dilarang bersetubuh, mengucapkan kata-kata keji, melanggar larangan-larangan agama, berolok-olok, bermegah-megah, bertengkar, dan bermusuhan.\n\nSemua perhatian ditujukan untuk berbuat kebaikan semata-mata. Hati dan pikiran hanya tercurah kepada ibadah, mencari keridaan Allah dan selalu mengingat-Nya. Apa saja kebaikan yang dikerjakan seorang Muslim yang telah mengerjakan haji, pasti Allah akan mengetahui dan mencatatnya dan akan dibalas-Nya dengan pahala yang berlipat ganda. Agar ibadah haji dapat terlaksana dengan baik dan sempurna maka setiap orang hendaklah membawa bekal yang cukup, lebih-lebih bekal makanan, minuman, pakaian dan lain-lain, yaitu bekal selama perjalanan dan mengerjakan haji di tanah suci dan bekal untuk kembali sampai di tempat masing-masing. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu Daud, an-Nasa'i, dan lain-lain dari Ibnu 'Abbas bahwa dia mengatakan, \"Ada di antara penduduk Yaman, bila mereka pergi naik haji tidak membawa bekal yang cukup, mereka cukup bertawakal saja kepada Allah. Setelah mereka sampai di tanah suci, mereka akhirnya meminta-minta karena kehabisan bekal.\" Maka bekal yang paling baik ialah bertakwa, dan hendaklah membawa bekal yang cukup sehingga tidak sampai meminta-minta dan hidup terlunta-lunta.\n\nAllah mengingatkan, agar ibadah haji itu dikerjakan dengan penuh takwa kepada Allah dengan mengerjakan segala yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya. Dengan begitu akan dapat dicapai kebahagiaan dan keberuntungan yang penuh dengan rida dan rahmat Ilahi." } } }, { "number": { "inQuran": 205, "inSurah": 198 }, "meta": { "juz": 2, "page": 31, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0639\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laisa 'alaikum junaahun an tabtaghoo fad lam mir rabbikum; fa izaaa afadtum min 'Arafaatin fazkurul laaha 'indal-Mash'aril Haraami waz kuroohu kamaa hadaakum wa in kuntum min qablihee laminad daaaleen" } }, "translation": { "en": "There is no blame upon you for seeking bounty from your Lord [during Hajj]. But when you depart from 'Arafat, remember Allah at al- Mash'ar al-Haram. And remember Him, as He has guided you, for indeed, you were before that among those astray.", "id": "Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/205", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/205.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/205.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu beru-pa rezeki yang halal melalui berdagang, menawarkan jasa, dan menyewakan barang. Di antara kaum muslim ada yang merasa berdosa untuk berdagang dan mencari rezeki yang halal pada musim haji, padahal Allah membolehkannya dengan cara-cara yang diatur dalam Al-Qur'an. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah setelah wukuf, sejak matahari terbenam pada tanggal 9 Zulhijah dan sudah sampai di Muzdalifah, maka berzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam, yakni di Muzdalifah, dengan tahlil, talbiah, takbir, dan tahmid. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu mengikuti agama yang benar, keyakinan yang kukuh, ibadah yang istikamah, dan akhlak yang mulia, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu. Zikir itu merupakan rasa syukur atas nikmat Allah yang telah membimbing para jamaah haji menjadi orang-orang beriman.", "long": "Pada musim haji seseorang tidak dilarang berusaha, seperti berdagang dan lain-lain, asal jangan mengganggu tujuan yang utama, yaitu mengerjakan haji dengan sempurna. Ayat ini diturunkan sehubungan dengan keragu-raguan orang Islam pada permulaan datangnya Islam untuk berusaha mencari rezeki, sehingga banyak di antara mereka yang menutup toko-toko mereka pada waktu musim haji, karena takut berdosa. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas, dia berkata, \"Pada zaman jahiliah ada 3 pasar, yaitu Ukaz, Majannah, dan Zulmajaz.\"\n\nPada waktu musim haji, kaum Muslimin merasa berdosa berdagang di pasar-pasar itu, lalu mereka bertanya kepada Rasulullah saw, maka turunlah ayat ini. Berusaha mencari rezeki yang halal selama mengerjakan haji adalah dibolehkan selama usaha itu dilakukan secara sambilan, bukan menjadi tujuan. Tujuan utama ialah mengerjakan ibadah haji dengan penuh takwa kepada Allah dan dengan hati yang tulus ikhlas.\n\nKemudian dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada setiap orang yang mengerjakan haji agar berzikir kepada Allah bila telah bertolak dari Padang Arafah menuju ke Muzdalifah, yaitu bila telah sampai di Masy'aril Haram. Masy'aril Haram ialah sebuah bukit di Muzdalifah yang bernama Quzah. Bila telah sampai di tempat itu hendaknya memperbanyak membaca doa, takbir, dan talbiyah. Berzikirlah kepada Allah dengan hati yang khusyuk dan tawadhu', sebagai tanda bersyukur kepada-Nya atas karunia dan hidayah-Nya yang telah melepaskan seseorang dari penyakit syirik pada masa dahulu, menjadi orang yang telah bertauhid murni kepada Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 206, "inSurah": 199 }, "meta": { "juz": 2, "page": 31, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0641\u0650\u064a\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0623\u064e\u0641\u064e\u0627\u0636\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Summa afeedoo min haisu afaadan naasu wastagh firullaah; innnal laaha Ghafoo rur-Raheem" } }, "translation": { "en": "Then depart from the place from where [all] the people depart and ask forgiveness of Allah. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/206", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/206.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/206.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak, yakni dari Arafah setelah wukuf menuju Masyarilharam, Muzdalifah, Mina, dan Mekah, dan mohonlah ampunan kepada Allah di tempat-tempat tersebut dari semua dosa yang pernah dilakukan. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada orang yang tobat dan memohon ampun. Orang Arab Jahiliah ketika menunaikan ibadah haji merasa tidak perlu mengikuti cara-cara orang banyak berwukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melempar jamrah, padahal semuanya berasal dari manasik haji yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. Mereka meyakini bahwa tidak keluar dari Mekah merupakan penghormatan terhadap Kakbah dan tanah haram. Al-Qur'an meluruskan hal ini, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam tata cara ibadah antara satu golongan dengan golongan yang lain. Prinsip ibadah adalah menaati perintah Allah dan mengikuti aturan-Nya dengan ikhlas.", "long": "Orang-orang Quraisy pada masa jahiliah, kalau mereka mengerja-kan haji, mereka mengerjakan wukuf di Muzdalifah, sedang orang-orang Arab lainnya wuquf di Arafah. Sebabnya ialah karena orang-orang Quraisy itu merasa dirinya lebih tinggi dan mulia dari yang lain, tidak pantas berwuquf bersama sama dengan orang-orang biasa di Arafah, maka turunlah ayat ini. Ayat ini memerintahkan agar bersama-sama wuquf di Arafah dan kemudian sama-sama bertolak dari Arafah ke Muzdalifah. Tegasnya, dalam masa mengerjakan haji itu tidak ada perbedaan, semuanya sama-sama makhluk Allah, harus sama-sama mengerjakan wuquf di Arafah. Semua sama-sama meminta ampun kepada Allah, meninggalkan bermegah-megah dan bersifat sombong. Siapa yang meminta ampun kepada Allah, tentu Allah akan mengampuni dosanya, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Diriwayatkan dari Ibnu Jarir dari Ibnu 'Abbas." } } }, { "number": { "inQuran": 207, "inSurah": 200 }, "meta": { "juz": 2, "page": 31, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627\u0633\u0650\u0643\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d7 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Fa-izan qadaitum manaa sikakum fazkurul laaha kazikrikum aabaaa'akum aw ashadda zikraa; faminannaasi mai yaqoolu Rabbanaaa aatinaa fiddunyaa wa maa lahoo fil Aakhirati min khalaaq" } }, "translation": { "en": "And when you have completed your rites, remember Allah like your [previous] remembrance of your fathers or with [much] greater remembrance. And among the people is he who says, \"Our Lord, give us in this world,\" and he will have in the Hereafter no share.", "id": "Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/207", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/207.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/207.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji seperti tawaf, sai, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar jamrah, tahalul, dan tawaf wada', maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu dalam tradisi Jahiliah dengan khidmat, khusyuk, dan takzim; bahkan berzikirlah kepada Allah dengan lebih takzim dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa, \"Ya Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia,\"\" seperti hidup yang sehat, harta yang banyak, dan keturunan yang cerdas sehingga terhormat dan bermartabat, tetapi di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun karena tidak beriman dan beramal saleh.", "long": "Allah memerintahkan, jika ibadah haji sudah diselesaikan agar berzikir menyebut nama Allah. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Ibnu 'Abbas, biasanya orang-orang Arab pada zaman jahiliah, kalau sudah selesai mengerjakan haji, mereka berkumpul di Mina, antara masjid dan bukit, sambil berdiri mereka bermegah-megah dan bersifat sombong menyebut dan membanggakan kebesaran nenek moyang mereka masing-masing, maka turunlah ayat ini untuk mengingatkan mereka, bahwa apa yang mereka perbuat itu, sesudah menyelesaikan ibadah haji tidaklah baik, malahan merupakan kebiasaan yang buruk. Yang baik ialah sesudah menyelesaikan ibadah haji, memperbanyak menyebut nama Allah sebagaimana mereka dulunya menyebut nama nenek-moyang mereka, atau diusahakan lebih banyak lagi menyebut nama Allah.\n\nDi dalam khutbah, Nabi Muhammad saw pada waktu mengerjakan haji wada' pada hari yang kedua dari hari-hari tasyrik, memberikan peringatan keras agar meninggalkan cara-cara lama itu, yaitu bermegah-megah menyebut kelebihan nenek-moyang mereka masing-masing. Rasulullah antara lain mengatakan, \"Wahai manusia, ketahuilah, bahwa Tuhanmu adalah satu dan nenek moyangmu adalah satu (Adam).\"\n\n\"Ketahuilah, bahwa tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang yang bukan Arab, begitu juga tidak ada kelebihan bagi orang yang bukan Arab atas orang Arab. Tidak ada kelebihan orang berkulit merah atas yang berkulit hitam dan orang yang berkulit hitam atas yang berkulit merah. Kelebihan mereka di sisi Allah hanyalah diukur dengan takwanya kepada Allah.\" Kemudian Rasulullah menanyakan kepada mereka, \"Sudahkah aku sampaikan peringatan ini?\" Lalu hadirin menjawab, \"Benar, Rasulullah sudah menyampaikan.\" Kemudian Allah membagi tingkat-tingkat manusia yang mengerjakan ibadah haji, yaitu ada orang yang hanya mendapat keuntungan dunia saja, dan tidak mendapatkan keuntungan di akhirat; yaitu orang-orang yang perhatiannya hanya tertuju untuk mencari keuntungan dunia saja, baik di dalam doanya atau di dalam zikirnya. Di dalam berdoa dia hanya meminta kemegahan, kemuliaan, kemenangan, dan harta benda saja. Perhitungannya hanya untung rugi duniawi saja. Orang-orang yang seperti ini adalah karena belum sampai pengetahuannya perihal rahasia dan hakikat haji yang sebenarnya, hatinya belum mendapat pancaran sinar hidayah dari Allah. Baginya keuntungan di dunia lebih utama daripada keuntungan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 208, "inSurah": 201 }, "meta": { "juz": 2, "page": 31, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0642\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa minhum mai yaqoolu rabbanaaa aatina fid dunyaa hasanatawn wa fil aakhirati hasanatanw wa qinaa azaaban Naar" } }, "translation": { "en": "But among them is he who says, \"Our Lord, give us in this world [that which is] good and in the Hereafter [that which is] good and protect us from the punishment of the Fire.\"", "id": "Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/208", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/208.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/208.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan diantara mereka ada yang berdoa, \"Ya Tuhan kami! berilah kami kebaikan di dunia berupa kesehatan, rezeki yang halal dan berkah, ilmu yang bermanfaat, umur yang panjang dan hidup bermakna guna menopang pengalaman agama dan sukses hidup di dunia, dan berilah juga kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka dengan memperoleh keridaan-Mu.\" Dengan doa ini, orang-orang beriman yang berilmu dan beramal saleh hidupnya menjadi seimbang lahir batin, dunia akhirat.", "long": "Di dalam ayat ini, Allah menyebutkan manusia yang memperoleh keuntungan dunia akhirat, yaitu orang-orang yang di dalam doanya selalu minta agar mendapat kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, dan terjauh dari siksaan api neraka. Untuk mencapai hidup bahagia di dunia harus melalui beberapa persyaratan, di antaranya harus sabar dalam berusaha, patuh kepada peraturan dan disiplin, pandai bergaul dan dipercaya serta mempunyai maksud baik dalam usahanya. Untuk mencapai hidup bahagia di akhirat haruslah mempunyai iman yang murni dan kuat, serta mengerjakan amal yang saleh dan mempunyai akhlak yang mulia. Maka untuk terlepas dari siksa neraka hendaklah selalu meninggalkan pekerjaan-pekerjaan maksiat, menjauhkan diri dari yang keji serta memelihara diri jangan sampai berbuat hal-hal yang diharamkan Allah karena pengaruh syahwat dan hawa nafsu." } } }, { "number": { "inQuran": 209, "inSurah": 202 }, "meta": { "juz": 2, "page": 31, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 12, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika lahum naseebum mimmaa kasaboo; wal laahu saree'ul hisaab" } }, "translation": { "en": "Those will have a share of what they have earned, and Allah is swift in account.", "id": "Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/209", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/209.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/209.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan dengan memperoleh kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat, dan Allah Maha cepat perhitungan-Nya atas semua amal perbuatan manusia.", "long": "Mereka yang meminta kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat itulah yang akan mendapat nasib yang baik dan beruntung karena kesungguhannya dalam berusaha dan beramal. Artinya mereka sudah dapat menyamakan permintaan hatinya yang diucapkan oleh lidahnya dengan kesungguhan jasmaninya dalam berusaha dan beramal. Buahnya ialah keberuntungan dan kebahagiaan. Ayat ini ditutup dengan peringatan bahwa Allah sangat cepat perhitungan-Nya.\n\nMaksudnya, agar setiap manusia tidak ragu-ragu dalam berusaha dan beramal, sebab seluruhnya akan diperhitungkan Allah dan tidak akan dirugikan seorang pun juga. Perhitungan Allah sangat cepat dan tepat sehingga dalam waktu sekejap saja, setiap manusia sudah dapat melihat hasil usaha dan amalnya dan sekaligus akan dapat menerima balasan dari usaha dan amalnya itu dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 210, "inSurah": 203 }, "meta": { "juz": 2, "page": 32, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0639\u064e\u062c\u0651\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wazkurul laaha feee ayyaamim ma'doodaat; faman ta'ajjala fee yawmaini falaaa ismaa 'alaihi wa man taakhkhara falaaa isma 'alayh; limanit-taqaa; wattaqul laaha wa'lamooo annakum ilaihi tuhsharoon" } }, "translation": { "en": "And remember Allah during [specific] numbered days. Then whoever hastens [his departure] in two days - there is no sin upon him; and whoever delays [until the third] - there is no sin upon him - for him who fears Allah. And fear Allah and know that unto Him you will be gathered.", "id": "Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barangsiapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barangsiapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/210", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/210.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/210.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berzikirlah kepada Allah dengan membaca takbir sesudah salat lima waktu dan ketika melontar pada hari yang telah ditentukan jumlahnya, yaitu hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Barang siapa mempercepat meninggalkan Mina setelah dua hari, tanggal 11 dan 12 Zulhijah, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya hingga tanggal 13 Zulhijah, tidak ada dosa pula baginya, yakni bagi orang yang bertakwa, yaitu orang-orang menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya di dalam berhaji. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya, yakni kamu semua akan dikumpulkan kepada-Nya kelak pada hari Kiamat. Demikianlah, Allah menjelaskan tata cara yang benar dalam melaksanakan ibadah haji yang disyariatkan bagi orang-orang yang beriman.", "long": "Setelah jamaah haji berada di Mina, kembali dari Arafah, sekali lagi Allah memperingatkan agar mereka berzikir mengingat Allah, yakni bertakbir pada hari-hari tertentu, yaitu pada hari-hari tasyrik (11,12,13 Zulhijah) dengan meninggalkan kebiasaan pada zaman jahiliah, yaitu pada hari-hari itu mereka mengadakan rapat besar untuk bermegah-megah, menonjolkan jasa nenek-moyangnya, dan hal-hal lain yang menjadi kebanggaan masing-masing. Untuk ini, maka di kala Nabi Muhammad, selesai mengerjakan haji wada', beliau memberikan khutbah pengarahan di Mina, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.\n\nAllah memerintahkan agar para jamaah haji berzikir mengingat Allah pada hari-hari tertentu. Jumhur ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan hari-hari tertentu, yaitu tiga hari sesudah hari raya haji, tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah. Arti zikir dalam ayat ini adalah takbir dan dilakukan pada setiap selesai melakukan salat fardu dan pada setiap kali melempar jumrah. Dan lafal takbir tersebut adalah sebagai berikut:\n\nAllah Mahabesar; Allah Mahabesar, Allah Mahabesar; Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Allah Mahabesar; Allah Mahabesar; Dan segala puji hanya untuk Allah.\n\nTakbir sesudah salat Asar pada hari ketiga tasyrik merupakan takbir terakhir dalam rangka pelaksanaan perintah takbir yang disebutkan dalam ayat ini.\n\nPara jamaah haji yang berada di Mina dua hari sesudah hari raya haji, boleh segera kembali ke Mekah. Mereka berada di Mina untuk melempar jumrah. Karena itu jamaah haji wajib bermalam di Mina hanya pada malam pertama dan kedua dari hari-hari tasyrik. Mereka boleh pula belakangan kembali ke Mekah, dengan demikian mereka berada di Mina selama tiga hari, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Mana saja dari dua hal tersebut yang dipilih dan dikerjakan oleh mereka, tidak ada dosa baginya, sekalipun yang kembali belakangan (3 hari di Mina) itu lebih afdal.\n\nKetentuan ini adalah satu penegasan dari Allah swt untuk menghilangkan pendirian orang-orang jahiliah yang sebagian berpendapat bahwa orang yang segera kembali ke Mekah berdosa, dan sebagian lagi berpendapat bahwa orang yang terlambat kembali ke Mekah itulah yang berdosa. Bagi mereka yang bersegera kembali ke Mekah (dua hari sesudah hari raya) dinamakan nafar awal (rombongan pertama), sedangkan menunda sampai hari ketiga dinamakan nafar sani (rombongan kedua). Bagi nafar awal, mereka harus meninggalkan Mina pada hari kedua tasyrik, sesudah melontar jumrah dan sesudah tengah hari sebelum matahari terbenam.\n\nKalau mereka sampai waktu terbenamnya matahari belum juga meninggalkan Mina karena sesuatu sebab, maka nafar awal menjadi batal dan mereka harus bermalam lagi dan baru bisa meninggalkan Mina sesudah melontar jumrah pada hari ketiga tasyrik sesudah tengah hari.\n\nKelonggaran dan kesempatan memilih ini diberikan Allah kepada para jamaah haji karena kedua hal itu dapat dilaksanakan dengan penuh ketakwaan kepada Allah swt. Bagi yang bersegera karena takut melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti membunuh binatang-binatang terlarang, tidur dengan istrinya (bersanggama), dan hal-hal yang masih dilarang sesudah tahallul pertama sebelum tahallul kedua, dan bagi yang menunda, adalah karena ingin melakukan yang afdal dan meyakini bahwa dia sanggup menjauhi segala larangan tersebut.\n\nOleh karena pentingnya takwa dan untuk memantapkan takwa itu dalam hati, Allah swt, menekankan sekali lagi dengan firmannya:\n\n... Dan bertakwalah kepada Allah,... (al-Baqarah/2: 203)\n\nLalu disusul dengan kata-kata yang dapat menguatkan hati untuk bertakwa, yaitu:\n\n... Dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya¦. (al-Baqarah/2: 203)\n\nSeseorang yang mengetahui dan meyakini bahwa ia akan dikumpulkan di hari kemudian serta mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di dunia, tentu akan lebih banyak berbuat kebaikan dan menambah takwanya kepada Allah swt" } } }, { "number": { "inQuran": 211, "inSurah": 204 }, "meta": { "juz": 2, "page": 32, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0628\u064f\u0643\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0634\u0652\u0647\u0650\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u062f\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0635\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi mai yu'jibuka qawluhoo fil hayaatid dunyaa wa yushhidul laaha 'alaa maa fee qalbihee wa huwa aladdulkhisaam" } }, "translation": { "en": "And of the people is he whose speech pleases you in worldly life, and he calls Allah to witness as to what is in his heart, yet he is the fiercest of opponents.", "id": "Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/211", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/211.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/211.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan perihal dua golongan manusia, yaitu orang munafik dan orang mukmin yang beramal mengorbankan harta dan jiwanya untuk mencari rida-Nya. Ayat 204-206 diturunkan berkenaan dengan seorang munafik bernama al-Akhnas bin Syuraiq aÅ¡-Å aqafi, yang setiap bertemu Nabi Muhammad ia memuji Nabi dan mengucapkan kata-kata yang mengagumkan Nabi. Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia, atau pembicaraannya di dalam kehidupan dunia, tidak di akhirat nanti mengagumkan engkau, wahai Nabi Muhammad, sebab ia mengatakan perkataan yang manis di hadapanmu, dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, yakni ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia beriman kepada engkau, padahal dia adalah penentang yang paling keras. Di akhirat akan terungkap bahwa isi hatinya tidak sesuai dengan ucapannya.", "long": "Dengan ayat ini Allah memberitahukan bahwa orang yang seperti Al-Akhnas itu adalah pendusta, tidak dapat dipercaya dan bahwa ia adalah musuh Islam dan penentang yang keras terhadap Nabi Muhammad saw.\n\nAl-Akhnas dan orang-orang munafik lainnya ingin mengelabui dan melakukan makar terhadap umat manusia dengan tiga macam hal:\n\n1.Dengan kata-kata dan ucapan yang menarik, sehingga orang-orang yang mendengarnya terpesona dan terpengaruh, tidak ragu-ragu sedikit pun tentang kebenaran ucapannya itu.\n\n2.Bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk menunjukkan kebenarannya seakan-akan ia bermaksud baik.\n\n3.Gigih dalam berdebat dan berhujjah menghadapi lawan penentangnya." } } }, { "number": { "inQuran": 212, "inSurah": 205 }, "meta": { "juz": 2, "page": 32, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa tawallaa sa'aa fil ardi liyufsida feeha wa yuhlikal harsa wannasl; wallaahu laa yuhibbul fasaad" } }, "translation": { "en": "And when he goes away, he strives throughout the land to cause corruption therein and destroy crops and animals. And Allah does not like corruption.", "id": "Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/212", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/212.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/212.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara perbuatannya ialah apabila dia berpaling dari engkau, tidak lagi bersama engkau, dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, melakukan berbagai kejahatan seperti merusak tanam-tanaman, dan membunuh binatang ternak, kepunyaan orang-orang yang beriman, sedang Allah tidak menyukai hamba-Nya berbuat kerusakan di muka bumi.", "long": "Golongan manusia semacam ini, apabila ia telah berlalu dan meninggalkan orang yang ditipunya, ia melaksanakan tujuan yang sebenar-nya. Ia melakukan kerusakan-kerusakan di atas bumi; tanaman-tanaman dan buah-buahan dirusak dan binatang ternak dibinasakan, apalagi kalau mereka sedang berkuasa, di mana-mana mereka berbuat sesuka hatinya dan wanita-wanita dinodainya. Tidak ada tempat yang aman dari perbuatan jahatnya. Fitnah di mana-mana mengancam, masyarakat merasa ketakutan dan rumah tangga serta anak-anak berantakan karena tindakannya yang sewenang-wenang.\n\nSifat-sifat semacam ini, tidak disukai Allah sedikit pun. Dia murka kepada orang yang berbuat demikian, begitu juga kepada setiap orang yang perbuatannya kotor dan menjijikkan. Hal-hal yang lahirnya baik, tetapi tidak mendatangkan maslahat, Allah tidak akan meridainya karena Dia tidak memandang cantiknya rupa dan menariknya kata-kata, tetapi Allah memandang kepada ikhlasnya hati dan maslahatnya sesuatu perbuatan.\n\nSabda Nabi Muhammad saw:\n\nSesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuhmu dan juga tidak kepada bentukmu, tetapi Allah (hanya) memandang kepada hatimu. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra)" } } }, { "number": { "inQuran": 213, "inSurah": 206 }, "meta": { "juz": 2, "page": 32, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u06da \u0641\u064e\u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahuttaqil laaha akhazathul izzatu bil-ism; fahasbuhoo jahannam; wa labi'sal mihaad" } }, "translation": { "en": "And when it is said to him, \"Fear Allah,\" pride in the sin takes hold of him. Sufficient for him is Hellfire, and how wretched is the resting place.", "id": "Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/213", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/213.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/213.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila dikatakan kepadanya,\" Bertakwalah kepada Allah\", yakni jangan melakukan perbuatan atau mengucapkan perkataan yang menyebabkan turunnya azab Allah, maka bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa, ia mengabaikan seruan itu dan dengan sombong ia berbuat dosa, tidak takut kepada ancaman Allah. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh Jahanam itu tempat tinggal yang terburuk.", "long": "Orang-orang yang sudah rusak moralnya, apabila diperingatkan dan dinasihati agar mereka bertakwa kepada Allah dan meninggalkan sifat-sifat jeleknya, mereka marah dan terus bangkit memperlihatkan kesombongan dan keangkuhannya, menonjolkan sifat-sifat jahiliah dan watak setaniyahnya. Dengan nasihat dan peringatan tadi, mereka merasa terhina dan menganggap bahwa nasihat dan peringatan itu tidak pantas dan tidak layak baginya, karena ketinggian pangkat dan kedudukanya. Mereka tidak segan-segan berbuat maksiat dan dosa.\n\nSeseorang dengan sifat dan tabiat yang sudah rusak, tentunya tidak akan senang kepada orang yang menasihatinya, karena ia merasa bahwa perbuatan buruknya itu yang selalu dibungkus dengan kata-kata yang muluk-muluk, diselubungi dengan gerak-gerik yang menarik, telah diketahui orang, sehingga kalau dapat ia tidak segan menangkap, memukul, dan kalau perlu membunuh orang yang tidak disenanginya. \n\nDalam hal ini 'Umar bin al-Khaththab cukup menjadi contoh teladan. Apabila dikatakan kepada beliau, \"Bertakwalah kepada Allah\", beliau lalu meletakkan pipinya di tanah menunjukkan kesadarannya tentang kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan yang ada padanya, padahal kita mengetahui bahwa beliau adalah seorang sahabat yang terkenal adil terutama ketika beliau menjadi khalifah.\n\nIbnu Mas'ud r.a. salah seorang sahabat Nabi pernah berkata, \"Cukup besar dosa seseorang, apabila dikatakan kepadanya, \"Bertakwalah kepada Allah,\" lalu ia menjawab, \"Cukup kamu menasihati dirimu sendiri, dan janganlah engkau mencoba mencampuri urusan pribadi orang lain.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 214, "inSurah": 207 }, "meta": { "juz": 2, "page": 32, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi mai yashree nafsahub tighaaa'a mardaatil laah; wallaahu ra'oofum bil'ibaad" } }, "translation": { "en": "And of the people is he who sells himself, seeking means to the approval of Allah. And Allah is kind to [His] servants.", "id": "Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/214", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/214.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/214.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut diturunkan berkenaan dengan suwaihib bin Sina n arRaimi yang akan mengikuti Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, akan tetapi orang-orang kafir Mekah melarang ia membawa kekayaannya. shuwahaib dengan ikhlas menyerahkan semua kekayaannya asal ia diperbolehkan hijrah ke Madinah, lalu turunlah ayat ini. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya, yakni mengorbankan kekayaannya, untuk mencari keridaan Allah. Nabi Muhammad bersabda, \"Sungguh beruntung perdagangan shuwahaib.\" Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh untuk memperoleh rida-Nya. Mayoritas ulama mengatakan bahwa ayat ini berlaku bagi siapa pun yang berjuang di jalan Allah.", "long": "Setelah menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik yang kotor dan menjijikkan itu, Allah menjelaskan sifat-sifat orang-orang mukmin yang mukhlis.\n\nIbnu 'Abbas, Anas, Sa'id bin Musayyab, dan beberapa sahabat yang lain menyatakan bahwa ayat tersebut diturunkan berhubungan dengan peristiwa Suhaib bin Sinan ar-Rumi, yang akan mengikuti Nabi saw hijrah ke Medinah. Oleh pihak Quraisy ia dilarang hijrah dengan membawa kekayaannya. \n\nSuhaib tidak mengindahkan larangan Quraisy itu bahkan dengan segala senang hati dan penuh keikhlasan ia menyerahkan semua kekayaannya asal ia dibolehkan berhijrah ke Medinah, maka turunlah ayat tersebut.\n\nKemudian Sayyidina 'Umar bin al-Khaththab bersama beberapa orang sahabat pergi menemui Suhaib dan berkata, \"Daganganmu benar-benar menguntungkan.\" Suhaib berkata, \"Semoga dagangan saudara-saudara tidak rugi. Untuk apa kedatangan saudara-saudara ini?\" Sayyidina Umar r.a., kemudian memberitahukan bahwa Allah swt telah menurunkan ayat ini berhubung dengan peristiwa yang dialami Suhaib.\n\nOrang mukhlis seperti Suhaib yang selalu sama ucapan dan perbuatannya, kata-katanya sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya, bukan lain di mulut lain di hati, tidak bermuka dua, mereka dengan penuh ikhlas mau menjual dan mengorbankan dirinya dan semua yang ada padanya demi untuk memperoleh rida Allah swt.\n\nSetiap orang yang berjuang di jalan Allah hendaknya demikian, yakni harus berani mengorbankan apa yang ada padanya, tenaga, harta kekayaan atau kedua-duanya menurut kemampuannya, demi untuk berhasilnya perjuangan, sebagai cerminan dari iman dan takwa yang ada di dalam hati masing-masing. Dengan demikian mereka akan memperoleh kemenangan besar. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung. (at-Taubah/9: 111)." } } }, { "number": { "inQuran": 215, "inSurah": 208 }, "meta": { "juz": 2, "page": 32, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064f\u0637\u064f\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanud khuloo fis silmi kaaaffatanw wa laa tattabi'oo khutuwaatish Shaitaan; innahoo lakum 'aduwwum mubeen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, enter into Islam completely [and perfectly] and do not follow the footsteps of Satan. Indeed, he is to you a clear enemy.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/215", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/215.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/215.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan. Kata as-silm atau as-salm di sini berarti Islam. Laksanakanlah Islam secara total, tidak setengah-setengah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan yang menyesatkan dan memecah belah kamu. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan seorang Yahudi bernama abdullah bin Salam. Ia memeluk Islam tetapi masih mengerjakan sejumlah ajaran Yahudi, seperti mengagungkan Hari Sabat dan enggan mengonsumsi daging dan susu unta.", "long": "Ayat ini menekankan agar orang-orang mukmin, baik yang baru saja masuk Islam seperti halnya seorang Yahudi yang bernama Abdullah bin Salam, maupun orang munafik yang masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam agar mereka taat melaksanakan ajaran Islam sepenuhnya, jangan setengah-setengah, jangan seperti mengerjakan ibadah puasa pada bulan Ramadan tetapi salat lima waktu ditinggalkan, dan jangan bersifat sebagaimana yang digambarkan Allah di dalam Al-Qur'an tentang sifat orang Yahudi yang berbunyi:\n\n¦ Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? ¦. (al-Baqarah/2: 85).\n\nDan janganlah mengikuti langkah-langkah dan ajaran setan, karena setan selalu mengajak kepada kejahatan yang menyebabkan banyak orang meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 216, "inSurah": 209 }, "meta": { "juz": 2, "page": 32, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0632\u064e\u0644\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fa in zalaltum mimba'di maa jaaa'atkumul baiyinaatu fa'lamoo annallaaha 'Azeezun hakeem" } }, "translation": { "en": "But if you deviate after clear proofs have come to you, then know that Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Tetapi jika kamu tergelincir setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepadamu, ketahuilah bahwa Allah Maha-perkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/216", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/216.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/216.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi jika kamu tergelincir akibat berbuat maksiat dan tidak melaksanakan Islam secara keseluruhan, kaffah, setelah bukti-bukti yang nyata, yakni dalil tentang kebenaran Islam, sampai kepadamu melalui wahyu yang dibawa oleh para nabi, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa. Tidak ada yang dapat menghalangi siksaan-Nya. Allah juga Mahabijaksana dalam segala perbuatan-Nya.", "long": "Meskipun Allah menekankan kepada kaum Muslimin agar ajaran Islam dilaksanakan secara keseluruhan, perintah Allah ditaati, larangan-Nya dijauhi, namun masih ada juga orang yang tergelincir, lalu berbuat sekehendak hatinya, padahal bukti-bukti kebenaran agama Islam cukup jelas baginya. Hendaklah mereka ingat bahwa Allah Mahakuasa untuk mengadakan pembalasan, dan jika Allah menghendaki, tidak ada suatu kekuasaan dan kekuatan apa pun yang dapat menghalangi-Nya, dan Allah Mahabijaksana.\n\nDia tidak akan membiarkan pelanggar-pelanggar hukum, tetapi Dia akan membalasnya setimpal dengan kesalahan-kesalahan dan kejahatan-kejahatan yang telah dilakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 217, "inSurah": 210 }, "meta": { "juz": 2, "page": 32, "manzil": 1, "ruku": 26, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0638\u064f\u0644\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Hal yanzuroona illaaa ai yaatiyahumul laahu fee zulalim minal ghamaami walmalaaa'ikatu wa qudiyal amr; wa ilal laahi turja'ulumoor" } }, "translation": { "en": "Do they await but that Allah should come to them in covers of clouds and the angels [as well] and the matter is [then] decided? And to Allah [all] matters are returned.", "id": "Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/217", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/217.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/217.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada yang mereka, yakni para pemaksiat dan orang yang tidak melaksanakan Islam secara utuh, tunggu-tunggu kecuali datangnya azab Allah bersama malaikat dalam naungan awan kepada mereka, sedangkan perkara mereka, yakni ditimpakannya siksa atas mereka di hari Kiamat, telah diputuskan. Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan.", "long": "Kemudian Allah menegaskan kepada orang yang bersifat demikian, tak ada yang ditunggu kecuali datangnya azab pada hari kiamat sebagaimana telah dijanjikan-Nya.\n\nAllah akan mendatangkan azab dan siksa-Nya berupa naungan awan yang semula mereka sangka akan membawa rahmat, padahal awan itu penuh dengan azab, yang dibawa oleh malaikat. Dalam ayat lain disebutkan:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang. (al-Furqan/25:25).\n\nHal ini pasti akan berlaku, karena telah menjadi ketetapan Allah dan tidak ada jalan lagi untuk menghindarinya, karena memang segala sesuatunya akan dikembalikan kepada Allah.\n\nKiranya tidak banyak waktu lagi bagi orang yang belum juga sadar dan bagi pelanggar-pelanggar hukum Allah untuk cepat-cepat bertobat, meninggalkan perbuatan jahatnya sebelum meninggalkan dunia yang fana ini dan pindah ke alam baka." } } }, { "number": { "inQuran": 218, "inSurah": 211 }, "meta": { "juz": 2, "page": 33, "manzil": 1, "ruku": 27, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u0652 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u0652 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Sal Banee Israaa'eela kam aatainaahum min aayatim baiyinah; wa mai yubaddil ni'matal laahi mim ba'di maa jaaa'athu fa innallaaha shadeedul'iqaab" } }, "translation": { "en": "Ask the Children of Israel how many a sign of evidence We have given them. And whoever exchanges the favor of Allah [for disbelief] after it has come to him - then indeed, Allah is severe in penalty.", "id": "Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/218", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/218.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/218.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanyakanlah kepada Bani Israil, yakni Yahudi Madinah, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada nenek moyang mereka, seperti terbelahnya lautan, terangkatnya bukit Tur di atas kepala mereka, dan diturunkannya manna dan salwa . Barang siapa menukar nikmat Allah, yakni meng-ingkari nikmat atau petunjuk Allah dan menukarnya dengan kekufuran, setelah nikmat itu datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya", "long": "Bani Israil telah rusak karena pengaruh keduniaan sehingga tidak sedikit dosa yang telah mereka lakukan dan tidak sedikit pula nikmat Allah yang telah diingkarinya. Karena itu, Nabi Muhammad saw diperintahkan Allah swt menanyakan kepada mereka berapa banyak sudah ayat-ayat dan tanda-tanda kekuasaan Allah yang telah diperlihatkan kepada mereka? \n\nPertanyaan ini bukan untuk dijawab tetapi sebagai peringatan untuk dapat diinsafi dan disadari, agar mereka taat kepada Allah dan meninggalkan perbuatan jahat.\n\nAllah telah memperlihatkan kepada mereka mukjizat-mukjizat yang terjadi pada nabi-nabi mereka yang menunjukkan kebenaran ajaran-ajaran yang dibawanya itu, seperti tongkat Nabi Musa a.s. ketika dipukulkan kepada batu lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air, dan awan yang menaungi mereka pada waktu panas ketika berjalan di padang pasir, makanan yang berupa mann dan salwa, dan sebagainya. Tetapi mereka tetap saja keras kepala dan tidak ada tanda-tanda sedikit pun bahwa mereka akan sadar dan insaf. Oleh karena itu, Allah swt memberikan satu peringatan keras, yaitu barang siapa yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran sesudah nikmat itu datang kepadanya dan mengganti ayat-ayat-Nya, Allah akan membalas mereka dengan azab yang keras dan pedih terutama di hari kemudian dengan menjebloskan mereka ke dalam neraka Jahanam.\n\nAllah swt berfirman:\n\nTidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?Yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (Ibrahim/14: 28-29)." } } }, { "number": { "inQuran": 219, "inSurah": 212 }, "meta": { "juz": 2, "page": 33, "manzil": 1, "ruku": 27, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06d8 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Zuyyina lillazeena kafarul hayaatud dunyaa wa yaskharoona minal lazeena aamanoo; wallazeenat taqaw fawqahum yawmal Qiyaamah; wallaahu yarzuqu mai yashaaa'u bighairi hisaab;" } }, "translation": { "en": "Beautified for those who disbelieve is the life of this world, and they ridicule those who believe. But those who fear Allah are above them on the Day of Resurrection. And Allah gives provision to whom He wills without account.", "id": "Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/219", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/219.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/219.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehidupan dunia dijadikan oleh Allah terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir Mekah. Mereka sangat mencintai dunia dan berlomba-lomba mencari kesenangan dunia sehingga lupa kepada akhirat, dan mereka terus-menerus menghina orang-orang yang beriman, seperti Bilal, suwahaib, dan lainnya karena kefakiran mereka. Mereka terus saja berbuat demikian padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Mereka berada di surga sedangkan orang kafir itu berada di neraka. Dan Allah memberi rezeki baik di dunia maupun akhirat kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.", "long": "Menurut Abdullah bin Abbas, ayat ini diturunkan berhubungan dengan Abu Jahal dan teman-temannya. Sedang menurut Muqatil, ayat ini diturunkan berhubungan dengan orang-orang munafik, seperti Abdullah bin Ubay dan pengikut-pengikutnya.\n\nRiwayat lain mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan kaum Yahudi, tokoh-tokoh dan pemimpin-pemimpinnya, dari Bani Quraizah Bani Nadir dan Bani Qainuqa, yang kesemuanya selalu menghina kaum Muslimin. \n\nImam Fakhrur Razi berkata, \"Tidak ada salahnya bila dikatakan bahwa ayat ini diturunkan untuk ketiga golongan tersebut.\" Sudah menjadi tabiat yang melekat, terutama dalam hati orang kafir, yaitu mencintai dunia lebih dari segala-galanya. Setan menggambarkan kepada mereka kenikmatan hidup di dunia yang indah permai dengan sehebat-hebatnya sampai seluruh perhatian mereka tercurah kepada dunia. Mereka merebutnya mati-matian, mempertahankannya dengan jiwa raga, tidak mempedulikan larangan agama, kesopanan atau hukum-hukum Allah dan Rasul. Banyak celaan mereka yang ditujukan kepada orang-orang mukmin, seperti Abdullah bin Mas'ud, Ammar bin Yasir, Suhaib, dan sebagainya, dengan sengaja untuk menghina dan merendahkan kedudukan mereka. Mereka berkata, \"Muslimin itu suka menyiksa diri dan meninggalkan kesenangan dunia, mereka bersusah payah mengerjakan ibadah, menahan hawa nafsu dengan berpuasa, berzakat, dan mengeluarkan biaya yang besar untuk naik haji, dan lain sebagainya.\n\nEjekan dan penghinaan kaum kafir terhadap kaum Muslimin dijawab bahwa orang yang bertakwa kepada Allah, nanti pada hari kemudian jauh lebih tinggi martabat dan kedudukannya daripada mereka. Orang yang bertakwa akan dimasukkan ke dalam surga, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt:\n\nItulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (Maryam/19: 63).\n\nOrang kafir membanggakan kesenangan dunia yang dimilikinya, kekayaan bertumpuk-tumpuk yang diperolehnya, dan mereka menghina orang yang beriman yang umumnya miskin, tidak banyak yang kaya dibanding mereka. Untuk menjawab penghinaan ini, Allah menutup ayat ini dengan satu penegasan bahwa sangkaan mereka itu tidak benar. Allah memberi rezeki di dunia ini kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, baik ia orang kafir maupun mukmin, hanya bedanya kalau ia orang kafir, rezekinya itu sebagai \"istidraj\" yaitu menjerumuskan mereka dengan berangsur-angsur ke dalam siksa yang pedih yang akan ditemuinya. Siksa dan azab yang diterimanya di hari kemudian adalah karena mereka tidak mau sadar dan tidak mau kembali ke jalan Allah, sekalipun dalam keadaan senang dan serba cukup. Sedang bagi orang mukmin rezekinya itu merupakan \"fitnah\" yaitu cobaan, apakah ia mampu dan sanggup menggunakan dan memanfaatkannya kepada hal-hal yang diridai Allah swt atau tidak?\n\nDi akhirat nanti, orang-orang kafir akan meringkuk dalam neraka, merasakan siksaan dan azab yang amat pedih tak terhingga, dan orang mukmin dimasukkan ke dalam surga, diberi pahala berlipat ganda tak ada batasnya. Allah swt berfirman:\n\n¦ Dan barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga. (al-Mu'min/40: 40)" } } }, { "number": { "inQuran": 220, "inSurah": 213 }, "meta": { "juz": 2, "page": 33, "manzil": 1, "ruku": 27, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Kaanan naasu ummatanw waahidatan fab'asal laahun Nabiyyeena mubashshireena wa munzireena wa anzala ma'ahumul kitaaba bilhaqqi liyahkuma bainan naasi feemakh talafoo feeh; wa makh talafa feehi 'illallazeena ootoohu mim ba'di maa jaaa'athumul baiyinaatu baghyam bainahm fahadal laahul lazeena aamanoo limakh talafoo feehi minal haqqi bi iznih; wallaahu yahdee mai yashaaa'u ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "Mankind was [of] one religion [before their deviation]; then Allah sent the prophets as bringers of good tidings and warners and sent down with them the Scripture in truth to judge between the people concerning that in which they differed. And none differed over the Scripture except those who were given it - after the clear proofs came to them - out of jealous animosity among themselves. And Allah guided those who believed to the truth concerning that over which they had differed, by His permission. And Allah guides whom He wills to a straight path.", "id": "Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/220", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/220.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/220.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia itu dahulunya satu umat; semuanya beriman kepada Allah, kemudian mereka berselisih, ada yang beriman dan ada yang kafir kepada Allah. Bisa juga dipahami bahwa manusia itu satu umat dalam arti kehidupan manusia diikat oleh kesatuan sosial yang satu dengan lainnya saling membutuhkan. Lalu Allah mengutus para nabi untuk menyampaikan kabar gembira kepada orang yang beriman bahwa mereka akan masuk surga dan peringatan kepada orang kafir bahwa mereka akan masuk neraka. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran di dalam hukum-hukumnya untuk memberi keputusan yang benar dan adil di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan, yaitu perkara-perkara agama pada umumnya. Dan mereka yang berselisih tentang perkara-perkara itu tidak lain hanyalah orang-orang yang telah diberi Kitab. Mereka berselisih setelah bukti-bukti yang nyata berupa penjelasan-penjelasan sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri, yakni kedengkian orang-orang kafir kepada orang-orang beriman. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran perkara-perkara yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.", "long": "Manusia tadinya merupakan umat yang satu. Satu akidah dan satu tujuan amal perbuatan, yaitu untuk memperbaiki dan bukan untuk merusak, berbuat baik dan bukan berbuat jahat, berlaku adil dan bukan berbuat aniaya, kemudian mereka berpaling dan mengerjakan sebaliknya, dan tidak ada lagi kesatuan akidah dan pendapat di antara mereka, yang membawa mereka kepada kebahagiaan, lalu mereka berselisih, bercerai-berai.\n\nUntuk mengembalikan mereka kepada keadaan semula, bersatu dalam kebenaran, Allah mengutus nabi-nabi, manusia pilihan, agar membimbing mereka ke jalan yang benar, memberi petunjuk atas kekeliruan yang diperbuatnya, menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan taat.\n\nNabi-nabi yang diutus itu dilengkapi dengan kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada mereka, yang seluruhnya mengandung kebenaran, petunjuk-petunjuk dan penjelasan yang lengkap, yang akan dijadikan landasan untuk memberi pertimbangan dan memberikan keputusan yang seadil-adilnya atas segala sesuatu yang diperselisihkan.\n\nSebenarnya, manusia tidak perlu lagi berselisih karena kitab samawi yang diberikan mengandung keterangan-keterangan yang nyata, yang semuanya itu telah diketahui dan dimengerti. Jadi apakah gerangan yang menyebabkan mereka saling menyalahkan dan menganggap bahwa hanya dialah yang benar dan yang lain salah. Hal ini dikarenakan sifat dengki dan suka melakukan pelanggaran.\n\nApabila sifat dengki ini telah tertanam di dalam hati, baik secara perorangan maupun secara bergolongan, maka sukar untuk memperoleh ketenteraman dan kesejahteraan di antara mereka.\n\nBeruntunglah orang-orang yang beriman, karena dengan kehendak Allah swt mereka telah diberi petunjuk kepada jalan yang benar.\n\nAisyah ra berkata, \"Sesungguhnya Rasulullah saw apabila bangun di tengah malam, beliau mengerjakan \"shalah al-Lail\" (salat malam), dan beliau berdoa:\n\n\"Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Engkaulah yang memberi putusan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan. Berilah aku petunjuk yang benar tentang apa yang diperselisihkan itu dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDi dalam salah satu doa yang ma'sur (yang diamalkan) para sahabat terdapat ucapan sebagai berikut:\n\nYa Allah perlihatkanlah kepada Kami yang benar adalah benar, lalu bimbinglah kami untuk mengikutinya, dan perlihatkanlah kepada kami yang salah adalah salah, dan bimbinglah kami untuk menghindarinya. Janganlah dijadikan yang benar dan salah itu samar-samar bagi kami, yang akan menyebabkan kami sesat. Dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang takwa\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)." } } }, { "number": { "inQuran": 221, "inSurah": 214 }, "meta": { "juz": 2, "page": 33, "manzil": 1, "ruku": 27, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u06d6 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0632\u064f\u0644\u0652\u0632\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa yaa-tikum masalul lazeena khalaw min qablikum massathumul baasaaa'u waddarraaaa'u wa zulziloo hattaa yaqoolar Rasoolu wallazeena aamanoo ma'ahoo mataa nasrul laah; alaaa inna nasral laahiqareeb" } }, "translation": { "en": "Or do you think that you will enter Paradise while such [trial] has not yet come to you as came to those who passed on before you? They were touched by poverty and hardship and were shaken until [even their] messenger and those who believed with him said, \"When is the help of Allah?\" Unquestionably, the help of Allah is near.", "id": "Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/221", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/221.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/221.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika orang-orang mukmin di Madinah menderita kemiskinan karena meninggalkan harta benda mereka di Mekah dan juga akibat peperangan yang terjadi, Allah bertanya untuk menguji mereka. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan dan penderitaan, dan diguncang dengan berbagai cobaan, sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. Ayat ini memotivasi orang-orang beriman yang sedang menghadapi bermacam kesulitan dan menumbuhkan keyakinan bahwa tidak lama lagi akan datang pertolongan Allah yang membawa mereka menuju kemenangan.", "long": "Ada beberapa pendapat mengenai sebab turunnya ayat ini. Pertama, pendapat dari Qatadah, as-Suddi, dan kebanyakan ahli tafsir yang mengatakan bahwa ayat ini turun pada waktu perang Khandak ketika kaum Muslimin mengalami bermacam-macam kesulitan dan tekanan perasaan, sehingga mereka merasa gentar dan ketakutan.\n\nKedua, pendapat lain yang mengatakan bahwa ayat ini turun pada waktu perang Uhud, ketika kaum Muslimin dipukul mundur oleh pasukan musuh. Dalam peperangan itu, Sayyidina Hamzah tewas dianiaya, dan Nabi pun menderita luka.\n\nKetiga, pendapat golongan lain, bahwa ayat ini turun untuk menghibur hati kaum Muhajirin ketika mereka meninggalkan kampung halamannya, dan harta kekayaannya dikuasai oleh kaum musyrikin, dan kaum Yahudi memperlihatkan permusuhan kepada Rasulullah saw secara terang-terangan dan kesulitan-kesulitan lain yang dialaminya di Medinah. Ayat ini secara tidak langsung, memperkuat ayat-ayat sebelumnya, yaitu agar kaum Muslimin selalu tabah dan sabar dalam perjuangan.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (al-Baqarah/2: 155)\n\ndan firman-Nya:\n\nApakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, \"Kami telah beriman,\" dan mereka tidak diuji? (al-'Ankabut/29: 2)\n\nMakin berat dan makin tinggi cita-cita yang akan dicapai, makin besar pula rintangan dan cobaan yang akan dialami. Untuk mencapai keridaan Allah dan memperoleh surga, bukan suatu hal yang mudah dan gampang, tetapi harus melalui perjuangan yang gigih yang penuh rintangan dan cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu. Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, nabinya dibunuh, pengikutnya disiksa sampai ada di antara mereka digergaji kepalanya dalam keadaan hidup atau dibakar hidup-hidup. Oleh karena cobaan dan penderitaan yang dialaminya dirasakan lama, sekalipun mereka yakin bahwa bagaimanapun juga pertolongan Allah akan datang, maka rasul mereka dan pengikut-pengikutnya merasa gelisah lalu berkata, \"Bilakah datang pertolongan Allah,\" pertanyaan itu dijawab oleh Allah, \"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.\" Pada saatnya nanti mereka akan menang dan mengalahkan musuh, penganiaya dan orang-orang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 222, "inSurah": 215 }, "meta": { "juz": 2, "page": 33, "manzil": 1, "ruku": 27, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yas'aloonaka maazaa yunfiqoona qul maaa anfaqtum min khairin falil waalidaini wal aqrabeena walyataamaa wal masaakeeni wabnis sabeel; wa maa taf'aloo min khairin fa innal laaha bihee 'Aleem" } }, "translation": { "en": "They ask you, [O Muhammad], what they should spend. Say, \"Whatever you spend of good is [to be] for parents and relatives and orphans and the needy and the traveler. And whatever you do of good - indeed, Allah is Knowing of it.\"", "id": "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/222", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/222.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/222.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Diriwayatkan bahwa seorang pria lanjut usia dan kaya raya bernama Amr bin al-Jamuh al-Anshari bertanya kepada Rasulullah,\" Harta apa yang sebaiknya aku nafkahkan dan kepada siapa aku berikan?\" Allah lalu menurunkan ayat ini untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mereka bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, \"Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, seperti saudara kandung, paman, bibi, dan anak-anak mereka, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.\" Mereka hendaknya diprioritaskan untuk menerima infak sebelum orang lain. Infak pada ayat ini adalah sedekah yang bersifat anjuran, bukan zakat yang diwajibkan dalam agama dan telah ditentukan siapa yang berhak menerimanya seperti dibahas pada Surah at-Taubah/9: 60. Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Dalam ayat ini kata al-khair disebut dua kali; yang pertama berarti harta (al-mal) dan yang kedua berarti kebajikan dalam arti umum.", "long": "Ibnu 'Abbas meriwayatkan bahwa Amir bin al-Jamuh al-Ansari, orang yang telah lanjut usia dan mempunyai banyak harta, bertanya kepada Rasulullah saw, \"Harta apakah yang sebaiknya saya nafkahkan dan kepada siapa nafkah itu saya berikan?\" Sebagai jawaban, turunlah ayat ini. Nafkah yang dimaksud dalam ayat ini, ialah nafkah sunah, yaitu sedekah, bukan nafkah wajib seperti zakat dan lain-lain.\n\nAyat ini mengajarkan bahwa apa saja yang dinafkahkan, banyak ataupun sedikit pahalanya adalah untuk orang yang menafkahkan itu dan tercatat di sisi Allah swt sebagai amal saleh sebagaimana dijelaskan dalam satu hadis yang berbunyi:\n\n\"Bahwasannya pahala perbuatanmu adalah kepunyaanmu. Akulah yang mencatatnya untukmu.\" (Riwayat Muslim dari Abu dzarr al-Giffari).\n\nSesuatu yang dinafkahkan hendaklah diberikan lebih dahulu kepada orang tua yaitu ibu-bapak, karena keduanya adalah orang yang paling berjasa kepada anaknya. Merekalah yang mendidiknya sejak dalam kandungan, dan pada waktu kecil bersusah payah dalam menjaga pertumbuhannya. Sesudah itu barulah nafkah diberikan kepada kaum kerabat, seperti anak-anak, saudara-saudara yang memerlukan bantuan. Mereka itu adalah orang-orang yang semestinya dibantu, karena kalau dibiarkan saja, akhirnya mereka akan meminta kepada orang lain, akibatnya akan memalukan keluarga, lalu kepada anak-anak yatim yang belum bisa berusaha untuk memenuhi keperluannya. Akhirnya kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan untuk menutupi keperluannya, meringankan beban karena sekalipun mereka tidak ada hubungan famili, tetapi mereka adalah anggota keluarga besar kaum Muslimin, yang sewajarnya dibantu ketika mereka dalam kesusahan.\n\nApa saja yang dinafkahkan oleh manusia, Allah mengetahuinya. Oleh karena itu, tidak boleh digembar-gemborkan, karena Allah-lah yang akan membalasnya dan memberikan pahala berlipat ganda menurut keikhlasan seseorang." } } }, { "number": { "inQuran": 223, "inSurah": 216 }, "meta": { "juz": 2, "page": 34, "manzil": 1, "ruku": 27, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064f\u0631\u0652\u0647\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kutiba alaikumulqitaalu wa huwa kurhullakum wa 'asaaa an takrahoo shai'anw wa huwa khairullakum wa 'asaaa an tuhibbo shai'anw wa huwa sharrullakum; wallaahu ya'lamu wa antum laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Fighting has been enjoined upon you while it is hateful to you. But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.", "id": "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/223", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/223.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/223.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain diuji dengan kemiskinan dan kemelaratan, orang-orang beriman juga akan diuji dengan diminta mengorbankan jiwa mereka melalui kewajiban perang. Diwajibkan atas kamu berperang melawan orang-orang kafir yang memerangi kamu, padahal berperang itu tidak menyenangkan bagimu, sebab ia mengor-bankan harta benda dan jiwa. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, yakni boleh jadi kamu tidak menyukai peperangan, padahal itu baik bagimu karena kamu mendapat kemenangan atas orang-orang kafir atau masuk surga jika terbunuh atau kalah dalam peperangan, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui apa yang baik bagimu, sedang kamu tidak mengetahui. Karena itu, tunaikanlah perintah Allah yang pasti akan membawa kebaikan bagimu.", "long": "Dengan turunnya ayat ini hukum perang itu menjadi wajib kifayah dalam rangka membela diri dan membebaskan penindasan. Bila musuh telah masuk ke dalam negeri orang-orang Islam, hukumnya menjadi wajib 'ain. Hukum wajib perang ini turun pada tahun kedua Hijri. Ketika masih di Mekah (sebelum Hijrah) Nabi Muhammad saw dilarang berperang, baru pada permulaan tahun Hijrah, Nabi diizinkan perang bilamana perlu.\n\nBerperang dirasakan sebagai suatu perintah yang berat bagi orang-orang Islam sebab akan menghabiskan harta dan jiwa. Lebih-lebih pada permulaan Hijrah ke Medinah. Kaum Muslimin masih sedikit, sedang kaum musyrikin mempunyai jumlah yang besar. Berperang ketika itu dirasakan sangat berat, tetapi karena perintah berperang sudah datang untuk membela kesucian agama Islam dan meninggikan kalimatullah, maka Allah menjelaskan bahwa tidak selamanya segala yang dirasakan berat dan sulit itu membawa penderitaan, tetapi mudah-mudahan justru membawa kebaikan. Betapa khawatirnya seorang pasien yang pengobatannya harus dengan mengalami operasi, sedang operasi itu paling dibenci dan ditakuti, tetapi demi untuk kesehatannya dia harus mematuhi nasehat dokter, barulah penyakit hilang dan badan menjadi sehat setelah dioperasi.\n\nAllah memerintahkan sesuatu bukan untuk menyusahkan manusia, sebab di balik perintah itu akan banyak ditemui rahasia-rahasia yang membahagiakan manusia. Masalah rahasia itu Allah-lah yang lebih tahu, sedang manusia tidak mengetahuinya." } } }, { "number": { "inQuran": 224, "inSurah": 217 }, "meta": { "juz": 2, "page": 34, "manzil": 1, "ruku": 28, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064c \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064c \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u062c\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u062f\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0645\u064f\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064c \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yas'aloonaka 'anish Shahril Haraami qitaalin feehi qul qitaahun feehi kabeerunw wa saddun 'an sabeelil laahi wa kufrum bihee wal Masjidil Haraami wa ikhraaju ahlihee minhu akbaru 'indal laah; walfitnatu akbaru minal qatl; wa laa yazaaloona yuqaatiloonakum hatta yaruddookum 'an deenikum inis tataa'oo; wa mai yartadid minkum 'an deenihee fayamut wahuwa kaafirun fa ulaaa'ika habitat a'maaluhum fid dunyaa wal aakhirati wa ulaaa'ika ashaabun Naari hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "They ask you about the sacred month - about fighting therein. Say, \"Fighting therein is great [sin], but averting [people] from the way of Allah and disbelief in Him and [preventing access to] al-Masjid al-Haram and the expulsion of its people therefrom are greater [evil] in the sight of Allah. And fitnah is greater than killing.\" And they will continue to fight you until they turn you back from your religion if they are able. And whoever of you reverts from his religion [to disbelief] and dies while he is a disbeliever - for those, their deeds have become worthless in this world and the Hereafter, and those are the companions of the Fire, they will abide therein eternally.", "id": "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/224", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/224.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/224.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini turun ketika tentara Islam yang dipimpin oleh abdullah bin Jahsy berperang melawan orang-orang kafir di permulaan bulan Rajab, satu dari empat bulan haram. Mereka lalu bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang boleh-tidaknya berperang pada bulan haram. Katakanlah, \"Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar. Tetapi, ada yang lebih besar lagi dosanya, yaitu menghalangi orang beriman dari jalan Allah, yakni melaksanakan perintah-Nya, ingkar kepadaNya, menghalangi orang masuk Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya. Itu semua lebih besar dosanya dalam pandangan Allah. Dan fitnah, yaitu kemusyrikan dan menindas orang mukmin, itu lebih kejam daripada pembunuhan dalam peperangan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad keluar dari agamamu, jika mereka sanggup mengeluarkanmu dari agamamu. Janganlah sekali-kali kamu murtad dari agamamu walaupun mereka tidak akan berhenti memerangimu, sebab barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, yakni keluar dari Islam, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Tidak ada pahala bagi amalnya, dan mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.", "long": "Berperang pada bulan-bulan suci memang tidak boleh, haram hukumnya, kecuali kalau musuh menyerang. Ketika orang-orang bertanya kepada Rasulullah saw, bagaimana hukumnya berperang di bulan-bulan Haram, seperti yang telah dilakukan oleh Abdullah bin Jahsy terhadap rombongan pedagang Quraisy, maka turunlah wahyu yang menyatakan haram hukumnya berperang di bulan itu dan besar dosanya. Tetapi menghalangi manusia dari jalan Allah, adalah perbuatan kafir kepada Allah. Sedangkan menghalangi kaum Muslimin memasuki Masjidilharam, mengusir orang-orang Islam dari Mekah, lebih besar lagi dosanya di sisi Allah. Semua itu adalah fitnah yang lebih besar bahayanya dari pembunuhan di bulan Haram.\n\nFitnah dalam ayat ini mencakup semua pelanggaran yang berat seperti hal-hal tersebut di atas dan menganiaya serta menyiksa orang-orang Islam. Perbuatan seperti itu lebih besar dosanya daripada berperang. Seperti halnya yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy terhadap Ammar bin Yasir, Bilal, Habbab bin Arat dan lain-lain. Ammar bin Yasir disiksa dengan besi panas yang dilekatkan ke tubuhnya, agar ia keluar dari agama Islam. Namun ia tetap dalam Islam. Bukan ia saja yang disiksa, juga bapaknya, ibunya dan saudaranya. Bilal disiksa pula oleh majikannya, Umayyah bin Khalaf. Bilal tidak boleh makan dan minum siang malam dengan tangan dan kaki terikat, dilemparkan ke tengah-tengah padang pasir yang panas terik, di atas punggungnya diletakkan sebuah batu besar, kemudian Umayyah menyiksanya sambil mengatakan, \"Azab ini akan terus kau derita sampai engkau mati, bila engkau tidak mau keluar dari Islam dan kembali menyembah tuhan \"Lata dan Uzza\". Tetapi Bilal lebih memilih menderita azab dan siksaan daripada ingkar kepada Allah dan Muhammad. Banyak pengikut-pengikut Nabi Muhammad saw yang sama nasibnya dengan Ammar bin Yasir dan Bilal itu.\n\nCara yang kejam itu akan terus dilancarkan oleh orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin pada segala masa dan tempat, dimana saja mereka mempunyai kesempatan, sehingga orang-orang Islam menjadi murtad dari agamanya. Murtad artinya keluar dari agama Islam. Orang-orang murtad itu kalau mereka mati dalam keadaan murtad semua amalnya akan dihapus dan mereka akan kekal dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 225, "inSurah": 218 }, "meta": { "juz": 2, "page": 34, "manzil": 1, "ruku": 28, "hizbQuarter": 13, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wallazeena haajaroo wa jaahadoo fee sabeelil laahi ulaaaika yarjoona rahmatal laah; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed and those who have emigrated and fought in the cause of Allah - those expect the mercy of Allah. And Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/225", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/225.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/225.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan orang-orang yang berhijrah meninggalkan negeri dan keluarganya untuk menegakkan agama Allah dan berjihad di jalan Allah dengan memerangi orang-orang musyrik, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat dan ganjaran Allah. Allah Maha Pengampun kepada orang-orang yang beriman, lagi Maha Penyayang.", "long": "Ayat ini menerangkan balasan bagi orang-orang yang kuat imannya menghadapi segala cobaan dan ujian. Begitu juga balasan bagi orang-orang yang hijrah meninggalkan negerinya yang dirasakan tidak aman, ke negeri yang aman untuk menegakkan agama Allah, seperti hijrahnya Nabi Muhammad saw bersama pengikut-pengikutnya dari Mekah ke Medinah, dan balasan bagi orang-orang yang berjihad fi sabilillah, baik dengan hartanya maupun dengan jiwanya.\n\nMereka itu semuanya mengharapkan rahmat Allah dan ampunan-Nya, dan sudah sepantasnya memperoleh kemenangan dan kebahagiaan sebagai balasan atas perjuangan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 226, "inSurah": 219 }, "meta": { "juz": 2, "page": 34, "manzil": 1, "ruku": 28, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0633\u0650\u0631\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064c \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yas'aloonaka 'anilkhamri walmaisiri qul feehimaaa ismun kabeerunw wa manaafi'u linnaasi wa ismuhumaa akbaru min naf'ihimaa; wa yas'aloonaka maaza yunfiqoona qulil-'afw; kazaalika yubaiyinul laahu lakumul-aayaati la'allakum tatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "They ask you about wine and gambling. Say, \"In them is great sin and [yet, some] benefit for people. But their sin is greater than their benefit.\" And they ask you what they should spend. Say, \"The excess [beyond needs].\" Thus Allah makes clear to you the verses [of revelation] that you might give thought.", "id": "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/226", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/226.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/226.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menanyakan kepadamu, wahai Nabi, tentang khamar, yaitu semua minuman yang memabukkan, dan berjudi. Pertanyaan itu muncul antara lain karena di antara rampasan perang yang diperoleh pasukan pimpinan abdulla h bin Jahsy seperti disinggung pada ayat 217 terdapat minuman keras. Katakanlah, \"Pada keduanya terdapat dosa, yakni mudarat yang besar. Keduanya menimbulkan permusuhan dan menyebabkan kaum muslim melupakan Allah dan enggan menunaikan salat. Dan keduanya juga mengandung beberapa manfaat bagi manusia, seperti keuntungan dari perdagangan khamar, kehangatan badan bagi peminumnya, memperoleh harta tanpa susah payah bagi pemenang dalam perjudian, dan beberapa manfaat yang diperoleh fakir miskin dari perjudian pada zaman Jahiliah. Tetapi dosanya, yakni mudarat yang ditimbulkan oleh khamar dan judi, lebih besar daripada manfaatnya.\r\nKhamar diharamkan dalam Islam secara berangsur. Ayat ini menyatakan bahwa minum khamar dan berjudi adalah dosa dengan penjelasan bahwa pada keduanya terdapat manfaat, tetapi mudaratnya lebih besar daripada manfaat itu. Surah an-Nisa '/4: 43 dengan tegas melarang minum khamar, tetapi terbatas pada waktu menjelang salat. Surah al-Ma 'idah/5: 90 dengan tegas mengharamkan khamar, berjudi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib dan menyatakan bahwa semuanya adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan yang harus dijauhi selamanya oleh orang-orang beriman. Bagian akhir ayat ini menjelaskan ketentuan menafkahkan harta di jalan Allah. Dan mereka menanyakan kepadamu tentang apa yang harus mereka infakkan di jalan Allah. Katakanlah,\" Kelebihan dari apa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan diri dan kebutuhan keluarga. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan.", "long": "Ayat ini menjawab pertanyaan para sahabat yang diajukan kepada Rasulullah saw. Jawaban-jawaban itu bukan saja mengenai hukum khamar dan judi, tetapi sekaligus menjawab pertanyaan tentang apa yang akan dinafkahkan; dan juga mengenai persoalan anak-anak yatim.\n\nLarangan minum khamar, diturunkan secara berangsur-angsur. Sebab minum khamar itu bagi orang Arab sudah menjadi adat kebiasaan yang mendarah daging sejak zaman jahiliah. Kalau dilarang sekaligus, dikhawatirkan akan sangat memberatkan bagi mereka. Mula-mula dikatakan bahwa dosanya besar, kemudian dikatakan orang mabuk tidak boleh mengerjakan salat; dan terakhir dikatakan bahwa minum khamar itu adalah keji dan termasuk perbuatan setan. Kemudian mereka dicela dengan mengatakan, \"Apakah kamu belum mau juga berhenti meminumnya?\" Tegasnya: minum khamar dan main judi itu dilarang, dan haram hukumnya.\n\nYang dimaksud dengan khamar menurut pendapat jumhur ulama ialah semua minuman yang memabukkan, walaupun terbuat dari bahan apa saja. Jadi minum apa saja yang memabukkan, hukumnya haram, baik sedikit ataupun banyak. Semua ahli kesehatan sependapat, baik dahulu maupun sekarang, bahwa minum khamar itu banyak sekali bahayanya. Allah tidak akan melarang sesuatu, kalau tidak berbahaya bagi manusia.\n\nSudah tidak diragukan bahwa minum khamar itu berbahaya bagi kesehatan, akal pikiran dan urat syaraf, serta harta benda dan keluarga. Minum khamar sama dengan menghisap candu, narkotika, dan obat-obatan terlarang (narkoba) yang menimbulkan ketagihan. Seseorang yang telah ketagihan minum khamar, baginya tidak ada nilainya harta benda, berapa saja harga khamar itu akan dibelinya.\n\nDengan demikian, khamar membahayakan dalam pergaulan masyarakat, menimbulkan permusuhan, perkelahian, dan sebagainya. Rumah tangga akan kacau, tetangga tidak aman dan masyarakat akan rusak, karena minum khamar.\n\nPenyakit kecanduan khamar erat sekali hubungannya dengan segala perbuatan maksiat dan kejahatan. Seorang yang sudah mabuk, tidak akan malu-malu berzina di tempat-tempat maksiat seperti night club, bar dan lain-lain. Kedua perbuatan mesum itu biasa disatukan tempatnya. Bahaya minum khamar akan lebih besar lagi kalau sudah bercampur dengan zina. Bukan saja menghambur-hamburkan harta dan berfoya-foya memperturutkan hawa nafsu, tapi segala macam penyakit kelamin akan merebak, lahirlah anak-anak tanpa bapak yang sah, serta pembunuhan bayi-bayi yang tidak berdosa. Pekerjaan seperti ini merupakan perbuatan yang terkutuk yang tidak berperikemanusiaan, perbuatan keji yang lebih keji dari perbuatan hewan.\n\nSebagaimana halnya minum khamar, Allah juga melarang main judi sebab bahayanya lebih besar daripada manfaatnya. Judi ialah semua permainan yang menggunakan pertaruhan yang kalah harus membayar kepada yang menang. Taruhan itu berupa apa saja: uang, barang-barang, dan lain-lain.\n\nBahaya main judi tidak kurang dari bahaya minum khamar. Main judi cepat sekali menimbulkan permusuhan dan kemarahan, dan tidak jarang menimbulkan pembunuhan. Bahaya itu sudah terbukti sejak dahulu sampai sekarang. Bilamana di suatu tempat telah berjangkit perjudian, maka di tempat itu selalu terjadi perselisihan, pemusuhan dan pembunuhan. Pekerjaan nekad, kerap kali terjadi pada pemain-pemain judi, seperti bunuh diri, merampok, dan lain-lain, lebih-lebih bila ia mengalami kekalahan.\n\nJudi adalah perbuatan berbahaya, akibat berjudi seseorang yang baik dapat menjadi jahat, malas mengerjakan ibadah, dan jenuh hatinya dari mengingat Allah. Dia jadi pemalas, pemarah, matanya merah, dan badannya lemas. Dengan sendirinya akhlaknya menjadi rusak, tidak mau bekerja untuk mencari rezeki dengan jalan yang baik, dan selalu mengharap kalau-kalau mendapat kemenangan. Dalam sejarah perjudian, tidak ada orang yang kaya karena berjudi. Malahan sebaliknya yang terjadi, banyak orang kaya tiba-tiba jatuh miskin dan melarat karena berjudi. Banyak pula rumah tangga yang bahagia, tiba-tiba hancur berantakan karena judi.\n\nAdapun manfaat minum khamar sedikit sekali, boleh dikatakan tidak ada artinya dibandingkan dengan bahayanya. Misalnya, khamar, mungkin dapat menjadi obat, dapat dijadikan komoditas perdagangan yang mendatangkan keuntungan, dan dapat menimbulkan semangat bagi prajurit-prajurit yang akan pergi berperang, dan lain-lain. Tapi semua itu bukanlah manfaat yang berarti. \n\nTentang bahaya minum khamar dan main judi, dan apa yang akan diderita oleh peminum khamar dan pemain judi nantinya, selain dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an juga banyak diterangkan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad saw. \n\nSesudah para sahabat menanyakan kedua masalah yang sangat besar bahayanya itu, yaitu minum khamar dan main judi, maka mereka menanyakan masalah apa yang akan dinafkahkan.\n\nDalam satu riwayat, dari Ibnu Abi hatim dari Ibnu 'Abbas beberapa orang sahabat Rasulullah saw datang bertanya kepada beliau, \"Kami belum tahu, apakah itu nafkah fi sabilillah yang diperintahkan kepada kami untuk mengeluarkannya dari harta kami?\" Ayat ini adalah jawabannya. Sengaja Allah swt menggabungkan masalah nafkah dengan masalah khamar dan judi dalam satu ayat, untuk menjadi cermin perbandingan bagi manusia, bahwa di samping ada orang yang menghambur-hamburkan hartanya untuk berbuat maksiat seperti minum khamar dan berjudi, ada pula orang yang menggunakan hartanya untuk dinafkahkan di jalan Allah.\n\nOrang-orang yang menghamburkan hartanya di jalan maksiat itu akan mendapat kehancuran dan malapetaka, sebaliknya orang-orang yang mempergunakan hartanya di jalan Allah akan memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan. Yang dimaksud dengan nafkah dalam ayat ini ialah memberi sedekah, amal jariah, derma, sumbangan, dan lain-lain yang hukumnya sunah, sedang zakat hukumnya wajib. Hal ini sudah diterangkan dalam ayat-ayat yang lain. Arti al-'afwa di sini ialah \"yang lebih dari keperluan\". Jadi yang akan dinafkahkan adalah harta yang sudah berlebih dari keperluan pokok sehari-hari.\n\nAllah menganjurkan agar seseorang berusaha mencari rezeki untuk keperluan anak dan istri serta orang-orang yang di bawah tanggungannya. Tapi kalau rezeki yang diberikan Allah sudah lebih dari kebutuhan tersebut, Allah menganjurkan agar ia berinfak, yaitu memberikan sebagian dari kelebihan harta itu untuk keperluan fi sabilillah. Umpamanya untuk membangun rumah-rumah ibadah, seperti masjid, musala atau surau, atau untuk membangun rumah-rumah yatim atau rumah-rumah pendidikan seperti madrasah, asrama-asrama pelajar, fakir miskin, juga kepada pelajar dan mahasiswa dalam bentuk beasiswa, dan lain-lain.\n\nAmal-amal sosial seperti tersebut di atas, dapat dibiayai dengan nafkah yang diberikan kaum Muslimin. Memberikan nafkah dalam hal ini penting sekali, sebab itu merupakan urat nadi pembangunan dalam Islam dan jadi jembatan yang menghubungkan antara yang kaya dengan yang miskin.\n\nBegitulah cara Allah memberikan petunjuk dengan ayat-ayat-Nya untuk kebahagiaan umat manusia. Ditunjukkan-Nya jalan mana yang dapat mendatangkan manfaat dan kebaikan dan jalan yang akan menjerumuskan ke dalam bahaya dan kerusakan. Dalam hal ini, manusia harus memikirkannya. Berpikir bukan untuk dunia saja tetapi juga memikirkan akhirat dalam setiap usaha dan pekerjaannya.\n\nKaum Muslimin menjadi jaya dan mulia bila mau mempergunakan akalnya untuk memikirkan keselamatan hidupnya dan masyarakatnya di dunia dan di akhirat. Di dunia, mereka menjadi orang yang terhormat dan disegani, karena mereka adalah orang-orang yang mampu, berwibawa, dan memegang tampuk kekuasaan. Di akhirat, dia menjadi orang yang beruntung karena amal kebajikannya yang banyak." } } }, { "number": { "inQuran": 227, "inSurah": 220 }, "meta": { "juz": 2, "page": 35, "manzil": 1, "ruku": 28, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0637\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fid dunyaa wal aakhirah; wa yas'aloonaka 'anil yataamaa qul islaahullahum khayr, wa in tukhaalitoohum fa ikhwaanukum; wallaahu ya'lamul mufsida minalmuslih; wa law shaaa'al laahu la-a'natakum; innal laaha 'Azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "To this world and the Hereafter. And they ask you about orphans. Say, \"Improvement for them is best. And if you mix your affairs with theirs - they are your brothers. And Allah knows the corrupter from the amender. And if Allah had willed, He could have put you in difficulty. Indeed, Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/227", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/227.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/227.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yakni memikirkan tentang dunia dan akhirat. Dunia adalah tempat beramal dan akhirat adalah tempat memanen hasil dari amalan itu. Dunia adalah negeri yang fana dan akhirat kekal abadi. Karena itu, berbuatlah kebajikan selagi kamu di dunia agar di akhirat kamu mendapat kebahagiaan selama-lamanya. Demikianlah Allah memberi petunjuk dengan ayat-ayatnya untuk kebahagiaan manusia, tidak saja kebahagiaan di dunia tetapi juga di akhirat. Selanjutnya Allah memberi tuntunan dalam memelihara anak yatim. Mereka menanyakan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang anak-anak yatim. Katakanlah,\" Memperbaiki keadaan mereka, yakni mengurus anak yatim untuk memperbaiki keadaan mereka, adalah baik!\" Dan jika kamu mempergauli dan menyatukan mereka dengan keluargamu dalam urusan makanan, tempat tinggal, dan keperluan lainnya, maka yang demikian itu baik sebab mereka adalah saudara-saudaramu. Karena itu, sepantasnya engkau bergaul dengan mereka dan menjadikan mereka satu dengan keluargamu.Yang demikian itu lebih baik daripada engkau memisahkan mereka dari keluargamu. Allah mengetahui orang yang berbuat  kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, nisacaya Dia datangkan kesulitan kepadamu dengan membiarkan kamu dalam kesulitan mengurus anak yatim. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana dengan tidak menghendaki kesulitan sedikit pun menimpamu.", "long": "Kemudian dalam ayat ini, Allah swt sekaligus menjawab pertanya-an tentang masalah anak-anak yatim. Anak-anak yatim yaitu anak-anak yang tidak berbapak lagi, karena sudah meninggal.\n\nTimbulnya pertanyaan mengenai anak-anak yatim ini pada masa Rasulullah saw dari orang-orang yang selama ini hidup bersama anak yatim, bercampur hartanya dengan harta mereka, serta sama-sama makan dan minum dalam satu rumah. Dengan jalan begitu, terpeliharalah anak-anak yatim, baik makan maupun kesejahteraannya, tetapi kemudian turunlah ayat ini:\n\nSesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (an-Nisa'/4: 10)\n\nDengan turunnya ayat itu, maka mereka ragu-ragu, kalau perbuatannya terhadap anak-anak yatim selama ini zalim, termasuk memakan harta anak yatim itu. Ayat 220 ini menjelaskan bahwa yang pokok dalam hal ini adalah pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak yatim, jangan sampai tersia-sia hidupnya. Jangan sampai mereka terlantar serta tak terjamin ketenteraman dan kesejahteraannya. Semua macam pemeliharaan dan penjagaan anak-anak yatim adalah merupakan kebaikan. Andaikata mereka dibawa tinggal serumah itu pun juga baik, sebab dengan tinggal bersama-sama sudah merupakan hidup bersaudara. Seolah-olah anak yatim itu merupakan saudara kecil, dipelihara kesehatannya seperti memelihara saudara, atau anak kandung sendiri. Jadi boleh mencampur harta anak-anak yatim dengan harta orang yang memeliharanya, asal ada niat untuk keselamatan mereka dan tidak untuk merugikan mereka. Perkara niat seseorang dan apa yang disimpan di dalam hatinya, hanya Allah-lah yang tahu, sebab Allah Maha Mengetahui siapa yang baik dan siapa yang jahat. Banyak terjadi, orang mengatakan berniat baik memelihara anak yatim, tetapi kenyataannya dia menganiaya dan menyiksanya.\n\nDalam memelihara anak yatim, tergantung kepada kemampuan yang memelihara, namun yang pokok adalah terjaminnya keselamatan anak-anak yatim tersebut, dan jangan sampai mereka itu tersia-sia, baik mengenai keperluan makan minumnya, pakaian dan tempat tinggalnya, serta pendidikan dan kesehatannya, lebih-lebih mengenai harta bendanya, bila ada. Itu harus dipelihara sebaik mungkin. Apabila anak-anak yatim itu sampai tersia-sia, niscaya hal itu akan menimbulkan kemurkaan Allah swt. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana dalam mengatur kemaslahatan hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 228, "inSurah": 221 }, "meta": { "juz": 2, "page": 35, "manzil": 1, "ruku": 28, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064c \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064c \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laatankihul mushrikaati hattaa yu'minn; wa la amatum mu'minatun khairum mim mushrikatinw wa law a'jabatkum; wa laa tunkihul mushrikeena hattaa yu'minoo; wa la'abdummu'minun khairum mimmushrikinw wa law 'ajabakum; ulaaa'ika yad'oona ilan Naari wallaahu yad'ooo ilal Jannati walmaghfirati biiznihee wa yubaiyinu Aayaatihee linnaasi la'allahum yatazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And do not marry polytheistic women until they believe. And a believing slave woman is better than a polytheist, even though she might please you. And do not marry polytheistic men [to your women] until they believe. And a believing slave is better than a polytheist, even though he might please you. Those invite [you] to the Fire, but Allah invites to Paradise and to forgiveness, by His permission. And He makes clear His verses to the people that perhaps they may remember.", "id": "Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/228", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/228.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/228.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah memberi tuntunan dalam memilih pasangan. Dan janganlah kamu, wahai pria-pria muslim, menikahi atau menjalin ikatan perkawinan dengan perempuan musyrik penyembah berhala sebelum mereka benar-benar beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman yang berstatus sosial rendah menurut pandangan masyarakat lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu karena kecantikan, nasab, kekayaannya, atau semisalnya. Dan janganlah kamu, wahai para wali, nikahkan orang laki-laki musyrik penyembah berhala dengan perempuan yang beriman kepada Allah dan Rasulullah sebelum mereka beriman dengan sebenar-benarnya. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu, karena kegagahan, kedudukan, atau kekayaannya. Ketahuilah, mereka akan selalu berusaha mengajak ke dalam kemusyrikan yang menjerumuskanmu ke neraka, sedangkan Allah mengajak dengan memberikan bimbingan dan tuntunan menuju jalan ke surga dan ampunan dengan rida dan izin-Nya. Allah menerangkan ayat-ayat-Nya, yakni tanda-tanda kekuasaan-Nya berupa aturan-aturan kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran sehingga mampu membedakan mana yang baik dan membawa kemaslahatan, dan mana yang buruk dan menimbulkan kemudaratan. Pernikahan yang dilandasi keimanan, ketakwaan, dan kasih sayang akan mewujudkan kebahagiaan, ketenteraman, dan keharmonisan .", "long": "Di dalam ayat ini ditegaskan larangan bagi seorang Muslim mengawini perempuan musyrik dan larangan mengawinkan perempuan mukmin dengan laki-laki musyrik, kecuali kalau mereka telah beriman. Walaupun mereka itu cantik dan rupawan, gagah, kaya, dan sebagainya, budak perempuan atau budak laki-laki yang mukmin lebih baik untuk dikawini daripada mereka. Dari pihak perempuan yang beriman tidak sedikit pula jumlahnya yang cantik, menarik hati, dan berakhlak.\n\nDalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda:\n\nJangan kamu mengawini perempuan karena kecantikannya, mungkin kecantikan itu akan membinasakan mereka, janganlah kamu mengawini mereka karena harta kekayaannya, mungkin harta kekayaan itu akan menyebabkan mereka durhaka dan keras kepala. Tetapi kawinilah mereka karena agamanya (iman dan akhlaknya). Budak perempuan yang hitam, tetapi beragama, lebih baik dari mereka yang tersebut di atas. (Riwayat Ibnu Majah dari Abdullah bin 'Umar).\n\nDalam hadis lain, Rasulullah saw bersabda:\n\nPerempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama, maka engkau akan beruntung. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nPerkawinan erat hubungannya dengan agama. Orang musyrik bukan orang beragama, mereka menyembah selain Allah. Dalam soal perkawinan dengan orang musyrik ada batas larangan yang kuat, tetapi dalam soal pergaulan, bermasyarakat itu biasa saja. Sebab perkawinan erat hubungannya dengan keturunan dan keturunan erat hubungannya dengan harta warisan, makan dan minum, dan ada hubungannya dengan pendidikan dan pembangunan Islam.\n\nPerkawinan dengan orang musyrik dianggap membahayakan seperti diterangkan di atas, maka Allah melarang mengadakan hubungan perkawinan dengan mereka. Golongan orang musyrik itu akan selalu menjerumuskan umat Islam ke dalam bahaya di dunia, dan menjerumuskannya ke dalam neraka di akhirat, sedang ajaran-ajaran Allah kepada orang-orang mukmin selalu membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 229, "inSurah": 222 }, "meta": { "juz": 2, "page": 35, "manzil": 1, "ruku": 29, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062d\u0650\u064a\u0636\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0630\u064b\u0649 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0632\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062d\u0650\u064a\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0637\u0652\u0647\u064f\u0631\u0652\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yas'aloonaka 'anil maheedi qul huwa azan fa'tazilun nisaaa'a fil maheedi wa laa taqraboo hunna hattaa yathurna fa-izaa tathharna faatoohunna min haisu amarakumul laah; innallaaha yuhibbut Tawwaabeena wa yuhibbul mutatahhireen" } }, "translation": { "en": "And they ask you about menstruation. Say, \"It is harm, so keep away from wives during menstruation. And do not approach them until they are pure. And when they have purified themselves, then come to them from where Allah has ordained for you. Indeed, Allah loves those who are constantly repentant and loves those who purify themselves.\"", "id": "Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/229", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/229.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/229.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah memberi tuntunan perihal aturan-aturan dalam menjalin hubungan suami-istri. Dan mereka, para sahabat, menanyakan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang haid. Pertanyaan ini diajukan para sahabat ketika melihat pria-pria Yahudi menghindari istri mereka dan tidak mau makan bersama mereka ketika sedang haid, bahkan mereka pun menempatkan para istri di rumah yang berbeda. Ayat ini kemudian turun untuk menginformasikan apa yang harus dilakukan oleh suami ketika istrinya sedang haid. Katakanlah, wahai Rasulullah, bahwa haid itu adalah sesuatu, yakni darah yang keluar dari rahim wanita, yang kotor karena aromanya tidak sedap, tidak menyenangkan untuk dilihat, dan menimbulkan rasa sakit pada diri wanita. Karena itu jauhilah dan jangan bercampur dengan istri pada waktu haid. Dan jangan kamu dekati mereka untuk bercampur bersamanya sebelum mereka suci dari darah haidnya, kecuali bersenang-senang selain di tempat keluarnya darah. Apabila mereka telah suci dari haid dan mandi maka campurilah mereka sesuai dengan ketentuan yang diperintahkan Allah kepadamu jika kamu ingin bercampur dengan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dari segala kesalahan yang diperbuatnya dan menyukai orang yang menyucikan diri dari kotoran lahiriah dengan mandi atau wudu.I", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan tentang haid dan sikap menghadapi perempuan yang sedang dalam keadaan haid. Darah haid adalah sel-sel telur yang lemah akibat tidak dibuahi yang keluar dari rahim perempuan tiap-tiap bulan, paling cepat sehari semalam lamanya, dan biasanya 6 atau 7 hari, dan paling lama 15 hari. Bermacam-macam sikap orang dahulu terhadap perempuan yang haid. Orang Yahudi sangat keras sikapnya, tidak mau bergaul dengan istrinya yang haid, tidak mau makan minum bersama, tidak mau bersama-sama serumah dengan mereka, dan tidak mau menyentuh perempuan haid karena kulitnya dianggap najis.\n\nOrang Nasrani sikapnya lain lagi, mereka bergaul biasa saja dengan perempuan haid, tidak ada perbedaan antara yang haid dengan yang tidak haid. Mereka menggaulinya secara bebas dan berbuat sesuka hatinya. Orang Arab pada zaman jahiliah sama saja sikapnya dengan orang Yahudi. Islam melarang suami menggauli istrinya yang sedang haid. Para ahli kesehatan telah banyak menerangkan tentang bahaya bersetubuh dengan perempuan haid. Akhir ayat tersebut menerangkan bahwa Allah sayang sekali kepada orang yang mau bertobat dari kesalahannya, dan kepada orang yang selalu menjaga kebersihan.\n\nMasa haid pada wanita dewasa terjadi saat indung telur yang tidak dibuahi dikeluarkan dari tubuh. Karena tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim yang semula sudah dalam keadaan siap menerima pembuahan akan berkontraksi. Dengan kontraksi ini, maka indung telur yang tidak dibuahi akan dibuang keluar bersama dengan darah yang dikeluarkan dari urat darah rambut yang pecah. Setelah telur dan darah keluar tubuh akan mengulang kembali proses pematang indung telur.\n\nSemua proses ini diulangi terus menerus pada periode waktu tertentu. Setiap bulan, indung telur baru dibentuk, hormon yang sama juga dikeluarkan, semuanya dalam waktu yang sama. Dengan demikian, wanita mempunyai waktu tertentu yang betul-betul siap untuk dibuahi. Apabila pembuahan terjadi, maka pola haid yang berputar secara terus menerus akan berubah.\n\nTerjadinya \"kekosongan\" di dalam rahim hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan anatomi kandungan dengan menggunakan peralatan canggih. Akan tetapi, ternyata perubahan yang hanya dapat diungkapkan oleh ilmu pengetahuan modern ini, telah diungkapkan dalam Al-Qur'an, yang artinya demikian: \n\n\"Allah mengetahui apa yang dikandung setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya.\" (ar-Ra'd/13: 8)\n\nAyat di atas berbicara mengenai terjadinya masa haid. Terjemahaan ayat tersebut kurang dapat memperlihatkan proses haid dengan baik. Akan tetapi, terjemahan bahasa Inggrisnya nampaknya lebih dapat mengungkapkan proses ini, demikian:\n\n\"Allah knows what every female bears and every shrinking of the womb and every swelling. Everything has its measure with Him\". (ar-Ra'd/13: 8)\n\nPada permulaan masa haid lapisan mukus (lendir) yang melapisi dinding rahim (lapisan endometrium) setebal 0,5 mm. Oleh pengaruh hormon yang dikelurkan oleh indung telur, lapisan ini akan menebal menjadi 5-6 mm. Lapisan inilah yang kemudian dibuang saat telur tidak dibuahi. Sebagaimana dapat dilihat dari ayat di atas, penebalan dan terkelupasnya lapisan di dinding rahim diekspresikan oleh terjemahan \"shrinking\" dan swelling\"" } } }, { "number": { "inQuran": 230, "inSurah": 223 }, "meta": { "juz": 2, "page": 35, "manzil": 1, "ruku": 29, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Nisaaa'ukum harsullakum faatoo harsakum annaa shi'tum wa qaddimoo li anfusikum; wattaqul laaha wa'lamooo annakum mulaaqooh; wa bash shirilmu 'mineen" } }, "translation": { "en": "Your wives are a place of sowing of seed for you, so come to your place of cultivation however you wish and put forth [righteousness] for yourselves. And fear Allah and know that you will meet Him. And give good tidings to the believers.", "id": "Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/230", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/230.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/230.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Istri-istrimu adalah ibarat ladang bagimu tempat kamu menanam benih. Karena itu, maka datangilah ladangmu itu untuk menyemai benih kapan saja kamu suka kecuali bila istrimu sedang haid, dan dengan cara yang kamu sukai, asalkan arah yang dituju adalah satu, yaitu farji. Dan utamakanlah hubungan suami istri itu untuk tujuan yang baik untuk dirimu demi kemaslahatan dunia dan akhirat, bukan sekadar melampiaskan nafsu. Bertakwalah kepada Allah dalam menjalin hubungan suami-istri, dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya untuk menerima imbalan atas amal perbuatanmu selama di dunia. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman yang imannya dapat mengantar mereka mematuhi tuntunan-tuntunan Ilahi.", "long": "Dalam ayat ini, istri diumpamakan dengan ladang tempat bercocok tanam dan tempat menyebarkan bibit tanam-tanaman. Boleh mendatangi kebun itu dari mana saja arahnya asal untuk menyebarkan bibit dan untuk berkembangnya tanaman dengan baik dan subur. Istri adalah tempat menyebarkan bibit keturunan agar berkembang dengan baik, maka seorang suami boleh bercampur dengan istrinya dengan berbagai cara yang disukainya, asal tidak mendatangkan kemudaratan.\n\nJelas bahwa maksud perkawinan itu untuk kebahagiaan hidup berkeluarga termasuk mendapatkan keturunan, bukan hanya sekadar bersenang-senang melepaskan syahwat. Untuk itu, Allah menyuruh berbuat amal kebajikan, sebagai persiapan untuk masa depan agar mendapat keturunan yang saleh, berguna bagi agama dan bangsa, serta berbakti kepada kedua orang tuanya.\n\nKemudian Allah menyuruh para suami agar berhati-hati menjaga istri dan anak-anaknya, menjaga rumah tangga, jangan sampai hancur dan berantakan. Karena itu bertakwalah kepada Allah. Sebab akhirnya manusia akan kembali kepada Allah jua, dan akan bertemu dengan-Nya di akhirat nanti untuk menerima balasan atas setiap amal perbuatan yang dikerjakannya di dunia. Allah swt menyuruh agar setiap orang mukmin yang bertakwa kepada-Nya diberi kabar gembira bahwa mereka akan memperoleh kebahagiaan di dunia ini dan juga di akhirat kelak.\n\nTanah yang digunakan untuk bercocok-tanam adalah tanah yang subur, di dalamnya penuh dengan nutrisi dan zat-zat fertilizer lainnya, termasuk mineral. Ketika benih dimasukkan ke dalam tanah yang subur seperti itu, maka benih tersebut segera berkecambah, tumbuh dengan subur pula. Kecambah ini tumbuh dengan energi yang di dapat dari nutrisi tanah itu. Jelas bahwa tanah yang digunakan untuk bercocok-tanam itu, merupakan media subur bagi tumbuhnya benih menjadi tanaman baru. Pada ayat di atas, dijelaskan bahwa \"istri-istri kamu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam\". Memang demikianlah halnya, karena rahim yang ada pada setiap wanita, merupakan media yang subur bagi terjadinya konsepsi antara sperma (benih laki-laki) dengan sel telur, yang terdapat di dalam rahim wanita. Peristiwa konsepsi ini akan segera diikuti dengan pertumbuhan menjadi janin, dibantu oleh 'makanan yang berupa nutrisi atau vitamin-vitamin yang terdapat dalam rahim ibu tersebut. Bahkan mitokondria ibu, akan memberikan supply energi pada proses pertumbuhan janin menjadi bayi. Jadi tepatlah perumpamaan di atas, bahwa istri-istri merupakan ladang atau tanah untuk bercocok-tanam." } } }, { "number": { "inQuran": 231, "inSurah": 224 }, "meta": { "juz": 2, "page": 35, "manzil": 1, "ruku": 29, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064f\u0631\u0652\u0636\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa taj'alul laaha 'urdatal li aymaanikum an tabarroo wa tattaqoo wa tuslihoo bainan naas; wallaahu Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And do not make [your oath by] Allah an excuse against being righteous and fearing Allah and making peace among people. And Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/231", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/231.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/231.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan hubungan harmonis suami-istri dalam rumah tangga, Allah menjelaskan adanya hubungan kurang harmonis antara keduanya yang sengaja ditutup-tutupi melalui sumpah. Dan janganlah kamu jadikan nama Allah selalu disebut-sebut dalam sumpahmu lantaran sumpah itu kamu jadikan sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Mengucapkan sumpah atas nama Allah untuk tidak mengerjakan perbuatan baik, seperti \"Demi Allah, aku tidak akan membantu anak yatim\", dilarang oleh agama. Jika telanjur diucapkan maka sumpah itu harus dibatalkan dengan membayar kafarat atau denda berupa salah satu dari tiga pilihan, yakni memberi makan sepuluh orang miskin sekali makan, memberi pakaian kepada mereka, memerdekakan budak, atau puasa tiga hari, seperti dijelaskan dalam Surah al-Ma 'idah/5: 89. Allah Maha Mendengar apa yang kamu ucapkan, Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.", "long": "Ayat ini memperingatkan manusia agar berhati-hati mem-pergunakan nama Allah dalam bersumpah. Jangan berani bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk hal-hal yang tidak baik dan yang dilarang oleh agama, sebab nama Allah sangat mulia dan harus diagungkan.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwa sebab turunnya ayat 224 ini, ialah ketika Abu Bakar bersumpah dengan menyebut nama Allah, bahwa ia tidak akan membantu lagi seorang kerabatnya (an-Nur/24 :22) yang bernama Mistah yang turut menyiarkan kabar bohong menjelek-jelekkan nama Aisyah istri Rasulullah saw. Riwayat yang mencemarkan nama baik Aisyah oleh orang-orang munafik disebut hadisul-ifki (kabar bohong).\n\nDalam ayat ini dilarang bersumpah untuk tidak berbuat baik atau tidak bertakwa atau tidak mengadakan islah di antara manusia. Kalau sumpah seperti itu sudah diucapkan, wajib dilanggar (dibatalkan), sebab sumpah tersebut tidak pada tempatnya, tetapi sesudah sumpah itu dilanggar, harus ditebus dengan membayar kafarat, yaitu memerdekakan seorang budak atau memberi makan sepuluh orang miskin atau memberi pakaian kepada mereka atau kalau tak sanggup, berpuasa selama 3 hari.\n\nAllah selalu mendengar dan mengetahui apa yang diucapkan dan dikerjakan oleh setiap orang. Bersumpah yang hanya ucapan lidah saja tanpa sungguh-sungguh tidaklah akan dihukum Allah. Tapi sumpah yang keluar dari hati dan diucapkan oleh lidah akan dinilai sebagai sumpah." } } }, { "number": { "inQuran": 232, "inSurah": 225 }, "meta": { "juz": 2, "page": 36, "manzil": 1, "ruku": 29, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u0648\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Laa yu'aakhi zukumul laahu billaghwi feee aymaa nikum wa laakiny yu'aakhi zukum bimaa kasabat quloo bukum; wallaahu Ghafoorun Haleem" } }, "translation": { "en": "Allah does not impose blame upon you for what is unintentional in your oaths, but He imposes blame upon you for what your hearts have earned. And Allah is Forgiving and Forbearing.", "id": "Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/232", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/232.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/232.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan larangan bersumpah untuk tidak berbuat baik, Allah pada ayat ini menjelaskan jenis sumpah lain. Allah tidak menghukum dengan memberi sanksi berupa kafarat terhadap kamu karena sumpahmu yang diucapkan dengan tidak kamu sengaja, yakni ucapan sumpah namun tidak ada maksud bersumpah, tetapi Dia menghukum kamu dengan memberi sanksi atau mengazab di akhirat karena niat yang terkandung dalam hatimu, yakni bila kamu bersumpah untuk meyakinkan orang lain. Allah Maha Pengampun atas sumpah yang telah kamu ucapkan, Maha Penyantun dengan tidak segera mengazab orang yang berbuat dosa agar mereka sadar dan bertobat.", "long": "Ayat ini memperingatkan manusia agar berhati-hati mem-pergunakan nama Allah dalam bersumpah. Jangan berani bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk hal-hal yang tidak baik dan yang dilarang oleh agama, sebab nama Allah sangat mulia dan harus diagungkan.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwa sebab turunnya ayat 224 ini, ialah ketika Abu Bakar bersumpah dengan menyebut nama Allah, bahwa ia tidak akan membantu lagi seorang kerabatnya (an-Nur/24 :22) yang bernama Mistah yang turut menyiarkan kabar bohong menjelek-jelekkan nama Aisyah istri Rasulullah saw. Riwayat yang mencemarkan nama baik Aisyah oleh orang-orang munafik disebut hadisul-ifki (kabar bohong).\n\nDalam ayat ini dilarang bersumpah untuk tidak berbuat baik atau tidak bertakwa atau tidak mengadakan islah di antara manusia. Kalau sumpah seperti itu sudah diucapkan, wajib dilanggar (dibatalkan), sebab sumpah tersebut tidak pada tempatnya, tetapi sesudah sumpah itu dilanggar, harus ditebus dengan membayar kafarat, yaitu memerdekakan seorang budak atau memberi makan sepuluh orang miskin atau memberi pakaian kepada mereka atau kalau tak sanggup, berpuasa selama 3 hari.\n\nAllah selalu mendengar dan mengetahui apa yang diucapkan dan dikerjakan oleh setiap orang. Bersumpah yang hanya ucapan lidah saja tanpa sungguh-sungguh tidaklah akan dihukum Allah. Tapi sumpah yang keluar dari hati dan diucapkan oleh lidah akan dinilai sebagai sumpah." } } }, { "number": { "inQuran": 233, "inSurah": 226 }, "meta": { "juz": 2, "page": 36, "manzil": 1, "ruku": 29, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0635\u064f \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0631\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Lillazeena yu'loona min nisaaa'ihim tarabbusu arba'ati ashhurin fain faaa'oo fa innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "For those who swear not to have sexual relations with their wives is a waiting time of four months, but if they return [to normal relations] - then indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Bagi orang yang meng-ila' istrinya harus menunggu empat bulan. Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/233", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/233.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/233.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi orang laki-laki yang meng-ila' istrinya, yaitu bersumpah tidak akan mencampuri istri, dan lantaran sumpah tersebut seorang istri menderita karena tidak dicampuri dan tidak pula diceraikan; dalam kondisi ini maka istri harus menunggu empat bulan sebagai batas atau tenggang waktu bagi istri untuk menerima keputusan suami, apakah rujuk dengan membayar kafarat sumpah atau cerai. Kemudian jika dalam masa empat bulan itu mereka kembali kepada istrinya dan hidup bersama sebagai suami-istri dan saling memaafkan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun atas kesalahan yang telah mereka perbuat, Maha Penyayang kepada hamba-hamba yang menyadari kesalahan mereka.", "long": "Ayat ini berhubungan dengan seseorang yang bersumpah tidak akan mencampuri istrinya, seperti, \"Demi Allah, aku tidak akan bersetubuh dengan engkau lagi.\" Sumpah seperti ini disebut ila'. Dalam hal ini, istri tentu akan tersiksa dan menderita, karena tidak digauli dan tidak pula dicerai (ditalak). Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, sebab perbuatan semacam ini perbuatan zalim. Bila sudah dekat empat bulan lamanya sesudah bersumpah itu, suami harus mengambil keputusan apakah ia akan kembali bergaul sebagai suami-istri atau bercerai. Kalau suami mengambil keputusan kembali berbaik dengan istrinya, maka itulah yang lebih baik, tetapi dia harus membayar kafarat sumpah. Dia harus mengatur rumah tangganya kembali, mendidik anaknya dan tidak boleh diulangi lagi sumpah yang seperti itu. Tapi kalau dia bermaksud untuk menceraikan, maka ceraikanlah secara baik, jangan sampai istri itu teraniaya, sebab Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 234, "inSurah": 227 }, "meta": { "juz": 2, "page": 36, "manzil": 1, "ruku": 29, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0632\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa in 'azamut talaaqa fa innal laaha Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And if they decide on divorce - then indeed, Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/234", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/234.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/234.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka berketetapan hati tanpa keraguan hendak menceraikan istrinya maka mereka wajib mengambil keputusan yang pasti, yaitu cerai, maka sungguh, Allah Maha Mendengar apa yang mereka ucapkan dan Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati mereka. Penyebutan dua sifat Allah sekaligus mengisyaratkan bahwa talak atau perceraian dianggap sah apabila diucapkan atau diikrarkan dengan jelas dan bukan karena paksaan.", "long": "Ayat ini berhubungan dengan seseorang yang bersumpah tidak akan mencampuri istrinya, seperti, \"Demi Allah, aku tidak akan bersetubuh dengan engkau lagi.\" Sumpah seperti ini disebut ila'. Dalam hal ini, istri tentu akan tersiksa dan menderita, karena tidak digauli dan tidak pula dicerai (ditalak). Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, sebab perbuatan semacam ini perbuatan zalim. Bila sudah dekat empat bulan lamanya sesudah bersumpah itu, suami harus mengambil keputusan apakah ia akan kembali bergaul sebagai suami-istri atau bercerai. Kalau suami mengambil keputusan kembali berbaik dengan istrinya, maka itulah yang lebih baik, tetapi dia harus membayar kafarat sumpah. Dia harus mengatur rumah tangganya kembali, mendidik anaknya dan tidak boleh diulangi lagi sumpah yang seperti itu. Tapi kalau dia bermaksud untuk menceraikan, maka ceraikanlah secara baik, jangan sampai istri itu teraniaya, sebab Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 235, "inSurah": 228 }, "meta": { "juz": 2, "page": 36, "manzil": 1, "ruku": 29, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u064f \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064e \u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0621\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0628\u064f\u0639\u064f\u0648\u0644\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062f\u0651\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0629\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Walmutallaqaatu yatarab basna bi anfusihinna salaasata qurooo'; wa laa yahillu lahunna ai yaktumna maa khalaqal laahu feee arhaaminhinna in kunna yu'minna billaahi wal yawmil aakhir; wa bu'oola tuhunna ahaqqu biraddihinna fee zaalika in araadooo islaahaa; wa lahunna mislul lazee 'araihinna bilma'roof; wa lirrijjaali 'alaihinna daraja; wallaahu 'Azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "Divorced women remain in waiting for three periods, and it is not lawful for them to conceal what Allah has created in their wombs if they believe in Allah and the Last Day. And their husbands have more right to take them back in this [period] if they want reconciliation. And due to the wives is similar to what is expected of them, according to what is reasonable. But the men have a degree over them [in responsibility and authority]. And Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/235", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/235.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/235.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan masalah perempuan yang ditalak suaminya, berikut ini Allah menjelaskan idah mereka. Dan para istri yang diceraikan bila sudah pernah dicampuri, belum menopause, dan tidak sedang hamil, wajib menahan diri mereka menunggu selama tiga kali quru', yaitu tiga kali suci atau tiga kali haid. Tenggang waktu ini bertujuan selain untuk membuktikan kosong-tidaknya rahim dari janin, juga untuk memberi kesempatan kepada suami menimbang kembali keputusannya. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, baik berupa janin, haid, maupun suci yang dialaminya selama masa idah. Ketentuan di atas akan mereka laksanakan dengan baik jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka berhak menjatuhkan pilihannya untuk kembali kepada istri mereka dalam masa idah itu, jika mereka menghendaki perbaikan hubungan suami-istri yang sedang mengalami keretakan tersebut. Dan mereka, para perempuan, mempunyai hak seimbang yang mereka peroleh dari suaminya dengan kewajibannya yang harus mereka tunaikan menurut cara yang patut sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. yaitu derajat kepemimpinan karena tanggung jawab terhadap keluarganya. Allah Mahaperkasa atas orang-orang yang mendurhakai aturan-aturan yang telah ditetapkan, Mahabijaksana dalam menetapkan aturan dan syariat-Nya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan hukum talak sebagai penyempurnaan bagi hukum-hukum yang tersebut pada ayat-ayat sebelumnya. Apabila istri yang mempunyai masa haid, dicerai oleh suaminya, maka hendaklah dia bersabar menunggu tiga kali quru', baru boleh kawin dengan laki-laki yang lain.\n\nTiga kali quru' ialah tiga kali suci menurut pendapat jumhur ulama ). Ini dinamakan masa idah, yaitu masa harus menunggu. Selama dia masih dalam masa idah, ia tidak boleh menyembunyikan apa yang telah terjadi dalam kandungannya, apakah dia telah hamil ataukah dalam haid kembali. Setiap istri yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, dia harus jujur, mengakui terus terang apa yang telah terjadi dalam rahimnya.\n\nPada masa jahiliyah, di kalangan istri-istri yang tidak jujur, sering tidak mengatakan bahwa dirinya telah hamil. Setelah idah-nya habis dia kawin lagi dengan laki-laki lain, maka tidak lama sesudah kawin lahir anaknya, terjadilah perselisihan dan pertengkaran antara kedua suami istri. Apabila mantan suami tidak mengakui bahwa itu anaknya, maka teraniayalah bayi yang tidak bersalah itu, disebabkan ibunya tidak jujur ketika masih dalam masa idah. Ada pula terjadi pada masa itu, istri tidak mau berterus terang bahwa idah-nya sudah habis, dia mengatakan masih dalam haid, maksud dia berbohong itu, agar suaminya tetap memberi belanja kepadanya selama dia dalam idah, maka turunlah ayat ini melarang istri yang dicerai menyembunyikan apa yang terjadi dalam rahimnya. Selama perempuan yang ditalak itu masih dalam idah, suami boleh rujuk, itulah yang lebih baik jika niat rujuknya ingin membina kembali rumah tangganya yang baik. Cukuplah waktu idah itu bagi suami untuk berpikir apakah ia akan rujuk kembali (lebih-lebih sudah ada anak) atau akan bercerai.\n\nTetapi kalau rujuk itu bukan didorong oleh maksud yang baik, yakni hanya untuk membalas dendam, atau untuk menyusahkan dan menyakiti istri, maka perbuatan seperti ini dilarang Allah dan itu perbuatan zalim terhadap perempuan. Talak yang dijatuhkan kepada istri seperti ini, bernama talak raj'i yaitu talak yang masih boleh rujuk sebelum habis masa idah.\n\nKemudian firman Allah yang mengatakan bahwa perempuan itu mempunyai hak yang seimbang dengan laki-laki dan laki-laki mempunyai kelebihan satu tingkat dari istrinya, adalah menjadi dalil bahwa dalam amal kebajikan mencapai kemajuan dalam segala aspek kehidupan, lebih-lebih dalam lapangan ilmu pengetahuan, perempuan dan laki-laki sama-sama mempunyai hak dan kewajiban. Meskipun demikian hak dan kewajiban itu disesuaikan dengan fitrahnya baik fisik maupun mental. Umpamanya seorang istri mempunyai kewajiban mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak dan memelihara kesehatannya, menjaga kebersihan dan rahasia rumah tangga dan lain-lain. Sedang suami sebagai kepala keluarga bekerja dan berusaha untuk mencari nafkah yang halal guna membelanjai istri dan anak-anak. Dalam keluarga/rumah tangga, suami dan istri adalah mitra sejajar, saling tolong menolong dan bantu membantu dalam mewujudkan rumah tangga sakinah yang diridai Allah swt. Perbedaan yang ada adalah untuk saling melengkapi dan kerjasama, bukan sebagai sesuatu yang bertentangan dalam membina rumah tangga bahagia.\n\nMeskipun nafkah keluarga merupakan kewajiban suami, bukan berarti istri tidak boleh membantu nafkah keluarga, tetapi bila istri mengeluarkan biaya/nafkah rumah tangga, itu hanya sebagai tabarru' bukan sebagai kewajiban. Bila suami jatuh miskin, karena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau sakit yang menjadikan ia tidak bisa memberi nafkah, maka istri berkewajiban membantu biaya rumah tangga, tetapi bila suami sudah berkemampuan memberi nafkah, maka ia wajib mengganti biaya yang telah dikeluarkan oleh istri, kecuali istri tersebut rela tidak diganti, maka nafkah yang telah dikeluarkannya menjadi bantuan suka rela kepada rumah tangga.\n\nDalam masyarakat, perempuan boleh berlomba dengan laki-laki untuk mencari kemajuan dan berbuat amal kebajikan. Kalau ada orang menuduh, bahwa Islam tidak memberi kemerdekaan asasi kepada perempuan, itu adalah tuduhan yang tidak benar. Islamlah yang mula-mula mengangkat derajat perempuan setinggi-tingginya, sebelum dunia yang maju sekarang ini sanggup berbuat demikian. Sudah sejak 14 abad yang lalu Islam memberikan hak dan kewajiban kepada perempuan dan laki-laki, sedangkan dunia lain pada waktu itu masih dalam gelap gulita. Seorang suami sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab atas kesejahteraan dan keselamatan rumah tangga dengan memberikan biaya rumah tangga yang diperoleh dengan jalan yang halal. Demikian Allah mengatur hubungan suami istri dengan cara-cara yang harmonis untuk mencapai kebahagiaan hidup dalam berumah tangga." } } }, { "number": { "inQuran": 236, "inSurah": 229 }, "meta": { "juz": 2, "page": 36, "manzil": 1, "ruku": 30, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u064f \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0652\u0633\u064e\u0627\u0643\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650\u064a\u062d\u064c \u0628\u0650\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Attalaaqu marrataani fa imsaakum bima'roofin aw tasreehum bi ihsaan; wa laa yahillu lakum an taakhuzoo mimmaaa aataitumoohunna shai'an illaaa ai yakhaafaaa alla yuqeemaa hudoodallahi fa in khiftum allaa yuqeemaa budoodal laahi falaa junaaha 'Alaihimaa feemaf tadat bihee tilka hudoodul laahi falaa ta'tadoohaa; wa mai yata'adda hudoodal laahi fa ulaaa'ika humuzzaa limoon" } }, "translation": { "en": "Divorce is twice. Then, either keep [her] in an acceptable manner or release [her] with good treatment. And it is not lawful for you to take anything of what you have given them unless both fear that they will not be able to keep [within] the limits of Allah. But if you fear that they will not keep [within] the limits of Allah, then there is no blame upon either of them concerning that by which she ransoms herself. These are the limits of Allah, so do not transgress them. And whoever transgresses the limits of Allah - it is those who are the wrongdoers.", "id": "Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/236", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/236.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/236.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Talak yang memungkinkan suami untuk merujuk istrinya itu dua kali. Setelah talak itu jatuh, suami dapat menahan untuk merujuk istrinya dengan baik atau melepaskan dengan menjatuhkan talak yang ketiga kalinya dengan baik tanpa boleh kembali lagi sesudahnya. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka seperti maskawin, hadiah, atau pemberian lainnya, kecuali keduanya khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah karena tidak ada kecocokan. Jika kamu, para wali, khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah dalam berumah tangga, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang harus diberikan oleh istri berupa maskawin yang pernah ia terima dari suaminya sebagai pengganti untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggar ketetapan Allah berupa perintah dan larangan-Nya. Barang siapa melanggar hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan maka mereka itulah orang-orang zalim yang menganiaya diri sendiri.\r\nTalak yang masih memungkinkan suami untuk merujuk istrinya hanya dua kali, dan disebut talak raj'i. Suami tidak boleh meminta kembali pemberian yang sudah diberikan kepada istrinya bila telah bercerai. Suami bahkan dianjurkan menambah lagi pemberiannya sebagai mutah untuk menjamin hidup istrinya itu di masa depan.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan, bahwa talak raj'i itu hanya berlaku dua kali. Kalau talak sudah tiga kali, tidak boleh rujuk lagi dan dinamakan talak ba'in. Para ulama berpendapat bahwa seseorang yang menjatuhkan talak tiga kali sekaligus, maka talaknya dihitung jatuh tiga, tetapi ada pula ulama yang berpendapat jatuh talak satu.\n\nPada masa jahiliah, orang Arab menjatuhkan talak itu menurut kehendak hatinya dan tidak terbatas, kemudian mereka rujuk sekehendak hatinya pula. Pekerjaan seperti itu mempermainkan perempuan dan menghina mereka, padahal mereka adalah hamba Allah yang harus dihormati dan dimuliakan, seperti halnya laki-laki. Maka turunnya ayat ini adalah untuk mengubah dan memperbaiki keadaan yang buruk itu, untuk mengatur urusan pernikahan, talak, dan rujuk dengan sebaik-baiknya.\n\nSelama masih dalam talak satu atau talak dua, suami boleh rujuk dengan cara yang baik, atau tetap bercerai dengan cara yang baik pula. Yang dimaksud dengan yang baik, ialah selama dalam idah perempuan masih mendapat uang belanja, masih boleh tinggal menumpang di rumah suaminya, kemudian diadakan pembagian harta perceraian dengan cara yang baik pula, sehingga perempuan itu sudah diberikan haknya menurut semestinya. Kalau sudah benar-benar cerai, suami tidak boleh mengambil kembali apa yang sudah diberikan kepada istrinya seperti mahar dan lain-lain, bahkan sebaliknya mahar ditambah lagi dengan pemberian, agar terjamin hidupnya sesudah diceraikan.\n\nApabila suami istri dikhawatirkan tidak akan dapat menjalankan ketentuan-ketentuan Allah, jika hal ini disebabkan oleh pihak suami, maka ia tidak dibenarkan mengambil kembali apa yang telah diberikan kepada istrinya. Tetapi kalau hal itu disebabkan oleh istri karena kebencian kepada suaminya atau takut ia tidak akan berlaku adil terhadapnya maka istri boleh memberikan kembali harta yang telah diberikan suaminya kepadanya untuk melepaskan dirinya dari ikatan perkawinan, agar suaminya mau menceraikannya, dan suaminya tidaklah berdosa mengambil kembali pemberiannya itu. Perbuatan seorang istri yang seperti ini yaitu rela memberikan sebagian hartanya kepada suaminya asal dapat diceraikan, dinamakan khulu'.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari, Ibnu Majah dan an-Nasa'i' dari Ibnu 'Abbas bahwa seorang wanita bernama Jamilah, saudara 'Abdullah bin Ubay bin Salul, istri Sabit bin Qais datang menghadap Rasulullah saw dan berkata, \"Ya Rasulullah, suamiku Sabit bin Qais tidak akan kupatuhi perintahnya lagi karena aku marah melihat tingkah lakunya yang tidak baik, aku takut kalau aku jadi orang kafir kembali karena berkhianat dan durhaka kepada suamiku itu.\" Rasulullah saw bertanya, \"Apakah engkau bersedia memberikan kembali kebun yang sudah diberikan suamimu sebagai maskawin dulu dan dengan demikian engkau akan dicerainya?\" Jamilah menjawab, \"Saya bersedia mengembalikannya asal aku diceraikan, ya Rasulullah.\" Maka Rasulullah saw berkata, \"Hai Sabit, terimalah kembali kebunmu itu dan ceraikanlah dia kembali.\"\n\nMemberikan kembali dengan rela hati kebun yang sudah menjadi miliknya, asal dia diceraikan, itu namanya menebus diri dan kata kebun adalah kuniyah dari mahar. Perceraian itu dinamakan khulu', tidak boleh rujuk lagi kecuali dengan akad dan mahar yang baru, dan tebusan itu disebut 'iwadh.\n\nKetentuan tersebut adalah ketetapan Allah yang mengatur kehidupan rumah tangga yang tidak boleh dilanggar, agar terwujud rumah tangga yang bahagia. Maka siapa yang tidak mematuhinya, mereka adalah orang-orang yang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 237, "inSurah": 230 }, "meta": { "juz": 2, "page": 36, "manzil": 1, "ruku": 30, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064e \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u062c\u064e\u0639\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in tallaqahaa falaa tahillu lahoo mim ba'du hattaa tankiha zawjan ghairah; fa in tallaqahaa falaa junaaha 'alaihimaaa ai yataraaja'aaa in zannaaa ai yuqeemaa hudoodal laa; wa tilka hudoodul laahi yubaiyinuhaa liqawminy ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And if he has divorced her [for the third time], then she is not lawful to him afterward until [after] she marries a husband other than him. And if the latter husband divorces her [or dies], there is no blame upon the woman and her former husband for returning to each other if they think that they can keep [within] the limits of Allah. These are the limits of Allah, which He makes clear to a people who know.", "id": "Kemudian jika dia menceraikannya (setelah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas istri) untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/237", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/237.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/237.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian jika dia memilih untuk menceraikan istri-nya setelah talak yang kedua, yakni pada talak ketiga yang tidak lagi memberinya kesempatan untuk rujuk, maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dan melakukan hubungan suami-istri dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa dan halangan bagi keduanya, yakni suami pertama dan mantan istrinya, untuk menikah kembali dengan akad yang baru, setelah ia selesai menjalani masa idahnya dari suami kedua. Hal ini dapat ditempuh jika keduanya berpen-dapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah dengan menjalani hidup baru yang lebih baik sesuai dengan aturan yang ditetapkan Allah. Apabila keduanya ragu untuk kembali dengan baikbaik maka niat untuk kembali hidup bersama hendaknya dibatalkan. Itulah ketentuan-ketentuan Allah tentang hukum talak, rujuk, dan khulu' yang dite-rangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan agar mereka memahami dan memperhatikan hukum-hukum Allah", "long": "Ayat ini menerangkan, kalau sudah jatuh talak tiga, tidak boleh lagi rujuk. Apabila kedua belah pihak ingin hidup kembali sebagai suami- istri, maka perempuan itu harus kawin lebih dahulu dengan laki-laki lain, dan telah dicampuri oleh suaminya yang baru, dan kemudian diceraikan atas kehendak sendiri, dan sudah habis masa idahnya, barulah keduanya boleh rujuk kembali.\n\nAyat ini menyuruh kita berhati-hati dalam menjatuhkan talak, jangan gegabah dan jangan terburu nafsu. Pikirkanlah masak-masak, karena terburu nafsu dalam menjatuhkan talak, akhirnya menyesal. Menjatuhkan talak itu dibolehkan dalam Islam, tapi ia adalah perbuatan yang dibenci Allah. Akibat perceraian itu besar sekali, baik bagi suami, lebih-lebih bagi istri dan anak-anak. Karenanya, apabila masih dalam talak kedua, lebih baik rujuk kembali, kalau memang masih bisa diharapkan terwujudnya rumah tangga bahagia, dan dapat menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 238, "inSurah": 231 }, "meta": { "juz": 2, "page": 37, "manzil": 1, "ruku": 30, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0633\u064e\u0631\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0636\u0650\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa izaa tallaqtumun nisaaa'a fabalaghna ajala hunna fa amsikoohunna bima'roofin law sarrihoo hunna bima'roof; wa laa tumsikoo hunna diraa rallita'tadoo; wa mai yaf'al zaalika faqad zalama nafsah; wa laa tattakhizooo aayaatillaahi huzuwaa; wazkuroo ni'matal laahi 'alaikum wa maaa anzala 'alaikum minal kitaabi wal ikmati ya'izukum bih; wattaqul laaha wa'lamooo annal laaha bikulli shai'i 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And when you divorce women and they have [nearly] fulfilled their term, either retain them according to acceptable terms or release them according to acceptable terms, and do not keep them, intending harm, to transgress [against them]. And whoever does that has certainly wronged himself. And do not take the verses of Allah in jest. And remember the favor of Allah upon you and what has been revealed to you of the Book and wisdom by which He instructs you. And fear Allah and know that Allah is Knowing of all things.", "id": "Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai (akhir) idahnya, maka tahanlah mereka dengan cara yang baik, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik (pula). Dan janganlah kamu tahan mereka dengan maksud jahat untuk menzalimi mereka. Barangsiapa melakukan demikian, maka dia telah menzalimi dirinya sendiri. Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepada kamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kamu yaitu Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), untuk memberi pengajaran kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/238", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/238.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/238.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan perintah memilih untuk rujuk atau menceraikan istri, berikutnya Allah menjelaskan batas akhir pilihan itu. Dan apabila kamu menceraikan istri-istri kamu dengan talak yang memungkinkan rujuk, setelah talak pertama atau kedua, lalu sampai akhir idahnya mendekati habis, maka tahanlah mereka dengan merujuk jika kamu yakin mampu memperbaiki hubungan itu kembali dengan cara yang baik sesuai tuntunan agama dan adat, atau ceraikanlah mereka apabila hubungan itu tidak dapat dilanjutkan dengan cara yang baik pula. Dan janganlah kamu tahan untuk merujuk mereka dengan maksud ingin berbuat jahat atau untuk menzalimi mereka selama hidup bersama. Barang siapa melakukan demikian, yaitu tindakan jahat dan zalim, maka pada hakikatnya dia telah menzalimi dirinya sendiri sehingga ia berhak mendapat murka Allah, kebencian keluarga dan orang sekelilingnya, dan semuanya itu berimbas pada dirinya. Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah tentang petunjuk hukum talak sebagai bahan ejekan yang dapat dipermainkan. Ingatlah nikmat Allah yang telah Dia karuniakan kepada kamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kamu yaitu petunjuk tentang hukum keluarga yang terdapat dalam Kitab Al-Qur'an dan Hikmah atau Sunah. Ketentuan-ketentuan tersebut adalah untuk memberi pengajaran kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.", "long": "Ayat ini mengutarakan cara yang mesti dilakukan oleh suami yang telah menjatuhkan talak kepada istrinya sebagai penjelasan ayat-ayat sebelumnya. Adapun sebab turunnya ayat ini ada dua riwayat. Pertama, Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa pada masa Rasulullah saw ada seorang laki-laki yang menalak istrinya, kemudian sebelum masa idah istrinya itu habis, dia merujuknya kembali. Setelah itu dijatuhkannya talak lagi kemudian rujuk kembali. Hal ini dilaksanakan untuk menyakiti dan menganiaya istrinya tersebut, maka turunlah ayat di atas.\n\nRiwayat kedua diceritakan oleh as-Suddi bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan tindakan seorang sahabat dari golongan Ansar yaitu sabit bin Yasar yang telah menalak istrinya. Setelah masa idah istrinya tinggal dua atau tiga hari lagi ia rujuk kepada istrinya tersebut, kemudian dijatuhkannya talak kembali dengan tujuan untuk menyusahkan istrinya, maka turunlah ayat ini, melarang perbuatan tersebut.\n\nApabila seorang suami telah menjatuhkan talak kepada istrinya, maka ketika masa idah dari istrinya itu telah hampir berakhir hendaklah ia memilih salah satu dari dua pilihan, yaitu melakukan rujuk atau tetap bercerai dengan cara yang baik. Dengan habisnya idah maka putuslah perkawinan suami istri, dan bekas istrinya itu bebas memilih jodoh yang lain.\n\nSelanjutnya ayat ini melarang seorang suami melakukan rujuk kepada istrinya dengan tujuan untuk menyakiti dan menganiaya. Larangan Allah ini selain menggambarkan tingkah laku masyarakat pada masa jahiliah di mana suami menjatuhkan talak kepada istrinya tanpa batas tertentu dan setiap akan mendekati akhir dari masa idah, suami melakukan rujuk kembali dan demikianlah seterusnya. Juga menjadi penjelasan dari tindakan sahabat Sabit bin Yasar yang telah diuraikan dalam hal sebab turunnya ayat ini. Suami yang berbuat demikian adalah menganiaya dirinya sendiri, suatu perbuatan yang dapat menimbulkan permusuhan dengan kaum kerabat keluarga istrinya dan juga dibenci oleh masyarakat, dan akhirnya nanti ia tidak luput dari kemurkaan Allah.\n\nDalam ayat ini Allah melarang manusia mempermainkan hukum-hukum-Nya termasuk hukum-hukum yang mengatur hubungan suami istri untuk membawa manusia kepada hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Ketentuan-ketentuan itu merupakan suatu nikmat dari Allah yang wajib diingat dan diamalkan sebagai tanda bersyukur kepada-Nya.\n\nTak ada perselisihan ulama dalam lingkungan mazhab empat tentang sahnya talak yang dijatuhkan oleh suami dengan jalan main-main (tidak sungguh-sungguh). Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah saw:\n\nAda tiga masalah, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka hal itu akan terjadi sungguh-sungguh, dan jika dilakukan dengan cara main-main, maka hal itu akan terjadi sungguh-sungguh, yaitu: nikah, talak dan rujuk. (Riwayat al-Arba'ah kecuali an-Nasa'i dari Abu Hurairah)\n\nBersetubuh dengan istri yang masih dalam idah raj'i haram hukumnya menurut mazhab Syafi'i, karena sahnya rujuk adalah dengan ucapan (lafal). Sedang menurut mazhab Hanafi dan Hanbali, persetubuhan dianggap rujuk meskipun tanpa lafal (ucapan)." } } }, { "number": { "inQuran": 239, "inSurah": 232 }, "meta": { "juz": 2, "page": 37, "manzil": 1, "ruku": 31, "hizbQuarter": 14, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0636\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06d7 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u0638\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u06d7 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0643\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa tallaqtumun nisaaa'a fabalaghna ajalahunna falaa ta'duloo hunna ai yankihna azwaaja humna izaa taraadaw bainahum bilma' roof; zaalika yoo'azu bihee man kaana minkum yu'minu billaahi wal yawmil aakhir; zaalikum azkaa lakum wa athar; wallaahu ya'lamu wa antum laa ta'lamu wa antum laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And when you divorce women and they have fulfilled their term, do not prevent them from remarrying their [former] husbands if they agree among themselves on an acceptable basis. That is instructed to whoever of you believes in Allah and the Last Day. That is better for you and purer, and Allah knows and you know not.", "id": "Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai idahnya, maka jangan kamu halangi mereka menikah (lagi) dengan calon suaminya, apabila telah terjalin kecocokan di antara mereka dengan cara yang baik. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Itu lebih suci bagimu dan lebih bersih. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/239", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/239.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/239.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan perihal wanitawanita yang dicerai sebelum idahnya habis, maka pada ayat ini Allah menjelaskan status mereka setelah habis masa idahnya. Dan apabila kamu, para suami, menceraikan istri-istri kamu lalu sampai idahnya habis, maka jangan kamu, mantan suami dan para wali atau siapa pun, halangi atau paksa mereka yang ditalak suaminya untuk kembali rujuk. Biarkanlah ia menetapkan sendiri masa depannya untuk menikah lagi dengan calon suaminya, baik suami yang telah menceraikannya atau pria lain yang menjadi pilihannya, apabila telah terjalin kecocokan di antara mereka dengan cara yang baik. Wanita yang dicerai suaminya dan telah habis masa idahnya mempunyai hak penuh atas dirinya sendiri, seperti dijelaskan dalam sabda Rasulullah, \"Janda lebih berhak atas dirinya daripada orang lain atau walinya.\" Itulah yang dinasihatkan kepada orangorang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Apabila mengikuti petunjuk-petunjuk dan nasihat tentang pemenuhan hak wanita yang diceraikan untuk kembali kepada suaminya atau memilih pasangan baru, itu lebih suci bagimu dan lebih bersih terhadap jiwamu. Dan Allah mengetahui sesuatu yang dapat membawa kemaslahatan bagi hamba-Nya, sedangkan kamu tidak mengetahui di balik ketentuan hukum yang ditetapkan Allah.\r\nWali atau mantan suami tidak boleh memaksa perempuan itu baik untuk rujuk dengan mantan suaminya dengan ketentuan harus memperbarui nikahnya, maupun menikah dengan laki-laki lain.", "long": "Ayat ini menjelaskan tentang wanita yang diceraikan oleh suaminya dan kemungkinan akan kawin lagi, baik dia akan kawin dengan bekas suaminya maupun dengan laki-laki lain. Dalam menanggapi ayat ini, para ulama fikih berselisih tentang siapa yang dimaksud oleh ayat tersebut, khususnya dalam kalimat \"janganlah kamu menghalang-halangi\".\n\nImam Syafi'i berpendapat bahwa larangan itu ditujukan kepada wali, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari tentang Qasim Ma'qil bin Yasir. Ma'qil mempunyai seorang saudara perempuan yang dinikahi oleh Abibaddah. Kemudian ia dicerai oleh suaminya. Setelah selesai idahnya, Abibaddah merasa menyesal dan ingin kembali kepada bekas istrinya itu. Tetapi Ma'qil, sebagai wali, tidak menyetujuinya sehingga peristiwa ini diketahui oleh Rasulullah saw dan kemudian turunlah ayat di atas dan Ma'qil memperkenankan Abibaddah kembali kepada saudaranya.\n\nDari riwayat yang merupakan sebab turunnya ayat ini, jelas bahwa larangan itu ditujukan kepada wali. Seandainya larangan dalam ayat itu tidak ditujukan kepada wali, niscaya perempuan itu dapat menikah sendiri dan tidak perlu tertunda oleh sikap Ma'qil tersebut sebagai walinya.\n\nMaka jelas bahwa akad nikah tetap dilangsungkan oleh wali. Imam Hanafi berpendapat sebaliknya; larangan itu ditujukan bukan kepada wali tetapi kepada suami. Hal ini dapat terjadi bila bekas suami menghalangi bekas istrinya untuk kawin dengan orang lain. Dengan demikian ayat tersebut menurut Abu Hanifah tidak menunjukkan bahwa wali menjadi syarat sah akad pernikahan. Sebagaimana diketahui, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa wanita yang berstatus janda dapat melakukan akad nikah tanpa melalui wali.\n\nBaik wali atau pun bekas suami tidak boleh menghalang-halangi seorang perempuan yang akan kawin. Adat yang berlaku pada zaman jahiliah para wali terlalu mencampuri dengan cara sewenang-wenang soal perkawinan sehingga perempuan tidak mempunyai kebebasan dalam memilih calon suaminya, bahkan mereka dipaksa menikah dengan laki-laki yang tidak disukainya. Demikianlah ajaran Al-Qur'an mengenai hukum perkawinan, ajaran yang hanya dapat diterima oleh orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, karena hanya orang yang berimanlah yang dapat menerima ajaran Allah dengan menyingkirkan keinginan hawa nafsu dalam mengekang kaum perempuan. \n\nKembali kepada ajaran Allah ini adalah suatu perbuatan yang baik dan terpuji, Allah Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 240, "inSurah": 233 }, "meta": { "juz": 2, "page": 37, "manzil": 1, "ruku": 31, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u062a\u064f \u064a\u064f\u0631\u0652\u0636\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u062f\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0643\u0650\u0633\u0652\u0648\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064f\u0633\u0652\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0631\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u062f\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062b\u0650 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d7 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0635\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0636\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0648\u064f\u0631\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Walwaa lidaatu yurdi'na awlaada hunna hawlaini kaamilaini liman araada ai yutimmar radaa'ah; wa 'alalmawloodi lahoo rizuhunna wa kiswatuhunna bilma'roof; laatukallafu nafsun illaa wus'ahaa; laa tudaaarra waalidatum biwaladihaa wa laa mawloodul lahoo biwaladih; wa 'alal waarisi mislu zaalik; fa in araadaa Fisaalan 'an taraadim minhumaa wa tashaawurin falaa junaaha 'alaimaa; wa in arattum an tastardi'ooo awlaadakum falaa junaaha 'alaikum izaa sallamtum maaa aataitum bilma'roof; wattaqul laaha wa'lamooo annal laaha bimaa ta'maloona baseer" } }, "translation": { "en": "Mothers may breastfeed their children two complete years for whoever wishes to complete the nursing [period]. Upon the father is the mothers' provision and their clothing according to what is acceptable. No person is charged with more than his capacity. No mother should be harmed through her child, and no father through his child. And upon the [father's] heir is [a duty] like that [of the father]. And if they both desire weaning through mutual consent from both of them and consultation, there is no blame upon either of them. And if you wish to have your children nursed by a substitute, there is no blame upon you as long as you give payment according to what is acceptable. And fear Allah and know that Allah is Seeing of what you do.", "id": "Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/240", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/240.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/240.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan masalah keluarga, berikutnya Allah membicarakan masalah anak yang lahir dari hubungan suami istri. Di sisi lain, dibicarakan pula ihwal wanita yang dicerai dalam kondisi menyusui anaknya. Dan ibu-ibu yang melahirkan anak, baik yang dicerai suaminya maupun tidak, hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh sebagai wujud kasih sayang dan tanggung jawab ibu kepada anaknya. Air susu ibu (ASI) adalah makanan utama dan terbaik bagi bayi yang tidak bisa digantikan oleh makanan lain. Hal itu dilakukan bagi yang ingin menyusui secara sempurna yaitu dua tahun, seperti dijelaskan dalam Surah Luqma n/31: 41. Apabila kurang dari dua tahun, dianjurkan setidaknya jumlah masa menyusui jika digabung dengan masa kehamilan tidak kurang dari tiga puluh bulan sebagaimana ditegaskan dalam Surah al-Ahqa f/43:15. Bila masa kehamilan mencapai sembilan bulan maka masa menyusui adalah dua puluh satu bulan. Apabila masa menyusui dua tahun, berarti masa kehamilan paling pendek adalah enam bulan. Dan kewajiban ayah dari bayi yang dilahirkan adalah menanggung nafkah dan pakaian mereka berdua, yaitu anak dan ibu walaupun sang ibu telah dicerai, dengan cara yang patut sesuai kebutuhan ibu dan anak dan mempertimbangkan kemampuan ayah. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Demikianlah prinsip ajaran Islam. Karena itu, janganlah seorang ayah mengurangi hak anak dan ibu menyusui dalam pemberian nafkah dan pakaian, dan jangan pula seorang ayah menderita karena ibu menuntut sesuatu melebihi kemampuan sang ayah dengan dalih kebutuhan anaknya yang sedang disusui. Jaminan tersebut harus tetap diperolehnya walaupun ayahnya telah meninggal dunia. Apabila ayah telah meninggal dunia maka ahli waris pun berkewajiban seperti itu pula, yaitu memenuhi kebutuhan ibu dan anak. Apabila keduanya, yaitu ibu dan ayah, ingin menyapih anaknya sebelum usia dua tahun dengan persetujuan bersama, bukan akibat paksaan dari siapa pun, dan melalui permusyawaratan antara keduanya dalam mengambil keputusan yang terbaik, maka tidak ada dosa atas keduanya untuk mengurangi masa penyusuan dua tahun itu. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain karena ibu tidak bersedia atau berhalangan menyusui, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran kepada wanita lain berupa upah atau hadiah dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dalam segala urusan dan taatilah ketentuan-ketentuan hukum Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan dan membalas setiap amal baik maupun buruk yang kamu kerjakan.\r\nPerceraian antara suami dan istri hendaknya tidak berdampak pada anak yang masih bayi. Ibu tetap dianjurkan merawatnya dan memberinya ASI. Demikian pula ayah wajib memberi nafkah kepada anak dan ibu selama menyusui. Agama sangat memperhatikan kelangsungan hidup anak agar tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.", "long": "Setiap ibu (meskipun ia janda) berkewajiban menyusui anaknya sampai anak itu mencapai usia dua tahun. Tidak mengapa kalau masa susuan itu kurang dari masa tersebut apabila kedua ibu-bapak memandang ada maslahatnya. Demikian pula setiap bapak berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan para ibu baik sandang maupun pangan sesuai dengan kebutuhannya. Ibu laksana wadah bagi anak sedang bapak sebagai pemilik wadah itu. Maka sudah sewajarnya bapak berkewajiban memberi nafkah kepada orang yang di bawah tanggung jawabnya dan memelihara serta merawat miliknya.\n\nAllah mewajibkan kepada ibu menyusui bayinya, karena air susu ibu mempunyai pengaruh yang besar kepada anaknya. Dari hasil penelitian para ahli medis menunjukkan bahwa air susu ibu terdiri dari saripati yang benar-benar murni. Air susu ibu juga merupakan makanan yang paling baik untuk bayi, dan tidak disangsikan lagi oleh para ahli gizi. Di samping ibu dengan fitrah kejadiannya memiliki rasa kasih sayang yang mendalam sehingga penyusuan langsung dari ibu, berhubungan erat dengan perkembangan jiwa dan mental anak. Dengan demikian kurang tepat tindakan sementara para ibu yang tidak mau menyusui anaknya hanya karena kepentingan pribadinya, umpamanya, untuk memelihara kecantikan. Padahal ini bertentangan dengan fitrahnya sendiri dan secara tidak langsung ia kehilangan kesempatan untuk membina dasar hubungan keibuan dengan anaknya sendiri dalam bidang emosi.\n\nDemikianlah pembagian kewajiban kedua orang tua terhadap bayinya yang diatur oleh Allah swt. Sementara itu diberi pula keringanan terhadap kewajiban, umpama kesehatan ibu terganggu atau seorang dokter mengatakan tidak baik bila disusukan oleh ibu karena suatu hal, maka tidak mengapa kalau anak mendapat susuan atau makanan dari orang lain.\n\nDemikian juga apabila bapak tidak mempunyai kesanggupan melaksanakan kewajibannya karena miskin maka ia boleh melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kesanggupannya. Keringanan itu membuktikan bahwa anak tidak boleh dijadikan sebab adanya kemudaratan, baik terhadap bapak maupun terhadap ibu. Dengan pengertian, kewajiban tersebut tidak mesti berlaku secara mutlak sehingga mengakibatkan kemudaratan bagi keduanya. Salah satu pihak tidak boleh memudaratkan pihak lain dengan menjadikan anak sebagai kambing hitamnya. Umpamanya karena ibu mengetahui bahwa bapak berkewajiban memberi nafkah maka ia melakukan pemerasan dengan tidak menyusui atau merawat si bayi tanpa sejumlah biaya tertentu. Atau bapak sangat kikir dalam memberikan nafkah sehingga ibu menderita karenanya.\n\nSelanjutnya andaikata salah seorang dari ibu atau bapak tidak memiliki kesanggupan untuk melaksanakan kewajiban atau meninggal dunia, maka kewajiban-kewajiban itu berpindah kepada ahli warisnya. Lamanya masa penyusuan dua tahun, namun demikian apabila berdasarkan musyawarah antara bapak dan ibu untuk kemaslahatan anak, mereka sepakat untuk menghentikannya sebelum sampai masa dua tahun atau meneruskannya lewat dari dua tahun maka hal ini boleh saja dilakukan.\n\nDemikian juga jika mereka mengambil perempuan lain untuk menyusukan anaknya, maka hal ini tidak mengapa dengan syarat, kepada perempuan yang menyusukan itu diberikan imbalan jasa yang sesuai, sehingga terjamin kemaslahatan baik bagi anak maupun perempuan yang menyusui itu.\n\nUlama fikih berbeda pendapat tentang siapa yang berhak untuk menyusukan dan memelihara anak tersebut, jika terjadi perceraian antara suami-istri. Apakah pemeliharaan menjadi kewajiban ibu atau kewajiban bapak? Imam Malik berpendapat bahwa ibulah yang berkewajiban menyusukan anak tersebut, walaupun ia tidak memiliki air susu; kalau ia masih memiliki harta maka anak itu disusukan pada orang lain dengan mempergunakan harta ibunya. Imam Syafi'i dalam hal ini berpendapat bahwa kewajiban tersebut adalah kewajiban bapak." } } }, { "number": { "inQuran": 241, "inSurah": 234 }, "meta": { "juz": 2, "page": 38, "manzil": 1, "ruku": 31, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0631\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena yutawaffawna minkum wa yazaroona azwaajai yatarabbasna bi anfusihinna arba'ata ashhurinw wa 'ashran fa izaa balaghna ajalahunna falaa junaaha 'alaikum feemaa fa'alna feee anfusihinna bilma'roof; wallaahu bimaa ta'maloona Khabeer" } }, "translation": { "en": "And those who are taken in death among you and leave wives behind - they, [the wives, shall] wait four months and ten [days]. And when they have fulfilled their term, then there is no blame upon you for what they do with themselves in an acceptable manner. And Allah is [fully] Acquainted with what you do.", "id": "Dan orang-orang yang mati di antara kamu serta meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah sampai (akhir) idah mereka, maka tidak ada dosa bagimu mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka menurut cara yang patut. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/241", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/241.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/241.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan idah cerai mati agar tidak ada dugaan bahwa idah cerai mati sama dengan cerai hidup. Dan orang-orang yang mati di antara kamu, yakni para suami, serta meninggalkan istri-istri yang tidak sedang hamil, hendaklah mereka, para istri, menunggu atau beridah selama empat bulan sepuluh hari termasuk malamnya, sebagai ketentuan syarak yang bersifat qat'i (pasti). Kemudian apabila telah sampai akhir atau selesai masa idah mereka, yakni para istri yang ditinggal mati suaminya, maka tidak ada dosa bagimu, wahai para wali dan saudara-saudara mereka, yakni tidak menghalangi dan melarang mereka mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri yang sebelumnya dilarang ketika masih dalam masa idah, menurut cara yang patut dan sesuai dengan agama dan kewajaran, seperti berhias, menerima pinangan, menikah, dan aktivitas lainnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, baik yang kamu sembunyikan maupun yang kamu tampakkan.", "long": "Idah perempuan yang ditinggal mati suaminya adalah empat bulan sepuluh hari. Walaupun ayat ini kelihatannya umum (mencakup semua wanita yang ditinggal mati oleh suaminya) namun ada pengecualian yaitu yang tidak dalam keadaan hamil. Sebab untuk wanita hamil, telah ada hukum yang lain pada ayat yang lain. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam tafsir ayat 240. Selama masa idah ia tidak boleh berhias, mempersiapkan diri menerima pinangan atau memberi janji untuk menerima pinangan. Demikian juga ia tidak boleh keluar rumah kecuali karena hal-hal yang dibolehkan oleh agama. Karena selain masa itu untuk mengetahui kebersihan rahimnya (hamil atau tidak hamil), juga digunakan sebagai masa berkabung. Manakala ia tidak hamil maka ia wajib berkabung menghormati tali hubungan suami istri baik terhadap mendiang suami maupun terhadap keluarga suaminya. Ia harus berkabung selama ia dalam idah. Setelah habis masa empat bulan sepuluh hari tersebut dibolehkan membuat segala sesuatu tentang dirinya menurut cara yang wajar, umpamanya menerima pinangan, keluar rumah dan perbuatan lain yang tidak bertentangan dengan agama.\n\nAllah mengetahui segala apa yang dikerjakan oleh manusia. Ayat ini menegaskan bahwa mengenai masa berkabung ini Islam memberikan jalan sebaik-baiknya yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Wanita-wanita pada masa jahiliah melakukan masa berkabung selama satu tahun penuh dan tidak boleh memakai perhiasan, tidak boleh makan makanan yang enak dan tidak boleh pula memperlihatkan diri di muka umum. Bahkan pada sebagian kelompok masyarakat kaum wanita yang menjalani masa berkabung ini harus melakukan hal-hal yang jauh lebih berat dari apa yang dilakukan oleh orang di masa jahiliyah, seperti: terus menerus menangis dan meratap. Tidak boleh menghias dirinya dan lain sebagainya. Melakukan masa berkabung ini bukan karena kematian suaminya saja, tetapi karena kematian anak pun mereka berkabung secara demikian. Maka tepat apa yang diatur oleh Islam bahwa masa berkabung untuk wanita yang kematian suami tidak boleh lebih dari empat bulan sepuluh hari dan untuk kematian famili lainnya tidak boleh lebih dari tiga hari.\n\nPenyimpangan dari ketentuan ini harus dihindari karena Allah Maha Mengetahui segala apa yang dikerjakan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 242, "inSurah": 235 }, "meta": { "juz": 2, "page": 38, "manzil": 1, "ruku": 31, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0631\u0651\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0637\u0652\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u0650\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0632\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064f\u0642\u0652\u062f\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0643\u064e\u0627\u062d\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa junaaha 'alaikum feema 'arradtum bihee min khitbatin nisaaa'i aw aknantum feee anfusikum; 'alimal laahu annakum satazkuroonahunna wa laakil laa tuwaa'idoohunna sirran illaaa an taqooloo qawlamma'roofaa; wa laa ta'zimoo 'uqdatan nikaahi hattaa yablughal kitaabu ajalah; wa'lamooo annal laaha ya'lamumaa feee anfusikum fahzarooh; wa'lamooo annallaaha Ghafoorun Haleem" } }, "translation": { "en": "There is no blame upon you for that to which you [indirectly] allude concerning a proposal to women or for what you conceal within yourselves. Allah knows that you will have them in mind. But do not promise them secretly except for saying a proper saying. And do not determine to undertake a marriage contract until the decreed period reaches its end. And know that Allah knows what is within yourselves, so beware of Him. And know that Allah is Forgiving and Forbearing.", "id": "Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu sembunyikan (keinginanmu) dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka. Tetapi janganlah kamu membuat perjanjian (untuk menikah) dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan kata-kata yang baik. Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah, sebelum habis masa idahnya. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/242", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/242.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/242.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan yang masih dalam masa idah. Dan tidak ada dosa bagimu, wahai kaum laki-laki, meminang perempuan-perempuan itu yang masih dalam masa idah, baik idah cerai mati maupun karena ditalak tiga, selain yang ditalak raj'i (satu atau dua), dengan sindiran, seperti ucapan, \"Aku suka dengan perempuan yang lembut dan memiliki sifat keibuan\", atau kamu sembunyikan keinginanmu dalam hati untuk melamar dan menikahinya jika sudah habis masa idahnya. Demikian ini karena Allah mengetahui bahwa kamu tidak sabar sebagai lelaki akan menyebut-nyebut keinginanmu untuk melamar dan menikahinya kepada mereka, yakni perempuan-perempuan tersebut setelah habis idahnya. Tetapi janganlah kamu, wahai laki-laki, membuat perjanjian, baik secara langsung maupun tidak langsung namun terkesan memberi harapan untuk menikah dengan mereka, yakni perempuan-perempuan yang masih dalam masa idah, secara rahasia, yakni hanya diketahui berdua, kecuali sekadar mengucapkan kata-kata sindiran yang baik. Dan janganlah kamu, wahai para lelaki, menetapkan akad nikah kepada perempuan yang ditinggal mati suaminya atau ditalak tiga sebelum habis masa idahnya, sebab akad nikahmu akan dianggap batal. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni ketertarikanmu kepada perempuan itu untuk segera menikahinya, maka takutlah kepada-Nya, dari melanggar hukum-hukum-Nya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun atas kesalahan akibat kelemahan dirimu, Maha Penyantun dengan memberimu kesempatan bertobat.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa seorang laki-laki boleh mengucapkan kata-kata sindiran untuk meminang wanita yang masih berada dalam masa idahnya, baik idah karena kematian suami, maupun idah karena talak ba'in. Tetapi hal itu sama sekali tidak dibenarkan bila wanita itu berada dalam masa idah dari talak raj'i.\n\nUngkapan yang menggambarkan bahwa lelaki itu mempunyai maksud untuk mengawininya, bila telah selesai idahnya, umpamanya si lelaki itu berkata, \"Saya senang sekali bila mempunyai istri yang memiliki sifat-sifat seperti engkau,\" atau ungkapan lainnya yang tidak mengarah pada berterus terang. Allah melarang bila seorang laki-laki mengadakan janji akan menikah, atau membujuknya untuk menikah secara sembunyi-sembunyi atau mengadakan pertemuan rahasia. Hal ini tidak dibenarkan karena dikhawatirkan terjadi fitnah.\n\nSeorang laki-laki tidak dilarang meminang perempuan yang masih dalam masa idah talak ba'in jika pinangan itu dilakukan secara sindiran, atau masih dalam rencana, karena Allah mengetahui bahwa manusia tidak selalu dapat menyembunyikan isi hatinya. Pinangan tersebut hendaknya tidak dilakukan secara terang-terangan tetapi hendaknya dengan kata-kata kiasan yang merupakan pendahuluan, yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk pinangan resmi, ketika perempuan tersebut telah habis idahnya. Pinangan dengan sindiran itu tidak boleh dilakukan terhadap perempuan yang masih dalam idah talak raj'i, karena masih ada kemungkinan perempuan itu akan kembali kepada suaminya semula.\n\nCara seperti ini dimaksudkan agar perasaan wanita yang sedang berkabung itu tidak tersinggung, juga untuk menghindarkan reaksi buruk dari keluarga mantan suami dan masyarakat umum. Karenanya akad nikah dengan wanita yang masih dalam idah dilarang. Suatu larangan yang dianggap haram qath'i, dan akad nikah tersebut harus dibatalkan." } } }, { "number": { "inQuran": 243, "inSurah": 236 }, "meta": { "juz": 2, "page": 38, "manzil": 1, "ruku": 32, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u0650\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0648\u0633\u0650\u0639\u0650 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0652\u062a\u0650\u0631\u0650 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa junaaha 'alaikum in tallaqtumun nisaaa'a maa lam tamassoohunna aw tafridoo lahunna fareedah; wa matti'oona 'alal moosi'i qadaruhoo wa 'alal muqtiri qadaruhoo matta'am bilma'roofi haqqan 'alalmuhsineen" } }, "translation": { "en": "There is no blame upon you if you divorce women you have not touched nor specified for them an obligation. But give them [a gift of] compensation - the wealthy according to his capability and the poor according to his capability - a provision according to what is acceptable, a duty upon the doers of good.", "id": "Tidak ada dosa bagimu, jika kamu menceraikan istri-istri kamu yang belum kamu sentuh (campuri) atau belum kamu tentukan maharnya. Dan hendaklah kamu beri mereka mut‘ah, bagi yang mampu menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya, yaitu pemberian dengan cara yang patut, yang merupakan kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebaikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/243", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/243.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/243.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat berikut Allah menjelaskan hukum terkait perceraian antara suami dan istri yang belum dicampuri dan belum ditetapkan maskawinnya. Tidak ada dosa atau tidak apa-apa bagimu, wahai para suami, jika kamu menceraikan istri-istri kamu yang belum kamu sentuh, yakni belum kamu campuri, atau belum kamu tentukan maharnya, untuk tidak memberikan maharnya. Dan hendaklah kamu beri mereka mut'ah, yaitu sesuatu yang diberikan sebagai penghibur kepada istri yang diceraikan, selain nafkah. Bagi yang mampu dianjurkan memberi mut'ah menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu tetap dituntut untuk memberi mut'ah menurut kesanggupannya, yaitu pemberian dengan cara yang patut dan tidak menyakiti hatinya atau menyinggung perasaannya. Yang demikian itu merupakan kewajiban bagi orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan yang dibuktikan dengan selalu siap berkorban.", "long": "Seorang suami yang menjatuhkan talak pada istrinya sebelum dukhul (digauli), dan sebelum menentukan jumlah maharnya tidak dibebani kewajiban membayar mahar, hanya saja ia didorong untuk memberi mut'ah yaitu pemberian untuk menyenangkan bekas istrinya. Besar kecilnya jumlah pemberian tersebut tergantung pada suami, yang kaya sesuai dengan kekayaannya dan yang tidak mampu sesuai pula dengan kadar yang disanggupinya. Pemberian mut'ah tersebut merupakan suatu anjuran bagi laki-laki yang mau berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 244, "inSurah": 237 }, "meta": { "juz": 2, "page": 38, "manzil": 1, "ruku": 32, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0646\u0650\u0635\u0652\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064f\u0642\u0652\u062f\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0643\u064e\u0627\u062d\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0644\u0650\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0633\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa in tallaqtumoohunna min qabli an tamassoohunna wa qad farad tum lahunna fareedatan fanisfu maa faradtum illaaa ai ya'foona aw ya'fuwallazee biyadihee 'uqdatunnikaah; wa an ta'foona aw ya'fuwallazee biyadihee 'uqdatunnikaah; wa an ta'fooo aqrabu littaqwaa; wa laa tansawulfadla bainakum; innal laaha bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "And if you divorce them before you have touched them and you have already specified for them an obligation, then [give] half of what you specified - unless they forego the right or the one in whose hand is the marriage contract foregoes it. And to forego it is nearer to righteousness. And do not forget graciousness between you. Indeed Allah, of whatever you do, is Seeing.", "id": "Dan jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri), padahal kamu sudah menentukan Maharnya, maka (bayarlah) seperdua dari yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka (membebaskan) atau dibebaskan oleh orang yang akad nikah ada di tangannya. Pembebasan itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/244", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/244.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/244.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat berikut Allah menjelaskan hukum terkait perceraian antara suami dan istri yang belum dicampuri namun sudah ditetapkan maskawinnya. Dan jika kamu, wahai para suami, menceraikan mereka, yakni para istri, sebelum kamu sentuh atau campuri, padahal kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka, yaitu para suami, membebaskan dirinya sendiri dengan membayar penuh mahar tersebut atau suami tersebut dibebaskan oleh orang yang akad nikah ada di tangannya yakni wali istri, dengan cara membebaskan suami tersebut dari kewajiban membayar setengah dari mahar yang telah ditentukan. Jika demikian maka pembebasan itu, baik dari pihak suami maupun dari pihak wali, adalah lebih dekat kepada takwa. Artinya, hal itu lebih layak dilakukan oleh mereka yang termasuk golongan orang bertakwa. Dan janganlah kamu, wahai para suami dan wali, lupa atau melupakan kebaikan di antara kamu, yakni dengan membebaskan kewajiban orang lain atas dirinya atau memberikan haknya untuk orang lain. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan, yakni memberi sesuatu de-ngan yang lebih baik kepada orang lain. Inilah sikap ihsan yang dicintai Allah. Ihsan inilah sikap tertinggi dari keberagamaan seseorang, yakni memberikan lebih dari yang seharusnya dan mengambil haknya lebih sedikit dari yang semestinya.", "long": "Jika seorang suami menjatuhkan talak sebelum bercampur sedangkan ia telah menentukan jumlah mahar maka yang menjadi hak mantan istrinya itu adalah separo dari jumlah mahar tersebut, yang dapat dituntutnya selama ia tidak rela dicerai. Perempuan tersebut dapat menerima penuh mahar itu tanpa mengembalikan seperduanya, jika bekas suaminya merelakannya.\n\nTindakan merelakan pelunasan mahar itu suatu hal yang lebih dekat kepada takwa. Sebab wajarlah seorang suami merelakannya jika perceraian itu terjadi karena keinginannya. Demikian pula wajar seorang istri merelakan hak dari mahar yang mestinya diterimanya jika sebab-sebab perceraian datang dari pihaknya. \n\nMenurut sunah Rasulullah, apabila telah terjadi dukhul (telah bercampur) sedang pada waktu akad nikah jumlah mahar itu tidak disebutkan, maka jumlah maharnya adalah menurut mahar misil, yaitu mahar yang sepadan dengan posisi perempuan di kalangan famili dan masyarakatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 245, "inSurah": 238 }, "meta": { "juz": 2, "page": 39, "manzil": 1, "ruku": 32, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u0633\u0652\u0637\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haafizoo 'alas salawaati was Salaatil Wustaa wa qoomoo lillaahi qaaniteen" } }, "translation": { "en": "Maintain with care the [obligatory] prayers and [in particular] the middle prayer and stand before Allah, devoutly obedient.", "id": "Peliharalah semua salat dan salat wustha. Dan laksanakanlah (salat) karena Allah dengan khusyuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/245", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/245.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/245.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan hukum keluarga dalam beberapa ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah menjelaskan hukum asasi antara manusia dengan Allah, yakni salat. Hal ini seakan mengingatkan agar persoalan keluarga tidak membuat manusia lupa akan kewajiban asasinya, yaitu salat. Karena itu, ayat ini dimulai dengan kata perintah. Peliharalah secara sungguh-sungguh, baik secara pribadi maupun saling mengingatkan antara satu dengan lainnya tentang semua salat, dan peliharalah secara khusus salat wusa­a , yakni salat asar dan subuh, karena keutamaannya. Dan laksanakanlah salat karena Allah Pemilik kemuliaan dan keagungan dengan khusyuk, yakni dengan penuh ketaatan dan keikhlasan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan keutamaan melakukan salat, dan selalu memeliharanya. Keluarga merupakan bagian dari masyarakat dan dalam memenuhi segala kebutuhan dan persoalan hidupnya banyak sekali menemui kesulitan yang kadang-kadang dapat menjerumuskannya kepada hal-hal yang dilarang agama. Karena itu telah diberi suatu cara yang baik untuk dilakukan manusia agar selalu terjamin hubungan keduniaannya dengan ketakwaan kepada Allah dengan selalu memelihara salat. Mulai dari bangun tidur sebelum melakukan kontak dengan manusia lainnya ia ingat dan bermunajah lebih dahulu dengan Allah (waktu subuh). Kemudian setelah ia berhubungan dengan masyarakat, dan mungkin sekali terjadi perbuatan yang tidak diridai Allah maka untuk mengingatkan dan menyelamatkannya, ia dipanggil untuk berhubungan lagi dengan Allah pada waktu tengah hari (salat zuhur). Begitulah seterusnya selama 24 jam. Dengan demikian selalu terjalin antara kesibukan manusia (untuk memenuhi hajat hidupnya) dengan ingat kepada Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. Hal ini mempunyai pengaruh dan membekas dalam jiwa dan kehidupan manusia sebagaimana ditegaskan bahwa dengan salat manusia dapat terhindar dari perbuatan jahat dan mungkar. Selain itu, memelihara salat adalah bukti iman kepada Allah, dan menjadi syarat mutlak bagi kehidupan seorang Muslim, menguatkan tali persaudaraan, dan dapat menjamin hak-hak manusia. Menurut riwayat Ahmad, Rasulullah saw bersabda:\n\nPerjanjian antara kami dengan kaum kafir adalah salat, siapa yang meninggalkannya (dengan sengaja) maka ia telah menjadi kafir. (Riwayat Ahmad)\n\nDalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-thabrani, Rasulullah saw bersabda:\n\nBarang siapa selalu memelihara salat maka ia akan dapat cahaya dan petunjuk serta akan dapat keselamatan pada hari Kiamat. Sebaliknya orang yang tidak memelihara salat maka tidak ada baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan. Di akhirat nanti ia akan bersama Fir'aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf di dalam neraka. (Riwayat Ahmad dan ath-thabrani)\n\nAyat-ayat di atas menjelaskan bagaimana pentingnya menjaga dan memelihara salat. Manusia yang melaksanakan perintah ini benar-benar menjadi makhluk Allah yang bertakwa dan hidupnya akan selalu aman, berada di dalam magfirah dan rida Allah.\n\nAdapun sebab turun ayat ini menurut riwayat dari Zaid bin sabit, Rasulullah saw selalu melakukan salat zuhur, meskipun pada siang hari yang panas terik yang bagi para sahabat dirasakan berat, maka turunlah ayat ini. Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk selalu menjaga salat lima waktu. Jika salat itu dilaksanakan, ia dapat memelihara diri dari berbuat hal-hal yang jahat dan mungkar. Salat dapat menjadi penenang jiwa dari segala kegelisahan yang menimpa diri. Karena itu salat merupakan tiang agama.\n\nAllah menekankan salat wustha. Salat wusta menurut jumhur Ulama ialah salat Asar. Allah mengajarkan pula, agar dalam melakukan salat kita berlaku khusyuk dan tawaduk. Sebab pemusatan pikiran kepada Allah semata-mata adalah tingkat salat yang paling baik dan salat inilah yang dapat membekas pada jiwa manusia.\n\nKarena pentingnya melaksanakan dan memelihara salat ini seorang Muslim tidak boleh meninggalkannya walau dalam keadaan bagaimanapun. Salat tetap tidak boleh ditinggalkan, meskipun dalam suasana kekhawatiran terhadap jiwa, harta, atau kedudukan. Dalam keadaan uzur, salat dapat dikerjakan menurut cara yang mungkin dilakukan, baik dalam keadaan berjalan kaki, berkendaraan, ataupun sakit. Maka setelah hilang uzur itu, terutama yang berupa kekhawatiran, hendaklah bersyukur kepada Allah, karena Allah mengajarkan kepada manusia hal-hal yang tidak diketahuinya termasuk mengenai kaifiat (cara) melakukan salat dalam masa tidak aman/dalam keadaan perang." } } }, { "number": { "inQuran": 246, "inSurah": 239 }, "meta": { "juz": 2, "page": 39, "manzil": 1, "ruku": 32, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0631\u064f\u0643\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in khiftum farijaalan aw rukbaanan fa izaaa amintum fazkurul laaha kamaa 'allamakum maa lam takoonoo ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And if you fear [an enemy, then pray] on foot or riding. But when you are secure, then remember Allah [in prayer], as He has taught you that which you did not [previously] know.", "id": "Jika kamu takut (ada bahaya), salatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Kemudian apabila telah aman, maka ingatlah Allah (salatlah), sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/246", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/246.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/246.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun, jika kamu takut ada bahaya, baik karena musuh, binatang buas, atau lainnya, maka salatlah sambil berjalan kaki karena darurat atau ketika berada di kendaraan, baik menghadap kiblat maupun tidak. Kemudian apabila situasinya telah kembali aman, maka ingatlah Allah, yakni salatlah, sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui, seperti cara melaksanakan salat dalam kondisi tidak aman. Ini menunjukkan pentingnya salat. Ia harus ditegakkan dimana saja dan kapan saja, serta dalam situasi apa pun.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan keutamaan melakukan salat, dan selalu memeliharanya. Keluarga merupakan bagian dari masyarakat dan dalam memenuhi segala kebutuhan dan persoalan hidupnya banyak sekali menemui kesulitan yang kadang-kadang dapat menjerumuskannya kepada hal-hal yang dilarang agama. Karena itu telah diberi suatu cara yang baik untuk dilakukan manusia agar selalu terjamin hubungan keduniaannya dengan ketakwaan kepada Allah dengan selalu memelihara salat. Mulai dari bangun tidur sebelum melakukan kontak dengan manusia lainnya ia ingat dan bermunajah lebih dahulu dengan Allah (waktu subuh). Kemudian setelah ia berhubungan dengan masyarakat, dan mungkin sekali terjadi perbuatan yang tidak diridai Allah maka untuk mengingatkan dan menyelamatkannya, ia dipanggil untuk berhubungan lagi dengan Allah pada waktu tengah hari (salat zuhur). Begitulah seterusnya selama 24 jam. Dengan demikian selalu terjalin antara kesibukan manusia (untuk memenuhi hajat hidupnya) dengan ingat kepada Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. Hal ini mempunyai pengaruh dan membekas dalam jiwa dan kehidupan manusia sebagaimana ditegaskan bahwa dengan salat manusia dapat terhindar dari perbuatan jahat dan mungkar. Selain itu, memelihara salat adalah bukti iman kepada Allah, dan menjadi syarat mutlak bagi kehidupan seorang Muslim, menguatkan tali persaudaraan, dan dapat menjamin hak-hak manusia. Menurut riwayat Ahmad, Rasulullah saw bersabda:\n\nPerjanjian antara kami dengan kaum kafir adalah salat, siapa yang meninggalkannya (dengan sengaja) maka ia telah menjadi kafir. (Riwayat Ahmad)\n\nDalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-thabrani, Rasulullah saw bersabda:\n\nBarang siapa selalu memelihara salat maka ia akan dapat cahaya dan petunjuk serta akan dapat keselamatan pada hari Kiamat. Sebaliknya orang yang tidak memelihara salat maka tidak ada baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan. Di akhirat nanti ia akan bersama Fir'aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf di dalam neraka. (Riwayat Ahmad dan ath-thabrani)\n\nAyat-ayat di atas menjelaskan bagaimana pentingnya menjaga dan memelihara salat. Manusia yang melaksanakan perintah ini benar-benar menjadi makhluk Allah yang bertakwa dan hidupnya akan selalu aman, berada di dalam magfirah dan rida Allah.\n\nAdapun sebab turun ayat ini menurut riwayat dari Zaid bin sabit, Rasulullah saw selalu melakukan salat zuhur, meskipun pada siang hari yang panas terik yang bagi para sahabat dirasakan berat, maka turunlah ayat ini. Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk selalu menjaga salat lima waktu. Jika salat itu dilaksanakan, ia dapat memelihara diri dari berbuat hal-hal yang jahat dan mungkar. Salat dapat menjadi penenang jiwa dari segala kegelisahan yang menimpa diri. Karena itu salat merupakan tiang agama.\n\nAllah menekankan salat wustha. Salat wusta menurut jumhur Ulama ialah salat Asar. Allah mengajarkan pula, agar dalam melakukan salat kita berlaku khusyuk dan tawaduk. Sebab pemusatan pikiran kepada Allah semata-mata adalah tingkat salat yang paling baik dan salat inilah yang dapat membekas pada jiwa manusia.\n\nKarena pentingnya melaksanakan dan memelihara salat ini seorang Muslim tidak boleh meninggalkannya walau dalam keadaan bagaimanapun. Salat tetap tidak boleh ditinggalkan, meskipun dalam suasana kekhawatiran terhadap jiwa, harta, atau kedudukan. Dalam keadaan uzur, salat dapat dikerjakan menurut cara yang mungkin dilakukan, baik dalam keadaan berjalan kaki, berkendaraan, ataupun sakit. Maka setelah hilang uzur itu, terutama yang berupa kekhawatiran, hendaklah bersyukur kepada Allah, karena Allah mengajarkan kepada manusia hal-hal yang tidak diketahuinya termasuk mengenai kaifiat (cara) melakukan salat dalam masa tidak aman/dalam keadaan perang." } } }, { "number": { "inQuran": 247, "inSurah": 240 }, "meta": { "juz": 2, "page": 39, "manzil": 1, "ruku": 32, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0625\u0650\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u062c\u064d \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena yutawaf fawna minkum wa yazaroona azwaajanw wasiyyatal li azwaajihim mataa'an ilal hawlighaira ikhraaj; fa in kharajna falaa junaaha 'alaikum fee maa fa'alna junaaha 'alaikum fee maa fa'alna feee anfusihinna mim ma'roof; wallaahu Azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And those who are taken in death among you and leave wives behind - for their wives is a bequest: maintenance for one year without turning [them] out. But if they leave [of their own accord], then there is no blame upon you for what they do with themselves in an acceptable way. And Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Dan orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri, hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). Tetapi jika mereka keluar (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (mengenai apa) yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri dalam hal-hal yang baik. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/247", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/247.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/247.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai sejenak mengingatkan manusia agar tidak melalaikan salat karena persoalan keluarga, pada ayat ini Allah kembali menjelaskan hukum keluarga. Dan orang-orang yang akan mati, baik karena sudah renta maupun sakit menahun, di antara kamu, wahai para suami, dan kamu meninggalkan istri-istri, hendaklah ia sebelum meninggal dunia membuat wasiat untuk istri-istrinya untuk tetap tinggal di rumah, juga berpesan kepada anak-anak dan saudara-saudaranya agar memberi mereka nafkah berupa sandang dan pangan, paling tidak sampai setahun sejak suami wafat tanpa seorang pun boleh mengeluarkannya atau mengusirnya dari rumah itu. Tetapi jika mereka, yakni istri yang ditinggal mati suaminya, sebelum setahun keluar sendiri dari rumah tersebut untuk pindah ke tempat lain, maka tidak ada dosa bagimu, wahai para wali atau siapa saja, mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri dalam hal-hal yang baik yang tidak melanggar syariat. Allah Mahaperkasa sehingga harus ditaati, Mahabijaksana dalam menetapkan hukum demi kemaslahatan hamba-Nya.", "long": "Allah menganjurkan kepada para suami apabila ia merasa telah dekat ajalnya agar berwasiat untuk istrinya yaitu dengan memberikan sebagian hartanya untuk belanja selama satu tahun, dengan tetap tinggal di rumahnya. Jika istrinya meninggalkan rumah setelah setahun, maka keluarga suami tidak boleh menghalangi tindakan istri tersebut karena tidak melanggar ajaran agama. Umpamanya, untuk aktif di tengah masyarakat dan menunjukkan kesediaannya untuk bersuami lagi. Sebab, statusnya telah bebas, tidak sebagaimana adat jahilliah, perempuan merupakan harta warisan. Allah Mahabijaksana dalam menetapkan hukum-hukum untuk kemaslahatan hamba-Nya.\n\nPerlu dijelaskan di sini, pandangan para ulama tafsir mengenai ayat 240 ini, yaitu sebagaimana ahli ushul berbeda pendapat tentang nasikh dan mansukh di dalam Al-Qur'an, terdapat perbedaan pula di kalangan ahli tafsir.\n\nAda mufasir yang mengakui adanya nasikh dan mansukh di dalam Al-Qur'an dan ada pula yang tidak mengakui. Ahli tafsir yang mengakui nasikh dalam Al-Qur'an menafsirkan bahwa ayat ini memerintahkan agar suami berwasiat, yaitu menyisihkan sebagian hartanya untuk istrinya yang ditinggalkan untuk masa satu tahun dan ia tetap tinggal di kediaman suaminya. Hal ini menunjukkan bahwa idah wafat itu satu tahun lamanya. Maka antara kedua ayat ini (240 dan 234) terdapat hukum yang bertentangan. Golongan ini memandang bahwa:\n\n(a)Ayat yang menunjukkan idah wafat satu tahun itu lebih belakangan letaknya daripada ayat yang menetapkan idah wafat 4 bulan sepuluh hari, tetapi di dalam sejarah turunnya ia lebih dahulu. Atas dasar ini, ayat 234 yang menetapkan idah wafat 4 bulan 10 hari menasakh hukum ayat 240 ini.\n\n(b) Kalau tidak diakui adanya nasakh dalam Al-Qur'an, maka zahir ayat ini mewajibkan suami berwasiat untuk istrinya. Dengan demikian, istri mendapat dua macam bagian, pertama bagian sebagai istri (ahli waris) yang ditetapkan oleh ayat waris, dan kedua, bagian sebagai wasiat menurut ayat ini. Tetapi ayat ini ditakhsis dengan hadis sahih yang berbunyi: (\"Tidak ada wasiat untuk ahli waris,\" [Riwayat Ahmad dan Imam Empat kecuali an-Nasa'i]), sehingga istri tidak mendapatkan dua macam bagian." } } }, { "number": { "inQuran": 248, "inSurah": 241 }, "meta": { "juz": 2, "page": 39, "manzil": 1, "ruku": 32, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lilmutallaqaati mataa'um bilma'roofi haqqan 'alal muttaqeen" } }, "translation": { "en": "And for divorced women is a provision according to what is acceptable - a duty upon the righteous.", "id": "Dan bagi perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah diberi mut‘ah menurut cara yang patut, sebagai suatu kewajiban bagi orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/248", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/248.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/248.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan hukum pemberian mut'ah bagi perempuan yang dicerai. Dan bagi perempuan-perempuan yang diceraikan, baik talak tiga (ba'in) maupun talak satu dan dua tetapi tidak dirujuk, sementara ia sudah dicampuri, maka hendaklah diberi mut'ah yakni pemberian suami di luar nafkah kepada istri yang ditalak tersebut menurut cara yang patut, yakni besar dan kecilnya pemberian itu disesuaikan dengan kemampuan suami, sebagai suatu kewajiban bagi orang yang bertakwa, yakni mereka yang melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.", "long": "Tiap-tiap perempuan yang dicerai berhak menerima mut'ah sebagai hiburan dari bekas suaminya dengan cara yang baik. Suami yang memberikan hiburan tersebut adalah orang yang bertakwa kepada Allah yang oleh karenanya ia menjadi pemurah memberikan bantuan kepada bekas istrinya dengan ketulusan hati sejalan dengan petunjuk agama yaitu mengambil istri dengan baik atau menceraikannya dengan baik." } } }, { "number": { "inQuran": 249, "inSurah": 242 }, "meta": { "juz": 2, "page": 39, "manzil": 1, "ruku": 32, "hizbQuarter": 15, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalika yubaiyinul laahu lakum aayaatihee la'allakum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "Thus does Allah make clear to you His verses that you might use reason.", "id": "Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/249", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/249.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/249.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti. Penutup ayat ini seakan memberi jawaban atas pertanyaan apakah ada ketentuan agama menyangkut pemberian, selain harta waris? Jawabannya,\" ada\", yaitu memberikan sesuatu sebagai penghibur bagi perempuan yang dicerai karena istri yang dicerai hidup keadaannya seperti ditinggal mati.", "long": "Demikian Allah menerangkan hukum-hukum-Nya yang seringkali disertai dengan sebab dan akibatnya untuk menjadi petunjuk bagi manusia dalam mencapai kemaslahatan agar diperhatikan oleh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 250, "inSurah": 243 }, "meta": { "juz": 2, "page": 39, "manzil": 1, "ruku": 33, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0644\u064f\u0648\u0641\u064c \u062d\u064e\u0630\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena kharajoo min diyaarihim wa hum uloofun hazaral mawti faqaaala lahumul laahu mootoo summa ahyaahum; innal laaha lazoo fadlin 'alannaasi wa laakinna aksarannaasi laa yashkuroon" } }, "translation": { "en": "Have you not considered those who left their homes in many thousands, fearing death? Allah said to them, \"Die\"; then He restored them to life. And Allah is full of bounty to the people, but most of the people do not show gratitude.", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? Lalu Allah berfirman kepada mereka, “Matilah kamu!” Kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/250", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/250.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/250.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa tidak ada seorang pun bisa lari dari takdir Allah. Tidakkah kamu memperhatikan, yakni mendengar kisah orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? Padahal Rasulullah melarang seseorang untuk keluar dari daerahnya yang terjangkit wabah penyakit. Lalu apabila Allah berfirman kepada mereka, \"Matilah kalian! \"pasti kalian akan mati tanpa bisa menghindar, karena hidup dan mati ada di tangan-Nya, dan kematian pasti datang meski tanpa sebab. Kemudian Allah menghidupkan mereka, artinya mereka terselamatkan dari musuh karena sebagian mereka ada yang ingin maju berjihad. Inilah karunia Allah. Sesungguhnya Allah memberikan karunia, yakni pemberian lebih, kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur, karena ketidakmampuan manusia memahami jenis-jenis nikmat yang dianugerahkan Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberikan tamsil atau perumpamaan bagi suatu kelompok masyarakat yang patah semangatnya, tidak mau berjuang untuk kemajuan masyarakat dan agamanya. Dengan ayat ini, Allah memberi-kan semangat agar sifat-sifat tersebut jangan dicontoh dan hendaklah manusia gigih berjuang untuk kejayaan bangsa dan agama. Dijelaskan juga berita orang yang lari dari tanah airnya di mana jumlah mereka ribuan banyaknya. Seharusnya mereka gagah berani, mampu mempertahankan tanah airnya, tetapi mereka lemah kehilangan semangat karena takut mati.\n\nYang tergambar dalam pikiran mereka yang melarikan diri itu adalah jalan keselamatan. Sedangkan yang terjadi sebaliknya, yaitu larinya mereka itu berarti memperkokoh kedudukan musuh untuk menjajah mereka dengan mudah. Kepada mereka yang penakut seperti ini, Allah berfirman, \"Hancurlah kamu karena kamu adalah pengecut.\"\n\nKemudian setelah datang kesadaran mereka untuk bersatu kembali, Allah memberikan rahmat-Nya dengan menghidupkan semangat mereka kembali sehingga mereka bangkit mengumpulkan kekuatan untuk melepaskan diri dari perbudakan kaum penjajah karena Allah mempunyai karunia, Maha Penyantun terhadap manusia, namun demikian manusia tidak bersyukur kepada-Nya.\n\nSungguh pun Allah menghidupkan semangat mereka kembali sebagai karunia-Nya, namun masih banyak yang tidak bersyukur kepada-Nya. Dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa apabila suatu umat selalu menentang ajaran Allah, maka umat ini akan selalu mendapat bahaya dengan berbagai cobaan dari-Nya.\n\nHal ini telah menjadi sunatullah bagi umat-umat terdahulu sampai sekarang. Menurut sebagian ahli tafsir, ayat ini memberikan suatu pelajaran berupa contoh perbandingan bagi umat yang mati jiwanya, yang lari dari negerinya karena tidak mempunyai tanggung jawab untuk mempertahankan-nya, sehingga negeri mereka menjadi jajahan. Rakyat yang ada di dalamnya menderita kemelaratan, penghinaan, dan kemiskinan karena mereka diperlakukan sebagai budak oleh golongan yang berkuasa yang datang dari luar. Tetapi setelah masa itu berlalu, dengan kesadaran yang diberikan Allah kepada mereka jiwa mereka hidup kembali. Mereka bangun serentak mengusir penguasa-penguasa zalim. Ini karunia dari Allah yang Mahakuasa dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 251, "inSurah": 244 }, "meta": { "juz": 2, "page": 39, "manzil": 1, "ruku": 33, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaatiloo fee sabeelil laahi wa'lamooo annal laaha Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And fight in the cause of Allah and know that Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Dan berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/251", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/251.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/251.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan bahwa kematian pasti akan tiba, pada ayat ini Allah mengikutinya dengan penjelasan tentang salah satu sebab kematian, yakni terbunuh dalam peperangan. Dan berperanglah kamu di jalan Allah ketika situasi menuntut demikian, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar apa yang kamu katakan, Maha Mengetahui apa yang kamu sembunyikan dalam hati, seperti keinginan untuk tidak turut berperang. Barang siapa mau meminjami atau menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan pinjaman yang baik berupa harta yang halal disertai niat yang ikhlas, maka Allah akan melipatgandakan ganti atau balasan kepadanya dengan balasan yang banyak dan berlipat sehingga kamu akan senantiasa terpacu untuk berinfak. Allah dengan segala kebijaksanaanNya akan menahan atau menyempitkan dan melapangkan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan pada hari kebangkitan untuk mendapatkan balasan yang setimpal dan sesuai dengan apa yang diniatkan.", "long": "Orang yang beriman hendaklah bangkit ke medan pertempuran untuk menjunjung tinggi kalimah Allah, mengamankan dakwah, dan menyebarkan agama. Kaum penegak kebenaran pasti akan mendapat kemenangan. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui terhadap siapa yang pergi ke medan pertempuran dengan niat membela agama. Demikian juga Dia mengetahui orang-orang yang mengkhianati perjuangan.\n\nDalam ayat ini, Allah menyuruh agar kita berperang menegakkan kebenaran. Peperangan ini mempunyai 2 macam strategi yaitu bertahan dan menyerang. Strategi bertahan ialah mengatur dan memperkuat umat Islam dalam segala bidang sehingga disegani oleh musuh dan terciptalah suasana aman dan tenteram. Strategi menyerang ialah berperang menghadapi musuh yang mengganggu ketertiban umat serta menjaga kehormatan bangsa dengan sebaik-baiknya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendengar segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 252, "inSurah": 245 }, "meta": { "juz": 2, "page": 39, "manzil": 1, "ruku": 33, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0642\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u0650\u0641\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0636\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Man zal lazee yuqridul laaha qardan hasanan fayudaa 'ifahoo lahoo ad'aafan kaseerah; wallaahu yaqbidu wa yabsut-u wa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "Who is it that would loan Allah a goodly loan so He may multiply it for him many times over? And it is Allah who withholds and grants abundance, and to Him you will be returned.", "id": "Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/252", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/252.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/252.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa mau meminjami atau menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan pinjaman yang baik berupa harta yang halal disertai niat yang ikhlas, maka Allah akan melipatgandakan ganti atau balasan kepadanya dengan balasan yang banyak dan berlipat sehingga kamu akan senantiasa terpacu untuk berinfak. Allah dengan segala kebijaksanaanNya akan menahan atau menyempitkan dan melapangkan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan pada hari kebangkitan untuk mendapatkan balasan yang setimpal dan sesuai dengan apa yang diniatkan.", "long": "Diriwiyatkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Umar ketika turun ayat 261 surah al-Baqarah yang menerangkan bahwa orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah nafkahnya itu adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan 7 tangkai; pada tiap-tiap tangkai berisi seratus biji, maka Rasulullah saw memohon, \"Ya Tuhanku, tambahlah balasan itu bagi umatku (lebih dari 700 kali).\n\nSetelah dikisahkan tentang umat yang binasa disebabkan karena ketakutan dan kelemahan kayakinan, maka dalam ayat ini Allah menganjurkan agar umat rela berkorban menafkahkan hartanya di jalan Allah dan nafkah itu dinamakan pinjaman. Allah, menamakannya pinjaman padahal Allah sendiri maha kaya, karena Allah mengetahui bahwa dorongan untuk mengeluarkan harta bagi kemaslahatan umat itu sangat lemah pada sebagian besar manusia; hanya segolongan kecil saja yang rela berbuat demikian. Hal ini dapat dirasakan di mana seorang hartawan kadang-kadang mudah saja mengeluarkan kelebihan hartanya untuk menolong kawan-kawannya, mungkin dengan niat untuk menjaga diri dari kejahatan atau untuk memelihara kedudukan yang tinggi, terutama jika yang ditolong itu kerabatnya sendiri. Tetapi jika pengeluaran harta itu untuk mempertahankan agama dan memelihara keluhurannya serta meninggikan kalimah Allah yang di dalamnya tidak terdapat hal-hal yang menguntungkan bagi dirinya sendiri secara langsung di dunia, maka tidak mudah baginya untuk melepaskan harta yang dicintainya itu, kecuali jika secara terang-terangan atau melalui saluran resmi. Oleh karena itu, ungkapan yang dipergunakan untuk menafkahkan harta benda di jalan Allah itu sangat menarik, yaitu: \"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, suatu pinjaman yang baik.\"\n\nPinjaman yang baik itu yang sesuai dengan bidang dan kemanfaatannya dan dikeluarkan dengan ikhlas semata-mata untuk mencapai keridaan Allah swt. Allah menjanjikan akan memberi balasan yang berlipat ganda. Allah memberikan perumpamaan tentang balasan yang berlipat ganda itu seperti sebutir benih padi yang ditanam dapat menghasilkan tujuh tangkai padi, setiap tangkai berisi 100 butir, sehingga menghasilkan 700 butir. Bahkan, Allah membalas itu tanpa batas sesuai dengan yang dimohonkan Rasulullah bagi umatnya dan sesuai dengan keikhlasan orang yang memberikan nafkah.\n\nAllah swt membatasi rezeki kepada orang yang tidak mengetahui sunatullah dalam soal-soal pencarian harta benda karena mereka tidak giat membangun di pelbagai bidang yang telah ditunjukkan Allah. Allah melapangkan rezeki kepada manusia yang lain yang pandai menyesuaikan diri dengan sunatullah dan menggarap berbagai bidang usaha sehingga merasakan hasil manfaatnya. Bila Allah menjadikan seorang miskin jadi kaya atau sebaliknya, maka yang demikian itu adalah sepenuhnya dalam kekuasaan Allah. Anjuran Allah menafkahkan sebagian harta ke jalan Allah, semata-mata untuk kemanfaatan manusia sendiri dan memberi petunjuk kepadanya agar mensyukuri nikmat pemberian itu karena dengan mensyukuri akan bertambah banyaklah berkahnya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa semua makhluk akan dikembalikan kepada-Nya pada hari kiamat untuk menerima balasan amalnya masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 253, "inSurah": 246 }, "meta": { "juz": 2, "page": 40, "manzil": 1, "ruku": 33, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0625\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal malai mim Baneee Israaa'eela mim ba'di Moosaaa iz qaaloo li Nabiyyil lahumub 'as lanaa malikan nuqaatil fee sabeelillaahi qaala hal 'asaitum in kutiba 'alaikumul qitaalu allaa tuqaatiloo qaaloo wa maa lanaaa allaa nuqaatila fee sabeelil laahi wa qad ukhrijnaa min diyaarinaa wa abnaaa'inaa falammaa kutiba 'alaihimul qitaalu tawallaw illaa qaleelam minhum; wallaahu 'aleemum bizzaalimeen" } }, "translation": { "en": "Have you not considered the assembly of the Children of Israel after [the time of] Moses when they said to a prophet of theirs, \"Send to us a king, and we will fight in the way of Allah \"? He said, \"Would you perhaps refrain from fighting if fighting was prescribed for you?\" They said, \"And why should we not fight in the cause of Allah when we have been driven out from our homes and from our children?\" But when fighting was prescribed for them, they turned away, except for a few of them. And Allah is Knowing of the wrongdoers.", "id": "Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/253", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/253.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/253.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika para sahabat Nabi begitu antusias melaksanakan perintah berjihad, ayat ini memperlihatkan kebalikan dari sikap tersebut yang ditunjukkan oleh Bani Israil. Tidakkah kamu, wahai Nabi Muhammad, perhatikan, yakni mendengar kisah, para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, setelah mereka berselisih paham siapa yang berhak menjadi pemimpin, dengan mengatakan,\" Angkatlah seorang raja, yakni pemimpin perang untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah besertanya. \"Nabi mereka menjawab, Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan menaatinya untuk berperang juga karena takut mati dan kecintaanmu terhadap dunia?\" Mereka menjawab, \"Mengapa atau bagaimana mungkin kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dipisahkan dari anak-anak kami, karena mereka ditahan?\" Tetapi ketika perang itu benar-benar diwajibkan atas mereka karena permintaan mereka sendiri, justru mereka berpaling dengan segera karena merasa ngeri dan takut, kecuali sebagian kecil dari mereka yang masih konsisten. Dan Allah Maha Mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang zalim dengan meminta suatu kewajiban yang kemudian mereka sendiri melanggarnya.", "long": "Kisah pertama tentang Bani Israil pada ayat yang lalu diuraikan secara umum dan dalam ayat ini diuraikan secara terperinci. Pada masa itu, telah menjadi kebiasaan bagi Bani Israil bahwa soal-soal kenegaraan diatur oleh seorang raja dan soal agama dipimpin oleh seorang yang juga ditaati oleh raja sendiri. Samuel (nabi mereka saat itu) yang mengetahui tabiat Bani Israil, ketika mendengar usul mereka mengangkat seorang raja, timbul keraguan dalam hatinya tentang kesetiaan Bani Israil itu, sehingga beliau berkata, \"Mungkin sekali jika kepada kamu nanti diwajibkan perang, kamu tidak mau berperang.\" Beliau sering menyaksikan sifat penakut di kalangan mereka. Mereka menjawab, \"Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah. Padahal telah cukup alasan yang mendorong kami untuk melaksanakan perang itu? Kami telah diusir dari kampung halaman kami dan anak-anak kami pun banyak yang ditawan oleh musuh.\"\n\nMereka menyatakan bahwa penderitaan mereka sudah cukup berat sehingga jalan lain tidak ada lagi, kecuali dengan mempergunakan kekerasan. Ternyata benar apa yang diragukan oleh Samuel, yaitu tatkala perang telah diwajibkan kepada Bani Israil dan Samuel telah memilih seorang raja untuk memimpin mereka, mereka banyak yang berpaling dan meninggalkan jihad di jalan Allah serta sedikit sekali yang tetap teguh memegang janjinya.\n\nAllah mengetahui orang-orang yang tidak ikut berjihad itu dan mereka dimasukkan dalam golongan orang-orang yang zalim, yang menganiaya dirinya sendiri disebabkan tidak mau berjihad untuk membela hak dan menegakkan kebenaran. Mereka di dunia menjadi orang-orang yang terhina dan di akhirat menjadi orang-orang yang celaka dan mendapat siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 254, "inSurah": 247 }, "meta": { "juz": 2, "page": 40, "manzil": 1, "ruku": 33, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u062a\u064e \u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e \u0633\u064e\u0639\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u0627\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0633\u0652\u0637\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaala lahum Nabiy yuhum innal laaha qad ba'asa lakum Taaloota malikaa; qaalooo annaa yakoonu lahul mulku 'alainaa wa nahnu ahaqqu bilmulki minhu wa lam yu'ta sa'atamminal maal; qaala innallaahas tafaahu 'alaikum wa zaadahoo bastatan fil'ilmi waljismi wallaahu yu'tee mulkahoo mai yashaaa'; wallaahu Waasi'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And their prophet said to them, \"Indeed, Allah has sent to you Saul as a king.\" They said, \"How can he have kingship over us while we are more worthy of kingship than him and he has not been given any measure of wealth?\" He said, \"Indeed, Allah has chosen him over you and has increased him abundantly in knowledge and stature. And Allah gives His sovereignty to whom He wills. And Allah is all-Encompassing [in favor] and Knowing.\"", "id": "Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/254", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/254.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/254.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi atau ulama mereka akhirnya mengabulkan permintaan tersebut. Dan nabi mereka berkata kepada mereka sebagai bentuk pengabulan permintaan mereka, \"Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi raja atau komandanmu. \"Mereka, khususnya para pembesar, menjawab dengan nada sinis, \"Bagaimana mungkin Talut memperoleh kerajaan atau kekuasaan atas kami dan memimpin kami dalam pertempuran, sedangkan kami dengan segala kebesaran yang kami miliki seharusnya lebih berhak atas kerajaan atau jabatan itu daripadanya, dan dia juga tidak diberi kekayaan yang banyak?\" Nabi mereka menjawab,\" Allah telah memilihnya sebagai raja kamu dan memberikan kepadanya sesuatu yang menjadikannya layak menerima tugas itu, yaitu kelebihan ilmu untuk memahami strategi perang dan fisik yang kuat agar mampu menjalankan tugas berat tersebut. \"Ketahuilah, sesungguhnya Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehend", "long": "Samuel mengatakan kepada Bani Israil, bahwa Allah swt telah mengangkat thalut (dalam Bibel Saul) sebagai raja. Orang-orang Bani Israil tidak mau menerima Talut sebagai raja dengan alasan, bahwa menurut tradisi yang boleh dijadikan raja hanyalah dari kabilah Yehuda, sedangkan thalut dari kabilah Bunyamin. Lagi pula disyaratkan yang boleh menjadi raja itu harus seorang hartawan, sedang thalut bukan hartawan. Oleh karena itu secara spontan mereka menolak, \"Bagaimana thalut akan memerintah kami, padahal kami lebih berhak untuk mengendalikan pemerintahan daripada dia, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup untuk menjadi raja?\" \n\nSamuel menjawab bahwa thalut diangkat menjadi raja atas pilihan Allah karena itu Allah menganugerahkan kepadanya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa sehingga ia mampu memimpin Bani Israil. Dari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa seorang yang akan dijadikan raja itu hendaklah:\n\n1.Mempunyai kekuatan fisik sehingga mampu untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai kepala negara.\n\n2.Menguasai ilmu pengetahuan yang luas, mengetahui letak kekuatan umat dan kelemahannya, sehingga dapat memimpinnya dengan penuh bijaksana.\n\n3. Memiliki kesehatan jasmani dan kecerdasan pikiran.\n\n4.Bertakwa kepada Allah agar mendapat taufik dan hidayah-Nya, untuk mengatasi segala kesulitan yang tidak mungkin diatasinya sendiri, kecuali dengan taufik dan hidayah-Nya.\n\nAdapun harta kekayaan tidak dimasukkan menjadi syarat untuk menjadi raja, karena bila syarat-syarat yang empat tersebut telah dipenuhi maka mudah baginya untuk mendapatkan harta yang diperlukan, sebab Allah Mahaluas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 255, "inSurah": 248 }, "meta": { "juz": 2, "page": 40, "manzil": 1, "ruku": 33, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0622\u064a\u064e\u0629\u064e \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0622\u0644\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0622\u0644\u064f \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala lahum Nabiyyuhum inna Aayata mulkiheee ai yaatiyakumut Taabootu feei sakeenatummir Rabbikum wa baqiyyatummimmaa taraka Aalu Moosa wa Aalu Haaroona tahmiluhul malaaa'ikah; inna fee zaalika la Aayatal lakum in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And their prophet said to them, \"Indeed, a sign of his kingship is that the chest will come to you in which is assurance from your Lord and a remnant of what the family of Moses and the family of Aaron had left, carried by the angels. Indeed in that is a sign for you, if you are believers.\"", "id": "Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut kepadamu, yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu, jika kamu orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/255", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/255.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/255.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan nabi mereka berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya tanda atau bukti kerajaannya, yakni kelayakannya untuk mengemban tugas tersebut, ialah datangnya Tabut, yaitu tempat untuk menyimpan Taurat, kepadamu, yang sebelumnya berada di Palestina, yang di dalamnya terdapat sesuatu yang bisa memberi kamu ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat yang hakikatnya hanya diketahui oleh Allah. Sungguh, pada yang demikian itu, yakni peristiwa besar tersebut, terdapat tanda kebesaran Allah bagimu yang bisa membawamu kepada ketaatan dan kerelaan, jika kamu benar-benar orang beriman.\r\nSeorang pemimpin harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya cerdas atau menguasai masalah dan mampu melaksanakan tugas. Untuk membuktikan kelayakannya maka harus dilakukan uji kelayakan.", "long": "Samuel menyatakan kepada Bani Israil, bahwa Allah telah memilih thalut sebagai raja yang akan memimpin mereka berperang melawan orang Amalik atau Amaliqah (Amalekit). Sebagai tanda bahwa thalut itu betul-betul telah dipilih oleh Allah ialah kembalinya Tabut (peti pusaka) kepada Bani Israil setelah beberapa tahun hilang dari tangan mereka karena dirampas oleh musuh. Di dalam Tabut itu disimpan beberapa benda sisa peninggalan keluarga Musa dan Harun seperti tongkat Nabi Musa, sandal, serban Nabi Harun, dan beberapa potong pecahan dari piring batu yang dibawa Musa dari Gunung Sinai. Jika Bani Israil mengadakan peperangan, maka Tabut itu selalu dibawa mereka bersama tentara karena dirasakan oleh mereka bahwa Tabut itu dapat menimbulkan semangat dan keberanian dalam peperangan.\n\nDalam suatu peperangan antara Bani Israil dan orang-orang Amalik, Bani Israil menderita kekalahan yang mengakibatkan Tabut dirampas dan dibawa lari oleh musuh. Setelah Tabut itu berada beberapa lama di tangan orang-orang Amalik, tiba-tiba pada suatu masa Amalik itu ditimpa bermacam-macam malapetaka dan bencana seperti wabah tikus yang merusak tanam-tanaman, dan berjangkitnya penyakit sehingga mereka merasa sial dengan adanya Tabut di tengah-tengah mereka. Mereka beranggapan bahwa malapetaka itu datangnya dari Tuhan Bani Israil yang membalas dendam kepada mereka, lalu mereka mengembalikan Tabut itu kepada Bani Israil dengan jalan menempatkannya dalam sebuah pedati yang ditarik oleh dua ekor sapi. Ternyata pedati itu dikemudikan oleh malaikat sehingga kembali lagi kepada Bani Israil. Kedatangan Tabut itu tepat sekali waktunya dengan terpilihnya thalut sebagai raja. Dengan kembalinya Tabut itu, barulah Bani Israil tunduk dan menerima thalut sebagai raja, sebab yang demikian itu adalah bukti dari Allah bagi orang-orang yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 256, "inSurah": 249 }, "meta": { "juz": 2, "page": 41, "manzil": 1, "ruku": 34, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0635\u064e\u0644\u064e \u0637\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u062a\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0646\u064e\u0647\u064e\u0631\u064d \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0631\u0650\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0637\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u063a\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e \u063a\u064f\u0631\u0652\u0641\u064e\u0629\u064b \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0634\u064e\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0648\u064e\u0632\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0628\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u062a\u064e \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064e\u0629\u064d \u063a\u064e\u0644\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u064b \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa fasala Taalootu biljunoodi qaala innal laaha mubtaleekum binaharin faman shariba minhu falaisa minnee wa mallam yat'amhu fa innahoo minneee illaa manigh tarafa ghurfatam biyadih; fashariboo minhu illaa qaleelamminhum; falammaa jaawazahoo huwa wallazeena aamanoo ma'ahoo qaaloo laa taaqata lanal yawma bi Jaaloota wa junoodih; qaalallazeena yazunnoona annahum mulaaqul laahi kam min fi'atin qaleelatin ghalabat fi'atan kaseeratam bi iznil laah; wallaahuma'as saabireen" } }, "translation": { "en": "And when Saul went forth with the soldiers, he said, \"Indeed, Allah will be testing you with a river. So whoever drinks from it is not of me, and whoever does not taste it is indeed of me, excepting one who takes [from it] in the hollow of his hand.\" But they drank from it, except a [very] few of them. Then when he had crossed it along with those who believed with him, they said, \"There is no power for us today against Goliath and his soldiers.\" But those who were certain that they would meet Allah said, \"How many a small company has overcome a large company by permission of Allah. And Allah is with the patient.\"", "id": "Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, “Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barangsiapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/256", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/256.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/256.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah membuktikan sendiri kelayakan Talut sebagai pemimpin melalui keberadaan Tabut, akhirnya mereka mau mengikuti perintahnya. Maka ketika Talut membawa bala tentaranya untuk berangkat perang, sebelumnya dia memberi pengarahan seraya berkata, \"Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai yang kamu seberangi. Maka barang siapa meminum airnya, dia bukanlah pengikutku; dan barang siapa tidak meminumnya maka dia adalah pengikutku, kecuali menciduk seciduk dengan tangan, sekadar untuk menghilangkan dahaga. \"Tetapi kebanyakan mereka ternyata meminumnya dengan penuh keserakahan karena tidak mampu menahan nafsu minum, kecuali sebagian kecil di antara mereka yang kuat sehingga hanya meminumnya sedikit. Maka, ketika dia, Talut, dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka yang banyak minum dari sungai itu berkata, \"Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.\" Sementara itu, mereka yang minum air sungai sekadarnya dan meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, \"Betapa banyak kelompok kecil yang didukung oleh kekuatan fisik dan memiliki keimanan yang kuat mampu mengalahkan kelompok besar lagi kuat dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar dengan memberi mereka pertolongan. Ini menunjukkan bahwa tenggelam dalam hal-hal duniawi dan menuruti hawa nafsu hanya akan melemahkan mental seseorang. Akibatnya, ia tidak mampu bersikap disiplin dalam menaati aturan, menegakkan kebenaran, dan melawan kebatilan.", "long": "Tatkala raja thalut keluar membawa tentaranya berperang melawan orang-orang Amalik, beliau memberi petunjuk lebih dahulu tentang peristiwa-peristiwa yang akan dialami, yaitu bahwa mereka nanti akan diuji oleh Allah dengan sebuah sungai yang mengalir di padang pasir. Beliau memperingatkan bahwa sungai itu bukan sungai biasa tetapi sungai untuk menguji mereka siapa yang teguh imannya dan siapa yang akan tergoda. Beliau berkata, \"Siapa minum dari air sungai itu, maka bukanlah ia termasuk pengikutku, dan siapa yang tidak minum, maka ia adalah pengikutku, kecuali jika minum sekadar seciduk tangan saja.\" Diriwayatkan bahwa ketika Bani Israil melihat Tabut telah kembali, mereka tidak ragu-ragu lagi bahwa mereka akan mendapat kemenangan, karena itu mereka segera mempersiapkan tentara untuk berperang. Atas petunjuk dari raja thalut maka yang boleh ikut perang itu hanyalah laki-laki yang masih muda dan sehat badannya, tidak diperkenankan seorang yang sedang membangun rumah tetapi belum selesai atau seorang pedagang yang sedang sibuk mengurus perniagaannya dan tidak pula laki-laki yang mempunyai utang dan tidak pula pengantin yang belum berkumpul dengan istrinya. Dengan seleksi demikian maka raja thalut dapat menghimpun 80.000 tentara yang dapat diandalkan untuk berperang. Oleh karena pada waktu mereka berangkat itu adalah musim panas dan penjalanan amat jauh melalui padang pasir, maka mereka mohon agar di tengah perjalanan diberi kesempatan minum dari sungai. Sebagian besar tentara itu tidak menghiraukan peringatan raja thalut. Mereka minum sepuas hati dari air sungai itu dan ada pula yang minum hanya seciduk tangan, dan sedikit sekali yang tidak minum sama sekali.\n\nKetika raja thalut dan orang-orang yang beriman telah menyeberangi sungai itu untuk melangsungkan jihad fi sabilillah, maka berkatalah orang-orang yang telah minum itu, \"Kami tidak sanggup pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.\" Jalut itu adalah seorang yang besar tubuhnya dan menjadi raja bagi orang-orang Amalik.\n\nUcapan demikian itu tidak menakutkan tentara thalut yang beriman yang berkeyakinan akan menemui Allah pada hari Kiamat dengan penuh keteguhan hati. Mereka berkata, \"Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak, dengan izin Allah. Sebab Allah menyertai orang-orang yang sabar dengan pertolongannya." } } }, { "number": { "inQuran": 257, "inSurah": 250 }, "meta": { "juz": 2, "page": 41, "manzil": 1, "ruku": 34, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u064e\u0632\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u062a\u064e \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0631\u0650\u063a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa barazoo liJaaloota wa junoodihee qaaloo Rabbanaaa afrigh 'alainaa sabranw wa sabbit aqdaamanaa wansurnaa 'alal qawmil kaafireen" } }, "translation": { "en": "And when they went forth to [face] Goliath and his soldiers, they said, \"Our Lord, pour upon us patience and plant firmly our feet and give us victory over the disbelieving people.\"", "id": "Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/257", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/257.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/257.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika saat yang mencekam semakin dekat, mereka, yakni kelompok kecil namun didukung keimanan yang kuat, terus maju untuk melawan Jalut dan tentaranya, meski mereka tahu benar kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan tentara Jalut. Untuk menguatkan mental, mereka berdoa, \"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami untuk menghadapi situasi yang berat ini; kukuhkanlah langkah kami di medan perang ini; dan tolonglah kami untuk menghadapi dan mengalahkan orang-orang kafir. \" Cerita ini memberi kita beberapa pelajaran dalam menghadapi situasi yang berat dan sulit. Pertama, berani menghadapi dengan penuh kesabaran. Kedua, mempersiapkan apa saja yang memungkinkan untuk memantapkan langkah. Ketiga, berdoa untuk menguatkan mental.", "long": "Ketika raja thalut beserta tentaranya telah berhadap-hadapan dengan raja Jalut dan tentaranya, dan menyaksikan betapa banyaknya jumlah musuh dan perlengkapan yang serba sempurna, mereka berdoa kepada Allah agar dilimpahkan iman ke dalam hati mereka, sabar dan tawakal pada Allah dan agar Allah menolong mereka mengalahkan musuh-musuhnya yang menyembah berhala itu." } } }, { "number": { "inQuran": 258, "inSurah": 251 }, "meta": { "juz": 2, "page": 41, "manzil": 1, "ruku": 34, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0647\u064e\u0632\u064e\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064f \u062c\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u062a\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0644\u0651\u064e\u0641\u064e\u0633\u064e\u062f\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fahazamoohum bi iznillaahi wa qatala Daawoodu jaaloota wa aataahul laahulmulka Wal Hikmata wa 'allamahoo mimmaa yashaaa'; wa law laa daf'ullaahin naasa ba'dahum biba'dil lafasadatil ardu wa laakinnal laaha zoo fadlin 'alal'aalameen" } }, "translation": { "en": "So they defeated them by permission of Allah, and David killed Goliath, and Allah gave him the kingship and prophethood and taught him from that which He willed. And if it were not for Allah checking [some] people by means of others, the earth would have been corrupted, but Allah is full of bounty to the worlds.", "id": "Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/258", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/258.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/258.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka mampu mengalahkannya, yakni Jalut dan tentaranya, dengan izin Allah, dan bahkan seorang pemuda bernama Dawud yang bergabung dengan tentara Talut berhasil membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya, Dawud, dua anugerah yang belum pernah diberikan kepada rasul-rasul sebelumnya, yaitu kerajaan dan hikmah agar bisa membawa maslahat, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki, seperti membuat baju besi dan memahami bahasa burung. Dan kalau Allah tidak melindungi melalui kekuasaan dan kehendak-Nya kepada sebagian manusia dengan memunculkan kekuatan penyeimbang bagi sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini, karena mereka akan bertindak semenamena dan menindas yang lemah. Tetapi Allah mempu-nyai karunia yang dilimpahkan-Nya atas seluruh alam, yakni apabila kezaliman merajalela, Allah akan memunculkan kekuatan yang mengimbanginya.", "long": "Kemudian tentara thalut mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah. Dalam peperangan itu, Nabi Dawud, yang juga ikut berperang, berhasil membunuh raja Jalut. Sebelum terjadi peperangan yang dahsyat itu, raja Jalut yang tubuhnya sangat besar dan tinggi dan memakai baju besi, dengan penuh kesombongan menantang untuk melakukan perang tanding seorang lawan seorang. Dari pihak Bani Israil sendiri tidak ada yang berani tampil ke muka untuk melayani tantangan itu, maka datanglah seorang pemuda penggembala kambing yaitu Dawud (yang kemudian menjadi nabi) dan beliau menyatakan kesediaannya untuk menghadapi raja Jalut. Ternyata yang dipergunakannya hanya sebuah alat pelempar batu yang selalu dipergunakan untuk melindungi kambing-kambingnya dari serangan serigala. Karena raja Jalut ini memakai baju besi, maka sukar sekali ditembus badannya dengan batu. Karena itu Dawud dengan kepandaiannya membidik lobang diantara dua matanya sebagai sasarannya, ternyata lemparan beliau tepat mengenai sasaran sehingga raja Jalut rubuh seketika karena dahinya ditembus oleh peluru batu itu.\n\nSetelah itu Dawud mengambil pedangnya dan memenggal leher Jalut sehingga putus dan terpisah dari badannya. Maka dengan gugurnya raja Jalut itu buyarlah seluruh kaum Amalik karena rajanya telah terbunuh. Seluruh tentara Bani Israil dengan suara gemuruh dan gegap gempita menyambut Dawud yang kemudian dijadikan menantu oleh raja thalut sebagai penghargaan atas jasanya.\n\nSelain kemenangan itu, Allah menganugerahkan pula hikmah dan kerajaan kepada Dawud sehingga ia menjadi orang yang pertama-tama merangkap dua jabatan sekaligus, yaitu sebagai nabi dan raja.\n\nSeandainya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, rusaklah bumi ini; dan seandainya Allah tidak menolak orang-orang jahat dan zalim dengan orang-orang yang berbuat kebajikan niscaya kejahatan itu akan tambah merajalela dan menghancurkan orang-orang yang baik. Tetapi Allah sengaja mengatur benteng-benteng pertahanan itu karena Allah mempunyai karunia yang dianugerahkan kepada semesta alam." } } }, { "number": { "inQuran": 259, "inSurah": 252 }, "meta": { "juz": 2, "page": 41, "manzil": 1, "ruku": 34, "hizbQuarter": 16, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0646\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tilka Aayaatul laahi natloohaa 'alaika bilhaqq; wa innaka laminal mursaleen" } }, "translation": { "en": "These are the verses of Allah which We recite to you, [O Muhammad], in truth. And indeed, you are from among the messengers.", "id": "Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar dan engkau (Muhammad) adalah benar-benar seorang rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/259", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/259.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/259.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah sebagian ayat-ayat Allah, khususnya mukjizat-mukjizat yang tertera di dalam surah ini, seperti kisah Bani Israil tersebut. Kami bacakan dan turunkan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar demi menguatkan Al-Qur'an sebagai kitab hidayah. Dan engkau, Nabi Muhammad, adalah benar-benar seorang rasul, sebab tidak ada yang mampu menyebutkan kisah-kisah itu selain orang yang mendapat pengajaran dari Allah.", "long": "Demikianlah ayat Allah diturunkan kepada manusia dengan sebenarnya. Sesungguhnya ayat-ayat ini menjadi saksi atas kerasulan Nabi Muhammad saw yang tidak dapat diragukan lagi oleh semua ahli kitab Yahudi maupun Nasrani. Ternyata kisah-kisah yang diuraikan itu sesuai betul dengan apa yang ada di dalam kitab-kitab mereka, meskipun Nabi Muhammad saw tidak menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa itu. Namun semuanya dapat diketahui beliau semata-mata dengan perantaraan wahyu yang diturunkan kepadanya. Allah dengan tegas menyatakan:\n\n¦ dan engkau (Muhammad) adalah benar-benar seorang rasul. (al-Baqarah/2: 252)" } } }, { "number": { "inQuran": 260, "inSurah": 253 }, "meta": { "juz": 3, "page": 42, "manzil": 1, "ruku": 34, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d8 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u062f\u064f\u0633\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Tilkar Rusulu faddalnaa ba'dahum 'alaa ba'd; minhum man kallamal laahu wa rafa'a ba'dahum darajaat; wa aatainaa 'Eesab na Maryamal baiyinaati wa ayyadnaahu bi Roohil Qudus; wa law shaaa'al laahu maqtatalal lazeena mimba'dihim mim ba'di maa jaaa'athumul baiyinaatu wa laakinikh talafoo faminhum man aamana wa minhum man kafar; wa law shaaa'al laahu maq tataloo wa laakinnallaaha yaf'alu maa yureed (" } }, "translation": { "en": "Those messengers - some of them We caused to exceed others. Among them were those to whom Allah spoke, and He raised some of them in degree. And We gave Jesus, the Son of Mary, clear proofs, and We supported him with the Pure Spirit. If Allah had willed, those [generations] succeeding them would not have fought each other after the clear proofs had come to them. But they differed, and some of them believed and some of them disbelieved. And if Allah had willed, they would not have fought each other, but Allah does what He intends.", "id": "Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/260", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/260.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/260.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat yang lalu dijelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah salah seorang rasul yang diutus Allah, di sini dijelaskan kedudukan para rasul di sisi-Nya dan keadaan umat mereka setelah kepergian para rasul itu. Rasul-rasul yang mulia dan tinggi derajatnya yang telah Kami sebutkan itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain dengan keutamaan yang diberikan kepada mereka. Di antara mereka ada yang Allah berfirman dengannya secara langsung dan mengajaknya berbicara sesuai keagungan-Nya, seperti Nabi Musa saat berada di Tur Sina dan Nabi Muhammad saat mikraj di Sidratulmuntaha, dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat seperti Nabi Muhammad yang dibekali dengan ajaran yang bersifat universal. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat yang menjadi bukti kebenaran risalah yang ia bawa, seperti menyembuhkan anak yang terlahir buta, orang yang menderita penyakit belang; menghidupkan orang yang sudah mati, dan sebagainya; semua atas izin Allah. Dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus, yaitu Jibril yang selalu berada mendampingi dan memberinya dukungan hingga ia diangkat oleh Allah ke langit.\r\nPara rasul itu datang dengan membawa petunjuk, agama kebenaran, dan beberapa penjelasan. Maka, sudah semestinya semua manusia beriman, tidak berselisih dan saling memerangi. Tetapi kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang yang datang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, bertengkar, mengutuk dan berkelahi sebagai puncak perselisihan mereka. Yang lebih buruk lagi, perselisihan mereka justru terjadi setelah bukti-bukti nyata sampai kepada mereka. Bukti-bukti itu mereka putar-balikkan dan disalahpahami, tetapi Allah tidak menghendaki sehingga mereka berselisih dan perselisihan itu mengantar mereka ke dalam pertengkaran, saling mengutuk, berkelahi dan/atau saling membunuh. Maka, dari perselisihan itu juga mengakibatkan ada di antara mereka yang beriman dan ada pula yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka umat para rasul itu berbunuh-bunuhan setelah terjadi perselisihan sesama mereka. Demikianlah, kalau menghendaki, tidak terjadi perselisihan itu, tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya sesuai hikmah dan kebijaksanaan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa di antara para rasul ada yang mendapat kesempatan berbicara langsung dengan Allah tanpa perantaraan malaikat Jibril. Rasul yang dimaksud di sini ialah Nabi Musa a.s. Beliau berbicara langsung dengan Allah swt. Pengalaman ini tidak pernah dialami oleh rasul-rasul yang lain. Oleh sebab itu Nabi Musa a.s. disebut \"Kalimullah\", yang berarti, \"Nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah swt\".36)\n\nAyat selanjutnya menjelaskan bahwa Nabi Isa telah diberi bermacam-macam mukjizat yang tidak diberikan kepada yang lain, misalnya: Nabi Isa telah dapat berbicara ketika dia masih berada dalam buaian; dapat menghidupkan kembali orang yang telah mati, serta menyembuhkan orang buta dan orang yang ditimpa penyakit sopak, dengan izin Allah. Allah menyokongnya pula dengan Rohulkudus, yaitu malaikat Jibril, di samping dia sendiri mempunyai jiwa yang murni.\n\nAkhirnya Nabi Muhammad saw diberi derajat yang lebih tinggi daripada rasul-rasul sebelumnya, yaitu: beliau dinyatakan sebagai nabi dan rasul Allah yang terakhir, untuk seluruh umat manusia, sedang rasul-rasul yang lain hanya diutus untuk kaumnya saja. Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad berlaku untuk seluruh umat sampai akhir zaman. Al-Qur'an yang diterimanya, selain menjadi petunjuk bagi umat manusia, juga merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad, yang tidak tertandingi sepanjang masa.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini diterangkan keadaan umat manusia sepeninggal rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Pada umumnya, ketika rasul-rasul itu masih hidup, umatnya dapat bersatu padu, akan tetapi sepeninggal rasul mereka berselisih dan bertengkar, bahkan ada yang saling membunuh. Perbedaan paham dalam masalah agama mendorong mereka untuk saling mencaci, bahkan saling mengafirkan. Kefanatikan mereka terhadap suatu mazhab atau seorang imam menyebabkan mereka tidak mau menerima kebenaran yang dikemukakan oleh golongan lain.\n\nBerbagai perselisihan itu terjadi, padahal mereka sudah mendapatkan berbagai keterangan yang nyata, dan mereka masih terus berselisih, sehingga sebagiannya beriman dan yang lainnya kafir. Andaikata Allah menghendaki agar manusia tidak berselisih dan tidak bermusuhan atau berbunuhan, niscaya Allah kuasa berbuat demikian. Jika Allah berbuat semacam itu tentulah manusia akan menjadi baik semuanya, dan dunia ini akan tenteram dari perselisihan-perselisihan antara manusia.\n\nTetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya, berdasarkan kepada hikmah dan pengetahuan yang maha tinggi. Allah memberi manusia tabiat, pikiran, perasaan dan kemauan, agar manusia itu dapat berpikir dan berbuat lebih baik dari makhluk-makhluk yang lain di bumi ini, agar mereka berpikir tentang kekuasaan Allah. Apabila manusia menggunakan pikiran dan perasaannya dengan sebaik-baiknya, niscaya mereka akan melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dimana-mana, sebab alam yang terbentang luas ini adalah tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya dan semuanya itu adalah ciptaan-Nya.\n\nAllah mengaruniakan agama kepada manusia melalui rasul-rasul-Nya, untuk menuntun akal manusia ke jalan yang benar. Sebab kemampuan akal manusia itu terbatas, apalagi mengenai masalah-masalah yang gaib atau abstrak, seperti sifat-sifat Allah, hal ihwal hari kemudian dan sebagainya. Sehingga apabila terjadi perselisihan pendapat antara mereka, maka mereka dapat menyelesaikannya dengan petunjuk dari agama tersebut.\n\nPerbedaan pendapat yang terjadi di antara manusia adalah wajar. Tetapi perbedaan pendapat ini tidak boleh menimbulkan permusuhan yang menyebabkan mereka saling membunuh.\n\nSejarah telah menunjukkan bahwa kaum Yahudi sepeninggal Nabi Musa telah berselisih dan berpecah-belah. Demikian pula yang terjadi pada umat Nasrani sepeninggal Nabi Isa sampai masa sekarang ini. Antara berbagai golongan Nasrani sendiri terjadi pertengkaran yang berlarut-larut, saling menyerang dan saling membunuh. Golongan yang satu tidak mau beribadah di tempat peribadatan golongan lain, walaupun mereka seagama.\n\nUmat Islam pun tak luput dari perpecahan, padahal ketika Nabi Muhammad masih hidup, mereka telah menjadi umat yang bersatu-padu, dan mempunyai potensi yang besar dalam pembentukan masyarakat yang hidup rukun dan saling menolong. Tetapi kemudian mereka jadi terkotak-kotak, karena adanya perbedaan paham, ditambah dengan fanatisme mazhab dan golongan, sehingga kekuatan mereka menjadi lemah; mereka menjadi umat yang terbelakang, dengan perekonomian yang lemah; serta menjadi bulan-bulanan umat lain. Padahal Allah telah memberikan petunjuk dalam Al-Qur'an:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (an-Nisa'/4:59)." } } }, { "number": { "inQuran": 261, "inSurah": 254 }, "meta": { "juz": 3, "page": 42, "manzil": 1, "ruku": 35, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0639\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064f\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa ayyuhal lazeena aamanoo anfiqoo mimmaa razaqnaakum min qabli ai yaatiya yawmul laa bai'un fee wa la khullatunw wa laa shafaa'ah; walkaa firoona humuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, spend from that which We have provided for you before there comes a Day in which there is no exchange and no friendship and no intercession. And the disbelievers - they are the wrongdoers.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/261", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/261.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/261.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan rasul-Nya serta mengikuti petunjuknya! Infakkanlah dengan mengeluarkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, baik dalam bentuk yang wajib seperti zakat maupun infak yang bersifat sunah. Bersegeralah sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli yang mendatangkan keuntungan, atau seseorang dapat membeli dirinya dengan sejumlah harta yang ia bayarkan sebagai tebusan agar dirinya tidak mendapat siksa Tuhan pada hari kiamat, ketika tidak ada lagi persahabatan yang memungkinkan seseorang membantu walau persahabatan itu sangat dekat yang dapat menyelamatkan dari azab Allah. Kalau sahabat yang sangat akrab saja tidak bisa, apalagi sahabat biasa. Dan pada hari itu tidak ada lagi syafaat pertolongan dari seseorang yang dapat meringankan azab kecuali dari orang-orang yang mendapat izin dan rida dari Allah. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim dengan melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah, sebab mereka tidak menyambut baik seruan kebenaran.", "long": "Pada ayat ini diperintahkan kepada orang-orang yang beriman agar menafkahkan sebagian dari harta benda yang telah dilimpahkan kepada mereka untuk kepentingan diri dan keluarga, atau kepentingan masyarakat umum. Mereka harus ingat bahwa akan datang suatu hari dimana tidak akan ada lagi kesempatan bagi mereka untuk membelanjakan harta benda tersebut, sebab pada hari itu terjadi hari kiamat yang diikuti oleh hari pembalasan. Tidak ada lagi teman karib yang akan memberikan pertolongan, dan tak ada lagi orang-orang yang dapat menyelamatkan dan memberikan bantuan. Harta benda dan anak cucu pun tak dapat memberikan pertolongan apa-apa. Kecuali orang yang datang menghadap Tuhan dengan hati yang suci dan amalan yang banyak.\n\nOrang yang tidak mau membelanjakan harta bendanya di dunia untuk kepentingan umum (fi sabilillah), adalah orang yang mengingkari nikmat Allah. Dengan demikian mereka akan menjadi orang yang zalim terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain. Zalim terhadap diri sendiri adalah karena dengan keingkaran itu dia akan mendapat azab dari Allah. Zalim terhadap orang lain, karena dia enggan memberikan hak orang lain yang ada pada harta bendanya itu, baik berupa zakat yang telah diwajibkan kepadanya, maupun sedekah dan berbagai sumbangan yang dianjurkan oleh agama.\n\nAda berbagai pendapat para ulama mengenai infak atau \"pembelanjaan harta\" yang dimaksudkan dalam ayat ini. Sebagian mengatakan bahwa yang dimaksud dengan \"infak\" dalam ayat ini ialah infak-wajib, yaitu zakat, karena di akhir ayat ini Allah menyebut orang-orang yang tidak mau berinfak itu sebagai kafir. Seandainya yang dimaksudkan dengan infak di sini hanya sunnah, yaitu \"sedekah\", tentu mereka yang tidak bersedekah tidak akan disebut sebagai kafir. \n\nSebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan infak dalam ayat ini ialah infak untuk kepentingan jihad fi sabilillah, yaitu untuk kepentingan perjuangan menegakkan agama Allah serta mempertahankan diri dan negara terhadap ancaman musuh. Sedang ulama yang lain berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan infak dalam ayat ini adalah infak wajib dan infak sunah, yaitu zakat dan sedekah. Adapun kata-kata \"kafir\" dalam ayat ini adalah mempunyai arti \"enggan berzakat\" bukan kafir dalam pengertian tidak beriman.\n\nHarta benda menurut Islam mempunyai fungsi sosial, di samping untuk kepentingan pribadi. Apabila seseorang telah berhasil memperoleh harta benda dengan cara yang halal, maka dia mempunyai kewajiban untuk membelanjakan sebagian dari harta bendanya untuk kepentingan diri dan keluarganya, dan sebagiannya lagi untuk kepentingan umum, baik berupa zakat, sedekah atau sumbangan suka rela untuk kemaslahatan umum.\n\nMenunaikan zakat mengandung dua macam faedah. Pertama, faedah bagi orang yang menunaikan zakat itu, ialah membebaskannya dari kewajiban yang telah dipikulkan Allah kepadanya. Dengan demikian dia akan memperoleh rida dan ganjaran-Nya, dan juga akan menghilangkan sifat kikir dari dirinya. Faedah kedua ialah: bahwa penunaian zakat itu berarti pula menyucikan harta bendanya yang berlebih (yang tersisa) setelah zakat itu dikeluarkan, sebab selama zakat itu belum dikeluarkan, senantiasa pada hartanya itu terkandung hak orang lain, yaitu hak kaum kerabat, fakir miskin, ibnu sabil dan orang-orang lain yang memerlukan pertolongan (at-Taubah/9: 103; ar-Rum/30: 38; al-An'am/6: 141; adz-dzariyat/51: 19). \n\nSungguh amat tinggi hikmah yang terkandung dalam Syariat Islam yang berkenaan dengan zakat. Sebab manusia pada umumnya bersifat kikir. Apabila dia berhasil memperoleh harta benda, berat hatinya untuk membelanjakan harta bendanya untuk kepentingan orang lain. Bahkan ada pula orang yang enggan membelanjakan harta bendanya bagi kepentingan dirinya sendiri, padahal dia telah bersusah payah mengumpulkannya. Kalau dia ingat bahwa pada suatu ketika dia akan meninggalkan dunia fana ini, dan meninggalkan harta benda itu, niscaya dia tidak akan bersifat kikir.\n\nAgama Islam telah menunjukkan obat yang sangat manjur untuk membasmi penyakit bakhil dari hati manusia. Islam memberikan didikan dan latihan kepada manusia untuk bersifat dermawan, murah hati, dan suka berkorban untuk kepentingan diri sendiri dan kepentingan orang lain, ialah dengan peraturan zakat dan sedekah (al-Baqarah/2: 245, 261, 265, 274; an-Nur/24: 22). \n\nSedekah dan berbagai sumbangan yang kita berikan untuk kepentingan umum, oleh agama dinilai sebagai \"amal jariah\", suatu amal yang pahalanya akan tetap mengalir kepada orang yang melakukannya, walaupun dia telah meninggal dunia, selama hasil sumbangannya itu dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Dalam penunaian zakat dan sedekah diperlukan niat yang ikhlas, yaitu mencari rida Allah dan terjauh dari sifat ria, ingin dipuji dan disanjung oleh manusia.\n\nMenunaikan zakat dan sedekah adalah merupakan manifestasi dari rasa iman dan syukur kepada Allah yang telah menjanjikan akan menambah rahmat-Nya kepada siapa saja yang mau bersyukur. Sebaliknya orang-orang yang tidak mau bersyukur, sehingga dia enggan berzakat dan bersedekah, telah diancam dengan azab di hari kemudian.\n\n\"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.\" (Ibrahim/14:7)" } } }, { "number": { "inQuran": 262, "inSurah": 255 }, "meta": { "juz": 3, "page": 42, "manzil": 1, "ruku": 35, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0645\u064f \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0647\u064f \u0633\u0650\u0646\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u06da \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0645\u064e\u0646 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0634\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06da \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0648\u064e\u0633\u0650\u0639\u064e \u0643\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0626\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f \u062d\u0650\u0641\u0652\u0638\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Allahu laaa ilaaha illaa Huwal Haiyul Qaiyoom; laa taakhuzuhoo sinatunw wa laa nawm; lahoo maa fissamaawaati wa maa fil ard; man zal lazee yashfa'u indahooo illaa bi-iznih; ya'lamu maa baina aydeehim wa mww khalfahum wa laa yuheetoona bishai'im min 'ilmihee illaa bimaa shaaa'; wasi'a Kursiyyuhus samaawaati wal arda wa laa ya'ooduho hifzuhumaa; wa Huwal Aliyyul 'Azeem" } }, "translation": { "en": "Allah - there is no deity except Him, the Ever-Living, the Sustainer of [all] existence. Neither drowsiness overtakes Him nor sleep. To Him belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. Who is it that can intercede with Him except by His permission? He knows what is [presently] before them and what will be after them, and they encompass not a thing of His knowledge except for what He wills. His Kursi extends over the heavens and the earth, and their preservation tires Him not. And He is the Most High, the Most Great.", "id": "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/262", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/262.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/262.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah; tidak ada tuhan yang pantas disembah dan dipertuhan selain Dia. Yang Mahahidup, kekal, dan memiliki semua makna kehidupan yang sempurna, Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak seperti manusia, Dia tidak mengantuk dan tidak pula tidur, sebab keduanya adalah sifat kekurangan yang membuat-Nya tidak mampu mengurus makhluk-Nya. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia Yang menciptakan, memelihara, memiliki, dan bertindak terhadap semua itu. Tidak ada yang dapat memberi syafaat pertolongan di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia demikian perkasa dan kuasa sehingga berbicara di hadapan-Nya pun harus setelah memperolah restu-Nya, bahkan apa yang disampaikan itu harus sesuatu yang benar. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka, yakni apa saja yang sedang dan akan terjadi, dan apa yang di belakang mereka, yakni sesuatu yang telah berlalu. Allah mengetahui apa yang mereka lakukan dan rencanakan, baik yang berkaitan dengan masa kini, masa lampau, atau masa depan. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki untuk mereka ketahui dengan memperlihatkan dan memberitahukannya. Kursi-Nya, yaitu kekuasaan, ilmu, atau kursi tempat kedua kaki Tuhan (yang tidak diketahui hakikatnya kecuali oleh Allah) berpijak, sangat luas, meliputi langit dan bumi. Dan jangan menduga karena kursi-Nya terlalu luas, Dia letih mengurus itu semua. Tidak! Dia tidak merasa berat maupun kesulitan memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi zat dan sifat-sifat-Nya jika dibanding makhluk-makhlukNya, Mahabesar dengan segala keagungan dan kekuasaan-Nya. Inilah Ayat Kursi, ayat teragung dalam Al-Qur'an karena mencakup namanama dan sifat-sifat Allah yang menunjukkan kesempurnaan zat, ilmu, kekuasaan, dan keagungan-Nya. Ayat ini dinamakan Ayat Kursi. Siapa yang membacanya akan memperoleh perlindungan Allah dan tidak akan diganggu setan.", "long": "Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, dan hanya Dia yang berhak untuk disembah. Adapun tuhan-tuhan yang lain yang disembah oleh sebagian manusia dengan alasan yang tidak benar, memang banyak jumlahnya. Akan tetapi Tuhan yang sebenarnya hanyalah Allah. Hanya Dialah Yang hidup abadi, yang ada dengan sendiri-Nya, dan Dia pulalah yang selalu mengatur makhluk-Nya tanpa ada kelalaian sedikit pun.\n\nKemudian ditegaskan lagi bahwa Allah tidak pernah mengantuk. Orang yang berada dalam keadaan mengantuk tentu hilang kesadarannya, sehingga dia tidak akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, padahal Allah swt senantiasa mengurus dan memelihara makhluk-Nya dengan baik, tidak pernah kehilangan kesadaran atau pun lalai.\n\nKarena Allah tidak pernah mengantuk, sudah tentu Dia tidak pernah tidur, karena mengantuk adalah permulaan dari proses tidur. Orang yang tidur lebih banyak kehilangan kesadaran daripada orang yang mengantuk.\n\nSifat Allah yang lain yang disebutkan dalam ayat ini ialah bahwa Dialah yang mempunyai kekuasaan dan yang memiliki apa yang ada di langit dan di bumi. Dialah yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang tak terbatas, sehingga Dia dapat berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Semuanya ada dalam kekuasaan-Nya, sehingga tidak ada satu pun dari makhluk-Nya termasuk para nabi dan para malaikat yang dapat memberikan pertolongan kecuali dengan izin-Nya, apalagi patung-patung yang oleh orang-orang kafir dianggap sebagai penolong mereka.\n\nYang dimaksud dengan \"pertolongan\" atau \"syafaat\" dalam ayat ini ialah pertolongan yang diberikan oleh para malaikat, nabi dan orang-orang saleh kepada umat manusia pada hari kiamat untuk mendapatkan keringanan atau kebebasan dari hukuman Allah. Syafaat itu akan terjadi atas izin Allah. Dalam hadis disebutkan :\n\nNabi Saw bersabda, \"¦Kemudian Allah berfirman, \"Para Malaikat memberikan syafaat, para Nabi memberikan syafaat, dan orang-orang mukmin juga memberikan syafaat. (Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri)\n\nSifat Allah yang lain yang disebutkan dalam ayat ini ialah: bahwa Allah senantiasa mengetahui apa saja yang terjadi di hadapan dan di belakang makhluk-Nya, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah, melainkan sekadar apa yang dikehendaki-Nya untuk mereka ketahui. Kursi Allah mencakup langit dan bumi. Allah tidak merasa berat sedikit pun dalam memelihara makhluk-Nya yang berada di langit dan di bumi, dan di semua alam ciptaan-Nya. Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.\n\nMereka tidak mengetahui ilmu Allah, kecuali apa yang telah dikehendaki-Nya untuk mereka ketahui. Dengan demikian, yang dapat diketahui oleh manusia hanyalah sekadar apa yang dapat dijangkau oleh pengetahuan yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, dan jumlahnya amat sedikit dibanding dengan ilmu-Nya yang luas. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\n\"¦ Sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.\" (al-Isra'/17:85)" } } }, { "number": { "inQuran": 263, "inSurah": 256 }, "meta": { "juz": 3, "page": 42, "manzil": 1, "ruku": 35, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u062f \u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0634\u0652\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0631\u0652\u0648\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u062b\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0627 \u0627\u0646\u0641\u0650\u0635\u064e\u0627\u0645\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Laaa ikraaha fid deeni qat tabiyanar rushdu minal ghayy; famai yakfur bit Taaghooti wa yu'mim billaahi faqadis tamsaka bil'urwatil wusqaa lan fisaama lahaa; wallaahu Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "There shall be no compulsion in [acceptance of] the religion. The right course has become clear from the wrong. So whoever disbelieves in Taghut and believes in Allah has grasped the most trustworthy handhold with no break in it. And Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/263", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/263.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/263.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski memiliki kekuasaan yang sangat luas, Allah tidak memaksa seseorang untuk mengikuti ajaran-Nya. Tidak ada paksaan terhadap seseorang dalam menganut agama Islam. Mengapa harus ada paksaan, padahal sesungguhnya telah jelas perbedaan antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Oleh karena itu, janganlah kamu menggunakan paksaan apalagi kekerasan dalam berdakwah. Ajaklah manusia ke jalan Allah dengan cara yang terbaik. Barang siapa ingkar kepada Tagut, yaitu setan dan apa saja yang dipertuhankan selain Allah, dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang teguh pada ajaran agama yang benar sehingga tidak akan terjerumus dalam kesesatan, sama halnya dengan orang yang berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus sehingga dia tidak akan terjatuh. Agama yang benar ibarat tali yang kuat dan terjulur menuju Allah, dan di situ terdapat sebab-sebab yang menyelamatkan manusia dari murka-Nya. Allah Maha Mendengar segala yang diucapkan oleh hamba-Nya, Maha Mengetahui segala niat dan perbuatan mereka, sehingga semua itu akan mendapat balasannya di hari kiamat.", "long": "Tidak dibenarkan adanya paksaan untuk menganut agama Islam. Kewajiban kita hanyalah menyampaikan agama Allah kepada manusia dengan cara yang baik dan penuh kebijaksanaan, serta dengan nasihat-nasihat yang wajar, sehingga mereka masuk agama Islam dengan kesadaran dan kemauan sendiri (an-Nahl/16:125). \n\nApabila kita sudah menyampaikan kepada mereka dengan cara yang demikian, tetapi mereka tidak juga mau beriman, itu bukanlah urusan kita, melainkan urusan Allah. Kita tidak boleh memaksa mereka. Dalam ayat yang lain (Yunus/10:99) Allah berfirman yang artinya: \"Apakah Engkau ingin memaksa mereka hingga mereka itu menjadi orang-orang yang beriman?\"\n\nDengan datangnya agama Islam, jalan yang benar sudah tampak dengan jelas dan dapat dibedakan dari jalan yang sesat. Maka tidak boleh ada pemaksaan untuk beriman, karena iman adalah keyakinan dalam hati sanubari dan tak seorang pun dapat memaksa hati seseorang untuk meyakini sesuatu, apabila dia sendiri tidak bersedia.\n\nAyat-ayat Al-Qur'an yang menerangkan kenabian Muhammad saw sudah cukup jelas. Maka terserah kepada setiap orang, apakah akan beriman atau kafir, setelah ayat-ayat itu sampai kepada mereka. Inilah etika dakwah Islam. Adapun suara-suara yang mengatakan bahwa agama Islam dikembangkan dengan pedang hanyalah tuduhan dan fitnah belaka. Umat Islam di Mekah sebelum berhijrah ke Medinah hanya melakukan salat dengan cara sembunyi, dan mereka tidak mau melakukannya secara demonstratif di hadapan kaum kafir. \n\nAyat ini turun kira-kira pada tahun ketiga sesudah hijrah, yaitu setelah umat Islam memiliki kekuatan yang nyata dan jumlah mereka telah bertambah banyak, namun mereka tidak diperbolehkan melakukan paksaan terhadap orang-orang yang bukan Muslim, baik secara halus, apa lagi dengan kekerasan.\n\nAdapun peperangan yang telah dilakukan umat Islam, baik di Jazirah Arab, maupun di negeri-negeri lain, seperti di Mesir, Persia dan sebagainya, hanyalah semata-mata suatu tindakan beladiri terhadap serangan-serangan kaum kafir kepada mereka. Selain itu, peperangan dilakukan untuk mengamankan jalannya dakwah Islam, sehingga berbagai tindakan kezaliman dari orang-orang kafir yang memfitnah dan mengganggu umat Islam karena menganut dan melaksanakan agama mereka dapat dicegah, dan agar kaum kafir itu dapat menghargai kemerdekaan pribadi dan hak-hak asasi manusia dalam menganut keyakinan.\n\nDi berbagai daerah yang telah dikuasai kaum Muslimin, orang yang belum menganut agama Islam diberi hak dan kemerdekaan untuk memilih: apakah mereka akan memeluk agama Islam ataukah akan tetap dalam agama mereka. Jika mereka memilih untuk tetap dalam agama semula, maka mereka diharuskan membayar \"jizyah\" yaitu semacam pajak sebagai imbalan dari perlindungan yang diberikan Pemerintah Islam kepada mereka. Keselamatan mereka dijamin sepenuhnya, asal mereka tidak melakukan tindakan-tindakan yang memusuhi Islam dan umatnya.37) \n\nIni merupakan bukti yang jelas bahwa umat Islam tidak melakukan paksaan, bahkan tetap menghormati kemerdekaan beragama, walaupun terhadap golongan minoritas yang berada di daerah-daerah kekuasaan mereka. Sebaliknya dapat kita lihat dari bukti-bukti sejarah, baik pada masa dahulu, maupun pada zaman modern sekarang ini, betapa malangnya nasib umat Islam, apabila mereka menjadi golongan minoritas di suatu negara.\n\nAyat ini selanjutnya menerangkan bahwa barang siapa yang tidak lagi percaya kepada thagut, atau tidak lagi menyembah patung, atau benda yang lain, melainkan beriman dan menyembah Allah semata-mata, maka dia telah mendapatkan pegangan yang kokoh, laksana tali yang kuat, yang tidak akan putus. Iman yang sebenarnya adalah iman yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lidah dan diiringi dengan perbuatan. Itulah sebabnya maka pada akhir ayat, Allah berfirman yang artinya: \"Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui\". Artinya Allah senantiasa mendengar apa yang diucapkan, dan Dia selalu mengetahui apa yang diyakini dalam hati, dan apa yang diperbuat oleh anggota badan. Allah akan membalas amal seseorang sesuai dengan iman, perkataan dan perbuatan mereka masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 264, "inSurah": 257 }, "meta": { "juz": 3, "page": 43, "manzil": 1, "ruku": 35, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u064f \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahu waliyyul lazeena aamanoo yukhrijuhum minaz zulumaati ilan noori wallazeena kafarooo awliyaaa'uhumut Taaghootu yukhrijoonahum minan noori ilaz zulumaat; ulaaa'ika Ashaabun Naari hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Allah is the ally of those who believe. He brings them out from darknesses into the light. And those who disbelieve - their allies are Taghut. They take them out of the light into darknesses. Those are the companions of the Fire; they will abide eternally therein.", "id": "Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/264", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/264.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/264.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang berpegang teguh pada tali yang kukuh tidak akan sendiri karena Allah selalu menemani dan melindungi-Nya. Allah adalah pelindung orang yang beriman. Dia memelihara, mengangkat derajat, dan menolong mereka. Salah satu bentuk pertolongan-Nya adalah Dia selalu terus menerus mengeluarkan dan menyelamatkan mereka dari kegelapan kekufuran, kemunafikan, keraguan, dorongan mengikuti setan, dan hawa nafsu, kepada cahaya keimanan dan kebenaran. Cahaya iman apabila telah meresap ke dalam kalbu seseorang akan menerangi jalannya, dan dengannya ia akan mampu menangkal kegelapan dan menjangkau sekian banyak hakikat dalam kehidupan. Dan sebaliknya, orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, baik dari kalangan jin maupun manusia, yang mengeluarkan mereka dari cahaya hidayah kepada kegelapan kesesatan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya, dan itu adalah tempat yang palik buruk.", "long": "Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman. Dialah yang mengeluarkan mereka dari kekafiran kepada cahaya iman dan petunjuk. Sedang orang-orang kafir itu, pelindung-pelindungnya adalah setan yang mengeluarkan mereka dari cahaya iman kepada kegelapan kekafiran. Mereka adalah penghuni-penghuni neraka pada hari kemudian, dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.\n\nApabila orang kafir itu pada suatu ketika mendapatkan sedikit cahaya petunjuk dan iman, maka setan segera berusaha untuk melenyapkannya, sehingga iman yang mulai bersemi itu menjadi sirna, dan mereka kembali kepada kegelapan.\n\nOleh sebab itu, iman yang telah tertanam dalam hati harus selalu dipelihara, dirawat dan dipupuk dengan baik sehingga ia terus berkembang dan bertambah kuat, dan setan-setan tidak akan dapat merusaknya lagi. Pupuk keimanan adalah: ibadah, amal saleh dan memperdalam ilmu pengetahuan dan ajaran-ajaran agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 265, "inSurah": 258 }, "meta": { "juz": 3, "page": 43, "manzil": 1, "ruku": 36, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u0650 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0628\u064f\u0647\u0650\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazee Haaajja Ibraaheema fee Rabbiheee an aataahullaahul mulka iz qaala Ibraaheemu Rabbiyal lazee yuhyee wa yumeetu qaala ana uhyee wa yumeetu qaala ana uhyee wa umeetu qaala Ibraaheemu fa innal laaha yaatee bishshamsi minal mashriqi faati bihaa minal maghribi fabuhital lazee kafar; wallaahu laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Have you not considered the one who argued with Abraham about his Lord [merely] because Allah had given him kingship? When Abraham said, \"My Lord is the one who gives life and causes death,\" he said, \"I give life and cause death.\" Abraham said, \"Indeed, Allah brings up the sun from the east, so bring it up from the west.\" So the disbeliever was overwhelmed [by astonishment], and Allah does not guide the wrongdoing people.", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/265", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/265.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/265.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah kamu memperhatikan keadaan yang sangat menakjubkan dari peristiwa orang yang mendebat Ibrahim mengenai keesaan dan kekuasaan Tuhannya dalam memelihara makhluk-Nya, karena Allah telah memberinya kerajaan atau kekuasaan, dan ia sombong dengannya. Kekuasaan itu membuatnya merasa wajar menjadi Tuhan menyaingi Allah. Kekuasaan memang seringkali menjadikan orang lupa diri dan Tuhannya. Kekuasaan itu seharusnya disyukuri, tetapi dengan angkuh ia malah bertanya kepada Ibrahim, \"Siapa Tuhanmu?\" Ketika Ibrahim berkata,\" Tuhanku ialah Yang menghidupkan dengan meniupkan roh ke dalam tubuh dan mematikan dengan cara mencabutnya.\" Dia berkata dengan nada mengejek, \"Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan,\" yakni membiarkan hidup atau membunuh seseorang. Untuk menyudahi perdebatan, Ibrahim menunjukkan bukti kekuasaan Allah dengan berkata, \"Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.\" Maka bingunglah orang yang kafir itu dan tidak mampu menjawab tantangan itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim dan menolak mengikuti kebenaran.", "long": "Pada ayat ini dicontohkan keadaan dan sifat keangkuhan raja Namrud dari Babilonia, ketika berhadapan dengan Nabi Ibrahim sebagai rasul Allah. Raja Namrud telah dikaruniai Allah kekuasaan dan kerajaan yang besar, tetapi dia tidak bersyukur atas nikmat tersebut, bahkan menjadi seorang yang ingkar dan zalim. Rahmat Allah yang seharusnya digunakannya untuk menaati Allah, digunakannya untuk mendurhakai-Nya, dengan melakukan perbuatan yang tidak diridai-Nya. \n\nNamrud yang telah mengambil setan sebagai pemimpin dan pelindungnya itu, dengan sikap congkak berkata menentang Nabi Ibrahim, \"Siapakah Tuhanmu yang kamu serukan agar kami beriman kepadanya?\" Ibrahim menjawab, \"Tuhanku adalah Allah yang kuasa menciptakan makhluk yang semula tidak ada, atau menghidupkan orang yang tadinya sudah mati\". Maka Namrud menjawab, \"Kalau begitu, aku pun dapat pula menghidupkan dan mematikan.\" Maksudnya, membiarkan hidup atau tidak membunuh seseorang yang seharusnya dia bunuh; dan dia sanggup mematikan seseorang, yaitu dengan membunuhnya. Sedang yang dimaksudkan oleh Ibrahim ialah bahwa Allah swt menciptakan makhluk hidup yang tadinya belum ada, yaitu dengan menciptakan tulang-tulang, daging dan darah, lalu meniupkan roh ke dalamnya, atau dari makhluk yang telah mati, kemudian Allah mengembalikannya menjadi hidup; pada Hari Kebangkitan kelak. Allah kuasa pula mematikan makhluk yang hidup, tidak dengan membunuhnya seperti yang dilakukan oleh manusia, melainkan dengan mengeluarkan roh makhluk tersebut dengan datangnya ajal atau dengan terjadinya hari kiamat kelak. Maka jawaban Namrud yang disebutkan dalam ayat ini adalah olok-olokan belaka, tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Ibrahim a.s.\n\nOleh karena jawaban Namrud itu tidak ada nilainya, maka Nabi Ibrahim tidak mengindahkan jawaban itu. Lalu dia berkata, \"Tuhanku (Allah) kuasa menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah olehmu matahari itu dari barat.\" Namrud tidak dapat menjawab. Sebab itu dia bungkam, tidak berkutik.\n\nDi sini dapat dilihat perbedaan antara Nabi Ibrahim dan Namrud. Nabi Ibrahim sebagai rasul Allah yang beriman dan taat kepada-Nya, senantiasa memperoleh petunjuk-Nya, sehingga dia tidak kehilangan akal dan dalil dalam perdebatan itu, bahkan dalilnya yang terakhir tentang bukti kekuasaan Allah dapat membungkam raja Namrud. Sebaliknya Raja Namrud yang ingkar dan durhaka kepada Allah, benar-benar tidak mendapat petunjuk-Nya, sehingga dia kalah dan tidak dapat berkutik lagi untuk menjawab tantangan Nabi Ibrahim. Itulah akibat orang yang mengambil setan sebagai pemimpin dan pelindung mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 266, "inSurah": 259 }, "meta": { "juz": 3, "page": 43, "manzil": 1, "ruku": 36, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062e\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0634\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0627\u0645\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0627\u0645\u064d \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u0645\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0646\u0634\u0650\u0632\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064e\u0643\u0652\u0633\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Aw kallazee marra 'alaa qaryatinw wa hiya khaawiyatun 'alaa 'urooshihaa qaala annaa yuhyee haazihil laahu ba'da mawtihaa fa amaatahul laahu mi'ata 'aamin suumma ba'asahoo qaala kam labista qaala labistu yawman aw ba'da yawmin qaala bal labista mi'ata 'aamin fanzur ilaa ta'aamika wa sharaabika lam yatasannah wanzur ilaa himaarika wa linaj'alaka Aayatal linnaasi wanzur ilal'izaami kaifa nunshizuhaa summa naksoohaa lahmaa; falammaa tabiyana lahoo qaala a'lamu annal laaha 'alaakulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Or [consider such an example] as the one who passed by a township which had fallen into ruin. He said, \"How will Allah bring this to life after its death?\" So Allah caused him to die for a hundred years; then He revived him. He said, \"How long have you remained?\" The man said, \"I have remained a day or part of a day.\" He said, \"Rather, you have remained one hundred years. Look at your food and your drink; it has not changed with time. And look at your donkey; and We will make you a sign for the people. And look at the bones [of this donkey] - how We raise them and then We cover them with flesh.\" And when it became clear to him, he said, \"I know that Allah is over all things competent.\"", "id": "Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/266", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/266.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/266.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau tidakkah kamu perhatikan kisah seperti cerita orang yang melewati suatu negeri yang bangunan-bangunannya telah roboh hingga menutupi reruntuhan atap-atapnya, sehingga negeri itu tidak lagi berpenduduk. Melihat keadaan demikian, dia berkata dalam hati,\" Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?\" Dia berkata demikian bukan karena tidak percaya kemampuan Allah menghidupkan yang telah mati; dia hanya mempertanyakan cara Allah menghidupkannya.\r\nUntuk membuktikan kekuasaan-Nya, lalu Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian menghidupkan dan membangkitkannya kembali. Setelah mengalami kematian dan dibangkitkan kembali, Dia (Allah) bertanya, \"Berapa lama engkau tinggal di sini? \"Dia, pria itu, menjawab, \"Aku tinggal di sini sehari atau setengah hari.\" Ia tidak tahu persis berapa lama ia di sana sebab tidak ada perubahan berarti yang ia rasakan atau lihat pa-da dirinya. Allah berfirman,\" Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tidak basi, tidak juga berkurang dari sebelumnya, tetapi lihatlah keledaimu yang telah mati seratus tahun yang lalu, menyisakan tulang belulang. Dan Kami lakukan ini semua agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia yang hidup setelah negeri itu mereka bangun kembali. Untuk mengetahui bagaimana cara Allah menghidupkan kembali yang telah mati, lihatlah tulang belulang keledai itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging, maka hidup dan bangkitlah keledai itu seperti sedia kala. \"Maka ketika telah nyata baginya bukti kekuasaan Allah dalam menghidupkan kembali objek yang telah mati, dia pun berkata, \"Saya mengetahui berdasar pandangan mata dan pengalaman setelah sebelumnya saya tahu berdasar argumen logika, bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberikan perumpamaan lain, yang juga bertujuan untuk membuktikan kekuasaan-Nya. Akan tetapi tokoh yang dikemukakan dalam perumpamaan ini bukanlah seorang yang ingkar dan tidak percaya kepada kekuasaan-Nya, melainkan seorang yang pada mulanya masih ragu tentang kekuasaan Allah, tetapi setelah melihat berbagai bukti yang nyata maka dia beriman dengan sepenuh hatinya dan mengakui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.\n\nDisebutkan bahwa orang itu pada suatu kali berjalan melalui suatu desa yang sudah merupakan puing-puing belaka. Bangunannya sudah roboh, sehingga atap-atap yang jatuh ke tanah sudah tertimbun oleh reruntuhan dindingnya. Karena masih meragukan kekuasaan Allah, maka ketika dia menyaksikan puing-puing tersebut dia berkata, \"Mungkinkah Allah menghidupkan kembali desa yang telah roboh ini, dan mengembalikannya kepada keadaan semula?\"\n\nKeraguannya tentang kekuasaan Allah untuk dapat mengembalikan desa itu kepada keadaan semula, dapat kita terapkan kepada sesuatu yang lebih besar dari itu, yakni: \"Kuasakah Allah untuk menghidupkan makhluk-Nya kembali pada Hari Kebangkitan, setelah mereka semua musnah pada hari kiamat?\"\n\nOleh karena orang tersebut bukan orang kafir, melainkan orang yang masih berada dalam tingkat keragu-raguan tentang kekuasaan Allah, dan dia memerlukan bukti dan keterangan, maka Allah berbuat sesuatu yang akan memberikan keterangan dan bukti tersebut kepadanya. Kejadian tersebut adalah demikian: Setelah dia menemukan desa itu sunyi sepi dan bangunan-bangunannya sudah menjadi puing, dia masih menemukan di sana pohon-pohon yang sedang berbuah. Lalu dia berhenti di suatu tempat, dan setelah menambatkan keledainya maka dia mengambil buah-buahan dan dimakannya. Sesudah makan ia pun tertidur. Pada saat itu Allah swt mematikannya, yaitu dengan mengeluarkan rohnya dari jasadnya. Seratus tahun kemudian Allah swt menghidupkan-Nya kembali, dengan mengembalikannya seperti keadaan semula, dan mengembalikan ruhnya ke tubuhnya. Proses \"menghidupkan kembali\" ini berlangsung dengan cepat dan mudah, tanpa melalui masa kanak-kanak dan sebagainya. Sisa makanan yang ditinggalkannya sebelum dia dimatikan, ternyata masih utuh dan tidak rusak, sedang keledainya sudah mati, tinggal tulang-belulang belaka. Setelah dia dihidupkan seperti semula, maka Allah mengajukan suatu pertanyaan kepadanya, \"Sudah berapa lamakah kamu berada di tempat itu?\" Allah swt mengajukan pertanyaan itu untuk menunjukkan kepadanya bahwa dia tidak dapat mengetahui segala sesuatu, termasuk hal ihwal dirinya sendiri. Hal ini ternyata benar. Orang itu menyangka bahwa dia berada di tempat itu baru sebentar saja, yaitu sehari atau setengah hari. Sebab itu dia menjawab, \"Aku berada di tempat ini baru sehari atau setengah hari saja\".\n\nLalu Allah menerangkan kepadanya bahwa dia telah berada di tempat itu seratus tahun lamanya. Kemudian Allah menyuruhnya untuk memperhatikan sisa-sisa makanan dan minuman yang ditinggalkannya seratus tahun yang lalu, yang masih utuh dan tidak rusak. Ini membuktikan kekuasaan Allah, sebab biasanya makanan menjadi rusak setelah dua atau tiga hari saja. Allah juga menyuruhnya untuk memperhatikan keledainya yang telah menjadi tulang-belulang pada tempat itu. Kemudian Allah memperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menyusun tulang-tulang itu di tempat dan susunannya semula. Sesudah itu diberi-Nya daging dan kulit serta alat tubuh lainnya, serta ditiupkan-Nya roh ke tubuh keledai itu sehingga ia hidup kembali. \n\nSetelah melihat berbagai kenyataan itu semuanya, maka orang tersebut menyatakan imannya dengan ucapan, \"Sekarang aku yakin benar bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati.\" Berdasarkan keyakinan itu hilanglah keragu-raguannya tentang hari kebangkitan.\n\nDalam ayat ini Allah swt. tidak menjelaskan nama orang tersebut serta nama negeri yang dilaluinya. Yang penting dalam ayat ini adalah pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa itu.\n\nBukti-bukti kekuasaan Allah yang diperlihatkan dalam ayat ini adalah sebagai berikut:\n\n1.Orang itu dihidupkan kembali sesudah dia mati seratus tahun lamanya. Tulang-belulang keledainya menjadi bukti untuk memastikan bahwa keledainya itu benar-benar telah mati sejak waktu yang lama. Allah kuasa menghidupkannya kembali.\n\n2.Sisa-sisa makanan dan minumannya seratus tahun yang lalu itu ternyata masih utuh, tentu saja atas kehendak dan kekuasaan Allah. Ini membuktikan kekuasaan-Nya sebab dalam keadaan biasa, makanan dan minuman akan rusak setelah beberapa hari. Atau makanan itu memang telah rusak, tetapi Allah dapat mengembalikannya seperti semula. Ini pun menunjukkan kekuasaan-Nya.\n\n3.Keledainya yang telah lama mati dan tinggal tulang-belulangnya, oleh Tuhan dihidupkan kembali seperti semula. Hal ini dilakukan di hadapan mata orang tersebut agar dapat disaksikan dengan nyata.\n\nSemua hal itu merupakan bukti yang nyata tentang kekuasaan Allah, dan bahwa Allah kuasa menciptakan sesuatu, dan kuasa pula untuk mengulangi kejadian makhluknya. Maka sirnalah segala macam syubhat dan keraguan, dan timbullah keyakinan yang kokoh tentang keesaan dan kekuasaan Allah. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk membangkitkan dan menghidupkan kembali makhluk-Nya di akhirat sesudah kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 267, "inSurah": 260 }, "meta": { "juz": 3, "page": 44, "manzil": 1, "ruku": 36, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0650\u0646\u0650\u064a \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u064a \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0635\u064f\u0631\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062c\u064e\u0628\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u062c\u064f\u0632\u0652\u0621\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0643\u064e \u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Ibraaheemu Rabbi arinee kaifa tuhyil mawtaa qaala awa lam tu'min qaala balaa wa laakil liyatma'inna qalbee qaala fakhuz arab'atam minal tairi fasurhunna ilaika summaj 'al a'alaa kulli jabalim minhunna juz'an sumaad 'uhunna yaateenaka sa'yaa; wa'lam annal laaha 'Azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And [mention] when Abraham said, \"My Lord, show me how You give life to the dead.\" [Allah] said, \"Have you not believed?\" He said, \"Yes, but [I ask] only that my heart may be satisfied.\" [Allah] said, \"Take four birds and commit them to yourself. Then [after slaughtering them] put on each hill a portion of them; then call them - they will come [flying] to you in haste. And know that Allah is Exalted in Might and Wise.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/267", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/267.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/267.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukti lain dari kekuasaan Allah menghidupkan dan mematikan adalah ketika Ibrahim berkata, \"Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.\" Allah berfirman dengan balik bertanya,\" Belum percayakah engkau?\"Dia, Nabi Ibrahim, menjawab, \"Tidak! Aku percaya, tetapi aku minta diperlihatkan agar dengan hal itu keyakinanku bertambah sehingga hatiku semakin tenang dan mantap.\" Nabi Ibrahim bukannya meragukan kekuasaan Allah menghidupkan dan mematikan; dia hanya ingin tahu prosesnya. Allah mengabulkan permintaan Ibrahim. Dia berfirman, Kalau begitu, \"ambillah empat ekor burung yang berbeda jenisnya; sembelihlah, lalu cincanglah olehmu, kemudian campurlah cincangannya dan letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.\" Cincangan-cincangan burung kembali menyatu, hidup seperti sediakala, dan terbang dengan cepat ke arah Nabi Ibrahim. Ketahuilah, Allah Mahaperkasa, tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya, Mahabijaksana dalam segala ucapan, perbuatan, ajaran dan ketetapan-Nya.", "long": "Ayat ini menambahkan suatu perumpamaan lain tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali makhluk yang telah mati. Kalau pada ayat 258 dikemukakan peristiwa dialog antara Nabi Ibrahim dengan raja Namrud, maka pada ayat ini diceritakan dialog antara Nabi Ibrahim dan Tuhannya. Dengan penuh rasa kerendahan dan pengabdian kepada Allah, Ibrahim a.s. mengajukan permohonan kepada-Nya agar Dia bermurah hati untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana cara Allah menghidupkan makhluk yang telah mati.\n\nJika diperhatikan sepintas lalu, maka permohonan Nabi Ibrahim ini memberikan kesan bahwa dia sendiri seolah-olah masih mempunyai keraguan tentang kekuasaan Allah menghidupkan kembali orang yang telah mati. Sebab itu Allah berfirman kepadanya, \"Apakah engkau masih belum percaya bahwa Aku dapat menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati?\" Akan tetapi yang dimaksudkan dalam ayat ini bukanlah demikian, sebab Nabi Ibrahim sama sekali tidak mempunyai keraguan tentang kekuasaan Allah. Beliau mengajukan permohonan itu kepada Allah bukan karena keragu-raguan, melainkan karena ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana caranya Allah menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati. Maka Ibrahim menjawab, \"Aku sedikit pun tidak meragukan kekuasaan Allah, akan tetapi aku mengajukan permohonan itu untuk sampai kepada derajat 'ainul yaqin, yaitu keyakinan yang diperoleh setelah menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, sehingga hatiku menjadi lebih tenteram, dan keyakinanku menjadi lebih kuat dan kokoh.\n\nAllah mengabulkan permohonan itu, lau Nabi Ibrahim diperintahkan untuk memotong-motong empat ekor burung, kemudian meletakkan bagian-bagian tubuh burung tersebut pada bukit yang saling berjauhan letaknya. Ibrahim diperintahkan untuk memanggil burung-burung yang telah dipotong-potong itu, ternyata burung-burung itu datang kepadanya dalam keadaan utuh seperti semula. Tentu saja Allah mengembalikan burung-burung itu lebih dahulu kepada keadaan semula, sehingga dapat datang memenuhi panggilan Ibrahim a.s. Dengan ini permohonan Ibrahim a.s. kepada Allah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana Allah menghidupkan kembali makhluk yang telah mati dapat terpenuhi, sehingga hatinya merasa tenteram dan keyakinannya semakin kokoh.\n\nPendapat lain mengatakan bahwa Nabi Ibrahim diperintahkan agar Ibrahim a.s. mengambil burung-burung itu untuk dijinakkan. Kemudian Allah swt menyuruh Ibrahim a.s. meletakkan masing-masing burung itu di atas bukit tertentu yang berjauhan letaknya satu dengan yang lain.\n\nSesudah itu Ibrahim a.s. diperintahkan-Nya untuk memanggil burung tersebut. Dengan suatu panggilan saja, burung itu datang kepadanya dengan patuh dan taat. Demikian pulalah halnya umat manusia di hari akhirat nanti. Apabila Allah swt memanggil mereka dengan suatu panggilan saja, maka bangkitlah makhluk itu dan datang kepada-Nya serentak, dengan taat dan patuh.\n\nPada akhir ayat ini Allah swt memperingatkan Ibrahim a.s. dan semua manusia, agar mereka meyakini benar bahwa Allah Mahakuasa dan Mahabijaksana. Artinya: Kuasa dalam segala hal, termasuk menghidupkan kembali makhluk yang telah mati dan Dia Mahabijaksana terutama dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada hamba-Nya, menuju jalan yang lurus dan benar." } } }, { "number": { "inQuran": 268, "inSurah": 261 }, "meta": { "juz": 3, "page": 44, "manzil": 1, "ruku": 37, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u062d\u064e\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0633\u064f\u0646\u0628\u064f\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064f \u062d\u064e\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u0650\u0641\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Masalul lazeena yunfiqoona amwaalahum fee sabeelil laahi kamasali habbatin ambatat sab'a sanaabila fee kulli sumbulatim mi'atu habbah; wallaahu yudaa'ifu limai yashaaa; wallaahu Waasi'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "The example of those who spend their wealth in the way of Allah is like a seed [of grain] which grows seven spikes; in each spike is a hundred grains. And Allah multiplies [His reward] for whom He wills. And Allah is all-Encompassing and Knowing.", "id": "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/268", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/268.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/268.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan kekuasaan-Nya menghidupkan makhluk yang telah mati, Allah beralih menjelaskan permisalan terkait balasan yang berlipat ganda bagi orang yang berinfak di jalan Allah. Perumpamaan keadaan yang sangat mengagumkan dari orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan tulus untuk ketaatan dan kebaikan, seperti keadaan seorang petani yang menabur benih. Sebutir biji yang ditanam di tanah yang subur menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji sehingga jumlah keseluruhannya menjadi tujuh ratus. Bahkan Allah terus melipatgandakan pahala kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat atau lebih bagi siapa yang Dia kehendaki sesuai tingkat keimanan dan keikhlasan hati yang berinfak. Dan jangan menduga Allah tidak mampu memberi sebanyak mungkin, sebab Allah Mahaluas karunia-Nya. Dan jangan menduga Dia tidak tahu siapa yang berinfak di jalan-Nya dengan tulus, sebab Dia Maha Mengetahui siapa yang berhak menerima karunia tersebut, dan Maha Mengetahui atas segala niat hamba-Nya.", "long": "Hubungan antara infak ) dengan hari akhirat erat sekali. Seseorang tidak akan mendapat pertolongan apa pun dan dari siapa pun pada hari akhirat, kecuali dari hasil amalnya sendiri selama hidup di dunia, antara lain amal berupa infak di jalan Allah. Betapa mujurnya orang yang suka menafkahkan hartanya di jalan Allah, orang tersebut seperti seorang yang menyemaikan sebutir benih di tanah yang subur. Benih itu menumbuhkan sebatang pohon, dan pohon itu bercabang menjadi tujuh tangkai, setiap tangkai menghasilkan buah, dan setiap tangkai berisi seratus biji, sehingga benih yang sebutir itu memberikan hasil sebanyak 700 butir. Ini berarti tujuh ratus kali lipat. Bayangkan, betapa banyak hasilnya apabila benih yang ditanamnya itu lebih dari sebutir.\n\nPenggambaran seperti yang terdapat dalam ayat ini lebih baik, daripada dikatakan secara langsung bahwa \"benih yang sebutir itu akan menghasilkan 700 butir\". Sebab penggambaran yang terdapat dalam ayat tadi memberikan kesan bahwa amal kebaikan yang dilakukan oleh seseorang senantiasa berkembang dan ditumbuhkan oleh Tuhan sedemikian rupa, sehingga menjadi keuntungan yang berlipat ganda bagi orang yang melakukannya, seperti tumbuh kembangnya tanaman yang ditanam oleh seseorang pada tanah yang subur untuk keuntungan penanamnya.\n\nPengungkapan tentang perkembangan yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan seperti yang digambarkan dalam ayat ini telah membangkitkan minat para ahli tumbuh-tumbuhan untuk mengadakan penelitian dalam masalah itu. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa sebutir benih yang ditanam pada tanah yang baik dan menumbuhkan sebatang pohon, pada umumnya menghasilkan lebih dari setangkai buah bahkan ada yang berjumlah lebih dari lima puluh tangkai. Jadi, tidak hanya setangkai saja. Setiap tangkai berisi lebih dari satu biji, bahkan kadang-kadang lebih dari enam puluh biji. Dengan demikian jelas bahwa penggambaran yang diberikan ayat tadi bahwa sebutir benih dilipatgandakan hasilnya sampai menjadi tujuh ratus butir, bukanlah suatu penggambaran yang berlebihan, melainkan adalah wajar, dan sesuai dengan kenyataan.\n\nAtas dasar tersebut, dapat kita katakan bahwa semakin banyak penyelidikan ilmiah dilakukan orang, dan semakin tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi umat manusia, semakin tersingkaplah kebenaran yang terkandung dalam Kitab Suci Al-Qur'an, baik mengenai benda, tumbuh-tumbuhan, hewan, ruang angkasa dan sebagainya.\n\nBanyak riwayat yang berasal dari Rasulullah saw yang menggambarkan keberuntungan orang-orang yang menafkahkan harta bendanya di jalan Allah, untuk memperoleh keridaan-Nya dan untuk menjunjung tinggi agama-Nya. Di antaranya ialah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: \n\nDari Ibnu Mas'ud, bahwa ia berkata, \"Seorang lelaki telah datang membawa seekor unta yang bertali di hidungnya ) lalu orang tersebut berkata, \"Unta ini saya nafkahkan di jalan Allah\". Maka Rasulullah saw bersabda, \"Dengan nafkah ini, Anda akan memperoleh di akhirat kelak tujuh ratus ekor unta yang juga bertali di hidungnya.\" (Riwayat Muslim)\n\nPada akhir ayat ini disebutkan dua sifat di antara sifat-sifat-Nya, yaitu Mahaluas dan Maha Mengetahui. Maksudnya, Allah Mahaluas rahmat-Nya kepada hamba-Nya; karunia-Nya tidak terhitung jumlahnya. Dia Maha Mengetahui siapakah di antara hamba-hamba-Nya yang patut diberi pahala yang berlipat-ganda, yaitu mereka yang suka menafkahkan harta bendanya untuk kepentingan umum, untuk menegakkan kebenaran, dan untuk kepentingan pendidikan bangsa dan agama, serta keutamaan-keutamaan yang akan membawa bangsa kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Apabila nafkah-nafkah semacam itu telah menampakkan hasilnya untuk kekuatan agama dan kebahagiaan bangsa, maka orang yang memberi nafkah itu pun akan dapat pula menikmatinya baik di dunia atau di akhirat nanti.\n\nAjaran Islam mengenai infak sangat tinggi nilainya. Selain mengikis sifat-sifat yang tidak baik seperti kikir dan mementingkan diri sendiri, infak juga menimbulkan kesadaran sosial yang mendalam, bahwa manusia senantiasa saling membutuhkan, dan seseorang tidak akan dapat hidup seorang diri. Sebab itu harus ada sifat gotong-royong dan saling memberi sehingga jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin dapat ditiadakan, persaudaraan dapat dipupuk dengan hubungan yang lebih akrab.\n\nMenafkahkan harta di jalan Allah, baik yang wajib seperti zakat, maupun yang sunah seperti sedekah yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat, untuk memberantas penyakit kemiskinan dan kebodohan, untuk penyiaran agama Islam dan untuk pengembangan ilmu pengetahuan adalah sangat dituntut oleh agama, dan sangat dianjurkan oleh syara'. Sebab itu, banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an yang membicarakan masalah ini, serta memberikan dorongan yang kuat dan memberikan perumpamaan yang menggambarkan bagaimana beruntungnya orang yang suka berinfak dan betapa malangnya orang yang tidak mau menafkahkan hartanya." } } }, { "number": { "inQuran": 269, "inSurah": 262 }, "meta": { "juz": 3, "page": 44, "manzil": 1, "ruku": 37, "hizbQuarter": 17, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u064b\u0649 \u06d9 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yunfiqoona amwaalahum fee sabeelillaahi summa laa yutbi'oona maaa anfaqoo mannanw wa laaa azal lahum ajruhum 'inda Rabbihim; wa laa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Those who spend their wealth in the way of Allah and then do not follow up what they have spent with reminders [of it] or [other] injury will have their reward with their Lord, and there will be no fear concerning them, nor will they grieve.", "id": "Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/269", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/269.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/269.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat berikut Allah menerangkan cara berinfak yang direstui Allah dan berhak mendapat pahala yang berlipat ganda. Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dalam bentuk aneka kebaikan, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya di hadapan orang yang diberi, tidak pula membanggakannya, dan tidak menyakiti perasaan penerima dengan menyebut-nyebutnya di hadapan orang lain, mereka memperoleh pahala berlipat di sisi Tuhan mereka, seperti dijelaskan pada ayat terdahulu. Selain menerima ganjaran, tidak ada pula rasa takut pada diri mereka. Mereka tidak merisaukan apa yang akan terjadi di masa depan, seperti hilang dan berkurangnya harta di dunia, dan pahala serta siksa di akhirat, dan mereka tidak pula bersedih hati, yaitu keresahan akibat apa yang terjadi dan luput di masa lalu. Tidak jarang seseorang yang bersedekah atau akan bersedekah mendapat bisikan dari dalam diri atau dari orang lain agar tidak bersedekah atau tidak terlalu banyak demi mengamankan harta yang akan menjadi jaminan bagi diri dan keluarganya di masa depan. Buanglah jauh-jauh pikiran dan perasaan semacam itu.", "long": "Pahala dan keberuntungan yang akan didapat oleh orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah bersyarat, yaitu: bahwa dia memberikan hartanya itu benar-benar dengan ikhlas, dan setelah itu dia tidak suka menyebut-nyebut infaknya itu dengan kata-kata yang dapat melukai perasaan orang yang menerimanya. Orang-orang semacam inilah yang berhak untuk memperoleh pahala di sisi Allah, dan tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan mereka tidak merasa sedih. Ini berarti, bahwa orang yang memberikan sedekah kepada seseorang, kemudian dia menyebut-nyebut sedekah dan pemberiannya itu dengan kata-kata yang menyinggung perasaan dan kehormatan orang yang menerimanya, maka orang semacam ini tidak berhak memperoleh pahala di sisi Allah.\n\nIni adalah ajaran yang sangat tinggi nilainya, sebab ada orang yang menyumbangkan hartanya bukan karena mengharapkan rida Allah, melainkan hanya menginginkan popularitas dan kemasyhuran serta puji-pujian dari masyarakat, disiarkannya infak itu dengan cara yang mencolok, sehingga dia dikagumi sebagai seorang dermawan. Atau ketika memberikan sedekah itu dia mengucapkan kata-kata yang tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Pemberian semacam ini bertentangan dengan tujuan agama, karena tidak akan menimbulkan hubungan kasih sayang dan persaudaraan, melainkan menimbulkan kebencian dan permusuhan. Sebab itu wajar jika orang semacam ini tidak akan mendapatkan pahala di sisi Allah.\n\nRingkasnya, menafkahkan harta di jalan Allah haruslah dengan niat yang ikhlas dan maksud yang suci. Atas niat yang ikhlas inilah Allah akan memberikan pahala, dan masyarakat akan menghargainya. Rasulullah saw bersabda: \n\nSemua amal itu harus disertai dengan niat. Dan setiap manusia akan mendapat balasan atas amalnya berdasarkan niatnya itu. (Riwayat Imam al-Bukhari dari 'Umar bin al-Khaththab).\n\nOrang yang berinfak dengan niat yang ikhlas, selain akan memperoleh pahala di sisi Allah, juga tidak dikhawatirkan nasib mereka, sebab mereka itu pasti akan mendapat pahala dan rida Allah. Mereka juga tidak akan bersedih hati, bahkan mereka akan bergembira nanti di akhirat karena mereka telah dapat berbuat kebaikan, dan kebaikan itu mendatangkan pahala bagi mereka. Sebaliknya, orang-orang yang enggan berinfak, nanti di akhirat akan bersedih hati dan menyesal, sebab tidak akan ada lagi kesempatan bagi mereka untuk berbuat kebajikan. Mereka akan menerima azab dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 270, "inSurah": 263 }, "meta": { "juz": 3, "page": 44, "manzil": 1, "ruku": 37, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u064a\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u064b\u0649 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qawlum ma'roofunw wa maghfiratun khairum min sadaqatiny yatba'uhaaa azaa; wallaahu Ghaniyyun Haleem" } }, "translation": { "en": "Kind speech and forgiveness are better than charity followed by injury. And Allah is Free of need and Forbearing.", "id": "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/270", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/270.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/270.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan pemberian berupa nafkah dan larangan menyebut-nyebutnya serta menyakiti hati yang diberi, ayat ini menekankan pentingnya ucapan yang menyenangkan dan pemberian maaf. Perkataan yang baik yang sesuai dengan budaya terpuji dalam suatu masyarakat, yaitu menolak dengan cara yang baik, tidak dengan cara menyakiti; dan pemberian maaf, yaitu memaafkan tingkah laku yang kurang sopan dari peminta, lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti dari pemberi. Allah Mahakaya, tidak memerlukan sedekah dari hamba-Nya yang disertai sikap menyakiti, bahkan tidak butuh kepada pemberian siapa pun, dan Maha Penyantun, sehingga tidak segera menjatuhkan sanksi dan murka kepada siapa yang durhaka kepada-Nya dengan harapan orang itu akan berubah sikapnya kemudian.", "long": "Orang yang tidak mampu bersedekah akan tetapi dia dapat mengucapkan kata-kata yang menyenangkan atau yang tidak menyakitkan hati, dan memaafkan orang lain adalah lebih baik dari orang yang bersedekah tetapi sedekahnya itu diiringi dengan ucapan-ucapan yang menyakitkan hati dan menyinggung perasaan. Apabila orang yang bersedekah tidak dapat menghindarkan diri dari mengucapkan kata-kata yang melukai perasaan atau menyebut-nyebut pemberian itu, baik ketika memberikan atau pun sesudahnya, lebih baik ia tidak bersedekah, tetapi tetap mengucapkan kata-kata yang baik dan menyenangkan kepada siapa saja yang berhubungan dengannya. Itu lebih baik daripada memberikan sesuatu yang disertai dengan caci-maki, dan sebagainya.\n\nPada akhir ayat ini Allah menyebutkan dua sifat di antara sifat-sifat kesempurnaan-Nya, \"Mahakaya dan Maha Penyantun\". Maksudnya ialah, Allah Mahakaya, sehingga Dia tidak memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menyumbangkan harta bendanya untuk kepentingan Allah, tetapi untuk kepentingan hamba itu sendiri yaitu membersihkan diri, dan menumbuhkan harta mereka, agar mereka menjadi bangsa yang kuat dan kompak, serta saling tolong-menolong.\n\nAllah swt tidak menerima sedekah yang disertai dengan kata-kata yang menyakitkan hati, karena Allah hanya menerima amal kebaikan yang dilakukan dengan cara-cara yang baik. Allah Maha Penyantun kepada hamba-Nya yang tidak menyertai sedekahnya dengan kata-kata yang menyakitkan, atau yang suka menyebut-nyebut sedekahnya setelah diserahkan atau ketika menyerahkannya. Oleh karena Allah Mahakaya dan Maha Penyantun, maka Allah kuasa pula untuk memberikan ganjaran dan pertolongan kepada hamba-Nya yang suka menafkahkan hartanya dengan ikhlas." } } }, { "number": { "inQuran": 271, "inSurah": 264 }, "meta": { "juz": 3, "page": 44, "manzil": 1, "ruku": 37, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0630\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f \u0631\u0650\u0626\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0635\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064c \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u064c \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0647\u064f \u0635\u064e\u0644\u0652\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo laa tubtiloo sadaqaatikum bilmanni wal azaa kallazee yunfiqu maalahoo ri'aaa'an naasi wa laa yu'minu billaahi wal yawmil aakhiri famasaluhoo kamasali safwaanin 'alaihi turaabun fa asaabahoo waabilun fatara kahoo saldaa; laa yaqdiroona 'alaa shai'im mimmaa kasaboo; wallaahu laa yahdil qawmal kaafireen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not invalidate your charities with reminders or injury as does one who spends his wealth [only] to be seen by the people and does not believe in Allah and the Last Day. His example is like that of a [large] smooth stone upon which is dust and is hit by a downpour that leaves it bare. They are unable [to keep] anything of what they have earned. And Allah does not guide the disbelieving people.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/271", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/271.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/271.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir! Janganlah kamu merusak yaitu menghilangkan pahala sedekahmu de-ngan menyebut-nyebutnya di hadapan yang diberi dan menyakiti perasaan penerima, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Jangan keberatan atau protes hilangnya pahala sedekahmu itu, sebab yang kamu lakukan dan menyebabkan pahala hilang itu keadaannya sama seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria, pamer, kepada manusia untuk mendapat pujian, nama baik atau kepentingan sesaat lainnya, dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir seperti yang dilakukan orang munafik. Perumpamaannya, yakni orang yang pamrih itu, sungguh mencengangkan, seperti batu yang licin, sangat bersih, tidak dinodai apa pun dan tidak sedikit pun retak, yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi, tidak meninggalkan sedikit pun tanah atau debu. Seperti halnya tanah yang subur dan produktif itu hilang dari batu yang licin karena diterpa hujan deras, begitu pula pahala sedekah akan hilang karena perbuatan ria dan menyakiti. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Tidak ada sedikit pun yang dapat diambil manfaatnya. Dan itulah sifat-sifat kaum kafir, maka hindarilah, sebab Allah tidak memberi petunjuk kebaikan kepada orang-orang kafir, antara lain mereka yang mengkufuri nikmat-Nya dan tidak mensyukuri-Nya.", "long": "Orang-orang yang beriman agar jangan sampai melenyapkan pahala infak atau sedekah mereka karena menyertainya dengan kata-kata yang menyakitkan hati atau dengan menyebut-nyebut infak yang telah diberikan itu.\n\nInfak atau sedekah bertujuan untuk menghibur dan meringankan penderitaan fakir-miskin, dan untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Itulah sebabnya, maka sedekah tidak boleh disebut-sebut, atau disertai dengan kata-kata yang menyakitkan hati si penerimanya.\n\nApabila sedekah tersebut disertai dengan kata-kata semacam itu, maka tujuan utama dari sedekah tersebut, yaitu untuk menghibur dan meringankan penderitaan, tidak akan tercapai. Sebab itu Allah melarangnya, dan menegaskan bahwa sedekah semacam itu tidak akan mendapatkan pahala.\n\nOrang yang bersedekah karena ria, sama halnya dengan orang yang melakukan ibadah salat dengan ria. Ibadah salatnya tidak akan mendapat pahala, dan tidak mencapai tujuan yang dimaksud. Sebab tujuan salat adalah menghadapkan segenap hati dan jiwa kepada Allah swt serta mengagungkan kebesaran dan kekuasaan-Nya, dan memanjatkan syukur atas segala rahmat-Nya. Sedang orang yang salat karena riya, perhatiannya bukan tertuju kepada Allah, melainkan kepada orang yang diharapkan akan memuji dan menyanjungnya.\n\nSifat riya adalah tabiat yang tidak baik. Sebagian orang ingin dipuji dan disanjung atas suatu kebajikan yang dilakukannya. Orang yang bersedekah yang mengharapkan pujian dan terima kasih dari yang menerima sedekah atau dari orang lain, bila pada suatu ketika dia merasa kurang dipuji dan kurang ucapan terima kasih kepadanya dari si penerima atau kurang penghargaan si penerima terhadap sedekahnya, dia akan merasa sangat kecewa. Dalam keadaan demikian, sangat besar kemungkinan dia akan mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan si penerima, sehingga sedekahnya tidak akan mendatangkan pahala di sisi Allah. Orang yang bertabiat semacam ini sesungguhnya tidaklah beriman kepada Allah dan hari akhirat. Sedekah semacam itu adalah seperti debu di atas batu yang licin; apabila datang hujan lebat maka debu itu hilang lenyap tak berbekas.\n\nDemikian pula halnya sedekah yang diberikan karena ria, tidak akan mendatangkan pahala apa pun di akhirat nanti, sebab amalan itu tidak dilakukan untuk mencapai rida Allah, melainkan karena mengharapkan pujian manusia semata. Dengan demikian dia tidak memperoleh hasil apa pun, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia dia tidak mendapatkan hasil apa-apa dari sedekahnya itu, karena sedekah yang disertai dengan ria atau perkataan yang menyakitkan hati hanya akan menimbulkan kebencian masyarakat kepadanya, sedang di akhirat, dia tidak memperoleh pahala dari sisi Allah, karena ria dan kata-kata yang tidak menyenangkan itu telah menghapuskan pahala amalnya. Allah swt memberikan pahala hanya kepada orang-orang yang beramal dengan ikhlas, ingin menyucikan diri dan memperbaiki keadaan mereka, dan semata-mata mengharapkan rida-Nya.\n\nAllah memberikan perumpamaan bagi sedekah yang disertai riya dan umpatan seperti erosi tanah yang berada di atas batu. Erosi adalah proses hilangnya tanah dari permukaan bumi pada umumnya karena terangkut oleh aliran air. Semakin besar curah hujan yang jatuh, maka akan semakin banyak dan cepat partikel tanah yang ter-erosi. Proses pembentukan tanah di atas batuan terjadi dalam waktu yang lama, tetapi oleh hujan yang lebat lapisan tanah itu dapat dengan mudah dan cepat terangkut dan hilang dari permukaan batu. Jika tanah di atas batu telah hilang, maka batu merupakan pertikel yang tidak dapat menumbuhkan tumbuhan. Perumpamaan demikian menggambarkan bahwa orang yang dengan susuah payah mengumpilkan harta, lalu bersedekah tetapi sedekah itu disertai ria dan umpatan, maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa, baik manfaat, pahala maupun rida Allah dari apa yang disedekahkannya itu. \n\nKebiasaan membagi-bagikan uang kepada peminta-minta yang biasa berkerumun di depan masjid selepas salat Jumat atau salat Id, atau di tempat lain di samping tampak sebagai sedekah dan perbuatan sosial terhadap orang miskin, juga mempunyai efek yang kurang baik bahkan mungkin juga dapat dikategorikan sebagai perbuatan ria. Kebiasaan ini justru akan mengundang orang yang tidak kita kenal datang ke tempat-tempat ibadah hanya untuk meminta-minta, bukan untuk ikut beribadah, sehingga hari raya Islam itu hanya merupakan hari pameran kemiskinan di mana-mana. Ada sebuah masjid yang pimpinannya melarang jemaahnya bersedekah kepada pengemis-pengemis yang biasa datang berkerumun di pintu-pintu masjid kota itu. Ternyata cara ini berhasil, karena kemudian memang tak seorang pun yang datang ke masjid itu untuk meminta-minta. Orang miskin dan kaum duafa seharusnya menjadi tanggung jawab bersama mereka yang mampu. Kita bersyukur bahwa sekarang sudah ada lembaga-lembaga yang dibentuk khusus untuk menghadapi masalah ini. \n\nAllah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir, karena petunjuk itu berdasarkan iman. Iman itulah yang membimbing seseorang kepada keikhlasan beramal, dan menjaga diri dari perbuatan dan ucapan yang dapat merusak amalnya, serta melenyapkan pahalanya. Maka dalam ayat ini terdapat sindiran, bahwa sifat ria dan kata-kata yang tidak menyenangkan itu adalah sebagian dari sifat dan perbuatan orang-orang kafir yang harus dijauhi oleh orang-orang mukmin.\n\nBanyak hadis Rasulullah saw yang mencela sedekah yang disertai dengan ucapan yang menyakitkan hati. Imam Muslim meriwayatkan hadis berikut dari Abu dzarr, Rasulullah saw bersabda:\n\nAda tiga macam orang yang pada hari Kiamat nanti Allah tidak akan berbicara dengan mereka dan tidak akan memandang kepada mereka, dan tidak akan menyucikan mereka dari dosa, dan mereka akan mendapat azab yang pedih, yaitu orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya apabila dia memberikan sesuatu, dan orang yang suka memakai sarungnya terlalu ke bawah sampai menyapu tanah karena congkaknya, dan orang yang berusaha melariskan dagangannya dengan sumpah yang bohong. (Riwayat Muslim dari Abu dzarr)\n\nImam an-Nasa'i juga meriwayatkan suatu hadis dari Ibnu Umar, dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda:\n\nTidak akan masuk surga orang yang selalu minum khamr, dan tidak pula orang yang durhaka terhadap ibu-bapaknya, dan tidak pula orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya. (Riwayat an-Nasa'i dari Ibnu 'Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 272, "inSurah": 265 }, "meta": { "juz": 3, "page": 45, "manzil": 1, "ruku": 37, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062b\u0652\u0628\u0650\u064a\u062a\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u064c \u0641\u064e\u0622\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u0643\u064f\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0636\u0650\u0639\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u064c \u0641\u064e\u0637\u064e\u0644\u0651\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa masalul lazeena yunfiqoona amwaalahumub ti ghaaaa'a mardaatil laahi wa tasbeetam min anfusihim kamasali jannatim birabwatin asaabahaa waabilun fa aatat ukulahaa di'faini fa il lam yusibhaa waabilun fatall; wallaahu bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "And the example of those who spend their wealth seeking means to the approval of Allah and assuring [reward for] themselves is like a garden on high ground which is hit by a downpour - so it yields its fruits in double. And [even] if it is not hit by a downpour, then a drizzle [is sufficient]. And Allah, of what you do, is Seeing.", "id": "Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/272", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/272.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/272.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida dan pahala dari Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka dalam rangka melaksanakan kewajiban-kewajiban agama, seperti pemilik sebuah kebun yang subur, hijau dengan pepohonan dan menghasilkan buah-buahan yang baik yang terletak di dataran tinggi sehingga mendapat sinar matahari dan udara yang cukup. Selain itu, semakin tinggi sebuah dataran, akan semakin jauh dari sumber air yang mengakibatkan akar tumbuh-tumbuhan menjadi semakin memanjang. Serabut yang berfungsi menyerap makanan pun menjadi banyak, sehingga makanan yang membentuk zat hijau daun (klorofil) menjadi banyak pula. Dengan demikian, pohon itu menjadi produktif menghasilkan buah. Tempat kebun itu berada di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat yang tercurah langsung dari langit; sebagiannya diserap oleh tanah tempat akar-akar tumbuhan menghunjam, sebagian lainnya yang tidak dibutuhkan mengalir ke bawah dan ditampung oleh yang membutuhkannya. Selain sebagai sumber makanan, hujan yang deras itu juga berfungsi melunakkan zat-zat yang diperlukan tumbuhan, membersihkannya dari zat-zat yang menghambat pertumbuhan dan menjaga hama. Maka tidak heran jika kemudian kebun itu menghasilkan buahbuahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun atau hujan gerimis dengan sedikit angin yang lembut pun memadai, sebab tanahnya subur dan berada di ketinggian yang memungkinkan untuk menghasilkan buah dengan baik. Begitulah, infak yang dikeluarkan dengan hati yang ikhlas, sedikit atau banyak, akan diterima dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Yang dapat mengenali niat dan yang disembunyikan seseorang hanya Allah, sebab Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan, dan mengetahui antara yang ikhlas dalam beramal dengan niat ria.", "long": "Infak diumpamakan sebagai sebidang kebun yang mendapat siraman air hujan yang cukup, sehingga kebun itu memberikan hasil dua kali lipat dari hasil yang biasa. Andaikata hujan itu tidak lebat, maka hujan gerimis pun cukup, karena kebun tersebut terletak di dataran tinggi yang mendapatkan sinar yang cukup serta hawa yang baik, dan tanahnya pun subur.\n\nAyat ini bermunasabah dan merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya. Dilihat dari sisi mekanisme erosi, adanya penutup lahan berupa pohon pohonan atau tumbuhan dapat menghindarkan atau mengurangi resiko terjadinya erosi. Hujan di kebun pegunungan bukan penyebab erosi melainkan memberikan manfaat berupa peningkatan hasil untuk tanah yang dibudidayakan sebagai kebun. Dalam hal ini, pembelanjaan harta untuk mencari rida Allah diumpamakan sebagai kebun di pegunungan yang disirami hujan dan menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Seandainya tidak ada hujan lebat, di kebun pegunungan, hujan gerimis bahkan embun pun sudah memadai untuk menghasilkan buah-buahan yang baik.\n\nDalam pandangan ilmu ekologi, keadaan yang digambarkan dalam ayat 265 Surah al-Baqarah di atas memang betul terjadi. Fenomena alam ini jelas memperlihatkan kebesaran Allah yang mengatur dengan sangat rinci akan alam ini, sehingga semua mahluk mempunyai kesempatan untuk bertasbih kepada-Nya.\n\nEmbun, atau lebih tepatnya disebut kabut, adalah awan yang bersentuhan langsung dengan tanah atau pepohonan. Dalam bahasa Inggris, untuk fenomena alam yang satu ini digunakan dua kata, yaitu fog dan mist. Perbedaan keduanya hanyalah pada kepadatan material awan. Kata fog digunakan apabila kabut menyebabkan jarak pandang kurang dari satu kilometer. Sedangkan mist, adalah keadaan kabut yang mengakibatkan jarak pandangnya kurang dari dua kilometer. \n\nKabut berbeda dengan awan lainnya hanya karena awan itu bersentuhan dengan permukaan bumi. Keadaan ini dapat terjadi baik di dataran rendah maupun pegunungan. Kabut muncul saat terjadi perbedaan suhu udara dan titik beku air sebesar 3oC atau kurang. Kabut dimulai saat uap air memadat menjadi butiran air yang sangat halus di udara. Pemadatan uap air inilah yang kemudian tampak dan menjadi apa yang dinamakan awan. Kabut umumnya terjadi di kawasan yang sangat lembab. Keadaan lembab dapat terjadi karena ada penambahan uap air di udara, atau suhu udara yang menurun. Akan tetapi, kadangkala kabut dapat terjadi tanpa adanya syarat-syarat tersebut. Pada umunya, kabut terjadi saat kelembaban udara mencapai 100%. Pada kondisi ini, udara tidak lagi dapat mengikat uap air yang ada di udara.\n\nKlasifikasi kabut dapat dilakukan karena perbedaan penyebab, sifat, dan lainnya. Misal ada kabut yang dapat terjadi dan menghilang dalam waktu singkat. Kabut ini biasa disebut sebagai flash fog. Juga ada kabut yang dikenal dengan sea fog. yang terjadi di atas permukaan air laut. Di sini, terjadinya kabut sangat dipengaruhi oleh kehadiran garam. Partikel garam yang renik akan memenuhi udara yang ada di atas permukaan air laut oleh berbagai sebab. Antara lain disebabkan oleh angin atau percikan pecahan ombak dan sebab-sebab lainnya. Partikel garam renik ini kemudian akan berperan sebagai pengumpul uap air. Ada pula tipe kabut yang disebabkan perubahan suhu saat senja atau pagi hari atau suatu keadaan saat ada angin dingin yang melewati kawasan perairan yang hangat, atau air hujan yang melewati lapisan udara yang panas sehingga terjadi penguapan.\n\nKabut seringkali menghasilkan hujan dalam bentuk gerimis. Keadaan ini umumnya terjadi karena kelembaban udara sudah melebihi angka 100%. Segera awan akan berubah menjadi butiran air hujan. Terutama apabila lapisan kabut naik ke atas dan bersentuhan dengan suhu dingin di bagian atas. \n\nDalam kaitannya dengan kabut, para ahli ekologi menemukan suatu jenis hutan yang unik karena berasosiasi sangat erat dengan kabut. Hutan ini biasa disebut dengan cloud forest atau fog forest. Hutan demikian ini menunjuk pada hutan hujan basah di kawasan dataran tinggi, baik di pegunungan tropis atau subtropis. Umumnya, lapisan kabut ini akan menebal pada bagian pucuk pohon-pohon hutan (canopy). Umumnya hutan kabut tidak terlalu luas dan terbatas hanya pada kawasan dimana lingkungan atmosfer cocok untuk membentuk kabut. \n\nHutan ini juga ditandai oleh kabut yang hampir selalu hadir, sehingga memperkecil kemungkinan tumbuhan memperoleh sinar matahari langsung. Pohon-pohon pada kawasan ini ditandai dengan tumbuh lebih pendek dan kecil. Ukuran ini sangat berbeda dengan jenis sama dan tumbuh di dataran rendah atau bagian pegunungan lain yang memperoleh sinar matahari penuh. Kelembaban yang tinggi mendorong tumbuhnya tanaman epifit yang menempel di batang dan cabang pohon, yang sebagian besar didominasi oleh kelompok lumut maupun paku-pakuan. Kehadiran tumbuhan merambat dan lumut ini juga menjadi ciri bahwa ini adalah hutan kabut.\n\nDi dalam hutan kabut, sumber air utamanya adalah butiran renik air yang berasal dari kabut. Kondensasi uap air kabut akan terjadi terutama di daun pepohonan, dan jatuh dalam bentuk butiran air ke lantai hutan.\n\nSuatu fenomena alam yang berada di kawasan yang sangat jauh dari tempat turunnya Al-Qur'an, tetapi dijelaskan dengan rinci dalam Al-Qur'an, merupakan bukti bahwa kitab suci ini bukan karangan manusia. Hanya Tuhan yang Maha Mengetahui yang dapat menurunkan ayat seperti ini.\n\nDikatakan, bahwa yang diumpamakan dengan kebun itu adalah orang yang menafkahkan hartanya, karena dia menyadari bahwa dia telah menerima rahmat yang banyak dari Allah, maka dia bersedia untuk memberikan infak yang banyak; walaupun suatu ketika dia memperoleh rahmat yang sedikit, namun dia tetap memberikan infak.\n\nMembelanjakan harta di jalan Allah atau berinfak, benar-benar dapat memperteguh jiwa. Sebab cinta kepada harta benda telah menjadi tabiat manusia, karena sangat cintanya kepada harta benda terasa berat baginya untuk membelanjakannya, apa lagi untuk kepentingan orang lain. Maka jika kita bersedekah misalnya, hal itu merupakan perbuatan yang dapat meneguhkan hati untuk berbuat kebaikan, serta menghilangkan pengaruh harta yang melekat pada jiwa.\n\nAyat ini ditutup dengan firman-Nya: Wallahu bima ta'maluna bashir (Allah senantiasa melihat apa-apa yang kamu kerjakan). Ini berarti bahwa Allah selalu mengetahui kebaikan-kebaikan yang dilakukan hamba-Nya, antara lain berinfak dengan niat yang ikhlas, maka Dia akan memberikan pahalanya. Sebaliknya, Allah juga mengetahui semua perbuatan yang tidak baik, maka Dia akan membalasnya dengan azab.\n\n(266) Dalam ayat ini Allah swt memberikan perumpamaan pula bagi orang yang menafkahkan hartanya bukan untuk mendapatkan rida Allah, melainkan karena ria, atau sedekahnya disertai dengan ucapan-ucapan yang melukai perasaan atau suka menyebut-nyebut sedekah yang telah diberikannya. Orang ini diumpamakan sebagai orang yang mempunyai sebidang kebun yang berisi bermacam-macam tumbuhan, dan kebun itu mendapatkan air yang cukup dari sungai yang mengalir, sehingga menghasilkan buah-buahan yang banyak. Orang tersebut sudah lanjut usianya, dan mempunyai anak-anak dan cucu-cucu yang masih kecil-kecil yang belum dapat mencari rezeki sendiri. Dengan demikian, orang itu dan anak cucunya sangat memerlukan hasil kebun itu. Tapi tiba-tiba datanglah angin samum yang panas. Sehingga pohon-pohon dan tanaman-tanaman menjadi rusak, tidak mendatangkan hasil apa pun, padahal dia sangat mengharapkannya.\n\nDemikianlah keadaan orang yang menafkahkan hartanya bukan karena Allah. Dia mengira akan mendapatkan pahala dari sedekah dan infaknya. Akan tetapi yang sebenarnya bukan demikian, pahalanya akan hilang lenyap karena niatnya yang tidak ikhlas. Dia berinfak hanya karena riya, mengikuti bisikan setan. Bukan karena mengharapkan rida Allah swt.\n\nDengan keterangan-keterangan dan perumpamaan yang jelas ini Allah swt menerangkan ayat-ayatnya kepada hamba-Nya agar mereka berpikir dan dapat mengambil iktibar dan pelajaran dari perumpamaan-perumpamaan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 273, "inSurah": 266 }, "meta": { "juz": 3, "page": 45, "manzil": 1, "ruku": 37, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062e\u0650\u064a\u0644\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u064e\u0631\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064c \u0636\u064f\u0639\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0639\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064c \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ayawaddu ahadukum an takoona lahoo jannatum min nakheelinw wa a'naabin tajree min tahtihal anhaaru lahoo feehaa min kullis samaraati wa asaabahul kibaru wa lahoo zurriyyatun du'afaaa'u fa asaabahaaa i'saarun feehi naarun fahtaraqat; kazaalika yubaiyinul laahu lakumul aayaati la'allakum tatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "Would one of you like to have a garden of palm trees and grapevines underneath which rivers flow in which he has from every fruit? But he is afflicted with old age and has weak offspring, and it is hit by a whirlwind containing fire and is burned. Thus does Allah make clear to you [His] verses that you might give thought.", "id": "Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tuanya sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/273", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/273.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/273.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali lagi Allah memberikan perumpamaan tentang orang yang tidak ikhlas dalam berderma. Ayat ini dimulai dengan sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada siapa pun, adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun yang terdapat di dalamnya pohon kurma dan pohon anggur yang mengalir di bawah pohon-pohon-nya sungai-sungai yakni memiliki sumber air yang cukup. Bahkan di sana dia memiliki segala macam buah-buahan. Kemudian datanglah masa tuanya sehingga dia tidak bisa lagi bekerja di kebun tersebut dan hanya bisa mengandalkan hasil kebun sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil yang belum bisa bekerja dan masih membutuhkan hasil dari kebun tersebut. Lalu dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba kebun itu ditiup angin keras yang me-ngandung api, sehingga terbakar-lah kebun tersebut dan mengha-nguskan semua pohon yang ada. Begitulah perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya karena ria, membangga-banggakan pemberiannya kepada orang lain dan menyakiti hati orang yang diberi. Nanti di akhirat saat dia sangat membutuhkan ganjaran amal tersebut, dia tidak menjumpainya. Amal perbuatannya hangus dan punah karena niat yang tidak ikhlas dan sikap yang menyakiti orang lain. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya sehingga kamu berupaya untuk ikhlas dalam berinfak. Sifat ria merusak pahala amal seseorang seperti halnya kebakaran menghanguskan kebun.", "long": "Infak diumpamakan sebagai sebidang kebun yang mendapat siraman air hujan yang cukup, sehingga kebun itu memberikan hasil dua kali lipat dari hasil yang biasa. Andaikata hujan itu tidak lebat, maka hujan gerimis pun cukup, karena kebun tersebut terletak di dataran tinggi yang mendapatkan sinar yang cukup serta hawa yang baik, dan tanahnya pun subur.\n\nAyat ini bermunasabah dan merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya. Dilihat dari sisi mekanisme erosi, adanya penutup lahan berupa pohon pohonan atau tumbuhan dapat menghindarkan atau mengurangi resiko terjadinya erosi. Hujan di kebun pegunungan bukan penyebab erosi melainkan memberikan manfaat berupa peningkatan hasil untuk tanah yang dibudidayakan sebagai kebun. Dalam hal ini, pembelanjaan harta untuk mencari rida Allah diumpamakan sebagai kebun di pegunungan yang disirami hujan dan menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Seandainya tidak ada hujan lebat, di kebun pegunungan, hujan gerimis bahkan embun pun sudah memadai untuk menghasilkan buah-buahan yang baik.\n\nDalam pandangan ilmu ekologi, keadaan yang digambarkan dalam ayat 265 Surah al-Baqarah di atas memang betul terjadi. Fenomena alam ini jelas memperlihatkan kebesaran Allah yang mengatur dengan sangat rinci akan alam ini, sehingga semua mahluk mempunyai kesempatan untuk bertasbih kepada-Nya.\n\nEmbun, atau lebih tepatnya disebut kabut, adalah awan yang bersentuhan langsung dengan tanah atau pepohonan. Dalam bahasa Inggris, untuk fenomena alam yang satu ini digunakan dua kata, yaitu fog dan mist. Perbedaan keduanya hanyalah pada kepadatan material awan. Kata fog digunakan apabila kabut menyebabkan jarak pandang kurang dari satu kilometer. Sedangkan mist, adalah keadaan kabut yang mengakibatkan jarak pandangnya kurang dari dua kilometer. \n\nKabut berbeda dengan awan lainnya hanya karena awan itu bersentuhan dengan permukaan bumi. Keadaan ini dapat terjadi baik di dataran rendah maupun pegunungan. Kabut muncul saat terjadi perbedaan suhu udara dan titik beku air sebesar 3oC atau kurang. Kabut dimulai saat uap air memadat menjadi butiran air yang sangat halus di udara. Pemadatan uap air inilah yang kemudian tampak dan menjadi apa yang dinamakan awan. Kabut umumnya terjadi di kawasan yang sangat lembab. Keadaan lembab dapat terjadi karena ada penambahan uap air di udara, atau suhu udara yang menurun. Akan tetapi, kadangkala kabut dapat terjadi tanpa adanya syarat-syarat tersebut. Pada umunya, kabut terjadi saat kelembaban udara mencapai 100%. Pada kondisi ini, udara tidak lagi dapat mengikat uap air yang ada di udara.\n\nKlasifikasi kabut dapat dilakukan karena perbedaan penyebab, sifat, dan lainnya. Misal ada kabut yang dapat terjadi dan menghilang dalam waktu singkat. Kabut ini biasa disebut sebagai flash fog. Juga ada kabut yang dikenal dengan sea fog. yang terjadi di atas permukaan air laut. Di sini, terjadinya kabut sangat dipengaruhi oleh kehadiran garam. Partikel garam yang renik akan memenuhi udara yang ada di atas permukaan air laut oleh berbagai sebab. Antara lain disebabkan oleh angin atau percikan pecahan ombak dan sebab-sebab lainnya. Partikel garam renik ini kemudian akan berperan sebagai pengumpul uap air. Ada pula tipe kabut yang disebabkan perubahan suhu saat senja atau pagi hari atau suatu keadaan saat ada angin dingin yang melewati kawasan perairan yang hangat, atau air hujan yang melewati lapisan udara yang panas sehingga terjadi penguapan.\n\nKabut seringkali menghasilkan hujan dalam bentuk gerimis. Keadaan ini umumnya terjadi karena kelembaban udara sudah melebihi angka 100%. Segera awan akan berubah menjadi butiran air hujan. Terutama apabila lapisan kabut naik ke atas dan bersentuhan dengan suhu dingin di bagian atas. \n\nDalam kaitannya dengan kabut, para ahli ekologi menemukan suatu jenis hutan yang unik karena berasosiasi sangat erat dengan kabut. Hutan ini biasa disebut dengan cloud forest atau fog forest. Hutan demikian ini menunjuk pada hutan hujan basah di kawasan dataran tinggi, baik di pegunungan tropis atau subtropis. Umumnya, lapisan kabut ini akan menebal pada bagian pucuk pohon-pohon hutan (canopy). Umumnya hutan kabut tidak terlalu luas dan terbatas hanya pada kawasan dimana lingkungan atmosfer cocok untuk membentuk kabut. \n\nHutan ini juga ditandai oleh kabut yang hampir selalu hadir, sehingga memperkecil kemungkinan tumbuhan memperoleh sinar matahari langsung. Pohon-pohon pada kawasan ini ditandai dengan tumbuh lebih pendek dan kecil. Ukuran ini sangat berbeda dengan jenis sama dan tumbuh di dataran rendah atau bagian pegunungan lain yang memperoleh sinar matahari penuh. Kelembaban yang tinggi mendorong tumbuhnya tanaman epifit yang menempel di batang dan cabang pohon, yang sebagian besar didominasi oleh kelompok lumut maupun paku-pakuan. Kehadiran tumbuhan merambat dan lumut ini juga menjadi ciri bahwa ini adalah hutan kabut.\n\nDi dalam hutan kabut, sumber air utamanya adalah butiran renik air yang berasal dari kabut. Kondensasi uap air kabut akan terjadi terutama di daun pepohonan, dan jatuh dalam bentuk butiran air ke lantai hutan.\n\nSuatu fenomena alam yang berada di kawasan yang sangat jauh dari tempat turunnya Al-Qur'an, tetapi dijelaskan dengan rinci dalam Al-Qur'an, merupakan bukti bahwa kitab suci ini bukan karangan manusia. Hanya Tuhan yang Maha Mengetahui yang dapat menurunkan ayat seperti ini.\n\nDikatakan, bahwa yang diumpamakan dengan kebun itu adalah orang yang menafkahkan hartanya, karena dia menyadari bahwa dia telah menerima rahmat yang banyak dari Allah, maka dia bersedia untuk memberikan infak yang banyak; walaupun suatu ketika dia memperoleh rahmat yang sedikit, namun dia tetap memberikan infak.\n\nMembelanjakan harta di jalan Allah atau berinfak, benar-benar dapat memperteguh jiwa. Sebab cinta kepada harta benda telah menjadi tabiat manusia, karena sangat cintanya kepada harta benda terasa berat baginya untuk membelanjakannya, apa lagi untuk kepentingan orang lain. Maka jika kita bersedekah misalnya, hal itu merupakan perbuatan yang dapat meneguhkan hati untuk berbuat kebaikan, serta menghilangkan pengaruh harta yang melekat pada jiwa.\n\nAyat ini ditutup dengan firman-Nya: Wallahu bima ta'maluna bashir (Allah senantiasa melihat apa-apa yang kamu kerjakan). Ini berarti bahwa Allah selalu mengetahui kebaikan-kebaikan yang dilakukan hamba-Nya, antara lain berinfak dengan niat yang ikhlas, maka Dia akan memberikan pahalanya. Sebaliknya, Allah juga mengetahui semua perbuatan yang tidak baik, maka Dia akan membalasnya dengan azab." } } }, { "number": { "inQuran": 274, "inSurah": 267 }, "meta": { "juz": 3, "page": 45, "manzil": 1, "ruku": 38, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u064a\u064e\u0645\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u062e\u0650\u0630\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0645\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa 'ayyuhal lazeena aamanooo anfiqoo min taiyibaati maa kasabtum wa mimmaaa akhrajuaa lakum minal ardi wa laa tayammamul khabeesa minhu tunfiqoona wa lastum bi aakhizeehi illaaa an tughmidoo feeh; wa'lamooo annal laaha Ghaniyyun Hameed" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, spend from the good things which you have earned and from that which We have produced for you from the earth. And do not aim toward the defective therefrom, spending [from that] while you would not take it [yourself] except with closed eyes. And know that Allah is Free of need and Praiseworthy.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/274", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/274.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/274.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik¸ dan diperoleh dengan cara yang halal, sebab Allah itu baik dan hanya menerima yang baik-baik. Dan sedekahkanlah sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi berupa hasil pertanian, tambang, dan lainnya, untukmu. Pilihlah yang baik-baik dari apa yang kamu nafkahkan itu, walaupun tidak harus semuanya baik, tetapi janganlah kamu memilih secara sengaja yang buruk untuk kamu keluarkan guna disedekahkan kepada orang lain, padahal kamu sendiri kalau diberi yang buruk-buruk seperti itu tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata karena rasa enggan terhadapnya. Cobalah berempati. Posisikan dirimu seperti orang yang diberi. Jika kamu tidak mau menerima yang buruk-buruk, mengapa kamu berikan yang seperti itu kepada orang lain. Dan ketahuilah dan yakinlah bahwa Allah Mahakaya, tidak membutuhkan sedekah kamu, baik pemberian untukNya maupun untuk makhluk-makhluk-Nya, sebab Dia bisa memberi secara langsung. Sedekah itu justru untuk kemaslahatan orang yang memberi. Dia juga Maha Terpuji, antara lain karena Dia memberi ganjaran terhadap hamba-hamba-Nya yang bersedekah.", "long": "Orang yang benar-benar beriman, niscaya akan menafkahkan sesuatu yang baik, bila dia bermaksud dengan infaknya itu untuk menyucikan diri dan meneguhkan jiwanya. Sesuatu yang diinfakkan, diumpamakan dengan sebutir benih yang menghasilkan tujuh ratus butir, atau yang diumpamakan dengan sebidang kebun yang terletak di dataran tinggi, yang memberikan hasil yang baik, tentulah sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang buruk yang tidak disukai oleh yang menafkahkan, atau yang dia sendiri tidak akan mau menerimanya, andaikata dia diberi barang semacam itu.\n\nNamun demikian, orang yang bersedekah itu pun tidak boleh dipaksa untuk menyedekahkan yang baik saja dari apa yang dimilikinya, seperti yang tersebut di atas. Rasulullah saw pernah bersabda kepada Mu'adz bin Jabal ketika beliau mengutusnya ke Yaman:\n\nDari Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi saw mengutus Mu'adz ke Yaman”lalu ia menyebutkan hadis”dan padanya: bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat pada harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya lalu diserahkan kepada fakir miskin di antara mereka. (Riwayat Muttafaq 'alaih)\n\nDari keterangan di atas dapat dipahami bahwa Allah sangat mencela bila yang disedekahkan itu terdiri dari barang yang buruk-buruk. Ini bukan berarti bahwa barang yang disedekahkan itu harus yang terbaik, melainkan yang wajar, dan orang yang menafkahkan itu sendiri menyukainya andaikata dia yang diberi.\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nKamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. ¦ (Â'li 'Imran/3:92)\n\nPada akhir ayat ini Allah berfirman, yang artinya sebagai berikut \"Ketahuilah, bahwasanya Allah Mahakaya dan Maha Terpuji.\" Ini merupakan suatu peringatan, terutama kepada orang yang suka menafkahkan barang yang buruk-buruk, bahwa Allah tidak memerlukan sedekah semacam itu. Dia tidak akan menerimanya sebagai suatu amal kebaikan. Bila seseorang benar-benar ingin berbuat kebaikan dan mencari keridaan Allah, mengapa dia memberikan barang yang buruk, yang dia sendiri tidak menyukainya? Allah Mahakaya. Maha Terpuji dan pujian yang layak bagi Allah ialah bahwa kita rela menafkahkan sesuatu yang baik dari harta milik kita, yang dikaruniakan Allah kepada kita." } } }, { "number": { "inQuran": 275, "inSurah": 268 }, "meta": { "juz": 3, "page": 45, "manzil": 1, "ruku": 38, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Ash Shaitaanu ya'idukumul faqra wa yaamurukum bilfahshaaa'i wallaahu ya'idukum maghfiratam minhu wa fadlaa; wallaahu Waasi'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Satan threatens you with poverty and orders you to immorality, while Allah promises you forgiveness from Him and bounty. And Allah is all-Encompassing and Knowing.", "id": "Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/275", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/275.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/275.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setan, baik dari kalangan jin maupun manusia, selalu berusaha menjanjikan dengan cara membisiki dan menakuti kemiskinan kepadamu, misalnya dengan bersedekah harta akan berkurang, atau bahkan akan membuatmu terpuruk dalam kemiskinan, dan sebagainya. Dan setan juga selalu menyuruh kamu berbuat keji, yaitu segala sesuatu yang dianggap sangat buruk oleh akal sehat, budaya, agama, dan naluri manusia, antara lain kikir. Itulah ulah setan yang selalu menghalangi manusia untuk berbuat kebaikan, sedangkan Allah menjanjikan ampunan, sebab setiap sedekah yang kita keluarkan akan menghapuskan dosa. Dan selain itu Allah juga menjanjikan akan menambah karunia-Nya kepadamu jika kamu berinfak, sebab harta tidak berkurang dengan disedekahkan, justru sedekah akan menambah berkahnya. Bukan hanya itu, sedekah dan kedermawanan akan menghilangkan kecemburuan dan penyakit sosial lainnya di tengah masyarakat yang pada gilirannya akan menciptakan stabilitas sehingga kegiatan perekonomian akan semakin produktif dan karunia Allah bertambah. Dan Allah Mahaluas ampunan, anugerah dan rahmat-Nya, Maha Mengetahui siapa yang berhak menerima itu semua.", "long": "Setan selalu menakut-nakuti orang yang berinfak dan membujuk mereka agar bersifat bakhil dan kikir. Setan membayangkan kepada mereka bahwa berinfak atau bersedekah akan menghabiskan harta benda dan akan menyebabkan mereka menjadi miskin dan sengsara. Oleh sebab itu harta benda mereka harus disimpan untuk persiapan di hari depan.\n\nMenafkahkan barang yang jelek, dan keengganan untuk menafkahkan barang yang baik, oleh Allah disebut sebagai suatu kejahatan, bukan kebajikan, karena orang yang bersifat demikian berarti mempercayai setan dan tidak mensyukuri nikmat Allah serta tidak percaya akan kekayaan Allah dan kekuasaan-Nya untuk memberi tambahan rahmat kepadanya.\n\nAllah menjanjikan kepada hamba-Nya melalui rasul-Nya, untuk memberikan ampunan atas kesalahan-kesalahan yang banyak, terutama dalam masalah harta benda. Karena sudah menjadi tabiat manusia mencintai harta benda sehingga berat baginya untuk menafkahkannya.\n\nSelain menjanjikan ampunan, Allah juga menjanjikan kepada orang yang berinfak akan memperoleh ganti dari harta yang dinafkahkannya. Di dunia dia akan memperoleh kemuliaan dan nama baik di kalangan masyarakatnya karena keikhlasannya dalam berinfak atau dengan bertambahnya harta yang masih tersisa. Di akhirat kelak dia akan menerima pahala yang berlipat ganda. \n\nDalam hubungan ini Allah berfirman:\n\n... Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. (Saba'/34:39)\n\nBerinfak adalah salah satu cara untuk bersyukur. Maka orang yang berinfak dengan ikhlas adalah orang yang bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan harta benda itu kepadanya dan Dia akan menambah rahmat-Nya kepada orang tersebut. Firman-Nya:\n\n¦Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Ibrahim/14:7)\n\nImam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan suatu hadis, yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Tidak ada suatu hari di mana hamba-hamba Allah berada pada pagi hari, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari malaikat itu berdoa, \"Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menginfakkan (harta bendanya) ganti.\" Dan malaikat yang satu lagi berdoa, \"Berikanlah kepada orang yang enggan (menginfakkan hartanya) kemusnahan.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nYang dimaksud dengan \"ganti\" dari harta yang dinafkahkan itu ialah: Allah akan memudahkan jalan baginya untuk memperoleh rezeki, dan dia mendapatkan kehormatan dalam masyarakat. Sedang yang dimaksud dengan \"kemusnahan\" ialah bahwa harta bendanya itu habis tanpa memberikan faedah kepadanya. \n\nPada akhir ayat ini Allah swt mengingatkan bahwa Dia Mahaluas rahmat dan karunia-Nya memberikan ampunan dan ganti dari harta yang dinafkahkan itu. Allah Maha Mengetahui apa yang dinafkahkan hamba-Nya, sehingga Dia tidak akan menyia-nyiakannya, bahkan akan diberinya pahala yang baik." } } }, { "number": { "inQuran": 276, "inSurah": 269 }, "meta": { "juz": 3, "page": 45, "manzil": 1, "ruku": 38, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Yu'til Hikmata mai yashaaa'; wa mai yutal Hikmata faqad ootiya khairan kaseeraa; wa maa yazzakkaru illaaa ulul albaab" } }, "translation": { "en": "He gives wisdom to whom He wills, and whoever has been given wisdom has certainly been given much good. And none will remember except those of understanding.", "id": "Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/276", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/276.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/276.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia memberikan hikmah, yaitu kemampuan untuk memahami rahasia-rahasia syariat agama dan sifat bijak berupa kebenaran dalam setiap perkataan dan perbuatan kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak, sebab dengan sifat bijak, urusan dunia dan akhirat menjadi baik dan teratur. Adakah kebaikan yang melebihi hidayah Allah kepada seseorang sehingga dapat memahami hakikat segala sesuatu secara benar dan proporsional? Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat, sebab akal sehat yang tercerahkan dengan cahaya ketuhanan dapat mengetahui kebenaran hakiki tanpa dipengaruhi hawa nafsu. Maka sinarilah jiwa dengan cahaya ketuhanan bila ingin mendapat kebaikan yang banyak.", "long": "Allah akan memberikan hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maksudnya, bahwa Allah mengaruniakan hikmah kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya, sehingga dengan ilmu dan dengan hikmah itu dia dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, antara was-was setan dan ilham dari Allah swt.\n\nAlat untuk memperoleh hikmah ialah akal yang sehat dan cerdas, yang dapat mengenal sesuatu berdasarkan dalil-dalil dan bukti-bukti, dan dapat mengetahui sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya. Barang siapa yang telah mencapai hikmah dan pengetahuan yang demikian itu berarti dia telah dapat membedakan antara janji Allah dan bisikan setan, lalu janji Allah diyakini dan bisikan setan dijauhi dan ditinggalkan.\n\nAllah menegaskan bahwa siapa saja yang telah memperoleh hikmah dan pengetahuan semacam itu, berarti dia telah memperoleh kebaikan yang banyak, baik di dunia, maupun di akhirat kelak. Dia tidak mau menerima bisikan-bisikan jahat dari setan, bahkan dia menggunakan segenap panca indera, akal dan pengetahuannya untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang batil, mana yang petunjuk Allah dan mana yang bujukan setan, kemudian dia berserah diri sepenuhnya kepada Allah.\n\nPada akhir ayat ini Allah memuji orang yang berakal dan mau berpikir. Mereka selalu ingat dan waspada serta dapat mengetahui apa yang bermanfaat dan dapat membawanya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 277, "inSurah": 270 }, "meta": { "juz": 3, "page": 46, "manzil": 1, "ruku": 38, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0630\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maaa anfaqtum min nafaqatin aw nazartum min nazrin fa innal laaha ya'lamuh; wa maa lizzaalimeena min ansaar" } }, "translation": { "en": "And whatever you spend of expenditures or make of vows - indeed, Allah knows of it. And for the wrongdoers there are no helpers.", "id": "Dan apa pun infak yang kamu berikan atau nazar yang kamu janjikan, maka sungguh, Allah mengetahuinya. Dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/277", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/277.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/277.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apa pun infak yang kamu berikan, berupa harta atau lainnya, sedikit atau banyak, berdasar kewajiban atau anjuran Allah, atau nazar yang kamu janjikan, yaitu janji dengan mewajibkan diri melakukan suatu kebajikan yang tidak diwajibkan oleh Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, maka sungguh, Allah mengetahuinya, sebab Dia Maha Mengetahui segala apa yang kamu niatkan. Siapa yang tidak melaksanakan kewajiban infak dan tidak menepati janjinya, yaitu bernazar tetapi tidak melaksanakannya atau tidak memenuhi hak Allah, maka dia termasuk orang yang zalim, dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah.", "long": "Nazar adalah niat kepada diri sendiri untuk berbuat suatu kebaikan, apabila suatu maksud yang baik sudah tercapai, atau selesai terlepas dari suatu hal yang tidak disenangi. Misalnya seseorang berkata: \"Jika aku lulus ujian, aku akan bersedekah sekian rupiah\", atau \"akan berpuasa sekian hari,\" atau \"Bila aku sembuh dari penyakitku ini, maka aku akan menyumbangkan hartaku untuk perbaikan masjid.\"\n\nNazar semacam ini tentu saja baik dan diperbolehkan dalam agama, karena lulus dari ujian, atau sembuh dari penyakit adalah merupakan nikmat Allah yang patut disyukuri. Berpuasa, bersedekah, dan menyumbangkan harta untuk kepentingan agama dan kesejahteraan umum, adalah perbuatan yang baik dan bermanfaat.\n\nTetapi ada pula nazar yang tidak baik, bahkan mendatangkan kerusakan, maka nazar semacam itu tentu saja tidak diridai Allah swt. Misalnya seseorang berkata, \"Jika nanti aku berbicara dengan saudaraku itu, maka aku harus berpuasa sekian hari (maksudnya, dia tidak akan berbaikan dengan saudaranya itu).\" Nazar seperti ini tidak dibenarkan dalam agama, karena walaupun berpuasa itu baik, tetapi bermusuhan dengan saudara sendiri adalah perbuatan yang tercela.\n\nInfak dan nazar yang bagaimanapun yang kita lakukan, Allah senantiasa mengetahuinya, maka Dia akan memberikan balasan pahala atau azab. Jika barang yang dinafkahkan atau yang dinazarkan itu adalah yang baik, dan ditunaikan dengan cara-cara yang baik pula, yaitu dengan ikhlas dan semata-mata mengharapkan rida Allah, maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda. Sebaliknya, apabila barang yang dinafkahkan atau yang dinazarkan itu adalah yang buruk, atau ditunaikan dengan cara-cara yang tidak baik, misalnya dengan menyebut-nyebutnya, atau disertai dengan kata-kata yang menyakitkan hati, atau dilakukan dengan ria, maka Allah tidak akan menerimanya sebagai amal saleh, dan tidak akan membalasnya dengan pahala apa pun.\n\nDemikian pula orang-orang yang enggan menafkahkan hartanya di jalan Allah, atau dia menafkahkannya untuk berbuat maksiat atau dia tidak mau melaksanakan nazar yang telah diucapkannya, maka Allah swt akan membalasnya dengan azab.\n\nPada akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolong pun baginya. Ini merupakan suatu peringatan, bahwa keengganan menafkahkan harta di jalan Allah, keengganan menunaikan nazar yang telah diucapkan atau melaksanakan infak dan nazar dengan cara-cara yang tidak baik, semua itu adalah perbuatan zalim. Allah swt akan membalasnya dengan azab, tak seorang pun dapat melepaskan diri dari azab tersebut, meskipun dia menebusnya dengan pahala amalnya sendiri. Dalam hubungan ini, Allah berfirman pada ayat lain:\n\n... Tidak ada seorang pun teman setia bagi orang yang zalim dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima (pertolongannya)¦(al-Mu'min/40: 18).\n\nMenafkahkan harta di jalan Allah, baik merupakan sedekah untuk meringankan penderitaan fakir miskin, maupun infak untuk kepentingan umum, negara dan agama, adalah merupakan kewajiban orang-orang yang mempunyai harta benda, sebagai anggota masyarakat. Apabila dia enggan menunaikannya, atau ditunaikan dengan cara-cara yang tidak wajar, maka dia sendirilah yang akan menerima akibatnya. Sebab itu adalah wajar sekali apabila Allah mengancam mereka dengan azab seperti tersebut dalam ayat di atas." } } }, { "number": { "inQuran": 278, "inSurah": 271 }, "meta": { "juz": 3, "page": 46, "manzil": 1, "ruku": 38, "hizbQuarter": 18, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0646\u0650\u0639\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u064a\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064f \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "In tubdus sadaqaati fani'immaa hiya wa in tukhfoohaa wa tu'toohal fuqaraaa'a fahuwa khayrul lakum; wa yukaffiru 'ankum min saiyi aatikum; wallaahu bimaa ta'maloona Khabeer" } }, "translation": { "en": "If you disclose your charitable expenditures, they are good; but if you conceal them and give them to the poor, it is better for you, and He will remove from you some of your misdeeds [thereby]. And Allah, with what you do, is [fully] Acquainted.", "id": "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/278", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/278.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/278.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, baik yang wajib seperti zakat, maupun yang sunah, bukan untuk tujuan ria dan pamer, maka itu baik selama itu didasari keikhlasan, sebab dapat mendorong orang lain bersedekah dan menutup pintu prasangka buruk yang menjerumuskan pelakunya ke dalam dosa. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu sebab itu dapat menghindari kamu dari sifat ria dan pamrih serta lebih memelihara air muka kaum fakir yang menerima. Dan dengan bersedekah dari harta yang halal dan disertai keikhlasan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu, yang berupa dosa-dosa kecil, bukan dosa besar dan bukan juga yang terkait dengan hak orang lain. Kebajikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menghapuskan dosa-dosa kecil seperti disebut dalam Surah Hud/11: 114. Dan Allah Mahateliti dan Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan, dan Dia akan memberi balasan yang setimpal.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyebutkan orang-orang yang memberikan sedekah kepada fakir miskin dengan terang-terangan, terlihat dan diketahui atau didengar orang lain. Cara yang demikian adalah baik, asal tidak disertai perasaan riya. Sebab, menampakkan sedekah itu akan menghilangkan tuduhan bakhil terhadap dirinya, dan orang yang mendengarnya akan turut bersyukur dan mendoakannya, dan mereka akan menghormati dan meniru perbuatannya itu.\n\nSelanjutnya, Allah menerangkan, bahwa apabila sedekah itu diberikan dengan cara diam-diam dan tidak diketahui orang lain, maka cara yang demikian adalah lebih baik lagi, apabila hal tersebut dilakukan untuk menghindari perasaan riya dalam hatinya, agar fakir miskin yang menerimanya tidak merasa rendah diri terhadap orang lain, dan tidak dipandang hina dalam masyarakatnya. Sebab memberikan sedekah dengan diam-diam, akan menumbuhkan keikhlasan dalam beramal bagi si pemberi. Keikhlasan adalah jiwa setiap ibadah dan amal saleh.\n\nBanyak hadis Rasulullah saw yang memuji pemberi sedekah dengan cara sembunyi ini. Di antaranya hadis yang diriwayatkan Iman al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a. beliau mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Ada tujuh macam orang yang nanti akan diberi naungan oleh Allah pada hari kiamat, ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya; mereka adalah: Imam (pemimpin) yang adil, dan pemuda sejak kecilnya telah terdidik dan suka beribadah kepada Allah, orang yang hatinya selalu terpaut kepada masjid, dan dua orang yang saling mengasihi dalam menjalankan agama Allah, mereka berkumpul dan berpisah untuk tujuan itu, dan seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang memiliki kedudukan yang baik dan kecantikan untuk berbuat serong tetapi dia menolak dengan mengatakan, \"Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam\", dan orang yang bersedekah serta merahasiakannya, sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya, serta orang yang mengingat Allah ketika dia sendirian, lalu dia menangis.\" (Riwayat al- Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).\n\nImam Ahmad dan Ibnu Abi ¦atim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Umamah bahwa Abu dzarr mengatakan:\n\nAku pernah bertanya kepada Rasulullah saw, \"Ya Rasulullah, sedekah yang manakah yang paling utama?\" Maka Rasulullah saw menjawab, \"Sedekah secara rahasia yang diberikan kepada fakir miskin, atau usaha keras dari orang yang sedang kekurangan.\" (Riwayat Ahmad dan Ibnu Abi ¦atim)\n\nAllah akan menutupi dan menghapuskan sebagian dari kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya dengan cara yang baik, sesuai dengan sedekah yang diberikannya, di samping pahala yang akan diterimanya kelak.\n\nKemudian Allah memperingatkan, bahwa Dia senantiasa mengetahui apa saja yang diperbuat hamba-Nya, serta niat yang mendorongnya untuk berbuat. Semua itu akan dibalas-Nya sesuai dengan amal dan niatnya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 279, "inSurah": 272 }, "meta": { "juz": 3, "page": 46, "manzil": 1, "ruku": 38, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0647\u064f\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laisa 'alaika hudaahum wa laakinnal laaha yahdee mai yashaaa'; wa maa tunfiqoo min khairin fali anfusikum; wa maa tunfiqoona illab tighaaa'a wajhil laah; wa maa tunfiqoo min khairiny yuwaffa ilaikum wa antum laa tuzlamoon" } }, "translation": { "en": "Not upon you, [O Muhammad], is [responsibility for] their guidance, but Allah guides whom He wills. And whatever good you [believers] spend is for yourselves, and you do not spend except seeking the countenance of Allah. And whatever you spend of good - it will be fully repaid to you, and you will not be wronged.", "id": "Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/279", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/279.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/279.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan kaitkan bantuan sedekah dengan hidayah Tuhan. Kita hanya diminta membantu dengan bersedekah. Dahulu para Sahabat pernah enggan berinfak kepada sanak kerabat mereka yang musyrik. Ayat ini, menurut Ibnu Abbas, turun untuk merespons sikap mereka, dan memerintahkan mereka bersedekah, selain yang wajib, kepada setiap yang membutuhkan bantuan terlepas dari apa agama dan keyakinannya. Bukanlah kewajibanmu, wahai Nabi Muhammad, apalagi orang selain engkau, menjadikan mereka, yakni orang-orang kafir dan sesat, mendapat petunjuk yang membuat mereka melaksanakan tuntunan Allah secara benar. Engkau hanyalah sekadar penyampai risalah secara lisan dan dengan keteladanan melalui cara-cara yang terbaik, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, atau keluarkan, maka kebaikannya akan kembali untuk dirimu sendiri selama kamu berusaha keras dan melakukannya secara ikhlas untuk mendapatkan keridaan-Nya. Dan janganlah kamu berinfak mengeluarkan harta melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi balasan secara penuh bahkan akan dilipatgandakan balasannya dan kamu tidak akan dizalimi atau dirugikan, bahkan diuntungkan, sebab seperti dinyatakan dalam Surah an-Nahl/16: 96, harta yang ada pada seseorang akan habis dan punah, sedangkan yang disedekahkan untuk mencari keridaan Allah akan kekal ganjarannya hingga hari kiamat.\r\np", "long": "Petunjuk (hidayah, taufik) adalah semata-mata urusan Allah, bukan urusan Rasul dan bukan pula urusan umatnya. Kita tidak boleh menahan sedekah kepada orang yang bukan Islam hanya dengan alasan perbedaan agama semata. Namun bersedekah kepada sesama Muslim tentu lebih utama, selagi di kalangan Muslim masih terdapat orang fakir miskin yang memerlukan pertolongan.\n\nSedekah mempunyai dan mengandung faedah timbal balik. Orang yang menerima sedekah dapat tertolong dari kesukaran, sedang orang yang memberikannya mendapat pahala di sisi Allah, dan dihargai oleh orang-orang sekitarnya, asal ia memberikan sedekah itu dengan cara yang baik dan ikhlas karena Allah semata.\n\nSelanjutnya disebutkan, bahwa apa saja harta benda yang baik yang dinafkahkan seseorang dengan ikhlas, niscaya Allah akan membalasnya dengan pahala yang cukup dan dia tidak akan dirugikan sedikit pun, karena orang-orang yang suka berinfak dengan ikhlas tentu disayangi dan dihormati oleh masyarakat, terutama oleh fakir miskin; dan pahalanya tidak akan dikurangi di sisi Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 280, "inSurah": 273 }, "meta": { "juz": 3, "page": 46, "manzil": 1, "ruku": 38, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0644\u0652\u0641\u064f\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0636\u064e\u0631\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u064f \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0639\u064e\u0641\u0651\u064f\u0641\u0650 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0625\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Lilfuqaraaa'il lazeena uhsiroo fee sabeelil laahi laa yastatee'oona darban fil ardi yah sabuhumul jaahilu aghniyaaa'a minat ta'affufi ta'rifuhum biseemaahum laa yas'aloonan naasa ilhaafaa; wa maa tunfiqoo min khairin fa innal laaha bihee 'Aleem" } }, "translation": { "en": "[Charity is] for the poor who have been restricted for the cause of Allah, unable to move about in the land. An ignorant [person] would think them self-sufficient because of their restraint, but you will know them by their [characteristic] sign. They do not ask people persistently [or at all]. And whatever you spend of good - indeed, Allah is Knowing of it.", "id": "(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/280", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/280.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/280.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan anjuran untuk berinfak kepada siapa pun yang membutuhkan, ayat ini menjelaskan tengtang siapa yang diprioritaskan untuk mendapat bantuan. Apa yang kamu infakkan adalah untuk orang-orang fakir yakni yang membutuhkan bantuan karena sudah tua, sakit atau terancam, tertutama yang terhalang usahanya karena disibukkan dengan berjihad di jalan Allah, atau mereka terluka atau cedera medan perang, sehingga mereka tidak dapat berusaha untuk memenuhi kehidupan hidup di bumi. Mereka adalah orang-orang yang terhormat dan selalu menjaga kehormatan diri, sehingga orang lain yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri dari meminta-minta. Engkau hai Muhammad dan siapa saja yang memiliki ketajaman pandangan  (farasah) mengenal mereka  dari ciri-cirinya, yaitu mereka terlihat khusuk, ikhlas, rendah hati, dan sederhana sehingga ketakwannya itu melahirkan kewibawaan di hati dan mata orang yang memandang. Sekiranya mereka terpaksa harus meminta, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain melainkan dengan cara yang sangat halus yang tidak dapat dipahami kecuali oleh orang yang memiliki ketajaman pandangan. Mereka adalag orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan, sehingga apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sedikit atau banyak, secara terang-terangan atau tersembunyi, sungguh, Allah Maha Mengetahui dan akan memberinya balasan yang setimpal.", "long": "Ciri-ciri dan hal ihwal orang-orang yang lebih berhak menerima sedekah, yaitu:\n\n1.Mereka yang dengan ikhlas telah mengabdikan diri pada tugas dalam rangka jihad fi sabilillah, sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan pekerjaan lain sebagai sumber rezeki. Misalnya kaum muhajirin, yang pada permulaan Islam ada yang termasuk fakir miskin, karena telah meninggalkan harta benda mereka di Mekah, untuk dapat berhijrah ke Medinah, demi mempertahankan dan mengembangkan Agama Islam. Mereka sering bertempur di medan perang, menangkis kezaliman orang-orang kafir sehingga tidak punya waktu luang untuk mencari nafkah.\n\n2.Fakir miskin yang tidak mampu berusaha, baik dengan berdagang maupun dengan pekerjaan lainnya, karena mereka sudah lemah, atau sudah lanjut usia, atau karena sebab-sebab lain.\n\n3.Fakir miskin yang dikira oleh orang lain sebagai orang berkecukupan, karena mereka itu sabar dan menahan diri dari meminta-minta.\n\n4. Mereka yang bertugas untuk menghafal Al-Qur'an, mempelajari ajaran agama serta memelihara sunah Nabi dengan cara hidup sederhana. \n\nFakir miskin dapat diketahui dari tanda-tanda yang tampak pada diri mereka. Mereka sama sekali tidak mau minta-minta, atau kalau mereka meminta, tidak dengan mendesak atau memaksa. Dalam hubungan ini Rasulullah saw bersabda:\n\nYang dinamakan \"orang miskin\" bukanlah orang yang keliling (untuk minta-minta) pada orang-orang, yang tidak memperoleh sesuap atau dua suap nasi, dan sebiji atau dua biji kurma. Tetapi orang miskin yang sejati adalah orang yang tidak mendapatkan kecukupan untuk dirinya dan tidak diketahui keadaannya sehingga ia diberi sedekah, ia juga tidak pergi untuk meminta-minta kepada orang-orang. (Muttafaq 'Alaih) \n\nDi dalam agama Islam, mengemis atau meminta-minta hukumnya haram, kecuali dalam keadaan darurat. Rasulullah bersabda:\n\nDari Qabishah bin al-Mukhariq r.a. dia berkata, \"Saya mempunyai tanggungan untuk umat. Kemudian saya mengahadap Rasulullah saw untuk minta dana dari beliau untuk membayar tanggungan itu. Beliau menjawab, \"Tunggulah nanti apabila datang dana zakat, saya akan perintahkan agar kamu diberi dari dana itu\". Nabi kemudian berkata, \"Hai Qabishah, meminta-minta itu tidak halal kecuali bagi salah satu dari tiga orang. Pertama, orang yang mempunyai tanggungan untuk umat, ia halal meminta-minta sampai ia dapat melunasi tanggungannya, kemudian ia berhenti tidak meminta-minta lagi. Kedua, orang yang ditimpa bencana yang menghancurkan hartanya. Ia boleh meminta-minta sampai dapat menegak-kan kehidupannya. Dan ketiga, orang yang ditimpa kefakiran sampai ada tiga orang yang berakal berkata bahwa orang itu benar-benar ditimpa kefakiran. Dia halal meminta-minta sampai dapat menegakkan kehidupan-nya. Meminta-minta di luar itu, hai Qabishah adalah perbuatan haram yang dimakan oleh pelakunya dengan cara haram.\" (Riwayat Muslim) \n\nDalam hubungan infak, yaitu zakat dan sedekah, perlu ditegaskan di sini hal-hal sebagai berikut:\n\n1.Agama Islam telah menganjurkan kepada orang yang berharta agar mereka bersedekah kepada fakir miskin. Apabila bersedekah, hendaklah diberikan barang yang baik, berupa makanan, pakaian dan sebagainya, dan tidak boleh disertai dengan kata-kata yang menyakitkan hati. Artinya, fakir miskin itu harus diperlakukan sebaik mungkin.\n\n2.Anjuran berinfak bukan berarti bahwa Islam memperbanyak fakir miskin dan memberikan dorongan kepada mereka untuk mengemis dan selalu mengharapkan sedekah orang lain sebagai sumber rezeki mereka. Sebab, walaupun di satu pihak agama Islam mewajibkan zakat dan menganjurkan sedekah kepada orang-orang kaya untuk fakir miskin, namun di lain pihak, Islam menganjurkan kepada fakir miskin untuk berusaha melepaskan diri dari kemiskinan, sehingga hidup mereka tidak tergantung kepada sedekah dan pemberian orang lain. Dalam hubungan ini terdapat ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis Rasulullah yang meng-anjurkan untuk giat bekerja, menghilangkan sifat malas dan lalai, serta memuji orang-orang yang dapat mencari rezeki dengan usaha dan jerih payahnya sendiri. Allah berfirman:\n\n¦ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. ¦ (ar-Ra'd/13: 11).\n\nYang dimaksudkan dengan \"apa yang terdapat pada diri mereka\" itu antara lain ialah sifat-sifat yang jelek yang merupakan penyebab timbulnya kemiskinan. Misalnya, sifat malas, lalai, tidak jujur, tidak mau menuntut ilmu untuk memiliki kecakapan bekerja, dan sebagainya. Apabila mereka mengubah sifat-sifat tersebut dengan sifat-sifat yang baik, yaitu rajin bekerja, maka Allah akan memberikan jalan kepadanya untuk memperbaiki kehidupannya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\n\"Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah ¦.\" (al-Jumu'ah/62:10).\n\nRasulullah saw memuji orang yang memperoleh rezeki dari hasil jerih payah dan keringatnya sendiri. Beliau bersabda:\n\n\"Makanan yang terbaik untuk dimakan seseorang ialah dari hasil kerjanya sendiri\".(Riwayat al-Bukhari)\n\nUntuk mengangkat harga diri dan menjauhkan dari meminta-minta atau mengharapkan pemberian orang lain, maka Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Tangan yang di atas (tangan yang memberi), lebih baik dari tangan yang di bawah (tangan yang menerima sedekah atau pemberian orang lain).\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDemikianlah, Islam menghendaki orang-orang yang mempunyai harta suka membantu fakir-miskin.Sebaliknya, Islam menuntun fakir miskin agar berusaha keras untuk melepaskan diri dari kemiskinan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 281, "inSurah": 274 }, "meta": { "juz": 3, "page": 46, "manzil": 1, "ruku": 39, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0633\u0650\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yunfiqoona amwaalahum billaili wan nahaari sirranw wa 'alaaniyatan falahum ajruhum 'inda Rabbihim wa laa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Those who spend their wealth [in Allah 's way] by night and by day, secretly and publicly - they will have their reward with their Lord. And no fear will there be concerning them, nor will they grieve.", "id": "Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/281", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/281.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/281.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang menginfakkan hartanya dalam berbagai situasi dan kondisi, di malam dan siang hari, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, banyak atau sedikit, mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhannya selama mereka mengeluarkannya secara ikhlas dan dengan cara-cara yang baik. Tidak ada kekhawatiran atas mereka bahwa nanti mereka akan mendapat siksa, sebab mereka aman dari siksa karena amal saleh yang mereka persembahkan, dan mereka tidak pula bersedih hati, risau dan gelisah, sebab hati mereka selalu dalam keadaan tenang.", "long": "Ayat ini merupakan ayat yang terakhir dalam rangkaian ayat yang membicarakan masalah infak dalam surah al-Baqarah. Dalam ayat ini, Allah menegaskan keuntungan yang akan didapat orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, baik pada siang hari maupun pada waktu malam, yang diberikan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Mereka pasti akan memperoleh pahala di sisi Tuhan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Karena di dunia mereka dikasihi oleh masyarakat, terutama oleh fakir miskin dan siapa saja yang pernah menerima sedekah darinya, sedang di akhirat kelak mereka akan menerima pahala yang berlipat ganda dari sisi Allah.\n\nMereka pun tidak merasa sedih atas harta yang dinafkahkannya, karena mereka yakin akan memperoleh ganti yang lebih besar dari Allah, baik berupa tambahan rezeki dan kelapangan hidup di dunia, maupun berupa rida Allah dan karunia-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 282, "inSurah": 275 }, "meta": { "juz": 3, "page": 47, "manzil": 1, "ruku": 39, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u062a\u064e\u062e\u064e\u0628\u0651\u064e\u0637\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0651\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u0639\u064f \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0647\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yaakuloonar ribaa laa yaqoomoona illaa kamaa yaqoomul lazee yatakhabbatuhush shaitaanu minal mass; zaalika bi annahum qaalooo innamal bai'u mishur ribaa; wa ahallal laahul bai'a wa harramar ribba; faman jaaa'ahoo maw'izatum mir rabbihee fantahaa falahoo maa salafa wa amruhooo ilal laahi wa man 'aada fa ulaaa 'ika Ashaabun naari hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Those who consume interest cannot stand [on the Day of Resurrection] except as one stands who is being beaten by Satan into insanity. That is because they say, \"Trade is [just] like interest.\" But Allah has permitted trade and has forbidden interest. So whoever has received an admonition from his Lord and desists may have what is past, and his affair rests with Allah. But whoever returns to [dealing in interest or usury] - those are the companions of the Fire; they will abide eternally therein.", "id": "Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/282", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/282.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/282.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang memakan riba yakni melakukan transaksi riba dengan mengambil atau menerima kelebihan di atas modal dari orang yang butuh dengan mengeksploitasi atau memanfaatkan kebutuhannya, tidak dapat berdiri, yakni melakukan aktivitas, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Mereka hidup dalam kegelisahan; tidak tenteram jiwanya, selalu bingung, dan berada dalam ketidakpastian, sebab pikiran dan hati mereka selalu tertuju pada materi dan penambahannya. Itu yang akan mereka alami di dunia, sedangkan di akhirat mereka akan dibangkitkan dari kubur dalam keadaan sempoyongan, tidak tahu arah yang akan mereka tuju dan akan mendapat azab yang pedih. Yang demikian itu karena mereka berkata dengan bodohnya bahwa jual beli sama dengan riba dengan logika bahwa keduanya sama-sama menghasilkan keuntungan. Mereka beranggapan seper-ti itu, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Substansi keduanya berbeda, sebab jual beli menguntungkan kedua belah pihak (pembeli dan penjual), sedangkan riba sangat merugikan salah satu pihak. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, setelah sebelumnya dia melakukan transaksi riba, lalu dia berhenti dan tidak melakukannya lagi, maka apa yang telah diperolehnya dahulu sebelum datang larangan menjadi miliknya, yakni riba yang sudah diambil atau diterima sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan, dan urusannya kembali kepada Allah. Barang siapa mengulangi transaksi riba setelah peringatan itu datang maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.", "long": ". Ada dua macam riba yang dikenal, yaitu:\n\n1. Riba nasi'ah\n\n2. Riba fadhal\n\nRiba nasi'ah ialah tambahan pembayaran utang yang diberikan oleh pihak yang berutang, karena adanya permintaan penundaan pembayaran pihak yang berutang. Tambahan pembayaran itu diminta oleh pihak yang berpiutang setiap kali yang berutang meminta penundaan pembayaran utangnya. Contoh: A berutang kepada B sebanyak Rp 1.000,- dan akan dikembalikan setelah habis masa sebulan. Setelah habis masa sebulan, A belum sanggup membayar utangnya karena itu A meminta kepada B agar bersedia menerima penundaan pembayaran. B bersedia menunda waktu pembayaran dengan syarat A menambah pembayaran, sehingga menjadi Rp 1.300,- Tambahan pembayaran dengan penundaan waktu serupa ini disebut riba nasi'ah.\n\nTambahan pembayaran ini mungkin berkali-kali dilakukan karena pihak yang berutang selalu meminta penundaan pembayaran, sehingga akhirnya A tidak sanggup lagi membayarnya, bahkan kadang-kadang dirinya sendiri terpaksa dijual untuk membayar utangnya. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah:\n\n\"Hai orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah, agar kamu mendapat keberuntungan. (Ali 'Imran/3:130).\n\nRiba nasi'ah seperti yang disebutkan di atas banyak berlaku di kalangan orang Arab jahiliah. Inilah riba yang dimaksud Al-Qur'an. Bila dipelajari dan diikuti sistem riba dalam ayat ini dan yang berlaku di masa jahiliah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:\n\n1.Sistem bunga merupakan sistem yang menguntungkan bagi yang meminjamkan dan sangat merugikan si peminjam. Bahkan ada kalanya si peminjam terpaksa menjual dirinya untuk dijadikan budak agar dia dapat melunasi pinjamannya.\n\n2.Perbuatan itu pada zaman jahiliah termasuk usaha untuk mencari kekayaan dan untuk menumpuk harta bagi yang meminjamkan.\n\nMenurut Umar Ibnu Khaththab, ayat Al-Qur'an tentang riba, termasuk ayat yang terakhir diturunkan. Sampai Rasulullah wafat tanpa menerangkan apa yang dimaksud dengan riba. Maka tetaplah riba dalam pengertian yang umum, seperti sistem bunga yang diberlakukan orang Arab pada zaman jahiliah.\n\nKeterangan Umar ini berarti bahwa Rasulullah sengaja tidak menerangkan apa yang dimaksud dengan riba karena orang-orang Arab telah mengetahui benar apa yang dimaksud dengan riba. Bila disebut riba kepada mereka, maka di dalam pikiran mereka telah ada pengertian yang jelas dan pengertian itu telah mereka sepakati maksudnya. Pengertian mereka tentang riba ialah riba nasi'ah. Dengan perkataan lain bahwa sebenarnya Al-Qur'an telah menjelaskan dan menerangkan apa yang dimaksud dengan riba. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw mengenai dua peninggalannya yang harus ditaati:\n\nAku telah meninggalkan padamu dua hal, yang kalau kamu berpegang teguh dengannya, kamu tidak akan sesat sepeninggalku ialah Kitabullah dan Sunah Rasul. (Riwayat Ibnu Majah)\n\nAgama yang dibawa Nabi Muhammad saw adalah agama yang telah sempurna dan lengkap diterima beliau dari Allah, tidak ada yang belum diturunkan kepada beliau.\n\n¦.Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu¦. (al-Ma'idah/5:3)\n\nRiba fadhal yaitu menjual sejenis barang dengan jenis barang yang sama dengan katentuan memberi tambahan sebagai imbalan bagi jenis yang baik mutunya, seperti menjual emas 20 karat dengan emas 24 karat dengan tambahan emas 1 gram sebagai imbalan bagi emas 24 karat. Riba fadhal ini diharamkan juga. Dasar hukum haramnya riba fadhal ialah sabda Rasulullah saw:\n\nJanganlah kamu jual emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya'ir (padi ladang) dengan sya'ir, tamar dengan tamar (kurma), garam dengan garam, kecuali sama jenis dan kadarnya dan sama-sama tunai. Barang siapa yang menambah atau meminta tambah, maka sesungguhnya dia telah melakukan riba. (Riwayat al-Bukhari dan Ahmad)\n\nSama jenis dan kadarnya dan sama-sama tunai maksudnya ialah jangan merugikan salah satu pihak dari 2 orang yang melakukan barter. Ayat di atas menerangkan akibat yang akan dialami oleh orang yang makan riba, yaitu jiwa dan hati mereka tidak tenteram, pikiran mereka tidak menentu. Keadaan mereka seperti orang yang kemasukan setan atau seperti orang gila.\n\nOrang Arab jahiliah percaya bahwa setan dapat mempengaruhi jiwa manusia, demikian pula jin. Bila setan atau jin telah mempengaruhi jiwa seseorang, maka ia seperti orang kesurupan.\n\nAl-Qur'an menyerupakan pengaruh riba pada seseorang yang melakukannya, dengan pengaruh setan yang telah masuk ke dalam jiwa seseorang menurut kepercayaan orang Arab jahiliah. Maksud perumpamaan pada ayat ini untuk memudahkan pemahaman, bukan untuk menerangkan bahwa Al-Qur'an menganut kepercayaan seperti kepercayaan orang Arab jahiliah.\n\nMenurut jumhur mufasir, ayat ini menerangkan keadaan pemakan riba waktu dibangkitkan pada hari kiamat, yaitu seperti orang yang kemasukan setan. Pendapat ini mengikuti pendapat Ibnu 'Abbas dan Ibnu Mas'ud.\n\nJuga berdasarkan sabda Rasulullah saw:\n\nJauhilah olehmu dosa yang tidak diampuni, yaitu: gulul (ialah menyembunyikan harta rampasan dalam peperangan dan lainnya), maka barang siapa melakukan gulul, nanti barang yang disembunyikan itu akan dibawanya pada hari kiamat. Dan pemakan riba, barang siapa yang memakan riba, dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila, lagi kemasukan (setan). (Riwayat ath-thabrani dari 'Auf bin Malik)\n\nDalam kenyataan yang terdapat di dalam kehidupan manusia di dunia ini, banyak pemakan riba kehidupannya benar-benar tidak tenang, selalu gelisah, tak ubahnya bagai orang yang kemasukan setan. Para mufasir berpendapat, bahwa ayat ini menggambarkan keadaan pemakan riba di dunia. Pendapat ini dapat dikompromikan dengan pendapat pertama, yaitu keadaan mereka nanti di akhirat sama dengan keadaan mereka di dunia, tidak ada ketenteraman bagi mereka.\n\nDari kelanjutan ayat dapat dipahami, bahwa keadaan pemakan riba itu sedemikian rupa sehingga mereka tidak dapat lagi membedakan antara yang halal dan yang haram, antara yang bermanfaat dengan mudarat, antara yang dibolehkan Allah dengan yang dilarang, sehingga mereka mengatakan jual beli itu sama dengan riba.\n\nSelanjutnya Allah menegaskan bahwa Dia menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Allah tidak menerangkan sebabnya. Allah tidak menerangkan hal itu agar mudah dipahami oleh pemakan riba, sebab mereka sendiri telah mengetahui, mengalami dan merasakan akibat riba itu.\n\nDari penegasan itu dipahami bahwa seakan-akan Allah memberikan suatu perbandingan antara jual-beli dengan riba. Hendaklah manusia mengetahui, memikirkan dan memahami perbandingan itu.\n\nPada jual-beli ada pertukaran dan penggantian yang seimbang yang dilakukan oleh pihak penjual dengan pihak pembeli, ada manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari kedua belah pihak, dan ada pula kemungkinan mendapat keuntungan yang wajar sesuai dengan usaha yang telah dilakukan oleh mereka. Pada riba tidak ada penukaran dan penggantian yang seimbang. Hanya ada semacam pemerasan yang tidak langsung, yang dilakukan oleh pihak yang mempunyai barang terhadap pihak yang sedang memerlukan, yang meminjam dalam keadaan terpaksa.\n\nSetelah Allah menerangkan akibat yang dialami oleh pemakan riba, perkataan yang diucapkan oleh pemakan riba, pikiran yang sedang mempengaruhi keadaan pemakan riba, dan penegasan Allah tentang hukum jual beli dan riba, maka Allah mengajak para pemakan riba dengan ajakan yang lemah lembut, yang langsung meresap ke dalam hati nurani mereka, sebagaimana lanjutan ayat di atas.\n\nAllah swt menyebut larangan tentang riba itu dengan cara mau'idhah (pengajaran), maksudnya larangan memakan riba adalah larangan yang bertujuan untuk kebaikan manusia itu sendiri, agar hidup bahagia di dunia dan akhirat, hidup dalam lingkungan rasa cinta dan kasih sesama manusia dan hidup penuh ketenteraman dan kedamaian.\n\nBarang siapa memahami larangan Allah tersebut dan mematuhi larangan tersebut, hendaklah dia menghentikan perbuatan riba itu dengan segera. Mereka tidak dihukum Allah terhadap perbuatan yang mereka lakukan sebelum ayat ini diturunkan. Mereka tidak diwajibkan mengembalikan riba pada waktu ayat ini diturunkan. Mereka boleh mengambil pokok pinjaman mereka saja, tanpa bunga yang mereka setujui sebelumnya.\n\nDalam ayat ini terkandung suatu pelajaran yang dapat dijadikan dasar untuk menetapkan undang-undang, peraturan atau hukum, yaitu: suatu undang-undang, peraturan atau hukum yang akan ditetapkan tidak boleh berlaku surut jika berakibat merugikan pihak-pihak yang dikenai atau yang dibebani undang-undang, peraturan atau hukum itu, sebaliknya boleh berlaku surut bila menguntungkan pihak-pihak yang dikenai atau dibebani olehnya.\n\nAkhir ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang telah melakukan riba, dan orang-orang yang telah berhenti melakukan riba, kemudian mengerjakannya kembali setelah turunnya larangan ini, mereka termasuk penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.\n\nMenurut sebagian mufasir, dosa besar yang ditimpakan kepada pemakan riba ini disebabkan karena di dalam hati pemakannya itu telah tertanam rasa cinta harta, lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri, mengerjakan sesuatu karena kepentingan diri sendiri bukan karena Allah. Orang yang demikian adalah orang yang tidak mungkin tumbuh dalam jiwanya iman yang sebenarnya, yaitu iman yang didasarkan pada perasaan, pengakuan dan ketundukan kepada Allah. Seandainya pemakan riba yang demikian masih mengaku beriman kepada Allah, maka imannya itu adalah iman di bibir saja, iman yang sangat tipis dan tidak sampai ke dalam lubuk hati sanubarinya.\n\nHasan al-Basri berkata, \"Iman itu bukanlah perhiasan mulut dan angan-angan kosong, tetapi iman itu adalah ikrar yang kuat di dalam hati dan dibuktikan oleh amal perbuatan. Barang siapa yang mengatakan kebaikan dengan lidahnya, sedang perbuatannya tidak pantas, Allah menolak pengakuannya itu. Barang siapa mengatakan kebaikan sedangkan perbuatannya baik pula, amalnya itu akan mengangkat derajatnya,\" \n\nRasulullah saw bersabda:\n\n\"Allah tidak memandang kepada bentuk jasmani dan harta bendamu, akan tetapi Allah memandang kepada hati dan amalmu.\" (Riwayat Muslim dan Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 283, "inSurah": 276 }, "meta": { "juz": 3, "page": 47, "manzil": 1, "ruku": 39, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0645\u0652\u062d\u064e\u0642\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0652\u0628\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0623\u064e\u062b\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yamhaqul laahur ribaa wa yurbis sadaqaat; wallaahu laa yuhibbu kulla kaffaarin aseem" } }, "translation": { "en": "Allah destroys interest and gives increase for charities. And Allah does not like every sinning disbeliever.", "id": "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/283", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/283.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/283.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memusnahkan harta yang diperoleh dari hasil praktik riba sedikit demi sedikit sampai akhirnya habis, atau menghilangkan keberkahannya sehingga tidak bermanfaat dan menyuburkan sedekah yakni dengan mengembangkan dan menambahkan harta yang disedekahkan, serta memberikan keberkahan harta, ketenangan jiwa dan ketenteraman hidup bagi pemberi dan penerima. Allah tidak menyukai dan tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada setiap orang yang tetap dalam kekafiran karena mempersamakan riba dengan jual beli dengan disertai penolakan terhadap ketetapan Allah, dan tidak mensyukuri kelebihan nikmat yang mereka dapatkan, bahkan menggunakannya untuk menindas dan mengeksploitasi kelemahan orang lain, dan Allah tidak menyukai setiap orang yang bergelimang dosa karena praktik riba tidak hanya merugikan satu orang saja, tetapi dapat meruntuhkan perekonomian yang dapat merugikan seluruh warga masyarakat.", "long": "Riba itu tidak ada manfaatnya sedikit pun baik di dunia maupun di akhirat nanti. Yang ada manfaatnya adalah sedekah.\n\nAllah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Artinya memusnahkan harta yang diperoleh dari riba dan harta yang bercampur dengan riba atau meniadakan berkahnya. \"Menyuburkan sedekah\" ialah mengembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya sesuai dengan ketantuan-ketentuan agama atau melipatgandakan berkah harta itu. Allah berfirman:\n\nDan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya). (ar-Rum/30:39).\n\nPara ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan perkataan \"Allah memusnahkan riba\" ialah Allah memusnahkan keberkahan harta riba, karena akibat melakukan riba timbul permusuhan antara orang-orang pemakan riba, dan kebencian masyarakat terhadap mereka terutama orang yang pernah membayar utang kepadanya dengan riba yang berlipat ganda, dan juga menyebabkan bertambah jauhnya jarak hubungan antara yang punya dan yang tidak punya. Kebencian dan permusuhan ini bila mencapai puncaknya akan menimbulkan peperangan dan kekacauan dalam masyarakat.\n\nAllah tidak menyukai orang-orang yang mengingkari nikmat-Nya berupa harta yang telah dianugerahkan kepada mereka. Mereka tidak menggunakan harta itu menurut ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Allah, serta tidak memberikannya kepada orang yang berhak menerimanya. Demikian pula Allah tidak menyukai orang-orang yang menggunakan dan membelanjakan hartanya semata-mata untuk kepentingan diri sendiri, serta mencari harta dengan menindas atau memperkosa hak orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 284, "inSurah": 277 }, "meta": { "juz": 3, "page": 47, "manzil": 1, "ruku": 39, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa amilus saalihaati wa aqaamus salaata wa aatawuz zakaata lahum ajruhum 'inda rabbihim wa laa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who believe and do righteous deeds and establish prayer and give zakah will have their reward with their Lord, and there will be no fear concerning them, nor will they grieve.", "id": "Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/284", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/284.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/284.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pelaku kemaksiatan yang berupa praktik riba, selanjutnya dijelaskan keadaan orang-orang saleh yang beruntung. Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat secara benar, khusyuk, dan berkesinambungan dan menunaikan zakat dengan sempurna, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka kapan dan dari siapa pun, karena mereka berada dalam lindungan Allah dan mereka tidak bersedih hati karena apa yang mereka akan peroleh di akhirat jauh lebih baik dari apa yang bisa jadi hilang di dunia.", "long": "Ayat ini menegaskan tentang perbuatan yang baik yang dapat menghindarkan diri dari perbuatan yang dimurkai Allah.\n\nAllah menyebutkan bahwasanya orang yang mempunyai empat macam sifat, yang tersebut dalam ayat ini, tidak ada kekhawatiran atas diri mereka, dan mereka tidak bersedih hati terhadap segala cobaan yang ditimpakan Allah kepadanya. Empat macam sifat tersebut ialah:\n\n1.Beriman kepada Allah\n\n2.Mengerjakan amal saleh\n\n3.Menunaikan salat\n\n4.Menunaikan zakat\n\nKeempat macam sifat itu dapat menjadi obat untuk menyembuhkan penyakit akibat praktek riba. Bila seseorang telah beriman kepada Allah, dengan iman yang sebenarnya, sekalipun dia sebelumnya adalah pemakan riba, maka iman itu akan mendorongnya ke arah perbuatan yang baik. Imannya itu akan mendorongnya mengerjakan salat dan menunaikan zakat yang merupakan hak orang lain yang ada pada hartanya.\n\nAyat ini memberi pelajaran kepada pemakan riba yang tidak dapat menguasai dirinya menghentikan perbuatan itu. Seakan-akan Allah berkata, \"Hai pemakan riba, berhentilah dari makan riba. Jika kamu telah berniat menghentikannya, sedang kamu sendiri tidak dapat menguasai diri untuk menghentikannya, lakukanlah yang empat macam ini. Jika kamu melakukannya dengan benar pasti dapat menghentikan riba itu.\"\n\nOrang-orang yang mempunyai keempat sifat itu tenteram jiwanya, rela terhadap cobaan yang ditimpakan Allah kepadanya. Hal yang demikian tidak akan diperoleh pemakan riba, yang mereka peroleh hanyalah kegelisahan hati, kecemasan, kebimbangan, seperti orang kemasukan setan." } } }, { "number": { "inQuran": 285, "inSurah": 278 }, "meta": { "juz": 3, "page": 47, "manzil": 1, "ruku": 39, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanut taqul laaha wa zaroo maa baqiya minar ribaaa in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fear Allah and give up what remains [due to you] of interest, if you should be believers.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/285", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/285.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/285.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan menghindari jatuhnya siksa dari Allah antara lain akibat praktik riba, dan tinggalkan sisa riba yang belum dipungut sampai datangnya larangan riba jika kamu benar-benar orang beriman yang konsisten dalam perkataan dan perbuatan.", "long": "Ayat 275 menerangkan keadaan orang yang memakan riba di dunia dan di akhirat dan ayat 276 menerangkan tentang didikan yang baik yang harus dikerjakan oleh pemakan riba untuk menghilangkan akibat dan pengaruh riba pada dirinya. Semuanya itu disampaikan dengan ungkapan yang halus. Inilah sikap Islam yang sebenarnya terhadap riba. Allah memerintahkan agar orang yang beriman dan bertakwa menghentikan praktek riba.\n\nPerintah meninggalkan riba dihubungkan dengan perintah bertakwa. Dengan hubungan itu seakan-akan Allah mengatakan, \"Jika kamu benar-benar beriman tinggalkanlah riba itu. Jika kamu tidak menghentikannya berarti kamu telah berdusta kepada Allah swt dalam pengakuan imanmu. Mustahil orang yang mengaku beriman dan bertakwa melakukan praktek riba, karena perbuatan itu tidak mungkin ada pada diri seseorang pada saat atau waktu yang sama. Yang mungkin terjadi ialah seseorang menjadi pemakan riba, atau seseorang beriman dan bertakwa tanpa memakan riba.\" Ayat ini senada dengan sabda Rasulullah saw:\n\n\"Tidak berzina seorang pezina dalam keadaan dia beriman.\"(Riwayat al-Bukhari).\n\nMaksudnya orang yang betul-betul beriman tidak akan melakukan zina, begitu pula orang yang betul-betul beriman tidak akan melakukan riba. Dari ayat ini dipahami bahwa iman yang tidak membuahkan amal saleh adalah iman yang lemah. Iman yang demikian tidak meresap dalam hati sanubari seseorang, Oleh sebab itu dia tidak menghasilkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 286, "inSurah": 279 }, "meta": { "juz": 3, "page": 47, "manzil": 1, "ruku": 39, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0631\u0652\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fail lam taf'aloo faazanoo biharbim minal laahi wa Rasoolihee wa in tubtum falakum ru'oosu amwaalikum laa tazlimoona wa laa tuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And if you do not, then be informed of a war [against you] from Allah and His Messenger. But if you repent, you may have your principal - [thus] you do no wrong, nor are you wronged.", "id": "Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/286", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/286.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/286.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu tidak melaksanakannya, yakni apa yang diperintahkan ini, sehingga kamu memungut sisa riba yang belum kamu pungut, maka yakinlah akan terjadi perang yang dahsyat dari Allah dan Rasul-Nya antara lain berupa bencana dan kerusakan di dunia, dan siksa pedih di akhirat. Tetapi jika kamu bertobat, yakni tidak lagi melakukan transaksi riba dan melaksanakan tuntunan Ilahi, tidak memungut sisa riba yang belum dipungut, maka perang tidak akan berlanjut, bahkan kamu berhak atas pokok hartamu dari mereka. Dengan demikian, kamu tidak berbuat zalim atau merugikan dengan membebani mereka pembayaran utang melebihi apa yang mereka terima dan tidak dizalimi atau dirugikan karena mereka membayar penuh sebesar utang yang mereka terima", "long": "Ayat ini merupakan penegasan yang terakhir kepada pemakan riba. Nadanya pun sudah bersifat ancaman keras dan dihadapkan kepada orang yang telah mengetahui hukum riba, tetapi mereka masih terus melakukannya. Ini berarti bahwa mereka yang tidak mengindahkan perintah Allah, disamakan dengan orang yang memerangi agama Allah. Mereka akan diperangi Allah dan Rasul-Nya.\n\n\"Diperangi Allah\", maksudnya bahwa Allah akan menimpakan azab yang pedih kepada mereka di dunia dan di akhirat. \"Diperangi rasul-Nya\" ialah para rasul telah memerangi pemakan riba di zamannya. Orang pemakan riba dihukumi murtad dan penentang hukum Allah, karena itu mereka boleh diperangi. Jika pemakan riba menghentikan perbuatannya, dengan mengikuti perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya, mereka boleh menerima kembali pokok modal mereka, tanpa dikurangi sedikit pun juga.\n\nMenurut riwayat Ibnu Jarir, ayat 278 dan 279 ini diturunkan berhubungan dengan kesepakatan Abbas bin Abdul Muttalib dengan seseorang dari Bani Mugirah. Mereka sepakat pada zaman Arab jahiliah untuk meminjamkan uang yang disertai bunga kepada orang dari golongan Saqif dari Bani 'Amar yaitu 'Amar bin Umair. Setelah Islam datang mereka masih mempunyai sisa riba yang besar dan mereka ingin menagihnya. Maka turunlah ayat ini.\n\nMenurut riwayat Ibnu Juraij: Bani Saqif telah mengadakan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad saw, dengan dasar bahwa riba yang mereka berikan kepada orang lain dan riba yang mereka terima dihapuskan. Setelah penaklukan kota Mekah, Rasulullah saw mengangkat 'Attab bin Asid sebagai gubernur. Bani 'Amr bin Umair bin 'Auf meminjami Mugirah uang dengan jalan riba, demikian pula sebaliknya. Maka tatkala datang Islam, Bani 'Amr yang mempunyai harta riba yang banyak itu, menemui Mugirah dan meminta harta itu kembali bersama bunganya. Mugirah enggan membayar riba itu. Setelah Islam datang, hal itu diajukan kepada gubernur 'Attab bin Asid. 'Attab mengirim surat kepada Rasulullah saw. Maka turunlah ayat ini. Rasulullah menyampaikan surat itu kepada 'Attab, yang isinya antara lain membenarkan sikap Mugirah. Jika Bani 'Amr mau menerima, itulah yang baik, jika mereka menolak berarti mereka menentang Allah dan Rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 287, "inSurah": 280 }, "meta": { "juz": 3, "page": 47, "manzil": 1, "ruku": 39, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064f\u0648 \u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0646\u064e\u0638\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kaana zoo 'usratin fanaziratun ilaa maisarah; wa an tasaddaqoo khairul lakum in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And if someone is in hardship, then [let there be] postponement until [a time of] ease. But if you give [from your right as] charity, then it is better for you, if you only knew.", "id": "Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/287", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/287.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/287.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika orang yang berutang itu dalam kesulitan untuk melunasi, atau bila dia membayar utangnya akan terjerumus dalam kesulitan, maka berilah dia tenggang waktu untuk melunasinya sampai dia memperoleh kelapangan. Jangan menagihnya jika kamu tahu dia dalam kesulitan, apalagi dengan memaksanya untuk membayar. Dan jika kamu menyedekahkan sebagian atau seluruh utang tersebut, itu lebih baik bagimu, dan bergegaslah meringankan yang berutang atau membebaskannya dari utang jika kamu mengetahui betapa besar balasannya di sisi Allah.", "long": "Ayat ini merupakan lanjutan ayat sebelumnya. Ayat yang lalu memerintahkan agar orang yang beriman menghentikan perbuatan riba setelah turun ayat di atas. Para pemberi utang menerima kembali pokok yang dipinjamkannya. Maka ayat ini menerangkan: Jika pihak yang berutang itu dalam kesukaran berilah dia tempo, hingga dia sanggup membayar utangnya. Sebaliknya bila yang berutang dalam keadaan lapang, dia wajib segera membayar utangnya. Rasulullah saw bersabda:\n\nPenundaan pembayaran utang oleh orang kaya adalah perbuatan zalim. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).\n\nAllah swt menyatakan bahwa memberi sedekah kepada orang yang berutang yang tidak sanggup membayar utangnya adalah lebih baik. Jika orang yang beriman telah mengetahui perintah itu, hendaklah mereka melaksanakannya.\n\nDari ayat ini dipahami juga bahwa:\n\n1.Perintah memberi sedekah kepada orang yang berutang, yang tidak sanggup membayar utangnya.\n\n2.Orang yang berpiutang wajib memberi tangguh kepada orang yang berutang bila mereka kesulitan dalam membayar utang.\n\n3Bila seseorang mempunyai piutang pada seseorang yang tidak sanggup membayar utangnya diusahakan agar orang itu bebas dari utangnya dengan jalan membebaskan dari pembayaran utangnya baik sebagian maupun seluruhnya atau dengan cara lain yang baik." } } }, { "number": { "inQuran": 288, "inSurah": 281 }, "meta": { "juz": 3, "page": 47, "manzil": 1, "ruku": 39, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattaqoo yawman turja'oona feehi ilal laahi summa tuwaffaa kullu nafsim maa kasabat wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And fear a Day when you will be returned to Allah. Then every soul will be compensated for what it earned, and they will not be treated unjustly.", "id": "Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/288", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/288.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/288.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan takutlah atau hindarilah siksa yang akan terjadi pada hari yang sangat dahsyat, yang pada saat itu kamu semua dikembalikan kepada Allah, yakni meninggal dunia kemudian dibangkitkan kembali. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi yakni tidak dirugikan, bahkan yang beramal saleh akan sangat diuntungkan oleh kemurahan Allah.", "long": "Setelah penjelasan seputar ayat-ayat riba diakhiri, maka manusia diberi peringatan agar takut kepada Allah. Di akhirat mereka akan kembali kepada-Nya, ketika seluruh perbuatan hamba dipertanggungjawabkan, termasuk harta yang pernah didapat dan dipergunakan. Jika mereka lalai atau sedang terpengaruh oleh harta benda dan sebagainya, maka hendaklah mereka sadar dan ingat akan kedatangan hari pembalasan/kiamat. Pada hari itu Allah menghukum dengan adil, tidak mengurangi pahala kebaikan sedikit pun dan tidak pula menambah siksa atas kejahatan yang diperbuat.\n\nMenurut riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas, ayat ini adalah ayat yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Jibril as berkata kepada Rasulullah saw, \"Letakkanlah ayat ini antara ayat: Wa in kana dzu 'usratin .... (al-Baqarah/2:280) dan ayat: \"Ya ayyuhalladzina amanu idza tadayantum bi dainin... (al-Baqarah/2:282). Rasulullah saw masih hidup selama 21 hari setelah turunnya ayat ini. Menurut riwayat yang lain beliau wafat 81 hari kemudian." } } }, { "number": { "inQuran": 289, "inSurah": 282 }, "meta": { "juz": 3, "page": 48, "manzil": 1, "ruku": 40, "hizbQuarter": 19, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u064e\u0627\u064a\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628 \u0628\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u062a\u0650\u0628\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0628\u064e \u0643\u064e\u0627\u062a\u0650\u0628\u064c \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0645\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0633\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0633\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0636\u064e\u0639\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0645\u0650\u0644\u0651\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0645\u0652\u0644\u0650\u0644\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064f\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u064e \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0635\u064e\u063a\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0637\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0645\u064f \u0644\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u062d\u064e\u0627\u0636\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u062a\u064f\u062f\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0631\u0651\u064e \u0643\u064e\u0627\u062a\u0650\u0628\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064f\u0633\u064f\u0648\u0642\u064c \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaa ayyuhal lazeena aamanoo izaa tadaayantum bidinin ilaa ajalimmusamman faktubooh; walyaktub bainakum kaatibum bil'adl; wa laa yaaba kaatibun ai yaktuba kamaa 'allamahul laah; falyaktub walyumlilil lazee 'alaihil haqqu walyattaqil laaha rabbahoo wa laa yabkhas minhu shai'aa; fa in kaanal lazee 'alaihil lhaqqu safeehan aw da'eefan aw laa yastatee'u ai yumilla huwa falyumlil waliyyuhoo bil'adl; wastash hidoo shaheedaini mir rijaalikum fa il lam yakoonaa rajulaini farajulunw wamra ataani mimman tardawna minash shuhadaaa'i an tadilla ihdaahumaa fatuzakkira ihdaahumal ukhraa; wa laa yaabash shuhadaaa'u izaa maadu'oo; wa laa tas'amooo an taktuboohu sagheeran awkabeeran ilaaa ajalih; zaalikum aqsatu 'indal laahi wa aqwamu lishshahaadati wa adnaaa allaa tartaabooo illaaa an takoona tijaaratan haadiratan tudeeroonahaa bainakum falaisa 'alaikum junaahun allaa taktuboohan; wa ashidooo izaa tabaaya'tum; wa laa yudaaarra kaatibunw wa laa shaheed; wa in taf'aloo fa innahoo fusooqum bikum; wattaqul laaha wa yu'allimu kumul laah; wallaahu bikulli shai'in 'Aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when you contract a debt for a specified term, write it down. And let a scribe write [it] between you in justice. Let no scribe refuse to write as Allah has taught him. So let him write and let the one who has the obligation dictate. And let him fear Allah, his Lord, and not leave anything out of it. But if the one who has the obligation is of limited understanding or weak or unable to dictate himself, then let his guardian dictate in justice. And bring to witness two witnesses from among your men. And if there are not two men [available], then a man and two women from those whom you accept as witnesses - so that if one of the women errs, then the other can remind her. And let not the witnesses refuse when they are called upon. And do not be [too] weary to write it, whether it is small or large, for its [specified] term. That is more just in the sight of Allah and stronger as evidence and more likely to prevent doubt between you, except when it is an immediate transaction which you conduct among yourselves. For [then] there is no blame upon you if you do not write it. And take witnesses when you conclude a contract. Let no scribe be harmed or any witness. For if you do so, indeed, it is [grave] disobedience in you. And fear Allah. And Allah teaches you. And Allah is Knowing of all things.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/289", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/289.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/289.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu pembayaran yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya untuk melindungi hak masing-masing dan untuk menghindari perselisihan. Dan hendaklah seorang yang bertugas sebagai penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar, jujur, dan adil, sesuai ketentuan Allah dan peraturan perundangan yang berlaku dalam masyarakat. Kepada para penulis diingatkan agar janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagai tanda syukur, sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya kemampuan membaca dan menulis, maka hendaklah dia menuliskan sesuai dengan pengakuan dan pernyataan pihak yang berutang dan disetujui oleh pihak yang mengutangi.\r\n Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan apa yang telah disepakati untuk ditulis, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhan Pemelihara-nya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripada utang-nya, baik yang berkaitan dengan kadar utang, waktu, cara pembayaran, dan lain-lain yang dicakup oleh kesepakatan. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya, tidak pandai mengurus harta karena suatu dan lain sebab, atau lemah keadaannya, seperti sakit atau sangat tua, atau tidak mampu mendiktekan sendiri karena bisu atau tidak mengetahui bahasa yang digunakan, atau boleh jadi malu, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar dan jujur.\r\nDan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada saksi dua orang laki-laki, atau kalau saksi itu bukan dua orang laki-laki, maka boleh seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi yang ada, yakni yang disepakati oleh yang melakukan transaksi. Hal tersebut agar jika yang seorang dari perempuan itu lupa, maka perempuan yang seorang lagi yang menjadi saksi bersamanya mengingatkannya.\r\n Dan sebagaimana Allah berpesan kepada para penulis, kepada para saksi pun Allah berpesan. Janganlah saksi-saksi itu menolak memberi keterangan apabila dipanggil untuk memberi kesaksian, karena penolakannya itu dapat merugikan orang lain. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, baik utang itu kecil maupun besar, sampai yakni tiba batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, yakni penulisan utang piutang dan persaksian yang dibicarakan itu, lebih adil di sisi Allah, yakni dalam pengetahuan-Nya dan dalam kenyataan hidup, dan lebih dapat menguatkan kesaksian, yakni lebih membantu penegakan persaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan terkait jenis utang, besaran dan waktunya.\r\nPetunjuk-petunjuk di atas adalah jika muamalah dilakukan dalam bentuk utang piutang, tetapi jika hal itu merupakan perdagangan berupa jual beli secara tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya, sebab memang pencatatan jual beli tidak terlalu penting dibanding transaksi utang-piutang.\r\nDan dianjurkan kepadamu ambillah saksi apabila kamu berjual beli untuk menghindari perselisihan, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi oleh para pihak untuk memberikan keterangan dan kesaksian jika diperlukan, begitu juga sebaliknya para pencatat dan saksi tidak boleh merugikan para pihak. Jika kamu, wahai para penulis dan saksi serta para pihak, lakukan yang demikian, maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan rasakanlah keagunganNya dalam setiap perintah dan larangan, Allah memberikan pengajaran kepadamu tentang hak dan kewajiban,", "long": "Dengan adanya perintah membelanjakan harta di jalan Allah, anjuran bersedekah dan larangan melakukan riba, maka manusia harus berusaha memelihara dan mengembangkan hartanya, tidak menyia-nyiakannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa harta itu bukan sesuatu yang dibenci Allah dan dicela agama Islam. Bahkan Allah di samping memberi perintah untuk itu, juga memberi petunjuk dan menetapkan ketentuan-ketentuan umum serta hukum-hukum yang mengatur cara-cara mencari, memelihara, menggunakan dan menafkahkan harta di jalan Allah. Harta yang diperoleh sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah adalah harta yang paling baik, sesuai dengan sabda Rasulullah saw:\n\n\"Harta yang paling baik ialah harta kepunyaan orang saleh.\" (Riwayat Ahmad dan ath-thabrani dari 'Amr bin 'Ash).\n\nYang dibenci Allah dan yang dicela oleh Islam ialah harta yang diperoleh dengan cara-cara yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan Allah swt dan harta orang-orang yang menjadikan dirinya sebagai budak harta. Seluruh kehidupan, usaha, dan pikirannya dicurahkan untuk menumpuk harta dan memperkaya diri sendiri. Karena itu timbullah sifat-sifat tamak, serakah, bakhil dan kikir pada dirinya, sehingga dia tidak mengindahkan orang yang miskin dan terlantar. Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Celakalah budak dinar, celakalah budak dirham.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah).\n\nDalam ayat ini Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agar mereka melaksanakan ketentuan-ketentuan Allah setiap melakukan transaksi utang piutang, melengkapinya dengan alat-alat bukti, sehingga dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul di kemudian hari.\n\nPembuktian itu bisa berupa bukti tertulis atau adanya saksi.\n\n1. Bukti tertulis\n\n\"Bukti tertulis\" hendaklah ditulis oleh seorang \"juru tulis\", yang menuliskan isi perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Syarat-syarat juru tulis itu ialah:\n\na.Orang yang adil, tidak memihak kepada salah satu dari pihak-pihak yang mengadakan perjanjian, sehingga tidak menguntungkan pihak yang satu dan merugikan pihak yang lain.\n\nb.Mengetahui hukum-hukum Allah terutama yang berhubungan dengan hukum perjanjian dan transaksi, sehingga dia dapat memberi nasihat dan petunjuk yang benar kepada pihak-pihak yang berjanji. Karena juru tulis itu ikut bertanggung jawab dan menjadi saksi antara pihak-pihak yang berjanji, seandainya terjadi perselisihan di kemudian hari. Juru tulis dalam era modern sekarang ini diwujudkan dalam bentuk notaris/pencatat akte jual beli dan utang piutang.\n\nDalam susunan ayat ini didahulukan menyebut sifat \"adil\" daripada sifat \"berilmu\", adalah karena sifat adil lebih utama bagi seorang juru tulis. Banyak orang yang berilmu, tetapi mereka tidak adil, karena itu diragukan kebenaran petunjuk dan nasihat yang diberikannya. Orang yang adil sekalipun ilmunya kurang, dapat diharapkan daripadanya nasihat dan petunjuk yang benar dan tidak memihak.\n\nTugas juru tulis ialah menuliskan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang berjanji. Caranya ialah pihak yang berutang mendiktekan kepada juru tulis tentang sesuatu yang telah dipinjamnya, cara serta pelaksanaan perjanjian itu dan sebagainya. Tujuan mendiktekan isi perjanjian itu oleh pihak yang berjanji, ialah agar yang ditulis itu merupakan pengakuan dari pihak yang berutang, karena dengan tulisan semata-mata tanpa ada ucapan yang dilakukan oleh pihak yang berutang, maka yang ditulis itu saja tidak dapat dijadikan sebagai pengakuan.\n\nAllah memperingatkan orang yang berjanji agar dia selalu menepati janjinya dengan baik. Hendaklah dia takut kepada Allah, dan komitmen terhadap janji yang telah diucapkan. Hendaklah bersyukur kepada Allah yang telah melunakkan hati orang yang telah membantunya dalam kesukaran. Bila dia bersyukur, Allah akan selalu menjaga, memelihara serta memberinya petunjuk ke jalan yang mudah dan ke jalan kebahagiaan.\n\nJika orang yang berjanji itu, orang yang lemah akalnya atau dia sendiri tidak sanggup untuk mendiktekan, maka hak untuk mendiktekan itu pindah ke tangan wali yang bersangkutan. Hendaklah wali itu orang yang adil dan mengetahui tentang hukum-hukum yang berhubungan dengan muamalah. Hendaklah para wali berhati-hati dalam melaksanakan tugas perwalian itu.\n\nYang dimaksud dengan \"orang yang lemah akalnya\" ialah orang yang belum cakap memelihara dan menggunakan hartanya. Orang yang tidak sanggup mendiktekan ialah seperti orang bisu, orang yang gagap dan sebagainya.\n\n2. Saksi\n\n\"Saksi\" ialah orang yang melihat dan mengetahui terjadinya suatu peristiwa. Persaksian termasuk salah satu dari alat-alat bukti (bayyinah) yang dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan suatu perselisihan atau perkara.\n\nMenurut ayat ini persaksian dalam muamalah sekurang-kurangnya dilakukan oleh dua orang laki-laki, atau jika tidak ada dua orang laki-laki boleh dilakukan oleh seorang laki-laki dan dua orang perempuan.\n\nMengenai syarat-syarat \"laki-laki\" bagi yang akan menjadi saksi adalah sebagai berikut:\n\na.Saksi itu hendaklah seorang Muslim. Pendapat ini berdasarkan perkataan min rijalikum (dari orang laki-laki di antara kamu) yang terdapat di dalam ayat. Dari perkataan itu dipahami bahwa saksi itu hendaklah seorang Muslim. Menurut sebagian ulama: beragama Islam itu bukanlah merupakan syarat bagi seorang saksi dalam muamalah. Karena tujuan persaksian di dalam muamalah ialah agar ada alat bukti, seandainya terjadi perselisihan atau perkara antara pihak-pihak yang terlibat di kemudian hari. Karena itu orang yang tidak beragama Islam dibolehkan menjadi saksi asal saja tujuan mengadakan persaksian itu dapat tercapai.\n\nb.Saksi itu hendaklah orang yang adil, tidak memihak sehingga tercapai tujuan diadakannya persaksian, sesuai dengan firman Allah:\n\n¦ dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu ... (ath-thalaq/65: 2)\n\nSelanjutnya ayat ini membedakan persaksian laki-laki dengan persaksian perempuan. Seorang saksi laki-laki dapat diganti dengan dua orang saksi perempuan. Para ulama berbeda pendapat tentang apa sebabnya Allah membedakan jumlah saksi laki-laki dengan jumlah saksi perempuan. Alasan yang sesuai dengan akal pikiran ialah bahwa laki-laki dan perempuan masing-masing diciptakan Allah mempunyai kelebihan dan kekurangan. Masing-masing mempunyai kesanggupan dan kemampuan dalam suatu perkara lebih besar dari kesanggupan pihak yang lain. Dalam bidang muamalah, laki-laki lebih banyak mempunyai kemampuan dibandingkan dengan perempuan. Pada umumnya muamalah itu lebih banyak laki-laki yang mengerjakannya. Karena perhatian perempuan agak kurang dibandingkan dengan perhatian laki-laki dalam bidang muamalah, maka pemikiran dan ingatan mereka dalam bidang ini pun agak kurang pula. Bila persaksian dilakukan oleh seorang perempuan, kemungkinan dia lupa, karena itu hendaklah ada perempuan yang lain yang ikut sebagai saksi yang dapat mengingatkannya.\n\nMenurut Syekh Ali Ahmad al-Jurjani: laki-laki lebih banyak mengguna-kan pikiran dalam menimbang suatu masalah yang dihadapinya, sedang perempuan lebih banyak menggunakan perasaannya. Karena itu perempuan lebih lemah iradahnya, kurang banyak menggunakan pikirannya dalam masalah pelik, lebih-lebih apabila dia dalam keadaan benci dan marah, dia akan gembira atau sedih karena suatu hal yang kecil. Lain halnya dengan laki-laki, dia sanggup tabah dan sabar menanggung kesukaran, dia tidak menetapkan suatu urusan, kecuali setelah memikirkannya dengan matang. ) \n\nBidang muamalah adalah bidang yang lebih banyak menggunakan pikiran daripada perasaan. Seorang saksi dalam muamalah juga berfungsi sebagai juru pendamai antara pihak-pihak yang berjanji bila terjadi perselisihan di kemudian hari. Berdasarkan keterangan Syekh Ali Ahmad al-Jurjani dan keterangan-keterangan lainnya diduga itulah di antara hikmah mengapa Allah menyamakan seorang saksi laki-laki dengan dua orang saksi perempuan.\n\nMenurut Imam asy-Syafi'i: Penerimaan kesaksian seorang saksi hendaklah dengan bersumpah. Beliau beralasan dengan sunah Rasulullah saw yang menyuruh saksi mengucapkan sumpah sebelum mengucapkan kesaksiannya. Sedang menurut Abu Hanifah: penerimaan kesaksian seseorang tidak perlu disertai dengan sumpah.\n\nDalam ayat ini disebutkan \"janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil.\" Maksudnya ialah:\n\n1.Hendaklah seseorang bersedia menjadi saksi dalam suatu kejadian atau peristiwa, bila kesaksian itu diperlukan.\n\n2.Hendaklah seseorang bersedia menjadi saksi bila terjadi suatu perkara, sedang dia adalah orang yang mengetahui terjadinya peristiwa itu.\n\n3.Hendaklah seorang bersedia menjadi saksi terhadap suatu peristiwa yang terjadi, bila tidak ada orang lain yang akan menjadi saksi.\n\nDiriwayatkan oleh ar-Rabi' bahwa ayat ini diturunkan ketika seorang laki-laki mencari saksi di kalangan orang banyak untuk meminta persaksian mereka, tetapi tidak seorang pun yang bersedia.\n\nMenurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan \"janganlah mereka enggan\" ialah: jangan mereka enggan menerima permintaan menjadi saksi dan melaksanakannya. Enggan melakukan keduanya itu hukumnya haram. Hukum melakukan persaksian itu fardu kifayah.\n\nKemudian Allah menjelaskan perintah-Nya, agar orang-orang yang beriman jangan malas dan jangan jemu menuliskan perjanjian yang akan dilakukannya, baik kecil maupun besar, dan dijelaskan syarat-syarat dan waktunya. Dalam ayat ini Allah mendahulukan menyebut \"yang kecil\" daripada \"yang besar\", karena kebanyakan manusia selalu memandang enteng dan mudah perjanjian yang terkait dengan hal-hal yang remeh (kecil). Orang yang meremehkan perjanjian yang terkait dengan hal-hal yang remeh (kecil) tentu dia akan menganggap enteng perjanjian yang terkait dengan hal-hal primer (besar). Dari ayat ini juga dapat dipahami bahwa Allah memperingatkan manusia agar berhati-hati dalam persoalan hak dan kewajiban, sekalipun hak dan kewajiban itu terkait dengan hal-hal yang sekunder/remeh.\n\nAllah menyebutkan hikmah perintah dan larangan yang terdapat pada permulaan ayat ini, ialah untuk menegakkan keadilan, menegakkan persaksian, untuk menimbulkan keyakinan dan menghilangkan keragu-raguan. Jika perdagangan dilakukan secara tunai, maka tidak berdosa bila tidak ditulis. Dari ayat ini dipahami bahwa sekalipun tidak berdosa bila tidak menuliskan perdagangan secara tunai, namun yang paling baik ialah agar selalu dituliskan.\n\nSekalipun tidak diwajibkan menuliskan perdagangan tunai, namun Allah memerintahkan untuk mendatangkan saksi-saksi. Perintah di sini bukan wajib, hanyalah memberi pengertian sunat. Tujuannya ialah agar manusia selalu berhati hati di dalam muamalah.\n\nSelanjutnya Allah memperingatkan agar juru tulis, saksi dan orang-orang yang melakukan perjanjian memudahkan pihak-pihak yang lain, jangan menyulitkan dan jangan pula salah satu pihak bertindak yang berakibat merugikan pihak yang lain. Sebab terlaksananya perjanjian dengan baik bila masing-masing pihak mempunyai niat yang baik terhadap pihak yang lain.\n\nDan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu¦ (al-Baqarah/2: 237)\n\nJika seseorang mempersulit atau merugikan orang lain, maka perbuatan yang demikian adalah perbuatan orang fasik, dan tidak menaati ketentuan dari Allah.\n\nPada akhir ayat ini Allah memerintahkan agar manusia bertakwa kepada-Nya dengan memelihara diri agar selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dia mengajarkan kepada manusia segala yang berguna baginya, yaitu cara memelihara harta dan cara menggunakannya, sehingga menimbulkan ketenangan bagi dirinya dan orang-orang yang membantunya dalam usaha mencari dan menggunakan harta itu. Allah mengetahui segala sesuatu yang diperbuat manusia, dan Dia akan memberi balasan sesuai dengan perbuatan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 290, "inSurah": 283 }, "meta": { "juz": 3, "page": 49, "manzil": 1, "ruku": 40, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u062a\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u064e\u0642\u0652\u0628\u064f\u0648\u0636\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0624\u064e\u062f\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0627\u0624\u0652\u062a\u064f\u0645\u0650\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0622\u062b\u0650\u0645\u064c \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa in kuntum 'alaa safarinw wa lam tajidoo kaatiban farihaanum maqboodatun fa in amina ba'dukum ba'dan falyu'addil lazi tumina amaa natahoo walyattaqil laaha Rabbah; wa laa taktumush shahaadah; wa mai yaktumhaa fa innahooo aasimun qalbuh; wallaahu bimaa ta'maloona 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And if you are on a journey and cannot find a scribe, then a security deposit [should be] taken. And if one of you entrusts another, then let him who is entrusted discharge his trust [faithfully] and let him fear Allah, his Lord. And do not conceal testimony, for whoever conceals it - his heart is indeed sinful, and Allah is Knowing of what you do.", "id": "Dan jika kamu dalam perjalanan sedang kamu tidak mendapatkan seorang penulis, maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena barangsiapa menyembunyikannya, sungguh, hatinya kotor (berdosa). Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/290", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/290.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/290.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuntunan pada ayat yang lalu mudah dilaksanakan jika seseorang tidak sedang dalam perjalanan. Jika kamu dalam perjalanan dan melakukan transaksi keuangan tidak secara tunai, sedang kamu tidak mendapatkan seorang penulis yang dapat menulis utang piutang sebagaimana mestinya, maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang oleh yang berpiutang atau meminjamkan. Tetapi menyimpan barang sebagai jaminan atau menggadaikannya tidak harus dilakukan jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain. Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya, utang atau apa pun yang dia terima, dan hendaklah dia yang menerima amanat tersebut bertakwa kepada Allah, Tuhan Pemelihara-nya. Dan wahai para saksi, janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, yakni jangan mengurangi, melebihkan, atau tidak menyampaikan sama sekali, baik yang diketahui oleh pemilik hak maupun yang tidak diketahuinya, karena barang siapa menyembunyikannya, sungguh, hatinya kotor, karena bergelimang dosa. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, sekecil apa pun itu, yang nyata maupun yang tersembunyi, yang dilakukan oleh anggota badan maupun hati.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang muamalah (transaksi) yang dilakukan tidak secara tunai, yang dilakukan dalam perjalanan dan tidak ada juru tulis yang akan menuliskannya.\n\nDalam hal muamalah yang tidak tunai, yang dilakukan dalam perjalanan dan tidak ada seorang juru tulis yang akan menuliskannya, maka hendaklah ada barang tanggungan (agunan/jaminan) yang diserahkan kepada pihak yang berpiutang. Kecuali jika masing-masing saling mempercayai dan menyerahkan diri kepada Allah, maka muamalah itu boleh dilakukan tanpa menyerahkan barang jaminan.\n\nAyat ini tidak menetapkan bahwa jaminan itu hanya boleh dilakukan dengan syarat dalam perjalanan, muamalah tidak dengan tunai, dan tidak ada juru tulis. Tetapi ayat ini hanya menyatakan bahwa dalam keadaan tersebut boleh dilakukan muamalah dengan memakai jaminan. Dalam situasi yang lain, boleh juga memakai jaminan sesuai dengan hadis yang diriwayatkan al-Bukhari bahwa Nabi Muhammad saw pernah menggadaikan baju besinya kepada orang Yahudi di Medinah.\n\nPada ayat yang lalu Allah memperingatkan bahwa manusia jangan enggan menjadi juru tulis atau memberikan persaksian bila diminta. Kemudian pada ayat ini Allah menegaskan kembali agar jangan menyembunyikan kesaksian. Penegasan yang demikian mengisyaratkan bahwa penulisan dan kesaksian itu menolong manusia dalam menjaga hartanya, dan jangan lengah melakukan keduanya. Demikian pula pemilik harta tidak disusahkan karena meminjamkan hartanya, dan tidak dibayar pada waktunya.\n\nDengan keterangan di atas bukan berarti bahwa semua perjanjian muamalah wajib ditulis oleh juru tulis dan disaksikan oleh saksi-saksi, tetapi maksudnya agar kaum Muslimin selalu memperhatikan dan meneliti muamalah yang akan dilakukannya. Bila muamalah itu muamalah yang biasa dilakukan setiap hari, seperti jual beli yang dilakukan di pasar dan tidak menimbulkan akibat yang tidak diinginkan di kemudian hari serta dilandasi rasa saling mempercayai, maka muamalah yang demikian tidak perlu ditulis dan disaksikan. Sebaliknya bila muamalah itu diduga akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, maka muamalah itu wajib ditulis dan disaksikan oleh dua orang saksi." } } }, { "number": { "inQuran": 291, "inSurah": 284 }, "meta": { "juz": 3, "page": 49, "manzil": 1, "ruku": 41, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0633\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ard; wa in tubdoo maa feee anfusikum aw tukhfoohu yuhaasibkum bihil laa; fayaghfiru li mai yashaaa'u wa yu'azzibu mai yashaaa u;wallaahu 'alaa kulli shai in qadeer" } }, "translation": { "en": "To Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is in the earth. Whether you show what is within yourselves or conceal it, Allah will bring you to account for it. Then He will forgive whom He wills and punish whom He wills, and Allah is over all things competent.", "id": "Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/291", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/291.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/291.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengetahui itu semua dan akan meminta pertanggungjawaban manusia, sebab kekuasaan-Nya meliputi seluruh jagat raya. Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Dialah yang mengatur dan mengelola semua itu. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya tentang perbuatan itu bagimu, dan akan memberikan balasan yang setimpal. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki sesuai dengan sikap dan kehendak hamba-Nya, yaitu yang menyesali perbuatannya, bertekad untuk tidak mengulangi dan memohon ampunan, atau Dia akan mengampuni walau tanpa permohonan ampunan dan mengazab siapa yang Dia kehendaki sesuai sikap hamba-Nya yang selalu melakukan dosa dan maksiat. Pilihan berada di tangan manusia. Siapa yang mau diampuni, maka lakukanlah apa yang ditetapkan Allah guna meraih ampun-an-Nya, dan siapa yang hendak berada dalam siksa, maka silakan langgar ketentuan-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Dari ayat ini dapat diambil pengertian tentang kesempurnaan keesaan Allah dalam hal:\n\n1.Esa dalam kekuasaannya.\n\n2.Esa dalam mengetahui segala yang terjadi di alam ini.\n\nAllah Esa dalam memiliki seluruh makhluk. Allah saja yang menciptakan, menumbuhkan, mengembangkan dan memiliki seluruh alam ini, tidak ada sesuatu pun yang bersekutu dengan Dia.\n\nAllah Esa dalam mengetahui segala sesuatu di alam ini. Allah mengetahui yang besar dan yang kecil, yang tampak dan yang tidak tampak oleh manusia. Segala yang terjadi, yang wujud di alam ini, tidak lepas dari pengetahuan Allah, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.\n\nAllah Esa dalam kekuasaan-Nya. Apa yang terjadi di alam ini adalah atas kehendak Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat mengubah kehendak-Nya. Apabila Dia menghendaki adanya sesuatu, pasti sesuatu itu terwujud. Sebaliknya apabila Dia menghendaki lenyapnya sesuatu, lenyaplah ia. Hanya Dialah yang dapat mengetahui perbuatan hamba-Nya, serta mengampuni atau mengazabnya, dan keputusan yang adil hanya di tangan-Nya saja.\n\nYang ada di dalam hati manusia itu ada dua macam, Pertama: Sesuatu yang ada di dalam hati, yang datang dengan sendirinya, tergerak tanpa ada yang menggerakkannya, terlintas di dalam hati dengan sendirinya. Gerak yang demikian tidak berdasarkan iradah (kehendak) dan ikhtiyar (pilihan) manusia, hanya timbul saja dalam hatinya. Hal yang seperti ini tidak dihukum dan dihisab Allah swt, kecuali bila diikuti dengan iradah, niat dan ikhtiar.\n\nKedua: Sesuatu yang ada di dalam hati yang timbul dengan usaha, pikiran, hasil renungan dan sebagainya. Gerak yang seperti ini berubah menjadi cita-cita dan keinginan yang kuat, sehingga timbullah iradah, niat dan ikhtiar untuk melaksanakannya. Gerak hati yang seperti inilah yang dihisab dan dijadikan dasar dalam menentukan balasan pekerjaan manusia.\n\nOleh sebab itu Allah memerintahkan agar manusia selalu mengawasi, meneliti dan merasakan apa yang ada di dalam hatinya. Bila yang ada dalam hatinya itu sesuai dengan perintah Allah dan tidak berlawanan dengan larangan-larangan-Nya, maka peliharalah dan hidup suburkanlah, sehingga ia bisa mewujudkan amal yang baik. Sebaliknya, bila yang ada di dalam hati itu bertentangan dengan perintah-perintah Allah atau mendorong seseorang mengerjakan larangan-Nya, hapus segera dan enyahkanlah, sehingga ia tidak sampai mewujudkan perbuatan dosa. Hendaklah manusia waspada terhadap kemungkinan adanya niat atau perasaan yang tidak baik di dalam hati, sehingga bisa menyebabkan perbuatan dosa.\n\nSebagai contoh ialah: rasa dengki, pada mulanya tumbuh karena rasa tidak senang kepada seseorang. Perasaan itu bertambah ketika melihat kesuksesan orang itu, kesuksesan ini menyuburkan rasa tidak senang. Kemudian timbullah marah, dendam, ingin membalas dan sebagainya. Jika demikian perasaannya, sukar untuk menghilangkannya dengan segera. Bahkan dikhawatirkan dapat melahirkan perbuatan dosa. Tetapi bila dipadamkan perasaan itu pada saat ia mulai tumbuh, maka rasa dengki itu tidak akan timbul, dan kalaupun timbul dapat dihilangkan dengan mudah." } } }, { "number": { "inQuran": 292, "inSurah": 285 }, "meta": { "juz": 3, "page": 49, "manzil": 1, "ruku": 41, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064f\u062a\u064f\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u063a\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Aamanar-Rasoolu bimaaa unzila ilaihi mir-Rabbihee walmu'minoon; kullun aamana billaahi wa Malaaa'ikathihee wa Kutubhihee wa Rusulih laa nufarriqu baina ahadim-mir-Rusulihee wa qaaloo sami'naa wa ata'naa ghufraanaka Rabbanaa wa ilaikal-maseer" } }, "translation": { "en": "The Messenger has believed in what was revealed to him from his Lord, and [so have] the believers. All of them have believed in Allah and His angels and His books and His messengers, [saying], \"We make no distinction between any of His messengers.\" And they say, \"We hear and we obey. [We seek] Your forgiveness, our Lord, and to You is the [final] destination.\"", "id": "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/292", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/292.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/292.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seorang muslim harus menaati firman Allah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah. Sikap beliau dan para pengikutnya yang beriman menyangkut kitab suci Al-Qur'an dan kitab-kitab terdahulu serta para nabi dan rasul adalah bahwa Rasul, yakni Nabi Muhammad, beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya, yakni Al-Qur'an, dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman meski dengan kualitas keimanan yang berbeda dengan Nabi. Semua, yakni Nabi Muhammad dan orang mukmin, beriman kepada Allah bahwa Dia wujud dan Maha Esa, Mahakuasa, tiada sekutu bagi-Nya, dan Mahasuci dari segala kekurangan. Mereka juga percaya kepada malaikat-malaikat-Nya sebagai hamba-hamba Allah yang taat melaksanakan segala apa yang diperintahkan kepada mereka dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Demikian juga dengan kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para rasul, seperti Zabur, Taurat, Injil, dan Al-Qur'an, dan juga percaya kepada rasul-rasul-Nya sebagai hamba-hamba Allah yang diutus membimbing manusia ke jalan yang lurus dan diridai-Nya. Mereka berkata,\" Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dengan yang lain dari rasul-rasul-Nya dalam hal kepercayaan terhadap mereka sebagai utusan Allah.\" Dan mereka berkata, \"Kami dengar apa yang Engkau perintahkan, baik yang melalui wahyu dalam Al-Qur'an maupun melalui ucapan NabiMu, dan kami taat melaksanakan perintah-perintah-Mu dan menjauhi larangan-larangan-Mu.\" Dengan rendah hati mereka juga berucap,\" Ampunilah kami, Ya Tuhan kami, dan hanya kepada-Mu, tidak kepada selain-Mu, tempat kami kembali.\"", "long": "Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata, \"Tatkala Allah menurunkan ayat 284 kepada Rasulullah saw, maka sahabat merasa bebannya bertambah berat, lalu mereka datang menghadap Rasulullah saw dan berkata, \"Kami telah dibebani dengan pekerjaan-pekerjaan yang sanggup kami kerjakan, yaitu salat, puasa, jihad, sedekah, dan kini telah turun pula ayat ini, yang kami tidak sanggup melaksanakannya\". Maka Rasulullah saw bersabda, \"Apakah kamu hendak mengatakan seperti perkataan Ahli Kitab sebelum kamu, mereka mengatakan, \"Kami dengar dan kami durhaka\". Katakanlah, \"Kami dengar dan kami taat, kami memohon ampunan-Mu Ya, Tuhan kami, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. \n\nTatkala Rasulullah membacakan ayat ini kepada mereka, lidah mereka mengikutinya. Lalu turun ayat berikutnya, ayat 285 al-Baqarah. Abu Hurairah berkata, \"Tatkala para sahabat telah mengerjakan yang demikian Allah menghilangkan kekhawatiran mereka terhadap ayat itu dan Dia menurunkan ayat berikutnya: \n\nAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (al-Baqarah/2: 286)\n\nHadis di atas melukiskan kekhawatiran para sahabat yang sangat takut kepada azab Allah. Para sahabat dahulunya adalah orang-orang yang hidup, dididik dan dibesarkan di dalam lingkungan kehidupan Arab jahiliah. Pikiran, hati, kepercayaan dan adat istiadat jahiliah telah sangat berpengaruh di dalam diri mereka. Bahkan di antara mereka ada pemuka dan pemimpin orang-orang Arab jahiliah. Setelah Nabi Muhammad saw diutus, mereka mengikuti seruan Nabi dan masuk agama Islam dengan sepenuh hati. Walaupun demikian bekas-bekas pengaruh kepercayaan dan kebudayaan Arab jahiliah masih ada di dalam jiwa mereka. Kepercayaan dan kebudayaan tersebut hilang dan hapus secara berangsur-angsur, setiap turun ayat-ayat Al-Qur'an dan setiap menjelaskan risalah yang dibawanya kepada mereka. \n\nMereka sendiri selalu berusaha agar bekas dari pengaruh yang tidak baik itu segera hilang dari diri mereka. Tatkala turun ayat ini mereka merasa khawatir, kalau Allah swt tidak mengampuni dosa-dosa mereka, sebagai akibat dari bekas-bekas kepercayaan dan kebudayaan Arab jahiliah yang masih ada pada hati dan jiwa mereka, walaupun mereka telah berusaha sekuat tenaga menghilangkannya. Karena kecemasan dan kekhawatiran itulah mereka segera bertanya kepada Rasulullah saw.\n\nRasa kekhawatiran akan diazab Allah swt tergambar pada pertanyaan 'Umar bin al-Khaththab kepada Huzaifah. Beliau pernah bertanya kepada Huzaifah, \"Adakah engkau (Huzaifah) dapati pada diriku salah satu dari tanda-tanda munafik?\" Maka untuk menghilangkan kekhawatiran itu dan menenteramkan hati mereka, turunlah ayat seperti yang dikutip di atas (al-Baqarah/2:286).\n\nDengan turunnya ayat ini, hati para sahabat merasa tenang dan tenteram, karena mereka telah yakin bahwa segala larangan dan perintah Allah itu sesuai dengan batas kemampuan manusia. Tidak ada perintah dan larangan yang tidak sanggup dilakukan manusia atau dihentikannya. Hanya orang yang ingkar kepada Allah sajalah yang merasa berat menghentikan larangan-Nya. Mereka telah yakin pula bahwa pekerjaan buruk yang terlintas di dalam pikiran mereka dan mereka benci kepada pekerjaan itu, telah mereka usahakan untuk menghilangkannya, karena itu mereka tidak akan dihukum. Allah berfirman:\n\nAllah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun. (al-Baqarah/2: 225)\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia menghisab (memperhitungkan) apa yang ada di dalam hati manusia, baik yang disembunyikan atau yang dinyatakan, dan dengan perhitungan-Nya itu, Dia membalas perbuatan manusia dengan adil, karena perhitungan dan pembalasan itu dilandasi dengan sifat Allah Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya.\n\nKemudian Allah menegaskan bahwa dengan karunia-Nya Dia mengampuni hamba-Nya dan mengazabnya dengan adil serta memberi pahala yang berlipat ganda kepada orang yang mengerjakan amal saleh.\n\nAkhirnya Allah menyatakan bahwa \"Dia Mahakuasa atas segala sesuatu\". Dari ayat ini dipahami bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, maka mintalah pertolongan kepada-Nya, agar dapat melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-Nya, mohonlah taufik dan hidayah-Nya.\n\nAwal surah Al-Baqarah dimulai dengan menerangkan bahwa Al-Qur'an tidak ada keraguan padanya dan juga menerangkan sikap manusia terhadapnya, yaitu ada yang beriman, ada yang kafir, dan ada yang munafik. Selanjutnya disebutkan hukum-hukum salat, zakat, puasa, haji, pernikahan, jihad, riba, hukum perjanjian dan sebagainya. Ayat ini merupakan ayat penutup surah Al-Baqarah yang menegaskan sifat Nabi Muhammad saw, dan para pengikutnya terhadap Al-Qur'an itu. Mereka mempercayainya menjadikannya sebagai pegangan hidup untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Ayat ini juga menegaskan akan kebesaran dan kebenaran Nabi Muhammad, dan orang-orang yang beriman, dan menegaskan bahwa hukum-hukum yang tersebut itu adalah hukum-hukum yang benar.\n\nDengan ayat ini Allah swt menyatakan dan menetapkan bahwa Rasulullah saw dan orang-orang yang beriman, benar-benar telah mempercayai Al-Qur'an, mereka tidak ragu sedikit pun dan mereka meyakini kebenaran Al-Qur'an itu. Pernyataan Allah ini terlihat pada diri Rasulullah saw dan pribadi-pribadi orang mukmin, terlihat pada kesucian dan kebersihan hati mereka, ketinggian cita-cita mereka, ketahanan dan ketabahan hati mereka menerima cobaan dalam menyampaikan agama Allah, sikap mereka di waktu mencapai kemenangan dan menghadapi kekalahan, sikap mereka terhadap musuh-musuh yang telah dikuasai, sikap mereka di waktu ditawan dan sikap mereka di waktu memasuki daerah-daerah luar Jazirah Arab.\n\nSikap dan watak yang demikian adalah sikap dan watak yang ditimbulkan oleh ajaran Al-Qur'an, dan ketaatan melaksanakan hukum Allah. Inilah yang dimaksud dengan jawaban 'Aisyah r.a. ketika ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad saw, beliau menjawab:\n\n\"Bukankah engkau selalu membaca Al-Qur'an? Jawabnya, \"Ya\". 'Aisyah berkata, \"Maka sesungguhnya akhlak Nabi itu sesuai dengan Al-Qur'an.\" (Riwayat Muslim)\n\nSeandainya Nabi Muhammad saw tidak meyakini benar ajaran-ajaran yang dibawanya, dan tidak berpegang kepada kebenaran dalam melaksanakan tugas-tugasnya, tentulah dia dan pengikutnya tidak akan berwatak demikian. Dia akan ragu-ragu dalam melaksanakan cita-citanya, ragu-ragu menceritakan kejadian-kejadian umat yang dahulu yang tersebut di dalam Al-Qur'an, terutama dalam menghadapi reaksi orang Yahudi dan Nasrani. Apalagi mengingat orang Yahudi dan Nasrani adalah orang yang banyak pengetahuan mereka tentang sejarah purbakala di masa itu, karena itu Nabi Muhammad selalu memikirkan dan tetap meyakini kebenaran setiap ajaran agama yang akan beliau kemukakan kepada mereka.\n\nOrang-orang yang hidup di zaman Nabi, baik pengikut beliau maupun orang-orang yang mengingkari, semuanya mengatakan bahwa Muhammad adalah orang yang dapat dipercaya, bukan seorang pendusta.\n\nSetiap orang yang beriman yakin adanya Allah Yang Maha Esa. Hanya Dia yang menciptakan makhluk, tidak berserikat dengan sesuatu pun. Mereka percaya kepada kitab-kitab Allah yang telah diturunkan kepada para nabi-Nya, percaya kepada malaikat-malaikat Allah, dan malaikat yang menjadi penghubung antara Allah dengan rasul-rasul-Nya, pembawa wahyu Allah. Mengenai keadaan zat, sifat-sifat dan pekerjan-pekerjaan malaikat itu termasuk ilmu Allah, hanya Allah yang Mahatahu. Percaya kepada malaikat merupakan bukti percaya kepada Allah.\n\nDinyatakan pula pendirian kaum Muslimin terhadap para rasul, tidak membeda-bedakan antara rasul-rasul Allah; mereka berkeyakinan bahwa semua rasul itu sama dalam mengimaninya.\n\nAllah swt berfirman:\n\nKatakanlah, \"Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya.\" (al-Baqarah/2: 136)\n\nDi ayat lain diterangkan bahwa masing-masing rasul itu mempunyai keutamaan dibandingkan dengan rasul-rasul yang lain. Suatu keutamaan yang dipunyai seorang rasul mungkin tidak dipunyai oleh rasul yang lain, dan rasul yang lain itu mempunyai keutamaan pula.\n\nRasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain¦¦\n\n(al-Baqarah/2: 253)\n\nAyat ini mengisyaratkan keutamaan umat Islam atas umat-umat lainnya yang membedakan rasul-rasul Allah. Ada yang mereka percayai dan ada yang tidak mereka percayai. Bahkan sebagian dari para rasul itu semasa hidupnya ada yang mereka perolok-olokkan. Sementara umat Islam tidak memperlakukan mereka seperti itu.\n\nAllah menerangkan lagi sifat-sifat lain yang dimiliki orang Islam. Yaitu apabila mereka mendengar suatu perintah atau larangan Allah, mereka mendengar dengan penuh perhatian, melaksanakan perintah itu, dan menjauhi larangan-Nya. Mereka merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah, dan yakin bahwa hanya Allah sajalah yang wajib disembah dan ditaati.\n\nOleh karena orang mukmin mempunyai sifat-sifat yang demikian, maka mereka selalu memanjatkan doa kepada Allah, yaitu: \"Ampunilah kami wahai Tuhan kami, dan kepada Engkaulah kami kembali\".\n\nSesungguhnya doa orang yang beriman bukanlah sekadar untuk meminta ampun kepada Allah swt atas kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat, bahkan juga memohon ke hadirat Allah agar selalu diberi taufik dan hidayah, agar dapat melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.\n\nDari doa ini dapat dipahami bahwa orang yang beriman selalu berusaha melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya setelah mereka mendengar, memahami perintah dan larangan itu. Mereka sadar bahwa mereka seorang manusia yang tidak sempurna, tidak luput dari kekurangan. Sekalipun hati dan jiwa mereka telah berjanji akan menaati perintah dan larangan Allah setelah mendengar dan memahaminya, tetapi tanpa mereka sadari mereka sering lupa dan lalai, sehingga mereka mengabaikan perintah dan larangan itu. Sekalipun mereka telah mengetahui bahwa Allah tidak akan menghukum manusia karena lupa dan lalai, tetapi orang-orang yang beriman merasa dirinya wajib memohon ampun dan bertobat kepada Allah, agar Allah tidak menghukumnya karena perbuatan yang demikian itu.\n\nPengaruh iman yang demikian tampak pada tingkah laku, sifat, tindakan dan perbuatan mereka. Semuanya itu dijuruskan dan diarahkan ke jalan yang diridai Allah. Hal ini dipahami dari pernyataan mereka, \"Hanya kepada Engkaulah kami kembali\".\n\nPernyataan ini mengungkapkan hakikat hidup manusia yang sebenarnya, menggariskan pedoman hidup dan tujuan akhir yang harus dicapai oleh manusia.\n\n(286) Dalam mencapai tujuan hidup itu, manusia diberi beban oleh Allah sesuai kesanggupannya, mereka diberi pahala lebih dari yang telah diusahakannya dan mendapat siksa seimbang dengan kejahatan yang telah dilakukannya.\n\nAmal yang dibebankan kepada seseorang hanyalah yang sesuai dengan kesanggupannya. Agama Islam adalah agama yang tidak membebani manusia dengan beban yang berat dan sukar. Mudah, ringan dan tidak sempit adalah asas pokok dari agama Islam. Allah berfirman:\n\n¦. dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. ¦ (al-¦ajj/22: 78).\n\nAllah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah. (an-Nisa'/4: 28). \n\n¦. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. ¦. (al-Baqarah/2: 185)\n\nKemudian Allah menerangkan hasil amalan yang telah dibebankan dan dilaksanakan oleh manusia, yaitu amal saleh yang dikerjakan mereka. Maka balasannya akan diterima dan dirasakan oleh mereka berupa pahala dan surga. Sebaliknya perbuatan dosa yang dikerjakan oleh manusia, maka hukuman mengerjakan perbuatan dosa itu, akan dirasakan dan ditanggung pula oleh mereka, yaitu siksa dan azab di neraka.\n\nAyat ini mendorong manusia agar mengerjakan perbuatan yang baik serta menunaikan kewajiban yang telah ditetapkan agama. Ayat ini memberi pengertian bahwa perbuatan baik itu adalah perbuatan yang mudah dikerjakan manusia karena sesuai dengan watak dan tabiatnya, sedang perbuatan yang jahat adalah perbuatan yang sukar dikerjakan manusia karena tidak sesuai dengan watak dan tabiatnya.\n\nManusia dilahirkan dalam keadaan fitrah yang suci dan telah tertanam dalam hatinya jiwa ketauhidan. Sekalipun manusia oleh Allah diberi potensi untuk menjadi baik dan menjadi buruk, tetapi dengan adanya jiwa tauhid yang telah tertanam dalam hatinya sejak dia masih dalam rahim ibunya, maka tabiat ingin mengerjakan kebajikan itu lebih nyata dalam hati manusia dibanding dengan tabiat ingin melakukan kejahatan.\n\nAdanya keinginan yang tertanam pada diri seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang baik, akan memberikan kemungkinan baginya untuk mendapat jalan yang mudah dalam mengerjakan pekerjaan itu. Apalagi bila dia berhasil dan dapat menikmati usahanya, maka dorongan dan semangat untuk melakukan pekerjaan baik yang lain semakin bertambah pada dirinya.\n\nSegala macam pekerjaan jahat adalah pekerjaan yang bertentangan dan tidak sesuai dengan tabiat manusia. Mereka melakukan perbuatan jahat pada mulanya adalah karena terpaksa. Bila dia mengerjakan perbuatan jahat, maka timbullah pada dirinya rasa takut, selalu khawatir akan diketahui oleh orang lain. Perasaan ini akan bertambah setiap melakukan kejahatan. Akhirnya timbullah rasa malas, rasa berdosa pada dirinya dan merasa dirinya dibenci oleh orang lain. Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala yang tergores di dalam hatimu, sedang engkau tidak suka orang lain mengetahuinya\". (Riwayat Muslim)\n\nKesukaran yang timbul akibat perbuatan jahat akan bertambah terasa oleh manusia bila dia telah mulai menerima hukuman, langsung atau tidak langsung dari perbuatannya itu.\n\nDari ayat ini juga dipahami pula bahwa seseorang tidak akan menerima keuntungan atau kerugian disebabkan perbuatan orang lain; mereka tidak akan diazab karena dosa orang lain. Mereka diazab hanyalah karena kejahatan yang mereka lakukan sendiri.\n\n(Yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, (an-Najm/53:38 dan 39)\n\nDi sisi lain, manusia bisa menerima keuntungan berupa pahala, apabila sudah mati kelak, dari hasil usahanya semasa hidupnya. Termasuk usaha manusia ialah anaknya yang saleh yang mendoakannya, sedekah jariah yang dikeluarkannya dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat yang diajarkannya. Rasulullah saw bersabda:\n\nApabila seseorang telah meninggal dunia, putuslah (pahala) amalnya kecuali tiga hal, yaitu: anak saleh yang mendoakannya, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nSetelah disebutkan sifat-sifat orang yang beriman dan menyebutkan karunia yang telah dilimpahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu tidak membebani hamba dengan yang tidak sanggup mereka kerjakan, maka Allah mengajarkan doa untuk selalu dimohonkan kepada-Nya agar diampuni dari segala dosa karena mengerjakan perbuatan terlarang disebabkan lupa, salah atau tidak disengaja.\n\nDoa yang diajarkan kepada kita bukanlah sekadar untuk dibaca dan diulang-ulang lafaznya saja, melainkan maksudnya ialah agar doa itu dibaca dengan tulus ikhlas dengan sepenuh hati dan jiwa, di samping melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sesuai dengan kesanggupan hamba itu sendiri.\n\nDoa erat hubungannya dengan tindakan dan perbuatan. Tindakan dan perbuatan erat pula hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Sebab itu orang yang berdoa belumlah dapat dikatakan berdoa, bila ia tidak mengerjakan perbuatan yang harus dikerjakan serta menjauhi larangan yang harus ditinggalkan. Berbuat dan beramal haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan. Ada amal yang sanggup dikerjakan dan ada amal yang tidak sanggup dikerjakan, ada amal yang dikerjakan dengan sempurna dan ada pula amal yang tidak dapat dikerjakan dengan sempurna. Untuk menyempurnakan kekurangan ini, Allah mengajarkan doa kepada hamba-Nya. Dengan perkataan lain; doa itu menyempurnakan amal yang tidak sanggup dikerjakan dengan sempurna.\n\nDari doa itu dipahami bahwa pada hakikatnya perbuatan terlarang yang dikerjakan karena lupa atau salah dan tidak disengaja, ada juga hukumannya. Hukuman itu ditimpakan kepada pelakunya. Karena itu Allah mengajarkan doa tersebut kepada hamba-Nya agar dia terhindar dari hukuman itu.\n\nSetelah diajarkan doa untuk meminta ampun kepada Allah dari segala perbuatan yang dilakukannya karena lupa dan tidak sengaja, maka diajarkan juga doa yang lain untuk memohon agar dia tidak dibebani dengan beban yang berat sebagaimana yang telah dibebankan kepada orang-orang dahulu. Kemudian diajarkan lagi doa untuk memohon agar dia tidak dibebani dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya.\n\nDi antara doa orang-orang yang beriman ini sebagai berikut: \"Ya Allah, hapuskanlah dosa dan kesalahan kami, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dan janganlah kami diazab karena dosa perbuatan yang telah kami kerjakan. Janganlah kami disiksa karenanya, berilah kami taufik dan hidayah dalam segala perbuatan kami, sehingga kami dapat melaksanakan perintah-perintah Engkau dengan mudah\".\n\nKita sudah diberi pedoman dalam berdoa kepada Allah, memohon pertolongan-Nya dalam menghadapi orang kafir.\n\nPertolongan yang dimohonkan di sini ialah pertolongan agar mencapai kemenangan. Yang dimaksud kemenangan ialah kemenangan dunia dan akhirat, bukan semata-mata kemenangan dalam peperangan." } } }, { "number": { "inQuran": 293, "inSurah": 286 }, "meta": { "juz": 3, "page": 49, "manzil": 1, "ruku": 41, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064f\u0633\u0652\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u06d7 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0637\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0635\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u0650\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yukalliful-laahu nafsan illaa wus'ahaa; lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat; Rabbanaa la tu'aakhiznaa in naseenaaa aw akhtaanaa; Rabbanaa wa laa tahmil-'alainaaa isran kamaa hamaltahoo 'alal-lazeena min qablinaa; Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa taaqata lanaa bih wa'fu 'annaa waghfir lanaa warhamnaa; Anta mawlaanaa fansurnaa 'alal qawmil kaafireen" } }, "translation": { "en": "Allah does not charge a soul except [with that within] its capacity. It will have [the consequence of] what [good] it has gained, and it will bear [the consequence of] what [evil] it has earned. \"Our Lord, do not impose blame upon us if we have forgotten or erred. Our Lord, and lay not upon us a burden like that which You laid upon those before us. Our Lord, and burden us not with that which we have no ability to bear. And pardon us; and forgive us; and have mercy upon us. You are our protector, so give us victory over the disbelieving people.\"", "id": "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/293", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/293.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/293.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada yang berat dalam beragama, dan tidak perlu ada kekhawatiran tentang tanggung jawab atas bisikan-bisikan hati, sebab Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia, yakni setiap manusia, mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya walaupun baru dalam bentuk niat dan belum wujud dalam kenyataan, dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya dan wujud dalam bentuk nyata. Mereka berdoa,\" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa dalam melaksanakan apa yang Engkau perintahkan atau kami melakukan kesalahan karena suatu dan lain sebab. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami seperti orang-orang Yahudi yang mendapat tugas yang cukup sulit karena ulah mereka sendiri, misalnya untuk bertobat harus membunuh diri sendiri. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya, baik berupa ketentuan dalam beragama maupun musibah dalam hidup dan lainnya. Maafkanlah kami, yakni hapuslah dosa-dosa kami, ampunilah kami dengan menutupi aib kami dan tidak menghukum kami akibat pelanggaran, dan rahmatilah kami dengan sifat kasih dan rahmat-Mu yang luas, melebihi penghapusan dosa dan penutupan aib. Engkaulah pelindung kami, karena itu maka tolonglah kami dengan argumentasi dan kekuatan fisik dalam menghadapi orang-orang kafir.", "long": "Dalam mencapai tujuan hidup itu, manusia diberi beban oleh Allah sesuai kesanggupannya, mereka diberi pahala lebih dari yang telah diusahakannya dan mendapat siksa seimbang dengan kejahatan yang telah dilakukannya.\n\nAmal yang dibebankan kepada seseorang hanyalah yang sesuai dengan kesanggupannya. Agama Islam adalah agama yang tidak membebani manusia dengan beban yang berat dan sukar. Mudah, ringan dan tidak sempit adalah asas pokok dari agama Islam. Allah berfirman:\n\n\"…. dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. …\" (al-hajj/22: 78).\n\n\"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah\". (an-Nisa?/4: 28). \n\n\"…. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. …\". (al-Baqarah/2: 185)\n\nKemudian Allah menerangkan hasil amalan yang telah dibebankan dan dilaksanakan oleh manusia, yaitu amal saleh yang dikerjakan mereka. Maka balasannya akan diterima dan dirasakan oleh mereka berupa pahala dan surga. Sebaliknya perbuatan dosa yang dikerjakan oleh manusia, maka hukuman mengerjakan perbuatan dosa itu, akan dirasakan dan ditanggung pula oleh mereka, yaitu siksa dan azab di neraka.\n\nAyat ini mendorong manusia agar mengerjakan perbuatan yang baik serta menunaikan kewajiban yang telah ditetapkan agama. Ayat ini memberi pengertian bahwa perbuatan baik itu adalah perbuatan yang mudah dikerjakan manusia karena sesuai dengan watak dan tabiatnya, sedang perbuatan yang jahat adalah perbuatan yang sukar dikerjakan manusia karena tidak sesuai dengan watak dan tabiatnya.\n\nManusia dilahirkan dalam keadaan fitrah yang suci dan telah tertanam dalam hatinya jiwa ketauhidan. Sekalipun manusia oleh Allah diberi potensi untuk menjadi baik dan menjadi buruk, tetapi dengan adanya jiwa tauhid yang telah tertanam dalam hatinya sejak dia masih dalam rahim ibunya, maka tabiat ingin mengerjakan kebajikan itu lebih nyata dalam hati manusia dibanding dengan tabiat ingin melakukan kejahatan.\n\nAdanya keinginan yang tertanam pada diri seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang baik, akan memberikan kemungkinan baginya untuk mendapat jalan yang mudah dalam mengerjakan pekerjaan itu. Apalagi bila dia berhasil dan dapat menikmati usahanya, maka dorongan dan semangat untuk melakukan pekerjaan baik yang lain semakin bertambah pada dirinya.\n\nSegala macam pekerjaan jahat adalah pekerjaan yang bertentangan dan tidak sesuai dengan tabiat manusia. Mereka melakukan perbuatan jahat pada mulanya adalah karena terpaksa. Bila dia mengerjakan perbuatan jahat, maka timbullah pada dirinya rasa takut, selalu khawatir akan diketahui oleh orang lain. Perasaan ini akan bertambah setiap melakukan kejahatan. Akhirnya timbullah rasa malas, rasa berdosa pada dirinya dan merasa dirinya dibenci oleh orang lain. Rasulullah saw bersabda:\n\n“Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala yang tergores di dalam hatimu, sedang engkau tidak suka orang lain mengetahuinya”. (Riwayat Muslim)\n\nKesukaran yang timbul akibat perbuatan jahat akan bertambah terasa oleh manusia bila dia telah mulai menerima hukuman, langsung atau tidak langsung dari perbuatannya itu.\n\nDari ayat ini juga dipahami pula bahwa seseorang tidak akan menerima keuntungan atau kerugian disebabkan perbuatan orang lain; mereka tidak akan diazab karena dosa orang lain. Mereka diazab hanyalah karena kejahatan yang mereka lakukan sendiri.\n\n(Yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, (an-Najm/53:38 dan 39)\n\nDi sisi lain, manusia bisa menerima keuntungan berupa pahala, apabila sudah mati kelak, dari hasil usahanya semasa hidupnya. Termasuk usaha manusia ialah anaknya yang saleh yang mendoakannya, sedekah jariah yang dikeluarkannya dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat yang diajarkannya. Rasulullah saw bersabda:\n\nApabila seseorang telah meninggal dunia, putuslah (pahala) amalnya kecuali tiga hal, yaitu: anak saleh yang mendoakannya, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat. (Riwayat al-Bukh±r³ dan Muslim dari Abµ Hurairah)\n\nSetelah disebutkan sifat-sifat orang yang beriman dan menyebutkan karunia yang telah dilimpahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu tidak membebani hamba dengan yang tidak sanggup mereka kerjakan, maka Allah mengajarkan doa untuk selalu dimohonkan kepada-Nya agar diampuni dari segala dosa karena mengerjakan perbuatan terlarang disebabkan lupa, salah atau tidak disengaja.\n\nDoa yang diajarkan kepada kita bukanlah sekadar untuk dibaca dan diulang-ulang lafaznya saja, melainkan maksudnya ialah agar doa itu dibaca dengan tulus ikhlas dengan sepenuh hati dan jiwa, di samping melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sesuai dengan kesanggupan hamba itu sendiri.\n\nDoa erat hubungannya dengan tindakan dan perbuatan. Tindakan dan perbuatan erat pula hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Sebab itu orang yang berdoa belumlah dapat dikatakan berdoa, bila ia tidak mengerjakan perbuatan yang harus dikerjakan serta menjauhi larangan yang harus ditinggalkan. Berbuat dan beramal haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan. Ada amal yang sanggup dikerjakan dan ada amal yang tidak sanggup dikerjakan, ada amal yang dikerjakan dengan sempurna dan ada pula amal yang tidak dapat dikerjakan dengan sempurna. Untuk menyempurnakan kekurangan ini, Allah mengajarkan doa kepada hamba-Nya. Dengan perkataan lain; doa itu menyempurnakan amal yang tidak sanggup dikerjakan dengan sempurna.\n\nDari doa itu dipahami bahwa pada hakikatnya perbuatan terlarang yang dikerjakan karena lupa atau salah dan tidak disengaja, ada juga hukumannya. Hukuman itu ditimpakan kepada pelakunya. Karena itu Allah mengajarkan doa tersebut kepada hamba-Nya agar dia terhindar dari hukuman itu.\n\nSetelah diajarkan doa untuk meminta ampun kepada Allah dari segala perbuatan yang dilakukannya karena lupa dan tidak sengaja, maka diajarkan juga doa yang lain untuk memohon agar dia tidak dibebani dengan beban yang berat sebagaimana yang telah dibebankan kepada orang-orang dahulu. Kemudian diajarkan lagi doa untuk memohon agar dia tidak dibebani dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya.\n\nDi antara doa orang-orang yang beriman ini sebagai berikut: “Ya Allah, hapuskanlah dosa dan kesalahan kami, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dan janganlah kami diazab karena dosa perbuatan yang telah kami kerjakan. Janganlah kami disiksa karenanya, berilah kami taufik dan hidayah dalam segala perbuatan kami, sehingga kami dapat melaksanakan perintah-perintah Engkau dengan mudah”.\n\nKita sudah diberi pedoman dalam berdoa kepada Allah, memohon pertolongan-Nya dalam menghadapi orang kafir.\n\nPertolongan yang dimohonkan di sini ialah pertolongan agar mencapai kemenangan. Yang dimaksud kemenangan ialah kemenangan dunia dan akhirat, bukan semata-mata kemenangan dalam peperangan." } } } ] }, { "number": 3, "sequence": 89, "numberOfVerses": 200, "name": { "short": "آل عمران", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0622\u0644 \u0639\u0645\u0631\u0627\u0646", "transliteration": { "en": "Aal-i-Imraan", "id": "Ali 'Imran" }, "translation": { "en": "The Family of Imraan", "id": "Keluarga Imran" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ali 'Imran yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat Madaniyyah. Dinamakan Ali 'Imran karena memuat kisah keluarga 'Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa a.s., persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam a. s., kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'Imran, ibu dari Nabi Isa a.s. Surat Al Baqarah dan Ali 'Imran ini dinamakan Az Zahrawaani (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa a.s., kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. dan sebagainya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 294, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0645", "transliteration": { "en": "Alif-Laam-Meeem" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Meem.", "id": "Alif Lam Mim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/294", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/294.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/294.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Laam Miim. Huruf-huruf hijaiah ini juga menunjukkan kemukjizatan Al-Qur'an, sebab di situ terkandung tantangan kepada orangorang musyrik untuk mendatangkan yang serupa dengannya. Satu hal yang tidak pernah bisa mereka lakukan, dan tidak akan pernah ada seorang pun yang bisa melakukannya, padahal ayat Al-Qur'an terdiri atas rangkaian huruf-huruf yang biasa digunakan dalam bahasa Arab, dan mereka yang hidup pada saat itu sedang berada pada puncak kemahiran berbahasa", "long": "Alif Lam Mim termasuk huruf-huruf muqaththa'ah (singkatan) yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para mufasir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu, selanjutnya lihat masalah ini pada judul \"Fawatihus-suwar\" pada permulaan jilid I tafsir ini." } } }, { "number": { "inQuran": 295, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Allaahu laaa ilaaha illaa Huwal Haiyul Qaiyoom" } }, "translation": { "en": "Allah - there is no deity except Him, the Ever-Living, the Sustainer of existence.", "id": "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/295", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/295.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/295.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Allah, tidak ada tuhan yang pantas disembah selain Dia, Yang Mahahidup dengan segala kesempurnaan yang sesuai dengan keagungan-Nya, Yang terus-menerus secara sempurna dan berkesinambungan mengurus dan memenuhi kebutuhan makhluk-Nya.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan yang berhak disembah tidak lain hanyalah Allah swt Yang hidup kekal, terus menerus mengatur dan menjaga makhluk-Nya. Selanjutnya lihat tafsir ayat 255 al-Baqarah." } } }, { "number": { "inQuran": 296, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Nazzala 'alaikal Kitaaba bilhaqqi musaddiqal limaa baina yadaihi wa anzalat Tawraata wal Injeel" } }, "translation": { "en": "He has sent down upon you, [O Muhammad], the Book in truth, confirming what was before it. And He revealed the Torah and the Gospel.", "id": "Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/296", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/296.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/296.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia menurunkan Kitab Al-Qur'an secara berangsur-angsur kepadamu, wahai Nabi Muhammad, yang mengandung kebenaran dan dalam keadaan hak, baik kandungan, cara menurunkan, yang membawanya turun, maupun yang menerimanya. Kandungan Al-Qur'an itu membenarkan wahyu-wahyu Allah dalam kitab-kitab suci sebelumnya yang pernah diwahyukan kepada para nabi dan rasul, yakni yang berkaitan dengan pokok-pokok akidah, syariah dan akhlak. Dan Allah juga menurunkan sekaligus, tidak berangsur-angsur, kepada Nabi Musa kitab Taurat dan kepada Nabi Isa Kitab Injil sebelum turun-nya Al-Qur'an. Ketiga kitab suci tersebut berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia. Dan Dia menurunkan ketiga kitab suci tersebut sebagai al-Furqan yang berfungsi membedakan antara yang hak dan yang batil. Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah dengan menutupi tanda-tanda keesaanNya, baik yang terbentang di alam raya, melalui kitab suci maupun fitrah yang melekat pada diri setiap insan, akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa yang tidak seorang pun dapat mengalahkanNya, lagi mempunyai hukuman bagi orang yang mengingkari bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang berhak disembah itu benar-benar telah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw dengan perantaraan Jibril, dan menegaskan bahwa sebelum menurunkan Al-Qur'an, Allah telah menurunkan pula kitab-kitab kepada para nabi terdahulu, yang diutus sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw, misalnya kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa, kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa dan sebagainya.\n\nAl-Qur'an mengakui kebenaran isi kitab-kitab terdahulu sebagaimana kitab-kitab terdahulu itu membenarkan isi Al-Qur'an sesuai dengan yang diisyaratkan kitab-kitab itu. Penegasan dan pengakuan ini hanyalah secara garis besarnya saja, tidak secara terperinci, yaitu Allah telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat dahulu, dan Allah telah menurunkan wahyu kepada mereka, seperti Taurat, Injil dan sebagainya. Mengenai isi dari kitab-kitab itu tidak dijelaskan Al-Qur'an. Beriman kepada penegasan dan pengakuan ayat itu termasuk iman kepada Allah.\n\nSebagaimana halnya dengan Al-Qur'an yang mengakui bahwa telah diutus para nabi dan rasul kepada umat-umat yang terdahulu dan telah diturunkan kepada mereka kitab-kitab, maka kitab-kitab yang dahulu pun mengisyaratkan dan mengakui bahwa pada akhir zaman nanti Allah akan mengutus seorang nabi terakhir, nabi penutup dan kepada nabi itu akan diturunkan Allah pula sebuah kitab yang berisi pokok-pokok dari risalah yang dibawa nabi-nabi yang terdahulu.\n\nMenurut ayat ini seluruh isi Taurat dan Injil adalah wahyu dari Allah, yang disampaikan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa yang berisi pokok-pokok risalah yang dibawanya, tidak ada sedikit pun terdapat di dalamnya yang berupa perkataan karangan manusia dan sebagainya.\n\nMengenai Taurat yang ada sekarang bukanlah Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, demikian pula Injil bukanlah Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa karena di dalam kedua kitab itu terdapat karangan pengikut kedua Nabi itu yang datang kemudian.\n\n¦. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), ¦(al-Ma'idah/5:13. Lihat juga an-Nisa'/4:46)." } } }, { "number": { "inQuran": 297, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0646\u062a\u0650\u0642\u064e\u0627\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Min qablu hudal linnaasi wa anzalal Furqaan; innallazeena kafaroo bi Aayaatil laahi lahum 'azaabun shadeed; wallaahu 'azeezun zun tiqaam" } }, "translation": { "en": "Before, as guidance for the people. And He revealed the Qur'an. Indeed, those who disbelieve in the verses of Allah will have a severe punishment, and Allah is exalted in Might, the Owner of Retribution.", "id": "sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan. Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/297", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/297.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/297.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia menurunkan Kitab Al-Qur'an secara berangsur-angsur kepadamu, wahai Nabi Muhammad, yang mengandung kebenaran dan dalam keadaan hak, baik kandungan, cara menurunkan, yang membawanya turun, maupun yang menerimanya. Kandungan Al-Qur'an itu membenarkan wahyu-wahyu Allah dalam kitab-kitab suci sebelumnya yang pernah diwahyukan kepada para nabi dan rasul, yakni yang berkaitan dengan pokok-pokok akidah, syariah dan akhlak. Dan Allah juga menurunkan sekaligus, tidak berangsur-angsur, kepada Nabi Musa kitab Taurat dan kepada Nabi Isa Kitab Injil sebelum turun-nya Al-Qur'an. Ketiga kitab suci tersebut berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia. Dan Dia menurunkan ketiga kitab suci tersebut sebagai al-Furqan yang berfungsi membedakan antara yang hak dan yang batil. Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah dengan menutupi tanda-tanda keesaanNya, baik yang terbentang di alam raya, melalui kitab suci maupun fitrah yang melekat pada diri setiap insan, akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa yang tidak seorang pun dapat mengalahkanNya, lagi mempunyai hukuman bagi orang yang mengingkari bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya.", "long": "Sebelum Al-Qur'an diturunkan, Taurat dan Injil menjadi petunjuk bagi manusia, dan kemudian diturunkanlah Al-Furqan yaitu Al-Qur'an, kitab yang dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah.\n\nPada akhir ayat ini, Allah mengancam dengan azab yang pedih terhadap orang-orang yang tetap ingkar dan tidak mau tahu dengan kitab-kitab yang telah diturunkan Allah kepada para rasul, orang-orang yang tidak mau menggunakan akal pikirannya untuk membedakan antara kepercayaan yang benar dengan yang salah, antara agama-agama yang diridai Allah dengan yang tidak diridai-Nya. Mereka semua akan dimasukkan ke dalam neraka. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengubah keputusan Allah dan tidak ada yang dapat mengelakkan dan mempertahankan diri dari azab-Nya. Allah akan membalas segala bentuk keingkaran dan pembangkangan terhadap hukum-hukum-Nya serta mengazab pelaku-pelakunya dengan azab yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 298, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650", "transliteration": { "en": "Innal laaha laa yakhfaa 'alaihi shai'un fil ardi wa laa fis samaaa'" } }, "translation": { "en": "Indeed, from Allah nothing is hidden in the earth nor in the heaven.", "id": "Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/298", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/298.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/298.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia mengurus semua makhluk-Nya, maka bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi, baik makhluk yang berada di bumi dan yang di langit, baik kecil maupun besar. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.", "long": "Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang menandingi ilmu Allah dan tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 299, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0635\u064e\u0648\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Huwal lazee yusawwirukum fil arhaami kaifa yashaaa'; laa ilaaha illaa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "It is He who forms you in the wombs however He wills. There is no deity except Him, the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/299", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/299.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/299.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya Dialah yang membentuk kamu dalam rahim ibumu menurut yang Dia kehendaki; laki-laki atau perempuan, baik atau buruk, bahagia atau sengsara. Tidak ada tuhan yang pantas disembah selain Dia, Yang Mahaperkasa dan tidak terkalahkan, Mahabijaksana dalam menetapkan dan mengelola segala sesuatu.H", "long": "Dengan kodrat-Nya, dijadikan-Nya manusia bermacam-macam bentuk setelah melalui proses demi proses, sejak dari sel mani yang menerobos ke dalam rahim, kemudian menjadi sesuatu yang melekat pada dinding rahim, dan dari sesuatu yang melekat itu menjadi segumpal daging yang melekat, akhirnya berbentuk manusia dan lahirlah ia ke dunia (al-Mu'minun/23:12-14). Semuanya itu dijadikan Allah sesuai dengan sunah (hukum) dan ilmu-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 300, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0651\u064f\u062d\u0652\u0643\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064c \u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u064e\u0631\u064f \u0645\u064f\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u062a\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0632\u064e\u064a\u0652\u063a\u064c \u0641\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650\u062e\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Huwal lazeee anzala 'alaikal Kitaaba minhu Aayaatum Muh kamaatun hunna Ummul Kitaabi wa ukharu Mutashaabihaatun faammal lazeena fee quloobihim ziyghun fa yattabi'oona ma tashaabaha minhubtighaaa 'alfitnati wabtighaaa'a taaweelih; wa maa ya'lamu taaweelahooo illal laah; warraasikhoona fil 'ilmi yaqooloona aamannaa bihee kullum min 'indi Rabbinaa; wa maa yazzakkaru illaaa ulul albaab" } }, "translation": { "en": "It is He who has sent down to you, [O Muhammad], the Book; in it are verses [that are] precise - they are the foundation of the Book - and others unspecific. As for those in whose hearts is deviation [from truth], they will follow that of it which is unspecific, seeking discord and seeking an interpretation [suitable to them]. And no one knows its [true] interpretation except Allah. But those firm in knowledge say, \"We believe in it. All [of it] is from our Lord.\" And no one will be reminded except those of understanding.", "id": "Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur'an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/300", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/300.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/300.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya Dialah yang menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu, wahai Nabi Muhammad, untuk engkau sampaikan dan jelaskan maksudnya kepada seluruh umat manusia. Apa yang diturunkan itu terdiri atas dua kelompok, di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, yakni yang kandungannya sangat jelas, sehingga hampir-hampir tidak lagi dibutuhkan penjelasan tambahan untuknya, atau yang tidak mengandung makna selain yang terlintas pertama kali dalam benak. Ayat-ayat muhkamat itulah pokok-pokok Kitab suci Al-Qur'an. Dan kelompok ayat-ayat yang lain dalam Al-Qur'an yaitu mutasyabihat, yakni ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian, samar artinya dan sulit dipahami kecuali setelah merujuk kepada yang muhkam, atau hanya Allah yang mengetahui maknanya.\r\n Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti dengan sungguh-sungguh yang mutasyabihat, dengan berpegang teguh kepada ayat-ayat itu semata-mata dan tidak menjadikan ayatayat muhkamat sebagai rujukan dalam memahami atau menetapkan artinya. Tujuan mereka melakukan itu adalah untuk mencari-cari fitnah, yakni kekacauan dan kerancuan berpikir serta keraguan di kalangan orang-orang beriman, dan untuk mencari-cari dengan sungguh-sungguh takwilnya yang sejalan dengan kesesatan mereka. Mereka melakukan itu padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan sikap mereka itu bertentangan dengan sikap ar-rasikhun fi al-'ilm, yakni orang orang yang ilmunya mendalam dan imannya mantap. Atau, seperti dalam salah satu bacaan (qira at) yang mutawatir, takwil ayat-ayat mutasyabihat itu juga dapat diketahui oleh ar-rasikhun fi al-'ilm. Dengan demikian, ayat-ayat mutasyabihat itu diturunkan untuk memotivasi para ulama agar giat melakukan studi, menalar, berpikir, teliti dalam berijtihad dan menangkap pesan-pesan agama.\r\nOrang-orang yang mendalam ilmunya dan mantap imannya itu berkata, \"Kami beriman kepadanya, yakni Al-Qur'an, semuanya, yakni yang mutasyabihat dan muhkamat, berasal dari sisi Tuhan kami.\" Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran dan memahami maknanya dengan baik dan benar kecuali orang yang berakal, yaitu orang-orang yang memiliki akal sehat yang tidak mengikuti keinginan hawa nafsu.", "long": "Al-Qur'an yang diturunkan Allah itu, di dalamnya terdapat ayat-ayat yang muhkamat dan terdapat pada yang mutasyabihat.\n\n\"Ayat yang muhkamat\" ialah ayat yang jelas artinya, seperti ayat-ayat hukum, dan sebagainya. \"Ayat mutasyabihat\" ialah ayat yang tidak jelas artinya, yang dapat ditafsirkan dengan bermacam-macam penafsiran. Seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan hal-hal yang gaib dan sebagainya. \n\nMenurut sebagian mufasir, tujuan diturunkannya ayat-ayat ini, ialah:\n\n1.Untuk menguji iman dan keteguhan hati seorang Muslim kepada Allah. Iman yang benar hendaklah disertai dengan penyerahan diri dalam arti yang seluas-luasnya kepada Allah. Allah menurunkan ayat-ayat yang dapat dipahami artinya dengan mudah dan Dia menurunkan ayat-ayat yang sukar diketahui makna dan maksud yang sebenarnya, yaitu ayat-ayat mutasyabihat. Dalam menghadapi ayat-ayat mutasyabihat ini, manusia akan merasa bahwa dirinya bukanlah makhluk yang sempurna, ia hanya diberi Allah pengetahuan yang sedikit karena itu ia akan menyerahkan pengertian ayat-ayat itu kepada Allah Yang Maha Mengetahui.\n\n2. Dengan adanya ayat-ayat yang muhkamat dan mutasyabihat kaum Muslimin akan berpikir sesuai dengan batas-batas yang diberikan Allah; ada yang dapat dipikirkan secara mendalam dan ada pula yang sukar dipikirkan, lalu diserahkan kepada Allah.\n\n3.Para nabi dan para rasul diutus kepada seluruh umat manusia yang berbeda-beda, misalnya: Berbeda kepandaiannya, kemampuannya, kekayaannya, berbeda pula bangsa, bahasa dan daerahnya. Karena itu, cara penyampaian agama kepada mereka hendaklah disesuaikan dengan keadaan mereka dan kesiapan bahasa yang dimiliki sesuai dengan kemampuan mereka.\n\nSikap manusia dalam memahami dan menghadapi ayat-ayat yang mutasyabihat, yaitu:\n\n1.Orang yang hatinya tidak menginginkan kebenaran, mereka jadikan ayat-ayat itu untuk bahan fitnah yang mereka sebarkan di kalangan manusia dan mereka mencari-cari artinya yang dapat dijadikan alasan untuk menguatkan pendapat dan keinginan mereka.\n\n2.Orang yang mempunyai pengetahuan yang mendalam dan ingin mencari kebenaran, mereka harus mencari pengertian yang benar, dari ayat itu. Bila mereka belum atau tidak sanggup mengetahuinya, mereka berserah diri kepada Allah sambil berdoa dan mohon petunjuk.\n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan sifat orang yang dalam ilmu pengetahuannya, yaitu orang yang suka memperhatikan makhluk Allah, suka memikirkan dan merenungkannya. Ia berpikir semata-mata karena Allah dan untuk mencari kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 301, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0632\u0650\u063a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Rabbanaa laa tuzigh quloobanaa ba'da iz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladunka rahmah; innaka antal Wahhaab" } }, "translation": { "en": "[Who say], \"Our Lord, let not our hearts deviate after You have guided us and grant us from Yourself mercy. Indeed, You are the Bestower.", "id": "(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/301", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/301.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/301.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menggunakan akal semata akan membuat seseorang mudah tergelincir. Oleh karenanya, orang-orang yang mendalam ilmunya dan mantap imannya selalu berdoa, \"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan sebagaimana halnya mereka yang mencaricari takwil ayat-ayat mutasyabih untuk menimbulkan keraguan, setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat yang mencakup segala jenis dan macamnya, antara lain berupa kemantapan iman, ketenangan batin, kemudahan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Rahmat itu bersumber dan langsung dari sisi-Mu, turun secara berkesinambungan dan tanpa mengharap imbalan apa pun, sebab sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.", "long": "Sikap orang yang ilmu pengetahuannya telah mendalam, mereka selalu berdoa dan berserah diri kepada Allah swt, bila mereka tidak sanggup lagi memikirkan ayat-ayat Allah. Mereka berdoa kepada Allah agar selalu dipelihara, dipimpin, diberi petunjuk, dan jangan sampai mereka tergelincir ke jalan yang sesat setelah mereka mendapat petunjuk. Dari doa mereka dipahami bahwa yang mereka mohonkan itu bukanlah semata-mata keselamatan dan kebahagiaan duniawi, tetapi juga mereka memohon kebahagiaan dan keselamatan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 302, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 3, "page": 50, "manzil": 1, "ruku": 42, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062c\u064e\u0627\u0645\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0639\u064e\u0627\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbanaaa innaka jaami 'un-naasi li Yawmil laa raibafeeh; innal laaha laa yukhliful mee'aad" } }, "translation": { "en": "Our Lord, surely You will gather the people for a Day about which there is no doubt. Indeed, Allah does not fail in His promise.\"", "id": "”Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya.” Sungguh, Allah tidak menyalahi janji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/302", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/302.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/302.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak hanya mengajukan permohonan yang berkaitan dengan kehidupan di dunia, tetapi juga menegaskan keyakinan tentang keniscayaan hari Akhir.\"Ya", "long": "Dalam doa orang-orang yang ilmu pengetahuannya telah mendalam itu tergambar pula keyakinan mereka, yaitu mereka meyakini kedatangan hari kiamat, dan setelah itu Allah mengumpulkan seluruh makhluk-Nya untuk diperhitungkan segala amal perbuatannya yang telah mereka perbuat selama mereka hidup di dunia. Mereka yakin bahwa pada hari itu Allah membalas amal baik dengan pahala yang berlipat ganda, dan membalas semua perbuatan dosa dengan azab yang setimpal.\n\nKedatangan hari akhirat dan pengumpulan makhluk pada hari itu, merupakan janji Allah kepada manusia. Orang-orang yang ilmu pengetahuannya mendalam, yakin benar bahwa Allah pasti menepati janji-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 303, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 3, "page": 51, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo lan tughniya 'anhum amwaaluhum wa laaa awlaaduhum minal laahi shai'anw wa ulaaa'ika hum waqoodun Naar" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve - never will their wealth or their children avail them against Allah at all. And it is they who are fuel for the Fire.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/303", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/303.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/303.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yang menutupi tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah serta mengingkari petunjuk-petunjukNya, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda yang Allah berikan kepada mereka walau sebanyak apa pun, dan demikian pula anak-anak mereka walau sebanyak dan sehebat apa pun, terhadap azab Allah di dunia. Mereka juga tidak dapat menolak siksa-Nya di akhirat kelak, dan bahkan mereka itu menjadi bahan bakar api neraka.", "long": "Orang yang kafir dan mengingkari kenabian Muhammad, padahal mereka mengetahui kebenarannya baik dari golongan Ahli Kitab maupun dari golongan orang-orang musyrik Arab, mereka tidak akan dapat menghindari azab Allah. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa harta benda dan anak cucu mereka tidak akan memberi syafaat sedikit pun kepada mereka. Harta yang bisa dipergunakan untuk mendapat manfaat dan menolak kemudaratan di dunia dan anak-anak yang bisa membantu dalam segala urusan penting dan dalam peperangan, semuanya itu tidak akan menyelamatkan mereka dari api neraka, sebagaimana Allah berfirman:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna. (asy-Syu'ara'/26:88)\n\nWalaupun mereka mengucapkan seperti firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba'/34: 35)\n\nPeryataan mereka ini dibantah Allah dengan firman-Nya:\n\nDan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, ¦. (Saba'/34: 37)" } } }, { "number": { "inQuran": 304, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 3, "page": 51, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u062f\u064e\u0623\u0652\u0628\u0650 \u0622\u0644\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Kadaabi Aali Fir'awna wallazeena min qablihim; kazzaboo bi Aayaatinaa fa akhazahumul laahu bizunoo bihim; wallaahu shadeedul 'iqaab" } }, "translation": { "en": "[Theirs is] like the custom of the people of Pharaoh and those before them. They denied Our signs, so Allah seized them for their sins. And Allah is severe in penalty.", "id": "(Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir’aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/304", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/304.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/304.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keadaan mereka yang selalu mendustakan agama Allah dan azab yang diturunkan kepada mereka seperti keadaan pengikut Firaun dan orang-orang kafir yang hidup sebelum mereka. Mereka semua mendustakan ayat-ayat Kami yang tertulis dalam kitab suci dan/atau yang terbentang di alam raya. Mereka mendustakan ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya.", "long": "Hal ihwal orang yang ingkar sama dengan hal ihwal Fir'aun dan pengikut-pengikutnya, juga serupa dengan apa yang dilakukan umat sebelumnya kepada Nabi Musa dan nabi-nabi lainnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Allah yang dibawa oleh para rasul. Karena itu Allah menurunkan siksa atas mereka betapa pun besarnya kekuasaan mereka. Musuh-musuh nabi itu hancur, dan nabi-nabi beserta pengikut-pengikutnya memperoleh kemenangan.\n\nOrang kafir tidak dapat lari dari azab yang diturunkan Allah. Karena hukuman Allah itu adalah sebagai akibat yang wajar dari dosa mereka sendiri. Orang-orang Yahudi merasa takut dengan turunnya ayat ini karena mereka mengetahui apa yang telah dialami oleh Fir'aun dan pengikut-pengikutnya.\n\nYang dimaksud orang-orang kafir dalam ayat ini ialah orang Yahudi Medinah. Menurut riwayat Ibnu 'Abbas, orang Yahudi Medinah tatkala menyaksikan kemenangan Rasulullah atas kaum musyrik pada Perang Badar, mereka berkata, \"Demi Allah, sesungguhnya dia adalah nabi yang ummi, yang dikabarkan oleh Nabi Musa kepada kita, dan dalam Taurat terdapat tanda-tandanya\". Lalu mereka bermaksud mengikuti Nabi Muhammad saw. Tetapi sebagian mereka berkata, \"Janganlah terburu-buru sampai kamu menyaksikan bukti-bukti yang lain.\" Tatkala tiba Perang Uhud mereka menjadi ragu-ragu lalu mereka membatalkan perjanjian yang mereka sepakati dengan Rasulullah saw. Kemudian Ka'ab bin al-Asyraf (pimpinan Yahudi) bersama enam puluh anggota pasukan berkuda berangkat segera ke Mekah untuk menghimpun kekuatan untuk memerangi Rasulullah saw. Maka pada saat itu turunlah ayat ini.\n\nDiriwayatkan pula oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, dan oleh al-Baihaqi dalam Dala'il melalui Ibnu Ishaq dari Ibnu 'Abbas bahwa Rasulullah tatkala berhasil mengalahkan orang Quraisy dalam Perang Badar, beliau pulang ke Medinah, beliau mengumpulkan orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa'. Beliau berkata, \"Hai, orang Yahudi masuklah dalam agama Islam sebelum kamu ditimpa oleh apa yang telah ditimpakan Allah kepada kaum Quraisy. Mereka menjawab, \"Hai Muhammad, jangan kamu tertipu oleh dirimu sendiri. Kamu telah membunuh sejumlah orang Quraisy, dan mereka itu orang-orang yang tidak berpengalaman, tidak mengerti perang. Demi Allah, jika kamu berperang melawan kami, kamu akan tahu bahwa kamilah sebenarnya laki-laki yang sesungguhnya, kamu belum pernah berhadapan dengan kami\". Dengan kejadian ini, turunlah ayat 12 dan 13 ini." } } }, { "number": { "inQuran": 305, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 3, "page": 51, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u062a\u064f\u063a\u0652\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06da \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Qul lillazeena kafaroosatughlaboona wa tuhsharoona ilaa jahannam; wa bi'sal mihaad" } }, "translation": { "en": "Say to those who disbelieve, \"You will be overcome and gathered together to Hell, and wretched is the resting place.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang kafir, “Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/305", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/305.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/305.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika Fir'aun dan rezimnya yang sangat berkuasa dan gagah perkasa saja dapat dikalahkan dan mendapat siksa duniawi dan ukhrawi, apa-lagi orang yang tidak mencapai tingkat keperkasaan semacam itu. Karena itu, katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang kafir dari kalangan Yahudi dan lainnya yang memandang kemenanganmu di Perang Badar dengan sebelah mata, \"Kamu pasti akan dikalahkan di dunia dan mati dalam keadaan kafir, kemudian digiring ke dalam neraka Jahanam sebagai tempat tinggal kamu. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.\"", "long": "Pada ayat ini Allah dengan tegas memperingatkan mereka; bahwa mereka pasti akan binasa di dunia ini, sebelum di akhirat nanti. Nabi Muhammad saw diperintahkan untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa mereka akan dikalahkan di dunia ini. Tuhan akan menepati janji-Nya, dan di akhirat mereka akan ditempatkan di Neraka Jahanam. \n\nKebenaran ayat ini terbukti di kemudian hari. Kaum Muslimin berhasil mengalahkan Yahudi Bani Quraizah karena pengkhianatan mereka dan mengusir Bani Nadir dari Medinah, karena kemunafikan mereka, dan menaklukkan kota Khaibar kota orang Yahudi, serta memungut jizyah dari orang-orang Yahudi. Walaupun ayat ini menerangkan pungutan jizyah dari orang Yahudi, namun pengertian ayat ini mencakup semua orang kafir pada umumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 306, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 3, "page": 51, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0641\u0650\u0626\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u062a\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0623\u0652\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0624\u064e\u064a\u0651\u0650\u062f\u064f \u0628\u0650\u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Qad kaana lakum Aayatun fee fi'atainil taqataa fi'atun tuqaatilu fee sabeelil laahi wa ukhraa kaafiratuny yarawnahum mislaihim raayal 'ayn; wallaahu yu'ayyidu bi nasrihee mai yashaaa'; innaa fee zaalika la 'ibratal li ulil absaar" } }, "translation": { "en": "Already there has been for you a sign in the two armies which met - one fighting in the cause of Allah and another of disbelievers. They saw them [to be] twice their [own] number by [their] eyesight. But Allah supports with His victory whom He wills. Indeed in that is a lesson for those of vision.", "id": "Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan Muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/306", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/306.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/306.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu pasti akan dikalahkan! Salah satu buktinya adalah apa yang diuraikan oleh ayat ini, yaitu sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan, yakni bertempur di dalam Perang Badar pada tahun kedua Hijriah. Yang pertama, satu golongan mukmin berperang di jalan Allah, yaitu Nabi Muhammad dan para sahabatnya, dan yang lain golongan kafir yang berperang di jalan kebatilan yang melihat dengan mata kepala, bahwa jumlah pasukan mereka, yakni golongan muslim, dua kali lipat mereka, sehingga hati mereka menjadi gentar. Ini menjadi faktor penyebab kemenangan kaum muslim. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan mata hati yang dapat menangkap hikmah di balik setiap peristiwa.", "long": "Selanjutnya Allah memperingatkan agar mereka jangan merasa kuat dengan jumlah harta dan tenaga yang mereka miliki. Karena seharusnya mereka mengambil pelajaran dari peristiwa Perang Badar.\n\nJumlah dana dan tenaga yang besar dan banyaknya sekutu yang membantu, tidak akan menjamin kemenangan dalam peperangan. Sejarah peperangan di dunia ini membuktikan kekeliruan anggapan demikian. Apa yang terjadi pada Perang Badar, di mana dua pasukan saling berhadapan, pasukan dari kaum Muslimin yang berjumlah kecil yang berjuang di jalan Allah, ditakdirkan mendapat kemenangan atas pasukan kaum musyrikin yang jauh lebih besar jumlahnya. Mereka yang memiliki akal pikiran yang sehat dan mempergunakannya untuk merenungkan segala perkara yang terjadi, serta mengambil faedah daripadanya, tentulah akan banyak memperoleh pelajaran dari peristiwa Perang Badar. Ternyata ada suatu kekuatan lain di atas segala kekuatan yang tampak. Kekuatan itulah yang sering memperkuat pasukan yang lemah hingga dia dapat mengalahkan pasukan yang kuat lagi besar dengan izin Allah.\n\nBerperang di jalan Allah adalah kunci kemenangan. Bila perjuangan dan peperangan tujuannya untuk membela kebenaran, melindungi agama dan pemeluknya, maka jiwa pejuang-pejuangnya akan mendapat ketenangan dalam menghadapi medan pertempuran dan dapat berkonsentrasi dengan sepenuh kekuatan yang dimilikinya. Karena mereka meyakini bahwa di belakang mereka ada kekuatan yang mendorong dan ada pertolongan dari Allah. Allah menegaskan bahwa pertolongan itu akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang berjihad di jalan-Nya, asal saja mereka itu tetap tabah dan sabar serta selalu ingat kepada Allah, dan patuh kepada pimpinan.\n\nPada Perang Badar kedua yang terjadi tanggal 17 Ramadan tahun 2 Hijriah itu, kaum Muslimin berusaha mematuhi ketentuan-kekntuan Tuhan dan ketentuan Rasul-Nya dengan segala kemampuan yang ada, serta dengan tekad yang bulat. Mereka berperang dengan penuh keberanian, dan dengan pertolongan Allah mereka menang dalam peperangan itu.\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad/47: 7).\n\nMenurut para ahli sejarah, tentara kaum Muslimin dalam Perang Badar berjumlah 313 orang. Terdiri dari 77 orang Muhajirin dan 236 orang Ansar. Yang memegang bendera dalam pasukan Muhajirin adalah Ali bin Abi thalib, sedang bendera pasukan Ansar dipegang oleh Sa'ad bin 'Ubadah. Dalam pasukan Muslimin itu terdapat 90 ekor unta dan 2 ekor kuda perang, masing-masing dikendarai oleh Miqdad bin al-Aswad dan Martsad bin Abi Martsad. Jumlah yang terbunuh dari pihak kaum Muslimin 14 orang laki-laki, terdiri dari 6 orang Muhajirin dan 8 orang Ansar. Jumlah tentara kaum musyrikin 950 orang, dipimpin oleh 'Utbah bin Rabi'ah, dan di antara mereka terdapat Abu Sufyan dan Abu Jahal. Dalam pasukan mereka terdapat seratus ekor kuda, 700 ekor unta, dan sejumlah senjata yang tidak terbilang banyaknya.\n\nDalam Perang Badar jumlah pasukan kaum Muslimin hanya 313 orang saja. Tetapi dalam penglihatan kaum musyrikin ketika perang telah berkecamuk jumlah tersebut menjadi berlipat ganda, sehingga hal itu menimbulkan rasa takut dalam hati mereka. Akhirnya mereka lari dari medan pertempuran. Demikian Allah menurunkan pertolongan kepada kaum Muslimin.\n\nSebelum perang berkecamuk, pasukan kaum Muslimin di mata orang musyrik kelihatan sangat kecil, karena itu mereka berani menghadapi dan menyerbu musuh, seperti yang terjadi dalam Perang Badar.\n\nDan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu ketika kamu berjumpa, mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (al-Anfal/8: 44)\n\nDengan pertolongan inilah Allah memperkuat orang-orang yang dikehendaki-Nya, dan sesungguhnya pada pertolongan yang demikian itu ada pelajaran bagi orang yang mempunyai akal dan pikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 307, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 3, "page": 51, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 20, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062d\u064f\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0646\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0646\u0637\u064e\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0647\u064e\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u0636\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u0650 \u06d7 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0622\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Zuyyina linnaasi hubbush shahawaati minannisaaa'i wal baneena walqanaateeril muqantarati minaz zahabi walfiddati walkhailil musawwamati wal an'aami walhars; zaalika mataa'ul hayaatid dunyaa wallaahu 'indahoo husnul ma-aab" } }, "translation": { "en": "Beautified for people is the love of that which they desire - of women and sons, heaped-up sums of gold and silver, fine branded horses, and cattle and tilled land. That is the enjoyment of worldly life, but Allah has with Him the best return.", "id": "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/307", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/307.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/307.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ada beberapa hal yang dapat menghalangi seseorang mengambil pelajaran dari peristiwa di atas, yaitu dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan dan sulit untuk dibendung, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan yang bagus dan terlatih, hewan ternak, dan sawah ladang, atau simbol-simbol kemewahan duniawi lainnya. Itulah kesenangan hidup di dunia yang bersifat sementara dan akan hilang cepat atau lambat, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik, yaitu surga dengan segala keindahan dan kenikmatannya.", "long": "Sesudah dijelaskan pada ayat sebelum ini tentang kekeliruan pandangan orang kafir terhadap harta dan anak-anak serta penyimpangan mereka dari kebenaran, maka dalam ayat ini diterangkan segi kesesatan mereka yang disebabkan oleh harta dan anak yang dijadikan tumpuan harapan mereka.\n\nAdalah keliru kalau manusia menjadikan harta dan anak sebagai tujuan hidupnya. Perempuan, anak-anak, emas dan perak, kendaraan, binatang peliharaan, dan semua kekayaan adalah menyenangkan manusia dan sangat dicintainya. Sebenarnya bukan sesuatu yang terlarang mencintai benda-benda itu, karena manusia tidak dapat terhindar dari mencintainya. Namun sedikit sekali orang yang memahami keburukan atau bahayanya, sekalipun bukti-bukti cukup jelas dan banyak yang memperlihatkan keburukan dan bahayanya itu. Kadang-kadang manusia menyukai sesuatu, padahal dia mengetahui sesuatu itu buruk, dan tidak berguna. Siapa yang menyukai sesuatu tetapi dia menganggap hal itu tidak baik untuk dirinya, dia dapat melepaskan diri dari pengaruhnya. Sesungguhnya Allah menjadikan tabiat manusia cinta kepada harta benda dan kesenangan. Oleh sebab itu, Allah menjadikan harta benda dan kesenangan sebagai sarana menguji keimanan seseorang, apakah dia akan menggunakan semua harta dan kesenangan itu untuk kehidupan duniawi saja, ataukah dia akan menggunakan harta bendanya untuk mencapai keridaan Allah.\n\nSesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.(al-Kahf/18: 7)\n\nBenda-benda kesenangan manusia secara terperinci adalah sebagai berikut:\n\nPertama: Perempuan (istri), istri adalah tumpuan cinta dan kasih sayang. Jiwa manusia selalu cenderung tertuju kepada istri, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur'an:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. ¦. (ar-Rum/30: 21)\n\nSebagian besar hasil usaha kaum lelaki yang diperoleh dengan susah payah diperuntukkan bagi anak dan istri. Para lelaki adalah pembimbing yang bertanggung jawab atas kaum perempuan, karena lelaki itu memiliki kekuatan dan kemampuan melindungi mereka. Tetapi mencintai perempuan secara berlebihan mempunyai efek yang kurang baik terhadap keluarga, masyarakat, dan bangsa, dan dapat pula mempengaruhi keseimbangan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.\n\nDalam ayat ini, mencintai istri disebutkan lebih dahulu daripada mencintai anak-anak, walaupun cinta kepada istri itu dapat luntur, sedang cinta pada anak tidak; karena cinta pada anak jarang sekali berlebih-lebihan seperti halnya mencintai perempuan. \n\nPada umumnya mencintai anak tidak menimbulkan problema. Dalam masyarakat banyak terjadi seorang laki-laki mengutamakan cinta kepada perempuan dengan mengabaikan cinta kepada anak. Seperti laki-laki yang kawin lebih dari satu, dia curahkan cintanya pada istri yang lain, diberinya nafkah yang banyak, sedang istrinya yang tua diabaikan. Dengan demikian anak-anaknya jadi terlantar, karena pendidikannya tidak lagi diperhatikan. Banyak pula anak-anak penguasa dan orang kaya yang rusak akhlaknya karena bapaknya mencintai perempuan lain.\n\nKedua: Anak, laki-laki atau perempuan. Cinta kepada anak adalah fitrah manusia. Sama halnya dengan cinta kepada istri karena tujuannya untuk melanjutkan keturunan.\n\nAnak sebenarnya adalah hiasan rumah tangga, penerus keturunan dari generasi ke generasi. Tetapi dia dapat berubah menjadi cobaan:\n\nSesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), ¦ (at-Tagabun/64: 15)\n\nKetiga: Harta kekayaan yang melimpah ruah. Ar-Razi mengatakan dalam tafsirnya, \"Emas dan perak amat disenangi, karena keduanya adalah alat penilai harga sesuatu. Orang yang memilikinya sama dengan orang yang memiliki segala sesuatu. Memiliki berarti menguasai. Berkuasa adalah salah satu kesempurnaan, dan kesempurnaan itu diinginkan oleh semua manusia. Karena emas dan perak adalah alat yang paling tepat untuk memperoleh kesempurnaan, maka ia diinginkan dan dicintai. Apabila sesuatu yang dicintai tidak dapat diperoleh kecuali dengan sesuatu yang lain, maka sesuatu yang lain itu pun dicintai pula. Maka karena itulah emas dan perak dicintai\".\n\nHarta yang melimpah ruah akan menggoda hati manusia serta menyibukkan mereka sepanjang hari untuk mengurusnya. Hal ini sudah barang tentu akan dapat melupakan orang kepada Tuhan dan kehidupan di akhirat. \n\nOrang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiah) akan berkata kepadamu, \"Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami¦ (al-Fath/48: 11)\n\nCinta kepada harta telah menjadi tabiat buruk manusia, karena harta adalah alat untuk memenuhi keinginan. Keinginan manusia tidak ada batasnya. Maka mereka mengejar harta tidak henti-hentinya. Rasulullah saw bersabda:\n\nSekiranya manusia itu mempunyai satu lembah harta, niscaya ia ingin yang kedua (satu lembah lagi). Kalau ia mempunyai dua lembah, niscaya ia ingin yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut Bani Adam kecuali tanah. Dan Allah mengampuni orang-orang yang bertobat kepada-Nya. (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas).\n\nKeempat: Kuda yang dipelihara di padang rumput, terutama kuda yang berwarna putih di bagian dahi dan kakinya, sehingga tampak sebagai tanda. Bagi masyarakat Arab, kuda yang demikian ini adalah kuda yang paling baik dan paling indah. Mereka berlomba-lomba untuk dapat memilikinya. Mereka merasa bangga dengan kuda semacam itu dan kadang-kadang bersaing membelinya dengan harga yang amat tinggi.\n\nKelima: Binatang ternak lainnya, seperti sapi, unta, kambing. Binatang-binatang ini termasuk harta kekayaan Arab Badui. Kebutuhan hidup mereka seperti pakaian, makanan alat-alat rumah tangga dan sebagainya, sebagian besar terpenuhi dari hasil beternak binatang-binatang itu. Allah berfirman menerangkan nikmat-Nya ini:\n\nDan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan).Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.(an-Nahl/16: 5-8).\n\nKeenam: Sawah ladang adalah sumber kehidupan manusia dan hewan. Kebutuhan manusia kepada sawah ladang melebihi kebutuhan mereka kepada harta lainnya yang disenangi, karena sawah ladang adalah sumber pemenuhan kebutuhan seseorang.\n\nDemikianlah keenam macam harta yang disenangi manusia di dunia ini, dan merupakan alat kelengkapan bagi hidup mereka, yang memenuhi segala kebutuhan dan keinginan mereka. Setan menggoda manusia sehingga ia memandang baik mencintai harta benda tersebut. Tetapi hendaknya manusia menyadari bahwa semua harta benda itu hanya untuk kehidupan duniawi yang tidak kekal. Tidak benar, apabila harta benda dijadikan manusia sebagai cita-cita dan tujuan akhir dari kehidupan di dunia yang fana ini, sehingga dia terhalang untuk mempersiapkan diri bagi kehidupan yang sebenarnya, yaitu kehidupan akhirat yang abadi. Bukankah di sisi Allah ada tempat kembali yang baik (surga)? Alangkah bahagianya manusia, sekiranya dia mempergunakan harta benda itu dalam batas-batas petunjuk Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 308, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 3, "page": 51, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0624\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064c \u0645\u0651\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Qul a'unabbi 'ukum bikhairim min zaalikum; lillazeenat taqaw 'inda Rabbihim jannaatun tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa wa azwaajum mutahharatunw wa ridwaanum minal laah; wallaahu baseerum bil'ibaad" } }, "translation": { "en": "Say, \"Shall I inform you of [something] better than that? For those who fear Allah will be gardens in the presence of their Lord beneath which rivers flow, wherein they abide eternally, and purified spouses and approval from Allah. And Allah is Seeing of [His] servants -", "id": "Katakanlah, “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/308", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/308.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/308.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hal-hal yang disebut di atas adalah baik dan sesuai dengan naluri manusia, tetapi ada yang lebih baik dari itu semua. Maka katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang terlalu mencintai dunia dan kepada siapa pun juga, \"Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? \"Bagi orang-orang yang bertakwa tersedia di sisi Tuhan yang mendidik dan memelihara mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sehingga mereka tidak perlu lagi bersusah payah mengairi-nya. Selain tempat tinggal yang nyaman itu, mereka hidup kekal di dalamnya, dan mereka juga dianugerahi pasangan-pasangan yang suci dari segala macam kekotoran jasmani dan rohani seperti haid, nifas, dan perangai buruk, serta kenikmatan rohani yang tidak ada taranya, yaitu rida Allah yang amat besar. Dan anu-gerah tersebut wajar karena Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya, mengetahui segala keadaan mereka dan memberikan balasan yang terbaik.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menjelaskan kepada manusia apa yang dimaksud dengan tempat kembali yang baik itu agar mereka terdorong untuk berbuat kebaikan. Nabi Muhammad diperintahkan untuk menanyakan kepada kaumnya, apakah mereka suka diberitahu tentang hal-hal yang lebih baik dari segala macam kesenangan yang disebut pada ayat 14. Dengan cara bertanya mereka akan lebih tertarik untuk memberikan jawaban.\n\nPengertian \"yang lebih baik\" adalah balasan yang akan diperoleh oleh orang yang bertakwa, yang dapat dibagi kepada dua macam nikmat, yaitu:\n\n1.Bersifat jasmani, nikmat berupa keindahan di surga yang tak tergambarkan oleh manusia, antara lain pasangan hidup yang bersih dari segala macam cacat dan kelemahan, seperti yang terdapat pada manusia di dunia, baik dari segi rupa maupun perangai dan lain sebagainya.\n\n2.Bersifat kerohanian, rida Allah yang tidak bercampur sedikit pun dengan kemurkaan-Nya, dan inilah sebesar-besar nikmat di akhirat bagi orang-orang yang bertakwa.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nSesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berkata kepada ahli surga, \"Hai, penghuni surga,\" mereka manjawab, \"Labbaika Rabbana Wasa'daika.\" Berkata Allah, \"Sudah puaskah kamu sekalian?\" Mereka menjawab, \"Mengapa kami tidak puas. Sungguh Engkau telah memberikan kepada kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang dari makhluk-Mu\". Maka Allah berfirman, \"Aku akan memberikan kepada kamu yang lebih baik daripada itu?\" Mereka berkata, \"Wahai Tuhan kami! Apakah yang lebih daripada itu? Maka Allah menjawab, \"Aku akan melimpahkan kepadamu keridaan-Ku. Lalu Aku tidak akan marah kepadamu selama-lamanya\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abi Sa'id al-Khudri).\n\nPenghuni surga itu mempunyai tingkatan seperti keadaan di dunia. Di antara manusia di dunia ini ada yang tidak dapat memahami pentingnya rida Ilahi, padahal rida Ilahi itu mendorongnya untuk berbuat kebajikan atau meninggalkan kejahatan. Mereka ini hanya menginginkan kenikmatan-kenikmatan lahiriah seperti yang mereka rasakan di dunia. Di antara mereka ada yang memiliki kemampuan berpikir yang tinggi dan sanggup mendekatkan diri kepada Tuhan. Mereka mengharapkan keridaan Allah serta menjadikannya sebagai tujuan akhir dan kebahagiaan yang tertinggi bagi hidupnya.\n\nAllah Maha Mengetahui hal ihwal manusia, isi hati dan segala rahasia mereka. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah. Oleh karena itu Dia akan memberikan ganjaran atas segala perbuatan manusia menurut derajat takwanya masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 309, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 3, "page": 52, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Allazeena yaqooloona Rabbanaaa innanaaa aamannaa faghfir lanaa zunoobanaa wa qinaa 'azaaban Naar" } }, "translation": { "en": "Those who say, \"Our Lord, indeed we have believed, so forgive us our sins and protect us from the punishment of the Fire,\"", "id": "(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/309", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/309.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/309.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan bahwa Allah mengetahui siapa yang berhak memperoleh keberuntungan besar, yakni orang-orang bertakwa, maka ayat ini menjelaskan ciri-cirinya. Yaitu orang-orang yang berdoa, \"Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman terhadap apa yang Engkau serukan kepada kami, maka ampunilah dosa-dosa kami atas ketidakmampuan kami untuk me-ngendalikan hawa nafsu kami, sehingga kurang menghiraukan seruan-Mu, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dan lindungilah kami, dengan segala kekurangan dan dosa-dosa kami, dari azab neraka.\"", "long": "Sifat-sifat orang yang bertakwa yaitu orang yang hatinya sudah merasakan nikmatnya iman, orang yang bergetar lidahnya mengucapkan pengakuan iman ini ketika berdoa dan beribadah. Mereka memelihara diri dari berbuat maksiat, tunduk kepada Allah dengan khusyuk serta memohon kepada-Nya, \"Wahai Tuhan kami, kami benar-benar telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan kepada Rasulullah dengan iman yang meresap ke dalam lubuk hati kami, yang membimbing akal pikiran kami, dan menguasai pekerjaan-pekerjaan badaniah kami. Maka wahai Tuhan kami, hapuslah dosa-dosa kami dengan ampunan-Mu dan jauhkanlah kami dari azab neraka. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang\".\n\nDoa agar terhindar dari azab neraka dikhususkan, karena orang yang dibebaskan dari azab neraka berarti telah mendapat kemenangan dan tempat kembali yang terbaik. Yang dimaksud dengan iman dalam pengakuan orang-orang yang bertakwa ini ialah iman yang murni, yang terwujud pada kemampuan memelihara diri daripada kemaksiatan, serta banyak berbuat kebajikan.\n\nUlama salaf telah sepakat bahwa yang dimaksud dengan iman itu meliputi iktikad, ucapan dan perbuatan. Iman inilah yang memberi bimbingan kepada akal dan perbuatan manusia yang sesuai dengan fitrahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 310, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 3, "page": 52, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Assaabireena wassaa diqeena walqaaniteena walmunfiqeena walmus taghfireena bil ashaar" } }, "translation": { "en": "The patient, the true, the obedient, those who spend [in the way of Allah], and those who seek forgiveness before dawn.", "id": "(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/310", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/310.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/310.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itu adalah orang-orang yang sabar, baik dalam menjalankan ketaatan, di saat tertimpa musibah, maupun dalam meninggalkan larangan, orang-orang yang benar dalam sikap dan perkataannya, orang-orang yang senantiasa dalam ke-taat-an secara khusyuk, orang-orang yang selalu menginfakkan harta mereka, baik pada saat lapang maupun sempit (Lihat: Surah a€li Imra n/3: 134) dan orang-orang yang senantiasa memohon ampunan terutama pada waktu sebelum fajar yakni masuknya waktu subuh.", "long": "Pada ayat ini disebutkan sifat-sifat orang beriman yang membedakan mereka dari yang lain. Dengan sifat tersebut mereka mendapatkan keridaan Allah swt. Semua sifat tersebut mereka miliki, dan masing-masing sifat itu mempunyai tingkatan keutamaan, berkat sifat-sifat itu mereka memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepada mereka. Sifat-sifat tersebut ialah:\n\n1.Sabar. Sabar yang paling sempurna, ialah sabar dan tabah menderita di dalam melaksanakan ketaatan dan menjauhi larangan Allah. Apabila gelora syahwat sudah bergejolak, dan jiwa pun sudah tunduk untuk melakukan kemaksiatan maka kesabaranlah yang akan membendungnya. Sifat sabar pulalah yang menetapkan (mengokohkan) iman dan memelihara ketaatan pada batas-batas yang telah ditetapkan syariat (hukum agama). Sabarlah yang dapat memelihara martabat manusia di waktu mendapat kesulitan di dunia, dan memelihara hak-hak orang dari gangguan tangan orang yang rakus. Sifat sabar merupakan syarat bagi tercapainya sifat-sifat jujur, taat, dan istigfar.\n\n2.Bersifat benar. Benar adalah puncak kesempurnaan. Benar dan jujur dalam iman, perkataan dan niat.\n\n3.Taat. Taat ialah ketekunan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan tunduk dan khusyuk kepada Allah. Tunduk dan khusyuk adalah jiwa dan intisari ibadah. Tanpa tunduk dan khusyuk ibadah menjadi hampa, bagaikan pohon tiada berbuah.\n\n4.Membelanjakan harta di jalan Allah, baik yang bersifat wajib, maupun yang sunah, karena mengeluarkan harta untuk amal kebajikan sangat ditekankan dan dianjurkan oleh agama.\n\n5.Beristigfar pada waktu sahur, yaitu waktu sebelum fajar menyingsing dekat subuh. Maksudnya salat tahajud di akhir malam, yaitu waktu tidur paling enak dan sukar untuk meninggalkannya. Tetapi jiwa dan hati pada waktu itu sangat bening dan tenang. Salat ini diikuti dengan bacaan istigfar dan doa. Terdapat di dalam kitab hadis Sahih Bukhari dan Muslim, dan dalam kitab-kitab musnad serta sunan, riwayat dari sejumlah sahabat.\n\nRasulullah berkata:\n\n'Tuhan kita Yang Mahasuci dan Mahatinggi, turun pada setiap malam ke langit dunia pada waktu sepertiga akhir malam. Dia berfirman, \"Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nAdapun istigfar (minta ampun) yang dimaksud oleh agama ialah istigfar yang disertai tobat nasuha, serta menyesuaikan perbuatan dengan ketentuan agama. Tobat nasuha adalah tobat dengan benar-benar menghentikan perbuatan dosa dan tidak mengulangi lagi, serta berusaha menggantinya dengan perbuatan yang baik." } } }, { "number": { "inQuran": 311, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 3, "page": 52, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Shahidal laahu annahoo laa ilaaha illaa Huwa walmalaaa'ikatu wa ulul 'ilmi qaaa'imam bilqist; laaa ilaaha illaa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Allah witnesses that there is no deity except Him, and [so do] the angels and those of knowledge - [that He is] maintaining [creation] in justice. There is no deity except Him, the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Maha-bijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/311", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/311.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/311.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah memberi pujian kepada kaum mukmin, ayat ini menegaskan bahwa dalil-dalil yang bisa menguatkan keimanan sudah begitu jelas. Allah menyatakan, yakni menjelaskan kepada seluruh makhluk bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Demikian pula para malaikat dan orang-orang berilmu juga menyaksikan atas keesaan-Nya. Bahkan, semuanya menyaksikan bahwa Allah tampil secara utuh untuk menegakkan keadilan, melalui dalil-dalil yang kuat. Allah adalah satu-satunya Penguasa dan Pengatur alam raya ini, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana dalam pengaturan dan penetapan hukumhukum-Nya.", "long": "Keesaan Allah dinyatakan dengan menegakkan dalil-dalil dan dengan bukti ciptaan-Nya pada alam dan diri manusia, serta menurunkan ayat-ayat yang menjelaskannya. Para malaikat menyatakan pula hal keesaan Allah itu dan menyampaikannya kepada nabi-nabi. Para nabi menyatakan kesaksian yang diperkuat oleh ilmu yang sudah tertanam dalam jiwa mereka yang lebih tinggi daripada ilmu-ilmu lainnya yang diperoleh dengan pengalaman. Demikian pula para ulama, turut menyatakan keesaan Allah dan menjelaskannya. Mereka menyaksikan Allah dengan kesaksian yang disertai bukti-bukti dan alasan ilmiah. Ayat ini menunjukkan martabat yang tinggi dari para ulama karena mereka telah disejajarkan dengan malaikat yang mulia yaitu sama-sama dapat menyaksikan keesaan Allah.\n\n\"Menegakkan keadilan\" ialah menegakkan keseimbangan dalam itikad, karena tauhid itu merupakan suatu kepercayaan yang lurus, tauhid yang murni yang tidak dicampuri sedikit pun oleh keingkaran kepada Allah dan mempersekutukan-Nya. Juga menegakkan keseimbangan di dalam ibadah, budi pekerti dan amal perbuatan, artinya menegakkan keseimbangan antara kekuatan rohani, dan kekuatan jasmani. Allah memerintahkan kita melakukan ibadah salat dan ibadah lainnya untuk menyucikan rohani. Allah menyuruh kita makan makanan yang baik, untuk memelihara tubuh. Allah melarang kita berlebih-lebihan di dalam beragama dan keterlaluan dalam mencintai dunia.\n\nDemikian pula, Allah meletakkan hukum keseimbangan pada alam ini. Barang siapa memperhatikan hukum alam ini dan ketertibannya dengan teliti, maka tampak jelas baginya hukum keseimbangan itu paling sempurna. Allah menegakkan keseimbangan yang sempurna pada alam ini sebagai bukti nyata atas kebenaran kebijaksanaan-Nya. Kesatuan tata tertib pada alam ini menunjukkan keesaan pencipta-Nya.\n\nDi akhir ayat ini, keesaan Zat-Nya ditegaskan dalam sifat ketuhanan. \"Tak ada Tuhan melainkan Dia, yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana\". Sifat \"Mahakuasa\" dalam ayat ini memberi pengertian kesempurnaan kodrat-Nya dan sifat \"Mahabijaksana\" menunjukkan kesempurnaan ilmu-Nya. Suatu kekuasaan tidak dapat sempurna kecuali dengan adanya hak yang mutlak dalam bertindak. Keadilan (keseimbangan) juga tidak akan dapat sempurna, kecuali dengan mengetahui segala keadaan dan kemaslahatan. Maka barang siapa yang kesempurnaannya sudah sampai demikian, tidak seorang pun dapat mempengaruhinya dalam menjalankan keseimbangan itu dan tidak ada satu makhluk pun yang luput dari hukum-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 312, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 3, "page": 52, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Innad deena 'indal laahil Islaam; wa makhtalafal lazeena ootul Kitaaba illaa mim ba'di maa jaaa'ahumul 'ilmu baghyam bainahum; wa mai yakfur bi Aayaatil laahi fa innal laaha saree'ul hisaab" } }, "translation": { "en": "Indeed, the religion in the sight of Allah is Islam. And those who were given the Scripture did not differ except after knowledge had come to them - out of jealous animosity between themselves. And whoever disbelieves in the verses of Allah, then indeed, Allah is swift in [taking] account.", "id": "Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/312", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/312.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/312.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang keesaan Allah, maka ayat ini menegaskan tentang kebenaran Islam yang inti ajarannya adalah tauhid. Sesungguhnya agama yang benar dan diridai di sisi Allah ialah Islam, yang inti ajarannya adalah tauhid. Tidaklah berselisih orangorang yang telah diberi Kitab, yakni para penganut Yahudi dan Nasrani, terhadap kebenaran Islam, kecuali atau justru setelah mereka memperoleh pengetahuan tentang hal itu, bukan karena ketidaktahuan. Demikian ini, karena adanya rasa kedengkian di antara mereka terhadap karunia yang diberikan kepada Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir. Padahal, barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, baik yang tertulis maupun yang tak tertulis, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya terhadap amal-amal hamba-Nya.", "long": "Agama yang diakui Allah hanyalah agama Islam, agama tauhid, agama yang mengesakan Allah. Dia menerangkan bahwasanya agama yang sah di sisi Allah hanyalah Islam. Semua agama dan syariat yang dibawa nabi-nabi terdahulu intinya satu, ialah \"Islam\", yaitu berserah diri kepada Allah Yang Maha Esa, menjunjung tinggi perintah-perintah-Nya dan berendah diri kepada-Nya, walaupun syariat-syariat itu berbeda di dalam beberapa kewajiban ibadah dan lain-lain.\n\nMuslim yang benar ialah orang yang ikhlas dalam melaksanakan segala amalnya, serta kuat imannya dan bersih dari syirik.\n\nAllah mensyariatkan agama untuk dua macam tujuan:\n\n1.Membersihkan jiwa manusia dan akalnya dari kepercayaan yang tidak benar.\n\n2.Memperbaiki jiwa manusia dengan amal perbuatan yang baik dan memurnikan keikhlasan kepada Allah.\n\nKemudian Allah menggambarkan perselisihan para Ahli Kitab tentang agama yang sebenarnya. Sebenarnya mereka tidaklah keluar dari agama Islam, agama tauhid yang dibawa oleh para nabi, seandainya pemimpin-pemimpin mereka tidak berbuat aniaya dan melampaui batas sehingga mereka berpecah belah menjadi sekian sekte serta membunuh nabi-nabi. Perpecahan dan peperangan di antara mereka tidak patut terjadi karena mereka adalah satu agama. Tetapi karena kedengkian di antara pemimpin-pemimpin mereka, dan dukungan mereka terhadap satu mazhab untuk mengalahkan mazhab yang lain, timbullah perpecahan itu. Perpecahan itu bertambah sengit setelah pemimpin-pemimpin itu menyesatkan lawannya dengan jalan menafsirkan nas-nas agama menurut hawa nafsu mereka.\n\nDi akhir ayat ini, dikemukakan peringatan kepada orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dengan menandaskan hukuman yang akan ditimpakan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 313, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 3, "page": 52, "manzil": 1, "ruku": 43, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u064a\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0646\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u0651\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Fa in haaajjooka faqul aslamtu wajhiya lillaahi wa manit taba'an; wa qul lillazeena ootul Kitaaba wal ummiyyeena 'a-aslamtum; fa in aslamoo faqadih tadaw wa in tawallaw fa innamaa 'alaikal balaagh; wallaahu baseerum bil 'ibaad" } }, "translation": { "en": "So if they argue with you, say, \"I have submitted myself to Allah [in Islam], and [so have] those who follow me.\" And say to those who were given the Scripture and [to] the unlearned, \"Have you submitted yourselves?\" And if they submit [in Islam], they are rightly guided; but if they turn away - then upon you is only the [duty of] notification. And Allah is Seeing of [His] servants.", "id": "Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dan kepada orang-orang buta huruf, ”Sudahkah kamu masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/313", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/313.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/313.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu jika mereka membantahmu, wahai Nabi Muhammad, tentang kebenaran Islam, maka jelaskan dengan diperkuat dalil-dalil. Namun, jika mereka tetap menolak, maka katakanlah, \"Aku berserah diri kepada Allah dan tidak bertanggung jawab atas pengingkaran kalian; demikian pula orang-orang yang mengikutiku.\" Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab, Yahudi dan Nasrani dan kepada orang-orang buta huruf, yaitu orang-orang musyrik Arab yang tidak memiliki kitab suci,\" Sudahkah kamu masuk Islam? Jika mereka masuk Islam dengan sebenar-benarnya, berarti mereka telah mendapat petunjuk jalan yang benar, yang menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat, tetapi jika mereka berpaling dari Islam, maka kewajibanmu, wahai Nabi Muhammad, hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat seluruh amal perbuatan hamba-hamba-Nya, siapa yang taat dan siapa yang membangkang.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bagaimana semestinya Nabi Muhammad. menghadapi sikap Ahli Kitab yang menentang agama Islam. Dalam menghadapi mereka, Nabi diperintahkan untuk menjawab bilamana mereka mengemukakan bantahan terhadap ajaran yang dibawanya, dengan mengatakan kepada mereka bahwa dia hanya berserah diri kepada Allah demikian pula orang-orang yang mengikutinya. Jawaban demikian adalah untuk menghindari perdebatan-perdebatan yang tidak berfaedah, karena bukti-bukti kekeliruan mereka sudah jelas.\n\nKemudian Allah memerintahkan kepada Nabi untuk mengatakan kepada orang Yahudi, Nasrani dan kaum musyrikin Arab yang sedang dihadapinya: \"Apakah kamu (mau) masuk agama Islam?\" Maksudnya apakah kamu mau menerima agama Islam sehingga kamu berserah diri kepada Allah. Pertanyaan itu disampaikan Nabi sesudah beliau berulang kali menunjukkan bukti-bukti kebenarannya, dan sebenarnya sudah pula dimengerti oleh mereka. Ataukah sebenarnya mereka masih ingin meneruskan kekafiran dan perlawanan mereka. Secara tidak langsung ungkapan pertanyaan Nabi itu menunjukkan kebodohan dan ketumpulan otak mereka serta mencela sikap keras dari mereka itu.\n\n\"Sesungguhnya jika mereka menjadi Muslim, mereka mendapat petunjuk. Menjadi Muslim berarti berserah diri secara mutlak kepada keesaan Allah. Di sinilah letak jiwa segala agama yang dibawa oleh para rasul, yakni berserah diri kepada Allah Yang Maha Esa. Mereka pasti akan memperoleh keuntungan besar dan selamat dari jurang kesengsaraan. Karena penyerahan diri mereka kepada Allah Yang Maha Esa akan mendorong mereka mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad yaitu ajaran Islam. Tetapi jika mereka menolak, maka hal itu tidak menjadi tanggung jawab beliau, sebab tugas beliau hanyalah menyampaikan ajaran Allah.\n\n\"Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya\", Allah Maha Mengetahui hati siapa yang tertutup di antara hamba-hamba-Nya, mata siapa yang buta melihat kebenaran, dan siapa pula yang putus asa mencari petunjuk Ilahi. Allah Maha Mengetahui siapa-siapa di antara hamba-Nya yang dapat menerima taufik dan hidayah daripada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 314, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 3, "page": 52, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yakfuroona bi Aayaatil laahi wa yaqtuloonan Nabiyyeena bighairi haqqinw wa yaqtuloonal lazeena yaamuroona bilqisti minannaasi fabashirhum bi'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "Those who disbelieve in the signs of Allah and kill the prophets without right and kill those who order justice from among the people - give them tidings of a painful punishment.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/314", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/314.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/314.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan penolakan Yahudi yang didasarkan atas kedengkian, maka ayat ini menunjukkan sebagian perilaku buruk mereka. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, dari kaum Yahudi, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis berupa alam raya, dan membunuh para nabi tanpa dalih sedikit pun yang bisa dianggap hak atau benar, dan juga membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka sampaikanlah kepada mereka kabar gembira, sebagai bentuk penghinaan, yaitu azab yang pedih di akhirat kelak.", "long": "Dalam ayat ini Allah mencela sikap orang Yahudi di zaman para rasul sebelum Nabi Muhammad, yang dengan taklid buta mengikuti perbuatan nenek moyang mereka. Padahal sesungguhnya mereka sudah mengetahui kesalahan dan kejahatan nenek moyang mereka.\n\nDengan keterangan ayat ini, bertambah jelaslah keburukan orang Yahudi. Sukar bagi mereka mencari alasan untuk membersihkan diri dengan menyatakan beriman. Kejahatan mereka yang terbukti dalam sejarah, menyebabkan mereka mendapat celaan dan kutukan.\n\nOrang Yahudi di zaman Rasulullah saw dianggap ikut bersalah, karena mereka tidak menunjukkan sikap tidak setuju terhadap kejahatan nenek moyang mereka. Di samping membunuh para nabi, orang Yahudi zaman dahulu juga telah membunuh para hukama' (orang-orang bijaksana), yaitu yang disebut dalam ayat ini sebagai \"orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil\". Mereka terdiri dari cerdik pandai, yang menjadikan keadilan itu sebagai tiang keutamaan.\n\nMartabat para hukama' di dalam memberikan petunjuk di bawah martabat para nabi dan demikian pula pengaruh mereka. Membunuh hukama' berarti membunuh akal dan menghancurkan keadilan. Hal ini merupakan dosa besar dan sangat merugikan. Karena itu Allah memberikan peringatan kepada orang Yahudi bahwa mereka akan menerima azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Siapakah yang lebih berhak menerima azab yang pedih itu kalau bukan mereka yang kejam lagi melampaui batas dalam berbuat kejahatan, seperti membunuh para nabi dan para cerdik pandai?" } } }, { "number": { "inQuran": 315, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 3, "page": 52, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena habitat a'maaluhum fid dunyaa wal Aaakhirati wa maa lahum min naasireen" } }, "translation": { "en": "They are the ones whose deeds have become worthless in this world and the Hereafter, and for them there will be no helpers.", "id": "Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/315", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/315.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/315.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika demikian, maka mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, tidak memberi manfaat sedikit pun, di dunia dan di akhirat, dan mereka juga tidak memperoleh penolong dari azab Allah di akhirat kelak.", "long": "Dalam ayat ini, ditegaskan bahwa orang yang melakukan kejahatan maka segala amal yang mereka lakukan di dunia dibatalkan. Di dunia mereka tidak akan mendapatkan pujian manusia, sebab mereka berada dalam kesesatan dan kebatilan. Allah mengutuk mereka, serta membongkar kejahatan-kejahatan yang mereka tutup-tutupi itu melalui para nabi dan rasul-rasul-Nya. Demikianlah arti dari pembatalan amal perbuatan mereka di dunia.\n\nAdapun di akhirat, mereka tidak akan mendapatkan pahala atas segala amal mereka, bahkan mereka akan dijerumuskan ke dalam azab yang pedih. Mereka kelak menempati neraka. Tidak ada seorang pun yang dapat menolong mereka dari tekanan azab Allah.\n\nAllah telah menghapuskan pahala para pembunuh nabi-nabi dan para hukama yang menegakkan keadilan, dan meniadakan bagi mereka pertolongan dari siapa pun. Para pembunuh itu akan dibalas dengan azab yang tidak terhingga dan tak seorang pun dapat menolong mereka.\n\nAllah telah menyediakan tiga macam azab bagi mereka:\n\na.Segala kepedihan dan kesengsaraan terkumpul pada mereka. Inilah azab yang pedih.\n\nb.Segala macam nikmat yang mereka harapkan lenyap, dengan terhapusnya pahala amalan yang mereka lakukan di dunia. Di dunia mereka dikutuk dan dicela, dan di akhirat mereka menderita.\n\nc.Terus-menerus menderita azab tersebut, karena tidak seorang pun yang akan menolong melepaskan mereka dari azab. Inilah yang dimaksud oleh Allah dalam ayat yang artinya \"dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong\"." } } }, { "number": { "inQuran": 316, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 3, "page": 53, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena ootoo naseebam minal Kitaabi yud'awna ilaa Kitaabil laahi liyahkuma bainahum summa yatawallaa fareequm minhum wa hum mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "Do you not consider, [O Muhammad], those who were given a portion of the Scripture? They are invited to the Scripture of Allah that it should arbitrate between them; then a party of them turns away, and they are refusing.", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada Kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka. Kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/316", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/316.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/316.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan beberapa perilaku buruk kaum Yahudi, ayat ini kembali menjelaskan perilaku buruk mereka lainnya. Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana sikap dan respons orang-orang yang telah diberi bagian Kitab Taurat? Mereka diajak berpegang pada Kitab Allah, baik yang tertera pada Al-Qur'an maupun kitab mereka sendiri, Taurat, untuk memutuskan perkara yang diperselisihkan di antara mereka sendiri, kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak kebenaran tersebut, disebabkan oleh kedengkian dan permusuhan.", "long": "Mereka memalingkan diri dari mengamalkan kitab yang mereka imani sendiri bilamana kitab itu tidak sesuai dengan keinginan mereka. Inilah tingkah laku penganut agama Yahudi pada masa Rasulullah saw. Orang Yahudi datang kepada Rasulullah dengan kemauan mereka yang kuat untuk menerima suatu keputusan. Tetapi apabila keputusan yang diberikan itu tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, mereka menolak melaksanakannya. Mereka hanya menghafal sebagian dari isi Taurat, sedang yang lainnya mereka lupakan. Bagian yang mereka hafal itu tidak mereka pahami dengan baik dan tidak pula mereka amalkan." } } }, { "number": { "inQuran": 317, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 3, "page": 53, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e\u0627\u062a\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahum qaaloo lan tamassanan naaru illaaa ayyaamam ma'doodaatinw wa gharrahum fee deenihim maa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "That is because they say, \"Never will the Fire touch us except for [a few] numbered days,\" and [because] they were deluded in their religion by what they were inventing.", "id": "Hal itu adalah karena mereka berkata, “Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja.” Mereka teperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/317", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/317.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/317.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berani melakukan hal itu adalah karena mereka berkata dengan penuh keyakinan, \"Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja yang selanjutnya akan diganti oleh orang Islam.\" Mereka, kaum Yahudi, telah terpedaya oleh keyakinan mereka dalam memahami ajaran agama mereka, oleh apa yang se-cara sengaja mereka ada-adakan sendiri dengan menyimpangkan ajaran yang sebenarnya.", "long": "Ayat ini menerangkan alasan atau sebab yang mendorong orang Yahudi menentang dan berpaling dari kebenaran. Mereka mempunyai paham yang sudah melekat dalam iktikad mereka bahwa mereka tidak akan diazab api neraka kecuali beberapa hari tertentu saja. \n\nAnggapan yang sudah melekat kuat ini meresap dalam jiwa mereka, dan akhirnya membentuk sikap mental mereka. Sehingga mereka menganggap enteng hukuman yang akan menimpa mereka. Ini disebabkan oleh karena mereka merasa ada hubungan darah dengan para nabi, dan menganggap bahwa mereka akan selamat dari siksa api neraka asal mereka tetap beragama Yahudi. Jadi menurut paham mereka hubungan keturunan dengan nabi, serta tetap tercatat sebagai penganut agama Yahudi sudah menjamin untuk dapat masuk surga.\n\nBarang siapa yang menganggap enteng ancaman Allah, karena percaya bahwa azab itu tidak akan turun menimpanya, berarti mereka telah meremehkan perintah Allah serta larangan-Nya.\n\nDemikianlah keadaan suatu umat, ketika mereka mulai meninggalkan agamanya, mereka sudah tidak segan lagi untuk melakukan kejahatan. Gejala membelakangi agama sedemikian ini tampak pada orang-orang Yahudi, Nasrani dan juga di kalangan orang Muslim.\n\nOrang Yahudi mengira bahwa mereka jika masuk neraka hanya diazab dalam \"beberapa hari yang dapat dihitung\" ialah 40 hari; sejumlah hari yang mereka gunakan untuk menyembah anak sapi. Sebenarnya tidak ada keterangan yang dapat dipercaya untuk menegaskan kapan hari yang dimaksud, kecuali anggapan kosong dari orang Yahudi.\n\nSegala kebohongan yang telah mereka adakan telah menipu mereka dalam agama, misalnya ucapan mereka, \"Kami adalah anak-anak Tuhan dan kekasih-Nya\" dan kata-kata mereka, \"Sesungguhnya nenek moyang kami para nabi yang akan memberikan syafaat kepada kami\" dan \"Sesungguhnya Allah telah berjanji kepada Yakub tidak akan mengazab anak-anak keturunannya, kecuali hanya dalam tempo yang pendek.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 318, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 3, "page": 53, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0648\u064f\u0641\u0651\u0650\u064a\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakaifa izaa jama'naahum li Yawmil laa raiba fee wa wuffiyat kullu nafsim maa kasabat wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "So how will it be when We assemble them for a Day about which there is no doubt? And each soul will be compensated [in full for] what it earned, and they will not be wronged.", "id": "Bagaimana jika (nanti) mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak diragukan terjadinya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/318", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/318.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/318.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya disebutkan bahwa kaum Yahudi berani menyepelekan azab Allah dengan mengingkari kebenaran yang dibawa Rasulullah, barangkali karena mereka masih hidup di dunia, maka bagaimana jika nanti mereka, kaum Yahudi itu, Kami kumpulkan pada hari kiamat yang tidak diragukan terjadinya, dan pada hari itu juga kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna atau setimpal sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, jika baik akan mendapatkan pahala dan jika buruk akan memperloleh siksa, dan mereka tidak akan dizalimi, yakni dirugikan atau dikurangi sedikit pun dari balasannya?", "long": "Ayat ini membantah dan membatalkan apa yang dikatakan oleh orang Yahudi pada ayat yang lalu. Ayat ini tersusun dalam bentuk kalimat pertanyaan bagaimanakah keadaan orang Yahudi bilamana hari Kiamat yang tidak diragukan lagi itu telah datang.\n\nBentuk kalimat seperti itu menggambarkan bagaimana kehebatan huru-hara yang terjadi di hari itu, dan tentang siksa besar yang akan ditimpakan kepada orang-orang Yahudi. Mereka akan jatuh kepada jurang penderitaan, tak akan ada jalan untuk menyelamatkan diri. Sesungguhnya anggapan orang Yahudi bahwa dirinya akan dapat lepas dengan mudah dari azab itu adalah angan-angan kosong.\n\nPada hari yang dahsyat itu orang akan melihat dengan jelas apa yang telah dikerjakannya, baik atau buruk akan dihadapkan kepada mereka. Kemudian segala amal perbuatan akan dibalas dengan kebahagiaan jika amal itu baik atau dengan kesengsaraan jika amal itu buruk. Tidak ada hak istimewa yang dapat diberikan kepada pemeluk suatu agama tertentu dan golongan tertentu. Tidak pula suatu bangsa mendapat keistimewaan atas bangsa-bangsa lainnya sekalipun mereka menamakan dirinya dengan sya'bullah al-mukhtar (rakyat Allah yang terpilih) atau anak Allah. Pembalasan pada hari kiamat itu sesuai dengan baik buruknya iktikad yang terkandung dalam hati dan sesuai pula dengan baik buruknya amal perbuatan yang telah dilakukan.\n\nPada hari itu akan terdapat keadilan yang sempurna. Tidak akan dikurangi sedikit pun balasan terhadap suatu perbuatan dan tidak pula akan ditambah. Yang menjadi pertimbangan pada hari itu ialah keimanan seseorang dan pengaruh iman itu terhadap amal perbuatannya sewaktu di dunia. Kalau dia tidak beriman, maka dia akan masuk ke dalam neraka, karena amal-amalnya yang buruk. Jika imannya tidak sampai rusak, karena diimbangi dengan amal saleh atau seimbang antara yang baik dengan yang buruk, maka dia mendapat balasan sesuai dengan derajat dan kadarnya masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 319, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 3, "page": 53, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u062a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u062a\u064f\u0639\u0650\u0632\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u062a\u064f\u0630\u0650\u0644\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Qulil laahumma Maalikal Mulki tu'til mulka man tashaaa'u wa tanzi'ulmulka mimman tashhaaa'u wa tu'izzu man tashaaa'u wa tuzillu man tashaaa'u biyadikal khairu innaka 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Say, \"O Allah, Owner of Sovereignty, You give sovereignty to whom You will and You take sovereignty away from whom You will. You honor whom You will and You humble whom You will. In Your hand is [all] good. Indeed, You are over all things competent.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/319", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/319.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/319.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan tentang ketidakmampuan seseorang untuk menghindar dari keniscayaan hari akhir sebagai hari pembalasan, hari tersingkapnya rahasia, hari terkuaknya segala kebohongan, maka ayat berikut menjelaskan tentang kemahakuasaan Allah yang lain di dunia. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak seorang pun mampu mengangkat derajat orang lain dan memuliakannya kecuali atas izin-Nya, dan tidak seorang pun mampu menjatuhkan kekuasaan orang lain dan menghinakannya kecuali atas izin-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyuruh Nabi untuk menyatakan bahwa Allah Yang Mahasuci yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan Mahabijaksana dengan tindakan-Nya yang sempurna di dalam menyusun, mengurus, dan merampungkan segala perkara dan yang menegakkan neraca undang-undang di alam ini. Maka Allah yang memberikan urusan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Ada kalanya Allah memberikan kekuasaan itu bersamaan dengan pangkat kenabian seperti keluarga Ibrahim, dan ada kalanya hanya memberikan kekuasaan memerintah saja menurut hukum kemasyarakatan yaitu dengan mengatur kabilah-kabilah dan bangsa-bangsa. Allah juga yang mencabut kekuasaan dari orang-orang yang Dia kehendaki, disebabkan mereka berpaling dari jalan yang lurus, yaitu jalan yang dapat memelihara kekuasaan karena meninggalkan keadilan dan berlaku curang dalam pemerintahan. Demikianlah hal itu telah berlaku pula terhadap Bani Israil dan bangsa lain disebabkan kezaliman dan kerusakan budi mereka.\n\nAllah juga memberi kekuasaan kepada orang yang Dia kehendaki, dan menghinakan orang yang Dia kehendaki. Orang yang diberi kekuasaan ialah orang yang didengar tutur katanya, banyak penolongnya, mempengaruhi jiwa manusia dengan wibawa dan ilmunya, mempunyai keluasan rezeki dan berbuat baik kepada segenap manusia.\n\nAdapun orang yang mendapat kehinaan, ialah orang yang rendah akhlaknya, merasa lemah semangat membela kehormatan, tidak mampu mengusir musuhnya yang menyerbu dan tidak mampu mempersatukan pengikutnya. Padahal tidak ada satu kemuliaan pun dapat dicapai tanpa persatuan untuk menegakkan kebenaran dan menentang kezaliman.\n\nApabila masyarakat telah bersatu dan berjalan menurut sunatullah, berarti mereka telah menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi segala kemungkinan. Banyak sedikitnya bilangan suatu umat tidaklah menjamin untuk dapat mewujudkan kekuasaan dan menghimpun kekuatan. Orang musyrik Mekah, orang Yahudi dan orang munafik Arab telah tertipu oleh banyaknya pengikut dibanding dengan pengikut Rasulullah saw, padahal yang demikian itu tidak mendatangkan faedah bagi mereka sedikit pun. Sebagaimana firman Allah:\n\nMereka berkata, \"Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana.\" Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui. (al-Munafiqun/63: 8)\n\nFakta-fakta sejarah menjadi bukti bahwa jumlah yang banyak saja tidaklah menunjukkan kekuatan. Lihatlah bangsa-bangsa Timur, mereka berjumlah banyak tetapi dapat dikuasai oleh bangsa-bangsa Barat yang berjumlah lebih sedikit, disebabkan merajalelanya kebodohan dan permusuhan, atau perpecahan yang terjadi di antara sesama mereka.\n\nDalam ayat ini diterangkan pula bahwa segala kebajikan terletak di tangan-Nya baik kenabian, kekuasaan atau pun kekayaan. Ini menunjukkan bahwa Allah sendirilah yang memberikannya menurut kemauan-Nya. Tidak ada seorang pun yang memiliki kebajikan selain Allah. Dalam ayat ini hanya disebutkan kebajikan saja. Sebenarnya segala yang buruk dan jahat juga ada di bawah kekuasaan Allah. Hal ini dipahami dari pernyataan Allah bahwa Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.\n\nDalam ayat ini disebutkan kebajikan saja karena disesuaikan dengan keadaan. Keadaan yang mendorong orang-orang kafir menentang dan meremehkan dakwah Nabi Muhammad saw ialah kemiskinan beliau, kelemahan pengikut-pengikutnya serta kecilnya bilangan mereka. Oleh sebab itu Allah menyuruh Nabi untuk berlindung kepada yang memiliki segala kerajaan. Yang ditangan-Nya segala kekuasaan dan kemuliaan. Allah mengingatkan Rasulullah bahwa seluruh kebaikan dan kekayaan ada ditangan-Nya. Maka tidak ada yang dapat menghalangi-Nya apabila Allah memberikan kemiskinan dan kekayaan kepada Nabi-Nya atau kepada orang-orang mukmin yang dikehendaki-Nya, sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nDan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). (al-Qasas/28: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 320, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 3, "page": 53, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Toolijul laila fin nahaari wa toolijun nahaara fil laili wa tukhrijul haiya minalmaiyiti wa tukhrijulo maiyita minal haiyi wa tarzuqu man tashaaa'u bighari hisab" } }, "translation": { "en": "You cause the night to enter the day, and You cause the day to enter the night; and You bring the living out of the dead, and You bring the dead out of the living. And You give provision to whom You will without account.\"", "id": "Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/320", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/320.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/320.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut ini juga bukti kekuasaan Allah yang lain. Engkau masukkan malam ke dalam siang sehingga siang menjadi lebih panjang daripada malam, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam sehingga malam lebih panjang daripada siang. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati seperti ayam dari telur, tumbuh-tumbuhan dari biji-bijian, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup seperti keluarnya telur dari ayam dan biji-bijian. Inilah siklus kehidupan yang Engkau atur sedemikian rupa sesuai dengan kekuasaan-Mu. Dan dengan kekuasaanMu juga, Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki baik yang taat maupun yang tidak taat, baik yang mukmin maupun yang kafir, tanpa perhitungan. Jika demikian, maka tidak seorang pun yang mampu mempertanyakan karunia yang diberikan kepada siapa pun, baik berupa kekuasaan, kekayaan, kemudahan mencari rezeki, dan lain-lain.", "long": "Bagian malam dimasukkan kepada siang, sehingga waktu malam menjadi lebih pendek dibanding dengan waktu siang. Allah memasukkan bagian siang ke dalam malam, yang menyebabkan waktu malam menjadi panjang dan waktu siang menjadi pendek. Hal ini biasa terjadi di negara-negara yang mempunyai empat musim, sehingga malam lebih panjang daripada siang pada musim dingin.\n\nTidaklah mengherankan bahwa sesudah adanya kenyataan tersebut, Allah Yang Maha Bijaksana memberikan kenabian atau kerajaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, atau mencabut kenabian dan kerajaan itu dari siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah yang mengurus segala urusan manusia, sebagaimana halnya Dia mengurus perubahan siang dan malam.\n\nAllah mengeluarkan yang hidup dari yang mati seperti mengeluarkan batang kelapa dari bijinya, mengeluarkan manusia dari nutfah, atau mengeluarkan unggas dari telur. Demikian Allah mengeluarkan yang mati dari yang hidup seperti mengeluarkan anak yang bodoh dari orang yang alim, orang kafir dari orang yang mukmin.\n\nKodrat Allah dijelaskan pula dengan bahasa yang mudah dipahami, dengan contoh-contoh yang bisa disaksikan oleh manusia, di dalam kejadian sehari-hari. Malam dimasukkan ke dalam siang, siang dimasukkan ke dalam malam, tumbuhan yang hidup dikeluarkan dari tanah yang merupakan benda mati, telur yang merupakan benda mati, dari ayam yang merupakan makhluk hidup.\n\nAyat di atas berbicara mengenai biji tumbuhan dan tentang \"dikeluarkan yang hidup dari yang mati dan dikeluarkan yang mati dari yang hidup\". Ayat lain yang mirip dan bahkan lebih jelas adalah Surah al-An'am/6: 95, yang artinya sebagai berikut: \n\n\"Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?\". (al-An'am/6: 95)\n\nDari sudut ilmu pengetahuan, hal-hal tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut:\n\n1.Ayat ini mengandung pesan bahwa penciptaan bukanlah suatu kebetulan, sebab apabila ini suatu kebetulan, maka dia tidak dapat berkesinambungan. Penciptaan terjadi dalam dua hal yang bertolak belakang. Siapa yang dapat melakukan yang demikian pastilah yang Mahakuasa. Perkataan \"mengeluarkan yang hidup dari yang mati\" menyatakan kekuasaan Allah membangkitkan orang-orang mati di hari kemudian. Tetapi pembangkitan yang mati menjadi hidup dan sebaliknya juga terlihat pada kejadian sehari-hari dalam proses perkembangan benih tumbuhan. \n\n2.Interpretasi kedua, bahwa biji dijadikan contoh dalam pengaturan siklus antara hidup dan mati yang terus bergulir.\n\nï‚§Bagaimana biji mencontohkan siklus tersebut adalah demikian. Bagi tumbuhan, biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru yang disebut lembaga atau embryo. Dengan biji inilah tumbuhan dapat mempertahankan keturunan jenisnya dan dapat menyebarkannya ke lain tempat. Dalam morfologi tumbuhan dikenal ada biji tertutup yang disebut Angiospermae, dan biji telanjang/terbuka yang disebut Gymnospermae. Biji memiliki keanekaan dalam ukuran, bentuk dengan kulit biji yang berlapis-lapis, dan kekerasan (dari mulai yang lunak sampai dengan yang keras seperti batu). Ketika biji sampai pada kondisi yang diperlukan, maka biji tersebut akan tumbuh dan kulit biji yang menjadi pelindung bagian biji yang ada di dalam akan ditembus oleh lembaga. Bahkan lapisan kulit biji yang sekeras batupun dapat dipecahkannya.\n\nï‚§Siklus kehidupan dan kematian merupakan rahasia keajaiban alam dan rahasia kehidupan. Ciri utama siklus itu adalah bahwa zat-zat hidrogen, karbondioksida, nitrogen,dan garam yang non organik di bumi, berubah menjadi zat-zat organik yang merupakan bahan kehidupan bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan berkat bantuan sinar matahari. Selanjutnya zat-zat tersebut kembali mati dalam bentuk kotoran makhluk hidup dan dalam bentuk tubuh yang aus karena faktor disolusi bakteri dan kimia, yang mengubahnya menjadi zat non organik untuk memasuki siklus kehidupan yang baru. Begitulah Sang Pencipta mengeluarkan kehidupan dari kematian dan mengeluarkan kematian dari kehidupan di setiap saat. Siklus ini terus berputar dan hanya terjadi pada makhluk yang diberi kehidupan.\n\nAl-Qur'an mempergunakan pula kata \"mati\" untuk pengertian \"kafir\", dan kata \"hidup\" untuk pengertian \"iman\" seperti:\n\nDan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan. (al-An'am/6: 122)\n\nLafaz \"yang hidup\" dipergunakan dalam arti lawan \"yang mati\", baik yang hidup itu ḥissiyyah seperti hidup hewan dan tumbuh-tumbuhan atau pun maknawiyyah seperti ilmu dan iman. \"Yang hidup dikeluarkan dari yang mati\" dan seterusnya adalah suatu kenyataan, bahwa Allah yang memiliki kekuasaan yang Dia berikan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah mengeluarkan seorang penghulu para rasul dari bangsa Arab yang buta huruf. Rasul itu, Muhammad saw, yang menyiapkan mereka dengan kekuatan dan kemauan untuk menjadi umat yang terkuat, yang dapat menghancurkan benteng perbudakaan dan menegakkan kemerdekaan. Sementara itu orang-orang Yahudi (Bani Israil) bergelimang di dalam taqlid, perbudakan dan penindasan raja-raja atau para penguasa. \n\nAllah memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, lalu mencabut pemberian-Nya dari siapa saja yang Dia kehendaki, hanyalah berdasarkan sunah dan hukum-Nya. Segala urusan ada di tangan Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat menilai dan memperkirakan perhitungan-Nya. Dialah yang berkuasa mencabut kekuasan dari siapa yang dikehendaki-Nya serta menghinakannya, dan hanya Dia pulalah yang kuasa memberikan kekuasaan itu kepada suatu bangsa serta memuliakannya. Yang demikian itu, amat mudah bagi Allah. Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa balasan." } } }, { "number": { "inQuran": 321, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 3, "page": 53, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u0629\u064b \u06d7 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Laa yattakhizil mu'minoonal kaafireena awliyaaa'a min doonil mu'mineena wa mai yaf'al zaalika falaisa minal laahi fee shai'in illaaa an tattaqoo minhum tuqaah; wa yuhazzirukumul laahu nafsah; wa ilal laahil maseer" } }, "translation": { "en": "Let not believers take disbelievers as allies rather than believers. And whoever [of you] does that has nothing with Allah, except when taking precaution against them in prudence. And Allah warns you of Himself, and to Allah is the [final] destination.", "id": "Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/321", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/321.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/321.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan kekuasaan Allah yang tak terbatas, yang salah satunya memberi rezeki tanpa perhitungan, maka ayat ini melarang kaum mukmin untuk menjadikan orang kafir sebagai wali. Janganlah orang-orang beriman dengan sebenar-benarnya menjadikan orang kafir, baik kafir secara akidah maupun orang yang bergelimang dalam kedurhakaan, sebagai wali, yaitu orang terdekat yang menjadi tempat menyimpan rahasia yang menyangkut kemaslahatan umum, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, yaitu menjadikan orang kafir sebagai wali, niscaya dia tidak akan memperoleh perlindungan dan pertolongan apa pun dari Allah, kecuali apabila yang kamu lakukan itu karena untuk siasat menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka, terkait dengan keselamatan dirimu dan kaum muslim. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri, yakni siksa-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali semua makhluk-Nya.", "long": "Kaum Muslimin dilarang menjadikan orang kafir sebagai kawan yang akrab, pemimpin atau penolong, karena yang demikian ini akan merugikan mereka sendiri baik dalam urusan agama maupun dalam kepentingan umat, apalagi jika dalam hal ini kepentingan orang kafir lebih didahulukan daripada kepentingan kaum Muslimin sendiri, hal itu akan membantu tersebarluasnya kekafiran. Ini sangat dilarang oleh agama.\n\nOrang mukmin dilarang mengadakan hubungan akrab dengan orang-orang kafir, baik disebabkan oleh kekerabatan, kawan lama waktu zaman jahiliah, atau pun karena bertetangga. Larangan itu tidak lain hanyalah untuk menjaga dan memelihara kemaslahatan agama, serta agar kaum Muslimin tidak terganggu dalam usahanya untuk mencapai tujuan yang dikehendaki oleh agamanya.\n\nAdapun bentuk-bentuk persahabatan dan persetujuan kerja sama, yang kiranya dapat menjamin kemaslahatan orang-orang Islam tidaklah terlarang. Nabi sendiri pernah mengadakan perjanjian persahabatan dengan Bani Khuza'ah sedang mereka itu masih dalam kemusyrikan.\n\nKemudian dinyatakan bahwa barang siapa menjadikan orang kafir sebagai penolongnya, dengan meninggalkan orang mukmin, dalam hal-hal yang memberi mudarat kepada agama, berarti dia telah melepaskan diri dari perwalian Allah, tidak taat kepada Allah dan tidak menolong agamanya. Ini berarti pula bahwa imannya kepada Allah telah terputus, dan dia telah termasuk golongan orang-orang kafir.\n\n¦ Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka¦(al-Ma'idah/5: 51)\n\nOrang mukmin boleh mengadakan hubungan akrab dengan orang kafir, dalam keadaan takut mendapat kemudaratan atau untuk memberikan kemanfaatan bagi Muslimin. Tidak terlarang bagi suatu pemerintahan Islam, untuk mengadakan perjanjian persahabatan dengan pemerintahan yarg bukan Islam; dengan maksud untuk menolak kemudaratan, atau untuk mendapatkan kemanfaatan. Kebolehan mengadakan persahabatan ini tidak khusus hanya dalam keadaan lemah saja tetapi boleh juga dalam sembarang waktu, sesuai dengan kaidah: \n\nMenolak kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan ke-maslahatan\n\nBerdasarkan kaidah ini, para ulama membolehkan \"taqiyah\", yaitu mengatakan atau mengerjakan sesuatu yang berlawanan dengan kebenaran untuk menolak bencana dari musuh atau untuk keselamatan jiwa atau untuk memelihara kehormatan dan harta benda.\n\nMaka barang siapa mengucapkan kata-kata kufur karena dipaksa, sedang hati (jiwanya) tetap beriman, karena untuk memelihara diri dari kebinasaan, maka dia tidak menjadi kafir. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh 'Ammar bin Yasir yang dipaksa oleh Quraisy untuk menjadi kafir, sedang hatinya tetap beriman. Allah berfirman:\n\nBarang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar. (an-Nahl/16: 106)\n\nSebagaimana telah terjadi pada seorang sahabat yang terdesak ketika menjawab pertanyaan Musailamah, \"Apakah engkau mengakui bahwa aku ini rasul Allah? Jawabnya, \"Ya\". Karena itu sahabat tadi dibiarkan dan tidak dibunuh. Kemudian seorang sahabat lainnya sewaktu ditanya dengan pertanyaan yang sama, ia menjawab, \"Saya ini tuli\" (tiga kali), maka sahabat tersebut ditangkap dan dibunuh. Setelah berita ini sampai kepada Rasulullah saw beliau bersabda: \"Orang yang telah dibunuh itu kembali kepada Allah dengan keyakinan dan kejujurannya, adapun yang lainnya, maka dia telah mempergunakan kelonggaran yang diberikan Allah, sebab itu tidak ada tuntutan atasnya\".\n\nKelonggaran itu disebabkan keadaan darurat yang dihadapi, dan bukan menyangkut pokok-pokok agama yang harus selalu ditaati. Dalam hal ini diwajibkan bagi Muslim hijrah dari tempat ia tidak dapat menjalankan perintah agama dan terpaksa di tempat itu melakukan \"taqiyyah\". Adalah termasuk tanda kesempurnaan iman bila seseorang tidak merasa takut kepada cercaan di dalam menjalankan agama Allah. Allah berfirman:\n\n¦..karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman¦ (Ali 'Imran/3: 175)\n\nAllah berfirman:\n\n... Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. ¦. (al-Ma'idah/5: 44).\n\nTermasuk dalam \"taqiyah\", berlaku baik, lemah lembut kepada orang kafir, orang zalim, orang fasik, dan memberi harta kepada mereka untuk menolak gangguan mereka. Hal ini bukan persahabatan akrab yang dilarang, melainkan cara itu sesuai dengan tuntunan peraturan:\n\n\"Suatu tindakan yang dapat memelihara kehormatan seorang mukmin, adalah termasuk sedekah\". (Riwayat ath-thabrani).\n\nDalam hadis lain dari Aisyah r.a.:\n\nSeseorang datang meminta izin menemui Rasulullah dan ketika itu aku berada di sampingnya. Lalu Rasulullah berkata, \"(Dia adalah) seburuk-buruk warga kaum ini\". Kemudian Rasulullah mengizinkannya untuk menghadap, lalu beliau berbicara dengan orang tersebut dengan ramah- tamah dan lemah-lembut. Rasulullah berkata, \"Hai, 'Aisyah sesungguhnya di antara orang yang paling buruk adalah orang yang ditinggalkan oleh orang lain karena takut kepada kejahatannya.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nTerhadap mereka yang melanggar larangan Allah di atas, Allah memperingatkan mereka dengan siksaan yang langsung dari sisi-Nya dan tidak ada seorang pun yang dapat menghalanginya. Akhirnya kepada Allah tempat kembali segala makhluk. Semua akan mendapatkan balasan sesuai dengan amal perbuatannya." } } }, { "number": { "inQuran": 322, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 3, "page": 53, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Qul in tukhfoo maa fee sudoorikum aw tubdoohu ya'lamhul laah; wa ya'lamu maa fis samaawaati wa maa fil ard; wallaahu 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Say, \"Whether you conceal what is in your breasts or reveal it, Allah knows it. And He knows that which is in the heavens and that which is on the earth. And Allah is over all things competent.", "id": "Katakanlah, “Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/322", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/322.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/322.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengingatkan agar tidak seorang pun bersembunyi di balik kata-kata bohongnya untuk mengambil keuntungan pribadi, sebab semua pasti akan terungkap. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, baik berupa ucapan maupun perbuatan, Allah pasti mengetahuinya dan akan membalasnya sesuai dengan apa yang dikatakan dan dilakukannya.\" Demikian, karena Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, sehingga dengan kekuasaan-Nya itu Allah mampu mengungkap rahasia hamba-Nya dan membalas segala perbuatannya dengan seadil-adilnya.", "long": "Allah mengetahui segala apa yang terkandung di dalam hati seorang Muslim ketika ia mengadakan hubungan yang akrab dengan orang kafir. Apakah karena mereka suka kepada orang kafir itu, atau itu dilakukan karena maksud untuk menyelamatkan diri. Kalau seorang Muslim berbuat demikian karena memang cenderung kepada kekufuran, tentu Allah akan menyiksa mereka. Sedang kalau mereka melakukan itu untuk memelihara diri dan hati mereka tetap dalam iman, Allah akan mengampuni mereka dan tidak akan mengazab mereka atas pekerjaan yang tidak merusakkan agama dan umat. Allah memberi balasan kepada mereka menurut ilmu-Nya sendiri yang meliputi semua isi langit dan bumi.\n\nPada akhir ayat ini Allah mengatakan bahwa: \"Allah Mahakuasa atas segala sesuatu\". Sebab itu, janganlah kamu kaum Muslimin berani mendurhakai-Nya dan janganlah mengadakan kerja sama dengan musuh-musuh-Nya. Semua bentuk maksiat, baik yang tersembunyi maupun yang tampak senantiasa diketahui Allah dan Dia berkuasa memberi pembalasan atasnya." } } }, { "number": { "inQuran": 323, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 3, "page": 54, "manzil": 1, "ruku": 44, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u062a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Yawma tajidu kullu nafsim maa'amilat min khairim muhdaranw wa maa 'amilat min sooo'in tawaddu law anna bainahaa wa bainahooo amadam ba'eedaa; wa yuhazzirukumul laahu nafsah; wallaahu ra'oofum bil'ibaad" } }, "translation": { "en": "The Day every soul will find what it has done of good present [before it] and what it has done of evil, it will wish that between itself and that [evil] was a great distance. And Allah warns you of Himself, and Allah is Kind to [His] servants.\"", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/323", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/323.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/323.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari kiamat, setiap jiwa yang sudah dewasa dan layak diberi beban agama akan mendapatkan balasan atau ganjaran atas kebajikan yang telah dikerjakan dan akan dihadapkan atau dihadirkan kepadanya, begitu juga balasan atas kejahatan yang telah dia kerjakan juga akan dihadirkan di hadapannya. Maka, pada saat itulah dia yang perbuatannya buruk berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan segala keburukannya dengan hari itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri yakni siksa-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya dengan memberinya perlindungan pada hari ketika tidak ada perlindungan kecuali dari-Nya. Ini menunjukkan betapa takut orangorang yang mati dengan membawa dosa serta betapa sulitnya hari itu kecuali bagi mereka yang memperoleh rahmat-Nya", "long": "Selanjutnya pada ayat ini Allah memperingatkan hari yang pasti datangnya, tiap manusia akan menyaksikan sendiri segala perbuatannya selama masa hidupnya. Orang yang mendapatkan pahala amal kebajikannya, merasa senang dan gembira atas pahala yang diterimanya. Orang akan menyaksikan pula kejahatan-kejahatannya, dan menginginkan kejahatan itu dijauhkan daripadanya. Kemudian Allah mengulangi lagi ancaman-Nya dengan memperingatkan manusia terhadap siksa-Nya, yakni hendaklah manusia takut akan kemurkaan Allah, dengan cara mengerjakan kebajikan, menolak tipu muslihat setan dan bertobat kepada-Nya. Kemudian ayat ini ditutup dengan pernyataan bahwa Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.\n\nAl-hasan al-Basri berkata, \"Di antara kasih sayang Allah ialah Dia memperingatkan manusia akan kekuasaan Diri-Nya, memperkenalkan kepada mereka kesempurnaan ilmu dan kodrat-Nya, sebab barang siapa telah mengetahui hal itu dengan sempurna, maka ia pasti merasa terpanggil untuk mencari keridaan-Nya dan menjauhi kemurkaan-Nya. Di antara belas kasihan Allah ialah: Allah menjadikan fitrah manusia cenderung kepada kebajikan serta senantiasa membenci hal-hal yang mengarah kepada kejahatan, sehingga pengaruh kejahatan dalam jiwa dapat dilenyapkan dengan tobat dan amal saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 324, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 3, "page": 54, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u064a\u064f\u062d\u0652\u0628\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qul in kuntum tuhibboonal laaha fattabi' oonee yuhbibkumul laahu wa yaghfir lakum zunoobakum; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"If you should love Allah, then follow me, [so] Allah will love you and forgive you your sins. And Allah is Forgiving and Merciful.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/324", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/324.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/324.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang merasa mencintai Allah,\" Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, dengan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larang-an-Nya yang disyariatkan melalui aku, juga ditambah dengan melaksanakan sunahsunahku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.\" Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang terhadap siapa pun yang mengikuti perintah Rasul-Nya dan meninggalkan larangannya.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi untuk mengatakan kepada orang Yahudi, jika mereka benar menaati Allah maka hendaklah mereka mengakui kerasulan Nabi Muhammad, yaitu dengan melaksanakan segala yang terkandung dalam wahyu yang diturunkan Allah kepadanya. Jika mereka telah berbuat demikian niscaya Allah meridai mereka dan memaafkan segala kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan serta mengampuni dosa-dosa mereka. Mengikuti Rasul dengan sungguh-sungguh baik dalam itikad maupun amal saleh akan menghilangkan dampak maksiat dan kekejian jiwa mereka serta menghapuskan kezaliman yang mereka lakukan sebelumnya.\n\nAyat ini memberikan keterangan yang kuat untuk mematahkan pengakuan orang-orang yang mengaku mencintai Allah pada setiap saat, sedang amal perbuatannya berlawanan dengan ucapan-ucapan itu. Bagaimana mungkin dapat berkumpul pada diri seseorang cinta kepada Allah dan pada saat yang sama membelakangi perintah-Nya. Siapa yang mencintai Allah, tapi tidak mengikuti jalan dan petunjuk Rasulullah, maka pengakuan cinta itu adalah palsu dan dusta. Rasulullah bersabda:\n\n\"Siapa melakukan perbuatan tidak berdasarkan perintah kami maka perbuatan itu ditolak\". (Riwayat al-Bukhari).\n\nBarang siapa mencintai Allah dengan penuh ketaatan, serta mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengikuti perintah Nabi-Nya, serta membersihkan dirinya dengan amal saleh, maka Allah mengampuni dosa-dosanya." } } }, { "number": { "inQuran": 325, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 3, "page": 54, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 21, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul atee'ul laaha war Rasoola fa in tawallaw fa innal laaha laa yuhibbul kaafireen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Obey Allah and the Messenger.\" But if they turn away - then indeed, Allah does not like the disbelievers.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/325", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/325.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/325.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai bukti kecintaan kepada Allah, maka katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mere,\"Taatilah Allah dan Rasul ka yang telah mencintai Allahbaik dalam perintah maupun larangan-Nya. Sebab, jika kalian berpaling dari menaati Allah dan Rasul-Nya sementara kalian mengaku telah mencintai-Nya, maka ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir, baik dari segi akidah maupun mereka yang bergelimang dalam kedurhakaan.\"", "long": "Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Muhammad saw, menyampaikan ayat 31 di atas, Abdullah bin Ubay berkata, \"Muhammad telah menyamakan taat kepadanya dengan taat kepada Allah, dan dia menyuruh kita mencintainya seperti orang-orang Nasrani mencintai Isa.\" Maka Allah menurunkan ayat 32 ini.\n\nMaksud ayat ini ialah, \"Katakanlah kepada mereka wahai Muhammad. Taatilah Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya dan jauhilah segala larangan-Nya. Taatilah Rasulullah dengan mengikuti sunahnya, dan jadikanlah petunjuk-petunjuknya sebagai (pedoman) dalam hidup. Ayat ini memberi pengertian pula bahwa Allah swt mewajibkan kepada kita mengikuti Nabi Muhammad saw, karena dia adalah Rasul Allah. \n\nJika orang-orang kafir itu berpaling tidak mau menerima seruan rasul karena pengakuan mereka bahwa mereka itu anak-anak Allah dan kekasih-Nya, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir, yakni orang-orang yang telah dibelokkan oleh hawa nafsunya dari ayat-ayat Allah. Karena itu Allah tidak meridai mereka bahkan menjauhkan mereka dari kenikmatan surga-Nya dan akan memurkai mereka pada hari kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 326, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 3, "page": 54, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0622\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0622\u0644\u064e \u0639\u0650\u0645\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal laahas tafaaa Aadama wa Noohanw wa Aala Ibraaheema wa Aala Imraana 'alal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah chose Adam and Noah and the family of Abraham and the family of 'Imran over the worlds -", "id": "Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/326", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/326.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/326.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menunjukkan siapa yang berhak memperoleh cintaNya, maka ayat berikut menjelaskan beberapa sosok yang telah memperoleh cinta Allah. Sesungguhnya Allah dengan pengetahuan-Nya yang bersifat azali telah memilih Adam sebagai khalifah-Nya, Nuh sebagai penerima syariat pertama, keluarga Ibrahim, yaitu Ismail, Ishak dan keturunannya yang banyak menjadi nabi dan rasul, dan keluarga Imran yaitu Maryam yang melahirkan anak tanpa bapak, dan Isa sebagai rasul bagi Bani Israil melebihi segala umat pada masa masing-masing. -", "long": "Allah telah memilih Adam dan keluarga Ibrahim, serta keluarga Imran, dan menjadikan mereka manusia pilihan di masanya masing-masing, serta diberikan kepada mereka nubuwwah dan risalah. )\n\nAdam adalah rasul pertama sebagai bapak semua manusia yang telah dipilih Allah sebagai Nabi.\n\nKemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. (thaha/20: 122)\n\nDari keturunan Adam, lahirlah para nabi dan rasul. Rasul kedua adalah Nuh, sebagai bapak manusia yang kedua meskipun ada pendapat yang mengatakan bahwa Nuh adalah rasul pertama. Di masanya telah terjadi banjir yang besar yang membinasakan sebagian besar umat manusia. Allah telah menyelamatkan dia dan sebagian keluarganya dari bencana yang dahsyat itu dalam satu bahtera. Keturunannya banyak yang menjadi nabi dan rasul. Kemudian keturunan beliau ini tersebar ke beberapa negeri.\n\nKemudian datanglah Ibrahim sebagai nabi dan rasul. Sesudah Ibrahim datanglah berturut-turut beberapa orang nabi dan rasul yang berasal dari keturunannya, seperti Ismail, Ishak, Yakub dan Asbath (anak cucu Bani Israil). Di antara keturunan Nabi Ibrahim yang terkemuka adalah: Keluarga Ismail, dan keluarga Imran, yaitu Isa dan Ibunya, Maryam binti Imran keturunan Yakub.\n\nKemudian kenabian itu ditutup dengan seorang putra dari keturunan Nabi Ismail yaitu Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 327, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 3, "page": 54, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Zurriyyatam ba'duhaa mim ba'd; wallaahu Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Descendants, some of them from others. And Allah is Hearing and Knowing.", "id": "(sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/327", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/327.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/327.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah juga memilih mereka sebagai satu keturunan yang suci, yang sebagiannya adalah pewaris dari sebagian yang lain berupa kesucian, kemuliaan, dan kebaikan. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Ini sebagai isyarat bahwa ketokohan mereka didasarkan atas ilmu Allah yang sempurna, sehingga mereka layak didengar ucapannya dan diteladani perilakunya.", "long": "Kedua keluarga - keluarga Ibrahim dan keluarga Imran adalah satu keturunan yang bercabang-cabang menjadi beberapa keturun-an ). Keturunan Ibrahim ialah \"Ismail dan Ishak.\" Ibrahim sendiri adalah turunan Nabi Nuh, dan Nabi Nuh berasal dari Nabi Adam. Keluarga Imran yaitu Musa, Harun, 'Isa dan ibunya adalah cucu-cucu Nabi Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 328, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 3, "page": 54, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064f \u0639\u0650\u0645\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0646\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064e\u0637\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Iz qaalatim ra atu 'Imraana Rabbi innee nazartu laka maa fee batnee muharraran fataqabbal minnee innaka Antas Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "[Mention, O Muhammad], when the wife of 'Imran said, \"My Lord, indeed I have pledged to You what is in my womb, consecrated [for Your service], so accept this from me. Indeed, You are the Hearing, the Knowing.\"", "id": "(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/328", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/328.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/328.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebelum menjelaskan tentang peristiwa kelahiran Isa yang di luar kewajaran, Allah terlebih dahulu menuturkan siapa sebenarnya Maryam, sekaligus sebagai jawaban terhadap mereka yang memperdebatkan siapa sesungguhnya Isa itu. Ingatlah, ketika istri Imran sedang mengandung, ia berkata, \"Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepadaMu, bahwa apa yang dalam kandunganku, berupa janin, kelak menjadi hamba yang mengabdi kepada-Mu dengan mencurahkan segala kemampuan untuk mengurus rumah-Mu, maka terimalah nazar itu dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar segala perkataan hamba-Mu, termasuk nazarku, Maha Mengetahui segala apa yang diniatkan, termasuk niatku untuk mempersembahkan anakku demi mengabdi kepada-Mu.", "long": "Pada ayat yang lalu diterangkan bahwa antara dua keluarga besar itu yakni keluarga Ibrahim dan keluarga Imran yang satu sama lain jalin-menjalin, maka pada ayat ini diterangkan mengenai kisah salah seorang keturunan mereka yang terkemuka, yakni istri Imran yang sedang hamil. Ia menazarkan anak yang masih dalam kandungannya untuk dijadikan pelayan yang selalu berkhidmat dan beribadah di Baitulmakdis. Dia tidak akan membebani sesuatu pada anaknya nanti, karena anak itu semata-mata telah diikhlaskan untuk mengabdi di sana.\n\nPada akhir ayat 34 telah dijelaskan bahwa Allah mendengar apa yang diucapkan oleh istri Imran, mengetahui niat yang suci, dan mendengar pujiannya kepada Allah ketika ia bermunajat. Hal-hal inilah yang menyebabkan doanya terkabul, dan harapannya terpenuhi sebagai karunia dan kebaikan dari Allah.\n\nDi dalam beberapa ayat ini dua kali disebut nama Imran. Yang pertama dalam ayat 33, yaitu Imran ayah Nabi Musa a.s.; sedang yang kedua adalah pada ayat 35, yaitu Imran ayah Maryam. Rentang waktu antara kedua orang itu sangat panjang. Ayat ini menunjukkan bahwa ibu boleh menazarkan anaknya, dan boleh mengambil manfaat dengan anaknya itu untuk dirinya sendiri. Pada ayat ini terdapat pula pelajaran, yaitu hendaknya kita berdoa kepada Allah agar anak kita menjadi orang yang rajin beribadah dan berguna bagi agamanya, seperti doa Nabi Zakaria yang dikisahkan dalam Al-Qur'an.\n\nSetelah istri Imran melahirkan, dan ternyata yang lahir itu anak perempuan padahal yang diharapkan anak laki-laki, tampaklah diwajahnya kesedihan dan putuslah harapannya untuk melaksanakan nazarnya, dia berkata, \"Ya Tuhanku, aku melahirkan anak perempuan.\" Seolah-olah dia memohon ampun kepada Tuhan, bahwa anak perempuan itu tidak patut memenuhi nazarnya yaitu berkhidmat di Baitulmakdis. Tetapi Allah lebih mengetahui martabat bayi perempuan yang dilahirkan itu, bahkan dia jauh lebih baik dari bayi laki-laki yang dimohonkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 329, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 3, "page": 54, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0639\u0650\u064a\u0630\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Falammaa waqa'athaa qaalat Rabbi innee wada'tuhaaa unsaa wallaahu a'lamu bimaa wada'at wa laisaz zakaru kalunsaa wa innee sammaituhaa Maryama wa innee u'eezuhaa bika wa zurriyyatahaa minash Shaitaanir Rajeem" } }, "translation": { "en": "But when she delivered her, she said, \"My Lord, I have delivered a female.\" And Allah was most knowing of what she delivered, \"And the male is not like the female. And I have named her Mary, and I seek refuge for her in You and [for] her descendants from Satan, the expelled [from the mercy of Allah].\"", "id": "Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/329", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/329.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/329.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah bernazar untuk mempersembahkan anaknya untuk mengurus rumah-Nya, maka ketika istri Imran melahirkan anak-nya, dia bermunajat kepada Allah seraya berkata,\" Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.\" Padahal Allah lebih tahu apa yang terbaik atas apa yang dia lahirkan, yakni perempan. Dan anak laki-laki yang diharapkan tidak sama dengan, yakni tidak lebih baik daripada, perempuan yang diberikan Allah. Istri Imran berkata, \"Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari gangguan setan yang terkutuk.\" Ini mengisyaratkan atas besarnya karunia yang diberikan kepada keluarga Imran, sekaligus misteri besar di balik kelahiran anak perempuannya, sementara ia berharap anak laki-laki karena terkait nazarnya.", "long": "Ayat ini menegaskan kemuliaan putri yang dilahirkan, dan menolak persangkaan bahwa bayi perempuan yang dilahirkan lebih rendah martabatnya daripada bayi laki-laki seperti yang diharapkan oleh istri Imran.\n\nSetelah istri Imran menyadari kenyataan anaknya itu perempuan, dan meyakini adanya hikmah dan rahasia di balik kenyataan ini, maka dia menyatakan bahwa bayi itu akan diberi nama Maryam. Dia tidak akan menarik kembali apa yang telah dinazarkan untuk menyerahkan anaknya berkhidmat di Baitulmakdis, walaupun bayi itu perempuan dan menurut anggapannya tidak pantas untuk menjaga Baitulmakdis, namun dia akan menjadi seorang abdi Tuhan yang khusyuk. Istri Imran memohon agar Allah menjaga dan melindungi bayinya dari godaan setan yang mungkin menjauhkannya dari kebajikan. Mengenai hal ini, Rasulullah saw bersabda sebagai berikut:\n\n\"Tiap-tiap anak cucu Adam yang dilahirkan dijamah oleh setan pada waktu kelahirannya kecuali Maryam dan putranya\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)." } } }, { "number": { "inQuran": 330, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 3, "page": 54, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0628\u064f\u0648\u0644\u064d \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0643\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Fataqabbalahaa Rabbuhaa biqaboolin hasaninw wa ambatahaa nabaatan hasananw wa kaffalahaa Zakariyyaa kullamaa dakhala 'alaihaa Zakariyyal Mihraaba wajada 'indahaa rizqan qaala yaa Maryamu annaa laki haazaa qaalat huwa min 'indil laahi innal laaha yarzuqu mai yashaaa'u bighairi hisaab" } }, "translation": { "en": "So her Lord accepted her with good acceptance and caused her to grow in a good manner and put her in the care of Zechariah. Every time Zechariah entered upon her in the prayer chamber, he found with her provision. He said, \"O Mary, from where is this [coming] to you?\" She said, \"It is from Allah. Indeed, Allah provides for whom He wills without account.\"", "id": "Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/330", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/330.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/330.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Dia menerima doa-nya, dengan penerimaan yang baik, dan Dia membesarkannya, Maryam, melalui kedua orang tuanya dengan pertumbuhan yang baik, baik secara fisik maupun mental, dan karena suaminya, Imran, sudah meninggal, maka ibunya menyerahkan pemeliharaannya, Maryam, kepada Zakaria, di samping ia masih saudara, juga seorang nabi bagi Bani Israil sekaligus pengasuh rumah-rumah suci orang Yahudi. Setelah tumbuh dewasa, Allah menampakkan keistimewaan Maryam, yaitu setiap kali Zakaria masuk menemuinya, Maryam, yang biasanya dalam keadaan berzikir, di mihrab kamar khusus ibadah, dia, Zakaria, dapati makanan di sisinya. Dia, Zakaria, berkata dengan penuh keheranan, \"Wahai Maryam! Dari mana makanan ini engkau peroleh? \"Dia, Maryam, menjawab dengan singkat,\" Itu dari Allah.\" Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan, baik menyangkut jumlahnya maupun caranya.", "long": "Allah menerima Maryam sebagai nazar disebabkan permohonan ibunya. Allah meridainya untuk menjadi orang yang semata-mata beribadah dan barkhidmat di Baitulmakdis walaupun Maryam masih kecil dan hanya seorang perempuan. Padahal orang yang dikhususkan untuk berkhidmat di Baitulmakdis biasanya laki-laki yang akil balig dan sanggup melaksanakan pengkhidmatan. Allah juga memelihara dan mendidiknya serta mem-besarkannya dengan sebaik-baiknya.\n\nPendidikan yang diberikan Allah kepada Maryam, meliputi pendidikan rohani dan jasmani. Maka dia menjadi orang yang berbadan sehat dan kuat serta berbudi baik, bersih rohani dan jasmaninya. Allah telah pula menjadikan Nabi Zakaria sebagai pengasuh dan pelindungnya.\n\nDiriwayatkan bahwa ibunya menjemput dan membawanya ke masjid, lalu meletakkannya di depan rahib-rahib yang ada di sana. Dia berkata, \"Ambillah olehmu anak yang kunazarkan ini\". Maka mereka saling memperebutkan bayi itu, karena dia adalah putri dari pemimpin mereka. Masing-masing ingin menjadi pengasuhnya. Nabi Zakaria kemudian berkata, \"Aku lebih berhak mengasuhnya, karena bibinya adalah istriku\". Tetapi mereka menolak kecuali jika ditentukan dengan undian. Maka pergilah mereka ke sungai Yordan, melepaskan anak panah mereka masing-masing ke sungai, dengan maksud siapa yang anak panahnya dapat bertahan terhadap arus air sungai dan dapat cepat naik, maka dialah yang berhak mengasuh bayi Maryam. Ternyata kemudian anak panah Nabi Zakarialah yang dapat bertahan dan timbul meluncur di permukaan air, sedang anak panah yang lainnya hanyut tenggelam dibawa arus. Maka dalam undian itu, Nabi Zakaria yang menang dan Maryam segera diserahkan kepadanya untuk dipelihara dan dididik di bawah asuhan bibinya sendiri. \n\nManakala Maryam sudah mulai dewasa, dia telah mulai beribadah di mihrab. Tiap kali Nabi Zakaria masuk ke dalam mihrab, ia dapati di sana makanan dan bermacam buah-buahan yang tidak ada pada waktu itu karena belum datang musimnya. Zakaria pernah menanyakan kepada Maryam tentang buah-buahan itu dari mana dia peroleh padahal saat itu musim kemarau. Maka Maryam menjawab, \"Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan.\"\n\nKisah tersebut dikemukakan untuk meneguhkan kenabian Muhammad saw, dan mengalihkan pikiran Ahli Kitab yang membatasi karunia kenabian pada keturunan Bani Israil saja. Juga untuk mengoreksi pendapat orang musyrik Arab yang menolak kenabian Muhammad saw. karena menganggap dia hanya manusia seperti mereka.\n\nAllah telah menjadikan Adam sebagai orang pilihan dan khalifah di atas bumi, serta menjadikan Nuh sebagai orang pilihan dan bapak yang kedua dari umat manusia dan kemudian memilih Ibrahim serta keluarganya untuk menjadi manusia pilihan dan pembimbing manusia. Orang Arab dan para Ahli Kitab mengetahui hal itu, tetapi orang musyrik Arab menyombongkan diri sebagai keturunan Ismail dan pemeluk agama Ibrahim, dan Ahli Kitab menyombongkan diri atas terpilihnya keluarga Imran dari keturunan Bani Israil cucu Nabi Ibrahim. Banyak orang Arab maupun ahli Kitab mengetahui bahwa Allah telah memilih mereka semata-mata hanyalah atas kehendak-Nya, sebagai karunia dan kemurahan-Nya. Maka apakah yang menghalangi Allah untuk menjadikan Muhammad orang pilihan di atas bumi ini, sebagaimana Allah memilih mereka juga? Allah memilih siapa pun yang Dia kehendaki di antara makhluk-Nya. Allah telah memilih Muhammad saw serta menjadikannya sebagai pemimpin bagi umat manusia dan mengeluarkan mereka dari kegelapan syirik, dan kebodohan, kepada cahaya kebenaran dan keimanan. Tidak seorang pun dari keluarga Ibrahim dan Imran lebih besar pengaruhnya daripada Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 331, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 3, "page": 55, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650", "transliteration": { "en": "Hunaaalika da'aa Zakariyyaa Rabbahoo qaala Rabbi hab lee mil ladunka zurriyyatan taiyibatan innaka samee'ud du'aaa'" } }, "translation": { "en": "At that, Zechariah called upon his Lord, saying, \"My Lord, grant me from Yourself a good offspring. Indeed, You are the Hearer of supplication.\"", "id": "Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/331", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/331.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/331.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi melihat keistimewaan Maryam dan nilai keberkahan mihrab tersebut, Zakaria menjadikan tempat yang diberkahi itu untuk memohon seorang anak kepada Allah. Di sanalah, di mihrab tempat Maryam beribadah itu, Zakaria berdoa kepada Tuhannya, dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan. Dia berkata,\" Ya Tuhanku, melalui keberkahan mihrab ini, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, karena aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Yang aku tahu sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa setiap hamba yang memohon kepada-Mu.\"", "long": "Pada ayat yang lalu telah diceritakan perihal keluarga Imran, maka pada ayat ini dipaparkan cerita seputar keluarga Zakaria, di antara keduanya terjalin hubungan yang sangat erat, dalam rangka mengemukakan keutamaan keluarga Imran. Tatkala Zakaria melihat kemuliaan dan martabat yang begitu tinggi pada Maryam di hadapan Allah, timbullah keinginannya untuk mempunyai seorang anak serupa dengan Maryam dalam kecerdasan dan kemuliaannya di sisi Allah.\n\nWalaupun Zakaria mengetahui bahwa istrinya adalah seorang perempuan yang mandul dan sudah tua, namun dia tetap mengharapkan anugerah dari Allah. Di dalam mihrab tempat Maryam beribadah, Zakaria memanjatkan doa kepada Allah, semoga Dia berkenan menganugerahkan kepadanya seorang keturunan yang saleh, dan taat mengabdi kepada Allah. Doa yang timbul dari lubuk hati yang tulus dan penuh kepercayaan kepada kasih sayang Allah yang Maha Mendengar dan memperkenankan segala doa, maka segera doanya dikabulkan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 332, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 3, "page": 55, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064c \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0635\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fanaadat hul malaaa'ikatu wa huwa qaaa'imuny yusallee fil Mihraabi annal laaha yubashshiruka bi Yahyaa musaddiqam bi Kalimatim minal laahi wa saiyidanw wa hasooranw wa Nabiyyam minas saaliheen" } }, "translation": { "en": "So the angels called him while he was standing in prayer in the chamber, \"Indeed, Allah gives you good tidings of John, confirming a word from Allah and [who will be] honorable, abstaining [from women], and a prophet from among the righteous.\"", "id": "Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, “Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/332", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/332.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/332.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengabulkan doa Zakaria, dan dengan segera para malaikat, yakni Malaikat Jibril, memanggilnya ketika dia sedang berdiri melaksanakan salat di mihrab, \"Allah menyampaikan kabar gembira yakni memberi anak kepadamu, wahai Zakaria, dan menambah pemberian-Nya dengan memberinya nama Yahya. Bukan hanya itu, ia adalah orang yang akan membenarkan atau mengimani sebuah kalimat atau firman dari Allah yakni kedatangan seorang nabi yang diciptakan tanpa ayah yaitu Nabi Isa, juga sebagai panutan, berkemampuan menahan diri dari hawa nafsu dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.\"", "long": "Ketika Zakaria masih berdiri di mihrab, dan baru selesai berdoa, datanglah kepadanya Malaikat Jibril memberitahukan bahwa Allah akan menganugerahkan kepadanya seorang anak laki-laki bernama Yahya.\n\nYahya kelak yang akan membenarkan nabi yang diciptakan oleh Allah, yang lahir tidak seperti bayi-bayi yang lain, dengan melalui ibu dan bapak, yaitu Nabi Isa. Yahya adalah seorang nabi yang memimpin kaumnya ke arah kemuliaan dan kebahagiaan. Nabi yang menjauhkan dirinya dari nafsu dan syahwat, karena semata-mata mengabdi kepada Allah. Dia adalah seorang nabi yang lahir dari keturunan yang mulia yakni nabi-nabi salawatullahi 'alaihim.\n\nDiriwayatkan bahwa Nabi Yahya sewaktu masih kanak-kanak, pernah berjalan melewati anak-anak yang sedang bermain. Mereka mengajaknya bermain. Beliau berkata, \"Aku diciptakan bukan untuk bermain-main\"." } } }, { "number": { "inQuran": 333, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 3, "page": 55, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u0650\u064a \u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u064e\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u0650\u064a \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0631\u064c \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi annaa yakoonu lee ghulaamunw wa qad balaghaniyal kibaru wamraatee 'aaqirun qaala kazaalikal laahu yaf'alu maa yashaaa'" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, how will I have a boy when I have reached old age and my wife is barren?\" The angel said, \"Such is Allah; He does what He wills.\"", "id": "Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/333", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/333.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/333.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kabar gembira yang malaikat sampaikan kepada Zakaria justru membuat dia terkejut dan agak bimbang, dia berkata, \"Tuhanku, bagaimana mungkin aku bisa mendapat anak yang aku minta sebagai penerus sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?\" Dia berfirman,\" Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki, termasuk memberi anak tanpa melalui proses yang wajar.\" Peristiwa ini untuk mengawali sebuah peristiwa yang lebih dahsyat lagi, yakni proses kelahiran Nabi Isa yang tanpa bapak.", "long": "Setelah Zakaria yakin akan kebenaran kabar gembira itu, mulailah dia merasa heran terhadap kemungkinan kelahiran anak dari dirinya yang sudah tua. Meluncurlah kata-kata dari lidahnya, \"Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku akan mendapat anak laki-laki, sedang umurku sudah tua dan istrikupun mandul\". Allah berfirman dan firman-Nya disampaikan oleh malaikat, \"Demikianlah Allah melaksanakan apa-apa yang Dia kehendaki. Apabila Allah menghendaki sesuatu, Allah mengadakan sebabnya atau Dia menjadikannya dengan tidak melalui sebab-sebab yang biasa. Tidak ada suatupun terjadi tanpa kehendak-Nya. Segala perkara terletak pada kekuasaan-Nya. Tidak patut pertanyaan tentang bagaimana caranya Allah menjadikannya, karena pikiran manusia tidak akan dapat mengetahuinya." } } }, { "number": { "inQuran": 334, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 3, "page": 55, "manzil": 1, "ruku": 45, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0622\u064a\u064e\u062a\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0645\u0652\u0632\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0628\u0652\u0643\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbij 'al leee Aayatan qaala Aaayatuka allaa tukalliman naasa salaasata ayyaamin illa ramzaa; wzkur Rabbaka kaseeranw wa sabbih bil'ashiyyi wal ibkaar" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, make for me a sign.\" He Said, \"Your sign is that you will not [be able to] speak to the people for three days except by gesture. And remember your Lord much and exalt [Him with praise] in the evening and the morning.\"", "id": "Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Allah berfirman, “Tanda bagimu, adalah bahwa engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/334", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/334.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/334.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menguatkan batinnya, dia berkata untuk memanjatkan doa,\"Tuhanku, berilah aku suatu tanda jika doaku benar-benar Engkau kabulkan, juga agar hatiku tenang.\" Lalu Allah berfirman, \"Tanda bagimu kalau doamu terkabul adalah bahwa engkau tidak mampu berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat, dan bukan berarti bisu. Buktinya, ia masih bisa bicara jika yang diucapkan adalah pujian kepada Allah. Dan sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah serta pujilah Dia pada waktu petang dan pagi hari.\"", "long": "Setelah Zakaria mendengar jawaban itu dari Malaikat Jibril maka dia berkata, \"Tuhanku berilah aku suatu tanda bahwa istriku akan hamil\".\n\nMenurut al-Hasan al-Basri, Nabi Zakaria bertanya demikian adalah untuk segera memperoleh kegembiraan hatinya atau untuk menyambut nikmat dengan syukur, tanpa menunggu sampai anak itu lahir.\n\nKemudian Allah menjelaskan bahwa tanda istrinya sudah mengandung adalah dia sendiri tidak berbicara dengan orang lain selama tiga hari, kecuali dengan mempergunakan isyarat tangan, kepala dan lain-lainnya, dan beliau berzikir dan bertasbih kepada Allah. Allah menyuruh Zakaria tidak berbicara selama tiga hari, agar seluruh waktunya digunakan untuk zikir dan bertasbih kepada-Nya, sebagai pernyataan syukur yang hakiki.\n\nMenurut al-Qurthubi, sebagian mufasir mengatakan bahwa tiga hari Zakaria menjadi bisu itu adalah sebagai hukuman Allah terhadapnya, karena dia meminta pertanda kepada malaikat sehabis percakapan mereka.\n\nDi akhir ayat ini Allah memerintahkan kepada Zakaria agar tetap ingat kepada Allah dan berzikir sebanyak-banyaknya pada waktu pagi dan petang hari, sebagai tanda syukur kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 335, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 3, "page": 55, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u0627\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064e\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u0627\u0643\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qaalatil malaaa'ikatu yaa Ya Maryamu innal laahas tafaaki wa tahharaki wastafaaki 'alaa nisaaa'il 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And [mention] when the angels said, \"O Mary, indeed Allah has chosen you and purified you and chosen you above the women of the worlds.", "id": "Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/335", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/335.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/335.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai memaparkan sosok yang merawat Maryam dan keberkahannya, melalui ayat ini Allah menjelaskan sosok Maryam. Dan ingatlah ketika para malaikat berkata, \"Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu berdasarkan ilmu Allah untuk menjadi ibu dari salah satu rasul-Nya, menyucikanmu dari segala dosa, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh dunia, yakni dengan melahirkan seorang rasul tanpa disentuh seorang lelaki.", "long": "Ayat ini kembali menceritakan keluarga Imran, sesudah ayat yang lalu menceritakan hal ihwal keluarga Zakaria yang juga termasuk keluarga Imran. Dalam ayat ini Allah mengingatkan Nabi Muhammad saw, tentang peristiwa yang dialami oleh Maryam ketika dia didatangi oleh Malaikat Jibril (Maryam/19: 19-21). Pembicaraan Jibril dan Maryam di sini bukanlah seperti pembicaraan Jibril dengan nabi-nabi, yang merupakan penyampaian wahyu Allah kepada mereka melainkan sebagai pembicaraan malaikat dengan wali-wali Allah, yang berupa ilham.\n\nUngkapan rasa syukur Maryam kepada Allah dengan ibadah dan ketaatannya yang tidak putus-putusnya, menambah terpeliharanya kemuliaan dan kesempurnaan diri pribadinya, serta menambah jauhnya dari segala sifat yang tidak baik. Karena itu wajar bila Maryam memperoleh ilham dari Allah melalui Jibril sebagai penghormatan atas dirinya.\n\nJibril menandaskan bahwa Allah telah memilih Maryam untuk berkhidmat di Baitulmakdis, dan membersihkan dia dari keaiban lahir dan batin, serta menentukannya untuk melahirkan seorang nabi meskipun dia tidak pernah dijamah oleh seorang lelaki. Allah mengistimewakan Maryam atas semua perempuan di masanya. Sabda Rasul saw:\n\nPerempuan terbaik di dunia ini adalah empat orang: Maryam binti Imran, Asiyah istri Fir'aun, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Hisyam bin hakim)" } } }, { "number": { "inQuran": 336, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 3, "page": 55, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064f \u0627\u0642\u0652\u0646\u064f\u062a\u0650\u064a \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u0643\u064e\u0639\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa Maryamuq nutee li Rabbiki wasjudee warka'ee ma'ar raaki'een" } }, "translation": { "en": "O Mary, be devoutly obedient to your Lord and prostrate and bow with those who bow [in prayer].\"", "id": "Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/336", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/336.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/336.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Maryam! Sebagai wujud rasa syukurmu kepada Allah, maka taatilah Tuhanmu dengan penuh kesungguhan dan konsisten, serta sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.\"", "long": "Allah mewajibkan kepada Maryam untuk taat kepada-Nya sebagai tanda syukur atas nikmat yang dianugerahkan-Nya kepadanya, dengan firman-Nya yang artinya, \"Taatilah hai Maryam Tuhanmu, bersujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku\"'. Yang dimaksud dengan \"sujud\" di sini adalah sujud seperti sujud dalam salat dan dimaksudkan dengan \"ruku\" ialah salat itu sendiri. Ayat ini memerintahkan kepada Maryam agar melakukan salat berjamaah bersama-sama orang lain.\n\nSalat menurut pengertian orang Yahudi waktu itu ialah: doa atau bersujud. Sujud dengan meletakkan dahi ke tanah atau ke lantai itu salat mereka, semua ibadah yang dilakukan Maryam bertempat di mihrab." } } }, { "number": { "inQuran": 337, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 3, "page": 55, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0644\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika min ambaaa'il ghaibi nooheehi ilaik; wa maa kunta ladaihim iz yulqoona aqlaamahum ayyuhum yakfulu Maryama wa maa kunta ladaihim iz yakhtasimoon" } }, "translation": { "en": "That is from the news of the unseen which We reveal to you, [O Muhammad]. And you were not with them when they cast their pens as to which of them should be responsible for Mary. Nor were you with them when they disputed.", "id": "Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/337", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/337.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/337.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beberapa kisah yang dikisahkan di dalam Al-Qur'an itulah sebagian dari berita-berita gaib yang besar dan agung yang Kami wahyukan kepadamu, Nabi Muhammad, padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena, suatu alat untuk mengundi. Dengan alat itu, mereka mengundi siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar untuk memperoleh kemuliaan tersebut yaitu pengasuhan Maryam.", "long": "Ayat ini ditutup dengan mengarahkan pembicaraan kepada Nabi Muhammad bahwa cerita itu termasuk cerita yang belum diketahuinya, sedang hal itu sesuai dengan isi Kitab Taurat.\n\nAllah menyatakan dalam ayat ini bahwa apa yang telah dikisahkan, yaitu kisah Maryam dan Zakaria adalah kisah-kisah yang tidak pernah disaksikan oleh Nabi Muhammad saw, atau keluarganya, dan tidak pula Muhammad pernah membacanya dalam suatu kitab, serta tidak pula diajarkan oleh seorang guru. Itulah wahyu, yang diturunkan Allah kepadanya dengan perantara Ruhul-Amin, untuk menjadi bukti atas kebenaran kenabiannya, dan untuk mematahkan hujjah (argumentasi) orang yang mengingkarinya.\n\nKemudian Allah menyatakan pula bahwa Nabi Muhammad, belum ada dan tentu saja tidak menyaksikan mereka ketika mengadakan undian di antara Zakaria dengan mereka, untuk menetapkan siapa yang akan mengasuh Maryam.\n\nNabi Muhammad saw tidak hadir dalam perselisihan mereka untuk mengasuh Maryam. Mereka terpaksa mengadakan undian untuk menyelesai-kan perselisihan itu. Mereka yang berselisih adalah orang-orang terkemuka yakni para pendeta mereka. Perselisihan itu semata-mata didorong oleh keinginan yang besar untuk mengasuh dan memelihara Maryam. Boleh jadi keinginan ini disebabkan karena bapaknya yaitu Imran adalah pemimpin mereka, sehingga mereka mengharapkan akan mendapatkan berkah dari tugas mengasuh Maryam. Boleh jadi pula disebabkan mereka mengetahui dalam kitab-kitab agama, bahwasanya kelak akan terjadi peristiwa besar bagi Maryam dan putranya. Atau mungkin disebabkan mereka berpendapat bahwa mengasuh bayi perempuan itu adalah suatu kewajiban agama, karena bayi itu dinazarkan untuk mengabdi di Baitulmakdis.\n\nAyat ini diletakkan sesudah menerangkan kisah Maryam tersebut, adalah untuk menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah membaca cerita keluarga Imran (Bani Israil), karena beliau seorang ummi. Lagi pula beliau tidak pernah mendengar dari seseorang sebab beliau juga hidup waktu itu di tengah-tengah orang yang ummi.\n\nTidak ada jalan bagi Nabi, untuk mengetahui seluk beluk cerita ini kecuali dengan jalan menyaksikan dengan mata kepala sendiri, atau dengan jalan wahyu. Menyaksikan dengan mata kepala sendiri adalah suatu hal yang mustahil, karena peristiwa itu terjadi pada zaman sebelum lahirnya Nabi Muhammad saw. Kalau demikian tentulah Nabi Muhammad mengetahuinya dengan jalan wahyu.\n\nPara Ahli Kitab yang mengingkari Al-Qur'an mengatakan bahwa isi Al-Qur'an yang sesuai dengan isi Kitab mereka itu adalah berasal dari kitab mereka, sedang yang bertentangan dengan isi kitab mereka itu mereka katakan tidak benar. Isi Al-Qur'an yang tidak terdapat dalam Kitab mereka juga dianggap tidak benar. Sikap demikian itu hanyalah karena sifat sombong dan sifat permusuhan mereka.\n\nKaum Muslimin meyakini bahwa segala yang diterangkan Al-Qur'an adalah benar. Karena cukup dalil-dalil yang membuktikan bahwa Muhammad saw adalah seorang nabi. Ayat Al-Qur'an yang bertentangan dengan kitab-kitab terdahulu dipandang sebagai koreksi terhadap kesalahan-kesalahan yang terdapat pada kitab-kitab itu, karena sudah diubah-ubah atau tidak sesuai lagi dengan kemaslahatan umat." } } }, { "number": { "inQuran": 338, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 3, "page": 55, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u0650 \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u062c\u0650\u064a\u0647\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaalatil malaaa'ikatu yaa Maryamu innal laaha yubashshiruki bi Kalimatim minhus muhul Maseeh u 'Eesab nu Maryama wajeehan fid dunyaa wal Aakhirati wa minal muqarrabeen" } }, "translation": { "en": "[And mention] when the angels said, \"O Mary, indeed Allah gives you good tidings of a word from Him, whose name will be the Messiah, Jesus, the son of Mary - distinguished in this world and the Hereafter and among those brought near [to Allah].", "id": "(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (fir-man) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/338", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/338.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/338.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah memberi kabar gembira kepada Maryam akan lahirnya seorang putra sekaligus gambaran sosok tersebut. Ingat-lah, ketika para malaikat, yakni malaikat Jibril, berkata, \"Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang kelahiran seorang anak yang diciptakan melalui sebuah kalimat, firman, dari-Nya yaitu seorang putra, yang nama dan gelar-nya adalah Al-Masih Isa putra Maryam, yang kelak menjadi seorang terkemuka di dunia dengan gelar kenabian dan tersucikan dari dosa, dan di akhirat dengan derajat yang tinggi, dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah.", "long": "Di dalam ayat ini Allah mengingatkan Nabi Muhammad, terhadap cerita Maryam di kala Jibril datang kepadanya, membawa kabar gembira kepadanya bahwa dia akan melahirkan seorang putra yang saleh. Ketika Jibril menyampaikan kabar gembira itu Allah telah memilihnya, menyucikannya untuk tetap beribadah kepada Allah dan selalu bersyukur kepada-Nya. Yang dimaksud dengan malaikat di sini ialah Jibril, sebagaimana di dalam firman Allah:\n\n\"¦ lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.\" (Maryam/19: 17).\n\nIsa disebut dengan \"kalimat Allah\", sebagai pemberitahuan tentang proses penciptaannya yang berlainan dengan kejadian manusia biasa. Isa a.s. dinamai al-Masih, sedang Almasih itu adalah gelar raja, karena kata Almasih dalam Taurat dan Injil berarti \"yang disapu atau yang diminyaki\". Menyapu dan meminyaki itu adalah suatu ketentuan dalam adat istiadat mereka bahwa siapa yang telah disapu dengan minyak suci oleh kepala agama, maka dia sudah menjadi suci pula, cakap untuk memegang kerajaan, memiliki ilmu pengetahuan dan kekuasaan, lagi mendapat berkah. Di sini Allah, menunjukkan bahwa Isa, senantiasa mendapat berkah walaupun belum pernah disapu dengan minyak suci itu.\n\nAda pula yang mengatakan bahwa nama Isa berasal dari kata Yunani \"yasu\", artinya \"yang diselamatkan yang terpilih\". Para nabi dahulu telah menerangkan bahwa akan datang seorang al-Masih, dia seorang raja yang akan mengembalikan kekuasaan Bani Israil yang telah hilang.\n\nMaka ketika Isa lahir dan dinamai al-Masih, segolongan mereka beriman kepadanya. Orang-orang Yahudi yang mengingkarinya berpendapat bahwa yang dijanjikan itu belum datang. Dia dinamakan Ibnu Maryam (putra Maryam) untuk memberi pengertian bahwa Isa lahir tanpa ayah karena itulah ia dinisbatkan kepada ibunya.\n\nIsa a.s. mempunyai kedudukan yang terkemuka di dunia, karena dia mendapat tempat di hati orang-orang mukmin serta dihormati. Perbaikan-perbaikan yang ditinggalkan Isa tetap membekas di kemudian hari. Kebesarannya jauh lebih nyata daripada kebesaran para penguasa atau raja-raja sebab orang-orang menghormati para penguasa dan raja itu adalah untuk menghindarkan diri dari penyiksaan mereka, karena takut terhadap kezaliman mereka, atau untuk mengambil muka agar diberi kedudukan duniawi. Kebesaran yang demikian ini adalah kemegahan semu belaka, tanpa ada bekasnya sedikit pun di dalam jiwa, bahkan mungkin menimbulkan kebencian.\n\nSelain dari itu, Isa mempunyai kebesaran di akhirat, yaitu kedudukan dan kemuliaan yang tinggi, karena beliau senantiasa dekat kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 339, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 3, "page": 56, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0647\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yukallimun naasa filmahdi wa kahlanw wa minassaaliheen" } }, "translation": { "en": "He will speak to the people in the cradle and in maturity and will be of the righteous.\"", "id": "dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang saleh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/339", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/339.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/339.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih menjelaskan mukjizat Nabi Isa. Dan dia, Isa, berbicara dengan manusia sewaktu masih bayi dalam buaian ibundanya dengan perkataan yang jelas dan bisa dipahami layaknya orang dewasa, dan ketika sudah dewasa, yang seakan kedua masa tersebut, antara bayi dan dewasa, tidak berjarak, dan dia, Isa, termasuk di antara orang-orang saleh.\"", "long": "Isa telah berbicara dengan manusia ketika masih kecil dalam ayunannya untuk menjelaskan kebersihan ibunya dari tuduhan yang dilemparkan kepadanya, dan untuk menjadi bukti atas kenabiannya. Isa juga berbicara dengan manusia ketika dia sudah dewasa yakni sesudah Allah mengangkatnya menjadi rasul dan menurunkan wahyu kepadanya, untuk menyampaikan perintah dan larangan-larangan-Nya kepada manusia.\n\nBeliau tergolong ke dalam orang-orang yang saleh yang telah diberi nikmat oleh Allah yakni para nabi-nabi, para sidiqin dan para syuhada'." } } }, { "number": { "inQuran": 340, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 3, "page": 56, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Qaalat Rabbi annaa yakoonu ee waladunw wa lam yamsasnee basharun qaala kazaalikil laahu yakhluqu maa yashaaa'; izaa qadaaa amran fa innamaa yaqoolu lahoo kun fayakoon" } }, "translation": { "en": "She said, \"My Lord, how will I have a child when no man has touched me?\" [The angel] said, \"Such is Allah; He creates what He wills. When He decrees a matter, He only says to it, 'Be,' and it is.", "id": "Dia (Maryam) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/340", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/340.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/340.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar kabar yang luar biasa itu, hati Maryam bercampur antara gembira, sedih, takut, dan takjub, lalu dia berkata,\"Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak yang terlahir dari rahimku, padahal aku belum menikah dan tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku yakni menggauliku? \"Dia berfirman, \"Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah! \"Maka jadilah sesuatu itu. Inilah kemahakuasaan Allah, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Apa pun yang dikehendaki-Nya wujud pasti akan wujud tanpa seorang pun yang mampu menghalanginya.", "long": "Maryam mengarahkan kata-katanya kepada Allah yang telah mengutus Jibril, yaitu, \"bagaimana aku akan memperoleh seorang putra, padahal aku tidak bersuami. Apakah kejadian yang demikian itu dengan perkawinan dahulu, ataukah dengan kodrat Allah semata-mata\". Mungkin maksud kata-kata Maryam itu untuk menyatakan kekagumannya pada kekuasaan Allah dan memandang hal itu sebagai suatu mukjizat yang besar. Allah menjelaskan bahwa kelahiran demikian akan terjadi bilamana Allah menghendaki-Nya, Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Jika Allah berkehendak menetapkan sesuatu maka hanya cukup berkata kepadanya \"jadilah engkau\", lalu jadilah dia.\n\nAllah menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya, termasuk menciptakan hal-hal yang ajaib, yang menyimpang dari kebiasaan seperti menciptakan anak tanpa ayah. Bahkan Nabi Adam telah diciptakan-Nya tanpa ayah dan ibu.\n\nAyat di atas memberikan inspirasi kepada manusia untuk belajar, menuntut ilmu dan meneliti, akan tetapi hasil atau keluaran dari penelitian tidak selalu dapat diterapkan atau dipakai. Hal ini tergantung pada pengkajian yang melandaskan pada asas manfaat bagi manusia dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan hukum dalam agama Islam. Sepanjang tidak bertentangan dengan hukum Islam, maka hasil penelitian dapat dipakai atau diterapkan dalam masyarakat. Ilmu genetika, misalnya, sebagaimana cabang ilmu lainnya didorong oleh Islam untuk didalami. Namun apabila di dalam penelitiannya ada bagian yang mengarah pada pelanggaran hukum Islam, penerapannya harus dipertimbangkan kembali.\n\nDemikian halnya dengan ilmu genetika. Apabila arah suatu penelitian sudah masuk ke daerah yang \"rawan\" tersebut, ada baiknya dilakukan evaluasi untuk mengambil keputusan untuk meneruskan atau menghentikannya, atau membelokkan arah penelitian ke arah yang lebih mendorong terwujudnya kesejahteraan bagi manusia. \n\nPersepsi tentang cloning terdapat bermacam-macam pendapat. Cloning bukanlah penciptaan. Apabila dilihat secara cermat, apa yang dilakukan dalam kegiatan cloning hanyalah menghancurkan inti sel dari indung telur dan menggantikannya dengan inti sel dari individu donor. Inti sel dapat diambil sel somatic (somatic cells), dan tidak harus dari sel reproduksi (reproductive cells). Proses ini akan menghasilkan anakan yang identik dengan individu donor. Semuanya dilakukan pada jenis yang sama.\n\nApabila cloning dipandang sebagai gambaran dari kepercayaan Islam mengenai \"dilahirkan kembali\", maka hal itu tidak benar, karena dalam ayat di bawah ini jelas, bahwa \"kelahiran kembali\" manusia dikendalikan oleh Allah swt. Allah berfirman:\n\n\"Dan Dialah yang memulai penciptaan kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.\" (ar-Rum/30: 27).\n\nPandangan Islam tentang ilmu genetika, dapat dicontohkan dalam ayat di bawah: \n\n\"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?\" (Fussilat/41: 53)\n\nAyat tersebut menjadi inspirasi manusia untuk berusaha \"membaca\" gennya sendiri. Ini dalam rangka usahanya untuk mengenali dirinya sendiri dan bersyukur kepada Allah swt. Dengan membaca pemetaan genetika, kita akan mengetahui mengenai antara lain, ada atau tidaknya penyakit turunan. Dengan demikian, ilmu ini akan memberikan kontribusi kepada kesehatan manusia dalam usahanya mencegah timbulnya penyakit tertentu dan cara penanggulangannya.\n\nAkan tetapi, apabila dalam perjalanan pengungkapan ilmu pengetahuan, kemudian bercabang kepada sesuatu yang cenderung merugikan manusia, maka Islam akan menolaknya. Cloning manusia misalnya, Islam dengan tegas menolaknya. Beberapa hal yang dapat dikemukakan mengenai alasan penolakan Islam terhadap cloning manusia, antara lain:\n\n1.Manusia diciptakan Allah dalam bentuknya yang paling sempurna, dan lebih tinggi dari mahluk lainnya. Ayat di bawah ini mengatakan demikian:\n\n\"Dan sungguh, telah Kami muliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka atas banyak dari mahluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.\" (al-Isra'/17: 70)\n\nDengan melakukan cloning pada dirinya sendiri, maka manusia sudah merendahkan dirinya sendiri di depan mahluk ciptaan Allah lainnya. Semuanya kembali terserah kepada diri kita sendiri.\n\n2.Cloning bertentangan dengan keanekaragaman ciptaan. Allah menciptakan alam semesta dengan dasar keanekaragaman. Sedangkan cloning manusia didasarkan pada keseragaman dengan cara menduplikasi semua karakter dari manusia yang menjadi donor. Keseragaman, misalnya dalam rupa dan fisik, akan sangat mengganggu kegiatan hidup sehari-hari. Misal, dalam satu kelas, semua muridnya adalah hasil cloning dari individu yang sama. Apabila salah satu murid melakukan kesalahan, sangat sulit bagi si guru untuk menciri mana anak yang salah, karena rupa dan fisik semua murid persis sama.\n\n3.Apabila cloning manusia diijinkan, bagaimana kita harus mengatur hubungan kekeluargaan dan kekerabatan antara individu hasil cloning dengan individu donor. Apakah keduanya dapat disebutkan sebagai adik-kakak, atau anak-ayah, atau mereka berdua adalah dirinya sendiri? Situasi ini akan sangat membingungkan semua orang. Bahkan mungkin saja situasi ini akan menghancurkan tatanan sosial yang sudah ada saat ini.\n\n4.Cloning bertentangan dengan pola hukum alam yang menyatakan bahwa setiap ciptaan terdiri atas pasangan-pasangan sebagaimana diuraikan pada Surah adz-dzariyat/51 ayat 49 (\"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengerti.\"). Cloning mengingkari ayat ini, karena bayi tidak dihasilkan dari pertemuan sperma dan indung telur. Yang diperlukan dalam cloning hanyalah satu orang (apakah laki-laki atau perempuan saja) sebagai donor.\n\n5.Hubungan emosional antara orang tua dan anak tidak akan terjadi. Sedangkan hubungan ini sangat penting dalam membentuk karakter si anak.\n\nDari sedikit daftar di atas, dapat dilihat bahwa terlalu banyak hukum alam yang akan dilanggar apabila cloning manusia diijinkan. Masih banyak ilmu pengetahuan lain yang perlu diungkapkan guna mendukung kesejahteraan perikehidupan manusia.\n\nDemikianlah penggambaran kodrat Allah serta kepastian kehendak-Nya. Gambaran tentang kecepatan terwujudnya apa yang dikehendaki oleh Allah tanpa batas waktu dan tanpa ada faktor penyebab, diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata.\n\n(al-Qamar/54: 50)\n\nApa yang diperintahkan pasti segera terjadi. Perintah seperti itu dinamai perintah takwin. Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, tidak membenarkan Isa dilahirkan dengan tidak berayah, karena pikiran mereka hanya terbatas kepada kejadian-kejadian yang biasa saja. Mereka tidak menyadari bagaimana terjadinya alam semesta ini, sedang mereka pun tidak mempunyai suatu dalil 'aqli yang memustahilkan kejadian seorang anak tanpa ayah. Setiap hari kita menyaksikan kejadian-kejadian yang luar biasa yang disangka tidak mungkin terjadi. Ada di antaranya yang mempunyai sebab yang sudah diketahui, lalu dinamai penemuan baru. Ada pula yang tidak diketahui sebab-sebabnya lalu dinamai penyimpangan alam dari hukumnya.\n\nOrang mukmin berkeyakinan bahwa sesuatu yang terjadi tidak menurut sebab yang biasa, membuktikan kekuasaan Allah dan bahwa sebab-sebab bagi terjadinya sesuatu tidak selamanya harus sesuai dengan pertimbangan akal. Generasi sekarang telah melihat dan menyaksikan adanya kejadian-kejadian yang aneh dan luar biasa. Hal seperti itu jika dilihat oleh orang-orang dahulu, tentulah mereka akan menganggapnya sebagai suatu perbuatan sihir, atau perbuatan jin. Mereka itu tidak berusaha mencari alasan dalam mengingkari sesuatu kejadian yang ia sendiri belum mengetahui sebab-sebabnya.\n\nPara filosof dan ilmuwan zaman sekarang menetapkan bahwa mungkin terjadi suatu binatang lahir dari sesuatu yang bukan binatang. Maka kalau demikian halnya, jika ada seekor binatang lahir dari seekor binatang lain yang berbeda macamnya, adalah sangat mungkin dan masuk akal." } } }, { "number": { "inQuran": 341, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 3, "page": 56, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yu'allimuhul Kitaaba wal Hikmata wat Tawraata wal Injeel" } }, "translation": { "en": "And He will teach him writing and wisdom and the Torah and the Gospel", "id": "Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/341", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/341.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/341.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menguatkan posisi Isa sebagai rasul, Dia senantiasa mengajarkan kepadanya, Isa, al-Kitab, yaitu berupa pelajaran baca-tulis atau kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya, selain Taurat dan Injil, juga hikmah, yaitu kemampuan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat dan melaksanakan ilmunya secara benar, Taurat, kitab Nabi Musa, dan kitab Injil yang diwahyukan secara lang-sung kepada Isa.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah yang mengajar Isa pengetahuan menulis dan ilmu yang benar menggerakkan kemauan seseorang untuk mengerjakan amal-amal yang bermanfaat, serta Allah memberi kepadanya kemampuan untuk memahami Taurat dan segala rahasia hukum-hukumnya. Almasih mengetahui segala rahasia hukum, kemudian menjelaskan kepada kaumnya. Juga Allah mengajarkan kepada Isa a.s., Injil yang Dia wahyukan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 342, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 3, "page": 56, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0643\u064e\u0647\u064e\u064a\u0652\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u062e\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0637\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0628\u0652\u0631\u0650\u0626\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0645\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0635\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0651\u064e\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Rasoolan ilaa Baneee Israaa'eela annee qad ji'tukum bi Aayatim mir Rabbikum annee akhluqu lakum minatteeni kahai 'atittairi fa anfukhu feehi fayakoonu tairam bi iznil laahi wa ubri'ul akmaha wal abrasa wa uhyil mawtaa bi iznil laahi wa unabbi'ukum bimaa taakuloona wa maa taddakhiroona fee buyootikum; inna fee zaalika la Aayatal lakum in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And [make him] a messenger to the Children of Israel, [who will say], 'Indeed I have come to you with a sign from your Lord in that I design for you from clay [that which is] like the form of a bird, then I breathe into it and it becomes a bird by permission of Allah. And I cure the blind and the leper, and I give life to the dead - by permission of Allah. And I inform you of what you eat and what you store in your houses. Indeed in that is a sign for you, if you are believers.", "id": "Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/342", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/342.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/342.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut ini menjelaskan posisi Nabi Isa sebagai rasul Allah, sekaligus menampik adanya dugaan bahwa Isa adalah anak Tuhan bahkan Tuhan itu sendiri. Dan keberadaan Isa hanyalah sebagai Rasul Allah yang secara khusus diutus kepada Bani Israil. Kemudian terjadilah dialog antara Nabi Isa dan Bani Israil, ia berkata, 'Aku telah datang kepada kalian sebagai rasul Allah dengan membawa sebuah tanda, mukjizat atau bukti kerasulanku, dari Tuhan kalian, yang juga Tuhanku, yaitu aku akan membuatkan bagi kalian sesuatu dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia yang berbentuk seperti burung itu, benar-benar menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku juga mampu menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta, semacam bercak-bercak putih di kulit. Dan bahkan aku bisa menghidupkan orang mati, yang semuanya itu bisa terjadi dengan izin Allah. Begitu juga, aku bisa memberitahukan kepada kalian apa yang kalian makan, dan bahkan aku bisa menceritakan kepada kalian apa yang kalian simpan di rumah kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda kebenaran kerasulanku bagi kalian, jika kalian orang beriman dengan sebenar iman dan tidak ragu sedikit pun.", "long": "Allah menjadikan Isa sebagai seorang rasul kepada Bani Israil. Allah mengutus Isa kepada Bani Israil agar mengatakan kepada mereka bahwa kedatangannya membawa beberapa tanda yang besar yakni \"mukjizat\" kepada mereka sebagai penguat risalahnya. Mukjizat-mukjizat itu di antaranya:\n\nPertama: Nabi Isa dapat membuat dari tanah sesuatu yang berbentuk burung dan setelah ditiupnya lalu menjadi burung yang hidup seperti burung biasa, dengan izin Allah. Sebenarnya Allah-lah yang menciptakan hidup dalam tubuh burung itu, dengan kekuasaan-Nya ketika Isa meniupnya, untuk menjadikan mukjizat bagi kenabiannya.\n\nDiriwayatkan, bahwa ketika Isa a.s. menyatakan dirinya seorang nabi dan menampakkan mukjizatnya, Bani Israil meminta kepadanya untuk membuat kelelawar. Maka ia mengambil tanah, lalu membentuknya sebagai seekor kelelawar dan ditiupnya. Maka terbanglah kelelawar itu di angkasa. Kelelawar itu terbang selama orang itu masih dapat melihatnya, dan ketika sudah tidak tampak lagi oleh mata mereka, kelelawar itu jatuh ke bumi dan mati. Hal ini sangat berbeda dengan kejadian makhluk-makhluk Allah lainnya. Sudah menjadi sunatullah bahwa mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada nabi-nabi-Nya pada waktu umatnya meminta dan menjadikan iman mereka tergantung kepada mukjizat itu. Maka jika kaum Isa, meminta yang demikian kepadanya, Allah pun memberikannya.\n\nKedua: Isa a.s. dapat mengobati penyakit buta dan sopak, padahal kedua penyakit itu adalah penyakit yang sukar diobati oleh para tabib di masa itu meskipun ketabiban pada masa Isa sudah maju.\n\nTelah menjadi sunatullah pula, bahwa mukjizat para nabi berupa sesuatu yang sangat terkenal pada zamannya. Umpamanya kepada Musa, diberikan tongkat yang dapat menjadi ular dan menelan semua ular-ular ahli sihir. Orang Mesir pada waktu itu terkenal sekali keahlian mereka dalam ilmu sihir. \n\nKepada Isa a.s., Allah memberi mukjizat dari jenis ketabiban yang melebihi kesanggupan para tabib zaman itu, padahal mereka sudah mempunyai keahlian yang tinggi. Demikian pula kepada Nabi Muhammad saw, diberi mukjizat yaitu Al-Qur'an, karena yang dibangga-banggakan mereka pada masa itu ialah kesusasteraan.\n\nKetiga: Beliau dapat menghidupkan orang mati, atas izin Allah. Banyak riwayat menerangkan bahwa Isa menghidupkan orang yang telah mati. Di antaranya menghidupkan seorang anak perempuan sebelum dikubur dan menghidupkan Ya'azir sebelum busuk tubuhnya. Tetapi tidak ada riwayat yang menerangkan bahwa ia menghidupkan mayat yang sudah menjadi tulang belulang.\n\nKeempat: Isa a.s. dapat mengabarkan apa yang dimakan dan apa yang disimpan orang di rumahnya.\n\nPerbedaan antara perkabaran gaib yang disampaikan oleh Isa a.s. dengan perkabaran ahli nujum dan dukun-dukun yang kadang-kadang tepat kadang-kadang tidak, ialah tukang nujum dan dukun-dukun itu mengungkapkan sesuatu dengan jalan memperhatikan sebab-sebab yang memungkinkannya mengetahui sesuatu itu. Tidak demikian perkabaran yang disampaikan oleh Nabi Isa serta oleh para nabi dan para rasul. Mereka ini tidak mencari atau berusaha mencari sebab-sebab dan tidak pula melakukan tipu daya, melainkan semata-mata pemberitahuan yang disampaikan Allah swt kepada mereka.\n\nDemikianlah mukjizat-mukjizat Nabi Isa yang disaksikan oleh Bani Israil. Sesungguhnya pada mukjizat-mukjizat itu terdapat petunjuk-petunjuk bagi mereka untuk membenarkan kerasulan dan kenabian Isa. Terdapat pula pada mukjizat-mukjizat itu pelajaran untuk dipikirkan dan ditarik kesimpulannya, yaitu bahwa Isa a.s. berkata benar terhadap mereka. Mereka pun mengetahui apa yang diserukan Isa itu adalah benar perintah dari Allah swt. Jika mereka membenarkan ayat-ayat Allah, mengakui ke Esaan-Nya dan percaya kepada Nabi Musa dan Taurat yang dibawanya, tentulah mereka beriman pula kepada Nabi Isa a.s." } } }, { "number": { "inQuran": 343, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 3, "page": 56, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062d\u064f\u0631\u0651\u0650\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa musaddiqal limaa baina yadaiya minat Tawraati wa liuhilla lakum ba'dal lazee hurrima 'alaikum; wa ji'tukum bi Aayatim mir Rabbikum fattaqul laaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "And [I have come] confirming what was before me of the Torah and to make lawful for you some of what was forbidden to you. And I have come to you with a sign from your Lord, so fear Allah and obey me.", "id": "Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/343", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/343.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/343.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan saja sebagai rasul, aku juga sebagai seorang yang membenarkan inti ajaran kitab Taurat yang datang sebelumku, yaitu ajaran tauhid, dan karenanya kitab Injil tidaklah bertentangan dengan Taurat dan juga tidak dimaksudkan untuk menghapus seluruh ajarannya. Dan jika ada hukum yang dihapus, maka hal itu agar aku bisa meringankan beberapa hukum yang dianggap berat, antara lain, dengan menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan hukumnya untukmu. (Lihat juga Surah al-Ana m/6: 146, al-Ara f/7: 163). Dan aku benar-benar datang kepadamu dengan membawa suatu tanda, mukjizat, dari Tuhanmu. Karena itu, hai Bani Israil, bertakwalah kepada Allah yakni peliharalah diri kalian dari hal-hal yang bisa melahirkan murka Allah, dan taatlah kepadaku dengan mengikuti ajaranku.", "long": "Nabi Isa datang kepada Bani Israil untuk membenarkan Kitab Taurat yang ada pada mereka, mengakui dan menguatkannya. Bukan mengganti atau menyalahkan hukum-hukumnya, kecuali meringankan beberapa hukum untuk penganutnya, yang sebelumnya dirasakan sebagai suatu beban yang amat berat bagi mereka. Karena itu Isa a.s. berkata, \"Aku menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan atasmu\", yakni sebagian makanan yang pernah diharamkan atas mereka yang disebabkan oleh kezaliman dan banyaknya permintaan mereka. Lalu oleh Isa, dihalalkan kembali sebagaimana diterangkan Allah dalam Al-Qur'an.\n\nKarena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah. (an-Nisa'/4:160).\n\nDi antara makanan yang dihalalkan kembali itu ialah: ikan, daging unta, lemak, juga dihalalkan kembali bekerja pada hari Sabat. Nabi Isa juga menjelaskan persoalan-persoalan yang menjadi perselisihan mereka, seperti diterangkan dalam Al-Qur'an.\n\n¦ Dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (az-Zukhruf/43: 63).\n\nKemudian Nabi Isa mengulangi keterangan ayat lalu, katanya, \"Aku datang kepadamu dengan membawa mukjizat-mukjizat dari Tuhan kamu\". Mukjizat itu menjadi saksi atas kebenaran risalah yang dibawanya seperti yang telah disebutkan, yaitu menciptakan burung, menyembuhkan penyakit buta sejak kecil dan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, serta memberitahukan hal-hal yang tersembunyi dan lain-lain sebagainya. Karena dia datang membawa mukjizat yang jelas, ayat-ayat yang terang, maka dia pun berseru kepada kaumnya agar takut kepada Allah tidak menentang-Nya, serta menaati segala apa yang diajarkan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 344, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 3, "page": 56, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 22, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d7 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal laaha Rabbee wa Rabbukum fa'budooh; haazaa Siraatum Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah is my Lord and your Lord, so worship Him. That is the straight path.\"", "id": "Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/344", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/344.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/344.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, ketahuilah dan saksikanlah, hai Bani Israil, sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia dan jangan menyembah aku atau ibuku. Inilah jalan yang lurus dan benar.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan ucapan Nabi Isa kepada kaumnya, bahwa Allah swt adalah Tuhan mereka bersama-sama yang harus disembah, dengan pernyataan keesaan Allah dan pengakuan bahwasanya Allah itu adalah Tuhan alam semesta, karena itu sembahlah Dia.\n\nInilah di antara perintah Nabi Isa kepada kaumnya, agar mereka mempunyai kepercayaan yang benar yaitu tauhid, selalu menunaikan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya lahir dan batin. Itulah jalan yang lurus dan lapang yang digariskan oleh para rasul, yaitu jalan yang menuju kepada kebahagiaan dunia dan akhirat\"." } } }, { "number": { "inQuran": 345, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 3, "page": 56, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0633\u0651\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa ahassa 'Eesaa minhumul kufra qaala man ansaaree ilal laahi qaalal Hawaariyyoona nahnu ansaarul laahi aamannaa billaahi washhad bi annaa muslimoon" } }, "translation": { "en": "But when Jesus felt [persistence in] disbelief from them, he said, \"Who are my supporters for [the cause of] Allah?\" The disciples said, \"We are supporters for Allah. We have believed in Allah and testify that we are Muslims [submitting to Him].", "id": "Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyun (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/345", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/345.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/345.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski Nabi Isa telah berupaya untuk mengajak mereka kepada tauhid dan diperkuat oleh berbagai mukjizat, mereka tetap menolak bahkan mengancam akan menyalibnya. Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka, Bani Israil, dia berkata,\" Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk menegakkan agama Allah?\" Para Hawariyyun, sahabat-sahabat setianya, menjawab, \"Kamilah penolong agama Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim, yaitu orang-orang yang benar-benar berserah diri kepada Allah.", "long": "Pada ayat ini dan ayat berikutnya diterangkan hubungan Nabi Isa, dengan kaumnya, dan apa yang telah dijalaninya dari mereka; baik berupa hambatan-hambatan, tantangan, kekerasan, serta rencana-rencana untuk membunuhnya. Selain itu Allah juga menerangkan pertolongan-pertolongan yang telah diberikan kepada golongan orang yang mengakui keesaan Allah, serta ancaman-ancaman-Nya yang disampaikan kepada orang-orang kafir, dan siksaan yang menimpa mereka di dunia dan di akhirat.\n\nTatkala Isa a.s. meyakini bahwa kaumnya Bani Israil tetap dalam kekafiran dan menemui penolakan yang keras dari mereka, bahkan bermaksud menyakitinya, bertanyalah dia \"Siapakah penolong-penolongku kepada Allah?\" Isa benar-benar menemui tantangan yang keras dari orang Yahudi, mereka mengerumuninya dan memperolok-oloknya. Mereka berkata, \"Apakah yang telah dimakan oleh si anu tadi malam, apa yang disimpannya di rumahnya untuk besok pagi?\" Walaupun Isa a.s. dapat menjawabnya, namun mereka tetap memperolok-oloknya. \n\nPada cerita ini terdapat pelajaran bagi Nabi Muhammad saw, dan sekaligus menjadi penghibur baginya. Di sini terbukti bahwa walaupun banyak dikemukakan mukjizat-mukjizat para nabi, tidaklah dengan sendirinya membawa kepada iman. Keimanan itu tergantung kepada manusia yang diajak apakah bersedia untuk menerimanya.\n\nPada saat meningkatnya tantangan dan ancaman itulah Isa mengatakan kepada kaum Hawari, siapa yang bersedia menyerahkan jiwanya kepada Allah dan menolong rasul-Nya. Hawariyun menjawab, \"Kamilah penolong agama Allah\", mereka menyediakan tenaga mereka untuk memperteguh dakwah Rasul Allah dan bersedia memegang teguh ajaran-ajarannya serta meninggalkan ajaran-ajaran yang lalu yang salah. Pertolongan yang diminta Isa a.s. ini tidak menuntut mereka mengikuti peperangan tapi cukup dengan mengamalkan ajaran agama dan dakwahnya.\n\nHawariyun adalah segolongan orang di antara Bani Israil yang beriman kepada Almasih, dan bersedia membantu, menolongnya dan mengikuti cahaya yang diturunkan kepadanya (As-shaff/61:14). Mereka menyatakan kepada Isa a.s. bahwa mereka beriman kepada Allah dan memohon kesaksian bahwa mereka adalah orang-orang yang berserah diri\". Pernyataan ini merupakan faktor yang membawa kemenangan dalam menghadapi perlawanan musuh-musuhnya. Mereka memohon agar mereka dimasukkan ke dalam golongan orang yang mengakui keesaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 346, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0641\u064e\u0627\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbanaaa aamannaa bimaaa anzalta wattaba'nar Rasoola faktubnaa ma'ash shaahideen" } }, "translation": { "en": "Our Lord, we have believed in what You revealed and have followed the messenger Jesus, so register us among the witnesses [to truth].\"", "id": "Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/346", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/346.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/346.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian para penolong agama Allah tersebut berdoa, Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan kepada rasulMu, Isa, berupa kitab Injil, dan kami telah mengikuti ajaran Rasul-Mu, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian bahwa Isa telah melaksanakan tugas kerasulannya.\"", "long": "Sesudah mereka menjadi saksi atas kerasulan Isa a.s. dan menjadi saksi atas kekuasaan Allah yang memerintahkan agar beriman kepada Kitab yang diturunkan kepadanya, dan taat kepada segala perintah-Nya, maka mereka mengatakan, \"Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan\". Pernyataan ini adalah suatu sikap merendahkan diri kepada Allah, dan mengungkapkan ihwal mereka kepada Allah, sesudah menyatakan kepada rasul-Nya untuk lebih menjelaskan pendirian mereka. \"Kami telah mengikuti rasul\", dan mematuhi segala perintah yang dibawanya dari Allah.\n\nMenempatkan kata \"mengikuti\" sesudah kata \"beriman\" dalam ayat ini menunjukkan bahwa iman orang Hawariyun ini telah mencapai tingkat yakin, yang memberi arah kepada jiwa mereka dalam melakukan setiap tindakan. Ilmu yang benar ialah ilmu yang menuntut perbuatan yang sesuai dengan ilmu itu, sedang ilmu yang tidak mempengaruhi perbuatan, itulah ilmu yang kabur dan kurang, tidak memberikan keyakinan dan ketenangan. Banyak orang mengira bahwa dia sudah berilmu tetapi bila dia melakukan sesuatu perbuatan ternyata perbuatannya itu tidak dapat dikuasai dan dikendalikannya, setelah itu barulah ia sadar bahwa ia keliru dalam pengakuannya.\n\nSesudah kaum Hawariyun ini menyatakan kepada Allah kesaksian mereka atas kebenaran kitab dan rasul-Nya, maka mereka pun memohon kepada Allah agar memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang mengakui keesaan Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 347, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 46, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa makaroo wa makaral laahu wallaahu khairul maakireen" } }, "translation": { "en": "And the disbelievers planned, but Allah planned. And Allah is the best of planners.", "id": "Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/347", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/347.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/347.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ancaman yang ditunjukkan secara terang-terangan tidak membawa hasil, maka mereka melakukan gerakan di bawah tanah. Mereka, yakni orang-orang yang mengingkari Nabi Isa dan ajarannya, tidak tinggal diam. Mereka membuat tipu daya secara rahasia untuk menghalangi dakwah Isa. Maka untuk menghadapi mereka sekaligus membela agama yang dibawa rasul-Nya, Isa, Allah pun tidak diam. Dia membalas tipu daya mereka itu sehingga mereka gagal total dalam melaksanakan tipu dayanya. Allah sebaik-baik pembalas tipu daya, bahkan Dia menguat-kan dakwah Isa dengan Rohulkudus (Jibril).", "long": "Sesudah Allah menerangkan tentang kaum Hawariyun, maka dalam ayat ini Allah menerangkan sikap Bani Israil terhadap Isa a.s., mereka membuat tipu daya dan bermaksud membinasakannya dengan jalan melaporkan dan memfitnah Isa kepada raja mereka. Tetapi Allah memperdayakan dan menggagalkan tipu daya mereka itu dan mereka tidak berhasil membunuhnya. Isa a.s., diangkat ke langit oleh Allah dan diganti dengan orang yang serupa dengannya, sehingga orang-orang yakin bahwa yang disalib itu adalah Isa a.s. Balasan Allah mengatasi tipu muslihat mereka, dan menimpakan kesengsaraan kepada orang-orang kafir itu, tanpa mereka perkirakan. Rencana Allah yang tidak diketahui oleh hamba-hamba-Nya, sebenarnya adalah untuk menegakkan sunnah-Nya dan menyempurnakan hikmah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 348, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u0643\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaalal laahu yaa 'Eesaaa innee mutawaffeeka wa raafi'uka ilaiya wa mutah hiruka minal lazeena kafaroo wa jaa'ilul lazeenattaba ooka fawqal lazeena kafarooo ilaa Yawmil Qiyaamati summa ilaiya marji'ukum fa ahkumu bainakum feemaa kuntum feehi takhtaliifoon" } }, "translation": { "en": "[Mention] when Allah said, \"O Jesus, indeed I will take you and raise you to Myself and purify you from those who disbelieve and make those who follow you [in submission to Allah alone] superior to those who disbelieve until the Day of Resurrection. Then to Me is your return, and I will judge between you concerning that in which you used to differ.", "id": "(Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/348", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/348.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/348.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan tentang beberapa bukti kemuliaan Isa bin Maryam. Ingatlah, hai Nabi Muhammad, ketika Allah berfirman, \"Wahai Isa! Aku akan mewafatkanmu atau menyempurnakan keberadaanmu di dunia dan mengangkatmu kepada-Ku, yaitu ke tempat yang mulia tanpa melalui proses kematian, serta menjauhkan dan menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu yang tidak mengubah agamamu serta yang membenarkan kenabianmu di atas orang-orang yang kafir terhadapmu dengan menyembunyikan bukti-bukti kerasulanmu hingga hari kiamat. Kemudian kepada-Ku kalian kembali, baik yang beriman kepada Nabi Isa maupun yang kafir kepadanya, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kalian perselisihkan yaitu tentang Isa dan kebenaran ajaran yang dibawanya.\"", "long": ". Allah membalas tipu daya orang kafir dengan mengangkat Isa a.s. kepada-Nya. Dalam hal ini terdapat berita gembira untuk Nabi, tentang datangnya bantuan Allah untuk menyelamatkan dirinya dari tipu daya orang-orang kafir sehingga mereka dalam usahanya melaksanakan tipu daya itu tidak akan berhasil.\n\nAllah akan mengangkat Nabi Isa kepada-Nya dan akan mewafatkannya pada saat ajalnya tiba, sesudah turun dari langit pada waktu yang ditentukan ) sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw,\n\n\"Demi (Allah), yang jiwaku di tangan-Nya, Isa putra Maryam akan turun di antaramu sebagai hakim yang adil, kemudian ia akan memecah salib, membunuh babi, menghentikan peperangan, dan membagi-bagikan harta, sehingga tak seorang pun yang akan menerimanya (karena tidak membutuhkan lagi) dan merasa bahwa sujudnya (ibadahnya) lebih utama dari dunia dan semua isinya.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah).\n\n\"Allah membersihkan Isa a.s. dari orang-orang kafir\", dengan menyelamatkannya dari kejahatan, cercaan serta nistaan dan tuduhan, yang akan mereka lakukan, dan akan menjadikan pengikut-pengikutnya yang beriman itu percaya bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya, percaya akan kata-kata Isa bahwa beliau diutus untuk memberi kabar gembira (as-shaff/61:6) tentang kedatangan seorang utusan Allah, yang akan datang sesudahnya, yang bernama Ahmad (Nabi Muhammad) (as-shaff/61:6). Allah akan mengangkat mereka yang percaya itu kepada derajat yang tinggi, tidak seperti orang-orang Yahudi yang menipu dan mendustakan Nabi Isa, yang direndahkan martabatnya oleh Allah. Ketinggian derajat itu ada kalanya di bidang keimanan yang bersifat rohaniah, dan dalam bidang akhlak dan kesempurnaan sopan santun serta dekatnya mereka pada yang hak dan jauhnya dari yang batil. Adakalanya kelebihan yang bersifat duniawi yaitu mereka akan memegang tampuk pimpinan di dunia.\n\nKemudian semua manusia akan dikembalikan kepada Allah yaitu pada hari kebangkitan, dan Allah akan memutuskan perkara yang mereka perselisihkan dalam urusan agama termasuk di dalamnya perselisihan-perselisihan yang terjadi di antara pengikut-pengikut Isa a.s. dan orang-orang yang tidak percaya kepadanya" } } }, { "number": { "inQuran": 349, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ammal lazeena kafaroo fa u'az zibuhum 'azaaban shadeedan fiddunyaa wal Aakhirati wa maa lahum min naasireen" } }, "translation": { "en": "And as for those who disbelieved, I will punish them with a severe punishment in this world and the Hereafter, and they will have no helpers.\"", "id": "Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/349", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/349.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/349.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memberi ancaman bagi orang yang kafir kepada Nabi Isa dan pahala bagi orang yang beriman kepadanya. Maka adapun orang-orang yang kafir kepada Nabi Isa, maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia, berupa kehinaan dan terusir dari daerahnya dan di akhirat berupa siksa yang kekal, sedang mereka tidak memperoleh penolong sedikit pun dari azab Allah di akhirat kelak.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi yang mendustakan Nabi Muhammad akan disiksa dengan siksaan yang pedih baik di dunia maupun di akhirat.\n\nSiksaan dunia yang akan menimpa mereka ialah, mereka akan dibunuh dan ditawan serta dikuasai oleh bangsa-bangsa lain. Sedang siksaan akhirat ialah siksaan Allah di hari pembalasan yang sangat pedih. Pada waktu itu mereka tidak akan mendapatkan pertolongan dari siapa pun." } } }, { "number": { "inQuran": 350, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ammal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati fa yuwaffeehim ujoorahum; wallaahu laa yuhibbuz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "But as for those who believed and did righteous deeds, He will give them in full their rewards, and Allah does not like the wrongdoers.", "id": "Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan, maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan Allah tidak menyukai orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/350", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/350.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/350.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun orang yang beriman kepada Allah dengan mengikuti ajaran utusan-Nya, termasuk Nabi Isa, dan diwujudkan dengan melakukan kebajikan, maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna di akhirat berupa surga. Allah tidak menyukai orang zalim yaitu mereka yang melanggar batas-batas kebenaran yang telah Allah tetapkan, antara lain menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan atau anak Tuhan.", "long": "Allah, menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman dan orang-orang yang melakukan amal saleh, adalah orang yang membenarkan Nabi Muhammad serta mengakui kenabiannya, mengakui Kitab yang dibawanya (Al-Qur'an), mengamalkan segala perintah Allah, serta meninggalkan semua larangan-Nya. Allah akan menyempurnakan pahala mereka, tanpa ada kekurangan sedikit pun.\n\nSelanjutnya dijelaskan bahwa orang yang mempunyai sifat sebaliknya, berarti mereka telah menganiaya diri sendiri, mereka tidak dicintai Allah dan akan mendapat siksaan yang sangat pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 351, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika natloohu 'alaika minal Aayaati wa Zikril Hakeem" } }, "translation": { "en": "This is what We recite to you, [O Muhammad], of [Our] verses and the precise [and wise] message.", "id": "Demikianlah Kami bacakan kepadamu (Muhammad) sebagian ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/351", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/351.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/351.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, Kami bacakan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, sebagian ayat-ayat atau bukti-bukti kebenaran risalahmu melalui kisahkisah umat terdahulu, antara lain, kisah Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Zakaria, dan peringatan yang penuh hikmah; itulah Al-Qur'an.", "long": "Allah menerangkan bahwa berita yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw, tentang Nabi Isa, Maryam, Zakaria dan putranya Yahya, dan kisah-kisah orang-orang kaum Hawariyun dan orang Yahudi dari keturunan Israil, itulah kisah yang benar dan sebagai koreksi terhadap berbagai kepercayaan yang tersiar di kalangan Ahli Kitab pada waktu itu.\n\nDalam kisah ini terdapat berbagai macam teladan dan butir-butir hikmah yang sangat berharga, sehingga orang yang beriman dapat mengambil petunjuk daripadanya dan memahami syariat Allah serta prinsip-prinsip tentang kehidupan bermasyarakat.\n\nDalam kisah tersebut terdapat bukti-bukti yang nyata yang menolak pendapat utusan-utusan Nasrani dari penduduk Najran dan pendapat orang-orang Yahudi yang mendustakan risalah Muhammad, dan kebenaran agama yang dibawanya." } } }, { "number": { "inQuran": 352, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Inna masala 'Eesaa 'indal laahi kamasali Aadama khalaqahoo min turaabin summa qaala lahoo kun fayakoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the example of Jesus to Allah is like that of Adam. He created Him from dust; then He said to him, \"Be,\" and he was.", "id": "Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/352", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/352.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/352.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Al-Qur'an menjelaskan tentang bukti-bukti kemuliaan Isa bin Maryam serta sikap pro dan kontra dari kaumnya, maka ayat ini menunjukkan kekeliruan mereka yang menganggap Isa sebagai anak Tuhan karena terlahir tanpa bapak. Sesungguhnya perumpamaan penciptaan Nabi Isa tanpa bapak bagi Allah bukanlah sesuatu yang mustahil, seperti penciptaan Adam yang terlahir tanpa bapak dan ibu. Dia menciptakannya, Nabi Isa, sebagaimana Adam, dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. Allah Mahakuasa. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Apa pun yang dikehendaki-Nya pasti akan terwujud dan tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi-Nya.", "long": "Ayat ini diturunkan sehubungan dengan kedatangan utusan Nasrani Najran yang berkata kepada Rasulullah saw, \"Mengapa engkau mencela Nabi kami?\" Rasulullah bersabda, \"Apakah yang telah saya katakan?\" Mereka menjawab, \"Engkau berkata bahwasanya Isa adalah seorang hamba Allah\". Nabi Muhammad bersabda, \"Ya, benar dia adalah seorang hamba Allah, rasul dan kalimat-Nya yang telah disampaikan kepada Maryam, seorang perawan suci.\"\n\nKemudian mereka menjadi marah dan berkata, \"Pernahkah engkau melihat manusia dilahirkan tanpa ayah? Maka apabila engkau benar tunjukkanlah kepada kami contohnya.\" Lalu Allah menurunkan ayat ini.\n\nPada ayat ini dijelaskan bahwa sebenarnya kejadian Isa yang menakjubkan itu adalah seperti penciptaan Adam, yang dijadikan dari tanah, keduanya diciptakan Allah dengan cara yang lain dari penciptaan manusia biasa. Segi persamaan itu ialah Isa diciptakan tanpa ayah, dan Adam diciptakan tanpa ayah dan tanpa ibu.\n\nKeingkaran orang terhadap kejadian Isa tanpa ayah, sedang ia mengakui kejadian Adam tanpa ibu dan bapak, termasuk sesuatu yang bertentangan dengan logika. \n\nAllah menciptakan Adam sebagai manusia dengan memberi roh ke dalam jasadnya, semata-mata karena kehendak-Nya dan bila Allah berfirman: \"Jadilah maka jadilah ia.\" (Ali Imran/3: 59) pada ayat yang lain Allah berfirman :\n\n¦ Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. ¦ (al-Mu'minun/23: 14).\n\nAyat di atas (59) merupakan satu rangkaian dengan dua ayat berikutnya, turun pada tahun perutusan, tahun ke-10 Hijri." } } }, { "number": { "inQuran": 353, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alhaqqu mir Rabbika falaa takum minal mumtareen" } }, "translation": { "en": "The truth is from your Lord, so do not be among the doubters.", "id": "Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/353", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/353.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/353.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikian itu, karena kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, termasuk orang-orang yang ragu terhadap proses penciptaan Nabi Isa bin Maryam.", "long": "Dimaksud dengan \"Itulah yang benar yang datang dari Tuhan\" ialah bahwa apa yang telah diberitakan Allah kepada Muhammad saw, tentang Nabi Isa dan Maryam itulah yang benar bukan apa yang telah dikatakan oleh orang-orang Nasrani bahwa Al-Masih adalah putra Tuhan; dan bukan pula seperti anggapan orang-orang Yahudi bahwa Nabi Isa itu hasil perzinaan antara Maryam dengan Yusuf an-Najjar (Yusuf tukang kayu atau Yusuf adik Eli). Dengan demikian Muslimin telah mendapat pengetahuan yang meyakinkan mengenai Isa dan Maryam.\n\nLarangan ini ditujukan kepada Nabi Muhammad agar tidak ragu, padahal tidak mungkin terjadi bahwa Nabi Muhammad akan ragu terhadap ayat Allah. Hal ini mempunyai dua pengertian:\n\n1.Bahwasanya Nabi Muhammad pada saat mendengar ayat ini bertambah keyakinannya dan ia merasa puas dengan keyakinannya itu.\n\n2.Kalau Nabi Muhammad yang mempunyai kedudukan yang tinggi dilarang merasa ragu terhadap kebenaran kisah itu, maka umatnya lebih terkena larangan ini." } } }, { "number": { "inQuran": 354, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 3, "page": 57, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0646\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0647\u0650\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faman haaajjaka feehi mim ba'di maa jaaa'aka minal 'ilmi faqul ta'aalaw nad'u abnaaa'anaa wa abnaaa'akum wa nisaaa'anaa wa nisaaa'akum wa anfusanaa wa anfusakum summa nabtahil fanaj'al la'natal laahi 'alal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "Then whoever argues with you about it after [this] knowledge has come to you - say, \"Come, let us call our sons and your sons, our women and your women, ourselves and yourselves, then supplicate earnestly [together] and invoke the curse of Allah upon the liars [among us].\"", "id": "Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/354", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/354.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/354.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah beberapa ayat sebelumnya dipaparkan kekeliruan anggapan kaum Nasrani bahwa Allah mempunyai anak, sekaligus menunjukkan bukti-bukti kekeliruannya, namun mereka tetap menolaknya, maka sebagai jalan terakhir untuk membuktikan siapa yang paling benar antara mereka yang menganggap Isa sebagai anak Tuhan atau Isa sebagai rasul Allah, dilakukanlah doa mubahalah. Siapa yang membantahmu dalam hal ini, yaitu keberadaan Isa sebagai manusia biasa dan sebagai utusan Allah, setelah engkau memperoleh ilmu atau pengetahuan tentang hal itu, maka katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, kami sendiri dan kalian juga, kemudian marilah kita ber-mubahalah, yaitu masing-masing pihak yang berbeda pendapat berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.\" Hanya saja, peristiwa mubahalah ini pada akhirnya tidak terjadi, sebab orang-orang Nasrani Najran tidak berani datang, karena dalam hati mereka sejatinya memang membenarkan kerasulan Nabi Muhammad.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad bila masih ada orang yang membantah kebenaran berita tentang kejadian Isa a.s., sesudah mendapat penjelasan hendaklah mereka diajak ber-mubahalah ) untuk membuktikan siapa yang benar dan berdoa agar Allah swt menjatuhkan laknat-Nya kepada orang yang berdusta. Mubahalah ini sebagai pencerminan dari kebenaran kepercayaan itu.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, agar mengundang keluarga masing-masing baik dari pihaknya maupun dari pihak mereka, yang terdiri dari anak-anak dan istri, untuk mengadakan mubahalah ini.\n\nDi dalam ayat disebutkan lebih dahulu istri dan anak-anak nabi dalam mubahalah, karena seseorang lebih mengkhawatirkan diri keluarganya daripada dirinya sendiri. Hal ini mengandung pengertian bahwa Nabi Muhammad, percaya dengan penuh keyakinan bahwa bencana yang tidak dikehendaki, sebagai akibat dari mubahalah itu tidak akan menimpa keluarganya dan dirinya. Kemudian ayat ini dikenal sebagai ayat mubahalah.\n\nMengenai terjadinya ajakan mubahalah tersebut telah diriwayatkan melalui berbagai sumber, bahwa Nabi Muhammad, telah mengajak orang-orang Nasrani dari kota Najran di Yaman untuk mengadakan mubahalah, tetapi mereka menolak.\n\nImam al-Bukhari dan Imam Muslim juga meriwayatkan sebuah hadis bahwa delegasi Najran yang dipimpin oleh al-'Aqib dan as-Sayid mengunjungi Rasulullah. Kemudian beliau berkeinginan untuk mengadakan mubahalah (sumpah) dengan mereka. Maka salah seorang di antara mereka berkata kepada kaumnya, \"Janganlah kamu ber-muhabalah dengan dia. Demi Allah apabila ia betul-betul seorang Nabi lalu dia ber-mubahalah dengan kita, niscaya kita tidak akan berbahagia selamanya, dan tidak akan ada generasi yang akan melanjutkan keturunan kita.\" Kemudian mereka berkata kepada Nabi, \"Kami akan memberikan apa yang engkau minta sebab itu utuslah kepada kami seorang laki-laki, yang terper\n\ncaya.\" Kemudian Nabi saw bersabda, \"Berdirilah hai, Abu 'Ubaidah,\" maka setelah ia berdiri Nabi pun bersabda, \"Inilah orang yang terpercaya di kalangan umat ini.\" (Riwayat al-Bukhari dari Huzaifah).\n\nAbu Nu'aim meriwayatkan pula sebuah hadis dari Ibnu 'Abbas dalam kitab ad-Dala'il melalui sanad dari 'Atha' dari Adh-ahak dari Ibnu 'Abbas bahwasanya delapan orang Nasrani dari penduduk Najran mendatangi Rasulullah. Di antara mereka terdapat 'Aqib dan as-Sayid. Kemudian Allah menurunkan ayat ini. Lalu mereka berkata, \"Beri tangguhlah kami tiga hari.\" Lalu mereka pergi kepada Bani Quraizah, Bani Nadir dan Bani Qainuqa dari kalangan orang-orang Yahudi. Kemudian mereka memberi isyarat untuk berdamai dan tidak mengadakan mubahalah dengan Nabi. Kemudian mereka berkata, \"Dia adalah nabi yang telah diberitakan kedatangannya di dalam kitab Taurat.\" Lalu mereka mengadakan perdamaian dengan Nabi saw dengan perjanjian membayar 1.000 potong pakaian pada bulan Safar dan 1.000 potong lagi disertai sejumlah uang pada bulan Rajab.\n\nDiriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw, telah mengajukan Ali, Fatimah dan kedua putra mereka (Hasan dan Husain) selain diri beliau sendiri, untuk bermuhabalah dan Nabi pun keluar bersama-sama mereka seraya bersabda, \"Apabila saya berdoa hendaklak kamu membaca, Amin\".\n\nIbnu 'Asakir meriwayatkan sebuah hadis dari Ja'far dari ayahnya, bahwa setelah ayat ini turun, Nabi membawa Abu Bakar bersama-sama anak-anaknya, Umar dan anak-anaknya dan Usman bersama anak-anaknya. Dapat dipahami dari ayat-ayat ini bahwa Nabi Muhammad, telah memerintahkan untuk mengundang orang-orang yang menentang hakikat kejadian Isa a.s. dari kalangan orang-orang Ahli Kitab untuk berkumpul baik laki-laki, perempuan atau pun anak-anak, dan juga Nabi mengumpulkan orang mukminin baik laki-laki, perempuan atau anak-anak. Mereka pun mengajak ber-mubahalah kepada Allah swt agar Dia melaknat orang-orang yang sengaja berdusta.\n\nAjakan Nabi saw untuk ber-mubahalah itu menunjukkan adanya keyakinan yang penuh terhadap kebenaran apa yang beliau katakan, sebaliknya keengganan orang-orang Nasrani dan Yahudi yang diajak untuk ber-mubahalah menunjukkan alasan dan kepalsuan kepercayan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 355, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Innaa haazaa lahuwal qasasul haqq; wa maa min ilaahin illal laah; wa innal laahaa la Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, this is the true narration. And there is no deity except Allah. And indeed, Allah is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Sungguh, ini adalah kisah yang benar. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/355", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/355.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/355.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat selanjutnya menegaskan tentang kebenaran kisah-kisah dalam Al-Qur'an. Sungguh, kisah Isa bin Maryam yang berakhir dengan doa Mubalahah ini dan juga kisah-kisah lain dalam Al-Qur'an adalah kisah atau kumpulan informasi yang memberi petunjuk kepada agama yang benar dan membawanya kepada kebenaran hakiki, sekaligus bukti keesaan Allah yang tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah bukan saja Mahakuasa tetapi juga Mahaperkasa sehingga tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan-Nya, Mahabijaksana dalam setiap pengaturan-Nya.", "long": "Kisah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, tentang Nabi Isa itu, itulah yang benar, bukan pendapat orang Nasrani dan bukan pula pendapat orang Yahudi.\n\nTidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah karena Allah yang menciptakan segala sesuatu dan tidak satu pun yang dapat menyamai-Nya. Di dalam ayat ini jelas terdapat suatu bantahan terhadap orang Nasrani yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari oknum yang tiga.\n\nPada ayat yang lain Allah berfirman:\n\nSungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah yang ketiga dari yang tiga, ¦ (al-Ma'idah/5: 73).\n\nKemudian Allah menegaskan lagi bahwa Allah-lah yang Mahaperkasa Yang Mahabijaksana, tak ada yang dapat menandingi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 356, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 47, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in tawallaw fa innal laaha'aleemun bil mufsideen" } }, "translation": { "en": "But if they turn away, then indeed - Allah is Knowing of the corrupters.", "id": "Kemudian jika mereka berpaling, maka (ketahuilah) bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/356", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/356.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/356.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian jika mereka tetap berpaling meski sudah diberikan bukti-bukti kemahakuasaan, kemahaperkasaan, dan kemahaesaan Allah, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan, baik melalui perkataan, perbuatan maupun keyakinannya.", "long": "Apabila mereka menolak agama tauhid berarti mereka termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Mereka dianggap berpaling karena menolak untuk mengikuti dan membenarkan kerasulan Muhammad, dan tidak mau menerima keyakinan tentang keesaan Tuhan yang dibawa oleh beliau dan tidak berani mengabulkan ajakan mubahalah.\n\nAllah Maha Mengetahui mental orang-orang yang membuat kerusakan dan mempunyai niat jahat yang mereka simpan dalam hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 357, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 48, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064d \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064d \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaa Ahlal Kitaabi ta'aalaw ilaa Kalimatin sawaaa'im bainanaa wa bainakum allaa na'buda illal laaha wa laa nushrika bihee shai'anw wa laa yattakhiza ba'dunaa ba'dan arbaabam min doonil laah; fa in tawallaw faqoolush hadoo bi annaa muslimoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"O People of the Scripture, come to a word that is equitable between us and you - that we will not worship except Allah and not associate anything with Him and not take one another as lords instead of Allah.\" But if they turn away, then say, \"Bear witness that we are Muslims [submitting to Him].\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/357", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/357.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/357.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tatkala mereka tidak berani ber-mubahalah, sehingga tampaklah kebohongan dan kelemahan mereka, maka ayat ini mengajak mereka kepada tauhid dengan cara yang lebih lunak dan santun. Katakanlah, hai Nabi Muhammad,\" Wahai Ahli Kitab! Jika kalian tetap menolak kebenaran hujjah tentang Isa bin Maryam padahal kalian mengetahuinya, maka marilah kita menuju kepada satu kalimat, pegangan yang sama yang memberi keputusan secara adil antara kami dan kamu, yaitu kitab Taurat dan kitab-kitab lainnya, termasuk Injil dan Al-Qur'an, bahwa di dalam kitab-kitab tersebut kita tidak diperbolehkan menyembah selain Allah dan kita tidak diperbolehkan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan jika cara ini juga tidak membawa hasil untuk mengajak mereka, maka yang terpenting bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah untuk diikuti dan dituruti perintahnya padahal perintah itu keliru. Jika mereka tetap berpaling dari kebenaran setelah terpenuhi bukti-bukti, maka katakanlah kepada mereka,\" Saksikanlah, bahwa kami adalah orang muslim, yaitu orang-orang yang benar-benar berserah diri kepada Allah dan semata-mata beribadah kepada-Nya.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, agar mengajak Ahli Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani untuk berdialog secara adil dalam mencari asas-asas persamaan dari ajaran yang dibawa oleh rasul-rasul dan kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka, yaitu Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Kemudian Allah menjelaskan maksud ajakan itu yaitu agar mereka tidak menyembah selain Allah yang mempunyai kekuasaan yang mutlak, yang berhak menciptakan syariat dan berhak menghalalkan dan mengharamkan, serta tidak mempersekutukan-Nya.\n\nAyat ini mengandung: Tauhid Uluhiyah bagi Allah, yaitu keesaan Allah seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\n¦ bahwa kita tidak menyembah selain Allah ¦ (Ali 'Imran/3: 64).\n\nSifat Tauhid Rububiyah dalam firman-Nya yaitu keesaan dalam mengatur makhluk-Nya:\n\n¦dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. ¦. (Ali 'Imran/3: 64)\n\nKetentuan ini disepakati oleh semua orang, dan dapat dibuktikan, Ibrahim a.s. diutus Allah untuk membawa agama tauhid, begitu juga Nabi Musa seperti terdapat dalam kitab Taurat; Allah berfirman kepada Nabi Musa, \"Sesungguhnya Tuhan adalah sembahanmu, kamu tidak mempunyai sesembahan lain di sisi Ku, jangan kamu membuat pahatan patung, dan jangan membuat gambaran apa pun juga dari apa saja yang terdapat di langit dan di bumi, maupun yang terdapat di dalam air. Jangan kamu bersujud kepada patung-patung dan gambar-gambar serta jangan menghambakan diri kepadanya. Demikian juga Nabi Isa diutus Allah dengan membawa ajaran seperti itu.\n\nKemudian Nabi Muhammad saw sebagai Nabi penutup, beliau diutus dengan membawa ajaran yang sama. Di dalam Al-Qur'an terdapat firman Allah:\n\nAllah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur¦(al-Baqarah/2: 255).\n\nKesimpulan dari ajakan tersebut ialah: Muslimin dan Ahli Kitab sama-sama meyakini bahwa alam itu termasuk ciptaan Allah Yang Maha Esa. Dialah yang menciptakan dan mengurusnya dan Dialah yang mengutus para nabi kepada mereka, untuk menyampaikan keterangan-keterangan tentang perbuatan yang diridai dan yang tidak diridai-Nya.\n\nKemudian Nabi Muhammad mengajak Ahli Kitab agar bersepakat untuk menegakkan prinsip-prinsip agama, menolak hal yang meragukan, yang bertentangan dengan prinsip agama. Maka apabila orang Nasrani mendapatkan keterangan dari ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa seperti kata-kata \"Putra Tuhan\" hendaklah ditakwilkan dengan takwilan yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang disepakati oleh para nabi, karena kita semua tidak akan mendapatkan di antara perkataan para nabi yang bisa diartikan bahwa sesungguhnya Nabi Isa itu tuhan yang disembah. Kita juga tidak akan mendapatkan keterangan yang mengatakan bahwa Isa a.s. mengajak manusia untuk menyembah dirinya dan ibunya, melainkan Nabi Isa mengajak manusia untuk menyembah Allah Yang Esa dan dengan ikhlas beribadah kepada-Nya.\n\nPada mulanya, orang Yahudi beragama tauhid, kemudian terjadilah malapetaka bagi mereka, yaitu waktu mereka mengakui hukum apa saja yang ditetapkan pemimpin agama adalah sama kedudukannya dengan hukum yang datang dari Allah. Demikian juga orang-orang Nasrani menempuh jalan seperti orang-orang Yahudi. Mereka menambahkan peleburan dosa dalam agamanya. Inilah yang menjadi problematik yang sangat membahayakan dalam masyarakat orang-orang Nasrani sehingga timbul penjualan surat aflat (surat penebusan dosa) dari gereja. Dengan jalan itu mereka dapat mengumpulkan uang yang banyak. Oleh sebab itu timbullah gerakan yang menuntut perbaikan. Kelompok ini terkenal dengan istilah protestan.\n\nDiriwayatkan dari 'Adi bin hatim bahwa ia berkata, \"Saya datang kepada Rasulullah saw, sedangkan di leherku terdapat kalung salib yang terbuat dari emas. Kemudian Rasulullah bersabda, \"Hai 'Adi, buanglah berhala itu dari lehermu\". Saya pun mendengar Nabi Muhammad membaca surah at-Taubah:\n\nMereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, ¦. (at-Taubah/9: 31).\n\nKemudian 'Adi berkata kepada beliau, \"Wahai Rasulullah, mereka itu tidak menyembah pendeta-pendeta\". Kemudian Rasulullah bersabda, \"Bukankah mereka menghalalkan dan mengharamkan bagi kamu lalu kamu berpegang saja pada perkataan mereka?\" Kemudian 'Adi menjawab, \"Betul\". Lalu Nabi Muhammad bersabda, \"Itu penyembahan terhadap pendeta-pendeta itu.\"\n\nOrang Yahudi dan orang Nasrani menolak dan membangkang; dan mereka tetap pada pendiriannya, yaitu menyembah selain Allah dan mempercayai adanya tuhan-tuhan di samping Allah, yang dijadikan perantara kepada Allah. Mereka taat pada ketentuan-ketentuan mereka, baik mengenai yang dihalalkan maupun yang diharamkan oleh pendeta-pendeta itu. Allah swt memerintahkan agar orang-orang Muslim mengatakan kepada mereka bahwa, kaum Muslimin hanya menyembah Allah dan hanya taat kepada-Nya semata-mata.\n\nDalam ayat ini terdapat sebuah ketentuan bahwa semua masalah yang berhubungan dengan ibadah atau dengan halal dan haram, hanya ada di dalam Al-Qur'an dan Hadis, yang dijadikan pokok pegangan dalam menetapkannya, bukan pendeta pemimpin dan bukan pula pendapat ahli hukum yang kenamaan sekalipun. Sebab kalau demikian, tentulah hal itu akan menyebabkan adanya persekutuan dalam keesaan rububiyah dan penyimpangan dari petunjuk Al-Qur'an seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nApakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridai) Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih. (asy-Syura/42: 21)\n\nTersebut pula dalam firman Allah:\n\nDan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta \"Ini halal dan ini haram,\" ¦ (an-Nahl/16: 116).\n\nAdapun masalah yang tidak berkaitan langsung dengan akhirat dan ibadah, seperti urusan peradilan, dan urusan politik, Allah telah melimpahkan kekuasaan-Nya kepada manusia yang berilmu, seperti Ahlul Halli wal 'Aqdi, yaitu para ahli berbagai bidang dalam masyarakat. Maka apa yang ditetapkan mereka hendaklah ditaati selama tidak bertentangan dengan pokok-pokok agama. Ayat ini menjadi dasar dan pokok pegangan bagi dakwah Nabi saw untuk mengajak Ahli Kitab mempraktekkannya. Pada waktu Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam, seperti terdapat dalam surat beliau yang ditujukan kepada Heraklius dan Muqauqis dan Kisra Persia." } } }, { "number": { "inQuran": 358, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 48, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa Ahlal Kitaabi limaa tuhaaajjoona feee Ibraaheema wa maaa unzilatit Tawraatu wal Injeelu illaa mim ba'dih; afala ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "O People of the Scripture, why do you argue about Abraham while the Torah and the Gospel were not revealed until after him? Then will you not reason?", "id": "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/358", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/358.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/358.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka bukannya mengikuti ajaran tauhid, sebagai inti ajaran (millah) Nabi Ibrahim, akan tetapi mereka justru saling berbantah tentang siapa Nabi Ibrahim. Masing-masing mereka mengaku bahwa Nabi Ibrahim adalah pengikut mereka. Wahai Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, di mana masingmasing dari kalian menganggap Nabi Ibrahim itu dari golongan kalian,padahal Turat dan Injil diturunkan setelah dia dengan jarak waktu yang sangat panjang. Allah menutup ayat ini dengan redaksi apakah kalian tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti bahwa yang datang lebih dahulu tidak mungkin mengikuti yang datang belakangan. Bukti sejarah ini sekaligus meruntuhkan klaim mereka tentang Nabi Ibrahim sebagai Ahli Kitab.", "long": "Allah mencela perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang selalu berselisih dalam hal kemurnian agama mereka masing-masing, karena mereka menganggap bahwa agama merekalah yang paling benar.\n\nAhli Kitab, orang-orang Yahudi dan Nasrani dikecam, mengapa mereka saling berselisih dan berbantah-bantah dalam persoalan agama nenek moyang mereka Nabi Ibrahim. Orang Yahudi mengatakan bahwa Nabi Ibrahim beragama Yahudi dan orang-orang Nasrani mengatakan bahwa Nabi Ibrahim memeluk agama Nasrani. Mereka berpendapat demikian karena Nabi Ibrahim itu dianggap sebagai lambang ketinggian martabat bagi masing-masing golongan. Di dalam kitab mereka terdapat pujian terhadap Ibrahim a.s., baik dalam perjanjian lama maupun dalam perjanjuan baru, sebagaimana juga orang Quraisy memuliakan namanya, mereka pun mengakui bahwa agama merekalah yang sesuai dengan agama Ibrahim.\n\nMenurut pernyataan Al-Qur'an, pengakuan mereka itu sedikit pun tidak beralasan, karena ajaran Ibrahim sedikit pun tidak membekas dalam upacara-upacara keagamaan mereka. Yang benar ialah Nabi Ibrahim itu memeluk agama yang sesuai dengan agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.\n\nKetentuan serupa ini telah diisyaratkan oleh firman Allah, bahwa Taurat dan Injil itu diturunkan oleh Allah sesudah datangnya Ibrahim. Logikanya karena kedua Kitab itu diturunkan sesudah Ibrahim, semestinya tidak akan terjadi perselisihan pendapat dan bantah membantah seperti itu. Perselisihan yang hebat itu menunjukkan ketidakbenaran alasan yang dikemukakan mereka, karena tidak mungkin yang datang terlebih dahulu itu mengikuti yang datang sesudahnya.\n\nItulah sebabnya maka Allah menegur mereka, \"Apakah mereka itu tidak berpikir.\" Hal ini menunjukkan bahwa andaikata mereka itu mau berpikir tentu tidak akan terjadi perbantahan seperti itu. Dalam hal ini terdapat isyarat yang kuat, yang menunjukkan kelemahan pikiran dan hujjah (argumentasi) mereka.\n\nMengenai sabab nuzul ayat ini Ibnu Ishak dan Ibnu Jarir telah mengemukakan sebuah riwayat dari Ibnu 'Abbas, beliau berkata, \"Orang Nasrani dari Najran dan beberapa pendeta Yahudi berkumpul di hadapan Nabi Muhammad saw, kemudian mereka berselisih pendapat. Pendeta-pendeta itu berkata: Nabi Ibrahim tak memeluk agama kecuali agama Yahudi. Sedangkan orang Nasrani berkata: Nabi Ibrahim tak memeluk agama kecuali agama Nasrani." } } }, { "number": { "inQuran": 359, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 48, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062d\u064e\u0627\u062c\u064e\u062c\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u0641\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haaa antum haaa'ulaaa'i baajajtum feemaa lakum bihee 'ilmun falima tuhaaajjoonaa feemaa laisa lakum bihee 'ilm; wallaahu ya'lamu wa antum laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Here you are - those who have argued about that of which you have [some] knowledge, but why do you argue about that of which you have no knowledge? And Allah knows, while you know not.", "id": "Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/359", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/359.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/359.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah memberi isyarat tentang ketidakbenaran anggapan mereka sekaligus kebodohan mereka tentang Nabi Ibrahim. Begitulah kenyataan yang terjadi di antara kamu! Kamu bukan saja berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, yaitu tentang Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad, tetapi kamu juga berbantah-bantahan tentang apa yang tidak kamu ketahui, yaitu tentang Nabi Ibrahim? Padahal Allah mengetahui sejarah masing-masing, lalu Dia menginformasikan kepada kalian melalui rasul-Nya yang terakhir, Nabi Muhammad, sedang kamu tidak mengetahui melainkan hanya dugaan semata yang tidak memiliki alasan yang kuat.", "long": "Memang sewajarnya orang-orang berbantahan tentang urusan Nabi Isa dan sewajarnya pula bila perbantahan mereka itu berdasarkan hal-hal yang mereka ketahui.\n\nTetapi ternyata di antara yang berbantahan itu ada yang terlibat pada persoalan yang berlebih-lebihan, hingga mengakui bahwa Nabi Isa itu tuhan, bahkan di antaranya ada yang sebaliknya, menuduhnya sebagai pembual dan pendusta. Demikian itu terjadi karena masing-masing pihak tidak mengetahui yang sebenarnya, sehingga masing-masing pihak tak dapat menghindarkan diri dari kesalahan.\n\nSeterusnya Allah mencela orang Yahudi dan orang Nasrani yang berbantahan tentang agama Nabi Ibrahim, karena perbuatan itu tidak didasarkan pada alasan yang benar dan ilmu pengetahuan. Maka bukanlah lebih baik dan masuk akal apabila mereka itu mengikuti saja wahyu yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang memang betul-betul datang dari Allah yang mempunyai pengetahuan yang luas tak terbatas. Karena itu Allah menegaskan kepada mereka bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang nyata maupun yang tidak nyata, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.\n\nHal ini menunjukkan adanya pengertian bahwa mengenai hal-hal yang bersifat gaib, seharusnyalah orang tidak memperdebatkan dan tidak membenarkannya kecuali yang telah diterangkan oleh wahyu. Dengan perkataan lain pengetahuan manusia dibatasi oleh ruang lingkup, waktu dan tempat, sedangkan pengetahuan Allah swt tidak terkait dengan ketentuan-ketentuan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 360, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 48, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa kaana Ibraaheemu Yahoodiyyanw wa laa Nasraa niyyanw wa laakin kaana Haneefam Muslimanw wa maa kaana minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Abraham was neither a Jew nor a Christian, but he was one inclining toward truth, a Muslim [submitting to Allah]. And he was not of the polytheists.", "id": "Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/360", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/360.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/360.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan ketidakbenaran anggapan Ahli Kitab tentang Nabi Ibrahim, lalu Allah membantah anggapan mereka sekaligus menjelaskan sosok Nabi Ibrahim sebenarnya. Nabi Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, yaitu jauh dari syirik atau mempersekutukan Allah dan jauh dari kesesatan, sekaligus muslim yaitu seorang yang berserah diri kepada Allah semata dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik sebagaimana orang Yahudi dan Nasrani yang meyakini Uzair dan Nabi Isa sebagai anak Tuhan.", "long": "Allah memberikan ketegasan kepada orang yang berdebat siapa Nabi Ibrahim yang sebenarnya (an-Nisa'/4 :125). Ayat ini merupakan jawaban bagi perdebatan orang Yahudi dan Nasrani mengenai agama Nabi Ibrahim. Mereka masing-masing berpendapat bahwa Ibrahim menganut agama yang dipeluk mereka. Pendapat mereka itu sebenarnya adalah dusta karena tidak didasarkan pada bukti-bukti yang nyata. Yang benar ialah keterangan yang didasarkan wahyu yang diyakini kaum Muslimin, karena umat Islam memeluk agama seperti agama yang dipeluk oleh Nabi Ibrahim dan agama Islam mempunyai prinsip-prinsip yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Maka jelaslah bahwa Nabi Ibrahim itu tidak memeluk agama Nasrani dan tidak pula pemeluk agama Yahudi akan tetapi Nabi Ibrahim itu seorang yang taat kepada Allah, tetap berpegang kepada petunjuk Allah serta tunduk dan taat kepada segala yang diperintahkan-Nya.\n\nNabi Ibrahim tidak menganut kepercayaan musyrikin, yaitu kafir Quraisy dan suku Arab lainnya, yang menganggap diri mereka mengikuti agama Nabi Ibrahim. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa Nabi Ibrahim adalah orang yang dimuliakan oleh segala pihak, baik orang-orang Yahudi, Nasrani ataupun musyrikin. Tetapi sayang pendapat mereka itu tidak benar, karena Nabi Ibrahim itu tidak beragama seperti agama mereka. Beliau adalah orang Muslim yang ikhlas kepada Allah, sedikit pun tidak pernah mempersekutukan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 361, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 48, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0644\u064e\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa awlan naasi bi Ibraaheema lallazeenat taba 'oohu wa haazan nabiyyu wallazeena aamanoo; wallaahu waliyyul mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, the most worthy of Abraham among the people are those who followed him [in submission to Allah] and this prophet, and those who believe [in his message]. And Allah is the ally of the believers.", "id": "Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/361", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/361.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/361.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika demikian, orang yang paling dekat atau yang paling berhak dinisbatkan kepada Ibrahim dan ajaran yang dianutnya ialah orang yang mengikutinya, yaitu yang menjawab ajakan Nabi Ibrahim kepada tauhid, begitu juga Nabi ini, Muhammad, dan orang-orang yang beriman yakni para pengikut agama tauhid secara konsisten dan sunggung-sungguh. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dengan senantiasa memberi pertolongan di dunia dan memberi balasan surga di akhirat kelak.", "long": "Orang yang paling berhak menjadi pendukung Nabi Ibrahim dan yang paling setia agamanya, bukanlah orang yang hanya mengaku bahwa Nabi Ibrahim memeluk agamanya, tetapi orang yang mengikuti jejak Nabi Ibrahim dan meneruskan dakwahnya. Tentu saja orang itu adalah orang yang beragama tauhid dan dengan ikhlas melaksanakan agamanya. Mereka haruslah orang orang yang berserah diri kepada Allah semata, jauh dari sifat-sifat syirik. Sifat-sifat serupa ini terdapat pada Nabi Muhammad saw, dan pengikut-pengikutnya. Mereka memeluk agama tauhid, sedikit pun tidak terdapat dalam agamanya ajaran-ajaran pemujaan terhadap pemimpin dan tidak membenarkan adanya perantara dalam hubungan rnanusia dengan Tuhan. Mereka itu ikhlas dan beramal semata-mata karena Allah tidak karena syirik dan ria.\n\nKesemuanya itu adalah inti ajaran Islam. Oleh sebab itu apabila ada agama yang tidak memiliki prinsip-prinsip tersebut maka agama itu jauh menyeleweng dan hanya tinggal bekas-bekasnya saja.\n\nKemudian Allah menjanjikan bahwa Dia akan memberikan bantuan, kekuatan dan taufik kepada orang-orang mukmin karena Allah yang menguasai dan mengendalikan urusan mereka, dan memperbaiki keadaan mereka serta memberikan pahala sesuai dengan banyak sedikitnya mereka mengamalkan ajaran Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 362, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 48, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u062a \u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waddat taaa'ifatum min Ahlil Kitaabi law yudil loonakum wa maa yudilloona illaaa anfusahum wa maa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "A faction of the people of the Scripture wish they could mislead you. But they do not mislead except themselves, and they perceive [it] not.", "id": "Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya), mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/362", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/362.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/362.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang Nabi Ibrahim sebagai penganut agama tauhid, begitu juga Nabi Muhammad dan umat Islam, maka ayat ini menginformasikan ketidaksukaan sebagian Ahli Kitab dan upaya penyesatan mereka terhadap umat Islam. Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, wahai umat Islam, dengan berbagai macam cara. Padahal, sesungguhnya mereka tidak menyesatkan siapa pun melainkan akibatnya akan menimpa diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari. Ayat ini merupakan puncak pencelaan dan penghinaan terhadap mereka sekaligus menunjukkan buruknya sifat dan perilaku mereka.", "long": "Usaha segolongan Ahli Kitab akan sia-sia belaka, dan tipu daya mereka akan menimpa mereka sendiri, karena perbuatan mereka selalu diarahkan pada tujuan untuk menyesatkan orang mukmin. Mereka tidak mempunyai kesempatan untuk memperhatikan cara mendapatkan petunjuk. Pandangan mereka akan tertutup sehingga tidak dapat melihat kebenaran ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang memberikan penjelasan tentang kebenaran dari kenabiannya. Boleh dikatakan bahwa mereka tidak berpikir sebagaimana mestinya, bahkan mereka menyia-nyiakan akal, juga mereka telah merusak fitrah mereka sendiri sehingga tidak bisa menjangkau kebenaran.\n\nSikap dan perbuatan segolongan Ahli Kitab dicela, karena mereka tidak menyadari keadaan mereka yang buruk. Mereka akhirnya jatuh dalam lembah kesesatan dan tidak dapat melihat lagi adanya kebenaran yang menuntun ke jalan yang lurus.\n\nBanyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, ¦. (al-Baqarah/2: 109)\n\nMereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). ¦ (an-Nisa'/4: 89)\n\nDengan demikian dapat diketahui bahwa tujuan Ahli Kitab menimbulkan persoalan yang meragukan di kalangan kaum Muslimin, tiada lain hanyalah untuk menyesatkan orang-orang mukmin dari agama yang benar, sehingga mengingkari ajaran-ajaran Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 363, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 3, "page": 58, "manzil": 1, "ruku": 48, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa Ahlal Kitaabi lima takfuroona bi Aayaatil laahi wan antum tashadoon" } }, "translation": { "en": "O People of the Scripture, why do you disbelieve in the verses of Allah while you witness [to their truth]?", "id": "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/363", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/363.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/363.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai pelengkap penghinaan terhadap mereka, ayat ini menyeru kepada Ahli Kitab. Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, padahal kamu mengetahui kebenarannya melalui kitab kalian sendiri?", "long": "Allah mencela para Ahli Kitab yang mengingkari ayat-ayat Allah; padahal mereka mengetahui dalam kitab mereka sendiri kedatangan Nabi Muhammad saw. Kemudian Allah swt menandaskan bahwa mereka sendiri tidak saja telah mengetahui bahwa Nabi Muhammad saw akan datang bahkan sifat-sifatnya pun telah mereka ketahui. Mereka seharusnya mengakui kenabian Muhammad, tetapi karena sifat dengki yang mencekam jiwa mereka, mereka terjerumus ke dalam lembah kehinaan. Mereka tidak dapat lagi melihat pancaran kebenaran, sehingga mereka terombang ambing dalam kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 364, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 3, "page": 59, "manzil": 1, "ruku": 48, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa Ahalal Kitaabi lima talbisoonal haqqa bilbaatili wa taktumoonal haqqa wa antum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "O People of the Scripture, why do you confuse the truth with falsehood and conceal the truth while you know [it]?", "id": "Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/364", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/364.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/364.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan sikap penolakan Ahli Kitab terhadap kebenaran yang dibawa Rasulullah, maka ayat ini kembali menjelaskan perilaku buruk mereka yang lainnya, antara lain upaya penyesatan terhadap kaum muslim. Wahai Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul dengan kebatilan, yaitu dengan menutup-nutupi beberapa firman Allah yang termaktub di dalam Taurat dan Injil dengan perkataan-perkataan yang dibuat-buat oleh mereka sendiri, dan kamu menyembunyikan kebenaran tentang kenabian Muhammad yang tersebut dalam Taurat dan Injil, padahal kamu mengetahui tentang kebenaran itu serta akibatnya, yakni siksa yang sangat pedih?", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari Ibnu 'Abbas ia berkata bahwa 'Abdullah bin as-shaif, 'Adi bin Zaid dan haris bin 'Auf bercakap-cakap sesama mereka. \"Marilah kita mempercayai kitab yang diturunkan kepada Rasulullah dan sahabat-sahabatnya di waktu pagi hari. Kemudian kita mengingkarinya di waktu petang hari, sehingga kita dapat mengacaukan mereka, semoga mereka berbuat sebagaimana yang kita lakukan, sehingga mereka kembali kepada agama mereka semula.\" Kemudian turunlah ayat 71-73 ini.\n\nAllah mencela Ahli Kitab karena mereka mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan. Yang dimaksud dengan kebenaran dalam ayat ini ialah kebenaran yang dibawa oleh para nabi yang termuat dalam kitab mereka yaitu tauhid, serta berita gembira akan datangnya Nabi Muhammad yang bertugas seperti nabi-nabi sebelumnya yang akan mengajarkan Kitab dan hikmah kepada seluruh manusia. \n\nSedang yang dimaksud dengan kebatilan ialah segala tipu daya yang dibuat oleh para pendeta dan pemimpin terkemuka Ahli Kitab dengan jalan menakwilkan ayat-ayat Tuhan dengan takwilan yang batil dan yang jauh dari kebenaran. Penakwilan yang begitulah yang dianggap mereka sebagai agama yang wajib diikuti. Perbuatan mereka itu juga dicela.\n\n¦. Dan mereka berkata, \"Itu dari Allah,\" padahal bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (Ali 'Imran/3: 78).\n\nJelas bahwa yang dimaksud dengan mencampuradukkan antara yang hak dengan yang batil ialah: tipu daya Ahli Kitab yang menakwilkan ayat-ayat Allah dan mengatakan bahwa penakwilan itu datang dari Allah. Sementara berita gembira tentang kedatangan Nabi Muhammad, mereka sembunyikan.\n\nSemua ini menunjukkan bahwa mereka melakukan perbuatan itu bukan karena kealpaan atau karena tidak tahu, tetapi karena ingkar, dan hasad yang telah bersarang di dalam dada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 365, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 3, "page": 59, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a \u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalat taaa'ifatum min Ahlil Kitaabi aaminoo billazeee unzila 'alal lazeena aamanoo wajhan nahaari wakfurooo aakhirahoo la'alla hum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And a faction of the People of the Scripture say [to each other], \"Believe in that which was revealed to the believers at the beginning of the day and reject it at its end that perhaps they will abandon their religion,", "id": "Dan segolongan Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), “Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah di akhirnya, agar mereka kembali (kepada kekafiran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/365", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/365.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/365.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seharusnya mereka mengimani kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah secara tulus, namun justru mereka menularkan sifat kemunafikannya kepada orang lain untuk menyesatkan kaum muslim. Segolongan Ahli Kitab berkata kepada sesamanya dan kepada orang-orang munafik, \"Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orangorang beriman, yakni Al-Qur'an pada awal siang, misalnya, dengan melaksanakan salat subuh bersama mereka dan ingkarilah atau murtadlah di akhir siang-nya, agar mereka, yakni orang-orang Islam yang lemah imannya dan yang tidak memiliki pemahaman yang benar terhadap agamanya, akan kembali kepada kekafiran.\"", "long": "Ada golongan dari Ahli Kitab yang mengajak kawan-kawannya agar pura-pura beriman kepada kitab yang diturunkan kepada Muhammad di pagi hari, kemudian mengingkarinya pada waktu sore. Mereka bersikap demikian untuk menimbulkan kesan di hati umat Islam, kalau agama Islam itu benar tentulah orang-orang Yahudi yang baru masuk Islam tadi tidak akan murtad lagi. Sikap serupa ini tiada lain hanya tipu daya mereka untuk mempengaruhi orang-orang Islam agar kembali kepada kekafirannya.\n\nIbnu Jarir meriwayatkan dari Imam Mujahid, ia berkata bahwa, segolongan orang Yahudi salat subuh bersama Nabi. Kemudian mereka kafir pada petang harinya. Apabila mereka melakukan tipu daya serupa itu, bukanlah hal yang aneh, karena mengetahui bahwa di antara tanda-tanda kebenaran itu ialah, apabila seseorang telah mengetahui sesuatu itu benar, tentu dia tidak akan meninggalkannya. Hal ini dapat dipahami dari pernyataan Heraklius, Kaisar Rumawi kepada Abu Sufyan ketika dia menanyakan kepadanya tentang keadaan Muhammad, yaitu ketika Nabi Muhammad saw menyeru Heraklius dengan suratnya untuk masuk Islam, \"Adakah orang yang keluar dari agamanya setelah ia memeluknya?\" Abu Sufyan menjawab, \"Tidak ada.\"\n\nAyat ini memperingatkan Nabi Muhammad akan tipu daya Ahli Kitab dan memberitahukan siasat mereka, agar tipu daya itu tidak mempengaruhi hati orang mukmin yang masih lemah. Peringatan ini berguna untuk menggagalkan usaha mereka; sebab apabila latar belakang dari tipu daya mereka telah diketahui, tentulah usaha mereka tidak akan berhasil. Ayat ini sebagai mukjizat bagi Nabi Muhammad saw, karena mengandung berita gaib yang membukakan rahasia niat busuk orang Yahudi." } } }, { "number": { "inQuran": 366, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 3, "page": 59, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064f\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064e \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa tu'minooo illaa liman tabi'a deenakum qul innal hudaa hudal laahi ai yu'taaa ahadum misla maaa ooteetum aw yuhaaajjookum 'inda Rabbikum, qul innal fadla biyadil laah; yu'teehi mai yashaaa'; wallaahu Waasi'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And do not trust except those who follow your religion.\" Say, \"Indeed, the [true] guidance is the guidance of Allah. [Do you fear] lest someone be given [knowledge] like you were given or that they would [thereby] argue with you before your Lord?\" Say, \"Indeed, [all] bounty is in the hand of Allah - He grants it to whom He wills. And Allah is all-Encompassing and Wise.\"", "id": "Dan janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti agamamu.” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya petunjuk itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu, atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu.” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/366", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/366.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/366.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, Ahli Kitab, bahkan berusaha meyakinkan kepada sesamanya bahwa predikat rasul terakhir adalah hak mereka. Karena itu, janganlah kamu, wahai Ahli Kitab, percaya selain kepada orang yang mengikuti agama kalian. Dengan begitu, mereka tidak jadi masuk Islam. Atau, jangan percaya kepada orang-orang yang masuk Islam, yang dulunya berasal dari agama kamu, agar iman mereka menjadi guncang dan kembali kepada kekafiran. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya petunjuk itu, hanyalah petunjuk Allah dan akan diberikan kepada siapa saja yang dipilih-Nya sesuai dengan hukum-hukum yang telah Dia tetapkan. Kamu juga jangan percaya bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu, atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu\". Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Allah Mahaluas karuniaNya, Maha Mengetahui kepada siapa karunia tersebut harus diberikan.\"", "long": "Allah mengungkapkan adanya perkataan pemimpin-pemimpin Yahudi yang melarang kaumnya menyatakan kepercayaan mereka kepada orang lain yang bukan Yahudi, bahwa kenabian itu boleh saja diberi oleh Allah kepada orang lain, selain orang-orang Yahudi. Sebab jika hal itu dikatakan kepada umat Islam tentu umat Islam akan menjadikannya alasan untuk menguatkan kerasulan Muhammad, yang diutus oleh Allah dari kalangan orang Arab, bukan dari kalangan orang Yahudi. Sikap semacam itu timbul karena orang-orang Yahudi itu memang mengetahui bahwa Allah dapat mengutus seorang rasul, biarpun tidak dari kalangan bangsa Yahudi, tetapi mereka mengingkari kenabian Muhammad adalah karena kesombongan dan kedengkian mereka.\n\nSesungguhnya petunjuk yang baru diikuti itu ialah petunjuk Allah. Maksudnya bahwa petunjuk itu tidak hanya untuk satu bangsa tertentu di antara hamba-hamba-Nya. Petunjuk itu disampaikan melalui nabi-nabi yang diangkat oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Oleh sebab itu orang yang diberi petunjuk oleh Allah swt, ia tidak akan sesat dan tidak ada seorang pun yang sanggup menyesatkannya. Maka tipu daya Ahli Kitab tidak akan memberi pengaruh sedikit pun kepada orang Muslim dan tidak ada yang dapat menghalangi kehendak Allah terhadap nabi-nabi-Nya.\n\nKerasulan itu adalah karunia dari Tuhan yang berada di dalam kekuasaan-Nya secara mutlak. Allah Maha Pemberi dan Maha Mengetahui, siapa saja yang berhak mendapatkan karunia-Nya. Maka Allah akan memberikan karunia-Nya kepada orang yang berhak menerimanya. Dalam pernyataan ini terdapat peringatan bahwa orang-orang Yahudi. telah mempersempit pengertian tentang karunia Tuhan Yang Mahaluas.\n\nKarunia Allah sangat luas dan rahmat-Nya diberikan secara merata menurut kehendak-Nya. Ini merupakan bantahan terhadap tuduhan Ahli Kitab yang mengatakan bahwa kenabian dan kerasulan itu hanya bagi orang-orang Bani Israil saja.\n\nDengan demikian dapat dipahami bahwa Allah mempunyai hak mutlak untuk mengutus nabi dan rasul sesuai dengan keadilan dan rahmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 367, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 3, "page": 59, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 23, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u0651\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Yakhtassu birahmatihee mai yashaaa'; wallaahu zulfadil 'azeem" } }, "translation": { "en": "He selects for His mercy whom He wills. And Allah is the possessor of great bounty.", "id": "Dia menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/367", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/367.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/367.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia juga menentukan rahmat-Nya, yakni kenabian dan risalah, kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah memiliki karunia yang besar, tidak seorang pun bisa melawan-Nya dan menghalangi-Nya kepada siapa karunia itu akan diberikan. Rangkaian ayat-ayat ini mengajari manusia agar tidak dengki atas karunia yang Allah berikan kepada orang lain, sebab hal itu hanya akan mendorong seseorang melakukan perilaku buruk lainnya.", "long": "Rahmat Allah yang diberikan kepada nabi adalah suatu karunia Allah semata. Karunia Allah sangat luas dan rahmat-Nya merata pada setiap hamba-Nya. Tak ada seorang pun yang dapat mempengaruhi Allah dalam memberikan karunia itu. Maka Allah berhak untuk menambah rahmat dan karunia-Nya kepada hamba-Nya sesuai dengan keadilan-Nya, tidak seperti pendapat Ahli Kitab bahwa rahmat Allah dan karunia-Nya, untuk mereka saja. Dengan demikian Allah mempunyai kekuasaan yang tak terbatas untuk mengutus nabi menurut kehendak-Nya. Jika Allah mengutus seorang nabi dari satu bangsa tertentu, hal itu semata-mata karena limpahan karunia dan rahmat-Nya semata. \n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa penilaian Allah terhadap seseorang pada dasarnya adalah sama. Tidak ada seorang pun yang melebihi orang lain kecuali dengan takwanya. Keutamaan itu hanyalah datang dari Allah yang diberikan kepada seseorang menurut kehendak-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 368, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 3, "page": 59, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u0642\u0650\u0646\u0637\u064e\u0627\u0631\u064d \u064a\u064f\u0624\u064e\u062f\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627\u0631\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u064e\u062f\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064b\u0627 \u06d7 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064c \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Ahlil Kitaabi man in taamanhu biqintaariny yu'addihee ilaika wa minhum man in taamanhu bideenaaril laa yu'addiheee ilaika illaa maa dumta 'alaihi qaaa' imaa; zaalika biannahum qaaloo laisa 'alainaa fil ummiyyeena sabeelunw wa yaqooloona 'alal laahil kaziba wa hum ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And among the People of the Scripture is he who, if you entrust him with a great amount [of wealth], he will return it to you. And among them is he who, if you entrust him with a [single] silver coin, he will not return it to you unless you are constantly standing over him [demanding it]. That is because they say, \"There is no blame upon us concerning the unlearned.\" And they speak untruth about Allah while they know [it].", "id": "Dan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf.” Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/368", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/368.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/368.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menjelaskan perilaku buruk Ahli Kitab terhadap kaum muslim yang disebabkan oleh rasa kedengkian atas karunia yang diberikan kepada mereka, maka ayat ini menginformasikan bahwa di antara Ahli Kitab ada juga yang baik. Di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikan semua-nya kepadamu dan tidak berkurang sedikit pun. Tetapi ada pula di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, yakni harta yang sedikit, dia justru tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan adanya keyakinan mereka bahwa orang-orang selain mereka memang layak untuk dizalimi, dibohongi, dan dikhianati. Karena itu mereka berani melanggar hukum Allah seraya berkata, \"Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf, yakni selain golongan Ahli Kitab.\" Mereka dengan sengaja mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui kalau hal itu adalah dosa besar.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan, bahwa di antara Ahli Kitab itu ada sekelompok manusia yang apabila mendapat kepercayaan diserahi harta yang banyak atau pun sedikit, mereka mengembalikannya sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Tetapi ada pula di antara mereka yang apabila mendapat kepercayaan diserahi sejumlah harta sedikit saja mereka tidak mau mengembalikan kecuali apabila ditagih, baru mereka mau menyerahkannya setelah melalui proses pembuktian.\n\nHal ini menunjukkan bahwa di antara Ahli Kitab itu ada sekelompok orang yang pekerjaannya mempersulit Muslimin dan membuat tipu daya agar orang Islam tidak senang memeluk agamanya dan berbalik untuk mengikuti agama mereka. Di antara mereka ada pula sekelompok orang yang pekerjaannya memutarbalikkan hukum. Mereka menghalalkan memakan harta orang lain dengan alasan bahwa: \"Kitab Taurat melarang mengkhianati amanat terhadap saudara-saudara mereka seagama. Kalau pengkhianatan itu dilakukan terhadap bangsa lain mereka membolehkannya. Dengan ringkas dapat dikatakan bahwa Ahli Kitab dapat dibagi menjadi dua golongan:\n\n1. Ahli Kitab yang betul-betul berpegang pada kitab Taurat yang betul-betul bisa dipercaya. Sebagai contoh misalnya Abdullah bin Salam yang dititipi harta oleh Quraisy dalam jumlah besar kemudian harta itu dikembalikannya.\n\n2.Ahli Kitab yang tidak dapat dipercaya karena apabila mereka dititipi harta walaupun sedikit, mereka mengingkari dan tidak mau mengembalikannya lagi kecuali apabila dibuktikan dengan keterangan yang masuk akal atau apabila melalui proses pembuktian di muka pengadilan.\n\nSebagai contoh ialah Ka'ab bin al-Asyraf yang dititipi uang satu dinar oleh Quraisy kemudian dia mengingkari titipan itu.\n\nSebab-sebab mereka melakukan demikian, ialah karena mereka beranggapan tidak berdosa apabila mereka tidak menunaikan amanat terhadap seorang Muslim, karena mereka beranggapan bahwa tidak ada ancaman dan tidak ada dosa apabila mereka makan harta seorang Muslim dengan jalan yang batil.\n\nSecara ringkas dapat dikatakan bahwa menurut pendapat mereka setiap orang selain bangsa Yahudi tidak akan diperhatikan Allah, bahkan mereka mendapat murka dari Allah. Oleh sebab itu harta mereka tidak akan mendapat perlindungan, dan mengambil harta mereka tidak dianggap sebagai dosa. Tidak diragukan lagi bahwa anggapan serupa ini termasuk pengingkaran, penipuan dan penghinaan terhadap agama.\n\nMaksudnya mereka mengetahui dan menyadari bahwa mereka sengaja berdusta dalam hal itu, padahal mereka telah mengetahui bahwa dalam kitab Taurat tidak ada ketentuan sedikit pun yang membolehkan untuk menghianati orang Arab, dan memakan harta orang Islam secara tidak sah.\n\nSebenarnya mereka telah mengetahui hal itu, tetapi mereka tidak berpegang kepada kitab Taurat. Mereka lebih cenderung bertaklid kepada perkataan pemimpin agama mereka, dan menganggapnya sebagai ketentuan yang wajib mereka ikuti. Padahal pemimpin-pemimpin mereka itu mengemukakan pendapatnya mengenai hal-hal yang bersangkut paut dengan agama dengan menggunakan penakwilan dengan akal dan selera. Mereka tidak segan-segan mengubah susunan kalimat asli Taurat untuk memperkuat pendapat mereka. Mereka mempertahankan pendapat itu dengan mencari-cari alasan yang dapat menguatkannya.\n\nDiriwayatkan juga oleh Ibnu Munzir dari Sa'id bin Jubair ia berkata: Setelah turun ayat 75 ini Rasulullah bersabda:\n\nMusuh-musuh Allah (orang-orang Yahudi) telah berdusta. Tidak ada suatu ketentuan di zaman jahiliah melainkan telah berada di bawah kedua telapak kakiku ini (telah dibatalkan) terkecuali amanat. Amanat ini diwajibkan kepada orang yang baik dan orang yang jahat. (Riwayat Ibnu Mundzir dari Sa'id bin Jubair)" } } }, { "number": { "inQuran": 369, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 3, "page": 59, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balaa man awfaa bi'ahdihee wattaqaa fainnal laaha yuhibbul muttaqeen" } }, "translation": { "en": "But yes, whoever fulfills his commitment and fears Allah - then indeed, Allah loves those who fear Him.", "id": "Sebenarnya barangsiapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/369", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/369.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/369.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Padahal, yang benar adalah bahwa mereka tetap berdosa karena khianat. Sebab, sebenarnya barangsiapa menepati janji dengan mengembalikan hak orang lain sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan bertakwa, maka sungguh dengan takwa itu ia akan memperoleh cinta Allah, karena Allah senantiasa mencintai orang-orang yang bertakwa. Ini menunjukkan bahwa menepati janji atau tidak khianat menjadi salah satu kriteria ketakwaan.", "long": "Pendapat kalangan Bani Israil yang mengatakan bahwa tidak ada dosa bagi mereka apabila mereka melakukan kejahatan terhadap umat Islam disangkal. Kemudian Allah menegaskan agar setiap orang selalu menepati segala macam janji dan menunaikan amanah yang dipercayakan kepadanya.\n\nKalau ada orang yang meminjamkan harta kepadamu yang telah ditetapkan waktunya, atau ada orang yang menjual barang yang telah ditetapkan, atau ada orang yang menitipkan barang, hendaklah ditepati ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. Hendaklah harta seseorang diberikan tepat pada waktunya tanpa menunggu tagihan atau menunggu sampai persoalan itu dibawa ke pengadilan. Demikianlah yang dikehendaki oleh ketentuan syariat.\n\nDalam ayat ini terdapat satu peringatan bahwa orang Yahudi itu tidak mau menepati janji semata-mata karena janjinya, tetapi mereka melihat dengan siapa mereka berjanji. Apabila mereka mengadakan perjanjian dengan Bani Israil mereka memandang wajib memenuhinya, tetapi apabila mereka mengadakan perjanjian dengan selain Bani Israil, mereka tidak memandang wajib memenuhinya.\n\nAllah menyebutkan pahala orang yang menepati janjinya untuk memberikan pengertian bahwa menepati janji termasuk perbuatan yang diridai Allah dan orang yang menepati janji itu akan mendapat rahmat-Nya di dunia dan di akhirat.\n\nPada ayat ini dijelaskan bahwa prinsip agama yaitu menepati janji dan tidak mengingkarinya, serta memelihara diri dari berbuat maksiat adalah perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah, dan patut mendapat limpahan kasih sayang-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 370, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 3, "page": 59, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yashtaroona bi'ahdil laahi wa aymaanihim samanan qaleelan ulaaa'ika laa khalaaqa lahum fil Aakhirati wa laa yukallimuhumul laahu wa laa yanzuru ilaihim Yawmal Qiyaamati wa laa yuzakkeehim wa lahum 'azabun 'aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who exchange the covenant of Allah and their [own] oaths for a small price will have no share in the Hereafter, and Allah will not speak to them or look at them on the Day of Resurrection, nor will He purify them; and they will have a painful punishment.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/370", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/370.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/370.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengancam kepada siapa saja yang berkhianat, dan menukarnya dengan hal-hal yang bersifat duniawi yang tidak ada nilainya di hadapan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan atau menukar janji yang dikuatkan dengan nama Allah untuk ditepati, dan sumpah-sumpah mereka dengan hal-hal yang bersifat duniawi; itu sama saja mereka menukarnya dengan harga murah atau nilai yang rendah dibanding balasan yang kelak diterimanya di akhirat jika mereka jujur, mereka justru tidak memperoleh bagian sama sekali di akhirat. Bukan itu saja, Allah juga tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka dengan pandangan rahmat pada hari kiamat, dan tidak akan menyucikan atau mengampuni dosa-dosa mereka. Bagi mereka azab yang pedih di neraka, dan mereka kekal di dalamnya.", "long": "Mengenai sabab nuzul ayat ini dijelaskan dalam hadis diriwayatkan oleh al-Bukhari dan ahli-ahli hadis yang lain bahwa al-Asy'ats bin Qais berkata, \"Aku mempunyai perjanjian sewa tanah dengan seorang Yahudi lalu dia mengingkarinya. Sebab itu aku mengajukannya kepada Rasulullah saw.\" Kemudian Rasulullah bersabda, \"Apakah engkau mempunyai bukti?\" Aku berkata, \"Tidak.\" Sesudah itu Rasulullah berkata kepada Yahudi itu, \"Bersumpahlah.\" Lalu aku berkata, \"Hai Rasulullah! Kalau begitu, ia akan bersumpah. (Dan kalau bersumpah) maka akan lenyaplah hartaku.\" Maka Allah menurunkan ayat ini.\n\nDalam ayat ini dijelaskan berbagai akibat yang akan diderita oleh orang yang mengingkari janji Allah dan melanggar sumpah dengan harga atau imbalan yang murah.\n\nYang dimaksud dengan \"janji Allah\" dalam ayat ini ialah perintah Allah dan larangan-Nya yang disampaikan dengan perantaraan rasul yang disebutkan dalam kitab-kitab-Nya. Seperti berlaku benar, memenuhi janji yang telah dibuat, menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, menyembah Allah dengan tidak mempersekutukan-Nya, dan bertakwa kepada-Nya dalam semua urusan. Yang dimaksud dengan sumpah mereka ialah ikrar yang telah mereka ucapkan bahwa mereka akan selalu mengikuti kebenaran.\n\nYang dimaksud dengan \"menukar janji Allah dengan harga yang sedikit\" (murah) ialah mengingkari janji Allah dengan perbuatan duniawi yang dipandang lebih baik. Segala macam pengingkaran ini dipandang rendah atau tak bernilai sama sekali dibandingkan dengan nikmat yang akan diperoleh bila memenuhi janji Allah.\n\nAdapun akibat yang akan diderita oleh mereka yang berani menukar janji Allah dengan nikmat dunia, ialah mereka tidak akan mendapat balasan sedikit pun berupa nikmat di akhirat yang berlimpah-limpah. Mereka tidak akan mendapat perhatian dari Allah pada hari kiamat, juga mereka tidak akan mendapat pengampunan dosa sedikit pun.\n\nMenurut keterangan al-Qaffal bahwa yang dimaksud dengan firman Allah, \"Dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka\", ialah gambaran dari kemarahan Allah yang memuncak terhadap mereka. Dengan ringkas dapat dikatakan bahwa Allah mengancam dengan keras orang yang merusak perjanjian dan mengingkari janji. Mereka tidak akan memperoleh pahala di akhirat, mereka akan menderita siksaan yang pedih, mereka dibenci Allah dan tidak mendapat belas kasih-Nya lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 371, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 3, "page": 60, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0648\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u0650\u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna minhum lafaree qany yalwoona alsinatahum bil Kitaabi litahsaboohu minal Kitaab, wa maa huwa minal Kitaabi wa yaqooloon huwa min 'indillaahi wa maa huwa min 'indillaahi wa yaqooloona 'alal laahil kaziba wa hum ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, there is among them a party who alter the Scripture with their tongues so you may think it is from the Scripture, but it is not from the Scripture. And they say, \"This is from Allah,\" but it is not from Allah. And they speak untruth about Allah while they know.", "id": "Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca Kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, “Itu dari Allah,” padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/371", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/371.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/371.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini bahkan secara khusus menerangkan perilaku buruk kaum Yahudi, terutama tokoh-tokohnya. Sungguh, di antara mereka ada segolongan, di antaranya ada tokoh-tokoh agama, yang memutarbalikkan lidahnya membaca Kitab Taurat, yakni dengan cara menyembunyikan informasi yang benar, mengubah maksud yang sebenarnya, atau menggantinya dengan redaksi lain lalu membacanya layaknya mereka membaca Taurat, agar kalian menyangka yang mereka baca itu benar-benar sebagian dari Kitab Taurat, padahal itu bukan dari Kitab Taurat, tetapi rekayasa semata. Dan untuk menguatkan kebohongannya mereka berkata, \"Itu dari Allah\", padahal itu bukan dari Allah. Mereka benar-benar tidak punya rasa malu bahkan berani mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui secara pasti kalau hal itu dusta. Ayat ini juga menjadi bukti adanya tahrif (perubahan) dalam kitab Taurat.", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan sekelompok Ahli Kitab yang lain, yaitu segolongan dari pendeta-pendeta mereka yang mengubah ayat-ayat Kitab (Taurat) dengan menambah lafaz-lafaznya atau menukar letak dan menghapus sebagian dari lafaz-lafaz itu, sehingga berubahlah pengertiannya yang asli. Mereka baca ayat-ayat yang telah diubah-ubahnya itu sebagai pembacaan ayat al-Kitab, agar pendengarnya mengira bahwa yang dibaca itu benar-benar ayat al-Kitab, padahal yang dibaca itu sebenarnya bukan datang dari Allah, tetapi buatan mereka sendiri.\n\nMereka mengetahui bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu adalah perbuatan yang salah, tetapi tetap juga mereka lakukan. Yang demikian itu disebabkan karena sifat ketakwaan mereka kepada Allah telah lenyap, dan mereka percaya bahwa Allah akan mengampuni apa saja dosa yang mereka kerjakan karena mereka orang yang beragama.\n\nPerbuatan orang Yahudi yang sangat keji itu, menjadi pelajaran bagi umat Islam agar jangan sampai ada di antara umat Islam yang berkelakuan demikian, jangan sampai ada yang beritikad bahwa orang Islam itu pasti mendapat ampunan dari Allah betapa pun besarnya dosa yang mereka lakukan. Jangan pula ada di antara orang yang mengaku beragama Islam tetapi perbuatannya perbuatan orang kafir dan munafik, tidak mau mengerjakan ajaran Al-Qur'an dan sunah Rasul, dan tidak pula berkeyakinan sesuai dengan kepercayaan Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 372, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 3, "page": 60, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0628\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u064f\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa kaana libasharin ai yu'tiyahul laahul Kitaaba walhukma wan Nubuwwata summa yaqoola linnaasi koonoo 'ibaadal lee min doonil laahi wa laakin koonoo rabbaaniy yeena bimaa kuntum tu'allimoonal Kitaaba wa bimaa kuntum tadrusoon" } }, "translation": { "en": "It is not for a human [prophet] that Allah should give him the Scripture and authority and prophethood and then he would say to the people, \"Be servants to me rather than Allah,\" but [instead, he would say], \"Be pious scholars of the Lord because of what you have taught of the Scripture and because of what you have studied.\"", "id": "Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/372", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/372.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/372.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang upaya tahrif (perubahan) Ahli Kitab terhadap kitab suci mereka, ayat ini kembali menginformasikan keburukan mereka, yakni dengan cara menuduh bahwa rasul menginginkan agar disembah oleh para pengikutnya. Tidak mungkin bagi seseorang yakni seorang rasul yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah, yaitu pemahaman terhadap agama serta pengetahuan tentang rahasia-rahasia syariat, dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia,\" Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah.\" Tuduhan syirik ini jelas tidak benar dan tidak mungkin dilakukan oleh seorang rasul. Tetapi, yang benar, rasul itu berkata, \"Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah yang istikamah. Demikian ini, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya, sehingga kamu bisa menunjukkan sikap ketaatan yang sempurna dan menjauhi sikap syirik!\"", "long": "Tidak mungkin terjadi dan tidak pantas bagi seorang manusia yang diberi kitab oleh Allah dan diberi pelajaran tentang pengetahuan agama, serta diangkat menjadi nabi, kemudian dia mengajak manusia untuk menyembah dirinya sendiri bukan menyembah Allah. Orang yang diberi keutamaan-keutamaan seperti itu tentunya akan mengajak manusia mempelajari sifat-sifat Allah serta mempelajari hukum-hukum agama, dan memberikan contoh yang baik dalam hal menaati Allah dan beribadah kepada-Nya, serta mengajarkan Kitab kepada sekalian manusia.\n\nNabi sebagai seorang manusia yang telah diberi keutamaan yang telah disebutkan, tentu tidak mungkin dan tidak pantas menyuruh orang lain menyembah dirinya, sebab dia adalah makhluk Allah. Maka penciptanya yaitu Allah yang harus disembah. Ditegaskan kepadanya adalah menyuruh manusia agar bertakwa kepada Allah, mengajarkan Al-Kitab dan melaksanakannya, hal itu telah ditegaskan oleh firman Allah:\n\nKatakanlah, \"Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku.\" (az-Zumar/39: 14)\n\nBarang siapa menyuruh manusia menyembah dirinya, berarti ia mengakui bahwa Allah mempunyai sekutu yaitu dirinya sendiri. Barang siapa mempersekutukan Allah dengan lain-Nya, berarti ia telah menghilangkan kemurnian ibadah kepada Allah semata. Dengan hilangnya kemurnian ibadah berarti hilang pulalah arti ibadah.\n\nIngatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), \"Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.\" Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan¦ (az-Zumar/39: 3)\n\nBegitu juga firman Allah yang menceritakan seruan Nabi Hud kepada kaumnya:\n\nAgar kamu tidak menyembah selain Allah. Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih.\" (Hud/11: 26)\n\nSemua nabi menyuruh manusia agar menyembah Allah:\n\nDan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.¦. (Hud/11: 61)" } } }, { "number": { "inQuran": 373, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 3, "page": 60, "manzil": 1, "ruku": 49, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yaamurakum an tattakhizul malaaa 'ikata wan Nabiyyeena arbaabaa; a yaamurukum bilkufri ba'da iz antum muslimoon" } }, "translation": { "en": "Nor could he order you to take the angels and prophets as lords. Would he order you to disbelief after you had been Muslims?", "id": "dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/373", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/373.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/373.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu juga, tidak mungkin bagi seorang rasul menyuruh kalian menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah patut dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi muslim, pemeluk Islam yang inti ajarannya adalah tauhid? Ini menunjukkan sifat utama para rasul-juga mereka yang melanjutkan dakwah para rasul-yaitu al-amin, atau bisa dipercaya dalam segala hal, terutama dalam melaksanakan tugas dakwah.", "long": ". Tidak pantas bagi seorang manusia yang telah diberi wahyu oleh Allah, kemudian memerintahkan kepada manusia untuk menjadikan malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Hal itu seluruhnya tidak pernah dilakukan oleh para Nabi termasuk Nabi Muhammad saw. Yang pernah terjadi ialah orang-orang Arab menyembah malaikat. Orang Yahudi menyembah Uzair dan orang-orang Nasrani menyembah Al-Masih, yang dianggap sebagai putra Tuhan. Semua tindakan ini bertentangan dengan ajaran-ajaran yang dibawa oleh para nabi karena nabi-nabi itu semuanya menyuruh manusia untuk menyembah Allah Yang Maha Esa." } } }, { "number": { "inQuran": 374, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 3, "page": 60, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0635\u0652\u0631\u0650\u064a \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0627\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz akhazal laahu meesaaqan Nabiyyeena lamaaa aataitukum min Kitaabinw wa Hikmatin summa jaaa'akum Rasoolum musaddiqul limaa ma'akum latu'minunna bihee wa latansurunnah; qaala 'aaqrartum wa akhaztum alaa zaalikum isree qaalooo aqrarnaa; qaala fashhadoo wa ana ma'akum minash shaahideen" } }, "translation": { "en": "And [recall, O People of the Scripture], when Allah took the covenant of the prophets, [saying], \"Whatever I give you of the Scripture and wisdom and then there comes to you a messenger confirming what is with you, you [must] believe in him and support him.\" [Allah] said, \"Have you acknowledged and taken upon that My commitment?\" They said, \"We have acknowledged it.\" He said, \"Then bear witness, and I am with you among the witnesses.\"", "id": "Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman, “Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, ”Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/374", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/374.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/374.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menginformasikan tuduhan-tuduhan tidak benar yang ditujukan kepada para nabi dan rasul, maka ayat ini menegaskan bahwa para nabi dan rasul itu telah diambil sumpah janjinya oleh Allah untuk membenarkan Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir. Ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi dan rasul, \"Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah yaitu ilmu yang bermanfaat dan kemampuan untuk mengamalkannya, kepada kamu, lalu datang kepada kamu seorang Rasul, yakni Nabi Muhammad, yang membenarkan apa yang ada pada kamu berupa ajaran tauhid yang tercantum dalam kitab-kitab mereka, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolong agama-nya.\" Allah berfirman, \"Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu, yakni membenarkan Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir?\" Mereka menjawab, \"Kami setuju.\" Allah berfirman, \"Kalau begitu bersaksilah kamu, wahai para nabi, dan Aku menjadi saksi bersama kamu bahwa Nabi Muhammad adalah rasul dan nabi terakhir.\" Ayat ini juga menjadi bukti bahwa manusia itu cenderung lalai terhadap aturan Ilahi, sehingga perlu diturunkan nabi dan rasul secara berkesinambungan yang berakhir pada Nabi Muhammad, saat ini dilanjutkan oleh para pewaris beliau, yaitu para ulama.", "long": "Allah telah mengambil perjanjian dari para nabi bilamana datang seorang rasul yang membenarkan kitab yang ada pada mereka, mereka akan beriman kepada rasul dan akan menolongnya, mereka akan mempercayainya, meskipun mereka sendiri telah diberi Kitab dan diberi pula hikmah, mereka tetap akan mempercayai dan mendukungnya. Hal itu disebabkan karena maksud dari diutusnya nabi-nabi dan rasul-rasul itu adalah satu, yaitu menyampaikan ajaran Allah. Oleh karena itu para rasul itu harus saling menolong.\n\nDi samping itu, apabila syariat yang datang kemudian membawa ketentuan-ketentuan yang mengubah atau menghapuskan ketentuan-ketentuan dari syariat yang lalu, tentu harus diterima, karena ajaran yang berhubungan dengan pokok-pokok agama yang berhubungan dengan keimanan dan ketuhanan yang dibawa para nabi itu adalah sama. Tetapi yang berhubungan dengan syariat (hukum) seperti hukum pidana dan hukum perdata pada masing-masing agama dapat berbeda-beda, disesuaikan dengan keadaan waktu dan tempat.\n\nYang dimaksud dengan \"Nabi Muhammad saw membenarkan rasul-rasul terdahulu dan kitab-kitab yang dibawanya\", ialah membenarkan bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul itu dan menurunkan kitab-kitab kepada mereka, dan bukanlah berarti bahwa Muhammad saw membenarkan seluruh isi kitab-kitab itu sebagai yang terdapat sekarang.\n\nDi dalam ayat ini terdapat isyarat yang kuat bahwa tidak semestinya agama itu menjadi sumber permusuhan dan kebencian, seperti yang telah dilakukan oleh Ahli Kitab yang memusuhi Muhammad, sehingga mereka sukar diajak kembali kepada prinsip yang sama, bahkan mereka merintangi, menentang dan mengingkari ajakannya.\n\nDengan ringkas dapat dikatakan bahwa andaikata Ahli Kitab itu mau memahami dan memikirkan segi persamaan prinsip yang dibawa oleh para nabi, tentulah mereka dapat menerima dan mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad serta membenarkan syariat-Nya, sesuai dengan janji yang telah diikrarkan oleh Nabi Musa dan Nabi Isa, yaitu bahwa setiap datang seorang nabi sesudah mereka, yang membenarkan kitab yang ada pada mereka, mereka akan mempercayainya.\n\nJika orang Yahudi dan Nasrani percaya kepada Nabi Musa dan Nabi Isa, tentu mereka percaya pula pada apa yang telah dipercayai oleh kedua nabi itu. Selanjutnya diterangkan bahwa janji nabi-nabi yang telah disepakati bersama itu telah disaksikan oleh masing-masing pihak, dan Allah menjadi saksi pula atas ikrar mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 375, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 3, "page": 60, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faman tawallaa ba'da zaalika fa ulaaa'ika humul faasiqoon" } }, "translation": { "en": "And whoever turned away after that - they were the defiantly disobedient.", "id": "Maka barangsiapa berpaling setelah itu, maka mereka itulah orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/375", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/375.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/375.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perjanjian di atas bukan saja dilakukan oleh para nabi tetapi juga mengikat para kaumnya. Maka barang siapa berpaling dari mengimani Nabi Muhammad, setelah itu, yaitu setelah diperkuat dengan sumpah, maka mereka itulah orang yang fasik, yaitu orang yang keluar dari syariat Allah.", "long": "Barangsiapa yang berpaling dari perjanjian yang telah diikrarkan itu, mereka orang-orang yang fasik. Yang dimaksud dengan orang-orang yang berpaling ialah orang Yahudi yang berada di masa Rasulullah. Mereka ini tidak mempercayai kenabian Muhammad saw yang berarti mereka tidak mempercayai perjanjian yang telah diikrarkan oleh Nabi Musa dan Nabi Isa. Mereka mengetahui perjanjian yang telah diikrarkan oleh Nabi Musa dan Nabi Isa, dan mengetahui isinya, akan tetapi mereka tidak melaksanakannya. Karena itulah mereka dinamakan orang-orang fasik." } } }, { "number": { "inQuran": 376, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 3, "page": 60, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0637\u064e\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afaghaira deenil laahi yabghoona wa lahooo aslama man fis samaawaati wal ardi taw'anw wa karhanw wa ilaihi yurja'oon" } }, "translation": { "en": "So is it other than the religion of Allah they desire, while to Him have submitted [all] those within the heavens and earth, willingly or by compulsion, and to Him they will be returned?", "id": "Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/376", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/376.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/376.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika memang agama itu hakikatnya satu dan inti semua risalah juga sama yaitu tauhid, maka mengapa mereka berpaling dari agama yang benar yang dibawa oleh Nabi Muhammad dengan mencari agama yang lain selain agama Allah, yaitu agama Islam? Padahal, apa, yakni semua makhluk, yang di langit dan di bumi berserah diri dengan senantiasa tunduk dan patuh kepada hukum dan kehendak-Nya, baik dengan suka yaitu secara tulus ikhlas karena melihat bukti-bukti kebenaran, maupun terpaksa setelah melihat azab. Dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan, lalu mereka akan mendapat balasan yang setimpal.", "long": "Allah tidak membenarkan sikap Ahli Kitab, bahkan mencelanya karena mereka itu menyeleweng dari kebenaran, setelah kebenaran itu tampak jelas bagi mereka dan mereka tidak mau memeluk agama Islam yang datang dari Allah. Allah swt menegur mereka mengapa mereka berbuat demikian, padahal semua langit dan bumi tunduk kepada Allah secara sukarela dan takluk kepada ketentuan-Nya.\n\nSecara ringkas dapat diterangkan bahwa orang Yahudi itu tidak percaya kepada agama yang dibawa Nabi Muhammad saw, padahal nabi-nabi mereka mempercayai Nabi Muhammad saw, yang akan datang kemudian. Dengan tidak percaya kepada Nabi Muhammad berarti mereka tidak percaya kepada nabi-nabi mereka sendiri; dan berarti mereka mencari agama selain Islam. Sikap mereka itu dicela oleh Allah karena apa saja yang ada di langit dan di bumi ini semuanya tunduk dan patuh kepada Allah mengapa mereka tidak berbuat demikian?\n\nKemudian Allah menjelaskan bahwa kepada Allah kembali semua makhluk, baik orang Yahudi, orang Nasrani, maupun umat-umat selain mereka. Pada saat itulah mereka akan diberi balasan, sesuai dengan perbuatan mereka di dunia.\n\nDi dalam ayat ini terdapat ancaman keras bagi orang-orang Ahli Kitab baik orang Yahudi maupun orang Nasrani, karena mereka telah menyeleweng dari kebenaran, serta tidak mau mengakui kenabian Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 377, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 3, "page": 61, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul aamannaa billaahi wa maaa unzila 'alainaa wa maaa unzila 'alaaa Ibraaheema wa Ismaa'eela wa Ishaaqa wa Ya'qooba wal Asbaati wa maaa ootiya Moosaa wa 'Eesaa wan Nabiyyoona mir Rabbihim laa nufarriqu baina ahadim minhum wa nahnu lahoo muslimoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"We have believed in Allah and in what was revealed to us and what was revealed to Abraham, Ishmael, Isaac, Jacob, and the Descendants, and in what was given to Moses and Jesus and to the prophets from their Lord. We make no distinction between any of them, and we are Muslims [submitting] to Him.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/377", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/377.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/377.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya memaparkan bahwa para rasul diambil sumpah janjinya untuk mengimani kerasulan Nabi Muhammad dan menolong agamanya, maka melalui ayat ini, Allah hendak menguatkan kesamaan Tuhan dan risalah di antara rasul-rasul-Nya, yaitu dengan memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengimani semua rasul dan kitab-kitab yang dibawanya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, Al-Qur'an, dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, yang ada dua belas, di mana mereka beriman kepada Allah dan semua rasul tanpa membeda-bedakannya, tidak seperti yang dilakukan sebagian Ahli Kitab, dan apa yang diberikan kepada Musa, Taurat, Isa, Injil, dan para nabi lainnya dari Tuhan mereka yang tidak diketahui kisah-kisahnya. Kami juga tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dalam mengimaninya, sebab mengingkari seorang rasul berarti mengingkari semuanya, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.\"", "long": "Di dalam ayat ini Allah swt memerintahkan kepada Muhammad termasuk orang-orang yang mengikutinya agar mempercayai, bahwa Allah pasti ada-Nya. Maha Esa serta mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas terhadap seluruh isi alam, dan memerintahkan pula kepadanya untuk mempercayai Kitab Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya. Di samping harus mempercayai bahwa Allah swt telah menurunkan wahyu kepada para Nabi yang terdahulu yaitu Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak. Yakub, nabi-nabi keturunan Yakub, dan wahyu yang disampaikan kepada Musa, Isa dan nabi-nabi lain yang diutus Allah, yang berfungsi sebagai petunjuk bagi umatnya. Wahyu yang disampaikan kepada para nabi itu mempunyai prinsip dan tingkatan yang sama.\n\nSesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya¦ (an-Nisa'/4: 163)\n\nNabi Musa dan Nabi Isa disebutkan dalam ayat ini secara khusus, karena pembicaraan dalam ayat ini dan ayat sebelumnya serta sesudahnya bersangkut-paut dengan orang-orang Nasrani dan Yahudi.\n\nSesudah itu disebutkan nabi-nabi yang lain untuk memberikan gambaran kepada orang yang beriman agar mereka juga mempercayai nabi-nabi yang lain dan wahyu-wahyu yang diturunkan kepada mereka seperti Nabi Dawud, Nabi Ayyub dan lain-lain. Termasuk pula nabi-nabi yang menerima wahyu, akan tetapi tidak dikisahkan Allah di dalam Al-Qur'an kepada kita.\n\nPerintah untuk mempercayai kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad didahulukan penyebutannya daripada perintah percaya kepada Kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang diutus sebelumnya. Padahal menurut kenyataannya, kitab-kitab itu diturunkan sebelum Al-Qur'an, hal itu adalah untuk memberikan ketegasan bahwa Al-Qur'an adalah sumber yang benar untuk mengetahui kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya, dan karena Al-Qur'an itu mengakui kebenaran Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Oleh karena itulah maka kenabian para nabi yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an itu wajib kita percayai secara prinsip, sesuai dengan keterangan yang telah diberikan oleh Al-Qur'an.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw dan umatnya untuk mengatakan bahwa ia dan umatnya tidak membeda-bedakan derajat para rasul, oleh sebab itu orang yang beriman, tidak boleh mempercayai sebagian isi Al-Qur'an tetapi mengingkari sebagian yang lain, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani terhadap kitab-kitab mereka.\n\nOrang mukmin hendaklah membersihkan diri dari perbuatan dosa. Ayat ini diawali dengan perintah untuk beriman kepada Allah dan diakhiri dengan perintah untuk \"berserah diri taat dan patuh\" sebelum memberikan penjelasan tentang tujuan dari setiap agama yang dibawa para nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 378, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 3, "page": 61, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa mai yabtaghi ghairal Islaami deenan falany yuqbala minhu wa huwa fil Aakhirati minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "And whoever desires other than Islam as religion - never will it be accepted from him, and he, in the Hereafter, will be among the losers.", "id": "Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/378", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/378.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/378.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah sama dengan inti ajaran nabi-nabi sebelumnya, yakni tauhid, maka barangsiapa mencari agama selain Islam setelah terutusnya Nabi Muhammad dia tidak akan diterima karena Allah tidak meridainya, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi, karena ia berhak atas siksa-Nya.", "long": "Allah menetapkan bahwa barang siapa mencari agama selain agama Islam, atau tidak mau tunduk kepada ketentuan-ketentuan Allah, maka imannya tidak akan diterima oleh Allah. Sebagai contoh dikemukakan, orang-orang musyrik dan orang-orang yang mengaku beragama tauhid padahal mereka mempersekutukan Allah. Seperti Ahli Kitab penganut agama Nasrani yang tidak berhasil membawa pemeluk-pemeluknya tunduk di bawah kekuasaan Allah. Agama yang semacam ini hanyalah merupakan tradisi belaka, yang tidak dapat mendatangkan kemaslahatan kepada pemeluknya, bahkan menyeret mereka ke lembah kehancuran, dan menjadi sumber permusuhan di antara manusia di dunia, serta menjadi sebab penyesalan mereka di akhirat.\n\nOrang yang mencari agama selain Islam untuk menjadi agamanya, di akhirat nanti termasuk orang yang merugi, sebab ia telah menyia-nyiakan akidah tauhid yang sesuai dengan fitrah manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 379, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 3, "page": 61, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kaifa yahdil laahu qawman kafaroo ba'da eemaanihim wa shahidooo annar Rasoola haqqunw wa jaaa'ahumul baiyinaat; wallaahu laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "How shall Allah guide a people who disbelieved after their belief and had witnessed that the Messenger is true and clear signs had come to them? And Allah does not guide the wrongdoing people.", "id": "Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul), dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/379", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/379.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/379.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menerangkan sikap penolakan Yahudi terhadap kebenaran Nabi Muhammad dan agama Islam, maka ayat ini menerangkan bahwa sikap tersebut mengakibatkan mereka tidak memperoleh hidayah. Bagaimana mungkin Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka melihat bukti-bukti kebenaran yang memungkinkan mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul, Muhammad, itu benar-benar rasul, dan disertai bukti-bukti yang jelas tentang hal itu, telah sampai kepada mereka seperti Al-Qur'an dan kitab-kitab suci lainnya yang menginformasikan tentang kebenaran Muhammad sebagai nabi terakhir? Sungguh, sikap semacam itu adalah wujud kezaliman, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim yaitu orang yang tahu kebenaran tetapi melanggar dan mengingkarinya, bahkan menentangnya.", "long": "Mengenai sebab turunnya ayat 86 sampai dengan ayat 89 dapat dikemukakan sebuah hadis riwayat Ibnu Jarir, An-Nasa'i, al-hakim dan Ibnu hibban:\n\nBahwa Ibnu 'Abbas berkata, \"Ada seseorang dari golongan Ansar sudah masuk Islam, kemudian ia murtad dan bergabung ke golongan orang musyrik tetapi ia menyesal. Lalu ia minta kepada kaumnya agar ditanyakan kepada Rasulullah saw, \"Bisakah diterima tobat saya?\" Maka turunlah (ayat 86) sampai dengan (ayat 89). Kemudian disampaikanlah hal itu kepadanya, maka ia kembali masuk Islam.\"\n\nOrang yang kembali menjadi kafir sesudah beriman, Allah tidak akan memberikan jalan untuk mendapatkan petunjuk. Karena, mereka tidak mengakui berita gembira tentang kedatangan Nabi Muhammad yang tercantum dalam kitab-kitab mereka. Semula mereka berkeinginan untuk mengikuti Nabi Muhammad apabila mereka diberi umur panjang, dan apabila nabi baru itu diutus dari kalangan mereka. Tetapi setelah ternyata Nabi Muhammad saw datang, dan dia bukanlah dari kalangan mereka, mereka pun mengingkarinya, meskipun kedatangan Nabi Muhammad itu disertai dengan bukti-bukti yang nyata tentang kenabiannya. Orang yang mulanya beriman kemudian kafir kembali, mereka menganiaya diri sendiri, dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang menganiaya diri sendiri, karena Allah telah menerangkan bahwa petunjuk kepada jalan yang benar hanya dapat berpengaruh, apabila orang itu bersih jiwanya, sehingga ia dapat menerima bukti-bukti kebenaran dari petunjuk itu. Tetapi kalau orang itu hatinya telah dinodai oleh kezaliman maka ia akan menyeleweng dari jalan yang benar. Oleh sebab itu mereka tidak akan mungkin lagi menerima petunjuk Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 380, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 3, "page": 61, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika jazaaa'uhum anna 'alaihim la'natal laahi walmalaaa'ikati wannaasi ajma'een" } }, "translation": { "en": "Those - their recompense will be that upon them is the curse of Allah and the angels and the people, all together,", "id": "Mereka itu, balasannya ialah ditimpa laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/380", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/380.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/380.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika mereka tetap kafir dan tidak mau bertobat, maka mereka itu, balasannya ialah ditimpa laknat Allah, yakni dijauhkan dari rahmat-Nya. Selama mereka mendapat laknat Allah, maka para malaikat akan berulang-ulang melaknatnya, dan bahkan manusia seluruhnya juga melaknatnya, yakni melihatnya dengan pandangan hina.", "long": "Mereka pantas mendapat kemurkaan Allah, malaikat dan manusia seluruhnya, dan manusia umumnya akan melaknati mereka yang murtad dari imannya, sesuai dengan firman Allah:\n\nDan dia (Ibrahim) berkata, \"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk¦ (al-'Ankabut/29: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 381, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 3, "page": 61, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Khaalideena feehaa laa yukhaffafu 'anhumul 'azaabu wa laa hum yunzaroon" } }, "translation": { "en": "Abiding eternally therein. The punishment will not be lightened for them, nor will they be reprieved.", "id": "mereka kekal di dalamnya, tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/381", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/381.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/381.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sementara di akhirat, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Mereka juga tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan sedikit pun yang memungkinkan mereka mengajukan alasan.", "long": "Orang yang kafir sesudah beriman akan menerima kemurkaan dan siksa dari Allah selamanya, mereka akan kekal di dalam neraka Jahanam tanpa ada keringanan sedikit pun, mereka tidak mendapat pengampunan karena alasan apa pun, karena yang menyebabkan mereka mengalami siksaan itu ialah keingkaran dan kekafiran yang telah meresap dalam hati mereka. Sebab itu kemurkaan Allah tak dapat dihindarkan dengan alasan apa pun juga, dan azab Allah terhadap mereka tak dapat ditunda-tunda." } } }, { "number": { "inQuran": 382, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 3, "page": 61, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Illal lazeena taaboo mim ba'di zaalika wa aslahoo fa innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Except for those who repent after that and correct themselves. For indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/382", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/382.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/382.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka akan tetap terlaknat, kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dengan menghentikan sama sekali perilaku kafirnya, dan melakukan perbaikan, yaitu menghilangkan hal-hal yang bisa merusak akidah dan amal perbuatannya, maka sungguh, Allah akan menerima tobatnya, karena Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya yang mau bertobat dengan tulus, dengan memenuhi tiga kriteria, yaitu menghentikan sama sekali perbuatan dosanya, menyesali perbuatannya, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.", "long": "Orang yang betul-betul bertobat dari perbuatannya dan kembali ke jalan yang benar, dengan meninggalkan kekafirannya, kemudian betul-betul menyesali perbuatannya yang salah dan memperbaiki masa depan dengan mengisinya dengan amal saleh, bersedia memupuk imannya dengan ajaran-ajaran yang benar, serta mau mengubah tingkah lakunya yang jahat yang mengotori jiwanya, bagi mereka masih dibuka pintu tobat yang selebar-lebarnya.\n\nDalam ayat ini terdapat suatu isyarat bahwa orang yang bertobat, tetapi tidak dibuktikan dengan amal yang baik, maka tobatnya tidak ada artinya menurut pandangan agama. Banyak orang yang menyatakan dirinya bertobat, dengan disertai penyesalan dan istigfar, tetapi kemudian mereka mengulangi perbuatan jahatnya itu. Orang yang semacam itu tobatnya tidak memberi pengaruh sedikit pun di dalam jiwanya, dan tidak sanggup mengobati penyakitnya. Seandainya mereka dapat membuktikan tobatnya dalam bentuk perbuatan nyata, niscaya mereka itu mendapat pengampunan dari Allah, dan mendapat rahmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 383, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 3, "page": 61, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e \u062a\u064e\u0648\u0652\u0628\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo ba'da eemaanihim summaz daadoo kufral lan tuqbala tawbatuhum wa ulaaa'ika humud daaalloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who reject the message after their belief and then increase in disbelief - never will their [claimed] repentance be accepted, and they are the ones astray.", "id": "Sungguh, orang-orang yang kafir setelah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, tidak akan diterima tobatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/383", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/383.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/383.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh syarat diterimanya tobat adalah terus menerus dalam keimanan, karena itu, orang-orang yang kafir setelah beriman yaitu setelah melihat bukti-bukti kebenaran, bahkan kemudian bertambah kekafirannya dengan murtad, membuat kerusakan, dan menyakiti orang-orang Islam, maka mereka tidak akan diterima tobatnya, karena tidak mungkin mereka bersikap tulus dan mereka itu adalah orang-orang yang sesat serta semakin jauh dari kebenaran.", "long": "Yang dimaksud dengan orang kafir dalam ayat ini ialah Ahli Kitab yang beriman (percaya) akan kedatangan Nabi Muhammad yang tersebut dalam kitab-kitab mereka. Tetapi setelah Nabi Muhammad datang dan diangkat menjadi rasul, mereka kafir, dengan mengingkari, menentang dan memusuhinya. Terhadap orang semacam ini, tobat mereka sekali-kali tidak akan diterima oleh Allah.\n\nPenegasan Allah bahwa tobat mereka tidak akan diterima dalam ayat ini, berbeda dengan penegasan dalam ayat-ayat yang lalu dimana Allah berfirman:\n\nDan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya¦ (asy-Syura'/42: 25)\n\nDalam ayat ini yang dimaksud dengan kafir ialah Ahli Kitab yang sebelumnya telah mengetahui kedatangan Nabi Muhammad saw. Kemudian setelah Nabi Muhammad diutus mereka mengingkarinya. Kekafiran mereka bertambah-tambah dan menjadi-jadi, sehingga tidak mungkin lagi diterima tobat mereka, seperti diterangkan oleh firman Allah:\n\n¦.Kemudian bertambah kekafirannya, ¦ (Ali 'Imran/3: 90)\n\nSebenarnya jiwa yang baik ialah jiwa yang mau menyesali perbuatan dosa, kemudian menjauhkan diri dari dosa. Jiwa yang demikian masih bisa diharapkan menerima ampunan. Akan tetapi jiwa yang kotor, yang telah menjadi sarang kemusyrikan dan kekafiran serta dicekam oleh dorongan-dorongan berbuat dosa, yang menyebabkan hatinya terbelenggu untuk melihat cahaya kebenaran, hingga setiap ia ingin bertobat selalu ada yang menghalang-halanginya untuk menerima kebenaran. Jiwa yang serupa ini amat sukar untuk dibersihkan kembali seperti keadaannya semula.\n\nKemudian ditegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang betul-betul tersesat, karena mereka telah mengingkari kebenaran. Mereka itu telah menempuh jalan yang salah, karena itu mereka tidak akan bahagia. Mereka tidak ada harapan lagi untuk mendapat petunjuk dan tidak akan mendapat pengampunan selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 384, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 3, "page": 61, "manzil": 1, "ruku": 50, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0644\u0652\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo wa maatoo wa hum kuffaarun falany yuqbala min ahadihim mil'ul ardi zahabanw wa lawiftadaa bih; ulaaa 'ika lahum 'azaabun aleemunw wa maa lahum min naasireen" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve and die while they are disbelievers - never would the [whole] capacity of the earth in gold be accepted from one of them if he would [seek to] ransom himself with it. For those there will be a painful punishment, and they will have no helpers.", "id": "Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/384", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/384.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/384.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang kafir dan terus-menerus dalam kekafirannya hingga mereka mati dalam kekafiran, maka tidak akan diterima tebusan dari seseorang di antara mereka sekalipun berupa emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri-nya dari azab Allah dengan harta tebusan-nya itu. Sebab, mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong, karena saat itu hanya Allah yang bisa menolong. Ayat ini memberi pemahaman bahwa sebanyak apa pun infak seseorang itu tidak akan diterima jika perbuatan yang dilakukan tersebut justru akan menghapus pahala dari amal itu sendiri, seperti syirik.", "long": "Orang yang bergelimang dalam kekafiran dan terombang-ambing oleh perbuatan yang jahat, hingga ajal merenggut mereka, sedang mereka masih tetap dalam kekafirannya, sedikit pun mereka tidak akan diterima tebusannya, meskipun jumlah tebusan itu senilai dengan kekayaan emas seluruh isi bumi. Maksudnya ialah, andaikata mereka bersedekah dengan emas seberat isi bumi untuk dijadikan tebusan dosa yang telah mereka lakukan, maka pahalanya tidak akan mampu untuk menyelamatkannya dari siksaan neraka karena kekafiran melenyapkan amal kebaikan mereka. \n\nYang dihargai Allah pada hari akhirat hanyalah iman kepada Allah, dan hari akhir, serta amal saleh yang mendekatkan diri kepada Allah.\n\nMaka pada hari ini tidak akan diterima tebusan darimu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.\" (al-hadid/57: 15)\n\nDengan demikian dapat dikatakan bahwa pada hari itu tidak ada jalan bagi mereka untuk menyelamatkan diri, baik dengan hartanya, maupun dengan pangkatnya. Segala urusan pada hari itu hanyalah didasarkan semata-mata pada kesucian jiwa, maka barang siapa yang memelihara kesucian jiwanya dengan iman dan amal saleh mereka itu akan berbahagia. Sebaliknya, barang siapa yang mengotorinya dengan kekafiran dan dengan amal yang jahat, ia akan merugi dalam arti yang sebenar-benarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 385, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 3, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 24, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0651\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Lan tanaalul birra hattaa tunfiqoo mimmaa tuhibboon; wa maa tunfiqoo min shai'in fa innal laaha bihee 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Never will you attain the good [reward] until you spend [in the way of Allah] from that which you love. And whatever you spend - indeed, Allah is Knowing of it.", "id": "Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/385", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/385.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/385.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa orang yang meninggal dalam kekufuran, maka sebesar apa pun harta dan infak yang mereka keluarkan, tidak akan bisa dijadikan tebusan agar mereka bebas dari azab Allah. Pada ayat ini dijelaskan tentang harta dan infak yang bermanfaat hendaknya harta yang dicintai, karena kamu tidak akan memperoleh kebajikan yang paling utama dan sempurna sebelum kamu menginfakkan, dengan cara yang baik dan tujuan yang benar, sebagian harta yang kamu cintai, yang paling bagus dari apa yang kamu miliki. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui niat dan tujuan kamu berinfak, apakah karena ingin dipuji atau dilihat orang (riya), ingin dipuji orang yang mendengar (sum'ah), atau semata-mata karena Allah. Jika infak dilaksanakan hanya karena Allah maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan di dunia maupun akhirat.", "long": "Seseorang tidak akan mencapai tingkat kebajikan di sisi Allah, sebelum ia dengan ikhlas menafkahkan harta yang dicintainya di jalan Allah. Yang dimaksud dengan harta yang dicintai adalah harta yang kita cintai. Ayat ini erat hubungannya dengan firman Allah.\n\nWahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik ¦ (al-Baqarah/2:267).\n\nSetelah ayat ini diturunkan, para sahabat Nabi berlomba-lomba berbuat kebaikan. Di antaranya, Abu thalhah al-Anshari, seorang hartawan di kalangan Ansar datang kepada Nabi saw memberikan sebidang kebun kurma yang sangat dicintainya untuk dinafkahkan di jalan Allah.\n\nPemberian itu diterima oleh Nabi dengan baik dan memuji keikhlasannya. Rasulullah menasihatkan agar harta itu dinafkahkan kepada karib kerabatnya, maka thalhah membagi-bagikannya kepada karib kerabatnya. Dengan demikian ia mendapat pahala sedekah dan pahala mempererat hubungan silaturrahmi dengan keluarganya. Setelah itu datang pula Umar bin al-Khaththab menyerahkan sebidang kebunnya yang ada di Khaibar, Nabi saw menyuruh pula agar kebun itu tetap dipelihara, hanya hasil dari kebun itu merupakan wakaf dari Umar." } } }, { "number": { "inQuran": 386, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 4, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u0650\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064f \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kullut ta'aami kaana hillal li Baneee Israaa'eela illaa maa harrama Israaa'eelu 'alaa nafsihee min qabli an tunzzalat Tawraah; qul faatoo bit Tawraati fatloohaaa in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "All food was lawful to the Children of Israel except what Israel had made unlawful to himself before the Torah was revealed. Say, [O Muhammad], \"So bring the Torah and recite it, if you should be truthful.\"", "id": "Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad), “Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/386", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/386.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/386.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya Allah menjelaskan harta dan infak yang bermanfaat, maka pada ayat ini Allah menjelaskan makanan yang halal atau haram bagi Bani Israil. Semua makanan itu pada dasarnya halal bagi Bani Israil sebagaimana halal juga bagi selain mereka, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan dalam rangka meraih kebajikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Makanan tersebut adalah daging dan susu unta. Ada satu riwayat menyebutkan bahwa Nabi Yakub pernah sakit dan bernazar kalau Allah memberinya kesembuhan, maka dia tidak akan makan daging unta dan tidak minum susunya, meskipun kedua makanan tersebut sangat disukainya. Pengharaman Nabi Yakub atas kedua jenis makanan tersebut lalu diikuti oleh keturunannya.\r\nSetelah Taurat diturunkan ada beberapa makanan yang diharamkan bagi mereka sebagai hukuman atas pelanggaran yang mereka lakukan (Lihat: Surah an-Nisa '/4: 160 dan al-Ana m/6: 146), tetapi kaum Yahudi membuat kebohongan dengan mengatakan bahwa ada makanan yang diharamkan Allah untuk mereka sebelum Kitab Taurat diturunkan. Oleh karena itu Allah menjawab, \"Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, jika kamu berkata demikian, maka bawalah Taurat lalu bacalah, dan tunjukkan kepada kami keterangan Taurat tentang pengharaman makanan itu jika kamu orang-orang yang benar.\" Ternyata tidak seorang pun di antara mereka mampu menunjukkkan ayat Taurat yang mendukung kebohongan mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa semua makanan dihalalkan kepada Bani Israil dan juga kepada Nabi Ibrahim, termasuk daging unta, seperti disebutkan dalam Perjanjian Lama (Imamat xi:4), \"Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak, atau yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.\" Hanya beberapa makanan saja yang diharamkan oleh Nabi Yakub sendiri terhadap dirinya disebabkan beliau menderita penyakit, dan itu semuanya terjadi sebelum diturunkan Kitab Taurat. Lalu ada beberapa macam makanan yang diharamkan kepada Bani Israil (lihat an-Nisa'/4:160, al-An'am/6:146 dan tafsirnya) sebagai hukuman dan pelajaran atas kezalimannya, sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nDan kepada orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Mahabenar. (al-An'am/6:146).\n\nDemikian pula tercantum dalam Al-Qur'an:\n\nKarena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka menjalankan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih. (an-Nisa'/4:160-161).\n\nJelaslah bahwa beberapa jenis makanan yang diharamkan kepada Bani Israil itu tidak diharamkan kepada pengikut syariat Nabi Ibrahim dan nabi-nabi lainnya sebelum Taurat diturunkan.\n\nDengan demikian batallah tuduhan mereka bahwa syariat Islam bertentangan dengan syariat Nabi Ibrahim karena menghalalkan makan daging unta. Mengharamkan sebagian makanan bagi Bani Israil adalah semata-mata sebagai hukuman karena mereka telah melanggar hukum-hukum Allah dan telah menganiaya diri sendiri. Hal ini juga tersebut dalam kitab Taurat, kitab mereka sendiri.\n\nOleh sebab itu Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah agar menentang mereka dengan mengatakan, \"Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan Allah sebelum diturunkan Taurat, maka bawalah Taurat itu lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.\" Ternyata mereka tidak berani menjawab tantangan ini dan tidak mau membuka Kitab Taurat, karena kalau mereka berani membuka Taurat tentulah kebohongan mereka akan terungkap dan tuduhan-tuduhan mereka terhadap agama Islam adalah palsu dan tidak beralasan. Hal ini membuktikan pula kebenaran kenabian Muhammad saw, karena beliau dapat membantah tuduhan-tuduhan Bani Israil dengan isi Taurat itu sendiri, padahal beliau tidak pernah membacanya dan tidak pernah diberi kesempatan oleh orang Yahudi untuk mengetahui isinya." } } }, { "number": { "inQuran": 387, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 4, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famanif taraa 'alal laahilkaziba mim ba'di zaalika fa ulaaa'ika humuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And whoever invents about Allah untruth after that - then those are [truly] the wrongdoers.", "id": "Maka barangsiapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/387", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/387.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/387.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena tidak seorang pun dari mereka mampu menunjukkan dalil atau ayat Taurat tentang pengharaman makanan sebagaimana yang mereka katakan, maka jelas bahwa mereka berbohong, dan barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah menyangkut makanan atau hal lainnya setelah datang penjelasan tentang itu, maka mereka itulah orang-orang zalim. Mereka itulah orang-orang yang jauh dari kebenaran dan akan mendapat siksaan yang pedih akibat kezaliman tersebut.", "long": "Jika orang-orang Yahudi itu masih berani mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal kedok mereka sudah terbuka dan segala alasan yang mereka kemukakan telah nyata kebohongannya, dan Nabi Muhammad dengan bantuan wahyu dari Tuhannya telah mengetahui sebagian dari isi kitab mereka, maka pastilah mereka termasuk orang-orang yang zalim. Mereka bukan saja zalim terhadap diri sendiri karena tidak akan dipercayai lagi dan akan menerima hukuman dan siksaan Allah. Tetapi mereka juga zalim terhadap orang lain, karena dengan kejahatan itu mereka menyesatkan umat dari jalan yang benar dan menghalangi manusia terutama pengikut-pengikut mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw pembawa kebenaran dan sebagai rahmat bagi manusia seluruhnya.\n\nSetiap orang yang berbuat seperti itu akan menemui kegagalan, akan menerima nasib yang buruk, akan dicap oleh masyarakat sebagai pembuat onar dan kekacauan dan akan dimurkai Allah serta mendapat siksa di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 388, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 4, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul sadaqal laah; fattabi'oo Millata Ibraaheema Haneefanw wa maa kaana minal mush rikeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Allah has told the truth. So follow the religion of Abraham, inclining toward truth; and he was not of the polytheists.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Benarlah (segala yang difirmankan) Allah.” Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/388", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/388.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/388.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah nyata kebohongan orang-orang Yahudi, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad,\"katakanlah, \"Benarlah segala yang difirmankan Allah dan ketetapan-Nya tentang makanan.\" Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, yaitu penyerahan diri kepada Allah secara tulus tanpa sedikit pun keraguan, dan tidak menyekutukan Allah dengan apa pun dan siapa pun, karena dia, Ibrahim, tidaklah termasuk orang musyrik. Dia sangat dihormati orang Yahudi dan Nasrani dan dia pantas menjadi teladan umat manusia.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad, agar mengatakan kepada orang Yahudi bahwa apa yang diberitahukan Allah kepadanya dengan perantaraan wahyu, tentang semua makanan yang pada mulanya halal bagi Bani Israil sebelum Taurat diturunkan dan halal pula bagi umat-umat sebelum Nabi Musa. Memang ada beberapa jenis makanan yang diharamkan bagi mereka dalam Taurat sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka, semua itu adalah benar-benar datang dari Allah yang tak dapat disangkal kebenarannya, karena Dia Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.\n\nOleh karena itu, hendaklah orang Yahudi mengikuti ajaran Nabi Muhammad, karena agama yang dibawanya pada prinsipnya sama dengan yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Dan janganlah mereka tetap mengharamkan daging unta dan susunya, sebab tidak ada larangan untuk makan dagingnya dan minum susunya, baik dalam syariat Nabi Ibrahim maupun dalam syariat nabi-nabi lainnya termasuk syariat Islam. Apalagi Nabi Ibrahim itu bukanlah seorang musyrik dan agama yang dibawanya adalah agama tauhid yang murni seperti agama Islam. Tidak mempersekutukan Allah dan tidak menyembah selain Dia, bukan seperti golongan mereka (Yahudi) yang mengatakan, Uzair anak Allah dan bukan pula seperti orang Nasrani yang mengatakan bahwa Isa anak Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 389, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 4, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064d \u0648\u064f\u0636\u0650\u0639\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u0650\u0628\u064e\u0643\u0651\u064e\u0629\u064e \u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna awwala Baitinw wudi'a linnaasi lallazee bi Bakkata mubaarakanw wa hudal lil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, the first House [of worship] established for mankind was that at Makkah - blessed and a guidance for the worlds.", "id": "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/389", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/389.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/389.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan kedudukan Masjidilharam dan Kakbah yang Nabi Ibrahim terlibat dalam pembangunannya. Allah menegaskan bahwa sesungguhnya rumah tempat ibadah yang pertama dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yakni Mekah yang diberkahi dengan banyak kebajikan duniawi maupun ukhrawi secara berkesinambungan dan tiada terputus, dan menjadi petunjuk, yaitu sebagai kiblat dan pusat kegiataan beribadah kepada Allah serta harapan untuk mengunjunginya bagi seluruh alam di masa lampau, sekarang, maupun yang akan datang (Lihat: Surah Ibrahim/14: 37).", "long": "Ayat ini merupakan jawaban terhadap orang Yahudi tentang pemindahan kiblat dari Baitulmakdis ke Kabah. Orang Yahudi mengatakan bahwa berkiblat ke Baitulmakdis, telah dibenarkan oleh para nabi. Bahkan Nabi Ibrahim sendiri berkiblat ke sana. Tuduhan Yahudi itu dibantah dengan ayat 96 dan 97 ini.\n\nKedua ayat ini jelas menerangkan bahwa rumah pertama yang dijadikan tempat ibadah manusia dalam salat dan berdoa ialah Kabah yang ada di Mekah, yang didirikan oleh Nabi Ibrahim a.s. dan Ismail. Jadi Mekah dengan Kabahnya merupakan pusat rohani pertama yang ditetapkan bagi manusia. Setelah Kabah baru dibangun Masjidilaqsa di Baitulmakdis beberapa ratus tahun kemudian oleh Nabi Sulaiman bin Daud. Oleh karena Ibrahim yang membangun Baitullah di Mekah, maka jelas bahwa Nabi Muhammad saw mengikuti agama Nabi Ibrahim a.s. dan mengikuti pula kiblatnya dalam salat.\n\nNabi Ibrahim a.s. setelah mendirikan Kabah berdoa agar tempat di sekitarnya diberkahi oleh Allah:\n\nYa Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim/14:37).\n\nPara sejarawan di bidang keagamaan, utamanya dari kalangan agama-agama monotheisme-ibrahimik, selalu mempertanyakan rumah ibadah yang manakah yang paling tua, apakah Haikal (Kuil) Sulaiman (Solomon Temple) yang dibangun oleh Nabi Sulaiman a.s. di Jerusalem, ataukah Baitullah yang ada di Mekah. Manakah yang lebih dulu? Ayat di atas menyatakan bahwa 'rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah yang ada di Bakkah. Nama kuno kota Mekah adalah Bakkah, dan ini telah disinggung dalam Kitab Zabur (Psalm, Mazmur), yang dapat dilihat pada the Old Testament, Psalm, 84: 5-6: \"Blessed is the man whose strength is in Thee; in whose hearth are the ways of them who passing through the valley of Baca make it well\" [\"Rahmat (semoga) tercurah kepada seorang manusia, yang kekuatannya berada pada-Mu, yang di dalam hatinya ada jalan-jalan mereka yang berjalan melewati lembah Baka, membuatnya baik\"]. Marting Lings (1986) dalam bukunya Muhammad, His life based on the earliest sources-, menyatakan bahwa Baca dalam Kitab Zabur di atas tidak lain adalah Bakkah yang tercantum dalam Surah Ä€li 'Imran/3 ayat 96 di atas. Tarikh Nabi Daud a.s. adalah sekitar 900 tahun Sebelum Masehi, atau 2900 tahun yang lalu. Jadi Baka telah ada lebih dari 2900 tahun yang lalu, karena telah di singgung pada Kitab Nabi Daud a.s., Kitab Zabur di atas. Sedangkan Kuil Sulaiman, didirikan oleh putra Nabi Daud a.s., yaitu Nabi Sulaiman a.s. Jelas bahwa Baitullah di kota Baka lebih tua dibanding Kuil Sulaiman di Jerusalem." } } }, { "number": { "inQuran": 390, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 4, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064c \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0622\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062d\u0650\u062c\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Feehi Aayaatum baiyinaatum Maqaamu Ibraaheema wa man dakhalahoo kaana aaminaa; wa lillaahi 'alan naasi Hijjul Baiti manis tataa'a ilaihi sabeelaa; wa man kafara fa innal laaha ghaniyyun 'anil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "In it are clear signs [such as] the standing place of Abraham. And whoever enters it shall be safe. And [due] to Allah from the people is a pilgrimage to the House - for whoever is able to find thereto a way. But whoever disbelieves - then indeed, Allah is free from need of the worlds.", "id": "Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/390", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/390.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/390.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di sana, di Masjidilharam, terdapat tanda-tanda yang jelas tentang keutamaan dan kemuliaannya diantaranya maqam Ibrahim, yaitu bekas telapak kaki Nabi Ibrahim tempat beliau berdiri waktu membangun Kakbah; hajar aswad, hijir Ismail dan yang lainnya (Lihat: Surah alBaqarah/2: 125). Barang siapa memasukinya, menjadi amanlah dia dari gangguan-gangguan. Dan di antara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang Islam yang sudah akil balig yang mampu mengadakan perjalanan ke sana, mempunyai bekal yang cukup untuk dirinya dan keluarga yang ditinggalkan, kemampuan fisik, ada sarana pengangkutan dan aman dalam perjalanan. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka dia adalah kafir, karena tidak percaya pada ajaran Islam. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) apapun dari seluruh alam, baik yang taat dan menjalankan ibadah haji, yang durhaka, maupun yang kafir.", "long": "Suatu bukti lainnya bahwa Nabi Ibrahim-lah yang mendirikan kembali Kabah, adanya maqam Ibrahim di samping Baitullah, yaitu sebuah batu yang dipergunakan sebagai tempat berdiri oleh Nabi Ibrahim a.s. ketika mendirikan Kabah bersama-sama dengan putranya Ismail a.s. Bekas telapak kakinya itu tetap ada dan dapat disaksikan sampai sekarang.\n\nBarang siapa masuk ke tanah Mekah (daerah haram) terjamin keamanan dirinya dari bahaya musuh dan keamanan itu tidak hanya bagi manusia saja, tetapi juga binatang-binatangnya, tidak boleh diganggu dan pohon-pohonnya tidak boleh ditebang.\n\nSetelah Nabi Ibrahim mendirikan kembali Kabah lalu beliau disuruh Allah menyeru seluruh umat manusia agar mereka berziarah ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Ibadah haji ini dianjurkan oleh Nabi Ibrahim dan tetap dilaksanakan umat Islam sampai sekarang sebagai rukun Islam yang kelima. Setiap Muslim yang mampu diwajibkan menunaikan ibadah haji sekali seumur hidup.\n\nBarang siapa yang mengingkari kewajiban ibadah haji, maka ia termasuk golongan orang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 391, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 4, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaaa Ahlal Kitaabi lima takfuroona bi Aayaatillaahi wallaahu shaheedun 'alaa maa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Say, \"O People of the Scripture, why do you disbelieve in the verses of Allah while Allah is Witness over what you do?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/391", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/391.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/391.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah jelas dalil dan penjelasan yang diberikan kepada Ahli Kitab atas kebohongan mereka, tetapi mereka tetap ingkar, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, katakanlah \"Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, mendustakan Al-Qur'an dan mengingkari kerasulanku, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan? Tidak ada kedustaan dan perbuatan kalian yang samar bagi Allah walaupun kalian berusaha menyembunyikannya. Dia akan membalas keburukan perbuatan kalian kelak di hari kiamat.", "long": "Dengan ayat ini, para Ahli Kitab yang tetap tidak membenarkan kenabian Muhammad saw dicela padahal bukti-bukti atas kenabian itu sudah cukup banyak dan cukup jelas. Dengan keingkaran dan kekafiran itu mereka selalu berusaha memecah belah kaum Muslimin dan melemahkan posisi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 392, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 4, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u062a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaaa Ahlal Kitaabi lima tusuddoona 'an sabeelil laahi man aamana tabghoonahaa 'iwajanw wa antum shuhadaaa'; wa mallaahu bighaafilin 'ammaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Say, \"O People of the Scripture, why do you avert from the way of Allah those who believe, seeking to make it [seem] deviant, while you are witnesses [to the truth]? And Allah is not unaware of what you do.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok, padahal kamu menyaksikan?” Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/392", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/392.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/392.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Wahai Ahli Kitab!\" Setelah kamu kufur, mengapa kamu terus menghalang-halangi dan berusaha memalingkan orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) yang lurus menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan, yaitu mengetahui bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad adalah benar? Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, baik di masa lampau, sekarang, maupun yang akan datang. Sesungguhnya kalian telah sesat dan menyesatkan.", "long": "Ahli Kitab menginginkan agar agama Allah menyimpang dari tujuan yang benar dengan mengubah sifat-sifat Muhammad dan membuat-buat dusta kepada Allah, padahal mereka menanti-nantikan kenabian Muhammad saw di dalam hati kecil mereka sendiri. Allah mengutuk sifat dengki yang tersembunyi dalam dada para pemimpin Ahli Kitab. Allah sekali-kali tidak akan lengah tentang kepalsuan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 393, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 4, "page": 62, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo in tutee'oo fareeqam minal lazeena ootul Kitaaba yaruddookum ba'da eemaanikum kaafireen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, if you obey a party of those who were given the Scripture, they would turn you back, after your belief, [to being] unbelievers.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/393", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/393.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/393.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya mengecam Ahli Kitab, maka ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, niscaya mereka akan mengembalikan dan memalingkan kamu dari agama kamu agar kembali menjadi orang kafir yang kukuh kekafirannya setelah kamu beriman kepada Nabi Muhammad.", "long": "Orang beriman dilarang mengikuti segolongan Ahli Kitab karena mereka selalu mengadakan tipu muslihat terhadap kaum Muslimin. Bila kaum Muslimin mengikuti orang Yahudi, niscaya mereka akan terjerumus kembali ke dalam permusuhan dan kekafiran." } } }, { "number": { "inQuran": 394, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 4, "page": 63, "manzil": 1, "ruku": 51, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0647\u064f\u062f\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa kaifa takfuroona wa antum tutlaa 'alaikum Aayaatul laahi wa feekum Rasooluh; wa mai ya'tasim baillaahi faqad hudiya ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And how could you disbelieve while to you are being recited the verses of Allah and among you is His Messenger? And whoever holds firmly to Allah has [indeed] been guided to a straight path.", "id": "Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/394", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/394.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/394.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bagaimana kamu sampai menjadi murtad dan kembalii, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu dan telah nyata kebenaran dakwah risalahnya? Maka berpegangteguhlah kepada agama Allah. Barang siapa berpegang teguh kepada agama Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan lebar dan mudah dilalui yang lurus, berupa keimanan yang kuat dan akan diberi kebahagiaan di dunia dan akhirat.\r\nAyat ini mengisyaratkan bahwa orang yang beriman akan selalu mendapatkan cobaan. Walau begitu, barang siapa menjadikan agama Allah sebagai pegangan dan Allah sebagai tempat kembali serta memperbanyak ibadah, maka dia akan selamat dari cobaan tersebut.", "long": "Mengapa kaum Muslimin mengingkari Allah dan mengikuti Ahli Kitab, padahal mereka telah mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepada mereka dan ayat-ayat itu adalah sumber petunjuk yang mengandung segala macam kebaikan dan selalu menganjurkan agar memelihara keimanan sedang Rasulullah sendiri masih berada di tengan-tengah mereka sebagai lambang kebenaran, kebajikan dan persaudaraan.\n\nMaka pantaskah orang mukmin yang telah diberi anugerah oleh Allah sedemikian besar mengikuti segolongan orang yang sudah nyata sesat sebelumnya dan menyesatkan orang banyak dari jalan yang lurus? Karena itu hendaklah seorang mukmin berpegang teguh kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian akan terpeliharalah mereka dan selalu berada dalam lingkungan hidayah-Nya, tidak akan sesat untuk selama-lamanya dan tidak akan merasa takut." } } }, { "number": { "inQuran": 395, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 4, "page": 63, "manzil": 1, "ruku": 52, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanut taqul laaha haqqa tuqaatihee wa laa tamoontunna illaa wa antum muslimoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fear Allah as He should be feared and do not die except as Muslims [in submission to Him].", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/395", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/395.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/395.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Supaya kamu memperoleh keimanan yang kuat dan tidak goyah ketika terjadi cobaan, maka wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya sesuai kebesaran, keagungan, dan kasih sayang-Nya kepada kamu. Bukti ketakwaan tersebut adalah menaati Allah dan tidak sekalipun durhaka, mengingat-Nya dan tidak sesaat pun melupakan-Nya, serta mensyukuri nikmat-Nya tanpa sekalipun dan sekecil apa pun mengingkarinya sampai batas akhir kemampuan kamu, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim, berserah diri kepada Allah dengan tetap memeluk agama yang diridai, yaitu Islam. Karena tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya kematian, maka berusahalah sekuat tenaga untuk selalu berada di jalan Allah, karena Allah akan menganugerahi hamba sesuai usaha yang dilakukannya.", "long": "Diserukan kepada kaum Muslimin terutama kaum Aus dan Khazraj agar mereka tetap di Medinah, beriman, bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dengan memenuhi segala kewajiban takwa. Dengan mengerahkan segala daya dan kemampuan untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, secara keseluruhan, dan jangan mati, melainkan dalam keadaan memeluk agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 396, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 4, "page": 63, "manzil": 1, "ruku": 52, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0642\u064e\u0630\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa'tasimoo bi Hablil laahi jamee'anw wa laa tafarraqoo; wazkuroo ni'matal laahi alaikum iz kuntum a'daaa'an fa allafa baina quloobikum fa asbah tum bini'matiheee ikhwaananw wa kuntum 'alaa shafaa hufratim minan Naari fa anqazakum minhaa; kazaalika yubaiyinul laahu lakum aayaatihee la'allakum tahtadoon" } }, "translation": { "en": "And hold firmly to the rope of Allah all together and do not become divided. And remember the favor of Allah upon you - when you were enemies and He brought your hearts together and you became, by His favor, brothers. And you were on the edge of a pit of the Fire, and He saved you from it. Thus does Allah make clear to you His verses that you may be guided.", "id": "Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/396", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/396.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/396.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah memerintah kaum mukmin menjaga persatuan dan kesatuan. Dan berpegangteguhlah serta berusahalah sekuat tenaga agar kamu semuanya bantu-membantu untuk menyatu pada tali (agama) Allah agar kamu tidak tergelincir dari agama tersebut. Dan janganlah kamu bercerai berai, saling bermusuhan dan mendengki, karena semua itu akan menjadikan kamu lemah dan mudah dihancurkan.\r\nDan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika mengeluarkan kamu dari kekufuran kepada keimanan dan menyatukan hati kalian dalam persaudaraan, padahal kamu dahulu pada ( masa jahiliyyah ) saling bermusuhan, saling membenci dan memerangi tiada henti dari generasi ke generasi, lalu Allah mempersatukan hatimu dengan harapan dan tujuan yang sama yaitu memperoleh rida Allah, sehingga dengan karuniany-Nya, yaitu agama islam, kamu menjadi bersaudara dalam satu keuarga\r\nPada masa Jahiliah terjadi permusuhan selama ratusan tahun antara suku 'Aus dan suku Khazraj. Setelah datangnya Islam mereka dapat  bersatu dengan penuh persahabatan. Menyaksikan kenyataan tersebut orang-orang Yahudi merasa tidak senang dan menyuruh salah seorang diantara mereka meniupkan api perpecahan dengan menyebutk kejadian waktu Perang Bu'as. Meskipun kedua suku tersebut sempat terpancing dan hampir saja berperang, tetapi Nabi MUhammad berhasil mendamaikan mereka.\r\nDemikian besar karunia Allah kepada kamu,  sedangkan (ketika itu) kamu sama sekali  tidak menyadari bahwa ketika kamu saling bermusuhan, susungguhnya kamu berada di tepi jurang neraka, karena hidup tanpa bimbingan wahyu, selalu terbakar api kebencian, kemarahan dan permusuhan bahkan berakibat pada pemunuhan, lalu dengan datangnya Islam Allah menyelamatkan kamu dari sana dan terciptalah kedamaian di antara kamu. Demikianlah, Allah secara terus menerus menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk secara terus-menerus  dan tetap bersatu padu dalam persaudaraan dan kekeluargaan.", "long": "Diingatkan hendaklah mereka berpegang teguh kepada Allah dan ajaran-Nya dan selalu mengingat nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Dahulu pada masa jahiliah mereka bermusuhan sehingga timbullah perang saudara beratus-ratus tahun lamanya, seperti perang antara kaum 'Aus dan Khazraj. Maka Allah telah mempersatukan hati mereka dengan datangnya Nabi Muhammad saw dan mereka telah masuk ke dalam agama Islam dengan berbondong-bondong. Allah telah mencabut dari hati mereka sifat dengki dan memadamkan dari mereka api permusuhan sehingga jadilah mereka orang-orang yang bersaudara dan saling mencintai menuju kebahagiaan bersama.\n\nJuga karena kemusyrikan, mereka berada di tepi jurang neraka, hanya terhalang oleh maut saja. Tetapi Allah telah menyelamatkan mereka. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya, agar kaum Muslimin mendapat petunjuk dan mensyukuri nikmat agar nikmat itu terpelihara." } } }, { "number": { "inQuran": 397, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 4, "page": 63, "manzil": 1, "ruku": 52, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waltakum minkum ummatuny yad'oona ilal khairi wa yaamuroona bilma 'roofi wa yanhawna 'anil munkar; wa ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "And let there be [arising] from you a nation inviting to [all that is] good, enjoining what is right and forbidding what is wrong, and those will be the successful.", "id": "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/397", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/397.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/397.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah memerintahkan orang mukmin agar mengajak manusia kepada kebaikan, menyuruh perbuatan makruf, dan mencegah perbuatan mungkar. Dan hendaklah di antara kamu, orang mukmin, ada segolongan orang yang secara terus-menerus menyeru kepada kebajikan yaitu petunjuk-petunjuk Allah, menyuruh (berbuat) yang makruf yaitu akhlak, perilaku dan nilai-nilai luhur dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, dan mencegah dari yang mungkar, yaitu sesuatu yang dipandang buruk dan diingkari oleh akal sehat. Sungguh mereka yang menjalankan ketiga hal tersebut mempunyai kedudukan tinggi di hadapan Allah dan mereka itulah orang-orang yang beruntung karena mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.", "long": "Untuk mencapai maksud tersebut perlu adanya segolongan umat Islam yang bergerak dalam bidang dakwah yang selalu memberi peringatan, bilamana tampak gejala-gejala perpecahan dan penyelewengan. Karena itu pada ayat ini diperintahkan agar di antara umat Islam ada segolongan umat yang terlatih di bidang dakwah yang dengan tegas menyerukan kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf (baik) dan mencegah dari yang mungkar (maksiat). Dengan demikian umat Islam akan terpelihara dari perpecahan dan infiltrasi pihak manapun.\n\nMenganjurkan berbuat kebaikan saja tidaklah cukup tetapi harus dibarengi dengan menghilangkan sifat-sifat yang buruk. Siapa saja yang ingin mencapai kemenangan, maka ia terlebih dahulu harus mengetahui persyaratan dan taktik perjuangan untuk mencapainya, yaitu kemenangan tidak akan tercapai melainkan dengan kekuatan, dan kekuatan tidak akan terwujud melainkan dengan persatuan. Persatuan yang kukuh dan kuat tidak akan tercapai kecuali dengan sifat-sifat keutamaan. Tidak terpelihara keutamaan itu melainkan dengan terpeliharanya agama dan akhirnya tidak mungkin agama terpelihara melainkan dengan adanya dakwah. Maka kewajiban pertama umat Islam itu ialah menggiatkan dakwah agar agama dapat berkembang baik dan sempurna sehingga banyak pemeluknya.\n\nDengan dorongan agama akan tercapailah bermacam-macam kebajikan sehingga terwujud persatuan yang kukuh kuat. Dari persatuan yang kukuh kuat tersebut akan timbullah kemampuan yang besar untuk mencapai kemenangan dalam setiap perjuangan. Mereka yang memenuhi syarat-syarat perjuangan itulah orang-orang yang sukses dan beruntung." } } }, { "number": { "inQuran": 398, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 4, "page": 63, "manzil": 1, "ruku": 52, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa takoonoo kallazeena tafarraqoo wakhtalafoo mim ba'di maa jaaa'ahumul baiyinaat; wa ulaaa'ika lahum 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "And do not be like the ones who became divided and differed after the clear proofs had come to them. And those will have a great punishment.", "id": "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/398", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/398.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/398.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu, wahai orang mukmin, menjadi seperti orang-orang yang berkelompok-kelompok, seperti orang Yahudi dan Nasrani yang bercerai berai dan berselisih dalam urusan agama dan kemaslahatan umat, karena masing-masing mengutamakan kepentingan kelompoknya. Betapa buruk apa yang terjadi pada mereka, karena berselisih secara sadar dan sengaja setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas, yaitu diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab. Mereka yang berkelompok dan berselisih itulah orang-orang yang celaka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat kelak di hari kiamat.", "long": "Allah melarang umat Islam dari perpecahan, karena dengan perpecahan itu bagaimanapun kukuh dan kuat kedudukan suatu umat, pasti akan membawa kepada keruntuhan dan kehancuran. Karena itu Allah memperingatkan agar umat Islam tidak terjerumus ke jurang perpecahan." } } }, { "number": { "inQuran": 399, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 4, "page": 63, "manzil": 1, "ruku": 52, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0628\u0652\u064a\u064e\u0636\u0651\u064f \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u0648\u064e\u062a\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma tabyaddu wujoohunw wa taswaddu wujooh; faammal lazeenas waddat wujoohum akafartum ba'da eemaanikum fazooqul 'azaaba bimaa kuntum takfuroon" } }, "translation": { "en": "On the Day [some] faces will turn white and [some] faces will turn black. As for those whose faces turn black, [to them it will be said], \"Did you disbelieve after your belief? Then taste the punishment for what you used to reject.\"", "id": "pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/399", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/399.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/399.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menggambarkan perbedaan keadaan orang yang beriman dan orang kafir pada hari kiamat. Pada hari itu ada wajah yang putih berseri dan tampak sinar kebahagiaan dan kesenangan mereka karena pahala dari amal kebajikan mereka selama hidup di dunia; itulah wajah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya, dan ada pula wajah yang hitam muram dan tampak rasa kesedihan, penyesalan dan kehinaan; itulah wajah orang-orang kafir dan mendustakan rasulrasul-Nya. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram, kepada mereka dikatakan, \"Mengapa kamu kafir, murtad, setelah beriman, yaitu setelah datang penjelasan yang nyata, baik melalui rasul maupun kitab yang diturunkan Allah dan juga tanda-tanda kebesaran Allah di alam raya? Karena itu, rasakanlah azab yang pedih disebabkan dosa kekafiranmu itu.\"", "long": "Ayat ini menggambarkan bagaimana kedua golongan tampak perbedaannya pada hari kiamat, yang pertama golongan mukmin wajahnya putih bersih bersinar. Yang kedua, golongan kafir dari Ahli Kitab dan munafik terlihat muram dan hitam mukanya karena melihat azab yang disediakan Allah untuknya.\n\nDi samping mereka menerima azab yang menimpa badannya, ditambah pula dengan cercaan dari Allah dengan ucapan, \"Kenapa kamu kafir sesudah beriman? Karena itu rasakanlah azab Kami disebabkan kekafiranmu itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 400, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 4, "page": 63, "manzil": 1, "ruku": 52, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0628\u0652\u064a\u064e\u0636\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ammal lazeenabyadd at wujoohuhum fafee rahmatil laahi hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "But as for those whose faces will turn white, [they will be] within the mercy of Allah. They will abide therein eternally.", "id": "Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/400", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/400.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/400.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menggambarkan kegembiraan ahli surga atas rahmat Allah yang mereka terima. Dan adapun orang-orang yang beriman dan ahli ibadah, mereka mendapatkan kebahagiaan dan berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah di surga, dengan berbagai kesenangan, keindahan, dan kedamaian; mereka kekal di dalamnya. Itulah karunia Allah bagi mereka yang beriman dan menaati-Nya.", "long": "Adapun orang-orang mukmin, mereka berada dalam rahmat Allah yaitu surga yang penuh dengan nikmat dan kesenangan sehingga tampak tanda kebahagiaan pada mukanya yang putih bersih dan berseri-seri." } } }, { "number": { "inQuran": 401, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 4, "page": 63, "manzil": 1, "ruku": 52, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0646\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tilka Aayaatul laahi natloohaa 'alaika bilhaqq; wa mal laahu yureedu zulmallil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "These are the verses of Allah. We recite them to you, [O Muhammad], in truth; and Allah wants no injustice to the worlds.", "id": "Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapa pun) di seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/401", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/401.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/401.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat-ayat sebelumnya Allah menguraikan tanda-tanda kekuasaan Allah, kecaman terhadap orang yang murtad dan kafir, petunjuk kepada orang yang beriman yaitu keharusan mati dalam keadaan Islam, pentingnya persatuan dan kesatuan, serta perbedaan nasib orang kafir dan orang mukmin di akhirat, lalu dalam ayat ini Allah menutup penjelasan tersebut dengan menegaskan bahwa itulah ayat-ayat Allah, ketetapan suatu kebenaran yang tidak boleh diragukan yang Kami bacakan melalui Malaikat Jibril kepada kamu dengan benar wahai Nabi Muhammad, dan kamu harus berpegang teguh kepada Al-Qur'an dengan mengikuti petunjuk berupa perintah dan larangan agar mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan perintah dan larangan tersebut Allah tidaklah berkehendak menzalimi siapa pun di seluruh alam, tetapi orang-orang kafir itulah yang menganiaya diri mereka sendiri dengan berpecah belah dan berselisih tentang kebenaran ajaran agama, sehingga mereka pantas mendapat siksaan yang pedih.", "long": "Itulah ayat-ayat Allah yang telah dibacakan dengan benar dan setiap orang akan menerima balasan sesuai dengan tingkah lakunya di dunia, dan Allah sekali-kali tidak berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya sebab Dia Mahakaya dan Mahaadil, dapat melaksanakan kehendak-Nya yang sempurna tidak tergantung kepada siapa pun." } } }, { "number": { "inQuran": 402, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 4, "page": 64, "manzil": 1, "ruku": 52, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ard; wa ilal laahi turja;ul umoor" } }, "translation": { "en": "To Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. And to Allah will [all] matters be returned.", "id": "Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/402", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/402.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/402.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci Allah dari perbuatan aniaya karena milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahasempurna, Mahakaya, dan tidak memerlukan apa pun dari hamba-Nya, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. Kemudian Dia akan mengadakan perhitungan dan memberi pahala kepada orang yang taat dan menghukum orang yang zalim.", "long": "Di samping itu seluruh benda-benda alam, baik kategori planet maupun bintang-bintang yang jumlahnya sangat banyak adalah kepunyaan Allah. Dia mempunyai wewenang sepenuhnya untuk mengatur segala isinya dengan kebijaksanaan tanpa harus mempertanggungjawabkan kepada siapa pun karena Dialah Maha Pencipta alam semesta dan kepada-Nya pula seluruh urusan akan dikembalikan." } } }, { "number": { "inQuran": 403, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 4, "page": 64, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u06da \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnaasi taamuroona bilma'roofi wa tanhawna 'anil munkari wa tu'minoona billaah; wa law aamana Ahlul Kitaabi lakaana khairal lahum minhumul mu'minoona wa aksaruhumul faasiqoon" } }, "translation": { "en": "You are the best nation produced [as an example] for mankind. You enjoin what is right and forbid what is wrong and believe in Allah. If only the People of the Scripture had believed, it would have been better for them. Among them are believers, but most of them are defiantly disobedient.", "id": "Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/403", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/403.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/403.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan kewajiban berdakwah bagi umat Islam dan menjaga persatuan dan kesatuan, maka dalam ayat ini dijelaskan bahwa kewajiban tersebut dikarenakan kamu (umat Islam) adalah umat terbaik dan paling utama di sisi Allah yang dilahirkan, yaitu ditampakkan untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman, karena kamu menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah dengan iman yang benar, sehingga kalian menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta beriman kepada rasul-rasul-Nya. Itulah tiga faktor yang menjadi sebab umat Islam mendapat julukan umat terbaik. Sekiranya Ahli Kitab beriman sebagaimana umat Islam beriman, menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar serta tidak bercerai berai dan berselisih tentang kebenaran ajaran agama Allah, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Kenyataannya di antara mereka ada yang beriman sebagaimana imannya umat Islam, sehingga sebagian kecil dari mereka ini pantas mendapat julukan sebaik-baik umat, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik, tidak mau mengikuti petunjuk dan tidak taat kepada Allah serta mengingkari syariat-Nya.", "long": "Ayat ini mengandung suatu dorongan kepada kaum mukminin agar tetap memelihara sifat-sifat utama itu dan agar mereka tetap mempunyai semangat yang tinggi.\n\nUmat yang paling baik di dunia adalah umat yang mempunyai dua macam sifat, yaitu mengajak kebaikan serta mencegah kemungkaran, dan senantiasa beriman kepada Allah. Semua sifat itu telah dimiliki oleh kaum Muslimin pada masa Nabi dan telah menjadi darah daging dalam diri mereka karena itu mereka menjadi kuat dan jaya. Dalam waktu yang singkat mereka telah dapat menjadikan seluruh tanah Arab tunduk dan patuh di bawah naungan Islam, hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji keadilan, padahal mereka sebelumnya adalah umat yang berpecah-belah selalu berada dalam suasana kacau dan saling berperang antara sesama mereka. Ini adalah berkat keteguhan iman dan kepatuhan mereka menjalankan ajaran agama dan berkat ketabahan dan keuletan mereka menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Iman yang mendalam di hati mereka selalu mendorong untuk berjihad dan berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\n\"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.\" (al-hujurat/49: 15)\n\nJadi ada dua syarat untuk menjadi umat terbaik di dunia, sebagaimana diterangkan dalam ayat ini, pertama, iman yang kuat dan, kedua, menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Maka setiap umat yang memiliki kedua sifat ini pasti umat itu jaya dan mulia dan apabila kedua hal itu diabaikan dan tidak dipedulikan lagi, maka tidak dapat disesalkan bila umat itu jatuh ke lembah kemelaratan.\n\nAhli Kitab itu jika beriman tentulah lebih baik bagi mereka. Tetapi sedikit sekali di antara mereka yang beriman seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya, dan kebanyakan mereka adalah orang fasik, tidak mau beriman, mereka percaya kepada sebagian kitab suci dan kafir kepada sebagiannya yang lain, atau mereka percaya kepada sebagian rasul seperti Musa dan Isa dan kafir kepada Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 404, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 4, "page": 64, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u064b\u0649 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lai yadurrookum 'illaaa azanw wa ai yuqaatilookum yuwallookumul adbaara summa laa yunsaroon" } }, "translation": { "en": "They will not harm you except for [some] annoyance. And if they fight you, they will show you their backs; then they will not be aided.", "id": "Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/404", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/404.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/404.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun kebanyakan Ahli Kitab adalah fasik, tetapi mereka tidak akan membahayakan kamu, karena Allah akan menjaga kamu selama kamu menjalankan tiga faktor yang disebut dalam ayat sebelumnya. Tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali gangguan-gangguan kecil saja, seperti cemoohan, ancaman, dan cercaan. Dan jika suatu ketika mereka memerangi kamu, niscaya Allah akan menolong orang-orang yang beriman, sehingga mereka mundur berbalik ke belakang karena kalah. Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan dari siapapun.", "long": "Ahli Kitab itu tidak membahayakan umat Islam, kecuali sekadar menyakiti hati dengan perkataan yang keji, atau dengan menjelek-jelekan sifat Nabi dan menjauhkan manusia dari agama Islam.\n\nSegala usaha dan tipu daya mereka akan hilang tak berbekas ditelan oleh keteguhan iman dan ketabahan berjuang yang dimiliki oleh kaum Muslimin sebagaimana diungkapkan dalam ayat ini.\n\n(1) \"Mereka sekali-kali tidak akan mendatangkan mudarat kepada kamu selain gangguan-gangguan berupa celaan saja.\" Mereka hanya mencaci, mencela, memburuk-burukkan Islam, mencoba menimbulkan keraguan dan mengumpat Nabi.\n\n(2) \"Dan jika mereka berperang dengan kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang.\" Mereka tidak pernah berhasil menimbulkan kerugian besar di kalangan Muslimin.\n\n(3) \"Kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan,\" untuk mencapai kemenangan. Memang belum pernah mereka mendapat kemenangan di dalam peperangan melawan Islam, meskipun mereka bersekutu dengan kaum musyrikin." } } }, { "number": { "inQuran": 405, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 4, "page": 64, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 25, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0636\u064f\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0642\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0628\u0652\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0628\u0652\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0636\u064f\u0631\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u0643\u064e\u0646\u064e\u0629\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0628\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Duribat 'alaihimuz zillatu aina maa suqifooo illaa bihablim minal laahi wa hablim minan naasi wa baaa'oo bighadabim minallaahi wa duribat 'alaihimul maskanah; zaalika bi-annahum kaanoo yakfuroona bi Aayaatil laahi wa yaqtuloonal Ambiyaaa'a bighairi haqq; zaalika bimaa 'asaw wa kaanoo ya'tadoon" } }, "translation": { "en": "They have been put under humiliation [by Allah] wherever they are overtaken, except for a covenant from Allah and a rope from the Muslims. And they have drawn upon themselves anger from Allah and have been put under destitution. That is because they disbelieved in the verses of Allah and killed the prophets without right. That is because they disobeyed and [habitually] transgressed.", "id": "Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/405", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/405.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/405.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak saja menderita kekalahan, mereka selalu diliputi kehinaan dan tidak ada lagi kebanggaan akibat kekalahan itu di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang pada dua hal, yaitu tali ajaran agama Allah dan tali perjanjian dengan manusia di mana mereka akan aman selama perjanjian itu berlaku. Tetapi mereka melanggar, sehingga mendapat murka dari Allah dan selalu diliputi kesengsaraan. Murka Allah kepada mereka yang demikian itu, karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak, padahal tidak ada alasan yang menyebabkan nabi pantas dibunuh. Yang demikian itu, yaitu kekufuran dan pembunuhan yang terjadi, karena mereka terus-menerus durhaka dan melampaui batas, banyak berbuat maksiat, memuja dunia, serta mengubah isi kitab suci mereka.", "long": "Dengan kekafiran dan keingkaran para Ahli Kitab (Yahudi), serta tindak tanduk mereka yang keterlaluan memusuhi umat Islam dengan berbagai cara dan usaha, Allah menimpakan kehinaan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali bila mereka tunduk dan patuh kepada peraturan dan hukum Allah dengan membayar jizyah, yaitu pajak untuk memperoleh jaminan keamanan (habl min Allah) dan mereka memperoleh keamanan dari kaum muslimin (habl min al-nas).\n\nTetapi hal ini tidak dapat mereka laksanakan dalam pergaulan mereka dengan Nabi dan para sahabatnya di Medinah, bahkan mereka selalu menentang dan berusaha melemahkan posisi kaum Muslimin dan tetap memusuhi Islam. Karena itu mereka mendapat kemurkaan Allah, ditimpa kehinaan dan terusir dari Medinah." } } }, { "number": { "inQuran": 406, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 4, "page": 64, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064b \u06d7 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0622\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laisoo sawaaa'a; min Ahlil Kitaabi ummatun qaaa'imatuny yatloona Aayaatil laahi aanaaa'al laili wa hum yasjudoon" } }, "translation": { "en": "They are not [all] the same; among the People of the Scripture is a community standing [in obedience], reciting the verses of Allah during periods of the night and prostrating [in prayer].", "id": "Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/406", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/406.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/406.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa Ahli Kitab diliputi rasa kehinaan karena kalah perang, maka dalam ayat ini dijelaskan bahwa mereka itu tidak seluruhnya sama dalam hal ingkar kepada Allah dan jahat terhadap sesama manusia. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, lurus, melaksanakan tuntunan Nabi mereka, beriman kepada Allah dan kerasulan Muhammad. Hal ini dikarenakan mereka membaca ayat-ayat Allah pada sebagian malam hari, dan mereka juga tunduk kepada Allah dengan bersujud, yaitu tunduk dan patuh dan mendirikan salat.", "long": "Orang Yahudi adalah suatu kaum yang mempunyai sifat-sifat dan perbuatan buruk, antara lain mereka kafir kepada ayat-ayat Allah, membunuh para nabi tanpa alasan yang benar, tetapi mereka semua tidak sama. Ada di antara mereka yang beriman, sekalipun kebanyakan di antaranya adalah orang-orang fasik.\n\nAbdullah bin Salam, sa'labah bin Sa'id, Usaid bin 'Ubaid dan kawan-kawannya adalah orang-orang Yahudi dari Ahli Kitab yang menegakkan kebenaran dan keadilan, tidak menganiaya orang, memeluk agama Islam dan tidak melanggar perintah-perintah Allah.\n\nMereka membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan tekun dan penuh perhatian pada waktu malam yang diawali dengan terbenamnya matahari dan diakhiri dengan terbitnya fajar, ketika orang tidur nyenyak, dan mereka juga sujud mengadakan hubungan langsung dengan Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 407, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 4, "page": 64, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yu'minoona billaahi wal Yawmil Aakhiri wa yaa muroona bilma'roofi wa yanhawna 'anil munkari wa yusaari'oona fil khairaati wa ulaa'ika minas saaliheen" } }, "translation": { "en": "They believe in Allah and the Last Day, and they enjoin what is right and forbid what is wrong and hasten to good deeds. And those are among the righteous.", "id": "Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/407", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/407.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/407.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir dengan iman yang benar, sehingga tampak pada perilaku mereka, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera serta tidak menunda-nunda mengerjakan berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh, yaitu orang yang baik dan mengajak orang lain untuk berbuat baik. Mereka itulah orang-orang yang beruntung dan mendapat rida Allah.", "long": "Mereka beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat dengan iman yang sungguh-sungguh, iman yang tidak dicampur dengan kemunafikan. Beriman kepada Allah berarti beriman pula kepada yang wajib diimani dan dipercayai, mencakup rukun iman seperti beriman kepada malaikat, para rasul, kitab-kitab samawi, qada dan qadar dan sebagainya.\n\nBeriman kepada hari akhirat, berarti menjauhi segala macam maksiat, karena yakin apabila mereka berbuat maksiat di dunia mereka di azab di hari kemudian dan mereka mengadakan kebajikan karena mengharapkan pahala dan keridaan Allah.\n\nSetelah mereka menyempurnakan diri dengan sifat-sifat dan amal perbuatan yang baik seperti tersebut di atas, mereka juga berusaha untuk menyelamatkan orang lain dari kesesatan, membimbing mereka kepada jalan kebaikan dengan amar makruf, dan mencegah mereka dari perbuatan yang dilarang agama dengan jalan nahi mungkar.\n\nSelanjutnya mereka secara bersama-sama dan berlomba-lomba mengadakan pelbagai kebajikan. Oleh karena mereka telah memiliki sifat-sifat mulia dan amal baik seperti tersebut, Allah memasukkan mereka kepada golongan orang yang saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 408, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 4, "page": 64, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u0652\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yaf'aloo min khairin falai yukfarooh; wallaahu 'aleemun bilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And whatever good they do - never will it be removed from them. And Allah is Knowing of the righteous.", "id": "Dan kebajikan apa pun yang mereka kerjakan, tidak ada yang mengingkarinya. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/408", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/408.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/408.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menyenangkan hati mereka, maka Allah memberitahu bahwa amal saleh dan kebajikan apa pun yang mereka kerjakan, baik yang tersembunyi maupun yang tampak, tidak ada yang mengingkarinya dan pasti akan diberi pahala dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang benar-benar beriman dan bertakwa yang berbuat baik hanya untuk mencari rida-Nya.", "long": "Orang-orang Yahudi yang masih fasik senantiasa mengadakan provokasi kepada teman-temannya yang sudah beriman dan masuk Islam, bahwa mereka akan rugi dengan imannya itu.\n\nSebagai jawaban dan bantahan atas perbuatan buruk mereka itu, ditegaskan bahwa kebajikan apa saja yang telah dikerjakan oleh mereka yang telah beriman, mereka tetap akan memperoleh pahala dari amal perbuatannya dan tidak akan dihalangi sedikit pun menerimanya.\n\nAllah Maha Mengetahui orang-orang yang benar-benar beriman dan bertakwa di antara mereka. Karenanya, amal perbuatan mereka tidak akan disia-siakan tetapi akan diberi pahala yang berlipat ganda." } } }, { "number": { "inQuran": 409, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 4, "page": 65, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06da \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo lan tughniya 'anhum amwaalum wa laaa awlaaduhum minal laahi shai anw wa ulaaa'ika Ashaabun Naar; hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve - never will their wealth or their children avail them against Allah at all, and those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.", "id": "Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/409", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/409.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/409.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika amal perbuatan orang yang beriman akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah, maka pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa ketentuan itu tidak berlaku bagi orang kafir. Sesungguhnya tidak akan berguna bagi orang-orang kafir, baik harta yang dikumpulkan dan dipuja maupun anak-anak mereka yang selalu dibangga-banggakan, sedikit pun tidak dapat memberi manfaat untuk menolak azab dan siksa yang sudah ditetapkan Allah baik di dunia maupun di akhirat. Mereka itu penghuni neraka sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka selama hidup di dunia, dan mereka kekal di dalamnya.", "long": "Ayat ini turun berkenaan dengan orang Yahudi dan kaum musyrik yang selalu mencerca dan menghina Nabi Muhammad saw, serta pengikut-pengikutnya. Mereka mengatakan, \"Kalau Muhammad dan pengikut-pengikutnya memang orang yang benar dan dapat dipercaya, kenapa mereka selalu dalam kemiskinan dan kemelaratan, padahal kitalah yang kaya-kaya dan banyak anak.\"\n\nMereka selalu membanggakan hal ini kepada orang-orang yang beriman dan mencoba menariknya agar berpihak kepada mereka dan kembali menganut agama nenek moyang mereka. Hal ini biasa dilakukan orang kafir pada masa dahulu terhadap nabi-nabi yang diutus Allah sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba/34:35).\n\nMaka sebagai jawaban atas penghinaan dan tantangan itu diturunkanlah ayat ini yang menegaskan bahwa banyak harta dan anak tidak akan melepaskan mereka dari siksaan di akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 410, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 4, "page": 65, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0631\u0650\u064a\u062d\u064d \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u0651\u064c \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652 \u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Masalu maa yunfiqoona fee haazihil hayaatid dunyaa kamasali reehin feehaa sirrun as aabat harsa qawmin zalamooo anfusahum fa ahlakath; wa maa zalamahumul laahu wa laakin anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "The example of what they spend in this worldly life is like that of a wind containing frost which strikes the harvest of a people who have wronged themselves and destroys it. And Allah has not wronged them, but they wrong themselves.", "id": "Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/410", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/410.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/410.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perumpamaan harta yang mereka infakkan baik secara ikhlas tapi tanpa dilandasi iman yang benar atau karena mencari popularitas di mata manusia di dalam kehidupan dunia ini, adalah ibarat angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman yang siap dipanen, milik suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, karena tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, lalu angin itu merusaknya, sehingga tanaman yang siap dipanen tersebut seolah hangus terbakar dan pemiliknya tidak sedikit pun mendapatkan hasil. Karena tujuan infak mereka adalah popularitas, maka itulah yang mereka dapatkan. Dengan demikian Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri karena mereka hanya memburu kehidupan duniawi dan tidak percaya kepada kehidupan ukhrawi. .", "long": "Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan itu seperti angin dingin yang berhembus sangat kencang menghabiskan segala tanaman yang ditanam, sehingga pemiliknya tidak dapat memetik hasilnya walau sedikit pun. Meskipun pada lahirnya mereka telah menafkahkan hartanya untuk kepentingan umum seperti membangun benteng pertahanan, jembatan-jembatan, sekolah-sekolah, rumah sakit-rumah sakit dan lain-lain dengan harapan yang besar bahwa kebaikan mereka itu akan mendapat ganjaran dari Allah dan dapat menolong mereka di akhirat nanti, namun harapan itu akan sia-sia belaka. Firman Allah:\n\nDan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (al-Furqan/25:23).\n\nDan orang-orang yang kafir, amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila (air) itu didatangi tidak ada apa pun. (an-Nur/24:39).\n\nSebenarnya Allah tidak menganiaya orang kafir karena tidak memberi ganjaran bagi amal perbuatan mereka yang baik, tetapi mereka sendirilah yang menganiaya diri sendiri karena tidak mau beriman, padahal bukti-bukti telah banyak sekali di tangan mereka yang menunjukkan kebenaran dan kerasulan Nabi Muhammad saw.\n\nMenurut kajian ilmiah, salah satu fenomena penting yang terjadi pada tanaman yang terkena hawa (angin) yang sangat dingin di antaranya adalah fenomena rusaknya sel-sel, terutama sel daun. Seperti telah umum diketahui bahwa kira-kira 70% dari kandungan sel adalah air. Ketika terkena hawa yang sangat dingin maka air di dalam sel membeku. Apabila air sudah membeku maka terbentuklah kristal-kristal es yang volumenya lebih besar daripada air. Adanya pembekuan itu menyebabkan dinding-dinding sel hancur karena tergerus molekul-molekul air yang mengembang karena pembekuan. Kenampakan fenomena ini dari luar: daun terlihat menjadi kering seperti terbakar. Fenomena ini seperti sering terjadi pada tanaman teh di pegunungan Jawa Barat yang dikenal dengan fenomena Ibun Bajra (Embun Api). Perumpamaan harta yang dibelanjakan tidak sesuai dengan kehendak Allah, akan membawa kehancuran bagi pelakunya, seperti cairan sel yang menghancurkan dirinya sendiri ketika kena hawa dingin.\n\nDalam ayat di atas juga diperlihatkan akibat perubahan perilaku cuaca terhadap kehidupan, dalam hal ini tanaman pertanian. Secara biologis, suatu perubahan cuaca yang tidak biasa, misal kenaikan maupun penurunan suhu yang tajam, akan sangat mengganggu proses metabolisme tumbuhan. Akibatnya jelas, yaitu akan terjadi disfungsi dari berbagai organ yang ada yang mengakibatkan pertumbuhan yang tidak normal, atau tanaman akan mati." } } }, { "number": { "inQuran": 411, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 4, "page": 65, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0628\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u062f\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo laa tattakhizoo bitaanatam min doonikum laa yaaloonakum khabaalanw waddoo maa 'anittum qad badatil baghdaaa'u min afwaahihim; wa maa tukhfee sudooruhum akbar; qad baiyannaa lakumul Aayaati in kuntum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not take as intimates those other than yourselves, for they will not spare you [any] ruin. They wish you would have hardship. Hatred has already appeared from their mouths, and what their breasts conceal is greater. We have certainly made clear to you the signs, if you will use reason.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/411", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/411.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/411.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa amal perbuatan orang kafir tidak akan mendatangkan kebaikan karena tidak dilandasi keimanan, maka pada ayat ini Allah memperingatkan umat Islam agar tidak menjadikan orang kafir sebagai orang kepercayaan, karena mereka akan berkhianat. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu, yaitu orang-orang yang tidak beriman atau beriman tidak secara benar seperti orang-orang munafik, sebagai teman kepercayaanmu, sehingga kamu membocorkan rahasiamu, karena mereka tidak henti-hentinya menyusahkan dan menimbulkan kemudaratan atas kamu. Mereka berbuat itu karena mengharapkan kehancuranmu yang diawali dengan perpecahan dan bercerai-berai.\r\nSungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka berupa ucapan-ucapan buruk yang menyakitkan, umpatan dan mereka senang ketika kalian kesusahan. Hal itu telah cukup menjadi bukti kedengkian mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat daripada yang mereka ucapkan dan tampakkan. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat sebagai tanda yang membedakan antara lawan dengan kawan, dan jika kamu mengerti pastilah kamu tidak menjadikan mereka sebagai teman kepercayaan.", "long": "Peringatan kepada orang mukmin agar jangan bergaul rapat dengan orang kafir yang telah nyata sifat-sifatnya yang buruk itu, jangan mempercayai mereka dan jangan menyerahkan urusan kaum Muslimin kepada mereka. Ayat ini ditutup dengan ungkapan \"Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat kepada kamu agar kamu mengerti,\" agar orang beriman benar-benar mengerti dan menyadari tentang sifat-sifat buruk orang kafir dan oleh sebab itu tidak sepantasnya mereka dijadikan teman dekat dalam pergaulan selama mereka itu bersikap buruk terhadap orang beriman. \n\nJanganlah orang mukmin menjadikan orang kafir sebagai teman kepercayaan yang mempunyai sifat yang dinyatakan dalam ayat ini, yaitu mereka :\n\na.Senantiasa menyakiti dan merugikan Muslimin dan berusaha menghancurkan mereka.\n\nb.Menyatakan terang-terangan dengan lisan rasa amarah dan benci terhadap kaum Muslimin, mendustakan Nabi Muhammad saw dan Al-Qur'an dan menuduh umat Islam sebagai orang-orang yang bodoh dan fanatik.\n\nc.Kebencian dan kemarahan yang mereka ucapkan dengan lisan itu adalah amat sedikit sekali bila dibandingkan dengan kebencian dan kemarahan yang disembunyikan dalam hati mereka. Tetapi bila sifat-sifat itu telah berubah menjadi sifat-sifat yang baik atau mereka tidak lagi mempunyai sifat-sifat yang buruk terhadap kaum Muslimin, maka Allah tidak melarang untuk bergaul dengan mereka. \n\nFirman Allah:\n\nAllah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim. (al-Mumtahanah/60:8-9).\n\nBanyak ditemui dalam sejarah berbagai peristiwa penting yang terkait dengan Ahli Kitab, seperti pengkhianatan Yahudi Banu Qainuqa, Banu Nadhir dan Banu Quraidhah di Yasrib terhadap Nabi dan kaum Muslimin, sampai terjadinya Perang Khandaq. Kemudian kaum Nasrani yang membantu kaum Muslimin dalam perjuangan Islam seperti dalam penaklukan Spanyol dan pembebasan Mesir. Mereka mengusir orang-orang Romawi dengan bantuan orang Qibti. Banyak pula di antara orang Nasrani yang diangkat sebagai pegawai pada kantor-kantor pemerintah pada masa Umar bin Khattab dan pada masa Daulah Umayah dan Abbasiah, bahkan ada di antara mereka yang diangkat menjadi duta mewakili pemerintah Islam.\n\nDemikianlah Allah telah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kaum Muslimin agar diperhatikan dengan sebaik-baiknya, jangan terperosok ke dalam jurang kebinasaan karena kurang hati-hati dan tidak waspada ketika berteman akrab dengan orang kafir itu." } } }, { "number": { "inQuran": 412, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 4, "page": 65, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0636\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0638\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0638\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Haaa antum ulaaa'i tuhibboonahum wa laa yuhibboonakum wa tu'minoona bil kitaabi kullihee wa izaa laqookum qaalooo aamannaa wa izaa khalaw 'addoo 'alaikumul anaamila minal ghaiz; qul mootoo bighai zikum; innal laaha 'aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "Here you are loving them but they are not loving you, while you believe in the Scripture - all of it. And when they meet you, they say, \"We believe.\" But when they are alone, they bite their fingertips at you in rage. Say, \"Die in your rage. Indeed, Allah is Knowing of that within the breasts.\"", "id": "Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, “Kami beriman,” dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, “Matilah kamu karena kemarahanmu itu!” Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/412", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/412.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/412.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beginilah kamu, wahai umat Islam! Kamu salah telah menyukai mereka lantaran sikap manis mereka yang pura-pura, padahal mereka tidak menyukaimu karena agama dan pandangan hidupmu tidak sama dengan mereka, dan kamu beriman kepada semua kitab termasuk kitab yang diturunkan kepada Nabi mereka, padahal mereka beriman hanya kepada sebagian isi kitab yang diturunkan kepada Nabi mereka dan mengingkari kerasulan Nabi Muhammad dan kebenaran Al-Qur'an. Apabila sebagian dari mereka berjumpa kamu, mereka berkata,\" Kami beriman ,\" padahal ucapan itu hanya untuk menipu kamu. Hal tersebut terbukti apabila mereka menyendiri berada di belakangmu dan jauh dari kamu, mereka menggigit ujung jari karena marah yang mencapai puncaknya dan disertai rasa benci kepadamu karena kamu beriman kepada Allah dan kerasulan Nabi Muhammad. Mereka berharap agar nikmat iman itu lenyap dari kamu. Katakanlah kepada mereka, \"Matilah kamu karena kemarahanmu itu, yaitu marahlah dan bencilah kami sampai kamu mati!\" Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati, mengetahui kebencianmu, kemarahanmu, kedengkianmu dan kebohonganmu kepada kami.", "long": "Ayat ini menambah penjelasan mengenai sebab-sebab mengapa orang-orang kafir itu tidak boleh dijadikan teman akrab yaitu:\n\n1.Mereka tidak menyukai kesuksesan kaum Muslimin dan menginginkan agar Muslimin selalu dalam kesulitan dan kesusahan, padahal mereka telah dianggap sebagai saudara dan kepada mereka telah diberikan hak yang sama dengan hak kaum Muslimin sendiri.\n\n2.Kaum Muslimin mempercayai semua Kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk membenci Ahli Kitab karena banyak di antara Muslimin yang sayang kepada mereka, bergaul secara baik dengan mereka. Tetapi mereka tidak juga menyenangi Muslimin bahkan tetap mempunyai keinginan untuk mencelakakan.\n\n3.Banyak di antara mereka yang munafik, apabila berhadapan dengan Muslimin mereka mengucapkan kata-kata manis seakan-akan benar-benar teman sejati, percaya kepada kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, tetapi bila mereka kembali kepada golongannya, mereka bersikap lain dan mengatakan dengan terang-terangan kebencian dan kemarahan mereka terhadap kaum Muslimin.\n\nMereka sampai menggigit jari karena iri melihat kaum Muslimin tetap bersatu, seia sekata, dan selalu berhasil dalam menghadapi musuh Islam.\n\nOleh sebab itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar dengan tegas mengatakan kepada mereka:\n\n¦ \"Matilah kamu karena kemarahanmu itu!\" Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Ali 'Imran/3:119).\n\nAllah mengetahui segala niat yang tersimpan dalam hati kaum Muslimin yang mencintai orang-orang kafir itu sebagaimana Dia mengetahui pula keburukan hati orang-orang kafir. Maka Dia akan membalas kebaikan hati kaum Muslimin dengan balasan yang berlipat ganda dan akan membalas pula kejahatan orang kafir dengan balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 413, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 4, "page": 65, "manzil": 1, "ruku": 53, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u0633\u064f\u0624\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064c", "transliteration": { "en": "In tamsaskum hasanatun tasu'hum wa in tusibkum saiyi'atuny yafrahoo bihaa wa in tasbiroo wa tattaqoo laa yad urrukum kaiduhum shai'aa; innal laaha bimaa ya'maloona muheet" } }, "translation": { "en": "If good touches you, it distresses them; but if harm strikes you, they rejoice at it. And if you are patient and fear Allah, their plot will not harm you at all. Indeed, Allah is encompassing of what they do.", "id": "Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/413", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/413.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/413.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika mereka yang berhati dengki itu melihat kamu memperoleh kebaikan, kemenangan perang, rezeki yang melimpah, kesehatan dan kemuliaan, niscaya mereka bersedih hati bahkan hal tersebut membuat mereka marah, tetapi jika kamu tertimpa bencana, seperti sakit, kemiskinan atau kalah perang, maka mereka bergembira karenanya. Allah memberi umat Islam tuntunan agar tetap bersabar dan bertakwa kepada Allah ketika menghadapi orang yang bersifat demikian. Karena jika kamu bersabar tidak terbawa hawa nafsu untuk membalasnya dengan perbuatan jahat, dan bertakwa kepada Allah dengan tetap istikamah dalam bersabar, maka tipu daya mereka tidak akan menyusahkan dan mendatangkan bahaya bagi kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan dan Maha Mengetahui tipu daya yang mereka rahasiakan.", "long": "Selain dari sifat-sifat yang tersebut di atas yang menyebabkan timbulnya larangan bagi kaum Muslimin mengambil mereka sebagai teman setia, dalam ayat ini disebutkan kembali sikap yang menggambarkan bagaimana jahatnya hati orang-orang kafir dan hebatnya sifat dengki yang bersemi dalam dada mereka. Allah berfirman:\n\nJika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. (Ali 'Imran/3:120).\n\nQatadah berkata dalam menjelaskan firman Allah ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, \"Apabila orang-orang kafir itu melihat persatuan yang kukuh di kalangan kaum Muslimin dan mereka memperoleh kemenangan atas musuh-musuh Islam, mereka merasa dengki dan marah. Tetapi bila terdapat perpecahan dan perselisihan di kalangan Muslimin dan mereka mendapat kelemahan dalam suatu pertempuran, mereka merasa senang dan bahagia. Memang sudah menjadi sunatullah, baik pada masa dahulu sampai masa sekarang maupun pada masa yang akan datang sampai hari kiamat, bila timbul di kalangan orang kafir seorang cendekiawan sebagai penantang agama Islam, Allah tetap akan membukakan kebohongannya, melumpuhkan hujahnya dan memperlihatkan cela dan aibnya.\"\n\nKarena itu Allah memerintahkan kepada umat Islam dalam menghadapi kelicikan dan niat jahat kaum kafir itu agar selalu bersifat sabar dan takwa serta tawakal kepada-Nya. Dengan demikian kelicikan mereka itu tidak akan membahayakan sedikitpun. Allah Maha Mengetahui segala tindak tanduk mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 414, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 4, "page": 65, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u063a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064f\u0628\u064e\u0648\u0651\u0650\u0626\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz ghadawta min ahlika tubawwi'ul mu'mineena maqaa'ida lilqitaal; wallaahu samee'un 'aleem" } }, "translation": { "en": "And [remember] when you, [O Muhammad], left your family in the morning to post the believers at their stations for the battle [of Uhud] - and Allah is Hearing and Knowing -", "id": "Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/414", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/414.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/414.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah mengingatkan Umat Islam akan kisah Perang Uhud. Dan ingatlah, ketika engkau wahai Nabi Muhammad, berangkat pada pagi hari Jum'at, meninggalkan keluargamu, yaitu istrimu Aisyah untuk mengatur strategi perang, dan pada hari Sabtu kamu menempatkan orang-orang beriman pada pos-pos strategis untuk pertempuran. Allah Maha Mendengar pembicaraan lagi Maha Mengetahui isi hati semua orang.", "long": "Orang-orang munafik telah menghasut kaum Muslimin agar jangan ikut berperang. Dalam perjalanan ke medan pertempuran mereka berhasil membawa kembali ke Medinah sepertiga dari tentara yang dipersiapkan untuk menghadapi kaum musyrikin. Berkat pertolongan Allah, ketabahan hati dan kesabaran menghadapi segala percobaan dan taat serta patuh menjalankan perintah Rasulullah saw yang telah membagi pasukan muslim menjadi beberapa bagian dan menempatkan mereka pada posisi-posisi yang strategis di medan perang. Sebagai buah ketaatan itu kaum Muslimin dapat terhindar dari kehancuran." } } }, { "number": { "inQuran": 415, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a \u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0634\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz hammat taaa'ifataani minkum an tafshalaa wallaahu waliyyuhumaa; wa 'alal laahi falyatawakkalil mu'minoon" } }, "translation": { "en": "When two parties among you were about to lose courage, but Allah was their ally; and upon Allah the believers should rely.", "id": "Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/415", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/415.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/415.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika itu ada dua golongan dari pihak kamu, yakni Bani Salamah dari suku Khazraj dan Bani HariÅ¡ah dari suku Aus, ingin mundur dan membatalkan niatnya untuk ikut berperang karena takut mati, setelah mengetahui orang-orang munafik yang dipimpin 'Abdulla h bin Ubay yang jumlahnya sepertiga dari pasukan Islam telah batal berangkat berperang, padahal Allah adalah penolong mereka, yaitu kedua suku tersebut. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal, tidak mengandalkan jumlah prajurit dan perlengkapan perang.", "long": "Dalam suasana yang sulit dan tidak menguntungkan itu ada dua golongan di antara kaum Muslimin yang hampir patah semangatnya setelah mengetahui bahwa tiga ratus orang dari pasukan kaum Muslimin tidak mau ikut bertempur dan telah kembali ke Medinah. Mereka yang hampir patah semangatnya itu ialah Bani Salamah dari suku Khazraj dan Bani Haritsah dari suku Aus masing-masing sayap kanan dan kiri.\n\nMereka terpengaruh oleh suasana yang amat mencemaskan dan merasa daripada dihancurkan oleh musuh yang demikian besar lebih baik mundur. Untunglah perasaan patah semangat itu tidak lama mempengaruhi mereka karena mereka adalah orang-orang yang penuh tawakal kepada Allah dan tetap berkeyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang bersabar dan bertakwa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 416, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0628\u064e\u062f\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad nasarakumul laahu bi-Badrinw wa antum azillatun fattaqul laaha la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And already had Allah given you victory at [the battle of] Badr while you were few in number. Then fear Allah; perhaps you will be grateful.", "id": "Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/416", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/416.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/416.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kejadian dalam Perang Uhud membuat sebagian orang mukmin ragu akan kepastian pertolongan Allah, oleh karena itu Allah meyakinkan mereka dan menegaskan bahwasannya sungguh, Allah telah menolong kamu dalam perang Badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun kedua Hijriah, padahal ketika itu kamu dalam keadaan lemah, karena jumlah kamu sedikit dan perlengkapan perang kamu sangat sederhana. Karena kamu meyakini datangnya pertolongan Allah, maka kamu mendapat kemenangan. Karena itu bertakwalah kepada Allah dalam segala urusan, agar dengannya kamu mensyukuri semua anugerah-Nya.", "long": "Sebagai penambah kekuatan jiwa dan ketabahan hati dalam menghadapi segala bahaya dan kesulitan, Allah mengingatkan mereka kepada perang Badar ketika mereka berada dalam keadaan lemah dan jumlah yang amat sedikit dibanding, dengan kekuatan dan jumlah musuh.\n\nBerkat pertolongan Allah, mereka berhasil memporak-porandakan musuh hingga banyak di antara pembesar Quraisy yang jatuh menjadi korban dan banyak pula yang ditawan dan tidak sedikit harta rampasan yang diperoleh kaum Muslimin. Karena mereka ingat pada perintah Allah agar mereka bersabar dan bertakwa kepada-Nya dan dengan sabar dan takwa itu mereka akan mendapat pertolongan daripada-Nya dan akan mendapatkan kemenangan." } } }, { "number": { "inQuran": 417, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0645\u0650\u062f\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0641\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064f\u0646\u0632\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz taqoolu lilmu'mineena alai yakfiyakum ai-yumiddakum Rabbukum bisalaasati aalaafim minal malaaa'ikati munzaleen" } }, "translation": { "en": "[Remember] when you said to the believers, \"Is it not sufficient for you that your Lord should reinforce you with three thousand angels sent down?", "id": "(Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman, “Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/417", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/417.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/417.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menggambarkan upaya Rasulullah sebagai pemimpin untuk menyemangati umat Islam yang akan ikut Perang Uhud. Ingatlah, ketika engkau, wahai Nabi Muhammad, mengatakan kepada orang-orang beriman,\" Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan bantuan yang tidak tampak, yaitu tiga ribu malaikat yang diturunkan dari langit? \"", "long": "Untuk lebih memperkuat hati dan tekad kaum Muslimin dalam menghadapi Perang Uhud ini, Nabi mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan dibantu oleh Allah dengan 3.000 malaikat. Apabila mereka sabar dan tabah menghadapi segala bahaya dan bertakwa, Allah akan membantu mereka dengan 5.000 malaikat.\n\nMenurut riwayat Adh-ahhak, bantuan dengan 5.000 malaikat ini adalah janji dari Allah yang dijanjikan-Nya kepada Muhammad jika kaum Muslimin sabar dan bertakwa. Ibnu Zaid meriwayatkan, ketika kaum Muslimin melihat banyaknya tentara kaum musyrikin dan lengkapnya persiapan mereka, mereka bertanya kepada Rasulullah saw, \"Apakah dalam perang Uhud ini Allah tidak akan membantu kita sebagaimana Dia telah membantu kita dalam Perang Badar?\" Maka turunlah ayat ini.\n\nMemang dalam Perang Badar Allah telah membantu kaum Muslimin dengan 1000 malaikat sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\n(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, \"Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.\" (al-Anfal/8:9).\n\nPada mulanya dalam Perang Uhud ini pasukan kaum Muslimin sudah dapat mengacaubalaukan musuh sehingga banyak di antara kaum musyrik yang lari kocar-kacir meninggalkan harta benda mereka, dan mulailah tentara Islam berebut mengambil harta benda itu sebagai ganimah (rampasan). Melihat keadaan ini para pemanah diperintahkan oleh Nabi Muhammad saw agar tetap bertahan di tempatnya, apa pun yang terjadi. Menyangka kaum musyrikin telah kalah, para pemanah pun meninggalkan tempat mereka dan turun untuk ikut mengambil harta ganimah.\n\nKarena tempat itu telah ditinggalkan pasukan pemanah, Khalid bin Walid panglima musyrikin Quraisy waktu itu, dengan pasukan berkudanya naik ke tempat itu dan mendudukinya, lalu menghujani kaum Muslimin dengan anak panah dari belakang sehingga terjadilah kekacauan dan kepanikan di kalangan kaum Muslimin. Dalam keadaan kacau balau itu kaum musyrikin mencoba hendak mendekati markas Nabi saw, tetapi para sahabat dapat mempertahankannya walaupun Nabi sendiri mendapat luka di bagian muka, bibirnya serta giginya pecah.\n\nAkhirnya berkat kesetiaan mereka membela Nabi dan kegigihan mereka mempertahankan posisinya, mereka bersama Nabi naik kembali ke bukit Uhud dengan selamat. Dengan demikian berakhirlah pertempuran dan pulanglah kaum musyrikin menuju Mekah dengan rasa kecewa karena tidak dapat mengalahkan Muhammad dan pasukannya, walaupun mereka sendiri masih selamat dari kehancuran." } } }, { "number": { "inQuran": 418, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0645\u0652\u062f\u0650\u062f\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0629\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0641\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balaaa; in tasbiroo wa tattaqoo wa yaatookum min fawrihim haazaa yumdidkum Rabbukum bikhamsati aalaafim minal malaaa'ikati musawwaimeen" } }, "translation": { "en": "Yes, if you remain patient and conscious of Allah and the enemy come upon you [attacking] in rage, your Lord will reinforce you with five thousand angels having marks [of distinction]", "id": "“Ya” (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/418", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/418.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/418.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Ya\" cukup. Meskipun jumlah tersebut sudah cukup, tetapi jika kamu bersabar menghadapi lawan dan bertakwa dengan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, ketika mereka, orang-orang kafir, datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang tampak berupa lima ribu malaikat yang memakai tanda, yaitu malaikat yang akan terlibat langsung dalam peperangan sesuai cara dan ketentuan Allah. Para malaikat tersebut digambarkan seperti para pemberani dalam peperangan yang lazimnya menggunakan tanda-tanda khusus.", "long": "Untuk lebih memperkuat hati dan tekad kaum Muslimin dalam menghadapi Perang Uhud ini, Nabi mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan dibantu oleh Allah dengan 3.000 malaikat. Apabila mereka sabar dan tabah menghadapi segala bahaya dan bertakwa, Allah akan membantu mereka dengan 5.000 malaikat.\n\nMenurut riwayat Adh-ahhak, bantuan dengan 5.000 malaikat ini adalah janji dari Allah yang dijanjikan-Nya kepada Muhammad jika kaum Muslimin sabar dan bertakwa. Ibnu Zaid meriwayatkan, ketika kaum Muslimin melihat banyaknya tentara kaum musyrikin dan lengkapnya persiapan mereka, mereka bertanya kepada Rasulullah saw, \"Apakah dalam perang Uhud ini Allah tidak akan membantu kita sebagaimana Dia telah membantu kita dalam Perang Badar?\" Maka turunlah ayat ini.\n\nMemang dalam Perang Badar Allah telah membantu kaum Muslimin dengan 1000 malaikat sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\n(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, \"Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.\" (al-Anfal/8:9).\n\nPada mulanya dalam Perang Uhud ini pasukan kaum Muslimin sudah dapat mengacaubalaukan musuh sehingga banyak di antara kaum musyrik yang lari kocar-kacir meninggalkan harta benda mereka, dan mulailah tentara Islam berebut mengambil harta benda itu sebagai ganimah (rampasan). Melihat keadaan ini para pemanah diperintahkan oleh Nabi Muhammad saw agar tetap bertahan di tempatnya, apa pun yang terjadi. Menyangka kaum musyrikin telah kalah, para pemanah pun meninggalkan tempat mereka dan turun untuk ikut mengambil harta ganimah.\n\nKarena tempat itu telah ditinggalkan pasukan pemanah, Khalid bin Walid panglima musyrikin Quraisy waktu itu, dengan pasukan berkudanya naik ke tempat itu dan mendudukinya, lalu menghujani kaum Muslimin dengan anak panah dari belakang sehingga terjadilah kekacauan dan kepanikan di kalangan kaum Muslimin. Dalam keadaan kacau balau itu kaum musyrikin mencoba hendak mendekati markas Nabi saw, tetapi para sahabat dapat mempertahankannya walaupun Nabi sendiri mendapat luka di bagian muka, bibirnya serta giginya pecah.\n\nAkhirnya berkat kesetiaan mereka membela Nabi dan kegigihan mereka mempertahankan posisinya, mereka bersama Nabi naik kembali ke bukit Uhud dengan selamat. Dengan demikian berakhirlah pertempuran dan pulanglah kaum musyrikin menuju Mekah dengan rasa kecewa karena tidak dapat mengalahkan Muhammad dan pasukannya, walaupun mereka sendiri masih selamat dari kehancuran." } } }, { "number": { "inQuran": 419, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maa ja'alahul laahu illaa bushraa lakum wa litatma'inna quloobukum bih' wa man-nasru illaa min 'indilllaahil 'Azeezil Hakeem" } }, "translation": { "en": "And Allah made it not except as [a sign of] good tidings for you and to reassure your hearts thereby. And victory is not except from Allah, the Exalted in Might, the Wise -", "id": "Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala-bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/419", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/419.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/419.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah tidak menjadikannya, yakni pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun, Mahabijaksana dalam setiap anugerah-Nya, baik berupa kemenangan maupun kekalahan. Ayat ini menegaskan bahwa kemenangan itu datang dari Allah dan atas kehendak-Nya, dengan perantaraan malaikat yang diturunkan Allah untuk membantu mereka. Bantuan akan diberikan jika manusia bertakwa kepada Allah dan bersabar dalam ketakwaan tersebut.", "long": "Apa pun yang terjadi sebenarnya kemenangan itu hanyalah datang dari Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana. Jadi kalau kaum Muslimin benar-benar mengamalkan petunjuk Allah dan rasul-Nya dan benar-benar percaya dan yakin akan mendapat kemenangan dan tetap bersifat sabar dan takwa dengan penuh tawakal tentulah Allah akan memberikan kemenangan kepada mereka.\n\nTetapi pada perang Uhud, tidak terdapat kebulatan tekad dan tidak terdapat kepatuhan kepada perintah, kecuali pada permulaan pertempuran. Hal ini terbukti dengan timbulnya keragu-raguan dalam hati dua golongan kaum Muslimin dan turunnya pasukan pemanah yang diperintahkan agar tidak meninggalkan tempat mereka. Inilah sebabnya mengapa kaum Muslimin sangat terpukul dalam Perang Uhud." } } }, { "number": { "inQuran": 420, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0639\u064e \u0637\u064e\u0631\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laiyaqta'a tarafam minal lazeena kafarooo aw yakbitahum fayanqaliboo khaaa'ibeen" } }, "translation": { "en": "That He might cut down a section of the disbelievers or suppress them so that they turn back disappointed.", "id": "(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bantuan) adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/420", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/420.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/420.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pertolongan dan bantuan Allah kepada kamu dalam perang Badar adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir dengan terbunuhnya tujuh puluh pemimpin mereka, antara lain Abu Jahal, atau untuk menjadikan mereka hina dengan tertawannya tujuh puluh personel mereka selain yang terbunuh, sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun dari yang mereka harapkan, yaitu menghancurkan Islam dan membunuh Nabi Muhammad.", "long": "Pada permulaan pertempuran, sebagaimana tersebut di atas, pasukan kaum Muslimin dapat mengacaubalaukan barisan musuh, sehingga banyak di antara mereka yang jatuh menjadi korban. Sebagian sejarawan mengatakan bahwa ada delapan belas orang yang terbunuh dari kaum musyrikin.\n\nTetapi pendapat ini ditolak oleh sebagian sejarawan yang lain. Mereka berkata, \"Sayidina Hamzah saja, dapat membunuh puluhan orang dari mereka.\" Ahli sejarah yang lain mengatakan bahwa sebab perbedaan pendapat ini adalah karena ketika kaum Muslimin menghitung korban yang jatuh di kalangan kaum musyrikin, mereka hanya menemukan delapan belas mayat.\n\nPadahal kaum musyrikin sebelum kembali ke Mekah sempat menguburkan sebagian korban dan membawa korban yang lain bersama mereka. Jadi kemenangan kaum Muslimin pada pertempuran pertama ini adalah berkat kebulatan tekad dan ketetapan hati mereka yang ditimbulkan oleh perkataan Rasulullah saw yang tersebut dalam ayat 124 dan 125.\n\nKekalahan kaum musyrikin dan jatuhnya korban yang banyak di kalangan mereka memang sudah menjadi kehendak Allah untuk membinasakan segolongan orang kafir, menjengkelkan hati mereka dan menghina mereka dengan kekalahan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 421, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laisa laka minal amrishai'un aw yatooba 'alaihim aw yu'az zi bahum fa innahum zaalimoon" } }, "translation": { "en": "Not for you, [O Muhammad, but for Allah], is the decision whether He should [cut them down] or forgive them or punish them, for indeed, they are wrongdoers.", "id": "Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad) apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/421", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/421.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/421.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kejadian yang menimpa umat Islam dalam Perang Uhud membuat Nabi sangat terpukul. Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi, gugur, dibelah perutnya dan dikeluarkan hatinya lalu dikunyah oleh Hind binti Utbah bin Rabiah. Rasulullah juga terluka, gigi taringnya patah dan wajahnya berlumuran darah. Rasulullah lalu berdoa kepada Allah agar menghukum sebagian orang kafir, maka Allah menegaskan bahwa hal itu bukan menjadi urusanmu Nabi Muhammad, apakah Allah berkehendak mengilhamkan penyesalan bagi mereka lalu mereka bertobat dan Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya atas kekafiran dan kejahatan mereka, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim yang pantas mendapatkan azab.", "long": "Dalam pertempuran kedua kaum Muslimin menderita kegagalan sehingga ada 70 orang di antara mereka gugur sebagai syuhada dan Nabi pun mendapat luka-luka. Hal ini amat menyedihkan hati kaum Muslimin dan hati Nabi sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 422, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 54, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lilaahi maa fissamaawaati wa maa fil-ard; yaghfiru limai-yashaaa'u wa yu'azzibu mai-yashaaa'; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. He forgives whom He wills and punishes whom He wills. And Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/422", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/422.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/422.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Segala urusan haruslah dikembalikan kepada Allah, karena milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni dosa dan merahmati siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki yang memang wajar diazab karena perbuatan jahat mereka. Dan Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertobat dan Maha Penyayang dengan memaafkan dosa orang yang bertobat kepada-Nya.", "long": "Memang demikianlah hak Allah atas hamba-Nya karena Dia Yang memiliki semua yang ada di langit dan di bumi. Dia berkuasa penuh atas semuanya, tak ada seorang pun yang berkuasa atas makhluk-Nya kecuali Dia. Dialah yang menghukum dan memutuskan segala urusan. Dia berhak mengampuni dan menerima tobat hamba-Nya yang tampak durhaka, tetapi siapa tahu bahwa pada diri hamba-Nya itu ada bibit-bibit keimanan dan kebaikan. Dia berhak menyiksa karena Dialah Yang Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang patut mendapat siksaan di dunia atau di akhirat. Di samping itu Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" } } }, { "number": { "inQuran": 423, "inSurah": 130 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0641\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo la taakuhur ribaaa ad'aafam mudaa'afatanw wattaqul laaha la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not consume usury, doubled and multiplied, but fear Allah that you may be successful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/423", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/423.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/423.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum kafir membiayai perang, termasuk Perang Uhud, dengan harta yang mereka peroleh dengan cara riba. Oleh karena itu Allah mengingatkan, \"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba, yaitu mengambil nilai tambah dari pihak yang berutang dengan berlipat ganda sebagaimana yang terjadi pada masyarakat Jahiliah, maupun penambahan dari pokok harta walau tidak berlipat ganda, dan bertakwalah kepada Allah, antara lain dengan meninggalkan riba, agar kamu beruntung di dunia dan di akhirat (Lihat: Surah al-Baqarah/2: 279).", "long": "Ayat ini adalah yang pertama diturunkan tentang haramnya riba. Ayat-ayat mengenai haramnya riba dalam Surah al-Baqarah ayat 275, 276 dan 278 diturunkan sesudah ayat ini. Riba dalam ayat ini, ialah riba nasiah yang juga disebut riba jahiliah yang biasa dilakukan orang pada masa itu. \n\nIbnu Jarir berkata, \"bahwa yang dimaksud Allah dalam ayat ini ialah: Hai, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu memakan riba berlipat ganda, sebagaimana kamu lakukan pada masa jahiliah sesudah kamu masuk Islam, padahal kamu telah diberi petunjuk oleh-Nya.\" Pada masa itu bila seseorang meminjam uang sebagaimana disepakati waktu meminjam, maka orang yang punya uang menuntut agar utang itu dilunasi menurut waktu yang dijanjikan. Orang yang berutang (karena belum ada uang untuk membayar) meminta penangguhan dan menjanjikan akan membayar dengan tambahan yang ditentukan. Setiap kali pembayaran tertunda ditambah lagi bunganya. Inilah yang dinamakan riba berlipat ganda, dan Allah melarang, kaum Muslimin melakukan hal yang seperti itu.\n\nAr-Razi memberikan penjelasan sebagai berikut, \"Bila seseorang berutang kepada orang lain sebesar seratus dirham dan telah tiba waktu membayar utang itu sedang orang yang berutang belum sanggup membayarnya, maka orang yang berpiutang membolehkan penangguhan pembayaran utang itu asal saja yang berutang mau menjadikan utangnya menjadi dua ratus dirham atau dua kali lipat. Kemudian apabila tiba waktu pembayaran tersebut dan yang berutang belum juga sanggup membayarnya, maka pembayaran itu dapat ditangguhkan dengan ketentuan utangnya dilipatgandakan lagi, demikianlah seterusnya sehingga utang itu menjadi bertumpuk-tumpuk. Inilah yang dimaksud dengan kata \"berlipat ganda\" dalam firman Allah. Riba semacam ini dinamakan juga riba nasiah karena adanya penangguhan dalam pembayaran bukan tunai.\n\nSelain riba nasiah ada pula riba yang dinamakan riba fadhal yaitu menukar barang dengan barang yang sejenis sedang mutunya berlainan, umpamanya menukar 1 liter beras yang mutunya tinggi dengan 1½ liter beras yang bermutu rendah. Haramnya riba fadal ini, didasarkan pada hadis-hadis Rasul, dan hanya berlaku pada emas, perak dan makanan-makanan pokok, atau yang diistilahkan dengan \"barang-barang ribawi.\"\n\nKarena beratnya hukum riba ini dan amat besar bahayanya maka Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar menjauhi riba dan selalu memelihara diri dan bertakwa kepada Allah agar jangan terperosok ke dalamnya dan agar mereka dapat hidup berbahagia dan beruntung di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 424, "inSurah": 131 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064f\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattaqun Naaral lateee u'iddat lilkaafireen" } }, "translation": { "en": "And fear the Fire, which has been prepared for the disbelievers.", "id": "Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/424", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/424.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/424.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan peliharalah dirimu dari api neraka, lantaran kamu menghalalkan, mempraktikkan, dan memakan riba, yang mengantarkan kamu kepada siksa api neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir. Karena praktik riba dapat menghancurkan sistem ekonomi maka pelaku riba ditempatkan dalam tempat yang sama dengan orang-orang kafir.", "long": "Allah memerintahkan agar kaum Muslimin memelihara dan menjauhi perbuatan orang kafir yang tidak mempedulikan apakah harta yang mereka peroleh berasal dari sumber-sumber yang tidak halal seperti riba, memeras kaum lemah, dan miskin dan sebagainya. Semua cara yang tidak halal itu akan membahayakan mereka di dunia dan membawa mereka ke neraka kelak.\n\nDiterangkan oleh Imam Abu Hanifah, bahwa ayat ini mengandung ancaman yang sangat menakutkan, karena dalam ayat ini Allah mengancam kaum Muslimin akan memasukkan mereka ke dalam neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir bila mereka tidak memelihara diri dari perbuatan yang dilarang-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 425, "inSurah": 132 }, "meta": { "juz": 4, "page": 66, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 26, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa atee'ul laaha war Rasoola la'allakum turhamoon" } }, "translation": { "en": "And obey Allah and the Messenger that you may obtain mercy.", "id": "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/425", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/425.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/425.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan kejahatan dan hukuman bagi pelaku riba, pada ayat ini Allah mengemukakan tuntunan umum tentang kewajiban taat kepada Allah dan Rasulullah. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul Muhammad, agar kamu diberi rahmat oleh Allah (Lihat: Surah anNisa '/4: 59).", "long": "Kemudian perintah tersebut diiringi dengan perintah agar kaum Muslimin selalu taat dan patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya karena dengan menaati Allah dan Rasul-Nya itulah mereka akan dapat limpahan rahmat-Nya dan dapat hidup berbahagia di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 426, "inSurah": 133 }, "meta": { "juz": 4, "page": 67, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0623\u064f\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa saari'ooo ilaa maghfiratim mir Rabbikum wa Jannatin arduhassamaawaatu wal ardu u'iddat lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And hasten to forgiveness from your Lord and a garden as wide as the heavens and earth, prepared for the righteous", "id": "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/426", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/426.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/426.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diperintahkan taat kepada Allah dan Nabi Muhammad, umat Islam diperintahkan juga untuk berlomba meningkatkan kualitas ketakwaan. Dan bersegeralah kamu dengan saling mendahului untuk mencari ampunan dari Tuhanmu dengan menyadari kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan mengerjakan amalan-amalan yang diridai Allah untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yang taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.", "long": "Allah menyuruh agar kaum Muslimin bersegera meminta ampun kepada-Nya bila sewaktu-waktu berbuat dosa dan maksiat, karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Seorang Muslim tidak akan mau mengerjakan perbuatan yang dilarang, tetapi kadang-kadang karena kuatnya godaan dan tipu daya setan dia terjerumus ke dalam jurang maksiat, kemudian ketika sadar akan kesalahannya dan menyesal atas perbuatan itu dia lalu bertobat dan mohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya. Allah adalah Maha Penerima tobat dan Maha Pengampun dan Maha Penyayang.\n\nBila seorang Muslim selalu menaati perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan segera bertobat bila jatuh ke jurang dosa \n\ndan maksiat, maka Allah akan mengampuni dosanya dan akan memasukkannya nanti di akhirat ke dalam surga yang amat luas sebagai balasan atas amal yang telah dikerjakannya di dunia yaitu surga yang disediakan-Nya untuk orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 427, "inSurah": 134 }, "meta": { "juz": 4, "page": 67, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0638\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0638\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yunfiqoona fissarraaa'i waddarraaa'i wal kaazimeenal ghaiza wal aafeena 'anin-naas; wallaahu yuhibbul muhsineen" } }, "translation": { "en": "Who spend [in the cause of Allah] during ease and hardship and who restrain anger and who pardon the people - and Allah loves the doers of good;", "id": "(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/427", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/427.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/427.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka adalah orang yang terus-menerus berinfak di jalan Allah, baik di waktu lapang, mempunyai kelebihan harta setelah kebutuhannya terpenuhi, maupun sempit, yaitu tidak memiliki kelebihan, dan orang-orang yang menahan amarahnya akibat faktor apa pun yang memancing kemarahan dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan akan sangat terpuji orang yang mampu berbuat baik terhadap orang yang pernah berbuat salah atau jahat kepadanya, karena Allah mencintai, melimpahkan rahmat-Nya tiada henti kepada orang yang berbuat kebaikan. Pesan-pesan yang mirip dengan kandungan ayat ini disampaikan pula melalui Surah an-Nahl/16: 126; asy-Syura /42: 40 dan 43.", "long": "Ayat ini langsung menjelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa, yaitu: Pertama: Orang yang selalu menafkahkan hartanya baik dalam keadaan berkecukupan maupun dalam keadaan kesempitan (miskin), sesuai dengan kesanggupannya. Menafkahkan harta itu tidak diharuskan dalam jumlah yang ditentukan sehingga ada kesempatan bagi si miskin untuk memberi nafkah. Bersedekah boleh saja dengan barang atau uang yang sedikit nilainya, karena itulah apa yang dapat diberikan tetap akan memperoleh pahala dari Allah swt.\n\nDiriwayatkan oleh Aisyah Ummul Mukminin bahwa dia bersedekah dengan sebiji anggur, dan di antara sahabat-sahabat Nabi ada yang bersedekah dengan sebiji bawang. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Peliharalah dirimu dari api neraka meskipun dengan menyedekahkan sepotong kurma, dan perkenankalah permintaan seorang peminta walaupun dengan memberikan sepotong kuku hewan yang dibakar.\" (Riwayat Ahmad dalam Musnad-nya). )\n\nBagi orang kaya dan berkelapangan tentulah sedekah dan dermanya harus disesuaikan dengan kesanggupan. Sungguh amat janggal bahkan memalukan bila seorang yang berlimpah-limpah kekayaannya hanya memberikan derma dan sedekah sama banyaknya dengan pemberian orang miskin. Ini menunjukkan bahwa kesadaran bernafkah belum tertanam di dalam hatinya. Allah berfirman:\n\nHendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan. (ath-thalaq/65:7).\n\nSifat kikir yang tertanam dalam hati manusia hendaklah diberantas dengan segala macam cara dan usaha, karena sifat ini adalah musuh masyarakat nomor satu. Tak ada satu umat pun yang dapat maju dan hidup berbahagia kalau sifat kikir ini merajalela pada umat itu. Sifat kikir bertentangan dengan perikemanusiaan.\n\nOleh sebab itu Allah memerintahkan untuk menafkahkan dan menjelaskan bahwa harta yang ditunaikan zakatnya dan didermakan sebagiannya, tidak akan berkurang bahkan akan bertambah. Firman Allah:\n\nAllah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.¦ (al-Baqarah/2:276).\n\nImam Gazali menjelaskan bahwa memerangi suatu sifat yang buruk haruslah dengan membiasakan diri melawan sifat itu. Jadi kalau orang akan memberantas sifat kikir dalam dirinya hendaklah dia membiasakan berderma dan memberi pertolongan kepada orang lain. Dengan membiasakan diri akan hilanglah sifat kikirnya dengan berangsur-angsur.\n\nKedua: Orang yang menahan amarahnya. Biasanya orang yang memperturutkan rasa amarahnya tidak dapat mengendalikan akal pikirannya dan ia akan melakukan tindakan-tindakan kejam dan jahat sehingga apabila dia sadar pasti menyesali tindakan yang dilakukannya itu dan dia akan merasa heran mengapa ia bertindak sejauh itu. Oleh karenanya bila seseorang dalam keadaan marah hendaklah ia berusaha sekuat tenaga menahan rasa amarahnya lebih dahulu. Apabila ia telah menguasai dirinya kembali dan amarahnya sudah mulai reda, barulah ia melakukan tindakan yang adil sebagai balasan atas perlakuan orang terhadap dirinya.\n\nApabila seseorang telah melatih diri seperti itu maka dia tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, bahkan dia akan menganggap bahwa perlakuan yang tidak adil terhadap dirinya itu mungkin karena khilaf dan tidak disengaja dan ia akan memaafkannya. Allah menjelaskan bahwa menahan amarah itu suatu jalan ke arah takwa. Orang yang benar-benar bertakwa pasti akan dapat menguasai dirinya pada waktu sedang marah.\n\nSiti Aisyah pernah menjadi marah karena tindakan pembantunya, tetapi beliau dapat menguasai diri, karena sifat takwa yang ada padanya. Beliau berkata, \"Alangkah baiknya sifat takwa itu, ia bisa menjadi obat bagi segala kemarahan.\" Nabi Muhammad saw bersabda, \"Orang yang kuat itu bukanlah yang dapat membanting lawannya tetapi orang yang benar-benar kuat ialah orang yang dapat menahan amarahnya.\" Allah berfirman:\n\n... Dan apabila mereka marah segera memberi maaf. (asy-Syura/42:37).\n\nKetiga: Orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan kesalahan orang lain sedang kita sanggup membalasnya dengan balasan yang setimpal, adalah suatu sifat yang baik yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Mungkin hal ini sulit dipraktekkan karena sudah menjadi kebiasaan bagi manusia membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi bagi manusia yang sudah tinggi akhlak dan kuat imannya serta telah dipenuhi jiwanya dengan ketakwaan, maka memaafkan kesalahan itu mudah saja baginya.\n\nMungkin membalas kejahatan dengan kejahatan masih dalam rangka keadilan tetapi harus disadari bahwa membalas kejahatan dengan kejahatan pula tidak dapat membasmi atau melenyapkan kejahatan itu. Mungkin dengan adanya balas membalas itu kejahatan akan meluas dan berkembang.\n\nBila kejahatan dibalas dengan maaf dan sesudah itu diiringi dengan perbuatan yang baik, maka yang melakukan kejahatan itu akan sadar bahwa dia telah melakukan perbuatan yang sangat buruk dan tidak adil terhadap orang yang bersih hatinya dan suka berbuat baik. Dengan demikian dia tidak akan melakukannya lagi dan tertutuplah pintu kejahatan.\n\nKeempat: Orang yang berbuat baik. Berbuat baik termasuk sifat orang yang bertakwa maka di samping memaafkan kesalahan orang lain hendaklah memaafkan itu diiringi dengan berbuat baik kepada orang yang melakukan kesalahan.\n\nDiriwayatkan oleh al-Baihaqi, ada seorang jariah (budak perempuan) milik Ali bin Husain menolong tuannya menuangkan air dari kendi untuk mengambil wudu. Kemudian kendi itu jatuh dari tangannya dan pecah berserakan. Lalu Ali bin Husain menatap mukanya seakan-akan dia marah. Budak itu berkata, \"Allah berfirman:\n\n... Dan orang-orang yang menahan amarahnya ... (Ali 'Imran/3:134).\"\n\nAli bin Husain menjawab, \"Aku telah menahan amarah itu.\" Kemudian budak itu berkata pula, \"Allah berfirman:\n\n¦ Dan memaafkan (kesalahan) orang lain ... (Ali 'Imran/3:134).\"\n\nDijawab oleh Ali bin Husain, \"Aku telah memaafkanmu.\" Akhirnya budak, itu berkata lagi, \"Allah berfirman:\n\n¦ Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (Ali 'Imran/3:134).\"\n\nAli bin Husain menjawab, \"Pergilah kamu aku telah memerdekakanmu,\" demi mencapai keridaan Allah.\n\nDemikianlah tindakan salah seorang cucu Nabi Muhammad saw terhadap kesalahan seorang budak karena memang dia orang yang mukmin yang bertakwa, tidak saja dia memaafkan kesalahan budaknya bahkan pemberian maaf itu diiringinya dengan berbuat baik kepadanya dengan memerdekakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 428, "inSurah": 135 }, "meta": { "juz": 4, "page": 67, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0635\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena izaa fa'aloo faahishatan aw zalamooo anfusahum zakarul laaha fastaghfaroo lizunoobihim; wa mai yaghfiruz zunooba illal laahu wa lam yusirroo 'alaa maa fa'aloo wa hum ya'lamooo" } }, "translation": { "en": "And those who, when they commit an immorality or wrong themselves [by transgression], remember Allah and seek forgiveness for their sins - and who can forgive sins except Allah? - and [who] do not persist in what they have done while they know.", "id": "dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/428", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/428.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/428.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan sikap penghuni surga ketika menghadapi orang lain, maka Dia menjelaskan sikap mereka terhadap diri sendiri. Mereka adalah orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji, yaitu dosa besar yang akibatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, pembunuhan, dan riba, atau menzalimi diri sendiri dalam bentuk pelanggaran apa pun yang akibatnya hanya pada pelaku saja, baik dosa tersebut dilakukan dengan sengaja atau tidak, maka segera mengingat Allah dan bertobat, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Sungguh Allah Maha Pengampun, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan setelah bertobat mereka tidak meneruskan atau mengulangi perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui dan menyadari akibat buruk dari perbuatan dosa dan menyadarkan mereka untuk segera bertobat.", "long": "Orang yang mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri kemudian mereka segera meminta ampun kepada Allah dan tidak mengulangi lagi perbuatan itu.\n\nPara mufasir membedakan antara perbuatan keji (fahisyah) dengan menganiaya diri sendiri (dhulm). Mereka mengatakan, perbuatan keji ialah perbuatan yang bahayanya tidak saja menimpa orang yang berbuat dosa tetapi juga menimpa orang lain dan masyarakat. Menganiaya diri sendiri ialah berbuat dosa yang bahayanya hanya dirasakan oleh orang yang mengerjakan saja. Perbuatan keji seperti berzina, berjudi, memfitnah dan sebagainya. Perbuatan menganiaya diri sendiri seperti memakan makanan yang haram, memboroskan harta benda, menyia-nyiakannya dan sebagainya.\n\nMungkin seorang Muslim telanjur mengerjakan dosa besar karena kurang kuat imannya, karena godaan setan atau karena sebab-sebab lain, tetapi ia segera insaf dan menyesal atas perbuatannya kemudian ia memohon ampun kepada Allah dan bertobat dengan sebenar-benar tobat serta berjanji kepada diri sendiri tidak akan mengerjakannya lagi. Maka Allah akan menerima tobatnya dan mengampuni dosanya karena Allah adalah Maha Penerima tobat dan Maha Pengampun.\n\nBila seseorang berbuat dosa meskipun yang diperbuatnya itu bukan dosa besar tetapi mengerjakan terus menerus tanpa ada kesadaran hendak menghentikannya dan tidak ada penyesalan serta keinginan hendak bertobat kepada Allah, maka dosanya itu menjadi dosa besar. Nabi Muhammad saw pernah bersabda:\n\n\"Dosa besar tidak menjadi dosa besar bila segera meminta ampun (kepada Allah). Dan dosa kecil akan menjadi dosa besar bila selalu dikerjakan.\" (Riwayat ad-Dailami dari Ibnu Abbas).\n\nMeminta ampun kepada Allah bukan sekadar mengucapkan kalimat \"Aku memohon ampunan kepada Allah\", tetapi harus disertai dengan penyesalan serta janji kepada diri sendiri tidak akan mengerjakan dosa itu lagi. Inilah yang dinamakan tobat nasuha, tobat yang diterima oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 429, "inSurah": 136 }, "meta": { "juz": 4, "page": 67, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika jazaaa'uhum maghfiratum mir Rabbihim wa Jannaatun tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feeha; wa ni'ma ajrul 'aamileen" } }, "translation": { "en": "Those - their reward is forgiveness from their Lord and gardens beneath which rivers flow [in Paradise], wherein they will abide eternally; and excellent is the reward of the [righteous] workers.", "id": "Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/429", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/429.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/429.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga dengan penuh kenikmatan, keindahan dan kedamaian. Salah satu gambaran keindahan surga ialah di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal saleh.", "long": "Demikianlah lima sifat di antara sifat-sifat orang yang bertakwa kepada Allah yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Setiap Muslim hendaknya berusaha agar terwujud di dalam dirinya kelima sifat itu dengan sempurna karena dengan memiliki sifat-sifat itu dia akan menjadi Muslim yang dapat memberi manfaat kepada dirinya sendiri dan dapat pula memberi manfaat kepada orang lain dan kepada masyarakat, nusa dan bangsanya.\n\nOrang yang memiliki sifat-sifat itu akan dibalas Allah dengan mengampuni dosanya dan menempatkannya di akhirat kelak di dalam surga. Mereka kekal di dalamnya dan memang itulah ganjaran yang sebaik-baiknya bagi setiap orang yang beramal baik dan berusaha untuk memperbaiki dirinya, masyarakat dan umatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 430, "inSurah": 137 }, "meta": { "juz": 4, "page": 67, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0646\u064e\u0646\u064c \u0641\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad khalat min qablikum sunanum faseeroo fil ardi fanzuroo kaifa kaana 'aaqiba tul mukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Similar situations [as yours] have passed on before you, so proceed throughout the earth and observe how was the end of those who denied.", "id": "Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/430", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/430.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/430.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah meminta manusia tidak mengulangi dan larut dalam dosa, ayat ini meminta mereka memerhatikan keadaan umat terdahulu dan kesudahan mereka. Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah Allah, yaitu hukum-hukum kemasyarakatan yang tidak mengalami perubahan, yaitu barang siapa melanggar perintah Allah dan RasulNya akan merugi, dan yang menegakkannya akan sukses. Karena itu berjalanlah kamu ke segenap penjuru bumi dan perhatikanlah bukti-bukti sejarah yang ada, untuk dijadikan pelajaran bagaimana kesudahan dan akibat buruk yang dialami orang yang mendustakan para rasul.", "long": "Sunah Allah atau sunatullah artinya ketentuan yang berlaku bahwa yang hak pada akhirnya akan menang dan yang batil akan kalah. Secara umum ayat ini masih dalam rangka uraian tentang Perang Uhud (yang dimulai dari ayat 121). Mengenai kejadian-kejadian yang penting dan sikap orang-orang kafir terhadap orang-orang mukmin yang berakhir dengan kemenangan orang-orang mukmin, berkat keimanan dan kesabaran dalam menghadapi segala macam bahaya dan rintangan untuk mempertahankan dan menegakkan kebenaran.\n\nSunatullah (ketentuan yang berlaku) terhadap makhluk-Nya yang berupa kejayaan atau kemunduran, tidak pernah berubah dan selalu terulang atau terjadi pada setiap umat yang berada pada sebab-sebab yang sama. Dengan demikian, semenjak umat-umat dahulu sebelum umat Muhammad, tetap berlaku sampai sekarang. Oleh karena itu, kita dituntun agar melakukan perjalanan dan penyelidikan di bumi, sehingga kita mengambil kesimpulan bahwa Allah dalam ketentuan-Nya telah mengaitkan antara sebab dengan musababnya. Misalnya kalau seseorang ingin kaya, maka ia harus mengusahakan sebab-sebab yang bisa mendatangkan kekayaan. Kalau ingin menang dalam peperangan hendaklah dipersiapkan segala sebab untuk mendapatkan kemenangan, baik dari segi materinya maupun dari segi taktik dan sebagainya. Kalau ingin bahagia di dunia dan akhirat, perbuatlah sebab-sebab untuk memperolehnya, dan demikianlah seterusnya. \n\nAyat 137 ini menyuruh kita menyelidiki dan memperhatikan sebab-sebab diturunkannya azab kepada orang yang mendustakan kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 431, "inSurah": 138 }, "meta": { "juz": 4, "page": 67, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haazaa bayaanul linnaasi wa hudanw wa maw'izatul lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "This [Qur'an] is a clear statement to [all] the people and a guidance and instruction for those conscious of Allah.", "id": "Inilah (Al-Qur'an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/431", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/431.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/431.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah pesan-pesan AL-Quran, suatu keterangan yang jelas, yang menghilangkan keraguan untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk ke jalan yang benar serta pelajaran untuk diambil hikmah bagi orang-orang yang bertakwa.", "long": "Apa yang tersebut pada ayat 137 adalah peringatan bagi semua manusia dan petunjuk serta pelajaran orang-orang bertakwa. Ulama tafsir mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah memperingatkan kaum Muslimin bahwa kekalahan mereka dalam Perang Uhud adalah pelajaran bagi umat Islam, dan berlakunya ketentuan sunah Allah.\n\nMereka menang dalam Perang Badar, karena mereka menjalankan dan mematuhi perintah Nabi. Dalam Perang Uhud pun mereka hampir saja memperoleh kemenangan tetapi oleh karena mereka lalai dan tidak lagi mematuhi perintah Nabi, akhirnya mereka terkepung dan diserang dari belakang oleh tentara musuh yang jauh lebih banyak jumlahnya, sehingga gugurlah puluhan syuhada dari kaum Muslimin, dan Nabi sendiri menderita luka dan pecah salah satu giginya." } } }, { "number": { "inQuran": 432, "inSurah": 139 }, "meta": { "juz": 4, "page": 67, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tahinoo wa laa tahzanoo wa antumul a'lawna in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "So do not weaken and do not grieve, and you will be superior if you are [true] believers.", "id": "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/432", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/432.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/432.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sunatullah dan bagaimana kesudahan orangorang yang melanggar sunatullah tersebut, pada ayat ini Allah memberi motivasi agar kesedihan akibat kegagalan dalam Perang Uhud tidak berkepanjangan. Dan janganlah kamu merasa lemah menghadapi musuh, dan jangan pula bersedih hati karena kekalahan dalam Perang Uhud, sebab kamu paling tinggi derajatnya di sisi Allah, jika kamu orang beriman dengan sebenar-benarnya.", "long": "Ayat ini menghendaki agar kaum Muslimin jangan bersifat lemah dan bersedih hati, meskipun mereka mengalami pukulan berat dan penderitaan yang cukup pahit dalam Perang Uhud, karena kalah atau menang dalam suatu peperangan adalah hal biasa yang termasuk dalam ketentuan Allah. Yang demikian itu hendaklah dijadikan pelajaran. Kaum Muslimin dalam peperangan sebenarnya mempunyai mental yang kuat dan semangat yang tinggi serta lebih unggul jika mereka benar-benar beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 433, "inSurah": 140 }, "meta": { "juz": 4, "page": 67, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0631\u0652\u062d\u064c \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u062d\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064f \u0646\u064f\u062f\u064e\u0627\u0648\u0650\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iny-yamsaskum qarhum faqad massal qawma qarhum misluh; wa tilkal ayyaamu nudaawiluhaa bainan naasi wa liya'lamal laahul lazeena aamanoo wa yattakhiza minkum shuhadaaa'; wallaahu laa yuh ibbuz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "If a wound should touch you - there has already touched the [opposing] people a wound similar to it. And these days [of varying conditions] We alternate among the people so that Allah may make evident those who believe and [may] take to Himself from among you martyrs - and Allah does not like the wrongdoers -", "id": "Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/433", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/433.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/433.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu pada Perang Uhud mendapat luka, maka mereka pun pada Perang Badar mendapat luka yang serupa. Dan masa kejayaan dan kehancuran, kemenangan dan kekalahan itu, Kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran bahwa Allah pengatur segalanya, dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman dengan orangorang kafir dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya gugur sebagai syuhada, yaitu orang-orang yang disaksikan keagungannya atau menjadi saksi kebenaran. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim sehingga tidak menjadikan mereka syuhada", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kaum Muslimin jika menderita luka atau menemui ajalnya, maka orang kafir juga telah mengalami hal yang sama dalam Perang Badar. Demikianlah menang dan kalah dalam peperangan adalah hal yang dipergilirkan oleh Allah di antara manusia. Kemenangan dan kekalahan, kejayaan dan kemunduran, merupakan keadaan yang silih berganti akan dialami setiap umat atau manusia. Karena itu mereka mestinya selalu dapat mengambil petunjuk dari keadaan ini, agar mereka mendapat pelajaran, dan agar Allah membedakan antara orang yang beriman dengan orang-orang kafir, dan juga memberikan kepada kaum Muslimin kebahagian mati syahid yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah, karena mereka rela mengorbankan jiwa raga demi membela kebenaran, dan Allah tidak menyukai orang yang berbuat zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 434, "inSurah": 141 }, "meta": { "juz": 4, "page": 68, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0645\u064e\u062d\u0651\u0650\u0635\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u0652\u062d\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa liyumahhisal laahul lazeena aamanoo wa yamhaqal kaafireen" } }, "translation": { "en": "And that Allah may purify the believers [through trials] and destroy the disbelievers.", "id": "dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/434", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/434.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/434.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan kegagalan umat Islam dalam Perang Uhud adalah agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman dari dosa dan kesalahan mereka, dan membinasakan, mengurangi sedikit demi sedikit jumlah orang-orang kafir.", "long": "Peristiwa musibah kaum Muslimin pada Perang Uhud sesudah mereka menang dalam Perang Badar sebelumnya, adalah juga dimaksudkan untuk membedakan orang yang benar-benar beriman dari kaum munafik dan untuk membersihkan hati orang mukmin yang masih lemah, sehingga benar-benar menjadi orang yang ikhlas, bersih dari dosa.\n\nDerajat keimanan seseorang itu masih tersamar, dan tidak jelas hakikatnya kecuali melalui ujian berat. Kalau ia lulus dalam ujian itu, maka ia bisa dikatakan sebagai orang yang bersih dan suci, sebagaimana halnya emas, baru dapat diketahui keasliannya sesudah diasah, dibakar dan diuji dengan air keras.\n\nPasukan pemanah melanggar perintah Nabi saw dalam Perang Uhud dengan meninggalkan posnya di atas gunung, lalu turut memperebutkan harta rampasan. Karena itu pasukan Muslimin akhirnya terpukul mundur, dikocar-kacirkan oleh musuh. Peristiwa ini menjadi satu pelajaran bagi kaum Muslimin untuk menyadarkan mereka bahwa umat Islam diciptakan bukanlah untuk bermain-main, berfoya-foya, bermalas-malasan, menimbun kekayaan, melainkan harus bersungguh-sungguh beramal, menaati perintah Nabi saw dan tidak melanggarnya, apa pun yang akan terjadi.\n\nKeikhlasan hati kaum Muslimin dan ketaatannya kepada perintah Nabi dapat dibuktikan ketika terjadi perang Hamraul Asad sesudah terpukul dalam Perang Uhud. Nabi saw memerintahkan bahwa orang-orang yang dibolehkan ikut pada perang Hamraul Asad ialah orang-orang yang pernah ikut dalam Perang Uhud. Mereka dengan segala senang hati mematuhi perintah Nabi dengan kemauan yang sungguh-sungguh dan ikhlas sekalipun di antara mereka masih ada yang mengalami luka-luka yang parah, hati yang sedih dan gelisah. Sebaliknya orang-orang kafir menderita kehancuran karena hati mereka kotor, masih bercokol di dalamnya sifat-sifat sombong dan takabur, akibat kemenangan yang diperolehnya." } } }, { "number": { "inQuran": 435, "inSurah": 142 }, "meta": { "juz": 4, "page": 68, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am hasibtum an tadkhulul Jannnata wa lammaa ya'lamil laahul lazeena jaahadoo minkum wa ya'lamas saabireen" } }, "translation": { "en": "Or do you think that you will enter Paradise while Allah has not yet made evident those of you who fight in His cause and made evident those who are steadfast?", "id": "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/435", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/435.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/435.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan Perang Uhud, maka pada ayat ini Allah jelaskan prinsip umum perjuangan untuk mendapatkan surga. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, sebagai anugerah dari Allah, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad, yaitu: berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang Islam; memerangi hawa nafsu; mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam; atau memberantas kejahatan dan menegakkan kebenaran, di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar dalam berjihad, sedangkan kesabaran adalah syarat keberhasilan dalam berjihad", "long": "Ulama-ulama tafsir menerangkan bahwa setelah Nabi saw, mengetahui persiapan pihak Quraisy berupa pasukan yang berjumlah besar untuk menyerang kaum Muslimin sebagai balasan atas kekalahan mereka dalam Perang Badar, maka Nabi saw bermusyawarah dengan para sahabatnya, apakah mereka akan bertahan saja di kota Medinah ataukah akan keluar untuk bertempur di luar kota.\n\nMeskipun Nabi sendiri lebih condong untuk bertahan di kota Medinah, namun beliau mengikuti pendapat terbanyak yang menghendaki agar menyerang musuh di luar kota. Dengan demikian Rasulullah saw keluar kota ke bukit Uhud dengan pasukan sebanyak 1.000 orang untuk melawan orang Quraisy yang berjumlah lebih dari 3.000 orang. Pasukan Muslimin yang jauh lebih sedikit ini hampir memperoleh kemenangan, tetapi akhirnya suasana berbalik menjadi kegagalan disebabkan kurang sabar mematuhi perintah Rasulullah sebagai komandan dalam peperangan itu.\n\nBanyak korban berguguran di sana-sini dan ada pula yang lari ketakutan. Nabi sendiri terdesak dan terancam, bahkan tersiar berita bahwa Nabi saw telah terbunuh. Yang terbunuh sebagai syuhada ialah para sahabatnya seperti Abu Dujanah, thalhah bin 'Ubaidillah, Ummu 'Imarah dan lain-lain yang telah mengorbankan diri dan nyawa mereka sebagai perisai Rasulullah. Terbunuh juga dalam Perang Uhud, Hamzah bin 'Abdul Muthalib, paman Rasul yang dicintainya. Pada ayat 142, Allah mengatakan, \"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.\"\n\nIni adalah satu celaan dan koreksi Tuhan terhadap sebagian kaum Muslimin yang turut dalam Perang Uhud itu, yaitu kepada orang-orang yang semula ingin berperang dengan semangat berapi-api dan mendorong Rasulullah, agar keluar kota untuk memerangi pihak Quraisy dan jangan hanya bertahan di kota Medinah saja. Mereka dengan tegas menyatakan sanggup berbuat segala sesuatu untuk menghadapi musuh meskipun mereka akan mati seperti pahlawan-pahlawan Badar. Tetapi nyatanya setelah mereka berada dalam suasana yang sulit dan keadaan gawat, bukan saja mereka kehilangan semangat dan tidak dapat melaksanakan apa yang tadinya mereka nyatakan kepada Rasulullah, bahkan kebanyakan dari mereka sudah kehilangan pegangan, terkecuali sebagian yang memang semangat tempur dan juangnya bernyala-nyala terus, karena keteguhan keyakinan dan keimanan yang tidak dapat digoyahkan oleh keadaan dan suasana apa pun juga. Mereka inilah pembela-pembela Rasulullah, pembela Islam dan kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 436, "inSurah": 143 }, "meta": { "juz": 4, "page": 68, "manzil": 1, "ruku": 55, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad kuntum tamannnawnal mawta min qabli an talqawhu faqad ra aitumoohu wa antum tanzuroon" } }, "translation": { "en": "And you had certainly wished for martyrdom before you encountered it, and you have [now] seen it [before you] while you were looking on.", "id": "Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh, telah melihatnya dan kamu menyaksikannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/436", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/436.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/436.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengkritik orang-orang yang meninggalkan medan Perang Uhud padahal mereka telah berjanji siap mati syahid sebagaimana syuhada Badar. Dan kamu benar-benar mengharapkan mati syahid sebelum kamu menghadapinya dalam Perang Uhud; maka sekarang kamu sungguh telah melihatnya, yakni apa yang kamu harapkan itu, dan kamu menyaksikannya, yakni kematian itu dengan mata kepala kamu.", "long": "Kaum Muslimin sebelum terjadi Perang Uhud berjanji akan mati syahid mengikuti jejak para syuhada Badar. Tetapi mereka tidak menepati janji itu ketika melihat dahsyatnya pertempuran. Sebagai puncak dari kesukaran yang dihadapi oleh kaum Muslimin dalam Perang Uhud, ialah tersiarnya berita Rasulullah telah terbunuh. Ketika itu orang-orang yang lemah imannya ingin memperoleh jasa-jasa baik dari 'Abdullah bin Ubai, kepala kaum munafik di Medinah, agar dia berusaha mendapat perlindungan dari Abu Sufyan, bahkan ada pula yang berteriak seraya berkata, \"Kalau Muhammad sudah mati, marilah kita kembali saja kepada agama kita semula.\" Dalam keadaan kalut sahabat Nabi (Anas bin an-Nadhar) berbicara, \"Andaikata Muhammad telah terbunuh, maka Tuhan Muhammad tidak akan terbunuh. Untuk apa kamu hidup sesudah terbunuhnya Rasulullah? Marilah kita terus berperang, meskipun beliau telah mati.\" Kemudian Anas bin an-Nadhar berdoa meminta ampun kepada Tuhan karena perkataan orang-orang yang lemah iman itu, lalu ia mengambil pedangnya dan terus bertempur sehingga ia mati syahid." } } }, { "number": { "inQuran": 437, "inSurah": 144 }, "meta": { "juz": 4, "page": 68, "manzil": 1, "ruku": 56, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u062a\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e \u0627\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0642\u0650\u0628\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa Muhammadun illaa Rasoolun qad khalat min qablihir Rusul; afa'im maata aw qutilan qalabtum 'alaaa a'qaabikum; wa mai yanqalib 'alaa aqibihi falai yadurral laaha shai'aa; wa sayajzil laahush shaakireen" } }, "translation": { "en": "Muhammad is not but a messenger. [Other] messengers have passed on before him. So if he was to die or be killed, would you turn back on your heels [to unbelief]? And he who turns back on his heels will never harm Allah at all; but Allah will reward the grateful.", "id": "Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/437", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/437.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/437.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika beredar berita bahwa Nabi gugur dalam Perang Uhud, pasukan muslim yang imannya lemah meninggalkan medan perang bahkan ada yang kembali kafir dan minta perlindungan Abu Sufyan, pemimpin pasukan kafir. Allah kemudian mengingatkan bahwa Nabi Muhammad hanyalah seorang Rasul yang suatu saat pasti akan meninggal dunia sebagaimana sebelumnya telah berlalu, yakni telah meninggal dunia, beberapa rasul baik karena terbunuh atau sakit biasa. Apakah jika dia wafat atau dibunuh lalu kamu berbalik ke belakang meninggalkan Islam dan menjadi murtad? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun, tetapi ia sendiri yang akan rugi dan celaka karena kembali kepada kesesatan. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur, yang tetap mempertahankan iman dan melaksanakan tugas dengan baik dalam situasi terancam sekalipun.", "long": "Muhammad hanyalah seorang Rasul Allah. Kalau dia mati terbunuh, maka itu adalah hal biasa sebagaimana telah terjadi pula pada nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumnya. Ada yang mati biasa dan ada yang terbunuh. Mengapa ada di antara kaum Muslimin yang murtad disebabkan mendengar berita Muhammad telah mati terbunuh? Ketahuilah bahwa orang yang murtad tidak akan menimbulkan sesuatu mudarat kepada Allah. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur kepada-Nya. Pengertian bersyukur biasa diartikan terima kasih. Berterima kasih dalam ayat ini bukanlah sekedar ucapan, tetapi dengan suatu perbuatan dan bukti yang nyata.\n\nBersyukur kepada manusia ialah berbuat baik kepadanya sebagai balas jasa, sedang bersyukur kepada Allah ialah berbakti kepada-Nya, sesuai dengan perintah-Nya. Di dalam menegakkan kebenaran, kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh, berjuang dengan penuh iman dan kesabaran dan rela menerima segala macam cobaan dan penderitaan. Orang-orang semacam inilah yang benar-benar bersyukur kepada Allah dan yang pasti akan mendapat balasan yang dijanjikan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 438, "inSurah": 145 }, "meta": { "juz": 4, "page": 68, "manzil": 1, "ruku": 56, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0624\u064e\u062c\u0651\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652 \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652 \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0646\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana linafsin an tamoota illaa bi iznillaahi kitaabam mu'ajjalaa; wa mai yurid sawaabad dunyaa nu'tihee minhaa wa mai yurid sawaabal Aakhirati nu'tihee minhaa; wa sanajzish shaakireen" } }, "translation": { "en": "And it is not [possible] for one to die except by permission of Allah at a decree determined. And whoever desires the reward of this world - We will give him thereof; and whoever desires the reward of the Hereafter - We will give him thereof. And we will reward the grateful.", "id": "Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/438", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/438.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/438.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagian pasukan muslim lari dari medan Perang Uhud karena takut mati. Mereka lupa bahwa setiap yang bernyawa tidak akan mati dengan sebab apa pun kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya sehingga tidak bisa disegerakan dengan tetap bertahan dalam medan pertempuran atau ditunda dengan meninggalkan medan perang. Barang siapa berperang dan berusaha karena menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya sebagian pahala dunia itu bagi siapa yang Kami kehendaki, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan pula kepadanya pahala akhirat itu sebagai anugerah Kami atas syukur mereka yang telah menggunakan nikmat Kami sebagaimana seharusnya, dan pasti Kami akan memberi balasan kebaikan kepada orang-orang yang bersyukur (Lihat: Surah al-Isra '/17: 18-19)", "long": "Allah menyatakan, \"Semua yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin-Nya, tepat pada waktunya sesuai dengan yang telah ditetapkan-Nya.\" Artinya: persoalan mati itu hanya di tangan Tuhan, bukan di tangan siapa-siapa atau di tangan musuh yang ditakuti. Ini merupakan teguran kepada orang-orang mukmin yang lari dari medan Perang Uhud karena takut mati, dan juga merupakan petunjuk bagi setiap umat Islam yang sedang berjuang di jalan Allah. Seterusnya Allah memberikan bimbingan kepada umat Islam bagaimana seharusnya berjuang di jalan Allah dengan firman-Nya:\n\n... Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu,¦(Ali 'Imran/3:145).\n\nIni berarti setiap orang Islam harus meluruskan dan membetulkan niatnya dalam melaksanakan setiap perjuangan. Kalau niatnya hanya sekedar untuk memperoleh balasan dunia, maka biar bagaimanapun besar perjuangannya, maka balasannya hanya sekedar yang bersifat dunia saja. Dan barang siapa yang niatnya untuk mendapat pahala akhirat, maka Allah akan membalasnya dengan pahala akhirat. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur yaitu orang-orang yang mematuhi perintah-Nya dan selalu mendampingi Nabi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 439, "inSurah": 146 }, "meta": { "juz": 4, "page": 68, "manzil": 1, "ruku": 56, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0631\u0650\u0628\u0651\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0639\u064f\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ka aiyim min Nabiyyin qaatala ma'ahoo ribbiyyoona kaseerun famaa wahanoo limaaa Asaabahum fee sabeelil laahi wa maa da'ufoo wa mas takaanoo; wallaahu yuhibbus saabireen" } }, "translation": { "en": "And how many a prophet [fought and] with him fought many religious scholars. But they never lost assurance due to what afflicted them in the cause of Allah, nor did they weaken or submit. And Allah loves the steadfast.", "id": "Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/439", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/439.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/439.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih berisi kritikan terhadap pasukan Islam yang tidak taat kepada perintah Rasulullah dalam Perang Uhud dengan memaparkan keadaan nabi dan umat terdahulu. Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikutnya yang bertakwa juga terluka dan terbunuh. Tetapi mereka, yakni para pengikut nabi tersebut, tidak menjadi lemah kondisi fisiknya karena bencana kekalahan yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak pula menyerah kepada musuh dengan meminta perlindungan kepada mereka. Dan Allah mencintai, serta memberi anugerah kepada orang-orang yang sabar dalam menjalankan kewajiban dan menghadapi musuh.", "long": "Allah kembali memberikan koreksi kepada sebagian pengikut Nabi Muhammad saw yang lemah dan tidak setia dalam Perang Uhud dengan mengemukakan keadaan umat nabi-nabi sebelumnya bahwa dalam jihad fisabilillah, semangat dan iman mereka tetap kuat, tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah di kala menderita bencana. Orang-orang semacam itulah yang dicintai Allah karena kesabarannya." } } }, { "number": { "inQuran": 440, "inSurah": 147 }, "meta": { "juz": 4, "page": 68, "manzil": 1, "ruku": 56, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0641\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana qawlahum illaa an qaaloo Rabbanagh fir lanaa zunoobanaa wa israafanaa feee amirnaa wa sabbit aqdaamanaa wansurnaa 'alal qawmil kaafireen" } }, "translation": { "en": "And their words were not but that they said, \"Our Lord, forgive us our sins and the excess [committed] in our affairs and plant firmly our feet and give us victory over the disbelieving people.\"", "id": "Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/440", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/440.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/440.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan kondisi fisik dan semangat pantang menyerah pengikut nabi terdahulu, lalu dalam ayat ini Dia menjelaskan situasi batin mereka yang tercermin pada ungkapan mereka. Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, \"Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dan melampaui batas hukum yang ditetapkan Allah dalam urusan kami berkaitan dengan persiapan perang, dan tetapkanlah pendirian kami supaya tidak berubah niat dan tujuan kami, dan tolonglah, anugerahkan kemenangan kepada kami atas orang-orang kafir.\"", "long": "Mereka di samping kesabaran dan ketabahan berjihad fisabilillah bersama Nabi, tidak lupa mengadakan hubungan langsung dengan Allah swt dengan berdoa agar dosanya dan tindakan yang berlebih-lebihan diampuni oleh Tuhan, pendiriannya ditetapkan agar mereka dimenangkan terhadap orang-orang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 441, "inSurah": 148 }, "meta": { "juz": 4, "page": 68, "manzil": 1, "ruku": 56, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aataahumul laahu sawaabad dunyaa wa husna sawaabil Aakhirah; wallaahu yuhibbul muhsineen" } }, "translation": { "en": "So Allah gave them the reward of this world and the good reward of the Hereafter. And Allah loves the doers of good.", "id": "Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/441", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/441.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/441.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Allah mengabulkan doa mereka dan memberi mereka pahala di dunia berupa kemenangan, memperoleh harta rampasan perang, nama baik dan kehormatan, dan pahala yang baik di akhirat, yaitu surga dan keridaan Allah. Dan Allah mencintai, memberi anugrah kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.", "long": "Oleh karena kesungguhan, keikhlasan, keteguhan iman dan kesabaran para pengikut nabi-nabi yang terdahulu dalam menghadapi segala macam penderitaan dalam memperjuangkan kebenaran di jalan Allah, maka Allah memberikan kepada mereka balasan dunia dan pahala yang setimpal di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 442, "inSurah": 149 }, "meta": { "juz": 4, "page": 69, "manzil": 1, "ruku": 57, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa 'aiyuhal lazeena aamanoo in tutee'ullazeena kafaroo yaruddookum 'alaaa a'qaabkum fatanqaliboo khaasireen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, if you obey those who disbelieve, they will turn you back on your heels, and you will [then] become losers.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/442", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/442.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/442.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa orang yang berbuat kebaikan akan mendapatkan anugerah di dunia maupun akhirat, ayat ini mengingatkan bahwa mengikuti orang-orang kafir akan mengakibatkan kerugian bahkan kegagalan. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati dan tunduk pada saran orang-orang yang kafir yang bertentangan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang, yaitu murtad. Jika hal itu kamu lakukan maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi di dunia dan akhirat.", "long": "Menurut Ali bin Abi Talib, ayat ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa orang-orang mukmin ketika mendapat pukulan berat dalam Perang Uhud sehingga orang-orang munafik berkata kepada mereka, \"Kembalilah kamu kepada saudara-saudara kamu dan masuklah agama mereka.\" Dengan demikian yang dimaksud dengan orang-orang kafir dalam ayat ini ialah orang-orang munafik.\n\nAyat ini memperingatkan setiap orang beriman kepada Allah baik yang telah mengalami penderitaan dalam Perang Uhud maupun lainnya di setiap masa dan tempat, tetap selalu waspada agar tidak terperosok kepada sikap lemah, menyerah dan mengikuti bujukan berbisa dari orang-orang kafir, munafik Yahudi, karena akibatnya akan menimbulkan bahaya dan kerugian yang sangat besar." } } }, { "number": { "inQuran": 443, "inSurah": 150 }, "meta": { "juz": 4, "page": 69, "manzil": 1, "ruku": 57, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balil laahu mawlaakum wa Huwa khairun naasireen" } }, "translation": { "en": "But Allah is your protector, and He is the best of helpers.", "id": "Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/443", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/443.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/443.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan kamu ikuti saran orang-orang kafir, tetapi ikutilah aturan Allah, karena hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik.", "long": "Kaum Muslimin agar taat kepada Allah karena Dialah Pelindung mereka yang terbaik. Janganlah mereka mengikuti orang-orang kafir seperti Abu Sufyan dan kawan-kawannya (pada waktu itu), atau orang-orang munafik seperti 'Abdullah bin Ubai atau orang-orang kafir dan munafik lainnya yang akan menyesatkan dan menjerumuskan mereka ke jurang yang sangat berbahaya." } } }, { "number": { "inQuran": 444, "inSurah": 151 }, "meta": { "juz": 4, "page": 69, "manzil": 1, "ruku": 57, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0646\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0639\u0652\u0628\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u06da \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sanulqee fee quloobil lazeena kafarur ru'ba bimaaa ashrakoo billaahi maa lam yunazzil bihee sultaana-nw wa maawaahumun Naar; wa bi'sa maswaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "We will cast terror into the hearts of those who disbelieve for what they have associated with Allah of which He had not sent down [any] authority. And their refuge will be the Fire, and wretched is the residence of the wrongdoers.", "id": "Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/444", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/444.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/444.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ditegaskan bahwa Allah adalah penolong yang terbaik, di sini dijelaskan salah satu bentuk pertolongan dimaksud. Yaitu akan Kami lindungi dan tolong kamu dengan masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, untuk menyerang kaum muslim, hal itu karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka setelah meninggal dunia ialah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal yang abadi bagi orang-orang zalim.", "long": "Bentuk pertolongan Allah yang diberikan kepada orang mukmin, dengan membisikkan ke dalam hati orang kafir rasa takut untuk melanjutkan peperangan, karena mereka mempersekutukan Allah. Tempat mereka neraka dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang zalim.\n\nMemang bagaimanapun hebat dan gagah perkasanya seseorang, ia akan merasa lemah dan tidak dapat berbuat sesuatu, apabila ia telah dihinggapi oleh perasaan takut." } } }, { "number": { "inQuran": 445, "inSurah": 152 }, "meta": { "juz": 4, "page": 69, "manzil": 1, "ruku": 57, "hizbQuarter": 27, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u062d\u064f\u0633\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0634\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u06da \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad sadaqakumul laahu wa'dahooo iz tahussoo nahum bi iznihee hattaaa izaa fashiltim wa tanaaza'tum fil amri wa 'asaitum mim ba'di maaa araakum maa tuhibboon; minkum mai yureedud dunyaa wa minkum mai yureedul Aakhirah; summa sarafakum 'anhum sarafakum 'anhum liyabtaliyakum wa laqad 'afaa 'ankum; wallaahu zoo fadlin 'alal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And Allah had certainly fulfilled His promise to you when you were killing the enemy by His permission until [the time] when you lost courage and fell to disputing about the order [given by the Prophet] and disobeyed after He had shown you that which you love. Among you are some who desire this world, and among you are some who desire the Hereafter. Then he turned you back from them [defeated] that He might test you. And He has already forgiven you, and Allah is the possessor of bounty for the believers.", "id": "Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/445", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/445.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/445.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Rasulullah dan para sahabat kembali dari Perang Uhud, timbul pertanyaan antara mereka mengenai sebab kegagalan dalam Perang Uhud, padahal Allah sudah menjanjikan kemenangan. Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu sebagaimana yang terjadi pada saat awal Perang Uhud, yaitu ketika kamu membunuh pemegang panji mereka, orang kafir dan tujuh orang lainnya dengan izin-Nya, sampai pada saat kamu lemah, dan takut karena ada sebagian pasukan yang lari dari medan perang, sehingga mendahulukan meraih harta rampasan perang atas ketaatan kepada Rasulullah Muhammad dan berselisih dalam urusan berebut harta rampasan perang itu dan mengabaikan perintah Rasul agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditetapkan, walau dalam situasi bagaimanapun.\r\nPeristiwa tersebut terjadi setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia berupa harta rampasan perang dan di antara kamu ada pula orang yang menghendaki akhirat dengan menaati perintah Rasulullah, seperti komandan pasukan pemanah, yaitu Abdullah bin Jubair. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka dengan menggagalkan kemenangan yang sudah hampir diraih untuk mengujimu siapa yang kuat imannya dan siapa yang lemah. Tetapi ketahuilah Dia benar-benar telah memaafkan kesalahan kamu dalam Perang Uhud. Dan Allah mempunyai karunia yang banyak yang diberikan kepada orang-orang mukmin yang beriman dengan sebenar-benarnya.", "long": "Allah telah memenuhi segala apa yang telah dijanjikan kepada hambanya yang beriman, di mana mereka telah sampai kepada suatu tahap kemenangan dengan menghancurkan kekuatan musuh yang jauh lebih banyak jumlah dan persiapannya. Tetapi karena mereka kurang sabar, kurang patuh dan kurang disiplin terhadap komando Muhammad yang memerintahkan agar setiap regu, terutama regu pemanah jangan meninggalkan tempatnya masing-masing sebelum ada perintah, tetapi banyak di antara mereka yang melanggarnya, bahkan mereka berselisih karena menghendaki harta dunia, yakni mengejar harta rampasan perang, maka terjadilah apa yang terjadi, musuh kembali menjadi kuat, karena telah merebut tempat-tempat strategis, akhirnya kaum Muslimin menjadi lemah, sehingga mengalami penderitaan disebabkan perbuatan dan tingkah laku mereka sendiri, sebagai ujian dari Allah terhadap keimanan, kesabaran dan kedisiplinan mereka.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan apa yang telah terjadi dan mereka telah menyesali kesalahan-kesalahan itu, dan Allah telah mengampuni mereka, karena Allah selalu memberikan karunia-Nya kepada orang-orang mukmin.\n\nPara ahli tafsir menguraikan apa yang dimaksud dengan janji Allah yang disebutkan dalam ayat ini sebagai berikut:\n\n1.Janji Allah akan menolong kaum mukminin dalam Perang Uhud dengan mengirimkan bala bantuan sebanyak lima ribu malaikat, kalau mereka sabar dan bertakwa. \n\n2.Janji Allah akan memberi kemenangan yang disampaikan oleh Nabi kepada regu pemanah selama mereka tidak meninggalkan tempatnya. Tetapi rupanya banyak yang meninggalkan tempat.\n\n3. Janji Allah akan menolong setiap orang mukmin yang bersabar dan bertakwa yang banyak disebutkan dalam beberapa ayat dan surah dalam Al-Qur'an\n\nKalau kita perhatikan tiga pendapat tersebut di atas, tidaklah bertentangan satu dengan yang lain, hanya tinjauannya dari segi yang berlainan. Pendapat yang pertama meninjau dari segi historisnya dan hubungan ayat 152 ini dengan ayat 125. Pendapat yang kedua meninjau dari segi kenyataan historis tentang pelanggaran mereka terhadap taktik perang, yang telah diperintahkan oleh Rasulullah kepada mereka, pendapat yang ketiga meninjau secara umum, karena di dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menjanjikan bantuan dan pertolongan kepada orang yang beriman, sabar dan bertakwa kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 446, "inSurah": 153 }, "meta": { "juz": 4, "page": 69, "manzil": 1, "ruku": 57, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064f\u0635\u0652\u0639\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0644\u0652\u0648\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062b\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0645\u0651\u064b\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u0645\u0651\u064d \u0644\u0651\u0650\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz tus'idoona wa laa talwoona 'alaaa ahadinw war Rasoolu yad'ookum feee ukhraakum fa asaabakum ghammam bighammil likailaa tahzanoo 'alaa maa faatakum wa laa maaa asaabakum; wallaahu khabeerum bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "[Remember] when you [fled and] climbed [the mountain] without looking aside at anyone while the Messenger was calling you from behind. So Allah repaid you with distress upon distress so you would not grieve for that which had escaped you [of victory and spoils of war] or [for] that which had befallen you [of injury and death]. And Allah is [fully] Acquainted with what you do.", "id": "(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/446", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/446.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/446.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa Allah memaafkan kesalahan mereka dalam Perang Uhud, lalu disebutkan kesalahan yang dimaksud. Ingatlah ketika sebagian kamu lari meninggalkan pertempuran dan tidak menoleh kepada siapa pun akibat rasa takut yang berlebihan, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawan-mu yang lain bertahan di medan perang memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, yaitu kabar wafatnya Rasulullah, luka kamu, gugurnya sahabat-sahabat kamu, dan kegagalan meraih kemenangan dalam perang, agar kamu tidak bersedih hati lagi terhadap apa yang luput dari kamu, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang, dan terhadap apa yang menimpamu, yakni luka kamu dan gugurnya sahabat-sahabat kamu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.", "long": "Kejadian-kejadian yang penting di barisan kaum Muslimin dalam Perang Uhud, yaitu: sebab-sebab kegagalan mereka, ketika sebagian besar dari mereka lari, sedang Rasul memanggil mereka dari belakang agar jangan berbuat demikian dan kembali ke pasukan masing-masing, tetapi mereka tidak mengindahkannya. Oleh karena itu, mereka ditimpa penderitaan yang cukup berat. Kalau mereka sadari apa yang telah mereka perbuat pada waktu itu, tentulah mereka tidak akan bersedih hati atau heran, mengapa mereka menjadi gagal dalam Perang Uhud, Allah Maha Mengetahui semua apa yang akan mereka perbuat." } } }, { "number": { "inQuran": 447, "inSurah": 154 }, "meta": { "juz": 4, "page": 70, "manzil": 1, "ruku": 57, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u0646\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0633\u064b\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0645\u064e\u062d\u0651\u0650\u0635\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Summa anzala 'alaikum mim ba'dil ghammi amanatan nu'aasai yaghshaa taaa' ifatam minkum wa taaa'ifatun qad ahammathum anfusuhum yazunnoona billaahi ghairal haqqi zannal jaahiliyyati yaqooloona hal lanaa minal amri min shai'; qul innal amra kullahoo lillaah; yukhfoona fee anfusihim maa laa yubdoona laka yaqooloona law kaana lanaa minal amri shai'ummaa qutilnaa haahunaa; qul law kuntum fee buyootikum labarazal lazeena kutiba 'alaihimul qatlu ilaa madaaji'ihim wa liyabtaliyal laahu maa fee sudoorikum wa liyumah hisa maa fee quloobikum; wallaahu 'aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "Then after distress, He sent down upon you security [in the form of] drowsiness, overcoming a faction of you, while another faction worried about themselves, thinking of Allah other than the truth - the thought of ignorance, saying, \"Is there anything for us [to have done] in this matter?\" Say, \"Indeed, the matter belongs completely to Allah.\" They conceal within themselves what they will not reveal to you. They say, \"If there was anything we could have done in the matter, some of us would not have been killed right here.\" Say, \"Even if you had been inside your houses, those decreed to be killed would have come out to their death beds.\" [It was] so that Allah might test what is in your breasts and purify what is in your hearts. And Allah is Knowing of that within the breasts.", "id": "Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, “Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah (Muhammad), “Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/447", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/447.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/447.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan ampunan Allah atas kesalahan pasukan pemanah yang meninggalkan posisinya pada Perang Uhud, Allah lalu beralih menjelaskan pertolongan-Nya kepada pasukan muslim berupa kantuk walau dalam suasana duka. Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu berupa kantuk yang bisa menghilangkan kepenatan yang meliputi segolongan dari kamu yang kuat imannya, sedangkan segolongan lagi, yang imannya tidak kuat, telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah, bahwa kalau Nabi Muhammad itu benar-benar nabi dan rasul Allah, tentu dia tidak akan kalah dalam peperangan. Mereka berkata, \"Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat, yakni campur tangan kita, dalam urusan ini?\" Mereka berkata demikian karena ingin lepas tanggung jawab dari kegagalan dalam Perang Uhud. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.\" Dia yang menetapkan kemenangan atau kekalahan berdasarkan hukum kemasyarakatan yang berlaku.\r\nMereka, orang-orang munafik, menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu, Mereka berkata,\"Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, yakni seandainya Nabi mengikuti usul kita untuk menetap di Madinah, niscaya kita tidak akan dikalahkan dan teman-teman kita tidak akan dibunuh di sini. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Meskipun kamu ada di rumahmu,niscaya orang-orang yangtelah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar, juga ke tempat mereka terbunuh, karena waktu dan tempat kematian sudah ditetapkan Allah. \" Allah berbuat demikian untuk menguji apa yang ada dalam dadamu, kuat atau lemahlah imanmu, dan untuk membersihkan berbagai macam dosa apa saja yang ada dalam hatimu, Dan Allah Maha Mengetahui isi hati walaupun tanpa melalui ujian.", "long": "Lanjutan peristiwa setelah mereka mengalami kesulitan dan penderitaan, maka Allah memberikan kepada segolongan mereka yang kuat iman dan kesabarannya perasaan kantuk untuk menenangkan mereka dari rasa ketakutan, lelah dan kegelisahan. Dengan demikian mereka dapat mengumpulkan kembali kekuatan mereka yang telah berkurang karena sengitnya pertempuran dan kehilangan semangat. Sedang segolongan lainnya tidak menerima nikmat kantuk ini, yaitu golongan yang lemah imannya bahkan mereka tetap merasa takut dan gelisah. Ayat ini mengutarakan bahwa pengikut-pengikut Nabi setelah selesai peperangan terbagi atas dua golongan.\n\nPertama: Golongan yang menyadari bahwa terpukulnya mereka dalam Perang Uhud disebabkan kekeliruan mereka berupa kurangnya disiplin terhadap komando Rasulullah selaku komandan pertempuran. Mereka tetap yakin dan percaya pada pertolongan Allah berupa kemenangan bagi orang-orang yang beriman. Karena meskipun pada kali ini mereka mengalami malapetaka, namun Allah tetap akan membela orang-orang yang beriman. Golongan inilah yang memperoleh nikmat kantuk itu.\n\nKedua: Golongan yang lemah imannya karena diliputi rasa kekhawatiran mereka belum begitu yakin kepada komando Rasulullah karena kemunafikan yang telah bersarang di hati mereka. Golongan kedua inilah yang menyangka yang bukan-bukan terhadap Allah dan Muhammad seperti sangkaan orang-orang jahiliah. Antara lain mereka menyangka kalau Muhammad benar-benar seorang Nabi dan Rasul, tentu ia dan sahabatnya tidak akan kalah dalam Perang Uhud. Mereka berkata untuk melepaskan tanggung jawab, \"Apakah kita ada hak campur tangan dalam urusan ini?\" Katakanlah hai Muhammad, \"Semua urusan ini adalah di tangan Allah.\"\n\nMereka banyak menyembunyikan hal-hal yang tidak mereka lahirkan kepadamu, mereka berkata, \"Sekiranya ada hak campur tangan pada kita, niscaya kita tidak akan dikalahkan di sini.\" Tetapi katakanlah kepada mereka andaikata mereka berada di dalam rumah masing-masing dengan tidak ikut berperang, tetapi kalau sudah ditakdirkan akan mati di luar rumah, maka mereka pasti akan mati juga di tempat yang sudah ditentukan. Semua kejadian ini adalah untuk menguji apa yang tersimpan di dalam dada kaum Muslimin dan untuk membersihkan hati mereka dari keraguan yang dibisikkan oleh setan, sehingga bertambah kuatlah keimanan dalam hati mereka. Allah Maha Mengetahui isi hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 448, "inSurah": 155 }, "meta": { "juz": 4, "page": 70, "manzil": 1, "ruku": 57, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0632\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena tawallaw minkum yawmal taqal jam'aani innamas tazallahumush Shaitaanu biba'di maa kasaboo wa laqad 'afal laahu 'anhum; innnal laaha Ghafoorum Haleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those of you who turned back on the day the two armies met, it was Satan who caused them to slip because of some [blame] they had earned. But Allah has already forgiven them. Indeed, Allah is Forgiving and Forbearing.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/448", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/448.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/448.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu, tidak ikut berperang atau lari dari medan perang, ketika terjadi pertemuan, yaitu pertempuran, antara dua pasukan itu, yakni pasukan mukmin dan pasukan kafir dalam Perang Uhud, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan, dosa, yang telah mereka perbuat, pada masa lampau, tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun atas segala dosa, Maha Penyantun tidak segera menghukum orang yang berbuat maksiat.", "long": "Sewaktu pertempuran yang menentukan dalam Perang Uhud ada sebagian dari Muslimin meninggalkan tempat pertahanan yang tidak boleh ditinggalkan terutama oleh barisan pemanah, tetapi mereka tinggalkan juga. Mereka merasa musuh sudah kalah sehingga mereka meninggalkan posisi dengan maksud untuk mendapatkan harta rampasan, akhirnya musuh menempati posisi mereka dan mereka kocar-kacir dan menderita karena serangan musuh yang bertubi-tubi. Meskipun demikian akhirnya mereka sadar dan menyesali kesalahan mereka, maka Allah mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun dengan membebaskan mereka dari hukuman di akhirat.\n\nPeperangan yang terjadi dalam sejarah Islam di masa Nabi, tak ada satu pun yang dimulai oleh Muslimin. Sikap Nabi dan para sahabat dalam hal ini hanya defensif, mempertahankan diri, bukan ofensif, sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Al-Qur'an, \"Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampoi batas. Sungguh Allah tidak menyukai mereka yang melampui batas\" (al-Baqarah/2: 190). Tetapi bila pihak musuh mengajak damai, sambutlah segera (al-Anfal/8: 61). Kita harus selalu siap menerima perdamaian jika kecenderungan ke arah perdamaian di pihak lain juga demikian. Tugas kita harus menjadi pelopor perdamaian, bukan menjadi pelopor peperangan. Tak ada faedahnya berperang hanya untuk berperang.\n\nBegitulah yang terjadi dalam Perang Badar (Ali 'Imran/3: 13, 123) pada bulan Ramadan tahun kedua setelah hijrah. Kemudian dalam Perang Ahzab (Perang Parit, al-Ahzab/33:9) sekitar tahun ke-5 setelah hijrah, Musyrikin Mekah dengan kekuatan 10.000 orang, dengan bantuan Yahudi yang berkhianat setelah mengadakan perjanjian dengan Rasulullah. Tetapi mereka kemudian lari dan kembali ke Mekah membawa kegagalan besar. Lalu yang terakhir Perang Hunain tak lama setelah Pembebasan Mekah pada tahun ke-8.\n\nBegitu juga dalam Perang Uhud (Ali Imran/3:121) yang terjadi setahun setelah Perang Badar, pihak musuh yang datang jauh-jauh dari Mekah mau menyerang Medinah. Kedatangan mereka dengan kekuatan 3000 orang datang ke Medinah hendak membalas kekalahan mereka dalam Perang Badar. Dalam perang inilah Muslimin dan Rasulullah mendapat cobaan berat.\n\nNabi Saw bermusyawarah dengan para sahabatnya, seperti yang sudah menjadi cara hidup Nabi yang selalu bermusyawarah. Sebagian mereka ingin bertahan di dalam kota, dengan alasan musuh tidak mengenal seluk-beluk kota. Bila musuh sudah memasuki kota, akan kita kepung dan kita serang. Rakyat juga akan menyerang dengan batu dari atap-atap rumah. Yang lain menghendaki menyongsong musuh di luar kota, sebab jika musuh sampai menginjakkan kaki ke kota Medinah, penduduk akan menjadi korban, dan mereka akan menganggap sudah mendapat kemenangan dan akan membuat mereka bertambah berani. Atas dasar keputusan dengan pertimbangan itu, kaum Muslimin berangkat ke luar kota di bawah pimpinan Rasulullah saw. Dalam perang ini tak ada yang menang dan tak ada yang kalah.\n\nDalam menghadapi ancaman tersebut, Rasulullah dengan pandangannya yang jauh, berani dan penuh tanggung jawab, segera memutuskan akan mengambil tempat di kaki Gunung Uhud, yang mengintari sebagian besar kota Medinah, sekitar tiga mil ke utara. Pada 7 Syawal tahun ketiga Hijri (Januari 625) waktu subuh, ia sudah mengadakan persiapan untuk menghadapi perang itu. Medinah terkenal dengan musim dinginnya yang luar biasa, tetapi prajurit Muslimin (700 sampai 1000 orang) subuh itu sudah siap. Di sebelah selatan mereka terdapat lembah yang curam dengan aliran air yang deras, sedang lorong-lorong bukit di belakang mereka ditempati oleh 50 orang pasukan pemanah untuk mencegah serangan musuh dari belakang. Pihak musuh sudah bersiap-siap hendak menyerang tembok Medinah, sedang pasukan Muslimin berada di belakang mereka. Pada mulanya pertempuran itu menguntungkan kaum Muslimin. Pihak musuh sudah porak-poranda, tetapi barisan pemanah Muslimin, yang tidak menaati perintah Nabi meninggalkan posnya. Mereka ikut mengejar dan memperebutkan rampasan perang.\n\nPerintah itu ialah: Janganlah mengejar rampasan perang, dan jagalah disiplin kuat-kuat. Tidak sedikit musuh yang mati terbunuh, dan mereka sudah mulai mundur. Pada saat itu sebagian pasukan Muslimin, melanggar perintah, terus mengejar mereka karena tertarik oleh kemungkinan mendapatkan harta rampasan perang. Pihak musuh mengambil peluang yang telah ditinggalkan oleh pasukan pemanah, dan ketika itulah terjadi pertempuran satu lawan satu yang amat sengit, yang menurut laporan banyak menguntungkan pihak musuh. Sahabat-sahabat dari kaum Ansar banyak yang terbunuh.\n\nTetapi mereka tidak kenal mundur. Dalam pertempuran ini Hamzah, paman Rasulullah dari pihak bapak, terbunuh sebagai syahid. Rasulullah sendiri juga mendapat luka-luka di bagian kepala dan muka, sebuah giginya tanggal. Kalau tidak karena keteguhan hati, keberanian dan ketenangannya, niscaya pihak Muslimin akan menderita kekalahan besar. Meskipun Rasulullah dalam keadaan luka, begitu juga kaum Muslimin yang lain mengalami luka-luka, keesokan harinya mereka kembali ke medan pertempuran. Abu Sufyan dan pasukan Mekah-nya dengan hati-hati sekali segera menarik diri. Medinah dapat diselamatkan. Kaum Muslimin dapat belajar dari peristiwa ini: keimanan, kesetiaan dan ketabahan. (Diringkaskan dari Tafsir Al-Qur'an A. Yusuf Ali)." } } }, { "number": { "inQuran": 449, "inSurah": 156 }, "meta": { "juz": 4, "page": 70, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u063a\u064f\u0632\u0651\u064b\u0649 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhul lazeena aamanoo laa takoonoo kallazeena kafaroo wa qaaloo li ikhwaanihim izaa daraboo fil ardi aw kaanoo ghuzzal law kaanoo 'indanaa maa maatoo wa maa qutiloo liyaj'alal laahu zaalika hasratan fee quloobihim; qallaahu yuhyee wa yumeet; wallaahu bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not be like those who disbelieved and said about their brothers when they traveled through the land or went out to fight, \"If they had been with us, they would not have died or have been killed,\" so Allah makes that [misconception] a regret within their hearts. And it is Allah who gives life and causes death, and Allah is Seeing of what you do.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, “Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/449", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/449.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/449.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan peristiwa Perang Uhud, Allah lalu menjabarkan tuntunan yang harus diikuti oleh orang yang beriman. Wahai orangorang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir, yakni orang munafik yang mengatakan kepada saudara-saudaranya seketurunan maupun seiman, apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau pergi berperang, \"Sekiranya mereka tetap bersama kita, tidak ikut berperang, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.\" Akibat perkataan yang demikian itu, Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan yang besar di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan siapa yang dikehendaki-Nya sesuai dengan ketetapan-Nya, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan, yang kamu tampakkan maupun yang kamu sembunyikan.", "long": "Tentang semangat berjihad pada orang-orang yang beriman yang sudah tertanam, Allah melarang mereka menganut kepercayaan seperti kepercayaan orang-orang kafir yang berkata mengenai teman-temannya yang mati sewaktu dalam perjalanan atau berperang. \"Kalau mereka, orang-orang mukmin itu tetap bersama kita, tidak pergi berperang, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.\"\n\nKepercayaan dan perkataan itu, bukan saja tidak benar, tetapi juga menimbulkan rasa penyesalan yang sangat dalam, padahal soal hidup dan mati adalah di tangan Allah. Dialah yang menghidupkan dan mematikan semua makhluk-makhluk-Nya menurut waktu, tempat dan sebab yang telah ditetapkan." } } }, { "number": { "inQuran": 450, "inSurah": 157 }, "meta": { "juz": 4, "page": 70, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in qutiltum fee sabeelil laahi aw muttum lamaghfiratum minal laahi wa rahmatun khairum mimmaa yajma'oon" } }, "translation": { "en": "And if you are killed in the cause of Allah or die - then forgiveness from Allah and mercy are better than whatever they accumulate [in this world].", "id": "Dan sungguh, sekiranya kamu gugur di jalan Allah atau mati, sungguh, pastilah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) daripada apa (harta rampasan) yang mereka kumpulkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/450", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/450.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/450.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diberikan tuntunan secara umum, ayat ini memberikan penegasaan kepada orang-orang yang beriman, dan sungguh, sekiranya kamu gugur di jalan Allah atau mati dengan sebab apa pun, sungguh, pastilah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik bagimu daripada apa, yakni harta rampasan, yang mereka, orang-orang kafir kumpulkan.", "long": "Kemudian ayat itu menerangkan bahwa tidak ada hal yang perlu ditakuti oleh orang yang beriman apabila mereka berjihad di jalan Allah, kerena andaikata mereka gugur atau mati, niscaya mereka akan memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah. Itu adalah jauh lebih baik bagi mereka daripada harta rampasan perang atau kekayaan duniawi yang fana ini." } } }, { "number": { "inQuran": 451, "inSurah": 158 }, "meta": { "juz": 4, "page": 71, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'im muttum 'aw qutiltumla ilal laahi tuhsharoon" } }, "translation": { "en": "And whether you die or are killed, unto Allah you will be gathered.", "id": "Dan sungguh, sekiranya kamu mati atau gugur, pastilah kepada Allah kamu dikumpulkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/451", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/451.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/451.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, sekiranya kamu mati di rumah atau di mana pun, atau gugur dalam peperangan, pastilah kepada Allah kamu dikumpulkan untuk diberi balasan sesuai amal yang kamu kerjakan.", "long": "Semua orang akan mati atau gugur dengan sebab apa saja, baik karena meninggal di dalam peperangan dalam bepergian atau di tempatnya sendiri. Mereka pasti akan dikembalikan kepada Allah dan akan diperhitungkan segala amal perbuatannya di akhirat nanti. Kalau jahat dibalas dengan siksa neraka dan kalau baik dibalas dengan masuk surga.\n\nOleh karena itu orang mukmin hendaklah memilih dan menempuh jalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah, agar memperoleh ampunan dan rahmat-Nya. Untuk itu, janganlah seorang Muslim merasa enggan berjihad di jalan Allah, untuk mendekatkan diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 452, "inSurah": 159 }, "meta": { "juz": 4, "page": 71, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0646\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0641\u064e\u0638\u0651\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0627\u0646\u0641\u064e\u0636\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0632\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fabimaa rahmatim minal laahi linta lahum wa law kunta fazzan ghaleezal qalbi lanfaddoo min hawlika fafu 'anhum wastaghfir lahum wa shaawirhum fil amri fa izaa 'azamta fatawakkal 'alal laah; innallaaha yuhibbul mutawak kileen" } }, "translation": { "en": "So by mercy from Allah, [O Muhammad], you were lenient with them. And if you had been rude [in speech] and harsh in heart, they would have disbanded from about you. So pardon them and ask forgiveness for them and consult them in the matter. And when you have decided, then rely upon Allah. Indeed, Allah loves those who rely [upon Him].", "id": "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/452", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/452.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/452.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memberi kaum mukmin tuntunan secara umum, Allah lalu memberi tuntunan secara khusus dengan menyebutkan karuniaNya kepada Nabi Muhammad. Maka berkat rahmat yang besar dari Allah, engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka yang melakukan pelanggaran dalam Perang Uhud. Sekiranya engkau bersikap keras, buruk perangai, dan berhati kasar, tidak toleran dan tidak peka terhadap kondisi dan situasi orang lain, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah, hapuslah kesalahan-kesalahan mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, yakni urusan peperangan dan hal-hal duniawi lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, dan kemasyarakatan. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad untuk melaksanakan hasil musyawarah, maka bertawakallah kepada Allah, dan akuilah kelemahan dirimu di hadapan Allah setelah melakukan usaha secara maksimal. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.", "long": "Meskipun dalam keadaan genting, seperti terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin dalam Perang Uhud sehingga menyebabkan kaum Muslimin menderita, tetapi Rasulullah tetap bersikap lemah lembut dan tidak marah terhadap para pelanggar itu, bahkan memaafkannya, dan memohonkan ampunan dari Allah untuk mereka. Andaikata Nabi Muhammad saw bersikap keras, berhati kasar tentulah mereka akan menjauhkan diri dari beliau.\n\nDi samping itu Nabi Muhammad saw selalu bermusyawarah dengan mereka dalam segala hal, apalagi dalam urusan peperangan. Oleh karena itu kaum Muslimin patuh melaksanakan keputusan-keputusan musyawarah itu karena keputusan itu merupakan keputusan mereka sendiri bersama Nabi. Mereka tetap berjuang dan berjihad di jalan Allah dengan tekad yang bulat tanpa menghiraukan bahaya dan kesulitan yang mereka hadapi. Mereka bertawakal sepenuhnya kepada Allah, karena tidak ada yang dapat membela kaum Muslimin selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 453, "inSurah": 160 }, "meta": { "juz": 4, "page": 71, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0630\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iny-yansurkumul laahu falaa ghaaliba lakum wa iny-yakhzulkum faman zal lazee yansurukum mim ba'dih; wa 'alal laahi falyatawakkalil mu'minoon" } }, "translation": { "en": "If Allah should aid you, no one can overcome you; but if He should forsake you, who is there that can aid you after Him? And upon Allah let the believers rely.", "id": "Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/453", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/453.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/453.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya diakhiri dengan perintah bertawakal kepada Allah, satu-satunya penentu keberhasilan dan kegagalan. Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada siapa pun dan apa pun yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu, tidak memberi pertolongan, maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Pasti tidak ada. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal, mengakui kelemahan diri di hadapan Allah setelah melakukan usaha secara maksimal.", "long": "Apabila Allah hendak menolong pasukan Muslimin, maka tidak ada sesuatupun yang dapat menghalanginya sebagaimana Allah menolong pasukan Muslimin pada Perang Badar karena mereka berserah diri kepada Allah. Demikian pula apabila Allah hendak menghina atau hendak menimpakan malapetaka kepada mereka maka tidak ada sesuatupun yang dapat menghalang-halanginya, apa yang terjadi dalam Perang Uhud akibat kurang patuh dan tidak disiplin terhadap komando Rasul. Oleh karena itu, setiap mukmin hendaklah bertawakal sepenuhnya kepada Allah, karena tidak ada yang dapat membela kaum Muslimin selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 454, "inSurah": 161 }, "meta": { "juz": 4, "page": 71, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u064f\u0644\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0644\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0644\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana li Nabiyyin ai yaghull; wa mai yaghlul yaati bimaa ghalla Yawmal Qiyaamah; summa tuwaffaa kullu nafsim maa kasabat wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "It is not [attributable] to any prophet that he would act unfaithfully [in regard to war booty]. And whoever betrays, [taking unlawfully], will come with what he took on the Day of Resurrection. Then will every soul be [fully] compensated for what it earned, and they will not be wronged.", "id": "Dan tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/454", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/454.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/454.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika pasukan pemanah dalam Perang Uhud melihat ganimah yang ditinggalkan oleh pasukan kafir, mereka bergegas turun dari bukit untuk mengambilnya. Sebagian mereka mengira dan khawatir Nabi Muhammmad tidak membagikan ganimah kepada mereka. Lalu Allah menegaskan bahwa tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang atau yang lainnya. Barang siapa berkhianat, dalam urusan apa pun, niscaya pada hari kiamat dia akan datang membawa dosa apa yang dikhianatkannya itu, dia akan sangat tersiksa karenanya. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya ketika di dunia, dan mereka tidak dizalimi walau sedikit pun.", "long": "Dalam Perang Badar ada selembar selimut merah dari barang rampasan hilang sebelum dibagi-bagi. Sebagian dari orang munafik mengatakan bahwa selimut itu mungkin diambil oleh Rasulullah saw atau pasukan pemanah.\n\nTidak pantas dan tidak mungkin Rasulullah saw berbuat khianat mengambil barang ganimah (rampasan dalam peperangan). Hal itu bertentangan dengan sifat-sifat kemaksuman Nabi (terpeliharanya dari perbuatan yang tercela), akhlaknya yang tinggi yang menjadi contoh utama. Barang siapa berbuat khianat serupa itu maka ia pada hari kiamat akan datang membawa barang hasil pengkhianatannya dan tidak akan disembunyikannya. Setiap orang akan menerima balasan atas amal perbuatannya baik atau buruk, dan dalam hal balasan itu ia tidak akan teraniaya. Seperti orang yang berbuat baik dikurangi pahalanya atau orang yang berbuat buruk ditambah siksaannya.\n\nYang dimaksud dengan gulul pada ayat 161 ialah mengambil secara sembunyi-sembunyi milik orang banyak. Jadi pengambilan itu sifatnya semacam mencuri. Seorang rasul sifatnya antara lain amanah, dapat dipercaya. Karena itu sangat tidak mungkin Rasulullah saw berbuat gulul bahkan dalam masalah gulul ini Rasulullah saw pernah bersabda:\n\n\"Wahai sekalian manusia! Barang siapa di antaramu mengerjakan sesuatu untuk kita, kemudian ia menyembunyikan sehelai barang jahitan atau lebih dari itu, maka perbuatan itu gulul (korupsi) harus dipertanggungjawabkan nanti pada hari Kiamat.\" (Riwayat Muslim).\n\n\"Dari Umar bin al-Khattab berkata, \"Setelah selesai perang Khaibar beberapa sahabat menghadap Rasulullah saw seraya mengatakan, Si A mati syahid, si B mati syahid sampai mereka menyebut si C mati syahid. Rasul menjawab, \"Tidak, saya lihat si C ada di neraka, karena ia mencuri selimut atau sehelai baju.\" Kemudian Rasul bersabda, 'Hai Umar pergilah engkau lalu umumkan kepada orang banyak bahwa si C tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang mukmin. Umar berkata, lalu aku keluar, maka aku menyeru, ' ketahuilah bahwa si C tidak akan masuk surga kecuali orang-orang mukmin.\" (Riwayat Muslim)." } } }, { "number": { "inQuran": 455, "inSurah": 162 }, "meta": { "juz": 4, "page": 71, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0628\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0633\u064e\u062e\u064e\u0637\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06da \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Afamanit taba'a Ridwaanal laahi kamam baaa'a bisakhatim minal laahi wa maawaahu Jahannam; wa bi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "So is one who pursues the pleasure of Allah like one who brings upon himself the anger of Allah and whose refuge is Hell? And wretched is the destination.", "id": "Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya di neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/455", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/455.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/455.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di akhirat tidak ada sedikit pun perbuatan aniaya. Semua akan mendapat balasan amal perbuatannya secara adil. Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah, sungguh-sungguh menjalankan perintahNya dan menjauhi larangan-Nya, sama dengan orang yang kembali dengan membawa kemurkaan besar dari Allah dan tempatnya di neraka Jahanam? Pasti tidak sama. Neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat kembali.", "long": "Orang yang mencari keridaan Allah dengan beribadah dan beramal saleh tidak sama dengan orang yang memperoleh murka Allah, karena berbuat maksiat, melanggar larangan-larangan-Nya dan meninggalkan kewajibannya. Orang yang memperoleh murka Allah itu tempatnya di neraka jahanam, dan itu adalah tempat kembali yang terjelek.\n\nDalam Al-Qur'an banyak terdapat ayat yang dirangkaikan menyebut dua golongan yang berbeda yang memang sifat-sifat mereka berbeda dan berlawanan misalnya ayat:\n\nMaka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? ... (ar-Rad/13:19).\n\nMaka apakah sama orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu dia memperolehnya, dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi¦(al-Qasas/28:61).\n\nKedua golongan itu masing-masing mempunyai tingkatan, karena pada hari Kiamat nanti yang merupakan hari pembalasan, kedua golongan itu akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. Orang yang banyak berbuat baik akan tinggi tingkatannya dan orang yang banyak kejahatannya akan berada di tingkat yang paling rendah. Tingkatan golongan manusia yang tertinggi biasa disebut ar-rafiul ala, yaitu tingkat yang dicapai oleh Nabi Muhammad saw, dan yang terendah disebut ad-darkul asfal. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa manusia di sisi Allah apakah ia baik ataukah jelek, adalah bertingkat-tingkat kebaikan dan kejelekannya. Allah Maha Mengetahui akan tingkat-tingkat amal perbuatan mereka dan memberi balasan sesuai dengan amal perbuatan masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 456, "inSurah": 163 }, "meta": { "juz": 4, "page": 71, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064c \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hum darajaatun 'indal laah; wallaahu baseerum bimaa ya'maloon" } }, "translation": { "en": "They are [varying] degrees in the sight of Allah, and Allah is Seeing of whatever they do.", "id": "(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/456", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/456.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/456.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedudukan mereka itu, yakni orang yang mengikuti keridaan Allah dan menghuni surga bertingkat-tingkat di sisi Allah, sesuai dengan tingkat ketakwaan mereka, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan, ucapkan, dan sembunyikan.", "long": "Segenap makhluk Allah yang tampak dibagi kepada 3 macam jenis, ialah jenis nabatat (tumbuh-tumbuhan), jenis hayawanat (binatang) dan jenis jamadat (benda-benda mati). \n\nJenis nabatat ialah jenis tumbuh-tumbuhan baik yang tumbuh pada tanah atau air maupun yang tumbuh di tempat-tempat lain, misalnya pada dahan atau batang-batang kayu. Jenis hayawanat ialah jenis makhluk yang hidup bernyawa. Jenis jamadat ialah selain dari jenis nabatat dan hayawanat. Makhluk jenis hayawanat ada yang untuk kepentingan hidupnya dikaruniai akal dan pengertian, misalnya manusia dan ada yang tidak ialah jenis nabatat. Manusia semestinya dengan mempergunakan akal pikiran dan pengertiannya dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara yang bermanfaat dan yang mudarat.\n\nKemudian ia dapat memilih mana yang baik untuk kemaslahatan dirinya. Tetapi karena manusia itu juga diberi hawa nafsu, bila ia tidak pandai-pandai mengendalikannya, akan lebih banyak mengajak kepada keburukan dan kejahatan. Oleh karena itu jika manusia dalam mengarungi bahtera hidup dan kehidupannya tanpa pimpinan dan tuntunan seorang rasul, maka akan mengalami kekacauan, kerusakan dan kehancuran.\n\nHal ini telah dibuktikan oleh sejarah Nabi Adam. Artinya: setiap zaman fatrah (zaman vakum antara seorang rasul dengan rasul sesudahnya) manusia di bumi ini selalu mengalami kekacauan, keributan dan kehancuran, maka diutusnya seorang rasul adalah merupakan nikmat dan kebahagiaan bagi masyarakat manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 457, "inSurah": 164 }, "meta": { "juz": 4, "page": 71, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Laqad mannal laahu 'alal mu'mineena iz ba'asa feehim Rasoolam min anfusihim yatloo 'alaihim Aayaatihee wa yuzakkeehim wa yu'allimu humul Kitaaba wal Hikmata wa in kaanoo min qablu lafee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "Certainly did Allah confer [great] favor upon the believers when He sent among them a Messenger from themselves, reciting to them His verses and purifying them and teaching them the Book and wisdom, although they had been before in manifest error.", "id": "Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/457", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/457.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/457.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan anugerah-Nya berupa tingkatan penghuni surga, dalam ayat ini Allah menyebut anugerah-Nya kepada kaum mukmin di dunia. Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Allah mengutus seorang Rasul di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yakni dari jenis manusia dan dari bangsa Arab; dialah Nabi Muhammad yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, baik dalam bentuk wahyu yang diturunkan maupun yang terbentang di alam raya, menyucikan jiwa mereka dari berbagai penyakit hati, dan mengajarkan kepada mereka Kitab Al-Qur'an dan hikmah, yakni sunah atau kemahiran melakukan hal yang bermanfaat dan menolak mudarat, meskipun sebelumnya, yakni sebelum pengutusan Nabi Muhammad, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata, yakni dalam kekafiran.", "long": "Allah benar-benar memberi keuntungan dan nikmat kepada semua orang mukmin umumnya dan kepada orang-orang yang beriman bersama-sama Rasulullah khususnya, karena Allah mengutus seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, sehingga mereka mudah memahami tutur katanya dan dapat menyaksikan tingkah lakunya untuk diikuti dan dicontoh amal-amal perbuatannya. Nabi Muhammad langsung membacakan ayat-ayat kebesaran Allah menyucikan mereka dalam amal dan iktikad, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. Adapun yang dimaksud al-Kitab adalah suatu kompendium semua pengetahuan yang diwahyukan (revealed knowledge), sedangkan al-Hikmah adalah mencakup semua pengetahuan perolehan (acquired knowledge). Jika dihubungkan dengan keberadaan kalam dan falsafah, maka kalam lebih berat ke al-Kitab sedangkan falsafah lebih berat ke al-Hikmah, meskipun kedua-duanya mengagungkan satu dengan lainnya dengan tingkat keserasian tertentu yang tinggi. Keduanya bertemu dalam kesamaan iman dan kedalaman rasa keagamaan." } } }, { "number": { "inQuran": 458, "inSurah": 165 }, "meta": { "juz": 4, "page": 71, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Awa lammaaa asaabatkum museebatun qad asabtum mislaihaa qultum annaa haazaa qul huwa min 'indi anfusikum; innal laaha 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Why [is it that] when a [single] disaster struck you [on the day of Uhud], although you had struck [the enemy in the battle of Badr] with one twice as great, you said, \"From where is this?\" Say, \"It is from yourselves.\" Indeed, Allah is over all things competent.", "id": "Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah, “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/458", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/458.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/458.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad adalah karunia Allah yang sangat besar bagi umat manusia, lalu dijelaskan tentang adanya kemenangan dan kekalahan dalam peperangan sesuai dengan ketaatan terhadap hukum kemasyarakatan. Dan mengapa kamu heran ketika ditimpa musibah kegagalan pada Perang Uhud dengan gugurnya 70 orang dari pasukan mukmin, padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar, kini kamu berkata, \"Dari mana datangnya kekalahan ini?\" Katakanlah, \"Itu dari kesalahan dirimu sendiri karena kamu meninggalkan tuntunan Rasulullah agar pasukan pemanah tidak meninggalkan tempat hingga peperangan selesai.\" Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Ayat ini masih ada hubungannya dengan ayat tentang kisah Perang Uhud. Pada waktu Perang Uhud 70 dari pasukan Muslimin gugur sebagai syuhada. Di antara mereka ada yang berkata dari manakah dan sebab apakah kita mengalami musibah sedemikian besar? Sedangkan pasukan Muslimin pada Perang Badar telah memperoleh kemenangan besar dengan menjadikan musuh lari kocar-kacir dan dapat menewaskan 70 orang musuh dan menawan 70 orang lagi.\n\nTerhadap pertanyaan itu Rasulullah dapat perintah untuk menjawab bahwa malapetaka itu adalah karena kesalahan mereka sendiri. Pasukan pemanah oleh Rasulullah diperintahkan bertahan di atas bukit dan tidak boleh meninggalkannya sebelum ada perintah dari beliau. Tetapi mereka telah melanggar perintah itu dan turun meninggalkan bukit untuk ikut mengambil barang ganimah. Dari atas bukit yang ditinggalkan pasukan pemanah itulah musuh menyerbu tentara Islam, sehingga akhirnya mereka mengalami kekalahan. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 459, "inSurah": 166 }, "meta": { "juz": 4, "page": 72, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa asaabakum yawmal taqal jam'aani fabiiznil laahi wa liya'lamal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And what struck you on the day the two armies met was by permission of Allah that He might make evident the [true] believers.", "id": "Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/459", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/459.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/459.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain kelalaian yang membuat umat Islam terpukul mundur pada Perang Uhud, masih ada faktor lain yang menyebabkannya. Dan apa yang menimpa kamu berupa kekalahan ketika terjadi pertemuan antara dua pasukan yaitu kaum muslim dengan kaum musyrik pada Perang Uhud, semua itu adalah dengan izin atau takdir Allah, sebagai ujian bagi umat Islam dan agar Allah menguji siapa orang yang benar-benar beriman dan tulus dalam berjuang di jalan Allah, dan siapa di antara mereka yang tidak tulus dalam berjuang.", "long": "Kemenangan yang diperoleh tentara Islam dalam Perang Badar, karena izin dan pertolongan Allah. Kekalahan itu pada lahirnya merupakan nasib buruk, dan sebaliknya kemenangan merupakan nasib baik bagi para syuhada serta pelajaran bagi Muslimin. Allah berfirman:\n\nKebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. ¦. (an-Nisa/4:79).\n\nAdanya kemenangan dan kekalahan itu dalam permulaan peperangan baik bagi pasukan Muslimin maupun yang lain adalah suatu hal yang lumrah, tetapi pada akhirnya pasukan Muslimin yang akan menang. Yang demikian itu dimaksudkan antara lain, untuk menguji keteguhan iman dan ketabahan masing-masing agar orang-orang mukmin lebih tebal keimanannya sehingga dapat dibedakan dari umat yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 460, "inSurah": 167 }, "meta": { "juz": 4, "page": 72, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u0627\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u062f\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa liya'lamal lazeena naafaqoo; wa qeela lahum ta'aalaw qaatiloo fee sabeelil laahi awid fa'oo qaaloo law na'lamu qitaalallat taba'naakum; hum lilkufri yawma'izin aqrabu minhum lil eemaan; yaqooloona bi afwaahihim maa laisa fee quloobihim; wallaahu a'lamu bimaa yaktumoon" } }, "translation": { "en": "And that He might make evident those who are hypocrites. For it was said to them, \"Come, fight in the way of Allah or [at least] defend.\" They said, \"If we had known [there would be] fighting, we would have followed you.\" They were nearer to disbelief that day than to faith, saying with their mouths what was not in their hearts. And Allah is most Knowing of what they conceal -", "id": "Dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan, “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu).” Mereka berkata, “Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu.” Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/460", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/460.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/460.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan panggilan untuk berjuang itu selain untuk menguji keimanan umat Islam, juga untuk menguji orang-orang yang munafik sehingga dapat diketahui kemunafikannya dengan nyata. Kepada mereka dikatakan, \"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah dirimu, keluargamu, dan harta kekayaanmu serta negerimu\". Mereka berkata dengan nada mengejek Nabi dan orang-orang mukmin yang ikut berjuang, \"Sekiranya kami mengetahui bagaimana cara berperang menghadapi musuh yang cukup banyak dengan pasukan yang banyak pula, sehingga dengan jumlah itu kita dapat mengalahkan mereka, tentulah kami mengikuti kamu. Tetapi jika jumlah kita lebih sedikit, itu berarti kita membinasakan diri sendiri, karena itu sebaiknya kita mundur. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan karena tujuan mereka berperang semata-mata hanya ingin mendapatkan ganimah, bukan untuk mengharap imbalan dari Allah. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka secara rinci dan detail tentang kemunafikan mereka.", "long": "Demikian juga agar orang-orang munafik dapat diketahui kemunafikannya dengan nyata. Pada waktu Perang Uhud jumlah tentara Islam 1.000 orang kemudian ditengah jalan 300 orang yang tergolong munafikin di bawah pimpinan Abdullah bin Ubay telah kembali ke Medinah. Maka Perang Uhud merupakan pemisah antara tentara yang benar-benar beriman dan yang setengah-setengah imannya, yakni golongan munafik.\n\nKaum munafikin pada waktu diajak berperang fi sabilillah menegakkan agama Allah, mempertahankan hak dan keadilan dan menolak kebatilan dan kemungkaran guna mencari rida Allah atau berperang untuk menjaga diri dan mempertahankan tanah tumpah darahnya, mereka menjawab, \"Jika kami mengetahui bahwa kita dapat dan mampu berperang pasti kami mengikuti kaum Muslimin.\" Tetapi mereka menilai bahwa kaum Muslimin berperang pada waktu itu semata-mata menjerumuskan diri dalam kebinasaan. Sebenarnya mereka lebih cenderung kepada kekafiran daripada keimanan dan apa yang mereka katakan bukan sebenarnya apa yang ada dalam hati mereka. Allah mengetahui kemunafikan yang mereka sembunyikan dalam hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 461, "inSurah": 168 }, "meta": { "juz": 4, "page": 72, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena qaaloo liikhwaanihim wa qa'adoo law ataa'oonaa maa qutiloo; qul fadra'oo'an anfusikumul mawta in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Those who said about their brothers while sitting [at home], \"If they had obeyed us, they would not have been killed.\" Say, \"Then prevent death from yourselves, if you should be truthful.\"", "id": "(Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah, “Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/461", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/461.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/461.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan hanya iman yang tidak berbekas dalam hati, solidaritas pun lenyap dari hati kaum munafik itu. Mereka itu adalah orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dari kaum muslim maupun golongan munafik lainnya, dan mereka tidak turut pergi berperang, \"Sekiranya mereka mengikuti kita dan mendengarkan saran kita untuk tidak berperang, tentulah mereka tidak terbunuh dalam pertempuran itu.\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang menganggap mampu menampik kematian, \"Cegahlah kematian itu dari diri kamu sehingga dia tidak datang menjemput kalian, jika kamu orang yang benar sanggup menolak datangnya kematian atau menunda kematian seseorang.\" Ketika orang-orang munafik tidak mampu menolak dan menunda datangnya kematian, Allah menegaskan tentang posisi kaum muslim yang gugur dalam peperangan sebagai syuhada.", "long": "Orang-orang munafik itu tidak ikut berperang dan berkata kepada teman-temannya yang telah terbunuh dalam Perang Uhud, \"Sekiranya mereka mengikuti kami tinggal di Medinah saja tanpa ikut berperang, niscaya mereka tidak akan mati terbunuh.\"\n\nKatakanlah kepada mereka ya Muhammad, \"Tolaklah kematian dirimu jika kamu benar.\" Sebenarnya mereka tidak akan dapat menolak kematian meskipun mereka tinggal saja di rumah atau berlindung dalam suatu benteng yang kokoh. Pada waktunya orang pasti akan mati. Adapun sebab-sebab kematian mungkin berbeda-beda. Allah berfirman:\n\nDi mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh¦ (an-Nisa/4:78)." } } }, { "number": { "inQuran": 462, "inSurah": 169 }, "meta": { "juz": 4, "page": 72, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064c \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0632\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tahsabannal lazeena qutiloo fee sabeelillaahi amwaata; bal ahyaaa'un 'inda Rabbihim yurzaqoon" } }, "translation": { "en": "And never think of those who have been killed in the cause of Allah as dead. Rather, they are alive with their Lord, receiving provision,", "id": "Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/462", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/462.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/462.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jangan sekali-kali kamu sekalian mengira bahwa orang-orang yang gugur sebagai syuhada di jalan Allah itu mati dalam arti tidak dapat bergerak kesana kemari dan tidak tahu keadaan orang yang ditinggalkan. Tetapi sebenarnya mereka itu hidup dengan kehidupan lain di sisi Tuhannya di alam barzakh, bahkan dapat bergerak dan mengetahui keadaan orang yang ditinggalkan. Mereka mendapat rezeki berupa kehidupan istimewa yang penuh dengan kenikmatan di dalamnya dan kedudukan mulia dari sisi Allah.", "long": "Orang-orang yang telah terbunuh sebagai syuhada dalam perang fi sabilillah, janganlah dikira mereka mati, sebagaimana anggapan orang- orang munafik, tetapi mereka masih hidup di sisi Allah, mendapat rezeki dan nikmat yang berlimpah.\n\nBagaimana keadaan hidup mereka seterusnya, hanyalah Allah yang mengetahui. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Nabi saw bersabda \n\nPara syuhada berada di tepi sungai dekat pintu surga, mereka berada dalam sebuah kubah yang hijau. Hidangan mereka keluar dari surga itu setiap pagi dan sore. (Riwayat al-hakim, Ahmad dan at-thabrani dari Ibnu 'Abbas).\n\nPara syuhada itu menikmati pemberian-pemberian Allah, mereka ingin mati syahid berulang kali. Hal ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah saw:\n\n\"Tidak ada seorang yang telah mati dan memperoleh kenikmatan di sisi Allah, kemudian ingin kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid. Ia ingin dikembalikan ke dunia, kemudian mati syahid lagi. Hal itu karena besarnya keutamaan mati syahid..\" (Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 463, "inSurah": 170 }, "meta": { "juz": 4, "page": 72, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 28, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fariheena bimaaa aataa humul laahu min fadlihee wa yastabshiroona billazeena lam yalhaqoo bihim min fadlihee wa yastabshiroona billazeena lam yalhaqoo bihim min khalfihim allaa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Rejoicing in what Allah has bestowed upon them of His bounty, and they receive good tidings about those [to be martyred] after them who have not yet joined them - that there will be no fear concerning them, nor will they grieve.", "id": "Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/463", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/463.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/463.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang gugur sebagai syuhada bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya berupa kenikmatan surga, dan mereka bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang melanjutkan perjuangan, yang belum menyusul mereka sebagai syuhada. Mereka pun berharap agar kaum muslim yang masih hidup juga memperoleh kedudukan mulia di sisi Allah. Diberitakan bahwa tidak ada kekhawatiran pada mereka sedikit pun tentang huru-hara hari kiamat akibat dosa-dosa yang dahulu pernah mereka khawatirkan, sebab Allah telah mengampuni kesalahan mereka.", "long": "Para syuhada Perang Uhud setelah menikmati karunia Tuhan, mereka berkata, \"Mudah-mudahan teman-teman kami mengetahui kenikmatan ini.\" Kemudian dijawab oleh Allah, \"Akulah yang menyampaikan hal ini kepada mereka.\" Para syuhada itu bergembira atas nikmat dan kemurahan yang telah diberikan Allah kepada mereka. Dan mereka berharap terhadap kawan-kawan mereka seperjuangan yang tidak gugur dalam perang fi sabilillah sekiranya mereka dapat pula memperoleh kemurahan dan nikmat Allah yang serupa dengan apa yang mereka peroleh. Bagi mereka ini tidak ada kekhawatiran dan kesusahan." } } }, { "number": { "inQuran": 464, "inSurah": 171 }, "meta": { "juz": 4, "page": 72, "manzil": 1, "ruku": 58, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yastabshiroona bini'matim minal laahi wa fad linw wa annal laaha laa yudee'u ajral mu'mineen" } }, "translation": { "en": "They receive good tidings of favor from Allah and bounty and [of the fact] that Allah does not allow the reward of believers to be lost -", "id": "Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/464", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/464.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/464.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan mereka, para syuhada, bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah berupa kebahagiaan hakiki, ketenangan jiwa, kehidupan yang menyenangkan dan abadi. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman, karena Allah tidak menggugurkan atau mengurangi amal perbuatan seseorang, selama dia benar-benar beriman dan ikhlas dalam beramal.", "long": "Orang mukmin dan mujahidin bergembira atas nikmat dari Allah sebagai pahala amal mereka dan atas tambahan karunia yang lain. Sungguh Allah tidak akan mengurangi pahala yang telah ditentukan bagi para mukmin dan mujahidin." } } }, { "number": { "inQuran": 465, "inSurah": 172 }, "meta": { "juz": 4, "page": 72, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u062d\u064f \u06da \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Allazeenas tajaaboo lil laahi war Rasooli mim ba'di maaa asaabahumulqarh; lillazeena ahsanoo minhum wattaqaw ajrun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Those [believers] who responded to Allah and the Messenger after injury had struck them. For those who did good among them and feared Allah is a great reward -", "id": "(yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/465", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/465.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/465.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang betul-betul disebut pejuang yaitu orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul dengan sepenuh hati, bahkan setelah mereka mendapat luka dalam Perang Uhud berupa bencana dan musibah kekalahan, mereka tetap teguh pendirian dan tidak surut dalam melaksanakan perintah Allah. Orang-orang yang berbuat kebajikan dengan selalu memenuhi perintah Allah dan Rasul-Nya dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar berupa kenikmatan dan kebahagiaan abadi, dan diangkat derajatnya di sisi Allah.", "long": "Orang mukmin memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya untuk tetap berada di jalan Allah meskipun mereka telah mendapat luka. Mereka yang berbuat baik dan takwa akan memperoleh pahala yang besar." } } }, { "number": { "inQuran": 466, "inSurah": 173 }, "meta": { "juz": 4, "page": 72, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064f", "transliteration": { "en": "Allazeena qaala lahumun naasu innan naasa qad jama'oo lakum fakhshawhuin fazaadahum eemaannanwa wa qaaloo hasbunal laahu wa ni'malwakeel" } }, "translation": { "en": "Those to whom hypocrites said, \"Indeed, the people have gathered against you, so fear them.\" But it [merely] increased them in faith, and they said, \"Sufficient for us is Allah, and [He is] the best Disposer of affairs.\"", "id": "(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/466", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/466.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/466.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang mendapat pahala besar adalah orang-orang yang menaati Allah dan Rasul. Mereka memenuhi perintah Allah untuk berjuang yang ketika ada sekelompok orang-orang munafik yang loyal kepada kaum musyrikin mengatakan kepadanya dengan nada mengejek dan meniupkan rasa ketakutan terhadap orang-orang mukmin,\"Orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu dengan jumlah pasukan yang lebih besar dan persiapan lebih matang, karena itu takutlah kepada mereka.\" Ternyata ucapan mereka itu tidak membuat orang-orang mukmin gentar dan takut, justru menambah kuat iman mereka dan mereka menjawab dengan teguh dan mantap, \"Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dalam melawan setiap musuh dan Dia sebaik-baik pelindung yang selalu melindungi dari setiap penyerang, dan membela dari setiap penyerbu, karena kami adalah tentara Allah.\"", "long": "Turunnya ayat ini berhubungan dengan Abu Sufyan panglima perang kaum musyrikin Mekah dan tentaranya, yang sudah kembali dari Perang Uhud. Mereka setelah sampai di suatu tempat bernama Ruha, mereka menyesal dan bermaksud akan kembali lagi untuk melanjutkan perang. Berita ini sampai kepada Rasulullah, maka beliau memanggil kembali pasukan Muslimin untuk menghadapi Abu Sufyan dan tentaranya. Kata Rasulullah saw, \"Jangan ada yang ikut perang hari ini kecuali mereka yang telah ikut kemarin, sedang tentara Islam pada waktu itu telah banyak yang luka-luka. Tapi akhirnya Allah swt menurunkan rasa takut pada hati kaum musyrikin dan selanjutnya mereka pulang kembali.\n\nPara mujahidin ditakut-takuti oleh sebagian musuh (munafik), dengan menyatakan bahwa musuh telah menghimpun kekuatan baru guna menghadapi mereka. Tetapi para mujahidin tidak merasa gentar karena berita itu, bahkan bertambah imannya dan bertambah tinggi semangatnya untuk menghadapi musuh Allah itu dengan ucapan, \"Allah tetap akan melindungi kami dan kepada Allah kami bertawakal.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 467, "inSurah": 174 }, "meta": { "juz": 4, "page": 73, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064c \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fanqalaboo bini'matim minal laahi wa fadlil lam yamsashum sooo'unw wattaba'oo ridwaanal laah; wallaahu zoo fadlin 'azeem" } }, "translation": { "en": "So they returned with favor from Allah and bounty, no harm having touched them. And they pursued the pleasure of Allah, and Allah is the possessor of great bounty.", "id": "Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/467", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/467.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/467.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dengan bekal keimanan dan tekad yang kuat itu akhirnya mereka kembali pulang dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah berupa pahala kebaikan, kesejahteraan, dan kemuliaan, mereka tidak ditimpa suatu bencana atau suatu hal yang tidak mereka sukai, dan tidak berjumpa dengan seorang musuh dan mereka mengikuti keridaan Allah dengan mengikuti perintah-Nya. Allah mempunyai karunia yang besar yang diperuntukkan bagi orang-orang yang berjuang di jalan Allah, baik di dunia berupa kemenangan, maupun di akhirat kelak berupa kebahagiaan abadi.", "long": "Dengan keimanan dan tekad yang kuat itu akhirnya mereka dapat ke Medinah. Abu Sufyan dan tentaranya tidak jadi melakukan serangan terhadap mereka. Mereka sama sekali tidak mengalami panderitaan dan mereka tetap dalam keridaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 468, "inSurah": 175 }, "meta": { "juz": 4, "page": 73, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u064a\u064f\u062e\u064e\u0648\u0651\u0650\u0641\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa zaalikumush Shaitaanu yukhawwifu awliyaaa'ahoo falaa takhaafoohum wa khaafooni in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "That is only Satan who frightens [you] of his supporters. So fear them not, but fear Me, if you are [indeed] believers.", "id": "Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/468", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/468.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/468.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketahuilah, wahai kaum mukmin, sesungguhnya mereka hanyalah setan yang berusaha untuk menakut-nakuti kamu dengan teman-teman setianya menebarkan rasa takut dalam hati orang-orang beriman, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka dan terpengaruh oleh ucapan mereka, tetapi takutlah kepada-Ku Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa, yang memiliki kekuatan tak terkalahkan, jika kamu orang-orang beriman dan yakin akan pertolongan-Ku.", "long": "Musuh-musuh yang munafik yang berusaha menakut-nakuti orang-orang mukmin merupakan setan yang mengajak teman-temannya agar jangan ikut berperang dan menakut-nakuti Muslimin dengan menyatakan bahwa jumlah musuh amat banyak dan mempunyai senjata lengkap. Allah memperingatkan agar para mujahidin itu jangan terpengaruh dan jangan ikut mereka, tetapi takutlah kepada Allah dan bersiaplah untuk berperang bersama Rasulullah saw jika kamu sekalian benar-benar beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 469, "inSurah": 176 }, "meta": { "juz": 4, "page": 73, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d7 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0638\u0651\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa yahzunkal lazeena yusaari'oona fil Kufr; innahum lai yadurrul laaha shai'aa; yureedul laahu allaa yaj'ala lahum hazzan fil Aakhirati wa lahum 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "And do not be grieved, [O Muhammad], by those who hasten into disbelief. Indeed, they will never harm Allah at all. Allah intends that He should give them no share in the Hereafter, and for them is a great punishment.", "id": "Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir; sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/469", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/469.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/469.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan pujian kepada orang-orang mukmin yang giat memenuhi panggilan Rasul, pada ayat ini Allah mengecam tindakan orang-orang munafik yang bergegas dalam kekufuran sehingga menimbulkan rasa cemas di hati Rasulullah. Karenanya Allah menghibur Nabi. Dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, dirisaukan oleh tingkah laku orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir, yang tenggelam dalam kesesatan dan terus-menerus dalam penyimpangan. Sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah, akan tetapi tindakan mereka pada hakikatnya merugikan diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberi bagian pahala kepada mereka di akhirat berupa kenikmatan dan surga, dan mereka akan mendapat azab yang besar berupa siksa yang pedih di akhirat sebagai balasan atas kejahatan yang mereka lakukan.", "long": "Nabi Muhammad saw ketika melihat keadaan kaum Muslimin dalam Perang Uhud, beliau merasa sedih dan cemas. Ketika itulah ayat ini turun untuk menghibur Nabi saw, \"Wahai Muhammad janganlah merasa sedih dan cemas, melihat perbuatan sebagian pengikutmu yang munafik yang bersama-sama orang kafir menghimpun segala usaha dan kekuatan untuk membela kekafiran. Pada hakikatnya bukanlah engkau yang diperangi dan dianiaya mereka, tetapi Allah-lah yang mereka perangi. Tentulah mereka tidak akan berdaya menentang Allah.\"\n\nMaksud mereka akan mencelakakan dan memberi mudarat kepada kaum Muslimin, tetapi pada hakikatnya mereka sendirilah yang celaka. Allah tidak akan memberikan ampunan kepada mereka di akhirat. Mereka akan mendapat azab yang amat pedih dan tidak terkira besarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 470, "inSurah": 177 }, "meta": { "juz": 4, "page": 73, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeenash tarawul kufra bil eemaani lai yadurrul laaha shai anw wa lahum 'azdaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who purchase disbelief [in exchange] for faith - never will they harm Allah at all, and for them is a painful punishment.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekafiran dengan iman, sedikit pun tidak merugikan Allah; dan mereka akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/470", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/470.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/470.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang munafik yang membeli kekafiran dengan iman, tindakan buruk mereka sedikit pun tidak merugikan Allah melainkan dampak buruknya kembali kepada mereka sendiri, dan mereka akan mendapat azab yang pedih akibat kemunafikan dan kekafiran yang mereka perbuat.", "long": "Setelah Allah membuka kedok orang-orang yang membantu dan memihak orang-orang kafir yang menentang kaum Muslimin, dan menegaskan bahwa mereka pada hakikatnya menentang dan memerangi Allah, maka pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa hal itu juga berlaku untuk setiap orang yang lebih mengutamakan kekafiran daripada keimanan. Mereka tidak memberi mudarat kepada Allah sedikitpun, dan bagi mereka azab yang pedih. Mereka tidak akan dapat melakukannya, karena Allah membela Islam. Justru mereka akan mendapat hukuman yang berat di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 471, "inSurah": 178 }, "meta": { "juz": 4, "page": 73, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0645\u0652\u0644\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0645\u0652\u0644\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa yahsabannal lazeena kafarooo annamaa numlee lahum khairulli anfusihim; innamaa numlee lahum liyazdaadooo ismaa wa lahum 'azaabum muheen" } }, "translation": { "en": "And let not those who disbelieve ever think that [because] We extend their time [of enjoyment] it is better for them. We only extend it for them so that they may increase in sin, and for them is a humiliating punishment.", "id": "Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/471", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/471.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/471.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka dengan memperpanjang umur dan tidak segera memberi hukuman atau menimpakan malapetaka kepada mereka, itu lebih baik baginya. Jika mereka mengerjakan amal saleh yang akan menyucikan dan membersihkan mereka dari sifat-sifat yang jelek, hal itulah yang akan bermanfaat bagi mereka. Akan tetapi, sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka dengan penundaan siksaan dan memberi tempo kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah lantaran mereka belum sadar dan sehingga dengan demikian di akhirat mereka akan mendapat azab yang menghinakan di dalam neraka Jahanam.", "long": "Janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu menyangka bahwa dibiarkannya mereka berumur panjang adalah baik bagi diri mereka. Tidaklah demikian halnya, kecuali kalau mereka bermartabat dan mengerjakan amal saleh yang akan menyucikan dan membersihkan mereka dari hal-hal yang keji dan sifat-sifat yang jelek.\n\nHal-hal yang semacam itulah yang akan bermanfaat bagi mereka dan bagi manusia lainnya. Tetapi kenyataannya, mereka tetap saja berbuat maksiat dan dosa. Dengan demikian mereka membinasakan diri mereka sendiri, sehingga mereka mendapat azab yang menghinakan." } } }, { "number": { "inQuran": 472, "inSurah": 179 }, "meta": { "juz": 4, "page": 73, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0637\u0652\u0644\u0650\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Maa kaanal laahu liyazaral mu'mineena 'alaa maaa antum 'alaihi hattaa yameezal khabeesa minat taiyib; wa maa kaanal laahu liyutli'akum 'alal ghaibi wa laakinnal laaha yajtabee mir Rusulihii mai yashaaa'u fa aaminoo billaahi wa Rusulih; wa in tu 'minoo wa tattaqoo falakum ajrun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Allah would not leave the believers in that [state] you are in [presently] until He separates the evil from the good. Nor would Allah reveal to you the unseen. But [instead], Allah chooses of His messengers whom He wills, so believe in Allah and His messengers. And if you believe and fear Him, then for you is a great reward.", "id": "Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/472", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/472.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/472.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu sunatullah bagi hamba-Nya ialah bahwa Dia tidak membiarkan orang-orang mukmin tetap di dalam kesulitan sebagaimana halnya pada Perang Uhud Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dengan keimanan yang mantap dan tulus sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, bercampur baur antara orang-orang mukmin yang betul-betul ikhlas dan jujur dengan orang munafik sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya dengan diberi pengetahuan mampu melihat isi hati manusia, sehingga dapat mengetahui siapa orang-orang yang betul-betul beriman dan siapa di antara mereka yang munafik atau kafir. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dengan menaati perintah Rasulullah dan berjuang di jalan Allah. Jika kamu beriman dan bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan, maka kamu akan mendapat pahala yang besar dari sisi-Nya bersama para kekasih Allah di dalam surga yang penuh kenikmatan.", "long": "Salah satu sunatullah kepada hamba-Nya yang tidak dapat diubah-ubah ialah bahwa Dia tidak akan membiarkan orang-orang mukmin tetap di dalam kesulitan sebagaimana halnya pada Perang Uhud. Allah akan memisahkan orang-orang mukmin dari orang-orang munafik, dan akan memperbaiki keadaan orang mukmin dan memperkuat iman mereka. Di dalam keadaan sulit dan susah, dapat dinilai dan dibedakan antara orang-orang yang kuat imannya dengan orang-orang yang lemah imannya. Kaum Muslimin diuji sampai di mana iman dan kesungguhan mereka menghadapi kaum kafir.\n\nSetelah kaum Muslimin mengalami kesulitan dalam Perang Uhud karena dipukul mundur oleh musuh, dan mereka hampir-hampir patah semangat, di kala itulah diketahui bahwa di antara kaum Muslimin ada orang-orang munafik yang menyeleweng, berpihak kepada musuh. Orang-orang yang lemah imannya mengalami kebingungan. Berlainan halnya dengan orang-orang yang kuat imannya, kesulitan yang dihadapinya itu mendorong mereka untuk menambah kekuatan iman dan semangat mereka.\n\nHal-hal yang gaib dan hikmah yang tersembunyi dalam peristiwa ini, tidak diperlihatkan, kecuali kepada orang-orang tertentu, seperti kepada rasul yang telah dipilih oleh Allah. Di antara rasul-rasul, Nabi Muhammad saw. dipilih oleh Allah dengan memberikan keistimewaan kepadanya berupa pengetahuan untuk menanggapi isi hati manusia, sehingga dia dapat menentukan siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan siapa pula yang munafik atau kafir.\n\nDia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya. (al-Jinn/72: 26-27).\n\nSesudah diterangkan celaan-celaan kaum munafikin atas kenabian Muhammad saw setelah Perang Uhud dan menjelaskan bahwa peristiwa Uhud itu banyak mengandung iktibar, maka orang-orang mukmin diperintahkan agar tetap beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan kepada Nabi Muhammad saw yang membenarkan rasul-rasul sebelumnya. Jika mereka beriman kepadanya terutama mengenai hal-hal yang gaib dan bertakwa kepada Allah dengan menjauhi larangan-larangan-Nya, mematuhi segala perintah-perintah-Nya, maka mereka akan memperoleh pahala yang amat besar.\n\nDi dalam Al-Qur'an sering disusulkan kata takwa sesudah kata iman sebagaimana halnya kata zakat sesudah kata salat. Itu menunjukkan bahwa iman itu barulah sempurna jika disertai dengan takwa, sebagaimana halnya salat barulah sempurna jika zakat dikeluarkan." } } }, { "number": { "inQuran": 473, "inSurah": 180 }, "meta": { "juz": 4, "page": 73, "manzil": 1, "ruku": 59, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0633\u064e\u064a\u064f\u0637\u064e\u0648\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u062e\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u064a\u0631\u064e\u0627\u062b\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa yahsabannal lazeena yabkhaloon bimaa aataahumul lahu min fadilhee huwa khairal lahum bal huwa sharrul lahum sayutaw waqoona maa bakhiloo bihee Yawmal Qiyaamah; wa lillaahi meeraasus samaawaati wal ard; wallaahu bimaa ta'maloona Khabeer" } }, "translation": { "en": "And let not those who [greedily] withhold what Allah has given them of His bounty ever think that it is better for them. Rather, it is worse for them. Their necks will be encircled by what they withheld on the Day of Resurrection. And to Allah belongs the heritage of the heavens and the earth. And Allah, with what you do, is [fully] Acquainted.", "id": "Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/473", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/473.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/473.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat-ayat yang lalu Allah mendorong untuk berkorban jiwa, maka pada ayat ini Allah memerintahkan agar berkorban harta benda untuk perjuangan. Ketika mendapat panggilan untuk berjuang di jalan Allah dengan jiwa raga dan harta, sebagian golongan ada yang tidak mau menerima panggilan tersebut, kemudian Allah mengecam tindakan mereka. Dan jangan sekali-kali orang-orang kaya dan berkecukupan yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya enggan menginfakkan hartanya di jalan Allah, atau untuk kepentingan sosial mengira bahwa kikir itu baik bagi mereka lantaran harta yang tidak mereka sumbangkan itu dapat mereka gunakan untuk melindungi mereka dari bencana, padahal kikir itu buruk bagi mereka karena dapat menghapus keberkahan rezeki dan membuat hati menjadi keras sehingga sulit menerima nasihat. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan di lehernya pada hari kiamat sebagai azab dan siksaan yang selalu menyertainya di akhirat akibat kekikirannya. Sesungguhnya milik Allah-lah warisan yang ada di langit dan di bumi dari seluruh harta kekayaan yang dilimpahkan kepada hamba-Nya. Dia tidak membutuhkan infak dan sedekah mereka karena Dia adalah pemilik seluruh isi langit dan bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan sehingga tidak keliru dalam memberi imbalan atas perbuatan mereka.", "long": "Orang-orang yang telah diberi harta dan limpahan karunia oleh Allah kemudian mereka bakhil, tidak mau mengeluarkan kewajiban mengenai harta tersebut, seperti zakat dan lain-lain, adalah sangat tercela. Janganlah sekali-kali kebakhilan itu dianggap baik dan menguntungkan bagi mereka. Harta benda dan kekayaan akan tetap utuh dan tidak kurang bila dinafkahkan di jalan Allah, bahkan akan bertambah dan diberkahi. Tetapi kebakhilan itu adalah suatu hal yang buruk dan merugikan mereka sendiri, karena harta yang tidak dinafkahkan itu akan dikalungkan di leher mereka kelak di hari kiamat sebagai azab dan siksaan yang amat berat, sebab harta benda yang dikalungkan itu akan berubah menjadi ular yang melilit mereka dengan kuat. Nabi Muhammad saw bersabda:\n\nSiapa yang telah diberi harta oleh Allah, kemudian tidak mengeluarkan zakatnya, akan diperlihatkan hartanya berupa ular sawah yang botak, mempunyai dua bintik hitam di atas kedua matanya, lalu dikalungkan kepadanya di hari Kiamat nanti. Ular itu membuka rahangnya dan berkata, \"Saya ini adalah hartamu, saya ini adalah simpananmu,\" kemudian Nabi membaca ayat ini. (Riwayat al-Bukhari dan al-Nasai dari Abu Hurairah).\n\nSebenarnya segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah, diberikannya kepada orang yang dikehendaki-Nya sebagai titipan dan amanat. Sewaktu-waktu dapat dicabut dan dipindahkan ke tangan orang lain menurut kehendak-Nya. Jadi apakah alasan bagi mereka yang bakhil dan tidak mau mengeluarkan harta Allah untuk mencari rida-Nya? Apa saja yang dikerjakan seseorang, semuanya itu diketahui oleh Allah dan dibalas sesuai dengan amal dan niatnya. Nabi Muhammad saw bersabda:\n\n\"Bahwasanya amal itu tergantung dari niat, dan bahwasanya setiap orang akan memperoleh sesuai dengan apa yang diniatkannya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Umar bin al-Khattab)." } } }, { "number": { "inQuran": 474, "inSurah": 181 }, "meta": { "juz": 4, "page": 74, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u064c \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d8 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0628\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064d \u0648\u064e\u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Laqad sami'al laahu qawlal lazeena qaalooo innal laaha faqeerunw wa nahnu aghniyaaa'; sanaktubu maa qaaloo wa qatlahumul Ambiyaa'a bighairi haqqinw wa naqoolu zooqoo 'azaaba Ihreeq" } }, "translation": { "en": "Allah has certainly heard the statement of those [Jews] who said, \"Indeed, Allah is poor, while we are rich.\" We will record what they said and their killing of the prophets without right and will say, \"Taste the punishment of the Burning Fire.", "id": "Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), “Rasakanlah olehmu azab yang membakar!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/474", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/474.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/474.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang Yahudi yang mengatakan, \"Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.\" Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa perintah berinfak di jalan Allah atau bersedekah untuk kepentingan sosial menunjukkan bahwa Allah miskin sehingga butuh pinjaman harta dari manusia. Seandainya Allah kaya, menurut mereka, niscaya Allah tidak menyuruh untuk berinfak dan bersedekah. Ucapan mereka kemudian dijawab oleh Allah. Kami akan mencatat perkataan mereka yang sangat buruk dengan berbagai tuduhan yang dilontarkan kepada Allah dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa hak alasan yang benar lantaran para utusan Allah tersebut menyampaikan ajaran-ajaran Allah, dan Kami akan mengatakan kepada mereka, \"Rasakanlah olehmu azab yang membakar! \" Itu adalah akibat harta yang mereka timbun untuk kepentingan diri sendiri dan tidak mereka sedekahkan.", "long": "Ketika turun wahyu Allah:\n\nBarang siapa meminjami Allah (menginfakkan hartanya) dengan pinjaman yang baik ¦(al-Baqarah/2:245), maka datanglah seorang Yahudi kepada Rasulullah saw dan berkata, \"Apakah Tuhanmu fakir? Lalu meminta-minta kepada hamba-Nya agar diberi pinjaman? Kami ini adalah orang-orang yang kaya.\" Maka turunlah ayat ini. Sesungguhnya Allah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, \"Bahwasanya Allah fakir dan kami ini kaya.\" Dan percayalah bahwa kata-kata dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar itu akan dicatat, kemudian sebagai balasan, mereka akan diberi ganjaran azab yang setimpal. Pada waktu itulah Allah akan mengatakan kepada mereka, \"Rasakanlah azab yang membakar ini sebagaimana pengikut-pengikut rasul telah merasakan pedihnya kata-katamu di dunia yang menusuk perasaan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 475, "inSurah": 182 }, "meta": { "juz": 4, "page": 74, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika bimaa qaddamat aideekum wa annal laaha laisa bizallaamil lil'abeed" } }, "translation": { "en": "That is for what your hands have put forth and because Allah is not ever unjust to [His] servants.\"", "id": "Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/475", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/475.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/475.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab yang menimpa orang-orang fasik dan munafik dari kalangan Yahudi dan semisal mereka, yang demikian itu menurut Allah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri membunuh para nabi, melanggar janji, kikir, memakan yang haram, berkata bohong, mengambil suap dan sebagainya, dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. Mereka yang beramal saleh dan memenuhi perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya akan menerima imbalan berupa kebahagiaan di surga, dan mereka yang ingkar akan menerima balasan siksa yang amat pedih di neraka.", "long": "Azab yang pedih yang berlaku atas mereka (kaum Yahudi) adalah akibat perbuatan mereka sendiri di dunia. Mereka mengatakan, bahwa Allah fakir. Mereka membunuh Nabi-nabi, melakukan perbuatan-perbuatan fasik, maksiat dan lain-lain.\n\nAllah sekali-kali tidak akan menganiaya hamba-hamba-Nya. Allah memperlakukan hamba-hamba-Nya sesuai amal perbuatannya. Firman Allah\n\nTidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula). (ar-Rahman/55:60).\n\nKalau perbuatannya baik dibalas dengan surga, dan kalau perbuatannya buruk dibalas dengan neraka. Allah tidak akan memperlakukan orang yang berbuat maksiat sama dengan orang bertakwa, begitu juga orang-orang kafir tidak sama dengan orang mukmin.\n\nApakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu. (al-Jasiyah/45:21)." } } }, { "number": { "inQuran": 476, "inSurah": 183 }, "meta": { "juz": 4, "page": 74, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064d \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena qaalooo innal laaha 'ahida ilainaaa allaa nu'mina liRasoolin hatta yaa tiyanaa biqurbaanin taa kuluhun naar; qul qad jaaa'akum Rusulum min qablee bilbaiyinaati wa billazee qultum falima qataltumoohum in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "[They are] those who said, \"Indeed, Allah has taken our promise not to believe any messenger until he brings us an offering which fire [from heaven] will consume.\" Say, \"There have already come to you messengers before me with clear proofs and [even] that of which you speak. So why did you kill them, if you should be truthful?\"", "id": "(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.” Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/476", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/476.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/476.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang mendapat laknat dan murka Allah yaitu orang-orang Yahudi yang mengatakan, dengan melontarkan perkataan bohong diatasnamakan Allah, \"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api sebagai tanda diterimanya kurban seseorang.\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad,\" Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi kamu tetap mendustakan mereka dan mengingkari semua yang diturunkan kepada mereka. Bahkan mengapa kamu membunuhnya jika kamu orangorang yang benar.\" Padahal, kamu sebenarnya hanya mengada-ada terhadap Allah, berbohong atas nama agama-Nya, dan tidak taat pada perintah-Nya.", "long": "Beberapa orang Yahudi antara lain Kaab bin Asyraf, Malik bin as-saif, Finhas bin 'Azura dan beberapa orang lagi, mendatangi Rasulullah saw seraya berkata, \"Wahai Muhammad! Engkau mengaku Rasul Allah dan Allah telah mewahyukan kepadamu Kitab, sedang di dalam Kitab Taurat (Imamat ix) kami dilarang oleh Allah mempercayai seorang rasul, sebelum ia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api. Kalau itu dapat kamu buktikan, maka kami akan mempercayaimu.\" Maka turunlah ayat ini. Demikianlah kata Ibnu Abbas r.a.\n\nPengakuan orang-orang Yahudi tersebut di atas, sebenarnya omong kosong belaka, karena andaikata Nabi Muhammad saw membuktikannya mereka tetap tidak akan percaya. Permintaan mereka itu hanyalah alasan yang dicari-cari untuk tidak mempercayai Rasulullah saw. Untuk itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kedustaan mereka dengan kata-kata, \"Telah datang kepadamu rasul-rasul sebelumku, seperti Zakaria, Yahya dan lainnya, membawa mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka atas kenabiannya, dan membawa apa-apa yang kamu usulkan seperti mendatangkan korban yang dimakan api yang memang mempunyai sifat khusus, yaitu membakar. Karenanya pada masa lalu terdapat keyakinan bahwa api selalu dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai apakah kurban yang dipersembahkan diterima Tuhan atau tidak, bila terbakar berarti diterima, namun kamu tetap tidak percaya kepada mereka, bahkan membunuh mereka. Jadi dimana letak kebenaran kamu? Cobalah buktikan, jika kamu sungguh-sungguh orang yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 477, "inSurah": 184 }, "meta": { "juz": 4, "page": 74, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0628\u064f\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Fa in kaz zabooka faqad kuz ziba Rusulum min qablika jaaa'oo bilbaiyinaati waz Zuburi wal Kitaabil Muneer" } }, "translation": { "en": "Then if they deny you, [O Muhammad] - so were messengers denied before you, who brought clear proofs and written ordinances and the enlightening Scripture.", "id": "Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad), maka (ketahuilah) rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zubur dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/477", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/477.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/477.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka jika mereka mendustakan dan menolak risalah engkau, wahai Nabi Muhammad, serta berpaling dari agama, maka ketahuilah bahwa rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustaka pula, mereka membawa mukjizat-mukjizat atau bukti-bukti yang nyata, Zubur kitab samawi yang berisi hikmah-hikmah yang terang serta nasihat-nasihat yang memikat, dan Kitab samawi lainnya; Taurat, Injil, dan Al-Qur'an, yang memberi penjelasan yang sempurna tentang hukum-hukum syariat.", "long": "Kalau mereka masih juga tetap mendustakan kamu, sekalipun kamu telah menunjukkan mukjizat-mukjizat yang nyata dan Kitab yang membimbing ke jalan yang benar, maka janganlah engkau gusar dan cemas atas kekerasan hati dan kekufuran mereka.\n\nHal yang seperti itu telah dialami pula oleh rasul-rasul sebelummu. Mereka telah diberi apa yang telah diberikan kepada kamu seperti mukjizat-mukjizat yang nyata. Allah telah mendatangkan suhuf, yaitu lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum kamu yang isinya mengandung hikmah dan juga telah mendatangkan Kitab yang memberikan penjelasan yang sempurna, berisi hukum syariat seperti Taurat, Injil dan Zabur. Mereka tetap sabar dan tabah menghadapi perbuatan yang menyakitkan hati dari orang-orang yang mengingkari mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 478, "inSurah": 185 }, "meta": { "juz": 4, "page": 74, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 29, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0630\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0632\u064f\u062d\u0652\u0632\u0650\u062d\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0632\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Kulu nafsin zaaa'iqatul mawt; wa innamaa tuwaffawna ujoorakum Yawmal Qiyaamati faman zuhziha 'anin Naari waudkhilal Jannata faqad faaz; wa mal hayaatud dunyaaa illaa mataa'ul ghuroor" } }, "translation": { "en": "Every soul will taste death, and you will only be given your [full] compensation on the Day of Resurrection. So he who is drawn away from the Fire and admitted to Paradise has attained [his desire]. And what is the life of this world except the enjoyment of delusion.", "id": "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/478", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/478.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/478.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat lalu dijelaskan sikap orang-orang munafik yang menduga bahwa mereka dapat menghindar dari kematian. Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa kematian dialami oleh setiap makhluk dan bisa terjadi kapan saja. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati tanpa terkecuali. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasan kamu dari amal perbuatan baik dan buruk yang kamu lakukan selama di dunia. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kebahagiaan hakiki bukanlah berupa kedudukan dan pangkat yang tinggi, harta yang melimpah, rumah dan istana yang mewah. Semua itu akan musnah. Karena itu, jangan jadikan seluruh perhatian kamu pada kehidupan kini dan sekarang, karena kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya setiap orang yang hanya mementingkan kebahagiaan sementara.", "long": "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan di hari kiamat nanti disempurnakan balasan masing-masing yang baik dibalas dengan yang baik, yaitu surga dan yang buruk akan dibalas dengan yang buruk pula yaitu neraka, sesuai dengan sabda Rasulullah saw:\n\nKubur itu merupakan taman dari taman-taman surga, atau merupakan jurang dari jurang-jurang neraka. (Riwayat at-Tirmidzi dan at-thabrani).\n\nSiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, dialah yang berbahagia. Untuk mencapai kebahagiaan di atas, baiklah kita perhatikan sabda Rasulullah saw sebagai berikut: \n\n\"Siapa ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah ia mati di dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan agar ia berbuat kepada manusia seperti yang ia sukai diperbuat orang kepadanya.\" (Riwayat Imam Ahmad).\n\nKehidupan di dunia ini tiada lain kecuali kesenangan yang memperdayakan. Kesenangan yang dirasakan di dunia ini berupa makanan, minuman, pangkat, kedudukan dan sebagainya, pada umumnya memperdayakan manusia. Disangkanya itulah kebahagiaan, maka tenggelamlah ia dan asyik dengan kenikmatan dunia. Padahal kalau manusia kurang pandai mempergunakannya, maka kesenangan itu akan menjadi bencana yang menyebabkan kerugian di dunia dan di akhirat kelak mendapat azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 479, "inSurah": 186 }, "meta": { "juz": 4, "page": 74, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u064e\u062a\u064f\u0628\u0652\u0644\u064e\u0648\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0630\u064b\u0649 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0632\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Latublawunna feee amwaalikum wa anfusikum wa latasma'unna minal lazeena ootul Kitaaba min qablikum wa minal lazeena ashrakooo azan kaseeraa; wa in tasbiroo wa tattaqoo fa inna zaalika min 'azmil umoor" } }, "translation": { "en": "You will surely be tested in your possessions and in yourselves. And you will surely hear from those who were given the Scripture before you and from those who associate others with Allah much abuse. But if you are patient and fear Allah - indeed, that is of the matters [worthy] of determination.", "id": "Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/479", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/479.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/479.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu dengan berbagai cobaan, ujian, dan musibah seperti kekurangan harta, malapetaka, dan lain-lain. Karena itu Allah menguji siapa pun di antara mereka yang tetap sabar dan istikamah dalam menjalankan perintah Allah, dan mereka yang tidak menerima dengan hati lapang dan sabar. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik berupa ejekan, pendustaan, penghalangan dalam beragama, perlawanan, dan pengkhianatan. Jika kamu bersabar dan bertakwa dalam menghadapi tindakan-tindakan mereka dan tetap teguh melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. Hal itu karena orang-orang yang sabar, bertakwa, dan berbesar hati menerima setiap takdir yang berlaku akan meraih kemenangan yang gemilang atas tipu daya musuh.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw dan pengikutnya akan mendapat ujian sebagaimana mereka telah diuji dengan kesulitan di Perang Uhud. Mereka akan diuji lagi mengenai harta dan dirinya. \"Sesungguhnya kamu akan diuji mengenai hartamu dan dirimu.\" Kamu akan berkorban dengan hartamu menghadapi musuhmu untuk menjunjung tinggi derajat umatmu. Kamu akan meningkatkan perjuangan yang mengakibatkan hilangnya keluarga, teman-teman seperjuangan yang dicintai untuk membela yang hak. Kamu akan difitnah oleh orang yang diberi kitab dan orang yang mempersekutukan Allah. Kamu akan mendengar dari mereka hal-hal yang menyakitkan hati, mengganggu ketenteraman jiwa seperti fitnah zina yang dilancarkan oleh mereka terhadap Siti Aisyah. Ia tertinggal dari rombongan Nabi saw ketika kembali dari satu peperangan, di suatu tempat karena mencari kalungnya yang hilang, kemudian datang safwan bin Muattal menjemputnya. Orang-orang munafik menuduh Aisyah berzina dengan safwan. Satu fitnah yang sangat memalukan, dan menggemparkan masyarakat Medinah pada waktu itu, peristiwa itu dikenal dengan hadisul ifki (kabar bohong).\n\nDemikian hebat fitnah yang dilancarkan dan demikian banyak gangguan yang menyakitkan hati yang ditujukan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar menghadapinya dan menerimanya dengan penuh takwa, maka semuanya itu tidak akan mempunyai arti dan pengaruh sama sekali, dan sesungguhnya sabar dan takwa itu adalah urusan yang harus diutamakan." } } }, { "number": { "inQuran": 480, "inSurah": 187 }, "meta": { "juz": 4, "page": 75, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u062a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0646\u064e\u0628\u064e\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz akhazal laahu meesaaqal lazeena ootul Kitaaba latubaiyinunnahoo linnaasi wa laa taktumoona hoo fanabazoohu waraaa'a zuhoorihim washtaraw bihee samanan qaleelan fabi'sa maa yashtaroon" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when Allah took a covenant from those who were given the Scripture, [saying], \"You must make it clear to the people and not conceal it.\" But they threw it away behind their backs and exchanged it for a small price. And wretched is that which they purchased.", "id": "Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itu seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/480", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/480.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/480.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat lalu dijelaskan gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi terhadap Nabi, pada ayat ini Allah menjelaskan kelengahan dan pengabaian mereka terhadap ajaran Taurat. Dan ingatlah ketika Allah mengambil janji yang kuat berupa aturan-aturan dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah diberi Kitab, berupa perintah, \"Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya, yakni isi Kitab itu, kepada manusia, tentang amar makruf nahi mungkar, halal dan haram sebagaimana termaktub dalam kitab suci yang diturunkan dari Allah. Dan diperintahkan pula janganlah kamu menyembunyikannya, yakni isi kandungan kitab suci tersebut, seperti berita kedatangan Nabi Muhammad, dan hukum-hukum syariat tentang halal dan haram. Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dengan tidak mengindahkan perintah-perintah Allah serta mengabaikan aturan-aturan yang telah ditetapkan dan bahkan mereka menjualnya dengan harga murah. Mereka mengubah ketentuan hukum yang telah ditetapkan Allah untuk kepentingan sekelompok orang berpengaruh demi mendapatkan imbalan duniawi. Maka itu seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan karena mereka rela menukar kemuliaan ilmu, agama, pujian di sisi Allah serta mahluk-Nya, dan kekekalan di surga yang penuh nikmat, dengan kesenangan duniawi yang fana.", "long": "Allah telah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani dengan perantaraan nabinya masing-masing, bahwa mereka akan menerangkan isi Kitab kepada manusia dengan menjelaskan arti yang terkandung di dalamnya latar belakang diturunkannya dan tidak ada yang disembunyikan. Tetapi apa yang terjadi?\n\nMereka tidak ada perhatian sama sekali tentang janji-janji tersebut, malah mereka melemparkan janji itu ke belakang, menyembunyikan keterangan tentang Nabi Muhammad saw yang jelas tercantum di dalam Kitab mereka, yakni Ulangan xviii.18: \"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.\" Sifat-sifat dalam perjanjian lama ini hanya terdapat pada Nabi Muhammad. Bd. Yohanes xv. 26 dan xvi. 7 (lihat juga as-saff/61:6). Mereka menukar rida Allah yang abadi dengan harga dan nilai yang sedikit yaitu kedudukan yang tidak kekal dan merusak. Alangkah keliru dan buruknya penukaran yang mereka lakukan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 481, "inSurah": 188 }, "meta": { "juz": 4, "page": 75, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u0652\u0645\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0641\u064e\u0627\u0632\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Laa tahsabannal lazeena yafrahoona bimaaa ataw wa yuhibbona ai yuhmadoo bimaa lam yaf'aloo falaa tahsabunnahum bimafaazatim minal 'azaabi wa lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And never think that those who rejoice in what they have perpetrated and like to be praised for what they did not do - never think them [to be] in safety from the punishment, and for them is a painful punishment.", "id": "Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/481", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/481.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/481.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan sekali-kali kamu, wahai Rasulullah, meyakini dan mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan meskipun yang mereka lakukan itu perbuatan dosa atau maksiat sekali pun dan mereka suka dipuji dengan membanggakan diri atas perbuatan yang tidak mereka lakukan. Mereka, yakni orang-orang Yahudi, menutupi berita yang disampaikan Nabi, kemudian mereka menyampaikan berita itu kepada orang lain dengan mengatasnamakan dirinya, sehingga di mata orang lain merekalah yang paling paham tentang isi kitab suci. Apa yang mereka lakukan tersebut adalah demi mengharapkan pangkat dan kedudukan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, jangan sekalikali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab lantaran Allah telah menghapus pahala dari hasil usahanya dan membatalkan amalnya, karena mereka telah berbuat bohong. Mereka akan mendapat azab yang pedih akibat perbuatan dosa yang mereka lakukan.", "long": "Sifat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang oleh orang mukmin wajib dihindari, yaitu mereka selalu bergembira atas penyelewengan dan pengkhianatan yang dilakukannya. Mereka merasa bangga karena menganggap dirinya adalah tokoh-tokoh masyarakat dan pemimpin-pemimpin yang ditaati. Mereka senang dipuji-puji bahwa mereka mengetahui secara mendalam semua isi Kitab, dan ahli dalam menafsirkannya, padahal mereka itu bukanlah ahlinya. Mereka berbuat demikian untuk mengalihkan perhatian orang-orang banyak dari kebenaran kepada apa yang dikehendaki pembesar-pembesar mereka dan orang awam walaupun salah. \n\nJanganlah kaum Muslimin menyangka bahwa Ahli Kitab yang perbuatannya jelek dan mengelabui itu akan terlepas dari siksaan, bahkan mereka merasakan azab yang pedih. Kaum mukminin tidak perlu merasa sedih dan cemas atas penyelewengan mereka, tetapi hendaklah tetap menjelaskan yang hak dan jangan sekali-kali menyembunyikannya sedikit pun. Allah akan memenuhi apa yang menjadi keinginan kaum Muslimin dan melenyapkan hal-hal yang mungkar yang telah dilarang itu." } } }, { "number": { "inQuran": 482, "inSurah": 189 }, "meta": { "juz": 4, "page": 75, "manzil": 1, "ruku": 60, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi mulkus samaawaati wal ard; wallaahu 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth, and Allah is over all things competent.", "id": "Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/482", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/482.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/482.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan milik Allah-lah seluruh kerajaan langit dan bumi dengan segala isinya, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu terhadap ciptaan-Nya dengan memberinya kehidupan dan rezeki, mengatur, mematikan, membalas, dan menghitung setiap amal perbuatan manusia.", "long": "Kerajaan langit dan bumi dikuasai Allah, diberikan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidaklah sulit bagi-Nya memberikan pertolongan dan memenangkan kaum Muslimin atas Ahli Kitab dan para musyrikin yang menyakiti mereka dengan perbuatan-perbuatan dan ucapan-ucapan." } } }, { "number": { "inQuran": 483, "inSurah": 190 }, "meta": { "juz": 4, "page": 75, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Inna fee khalqis samaawati wal ardi wakhtilaafil laili wannahaari la Aayaatil liulil albaab" } }, "translation": { "en": "Indeed, in the creation of the heavens and the earth and the alternation of the night and the day are signs for those of understanding.", "id": "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/483", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/483.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/483.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan keburukan-keburukan orang Yahudi dan menegaskan bahwa langit dan bumi milik Allah, pada ayat ini Allah menganjurkan untuk mengenal keagungan, kemuliaan, dan kebesaranNya. Sesungguhnya dalam penciptaan benda-benda angkasa, matahari, bulan, beserta planet-planet lainnya dan gugusan bintang-bintang yang terdapat di langit dan perputaran bumi pada porosnya yang terhampar luas untuk manusia, dan pergantian malam dan siang, pada semua fenomena alam tersebut terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal yakni orang yang memiliki akal murni yang tidak diselubungi oleh kabut ide yang dapat melahirkan kerancuan.", "long": "Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw berkata: \"Wahai Aisyah, saya pada malam ini beribadah kepada Allah.\" Jawab Aisyah r.a. \"Sesungguhnya saya senang jika Rasulullah berada di sampingku. Saya senang melayani kemauan dan kehendaknya.\" Tetapi baiklah! Saya tidak keberatan. Maka bangunlah Rasulullah saw dari tempat tidurnya lalu mengambil air wudu, tidak jauh dari tempatnya lalu salat.\n\nPada waktu salat beliau menangis sampai air matanya membasahi kainnya, karena merenungkan ayat Al-Qur'an yang dibacanya. Setelah salat beliau duduk memuji Allah dan kembali menangis tersedu-sedu. Kemudian beliau mengangkat kedua belah tangannya berdoa dan menangis lagi dan air matanya membasahi tanah. Setelah Bilal datang untuk azan subuh dan melihat Nabi saw menangis ia bertanya, \"Wahai Rasulullah! Mengapakah Rasulullah menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang terdahulu maupun yang akan datang?\" Nabi menjawab, \"Apakah saya ini bukan seorang hamba yang pantas dan layak bersyukur kepada Allah? Dan bagaimana saya tidak menangis? Pada malam ini Allah telah menurunkan ayat kepadaku. Selanjutnya beliau berkata, \"Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya.\"\n\nMemikirkan pergantian siang dan malam, mengikuti terbit dan terbenamnya matahari, siang lebih lama dari malam dan sabaliknya. Semuanya itu menunjukkan atas kebesaran dan kekuasaan penciptanya bagi orang-orang yang berakal. Memikirkan terciptanya langit dan bumi, pergantian siang dan malam secara teratur dengan menghasilkan waktu-waktu tertentu bagi kehidupan manusia merupakan satu tantangan tersendiri bagi kaum intelektual beriman. Mereka diharapkan dapat menjelaskan secara akademik fenomena alam itu, sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa Tuhan tidaklah menciptakan semua fenomena itu dengan sia-sia." } } }, { "number": { "inQuran": 484, "inSurah": 191 }, "meta": { "juz": 4, "page": 75, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0639\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064b\u0627 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Allazeena yazkuroonal laaha qiyaamaiw-wa qu'oodanw-wa 'alaa juno obihim wa yatafakkaroona fee khalqis samaawaati wal ardi Rabbanaa maa khalaqta haaza baatilan Subhaanak faqinaa 'azaaban Naar" } }, "translation": { "en": "Who remember Allah while standing or sitting or [lying] on their sides and give thought to the creation of the heavens and the earth, [saying], \"Our Lord, You did not create this aimlessly; exalted are You [above such a thing]; then protect us from the punishment of the Fire.", "id": "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/484", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/484.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/484.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang berakal yaitu orang-orang yang senantiasa memikirkan ciptaan Allah, merenungkan keindahan ciptaan-Nya, kemudian dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat kauniyah yang terbentang di jagat raya ini, seraya berzikir kepada Allah dengan hati, lisan, dan anggota tubuh. Mereka mengingat Allah sambil berdiri dan berjalan dengan melakukan aktivitas kehidupan. Mereka berzikir kepada-Nya seraya duduk di majelis-majelis zikir atau masjid, atau berzikir kepada-Nya dalam keadaan berbaring menjelang tidur dan saat istirahat setelah beraktivitas, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sebagai bukti kekuasaan Allah yang Mahaagung seraya berkata,\" Ya Tuhan kami! Kami bersaksi bahwa tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia melainkan mempunyai hikmah dan tujuan di balik ciptaan itu semua. Mahasuci Engkau, kami bersaksi tiada sekutu bagi-Mu. Kami mohon kiranya Engkau melimpahkan taufik agar kami mampu beramal saleh dalam rangka menjalankan perintah-Mu, dan lindungilah kami dari murka-Mu sehingga kami selamat dari azab neraka.", "long": "Salah satu ciri khas bagi orang berakal yang merupakan sifat khusus manusia dan kelengkapan ini dinilai sebagai makhluk yang memiliki keunggulan dibanding makhluk lain, yaitu apabila ia memperhatikan sesuatu, selalu memperoleh manfaat dan faedah, ia selalu menggambarkan kebesaran Allah, mengingat dan mengenang kebijaksanaan, keutamaan dan banyaknya nikmat Allah kepadanya. Ia selalu mengingat Allah di setiap waktu dan keadaan, baik pada waktu ia berdiri, duduk atau berbaring. Tidak ada satu waktu dan keadaan dibiarkan berlalu begitu saja, kecuali diisi dan digunakannya untuk memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. Memikirkan keajaiban-keajaiban yang terdapat di dalamnya, yang menggambarkan kesempurnaan alam dan kekuasaan Allah.\n\nDengan berulang-ulang direnungkan hal-hal tersebut secara mendalam, sesuai dengan sabda Nabi saw, \"Pikirkan dan renungkanlah segala sesuatu yang mengenai makhluk Allah, dan jangan sekali-kali kamu memikirkan dan merenungkan tentang zat dan hakikat penciptanya, karena bagaimanapun juga kamu tidak akan sampai dan tidak akan dapat mencapai hakikat Zat-Nya.\n\nAkhirnya setiap orang yang berakal akan mengambil kesimpulan dan berkata, \"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini semua, yaitu langit dan bumi serta segala isinya dengan sia-sia, tidak mempunyai hikmah yang mendalam dan tujuan tertentu yang akan membahagiakan kami di dunia dan di akhirat. Mahasuci Engkau Ya Allah dari segala sangkaan yang bukan-bukan yang ditujukan kepada Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka yang telah disediakan bagi orang-orang yang tidak beriman.\n\nPenciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, sungguh merupakan fenomena yang sangat kompleks, yang terus menerus menjadi obyek penelitian umat manusia, sejak awal lahirnya peradaban manusia. \n\nDalam beberapa surah, antara lain Surah al-Araf/7 ayat 54, disebutkan bahwa penciptaan langit dan bumi berlangsung dalam waktu enam masa (lihat pula Telaah Ilmiah Surah al-Araf/7:54). \n\nBegitu kompleksnya penciptaan langit dan bumi yang berlangsung dalam enam masa telah dijelaskan oleh Dr.Achmad Marconi (lihat: Bagaimana Alam Semesta Diciptakan, Pendekatan al-Qur'an dan Sains Modern, Pustaka Jaya, 2003) sebagai berikut: Kata ayyam adalah bentuk jamak dari yaum. Kata yaum dalam arti sehari-hari dipakai untuk menunjukkan keadaan terangnya siang, ditafsirkan sebagai 'masa. Sedang bentuk jamaknya: ayyam, dapat berarti 'beberapa hari dan bahkan dapat berarti 'waktu yang lama. Dilihat dari penggunaan kata ayyam pada ayat di atas menunjukkan sifat relatif waktu dengan memperbandingkan waktu manusia dengan waktu yang berlaku bagi gerak energi-materi alam semesta. Oleh Abdullah Yusuf Ali, (The Holy Qur'an, Text, Translation and Commentary,1934), kata yaum (bentuk tunggal dari ayyam) disetarakan dengan kata dalam bahasa Inggris age atau aeon. Oleh Abdus Suud, ahli tafsir abad ke-16, kata yaum disetarakan dengan pengertian \"peristiwa\" atau naubat. Lebih tepat bila kata yaum diterjemahkan sebagai \"tahap\" atau periode atau masa. Dengan demikian kalimat fi sittati ayyam dalam ayat-54 Surah al-Araf/7 di atas, tepat untuk diterjemahkan sebagai 'dalam enam masa. \n\nMarconi (2003) menjelaskan keenam masa tersebut adalah: Masa Pertama, Sejak 'Dentuman Besar (Big Bang) dari Singularity, sampai terpisahnya Gaya Gravitasi dari Gaya Tunggal (Superforce), ruang-waktu mulai memisah. Namun Kontinuum Ruang-Waktu yang lahir masih berujud samar-samar, di mana energi-materi dan ruang-waktu tidak jelas bedanya. Masa Kedua, massa terbentuknya inflasi Jagad Raya, namun Jagad Raya ini masih belum jelas bentuknya, dan disebut sebagai Cosmic Soup (Sup Kosmos). Gaya Nuklir-Kuat memisahkan diri dari Gaya Elektro-Lemah, serta mulai terbentuknya materi-materi fundamental: quarks, antiquarks, dsb. Jagad Raya mulai mengembang. Masa Ketiga, masa terbentuknya inti-inti atom di Jagad Raya ini. Gaya Nuklir-Lemah mulai terpisah dari Gaya Elektromagnetik. Inti-inti atom seperti proton, netron, dan meson tersusun dari quark-quark ini. Masa ini dikenal sebagai masa pembentukan inti-inti atom (Nucleosyntheses). Ruang, waktu serta materi dan energi, mulai terlihat terpisah. Masa Keempat, elektron-elektron mulai terbentuk, namun masih dalam keadaan bebas, belum terikat oleh inti-atom untuk membentuk atom yang stabil. Masa Kelima, terbentuknya atom-atom yang stabil, memisahnya materi dan radiasi, dan Jagad Raya, terus mengembang dan mulai nampak transparan. Masa Keenam, Jagad raya terus mengembang, atom-atom mulai membentuk aggregat menjadi molekul-molekul, makro-molekul, kemudian membentuk proto-galaksi, galaksi-galaksi, bintang-bintang, tata surya-tata surya, dan planet-planet.\n\nDemikian pula silih bergantinya malam dan siang, merupakan fenomena yang sangat kompleks. Fenomena ini melibatkan 'rotasi bumi (yaitu bumi berputar pada sumbunya), seraya 'mengelilingi matahari dengan sumbu bumi miring. Dalam fenomena fisika bumi berkitar (precession) mengelilingi matahari. Jadi silih bergantinya malam dan siang terjadi karena adanya gerakan rotasi bumi yang berkitar mengelilingi sebuah bintang, yaitu matahari. Karena gerakannya miring, gerakan perkitaran bumi mengelilingi matahari juga memberikan dampak musim yang berbeda-beda, tergantung dari posisi tempat di bumi terhadap matahari. Selain itu rotasi bumi dalam berkitar mengelilingi matahari, distabilkan oleh bulan yang berputar mengelilingi bumi, dalam istilah astronomi, bulan memberikan rotational dynamic stability pada rotasi bumi yang berkitar mengelilingi matahari. Planet-planet lain yang juga mengelilingi matahari, memberikan pula rotational dinamic stability kepada perkitaran bumi terhadap matahari, Subhanallah! Terbukti bahwa eksistensi bulan sangat diperlukan agar precession (perkitaran) bumi pada sumbunya stabil. Bulan memberikan kestabilan dalam dimensi waktu 10-100 tahun, sedang Venus dan Mars memberikan kestabilan dalam dimensi waktu 100-500 tahun. Sedang planet Jupiter dan Saturnus, juga ikut memberikan rotational dynamic stability terhadap bumi kita ini, selain juga bertindak sebagai shield (perisai) bagi bumi terhadap hamburan meteor yang akan membentur bumi (komunikasi personal dengan Prof. Dr. Ir. Said D. Jenie, pakar Mekanika Benda Langit ITB)(lihat juga Telaah Ilmiah Surah al-Anam, ayat 96).\n\nJelaslah, begitu kompleksnya fenomena ciptaan Allah swt. tentang 'Penciptaan Langit dan Bumi, serta silih bergantinya malam dan siang ini. Hanya para ilmuwan dan filosof yang sangat ulung dan tekun serta tawadhu, yang akan mampu menyingkap rahasia alam ini. Merekalah yang disebut sebagai Ulil Albab pada ayat di atas. Penciptaan Langit dan Bumi sangat kompleks, dan baru 'sedikit yang diketahui manusia tentang itu. Silih bergantinya malam pun juga sangat kompleks. Dalam era modern ini, ilmu pengetahuan telah mampu menyingkap bahwa bulan, planet Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus, semuanya memberikan pengaruh berupa rotational dynamic stability pada rotasi bumi dalam berkitar mengelilingi matahari itu. Mereka inilah (para ulil albab) yang sampai kepada kesimpulan: \"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka\"." } } }, { "number": { "inQuran": 485, "inSurah": 192 }, "meta": { "juz": 4, "page": 75, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0632\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Rabbanaaa innaka man tudkhilin Naara faqad akhzai tahoo wa maa lizzaalimeena min ansaar" } }, "translation": { "en": "Our Lord, indeed whoever You admit to the Fire - You have disgraced him, and for the wrongdoers there are no helpers.", "id": "Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/485", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/485.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/485.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berdoa kepada Allah Sang Pencipta yang menghidupkan dan mematikan. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka karena menyekutukan-Mu dan akibat keangkuhannya, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya dengan menimpakan azab yang pedih, dan tidak ada seorang penolong pun yang dapat memberikan pertolongan bagi orang yang zalim. Karena orang-orang zalim pantas mendapatkan murka dan siksaan dari Allah.", "long": "Ya Allah, Ya Tuhan kami, kami mohon dengan penuh khusyuk dan rendah hati, agar kami ini benar-benar dijauhkan dari api neraka, api yang akan membakar hangus orang-orang yang angkuh dan sombong di dunia ini, yang tidak mau menerima yang hak dan benar yang datang dari Engkau Pencipta seluruh alam. Kami tahu bahwa orang-orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, adalah orang-orang yang sungguh-sungguh telah Engkau hinakan karena kezaliman dan kekafiran yang telah mereka lakukan di dunia ini. Mereka terus-menerus merasakan siksa neraka itu, karena tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim dan kafir itu seorang penolong pun, yang dapat mengeluarkan mereka dari kepedihan siksa yang dialaminya." } } }, { "number": { "inQuran": 486, "inSurah": 193 }, "meta": { "juz": 4, "page": 75, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u06da \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Rabbanaaa innanaa sami'naa munaadiyai yunaadee lil eemaani an aaminoo bi Rabbikum fa aamannaa; Rabbanaa faghfir lanaa zunoobanaa wa kaffir 'annaa saiyi aatina wa tawaffanaa ma'al abraar" } }, "translation": { "en": "Our Lord, indeed we have heard a caller calling to faith, [saying], 'Believe in your Lord,' and we have believed. Our Lord, so forgive us our sins and remove from us our misdeeds and cause us to die with the righteous.", "id": "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/486", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/486.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/486.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu mereka memohon lagi. Ya Tuhan kami, Pencipta dan Pemberi karunia! Sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, yaitu Nabi Muhammad dengan Al-Qur'an, mengajak seluruh umat untuk mengesakan-Mu, menaati perintah-Mu, dan menjauhi laranganMu, seraya menyeru, \"Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, pencipta alam semesta, dan pemberi karunia kepada seluruh hamba-Nya,\" maka kami pun beriman dan mematuhi petunjuknya dan mengikuti jalannya. Oleh karena itu, Ya Tuhan kami, kiranya Engkau tutupi aib kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, yang telah kami lakukan akibat kelalaian kami, dan matikanlah kami dalam kebaikan, tetapkanlah kami pada kebenaran beserta orang-orang yang berbakti yaitu para pengikut rasul-rasul-Mu, di bawah naungan rida-Mu dalam keadaan memeluk agama Islam.", "long": "Setelah mengucapkan doa yang didasarkan kepada tafakur dan renungan tentang alam dan segala keajaibannya seperti tersebut di atas, maka disusul lagi dengan doa yang menggambarkan perhatian pada panggilan yang didengarnya. Ya Allah kami telah mendengar seruan Rasul-Mu, yang menyeru agar kami beriman kepada-Mu dan membenarkan firman-Mu, maka segera kami beriman, melakukan segala perintah-Mu, menjauhi segala larangan-Mu, sesuai dengan anjuran yang dibawa oleh Rasul-Mu.\n\nOleh karena itu ampunilah dosa-dosa yang telah kami lakukan dan hapuskanlah dari kami dosa-dosa kecil yang pernah kami perbuat, serta matikanlah kami di dalam keadaan husnul-khatimah, bersama-sama dengan orang-orang baik yang banyak berbuat kebajikan." } } }, { "number": { "inQuran": 487, "inSurah": 194 }, "meta": { "juz": 4, "page": 75, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0622\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u062a\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0639\u064e\u0627\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbanaa wa aatinaa maa wa'attanaa 'alaa Rusulika wa laa tukhzinaa Yawmal Qiyaamah; innaka laa tukhliful mee'aad" } }, "translation": { "en": "Our Lord, and grant us what You promised us through Your messengers and do not disgrace us on the Day of Resurrection. Indeed, You do not fail in [Your] promise.\"", "id": "Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/487", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/487.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/487.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka pun berdoa lagi. Ya Tuhan kami Yang Mahabijaksana! Kami memohon kepada-Mu, berilah kami karunia sebagaimana apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu berupa pahala, ampunan, dan berada di dekat-Mu di surga yang penuh kenikmatan. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat di hadapan semua saksi pada hari berkumpulnya seluruh umat manusia dari setiap generasi. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji. Tidak ada ucapan yang lebih baik daripada ucapan-Mu. Kami menunggu apa yang telah Engkau janjikan dan kabarkan, sebagaimana yang telah Engkau sebutkan dalam kitab suci-Mu yang diturunkan melalui utusan-Mu .", "long": "Ya Tuhan kami! Kami telah melaksanakan segala perintah-Mu. Kami selalu mengingat-Mu setiap waktu dan setiap keadaan. Kami telah memenuhi seruan Rasul-Mu. Oleh karena itu, ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami apa-apa yang telah Engkau janjikan dengan perantaraan rasul-rasul. Engkau telah menjanjikan kekuasaan di dunia ini dengan firman Engkau:\n\nAllah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, ¦.(an-Nur/24:55).\n\nEngkau telah menjanjikan kemenangan dan pertolongan bagi orang yang taat dan menjunjung tinggi agama Engkau, dengan firman-Mu:\n\n¦. Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu ¦.. (Muhammad/47:7).\n\nKemudian dalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nAllah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,¦ (at-Taubah/9:72).\n\nHal-hal tersebut di atas merupakan kebahagiaan dunia dan akhirat yang sangat kami harapkan dan jangan sekali-kali Engkau hinakan kami pada hari kiamat sesuai dengan firman Engkau:\n\n¦ Pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya¦ (at-Tahrim/66:8).\n\nSemua ini kami mohon dengan segala kerendahan hati, untuk memantapkan pengamalan kami atas segala perintah-Mu, karena dengan demikian kami akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, dan bukan sekali-kali tidak ragu atas segala janji-Mu, karena kami percaya dengan penuh keyakinan bahwa Engkau tidak akan menyalahi janji sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 488, "inSurah": 195 }, "meta": { "juz": 4, "page": 76, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0623\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Fastajaaba lahum Rabbuhum annee laaa Udee'u 'amala 'aamilim minkum min zakarin aw unsaa ba'dukum mim ba'din fal lazeena haajaroo wa ukhrijoo min diyaarihim wa oozoo fee sabeelee wa qaataloo wa qutiloo la ukaffiranna 'anhum saiyi aatihim wa la udkhilanna hum Jannnatin tajree min tahtihal anhaaru sawaabam min 'indil laah; wallaahu 'indahoo husnus sawaab" } }, "translation": { "en": "And their Lord responded to them, \"Never will I allow to be lost the work of [any] worker among you, whether male or female; you are of one another. So those who emigrated or were evicted from their homes or were harmed in My cause or fought or were killed - I will surely remove from them their misdeeds, and I will surely admit them to gardens beneath which rivers flow as reward from Allah, and Allah has with Him the best reward.\"", "id": "Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/488", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/488.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/488.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mereka (Ulul Albab) memanjatkan pujian dan doa kepada Allah dengan tulus dan penuh harapan, maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya dan mewujudkan harapannya dengan berfirman, \"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal perbuatan atau usaha orang yang beramal serta pahala orang-orang yang berbuat kebajikan di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan. Keduanya memperoleh imbalan yang sama; tidak ada perbedaan antara keduanya, karena sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain, sehingga kalian adalah bersaudara. Karenanya tidak ada kelebihan yang satu dari yang lain tentang penilaian iman dan amalnya di sisi Allah (Lihat Surah an-Nahl/16: 97). Maka orang yang berhijrah meninggalkan negeri, keluarga, dan harta kekayaan mereka, yang karena mempertahankan keimanannya mereka diusir dari kampung halamannya, dan mereka yang disakiti lantaran berjuang pada jalan-Ku, mereka yang berperang atau berjuang dan yang terbunuh dalam perjuangan membela agamaKu pasti akan Aku hapus atau ampuni kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Ampunan serta kenikmatan-kenikmatan yang mereka peroleh adalah sebagai pahala atau imbalan dari Allah yang Maha Pemurah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik yang menyenangkan serta anugerah yang teragung.", "long": "Ummi Salamah pernah berkata, \"Ya Rasulullah! Saya tidak mendengar Allah menyebut-nyebut perempuan sedikit pun yang berkenaan dengan hijrah.\" Maka turunlah ayat ini. Atas ketekunan mereka beramal baik, penuh dengan keikhlasan yang dibarengi doa yang sungguh-sungguh, maka Allah memperkenankan permohonan mereka. \n\nDijelaskan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amal seseorang yang taat dan tidak akan membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan dalam memberi pahala dan balasan, karena kedua jenis ini satu sama lain turun menurunkan, perempuan berasal dari laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu barang siapa hijrah, baik laki-laki maupun perempuan, diusir dari kampung halamannya, disiksa karena ia tekun di jalan Allah, memerangi musuh-musuh Allah yang akhirnya mati syahid, tewas di medan perang, pasti Allah akan menghapuskan segala kesalahannya, mengampuni dosanya dan pasti pula akan masukkan ke dalam surga, merupakan pahala dan balasan dari Dia, sebagai perwujudan doa dari permohonan yang diperkenankan-Nya. Alangkah berbahagia mereka, memperoleh pahala dan balasan dari Allah, karena memang pahala dan balasan yang sebaik-baiknya ialah yang datang dari Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 489, "inSurah": 196 }, "meta": { "juz": 4, "page": 76, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u064f\u0631\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064f\u0628\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Laa yaghurrannaka taqal lubul lazeena kafaroo fil bilaad" } }, "translation": { "en": "Be not deceived by the [uninhibited] movement of the disbelievers throughout the land.", "id": "Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/489", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/489.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/489.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan sekali-kali kamu, wahai Rasul, teperdaya atau tertipu oleh kegiatan orang-orang kafir yang bergerak dengan bebas kesana kemari di seluruh negeri dengan mengiming-imingi pangkat, harta, dan kenikmatan-kenikmatan sementara yang cepat sirna.", "long": "Meskipun ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw namun dimaksudkan pula untuk umatnya, sebagaimana kita lihat banyak ayat yang menurut bunyinya ditujukan kepada Nabi saw, tetapi pada hakikatnya ditujukan pula kepada semua pengikutnya. Nabi Muhammad saw selama hidupnya tidak pernah teperdaya oleh bujukan dan tipuan siapa pun, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Qatadah, ia berkata, \"Demi Allah mereka tidak pernah berhasil memperdayakan Nabi saw sampai beliau wafat.\"\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa kaum Muslimin tidak boleh teperdaya oleh kehidupan mewah orang-orang kafir yang tujuan hidupnya hanyalah mencari kekayaan dunia semata.\n\nKaum Muslimin hendaklah tabah dan sabar menghadapi hal yang seperti ini dan tetap berjuang untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat, sebagaimana firman Allah:\n\nDan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (al-Qasas/28:77)." } } }, { "number": { "inQuran": 490, "inSurah": 197 }, "meta": { "juz": 4, "page": 76, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06da \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Mataa'un qaleelun summa maawaahum Jahannam; wa bi'sal mihaad" } }, "translation": { "en": "[It is but] a small enjoyment; then their [final] refuge is Hell, and wretched is the resting place.", "id": "Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam. (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/490", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/490.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/490.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua yang ditawarkan orang-orang kafir berupa pangkat, harta benda, dan kemewahan itu hanyalah kesenangan sementara yang tidak bernilai jika dibanding dengan pahala Allah di surga kelak yang penuh kenikmatan dan abadi. Kemudian Allah menetapkan bagi orang-orang kafir tersebut tempat kembali mereka setelah mati, ialah neraka Jahanam agar mereka merasakan azab Allah. Neraka Jahanam itu adalah seburuk buruk tempat tinggal bagi orang-orang kafir dan mereka yang melakukan perbuatan keji selama di dunia.", "long": "Orang mukmin tidak perlu cemas, tidak perlu berkecil hati melihat kemewahan yang diperoleh orang kafir, musuh Tuhan itu, karena yang demikian adalah kesenangan yang tidak banyak berarti dibanding dengan pahala dan kesenangan yang disediakan untuk orang mukmin di akhirat nanti. Nabi Muhammad bersabda:\n\n\"Perbandingan hidup di dunia dengan hidup di akhirat hanyalah seperti jari tangan seseorang yang dimasukkan di dalam laut.\" (Riwayat Muslim).\n\nAir yang menempel di jari, itulah dunia, dan air laut itulah akhirat. Hidup di dunia hanya sementara, karena mereka bersenang-senang hanya selama hidup saja, kemudian setelah meninggal, mereka akan ditempatkan di tempat yang seburuk-buruknya." } } }, { "number": { "inQuran": 491, "inSurah": 198 }, "meta": { "juz": 4, "page": 76, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Laakinil lazeenat taqaw Rabbahum lahum Jannnaatun tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa nuzulammin 'indil laah; wa maa 'indal laahi khairul lil abraar" } }, "translation": { "en": "But those who feared their Lord will have gardens beneath which rivers flow, abiding eternally therein, as accommodation from Allah. And that which is with Allah is best for the righteous.", "id": "Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/491", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/491.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/491.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan imbalan bagi orang-orang kafir, berikutnya Allah menjelaskan imbalan yang diberikan kepada orang-orang yang bertakwa. Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dengan melakukan amal perbuatan yang disukai-Nya dan meninggalkan yang dibenci-Nya, niscaya mereka akan mendapat tempat tinggal yang nyaman dan penuh kenikmatan, yaitu surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang begitu jernih, indah, dan sedap dipandang mata. Keindahan dan kenikmatan surga tersebut belum pernah mereka lihat dan belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Mereka kekal di dalamnya dan mereka tidak merasa takut atau khawatir, karena hati mereka selalu diliputi kegembiraan. Itu semua adalah sebagai karunia dari Allah yang disediakan untuk mereka. Dan apa yang di sisi Allah berupa pahala dan anugerah yang abadi adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti daripada kekayaan, kebanggaan diri, dan kemegahan sebagaimana yang diperoleh orang-orang kafir selama di dunia.", "long": "Berbeda dengan kaum kafir yang akan ditempatkan di dalam neraka, maka di akhirat nanti orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang mengamalkan perintah-perintah Allah, meninggalkan segala larangan-Nya, akan ditempatkan di dalam surga, kekal untuk selama-lamanya. \n\nAlangkah bahagianya mereka, karena apa yang di sisi Allah itu adalah yang sebaik-baiknya bagi orang yang berbakti. Jauh lebih baik daripada kesenangan dan kemewahan yang dirasakan orang-orang kafir di dunia, karena sifatnya terbatas, yaitu selama hidup di dunia saja. Rasulullah memberi contoh nyata seperti yang disampaikan Umar bin al-Khattab r.a. berkata:\n\n\"Saya berkunjung kepada Rasulullah saw, waktu itu beliau berada dalam sebuah ruangan, tidur di atas tikar yang tidak beralas. Di bawah kepalanya bantal dari kulit kambing yang diisi dengan sabut. Pada kedua kakinya daun penyamak terkumpul. Di alas kepalanya, kulit kambing tergantung. Saya melihat bekas tikar pada dua lambungnya, maka saya menangis. Beliau berkata, \"Apa yang menyebabkan engkau menangis?\" Saya menjawab, \"Wahai Rasulullah, Kisra dan Kaisar selalu di dalam kesenangan, kemewahan dan serba cukup dan Engkau adalah Rasulullah dan dalam keadaan begini?\" Rasulullah menjawab, \"Apakah Engkau tidak senang, bahwa dunia ini bagi mereka dan akhirat bagi kita\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)." } } }, { "number": { "inQuran": 492, "inSurah": 199 }, "meta": { "juz": 4, "page": 76, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d7 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa inna min Ahlil Kitaabi lamai yu minu billaahi wa maaa unzila ilaikum wa maaa unzila ilaihim khaashi 'eena lillaahi laa yashtaroona bi Aayaatil laahi samanan qaleelaa; ulaaa'ika lahum ajruhum 'inda Rabbihim; innal laaha saree'ul hisaab" } }, "translation": { "en": "And indeed, among the People of the Scripture are those who believe in Allah and what was revealed to you and what was revealed to them, [being] humbly submissive to Allah. They do not exchange the verses of Allah for a small price. Those will have their reward with their Lord. Indeed, Allah is swift in account.", "id": "Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/492", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/492.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/492.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan w yang diberikan Allah kepada orang-orang mukmin, kemudian Allah menjelaskan golongan mukmin lain-nya yang mendapat imbalan yang sama. Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab dari golongan Yahudi dan Nasrani ada kelompok orang-orang yang beriman kepada Allah dengan tulus, dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada kamu yaitu kitab suci Al-Qur'an dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada mereka, yaitu kitab Taurat dan Injil. Mereka menghimpun antara keimanan kepada nabi-nabi mereka sendiri dan keimanan kepada Nabi Muhammad serta ajaran-ajaran yang dibawa para nabi dalam keadaan berendah hati kepada Allah dengan tunduk dan patuh mengamalkan syariat-Nya, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, demi meraih kekayaan materi dan kemewahan, serta kedudukan yang sifatnya sementara. Mereka yang tunduk dan patuh mengamalkan syariat-Nya kelak akan memperoleh pahala di sisi Tuhannya sebagai imbalan atas amal perbuatan yang telah mereka lakukan dengan tulus di dunia. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya, mampu menghitung jumlah yang banyak dalam waktu singkat.", "long": "Jabir bin Abdullah, Anas, Ibnu Abbas, Qatadah dan al-hasan berkata bahwa ayat ini diturunkan tentang an-Najasyi, raja bangsa Habasyi yang telah masuk Islam ketika meninggal. Malaikat Jibril memberitahu Nabi saw, maka Nabi berkata kepada sahabatnya, \"Marilah kita (salat gaib) untuk an-Najasyi itu.\" Sebagian sahabat dengan penuh keheranan bertanya, \"Kenapa kami disuruh salat untuk orang kafir di negeri Habsyi?\" Maka turunlah ayat ini.\n\nTidaklah semua Ahli Kitab itu menyimpang dari ajaran Allah, berkhianat, mengingkari kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, tetapi ada sebagian dari mereka seperti an-Najasyi, Abdullah bin Salam dan lain-lain, mempunyai sejarah gemilang dalam hidupnya. Mereka benar-benar beriman kepada Allah, percaya kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah saw, begitu pula kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada nabi-nabi, mereka taat dan rendah diri kepada Allah, tidak menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, maksudnya tidak menyembunyikan apa yang mereka ketahui tentang kedatangan Nabi Muhammad saw sebagai Rasul. Mereka adalah Ahli Kitab yang baik dan lurus, baik ia Yahudi maupun ia Nasrani. Mereka akan memperoleh pahala di sisi Tuhan sebagaimana yang telah dijanjikan dengan firman-Nya:\n\nMereka itu diberi pahala dua kali (karena beriman kepada Taurat dan Al-Qur'an) disebabkan kesabaran mereka, ¦. (al-Qasas/28:54)\n\nSesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya karena segala sesuatunya diketahui-Nya dengan jelas, baik pahala yang akan diberikan-Nya maupun orang yang berhak menerimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 493, "inSurah": 200 }, "meta": { "juz": 4, "page": 76, "manzil": 1, "ruku": 61, "hizbQuarter": 30, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanus biroo wa saabiroo wa raabitoo wattaqul laaha la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, persevere and endure and remain stationed and fear Allah that you may be successful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/493", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/493.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/493.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu semua dalam taat kepada Allah dengan meninggalkan perbuatan maksiat dan segala larangan dengan cara menjauhinya serta bertobatlah, dan kuatkanlah kesabaranmu terhadap musibah yang menimpamu maupun tingkah laku orang yang mungkin terasa menyakitkan. Dan tetaplah bersiap siaga dalam menghadapi musuh-musuh di perbatasan negerimu dengan selalu komitmen di jalan Allah, dan bertakwalah kepada Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar kamu termasuk orang-orang yang beruntung, yakni mendapatkan imbalan yang besar dan abadi, atas ketaatan dan kesabaran kalian. Pada akhir ayat ini Allah memperingatkan orang mukmin dengan empat perintah, yaitu bersabar, memperteguh kesabaran, komitmen di jalan Allah, dan bertakwa. Empat hal ini akan mengantarkan seseorang memperoleh keberuntungan.", "long": "Setelah membicarakan berbagai macam hikmah dan hukum sejak awal surah ini, maka untuk menjaga dan memantapkan pelaksanaan hal-hal tersebut, surah ini (Ali 'Imran) ditutup dengan anjuran agar orang beriman, sabar dan tabah melakukan segala macam perintah Allah, mengatasi semua gangguan dan cobaan, menghindari segala larangan-Nya, terutama bersabar dan tabah menghadapi lawan-lawan dan musuh agama. Jangan sampai musuh-musuh agama itu lebih sabar dan tabah dari kita sehingga kemenangan berada di pihak mereka. Hendaklah orang mukmin selalu bersiap siaga dengan segala macam cara dan upaya, berjihad, menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan mengurangi kewibawaan dan kemurnian serta keagungan agama Islam. Dan sebagai sari patinya orang mukmin dianjurkan agar benar-benar bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa di mana saja mereka berada, karena dengan bekal takwa itulah segala sesuatu dapat dilaksanakan dengan baik, diberkahi, dan diridai oleh Allah swt.\n\nDemikianlah, barang siapa di antara orang-orang yang beriman melaksanakan 4 macam anjuran tersebut, pasti akan mendapat kemenangan dan kebahagiaan, di dunia dan di akhirat." } } } ] }, { "number": 4, "sequence": 92, "numberOfVerses": 176, "name": { "short": "النساء", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u0633\u0627\u0621", "transliteration": { "en": "An-Nisaa", "id": "An-Nisa'" }, "translation": { "en": "The Women", "id": "Wanita" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat An Nisaa' yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah. Dinamakan An Nisaa' karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain. Surat yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaq. Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa' dengan sebutan: Surat An Nisaa' Al Kubraa (surat An Nisaa' yang besar), sedang surat Ath Thalaq disebut dengan sebutan: Surat An Nisaa' Ash Shughraa (surat An Nisaa' yang kecil)." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 494, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 4, "page": 77, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u062b\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064b \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0642\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan naasut taqoo Rabbakumul lazee khalaqakum min nafsinw waahidatinw wa khalaqa minhaa zawjahaa wa bas sa minhumaa rijaalan kaseeranw wa nisaaa'aa; wattaqul laahallazee tasaaa 'aloona bihee wal arhaam; innal laaha kaana 'alaikum Raqeeba" } }, "translation": { "en": "O mankind, fear your Lord, who created you from one soul and created from it its mate and dispersed from both of them many men and women. And fear Allah, through whom you ask one another, and the wombs. Indeed Allah is ever, over you, an Observer.", "id": "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/494", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/494.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/494.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada surah sebelumnya Allah menjelaskan bahwa kitab suci merupakan petunjuk jalan menuju kebahagiaan dan bahwa inti seluruh kegiatan adalah tauhid, pada surah ini Allah menjelaskan bahwa untuk meraih tujuan tersebut manusia perlu menjalin persatuan dan kesatuan, serta menanamkan kasih sayang antara sesama. Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, mensyukuri karunia dan tidak mengkufuri nikmat-Nya. Dialah Allah yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu yaitu Adam, dan Allah menciptakan pasangannya yaitu Hawa dari diri-nya yakni dari jenis yang sama dengan Adam; dan dari keduanya, pasangan Adam dan Hawa, Allah memperkembangbiakkan menjadi beberapa keturunan dari jenis laki-laki dan perempuan yang banyak kemudian mereka berpasang-pasangan sehingga berkembang menjadi beberapa suku bangsa yang berlainan warna kulit dan bahasa (Lihat: Surah arRum/30: 22). Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta pertolongan antar sesama, dengan saling membantu, dan juga peliharalah hubungan kekeluargaan dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu karena setiap tindakan dan perilaku kamu tidak ada yang samar sedikit pun dalam pandangan Allah.\r\nMenjalin persatuan dan menjaga ikatan kekeluargaan adalah dasar ketakwaan yang dapat mengantarkan manusia ke tingkat kesempurnaan.", "long": "Di dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada manusia agar bertakwa kepada Allah, yang memelihara manusia dan melimpahkan nikmat karunia-Nya. Dialah Yang menciptakan manusia dari seorang diri yaitu Adam. Dengan demikian, menurut jumhur mufasir, Adam adalah manusia pertama yang dijadikan oleh Allah. Kemudian dari diri yang satu itu Allah menciptakan pula pasangannya yang biasa disebut dengan nama Hawa. Dari Adam dan Hawa berkembang biaklah manusia. Dalam Al-Qur'an penciptaan Adam disebut dari tanah liat (al-Anam/6:2; as-Sajdah/32:7; Shad/38:71 dan dalam beberapa ayat lagi). Dalam an-Nisa/4:1 disebutkan \"... dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya; ...\" Kata-kata dalam Surah an-Nisa ayat pertama ini sering menimbulkan salah pengertian di kalangan awam, terutama di kalangan perempuan, karena ada anggapan bahwa perempuan diciptakan dari rusuk Adam, yang sering dipertanyakan oleh kalangan feminis. Ayat itu hanya menyebut ... wa khalaqa minha zaujaha, yang diterjemahkan dengan menciptakan pasangannya dari dirinya; lalu ada yang mengatakan bahwa perempuan itu diciptakan dari rusuk Adam, dan pernyataan yang terdapat dalam beberapa hadis ini ada yang mengira dari Al-Qur'an. Di dalam Al-Qur'an nama Hawa pun tidak ada, yang ada hanya nama Adam. Nama Hawa (Eve) ada dalam Bibel (\"Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.\" (Kejadian iii. 20), (Hawwa dari kata bahasa Ibrani heva, dibaca: hawwah, yang berarti hidup). Pernyataan bahwa perempuan diciptakan dari rusuk laki-laki itu terdapat dalam Perjanjian Lama, Kitab Kejadian ii. 21 dan 22: \"Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.\"\n\nKemudian sekali lagi Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertakwa kepada-Nya dan seringkali mempergunakan nama-Nya dalam berdoa untuk memperoleh kebutuhannya. Menurut kebiasaan orang Arab Jahiliah bila menanyakan sesuatu atau meminta sesuatu kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah. Allah juga memerintahkan agar manusia selalu memelihara silaturrahmi antara keluarga dengan membuat kebaikan dan kebajikan yang merupakan salah satu sarana pengikat silaturrahmi. \n\nIlmu Hayati Manusia (Human Biology) memberikan informasi kepada kita, bahwa manusia dengan kelamin laki-laki mempunyai sex-chromosome (kromosom kelamin) XY, sedang manusia dengan kelamin wanita mempunyai sex-chromosome XX. Ayat di atas menjelaskan bahwa \"manusia diciptakan dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya\". Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa 'diri yang satu itu tentu berjenis kelamin laki-laki, sebab kalimat berikutnya menyatakan, 'daripadanya diciptakan istrinya. Dari sudut pandang Human Biology hal itu sangatlah tepat, sebab sex-chromosome XY (laki-laki) dapat menurunkan kromosom XY atau XX; sedang kromosom XX (wanita) tidak mungkin akan membentuk XY, karena dari mana didapat kromosom Y? Jadi jelas bahwa laki-laki pada hakikatnya adalah penentu jenis kelamin dari keturunannya. Diri yang satu itu tidak lain adalah Adam." } } }, { "number": { "inQuran": 495, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 4, "page": 77, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064f\u0648\u0628\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa aatul yataamaaa amwaalahum wa laa tatabad dalul khabeesa bittaiyibi wa laa taakulooo amwaalahum ilaaa amwaalikum; innahoo kaana hooban kabeeraa" } }, "translation": { "en": "And give to the orphans their properties and do not substitute the defective [of your own] for the good [of theirs]. And do not consume their properties into your own. Indeed, that is ever a great sin.", "id": "Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/495", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/495.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/495.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut ini menjelaskan siapa yang harus dipelihara hak-haknya dalam rangka bertakwa kepada Allah. Dan berikanlah, wahai para wali atau orang yang diberi wasiat mengurus, kepada anak-anak yatim yang sudah dewasa lagi cerdas untuk mengelola harta mereka sendiri yang ada di dalam kekuasaanmu, dan janganlah kamu menukar harta anak yatim yang baik, lalu karena ketamakan kamu mengambil atau menukar harta mereka. Tindakan itu sama halnya menukar yang baik dengan yang buruk. Dan demikian pula, janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu dengan ikut memanfaatkan harta mereka demi kepentingan diri sendiri. Sungguh, tindakan menukar dan memakan itu adalah dosa yang besar. Jika kamu melakukan hal itu, kamu akan mendapat laknat dan murka dari Allah.", "long": "Ayat ini ditujukan kepada para penerima amanat agar memelihara anak yatim dan hartanya. Anak yatim ialah setiap anak yang ayahnya telah meninggal dunia, dan masih kecil (belum mencapai usia dewasa).\n\nOrang yang diserahi amanat untuk menjaga harta anak yatim haruslah memelihara harta tersebut dengan cara yang baik. Tidak boleh ia mencampurkan harta anak yatim itu dengan hartanya sendiri, sehingga tidak dapat dibedakan lagi mana yang harta anak yatim dan mana yang harta sendiri. Juga tidak dibenarkan ia memakan harta tersebut untuk dirinya sendiri apabila ia dalam keadaan mampu. Apabila hal tersebut dilakukan juga maka berarti ia telah memakan harta anak yatim dengan jalan yang tak benar. Dalam keadaan ini ia akan mendapat dosa yang besar. Apabila anak yatim itu telah mencapai umur dewasa dan cerdik mampu mengatur dan menggunakan harta, hendaklah hartanya itu segera diserahkan kepadanya, sebagaimana akan diterangkan pada ayat 5 surah ini.\n\nPara mufasir dalam menafsirkan perkataan \"anak yatim\" dalam ayat ini terdapat dua pendapat. Pendapat pertama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan \"anak yatim\" di sini ialah yang belum balig, sebagai pendahulu ayat 5 surah ini, sejalan dengan penafsiran yang dikemukakan di atas. Pendapat kedua menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan \"anak yatim\" di sini ialah yang sudah balig, sejalan dengan sebab turunnya ayat ini, riwayat Ibnu Abi ¦atim dari Said bin Jubair bahwa seorang laki-laki dari suku Banu Gatafan menyimpan harta yang banyak milik anak yatim, yaitu anak saudara kandungnya. Ketika anak tersebut balig, dia meminta hartanya itu, tetapi pamannya tidak mau memberikannya. Hal ini diadukan kepada Nabi Muhammad saw, maka turunlah ayat ini.\n\nAs-salabi meriwayatkan dari Ibnu Muqatil dan al-Kalbi bahwa paman anak itu tatkala mendengar ayat ini berkata, \"Kami taat kepada Allah dan Rasul-Nya, kami berlindung kepada Allah dari dosa besar.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 496, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 4, "page": 77, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062b\u064f\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e \u0648\u064e\u0631\u064f\u0628\u064e\u0627\u0639\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627", "transliteration": { "en": "Wa in khiftum allaa tuqsitoo fil yataamaa fankihoo maa taaba lakum minan nisaaa'i masnaa wa sulaasa wa rubaa'a fa'in khiftum allaa ta'diloo fawaahidatan aw maa malakat aimaanukum; zaalika adnaaa allaa ta'ooloo" } }, "translation": { "en": "And if you fear that you will not deal justly with the orphan girls, then marry those that please you of [other] women, two or three or four. But if you fear that you will not be just, then [marry only] one or those your right hand possesses. That is more suitable that you may not incline [to injustice].", "id": "Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/496", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/496.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/496.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Diriwayatkan dari Aisyah bahwa ayat ini turun berkaitan dengan anak yatim yang berada dalam pemeliharaan seorang wali, di mana hartanya bergabung dengan harta wali dan sang wali tertarik dengan kecantikan dan harta anak yatim itu, maka ia ingin mengawininya tanpa memberinya mahar yang sesuai, lalu turunlah ayat ini. Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim yang berada di bawah kekuasaanmu, lantaran muncul keinginan kamu untuk tidak memberinya mahar yang sesuai bilamana kamu ingin menikahinya, maka urungkan niatmu untuk menikahinya, kemudian nikahilah perempuan merdeka lain yang kamu senangi dengan ketentuan batasan dua, tiga, atau empat orang perempuan saja. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil apabila menikahi lebih dari satu perempuan dalam hal memberikan nafkah, tempat tinggal, atau kebutuhan-kebutuhan lainnya, maka nikahilah seorang perempuan saja yang kamu sukai atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki dari para tawanan perang. Yang demikian itu lebih dekat pada keadilan agar kamu tidak berbuat zalim terhadap keluarga. Karena dengan berpoligami banyak beban keluarga yang harus ditanggung, sehingga kondisi seperti itu dapat mendorong seseorang berbuat curang, bohong, bahkan zalim.", "long": "Allah menjelaskan seandainya kamu tidak dapat berlaku adil atau tak dapat menahan diri dari makan harta anak yatim itu, bila kamu menikahinya, maka janganlah kamu menikahinya dengan tujuan menghabiskan hartanya, melainkan nikahkanlah ia dengan orang lain. Dan kamu pilihlah perempuan lain yang kamu senangi satu, dua, tiga, atau empat, dengan konsekuensi kamu memperlakukan istri-istri kamu itu dengan adil dalam pembagian waktu bermalam (giliran), nafkah, perumahan serta hal-hal yang berbentuk materi lainnya. Islam membolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Tetapi pada dasarnya satu istri lebih baik, seperti dalam lanjutan ayat itu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang.\n\nApabila kamu tidak dapat melakukan semua itu dengan adil, maka cukuplah kamu nikah dengan seorang saja, atau memperlakukan sebagai istri hamba sahaya yang kamu miliki tanpa akad nikah dalam keadaan terpaksa. Kepada mereka telah cukup apabila kamu penuhi nafkah untuk kehidupannya. Hal tersebut merupakan suatu usaha yang baik agar kamu tidak terjerumus kepada perbuatan aniaya. Hamba sahaya dan perbudakan dalam pengertian ayat ini pada saat sekarang sudah tidak ada lagi karena Islam sudah berusaha memberantas dengan berbagai cara. Ketika Islam lahir perbudakan di dunia Barat dan Timur sangat subur dan menjadi institusi yang sah seperti yang dapat kita lihat dalam sejarah lama, dan dilukiskan juga dalam beberapa bagian dalam Bibel: Orang merdeka dapat menjadi budak hanya karena: tak dapat membayar utang, mencuri, sangat papa (sehingga terpaksa menjual diri), budak Yahudi dan bukan Yahudi (Gentile) statusnya berbeda dan sebagainya.\n\nNabi Muhammad diutus pada permulaan abad ke-7 M. Saat ia mulai berdakwah, perbudakan di sekitamya dan di Semenanjung Arab sangat subur dan sudah merupakan hal biasa. Sikapnya terhadap perbudakan, seperti dilukiskan dalam Al-Qur'an, sangat berbeda dengan sikap masyarakat pada umumnya. Ia mengajarkan perbudakan harus dihapus dan menghadapinya dengan sangat arif. Tanpa harus mengutuk perbudakan, ia mengajarkan agar budak diperlakukan dengan cara-cara yang manusiawi dan penghapusannya harus bertahap, tak dapat dengan sekaligus dan dengan cara radikal seperti dalam memberantas syirik dan paganisme. Dan tujuan akhirnya ialah menghapus perbudakan samasekali. Hal ini terlihat dalam beberapa ketentuan hukum Islam, seseorang dapat menghapus dosanya dengan memerdekakan seorang budak, yang juga menjadi ketentuan orang yang saleh dan bertakwa. Rasulullah telah memberi contoh nyata dengan memerdekakan seorang budak (Zaid) dan menempatkannya menjadi anggota keluarganya, diangkat sebagai anak angkatnya dan berstatus sama dengan status keluarga Quraisy.\n\nMemang benar, rumah tangga yang baik dan harmonis dapat diwujudkan oleh pernikahan monogami. Adanya poligami dalam rumah tangga dapat menimbulkan banyak hal yang dapat mengganggu ketenteraman rumah tangga.\n\nManusia dengan fitrah kejadiannya memerlukan hal-hal yang dapat menyimpangkannya dari monogami. Hal tersebut bukanlah karena dorongan seks semata, tetapi justru untuk mencapai kemaslahatan mereka sendiri yang karenanya Allah membolehkan (menurut fuqaha) atau memberi hukum keringanan (rukhsah menurut ulama tafsir) kaum laki-laki untuk melakukan poligami (beristri lebih dari satu).\n\nAdapun sebab-sebab yang membuat seseorang berpoligami adalah sebagai berikut:\n\na.Apabila dalam satu rumah tangga belum mempunyai seorang keturunan sedang istrinya menurut pemeriksaan dokter dalam keadaan mandul, padahal dari perkawinan diharapkan bisa mendapatkan keturunan, maka poligami merupakan jalan keluar yang paling baik.\n\nb.Bagi kaum perempuan, masa berhenti haid (monopouse) lebih cepat datangnya, sebaliknya bagi seorang pria walau telah mencapai umur tua, dan kondisi fisiknya sehat ia masih membutuhkan pemenuhan hasrat seksualnya. Dalam keadaan ini apakah dibiarkan seorang pria itu berzina? Maka di sinilah dirasakan hikmah dibolehkanya poligami tersebut.\n\nc.Sebagai akibat dari peperangan umpamanya jumlah kaum perempuan lebih banyak dari kaum laki-laki. Suasana ini lebih mudah menimbulkan hal-hal negatif bagi kehidupan masyarakat apabila tidak dibuka pintu poligami. Bahkan kecenderungan jumlah perempuan lebih banyak daripada jumlah lelaki saat ini sudah menjadi kenyataan, kendati tidak ada peperangan." } } }, { "number": { "inQuran": 497, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 4, "page": 77, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0635\u064e\u062f\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0646\u0650\u062d\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0637\u0650\u0628\u0652\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0647\u064e\u0646\u0650\u064a\u0626\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0626\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa aatun nisaaa'a sadu qaatihinna nihlah; fa in tibna lakum 'an shai'im minhu nafsan fakuloohu hanee'am mareee'aa" } }, "translation": { "en": "And give the women [upon marriage] their [bridal] gifts graciously. But if they give up willingly to you anything of it, then take it in satisfaction and ease.", "id": "Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/497", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/497.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/497.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila telah mantap dalam menetapkan pilihan dan siap untuk menikah dengan wanita pujaan kamu, maka berikanlah maskawin yakni mahar kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan, karena mahar merupakan hak istri dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh suami terhadapnya. Suami tidak boleh berbuat semenamena terhadapnya atas dasar pemberian tersebut. Kemudian, jika mereka, para istri menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati sebagai hadiah untuk kalian, maka terimalah hadiah itu dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati. Dengan demikian, pemberian itu halal dan baik untuk kalian.", "long": "Para suami agar memberikan mahar berupa sesuatu yang telah mereka janjikan kepada istri mereka pada waktu akad nikah yang terkenal dengan (mahar musamma) atau sejumlah mahar yang biasa diterima oleh keluarga istri yang terkenal dengan (mahar misil) karena tidak ada ketentuan mengenai jumlah itu sebelumnya.\n\nPemberian mahar ini adalah merupakan tanda kasih sayang dan menjadi bukti adanya ikatan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan untuk membangun rumah tangga. Namun apabila istri rela dan ikhlas, maka dalam hal ini tidak mengapa jika suami turut memanfaatkan mahar tersebut. Ayat ini menunjukkan bahwa maskawin adalah disyariatkan oleh agama. Pada masa jahiliah menikah tanpa maskawin." } } }, { "number": { "inQuran": 498, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 4, "page": 77, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0643\u0652\u0633\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa tu'tus sufahaaa'a amwaalakumul latee ja'alal laahu lakum qiyaamanw-warzuqoohum feehaa waksoohum wa qooloo lahum qawlam ma'roofaa" } }, "translation": { "en": "And do not give the weak-minded your property, which Allah has made a means of sustenance for you, but provide for them with it and clothe them and speak to them words of appropriate kindness.", "id": "Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/498", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/498.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/498.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah penjelasan tentang hak-hak anak yatim yang harus dipenuhi, ayat ini menjelaskan larangan menyerahkan harta mereka bila mereka belum mampu mengurus. Dan janganlah kalian serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, yaitu anak yatim atau orang dewasa yang belum mampu mengurus, harta mereka yang ada dalam kekuasaan kalian yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan, penyangga hidup, penopang urusan, dan penunjang berbagai keinginan dalam kehidupan ini. Sebab, dalam kondisi seperti itu mereka akan menghabiskan harta tersebut secara sia-sia. Karena itu, berilah mereka belanja secukupnya dan pakaian selayaknya yang bisa menutupi aurat dan memperindah penampilan, dari hasil harta yang kalian usahakan itu. Bersikaplah lemah lembut dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik sehingga membuat perasaan mereka nyaman dan tenteram.", "long": "Para wali dan pelaksana wasiat (wasi) yang memelihara anak yatim agar menyerahkan harta anak yatim yang ada dalam kekuasaannya apabila anak yatim itu telah dewasa dan telah dapat menjaga hartanya. Apabila belum mampu maka tetaplah harta tersebut dipelihara dengan sebaik-baiknya karena harta adalah modal kehidupan.\n\nSegala keperluan anak yatim seperti pakaian, makanan, pendidikan, pengobatan dan sebagainya dapat diambil dari keuntungan harta itu apabila harta tersebut diusahakan (diinvestasikan). Kepada mereka hendaklah berkata lemah lembut penuh kasih sayang dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 499, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 4, "page": 77, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0643\u064e\u0627\u062d\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0634\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0628\u0650\u062f\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u0641\u0650\u0641\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0633\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wabtalul yataamaa hattaaa izaa balaghun nikaaha fa in aanastum minhum rushdan fad fa'ooo ilaihim amwaalahum wa laa taa kuloohaaa israafanw wa bidaaran ai yakbaroo; wa mai kaana ghaniyyan falyasta' fif wa mai kaana faqeeran falyaakul bilma'roof; fa izaa dafa'tum ilaihim amwaalahum fa'ashhidoo 'alaihim; wa kafaa billaahi Haseeba" } }, "translation": { "en": "And test the orphans [in their abilities] until they reach marriageable age. Then if you perceive in them sound judgement, release their property to them. And do not consume it excessively and quickly, [anticipating] that they will grow up. And whoever, [when acting as guardian], is self-sufficient should refrain [from taking a fee]; and whoever is poor - let him take according to what is acceptable. Then when you release their property to them, bring witnesses upon them. And sufficient is Allah as Accountant.", "id": "Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/499", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/499.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/499.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan tentang larangan menyerahkan harta anak yatim dalam kondisi mereka belum mampu mengelola, berikutnya Allah memerintahkan agar para wali menguji terlebih dahulu kematangan berpikir, kecerdasan, dan kemampuan mereka mengelola harta sebelum menyerahkannya. Dan ujilah kecerdasan dan mental anak-anak yatim itu dengan memperhatikan keagamaan mereka, kematangan berpikir, dan cara membelanjakan harta, kemudian latihlah mereka dalam menggunakan harta itu sampai hampir mereka cukup umur untuk menikah dengan menyerahkan harta sedikit demi sedikit. Kemudian jika menurut pendapat kamu melalui uji mental tersebut dapat diketahui dengan pasti bahwa mereka betul-betul telah cerdas dan pandai dalam memelihara dan mengelola harta, maka serahkanlah kepada mereka hartanya itu, sehingga tidak ada alasan bagi kalian untuk menahan harta mereka. Dan janganlah kamu, para wali, dalam mengelola harta ikut memakannya harta anak yatim itu dan mengambil manfaat melebihi batas kepatutan, dan janganlah kamu menyerahkan harta kepada mereka dalam keadaan tergesa-gesa menyerahkannya sebelum mereka dewasa, karena kalian khawatir bila mereka dewasa mereka akan memprotes kalian. Barang siapa di antara pemelihara itu mampu mencukupi kebutuhan hidup untuk diri dan keluarganya, maka hendaklah dia menahan diri dari memakan harta anak yatim itu dan mencukupkan diri dengan anugerah dari Allah yang diperolehnya. Dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut sekadar untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, sebagai upah atau imbalan atas pemeliharaannya. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu yang sebelumnya berada di tangan kamu kepada mereka, maka hendaklah kalian adakan saksi-saksi ketika menyerahkan harta itu kepada mereka. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas atas segala amal perbuatan dan perilaku mereka. Dan Dia memperhitungkan semua perilaku tersebut kemudian memberinya balasan setimpal.", "long": "Sebelum harta diserahkan kepada anak yatim, apabila mereka telah balig dan mampu dalam menggunakan harta maka terlebih dahulu kepada mereka diberikan ujian. Apakah benar-benar ia telah dapat memelihara dan menggunakan hartanya dengan baik, sebagaimana dipahami oleh Mazhab Syafii. Mazhab Hanafi mewajibkan wali menyerahkan harta pada umur dewasa dengan syarat cerdas, mampu dan pada umur 25 tahun walaupun dalam keadaan tidak cerdas.\n\nJanganlah para wali ikut mengambil atau memakan harta anak yatim secara berlebiban. Apabila wali termasuk orang yang mampu hendaklah ia menahan diri agar tidak ikut memakan harta anak yatim tersebut. Tetapi apabila wali memang orang yang dalam keadaan kekurangan, maka boleh ia ikut memakannya secara baik dan tidak melampaui batas.\n\nApabila masa penyerahan di atas telah tiba, hendaklah penyerahan itu dilakukan di hadapan dua orang saksi untuk menghindarkan adanya perselisihan di kemudian hari. Allah selalu menyaksikan dan mengawasi apa yang dikerjakan oleh manusia. Tidak ada hal yang tersembunyi bagi-Nya baik di bumi maupun di langit." } } }, { "number": { "inQuran": 500, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 4, "page": 78, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u062b\u064f\u0631\u064e \u06da \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0641\u0652\u0631\u064f\u0648\u0636\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Lirrijaali naseebum mimmaa tarakal waalidaani wal aqraboona wa lin nisaaa'i naseebum mimmaa tarakal waalidaani wal aqraboona mimmaa qalla minhu aw kasur; naseebam mafroodaa" } }, "translation": { "en": "For men is a share of what the parents and close relatives leave, and for women is a share of what the parents and close relatives leave, be it little or much - an obligatory share.", "id": "Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/500", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/500.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/500.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Diriwayatkan bahwa Ummu Kuhhah istri Aus bin Sabit mengadukan persoalannya kepada Rasulullah, bahwa setelah Aus gugur dalam Perang Uhud, lalu harta peninggalan Aus diambil seluruhnya oleh saudara laki-laki Aus tanpa menyisakan sedikit pun untuk dirinya dan dua putrinya hasil perkawinannya dengan Aus, kemudian turunlah ayat ini. Bagi laki-laki dewasa atau anak-anak yang ditinggal mati orang tua atau kerabatnya ada hak bagian waris dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya yang akan diatur Allah kemudian, dan begitu pula bagi perempuan dewasa atau anak-anak yang ditinggal mati orang tua atau kerabatnya ada hak bagian waris pula dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik harta peninggalan itu jumlahnya sedikit atau banyak. Hak mewarisi itu diberikan menurut bagian yang telah ditetapkan oleh Allah.", "long": "Apabila anak yatim mendapat peninggalan harta dari kedua orang tuanya atau kerabatnya yang lain mereka sama mempunyai hak dan bagian. Masing-masing mereka akan mendapat bagian yang telah ditentukan oleh Allah. Tak seorang pun dapat mengambil atau mengurangi hak mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 501, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 4, "page": 78, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u064f \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa hadaral qismata ulul qurbaa walyataamaa walmasaakeenu farzuqoohum minhu wa qooloo lahum qawlam ma'roofaa" } }, "translation": { "en": "And when [other] relatives and orphans and the needy are present at the [time of] division, then provide for them [something] out of the estate and speak to them words of appropriate kindness.", "id": "Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/501", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/501.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/501.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan ketentuan hak warisan bagi kaum perempuan, maka pada ayat ini Allah memberi peringatan agar memperhatikan pula kerabat lain yang tidak memeroleh harta warisan dan kebetulan hadir ketika harta warisan itu dibagikan. Dan apabila sewaktu pembagian harta warisan itu hadir atau diketahui oleh beberapa kerabat yang tidak mendapatkan harta warisan, baik mereka yang hadir adalah anak-anak yatim dan orang-orang miskin yang masih ada hubungan kerabat atau tidak, maka hendaknya berilah mereka dari harta warisan itu sekadarnya yang dapat menghibur hati mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik dan benar serta perlakukanlah mereka dengan bijaksana.", "long": "Dan apabila pada waktu diadakan pembagian harta warisan ikut hadir pula kaum kerabat yang tidak berhak mendapat warisan, begitu juga para fakir miskin atau anak yatim, maka kepada mereka sebaiknya diberikan juga sedikit bagian sebagai hadiah menurut keikhlasan para ahli waris agar mereka tidak hanya menyaksikan saja ahli waris mendapat bagian. Dan kepada mereka seraya memberikan hadiah tersebut diucapkan kata-kata yang menyenangkan hati mereka. Ini sangat bermanfaat sekali untuk menjaga silaturahmi dan persaudaraan agar tidak diputuskan oleh hasad dan dengki. Di samping itu, bagi para ahli waris hal ini menunjukkan rasa syukur kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 502, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 4, "page": 78, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0636\u0650\u0639\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0633\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Walyakhshal lazeena law tarakoo min khalfihim zurriyyatan di'aafan khaafoo 'alaihim falyattaqul laaha walyaqooloo qawlan sadeedaa" } }, "translation": { "en": "And let those [executors and guardians] fear [injustice] as if they [themselves] had left weak offspring behind and feared for them. So let them fear Allah and speak words of appropriate justice.", "id": "Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/502", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/502.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/502.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan anjuran berbagi sebagian dari harta warisan yang didapat kepada kerabat yang tidak mendapatkan bagian, ayat ini memberi anjuran untuk memperhatikan nasib anak-anak mereka apabila menjadi yatim. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan di kemudian hari anakanak yang lemah dalam keadaan yatim yang belum mampu mandiri di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan-nya lantaran mereka tidak terurus, lemah, dan hidup dalam kemiskinan. Oleh sebab itu, hendaklah mereka para wali bertakwa kepada Allah dengan mengindahkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar, penuh perhatian dan kasih sayang terhadap anak-anak yatim dalam asuhannya.", "long": "Orang yang telah mendekati akhir hayatnya diperingatkan agar mereka memikirkan, janganlah meninggalkan anak-anak atau keluarga yang lemah terutama tentang kesejahteraan hidup mereka di kemudian hari. Untuk itu selalu bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah. Selalu berkata lemah lembut, terutama kepada anak yatim yang menjadi tanggung jawab mereka. Perlakukanlah mereka seperti memperlakukan anak kandung sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 503, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 4, "page": 78, "manzil": 1, "ruku": 62, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yaakuloona amwaalal yataamaa zulman innamaa yaakuloona fee butoonihim Naaranw-wa sayaslawna sa'eeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who devour the property of orphans unjustly are only consuming into their bellies fire. And they will be burned in a Blaze.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/503", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/503.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/503.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini memperingatkan bahaya berlaku aniaya khususnya kepada anak yatim. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim tanpa alasan yang dibenarkan menurut agama, dan menggunakannya untuk kepentingan diri mereka sendiri secara berlebihan, maka dengan perbuatan tersebut sebenarnya mereka itu memakan makanan yang haram dan kotor ibarat menelan api dalam perutnya dan tindakan mereka akan mengantar mereka masuk ke dalam api yang menyala-nyala yaitu neraka. Tempat itu diperuntukkan bagi orangorang yang celaka.", "long": "Sekali lagi peringatan ini diberikan kepada orang yang tidak berlaku adil dan berlaku zalim terhadap anak yatim yang ada dalam asuhan mereka. Siapa yang ikut makan harta anak yatim secara zalim yakni tidak mengindahkan peraturan yang telah ditetapkan Allah, mereka seakan-akan memenuhi perut mereka dengan api." } } }, { "number": { "inQuran": 504, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 4, "page": 78, "manzil": 1, "ruku": 63, "hizbQuarter": 31, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0648\u0635\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f \u062d\u064e\u0638\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u062b\u064f\u0644\u064f\u062b\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0635\u0652\u0641\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062f\u064f\u0633\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u0648\u064e\u0648\u064e\u0631\u0650\u062b\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u064f \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062f\u064f\u0633\u064f \u06da \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u064a\u064f\u0648\u0635\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u06d7 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yooseekumul laahu feee awlaadikum liz zakari mislu hazzil unsayayn; fa in kunna nisaaa'an fawqas nataini falahunna suhusaa maa taraka wa in kaanat waahidatan falahan nisf; wa li abawaihi likulli waahidim minhumas sudusu mimmma taraka in kaana lahoo walad; fa il lam yakul lahowaladunw wa warisahooo abawaahu fali ummihis sulus; fa in kaana lahoo ikhwatun fali ummihis sudus; mim ba'di wasiyyatiny yoosee bihaaa aw dayn; aabaaa'ukum wa abnaaa'ukum laa tadroona aiyuhum aqrabu lakum naf'aa; fareedatam minallaah; innal laaha kaana 'Aleeman Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "Allah instructs you concerning your children: for the male, what is equal to the share of two females. But if there are [only] daughters, two or more, for them is two thirds of one's estate. And if there is only one, for her is half. And for one's parents, to each one of them is a sixth of his estate if he left children. But if he had no children and the parents [alone] inherit from him, then for his mother is one third. And if he had brothers [or sisters], for his mother is a sixth, after any bequest he [may have] made or debt. Your parents or your children - you know not which of them are nearest to you in benefit. [These shares are] an obligation [imposed] by Allah. Indeed, Allah is ever Knowing and Wise.", "id": "Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/504", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/504.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/504.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan dampak orang yang mengabaikan hak orang lain, ayat ini menjelaskan ketentuan pembagian harta warisan yang dijelaskan Allah secara rinci agar tidak diabaikan. Allah mensyariatkan, yakni mewajibkan, kepada kamu tentang pembagian harta warisan untuk anak-anak kamu baik laki-laki atau perempuan, dewasa atau kecil, yaitu bagian seorang anak laki-laki apabila bersamanya ada anak perempuan dan tidak ada halangan yang ditetapkan agama untuk memperoleh warisan, disebabkan karena membunuh pewaris atau berbeda agama, maka ia berhak memperoleh harta warisan yang jumlahnya sama dengan bagian dua orang anak perempuan, karena lakilaki mempunyai tanggung jawab memberi nafkah bagi keluarga. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua dan tidak ada bersama keduanya seorang anak lelaki, maka bagian mereka adalah dua pertiga dari harta warisan yang ditinggalkan ibu atau ayahnya. Jika dia, anak perempuan, itu seorang diri saja dan tidak ada bersamanya anak laki-laki, maka dia memperoleh harta warisan setengah dari harta yang ditinggalkan orang tuanya. Demikianlah harta warisan yang diterima anak apabila orang tua mereka meninggal dunia dan meninggalkan harta.\r\nDan apabila yang meninggal dunia adalah anak laki-laki atau perempuan, maka untuk kedua ibu-bapak mendapat bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan oleh sang anak. Jumlah itu menjadi hak bapak dan ibu, jika dia yang meninggal itu mempunyai anak laki-laki atau perempuan. Akan tetapi, jika dia yang meninggal itu tidak mempunyai anak laki-laki atau perempuan dan harta dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya saja, maka ibunya mendapat bagian warisan sepertiga dan selebihnya untuk ayahnya. Jika dia yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara dua atau lebih, baik saudara seibu dan sebapak, maupun saudara seibu atau sebapak saja, lelaki atau perempuan, dan yang meninggal tidak mempunyai anak, maka ibunya mendapat bagian warisan seperenam dari harta waris yang ditinggalkan, sedang ayahnya mendapat sisanya. Pembagian-pembagian tersebut di atas dibagikan kepada ahli warisnya yang berhak mendapatkan setelah dipenuhi wasiat yang dibuatnya sebelum meninggal dunia atau setelah dibayar utangnya. Allah sengaja menentukan tentang pembagian harta warisan untuk orang tua dan anak-anak kamu sedemikian rupa karena kamu tidak mengetahui hikmah di balik ketentuan itu siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagi kamu dari kedua orang tua dan anak-anak kalian. Ini adalah ketetapan yang turun langsung dari Allah untuk ditaati dan diperhatikan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Mahabijaksana dalam segala ketetapan-ketetapan-Nya. Demikianlah ketentuan pembagian harta warisan yang ditetapkan langsung oleh Allah agar tidak terjadi perselisihan di antara ahli waris. Jika manusia yang membuat ketentuan, niscaya terjadi kecurangan dan kezaliman. Allah Mahatahu hikmah di balik ketetapan dan ketentuan itu.", "long": "Adapun sebab turun ayat ini menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi dari sahabat Jabir yang artinya: Telah datang kepada Rasulullah saw istri Saad bin Rabi dan berkata, \"Wahai Rasulullah! Ini adalah dua anak perempuan Saad bin Rabi. Ia telah gugur dalam Perang Uhud, seluruh hartanya telah diambil pamannya dan tak ada yang ditinggalkan untuk mereka sedangkan mereka tak dapat menikah bila tidak memiliki harta.\" Rasulullah saw berkata, \"Allah akan memberikan hukumnya,\" maka turunlah ayat warisan. Kemudian Rasulullah mendatangi paman kedua anak tersebut dan berkata, \"Berikan dua pertiga dari harta Saad kepada anaknya dan kepada ibunya berikan seperdelapannya, sedang sisanya ambillah untuk kamu.\"\n\nDalam ayat ini Allah menyampaikan wasiat yang mewajibkan kepada kaum Muslimin yang telah mukalaf untuk menyelesaikan harta warisan bagi anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya, baik mereka laki-laki atau perempuan. Apabila ahli waris itu terdiri dari anak-anak laki-laki dan perempuan, maka berikan kepada yang laki-laki dua bagian dan kepada yang perempuan satu bagian. Adapun hikmah anak laki-laki mendapat dua bagian, karena laki-laki memerlukan harta untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan nafkah istrinya serta anaknya, sedang perempuan hanya memerlukan biaya untuk diri sendiri. Adapun apabila ia telah menikah maka kewajiban nafkah itu ditanggung oleh suaminya. Karena itu wajarlah jika ia diberikan satu bagian.\n\nYang dimaksud anak atau ahli waris lainnya dalam ayat ini adalah secara umum. Kecuali karena ada halangan yang menyebabkan anak atau ahli waris lainnya tidak mendapat hak warisan. Adapun yang dapat menghalangi seseorang menerima hak warisannya adalah:\n\n1.Berlainan agama, sebagaimana sabda Rasulullah saw:\n\n\"Tidak saling mewarisi antara orang-orang yang berlainan agama.\" (Riwayat Ibnu Majah).\n\n2.Membunuh pewaris. Ini berdasarkan hadis dan ijma.\n\n3.Bila ahli waris menjadi hamba sahaya.\n\n4.Harta peninggalan para nabi tidak boleh dibagi-bagi sebagai warisan.\n\nSelanjutnya ditentukan oleh Allah apabila seseorang wafat hanya mempunyai anak perempuan yang jumlahnya lebih dari dua orang dan tidak ada anak laki-laki, maka mereka mendapat dua pertiga dari jumlah harta, lalu dibagi rata di antara mereka masing-masing. Tetapi apabila yang ditinggalkan itu anak perempuan hanya seorang diri maka ia mendapat seperdua dari jumlah harta warisan. Sisa harta yang sepertiga (kalau hanya meninggalkan dua anak perempuan) atau yang seperdua (bagi yang meninggalkan hanya seorang anak perempuan) dibagikan kepada ahli waris yang lain sesuai dengan ketentuan masing-masing.\n\nPerlu ditambahkan di sini bahwa menurut bunyi ayat, anak perempuan mendapat 2/3 apabila jumlahnya lebih dari dua atau dengan kata lain mulai dari 3 ke atas. Tidak disebutkan berapa bagian apabila anak perempuan tersebut hanya dua orang. Menurut pendapat jumhur ulama bahwa mereka yang dimasukkan pada jumlah tiga ke atas mendapat 2/3 dari harta warisan.\n\nDari perincian di atas, diketahui bahwa anak perempuan tidak pernah menghabiskan semua harta. Paling banyak hanya memperoleh 1/2 dari jumlah harta. Berbeda dengan anak laki-laki, apabila tidak ada waris yang lain dan ia hanya seorang diri, maka ia mengambil semua harta warisan. Dan apabila anak laki-laki lebih dari seorang maka dibagi rata di antara mereka. Tentang hikmah dan perbedaan ini telah diterangkan di atas.\n\nDijelaskan pula tentang hak kedua orang tua. Apabila seseorang meninggal dunia dan ia meninggalkan anak, baik laki-laki maupun perempuan, maka masing-masing orang tua yaitu ibu dan bapak mendapat 1/6 dari jumlah harta. Sebaliknya apabila ia tidak meninggalkan anak, maka ibu mendapat 1/3 dari jumlah harta dan sisanya diberikan kepada bapak. Apabila yang meninggal itu selain meninggalkan ibu-bapak ada pula saudara-saudaranya yang lain, laki-laki atau perempuan dua ke atas, menurut jumhur maka ibu mendapat 1/6 dan bapak mendapat sisanya.\n\nSetelah diterangkan jumlah pembagian untuk anak, ibu dan bapak, diterangkan lagi bahwa pembagian tersebut barulah dilaksanakan setelah lebih dahulu diselesaikan urusan wasiat dan utangnya. Walaupun dalam ayat mendahulukan penyebutan wasiat dari utang namun dalam pelaksanaannya menurut Sunah Rasul hendaklah didahulukan pembayaran utang.\n\nDi antara orang tua dan anak, kamu tidak mengetahui mana yang lebih dekat atau yang lebih memberi manfaat bagi kamu. Oleh karena itu janganlah kamu membagi harta warisan sebagaimana yang dilakukan oleh orang jahiliah yang memberikan hak warisan hanya kepada orang yang dianggap dapat ikut perang akan membela keluarganya dan tidak memberikan hak warisan sama sekali bagi anak kecil dan kaum perempuan. Ikutilah apa yang ditentukan Allah karena Dialah yang lebih tahu mana yang bermanfaat untuk kamu baik di dunia maupun di akhirat. Hukum warisan tersebut adalah suatu ketentuan dari Allah yang wajib dilaksanakan oleh kaum Muslimin. Ketahuilah bahwa Allah Mengetahui segala sesuatu dan apa yang ditentukan-Nya pastilah mengandung manfaat untuk kemaslahatan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 505, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 4, "page": 79, "manzil": 1, "ruku": 63, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u0650\u0635\u0652\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0628\u064f\u0639\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e \u06da \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u064a\u064f\u0648\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0628\u064f\u0639\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064f\u0645\u064f\u0646\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645 \u06da \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u062a\u064f\u0648\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u064a\u064f\u0648\u0631\u064e\u062b\u064f \u0643\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062e\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u064c \u0641\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062f\u064f\u0633\u064f \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u0650 \u06da \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u064a\u064f\u0648\u0635\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u0636\u064e\u0627\u0631\u0651\u064d \u06da \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lakum nisfu maa taraka azwaajukum il lam yakul lahunna walad; fa in kaana lahunna waladun falakumur rub'u mimmaa tarakna mim ba'di wasiyyatiny yooseena bihaaa aw dayn; wa lahunnar rubu'u mimmaa tarakum il lam yakul lakum walad; fa in kaana lakum waladun falahunnas sumunu mimmaa taraktum; mim ba'di wasiyyatin toosoona bihaaa aw dayn; wa in kaana rajuluny yoorasu kalaalatan awim ra atunw wa lahooo akhun aw ukhtun falikulli waahidim minhumas sudus; fa in kaanooo aksara min zaalika fahum shurakaaa'u fissulusi mim ba'di wasiyyatiny yoosaa bihaaa aw dainin ghaira mudaaarr; wasiyyatam minal laah; wallaahu 'Aleemun Haleem" } }, "translation": { "en": "And for you is half of what your wives leave if they have no child. But if they have a child, for you is one fourth of what they leave, after any bequest they [may have] made or debt. And for the wives is one fourth if you leave no child. But if you leave a child, then for them is an eighth of what you leave, after any bequest you [may have] made or debt. And if a man or woman leaves neither ascendants nor descendants but has a brother or a sister, then for each one of them is a sixth. But if they are more than two, they share a third, after any bequest which was made or debt, as long as there is no detriment [caused]. [This is] an ordinance from Allah, and Allah is Knowing and Forbearing.", "id": "Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu. Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/505", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/505.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/505.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan tentang perincian bagian warisan sebab nasab, berikut ini dijelaskan tentang pembagian warisan karena perkawinan. Dan adapun bagian kamu, wahai para suami, apabila ditinggal mati istri adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak darimu atau anak dari suami lain. Jika mereka yaitu istri-istrimu itu mempunyai anak laki-laki atau perempuan, maka kamu hanya berhak mendapat bagian seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah dipenuhi wasiat yang mereka buat sebelum mereka meninggal atau setelah dibayar utangnya apabila mereka mempunyai utang. Jika suami meninggal, maka para istri memperoleh bagian seperempat dari harta warisan yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak dari mereka atau anak dari istri lain. Jika kamu mempunyai anak laki-laki atau perempuan, maka para istri memperoleh bagian seperdelapan dari harta warisan yang kamu tinggalkan setelah dipenuhi wasiat yang kamu buat sebelum kamu meninggal atau setelah dibayar utang-utangmu apabila ada utang yang belum dibayar. Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan kalalah, yakni orang yang meninggal dalam keadaan tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak sebagai pewaris langsung, tetapi orang yang meninggal tersebut mempunyai seorang saudara laki-laki seibu atau seorang saudara perempuan seibu, maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu mendapat bagian seperenam dari harta yang ditinggalkan secara bersama-sama. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka mendapat bagian secara bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu tanpa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.\r\nPembagian waris ini baru boleh dilakukan setelah dipenuhi wasiat yang dibuatnya sebelum meninggal atau setelah dibayar utangnya apabila mempunyai utang yang belum dilunasi. Wasiat yang dibolehkan adalah untuk kemaslahatan, bukan untuk mengurangi apalagi menghalangi seseorang memperoleh bagiannya dari harta warisan tersebut dengan tidak menyusahkan ahli waris lainnya. Demikianlah ketentuan Allah yang ditetapkan sebagai wasiat yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, Maha Penyantun dengan tidak segera memberi hukuman bagi orang yang melanggar perintah-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan perincian pembagian hak waris untuk suami atau istri yang ditinggal mati. Suami yang ditinggalkan mati oleh istrinya jika tidak ada anak maka ia mendapat ½ dari harta, tetapi bila ada anak, ia mendapat ¼ dari harta warisan. Ini juga baru diberikan setelah lebih dahulu diselesaikan wasiat atau utang almarhum. Adapun istri yang ditinggalkan mati suaminya dan tidak meninggalkan anak maka ia mendapat ¼ dari harta, tetapi bila ada anak, istri mendapat 1/8. Lalu diingatkan bahwa hak tersebut baru diberikan setelah menyelesaikan urusan wasiat dan utangnya.\n\nApabila seseorang meninggal dunia sedang ia tidak meninggalkan bapak maupun anak, tapi hanya meninggalkan saudara laki-laki atau perempuan yang seibu saja maka masing-masing saudara seibu itu apabila seorang diri bagiannya adalah 1/6 dari harta warisan dan apabila lebih dari seorang, mereka mendapat 1/3 dan kemudian dibagi rata di antara mereka. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Allah menerangkan juga bahwa ini dilaksanakan setelah menyelesaikan hal-hal yang berhubungan dengan wasiat dan utang almarhum. Allah memperingatkan agar wasiat itu hendaklah tidak memberi mudarat kepada ahli waris. Umpama seorang berwasiat semata-mata agar harta warisannya berkurang atau berwasiat lebih dari 1/3 hartanya. Ini semua merugikan para ahli waris." } } }, { "number": { "inQuran": 506, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 4, "page": 79, "manzil": 1, "ruku": 63, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Tilka hudoodul laah; wa mai yuti'il laaha wa Rasoolahoo yudkhilhu Jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa; wa zaalikal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "These are the limits [set by] Allah, and whoever obeys Allah and His Messenger will be admitted by Him to gardens [in Paradise] under which rivers flow, abiding eternally therein; and that is the great attainment.", "id": "Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/506", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/506.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/506.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0cm;\r\n\tmso-para-margin-right:0cm;\r\n\tmso-para-margin-bottom:8.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0cm;\r\n\tline-height:107%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",sans-serif;\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;}\r\n\r\n\r\nApa yang dijelaskan di atas itulah batas-batas hukum yang ditetapkan Allah sebagai ketetapan yang tidak boleh dilanggar. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengikuti hukum-hukum Allah, maka Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai balasan yang Allah berikan kepada mereka. Mereka mendapatkan kenikmatan di surga dan kekal di dalamnya selalu dalam keadaan sehat dan tidak mengalami penuaan. Dan itulah kemenangan yang agung yang tidak pernah diganggu oleh ketakutan atau kesedihan sedikit pun.", "long": "Semua ini merupakan ketentuan dari Allah yang harus dilaksanakan oleh orang yang bertakwa kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui apa yang lebih bermanfaat untuk manusia dan Maha Penyantun. Dia tidak segera memberi hukuman kepada hamba-Nya yang tidak taat agar ada kesempatan baginya untuk bertobat dan kembali kepada jalan yang diridai-Nya.\n\nBarang siapa yang taat melaksanakan apa yang disyariatkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, kepada mereka akan diberikan kebahagiaan hidup di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 507, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 4, "page": 79, "manzil": 1, "ruku": 63, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa mai ya'sil laaha wa Rasoolahoo wa yata'adda hudoodahoo yudkhilhu Naaran khaalidan feehaa wa lahoo 'azaabum muheen" } }, "translation": { "en": "And whoever disobeys Allah and His Messenger and transgresses His limits - He will put him into the Fire to abide eternally therein, and he will have a humiliating punishment.", "id": "Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/507", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/507.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/507.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dengan melakukan perbuatan dosa, tidak menaati perintah-perintah-Nya, dan melanggar batas-batas hukum-Nya yang telah disyariatkan untuk hamba-hambaNya, niscaya Allah akan membalas atas pelanggaran yang dilakukan dengan memasukkannya ke dalam api neraka yang penuh penderitaan, dia kekal abadi di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang pedih dan menghinakan. Balasan yang mereka terima setimpal dengan tindakan mereka melecehkan ketentuan Allah dan meremehkan orang-orang yang mereka halangi hak-haknya.", "long": "Sebaliknya barang siapa yang durhaka dan tidak mematuhi apa yang telah diperintahkan Allah dan Rasul-Nya maka Allah memberikan peringatan akan memasukkan orang tersebut ke dalam neraka yang penuh siksa dan derita." } } }, { "number": { "inQuran": 508, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 4, "page": 80, "manzil": 1, "ruku": 64, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallaatee yaateenal faahishata min nisaaa'ikum fastashhidoo 'alaihinna arba'atam minkum fa in shahidoo fa amsikoohunna fil buyooti hatta yatawaffaa hunnal mawtu aw yaj'alal laahu lahunna sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Those who commit unlawful sexual intercourse of your women - bring against them four [witnesses] from among you. And if they testify, confine the guilty women to houses until death takes them or Allah ordains for them [another] way.", "id": "Dan para perempuan yang melakukan perbuatan keji di antara perempuan-perempuan kamu, hendaklah terhadap mereka ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/508", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/508.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/508.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan peringatan bagi pelanggar ketentuan Allah terkait dengan kewarisan, selanjutnya Allah menjelaskan peringatan yang terkait dengan harga diri kaum perempuan yang mesti dijaga. Dan kamu, wahai kaum laki-laki, apabila kamu mendapati para perempuan yang melakukan perbuatan keji seperti zina atau lesbianisme di antara perempuan-perempuanmu, yakni istri-istrimu, hendaklah terhadap mereka ada empat orang saksi di antara kamu yang adil dan bisa dipercaya yang menyaksikan perbuatan mereka. Kemudian apabila mereka yakni para saksi telah memberi kesaksian dengan jelas dan tidak ada lagi keraguan terhadap kesaksian tersebut, maka kurunglah mereka yakni istri-istrimu dalam rumah tempat tinggal mereka, dan cegahlah untuk keluar rumah sampai mereka menemui ajalnya. Ketentuan tersebut sebagai pelajaran atau hukuman atas pelanggaran yang telah mereka perbuat sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya tentang ketetapan atau ketentuan hukum lain. Ketentuan hukum tersebut adalah hukuman had berupa dera seratus kali bagi pelaku zina gairu muhshan (lihat juga Surah anNur/24: 2) dan hukum rajam bagi pelaku zina yang sudah menikah (muhshan). Adapun bagi perempuan lesbian hendaknya segera bertobat dan menempuh hidup normal dengan menikahi laki-laki pilihannya.", "long": "Tentang hukum yang berhubungan dengan orang yang melakukan perbuatan keji (zina). Bahwa apabila terdapat di antara perempuan Muslimah yang pernah bersuami (muhsanah) melakukan perbuatan keji, maka sebelum dilakukan hukuman kepada mereka haruslah diteliti dahulu oleh empat orang saksi laki-laki yang adil. Apabila kesaksian mereka dapat diterima, maka perempuan itu harus dikurung atau dipenjara di dalam rumahnya tidak boleh keluar sampai menemui ajalnya. \n\nMenurut ahli tafsir, jalan keluar yang diberikan Allah dan Rasul-Nya yaitu dengan datangnya hukuman zina yang lebih jelas yakni dengan turunnya ayat ke-2 Surah an-Nur yang kemudian diperinci lagi oleh Nabi dengan hadisnya, yaitu apabila pezina itu sudah pernah kawin, maka hukumannya rajam, yakni dilempari batu hingga mati dan apabila perawan/jejaka maka didera seratus kali, demikian menurut suatu riwayat." } } }, { "number": { "inQuran": 509, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 4, "page": 80, "manzil": 1, "ruku": 64, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0622\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062a\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazaani yaatiyaanihaa minkum fa aazoohumaa fa in taabaa wa aslahaa fa a'ridoo 'anhumaaa; innal laaha kaana Tawwaabar Raheema" } }, "translation": { "en": "And the two who commit it among you, dishonor them both. But if they repent and correct themselves, leave them alone. Indeed, Allah is ever Accepting of repentance and Merciful.", "id": "Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/509", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/509.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/509.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun jika perbuatan keji tersebut dilakukan oleh kaum laki-laki, maka ketentuan hukumannya adalah sebagai berikut. Dan terhadap dua orang laki-laki yang melakukan perbuatan keji seperti zina atau homoseksual di antara kamu dan disaksikan oleh empat orang saksi, maka berilah hukuman, wahai orang yang berwenang menjatuhkan sanksi, kepada keduanya itu, dengan sanksi teguran, celaan, atau cambukan. Jika keduanya tobat dan menyesali perbuatannya sebelum hukuman had dijatuhkan dan memperbaiki diri dengan beramal saleh terus-menerus, maka biarkanlah mereka menjalani hidup dengan tenang, jangan lagi kalian menyakiti dan mengucilkan mereka. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat siapa saja yang bertobat dan menyesali kesalahannya, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.", "long": "Adapun terhadap orang yang belum pernah kawin, laki-laki atau perempuan yang melakukan zina, apabila telah lengkap saksi sebagaimana disebut dalam ayat 15 di atas maka hukuman mereka diserahkan kepada umat Islam pada masa itu, hukuman apa yang dianggap wajar/sesuai dengan perbuatannya. Hukuman ini sementara menjelang turunnya ayat ke-2 Surah an-Nur dengan perincian hadis Nabi sebagaimana tersebut di atas.\n\nHukuman ini dilakukan selama keduanya belum tobat dan menyesal atas perbuatan mereka. Apabila mereka bertobat hendaklah diterima dan dihentikan hukuman atas mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-Nya. Demikianlah hukuman terhadap perbuatan zina pada permulaan Islam sebelum turunnya ayat-ayat mengenai hukuman zina (rajam atau dera)." } } }, { "number": { "inQuran": 510, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 4, "page": 80, "manzil": 1, "ruku": 64, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0628\u064e\u0629\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u064e \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innamat tawbatu 'alallaahi lillazeena ya'maloonas sooo'a bijahaalatin summa yatooboona min qareebin faulaaika yatoobul laahu 'alaihim; wa kaanal laahu 'Aleeman Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "The repentance accepted by Allah is only for those who do wrong in ignorance [or carelessness] and then repent soon after. It is those to whom Allah will turn in forgiveness, and Allah is ever Knowing and Wise.", "id": "Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/510", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/510.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/510.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat lalu ditegaskan bahwa Allah Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang. Sesungguhnya bertobat kepada Allah yakni penerimaan tobat yang diwajibkan Allah atas diri-Nya sebagai salah satu bukti rahmat dan anugerah-Nya kepada manusia itu hanya bagi mereka yang melakukan kejahatan, baik dosa kecil maupun dosa besar, karena tidak mengerti yakni karena didorong oleh ketidaksadaran akan dampak buruk dari kejahatan itu, kemudian mereka segera bertobat kepada Allah dengan tulus disertai penyesalan yang mendalam paling lambat sesaat sebelum berpisahnya roh dari jasad. Tobat mereka itulah, yang kedudukannya cukup tinggi, yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui orang yang betul-betul jujur, tulus, dan ikhlas dalam tobatnya. Dia juga Mahabijaksana dengan tidak berbuat aniaya kepada hamba-Nya, sehingga Dia menerima tobat siapa yang wajar diterima dan menolak siapa yang pantas ditolak tobatnya.", "long": "Tobat seseorang dapat diterima apabila dia melakukan perbuatan maksiat yakni durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak, atau dilakukan karena kurang pengetahuannya, atau karena kurang kesabarannya atau karena benar-benar tidak mengetahui bahwa perbuatan itu terlarang, kemudian datanglah kesadarannya, lalu ia menyesal atas perbuatannya dan ia segera bertobat meminta ampun atas segala kesalahannya dan berjanji dengan sepenuh hatinya tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut. Orang-orang yang demikianlah yang tobatnya diterima Allah, karena Allah Maha Mengetahui akan kelemahan hamba-Nya dan mengetahui pula keadaan hamba-Nya yang dalam keadaan lemah, tidak terlepas dari berbuat salah dengan sengaja atau tidak." } } }, { "number": { "inQuran": 511, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 4, "page": 80, "manzil": 1, "ruku": 64, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0628\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062a\u064f\u0628\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064c \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laisatit tawbatu lillazeena ya'maloonas saiyiaati hattaaa izaa hadara ahadahumul mawtu qaala innee tubtul 'aana wa lallazeena yamootoona wa hum kuffaar; ulaaa'ika a'tadnaa lahum 'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "But repentance is not [accepted] of those who [continue to] do evil deeds up until, when death comes to one of them, he says, \"Indeed, I have repented now,\" or of those who die while they are disbelievers. For them We have prepared a painful punishment.", "id": "Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/511", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/511.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/511.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan tobat yang diterima dan batas akhir diterimanya tobat, berikut ini dijelaskan tentang batas akhir waktu penolakan tobat serta dampak dari penolakan itu. Dan tobat yakni pengampunan dosa itu tidaklah diberikan Allah untuk mereka yang melakukan kejahatan atau kedurhakaan secara terus-menerus, silih berganti tanpa penyesalan. Tindakan tersebut dilakukan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka secara tiba-tiba, dan roh sudah berada di tenggorokan, atau sesaat sebelum keluarnya roh dari jasadnya, barulah dia mengatakan,\" Saya benar-benar bertobat sekarang.\" Tobat dalam kondisi tersebut pada saat diperlihatkan azab yang akan menimpanya, tidaklah diterima Allah (Lihat: Surah Ga fir/40: 85). Dan selain itu tidak pula diterima tobat dari orang-orang yang meninggal sedang mereka dalam keadaan kafir, yakni kematiannya membawa serta kekufurannya yang tidak disertai dengan tobat. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih di akhirat dan tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi siksaan yang akan ditimpakan kepadanya.", "long": "Tetapi tobat tidak akan diterima Allah jika datangnya dari orang yang selalu bergelimang dosa sehingga ajalnya datang barulah ia bertobat. Orang semacam ini seluruh kehidupannya penuh dengan noda dan dosa, tidak terdapat padanya amal kebajikan walau sedikit pun. Bertobat pada waktu seseorang telah mendekati ajalnya sebenarnya bukanlah penyesalan atas dosa dan kesalahan, melainkan karena ia telah putus asa untuk menikmati hidup selanjutnya. Jadi tobatnya hanyalah suatu kebohongan belaka.\n\nBegitu pula Allah tidak akan menerima tobat dari orang yang mati dalam keadaan kafir, ingkar kepada agama Allah. Kepada mereka ini yakni orang yang baru bertobat setelah maut berada di hadapannya atau orang yang mati dalam keingkarannya, Allah mengancam akan memberikan azab yang pedih nanti di hari perhitungan sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya semasa hidupnya di dunia.\n\nTingkat orang yang melakukan tobat yang telah diperingatkan ini diperinci oleh para sufi sebagai berikut:\n\n1.Ada orang yang memiliki jiwa yang pada dasarnya (fitrahnya) sempurna dan selalu dalam kebaikan. Orang yang demikian apabila suatu waktu tanpa kesengajaan berbuat kesalahan walau sekecil apapun ia akan merasakannya sebagai suatu hal yang sangat besar. Ia sangat menyesal atas kejadian tersebut dan segera ia memperbaiki kesalahannya dan menjauhkan diri dari perbuatan itu. Nafsu yang demikian disebut dengan nafs mutmainnah.\n\n2.Ada kalanya seseorang memiliki jiwa yang memang pada dasarnya labil, goyah, sehingga segala tindak tanduknya dikemudikan oleh nafsu dan syahwatnya saja. Sifat yang sudah demikian mendalam pada dirinya dan telah mendarah daging. Setelah sekian lama ia bergelimang dosa dengan memperturutkan kehendak hawa nafsunya akhirnya datanglah hidayah dan taufik Allah kepadanya sehingga ia sadar dan berjuang untuk memperbaiki tindakannya yang salah dan ia kembali pada tuntunan yang diberikan Allah. Hal semacam ini memang jarang terjadi dan bagi yang mendapatkannya benar-benar merupakan orang yang diberi petunjuk oleh Allah. Nafsu yang seperti di atas disebut nafs ammarah.\n\n3.Ada pula orang yang memiliki jiwa di mana untuk mengerjakan dosa besar ia dapat mawas diri, sehingga ia tidak pernah mengerjakannya, tetapi mengenai dosa kecil sering dilakukannya, dengan perjuangan yang sungguh-sungguh, kadang-kadang nafsu dan syahwatnya dapat ditundukkan dan menanglah petunjuk bahkan kadang-kadang terjadi sebaliknya. Nafsu yang demikian disebut dengan nafs musawwilah.\n\n4.Terakhir ada pula orang yang memiliki nafs lawwamah. Orang ini sama sekali tidak dapat menghindarkan diri dari perbuatan dosa, baik besar maupun kecil. Apabila ia mengerjakan dosa maka datang kesadarannya dan ia bertobat minta ampun. Tetapi suatu saat datang lagi dorongan nafsu syahwatnya untuk berbuat dosa dan ia kerjakan pula dan kemudian bertobat lagi sesudah datang kesadarannya, begitulah seterusnya. Tobat yang demikian itu adalah tobat yang terendah derajatnya, namun begitu kepada orang seperti ini tetap dianjurkan agar selalu mengharap ampunan dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 512, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 4, "page": 80, "manzil": 1, "ruku": 64, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0643\u064e\u0631\u0652\u0647\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa yahillu lakum an tarisun nisaaa'a karhan wa laa ta'duloohunna litazhaboo biba'di maaa aataitumoohunna illaaa ai yaateena bifaahishatim bubaiyinah; wa 'aashiroo hunna bilma'roof; fa in karihtumoohunna fa'asaaa an takrahoo shai'anw wa yaj'alal laahu feehi khairan kaseeraa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, it is not lawful for you to inherit women by compulsion. And do not make difficulties for them in order to take [back] part of what you gave them unless they commit a clear immorality. And live with them in kindness. For if you dislike them - perhaps you dislike a thing and Allah makes therein much good.", "id": "Wahai orang-orang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/512", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/512.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/512.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu tradisi pada masa Jahiliah adalah apabila seorang pria wafat dan meninggalkan istri, maka keluarga pria itu datang untuk memperistri tanpa memberi mahar. Boleh jadi yang memperistri tersebut adalah anak tiri, mertua atau ipar wanita tersebut. Mereka memperlakukan istri dari laki-laki yang meninggal tersebut sesuai keinginan mereka tanpa memberikan hak apalagi menaruh belas kasihan, lalu turunlah ayat ini. Wahai orang-orang beriman! Tidak halal, yakni tidak dibenarkan dengan alasan apa pun, bagi kamu, laki-laki, berlaku seperti kelakuan orang-orang yang tidak beriman yaitu mewarisi harta atau diri perempuan dengan dipaksa atau tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Dan janganlah kamu, wahai suami, apabila telah menceraikan istri-istri kamu, menyusahkan, yakni menghalangi, mereka menikah dengan laki-laki lain. Tindakan itu kamu lakukan karena hendak mengambil kembali secara paksa sebagian dari apa saja yang telah kamu berikan kepadanya baik mahar, atau pemberian lainnya, kecuali apabila mereka sudah terbukti melakukan perbuatan keji yang nyata seperti nusyuz atau berzina, maka kamu boleh memaksa mereka menebus diri dengan mengembalikan maskawin yang telah kamu berikan, sebagai pelajaran bagi mereka. Dan bergaullah, wahai suami, dengan mereka menurut cara yang patut dan penuh kasih sayang sesuai ketentuan agama. Jika kamu tidak menyukai mereka lantaran adanya kekurangan pada diri mereka, maka bersabarlah terhadap segala kekurangan atau keterbatasan mereka. Karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu pada dirinya, padahal Allah ingin menjadikan dalam ikatan perkawinan bersamanya itu suatu kebaikan yang banyak padanya di kemudian hari. Karena, di balik kesabaran tersebut tentu ada hikmah yang banyak.", "long": "Ayat ini tidak berarti bahwa mewariskan perempuan tidak dengan jalan paksa dibolehkan. Menurut sebagian adat Arab jahiliah apabila seseorang meninggal, maka anaknya yang tertua atau anggota keluarganya yang lain mewarisi janda itu. Janda tersebut boleh dinikahi sendiri atau dinikahkan dengan orang lain yang maharnya diambil oleh pewaris atau tidak dibolehkan menikah lagi.\n\nKaum Muslimin dilarang meneruskan adat Arab jahiliah yang mewarisi dan menguasai kaum perempuan dengan paksa. Hal demikian sangat menyiksa dan merendahkan martabat kaum perempuan. Juga tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang menyusahkan dan memudaratkan perempuan seperti mengharuskan mereka mengembalikan mahar yang pernah diterima dari suaminya ketika perkawinan dahulu kepada ahli waris almarhum suaminya itu sebagai tebusan bagi diri mereka, sehingga mereka boleh kawin lagi dengan laki-laki yang lain.\n\nAyat di atas menjelaskan larangannya dengan melarang menikah dengan mereka dan tidak boleh kaum Muslimin mengambil apa saja yang pernah diberikannya kepada istri atau istri salah seorang ahli waris, kecuali apabila mereka melakukan pekerjaaan keji yang nyata, seperti tidak taat, berzina, mencuri dan sebagainya. Kecelakaan yang dilakukannya juga kadang kala disebabkan oleh harta tersebut.\n\nPara suami agar bergaul dengan istri dengan baik. Jangan kikir dalam memberi nafkah, jangan sampai memarahinya dengan kemarahan yang melewati batas atau memukulnya atau selalu bermuka muram terhadap mereka. Seandainya suami membenci istri dikarenakan istri itu mempunyai cacat pada tubuhnya atau terdapat sifat-sifat yang tidak disenangi atau kebencian serius kepada istrinya timbul karena hatinya telah terpaut kepada perempuan lain, maka hendaklah suami bersabar, jangan terburu-buru menceraikan mereka. Mudah-mudahan yang dibenci oleh suami itu justru yang akan mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 513, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 4, "page": 81, "manzil": 1, "ruku": 64, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u064f \u0627\u0633\u0652\u062a\u0650\u0628\u0652\u062f\u064e\u0627\u0644\u064e \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0642\u0650\u0646\u0637\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0628\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa in arattumustib daala zawjim makaana zawjin wa aataitum ihdaahunna qintaaran falaa taakhuzoo minhu shai'aa; ataakhuzoonahoo buhtaannanw wa ismam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "But if you want to replace one wife with another and you have given one of them a great amount [in gifts], do not take [back] from it anything. Would you take it in injustice and manifest sin?", "id": "Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/513", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/513.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/513.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika kamu, wahai para suami, ingin mengganti istrimu dengan menceraikannya dan setelah menceraikannya kemudian kamu menikah dengan istri yang lain yang kamu sukai sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak sebagai mahar untuk mereka yang telah kamu ceraikan itu, maka janganlah kamu mengambil kembali walau sedikit pun pemberian itu darinya karena mahar yang telah kamu berikan itu sudah menjadi miliknya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali harta kekayaan yang kamu jadikan mahar itu dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata? Mengambil atau meminta kembali mahar yang telah diberikan kepada mereka adalah termasuk perbuatan zalim yang dimurkai Allah.", "long": "Apabila di antara para suami ingin mengganti istrinya dengan istri yang lain, karena ia tidak dapat lagi mempertahankan kesabaran atas ketidaksenangannya kepada istrinya itu, dan istri tidak pula melakukan tindak kejahatan, maka janganlah suami mengambil barang atau harta yang telah diberikan kepadanya.\n\nBahkan suami wajib memberikan hadiah penghibur kepadanya sebab perpisahan itu bukanlah atas kesalahan ataupun permintaan dari istri, tapi semata-mata kerena suami mencari kemaslahatan bagi dirinya sendiri. Allah memperingatkan: apakah suami mau menjadi orang yang berdosa dengan tetap meminta kembali harta mereka dengan alasan yang dicari-cari? Karena tidak jarang suami membuat tuduhan-tuduhan jelek terhadap istrinya agar ada alasan baginya untuk menceraikan dan minta kembali harta yang telah diberikannya." } } }, { "number": { "inQuran": 514, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 4, "page": 81, "manzil": 1, "ruku": 64, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kaifa taakhuzoonahoo wa qad afdaa ba'dukum ilaa ba'dinw wa akhazna minkum meesaaqan ghaleezaa" } }, "translation": { "en": "And how could you take it while you have gone in unto each other and they have taken from you a solemn covenant?", "id": "Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/514", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/514.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/514.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan lantas bagaimana mungkin kamu akan mengambilnya kembali, yakni mahar atau pemberian yang telah kamu berikan kepada mereka, dengan cara paksa dan sewenang-wenang, padahal kamu telah bergaul satu sama lain sebagai suami-istri dengan menyalurkan hasrat biologis bersamanya? Dan mereka telah mengambil perjanjian yang kuat dalam ikatan perkawinan sehingga menjadi pasangan istri dari kamu, ikatan perkawinan tersebut merupakan ikatan suci yang harus dijaga sehingga siapa saja yang memutus ikatan suci itu mendapat murka Allah. Nabi berpesan,\" Bertakwalah kepada Allah dalam urusan wanita. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka sebagai amanat Allah dan menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah.\"", "long": "Bagaimana mungkin suami akan mengambil kembali harta tersebut karena perpisahan itu semata-mata memperturutkan hawa nafsunya belaka, bukan untuk menurut aturan-aturan yang digariskan Allah, sedangkan antara suami istri telah terjalin suatu ikatan yang kukuh, telah bergaul sebagai suami istri sekian lamanya dan tak ada pula kesalahan yang diperbuat oleh istri. Di samping itu, istri telah pula menjalankan tugasnya dan memberikan hak-hak suami dengan baik dan telah lama pula ia mendampingi suami dengan segala suka dukanya. Jadi tidaklah ada alasan bagi suami untuk menuntut yang bukan-bukan dari harta yang telah diberikan kepada istrinya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 515, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 4, "page": 81, "manzil": 1, "ruku": 64, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u064e\u062d\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0645\u064e\u0642\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa tankihoo maa nakaha aabaaa'ukum minan nisaaa'i illaa maa qad salaf; inahoo kaana faahishatanw wa maqtanw wa saaa'a sabeelaa" } }, "translation": { "en": "And do not marry those [women] whom your fathers married, except what has already occurred. Indeed, it was an immorality and hateful [to Allah] and was evil as a way.", "id": "Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/515", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/515.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/515.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan etika pergaulan suami istri dalam berumah tangga, maka pada ayat ini Allah menjelaskan etika seseorang terhadap ibu tirinya setelah ayahnya wafat. Dan janganlah kamu melakukan kebiasaan buruk sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Jahiliah, yaitu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu baik ayah kandung maupun orang tua dari ayah atau ibu, kecuali kebiasaan tersebut dilakukan pada masa yang telah lampau ketika kamu masih dalam keadaan Jahiliah dan belum datang larangan tentang keharamannya. Setelah datangnya larangan itu, tindakan tersebut harus dihentikan. Sungguh, perbuatan menikahi istri-istri ayah (ibu tiri) itu merupakan tindakan buruk, sangat keji, dan dibenci oleh Allah. Dan pernikahan yang sangat tercela seperti itu merupakan seburuk-buruk jalan yang ditempuh untuk menyalurkan hasrat biologis. Apakah pantas bagi orang yang berakal sehat menikahi istri ayahnya setelah sang ayah wafat, padahal ia seperti ibu kandungnya sendiri?", "long": "Haram hukumnya menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh bapak kecuali terhadap perbuatan yang telah lalu sebelum turunnya ayat ini, maka hal itu dimaafkan oleh Allah. Allah melarang perbuatan tersebut karena sangat keji, bertentangan dengan akal sehat, sangat buruk karena dimurkai Allah dan sejahat-jahat jalan menurut adat istiadat manusia yang beradab." } } }, { "number": { "inQuran": 516, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 4, "page": 81, "manzil": 1, "ruku": 65, "hizbQuarter": 32, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064f\u0631\u0651\u0650\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064f \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u062d\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hurrimat 'alaikum umma haatukum wa bannaatukum wa akhawaatukum wa 'ammaatukum wa khaalaatukum wa banaatul akhi wa banaatul ukhti wa ummahaatu kumul laateee arda' nakum wa akhawaatukum minarradaa'ati wa ummahaatu nisaaa'ikum wa rabaaa'i bukumul laatee fee hujoorikum min nisaaa'ikumul laatee dakhaltum bihinna Fa il lam takoonoo dakhaltum bihina falaa junaaha 'alaikum wa halaaa'ilu abnaaa'ikumul lazeena min aslaabikum wa an tajma'oo bainal ukhtaini illaa maa qad salaf; innallaaha kaana Ghafoorar Raheema" } }, "translation": { "en": "Prohibited to you [for marriage] are your mothers, your daughters, your sisters, your father's sisters, your mother's sisters, your brother's daughters, your sister's daughters, your [milk] mothers who nursed you, your sisters through nursing, your wives' mothers, and your step-daughters under your guardianship [born] of your wives unto whom you have gone in. But if you have not gone in unto them, there is no sin upon you. And [also prohibited are] the wives of your sons who are from your [own] loins, and that you take [in marriage] two sisters simultaneously, except for what has already occurred. Indeed, Allah is ever Forgiving and Merciful.", "id": "Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/516", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/516.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/516.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain haram menikahi ibu tiri sebagaimana dijelaskan di atas, diharamkan pula menikahi beberapa perempuan berikut ini. Diharamkan atas kamu menikahi ibu-ibumu termasuk juga nenekmu, anak-anakmu yang perempuan termasuk cucu perempuanmu, saudara-saudaramu yang perempuan baik kandung, seayah, atau seibu, saudara-saudara ayahmu yang perempuan termasuk saudara perempuan kakek, saudara-saudara ibumu yang perempuan termasuk saudara perempuan nenek. Demikian pula anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, maupun anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan termasuk anak-anak perempuan mereka. Itulah tujuh golongan yang haram dinikahi karena hubungan nasab.\r\nSelain itu diharamkan pula menikahi ibu-ibumu yang menyusui kamu ketika kamu dahulu berada dalam masa penyusuan (Lihat: Surah alBaqarah/2: 233, Surah al-Ahqa f/26: 15). Karena ibu susu mempunyai posisi sama dengan ibu kandung, maka perempuan yang haram dinikahi karena nasab, diharamkan pula karena persusuan. Dengan demikian diharamkan atas kamu menikahi saudara-saudara perempuanmu sesusuan apabila kamu menyusu langsung pada tempat yang sama, dengan ketentuan tidak kurang dari lima kali susuan yang mengenyangkan, baik mereka menyusu sebelum kamu menyusu, atau dalam waktu bersamaan, atau setelah kamu selesai.\r\nSelain itu diharamkan pula menikahi ibu-ibu dari istrimu atau mertua, baik istri itu telah kamu gauli layaknya suami istri maupun yang belum kamu gauli. Selain itu diharamkan pula menikahi anak-anak perempuan dari istrimu yakni anak tiri yang berada dalam pemeliharaanmu dan tinggal bersama maupun anak-anak tiri yang tidak berada dalam pemeliharaanmu, keduanya sama saja. Larangan tersebut adalah jika anak tiri itu merupakan anak dari istri yang telah kamu campuri sebagaimana layaknya suami istri. Tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu dan dia sudah kamu ceraikan atau istri yang belum kamu gauli itu meninggal dunia, maka tidak berdosa kamu menikahi anak-anak tiri dari bekas istri yang telah kamu ceraikan atau meninggal sebelum kamu menggaulinya. Dan diharamkan pula kamu menikahi istri-istri anak kandungmu atau menantumu sendiri. Demikian itulah ketentuan tentang keharaman menikahi perempuan untuk selama-lamanya.\r\nAdapun wanita-wanita yang haram dinikahi tetapi tidak untuk selamalamanya dijelaskan berikut ini. Dan diharamkan pula melangsungkan perkawinan dengan mengumpulkan dua perempuan yang bersaudara pada waktu yang sama, baik kedua perempuan itu kakak beradik, atau seorang perempuan dengan bibi yakni saudara perempuan ayah atau saudara perempuan ibu dari perempuan tersebut, kecuali perkawinan serupa yang telah terjadi pada masa lampau sebelum datangnya larangan ini. Sungguh yang demikian ini karena Allah Maha Pengampun atas segala dosa atau kekhilafan yang telah kamu lakukan, Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.\r\nAgama Islam melarang menikahi ibu kandung, ibu tiri, ibu susu, maupun bibi (saudara perempuan ayah atau ibu), adalah untuk menghormati kedudukan dan status mereka. Bagaimana mungkin orang yang diperintahkan Allah untuk dihormati malah dijadikan istri oleh anak sendiri? Di mana letak penghormatan anak terhadap mereka, dan bagaimana dengan status anak yang lahir nanti? Demikian pula larangan memperistri dua perempuan bersaudara sekaligus dalam waktu yang sama. Tindakan ini dapat menimbulkan kecemburuan besar yang berdampak pada retaknya hubungan persaudaraan. Islam sangat menjunjung tinggi hubungan kekeluargaan atau kekerabatan apabila terjalin dengan harmonis serta kokoh, dan membenci tindakan apa pun yang dapat mendorong retak bahkan putusnya hubungan tersebut", "long": "Perempuan lain yang juga haram dinikahi terdiri dari:\n\n1.Dari segi nasab (keturunan)\n\na.Ibu, termasuk nenek dan seterusnya ke atas.\n\nb.Anak, termasuk cucu dan seterusnya ke bawah.\n\nc.Saudara perempuan, baik sekandung, sebapak atau seibu saja.\n\nd.Saudara perempuan dari bapak maupun dari ibu.\n\nc.Kemenakan perempuan baik dari saudara laki-laki atau dari saudara perempuan.\n\n2.Dari segi penyusuan:\n\na.Ibu yang menyusui (ibu susuan).\n\nb.Saudara-saudara perempuan sesusuan.\n\nc .Dan selanjutnya perempuan-perempuan yang haram dikawini karena senasab haram pula dikawini karena sesusuan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw:\n\n\"Diharamkan karena susuan apa yang diharamkan karena nasab.\" (Hadis Muttafaq 'alaih).\n\nDapat ditambahkan di sini masalah berapa kali menyusu yang dapat mengharamkan perkawinan itu ada beberapa pendapat:\n\na.Ali bin Abi Talib, Ibnu Abbas, Hasan, az-Zuhri, Qatadah, Abu Hanifah dan Malik berpendapat bahwa tidak ada ukuran yang tertentu untuk mengharamkan pernikahan. Banyak atau sedikit asal sudah diketahui dengan jelas anak itu menyusu, maka sudah cukup menjadikan ia anak susuan. Pendapat ini mereka ambil berdasarkan zahir ayat yang tidak menyebutkan tentang batasan susuan.\n\nb.Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berpendapat bahwa batasan penyusuan tersebut adalah minimal tiga kali menyusu barulah menjadi anak susuan. Ini didasarkan pada suatu riwayat yang artinya: \"Sekali atau dua kali menyusu tidaklah mengharamkan.\"\n\nc.Abdullah bin Masud, Abdullah bin Zubair, Syafii dan Hambali berpendapat bahwa ukurannya adalah paling sedikit lima kali menyusu.\n\nDemikian juga tentang berapakah batas umur si anak yang menyusu itu, dalam hal ini para ulama mempunyai pendapat:\n\na. Umur si anak tidak boleh lebih dari dua tahun. Pendapat ini diambil berdasarkan firman Allah:\n\nDan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna¦ (al-Baqarah/2: 233).\n\nJuga sabda Rasulullah saw yang artinya, \"Tidak dianggap sepersususan kecuali pada umur dua tahun\" (Riwayat Ibnu Abbas). Pendapat ini dipegang oleh Umar, Ibnu Masud, Ibnu Abbas, Syafii, Ahmad, Abu Yusuf dan Muhammad.\n\nb.Batasan umur adalah sebelum datang masa menyapih (berhenti menyusu). Jika si anak sudah disapih walau belum cukup umur dua tahun tidak lagi dianggap anak susuan. Sebaliknya umurnya telah lebih dari dua tahun tapi belum disapih, maka jika dia disusukan, tetaplah berlaku hukum sepersusuan. Pendapat ini dipegang oleh az-Zuhri, Hasan, Qatadah dan salah satu dari riwayat Ibnu Abbas.\n\n3.Dari segi perkawinan:\n\na.Ibu dari istri (mertua) dan seterusnya ke atas.\n\nb.Anak dari istri (anak tiri) yang ibunya telah dicampuri, dan seterusnya ke bawah.\n\nc.Istri anak (menantu) dan seterusnya ke bawah seperti istri cucu.\n\nPerlu dicatat dalam mengharamkan menikahi anak tiri, disebutkan \"yang dalam pemeliharaanmu,\" bukanlah berarti bahwa yang di luar pemeliharaannya boleh dinikahi. Hal ini disebut hanyalah karena menurut kebiasaan saja yaitu perempuan yang kawin lagi sedang ia mempunyai anak yang masih dalam pemeliharaannya biasanya suami yang baru itulah yang bertanggung jawab terhadap anak itu dan memeliharanya. Kemudian ditambahkan apabila si ibu belum dicampuri lalu diceraikan maka diperbolehkan menikahi anak tiri tersebut.\n\n4.Diharamkan juga menikahi perempuan karena adanya suatu sebab dengan pengertian apabila hilang sebab tersebut maka hilang pula keharamannya, yaitu seperti menghimpun (mempermadukan) dua orang bersaudara. Demikian pula mempermadukan seseorang dengan bibinya. Yang terakhir ini berdasarkan hadis Rasulullah saw. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, \"Tidak boleh menghimpun antara seorang perempuan dengan bibinya (saudara perempuan ayah) dan antara seorang perempuan dengan bibinya (saudara perempuan ibu).\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nBerdasarkan ayat dan hadis di atas, ulama fikih membuat satu kaidah yaitu, haram mengumpulkan (mempermadukan) antara dua orang perempuan yang mempunyai hubungan kerabat (senasab dan sesusuan), andaikata salah seorang diantaranya laki-laki, maka haram pernikahan antara keduanya, seperti mengumpulkan antara seorang perempuan dengan cucunya. Dengan demikian boleh mengumpulkan (mempermadukan) antara seorang perempuan dengan anak tiri perempuan itu, karena hubungan antara keduanya bukan hubungan kerabat atau sesusuan, tetapi hubungan semenda saja.\n\nHukum ini berlaku sejak ayat ini diturunkan dan apa yang telah diperbuat sebelum turunnya ketentuan ini dapat dimaafkan. Kemudian ayat itu menutup ketentuan yang diberikannya ini dengan menerangkan sifat-sifat Allah yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi ampun. Dia memberikan ampunan atas perbuatan yang salah yang pernah dikerjakan hamba-Nya pada masa-masa sebelum datangnya syariat Islam, dan juga memberi ampunan kepada hamba-Nya yang segera bertobat apabila berbuat sesuatu tindakan yang salah.\n\nAyat di atas menyatakan mengenai kepatutan dan hal-hal yang secara biologis tidak baik dilakukan dalam memilih pasangan dalam perkawinan. Dalam hal kepatutan, dengan jelas dikatakan bahwa tidak patut seorang laki-laki menikahi saudara sesusuan, ibu susu, mertua, anak tiri, maupun dua saudara pada saat yang sama. Sedangkan mengenai perkawinan di antara keluarga (inbreed - misal saudara perempuan, bibi, dan keponakan) juga dilarang karena akan menimbulkan keturunan yang tidak baik. Mengenai hal kedua ini, penjelasannya adalah demikian.\n\nAllah menetapkan siapa yang boleh dikawini dan siapa juga yang tidak boleh dikawini sebagaimana disebutkan dalam Surah an-Nisa/4: 22. \n\nSaudara-saudara laki-laki dan perempuan (juga saudara-saudara tiri laki-laki dan perempuan, dsb.) dilarang oleh hukum untuk menikah diantara mereka karena anak-anak mereka memiliki resiko tinggi yang tak dapat diterima yaitu menjadi cacat. Semakin dekat kekerabatan orangtua, semakin mungkin keturunannya akan menjadi cacat.\n\nHubungan sumbang (incest) adalah hubungan saling mencintai yang bersifat seksual yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki ikatan keluarga atau kekerabatan yang dekat, biasanya antara ayah dengan anak perempuannya, ibu dengan anak laki-lakinya, atau antar sesama saudara kandung atau saudara tiri. Pengertian istilah ini lebih bersifat sosioantropologis daripada biologis (bandingkan dengan kerabat-dalam untuk pengertian biologis) meskipun sebagian penjelasannya bersifat biologis.\n\nHubungan sumbang diketahui berpotensi tinggi menghasilkan keturunan yang secara biologis lemah, baik fisik maupun mental (cacat), atau bahkan letal (mematikan). Fenomena ini juga umum dikenal dalam dunia hewan dan tumbuhan karena meningkatnya koefisien kerabat-dalam pada anak-anaknya. Akumulasi gen-gen pembawa 'sifat lemah dari kedua \"orang tua\" pada satu individu (anak) terekspresikan karena genotipenya berada dalam kondisi homozigot.\n\nAda suatu alasan genetis yang kuat bagi hukum-hukum tersebut yang mudah untuk dipahami. Setiap orang memiliki dua set gen, ada sekitar 130,000 pasang yang menentukan bagaimana seseorang terbentuk dan berfungsi. Setiap orang mewarisi satu gen dari setiap pasang milik masing-masing orangtua. Sayangnya, gen-gen sekarang mengandung banyak kesalahan, dan kesalahan-kesalahan ini muncul dalam berbagai bentuk. Sebagai contoh, beberapa orang membiarkan rambutnya tumbuh menutupi telinga mereka untuk menyembunyikan kenyataan bahwa satu telinga lebih rendah dari yang satunya -- atau mungkin hidung seseorang terletak tidak benar-benar di tengah mukanya, atau rahang seseorang agak sedikit tidak berbentuk -- dan sebagainya. \n\nSemakin jauh kekerabatan orangtua, semakin mungkin mereka akan memiliki kesalahan-kesalahan berbeda dalam gen-gen mereka.Anak-anak, yang mewarisi satu set gen dari setiap orangtuanya, sepertinya akan berakhir dengan memiliki sepasang gen yang mengandung maksimum satu gen buruk dalam setiap pasangnya. Gen yang baik cenderung menolak yang buruk sehingga suatu kelainan (yang serius, tentu saja) tidak terjadi.\n\nNamun, semakin dekat hubungan kekerabatan dua orang, semakin mungkin mereka mendapatkan kesalahan-kesalahan (kelemahan) yang sama dalam gen-gen mereka, karena semua itu diwarisi dari orangtua yang sama. Karena itu, seorang saudara lelaki dan seorang saudara perempuan sepertinya lebih mungkin memiliki kesalahan yang sama dalam gen mereka. Seorang anak hasil dari perpaduan hubungan saudara kandung seperti itu dapat mewarisi gen buruk yang sama pada sepasang gen yang sama dari keduanya, berakibat dua salinan buruk dari gen dan kerusakan yang serius.\n\nSecara sosial, hubungan sumbang dapat disebabkan, antara lain, oleh ruangan dalam rumah yang tidak memungkinkan orang tua, anak, atau sesama saudara pisah kamar. Hubungan sumbang antara orang tua dan anak dapat pula terjadi karena kondisi psikososial yang kurang sehat pada individu yang terlibat. Beberapa kebudayaan mentoleransi hubungan sumbang untuk kepentingan-kepentingan tertentu, seperti politik atau kemurnian ras.\n\nAkibat hal-hal tadi, hubungan sumbang tidak dikehendaki pada hampir semua masyarakat dunia. Semua agama besar dunia melarang hubungan sumbang. Di dalam aturan agama Islam (fiqih), misalnya, dikenal konsep mahram yang mengatur hubungan sosial di antara individu-individu yang masih sekerabat. Bagi seseorang tidak diperkenankan menjalin hubungan percintaan atau perkawinan dengan orang tua, kakek atau nenek, saudara kandung, saudara tiri (bukan saudara angkat), saudara dari orang tua, kemenakan, serta cucu." } } }, { "number": { "inQuran": 517, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 5, "page": 82, "manzil": 1, "ruku": 65, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0636\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Walmuhsanaatu minan nisaaa'i illaa maa malakat aimaanukum kitaabal laahi 'alaikum; wa uhilla lakum maa waraaa'a zaalikum an tabtaghoo bi amwaali kum muhsineena ghaira musaa fiheen; famastamta'tum bihee minhunna fa aatoohunna ujoorahunna fareedah; wa laa junaaha 'alaikum feemaa taraadaitum bihee mim ba'dil fareedah; innal laaha kaana 'Aleeman Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "And [also prohibited to you are all] married women except those your right hands possess. [This is] the decree of Allah upon you. And lawful to you are [all others] beyond these, [provided] that you seek them [in marriage] with [gifts from] your property, desiring chastity, not unlawful sexual intercourse. So for whatever you enjoy [of marriage] from them, give them their due compensation as an obligation. And there is no blame upon you for what you mutually agree to beyond the obligation. Indeed, Allah is ever Knowing and Wise.", "id": "Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya bukan untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah maskawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban. Tetapi tidak mengapa jika ternyata di antara kamu telah saling merelakannya, setelah ditetapkan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/517", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/517.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/517.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada ayat yang lalu Allah melarang pernikahan yang menghimpun dua atau lebih perempuan bersaudara, maka ayat ini melarang seorang istri dinikahi oleh dua orang laki-laki. Dan diharamkan juga kamu menikahi perempuan yang sudah bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan bersuami yang secara khusus kamu dapatkan melalui tawanan perang ketika suaminya tidak ikut tertawan, yang kemudian kamu miliki. Pengharaman itu sebagai ketetapan Allah atas kamu.\r\nDan dihalalkan bagimu selain perempuan-perempuan yang demikian itu, yakni selain perempuan yang disebutkan oleh ayat sebelum ini, jika kamu berusaha bersungguh-sungguh membayar mahar dengan hartamu untuk menikahinya bukan dengan maksud untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, istri-istri itu, segera berikanlah maskawinnya dengan sempurna kepada mereka sebagai suatu kewajiban yang harus kamu tunaikan. Tetapi tidak mengapa, artinya kamu tidak berdosa, wahai para suami, jika ternyata di antara kamu sebagai suami istri telah saling merelakannya, sebagian mahar atau keseluruhannya, setelah ditetapkan kewajiban pembayaran mahar itu secara bersama. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.", "long": "Kata al-muhshanat di dalam Al-Qur'an mempunyai empat pengertian, yaitu:\n\n1.Perempuan yang bersuami, itulah yang dimaksud dalam ayat ini.\n\n¦Apabila mereka telah bersuami¦ (an-Nisa/4:25).\n\n2.Perempuan yang merdeka, seperti yang tercantum dalam firman Allah:\n\nDan barang siapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki.¦(an-Nisa/4:25).\n\n3.Perempuan yang terpelihara akhlaknya, seperti dalam firman Allah:\n\nPerempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina (an-Nisa/4:25).\n\n4. Perempuan-perempuan Muslimah.\n\nDengan demikian dibolehkan seorang Muslim menikahi seorang perempuan tawanan perang yang sudah menjadi budaknya, walaupun ia masih bersuami, karena hubungan perkawinannya dengan suaminya yang dahulu sudah putus, sebab dia ditawan tanpa suaminya dan suaminya berada di daerah musuh, dengan syarat perempuan itu sudah haid satu kali untuk membuktikan kekosongan rahimnya. Sebagian ulama mensyaratkan bahwa suaminya tidak ikut tertawan bersama dia. Jika ditawan bersama-sama perempuan itu, maka tidak boleh dinikahi oleh orang lain. Ketentuan ini sudah tidak berlaku lagi pada zaman sekarang. (lihat tafsir an-Nisa/4: 3)\n\nDihalalkan bagi kaum Muslimin mencari perempuan dengan harta mereka untuk dinikahi, dengan maksud mendirikan rumah tangga yang bahagia, memelihara keturunan yang baru dan bukan untuk berzina. Maka kepada istri-istri yang telah kamu campuri itu, berikanlah kepada mereka maharnya yang sempurna sebagai suatu kewajiban dengan niat menjaga kehormatan dan sekali-kali tidak berniat untuk membuat perzinaan. Maskawin yang diberikan bukanlah semata-mata imbalan dari laki-laki atau kerelaan perempuan untuk menjadi istrinya, tetapi juga sebagai tanda cinta dan keikhlasan. Oleh karena itu dalam ayat lain (an-Nisa/4:4) disebutkan mahar itu sebagai suatu pemberian. Bila terjadi perbedaan antara jumlah mahar yang dijanjikan dengan yang diberikan, maka tidak mengapa bila pihak istri merelakan sebagian mahar itu. Allah mengetahui niat baik yang terkandung dalam hati masing-masing. Maka berikanlah mahar mereka yang telah disepakati itu dengan sukarela. Mahar wajib dibayar sebelum akad nikah atau sebelum bercampur, bahkan menurut mazhab Hanafi wajib dibayar asal mereka berdua telah berkhalwat (mengasingkan diri dalam sebuah tempat yang tertutup).\n\nSebagian ulama menjadikan ayat ini sebagai dasar untuk menetapkan hukum nikah mut'ah, yaitu menikahi seorang perempuan dengan batas waktu tertentu seperti sehari, seminggu, sebulan atau lebih yang tujuannya untuk bersenang-senang. Pada permulaan Islam diperbolehkan atau diberi kelonggaran oleh Nabi saw melakukannya. Beliau mula-mula memberi kelonggaran kepada sahabat-sahabatnya yang pergi berperang di jalan Allah untuk nikah dengan batas waktu tertentu, karena dikhawatirkan mereka jatuh ke dalam perzinaan, sebab telah berpisah sekian lama dengan keluarganya. Kelonggaran itu termasuk :\n\n\"Mengerjakan yang lebih ringan mudaratnya di antara dua kemudaratan.\"\n\nKemudian nikah mut'ah itu diharamkan, berdasarkan hadis-hadis sahih yang menjelaskan haramnya nikah mut'ah itu sampai hari kiamat. Khalifah Umar pun pernah menyinggung soal haramnya mut'ah pada pidatonya di atas mimbar, dan tidak ada seorang sahabat pun yang membantahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 518, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 5, "page": 82, "manzil": 1, "ruku": 65, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645 \u06da \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0641\u064e\u0627\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u064d \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0646\u0650\u0635\u0652\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u064e\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa mal lam yastati' minkum tawlan ai yankihal muhsanaatil mu'minaati famimmaa malakat aimaanukum min fatayaatikumul mu'minaat; wallaahu a'lamu bi eemaanikum; ba'dukum mim ba'd; fankihoohunna bi izni ahlihinna wa aatoohunna ujoorahunna bilma'roofi muhsanaatin ghaira musaa fihaatinw wa laa muttakhizaati akhdaan; fa izaaa uhsinna fa in ataina bifaahi shatin fa'alaihinnna nisfu maa 'alal muhsanaati minal 'azaab; zaalika liman khashiyal 'anata minkum; wa an tasbiroo khairul lakum; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And whoever among you cannot [find] the means to marry free, believing women, then [he may marry] from those whom your right hands possess of believing slave girls. And Allah is most knowing about your faith. You [believers] are of one another. So marry them with the permission of their people and give them their due compensation according to what is acceptable. [They should be] chaste, neither [of] those who commit unlawful intercourse randomly nor those who take [secret] lovers. But once they are sheltered in marriage, if they should commit adultery, then for them is half the punishment for free [unmarried] women. This [allowance] is for him among you who fears sin, but to be patient is better for you. And Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan barangsiapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa), karena itu nikahilah mereka dengan izin tuannya dan berilah mereka maskawin yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/518", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/518.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/518.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa di antara kamu, wahai kaum muslim, yang tidak mempunyai biaya yang dapat dipergunakan sebagai perbelanjaan untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka dihalalkan menikahi perempuan yang beriman dari hamba sahaya yang bukan kamu miliki tetapi dimiliki oleh saudaramu sesama muslim. Allah mengetahui keimanan yang ada dalam hati-mu sekalian. Janganlah kamu selalu mempersoalkan masalah keturunan, karena sebagian dari kamu adalah saudara dari sebagian yang lain sama-sama keturunan Adam dan Hawa.\r\nKarena itu, bila kamu benar-benar tidak mampu menikahi perempuan-perempuan merdeka, maka nikahilah mereka, yakni perempuan-perempuan hamba sahaya itu, dengan izin tuan yang memiliki-nya dan berilah mereka maskawin yang pantas sesuai dengan yang berlaku di kalangan masyarakat dan kondisi hamba sahaya pada waktu itu, yang tidak memberatkan kamu dan tidak pula merugikan si perempuan dan tuannya, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara kesucian diri mereka, bukan pezina dan bukan pula perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya yang mereka sembunyikan.\r\nApabila mereka telah berumah tangga atau bersuami, tetapi masih saja melakukan perbuatan keji dengan berbuat zina yang terbukti secara hukum, maka berilah hukuman bagi mereka yang besarnya setengah dari apa, yakni hukuman perempuan-perempuan yang merdeka dan bersuami. Kebolehan menikahi hamba sahaya itu adalah izin bagi orang-orang yang takut terjatuh terhadap kesulitan dalam upaya menjaga diri dari perbuatan zina. Tetapi jika kamu bersabar dengan cara menahan diri agar tidak berzina atau menikahi hamba sahaya, itu lebih baik bagimu daripada menikahi mereka. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Dari permulaan surah an-Nisa sampai ayat 25 diperlihatkan gambaran kehidupan transisi masa jahiliyah dengan masa permulaan Islam. Pertama, soal pemilikan harta anak yatim oleh kerabat dari pihak bapak, kedua, laki-laki yang dapat mengawini perempuan dalam jumlah istri yang tanpa batas dibatasi menjadi empat istri, dan ketiga, masalah keluarga dan perbudakan, terutama budak perempuan. Waktu itu perbudakan yang sudah melembaga di seluruh dunia, tidak terkecuali di Semenanjung Arab masa jahiliyah, memang sangat subur. Secara bertahap semua penyakit masyarakat ini harus diubah, dan inilah yang sudah dimulai pada masa permulaan Islam, seperti yang dapat kita lihat dalam ayat-ayat di atas. Al-Qur'an telah merekam peristiwa-peristiwa yang berlaku waktu itu, dan ini perlu, karena ajaran Islam dalam masalah ini menghapus perbudakan dalam bentuk apa pun (2: 177, 9: 60), dicontohkan oleh Nabi yang telah membebaskan budak-budak yang ada padanya, oleh Abu Bakar as-Siddiq yang telah membeli 7 orang budak dari tuannya lalu dibebaskan sebagai orang merdeka, termasuk Bilal (lihat tafsir 92: 17-18). Dalam zakat, asnaf ke-5 penerimaan zakat dapat digunakan untuk memerdekakan budak.\n\nMenikah dengan seorang perempuan yang merdeka, menuntut syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak suami, seperti memberi mahar, nafkah dan sebagainya. Maka jika seseorang tidak mempunyai biaya dan nafkah yang cukup untuk menikahi seorang perempuan merdeka yang beriman, maka dia dibolehkan menikahi hamba sahaya yang beriman. \n\nOrang yang menikah dengan hamba sahaya biasanya mendapatkan perlakuan yang kurang baik di dalam masyarakat, bahkan tidak jarang mendapat ejekan dan cemoohan. Apabila orang yang menikah dengan hamba sahaya memperlakukan dengan baik serta sabar menahan cemoohan dan ejekan, selama dia melayarkan bahtera rumah tangganya, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.\n\nSemua ketentuan ini sebagai lanjutan ayat sebelumnya, tidak lepas dari peristiwa perang yang terjadi waktu itu dengan segala akibatnya sehingga tawanan-tawanan perang dalam hal tertentu dapat dijadikan budak belian dan hamba sahaya, seperti yang sudah menjadi ketentuan dunia waktu itu. Apa yang telah direkam dalam Al-Qur'an memperlihatkan kepada kita betapa buruknya kondisi masyarakat itu, masyarakat jahiliyah. Selain hamba sahaya yang sudah melembaga begitu mendalam dalam masyarakat, ditambah lagi dengan ketentuan, bahwa setiap tawanan perang harus menjadi budak baru. Secara berangsur masalah sosial demikian yang sudah dianggap wajar dalam masyarakat harus diubah. Dalam hal ini perubahan tentu tidak dapat dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap. Salah satunya dengan cara menebus atau membeli budak-budak itu lalu dimerdekakan, dan orang beriman harus berusaha untuk itu, seperti yang sudah ditentukan dalam Al-Qur'an tersebut di atas. Dengan demikian segala macam kelas sosial, terutama perbudakan harus dihapus, dan martabat manusia harus dikembalikan kepada fitrahnya. Manusia dilihat hanya dari ketakwaannya (49: 13). Dalam masyarakat Muslim tidak boleh ada perbudakan, termasuk penjajahan." } } }, { "number": { "inQuran": 519, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 5, "page": 82, "manzil": 1, "ruku": 66, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0646\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yureedul laahu liyubai yina lakum wa yahdiyakum sunanal lazeena min qablikum wa yatooba 'alaikum; wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "Allah wants to make clear to you [the lawful from the unlawful] and guide you to the [good] practices of those before you and to accept your repentance. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/519", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/519.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/519.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Zat Yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana secara terus menerus hendak menerangkan hukum-hukum syariat-Nya kepadamu termasuk hukum tentang hubungan laki-laki dan perempuan, dan juga secara terus-menerus hendak menunjukkan kepada kamu jalan-jalan kehidupan orang yang sebelum kamu yakni para nabi dan orang-orang saleh, dan Dia secara terus-menerus pula menerima tobatmu selama kamu bertobat dengan tulus dan sepenuh hati. Allah Maha Mengetahui siapa di antara kamu yang bertobat dengan tulus sepenuh hati dan siapa yang hanya separuh hati, Mahabijaksana dalam menetapkan hukumhukum-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan kepada kaum Muslimin apa yang belum jelas baginya dan memberinya petunjuk ke jalan yang ditempuh oleh para nabi dan salihin sebelumnya, yaitu hukum yang tersebut dalam ayat 19, 20 dan 21 di antaranya yang mengenai hubungan rumah tangga di antara suami-istri, seperti bergaul dengan istri dengan cara yang sebaik-baiknya dan mahar istri yang dicerai tidak boleh diambil kembali karena mahar itu sudah menjadi hak penuh istri yang dicerai. Jika mereka mengikuti petunjuk Allah itu, dengan melaksanakan perintah-Nya dan berbuat amal kebajikan, niscaya amal itu dapat menghapus dosa-dosanya." } } }, { "number": { "inQuran": 520, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 5, "page": 83, "manzil": 1, "ruku": 66, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u064a\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallaahu yureedu ai yatooba 'alaikum wa yureedul lazeena yattabi 'oonash shahawaati an tameeloo mailan 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Allah wants to accept your repentance, but those who follow [their] passions want you to digress [into] a great deviation.", "id": "Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/520", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/520.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/520.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah bahwa Allah hendak menerima tobatmu yang kamu lakukan dengan tulus dan sepenuh hati, sedang orang-orang yang semata-mata hanya mengikuti keinginan hawa nafsu-nya, menghendaki dan berupaya dengan segala cara agar kamu berpaling sejauh-jauhnya dari kebenaran.", "long": "Allah memberi ampunan kepada mereka dengan cara melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, agar mereka menyucikan dan membersihkan diri mereka lahir batin, meskipun orang-orang yang mengikuti syahwat dan hawa nafsunya, selalu berpaling dari jalan yang lurus, dan menarik orang mukmin agar ikut terjerumus bersama mereka ke lembah kesesatan, karena dengan melaksanakan perintah Allah dan menaatinya akan tercapailah apa yang dikehendakinya untuk kebaikan dan kebahagiaan mereka. Allah melarang menikahi perempuan-perempuan yang tersebut pada ayat 22, 23 dan 24 karena menikahi perempuan-perempuan tersebut akan mengakibatkan kerusakan di masyarakat dan mengacaubalaukan hubungan nasab dan hubungan keluarga, sedang keluarga adalah tulang punggung kebahagiaan masyarakat. Perempuan-perempuan selain mereka boleh dinikahi untuk memelihara kelanjutan keturunan, menghindarkan masyarakat dari kekacauan dan terperosok ke dalam jurang perzinaan dan lain sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 521, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 5, "page": 83, "manzil": 1, "ruku": 66, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u0650\u0641\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0636\u064e\u0639\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yureedul laahu ai yukhaffifa 'ankum; wa khuliqal insaanu da'eefaa" } }, "translation": { "en": "And Allah wants to lighten for you [your difficulties]; and mankind was created weak.", "id": "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/521", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/521.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/521.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah juga hendak memberikan keringanan atas beban yang dipikulkan-Nya kepadamu. Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa karena manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan bersifat lemah, maka tidak ada hukum-Nya yang di luar kemampuan manusia untuk memikulnya.", "long": "Allah menghendaki keringanan bagi kaum Muslimin, karena itu membolehkan mereka yang kurang sanggup memberi belanja kepada perempuan merdeka untuk menikahi seorang hamba sahaya. Allah memberitahukan pula bahwa manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah, terutama dalam menghadapi godaan hawa nafsunya. Oleh karenanya hendaklah kaum Muslimin menjaga dirinya agar jangan sampai melakukan pelanggaran, seperti berzina dan lain sebagainya. Ini semua dalam rangka membentengi manusia dari pengaruh setan dan hawa nafsu yang dapat menjerumuskannya. Manusia harus menyadari kelemahan dirinya, karena itu perlu membentengi diri dengan iman yang kuat dan perlu mengetahui tuntunan Allah dan cara-cara mengatasi godaan hawa nafsunya." } } }, { "number": { "inQuran": 522, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 5, "page": 83, "manzil": 1, "ruku": 66, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0639\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0636\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa taakulooo amwaalakum bainakum bilbaatili 'illaaa an takoona tijaaratan 'an taraadim minkum; wa laa taqtulooo anfusakum; innal laaha kaana bikum Raheemaa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not consume one another's wealth unjustly but only [in lawful] business by mutual consent. And do not kill yourselves [or one another]. Indeed, Allah is to you ever Merciful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/522", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/522.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/522.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu berbicara tentang hukum pernikahan, sementara pernikahan itu tidak bisa dilepaskan dari harta, terutama berkaitan dengan maskawin. Oleh sebab itu, ayat berikut berbicara tentang bagaimana manusia beriman mengelola harta sesuai dengan keridaan Allah. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sekali-kali kamu saling memakan atau memperoleh harta di antara sesamamu yang kamu perlukan dalam hidup dengan jalan yang batil, yakni jalan tidak benar yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat, kecuali kamu peroleh harta itu dengan cara yang benar dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu yang tidak melanggar ketentuan syariat. Dan janganlah kamu membunuh dirimu atau membunuh orang lain karena ingin mendapatkan harta. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu dan hamba-hamba-Nya yang beriman.", "long": "Ayat ini melarang mengambil harta orang lain dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dengan perniagaan yang berlaku atas dasar kerelaan bersama.\n\nMenurut ulama tafsir, larangan memakan harta orang lain dalam ayat ini mengandung pengertian yang luas dan dalam, antara lain:\n\na.Agama Islam mengakui adanya hak milik pribadi yang berhak mendapat perlindungan dan tidak boleh diganggu gugat.\n\nb. Hak milik pribadi, jika memenuhi nisabnya, wajib dikeluarkan zakatnya dan kewajiban lainnya untuk kepentingan agama, negara dan sebagainya.\n\nc.Sekalipun seseorang mempunyai harta yang banyak dan banyak pula orang yang memerlukannya dari golongan-golongan yang berhak\n\nmenerima zakatnya, tetapi harta orang itu tidak boleh diambil begitu saja tanpa seizin pemiliknya atau tanpa menurut prosedur yang sah.\n\nMencari harta dibolehkan dengan cara berniaga atau berjual beli dengan dasar kerelaan kedua belah pihak tanpa suatu paksaan. Karena jual beli yang dilakukan secara paksa tidak sah walaupun ada bayaran atau penggantinya. Dalam upaya mendapatkan kekayaan tidak boleh ada unsur zalim kepada orang lain, baik individu atau masyarakat. Tindakan memperoleh harta secara batil, misalnya mencuri, riba, berjudi, korupsi, menipu, berbuat curang, mengurangi timbangan, suap-menyuap, dan sebagainya.\n\nSelanjutnya Allah melarang membunuh diri. Menurut bunyi ayat, yang dilarang dalam ayat ini ialah membunuh diri sendiri, tetapi yang dimaksud ialah membunuh diri sendiri dan membunuh orang lain. Membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, sebab setiap orang yang membunuh akan dibunuh, sesuai dengan hukum kisas.\n\nDilarang bunuh diri karena perbuatan itu termasuk perbuatan putus asa, dan orang yang melakukannya adalah orang yang tidak percaya kepada rahmat dan pertolongan Allah.\n\nKemudian ayat 29 ini diakhiri dengan penjelasan bahwa Allah melarang orang-orang yang beriman memakan harta dengan cara yang batil dan membunuh orang lain, atau bunuh diri. Itu adalah karena kasih sayang Allah kepada hamba-Nya demi kebahagiaan hidup mereka di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 523, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 5, "page": 83, "manzil": 1, "ruku": 66, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai yaf'al zaalika 'udwaananw wa zulman fasawfa nusleehi Naaraa; wa kaana zaalika 'alal laahi yaseeraa" } }, "translation": { "en": "And whoever does that in aggression and injustice - then We will drive him into a Fire. And that, for Allah, is [always] easy.", "id": "Dan barangsiapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/523", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/523.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/523.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa berbuat demikian, dalam memperoleh harta, dengan cara melanggar hukum dan dengan berbuat zalim, maka akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu, yakni menjatuhkan hukuman dengan siksaan neraka, adalah sesuatu hal yang sangat mudah bagi Allah.", "long": "Ayat ini memberikan peringatan kepada orang yang melanggar hak orang lain dan menganiayanya, dengan memasukkannya ke dalam api neraka, yang demikian itu sangat mudah bagi Allah, karena tidak ada sesuatu yang dapat membantah, merintangi atau menghalang-halangi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 524, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 5, "page": 83, "manzil": 1, "ruku": 66, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0646\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "In tajtaniboo kabaaa'ira maa tunhawna 'anhu nukaffir 'ankum saiyiaatikum wa nudkhilkum mudkhalan kareemaa" } }, "translation": { "en": "If you avoid the major sins which you are forbidden, We will remove from you your lesser sins and admit you to a noble entrance [into Paradise].", "id": "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/524", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/524.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/524.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah sanksi yang akan Allah jatuhkan kepada orang-orang berbuat dosa. Pada ayat ini Allah lalu menjanjikan anugerah kenikmatan kepada orang-orang yang menjauhi dosa. Jika kamu berusaha dengan sungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa besar terutama dosa-dosa yang bersifat penganiayaan di antara dosa-dosa besar yang telah dilarang mengerjakannya oleh Allah dan Rasul-Nya, niscaya Kami akan hapus kesalahan-kesalahanmu berupa dosa-dosa kecil yang kamu perbuat dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia, yakni surga dengan beraneka kenikmatan yang tiada tara.", "long": "Perintah dalam ayat ini meminta agar orang yang beriman menjauhi dan meninggalkan semua pekerjaan yang berakibat dosa besar. Meninggalkan semua dosa besar itu bukan saja sekedar menghindarkan diri dari siksa-Nya, tetapi juga merupakan suatu amal kebajikan yang dapat menghapuskan dosa kecil yang telah diperbuat. Tindakan meninggalkan dosa besar bukanlah masalah yang ringan dan sederhana. Seseorang yang mampu menahan diri dari berbuat dosa besar pada saat peluangnya ada, berarti ia memiliki kadar keimanan yang teguh, sekaligus kesabaran yang kukuh. Orang seperti ini dijanjikan Allah masuk surga.\n\nMengenai apa yang dianggap sebagai dosa besar para ulama mempunyai pendapat yang berbeda-beda karena adanya beberapa hadis, di antaranya Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Jauhilah tujuh macam perbuatan yang membahayakan. Para sahabat bertanya, \"Apakah itu ya Rasulullah?\" Rasulullah menjawab, \"Mempersekutukan Allah, membunuh diri seseorang yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar, sihir, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan peperangan pada waktu pertempuran dan menuduh berzina terhadap perempuan-perernpuan mukmin yang terhormat.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\n\"Maukah aku kabarkan kepadamu tentang dosa-dosa yang paling besar?\" Kami menjawab, \"Mau, ya Rasulullah.\" Lalu Rasulullah berkata, \"Mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua.\" Ketika itu Rasulullah sedang bertelekan, kemudian beliau duduk lalu berkata \"Ketahuilah, juga berkata bohong, dan saksi palsu.\" Beliau senantiasa mengulang-ulang perkataannya itu sehingga kami mengatakan, \"Kiranya Rasulullah saw diam.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bahrah)\n\nIbnu Abbas sewaktu ditanya, \"Apakah dosa-dosa besar itu hanya 7 macam saja?\" Beliau menjawab dengan ringkas, \"Hampir tujuh puluh macam banyaknya. Bila dosa-dosa kecil terus-menerus dikerjakan, dia akan menjadi dosa besar dan dosa-dosa besar akan hapus bila yang mengerjakannya bertobat dan meminta ampun.\n\nMenurut keterangan al-Barizi yang dinukil oleh al-Alusi, dia mengatakan, \"Bahwa dosa besar itu ialah setiap dosa yang disertai dengan ancaman hukuman had (hukuman siksa di dunia) atau disertai dengan laknat yang dinyatakan dengan jelas di dalam Al-Qur'an atau hadis.\n\nDemikian pengertian tentang dosa-dosa besar dan macam-macamnya. Selain dari itu adalah dosa-dosa kecil. Kemudian dalam ayat ini Allah menjanjikan kelak akan memberikan tempat yang mulia yaitu surga, bagi orang yang menjauhi (meninggalkan) dosa-dosa besar itu." } } }, { "number": { "inQuran": 525, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 5, "page": 83, "manzil": 1, "ruku": 66, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0644\u0651\u0650\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa tatamannaw maa faddalal laahu bihee ba'dakum 'alaa ba'd; lirrijaali naseebum mimak tasaboo wa linnisaaa'i naseebum mimmak tasabna; was'alullaaha min fadlih; innal laaha kaana bikulli shai'in 'Aleemaa" } }, "translation": { "en": "And do not wish for that by which Allah has made some of you exceed others. For men is a share of what they have earned, and for women is a share of what they have earned. And ask Allah of his bounty. Indeed Allah is ever, of all things, Knowing.", "id": "Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/525", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/525.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/525.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun sering terjadi dalam kehidupan bahwa angan-angan untuk memperoleh sesuatu sebagaimana dimiliki orang lain bisa mendorong seseorang melakukan pelanggaran. Ayat ini berpesan agar menghindari kebiasaan berangan-angan yang menimbulkan sifat iri dan dengki kepada sesama. Dan janganlah kamu berangan-angan yang membuat kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan oleh Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain, baik karunia itu berupa kecerdasan, kemuliaan, nama baik, pangkat, dan jabatan, maupun dalam bentuk harta benda serta kekayaan yang berlimpah.\r\nKarena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan yang sesuai dengan ketentuan Allah dan sesuai pula dengan apa yang mereka usahakan, dan begitu pula bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan sesuai petunjuk Allah dan apa yang mereka usahakan. Oleh sebab itu, janganlah berangan-angan yang menyebabkan iri hati. Mohonlah kepada Allah dengan tulus agar kamu dianugerahi-Nya sebagian dari karunia-Nya yang berlimpah ruah itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu termasuk angan-angan dan iri serta kedengkian yang tersembunyi dalam hati kamu.", "long": "Orang yang beriman tidak boleh merasa iri hati terhadap orang yang lebih banyak memperoleh karunia dari Allah, karena Allah telah mengatur alam ini sedemikian rupa terjalin dengan hubungan yang rapi. Manusia pun tidak sama jenis kemampuannya, sehingga masing-masing memiliki keistimewaan dan kelebihan. Bukan saja antara laki-laki dengan perempuan, tetapi juga antar sesama laki-laki atau sesama perempuan.\n\nSelanjutnya ayat ini menerangkan bahwa laki-laki mempunyai bagian dari apa yang mereka peroleh, demikian juga perempuan mempunyai bagian dari apa yang mereka peroleh, sesuai dengan usaha dan kemampuan mereka masing-masing.\n\nOleh karena itu orang dilarang iri hati terhadap orang yang lebih banyak memperoleh karunia dari Allah. Akan tetapi ia hendaknya memohon kepada Allah disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh agar Allah melimpahkan pula karunia-Nya yang lebih banyak tanpa iri hati kepada orang lain. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik tentang permohonan yang dipanjatkan kepada-Nya, maupun tentang apa yang lebih sesuai diberikan kepada hamba-Nya.\n\nSetiap orang yang merasa tidak senang terhadap karunia yang dianugerahkan Allah kepada seseorang, atau ia ingin agar karunia itu hilang atau berpindah dari tangan orang yang memperolehnya, maka hal itu adalah iri hati yang dilarang dalam ayat ini. Tetapi apabila seseorang ingin memiliki sesuatu seperti yang dimiliki orang lain, atau ingin kaya seperti kekayaan orang lain menurut pendapat yang termasyhur, hal demikian tidaklah termasuk iri hati yang terlarang." } } }, { "number": { "inQuran": 526, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 5, "page": 83, "manzil": 1, "ruku": 66, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0642\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa likullin ja'alnaa ma waaliya mimmaa tarakal waalidaani wal aqraboon; wallazeena 'aqadat aimaanukum fa aatoohum naseebahum; innal laaha kaana 'alaa kulli shai'in Shaheedaa" } }, "translation": { "en": "And for all, We have made heirs to what is left by parents and relatives. And to those whom your oaths have bound [to you] - give them their share. Indeed Allah is ever, over all things, a Witness.", "id": "Dan untuk masing-masing (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/526", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/526.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/526.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai melarang manusia berangan-angan yang akan mendorongnya iri dan dengki atas kelebihan orang lain, termasuk dalam hal warisan, ayat ini lalu mengingatkan bahwa harta warisan itu sudah ditentukan pembagiannya oleh Allah. Dan ketahuilah bahwa untuk setiap harta peninggalan, dari apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tua dan juga yang ditinggalkan oleh karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya, dan juga bagi orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka sebagai suami istri, maka berikanlah kepada mereka bagiannya sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.", "long": "Secara umum ayat ini menerangkan bahwa semua ahli waris baik ibu bapak dan karib kerabat maupun orang-orang yang terikat dengan sumpah setia, harus mendapat bagian dari harta peninggalan menurut bagiannya masing-masing.\n\nAda beberapa hal yang harus disebutkan di sini, antara lain:\n\n1.Kata mawalia yang diterjemahkan dengan \"ahli waris\" adalah bentuk jamak dari maula yang mengandung banyak arti, antara lain:\n\na.Tuan yang memerdekakan hamba sahaya (budak).\n\nb.Hamba sahaya yang dimerdekakan.\n\nc.Ahli waris asabah atau bukan.\n\n2. Ashabah ialah ahli waris yang berhak menerima sisa dari harta warisan, setelah dibagikan kepada ahli waris lainnya yang mempunyai bagian tertentu atau berhak menerima semua harta warisan apabila tidak ada ahli waris yang lain.\n\nYang paling tepat maksud dari kata mawalia dalam ayat ini adalah \"ahli waris asabah\" sesuai dengan sabda Rasulullah saw:\n\n\"Berikanlah harta warisan itu kepada masing-masing yang berhak. Adapun sisanya berikanlah kepada laki-laki karib kerabat yang terdekat.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas).Dan sabda Rasulullah :\n\n\"Janda Sa'ad bin Rabi' datang kepada Rasulullah saw bersama dua orang anak perempuan dari Sa'ad, lalu ia berkata, \"Ya Rasulullah! Ini dua orang anak perempuan dari Sa'ad bin Rabi' yang mati syahid sewaktu perang Uhud bersama-sama dengan engkau. Dan sesungguhnya paman dua anak ini telah mengambil semua harta peninggalan ayah mereka, sehingga tidak ada yang tersisa. Kedua anak ini tidak akan dapat kawin, kecuali jika mempunyai harta.\" Rasulullah menjawab, \"Allah akan memberikan penjelasan hukumnya pada persoalan ini.\" Kemudian turunlah ayat mawaris (tentang warisan), lalu Rasulullah memanggil paman anak perempuan Sa'ad dan berkata, \"Berikanlah 2/3 kepada kedua anak perempuan Sa'ad, seperdelapan untuk ibu mereka, dan apa yang masih tinggal itulah untukmu.\" (Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).\n\nHukum-hukum yang telah ditetapkan dalam ayat ini hendaklah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Barang siapa yang tidak melaksanakannya atau menyimpang dari hukum-hukum tersebut, maka ia telah melanggar ketentuan Allah dan akan mendapat balasan atas pelanggaran itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya. Menurut pendapat yang terkuat, bahwa sumpah setia yang pernah terjadi pada masa Nabi (permulaan Islam) yang mengakibatkan hubungan waris mewarisi antara mereka yang mengadakan sumpah setia, kemudian hal itu dinasakh hukumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 527, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 5, "page": 84, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064f \u0642\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u064f \u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u064e\u0627\u062a\u064c \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064e\u0627\u062a\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0641\u0650\u0638\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064f\u0634\u064f\u0648\u0632\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0647\u0652\u062c\u064f\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Arrijaalu qawwaamoona 'alan nisaaa'i bimaa fad dalallaahu ba'dahum 'alaa ba'dinw wa bimaaa anfoqoo min amwaalihim; fassaalihaatu qaanitaatun haafizaatul lil ghaibi bimaa hafizal laah; wallaatee takhaafoona nushoo zahunna fa 'izoohunna wahjuroohunna fil madaaji'i wadriboohunna fa in ata'nakum falaa tabghoo 'alaihinna sabeelaa; innallaaha kaana 'Aliyyan Kabeeraa" } }, "translation": { "en": "Men are in charge of women by [right of] what Allah has given one over the other and what they spend [for maintenance] from their wealth. So righteous women are devoutly obedient, guarding in [the husband's] absence what Allah would have them guard. But those [wives] from whom you fear arrogance - [first] advise them; [then if they persist], forsake them in bed; and [finally], strike them. But if they obey you [once more], seek no means against them. Indeed, Allah is ever Exalted and Grand.", "id": "Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/527", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/527.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/527.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih dalam kaitan larangan agar tidak berangan-angan dan iri hati atas kelebihan yang Allah berikan kepada siapa pun, laki-laki maupun perempuan, ayat ini membicarakan secara lebih konkret fungsi dan kewajiban masing-masing dalam kehidupan. Laki-laki atau suami itu adalah pelindung bagi perempuan atau istri, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka, laki-laki, atas sebagian yang lain, perempuan, dan karena mereka, yakni laki-laki secara umum atau suami secara khusus, telah memberikan nafkah apakah itu dalam bentuk mahar ataupun serta biaya hidup rumah tangga sehari-hari dari hartanya sendiri.\r\nMaka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suami tidak ada di rumah atau tidak bersama mereka, karena Allah telah menjaga diri mereka. Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan melakukan nusyuz (durhaka terhadap suami), seperti meninggalkan rumah tanpa restu suami, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka dengan lemah lembut dan pada saat yang tepat, tidak pada sembarang waktu, dan bila nasihat belum bisa mengubah perilaku mereka yang buruk itu, tinggalkanlah mereka di tempat tidur dengan cara pisah ranjang, dan bila tidak berubah juga, kalau perlu pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan tetapi memberi kesan kemarahan. Tetapi jika mereka sudah menaatimu, tidak lagi berlaku nusyuz, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya dengan mencerca dan mencaci maki mereka. Sungguh, Allah Mahatinggi, Maha-besar.", "long": "Kaum laki-laki adalah pemimpin, pemelihara, pembela dan pemberi nafkah, bertanggung jawab penuh terhadap kaum perempuan yang menjadi istri dan yang menjadi keluarganya. Oleh karena itu, wajib bagi setiap istri menaati suaminya selama suami tidak durhaka kepada Allah. Apabila suami tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya, maka istri berhak mengadukannya kepada hakim yang berwenang menyelesaikan masalahnya.\n\nMenurut riwayat Hasan al-Bashri:\n\n\"Seorang perempuan mengadu kepada Rasulullah saw, bahwa suaminya telah memukulnya. Rasulullah saw bersabda, \"Ia akan dikenakan hukum kisas. Maka Allah menurunkan ayat Ar-Rijalu qawwamuna 'ala an-nisa¦\" (Riwayat al-hasan al-Bashri dari Muqatil).\n\nDiriwayatkan pula bahwa perempuan itu kembali ke rumahnya dan suaminya tidak mendapat hukuman kisas sebagai balasan terhadap tindakannya, karena ayat ini membolehkan memukul istri yang tidak taat kepada suaminya, dengan tujuan mendidik dan mengingatkannya.\n\nYang dimaksud dengan istri yang saleh dalam ayat ini ialah istri yang disifatkan dalam sabda Rasulullah saw:\n\n\"Sebaik-baik perempuan ialah perempuan yang apabila engkau melihatnya ia menyenangkan hatimu, dan apabila engkau menyuruhnya ia mengikuti perintahmu, dan apabila engkau tidak berada di sampingnya ia memelihara hartamu dan menjaga dirinya.\" (Riwayat Ibnu Jarir dan al-Baihaqi dari Abu Hurairah).\n\nInilah yang dinamakan istri yang saleh, sedang yang selalu membangkang, yaitu meninggalkan kewajiban selaku istri, seperti meninggalkan rumah tanpa izin suami untuk hal-hal yang tidak penting, dinamakan istri yang nusyuz (yang tidak taat).\n\nBagaimana seharusnya suami berlaku terhadap istri yang tidak taat kepadanya (nusyuz), yaitu menasihatinya dengan baik. Kalau nasihat itu tidak berhasil, maka suami mencoba berpisah tempat tidur dengan istrinya, dan kalau tidak berubah juga, barulah memukulnya dengan pukulan yang enteng yang tidak mengenai muka dan tidak meninggalkan bekas.\n\nSetelah itu para suami diberi peringatan, bila istri sudah kembali taat kepadanya, jangan lagi si suami mencari-cari jalan untuk menyusahkan istrinya, seperti membongkar-bongkar kesalahan-kesalahan yang sudah lalu, tetapi bukalah lembaran hidup baru yang mesra dan melupakan hal-hal yang sudah lalu. Bertindaklah dengan baik dan bijaksana. karena Allah Maha Mengetahui dan Mahabesar." } } }, { "number": { "inQuran": 528, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 5, "page": 84, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 33, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u0650\u0642\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0643\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0643\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa in khiftum shiqaaqa baini himaa fab'asoo haka mam min ahlihee wa hakamam min ahlihaa; iny-yureedaaa islaah ai-yuwaffiqil laahu bainahumaa; innal laaha kaana 'Aleeman Khabeeraa" } }, "translation": { "en": "And if you fear dissension between the two, send an arbitrator from his people and an arbitrator from her people. If they both desire reconciliation, Allah will cause it between them. Indeed, Allah is ever Knowing and Acquainted [with all things].", "id": "Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Mahateliti, Maha Mengenal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/528", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/528.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/528.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila upaya yang diajarkan pada ayat-ayat sebelumnya tidak dapat meredakan sengketa yang dialami oleh sebuah rumah tangga, maka lakukanlah tuntunan yang diberikan oleh ayat ini. Dan jika kamu khawatir akan terjadi syiqaq atau persengketaan yang kemungkinan besar membawa perceraian antara keduanya, maka kirimlah kepada suami istri yang bersengketa itu seorang juru damai yang bijaksana dan dihormati dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai yang juga bijaksana dan dihormati dari keluarga perempuan. Jika keduanya, baik suami istri, maupun juru damai itu, bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah akan memberi taufik jalan keluar kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Mahamengetahui atas segala sesuatu, lagi Maha teliti.", "long": "Jika kamu khawatir akan terjadi syiqaq (persengketaan) antara suami istri, sesudah melakukan usaha-usaha tersebut di atas, maka kirimlah seorang hakam (perantara, wasit, juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Kedua hakam itu dikirim oleh yang berwajib atau oleh suami istri, atau oleh keluarga suami istri.\n\nDua orang hakam itu sebaiknya seorang dari keluarga suami dan seorang dari keluarga istri, dan boleh dari orang lain. Tugas hakam itu ialah untuk mengetahui persoalan perselisihan yang terjadi dan sebab-sebabnya, kemudian berusaha mendamaikan keduanya. Tugas serupa itu tepat dilaksanakan oleh orang yang bijaksana meskipun bukan dari keluarga suami istri yang mungkin lebih mengetahui rahasia persengketaan itu dan lebih mudah bagi keduanya untuk menyelesaikannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya perceraian.\n\nJika usaha kedua orang hakam dalam mencari islah antara kedua suami istri yang bersengketa pada tahap pertama tidak berhasil maka diusahakan lagi penunjukan dua hakam yang sifatnya sebagai wakil dari suami istri yang bersengketa dalam batas-batas kekuasaan yang diberikan kepadanya. Kalaupun ini belum berhasil, maka untuk ketiga kalinya dicari lagi dua orang hakam yang akan mengambil keputusan, dan keputusan itu mengikat." } } }, { "number": { "inQuran": 529, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 5, "page": 84, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0646\u064f\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062e\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa'budul laaha wa laa tushrikoo bihee shai'anw wa bilwaalidaini ihsaananw wa bizil qurbaa walyataamaa walmasaakeeni waljaari zilqurbaa waljaaril junubi wassaahibi biljambi wabnis sabeeli wa maa malakat aimaanukum; innal laaha laa yuhibbu man kaana mukhtaalan fakhooraa" } }, "translation": { "en": "Worship Allah and associate nothing with Him, and to parents do good, and to relatives, orphans, the needy, the near neighbor, the neighbor farther away, the companion at your side, the traveler, and those whom your right hands possess. Indeed, Allah does not like those who are self-deluding and boastful.", "id": "Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/529", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/529.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/529.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat di atas yang berbicara tentang aturan dan tuntunan kehidupan rumah tangga dan harta waris, memerlukan tingkat kesadaran untuk mematuhinya. Ayat ini menekankan kesadaran tersebut dengan menunjukkan perincian tempat tumpuan kesadaran itu dipraktikkan. Dan sembahlah Allah Tuhan yang menciptakan kamu dan pasangan kamu, dan janganlah kamu sekali-kali mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah dengan sungguh-sungguh kepada kedua orang tua, juga kepada karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh walaupun tetangga itu nonmuslim, teman sejawat, ibnu sabil, yakni orang dalam perjalanan bukan maksiat yang kehabisan bekal, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai dan tidak melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada orang yang sombong dan membanggakan diri di hadapan orang lain.", "long": "Mengabdi dan menyembah kepada Allah dinamakan ibadah. Beribadah dengan penuh keikhlasan hati, mengakui keesaan-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, itulah kewajiban seseorang kepada Allah. Dalam kata lain, ibadah dan mengesakan Allah merupakan hak-hak Allah yang menjadi kewajiban manusia untuk menunaikannya. Melakukan ibadah kepada Allah tampak dalam amal perbuatan setiap hari, seperti mengerjakan apa yang telah ditetapkan oleh Rasulullah dan telah dicontohkannya, seperti salat, puasa, zakat, haji dan lain-lainnya, dinamakan ibadah khusus. Kemudian ibadah umum, yaitu semua pekerjaan yang baik yang dikerjakan dalam rangka patuh dan taat kepada Allah saja, bukan karena yang lainnya, seperti membantu fakir miskin, menolong dan memelihara anak yatim, mengajar orang, menunjukkan jalan kepada orang yang sesat dalam perjalanan, menyingkirkan hal-hal yang dapat mengganggu orang di tengah jalan dan sebagainya. Ibadah harus dikerjakan dengan ikhlas, memurnikan ketaatan kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain.\n\nAda bermacam-macam pekerjaan manusia yang menyebabkan dia bisa menjadi musyrik, di antaranya menyembah berhala sebagai perantara agar permohonannya disampaikan kepada Allah. Mereka bersembah sujud di hadapan berhala untuk menyampaikan hajat dan maksud mereka. Perbuatan manusia yang seperti itu banyak disebutkan Allah dalam Al-Qur'an. Allah berfirman:\n\nDan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, \"Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.\" Katakanlah, \"Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?\" Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu. (Yunus/10:18).\n\nAda pula golongan lain yang termasuk musyrik, sebagaimana yang disebutkan Allah dalam Al-Qur'an, yaitu orang Nasrani yang menuhankan Nabi Isa, putra Maryam. Di samping mereka menyembah Allah, juga mereka mengakui Isa a.s. sebagai Tuhan mereka. Allah berfirman:\n\nMereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9:31).\n\nOrang musyrik semacam ini banyak terdapat pada masa sekarang, yaitu orang yang memohon dan meminta syafaat dengan perantaraan orang-orang yang dianggapnya suci dan keramat, baik orang-orang yang dianggapnya suci itu masih hidup maupun sudah mati. Mereka mendatangi kuburannya, di sanalah mereka menyampaikan hajat dan doa, bahkan mereka sampai bermalam di sana. Mereka berwasilah kepadanya dan dengan berwasilah itu, maksudnya akan berhasil dan doanya akan makbul. Tidak jarang terjadi manusia berdoa meminta kepada batu, pohon kayu, roh nenek moyang, jin, hantu dan sebagainya. Semua ini digolongkan perbuatan syirik.\n\nKewajiban seseorang kepada Allah ialah menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain. Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Dari Mu'az bin Jabal, Rasulullah saw bersabda, \"Ya Muaz, tahukah engkau apakah hak Allah atas hamba-Nya, dan apa pula hak hamba atas Allah?\" Saya menjawab, \"Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.\" Rasulullah berkata, \"Hak Allah atas hamba-Nya ialah agar hamba-Nya menyembah-Nya dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu. Hak hamba atas Allah ialah bahwa Allah tidak akan mengazab hamba-Nya yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).\n\nDalam ayat ini Allah mengatur kewajiban terhadap sesama manusia. Sesudah Allah memerintahkan agar menyembah dan beribadah kepada-Nya dengan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain, selanjutnya Allah memerintahkan agar berbuat baik kepada ibu-bapak. Berbuat baik kepada ibu-bapak adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Perintah mengabdi kepada Allah diiringi perintah berbuat baik kepada ibu-bapak adalah suatu peringatan bahwa jasa ibu bapak itu sungguh besar dan tidak dapat dinilai harganya dengan apa pun. Selain ayat ini ada lagi beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang memerintahkan agar berbuat baik kepada ibu-bapak seperti firman Allah:\n\nDan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (Luqman/31:14).\n\nDan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan \"ah\" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (al-Isra'/17:23).\n\nBerbuat baik kepada ibu-bapak mencakup segala-galanya, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan yang dapat menyenangkan hati mereka keduanya. Berlaku lemah lembut dan sopan santun kepada keduanya termasuk berbuat baik kepadanya. Mengikuti nasihatnya, selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah juga termasuk berbuat baik. Andaikata keduanya memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Allah, perintahnya boleh tidak dipatuhi, tetapi terhadap keduanya tetap dijaga hubungan yang baik. Allah berfirman:\n\n\"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.\" (Luqman/31:15).\n\nTermasuk pula berbuat baik mendoakan keduanya agar Allah mengampuni dosanya, sebab keduanya telah berjasa banyak, mendidik, memelihara dan mengasuh semenjak kecil.\n\nPerintah agar selalu berbuat baik kepada ibu bapak selama hayat masih dikandung badan, karena ibu bapak adalah manusia yang paling berjasa, diperintahkan pula agar berbuat baik kepada karib kerabat. Karib kerabat adalah orang yang paling dekat hubungannya dengan seseorang sesudah ibu bapak, baik karena ada hubungan darah maupun karena yang lainnya.\n\nKalau seseorang telah dapat menunaikan kewajibannya kepada Allah dengan sebaik-baiknya, maka dengan sendirinya akidah orang itu akan bertambah kuat dan amal perbuatannya akan bertambah baik. Kemudian bila dia telah menunaikan kewajibannya kepada kedua ibu bapaknya dengan ikhlas dan setia, akan terwujudlah rumah tangga yang aman dan damai dan akan berbahagialah seluruh rumah tangga itu.\n\nRumah tangga yang aman dan damai akan mempunyai kekuatan untuk berbuat baik kepada karib kerabat dan sanak famili. Maka akan terhimpunlah suatu kekuatan besar dalam masyarakat. Dari masyarakat yang seperti ini akan mudah terwujud sifat tolong-menolong dan bantu-membantu, berbuat baik kepada anak-anak yatim dan orang miskin.\n\nBerbuat baik kepada anak yatim dan orang miskin, bukan hanya didorong oleh hubungan darah dan famili, tetapi semata-mata karena dorongan perikemanusiaan yang ditumbuhkan oleh rasa iman kepada Allah. Iman kepada Allah yang menumbuhkan kasih sayang untuk menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang miskin, sebab banyak terdapat perintah Allah di dalam Al-Qur'an yang menyuruh berbuat baik kepada anak yatim dan orang miskin itu. Tangan siapa lagi yang dapat diharapkan oleh mereka itu untuk menolongnya, selain dari orang yang dadanya penuh dengan sifat kasih sayang, yaitu orang yang beriman yang mempunyai rasa perikemanusiaan.\n\nAnak yatim itu tidak mempunyai bapak yang mengurus dan membelanjainya dan orang miskin itu tidak mempunyai daya untuk membiayai hidupnya sehari-hari. Mungkin karena lemah badannya atau oleh karena tidak cukup pendapatannya dari sehari ke sehari. Agar mereka tetap menjadi anggota masyarakat yang baik jangan sampai terjerumus ke lembah kehinaan dan nista, setiap manusia yang mempunyai rasa perikemanusiaan dan mempunyai rasa kasih sayang, haruslah bersedia turun tangan membantu dan menolong mereka, sehingga lambat laun derajat hidup mereka dapat ditingkatkan.\n\nAllah juga menyuruh berbuat baik kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, kepada teman sejawat, ibnussabil dan hamba sahaya. Tetangga dekat dan yang jauh ialah orang-orang yang berdekatan rumahnya, sering berjumpa setiap hari, bergaul setiap hari, dan tampak setiap hari keluar-masuk rumahnya. Tetapi ada pula yang mengartikan dengan hubungan kekeluargaan, dan ada pula yang mengartikan antara yang muslim dan yang bukan muslim.\n\nBerbuat baik kepada tetangga adalah penting. karena pada hakikatnya tetangga itulah yang menjadi saudara dan famili. Kalau terjadi sesuatu, tetanggalah yang paling dahulu datang memberikan pertolongan, baik siang maupun malam.\n\nSaudara dan sanak famili yang berjauhan tempat tinggalnya, belum tentu dapat diharapkan dengan cepat memberikan pertolongan pada waktu diperlukan, seperti halnya tetangga. Oleh karena itu, hubungan yang baik dengan tetangga harus dijaga, jangan sampai terjadi perselisihan dan pertengkaran, walaupun tetangga itu beragama lain. Nabi Muhammad saw pernah melayat anak tetangganya yang beragama Yahudi.\n\nIbnu Umar pernah menyembelih seekor kambing, lalu dia berkata kepada pembantunya, \"Sudahkah engkau berikan hadiah kepada tetangga kita orang Yahudi itu?\" Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Malaikat Jibril tidak henti-henti menasihati aku, (agar berbuat baik) kepada tetangga,sehingga aku menyangka bahwa Jibril akan memberikan hak waris kepada tetangga.\" (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu Umar).\n\nBanyak hadis yang menerangkan kewajiban bertetangga secara baik di antaranya:\n\n\"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetanggannya\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).\n\nDari Jabir bin Abdullah dia berkata, Rasulullah saw bersabda, \"Tetangga itu ada tiga macam, tetangga yang mempunyai satu hak saja, dan ia merupakan tetangga yang haknya paling ringan. Ada tetangga yang mempunyai dua hak dan ada tetangga yang mempunyai tiga hak, inilah tetangga yang paling utama haknya. Adapun tetangga yang hanya mempunyai satu hak saja, ialah tetangga musyrik, tidak ada hubungan darah dengan dia, dia mempunyai hak bertetangga. Adapun tetangga yang mempunyai dua hak, ialah tetangga Muslim, baginya ada hak sebagai Muslim dan hak sebagai tetangga. Tetangga yang mempunyai tiga hak ialah tetangga Muslim yang ada hubungan darahnya. Baginya ada hak sebagai tetangga, hak sebagai Muslim dan hak sebagai famili.\" (Riwayat Abu Bakar al-Bazzar).\n\n\"Demi Allah, tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah, tidak beriman.\" Rasulullah ditanya orang, \"siapa ya Rasulullah?\" Rasulullah menjawab, \"Ialah orang yang kejahatannya tidak membuat aman tetangganya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).\n\nRasulullah saw bersabda:\n\n\"Ya Abu Zar, kalau engkau membuat maraq (sop) banyakkanlah kuahnya, kemudian berilah tetanggamu.\" (Riwayat Muslim dari Abu dzarr).\n\nYang dimaksud berbuat baik kepada teman sejawat, ialah teman dalam perjalanan, atau dalam belajar, atau dalam pekerjaan yang dapat diharapkan pertolongannya dan memerlukan pertolongan, sehingga hubungan berkawan dan berteman tetap terpelihara. Setia-kawan adalah lambang ukhuwah Islamiyah, lambang persaudaraan dalam Islam.\n\nBerbuat baik kepada ibnu sabil, ialah menolong orang yang sedang dalam perjalanan bukan untuk tujuan maksiat, atau dalam perantauan yang jauh dari sanak famili dan memerlukan pertolongan, pada saat dia ingin kembali ke negerinya. Termasuk ibnu sabil ialah anak yang diketemukan yang tidak diketahui ibu bapaknya. Orang yang beriman wajib menolong anak tersebut, memeliharanya atau menemukan orang tuanya atau familinya, agar anak itu jangan terlunta-lunta hidupnya yang akibatnya akan menjadi anak yang rusak rohani dan jasmaninya.\n\nBerbuat baik kepada hamba sahaya, ialah dengan jalan memerdekakan budak. Apakah tuannya sendiri yang memerdekakannya atau orang lain dengan membelinya dari tuannya, kemudian dimerdekakannya. Pada zaman sekarang ini tidak terdapat lagi hamba sahaya, sebab perbudakan bertentangan dengan hak asasi manusia. Agama Islam pun tidak menginginkan adanya perbudakan. Karena itu semua hamba sahaya yang ditemui sebelum Islam datang, berangsur-angsur dimerdekakan dari tuannya, sehingga akhirnya habislah perbudakan itu.\n\nYang dimaksud dengan orang yang sombong dan membanggakan diri dalam ayat ini, ialah orang yang takabur yang dalam gerak-geriknya memperlihatkan kebesaran dirinya, begitu juga dalam pembicaraannya tampak kesombongannya melebihi orang lain, dialah yang tinggi dan mulia, orang lain rendah dan hina. Orang yang sombong dan membanggakan diri tidak disukai Allah. Sebab orang-orang yang seperti itu termasuk manusia yang tak tahu diri, lupa daratan dan akhirnya akan menyesal. Sifat takabur itu adalah hak Allah, bukan hak manusia. Siapa yang mempunyai sifat sombong dan takabur berarti menantang Allah. Biasanya orang yang sombong dan takabur itu kasar budi pekertinya dan busuk hatinya. Dia tidak dapat menunaikan kewajiban dengan baik dan ikhlas, baik kewajiban kepada Allah maupun kewajiban terhadap sesama manusia.\n\nBanyak hadis yang mencela orang-orang yang sombong dan takabur, di antaranya, Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat takabur walaupun sedikit.\" Berkata seorang sabahat, \"Seseorang itu ingin memakai pakaian yang bagus dan sandal yang bagus.\" Berkata Rasulullah saw, \"Sesungguhnya Allah itu indah dan senang kepada keindahan. Sifat takabur itu ialah menolak yang benar dan memandang rendah kepada orang lain.\" (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud).\n\nApakah yang akan disombongkan manusia, padahal semua yang ada padanya adalah kepunyaan Allah yang dititipkan kepadanya buat sementara. Lambat laun semuanya akan diambil Allah kembali, berikut nyawa dan tubuhnya yang kasar dan semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah nantinya." } } }, { "number": { "inQuran": 530, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 5, "page": 84, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazeena yabkhaloona wa yaamuroonan naasa bilbukhli wa yaktumoona maaa aataahu mullaahu min fadlih; wa a'tadnaa lilkaafireena 'azaabam muheenaa" } }, "translation": { "en": "Who are stingy and enjoin upon [other] people stinginess and conceal what Allah has given them of His bounty - and We have prepared for the disbelievers a humiliating punishment -", "id": "(yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/530", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/530.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/530.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu ditutup dengan ungkapan ketidaksenangan Allah kepada orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Mereka itu adalah orang yang kikir, dan juga menyuruh orang lain agar berbuat kikir dengan cara menghalangi orang lain berinfak dengan ucapan, dan memberi contoh berinfak dengan jumlah yang sangat ke-cil, dan juga secara terus menerus menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya dengan tidak mau menginfakkannya. Untuk itu, Kami telah menyediakan hukuman untuk orang-orang kafir dalam bentuk azab yang menghinakan atas kesombongan mereka itu.", "long": "Siapakah orang yang sombong dan takabur itu dan bagaimana perbuatannya? Mereka adalah orang-orang yang bakhil, tidak mau berbuat kebaikan sebagaimana yang telah diperintahkan Allah. Mereka tidak mau memberikan pertolongan dengan harta, tenaga dan pikiran untuk kemaslahatan sesama manusia. Di samping bakhil mereka mempengaruhi orang lain untuk berlaku bakhil, agar orang lain tidak mengeluarkan hartanya untuk menolong orang yang perlu ditolong. Di dalam hati mereka tersimpan sifat loba dan tamak kepada harta benda. Biar orang lain hidup melarat dan sengsara, asal mereka dapat hidup senang dan bermegah-megah. Mereka menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Mereka berpura-pura seperti orang yang selalu dalam kesempitan dan kekurangan. Mereka yang seperti itu termasuk manusia yang tidak bersyukur kepada Allah, mereka adalah orang yang kafir atas nikmat Allah. Bagi orang kafir, Allah menyediakan siksa yang menghinakan, baik di dunia maupun di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 531, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 5, "page": 85, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0626\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena yunfiqoona amwaalahum ri'aaa'an naasi wa laa yu'minoona billaahi wa laa bil Yawmil Aakhir; wa mai yakunish shaitaanu lahoo qareenan fasaaa'a qareenaa" } }, "translation": { "en": "And [also] those who spend of their wealth to be seen by the people and believe not in Allah nor in the Last Day. And he to whom Satan is a companion - then evil is he as a companion.", "id": "Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena ria dan kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/531", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/531.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/531.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan termasuk ke dalam orang-orag yang sombong dan membanggakan diri itu adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya karena ria kepada orang lain agar dilihat dan dipuji, dan juga orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada hari Kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, karena sombong dan membanggakan diri itu adalah sifat setan, maka ketahuilah bahwa dia, setan itu, adalah teman yang sangat jahat bagi manusia.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan sifat dan perbuatan orang yang sombong dan takabur, yaitu mereka menafkahkan hartanya karena ria. Mereka mau memberikan pertolongan kepada seseorang dengan hartanya, karena ingin dilihat orang, dibesarkan dan dipuji orang. Bukan karena ingin membayar kewajiban terhadap sesama manusia.\n\nPada hakikatnya mereka sama saja dengan orang yang bakhil cuma bedanya orang yang bakhil tidak mau sama sekali mengeluarkan hartanya untuk berbuat kebaikan kepada sesama manusia, malahan selalu loba dan tamak mengumpulkan harta benda dan kadang-kadang tidak peduli dari mana diperolehnya harta itu, apakah dari jalan yang halal ataukah dari jalan yang haram. Sedangkan orang ria, kadang-kadang mau berbuat kebaikan terhadap sesama manusia dengan mengeluarkan hartanya, asal dia mendapat pujian dan sanjungan. Bahkan untuk yang tidak baik sekalipun dia mau mengeluarkan hartanya, asal dia dapat pujian dari manusia. Jadi orang ria itu mengeluarkan hartanya bukan karena bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya yang banyak dan bukan pula karena kesadarannya dalam membayarkan kewajibannya sesama manusia, tetapi hanya semata-mata karena hendak dipuji saja.\n\nPerbuatan seperti itu adalah perbuatan orang yang tidak percaya kepada Allah dan tidak percaya kepada hari akhirat. Orang yang percaya kepada Allah, mau mengeluarkan hartanya dengan ikhlas, tidak untuk mencari pujian, tetapi hanya mengharapkan balasan dari Allah nanti. Yang mendorong orang itu berbuat demikian, tidak lain hanya karena menurut ajaran setan saja, tidak mau mengikuti petunjuk Allah. Ajaran setan selalu membawa manusia kepada perbuatan yang keji dan terlarang. Maka dengan sendirinya manusia yang seperti itu telah menjadi teman dan pengikut setan, sedang setan itu adalah teman yang jahat. Maka akan celakalah akhirnya manusia bila telah berteman dengan setan. Dia akan terjauh dari jalan yang benar yang akan membawa kepada kebahagiaan di dunia dan selamat di akhirat nanti.\n\nTeman mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Berapa banyak orang yang baik bisa rusak karena berteman dengan orang yang jahat, dan berapa banyak pula orang yang jadi baik karena berteman dengan orang yang baik. Berhati-hatilah mencari teman, jangan berteman dengan sembarang orang.\n\nSeperti halnya pada masa Rasulullah saw orang Ansar disuruh berhati-hati berteman dengan orang Yahudi, karena ternyata orang-orang Yahudi itu selalu mempengaruhi orang mukmin agar jangan mau mengeluarkan harta untuk membantu seseorang, dengan alasan nanti bisa jatuh miskin, atau bisa mengakibatkan sengsara di hari depan." } } }, { "number": { "inQuran": 532, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 5, "page": 85, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maazaa 'alaihim law aamanoo billaahi wal Yawmil Aakhiri wa anfaqoo mimmaa razaqahumul laah; wa kaanallaahu bihim Aaleemaa" } }, "translation": { "en": "And what [harm would come] upon them if they believed in Allah and the Last Day and spent out of what Allah provided for them? And Allah is ever, about them, Knowing.", "id": "Dan apa (keberatan) bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/532", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/532.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/532.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebenarnya beriman kepada Allah dan hari Kemudian serta menginfakkan sebagian dari karunia yang diberikan oleh Allah yang sangat banyak itu, tidaklah berat. Dan apa sebenarnya keberatan bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari Kemudian dan apa kesulitannya jika mereka menginfakkan sebagian, bukan seluruhnya, dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh tidak ada kesulitan sedikit pun untuk melakukan hal itu. Dan ingatlah bahwa Allah sesungguhnya Maha Mengetahui segala sesuatu tentang keadaan mereka.", "long": "Ayat ini merupakan pertanyaan yang mengandung peringatan kepada manusia yang mempunyai sifat dan perbuatan seperti tersebut dalam ayat di atas. Sudah jelas, mereka akan beruntung dan berbahagia serta selamat sejahtera di dunia dan di akhirat bila mereka beriman kepada Allah dan hari akhir serta mau memberikan sebagian rezeki yang telah Allah berikan kepadanya untuk kemaslahatan sesama manusia. Sifat orang yang sombong dan takabur dan mereka yang bakhil, sudah jelas akan mendatangkan kerugian dan bahaya bagi mereka, dan mereka akan mendapat siksa nanti di akhirat. Tetapi mengapa mereka tidak mau sadar dan insaf, dan tidak mau mengikuti ajaran Allah dan Rasul. Apakah mungkin karena kebodohan mereka atau mungkin karena hati mereka sudah tertutup untuk menerima kebenaran. \n\nMengharapkan pujian dan balasan dari manusia akan banyak mendatangkan kekecewaan dan putus asa. Apalagi kalau sudah ditimpa oleh musibah, maka timbullah kegoncangan dan kegelisahan dalam pikiran dan jiwa yang mengakibatkan putus asa dan hilang harapan. Berapa banyaknya korban yang jatuh akibat putus asa dan hilang harapan di mana manusia berani bunuh diri karenanya. Seandainya mereka orang yang beriman, tentu tidak akan ada sifat putus asa dan hilang harapan pada mereka. Mereka tentu akan sabar dan berserah diri kepada Allah. Kalau mendapat karunia dan nikmat, mereka bersyukur kepada Allah dan mempergunakan karunia itu untuk mengerjakan amal yang diridai-Nya. Tapi sebaliknya, kalau dia mendapat musibah, dia sabar dan tawakal kepada Allah. Bahkan musibah itu dianggapnya sebagai ujian dari Allah untuk memperkuat imannya. \n\nIman yang kuat dan keyakinan yang membaja adalah senjata yang ampuh untuk mempengaruhi hidup yang beraneka ragam corak dan bentuknya. Kadang-kadang menjadikan hati gembira dan kadang-kadang sedih dan duka. Kadang-kadang menjadikan seseorang gelak tertawa dan kadang-kadang menangis mengucurkan air mata. Tetapi di dalam hati orang beriman itu tetap ada keyakinan, bahwa Allah mengetahui setiap perbuatan manusia. Allah mengetahui mana manusia yang ikhlas beramal dan mana manusia yang beramal karena mengharapkan pujian manusia. Allah akan memberikan balasan kepada seseorang sesuai dengan niatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 533, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 5, "page": 85, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u0650\u0641\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0652\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal laaha laa yazlimu misqaala zarratinw wa in taku hasanatany yudaa'ifhaa wa yu'ti mil ladunhu ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah does not do injustice, [even] as much as an atom's weight; while if there is a good deed, He multiplies it and gives from Himself a great reward.", "id": "Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil dzarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/533", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/533.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/533.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu ditutup dengan sebuah pernyataan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu tentang keadaan orang-orang sombong dan membanggakan diri itu. Untuk mengikis kesan Allah menimpakan siksa yang melebihi batas kedurhakaan orang-orang yang sombong dan membanggakan diri itu, ayat ini memberi penegasan bahwa Allah tidak akan berlaku aniaya. Sungguh, ketahuilah bahwa Allah tidak akan menzalimi ketika menjatuhkan sanksi kepada seseorang, walaupun sebesar zarrah yakni sesuatu yang terkecil dan teringan, dan demikian pula jika ada kebajikan, walaupun kebajikan itu hanya sekecil zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakan kebajikannya itu dan memberikan pahala yang besar dengan berlipat ganda dari sisi-Nya.", "long": "Ayat ini memerintahkan agar orang suka berbuat baik. Setiap kebaikan yang dikerjakan seseorang tidak akan dikurangi Allah pahalanya, sebab mengurangi itu artinya menganiaya. Mustahil Allah akan bersifat aniaya kepada hamba-Nya, sebab Allah bersifat sempurna lagi Maha Pemurah. Setiap kebaikan yang dikerjakan seseorang, asal dia mengerjakan karena Allah, akan diberi pahala, bahkan pahalanya itu berlipat-ganda, sampai sepuluh kali lipat atau lebih. Allah berfirman:\n\nBarang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi). (al-An'am/6:160).\n\nItulah sebagai tanda bahwa Allah Maha Pemurah dan karunia-Nya sangat luas dan banyak. Dia memberikan pahala kepada setiap orang yang berbuat baik dengan berlipat ganda yang disebut dalam ayat ini dengan pahala yang besar." } } }, { "number": { "inQuran": 534, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 5, "page": 85, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0628\u0650\u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064d \u0648\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fakaifa izaa ji'naa min kulli ummatim bishaheedinw wa ji'naabika 'alaa haaa'ulaaa 'i Shaheedan" } }, "translation": { "en": "So how [will it be] when We bring from every nation a witness and we bring you, [O Muhammad] against these [people] as a witness?", "id": "Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/534", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/534.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/534.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menggambarkan perilaku orang-orang yang sombong dan membanggakan diri yang dikategorikan sebagai orang-orang kafir itu, ayat berikut menghadapkan kenyataan itu terhadap orang beriman untuk ditarik pelajaran. Maka jadikanlah bahan renungan tentang bagaimanakah kelak keadaan orang kafir itu, jika Kami pada hari itu mendatangkan seorang saksi, yakni rasul, dari setiap umat, dan Kami mendatangkan engkau, wahai Muhammad, sebagai saksi atas mereka, orang-orang sombong dan membanggakan diri itu.", "long": "Digambarkan pula bagaimana keadaan manusia di akhirat nanti. Allah Maha Pengasih tidak akan merugikan hamba-Nya yang mengerjakan kebaikan walaupun sedikit, tapi akan diberi pahala yang berlipat ganda atas kebaikannya itu.\n\nDigambarkan pula, bagaimana keadaan manusia nanti kalau mereka berhadapan dengan saksi-saksi mereka, dengan nabi-nabi mereka. Tiap-tiap umat akan berhadapan dengan saksi mereka, seperti umat Yahudi, umat Nasrani dan umat Islam, masing-masing umat itu akan dihadapkan ke hadapan saksinya, yaitu nabi mereka masing-masing. Pada waktu itulah dapat diketahui, siapa yang sebenarnya pengikut nabi dan siapa yang hanya pengakuannya saja mengikuti nabi, tapi amal perbuatannya mendurhakai nabi. Maka siapa yang telah disaksikan oleh nabinya bahwa dia betul-betul telah mengikuti ajaran rasul, maka orang itu termasuk orang yang beruntung. Bila nabinya berlepas diri dari mereka, karena amal perbuatannya dan kepercayaannya tidak sesuai dengan yang diajarkan rasul, maka mereka termasuk orang yang rugi. Nabi Muhammad saw akan menjadi saksi bagi umat Islam nanti dan bagi semua manusia. Allah berfirman:\n\nDan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) \"umat pertengahan\" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (al-Baqarah/2:143).\n\nDalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad sampai mengucurkan air mata, ketika mendengarkan ayat ini dibacakan seorang sahabat kepadanya, memikirkan bagaimana hebatnya suasana pada hari akhirat, beliau akan melihat dengan jelas pengikut-pengikutnya yang setia dan benar dan yang pura-pura dan palsu, sebagaimana diterangkan dalam hadis Nabi saw:\n\nDari Ibnu Masud dia berkata, Rasulullah saw telah berkata kepada saya, \"Tolong, bacakan kepada saya Al-Qur'an itu.\" Lalu saya menjawab, \"Ya Rasulullah, akukah yang akan membacakan kepada engkau, padahal dia diturunkan kepada engkau?\" Rasulullah berkata, \"Betul, tapi saya ingin mendengarkannya dibaca oleh orang lain.\" Maka aku membaca surah An-Nisa. Ketika aku sampai membaca ayat ini (ayat 41), maka beliau bersabda, \"Sekarang cukuplah sebegitu saja,\" dan tiba-tiba air matanya bercucuran.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)." } } }, { "number": { "inQuran": 535, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 5, "page": 85, "manzil": 1, "ruku": 67, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma'iziny yawad dullazeena kafaroo wa'asawur Rasoola law tusawwaa bihimul ardu wa laa yaktumoonal laaha hadeesaa" } }, "translation": { "en": "That Day, those who disbelieved and disobeyed the Messenger will wish they could be covered by the earth. And they will not conceal from Allah a [single] statement.", "id": "Pada hari itu, orang yang kafir dan orang yang mendurhakai Rasul (Muhammad), berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/535", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/535.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/535.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena pada hari ketika mereka dibangkitkan itu, orang yang kafir yang sombong dan membanggakan diri dan orang yang mendurhakai Rasul, Nabi Muhammad, berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah, hancur luluh menjadi tanah sehingga tidak ada yang tersisa sedikit pun dari jasmani mereka, dengan demikian mereka merasa tidak diadili lagi, padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah dari apa yang mereka perbuat. Sungguh hal ini menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman.", "long": "Ayat ini menggambarkan bagaimana penyesalan orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai Rasulullah pada hari kiamat, setelah melihat hebatnya azab yang akan mereka derita. Semua perbuatan mereka yang salah, lebih-lebih perbuatan mereka mengingkari Allah dan tidak patuh menuruti ajaran Rasul, pada hari itu akan mendapat balasan yang setimpal. Apalagi pada hari itu sengaja Rasul didatangkan untuk menjadi saksi atas perbuatan mereka. Alangkah malunya mereka dan menyesal atas perbuatan mereka semasa hidup di dunia. Sampai-sampai mereka menginginkan, lebih baik mereka disamakan saja dengan tanah. Bahkan mereka ada yang menginginkan agar jadi tanah saja, jangan jadi manusia yang akan mendapat siksaan yang hebat dari Allah. Allah berfirman:\n\n¦ Dan orang kafir berkata, \"Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.\" (an-Naba'/78:40).\n\nBegitulah hebatnya penyesalan mereka pada hari itu, sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Pada saat itu orang-orang kafir tidak dapat menyembunyikan sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan. Kedurhakaan mereka kepada Allah dan Rasul, kesombongan dan ketakaburan mereka, dan tentang kebakhilan dan ria mereka. Pendeknya tidak dapat mereka sembunyikan semua kejelekan dan kesalahan mereka. Pada hari itu tidak satu pertolongan pun yang dapat menolong mereka. Apa yang biasa mereka jadikan tempat minta tolong dan minta syafaat, selain dari Allah, semuanya berlepas diri, tidak mampu menolong dan melepaskan mereka dari siksa yang hebat itu. Allah berfirman:\n\n(22) Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, \"Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka (sekutu-sekutu Kami)?\"(23) Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, \"Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah.\" (24) Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka. (al-An'am/6:22, 23 dan 24)." } } }, { "number": { "inQuran": 536, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 5, "page": 85, "manzil": 1, "ruku": 68, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0643\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0628\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0637\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0627\u0645\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u064e\u0645\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0645\u0652\u0633\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa taqrabus Salaata wa antum sukaaraa hatta ta'lamoo ma taqooloona wa la junuban illaa 'aabiree sabeelin hatta taghtasiloo; wa in kuntum mardaaa aw 'alaa safarin aw jaaa'a ahadum minkum minal ghaaa'iti aw laamastumun nisaaa'a falam tajidoo maaa'an fatayam mamoo sa'eedan taiyiban famsahoo biwujoohikum wa aideekum; innal laaha kaana 'Afuwwan Ghafooraa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not approach prayer while you are intoxicated until you know what you are saying or in a state of janabah, except those passing through [a place of prayer], until you have washed [your whole body]. And if you are ill or on a journey or one of you comes from the place of relieving himself or you have contacted women and find no water, then seek clean earth and wipe over your faces and your hands [with it]. Indeed, Allah is ever Pardoning and Forgiving.", "id": "Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/536", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/536.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/536.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada beberapa ayat yang lalu, Al-Qur'an menggambarkan perilaku orang-orang yang sombong dan membanggakan diri serta betapa dahsyat siksa yang akan dijumpai mereka pada hari berbangkit, sampaisampai mereka menginginkan agar disamaratakan saja dengan tanah, sehingga tidak mengalami perhitungan amal sama sekali. Namun hal itu tidak akan terjadi, karena tidak ada seorang pun yang dapat sembunyi dari pengawasan Allah.\r\nOleh sebab itu, ayat ini dan ayat berikutnya menjelaskan bagaimana seharusnya manusia hidup di dunia agar selamat dari siksaan di hari berbangkit tersebut. Caranya ialah dengan melaksanakan salat dan bagaimana salat itu ditunaikan agar bisa menyelamatkan diri dari siksa di hari berbangkit tersebut. Wahai orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu mendekati tempat salat atau melaksanakan salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, yakni hilang ingatan karena minuman keras. Dirikanlah salat jika kamu sudah sadar apa yang kamu ucapkan, dan juga jangan pula kamu hampiri masjid ketika kamu dalam keadaan junub yang mengharuskan kamu mandi wajib, kecuali hanya sekadar melewati jalan saja, boleh kamu lakukan sebelum kamu mandi junub.\r\n Adapun jika kamu sakit yang dikhawatirkan bila menyentuh air penyakit itu akan bertambah parah atau susah disembuhkan, atau kamu sedang dalam perjalanan yang jaraknya jauh, sekitar 80 km atau lebih, atau sehabis buang air, apakah itu buang air kecil atau buang air besar, atau kamu telah menyentuh perempuan, apakah itu hanya sekadar bersentuh kulit atau berhubungan suami istri, sedangkan kamu pada waktu itu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu, sebagai pengganti wudu, dengan debu, atau tanah dan sejenisnya, yang baik, yakni suci, dengan cara usaplah wajahmu satu kali dan usap pula tanganmu, dengan mempergunakan debu atau tanah itu. Sungguh, Allah itu Maha Pemaaf, Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertobat", "long": "Orang-orang mukmin dilarang mengerjakan salat pada waktu mereka sedang mabuk. Mereka tidak dibolehkan salat sehingga mereka menyadari apa yang dibaca dan apa yang dilakukan dalam salat. Pada waktu keadaan mabuk itu tidak memungkinkan beribadat dengan khusyuk. Ayat ini belum mengharamkan khamar secara tegas, namun telah memperingatkan kaum Muslim akan bahaya minum khamar sebelum diharamkan sama sekali. \n\nAdapun sebab turunnya ayat yang berkenaan dengan tayamum adalah sebagai berikut: Dalam suatu perjalanan Nabi Muhammad saw, Siti Aisyah kehilangan kalungnya, maka beliau beserta sahabat-sahabatnya mencari kalung itu. Di tempat itu tidak ada air dan mereka kehabisan air (sedang waktu salat telah tiba), maka turunlah ayat ini, lalu mereka salat dengan tayamum saja.\n\nDalam ayat ini orang mukmin dilarang melaksanakan salat pada waktu ia berhadas besar. Larangan ini akan berakhir setelah ia mandi janabah, karena mandi akan membersihkan lahir dan batin. Di antara hikmah mandi, apabila seseorang sedang lesu, lelah dan lemah biasanya akan menjadi segar kembali, setelah ia mandi.\n\nLazimnya meskipun salat dapat dilakukan di mana saja, salat itu sebaiknya dilakukan di mesjid. Maka orang yang sedang junub dilarang salat, juga dilarang berada di mesjid kecuali sekedar lewat saja kerena ada keperluan. Dalam hal ini ada riwayat yang menerangkan bahwa seorang sahabat Nabi dari golongan Ansar, pintu rumahnya di pinggir mesjid. Pada waktu junub, ia tidak dapat keluar rumah kecuali melewati mesjid, maka ia dibolehkan oleh Rasulullah saw melewatinya dan tidak memerintahkan menutup pintu rumahnya yang ada di pinggir mesjid itu.\n\nDapat dimaklumi bahwa orang yang salat harus suci dari hadas kecil, yaitu hadas yang timbul oleh misalnya karena buang air kecil atau suci dari hadas besar sesudah bersetubuh. Menyucikan hadas itu adalah dengan wudu atau mandi. Untuk berwudu atau mandi kadang-kadang orang tidak mendapatkan air, atau ia tidak boleh terkena air karena penyakit tertentu, maka baginya dalam keadaan serupa itu diperbolehkan tayamum yaitu mengusap muka dan tangan dengan debu tanah yang suci. \n\nYang dimaksud dengan au lamastum an-nisaa ialah menyentuh perempuan (yang bukan mahram). Maka menyentuh perempuan mengakibatkan hadas kecil yang dapat dihilangkan dengan wudu atau tayamum. Apabila seseorang buang air kecil atau buang air besar, maka kedua hal itu menyebabkan hadas kecil yang dapat dihilangkan dengan wudu. Setiap orang buang air kecil atau buang air besar diwajibkan menyucikan dirinya dengan membersihkan tempat najis itu (istinja'). Hal itu dapat dilakukan dengan memakai air atau benda-benda suci yang bersih seperti batu, kertas kasar dan lain sebagainya. Di antara ulama ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan \"menyentuh perempuan\" dalam ayat ini ialah bersetubuh, sedang bersetubuh mengakibatkan hadas besar yang dapat dihilangkan dengan mandi janabah. \n\nHukum-hukum yang tersebut di atas menunjukkan bahwa Allah tidak memberati hamba-Nya di luar batas kemampuannya, karena Dia adalah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun." } } }, { "number": { "inQuran": 537, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 5, "page": 85, "manzil": 1, "ruku": 68, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena ootoo naseebam minal Kitaabi yashtaroonad dalaalata wa yureedoona an tadillus sabeel" } }, "translation": { "en": "Have you not seen those who were given a portion of the Scripture, purchasing error [in exchange for it] and wishing you would lose the way?", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/537", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/537.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/537.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah kamu memperhatikan dengan saksama orang yang telah diberi bagian Kitab Taurat? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat menyimpang dari jalan yang benar.", "long": "Kaum Muslimin harus mengetahui bahwa para Ahli Kitab yang menerima kitab dari Allah dengan perantaraan rasul-Nya, mereka hanya mengambil sebagian dari isi kitab itu yang sesuai dengan keinginan dan hawa nafsu mereka, bahkan mereka banyak mengubah-ubah dan menambahkannya. Dengan kedatangan Nabi Muhammad saw, mereka semestinya menjadi orang-orang yang beriman, tetapi sebaliknya mereka menjadi orang-orang yang kafir. Maksud dan tujuan mereka berbuat seperti itu adalah untuk menyesatkan orang banyak termasuk umat Islam sendiri dari jalan yang benar. Mereka tidak segan-segan mengadakan berbagai macam tipu daya dan pura-pura bersimpati terhadap kaum Muslimin padahal mereka adalah musuh dalam selimut." } } }, { "number": { "inQuran": 538, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 5, "page": 86, "manzil": 1, "ruku": 68, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallaahu a'lamu bi a'daaa'i-kum; wa kafaa billaahi waliyyanw wa kafaa billaahi naseera" } }, "translation": { "en": "And Allah is most knowing of your enemies; and sufficient is Allah as an ally, and sufficient is Allah as a helper.", "id": "Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/538", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/538.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/538.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu memberi petunjuk dalam rangka pembinaan masyarakat Islam ke dalam, sedang ayat-ayat berikut memberi tuntunan bagaimana menghadapi musuh-musuh yang mengganggu pembinaan masyarakat tersebut. Dan Allah pada hakikatnya lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu dari diri kamu sendiri. Oleh sebab itu, berserah dirilah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi pelindung dalam menangani kepentingan kalian dan cukuplah Allah menjadi penolong bagimu dalam menghadapi musuh-musuh itu.", "long": "Allah mengetahui siapa yang menjadi musuh umat Islam. Umat Islam kadang-kadang mengira bahwa musuh-musuh itu adalah sahabat mereka, padahal sebenarnya bukan. Kebaikan-kebaikan yang mereka lahirkan terhadap kaum Muslimin adalah tipu muslihat belaka, sedang tujuan mereka yang sebenarnya ialah menarik kaum Muslimin agar menyeleweng seperti penyelewengan mereka dari jalan yang benar. Allah-lah yang memberi petunjuk kaum Muslimin kepada keselamatan, kebahagiaan dan kebaikan. Dialah yang menolong mereka dalam menghadapi musuh-musuh agama." } } }, { "number": { "inQuran": 539, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 5, "page": 86, "manzil": 1, "ruku": 68, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0636\u0650\u0639\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064d \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0639\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Minal lazeena haadoo yuharrifoonal Kalima 'am mawaadi'ihee wa yaqooloona sami'naa wa 'asainaa wasma' ghaira musma'inw wa raa'inaa laiyam bi alsinatihim wa ta'nan fiddeen; wa law annahum qaaloo sami'naa wa ata'naa wasma' wanzurnaa lakaana khairal lahum wa aqwama wa laakil la ''anahumul laahu bikufrihim falaa yu'minoona illaa qaleela" } }, "translation": { "en": "Among the Jews are those who distort words from their [proper] usages and say, \"We hear and disobey\" and \"Hear but be not heard\" and \"Ra'ina,\" twisting their tongues and defaming the religion. And if they had said [instead], \"We hear and obey\" and \"Wait for us [to understand],\" it would have been better for them and more suitable. But Allah has cursed them for their disbelief, so they believe not, except for a few.", "id": "(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata, “Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya.” Dan (mereka mengatakan pula), “Dengarlah,” sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. Dan (mereka mengatakan), “Raa‘ina” dengan memutar-balikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, “Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami,” tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah melaknat mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/539", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/539.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/539.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu di antara orang Yahudi, yang kebiasaan buruk mereka adalah mengubah perkataan dari tempat-tempatnya seperti menyangkut kenabian Muhammad. Dan mereka berkata,\" Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya.\" Dan juga mereka mengatakan pula,\" Dengarlah,\" sedang engkau, Nabi Muhammad, sebenarnya tidak mendengar apa pun apa yang mereka katakan. Dan selanjutnya mereka mengatakan pula, ra 'ina dengan memutar-balikkan lidahnya dan dengan sengaja mencela ajaran agama. Sekiranya mereka mengatakan, \"Kami mendengar dan patuh, sebagai ganti dari perkataan \"dan dengarlah, dan perhatikanlah kami,\" tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, karena tidak menimbulkan kemungkinan keliru. Akan tetapi itu tidak mereka lakukan sehingga Allah melaknat mereka, karena kekafiran dan kedurhakaan mereka. Mereka tidak beriman kecuali hanya sedikit sekali.", "long": "Di antara Ahli Kitab yang tersebut di atas ada pula yang mengubah kalimat-kalimat yang ada pada kitab mereka dan memindahkannya dari tempat semula ke tempat yang lain, sehingga kitab itu menjadi kacau dan tidak dapat lagi dijadikan pedoman. Mereka menafsirkan bahwa kedatangan Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw adalah tidak benar dan mereka masih menunggu kedatangan Isa dan Muhammad yang diutus dari kalangan mereka. Orang-orang Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad saw, \"Sami'na wa 'ashaina (kami mendengar ucapanmu akan tetapi kami tidak akan taat kepada perintahmu).\" Mereka juga berkata kepada Nabi Muhammad saw, \"Isma' gaira musma'in (dengarlah Muhammad semoga engkau tidak dapat mendengar/tuli).\" Demikian juga mereka berkata kepada Nabi Muhammad saw, \"Ra'ina (kiranya engkau memperhatikan kami).\"\n\nKetika para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudi pun memakai kata ini terhadap Rasulullah. Padahal yang mereka maksud dengan ra'ina itu ialah \"kebodohan yang sangat\" sebagai celaan kepada Rasulullah saw. (lihat tafsir ayat 104 al-Baqarah, dan kosakata ra'ina). Semua pemakaian kata-kata yang tidak benar itu dimaksudkan untuk memutarbalikkan panggilan dan untuk mencela agama.Termasuk pula pemutaran lidah mereka terhadap Nabi Muhammad saw ialah bila mereka bertemu dengan Nabi, mereka mengucapkan, \"As-sam (mudah-mudahan kamu mati).\" Ucapan itu dijawab oleh Nabi, \"Alaikum (mudah-mudahan kamulah yang mati).\"\n\nSekiranya orang-orang Yahudi tidak mengucapkan kata-kata yang sejelek itu, tetapi mengganti ucapannya kepada Muhammad dengan \"Sami'na wa ata'na wa isma' wa undhurna (kami mendengarkan ucapanmu dan menaati segala perintahmu, dengarkanlah ucapan kami dan perhatikanlah kami),\" maka pastilah perkataan-perkataan itu akan membawa akibat yang sangat baik bagi mereka. Tetapi karena kekafiran mereka, mereka mendapat laknat Allah dan mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis yang tidak dapat membawa mereka kepada kebahagiaan yang hakiki." } } }, { "number": { "inQuran": 540, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 5, "page": 86, "manzil": 1, "ruku": 68, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0637\u0652\u0645\u0650\u0633\u064e \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "yaaa aiyuha lazeena ootu Kitaaba aaminoo bimaa nazzalnaa musadiqallimaa ma'akum min qabli an natmisa wujoohan fanaruddahaa 'alaaa adbaarihaaa aw nal'anahum kamaa la'annaaa Ashaabas Sabt; wa kaana amrul laahi maf'oolaa" } }, "translation": { "en": "O you who were given the Scripture, believe in what We have sent down [to Muhammad], confirming that which is with you, before We obliterate faces and turn them toward their backs or curse them as We cursed the sabbath-breakers. And ever is the decree of Allah accomplished.", "id": "Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu, sebelum Kami mengubah wajah-wajah(mu), lalu Kami putar ke belakang atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Dan ketetapan Allah pasti berlaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/540", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/540.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/540.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai melaknat orang-orang Yahudi, pada ayat ini Allah menakut-nakuti mereka dengan siksaan yang langsung dirasakan. Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab secara utuh! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan, yakni Al-Qur'an, yang kandungan pokoknya membenarkan Kitab yang ada pada kamu yaitu Taurat, yang disampaikan secara utuh kepada kalian oleh Nabi Musa. Oleh sebab itu, berimanlah kamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah-mu, lalu Kami putar ke belakang, atau Kami kembalikan kamu ke jalan kesesatan, atau Kami akan laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang yang berbuat maksiat pada hari Sabat (Sabtu) pada masa lampau. Dan ketetapan Allah itu pasti berlaku.", "long": "Orang Yahudi yang pernah menerima Kitab Taurat dan orang Nasrani yang pernah menerima Kitab Injil, dalam ayat ini diperintahkan agar mereka percaya kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang membenarkan isi kedua kitab mereka. Di antara pokok-pokok isi Al-Qur'an adalah mengenai keesaan Allah, menjauhi perbuatan syirik dan memperkuat iman dengan memperbanyak amal saleh dan meninggalkan perbuatan-perbuatan keji, lahir dan batin. Tiga soal utama itu adalah tiang agama yang diperintahkan Allah untuk dilakukan oleh hamba-Nya. Perintah mempercayai Al-Qur'an harus diterima dengan positif oleh mereka agar Allah tidak mengubah wajah mereka, membalikkan muka mereka ke belakang dan mengutuk mereka sebagaimana nenek moyang mereka pernah dikutuk karena menangkap ikan pada hari yang terlarang, hari Sabat. Ketentuan-ketentuan Allah baik berupa penciptaan sesuatu maupun berupa pelaksanaan hukum atau ancaman, semua pasti akan terlaksana sebagaimana dikehendaki-Nya.\n\nSebagian mufasir memahami pengertian hukuman Allah berupa penghapusan mereka adalah membalikkan arah muka mereka dari menghadap jalan lurus ke arah jalan kesesatan.\n\nSetelah turun ayat ini, banyak di antara Ahli Kitab yang masuk Islam karena takut kepada ancaman siksa itu. Di antara mereka itu ialah: Ka'ab Al-Ahbar. Allah yang bersifat Mahakuasa tidak akan menghadapi kesukaran sedikit pun dalam melaksanakan kudrat-iradat-Nya, termasuk pelaksanaan ancaman-Nya dalam ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 541, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 5, "page": 86, "manzil": 1, "ruku": 68, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal laaha laa yaghfiru ai yushraka bihee wa yaghfiru maa doona zaalika limai yashaaa'; wa mai yushrik billaahi faqadif taraaa isman 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah does not forgive association with Him, but He forgives what is less than that for whom He wills. And he who associates others with Allah has certainly fabricated a tremendous sin.", "id": "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/541", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/541.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/541.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Boleh jadi karena orang-orang Yahudi merasa sebagai umat pilihan Tuhan, sehingga mereka beranggapan kalaupun mereka membuat kedurhakaan pasti akan diampuni oleh Allah, maka dalam ayat ini mereka diperingatkan dengan keras bahwa hal itu tidak akan terjadi. Sesungguhnya Allah Yang Mahaperkasa tidak akan pernah mengampuni dosa karena mempersekutukan-Nya, yakni dosa syirik, dan Dia mengampuni apa, yakni dosa, yang selain syirik itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah dengan yang lain, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar dan menganiaya diri sendiri.", "long": "Allah sekali-kali tidak akan mengampuni perbuatan syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya, kecuali apabila mereka bertobat sebelum mati. Syirik adalah dosa yang paling besar, karena orang musyrik beriktikad dan mempercayai bahwa Allah mempunyai sekutu dan tandingan yang sama derajatnya.\n\nDalam Al-Qur'an disebutkan berulang-ulang dosa syirik ini. Adapun dosa selain syirik, jika dikehendaki, Allah akan mengampuninya. Hal itu disesuaikan dengan hikmah kebijaksanaan-Nya dan menurut tata cara sunah-Nya yang berlaku. Misalnya yang berdosa itu benar-benar telah tobat dari dosanya dan mengiringi tobat itu dengan amal-amal saleh. Allah berfirman:\n\n\"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.\" (an-Nisa/4:48).\n\n\" ¦Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu\". (al-Maidah/5:72)." } } }, { "number": { "inQuran": 542, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 5, "page": 86, "manzil": 1, "ruku": 68, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena yuzakkoona anfusahum; balil laahu yuzakkee mai yashaaa'u wa laa yuzlamoona fateelaa" } }, "translation": { "en": "Have you not seen those who claim themselves to be pure? Rather, Allah purifies whom He wills, and injustice is not done to them, [even] as much as a thread [inside a date seed].", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/542", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/542.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/542.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perilaku kaum Yahudi sungguh aneh, mereka mengaku mendapat petunjuk dan merasa sebagai umat pilihan Allah, tetapi mereka justru durhaka. Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci, yakni orang Yahudi? Sebenarnya Allah Yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana yang berhak menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka yang disucikan itu tidak dizalimi sedikit pun.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Hasan, bahwa ayat ini diturunkan mengenai orang-orang Yahudi dan Nasrani yang memuji-muji diri mereka dengan mengatakan bahwa mereka anak Allah dan kesayangan-Nya, tidak akan masuk surga selain orang Yahudi atau Nasrani dan mereka tidak akan masuk neraka kecuali beberapa hari saja.\n\nAllah memperingatkan Nabi Muhammad saw agar berhati-hati terhadap tindakan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menganggap dan mengakui diri mereka sebagai orang suci. Pengakuan itu seperti tertera pada sebab turunnya ayat di atas bahwa ucapan mereka itu tidak benar karena mereka masih tetap dalam kekafiran dan tetap melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah.\n\nSebenarnya mereka tidak berhak membersihkan diri hanya dengan kata-kata dan pengakuan yang tidak beralasan. Membersihkan diri haruslah dengan amal perbuatan yang dapat menjadikan seseorang bersih dan bebas dari perbuatan syirik dan maksiat. Tidak ada gunanya seseorang mengemukakan kebersihan dirinya karena kebersihan diri seseorang berada di tangan Allah Yang Mahakuasa, dan Allah sekali-kali tidak akan menganiaya hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 543, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 5, "page": 86, "manzil": 1, "ruku": 68, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Unzur kaifa yaftaroona 'alal laahil kazib, wakafaa biheee ismamm mubeenaa" } }, "translation": { "en": "Look how they invent about Allah untruth, and sufficient is that as a manifest sin.", "id": "Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/543", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/543.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/543.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sifat buruk orang-orang Yahudi tersebut, Allah mengingatkan kaum muslim lebih cermat lagi. Perhatikanlah dengan seksama, betapa mereka orang-orang Yahudi itu mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan mengada-ada dengan dusta itu menjadi dosa yang nyata bagi mereka.", "long": "Ayat ini menekankan tentang keanehan perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Nabi Muhammad diperintahkan memperhatikan betapa beraninya orang-orang Yahudi dan Nasrani membuat kebohongan terhadap Allah dengan pengakuan mereka bahwa dirinya suci dan mereka disayangi oleh Allah secara khusus, tidak seperti umat-umat lain. Cukup jelas bahwa perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu merupakan dosa yang besar." } } }, { "number": { "inQuran": 544, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 5, "page": 86, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena 'ootoo naseebam minal kitaabi yu'minoona bil Jibti wat Taaghooti wa yaqooloona lillazeena kafaroo haaa ulaaa'i ahdaa minal lazeena aamanoo sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Have you not seen those who were given a portion of the Scripture, who believe in superstition and false objects of worship and say about the disbelievers, \"These are better guided than the believers as to the way\"?", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/544", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/544.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/544.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di samping mengada-ada kedustaan, mereka juga melakukan kedurhakaan yang lain, yaitu percaya kepada Jibt dan Tagut. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab Taurat, yakni orang-orang Yahudi itu? Mereka percaya kepada Jibt yakni berhala atau penyihir, dan Tagut, yakni selain syariat Allah, dan mengatakan kepada orang-orang kafir musyrik Mekah dengan penuh kesombongan, bahwa mereka itu lebih benar jalan-nya daripada orang-orang yang beriman dari kaum muslimin.", "long": "Ayat ini mengisahkan kembali perbuatan orang-orang Yahudi yang telah diberi kitab, telah memahami dan mendalami isi kitab yang pada dasarnya menyuruh berbakti dan menyembah hanya kepada Allah saja, tetapi mereka masih juga mau bersujud dan menyembah berhala dan mempersekutukan Allah, memenuhi ajakan orang-orang Quraisy yang tidak memiliki kitab. Satu hal yang aneh dan mengherankan, mereka menyangka bahwa mereka orang-orang yang benar, yang mengikuti dan menempuh jalan yang lebih baik daripada jalan orang-orang mukmin pengikut Nabi Muhammad saw.\n\nBani Israil punya sejarah panjang dalam penyembahan berhala oleh nenek moyang mereka sampai generasi-generasi berikutnya. \"Mereka meninggalkan Allah Tuhan mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti tuhan lain, dari antara tuhan bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati Tuhan\" (Kitab Hakim-hakim. 2.12) dan sekian banyak lagi kisah penyembahan berhala oleh mereka.\n\nAlangkah kelirunya mereka, dan mereka sangat rugi. Seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?\" (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya 'dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. (al-Kahf/18:103-104)." } } }, { "number": { "inQuran": 545, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 5, "page": 87, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena la'ana humul laahu wa mai yal'anil laahu falan tajida lahoo naseeraa" } }, "translation": { "en": "Those are the ones whom Allah has cursed; and he whom Allah curses - never will you find for him a helper.", "id": "Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Dan barangsiapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/545", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/545.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/545.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah orang-orang yang sangat jauh kedurhakaannya serta dilaknat oleh Allah. Dan barang siapa yang dilaknat oleh Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya yang akan menyelamatkannya di mana pun dan kapan pun ia berada.", "long": "Orang Yahudi dan orang-orang yang sifatnya seperti mereka dikutuk Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya. Ar-Razi berkata, \"Orang-orang Yahudi dan orang-orang semacam mereka itu, memang pantas dikutuk karena mereka sombong dan takabur; mereka memandang bahwa penyembah berhala lebih mulia daripada orang mukmin pengikut Muhammad. Apakah dapat diterima akal sehat bahwa orang musyrik, orang yang menyembah apa dan siapa pun selain Allah lebih baik dan lebih benar daripada orang yang hanya menyembah Allah?\"\n\nBarang siapa telah mendapat kutukan dari Allah pasti ia tidak akan menemukan penolong dan pembela yang akan membebaskannya dari siksaan dan azab di akhirat nanti, tidak ada yang akan memberi syafaat kepadanya dan tidak ada yang akan menolongnya." } } }, { "number": { "inQuran": 546, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 5, "page": 87, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0646\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Am lahum naseebum minal mulki fa izal laa yu'toonan naasa naqeeraa" } }, "translation": { "en": "Or have they a share of dominion? Then [if that were so], they would not give the people [even as much as] the speck on a date seed.", "id": "Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan (kekuasaan), meskipun mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/546", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/546.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/546.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat sebelumnya Allah menjelaskan bagaimana kaum Yahudi dengan kesombongan mereka telah berbuat durhaka, maka pada ayat ini Allah menanyakan dasar apa yang mereka punya untuk melegalkan perbuatan demikian. Sebenarnya mereka tidak mempunyai dasar apa pun. Agar terbuka kedok mereka, ayat ini mempertanyakannya. Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan dan kekuasaan. Jelas ini tidak ada. Bahkan meskipun mereka mempunyainya, mereka tidak akan memberikan sedikit pun kebajikan kepada manusia, bukan saja karena tidak memilikinya, tetapi mereka juga sangat kikir.", "long": "Orang Yahudi tidak akan memperoleh kerajaan dan kekuasaan sesuai dengan yang dicita-citakan seperti sebelum Islam datang, karena mereka telah banyak berbuat aniaya, menempuh jalan yang sesat, dan tidak lagi mengamalkan isi kitab Taurat secara umum. Andaikata pada suatu ketika mereka membina kerajaan dan memiliki kekuasaan, itu berarti hanya bayangan yang sifatnya sementara, dan di kala itu mereka tidak akan memberikan sedikit pun kebajikan kepada manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 547, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 5, "page": 87, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u0652\u0643\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Am yahsudoonan naasa 'alaa maaa aataahumul laahu min fadlihee faqad aatainaaa Aala Ibraaheemal Kitaaba wal Hikmata wa aatainaahum mulkan 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Or do they envy people for what Allah has given them of His bounty? But we had already given the family of Abraham the Scripture and wisdom and conferred upon them a great kingdom.", "id": "ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/547", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/547.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/547.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah mereka dengki kepada manusia, yakni Nabi Muhammad dan kaum muslim, karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Sungguh, Kami telah memberikan Kitab seperti Taurat, Zabur, dan Injil, dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka yakni keluarga Ibrahim kerajaan atau kekuasaan yang besar.", "long": "Kalau ayat-ayat sebelumnya menerangkan sifat-sifat jelek Yahudi seperti sangkaan bahwa merekalah yang lebih baik dan menempuh jalan yang lebih benar dari orang-orang mukmin, maka pada ayat ini diterangkan sifat dengkinya kepada Muhammad saw, karena kenabian jatuh kepadanya, tidak kepada orang Yahudi, dan mereka dengki kepada pengikut-pengikut Nabi Muhammad saw, karena mereka percaya dan beriman kepadanya, terutama setelah mereka melihat kemajuan dan kemenangan yang dicapai oleh Muhammad dan sahabat-sahabatnya, dari hari ke hari bertambah kuat dan makin banyak pendukung dan pengikutnya.\n\nKedengkian orang-orang Yahudi kepada Muhammad dan pengikutnya, adalah suatu kekeliruan besar dari mereka dan sangat mengherankan, kerena apa yang telah dicapai Muhammad dan sahabat-sahabatnya bukanlah hal yang baru. Sebab Allah telah memberikan juga kitab, hikmah kerajaan kepada keluarga keturunan Nabi Ibrahim; seperti yang pernah diberikan kepada Nabi Yusuf, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.\n\nSifat dengki bukan hanya perasaan tidak senang melihat orang lain memperoleh nikmat Allah, malah menginginkan nikmat itu lenyap dari pemiliknya. Sifat itu tidak saja buruk tetapi juga akan menghilangkan pahala-pahala kebajikan yang telah dikerjakan. Nabi saw bersabda:\n\n\"Jauhilah sifat dengki karena sesungguhnya dengki itu memakan (pahala) kebaikan, seperti api memakan kayu bakar\" (Riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah)." } } }, { "number": { "inQuran": 548, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 5, "page": 87, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0635\u064e\u062f\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Faminhum man aamana bihee wa minhum man sadda 'anh; wa kafaa bi Jahannama sa'eeraa" } }, "translation": { "en": "And some among them believed in it, and some among them were averse to it. And sufficient is Hell as a blaze.", "id": "Maka di antara mereka (yang dengki itu), ada yang beriman kepadanya dan ada pula yang menghalangi (manusia beriman) kepadanya. Cukuplah (bagi mereka) neraka Jahanam yang menyala-nyala apinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/548", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/548.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/548.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka di antara mereka yang diberi ilmu itu ada yang beriman kepadanya, yakni Nabi Muhammad dan risalahnya serta mengamalkan syariatnya, dan ada pula yang menolak ajarannya serta menghalangi orang lain beriman kepadanya. Cukuplah bagi mereka yang menolak dan menghalangi itu kelak pada hari Kemudian neraka Jahanam yang menyala-nyala apinya.", "long": "Anugerah kenabian dan kekuasaan kepada nabi-Nya terdahulu seperti Nabi Ibrahim dan keluarganya menjadikan umatnya terbagi dua. Sebagian dari mereka percaya kepada nabi-Nya dan sebagian yang lain tetap di dalam kekafirannya, menghalangi orang lain beriman.\n\nBegitu pula halnya umat sekarang ada yang beriman, dan ada pula yang ingkar. Ketahuilah, sekalipun mereka yang ingkar di dunia ini kelihatannya aman dan tenteram saja, tetapi di akhirat mereka akan merasakan pedihnya api yang menyala-nyala, kerena mengutamakan perbuatan yang batil dan sesat serta tidak mengikuti yang hak dan benar yang dibawa oleh nabi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 549, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 5, "page": 87, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0636\u0650\u062c\u064e\u062a\u0652 \u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo bi Aayaatinaa sawfa nusleehim Naaran kullamaa nadijat julooduhum baddalnaahum juloodan ghairahaa liyazooqul 'azaab; innallaaha kaana 'Azeezan Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve in Our verses - We will drive them into a Fire. Every time their skins are roasted through We will replace them with other skins so they may taste the punishment. Indeed, Allah is ever Exalted in Might and Wise.", "id": "Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha-perkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/549", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/549.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/549.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan pembangkangan kaum Yahudi, pada ayat ini Allah lalu menjelaskan adanya kaum selain Yahudi yang juga durhaka. Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, siapa pun mereka, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka sebagai ganjaran atas kekafiran mereka. Setiap kali kulit mereka sudah terbakar hangus, Kami ganti dengan kulit baru yang lain, agar mereka merasakan azab yang sangat pedih. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.", "long": "Allah tidak akan membiarkan orang kafir dan orang yang mengingkari ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi-Nya, tetapi bagi mereka telah disediakan api neraka. \n\nSetiap kali kulit mereka hangus sampai tidak merasakan sesuatu lagi, kulit ini diganti dengan kulit yang baru yang dapat merasakan pedihnya api yang membakar. Demikian siksa itu berlaku seterusnya agar mereka senantiasa menderita dan merasakan kepedihan." } } }, { "number": { "inQuran": 550, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 5, "page": 87, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 34, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0633\u064e\u0646\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064c \u0645\u0651\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u0650\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0638\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati sanud khiluum jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaaa abadaa, lahum feehaaa azwaajum mutahharatun wa nudkhiluhum zillan zaleelaa" } }, "translation": { "en": "But those who believe and do righteous deeds - We will admit them to gardens beneath which rivers flow, wherein they abide forever. For them therein are purified spouses, and We will admit them to deepening shade.", "id": "Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/550", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/550.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/550.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sudah menjadi kebiasaan Al-Qur'an untuk menyebut sesuatu lalu menyebut lawannya. Setelah menjelaskan apa yang menimpa orang kafir, ayat ini lalu menjelaskan apa yang didapatkan oleh orang beriman. Adapun orang-orang yang beriman dengan iman yang benar dan mengerjakan kebajikan sebagai bukti dari keimanan mereka, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana, di dalam surga itu, mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman yang tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin", "long": "Beruntung dan berbahagialah orang yang tidak termasuk golongan orang yang ingkar dan bergelimang dosa dan maksiat, dan mereka termasuk orang-orang yang beriman, mereka senantiasa percaya kepada apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, yang ditandai dengan perbuatan amal saleh, selalu taat dan patuh kepada perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, sekalipun pada suatu saat ia harus mempertaruhkan jiwanya.\n\nOrang semacam itu akan dianugerahi segala macam nikmat dan kesenangan yang ada di dalam surga, mereka akan tetap kekal di dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 551, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 5, "page": 87, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0624\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0646\u0650\u0639\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal laaha yaamurukum an tu'addul amaanaati ilaaa ahlihaa wa izaa hakamtum bainan naasi an tahkumoo bil 'adl; innal laaha yaamurukum an tu'addul amaanaati ilaaa ahlihaa wa izaa hakamtum bainan naasi an tahkumoo bil 'adl; innal laaha ni'immaa ya'izukum bih; innal laaha kaana Samee'am Baseera" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah commands you to render trusts to whom they are due and when you judge between people to judge with justice. Excellent is that which Allah instructs you. Indeed, Allah is ever Hearing and Seeing.", "id": "Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/551", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/551.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/551.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dua ayat terakhir dijelaskan kesudahan dari dua kelompok mukmin dan kafir, yakni tentang kenikmatan dan siksaan, maka sekarang AlQur'an mengajarkan suatu tuntunan hidup yakni tentang amanah. Sungguh, Allah Yang Mahaagung menyuruhmu menyampaikan amanat secara sempurna dan tepat waktu kepada yang berhak menerimanya, dan Allah juga menyuruh apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia yang berselisih hendaknya kamu menetapkannya dengan keputusan yang adil. Sungguh, Allah yang telah memerintahkan agar memegang teguh amanah serta menyuruh berlaku adil adalah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah adalah Tuhan Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.", "long": "Ayat ini memerintahkan agar menyampaikan \"amanat\" kepada yang berhak. Pengertian \"amanat\" dalam ayat ini, ialah sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kata \"amanat\" dengan pengertian ini sangat luas, meliputi \"amanat\" Allah kepada hamba-Nya, amanat seseorang kepada sesamanya dan terhadap dirinya sendiri.\n\nAmanat Allah terhadap hamba-Nya yang harus dilaksanakan antara lain: melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semua nikmat Allah berupa apa saja hendaklah kita manfaatkan untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya.\n\nAmanat seseorang terhadap sesamanya yang harus dilaksanakan antara lain: mengembalikan titipan kepada yang punya dengan tidak kurang suatu apa pun, tidak menipunya, memelihara rahasia dan lain sebagainya dan termasuk juga di dalamnya ialah:\n\na. Sifat adil penguasa terhadap rakyat dalam bidang apa pun dengan tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lain di dalam pelaksanaan hukum, sekalipun terhadap keluarga dan anak sendiri, sebagaimana ditegaskan Allah dalam ayat ini.\n\n¦ Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.... (an-Nisa'/4:58).\n\nDalam hal ini cukuplah Nabi Muhammad saw menjadi contoh. Di dalam satu pernyataannya beliau bersabda:\n\n\"Andaikata Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya saya potong tangannya\" (Riwayat asy-Syaikhan dari 'Â'isyah).\n\nb.Sifat adil ulama (yaitu orang yang berilmu pengetahuan) terhadap orang awam, seperti menanamkan ke dalam hati mereka akidah yang benar, membimbingnya kepada amal yang bermanfaat baginya di dunia dan di akhirat, memberikan pendidikan yang baik, menganjurkan usaha yang halal, memberikan nasihat-nasihat yang menambah kuat imannya, menyelamatkan dari perbuatan dosa dan maksiat, membangkitkan semangat untuk berbuat baik dan melakukan kebajikan, mengeluarkan fatwa yang berguna dan bermanfaat di dalam melaksanakan syariat dan ketentuan Allah.\n\nc.Sifat adil seorang suami terhadap istrinya, begitu pun sebaliknya, seperti melaksanakan kewajiban masing-masing terhadap yang lain, tidak membeberkan rahasia pihak yang lain, terutama rahasia khusus antara keduanya yang tidak baik diketahui orang lain.\n\nAmanat seseorang terhadap dirinya sendiri; seperti berbuat sesuatu yang menguntungkan dan bermanfaat bagi dirinya dalam soal dunia dan agamanya. Janganlah ia membuat hal-hal yang membahayakannya di dunia dan akhirat, dan lain sebagainya.\n\nAjaran yang sangat baik ini yaitu melaksanakan amanah dan hukum dengan seadil-adilnya, jangan sekali-kali diabaikan, tetapi hendaklah diindahkan, diperhatikan dan diterapkan dalam hidup dan kehidupan kita, untuk dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 552, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 5, "page": 87, "manzil": 1, "ruku": 69, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanooo atee'ul laaha wa atee'ur Rasoola wa ulil amri minkum fa in tanaaza'tum fee shai'in faruddoohu ilal laahi war Rasooli in kuntum tu'minoona billaahi wal yawmil Aakhir; zaalika khairunw wa ahsanu taaweelaa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, obey Allah and obey the Messenger and those in authority among you. And if you disagree over anything, refer it to Allah and the Messenger, if you should believe in Allah and the Last Day. That is the best [way] and best in result.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/552", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/552.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/552.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar penetapan hukum dengan adil tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka diperlukan ketaatan terhadap siapa penetap hukum itu. Ayat ini memerintahkan kaum muslim agar menaati putusan hukum, yang secara hirarkis dimulai dari penetapan hukum Allah. Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah perintah-perintah Allah dalam AlQur'an, dan taatilah pula perintah-perintah Rasul Muhammad, dan juga ketetapan-ketetapan yang dikeluarkan oleh Ulil Amri pemegang kekuasaan di antara kamu selama ketetapan-ketetapan itu tidak melanggar ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu masalah yang tidak dapat dipertemukan, maka kembalikanlah kepada nilai-nilai dan jiwa firman Allah, yakni Al-Qur'an, dan juga nilai-nilai dan jiwa tuntunan Rasul dalam bentuk sunahnya, sebagai bukti jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya, baik untuk kehidupan dunia kamu, maupun untuk kehidupan akhirat kelak.", "long": "Ayat ini memerintahkan agar kaum Muslimin taat dan patuh kepada-Nya, kepada rasul-Nya dan kepada orang yang memegang kekuasaan di antara mereka agar tercipta kemaslahatan umum. Untuk kesempurnaan pelaksanaan amanat dan hukum sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, hendaklah kaum Muslimin:\n\na. Taat dan patuh kepada perintah Allah dengan mengamalkan isi Kitab suci Al-Qur'an, melaksanakan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya, sekalipun dirasa berat, tidak sesuai dengan keinginan dan kehendak pribadi. Sebenarnya segala yang diperintahkan Allah itu mengandung maslahat dan apa yang dilarang-Nya mengandung mudarat.\n\nb.Melaksanakan ajaran-ajaran yang dibawa Rasulullah saw pembawa amanat dari Allah untuk dilaksanakan oleh segenap hamba-Nya. Dia ditugaskan untuk menjelaskan kepada manusia isi Al-Qur'an. Allah berfirman:\n\n\"... Dan Kami turunkan Adz-dzikr (Al-Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka ¦.\" (an-Nahl/16:44).\n\nc.Patuh kepada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan ulil amri yaitu orang-orang yang memegang kekuasaan di antara mereka. Apabila mereka telah sepakat dalam suatu hal, maka kaum Muslimin berkewajiban melaksanakannya dengan syarat bahwa keputusan mereka tidak bertentangan dengan Kitab Al-Qur'an dan hadis. Kalau tidak demikian halnya, maka kita tidak wajib melaksanakannya, bahkan wajib menentangnya, karena tidak dibenarkan seseorang itu taat dan patuh kepada sesuatu yang merupakan dosa dan maksiat pada Allah.\n\nNabi Muhammad saw bersabda:\n\n\"Tidak (dibenarkan) taat kepada makhluk di dalam hal-hal yang merupakan maksiat kepada Khalik (Allah swt).\" (Riwayat Ahmad).\n\nd.Kalau ada sesuatu yang diperselisihkan dan tidak tercapai kata sepakat, maka wajib dikembalikan kepada Al-Qur'an dan hadis. Kalau tidak terdapat di dalamnya haruslah disesuaikan dengan (dikiaskan kepada) hal-hal yang ada persamaan dan persesuaiannya di dalam Al-Qur'an dan sunah Rasulullah saw.\n\nTentunya yang dapat melakukan kias seperti yang dimaksud di atas ialah orang-orang yang berilmu pengetahuan, mengetahui dan memahami isi Al-Qur'an dan sunah Rasul. Demikianlah hendaknya dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 553, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 5, "page": 88, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0632\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062d\u064e\u0627\u0643\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena yaz'umoona annahum aarmanoo bimaa unzilaa ilaika wa maaa unzila min qablika yureedoona ai yatahaakamooo ilat Taaghooti wa qad umirooo ai yakfuroo bih, wa yureedush Shaitaanu ai yudillahum dalaalam ba'eedaa" } }, "translation": { "en": "Have you not seen those who claim to have believed in what was revealed to you, [O Muhammad], and what was revealed before you? They wish to refer legislation to Taghut, while they were commanded to reject it; and Satan wishes to lead them far astray.", "id": "Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/553", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/553.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/553.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan bagaimana sikap yang harus diperankan oleh orang-orang beriman, maka ayat berikutnya menjelaskan sifat buruk yang dimiliki oleh orang-orang munafik. Tidakkah engkau, wahai Nabi Muhammad dan kaum muslim, memperhatikan dengan seksama dan cermat, bagaimana orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, yakni Al-Qur'an, dan juga beriman kepada apa yang diturunkan sebelummu, yakni Taurat, Zabur, dan Injil? Tetapi mereka, orang-orang munafik itu, masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan oleh Yang Mahakuasa melalui kitab yang diturunkan-Nya, untuk mengingkari Tagut itu. Dan sikap mereka seperti itu telah dipengaruhi oleh setan yang bermaksud menyesatkan mereka dari jalan Allah dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, Muhammad saw agar memperhatikan sikap dan tingkah laku orang-orang yang telah mengaku dirinya beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah saw dan kepada kitab-kitab suci lainnya yang diturunkan kepada nabi dan rasul sebelumnya. Orang-orang yang mengaku beriman ini telah berbuat sesuatu yang berlawanan dengan pengakuan keimanan yang mereka ucapkan. Andaikata mereka benar-benar beriman kepada Muhammad sebagaimana diucapkan dengan mulut mereka, tentu mereka mau bertahkim kepadanya untuk menyelesaikan persengketaan yang terjadi di antara mereka, dan tidak akan mau bertahkim kepada Tagut yaitu orang yang banyak bergelimang dalam kejahatan dan kesesatan. Yang dimaksud dengan Tagut di sini ialah Ka'ab bin al-Asyraf, seorang Yahudi yang selalu memusuhi Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin. Ada yang mengatakan yang dimaksud Tagut di sini ialah Abu Barzah al-Aslami seorang tukang tenung di masa Nabi. Termasuk juga di sini berhala-berhala dan setiap orang yang membuat dan menetapkan hukum secara tidak benar. Demikianlah mereka telah disesatkan oleh setan dengan penyesatan yang sangat jauh." } } }, { "number": { "inQuran": 554, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 5, "page": 88, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahum ta'aalaw ilaa maaa anzalallaahu wa ilar Rasooli ra aital munaafiqeena yasuddoona 'anka sudoodaa" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Come to what Allah has revealed and to the Messenger,\" you see the hypocrites turning away from you in aversion.", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/554", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/554.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/554.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan hanya sekadar enggan menjadikan Rasul sebagai hakim, bahkan orang-orang munafik tersebut bertindak lebih jauh dari itu Dan apabila dikatakan kepada mereka, orang-orang munafik itu, \"Marilah tunduk dan patuh kepada apa, yakni hukum dan petunjuk, yang telah diturunkan Allah dan juga tunduk dan patuh kepada keputusan Rasul,\" niscaya engkau, Nabi Muhammad, melihat orang munafik, akibat dari kemunafikan mereka, menghalangi manusia dengan sekeras-keras-nya darimu.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan tentang sikap dan tingkah laku orang-orang yang mengaku beriman di mulut dan membangkang di hati. Jika diajak beramal atau menjalankan apa yang diturunkan Allah dalam Al-Qur'an dan menerima hukum dari Rasulullah. Mereka tetap berpaling dan menghalangi manusia menerima hukum tersebut dengan segala macam jalan dan alasan, padahal hukum Allah dan Rasul itu adalah hukum yang benar dan adil. Yang mendorong mereka bersikap demikian hanyalah semata-mata karena memperturutkan hawa nafsu saja." } } }, { "number": { "inQuran": 555, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 5, "page": 88, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0643\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fakaifa izaaa asaabathum museebatum summa jaaa'ooka yahlifoona billaahi in aradnaaa illaaa ihsaananw wa tawfeeqaa" } }, "translation": { "en": "So how [will it be] when disaster strikes them because of what their hands have put forth and then they come to you swearing by Allah, \"We intended nothing but good conduct and accommodation.\"", "id": "Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) disebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/555", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/555.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/555.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika perilaku orang-orang munafik itu seperti yang digambarkan tersebut, bagaimana bila mereka ditimpa musibah? Maka bagaimana halnya tindakan mereka apabila kelak musibah menimpa sebagai hukuman atas keengganan mereka mengikuti tuntunan Allah disebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu, wahai Nabi Muhammad dengan tunduk tetapi membawa dalih sambil bersumpah palsu, \"Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki untuk menjadikan Tagut sebagai hakim. Tiada yang kami kehendaki selain kebaikan dan kedamaian.\"", "long": "Ayat ini menerangkan tentang kelicikan orang-orang munafik, apabila mereka ditimpa suatu musibah karena rahasia mereka telah terbuka dan diketahui oleh Rasulullah dan orang-orang mukmin, mereka datang kepada Nabi sambil bersumpah, \"Demi Allah, perbuatan kami itu bukanlah dengan maksud jahat dan sengaja melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya, tetapi semata-mata karena ingin hendak mencapai penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna,\" padahal sumpah mereka itu hanyalah semata-mata siasat licik belaka." } } }, { "number": { "inQuran": 556, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 5, "page": 88, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0638\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0650\u064a\u063a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena ya'la mullaahu maa fee quloobihim fa a'rid 'anhum wa 'izhum wa qul lahum feee anfusihim qawlam baleeghaa" } }, "translation": { "en": "Those are the ones of whom Allah knows what is in their hearts, so turn away from them but admonish them and speak to them a far-reaching word.", "id": "Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/556", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/556.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/556.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini membantah pengakuan orang-orang munafik, sembari memberi umat Islam petunjuk tentang cara menghadapi kebohongan orang-orang munafik itu. Mereka itu adalah orang-orang yang sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, yakni jangan hiraukan mereka dan jangan percaya pada ucapan dan sumpah mereka, dan berilah mereka nasihat yang menyentuh hati mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas dan menghunjam pada jiwa mereka.", "long": "Demikianlah kelicikan dari orang-orang munafik, tetapi ayat ini menyatakan dengan tegas bahwa mereka itu adalah orang-orang yang telah diketahui apa yang tersimpan di dalam hati mereka, yaitu sifat dengki dan keinginan untuk melakukan tipu muslihat yang merugikan kaum Muslimin. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada Rasulullah dan kaum Muslimin agar jangan mempercayai mereka dan jangan terpedaya oleh tipu muslihat mereka. Di samping itu hendaklah mereka diberi peringatan dan pelajaran dengan kata-kata yang dapat mengembalikan mereka kepada kesadaran dan keinsafan sehingga mereka bebas dari sifat kemunafikan, dan benar-benar menjadi orang yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 557, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 5, "page": 88, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0637\u064e\u0627\u0639\u064e \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630 \u0638\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062a\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa arsalnaa mir Rasoolin illaa liyutaa'a bi iznil laah; wa law annahum 'iz zalamooo anfusahum jaaa'ooka fastaghfarul laaha wastaghfara lahumur Rasoolu la wajadul laaha Tawwaabar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "And We did not send any messenger except to be obeyed by permission of Allah. And if, when they wronged themselves, they had come to you, [O Muhammad], and asked forgiveness of Allah and the Messenger had asked forgiveness for them, they would have found Allah Accepting of repentance and Merciful.", "id": "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/557", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/557.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/557.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan kewajiban taat kepada Allah dan Rasul sembari mencela perilaku orang-orang munafik yang mencari hakim terhadap Yagut. Dan juga Kami tidak mengutus seorang rasul dari semua rasul yang telah diutus, melainkan dengan membawa bukti-bukti untuk ditaati dengan izin dan perintah Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya dengan cara berhakim kepada Tagut, lalu mereka datang kepadamu, Muhammad, lalu selanjutnya mereka memohon ampunan kepada Allah dengan sepenuh hati, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka atas kesalahan yang telah mereka perbuat, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat atas kesalahan mereka, dan juga Maha Penyayang kepada orang-orang yang bertaubat.", "long": "Bagian pertama dari ayat ini menerangkan bahwa setiap rasul yang diutus Allah ke dunia ini semenjak dari dahulu sampai kepada Nabi Muhammad saw wajib ditaati dengan izin (perintah) Allah, karena tugas risalah mereka adalah sama, yaitu untuk menunjukkan umat manusia ke jalan yang benar dan kebahagiaan hidup mereka di dunia dan di akhirat.\n\nDalam ayat ini dikaitkan taat itu dengan izin Allah, maksudnya bahwa tidak ada satu makhluk pun yang boleh ditaati melainkan dengan izin Allah atau sesuai dengan perintah-Nya, seperti menaati rasul, ulil amri, ibu bapak dan sebagainya, selama mereka tidak menyuruh berbuat maksiat, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi thalib yang berbunyi:\n\n\"Tidak boleh menaati manusia yang menyuruh melanggar perintah Allah\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ali bin Abi thalib).\n\n\"Sesungguhnya yang ditaati itu hanya perintah berbuat makruf, (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan an-Nasa'i).\n\nBagian kedua sampai akhir ayat ini menerangkan: Andaikata orang yang menganiaya dirinya sendiri yaitu orang yang bertahkim kepada thagut seperti tersebut pada ayat 60, datang kepada Nabi Muhammad ketika itu, lalu mereka memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun turut memohon agar mereka diampuni, niscaya Allah akan mengampuni mereka, karena Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.\n\nDi dalam ayat ini disebutkan orang-orang yang bertahkim kepada thagut itu adalah orang-orang yang menganiaya diri sendiri, karena mereka melakukan kesalahan besar dan membangkang tidak mau sadar. Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang bertobat agar tobatnya diterima oleh Tuhan, antara lain:\n\na. Tobat itu dilakukan seketika itu juga, artinya segera setelah membuat kesalahan.\n\nb.Hendaklah tobat itu merupakan tobat nasuha, artinya benar-benar menyesal atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat dan tidak akan mengulangi lagi.\n\nc. Bila ada hak orang lain yang dilanggar, hak orang itu haruslah diselesaikan lebih dahulu dengan meminta maaf dan mengembalikan/mengganti kerugian.\n\nSebab turunnya ayat ini berhubungan dengan peristiwa berikut sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan perawi-perawi lain. Mereka menceritakan bahwa Zubair bin 'Awwam mengadukan seorang laki-laki dari kaum Ansar kepada Rasulullah saw dalam suatu persengketaan tentang pembagian air untuk kebun kurma. Rasulullah memberi putusan seraya berkata kepada Zubair, \"Airilah kebunmu itu lebih dahulu kemudian alirkanlah air itu kepada kebun tetanggamu\". Maka laki-laki itu berkata, \"Apakah karena dia anak bibimu hai Rasulullah?\" Maka berubahlah muka Rasulullah karena mendengar tuduhan tentang itu. Rasulullah berkata lagi (untuk menguatkan putusannya) \"Airilah hai Zubair, kebunmu itu sehingga air itu meratainya, kemudian alirkanlah kepada kebun tetanggamu\". Maka turunlah ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 558, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 5, "page": 88, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0643\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falaa wa Rabbika laa yu'minoona hattaa yuhakkimooka fe emaa shajara bainahum summa laa yajidoo fee anfusihim harajam mimmaa qadaita wa yusal limoo tasleemaa" } }, "translation": { "en": "But no, by your Lord, they will not [truly] believe until they make you, [O Muhammad], judge concerning that over which they dispute among themselves and then find within themselves no discomfort from what you have judged and submit in [full, willing] submission.", "id": "Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/558", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/558.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/558.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0cm;\r\n\tmso-para-margin-right:0cm;\r\n\tmso-para-margin-bottom:8.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0cm;\r\n\tline-height:107%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",sans-serif;\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;}\r\n\r\n\r\nSetelah menjelaskan bahwa Rasul diutus untuk ditaati dan tobat orang-orang munafik dapat diterima dengan syarat harus melalui permohonan Nabi kepada Allah, ayat ini menjelaskan makna yang terdalam dari ketaatan kepada Rasul. Maka demi Tuhanmu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mereka pada hakikatnya tidak beriman dengan iman yang sesungguhnya yang dapat diterima Allah, sebelum mereka menjadikan engkau, Muhammad, sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan atau dalam masalah yang tidak jelas dalam pandangan mereka, sehingga kemudian setelah tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dalam kedudukanmu sebagai hakim, dan mereka menerima keputusanmu dengan penerimaan yang sepenuhnya.", "long": "Ayat ini menjelaskan dengan sumpah bahwa walaupun ada orang yang mengaku beriman, tetapi pada hakikatnya tidaklah mereka beriman selama mereka tidak mau bertahkim kepada Rasul. Rasulullah saw pernah mengambil keputusan dalam perselisihan yang terjadi di antara mereka, seperti yang terjadi pada orang-orang munafik. Atau mereka bertahkim kepada Rasul tetapi kalau putusannya tidak sesuai dengan keinginan mereka lalu merasa keberatan dan tidak senang atas putusan itu, seperti putusan Nabi untuk az-Zubair bin Awwam ketika seorang laki-laki dari kaum Ansar yang tersebut di atas datang dan bertahkim kepada Rasulullah.\n\nJadi orang yang benar-benar beriman haruslah mau bertahkim kepada Rasulullah dan menerima putusannya dengan sepenuh hati tanpa merasa curiga dan keberatan. Memang putusan seorang hakim baik ia seorang rasul maupun bukan, haruslah berdasarkan kenyataan dan bukti-bukti yang cukup." } } }, { "number": { "inQuran": 559, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u062a\u064e\u062b\u0652\u0628\u0650\u064a\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa law annaa katabnaa 'alaihim aniq tulooo anfusakum awikh rujoo min diyaarikum maa fa'aloohu illaa qaleelum minhum wa law annahum fa'aloo maa yoo'azoona bihee lakaana khairal lahum wa ashadda tasbeetaa" } }, "translation": { "en": "And if We had decreed upon them, \"Kill yourselves\" or \"Leave your homes,\" they would not have done it, except for a few of them. But if they had done what they were instructed, it would have been better for them and a firmer position [for them in faith].", "id": "Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,” ternyata mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/559", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/559.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/559.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0cm;\r\n\tmso-para-margin-right:0cm;\r\n\tmso-para-margin-bottom:8.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0cm;\r\n\tline-height:107%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",sans-serif;\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;}\r\n\r\n\r\nPada ayat-ayat yang lalu diperingatkan bahwa orang-orang munafik itu sebenarnya tidak mau menerima Nabi sebagai hakim, walaupun ketentuan itu diwajibkan oleh Allah atas diri mereka. Pada ayat-ayat berikut digambarkan sikap mereka bahwa apa pun perintah tidak akan mereka lakukan disebabkan kemunafikan mereka. Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, orang-orang munafik itu, \"Bunuhlah dirimu,\" sebagaimana dulu pernah ditetapkan sanksi semacam ini terhadap orang-orang Yahudi, \"atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,\" sebagaimana yang dilakukan oleh kaum muslim dulu dari Mekah ke Madinah, ternyata mereka, orang-orang munafik, tidak akan melakukannya karena lemahnya iman mereka, kecuali sebagian kecil saja dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah dan pengajaran yang diberikan oleh Allah dan Rasul, niscaya itu lebih baik bagi mereka dari apa yang mereka lakukan selama ini, dan lebih menguatkan iman mereka yang selama ini terombang ambing dalam kemunafikan.", "long": "Ayat ini menjelaskan berbagai sikap manusia pada umumnya dalam mematuhi perintah Allah. Kebanyakan mereka apabila diperintahkan hal-hal yang berat, mereka enggan bahkan menolak untuk melaksanakannya seperti halnya orang-orang munafik dan mereka yang lemah imannya.\n\nAdapun orang yang benar-benar beriman selalu menaati segala yang diperintahkan Allah bagaimanapun beratnya perintah itu, walaupun perintah itu meminta pengorbanan jiwa, harta atau meninggalkan kampung halaman. Hal ini terbukti dari sikap kaum Muslimin pada waktu diperintahkan hijrah ke Madinah dan pada waktu diperintahkan berperang melawan musuh yang amat kuat, berlipat ganda jumlahnya dan lengkap persenjataannya. Inilah yang digambarkan oleh Nabi Muhammad saw dalam sabdanya yang tersebut di atas.\n\nSebenarnya kalau manusia itu melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang di larang-Nya, itulah yang lebih baik bagi mereka, karena dengan demikian iman mereka bertambah kuat dan akan menumbuhkan sifat-sifat yang terpuji pada diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 560, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izal la aatainaahum mil ladunnaaa ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "And then We would have given them from Us a great reward.", "id": "dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/560", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/560.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/560.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "pabila mereka meksanakan perintah dan pengajaran yang diberikan oleh Allah dan Rasul itu, dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka anugerah yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, serta pahala yang besar dari sisi Kami.", "long": "Kemudian dijelaskan bahwa kalau mereka berbuat kebaikan dan mematuhi segala perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya serta beramal dengan penuh ikhlas, niscaya Allah akan memberikan kepada mereka pahala yang besar dan akan memimpin mereka ke jalan yang lurus yang dapat membawa kebahagiaan hidup dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 561, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lahadainaahum Siraatam mustaqeemaa" } }, "translation": { "en": "And We would have guided them to a straight path.", "id": "dan pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/561", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/561.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/561.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada waktu yang bersamaan, pasti Kami akan tunjukkan pula kepada mereka jalan yang lurus yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.", "long": "Kemudian dijelaskan bahwa kalau mereka berbuat kebaikan dan mematuhi segala perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya serta beramal dengan penuh ikhlas, niscaya Allah akan memberikan kepada mereka pahala yang besar dan akan memimpin mereka ke jalan yang lurus yang dapat membawa kebahagiaan hidup dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 562, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u062f\u0651\u0650\u064a\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u062d\u064e\u0633\u064f\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0631\u064e\u0641\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa many-yuti'il laaha war Rasoola fa ulaaa'ika ma'al lazeena an'amal laahu 'alaihim minan nabiyyeena wassiddeeqeena washshuhadaaa'i wassaaliheen; wa hasuna ulaaa'ika rafeeqaa" } }, "translation": { "en": "And whoever obeys Allah and the Messenger - those will be with the ones upon whom Allah has bestowed favor of the prophets, the steadfast affirmers of truth, the martyrs and the righteous. And excellent are those as companions.", "id": "Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/562", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/562.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/562.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa menaati Allah dengan mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya, dan juga menaati Rasul dengan cara memuliakan dan memperkenankan perintahnya, maka mereka yang sehari-hari beramal dengan ikhlas seperti itu, akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah di dalam surga, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran, yakni para sahabat Nabi, orang-orang yang mati syahid di medan perang dan orang-orang beramal saleh. Mereka itulah orang yang telah mencapai kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan juga merekalah sebenarnya teman yang sebaik-baiknya di kehidupan dunia.", "long": "Ayat ini mengajak dan mendorong setiap orang agar taat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Allah berjanji akan membalas ketaatan dengan pahala yang sangat besar, yaitu bukan saja sekedar masuk surga, tetapi akan ditempatkan bersama-sama dengan orang-orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Tuhan, yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan orang-orang yang saleh.\n\nBerdasarkan ayat ini para ahli tafsir secara garis besarnya membagi orang-orang yang memperoleh anugerah Allah yang paling besar di dalam surga kepada empat macam yaitu:\n\n1.Para rasul dan nabi, yaitu mereka yang menerima wahyu dari Allah.\n\n2.Para shiddiqin, yaitu orang-orang yang teguh keimanannya kepada kebenaran nabi dan rasul.\n\n3.Para syuhada mempunyai kriteria sebagai berikut:\n\na.Orang beriman yang berjuang di jalan Allah dan mati syahid dalam peperangan melawan orang kafir\n\nb.Orang yang menghabiskan usianya berjuang di jalan Allah dengan harta dan dengan segala macam jalan yang dapat dilaksanakannya.\n\nc.Orang beriman yang mati ditimpa musibah mendadak atau teraniaya, seperti mati bersalin, tenggelam, terbunuh dengan aniaya. Bagian (a) disebut syahid dunia dan akhirat yang lebih tinggi pahalanya dari bagian (b) dan (c) yang keduanya hanya dinamakan syahid akhirat. Ada satu bagian lagi yang disebut namanya syahid dunia, yaitu orang-orang yang mati berperang melawan kafir, hanya untuk mencari keuntungan duniawi, seperti untuk mendapatkan harta rampasan, untuk mencari nama dan sebagainya. Syahid yang serupa ini tidak dimasukkan pembagian syahid di atas, karena syahid dunia tersebut tidak termaksud sama sekali dalam kedua ayat ini.\n\n4. Orang-orang saleh, yaitu orang-orang yang selalu berbuat amal baik yang bermanfaat untuk umum, termasuk dirinya dan keluarganya baik untuk kebahagiaan hidup duniawi maupun untuk kebahagiaan hidup ukhrawi yang sesuai dengan ajaran Allah.\n\nOrang yang benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang tersebut dalam ayat ini akan masuk surga dan ditempatkan bersama-sama dengan semua golongan yang empat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 563, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 70, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Zaalikal fadlu minal laah; wa kafaa billaahi 'Aleemaa" } }, "translation": { "en": "That is the bounty from Allah, and sufficient is Allah as Knower.", "id": "Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/563", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/563.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/563.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu, yakni keadaan bersama-sama dengan para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orangorang saleh berada di kehidupan surga, adalah karunia yang bersumber dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Pemurah yang juga Maha Mengetahui pemberi ganjaran yang setimpal.", "long": "Pahala yang dijanjikan Allah kepada orang yang taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, adalah karunia yang tidak ada tara dan bandingannya bagi yang ingin mencapainya. Allah lah Yang Maha Mengetahui siapa yang benar-benar taat kepada-Nya, sehingga berhak memperoleh pahala yang besar itu." } } }, { "number": { "inQuran": 564, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 71, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u062d\u0650\u0630\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0628\u064e\u0627\u062a\u064d \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo khuzoo hizrakum fanfiroo subaain awin firoo jamee'aa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, take your precaution and [either] go forth in companies or go forth all together.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bersiapsiagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama (serentak)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/564", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/564.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/564.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Bersiapsiagalah kamu menghadapi musuh, dan majulah dengan sungguh-sungguh dan penuh keberanian ke medan pertempuran secara berkelompok yakni menyerang secara bergelombang sekelompok dengan sekelompok bila taktik ini terbaik, atau majulah bersama-sama secara serentak apabila taktik ini kamu nilai lebih efektif.", "long": "Dalam ayat ini diperintahkan untuk mengadakan segala macam persiapan menghadapi musuh, ayat ini seirama dengan ayat 60 surah al-Anfal. Menurut Sayyid Qutub, ayat-ayat ini diturunkan segera setelah Perang Uhud dan sebelum Perang Khandak. Tetapi beliau tidak menyebutkan sebab turunnya.\n\nOrang mukmin harus senantiasa bersiap siaga dalam segala hal, untuk menghadapi orang-orang kafir dalam peperangan, dimana wajib maju ke medan pertempuran, baik secara berkelompok maupun secara serempak, sesuai dengan taktik strategi peperangan, dan menurut komando yang diatur dengan baik.\n\nHal ini sudah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad saw dalam menghadapi beberapa peperangan yang terjadi antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir. Beliau sebelum membebaskan kota Mekah lebih dahulu telah mengetahui kekuatan musuh dan strategi mereka dalam menghadapi kaum Muslimin dan mengetahui pula secara mendalam bagaimana semangat dan kekuatan iman yang dimiliki oleh pengikut-pengikutnya. Pada umumnya Nabi dalam melakukan peperangan telah mengetahui lebih dahulu keadaan musuh dan kesetiaan pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 565, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 71, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u0637\u0651\u0650\u0626\u064e\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa inna minkum lamal la yubatti'anna fa in asaabatkum museebatun qaala qad an'amal laahu 'alaiya iz lam akum ma'ahum shaheeda" } }, "translation": { "en": "And indeed, there is among you he who lingers behind; and if disaster strikes you, he says, \"Allah has favored me in that I was not present with them.\"", "id": "Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu jika kamu ditimpa musibah dia berkata, “Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/565", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/565.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/565.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya ingatlah, wahai orang-orang beriman, di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan dan sangat berat hati bila diajak ke medan pertempuran. Lalu jika kamu ditimpa musibah, yakni kamu mengalami kekalahan di medan perang yang mereka tidak ikut itu, dia berkata, \"Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena tidak menjadi korban dalam peperangan itu karena aku memang tidak ikut berperang bersama mereka.\"", "long": "Di antara kaum Muslimin ada yang enggan dan tidak segera bersiap-siap untuk pergi ke medan pertempuran dengan bermacam alasan agar mereka tidak jadi ikut bertempur. Mereka ini adalah orang-orang yang lemah iman dan orang-orang munafik yang selalu terdapat dalam setiap peperangan dan perjuangan di sepanjang masa.\n\nSelanjutnya ayat ini menjelaskan bagaimana sikap kaum munafik dan orang yang tidak ikut berperang. Bila kaum Muslimin ditimpa musibah atau kekalahan dalam medan pertempuran, mereka merasa gembira dan menganggap bahwa tidak ikutnya mereka dalam peperangan sebagai satu karunia dari Allah karena mereka tidak ikut terbunuh atau luka-luka." } } }, { "number": { "inQuran": 566, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 71, "hizbQuarter": 35, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0641\u064f\u0648\u0632\u064e \u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa la'in asaabakum fadlum minal laahi la yaqoolanna ka al lam takum bainakum wa bainahoo mawaddatuny yaa laitanee kuntu ma'ahum fa afooza fawzan 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "But if bounty comes to you from Allah, he will surely say, as if there had never been between you and him any affection. \"Oh, I wish I had been with them so I could have attained a great attainment.\"", "id": "Dan sungguh, jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, “Wahai, sekiranya aku bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/566", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/566.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/566.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, jika kamu mendapat karunia dari Allah berupa kemenangan dalam perang dan memperoleh ganimah tentulah dia mengatakan dengan sangat menyesal bercampur keinginan mendapatkan ganimah, seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu, kaum muslim, dengan dia, orang munafik, \"Wahai, sekiranya aku bersama mereka ikut dalam peperangan, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung pula,\" yakni bangga sebagai pemenang perang dan memperoleh harta rampasan perang.", "long": "Ayat ini menambah penjelasan tentang sikap kaum munafik dan orang yang lemah iman. Jika kaum Muslimin memperoleh kemenangan dalam peperangan melawan orang kafir maka mereka ini berkata, \"Andaikata saya ikut dengan mereka dalam peperangan, tentulah saya mendapat keuntungan yang besar dengan memperoleh harta rampasan yang banyak.\"\n\nUcapan seperti ini menggambarkan seakan-akan mereka adalah orang lain yang tidak mempunyai hubungan silaturrahmi sedikit pun dengan kaum Muslimin, padahal mereka telah bergabung dengan kaum Muslimin dan telah hidup bersama mereka dalam suasana yang aman dan baik, tetapi dalam hati mereka tersimpan rasa hasad dan dengki yang mendalam." } } }, { "number": { "inQuran": 567, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 5, "page": 89, "manzil": 1, "ruku": 71, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0634\u0652\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0628\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falyuqaatil fee sabeelil laahil lazeena yashroonal hayaatad dunyaa bil Aakhirah; wa many-uqaatil fee sabeelil laahi fa yuqtal aw yaghlib fasawfa nu'teehi ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "So let those fight in the cause of Allah who sell the life of this world for the Hereafter. And he who fights in the cause of Allah and is killed or achieves victory - We will bestow upon him a great reward.", "id": "Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/567", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/567.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/567.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat yang lalu mengecam perilaku orang-orang munafik yang selalu berkelit bila diajak berperang, ayat-ayat berikut membangkitkan semangat untuk maju ke medan perang menghadapi musuh. Karena itu, hendaklah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya menjual dalam arti menukar dan mengorbankan kehidupan dunia yang mereka miliki untuk mendapatkan kebahagiaan pada kehidupan akhirat, dengan cara berperang di jalan Allah menegakkan keadilan dan kebenaran. Dan barang siapa di antara kalian yang ikut berperang di jalan Allah, lalu gugur menjadi syahid karena dikalahkan oleh musuh atau memperoleh kemenangan selamat dari gugur di medan perang, maka kelak akan Kami berikan pahala dengan nikmat yang besar kepadanya.", "long": "Berperang di jalan Allah adalah suatu pekerjaan yang mulia. Orang yang berperang di jalan Allah pasti mendapat keuntungan besar. Orang yang benar-benar beriman dan ikhlas dalam melaksanakan tuntutan agamanya serta rela mengorbankan kepentingan dunianya untuk mencapai keutamaan di akhirat hendaklah ikut berperang di jalan Allah. Barang siapa berperang di jalan Allah, maka ia akan memperoleh salah satu dari dua kebajikan, mati syahid di jalan Allah atau menang dalam peperangan, yang masing-masing dari dua kebajikan itu akan dibalas oleh Tuhan dengan pahala yang besar, karena orang yang mati syahid telah dengan ikhlas mengorbankan jiwa raganya dalam mematuhi perintah Allah, sedang yang menang dan masih hidup akan dapat pula melanjutkan perjuangan untuk menegakkan keadilan dan membela kebenaran di jalan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 568, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 5, "page": 90, "manzil": 1, "ruku": 71, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0648\u0650\u0644\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa lakum laa tuqaatiloona fee sabeelil laahi walmustad'afeena minar rijaali wannisaaa'i walwildaanil lazeena yaqooloona Rabbanaaa akhrijnaa min haazihil qaryatiz zaalimi ahluhaa waj'al lanaa mil ladunka waliyanw waj'al lanaa mil ladunka naseeraa" } }, "translation": { "en": "And what is [the matter] with you that you fight not in the cause of Allah and [for] the oppressed among men, women, and children who say, \"Our Lord, take us out of this city of oppressive people and appoint for us from Yourself a protector and appoint for us from Yourself a helper?\"", "id": "Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/568", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/568.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/568.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikian besar nilai di sisi Allah terhadap orang yang ikut berperang di jalan Allah. Tidak ada alasan untuk menghindar dari tugas tersebut. Oleh sebab itu, mengapa kamu tidak mau ikut dalam barisan berperang di jalan yang bertujuan utuk menegakkan agama Allah dan juga membela orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak, apakah itu orang tua, handai tolan, atau putra-putri kamu yang masih berada di Mekah terjebak dalam pengawasan orang-orang musyrik. Mereka itulah yang selalu berdoa,\" Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri Mekah ini, bukan karena tidak senang kepada Mekah ini, tetapi karena orang-orang kafir yang menjadi penduduknya dan yang mengusai kota tersebut berlaku zalim kepada kami. Ya Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Perkasa, berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah pula kami penolong dari sisi-Mu.\"", "long": "Dalam ayat ini terdapat dorongan yang kuat agar kaum Muslimin berperang di jalan Allah untuk membela saudara-saudara mereka yang tertindas dan yang berada dalam cengkeraman musuh, karena mereka lemah dan tidak berdaya baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak. Keamanan mereka terancam. Mereka tidak mampu membebaskan diri dari cengkeraman musuh, mereka ditindas dan dianiaya oleh penguasa-penguasa yang zalim, mereka tidak berbuat apa-apa selain berdoa memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah. Allah mendorong untuk berperang dengan cara yang lebih mendalam, mengetuk pintu hati nurani setiap orang yang masih memiliki perasaan dan keinginan yang baik, dengan menyebutkan keuntungan dan tujuan murni dari peperangan menurut Islam. \n\nTujuan perang dalam Islam ialah meninggikan kalimah Allah, membela hak saudara-saudara seagama, membela hak-hak asasi manusia dan menegakkan norma-norma akhlak yang tinggi dan membela diri; bukan untuk memperbudak atau menjajah atau untuk menguasai bangsa atau negara atau hak-hak orang lain.\n\nBerdasarkan tujuan berperang di atas, adalah menjadi kewajiban bagi kaum Muslimin membebaskan setiap Muslim yang ditawan oleh musuh dengan berperang atau menebusnya dengan harta. Menurut Abu Abdillah al-Qurtubi, tidak ada perbedaan paham di antara ulama dalam hukum ini, mereka telah sepakat semuanya. Harta untuk penebusannya diambilkan dari baitul mal atau wajib ditanggung oleh seluruh umat Islam jika dana tidak tersedia." } } }, { "number": { "inQuran": 569, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 5, "page": 90, "manzil": 1, "ruku": 71, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0636\u064e\u0639\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazeena aamanoo yuqaatiloona fee sabeelil laahi wallazeena kafaroo yuqaatiloona fee sabeelit Taaghoot faqaatiloo awliyaaa'ash Shaitaan; inna kaidash Shairaani kaana da'eefa" } }, "translation": { "en": "Those who believe fight in the cause of Allah, and those who disbelieve fight in the cause of Taghut. So fight against the allies of Satan. Indeed, the plot of Satan has ever been weak.", "id": "Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/569", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/569.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/569.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengingatkan sekali lagi tentang nilai orang-orang beriman dan orang-orang kafir. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berperang di jalan Allah untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut dengan tujuan menebarkan kejahatan dan berbuat kezaliman. Maka oleh sebab itu, perangilah kawan-kawan setan itu agar kejahatan dan kezaliman tidak terus berkembang, karena sesungguhnya tipu daya setan dan juga kawan-kawan setan itu lemah dan rapuh.", "long": "Orang mukmin berperang untuk menegakkan keadilan dan membela diri, sedang orang musyrik berperang karena mengikuti hawa nafsu yang dikendalikan oleh setan dan mengembangkan angkara murka di dunia, sehingga kalau orang mukmin meninggalkan atau mengabaikan tugas berperang di jalan Allah, niscaya kerusakan yang ditimbulkan oleh berbagai perbuatan hawa nafsu akan merajalela.\n\nOleh karena tujuan berperang dalam Islam demikian suci dan murninya, yaitu untuk mempertahankan diri dan membasmi kezaliman dan angkara murka, maka hendaklah kaum Muslimin menyerang musuh-musuh Islam yang menjadi kawan-kawan setan itu, dan hendaklah diyakini, bahwa tipu daya setan itu lemah, tidak akan mampu mengalahkan orang-orang yang benar-benar beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 570, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 5, "page": 90, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0641\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0643\u064e\u062e\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u062e\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena qeela lahum kuffooo aidiyakum wa aqeemus Salaata w aaatuz Zakaata falammaa kutiba 'alaihimul qitaalu izaa fareequm minhum yakhshawnnan naasa kakhashyatil laahi aw ashadda khashyah; wa qaaloo Rabbanaa lima katabta 'alainal qitaala law laaa akhkhartanaa ilaaa ajalin qareeb; qul mataa'ud dunyaa qaleelunw wal Aakhiratu khairul limanit taqaa wa laa tuzlamoona fateelaa" } }, "translation": { "en": "Have you not seen those who were told, \"Restrain your hands [from fighting] and establish prayer and give zakah\"? But then when fighting was ordained for them, at once a party of them feared men as they fear Allah or with [even] greater fear. They said, \"Our Lord, why have You decreed upon us fighting? If only You had postponed [it for] us for a short time.\" Say, The enjoyment of this world is little, and the Hereafter is better for he who fears Allah. And injustice will not be done to you, [even] as much as a thread [inside a date seed].\"", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, ”Tahanlah tanganmu (dari berperang), laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!” Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu). Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/570", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/570.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/570.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menggambarkan dua motivasi perang dan dua kelompok pada masing-masing motivasi itu. Ayat-ayat berikut menggambarkan fenomena yang ada di sebagian kelompok orang beriman yang enggan diajak berperang. Tidakkah engkau memperhatikan, wahai kaum beriman, orang-orang yang dikatakan kepada mereka, yakni orangorang yang menampakkan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang? Dikatakan kepada mereka, \" Tahanlah tanganmu dari berperang karena belum waktunya, laksanakanlah salat guna membangun hubungan dengan Allah, dan tunaikanlah zakat untuk membangun hubungan dengan sesama! \" Ketika  situasi telah menuntut untuk melakukan perang karena kaum muslim bertambah teraniaya, maka mereka pun diwajibkan untuk berperang, tiba-tiba sebagian mereka golongan munafik yang telah hidup nyaman pada waktu turunnya ayat ini, takut kepada manusia sebagai musuh yakni orang-orang kafir seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih dahsyat lagi takut dari itu. Dalam kondisi dihantui oleh rasa takut menghadapi musuh dan takut kehilangan kesenangan yang sudah diperoleh, mereka berkata,\" Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami, padahal kami belum terlepas dari kesulitan hidup? Mengapa tidak Engkau tunda kewajiban berperang itu kepada kami beberapa waktu lagi, agar kami dapat merasakan kesenangan ini lebih lama lagi?\" Katakanlah, \"Berapa lama pun kesenangan yang kalian dapatkan di dunia ini tidak ada artinya, karena kesenangan dunia itu hanya sedikit, dan kesenangan akhirat itu lebih baik karena banyak dan beraneka ragam, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa mendapat pahala turut berperang dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun baik di dunia maupun di akhirat.\"", "long": "Ayat ini menggambarkan keadaan masyarakat masa jahiliah. Mereka suka berperang meskipun karena sebab yang kecil. Setelah masuk Islam, mereka diperintahkan agar menghentikan perang, melaksanakan salat dan membayar zakat. Sebagian dari mereka mengharapkan adanya perintah perang karena kepentingan duniawi sebagaimana kebiasaan mereka pada masa jahiliah. \n\nAyat ini memerintahkan kepada sebagian kaum Muslimin yang enggan berperang agar mereka bersikap tenang dan menahan diri untuk tidak mengadakan peperangan terhadap orang kafir dan mereka hanya diperintahkan melakukan salat dan membayar zakat. Tetapi pada waktu mereka diperintahkan berperang untuk mempertahankan diri, ternyata sebagian dari mereka tidak bersemangat untuk berperang karena takut kepada musuh, padahal semestinya mereka hanya takut kepada Allah. Malahan mereka berkata, \"Mengapa kami diwajibkan berperang pada waktu ini, biarkanlah kami mati seperti biasa.\"\n\nAllah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada sebagian kaum Muslimin bahwa sikap mereka itu adalah sikap seorang pengecut, karena takut mati dan cinta kepada harta dunia, sedangkan kelezatan dunia itu hanya sedikit sekali dibandingkan dengan kelezatan akhirat yang abadi dan tidak terbatas, yang hanya akan didapat oleh orang-orang yang bertakwa kepada Allah yaitu orang yang bersih dari syirik dan akhlak yang rendah. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah tidak akan menganiaya dan merugikan manusia. Masing-masing akan mendapat balasan sesuai dengan amal perbuatannya walaupun sebesar zarrah." } } }, { "number": { "inQuran": 571, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 5, "page": 90, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u0643\u0643\u0651\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064d \u0645\u0651\u064f\u0634\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u064e\u0629\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0643\u064e \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ainamaa takoonoo yudrikkumul mawtu wa law kuntum fee buroojim mushai yadah; wa in tusibhum hasanatuny yaqooloo haazihee min indil laahi wa in tusibhum saiyi'atuny yaqooloo haazihee min 'indik; qul kullum min 'indillaahi famaa lihaaa 'ulaaa'il qawmi laa yakkaadoona yafqahoona hadeesaa" } }, "translation": { "en": "Wherever you may be, death will overtake you, even if you should be within towers of lofty construction. But if good comes to them, they say, \"This is from Allah \"; and if evil befalls them, they say, \"This is from you.\" Say, \"All [things] are from Allah.\" So what is [the matter] with those people that they can hardly understand any statement?", "id": "Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/571", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/571.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/571.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di mana pun kamu berada, wahai orang-orang yang enggan berperang di jalan Allah, kematian itu pasti akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada pada persembunyian di dalam benteng yang tinggi dan kukuh yang tidak terdapat celah sedikit pun untuk menembusnya. Jika mereka, orang-orang yang enggan itu, memperoleh kebaikan, yakni sesuatu yang menyenangkan dan menggembirakan, mereka mengatakan,\" Ini dari sisi Allah,\"  dan jika mereka ditimpa suatu keburukan atau kondisi yang tidak menyenangkan, mereka akan mengatakan, \"Ini dari engkau, yakni disebabkan olehmu, wahai Muhammad. \" Katakanlah, Semuanya datang dari sisi Allah dan karena izin-Nya.\" Maka mengapa orang-orang yang mengucapkan kata-kata seperti itu, yakni orang-orang munafik, hampir-hampir tidak memahami pembicaraan dan penjelasan seperti itu sedikit pun?.\"", "long": "Maut (mati) adalah suatu hal yang pasti datangnya. Tidak seorang pun yang dapat lepas dari padanya di manapun dia berada meskipun berlindung di dalam benteng yang kokoh kuat. Karena itu tidaklah wajar manusia takut mati meskipun ia berada di dalam kancah peperangan. Jika sampai ajalnya, tentulah ia mati, meskipun ia hidup mewah di dalam istana atau bertahan di dalam benteng yang kokoh.\n\nAyat ini merupakan kecaman Allah terhadap segolongan kaum Muslimin yang tidak mempunyai semangat juang untuk membela kebenaran, mereka tak mau berperang karena takut mati. Sikap pengecut dan kemunafikan mereka itu tidak lain disebabkan kelemahan iman dan piciknya pikiran mereka.\n\nSelanjutnya digambarkan kepicikan akal mereka yang tidak mau berperang karena takut mati. Sikap pengecut mereka anggap sebagai karunia dari Allah sedang malapetaka yang menimpa mereka adalah karena datangnya Muhammad ke Medinah, sehingga musim kemarau yang menimpa kota Medinah mereka anggap sebagai musibah yang ditimbulkan oleh kedatangan Nabi Muhammad dan kesialannya. Adapun orang yang beriman ia tetap berpendirian bahwa baik dan buruk adalah datangnya dari Allah. Pendirian seperti inilah yang Allah perintahkan kepada Muhammad agar disampaikan kepada mereka. Sekiranya mereka tidak dapat memahaminya, mereka akan tetap sepanjang masa di dalam kegelapan. Jika mereka dapat memahaminya tentulah mereka tidak akan mengatakan bahwa hal yang buruk itu dikarenakan celanya seseorang, tetapi baik dan buruk itu akan mereka ketahui erat hubungannya dengan sebab musabab yang telah menjadi sunah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 572, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 5, "page": 90, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Maaa asaabaka min hasanatin faminal laahi wa maaa asaaabaka min saiyi'atin famin nafsik; wa arsalnaaka linnaasi Rasoolaa; wa kafaa billaahi Shaheedaa" } }, "translation": { "en": "What comes to you of good is from Allah, but what comes to you of evil, [O man], is from yourself. And We have sent you, [O Muhammad], to the people as a messenger, and sufficient is Allah as Witness.", "id": "Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/572", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/572.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/572.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, wahai Nabi Muhammad dan semua umat manusia, adalah dari sisi Allah Yang Maha Pemurah, Maha bijaksana, dan keburukan apa pun yang menimpamu, wahai Muhammad dan siapa pun selainmu, itu semua akibat dari kesalahan dirimu sendiri, karena Kami mengutusmu tidak lain hanya menjadi rasul untuk menyampaikan wahyu Allah kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah saja yang menjadi saksi atas kebenaranmu.", "long": "Dari segi kesopanan bahwa sesuatu yang baik yang diperoleh seseorang hendaklah dikatakan datangnya dari Allah. Malapetaka yang menimpa seseorang itu hendaklah dikatakan datangnya dari dirinya sendiri, mungkin pula karena disebabkan kelalaiannya atau kelalaian orang lain apakah dia saudara, sahabat atau tetangga." } } }, { "number": { "inQuran": 573, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 5, "page": 91, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Man yuti'ir Rasoola faqad ataa'al laaha wa man tawallaa famaaa arsalnaaka 'alaihim hafeezaa" } }, "translation": { "en": "He who obeys the Messenger has obeyed Allah; but those who turn away - We have not sent you over them as a guardian.", "id": "Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barangsiapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/573", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/573.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/573.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa menaati Rasul dan mengikuti ajaran-ajarannya, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah karena Allah yang telah mengutusnya. Dan barangsiapa berpaling dari ketaatan itu, maka ketahuilah bahwa Kami tidak mengutusmu, wahai Nabi Muhammad, untuk menjadi pemelihara mereka sebagai orang yang bertanggung jawab dan menjamin mereka untuk tidak berbuat kesalahan.", "long": "Perintah dan larangan Rasul yang tidak menyangkut urusan keagamaan umpamanya yang berhubungan dengan keduniaan seperti urusan pertanian dan pertahanan, maka Rasul sendiri bersedia menerima pendapat dari sahabatnya yang lebih mengetahui masalahnya.\n\nMenurut sejarah, dalam menjaga kesopanan terhadap Rasul para sahabat bertanya lebih dahulu apakah hal itu datangnya dari Allah atau pendapat Rasul sendiri. Jika ditegaskan oleh Rasul bahwa ini adalah dari Allah maka mereka menaati tanpa ragu-ragu dan jika dikatakan bahwa ini pendapat Muhammad maka para sahabat mengemukakan pula pendapat mereka. Peristiwa ini pernah terjadi ketika sahabat menghadapi perintah Rasul dalam memilih suatu tempat yang dekat ke mata air untuk kepentingan strategi pertahanan ketika perang Badar.\n\nKetika menerangkan sebab turunnya ayat ini Muqatil meriwayatkan bahwa ketika Nabi bersabda:\n\n\"Barang siapa mencintai aku sesungguhnya ia mencintai Allah. Dan barang siapa yang menaati aku sesungguhnya ia menaati Allah. Orang munafik berkata, \"Tidakkah kamu mendengar kata laki-laki ini (Muhammad)? Sesungguhnya ia telah mendekati syirik. Sesungguhnya ia melarang kita menyembah selain Allah dan ia menghendaki kita menjadikannya tuhan sebagaimana orang-orang Nasrani menjadikan Isa tuhan. Maka Allah menurunkan ayat ini.\" (Riwayat Muqatil).\n\nMenaati Rasul tidak dapat dikatakan perbuatan syirik, karena Rasul penyampai perintah Allah. Dengan demikian menaati Rasul adalah menaati Allah, bukan mempersekutukannya dengan Allah.\n\nDi dalam Tafsir al-Maragi dijelaskan bahwa syirik itu terdiri dari dua macam. Pertama, syirik uluhiyah, yaitu mempercayai adanya sesuatu selain Allah yang mempunyai kekuatan gaib dan dapat memberi manfaat dan memberi mudarat. Kedua, syirik rububiyah, mempercayai bahwa ada sesuatu selain Allah yang mempunyai hak menetapkan hukum haram dan halal, sebagaimana orang Nasrani memandang hak tersebut ada pada pendeta-pendeta mereka.\n\nOrang mukmin sejati berpendirian: Tunduk hanya kepada Allah sebagai Pencipta dan tiada makhluk yang mempunyai kekuatan gaib yang dapat memberi manfaat dan mudarat, dan tidak ada di antara makhluk yang berhak menetapkan hukum haram dan halal, karena semua makhluk tunduk kepada kehendak-Nya.\n\nAllah menghendaki agar Rasul-Nya (Muhammad) tidak mengambil tindakan kekerasan atau paksaan terhadap orang yang tidak menaatinya, karena ia diutus hanya sekedar menyampaikan berita gembira dan peringatan keras. Keimanan manusia pada kerasulannya tidak digantungkan kepada paksaan, tetapi kepada kesadaran setelah menggunakan pikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 574, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 5, "page": 91, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0637\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u064e\u0632\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0643\u064e \u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona taa'antun fa izaa barazoo min 'indika baiyata taaa'ifatum minhum ghairal lazee taqoolu wallaahu yaktubu maa yubaiyitoona faa'rid 'anhum wa tawakkal 'alal laah; wa kafaa billaahi Wakeelaa" } }, "translation": { "en": "And they say, \"[We pledge] obedience.\" But when they leave you, a group of them spend the night determining to do other than what you say. But Allah records what they plan by night. So leave them alone and rely upon Allah. And sufficient is Allah as Disposer of affairs.", "id": "Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, “(Kewajiban kami hanyalah) taat.” Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/574", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/574.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/574.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, orang-orang munafik, mengatakan, \"Kewajiban kami hanyalah sepenuhnya untuk selalu taat kepadamu, Muhammad.\" Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu, Nabi Muhammad tidak lagi berada bersamamu, sebagian dari mereka, yakni para pemimpin mereka mengatur siasat di malam hari mengambil keputusan untuk sesuatu yang lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah melalui penugasan para malaikat-Nya mencatat setiap rencana dan siasat yang mereka atur di malam hari itu. Oleh sebab itu, maka berpalinglah dari mereka, jangan hiraukan sedikit pun, dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah Yang Mahaperkasa yang menjadi pelindung dari tipu daya mereka.", "long": "Golongan yang takut berperang seperti yang digambarkan dalam ayat 77 yang lalu berkata di hadapan Nabi Muhammad saw bahwa mereka mematuhi perintahnya, tetapi setelah mereka terpisah, sebagian mengatur siasat yang bertentangan dengan ucapan mereka. Sebenarnya ucapan patuh mereka sekedar menyelamatkan diri dan menyelamatkan harta benda mereka dari tindakan Rasul.\n\nAyat ini mengungkapkan kepada Nabi apa yang terkandung di dalam hati orang munafik dan Allah memerintahkan Muhammad agar membiarkan sifat mereka yang demikian dengan menyerahkan segala sesuatu pada Allah, karena Allah tetap melindungi Rasul-Nya dari kejahatan golongan munafik tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 575, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 5, "page": 91, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062f\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Afalaa yatadabbaroonal Qur'aan; wa law kaana min 'indi ghairil laahi la wajadoo fee hikh tilaafan kaseeraa" } }, "translation": { "en": "Then do they not reflect upon the Qur'an? If it had been from [any] other than Allah, they would have found within it much contradiction.", "id": "Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/575", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/575.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/575.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka tidakkah mereka menghayati, mendalami petunjuk dan ajaran yang terdapat dalam Al-Qur'an? Sekiranya Al-Qur'an itu bukan wahyu yang turun dari Allah, pastilah mereka akan menemukan banyak sekali hal yang bertentangan di dalamnya.", "long": "Orang-orang kafir dan kaum munafik tersebut dicela karena mereka tidak mengerti tentang kerasulan Muhammad dan tidak mau memahami Al-Qur'an yang menjelaskan tentang kerasulan Nabi Muhammad. Kalau mereka mau mengerti dan mau memperhatikan, niscaya mereka mengetahui bahwa kerasulan Muhammad dan Al-Qur'an itu memang sebenarnya dari Tuhan. Janji Allah kepada orang mukmin dan ancaman-Nya kepada orang kafir dan orang munafik sebagaimana yang disampaikan oleh Muhammad adalah suatu hal yang pasti sebagaimana pasti benarnya ayat-ayat yang disampaikan oleh Muhammad tentang isi hati yang dikandung oleh orang munafik dan orang kafir. Demikian pula pasti benarnya ayat-ayat yang dibawa Muhammad tentang nasib buruk mereka di akhirat nanti, karena kalau Al-Qur'an dibuat Muhammad, bukan datang dari Allah yang mengutus niscaya mereka akan menemui dalam Al-Qur'an ayat-ayat yang saling bertentangan satu sama lain.\n\nMenurut al-Maragi, hal-hal yang berikut ini adalah sebagai bukti bahwa Al-Qur'an bukan bikinan Muhammad, tetapi wahyu dari Allah:\n\n1. Tidak seorang makhluk pun yang dapat menggambarkan hakikat dari sesuatu sebagaimana digambarkan oleh Al-Qur'an tanpa adanya pertentangan antara satu dengan yang lain.\n\n2. Al-Qur'an menceritakan kejadian masa lalu yang tidak pernah disaksikan oleh Muhammad dan sebagiannya tidak terdapat pula dalam sejarah. Al-Qur'an juga menceritakan hal-hal yang akan datang dan ternyata sesuai dengan kenyataan, juga diceritakan yang sudah terjadi dan tersembunyi di dalam hati sanubari sebagian manusia sebagaimana Al-Qur'an menceritakan tentang siasat yang diatur oleh segolongan manusia yang menentang Rasul (lihat ayat 77 yang berhubungan dengan ayat 81 pada ayat yang lalu).\n\n3. Tidak seorang pun yang dapat membuat tandingan Al-Qur'an dalam menguraikan pokok-pokok akidah, kaidah-kaidah syariah, siasat suku-suku dan golongan secara tepat tanpa ada pertentangan satu sama lain.\n\n4. Tidak seorang pun dapat menandingi Al-Qur'an dalam mengemukakan undang-undang kemasyarakatan atau nilai-nilai kemakmuran, untuk masing-masing agama dan penganutnya dengan mengemukakan alasan yang kongkrit beserta contoh-contoh dan perbandingan. Satu cerita yang disebut berulang kali dalam ungkapan yang berbeda, dengan mengesankan dan meyakinkan tanpa lepas dari bentuk nasihat dan pengajaran. Semuanya diterangkan tanpa adanya pertentangan antara satu dengan yang lain.\n\n5. Tidak seorang pun dapat mendatangkan tandingan Al-Qur'an dalam membicarakan tentang kejadian alam ini dengan menguraikan sesuatu yang dikandung oleh bumi dan langit seperti binatang, angin, laut, tumbuh-tumbuhan dan hikmah masing-masing dengan bahasa sastra yang tinggi meskipun dikemukakan secara berulang-ulang tetapi tidak membosankan. Bahkan masing-masing ayat saling memperkuat pengertian dan mengesankan.\n\n6. Al-Qur'an memberitakan tentang yang gaib, hari kemudian, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan adanya perhitungan terhadap perbuatan manusia dan pembalasan yang setimpal. Pemberitaan semacam ini termaktub dalam ayat yang berlainan penguraiannya tetapi satu tujuannya.\n\nJadi, memperhatikan keistimewaan Al-Qur'an adalah jalan untuk memperoleh petunjuk, bahwa memang Al-Qur'an itu datang dari Allah dan wajib diikuti. Segala sesuatu yang dikandungnya dapat diterima akal, sesuai dengan fitrah, sejalan dengan kemaslahatan dan hanya dalam Al-Qur'an terdapat jalan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 576, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 5, "page": 91, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0628\u0650\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa jaaa'ahum amrum minal amni awil kkhawfi azaa'oo bihee wa law raddoohu ilar Rasooli wa ilaaa ulil amri minhum la'alimahul lazeena yastambitoonahoo minhum; wa law laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhoo lattaba'tumush Shaitaana illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "And when there comes to them information about [public] security or fear, they spread it around. But if they had referred it back to the Messenger or to those of authority among them, then the ones who [can] draw correct conclusions from it would have known about it. And if not for the favor of Allah upon you and His mercy, you would have followed Satan, except for a few.", "id": "Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/576", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/576.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/576.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila sampai kepada mereka, orang-orang munafik itu, suatu berita yang belum dapat dibuktikan kebenarannya, baik tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka langsung menyiarkannya dengan tujuan untuk menimbulkan kerancuan dan kekacauan. Padahal, apabila sebelum menyebarkan berita itu mereka menyerahkannya terlebih dahulu kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya secara resmi dari mereka, yakni Rasul dan Ulil Amri. Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu berupa ajaran dan tuntunan hidup, tentulah kamu mengikuti langkah-langkah setan, kecuali sebagian kecil saja di antara kamu yang mengikuti petunjuk Rasul.", "long": "Orang yang lemah iman dan orang munafik suka menyiarkan berita-berita yang mereka ketahui terutama dalam keadaan perang yaitu berita-berita yang dibocorkan dari pihak markas tentara, tentang rahasia peperangan, dalam negeri atau luar negeri yang tidak wajar diketahui oleh khalayak umum.\n\nMaksud mereka menyiarkan berita-berita itu adalah untuk mengacaukan keadaan. Tetapi kalau mereka bermaksud baik dan mereka mengembalikan berita itu kepada Rasul sebagai pimpinan tertinggi atau mereka kembalikan kepada ulil amri yaitu pemimpin dan orang-orang pemerintahan tentulah mereka akan mengetahui persoalan berita yang sebenarnya; mereka akan mendapat keterangan dari pemimpin dan orang pemerintahan. Dengan demikian keamanan umum tidak sempat terganggu.\n\nMasyarakat akan terpengaruh oleh orang yang menyiarkan berita secara provokatif, kecuali orang yang kuat imannya yang selamat dari berita provokasi tersebut. Dengan rahmat dan karunia Allah kaum Muslimin terpelihara dari perangkap semacam itu karena mereka patuh pada Allah dan Rasul, serta mengembalikan segala urusan kepada pimpinan yang dipercayai." } } }, { "number": { "inQuran": 577, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 5, "page": 91, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d6 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Faqaatil fee sabeelil laahi laa tukallafu illa nafsaka wa harridil mu'mineena 'asallaahu ai yakuffa baasallazeena kafaroo; wallaahu ashaddu baasanw wa ashaaddu tanakeelaa" } }, "translation": { "en": "So fight, [O Muhammad], in the cause of Allah; you are not held responsible except for yourself. And encourage the believers [to join you] that perhaps Allah will restrain the [military] might of those who disbelieve. And Allah is greater in might and stronger in [exemplary] punishment.", "id": "Maka berperanglah engkau (Muhammad) di jalan Allah, engkau tidaklah dibebani melainkan atas dirimu sendiri. Kobarkanlah (semangat) orang-orang beriman (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak (mematahkan) serangan orang-orang yang kafir itu. Allah sangat besar kekuatan(-Nya) dan sangat keras siksaan(-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/577", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/577.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/577.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka berperanglah engkau, Nabi Muhammad dan kaum muslim, di jalan Allah untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, dan ingatlah bahwa engkau tidaklah dibebani melainkan atas kewajiban yang diletakkan pada dirimu sendiri. Kobarkanlah semangat orang-orang beriman untuk berperang di jalan Allah. Mudah-mudahan Allah menolak dengan cara mematahkan serangan orang-orang yang kafir itu. Allah sangat besar kekuatan-Nya untuk mengalahkan para penentang agama Allah itu dan sangat keras siksaan-Nya bagi kedurhakaan orang-orang munafik itu.", "long": "Perintah perang untuk menahan serangan pihak kafir ini ditujukan langsung oleh Allah kepada Nabi-Nya dan Allah menghendaki pelaksanaan perintah perang ini atas dasar ketaatan dan berserah diri kepada-Nya tanpa menggantungkan harapan kepada orang-orang munafik yakni dengan mengharap bantuan kaum munafik. Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya agar menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk ikut memerangi orang-orang kafir. Sejarah membuktikan pada Perang Uhud betapa ketabahan Rasulullah menjalankan perintah Allah meskipun pasukan Muslimin berada dalam keadaan kacau balau. Dalam ayat ini Allah menjanjikan akan melemahkan kekuatan orang-orang kafir, karenanya sudah sewajarnya kaum Muslimin tidak merasa khawatir, bahkan hendaknya semakin patuh kepada Rasulullah dengan memenuhi anjurannya untuk turut memerangi orang-orang kafir dengan keyakinan bahwa Allah Mahakuat dan memenuhi janji-Nya, memberikan kemenangan kepada Rasulullah beserta orang-orang mukmin." } } }, { "number": { "inQuran": 578, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 5, "page": 91, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0641\u064e\u0639\u0652 \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0641\u064e\u0639\u0652 \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u0650\u0641\u0652\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Mai yashfa' shafaa'atan hasanatay yakul lahoo naseebum minhaa wa mai yashfa' shafaa'tan saiyi'atanny-yakul lahoo kiflum minhaa; wa kaanal laahu 'alaa kulli shai'im Muqeetaa" } }, "translation": { "en": "Whoever intercedes for a good cause will have a reward therefrom; and whoever intercedes for an evil cause will have a burden therefrom. And ever is Allah, over all things, a Keeper.", "id": "Barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian dari (pahala)nya. Dan barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/578", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/578.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/578.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa memberi pertolongan, kapan pun dan di mana pun, dengan sebuah pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian pahala dari pahala orang yang mengerjakan-nya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan sebuah pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dosa dari dosa orang yang mengerjakannya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Syafaat ialah bantuan seseorang kepada orang lain dalam suatu hal. Syafaat berbentuk dua macam: pertama, yang berbentuk kebajikan yaitu yang dipandang baik oleh agama, dan kedua, berbentuk kejahatan yaitu yang dipandang buruk oleh agama.\n\nOrang yang melakukan syafaat berbentuk kebajikan umpamanya menolong atau menganjurkan kepada orang lain melakukan perbuatan baik, seperti mendirikan madrasah, mesjid dan sebagainya, orang yang menganjurkan akan mendapat ganjaran dari perbuatan orang yang mengikuti anjurannya tersebut seolah-olah ia sendiri yang berbuat. Demikian juga orang yang melakukan syafaat berbentuk kejahatan umpamanya membantu orang yang melakukan pekerjaan jahat seperti berjudi, berzina dan lari dari perang sabil. Ia akan mendapat bagian ganjaran dari perbuatan tersebut seolah-olah ia berserikat dalam pekerjaan itu.\n\nSuatu perbuatan tidak lepas dari bentuk sebab dan akibat. Maka orang yang menjadi sebab terwujudnya kebaikan atau menjadi sebab terwujudnya kejahatan tidak akan luput dari menerima ganjaran Allah. Allah sanggup menentukan segala sesuatu. Karena itu orang yang berbuat baik tidak akan berkurang pahalanya, karena Allah memberi ganjaran pula kepada penganjurnya, karena Allah Mahaadil, Allah memberi balasan berupa hukuman terhadap orang yang menjadi sebab sesatnya orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 579, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 5, "page": 91, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064f\u064a\u0651\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062a\u064e\u062d\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u062d\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062d\u064e\u0633\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa huyyeetum bitahiy yatin fahaiyoo bi ahsana minhaaa aw ruddoohaa; innal laaha kaana 'alaa kulli shai'in Haseeba" } }, "translation": { "en": "And when you are greeted with a greeting, greet [in return] with one better than it or [at least] return it [in a like manner]. Indeed, Allah is ever, over all things, an Accountant.", "id": "Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/579", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/579.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/579.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila kamu dihormati oleh siapa saja dengan suatu salam penghormatan, baik dalam bentuk perbuatan atau perlakuan, maka balaslah dengan segera penghormatan itu dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu yang sepadan dengan penghormatan yang diberikan-nya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu menyangkut cara dan kualitas penghormatan balasan yang telah diberikan.\r\nJika kita perhatikan, ayat \"salam\" penghormatan ini terletak di tengahtengah ayat perang. Ini bisa bermaksud menunjukkan prinsip Islam yang asasi yaitu salam yang bermakna keselamatan dan kedamaian. Ia melaksanakan perang hanya untuk menetapkan kedamaian dan keselamatan di muka bumi dengan makna yang luas dan menyeluruh.", "long": "Perintah untuk berlaku sopan santun dalam pergaulan, agar terpelihara hubungan persaudaraan dengan jalan mengadakan tata tertib yang dilakukan ketika bertemu dengan seseorang. Seseorang harus membalas penghormatan yang diberikan kepadanya berupa salam yang diterimanya dengan balasan yang setimpal atau dengan cara lebih baik. Balasan yang setimpal atau yang lebih baik dapat berbentuk ucapan yang menyenangkan atau dengan suara yang lemah lembut atau dengan gerak-gerik yang menarik hati, memperhatikan kehidupan dalam menegakkan sopan santun yang memperkuat hubungan persaudaraan antara sesama mereka.\n\nAllah memperhatikan segala sesuatu termasuk memperhatikan kehidupan manusia dalam menegakkan sopan santun yang bisa memperkuat hubungan persaudaraan antara sesama mereka.\n\nSejalan dengan ayat itu terdapat hadis-hadis sebagai berikut\n\nDari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, \"Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, kelompok orang yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak, kelompok orang yang muda memberi salam kepada kelompok yang tua.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).\n\nDari Abdullah bin 'Amr, dia berkata, \"bahwasannya seseorang bertanya kepada Rasulullah, mana ajaran Islam yang terbaik? Rasulullah Saw menjawab, \"(yaitu) memberi makan (kepada fakir miskin) dan memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)." } } }, { "number": { "inQuran": 580, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 5, "page": 92, "manzil": 1, "ruku": 72, "hizbQuarter": 36, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0644\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062f\u064e\u0642\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allaahu laaa ilaaha illaa huwa la yajma'annakum ilaa Yawmil Qiyaamati laa raiba feeh; wa man asdaqu mminallaahi hadeesaa" } }, "translation": { "en": "Allah - there is no deity except Him. He will surely assemble you for [account on] the Day of Resurrection, about which there is no doubt. And who is more truthful than Allah in statement.", "id": "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan terjadinya. Siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/580", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/580.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/580.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang beriman dengan sesungguhnya pasti meyakini bahwa Allah adalah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak ada tuhan selain Dia, tidak ada yang patut disembah kecuali Dia. Oleh sebab itu, janganlah kaum muslim lalai berbakti dan mengabdi kepada-Nya, patuhlah terhadap perintah-perintah-Nya dan tinggalkanlah laranganlarangan-Nya, karena Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat. Tidak satu pun yang sanggup membangkitkan dan mengumpulkan kalian selain Allah, untuk mempertanggungjawabkan semua amal yang telah kalian lakukan. Hari itu merupakan hari yang tidak diragukan terjadinya. Pada hari itu tidak ada manfaat harta kekayaan dan anak-anak kalian untuk menjadi penolong bagi kalian, dari azab Allah. Yang akan aman dari azab Allah hanyalah orang-orang yang beramal saleh sewaktu berada di dunia. Oleh sebab itu, manusia harus percaya kepada firman Allah tentang kedatangan hari Kiamat itu. Siapakah yang lebih dapat dipercaya ucapannya dan benar perkataan-nya daripada Allah? Ketahuilah bahwa informasi yang bukan berasal dari Allah tidak dapat dipastikan kebenarannya, karena berita-berita itu mengandung kemungkinan benar atau kemungkinan salah. Sedangkan informasi yang bersumber dari Allah pasti benar.", "long": "Kaum Muslimin akan menerima ganjaran berupa pahala dari Allah Yang Mahakuasa di hari kemudian nanti. Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa yang berhak disembah, karenanya janganlah kaum Muslimin lalai berbakti kepada-Nya dan tunduk menjunjung perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kebahagiaan dan ketenangan jiwa serta kemurnian akal manusia adalah terletak pada kebebasannya dari belenggu kebendaan. Selain Allah, tidak ada yang berhak disembah karena hanya Allah yang sanggup membangkitkan dan menghimpun manusia pada hari kemudian, hari yang pasti datangnya. Karena itu hendaklah manusia percaya kepada firman Allah, karena tidak satupun yang dapat lebih dipercayai selain firman Allah.\n\nAdapun yang bukan berasal dari Allah tidak pasti kebenarannya, karena berita-berita dari manusia mengandung kemungkinan benar dan kemungkinan salah." } } }, { "number": { "inQuran": 581, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 5, "page": 92, "manzil": 1, "ruku": 73, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u0626\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0623\u064e\u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Famaa lakum filmuna afiqeena fi'ataini wallaahu arkasahum bimaa kasaboo; atureedoona an tahdoo man adallal laahu wa mmai yudlilil laahu falan tajida lahoo sabeelaa" } }, "translation": { "en": "What is [the matter] with you [that you are] two groups concerning the hypocrites, while Allah has made them fall back [into error and disbelief] for what they earned. Do you wish to guide those whom Allah has sent astray? And he whom Allah sends astray - never will you find for him a way [of guidance].", "id": "Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/581", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/581.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/581.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu Allah telah menjelaskan sifat-sifat orangorang munafik maka pada ayat ini mengkritik sikap Kaum muslim yang terpecah menjadi dua golongan dalam menyikapi orang-orang munafik. Maka mengapa kamu, wahai orang-orang mukmin, terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik? Satu golongan membela orang-orang munafik; dan golongan yang lain memerangi mereka, padahal Allah telah mengembalikan mereka yakni memandang mereka telah kembali kafir disebabkan usaha mereka sendiri, dengan ucapan, sikap dan perilaku mereka. Apakah kamu, wahai orangorang beriman, bermaksud memberi petunjuk, yaitu menilai mereka orang-orang yang memperoleh petunjuk Allah atau menciptakan petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah karena keinginan mereka sendiri untuk sesat? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, seperti yang dialami oleh orang-orang munafik itu, kamu, wahai Muhammad, tidak akan mendapatkan jalan apa pun untuk memberi petunjuk baginya.", "long": "Ayat ini menyingkap suatu kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah saw, bahwa ada segolongan kaum munafik yang selalu bermuka dua terhadap Rasulullah dan kaum Muslimin dalam menghadapi peperangan. Mereka pura-pura membantu dan menyokong Rasulullah saw dan kaum Muslimin, padahal yang sebenarnya mereka enggan memberikan bantuan, bahkan mereka dengan sembunyi-sembunyi membantu musuh Muslimin.\n\nDalam menghadapi orang-orang munafik ini, ternyata kaum Muslimin terpecah menjadi dua golongan. Golongan pertama berpendapat bahwa kaum munafik itu harus ditindak dan dibasmi; sedang golongan kedua ingin membela mereka, karena mereka dianggap penolong kaum Muslimin.\n\nSikap kaum Muslimin dikoreksi, mengapa mereka terpecah belah dan tidak bersatu padu menghadapi kaum munafik. Disebutkan bahwa orang-orang munafik itu sebagai \"orang-orang yang telah dibalikkannya kepada kekafiran\" karena tindak-tanduk mereka sendiri, dan sebagai \"orang-orang yang telah disesatkannya\" dengan arti: mereka telah menjadi sesat karena keingkaran dan tidak mengindahkan lagi petunjuk-petunjuk Allah.\n\nDengan nada bertanya ayat ini melarang kaum Muslimin untuk mencoba memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan-Nya. Allah berfirman, \"Apakah kamu berusaha untuk memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah?\"\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa tidak ada jalan bagi kaum Muslimin dan bagi siapa pun, untuk memberikan petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah, karena keingkaran dan kefasikan mereka. Dari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa kaum Muslimin tidak boleh ragu dalam menghadapi orang munafik. Perintah Allah untuk berperang dan membela agama harus dilaksanakan, dan semua penghalang haruslah disingkirkan. Kaum Muslimin harus bersatu padu dalam sikap dan perbuatannya untuk menghadapi golongan munafik serta musuh-musuh Islam yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 582, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 5, "page": 92, "manzil": 1, "ruku": 73, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064b \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wadoo law takfuroona kamaa kafaroo fatakoonoona sawaaa'an falaa tattakhizoo minhum awliyaaa'a hattaa yuhaajiroo fee sabeelil laah; fa in tawallaw fa khuzoohum waqtuloohum haisu wajat tumoohum wa laa tattakhizoo minhum waliyyanw wa laa naseeraa" } }, "translation": { "en": "They wish you would disbelieve as they disbelieved so you would be alike. So do not take from among them allies until they emigrate for the cause of Allah. But if they turn away, then seize them and kill them wherever you find them and take not from among them any ally or helper.", "id": "Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana pun mereka kamu temukan, dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/582", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/582.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/582.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka ingin sekali, agar kamu menjadi kafir terus-menerus dan berkesinambungan sebagaimana mereka telah menjadi kafir sejak dahulu, sehingga kamu menjadi sama dengan mereka dalam kekafiran yang terus menerus dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, janganlah kamu, wahai orang-orang beriman, menjadikan seorang pun dari antara mereka sebagai teman-teman-mu, sebagai penolong dan pelindung bagi kalian, sebelum mereka beriman kepada Allah dan mewujudkan keimanan mereka dengan berpindah atau meninggalkan kekufuran dan berjihad di jalan Allah. Apabila mereka berpaling, yaitu enggan meninggalkan kekufuran mereka, maka tawanlah dengan menaklukkan mereka dan bahkan bunuhlah mereka di mana pun mereka kamu temukan, baik di Mekah atau di Tanah Haram maupun di tempat-tempat lain, dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia untuk dimintai nasihatnya, dan jangan pula kamu jadikan penolong untuk dimintai pertolongannya dalam menghadapi musuh-musuh kalian. Pengertian ini menunjukkan larangan bagi orang-orang beriman menjalin hubungan baik dengan orang yang memusuhi Islam dan kaum muslim.", "long": "Diriwayatkan bahwa beberapa orang Arab datang kepada Rasulullah saw. di Medinah, lalu mereka masuk Islam, kemudian mereka ditimpa penyakit panas, yang menyebabkan mereka kembali kafir lalu mereka keluar dari Medinah. Kemudian mereka berjumpa dengan sahabat Nabi, para sahabat menanyakan sebab-sebab mereka meninggalkan Medinah. Mereka menerangkan bahwa mereka ditimpa penyakit panas. Para sahabat berkata, \"Mengapa kamu tidak mengambil teladan yang baik dari Rasulullah?\" Dalam menyikapi orang-orang ini, para sahabat terbagi kepada dua golongan. Yang sebagian berpendapat bahwa mereka telah menjadi munafik, sedang sebagian lagi berpendapat bahwa mereka masih Islam. Lalu turunlah ayat ini yang mencela sikap kaum muslimin, karena terpecah menjadi dua golongan, dan memerintahkan agar orang Arab ditawan dan dibunuh, jika mereka tidak berhijrah ke Medinah, karena mereka disamakan dengan kaum musyrikin yang lain.\n\nAyat ini menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik, yang oleh sebagian kaum Muslimin ketika itu dibela dan hendak diberi petunjuk, serta diharapkan bantuan mereka untuk memperkuat kaum Muslimin. Sifat kaum munafik itu jauh berbeda dari orang-orang kafir, yang senang dengan kekafiran mereka dan tidak mengganggu orang lain. Adapun orang-orang munafik, mereka tidak hanya sekedar bermuka dua terhadap kaum Muslimin, melainkan juga ingin mengembalikan kaum Muslimin kepada kekafiran, dan sesudah itu mereka akan melenyapkan agama Islam dari muka bumi ini.\n\nOleh karena demikian buruknya niat dan perbuatan orang-orang munafik itu, maka kaum Muslimin sekali lagi diingatkan, agar jangan sekali-kali mempercayai mereka dan jangan menjadikan mereka sebagai teman dan penolong, kecuali mereka benar-benar telah menganut agama Islam dan telah sesuai perbuatan mereka dengan ucapan, serta telah bersatu padu dengan kaum Muslimin dalam akidah, sikap dan perbuatan, bukan hanya sekedar tunduk karena mereka dalam keadaan lemah. Jika mereka benar-benar telah beriman, tentulah mereka tidak akan meninggalkan Nabi dan kaum Muslimin dalam menghadapi berbagai kesulitan. Mereka tentu akan selalu bersama Nabi dan kaum Muslimin, karena hal itu adalah dorongan iman yang kuat di dalam hati seseorang. Maka keengganan untuk mengikuti Nabi adalah suatu tanda lemahnya keimanan dan belum adanya keikhlasan untuk membela agama Islam.\n\nOleh sebab itu perintah dalam ayat ini bilamana ternyata mereka tidak mau beriman dan berjihad di jalan Allah, maka hendaklah kaum Muslimin menawan dan membunuh mereka, dan tidak menjadikan mereka sebagai pelindung dan penolong.\n\nDari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa yang menjadi alasan pokok bagi perintah untuk menawan dan membunuh mereka, ialah sifat mereka yang tidak jujur kepada kaum Muslimin serta perbuatan mereka yang dilakukan dengan sembunyi untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Tindakan terhadap mereka itu dipandang sebagai suatu keharusan yang perlu dilakukan untuk keselamatan Islam dan kaum Muslimin. Tindakan itu harus dihentikan apabila ternyata mereka itu telah menghentikan pula sikap dan perbuatan mereka yang bersifat bermusuhan terhadap Islam dan kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 583, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 5, "page": 92, "manzil": 1, "ruku": 73, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0635\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0635\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0637\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0632\u064e\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illal lazeena yasiloona ilaa qawmim binakum wa bainahum meesaaqun aw jaaa'ookum hasirat sudooruhum ai yuqaatilookum aw yuqaatiloo qawmahum, wa law shaaa'al laahu lasallatahum 'alaikum falaqaatalookum; fa ini' tazalookum falam yuqaatilookum wa alqaw ilaikumus salama famaa ja'alal laahu lakum 'alaihim sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Except for those who take refuge with a people between yourselves and whom is a treaty or those who come to you, their hearts strained at [the prospect of] fighting you or fighting their own people. And if Allah had willed, He could have given them power over you, and they would have fought you. So if they remove themselves from you and do not fight you and offer you peace, then Allah has not made for you a cause [for fighting] against them.", "id": "kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada suatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang yang datang kepadamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya diberikan-Nya kekuasaan kepada mereka (dalam) menghadapi kamu, maka pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah), maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/583", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/583.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/583.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua boleh kamu tawan dan kamu bunuh kecuali orang-orang yang lari dan menghindar dari kamu serta meminta perlindungan kepada suatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian damai untuk tidak saling berperang atau memerangi, termasuk orang-orang yang meminta perlindungan kepada mereka, janganlah kalian tawan dan bunuh mereka atau juga orang yang datang kepadamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dalam membela keyakinan mereka atau memerangi kaumnya dalam membela kamu atau bersimpati kepadamu, maka jangan pula kalian menawan dan membunuh mereka. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya diberikan-Nya kekuasaan, kekuatan dan kemampuan kepada mereka dalam menyatukan mereka semuanya atau sebagiannya untuk menghadapi kamu, maka dengan demikian pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu untuk melaksanakan perintah-perintah agama kalian tanpa ada halangan dan gangguan dari mereka, dan tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu, yakni menyerah, maka Allah tidak memberi jalan bagimu untuk menawan dan membunuh mereka.", "long": "Diperintahkan kepada kaum Muslimin agar tindakan \"menawan dan membunuh\" itu tidak dilakukan kepada orang-orang seperti berikut: Pertama: Orang-orang kafir yang meninggalkan kelompok mereka semula yang memusuhi Islam dan kaum Muslimin, kemudian mereka pergi minta perlindungan kepada kelompok orang-orang kafir lain yang telah mengadakan perjanjian damai dengan kaum Muslimin. Dalam hal ini kaum Muslimin tidak diperbolehkan menawan atau membunuh mereka sebab mereka telah disamakan hukumnya dengan orang-orang kafir tempat mereka berlindung yang telah mengadakan perjanjian damai dengan Muslimin. Kaum Muslimin harus menghormati perjanjian damai yang telah dibuat, sekalipun dengan orang kafir selama mereka tidak melanggarnya.\n\nKedua: Orang-orang kafir yang datang kepada kaum Muslimin untuk mengadakan perdamaian. Mereka tidak mau memerangi kaum Muslimin; karena keinginan mereka untuk berdamai. Mereka juga tidak bersedia membantu kaum Muslimin untuk memerangi orang-orang kafir lainnya, karena kemungkinan orang-orang kafir ini masih kaum kerabat mereka, atau sebagian keluarga mereka masih tinggal bersama orang-orang kafir tersebut. Orang yang semacam ini juga tidak boleh ditawan dan dibunuh oleh kaum Muslimin.\n\nDari ketentuan ini dapat dilihat betapa adilnya hukum Al-Qur'an. Kaum Muslimin harus menghormati perjanjian atau persetujuan yang telah dibuat dengan orang-orang kafir selama mereka tetap menghormati dan menepati isi perjanjian itu.\n\nBoleh jadi terasa berat bagi sebagian Muslimin untuk menahan diri tidak memerangi kedua golongan tersebut, misalnya karena melihat kenyataan bahwa mereka masih berada dalam masyarakat kafir, atau karena mereka tidak bersedia membantu Muslimin dalam memerangi kaum kafir lainnya yang memusuhi mereka. Oleh sebab itu ayat ini mengingatkan kaum Muslimin kepada rahmat-Nya bahwa ia telah melenyapkan bahaya yang mungkin timbul dari orang-orang tersebut terhadap Muslimin. Andaikata Allah menghendaki, niscaya Dia memberikan kekuatan kepada orang kafir tersebut untuk memerangi kaum Muslimin, misalnya dengan menunjukkan kepada mereka kelemahan kaum Muslimin, yang memungkinkan orang kafir itu memerangi dan mengalahkan Muslimin. Tetapi Allah Maha Pengasih telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga berbagai bahaya tersebut tidak terjadi. Sebagai imbalannya, kaum Muslimin harus menahan diri terhadap mereka.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan kembali larangan-Nya kepada kaum Muslimin untuk menawan dan membunuh orang-orang kafir dari kedua golongan tersebut di atas, apabila mereka benar-benar tidak memusuhi Islam dan kaum Muslimin dan selalu memelihara perdamaian. Apabila Muslimin memerangi mereka, mungkin hal itu akan menggerakkan mereka untuk menyusun kekuatan guna menghadapi Muslimin. Ayat ini merupakan dasar \"hukum suaka politik\" dalam Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 584, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 5, "page": 92, "manzil": 1, "ruku": 73, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0643\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0632\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0641\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u062b\u064e\u0642\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Satajidoona aakhareena yureedoona ai yaamanookum wa yaamanoo qawmahum kullamaa ruddooo ilal itnati urkisoo feehaa; fa il lam ya'tazilookum wa yulqooo ilai kumus salama wa yakuffooo aidiyahum fakhuzoohum waqtuloohum haisu saqif tumoohum; wa ulaaa'ikum ja'alnaa lakum 'alaihim sultaanam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "You will find others who wish to obtain security from you and [to] obtain security from their people. Every time they are returned to [the influence of] disbelief, they fall back into it. So if they do not withdraw from you or offer you peace or restrain their hands, then seize them and kill them wherever you overtake them. And those - We have made for you against them a clear authorization.", "id": "Kelak akan kamu dapati (golongan-golongan) yang lain, yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu, serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temui, dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi, menawan dan membunuh) mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/584", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/584.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/584.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kelak dalam waktu yang tidak lama akan kamu dapati, wahai orangorang yang beriman, golongan-golongan yang lain dari golongan orang-orang munafik yang memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan sifat-sifat orang munafik sebelumnya, yang ingin menyatakan keimanan kepada kalian, agar dengan demikian mereka akan hidup aman bersamamu, yakni tidak mendapat gangguan dan celaan dari kalian, dan aman pula bersama kaum mereka dengan menunjukkan kekufuran mereka kepada kaumnya apabila mereka kembali kepadanya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah, yaitu syirik, kufur, kemaksiatan dan semacamnya, mereka pun terjun dan terlibat ke dalamnya serta mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Karena itu, jika mereka tidak membiarkan kamu agar kamu dapat mengerjakan tuntutan agamamu dengan tidak menghalangi kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu dengan membuat perjanjian damai dengan kamu dan tetap mengganggu kamu, serta tidak menahan tangan mereka dari memerangimu, maka tawanlah mereka dengan menaklukkan mereka dengan cara apa pun yang dapat kamu lakukan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temui, dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata untuk memerangi, menawan dan membunuh mereka akibat pelanggaran dan pengkhianatan mereka. Menurut sebagian mufasir, kedurhakaan yang digambarkan oleh ayat 89 lebih ringan dari kedurhakaan yang digambarkan pada ayat ini. Karena itu, perintah membunuh pada ayat 91 ini lebih tegas dan lebih keras dari perintah membunuh pada ayat 89.", "long": "Selain kedua golongan kafir tersebut, kaum Muslimin akan menemukan satu golongan lain dengan ciri-ciri dan niat yang berbeda. Mereka adalah golongan kafir munafik, yaitu munafik dalam hal kepercayaan. Apabila mereka bertemu dengan kaum Muslimin mereka menyatakan diri beragama Islam, dan apabila mereka berada bersama orang-orang kafir, mereka mengatakan tetap seagama dengan mereka dan tetap menyembah sesembahan mereka. Hal itu mereka lakukan karena menjaga keamanan diri, keluarga dan harta benda mereka terhadap gangguan kaum Muslimin dan gangguan dari golongan mereka sendiri. \n\nDan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, \"Kami telah beriman.\" Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, \"Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.\" (al-Baqarah/2:14).\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwa ayat tersebut diturunkan mengenai satu kaum dari kalangan penduduk kota Mekah. Mereka pernah datang kepada Rasulullah saw mengatakan bahwa mereka masuk Islam. Tetapi pada hakikatnya mereka berbuat demikian hanyalah berpura-pura. Sesudah itu mereka kembali kepada Quraisy yang masih kafir, lalu mereka menyembah patung bersama-sama orang tersebut.\n\nHal itu mereka lakukan dengan maksud agar mereka aman terhadap kaum Muslimin dan aman pula terhadap orang-orang kafir. Ayat ini menjelaskan bagaimana seharusnya sikap kaum Muslimin dalam menghadapi orang-orang munafik tersebut, yaitu selama mereka tidak menghentikan gangguan mereka terhadap kaum Muslimin, dan tidak mengemukakan permintaan mereka untuk mengadakan perjanjian damai, maka kaum Muslimin haruslah memerangi, menawan dan membunuh mereka, di mana pun mereka ditemukan. Allah swt telah memberikan wewenang dan alasan yang nyata kepada kaum Muslimin untuk menawan dan membunuh mereka.\n\nDari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa apabila orang-orang munafik telah menghentikan gangguan mereka terhadap kaum Muslimin atau mereka sudah mengajukan perdamaian, maka kaum Muslimin dilarang memerangi, menawan dan membunuh mereka.\n\nDalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nAllah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (al-Mumtahanah/60:8).\n\nDengan demikian, perintah Allah kepada Muslimin untuk memerangi orang-orang kafir, adalah khusus mengenai mereka yang memerangi atau bersikap memusuhi Islam dan kaum Muslimin.\n\nDan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang \n\nmelampaui batas. (al-Baqarah/2:190)." } } }, { "number": { "inQuran": 585, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 5, "page": 93, "manzil": 1, "ruku": 74, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064d \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0623\u064b \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0623\u064b \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u062f\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0635\u0651\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064d \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064c \u0641\u064e\u062f\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064f \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064f\u062a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0648\u0652\u0628\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana limu'minin ai yaqtula mu'minan illaa khata'aa; waman qatala mu'minan khata'an fatabreeru raqabatim mu'minatinw wa diyatum mmusallamatun ilaaa ahliheee illaaa ai yassaddaqoo; fa in kaana min qawmin 'aduwwil lakum wa huwa mu'minun fatabreeru raqabatim mu'minah; wa in kaana min qawmim bainakum wa bainahum meesaaqun fadiyatum mmusallamatun ilaaa ahlihee wa tahreeru raqabatim mu'minatin famal lam yajid fa Siyaamu shahraini mutataabi'aini tawhatam minal laah; wa kaanal laahu 'Aleeman hakeemaa" } }, "translation": { "en": "And never is it for a believer to kill a believer except by mistake. And whoever kills a believer by mistake - then the freeing of a believing slave and a compensation payment presented to the deceased's family [is required] unless they give [up their right as] charity. But if the deceased was from a people at war with you and he was a believer - then [only] the freeing of a believing slave; and if he was from a people with whom you have a treaty - then a compensation payment presented to his family and the freeing of a believing slave. And whoever does not find [one or cannot afford to buy one] - then [instead], a fast for two months consecutively, [seeking] acceptance of repentance from Allah. And Allah is ever Knowing and Wise.", "id": "Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Barangsiapa membunuh seorang yang beriman karena tersalah (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga si terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika dia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa tidak mendapatkan (hamba sahaya), maka hendaklah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/585", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/585.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/585.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak patut, bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin yang lain, kecuali terjadi karena tersalah dan tidak sengaja, sebab keimanan akan menghalangi mereka untuk berbuat demikian. Barang siapa membunuh seorang mukmin, kecil atau dewasa, laki-laki atau perempuan, karena tersalah, maka wajiblah dia memerdekakan atau membebaskan seorang hamba sahaya yang beriman, yakni membebaskannya dari sistem perbudakan walau dengan jalan menjual harta yang dimilikinya untuk pembebasannya serta membayar tebusan (diat) yang diserahkan dengan baik-baik dan tulus kepada keluarganya, yakni keluarga si terbunuh itu, kecuali jika mereka, keluarga si terbunuh memberikan maaf kepada si pembunuh dengan membebaskannya dari pembayaran itu. Jika dia, yakni si terbunuh, berasal dari kaum kafir yang memusuhimu padahal dia mukmin, maka yang diwajibkan kepada si pembunuh itu hanyalah memerdekakan hamba sahaya yang beriman, tidak disertai tebusan. Dan jika dia, si terbunuh, adalah kafir dari kaum kafir yang ada, yakni memiliki perjanjian damai dan tidak saling menyerang antara mereka dengan kamu, maka wajiblah bagi si pembunuh itu membayar tebusan yang diserahkan dengan baik-baik dan tulus kepada keluarganya si terbunuh akibat adanya perjanjian itu serta diwajibkan pula memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barang siapa tidak mendapatkan hamba sahaya yang disebabkan karena tidak menemukannya, padahal kemampuannya ada atau karena tidak memiliki kemampuan materi untuk membebaskannya, maka hendaklah dia, si pembunuh, berpuasa selama dua bulan berturut-turut sebagai gantinya. Allah mensyariatkan hal demikian kepada kalian sebagai tobat kalian kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui segala yang kalian lakukan, Mahabijaksana untuk menetapkan hukum dan hukuman bagi kalian.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tidaklah layak bagi seorang mukmin untuk membunuh mukmin yang lain dengan sengaja.\n\nKemudian dijelaskan hukum pembunuhan sesama mukmin yang terjadi dengan tidak sengaja. Hal ini mungkin terjadi dalam berbagai kasus, dilihat dari keadaan mukmin yang terbunuh dan dari kalangan manakah mereka berasal. Dalam hal ini ada 3 kasus:\n\nPertama: Mukmin yang terbunuh tanpa sengaja itu berasal dari keluarga yang mukmin. Maka hukumannya ialah pihak pembunuh harus memerdekakan hamba sahaya yang mukmin, disamping membayar diat (denda) kepada keluarga yang terbunuh, kecuali jika mereka merelakan dan membebaskan pihak pembunuh dari pembayaran diat tersebut.\n\nKedua: Mukmin yang terbunuh itu berasal dari kaum atau keluarga bukan mukmin, tetapi keluarganya memusuhi kaum Muslimin. Maka dalam hal ini hukuman yang berlaku terhadap pihak yang membunuh ialah harus memerdekakan seorang hamba sahaya yang mukmin tanpa membayar diat.\n\nKetiga: Mukmin yang terbunuh tanpa sengaja itu berasal dari keluarga bukan mukmin, tetapi mereka itu sudah membuat perjanjian damai dengan kaum Muslimin, maka hukumannya ialah pihak pembunuh harus membayar diat yang diserahkan kepada keluarga pihak yang terbunuh di samping itu harus pula memerdekakan seorang hamba sahaya yang mukmin. Jadi hukumannya sama dengan kasus yang pertama tadi.\n\nMengenai kewajiban memerdekakan \"hamba sahaya yang mukmin\" yang tersebut dalam ayat ini: ada kemungkinan tidak dapat dilaksanakan oleh pihak pembunuh, karena tidak diperolehnya hamba sahaya yang memenuhi syarat yang disebutkan itu; atau karena sama sekali tidak mungkin mendapatkan hamba sahaya, misalnya pada zaman sekarang ini; atau hamba sahaya yang beriman, tetapi pihak pembunuh tidak mempunyai kemampuan untuk membeli dan memerdekakannya. Dalam hal ini, kewajiban untuk memerdekakan hamba sahaya dapat diganti dengan kewajiban yang lain, yaitu si pembunuh harus berpuasa dua bulan berturut-turut, agar tobatnya diterima Allah. Dengan demikian ia bebas dari kewajiban memerdekakan hamba sahaya yang beriman.\n\nMengenai \"ketidaksengajaan\" dalam pembunuhan yang disebut dalam ayat ini, ialah ketidak sengajaan yang disebabkan karena kecerobohan yang sesungguhnya dapat dihindari oleh manusia yang normal. Misalnya apabila seorang akan melepaskan tembakan atau lemparan sesuatu yang dapat menimpa atau membahayakan seseorang, maka ia seharusnya meneliti terlebih dahulu, ada atau tidaknya seseorang yang mungkin menjadi sasaran pelurunya tanpa sengaja. Kecerobohan dan sikap tidak berhati-hati itulah yang menyebabkan pembunuh itu harus dikenai hukuman, walaupun ia membunuh tanpa sengaja, agar dia dan orang lain selalu berhati-hati dalam berbuat terutama yang berhubungan dengan keamanan jiwa manusia lainnya.\n\nAdapun diat (diyat) atau denda yang dikenakan kepada pembunuh, dapat dibayar dengan beberapa macam barang pengganti kerugian, yaitu dengan seratus ekor unta, atau dua ratus ekor sapi, atau dua ribu ekor kambing, atau dua ratus lembar pakaian atau uang seribu dinar atau dua belas ribu dirham.\n\nDalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Jabir, dari Rasulullah saw disebutkan sebagai berikut:\n\n\"Bahwasanya Rasulullah saw telah mewajibkan diat itu sebanyak seratus ekor unta kepada orang yang memiliki unta, dan dua ratus ekor sapi kepada yang memiliki sapi dan dua ribu ekor kambing kepada yang memiliki kambing, dan dua ratus perhiasan kepada yang memiliki perhiasan\" (Riwayat Abu Dawud).\n\nKewajiban memerdekakan hamba sahaya yang beriman atau berpuasa dua bulan berturut-turut adalah kewajiban yang ditimpakan kepada si pembunuh dan 'aqilah (keluarga), yang juga disebut \"asabah\"-nya. Dalam kitab hadis al-Muwatta \"Kitab al-Uqud\" dari Imam Malik disebutkan bahwa Umar bin al-Khattab pernah menetapkan diat kepada penduduk desa, sebanyak seribu dinar kepada yang memiliki uang emas dan dua belas ribu dirham kepada yang memiliki uang perak, dan diat ini hanyalah diwajibkan kepada 'aqilah dari si pembunuh." } } }, { "number": { "inQuran": 586, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 5, "page": 93, "manzil": 1, "ruku": 74, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0639\u064e\u0645\u0651\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0636\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai yaqtul mu'minammuta 'ammidan fajazaaa'uhoo Jahannamu khaalidan feehaa wa ghadibal laahu' alaihi wa la'anahoo wa a'adda lahoo 'azaaban 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "But whoever kills a believer intentionally - his recompense is Hell, wherein he will abide eternally, and Allah has become angry with him and has cursed him and has prepared for him a great punishment.", "id": "Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/586", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/586.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/586.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja yakni dengan niat dan terencana, maka balasannya yang pantas dan setimpal ialah neraka Jahanam yang sangat mengerikan, dia kekal di dalamnya dalam waktu yang lama disertai dengan siksaan yang amat mengerikan. Di samping hukuman itu, Allah murka kepadanya dan melaknatnya yakni menjauhkannya dan tidak memberinya rahmat, serta menyediakan azab yang besar baginya selain dari azab-azab yang disebutkan di atas di akhirat.", "long": "Betapa besarnya dosa seorang mukmin yang membunuh mukmin lainnya dengan sengaja. Dalam permulaan ayat yang lalu disebutkan sebagai suatu perbuatan yang tidak layak bagi seorang yang beriman karena seharusnya imannya menghalanginya dari perbuatan tersebut. Maka ayat ini menyebutkan hukuman yang akan ditimpakan kepada mukmin yang membunuh mukmin yang lain dengan sengaja, sama dengan hukuman yang disediakan Allah swt untuk orang yang tidak beriman, sehingga seolah-olah si pembunuh tersebut disamakan dengan orang yang tidak beriman karena kejahatan yang dilakukannya sama sekali tidak layak bagi orang yang beriman.\n\nMenurut ayat ini, hukuman yang akan diterapkan untuknya ialah azab neraka yang kekal di dalamnya dan kemurkaan serta laknat Allah. Neraka Jahanam merupakan azab yang paling berat. Kekekalan seseorang dalam neraka menunjukkan bahwa Allah tidak menerima tobatnya. Sedang laknat Allah berarti dijauhkan dari rahmat-Nya selama-lamanya. Kemurkaan Allah kepada seseorang akan menjauhkannya dari keridaan-Nya, di samping itu masih disediakan pula untuknya azab yang besar yang tidak dijelaskan dalam ayat ini.\n\nPerlu diketahui, berbagai hukuman yang disebutkan dalam ayat ini diancamkan kepada si pembunuh mukmin, yang membunuh mukmin yang lain dengan sengaja, adalah merupakan azab ukhrawi, yaitu azab yang akan diterima di akhirat kelak. Sedang di dunia ini, berlaku hukuman duniawi yang dilakukan oleh pihak penguasa. Menurut peraturan yang telah ditentukan dalam agama, yaitu: apabila dalam sidang pengadilan seseorang telah terbukti bersalah, maka terhadapnya dijatuhkan dan dilaksanakan hukum kisas, yaitu pembalasan yang setimpal, nyawa dengan nyawa. Tetapi, apabila ahli waris dari yang terbunuh memberikan maaf dan tidak menghendaki pelaksanaan hukuman kisas terhadap si pembunuh, maka pihak si pembunuh diwajibkan membayar diat, yang harus dilaksanakan dengan cara yang baik. Artinya: harus dibayar oleh yang bersangkutan pada waktu dan dengan jumlah yang ditetapkan oleh pengadilan tanpa mengulur-ulur waktu. Sebaliknya pihak yang akan menerima harus bersabar sampai datangnya waktu yang telah ditetapkan dan tidak mendesak (lihat al-Baqarah/2:178).\n\nMengenai tobat si pembunuh menurut zahir ayat ini memang tidak diterima Allah swt, karena dalam ayat ini disebutkan bahwa ia kekal dalam neraka Jahanam, sedang orang yang diterima tobatnya oleh Tuhan tidak akan kekal dalam neraka. Mengenai masalah ini ada dua pendapat:\n\nPertama: Pendapat sebagian sahabat, antara lain Ibnu Abbas, mengatakan bahwa orang mukmin yang membunuh orang mukmin lain dengan sengaja tidak diterima tobatnya di sisi Allah Yang Maha Esa. Lain halnya dengan orang musyrik yang walaupun pada masa-masa musyriknya ia membunuh, tetapi ia berbuat demikian sebelum ia mendapat petunjuk dan belum mengetahui hukum-hukum Allah, maka perbuatan membunuhnya diampuni oleh Allah selama perbuatan itu tidak diulangi setelah masuk Islam. Tetapi apabila ia telah memperoleh petunjuk dan telah mengetahui hukum-hukum dan larangan-larangan agama, maka perbuatannya itu berarti meremehkan hukum Allah yang telah diketahuinya dengan baik, dan seolah-olah telah meninggalkan imannya. Maka wajar bila Allah tidak menerima tobatnya, sebaliknya Allah memberikan azab yang kekal dalam neraka Jahanam dan kemurkaan serta laknat-Nya.\n\nKedua: Pendapat sebagian ulama, si pembunuh walaupun ia membunuh mukmin lainnya dengan sengaja, namun bila ia bertobat maka tobatnya masih diterima Allah, sebab Allah telah menjelaskan bahwa hanya dosa syiriklah yang tidak diampuni-Nya. Adapun dosa-dosa selain syirik masih dapat diampuni bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar. (an-Nisa/4:48).\n\nJika Allah dapat menerima tobat seorang yang dahulunya musyrik yang melakukan pembunuhan dan perzinaan, kemudian ia masuk Islam dan bertobat serta senantiasa melakukan amal-amal saleh dan menjauhi perbuatan jahat, mengapa tobat seorang mukmin yang melakukan satu kali pembunuhan saja tidak dapat diterima Allah? Apakah tidak mungkin bahwa setelah melaksanakan pembunuhan itu yang mungkin karena disebabkan dorongan emosi yang meluap-luap, ia sadar akan kesalahannya dan mengetahui betapa besar dosanya dan betapa berat azab yang akan diterimanya, lalu ia bertobat kepada Allah dan menjauhi segala macam kejahatan, serta mengerjakan amal-amal saleh dengan tekun?\n\nAdapun orang-orang yang mengaku mukmin, tetapi ia senantiasa bergelimang dalam perbuatan dosa dan membunuh orang-orang mukmin yang lain yang dianggapnya sebagai musuh-musuhnya, atau karena ingin menguasai harta benda, maka orang-orang semacam ini tidak diterima tobatnya di sisi Allah dan selayaknyalah mereka menerima azab neraka dan kekal di dalamnya serta ditimpa kemurkaan dan laknat Allah jika mereka tidak bertobat sebelum ajalnya." } } }, { "number": { "inQuran": 587, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 5, "page": 93, "manzil": 1, "ruku": 74, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e \u0644\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u063a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0645\u064f \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064c \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo izaa darabtum fee sabeelil laahi fatabaiyanoo wa laa taqooloo liman alqaaa ilaikumus salaama lasta mu'minan tabtaghoona 'aradal hayaatid dunyaa fa'indal laahi maghaanimu kaseerah; kazaalika kuntum min qablu famannnal laahu 'alaikum fatabaiyanoo; innallaaha kaana bimaa ta'maloona Khabeeraa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when you go forth [to fight] in the cause of Allah, investigate; and do not say to one who gives you [a greeting of] peace \"You are not a believer,\" aspiring for the goods of worldly life; for with Allah are many acquisitions. You [yourselves] were like that before; then Allah conferred His favor upon you, so investigate. Indeed Allah is ever, with what you do, Acquainted.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan ”salam” kepadamu, ”Kamu bukan seorang yang beriman,” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/587", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/587.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/587.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah telah menegaskan hukuman yang amat pedih bagi seseorang yang melakukan pembunuhan dengan sengaja. Pada ayat ini Allah memberikan peringatan kepada kaum muslim untuk berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam pembunuhan. Salah satu kesempatan yang memungkinkan terjadinya pembunuhan dengan sengaja itu ialah pada waktu terjadinya peperangan dengan seseorang atau sekelompok yang tidak dikenal. Wahai orang-orang yang beriman! Berhati-hatilah dalam mengambil keputusan untuk membunuh seseorang. Karena itu, apabila kamu pergi melakukan perjalanan di atas bumi, baik untuk berperang dan atau untuk tugas apa pun di jalan Allah, maka telitilah dan carilah keterangan yang pasti tentang orang yang kamu hadapi itu dan jangan kamu melakukan tindakan apa pun kepadanya kalau kamu ragu dan janganlah kamu mengatakan kepada orang atau siapa pun yang mengucapkan \"salam\", yakni orang yang mengucapkan kalimat la  ilaha illallah, kepadamu, \"Kamu bukan seorang yang beriman\", lalu kamu membunuhnya dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia dari pembunuhan itu, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak, yang lebih baik daripada apa yang kamu dapatkan dari harta rampasan peperangan itu, yaitu pahala yang berlipat ganda yang disediakan oleh Allah di akhirat. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, ketika kamu kafir, sebelum kamu beriman, menyembunyikan keimananmu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya berupa nikmat iman kepadamu lalu kamu beriman seperti sekarang ini, maka telitilah dengan pasti sebelum kamu bertindak kepadanya. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan dan Maha Memberi balasan atas apa yang kamu lakukan.", "long": "Apabila seorang mukmin pergi ke daerah musuh untuk berperang, maka hendaklah mereka bersikap hati-hati dan teliti terhadap orang yang mereka temui, dan jangan tergesa-gesa menuduhnya sebagai \"orang yang tidak beriman\", lalu membunuhnya. Utamanya apabila orang yang ditemui itu telah mengucapkan Assalamu'alaikum, atau telah mengucapkan La ilaha illallah, yaitu ucapan secara Islam, maka orang tersebut tidak boleh dituduh \"kafir\", sebagai alasan untuk membunuhnya karena ucapan salamnya itu menunjukkan bahwa ia telah tunduk kepada agama Islam, menurut zahirnya.\n\nAllah memerintahkan kepada orang-orang mukmin agar mengadakan penelitian lebih dahulu sebelum membunuh seseorang yang dianggapnya musuh, agar jangan sampai membunuh seseorang yang telah menganut agama Islam. Apalagi jika pembunuhan itu dilakukan hanya karena keinginan untuk memiliki harta bendanya. Allah memperingatkan bahwa orang-orang mukmin tidak boleh berbuat demikian, sebab ia telah menyediakan rahmat yang banyak bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mematuhi segala ketentuan-Nya.\n\nSelanjutnya Allah mengingatkan orang mukmin bahwa pada awal mereka memeluk agama Islam, mereka menyembunyikan imannya, tetapi mereka tetap mengucapkan salam Assalamu'alaikum bila berjumpa dengan sesama mukmin yang telah lebih dahulu memeluk agama Islam. Hal itu mereka lakukan untuk memberitahukan bahwa mereka telah memeluk agama Islam. Dengan demikian, mereka mengharapkan keamanan diri, keluarga dan harta benda mereka dari kaum Muslimin yang telah masuk Islam lebih dahulu.\n\nApabila mereka pernah berbuat demikian, dan Allah telah memberikan keamanan yang mereka inginkan, maka sewajarnya pula mereka menghormati orang-orang yang berbuat semacam itu terhadap mereka, dan tidak tergesa-gesa menuduh seseorang sebagai musuh Islam, lalu membunuhnya, dan merampas harta bendanya.\n\nAllah senantiasa mengetahui segala perbuatan hamba-Nya, dan Dia akan memberinya balasan yang setimpal, baik atau buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 588, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 5, "page": 94, "manzil": 1, "ruku": 74, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa yastawil qaa'idoona Minal mu'mineena ghairu ulid darari walmujaahidoona fee sabeelil laahi bi amwaalihim wa anfusihim; faddalal laahul mujaahideena bi amwaalihim wa anfusihim; faddalal laahul mujaahideena bi am waalihim wa anfusihim 'alalqaa'ideena darajab; wa kullanw wa'adal laahul husnaa; wa faddalal laahul mujaahideena 'alal qaa'ideena ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Not equal are those believers remaining [at home] - other than the disabled - and the mujahideen, [who strive and fight] in the cause of Allah with their wealth and their lives. Allah has preferred the mujahideen through their wealth and their lives over those who remain [behind], by degrees. And to both Allah has promised the best [reward]. But Allah has preferred the mujahideen over those who remain [behind] with a great reward -", "id": "Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/588", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/588.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/588.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidaklah sama derajat yang diperoleh antara orang beriman yang duduk, yakni yang tidak turut berperang tanpa mempunyai uzur atau halangan, yakni alasan yang dibenarkan agama, dan orang yang berjihad menegakkan agama-Nya di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk, tidak ikut berperang tanpa halangan yang dibenarkan agama dengan kelebihan satu derajat. Kepada masing-masing dari dua kelompok tadi, Allah menjanjikan pahala yang baik berupa surga, dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad, baik dengan harta atau dengan jiwa saja atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, yaitu beberapa derajat yang didapatnya daripada-Nya, serta ampunan atas dosa-dosa mereka dan rahmat yang selalu tercurah kepada mereka. Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa mereka, Maha Penyayang dengan curahan rahmat-Nya kepada mereka.", "long": "Orang mukmin yang berjuang untuk membela agama Allah dengan penuh keimanan dan keikhlasan tidaklah sama derajatnya dengan orang yang enggan berbuat demikian. Ayat ini menekankan bahwa perbedaan derajat antara kedua golongan itu adalah sedemikian besarnya, sehingga orang-orang yang berjihad mempunyai derajat yang amat tinggi. Apabila orang yang tidak berjihad menyadari kerugian mereka dalam hal ini, maka mereka akan tergugah hatinya dan berusaha untuk mencapai derajat yang tinggi, dengan turut serta berjihad bersama-sama kaum mukminin lainnya. Untuk itulah ayat ini mengemukakan perbedaan antara kedua golongan tersebut.\n\nDengan demikian maksud yang terkandung dalam ayat ini sama dengan maksud yang dikandung dalam firman Allah pada ayat lain yang menerangkan perbedaan derajat antara orang-orang mukmin yang berilmu pengetahuan dan orang-orang yang tidak berilmu. \n\n¦.Katakanlah, \"Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?\" ¦ (az-Zumar/39:9).\n\nOrang yang berilmu pengetahuan jauh lebih tinggi derajatnya daripada orang yang tidak berilmu. Apabila orang yang tidak berilmu mengetahui kekurangan derajatnya, semoga hati mereka tergerak untuk mencari ilmu pengetahuan dengan giat, sehingga dapat meningkatkan derajat mereka.\n\nAyat ini turun pada waktu Perang Badar. Di antara kaum Muslimin ada orang-orang yang tetap tinggal di rumah, dan tidak bersedia berangkat ke medan perang. Lalu turunlah ayat ini untuk mengingatkan mereka bahwa dengan sikap yang semacam itu, mereka berada pada derajat yang rendah, dibanding dengan derajat orang-orang yang berjihad dengan penuh iman dan kesadaran.\n\nSementara ada di antara kaum Muslimin yang sangat ingin untuk ikut berjihad, tetapi niat dan keinginan mereka tidak dapat mereka laksanakan karena mereka uzur, misalnya: karena buta, pincang, sakit dan sebagainya, atau mereka tidak mempunyai sesuatu untuk disumbangkan.\n\nOrang-orang semacam itu, tidak bisa disamakan dengan orang yang enggan berjihad, melainkan disamakan dengan orang-orang yang berjihad dengan harta benda dan jiwa raga mereka. Ayat ini juga menjelaskan bahwa mereka yang benar-benar berjihad dengan harta benda dan jiwa raganya memperoleh martabat yang lebih tinggi satu derajat dari mereka yang tidak berjihad karena uzur. Namun golongan itu akan mendapatkan pahala dari Allah, karena iman dan niat mereka yang ikhlas. \n\nAllah akan memberikan pahala yang jauh lebih besar kepada mereka yang berjihad, dari mereka yang tidak berjihad tanpa uzur. Berjuang atau berjihad \"dengan harta benda\" ialah: menggunakan harta benda milik sendiri untuk keperluan jihad, atau untuk keperluan orang lain yang turut berjihad, misalnya: bahan-bahan perbekalan berupa makanan, kendaraan, senjata dan sebagainya. Berjuang dengan \"jiwa raga\" berarti: ia rela mengorbankan miliknya yang paling berharga baginya, yaitu tenaga bahkan jiwanya, sekalipun ia menerima perbekalan dari orang lain, karena ia tidak mempunyainya." } } }, { "number": { "inQuran": 589, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 5, "page": 94, "manzil": 1, "ruku": 74, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Darajaatim minhu wa maghfiratanw wa rahmah; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheema" } }, "translation": { "en": "Degrees [of high position] from Him and forgiveness and mercy. And Allah is ever Forgiving and Merciful.", "id": "(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Ma-ha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/589", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/589.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/589.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidaklah sama derajat yang diperoleh antara orang beriman yang duduk, yakni yang tidak turut berperang tanpa mempunyai uzur atau halangan, yakni alasan yang dibenarkan agama, dan orang yang berjihad menegakkan agama-Nya di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk, tidak ikut berperang tanpa halangan yang dibenarkan agama dengan kelebihan satu derajat. Kepada masing-masing dari dua kelompok tadi, Allah menjanjikan pahala yang baik berupa surga, dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad, baik dengan harta atau dengan jiwa saja atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, yaitu beberapa derajat yang didapatnya daripada-Nya, serta ampunan atas dosa-dosa mereka dan rahmat yang selalu tercurah kepada mereka. Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa mereka, Maha Penyayang dengan curahan rahmat-Nya kepada mereka.", "long": "Ayat ini merupakan lanjutan dan keterangan bagi ayat yang lalu, karena akhir ayat yang lalu menyebutkan bahwa Allah akan memberikan pahala yang lebih besar kepada mereka yang berjihad, tetapi belum dijelaskan apa wujud pahala yang besar itu. Maka ayat ini menjelaskan bahwa pahala yang paling besar ialah: keunggulan martabat mereka beberapa derajat di sisi Allah Yang Maha Pengampun serta ampunan dan rahmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 590, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 5, "page": 94, "manzil": 1, "ruku": 75, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena tawaffaa humul malaaa'ikatu zaalimeee anfusihim qaaloo feema kuntum qaaloo kunnaa mustad'afeena fil-ard; qaalooo alam takun ardul laahi waasi'atan fatuhaajiroo feehaa; fa ulaaa'ika maawaahum Jahannamu wa saaa'at maseeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those whom the angels take [in death] while wronging themselves - [the angels] will say, \"In what [condition] were you?\" They will say, \"We were oppressed in the land.\" The angels will say, \"Was not the earth of Allah spacious [enough] for you to emigrate therein?\" For those, their refuge is Hell - and evil it is as a destination.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekah).” Mereka (para malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?” Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/590", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/590.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/590.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang dimatikan atau dicabut nyawanya oleh malaikat maut setelah sampai ajal yang telah ditetapkan oleh Allah kepada mereka dalam kehidupan di dunia ini, sementara mereka sebelumnya berada dalam keadaan menzalimi diri mereka sendiri karena enggan melakukan tuntunan agama padahal mereka mempunyai kesanggupan, mereka, para malaikat pencabut nyawa mereka itu, bertanya kepada mereka, \"Dalam keadaan bagaimana kamu dahulu  ketika kalian hidup sehingga tidak melakukan tuntunan agama, tidak berjihad dan tidak pula berhijrah? Mereka menjawab, \"Kami dulu adalah orang-orang yang tertindas dan tak berdaya di bumi Mekah.\" Mereka, para malaikat, berkata untuk menolak alasan mereka, \"Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah atau berpindah di bumi itu dari daerah kufur ke daerah lain di mana kalian dapat melakukan tuntunan agama?\" Maka Allah menyatakan bahwa mereka yang dimatikan dalam keadaan menzalimi diri sendiri itu adalah orang-orang yang tempatnya di neraka Jahanam dan mendapat siksaan yang amat pedih, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.", "long": "Ada segolongan Muslimin yang tetap tinggal di Mekah. Mereka menyembunyikan keislaman mereka dari penduduk Mekah dan mereka tidak ikut berhijrah ke Medinah, padahal mereka mempunyai kesanggupan untuk melakukan hijrah. Mereka merasa senang tinggal di Mekah, walaupun mereka tidak mempunyai kebebasan mengerjakan ajaran agama dan membinanya. Allah menyatakan mereka sebagai orang yang menganiaya diri sendiri.\n\nSewaktu Perang Badar terjadi, mereka dipaksa ikut berperang oleh orang musyrikin menghadapi Rasulullah saw. Dalam peperangan ini sebagian mereka mati terbunuh. ) Sesudah mereka mati malaikat mencela mereka, karena mereka tidak berbuat suatu apa pun dalam urusan agama mereka (Islam), seperti tidak dapat mengerjakan ajaran-ajaran agama. Mereka menjawab dengan mengajukan alasan bahwa mereka tidak melaksanakan ajaran agama, disebabkan tekanan dari orang-orang musyrik Mekah, sehingga banyak kewajiban agama yang mereka tinggalkan.\n\nPara malaikat menolak alasan mereka. Kalau benar-benar mereka ingin mengerjakan ajaran agama, tentu mereka meninggalkan Mekah dan hijrah ke Medinah. Bukankah bumi Allah ini luas. Kenapa mereka senang tetap tinggal di Mekah, tidak mau hijrah? Padahal mereka mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk hijrah itu? Mereka tidak pindah ke tempat yang baru di mana mereka akan memperoleh kebebasan dalam mengerjakan ajaran agama dan memperoleh ketenteraman dan kemerdekaan. Oleh karena itu mereka mengalami nasib yang buruk. Mereka dilemparkan ke dalam neraka Jahanam yakni tempat yang paling buruk.\n\nSecara umum setiap Muslim wajib hijrah dari negeri orang kafir bilamana di negeri tersebut tidak ada jaminan kebebasan melakukan kewajiban agama dan memelihara agama. Tetapi bilamana ada jaminan kebebasan beragama di negeri itu serta kebebasan membina pendidikan agama bagi dirinya dan keluarganya, maka ia tidak diwajibkan hijrah." } } }, { "number": { "inQuran": 591, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 5, "page": 94, "manzil": 1, "ruku": 75, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0648\u0650\u0644\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u0650\u064a\u0644\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illal mustad 'afeena minar rijaali wannisaaa'i walwildaani laa yastatee'oona heelatanw wa laa yahtadoona sabeela" } }, "translation": { "en": "Except for the oppressed among men, women and children who cannot devise a plan nor are they directed to a way -", "id": "kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/591", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/591.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/591.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecuali mereka yang tertindas, yang sangat lemah, baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang karenanya mereka tidak berdaya dan tidak pula mengetahui jalan untuk berhijrah, maka mereka itu adalah orang-orang yang mudah-mudahan Allah memaafkan mereka karena ketidakmampuan mereka untuk berhijrah, bukan karena pilihan dan kemauan mereka sendiri. Allah senantiasa Maha Pemaaf atas segala kesalahan mereka, dan Maha Pengampun atas segala dosa mereka.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah swt mengecualikan golongan orang yang tertindas, baik laki-laki atau perempuan, seperti 'Iyasy bin Abi Rabi'ah dan Salamah bin Hisyam, Ummul Fadli dan Ummu Abdillah bin Abbas, dan anak-anak seperti Abdullah bin Abbas dan lain-lain. Mereka ini tidaklah dipandang menganiaya diri dan tidaklah dipandang berdosa karena mereka meninggalkan kewajiban hijrah. Mereka ini adalah orang-orang yang benar-benar ditindas karena mereka tidak mempunyai kemampuan untuk keluar dari Mekah.\n\nMereka tidak mempunyai daya upaya, perbekalan dan nafkah untuk hijrah. Mereka tidak mengetahui jalan keluar dari kesulitan itu. Faktor ketuaan, sakit, kemiskinan dan juga tidak tahu jalan menuju Medinah adalah termasuk alasan-alasan yang dapat diterima." } } }, { "number": { "inQuran": 592, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 5, "page": 94, "manzil": 1, "ruku": 75, "hizbQuarter": 37, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa ulaaa'ika 'asal laahu ai ya'fuwa 'anhum; wa kaanal laahu 'Afuwwan Ghafooraa" } }, "translation": { "en": "For those it is expected that Allah will pardon them, and Allah is ever Pardoning and Forgiving.", "id": "maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/592", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/592.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/592.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecuali mereka yang tertindas, yang sangat lemah, baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang karenanya mereka tidak berdaya dan tidak pula mengetahui jalan untuk berhijrah, maka mereka itu adalah orang-orang yang mudah-mudahan Allah memaafkan mereka karena ketidakmampuan mereka untuk berhijrah, bukan karena pilihan dan kemauan mereka sendiri. Allah senantiasa Maha Pemaaf atas segala kesalahan mereka, dan Maha Pengampun atas segala dosa mereka.", "long": "Allah akan memaafkan mereka karena mereka benar-benar tidak mampu menunaikan hijrah. Tetapi bilamana kemampuan dan kesempatan itu sudah ada segeralah berhijrah. Karena hijrah dari bumi Mekah yang musyrik itu suatu kaharusan.\n\nSesungguhnya Allah Maha Pemaaf terhadap segala macam dosa hambanya yang dilakukan karena keadaan terpaksa dan alasan-alasan yang benar. Allah tidak akan menjatuhkan hukuman kepada mereka. Allah Maha Pengampun terhadap kesalahan mereka dan tidak akan menampakkan kesalahan itu kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 593, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 5, "page": 94, "manzil": 1, "ruku": 75, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u0631\u064e\u0627\u063a\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0639\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai yuhaajir fee sabeelil laahi yajid fil ardi mmuraaghaman kaseeranw wa sa'ah; wa mai yakhruj mim baitihee muhaajiran ilal laahi wa Rasoolihee summa yudrikhul mawtu faqad waqa'a ajruhoo 'alal laah; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "And whoever emigrates for the cause of Allah will find on the earth many [alternative] locations and abundance. And whoever leaves his home as an emigrant to Allah and His Messenger and then death overtakes him - his reward has already become incumbent upon Allah. And Allah is ever Forgiving and Merciful.", "id": "Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/593", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/593.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/593.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengecam mereka yang enggan berhijrah, pada ayat ini Allah lalu memberi janji dan harapan kepada mereka yang berhijrah. Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah dengan niat dan hanya mengharap keridaan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan menemukan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya sebelum sampai ke tempat yang dituju dan sebelum kembali ke rumahnya, maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun atas segala dosa orangorang yang berhijrah atau siapa pun yang memohon ampunannya, dan Maha Penyayang yang senantiasa mencurahkan aneka rahmatnya.", "long": "Kemudian Allah menjanjikan kepada orang-orang yang hijrah meninggalkan kampung halamannya karena menaati perintah Allah dan mengharapkan keridaan-Nya, mereka akan memperoleh tempat tinggal yang lebih makmur, lebih tenteram dan aman dan lebih mudah menunaikan kewajiban-kewajiban agama di daerah yang baru, yaitu Medinah. Janji yang demikian itu sangat besar pengaruhnya bagi mereka yang hijrah. Sebab umumnya orang-orang Islam di Mekah yang tidak ikut hijrah menyangka bahwa hijrah itu penuh dengan penderitaan dan daerah yang dituju itu tidak memberikan kelapangan hidup bagi mereka.\n\nAllah akan memberikan kelapangan hidup di dunia dan akan memberikan pahala yang sempurna di akhirat kepada orang-orang yang hijrah dan meninggal dunia sebelum sempat sampai ke Medinah. Amat jelas janji Allah kepada orang-orang yang hijrah dibandingkan dengan janji kepada mereka yang tidak hijrah karena uzur, sebab bagi golongan yang akhir ini pengampunan Allah tidak disebut secara pasti. Pengampunan dan kasih sayang Allah sangatlah besar terhadap kaum muhajirin yang dengan ikhlas meninggalkan kampung halaman mereka untuk menegakkan kalimah Allah.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abu Ya'la dengan sanad yang baik dari Ibnu Abbas beliau berkata, \"Damrah bin Jundub pergi dari rumahnya \"Bawalah aku dan keluarkanlah aku dari bumi orang-orang musyrik ini (Mekah) untuk menemui Rasulullah saw.\" Maka pergilah dia, dalam perjalanan dia meninggal sebelum berjumpa dengan Nabi Muhammad saw lalu turunlah ayat ini.\n\nSebab-sebab Islam mensyariatkan hijrah pada zaman permulaan:\n\n1.Untuk menghindarkan diri dari tekanan dan penindasan orang kafir Mekah terhadap Muslimin, sehingga mereka memiliki kebebasan dalam menjalankan perintah agama dan menegakkan syiarnya.\n\n2.Untuk menerima ajaran agama dari Nabi Muhammad saw, kemudian menyebarkannya ke seluruh dunia.\n\n3. Untuk membina negara Islam yang kuat yang dapat menyebarkan Islam, menegakkan hukum-hukumnya, menjaga rakyat dari musuh dan melindungi dakwah Islamiyah.\n\nKetiga sebab inilah yang menjadikan hijrah dari Mekah menjadi salah satu kewajiban bagi umat Islam. Sesudah umat Islam membebaskan Mekah tidak ada lagi kewajiban hijrah, karena ketiga sebab ini tidak ada lagi. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi bersabda:\n\n\"Tidak ada hijrah sesudah pembebasan Mekah, tetapi yang ada ialah jihad dan niat. Jika kamu diperintahkan berperang, maka penuhilah perintah itu\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas)." } } }, { "number": { "inQuran": 594, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 5, "page": 94, "manzil": 1, "ruku": 76, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa darabtum fil ardi falaisa 'alaikum junaahun an taqsuroo minas Salaati in khiftum ai yaftinakumul lazeena kafarooo; innal kaafireena kaanoo lakum aduwwam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "And when you travel throughout the land, there is no blame upon you for shortening the prayer, [especially] if you fear that those who disbelieve may disrupt [or attack] you. Indeed, the disbelievers are ever to you a clear enemy.", "id": "Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar salat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/594", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/594.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/594.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila kamu bepergian di bumi untuk melakukan peperangan atau melakukan perniagaan atau lainnya, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salat, yaitu dengan cara memperpendek jumlah rakaat salat yang empat rakaat menjadi dua rakaat, seperti salat Zuhur, Asar, dan Isya, jika kamu takut diserang atau takut akan bahaya yang ditimbulkan oleh orang-orang kafir yang merupakan musuhmu. Sesungguhnya orangorang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa dibenarkan umat Islam menunaikan fardu salat qasar (qashar) pada waktu dia dalam perjalanan, baik dalam keadaan aman atau dalam ancaman musuh.\n\nSalat dalam perjalanan yang aman disebut salat safar. Pada salat safar, salat yang terdiri dari empat rakaat: zuhur, asar, dan isya diqasar menjadi dua rakaat. Magrib dan subuh tidak diqasar. Syarat menqasar salat safar ialah perjalanan yang jauhnya diukur dengan perjalanan kaki selama tiga hari tiga malam. Menurut Imam Syafii, perjalanan dua hari atau 89 km. Menurut perhitungan mazhab Hanafi 3 farsakh (18 km). Sedangkan menurut pendapat lain, kebolehan mengkasar salat tidak terikat dengan ketentuan jauh jarak, tetapi asal sudah boleh dinamai safar, boleh mengkasar.\n\nSalat dalam perjalanan yang diancam bahaya disebut salat khauf, seperti dikatakan dalam ayat: \"Jika kamu takut diserang orang-orang kafir.\" Cara salat khauf ini diterangkan dalam ayat berikut.\n\n(102) Dalam ayat ini dijelaskan cara salat khauf, yaitu bilamana Rasulullah berada dalam barisan kaum Muslimin dan beliau hendak salat bersama pasukannya, maka lebih dahulu beliau membagi pasukannya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama salat bersama Rasul sedang kelompok kedua tetap ditempatnya menghadapi musuh sambil melindungi kelompok yang sedang salat. Kelompok yang sedang salat ini diharuskan menyandang senjata dalam salat untuk menjaga kemungkinan musuh menyerang dan agar mereka tetap waspada. Bilamana kelompok pertama ini telah menyelesaikan rakaat pertama hendaklah mereka pergi menggantikan kelompok kedua, dan Nabi menanti dalam salat. Kelompok kedua ini juga harus menyandang senjata bahkan harus lebih bersiap siaga. Nabi salat dengan kelompok kedua ini dalam rakaat kedua. Sesudah rakaat kedua ini beliau membaca salam, kemudian masing-masing kelompok menyelesaikan satu rakaat lagi dengan cara bergantian.\n\nDari Ibnu Umar r.a. beliau berkata:\n\n\"Nabi saw mengerjakan salat khauf dengan salah satu di antara dua kelompok satu rakaat, sedang kelompok lainnya menghadapi musuh. Kemudian kelompok pertama pindah menempati kelompok teman-teman mereka sambil menghadapi musuh, lalu datanglah kelompok kedua dan bersalat di belakang Nabi satu rakaat pula kemudian Nabi membaca salam. Kemudian masing-masing kelompok menyelesaikan salatnya satu rakaat lagi.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Umar).\n\nAyat ini menjadi dasar salat khauf. Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan alasan kaum Muslimin salat menyandang senjata dalam salat khauf, yaitu bila musuh yang berada tidak jauh dari mereka selalu mengintai saat-saat pasukan Islam kehilangan kewaspadaan dan meninggalkan senjata dan perlengkapan mereka, maka pada saat itulah pasukan kafir mendapat kesempatan menggempur mereka. Kemudian Allah menerangkan bilamana pasukan itu mendapat kesusahan karena hujan atau sakit atau kesulitan lain, maka membawa senjata dalam salat khauf dibolehkan walaupun tidak disandang. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan terhadap orang-orang kafir yaitu kekalahan yang mereka alami." } } }, { "number": { "inQuran": 595, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 5, "page": 95, "manzil": 1, "ruku": 76, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u062d\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u062d\u0650\u0630\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u062d\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u062d\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u062a\u0650\u0639\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0630\u064b\u0649 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0637\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u062d\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u062d\u0650\u0630\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa kunta feehim fa aqamta lahumus Salaata faltaqum taaa'ifatum minhum ma'aka walyaakhuzooo aslihatahum fa izaa sajadoo fal yakoonoo minw waraaa'ikum waltaati taaa'ifatun ukhraa lam yusalloo falyusallo ma'aka walyaakhuzoo hizrahum wa aslihatahum; waddal lazeena kafaroo law taghfuloona 'anaslihatikum wa amti'atikum fa yameeloona 'alaikum mailatanw waahidah; wa laa junaaha 'alaikum in kaana bikum azam mimmatarin aw kuntum mmardaaa an tada'ooo aslihatakum wa khuzoo hizrakum; innal laaha a'adda lilkaafireena 'azaabam muheenaa" } }, "translation": { "en": "And when you are among them and lead them in prayer, let a group of them stand [in prayer] with you and let them carry their arms. And when they have prostrated, let them be [in position] behind you and have the other group come forward which has not [yet] prayed and let them pray with you, taking precaution and carrying their arms. Those who disbelieve wish that you would neglect your weapons and your baggage so they could come down upon you in one [single] attack. But there is no blame upon you, if you are troubled by rain or are ill, for putting down your arms, but take precaution. Indeed, Allah has prepared for the disbelievers a humiliating punishment.", "id": "Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum salat, lalu mereka salat denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiap siagalah kamu. Sungguh, Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/595", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/595.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/595.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau pada ayat sebelumnya Allah memberikan kemudahan kepada kaum muslim untuk meng-qashar salat dalam perjalanan dan karena rasa takut, maka pada ayat ini Allah menjelaskan tata cara pelaksanaan salat itu. Dan apabila suatu ketika ada situasi yang membahayakan keselamatan, seperti karena adanya musuh dan ketika itu engkau, wahai Nabi Muhammad, berada di tengah-tengah mereka, para sahabatmu, lalu engkau hendak melaksanakan salat khauf bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri besertamu untuk melaksanakan salat dan segolongan yang lain menghadapi musuh yang mungkin dapat melakukan penyerangan terhadapmu dan yang bersamamu itu hendaklah menyandang senjata mereka.\r\n Kemudian apabila mereka yang salat besertamu itu melakukan sujud, yakni telah menyempurnakan satu rakaat atau telah selesai melaksanakan salat, maka hendaklah mereka itu pindah dari belakangmu untuk menghadapi musuh dan berjaga-jaga seperti yang telah dilakukan oleh kelompok yang sebelumnya, dan hendaklah datang golongan yang lain, yakni golongan kedua, yang belum salat, lalu mereka melakukan salat seperti kelompok pertama melakukannya denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Hal ini dilakukan karena orang-orang kafir ingin dengan keinginan dan harapan yang besar agar kalian lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak ada dosa atas kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan atau kesulitan yang disebabkan karena hujan yang menyebabkan rusaknya senjata kamu atau karena kamu sakit yang menyebabkan kamu tidak dapat menyandang senjatamu, dan bersiap siagalah kamu menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi pada kalian akibat dari dua kondisi itu. Sungguh, Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu, baik di dunia maupun di akhirat.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan cara salat khauf, yaitu bilamana Rasulullah berada dalam barisan kaum Muslimin dan beliau hendak salat bersama pasukannya, maka lebih dahulu beliau membagi pasukannya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama salat bersama Rasul sedang kelompok kedua tetap ditempatnya menghadapi musuh sambil melindungi kelompok yang sedang salat. Kelompok yang sedang salat ini diharuskan menyandang senjata dalam salat untuk menjaga kemungkinan musuh menyerang dan agar mereka tetap waspada. Bilamana kelompok pertama ini telah menyelesaikan rakaat pertama hendaklah mereka pergi menggantikan kelompok kedua, dan Nabi menanti dalam salat. Kelompok kedua ini juga harus menyandang senjata bahkan harus lebih bersiap siaga. Nabi salat dengan kelompok kedua ini dalam rakaat kedua. Sesudah rakaat kedua ini beliau membaca salam, kemudian masing-masing kelompok menyelesaikan satu rakaat lagi dengan cara bergantian.\n\nDari Ibnu Umar r.a. beliau berkata:\n\n“Nabi saw mengerjakan salat khauf dengan salah satu di antara dua kelompok satu rakaat, sedang kelompok lainnya menghadapi musuh. Kemudian kelompok pertama pindah menempati kelompok teman-teman mereka sambil menghadapi musuh, lalu datanglah kelompok kedua dan bersalat di belakang Nabi satu rakaat pula kemudian Nabi membaca salam. Kemudian masing-masing kelompok menyelesaikan salatnya satu rakaat lagi.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar).\n\nAyat ini menjadi dasar salat khauf. Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan alasan kaum Muslimin salat menyandang senjata dalam salat khauf, yaitu bila musuh yang berada tidak jauh dari mereka selalu mengintai saat-saat pasukan Islam kehilangan kewaspadaan dan meninggalkan senjata dan perlengkapan mereka, maka pada saat itulah pasukan kafir mendapat kesempatan menggempur mereka. Kemudian Allah menerangkan bilamana pasukan itu mendapat kesusahan karena hujan atau sakit atau kesulitan lain, maka membawa senjata dalam salat khauf dibolehkan walaupun tidak disandang. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan terhadap orang-orang kafir yaitu kekalahan yang mereka alami." } } }, { "number": { "inQuran": 596, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 5, "page": 95, "manzil": 1, "ruku": 76, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0639\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0637\u0652\u0645\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0642\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa izaa qadaitumus Salaata fazkurul laaha qiyaamanw wa qu'oodanw wa 'alaa junoobikum; fa izat maanantum fa aqeemus Salaah; innas Salaata kaanat 'alal mu'mineena kitaabam mawqootaa" } }, "translation": { "en": "And when you have completed the prayer, remember Allah standing, sitting, or [lying] on your sides. But when you become secure, re-establish [regular] prayer. Indeed, prayer has been decreed upon the believers a decree of specified times.", "id": "Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/596", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/596.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/596.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menggambarkan pelaksanaan salat khauf dengan tata cara tersendiri dalam suasana perang. Pada ayat ini Allah memerintahkan kaum muslimin untuk melakukan zikir sesuai dengan kondisi mereka, berdiri, duduk, atau berbaring setelah selesai melakukan salat. Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat yang dilakukan dalam keadaan takut tersebut, ingatlah Allah sebanyak-banyaknya sesuai dengan kondisi dan kemampuan kamu, ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring, dan semoga dengan memperbanyak zikir itu kamu mendapat pertolongan dari Allah. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman dari suasana menakutkan yang kamu alami yang menyebabkan kamu melaksanakannya dengan cara yang disebutkan di atas atau sudah kembali ke tempat asal kamu dari medan perang, maka laksanakanlah salat itu sebagaimana biasa sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan syariat, terpenuhi rukun dan syaratnya serta sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sungguh, salat yang kamu lakukan itu adalah kewajiban yang ditentukan batas-batas waktunya atas orang-orang yang beriman. Karena itu, setiap salat dalam kondisi normal itu harus dilakukan pada waktu yang ditentukan untuknya, tidak bisa dimajukan atau dimundurkan.", "long": "Selanjutnya diperintahkan apabila salat khauf itu selesai dikerjakan dengan cara yang telah diterangkan itu, maka hendaklah pasukan Islam itu mengingat Allah terus-menerus dalam segala keadaan. Lebih lagi mereka harus menyebut nama Allah pada saat mereka berada dalam ancaman musuh. Allah akan menolong mereka selama mereka menolong agama Allah. Hendaklah mereka mengucapkan tahmid dan takbir ketika berdiri di medan pertempuran, atau ketika duduk memanah musuh atau ketika berbaring karena luka-luka. Segala penderitaan lahir dan batin akan lenyap, jika jiwa sudah diisi penuh dengan zikir kepada Allah, oleh karenanya kaum Muslimin harus terus ingat dan berzikir kepada Allah baik dalam keadaan perang ataupun damai. \n\nOrang beriman setiap saat berada di dalam perjuangan. Pada suatu saat dia berperang dengan musuh pada saat yang lain dia bertempur melawan hawa nafsunya. Demikianlah berzikir mengingat Allah diperintahkan setiap saat karena dia mendidik jiwa, membersihkan rohani dan menanamkan kebesaran Allah ke dalam hati. Bila peperangan sudah usai, ketakutan sudah lenyap dan hati sudah tenteram hendaklah dilakukan salat yang sempurna rukun dan syaratnya. Karena salat adalah suatu kewajiban bagi orang mukmin dan mereka wajib memelihara waktunya yang sudah ditetapkan. Paling kurang lima kali dalam sehari semalam umat Islam melakukan salat agar dia selalu ingat kepada Allah, sehingga meniadakan kemungkinan terjerumus ke dalam kejahatan dan kesesatan. Bagi orang yang ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah, waktu lima kali itu dipandang sedikit, maka dia menambah lagi dengan salat-salat sunah pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam agama." } } }, { "number": { "inQuran": 597, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 5, "page": 95, "manzil": 1, "ruku": 76, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa tahinoo fibtighaaa'il qawmi in takoonoo taalamoona fa innahum yaalamoona kamaa taalamoona wa tarjoona minal laahi maa laa yarjoon; wa kaanal laahu 'Aleeman Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "And do not weaken in pursuit of the enemy. If you should be suffering - so are they suffering as you are suffering, but you expect from Allah that which they expect not. And Allah is ever Knowing and Wise.", "id": "Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/597", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/597.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/597.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih merupakan rangkaian tuntunan yang diberikan pada ayat 102 yang memerintahkan kaum muslim untuk berhati-hati terhadap musuh kamu. Pada ayat ini Allah memberikan tuntunan dan semangat kepada kaum muslimin. Dan janganlah kamu berhati lemah, berkecil hati, takut, dan pesimistis dalam mengejar mereka, yakni musuhmu, walaupun kamu tahu bahwa mereka memiliki kelebihan dari kamu, kekuatan mereka lebih baik, jumlah mereka lebih banyak, dan persenjataan mereka lebih lengkap. Kamu dan mereka sesungguhnya memiliki kesamaan dalam hal yang lain, yaitu bahwa jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah bahwa mereka pun menderita kesakitan pula, sebagaimana kamu merasakannya, sedang kamu memiliki kelebihan lain, yaitu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang disebut mati syahid, pahala yang berlipat ganda, dan pertolongan yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui segala kebaikan bagi semua makhlukNya, Mahabijaksana dalam menetapkan hukum-hukum-Nya.", "long": "Kemudian diterangkan bahwa sesudah selesai pasukan Islam menunaikan ibadah salat, haruslah dia siap kembali menghadapi musuh. Jangan ada sedikit pun rasa gentar dalam menghadapi musuh. Dalam peperangan bila tidak menyerang pasti diserang. Pada ayat ini sebenarnya ada perintah untuk teguh menghadapi musuh, karena semangat tempur yang lebih tinggi akan menentukan keberhasilan. Allah memerintahkan agar pasukan Islam senantiasa bersiaga dengan tawakal pada Allah. Kesudahan suatu peperangan ialah penderitaan, dan penderitaan bukan saja bagi si penyerang bahkan juga bagi yang diserang.\n\n\"Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. ¦.\" (Â'li 'Imran/3:140).\n\nJika musuh dapat sabar menahan derita, mengapa kaum Muslimin tidak sabar? Pasukan Islam patut lebih sabar dan lebih tabah dari orang kafir, karena mereka mempunyai harapan dari Allah yang tidak dimiliki oleh orang kafir. Allah menjanjikan kepada mujahid Islam sekurang-kurangnya memperoleh satu dari dua keberuntungan. Yaitu mereka memperoleh kemenangan dalam pertempuran atau surga bagi yang syahid. Janji Allah ini mendorong setiap pejuang Islam untuk berjuang lebih gigih, sabar dan berani. Allah Maha Mengetahui segala apa yang bermanfaat bagi agama dan bagi kaum Muslimin. Dia tidak akan memikulkan beban di luar kesanggupan mereka, karena Dia Mahabijaksana. Sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya, maka keuntungan pasti dipihak yang benar dan kehancuran pasti di pihak yang batil." } } }, { "number": { "inQuran": 598, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 5, "page": 95, "manzil": 1, "ruku": 77, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u0650\u062a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0635\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaaa anzalnaaa ilaikal Kitaaba bilhaqqi litahkuma bainan naasi bimaaa araakal laah; wa laa takul lilkhaaa'ineena khaseemaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have revealed to you, [O Muhammad], the Book in truth so you may judge between the people by that which Allah has shown you. And do not be for the deceitful an advocate.", "id": "Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/598", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/598.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/598.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rangkaian ayat-ayat yang lalu membicarakan banyak hal tentang orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk yang mereka miliki yang tidak mau melakukan tuntunan, dan perintah untuk bersikap tegas kepada mereka, bahkan dengan memerangi mereka, maka pada ayat ini Allah menyebutkan bahwa kitab Al-Qur'an itu telah membawa kebenaran. Sungguh, Kami, melalui malaikat Jibril, telah menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu, Nabi Muhammad, yaitu suatu kitab yang sempurna dalam segala aspeknya, yang mengandung tuntunan, petunjuk, nasihat, dan rahmat bagimu dan bagi kaummu yang membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara semua manusia tanpa membedakan jenis kelamin, agama, posisi dan kedudukan sosial mereka dengan apa yang telah Allah ajarkan, ilhamkan, perlihatkan, dan atau tunjukkan kepadamu melalui hati dan akalmu, dan janganlah engkau menjadi penentang bagi orang yang tidak bersalah, karena membela orang-orang yang berkhianat.", "long": "Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk mengadili perkara yang terjadi antara manusia berdasarkan hukum-hukum yang diajarkan Allah. Berdasarkan kitab itu, Nabi Muhammad saw memutuskan suatu perkara dengan adil. Beliau dilarang menjadi lawan dari yang benar atau kawan bagi yang salah. Ayat ini menegur Rasul karena beliau percaya begitu saja terhadap laporan Bani ¨afar dan beliau dengan segera membebaskan thu'mah. Seolah-olah beliau menjadi pembela bagi orang-orang yang belum tentu benar." } } }, { "number": { "inQuran": 599, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 5, "page": 96, "manzil": 1, "ruku": 77, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wastaghfiril laaha innal laaha kaana Ghafoorar Raheema" } }, "translation": { "en": "And seek forgiveness of Allah. Indeed, Allah is ever Forgiving and Merciful.", "id": "dan mohonkanlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/599", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/599.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/599.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya untuk memohon ampun. Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah selamanya, sejak dahulu hingga kini dan masa mendatang, Maha Pengampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan oleh hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di dunia dan di akhirat.", "long": "Kemudian Allah menyuruh Rasulullah saw meminta ampun kepada-Nya atas sikapnya yang lekas percaya kepada laporan satu pihak yang berperkara karena sesungguhnya Allah Mahabesar ampunan-Nya dan Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-Nya yang meminta ampun.\n\nTindakan beliau itu bukanlah suatu kesalahan. Beliau memutuskan dengan ijtihad, dan tuduhan kepada Tu'mah tidak disertai dengan bukti-bukti, lalu beliau percaya keterangan pembelaan famili Tu'mah. Diriwayatkan dari kitab shahih Bukhari dan shahih Muslim sebagai berikut:\n\n\"Dari Ummu Salamah bahwasanya Rasulullah saw mendengar keributan orang-orang bertengkar di muka pintu rumahnya, lalu beliau mendatangi mereka. Beliau berkata, \"Ketahuilah bahwa sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia. Aku memutuskan suatu perkara sesuai dengan apa yang kudengar. Mungkin salah seorang kamu lebih pandai mengemukakan alasan dari yang lain, lalu aku mengambil keputusan untuknya. Maka barang siapa aku tetapkan untuknya hak seorang Muslim, maka sesungguhnya hak itu adalah sepotong api neraka. Maka hendaklah dia memikulnya atau membuangnya.\" (Riwayat al-Bukhari-Muslim)." } } }, { "number": { "inQuran": 600, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 5, "page": 96, "manzil": 1, "ruku": 77, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0623\u064e\u062b\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa tujaadil 'anil lazeena yakhtaanoona anfusahum; innal laaha laa yuhibbuman kaana khawwaanan aseemaa" } }, "translation": { "en": "And do not argue on behalf of those who deceive themselves. Indeed, Allah loves not one who is a habitually sinful deceiver.", "id": "Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/600", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/600.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/600.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu, wahai Nabi Muhammad dan umatmu, berdebat untuk membela orang-orang yang sengaja dan terus-menerus mengkhianati diri mereka. Sungguh, Allah tidak menyukai, yakni tidak menurunkan rahmat-Nya, kepada orang-orang yang selalu mengulangi perbuatan berkhianat dari waktu ke waktu, dan bergelimang dosa.", "long": "Nabi Muhammad saw dilarang membela orang-orang yang mengkhianati dirinya sendiri, seperti thu'mah dengan kaum kerabatnya yang berusaha menutupi kesalahannya. Mereka dikatakan mengkhianati diri sendiri sedang yang dikhianati sebenarnya adalah orang lain karena akibat pengkhianatan itu akan menimpa diri mereka sendiri. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang khianat, berdosa dan mengotori jiwanya dengan perbuatan-perbuatan jahat seperti thu'mah yang ternyata setelah kedok kejahatannya terbuka dia murtad dan melarikan diri ke Mekah bergabung dengan orang-orang musyrik." } } }, { "number": { "inQuran": 601, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 5, "page": 96, "manzil": 1, "ruku": 77, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yastakhfoona minannaasi wa laa yastakh foona minal laahi wa huwa ma'ahum iz yubaiyitoona maa laa yardaa minal qawl; wa kaanal laahu bimaa ya'maloona muheetaa" } }, "translation": { "en": "They conceal [their evil intentions and deeds] from the people, but they cannot conceal [them] from Allah, and He is with them [in His knowledge] when they spend the night in such as He does not accept of speech. And ever is Allah, of what they do, encompassing.", "id": "mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Ma-ha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/601", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/601.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/601.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa itu dapat saja bersembunyi dari manusia, termasuk dari kamu sekalian, karena takut ketahuan pengkhianatan dan dosa yang dilakukakannya, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah. Hal ini disebabkan karena Allah yang mengetahui seluruh gerak-gerik mereka dan apa yang terlintas di dalam hati dan pikiran mereka, selamanya beserta mereka, kapan dan di mana pun mereka berada, dan bahkan ketika pada suatu malam yang gelap gulita lagi tersembunyi mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah selamanya Maha Meliputi pengetahuan dan ilmu-Nya, mencakup seluruh apa yang mereka kerjakan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang besar maupun yang kecil, dan yang lahir maupun batin.", "long": "Orang yang berkhianat itu bersembunyi dari manusia sewaktu melakukan kejahatan, mungkin karena malu atau takut terhadap pembalasan. Tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah dan tidak pula malu kepada-Nya dengan mengerjakan perbuatan jahat itu. Seandainya mereka memiliki iman yang kuat tentulah mereka tidak akan mengerjakannya. Orang yang beriman tidak akan jatuh ke dalam pengkhianatan kecuali karena dia lupa atau tidak sadar. Orang yang menyadari bahwa Allah selalu melihatnya di manapun dia berada, pastilah dia tidak berbuat dosa dan tidak berbuat curang, karena malu kepada Tuhan dan takut terhadap-Nya. Allah menyaksikan sewaktu Bani Ubairik bermusyawarah di malam hari dan menetapkan keputusan rahasia, yaitu melemparkan kejahatan yang mereka perbuat kepada orang lain yang tidak berdosa. Allah akan menjatuhkan hukuman atas mereka, karena Dia mengetahui segala perbuatan mereka. Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi tersembunyi bagi Allah betapa pun kecilnya." } } }, { "number": { "inQuran": 602, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 5, "page": 96, "manzil": 1, "ruku": 77, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062c\u064e\u0627\u062f\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "haaa antum haaa'ulaaa'i jaadaltum 'anhum fil hayaatid dunyaa famai yujaadilul laaha 'anhum Yawmal Qiyaamati am mai yakoonu 'alaihim wakeelaa" } }, "translation": { "en": "Here you are - those who argue on their behalf in [this] worldly life - but who will argue with Allah for them on the Day of Resurrection, or who will [then] be their representative?", "id": "Itulah kamu! Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini, tetapi siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap azab Allah)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/602", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/602.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/602.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah mempertanyakan siapa yang dapat menentang Allah dan melindungi mereka dari azab-Nya di akhirat. Begitulah kamu! Kamu berdebat untuk membela mereka, dan mungkin saja kamu dapat membela mereka dan melindungi mereka dalam kehidupan di dunia ini, tetapi siapa yang akan menentang Allah untuk membela mereka pada hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka terhadap azab Allah di akhirat? Tidak satu pun yang dapat melakukannya.", "long": "Ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang hendak membela mereka yang curang yakni Bani ¨afar dan berusaha membersihkan diri mereka dari segala tuduhan mencuri. Andaikata pembelaan mereka itu berhasil, maka siapakah yang sanggup membela mereka di hadapan Allah di hari kiamat? Bukankah waktu itu yang menjadi hakim untuk mengadili segala sengketa adalah Allah yang Maha Mengetahui segala amal perbuatan manusia? Tak seorang pun yang dapat menjadi pembela orang-orang yang bersalah di dunia dan menjadi pelindungnya pada hari kiamat.\n\n(Yaitu) hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (al-Infitar/82:19).\n\nUmat Islam haruslah menyadari bahwa keberuntungan yang diperolehnya secara curang lewat pengadilan di dunia ini akan menjadi siksaan baginya di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 603, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 5, "page": 96, "manzil": 1, "ruku": 77, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai ya'mal sooo'an aw yazlim nafsahoo summa yastaghfiril laaha yajidil laaha Ghafoorar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "And whoever does a wrong or wrongs himself but then seeks forgiveness of Allah will find Allah Forgiving and Merciful.", "id": "Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/603", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/603.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/603.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa berbuat kejahatan, atau berbuat dosa terhadap orang lain yang menimbulkan dampak buruk terhadap diri mereka, atau menganiaya dirinya, yaitu melakukan perbuatan dosa yang berdampak buruk hanya terhadap dirinya sendiri, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah atas perbuatan dosa yang dilakukannya itu disertai penyesalan atas perbuatannya dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun atas dosadosanya dan segala dosa yang dilakukan oleh siapa pun yang bertobat kepada-Nya, Maha Penyayang dengan mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepada mereka yang bertobat.", "long": "Ayat ini memberikan dorongan kepada mereka yang berbuat salah untuk menyadari dirinya dan kembali ke jalan yang benar, bertobat kepada Allah. Perbuatan mereka menzalimi diri sendiri dengan jalan berbuat maksiat, seperti sumpah palsu akan diampuni Allah jika mereka benar-benar minta ampun kepada-Nya. Dalam ayat ini diterangkan bagaimana jalan keluar dari dosa sesudah terperosok ke dalamnya dan sesudah diturunkan peringatan kepada musuh-musuh kebenaran, yaitu dengan tobat dan minta ampun. Orang yang minta ampun akan mendapati Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dia akan merasakan hasil pengampunan Allah pada dirinya yaitu rasa benci kepada kemaksiatan dan penyebab-penyebabnya. Dia juga akan merasakan kasih sayang Allah kepadanya dengan tumbuhnya hasrat dalam hatinya hendak berbuat kebajikan." } } }, { "number": { "inQuran": 604, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 5, "page": 96, "manzil": 1, "ruku": 77, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u0652 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai yaksib isman fa innamaa yaksibuhoo 'alaa nafsih; wa kaanal laahu 'Aleeman hakeemaa" } }, "translation": { "en": "And whoever commits a sin only earns it against himself. And Allah is ever Knowing and Wise.", "id": "Dan barangsiapa berbuat dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kesulitan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijak-sana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/604", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/604.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/604.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa yang berbuat dosa, apa pun bentuk dan macam dosa yang dilakukannya, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk keburukan dirinya sendiri, karena akibat dari perbuatan dosanya itu akan kembali kepada dirinya, dan Allah menjatuhkan sanksi dari perbuatannya itu kepada dirinya, bukan kepada orang lain. Dan ketahuilah bahwa semua sikap, perilaku, dan perbuatan yang kamu dan siapa pun lakukan, termasuk segala macam dosa-dosa, pasti diketahui oleh Allah karena Allah selamanya Maha Mengetahui semua itu, Mahabijaksana memberikan ganjaran, sanksi dan hukuman kepada siapa pun secara wajar dan benar.", "long": "Kemudian ayat ini memperingatkan bencana perbuatan dosa, yaitu barang siapa mengerjakan dosa lalu mengira pekerjaan itu akan bermanfaat bagi dirinya niscaya dia mengalami hal yang sebaliknya. Pekerjaannya itu akan mengakibatkan bencana dan penderitaan bagi dirinya, sedikitpun tidak ada manfaatnya. Perbuatan yang busuk lambat atau cepat tercium oleh masyarakat. Pengadilan akan membuka kejelekannya di muka umum dan menjatuhkan hukuman atas dirinya. Inilah penghinaan atas dirinya dan penderitaan di dunia. Di akhirat dia akan mengalami lagi hukuman Allah. Allah dengan ilmu-Nya yang Mahaluas telah menetapkan perbuatan mana yang terlarang, dan dengan kebijaksanaan-Nya ditetapkan hukuman bagi pelanggaran atas perbuatan itu. Manusialah yang merusak dirinya sendiri bila ia melanggar batas-batas yang telah ditetapkan Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 605, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 5, "page": 96, "manzil": 1, "ruku": 77, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u0652 \u062e\u064e\u0637\u0650\u064a\u0626\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u0645\u0650 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0626\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u062d\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e \u0628\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai yaksib khateee'atan aw isman summa yarmi bihee bareee'an faqadih tamala buhtaananw wa ismam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "But whoever earns an offense or a sin and then blames it on an innocent [person] has taken upon himself a slander and manifest sin.", "id": "Dan barangsiapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/605", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/605.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/605.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa berbuat kesalahan, yaitu perbuatan atau pelanggaran yang dilakukan tanpa sengaja, atau perbuatan dosa yang dilakukan dengan sengaja, kemudian dia tuduhkan atau lemparkan kesalahan dan perbuatan dosa itu kepada orang lain yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan yang besar dan dosa yang nyata karena dia yang melakukan kesalahan dan perbuatan dosa itu.", "long": "Orang yang melakukan perbuatan dosa dengan tidak disengaja atau dengan sengaja, kemudian mereka melemparkan kesalahan itu kepada orang lain dan menuduh orang lain mengerjakannya, sedang ia mengetahui orang lain itu tidak bersalah, maka dia sesungguhnya telah membuat kebohongan yang besar dan akan memikul dosanya seperti yang dilakukan keluarga Banu Ubairiq yang melemparkan kejahatan Tu'mah kepada Zaid bin Saleh. Orang seperti Tu'mah dan keluarganya tetap melakukan dua macam kejahatan. Kejahatan melakukan perbuatan dosa itu sendiri dan kejahatan melemparkan tuduhan yang tidak benar kepada orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 606, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 5, "page": 96, "manzil": 1, "ruku": 78, "hizbQuarter": 38, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a \u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa law laa fadlul laahi 'alaika wa rahmatuhoo lahammat taaa'ifatum minhum ai yudillooka wa maa yudilloona illaaa anfusahum wa maa yadurroonaka min shai'; wa anzalal laahu 'alaikal Kitaaba wal Hikmata wa 'allamaka maa lam takun ta'lam; wa kaana fadlul laahi 'alaika 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "And if it was not for the favor of Allah upon you, [O Muhammad], and His mercy, a group of them would have determined to mislead you. But they do not mislead except themselves, and they will not harm you at all. And Allah has revealed to you the Book and wisdom and has taught you that which you did not know. And ever has the favor of Allah upon you been great.", "id": "Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/606", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/606.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/606.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menggambarkan begitu banyak nikmat dan rahmat yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad, termasuk nikmat melindungi beliau dari segala upaya orang-orang munafik untuk menyesatkan beliau. Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya yang beraneka ragam yang dianugerahkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, termasuk memelihara kamu dari kesalahan, tentulah segolongan dari mereka, orang-orang munafik, berkeinginan keras dan berusaha untuk menyesatkanmu dan memalingkan kamu dari kebenaran. Tetapi apa yang mereka inginkan dan usahakan itu hanya menyesatkan diri mereka sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun, kapan dan di mana pun. Dan juga karena Allah telah menurunkan Kitab, yaitu AlQur'an yang amat sempurna dengan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, yang dengannya engkau dapat mengambil keputusan yang benar dan menjadi petunjuk bagi umatmu dan juga memberikan Hikmah kepadamu, yaitu pemahaman dan pengamalan melalui sunahsunahmu yang dapat diteladani, dijadikan pedoman, dan diikuti oleh umatmu dan Dia juga telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui, yaitu hal-hal yang belum disampaikan Allah di dalam Al-Qur'an maupun hikmah. Demikianlah karunia-karunia Allah yang dianugerahkan kepadamu dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan anugerah dan nikmat Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Dijelaskan bahwa tanpa karunia dan nikmat-Nya kepada Nabi tentulah golongan yang berhasrat untuk menyesatkan beliau akan berhasil. Di antara karunia dan rahmat Allah itu ialah pemberitahuan-Nya kepada Nabi tentang perbuatan Tu'mah dan kerabatnya. Berkat adanya pemberitahuan Allah dan petunjuk-Nya gagallah rencana Bani ¨afar dan pendukung-pendukungnya itu.\n\nSeandainya rencana golongan itu terlaksana tentulah Nabi harus menyediakan waktu dan tenaga untuk mengatasinya. Padahal di hadapan beliau amat banyak perkara dan tugas yang lebih penting yang memerlukan tenaga dan pikiran. Tetapi Allah tidak membiarkan Rasul-Nya dipermainkan oleh orang-orang yang rusak akhlaknya. Mereka sebenarnya menyesalkan diri mereka sendiri karena mereka bertambah jauh dari jalan yang ditunjukkan Allah. Sedikit pun mereka tidak dapat mempersulit Nabi, karena beliau dalam menetapkan putusan tidaklah mengikuti hawa nafsu. Beliau bertindak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tidaklah terlintas di hati beliau bahwa keadaan yang sebenarnya berlawanan dengan laporan yang beliau terima.\n\nDengan rahmat dan karunia Allah, Nabi telah terpelihara dari membuat keputusan yang tidak benar. Selanjutnya diterangkan bahwa Allah telah melimpahkan anugerah-Nya kepada Nabi-Nya dengan menurunkan Al-Qur'an dan al-Hikmah untuk digunakan dalam menetapkan suatu keputusan. Dia mengajarkan kepadanya apa yang tidak diketahuinya sebelumnya. Karunia Allah kepada Nabi Muhammad saw sangat besar, karena beliau diutus kepada seluruh umat manusia untuk sepanjang masa." } } }, { "number": { "inQuran": 607, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 5, "page": 97, "manzil": 1, "ruku": 78, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0628\u0650\u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u064d \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "laa khaira fee kaseerim min najwaahum illaa man amara bisadaqatin aw ma'roofin aw islaahim bainan naas; wa mai yaf'al zaalikab tighaaa'a mardaatil laahi fa sawfa nu'teehi ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "No good is there in much of their private conversation, except for those who enjoin charity or that which is right or conciliation between people. And whoever does that seeking means to the approval of Allah - then We are going to give him a great reward.", "id": "Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/607", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/607.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/607.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sama sekali tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia atau bisikan-bisikan yang mereka lakukan, tetapi yang baik itu adalah orang yang menyuruh untuk bersedekah, atau berbuat makruf, yaitu perbuatan kebajikan yang sesuai dengan tuntunan agama dan sudah dikenal oleh masyarakat sebagai sesuatu yang baik, atau mengadakan perdamaian di antara manusia yang berselisih dan bertikai. Barang siapa berbuat demikian, yaitu perbuatan-perbuatan yang disebutkan di atas karena niat mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pa-hala yang besar, banyak dan berlipat ganda.", "long": "Merahasiakan pembicaraan dan perbuatan keji, seperti yang telah dilakukan oleh thu'mah dan kawan-kawannya adalah perbuatan yang terlarang, tidak ada faedahnya, kecuali bisik-bisik itu untuk menyuruh bersedekah, berbuat makruf dan mengadakan perdamaian di antara manusia.\n\nBerbisik-bisik dan menyembunyikan pembicaraan biasanya dilakukan untuk merahasiakan perbuatan terlarang, perbuatan jahat dan untuk melenyapkan kebaikan, jarang yang dilakukan untuk perbuatan baik dan terpuji.\n\nManusia menurut tabiatnya senang menyatakan dan mengatakan kepada orang lain atau kepada orang banyak tentang perbuatan baik yang telah atau yang akan dilakukannya. Sedang perbuatan jahat atau perbuatan dosa yang telah atau yang akan dilakukannya, selalu disembunyikan dan dirahasiakannya. Ia takut orang lain akan mengetahuinya, sesuai dengan sabda Rasulullah saw:\n\n\"Kebajikan itu adalah akhlak yang baik, dan dosa itu adalah apa yang terasa tidak enak di dalam hatimu, dan kamu tidak senang orang lain mengetahuinya\" (Riwayat Muslim).\n\nKarena itu diperintahkan agar orang yang beriman menjauhi perbuatan itu, terutama berbisik-bisik atau mengadakan pembicaraan rahasia untuk melakukan perbuatan dosa, permusuhan, mendustakan Rasulullah dan lain sebagainya.\n\nAyat yang lain menegaskan larangan Allah dan menyatakan bahwa berbisik dan mengadakan perjanjian rahasia untuk melakukan perbuatan dosa, termasuk perbuatan setan. Allah berfirman:\n\n(9) Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali. (10) Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal. (al-Mujadalah/58:9-10). \n\nAllah mengecualikan tiga macam perbuatan yang dibolehkan bahkan diperintahkan menyampaikannya dengan berbisik-bisik atau dengan rahasia, yaitu bersedekah, berbuat makruf dan mengadakan perdamaian di antara manusia.\n\nBersedekah adalah salah satu perbuatan baik yang sangat dianjurkan Allah. Tetapi menyebut-nyebut atau memberitahukannya di hadapan orang banyak, kadang-kadang dapat menimbulkan rasa tidak senang di dalam hati orang yang menerimanya. Bahkan adakalanya dirasakan sebagai suatu penghinaan terhadap dirinya, sekalipun si pemberi sedekah itu telah menyatakan bahwa ia bersedekah dengan hati yang ikhlas dan untuk mencari keridaan Allah swt.\n\n\"Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu¦\" (al-Baqarah/2:271). \n\nPerbuatan makruf adalah lawan dari perbuatan mungkar, lawan dari segala perbuatan yang dilarang Allah Yang Mahatahu dan perbuatan yang mengikuti hawa nafsu. Menasihati seseorang untuk berbuat makruf di hadapan orang banyak, mungkin akan menimbulkan rasa kurang enak pada yang dinasihati, apabila yang diberi nasihat itu teman sebaya atau orang yang lebih tinggi derajatnya dari orang yang menasihati. Biasanya orang yang menasihati lebih tinggi derajat, pangkat atau kedudukannya dari yang dinasihati. Karena itu Allah memerintahkan agar menasihati seseorang untuk berbuat makruf dengan cara berbisik dan tidak didengar orang lain. Bila didengar orang lain, maka orang yang dinasihati itu mungkin akan merasa terhina dan sakit hati, sehingga nasihat itu tidak diterimanya.\n\nKaum Muslimin diperintahkan agar selalu menjaga dan berusaha mengadakan perdamaian di antara manusia yang sedang berselisih terutama mendamaikan antara saudara-saudara yang beriman, sesuai dengan firman Allah:\n\nSesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (al-hujurat/49:10).\n\n\"¦ Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, ¦\" (al-Anfal/8:1).\n\nUsaha mengadakan perdamaian di antara orang-orang mukmin yang berselisih adalah usaha yang terpuji dan diperintahkan Allah. Tetapi menyebut usaha itu kepada orang lain atau didengar oleh orang banyak mungkin akan membawa kepada kemudaratan atau kejahatan yang lain, sehingga maksud mendamaikan itu akan berubah menjadi fitnah yang dapat memperdalam jurang persengketaan antara orang-orang yang akan didamaikan.\n\nAda orang yang enggan didamaikan bila diketahuinya bahwa yang akan mendamaikan itu orang lain. Ada pula orang yang enggan menerima perdamaian bila proses perdamaian itu diketahui orang banyak, karena ia khawatir bahwa usaha itu akan menjadi bahan pembicaraan orang banyak. Di samping itu mungkin ada pula pihak ketiga yang tidak menginginkan terjadinya suatu perdamaian. Karena itu Allah memerintahkan agar orang-orang yang beriman merahasiakan pembicaraan dan usaha yang berhubungan dengan mengadakan perdamaian di antara manusia.\n\nOrang yang melaksanakan tiga macam perintah Allah, yaitu bersedekah, berbuat kebaikan dan mencari perdamaian di antara manusia dengan ketundukan hati dan kepatuhan kepada-Nya serta mencari kerelaan-Nya, akan diberi pahala yang berlipat ganda oleh Allah. Keridaan Allah hanyalah dapat dicapai dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan bermanfaat, disertai dengan keikhlasan hati sesuai dengan yang diperintahkan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 608, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 5, "page": 97, "manzil": 1, "ruku": 78, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u064e\u0627\u0642\u0650\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai yushaaqiqir Rasoola mim ba'di maa tabaiyana lahul hudaa wa tattabi' ghaira sabeelil mu'mineena nuwallihee ma tawallaa wa nuslihee Jahannama wa saaa'at maseeraa" } }, "translation": { "en": "And whoever opposes the Messenger after guidance has become clear to him and follows other than the way of the believers - We will give him what he has taken and drive him into Hell, and evil it is as a destination.", "id": "Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/608", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/608.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/608.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah menerangkan pahala bagi orang-orang yang mengikuti tuntunan Rasulullah, sedang pada ayat ini Allah mem-beri peringatan. Dan barang siapa yang terus-menerus menentang Rasul, yaitu Nabi Muhammad, setelah jelas baginya kebenaran yang disampaikan kepadanya, bukan sebelum diketahuinya kebenaran itu, dan dilanjutkan dengan mengikuti jalan yang sesat, yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia, kelak di hari Akhirat ke dalam neraka Jahanam sebagai balasan yang setimpal atas penentangan mereka terhadap Rasulullah, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.", "long": "Seseorang yang menentang Rasulullah setelah nyata baginya kebenaran risalah yang dibawanya, serta mengikuti jalan orang yang menyimpang dari jalan kebenaran, maka Allah membiarkan mereka menempuh jalan sesat yang dipilihnya. Kemudian Dia akan memasukkan mereka ke dalam neraka, tempat kembali yang seburuk-buruknya. Ayat ini erat hubungannya dengan tindakan Tu'mah dan pengikut-pengikutnya, dan perbuatan orang-orang yang bertindak seperti yang dilakukan Tu'mah itu. \n\nDari ayat ini dipahami bahwa Allah telah menganugerahkan kepada manusia kemauan dan kebebasan memilih. Pada ayat Al-Qur'an yang lain diterangkan pula bahwa Allah telah menganugerahkan akal, pikiran dan perasaan serta melengkapinya dengan petunjuk-petunjuk yang dibawa para rasul. Jika manusia menggunakan dengan baik semua anugerah Allah itu, pasti ia dapat mengikuti jalan yang benar.\n\nTetapi kebanyakan manusia mementingkan dirinya sendiri, mengikuti hawa nafsunya sehingga ia tidak menggunakan akal, pikiran, perasaan, dan petunjuk-petunjuk Allah dalam menetapkan dan memilih perbuatan yang patut dikerjakannya. Karena itu ada manusia yang menantang dan memusuhi para rasul, setelah nyata bagi mereka kebenaran dan ada pula manusia yang suka mengerjakan pekerjaan jahat, sekalipun hatinya mengakui kesalahan perbuatannya itu.\n\nAllah menilai perbuatan manusia, kemudian Dia memberi balasan yang setimpal, amal baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedang perbuatan buruk diberi balasan yang setimpal dengan perbuatan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 609, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 5, "page": 97, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal laaha laa yaghfiru ai yushraka bihee wayaghfiru maa doona zaalika limai yashaaa'; wa mai yushrik billaahi faqad dalla dalaalam ba'eedaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah does not forgive association with Him, but He forgives what is less than that for whom He wills. And he who associates others with Allah has certainly gone far astray.", "id": "Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/609", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/609.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/609.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Syirik adalah perbuatan dosa yang paling besar. Karena itu, sesungguhnya Allah Yang Maha Esa tidak akan mengampuni dosa syirik yakni mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun tanpa bertobat sebelum ia mati, dan Dia mengampuni dosa yang dilakukan selain syirik itu, baik dosa besar maupun kecil, baik yang bersangkutan memohon ampun atau tidak, bagi siapa yang Dia kehendaki berdasarkan kebijakanNya. Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali sehingga sulit baginya untuk menemukan jalan kembali kepada kebenaran (Lihat: Surah an-Nisa /4: 48, 116; dan Surah Luqma n/31: 13).", "long": "Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang mengakui adanya tuhan lain selain Allah atau menyembah selain Allah, tetapi Dia mengampuni dosa lainnya. Dari ayat ini dipahami bahwa ada dua macam dosa, yaitu:\n\n1.Dosa yang tidak diampuni Allah, dosa syirik.\n\n2.Dosa yang dapat diampuni Allah, dosa selain dosa syirik.\n\nJika seseorang mensyarikatkan Allah, berarti di dalam hatinya tidak ada pengakuan tentang keesaan Allah. Karena itu hubungannya dengan Allah Yang Mahakuasa, Yang Maha Penolong, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah terputus: Ini berarti tidak ada lagi baginya penolong, pelindung, pemelihara, seakan-akan dirinya telah lepas dari Tuhan Yang Maha Esa. Ia telah sesat dan jauh menyimpang dari jalan yang lurus yang diridai Allah, maka mustahil baginya mendekatkan diri kepada Allah.\n\nSeandainya di dalam hati dan jiwa seseorang telah tumbuh syirik berarti hati dan jiwanya telah dihinggapi penyakit yang paling parah; tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Segala macam bentuk kebenaran dan kebaikan yang ada pada orang itu tidak akan sanggup mengimbangi, apalagi menghapuskan kejahatan dan kerusakan yang ditimbulkan oleh syirik itu.\n\nHati seorang musyrik tidak berhubungan lagi dengan Allah, tetapi terpaut kepada hawa nafsu, loba dan tamak kepada harta benda yang tidak akan dapat menolongnya sedikit pun. Itulah sebabnya Allah menegaskan bahwa dosa syirik itu amat besar dan tidak akan diampuni-Nya.\n\nSeandainya hati dan jiwa seseorang bersih dari syirik, atau ada cahaya iman di dalamnya, maka sekalipun ia telah mengerjakan dosa, hatinya akan ditumbuhi iman dan datang kepadanya petunjuk, maka ia akan bertobat, karena cahaya iman yang ada di dalam hatinya dapat bersinar kembali. Karena itulah Allah akan mengampuni dosanya karena bukan dosa syirik.\n\nAn-Nisa' 48 telah menerangkan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, tetapi akan mengampuni dosa selain dari dosa itu. Pengulangan pernyataan itu adalah untuk menegaskan kepada orang yang beriman agar mereka menjauhi syirik. Hendaklah mereka memupuk tauhid di dalam hati mereka, karena tauhid itu adalah dasar agama." } } }, { "number": { "inQuran": 610, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 5, "page": 97, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "iny yad'oona min dooniheee illaaa inaasanw wa iny yad'oona illaa Shaitaanam mareedaa" } }, "translation": { "en": "They call upon instead of Him none but female [deities], and they [actually] call upon none but a rebellious Satan.", "id": "Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/610", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/610.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/610.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menjelaskan dosa perbuatan syirik dan kesesatan yang sangat jauh yang dialami oleh mereka musyrik, sedangkan pada ayat ini Allah menjelaskan beberapa bentuk perbuatan syirik itu. Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah inas, yaitu berhala-berhala, yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri. Berhala-berhala itu disebut inas, yang berasal dari kata anasa yang serupa dengan huruf-huruf yang membentuk kata wasana, karena mengandung makna kelemahan, keterpisahan, banyak, dan karena diyakini bahwa berhala-berhala itu adalah anak-anak perempuan. Dan oleh sebab itu, mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka, karena setanlah yang membawa dan mengantarkan mereka untuk melakukan perbuatan syirik itu.", "long": "Telah menjadi adat kebiasaan orang Arab jahiliah menyeru, menyembah dan memohon pertolongan kepada patung-patung yang mereka buat sendiri. Mereka mempercayainya sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan mereka namai dengan nama-nama perempuan (inatsan), seperti al-Lata, al-'Uzza dan Manat. Berhala atau patung-patung itu mereka beri hiasan dan pakaian seperti perempuan. Setiap kabilah atau suku mempunyai berhala sendiri yang mereka beri nama dengan nama-nama perempuan.\n\nSebagian ahli tafsir mengartikan inatsan dengan \"orang yang telah mati\", karena orang yang telah mati itu lemah dan tidak berdaya. Orang-orang Arab jahiliah mengagungkan dan memuja nenek moyang mereka yang mati. Mereka mempercayai bahwa orang yang telah mati itu dapat dijadikan perantara untuk menyampaikan hajat atau keinginan kepada kekuatan gaib yang tidak mereka ketahui keadaan dan ujudnya. Kepercayaan yang seperti ini secara tidak sadar banyak dianut oleh Ahli Kitab dan sebagian kaum Muslimin pada masa kini.\n\nKepercayaan menyembah berhala, menyembah benda, memuja dan menyembah orang yang telah mati itu adalah kepercayaan yang timbul karena mengikuti hawa nafsu dan karena mengikuti tipu daya setan yang durhaka yang selalu berusaha untuk menyesatkan anak cucu Adam dari jalan yang lurus, sebagaimana mereka dahulu telah mengikrarkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 611, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 5, "page": 97, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d8 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0641\u0652\u0631\u064f\u0648\u0636\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "La'anahul laah; wa qaala la attakhizanna min 'ibaadika naseebam mafroodaa" } }, "translation": { "en": "Whom Allah has cursed. For he had said, \"I will surely take from among Your servants a specific portion.", "id": "yang dilaknati Allah, dan (setan) itu mengatakan, “Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/611", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/611.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/611.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka dilaknati Allah, yaitu dijauhkan rahmat dan karunia serta kebajikan dari-Nya dan setan itu mengatakan, \"Aku pasti akan selalu berusaha mengambil bagian tertentu yang telah Engkau tentukan bagiku dari hamba-hamba-Mu yang durhaka kepada-Mu.", "long": "Setan itu selain mempunyai sifat durhaka, ia juga telah mendapat laknat dan murka dari Allah. Mereka telah bertambah jauh dari rahmat dan karunia-Nya, karena mereka selalu berusaha mengajak manusia mengerjakan kejahatan dan mengerjakan larangan-larangannya, dengan membisik-bisikan dan menjadikan manusia memandang baik perbuatan-perbuatan terlarang itu.\n\nSetan menyatakan kepada Allah bahwa ia akan mempengaruhi sebagian manusia, sehingga mereka mengikuti kehendaknya, serta menjadi hamba yang durhaka seperti dia. Pernyataan ini akan dilaksanakannya dengan segala macam cara dan usaha dan dengan segala kepandaian yang ada padanya.\n\nDipahami pula dari ayat ini bahwa manusia itu ada yang taat kepada Allah dan tidak dapat digoda setan serta ada pula yang tidak taat kepada Allah dan dapat digodanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang menyatakan bahwa manusia itu mempunyai kesediaan untuk berbuat baik dan kesediaan untuk berbuat jahat. Allah berfirman:\n\nDan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). (al-Balad/90:10).\n\nSetan berusaha memanfaatkan potensi untuk berbuat jahat yang ada pada manusia untuk melaksanakan pernyataannya kepada Allah. Pada sebagian manusia potensi untuk berbuat jahat itu tidak dapat dimanfaatkan oleh setan, karena potensi untuk itu telah dihambat pertumbuhannya oleh potensi kebaikan yang telah berkembang dan tumbuh pada dirinya." } } }, { "number": { "inQuran": 612, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 5, "page": 97, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u0645\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0622\u0645\u064f\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u062a\u0651\u0650\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0622\u0645\u064f\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e \u062e\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa la udillannahum wa la umanni yannnahum wa la aamurannahum fala yubat tikunna aazaanal lan'aami wa la aamurannahum fala yughai yirunna khalqal laah; wa mai yattakhizish Shaitaana waliyyam mmin doonil laahi faqad khasira khusraanam mubeena" } }, "translation": { "en": "And I will mislead them, and I will arouse in them [sinful] desires, and I will command them so they will slit the ears of cattle, and I will command them so they will change the creation of Allah.\" And whoever takes Satan as an ally instead of Allah has certainly sustained a clear loss.", "id": "dan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya).” Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/612", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/612.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/612.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pasti kusesatkan mereka dari jalan-Mu yang benar dan lurus, kapan pun dan di mana pun, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka sehingga mereka tidak dapat melakukan kebajikan-kebajikan dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan kusuruh mereka mengubah ciptaan Allah yang ada pada diri mereka, seperti fitrah keagaman dan keyakinan akan keesaan Allah yang sudah diikrarkan mereka pada waktu akan ditiupkan roh oleh Allah ke dalam diri mereka, dan mereka benar-benar mengubahnya, termasuk memperburuk wajah unta atau bentuk tubuhnya, padahal unta itu selama ini menjadi kendaraan mereka. \"Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata di dunia dan di akhirat.", "long": "Pada ayat ini diterangkan tindakan dan usaha setan dalam menggunakan potensi jahat yang ada pada manusia, agar cita-citanya mencelakakan manusia dapat tercapai yaitu dengan:\n\n1.Berusaha memalingkan manusia dari kepercayaan yang benar dengan mengaburkan petunjuk Allah ke jalan yang benar, sehingga mereka tersesat dan menempuh jalan yang diinginkan setan.\n\n2.Berusaha memperdayakan pikiran manusia dengan khayalan-khayalan yang mustahil terjadi dan dengan angan-angan kosong, sehingga mereka memandang baik segala perbuatan yang dilarang, serta menanamkan di dalam hati dan pikirannya bahwa kesenangan hidup di dunia itu adalah kesenangan yang pasti tercapai sedang kesenangan dan kebahagiaan di akhirat adalah kesenangan yang diragukan adanya.\n\n3.Berusaha menyesatkan manusia dengan menjadikan mereka memandang haram suatu perbuatan yang halal, sebaliknya memandang yang halal sebagai sesuatu perbuatan yang haram, sebagaimana yang terdapat di kalangan Arab jahiliah. Menurut kepercayaan Arab jahiliah sebagian binatang yang akan dikorbankan untuk berhala dipotong atau dibelah telinganya. \n\nBila binatang itu telah dipotong atau dibelah telinganya berarti telah menjadi kepunyaan berhala, karena itu tidak boleh lagi dikendarai atau dipergunakan untuk suatu keperluan; binatang itu dibiarkan lepas dan tidak boleh diganggu seorang pun.\n\n4.Mengubah ciptaan Allah, menurut sebagian mufasir, ialah mengubah ketentuan-ketentuan yang telah diciptakan Allah, seperti mengebiri orang laki-laki agar ia dapat dijadikan penjaga istri-istri atau budak-budak perempuan seorang pembesar, sebagaimana yang banyak dilakukan di negeri-negeri Arab dan negeri-negeri lain zaman dahulu. Menurut sebagian mufassir, yang dimaksud dengan ciptaan Allah ialah agama Allah, karena agama Allah telah menjadi fitrah bagi manusia. Allah berfirman:\n\nMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (ar-Rum/30:30).\n\nManusia diciptakan Allah mempunyai fitrah beragama tauhid, mengakui keesaan Allah, tidak bersekutu dengan sesuatu, hanya Allah saja yang berhak disembah. Seandainya ada manusia tidak mengakui keesaan Allah, berarti pengaruh lingkungan alam sekitarnya telah mengalahkan fitrahnya. Termasuk yang mempengaruhi manusia itu ialah usaha setan untuk melenyapkan naluri itu, sebagai yang disebutkan hadis:\n\nDari 'Iyad bin hammad, Bersabda Rasulullah saw, berfirman Allah 'Azza wajalla, \"Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku cenderung kepada (agama-Ku), maka datanglah setan kepada mereka, lalu setan itu memalingkan mereka dari agamanya dan ia mengharamkan apa yang telah Aku halalkan bagi mereka.\" (Riwayat Muslim).\n\nAllah memperingatkan hamba-Nya dengan pernyataan bahwa barang siapa yang mengikuti bisikan, tipu daya dan keinginan setan berarti dia telah jauh dari rahmat dan karunia-Nya dan telah merugi di dunia (dan di akhirat), karena setan itu selalu berusaha menggunakan segala kelemahan manusia untuk melaksanakan janjinya kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 613, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 5, "page": 97, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ya'iduhum wa yuman neehim wa maa ya'iduhumush Shaitaanu illaa ghurooraa" } }, "translation": { "en": "Satan promises them and arouses desire in them. But Satan does not promise them except delusion.", "id": "(Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/613", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/613.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/613.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan kerugian yang dialami oleh mereka yang mengikuti setan. Setan itu memberikan janji-janji bohong semata tanpa bukti kepada mereka, dan ini semua akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka sehingga mereka menunda dan bahkan tidak dapat melakukan kebajikan-kebajikan. Padahal, janji-janji bohong dan anganangan kosong yang dijanjikan setan itu hanyalah tipuan belaka kepada mereka yang menyebabkan mereka sesat dari jalan Allah.", "long": "Setan selalu menjanjikan yang muluk-muluk dan menimbulkan angan-angan kosong serta menimbulkan khayalan-khayalan di dalam hati dan pikiran manusia. Jika seseorang ingin menafkahkan hartanya di jalan Allah dibisikannyalah kepada orang itu bahwa menafkahkan itu mengakibatkan kemiskinan, dan dijanjikan kesenangan dan kemuliaan bila manusia itu kikir. Kepada penjudi diiming-imingi kebahagiaan dan kekayaan tanpa usaha, kepada peminum khamar dibisikkannya kegembiraan dan kesenangan bila seseorang telah mabuk dan sebagainya.\n\nTermasuk di dalam janji setan, ialah janji dan iming-iming yang ditanamkan kepada orang-orang yang mau melanggar larangan-larangan Allah untuk kepentingan dirinya. seperti pangkat, kehormatan dan sebagainya. Janji setan itu tidak lain hanyalah tipuan belaka, tidak ada satupun yang akan dapat ditepatinya dan tidak dapat diharapkan hasilnya sedikit pun, seperti janji dan angan-angan yang ditanamkan kepada penjudi, peminum khamar, pezina, orang yang gila pangkat dan gila hormat. Mereka mengkhayalkan kesenangan dan kebahagiaan dari hasil perbuatan mereka itu, tetapi hasil itu tidak pernah mereka nikmati." } } }, { "number": { "inQuran": 614, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 5, "page": 97, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062d\u0650\u064a\u0635\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika maawaahum Jahannamu wa laa yajidoona 'anhaa maheesaa" } }, "translation": { "en": "The refuge of those will be Hell, and they will not find from it an escape.", "id": "Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di neraka Jahanam dan mereka tidak akan mendapat tempat (lain untuk) lari darinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/614", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/614.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/614.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang tertipu dengan janji-janji bohong dan omong kosong yang dijanjikan setan itu tempatnya di neraka Jahanam yang sangat menyeramkan dengan siksaan yang amat pedih, dan mereka kekal di dalamnya dan tidak akan mendapat tempat lain untuk lari dan menghindar darinya.", "long": "Karena orang-orang yang mengikuti dan memenuhi keinginan setan telah sesat, maka buku amalannya telah dipenuhi oleh perbuatan dosa dan maksiat. Oleh karena itu, tempat mereka adalah neraka Jahanam, mereka tidak dapat keluar dari padanya, karena tidak mempunyai suatu kebaikan yang dapat membebaskan dan menyelamatkan mereka dari azab neraka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 615, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 5, "page": 98, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0633\u064e\u0646\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062f\u064e\u0642\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati sanud khiluhum Jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaaa abadaa; wa'dal laahi haqqaa; wa man asdaqu minal laahi qeelaa" } }, "translation": { "en": "But the ones who believe and do righteous deeds - We will admit them to gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide forever. [It is] the promise of Allah, [which is] truth, and who is more truthful than Allah in statement.", "id": "Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/615", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/615.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/615.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beberapa ayat sebelumnya menggambarkan bahwa orang-orang yang mengikuti langkah-langkah setan akan ditempatkan oleh Allah kelak di neraka Jahanam. Sebaliknya, pada ayat ini Allah menggambarkan balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Dan orang yang beriman dengan keimanan yang benar dan mengerjakan amal kebajikan sesuai dengan tuntunan agama, kelak di hari Akhirat nanti akan Kami masukkan ke dalam surga sebagai balasan atas kepatuhan dan ketaatan mereka terhadap tuntunan Allah dan Rasul-Nya, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan segala hal yang menjadi janji Allah itu benar dan pasti sesuai dengan kenyataan karena yang menjanjikan itu adalah Allah Yang Mahabenar perkataan-Nya. Dan siapakah yang lebih benar dan pasti perkataannya daripada Allah? Tidak ada satu pun.", "long": "Orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka tidak terperdaya dengan godaan setan, mereka tidak mau menjadi pembantu setan, mereka mengikuti petunjuk-petunjuk Allah, melaksanakan perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Mereka diberi balasan dengan surga yang penuh nikmat, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalam surga, karena tidak ada sesuatu pun yang dapat mengeluarkan mereka dari tempat yang penuh kesenangan dan kebahagiaan.\n\nItulah janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bukan janji palsu, bukan pula angan-angan kosong yang tidak ada hasilnya yang dibisikkan setan, tetapi janji yang pasti ditepati, karena yang menjanjikan itu adalah Yang Mahakuasa, Maha Perkasa, Mahakaya, Pemilik seluruh alam. Janji setan mustahil ditepati, karena dia sendiri tidak mempunyai kesanggupan untuk menepatinya. Allah berfirman:\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14:22)." } } }, { "number": { "inQuran": 616, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 5, "page": 98, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d7 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064b\u0627 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laisa bi amaaniyyikum wa laaa amaaniyyi Ahlil Kitaab; mai ya'mal sooo'ai yujza bihee wa laa yajid lahoo min doonil laahi waliyanw wa laa naseeraa" } }, "translation": { "en": "Paradise is not [obtained] by your wishful thinking nor by that of the People of the Scripture. Whoever does a wrong will be recompensed for it, and he will not find besides Allah a protector or a helper.", "id": "(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/616", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/616.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/616.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pahala yang Allah janjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh itu, bukanlah angan-anganmu yang kosong, wahai kaum musyrik atau kaum muslim yang belum memahami dan menghayati agama dengan benar, dan bukan pula angan-angan Ahli Kitab dari golongan Yahudi dan Nasrani, tetapi dicapai berkat karunia Allah yang dibagi-bagikan karena keberimanan dan amal saleh. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, cepat atau lambat, dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong yang dapat melindunginya dari azab Allah selain Allah.", "long": "Tidak ada keistimewaan bagi seseorang, kecuali dengan amal baktinya dan tidak mungkin ia luput dari azab Allah dan mustahil ia masuk surga semata-mata dengan mengatakan bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling baik dan sempurna, serta nabi-nabi dan rasul-rasul yang mereka ikuti adalah yang paling tinggi derajatnya dalam pandangan Allah, seperti yang dikatakan Ahli Kitab itu. Hendaklah orang yang beriman mengerjakan amal yang saleh, melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya karena pahala itu diberikan Allah berdasarkan amal yang dilakukan dengan ikhlas, bukan berdasarkan perkataan dan angan-angan kosong. Allah mendatangkan agama bukan untuk bermegah-megah dan berbangga-bangga dengan agama itu, tetapi agama didatangkan untuk diamalkan dan dilaksanakan.\n\nDi antara sebab yang menimbulkan salah sangka dan angan-angan yang demikian, ialah karena kesalahan manusia dalam memahami agama atau mereka sengaja berbuat demikian agar dianggap lebih tinggi dari umat atau bangsa yang lain, karena Allah mengangkat nabi-nabi atau rasul-rasul dari bangsa-bangsa mereka. Dengan kemuliaan dan kemaksuman (terpelihara dari dosa) nabi-nabi dan rasul-rasul itu, mereka merasa telah mendapatkan kemuliaan dan terpelihara pula dari azab Allah. Karena itu menurut anggapan mereka, mereka akan masuk surga dan terlepas dari siksa neraka, tanpa melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya.\n\nPersangkaan dan angan-angan kosong yang demikian telah menjalar pula di kalangan kaum Muslimin, sebagaimana tersebut dalam ayat ini. Sikap yang demikian telah dinyatakan pula oleh Ahli Kitab, sebagaimana tersebut dalam ayat lain:\n\nOrang Yahudi dan Nasrani berkata, \"Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.\" ¦ (al-Maidah/5:18).\n\nDan mereka berkata, \"Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.\" ¦ (al-Baqarah/2:80).\n\nSetiap kejahatan yang dilakukan manusia, akan dibalas Allah, karena segala macam perbuatan baik atau buruk yang dilakukan oleh seseorang, tanggung jawabnya dipikul oleh orang yang mengerjakannya, tidak dipikul oleh orang lain. Karena itu orang yang benar-benar beriman hendaklah meneliti dan memperhitungkan setiap pekerjaan yang akan dikerjakannya, sehingga sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah.\n\nDiriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Zuhair, bahwa pada waktu turunnya ayat ini Abu Bakar sangat memperhatikannya dan merasa khawatir. Maka beliau bertanya kepada Rasulullah saw, \"Siapakah yang selamat berhubungan dengan ini ya Rasulullah?\" Rasulullah saw menjawab, \"Apakah kamu tidak pernah susah, apakah kamu tidak pernah sakit, dan apakah malapetaka tidak pernah menimpamu?\" Abu Bakar menjawab, \"Pernah ya Rasulullah.\" Rasulullah berkata, \"Itulah dia (pembalasan dari kesalahanmu).\"\n\nDiriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata, \"Tatkala turun ayat ini kaum Muslimin merasa berat dan sampailah kepada mereka apa yang dikehendaki Allah,\" maka mereka mengadu kepada Rasulullah saw. Rasulullah menjawab, \"Ambillah tempat olehmu dan saling mendekatlah, sesungguhnya setiap musibah yang menimpa manusia itu adalah sebagai tebusan (bagi perbuatannya) sampai kepada duri yang menusuknya dan musibah yang menimpanya.\"\n\nDari hadis ini dapat dipahami bahwa segala musibah yang menimpa manusia baik kecil maupun besar, sedikit atau banyak adalah sebagai balasan dari kelalaian, kesalahan dan perbuatan buruk yang telah dilakukannya, karena mereka tidak lagi berjalan mengikuti sunatullah. Allah berfirman:\n\nDan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). (asy-Syura/42:30).\n\nSebagian mufasir berpendapat bahwa musibah yang menimpa manusia di dunia ini tidak dapat menghapus azab di akhirat, kecuali bila yang ditimpa musibah itu berusaha menghapus kesalahan dan tindakan buruknya dengan amal yang saleh, dengan menguatkan imannya, dengan meninggalkan perbuatan jahat dan bertobat selama ia hidup di dunia. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. \n\nOrang-orang yang mengerjakan kejahatan pasti mendapat azab dari Allah dan ia tidak mempunyai penolong dan pelindung selain Allah untuk menghindarkan diri dari azab itu, dan setan yang menjanjikan perlindungan dan pertolongan itu tidak kuasa menenepati janjinya." } } }, { "number": { "inQuran": 617, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 5, "page": 98, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai ya'mal minas saalihaati min zakarin aw unsaa wa huwa mu'minun fa ulaaa'ika yadkhuloonal Jannata wa laa yuzlamoona naqeeraa" } }, "translation": { "en": "And whoever does righteous deeds, whether male or female, while being a believer - those will enter Paradise and will not be wronged, [even as much as] the speck on a date seed.", "id": "Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/617", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/617.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/617.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa mengerjakan amal-amal kebajikan, yakni perbuatanperbuatan baik dan bermanfaat menurut Allah dan Rasul-Nya, baik pelakunya laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman dengan iman yang benar, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga sebagai anugerah Allah atas mereka dan mereka tidak dizalimi atau dikurangi sedikit pun dari amal saleh yang telah mereka lakukan.", "long": "Orang yang beramal saleh dan membersihkan dirinya sesuai dengan kesanggupannya, memperbaiki budi pekertinya, memperbaiki hubungannya dengan orang lain dalam pergaulannya di masyarakat dan orang yang tidak mau mengikuti tipu daya setan, Allah berjanji membalas kebaikan mereka dengan balasan yang sempurna dengan menyediakan surga bagi mereka, dan Allah tidak akan mengurangi pahala amalan mereka walau sedikit pun.\n\nAyat ini merupakan peringatan dan pelajaran bagi kaum Muslimin bahwa manusia tidak dapat menggantungkan harapan dan cita-citanya semata-mata kepada angan-angan dan khayalan belaka, tetapi hendaklah berdasarkan usaha dan perbuatan. Orang yang berbangga-bangga dengan keturunan dan bangsa mereka adalah orang yang sesat, tidak akan mencapai apa yang dicita-citakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 618, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 5, "page": 98, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u062f\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064c \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa man ahsanu deenam mimmman aslama wajhahoo lillaahi wa huwa muhsinunw wattaba'a Millata Ibraaheema haneefaa; wattakhazal laahu Ibraaheema khaleelaa" } }, "translation": { "en": "And who is better in religion than one who submits himself to Allah while being a doer of good and follows the religion of Abraham, inclining toward truth? And Allah took Abraham as an intimate friend.", "id": "Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/618", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/618.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/618.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas, tunduk, patuh, dan berserah diri kepada Allah secara total, sedang dia mengerjakan kebaikan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya dan mengikuti agama Ibrahim secara lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-Nya, karena ia berada pada tingkat kecintaan yang paling tinggi dan ketaatan yang luar biasa terhadap Allah.", "long": "Tidak ada seorang pun yang lebih baik agamanya dari orang yang melakukan ketaatan dan ketundukannya kepada Allah, ia mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa ada tiga macam ukuran yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan ketinggian suatu agama dan keadaan pemeluknya, yaitu:\n\n1.Menyerahkan diri hanya kepada Allah,\n\n2.Berbuat kebaikan, dan\n\n3. Mengikuti agama Ibrahim yang hanif.\n\nSeseorang dikatakan menyerahkan diri kepada Allah, jika ia menyerahkan seluruh jiwa dan raganya serta seluruh kehidupannya hanya kepada Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Karena itu ia hanya berdoa, memohon, meminta pertolongan dan merasa dirinya terikat hanya kepada Allah saja. Ia langsung berhubungan dengan Allah tanpa ada sesuatu pun yang menghalanginya. Untuk mencapai yang demikian seseorang harus mengetahui dan mempelajari sunah Rasul dan sunatullah yang berlaku di alam ini, kemudian diamalkannya karena semata-mata mencari keridaan Allah.\n\nJika seseorang benar-benar menyerahkan diri kepada Allah, maka ia akan melihat dan merasakan sesuatu pada waktu melaksanakan ibadahnya, sebagaimana yang dilukiskan Rasulullah saw:\n\nJibril bertanya ya Rasulullah, \"Apakah ihsan itu?\" Rasulullah saw menjawab, \"Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah).\n\nMengerjakan kebaikan adalah manifestasi dari pada berserah diri kepada Allah. Makin sempurna penyerahan diri seseorang, makin baik dan sempurna pula amal yang dikerjakannya. Di samping mengerjakan yang diwajibkan, seseorang sebaiknya melengkapi dengan yang sunah dengan sempurna, sesuai dengan kesanggupannya.\n\nMengikuti agama Ibrahim yang hanif ialah mengikuti agama Ibrahim yang lurus yang percaya kepada keesaan Allah, yaitu kepercayaan yang benar dan lurus. Allah berfirman:\n\n(26) Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, \"Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah,(27) kecuali (kamu menyembah) Allah yang menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.\" (28) Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu). (az-Zukhruf/43:26-28)\n\nSekalipun ada perintah agar mengikuti agama Ibrahim, bukanlah berarti bahwa Ibrahim-lah yang pertama kali membawa kepercayaan tauhid, dan agama yang dibawa oleh para nabi sebelumnya tidak berasaskan tauhid. Maksud perintah mengikuti agama Nabi Ibrahim ialah untuk menarik perhatian bangsa Arab, sebagai bangsa yang pertama kali menerima seruan agama Islam. Ibrahim a.s. dan Ismail adalah nenek moyang bangsa Arab.\n\nOrang Arab waktu itu amat senang mendengar perkataan yang menjelaskan bahwa mereka adalah pengikut agama Nabi Ibrahim, sekalipun mereka telah menjadi penyembah berhala. Dengan menghubungkan agama yang dibawa Nabi Muhammad saw dengan agama yang dibawa Nabi Ibrahim akan menarik hati dan menyadarkan orang Arab yang selama ini telah mengikuti jalan yang sesat.\n\nDia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa ¦ (asy-Syura/42:13).\n\nAgama yang dibawa Nabi Muhammad bukan saja sesuai dengan agama yang dibawa Nabi Ibrahim, tetapi juga berhubungan dan seasas dengan agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Isa yang diutus sesudah Nabi Ibrahim. Demikian pula agama Islam berhubungan dan seasas dengan agama yang dibawa oleh nabi-nabi Allah terdahulu.\n\nPerintah mengikuti agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim di sini adalah karena kehidupan Ibrahim dan putranya Ismail dapat dijadikan teladan yang baik serta mengingatkan kepada pengorbanan yang telah dilakukannya dalam menyiarkan agama Allah. Hal ini dapat pula dijadikan iktibar oleh kaum Muslimin dalam menghadapi orang-orang kafir yang selalu berusaha menghancurkan Islam dan Muslimin.\n\nIbrahim telah menjadi kesayangan Allah, karena kekuatan iman, ketinggian budi pekertinya dan keikhlasan serta pengorbanannya dalam menegakkan agama Allah. Seakan-akan Allah menyatakan bahwa orang yang mengikuti jejak dan langkah Nabi Ibrahim dan hal ini tampak dalam tingkah laku dan budi pekertinya, berhak menamakan dirinya sebagai pengikut Ibrahim. Bukan seperti orang Yahudi, Nasrani dan orang musyrik Mekah yang mengaku sebagai pengikut Nabi Ibrahim, tetapi mereka tidak mengikuti agama yang dibawanya dan tidak pula mencontoh budi pekertinya." } } }, { "number": { "inQuran": 619, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 5, "page": 98, "manzil": 1, "ruku": 79, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi maa fis samaawaati wa maa fil ard; wa kaanal laahu bikulli shai'im muheetaa" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. And ever is Allah, of all things, encompassing.", "id": "Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/619", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/619.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/619.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, yaitu seluruh wujud yang ada di alam raya ini, dan Dia Mahakuasa atas segalanya, dan pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu, yang besar maupun yang kecil, yang tampak maupun yang tersembunyi, dan yang diucapkan maupun yang hanya terlintas di dalam hati dan pikiran manusia.", "long": "Ayat ini menegaskan tentang kekuasaan Allah atas alam semesta, sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Ayat ini merupakan penutup dari ayat-ayat yang sebelumnya, dan mengandung beberapa hikmah:\n\n1.Untuk mengingatkan bahwa Allah Mahakuasa, pemilik seluruh alam, karena itu Dia pasti menepati janjinya yang tersebut pada ayat-ayat yang lalu.\n\n2.Untuk menerangkan bahwa hanya kepada-Nyalah semua makhluk berserah diri, mohon pertolongan, mengemukakan harapan, bukan kepada yang lain, karena yang selain Allah adalah milik-Nya dan berada di bawah kekuasaan-Nya.\n\n3. Untuk menjelaskan maksud perkataan Ibrahim Khalilullah (Ibrahim kesayangan Allah), dengan adanya ayat ini jelaslah bahwa Ibrahim itu bukanlah teman Allah, seperti anggapan sebagian Ahli Kitab, tetapi hamba kesayangan-Nya, karena ia tunduk dan berserah diri kepada Allah, selalu berkorban dan berbuat baik. Ibrahim adalah milik Allah, seperti makhluk yang lain, bukanlah orang yang berserikat dengan Allah dalam memiliki alam ini." } } }, { "number": { "inQuran": 620, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 5, "page": 98, "manzil": 1, "ruku": 80, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u063a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u0650\u0644\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yastaftoonaka finnisaaa'i qulil laahu yufteekum feehinna wa maa yutlaa 'alaikum fil Kitaabi fee yataaman nisaaa'il laatee laa tu'toonahunna mmaa kutiba lahunnna wa targhaboona an tankihoohunna wal mustad'a feena minal wildaani wa an taqoomoo lilyataamaa bilqist; wa maa taf'aloo min khairin fa innal laaha kaana bihee 'Aleemaa" } }, "translation": { "en": "And they request from you, [O Muhammad], a [legal] ruling concerning women. Say, \"Allah gives you a ruling about them and [about] what has been recited to you in the Book concerning the orphan girls to whom you do not give what is decreed for them - and [yet] you desire to marry them - and concerning the oppressed among children and that you maintain for orphans [their rights] in justice.\" And whatever you do of good - indeed, Allah is ever Knowing of it.", "id": "Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang perempuan. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Qur'an (juga memfatwakan) tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu (maskawin) yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin menikahi mereka dan (tentang) anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) agar mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/620", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/620.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/620.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka meminta fatwa, yaitu penjelasan hukum, kepadamu, wahai Muhammad, tentang berbagai persoalan hukum yang terkait dengan perempuan-perempuan, seperti hak dan kewajiban mereka sebagai istri. Katakanlah, wahai Muhammad, \"Bukan aku yang memberi fatwa, tetapi Allah memberi fatwa kepada kamu tentang mereka, dan juga apa yang dibacakan kepadamu dalam al-Kitab, yaitu Al-Qur'an, memfatwakan tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu yang ditetapkan untuk mereka, seperti mahar yang wajar bagi mereka dan harta warisan yang merupakan hak mereka, sedang kamu ingin menikahi mereka karena kecantikan dan kekayaan mereka, dan kamu tidak membayar mahar-mahar mereka dengan sempurna dan Allah memberi fatwa pula kepadamu tentang anak-anak yang masih dipandang lemah untuk diberikan hak-hak mereka. Dan Allah menyuruh kamu agar mengurus anak-anak yatim secara adil dalam soal harta waris dan mahar mereka. Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, termasuk sikap adil kamu dalam memberikan hak-hak mereka, sesungguhnya Allah selamanya, sejak dahulu hinga sekarang dan akan datang, Maha Mengetahui.\"", "long": "Sejarah telah melukiskan bahwa orang-orang Arab jahiliah pada masa turunnya ayat ini memandang rendah kedudukan perempuan, orang yang lemah dan anak yatim, seakan-akan mereka adalah makhluk yang tidak ada artinya, tidak dapat memiliki sesuatu pun, bahkan mereka sendiri boleh dimiliki dan diperjualbelikan sebagaimana memiliki dan memperjualbelikan barang. Turunnya ayat-ayat pertama sampai dengan ayat 36 Surah An-Nisa' yang memerintahkan agar menjaga hak-hak orang tersebut, mengagetkan orang-orang Arab, karena perintah itu tidak sesuai, bahkan bertentangan dengan adat kebiasaan mereka. Karena itu timbullah di dalam pikiran mereka bermacam-macam pertanyaan, dan mereka ingin agar Allah segera menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul itu. Karena itu turunlah ayat 127 sampai dengan ayat 130 untuk mejelaskan lagi hak-hak perempuan, orang yang lemah dan anak yatim yang telah diterangkan pada permulaan Surah ini sehingga terjawablah pertanyaan yang timbul di dalam pikiran orang-orang Arab jahiliah itu.\n\nPara sahabat meminta fatwa kepada Rasulullah saw tentang perempuan, yaitu tentang hak mereka baik yang berhubungan dengan harta, hak mereka sebagai manusia, maupun hak mereka di dalam rumah tangga. Maka ayat ini menjelaskan kepada mereka tentang perempuan-perempuan itu dan menjelaskan hukum-hukum yang tersebut dalam ayat-ayat yang telah diturunkan sebelum ini.\n\nMenurut kebiasaan Arab jahiliah, seorang wali berkuasa atas anak yatim yang berada di bawah asuhan dan pemeliharaannya, serta berkuasa pula atas hartanya, seakan-akan harta itu telah menjadi miliknya. Jika anak yatim itu cantik, dinikahinya, sehingga dengan demikian harta anak yatim itu dapat dikuasainya, dan keinginan nafsunya dapat terpenuhi. Sebaliknya jika anak yatim itu tidak cantik dan ia tidak ingin menikahinya maka dihalang-halanginya nikah dengan laki-laki lain, agar harta anak yatim itu tidak lepas dari tangannya.\n\nDemikian pula halnya orang yang lemah yang mempunyai bagian harta pusaka yang berada di bawah perwalian seseorang. Menurut adat kebiasaan Arab jahiliah, hanyalah orang laki-laki yang telah dewasa dan telah sanggup ikut pergi berperang yang berhak mendapat bagian warisan. Sedang anak-anak yang belum dewasa dan orang-orang yang lemah, baik laki-laki maupun perempuan tidak berhak walaupun yang meninggal itu adalah ayah kandungnya. Yang berhak atas pusaka itu adalah walinya. Bahkan jika seorang perempuan kematian suami dan suaminya mempunyai seorang anak laki-laki yang telah dewasa, maka perempuan janda itu termasuk bagian warisan yang diperoleh putra suaminya. Karena itu janda tersebut dapat dicampuri atau dijadikan istri oleh anak tirinya.\n\nAllah memperingatkan kaum Muslimin agar menjauhkan diri dari kebiasaan Arab jahiliah itu, hendaklah selalu berlaku adil terhadap perempuan, anak yatim dan orang yang lemah. Berikanlah kepada mereka harta dan haknya, seperti hak memilih jodoh selama yang dipilihnya itu sesuai dengan ketentuan agama dan dapat membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat, dan bergaullah dengan mereka secara baik, baik sebagai seorang istri maupun sebagai anggota masyarakat.\n\nAllah memerintahkan agar berbuat baik kepada anak yatim. Setiap kebaikan yang dilakukan terhadap mereka pasti diketahui Allah, dan pasti akan diberikan balasan dengan pahala yang berlipat ganda. Sebaliknya Allah swt mengetahui pula setiap kejahatan yang dilakukan terhadap anak yatim dan Allah akan membalasnya dengan azab yang pedih.\n\nDi samping memberikan harta dan hak kepada anak yatim dan orang yang lemah, hendaklah kaum Muslimin berbuat kebajikan kepada anak yatim. Disamping memberikan kepada mereka hak dan hartanya, berikan pulalah kepada mereka pemberian-pemberian yang lain dan peliharalah mereka dengan baik seperti memelihara anak sendiri" } } }, { "number": { "inQuran": 621, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 5, "page": 99, "manzil": 1, "ruku": 80, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u064c \u062e\u064e\u0627\u0641\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0634\u064f\u0648\u0632\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0636\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064f\u0644\u0652\u062d\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0644\u0652\u062d\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u0652\u0636\u0650\u0631\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u062d\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa inimra atun khaafat mim ba'lihaa nushoozan aw i'raadan falaa junaaha 'alaihi maaa ai yuslihaa bainahumaa sulhaa; wassulhu khair; wa uhdiratil anfusush shuhh; wa in tuhsinoo wa tattaqoo fa innal laaha kaana bimaa ta'maloona Khabeeraa" } }, "translation": { "en": "And if a woman fears from her husband contempt or evasion, there is no sin upon them if they make terms of settlement between them - and settlement is best. And present in [human] souls is stinginess. But if you do good and fear Allah - then indeed Allah is ever, with what you do, Acquainted.", "id": "Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/621", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/621.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/621.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika seorang perempuan, yaitu istri, khawatir suaminya akan melakukan nusyuz (lihat Surah an-Nisa /4: 34), yaitu sikap kebencian suami terhadap dirinya, aki-bat sikapnya yang buruk, usianya yang lebih tua dari suaminya, atau karena suami menginginkan perempuan lain yang lebih muda dan lebih cantik daripadanya yang mengakibatkan suami meninggalkan kewajibannya selaku suami, tidak memberikan nafkah lahir dan batin, melakukan tindakan kekerasan, dan tindakan-tindakan lainnya yang dapat mengancam keselamatan dirinya, atau khawatir suaminya bersikap tidak acuh dan berpaling dari dirinya, bahkan meninggalkannya yang dapat menyebabkan ikatan perkawinannya terancam putus, maka untuk mengatasi dan menyelesaikan persoalan tersebut keduanya dapat mengadakan musyawarah untuk mencapai perdamaian dan kesepakatan yang sebenarnya, seperti dengan cara mengurangi sebahagian dari hak-hak istri, seperti nafkah, pakaian, dan lainnya dengan harapan suami dapat kembali kepadanya. Kesepakatan dan perdamaian yang diusahakan, itu lebih baik bagi keduanya daripada perceraian, walaupun pada hakikatnya manusia itu, baik suami maupun istri, menurut tabiatnya sama-sama kikir, yaitu bahwa istri hampir hampir tidak mau menerima pengurangan hak-haknya atas nafkah lahir dan batin, dan sementara suami hampir-hampir tidak mau lagi berbagi atau kembali kepada istrinya, apalagi kalau suami sudah mencintai dan menginginkan wanita lain. Dan jika kamu bersikap baik dan memperbaiki pergaulan de-ngan istrimu dan memelihara dirimu dari nusyuz, sikap acuh tak acuh, dan sikap-sikap lain yang menimbulkan dosa, maka sungguh, Allah Ma-hateliti dan Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan dan memberimu balasan yang lebih baik.", "long": "Ayat ini menerangkan sikap yang harus diambil oleh seorang istri bila ia melihat sikap nusyuz dari suaminya, seperti tidak melaksanakan kewajibannya terhadap dirinya sebagaimana mestinya, tidak memberi nafkah, tidak menggauli dengan baik, berkurang rasa cinta dan kasih sayangnya dan sebagainya. Hal ini mungkin ditimbulkan oleh kedua belah pihak atau disebabkan oleh salah satu pihak saja.\n\nJika demikian halnya, maka hendaklah istri mengadakan musyawarah dengan suaminya, mengadakan pendekatan, perdamaian di samping berusaha mengembalikan cinta dan kasih sayang suaminya yang telah mulai pudar. Dalam hal ini tidak berdosa jika istri bersikap mengalah kepada suaminya, seperti bersedia beberapa haknya dikurangi dan sebagainya.\n\nUsaha mengadakan perdamaian yang dilakukan istri, bukanlah berarti bahwa istri harus bersedia merelakan sebagian haknya yang tidak dipenuhi oleh suaminya, tetapi untuk memperlihatkan kepada suaminya keikhlasan hatinya, sehingga dengan demikian suami ingat kembali kepada kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan Allah. Allah berfirman:\n\n... Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. ¦ (al-Baqarah/2:228).\n\nDamai dalam kehidupan keluarga menjadi tujuan agama dalam mensyariatkan pernikahan. Karena itu hendaklah Muslimin menjauhkan segala macam kemungkinan yang dapat menghilangkan suasana damai dalam keluarga. Hilangnya suasana damai dalam keluarga membuka kemungkinan terjadinya perceraian yang dibenci Allah.\n\nKikir termasuk tabiat manusia. Sikap kikir timbul karena manusia mementingkan dirinya sendiri, kurang memperhatikan orang lain, walaupun orang lain itu adalah istrinya sendiri atau suaminya. Karena itu waspadalah terhadap sikap kikir. Hendaklah masing-masing pihak baik suami atau istri bersedia beberapa haknya dikurangi untuk menciptakan suasana damai di dalam keluarga.\n\nJika suami berbuat kebaikan dengan menggauli istrinya dengan baik kembali, memupuk rasa cinta dan kasih sayang, melaksanakan kewajiban-kewajibannya terhadap istrinya. Maka Allah mengetahuinya dan memberi balasan yang berlipat ganda." } } }, { "number": { "inQuran": 622, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 5, "page": 99, "manzil": 1, "ruku": 80, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u0635\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lan tastatee'ooo an ta'diloo bainan nisaaa'i wa law harastum falaa tameeloo kullal maili fatazaroohaa kalmu'al laqah; wa in tuslihoo wa tattaqoo fa innal laaha kaana Ghafoorar Raheema" } }, "translation": { "en": "And you will never be able to be equal [in feeling] between wives, even if you should strive [to do so]. So do not incline completely [toward one] and leave another hanging. And if you amend [your affairs] and fear Allah - then indeed, Allah is ever Forgiving and Merciful.", "id": "Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/622", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/622.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/622.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah mengingatkan kepada mereka yang ingin berpoligami. Dan kamu, wahai para suami, tidak akan dapat berlaku adil yang mutlak dan sempurna dengan menyamakan cinta, kasih sayang, dan pemberian nafkah batin di antara istri-istri-mu, karena keadilan itu merupakan suatu hal yang sulit diwujudkan dan bahkan di luar batas kemampuan kamu, walaupun kamu dengan sungguhsungguh sangat ingin berbuat demikian. Karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung kepada perempuan-perempuan yang kamu cintai dan kamu ingin nikahi, sehingga kamu membiarkan istri yang lain terkatung-katung, seakan-akan mereka bukan istrimu, dan bukan istri yang sudah kamu ceraikan. Dan jika kamu mengadakan perbaikan atas kesalahan dan perbuatan dosa yang telah kamu lakukan sebelumnya dan selalu memelihara diri dari kecurangan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa yang kamu lakukan, Maha Penyayang dengan memberikan rahmat kepadamu.", "long": "Aisyah r.a. berkata:\n\nAdalah Rasulullah saw membagi giliran antara istri-istrinya, ia berlaku adil, dan berdoa, 'Ya Allah, inilah penggiliranku sesuai dengan kemampuaku, maka janganlah Engkau mencelaku terhadap apa yang Engkau kuasai, tetapi aku tidak menguasai. (Riwayat Ahmad dan penyusun Kitab-kitab Sunan).\n\nBerdasarkan sebab turun ayat ini, maka yang dimaksud dengan berlaku adil dalam ayat ini ialah berlaku adil dalam hal membagi waktu untuk masing-masing istrinya, Rasulullah saw telah berusaha sekuat tenaga agar beliau dapat berlaku adil di antara mereka. Maka ditetapkanlah giliran hari, pemberian nafkah dan perlakuan yang sama di antara istri-istrinya. Sekalipun demikian, beliau merasa bahwa beliau tidak dapat membagi waktu dan kecintaannya dengan adil di antara istri-istrinya. Beliau lebih mencintai 'Aisyah r.a. daripada istri-istrinya yang lain. Tetapi 'Aisyah memang punya kelebihan dari istri-istri Nabi yang lain, antara lain ialah kecerdasannya, sehingga ia dipercayai oleh Nabi untuk mengajarkan hukum agama kepada kaum perempuan. Hal ini dilakukan sampai Rasulullah wafat dan banyak sahabat, terutama kalangan perempuan sering bertanya kepada 'Aisyah mengenai hukum atau hadis. Sungguhpun begitu, beliau merasa berdosa dan mohon ampun kepada Allah Yang Maha Pengampun. Dengan turunnya ayat ini hati Rasulullah saw menjadi tenteram, karena tidak dibebani dengan kewajiban yang tidak sanggup beliau mengerjakannya.\n\nDari keterangan di atas dipahami bahwa manusia tidak dapat menguasai hatinya sendiri, hanyalah Allah yang menguasainya. Karena itu sekalipun manusia telah bertekad akan berlaku adil terhadap istri-istrinya, namun ia tidak dapat membagi waktu dan cintanya antara istri-istrinya secara adil. Keadilan yang dituntut dari seorang suami terhadap istri-istrinya ialah keadilan yang dapat dilakukannya, seperti adil dalam menetapkan hari dan giliran antara istri-istrinya, adil dalam memberi nafkah, adil dalam bergaul dan sebagainya.\n\nAllah memperingatkan, kepada para suami karena tidak dapat membagi cintanya di antara istri-istrinya dengan adil, janganlah terlalu cenderung kepada salah seorang istri, sehingga istri yang lain hidup terkatung-katung, hidup merana, hidup dalam keadaan antara terikat dalam perkawinan dengan tidak terikat lagi, dan sebagainya.\n\nJika para suami selalu berusaha mendamaikan dan menenteramkan para istri dan memelihara hak-hak istrinya, Allah mengampuni dan memaafkan dosanya yang disebabkan oleh terlalu cenderung hatinya kepada salah seorang istrinya, Allah Maha Pengasih kepada hamba-Nya. Ayat ini merupakan pelajaran bagi orang yang melakukan perkawinan semata-mata untuk melampiaskan hawa nafsunya saja dan orang yang punya istri lebih dari satu orang." } } }, { "number": { "inQuran": 623, "inSurah": 130 }, "meta": { "juz": 5, "page": 99, "manzil": 1, "ruku": 80, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0639\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iny-yatafarraqaa yughnil laahu kullam min sa'atih; wa kaanal laahu Waasi'an Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "But if they separate [by divorce], Allah will enrich each [of them] from His abundance. And ever is Allah Encompassing and Wise.", "id": "Dan jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya), Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/623", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/623.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/623.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika upaya-upaya perdamaian dan kesepakatan yang telah dilakukan di antara mereka gagal dicapai dan keduanya tidak dapat disatukan kembali, dan keadaan demikian akan menyebabkan keduanya harus bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan dalam rezekinya kepada masing-masing, suami dan istri itu, dari karunia-Nya, berupa pasangan yang lebih baik dari pasangan sebelumnya dan kehidupan yang lebih tenang daripada kehidupan sebelumnya. Dan Allah Mahaluas dalam memberikan karunia-Nya, Mahabijaksana dalam memberikan keputusan-keputusan kepada hamba-hamba-Nya.", "long": "Jika suami istri bercerai karena keduanya atau salah seorang tidak dapat melaksanakan hukum-hukum Allah, seperti tidak dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya sekalipun telah diusahakannya, kehidupan mereka telah hambar tidak ada rasa cinta dan kasih sayang lagi, perkawinan mereka telah dihinggapi penyakit yang parah yang tidak ada obatnya, maka Allah membolehkan mencari jalan keluar dari kesulitan itu, dengan cara yang baik dan kalau gagal juga boleh diambil tindakan terakhir yaitu bercerai. Walaupun demikian, sekalipun perceraian itu adalah suatu perbuatan yang halal, tetapi tetap dibenci Allah. Dengan perceraian itu mungkin terbuka bagi mereka lembaran baru dalam kehidupan, umpamanya dengan mendapat jodoh yang baru yang lebih sesuai dan serasi serta diberkahi dengan limpahan karunia Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas Karunia-Nya dan Mahabijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 624, "inSurah": 131 }, "meta": { "juz": 5, "page": 99, "manzil": 1, "ruku": 80, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi maafis samaawaati wa maa fil ard; wa laqad wassainal lazeena ootul Kitaaba min qablikum wa iyyaakum anit taqul laah; wa intakfuroo fa inna lillaahi maa fis samaawaati wa maa fil ard; wa kaanal laahu Ghaniyyan hameedaa" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. And We have instructed those who were given the Scripture before you and yourselves to fear Allah. But if you disbelieve - then to Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. And ever is Allah Free of need and Praiseworthy.", "id": "Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwa kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar, maka (ketahuilah), milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/624", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/624.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/624.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, yaitu seluruh wujud yang ada di alam ini dan Dia Mahakuasa atas segalanya, dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani yang diberi kitab suci sebelum kamu, yaitu Taurat, Injil, dan Zabur melalui para rasul yang telah kami utus kepada mereka dan juga kepadamu, wahai Nabi Muhammad dan umatmu, agar bertakwa kepada Allah, yaitu melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Tetapi jika kamu ingkar terhadap kerasulan Nabi Muhammad, ayat-ayat yang disampaikannya kepadamu, dan nikmat yang dianugerahkan-Nya kepadamu, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kekafiranmu itu tidak akan membahayakan Allah dan tidak akan mengurangi sedikit pun kekayaan-Nya, sebagaimana syukurmu dan takwamu kepada-Nya tidak akan memberi manfaat sedikit pun kepada-Nya, karena milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Allah Mahakaya, yang tidak membutuhkan apa pun dari hamba-hamba-Nya, zat-Nya Maha Terpuji, yang tidak berpengaruh sedikit pun bagi-Nya, baik karena kepatuhan maupun kemaksiatan hamba-hamba-Nya kepada-Nya.", "long": "Apa saja yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Dialah yang menciptakan dan Dia pula yang mengurus. Dalam mengurus makhluk-makhluk-Nya, Allah menciptakan hukum secara mutlak, dan semuanya tunduk di bawah hukum itu.\n\nOrang yang benar-benar memahami hukum-hukum Allah yang berlaku umum terhadap bumi, langit dan semua isinya serta memahami pula hukum yang mengatur kehidupan makhluk-Nya, akan mengetahui betapa besar limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada semua makhluk-Nya. Oleh sebab itulah kepada setiap hamba diperintahkan agar bertakwa kepada-Nya, seperti telah diperintahkan kepada umat-umat terdahulu, yang telah diberi Al-Kitab seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani. Serta kepada orang-orang yang melaksanakan ketakwaan dengan tunduk dan patuh kepada-Nya dan menjalankan syariat-Nya. Dengan tunduk dan patuh kepada-Nya dan dengan menegakkan syariat-Nya manusia akan berjiwa yang bersih dan dapat mewujudkan kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.\n\nJika mereka mengingkari nikmat Allah yang tak terhingga besarnya, maka keingkaran dan pembangkangan itu sedikit pun tidak akan mengurangi kekuasaan Allah terhadap segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Sebaliknya apabila mereka bersyukur, maka syukur mereka itu sedikit pun tidak akan menambah kekuasaan-Nya. Perintah bertakwa itu adalah semata-mata untuk kepentingan mereka sendiri, bukan untuk kepentingan Allah. Allah Mahakaya, tidak memerlukan apa pun dari makhluk-Nya dan Maha Terpuji, tidak memerlukan pujian siapa pun untuk menambah kesempurnaan-Nya. Allah berfirman:\n\n¦Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka¦ (al-Isra'/17:44)." } } }, { "number": { "inQuran": 625, "inSurah": 132 }, "meta": { "juz": 5, "page": 99, "manzil": 1, "ruku": 80, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi maa fis samaawaati wa maa fil ard; wa kafaa billaahi Wakeelaa" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. And sufficient is Allah as Disposer of affairs.", "id": "Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemeliharanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/625", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/625.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/625.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah menegaskan kembali pada ayat ini apa yang telah dinyatakan-Nya pada ayat sebelumnya bahwa milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemeliharanya, yaitu memelihara amal hamba-hamba-Nya.", "long": "Kemudian dalam ayat ini dipertegas bahwa kepunyaan Allah-lah apa saja yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia berkuasa untuk mengatur secara mutlak dan berkuasa mewujudkan atau melenyapkan, berkuasa untuk menghidupkan dan mematikan menurut kehendak-Nya. Karena itu cukuplah Allah menjadi pemelihara dan Dialah yang mengurus dan menentukan urusan hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 626, "inSurah": 133 }, "meta": { "juz": 5, "page": 99, "manzil": 1, "ruku": 80, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Iny-yashaa yuzhibkum aiyuhan naasu wa yaati bi aakhareen; wa kaanal laahu 'alaa zaalika Qadeeraa" } }, "translation": { "en": "If He wills, He can do away with you, O people, and bring others [in your place]. And ever is Allah competent to do that.", "id": "Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Mahakuasa berbuat demikian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/626", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/626.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/626.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan tegas Allah menyatakan pada ayat ini bahwa kalau Allah menghendaki untuk memusnahkanmu karena kekafiranmu terhadapNya, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua, wahai manusia! Kemudian setelah kemusnahanmu itu, Dia datangkan umat yang lain sebagai penggantimu. Dan Allah Mahakuasa, dan tidak ada halangan sedikit pun bagi-Nya untuk berbuat demikian.", "long": "Apabila Allah berkehendak untuk melenyapkan semua manusia dan seluruh alam ini, sesudah itu menciptakan makhluk dan alam yang lain sebagai ganti untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, maka Allah kuasa melaksanakan kehendak-Nya itu; karena segala apa yang terdapat di langit dan di bumi tunduk di bawah kekuasaan-Nya.\n\nApabila ada sebagian manusia yang mengingkari nikmat Allah dan membangkang terhadap perintah-perintah-Nya, kemudian mereka dibiarkan terus hidup di dunia ini hingga ajalnya tiba, hal itu menunjukkan bahwa Allah benar-benar tidak memerlukan ketaatan mereka. Apabila mereka tidak diberi balasan secara langsung, bukanlah karena Allah tidak berkuasa untuk membinasakan mereka, tetapi semata-mata karena adanya hikmah dan kemaslahatan yang berguna bagi manusia yang bertakwa. Allah berfirman:\n\n(19) Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu), (20) dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah. (Ibrahim/14:19-20).\n\n¦ Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini). (Muhammad/47:38).\n\nAyat ini mengandung ancaman kepada orang-orang musyrik yang selalu menyiksa pikiran dan perasaan Nabi dan menentang seruannya, juga untuk memperingatkan agar orang memperhatikan sunatullah yang menguasai hidup dan mati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 627, "inSurah": 134 }, "meta": { "juz": 5, "page": 99, "manzil": 1, "ruku": 80, "hizbQuarter": 39, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "man kaana yureedu sawaabad dunyaa fa'indallaahi sawaabud dunyaa wal Aakhirah; wa kaanal laahu Samee'am Baseeraa" } }, "translation": { "en": "Whoever desires the reward of this world - then with Allah is the reward of this world and the Hereafter. And ever is Allah Hearing and Seeing.", "id": "Barangsiapa menghendaki pahala di dunia maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/627", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/627.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/627.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa di antara kalian, wahai manusia, menghendaki pahala di dunia ini sebagai ganjaran atas perbuatan baik dan amal saleh yang telah ia lakukan, maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat, yang lebih baik dan lebih tinggi nilainya daripada apa yang ia dapatkan di dunia ini. Lalu mengapa ia meminta yang lebih rendah, tidak meminta yang lebih tinggi nilainya? Dan hendaklah hamba-Nya memohon kepada-Nya kebaikan dunia dan akhirat karena Allah Maha Mendengar apa yang diucapkan dan didoakan hamba-hamba-Nya, Maha Melihat apa yang diperbuat mereka.", "long": "Ayat ini memberi peringatan kepada orang yang melupakan tujuan hidup yang sebenarnya, agar menyadari bahwa tujuan hidup mencari kebahagian dunia saja adalah tujuan yang tidak benar dan hasil yang akan diperolehnya adalah rendah sekali, karena hidup di dunia tidak akan kekal. Orang serupa ini adalah orang munafik yang apabila berjumpa dengan orang yang beriman, ia berpura-pura mengaku beriman, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan pribadi.\n\nPahala yang diterima dari Allah adalah lebih tinggi, karena meliputi pahala dunia dan pahala akhirat. Karena itu seharusnyalah Muslimin berjuang untuk mencapai kedua pahala itu secara seimbang, tidak hanya tertarik pada kepentingan dunia saja, yang sifatnya sementara. Berusaha untuk memperoleh pahala dunia dan pahala akhirat, sebenarnya adalah tujuan yang mudah dilakukan, bukan tujuan yang berada diluar kesanggupan manusia; dan tujuan ini tergambar dalam firman Allah yang merjadi doa orang yang beriman.\n\n\"... Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.\" (al-Baqarah/2:201).\n\nAgama Islam menuntun pemeluk-pemeluknya untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, kedua-duanya merupakan limpahan rahmat dan karunia Allah yang harus dicapai.\n\nAllah Maha Mendengar akan bisikan hati hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui segala urusan mereka. Oleh sebab itu seharusnyalah kaum Muslimin berusaha mendekatkan diri kepada Allah, baik dengan lisan atau dengan perbuatan. Dengan demikian mereka akan mempunyai jiwa yang bersih dan dapat membatasi diri dalam setiap usahanya dan perjuangannya agar mencapai keridaan Allah dan hidup berbahagia dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 628, "inSurah": 135 }, "meta": { "juz": 5, "page": 100, "manzil": 1, "ruku": 81, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0641\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0644\u0652\u0648\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaa aiyuhal lazeena aamanoo koonoo qawwa ameena bilqisti shuhadaaa'a lillaahi wa law 'alaa anfusikum awil waalidaini wal aqrabeen iny yakun ghaniyyan aw faqeeran fallaahu awlaa bihimaa falaaa tattabi'ul hawaaa an ta'diloo; wa in talwooo aw tu'ridoo fa innal laaha kaana bimaa ta'maloona Khabeera" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, be persistently standing firm in justice, witnesses for Allah, even if it be against yourselves or parents and relatives. Whether one is rich or poor, Allah is more worthy of both. So follow not [personal] inclination, lest you not be just. And if you distort [your testimony] or refuse [to give it], then indeed Allah is ever, with what you do, Acquainted.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/628", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/628.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/628.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau pada ayat-ayat sebelumnya Allah memerintahkan untuk berlaku adil terhadap anak-anak yatim dan perempuan-perempuan, dalam ayat ini Allah memerintahkan berbuat adil terhadap semua manusia. Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu secara sungguhsungguh penegak keadilan di antara umat manusia secara keseluruhan, menjadi saksi yang benar karena Allah, tanpa ada diskriminasi, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap orang-orang yang sangat dekat denganmu sekali pun, seperti ibu bapak dan kaum kerabatmu, janganlah jadikan hal itu sebagai penghalang bagimu untuk berbuat adil. Jika dia, yang terdakwa itu, kaya, janganlah kamu terpengaruh dengan kekayaannya, ataupun jika ia miskin, janganlah merasa iba karena kemiskinannya, maka Allah lebih tahu kemaslahatan atau kebaikannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu sehingga kamu memberi keputusan yang tidak adil dan menjadi saksi yang tidak benar, karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan kata-kata dan fakta yang benar atau enggan menjadi saksi yang benar untuk menyatakan kebenaran dan menegakkannya, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan dalam setiap keputusan yang kamu ambil dan setiap kesaksian yang kamu berikan.", "long": "Orang-orang beriman diperintahkan agar menjadi orang yang benar-benar menegakkan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Karenanya Allah memerintahkan kepada mereka untuk berlaku adil dalam segala hal, seperti keadilan dalam membagi waktu, menegakkan salat secara tetap dan tepat pada waktunya. Dalam memberikan kesaksian, Allah memerintahkan agar memberikan kesaksian seperti apa adanya, tidak boleh memutarbalikkan kenyataan. Dalam menimbang barang agar berlaku adil, menimbang dengan tepat, tidak menambah dan tidak mengurangi (al-Mutaffifin/83: 1-4). Semua perintah itu jika dilakukan dengan sebaik-baiknya, niscaya akan menjadikan kebiasaan yang meresap di dalam jiwanya. Keadilan itu harus dilakukan secara menyeluruh di tengah-tengah pergaulan masyarakat, baik yang menjalani itu rakyat biasa ataupun kepala negara, petani atau pedagang, anggota atau kepala rumah tangga.\n\nJika menjadi saksi, jadilah saksi yang jujur, semata-mata karena mengharapkan keridaan Allah, tidak memutarbalikkan kenyataan, tidak berat sebelah, meskipun menyangkut dirinya sendiri, ataupun keluarganya. Kesaksian itu hendaklah diberikan sesuai dengan kenyataan baik menguntungkan dirinya sendiri ataupun menguntungkan orang lain, karena pada dasarnya kesaksian itu adalah salah satu jalan pembuktian untuk mencari kebenaran. Oleh sebab itu, kesaksian harus diberikan dengan jujur.\n\nApabila ada seseorang memberikan kesaksian yang tidak benar, dengan maksud ingin menguntungkan dirinya atau keluarganya, maka cara serupa ini tidaklah dianggap suatu kebaikan, karena memberikan keterangan palsu dengan maksud memberikan pertolongan kepada seseorang, tidak dibenarkan syariat dan bukanlah suatu kebajikan, tetapi pada hakikatnya perbuatan yang demikian itu termasuk membantu kejahatan dan menginjak-injak hak asasi manusia.\n\nAllah menyerukan agar keadilan dan kesaksian itu dilaksanakan secara merata tanpa pandang bulu, baik yang disaksikan itu keluarganya sendiri ataupun orang lain, baik kaya ataupun miskin. Hendaklah manusia mengetahui bahwa keridaan Allah dan tuntunan syariat-Nya yang harus diutamakan: tidak boleh orang-orang kaya disenangi atau dibela karena kekayaannya atau orang-orang fakir dikasihani karena kefakirannya, sebab jika kekayaan dan kefakiran yang dijadikan dasar pertimbangan dalam memberikan kesaksian, maka pertimbangan serupa itu bukanlah merupakan pertimbangan yang dapat membuahkan keputusan yang benar. Pertimbangan yang benar ialah didasarkan kepada kebenaran dan keridaan Allah semata.\n\nMenegakkan keadilan dan memberikan kesaksian yang benar sangat penting artinya, baik bagi orang-orang yang menjadi saksi ataupun bagi orang-orang yang diberi kesaksian. Itulah sebabnya, menegakkan keadilan atau memberikan persaksian yang benar itu, ditetapkan dan dimasukkan ke dalam rangkaian syariat Allah yang wajib dijalankan.\n\nSesudah itu Allah melarang kaum Muslimin memperturutkan hawa nafsu, agar mereka tidak menyeleweng dari kebenaran, karena orang yang terbiasa menuruti hawa nafsunya, mudah dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu untuk melakukan tindakan yang tidak adil dan tidak jujur, sehingga mereka tergelincir dari kebenaran.\n\nApabila mereka memutarbalikkan kenyataan dalam memberikan persaksian, sehingga apa yang disaksikan tidak sesuai dengan kenyataan, atau mereka enggan untuk memberikan kesaksian karena tekanan-tekanan yang mempengaruhi jiwanya, maka mereka harus ingat bahwa Allah mengetahui apa yang terkandung di dalam hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 629, "inSurah": 136 }, "meta": { "juz": 5, "page": 100, "manzil": 1, "ruku": 81, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064f\u062a\u064f\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanooo aaminoo billaahi wa Rasoolihee wal Kitaabil lazee nazzala 'alaa Rasoolihee wal Kitaabil lazeee anzala min qabl; wa mai yakfur billaahi wa Malaaa'ikatihee wa Kutubihee wa Rusulihee wal Yawmil Aakhiri faqad dalla dalaalam ba'eedaa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, believe in Allah and His Messenger and the Book that He sent down upon His Messenger and the Scripture which He sent down before. And whoever disbelieves in Allah, His angels, His books, His messengers, and the Last Day has certainly gone far astray.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/629", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/629.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/629.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dan kepada Kitab Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikatmalaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh dari kebenaran dan petunjuk Allah.", "long": "Ayat ini menyeru kaum Muslimin agar mereka tetap beriman kepada Allah, kepada Rasul-Nya Muhammad saw, kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya, dan kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul-rasul sebelumnya. Kemudian ayat ini memperingatkan orang-orang yang mengingkari seruan-Nya. Barang siapa mengingkari Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan hari akhirat, ia telah tersesat dari jalan yang benar, yaitu jalan yang akan menyelamatkan mereka dari azab yang pedih dan membawanya kepada kebahagiaan yang abadi.\n\nIman kepada kitab-kitab Allah dan kepada rasul-rasul-Nya adalah satu rangkaian yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Tidak boleh beriman kepada sebagian rasul dan kitab saja, tetapi mengingkari bagian yang lain seperti dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Iman serupa ini tidak dipandang benar, karena dipengaruhi oleh hawa nafsu atau hanya mengikuti pendapat-pendapat dan pemimpin-pemimpin saja.\n\nApabila ada orang yang mengingkari sebagian kitab, atau sebagian rasul, maka hal itu menunjukkan bahwa ia belum meresapi hakikat iman, karena itu imannya tidak dapat dikatakan iman yang benar, bahkan suatu kesesatan yang jauh dari bimbingan hidayah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 630, "inSurah": 137 }, "meta": { "juz": 5, "page": 100, "manzil": 1, "ruku": 81, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo summa kafaroo summa aamanoo summa kafaroo summaz daado kufral lam yakunil laahu liyaghfira lahum wa laa liyahdiyahum sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed then disbelieved, then believed, then disbelieved, and then increased in disbelief - never will Allah forgive them, nor will He guide them to a way.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/630", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/630.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/630.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini secara khusus menerangkan keadaan orang-orang munafik. Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman lagi, kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya selamanya hingga mati dalam kekafiran, maka Allah tidak akan mengampuni mereka setelah mereka mati, dan tidak pula menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus, yaitu jalan menuju surga.", "long": "Ada sekelompok orang yang telah menyatakan dirinya beriman, kemudian berbalik menjadi kafir. Sesudah itu beriman kembali, lalu berbalik lagi menjadi kafir dan akhirnya mereka bertambah-tambah kekafirannya hingga saat ajal mereka tiba. Orang-orang yang serupa itu sedikit pun tidak akan mendapat ampunan dari Allah, dan tidak akan mendapat bimbingan untuk memperoleh petunjuk.\n\nMereka selalu dalam keadaan bimbang dan ragu, pendirian mereka berubah-ubah dari iman ke kafir, dari kafir ke iman, mereka telah kehilangan pegangan. Karenanya mereka tidak dapat lagi memahami hakikat kebenaran dan keutamaan iman. Oleh sebab itulah sesuai dengan ketentuan Allah, orang yang hatinya bimbang dan ragu tidak akan mendapat petunjuk ke jalan yang benar. Maka sudah sepantasnyalah apabila mereka jauh dari rahmat Allah, apalagi untuk mendapatkan ampunan-Nya, karena jiwa mereka telah ditutupi noda-noda kekafiran, sehingga tidak lagi dapat melihat cahaya kebenaran.\n\nSebenarnya tak ada yang dapat menghalang-halangi ampunan dan hidayah Allah yang akan diberikan kepada makhluk-Nya. Hanya saja kehendak Allah itu tidak terlepas dari usaha manusia yang timbul karena ilmu dan amalannya, akan berbekas pada jiwanya. Maka apabila seseorang terus-menerus mengikuti saja sesuatu pendapat tanpa penyelidikan niscaya akalnya tidak mendapat petunjuk. Begitu pula apabila jiwa seseorang telah dikotori dengan kefasikan dan maksiat, maka ia tidak akan mendapat jalan untuk memperoleh ampunan, tanpa bertobat.\n\n\"Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk\". (Thaha/20:82).\n\nAmpunan Allah dapat menghapuskan noda-noda dosa di dalam jiwa. Apabila seseorang bertobat dan beramal saleh, maka semua kekotoran jiwa dan dosanya akan terkikis habis.\n\nPerbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). (Hud/11:114)." } } }, { "number": { "inQuran": 631, "inSurah": 138 }, "meta": { "juz": 5, "page": 100, "manzil": 1, "ruku": 81, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Bashshiril munaafiqeena bi anna lahum 'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "Give tidings to the hypocrites that there is for them a painful punishment -", "id": "Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/631", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/631.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/631.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sampaikanlah berita gembira sebagai ejekan dan kecaman kepada orang-orang munafik, wahai Nabi Muhammad, bahwa bagi mereka di akhirat kelak siksaan yang pedih, dan bahkan mereka akan berada pada tingkat yang paling rendah, buruk, dan berat dari neraka Jahanam sebagai balasan dari perbuatan mereka.", "long": "Orang-orang munafik sangat tercela karena sikap mereka yang selalu berubah-ubah, dan tidak sesuai ucapannya dengan perbuatannya. Pada saat berkumpul dengan orang-orang mukmin, mereka menampakkan keimanannya dan menyembunyikan kekufurannya. Sebaliknya apabila bertemu dengan orang-orang kafir, mereka menampakkan kekafirannya dan menyembunyikan keimanannya. Mereka benar-benar akan mendapat siksaan yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 632, "inSurah": 139 }, "meta": { "juz": 5, "page": 100, "manzil": 1, "ruku": 81, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0623\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazeena yattakhizoo nal kaafireena awliyaaa'a min doonil mu'mineen; a-yabta ghoona 'indahumul 'izzata fainnnal 'izzata lillaahi jamee'aa" } }, "translation": { "en": "Those who take disbelievers as allies instead of the believers. Do they seek with them honor [through power]? But indeed, honor belongs to Allah entirely.", "id": "(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/632", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/632.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/632.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walau mengaku beriman, mereka sebenarnya tetap dalam keadaan kufur dan menyembunyikannya. Salah satu buktinya ialah bahwa mereka adalah orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai auliya , yakni pemimpin-pemimpin, teman-teman penolong serta pendukung meraka. Hal itu dilakukan dengan meninggalkan orang-orang mukmin, yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan iman yang mantap. Mereka seharusnya menjadikan orang mukmin itu auliya  mereka, tetapi hal itu tidak mereka lakukan. Apakah mereka, yaitu orang-orang munafik mencari kekuatan di sisi mereka, yakni orang-orang kafir untuk memberikan pertolongan dan dukungan kepada mereka? Ketahuilah, wahai Muhammad dan orang-orang yang beriman, bahwa apa yang mereka lakukan itu merupakan hal yang sia-sia karena semua kekuatan itu milik Allah.", "long": "Kemudian diterangkan sifat-sifat mereka yang pantas dicela, yaitu sifat orang-orang munafik, yang sebenarnya bersekongkol dengan orang-orang kafir. Mereka memusuhi orang-orang mukmin, bahkan dalam saat-saat yang penting, mereka membantu orang kafir, karena mereka berkeyakinan bahwa kemenangan akan diperoleh orang kafir.\n\nSikap mereka dicela, karena harapan mereka akan mendapatkan kekuatan dari orang-orang kafir, tetapi kekuatan itu tidak akan mereka peroleh, sebab kekuatan dan perlindungan pada hakikatnya di tangan Allah. Allah yang memberikan kekuatan dan perlindungan, menurut kehendak-Nya kepada orang yang betul-betul beriman dan mematuhi segala petunjuk-Nya.\n\nPetunjuk Allah disampaikan melalui para rasul dan merekalah yang menjelaskan jalan yang harus ditempuh guna memperoleh petunjuk. Maka kekuatan dan perlindungan Allah, akan dimiliki oleh orang-orang mukmin, apabila mereka tetap berpegang kepada Kitab Allah dan selalu berpedoman pada hidayah-Nya. Tetapi orang-orang munafik tidak melihat kekuatan dan perlindungan yang gaib, mereka hanya teperdaya oleh kekuatan dan perlindungan lahir yang sifatnya tidak tetap. Mereka pun tidak akan memperoleh apa yang diharapkannya. Berkenaan dengan itu Allah berfirman:\n\n\"Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. ¦\" (Fajir/35:10).\n\n\"¦Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.\" (al-Munafiqun/63:8)." } } }, { "number": { "inQuran": 633, "inSurah": 140 }, "meta": { "juz": 5, "page": 100, "manzil": 1, "ruku": 81, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0643\u0652\u0641\u064e\u0631\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u064e\u0623\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062c\u064e\u0627\u0645\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qad nazzala 'alaikum fil Kitaabi an izaa sami'tum Aayaatil laahi yukfaru bihaa wa yustahza u bihaa falaa taq'udoo ma'ahum hattaa yakhoodoo fee hadeesin ghairih; innakum izam misluhum; innal laaha jaami'ul munaafiqeena wal kaafireena fee jahannama jamee'aa" } }, "translation": { "en": "And it has already come down to you in the Book that when you hear the verses of Allah [recited], they are denied [by them] and ridiculed; so do not sit with them until they enter into another conversation. Indeed, you would then be like them. Indeed Allah will gather the hypocrites and disbelievers in Hell all together -", "id": "Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/633", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/633.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/633.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh aneh apa yang telah mereka lakukan itu, padahal sungguh, Allah telah menurunkan ketentuan-ketentuan bagimu, wahai orang-orang yang benar-benar beriman, di dalam Kitab Al-Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah, diingkari dan diperolok-olokkan oleh orang-orang kafir dan munafik, maka janganlah kamu duduk di tempat atau lokasi itu bersama mereka, bahkan putuskanlah pembicaraan dengan mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain, yaitu hal-hal yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Karena sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang beriman, apabila tetap duduk bersama mereka, tentulah serupa dengan mereka dalam kekafiran dan kemunafikan. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam, sebagaimana mereka berkumpul dan bergabung dalam tujuan yang sama.", "long": "Orang mukmin dilarang berkumpul atau berada dalam satu majelis dengan kaum munafik yang menghina agama dan hukum-hukumnya, karena kaum munafik itu apabila mendengar ayat-ayat Allah, mereka ingkar dan memperolok-oloknya.\n\n\"Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. ¦\" (al-An'am/6:68).\n\nSebagian Muslimin duduk-duduk bersama orang-orang musyrik yang sedang membicarakan kekafiran, mencela Islam, dan menghina Al-Qur'an, sedang Muslimin itu tidak sanggup menyanggah pembicaraan orang-orang musyrik itu, karena mereka dalam keadaan lemah. Maka Allah menyuruh umat Islam berpaling meninggalkan orang-orang musyrik dan melarang duduk bersama mereka.\n\nDemikian pula orang Yahudi berbuat seperti kaum musyrik, yaitu membicarakan kekafiran dan mencela Islam bersama orang-orang musyrik. Orang mukmin dilarang duduk bersama orang-orang Yahudi dan melibatkan diri dalam pembicaraan-pembicaraan yang menghina agama Allah. Mereka disuruh menjauhi, dan masuk kepada pembicaraan lain yang tidak mengandung penghinaan kepada agama.\n\nApabila kaum Muslimin ikut bersama-sama dengan kaum munafik itu dan tidak mau meninggalkan mereka, maka Allah menganggap mereka bersekongkol dengan orang-orang kafir itu. Itulah sebabnya Allah melarang kaum Muslimin berkumpul dengan orang Yahudi. Apabila larangan yang telah disampaikan kepada mereka itu masih juga dilakukan, niscaya mereka dianggap sama dengan orang-orang kafir.\n\nBarang siapa membenarkan perbuatan yang mungkar, dan diam saja terhadap kemungkaran itu, maka ia dapat disamakan dengan orang yang berbuat dosa. Membantah kemungkaran berarti mencegah tersebarnya perbuatan itu di tengah-tengah masyarakat. Sesudah itu Allah menegaskan ancaman-Nya terhadap orang-orang yang tidak menghiraukan larangan-Nya. Dia akan menyiksa mereka dengan api neraka bersama-sama orang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 634, "inSurah": 141 }, "meta": { "juz": 5, "page": 101, "manzil": 1, "ruku": 81, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u0648\u0650\u0630\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0639\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazeena yatarab basoona bikum fa in kaana lakum fathum minal laahi qaalooo alam nakum ma'akum wa in kaana lilkaafireena naseebun qaalooo alam nastah wiz 'alaikum wa nammna'kum minal mu'mineen; fallaahu yahkumu bainakum Yawmal Qiyaamah; wa lai yaj'alal laahu lilkaafireena 'alal mu'mineena sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Those who wait [and watch] you. Then if you gain a victory from Allah, they say, \"Were we not with you?\" But if the disbelievers have a success, they say [to them], \"Did we not gain the advantage over you, but we protected you from the believers?\" Allah will judge between [all of] you on the Day of Resurrection, and never will Allah give the disbelievers over the believers a way [to overcome them].", "id": "(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, “Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?” Dan jika orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/634", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/634.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/634.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik yang dibicarakan pada ayat-ayat di atas adalah orang-orang yang setiap saat menunggu-nunggu peristiwa menyedihkan yang akan terjadi pada dirimu, wahai orang-orang yang beriman. Begitu konsistensinya kemunafikan mereka sehingga apabila kamu mendapat kemenangan dan pertolongan dari Allah dalam suatu peperangan melawan kaum kafir, mereka berkata, \"Bukankah kami ikut serta dan turut berperang bersama kamu? \"Dan jika orang kafir mendapat bagian, yaitu kemenangan dalam suatu hal dari orang-orang yang beriman, mereka berkata, \"Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin sehingga kamu mendapat bahagian itu? \"Maka, ketahuilah wahai orang-orang yang beriman, bahwa Allah, Yang Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu sembunyikan serta Mahabijaksana dalam keputusan-Nya, akan memberi keputusan di antara kamu, wahai manusia, pada hari Kiamat. Allah Yang Mahakuasa sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang kafir di dunia ini untuk mengalahkan orang-orang beriman dan tidak pula memberi mereka sedikit pun jalan untuk menuju ke surga di akhirat nanti.", "long": "Kaum munafik senantiasa menunggu-nunggu peluang yang baik yang menguntungkan diri mereka. Mereka mencari-cari kesempatan kapan terjadi peristiwa yang menimpa Muslimin. Harapan mereka ialah hancurnya kekuatan Islam dan kemenangan orang-orang kafir. Hanya saja mereka tidak mau menampakkan sikap yang tegas karena mereka dipengaruhi oleh keragu-raguan yang menyelubungi jiwa mereka. Itulah sebabnya apabila kemenangan diperoleh Muslimin, mereka mengaku bahwa mereka membantu kaum Muslimin, agar memperoleh kesempatan untuk menikmati kemenangan itu. Sebaliknya apabila kemenangan berada di pihak orang-orang kafir mereka pun mengatakan bahwa mereka berusaha dengan keras untuk membantu mereka dalam menghadapi serangan-serangan kaum Muslimin, dengan maksud agar mereka dapat memperoleh bagian dari kemenangan tersebut.\n\nJelas bahwa perbuatan orang-orang munafik itu adalah semata-mata untuk memperoleh keuntungan, tetapi tidak mau menanggung resikonya. Dengan demikian mereka ingin mendapatkan keuntungan tanpa berusaha, dan ingin menyelamatkan diri tanpa bersusah payah. Maka ayat ini menegaskan bahwa Allah akan menentukan pada hari kiamat siapa-siapa di antara mereka yang betul-betul beriman dan melaksanakan perintah Allah dengan ikhlas, dan siapa yang munafik dan pura-pura beriman tetapi di hatinya tersembunyi penyakit nifaq. Allah akan memberikan pahala kepada siapa yang berhak menerimanya, dan juga akan memberikan siksaan kepada siapa yang berhak menerimanya.\n\nSelama kaum Muslimin tetap berpegang kepada agama, melaksanakan apa yang diperintahkannya dan menjauhi apa yang dilarangnya, serta berusaha menyiapkan apa yang diperlukan untuk kepentingan agama, niscaya Allah akan menjamin kemenangan mereka, sedikit pun Allah tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk memperoleh kemenangan atas orang-orang mukmin. \n\n\"Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat),\" (al-Mu'min/40:51)." } } }, { "number": { "inQuran": 635, "inSurah": 142 }, "meta": { "juz": 5, "page": 101, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062e\u064e\u0627\u062f\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u0627\u062f\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal munaafiqeena yukhaadi'oonal laaha wa huwa khaadi'uhum wa izaa qaamooo ilas Salaati qaamoo kusaalaa yuraaa'oonan naasa wa laa yazkuroonal laaha illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, the hypocrites [think to] deceive Allah, but He is deceiving them. And when they stand for prayer, they stand lazily, showing [themselves to] the people and not remembering Allah except a little,", "id": "Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/635", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/635.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/635.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya dengan sikap dan perbuatan yang mereka lakukan seperti yang digambarkan pada ayat-ayat di atas, orang-orang munafik itu berusaha hendak menipu Allah, tetapi usaha-usaha mereka menjadi sia-sia, bahkan yang terjadi adalah sebaliknya bahwa Allah-lah yang menipu mereka dengan membiarkan mereka tetap dalam kesesatan dan penipuan mereka. Apabila mereka melaksanakan salat, baik salat-salat wajib maupun salat sunah, mereka lakukan dengan malas, yaitu mereka tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh, tidak bersemangat, merasa sangat berat, bahkan tidak senang, karena mereka tidak merasakan nikmatnya. Kalaupun mereka melakukannya, mereka hanya bermaksud ria, ingin dilihat dan dipuji di hadapan manusia, tidak karena mengharap rida Allah dan takut akan siksaan-Nya. Dan mereka tidak mengingat Allah, yaitu salat dan zikir, kecuali di hadapan orang dan sedikit sekali, baik dari segi waktunya maupun jumlah yang dilakukannya.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan sikap orang-orang munafik yang selalu membantu tipu daya untuk menghalang-halangi berkembangnya agama Islam. Mereka juga menipu Rasul saw dengan jalan menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran.\n\nKaum munafik telah menipu Allah dengan menipu Rasul-Nya, karena menipu Rasul itu disamakan dengan menipu Allah. Perbuatan mereka menipu Allah dan Rasul-Nya itu adalah perbuatan sesat. Allah Maha Mengetahui apa yang terkandung dalam hati mereka. Oleh sebab itu Allah membalas tipuan mereka seperti yang diterangkan dalam firman-Nya:\n\nDan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (ali 'Imran/3:54).\n\nPerumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (al-Baqarah/2:17).\n\nTipu daya mereka tidak akan berhasil dan mereka tidak akan mendapat manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah karena sifat-sifat kemunafikannya yang bersemi di dalam dada mereka. Apabila mereka mendirikan salat, mereka bermalas-malas karena tidak mempunyai keinginan untuk melakukannya, mereka tidak meyakini adanya pahala di akhirat dan tidak merasa takut akan ancaman Allah di hari kemudian. Hal ini disebabkan karena hatinya kosong dari iman yang benar. Mereka ikut melakukan salat hanyalah agar dikatakan Muslim. Sedangkan apabila mereka tidak lagi berada dilingkungan kaum Muslimin, mereka tidak lagi melakukannya.\n\nPantaslah apabila mereka berlaku demikian karena mereka sebenarnya adalah bersifat ria, ingin agar mereka dianggap mukmin. Mereka tidak melakukan salat terkecuali dalam waktu-waktu tertentu saja, yaitu pada saat-saat mereka berada di hadapan umat Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 636, "inSurah": 143 }, "meta": { "juz": 5, "page": 101, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064f\u0630\u064e\u0628\u0652\u0630\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Muzabzabeena baina zaalika laaa ilaa haaa' ulaaa'i wa laaa ilaa haaa'ulaaa'; wa mai yudlilil laahu falan tajida lahoo sabeela" } }, "translation": { "en": "Wavering between them, [belonging] neither to the believers nor to the disbelievers. And whoever Allah leaves astray - never will you find for him a way.", "id": "Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/636", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/636.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/636.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka adalah orang-orang yang senantiasa dalam keadaan ragu dan bingung antara yang demikian, yaitu iman atau kafir. Mereka tidak termasuk kepada golongan ini, yaitu golongan orang-orang beriman, dan tidak pula kepada golongan itu, yaitu orang-orang kafir. Keraguan mereka disebabkan karena mereka tidak mengikuti petunjuk Allah dan memilih kesesatan. Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu, wahai Muhammad, sekali-kali tidak akan mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk baginya.", "long": "Kaum munafik kadang-kadang memihak orang-orang mukmin dan kadang-kadang memihak orang-orang kafir. Sikap mereka memihak itupun tidak dilakukan secara ikhlas, karena mereka hanya menginginkan ketentuan duniawi dan melepaskan diri dari tekanan-tekanan yang akan dijumpainya dari kedua belah pihak.\n\nBarang siapa yang disesatkan dari hidayah Allah, maka tidak ada yang dapat menolong dan tidak ada yang dapat menunjukinya kepada jalan yang benar yang akan melepaskan mereka dari kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 637, "inSurah": 144 }, "meta": { "juz": 5, "page": 101, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0623\u064e\u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tattakhizul kaafireena awliyaaa'a min doonil mu'mineen; aturee doona an taj'aloo lillaahi 'alaikum sultaanam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not take the disbelievers as allies instead of the believers. Do you wish to give Allah against yourselves a clear case?", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/637", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/637.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/637.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perbuatan orang-orang munafik yang memilih orang-orang kafir sebagai auliya  mereka pada ayat di atas mendapat kecaman dari Allah. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai auliya , yakni pemimpin-pemimpin, teman-teman penolong serta pendukung kamu, dengan meninggalkan orang-orang mukmin, yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan iman yang mantap. Maukah kamu memberi alasan yang jelas bagi Allah untuk menghukum dan menyiksamu?", "long": "Dalam ayat ini ada larangan, agar orang-orang mukmin tidak meminta pertolongan kepada orang kafir yang memusuhi kaum Muslimin, baik dengan meminta pendapat atau berteman dekat dengan mereka, dan tidak boleh memberikan kepercayaan apalagi membocorkan rahasia kepada mereka. Larangan serupa ini terdapat juga dalam firman Allah:\n\n\"Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan (siksa) dari-Nya, ¦.\" (Ali 'Imran/3:28).\n\n\"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. ¦\" (al-Maidah/5:51).\n\nKaum Muslimin diperingatkan agar berhati-hati dalam meminta pertolongan kepada orang kafir yang memusuhi Islam baik dengan niat, ide-ide maupun dengan perbuatan, karena pertolongan yang didapat dari orang-orang kafir itu mungkin akan membahayakan kaum Muslimin sendiri. Allah menanyakan kepada orang-orang mukmin, apakah mereka akan membuat hal-hal yang menyebabkan mereka berhak menerima siksaan yaitu apabila mereka menggunakan orang kafir menjadi penolong mereka?" } } }, { "number": { "inQuran": 638, "inSurah": 145 }, "meta": { "juz": 5, "page": 101, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0631\u0652\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0644\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal munaafiqeena fiddarkil asfali minan Naari wa lan tajjida lahum naseeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, the hypocrites will be in the lowest depths of the Fire - and never will you find for them a helper -", "id": "Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/638", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/638.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/638.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketahuilah wahai Muhammad dan orang-orang yang beriman, bahwa sungguh, orang-orang munafik itu di akhirat kelak ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah, paling rendah, dan paling hina dari neraka. Dan kamu, wahai Muhammad dan siapa pun, sama sekali tidak akan mendapat seorang penolong pun yang dapat memberikan pertolongan bagi mereka dari azab neraka itu.", "long": "Orang-orang munafik diperingatkan, bahwa mereka akan disiksa di neraka pada tingkatan yang paling bawah, karena perbuatan mereka dipandang perbuatan yang paling jahat, di dalam diri mereka bersemi kekafiran dan kemunafikan. Mereka menipu Rasulullah dan orang-orang mukmin. Maka siksaan yang paling pantas bagi mereka ialah neraka yang paling bawah tingkatannya. Mereka tidak akan mendapatkan penolong yang dapat menyelamatkan ataupun meringankan siksaan yang akan mereka terima." } } }, { "number": { "inQuran": 639, "inSurah": 146 }, "meta": { "juz": 5, "page": 101, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0635\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illal lazeena taaboo wa aslahoo wa'tasamoo billaahi wa akhlasoo deenahum lillaahi faulaaa'ika ma'al mu'mineena wa sawfa yu'til laahul mu'mineena ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Except for those who repent, correct themselves, hold fast to Allah, and are sincere in their religion for Allah, for those will be with the believers. And Allah is going to give the believers a great reward.", "id": "Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/639", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/639.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/639.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik yang terhindar dari tempat terendah dan terhina dari neraka Jahanam itu tidak lain kecuali orang-orang munafik yang bertobat, yang menyesali perbuatan mereka, meninggalkan kemunafikan, dan memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa dan kesalahan mereka, dan memperbaiki diri mereka dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa yang mereka lakukan sebelumnya dan kemudian meningkatkan amal-amal saleh, termasuk salat yang selama dilakukannya dengan malas dan pamrih, berpegang teguh pada agama Allah dan dengan tulus ikhlas menjalankan agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dengan keimanan yang mantap di dalam surga dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman dan juga kepada orang-orang munafik yang telah bertobat akan memperoleh ganjaran serupa.", "long": "Orang-orang munafik masih diberi kesempatan untuk bertobat selama ajal mereka belum tiba, asal mereka betul-betul menyesali perbuatan mereka atas dasar kesadaran yang keluar dari hati nurani mereka, dan memperbaiki perbuatan mereka dengan melakukan amal saleh dan berpegang teguh pada tuntunan Ilahi.\n\nDengan kata lain, ancaman Tuhan yang sangat keras itu tidak akan menimpa mereka, apabila mereka bertobat dan menyesali perbuatannya, kemudian melakukan perbuatan-perbuatan sebagai berikut:\n\n1.Mereka betul-betul berusaha untuk melakukan amal saleh yang dapat menghilangkan noda kemunafikannya dengan selalu bersifat jujur, baik dalam berkata maupun dalam berbuat, dapat dipercaya, memenuhi janji, ikhlas terhadap Allah dan Rasul-Nya, dan tetap melakukan salat dengan khusyuk serta tekun, baik di hadapan orang maupun pada waktu sendiri-sendiri.\n\n2.Berpegang teguh kepada ajaran Allah, yaitu meniatkan tobat dan amal saleh kepada keridaan Allah serta berpegang teguh pada Al-Qur'an, berakhlak mulia serta berperangai baik sesuai dengan ajaran Al-Qur'an, menjalani semua perintah dan menjauhi segala larangan Allah.\n\n3.Mengikhlaskan diri kepada Allah yaitu memohon pertolongan hanya kepada-Nya, baik pada waktu senang atau dalam keadaan susah.\n\nApabila mereka melakukan ketentuan-ketentuan tersebut, maka Allah berjanji akan memasukkan mereka ke dalam barisan orang-orang mukmin di hari kiamat, karena mereka telah beriman, dan beramal seperti orang-orang mukmin, bahkan mereka itu akan diberi pahala seperti pahala yang diterima oleh orang-orang mukmin." } } }, { "number": { "inQuran": 640, "inSurah": 147 }, "meta": { "juz": 5, "page": 101, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 40, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "maa yafa'lul laahu bi 'azaabikum in shakartum wa aamantum; wa kaanal laahu Shaakiran 'Aleema" } }, "translation": { "en": "What would Allah do with your punishment if you are grateful and believe? And ever is Allah Appreciative and Knowing.", "id": "Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/640", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/640.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/640.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang dilakukan, yaitu apa manfaat yang Allah dapatkan dengan memberikan hukuman dan siksaan terhadap kamu, jika kamu bersyukur dan beriman kepada-Nya? Sama sekali tidak ada. Dan Allah selamanya, dari dahulu hingga kini dan masa akan datang, Maha Mensyukuri orangorang yang beriman dan beramal saleh dan memberi ganjaran kepada mereka, Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan dan yang tersimpan di dalam hati mereka.", "long": "Allah tidak akan menyiksa seseorang secara semena-mena. Allah menyiksa orang-orang munafik, hanyalah karena perbuatan mereka sendiri. Kepada mereka telah diberi akal, panca indera dan perasaan tetapi tidak mereka pergunakan sebagaimana mestinya sehingga mereka tidak mau menerima petunjuk-petunjuk Allah, dan jiwa mereka menjadi kotor serta penyakit kemunafikan bersemi di dalam diri mereka.\n\nApabila Allah memberikan pahala kepada mereka, sesudah mereka bertobat adalah karena kesadaran dan keikhlasan yang timbul dari hati mereka sendiri, dan telah melakukan amal saleh yang didasarkan kepada iman yang benar. Kemudian Allah menegaskan bahwa Dia Maha Pembalas jasa kepada hamba-Nya yang mau bersyukur dan Maha Mengetahui setiap amal perbuatan yang dilakukannya, dengan memberikan pahala yang tidak terhingga. Allah berfirman:\n\n\"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, \"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.\" (Ibrahim/14:7)." } } }, { "number": { "inQuran": 641, "inSurah": 148 }, "meta": { "juz": 6, "page": 102, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0638\u064f\u0644\u0650\u0645\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa yuhibbullaahul jahra bis sooo'i minal qawli illaa man zulim; wa kaanallaahu Samee'an 'Aleeman" } }, "translation": { "en": "Allah does not like the public mention of evil except by one who has been wronged. And ever is Allah Hearing and Knowing.", "id": "Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/641", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/641.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/641.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya Allah menerangkan orang-orang munafik dan keburukan sifat mereka. Uraian itu dapat menimbulkan kebencian dan mengundang caci maki dari kalangan kaum muslim. Maka ayat ini memberikan tuntunan kepada kaum muslim terkait dengan kata-kata yang buruk. Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali diucapkan secara terpaksa oleh orang yang dizalimi; dalam keadaan itu dibenarkan baginya mengucapkannya dalam batasbatas tertentu. Dan Allah Maha Mendengar, ucapan yang baik maupun yang buruk, yang diucapkan secara rahasia maupun terang-terangan, lagi Maha Mengetahui, segala sesuatu yang diperbuat hamba-Nya.", "long": "Allah tidak menyukai hamba-Nya yang melontarkan kata-kata buruk kepada siapa pun. Kata buruk dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara anggota masyarakat dan jika berlarut-larut dapat menjurus kepada pengingkaran hak dan pertumpahan darah, dan dapat pula mempengaruhi orang yang mendengarnya untuk meniru perbuatan itu, terutama bila perbuatan itu dilakukan oleh pemimpin. Allah tidak menyukai sesuatu, berarti Allah tidak meridainya dan tidak memberinya pahala.\n\nDalam hal ini dikecualikan orang yang dianiaya. Jika seseorang dianiaya, dia diperbolehkan mengadukan orang yang menganiayanya kepada hakim atau kepada orang lain yang dapat memberi pertolongan dalam menghilangkan kezaliman. Jika seseorang dianiaya lalu ia menyampaikan pengaduan, tentu saja pengaduan itu dengan menyebutkan keburukan-keburukan orang yang menganiayanya. Maka dalam hal ini ada dua kemungkinan. Pertama, orang yang teraniaya melontarkan ucapan-ucapan buruk terhadap seseorang yang menganiayanya. Hal ini dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian antara kedua belah pihak. Kedua, bila orang yang dianiaya itu mendiamkan saja, maka kezaliman akan tambah memuncak dan keadilan akan lenyap. Karena itu Allah mengizinkan dalam ayat ini bagi orang yang teraniaya melontarkan ucapan dan tuduhan tentang keburukan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang yang menganiaya walaupun akan mengakibatkan kebencian, karena membiarkan penganiayaan adalah lebih buruk akibatnya, sesuai dengan kaidah:\n\n\"Melakukan yang lebih ringan mudaratnya di antara dua kemudaratan.\"\n\nOrang yang dianiaya wajib menyampaikan pengaduannya kepada hakim atau lainnya. Seseorang yang zalim jika tidak diambil tindakan yang tegas terhadapnya, kezalimannya akan bertambah luas. Tetapi jika tidak ada maksud untuk menghilangkan kezaliman, seseorang dilarang keras melontarkan ucapan-ucapan yang buruk. Dalam ayat ini diperingatkan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui setiap ucapan yang dikeluarkan oleh orang yang zalim dan orang yang dianiaya, terutama jika mereka melampaui batas sampai melontarkan pengaduan yang dusta atau bersifat menghasut dan mengadu domba." } } }, { "number": { "inQuran": 642, "inSurah": 149 }, "meta": { "juz": 6, "page": 102, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "in tubdoo khairann aw tukhfoohu aw ta'foo 'an sooo'in fa innal laaha kaana 'afuwwan Qadeeraa" } }, "translation": { "en": "If [instead] you show [some] good or conceal it or pardon an offense - indeed, Allah is ever Pardoning and Competent.", "id": "Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Mahakuasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/642", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/642.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/642.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu menyatakan suatu kebajikan sehingga diketahui orang lain, atau menyembunyikannya sehingga tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, atau memaafkan sesuatu kesalahan orang lain padahal engkau mampu membalasnya, maka sungguh Allah akan memaafkan kesalahan kamu, sebab Dia Maha Pemaaf, Mahakuasa.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa menyatakan suatu perbuatan baik dengan membeberkannya memang baik, seandainya orang yang melakukan perbuatan itu dapat menjaga diri dari sifat ria serta hatinya penuh dengan keikhlasan dan keimanan, sehingga menjadi teladan bagi orang lain. Sedangkan mengerjakan kebaikan secara tersembunyi akan lebih memelihara kehormatan fakir miskin. Pemberian maaf yang dilakukan seseorang kepada orang-orang yang telah berbuat salah terhadapnya termasuk perbuatan yang akan mendapat balasan dan pahala dari Allah, sebab Allah Maha Pemaaf lagi Mahakuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 643, "inSurah": 150 }, "meta": { "juz": 6, "page": 102, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0648\u064e\u0646\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yakkfuroona billaahi wa Rusulihee wa yureedoona ai yufarriqoo bainal laahi wa Rusulihee wa yaqooloona nu'minu biba'dinw wa nakfuru biba' dinw wa yureedoona ai yattakhizoo baina zaalika sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve in Allah and His messengers and wish to discriminate between Allah and His messengers and say, \"We believe in some and disbelieve in others,\" and wish to adopt a way in between -", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/643", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/643.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/643.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasulrasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara keimanan kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, seperti orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, dengan mengatakan, \"Kami beriman kepada sebagian, yakni beriman kepada Nabi Musa atau Nabi Isa, dan kami mengingkari sebagian yang lain, tidak beriman kepada Nabi Muhammad, serta dengan ucapannya itu mereka bermaksud mengambil jalan tengah antara iman atau ingkar, merekalah, yaitu orang-orang yang beriman kepada sebagian rasul-rasul Allah dan ingkar kepada sebagian rasul-rasul yang lain, orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan sesuai dengan perbuatannya.", "long": "Di antara manusia ada yang beriman kepada Allah dan sebagian rasul-Nya seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani. Orang-orang Yahudi berkata, \"Kami percaya hanya kepada Musa, tidak percaya kepada Muhammad.\" Dan orang Nasrani berkata, \"Kami percaya kepada Musa dan Isa, tetapi tidak percaya kepada Muhammad.\" Kepercayaan seperti itu berarti mencampur-adukkan antara iman dan kafir, padahal sesungguhnya iman dan kafir itu adalah dua hal yang sangat bertentangan. Jika orang Yahudi itu sungguh-sungguh beriman kepada Nabi Musa, tentulah beriman pula kepada Nabi Muhammad saw, demikian pula orang Nasrani, jika mereka sungguh-sungguh beriman kepada Nabi Isa, tentulah mereka beriman kepada Nabi Muhammad saw karena perihal kedatangan Nabi Muhammad saw itu disebut-sebut pula dalam kitab Taurat dan Injil, dan Nabi Muhammad pun membenarkan kitab Taurat dan Injil yang asli yang menjadi pegangan mereka.\n\nAlasan-alasan yang menunjukkan atas kebenaran kenabian Muhammad saw adalah sempurna, karena Nabi Muhammad saw seorang yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis), dibesarkan dalam masyarakat jahiliah, kepadanya diturunkan Al-Qur'an yang sempurna, yang menerangkan segala yang benar. Kedua golongan yang membeda-bedakan kepercayaan terhadap sebagian rasul itu dinyatakan Allah sebagai orang kafir. Terhadap mereka Allah menyediakan siksaan yang menghinakan, azab yang mengandung penghinaan dan penderitaan." } } }, { "number": { "inQuran": 644, "inSurah": 151 }, "meta": { "juz": 6, "page": 102, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika humul kaafiroona haqqaa; wa a'tadnaa lilkaafireena 'azaabam muheenaa" } }, "translation": { "en": "Those are the disbelievers, truly. And We have prepared for the disbelievers a humiliating punishment.", "id": "merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/644", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/644.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/644.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasulrasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara keimanan kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, seperti orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, dengan mengatakan, \"Kami beriman kepada sebagian, yakni beriman kepada Nabi Musa atau Nabi Isa, dan kami mengingkari sebagian yang lain, tidak beriman kepada Nabi Muhammad, serta dengan ucapannya itu mereka bermaksud mengambil jalan tengah antara iman atau ingkar, merekalah, yaitu orang-orang yang beriman kepada sebagian rasul-rasul Allah dan ingkar kepada sebagian rasul-rasul yang lain, orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan sesuai dengan perbuatannya.", "long": "Di antara manusia ada yang beriman kepada Allah dan sebagian rasul-Nya seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani. Orang-orang Yahudi berkata, \"Kami percaya hanya kepada Musa, tidak percaya kepada Muhammad.\" Dan orang Nasrani berkata, \"Kami percaya kepada Musa dan Isa, tetapi tidak percaya kepada Muhammad.\" Kepercayaan seperti itu berarti mencampur-adukkan antara iman dan kafir, padahal sesungguhnya iman dan kafir itu adalah dua hal yang sangat bertentangan. Jika orang Yahudi itu sungguh-sungguh beriman kepada Nabi Musa, tentulah beriman pula kepada Nabi Muhammad saw, demikian pula orang Nasrani, jika mereka sungguh-sungguh beriman kepada Nabi Isa, tentulah mereka beriman kepada Nabi Muhammad saw karena perihal kedatangan Nabi Muhammad saw itu disebut-sebut pula dalam kitab Taurat dan Injil, dan Nabi Muhammad pun membenarkan kitab Taurat dan Injil yang asli yang menjadi pegangan mereka.\n\nAlasan-alasan yang menunjukkan atas kebenaran kenabian Muhammad saw adalah sempurna, karena Nabi Muhammad saw seorang yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis), dibesarkan dalam masyarakat jahiliah, kepadanya diturunkan Al-Qur'an yang sempurna, yang menerangkan segala yang benar. Kedua golongan yang membeda-bedakan kepercayaan terhadap sebagian rasul itu dinyatakan Allah sebagai orang kafir. Terhadap mereka Allah menyediakan siksaan yang menghinakan, azab yang mengandung penghinaan dan penderitaan." } } }, { "number": { "inQuran": 645, "inSurah": 152 }, "meta": { "juz": 6, "page": 102, "manzil": 1, "ruku": 82, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo billaahi wa Rusulihee wa lam yufarriqoo baina ahadim minhum ulaaa'ika sawfa yu'teehim ujoorahum; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheema" } }, "translation": { "en": "But they who believe in Allah and His messengers and do not discriminate between any of them - to those He is going to give their rewards. And ever is Allah Forgiving and Merciful.", "id": "Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/645", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/645.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/645.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun orang-orang yang beriman dengan sesungguhnya kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, para rasul-rasul itu, kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada mereka sesuai dengan amalnya. Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hamba-Nya, lagi Maha Penyayang dengan mencurahkan rahmat-Nya yang tidak terkira kepada orang-orang yang beriman.", "long": "Ayat ini menjelaskan perkara iman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dengan tidak membeda-bedakan di antara rasul-rasul itu, terutama kepada Nabi yang terakhir, Muhammad saw.\n\nAllah telah mengutus beberapa rasul sejak dahulu disertai petunjuk yang benar dan menutup rangkaian rasul dengan kedatangan Muhammad yang membawa kitab Al-Qur'an sebagai peraturan agama terakhir yang harus ditaati oleh seluruh umat manusia. Bagi orang yang percaya kepada kerasulannya kelak akan disediakan pahala yang besar sesuai dengan keimanan dengan disertai amal saleh. Allah Maha Pengampun terhadap kesalahan orang yang benar-benar beriman dan Maha Penyayang kepada sekalian hamba-Nya dengan memberi petunjuk kepada jalan yang lurus dengan perantaraan rasul-rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 646, "inSurah": 153 }, "meta": { "juz": 6, "page": 102, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0628\u0650\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0641\u064e\u0639\u064e\u0641\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "yas'aluka Ahlul Kitaabi an tunazzila 'alaihim Kitaabam minas samaaa'i faqad sa aloo Moosaa akbara min zaalika faqaaloo arinal laaha jahratan fa akhazat humus saa'iqatu bizulmihim; summat takhazul 'ijla mim ba'di maa jaa'at humul baiyinaatu fa'afawnaa 'ann zaalik; wa aatainaa Moosaa sultaanam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "The People of the Scripture ask you to bring down to them a book from the heaven. But they had asked of Moses [even] greater than that and said, \"Show us Allah outright,\" so the thunderbolt struck them for their wrongdoing. Then they took the calf [for worship] after clear evidences had come to them, and We pardoned that. And We gave Moses a clear authority.", "id": "(Orang-orang) Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka mereka disambar petir karena kezalimannya. Kemudian mereka menyembah anak sapi, setelah mereka melihat bukti-bukti yang nyata, namun demikian Kami maafkan mereka, dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/646", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/646.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/646.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang Ahli Kitab, yakni orang-orang Yahudi, meminta kepadamu, wahai Nabi Muhammad, agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit, yang diturunkan secara khusus kepada mereka. Janganlah karena permintaan itu engkau menjadi sedih dan jengkel kepada mereka, permintaan itu bukanlah puncak dari keburukan mereka, karena sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa, suatu permintaan yang lebih besar keburukannya dari itu. Mereka berkata, \"Perlihatkan Allah kepada kami secara nyata sehingga kami dapat melihat-Nya dengan mata kepala.\" Maka mereka disambar petir, sebagai bentuk peringatan Allah, karena kezaliman mereka. Walaupun demikian, mereka tidak berhenti berbuat aniaya dan melampaui batas. Kemudian mereka menyembah anak sapi, sesudah mereka melihat bukti-bukti yang nyata berupa keterangan-keterangan dan mukjizat yang dibawa oleh para rasul. Namun demikian, terhadap kesalahan yang mereka lakukan, Kami maafkan mereka, dan telah kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata, untuk menghadapi sikap dan perbuatan orang-orang Yahudi itu.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Juraij bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad saw, \"Kami tidak akan membenarkan ajakanmu, kecuali jika kamu dapat membawakan kepada kami sebuah kitab dari Allah kepada Fulan bahwa engkau adalah utusan Allah, dan Fulan yang lain menyatakan bahwa engkau utusan Allah,\" dan begitulah seterusnya mereka menyebut beberapa nama orang-orang tertentu dan pendeta-pendeta Yahudi. Mereka berbuat demikian itu tidak lain hanya semata-mata untuk membangkang kepada Nabi Muhammad.\n\nOrang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad saw supaya diturunkan kepada mereka kitab dari langit yang menyebutkan bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Dalam menghadapi persoalan ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk bersabar, jangan kaget, karena orang-orang Yahudi pernah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka meminta kepada Musa supaya diperlihatkan Allah kepada mereka dengan nyata. Permintaan yang seperti itu menunjukkan kebodohan, karena mereka menyangka bahwa Allah mempunyai tubuh yang dapat dilihat dengan nyata. Tabiat mereka yang suka mengingkari mukjizat dan tidak membedakan antara mukjizat seorang nabi dengan keanehan dari tukang sihir yang semata-mata untuk dijadikan tontonan, adalah menunjukkan keinginan dan kebodohan mereka, dan bagaimanapun keadaannya, permintaan mereka itu tidak patut dilayani, karena mereka tetap tidak akan percaya, seperti firman Allah:\n\nDan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, \"Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.\" (al-An'am/6:7).\n\nOrang-orang Yahudi yang ingin melihat Allah, disambar petir sampai mati akibat permintaannya yang lancang itu, kemudian mereka dihidupkan kembali. Semestinya mereka berlaku hati-hati agar tidak terperosok dalam suatu kesalahan yang berakibat bencana besar, tetapi mereka membuat berhala berbentuk anak sapi yang mereka sembah bersama-sama. Padahal sudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata seperti tongkat Nabi Musa yang dapat membelah laut, jika tongkat itu dipukulkan pada batu, maka batu itu memancarkan air sebagai sumber air minum. Banyak lagi mukjizat lain yang membuktikan keesaan Allah.\n\nAllah masih juga memberi ampun kepada mereka tatkala mereka bertobat dengan sungguh-sungguh. Kemudian Allah memberikan kekuasaan kepada Musa a.s. untuk dapat mendudukkan dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 647, "inSurah": 154 }, "meta": { "juz": 6, "page": 102, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e \u0628\u0650\u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064e \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa rafa'naa fawqahumut Toora bimeesaaqihim wa qulnaa lahumud khulul baaba sujjadanw wa qulnaa lahum laa ta'doo fis Sabti wa akhaznaa minhum meesaaqan ghaleezaa" } }, "translation": { "en": "And We raised over them the mount for [refusal of] their covenant; and We said to them, \"Enter the gate bowing humbly\", and We said to them, \"Do not transgress on the sabbath\", and We took from them a solemn covenant.", "id": "Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud,” dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat.” Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/647", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/647.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/647.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami angkat gunung, yaitu gunung Sinai, sehingga tampak seperti awan di atas kepala mereka untuk menguatkan agar mereka menepati perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, \"Masukilah pintu gerbang Baitulmakdis itu sambil bersujud,\" dan Kami perintahkan pula kepada mereka, \"Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat\", yaitu menjadikan hari Sabat untuk beribadah kepada Allah dan tidak memancing pada hari itu. Akan tetapi, mereka mengabaikan perintah itu. Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh, yaitu perjanjian bahwa mereka akan menaati hukum Allah yang termaktub di dalam kitab Taurat.", "long": "Ayat ini mengungkapkan keburukan perbuatan orang-orang Yahudi, yaitu ketika mereka telah mengingkari perjanjian dengan Allah agar patuh mengamalkan kitab Taurat, maka Allah mengangkat Gunung Sinai ke atas mereka sehingga kelihatan seperti awan hitam yang akan menimpa diri mereka. Semula mereka enggan menerima perjanjian itu dengan sepenuh hati. Kemudian Allah memerintahkan pula kepada mereka untuk memasuki pintu gerbang Baitulmakdis, sambil menundukkan kepala dan merendahkan diri sebagai rasa syukur akan nikmat pemberian Allah, serta memohon ampunan atas segala kesalahan mereka pada masa yang lampau.\n\nKemudian Allah memerintahkan pula kepada mereka supaya jangan melanggar peraturan mengenai hari Sabat seperti larangan menangkap ikan dan sebagainya. Larangan itu mereka langgar, sehingga mereka pada hari Sabat ramai-ramai pergi menangkap ikan dan tidak mau masuk Baitulmakdis. Akibat perbuatan buruk mereka itu, Allah menurunkan siksaan pada mereka seperti dalam firman Allah:\n\nDan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, \"Jadilah kamu kera yang hina!\" (al-Baqarah/2:65).\n\nMereka melakukan helah untuk memasang perangkap pada hari Jumat, dan mengambilnya pada hari Minggu. Allah telah mengambil perjanjian dari mereka, yaitu akan mengamalkan isi kitab Taurat dengan bersungguh-sungguh dan menegakkan hukum-hukum Allah dan tidak akan melanggarnya sedikit pun, dan tidak akan menyembunyikan berita tentang kedatangan Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw. Jika setelah itu mereka masih melanggar janji, Allah akan menurunkan kepada mereka siksaan yang lebih hebat lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 648, "inSurah": 155 }, "meta": { "juz": 6, "page": 103, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0628\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064d \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0644\u0652\u0641\u064c \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0637\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fabimaa naqdihim meesaaqahum wa kufrihim bi Aayaatil laahi wa qatlihimul Ambiyaaa'a bighairi haqqinw wa qawlihim quloobunna ghulf; bal taba'al laahu 'alaihaa bikufrihim falaa yu'minoona illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "And [We cursed them] for their breaking of the covenant and their disbelief in the signs of Allah and their killing of the prophets without right and their saying, \"Our hearts are wrapped\". Rather, Allah has sealed them because of their disbelief, so they believe not, except for a few.", "id": "Maka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, dan karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan karena mereka mengatakan, “Hati kami tertutup.” Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/648", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/648.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/648.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Kami hukum mereka karena mereka melanggar perjanjian itu, yaitu mereka mengabaikan perintah Allah yang termaktub di dalam kitab Taurat, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah yang disampaikan oleh para utusan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak, tanpa alasan yang benar. Mereka membunuh Nabi Zakaria, Nabi Yahya dan lain-lainnya. Dan karena mereka mengatakan,\" Hati kami tertutup.\" Maksudnya hati mereka ditutup oleh Allah, sehingga mereka merasa tidak berdosa disebabkan perbuatan itu. Ucapan yang demikian itu hanya dijadikan alasan oleh mereka. Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman kepada Allah dan kepada para rasul-Nya tanpa membedakan rasul yang satu dengan lainnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sebab-sebab turunnya laknat dan kemurkaan Allah kepada orang-orang Yahudi karena mereka melanggar perjanjian yang telah mereka buat, menghalalkan yang haram, dan mengharamkan yang halal. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah yang menerangkan kebenaran kenabian para nabi dan mereka telah membunuh beberapa orang nabi yang telah diutus untuk memimpin mereka, tanpa alasan yang benar seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, juga karena ucapan mereka yang mengatakan, kami tidak akan menerima kebenaran karena hati kami sudah tertutup. Sebenarnya bukan hanya tertutup, tetapi Allah telah mengunci mati hati mereka, sebab kekafirannya dan perbuatan mereka yang buruk. Akhirnya mereka tidak termasuk orang yang beriman, kecuali beberapa orang saja seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya." } } }, { "number": { "inQuran": 649, "inSurah": 156 }, "meta": { "juz": 6, "page": 103, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u0650\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0628\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa bikufrihim wa qawlihim 'alaa Maryama buh taanan 'azeema" } }, "translation": { "en": "And [We cursed them] for their disbelief and their saying against Mary a great slander,", "id": "dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/649", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/649.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/649.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami hukum juga mereka karena kekafiran mereka terhadap Isa, mereka tidak percaya bahwa Isa adalah utusan Allah, dan tuduhan mereka yang sangat keji yang mengandung kedustaan yang besar terhadap Maryam, yaitu menuduhnya berzina padahal telah dibuktikan kesuciannya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di antara sebab orang Yahudi mendapat kutukan dan kemurkaan Allah, karena kekafiran mereka terhadap Nabi Isa dan Nabi Muhammad, karena tuduhan mereka terhadap Maryam merupakan kedustaan yang besar bahwa Maryam melakukan zina dengan seorang yang bernama Yusuf an-Najjar, sehingga melahirkan Isa putra Maryam. Tuduhan itu sama sekali tidak benar sebagaimana firman Allah:\n\nSesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Ali 'Imran/3:59).\n\nDemikianlah Allah kuasa menciptakan Isa dari seorang ibu tanpa ayah, Allah membuktikan kekuasaan-Nya menciptakan manusia dengan empat cara:\n\n1.Menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu.\n\n2.Menciptakan Hawa dari unsur yang sama dengan Adam. \n\n3.Menciptakan Isa dari ibu tanpa ayah.\n\n4.Menciptakan yang lain-lain melalui ayah dan ibu.\n\nTernyata apa yang dilontarkan orang Yahudi kepada Maryam bahwa Maryam melakukan perzinaan adalah dusta yang amat besar. \"... Kedustaan yang besar bahwa Maryam melahirkan anak haram. Bibel membantah tuduhan itu: \"... dan menurut anggapan orang, Ia adalah Yusuf, anak Eli...\" (Lukas 3. 23), sebab menurut Matius 1. 1-25, bahwa kelahiran Yesus Kristus pada waktu Maria bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Rohulkudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Yusuf suami seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya, ia bermaksud diam-diam akan menceraikannya. Tetapi dalam mimpinya malaikat Tuhan tampak kepadanya, dan berkata, agar jangan takut \"... mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah Rohulkudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, ...\" (Matius 1. 18-21)" } } }, { "number": { "inQuran": 650, "inSurah": 157 }, "meta": { "juz": 6, "page": 103, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0634\u064f\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0639\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qawlihim innaa qatal nal maseeha 'Eesab-na-Maryama Rasoolal laahi wa maa qataloohu wa maa salaboohu wa laakin shubbiha lahum; wa innal lazeenakh talafoo fee lafee shakkim minh; maa lahum bihee min 'ilmin illat tibaa'az zann; wa maa qataloohu yaqeenaa" } }, "translation": { "en": "And [for] their saying, \"Indeed, we have killed the Messiah, Jesus, the son of Mary, the messenger of Allah.\" And they did not kill him, nor did they crucify him; but [another] was made to resemble him to them. And indeed, those who differ over it are in doubt about it. They have no knowledge of it except the following of assumption. And they did not kill him, for certain.", "id": "dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/650", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/650.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/650.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami hukum juga mereka karena ucapan mereka,\" Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam,\" yang mereka ejek dengan menamainya Rasul Allah padahal mereka tidak beriman kepadanya. Mereka mengatakan telah membunuhnya, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka orang yang dibunuh itu dengan Nabi Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya, yakni tentang Nabi Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang hal, yakni pembunuhan itu. Mereka tidak mempunyai sedikit pun pengetahuan menyangkut hal itu, yakni tentang pembunuhan Nabi Isa, dan apa yang mereka katakan kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin. Tetapi Allah telah mengangkatnya, Isa, kepada-Nya, yakni mengangkatnya ke tempat yang aman sehingga tidak dapat disentuh oleh musuh-musuhnya. Dan Allah Maha Perkasa, mengalahkan musuh-musuhnya, Maha Bijaksana dalam segala perbuatan-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di antara sebab-sebab orang Yahudi mendapat kutukan dan kemurkaan Allah ialah karena ucapan mereka, bahwa mereka telah membunuh Almasih putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka sebenarnya tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang disalib dan yang dibunuh itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa Almasih bernama Yudas Iskariot, salah seorang dari 12 orang muridnya." } } }, { "number": { "inQuran": 651, "inSurah": 158 }, "meta": { "juz": 6, "page": 103, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Bar rafa'ahul laahu ilayh; wa kaanal laahu 'Azeezan Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "Rather, Allah raised him to Himself. And ever is Allah Exalted in Might and Wise.", "id": "Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/651", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/651.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/651.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami hukum juga mereka karena ucapan mereka,\" Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam,\" yang mereka ejek dengan menamainya Rasul Allah padahal mereka tidak beriman kepadanya. Mereka mengatakan telah membunuhnya, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka orang yang dibunuh itu dengan Nabi Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya, yakni tentang Nabi Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang hal, yakni pembunuhan itu. Mereka tidak mempunyai sedikit pun pengetahuan menyangkut hal itu, yakni tentang pembunuhan Nabi Isa, dan apa yang mereka katakan kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin. Tetapi Allah telah mengangkatnya, Isa, kepada-Nya, yakni mengangkatnya ke tempat yang aman sehingga tidak dapat disentuh oleh musuh-musuhnya. Dan Allah Maha Perkasa, mengalahkan musuh-musuhnya, Maha Bijaksana dalam segala perbuatan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Isa itu diangkat atas perintah Allah dengan badan dan rohnya dan akan diturunkan kembali di akhir zaman sebagai pembela umat Islam dan penerus syariat Nabi Muhammad saw pada saat umat Islam berada dalam keadaan lemah setelah datangnya Dajjal. Kejadian ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk menyelamatkan Nabi-Nya, sesuai dengan kebijaksanaan-Nya yang tercantum dalam firman Allah:\n\n(Ingatlah), ketika Allah berfirman, \"Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir¦\" (Ali 'Imran/3:55).\n\nTentang diangkatnya Nabi Isa ke atas langit ada perbedaan pendapat. Menurut jumhur ahli tafsir, diangkat dengan jasmani dan rohaninya, dalam keadaan hidup sebagai suatu mukjizat. Maka Isa a.s. yang diangkat ke langit dengan jasmani dan rohani, sejak diangkat sampai turun kembali ke bumi, sepenuhnya di tangan Allah. Jika manusia biasa saja, seperti Ashhabul Kahfi, bisa tinggal dalam sebuah gua tanpa makan dan minum selama 309 tahun, kiranya tidak perlu dianggap aneh bagi seorang nabi seperti Nabi Isa, untuk tinggal di langit sekian lamanya, karena beliau diberi mukjizat oleh Allah. Pendapat lain mengatakan Nabi Isa diangkat ke langit sesudah wafat lebih dahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 652, "inSurah": 159 }, "meta": { "juz": 6, "page": 103, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa im min Ahlil Kitaabi illaa layu'minanna bihee qabla mawtihee wa Yawmal Qiyaamati yakoonu 'alaihim shaheedaa" } }, "translation": { "en": "And there is none from the People of the Scripture but that he will surely believe in Jesus before his death. And on the Day of Resurrection he will be against them a witness.", "id": "Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/652", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/652.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/652.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, yang tidak beriman kepadanya, yakni kepada Nabi Isa bahwa beliau adalah utusan Allah, sebelum kematiannya, yakni sebelum kematian dari Ahli Kitab itu. Dan pada hari Kiamat, dia, Nabi Isa, akan menjadi saksi terhadap mereka bahwa beliau adalah utusan Allah, dan tidak pernah menyampaikan kepada umatnya selain apa yang diperintahkan Allah agar disampaikan kepadanya.", "long": "Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, melainkan akan beriman kepada Nabi Isa dengan iman yang sebenarnya sebelum mereka itu mati, yaitu ketika menghadapi sakaratul maut. Orang-orang Yahudi akan beriman, bahwa Nabi Isa itu utusan Allah dan roh yang ditiupkan kepada Maryam dan sebagai makhluk ciptaan Allah. Orang-orang Nasrani pun akan beriman bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah dan kalimah-Nya, bukan Allah dan bukan pula anak Allah. Keimanan mereka yang sedemikian itu tidak berguna lagi, sebab dinyatakan setelah roh mereka sampai di tenggorokan, setelah mereka melihat tanda-tanda di alam akhirat. Tercantum dalam firman Allah:\n\n¦Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu¦ (al-An'Am/6:158).\n\nAda pula sebagian ulama yang menafsirkan ayat ini demikian: tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, melainkan akan beriman kepada Nabi Isa dengan iman yang sebenarnya sebelum Nabi Isa wafat. Beliau akan diturunkan lagi ke dunia dari langit pada akhir zaman untuk memperbaiki nasib umat Islam setelah dirusak oleh Dajjal.\n\nBerdasarkan beberapa hadis sahih riwayat al-Bukhari dan Muslim dan lain-lain: Nabi Isa akan turun ke dunia, nanti pada akhir zaman. Beliau akan memecahkan salib lambang umat Nasrani, akan memusnahkan babi dan segala kekejian. Setelah itu dunia akan mengalami kesuburan, keamanan dan kesejahteraan yang adil dan merata. Ketika itu Ahli Kitab dari Yahudi dan Nasrani akan beriman semuanya kepada Nabi Isa sebelum wafat, dan setelah wafat beliau dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad di Medinah. Turunnya beliau ke dunia ini adalah untuk menegakkan syariat Muhammad sehingga Nabi Muhammad tetap menjadi saksi atas keimanan atau kekafiran Ahli Kitab, seperti dijelaskan dalam firman Allah:\n\nDan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisa/4:41)" } } }, { "number": { "inQuran": 653, "inSurah": 160 }, "meta": { "juz": 6, "page": 103, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064d \u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fabizulmin minal lazeena haadoo harramnaa 'alaihim taiyibaatin uhillat lahum wa bisadihim 'an sabeelil laahi kaseeraa" } }, "translation": { "en": "For wrongdoing on the part of the Jews, We made unlawful for them [certain] good foods which had been lawful to them, and for their averting from the way of Allah many [people],", "id": "Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/653", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/653.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/653.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka disebabkan karena kezaliman orang-orang Yahudi, sebagaimana diterangkan dalam ayat sebelum ini, Kami haramkan kepada mereka makanan yang baik-baik yang dahulu, sebelum mereka berbuat kedurhakaan itu, pernah dihalalkan, antara lain semua binatang yang berkuku sebagaimana disebutkan dalam Surah al-An'a m/6: 146; dan karena mereka sering menghalangi orang lain dari jalan Allah dengan melarang berbuat baik dan menyuruh kepada yang mungkar.", "long": "Bilamana orang-orang Yahudi itu berbuat dosa atau pelanggaran yang berat seperti penyembahan terhadap patung anak sapi, lalu mereka bertobat, maka walaupun tobatnya diterima, namun sebagai akibat dari pelanggaran itu, Allah mengharamkan kepada mereka beberapa makanan yang baik yang dahulunya halal bagi mereka. Mereka tidak mengakui bahwa makanan-makanan yang baik itu diharamkan sebagai akibat dari dosa-dosanya, bahkan mereka mengatakan, bahwa makanan-makanan itu telah lebih dahulu diharamkan, yaitu sejak Nabi Nuh, Nabi Ibrahim dan nabi-nabi yang datang kemudian; Allah membantah pengakuan mereka dengan firman-Nya:\n\nSemua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan... (Ali 'Imran/3:93).\n\nDan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku¦ (al-An'am/6:146)\n\nDiharamkan makanan yang baik itu kepada Bani Israil (Imamat vii.23; xi 4-6) karena mereka menghalangi manusia dari jalan Allah, dan karena mereka menganjurkan kejahatan dan kemungkaran dan melarang berbuat kebajikan dan menyembunyikan sifat-sifat Nabi Muhammad saw yang terdapat dalam kitab-kitab mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 654, "inSurah": 161 }, "meta": { "juz": 6, "page": 103, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0630\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064f\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa akhzihimur ribaa wa qad nuhoo 'anhu wa aklihim amwaalan naasi bilbaatil; wa a'tadnaa lilkaafireena minhum 'azaaban aleema" } }, "translation": { "en": "And [for] their taking of usury while they had been forbidden from it, and their consuming of the people's wealth unjustly. And we have prepared for the disbelievers among them a painful punishment.", "id": "dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/654", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/654.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/654.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan, selain itu, juga karena mereka menjalankan riba yang merupakan perbuatan yang tidak manusiawi, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, sebagaimana diterangkan di dalam kitab Taurat, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah, cara yang batil, seperti penipuan, sogok menyogok, dan lain-lainnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih kelak di akhirat.", "long": "Diharamkannya sebagian makanan yang baik kepada orang-orang Yahudi juga disebabkan oleh tindakan mereka memakan uang riba yang nyata-nyata telah dilarang Allah dan disebabkan pula oleh perbuatan mereka yang batil seperti memperoleh harta melalui sogokan, penipuan, perampasan dan sebagainya. Terhadap perbuatan-perbuatan yang jahat itu Allah menyediakan siksa yang pedih di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 655, "inSurah": 162 }, "meta": { "juz": 6, "page": 103, "manzil": 1, "ruku": 83, "hizbQuarter": 41, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650\u062e\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u0646\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laakinir raasikhoona fil'ilmi minhum walmu'minoona yu'minoona bimaaa unzila ilaika wa maaa unzila min qablika walmuqeemeenas Salaata walmu'toonaz Zakaata walmu 'minoona billaahi wal yawmil Aakhir; ulaaa'ika sanu'teehim ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "But those firm in knowledge among them and the believers believe in what has been revealed to you, [O Muhammad], and what was revealed before you. And the establishers of prayer [especially] and the givers of zakah and the believers in Allah and the Last Day - those We will give a great reward.", "id": "Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/655", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/655.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/655.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya tentang ajaran Allah di antara mereka, yakni Ahli Kitab; dan orang-orang yang beriman di antara mereka walaupun tidak mendalam ilmunya, mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, yaitu Al-Qur'an, dan kepada kitab-kitab yang diturunkan sebelummu, yaitu antara lain Taurat, Zabur, dan Injil. Dan secara khusus Allah memuji mereka yaitu orang-orang yang melaksanakan salat dengan khusyuk dan menyempurnakan syarat dan rukunnya, dan selanjutnya orang-orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka, orang-orang yang disebutkan di atas itu, akan Kami berikan pahala yang besar kelak di akhirat.", "long": "Tidak semua Ahli Kitab mengerjakan keburukan-keburukan tersebut. Ada pula di antara mereka orang yang mendalam ilmunya, dan orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dan yang diturunkan kepada rasul-rasul sebelumnya. Di antara mereka ada pula yang dengan penuh keyakinan mengikuti ajaran Islam dengan tulus ikhlas.\n\nDiriwayatkan dari Abdullah bin Abbas bahwa ayat ini diturunkan terkait dengan orang-orang Yahudi yang dengan penuh kesadaran masuk Islam seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya. Mereka rajin salat lima waktu dan menunaikan zakat, beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya tanpa membedakan di antara rasul yang satu dengan rasul yang lain. Mereka itu telah sampai kepada tingkat keimanan dan keislaman yang tinggi dan Allah menjanjikan kepada mereka pahala yang besar di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 656, "inSurah": 163 }, "meta": { "juz": 6, "page": 104, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0628\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0648\u0646\u064f\u0633\u064e \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0632\u064e\u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "innaaa awhainaaa ilaika kamaaa awhainaaa ilaa Noohinw wan nabiyyeena mim ba'dih; wa awhainaaa ilaaa ibraaheema wa Ismaaa'eela wa Ishaaqa wa Ya'qooba wal Asbaati wa 'Eesaa wa Ayyooba wa Yoonusa wa haaroona wa Sulaimaan; wa aatainaa Daawooda Zabooraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have revealed to you, [O Muhammad], as We revealed to Noah and the prophets after him. And we revealed to Abraham, Ishmael, Isaac, Jacob, the Descendants, Jesus, Job, Jonah, Aaron, and Solomon, and to David We gave the book [of Psalms].", "id": "Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/656", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/656.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/656.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Kami, melalui malaikat-malaikat Kami, telah mewahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh, yaitu rasul yang pertama, dan nabi-nabi yang diutus setelahnya, dan Kami telah mewahyukan pula kepada Ibrahim yang digelari bapak dari para nabi, Ismail, putra Ibrahim yang merupakan kakek buyut Nabi Muhammad, dan Ishak, putra Ibrahim yang merupakan kakek Bani Israil, selanjutnya kepada putra Ishak yaitu Yakub dan nabi-nabi yang merupakan anak cucunya, dan Kami mewahyukan kepada Isa, nabi yang terakhir dari anak cucu Yakub, dan Kami telah mewahyukan kepada Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman, dan Kami telah menganugerahkan Kitab Zabur kepada Dawud.", "long": "Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepada Muhammad seperti memberi wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang diutus kemudian. Wahyu yang diberikan kepada para nabi berbeda dengan pengertian wahyu yang pernah diberikan kepada makhluk lain, karena wahyu itu mempunyai empat pengertian:\n\n1.Isyarat, seperti dalam Firman Allah:\n\nMaka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang. (Maryam/19:11).\n\n2. Ilham, seperti dalam firman Allah:\n\nDan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, \"Susuilah dia (Musa), (al-Qashash/28:7).\n\n3.Insting (naluri) seperti dalam firman Allah:\n\nDan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, \"Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. (an-Nahl/16:68).\n\n4. Bisikan halus, seperti dalam firman Allah:\n\nDan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. (al-An'am/6:112).\n\nWahyu yang dimaksud dalam ayat ini ialah wahyu dalam pengertian yang dikenal dalam istilah agama, yaitu bisikan halus dan pengertian makrifat yang didapati oleh seorang nabi di dalam hatinya dengan penuh keyakinan bahwa pengertian itu datangnya dari Allah, baik langsung maupun memakai perantaraan. Allah telah mewahyukan Al-Qur'an ini kepada Muhammad sebagaimana Allah telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang datang kemudian. Allah tidak pernah menurunkan sebuah kitab dari langit secara terang-terangan disaksikan oleh pancaindra seperti yang dimintakan oleh orang-orang Yahudi kepada Muhammad, karena wahyu itu adalah semacam pemberitahuan yang datang dengan cepat dan tersembunyi. Di antara nabi-nabi yang menerima wahyu pertama sekali untuk umatnya ialah Nabi Nuh, karena beliau termasuk Nabi yang tertua setelah Adam, dan karena beliau dipandang sebagai Adam kedua, yang menurunkan umat manusia setelah terjadinya banjir besar (taufan). \n\nAllah telah mewahyukan pula kepada Ibrahim yang diberi julukan Abul-Anbiya (bapak para nabi dari sisi tauhid) dan Ismail sebagai nenek moyang orang Arab dan Ishak dan Yakub sebagai nenek moyang Bani Israil (Yahudi). Yang dimaksud dengan Asbath ialah anak Nabi Yakub yang berjumlah 12 orang. Pemakaian kata Asbath di kalangan Bani Israil sama dengan pemakaian kata \"kabilah\" di kalangan orang-orang Arab turunan Ismail.\n\nAllah telah mewahyukan pula kepada Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman dan telah memberikan Zabur kepada Daud. Menurut Imam Qurtubi, Zabur itu berisi 150 surah yang tidak mengandung hukum-hukum, hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian dan sanjungan kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 657, "inSurah": 164 }, "meta": { "juz": 6, "page": 104, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0642\u0652\u0635\u064f\u0635\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Rusulan qad qasas naahum 'alaika min qablu wa Rusulal lam naqsushum 'alaik; wa kallamallaahu Moosaa takleemaa" } }, "translation": { "en": "And [We sent] messengers about whom We have related [their stories] to you before and messengers about whom We have not related to you. And Allah spoke to Moses with [direct] speech.", "id": "Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (la-in) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/657", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/657.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/657.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara para rasul itu ada beberapa rasul yang sungguh telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, yakni sebelum turun ayat ini, dan ada beberapa rasul yang lain yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung atau secara bertahap sesuai kemaslahatan dan kebutuhan umatnya.", "long": "Ada beberapa rasul yang telah dikisahkan terdahulu oleh Allah kepada Muhammad saw, dan ada pula beberapa rasul yang sengaja tidak dikisahkan kepadanya, karena umat-umatnya kurang dikenal. Beberapa rasul telah dikisahkan dalam Al-Qur'an seperti firman Allah:\n\n(84) Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, (85) dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh, (86) Dan Ismail, Alyasa, Yunus dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya), (al-An'am/6: 84, 85 dan 86).\n\nKisah para nabi itu sebagian besar terdapat pada Surah Hud/11 dan Surah asy-Syu'ara/26. Rasul-rasul yang tidak dikisahkan itu kurang dikenal umatnya oleh orang Arab dan tidak dikenal pula oleh Ahli Kitab yang berdampingan masa hidupnya dengan mereka. Hikmah dari mengisahkan nabi-nabi itu ialah untuk mengambil iktibar dan pelajaran, untuk menambah ketabahan hati ketika menghadapi tantangan-tantangan dan permusuhan dan untuk memperkuat kenabian Muhammad, sebagaimana firman Allah:\n\nDan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman. (Hud/11: 120).\n\nOrang Yahudi beranggapan, bahwa yang diberi wahyu dan pangkat kenabian itu hanya dari golongan mereka saja, padahal beberapa ayat menunjukkan bahwa Allah telah mengutus beberapa rasul untuk setiap umat sebagai realisasi dari rahmat Allah yang tersebar luas ke seluruh dunia. Firman Allah:\n\nDan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), \"Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut\" ¦ (an-Nahl/16: 36).\n\n¦Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan. (Fathir/35: 24).\n\nAllah telah berbicara langsung kepada Musa meskipun Allah tidak menampakkan wujud-Nya kepada Nabi Musa ketika menurunkan wahyu kepadanya sebagaimana dijelaskan Allah di dalam firman-Nya:\n\nDan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. ¦ (asy-Syura/42: 51).\n\nPembicaraan Allah kepada Musa itu termasuk pembicaraan di belakang tabir, karena beliau hanya mendengar kalam Ilahi dan tidak dapat melihat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 658, "inSurah": 165 }, "meta": { "juz": 6, "page": 104, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u0650\u0626\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064c \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rusulam mubashshireena wa munzireena li'allaa yakoona linnaasi 'alal laahi hujjatum ba'dar Rusul; wa kaanallaahu 'Azeezan Hakeema" } }, "translation": { "en": "[We sent] messengers as bringers of good tidings and warners so that mankind will have no argument against Allah after the messengers. And ever is Allah Exalted in Might and Wise.", "id": "Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/658", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/658.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/658.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira kepada orang yang beriman bahwa mereka akan memperoleh pahala, dan pemberi peringatan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan disiksa, agar dengan diutusnya para rasul itu tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah dan ingkar kepada-Nya setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun, Mahabijaksana dalam segala perbuatannya.", "long": "Dan Allah telah mengutus para rasul yang sebagian telah dikisahkan dan sebagian lagi tidak, supaya mereka menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar di akhirat dan memberi peringatan kepada orang-orang kafir dan durhaka, bahwa mereka akan mendapat siksa dalam api neraka. Jika Allah tidak mengutus para rasul kepada manusia, niscaya orang kafir pada hari Kiamat nanti akan menyampaikan hujah atau alasan supaya mereka jangan dipersalahkan atau dituntut sebab belum pernah kedatangan seorang rasul yang memberi peringatan. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah:\n\nDan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Al-Qur'an itu diturunkan), tentulah mereka berkata, \"Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?\" (thaha/20:134).\n\nJadi jelas sekali, bahwa hikmah diutusnya para rasul itu ialah untuk membatalkan hujah atau alasan orang kafir nanti pada hari kiamat.\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Alasan yang kuat hanya pada Allah. Maka kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.\" (al-An'am/6:149).\n\nAllah Mahakuasa, tidak dapat dikalahkan dalam segala urusan yang dikehendaki-Nya, lagi Mahabijaksana dalam segala perbuatannya. Menurut kebijaksanaan-Nya tidak perlu melayani permintaan orang-orang kafir Yahudi untuk menurunkan sebuah kitab dari langit, sebab sudah ada pengalaman dengan Musa. Mereka pernah meminta yang aneh-aneh kepada Musa, dan setelah permintaannya dipenuhi, mereka semakin menampakkan keingkaran dan keserakahannya." } } }, { "number": { "inQuran": 659, "inSurah": 166 }, "meta": { "juz": 6, "page": 104, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laakinil laahu yashhadu bimaaa anzala ilaika anzalahoo bi'ilmihee wal malaaa'ikatu yashhadoon; wa kafaa billaahi Shaheeda" } }, "translation": { "en": "But Allah bears witness to that which He has revealed to you. He has sent it down with His knowledge, and the angels bear witness [as well]. And sufficient is Allah as Witness.", "id": "Tetapi Allah menjadi saksi atas (Al-Qur'an) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/659", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/659.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/659.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi, ketahuilah bahwa Allah menjadi saksi atas kebenaran AlQur'an, kitab suci yang diturunkan-Nya kepadamu, wahai Muhammad. Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya yang amat sempurna, dan demikian pula para malaikat pun menyaksikan kebenaran Al-Qur'an itu. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi, sebab Dia yang mengutusmu dan mewahyukan Al-Qur'an kepadamu.", "long": "Walaupun orang Yahudi itu mengingkari kenabian Muhammad saw dan tidak mau menjadi saksi atas kebenarannya, namun Allah yang menjadi saksi atas kebenaran Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad. Allah memperkuat lagi kesaksian-Nya dengan menyatakan bahwa Allah telah menurunkan Al-Qur'an dengan ilmu-Nya, yang belum pernah diketahui oleh Nabi Muhammad dan kaum mukminin, dengan rangkaian dan susunan kata-katanya yang indah, bukan prosa, bukan puisi, berisi ilmu dan hikmah yang padat, tidak mungkin ditiru oleh siapa pun, sanggup menghadapi tantangan zaman, kapan saja dan di mana saja, mengandung aspek-aspek ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh masyarakat, sesuai dengan firman Allah:\n\n...Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab¦. (al-An'am/6:38).\n\nMaksudnya dalam Al-Qur'an telah ada pokok-pokok ajaran agama, norma-norma, hikmah-hikmah dan tuntunan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat dan kebahagiaan makhluk pada umumnya. Al-Qur'an mengandung berita-berita yang gaib tentang masa lampau, masa sekarang dan masa mendatang. Barang siapa dengan tekun mempelajari Al-Qur'an akan bertambah yakin atas kebenarannya dan sanggup pula menjadi saksi. Para malaikat pun terutama Jibril yang jadi perantara dalam turunnya Al-Qur'an itu, ikut menjadi saksi atas kebenarannya. Sebenarnya cukup dengan kesaksian dari Allah, sebab tidak ada yang lebih benar dan terpercaya daripada kesaksian Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 660, "inSurah": 167 }, "meta": { "juz": 6, "page": 104, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo wa saddoo 'an sabeelil laahi qad dalloo dalaalam ba'eedaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve and avert [people] from the way of Allah have certainly gone far astray.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/660", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/660.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/660.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, tidak percaya kepada Allah dan kepada kebenaran Al-Qur'an, dan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya, dari jalan yang benar disebabkan oleh kekafirannya itu.", "long": "Sesungguhnya orang yang masih tetap dalam kekafiran setelah datang petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan selalu menghalangi orang supaya jangan percaya kepadanya dan kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya seperti yang selalu dipraktekkan oleh orang-orang Yahudi Medinah dan orang-orang kafir Mekah, telah dinyatakan oleh Allah bahwa mereka itu sesat dari jalan yang benar dan sulit bagi mereka untuk kembali kepada kebenaran. Memang tepat apa yang diterangkan Allah mengenai orang-orang Yahudi itu, karena mereka sudah seharusnya percaya kepada seruan Nabi Muhammad, apalagi mereka telah mengenal beliau dalam kitab mereka sendiri, tetapi mereka tetap ingkar dan selalu mengadakan kebohongan dan tuduhan-tuduhan palsu terhadap beliau dan terhadap Al-Qur'an yang dibawanya agar manusia jangan beriman. Di antara tuduhan-tuduhan yang mereka kemukakan itu ialah \"Kalau benar Muhammad itu seorang rasul mengapa tidak diturunkan kepadanya sebuah kitab yang lengkap sekaligus sebagaimana kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa?.\" Dengan berbohong mereka berkata, \"Allah telah menyebutkan dalam Taurat bahwa syariat Nabi Musa tidak akan diganti dan tidak akan dihapus sampai hari Kiamat.\"\n\nSeribu satu alasan mereka kemukakan untuk menolak kebenaran kenabian Muhammad dan Al-Qur'an, tetapi semua alasan itu hanya dibuat-buat dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh sebab itu amat tepatlah bila mereka dicap oleh Allah sebagai orang yang jauh sekali tersesat dari jalan yang lurus." } } }, { "number": { "inQuran": 661, "inSurah": 168 }, "meta": { "juz": 6, "page": 104, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeenakafaroo wa zalamoo lam yakkunillaahu liyaghfira lahum wa laa liyahdiyahum tareeqaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve and commit wrong [or injustice] - never will Allah forgive them, nor will He guide them to a path.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/661", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/661.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/661.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman dengan mempersekutukan Allah, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak pula akan menunjukkan kepada mereka jalan, kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu, yakni memasukkan mereka ke neraka Jahanam, adalah sangat mudah bagi Allah, sebab Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": ". Di samping orang Yahudi itu dicap sebagai orang kafir, mereka dicap pula sebagai orang yang zalim. Memang demikianlah halnya orang-orang kafir itu. Mereka zalim terhadap diri sendiri, zalim terhadap kebenaran dan zalim terhadap orang lain. Zalim terhadap diri sendiri karena mereka tetap tidak mau menerima kebenaran, meskipun bukti telah menunjukkan dengan jelas kesesatan mereka. Dan karena memperturutkan hawa nafsu dan keinginan untuk mempertahankan kedudukan dan menguasai harta kekayaan, akhirnya mereka sendirilah yang rugi. Zalim terhadap kebenaran karena mereka selalu berusaha menutupinya dan menyembunyikan agar tidak tersebar di kalangan manusia, dan agar mereka sajalah yang benar dan dipuja-puja. Zalim terhadap orang lain (masyarakat) karena dengan tindakan-tindakan mereka, orang yang seharusnya dapat menikmati kebenaran tetap dalam kesesatan dan terhalang dari merasakan nikmatnya, mereka berusaha mencegah orang yang ingin menyiarkannya kepada orang yang ingin memahami dan menganut agama yang membawa kebenaran. Orang yang demikian sifatnya dan demikian besar bahayanya bagi masyarakat, sudah sewajarnya mendapat kemurkaan Allah, dan wajar pula bila Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka, kecuali jalan ke neraka Jahanam tempat mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Demikianlah keadilan Tuhan dan amat mudah bagi-Nya melaksanakan keadilan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 662, "inSurah": 169 }, "meta": { "juz": 6, "page": 104, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illaa tareeqa jahannamma khaalideena feehaa abadaa; wa kaana zaalika 'alal laahi yaseeraa" } }, "translation": { "en": "Except the path of Hell; they will abide therein forever. And that, for Allah, is [always] easy.", "id": "kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/662", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/662.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/662.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman dengan mempersekutukan Allah, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak pula akan menunjukkan kepada mereka jalan, kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu, yakni memasukkan mereka ke neraka Jahanam, adalah sangat mudah bagi Allah, sebab Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": ". Di samping orang Yahudi itu dicap sebagai orang kafir, mereka dicap pula sebagai orang yang zalim. Memang demikianlah halnya orang-orang kafir itu. Mereka zalim terhadap diri sendiri, zalim terhadap kebenaran dan zalim terhadap orang lain. Zalim terhadap diri sendiri karena mereka tetap tidak mau menerima kebenaran, meskipun bukti telah menunjukkan dengan jelas kesesatan mereka. Dan karena memperturutkan hawa nafsu dan keinginan untuk mempertahankan kedudukan dan menguasai harta kekayaan, akhirnya mereka sendirilah yang rugi. Zalim terhadap kebenaran karena mereka selalu berusaha menutupinya dan menyembunyikan agar tidak tersebar di kalangan manusia, dan agar mereka sajalah yang benar dan dipuja-puja. Zalim terhadap orang lain (masyarakat) karena dengan tindakan-tindakan mereka, orang yang seharusnya dapat menikmati kebenaran tetap dalam kesesatan dan terhalang dari merasakan nikmatnya, mereka berusaha mencegah orang yang ingin menyiarkannya kepada orang yang ingin memahami dan menganut agama yang membawa kebenaran. Orang yang demikian sifatnya dan demikian besar bahayanya bagi masyarakat, sudah sewajarnya mendapat kemurkaan Allah, dan wajar pula bila Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka, kecuali jalan ke neraka Jahanam tempat mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Demikianlah keadilan Tuhan dan amat mudah bagi-Nya melaksanakan keadilan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 663, "inSurah": 170 }, "meta": { "juz": 6, "page": 104, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan naasu qad jaaa'akumur Rasoolu bilhaqqi mir Rabbikum fa ammminoo khairal lakum; wa in takfuroo fainnna lillaahi maa fis samaawaati wal ard; wa kaanal laahu 'Aleemann hakeemaa" } }, "translation": { "en": "O Mankind, the Messenger has come to you with the truth from your Lord, so believe; it is better for you. But if you disbelieve - then indeed, to Allah belongs whatever is in the heavens and earth. And ever is Allah Knowing and Wise.", "id": "Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/663", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/663.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/663.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia! Sungguh telah datang Rasul, yaitu Nabi Muhammad, kepadamu dengan membawa tuntunan kitab suci Al-Qur'an yang mengandung kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kepadanya dengan iman yang benar, sesungguhnya keimanan itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, kekafiranmu itu tidak merugikan Allah sedikit pun, karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui siapa yang taat dan siapa yang durhaka dari hamba-Nya, Mahabijaksana dengan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan amal perbuatannya.", "long": "Pada ayat ini Allah menunjukkan firman-Nya kepada manusia umumnya sesudah menjelaskan pada ayat-ayat yang lalu kebenaran dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, dan kebatilan pendirian Ahli Kitab. Setelah menolak semua hujah dan alasan mereka yang menjelek-jelekkan Nabi dan Al-Qur'an yang dibawanya, tibalah saatnya untuk membenarkan yang dibawa oleh Rasul-Nya Muhammad saw, yang kerasulannya tidak saja dikuatkan dengan mukjizat, tetapi telah dibenarkan pula oleh Ahli Kitab, karena terdapat dalam kitab-kitab mereka sendiri bahwa akan datang seorang Rasul yang membenarkan rasul-rasul yang sebelumnya.\n\nAllah memerintahkan supaya manusia beriman kepada-Nya karena itulah yang baik bagi mereka. Ajaran-ajaran yang dibawanyalah yang akan membawa manusia kepada keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (al-Anbiya/21:107).\n\nBarang siapa yang mematuhi perintah ini dan menjadi seorang mukmin sejati, tentulah ia akan diridai Allah dan dilimpahkan rahmat-Nya dan tentulah ia akan menjadi orang yang beruntung di dunia dan di akhirat. Di dunia ia akan hidup dengan penuh kebahagiaan karena rongga dadanya telah dipenuhi oleh iman, takwa serta tawakal kepada Allah; ia akan dapat merasakan bagaimana manisnya iman. Di akhirat ia akan dimasukkan ke dalam surga Jannatun Na'im, ia kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Tetapi bila mereka tidak mematuhi seruan ini dan tetap dalam kekafiran, maka mereka sendirilah yang akan menderita kerugian, tidak dapat merasakan ketenteraman dan kebahagiaan, selalu terombang-ambingkan dalam badai kesesatan dan keraguan, karena tidak mempunyai pegangan dalam mengarungi lautan hidup yang tidak diketahuinya di mana ujung dan pangkalnya. \n\nBagi Allah sendiri kekafiran seseorang tidaklah merugikan-Nya dan tidak mengurangi keagungan dan kemuliaan-Nya, karena Dialah yang memiliki langit dan bumi, Dialah Yang Mahakuasa menyiksa orang-orang yang kafir, memberi rahmat dan nikmat kepada hamba-Nya. Dia Maha Mengetahui segala tindak tanduk hamba-Nya dan segala isi hati mereka. Dia Mahabijaksana dalam segala tindakan-Nya, Mahaadil dalam segala pembalasan-Nya. Hanya terserah kepada hamba-Nya, apakah ia akan memilih iman yang membawa kepada kebahagiaan yang abadi atau akan memilih kekafiran yang akan membawa kepada penderitaan dan siksaan yang abadi pula." } } }, { "number": { "inQuran": 664, "inSurah": 171 }, "meta": { "juz": 6, "page": 105, "manzil": 1, "ruku": 84, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0631\u064f\u0648\u062d\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064c \u06da \u0627\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u06d6 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u06d8 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa Ahlal Kitaabi laa taghloo fee deenikum wa laa taqooloo 'alal laahi illalhaqq; innamal Maseehu 'Eesab-nu-Maryamma Rasoolul laahi wa Kalimatuhooo alqaahaaa ilaa Maryamma wa roohum minhum fa aaminoo billaahi wa Rusulihee wa laa taqooloo salaasah; intahoo khairallakum; innamal laahu Ilaahunw Waahid, Subhaanahooo ani yakoona lahoo walad; lahoo maa fissamaawaati wa maa fil ard; wa kafaa billaahi Wakeelaa" } }, "translation": { "en": "O People of the Scripture, do not commit excess in your religion or say about Allah except the truth. The Messiah, Jesus, the son of Mary, was but a messenger of Allah and His word which He directed to Mary and a soul [created at a command] from Him. So believe in Allah and His messengers. And do not say, \"Three\"; desist - it is better for you. Indeed, Allah is but one God. Exalted is He above having a son. To Him belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. And sufficient is Allah as Disposer of affairs.", "id": "Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/664", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/664.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/664.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengajak seluruh manusia untuk beriman, ayat ini menyeru kepada Ahli Kitab yang pada ayat-ayat lalu dilukiskan telah melampaui batas dalam kepercayaan mereka. Orang-orang Nasrani melampaui batas dalam kepercayaan mereka karena menuhankan Nabi Isa dan orang-orang Yahudi melampaui batas karena menuduh Nabi Isa sebagai pendusta. Kepada Ahli Kitab yang melampaui batas itu, ayat ini diarahkan. Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas kewajaran yang ditetapkan oleh akal dan agama dalam melaksanakan agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Jangan mengatakan bahwa Isa adalah Tuhan atau anak Tuhan sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani, dan jangan pula mengatakan bahwa Isa adalah pendusta sebagaimana dikatakan oleh orang-orang Yahudi. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan yang diciptakan dengan kalimat-Nya, yaitu dengan kalimat kun (jadilah) yang menunjukkan kepada kehendak-Nya dan kekuasaan-Nya dalam menciptakan Nabi Isa, yang disampaikan-Nya kalimat itu kepada Maryam, dan dengan roh dari-Nya, yang ditiupkan dengan perintah-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, termasuk beriman kepada Nabi Muhammad, dan janganlah kamu mengatakan, yakni percaya bahwa \"Tuhan itu tiga.\" Berhentilah dari mengatakan ucapan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, Mahasuci Dia dari anggapan mempunyai anak, sebab jika demikian berarti ia butuh kepada sesuatu, padahal milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung yang melindungi dan memelihara kamu semua.", "long": "Kaum Nasrani sudah melampaui batas dalam beragama dengan menambah-nambah hal-hal yang bukan dari agama, seperti memuja dan mengagung-agungkan nabi mereka, sampai melampaui batas-batas yang telah ditentukan Allah dengan mengada-adakan kebohongan terhadap-Nya dan dengan mengatakan bahwa Isa itu adalah putra Allah. (al-Ma'idah/5: 77)\n\nHal ini pulalah yang membawa kaum Nasrani kepada anggapan bahwa Tuhan itu salah satu dari Tuhan yang tiga atau Tuhan itu terdiri dari tiga oknum. Sebagai penolakan atas paham yang salah ini Allah menyatakan bahwa Isa anak Maryam hanyalah utusan Allah kepada hamba-Nya, bukan Tuhan yang disembah sebagai yang dianggap kaum Nasrani. Isa sendiri menyeru mereka supaya mengesakan Allah, tak ada yang disembah selain Allah, dan Nabi Isa telah melarang pula kaumnya mempersekutukan Allah dengan apa pun. Sebagai tambahan atas penegasan tersebut Allah berfirman lagi bahwa Isa itu diciptakan dengan kalimat berupa ucapan \"jadilah\" (kun), tanpa ada seorang laki-laki pun (bapak) yang menikahi ibunya, dan tanpa air mani yang masuk ke dalam rahim ibunya, seperti terciptanya manusia biasa.\n\nTatkala Allah mengutus malaikat Jibril kepada Maryam dan memberitahukan bahwa ia adalah utusan Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan berita gembira kepadanya, yaitu dia akan memperoleh seorang anak laki-laki, Maryam merasa terkejut dan membantah dengan keras, karena ia masih perawan dan tidak pernah bersuami atau disentuh oleh seorang laki-laki. LaIu Jibril membacakan kepadanya firman Allah:\n\n¦\"Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Ali 'Imran/3:47).\n\nDemikianlah dengan kata \"kun\" itu terciptalah Isa dalam kandungan ibunya. Inilah suatu bukti kekuasaan Allah. Bila Dia hendak menciptakan sesuatu cukup dengan ucapan \"kun\" saja. Hal serupa ini berlaku pula pada penciptaan Adam sebagaimana tersebut pada firman Allah:\n\nSesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: \"Jadilah\" (seorang manusia) maka jadilah dia (Ali 'Imran/3:59).\n\nLalu ditiuplah roh ciptaan Allah ke dalam rahim ibunya dan berkembanglah ia sampai datang masa melahirkan. Sebagaimana kaum Nasrani menduga bahwa yang ditiupkan ke dalam rahim ibunya itu adalah sebagian dari roh Allah dan atas dasar inilah mereka menganggap bahwa Isa adalah putra Allah, karena ia adalah sebagian dari roh-Nya, (Matius 1.18).\n\nSikap Ahli Kitab yang berlebihan dalam memahami agamanya tidak saja di kalangan Nasrani, tetapi juga tentunya di kalangan orang Yahudi. Sikapnya yang melampaui batas dalam memahami ketentuan agamanya sehingga mereka sering bersikap dan bertindak begitu ketat dengan menambah-nambahkan ketentuan sendiri, atau sebaliknya sering melanggar ketentuan Taurat dalam syariat Musa, seperti yang dapat kita baca di sana sini dalam Al-Qur'an, sampai-sampai mereka mengatakan \"Uzair putra Allah\" (at-Taubah/9: 30). Mereka menjadi bangsa yang rasialis, eksklusif, sangat fanatik, menolak semua nabi dan rasul utusan Allah yang bukan Yahudi (Gentile), mereka membunuh para nabi dan menuduh Isa dan ibunya Maryam dengan tuduhan yang keji. Mereka terpecah ke dalam beberapa sekte. Yang menonjol waktu itu adalah golongan konservatif Sadducee yang hanya mengakui lima kitab Musa (Pentateuch), atau golongan Pharisee yang sangat kaku dalam menjalankan hukum tertulis, tetapi mau menerima hukum lisan dan hukum adat Yahudi.\n\nBegitu juga sikap umat Nasrani yang telah melampaui batas dengan mengangkat dan menempatkan Nabi Isa sebagai Yesus yang disamakan dengan Tuhan atau menisbahkannya sebagai putra Tuhan. Mereka telah menyentuh keimanan (akidah) yang pokok sampai melahirkan doktrin Trinitas. Doktrin ini sudah berkembang dan menjadi pangkal perdebatan para pendeta mereka pada masa lalu, dari abad ke-2 sampai abad ke-6 Masehi, seperti Marcionisme, Yakobit dan Nestori (Nestorian) yang masih bertahan di Suria atau Maronit yang banyak dianut di Libanon, Paulicianism dan yang lain. Mereka berdebat sekitar kodrat Kristus: Tuhan, anak Tuhan atau satu dari tiga oknum dari Roh Kudus, sampai juga melibatkan ibunya Maria sebagai pujaan.\n\nKaum Muslimin perlu sekali menyadari sekalipun dalam bentuk lain, jangan sampai terjerumus ke dalam sikap berlebihan dalam menerima ajaran Islam, yang umumnya berkisar dalam soal fikih, di satu pihak mau serba ketat atau di pihak lain yang sebaliknya, mau serba longgar. \n\nAda di antara mufasir menceritakan mengenai anggapan ini bahwa seorang tabib Nasrani yang mengobati Khalifah Harun ar-Rasyid berdiskusi dengan seorang ulama Islam yaitu Ali bin Husein al-Waqidi al-Marwazi. Tabib Nasrani itu berkata kepada al-Waqidi bahwa di dalam Kitab (Al-Qur'an) terdapat ayat yang membenarkan pendapat dan kepercayaan Nasrani bahwa Isa, adalah sebagian dari Allah, lalu dia membacakan bagian pertama dari ayat 171 ini. Sebagai jawaban atas perkataan tabib itu al-Waqidi membacakan ayat:\n\nDan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. (al-Jasiyah/45:13).\n\nKemudian al-Waqidi berkata \"Kalau benar apa yang kamu katakan bahwa kata \"min-hu\" dalam ayat yang kamu baca itu berarti \"sebagian daripada-Nya\", sehingga kamu mengatakan bahwa Isa a.s. adalah sebagian dari Allah pula. Hal ini berarti bahwa apa yang ada di langit dan di bumi ini adalah sebagian pula dari Allah.\" Dengan jawaban ini terdiamlah tabib Nasrani itu lalu dia masuk Islam.173\n\nKarena kaum Nasrani telah tersesat dari akidah tauhid yang dibawa oleh para rasul, maka Allah memerintahkan kepada mereka agar kembali kepada akidah yang benar dengan beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan beriman kepada rasul-Nya yang selalu menyeru kepada akidah tauhid dan janganlah mereka mengatakan bahwa ada tiga Tuhan yaitu Bapak, Anak dan Roh Kudus (Rohulkudus), atau mengatakan bahwa Allah itu terdiri dari tiga oknum, masing-masing adalah Tuhan yang sempurna, dan kumpulan dari tiga oknum itulah Tuhan Yang Esa. Mereka diperintahkan meninggalkan paham yang sesat dan menyesatkan itu, karena meninggalkan paham yang sesat itulah yang baik bagi mereka. Mereka akan menjadi penganut agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim dan para nabi sebelum dan sesudahnya. Mereka akan menjadi orang yang benar dan tidak akan termasuk golongan orang-orang kafir. Dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan \"Bahwa Allah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Maha Esa. (al-Maidah/5:73).\n\nJika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Kemudian ditegaskan lagi kepada mereka bahwa Allah sajalah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Maha bersih dari sifat berbilang atau terbagi-bagi kepada beberapa bagian atau tersusun dari tiga oknum atau bersatu dengan makhluk-makhluk lainnya. Maha Suci Allah dari hal-hal tersebut dan mustahil Dia mempunyai anak sebagaimana anggapan mereka atau Isa itu adalah Tuhan sebagaimana dikatakan oleh segolongan lain di antara mereka. Allah adalah Maha Esa tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak beristri sebagaimana manusia. Dialah pemilik langit dan bumi serta semua yang ada pada keduanya termasuk Isa as. Allah berfirman:\n\n\"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih selaku seorang hamba\" (Maryam/19:93).\n\nSemua makhluk tanpa kecuali akan menghadap ke hadirat Tuhan Allah sebagai hamba, apapun pangkat dan derajatnya, baik dia malaikat, seorang nabi, seorang yang diciptakan-Nya tanpa bapak dan ibu seperti Nabi Adam atau yang diciptakan-Nya tanpa bapak saja seperti Isa a.s. maupun yang diciptakan dengan perantara bapak dan ibu; semuanya itu adalah hamba-Nya yang mengharapkan karunia dan rahmat-Nya, Allah-lah yang berkuasa sepenuhnya atas mereka dan Allah-lah yang memelihara dan kepada--Nyalah mereka harus menyembah, berdoa dan bertawakal. Akidah tauhid inilah yang dibawa dan disampaikan para nabi dan rasul kepada umatnya termasuk Nabi Isa, dan paham inilah yang dianut oleh para pengikutnya sesuai dengan dakwah dan ajarannya. Tetapi pengikutnya yang datang kemudian terutama pengikut-pengikut yang dahulunya telah menganut agama-agama yang bermacam-macam tidak dapat melepaskan dirinya dari paham lama yang sesat itu sehingga mereka mencoba dan berusaha dengan sekuat tenaga agar agama Masehi yang mereka anut mempunyai corak yang sama dengan agama-agama nenek moyang mereka dahulu. \n\nPaham Trinitas (menganggap Tuhan adalah tiga) sudah berkembang di Mesir, semenjak lebih kurang 4.000 tahun sebelum Masehi. Di antara mereka ada yang menganggap bahwa tuhan itu ialah dewa Osiris, Isis dan Horus. Demikian pula di India ajaran Hinduisme mengatakan bahwa Tuhan itu adalah tri tunggal yang terdiri dari Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Penganut Budisme pun ada yang mengatakan bahwa Budha itu adalah Tuhan yang terdiri dari tiga oknum. Juga di Persia terdapat paham Mazdaisme (Zoroaster) yang bercorak dualisme: baik dan jahat, terang dan gelap dengan dewa tertinggi Ahura Mazda (Ormuzd) dan dewa-dewa lain, lawan Ahriman. Akhirnya mereka terbawa hanyut oleh paham trinitas yang beraneka ragam coraknya dan jadilah mereka tersesat dari paham tauhid yang dibawa Nabi Isa dan amat sulitlah bagi mereka untuk meniggalkannya. Para intelektual dari penganut agama Masehi ini memang merasakan dan mengetahui bahwa paham taslis (trinitas) ini tidak dapat diterima akal, tetapi mereka tetap mencari-cari alasan untuk membenarkan paham ini. Di antara pendeta mereka ada yang mengatakan, \"Dalam hal ini kita harus menyerahkan persoalan ini kepada hal-hal yang gaib yang belum diketahui oleh manusia dan tidak akan dapat diketahuinya, kecuali bila hijab telah berkata untuk itu dan jelaslah pada waktu itu semua yang ada di langit dan di bumi.\"\n\nPendeta Bother pengarang buku al-Ushul wal-Furu' dari salah seorang juru penerang agama Nasrani berkata mengenai hal ini: \"Kita telah mencoba memahaminya dengan lebih jelas yaitu dikala telah terbuka bagi kita tabir rahasia semua apa yang ada di langit dan di bumi.\"\n\nDapat disimpulkan bahwa agama Nasrani benar-benar didasarkan kepada paham tauhid yang murni tetapi para pendetanya mencampurbaurkan dan mengubahnya menjadi agama trinitas yang tidak dapat dipahami oleh akal, karena terpengaruh oleh paham-paham taslis bangsa Yunani dan Romawi yang mereka ambil dari paham-paham keagamaan Mesir lama dan Brahma." } } }, { "number": { "inQuran": 665, "inSurah": 172 }, "meta": { "juz": 6, "page": 105, "manzil": 1, "ruku": 85, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u0641\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Lanny yastankifal Maseehu ai yakoona 'abdal lillaahi wa lal malaaa'ikatul muqarraboon; wa mai yastankif 'an ibaadatihee wa yastakbir fasa yahshuruhum ilaihi jamee'aa" } }, "translation": { "en": "Never would the Messiah disdain to be a servant of Allah, nor would the angels near [to Him]. And whoever disdains His worship and is arrogant - He will gather them to Himself all together.", "id": "Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barangsiapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/665", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/665.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/665.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat selanjutnya menyatakan bahwa Nabi Isa bukan Tuhan dan bukan pula pelindung atau juru selamat bagi umat manusia, melainkan seorang hamba Allah. Ayat ini menyatakan bahwa Al-Masih yang dipertuhankan oleh orang-orang Nasrani sama sekali tidak enggan, tidak malu, menjadi hamba Allah yang tunduk dan taat kepada-Nya, dan begitu pula para malaikat yang terdekat kepada Allah, yakni malaikatmalaikat yang didekatkan kedudukannya di sisi Allah seperti Malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, serta tidak taat kepada perintah-Nya, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua, baik yang enggan maupun yang menyombongkan diri, kepada-Nya, kelak di hari kemudian.", "long": "Kemudian sebagai penolakan atas anggapan bahwa Isa a.s. itu adalah Tuhan, Allah menjelaskan bahwa Isa a.s. sendiri, begitu pula malaikat-malaikat tidak merasa enggan dikatakan hamba Allah dan tidak pernah menyombongkan diri, sehingga mengatakan aku ini adalah Tuhan, karena Isa a.s. dan malaikat--malaikat itu menyadari dan mengetahui dengan penuh keyakinan bahwa Allah Mahabesar, Mahakuasa dan Mahakaya. Dialah yang patut disembah, patut diagungkan dan patut diminta rahmat dan karunia-Nya. Sedangkan malaikat yang tinggi derajatnya dan amat dekat kepada Tuhan dan di antara mereka itu ada yang diutus Allah untuk meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh Maryam, ibu Isa a.s., Isa a.s., yang dimuliakan-Nya dan diangkat menjadi rasul, tentu tidak mungkin akan berkata aku ini adalah Tuhan yang harus disembah, dipuja, dan diagungkan. Orang yang enggan menyembah Allah dan menyombongkan diri termasuk orang-orang yang tiada mengakui adanya Tuhan, adalah orang durhaka, orang-orang yang tak tahu diri dan tak mempergunakan akal pikirannya. Allah akan mengumpulkan mereka di padang mahsyar kelak bersama-sama dengan orang-orang mukmin dan semua makhluk Allah lainnya dan mereka akan menerima siksaan yang pedih karena kesesatan dan kedurhakaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 666, "inSurah": 173 }, "meta": { "juz": 6, "page": 105, "manzil": 1, "ruku": 85, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa ammal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati fa yuwaffeehim ujoorahum wa yazeeduhum min fadlihee wa ammal lazeenas tankafoo wastakbaroo fa yu'azzibuhum 'azaaban aleemanw wa laa yajidoona lahum min doonil laahi waliyyanw wa laa naseeraa" } }, "translation": { "en": "And as for those who believed and did righteous deeds, He will give them in full their rewards and grant them extra from His bounty. But as for those who disdained and were arrogant, He will punish them with a painful punishment, and they will not find for themselves besides Allah any protector or helper.", "id": "Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/666", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/666.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/666.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa semua orang yang beriman akan dikumpulkan Allah kelak di hari Kiamat, pada ayat ini dikemukakan balasan yang dijanjikan kepada orang-orang yang beriman dan siksaan yang pedih bagi orang yang enggan, sombong, dan tidak mau beribadah kepada-Nya. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sebagai bukti bahwa mereka tidak enggan menjadi hamba Allah, maka Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka di akhirat kelak dan menambah sebagian dari karunia-Nya yang tidak terhitung banyaknya. Sedangkan orang-orang yang enggan menyembah Allah, tidak taat kepada perintah-Nya, dan menyombongkan diri dengan mengingkari perintahNya itu, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih disebabkan kedurhakaan mereka. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong yang dapat meringankan siksa atas mereka selain Allah yang mereka enggan menyembah dan taat kepada-Nya.", "long": "Adapun orang yang beriman dan mengerjakan amal yang baik mereka akan menerima pahala amalan mereka berlipat ganda dan akan dimasukkan ke dalam surga, selalu dilimpahi rahmat dan karunia Ilahi. Tetapi orang yang enggan dikatakan hamba Allah dan selalu menyombongkan diri dan orang yang mengingkari adanya Allah, mereka akan mendapat siksaan yang amat pedih sesuai dengan dosa dan keingkaran mereka. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka, tak ada yang akan membela mereka, dan tak ada yang akan menolong mereka supaya dapat keluar dari neraka, karena semua urusan ketika itu berada di tangan Allah sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:" } } }, { "number": { "inQuran": 667, "inSurah": 174 }, "meta": { "juz": 6, "page": 105, "manzil": 1, "ruku": 85, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "yaa aiyuhan naasu qad jaaa'akum burhaanum mir Rabbikum wa anzalnaaa ilaikum Nooram Mubeena" } }, "translation": { "en": "O mankind, there has come to you a conclusive proof from your Lord, and We have sent down to you a clear light.", "id": "Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/667", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/667.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/667.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat selanjutnya menegaskan sekali lagi seruan Allah kepada seluruh umat manusia, baik Ahli Kitab maupun orang-orang yang beriman dari umat Nabi Muhammad. Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran yang amat jelas dari Tuhanmu, yaitu Nabi Muhammad yang diutus Allah disertai bukti kenabian yang amat nyata, dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang, yaitu kitab suci Al-Qur'an yang cahaya petunjuknya menerangi umat manusia.", "long": "Ayat ini menyerukan kepada semua manusia di dunia dan menyatakan bahwa telah datang kepada mereka berbagai keterangan yang jelas dari Tuhan, dikuatkan oleh dalil-dalil dan alasan-alasan yang nyata dan benar, yang dibawa oleh seorang nabi dan rasul-Nya, yang \"ummi\" yang tidak pandai tulis baca. Keadaan buta huruf itu saja sudah menjadi bukti yang kuat atas kenabian dan kerasulannya atas kebenaran agama yang dibawanya yang mempunyai peraturan-peraturan dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan memberikan petunjuk berupa ibadah dan amal saleh untuk mencapai kebahagiaan di akhirat\n\nBagaimana seorang ummi yang tidak pernah belajar di sekolah apalagi untuk membaca buku-buku, dan tidak pernah di masa kanak-kanak dan di masa mudanya mengikuti langkah-langkah dan kebiasaan-kebiasaan anak dan pemuda-pemuda di masanya, tidak pernah menghadiri malam-malam senda gurau, malam-malam panjang biasa mereka berceritera dan bercengkerama mengenai adat istiadat, sejarah nenek moyang, dan kejadian-kejadian penting di kalangan mereka, seperti peperangan, permusuhan dan lain sebagainya dapat menceritakan sesuatu yang berharga dan tinggi nilainya? Bagaimana seorang ummi yang demikian keadaannya akan dapat membawa suatu kitab (Al-Qur'an) yang di dalamnya terdapat syariat yang mulia dan amat tinggi nilainya, dibawakan dengan gaya bahasa yang amat tinggi pula mutunya yang sepanjang zaman tidak dapat ditiru dan ditandingi (al-Baqarah/2:23, Yunus/10:38, Hud/11:13 dan al-Isra/17:88) oleh pujangga-pujangga bagaimanapun besarnya. Ini adalah suatu tanda dan bukti atas kebenaran agama yang dibawanya, bahkan tidak ada orang yang dapat membantah bahwa Al-Qur'an itu adalah suatu mukjizat yang abadi yang selalu dapat menguatkan dan membenarkan agama yang dibawanya itu. Maka Allah menamakan Al-Qur'an itu cahaya yang terang benderang yang memberi petunjuk kepada manusia, mengeluarkan mereka dari kegelapan syirik kepada cahaya iman (al-Baqarah/2:257) dan menegakkan dasar-dasar tauhid yang telah menjadi tugas para rasul sebelum Muhammad saw. \n\nPara rasul sebelumnya telah menyeru umatnya dengan bersungguh-sungguh kepada agama tauhid dan telah banyak pula pengikut mereka. Tetapi ternyata sesudah mereka meninggal, para pengikut itu telah merusak dasar-dasar tauhid itu dengan mencampuradukkannya dengan beraneka ragam kemusyrikan seperti menyembah berhala, menyembah bintang dan matahari bahkan menyembah arwah-arwah dengan memujanya dan memanjatkan doa kepadanya. Akhirnya manusia terjerumus ke lembah syirik dan hanyut dibawa arus berbagai macam paham yang sesat dan menyesatkan sehingga mereka kehilangan pedoman dan tidak tahu lagi mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Dalam keadaan gelap gulita seperti inilah Al-Qur'an diturunkan sebagai cahaya yang menerangi mereka sehingga manusia dapat berpikir kembali dan menyadari bahwa jalan yang mereka tempuh selama ini adalah jalan salah yang membawa kepada kerusakan dan keruntuhan. Dalam ayat lain Allah berfirman:\n\n\"Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh Allah Maha Penyantun Maha Penyayang\" (al-hadid/57:9).\n\nDengan demikian jelaslah bahwa Nabi Muhammad saw, yang ummi pembawa syariat yang sempurna untuk kebahagiaan dunia dan akhirat tidak mungkin bukan seorang nabi dan utusan Allah. Dan jelas pulalah bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya bukan buatannya, tetapi benar-benar wahyu dari Tuhan semesta alam." } } }, { "number": { "inQuran": 668, "inSurah": 175 }, "meta": { "juz": 6, "page": 105, "manzil": 1, "ruku": 85, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0635\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa ammal lazeena aamanoo billaahi wa'tasamoo bihee fasa yudkhiluhum fee rah matim minhu wa fadlinw wa yahdeehim ilaihi Siraatam Mustaqeema" } }, "translation": { "en": "So those who believe in Allah and hold fast to Him - He will admit them to mercy from Himself and bounty and guide them to Himself on a straight path.", "id": "Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/668", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/668.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/668.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan bukti kebenaran dan cahaya petunjuk yang diperuntukkan bagi umat manusia, ayat ini menjelaskan sikap manusia dalam menghadapi bukti kebenaran itu. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada tali Allah, yakni tuntunan agama-Nya yang terhimpun di dalam Al-Qur'an, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia yang besar dari-Nya, yaitu surga, dan memberikan kepadanya bermacam-macam karunia, dan menunjukkan mereka jalan yang lurus dalam kehidupan di dunia dan kelak di akhirat untuk sampai kepada-Nya.", "long": "Ayat ini memberikan ketegasan kepada manusia sesudah menyatakan bahwa Muhammad adalah rasul Allah dan Al-Qur'an adalah cahaya dan petunjuk yang diturunkan-Nya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada ajaran Al-Qur'an, akan dimasukkan ke dalam rahmat-Nya yaitu surga dan akan selalu berada dalam lindungan karunia-Nya, suatu rahmat dan karunia yang tak dapat dibayangkan oleh manusia bagaimana besar dan mulianya. Ibnu Abbas berkata yang dimaksud dengan rahmat-Nya di sini ialah surga dan yang dimaksud dengan karunia-Nya ialah karunia yang akan dinikmati oleh penghuninya yang belum pernah dilihat oleh mata dan belum pernah terdengar oleh telinga dan tak terbayangkan dalam pikiran betapa bahagia dan senangnya orang yang dapat menikmatinya. Selain dari itu Allah akan memberinya petunjuk dan hidayah serta taufik-Nya agar ia selalu berada di jalan yang lurus, jalan yang benar yang akan menyampaikan kepada rahmat-Nya yang besar dan lurus itu." } } }, { "number": { "inQuran": 669, "inSurah": 176 }, "meta": { "juz": 6, "page": 106, "manzil": 1, "ruku": 85, "hizbQuarter": 42, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064f\u0624\u064c \u0647\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0646\u0650\u0635\u0652\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064f\u0644\u064f\u062b\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0629\u064b \u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f \u062d\u064e\u0638\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d7 \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yastaftoonaka qulillaahu yafteekum fil kalaalah; inimru'un halaka laisa lahoo waladunw wa lahoo ukhtun falahaa nisfu maa tarak; wa huwa yarisuhaaa il lam yakkul lahaa walad; fa in kaanatas nataini falahumas sulusaani mimmmaa tarak; wa in kaanooo ikhwatar rijaalanw wa nisaaa'an faliz zakari mislu hazzil unsayayn; yubaiyinullaahu lakum an tadilloo; wallaahu bikulli shai'in Aleem" } }, "translation": { "en": "They request from you a [legal] ruling. Say, \"Allah gives you a ruling concerning one having neither descendants nor ascendants [as heirs].\" If a man dies, leaving no child but [only] a sister, she will have half of what he left. And he inherits from her if she [dies and] has no child. But if there are two sisters [or more], they will have two-thirds of what he left. If there are both brothers and sisters, the male will have the share of two females. Allah makes clear to you [His law], lest you go astray. And Allah is Knowing of all things.", "id": "Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/669", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/669.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/669.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah berjanji menuntun umat manusia dan menunjukkan kepada mereka jalan yang membawa kepada kebahagiaan, di dunia dan akhirat. Pada ayat ini dipenuhi sebagian dari janji Allah itu, yaitu berupa jawaban atas pertanyaan yang mereka ajukan. Mereka meminta fatwa kepadamu, Nabi Muhammad, tentang kalalah, yaitu seorang yang mati tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak. Katakanlah, \"Allah memberi fatwa kepadamu tentang kala lah, yaitu jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak, tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya, yakni bagian dari saudara perempuan itu, adalah seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi seluruh harta saudara perempuan, jika saudara perempuan itu mati dan saudara laki-laki itu masih hidup, ketentuan ini berlaku jika dia, saudara perempuan yang mati itu, tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan yang mewarisi itu berjumlah dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka, ahli waris itu, terdiri atas saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Demikian Allah menerangkan hukum tentang pembagian waris kepadamu, agar kamu tidak sesat, dalam menetapkan pembagian itu. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang membawa kebaikan bagimu dan yang menjerumuskan kamu ke dalam kesesatan, maka taatilah segala perintah-Nya dan jauhilah segala larangan-Nya.", "long": "Pada akhir ayat 12 surah ini, ada pula hukum waris kalalah, maka al-Khattabi berkata tentang kedua ayat kalalah ini: Allah telah menurunkan dua ayat kalalah pada permulaan Surah an-Nisa' namun ayat itu masih bersifat umum dan belum jelas, kalau dilihat dari bunyi ayat itu saja, maka Allah menurunkan lagi ayat kalalah di musim panas yaitu ayat terakhir dari Surah an-Nisa'.\n\nPada ayat ini terdapat tambahan keterangan mengenai apa yang belum dijelaskan pada ayat pertama, karena itu ketika Umar bin al-Khattab ditanya tentang ayat kalalah yang turun pertama kali, ia menyuruh penanya itu untuk memperhatikan ayat kalalah kedua.\n\nAllah memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya menjawab pertanyaan yang dikemukakan orang kepadanya mengenai pusaka kalalah, seperti halnya Jabir bin Abdullah yang tidak lagi mempunyai bapak dan anak, sedang dia mempunyai saudara-saudara perempuan yang bukan saudara seibu. Karena saudara perempuan yang bukan seibu belum ada ditetapkan untuk mereka bagian tertentu dalam harta pusaka, sedang saudara seibu ditetapkan bagiannya yaitu seperenam jika saudara perempuan itu seorang saja, sepertiga bila lebih dari seorang. Pusaka yang sepertiga itu dibagi rata antara saudara-saudara perempuan seibu, berapa pun banyaknya mereka, karena pusaka itu adalah pusaka yang menjadi hak ibu mereka kalau ibunya masih hidup.\n\nJawaban yang diperintahkan Allah kepada Nabi-Nya tentang masalah ini ialah bahwa bila seseorang meninggal, sedang ia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan seibu sebapak atau sebapak saja maka saudara perempuan itu mendapat seperdua dari harta yang ditinggalkannya, jika saudara itu seorang saja.\n\nBila saudara perempuannya itu mati lebih dahulu, dan tidak pula mempunyai bapak yang menghijab (menghalanginya) dia berhak mewarisi harta yang ditinggalkannya. Dia berhak mewarisi seluruh harta peninggalan saudara perempuannya bila tidak ada orang yang berhak atas pusaka itu yang telah ditentukan bagiannya (ashabul furudh). Tetapi bila ada orang yang berhak yang telah ditentukan bagiannya seperti suami, maka diberikan lebih dahulu hak suami itu dan selebihnya menjadi haknya sepenuhnya. Kalau saudara perempuan itu ada berdua, maka kedua saudaranya itu mendapat dua pertiga. Dan bila saudara-saudaranya yang perempuan itu lebih dari dua orang, maka yang dua pertiga itu dibagi rata (sama banyak) antara saudara-saudara itu. Kalau yang ditinggalkannya itu terdiri dari saudara-saudara (seibu sebapak atau sebapak saja) terdiri saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka harta pusaka yang ditinggalkan itu dibagi antara mereka dengan ketentuan bahwa bagian yang laki-laki dua kali bagian yang perempuan, kecuali bila yang ditinggalkannya itu saudara-saudara seibu, maka saudara-saudara seibu mendapat seperenam saja, karena hak itu pada asalnya adalah hak ibu mereka. Kalau tidak karena itu, tentulah mereka tidak berhak sama sekali karena bukan ahli-ahli waris yang berhak mewarisi seluruh harta pusaka. \n\nDemikianlah yang ditetapkan Allah mengenai pusaka kalalah, maka wajiblah kaum Muslimin melaksanakan ketetapan-ketetapan itu dengan seksama, agar mereka jangan tersesat dan jangan melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah. Hukum-hukum yang ditetapkan Allah itu adalah untuk kebaikan hamba-Nya, dan ilmu-Nya amat luas meliputi segala sesuatu di dalam alam ini." } } } ] }, { "number": 5, "sequence": 112, "numberOfVerses": 120, "name": { "short": "المائدة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0627\u0626\u062f\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Maaida", "id": "Al-Ma'idah" }, "translation": { "en": "The Table", "id": "Hidangan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Maa'idah terdiri dari 120 ayat; termasuk golongan surat Madaniyyah. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Medinah, yaitu di waktu haji wadaa'. Surat ini dinamakan Al Maa'idah (hidangan) karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi Isa a.s. meminta kepada Nabi Isa a.s. agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112). Dan dinamakan Al Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, dimana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya. Dinamakan juga Al Munqidz (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi Isa a.s. penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 670, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 6, "page": 106, "manzil": 2, "ruku": 86, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0642\u064f\u0648\u062f\u0650 \u06da \u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064c \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo awfoo bil'uqood; uhillat lakum baheematul an'aami illaa maa yutlaa 'alaikum ghaira muhillis saidi wa antum hurum; innal laaha yahkumu maa yureed" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fulfill [all] contracts. Lawful for you are the animals of grazing livestock except for that which is recited to you [in this Qur'an] - hunting not being permitted while you are in the state of ihram. Indeed, Allah ordains what He intends.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/670", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/670.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/670.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah ini diawali dengan perintah kepada setiap orang yang beriman agar memenuhi janji-janji yang telah diikrarkan, baik janji kepada Allah maupun janji kepada sesama manusia. Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji, yaitu janji-janji antara manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan dirinya sendiri, selama janji-janji itu tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram. Di antara janji Allah itu ialah hukum-hukum-Nya yang ditetapkan kepadamu, yaitu bahwasanya hewan ternak, yaitu unta, sapi, kambing, dihalalkan bagimu sesudah disembelih secara sah, kecuali yang akan disebutkan kepadamu haramnya, yaitu yang disebut pada ayat ketiga dari surat ini, dan juga dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram haji atau umrah. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum halal dan haram sesuai dengan yang Dia kehendaki, menurut ilmu-Nya dan hikmah-Nya.", "long": "Permulaan ayat ini memerintahkan kepada setiap orang yang beriman untuk memenuhi janji-janji yang telah diikrarkan, baik janji prasetia hamba kepada Allah, maupun janji yang dibuat di antara sesama manusia, seperti yang bertalian dengan perkawinan, perdagangan dan sebagainya, selama janji itu tidak melanggar syariat Allah, seperti yang disebutkan di dalam hadis yang berbunyi:\n\n\"Setiap syarat (ikatan janji) yang tidak sesuai dengan Kitab Allah, adalah batil meskipun seratus macam syarat.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra).\n\nSelanjutnya ayat ini menyebutkan tentang binatang-binatang yang halal dimakan seperti yang tersebut dalam Surah al-Anam/6:143 dan 144, dan melarang memakan sepuluh macam makanan seperti yang tersebut pada ayat ketiga dari Surah ini. Orang yang sedang berihram haji dan umrah atau salah satu dari keduanya tidak dihalalkan berburu binatang buruan darat baik di tanah haram maupun di luarnya dan tidak dihalalkan memakan dagingnya. Bagi orang yang berada di tanah haram sekalipun tidak sedang berihram tidak dihalalkan berburu binatang buruan darat. Demikianlah Allah menetapkan hukum-Nya menurut kehendak-Nya untuk kemaslahatan hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 671, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 6, "page": 106, "manzil": 2, "ruku": 86, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u062f\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0622\u0645\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0644\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0646\u064e\u0622\u0646\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0623\u064e\u0646 \u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06d8 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tuhilloo sha'aaa 'iral laahi wa lash Shahral Haraama wa lal hadya wa lal qalaaa'ida wa laa aaammeenal Baital Haraama yabtaghoona fadlam mir Rabbihim wa ridwaanaa; wa izaa halaltum fastaadoo; wa laa yajrimannakum shana aanu qawmin an saddookum 'anil Masjidil-Haraami an ta'tadoo; wa ta'aawanoo 'alalbirri wattaqwaa; wa laa ta'aawanoo 'alal ismi wal'udwaan; wattaqul laah; innal laaha shadeedul 'iqaab" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not violate the rites of Allah or [the sanctity of] the sacred month or [neglect the marking of] the sacrificial animals and garlanding [them] or [violate the safety of] those coming to the Sacred House seeking bounty from their Lord and [His] approval. But when you come out of ihram, then [you may] hunt. And do not let the hatred of a people for having obstructed you from al-Masjid al-Haram lead you to transgress. And cooperate in righteousness and piety, but do not cooperate in sin and aggression. And fear Allah; indeed, Allah is severe in penalty.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/671", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/671.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/671.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut berisi hukum-hukum Allah yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaan ibadah haji. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, yakni segala amalan yang dilakukan dalam melaksanakan ibadah haji seperti tata cara melakukan tawaf dan sa'i, serta tempat-tempat mengerjakannya, seperti Kakbah, Safa, dan Marwah, jangan engkau melanggarnya dengan berburu ketika dalam keadaan ihram dan jangan pula melanggar kehormatan bulan-bulan haram, yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab, janganlah pula engkau melanggar kehormatannya dengan berperang pada bulan itu kecuali untuk membela diri ketika diserang. Jangan pula mengganggu hadyu, yaitu hewan-hewan kurban yang dihadiahkan kepada Kakbah untuk mendekatkan diri kepada Allah, hewan-hewan itu disembelih di tanah haram dan dihadiahkan dagingnya kepada fakir miskin, dan qalaid, hewan-hewan kurban yang diberi tanda, dikalungi dengan tali sebagai tanda yang menunjukkan bahwa hewan itu telah dipersiapkan untuk dikurbankan dan dihadiahkan, dan jangan pula mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam, untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah, mereka mencari karunia berupa keuntungan duniawi, dan keridaan yang berupa ganjaran dari Tuhannya. Akan tetapi, apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu apabila kamu mau. Jangan sampai kebencian sebagian kamu kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari mengunjungi Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas kepada mereka dengan cara membunuh mereka atau melakukan kejahatan kepada mereka. Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan, melakukan yang diperintahkan Allah, dan takwa, takut kepada larangannya, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa, melakukan maksiat dan permusuhan, sebab yang demikian itu melanggar hukum-hukum Allah. Bertakwalah kepada Allah, takut kepada Allah dengan melakukan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, karena sungguh Allah sangat berat siksaan-Nya kepada orang-orang yang tidak taat kepada-Nya.", "long": "Menurut riwayat Ibnu Juraij dan Ikrimah, bahwa seorang bernama al-Hutam al-Bakri datang ke Medinah dengan unta membawa bahan makanan. Setelah dijualnya makanan itu ia menjumpai Nabi, lalu membaiat diri masuk Islam. Setelah ia berpaling pergi, Nabi memperhatikannya seraya bersabda kepada para sahabatnya yang ada di situ: \"Dia datang kepada saya dengan wajah orang yang berdusta dan berpaling pergi membelakangi saya seperti penipu.\" Setelah al-Hutam tiba di Yamamah, lalu ia murtad dari Islam. Berikutnya pada bulan Zulkaidah, ia keluar lagi dengan untanya hendak menjual barang makanan ke Mekah. Tatkala para sahabat Nabi mendengar berita ini, beberapa orang dari golongan Muhajirin dan Ansar, bersiap keluar untuk menghajarnya di tengah jalan, maka turunlah ayat yang kedua ini.179 Akhirnya mereka tidak jadi melakukannya.\n\nPada ayat kedua ini Allah menerangkan kepada orang-orang yang beriman; lima larangan penting yang tidak boleh dilanggar yaitu:\n\n1.Melanggar larangan-larangan Allah, yaitu melanggar amalan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah dalam ibadah haji dan lain-lainnya.\n\n2.Melanggar kehormatan bulan haram, yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab, yang dilarang pada bulan-bulan tersebut berperang kecuali membela diri karena diserang.\n\n3.Mengganggu binatang-binatang hadyu, yaitu unta, lembu dan sejenisnya, kambing, biri-biri dan sejenisnya yang dihadiahkan kepada Kabah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih di tanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin.\n\n4.Mengganggu qalaid yaitu binatang-binatang hadyu (kurban), yang sudah dikalungi dengan tali, yang menunjukkan bahwa binatang itu dipersiapkan secara khusus untuk dikurbankan dan dihadiahkan kepada Kabah. Menurut pendapat yang lain, termasuk juga orang-orang yang memakai kalung yang menunjukkan bahwa dia hendak mengunjungi Kabah yang tidak boleh diganggu, seperti yang dilakukan orang Arab pada zaman jahiliah.\n\n5.Menghalangi dan mengganggu orang yang mengunjungi Baitullah untuk mencari karunia (rezeki) Allah seperti berdagang dan mencari keridaan-Nya, yaitu mengerjakan haji dan umrah. Menurut jumhur yang tidak boleh dihalang-halangi itu ialah orang-orang mukmin, sedang orang-orang kafir tidak diperbolehkan lagi masuk tanah haram sesuai dengan firman Allah:\n\n\"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang yang musyrik itu najis (jiwa), sebab itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini .\" (at-Taubah/9:28).\n\nSelanjutnya ayat itu menjelaskan, bahwa kalau sudah tahallul, artinya, sesudah selesai mengerjakan ibadah haji atau umrah, dibolehkan berburu di luar tanah haram sedang di tanah haram tetap tidak dibolehkan, dilarang mencabut tumbuh-tumbuhan dan mengganggu binatang buruannya, berbuat aniaya terhadap orang yang menghalang-halangi masuk Masjidilharam, seperti kaum musyrikin menghalang-halangi orang-orang mukmin mengerjakan umrah yang ditetapkan pada perdamaian Hudaibiyah. Kemudian bahagian terakhir ayat ini mewajibkan orang-orang mukmin tolong-menolong sesama mereka dalam berbuat kebaikan dan bertakwa, untuk kepentingan dan kebahagiaan mereka. Dilarang tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran serta memerintahkan supaya tetap bertakwa kepada Allah agar terhindar dari siksaan-Nya yang sangat berat." } } }, { "number": { "inQuran": 672, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 6, "page": 107, "manzil": 2, "ruku": 86, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064f\u0631\u0651\u0650\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0646\u0632\u0650\u064a\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0647\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0652\u062e\u064e\u0646\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0642\u064f\u0648\u0630\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0637\u0650\u064a\u062d\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u064f\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0628\u0650\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0635\u064f\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0632\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u0633\u0652\u0642\u064c \u06d7 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0626\u0650\u0633\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u0650 \u06da \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0645\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u062a\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0636\u0652\u0637\u064f\u0631\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u062e\u0652\u0645\u064e\u0635\u064e\u0629\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0641\u064d \u0644\u0651\u0650\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064d \u06d9 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Hurrimat 'alaikumul maitatu waddamu wa lahmul khinzeeri wa maaa uhilla lighiril laahi bihee walmun khani qatu wal mawqoozatu wal mutarad diyatu wanna teehatu wa maaa akalas sabu'u illaa maa zakkaitum wa maa zubiha 'alan nusubi wa an tastaqsimoo bil azlaam; zaalikum fisq; alyawma ya'isal lazeena kafaroo min deenikum falaa takhshawhum wakh shawn; alyawma akmaltu lakum deenakum wa atmamtu 'alaikum ni'matee wa radeetu lakumul Islaama deenaa; famanidturra fee makhmasatin ghaira mutajaanifil li ismin fa innallaaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Prohibited to you are dead animals, blood, the flesh of swine, and that which has been dedicated to other than Allah, and [those animals] killed by strangling or by a violent blow or by a head-long fall or by the goring of horns, and those from which a wild animal has eaten, except what you [are able to] slaughter [before its death], and those which are sacrificed on stone altars, and [prohibited is] that you seek decision through divining arrows. That is grave disobedience. This day those who disbelieve have despaired of [defeating] your religion; so fear them not, but fear Me. This day I have perfected for you your religion and completed My favor upon you and have approved for you Islam as religion. But whoever is forced by severe hunger with no inclination to sin - then indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/672", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/672.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/672.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu telah dijelaskan beberapa perbuatan yang diharamkan. Ayat ini menguraikan lebih terperinci makanan-makanan yang diharamkan. Ada sepuluh jenis makanan yang diharamkan, semuanya berasal dari hewan. Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam Surah alAn'a m/6: 145, daging babi, dan daging hewan yang disembelih bukan atas nama Allah, demikian pula diharamkan daging hewan yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Hewan yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas adalah halal hukumnya kalau sempat disembelih sebelum mati.\r\nDan diharamkan pula hewan yang disembelih untuk berhala. Dan diharamkan pula mengundi nasib dengan anak panah. Orang Arab Jahiliah menggunakan anak panah untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Mereka mengambil tiga buah anak panah yang belum memakai bulu, masing-masing anak panah itu ditulis dengan kata-kata \"lakukan\",\" jangan lakukan\", dan anak panah yang ketiga tidak ditulis apa-apa. Semua anak panah itu diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Kakbah. Bila mereka hendak melakukan suatu perbuatan, maka mereka meminta agar juru kunci Kakbah mengambil salah satu dari tiga anak panah itu. Mereka melakukan perbuatan atau tidak melakukan perbuatan sesuai dengan bunyi kalimat yang tertulis dalam anak panah yang diambilnya. Kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulangi sekali lagi. Janganlah melakukan yang demikian itu karena itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini, yaitu pada waktu Haji Wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa, dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan makanan-makanan yang diharamkan, yaitu:\n\n1.Bangkai, yaitu binatang yang mati tanpa disembelih. Di antara hikmah diharamkan bangkai antara lain karena bangkai itu mengandung kuman yang sangat membahayakan kesehatan di samping keadaannya yang menjijikkan.\n\n2.Darah, yaitu darah yang mengalir keluar dari tubuh hewan, karena disembelih atau lain-lainnya. Hikmah diharamkan darah itu antara lain, karena mengandung kuman dan zat-zat kotor dari tubuh dan sukar dicernakan.\n\n3.Daging babi, termasuk semua anggota tubuhnya. \n\n4.Hewan yang disembelih dengan menyebut atau mengagungkan nama selain Allah, seperti menyebut nama berhala. Hikmah haramnya ialah karena mempersekutukan Allah. \n\n5.Hewan mati tercekik. Banyak pendapat menerangkan tentang apa yang dimaksud dengan mati tercekik, yaitu di antaranya mati karena diikat dan sebagainya, sehingga hewan itu mati dalam keadaan tidak berdaya. Hikmah haramnya sama dengan hikmah haramnya bangkai.\n\n6.Hewan mati dipukul, yaitu hewan yang mati dipukul dengan benda keras atau dengan benda berat. Hikmah haramnya menurut sebagian pendapat karena darahnya tidak keluar, sehingga merusak dagingnya. Selain dari itu juga karena ada larangan menganiaya binatang dan jelas perbuatan itu dianggap melanggar hadis Nabi yang berbunyi: \n\nDari Syaddad bin Aus, Rasulullah saw, bersabda, \"Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) atas setiap sesuatu, kalau kamu membunuh, bunuhlah dengan baik, dan kalau menyembelih, sembelihlah dengan baik, hendaklah seorang kamu mempertajam pisaunya dan jangan sampai tersiksa binatang sembelihannya.\" (Riwayat Ahmad, Muslim dan Ashabus-Sunan).\n\n7.Hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi seperti jatuh dari atas bukit masuk ke dalam jurang. Hikmah haramnya sama dengan bangkai.\n\n8.Hewan mati karena ditanduk oleh hewan lain. Hikmahnya sama dengan bangkai. Kalau masih sempat disembelih maka hukumnya halal.\n\n9.Hewan yang mati diterkam binatang buas. Hikmahnya sama dengan bangkai, kalau masih sempat disembelih maka hukumnya halal.\n\n10.Hewan yang disembelih untuk berhala, sebagaimana yang diperbuat oleh orang Arab pada zaman jahiliah yang menyembelih hewan di dekat berhala-berhala yang jumlahnya 360, terdapat di sekitar Kabah. Hikmah haramnya adalah karena perbuatan ini termasuk mempersekutukan Allah.\n\nSelanjutnya diterangkan tentang haramnya mengundi nasib dengan anak panah, seperti yang dilakukan oleh orang Arab pada masa jahiliah, yaitu dengan mengambil tiga anak panah yang belum ada bulu, salah satu anak panah itu ditulis dengan perkataan: \"Amarani rabbi\" (Tuhanku telah menyuruhku), anak panah yang kedua ditulis dengan perkataan: \"Nahani rabbi\" (Tuhanku melarangku), sedang anak panah yang ketiga tidak ditulis apa-apa. Anak panah itu disimpan di dalam Kabah. Jika mereka bermaksud mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, mereka minta tolong kepada penjaga Kabah mencabut salah satu dari ketiga anak panah tersebut dan melaksanakan apa yang tertulis pada anak panah yang diambil itu. Kalau terambil anak panah yang tidak ditulis apa-apa, maka undian diulangi lagi. Perbuatan ini dilarang karena mengandung syirik atau tahayul dan khurafat. Dalam hal ini menurut ajaran Rasulullah saw bila hendak memilih salah satu dari dua pekerjaan yang sama pentingnya atau memilih di antara melaksanakan atau tidak, maka hendaklah melaksanakan salat istikharah dua rakaat. Kalau undian biasa (qur'ah) yang tidak mengandung kefasikan atau tahayul dan khurafat, tidaklah diharamkan, seperti undian untuk mengambil salah satu bagian dari dua tumpukan yang sudah diusahakan sama banyaknya, siapa yang berhak dari masing-masing tumpukan itu lalu diadakan qur'ah (undian).\n\nSelanjutnya diterangkan bahwa pada haji wada orang-orang kafir telah putus asa dalam usahanya untuk mengalahkan agama Islam. Oleh karena itu kaum Muslimin tidak boleh merasa takut kepada mereka tetapi hendaklah takut kepada Allah.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini dijelaskan lagi tentang sesuatu yang penting bagi Nabi Muhammad saw dan bagi seluruh umat Islam, bahwa Allah telah menyempurnakan agama Islam dan telah mencukupkan nikmat-Nya, serta telah rida agama Islam menjadi agama umat manusia.\n\nSetelah ayat ini dibacakan oleh Nabi, maka Umar menangis lalu Nabi bertanya apa yang menyebabkan ia menangis. Umar menjawab, \"Sesuatu yang sudah sempurna tidak ada yang ditunggu lagi kecuali kurangnya.\" Rasulullah membenarkan ucapan Umar itu (Riwayat Ibnu Jarir dan Harun bin Antarah dari ayahnya ). Diriwayatkan bahwa ayat ini turun di Arafah tanggal 9 Zulhijjah 10 H, hari Jumat sesudah asar. Sejarah telah mencatat: bahwa 81 hari sesudah turunnya ayat ini Nabi Muhammad saw pun wafat setelah menunaikan risalahnya selama kurang lebih 23 tahun. Memang ajaran Islam telah sempurna, walaupun segala persoalan belum dirinci, tetapi telah cukup sempurna dengan berbagai prinsip urusan duniawi maupun ukhrawi.\n\nKemudian pada akhir ayat ini diterangkan, bahwa orang-orang yang terpaksa makan makanan yang diharamkan Allah karena lapar tanpa niat untuk berbuat dosa, dibolehkan asal dia makan seperlunya saja, sekedar mempertahankan hidup. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 673, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 6, "page": 107, "manzil": 2, "ruku": 86, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f \u06d9 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062d\u0650 \u0645\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Yas'aloonaka maazaaa uhilla lahum; qul uhilla lakumuttaiyibaatu wa maa'allamtum minal jawaarihi mukallibeena tu'allimoonahunnamimmaa 'allamakumul laahu fakuloo mimmaaa amsakna 'alaikum wazkurus mal laahi 'alaih; wattaqul laah; innal laaha saree'ul hisaab" } }, "translation": { "en": "They ask you, [O Muhammad], what has been made lawful for them. Say, \"Lawful for you are [all] good foods and [game caught by] what you have trained of hunting animals which you train as Allah has taught you. So eat of what they catch for you, and mention the name of Allah upon it, and fear Allah.\" Indeed, Allah is swift in account.", "id": "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, ”Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/673", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/673.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/673.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat yang lalu menjelaskan makanan-makanan yang diharamkan, ayat ini menerangkan makanan-makanan yang dihalalkan. Mereka bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, apakah yang dihalalkan bagi mereka. Katakanlah,\" Yang dihalalkan bagimu adalah makanan yang baik-baik, yang sesuai dengan selera kamu selama tidak ada tuntunan agama yang melarangnya, dan buruan yang ditangkap oleh binatang pemburu, seperti anjing, singa, harimau, burung yang telah kamu latih untuk berburu, binatang yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, bukan untuk dimakan binatang pemburu itu, dan sebutlah nama Allah, sewaktu kamu melepas binatang pemburu itu. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.\"", "long": "Ayat ini menerangkan dua macam makanan yang dihalalkan:\n\n1.Makanan yang baik, yaitu semua jenis makanan yang menimbulkan selera untuk memakannya dan tidak ada nas yang mengharamkannya. Adapun yang sudah ada ketentuan haramnya, maka harus dipatuhi ketentuan itu, seperti sabda Rasulullah saw: \n\nDari Ibnu Abbas berkata, \"Rasulullah saw melarang memakan setiap binatang yang bertaring dari binatang buas dan setiap yang berkuku tajam dari unggas.\" (Riwayat Ahmad, Muslim, dan Ashabus-Sunan).\n\n2.Binatang buruan yang ditangkap oleh binatang-binatang pemburu yang terlatih sehingga buruannya langsung dibawa kepada tuannya dan tidak akan dimakannya kecuali kalau diberi oleh tuannya. Apabila binatang pemburu itu memakan buruannya lebih dulu, sebelum diberikan oleh tuannya, maka buruannya itu haram dimakan seperti haramnya bangkai.\n\nSelanjutnya ayat ini menerangkan bahwa hasil buruan binatang yang terlatih itu boleh dimakan apabila pada saat melepaskan binatang, si pemburu membaca basmalah. Hukum membaca basmalah itu wajib menurut sebagian ulama seperti Abu Hanifah, menurut Imam Syafii hukumnya sunah.\n\nKemudian akhir ayat ini menerangkan supaya tetap bertakwa, yaitu mematuhi semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, karena Allah sangat cepat menghitung semua amal hamba-Nya tanpa ada yang tertinggal dan tersembunyi bagi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 674, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 6, "page": 107, "manzil": 2, "ruku": 86, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alyawma uhilla lakumut taiyibaatu wa ta'aamul lazeena ootul Kitaaba hillul lakum wa ta'aamukum hillul lahum wal muhsanaatu minal mu'minaati walmuhsanaatu minal lazeena ootul Kitaaba min qablikum izaaa aataitumoohunna ujoorahunna muhsineena ghaira musaafiheena wa laa muttakhizeee akhdaan; wa mai yakfur bil eemaani faqad habita 'amaluhoo wa huwa fil Aaakhirati minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "This day [all] good foods have been made lawful, and the food of those who were given the Scripture is lawful for you and your food is lawful for them. And [lawful in marriage are] chaste women from among the believers and chaste women from among those who were given the Scripture before you, when you have given them their due compensation, desiring chastity, not unlawful sexual intercourse or taking [secret] lovers. And whoever denies the faith - his work has become worthless, and he, in the Hereafter, will be among the losers.", "id": "Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/674", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/674.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/674.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih berkaitan dengan ayat yang lalu memberikan jawaban atas pertanyaan orang yang beriman tentang apa saja yang dihalalkan bagi mereka. Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan, yakni binatang halal yang disembelih Ahli Kitab itu halal bagimu selagi tidak bercampur dengan barang-barang yang haram, dan makananmu halal pula bagi mereka, maka kamu tidak berdosa memberikannya kepada mereka. Dan dihalalkan bagimu menikahi perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan halal pula menikahi perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, yakni melangsungkan akad nikah secara sah, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Demikian Allah menetapkan hukum-hukum-Nya untuk dijadikan tuntunan bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa kafir setelah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.", "long": "Ayat ini menerangkan tiga macam hal yang halal bagi orang mukmin, yaitu:\n\n1. Makanan yang baik-baik, seperti dimaksud pada ayat keempat. Kemudian disebutkan kembali pada ayat ini untuk menguatkan arti baik itu dan menerangkan bahwa diperbolehkannya memakan makanan yang baik-baik itu tidak berubah.\n\n2. Makanan Ahli Kitab. Makanan di sini menurut jumhur ulama ialah sembelihan orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka pada waktu itu mempunyai kepercayaan bahwa haram hukumnya memakan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Selama mereka masih mempunyai kepercayaan seperti itu, maka sembelihan mereka tetap halal. Sedangkan makanan lainnya seperti buah-buahan, dan sebagainya dikembalikan saja hukumnya kepada jenis yang pertama yaitu tayyibat, apabila termasuk golongan makanan yang baik-baik boleh dimakan, kalau tidak (khabais), haram dimakan. Adapun sembelihan orang kafir yang bukan Ahli Kitab haram dimakan.\n\n3.Mengawini perempuan-perempuan merdeka (bukan budak) dan perempuan-perempuan mukmin dan perempuan Ahli Kitab hukumnya halal. Menurut sebagian mufasir yang dimaksud al-muhsanat ialah perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan dirinya.\n\nLaki-laki boleh mengawini perempuan-perempuan tersebut dengan kewajiban memberi nafkah, asalkan tidak ada maksud-maksud lain yang terkandung dalam hati seperti mengambil mereka untuk berzina dan tidak pula untuk dijadikan gundik. Ringkasnya laki-laki mukmin boleh mengawini perempuan-perempuan Ahli Kitab dengan syarat-syarat seperti tersebut di atas. Tetapi perempuan-perempuan Islam tidak boleh kawin dengan laki-laki Ahli Kitab apalagi dengan laki-laki kafir yang bukan Ahlil Kitab. Kemudian akhir ayat kelima ini memperingatkan, bahwa barang siapa yang kafir sesudah beriman, maka semua amal baik yang pernah dikerjakannya akan hapus semuanya dan di akhirat termasuk orang yang rugi." } } }, { "number": { "inQuran": 675, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 6, "page": 108, "manzil": 2, "ruku": 87, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0627\u063a\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u0633\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0639\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0637\u0651\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0637\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0627\u0645\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u064e\u0645\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0645\u0652\u0633\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064e \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo izaa qumtum ilas Salaati faghsiloo wujoohakum wa Aidiyakum ilal maraafiqi wamsahoo biru'oosikum wa arjulakum ilal ka'bayn; wa in kuntum junuban fattahharoo; wain kuntum mardaaa aw'alaa safarin aw jaaa'a ahadum minkum minal ghaaa'iti aw laamastumunnisaaa'a falam tajidoo maaa'an fatayammamoo sa'eedan taiyiban famsahoo biwujoohikum wa aideekum minh; ma yureedul laahu liyaj'ala 'alaikum min harajinw wa laakidy yureedu liyutahhirakum wa liyutimma m'matahoo 'alaikum la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when you rise to [perform] prayer, wash your faces and your forearms to the elbows and wipe over your heads and wash your feet to the ankles. And if you are in a state of janabah, then purify yourselves. But if you are ill or on a journey or one of you comes from the place of relieving himself or you have contacted women and do not find water, then seek clean earth and wipe over your faces and hands with it. Allah does not intend to make difficulty for you, but He intends to purify you and complete His favor upon you that you may be grateful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/675", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/675.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/675.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan hukum tentang makanan dan hewanhewan sembelihan yang dihalalkan dan menjelaskan ketentuan menyangkut wanita-wanita yang boleh dinikahi, pada ayat ini Allah menjelaskan hukum-hukum yang berkaitan dengan tata cara beribadah kepada Allah dimulai dengan salat sebagai ibadah yang paling mulia. Ayat ini memberikan petunjuk tentang persiapan yang harus dilakukan ketika hendak melakukan salat, yaitu cara menyucikan diri dengan berwudu, tayamum, dan mandi. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu telah membulatkan hati hendak melaksanakan salat, sedangkan kamu saat itu dalam keadaan tidak suci atau berhadas kecil, maka berwudulah, yaitu dengan cara basuhlah wajahmu dengan air dari ujung tempat tumbuhnya rambut kepala sampai ke ujung dagu dan bagian antara kedua telinga, dan basuhlah tanganmu sampai ke siku, dan sapulah sedikit atau sebagian atau seluruh kepalamu dan basuhlah kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Dan jika kamu dalam keadaan junub, yakni keluar mani karena bersetubuh atau karena sebab lain, maka mandilah, yakni basuhlah dengan air seluruh badanmu. Dan jika kamu sakit yang menghalangi kamu menggunakan air karena khawatir penyakitmu bertambah parah atau memperlambat kesembuhan kamu, atau kamu berada dalam perjalanan yang dibenarkan agama dan dalam jarak tertentu, atau kembali dari tempat buang air, yakni kakus, setelah selesai membuang hajat, atau menyentuh perempuan, yakni persentuhan dalam arti pertemuan dua alat kelamin yang berbeda atau dalam arti persentuhan kulit seorang laki-laki dan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, tidak dapat menggunakannya, baik karena tidak ada, tidak cukup, atau karena sakit, maka bertayamumlah dengan debu yang baik, yakni debu yang bersih dan suci; yaitu dengan cara sapulah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah Yang Mahakuasa tidak ingin menyulitkan kamu dan tidak menghendaki sedikit pun kesulitan bagimu dengan mengharuskan kamu berwudu ketika tidak ada air atau ketika dalam keadaan sakit yang dikhawatirkan kamu bertambah sakit apabila anggota badanmu terkena air, tetapi Dia hendak membersihkan kamu, menyucikan kamu dari dosa maupun dari hadas, dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, dengan meringankan apa yang menyulitkan kamu agar kamu bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan-Nya kepadamu.", "long": "Ayat ini menerangkan cara-cara berwudu. Rukun wudu ada enam. Empat rukun di antaranya disebutkan dalam ayat ini, sedang dua rukun lagi diambil dari dalil lain. Empat macam itu ialah:\n\n1.Membasuh muka, yaitu mulai dari rambut sebelah muka atau dahi sampai dengan dagu, dan dari telingga kanan sampai telinga kiri.\n\n2.Membasuh dua tangan dengan air bersih mulai dari ujung jari sampai dengan dua siku.\n\n3.Menyapu kepala, cukup menyapu sebagian kecil kepala menurut mazhab Syafii.184)\n\n4.Membasuh dua kaki mulai dari jari-jari sampai dengan dua mata kaki. Kesemuanya itu dengan menggunakan air. Sedang dua rukun lagi yang diambil dari hadis ialah:\n\na.Niat, pekerjaan hati, dan tidak disebutkan dalam ayat ini tetapi niat itu diharuskan pada setiap pekerjaan ibadah sesuai dengan hadis:\n\n\"Sesungguhnya segala amalan adalah dengan niat\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Umar bin al-Khattab).\n\nb.Tertib, artinya melakukan pekerjaan tersebut di atas sesuai dengan urutan yang disebutkan Allah dalam ayat ini. Tertib itu tidak disebutkan dengan jelas di dalam ayat ini, tetapi demikianlah Nabi melaksanakannya dan sesuai pula dengan sabdanya yang berbunyi: \n\nMulailah dengan apa yang dimulai oleh Allah. (Riwayat an-Nasai dan Jabir bin Abdillah).\n\nAdapun selain enam rukun itu, seperti membasuh tiga kali, berkumur\n\nkumur adalah sunat hukumnya. Kewajiban wudu ini bukanlah setiap kali\n\nhendak mengerjakan salat, tetapi wudu itu diwajibkan bagi seorang yang \n\nakan salat, jika wudunya sudah batal atau belum berwudu, sesuai dengan\n\nhadis yang berbunyi: \n\nAllah tidak menerima salat salah seorang di antara kalian, apabila ia berhadas hingga ia berwudu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).\n\nBerikutnya Allah menerangkan hal-hal yang mengharuskan seseorang wajib mandi di antaranya :\n\na.Keluar mani;\n\nb.Jima' (bersetubuh);\n\nc.Haid;\n\nd. Nifas;\n\ne.Wiladah (melahirkan);\n\nf.Mati (orang yang hidup wajib memandikan yang mati).\n\nOrang yang terkena salah satu dari (a) sampai (e) dinamakan orang yang berhadas besar, wajib mandi dan berwudu sebelum salat. Orang yang berhadas kecil, hanya wajib berwudu saja. Kewajiban wudu disebabkan :\n\na.Keluar sesuatu dari lubang buang air kecil dan buang air besar;\n\nb.Bersentuh kulit laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram, antara keduanya tanpa pembatas188;\n\nc.Tidur yang tidak memungkinkan seseorang tahu jika keluar angin dari duburnya;\n\nd.Hilang akal karena mabuk, gila dan sebagainya;\n\ne.Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan atau menyentuh lubang dubur;\n\nf.Murtad (keluar dari agama Islam).\n\nSelanjutnya ayat ini menerangkan cara-cara bertayamum. Jika seseorang dalam keadaan sakit dan tidak boleh memakai air, atau dalam keadaan musafir tidak menemukan air untuk berwudu, maka wajib bertayamum dengan debu tanah. Caranya ialah dengan meletakkan kedua belah telapak tangan pada debu tanah yang bersih lalu disapukan ke muka, kemudian meletakkan lagi kedua telapak tangan ke atas debu tanah yang bersih, lalu telapak tangan yang kiri menyapu tangan kanan mulai dari belakang jari-jari tangan terus ke pergelangan sampai dengan siku, dari siku turun ke pergelangan tangan lagi untuk menyempurnakan penyapuan yang belum tersapu, sedang telapak tangan yang sebelah kanan yang berisi debu tanah jangan diganggu untuk disapukan pula ke tangan sebelah kiri dengan cara yang sama seperti menyapu tangan kanan. Demikianlah cara Nabi bertayamum.\n\nKemudian akhir ayat ini menjelaskan bahwa perintah berwudu dan tayamum bukanlah untuk mempersulit kaum Muslimin, tetapi untuk menuntun mereka mengetahui cara-cara bersuci, dan untuk menyempurnakan nikmat-Nya, agar kaum Muslimin menjadi umat yang bersyukur." } } }, { "number": { "inQuran": 676, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 6, "page": 108, "manzil": 2, "ruku": 87, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u062b\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wazkuroo ni'matal laahi 'alaikum wa meesaaqahul lazee waasaqakum biheee iz qultum sami'naa wa ata'naa wattaqul laah; innal laaha 'aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "And remember the favor of Allah upon you and His covenant with which He bound you when you said, \"We hear and we obey\"; and fear Allah. Indeed, Allah is Knowing of that within the breasts.", "id": "Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu, ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/676", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/676.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/676.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuntunan tersebut di atas merupakan bagian dari nikmat Allah yang harus disyukuri sekaligus merupakan perjanjian yang harus ditaati sebagaimana tersebut pada permulaan surat ini. Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu, berupa tuntunan agama dan nikmat-Nya yang bermacam-macam yang dianugerahkan kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan dengan kamu, yakni perjanjian yang diambil melalui Rasulullah berupa ketaatan kepada Allah, baik dalam hal yang mudah maupun yang sulit, dan perjanjian-perjanjian lain yang diikatkan dengan kamu ketika kamu mengatakan, \"Kami dengar, yakni kami mengetahui dan memahami perjanjian itu, dan kami taati semua yang dinyatakan dalam perjanjian itu, baik berupa perintah maupun larangan.\" Dan bertakwalah kepada Allah, janganlah kamu melanggar perjanjian itu, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati setiap makhluk-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar mengingat nikmat-Nya, yaitu peraturan-peraturan agama yang telah ditetapkan kepada mereka. Dengan datangnya agama Islam hilanglah permusuhan, timbullah persaudaraan. Sesudah itu Allah mengingatkan akan perjanjian yang pernah diikrarkan yaitu janji patuh dan taat kepada Nabi Muhammad saw baik pada waktu susah maupun senang, mengikuti segala perintahnya dan akan meninggalkan segala larangannya dengan penuh kepatuhan dan ketaatan. Pada akhir ayat ini, Allah memerintahkan supaya kaum Muslimin tetap bertakwa kepada Allah, menjaga supaya jangan sampai lupa kepada nikmat-Nya dan jangan sampai melanggar janji yang sudah diikrarkan, baik secara terang terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Sebab Allah Maha Mengetahui segala yang tersimpan di dalam hati manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 677, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 6, "page": 108, "manzil": 2, "ruku": 87, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0646\u064e\u0622\u0646\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0627\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0644\u0650\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamaanoo koonoo qawwaa meena lillaahi shuhadaaa'a bilqist, wa laa yajrimannakum shana aanu qawmin 'alaaa allaa ta'diloo; i'diloo; huwa aqrabu littaqwaa wattaqul laah; innal laaha khabeerum bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, be persistently standing firm for Allah, witnesses in justice, and do not let the hatred of a people prevent you from being just. Be just; that is nearer to righteousness. And fear Allah; indeed, Allah is Acquainted with what you do.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/677", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/677.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/677.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat selanjutnya memberikan tuntunan agar umat Islam berlaku adil, tidak hanya kepada sesama umat Islam, tetapi juga kepada siapa saja walaupun kepada orang-orang yang tidak disukai. Wahai orangorang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan, yakni orang yang selalu dan bersungguh-sungguh menegakkan kebenaran, karena Allah, ketika kalian menjadi saksi maka bersaksilah dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, yakni kepada orang-orang kafir dan kepada siapa pun, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil terhadap mereka. Berlaku adillah kepada siapa pun, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, sungguh, Allah Mahateliti, Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, baik yang kamu lahirkan maupun yang kamu sembunyikan.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada orang mukmin agar melaksanakan amal dan pekerjaan mereka dengan cermat, jujur dan ikhlas karena Allah, baik pekerjaan yang bertalian dengan urusan agama maupun pekerjaan yang bertalian dengan urusan kehidupan duniawi. Karena hanya dengan demikianlah mereka bisa sukses dan memperoleh hasil atau balasan yang mereka harapkan. Dalam persaksian, mereka harus adil menerangkan apa yang sebenarnya, tanpa memandang siapa orangnya, sekalipun akan menguntungkan lawan dan merugikan sahabat dan kerabat. Ayat ini senafas dan seirama dengan Surah an-Nisa/4:135 yaitu sama-sama menerangkan tentang seseorang yang berlaku adil dan jujur dalam persaksian. Perbedaannya ialah dalam ayat tersebut diterangkan kewajiban berlaku adil dan jujur dalam persaksian walaupun kesaksian itu akan merugikan diri sendiri, ibu, bapak dan kerabat, sedang dalam ayat ini diterangkan bahwa kebencian terhadap sesuatu kaum tidak boleh mendorong seseorang untuk memberikan persaksian yang tidak adil dan tidak jujur, walaupun terhadap lawan.\n\nSelanjutnya secara luas dan menyeluruh, Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman supaya berlaku adil, karena keadilan dibutuhkan dalam segala hal, untuk mencapai dan memperoleh ketenteraman, kemakmuran dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, berlaku adil adalah jalan yang terdekat untuk mencapai tujuan bertakwa kepada Allah.\n\nAkhir ayat ini menyatakan janji Allah bahwa kepada orang yang beriman yang banyak beramal saleh akan diberikan ampunan dan pahala yang besar. Janji Allah pasti ditepati-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\n\"Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.\" (Ali 'Imran/3:9).\n\nAmal saleh ialah setiap pekerjaan yang baik, bermanfaat dan patut dikerjakan, baik pekerjaan ubudiyah seperti salat dan lain-lain, maupun pekerjaan seperti menolong fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan perbuatan sosial lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 678, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 6, "page": 108, "manzil": 2, "ruku": 87, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d9 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa'adal laahul lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati lahum maghfiratunw wa ajrun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Allah has promised those who believe and do righteous deeds [that] for them there is forgiveness and great reward.", "id": "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/678", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/678.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/678.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah menjanjikan pahala bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dengan ucapan yang sesuai dengan isi hati mereka dan membuktikannya dengan beramal saleh bahwa mereka akan mendapat ampunan atas dosa-dosa mereka dan pahala yang besar berupa surga.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada orang mukmin agar melaksanakan amal dan pekerjaan mereka dengan cermat, jujur dan ikhlas karena Allah, baik pekerjaan yang bertalian dengan urusan agama maupun pekerjaan yang bertalian dengan urusan kehidupan duniawi. Karena hanya dengan demikianlah mereka bisa sukses dan memperoleh hasil atau balasan yang mereka harapkan. Dalam persaksian, mereka harus adil menerangkan apa yang sebenarnya, tanpa memandang siapa orangnya, sekalipun akan menguntungkan lawan dan merugikan sahabat dan kerabat. Ayat ini senafas dan seirama dengan Surah an-Nisa/4:135 yaitu sama-sama menerangkan tentang seseorang yang berlaku adil dan jujur dalam persaksian. Perbedaannya ialah dalam ayat tersebut diterangkan kewajiban berlaku adil dan jujur dalam persaksian walaupun kesaksian itu akan merugikan diri sendiri, ibu, bapak dan kerabat, sedang dalam ayat ini diterangkan bahwa kebencian terhadap sesuatu kaum tidak boleh mendorong seseorang untuk memberikan persaksian yang tidak adil dan tidak jujur, walaupun terhadap lawan.\n\nSelanjutnya secara luas dan menyeluruh, Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman supaya berlaku adil, karena keadilan dibutuhkan dalam segala hal, untuk mencapai dan memperoleh ketenteraman, kemakmuran dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, berlaku adil adalah jalan yang terdekat untuk mencapai tujuan bertakwa kepada Allah.\n\nAkhir ayat ini menyatakan janji Allah bahwa kepada orang yang beriman yang banyak beramal saleh akan diberikan ampunan dan pahala yang besar. Janji Allah pasti ditepati-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\n\"Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.\" (Ali 'Imran/3:9).\n\nAmal saleh ialah setiap pekerjaan yang baik, bermanfaat dan patut dikerjakan, baik pekerjaan ubudiyah seperti salat dan lain-lain, maupun pekerjaan seperti menolong fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan perbuatan sosial lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 679, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 6, "page": 109, "manzil": 2, "ruku": 87, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo wa kazzaboo bi Aayaatinaaa ulaaa'ika Ashaabul Jaheem" } }, "translation": { "en": "But those who disbelieve and deny Our signs - those are the companions of Hellfire.", "id": "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/679", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/679.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/679.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah itu, Allah menyatakan pembalasan yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir. Adapun orang-orang yang kafir yang menolak ajakan Rasul dan mendustakan ayat-ayat Kami yang disampaikan melalui rasul-rasul Kami, mereka itulah yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.", "long": "Selanjutnya ayat itu menyatakan bahwa orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, adalah penghuni neraka. Ayat-ayat Allah artinya tanda-tanda adanya Allah Yang Maha Esa dan Al-Qur'an. Setiap ayat yang menjadi mukjizat yang besar bagi kenabian dan kerasulan Muhammad saw adalah tanda adanya Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa. Akhir ayat menyatakan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat-Nya adalah penghuni neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 680, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 6, "page": 109, "manzil": 2, "ruku": 87, "hizbQuarter": 43, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064e\u0645\u0651\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0641\u0651\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa aiyuhal lazeena aamanuz kuroo ni'matallaahi 'alaikum iz hamma qawmun ai yabsutooo ilaikum aidiyahm fakaffa aidiyahum 'ankum wattaqullaah; wa'alal laahi fal yatawakalil mu'minoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, remember the favor of Allah upon you when a people determined to extend their hands [in aggression] against you, but He withheld their hands from you; and fear Allah. And upon Allah let the believers rely.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/680", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/680.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/680.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini sekali lagi mengingatkan orang-orang beriman agar mensyukuri anugerah keselamatan dari gangguan musuh. Wahai orangorang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah yang dianugerahkan kepadamu, ketika suatu kaum, yakni orang-orang kafir Mekah dan orangorang Yahudi Bani Nadir, bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya untuk membunuhmu dan para sahabat yang bersamamu dengan cara yang licik, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu sehingga mereka tidak dapat melaksanakan niatnya berbuat jahat kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah pada setiap waktu dan dalam segala keadaan, dan hanya kepada Allah-lah, tidak kepada selain-Nya, hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal, menyerahkan segala keputusan kepada Allah yang memutuskan segala sesuatu sesuai ilmu-Nya yang mahaluas dan kekuasaan-Nya yang mahabesar.", "long": "Orang-orang yang beriman harus mengingat kembali nikmat yang sangat besar yang diberikan kepada mereka dengan kekuasaan-Nya, Allah telah menahan dan membebaskan mereka dari suatu kejahatan yang sangat berbahaya yang direncanakan oleh orang-orang kafir.\n\nBanyak riwayat yang menceritakan tentang sebab turunnya ayat ini yang pada umumnya berkisar di sekitar seorang laki-laki dari suku Muharib yang diutus oleh kaumnya untuk membunuh Nabi Muhammad saw. Riwayat yang terkuat ialah yang dikuatkan oleh al-Hakim dari hadis Jabir, yaitu seorang laki-laki dari suku Muharib bernama Gauras bin Haris datang dan berdiri di hadapan Rasulullah saw seraya (menghunus pedang) dan berkata, \"Siapakah yang dapat membelamu?\" Rasulullah saw menjawab, \"Allah\" maka terjatuhlah pedang itu dari tangannya lalu diambil oleh Rasulullah saw seraya berkata, \"Siapakah yang dapat membelamu?\", laki-laki itu menjawab, \"Jadilah engkau sebaik-baik orang yang bertindak.\" Rasulullah bertanya, \"Maukah engkau mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah Rasul-Nya ?\" Laki-laki itu menjawab, \"Saya berjanji bahwa saya tidak akan memerangimu dan tidak akan turut dengan kaum yang akan memerangimu.\" Lalu Rasulullah saw membebaskannya, setelah ia kembali kepada kaumnya ia berkata kepada mereka: \"Saya baru saja datang menjumpai seorang manusia yang paling baik yaitu Rasulullah saw.\"\n\nAyat ini mengajak orang-orang yang beriman untuk mengingat kembali nikmat yang akan diberikan kepada mereka pada waktu menghadapi kaum yang bermaksud jahat, Allah menahan dan melepaskan mereka dari bahaya kejahatan musuh.\n\nMenurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan kejahatan dalam ayat ini ialah kejahatan Gauras yang tersebut di atas. Sebagian lain berpendapat bahwa yang dimaksud, ialah semua kejahatan yang dilakukan oleh orang kafir kepada Rasulullah dan para sahabatnya pada permulaan lahirnya Islam dan mereka selalu dilindungi Allah.\n\nMengingat hal-hal serupa itu sangat besar manfaatnya bagi kehidupan orang-orang yang beriman, akan lebih memperteguh imannya kepada Allah dan kekuasaan-Nya dan menimbulkan semangat dan kepercayaan kepada diri sendiri dalam menghadapi kesusahan dan penderitaan untuk menegakkan kebenaran. Pada akhir ayat ini, Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin supaya tetap bertakwa kepada-Nya yang telah memperlihatkan kekuasaan-Nya dalam menolong dan melindungi mereka dari kejahatan musuh. Allah menyuruh kaum Muslimin bertawakal kepada-Nya, setelah mereka melakukan usaha dan ikhtiar menurut kemampuan mereka, dan melarang mereka bertawakal selain kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 681, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 6, "page": 109, "manzil": 2, "ruku": 88, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652 \u0639\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e \u0646\u064e\u0642\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0623\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqad akhazal laahu meesaaqa Banee Israaa'eela wa ba'sanaa minhumus ani 'ashara naqeebanw wa qaalal laahu innee ma'akum la'in aqamtumus Salaata wa aataitumuz Zakaata wa aamantum bi Rusulee wa'azzartumoohum wa aqradtumul laaha qardan hasanal la ukaffiranna 'ankum saiyiaatikum wa la udkhilan nakum Jannaatin tajree min tahtihal anhaar; faman kafara ba'da zaalika minkum faqad dalla sawaaa'as Sabeel" } }, "translation": { "en": "And Allah had already taken a covenant from the Children of Israel, and We delegated from among them twelve leaders. And Allah said, \"I am with you. If you establish prayer and give zakah and believe in My messengers and support them and loan Allah a goodly loan, I will surely remove from you your misdeeds and admit you to gardens beneath which rivers flow. But whoever of you disbelieves after that has certainly strayed from the soundness of the way.\"", "id": "Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, “Aku bersamamu.” Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/681", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/681.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/681.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengingatkan orang-orang yang beriman agar senantiasa melaksanakan kewajiban dan mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepada mereka, pada ayat ini diingatkan sikap dan perilaku Ahli Kitab terhadap perjanjian-perjanjian mereka dengan Allah, agar orang-orang yang beriman tidak mengalami apa yang menimpa Ahli Kitab itu. Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, sebagaimana Kami telah mengambil perjanjian pula dari kamu, wahai kaum muslim, dan Kami telah mengangkat dengan mengutus Nabi Musa untuk memilih dua belas orang pemimpin di antara mereka yang bertugas membimbing mereka. Jumlah itu ditentukan sesuai dengan jumlah suku-suku Bani Israil pada masa itu. Dan Allah berfirman kepada Bani Israil, \"Aku bersamamu, senantiasa melindungi dan menolong kamu, jika kamu memenuhi perjanjianmu dengan-Ku.\" Bagian selanjutnya dari ayat ini menyebutkan sebagian dari tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka. Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dengan baik dan benar sesuai dengan syarat-syarat dan rukunnya, dan menunaikan dengan sempurna kewajiban zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku seluruhnya, dan kamu bantu mereka, kamu dukung dengan dukungan yang kuat dari gangguan orang-orang yang memusuhinya, dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik dengan bersedekah dan berinfak di jalan Allah, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barang siapa kafir di antaramu dengan melanggar perjanjian dengan-Ku setelah itu, yakni setelah diikatnya perjanjian itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.", "long": "Menurut riwayat, pengingkaran janji orang-orang Yahudi itu terjadi setelah mereka lepas dari cengkeraman Firaun di Mesir, maka Allah dengan perantaraan Nabi Musa memerintahkan mereka keluar dari Mesir menuju Palestina. Pada waktu itu Palestina didiami oleh suku Kanan yang sangat perkasa dan angkuh. Mereka diperintahkan ke sana untuk berjihad menghadapi orang-orang yang kasar itu dengan perjanjian dan Allah akan menolong mereka. Allah memerintahkan Nabi Musa mengambil 12 orang pemimpin yang mewakili setiap suku dari mereka untuk melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh Allah. Setelah perjanjian dibuat, mereka pun berangkat, dan setibanya di dekat tanah suci Yerusalem, Nabi Musa menyuruh ke-12 orang pemimpin itu masuk dengan menyamar ke kota untuk memata-matai dan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. (Kitab Bilangan xiii dan xiv. Lihat juga al-Baqarah/2:63 dan tafsirnya). Setelah pemimpin Yahudi itu melihat para penduduknya yang bertubuh kuat dan mempunyai kekuatan yang hebat mereka merasa takut lalu pulang dan menceritakan kepada kaumnya hal-hal yang mereka lihat, padahal mereka sudah diperintahkan oleh Nabi Musa agar jangan menceritakan kepada kaumnya apa yang mereka lihat. Dengan demikian, mereka telah melanggar janji, kecuali dua orang dari pemimpin itu sebagaimana disebutkan pada ayat 23 dari surah ini. Selain itu Allah memerintahkan kembali kepada mereka untuk mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman dan membantu Rasul-rasul Allah yang akan diutus sesudah Musa, seperti Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, Isa dan Muhammad. Di samping itu Allah juga memerintahkan supaya mereka memberikan pinjaman yang baik kepada Allah yaitu menafkahkan harta benda dengan ikhlas di jalan Allah. Jika mereka mau melaksanakan semua perintah Allah tersebut, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosa mereka yang lain dan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Barang siapa yang masih kafir dan mengingkari janji sesudah itu, maka mereka adalah orang yang sesat dari jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 682, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 6, "page": 109, "manzil": 2, "ruku": 88, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0636\u0650\u0639\u0650\u0647\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0638\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u064e\u0627\u0644\u064f \u062a\u064e\u0637\u0651\u064e\u0644\u0650\u0639\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fabimaa naqdihim meesaa qahum la'annaahum wa ja'alnaa quloobahum qaasiyatany yuharrifoonal kalima 'ammawaadi'ihee wa nasoo hazzam mimmaa zukkiroo bih; khaaa'inatim minhum illaa qaleelam minhum fa'fu 'anhum wasfah; innal laaha yuhibbul muhsineen" } }, "translation": { "en": "So for their breaking of the covenant We cursed them and made their hearts hard. They distort words from their [proper] usages and have forgotten a portion of that of which they were reminded. And you will still observe deceit among them, except a few of them. But pardon them and overlook [their misdeeds]. Indeed, Allah loves the doers of good.", "id": "(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/682", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/682.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/682.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi, karena mereka melanggar janjinya dengan mengingkarinya bahkan membunuh rasul-rasul Allah, maka Kami melaknat mereka, mereka Kami jauhkan dari rahmat Kami, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu, tidak dapat menerima ajakan beriman dan berbuat kebajikan, sebagaimana sesuatu yang keras membatu tidak dapat dibentuk lagi. Mereka suka mengubah firman Allah dari tempatnya, di antaranya keterangan-keterangan dalam Kitab Taurat tentang kedatangan Nabi Muhammad dan sifat-sifatnya, dan mereka dengan sengaja melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, di antaranya agar mereka beriman kepada Nabi Muhammad. Engkau, wahai Nabi Muhammad, senantiasa akan melihat dan mendengar, baik secara langsung maupun tidak langsung, pengkhianatan dari mereka terhadap dirimu, yakni pengkhianatan orang-orang yang menyatakan janji beriman kepada Nabi Muhammad, kecuali sekelompok kecil di antara mereka yang tidak berkhianat, maka maafkanlah mereka atas kesalahan yang mereka perbuat, dan biarkan mereka, yakni jangan hiraukan mereka. Dengan demikian, engkau telah berbuat baik dengan membalas keburukan dengan kebaikan. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang Yahudi selalu mengingkari janji, maka Allah mengutuk mereka dan menjadikan hati mereka keras membatu, Allah menerangkan pula bahwa mereka tidak segan-segan mengubah perkataan Allah dari kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, padahal Nabi Musa telah mengambil janji mereka supaya mereka memelihara dan melaksanakan isinya, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang melaksanakannya sebagaimana orang-orang Muslim memelihara Al-Qur'an pada masa Nabi Muhammad saw. Kitab Taurat yang asli itu sebagaimana dikatakan ahli sejarah Yahudi dan Nasrani sudah lenyap semenjak kerajaan Babilon menyerang kota mereka, membakar candi mereka dan menawan orang-orang Yahudi yang masih hidup.\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa orang Yahudi telah lupa akan sebagian dari yang telah diperingatkan kepadanya, dan dengan sengaja tidak mengerjakan sebagian apa yang diperintahkan itu, karena sudah menjadi kebiasaan bagi mereka membangkang dan mengingkari janji. Menurut lbnu Abbas dan Mujahid, mereka lupa akan sebagian dari Taurat yang asli. Dan ini bisa terjadi bagi orang-orang Yahudi setelah hilangnya Taurat yang asli, karena mereka tidak ada yang menghafalnya. Kitab Taurat tidaklah sama dengan Perjanjian Lama. Begitu juga Injil tidak sama dengan Perjanjian Baru.\n\nPada akhir ayat ini Allah memperingatkan Nabi Muhammad bahwa memang demikianlah watak dan tingkah laku orang-orang Yahudi pada zaman dahulu terhadap Allah, Kitab-kitab, dan Rasul-rasul-Nya. Allah memperingatkan bahwa Nabi Muhammad saw, senantiasa akan menghadapi bermacam-macam tipu daya dan pengkhianatan mereka. Janganlah mengira bahwa Nabi telah aman disebabkan Nabi telah menyetujui hidup damai berdampingan dengan mereka, karena sudah menjadi watak mereka selalu suka menentang dan melanggar janji, kecuali sebagian kecil dari mereka, seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya yang telah masuk Islam dengan sungguh-sungguh dan mereka menjadi sahabat-sahabat Rasulullah yang terpuji. Menghadapi orang-orang ini janganlah Nabi Muhammad merasa khawatir, tetapi hendaklah memaafkan kesalahan-kesahahan yang pernah mereka lakukan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 683, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 6, "page": 110, "manzil": 2, "ruku": 88, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0638\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minal lazeena qaalooo innaa nasaaraaa akhaznaa meesaaqahum fanasoo hazzam mimmaa zukkiroo bihee fa aghrainaa binahumul 'adaawata walbaghdaaa'a ilaa yawmil Qiyaamah; wa sawfa yunabbi'uhumul laahu bimaa kaanoo yasna'oon" } }, "translation": { "en": "And from those who say, \"We are Christians\" We took their covenant; but they forgot a portion of that of which they were reminded. So We caused among them animosity and hatred until the Day of Resurrection. And Allah is going to inform them about what they used to do.", "id": "Dan di antara orang-orang yang mengatakan, “Kami ini orang Nasrani,” Kami telah mengambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/683", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/683.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/683.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagaimana orang-orang Bani Israil mengingkari janjinya, demikian pula yang diperbuat oleh orang-orang Nasrani. Dan di antara orang-orang yang mengatakan, \"Kami ini orang Nasrani, pengikut Nabi Isa, dan pembela ajarannya,\" Kami telah mengambil perjanjian mereka, sebagaimana Kami telah mengambil perjanjian dengan orang-orang Yahudi, tetapi mereka dengan sengaja melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka di dalam Kitab Injil, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka, kelompok yang satu di antara orang-orang Nasrani itu mengkafirkan kelompok lainnya dan mereka terus bertikai hingga hari Kiamat. Dan kelak, yakni pada hari Kiamat, Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan yakni keburukan yang mereka lakukan dan memberikan balasan terhadap perbuatan mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengambil janji dari orang-orang yang mengaku beragama Nasrani untuk taat serta mematuhi apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah dan mengikuti para Nabi-Nya. Tetapi mereka dengan sengaja melupakan sebagian dari apa yang diperingatkan kepada mereka dalam kitab Injil, artinya mereka tidak mengerjakan sebagian dari yang diperingatkan dalam Injil itu karena pengikut-pengikut pertama dari Nabi Isa Almasih adalah dari orang-orang awam, sedang para sahabatnya yang setia terdiri dari pemburu-pemburu binatang yang selalu diusir dan dimusuhi oleh orang-orang Yahudi. Mereka belum mempunyai kekuatan sosial yang mampu untuk membukukan dan memelihara apa yang mereka hafal dari Injil dan banyak pula buku-buku yang ditulis mereka yang dinamakan Injil sebagaimana yang diterangkan dalam kitab-kitab suci dan sejarah gereja mereka.\n\nAkhir ayat ini menjelaskan bahwa karena tingkah laku orang--orang Nasrani yang tidak mau memenuhi janji, maka Allah menimbulkan perpecahan di antara mereka sendiri sampai hari kiamat. Di akhirat Allah akan memberitahukan kepada mereka semua kesalahan yang mereka lakukan di dunia, sehingga mereka tidak dapat mengelak lagi dari siksaan." } } }, { "number": { "inQuran": 684, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 6, "page": 110, "manzil": 2, "ruku": 88, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0646 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064d \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064c \u0648\u064e\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "yaaa Ahlal kitaabi qad jaaa'akum Rasoolunaa yubaiyinu lakum kaseeram mimmmaa kuntum tukhfoona minal Kitaabi wa ya'foo 'an kaseer; qad jaaa'akum minal laahi noorunw wa Kitaabum Mubeen" } }, "translation": { "en": "O People of the Scripture, there has come to you Our Messenger making clear to you much of what you used to conceal of the Scripture and overlooking much. There has come to you from Allah a light and a clear Book.", "id": "Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/684", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/684.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/684.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat yang lalu menjelaskan perilaku buruk kedua kelompok Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani, ayat ini mengajak mereka agar beriman kepada Nabi Muhammad. Wahai Ahli Kitab, kaum Yahudi dan Nasrani, pemilik kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa! Sungguh, Rasul Kami yang diberitakan kedatangannya oleh Nabi Musa dan Nabi Isa, yaitu Nabi Muhammad, telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari isi yang terkandung dalam kitab yang kamu sembunyikan, seperti kedatangan Nabi Muhammad dan banyak pula yang dibiarkannya, tidak dijelaskan karena tidak membawa maslahat bagi kamu. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, yakni Nabi Muhammad, dan Kitab, yakni Al-Qur'an, yang menjelaskan segala sesuatu yang diperlukan manusia dalam kehidupan beragam.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad telah datang menerangkan sebagian dari apa yang mereka sembunyikan tentang syariat Allah yang tersebut dalam Taurat. Di antaranya apa yang diterangkan oleh Nabi seperti perhitungan amal dan balasannya di hari akhirat dan hukum rajam, tetapi banyak pula yang dibiarkan karena dianggapnya tidak begitu penting, seperti yang berkenaan dengan datangnya Muhammad saw sebagai Nabi yang terakhir dan sifat-sifatnya.\n\nYang mendorong mereka untuk menyembunyikan apa yang mereka ketahui dari Taurat ialah disebabkan takut akan kehilangan kedudukan, pengaruh dan lain-lain yang berhubungan dengan keduniaan, termasuk perasaan yang tidak pernah lepas dari mereka, yaitu bahwa mereka adalah keturunan atau umat dari Nabi yang terbaik yakni keturunan dari Nabi Ishak, sedang Nabi Muhammad saw adalah keturunan Nabi Ismail.\n\nKeadaan Nabi Muhammad yang ummi (tidak pandai menulis dan membaca) menambah keberanian mereka untuk menyembunyikan apa yang ingin mereka sembunyikan, karena mereka mengira Nabi Muhammad tidak akan mengetahuinya, tetapi persangkaan mereka meleset dengan turunnya wahyu (Al-Qur'an) kepada Nabi yang mengungkapkan sebagian dari yang mereka sembunyikan itu yang menyebabkan banyak pendeta Yahudi masuk Islam. Hukum rajam yang disembunyikan oleh Yahudi kepada Nabi Muhammad saw masih terdapat sekarang dalam kitab Ulangan xxii.22-24: Perempuan bersuami atau laki-laki beristri kedapatan tidur bersama, \"haruslah keduanya dibunuh mati.\" Dan jika yang melakukan itu \"seorang gadis yang masih perawan, maka haruslah mereka keduanya kamu bawa keluar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati.\" \n\nSelanjutnya diterangkan arti telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menjelaskan. Yang dimaksud dengan cahaya di sini ialah Nabi Muhammad saw karena ia telah menerangi umat manusia dari alam kejahilan ke alam keimanan dan pengetahuan. Sedang yang dimaksud dengan \"Kitab yang menjelaskan\" di sini ialah Al-Qur'an yang menjelaskan syariat Allah yang diturunkan kepada Muhammad dan menjelaskan pula rahasia Ahli Kitab yang suka mengubah dan menyembunyikan sebagian isi Taurat dan Injil." } } }, { "number": { "inQuran": 685, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 6, "page": 110, "manzil": 2, "ruku": 88, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yahdee bihil laahu manit taba'a ridwaanahoo subulas salaami wa yukhrijuhum minaz zulumaati ilan noori bi iznihee wa yahdeehim ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "By which Allah guides those who pursue His pleasure to the ways of peace and brings them out from darknesses into the light, by His permission, and guides them to a straight path.", "id": "Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/685", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/685.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/685.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyatakan sekali lagi pada ayat ini jalan keselamatan bagi orang-orang yang beriman yaitu dengan mengikuti petunjuk dan tuntunan kitab suci Al-Qur'an. Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang dengan sungguh-sungguh mengikuti keridaan-Nya, mengantarkan ke jalan keselamatan, yaitu dengan beriman kepada-Nya, dan dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita, yaitu kegelapan kufur kepada Allah dan mengantarkan kepada cahaya, yaitu iman kepada Allah, dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus, jalan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa dengan Al-Qur'an Allah memimpin dan menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan dunia dan akhirat serta mengeluarkan mereka dari alam yang gelap ke alam yang terang dan menunjuki mereka jalan yang benar.\n\nAyat ini menerangkan tiga macam tuntunan yang besar faedahnya yaitu:\n\na.Mematuhi ajaran Al-Qur'an akan membawa manusia kepada keselamatan dan kebahagiaan.\n\nb.Menaati ajaran Al-Qur'an akan membebaskan manusia dari segala macam kesesatan yang ditimbulkan oleh perbuatan tahayul dan khurafat.\n\nc.Mematuhi Al-Qur'an akan menyampaikan manusia kepada tujuan terakhir dari agama, yaitu kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 686, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 6, "page": 110, "manzil": 2, "ruku": 88, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064e \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06da \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Laqad kafaral lazeena qaalooo innal laaha huwal maseehub nu Maryam; qul famany-yamliku minal laahi shai'an in araada ai yuhlikal Maseehab na Maryama wa ummahoo wa man fil ardi jamee'aa, wa lillaahi mmulkus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa; yakhluqu maa Yashaaa'; wakhluqu maa yashaaa'; wallaahu 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "They have certainly disbelieved who say that Allah is Christ, the son of Mary. Say, \"Then who could prevent Allah at all if He had intended to destroy Christ, the son of Mary, or his mother or everyone on the earth?\" And to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth and whatever is between them. He creates what He wills, and Allah is over all things competent.", "id": "Sungguh, telah kafir orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi?” Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/686", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/686.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/686.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan fungsi diutusnya para rasul dan kedatangan kitab suci sebagai petunjuk ke jalan keselamatan, ayat ini menjelaskan bahwa salah satu kegelapan yang menyelubungi jiwa dan pikiran Ahli Kitab adalah kepercayaan mereka tentang Tuhan. Sungguh, telah kafir orang-orang, yakni segolongan orang-orang Nasrani, yang berkata, \"Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam,\" yakni bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan atau anak Tuhan. Keyakinan mereka itu sungguh sesat. Untuk membuktikan kesesatan itu, katakanlah, wahai Nabi Muhammad,\" Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh manusia yang berada di bumi?\" Tentu tidak ada. Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Semuanya tunduk dan patuh kepada kehendak Allah. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki sesuai dengan cara yang dipilih-Nya, di antaranya menciptakan seorang manusia tanpa ayah yaitu Nabi Isa. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Pada umumnya akidah orang Nasrani adalah taslis (trinitas), yaitu Bapak, Anak, dan Roh Kudus. Akidah ini sulit dipahami dengan baik oleh siapa pun, walaupun dengan mempergunakan segala macam penafsiran yang diberikan oleh para cendekiawan Nasrani dahulu dan yang sekarang. Tafsir al-Manar menerangkan bahwa yang menjadi tiang pokok akidah orang Nasrani ialah perkataan yang terdapat pada permulaan Kitab Yohanes.\n\nPada ayat ini Allah menerangkan dengan tegas bahwa telah menjadi kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah Almasih anak Maryam. Kemudian Allah memberikan alasan dengan tanda-tanda untuk mematahkan alasan yang berliku-liku dari orang Nasrani:\n\nKatakanlah,\"Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak, jika Allah hendak membinasakan Almasih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang yang ada di bumi ini semuanya ? \"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Allah Mahakuasa alas segala sesuatu. (al-Ma'idah/5:17)." } } }, { "number": { "inQuran": 687, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 6, "page": 111, "manzil": 2, "ruku": 88, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0650\u0628\u0651\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u06da \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa qaalatil Yahoodu wan Nasaaraa nahnu abnaaa'ul laahi wa ahibbaaa'uh; qul falima yu'azzibukum bizunoobikum bal antum basharum mimmman khalaq; yaghfiru limai yashaaa'u wa yu'azzibu mai yashaaa'; wa lillaahi mulkus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa wa ilaihil maseer" } }, "translation": { "en": "But the Jews and the Christians say, \"We are the children of Allah and His beloved.\" Say, \"Then why does He punish you for your sins?\" Rather, you are human beings from among those He has created. He forgives whom He wills, and He punishes whom He wills. And to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth and whatever is between them, and to Him is the [final] destination.", "id": "Orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/687", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/687.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/687.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kesesatan lainnya yang terjadi pada orang-orang Yahudi dan Nasrani adalah bahwa mereka menganggap dirinya sebagai anak dan sebagai kekasih Allah. Ayat ini meluruskan pandangan mereka. Orang Yahudi dan Nasrani, masing-masing dari mereka itu mempunyai keyakinan dan berkata, \"Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya, selain kami bukanlah anak-anak-Nya atau kekasih-Nya.\" Perkataan mereka itu tidak benar. Oleh karena itu, katakanlah, \"Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Jika benar kamu anak-anak Allah dan kekasihNya, niscaya Dia tidak akan menyiksamu. Tidak, kamu bukanlah anak Allah dan bukan pula kekasih-Nya! Kamu adalah manusia biasa di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Mereka akan disiksa apabila berdosa, dan diberi pahala apabila berbuat kebajikan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki di antara para hamba-Nya itu, termasuk orang-orang Yahudi dan Nasrani, dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki dengan seadil-adilnya. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, semua berada di bawah kendali kekuasaan-Nya. Dan kepada-Nya, yakni kepada Allah semata-mata, semua akan kembali.", "long": "Menurut riwayat Ibnu Ishak, Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah datang kepada Numan bin Ada, Bahri bin 'Amar dan Syas bin 'Adi. Setelah terjadi pembicaraan di antara Rasulullah dengan mereka, akhirnya Rasulullah mengajak mereka masuk Islam dan memperingatkan mereka dengan siksa Allah, maka mereka berkata, \"Janganlah engkau menakuti kami hai Muhammad: Demi Allah kami adalah putra-putra Allah dan kekasih-Nya\", maka turunlah ayat ini.\n\nPerkataan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu dibantah oleh Allah yang maksudnya, \"Katakanlah hai Muhammad kepada mereka: kalau benar kamu putra-putra Allah dan kekasih-Nya yang memiliki keistimewaan khusus lebih dari yang lain-lain sebagaimana yang kamu sangka, mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu di dunia sebagaimana yang telah banyak kamu derita, baik mengenai tempat kamu beribadah, negeri kamu maupun kerajaan kamu dan lain-lain, sebab ayah tidak akan menyiksa anak-anaknya dan tidak akan menyiksa kekasihnya. Oleh karena itu kamu bukanlah putra-putra Allah dan bukan pula kekasih-Nya yang memiliki keistimewaan sebagaimana yang kamu sangka, tetapi kamu adalah manusia biasa dan hamba Allah seperti manusia lainnya. Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya bagi siapa yang berhak diampuni dan menyiksa orang-orang yang yang berhak disiksa sesuai dengan kehendak-Nya, karena Allah-lah yang memiliki kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 688, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 6, "page": 111, "manzil": 2, "ruku": 88, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u062a\u0652\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064c \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa Ahlal Kitaabi qad jaaa'akum Rasoolunaa yubaiyinu lakum 'alaa fatratim minal Rusuli an taqooloo maa jaaa'anaa mim basheerinw wa laa nazeerin faqad jaaa'akum basheerunw wa nazeer; wallaahu 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "O People of the Scripture, there has come to you Our Messenger to make clear to you [the religion] after a period [of suspension] of messengers, lest you say, \"There came not to us any bringer of good tidings or a warner.\" But there has come to you a bringer of good tidings and a warner. And Allah is over all things competent.", "id": "Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, “Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/688", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/688.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/688.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah meluruskan pandangan Ahli Kitab tentang Tuhan, ayat ini menyatakan sekali lagi tentang kedatangan Nabi Muhammad. Wahai Ahli Kitab, yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani! Sungguh, Rasul Kami, yaitu Nabi Muhammad, telah datang kepadamu menjelaskan syariat Kami kepadamu dan meluruskan apa yang keliru dari keyakinan dan perilaku kamu ketika terputus pengiriman rasul-rasul dalam masa yang sangat lama, lebih dari enam ratus tahun antara masa Nabi Isa dengan diutusnya Nabi Muhammad, agar kamu tidak mengatakan, kelak ketika kamu mempertanggungjawabkan dosa dan kesalahan kamu,\" Tidak ada yang datang kepada kami, baik seorang pembawa berita gembira yang memberitakan kepada kami ganjaran bagi orang yang berbuat kebajikan maupun seorang pemberi peringatan yang mengingatkan kami akan siksa bagi orang yang berbuat dosa. Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Menurut riwayat Ibnu Ishaq, Ibnu Abbas menceritakan sabab nuzul ayat ini bahwa Rasulullah mengajak orang-orang Yahudi supaya masuk Islam, maka mereka menolak, lalu Mu'adz bin Jabal, Sa'ad bin 'Ubadah, 'Uqbah bin Wahab berkata kepada mereka: \"Hai orang-orang Yahudi hendaklah kamu takut kepada Allah, sesungguhnya Muhammad adalah Rasul.\" Lalu Rafi'i bin Murairah dan Wahab bin Yahuza berkata, \"Kami tidak pernah berkata demikian kepada kamu, dan Allah tidak menurunkan kitab sesudah Musa dan tidak mengutus rasul sesudahnya untuk membawa berita gembira dan tidak pula untuk memperingatkan\", maka turunlah ayat ini.\n\nPada ayat ini Allah menjelaskan kepada Ahli Kitab bahwa sesungguhnya telah datang rasul Allah yang mereka tunggu, sesuai dengan yang mereka ketahui dari kitab-kitab yang diberikan oleh Allah melalui Rasul-Nya Musa dan Isa a.s. Rasul Allah yang telah datang itu menerangkan syariat Allah, pada periode yang dinamakan \"Fatrah\", yaitu antara Nabi Isa dengan Nabi Muhammad, selama itu wahyu tidak turun, sedang isi Taurat dan Injil sudah banyak yang kabur dan tidak banyak diketahui; dan yang ada banyak pula mengalami perubahan atau dilupakan, baik disengaja atau tidak disengaja. Sekarang sudah datang rasul Allah yaitu Muhammad saw, membawa berita gembira dan peringatan untuk menjelaskan segala apa yang diperlukan untuk kehidupan duniawi dan ukhrawi, menunjukkan jalan yang benar yang harus ditempuh oleh umat manusia, sehingga tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk mengatakan bahwa tidak tahu karena tidak adanya rasul yang membimbing dan membawa berita gembira serta peringatan. Sekarang ahli Kitab dan seluruh umat manusia hendaklah menentukan sikap. Kalau mereka ingin selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat, maka haruslah mereka percaya kepada Muhammad, rasul Allah yang terakhir dan mengikuti segala petunjuk dan perintah-Nya. Barang siapa membangkang maka dia sendirilah yang akan memikul resikonya dan tidak ada orang lain yang akan menolongnya. Barang siapa tidak percaya kepada Allah dan semua rasul yang diutus sebelumnya maka mereka akan merasakan azab yang pedih dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 689, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 6, "page": 111, "manzil": 2, "ruku": 89, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u064f\u0648\u0643\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qa iz qaala Moosaa liqawmihee yaa qawmiz kuroo ni'matal laahi 'alaikum iz ja'ala feekum mulookanw wa aataakum maa lam yu'ti ahadam minal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when Moses said to his people, \"O my people, remember the favor of Allah upon you when He appointed among you prophets and made you possessors and gave you that which He had not given anyone among the worlds.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/689", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/689.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/689.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu berbicara tentang pengingkaran janji orangorang Yahudi dan Nasrani yang diikuti dengan peringatan Allah bahwa banyak sekali kenikmatan yang dianugerahkan Allah kepada mereka, tetapi mereka tidak bersyukur dan tidak mematuhi perintah-Nya. Ayat ini menyatakan sekali lagi kenikmatan Allah yang dianugerahkan kepada mereka. Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, dan ingatkan pula orang-orang yang beriman, ketika Musa berkata kepada kaumnya untuk menasihati mereka, \"Wahai kaumku, yakni orang-orang Yahudi! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu yang banyak jumlahnya, yakni para nabi leluhur mereka yaitu Nabi Yakub dan anak cucunya, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, memiliki istri dan pelayan-pelayan layaknya raja setelah kamu tertindas bertahun-tahun lamanya oleh Fir'aun. Dan ingatlah pula bahwa Allah telah memberikan nikmat kepada kamu, yaitu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain.\" Di antara nikmat yang diturunkan Allah kepada Bani Israil adalah manna dan salwa , melindungi mereka dengan awan, dan mengutus nabi-nabi yang banyak jumlahnya.", "long": "Pada ayat ini Nabi Muhammad diperintahkan supaya mengingat peristiwa yang dialami Musa ketika ia memerintahkan kepada kaumnya, agar mereka selalu mengingat dan mensyukuri nikmat Allah dengan cara yang benar. Nikmat Allah yang disyukuri pasti akan mendapat tambahan dari-Nya. Sebaliknya nikmat-Nya yang dikufuri para penerimanya diancam dengan siksaan. Di antara nikmat-nikmat itu:\n\na.Allah telah mengangkat sekian banyak nabi Bani Israil, seperti Nabi Musa, Nabi Harun, dan lain-lain.\n\nb.Allah menjadikan Bani Israil bebas merdeka, mengatur urusan mereka sendiri, sehingga dengan keadaan itu seakan-akan mereka mempunyai kedaulatan sepenuhnya.\n\nc.Allah memberikan kepada mereka hal-hal yang belum pernah diberikan kepada orang lain, misalnya waktu mereka dikejar oleh Firaun dan tentaranya menghadapi jalan buntu, maka pada waktu itu Allah membelah laut agar mereka selamat dari kejaran Firaun. Tetapi setelah mereka lewat dan Firaun bersama tentaranya mengikutinya, maka jalan itu berubah menjadi laut kembali, sehingga Firaun dan tentaranya tenggelam. Allah memberikan mann (makanan manis seperti madu) dan salwa (sebangsa burung puyuh). Dan pada waktu mereka berada di padang (gurun) dalam keadaan yang sangat panas, Allah pun mengirimkan awan tebal untuk menaungi mereka. Itulah nikmat-nikmat yang diberikan kepada mereka untuk disyukuri." } } }, { "number": { "inQuran": 690, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 6, "page": 111, "manzil": 2, "ruku": 89, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0633\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa qawmid khulul Ardal MMuqaddasatal latee katabal laahu lakum wa laa tartaddoo 'alaaa adbaarikum fatanqaliboo khaasireen" } }, "translation": { "en": "O my people, enter the Holy Land which Allah has assigned to you and do not turn back [from fighting in Allah 's cause] and [thus] become losers.\"", "id": "Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/690", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/690.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/690.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa selanjutnya berkata kepada kaumnya, \"Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci, yaitu tanah Palestina yang disucikan dari kemusyrikan karena banyaknya nabi-nabi yang diutus di tanah itu, itulah tanah yang telah ditentukan Allah bagimu dalam ilmu-Nya yang azali untuk memasukinya dan merasakan kedamaian di dalamnya apabila engkau beriman dan taat kepada perintah-Nya, dan janganlah kamu berbalik ke belakang karena takut kepada musuh, nanti kamu menjadi orang yang rugi di dunia dan akhirat karena kamu tidak mempercayai jaminan Allah bahwa tanah itu ditetapkan Allah bagimu untuk memasukinya.\"", "long": "Setelah Nabi Musa mengingatkan orang-orang Yahudi dan menjelaskan nikmat-nikmat itu, kemudian memerintahkan mereka agar berani menghadapi musuh-musuh Allah dengan janji, bahwa Allah akan menolong mereka. Perintah Nabi Musa itu ialah mereka harus memasuki tanah suci Kanaan (Palestina) dan berdiam di negeri yang telah dijanjikan dan ditetapkan Allah untuk menjadi tempat tinggal mereka.\n\nMenurut riwayat Ibnu 'Asakir dari Mu'adz bin Jabal bahwa tanah suci itu di antara sungai Tigris dengan sungai Furat. Tanah itu disebut suci karena telah sekian banyak nabi menempatinya yang senantiasa mengajak kepada agama Tauhid, karenanya tanah itu bersih dari patung-patung dan kepercayaan yang sesat. Dan Nabi Musa melarang mereka murtad kembali menyembah berhala dan membuat keonaran dalam masyarakat dengan berbuat kezaliman dan mengikuti hawa nafsu. Jika mereka tidak mematuhi ketentuan itu mereka akan rugi, karena nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada mereka itu akan dicabut kembali dan dibatalkan." } } }, { "number": { "inQuran": 691, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 6, "page": 111, "manzil": 2, "ruku": 89, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u062e\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Moosaaa innaa feehaa qwman jabbaareena wa innaa lan nadkhulahaa hattaa yakhrujoo minhaa fa innaa daakhiloon" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Moses, indeed within it is a people of tyrannical strength, and indeed, we will never enter it until they leave it; but if they leave it, then we will enter.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/691", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/691.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/691.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak serta merta menuruti perintah Nabi Musa yang menyuruh agar mereka memasuki tanah Palestina. Sebaliknya, mereka bahkan menyatakan keengganan untuk memasukinya karena takut kepada para penjahat perkasa yang tengah menduduki tanah itu. Mereka, kaum Bani Israil itu, berkata, \"Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu yang kami diperintahkan untuk memasukinya ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, yakni orang-orang Kana'an, yang akan menindas dan berbuat jahat kepada kami. Kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya tanpa kami berperang melawan mereka. Kami tidak sanggup mengusirnya karena mereka sangat perkasa. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk ke negeri itu.", "long": "Setelah Nabi Musa dan kaumnya mendekati tanah yang makmur itu, ia memerintahkan kaumnya agar mereka memasuki tanah suci itu dan siap menghadapi penduduknya. Karena kaum Nabi Musa merasa lemah, rendah \n\ndan takut, mereka pun tidak mau masuk ke tanah suci itu, bahkan mereka ingin kembali ke Mesir karena penduduk tanah suci itu adalah orang-orang yang kejam dan kasar. Mereka menyatakan kepada Nabi Musa bahwa mereka tidak akan masuk tanah suci itu selama penduduknya yang kejam itu masih di sana, jika penduduknya telah meninggalkan tanah suci, barulah mereka mau memasukinya. (Dalam Kitab Bilangan xiii. 32-33 disebutkan 'negeri yang memakan penduduknya dan dihuni oleh raksasa).\n\nDari jawaban kaum Nabi Musa itu dapat diambil kesimpulan, bahwa mereka sangat lemah jiwanya dan tidak mempunyai keteguhan hati. Mereka tidak ingin memperoleh kebahagiaan dan mencapai kemuliaan dengan jalan berjuang. Mereka ingin memperolehnya tanpa perjuangan. Umat yang demikian sikap dan pendiriannya tidak akan memperoleh kemuliaan, kenikmatan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Tentang kesuburan dan kemakmuran Kanaan, negeri tua yang berbatasan dengan laut mati dan Yordan di bilangan Palestina pada waktu itu dan keadaan penduduknya yang kuat-kuat dan gagah perkasa diakui oleh pengikut-pengikut Nabi Musa yang dikirim ke sana." } } }, { "number": { "inQuran": 692, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 6, "page": 111, "manzil": 2, "ruku": 89, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala rajulaani minal lazeena yakhaafoona an'amal laahu 'alaihimad khuloo 'alaihimul baab, fa izaa dakhaltumoohu fa innakum ghaaliboon; wa 'alal laahi fatawakkalooo in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Said two men from those who feared [to disobey] upon whom Allah had bestowed favor, \"Enter upon them through the gate, for when you have entered it, you will be predominant. And upon Allah rely, if you should be believers.\"", "id": "Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/692", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/692.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/692.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara orang-orang Bani Israil itu ada dua orang yang setia dan taat kepada perintah Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune, keduanya adalah pemimpin-pemimpin Bani Israil yang semuanya ada dua belas orang sebagaimana disebut dalam ayat 12 surah ini. Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, orang yang takut kepada Allah, atau di antara mereka yang takut kepada para penjahat yang perkasa itu, yang telah diberi nikmat oleh Allah, dengan penuh semangat, \"Serbulah mereka melalui pintu gerbang negeri itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan Allah telah menjanjikan kemenangan itu, maka bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar iman kepada Allah.\"", "long": "Setelah terungkap sikap kaum Nabi Musa dalam hal memasuki tanah suci dan berdiam di dalamnya, maka dua orang utusan dari kaum Nabi Musa yang memang bertakwa kepada Allah dan telah diberi kenikmatan dan memperoleh keridaan-Nya, menganjurkan kepada teman-temannya agar mereka segera memasuki pintu Baitulmakdis.(Kedua orang yang saleh ini ialah Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune yang diceritakan panjang lebar dalam Kitab Bilangan 13 dan 14). Apabila mereka telah memasukinya pasti mereka akan menang dan dapat mengusir penduduknya yang kuat itu. Karena kemenangan itu diperoleh atas pertolongan Allah yang telah dijanjikan, yang pasti akan ditepatinya." } } }, { "number": { "inQuran": 693, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 6, "page": 112, "manzil": 2, "ruku": 89, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Moosaaa innaa lan nadkhulahaa abadam maa daamoo feehaa fazhab anta wa Rabbuka faqaatilaaa innaa haahunaa qaa'idoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Moses, indeed we will not enter it, ever, as long as they are within it; so go, you and your Lord, and fight. Indeed, we are remaining right here.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/693", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/693.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/693.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah orang-orang Yahudi menolak perintah dua utusan Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune, mereka berkata, \"Wahai Musa! Meski engkau menyuruh kami untuk masuk ke Kana'an yang merupakan daerah orang Palestina, sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka, yaitu penduduknya yang merupakan orang-orang kuat lagi besar, masih ada di dalamnya. Karena itu, lebih baik pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan kemudian berperanglah kamu berdua untuk mengalahkan mereka. Sementara kalian berperang, biarlah kami tetap berada dan menanti di sini saja sambil menunggu hasil dari perjuanganmu.\"", "long": "Anjuran dua orang utusan itu tidak dapat mempengaruhi kaumnya dan tidak mengubah semangat mereka. Oleh karena itu setelah anjuran itu, mereka mengulangi ucapan mereka kepada Nabi Musa bahwa mereka selamanya tidak akan masuk Kanaan selama kaum raksasa dan angkuh penduduk negeri itu masih berada di sana. Mereka menandaskan bahwa jika Nabi Musa tetap berkehendak akan memasuki tanah Kanaan, maka biar Nabi Musa sajalah bersama bantuan Tuhan yang akan memerangi kaum itu, sedangkan mereka tetap membangkang tidak mengikuti Musa memasuki Kanaan. Jawaban mereka ini menunjukkan kedangkalan pikiran dan kekerdilan mereka. Memang mula-mula mereka telah menyembah Allah mengikuti Nabi Musa, kemudian mereka berusaha menyembah anak sapi mengikuti ajakan Samiri. Memang kaum Yahudi itu biasa membangkang terhadap Nabinya, malah kadang-kadang membunuhnya." } } }, { "number": { "inQuran": 694, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 6, "page": 112, "manzil": 2, "ruku": 89, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0641\u0652\u0631\u064f\u0642\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi innee laaa amliku illaa nafsee wa akhee fafruq bainanaa wa bainal qawmil faasiqeen" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"My Lord, indeed I do not possess except myself and my brother, so part us from the defiantly disobedient people.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/694", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/694.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/694.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar penolakan dari kaumnya, dia, Musa, mengadu kepada Allah dan berkata, \"Ya Tuhanku, aku hanya dapat menguasai diriku sendiri dan saudaraku, Harun, dan aku tidak mampu mengajak kaumku untuk menaati perintah-Mu. Oleh karena itu, hendaknya Engkau pisahkan antara kami yang selalu taat pada-Mu dengan orang-orang yang fasik yang tidak mau mendengarkan ketetapan-Mu itu.", "long": "Setelah ajakan Nabi Musa tidak ditaati oleh kaumnya, bahkan mereka menolaknya, maka Nabi Musa menyatakan keluhannya kepada Allah bahwa ia tidak dapat menguasai kaumnya. Karenanya Musa a.s. mohon kepada Allah agar Musa dan suadaranya di satu pihak dan kaumnya di pihak yang lain dipisahkan dan mohon kepada Allah agar memberikan keputusan yang adil. Maka apabila kaumnya yang fasik itu akan disiksa, hendaklah Nabi Musa dan saudara-saudaranya diselamatkan dari siksaan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 695, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 6, "page": 112, "manzil": 2, "ruku": 89, "hizbQuarter": 44, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06db \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u06db \u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala fa innahaa muhar ramatun 'alaihim arba'eena sanah; yateehoona fil ard; falaa taasa 'alal qawmil faasiqeen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Then indeed, it is forbidden to them for forty years [in which] they will wander throughout the land. So do not grieve over the defiantly disobedient people.\"", "id": "(Allah) berfirman, “(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah eng-kau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/695", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/695.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/695.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menerima pengaduan Nabi Musa, Allah berfirman, \"Jika memang demikian sikap mereka, maka negeri atau daerah Kana'an, yang sekarang dikenal dengan daerah Gurun Sinai sampai tepi Sungai Yordan, itu terlarang buat mereka, dan mereka tidak akan memasukinya selama empat puluh tahun. Selanjutnya, selama kurun waktu yang panjang itu, sebagai hukumannya mereka akan mengembara kebingungan, karena tidak memiliki tempat yang tetap di bumi sekitar Kana'an. Maka janganlah engkau, hai Musa, bersedih hati karena memikirkan nasib orang-orang yang fasik itu.\"", "long": "Doa Nabi Musa itu dikabulkan oleh Allah dan Allah menyatakan bahwa sesungguhnya tanah suci itu diharamkan bagi mereka selama empat puluh tahun. Karena kedurhakaan itu, mereka tidak dapat memasuki tanah suci dan tidak dapat mendiaminya selama empat puluh tahun. Selama masa itu mereka selalu berada dalam keadaan kebingungan, tidak mengetahui arah dan tujuan. Sesudah itu Allah menganjurkan kepada Nabi Musa agar tidak merasa sedih atas musibah/siksa yang menimpa kaumnya yang fasik itu, karena bagi mereka akan merupakan pelajaran dan pengalaman.\n\nMenurut pendapat kebanyakan ahli tafsir, bahwa Nabi Musa dan Nabi Harun berada di padang gurun bersama-sama kaum Bani lsrail, tetapi padang itu bagi Nabi Musa dan Nabi Harun merupakan tempat istirahat dan menambah ketinggian derajat mereka. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang ingkar itu merupakan siksaan yang sangat berat. Setelah selesai peristiwa di padang pasir Paran yang tandus Nabi Musa dan Nabi Harun wafat. Kemurnian fitrah orang-orang Bani Israil itu telah dirusak oleh kesesatan, perbudakan, penindasan dan paksaan raja-raja Mesir, hingga mereka sesat, pengecut, dan penakut. Hal itu telah mendarah daging pada diri mereka. Karenanya pada waktu Musa a.s. membawa mereka ke arah kebenaran, keberanian dan kebahagiaan, mereka tetap bersifat pengecut." } } }, { "number": { "inQuran": 696, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 6, "page": 112, "manzil": 2, "ruku": 90, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u062a\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064e \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064f\u0642\u064f\u0628\u0651\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Watlu 'alaihim naba abnai Aadama bilhaqq; iz qarrabaa qurbaanan fatuqubbila min ahadihimaa wa lam yutaqabbal minal aakhari qaala la aqtulannnaka qaala innamaa yataqabbalul laahu minal muttaqeen" } }, "translation": { "en": "And recite to them the story of Adam's two sons, in truth, when they both offered a sacrifice [to Allah], and it was accepted from one of them but was not accepted from the other. Said [the latter], \"I will surely kill you.\" Said [the former], \"Indeed, Allah only accepts from the righteous [who fear Him].", "id": "Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/696", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/696.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/696.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah mengisahkan kedurhakaan Bani Israil, pada ayat ini diceritakan pula tentang kedengkian salah seorang putra Nabi Adam. Kisah ini diawali dengan perintah kepada Nabi Muhammad untuk mengisahkannya. Dan ceritakanlah, wahai Muhammad, yang sebenarnya kepada mereka, yaitu kaum Yahudi, tentang kisah kedua putra Adam, yaitu Qabil dan Habil, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka kurban yang dipersembahkan dengan penuh keikhlasan oleh salah seorang dari mereka berdua, yaitu Habil, diterima, dan dari yang lain, yaitu Qabil, tidak diterima. Dia, Qabil, menjadi tidak senang dengan kenyataan ini dan kemudian berkata, \"Sungguh, aku pasti akan membunuhmu!\" Mendengar ancaman ini, dia, Habil, berkata, \"Sesungguhnya Allah hanya menerima amal perbuatan dari orang yang bertakwa.\"", "long": "Kepada Nabi Muhammad saw diperintahkan untuk membacakan kisah kedua putra Adam a.s. di waktu mereka berkurban, kemudian kurban yang seorang diterima sedang kurban yang lain tidak. Orang yang tidak diterima kurbannya bertekad untuk membunuh saudaranya, sedang yang diancam menjawab bahwa ia menyerah kepada Allah, karena Allah hanya akan menerima kurban dari orang-orang yang takwa.\n\nMenurut riwayat Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan lain-lain, bahwa putra Adam yang bernama Qabil mempunyai ladang pertanian dan putranya yang bernama Habil mempunyai peternakan kambing. Kedua putra Adam itu mempunyai saudara kembar perempuan. Pada waktu itu Allah mewahyukan kepada Adam agar Qabil dikawinkan dengan saudara kembarnya Habil. Dengan perkawinan itu Qabil tidak senang dan marah, saudara kembarnya lebih cantik. Keduanya sama-sama menghendaki saudara yang cantik itu. Akhirnya Adam menyuruh Qabil dan Habil agar berkurban guna mengetahui siapa di antara mereka yang akan diterima kurbannya. Qabil berkurban dengan hasil pertaniannya dan yang diberikan bermutu rendah, sedang Habil berkurban dengan kambing pilihannya yang baik. Allah menerima kurban Habil, yang berarti bahwa Habil-lah yang dibenarkan mengawini saudara kembar Qabil. Dengan demikian bertambah keraslah kemarahan dan kedengkian Qabil sehingga ia bertekad untuk membunuh saudaranya. Tanda-tanda kurban yang diterima itu ialah kurban itu dimakan api sampai habis.197)\n\nDari peristiwa yang terjadi ini dapat diambil pelajaran bahwa apa yang dinafkahkan seharusnya tidak sekedar untuk mengharapkan pujian dan sanjungan tetapi hendaklah dilakukan dengan ikhlas agar diterima oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 697, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 6, "page": 112, "manzil": 2, "ruku": 90, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0633\u064e\u0637\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u0650\u0637\u064d \u064a\u064e\u062f\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La'im basatta ilaiya yadaka litaqtulanee maaa ana bibaasitiny yadiya ilaika li aqtulaka inneee akhaaful laaha Rabbal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "If you should raise your hand against me to kill me - I shall not raise my hand against you to kill you. Indeed, I fear Allah, Lord of the worlds.", "id": "”Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/697", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/697.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/697.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Habil mengatakan,\" Sungguh, jika engkau memang benar-benar berniat untuk menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, maka ketahuilah bahwa aku tidak akan membalas dengan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku sangat takut kepada murka dan ancaman Allah bila melakukan perbuatan itu. Dialah Allah, Tuhan seluruh alam.\"", "long": "Ayat ini mewajibkan kita menghormati kehormatan jiwa manusia dan melarang pertumpahan darah. Kemudian Allah menerangkan bahwa Habil tidak akan membalas tantangan Qabil karena takutnya kepada Allah. Habil tidak berniat menjawab tantangan Qabil, karena hal itu dianggapnya bertentangan dengan sifat-sifat orang yang takwa dan dia tidak ingin memikul dosa pembunuhan. Rasulullah bersabda: \n\nDari Abi Bakrah, Rasulullah saw, bersabda, \"Jika dua orang Muslim berkelahi masing-masing dengan pedangnya kemudian yang seorang membunuh yang lain, maka keduanya baik yang membunuh maupun yang dibunuh masuk neraka. Kepada Rasulullah ditanyakan: \"Yang membunuh ini telah jelas (hukumnya) tetapi bagaimana yang dibunuh? Dijawab oleh Nabi \"(Masuk neraka pula)\" Karena dia pun berusaha keras untuk membunuh temannya.\" (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, al-Baihaqi dan al-hakim)." } } }, { "number": { "inQuran": 698, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 6, "page": 112, "manzil": 2, "ruku": 90, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0621\u064e \u0628\u0650\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650\u064a \u0648\u064e\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inee ureedu an tabooo'a bi ismee wa ismika fatakoona min Ashaabin Naar; wa zaalika jazaaa'uz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Indeed I want you to obtain [thereby] my sin and your sin so you will be among the companions of the Fire. And that is the recompense of wrongdoers.\"", "id": "”Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/698", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/698.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/698.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah mengungkapkan sikapnya, kemudian Habil mengatakan, \"Sesungguhnya, dengan perbuatanmu yang zalim ini, aku ingin agar engkau kelak di akhirat akan kembali dengan membawa dosa karena telah membunuh-ku dan dosamu sendiri sebagai akibat dari ketidakikhlasanmu, maka engkau kelak akan menjadi penghuni neraka yang abadi, dan itulah balasan yang ditetapkan Allah bagi orang yang zalim.\"", "long": "Pada ayat ini Habil memberi jawaban kepada Qabil bahwa Habil berserah diri kepada Allah dan tidak mau menantangnya agar semua dosa, baik dosa Qabil maupun dosa-dosa yang lain sesudah itu, dipikul oleh Qabil sendiri. Habil mendasarkan pernyataannya pada tiga hal yang sangat penting. Pertama, bahwa amal yang dapat diterima itu hanya dari orang yang bertakwa. Kedua, Habil tidak akan membunuh orang, karena takut kepada Allah dan ketiga, Habil tidak melawan, karena takut berdosa yang mengakibatkan akan masuk neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 699, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 6, "page": 112, "manzil": 2, "ruku": 90, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0637\u064e\u0648\u0651\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0647\u064f \u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fatawwa'at lahoo nafsu hoo qatla akheehi faqatalahoo fa asbaha minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "And his soul permitted to him the murder of his brother, so he killed him and became among the losers.", "id": "Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/699", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/699.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/699.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pernyataan Habil tersebut memberi pengaruh pada Qabil, maka ia agak ragu untuk melakukan pembunuhan, tetapi nafsu Qabil dengan kuat mendorongnya untuk membunuh saudaranya, sehingga muncullah keberaniannya dan kemudian dia pun benar-benar membunuh saudaranya itu, maka jadilah dia termasuk orang yang merugi dunia dan akhirat.", "long": "Pada mulanya Qabil takut membunuh Habil, tetapi hawa nafsu amarahnya selalu mendorong dan memperdayakannya, sehingga timbullah keberanian untuk membunuh saudaranya dan dilaksanakanlah niatnya tanpa memikirkan akibatnya. Setelah hal itu benar-benar terjadi, maka sebagai akibatnya Qabil menjadi orang yang rugi di dunia dan di akhirat. Di dunia ia rugi karena membunuh saudaranya yang saleh dan takwa. Dan di akhirat ia akan rugi karena tidak akan memperoleh nikmat akhirat yang disediakan bagi orang-orang muttaqin.\n\nImam as-Suddi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dari Murrah bin Abdillah, dan dari beberapa sahabat Nabi Muhammad saw bahwa Qabil setelah teperdaya oleh hawa nafsunya dan bertekad membunuh saudaranya, ia mencari Habil dan menemukannya di atas gunung sedang menggembala kambing, tapi ia sedang tidur, maka Qabil mengambil batu besar lalu ditimpakan kepadanya di sebuah tempat yang terbuka bernama Arak." } } }, { "number": { "inQuran": 700, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 6, "page": 112, "manzil": 2, "ruku": 90, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062d\u064e\u062b\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a \u0633\u064e\u0648\u0652\u0621\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u064e\u062c\u064e\u0632\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u064e \u0633\u064e\u0648\u0652\u0621\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faba'asal laahu ghuraabai yabhasu fil ardi liyuriyahoo kaifa yuwaaree sawata akheeh; qaala yaa wailataaa a'ajaztu an akoona misla haazal ghuraabi fa uwaariya saw ata akhee fa asbaha minan naadimeen" } }, "translation": { "en": "Then Allah sent a crow searching in the ground to show him how to hide the disgrace of his brother. He said, \"O woe to me! Have I failed to be like this crow and hide the body of my brother?\" And he became of the regretful.", "id": "Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil). Bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/700", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/700.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/700.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah melakukan pembunuhan, Qabil tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan mayat saudaranya, karena peristiwa ini merupakan yang pertama terjadi. Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak yang menggali tanah dengan menggunakan cakarnya untuk diperlihatkan kepadanya, Qabil, bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya yang baru saja dibunuhnya. Melihat peristiwa itu, Qabil berkata, \"Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak berpikir dan mampu berbuat seperti yang dilakukan burung gagak ini, sehingga dengan cara itu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?\" Maka ia menggali tanah untuk menguburkan mayat Habil, dan jadilah dia termasuk orang yang sangat menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya.", "long": "Pembunuhan ini adalah yang pertama terjadi di antara anak Adam, Qabil sebagai pembunuh belum mengetahui apa yang harus diperbuat terhadap saudaranya yang telah dibunuh (Habil), sedangkan ia merasa tidak senang melihat mayat saudaranya tergeletak di tanah. Maka Allah mengutus seekor burung gagak mengorek-ngorek tanah dengan cakarnya untuk memperlihatkan kepada Qabil bagaimana caranya mengubur mayat saudaranya. \n\nSetelah Qabil menyaksikan apa yang telah diperbuat oleh burung gagak, mengertilah dia apa yang harus dilakukan terhadap mayat saudaranya. Pada waktu itu, Qabil merasakan kebodohannya mengapa ia tidak dapat berbuat seperti burung gagak itu, lalu dapat menguburkan saudaranya. Karena hal yang demikian itu Qabil sangat menyesali tindakannya yang salah. Dari peristiwa itu dapat diambil pelajaran, bahwa manusia kadang-kadang memperoIeh pengetahuan dan pengalaman dari apa yang pernah terjadi di sekitarnya. Penyesalan itu dapat merupakan tobat asalkan di dorong oleh takut kepada Allah dan menyesali akibat buruk dari perbuatannya itu. Rasulullah bersabda, \n\n\"Penyesalan itu adalah tobat.\" (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, al-Baihaqi dan al-hakim). \n\nTidak dibunuh seseorang dengan zalim melainkan anak Adam yang pertama mendapat bagian dosanya karena dia orang yang pertama melakukan pembunuhan. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).\n\n(32) Pada ayat ini diterangkan suatu ketentuan bahwa membunuh seorang manusia berarti membunuh semua manusia, sebagaimana memelihara kehidupan seorang manusia berarti memelihara kehidupan semua manusia. Ayat ini menunjukkan keharusan adanya kesatuan umat dan kewajiban mereka masing-masing terhadap yang lain, yaitu harus menjaga keselamatan hidup dan kehidupan bersama dan menjauhi hal-hal yang membahayakan orang lain. Hal ini dapat dirasakan karena kebutuhan setiap manusia tidak dapat dipenuhinya sendiri, sehingga mereka sangat memerlukan tolong-menolong terutama hal-hal yang menyangkut kepentingan umum. Sesungguhnya orang-orang Bani Israil telah demikian banyak kedatangan para rasul dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi banyak di antara mereka itu yang melampaui batas ketentuan dengan berbuat kerusakan di muka bumi. Akhirnya mereka kehilangan kehormatan, kekayaan dan kekuasaan yang kesemuanya itu pernah mereka miliki di masa lampau." } } }, { "number": { "inQuran": 701, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 6, "page": 113, "manzil": 2, "ruku": 90, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0644\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "min ajli zaalika katabnaa 'alaa Banee Israaa'eela annahoo man qatala nnafsam bighairi nafsin aw fasaadin fil ardi faka annnamaa qatalan fil ardi faka annammaa qatalan naasa jamee'anw wa man ahyaahaa faka annamaaa ahyan naasa jamee'aa; wa laqad jaaa'at hum Rusulunaa bilbaiyinaati summa inna kaseeram minhum ba'da zaalika fil ardi lamusrifoon" } }, "translation": { "en": "Because of that, We decreed upon the Children of Israel that whoever kills a soul unless for a soul or for corruption [done] in the land - it is as if he had slain mankind entirely. And whoever saves one - it is as if he had saved mankind entirely. And our messengers had certainly come to them with clear proofs. Then indeed many of them, [even] after that, throughout the land, were transgressors.", "id": "Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/701", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/701.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/701.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pembunuhan yang dilakukan Qabil ini ternyata berdampak panjang bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, kemudian Kami tetapkan suatu hukum bagi Bani Israil, dan juga bagi seluruh masyarakat manusia, bahwa barang siapa membunuh seseorang tanpa alasan yang dapat dibenarkan, dan bukan pula karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka dengan perbuatannya itu seakan-akan dia telah membunuh semua manusia, karena telah mendorong manusia lain untuk saling membunuh. Sebaliknya, barang siapa yang siap untuk memelihara dan menyelamatkan kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan, dengan perilakunya itu, dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya, untuk menjelaskan ketetapan ini, Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas untuk mereka dan juga semua manusia sesudahnya. Tetapi kemudian banyak di antara manusia yang tidak memperhatikan dan melaksanakannya, sehingga mereka setelah itu bersikap melampaui batas dan melakukan kerusakan di bumi dengan pembunuhan-pembunuhan yang dilakukannya.", "long": "Pembunuhan ini adalah yang pertama terjadi di antara anak Adam, Qabil sebagai pembunuh belum mengetahui apa yang harus diperbuat terhadap saudaranya yang telah dibunuh (Habil), sedangkan ia merasa tidak senang melihat mayat saudaranya tergeletak di tanah. Maka Allah mengutus seekor burung gagak mengorek-ngorek tanah dengan cakarnya untuk memperlihatkan kepada Qabil bagaimana caranya mengubur mayat saudaranya. \n\nSetelah Qabil menyaksikan apa yang telah diperbuat oleh burung gagak, mengertilah dia apa yang harus dilakukan terhadap mayat saudaranya. Pada waktu itu, Qabil merasakan kebodohannya mengapa ia tidak dapat berbuat seperti burung gagak itu, lalu dapat menguburkan saudaranya. Karena hal yang demikian itu Qabil sangat menyesali tindakannya yang salah. Dari peristiwa itu dapat diambil pelajaran, bahwa manusia kadang-kadang memperoIeh pengetahuan dan pengalaman dari apa yang pernah terjadi di sekitarnya. Penyesalan itu dapat merupakan tobat asalkan di dorong oleh takut kepada Allah dan menyesali akibat buruk dari perbuatannya itu. Rasulullah bersabda, \n\n\"Penyesalan itu adalah tobat.\" (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, al-Baihaqi dan al-hakim). \n\nTidak dibunuh seseorang dengan zalim melainkan anak Adam yang pertama mendapat bagian dosanya karena dia orang yang pertama melakukan pembunuhan. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)." } } }, { "number": { "inQuran": 702, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 6, "page": 113, "manzil": 2, "ruku": 90, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0642\u064e\u062a\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0641\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innamaa jazaaa'ul lazeena yuhaariboonal laaha wa Rasoolahoo wa yas'awna fil ardi fasaadan ai yuqattalooo aw yusallabooo aw tuqatta'a aideehim wa arjuluhum min khilaafin aw yunfaw minalard; zaalika lahum khizyun fid dunyaa wa lahum fil Aakhirati 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, the penalty for those who wage war against Allah and His Messenger and strive upon earth [to cause] corruption is none but that they be killed or crucified or that their hands and feet be cut off from opposite sides or that they be exiled from the land. That is for them a disgrace in this world; and for them in the Hereafter is a great punishment,", "id": "Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/702", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/702.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/702.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah menjelaskan hukuman bagi perampok dan pengganggu keamanan umum, yang acap kali juga disertai pembunuhan. Dalam kaitan ini ditetapkan bahwa hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, yaitu orang-orang yang tidak berdosa dan tidak bersalah, dan membuat kerusakan di bumi, balasannya tidak ada lain hanyalah dibunuh bila membunuh atau disalib bila membunuh dan mengambil harta, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang bila mengambil harta, tetapi tidak membunuh, atau diasingkan dari tempat kediamannya bila hanya menakut-nakuti. Ketetapan hukuman yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia yang disebabkan perilaku mereka, dan di akhirat mereka pasti akan mendapat azab yang besar.", "long": "Orang-orang yang mengganggu keamanan dan mengacau ketenteraman, menghalangi berlakunya hukum, keadilan dan syariat, merusak kepentingan umum seperti membinasakan ternak, merusak pertanian dan lain-lain, mereka dapat dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kakinya dengan bersilang atau diasingkan. Menurut jumhur, hukuman bunuh itu dilakukan terhadap pengganggu keamanan, perampokan dan semacamnya, yang disertai dengan pembunuhan, hukuman salib sampai mati dilakukan terhadap pengganggu keamanan yang disertai dengan pembunuhan dan perampasan harta, hukuman potong tangan bagi yang melakukan perampasan harta. Sedangkan hukuman terhadap pengganggu keamanan yang disertai ancaman dan menakut-nakuti adalah pembuangan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa hukuman pembuangan itu berarti hukuman penjara atau boleh diganti dengan penjara. Hukuman pada ayat ini ditetapkan sedemikian berat, karena dari segi gangguan keamanan yang dimaksud itu selain ditujukan kepada umum juga kerapkali mengakibatkan pembunuhan, perampasan, perusakan dan lain-lain. Oleh sebab itu kejahatan-kejahatan ini oleh siapa pun tidak boleh diberi ampunan. Orang-orang yang mendapat hukuman sebagaimana dimaksud pada ayat ini selain dipandang hina di dunia, mereka di akhirat diancam dengan siksa yang amat besar." } } }, { "number": { "inQuran": 703, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 6, "page": 113, "manzil": 2, "ruku": 90, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Illal lazeena taaboo min qabli an taqdiroo 'alaihim fa'lamooo annnal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Except for those who return [repenting] before you apprehend them. And know that Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menguasai mereka; maka ketahuilah, bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/703", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/703.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/703.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketetapan hukuman ini berlaku bagi seluruh manusia, kecuali bagi orang-orang yang bertobat, menyesali perbuatannya, dan tidak lagi mengulanginya sebelum kamu dapat menguasai mereka; maka ketahuilah bahwa orang yang seperti ini layak diberi ampunan, karena sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Para pengganggu keamanan dan hukumannya telah dijelaskan pada ayat 33 di atas, jika mereka bertobat sebelum ditangkap oleh pihak penguasa, maka bagi mereka tidak berlaku lagi hukuman-hukuman yang tertera pada ayat 33, yang menurut istilah syariat disebut \"hududullah\", dan juga tidak dilakukan lagi terhadap mereka hukuman yang lain seperti hukuman had, hukum sariqah dan hukum jinayah (pidana). Keringanan yang diberikan kepada orang yang bertobat itu sesuai dengan sifat Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 704, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 6, "page": 113, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0633\u0650\u064a\u0644\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "yaaa aiyuhal lazeena aamanut taqul laaha wabtaghooo ilaihil waseelata wa jaahidoo fee sabeelihee la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fear Allah and seek the means [of nearness] to Him and strive in His cause that you may succeed.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/704", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/704.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/704.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah dijelaskan tentang hukuman para pengacau keamanan dan pelanggar larangan Allah dan Rasul-Nya karena dengki dan ketidaktaatan mereka, maka ayat ini memerintahkan orang mukmin untuk bertakwa dan melakukan perbuatan baik. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dengan ibadah dan melaksanakan semua perintah-Nya, dan carilah wasilah, jalan yang paling tepat, untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah, yakni berjuanglah, di jalan-Nya dengan melakukan kebaikan dan membantu mereka yang memerlukan. Semua perintah ini dimaksudkan agar kamu menjadi lebih beruntung, baik ketika di dunia maupun kelak di akhirat.", "long": "Allah memerintahkan orang-orang mukmin supaya selalu berhati-hati, mawas diri jangan sampai terlibat di dalam suatu pelanggaran, melakukan larangan-larangan agama yang telah diperintahkan Allah untuk menjauhinya.\n\nMenurut sebagian mufasir, menjauhi larangan Allah lebih berat dibandingkan dengan mematuhi perintah-Nya. Tidak heran kalau di dalam Al-Qur'an, kata ittaqu yang maksudnya supaya kita menjaga diri jangan sampai melakukan larangan agama, disebut berulang sampai 69 kali, sedang kata ati'u yang berarti supaya kita patuh kepada perintah agama hanya disebutkan 19 kali.\n\nDi samping menjaga diri memperketat terhadap hal-hal yang mungkin menyebabkan kita berbuat pelanggaran atau ketentuan-ketentuan agama, kita harus pula selalu mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan jalan melaksanakan perintah-Nya dan mengamalkan segala sesuatu yang diridai.\n\nIbnu 'Abbas, Mujahid, Abu Wali, al-hasan, Zaid, 'Ata, as-sauri dan lain-lain, mengartikan al-wasilah di dalam ayat ini dengan mendekatkan diri. Mengenai pengertian ini, Ibnu Kasir dalam tafsirnya (2/52), berkata: \n\nPengertian yang telah diberikan oleh para imam ini, tidak terdapat perbedaan antara para mufasir.\n\nKata wasilah ada kalanya berarti tempat tertinggi di surga, sebagaimana sabda Rasulullah saw: \n\n\"Apabila engkau bersalawat kepadaku, maka mintakanlah untukku \"wasilah\". Lalu beliau ditanya: \"Wahai Rasullullah, apakah wasilah itu?.\" Rasullulah menjawab, \"Wasilah itu ialah derajat yang paling tinggi di Surga tidak ada yang akan mencapainya kecuali seorang saja dan saya berharap, sayalah orang itu.\" (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah).\n\nMenjauhi dan meninggalkan larangan Allah serta melaksanakan perintah-Nya adalah hal-hal yang tidak mudah, karena nafsu yang ada pada tiap manusia itu selalu mengajak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan yang baik, yaitu melanggar dan meninggalkan perintah Allah sebagaimana firman-Nya:\n\n\"Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.\" (Yusuf /12:53).\n\nOleh karena itu kita harus berjuang untuk mengekang hawa nafsu, mengatasi segala kesulitan dan mengelakkan semua rintangan yang akan menyebabkan kita bergeser dari jalan Allah agar kita berada di atas garis yang telah ditetapkan. Dengan demikian kita akan memperoleh kebahagiaan yang telah dijanjikan oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 705, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 6, "page": 113, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064f\u0628\u0651\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo law anna lahum maa fil ardi jamee'anw wa mislahoo ma'ahoo liyaftadoo bihee min 'azaabi Yawmil Qiyaamati maa tuqubbila minhum wa lahum azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve - if they should have all that is in the earth and the like of it with it by which to ransom themselves from the punishment of the Day of Resurrection, it will not be accepted from them, and for them is a painful punishment", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari azab pada hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/705", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/705.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/705.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yaitu mereka yang tidak mau bertakwa kepada Allah dan tidak mau membersihkan diri dari dosa, serta mengingkari keesaan-Nya pasti akan mendapat balasan. Seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu lagi yang kemudian dipergunakan untuk menebus diri mereka agar terlepas dari azab pada hari Kiamat akibat keingkarannya, niscaya semua itu tidak akan diterima Allah sebagai tebusan dari mereka. Oleh karena itu, di akhirat mereka tetap akan mendapat azab yang pedih.", "long": "Orang yang tidak mau bertakwa kepada Allah dan tidak mau membersihkan dirinya dari dosa-dosa yang diperbuatnya, serta tetap di dalam kekafiran mengingkari ketuhanan Allah lalu menyembah selain Allah dan sampai mati mereka tidak bertobat, maka di hari Kiamat mereka nanti akan menyesal. Sekiranya semua yang ada di bumi ini adalah miliknya bahkan ditambah lagi sebanyak itu pula, dan ingin melepaskan diri dari azab yang menimpanya, maka semuanya itu tidak akan diterima-Nya.\n\nDi dalam satu hadis Nabi Muhammad bersabda: \n\nDidatangkan seorang kafir di hari kiamat dan dikatakan kepadanya \"Sekiranya engkau memiliki emas sepenuh bumi ini, apakah engkau ingin menjadikannya tebusan (atas siksa yang akan kamu terima). Ia menjawab Ya saya ingin.\" (Riwayat al-Bukhari dari Anas r.a.).\n\nTetapi apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Bagaimanapun juga keinginan mereka, tidak akan diterima dan tetap akan menjalani hukuman berupa siksaan yang amat pedih, karena di akhirat tidak mungkin dosa itu dapat ditebus dengan harta benda. Tetapi jika bertobat di masa hidupnya dan membersihkan diri dengan amal saleh, maka Allah akan menerima tobatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 706, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 6, "page": 114, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0627\u0631\u0650\u062c\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yureedoona ai yakhrujoo minan Naari wa maa hum bikhaari jeena minhaa wa lahum 'azaabum muqeem" } }, "translation": { "en": "They will wish to get out of the Fire, but never are they to emerge therefrom, and for them is an enduring punishment.", "id": "Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/706", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/706.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/706.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika merasakan betapa pedihnya azab di akhirat nanti, mereka ingin sekali untuk keluar dari neraka yang merupakan tempat hukumannya, tetapi ternyata mereka tidak akan dapat keluar dari sana. Akibat dari sikap dan perilakunya, di akhirat kelak mereka akan mendapat azab yang kekal.", "long": "Setelah mereka dimasukkan ke dalam neraka dan tidak tertahankan siksa yang dideritanya maka mereka ingin keluar, tetapi tidak ada jalan bagi mereka. Keadaan mereka sama halnya seperti yang disebutkan di dalam firman Allah:\n\n\"Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya.\" (as-Sajdah/32:20).\n\nMereka akan merasakan sepanjang masa siksa yang kekal abadi yang tidak berkesudahan." } } }, { "number": { "inQuran": 707, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 6, "page": 114, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u0637\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wassaariqu qassaariqatu faqta'oo aidiyahumma jazaaa'am bimaa kasabaa nakaalam minal laah; wallaahu 'Azeezun hakeem" } }, "translation": { "en": "[As for] the thief, the male and the female, amputate their hands in recompense for what they committed as a deterrent [punishment] from Allah. And Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/707", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/707.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/707.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada ayat yang lalu dijelaskan tentang hukuman bagi orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kekacauan, maka pada ayat ini diterangkan tentang hukuman bagi pencuri. Setiap kejahatan pasti ada hukumannya. Adapun setiap orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, maka potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas perbuatan buruk dan bertentangan dengan syariat yang mereka lakukan, dan hal itu juga sebagai siksaan dari Allah sesuai dengan peringatan-Nya. Sungguh dengan ketetapan dan peringatan ini, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.", "long": "Setiap kejahatan ada hukumannya. Pelakunya akan dikenakan hukuman. Begitu pula halnya seorang pencuri akan dikenakan hukuman karena ia melanggar larangan mencuri. Seseorang, baik laki-laki maupun perempuan yang mengambil harta orang lain dari tempatnya yang layak dengan diam-diam, dinamakan \"pencuri.\"\n\nOrang yang telah akil balig mencuri harta orang lain yang nilainya sekurang-kurangnya seperempat dinar, dengan kemauannya sendiri dan tidak dipaksa, dan mengetahui bahwa perbuatannya itu haram, dilarang oleh agama. Orang itu sudah memenuhi syarat untuk dikenakan hukuman potong tangan kanan, sebagaimana yang diperintahkan dalam ayat ini. \n\nSuatu pencurian dapat ditetapkan apabila ada bukti-bukti atau ada pengakuan dari pencuri itu sendiri, hukuman potong tangan tersebut dapat gugur apabila pencuri itu dimaafkan oleh orang yang dicuri hartanya dengan syarat sebelum perkaranya ditangani oleh yang berwenang. Pelaksanaan hukum potong tangan dilaksanakan oleh orang yang berwenang yang ditunjuk untuk itu, dengan syarat-syarat tertentu.\n\nPenetapan nilai harta yang dicuri, yang dikenakan hukum potong tangan bagi pelakunya yaitu sekurang-kurangnya seperempat dinar sebagaimana tersebut di atas, adalah pendapat jumhur ulama, baik ulama salaf maupun khalaf206 berdasarkan sabda Rasulullah saw sebagai berikut: \n\n\"Rasulullah saw memotong tangan pencuri itu yang mencuri seperempat dinar ke atas.\" (Riwayat al-Bukhari - Muslim dari Aisyah).\n\nSeorang pencuri yang telah dipotong tangan kanannya, kemudian ia mencuri lagi dengan syarat-syarat seperti semula maka dipotonglah kaki kirinya yaitu dari ujung kaki sampai pergelangan. Kalau ia mencuri lagi untuk ketiga kalinya, dipotong lagi tangan kirinya, kalau ia mencuri lagi untuk keempat kalinya, dipotong lagi kaki kanannya, sebagaimana sabda Rasulullah saw mengenai pencuri sebagai berikut: \n\nApabila ia mencuri, potonglah tangan (kanan)nya, kalau ia mencuri lagi potonglah kaki (kiri)nya, kalau masih mencuri lagi potonglah tangan (kiri)nya dan kalau ia masih juga mencuri potonglah kaki (kanan)nya.\" (Riwayat al-Imam al-Syafi'i dari Abu Hurairah).\n\nKalau ini semua sudah dilaksanakan tetapi ia masih juga mencuri untuk kelima kalinya, maka ia di-tazir, artinya diberi hukuman menurut yang ditetapkan oleh penguasa, misalnya dipenjarakan atau diasingkan ke tempat lain, sehingga ia tidak dapat lagi mencuri. Potong tangan ini diperintahkan Allah sebagai hukuman kepada pencuri, baik laki-laki maupun perempuan, karena Allah Mahaperkasa, maka ia tidak akan membiarkan pencuri-pencuri dan manusia lainnya berbuat maksiat. Allah Mahabijaksana di dalam menetapkan sesuatu seperti menetapkan hukum potong tangan bagi pencuri, karena yang demikian itu apabila diperhatikan lebih dalam, tentu dalam pelaksanaannya akan menimbulkan maslahat yang banyak, sekurang-kurangnya dapat membatasi merajalelanya pencurian.\n\nApa saja yang diperintahkan Allah pasti akan mendatangkan maslahat dan apa saja yang dilarang-Nya pasti akan mengakibatkan kerusakan dan kehancuran apabila dilanggar." } } }, { "number": { "inQuran": 708, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 6, "page": 114, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Faman taaba mim ba'di zulmihee wa aslaha fa innal laaha yatoobu 'alaih; innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "But whoever repents after his wrongdoing and reforms, indeed, Allah will turn to him in forgiveness. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Tetapi barangsiapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/708", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/708.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/708.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang dijelaskan itu merupakan ketetapan Allah, tetapi barang siapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu, menyesalinya, dan memperbaiki diri, serta berjanji untuk tidak mengulanginya, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya yang dilakukan dengan sepenuh hati. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Pada zaman Rasulullah saw, ada seorang perempuan mencuri. Hal ini dilaporkan kepada Rasulullah saw oleh orang yang kecurian. Mereka berkata, \"Inilah perempuan yang telah mencuri harta benda kami, kaumnya akan menebusnya.\" Nabi bersabda \"Potonglah tangannya.\" Kaumnya menjelaskan: \"Kami berani menebusnya lima ratus dinar.\" Nabi bersabda, \"Potonglah tangannya.\" Maka dipotonglah tangan kanan perempuan itu. Kemudian ia bertanya, \"Apakah tobat saya ini masih bisa diterima, ya Rasulullah?\"Beliau menjawab, \"Ya, engkau hari ini bersih dari dosamu seperti pada hari engkau dilahirkan oleh ibumu.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nPerempuan tersebut dari kabilah Bani Makhzum, yang sangat mendapat perhatian dari pembesar-pembesar Quraisy. Mula-mula mereka berusaha agar perempuan tersebut bebas dari hukuman potong tangan. Lalu mereka mencari siapa kira-kira yang dapat menghubungi Rasulullah untuk membicarakan hal tersebut. Kemudian ditunjuklah Usamah bin Zaid karena ia adalah kesayangan Rasulullah. Ketika Usamah bin Zaid mengunjungi Rasulullah, dan membicarakan hal tersebut, maka Rasulullah menjadi marah dan bersabda, \"Apakah engkau akan membela sesuatu yang telah ditetapkan had dan hukumnya oleh Allah 'azza wa jalla?\" Usamah menjawab \"Maafkanlah saya, wahai Rasulullah.\" Sesudah itu Rasulullah berpidato, antara lain beliau bersabda, \n\n\"Bahwasanya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu ialah karena sesungguhnya mereka apabila yang mencuri di antara mereka adalah orang-orang terkemuka, maka mereka membiarkannya, apabila yang mencuri itu orang-orang lemah, mereka itu dijatuhi hukuman. Saya, demi Allah yang diriku berada di dalam tangan-Nya, andaikata Fatimah anak Muhammad mencuri, pastilah saya potong tangannya.\" Kemudian diperintahkanlah memotong tangan perempuan itu, maka dipotonglah tangannya. (Riwayat asy-Syaikhan dari 'Aisyah).\n\nJadi barang siapa bertobat dari perbuatannya, dan berjanji tidak akan mencuri lagi, setelah ia menganiaya dirinya dan menjelekkan nama baiknya, serta menodai kesucian kaumnya, dengan mengembalikan curiannya, maka ia diampuni Allah karena Allah Maha Pengampun bagi orang yang telah bertaubat. Dia Maha Penyayang bagi orang yang rendah hati yang suka mengakui kesalahannya." } } }, { "number": { "inQuran": 709, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 6, "page": 114, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 45, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Alam ta'lam annal laaha lahoo mulkus samaawaati wal ardi yu'az zibu many-yashaa'u wa yaghfiru limany-yashaaa'; wallaahu 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Do you not know that to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth? He punishes whom He wills and forgives whom He wills, and Allah is over all things competent.", "id": "Tidakkah kamu tahu, bahwa Allah memiliki seluruh kerajaan langit dan bumi, Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/709", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/709.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/709.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah mengingatkan tentang ketetapan dan syariat-Nya, Allah kemudian menekankan bahwa hanya Dia penguasa alam semesta ini. Peringatan ini diungkapkan dengan pertanyaan retorika sebagai berikut, \"Tidakkah kamu tahu bahwa Allah yang telah mencipta semua yang ada adalah juga yang memiliki seluruh kerajaan langit dan bumi. Selain itu, Dia akan menyiksa siapa saja yang Dia kehendaki karena telah melakukan kejahatan dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki karena telah bertobat. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.\"", "long": "Ayat ini memperingatkan dan menekankan bahwa Allah yang menguasai langit dan bumi, mengatur apa yang ada di dalamnya. Allah yang menetapkan balasan siksa kepada orang yang mencuri sebagaimana halnya orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, mengampuni orang-orang yang bertobat di antara mereka, penyayang kepada orang-orang yang benar-benar bertobat dan memperbaiki amalannya, serta menyucikan dirinya dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Allah akan menyiksa orang yang melanggar perintah-Nya sebagai pendidikan dan pengaman bagi sesama manusia, sebagaimana Allah mengasihi orang yang bertobat, mendorong mereka untuk menyucikan diri. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu; seperti menyiksa dan mengasihani. Tidak ada sesuatu yang sulit bagi-Nya dalam mengatur segalanya, sesuai dengan kehendak-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 710, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 6, "page": 114, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06db \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06db \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u0650 \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0643\u064e \u06d6 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0636\u0650\u0639\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhar Rasoolu laa yahzukal lazeena yusaa ri'oona fil kufri minal lazeena qaaloo aamannaa bi afwaahihim wa lam tu'min quloobuhum; wa minal lazeena haadoo sammaa'oona lilkazibi sammaa'oona liqawmin aakhareena lam yaatooka yuharifoonal kalima mim ba'di mawaadi'ihee yaqooloona in ooteetum haazaa fakhuzoohu wa il lam tu'tawhu fahzaroo; wa many-yuridil laahu fitnatahoo falan tamlika lahoo minal laahi shai'aa; ulaaa 'ikal lazeena lam yuridil laahu any-yutahhira quloobahum; lahum fid dunyaa khizyunw wa lahum fil Aakhirati'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "O Messenger, let them not grieve you who hasten into disbelief of those who say, \"We believe\" with their mouths, but their hearts believe not, and from among the Jews. [They are] avid listeners to falsehood, listening to another people who have not come to you. They distort words beyond their [proper] usages, saying \"If you are given this, take it; but if you are not given it, then beware.\" But he for whom Allah intends fitnah - never will you possess [power to do] for him a thing against Allah. Those are the ones for whom Allah does not intend to purify their hearts. For them in this world is disgrace, and for them in the Hereafter is a great punishment.", "id": "Wahai Rasul (Muhammad)! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman; dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. Mereka mengatakan, “Jika ini yang diberikan kepadamu (yang sudah diubah) terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah.” Barangsiapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/710", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/710.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/710.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu diterangkan tentang hukuman bagi pencuri, sementara ayat ini menjelaskan sikap orang Yahudi terhadap hukum dalam Kitab Taurat. Keterangan ini diawali dengan peringatan kepada Rasulullah. Wahai Rasul! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya dan menampakkan permusuhan, karena Allah pasti akan melindungimu. Ketahuilah bahwa mereka adalah orang-orang munafik yang mengatakan dengan mulut mereka, \"Kami telah beriman,\" padahal hati mereka meyakini yang lain, dan mereka sesungguhnya belum beriman; dan waspadalah juga terhadap orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar berita-berita bohong yang diungkapkan oleh pendeta-pendetanya, dan mereka juga sangat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu yang menjelek-jelekkanmu. Mereka tidak segan-segan untuk mengubah kata-kata dalam Kitab Taurat dari makna yang sebenarnya, seperti mengubah hukum rajam bagi pezina menjadi menghitamkan wajah dan cambukan, atau diselewengkan pengertiannya. Mereka mengatakan kepada utusan yang diperintahkan untuk bertanya kepada Rasulullah tentang hukum bagi pezina, \"Jika ini, seperti yang mereka lakukan, yang diberikan kepadamu, yaitu hukum yang sudah diubah, terimalah, dan jika kamu diberi hukum yang bukan ini, maka hati-hatilah dan jangan diterima.\" Barang siapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat karena keangkuhan dan keras kepalanya, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak suatu akibat atau hukuman apa pun dari Allah untuk menolongnya. Karena pilihan pada kesesatan, maka mereka itu adalah termasuk orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk diberi petunjuk agar dapat menyucikan hati mereka. Di dunia mereka pasti akan mendapat kehinaan akibat sikapnya itu, dan di akhirat mereka pasti akan mendapat azab yang besar karena kesesatannya", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya agar beliau jangan merasa sedih dan cemas karena perbuatan orang-orang munafik yang memperlihatkan kekafirannya dan menampakkan permusuhannya, karena pada waktunya nanti Allah akan melindungi beliau dari perbuatan jahat mereka dan memenangkannya atas mereka serta segenap pembantu dan pendukung mereka. Ada di antara mereka yang mengaku beriman dengan ucapan, tetapi hati mereka tetap ingkar dan tidak beriman; begitu pula halnya sebagian dari orang-orang Yahudi.\n\nMereka amat senang mendengar perkataan dari para cendekiawan dan pendeta, begitu pula orang-orang yang benci kepada Nabi Muhammad saw dan tidak pernah bertemu dengan beliau, terutama mendengar ceramah-ceramah dan berita-berita bohong yang telah dipalsukan untuk menjelek-jelekkan Muhammad saw, dan melemahkan semangat kaum Muslimin agar meninggalkan ajaran-ajarannya.\n\nMereka tidak segan-segan mengubah isi kitab Taurat. Kalimat-kalimatnya mereka pindah-pindahkan, sehingga yang tempatnya di depan diletakkan di belakang, dan sebaliknya. Pengertiannya diselewengkan dan sebagainya; misalnya mengganti hukuman rajam bagi orang yang berzina dengan hukuman dera dan menghitamkan mukanya. Mereka berkata kepada utusan mereka sendiri yang ditugaskan pergi kepada Bani Quraizah untuk meminta agar mereka menanyakan kepada Nabi saw hukuman terhadap dua orang pemuka yang telah berzina dan pernah kawin. Mereka berpesan sebagai berikut, \"Kalau Muhammad menjawab bahwa hukumannya ialah dera dan menghitamkan muka, maka terima dan ambillah fatwanya itu. Tetapi kalau dia menjawab dengan selain daripada itu, dan menegaskan bahwa hukumannya ialah rajam, maka hindarilah dia dan jangan diterima.\" Orang-orang yang dikehendaki Allah dalam kesesatan karena perbuatannya yang keterlaluan, maka tidak ada suatu petunjuk pun yang dapat mereka terima meskipun petunjuk itu datangnya dari Rasulullah saw.\n\nAllah tidak akan menyucikan hati orang munafik dan orang-orang Yahudi karena mereka berpegang teguh dan tidak mau bergeser sedikit pun dari kekafiran dan kesesatannya. Di dunia ini orang-orang munafik memperoleh kehinaan dan merasa malu sekali karena kemunafikannya terungkap dan diketahui oleh orang-orang Islam, sedang orang-orang Yahudi juga memperoleh kehinaan karena perbuatan jahatnya dapat diketahui. Begitu juga perbuatan mereka menyembunyikan isi kitab Taurat, misalnya hukuman rajam. Di samping itu semua, di akhirat akan memperoleh juga siksaan yang besar. Mereka akan disiksa terus menerus, tidak berkesudahan dan tidak akan dikeluarkan dari neraka sepanjang masa." } } }, { "number": { "inQuran": 711, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 6, "page": 115, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0651\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0633\u0651\u064f\u062d\u0652\u062a\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0643\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sammaa'oona lilkazibi akkaaloona lissuht; fa in jaaa'ooka fahkum bainahum aw a'rid anhum wa in tu'rid 'anhum falany-yadurrooka shai'anw wa in hakamta fahkum bainahum bilqist; innal laaha yuhibbul muqsiteen" } }, "translation": { "en": "[They are] avid listeners to falsehood, devourers of [what is] unlawful. So if they come to you, [O Muhammad], judge between them or turn away from them. And if you turn away from them - never will they harm you at all. And if you judge, judge between them with justice. Indeed, Allah loves those who act justly.", "id": "Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/711", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/711.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/711.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini sekali lagi menjelaskan sifat buruk orang Yahudi, yaitu bahwa mereka sangat suka mendengar berita bohong, terutama yang berkaitan dengan pribadi Nabi Muhammad, banyak memakan makanan yang haram, seperti menerima suap, makan riba, dan lainnya. Jika mereka, orang Yahudi, datang kepadamu, wahai Nabi Muhammad, untuk meminta putusan, maka berilah putusan di antara mereka sesuai dengan yang ditetapkan dalam Kitab Taurat atau berpalinglah dari mereka, karena sebenarnya tidak ada manfaat sedikit pun, dan jika engkau berpaling dari mereka dengan tidak melayani permintaan yang tidak akan mereka lakukan, maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah dengan adil sesuai dengan hukum yang terdapat dalam Taurat. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah sangat menyukai orang-orang yang adil dalam memutuskan perkara.", "long": "Ayat ini sekali lagi menjelaskan sifat-sifat Yahudi yang senang mendengar berita-berita bohong tentang pribadi dan kerasulan Nabi Muhammad saw, untuk menunjukkan bahwa perbuatan orang Yahudi itu selalu didasarkan atas hal-hal yang tidak benar dan bohong; satu sifat yang amat jelek, hina dan merusak.\n\nDi samping itu mereka juga banyak menerima uang suap yaitu suatu pemberian dengan maksud untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar. Hal yang demikian telah menjadi salah satu mata pencaharian mereka, terutama penguasa-penguasa. Hukum dipermainkan, yang memegang peranan dan menentukan pada waktu itu ialah suap. Siapa yang kuat memberi uang suap, dialah yang akan menang dalam perkara, sekalipun nyata-nyata ia bersalah.\n\nKalau ada di antara orang-orang Yahudi itu seorang yang tidak senang dan tidak setuju pada perbuatan atasannya yang kotor, lalu ia datang kepada Nabi Muhammad dan meminta diputuskan perkaranya; Rasul boleh memilih, menerima permintaan mereka dan memutuskan perkaranya, atau menolaknya. Mereka tidak akan dapat memberi mudarat sedikit pun kepada Rasul apabila Rasul menolaknya.\n\nApabila Rasul menerima permintaan mereka, maka Rasul harus memutuskan perkara mereka dengan seadil-adilnya sesuai dengan yang telah diperintahkan, sejalan dengan syariat yang dibawa, dan tidak bertentangan dengan Al-Qur'an. Allah senang dan rida kepada orang-orang yang berlaku adil." } } }, { "number": { "inQuran": 712, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 6, "page": 115, "manzil": 2, "ruku": 91, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0643\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kaifa yuhakkimoonaka wa 'indahumut Tawraatu feehaa hukmul laahi summa yatawallawna mim ba'di zaalik; wa maaa ulaaa'ika bilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "But how is it that they come to you for judgement while they have the Torah, in which is the judgement of Allah? Then they turn away, [even] after that; but those are not [in fact] believers.", "id": "Dan bagaimana mereka akan mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, nanti mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Sungguh, mereka bukan orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/712", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/712.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/712.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bagaimana mungkin mereka akan mengangkatmu, wahai Nabi Muhammad, menjadi hakim untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya terdapat hukum Allah? Mereka mengubah isi dan tidak menaati hukum dalam Taurat. Jika mereka berbuat demikian terhadap kitab mereka sendiri, nanti mereka pasti akan berpaling dari putusanmu setelah itu? Sungguh, mereka itu benar-benar bukan termasuk orang-orang yang beriman.", "long": ". Satu hal yang mengherankan dari mereka ialah bahwa mereka berseru dan mengajak kaumnya percaya kepada Taurat, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada isi dan hukum yang ada di dalamnya. padahal Taurat itu berisi hukum-hukum Allah yang cukup jelas. Mereka bahkan meminta putusan hukum dari orang lain.\n\nKarena mereka bukan orang-orang yang beriman, maka sama saja bagi mereka. Mereka meninggalkan dan tidak mau tunduk kepada Taurat, karena isi dan hukum yang ada di dalamnya tidak sesuai dengan keinginan dan kehendak hawa nafsu mereka. Begitu juga kalau perkara dan persoalannya diputuskan berdasarkan Al-Qur'an sesuai dengan permintaan mereka, mereka pun akan meninggalkan keputusan itu dan tidak menggubrisnya apabila keputusan tersebut bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsunya." } } }, { "number": { "inQuran": 713, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 6, "page": 115, "manzil": 2, "ruku": 92, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u0631\u064c \u06da \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u062d\u0652\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaaa anzalnat Tawraata feehaa hudanw wa noor; yahkumu bihan Nabiyyoonal lazeena aslamoo lillazeena haadoo war rabbaaniyyoona wal ahbaaru bimas tuhfizoo min Kitaabil laahi wa kaanoo 'alaihi shuhadaaa'; falaa takhshawun naasa wakhshawni wa laa tashtaroo bi aayaatee samanan qaleelaa; wa mal lam yahkum bimaaa anzalal laahu fa ulaaa'ika humul kaafiroon" } }, "translation": { "en": "Indeed, We sent down the Torah, in which was guidance and light. The prophets who submitted [to Allah] judged by it for the Jews, as did the rabbis and scholars by that with which they were entrusted of the Scripture of Allah, and they were witnesses thereto. So do not fear the people but fear Me, and do not exchange My verses for a small price. And whoever does not judge by what Allah has revealed - then it is those who are the disbelievers.", "id": "Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/713", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/713.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/713.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu dijelaskan sikap orang Yahudi terhadap Taurat dan hukum yang terdapat di dalamnya. Pada ayat ini diterangkan bahwa Taurat diwahyukan sebagai petunjuk bagi Bani Israil, tetapi sebagian hukumnya mereka tinggalkan. Penjelasan ini diawali dengan suatu ungkapan untuk meyakinkan. \"Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat kepada Nabi Musa; di dalamnya ada petunjuk untuk membimbing mereka ke jalan yang lurus dan cahaya yang akan menerangi jalan hidup mereka. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah dari Bani Israil telah memberi putusan atas perkara yang terjadi di antara orang Yahudi, demikian juga yang diperbuat oleh para ulama dan pendeta-pendeta mereka, yang sedemikian ini sebab mereka memang diperintahkan untuk memelihara kitab-kitab Allah dengan melaksanakan hukum-hukumnya, dan mereka siap untuk menjadi saksi terhadapnya. Karena itu, wahai Muhammad, janganlah kamu takut kepada manusia, tetapi takutlah hanya kepada-Ku. Dan janganlah pula kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah dengan mengharap imbalan duniawi yang sedikit. Barang siapa tidak memutuskan hukum suatu perkara dengan apa yang diturunkan Allah, maka ketahuilah bahwa mereka itulah termasuk orang-orang kafir.", "long": "Kitab Taurat yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa, berisi bimbingan dan petunjuk bagi manusia kepada yang hak, sehingga mereka dapat keluar dan selamat dari kesesatan dan penyembahan berhala, dan juga merupakan cahaya yang menerangi hal-hal yang masih samar-samar ataupun yang masih gelap bagi mereka, sehingga mereka dapat melihat jalan yang benar, baik dalam urusan agama, maupun duniawi.\n\nKitab Taurat menjadi petunjuk bagi nabi-nabi yang telah menyerahkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan, yaitu Nabi Musa dan nabi-nabi dari Bani Israil sesudahnya, sampai kepada Nabi Isa. Kitab ini telah digunakan untuk memutuskan perkara orang-orang Yahudi saja, karena memang Taurat itu diturunkan khusus untuk orang-orang Yahudi. Begitu juga tokoh-tokoh dan pendeta-pendeta mereka, telah menggunakan Taurat itu sebagai undang-undang di kala tidak ada nabi bersama mereka, karena mereka itu semua telah diperintahkan Allah supaya memelihara kitab Taurat, dan menjadi saksi serta bertanggung jawab atas pelaksanaannya. Jangan sampai mereka menyelewengkan hukum-hukum yang ada di dalamnya, dan menyembunyikan karena bertentangan dengan keinginan hawa nafsu mereka, atau karena takut kepada pembesarnya sehingga tidak berani menegakkan hukum terhadap mereka, seakan-akan mereka itu lebih takut kepada sesama manusia daripada kepada Allah. Lain halnya dengan Abdullah bin Salam yang hidup sampai masa al-Khulafa ar-Rasyidun. Dia seorang Yahudi yang benar-benar menegakkan hukum Allah, sehingga mengakibatkan orang lain benci dan tidak senang kepadanya. Dia menegakkan hukum rajam kepada siapa saja yang harus dihukum karena perbuatan zina, sekalipun kepada pemimpin atau pembesar mereka.\n\nJangan sampai mereka tidak menyebarkan dan tidak menjelaskan hukum-hukum itu karena keuntungan dunia atau keuntungan yang diterimanya dari orang-orang yang berkepentingan, misalnya uang sogok, atau pangkat yang dijanjikan kepadanya, karena semuanya ini tidak ada arti dan nilainya jika dibandingkan dengan pahala yang akan mereka peroleh di akhirat, Firman Allah:\n\n\"(Yaitu) di hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.\" (asy-Syu'ara/26: 88 dan 89).\n\nBarang siapa menghukum atau memutuskan suatu perkara tidak sesuai dengan hukum Allah, seperti halnya orang-orang Yahudi yang menyembunyikan hukum rajam terhadap orang berzina yang bersuami atau beristri dan menggantinya dengan hukuman dera dan menghitamkan mukanya, lalu diarak berkeliling supaya disaksikan oleh masyarakat, dan lain-lainnya, berarti mereka melakukan penyelewengan hukum. Ketahuilah bahwa mereka itu adalah orang-orang yang ingkar." } } }, { "number": { "inQuran": 714, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 6, "page": 115, "manzil": 2, "ruku": 92, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0631\u064f\u0648\u062d\u064e \u0642\u0650\u0635\u064e\u0627\u0635\u064c \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa katabnaa 'alaihim feehaaa annan nafsa binnafsi wal'aina bil'aini wal anfa bilanfi wal uzuna bil uzuni wassinna bissinni waljurooha qisaas; faman tasaddaqa bihee fahuwa kaffaaratul lah; wa mal lam yahkum bimaaa anzalal laahu fa ulaaa'ika humuz zalimoon" } }, "translation": { "en": "And We ordained for them therein a life for a life, an eye for an eye, a nose for a nose, an ear for an ear, a tooth for a tooth, and for wounds is legal retribution. But whoever gives [up his right as] charity, it is an expiation for him. And whoever does not judge by what Allah has revealed - then it is those who are the wrongdoers.", "id": "Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama). Barangsiapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/714", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/714.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/714.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara hukum yang terdapat dalam Taurat adalah bahwa Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya, Taurat, hukuman yang sepadan, yaitu bahwa menghilangkan nyawa dibalas dengan nyawa, melukai mata dibalas dengan melukai mata, mencederai hidung dibalas dengan hidung, memotong telinga dibalas dengan telinga, merontokkan gigi dibalas dengan gigi, dan luka-luka pun ada qisas-nya, yakni ada balasannya yang sama. Namun demikian, barang siapa melepaskan hak untuk melakukan qisasnya, maka sikap itu akan menjadi penebus dosa baginya. Sebaliknya barang siapa tidak memutuskan perkara yang terjadi dengan saudaranya menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah akan termasuk orang-orang yang zalim.", "long": "Di dalam Taurat, telah ditetapkan bahwa nyawa harus dibayar dengan nyawa. Orang yang membunuh tidak dengan alasan yang benar dia harus dibunuh pula dengan tidak memandang siapa yang membunuh dan siapa yang dibunuh. (Keluaran xxi. 24-25: \"harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak¦\"). Hukuman hampir serupa terdapat juga dalam Imamat xxiv. dan Ulangan xix.21.\n\nSekalipun penetapan dan ketentuan tersebut, diketahui oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi, namun mereka tetap tidak mau menjalankan dan melaksanakannya. Mereka tetap memandang adanya perbedaan derajat dan strata di dalam masyarakat. Mereka menganggap bahwa golongan Yahudi Bani Nadir lebih tinggi derajat dan kedudukannya dari golongan Yahudi Bani Quraizah, dan golongan Bani Quraizah kedudukannya lebih rendah dibanding dengan kedudukan golongan Bani Nadir. Sehingga apabila seorang dari golongan Bani Nadir membunuh seorang dari golongan Bani Quraizah dia tidak dibunuh, karena dianggap tidak sederajat. Tetapi kalau terjadi sebaliknya yaitu seorang dari Bani Quraizah membunuh seorang Bani Nadir, maka dia harus dibunuh.\n\nHal ini dan semacamnya, yang merupakan pembangkangan dan penolakan terhadap bimbingan, petunjuk dan hukum-hukum Allah yang ada di dalam Kitab Taurat berjalan terus sampai datangnya agama Islam. Setelah itu Bani Quraizah mengadukan adanya perbedaan kelas di dalam masyarakat mereka, kepada Nabi Muhammad, oleh beliau diputuskan bahwa tidak ada perbedaan antara si A dan si B antara golongan Anu dan golongan Fulan, di dalam penerapan hukum. Hukum tidak memandang bulu, semua orang harus diperlakukan sama. Mendengar keputusan Rasulullah saw ini, golongan Bani Nadir rnerasa diturunkan derajatnya karena telah dipersamakan dengan golongan Bani Quraizah, orang yang mereka anggap rendah. Maka turunlah ayat ini.\n\nDalam ayat ini Allah menegaskan kembali bahwa di dalam Taurat telah digariskan suatu ketetapan bahwa jiwa harus dibayar dengan jiwa sama dengan hukum kisas yang berlaku dalam syariat Islam. Pembunuh yang telah akil balig bila ia membunuh sesama Islam dan sama-sama merdeka, maka pembunuh tersebut baik seorang maupun beberapa orang harus dikenakan hukuman bunuh. Kecuali bagi orang gila yang benar-benar rusak akalnya, orang yang sedang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia balig, bila mereka membunuh tidak dikenakan hukuman kisas sesuai dengan sabda Nabi saw: \n\n\"Qalam telah diangkat dari tiga macam orang (artinya mereka tidak diperlakukan sebagai orang-orang mukallaf) yaitu orang-orang gila yang benar-benar telah rusak akalnya, sampai ia sembuh, orang yang tidur, sampai ia bangun, dan anak-anak sampai ia balig.\" (Riwayat Ahmad, Abu Dawud dari al-hakim dan 'Umar bin al-Khattab).\n\nSelanjutnya orang yang mencukil mata atau memotong hidung atau telinga atau mencabut gigi orang lain, maka dia wajib dikenakan hukuman kisas, ditindak sesuai dengan perbuatannya, sesuai dengan firman Allah:\n\n\"Barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah dia yang seimbang dengan serangannya terhadapmu.\" (al-Baqarah/2:194).\n\nBegitupun melukai orang ada kisasnya. Orang yang melukai orang lain, dia pun harus dilukai pula sama dengan luka yang diperbuatnya baik mengenai lebar maupun dalamnya, sebagaimana firman Allah:\n\n\"Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.\" (an-Nahl/16:126).\n\nBarang siapa melepaskan hak kisasnya dengan penuh kerelaan, dan memaafkan si pelaku sehingga tidak jadi dikisas, itu menjadi penebus dosa bagi yang memaafkan. Orang yang dibebaskan dari hukum kisas karena dimaafkan oleh pihak keluarga orang yang terbunuh, tidaklah berarti dia telah bebas dari hukuman seluruhnya, tetapi dia masih dikenakan hukuman diat (ganti rugi), sebagaimana sabda Nabi saw.: \n\nDari Abu 'Amr, Rasulullah Saw bersabda, \"Barang Siapa membunuh dengan sengaja, maka putusannya diserahkan kepada ahli waris orang yang dibunuh. Kalau mereka mau (mengkisas) mereka dapat membunuhnya, dan apabila mereka mau (membebaskannya dari kisas) maka mereka berhak menerima diat (ganti rugi).\" (Riwayat at-Tirmidzi).\n\nBarang siapa tidak menjalankan ketentuan-ketentuan tersebut di atas, yaitu kisas yang didasarkan atas keadilan, melainkan mempergunakan hukum sekehendak hatinya, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim, karena melanggar hukum Allah dan menganggap pihak yang dibunuh atau dianiaya itu adalah golongan rendah, tidak sederajat dengan pihak yang membunuh atau yang menganiaya." } } }, { "number": { "inQuran": 715, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 6, "page": 116, "manzil": 2, "ruku": 92, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u0631\u064c \u0648\u064e\u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaffainaa 'alaaa aasaaarihim bi 'Eesab ni Maryama musaddiqal limaa baina yadihi minat Tawraati wa aatainaahul Injeela feehi hudanw wa noorunw wa musaddiqal limaa baina yadaihi minat Tawraati wa hudanw wa maw'izatal lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And We sent, following in their footsteps, Jesus, the son of Mary, confirming that which came before him in the Torah; and We gave him the Gospel, in which was guidance and light and confirming that which preceded it of the Torah as guidance and instruction for the righteous.", "id": "Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/715", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/715.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/715.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah masa para nabi penganut dan pelaksana isi Taurat berakhir, Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam yang mendapat amanah untuk membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat dan mengajarkan serta melaksanakan ajaran-ajarannya. Dan, selain itu, Kami menurunkan pula Injil kepadanya sebagai penyempurna Taurat, yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan juga berfungsi untuk membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan Injil ini juga berisi ajaran sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu yang selalu menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa sesudah berakhir masa nabi-nabi penganut dan pelaksana isi Taurat, maka diutuslah Nabi Isa putra Maryam mengikuti jejak nabi-nabi Bani Israil terdahulu, melaksanakan Taurat yang telah diturunkan sebelumnya.\n\nKemudian diturunkan Injil kepada Nabi Isa yang menyempurnakan isi Taurat yang telah berakhir masa berlakunya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi umat dan masyarakatnya. Kitab Injil itu berisi petunjuk, dan merupakan cahaya yang menerangi umatnya, sehingga mereka dapat melihat jalan yang benar yang membahagiakan mereka. Injil membenarkan kitab samawi sebelumnya, yaitu Taurat yang mengandung nilai-nilai yang dapat menyelamatkan umatnya dari kesesatan dalam akidah dan amal perbuatan, seperti tauhid memberantas syirik dan berhala yang menjadi sumber khurafat dan kebatilan.\n\nInjil berisi petunjuk dan pengajaran, misalnya ajaran yang memberitahukan bahwa akan muncul seorang nabi (Perjanjian Baru, Yohanes xiv.16, xv. 26 dan xvi.7. lihat juga tafsir atas as-shaff/61:6), yang mempunyai sifat-sifat mulia, syariatnya lebih sempurna dan bersifat universal (menyeluruh) tidak terbatas oleh waktu dan tempat. Dia adalah nabi penutup dan rasul terakhir. Tetapi petunjuk dan pengajaran ini semua tidak ada yang dapat memanfaatkannya kecuali orang-orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 716, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 6, "page": 116, "manzil": 2, "ruku": 92, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Walyahkum Ahlul Injeeli bimaaa anzalal laahu feeh; wa mal lam yahkum bimaaa anzalal laahu fa ulaaa'ika humul faasiqoon" } }, "translation": { "en": "And let the People of the Gospel judge by what Allah has revealed therein. And whoever does not judge by what Allah has revealed - then it is those who are the defiantly disobedient.", "id": "Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/716", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/716.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/716.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hendaknya pengikut Injil, yaitu mereka yang meyakini dan mengikuti Nabi Isa, memutuskan semua perkara dalam kehidupan mereka menurut apa yang telah diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa dengan sengaja tidak memutuskan perkara yang mereka hadapi menurut apa yang diturunkan Allah, maka sesungguhnya mereka itulah yang disebut sebagai orang-orang fasik, yaitu yang beriman pada Allah dan tuntunan-Nya, tetapi tidak melaksanakan ajaran tersebut.", "long": "Dalam ayat ini dengan tandas Allah memerintahkan pengikut Kitab Injil, yaitu penganut syariat Nabi Isa, supaya melaksanakan isi kitab Injil sampai datangnya nabi dan rasul penutup dari bangsa Arab, agar mereka menghukum sesuai dengan apa yang telah diturunkan Allah di dalamnya, tidak diselewengkan dan tidak ditafsirkan dengan keinginan hawa nafsunya, seperti halnya penganut syariat Nabi Musa. Sekalipun demikian, tidak sedikit dari mereka yang tidak patuh, menyelewengkan makna dan pengertiannya. Mereka mengubah dan menyesuaikan dengan kehendak pemimpin-pemimpinnya, sehingga Kitab Injil yang asli yang benar-benar samawi tidak diketahui lagi di mana adanya. Mereka itu adalah orang-orang fasik karena tidak lagi menghukum dan memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 717, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 6, "page": 116, "manzil": 2, "ruku": 92, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0647\u064e\u064a\u0652\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anzalnaa ilaikal Kitaaba bilhaqqi musaddiqallimaa baina yadaihi minal Kitaabi wa muhaiminan 'alaihi fahkum bainahum bimaa anzalal laahu wa laa tattabi ahwaaa'ahum 'ammaa jaaa'aka minal haqq; likullin ja'alnaa minkum shir'atanw wa minhaajaa; wa law shaaa'al laahu laja'alakum ummatanw waahidatanw wa laakil liyabluwakum fee maa aataakum fastabiqul khairaat; ilal laahi arji'ukum jamee'an fayunab bi'ukum bimaa kuntum feehi takhtalifoon" } }, "translation": { "en": "And We have revealed to you, [O Muhammad], the Book in truth, confirming that which preceded it of the Scripture and as a criterion over it. So judge between them by what Allah has revealed and do not follow their inclinations away from what has come to you of the truth. To each of you We prescribed a law and a method. Had Allah willed, He would have made you one nation [united in religion], but [He intended] to test you in what He has given you; so race to [all that is] good. To Allah is your return all together, and He will [then] inform you concerning that over which you used to differ.", "id": "Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/717", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/717.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/717.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu Allah menerangkan tentang diturunkannya Taurat dan Injil yang mengandung petunjuk dan cahaya, serta adanya kewajiban bagi umat masa itu untuk melaksanakan ajaran-ajarannya. Dan Kami selanjutnya telah pula menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu, Muhammad, sebagai nabi terakhir, dengan membawa kebenaran yang hakiki, yang membenarkan sebagian isi dari kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur, dan Injil, dan menjaganya dari penyimpangan atau pengubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang mencari keuntungan diri, maka putuskanlah perkara yang mereka perselisihkan menurut ketetapan dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah itu dan janganlah sekali-kali engkau mengikuti kemauan dan keinginan nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Ketahuilah bahwasanya untuk setiap umat di antara kamu, di mana saja mereka berada, Kami berikan aturan bagi mereka masing-masing dan jalan yang terang sesuai dengan keadaannya. Kalau Allah menghendaki sesuai dengan kehendak-Nya, niscaya kamu semua akan dijadikan-Nya sebagai satu umat saja, tetapi Allah berkehendak lain, yaitu ingin menguji kamu terhadap karunia dan semua nikmat yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka sebagai jawaban dari semua rahmat yang telah dilimpahkan itu, berlomba-lombalah untuk berbuat kebajikan. Ketahuilah bahwa hanya kepada Allah saja kamu semua akan kembali, lalu pada saat itu akan diberitahukan-Nya kepadamu apa saja yang dahulu pernah kamu perselisihkan pada saat menjalani kehidupan di dunia.", "long": "Setelah menerangkan bahwa Taurat telah diturunkan kepada Nabi Musa, dan kitab Injil telah diturunkan pula kepada Nabi Isa dan agar kedua kitab tersebut ditaati dan diamalkan oleh para penganutnya masing-masing. Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad saw. Al-Qur'an adalah Kitab Samawi terakhir yang membawa kebenaran, mencakup isi dan membenarkan Kitab suci sebelumnya seperti Taurat dan Injil. Al-Qur'an adalah kitab yang terpelihara dengan baik, sehingga ia tidak akan mengalami perubahan dan pemalsuan. Firman Allah menegaskan:\n\n(yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji. (Fussilat/41:42).\n\nAl-Qur'an adalah kitab suci yang menjamin syariat yang murni sebelumnya, dan kitab suci yang berlaku sejak diturunkannya sampai hari kemudian. Oleh karena itu, wajib menghukumkan dan memutuskan perkara anak manusia sesuai dengan hukum yang telah diturunkan Allah, yang telah terdapat di dalam Al-Qur'an. Bukanlah pada tempatnya menuruti keinginan dan kemauan hawa nafsu mereka yang bertentangan dengan kebenaran yang dibawa oleh junjungan kita Nabi Muhammad saw.\n\nTiap-tiap umat diberi syariat (peraturan-peraturan khusus), dan diwajibkan kepada mereka melaksanakannya, dan juga mereka telah diberi jalan dan petunjuk yang harus dilaksanakan untuk membersihkan diri dan menyucikan batin mereka. Syariat setiap umat dan jalan yang harus ditempuh boleh saja berubah--ubah dan bermacam-macam, tetapi dasar dan landasan agama samawi hanyalah satu, yaitu tauhid.\n\nTaurat, Injil, dan Al-Qur'an, masing-masing mempunyai syariat tersendiri, yang berisi ketentuan-ketentuan hukum halal dan haram, sesuai dengan kehendak-Nya untuk mengetahui siapa yang taat dan siapa yang tidak. Firman Allah:\n\nDan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiya'/21:25).\n\n\"Dan sungguh, Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan),\" Sembahlah Allah, dan jauhilah thagut.\" (an-Nahl/16:36).\n\nSekiranya Allah menghendaki, tentulah Dia dapat menjadikan semua manusia hanya dengan satu syariat dan satu macam jalan yang akan ditempuh dan diamalkan mereka sehingga dari zaman ke zaman tidak ada peningkatan dan kemajuan, seperti halnya burung atau lebah, kehendak Allah tentu akan terlaksana dan tidak ada kesulitan sedikit pun, karena Allah kuasa atas segala sesuatu. Tetapi yang demikian itu tidak dikehendaki oleh-Nya. Allah menghendaki manusia itu sebagai makhluk yang dapat mempergunakan akal dan pikirannya, dapat maju dan berkembang dari zaman ke zaman. Dari masa kanak-kanak ke masa remaja meningkat jadi dewasa dan seterusnya.\n\nDemikianlah Allah menghendaki dan memberikan kepada tiap-tiap umat syariat tersendiri, untuk menguji sampai di mana manusia itu dapat dan mampu melaksanakan perintah Allah atau menjauhi larangan-Nya, sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam kitab samawi-Nya, untuk diberi pahala atau disiksa. Oleh karena itu seharusnyalah manusia berlomba-lomba berbuat kebaikan dan amal saleh, sesuai dengan syariat yang dibawa oleh nabi penutup rasul terakhir Muhammad saw. Syariat yang menggantikan syariat sebelumnya, untuk kepentingan dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak.\n\nPada suatu waktu nanti, mau tak mau manusia akan kembali kepada Allah memenuhi panggilan-Nya ke alam baka. Di sanalah nanti Allah akan memberitahukan segala sesuatu tentang hakikat yang diperselisihkan mereka. Orang yang benar-benar beriman akan diberi pahala, sedang orang-orang yang ingkar dan menolak kebenaran, serta menyeleweng tanpa alasan dan bukti, akan diazab dan dimasukkan ke dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 718, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 6, "page": 116, "manzil": 2, "ruku": 92, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064f\u0648\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anih kum bainahum bimaaa anzalal laahu wa laa tattabi' ahwaaa'ahum wahzarhum ai yaftinooka 'am ba'di maaa anzalal laahu ilaika fa in tawallaw fa'lam annamaa yureedul laahu ai yuseebahum biba'di zunoobihim; wa inna kaseeram minan naasi lafaasiqoon" } }, "translation": { "en": "And judge, [O Muhammad], between them by what Allah has revealed and do not follow their inclinations and beware of them, lest they tempt you away from some of what Allah has revealed to you. And if they turn away - then know that Allah only intends to afflict them with some of their [own] sins. And indeed, many among the people are defiantly disobedient.", "id": "dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/718", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/718.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/718.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika orang-orang Yahudi mengajukan persoalan di antara mereka dan mengharapkan keputusanmu, maka tetapkanlah sesuai aturan dan hendaklah engkau memutuskan perkara yang terjadi di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, sebagaimana yang terdapat dalam Taurat, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka yang menyebabkan terjadinya kezaliman terhadap sebagian yang lain. Karena itu, hati-hati dan waspadalah terhadap sikap dan perkataan mereka, jangan sampai mereka berhasil memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Al-Qur'an yang berisi petunjuk yang lebih lurus. Jika mereka berpaling dari hukum yang telah diturunkan Allah dan tidak mau mengikutinya, maka ketahuilah bahwa dengan keadaan itu sesungguhnya Allah berkehendak untuk menimpakan musibah sebagai peringatan kepada mereka yang disebabkan oleh sebagian dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Itulah pelajaran dan ujian bagi mereka, namun sungguh banyak manusia tidak menyadarinya, sehingga mereka ini adalah termasuk sebagai orang-orang yang fasik, yaitu mereka yang tidak melaksanakan ajaran yang diimaninya.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas, bahwa Kaab bin Asad, Abdullah bin Suriya, Wisyas bin Qais dari orang-orang Yahudi berkata \"Mari kita pergi kepada Muhammad, mudah-mudahan kita dapat menyesatkannya.\" Maka pergilah mereka menghadap Rasulullah lalu mereka berkata kepada Rasulullah saw.: \n\n\"Hai Muhammad, kamu telah mengetahui bahwa kami ini adalah pendeta Yahudi, para pembesar dan pemimpinnya. Kalau kami mengikuti kamu, orang-orang Yahudi pasti mengikuti kami dan tidak akan ada di antara mereka yang berani menentang. Di antara kami dan kaum kami ada sengketa. Persengketaan itu akan kami bawa kepadamu, maka hendaklah engkau memenangkan kami terhadap mereka, dan kami akan beriman dan akan membenarkan kamu. Maka Rasulullah enggan (mengikuti kehendak mereka) itu dan Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang perkara mereka.... wa anihkum bainahum bima anzala Allah....\"(Riwayat Ibnu Jarir dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas)\n\nNabi saw menolak permintaan mereka, maka turunlah ayat ini. Nabi Muhammad agar memutuskan perkara orang-orang Yahudi yang diajukan kepadanya sesuai dengan apa yang telah diturunkan Allah dan jangan sekali-sekali menuruti keinginan dan kehendak hawa nafsu mereka. Allah mengingatkan kepada Nabi supaya berhati-hati menghadapi siasat mereka, jangan sampai terjebak oleh tipu daya mereka yang ingin menyelewengkan beliau dari sebagian hukum yang telah diturunkan dan digariskan Allah kepadanya.\n\nKalau mereka masih juga berpaling dan tidak mau menerima keputusan yang berdasarkan apa yang telah diturunkan Allah karena memang maksud mereka meminta kepada Nabi untuk memutuskan perkaranya sekedar untuk memancing dan menjebaknya, kalau-kalau bisa berpaling dari hukum Allah. Ketahuilah bahwa yang demikian itu karena Allah menghendaki akan menimpakan azab kepada mereka di dunia, akibat dosa-dosanya dan akan disempurnakan nanti di akhirat, siksaan yang amat pedih. Memang kebanyakan manusia adalah fasik, bersifat seperti orang-orang kafir, senang meninggalkan hukum-hukum Allah dan syariat yang telah dipilihkan untuk mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 719, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 6, "page": 116, "manzil": 2, "ruku": 92, "hizbQuarter": 46, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afahukmal jaahiliyyati yabghoon; wa man ahsanu minal laahi hukmal liqawminy yooqinoon" } }, "translation": { "en": "Then is it the judgement of [the time of] ignorance they desire? But who is better than Allah in judgement for a people who are certain [in faith].", "id": "Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/719", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/719.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/719.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah keinginan yang tidak sesuai dengan ajaran Allah itu karena mereka ingin kembali pada hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? Sesungguhnya hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum yang telah ditetapkan Allah, yaitu yang telah disyariatkan bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan yang meyakini agama-nya?", "long": "Diriwayatkan, bahwa Bani Nadhir mengajukan perkara yang terjadi dengan Bani Quraizah kepada Nabi saw untuk diberi keputusan. Di antara Bani Nadhir ada yang minta kepada Nabi saw supaya perkaranya diputuskan sesuai dengan keputusan yang berlaku di zaman jahiliah, yaitu adanya perbedaan derajat antara dua golongan tersebut, sehingga diat yang dikenakan kepada Bani Quraizah menjadi dua kali lipat diat yang dikenakan kepada Bani Nadir, karena menurut mereka, Bani Nadir itu lebih kuat, lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya. Nabi saw. tidak menerima permintaan mereka dan beliau bersabda, \"Orang-orang yang dibunuh itu sama derajatnya, tidak ada perbedaannya.\" Orang Bani Nadir berkata, \"Kalau begitu kami juga menolak dan tidak menerima yang demikian itu.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nDalam ayat ini Allah mencemooh dan menganggap perbuatan mereka sebagai sesuatu yang aneh, mereka mempunyai kitab samawi dan ilmu yang luas, tetapi mereka masih mengutamakan hukum-hukum jahiliah yang jelas bertentangan dengan hukum yang ada di dalam kitab Taurat, padahal hukum-hukum Allah adalah hukum yang terbaik, karena sifatnya menyeluruh, adil dan benar, tidak memandang derajat dan lain sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 720, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 6, "page": 117, "manzil": 2, "ruku": 93, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u06d8 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tattakhizul Yahooda wan nasaaraaa awliyaaa'; ba'duhum awliyaaa'u ba'd; wa mai yatawallahum minkum fa innahoo minhum; innal laaha laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not take the Jews and the Christians as allies. They are [in fact] allies of one another. And whoever is an ally to them among you - then indeed, he is [one] of them. Indeed, Allah guides not the wrongdoing people.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/720", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/720.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/720.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kamu semua, janganlah sekali-kali kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu karena akibat negatifnya lebih banyak ketimbang positifnya. Selain itu, mereka satu sama lain saling melindungi karena adanya persamaan kepentingan di antara mereka. Oleh karena itu, barang siapa di antara kamu yang tetap saja memilih dan menjadikan mereka sebagai teman setia dengan mengabaikan umat Islam, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka yang sering kali mengabaikan ajaran-ajaran Allah. Sungguh, karena keingkaran mereka, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang ingkar dan zalim karena selalu mengabaikan tuntunan-Nya.", "long": "Ayat ini melarang orang-orang yang beriman agar jangan menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman akrab yang akan memberikan pertolongan dan perlindungan, apalagi untuk dipercayai sebagai pemimpin. Selain dari ayat ini masih banyak ayat yang lain dalam Al-Qur'an yang menyatakan larangan seperti ini terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani. Diulangnya berkali-kali larangan ini dalam beberapa ayat dalam Al-Qur'an, menunjukkan bahwa persoalannya sangat penting dan bila dilanggar akan mendatangkan bahaya yang besar.\n\nLarangan ini berlaku atas diri pribadi. Orang mukmin dilarang menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman yang akrab, tempat menumpahkan rahasia dan kepercayaan seperti halnya dengan sesama mukmin. Begitu juga, berlaku terhadap jamaah dan masyarakat mukmin, bahwa mereka dilarang untuk menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pembela, pelindung dan penolong, lebih-lebih dalam urusan yang berhubungan dengan agama. Kalau hanya untuk berteman biasa dalam pergaulan, apalagi dalam urusan-urusan keduniaan, Allah tidak melarangnya, asal saja berhati-hati dalam pergaulan, sebab bagi mereka sifat melanggar janji dan berbohong untuk mencari keuntungan duniawi adalah biasa saja. Hal yang seperti ini sudah diperlihatkan oleh Rasulullah ketika beliau berada di Medinah. Beliau mengadakan hubungan kerja sama dengan orang Yahudi dan Nasrani dan kadang-kadang mengadakan perjanjian pertahanan dengan mereka, bila hal itu dipandang ada maslahatnya bagi orang-orang yang beriman.\n\nOrang Yahudi dan Nasrani itu rasa golongan dan kesukuan mereka sangat tebal. Karena itu walau bagaimanapun baiknya hubungan mereka dengan orang mukmin, sehingga suka mengadakan perjanjian untuk kerja sama dengan mereka tapi kalau akan merugikan golongan dan bangsanya, mereka tidak akan segan-segan berbalik ke belakang, mengkhianati janji dan memusuhi orang mukmin. Sesama mereka senantiasa tolong menolong, bersatu dalam menghadapi orang mukmin. Lahirnya baik, tapi batinnya selalu mencari kesempatan untuk menghancurkan orang-orang mukmin.\n\nAkhir ayat ini menegaskan, bahwa barang siapa di antara orang-orang mukmin yang menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman akrabnya, maka orang itu termasuk golongan mereka, tanpa sadar, lambat laun orang itu akan terpengaruh, bukan akan membantu Islam, tetapi akan menjadi musuh Islam. Kalau dia telah menjadi musuh Islam, berarti dia telah menganiaya dirinya sendiri. Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan memberi petunjuk orang-orang yang aniaya, kepada jalan yang benar untuk mencapai hidup bahagia di dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 721, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 6, "page": 117, "manzil": 2, "ruku": 93, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u064a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u06da \u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fataral lazeena fee quloobihim maraduny yusaari'oona feehim yaqooloona nakhshaaa an tuseebanaa daaa'irah; fa'asallaahu ai yaatiya bilfathi aw amrim min 'indihee fa yusbihoo 'alaa maaa asarroo feee anfusihim naadimeen" } }, "translation": { "en": "So you see those in whose hearts is disease hastening into [association with] them, saying, \"We are afraid a misfortune may strike us.\" But perhaps Allah will bring conquest or a decision from Him, and they will become, over what they have been concealing within themselves, regretful.", "id": "Maka kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau suatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/721", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/721.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/721.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik, yaitu yang antara perkataan dan hatinya berbeda, sesungguhnya mereka akan selalu merasa tidak senang pada umat Islam. Bila diperhatikan, maka kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit itu akan segera mendekati mereka, yaitu kaum Yahudi dan Nasrani, karena mereka menganggapnya sebagai kelompok yang kuat, sehingga bila hubungannya tidak baik, ada kekhawatiran mereka akan terancam seraya berkata,\" Kami takut akan mendapat bencana.\" Sesungguhnya sikap mereka menunjukkan ketidakpercayaan pada umat Islam. Karena itu, mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan kepada Rasul-Nya dan kaum muslim, atau Dia berkenan untuk menetapkan suatu keputusan dari sisi-Nya yang membuktikan kekuasaan dan rahmat-Nya kepada kaum muslim, sehingga mereka betul-betul menjadi menyesal terhadap apa yang selama ini mereka rahasiakan dalam diri mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan kepada Muhammad, bahwa Nabi akan melihat orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit, yaitu orang-orang munafik yang lemah imannya, belum sampai ke tingkat yakin, seperti Abdullah bin Ubay dan lain-lain. Mereka itu lebih mendekatkan diri kepada orang Yahudi daripada kepada orang mukmin sendiri. Abdullah bin Ubay sebagai pemimpin orang munafik, sehari-hari lebih dekat hubungannya dengan orang Yahudi. Sedang orang-orang munafik yang lain, telah berani membuat perjanjian kerja sama, malahan lebih erat hubungan kerja samanya dengan orang-orang Yahudi. Seolah-olah mereka menggantungkan keselamatan mereka kepada orang-orang Yahudi, disebabkan ketakutan kalau-kalau orang-orang Yahudi nanti kuat dan berkuasa, mereka sendiri akan mendapat bahaya. Orang-orang munafik itu kurang yakin dengan kekuatan Nabi Muhammad saw, dan Muslimin yang akan dibantu oleh Allah dengan kemenangan dan kejayaan. Allah telah menjanjikan, bahwa setiap mukmin yang berjuang membela agama-Nya, akan dibantu dengan kekuatan dan kemenangan. Maka pada waktu itulah timbul penyesalan dari orang-orang yang ragu dan munafik dan terbukalah rahasia hatinya yang disimpannya selama ini." } } }, { "number": { "inQuran": 722, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 6, "page": 117, "manzil": 2, "ruku": 93, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d9 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqoolul lazeena aamanooo ahaaa'ulaaa'il lazeena aqsamoo billaahi jahda aimaanihim innahum lama'akum; habitat a'maaluhum fa asbahoo khaasireen" } }, "translation": { "en": "And those who believe will say, \"Are these the ones who swore by Allah their strongest oaths that indeed they were with you?\" Their deeds have become worthless, and they have become losers.", "id": "Dan orang-orang yang beriman akan berkata, “Inikah orang yang bersumpah secara sungguh-sungguh dengan (nama) Allah, bahwa mereka benar-benar beserta kamu?” Segala amal mereka menjadi sia-sia, sehingga mereka menjadi orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/722", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/722.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/722.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat keadaan orang-orang munafik itu, umat Islam heran dengan kondisi mereka, dan selanjutnya orang-orang yang beriman itu akan berkata, \"Inikah orang yang telah bersumpah setia secara sungguhsungguh dengan nama Allah, bahwa mereka benar-benar beserta kamu dan siap untuk menjalin kerja sama dalam menegakkan kedamaian?\" Ketahuilah bahwa sesungguhnya segala amal dan kegiatan yang mereka kerjakan akan menjadi sia-sia, sehingga sebagai akibatnya mereka betul-betul akan menjadi orang yang rugi.", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana keadaan orang mukmin yang telah diberi Allah pertolongan dan kesenangan terhadap musuh-musuhnya, berkat kekuatan iman mereka dan kebulatan tekad mereka. Sebagian mereka dengan perasaan heran dan tercengang berkata kepada yang lain tentang keadaan orang-orang munafik yang telah menyesal dan membuka rahasianya, karena mereka telah menumpahkan harapan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani untuk membela dan menolongnya, tiba-tiba harapannya itu sia-sia belaka, padahal orang munafik itu telah bersumpah setia akan turut bersama orang mukmin untuk menghancurkan orang Yahudi. Sumpah setia itu hanyalah tipu daya yang bohong belaka, namun mereka telah membuat perjanjian kerja sama dengan orang Yahudi. Akibat dari kemunafikan mereka itu bukan menguntungkan mereka, tetapi menjadikan mereka terhina di hadapan manusia dan terkutuk di hadapan Allah. Maka hapuslah amal-amal mereka, tidak ada pahala yang mereka terima dari Allah, walaupun mereka selalu mendirikan salat, berpuasa dan turut berjihad bersama orang mukmin, karena kemunafikan mereka itu. Bahkan mereka termaksud golongan orang yang merugi di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 723, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 6, "page": 117, "manzil": 2, "ruku": 93, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaa aiyuhal lazeena aamanoo mai yartadda minkum 'an deenihee fasawfa yaatil laahu biqawminy yuhibbuhum wa yuhibboonahoo azillatin 'alal mu'mineena a'izzatin 'alal kaafireena yujaahidoona fee sabeelil laahi wa laa yakhaafoona lawmata laaa'im; zaalika fadlul laahi yu'teehi mai yashaaa'; wallaahu Waasi'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, whoever of you should revert from his religion - Allah will bring forth [in place of them] a people He will love and who will love Him [who are] humble toward the believers, powerful against the disbelievers; they strive in the cause of Allah and do not fear the blame of a critic. That is the favor of Allah; He bestows it upon whom He wills. And Allah is all-Encompassing and Knowing.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/723", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/723.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/723.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila sebelumnya dijelaskan tentang larangan untuk tidak menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia serta tentang buruknya sikap kaum munafik, maka ayat-ayat berikut berbicara tentang orang mukmin. \"Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad atau keluar dari agamanya, maka ketahuilah bahwa kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang benar-benar beriman untuk menggantikanmu. Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya dengan segenap keikhlasannya, dan mereka juga selalu bersikap lemah lembut terhadap sesama orang-orang yang beriman, tetapi sebaliknya, mereka akan bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Selain itu, mereka juga merupakan umat yang selalu siap untuk berjihad di jalan Allah, dan mereka juga termasuk orang-orang yang tidak takut kepada celaan orang yang dengki dan tidak senang yang suka mencela. Itulah salah satu bentuk karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. Karena itu ketahui dan pahami bahwa Allah itu Mahaluas pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui.", "long": "Dalam ayat ini terkandung berita tantangan yang akan terjadi, yaitu akan murtadnya sebagian orang mukmin. Mereka akan keluar dari Islam dengan terang-terangan. Keluarnya mereka dari Islam, tidaklah akan membahayakan orang mukmin, tetapi sebaliknya yang akan terjadi, yaitu Allah akan menggantinya dengan orang-orang yang lebih kuat imannya dan Iebih baik amal perbuatannya, sebagai pengganti mereka yang murtad itu.\n\nMenurut riwayat Ibnu Jarir dari Qatadah, diceritakan bahwa setelah ayat ini diturunkan, beberapa kelompok manusia akan murtad, keluar dari agama Islam. Peristiwa itu kemudian benar-benar terjadi, ketika Nabi Muhammad saw. berpulang ke rahmatullah, murtadlah sebagian orang Islam, terkecuali dari tiga tempat, yaitu penduduk Medinah, penduduk Mekah dan penduduk Bahrain. Di antara tanda-tanda murtad mereka ialah bahwa mereka tidak mau lagi mengeluarkan zakat. Mereka mengatakan: \"Kami akan tetap salat, tetapi kami tidak mau mengeluarkan zakat. Demi Allah, harta kami tidak boleh dirampas.\" Maka Khalifah Abu Bakar ketika itu terpaksa mengambil tindakan keras. Orang-orang yang murtad itu diperangi, sehingga di antara mereka ada yang mati, ada yang terbakar dan ada pula yang ditangkap, dan akhirnya mereka kembali bersedia membayar zakat.\n\nPeristiwa terjadinya kemurtadan ini banyak sekali. Di dalam sejarah disebutkan bahwa pada masa Nabi Muhammad saw. masih hidup telah terjadi tiga kali peristiwa murtad, yaitu:\n\n1.Golongan Bani Madzhij yang dipelopori oleh Zulkhimar, yaitu al-Aswad al-Ansi seorang tukang tenung. Dia mengaku sebagai nabi di Yaman, dia dibunuh oleh salah seorang dari Muslimin.\n\n2.Golongan Bani Hanifah, yaitu Musailimah al-Kadzdzab, Musailimah mengaku dirinya sebagai nabi. Dia pernah berkirim surat kepada Nabi Muhammad saw. mengajak beliau untuk membagi dua kekuasaan di negeri Arab. Dia memerintah separuh negeri dan Nabi Muhammad saw. memerintah sisanya. Nabi Muhammad saw. membalas suratnya dengan mengatakan bahwa bumi ini adalah kepunyaan Allah dan Allah akan mempusakakan bumi ini kepada siapa yang dikehendaki di antara hamba-Nya dan bahwa kemenangan terakhir akan berada pada orang yang bertakwa kepada-Nya. Akhirnya Musailimah diperangi oleh Khalifah Abu Bakar dan ia mati dibunuh oleh Wahsyi yang dulu pernah membunuh Hamzah, paman Nabi dalam Perang Uhud.\n\n3.Golongan Bani Asad, pemimpinnya bernama thulaihah bin Khuwailid, dia juga mengaku dirinya menjadi nabi, maka Abu Bakar memeranginya dengan memerintahkan Khalid bin Walid untuk membunuhnya. Dia mundur dan lari ke negeri Syam dan akhirnya dia kembali menjadi seorang Muslim yang baik.\n\nSesudah Nabi Muhammad saw. meninggal, pada masa Khalifah Abu Bakar, banyak terjadi golongan-golongan yang murtad terdiri dari 7 golongan, yaitu: (1) Gatafan, (2) Khuza'ah, (3) Bani Sulaim, (4) Bani Yarbu', (5) sebagian Bani Tamim, (6) Kindah, dan (7) Bani Bakr.\n\nOrang-orang yang menggantikan orang-orang murtad itu selalu mengatakan kebenaran dan membantu perjuangan Islam, ditandai oleh Allah dengan enam sifat yang penting, yaitu:\n\n1.Allah mencintai mereka, karena keimanan dan keyakinan mereka dalam berjuang.\n\n2.Mereka cinta kepada Allah, karena perintah Allah lebih diutamakan dari urusan-urusan yang lain,\n\n3.Mereka bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin,\n\n4.Mereka bersikap keras dan tegas terhadap orang kafir.\n\n5.Berjihad fi sabilillah, yaitu bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama Allah, mau berkorban dengan harta dan dirinya dan tidak takut berperang menghadapi musuh agama,\n\n6.Mereka tidak takut terhadap cacian dan celaan, tidak takut kepada gertakan dan ancaman. Sebab mereka senantiasa dalam beramal, berjuang, bukan mencari pujian dan sanjungan manusia, bukan juga mencari pangkat dan kedudukan dan bukan pula mencari nama dan pengaruh. Yang mereka cari hanyalah keridaan Allah semata.\n\nSifat-sifat yang tersebut di atas adalah karunia Allah kepada hamba-Nya yang dikehendaki. Dengan sifat-sifat itulah derajat seseorang menjadi tinggi dan mulia di hadapan manusia, dan lebih-lebih di hadapan Allah yang mempunyai karunia yang besar. Semuanya itu akan dapat diperoleh dengan jalan mendekatkan diri kepada Allah serta memperbanyak ibadah dan bersyukur." } } }, { "number": { "inQuran": 724, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 6, "page": 117, "manzil": 2, "ruku": 93, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0627\u0643\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa waliyyukumul laahu wa Rasooluhoo wal lazeena aamanul lazeena yuqeemoonas Salaata wa yu'toonaz Zakaata wa hum raaki'oon" } }, "translation": { "en": "Your ally is none but Allah and [therefore] His Messenger and those who have believed - those who establish prayer and give zakah, and they bow [in worship].", "id": "Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/724", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/724.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/724.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah sangat mencela orang yang menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia atau penolongnya, karena sesungguhnya penolongmu yang dapat diandalkan itu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan salat secara rutin, dan menunaikan zakat dengan ikhlas, seraya tunduk dan patuh kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan lagi masalah wali, yaitu penolong dan pelindung orang mukmin tidak lain hanyalah Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin sendiri. Penegasan ini dimaksudkan agar orang mukmin jangan ragu dan lemah pendirian, karena bisikan dan bujukan orang-orang yang lemah iman. Mereka hendaklah berpendirian teguh, yakin dalam perjuangan, tidak menggantungkan harapan kepada orang lain, selain kepada sesama mukmin dan tidak meminta pertolongan, selain mengharapkan pertolongan Allah semata-mata.\n\nAyat ini menjelaskan sifat-sifat orang mukmin yang akan dijadikan pemimpin dan penolong. Jangan sembarang orang mengaku mukmin, sebab banyak juga orang hanya mengaku mukmin di mulut, tetapi dalam amal perbuatannya sehari-hari memperlihatkan perbuatan orang munafik. Kadang-kadang dia turut mengerjakan ibadah, seperti mengerjakan salat, puasa dan lain-lain, tetapi hanya sekadar untuk menarik perhatian orang mukmin saja, sekadar berpura-pura saja, bukan keluar dari hati sanubarinya. Perbuatan mereka banyak didorong oleh rasa ria ingin dipuji dan dilihat orang, mereka sedikit sekali ingat dan tunduk kepada perintah Allah. Terhadap orang-orang seperti ini haruslah berhati-hati menghadapinya, lebih-lebih dalam menjadikan mereka sebagai pemimpin dan penolong.\n\nAda tiga macam tindakan dan amalan yang harus dimiliki oleh orang mukmin yang akan dijadikan pemimpin dan penolong, yaitu:\n\n1.Mendirikan salat, dengan arti yang sebenarnya. Dikerjakan menurut waktunya dan menurut adab-adabnya yang sudah ditentukan. Sehingga salat itu bisa mempengaruhi perkataan dan perbuatan, menjadikannya seorang mukmin yang berakhlak, dapat dipercaya dan diikuti,\n\n2.Menunaikan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya. dengan penuh kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. Dengan menunaikan zakat dia menjadi orang yang baik hati, dermawan, suka memperhatikan nasib para pengikutnya dan rakyatnya. Dari dirinya keluar contoh-contoh yang baik dalam membela orang-orang mukmin, lebih-lebih kepada orang mukmin yang lemah dan miskin.\n\n3.Merendahkan diri kepada Allah. Terhadap Allah dia tetap beribadat dan terhadap masyarakat dia memperlihatkan akhlak dan perbuatan yang mulia." } } }, { "number": { "inQuran": 725, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 6, "page": 117, "manzil": 2, "ruku": 93, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa mai yatawallal laaha wa Rasoolahoo wallazeena aamanoo fa inna hizbal laahi humul ghaaliboon" } }, "translation": { "en": "And whoever is an ally of Allah and His Messenger and those who have believed - indeed, the party of Allah - they will be the predominant.", "id": "Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/725", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/725.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/725.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuntunan Al-Qur'an tentang penolong dan pemimpin mesti dipahami dan diikuti, karena itu barang siapa yang menjadikan Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya dalam menyelesaikan segala urusannya, maka sungguh mereka akan mendapatkan bukti bahwa pengikut agama Allah itulah yang akan menang.", "long": "Ayat ini merupakan jaminan Allah kepada orang mukmin yang telah menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin menjadi pemimpin dan penolongnya. Allah menjamin dan menjanjikan kemenangan bagi mereka. Mereka dinamakan \"hizbullah\", penganut agama Allah yang setia. Pertolongan Allah akan turun kepada mereka, sehingga mereka akan mendapat kemenangan yang paling gemilang." } } }, { "number": { "inQuran": 726, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 6, "page": 117, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tattakhizul lazeenat takhazoo deenakum huzuwanw wa la'ibam minal lazeena ootul Kitaaba min qablikum walkuffaara awliyaaa'; wattaqul laaha in kuntum muu'mineen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, take not those who have taken your religion in ridicule and amusement among the ones who were given the Scripture before you nor the disbelievers as allies. And fear Allah, if you should [truly] be believers.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/726", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/726.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/726.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu Allah melarang orang beriman untuk menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman akrab, penolong, atau pelindung, sedang pada ayat-ayat berikut dijelaskan tentang sebab-sebabnya. \"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sekali-kali kamu menjadikan pemimpinmu dari orang-orang yang membuat syariat atau ajaran agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, sebab hal ini hanya akan menyebabkan terjadinya pelecehan terhadap tuntunan Ilahi. Mereka yang termasuk kelompok demikian adalah sebagian di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, yaitu orang Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang kafir yang di antaranya adalah orang musyrik. Karena itu, tetaplah teguh dalam Islam dan bertakwalah hanya kepada Allah jika kamu semua memang benar-benar merupakan orang-orang beriman.", "long": "Dari ayat ini dan beberapa ayat berikutnya dapat pula diketahui sebab-sebab timbulnya larangan menjadikan orang-orang kafir itu sebagai pelindung dan penolong.\n\nMenurut riwayat Ibnu Ishak dan jamaah dari Ibnu Abbas diceritakan bahwa Rifa'ah bin Zaid bin Attabut dan Suwaid Ibnu Haris, keduanya adalah orang-orang munafik yang menyatakan dirinya beragama Islam, sehingga banyak orang-orang Islam yang berteman akrab dengan mereka, maka turunlah ayat ini.\n\nAyat ini melarang orang beriman untuk menjadikan orang kafir yang suka mengejek dan mempermainkan agama Islam, untuk menjadi teman setia, pelindung dan penolong. baik orang-orang kafir asli, penyembah api, berhala dsb, maupun yang tidak asli seperti Ahli Kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani.\n\nSebagian ahli tafsir menerangkan antara lain sebagai berikut: Islam membedakan antara Ahli Kitab dengan orang-orang kafir musyrik Arab, yaitu memperbolehkan makan hewan sembelihan Ahli Kitab dan mengawini wanita-wanita mereka dengan syarat-syarat tertentu seperti tersebut dalam Surah al-Ma'idah/5:5, dan dilarang berdebat dengan mereka yang zalim, sebagaimana diterangkan dalam Surah al-'Ankabut. Dalam ayat ini istilah \"Ahli Kitab\" itu, adalah sebutan bagi orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasrani, sekalipun Taurat dan lnjil yang menjadi kitab suci mereka itu telah dicampuri oleh perkataan manusia dan mereka tidak beriman kepada Al-Qur'an.221) Adapun sebutan Musyrik atau Musyrikin itu adalah untuk orang-orang kafir asli, karena mereka dari semula menyekutukan Allah, sedang orang-orang Ahli Kitab, unsur memperserikatkan Allah yang terdapat dalam pokok akidah mereka itu datang kemudian, bukan dari ajaran mereka yang asli.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk bertakwa dan menjauhi larangan-Nya, yaitu berteman akrab dengan orang-orang kafir baik kafir asli maupun kafir dari Ahli Kitab karena tidak ada alasan lagi bagi orang-orang yang benar-benar beriman untuk berteman akrab atau tolong menolong dengan orang-orang kafir yang mengejek dan mempermainkan agama lain" } } }, { "number": { "inQuran": 727, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 6, "page": 118, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa naadaitum ilas Salaatit takhazoohaa huzu wan'w wa la'ibaa; zaalika biannnahum qawmul laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And when you call to prayer, they take it in ridicule and amusement. That is because they are a people who do not use reason.", "id": "Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/727", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/727.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/727.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain menjadikan ajaran agama sebagai ejekan, sikap buruk lain dari mereka dan yang sering dapat disaksikan adalah apabila kamu menyeru mereka dengan azan untuk melaksanakan salat, maka mereka akan menjadikannya sebagai bahan ejekan dan permainan. Perilaku mereka yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka merupakan orang-orang yang tidak mengerti.", "long": "Ayat ini menjelaskan sebagian dari ejekan dan permainan orang-orang kafir terhadap agama Islam, yaitu apabila umat Islam mengajak mereka untuk salat maka orang-orang kafir itu menjadikan ajakan itu bahan ejekan dan permainan sambil menertawakan mereka. \n\nMenurut riwayat Ibnu Jarir dari as-Suddi, ia menceritakan, bahwa ada seorang laki-laki Nasrani di Medinah, apabila ia mendengar seruan azan Asyhadu anna Muhammad Rasulullah (saya mengaku bahwa sesungguhnya Muhammad adalah rasul Allah), ia berkata, \"haraqa al-Kadzdzab\" (semoga terbakarlah pembohong itu). Kemudian pada suatu malam, pembantu rumah tangganya datang masuk membawa api dan jatuhlah butiran kecil dari api yang dibawanya, sehingga menyebabkan rumah itu terbakar semuanya dan terbakar pulalah laki-laki Nasrani tersebut beserta keluarganya ketika sedang tidur.\n\nSelanjutnya diterangkan bahwa perbuatan orang-orang kafir yang demikian, disebabkan karena mereka adalah kaum yang tidak mau mempergunakan akal dan tidak mau tahu tentang hakikat agama Allah yang mewajibkan mereka mengagungkan dan memuja-Nya.\n\nAndaikata mereka mempergunakan akal secara wajar, tanpa dipengaruhi oleh rasa benci dan permusuhan, maka hati mereka akan khusyu, apabila mereka mendengar azan dengan suara yang merdu, apalagi jika mereka mengerti dan memahami azan yang dimulai dengan kata-kata yang mengagungkan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 728, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 6, "page": 118, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0646\u0642\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaaa Ahlal Kitaabi hal tanqimoona minnaaa illaaa an aamannaa billaahi wa maaa unzila ilainaa wa maa unzila min qablu wa annna aksarakum faasiqoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"O People of the Scripture, do you resent us except [for the fact] that we have believed in Allah and what was revealed to us and what was revealed before and because most of you are defiantly disobedient?\"", "id": "Katakanlah, “Wahai Ahli Kitab! Apakah kamu memandang kami salah, hanya karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? Sungguh, kebanyakan dari kamu adalah orang-orang yang fasik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/728", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/728.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/728.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena perilaku yang buruk itu, kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk memperingatkan mereka. Katakanlah, \"Wahai Ahli Kitab! Apakah kamu memandang kami salah dengan semua ajaran Islam yang kami laksanakan, apakah kami juga keliru hanya karena kami beriman kepada Allah Yang Maha Esa, percaya kepada apa yang diturunkan kepada kami, yaitu Al-Qur'an, dan juga beriman kepada apa yang diturunkan sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur, dan Injil? Bila tidak ada alasan yang kuat dari sikap-sikap tersebut, sungguh, kebanyakan dari kamu ternyata adalah orang-orang yang fasik.\"", "long": "Menurut riwayat, Ibnu Jarir dan lain-lainnya menceritakan orang-orang Yahudi, di antaranya turut Abu Yasir bin Akhtab dan yang lain mereka bertanya kepada Nabi Muhammad tentang siapa saja rasul-rasul yang beriman (percaya) kepada mereka, Nabi Muhammad menjawab, \"Saya percaya kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ishak, Yakub dan Asbat, dan apa yang diberikan Allah kepada Musa, Isa dan para nabi lainnya, tanpa membedakan antara mereka. Dan kami berserah diri kepada-Nya. Tatkala Nabi Muhammad menyebut Isa\", mereka tidak mengakui kenabiannya seraya berkata, \"Kami tidak percaya kepada orang yang percaya kepadanya, maka turunlah ayat ini.\n\nAyat ini memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad saw supaya membantah orang-orang Ahli Kitab dengan bentuk pertanyaan sebagai berikut, \"Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang salah, membenci dan menghina kami, hanya lantaran kami beriman kepada Allah dan kepada yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya yang dahulu? Kami tidak berbuat selain dari itu, karena tidak ada alasan yang pantas bagi kamu untuk menyalahkan dan membenci kami, selain karena kebanyakan kamu memang sudah rnenjadi orang-orang yang fasik.\"\n\nBantahan ini pada hakikatnya tidak dapat mereka jawab selain bersikap acuh tak acuh dan terus mengejek dan menghina agama Islam dan kaum Muslimin. Oleh karena itu Allah menurunkan lagi ayat berikut ini untuk memberikan bantahan yang lebih keras, sehingga mereka semua diam." } } }, { "number": { "inQuran": 729, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 6, "page": 118, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0634\u064e\u0631\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u062b\u064f\u0648\u0628\u064e\u0629\u064b \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u063a\u064e\u0636\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0631\u064e\u062f\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0631\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0628\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u064e \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Qul hal unabbi'ukum bisharrim min zaalika masoobatan 'indal laah; malla'ana hul laahu wa ghadiba 'alaihi wa ja'ala minhumul qiradata wal khanaazeera wa 'abadat Taaghoot; ulaaa'ika sharrum makaananw wa adallu 'an Sawaaa'is Sabeel" } }, "translation": { "en": "Say, \"Shall I inform you of [what is] worse than that as penalty from Allah? [It is that of] those whom Allah has cursed and with whom He became angry and made of them apes and pigs and slaves of Taghut. Those are worse in position and further astray from the sound way.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Thaghut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/729", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/729.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/729.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai kelanjutan dari teguran itu, Allah memerintahkan RasulNya. Katakanlah, wahai Muhammad,\" Apakah sebaiknya akan aku beritakan kepadamu semua tentang orang yang lebih buruk pembalasannya akibat dari perilakunya yang menyimpang dan perbuatannya yang bertentangan dengan jalan lurus dari balasan orang fasik di sisi Allah? Yang dimaksud yaitu orang yang dilaknat dan dimurkai Allah karena melanggar larangan, di antara mereka ada yang dijadikan kera dan ada pula yang dijadikan babi, dan juga orang yang menyembah Tagut.\" Sesungguhnya keadaan mereka itu lebih buruk tempatnya ketimbang orang mukmin dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.", "long": "Ayat ini dalam rangkaian petunjuk Allah kepada Rasul-Nya Muhammad untuk memberikan bantahan kepada Ahli Kitab sebagaimana yang diuraikan pada ayat 59.\n\nMenurut riwayat St-thabarani, ia menceritakan bahwa Ahli Kitab berkata kepada Nabi Muhammad yang maksudnya, \"Tidak ada agama yang kami ketahui lebih buruk dari agamamu\", maka turunlah ayat ini untuk membantahnya.\n\nPada ayat ini Allah menyuruh Nabi Muhammad supaya berkata sebagai berikut: \"Apakah perlu aku beritakan kepada kamu, hal orang-orang yang mengejek agama dan azan kami, sesuatu yang lebih buruk balasannya di sisi Allah dari pekerjaan (fasik) yang kamu lakukan ini, yaitu kamu dijadikan kera dan babi.\"\n\nRiwayat Ibnu Abbas menceriterakan, bahwa peristiwa pelanggaran kehormatan hari Sabat (Sabtu) itu telah menimbulkan dua macam kejadian. Kejadian pertama ialah orang-orang muda berubah menjadi kera; yang kedua, orang-orang tua menjadi babi. (Lihat juga Tafsir atas 2:65 dan 7:166) Selanjutnya Allah menyuruh Rasul-Nya untuk menyampaikan bahwa mereka inilah yang lebih buruk tempatnya di akhirat dan sesat dari jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 730, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 6, "page": 118, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f \u062f\u0651\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa jaaa'ookum qaalooo aamannaa wa qad dakhaloo bilkufri wa hum qad kharajoo bih; wallaahu a'lamu bimaa kaanoo yaktumoon" } }, "translation": { "en": "And when they come to you, they say, \"We believe.\" But they have entered with disbelief [in their hearts], and they have certainly left with it. And Allah is most knowing of what they were concealing.", "id": "Dan apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, “Kami telah beriman,” padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/730", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/730.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/730.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena peringatan dan ancaman itu telah menyebabkan ketakutan, sehingga apabila mereka, yaitu orang Yahudi atau munafik, datang kepadamu, mereka akan mengatakan, \"Kami telah beriman,\" padahal sesungguhnya mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun dalam keadaan demikian pula; dan sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang mereka kemukakan dan yang mereka sembunyikan.", "long": "Setelah beberapa ayat lalu menerangkan tingkah laku orang-orang kafir dan Ahli Kitab dari orang-orang Yahudi, maka pada ayat ini dan beberapa ayat berikutnya, Allah menerangkan pula tingkah laku orang-orang munafik dari golongan Yahudi Medinah dan sekitarnya.\n\nMenurut riwayat Qatadah dan as-Suddi mereka menceritakan, bahwa orang-orang Yahudi datang menyatakan keislaman mereka kepada Rasulullah saw dan para sahabatnya yang kebetulan ada pada waktu itu, maka turunlah ayat ini untuk mengungkapkan kepalsuan orang-orang munafik ini.\n\nAyat ini menerangkan kepada Muhammad saw dan para sahabatnya, yang maksudnya: Apabila datang kepada kamu orang-orang munafik dari Yahudi yang berkata, \"Kami beriman kepada Rasul Allah Muhammad dan apa yang diturunkan kepadanya,\" maka ketahuilah di dalam hati mereka tetap tertanam kekafiran dan kesesatan yang tak kunjung berubah, semenjak mereka masuk ke tempat kamu sampai keluar. Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka, sewaktu mereka mengunjungi kamu dengan cara tipu muslihat sampai mereka keluar dalam segala macam bentuk tipu daya untuk mengetahui keadaan kamu yang diperlukan mereka untuk disampaikan kepada kaum mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 731, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 6, "page": 118, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062d\u0652\u062a\u064e \u06da \u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taraa kaseeram minhum yusaari'oona fil ismi wal'udwaani wa aklihimus suht; labi'sa maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And you see many of them hastening into sin and aggression and the devouring of [what is] unlawful. How wretched is what they have been doing.", "id": "Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/731", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/731.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/731.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah memberikan informasi kepada nabi dan rasul-Nya,\" Kamu, wahai Nabi Muhammad, akan melihat banyak di antara mereka, yaitu orang Yahudi yang berlomba dalam berbuat dosa, menimbulkan permusuhan, baik di antara mereka sendiri maupun dengan orang mukmin, dan memakan yang haram tanpa menghiraukan syariat yang telah ditetapkan Tuhan. Sungguh, sangat buruk apa saja yang telah mereka perbuat dan yang mereka kerjakan.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan pula sesuatu yang maksudnya sebagai berikut: \"Dan engkau ya Muhammad, akan melihat banyak di antara orang-orang Yahudi menjadikan agamamu sebagai bahan ejekan dan permainan. Mereka segera melanjutkan dan meneruskan perbuatan dosa dan permusuhan, dengan perkataan, seperti mengejek, menghina, membohong dan sebagainya. Selain itu mereka senantiasa makan yang haram, seperti riba, uang suap, korupsi dan sebagainya.\n\nSelanjutnya Allah berfirman yang maksudnya: \"Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu\", karena pada hakikatnya mereka telah menenggelamkan diri sendiri ke dalam lautan kejahatan yang tidak berpantai, sehingga mereka tidak dapat ditolong lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 732, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 6, "page": 118, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062d\u0652\u062a\u064e \u06da \u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law laa yanhaahumur rabbaaniyyoona wal ahbaaru 'an qawlihimul ismaa wa aklihimus suht; labi'sa maa kaanoo yasna'oon" } }, "translation": { "en": "Why do the rabbis and religious scholars not forbid them from saying what is sinful and devouring what is unlawful? How wretched is what they have been practicing.", "id": "Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/732", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/732.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/732.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara sebab dari perbuatan buruk yang dilakukan orang-orang Yahudi itu adalah karena mereka tidak mendapat peringatan dari pendetanya. Karena itu muncul pertanyaan mengapa para ulama Yahudi dan para pendeta mereka, setelah mengetahui perilaku masyarakat, tidak melarang mereka yang sering mengucapkan perkataan bohong dan terbiasa memakan yang haram? Bila terus dibiarkan, sungguh, hal itu merupakan kebiasaan yang sangat buruk dan apa yang mereka perbuat merupakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Allah.", "long": ". Ayat ini menyatakan celaan yang maksudnya sebagai berikut: Mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta Yahudi tidak mau melarang umatnya berbohong dan makan harta yang haram?\n\nIbnu Abbas menceritakan bahwa tidak ada di dalam Al-Qur'an celaan yang lebih keras dari ayat ini terhadap para ulama yang melalaikan tugas mereka dalam menyampaikan dakwah tentang larangan-larangan dan kejahatan-kejahatan. Para ulama tafsir mengatakan bahwa ayat ini bukanlah sekedar menceritakan cercaan Allah kepada para pendeta Yahudi yang tidak menunjuki jalan yang baik bagi orang-orang Yahudi yang berbuat fasik, tetapi yang lebih penting dari itu yang harus kita sadari ialah bahwa orang yahudi melarang para ulama Islam menyampaikan dakwah terutama menganjurkan perbuatan yang baik dan mencegah perbuatan yang jelek." } } }, { "number": { "inQuran": 733, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 6, "page": 118, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u064a\u064e\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u063a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0644\u064e\u0629\u064c \u06da \u063a\u064f\u0644\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064f\u0639\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06d8 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0648\u0637\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0637\u0652\u0641\u064e\u0623\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalatil Yahoodu Yadullaahi maghloolah; ghulla aideehim wa lu'inoo bimaa qaaloo; bal yadaahu mabsoo tataani yunfiqu kaifa yashaaa'; wa la yazeedanna kaseeramm minhum maaa unzila ilaika mir Rabbika tughyaananw wa kufraa; wa alqainaa bainahumul 'adaawata wal baghdaaa a' ilaa Yawmil Qiyaamah; kullamaaa awqadoo naaral lilharbi at fa-ahal laah; wa yas'awna fil ardi fasaadaa; wal laahu laa yuhibbul mufsideen" } }, "translation": { "en": "And the Jews say, \"The hand of Allah is chained.\" Chained are their hands, and cursed are they for what they say. Rather, both His hands are extended; He spends however He wills. And that which has been revealed to you from your Lord will surely increase many of them in transgression and disbelief. And We have cast among them animosity and hatred until the Day of Resurrection. Every time they kindled the fire of war [against you], Allah extinguished it. And they strive throughout the land [causing] corruption, and Allah does not like corrupters.", "id": "Dan orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu.” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu, padahal kedua tangan Allah terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. Dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/733", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/733.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/733.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menjelaskan perilaku dan sikap buruk dari orang-orang Yahudi, selanjutnya ayat-ayat berikut menerangkan tentang perbuatan mereka yang lebih buruk lagi. Sikap yang sangat tidak baik ini diawali ketika mereka berkata, \"Tangan Allah terbelenggu,\" yang maksudnya adalah kikir atau tidak mau melimpahkan rahmat-Nya. Padahal sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu sehingga mereka dikenal sebagai orang yang bakhil dan karenanya merekalah yang akan dilaknat yang disebabkan oleh apa yang telah mereka katakan itu. Padahal dengan memperhatikan apa saja yang terjadi di sekitarnya, mereka sesungguhnya mengetahui bahwa kedua tangan Allah selalu terbuka untuk semua makhluk-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa saja sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu, hai Muhammad, dari Tuhanmu itu pasti juga akan menambah kedurhakaan yang telah mendarah daging dan kekafiran yang sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan mereka. Sebagai akibat dari kedua sikap buruk itu, Kami timbulkan permusuhan yang terus menerus dan kebencian yang mendalam di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap saat mereka menyalakan api peperangan pada siapa saja, Allah pasti akan memadamkannya. Selain melakukan penyimpangan dan keingkaran, mereka juga selalu berusaha untuk menimbulkan kerusakan di muka bumi. Dan sesungguhnya Allah sangat tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.", "long": "Menurut riwayat Ibnu Ishak dan at-thabrani dari Ibnu Abbas dia berkata, \"Seorang Yahudi yang bernama Nabbasy bin Qais berkata kepada Nabi Muhammad saw, 'Tuhan engkau kikir, tidak suka memberi.\" Maka ayat ini meskipun yang mengatakan kepada Nabi itu hanya seorang dari kalangan Yahudi namun dapat dianggap menggambarkan pendirian secara kesuluruhan dari kaumnya. Ayat ini menceritakan bahwa orang Yahudi itu berkata, \"Tangan Allah terbelenggu,\" tetapi yang sebenarnya terbelenggu adalah tangan mereka sendiri, dengan demikian mereka akan dilaknat Allah.\n\nPerkataan orang Yahudi bahwa \"tangan Allah terbelenggu\" adalah tidak masuk akal, sebab mereka mengakui bahwa Allah adalah nama bagi zat yang pasti ada dan Mahakuasa, Dia pencipta alam semesta. Hal ini menunjukkan bahwa tangan Allah tidak terbelenggu dari kekuasaan-Nya tidak terbatas karena jika demikian maka tentulah Dia tidak dapat memelihara dan mengatur alam ini. Maka apakah yang mendorong mereka mengucapkan kata-kata demikian? Sebagian mufasir mengemukakan bahwa dorongan tersebut adalah sebagai berikut:\n\n1.Mungkin mereka mendengar ayat:\n\nBarang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah akan melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (al-Baqarah/2:245).\n\nSetelah mendengar ayat ini mereka mengatakan bahwa tangan Allah itu terbelenggu dengan arti kikir, karena Allah tidak mampu dan miskin sehingga memerlukan pinjaman.\n\n2.Mereka mengucapkan ucapan tersebut dengan mengejek kaum Muslimin ketika mereka melihat sahabat Nabi yang sedang berada dalam kesempitan dan kesulitan keuangan.\n\n3.Pada awalnya masyarakat Yahudi adalah orang-orang kaya. Ketika Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul mereka menentang-Nya, oleh karenanya mereka banyak mengeluarkan harta benda untuk pembiayaan menggagalkan dakwah sehingga orang-orang kaya dari kalangan mereka banyak yang menjadi miskin. Karena Allah tidak melapangkan rezeki lagi bagi mereka yang telah miskin itu, mereka mengeluarkan ucapan \"tangan Allah terbelenggu\" dengan maksud, Allah itu kikir karena tidak menolong mereka.\n\nPernyataan dalam ayat ini menyatakan bahwa \"Tangan orang Yahudi itulah yang terbelenggu dan mereka mendapat laknat disebabkan apa yang telah mereka katakan adalah suatu pernyatan terhadap kekikiran mereka, yakni merekalah yang kikir, terbelenggu tangannya, tidak mau memberi bantuan. Ternyata memang mereka adalah umat yang terkikir, mereka baru mau memberikan bantuan jika mereka melihat ada harapan akan mendapat keuntungan yang besar. Dan mereka pada hari kemudian pasti menerima kutukan Allah sebagai balasan atas perbuatan mereka.\n\nAyat ini juga menegaskan bahwa Allah Maha Pemurah dan Dia memberi sebagaimana yang Dia kehendaki. Perkataan \"tangan\" dalam bahasa Arab mempunyai beberapa arti, yaitu: (1) salah satu dari anggota tubuh manusia, (2) kekuatan, (3) kepunyaan (milik), dan (4) nikmat karunia.\n\nPengertian yang keempat inilah yang dimaksud dengan perkataan \"tangan\" yang disandarkan kepada Allah pada ayat ini. Demikianlah para ulama khalaf mengartikan tangan dalam ayat ini. Dengan demikian hendaklah diartikan perkataan \"kedua tangan Allah terbuka\" dengan makna nikmat karunia Allah terbentang luas, nikmat karunia itu diberikan kepada siapa-siapa yang dikehendaki-Nya. Adapun golongan yang tidak menerima nikmat karunia Allah janganlah menganggap bahwa Allah itu kikir atau fakir.\n\nAdanya perbedaan tingkatan manusia di dalam menerima rezeki dari Allah, adalah termasuk sunnatullah. Allah berfirman:\n\n\"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.\" (az-Zukhruf/43:32).\n\nPara mufasir dalam menafsirkan ayat ini ada dua pendapat, yaitu:\n\nPertama, terkenal dengan ahli tawil yaitu yang menakwil pengertian kalimat-kalimat menurut pengertian majazi (kiasan), umpamanya ayat:\n\n\"Tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.\" (ar-Rahman/55:27).\n\nGolongan ini menakwil kata \"wajah\", umpamanya pada kalimat \"aku tidak melihat wajah fulan\" maksudnya adalah diri atau zat fulan. Jadi kalimat itu sama dengan kalimat \"aku tidak melihat fulan (tanpa menyebutkan kata \"wajah\").\n\nKedua, golongan ahli tafwid yaitu menyerahkan maksud kalimat atau perkataan seperti demikian itu kepada Allah. Mereka mengartikan tangan dengan arti hakikinya. Jadi ini mengartikan perkataan \"wajah\" pada ayat Surah ar-Rahman tersebut menurut arti hakiki yaitu \"muka.\" Tentang bagaimanakah keadaan muka Tuhan itu mereka menyerahkan juga kepada Tuhan, dan dalam hal ini mereka berpegang pada ayat:\n\nTidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia\" (asy-Syura/42:11).\n\nJadi golongan ini menetapkan Tuhan itu bermuka, tetapi tidak seperti muka manusia.\n\nAyat ini mengutarakan kepada Muhammad bahwa apa yang diturunkan kepadanya benar-benar akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara kaum Yahudi dan menerangkan bahwa ayat yang diturunkan itu mengandung pengetahuan yang tidak diketahui oleh Yahudi yang semasa dengan Nabi Muhammad saw. Karena jika tidak demikian halnya tentulah Muhammad tidak mengetahui semua itu, sebab dia adalah ummi tidak pandai tulis baca. Tetapi karena kedengkian dan kefanatikan, orang-orang Yahudi itu semakin jauh dari beriman kepada Nabi Muhammad meskipun kenabian Muhammad telah ditulis di dalam kitab suci.\n\nAyat ini juga menerangkan bahwa Allah akan menimbulkan permusuhan di antara sesama Ahli Kitab. Permusuhan itu tidak akan berakhir sampai hari Kiamat. Watak kaum Yahudi memang suka menyalakan api peperangan, fitnah dan keonaran. Watak seperti itu telah tercatat dalam sejarah dan membuktikan bahwa mereka selalu berusaha memperdayakan Nabi Muhammad dan orang-orang beriman baik secara langsung maupun dengan cara membujuk orang musyrik atau orang Nasrani untuk memerangi Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman.\n\nWatak seperti itu membawa mereka senang berbuat dan melihat kerusakan di bumi. Tetapi setiap kali mereka menyalakan api peperangan, fitnah dan keonaran, serta mencoba membuat kerusakan, Allah tetap memadamkannya, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan, oleh karenanya usaha-usaha mereka untuk membuat kerusakan dan bencana di atas bumi ini selalu mengalami kegagalan." } } }, { "number": { "inQuran": 734, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 6, "page": 119, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa law anna Ahlal Kitaabi aamanoo wattaqaw lakaffarnaa 'anhum saiyiaatihim wa la adkhalnaahu Jannaatin Na'eem" } }, "translation": { "en": "And if only the People of the Scripture had believed and feared Allah, We would have removed from them their misdeeds and admitted them to Gardens of Pleasure.", "id": "Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka, dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/734", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/734.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/734.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menerangkan balasan bagi umat yang sering mengingkari ajaran Allah. Dan sekiranya Ahli Kitab itu, yaitu orang Yahudi dan Nasrani, beriman kepada Allah dan meyakini bahwa Nabi Muhammad itu nabi terakhir, dan bertakwa dengan selalu mematuhi perintah Allah serta menjauhi semua larangan-Nya, niscaya Kami hapus atau ampuni kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan selama ini, dan sebagai balasan atas ketaatan itu, mereka semua tentu akan Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan, sehingga mereka akan dapat merasakan balasan dari kepatuhan dan ketakwaan mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan andaikata Ahli Kitab itu beriman kepada Allah dan beriman kepada Muhammad saw selaku Nabi akhir zaman, dan mereka bertakwa dengan menjauhi pekerjaan-pekerjaan dosa, niscaya Allah mengampuni segala dosa dan kejahatan yang telah mereka perbuat. Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang penuh dengan segala macam nikmat. Pengampunan Allah dan surga yang dijanjikan itu tergantung kepada iman, takwa dan taat. Iman tanpa takwa adalah suatu kemunafikan yang hanya dipergunakan untuk mencari keuntungan duniawi belaka. Menurut ayat ini Allah Maha Pengampun dan mengampuni dosa-dosa orang yang beriman dan bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 735, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 6, "page": 119, "manzil": 2, "ruku": 94, "hizbQuarter": 47, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0643\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u06da \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u062f\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law annahum aqaamut Tawraata wal Injeela wa maaa unzila ilaihim mir Rabbihim la akaloo min fawqihim wa min tahti arjulihim; minhum ummatum muqta sidatunw wa kaseerum minhum saaa'a maa ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And if only they upheld [the law of] the Torah, the Gospel, and what has been revealed to them from their Lord, they would have consumed [provision] from above them and from beneath their feet. Among them are a moderate community, but many of them - evil is that which they do.", "id": "Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/735", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/735.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/735.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah juga menjelaskan tentang keadaan mereka yang berkaitan dengan ketaatan itu, dan sekiranya mereka, yaitu umat Yahudi dan Nasrani, sungguh-sungguh menjalankan hukum dan tuntunan yang terdapat dalam Taurat dan Injil dan percaya pula pada Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang ada di tengah mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat rahmat berupa rezeki atau makanan yang berasal dari atas mereka, yaitu berupa manna dan salwa  atau hujan yang dapat menumbuhkan tanaman, dan dari bawah kaki mereka berupa hasil bumi yang melimpah. Sesungguhnya di antara mereka itu masih ada sekelompok yang jujur dan taat, yaitu yang selalu menelaah kitab suci dan tidak fanatik pada ajaran pendeta yang dinilai tidak sesuai serta selalu bersikap lurus, dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan dan telah menyimpang dari tuntunan kitab sucinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa apabila Ahli Kitab itu benar-benar menjalankan hukum Taurat dan Injil seperti mengesakan Allah dan berpegang kepada berita gembira yang terdapat dalam Taurat dan Injil tentang kenabian Muhammad, tentulah Allah akan melapangkan kehidupan mereka. Jadi jika pada ayat yang lalu Allah menjanjikan kebahagiaan akhirat kepada Ahli Kitab, apabila mereka beriman dan bertakwa, akan mendapat kebahagiaan duniawi dan kelapangan rezeki serta limpahan rahmat-Nya dari langit, dengan menumbuhkan berbagai tanaman. Meskipun demikian mereka tetap durhaka dan menentang rasul-rasul Allah.\n\nAyat ini juga menerangkan bahwa di antara orang-orang Yahudi ada golongan yang bimbang dalam beragama, tidak berpegang secara fanatik kepada pendapat-pendapat pendeta-pendetanya dan tidak pula memandang enteng. Memang mayoritas orang Yahudi itu sangat fanatik kepada pendapat-pendapat pendetanya. Golongan inilah yang buruk tingkah lakunya. Hal serupa itu terjadi dalam kalangan kaum Nasrani.\n\nMenurut kebiasaan, meskipun golongan pertengahan dari masing-masing agama itu tidak banyak pengikutnya, namun dari kalangan mereka timbul orang-orang yang suka memperbaiki keadaan dan mengikuti perkembangan serta menerima kebenaran. Orang-orang seperti ini terdapat pada setiap umat dan tiap-tiap masa. Umpamanya Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya dari kalangan Yahudi menjadi pengikut Nabi Muhammad yang setia. Demikian pula Najasyi dan kawan-kawan dari kalangan Nasrani menjadi mengikut Nabi Muhammad yang setia pula. Hal tersebut menunjukkan bahwa fungsi pemeluk agama adalah mencari kebenaran. Maka jika pemeluk suatu agama berpegang kepada petunjuk-petunjuk agama secara benar, tentulah dia tidak akan menjadi fanatik, kaku dan menerima agama yang dibenarkan di dalam kitab-kitabnya. Dalam mencari kebenaran itu modal utama adalah keikhlasan yang disertai ilmu pengetahuan. Mencari kebenaran dengan modal ini terdapat di dalam agama Islam. Pemeluk Islam sendiri yang tidak mengamalkan petunjuk-petunjuk Islam, tentulah kebenaran yang ada pada Islam itu tidak dapat diperolehnya. Sehubungan dengan ayat ini terdapat hadis Nabi yang diriwayatkan Ziad bin Labid yaitu: \n\nDari Ziad bin Labid, ia berkata, \"Nabi Muhammad saw, membicarakan sesuatu lalu beliau berkata, \"Hal demikian itu adalah pada waktu ilmu pengetahuan telah lenyap. Ziad berkata, \"Kami (para sahabat) berkata \"Wahai Rasulullah bagaimanakah ilmu pengetahuan bisa lenyap, sedangkan kami membaca Al-Qur'an dan kami membacakannya pula kepada anak-anak kami dan anak-anak kami itu membacakannya pula kepada anak-anak mereka sampai hari Kiamat.\" Rasulullah. saw menjawab, \"Celakalah engkau hai anak Ibnu Labid, jika aku mengetahui engkau adalah orang-orang yang paling banyak ilmunya di antara penduduk Medinah, tidakkah orang-orang Yahudi dan Nasrani itu membaca Taurat dan Injil, sedangkan mereka tidak mendapat manfaatnya sedikit pun.\" (Riwayat Ahmad).\n\nJelaslah dari hadis ini bahwa kaum Muslimin yang tidak mengamalkan petunjuk agamanya, mereka serupa dengan orang Yahudi dan Nasrani. Menurut riwayat Ibnu Abi hatim, setelah pembicaraan itu maka turunlah ayat 66 ini." } } }, { "number": { "inQuran": 736, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 6, "page": 119, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0628\u064e\u0644\u0651\u0650\u063a\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u0645\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhar Rasoolu balligh maaa unzila ilaika mir Rabbika wa il lam taf'al famaaa ballaghta Risaalatah; wallaahu ya'simuka minan naas; innal laaha laa yahdil qawmal kaafireen" } }, "translation": { "en": "O Messenger, announce that which has been revealed to you from your Lord, and if you do not, then you have not conveyed His message. And Allah will protect you from the people. Indeed, Allah does not guide the disbelieving people.", "id": "Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/736", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/736.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/736.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah menjelaskan tentang keingkaran Ahli Kitab, maka pada ayat ini Allah menerangkan tugas Rasulullah, yang di antaranya adalah untuk menyampaikan ajaran Islam kepada mereka. Demikian informasi dari sabab nuzul yang diriwayatkan Ibnu Mardawaih. \"Wahai Rasul! Sampaikanlah kepada orang-orang Ahli Kitab apa yang diturunkan kepadamu, yaitu ajaran-ajaran Islam melalui wahyu dari Tuhanmu. Itulah tugas atau kewajibanmu. Jika tidak engkau lakukan apa yang diperintahkan itu, berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan ketahuilah bahwa Allah akan selalu memelihara engkau dari gangguan atau maksud buruk manusia. Tugasmu hanya menyampaikan ajaran Islam dan bukan menjadikan mereka beriman, karena sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir, sehingga kekafiran mereka bukan menjadi tanggung jawabmu.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya menyampaikan apa yang telah diturunkan kepadanya tanpa menghiraukan besarnya tantangan di kalangan Ahli Kitab, orang musyrik dan orang-orang fasik.\n\nAyat ini menganjurkan kepada Nabi Muhammad agar tidak perlu takut menghadapi gangguan dari mereka dalam membentangkan rahasia dan keburukan tingkah laku mereka itu karena Allah menjamin akan memelihara Nabi Muhammad dari gangguan, baik masa sebelum hijrah oleh kafir Quraisy maupun sesudah hijrah oleh orang Yahudi. Apa yang telah diturunkan oleh Allah kepada Muhammad adalah amanat yang wajib disampaikan seluruhnya kepada manusia. Menyampaikan sebagian saja dari amanat-Nya dianggap sama dengan tidak menyampaikan sama sekali. Demikianlah kerasnya peringatan Allah kepada Muhammad. Hal tersebut menunjukkan bahwa tugas menyampaikan amanat adalah kewajiban Rasul. Tugas penyampaian tersebut tidak boleh ditunda meskipun penundaan itu dilakukan untuk menunggu kesanggupan manusia untuk menerimanya, karena masa penundaan itu dapat dianggap sebagai suatu tindakan penyembunyian terhadap amanat Allah. \n\nAncaman terhadap penyembunyian sebagian amanat Allah sama kerasnya dengan ancaman terhadap sikap sesesorang yang beriman kepada sebagian rasul saja dan beriman kepada sebagian ayat Al-Qur'an saja. Meskipun seorang rasul bersifat maksum yakni terpelihara dari sifat tidak menyampaikan, namun ayat ini menegaskan bahwa tugas menyampaikan amanat adalah kewajiban yang tidak dapat ditawar-tawar atau ditunda-tunda meskipun menyangkut pribadi Rasul sendiri seperti halnya yang kemudian terjadi antara Zainab binti Jahsy dengan Nabi Muhammad sebagaimana yang diuraikan dalam al-Ahzab/33: 37 :\n\n\"Dan (ingatlah) ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, \"pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah\", sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia padahal Allah lebih berhak engkau takuti. (al-Ahzab/33:37).\n\nDalam hubungan ini Aisyah dan Anas berkata, \"Kalaulah kiranya Nabi Muhammad akan menyembunyikan sesuatu dalam Al-Qur'an, tentu ayat inilah yang disembunyikannya.\" Dari keterangan 'Aisyah dan Anas ini jelaslah peristiwa yang kemudian terjadi antara Zainab binti Jahsy dengan Zaid ialah perceraian yang berkelanjutan dengan berlakunya kehendak Allah yaitu menikahkan Zainab dengan Nabi Muhammad. Hal tersebut tidak dikemukakan oleh Nabi Muhammad kepada Zaid ketika ia mengadukan peristiwanya kepada Nabi Muhammad pada hal beliau sudah mengetahuinya dengan perantaraan wahyu. Nabi Muhammad saw, menyembunyikan hal-hal yang diketahuinya sesuai dengan kesopanan disamping menghindarkan tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh golongan orang-orang munafik. Meskipun demikian Nabi Muhammad masih juga menerima kritik Allah seperti diketahui pada ayat dalam surah al-Ahzab tersebut.\n\nTegasnya, ayat 67 ini mengancam orang-orang yang menyembunyikan amanat Allah sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\n\"Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur'an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat.\" (al-Baqarah/2:159).\n\nSejalan dengan ancaman Al-Qur'an ini, Nabi Muhammad bersabda mengingatkan orang-orang yang menyembunyikan ilmu pengetahuan: \n\nBarang siapa ditanya tentang sesuatu ilmu pengetahuan lalu disembunyikannya maka ia akan dikekang pada hari Kiamat dengan kekangan dari api neraka. (Riwayat Abu Daud, at-Tirmidzi dari Abu Hurairah).\n\nSelanjutnya akhir ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir yang mengganggu Nabi Muhammad dan pekerjaan mereka itu pastilah sia-sia karena Allah tetap melindungi Nabi-Nya dan tetap akan meninggikan kalimat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 737, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 6, "page": 119, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaaa Ahlal Kitaabi lastum 'alaa shai'in hattaa tuqeemut Tawraata wal Injeela wa maaa unzila ilaikum mir Rabbikum; wa layazeedanna kaseeram minhum maa unzila ilaika mir Rabbika tugh yaananw wa kufran falaa taasa 'alal qawmil kaafireen" } }, "translation": { "en": "Say, \"O People of the Scripture, you are [standing] on nothing until you uphold [the law of] the Torah, the Gospel, and what has been revealed to you from your Lord.\" And that which has been revealed to you from your Lord will surely increase many of them in transgression and disbelief. So do not grieve over the disbelieving people.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan (Al-Qur'an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/737", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/737.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/737.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya untuk meyakinkan mereka, katakanlah dengan tegas wahai Muhammad, \"Hai Ahli Kitab, kamu semua tidak dipandang telah beragama dengan benar dan baik sedikit pun hingga kamu telah sanggup menegakkan ajaran-ajaran yang terdapat dalam Taurat, Injil, dan AlQur'an yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.\" Ketahuilah bahwa sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu, Muhammad, dari Tuhanmu hanya akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka yang disebabkan kedengkian mereka kepadamu. Bila itu yang kamu rasakan dari mereka, maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu, karena tugasmu hanya untuk menyampaikan ajaran Islam saja.", "long": ". Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Muhammad supaya mengatakan kepada Ahli Kitab bahwa mereka itu tidak dapat dipandang sebagai orang yang beragama selagi mereka tidak menegakkan ajaran-ajaran Taurat, lnjil dan ajaran-ajaran yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad yaitu Al-Qur'an, karena kalau mereka menegakkan ajaran Taurat dan lnjil tentulah tidak ada golongan yang mereka musuhi dan mereka laknati. Jika ada orang lain yang mengganggu tentulah mereka memberikan maaf bahkan mereka akan memberikan pipi kirinya ketika dipukul orang pada pipi kanannya.\n\nMereka tidak akan berlomba dalam mempersiapkan senjata-senjata yang menghancurkan dunia demi keselamatan manusia di dunia. Untuk perdamaian itu tentulah mereka akan mengeluarkan kekayaan mereka. Tetapi kenyataannya bahwa tingkah laku mereka adalah sebaliknya tidak menunjukkan bahwa mereka itu orang yang berpegang kepada agama. Malah kebanyakan mereka bertambah kedurhakaan dan kekafiran terhadap sesuatu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad yaitu Al-Qur'an selaku kitab penyempurnaan agama Allah. Hal itu menggambarkan bahwa mereka tidak beriman sungguh-sungguh kepada Allah dan tidak beriman sungguh-sungguh kepada rasul-rasul. Tegasnya mereka tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang baik yang dituntut oleh Kitab-kitab mereka. Jadi kebanyakan mereka itu hanya berpegang kepada adat istiadat yang buruk dan kefanatikan, karenanya mereka menolak Al-Qur'an, secara sadar disebabkan mereka jauh dari ajaran agama mereka yang sebenarnya. \n\nAgama sebelum Muhammad merupakan dasar dari agama yang dibawa Nabi Muhammmad karena Islam merupakan penyempurnaan agama-agama sebelumnya. Oleh karena mereka melihat Al-Qur'an dengan kaca mata permusuhan dan kefanatikan, bertambah-tambahlah kefanatikan dan kedurhakaan mereka. Memang ada segolongan kecil dari mereka yang memelihara ajaran Tauhid, yang cinta kepada kebenaran; mereka inilah orang yang memandang Al-Qur'an dengan kesadaran karena mereka menyakini bahwa Al-Qur'an itu sebenarnya dari Tuhan mereka dan bahwa Nabi yang Al-Qur'an diturunkan kepadanya adalah Nabi yang terakhir yang tertulis dalam kitab-kitab mereka, sehingga mereka ini beriman kepada Muhammad seperti ulama-ulama Yahudi dan Najasyi dan kalangan Nasrani.\n\nSelanjutnya akhir ayat ini melarang Nabi Muhammad berduka cita terhadap orang-orang kafir yang tidak menyambut seruannya agar mereka beriman kepada Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 738, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 6, "page": 119, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wallazeena haadoo was saabi'oona wan Nasaaraa man aamana billaahi wal yawmil Aakhiri wa 'amila saalihan falaa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed [in Prophet Muhammad] and those [before Him] who were Jews or Sabeans or Christians - those [among them] who believed in Allah and the Last Day and did righteousness - no fear will there be concerning them, nor will they grieve.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, shabiin dan orang-orang Nasrani, barangsiapa beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/738", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/738.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/738.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman, yaitu umat Islam, orang-orang Yahudi, sabi'in, dan orang-orang Nasrani, barang siapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dengan selalu mengesakan dan beribadah hanya kepada-Nya, percaya kepada hari kemudian sebagai wahana untuk pemberian ganjaran atau hukuman dari perbuatan mereka, dan selalu berbuat kebajikan sesuai dengan tuntunan Allah yang terdapat dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an, maka tidak ada rasa khawatir sedikit pun pada mereka dan mereka tidak perlu untuk bersedih hati karena Allah selalu akan memberikan jalan keluar terbaik bagi semua persoalan yang dihadapi.", "long": "Ayat ini dari segi pengertiannya tidak ada perbedaannya dari ayat 62 surah al-Baqarah. Ia diulang kembali, dengan susunan yang berbeda. Sejalan dengan ayat sebelumnya yaitu ayat 62, yang memerintahkan kepada Muhammad supaya mengatakan kepada Ahli Kitab, bahwa mereka belum dipandang beragama selama mereka belum beriman kepada Allah dengan sesungguhnya dan mengamalkan tuntunan Taurat dan Injil serta ajaran Al-Qur'an, maka pada ayat ini Allah menerangkan bahwa hal itu berlaku pada pengikut-pengikut semua rasul sebelum Muhammad yaitu Yahudi, Nasrani dan shabiin (bukan Yahudi dan Nasrani). Jika mereka menjalankan petunjuk-petunjuk agamanya sebelum terjadi perubahan oleh tangan mereka, tentulah mereka tidak khawatir pada hari kemudian dan mereka yang menemui Nabi Muhammad tetapi menentangnya atau pura-pura beriman, manakala mereka itu bertobat dan beramal saleh tentulah mereka tidak khawatir pada hari kemudian, karena seseorang itu tidak ada kelebihannya kecuali jika ia beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian serta beramal saleh.\n\nManusia mempunyai dua macam kekuatan: pertama, kekuatan di bidang teori dan kedua, kekuatan di bidang praktek atau amaliah. Kekuatan di bidang teori barulah mencapai kesempurnaannya jika manusia itu mempunyai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan manusia baru mencapai kesempurnaan, jika sampai pada pengetahuan tentang sesuatu yang paling mulia yaitu Allah Tuhan Yang Maha Esa dan Mahakuasa membangkitkan dan menghimpun manusia di padang mahsyar. Dengan demikian pengetahuan yang paling mulia adalah keimanan kepada Allah dan hari kemudian. Amal kebaikan yang paling mulia adalah berbakti kepada Allah dan berusaha menyampaikan hal-hal yang bermanfaat kepada manusia. Jadi orang-orang yang menghadap Allah dengan keimanan dan amalan-amalan seperti ini tentulah dia tidak akan khawatir sedikit pun terhadap huru-hara dan bencana hari kiamat dan mereka tidak bersedih hati terhadap nikmat dunia yang tidak pernah mereka rasakan ketika hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 739, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 6, "page": 119, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad akhaznaa meesaaqa Banee Israaa'eela wa arsalnaaa ilaihim Rusulan kullamaa jaaa'ahum Rasoolum bimaa laa tahwaaa anfusuhum fareeqan kazzaboo wa fareeqany yaqtuloon" } }, "translation": { "en": "We had already taken the covenant of the Children of Israel and had sent to them messengers. Whenever there came to them a messenger with what their souls did not desire, a party [of messengers] they denied, and another party they killed.", "id": "Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/739", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/739.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/739.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan bahwa sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, yaitu berupa ikrar mereka untuk beriman kepada Allah dan melaksanakan ajaran Taurat yang merupakan syariat bagi mereka, dan untuk mengingatkannya, telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul yang diberi tugas untuk menjelaskan ajaran kitab suci itu. Akan tetapi, kenyataannya ternyata tidak seperti yang diinginkan. Setiap datang seorang rasul kepada mereka untuk mengingatkan ikrar tersebut dengan membawa atau menyampaikan ajaran agama, tetapi jika apa yang dibawa atau disampaikan itu adalah yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan ajaran-ajarannya dan bahkan sebagian yang lain, seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, mereka bunuh dengan keji.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengambil janji dari Bani Israil yaitu berupa ikrar mereka untuk beriman kepada Allah dan mengamalkan isi Taurat selaku syariah yang diturunkan Allah kepada mereka. Untuk memberikan penjelasan isi kitab tersebut Allah mengutus rasul-rasul-Nya kepada mereka. Tetapi setiap kali datang kepada mereka seorang rasul yang membawa petunjuk yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka perlakukan rasul itu dengan perlakuan yang sangat keji.\n\nSegolongan mereka mendustakan rasul dan sebagian mereka menganiaya dan membunuh rasul. Hal itu menunjukkan betapa jahatnya tingkah laku mereka sehingga petunjuk yang dibawa oleh rasul tidak sedikit pun berkesan di hati mereka, malahan kekufuran dan kezaliman mereka yang semakin bertambah-tambah." } } }, { "number": { "inQuran": 740, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 6, "page": 120, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0639\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0639\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa hasibooo allaa takoona fitnaun fa'amoo wa sammoo summa taabal laahu 'alaihim summa 'amoo wa sammoo kaseerum minhum; wallaahu baseerum bimaa ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And they thought there would be no [resulting] punishment, so they became blind and deaf. Then Allah turned to them in forgiveness; then [again] many of them became blind and deaf. And Allah is Seeing of what they do.", "id": "Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi bencana apa pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), karena itu mereka menjadi buta dan tuli, kemudian Allah menerima tobat mereka, lalu banyak di antara mereka buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/740", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/740.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/740.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah akan selalu memperingatkan manusia yang melakukan kesalahan, tetapi kaum Yahudi mengabaikan hal ini, dan mereka mengira bahwa dengan status yang dianugerahi kelebihan, maka tidak akan terjadi bencana apa pun terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu. Oleh karena itu, anggapan tersebut telah menyebabkan mereka menjadi buta terhadap kebaikan-kebaikan yang dicontohkan para rasul dan tuli terhadap nasihat-nasihat agama yang disampaikan. Kemudian Allah Yang Maha Pengampun menerima tobat mereka ketika mereka bertobat dan memohon ampunan-Nya. Akan tetapi, ternyata kemudian kebanyakan dari mereka tetap dalam keadaan buta terhadap amal saleh yang diajarkan dan tuli karena tidak mau mendengarkan ajaran agama yang disampaikan, dan sesungguhnya Allah Maha Melihat terhadap apa saja yang mereka kerjakan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang Yahudi itu tidak menduga bahwa Allah akan memberikan cobaan yang maha berat disebabkan perbuatan mereka yang sangat keji dan kekejaman yang melampaui batas, karena mereka menganggap bahwa mereka adalah anak Allah dan kekasih-Nya karenanya mereka menganggap bebas dari azab Allah. Mereka seolah-olah buta akan kenyataan-kenyataan yang menunjukkan siksaan-siksaan Allah terhadap umat yang membuat kerusakan dan kezaliman. Mereka seolah-olah tuli akan ajaran-ajaran dan petunjuk-petunjuk yang penuh mengandung ancaman-ancaman Allah; yaitu siksa terhadap orang-orang yang membatalkan janji-janji yang telah diikrarkan karena mengikuti selera untuk berbuat kezaliman.\n\nMenurut sejarah ketika bangsa Babilonia berada di bawah kekuasaan Nebukadnezar sekitar tahun 586 sebelum Masehi menaklukan bangsa Yahudi mereka menghancurkan Kuil Sulaiman di Baitulmakdis, merampas harta benda dan memperkosa wanita. Setelah orang-orang Yahudi kembali ke ajaran Taurat dan bertobat kepada Allah, barulah Allah memberikan pertolongan kepada mereka untuk melepaskan diri dari kekejaman bangsa Babilonia. Tetapi setelah penglihatan mereka buta terhadap peringatan, dan telinga mereka tuli terhadap petunjuk-petunjuk Allah, mereka kembali berbuat kezaliman membunuh rasul-rasul, maka datanglah lagi cobaan Allah yaitu mereka secara silih berganti dikuasai oleh kerajaan Romawi. Memang yang berbuat kejahatan tidaklah semua orang Yahudi dengan adanya kenyataan segolongan kecil dari mereka yang berbuat baik, tetapi sudah menjadi sunnatullah bahwa cobaan Tuhan itu menimpa secara merata kepada seluruh umat akibat perbuatan golongan yang zalim. Allah sudah memperingatkan dalam firman-Nya:\n\n\"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.\" (al-Anfal/8:25).\n\nSelanjutnya akhir ayat ini menerangkan bahwa Allah Maha Melihat tindakan atau kelakuan orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad baik tipu daya maupun berupa pengerahan segenap kabilah-kabilah untuk bersatu menyerang Nabi Muhammad, karena dorongan nafsu jahat mereka yang telah membuat mereka buta, ketika dikemukakan bukti-bukti kebenaran oleh Nabi Muhammad selaku Nabi penutup semua nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 741, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 6, "page": 120, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Laqad kafaral lazeena qaalooo innal laaha Huwal maseehub nu Maryama wa qaalal Maseehu yaa Baneee Israaa'eela budul laaha Rabbee wa Rabbakum innnahoo many-yushrik ballaahi faqad harramal laahu 'alaihil jannata wa maa waahun Naaru wa maa lizzaalimeena min ansaar" } }, "translation": { "en": "They have certainly disbelieved who say, \"Allah is the Messiah, the son of Mary\" while the Messiah has said, \"O Children of Israel, worship Allah, my Lord and your Lord.\" Indeed, he who associates others with Allah - Allah has forbidden him Paradise, and his refuge is the Fire. And there are not for the wrongdoers any helpers.", "id": "Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/741", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/741.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/741.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada ayat-ayat yang lalu diterangkan tentang penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan orang Yahudi, maka pada ayat-ayat berikut dijelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh umat Nasrani. Paparan tentang penyimpangan ini diawali dengan pernyataan bahwa sesungguhnya telah kafir dan menyimpang dari akidah yang benar orang-orang yang berkata,\" Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putra Maryam.\" Padahal Isa Al-Masih sendiri berkata kepada mereka, \"Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah yang merupakan Tuhanku dan juga sebagai Tuhanmu.\" Mereka mestilah mengetahui pula bahwa sesungguhnya barang siapa mempersekutukan Allah dengan sesuatu, maka pasti Allah akan mengharamkan surga baginya yang merupakan balasan bagi yang taat dan tidak menyimpang dari tuntunan-Nya, dan tempat yang disediakan bagi-nya ialah neraka, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu yang akan membantunya, baik ketika di dunia, maupun kelak di akhirat.", "long": "Allah menegaskan dengan sesungguhnya bahwa orang Nasrani adalah orang-orang kafir karena mereka berkeyakinan bahwa Allah adalah Isa Almasih anak Maryam. Pendirian inilah yang menjadikan mereka itu kafir dan sesat, karena mereka berlebih-lebihan memuji Isa a.s, sebagaimana orang Yahudi keterlaluan pula menghina Isa, terutama terhadap Maryam. Pendirian orang-orang Nasrani terhadap nabi Isa a.s. tersebut adalah suatu pendirian yang dianut oleh mayoritas golongan Nasrani dan siapa saja di antara mereka yang menyimpang dari pendirian tersebut dianggap murtad. Orang-orang Nasrani berpendirian bahwa Tuhan itu terdiri dari unsur-unsur yang mereka namakan tiga oknum, yaitu Bapak, Putra dan Rohulkudus. Isa adalah putra, Allah adalah Bapak yang menjelma pada anak yang merupakan Rohulkudus dan mereka adalah tiga kesatuan yang tidak terpisah-pisah. Dengan demikian Allah itu adalah Isa dan Isa itu adalah Allah. Pendirian mereka ini sangat menyimpang dari kebenaran, karena Isa sendiri berkata kepada Bani Israil supaya mereka menyembah Allah yaitu Tuhan bagi Isa dan Tuhan bagi Bani Israil. Jadi ayat ini jelas menunjukkan pengakuan langsung dari Isa bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Allah semata. Tegasnya seruan-seruan Nabi Isa kepada Bani lsrail seperti yang diterangkan oleh ayat ini untuk menegaskan agama Tauhid. Hal itu dapat dilihat di dalam kitab-kitab Injil yang asli. Dalam Perjanjian Baru, Markus xii. 28-30, ketika seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, \"Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu.\" Begitu juga Matius iv.10, Yesus memarahi setan karena mau menyembah yang selain Allah, Lukas xviii. 19 dan Yohanes xx.17.\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa Isa dengan tegas berkata bahwa orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu baik dengan malaikat atau dengan bintang atau dengan batu, maka orang itu tidak akan mendapat surga dan tempatnya adalah di dalam neraka, karena orang yang mempersekutukan Allah itu adalah orang yang berbuat zalim kepada diri mereka itu sendiri yang karenanya tidak wajar mendapat pembelaan dari pertolongan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 742, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 6, "page": 120, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062b\u064e\u0627\u0644\u0650\u062b\u064f \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064d \u06d8 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "laqad kafaral lazeena qaalooo innal laaha saalisu salaasah; wa maa min ilaahin illaaa Ilaahunw Waahid; wa illam yantahoo 'ammaa yaqooloona layamas sannal lazeena kafaroo minhum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "They have certainly disbelieved who say, \"Allah is the third of three.\" And there is no god except one God. And if they do not desist from what they are saying, there will surely afflict the disbelievers among them a painful punishment.", "id": "Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/742", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/742.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/742.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain menganggap Isa al-Masih sebagai Tuhan, mereka juga menuhankan yang lainnya. Karena itu sungguh, telah kafir orang-orang yang dengan sadar mengatakan bahwa Allah itu adalah salah satu dari tuhan yang tiga. Padahal sesungguhnya sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dari Tuhan yang Esa. Jika mereka tetap pada keyakinan salah itu dan tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir yang tetap mempersekutukan Tuhan di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih, sebagai akibat dari penyimpangan itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menegaskan dengan sesungguhnya akan kekafiran orang Nasrani yang berkata bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah salah satu dari tiga oknum, yaitu Bapak, Putra dan Rohulkudus. Jadi ayat ini menggambarkan pendirian mayoritas orang Nasrani zaman dahulu. Segolongan kecil dari mereka ada yang berpendirian bahwa Allah adalah Isa Putra Maryam sedangkan segologan kecil yang lain berpendirian bahwa Isa itu adalah Putra Allah, dan dia bukan Allah.\n\nPendirian mereka ini tidak mempunyai dasar yang kuat karena Tuhan yang sebenarnya ialah zat yang tidak terbilang. Allah Maha Esa. Karena itu Allah adalah Mahakuasa. Jika Tuhan berbilang maka artinya Yang Mahakuasa itu lebih dari satu, dan jika mereka berdua atau lebih tentulah akan berebut kekuasaan yang akibatnya hancurlah alam ini. Andaikata tuhan-tuhan itu berdamai yakni ada yang berkuasa di langit dan ada yang berkuasa di bumi maka hal itu berarti Tuhan itu lemah, karena sifat damai adalah sifat orang yang lemah yang tidak sanggup menaklukkan alam sendirian. Dengan demikian Yang Mahakuasa itu harus tunggal.\n\nSelanjutnya jika Tuhan itu terbilang, umpama terdiri atas tiga oknum dan ketiga-tiganya dianggap satu karena kesatuannya. maka artinya jika terjadi kehilangan salah satu daripadanya maka berarti hilanglah kesatuannya. dengan demikian hilanglah ketuhanannya karena matinya Yesus (salah satu oknum Tuhan) ditiang salib. Jika tidak demikian maka artinya Tuhan itu berbilang. Jadi ada Tuhan yang telah mati disalib dan dua yang masih hidup.\n\nJika dibenarkan adanya Tuhan Bapak dan adanya Tuhan Putra maka yang dinamakan Tuhan Bapak tentulah diketahui adanya lebih dahulu dan yang dinamakan Tuhan Putra tentulah diketahui adanya terkemudian. Sedangkan Tuhan itu bersifat Qadim yakni \"adanya tidak didahului oleh tiada\" dan Tuhan itu bersifat Baqa (kekal) yakni \"adanya tidak diakhiri tiada.\" Isa adalah didahului oleh \"tiada\", karena itu dia tidak bersifat Qadim, karena dia tidak ada pada waktu sebelum dilahirkan oleh Maryam dan Isa tidak bersifat baqa (kekal) karena dia telah menjadi tiada, dia telah mati. \n\nDemikianlah sesatnya pendirian orang Nasrani, jika ditinjau dari segi logika. Karenanya pada ayat ini Allah memperingatkan orang Nasrani supaya meninggalkan kepercayaan yang salah, dan hendaklah mereka kembali kepada ajaran-ajaran Tauhid. Jika mereka masih tetap pada kekafiran, yaitu mempersekutukan Allah maka mereka akan dimasukkan ke dalam azab api neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 743, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 6, "page": 120, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Afalaa yatooboona ilal laahi wa yastaghfiroonah; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "So will they not repent to Allah and seek His forgiveness? And Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/743", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/743.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/743.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendapatkan penjelasan tentang keesaan Tuhan, maka mengapa mereka, orang-orang yang menganggap Isa putra Maryam sebagai Tuhan itu, tidak bertobat kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan memohon ampun kepada-Nya? Ketahuilah bahwa Allah itu Maha Pengampun atas semua dosa dari mereka yang mau bertobat dan Maha Penyayang terhadap semua makhluk-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tingkah laku Yahudi itu sangat mengherankan karena telah menerima ayat-ayat yang mengandung cercaan yang disertai ancaman-ancaman, namun hati mereka tidak tergerak untuk kembali kepada Allah dan memohon ampunan-Nya, padahal Allah sangat luas Rahmat-Nya, Maha Pengampun, Maha Penerima tobat hamba-Nya yang tenggelam dalam kesesatan kemudian benar-benar beriman dan bertakwa disertai amal saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 744, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 6, "page": 120, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u064f\u0647\u064f \u0635\u0650\u062f\u0651\u0650\u064a\u0642\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e \u06d7 \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Mal Maseehub nu Maryama illaa Rasoolun qad khalat min qablihir Rusulu wa ummuhoo siddeeqatun kaanaa yaa kulaanit ta'aam; unzur kaifa nubaiyinu lahumul Aayaati suman zur annaa yu'fakoon" } }, "translation": { "en": "The Messiah, son of Mary, was not but a messenger; [other] messengers have passed on before him. And his mother was a supporter of truth. They both used to eat food. Look how We make clear to them the signs; then look how they are deluded.", "id": "Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/744", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/744.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/744.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketahuilah, wahai umat Nasrani, sesungguhnya Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang diutus Allah. Selain itu, perlu diketahui bahwa sesungguhnya telah berlalu pula sebelumnya beberapa rasul yang juga merupakan utusan-Nya, dan ibunya yang merupakan wanita pilihan adalah seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Kedua-duanya sebagaimana layaknya manusia biasa juga memakan makanan, meminum minuman, merasakan sakit, gembira, sedih, dan lainnya. Oleh karena itu, perhatikan bagaimana Kami telah menurunkan wahyu dan mengutus rasul untuk menjelaskan kepada mereka, yaitu para Ahli Kitab, tentang tanda-tanda kekuasaan Kami, kemudian sesudah itu perhatikan pula bagaimana mereka berpaling dari memperhatikan ayatayat Kami yang merupakan tanda-tanda Keesaan Tuhan.", "long": "Ayat ini menerangkan keistimewaan kedudukan Almasih (Isa) dan keistimewaan kedudukan ibunya (Maryam) kemudian ayat ini menerangkan pula tentang hakikat kepribadian mereka berdua. Keistimewaan Almasih ialah dia adalah utusan Allah, tidak ada perbedaannya dengan rasul-rasul yang datang pada masa sebelumnya, karena masing-masing membawa tanda kerasulan dari Allah. Jika Allah memberi kepada Nabi Isa kemampuan menyembuhkan sakit sopak dan menghidupkan orang mati sebagai mukjizat bagi Almasih, maka Allah menjadikan tongkatnya berupa seekor ular (al-A'raf/7:107) dan membelah laut (al-Baqarah/2:50) sebagai mukjizat bagi Nabi Musa. Jika Almasih dijadikan tanpa bapak, maka Nabi Adam dijadikan tanpa ibu dan bapak. Ibu Almasih adalah orang yang sangat mulia dan bertakwa kepada Allah.\n\nAyat ini menegaskan bahwa Almasih adalah seperti rasul-rasul yang lain, manusia biasa yang mempunyai kebutuhan jasmani, antara lain makan-makanan untuk menghindari lapar dan menjaga kesehatan untuk kelanjutan hidup. Tiap-tiap orang memerlukan sesuatu, dia adalah makhluk biasa yang karenanya tidak dapat dikatakan sebagai Tuhan pencipta dan tidak wajar disembah. Jadi yang wajar dan yang berhak disembah hanyalah Allah Yang Mahakuasa karena Allah diperlukan pertolongan-Nya. Tiap-tiap yang diperlukan, tentulah dipandang mulia oleh yang memerlukan. Tegasnya penyembah adalah orang yang memandang dirinya sendiri rendah dan hina dari yang disembah. Almasih sangat terkenal kuat ibadahnya kepada Allah, jadi Almasih menyembah Allah, ini menunjukkan bahwa Almasih itu \"bukan Allah\" karena Allah adalah yang disembah. Adalah suatu kebodohan apabila seseorang menyembah kepada orang yang sederajat dengannya baik dalam hakikat kejadian maupun dalam memerlukan pertolongan.\n\nSelanjutnya pada akhir ayat ini, Allah menerangkan kepada Muhammad saw, bagaimana cara-cara Allah menjelaskan kepada Ahli Kitab tentang tanda-tanda kekuasaan-Nya yang menunjukkan kesesatan pendirian mereka tentang Almasih. Kemudian Allah meminta perhatian Nabi Muhammad bagaimana cara-cara Ahli Kitab menolak penjelasan-penjelasan yang telah dikemukakan Allah itu, yang menunjukkan bahwa mereka memang tidak mempergunakan akal pikiran yang sehat karena mereka terbelenggu oleh taklid buta." } } }, { "number": { "inQuran": 745, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 6, "page": 120, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qul ata'budoona min doonil laahi maa laa yamliku lakum darranw wa laa naf'aa; wallaahu Huwas Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Say, \"Do you worship besides Allah that which holds for you no [power of] harm or benefit while it is Allah who is the Hearing, the Knowing?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/745", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/745.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/745.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0cm;\r\n\tmso-para-margin-right:0cm;\r\n\tmso-para-margin-bottom:8.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0cm;\r\n\tline-height:107%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",sans-serif;\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;}\r\n\r\n\r\nSebagai peringatan kepada umat Nasrani tersebut, Allah memerintahkan kepada Rasulullah sebagai berikut. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Mengapa kamu mengimani dan menyembah kepada tuhan yang selain Allah, padahal yang kamu yakini itu hanya sesuatu yang tidak akan dapat menimbulkan bencana apa pun kepadamu dan ia tidak pula dapat memberi manfaat apa-apa?\" Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar semua yang kamu ucapkan lagi Maha Mengetahui semua yang kamu lakukan.", "long": "Ayat ini menerangkan betapa sesatnya orang Nasrani yang menyembah Almasih. Muhammad mendapat perintah dari Allah supaya menanyakan kepada orang Nasrani, mengapa mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak memberi mudarat dan tidak memberi manfaat. Tidakkah mereka mengetahui bahwa orang Yahudi itu memusuhi Almasih dan mereka hendak membinasakannya, sedang Almasih sendiri ternyata tidak sanggup memberi mudarat kepada orang Yahudi dan sahabat Almasih tidak dapat menolongnya. Wajarkah orang yang tidak mempunyai kesanggupan itu dipandang sebagai Tuhan. Tidakkah mereka sendiri bercerita bahwa Yesus ketika dianiaya di atas tiang salib, dia meminta air karena haus dan orang Yahudi hanya memberikannya air cuka yang dituangkan ke lubang hidungnya. (Markus xv. 36: \"Maka datanglah seorang dengan bunga karang yang mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum dan berkata: \"Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.\" Terdapat juga dalam Matius xxvii. 48, Yohanes xix. 29-30). Tidakkah cerita mereka ini menunjukkan bahwa Yesus itu sangat lemah. Pantaskah orang yang lemah seperti ini dipandang sebagai Tuhan.\n\nSelanjutnya akhir ayat ini memperingatkan orang Nasrani bahwa Allah Maha Mendengar terutama ucapan kekafiran mereka dan Maha Mengetahui kepalsuan yang ada dalam hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 746, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 6, "page": 121, "manzil": 2, "ruku": 95, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Qul yaaa Ahlal Kitaabi laa taghloo fee deenikum ghairal haqqi wa laa tattabi'ooo ahwaaa'a qawmin qad dalloo min qablu wa adalloo kaseeranw wa dalloo 'an Sawaaa'is Sabeel" } }, "translation": { "en": "Say, \"O People of the Scripture, do not exceed limits in your religion beyond the truth and do not follow the inclinations of a people who had gone astray before and misled many and have strayed from the soundness of the way.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia), dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/746", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/746.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/746.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0cm;\r\n\tmso-para-margin-right:0cm;\r\n\tmso-para-margin-bottom:8.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0cm;\r\n\tline-height:107%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",sans-serif;\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;}\r\n\r\n\r\nSelain mempersekutukan Tuhan, ternyata sebagian dari Ahli Kitab juga sering bersikap melampaui batas. Oleh karena itu, Allah memerintah kepada Rasulullah untuk mengingatkan mereka. Katakanlah, \"Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan atau melampaui batas dengan cara yang tidak benar dalam berkeyakinan dan melaksanakan ajaran agamamu. Selain itu, hendaknya kamu semua tidak bersikap taklid dan jangan pula kamu mengikuti keinginan atau hawa nafsu orang-orang yang telah tersesat sejak masa dahulu, yaitu sejak sebelum kedatanganku. Sebab pada hakikatnya, mereka itu merupakan orang yang sesat, dan mereka dengan perilaku dan keinginan itu juga telah menyesatkan banyak manusia. Dan ketahuilah bahwa mereka sendiri itu sungguh telah tersesat dari jalan yang lurus yang telah ditetapkan Allah.\"", "long": "Pada ayat ini Allah melarang Ahli Kitab yang pada masa Nabi Muhammad bertindak keterlaluan di dalam agama sebagaimana nenek moyang mereka dahulu dan melarang mereka mengikuti sebab-sebab yang membawa nenek moyang mereka kepada kesesatan sehingga rnenyesatkan pula orang lain dari jalan kebenaran (ajaran Islam). Mereka meninggalkan hukum syariat dan mengikuti hawa nafsu yang buruk. Jadi dengan ayat ini dapatlah disimpulkan bahwa Ahli Kitab itu adalah:\n\na.Orang-orang yang sesat sejak dahulu karena mereka mengikuti hawa nafsu dalam urusan agama, membuat bidah, menghalalkan yang haram dan meninggalkan sunah Rasul.\n\nb.Orang lain menjadi sesat, karena mereka setelah sesat berusaha menyesatkan orang lain, memperluas bidah yang diada-adakan oleh para pendeta mereka.\n\nc.Orang yang berpaling dari agama Islam, terus-menerus berada dalam kesesatan, berarti mereka telah berbuat melampaui batas, berbuat bidah dan menyimpang dari itikad yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 747, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 6, "page": 121, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064f\u0639\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lu'inal lazeena kafaroo mim Baneee israaa'eela 'alaa lisaani Daawooda wa 'Eesab ni Maryam; zaalika bimaa 'asaw wa kaanoo ya tadoon" } }, "translation": { "en": "Cursed were those who disbelieved among the Children of Israel by the tongue of David and of Jesus, the son of Mary. That was because they disobeyed and [habitually] transgressed.", "id": "Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/747", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/747.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/747.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada ayat-ayat yang lalu diterangkan tentang penyimpangan umat Nasrani, pada ayat-ayat berikut dijelaskan tentang kutukan Allah pada orang Yahudi yang kafir. Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir dari Bani Israil, yaitu mereka yang selalu ingkar dan mengabaikan perjanjiannya dengan Allah, telah dilaknat melalui atau dengan perantaraan lisan Nabi Dawud dan Isa putra Maryam. Kutukan Allah yang demikian itu, disebabkan karena mereka durhaka dengan tidak menepati janji yang telah diikrarkan dan selalu melampaui batas dalam melaksanakan ajaran dan tuntunan agama, sehingga cenderung mengarah pada kesesatan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang kafir dari kalangan Yahudi mendapat kemurkaan dan kutukan Allah melalui ucapan Nabi Daud dan Isa putra Maryam. Ketika orang-orang Yahudi membuat kedurhakaan pada hari Sabat (hari larangan terhadap orang Yahudi menangkap ikan), Nabi Daud mengutuk mereka pada khususnya, karena melanggar kehormatan hari Sabat dan pada umumnya terhadap mereka yang membuat kedurhakaan biasa. (Mazmur cix. 17-18,/xxviii. 21-22, 31-33,/xiv. 22-28, dan pasim). Nabi Isa pun pernah mengutuk mereka sebagai \"keturunan pembunuh nabi-nabi\" dan \"kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak.\" (Matius xxiii. 31-35). Pada akhir ayat ini dijelaskan, bahwa kutukan itu disebabkan mereka membuat maksiat dan melanggar hukum-hukum Allah dengan cara melampaui batas." } } }, { "number": { "inQuran": 748, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 6, "page": 121, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u064d \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kaanoo laa yatanaahawna 'am munkarin fa'aluhoo; labi'sa maa kaanoo yafa'loon" } }, "translation": { "en": "They used not to prevent one another from wrongdoing that they did. How wretched was that which they were doing.", "id": "Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/748", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/748.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/748.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kebanyakan dari umat Yahudi itu bersikap melampaui batas, sehingga mereka tidak berbeda satu sama lain, dan mereka juga tidak saling mencegah dari perbuatan mungkar atau penyimpangan yang selalu mereka perbuat. Sesungguhnya keadaan seperti ini mengisyaratkan betapa sangat buruk apa yang selalu mereka perbuat selama itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kebiasan Yahudi ialah membiarkan kemungkaran terjadi di hadapan mereka disebabkan mereka tidak melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar. Demikianlah buruknya perbuatan mereka itu, sehingga hal itu menjadi sebab adanya kutukan Allah pada mereka. Dalam hubungan ayat ini Nabi Muhammad bersabda, \n\nDari Abdullah bin Masud r.a. katanya, Rasulullah SAW bersabda : \"Ketika orang-orang Bani Israil terjerumus di lembah maksiat, kemudian mereka dilarang oleh ulama mereka dan mereka tidak mau berhenti, maka para ulama itu mengakrabi mereka, duduk-duduk, makan-makan dan minum-minum bersama. Allah SWT kemudian membikin hati-hati mereka saling akrab dan melaknat mereka semua melalui lisan Dawud dan Isa bin Maryam. Hal itu karena mereka bermaksiat dan melampaui batas.\" Kata Abdullah bin Masud selanjutnya : Nabi SAW kemudian duduk, sebelumnya dia bersandar, lalu bersabda: \"Tidak demi Dzat yang menguasai diriku, sampai kamu benar-benar menundukkan mereka kepada kebenaran.\" (Riwayat Abu Dawud, at-Tirmizi dan Ibnu Majah. Menurut at-Tirmizi, hadis ini hasan)" } } }, { "number": { "inQuran": 749, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 6, "page": 121, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u0633\u064e\u062e\u0650\u0637\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Taraa kaseeram minhum yatawallawnal lazeena kafaroo; labi'sa maa qaddamat lahum anfusuhum an sakhital laahu 'alaihim wa fil 'azaabi hum khaalidoon" } }, "translation": { "en": "You see many of them becoming allies of those who disbelieved. How wretched is that which they have put forth for themselves in that Allah has become angry with them, and in the punishment they will abide eternally.", "id": "Kamu melihat banyak di antara mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sungguh, sangat buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri, yaitu kemurkaan Allah, dan mereka akan kekal dalam azab." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/749", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/749.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/749.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu telah melihat dari peristiwa-peristiwa yang lalu bahwa banyak di antara mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir musyrik untuk memerangimu, seperti yang terjadi dalam Perang Ahzab. Karena itu, sesungguhnya dengan perilaku semacam itu betul-betul sangat buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka, sebab tindakan demikian hanya akan menuai balasan yang berat, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan di akhirat nanti, mereka akan kekal dalam siksaan atau azab api neraka.", "long": "Setelah ayat yang lalu menerangkan keburukan tingkah laku nenek moyang orang Yahudi (Bani Israil) maka ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad menyaksikan sendiri tingkah laku orang-orang kafir Bani Israil yang ada pada zamannya, yaitu kebanyakan mereka tolong-menolong dengan orang musyrik dari kalangan Arab (kaum Nabi sendiri) dalam usaha memerangi Nabi Muhammad. Pekerjaan yang mereka lakukan itu adalah sangat buruk sekali karena hanya mengikuti perintah hawa nafsu dan hasutan. Perbuatan itu menimbulkan kemurkaan Allah yang karenanya mereka pasti mendapat balasan daripada-Nya berupa azab api neraka untuk selama-lamanya. Orang-orang yang lepas dari api neraka adalah mereka yang mengerjakan pekerjaan yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 750, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 6, "page": 121, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 48, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law kaanoo yu'minoona billaahi wan nabiyyi wa maaa unzila ilaihi attakhazoohum awliyaaa'a wa laakinna kaseeram minhum faasiqoon" } }, "translation": { "en": "And if they had believed in Allah and the Prophet and in what was revealed to him, they would not have taken them as allies; but many of them are defiantly disobedient.", "id": "Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak di antara mereka orang-orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/750", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/750.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/750.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekiranya mereka, yaitu orang-orang Yahudi yang bekerja sama dengan orang kafir, itu beriman kepada Allah, kepada Nabi Muhammad, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, yaitu Al-Qur'an, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang-orang musyrik itu sebagai penolong-penolong atau teman setia yang membantu mereka untuk memerangi Nabi dan umat Islam. Akan tetapi, kenyataannya banyak di antara mereka adalah orang-orang yang fasik, yang sering melakukan penyimpangan dari ajaran agamanya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kalau masyarakat Yahudi yang tolong-menolong dengan kaum musyrik Arab itu beriman kepada Nabi Musa sebagaimana pengakuan mereka, serta beriman kepada ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa, tentulah mereka tidak mungkin tolong-menolong dengan orang-orang musyrik yang menyembah berhala. Karena ajaran agama mereka yang murni tidak dapat membenarkan hal itu. Tetapi kebanyakan mereka adalah orang fasik yang oleh karenanya mereka dapat bersatu dan berkerja sama karena diikat oleh suatu kepentingan yaitu menentang Nabi Muhammad, menolak ajaran-ajaran Al-Qur'an dan berusaha membikin jera orang yang beriman kepada Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 751, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 7, "page": 121, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u064e\u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u062f\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u0650\u0633\u0651\u0650\u064a\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0631\u064f\u0647\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Latajidanna ashad dan naasi 'adaawatal lillazeena aamanul Yahooda wallazeena ashrakoo wa latajidanna aqrabahum mawaddatal lil lazeena aamanul lazeena qaalooo innaa Nasaaraa; zaalika bi anna mminhum qiseeseena wa ruhbaananw wa annahum laa yastakbiroon" } }, "translation": { "en": "You will surely find the most intense of the people in animosity toward the believers [to be] the Jews and those who associate others with Allah; and you will find the nearest of them in affection to the believers those who say, \"We are Christians.\" That is because among them are priests and monks and because they are not arrogant.", "id": "Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/751", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/751.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/751.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu diterangkan tentang kutukan Allah terhadap orang Yahudi, selanjutnya pada ayat ini dijelaskan bagaimana sikap para Ahli Kitab terhadap orang mukmin. Allah memberikan informasi kepada Nabi Muhammad, \"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman (umat Islam), ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik, yang memang merasa tidak senang dan selalu memusuhi Rasulullah dan umat Islam. Dan di samping itu, pasti akan kamu dapati juga orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, \"Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani,\" yaitu yang tekun melaksanakan ajaran agamanya. Yang sedemikian itu karena di antara mereka, orang-orang Nasrani, terdapat para pendeta dan rahib yang saleh dan selalu melaksanakan tuntunan agamanya dengan benar, selain itu juga karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri dengan segala kesalehan dan ketekunan dalam beribadah.", "long": "Pada ayat ini Allah memberitahukan kepada Nabi Muhammad bahwa dalam perjuangannya akan menemukan manusia yang paling memusuhi dan menyakiti orang-orang mukmin. Manusia itu adalah Yahudi Medinah, musyrik Arab dan kalangan penyembah berhala. Orang Yahudi dan orang musyrik Arab sama-sama menentang ajaran Muhammad. Persamaan inilah yang mengikat kedua golongan ini, meskipun masing-masing mempunyai sifat kepribadian yang berlawanan. Selanjutnya ayat ini memberitahukan kepada Nabi Muhammad bahwa dia akan mendapatkan manusia yang paling dekat dan menyukai orang-orang mukmin. Manusia itu adalah orang-orang Nasrani. Sebabnya ialah di antara mereka ada golongan yang memperhatikan pelajaran agama dan budi pekerti yaitu golongan biarawan yang anti terhadap kemewahan duniawi. Mereka bertakwa dan banyak bersemedi untuk beribadah. Tentunya kedua golongan ini orang-orang yang bersifat tawaduk (rendah hati) karena agama mereka mengajak mencintai musuh dan memberikan pipi yang kiri kepada orang yang memukul pipi kanannya. Kebaikan orang-orang Nasrani itu telah dibuktikan oleh sejarah yaitu sambutan Raja Habasyah (Abisinia) yang disebut Najasyi yang memeluk agama Nasrani. Dia beserta sahabat-sahabatnya melindungi Muslimin yang pertama kali melakukan hijrah dari Mekah ke Habasyah karena takut dari gangguan dan fitnahan yang dilakukan oleh kaum musyrik Arab secara kejam. \n\nRaja Romawi Timur di Syam yaitu Heraklius, ketika menerima surat Nabi Muhammad menyambutnya dengan sambutan baik dan berusaha memberikan penjelasan kepada rakyatnya, supaya dapat menerima ajakan Nabi Muhammad meskipun rakyat belum sependapat dengannya karena masih berpegang dengan kefanatikan. Mukaukis yang menguasai Mesir, juga menyambut surat Nabi dengan sambutan yang baik, meskipun dia belum bersedia untuk menerima ajakan Nabi kepada Islam, namun beliau menjawab surat Nabi serta mengirim hadiah berharga, antara lain berupa seorang jariah yang bernama Mariah al-Qibtiyah. Demikian sambutan orang Nasrani pada masa Nabi. Berlawanan sekali dengan orang Yahudi, meskipun mereka secara terpaksa menyatakan sikap simpatik terhadap orang-orang mukmin, namun di dalam hati mereka tersembunyi pikiran tipu daya untuk memperdayakan orang-orang mukmin. Karena ajaran-ajaran pemimpin-pemimpin Yahudi menanamkan pada mereka fanatisme kebangsaan dan pendirian bahwa Bani Israil adalah satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 752, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 7, "page": 122, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0650\u064a\u0636\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa sami'oo maaa unzila ilar Rasooli taraaa a'yunahum tafeedu minad dam'i mimmmaa 'arafoo minalhaqq; yaqooloona Rabbanaaa aamannaa faktubnaa ma'ash shaahideen" } }, "translation": { "en": "And when they hear what has been revealed to the Messenger, you see their eyes overflowing with tears because of what they have recognized of the truth. They say, \"Our Lord, we have believed, so register us among the witnesses.", "id": "Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri), seraya berkata, “Ya Tuhan, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/752", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/752.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/752.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat-ayat sebelumnya Allah menjelaskan tentang Ahli Kitab yang paling memusuhi kaum muslim, yaitu kaum Yahudi, dan Ahli Kitab yang merasa paling dekat dengan kaum muslim, yaitu kaum Nasrani; pada ayat ini Allah menjelaskan mengenai sebagian kaum Nasrani yang beriman kepada Al-Qur'an. Dan apabila mereka, sebagian Ahli Kitab seperti utusan kaum Nasrani dari Ethiopia, mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul, yaitu Al-Qur'an, kamu, wahai Nabi Muhammad, akan melihat mata mereka mencucurkan air mata, karena ayat-ayat Al-Qur'an itu meresap ke dalam kalbu mereka secara mendalam, disebabkan mereka telah mengetahui kebenaran Al-Qur'an dari kitab kitab mereka sendiri, seraya berkata dengan tulus, \"Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada Al-Qur'an, maka catatlah kami menjadi bagian yang tidak terpisahkan bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenaran Al-Qur'an dan kerasulan Nabi Muhammad.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa pada saat kaum Nasrani mendengar dan memahami kandungan ayat-ayat Al-Qur'an, ada di antara mereka yang mencucurkan air mata karena sangat terharu dan yakin atas kebenaran Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad yang ternyata membenarkan kitab suci mereka. Mereka terharu pula oleh sifat-sifat Nabi Muhammad yang telah mereka kenal sebelumnya dari kitab suci mereka. Pada saat demikian, mereka dengan rendah hati berkata, \"Ya Tuhan kami, kami beriman kepada-Mu dan kepada rasul-rasul-Mu, terutama Nabi Muhammad. Oleh sebab itu, masukkanlah kami bersama orang-orang yang mengakui kebenaran Al-Qur'an dan Nabi Muhammad, yang akan menjadi saksi pada hari Kiamat nanti bahwa Engkau benar-benar telah mengutus para nabi dan rasul-Mu, dan bahwa mereka benar-benar telah menyampaikan agama-Mu kepada umat mereka masing-masing.\"\n\nSelanjutnya mereka menyatakan bahwa, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi mereka untuk beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah diturunkan melalui Rasul-Nya yang terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia. Kemudian mereka tegaskan pula bahwa mereka beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang dibawa Rasul-Nya, karena mereka sangat ingin agar Allah memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang saleh, yaitu umat Nabi Muhammad, karena ajaran agama Islam yang benar, baik mengenai keimanan, ibadah, mu'amalah dan akhlak yang luhur." } } }, { "number": { "inQuran": 753, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 7, "page": 122, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa lanaa laa nu'minu billaahi wa maa jaaa'anaa minal haqqi wa natma'u ai yudkhilanaa Rabbunaa ma'al qawmis saaliheen" } }, "translation": { "en": "And why should we not believe in Allah and what has come to us of the truth? And we aspire that our Lord will admit us [to Paradise] with the righteous people.\"", "id": "Dan mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang saleh?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/753", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/753.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/753.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan harapan sebagian kaum Nasrani yang beriman kepada Al-Qur'an agar Allah memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Dan tidak ada alasan bagi kami tidak akan beriman kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan; dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia; dan tidak ada alasan pula bagi kami tidak beriman kepada kebenaran AlQur'an yang datang kepada kami, melalui wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dan kami sangat ingin, dengan senantiasa berdoa dan berusaha, agar Tuhan kami memasukkan kami, sejak di dunia hingga di akhirat, ke dalam golongan orang-orang saleh, yakni orang-orang yang baik, taat, dan bermanfaat bagi orang banyak?\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa pada saat kaum Nasrani mendengar dan memahami kandungan ayat-ayat Al-Qur'an, ada di antara mereka yang mencucurkan air mata karena sangat terharu dan yakin atas kebenaran Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad yang ternyata membenarkan kitab suci mereka. Mereka terharu pula oleh sifat-sifat Nabi Muhammad yang telah mereka kenal sebelumnya dari kitab suci mereka. Pada saat demikian, mereka dengan rendah hati berkata, \"Ya Tuhan kami, kami beriman kepada-Mu dan kepada rasul-rasul-Mu, terutama Nabi Muhammad. Oleh sebab itu, masukkanlah kami bersama orang-orang yang mengakui kebenaran Al-Qur'an dan Nabi Muhammad, yang akan menjadi saksi pada hari Kiamat nanti bahwa Engkau benar-benar telah mengutus para nabi dan rasul-Mu, dan bahwa mereka benar-benar telah menyampaikan agama-Mu kepada umat mereka masing-masing.\"\n\nSelanjutnya mereka menyatakan bahwa, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi mereka untuk beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah diturunkan melalui Rasul-Nya yang terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia. Kemudian mereka tegaskan pula bahwa mereka beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang dibawa Rasul-Nya, karena mereka sangat ingin agar Allah memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang saleh, yaitu umat Nabi Muhammad, karena ajaran agama Islam yang benar, baik mengenai keimanan, ibadah, mu'amalah dan akhlak yang luhur." } } }, { "number": { "inQuran": 754, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 7, "page": 122, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062b\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa asaabahumul laahu bimaa qaaloo Jannnaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa; wa zaalika jazaaa'ul muhsineen" } }, "translation": { "en": "So Allah rewarded them for what they said with gardens [in Paradise] beneath which rivers flow, wherein they abide eternally. And that is the reward of doers of good.", "id": "Maka Allah memberi pahala kepada mereka atas perkataan yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/754", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/754.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/754.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Allah memberi pahala kepada mereka, Ahli Kitab yang jujur dan konsisten terhadap kebenaran agamanya, atas perkataan yang telah mereka ucapkan, yaitu pernyataan, \"Dan tidak ada alasan bagi kami tidak akan beriman kepada Allah.\" Mereka mendapat balasan berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, merasakan kenikmatan yang tidak putus. Dan itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, terhadap diri mereka sendiri dengan tidak menyembunyikan kebenaran Taurat atau Injil, yang merupakan wahyu Allah.", "long": "Berdasarkan ucapan mereka yang mengungkapkan keimanan dan keikhlasan mereka yang sungguh-sungguh kepada Allah, maka Allah memberi mereka pahala, berupa surga tempat mereka memperoleh kenikmatan dan karunia Allah yang berupa kebun-kebun dan taman-taman yang indah. Pada hakekatnya keindahan dan kenikmatan yang mereka peroleh di dalam surga itu tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Surga akan dikaruniakan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh semasa ia hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 755, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 7, "page": 122, "manzil": 2, "ruku": 96, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo wa kazzaboo bi Aayaatinaaa ulaaa'ika Ashaabul Jaheem" } }, "translation": { "en": "But those who disbelieved and denied Our signs - they are the companions of Hellfire.", "id": "Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/755", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/755.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/755.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang kafir, termasuk dari kalangan ahli kitab seperti Yahudi dan Nasrani, serta orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, yaitu Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, di akhirat nanti, mereka itu akan menjadi penghuni neraka jahim yang kekal di dalamnya.", "long": "Kaum Nasrani yang beriman kepada Allah dan kepada Al-Qur'an adalah orang-orang yang mau berpikir, insaf, dan tidak fanatik. Tetapi ada orang yang fanatik kepada kesesatan dan ingkar kepada kebenaran, mereka mengingkari Al-Qur'an. Mereka adalah Ahli Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani yang sudah tertutup hatinya untuk menerima kebenaran, mereka hanya merasa benar sendiri. Dalam ayat ini Allah menyebutkan ancaman-Nya terhadap orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat-Nya yang telah menerangkan sifat-sifat kesempurnaan dan kemahaesaan-Nya, serta menjelaskan kebenaran Rasul-Nya mengenai wahyu Allah yang telah disampaikannya. Mereka pasti akan menjadi penghuni neraka Jahim. Dengan kekafiran mereka terhadap Allah, berarti mereka telah menganiaya diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka akan menderita siksa yang berat, dan mereka kekal dalam neraka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 756, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 7, "page": 122, "manzil": 2, "ruku": 97, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tuharrimoo taiyibaati maaa ahallal laahu lakum wa laa ta'tadooo; innal laaha laa yuhibbul mu'tadeen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not prohibit the good things which Allah has made lawful to you and do not transgress. Indeed, Allah does not like transgressors.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/756", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/756.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/756.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik bagi kesehatan kamu, yang telah dihalalkan Allah di dalam Al-Qur'an kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas dalam segala hal yang telah ditetapkan Allah di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, baik dalam agama maupun kehidupan sosial.", "long": "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan beberapa orang sahabat yang keliru dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama Islam. Mereka mengira, bahwa untuk mendekatkan diri kepada Allah harus melepaskan diri dari segala macam kenikmatan duniawi, karena mereka berpendapat, bahwa kenikmatan itu hanya akan melalaikan mereka beribadah kepada Allah. Padahal Allah telah menciptakan dan menyediakan di muka bumi ini hal-hal yang baik, yang dihalalkan-Nya untuk mereka. Di samping itu, Dia telah menjelaskan pula apa-apa yang diharamkan-Nya. Walaupun Allah telah menyediakan dan menghalalkan hal-hal yang baik bagi hamba-Nya, namun harus tetap diperlakukan dengan cara yang wajar dan tidak berlebihan. Maka firman Allah dalam ayat ini melarang hamba-Nya dari sikap dan perbuatan yang melampaui batas.\n\nPerbuatan yang melampaui batas dalam soal makanan, misalnya, dapat diartikan dengan dua macam pengertian. Pertama, seseorang tetap memakan makanan yang baik, yang halal, tetapi ia berlebihan makan makanan itu, atau terlalu banyak. Padahal makan yang terlalu kenyang merusak kesehatan, alat-alat pencernaan dan mungkin merusak pikiran. Dana dan pikirannya hanya tertuju kepada makanan dan minuman, sehingga kewajiban-kewajiban lainnya terbengkalai, terutama ibadahnya. Pengertian yang kedua, bahwa seseorang telah melampaui batas dalam macam dan jenis makanan yang dimakannya, minuman yang diminumnya; tidak lagi terbatas pada makanan yang baik dan halal, bahkan telah melampauinya kepada yang merusak dan berbahaya, yang telah diharamkan oleh agama. Kedua hal itu tidak dibenarkan oleh ajaran agama Islam.\n\nPada akhir ayat tersebut Allah memperingatkan kepada hamba-Nya, bahwa Dia tidak suka kepada orang yang melampaui batas. Ini berarti bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan haruslah selalu dalam batas-batas yang ditetapkan oleh agama, seperti batas halal dan haramnya, maupun batas-batas yang dapat diketahui oleh akal, pikiran dan perasaan, misalnya batas mengenai banyak sedikitnya serta manfaat dan mudaratnya.\n\nSuatu hal yang perlu kita ingat ialah prinsip yang terdapat dalam Syariat Islam, bahwa apa yang dihalalkan oleh agama, adalah karena ia bermanfaat dan tidak berbahaya; sebaliknya, apa yang diharamkannya adalah karena ia berbahaya dan tidak bermanfaat, atau karena bahayanya lebih besar daripada manfaatnya. Oleh sebab itu, tidak boleh mengubah-ubah sendiri hukum-hukum agama yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui apa yang baik dan bermanfaat bagi hamba-Nya dan apa yang berbahaya bagi mereka. Dia Maha Pengasih terhadap mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 757, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 7, "page": 122, "manzil": 2, "ruku": 97, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kuloo mimmaa razaqakumul laahu halaalan taiyibaa; wattaqul laahallazeee antum bihee mu'minon" } }, "translation": { "en": "And eat of what Allah has provided for you [which is] lawful and good. And fear Allah, in whom you are believers.", "id": "Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/757", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/757.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/757.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan makanlah oleh kamu wahai orang-orang yang beriman, dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu, berupa bahan makanan yang berasal dari darat maupun dari laut, baik protein nabati maupun protein hewani sebagai rezeki yang halal dan baik untuk menopang aktivitas kamu dalam hidup dan kehidupan ini; dan bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, yang kepada-Nya kamu beriman dengan ikhlas dan istikamah.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada hamba-Nya agar mereka makan rezeki yang halal dan baik, yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka. \"Halal\" di sini mengandung pengertian, halal bendanya dan halal cara memperolehnya. Sedangkan \"baik\" adalah dari segi kemanfaatannya, yaitu yang mengandung manfaat dan maslahat bagi tubuh, mengandung gizi, vitamin, protein dan sebagainya. Makanan tidak baik, selain tidak mengandung gizi, juga jika dikonsumsi akan merusak kesehatan.\n\nPrinsip \"halal dan baik\" ini hendaknya senantiasa menjadi perhatian dalam menentukan makanan dan minuman yang akan dimakan untuk diri sendiri dan untuk keluarga, karena makanan dan minuman itu tidak hanya berpengaruh terhadap jasmani, melainkan juga terhadap rohani.\n\nSetiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih baik baginya. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\nTidak ada halangan bagi orang-orang mukmin yang mampu, untuk menikmati makanan dan minuman yang enak, dan untuk mengadakan hubungan dengan isteri, akan tetapi haruslah menaati ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan syara', yaitu: baik, halal dan menurut ukuran yang layak dan tidak berlebihan. Maka pada akhir ayat ini Allah memperingatkan orang beriman agar mereka berhati-hati dan bertakwa kepada-Nya dalam soal makanan, minuman, dan kenikmatan-kenikmatan lainnya. Janganlah mereka menetapkan hukum-hukum menurut kemauan sendiri dan tidak pula berlebihan dalam menikmati apa-apa yang telah dihalalkan-Nya.\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nmakan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (al-A'raf/7: 31)\n\nAgama Islam sangat mengutamakan kesederhanaan. Ia tidak membenarkan umatnya berlebih-lebihan dalam makan, minum, berpakaian dan sebagainya, bahkan dalam beribadah. Sebaliknya, juga tidak dibenarkannya seseorang terlalu menahan diri dari menikmati sesuatu, padahal ia mampu untuk memperolehnya. Apalagi bila sifat menahan diri itu sampai mendorongnya untuk mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan syara'.\n\nSetiap orang beriman diperintahkan Allah swt. untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang halal dan baik (mengandung gizi dan vitamin yang cukup). Jadi bagian ayat yang berbunyi halal dan baik (arab: halalan thayyiba) tersebut di atas mengandung makna dua aspek yang akan melekat pada setiap rezeki makanan yang dikonsumi manusia. Aspek pertama, hendaklah makanan didapatkan dengan cara yang halal yang sesuai dengan syariat Islam yang dicontohkan Rasul. Dalam hal ini mengandung makna perintah untuk bermuamalah yang benar. Jangan dengan cara paksa, tipu, curi, atau dengan cara-cara yang diharamkan dalam syariat Islam. Sementara dalam aspek baik atau thayyib adalah dari sisi kandungan zat makanan yang dikonsumi. Makanan hendaknya mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh, baik mutu maupun jumlah. Makanan gizi berimbang adalah yang dianjurkan. Ada makanan yang halal tapi tidak thayyib, misalnya Rasul mencontohkan kepala, kulit dan jeroan binatang sembelihan dibuang. Bahkan beliau bersabda jangan makan tulang karena tulang adalah makanan untuk saudaramu dari bangsa jin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian-bagian tersebut ternyata banyak mengandung zat penyebab kadar kolestrerol darah dalam tubuh manusia cepat meningkat.\n\nRasulullah telah memberikan suri teladan tentang kesederhanaan ini. Dalam segala segi kehidupannya, beliau senantiasa bersifat sederhana, padahal jika beliau mau niscaya beliau dapat saja menikmati segala macam kenikmatan itu sepuas hati. Akan tetapi beliau tidak berbuat demikian, karena sebagai seorang pemimpin, beliau memimpin dan memberi teladan kepada umatnya, pola hidup sederhana, tetapi tidak menyiksa diri." } } }, { "number": { "inQuran": 758, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 7, "page": 122, "manzil": 2, "ruku": 97, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u0648\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0642\u0651\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0637\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0639\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0633\u064e\u0637\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u0650\u0633\u0652\u0648\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064f \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0644\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062d\u0652\u0641\u064e\u0638\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yu'aakhizukumul laahu billaghwi feee aimaanikum wa laakiny ya'aakhizukum bimaa 'aqqattumul aimaana fakaf faaratuhooo it'aamu 'asharati masaakeena min awsati maa tut'imoona ahleekum aw kiswatuhum aw tahreeru raqabatin famallam yajid fa Siyaamu salaasati aiyaam; zaalika kaffaaratu aimaanikum izaa halaftum; wahfazooo aimaanakum; kazaalika yubaiyinul laahu lakum Aayaatihee la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "Allah will not impose blame upon you for what is meaningless in your oaths, but He will impose blame upon you for [breaking] what you intended of oaths. So its expiation is the feeding of ten needy people from the average of that which you feed your [own] families or clothing them or the freeing of a slave. But whoever cannot find [or afford it] - then a fast of three days [is required]. That is the expiation for oaths when you have sworn. But guard your oaths. Thus does Allah make clear to you His verses that you may be grateful.", "id": "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/758", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/758.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/758.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan macam-macam kafarat atau denda bagi siapa saja yang melanggar sumpah yang diucapkan secara sadar dan sengaja. Namun demikian, kafarat ini tidak berlaku bagi sumpah yang tidak disengaja. Allah tidak akan menghukum kamu, wahai orang beriman, disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja untuk diucapkan, seperti perkataan, \"Tidak, demi Allah,\" atau \"Benar, demi Allah,\" tetapi Dia akan menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Jika kamu dalam mengucapkan sumpah itu benar benar bermaksud untuk bersumpah, maka kafaratnya, denda pelanggaran sumpah supaya dosa sumpahmu diampuni oleh Allah, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, baik yang kamu kenal maupun tidak, yaitu dari jenis makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, baik dari segi jumlah maupun jenis makanannya, atau memberi mereka pakaian baru maupun layak pakai, atau memerdekakan seorang hamba sahaya, baik laki-laki maupun perempuan. Barang siapa tidak mampu melakukannya, salah satu dari tiga pilihan kafarat tersebut, maka kafaratnya berpuasalah tiga hari dengan ikhlas sambil berharap agar Allah mengampuni dosa sumpah yang pernah diucapkannya. Itulah ketentuan Allah tentang kafarat sumpah-sumpahmu, apabila kamu benar-benar bersumpah dengan sengaja. Dan jagalah sumpahmu supaya kamu tidak mudah bersumpah, apalagi bersumpah palsu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukumNya tentang sumpah kepadamu agar kamu bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kamu.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah tidak akan menimpakan hukuman kepada seseorang yang melanggar sumpah yang telah diucapkannya tidak dengan sungguh-sungguh atau tidak didahului oleh niat bersumpah. Akan tetapi, bila seseorang bersumpah dengan sepenuh hati dan niat yang sungguh-sungguh, kemudian ia melanggar sumpah tersebut, maka ia dikenakan kafarat (denda), yaitu salah satu dari hal-hal berikut ini:\n\na) Memberi makan sepuluh orang miskin, masing-masing satu kali makan. (Imam Abu Hanifah membolehkan memberi makan satu orang miskin saja, tetapi dalam masa sepuluh hari). Makanan tersebut haruslah sama mutunya dengan makanan yang dimakan sehari-hari oleh pembayar kafarat dan keluarganya.\n\nb) Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, yang sama mutunya dengan pakaian yang dipakainya sehari-hari.\n\nc) Memerdekakan seorang hamba sahaya yang diperoleh dengan jalan membeli atau menawannya dalam peperangan. Di sini tidak diisyaratkan agar hamba-hamba sahaya itu harus beriman. Oleh karena itu, boleh memerdekakan hamba sahaya yang kafir sekalipun sebagai kafarat pelanggaran sumpah. (Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Sedang Imam Syafi'i, Malik dan Ahmad mensyaratkan agar hamba itu yang sudah beriman).\n\nd) Berpuasa selama tiga hari. Ini berlaku bagi pelanggar sumpah yang tidak mampu membayar kafarat sumpahnya dengan salah satu dari tiga macam kafarat yang disebutkan terdahulu. Apabila ia belum mampu untuk berpuasa karena ia sedang sakit, maka harus dilaksanakan setelah ia sembuh dan mampu berpuasa. Jika ternyata penyakitnya tidak sembuh, dan kemudian ia meninggal dunia sebelum sempat berpuasa untuk membayar kafarat itu, maka diharapkan ampunan Allah untuknya, bila benar-benar telah mempunyai niat yang sungguh-sungguh untuk melaksanakannya walaupun belum tercapai.\n\nDengan demikian jelas bahwa seseorang yang melanggar sumpah yang memang diniatkan secara sungguh-sungguh, maka ia harus membayar kafarat, salah satu dari tiga macam kafarat itu. Apabila ia tidak mampu, ia boleh membayarnya dengan kafarat yang keempat yaitu berpuasa tiga hari berturut-turut. Mengenai hal ini Rasulullah telah menjelaskan dengan sabda beliau yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Ibnu 'Abbas, ia berkata:\n\nKetika ayat kafarat ini diturunkan, Hudzaifah bertanya kepada Rasulullah, \"Bolehkah kami memilih?\" Maka Rasulullah menjawab, \"Engkau boleh memilih, jika engkau mau, engkau boleh memerdekakan seorang hamba sahaya; dan jika engkau mau, engkau boleh memberi makan (sepuluh orang miskin). Barang siapa yang tidak mampu, maka ia harus berpuasa tiga hari berturut-turut.\" (Riwayat Ibnu Mardawaih)\n\nJika bersumpah tidak akan berbuat sesuatu yang dihalalkan untuknya, sehingga dengan demikian berarti ia tidak mengharapkan sesuatu yang telah dihalalkan Allah, maka ia diwajibkan melanggar sumpahnya, dan diwajibkan pula untuk membayar kafaratnya. Demikian pula sebaliknya.\n\nSetelah Allah menjelaskan macam-macam kafarat yang tersebut di atas yang harus ditunaikan oleh orang yang melanggar sumpahnya itu, selanjutnya Allah memperingatkan orang-orang mukmin agar mereka memelihara sumpah mereka. Artinya: seseorang tidak boleh mempermainkan sumpah. Sumpah digunakan hanya dalam masalah-masalah yang memang memerlukan sumpah sebagai penguat atau penegasan.\n\nApabila sumpah sudah diucapkan dengan niat sungguh-sungguh, maka isi sumpah itu harus ditepati, kecuali bila sumpah itu menyalahi peraturan agama, misalnya: untuk mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah dan Rasul-Nya. Hanya dalam keadaan semacam itu sajalah sumpah harus dilanggar, tetapi harus ditebus dengan kafarat.\n\nPada akhir ayat ini Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya yang berisi hukum-hukum agama kepada mereka yang mau bersyukur kepada-Nya atas segala rahmat-Nya, keadilan-Nya, serta kasih sayang-Nya. Diharapkan, syukur yang dilakukan dengan cara-cara yang diajarkannya akan menyebabkan bertambahnya rahmat tersebut kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 759, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 7, "page": 123, "manzil": 2, "ruku": 97, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0633\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0632\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u0631\u0650\u062c\u0652\u0633\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "yaaa aiyuhal lazeena aamanooo innamal khamru walmaisiru wal ansaabu wal azlaamu rijsum min 'amalish shaitaani fajtaniboohu la'al lakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, indeed, intoxicants, gambling, [sacrificing on] stone alters [to other than Allah], and divining arrows are but defilement from the work of Satan, so avoid it that you may be successful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/759", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/759.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/759.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melalui ayat ini, Allah memerintahkan kaum mukmin untuk menjauhi perbuatan setan. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, kitab-Nya, dan Rasul-Nya! Sesungguhnya minuman keras, apa pun jenisnya, sedikit atau banyak, memabukkan atau tidak memabukkan; berjudi, bagaimana pun bentuknya; berkurban untuk berhala, termasuk sesajen, sedekah laut, dan berbagai persembahan lainnya kepada makhluk halus; dan mengundi nasib dengan anak panah atau dengan cara apa saja sesuai dengan budaya setempat, adalah perbuatan keji karena bertentangan dengan akal sehat dan nurani serta berdampak buruk bagi kehidupan pribadi dan sosial; dan termasuk perbuatan setan yang diharamkan Allah. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu dalam kehidupan pribadi dan kehidupan sosial dengan peraturan yang tegas dan hukuman yang berat agar kamu beruntung dan sejahtera lahir batin dalam kehidupan dunia dan terhindar dari azab Allah di akhirat.", "long": "Dengan ayat ini Allah menjelaskan hukum-hukum-Nya mengenai empat macam perbuatan, yaitu: minum khamar, berjudi, mempersembahkan kurban kepada patung-patung dan mengundi nasib dengan menggunakan alat-alat yang menyerupai anak panah yang biasa dilakukan oleh bangsa Arab sebelum datangnya agama Islam.\n\nMengenai pengharaman minum khamar, para ahli tafsir berpendapat bahwa ayat ini merupakan tahap terakhir dalam menentukan hukum haramnya meminum khamar. Menurut mereka, Al-Qur'an mengemukakan hukum meminum khamar itu dalam empat tahap.\n\nPertama, berupa informasi tentang adanya kandungan alkohol pada buah anggur pada surah an-Nahl/16:67. \n\nKedua, manfaat dan madarat minuman keras:\n\nMereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, \"Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.\" (al-Baqarah/2: 219)\n\nAyat ini turun pada masa permulaan Islam, ketika iman kaum Muslimin belum begitu kuat untuk dapat meninggalkan apa yang telah menjadi kegemaran dan kebiasaan mereka, yang sebenarnya tidak dibolehkan oleh agama Islam. Maka setelah turun ayat ini, sebagian dari kaum Muslimin telah meningalkan kebiasaan minum khamar karena ayat tersebut telah menyebutkan bahwa perbuatan itu merupakan dosa besar. Tetapi sebagian masih melanjutkan kebiasaan minum khamar, karena menurut pendapat mereka ayat itu belum melarang mereka dari perbuatan itu, karena masih menyebutkan bahwa khamar itu mengandung banyak manfaat bagi manusia.\n\nAlkohol atau khamr yang dimaksud adalah etanol yang diproduksi dengan fermentasi sari buah seperti anggur, nanas, dan sebagainya. Juga dapat diproduksi dari tetes, limbah dari pabrik gula tebu, dan ini merupakan bahan baku yang paling banyak digunakan untuk memproduksi alkohol di Indonesia.\n\nAlkohol memiliki beberapa manfat antara lain sebagai sumber energi dan pelarut. Alkohol merupakan sumber energi yang cukup tinggi, lebih tinggi dari gula dan hampir menyamai lemak dengan perbandingan sebagai berikut Karbohidrat/gula, 4 kkal/g, alkohol, 7 kkal/g dan lemak, 9 kkal/g Selain itu alkohol mudah dicerna sehingga badan mudah memperoleh energi setelah minum alkohol. Alkohol juga dipakai pelarut dalam obat “ obatan yang disebut elixir seperti dalam obat ginjal batugen elixir atau juga dalam obat batuk.\n\nKetiga, larangan melaksanakan salat ketika mabuk:\n\nWahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat, ketika kamu dalam keadaan mabuk¦ (an-Nisa'/4: 43).\n\nKarena ayat ini melarang mereka melakukan salat dalam keadaan mabuk, maka ini berarti bahwa mereka tidak dibolehkan minum khamar sebelum salat, agar mereka dapat melakukan salat dalam keadaan tidak mabuk. Setelah turun ayat ini, mereka tak bisa lagi minum khamar sejak sebelum Zuhur, sampai selesainya salat Isya, karena waktu Zuhur dan Asar adalah bersambungan, dalam masa yang pendek. Demikian pula antara Asar dan Magrib, dan antara Magrib dengan Isya. Apabila mereka minum khamar sesudah salat Zuhur, atau Magrib, niscaya tak cukup waktu untuk menunggu mereka sadar dari mabuk. Sehingga dengan demikian mereka tak akan dapat melakukan salat dalam keadaan sadar, sedangkan Allah telah melarang mereka melakukan salat dalam keadaan mabuk.\n\nOrang-orang yang hendak minum khamar hanya mendapat kesempatan sesudah salat Isya dan sesudah salat Subuh. Karena jarak antara Isya dan Subuh dan antara Subuh dan Zuhur cukup panjang. Dengan demikian, diharapkan orang yang minum khamar menjadi semakin berkurang.\n\nKeempat, penetapan keharaman khamar\n\nSetelah iman kaum Muslimin semakin kuat, dan kejiwaan mereka semakin mantap untuk meninggalkan apa yang tidak diperbolehkan agama, maka turunlah ayat 90 Surah al-Ma'idah/5 ini, yang memberikan ketegasan tentang haramnya minum khamar, yaitu dengan mengatakan bahwa minum khamar, dan perbuatan lainnya adalah perbuatan kotor, haram dan termasuk perbuatan setan yang tak patut dilakukan oleh manusia yang beriman kepada Allah. Dengan turunnya ayat ini, tertutuplah sudah semua kemungkinan bagi orang-orang mukmin untuk minum khamar.\n\nDemikianlah tahap-tahap yang telah diatur Al-Qur'an dalam memberikan hukum haram minum khamar. Prinsip ini sangat tepat untuk digunakan bila kita ingin mengadakan pemberantasan dan pembasmian apa yang telah berurat berakar dan mendarah-daging dalam masyarakat. Andaikata kita mengadakan tindakan yang drastis, pemberantasan yang mendadak dan sekaligus, maka akan terjadi kegoncangan dalam masyarakat, dan akan timbullah perlawanan yang keras terhadap peraturan baru yang hendak diterapkan. Agama Islam sangat mementingkan pembinaan mental manusia, dan menghindari timbulnya kegoncangan-kegoncangan dalam masyarakat.\n\nKhamar atau minuman berakohol dilarang karena dibalik kemanfaatannya alkohol juga memiliki kemudaratan. Di negara“negara maju, seperti Amerika dan Australia, alkohol penyebab kecelakaan lalu lintas lebih dari 55% dan juga merupakan sumber berbagai penyakit. Di Amerika diidentifikasi bahwa pemabuk banyak menderita penyakit karena avitaminosis. Di Australia didapatkan bahwa anak“anak suami istri pemabuk, banyak menderita cacat fisik dan atau mental. Di Papua Nugini, kegemaran minum para pekerjanya adalah penyebab penceraian, karena uang habis untuk minum“minum. Di Indonesia, alkohol adalah penyebab tindakan kriminal seperti perampokan, perkosaan dan pembunuhan. Juga penyebab kecelakaan lalu lintas, dan keretakan rumah tangga. Meskipun merupakan bisnis besar, tetapi telah diteliti bahwa setiap dolar yang diperoleh dari produk alkohol, memerlukan biaya yang lebih besar untuk mengatasi akibat kerusakan sosial yang diperoleh, seperti :\n\nTennese State : Perolehan US$1,- biaya US$ 2.28\n\nShelby State : Perolehan US$1,- biaya US$ 11.08\n\nMemphis State : Perolehan US$1,- biaya US$ 4.39\n\nKarena alkohol mudah diserap, maka makanan berlebih seperti gula, lemak dan protein disimpan dalam bentuk lemak sehingga kelebihan berat badan. Obesitas ini penyebab dari penyakit pembuluh darah, jantung dan gula (diabetes).\n\nPerlu diketahui bahwa alkohol adalah minuman berenergi tinggi tetapi tanpa gizi atau disebut \"empty calories\". Juga alkohol penyebab tubuh tidak dapat menyerap vitamin dan mineral atau keduanya dibuang ke dalam urin. Akibatnya pemabuk menjadi malnutrisi. Dan ini pula penyebab utama bahwa anak “ anak para peminum atau pemabuk menderita cacat fisik atau mental karena sperma atau ovumnya kekurangan gizi.\n\nDetoksikasi alkohol dalam tubuh oleh lever terus menerus dapat merusak sel“sel. Kerusakan sel akan mengganggu kinerja lever. Selain itu kelebihan lemak disimpan dalam hati yang dapat menyebabkan kanker hati atau cirrosis yang belum ada obatnya.\n\nAlkohol merusak sistem syaraf, melemahkan koordinasi otot dan mata (penyebab kecelakaan). Juga menghilangkan ingatan sehingga melakukan segala kejahatan tanpa kesadaran, seperti memperkosa, berkelahi, merampok dan membunuh.\n\nAlkohol termasuk bahan yang menyebabkan ketagihan atau adiktif. Sifat ini menyebabkan peminum ingin mengkonsumsi lebih banyak dan lebih banyak lagi karena tidak puas. Rasa yang selalu tidak puas itu yang akhirnya menyebabkan terjerumus ke dalam dunia narkotika seperti ganja, morfin, kokain, dan sebagainya. Sifat adiktif ini secara ilmu pengetahuan belum dapat dijelaskan dengan memuaskan.\n\nAdapun judi, amat besar bahayanya bagi pribadi dan masyarakat. Judi dapat merusak kepribadian dan moral seseorang, karena seorang penjudi selalu berangan-angan akan mendapat keuntungan besar tanpa bekerja dan berusaha, menghabiskan umurnya di meja judi tanpa menghiraukan kesehatannya, keperluan hidupnya dan hidup keluarganya yang menyebabkan rumah tangga hancur. Judi akan menimbulkan permusuhan antara sesama penjudi. Permusuhan ini terus berlanjut dalam pergaulan sehingga merusak masyarakat. Berapa banyak rumah tangga yang berantakan, harta yang musnah karena judi. Tidak ada orang yang kaya semata-mata karena berjudi (lihat juga tafsir ayat 219 Surah al-Baqarah/2).\n\nOrang Arab sebelum Islam merupakan masyarakat penyembah berhala. Mereka membuat patung-patung dari batu dan sebagainya, kemudian mereka sembah dan mereka agung-agungkan. Mereka menyembelih hewan-hewan kurban untuk dipersembahkan kepada patung-patung tersebut. Perbuatan ini adalah perbuatan yang sesat. Karena yang patut disembah dan diagungkan hanyalah Allah. Manusia dapat menyembah Allah, tanpa perantara. Jika ingin berkurban, sembelihlah kurban itu, kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada manusia yang dapat memanfaatkannya, jangan kepada patung-patung yang tak akan dapat mengambil manfaat apapun dari daging kurban tersebut. Oleh sebab itu, sangat tepat bila agama Islam melarang kaum Muslimin mempersembahkan kurban kepada patung-patung, kemudian Islam menetapkan bahwa kurban itu adalah untuk mengagungkan Allah, dan dagingnya dibagikan kepada sesama manusia.\n\nMengundi nasib, juga suatu perbuatan yang telah lama dikenal manusia, bahkan sampai sekarang masih dilakukan dan dipercayai oleh sebagian orang. Ada berbagai cara yang digunakan untuk keperluan itu. Ada kalanya dengan menggunakan alat, atau dengan meneliti telapak tangan, atau dengan memperhatikan tanggal dan hari kelahiran bintang-bintang, sebagaimana sering dicantumkan dalam majalah hiburan atau surat kabar-surat kabar. Bangsa Arab di zaman jahiliah biasa mengundi nasib dengan menggunakan azlam, yaitu anak panah yang belum memakai bulu. Mereka menggunakannya untuk mengambil keputusan apakah mereka akan melakukan sesuatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka mengambil tiga buah anak panah yang belum memakai bulu tersebut lalu pada anak panah yang pertama mereka tuliskan kata-kata \"lakukanlah\" sedang pada anak panah yang kedua mereka tuliskan kata-kata \"jangan lakukan\"; adapun anak panah yang ketiga tidak ditulisi apa-apa. Ketiga anak panah tersebut diletakkan dalam suatu wadah, lalu disimpan di dalam Ka'bah. Bila mereka hendak melakukan satu pekerjaan, maka mereka meminta kepada tukang kunci Ka'bah untuk mengambil satu di antara ketiga anak panah tersebut. Apakah mereka akan melakukan perbuatan itu atau tidak, tergantung kepada tulisan yang didapati pada anak panah yang diambil itu. Jika ternyata bahwa yang diambil itu adalah anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian itu diulang sekali lagi. Demikianlah mereka menggantungkan nasib kepada undian tersebut dan mereka sangat mempercayainya.\n\nUndian-undian dan ramalan-ramalan semacam itu mengandung banyak segi negatifnya. Apabila si peramal mengatakan bahwa orang yang bersangkutan akan menemui nasib yang jelek, maka hal itu akan membuatnya merasa kuatir, takut dan putus asa, bahkan akan menyebabkan tidak mau bekerja dan berusaha karena ia percaya kepada ramalan itu. Sebaliknya, bila peramal mengatakan bahwa ia akan menjadi orang yang kaya dan berbahagia, maka hal itu dapat menyebabkan dia malas bekerja dan memandang rendah segala macam usaha, karena ia percaya bahwa tanpa usaha pun ia akan berbahagia atau menjadi kaya.\n\nOrang beriman dilarang mempercayai ramalan-ramalan itu, baik yang dikatakan langsung oleh tukang-tukang ramal, ataupun yang biasa dipublikasikan dalam media cetak dan elektronik. Ramalan-ramalan tersebut dapat merusak iman. Orang beriman harus percaya bahwa Allah sajalah yang dapat menentukan nasib setiap makhluk-Nya. Percaya kepada qadha dan qadar Allah, adalah salah satu dari rukun iman.\n\nPada akhir ayat ini Allah memerintahkan agar orang beriman menjauhi minuman khamar, berjudi, berkorban untuk patung-patung serta mengundi nasib, diharapkan dengan menjauhi perbuatan-perbuatan itu, mereka akan menjadi orang-orang yang sukses dan beruntung di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 760, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 7, "page": 123, "manzil": 2, "ruku": 97, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0639\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0633\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa yureedush Shaitaanu ai yooqi'a bainakumul 'adaawata wal baghdaaa'a fil khamri wal maisiri wa yasuddakum 'an zikril laahi wa 'anis Salaati fahal antum muntahoon" } }, "translation": { "en": "Satan only wants to cause between you animosity and hatred through intoxicants and gambling and to avert you from the remembrance of Allah and from prayer. So will you not desist?", "id": "Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/760", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/760.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/760.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan bahwa setan itu bertujuan menciptakan permusuhan dan kebencian di antara manusia. Dengan membujuk kamu meneguk minuman keras dan mendorong kamu mencoba-coba berjudi, setan hanyalah bermaksud dengan sangat cerdik menimbulkan permusuhan akibat kamu dipengaruhi minuman keras dan kecanduan judi. Minuman keras dan judi juga menimbulkan kebencian antara kamu dengan anak, istri, saudara, tetangga, dan teman temanmu. Di samping itu, minuman keras dan judi itu menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, karena pikiranmu menjadi kusut, hatimu menjadi kusam, dan jiwamu menjadi kotor; maka tidakkah kamu mau berpikir jernih dan sadar, serta bertekad untuk berhenti dari kebiasaan meneguk minuman keras dan berjudi itu?", "long": "Ayat ini menyebutkan alasan mengapa Allah mengharamkan meminum khamar dan berjudi bagi orang-orang mukmin. Alasan yang disebutkan dalam ayat ini ada dua macam, Pertama, karena dengan kedua perbuatan itu setan ingin menimbulkan permusuhan dan rasa saling membenci di antara sesama manusia. Kedua, karena akan melalaikan mereka dari mengingat Allah dan salat.\n\nPada ayat yang lain telah disebutkan bahwa minum khamar dan berjudi adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Artinya setanlah yang menggoda manusia untuk melakukannya agar timbul permusuhan dan rasa saling membenci antara mereka.\n\nTimbulnya berbagai bahaya tersebut pada orang yang suka minum khamar dan berjudi, tak dapat dipungkiri. Kenyataan yang dialami oleh orang-orang semacam itu cukup menjadi bukti. Peminum khamar tentulah pemabuk. Orang yang mabuk tentu kehilangan kesadaran. Orang yang hilang kesadarannya mudah melakukan perbuatan yang tidak layak, atau mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak diucapkannya. Perbuatan dan perkataannya itu sering kali merugikan orang lain, sehingga menimbulkan permusuhan antara mereka. Di sisi lain, orang yang sedang mabuk tentu tidak ingat untuk melakukan ibadah dan zikir atau apabila ia melakukannya, tentu dengan cara yang tidak benar dan tidak khusyuk. Apalagi minum minuman keras menimbulkan kecanduan bahkan bisa menjadikan seseorang tergantung, yaitu ia tidak dapat bekerja jika tidak minum lebih dulu.\n\nOrang yang suka berjudi biasanya selalu berharap akan menang. Oleh karena itu, ia tidak pernah jera dari perbuatan itu, selagi ia masih mempunyai uang, atau barang yang akan dipertaruhkannya. Ketika uang atau barangnya telah habis, ia akan berusaha untuk mengambil hak orang lain dengan jalan yang tidak sah. Betapa banyak ditemui pegawai atau karyawan perusahaan yang telah mengkorup uang yang dihabiskannya di meja judi. Di antara penjudi-penjudi itu sendiri timbul rasa permusuhan, karena masing-masing ingin mengalahkan lawannya, atau ingin membalas dendam kepada lawan yang telah mengalahkannya. Seorang penjudi tentu sering melupakan ibadah, karena mereka yang sedang asyik berjudi, tidak akan menghentikan permainannya untuk melakukan ibadah, sebab hati mereka sudah tunduk kepada setan yang senantiasa berusaha untuk menghalang-halangi manusia beribadah kepada Allah dan menghendakinya ke meja judi.\n\nPada ayat ini Allah hanya menyebutkan bahaya khamar dan berjudi, sedang bahaya mempersembahkan korban untuk berhala serta mengundi nasib tidak lagi disebutkan. Bila kita teliti, dapatlah dikatakan bahwa hal itu disebabkan oleh dua hal.\n\nPertama, karena kurban untuk patung dan mengundi nasib itu telah disebutkan hukumnya dalam firman Allah:\n\n¦ dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. (al-Ma'idah/5: 3)\n\nKedua perbuatan itu, dalam ayat tersebut telah dinyatakan sebagai \"Kefasikan\".\n\nKedua, ialah karena khamar dan judi itu amat besar bahayanya. Itulah yang diutamakan pengharamannya dalam ayat ini, karena sebagian kaum Muslimin masih saja melakukannya sesudah turunnya ayat 219 Surah al-Baqarah/2 dan ayat 43 Surah an-Nisa'/4, terutama mengenai khamar.\n\nSetelah menjelaskan bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh khamar dan judi, maka Allah, dengan nada bertanya memperingatkan orang-orang mukmin. \"apakah mereka mau berhenti (dari mengerjakan pekerjaan itu)?\" Maksudnya ialah bahwa setelah mereka diberi tahu tentang bahaya yang demikian besar dari perbuatan-perbuatan itu, maka hendaklah mereka menghentikannya, karena mereka sendirilah yang akan menanggung akibatnya, yaitu kerugian di dunia dan di akhirat. Di dunia ini mereka akan mengalami kerugian harta benda dan kesehatan badan serta permusuhan dan kebencian orang lain terhadap mereka; sedangkan di akhirat mereka akan ditimpa kemurkaan dan azab dari Allah.\n\nDi samping minuman khamar yang memabukkan, kita juga dilarang mengkonsumsi beberapa zat yang memabukkan, seperti narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) serta obat-obat adiktif lainnya, karena dapat merusak jaringan tubuh, menimbulkan ketergantungan dan menghilangkan kesadaran pada pelakunya.\n\nDi dalam kitab hadis Musnad Ahmad, dan Sunan Abi Daud serta at-Tirmidzi disebutkan satu riwayat bahwa 'Umar bin Khaththab pernah berdoa kepada Allah, \"Ya Allah, berilah kami penjelasan yang memuaskan mengenai masalah khamar.\" Maka setelah turun ayat 219 Surah al-Baqarah/2, Rasulullah, membacakan ayat itu kepadanya, tetapi beliau masih saja belum merasa puas, dan beliau tetap berdoa seperti tersebut di atas. Demikian pula setelah turun ayat (43) Surah an-Nisa'/4. Tetapi setelah turun ayat-ayat 90 dan 91 Surah al-Ma'idah/5 ini, beliau dipanggil dan dibacakan kepadanya ayat-ayat tersebut. Beliau merasa puas. Setelah bacaan itu sampai kepada firman Allah:\n\nMaka maukah kamu berhenti (dari mengerjakan pekerjaan itu)? \n\nPara sahabat termasuk 'Umar bin Khaththab menjawab Artinya: \"Kami berhenti, kami berhenti.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 761, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 7, "page": 123, "manzil": 2, "ruku": 97, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa atee'ul laaha wa atee'ur Rasoola wahzaroo; fa in tawal laitum fa'lamooo annamaa 'alaa Rasoolinal balaaghul mubeen" } }, "translation": { "en": "And obey Allah and obey the Messenger and beware. And if you turn away - then know that upon Our Messenger is only [the responsibility for] clear notification.", "id": "Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/761", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/761.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/761.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk menaati Allah dan Rasul-Nya dengan tulus, serta berhati-hati menghadapi godaan setan. Dan taatlah kamu kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dengan ikhlas dan penuh kesadaran; dan taatlah kamu kepada Rasul dengan memelihara sunnahnya secara istikamah; serta berhati-hatilah dalam segala hal dari bujukan hawa nafsu dan bisikan setan. Jika kamu berpaling dari agama Allah dan ajaran Rasul-Nya, maka ketahuilah dengan penuh kesadaran bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan ajaran Allah dengan jelas kepada kamu, bukan menjadikan kamu beriman dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.", "long": "Pada ayat ini, mula-mula Allah memerintahkan kepada orang mukmin agar mereka menaati Allah dan menaati Rasul-Nya, agar mereka berhati-hati dan menjaga keselamatan diri. Maksudnya ialah agar mereka menaati perintah-Nya untuk menjauhi khamar dan judi serta perbuatan-perbuatan haram lainnya, termasuk menyembelih kurban untuk berhala, dan mengundi nasib; dan mereka harus menaati pula keterangan-keterangan yang telah diberikan Rasul-Nya mengenai ayat-ayat yang telah diturunkan-Nya kepada beliau. Sehubungan dengan masalah khamar itu, Rasulullah telah bersabda:\n\n\"Setiap minuman yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram.\" (Riwayat Muslim)\n\nPerintah untuk \"berhati-hati\" maksudnya adalah untuk menjaga keselamatan diri dari bahaya yang akan menimpa, apabila mereka melanggar larangan Allah mengenai khamar dan judi, seperti kecanduan dan rusaknya dinding usus serta malapetaka yang akan diderita di dunia dan di akhirat kelak. Harus diingat, apabila Allah, melarang hamba-Nya dari sesuatu hal atau perbuatan, adalah karena perbuatan itu berbahaya dan merusak. Dalam ayat lain Allah telah berfirman:\n\n¦ maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (an-Nur/24: 63)\n\nSetelah Allah memerintahkan agar orang-orang mukmin menaati-Nya dan menaati Rasul-Nya, serta menjaga diri dari bahaya yang akan menimpanya apabila mereka menyalahi hukum-hukum-Nya dan ketentuan-ketentuan Rasul-Nya, maka pada akhir ayat itu Allah menyebutkan ancaman-Nya, bahwa apabila mereka berpaling dari agama Allah yang telah disampaikan oleh Rasul-Nya, maka tanggung jawabnya terletak pada mereka sendiri, bukan pada Rasul; sebab kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan; dan Allah-lah yang akan memperhitungkan dan membalas segala perbuatan mereka baik di dunia maupun di akhirat. Dalam ayat lain, Allah, berfirman kepada Rasul-Nya:\n\n¦ tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (ali 'Imran/3: 20)\n\nFirman-Nya dalam ayat yang lain lagi ialah:\n\n¦ maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka). (ar-Ra'd/13: 40)" } } }, { "number": { "inQuran": 762, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 7, "page": 123, "manzil": 2, "ruku": 97, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0639\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laisa 'alal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati junaahun feemaa ta'imooo izaa mat taqaw wa aamanoo wa 'amilus saalihaati summat taqaw wa aamanoo summat taqaw wa ahsanoo; wallaahu yuhibbul muhsineen" } }, "translation": { "en": "There is not upon those who believe and do righteousness [any] blame concerning what they have eaten [in the past] if they [now] fear Allah and believe and do righteous deeds, and then fear Allah and believe, and then fear Allah and do good; and Allah loves the doers of good.", "id": "Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka makan (dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/762", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/762.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/762.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak mempermasalahkan apa yang pernah dimakan dan diminum oleh kaum mukmin sebelum mereka beriman. Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal-amal saleh, baik kesalehan secara individu maupun sosial, tentang apa yang mereka makan atau minum dahulu pada masa jahiliah seperti minuman keras, apabila mereka bertakwa, takut kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya, dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta mengerjakan amal saleh, kemudian mereka tetap bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan dan beriman kepada Allah dengan memelihara keimanannya. Selanjutnya mereka tetap juga bertakwa dengan mantap dan berbuat kebajikan yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan, baik dengan harta maupun tenaga dengan ikhlas semata mengharap keridaan Allah. Ayat ini kemudian di-mansukh atau dihapuskan masa berlakunya oleh Surah al-Ma idah ayat 90 yang secara tegas mengharamkan minuman keras.", "long": "Dalam riwayat Ibnu Mundzir dari Sa'id bin Zubair disebutkan sebab turun ayat ini sebagai berikut, \"Bahwa beberapa orang sahabat telah datang menemui Rasulullah untuk mengajukan pertanyaan mengenai orang-orang yang dahulunya pernah meminum khamar dan mereka telah mempersiapkan alasan-alasan yang akan mereka ajukan kepadanya, \"Bagaimana pendapat Rasulullah, mengenai Hamzah bin Abdil Muththalib, Mus'ab bin 'Umair dan Abdullah bin Jahsy, tidakkah mereka masuk surga?\" Rasulullah menjawab, \"Benar, mereka akan masuk surga.\" Lalu mereka berkata, \"Bukankah mereka dulunya minum khamar? Mengapa khamar itu sekarang diharamkan kepada kami, sedang mereka itu masuk surga padahal dulunya minum khamar?\" Maka Rasulullah menjawab, \"Allah telah mendengar apa-apa yang kamu katakan, jika Dia menghendaki niscaya Dia akan menjawabnya.\" Maka turunlah ayat (90) yang memberikan ketegasan hukum minum khamar. Mengenai orang-orang yang mereka sebut tadi, yaitu Hamzah, Mus'ab dan Abdullah bin Jahsy, Allah menurunkan ayat ini.\n\nDalam ayat ini Allah menjelaskan keadaan orang-orang yang dahulunya pernah berjudi dan minum khamar, tetapi kemudian mereka beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, baik mereka itu masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia ketika turunnya ayat ini. Mereka tidak berdosa dan tidak akan disiksa karena perbuatan-perbuatan mereka di masa yang lalu itu, selama mereka itu tetap bertakwa kepada Allah dan beriman kepada Rasul-Nya, taat kepada hukum-hukum yang telah diturunkan-Nya. Selanjutnya mereka tetap melakukan amal-amal saleh yang telah diwajibkan kepada mereka, seperti: salat, puasa, zakat dan sebagainya. Kemudian mereka tetap pula menjauhkan diri dari apa-apa yang diharamkan-Nya yang telah mereka ketahui, seperti berjudi, minum khamar, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dan lain-lain, serta mereka tetap beriman kepada ayat-ayat-Nya yang menjelaskan hukum-hukum tersebut. Akhirnya mereka terus menerus dalam ketakwaan serta meningkatkan amal-amal saleh mereka, yaitu dengan berbagai ibadah yang sunnah.\n\nDengan demikian jelaslah bahwa perbuatan jelek yang dilakukan pada masa sebelum datangnya larangan, atau sebelum mereka mengetahui adanya larangan itu, tidaklah menimbulkan dosa bagi mereka, asal mereka kemudian beriman, bertakwa dan mengerjakan amal-amal saleh, baik yang wajib maupun yang sunah, dan mereka menjauhi sama sekali perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama.\n\nPada akhir ayat tersebut Allah menerangkan bahwa Dia menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Artinya, Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada orang-orang yang berbuat kebajikan, sehingga mereka bebas dari pengaruh jelek yang ditimbulkan oleh perbuatan judi dan khamar misalnya: kebencian, permusuhan dan kelalaian dalam mengingat Allah, mengerjakan salat dan ibadah-ibadah lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 763, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 7, "page": 123, "manzil": 2, "ruku": 98, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0645\u064e\u0627\u062d\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo la yabluwannnakumul laahu bishai'im minas saidi tanaaluhooo aideekum wa rimaahukum liya'lamal laahu mai yakhaafuhoo bilghaib; famani' tadaa ba'da zaalika falahoo 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, Allah will surely test you through something of the game that your hands and spears [can] reach, that Allah may make evident those who fear Him unseen. And whoever transgresses after that - for him is a painful punishment.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Allah pasti akan menguji kamu dengan hewan buruan yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barangsiapa melampaui batas setelah itu, maka dia akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/763", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/763.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/763.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan tentang ujian yang akan diberikan Allah kepada orang-orang yang sedang berihram untuk haji atau umrah. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya! Allah pasti akan menguji kamu pada waktu kamu sedang berihram untuk haji atau umrah dengan diharamkan membunuh hewan buruan yang hidup di tanah haram yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu, karena banyak dan jinak. Hal ini bertujuan agar Allah mengetahui di antara kamu yang sedang berhaji dan umrah siapa yang benar-benar takut kepada-Nya dengan konsisten menjauhi larangan berihram, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barang siapa melampaui batas kewajaran dalam berburu hewan setelah selesai melaksanakan haji dan umrah dalam berburu hewan di tanah haram, maka dia akan mendapat azab yang pedih di akhirat dengan dimasukkan ke dalam neraka.", "long": "Ayat ini menjelaskan ujian Allah kepada orang-orang mukmin yang sedang melakukan ihram, bahwa mereka tidak diperbolehkan berburu, padahal ketika itu binatang buruan amat banyak, sehingga dengan mudah mereka dapat menangkapnya, baik dengan tangan maupun dengan menggunakan tombak.\n\nMenurut riwayat, ayat ini turun ketika kaum Muslimin melaksanakan umrah Hudaibiah. Ketika mereka menemukan dalam perjalanan hewan dan burung-burung yang amat banyak, yang belum pernah mereka temukan sebanyak itu. Binatang-binatang kecil dapat ditangkap dengan tangan dan binatang-binatang yang besar dan liar dapat mereka tangkap dengan menggunakan tombak dan sebagainya. Akan tetapi Allah melarang mereka untuk menangkapnya. Larangan ini adalah sebagai ujian bagi mereka untuk membuktikan kekuatan iman dan ketakwaan mereka kepada-Nya. Orang-orang yang betul-betul kuat imannya niscaya tidak akan melanggar larangan Allah, baik secara terang-terangan, maupun dengan sembunyi-sembunyi. Ia senantiasa takut kepada azab Allah, walaupun ia belum pernah menyaksikan azab tersebut.\n\nAkhir ayat ini mengemukakan ancaman Allah kepada orang-orang yang masih melanggar ketentuan-ketentuan-Nya setelah adanya pemberitahuan dan ancaman, bahwa mereka pasti akan mendapat azab yang pedih, akibat pelanggaran itu.\n\nUjian tersebut sebenarnya hanyalah cobaan yang ringan saja, dibandingkan dengan cobaan dan ujian-ujian lainnya yang meminta pengorbanan harta benda dan jiwa raga. Akan tetapi, bila seseorang tidak lulus dari ujian dan cobaan yang kecil dan ringan ini, bagaimana ia dapat berhasil menjalani cobaan-cobaan yang lebih besar?\n\nCobaan dan ujian yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, adakalanya meminta pengorbanan harta benda dan jiwa raga dalam melakukan sesuatu yang diperintahkan-Nya, atau berupa kehilangan sesuatu yang amat disayangi, atau meminta kesediaan untuk menahan diri dari berbuat yang diingini. Yang terakhir ini sudah terang lebih ringan dilaksanakan, seperti larangan yang dikenakan kepada mereka ini, yaitu larangan berburu pada saat hewan buruan sedang banyak jumlahnya dan mudah ditangkap, sementara mereka sedang membutuhkan makanan untuk bekal dalam perjalanan." } } }, { "number": { "inQuran": 764, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 7, "page": 123, "manzil": 2, "ruku": 98, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064c \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0639\u064e\u0645\u0651\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0630\u064e\u0648\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u062f\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0639\u0652\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064c \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u064f \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0642\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0646\u062a\u0650\u0642\u064e\u0627\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa taqtuslus saida wa antum hurum; wa man qatalahoo minkum mut'am midan fajazaaa'um mislu maa qatala minanna'ami yahkumu bihee zawaa 'adlim minkum hadyam baalighal Ka'bati aw kaffaaratun ta'aamu masaakeena aw 'adlu zaalika Siyaamal liyazooqa wabaala amrih; 'afal laahu 'ammaa salaf; wa man 'aada fayanta qimul laahu minh; wallaahu 'azeezun zuntiqaam" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not kill game while you are in the state of ihram. And whoever of you kills it intentionally - the penalty is an equivalent from sacrificial animals to what he killed, as judged by two just men among you as an offering [to Allah] delivered to the Ka'bah, or an expiation: the feeding of needy people or the equivalent of that in fasting, that he may taste the consequence of his deed. Allah has pardoned what is past; but whoever returns [to violation], then Allah will take retribution from him. And Allah is Exalted in Might and Owner of Retribution.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh hewan buruan, ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu yang dibawa ke Ka‘bah, atau kafarat (membayar tebusan dengan) memberi makan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Dan Allah Mahaperkasa, memiliki (kekuasaan untuk) menyiksa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/764", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/764.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/764.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hewan buruan di tanah haram, haram dibunuh. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya! Selama kamu berihram untuk haji atau umrah janganlah kamu membunuh hewan buruan, baik yang boleh dimakan maupun tidak, kecuali burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus, anjing buas, dan juga ular; ketika kamu sedang berihram untuk haji atau umrah. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, ketika kamu sedang berihram untuk haji atau umrah, maka dendanya ialah mengganti hewan yang dibunuh secara sengaja itu dengan hewan ternak yang sepadan jenis, usia, maupun beratnya dengan buruan yang dibunuhnya, di tanah haram tersebut yang ditentukan menurut putusan dua orang hakim atau dua orang tokoh yang adil di antara kamu sebagai hadyu, denda karena melanggar larangan ihram, yang dibawa ke Ka'bah, yakni dibawa sampai ke tanah haram untuk disembelih di sana dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin; atau membayar kafarat (tebusan) dengan memberi makan kepada orang-orang miskin, sepadan dengan harga hewan pengganti hewan yang dibunuh pada waktu berihram tersebut; atau berpuasa beberapa hari sepadan dengan makanan yang dikeluarkan itu; yaitu setiap satu mud lebih kurang 6,5 ons beras yang diberikan kepada fakir miskin diganti dengan satu hari berpuasa. Ini bertujuan agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya, yaitu melanggar larangan ihram dengan membunuh hewan ternak yang hidup di tanah haram. Allah telah memaafkan apa yang kamu lakukan di masa lalu, membunuh hewan ternak pada waktu berihram di tanah haram sebelum turun ayat yang mengharamkan ini. Dan barang siapa kembali mengerjakannya dengan sengaja setelah ada larangan ini, niscaya Allah akan menyiksanya dengan azab yang pedih. Dan Allah Mahaperkasa menghadapi hamba yang membangkang, memiliki kekuasaan untuk menyiksa siapa saja yang melanggar hukum-Nya.", "long": "Ayat ini menegaskan larangan Allah kepada orang-orang mukmin, agar mereka jangan membunuh binatang buruan yang biasanya ditangkap kemudian disembelih untuk dimakan dagingnya. Larangan ini ditujukan kepada mereka yang sedang melaksanakan ihram baik ihram dalam ibadah haji, maupun ibadah umrah.\n\nKemudian dijelaskan denda yang dikenakan kepada orang-orang mukmin yang melanggar larangan itu yakni orang yang membunuh binatang buruan itu dengan sengaja, padahal ia ingat adanya larangan itu. Dendanya, ialah menunaikan salah satu dari hal-hal sebagai berikut:\n\na. mengganti binatang buruan yang dibunuhnya, dengan binatang ternak yang dinilainya sama dengan yang telah dibunuhnya, berdasarkan putusan dua orang yang adil. Binatang pengganti itu harus dibawa ke tanah haram, kemudian disembelih di sana dan dagingnya dibagi-bagikan kepada fakir dan miskin.\n\nb. kafarat yang berupa memberi makan fakir dan miskin, dengan makanan yang nilainya sama dengan binatang pengganti yang tersebut di atas;\n\nc. berpuasa pada hari-hari yang jumlahnya sama dengan jumlah takaran (mud) makan yang harus diberikan kepada fakir dan miskin, dengan pengertian bahwa setiap fakir dan miskin memperoleh satu mud, kira-kira sama dengan ¾ liter (0,75 liter), setiap satu mud sama dengan puasa satu hari.\n\nKemudian Allah menyebutkan bahwa hukuman yang ditetapkan itu adalah bertujuan agar orang-orang yang melanggar larangan itu dapat merasakan akibat perbuatannya. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia memaafkan kesalahan-kesalahan yang telah lalu, yaitu membunuh binatang buruan ketika mereka sedang berihram dan dilakukan sebelum turunnya ayat ini.\n\nPada akhir ayat ini Allah menyebutkan ancaman-Nya kepada orang-orang yang masih melanggar larangan itu setelah turunnya ayat ini, yaitu Dia akan menyiksa mereka. Allah Mahakuasa lagi mempunyai kekuasaan untuk menyiksa setiap makhluk yang bersalah." } } }, { "number": { "inQuran": 765, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 7, "page": 124, "manzil": 2, "ruku": 98, "hizbQuarter": 49, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u062d\u064f\u0631\u0651\u0650\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Uhilla lakum saidul bahri wa ta'aamuhoo mataa'al lakum wa lissaiyaarati wa hurrima 'alaikum saidul barri maa dumtum hurumaa; wattaqul laahal lazeee ilaihi tuhsharoon" } }, "translation": { "en": "Lawful to you is game from the sea and its food as provision for you and the travelers, but forbidden to you is game from the land as long as you are in the state of ihram. And fear Allah to whom you will be gathered.", "id": "Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan darat, selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/765", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/765.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/765.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membolehkan kaum mukmin untuk memakan hewan buruan yang hidup di laut. Dihalalkan bagimu orang-orang beriman memakan hewan buruan laut yang diperoleh dengan berbagai cara seperti memancing, menjala, atau memukat. Termasuk dalam pengertian laut di sini ialah sungai, danau, kolam, dan sebagainya. Dan dihalalkan pula makanan yang berasal dari laut, ikan atau hewan laut yang diperoleh dengan mudah, karena telah mati terapung atau terdampar di pantai sebagai makanan yang lezat bagimu dan makanan yang lezat bagi orang-orang yang dalam perjalanan di laut. Dan tetap diharamkan atasmu menangkap hewan darat yang hidup di tanah haram selama kamu sedang berihram untuk haji atau umrah. Dan bertakwalah kepada Allah dengan mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi laranganNya, yang hanya kepada-Nya kamu sekalian akan dikumpulkan kembali pada hari kiamat di padang mahsyar.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan, bahwa Dia menghalalkan bagi orang-orang mukmin, baik yang berihram, maupun tidak, untuk makan daging buruan laut, termasuk binatang sungai, danau dan sebagainya dan yang diperoleh dengan mudah, misalnya ikan-ikan yang baru mati dan terapung atau ikan yang terdampar di pantai dan sebagainya.\n\nSemua itu dikaruniakan Allah sebagai makanan yang lezat bagi mereka dan bagi orang-orang yang berada dalam perjalanan. Kemudian Allah menegaskan kembali bahwa Dia mengharamkan bagi orang-orang mukmin menangkap binatang buruan darat, selama mereka berihram.\n\nPada akhir ayat tersebut diperingatkan-Nya kepada orang-orang mukmin agar mereka senantiasa bertakwa kepada Allah yang kepada-Nya-lah mereka akan dikumpulkan kelak di hari Kiamat, untuk mempertanggungjawabkan segala amalan mereka dan kemudian diberi-Nya balasan dengan pahala ataupun siksa yang setimpal dengan amalan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 766, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 7, "page": 124, "manzil": 2, "ruku": 98, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0639\u0652\u0628\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e \u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u062f\u064e \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Ja'alal laahul Ka'batal Baital Haraama qiyaamal linnaasi wash Shahral Haraama walhadya walqalaaa'id; zaalika lita'lamooo annal laaha ya'lamu maa fis samaawaati wa maa fil ardi wa annal laaha bikulli shai'in 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Allah has made the Ka'bah, the Sacred House, standing for the people and [has sanctified] the sacred months and the sacrificial animals and the garlands [by which they are identified]. That is so you may know that Allah knows what is in the heavens and what is in the earth and that Allah is Knowing of all things.", "id": "Allah telah menjadikan Ka‘bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram, hadyu dan qala'id. Yang demikian itu agar kamu mengetahui, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/766", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/766.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/766.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan bahwa pada bulan haram, orang-orang beriman dilarang berperang di sekitar Ka'bah. Allah telah menjadikan Kakbah rumah suci tempat manusia berkumpul. Ka'bah dan sekitarnya menjadi tempat yang aman bagi manusia untuk mengerjakan urusan dunia seperti berbisnis dan berdagang; dan urusan akhirat seperti berhaji dan berumrah. Demikian pula Allah telah menjadikan bulan haram, yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab, sebagai waktu yang diharamkan untuk berperang di sekitar Kakbah dan tanah haram. Allah juga telah menetapkan hadyu, hewan yang menjadi denda atas pelanggaran larangan ihram yang akan disembelih di tanah haram; dan qala'id, hewan yang diberi kalung sebagai tanda akan disembelih di tanah haram. Semuanya merupakan tanda keagungan Allah, Tuhan yang memelihara Kakbah. Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa Allah Tuhan yang menciptakan alam semesta ini mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi dalam penglihatan manusia.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menjadikan Ka'bah rumah suci itu, sebagai pusat kegiatan bagi manusia, baik kegiatan-kegiatan dalam urusan duniawi, seperti perdagangan dan sebagainya, maupun kegiatan beribadah haji dan umrah bagi orang-orang mukmin di seluruh penjuru dunia.\n\nAllah menetapkan bulan-bulan haram “yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, Muharam dan Rajab“ yang merupakan masa-masa yang tenang untuk beribadat dan bekerja bagi mereka, karena pada bulan-bulan tersebut tidak diperbolehkan berperang. Begitu pula, binatang-binatang ternak seperti unta, lembu, kambing dan biri-biri yang disembelih di tanah haram sebagai hadiah dan dibagi-bagikan kepada fakir dan miskin, demikian pula binatang yang diberi kalung, yaitu unta atau kambing gemuk untuk menandakan bahwa binatang-binatang itu telah diperuntukkan sebagai hadyu (kurban) yang akan disembelih. Dengan demikian, adanya penyembelihan hewan-hewan tersebut tentu akan menambah syiarnya ibadah kaum Muslimin dan merupakan saat-saat bahagia pula bagi fakir dan miskin. Orang-orang mukmin tidak merasa kuatir atas keselamatan diri mereka pada saat-saat tersebut, sebab apabila mereka telah mengalungi hewan-hewan yang akan mereka sembelih itu, atau bila mereka telah memakai pakaian ihram maka tak seorang pun yang akan mengganggu atau mengancam keselamatan diri mereka.\n\nKemudian Allah menjelaskan bahwa semuanya itu ditetapkan agar hamba-Nya mengetahui bahwa Dia senantiasa mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Buktinya Allah telah menetapkan semuanya untuk mendatangkan kemaslahatan bagi mereka dan untuk menghindari malapetaka sebelum terjadi. Dengan demikian jelas bahwa Allah mengetahui apa-apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi. Berdasarkan ilmu-Nya yang Maha Luas itulah Allah menetapkan hukum-hukum dan peraturan-Nya bagi kemaslahatan hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 767, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 7, "page": 124, "manzil": 2, "ruku": 98, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "I'lamooo annal laaha shadeedul 'iqaabi wa annal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Know that Allah is severe in penalty and that Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Ketahuilah, bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/767", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/767.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/767.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang beriman, ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya bagi siapa saja yang melanggar hukum-Nya; dan ketahuilah juga bahwa Allah Maha Pengampun bagi siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang bertobat dari dosa-dosanya dengan tobat nasuha, Maha Penyayang kepada siapa saja yang menyayangi makhluk-Nya.", "long": "Setelah Allah menjelaskan bahwa semua balasan atas perbuatan-perbuatan yang jelek adalah di tangan-Nya, dan Dia mengetahui segala sesuatu yang diperbuat hamba-Nya, maka Allah menegaskan lagi tugas Rasul-Nya yaitu: menyampaikan risalah, yakni menyampaikan hukum-hukum, peraturan-peraturan dan petunjuk-petunjuk-Nya, serta wa'd (janji) dan wa'id (ancaman)-Nya. Apabila semua itu telah dilaksanakan oleh Rasul selesailah tugasnya, dan lepaslah ia dari tanggung jawabnya, untuk selanjutnya menjadi tugas dan tanggung jawab orang-orang beriman. Adapun pemberian pahala kepada orang-orang yang taat, dan menimpakan azab kepada orang-orang yang durhaka, adalah hak dan wewenang Allah semata.\n\nPada akhir ayat ini, kembali Allah menegaskan, bahwa Dia senantiasa mengetahui apa yang diperbuat manusia secara terang-terangan, maupun yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, termasuk gerak-gerik hati sanubari mereka. Ini merupakan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang tidak menaati peraturan dan hukum-hukum-Nya. Oleh sebab itu, sepantasnyalah manusia bertakwa kepada-Nya, dan tidak menyalahi perintah-perintah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 768, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 7, "page": 124, "manzil": 2, "ruku": 98, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa 'alar Rasooli illal balaagh; wallaahu ya'lamu maa tubdoona wa maa taktumoon" } }, "translation": { "en": "Not upon the Messenger is [responsibility] except [for] notification. And Allah knows whatever you reveal and whatever you conceal.", "id": "Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/768", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/768.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/768.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyatakan bahwa tidak ada kewajiban seorang Rasul menjadikan seseorang untuk beriman, selain menyampaikan kepadanya ajaran Allah dengan benar sehingga ia tidak dapat beralasan bahwa ajaran Allah tidak sampai kepadanya. Dan ketahui jugalah dengan penuh keinsafan bahwa Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dengan ucapan dan perbuatan dan apa yang kamu sembunyikan di dalam hati.", "long": "Setelah Allah menjelaskan bahwa semua balasan atas perbuatan-perbuatan yang jelek adalah di tangan-Nya, dan Dia mengetahui segala sesuatu yang diperbuat hamba-Nya, maka Allah menegaskan lagi tugas Rasul-Nya yaitu: menyampaikan risalah, yakni menyampaikan hukum-hukum, peraturan-peraturan dan petunjuk-petunjuk-Nya, serta wa'd (janji) dan wa'id (ancaman)-Nya. Apabila semua itu telah dilaksanakan oleh Rasul selesailah tugasnya, dan lepaslah ia dari tanggung jawabnya, untuk selanjutnya menjadi tugas dan tanggung jawab orang-orang beriman. Adapun pemberian pahala kepada orang-orang yang taat, dan menimpakan azab kepada orang-orang yang durhaka, adalah hak dan wewenang Allah semata.\n\nPada akhir ayat ini, kembali Allah menegaskan, bahwa Dia senantiasa mengetahui apa yang diperbuat manusia secara terang-terangan, maupun yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, termasuk gerak-gerik hati sanubari mereka. Ini merupakan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang tidak menaati peraturan dan hukum-hukum-Nya. Oleh sebab itu, sepantasnyalah manusia bertakwa kepada-Nya, dan tidak menyalahi perintah-perintah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 769, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 7, "page": 124, "manzil": 2, "ruku": 98, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u062b\u0652\u0631\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul laa yastawil khabeesu wattaiyibu wa law a'jabaka kasratul khabees; fattaqul laaha yaaa ulil albaabi la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Not equal are the evil and the good, although the abundance of evil might impress you.\" So fear Allah, O you of understanding, that you may be successful.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/769", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/769.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/769.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Tidaklah sama yang buruk, kekufuran, kemusyrikan, kemunafikan, dan harta yang haram dengan yang baik, iman, tauhid, kejujuran, dan harta yang halal; meskipun banyaknya keburukan itu, kekayaan hasil korupsi dan harta yang diperoleh dengan cara yang haram secara lahiriah, menarik hatimu, karena tertarik kepada kenikmatan, kepuasan dan kemudahan, serta kebanggaan sebagai seorang yang kaya; maka bertakwalah kepada Allah dengan menjauhkan diri kamu dari kekufuran, kemusyrikan, dan kemunafikan, serta dari harta yang haram; wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat sehingga kamu berpikir jernih dan mendalam agar kamu beruntung dunia dan akhirat.", "long": "Pada ayat ini Allah menyuruh Rasul-Nya untuk menjelaskan ciri-ciri sesuatu perbuatan dan orang-orang yang melakukannya, yang akan menyebabkan mereka memperoleh pahala atau siksa-Nya. Ditegaskan, bahwa kejahatan dan kekejian tidaklah sama dengan kebajikan dan amal saleh. Harta benda yang baik atau yang diperoleh dengan jalan yang halal tidaklah sama dengan harta benda yang jelek atau yang diperoleh dengan jalan yang tidak halal. Barang-barang yang mendatangkan mudarat tidaklah sama dengan barang-barang yang bermanfaat.\n\nDemikian pula, orang-orang yang zalim tidaklah sama dengan orang-orang yang adil; dan orang-orang jahat tidaklah sama dengan orang-orang yang saleh; orang-orang yang durhaka tidaklah sama dengan orang-orang yang taat dan bertakwa. Masing-masing akan mendapat penilaian yang berbeda dari Allah dan akan diberi-Nya balasan pahala atau siksa, menurut sifat-sifat dan keadaan masing-masing.\n\nKemudian Allah memperingatkan hamba-Nya, agar mereka jangan teperdaya melihat banyaknya perbuatan dan barang yang tidak baik. Perbuatan buruk memang sangat disenangi oleh orang yang lemah iman. Terutama di kota-kota besar di mana banyak orang mendirikan usaha yang menggunakan berbagai fasilitas yang memudahkan terjadinya kemaksiatan. Demikian pula barang yang jelek dan yang tidak halal, amat disenangi pula karena dapat diperoleh dengan cara yang mudah, seperti: riba, judi, suap, curi, rampok, dan lain-lain sebagainya.\n\nTetapi orang-orang yang kuat imannya tidak akan teperdaya oleh semua godaan itu. Betapa pun banyaknya orang yang melakukan kejahatan itu disekitarnya, namun ia tetap berpegang kepada hukum-hukum dan petunjuk-petunjuk agamanya. Jumlah orang semacam ini mungkin tidak sebanyak jumlah mereka yang cenderung kepada kejahatan dan kekejian. Tetapi Allah bukan menilai banyaknya jumlah, melainkan Dia menilai hamba-hamba-Nya dari segi kebaikan sifat dan perbuatannya.\n\nPada akhir ayat ini Allah mengarahkan firman-Nya kepada orang yang berakal sehat, yang dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek, antara yang bermanfaat dan yang mudarat, agar mereka tidak teperdaya oleh bermacam-macam godaan setan yang senantiasa ingin menjerumuskan manusia kepada kejahatan dan kesengsaraan. Keteguhan iman di tengah-tengah kemaksiatan yang beraneka ragam itulah yang akan dapat membawa mereka kepada kebahagiaan dan keberuntungan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 770, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 7, "page": 124, "manzil": 2, "ruku": 99, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u064f\u0624\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tas'aloo 'an ashyaaa'a in tubda lakum tasu'kum wa in tas'aloo 'anhaa heena yunazzalul Qur'aanu tubda lakum; 'afallaahu 'anhaa; wallaahu Ghafoorun Haleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not ask about things which, if they are shown to you, will distress you. But if you ask about them while the Qur'an is being revealed, they will be shown to you. Allah has pardoned that which is past; and Allah is Forgiving and Forbearing.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur'an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/770", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/770.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/770.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman, yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya! Janganlah kamu menanyakan kepada Nabimu hal-hal yang jika diterangkan kepadamu justru menyusahkan dan berdampak buruk bagi kamu. Sebab dalam Islam yang terpenting bukan bertanya, tetapi semangat untuk melaksanakan. Sebaliknya jika kamu bertanya kepada Nabi tentang masalah-masalah itu ketika Al-Qur'an sedang diturunkan, niscaya jawabannya akan diterangkan kepadamu dengan sejelas-jelasnya. Allah telah memaafkan kamu tentang hal itu, menanyakan masalah-masalah yang sudah jelas bagi orang-orang beriman. Dan Allah Maha Pengampun kepada orang-orang yang menyadari kesalahannya dengan bertobat, dan Maha Penyantun kepada seluruh hamba-hamba-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah memberikan bimbingan kepada hamba-Nya, agar mereka menerima apa-apa yang telah diturunkanNya dan yang telah disampaikan oleh rasul-Nya kepada mereka, agar mereka tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang beraneka ragam, bila jawaban pertanyaan itu diberikan kepada mereka maka akan terasa memberatkan mereka sendiri, karena akan dirasakan menambah beban dan kewajiban mereka. Apalagi jika pertanyaan yang diajukan itu dimaksudkan untuk menguji Nabi, apakah Al-Qur'an sama atau tidak dengan kitab suci yang mereka terima, atau mereka bahkan mencari keringanan dari berbagai kewajiban yang dibebankan Allah. \n\nSelanjutnya ayat ini menjelaskan, bahwa apabila mereka menanyakan sesuatu yang belum jelas kepada Nabi ketika turun ayat yang berkenaan dengan masalah itu, dan pertanyaan tersebut memang perlu dijawab untuk memahami isi dan maksud dari ayat tersebut, maka Allah membolehkannya. Bahkan kita disuruh bertanya jika ada hal yang belum kita pahami, sebagaimana firman Allah pada Surah an-Nahl/16: 43:\n\nDan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (an-Nahl/16: 43)\n\nAkhir ayat ini menegaskan, bahwa Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun. Maksudnya: ialah, Allah mengampuni orang-orang yang mengajukan pertanyaan yang benar-benar berfaedah, dan hal-hal yang tidak disebutkan dalam kitab-Nya, dan hal-hal yang tidak dibebankan-Nya kepada hamba-Nya, dan larangan-Nya kepada mereka untuk tidak mengajukan pertanyaan kepada Rasul yang bersifat menguji atau mengejek dapat menambah beratnya beban mereka, larangan ini merupakan rahmat-Nya kepada hamba-Nya; sehubungan dengan ini, Rasulullah telah bersabda:\n\nSesungguhnya Allah telah menentukan beberapa kewajiban yang harus kamu tunaikan, maka janganlah disia-siakan; dan Dia telah melarang kamu dari melakukan beberapa macam perbuatan, maka janganlah kamu melanggarnya; dan Dia telah menetapkan beberapa pembatasan, maka janganlah kamu lampaui; dan Dia telah memaafkan kamu dari berbagai hal, bukan karena lupa, maka janganlah kamu mencari-carinya. (Riwayat ad-Daruquthni)\n\nSehubungan dengan ampunan Allah yang tersebut dalam ayat ini, dapat juga dipahami, bahwa Allah memaafkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelum larangan ini, sehingga dengan demikian Allah tidak menimpakan siksa, karena amat luasnya ampunan dan kesantunanNya kepada hambaNya. Ini sesuai dengan firman-Nya pada ayat-ayat yang lain, di antaranya ialah:\n\nAllah telah memaafkan apa yang telah lalu. (al-Ma'idah/5:95)" } } }, { "number": { "inQuran": 771, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 7, "page": 124, "manzil": 2, "ruku": 99, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad sa alahaa qawmum min qablikum summa asbahoo bihaa kaafireen" } }, "translation": { "en": "A people asked such [questions] before you; then they became thereby disbelievers.", "id": "Sesungguhnya sebelum kamu telah ada segolongan manusia yang menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/771", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/771.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/771.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya suatu kaum sebelum kamu, yaitu kaum Yahudi umat Nabi Musa, sungguh telah memohon kepada Nabi Musa agar bisa melihat Allah dengan nyata, tetapi setelah permohonan itu dipenuhi, mereka tidak sanggup melihat-Nya dan pingsan. Kemudian mereka menjadi kafir setelah Allah memberikan bukti bahwa mereka tidak akan pernah sanggup melihat Allah.", "long": "Ayat ini mengingatkan kaum Muslimin, bahwa banyak bertanya mengenai masalah-masalah hukum agama seperti yang mereka lakukan itu, telah pernah terjadi pada bangsa-bangsa terdahulu, akan tetapi setelah mereka diberi jawaban dan penjelasan, mereka tidak mau melaksanakannya, bahkan mereka membelakanginya, karena mereka anggap terlalu berat. Kemudian mereka mengingkari hukum-hukum tersebut, atau mereka mengatakan bahwa hukum-hukum tersebut tidak datang dari Allah. Bagaimana pun juga, semuanya adalah merupakan kekafiran, yang patut dikenakan azab, baik di dunia maupun di akhrat." } } }, { "number": { "inQuran": 772, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 7, "page": 124, "manzil": 2, "ruku": 99, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u062d\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0644\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0627\u0645\u064d \u06d9 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa ja'alal laahu mim baheeratinw wa laa saaa'ibatinw wa laa waseelatinw wa laa haaminw wa laakinnal lazeena kafaroo yaftaroona 'alallaahil kazib; wa aksaruhum laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "Allah has not appointed [such innovations as] bahirah or sa'ibah or wasilah or ham. But those who disbelieve invent falsehood about Allah, and most of them do not reason.", "id": "Allah tidak pernah mensyariatkan adanya Bahirah, Sa'ibah, Wasilah dan haam. Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/772", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/772.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/772.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan tentang kaum kafir Mekah yang membuatbuat kedustaan kepada Allah. Allah tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah, yaitu unta betina yang telah beranak lima kali dan anak yang kelima itu jantan, lalu unta betina itu dibelah telinganya, dilepaskan, tidak boleh ditunggangi lagi, dan tidak boleh diambil air susunya. Allah juga tidak mensyariatkan sa ibah, yaitu unta betina yang dibiarkan bebas karena suatu nazar. Masyarakat Arab Jahiliah ketika hendak melakukan sesuatu atau perjalanan jauh biasa bernazar menjadikan unta mereka sa'ibah bila maksud atau perjalanannya berhasil dan selamat. Tidak ada juga syariat tentang wasilah, yaitu jika seekor domba betina melahirkan anak kembar dampit, maka anak yang jantan disebut wasilah; ia tidak boleh disembelih, melainkan harus dipersembahkan kepada berhala. Allah juga tidak mensyariatkan ham, yaitu unta jantan yang tidak boleh diganggu lagi karena telah membuahi unta betina sepuluh kali. Perlakuan terhadap bahirah, sa'ibah, washilah, dan ham adalah kepercayaan Arab Jahiliah; tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah dengan meyakini bahwa semuanya merupakan ketetapan Allah; dan kebanyakan mereka tidak mengerti sedikit pun makna dan maksud dari mitologi tersebut.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah menetapkan haramnya beberapa hal yang berlaku dalam adat jahiliah seperti haramnya bermacam-macam hewan sehingga mereka tidak makan dagingnya. Hanya mereka sendiri saja yang menetapkan haramnya makan daging hewan-hewan tersebut. Tetapi mereka mengatakan bahwa ketentuan itu datang dari Allah. Hewan-hewan tersebut adalah sebagai berikut:\n\na.Bahirah, yaitu unta betina yang telah melahirkan anak lima kali, dan anaknya yang kelima betina. Menurut adat jahiliah, unta betina semacam itu mereka belah telinganya, kemudian mereka lepaskan, dan tidak boleh lagi dipakai untuk kendaraan, dan tidak boleh diambil air susunya.\n\nb.Saibah, yaitu unta betina yang dilepas pergi ke mana saja, tidak boleh dipakai untuk kendaraan atau membawa beban, dan tidak boleh diambil bulunya, dan tidak boleh pula diambil air susunya, kecuali untuk tamu. Menurut adat jahiliah, ini dilakukan untuk menunaikan nazar. Apabila seseorang di antara mereka melakukan sesuatu pekerjaan berat, atau perjalanan yang jauh, maka mereka bernazar, bahwa ia akan menjadikan untanya sebagai saibah, jika pekerjaannya itu berhasil dengan baik, atau perjalanannya itu berlangsung dengan selamat.\n\nc.Wasilah, yaitu kambing atau unta betina yang lahir kembar dengan saudaranya yang jantan. Menurut adat jahiliah juga, apabila seekor kambing betina melahirkan anak kembar jantan dan betina, dan yang betina mempunyai anak betina lagi, maka anaknya yang betina itu disebut \"wasilah\", tidak boleh disembelih, dan tidak boleh dipersembahkan kepada berhala.\n\nd.ham, ialah unta jantan yang telah berjasa menghamilkan unta betina sepuluh kali. Menurut adat jahiliah, unta jantan semacam itu tidak boleh lagi diganggu, misalnya disembelih, atau digunakan untuk maksud apapun, tetapi harus dipelihara dengan baik. Ia tak boleh dicegah untuk minum air atau makan rumput dimanapun yang disukainya di mana saja.\n\nDemikianlah antara lain beberapa adat jahiliah mengenai bermacam-macam hewan yang tidak boleh dimakan. Mereka mengatakan, bahwa ketentuan itu adalah dari Allah, dan menjadi syariat agama. Maka dalam ayat ini Allah membantahnya, dan menegaskan bahwa orang-orang kafir sendiri yang menetapkan ketentuan itu, dengan demikian, mereka telah mengadakan kebohongan terhadap Allah.\n\nDi kalangan masyarakat muslim Indonesia, fenomena antropologi yang berkembang di lingkungan orang-orang Arab jahiliah ini muncul dalam bentuk pantangan-pantangan, pamali-pamali, dan lain-lain. Tidak sedikit larangan atau pantangan tertentu demikian mengakar kuat di masyarakat muslim, padahal masalahnya sama sekali tidak memiliki dasar ajaran agama. Hal-hal yang dipamalikan itu semata-mata merupakan produk tradisi setempat turun temurun yang kebenarannya tidak didukung oleh agama. Informasi antropologis yang disampaikan Allah dalam ayat 103-104 Surah al-Ma'idah/5 tersebut mengandung pelajaran yang sangat penting bagi masyarakat muslim di mana pun untuk tidak terus memelihara pantangan-pantangan, karena hal itu tidak dilarang Allah. Jika hal semacam itu terus berlanjut berarti masyarakat itu telah melakukan kedurhakaan kepada Allah.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa kebanyakan orang-orang kafir tidak menggunakan akal pikirannya. Sebab, jika mereka mau menggunakan akal sehat mereka, niscaya mereka tidak akan membuat kebohongan terhadap Allah, dan juga tidak akan mengharamkan apa yang tidak diharamkan Allah.\n\nMenurut riwayat dari Ibnu Jarir, Abu Hurairah telah berkata, \"Aku mendengar Rasulullah bersabda kepada Aktsam bin al-Jaun, \"Hai Aktsam, neraka telah diperlihatkan kepadaku, maka tampak olehku dalam neraka itu Amru bin Luhay, Ibnu Qam'ah bin Khinzif sedang menarik ususnya. Maka aku tidak melihat seorang pun selain engkau yang lebih mirip dengannya.\" Maka Aktsam berkata, \"Aku merasa takut kalau-kalau kemiripanku dengannya akan mendatangkan suatu bahaya atas diriku.\" Rasulullah menjawab, \"Tidak, sebab engkau mukmin, sedangkan dia kafir; dialah orang pertama yang mengubah agama Nabi Ismail, dan dialah orang pertama yang menetapkan ketentuan tentang bahirah, saibah, wasilah dan ham.\"\n\nDari riwayat ini dapat diambil pengertian bahwa sesuatu yang diada-adakan dalam syariat agama, misalnya mengharamkan makanan yang dihalalkan Allah, atau membuat tradisi yang bertentangan dengan agama, atau mengadakan peribadatan yang tidak ditetapkan oleh agama sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh ridaNya, maka perbuatan tersebut sama dengan perbuatan 'Amru bin Luhay. Padahal cara-cara yang sah untuk menyembah Allah telah ditetapkanNya dan telah disampaikan oleh Rasul-Nya. Maka setiap peribadatan dan penetapan hukum haruslah berdasarkan nash Al-Qur'an atau ketetapan Rasul. Seseorang tidak boleh menambah atau mengurangi menurut kemauannya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 773, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 7, "page": 125, "manzil": 2, "ruku": 99, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahum ta'aalaw ilaa maaa anzalallaahu wa ilar Rasooli qaaloo hasbunaa maa wajadnaa 'alaihi aabaaa'anaa; awa law kaana aabaaa'uhum laa ya'lamoona shai'anw wa laa yahtadoon" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Come to what Allah has revealed and to the Messenger,\" they say, \"Sufficient for us is that upon which we found our fathers.\" Even though their fathers knew nothing, nor were they guided?", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/773", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/773.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/773.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, yakni masyarakat Arab Jahiliah itu, \"Marilah kita mengikuti apa yang diturunkan Allah berupa AlQur'an yang melarang menyembah berhala, dan yang diturunkan kepada Rasul berupa ajaran Islam dengan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menerima kebenaran Al-Qur'an,\" mereka menjawab dengan perasaan bangga, \"Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati dari nenek moyang kami,\" tradisi yang sudah mengakar pada masyarakat Arab. Mereka menutup diri dari kebenaran dan bangga dengan leluhur mereka. Apakah mereka akan mengikuti nenek moyang mereka dengan meneruskan tradisi menyembah berhala dan berbuat kebohongan kepada Allah, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa tentang kebenaran dan tidak pula mendapat petunjuk dari Allah?", "long": "Ayat ini menjelaskan sikap keras kepala orang kafir, apabila mereka diajak untuk mengikuti hukum-hukum Allah yang telah ada dalam Al-Qur'an yang dikuatkan dengan bermacam-macam alasan dan bukti-bukti yang jelas dan mengikuti penjelasan-penjelasan yang telah disampaikan Rasulullah, mereka menolaknya, mereka mengatakan sudah cukup apa yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Allah mengecam sikap mereka itu dan menjelaskan bahwa mereka tidak patut mengikuti syariat apapun, dan tidak pula mendapat petunjuk dari Allah kepada jalan yang lurus untuk mencapai kemaslahatan dunia dan akhirat.\n\nNenek moyang mereka adalah orang-orang yang buta huruf dan masih sederhana tingkat pemikirannya, belum mempunyai pengetahuan yang benar, yang dapat membedakan antara yang benar dan yang bathil. Pikiran mereka masih diliputi kepercayaan dan khurafat yang salah, serta tata cara hidup yang tidak sesuai dengan peri kemanusiaan, misalnya: membunuh anak perempuan, melakukan peperangan dan permusuhan antara kabilah-kabilah, memandang rendah anak yatim dan kaum perempuan, dan sebagainya.\n\nMengenai sikap orang kafir yang semacam itu, dalam ayat lain disebutkan sebagai berikut:\n\n\n\nDan apabila dikatakan kepada mereka, \"Ikutilah apa yang diturunkan Allah!\" Mereka menjawab, \"(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami.\" Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)? (Luqman/31: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 774, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 7, "page": 125, "manzil": 2, "ruku": 99, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo 'alaikum anfusakum laa yadurrukum man dalla izah tadaitum; ilal laahi marji'ukum jamee'an fayunabbi'ukum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, upon you is [responsibility for] yourselves. Those who have gone astray will not harm you when you have been guided. To Allah is you return all together; then He will inform you of what you used to do.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/774", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/774.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/774.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam ayat ini ditegaskan agar orang-orang beriman memiliki keteguhan sikap dalam beragama. Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dari kebodohan dan pembangkangan dengan memperkuat ilmu dan amal, serta memperhatikan kualitas iman dan ketaatan kepada Allah; karena orang yang sesat itu, karena kebodohannya, tidak akan sanggup membahayakanmu dengan menjadikan kamu tergelincir, apabila kamu telah mendapat petunjuk dari Allah dan kamu mengikuti petunjuk ini dengan teguh. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali pada hari Kiamat, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu semua yang kamu lakukan dengan menampilkan catatan amal secara lengkap dan menyeluruh sehingga terinci apa yang telah kamu kerjakan selama hidup di dunia.", "long": "Setelah menyebutkan beberapa sifat orang musyrik dan orang kafir pada ayat-ayat yang lalu, maka dalam ayat ini Allah mengarahkan firman-Nya kepada orang-orang mukmin, memperingatkan mereka agar menjaga dan menjauhkan diri dari sifat-sifat semacam itu, seperti: kebodohan, pembangkangan, dan sebagainya. Mereka haruslah senantiasa meningkatkan diri dengan iman yang kuat, ilmu pengetahuan yang bermanfaat, serta amal saleh, tetap dalam petunjuk Allah, dengan mengikuti syariat yang benar, yang telah diturunkan, dan disampaikan oleh Rasul-Nya. Apabila mereka melaksanakan tuntunan ini, mereka tidak dapat lagi dipengaruhi oleh pengaruh-pengaruh jelek, betapa pun buruknya situasi lingkungan di mana mereka berada. Dosa dan tanggung jawab orang-orang yang berbuat kejahatan tidak akan dibebankan kepadanya, selama mereka tetap berpegang teguh kepada petunjuk-petunjuk dan bimbingan Allah.\n\nKeteguhan pribadi seperti yang digambarkan ayat ini sangat penting bagi setiap orang mukmin, dan perlu dibina terus-menerus sebab banyak orang yang semula telah mempunyai iman, tetapi kemudian imannya menjadi luntur, karena pengaruh lingkungannya. Ini disebabkan karena ia tidak menjalankan petunjuk Allah, dan selalu mengikuti bujukan-bujukan setan.\n\nIslam telah menunjukkan kepada kita cara-cara pembinaan pribadi dan keimanan yang teguh, antara lain ialah dengan cara ibadah dan zikir, senantiasa mengingat Allah, serta memperdalam ilmu pengetahuan tentang agama. Apabila seseorang senantiasa ingat kepada Allah, dan ia menyadari bahwa Allah akan membalas segala perbuatannya, maka ia akan dapat menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah, dan ia akan selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang diridai-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 775, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 7, "page": 125, "manzil": 2, "ruku": 99, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0630\u064e\u0648\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u06da \u062a\u064e\u062d\u0652\u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u06d9 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062b\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo shahaadatu bainikum izaa hadara ahadakumul mawtu heenal wasiyyatis naani zawaa 'adlim minkum aw aakharaani min ghairikum in antum darabtum fil ardi fa asaabatkum museebatul mawt; tahbi soonahumaa mim ba'dis Salaati fa yuqsimaani billaahi inirtabtum laa nashtaree bihee samananw wa law kaana zaa qurbaa wa laa naktumu shahaadatal laahi innaaa izal laminal aasimeen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, testimony [should be taken] among you when death approaches one of you at the time of bequest - [that of] two just men from among you or two others from outside if you are traveling through the land and the disaster of death should strike you. Detain them after the prayer and let them both swear by Allah if you doubt [their testimony, saying], \"We will not exchange our oath for a price, even if he should be a near relative, and we will not withhold the testimony of Allah. Indeed, we would then be of the sinful.\"", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang (di antara) kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan (agama) dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian, hendaklah kamu tahan kedua saksi itu setelah salat, agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, “Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/775", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/775.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/775.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menekankan kejujuran dalam menerima dan melaksanakan wasiat. Wahai orang-orang yang beriman! Perhatikanlah pesan ini. Apabila tanda-tanda kematian sudah dekat kepada salah seorang di antara kamu dengan melihat dan merasakan tanda-tanda tersebut, sedang dia akan berwasiat kepada ahli waris tentang harta, maka hendaklah wasiat itu disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, kaum kerabat yang sama-sama muslim; atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika tidak ada kaum kerabat yang sama-sama muslim. Hal ini terutama, jika kamu dalam perjalanan di bumi, baik perjalanan bisnis maupun perjalanan sosial, lalu kamu ditimpa kematian dalam perjalanan tersebut; maka hendaklah kamu, wahai orang-orang beriman! menahan kedua saksi itu yang menghadap kamu menjelang waktu salat menunggu hingga usai salat di masjid agar keduanya bersumpah dengan nama Allah di hadapan orang banyak, jika kamu ragu-ragu atas kejujuran kedua saksi itu, \"Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, sekecil apa pun, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan sesuatu pun dalam kesaksian atas nama Allah ini; sesungguhnya jika demikian, yakni menyembunyikan sesuatu dalam kesaksian ini, tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa kepada Allah dan berbuat jahat kepada ahli waris.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan apabila seorang mukmin merasa perlu untuk membuat wasiat mengenai harta benda, maka wasiat tersebut harus disaksikan oleh dua orang mukmin yang adil dan mempunyai pendirian yang teguh, sehingga apabila di kemudian hari timbul persoalan yang memerlukan kesaksian dari mereka maka dapat diharapkan bahwa mereka akan memberikan kesaksian yang benar, dan tidak akan menyembunyikan sesuatu yang mereka ketahui mengenai wasiat itu.\n\nKemudian dijelaskan, bahwa apabila tidak terdapat dua orang saksi yang mukmin, misalnya ketika orang yang akan berwasiat itu sedang berada dalam perjalanan, lalu ia mendapat musibah, dan merasa ajalnya sudah dekat, maka ia boleh mengambil dua orang saksi yang bukan mukmin, akan tetapi harus bersifat adil dan berpendirian teguh.\n\nKedua orang yang akan dijadikan saksi itu diminta untuk menunggu sampai sesudah salat. Para ulama mengatakan yang dimaksud \"sesudah salat\" itu adalah \"sesudah salat asar.\" Ini berdasarkan pada apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, dan kebiasaan ini juga berlaku dikalangan kaum Muslimin, karena pada saat-saat tersebut terdapat banyak orang-orang yang akan turut menyaksikannya, sebab kebanyakan mereka telah selesai melakukan sebagian besar tugas yang biasa dikerjakan di siang hari. Pada saat itulah biasanya hakim mengadakan sidang untuk memeriksa perkara-perkara yang diajukan kepadanya. Apabila kedua saksi itu bukan orang-orang mukmin, maka yang dimaksudkan dengan salat itu ialah salat yang dilakukan menurut agama mereka.\n\nApabila kedua saksi itu cukup dipercaya, maka kesaksian mereka atas wasiat tersebut tak perlu disertai dengan sumpah. Tetapi apabila ahli waris dari orang yang berwasiat itu meragukan kejujuran saksi-saksi tersebut, maka saksi-saksi itu diminta untuk mengucapkan sumpah guna menguatkan kesaksian mereka, sehingga dapat diharapkan mereka akan benar-benar bertindak sebagai saksi yang jujur dan dapat dipercaya sepenuhnya.\n\nBunyi sumpah harus diucapkan oleh kedua saksi tersebut berdasarkan ayat berikut:\n\n\"Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini, walaupun dia karib kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.\" (al-Ma'idah/5: 106)\n\nIsi sumpah menunjukkan bahwa para saksi tersebut berikrar tidak akan memperlakukan kesaksian itu seperti barang dagangan yang dapat diperjualbelikan. Mereka tidak menyembunyikan kesaksian itu atau mengubahnya karena hendak mengharapkan sesuatu untuk kepentingan pribadi. Mereka senantiasa akan memegang teguh kesaksian mereka walaupun akan menimbulkan kerugian kepada salah seorang kerabat mereka. Mereka yakin betul, bahwa apabila mereka menyembunyikan kesaksian mereka ketika kesaksian itu diperlukan, atau mengubahnya dengan kesaksian yang palsu, mereka pasti berdosa dan akan mendapat azab dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 776, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 7, "page": 125, "manzil": 2, "ruku": 99, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064f\u062b\u0650\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in 'usira 'alaaa annahumas tahaqqaaa isman fa aakharaani yaqoomaani maqaamahumaa minal lazeenas tahaqqa 'alaihimul awlayaani fa yuqsimaani billaahi lashahaadatunaaa ahaqqu min shahaadatihimaaa wa ma'tadainaaa innaaa izal laminaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "But if it is found that those two were guilty of perjury, let two others stand in their place [who are] foremost [in claim] from those who have a lawful right. And let them swear by Allah, \"Our testimony is truer than their testimony, and we have not transgressed. Indeed, we would then be of the wrongdoers.\"", "id": "Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang mati, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, “Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian tentu kami termasuk orang-orang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/776", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/776.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/776.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, ini berkaitan dengan dua orang Nasrani, Tamim ad-Dariy dan 'Adiy bin Badda, yang menerima wasiat dari Budail yang wafat waktu berdagang di Syam dan berbohong dalam persaksiannya dengan bersumpah palsu di hadapan Nabi Muhammad; maka dua orang yang lain, yaitu dua orang saksi dari keluarga yang meninggal, menggantikan kedudukannya menjadi dua saksi, yaitu dua saksi yang termasuk di antara ahli waris yang berhak menjadi saksi dan lebih dekat hubungan nasabnya kepada yang meninggal, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, dengan disaksikan oleh orang banyak, \"Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, Tamim ad-Dariy dan 'Adiy bin Badda yang berbeda agama dan menyembunyikan barang milik Budail, dan kami, dua saksi dari keluarga yang meninggal, tidak melanggar batas dalam kesaksian ini. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian, curang dan tidak adil, tentu kami termasuk orang-orang zalim terhadap diri sendiri.\"", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini dijelaskan, bahwa apabila dikemudian hari, setelah wafatnya orang yang berwasiat itu, tampak tanda-tanda ketidakjujuran para saksi itu, misalnya sewaktu diminta kesaksiannya mereka lalu memberikan kesaksian yang tidak benar, atau mengaku tidak menyembunyikan sesuatu dari harta peninggalan yang dipercayakan kepada mereka oleh orang yang berwasiat itu, maka untuk mencari penyelesaian dalam keadaan itu kewajiban untuk bersumpah dialihkan kepada ahli waris dari orang yang telah meninggal yang memberikan wasiat itu. Untuk itu harus dicarikan dua orang lain yang terdekat hubungan kekeluargaannya dengan orang yang berwasiat, yaitu yang paling berhak untuk menerima warisannya, apabila ia memenuhi persyaratan untuk dapat menerima warisan. Seperti tidak berlainan agama atau tidak tersangkut dalam kasus pembunuhan orang yang berwasiat.\n\nApabila kerabatnya yang terdekat itu ternyata tidak memenuhi persyaratan untuk dapat menerima warisan, misalnya karena perbedaan agama dengan orang yang meninggalkan warisan, atau karena ia tersangkut dalam kasus terbunuhnya yang berwasiat, maka dicarilah dua orang lainnya di antara ahli waris itu yang paling utama untuk melakukan sumpah tersebut, dengan melihat usia, sifat, pengetahuan, dan sebagainya.\n\nSumpah yang diucapkan oleh kedua orang ahli waris ini dimaksudkan untuk menguatkan tuduhan terhadap kedua orang yang menerima wasiat itu, bahwa mereka telah berkhianat mengenai wasiat itu. Juga untuk menguatkan, bahwa mereka adalah benar dalam melakukan tuduhan itu, dan tidak melampaui batas; artinya: tuduhan itu bukan tuduhan sembarangan dan tidak beralasan. Kemudian diakhiri pula dengan penegasan, bahwa apabila mereka melakukan tuduhan atau kesaksian yang tidak benar, maka niscaya mereka termasuk orang-orang yang zalim.\n\nDalam ayat lain dijelaskan kedudukan saksi yang semula wajib kemudian menjadi sunah.\n\nDiwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Baqarah/2: 180)" } } }, { "number": { "inQuran": 777, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 7, "page": 125, "manzil": 2, "ruku": 99, "hizbQuarter": 50, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064c \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika adnaaa ai yaatoo bishshahaadati 'alaa wajhihaaa aw yakhaafooo an turadda aimaanum ba'da aimaanihim; wattaqul laaha wasma'oo; wallaahu laa yahdil qawmal faasiqeen" } }, "translation": { "en": "That is more likely that they will give testimony according to its [true] objective, or [at least] they would fear that [other] oaths might be taken after their oaths. And fear Allah and listen; and Allah does not guide the defiantly disobedient people.", "id": "Dengan cara itu mereka lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, dan mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/777", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/777.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/777.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan cara itu, dua saksi yang termasuk di antara ahli waris yang berhak menjadi saksi dan lebih dekat hubungan nasabnya dengan almarhum, lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, bahwa kendi emas itu milik Budail sebagaimana tercantum dalam surat wasiat yang disisipkan pada barang-barang yang dititipkan kepada dua teman bisnisnya yang beragama Nasrani; dan mereka, Tamim ad-Da riy dan 'Adiy bin Badda, merasa takut sumpahnya yang palsu akan dikembalikan kepada ahli waris, yakni dikonfrontir dengan sumpah mereka, setelah mereka bersumpah dengan benar di hadapan Rasulullah. Sumpah saksisaksi yang berlainan agama itu ditolak dengan bersumpahnya saksisaksi yang terdiri dari kerabat. Orang-orang yang bersumpah itu akan mendapat balasan di dunia dan akhirat. Bertakwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, dan dengarkanlah dengan saksama perintah-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik, yakni para pelaku dosa besar untuk kembali kepada yang lurus, karena sikap mereka yang terus-menerus berbuat dosa besar sehingga kalbu mereka tertutup.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan, bahwa cara dan isi sumpah seperti yang disebutkan di atas, adalah merupakan jalan yang lebih dekat kepada kebenaran, yang dapat mendorong orang-orang yang bersumpah itu, (baik penerima wasiat, maupun ahli waris dari yang bersumpah itu) agar mereka memberikan kesaksian yang benar, penuh rasa tanggung jawab, serta mengagungkan Allah (yang nama-Nya disebut dalam sumpah mereka) dan untuk lebih berhati-hati dalam memelihara wasiat dan kesaksian itu agar terhindar dari azab dan kemurkaan Allah, dan agar sumpah itu tidak dialihkan kepada orang lain akibat ketidakjujurannya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memperingatkan hamba-Nya, agar mereka bertakwa kepada-Nya, memegang amanah dan kesaksian, dan suka mendengarkan serta memperhatikan semua petunjuk dan ketentuan-Nya, untuk kemudian dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Allah memperingatkan pula tentang kebiasaan orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang tidak mau memegang teguh kebenaran dan keadilan, mereka tidak akan mendapatkan petunjuk yang benar.\n\nPerlu dijelaskan, bahwa setelah bersumpah kedua orang ahli waris tersebut yang maksudnya untuk menyatakan ketidakjujuran kedua penerima wasiat tadi, maka harta warisan yang ditinggalkan oleh orang yang telah memberikan wasiat itu diserahkan semuanya kepada ahli waris, untuk mereka bagikan menurut bagian masing-masing, di samping melaksanakan wasiat yang sebenarnya dan hutang-hutang serta kewajiban-kewajiban yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 778, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 7, "page": 126, "manzil": 2, "ruku": 100, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062c\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u064a\u064f\u0648\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "yawma yajma'ul laahur Rusula fa yaqoolu maazaaa ujibtum qaaloo laa 'ilma lanaa innaka Anta 'Allaamul Ghuyoob" } }, "translation": { "en": "[Be warned of] the Day when Allah will assemble the messengers and say, \"What was the response you received?\" They will say, \"We have no knowledge. Indeed, it is You who is Knower of the unseen\"", "id": "(Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?” Mereka (para rasul) menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/778", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/778.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/778.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah suatu peristiwa penting pada hari kiamat, ketika Allah mengumpulkan para rasul, sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad, lalu Dia bertanya kepada mereka, \"Apa jawaban atau tanggapan umat terhadap misi dakwah kamu sekalian? Apakah mereka menanggapinya dengan iman atau dengan kufur? Apakah dengan iman yang taat atau iman yang fasik?\" Mereka, para rasul, menjawab, saat itu umat hadir guna menyaksikan tanya jawab ini, \"Kami tidak tahu tentang itu setelah kami wafat. Sesungguhnya Engkaulah sendiri Yang Maha Mengetahui segala yang gaib, karena pengetahuan-Mu meliputi segala sesuatu.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari Kiamat, Allah akan mengumpulkan para rasul dan umatnya masing-masing. Hari terjadinya peristiwa itu disebut \"Yaumul Mahsyar\". Ketika itu Allah akan mengajukan pertanyaan kepada para rasul, \"Apakah jawaban yang mereka terima dari umat-umat mereka setelah mereka menyeru kepada agama-Nya.\"\n\nPara rasul tentu saja mengetahui jawaban apa yang telah mereka terima dari umatnya masing-masing, dan bagaimana tanggapan mereka terhadap seruan yang telah disampaikan kepada mereka, meskipun tidak seluruhnya mereka ketahui. Tetapi, para rasul adalah orang yang sangat tinggi budi pekertinya dan amat rendah hati di hadapan Allah Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh sebab itu, dengan penuh rasa kehambaannya kepada Allah, mereka menjawab, \"Bahwa mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.\"\n\nAllah menanyakan kepada para rasul, jawaban apa yang mereka terima dari umat yang telah mereka seru kepada agama-Nya. Allah tidak menanyakan kepada para rasul apakah mereka sudah menyampaikan risalah yang ditugaskan kepada mereka, atau belum? Hal ini menunjukkan bahwa para rasul itu benar-benar telah menunaikan tugas mereka dengan baik, yaitu menyampaikan agama Allah kepada umat mereka. Akan tetapi sebagian dari umat itulah yang tidak menerima ajakan dan seruan dengan sebaik-baiknya.\n\nHal lain yang dapat kita pahami dari ayat ini ialah bahwa Allah tidak langsung menyampaikan pertanyaan kepada umat-umat dari pada rasul itu, misalnya: \"Hai manusia jawaban apakah yang telah kamu berikan kepada rasul-rasul-Ku ketika mereka menyampaikan risalah-Ku kepada kamu sekalian?\" Sebaliknya, Allah menyampaikan pertanyaan-Nya kepada para rasul-Nya, bukan kepada umat mereka. Hal ini menunjukkan kemurkaan Allah kepada umat-umat yang mengabaikan seruan dan peringatan-peringatan yang telah disampaikan para rasul itu kepada mereka. Maka pertanyaan itu adalah untuk menghardik umat-umat yang durhaka." } } }, { "number": { "inQuran": 779, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 7, "page": 126, "manzil": 2, "ruku": 100, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u062f\u064f\u0633\u0650 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0647\u0652\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0643\u064e\u0647\u064e\u064a\u0652\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0641\u064f\u062e\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0637\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0628\u0652\u0631\u0650\u0626\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0645\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0635\u064e \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Iz qaalal laahu yaa 'Eesab-na-Maryamaz kur ni'matee 'alaika wa 'alaa waalidatik; iz aiyattuka bi Roohil Qudusi tukallimun naasa fil mahdi wa kahlanw wa iz 'allamtukal kitaaba wal Hikmata wa Tawraata wal Injeela wa iz Takhluqu minat teeni kahai 'atit tairi bi iznee fatanfukhu feeha fatakoonu tairam bi iznee wa tubri'ul akmaha wal abrasa bi iznee wa iz tukhrijul mawtaa bi iznee wa iz kafaftu Baneee Israaa'eela 'anka iz ji'tahum bil baiyinaati fa qaalal lazeena kafaroo minhum in haazaaa illaa sihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "[The Day] when Allah will say, \"O Jesus, Son of Mary, remember My favor upon you and upon your mother when I supported you with the Pure Spirit and you spoke to the people in the cradle and in maturity; and [remember] when I taught you writing and wisdom and the Torah and the Gospel; and when you designed from clay [what was] like the form of a bird with My permission, then you breathed into it, and it became a bird with My permission; and you healed the blind and the leper with My permission; and when you brought forth the dead with My permission; and when I restrained the Children of Israel from [killing] you when you came to them with clear proofs and those who disbelieved among them said, \"This is not but obvious magic.\"", "id": "Dan ingatlah ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/779", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/779.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/779.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu telah dijelaskan bahwa Allah mengajukan pertanyaan kepada para rasul pada umumnya, bagaimana tanggapan umat terhadap misi kerasulan mereka. Pada ayat ini Allah berbicara di Padang Mahsyar dengan Nabi Isa. Ingatlah ketika Allah mengumpulkan para rasul pada hari kiamat, ketika itu Allah berfirman kepada Nabi Isa, \"Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku, yang telah dianugerahkan kepadamu dan kepada ibumu di dunia, sewaktu Aku menguatkanmu, ketika ibumu mengandungmu, dengan kehadiran Ruhulkudus, Malaikat Jibril yang meniupkan roh ke dalam rahim ibumu; juga ketika menguatkan engkau sehingga engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian, di luar adat kebiasaan; dan setelah dewasa sewaktu menyampaikan misi kerasulan, setelah Jibril menyampaikan wahyu kepada kamu. Dan ingatlah ketika Aku, melalui Jibril, mengajarkan menulis kepadamu, juga mengajarkan Hikmah, kearifan, Taurat, yang diturunkan kepada Nabi Musa, dan Injil yang berisi ajaran tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Dan ingatlah mukjizat yang diberikan kepadamu, ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, karena engkau tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan-Ku; kemudian engkau meniupnya, sehingga burung itu benar-benar hidup, lalu menjadi seekor burung yang sebenarnya, juga dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, mukjizat yang lain, ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir yang secara lahiriah tidak mungkin sembuh; dan engkau juga dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta, yang pada umumnya sulit disembuhkan, dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, kenikmatan-Ku kepadamu, ketika engkau mengeluarkan orang mati dari sebuah kuburan tua yang sudah bertahuntahun mati menjadi hidup kembali, juga dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, kenikmatan yang sangat berharga, ketika Aku menghalangi Bani Israil dari rencana mereka untuk membunuhmu, sewaktu engkau menyampaikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, berdasarkan wahyu tentang bukti-bukti kerasulan dengan beberapa mukjizat, lalu orangorang kafir di antara mereka berkata, dengan sombong, \"Ini tidak lain, semua keanehan yang diperlihatkan Isa kepada kita, hanyalah sihir yang nyata, bukan mukjizat atau bukti kebenaran.\"", "long": "Pada ayat ini dijelaskan tentang bermacam-macam nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Isa dan ibunya, kemudian diungkapkan kembali berbagai kejahatan Bani Israil yang pernah menuduh bahwa berbagai keterangan dan bukti-bukti yang disampaikan Nabi Isa kepada mereka hanyalah sihir semata.\n\nNikmat Allah kepada Maryam, yaitu ibu Nabi Isa ialah Allah telah menjadikannya sebagai wanita yang suci, terpilih di antara wanita-wanita di dunia ini untuk memperoleh kedudukan yang mulia.\n\nNikmat-nikmat Allah kepada Nabi Isa yang disebutkan dalam ayat ini adalah sebagai berikut:\n\n1. Allah telah memperkuat Nabi Isa dengan Rohulkudus, yaitu malaikat Jibril. Allah telah menjadikan jiwanya bersih dari segala sifat-sifat yang tidak baik. Dengan nikmat ini Isa dapat mengetahui bahwa ia lahir ke dunia dengan kejadian yang luar biasa, sehingga dengan demikian ia dapat membuktikan kesucian dirinya dan kesucian ibunya. Karena Allah telah memperkuatnya dengan Rohulkudus, maka ia dapat berbicara ketika ia masih kecil dan lemah, masih berada dalam buaian. Ia berbicara untuk membela kesucian dan kehormatan ibunya terhadap tuduhan yang bukan-bukan dari kaum Yahudi. Kemudian setelah ia dewasa ia juga dapat berbicara dengan baik untuk menyeru manusia kepada agama Allah.\n\nTentang Nabi Isa, ibunya dan Rohulkudus dalam ayat ini, pendapat beberapa mufasir dapat dikatakan sama, Mengenai \"mengingat nikmat,\" artinya \"mensyukuri\" nikmat yang diberikan kepada Isa dan kepada ibunya Maryam dan memperkuatnya dengan Rohulkudus, yakni Jibril, dan berbicara dengan orang ketika ia masih bayi dan sesudah dewasa menjadi Nabi, yang menurut Ibnu 'Abbas seperti yang dikutip al-Bagawi, dalam usia 30 tahun dan menjalankan tugas kenabiannya selama 30 bulan. Kemudian \"Aku mengajar kamu menulis, hikmah (yakni kearifan ilmu pengetahuan), Taurat dan Injil,\" dan seterusnya. Lebih jauh tentang Rohulkudus lihat kosakata di atas (al-Baqarah/2: 253). Dapat ditambahkan, bahwa seperti disebutkan di dalam Al-Qur'an, bahwa Rohulkudus berlaku untuk semua orang beriman (al-Mujadalah/58: 22); dan diturunkan kepada siapa saja dari hamba-hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Dalam ayat ini, ruh berarti wahyu (al-Kahf/16: 2).\n\nNabi Isa menyebut dirinya anak Maryam, yang tidak mengenal bapak manusia karena kelahirannya memang suatu mukjizat. Allah telah memberinya nikmat yang besar berupa kekuatan rohani, \"memperkuatnya dengan Rohulkudus\", dengan mukjizat-mukjizat yang terjadi sekitar dirinya dan ibundanya Maryam, mengenai kelahiran, kehidupan dan kematiannya.\n\nTetapi Rohulkudus (al-Baqarah/2: 87) yang banyak kita temui dalam Al-Qur'an, dalam pengertian \"roh yang suci\" berarti juga sebagai \"ilham ilahi.\" Nabi Muhammad juga mendoakan rahmat dengan Rohulkudus kepada seorang sahabat, yakni penyair Hassan bin sabit melalui sabdanya: \n\nBahwa Hassan bin sabit al-Ansari minta persaksian kepada Abu Hurairah, \"Apakah kamu mendengar Nabi Saw berkata, \"Hai Hassan, penuhilah Rasulillah. Ya Allah kuatkanlah dia (Hassan) dengan Rohulkudus.\" (Riwayat al-Bukhari, Muslim, dan an-Nasa'i)\n\nPengertian Rohulkudus dalam Al-Qur'an dan hadis tidak sama dengan pengertian Rohulkudus dalam Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Roh, Roh Allah atau firman-Nya dalam Perjanjian Lama (Kejadian i.2) ialah mengenai pembentukan bumi, \"dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air,\" dan Mazmur xxxiii.6, \"Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya¦\" Dalam Perjanjian Baru disebut Roh Kudus, Roh Allah atau Roh Yesus. Matius menyebutkan bahwa kelahiran Yesus Kristus pada waktu Maria bertunangan dengan Yusuf anak Heli, mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Yusuf suami Maria adalah orang yang tulus hati, ia tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud diam-diam akan menceraikannya. Tetapi dalam mimpinya malaikat Tuhan tampak kepadanya, dan berkata, agar jangan takut \"¦ mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, ¦\" (Matius 1.18-21). Lihat juga kosakata (an-Nisa'/4: 156).\n\n2. Allah telah mengajarkan kepadanya Al-Kitab, artinya Isa telah dianugerahi-Nya kepandaian menulis dan membaca, sehingga ia dapat mempelajari ilmu pengetahuan yang tertulis. Di samping itu. Allah mengajarkan pula kepadanya Taurat, yaitu kitab suci yang telah diturunkan kepada Nabi Musa. Akhirnya Allah mengajarkan kepadanya Injil, yaitu kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa sendiri.\n\nNabi Isa sendiri tidak pernah mengubah-ubah isi Taurat dan tidak pula menggantikannya dengan Injil yang diturunkan kepadanya, dan diakui oleh Perjanjian Baru yang sekarang, \"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\" (Matius v.17).\n\n3. Isa dapat membuat dari tanah sesuatu yang bentuk dan ukurannya seperti burung, kemudian ia meniup burung itu, maka jadilah ia seekor burung yang sungguh-sungguh, dengan seizin Allah. Artinya Isa-lah yang membentuk benda tersebut seperti burung, dan ia pula yang meniupnya, kemudian Allah menjadikannya seekor burung yang hidup.\n\n4. Isa telah dapat menyembuhkan orang-orang buta sejak lahir dan orang-orang yang kena penyakit sopak, dengan izin Allah, padahal di masa itu tak seorang tabib pun dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang-orang yang kena penyakit sopak.\n\nDalam bahasa Indonesia, kata abras dipadankan dengan kusta dari terjemahan Inggris leprosy, yakni \"penyakit menahun yang menyerang kulit dan saraf, yang secara perlahan-lahan menyebabkan kerusakan pada anggota tubuh; lepra\" (Kamus Besar Bahasa Indonesia), yang dalam bahasa Arab biasa disamakan dengan judzam, bukan abras. Mu'jam Alfadh al-Qur'an al-Karim menjelasakan, bahwa abras \"adalah warna putih di kulit karena kehilangan zat warna merah (pigmen) dan menimbulkan bercak-bercak putih dalam berbagai bentuk. Ini merupakan gejala penyakit kusta.\" Jadi bukan kusta. Dalam Perjanjian Baru (Matius x.8, Lukas iv.27), diterjemahkan dengan \"kusta,\" sama dengan terjemahan bahasa Inggris. Dalam Tafsir ini diterjemahkan dengan \"sopak,\" agaknya ini lebih tepat, yakni \"penyakit kulit berupa belang-belang putih di tangan atau kaki akibat sel pigmen adalah sel yang memberi warna kulit kering, sawo matang.\" (Kamus Besar Bahasa Indonesia), atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan nama leukemia atau vitiligo.\n\n5. Isa juga dapat menghidupkan orang-orang yang telah mati, sehingga dapat keluar dari kuburnya dalam keadaan hidup, dengan izin Allah.\n\nSetelah Nabi Isa memberikan bukti-bukti dengan mukjizatnya, sebagian mereka (Bani Israil) menuduhnya ia melakukan perbuatan sihir, mengusir setan dengan menggunakan pemimpin setan, \"Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan\" (Lukas xi.15).\n\nOrang Yahudi menyebut raja setan atau penghulu setan itu Beelzebul, dan penghulu setan yang digunakan untuk mengusir setan ini terdapat dalam beberapa bab (chapter) dalam Perjanjian Baru, antara lain dalam Matius, Markus dan Lukas.\n\n6. Allah telah melindungi Nabi Isa dari kejahatan kaum Yahudi yang hendak membunuh dan menyalibnya, ketika Isa datang kepada mereka membawa agama Allah yang disertai dengan bukti-bukti dan keterangan yang jelas, yang dikaruniakan Allah kepadanya. Allah menyelamatkan Isa dan mengangkatnya kepada-Nya.\n\nKejahatan Bani Israil melebihi kejahatan umat lainnya, kejahatan umat lainnya terhadap rasul Allah hanya sebatas kepada diri pribadi rasul itu, tetapi kejahatan Bani Israil tidak hanya ditujukan kepada Nabi Isa semata, melainkan juga terhadap ibunya, yaitu mereka menuduh Maryam telah berzina dengan seorang lelaki, sehingga melahirkan Isa. Bahkan kejahatan mereka tidak hanya tertuju kepada Isa dan ibunya, melainkan juga terhadap Allah, karena mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai istri dan anak, padahal Allah Maha Suci dari hal-hal tersebut.\n\nOrang-orang kafir di antara Bani Israil itu tidak hanya menolak agama Allah yang disampaikan Nabi Isa kepada mereka, bahkan mereka mengatakan bahwa keterangan-keterangan yang disampaikan Isa tersebut hanyalah sihir.\n\nBermacam-macam nikmat Allah kepada Nabi Isa yang disebutkan dalam ayat ini merupakan sindiran dan kecaman yang amat tajam sekali terhadap Bani Israil, atas sikap dan perbuatan mereka yang keji itu. Ayat ini menyingkap pula betapa besarnya kedengkian mereka terhadap orang yang memperoleh nikmat Allah. Ucapan mereka bahwa keterangan-keterangan yang disampaikan Nabi Isa kepada mereka adalah \"sihir yang nyata\", merupakan bukti yang kuat tentang sifat-sifat dengki mereka kepada Nabi Isa yang telah dipilih Allah sebagai Nabi dan Rasul-Nya.\n\nNikmat Allah kepada Nabi Isa yang disebutkan dalam ayat ini merupakan nikmat yang luar biasa, yang tidak diberikan Allah kepada nabi-nabi lain. Pada ayat berikutnya, Allah menyebutkan beberapa nikmat-Nya yang lain yang juga diberikannya kepada Nabi Isa tetapi merupakan nikmat-nikmat yang biasa, yang juga diperoleh rasul-rasul lain." } } }, { "number": { "inQuran": 780, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 7, "page": 126, "manzil": 2, "ruku": 100, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz awhaitu ilal hawaariyyeena an aaminoo bee wa bi Rasoolee qaalooo aamannaa washhad bi annanaa muslimoon" } }, "translation": { "en": "And [remember] when I inspired to the disciples, \"Believe in Me and in My messenger Jesus.\" They said, \"We have believed, so bear witness that indeed we are Muslims [in submission to Allah].\"", "id": "Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman, dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/780", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/780.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/780.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu mengingatkan Nabi Isa tentang kenikmatan lain yang sangat berharga, yaitu mendapat pengikut setia. Dan ingatlah, wahai Rasulullah dan sampaikan kepada umatmu, ketika Aku mengilhamkan kepada al-hawariyyun, para pengikut setia Nabi Isa, \"Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku, yakni Nabi Isa.\" Mereka, al-hawariyyun, menjawab dengan meyakinkan, \"Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan saksikanlah, wahai Rasul, Nabi Isa, bahwa kami adalah orang-orang yang setia mematuhi perintah-perintahmu, yang berserah diri kepada Allah secara total.\"", "long": "Allah menjelaskan sikap kaum hawariyin, yaitu satu kelompok dari Bani Israil yang menerima baik agama Allah yang disampaikan oleh Nabi Isa. Lalu mereka berkata kepada Nabi Isa, \"Kami telah beriman; dan saksikanlah, bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh kepada seruanmu.\" Maksudnya, mereka beriman dan menerima seruan Nabi Isa, dan akan melaksanakan semua perintah-perintahnya, sebagai bukti dari iman tersebut.\n\nArti nikmat Allah kepada Nabi Isa dalam hal ini ialah bahwa Nabi Isa telah mendapat sambutan baik dari kaum hawariyin, sehingga mereka mencintai dan mematuhinya. Ini tidak hanya merupakan nikmat bagi Nabi Isa semata-mata, melainkan juga nikmat bagi ibunya, sebab setiap nikmat yang diperoleh seorang anak, juga mendatangkan kegembiraan dan kebahagiaan bagi ibunya." } } }, { "number": { "inQuran": 781, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 7, "page": 126, "manzil": 2, "ruku": 100, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaalal hawaariyyoona yaa 'Eesab na Maryama hal yastatee'u Rabbuka ai yunaz zila 'alinaa maaa'idatam minas samaaa'i qaalat taqul laaha in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "[And remember] when the disciples said, \"O Jesus, Son of Mary, can your Lord send down to us a table [spread with food] from the heaven? [Jesus] said,\" Fear Allah, if you should be believers.\"", "id": "(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata, “Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/781", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/781.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/781.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah, wahai Rasulullah, ketika al-hawariyyun, para pengikut setia Nabi Isa, berkata kepadanya, \"Wahai Isa putra Maryam! Apakah Tuhanmu berkenan, jika kami mengajukan permohonan untuk menurunkan hidangan dari langit kepada kami supaya kami bisa menikmati hidangan bersama kamu?\" Nabi Isa menjawab, \"Bertakwalah kepada Allah, wahai al-hawariyyun, jika kamu benar-benar orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan mengabulkan permohonanmu itu.", "long": "Pada ayat ini Allah menceritakan bahwa kaum hawariyyin pernah menanyakan kepada Nabi Isa, apakah Allah dapat menurunkan kepada mereka suatu hidangan dari langit. Pertanyaan itu bukan menunjukkan bahwa kaum hawariyyin itu masih ragu tentang kekuasaan Allah. Mereka telah yakin sepenuhnya tentang kekuasaan Allah. Tetapi mereka menanyakan hal itu untuk lebih menenteramkan hati mereka. Sebab, apabila mereka dapat menyaksikan bahwa Allah kuasa menurunkan apa yang mereka inginkan itu, maka hati mereka akan lebih tenteram, dan iman mereka akan bertambah kuat.\n\nHal ini juga pernah terjadi pada Nabi Ibrahim ketika beliau memohon kepada Allah agar Allah memperlihatkan kepadanya bagaimana Dia kuasa menghidupkan makhluk yang telah mati. Allah berfirman:\n\ndan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, \"Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.\" Allah berfirman, \"Belum percayakah engkau?\" Dia (Ibrahim) menjawab, \"Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).\" (al-Baqarah/2:260)\n\nDengan demikian, pertanyaan kaum hawariyyin tadi dapat diartikan sebagai berikut, \"Hai Isa, maukah Tuhanmu memperkenankan bila kami memohon kepada-Nya agar Dia menurunkan kepada kami suatu hidangan?\" Jadi yang mereka ragukan bukanlah kekuasaan Allah untuk mengabulkan hal itu melainkan apakah Tuhan bersedia mengabulkan permintaan Nabi, bila Nabi Isa memintakan hal itu kepada-Nya untuk mereka. Patut diperhatikan dalam ayat di atas, bahwa ketika kaum hawariyyin mengemukakan pertanyaan mereka kepada Nabi Isa, mereka menyebutkannya dengan namanya, lalu diiringi dengan sebutan 'putra Maryam. Ini untuk menegaskan bahwa mereka tidak menganut kepercayaan bahwa Isa adalah Tuhan, atau anak Tuhan. Mereka yakin bahwa Isa adalah makhluk Allah yang dipilih untuk menjadi Nabi dan Rasul-Nya, juga adalah putra Maryam, bukan putra Allah.\n\nhawariyyun atau hawariyyin, dari kata hawari, \"bahan pemutih pakaian, yang bersih dan bebas dari segala noda; sahabat dan pembela;\" menurut Mu'jam Alfadh al-Qur'an al-Karim, hawari, murni dan bersih dari segalanya, umumnya dipakai untuk mereka yang benar-benar ikhlas untuk para nabi,\" atau \"pembelaan, dukungan,\" \"pembela-pembela\" (Ali 'Imran/3: 52). Diduga dari asal bahasa Abisinia. Menurut Muhammad Asad dalam The Message of The Qur'an, \"orang yang memutihkan pakaiannya dengan mencucinya,\" karenanya dikatakan juga untuk pengikut-pengikut Nabi Isa sebagai simbul orang yang berhati bersih. Penemuan Dead Sea Scroll belum lama ini sangat mendukung pendapat ini, bahwa kata hawari dipakai untuk menunjukkan orang yang menjadi anggota Persaudaraan Essense, yaitu sekelompok golongan agama di Palestina pada masa Nabi Isa, yang mungkin juga termasuk dia sendiri. Golongan Essense ini terutama dikenal karena kegigihannya mempertahankan kebersihan moral serta tidak mementingkan diri sendiri, dan mereka selalu mengenakan pakaian putih. Nabi Muhammad memberi gelar hawari kepada Zubair bin 'Awwam dengan mengatakan:\n\n\"Setiap nabi punya seorang hawari, dan hawari-ku adalah Zubair bin 'Awwam\". (Riwayat al-Bukhari dan at-Tirmidzi)\n\nDalam beberapa tafsir bahasa Indonesia diterjemahkan dengan \"pengikut,\" \"sahabat,\" \"penolong\" atau \"tetap \"Hawariyun;\" sementara Bibel menerje-mahkannya dengan \"murid\".\n\nPada akhir ayat tersebut diterangkan jawaban Nabi Isa kepada kaum hawariyyin. Ia menyuruh mereka agar bertakwa kepada Allah, yaitu agar mereka tidak mengajukan permintaan ataupun pertanyaan yang memberikan kesan seolah-olah mereka meragukan kekuasaan Allah. Ini merupakan suatu pelajaran yang amat baik, sebab orang-orang yang beriman haruslah memperkokoh imannya, dan melenyapkan segala macam hal yang dapat mengurangi keimanan. Allah Mahakuasa, atas segala sesuatu. Menyediakan suatu hidangan adalah suatu pekerjaan yang tidak patut untuk dimohonkan kepada Allah. Dia Mahamulia. Dia telah mengaruniakan kepada hamba-Nya segala sesuatu di bumi, baik berupa bahan makanan, pakaian, perumahan, dan sebagainya. Maka tugas manusialah untuk mengolah bahan-bahan yang tersedia itu untuk mereka jadikan makanan, pakaian, rumah dan sebagainya untuk kepentingan mereka sendiri. Allah tidak meminta imbalan atas nikmat yang telah disediakan-Nya, yang tak terhitung jumlahnya. Apabila Allah tidak menurunkan hidangan dari langit, maka hal itu tidaklah mengurangi arti kekuasaan dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. Sebab itu, janganlah mengurangi iman dan keyakinan kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 782, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 7, "page": 126, "manzil": 2, "ruku": 100, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo nureedu an naakula minhaa wa tatam'inna quloo bunaa wa na'lama an qad sadaqtana wa nakoona 'alaihaa minash shaahideen" } }, "translation": { "en": "They said, \"We wish to eat from it and let our hearts be reassured and know that you have been truthful to us and be among its witnesses.\"", "id": "Mereka berkata, “Kami ingin memakan hidangan itu agar tenteram hati kami dan agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan itu).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/782", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/782.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/782.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, al-hawariyyun, berkata kepada Nabi Isa, \"Kami, wahai Nabi Isa, memohon hidangan langsung dari Allah, karena kami ingin memakan hidangan itu bersamamu, agar hati kami menjadi tenteram menyaksikan mukjizatmu dan agar kami menjadi yakin atas kerasulanmu dan menjadi yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami dalam membacakan dan mengajarkan agama Allah kepada kami, dan kami, dengan hidayah Allah, menjadi orang-orang yang menyaksikan mukjizat yang meyakinkan ini.\"", "long": "Dalam ayat ini diceritakan ucapan kaum hawariyyin selanjutnya kepada Nabi Isa, setelah Isa menyuruh mereka beriman kepada Allah, beramal, bekerja dan bertawakal kepada-Nya, dan tidak mengajukan permintaan yang tidak layak. Kaum hawariyyin itu berkata, \"Kami beriman sepenuhnya atas kekuasaan Allah, akan tetapi kami mengajukan permintaan itu, karena kami memerlukan makanan, dan kami tidak mendapatkan makanan yang lain, sedangkan kami merasa lapar. Di samping itu, apabila kami dapat menyaksikan turunnya hidangan itu, serta dapat merasakan kelezatannya, maka iman kami akan bertambah kuat. Dengan demikian kami pun akan dapat pula menjadi saksi terhadap orang-orang yang tidak menyaksikan turunnya hidangan itu dan tidak turut memakannya, sehingga mereka pun akan turut beriman pula, dan bertambah kuat pula keyakinan mereka, karena kasaksian kami tadi.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 783, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 7, "page": 127, "manzil": 2, "ruku": 100, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u0650\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0632\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala 'Eesab nu Maryamal laahumma Rabbanaaa anzil 'alainaa maaa'idatam minas samaaa'i takoonu lanaa 'eedal li awwalinaa wa aakirinaa wa Aayatam minka warzuqnaa wa Anta khairur raaziqeen" } }, "translation": { "en": "Said Jesus, the son of Mary, \"O Allah, our Lord, send down to us a table [spread with food] from the heaven to be for us a festival for the first of us and the last of us and a sign from You. And provide for us, and You are the best of providers.\"", "id": "Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/783", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/783.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/783.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Isa putra Maryam menjawab permohonan al-hawariyyun dengan berdoa kepada Allah, \"Ya Tuhan kami, yang menguasai semua urusan, turunkanlah kepada kami hidangan yang lezat, nikmat, dan penuh berkah dari langit secara langsung, yang peristiwa turunnya hidangan ini akan menjadi hari raya, yakni menjadi peristiwa penting bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami, al-hawariyyun, maupun yang datang setelah kami, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad; dan turunnya hidangan ini akan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau sekaligus menjadi mukjizat bagiku. Kami pun memohon kepada-Mu, Ya Allah, berikanlah kepada kami rezeki yang halal dan berkah, karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki kepada seluruh makhluk dengan adil dan merata.\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan, bahwa Nabi Isa setelah mengetahui maksud baik dari kaum hawariyyin dalam permohonan mereka yaitu bahwa mereka tidak meragukan kekuasaan Allah, melainkan karena mereka ingin lebih yakin dan memperoleh keimanan yang lebih kuat serta ketenteraman hati, maka Nabi Isa mengabulkan permohonan mereka untuk bedoa kepada Allah agar menurunkan hidangan untuk mereka. Nabi Isa memulai doanya itu dengan ucapan \"Allahuma Rabbana\". Sedangkan kata-kata tersebut mengandung pengertian sifat-sifat keagungan-Nya, yaitu: ketuhanan, kekuasaan, hikmah dan kebijaksanaan-Nya, serta sifat-sifat-Nya sebagai Penguasa, Pendidik, Pemelihara dan Pemberi nikmat.\n\nKemudian Isa melanjutkan doanya dengan permohonan agar Allah menurunkan untuk mereka hidangan dari langit. Nabi Isa mengharapkan agar hari ketika hidangan itu turun akan menjadi hari raya bagi mereka dan generasi mereka selanjutnya. Hal ini juga akan menjadi tanda atau bukti bagi kekuasaan Allah. Nabi Isa mengakhiri doanya dengan ucapan, \"Berilah kami rezeki, karena Engkau adalah Pemberi rezeki Yang Paling Utama.\" Hal yang perlu kita perhatikan dalam ayat ini ialah bahwa Nabi Isa dalam doanya lebih dahulu menyebutkan faedah rohaniah yang akan diperoleh bila Allah mengabulkan doanya, kemudian baru disebutkan faedahnya dari segi jasmaniah. Faedah rohaniah ialah: turunnya hidangan itu akan merupakan hari yang amat penting dalam kehidupan umatnya, dan akan mereka jadikan hari raya, dimana mereka akan selalu mengenang rahmat Allah, dan mereka akan mengagungkan kebesaran kekuasaan-Nya. Hal ini akan menambah keyakinan mereka, dan akan memperkokoh keimanan kepada Allah. Adapun faedah jasmaniah ialah makanan itu akan merupakan rezeki yang akan menghilangkan rasa lapar dan mengembalikan kesegaran dan kekuatan jasmani mereka.\n\nLain halnya kaum hawariyyin ketika mereka mengemukakan permintaan itu kepada Isa. Mereka mendahulukan penyebutan faedah jasmaniah, dan sesudah itu barulah menyebutkan faedah rohaniahnya. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan, bahwa dengan susunan doanya itu, Nabi Isa mengajarkan kepada umatnya, agar mereka lebih mengutamakan segi-segi mental rohaniah daripada segi-segi fisik materiil jasmaniah.\n\nDisebutkan \"Ma'idah\" dalam surah ini yang berarti \"hidangan\" maka kata tersebut telah disepakati menjadi nama bagi surah ini, yaitu Surah al-Ma'idah/5. Kata-kata yang dipakai menjadi nama bagi surah-surah Al-Qur'an kebanyakan diambil dari suatu kata yang terdapat di dalam surah bersangkutan, yang berkenaan dengan suatu hal yang amat penting, misalnya: nama surah ini dan Surah \"al-Baqarah\". Adakalanya pula diambil dari kata-kata lain yang tidak terdapat dalam surah itu tetapi menunjukkan dengan jelas isi surah tersebut, misalnya nama Surah al-Ikhlas/ 112. \n\nAyat 112 dan 113 menyebutkan permintaan hidangan makanan dari langit oleh pengikut-pengikut Nabi Isa. Dalam beberapa bab dalam Perjanjian Baru dilukiskan sangat beragam (Matius vi.11, Kisah Para Rasul x.9-12 dan sebagainya)." } } }, { "number": { "inQuran": 784, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 7, "page": 127, "manzil": 2, "ruku": 100, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waalal laahu innee munaz ziluhaa 'alaikum faman yakfur ba'du minkum fa inneee u'azzibuhoo 'azaabal laaa u'azzibuhooo ahadam minal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Allah said, \"Indeed, I will sent it down to you, but whoever disbelieves afterwards from among you - then indeed will I punish him with a punishment by which I have not punished anyone among the worlds.\"", "id": "Allah berfirman, “Sungguh, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah (turun hidangan) itu, maka sungguh, Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia (seluruh alam).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/784", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/784.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/784.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengabulkan doa Nabi Isa. Allah berfirman, \"Sungguh, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, wahai al-hawariyyun sebagaimana kalian minta, tetapi barang siapa di antara kamu setelah hidangan itu turun, menjadi kafir dengan mempertuhankan Nabi Isa dan ibunya, Maryam, maka sungguh, Aku akan mengazabnya di akhirat dengan azab khusus yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun, baik sebelum maupun sesudah kamu di antara umat manusia seluruh alam. Kekufuran mereka itu ialah telah mempertuhankan manusia, yaitu Nabi Isa dan ibunya, setelah Allah mengutus para nabi dan rasul yang menegaskan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Isa putra Maryam itu seorang Rasul Allah dan Maryam itu seorang perempuan salehah. Keduanya adalah manusia, tidak akan pernah menjadi Tuhan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah mengabulkan doa tersebut dan menurunkan hidangan sesuai dengan permintaan mereka. Tetapi, dengan syarat bahwa sesudah turunnya hidangan itu, tidak boleh ada di antara mereka yang tetap kafir, atau kembali kafir sesudah beriman, karena mereka telah diberi pelajaran dan keterangan-keterangan tentang kekuasaan dan kebesaran Allah, kemudian diberi pula bukti nyata yang dapat mereka saksikan dengan panca indera mereka sendiri. Apabila masih ada di antara mereka yang kafir maka sepantasnya kemurkaan dan azab Allah ditimpakan kepada mereka, yang melebihi azab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir lainnya.\n\nPendapat para ulama beragam mengenai macam makanan yang diturunkan Allah dalam hidangan tersebut. Tetapi masalah tersebut bukanlah masalah yang penting untuk dibicarakan, Al-Qur'an sendiri tidak menyebutkannya. Demikian pula Rasulullah saw. Yang perlu kita perhatikan ialah hubungan sebab akibat, serta isi dan tujuan dari kisah tersebut, untuk dijadikan iktibar dan pelajaran guna memperkokoh iman dan keyakinan kita kepada Allah dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 785, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 7, "page": 127, "manzil": 2, "ruku": 101, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u064a \u0628\u0650\u062d\u064e\u0642\u0651\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u06da \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0643\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u064a\u064f\u0648\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa iz qaalal laahu yaa 'Eesab na Maryama 'a-anta qulta linnaasit takhizoonee wa ummiya ilaahaini min doonil laahi qaala Subhaanaka maa yakoonu leee anaqoola maa yakkoonu leee an aqoola maa laisa lee bihaqq; in kuntu qultuhoo faqad 'alimtah; ta'lamu maa fee nafsee wa laaa a'almu maa fee nafsik; innaka Anta 'Allaamul Ghuyoob" } }, "translation": { "en": "And [beware the Day] when Allah will say, \"O Jesus, Son of Mary, did you say to the people, 'Take me and my mother as deities besides Allah?'\" He will say, \"Exalted are You! It was not for me to say that to which I have no right. If I had said it, You would have known it. You know what is within myself, and I do not know what is within Yourself. Indeed, it is You who is Knower of the unseen.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?” (Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/785", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/785.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/785.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beberapa ayat sebelumnya menjelaskan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Isa, termasuk nikmat mendapat pengikut setia dan turunnya hidangan dari langit. Pada ayat ini, Allah meminta pertanggungjawaban Nabi Isa tentang sikap Bani Israil yang mempertuhankan dirinya dan ibunya. Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad apa yang akan terjadi pada hari kiamat, ketika Allah berfirman kepada Nabi Isa, \"Wahai Isa putra Maryam! Apa engkau pernah mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah yang menyebabkan mereka meyakini trinitas, tiga tuhan, hingga menyimpang dari ajaran tauhid?\" Nabi Isa menjawab di hadapan Allah di akhirat, \"Mahasuci Engkau dari apa yang mereka nisbahkan kepadaMu; tidak patut bagiku sebagai hamba-Mu dan Rasul-Mu, mengatakan kepada manusia yang bukan kebenaran, yakni mempertuhankan manusia dan menyembahnya sehingga menyimpang dari ajaran tauhid. Jika aku, selama hidupku yang singkat di dunia, pernah mengatakannya, menjadikan aku dan ibuku dua tuhan selain Engkau, ya Allah, tentulah Engkau telah mengetahuinya. Sebab, Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, yang tampak dan yang tersembunyi, dan aku sebagai manusia sangat terbatas, tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh merupakan keharusan yang mutlak, Engkaulah, Tuhan, Yang Maha Mengetahui segala yang gaib, tersembunyi dari pandangan dan pengetahuan manusia.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah berkata, apakah Isa dan ibunya telah menyatakan dirinya sebagai tuhan. Isa menyatakan bahwa pernyataan di atas adalah tidak benar, karena dia tidaklah berhak menyatakan sesuatu yang tidak patut bagi dirinya dan ibunya. Allah menanyakan hal demikian itu kepada Isa walaupun Allah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, agar Isa di hari Kiamat itu menyatakan di hadapan para rasul dan umat manusia bahwa hanya Allah-lah yang berhak disembah, serta dia menjelaskan kesalahan umatnya yang memandang dirinya dan ibunya sebagai Tuhan. Semua ibadah hanya ditujukan kepada Allah. Ayat ini memberikan peringatan kepada orang-orang Nasrani yang hidup kemudian atas kesalahan dan kekeliruan akidah mereka. Banyak macam ibadah dan doa yang dilakukan oleh orang Nasrani ditujukan kepada Isa dan ibunya, baik yang khusus untuk Isa dan ibunya masing-masing, maupun ibadah mempersekutukan mereka dengan Allah. Semua ibadah seperti itu tidak dapat dibenarkan, karena segala ibadah itu haruslah ditujukan kepada Allah saja. Firman Allah:\n\nPadahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama¦ (al-Bayyinah/98: 5)\n\nTiada Tuhan selain Allah yang berhak disembah hamba. Nabi Isa menjawab pertanyaan Allah tentang ibadah dan kepercayaan yang ditujukan kepada dirinya dan ibunya dengan jawaban yang diawali kata \"Subhanaka\" artinya \"Engkau Mahasuci\", maksudnya mustahil ada Tuhan selain Allah.\n\nNabi Isa menegaskan baik dirinya sendiri atau orang lain, tidaklah berhak untuk mengatakan sesuatu yang tidak patut bagi dirinya dan ibunya. Tidak terlintas sedikit pun dalam pikiran Nabi Isa untuk menyatakan dirinya atau ibunya sebagai tuhan, karena ia diutus kepada manusia untuk membimbing mereka ke jalan yang lurus yakni agama tauhid. Sekiranya Nabi Isa menyatakan pengakuannya sebagai Tuhan, atau terlintas dalam pikirannya, tentulah Allah lebih mengetahuinya, karena Dia Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam pikiran manusia, terlebih apa yang diungkapkannya. Manusia tidak mengetahui apa yang disembunyikan Allah kecuali jika Dia memberitahukannya dengan perantaraan wahyu. Sesungguhnya hanya Allah sendiri yang Maha Mengetahui segala yang gaib; Ilmu-Nya meliputi segala yang pernah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi.\n\nAllah menanyakan apakah Nabi Isa menyatakan diri dan ibunya sebagai Tuhan, karena orang-orang Nasrani di Najran banyak yang menganggap Isa dan ibunya sebagai Tuhan (Alusi V;94). Yang penting ayat ini merupakan jawaban Nabi Isa yang dengan tegas tidak pernah menyatakan diri dan ibunya sebagai Tuhan. Jawaban ini perlu untuk diketahui oleh murid-murid Nabi Isa maupun semua pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 786, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 7, "page": 127, "manzil": 2, "ruku": 101, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0645\u0652\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Maa qultu lahum illaa maaa amartanee bihee ani'budul laaha Rabbeee wa Rabbakum; wa kuntu 'alaihim shaheedam maa dumtu feehim falammaa tawaffaitanee kunta Antar Raqeeba 'alaihim; wa Anta 'alaa kulli shai'in Shaheed" } }, "translation": { "en": "I said not to them except what You commanded me - to worship Allah, my Lord and your Lord. And I was a witness over them as long as I was among them; but when You took me up, You were the Observer over them, and You are, over all things, Witness.", "id": "Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu,” dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/786", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/786.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/786.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Isa melanjutkan pertanggungjawabannya di hadapan Allah di akhirat, \"Aku tidak pernah, selama hidupku, mengatakan kepada mereka, Bani Israil, kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku dalam kedudukanku sebagai rasul Allah, yaitu, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Dan aku, sebagai utusan Allah kepada Bani Israil, menjadi saksi terhadap sikap mereka; di antara mereka ada yang beriman dan lurus keyakinannya, dan ada pula kufur yang menyeleweng keyakinannya dengan menjadikan aku dan ibuku dua tuhan selain Allah, selama aku berada, hidup dan bergaul, di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, selesailah tugasku sebagai nabi dan rasul dalam mengawasi keyakinan mereka. Sejak itu, Engkaulah yang mengawasi mereka; apakah mereka lurus atau menyeleweng dengan menjadikan aku dan ibuku dua tuhan selain Allah. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu, yang terlihat maupun tersembunyi dari pandangan manusia.\" Jadi, Nabi Isa selama hidupnya tidak pernah menyatakan kepada Bani Israil bahwa dirinya dan ibunya, Maryam, adalah tuhan dan tidak pernah pula memerintahkan untuk menyembah mereka berdua.", "long": "Sesudah Nabi Isa pada ayat yang lalu mensucikan Allah dan kemudian dia membersihkan dirinya dari tuduhan menganggap dirinya sebagai Tuhan, maka dalam ayat ini Isa menjelaskan apa sebenarnya yang telah diserukannya kepada kaumnya yaitu agar mereka menyembah Allah. Tuhannya sendiri dan juga Tuhan kaumnya. Tidak benar dia menuhankan dirinya dan ibunya karena mereka berdua adalah hamba Allah seperti juga manusia lainnya. Nabi Isa telah mengajarkan pokok-pokok agama dan dasar-dasar keimanan kepada kaumnya yang seharusnya mereka jadikan pedoman dalam kehidupan beragama sepanjang masa. Sewaktu Nabi Isa masih berada bersama mereka, beliau selalu memberikan bimbingan kepada mereka dan mengawasi segala tingkah laku mereka; yang benar dibenarkan, yang salah dinyatakan salah sesuai dengan petunjuk Allah. Tetapi setelah beliau diangkat ke langit, habislah masa tugas kerasulannya, putuslah pengawasan dan bimbingan beliau terhadap kaumnya. Nabi Isa tidak mengetahui lagi amal perbuatan mereka dan sejarah perkembangan mereka dan agamanya. Hanyalah Allah yang menjadi Pengawas dan Saksi atas mereka. Allah memberi petunjuk kepada orang yang menghendaki kebenaran, membiarkan orang yang menginginkan kesesatan. Orang yang menuhankan Isa telah kafir dan haram surga bagi mereka. Hal itu ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nSungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, \"Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.\" Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, \"Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.\" Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu. (al-Ma'idah/5:72)" } } }, { "number": { "inQuran": 787, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 7, "page": 127, "manzil": 2, "ruku": 101, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064f\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "In tu'azzibhum fa innahum ibaaduka wa in taghfir lahum fa innaka Antal 'Azzezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "If You should punish them - indeed they are Your servants; but if You forgive them - indeed it is You who is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/787", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/787.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/787.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Isa lalu mengembalikan nasib umatnya yang menyimpang dari ajarannya di akhirat kepada keputusan Allah. \"Wahai Tuhan Yang Maha Bijaksana, jika Engkau menyiksa mereka, karena mereka menjadikan aku dan ibuku dua tuhan selain Allah, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, tidak ada seorang atau suatu apa pun yang menghalangi kehendak-Mu; dan jika Engkau mengampuni mereka, dengan kebesaran dan keagungan-Mu, meskipun mereka menyeleweng; sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana dalam segala yang hal yang Engkau putuskan.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Isa menyerahkan sepenuhnya keputusan atas orang-orang Nasrani itu kepada Allah, dan beliau berlepas tangan dari tanggung jawab atas perbuatan mereka, karena beliau sudah menyampaikan seruannya sesuai dengan perintah Allah, yaitu mengesakan-Nya serta mengkhususkan ibadah kepada-Nya. Allah akan menjatuhkan hukuman kepada mereka sesuai dengan perbuatan mereka. Dialah yang mengetahui siapa di antara mereka yang tetap dalam tauhid dan siapa yang musyrik, siapa pula yang taat dan siapa yang ingkar, siapa yang saleh dan yang fasik. Jika Allah menjatuhkan azab atas mereka, maka azab itu jatuh kepada orang yang memang patut menerima azab. Mereka itu adalah hamba-hamba Allah, seharusnya mereka itu menyembah Allah, tidak menyembah selain Allah. Jika Allah memberikan pengampunan kepada mereka, maka pengampunan itu diberikan-Nya kepada mereka yang patut diberi-Nya dan yang patut menerimanya. Allah Mahakuasa dan berwenang dalam mengurusi segala perkara, tidak ada orang lain yang turut mengurusinya. Allah Mahabijaksana dalam menentukan keputusan atas perkara itu, dan Dia Maha Mengetahui siapakah di antara orang-orang Nasrani yang telah menjadi musyrik dan siapa pula yang masih dalam agama tauhid.\n\nMereka yang menjadi musyrik, tidak ada ampunan bagi dosa mereka. Firman Allah:\n\nSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. (an-Nisa'/4: 48)\n\nSejak permulaan abad masehi, sudah banyak aliran dalam kepercayaan yang tumbuh di kalangan penganut agama Nasrani. Sehingga banyak perselisihan yang timbul di antara mereka, maka semuanya terserah kepada Allah diazab atau diampuni di antara hamba-hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 788, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 7, "page": 127, "manzil": 2, "ruku": 101, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0631\u0651\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaalal laahu haaza yawmu yanfa'us saadiqeena sidquhum; lahum janaatunn tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaaa abadaa; radiyal laahu 'anhum wa radoo 'anh; zaalikal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "Allah will say, \"This is the Day when the truthful will benefit from their truthfulness.\" For them are gardens [in Paradise] beneath which rivers flow, wherein they will abide forever, Allah being pleased with them, and they with Him. That is the great attainment.", "id": "Allah berfirman, “Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/788", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/788.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/788.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjawab apa yang disampaikan Nabi Isa dengan berfirman kepadanya, \"Inilah saat orang-orang yang benar tauhidnya kepada Allah, tidak mempertuhankan manusia, dan tidak beribadah kecuali kepada Allah; ibadahnya mengikuti ketentuan Allah, niatnya ikhlas dan hatinya bersih selama hidup di dunia, memperoleh manfaat dari kebenarannya di akhirat dengan memperoleh jaminan keselamatan dan terbebas dari azab jahanam. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kenikmatan yang tiada bandingannya di dunia; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, dalam keabadian tanpa batas waktu. Allah rida kepada mereka atas keyakinan mereka yang lurus, ibadah mereka yang istikamah, dan akhlak mereka yang mulia; dan mereka pun rida kepada-Nya atas segala perlakuan Allah kepada mereka. Itulah, sejatinya, kemenangan yang agung, menurut Allah.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari Kiamat, orang yang senantiasa berbuat tetap dalam tauhid, akan memperoleh manfaat dari kebenaran iman mereka dan dari kejujuran perbuatan dan perkataan mereka. Kemanfaatan yang mereka peroleh itu ialah: pertama kenikmatan surga, kenikmatan yang banyak memberi kepuasan jasmaniah, dan kedua kenikmatan rida Ilahi, kenikmatan yang memberikan ketenteraman dan kepuasan rohani. Segala amal perbuatan mereka diterima Allah sebagai ibadah dan Allah memberi anugerah dan keridaan kepada mereka. Mereka merasa bahagia memperoleh keridaan dari Allah. Tidak ada kenikmatan yang lebih besar dari penghargaan dari Allah. Allah rida terhadap mereka, dan mereka rida terhadap Allah. Inilah puncak kebahagiaan abadi dalam diri manusia. Kedua nikmat Allah ini ialah surga dan rida Ilahi yang diperoleh sesudah melewati perhitungan amal pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 789, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 7, "page": 127, "manzil": 2, "ruku": 101, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Lillaahi mulkus samaawaati wal ardi wa maa feehinn; wa Huwa 'alaa kulli shain'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "To Allah belongs the dominion of the heavens and the earth and whatever is within them. And He is over all things competent.", "id": "Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/789", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/789.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/789.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kembali menegaskan tentang kekuasaan dan kepemilikan-Nya yang serba mencakup dan menyeluruh. Milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan langit dan bumi, dengan kehendak dan kekuasaan mutlak tiada batas; dan milik Allah juga apa yang ada di dalamnya, manusia, jin, setan, dan malaikat; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, dengan kekuasaan yang adil dan bijaksana.", "long": "Surah ini diakhiri dengan pernyataan, bahwa segala kerajaan langit dan bumi beserta isinya hanyalah kepunyaan Allah. Baik makhluk yang berakal maupun yang tidak berakal; benda-benda mati ataupun makhluk bernyawa, semuanya tunduk dan takluk di bawah kudrat dan iradat-Nya. Ayat ini memperingatkan orang-orang Nasrani atas kesalahan cara berpikir mereka mengenai Isa dan ibunya, yang dianggap tuhan, padahal keduanya adalah hamba Allah dan milik-Nya. Keduanya bukan sekutu Allah, ataupun tandingan-Nya. Oleh karena itu, doa dan ibadah tidak selayaknya ditujukan kepada keduanya. Hanya Allah yang berhak disembah, karena Dialah pemilik dan penguasa alam ini beserta segala isinya." } } } ] }, { "number": 6, "sequence": 55, "numberOfVerses": 165, "name": { "short": "الأنعام", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0623\u0646\u0639\u0627\u0645", "transliteration": { "en": "Al-An'aam", "id": "Al-An'am" }, "translation": { "en": "The Cattle", "id": "Binatang Ternak" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al An'aam (binatang ternak: unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyah, karena hampur seluruh ayat-ayat-Nya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah. Dinamakan Al An'aam karena di dalamnya disebut kata An'aam dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 790, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 7, "page": 128, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alhamdu lillaahil lazee khalaqas samaawaati wal arda wa ja'alaz zulumaati wannoor; summal lazeena kafaroo bi Rabbihim ya'diloon" } }, "translation": { "en": "[All] praise is [due] to Allah, who created the heavens and the earth and made the darkness and the light. Then those who disbelieve equate [others] with their Lord.", "id": "Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/790", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/790.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/790.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir Surah al-Ma'idah Allah menjelaskan bahwa Nabi Isa dan ibunya bukanlah tuhan sebagaimana anggapan orang Nasrani. Nabi Isa adalah rasul atau utusan Allah yang bertugas mengajak Bani Israil untuk mengesakan Allah. Pada awal surah ini dijelaskan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi serta menunjukkan manusia kepada jalan yang terang agar manusia meninggalkan jalan yang gelap, namun kebanyakan manusia menyimpang dari ajaran Allah yang lurus. Segala puji bagi Allah, yang berhak atas segala kesempurnaan, dan jauh dari segala kekurangan; yang telah menciptakan langit dan bumi, atas dasar cinta dan kasih sayang kepada makhluk-Nya; dan Allah telah menjadikan gelap dan terang, malam dan siang, salah dan benar, kufur dan iman; namun demikian orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang menutup pikiran dan hati nurani mereka dari cahaya Allah menghindar dari ajaran Tuhan mereka dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lebih rendah dari dirinya sebagai manusia.", "long": "Allah membuka Surah al-An'am dengan memberi petunjuk kepada manusia bahwa segala pujian hanyalah bagi Allah, Pencipta langit, bumi dan segala isinya, serta menerangkan kepada manusia ada jalan kegelapan, yaitu jalan yang diikuti oleh orang-orang yang sesat seperti menganggap makhluk-makhluk ciptaan Allah sebagai tuhan. Allah juga menunjukkan jalan yang terang dan cahaya yang benar, yaitu mengesakan Allah dan menghindari sikap dan anggapan yang menuju ke arah syirik, yaitu menyekutukan Allah dengan makhluk ciptaaan-Nya. Tetapi orang-orang yang ingkar kepada Allah lebih suka memilih jalan yang tidak benar, yaitu yang mengarah kepada syirik dan kegelapan.\n\nAllah memuji dirinya dengan \"Alhamdulillah\". Dengan demikian para hamba mengetahui bagaimana hendaknya mereka memuji Tuhan yaitu dengan mengucapkan kalimat \"Alhamdulillah\". Segala puji adalah untuk Allah, karena Dialah yang paling berhak untuk menerima pujian itu, yang memiliki segala sifat-sifat yang terpuji, dan segala sifat-sifat kesempurnaan. Allah menjelaskan tentang diri-Nya sebagai Zat Yang Maha Terpuji itu dengan menerangkan bahwa Allah Pencipta langit dan bumi, gelap dan terang. Penciptaan langit dan bumi disebutkan secara khusus dalam ayat ini adalah untuk menunjukkan keistimewaannya sebagai ciptaan Allah yang besar, dan senantiasa disaksikan oleh umat manusia. Pada keduanya terdapat pelajaran bagi manusia yang kesemuanya itu merupakan tanda-tanda kesempurnaan Allah. \n\nPenciptaan gelap dan terang yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah penciptaan berbagai kegelapan dan cahaya terang yang nampak oleh indra mata. Keduanya bermanfaat bagi hamba-hamba Allah. Di antara ulama salaf ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan dhulmah (gelap) dalam ayat ini ialah kekufuran, dan yang dimaksud dengan nur (terang) ialah iman; maka mereka menguraikan maksud ayat-ayat ini sebagai berikut: Allah menciptakan langit dan bumi lalu Dia menunjukkan bukti-bukti untuk mengenal-Nya dan mengesakan-Nya. Allah memperingatkan jalan kesesatan dan menunjukkan jalan lurus dengan menurunkan syariat-syariat dan kitab-kitab-Nya, walaupun demikian orang-orang kafir itu berbuat jauh dari pikiran yang sehat, dan mereka selalu memilih jalan kesesatan. Karena itu Allah berfirman pada akhir ayat ini yang artinya, \"Namun orang-orang kafir itu mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan.\" Dalam ayat ini Allah menggunakan dhulumat (kegelapan) dalam bentuk jamak (plural) dari dhulmah (gelap). Sedangkan kata nur (terang) digunakan bentuk kata tunggal. Dimaksudkan dengan perbedaan bentuk itu ialah kesesatan (gelap) banyak macamnya sedangkan petunjuk (terang) hanya satu. Kebenaran hanya satu, sedangkan kebatilan itu berbilang. Di akhir ayat ini, ditegaskan bahwa orang-orang kafir itu mengambil sikap bertolak belakang. Mereka tidaklah mengkhususkan pujian dan ibadah kepada Allah sebagai Pencipta langit dan bumi dan Yang mengadakan gelap dan terang, tetapi mereka mempersamakan Allah dengan yang lain dalam ibadah dan pujian. Padahal mereka menyadari, hanyalah Allah yang paling berhak menerima ibadah dan pujian itu.\n\nSelain Surah al-An'am, masih ada empat surah lagi yang dimulai dengan al-hamdulillah, artinya segala puji bagi Allah, yaitu surah pertama al-Fatihah, surah ke-18 al-Kahf, surah ke-34 Saba', dan surah ke-35 Fathir. Kecuali memberi petunjuk bagaimana cara yang benar dalam memuji Allah, kita juga diberi petunjuk bagaimana bersikap dan berperilaku yang baik, yaitu hanya Allah yang berhak mendapat pujian, kerena betapapun kita memiliki sedikit atau beberapa kebaikan yang dapat dibanggakan, itu semua dari Allah. Allah yang Mahasempurna dan menganugerahkan beberapa sifat kebaikannya kepada para makhluk yang dikehendaki-Nya, terutama kepada manusia. Allah betul-betul memuliakan makhluk ini sebagaimana disebutkan dalam Surah al-Isra'/17 ayat 70:\n\nDan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (al-Isra'/17: 70)\n\nLangit, bumi dan segala isinya, termasuk manusia ini tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan diciptakan Allah Yang Mahakuasa, dengan aturan dan ketentuan yang sempurna sehingga tidak ada satu makhluk pun yang dapat menyimpang dari aturan dan ketentuan Allah. Jika makhluk itu terjadi dengan sendirinya atau atas kemauan dan keinginan mereka sendiri, keadaan pasti menjadi kacau, karena semua ingin menjadi yang terbaik atau lebih baik dari yang lain, dan tidak ada yang ingin menjadi jelek, yang lemah atau dikalahkan oleh yang lain. Tetapi, ternyata semua itu terjadi karena semua makhluk itu tunduk pada aturan dan ketentuan Allah yang Mahakuasa, tetapi juga Mahabijaksana, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.\n\nAllah menciptakan dan menyediakan bagi manusia adz-dzulumat, yaitu berbagai kegelapan, jalan yang gelap, suasana yang gelap, hidup yang serba gelap dan sebagainya. Allah juga menciptakan dan menyediakan bagi manusia an-nur, yaitu cahaya terang, jalan yang terang, kehidupan dan pemikiran yang terang, sikap dan perilaku yang transparan. Maka terserah manusia akan memilih yang mana. Dalam ayat ini diterangkan, bahwa orang-orang yang ingkar, kafir dan tidak memiliki iman yang kuat banyak yang memilih dzulumat yang menyimpang dari fitrah dan nurani manusia sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 791, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 7, "page": 128, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0637\u0650\u064a\u0646\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazee khalaqakum min teenin summa qadaaa ajalanw wa ajalum musamman 'indahoo summa antum tamtaroon" } }, "translation": { "en": "It is He who created you from clay and then decreed a term and a specified time [known] to Him; then [still] you are in dispute.", "id": "Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/791", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/791.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/791.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Allah, yang menciptakan kamu dan nenek moyangmu, Nabi Adam, langsung dari tanah, dan menciptakan kamu, anak keturunan Adam dari saripati tanah; kemudian Dia menetapkan ajal, saat kematianmu; sedangkan batas akhir hidupmu di dunia bersifat rahasia, hanya diketahui oleh-Nya semata-mata; namun demikian, kamu, manusia yang kafir masih saja meragukannya, yakni meragukan keberadaan Allah beserta kekuasaan, kebesaran, dan kasih sayang-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah lebih merinci dalam penciptaan-Nya pada makhluk yang banyak memiliki kekuasaan dalam hidupnya di muka bumi ini, yaitu manusia. Allah telah menciptakan nenek moyang manusia, yaitu Adam dari bahan yang sederhana yaitu tanah. Manusia yang sekarang ini menjadi besar dan dewasa juga dari saripati tanah, dan berbagai zat makanan yang ditumbuhkan dari tanah.\n\nKemudian Allah menetapkan waktu hidupnya di dunia sampai datang waktu ajal dan kematiannya, dan selanjutnya Allah juga menetapkan perjalanan sesudah kematian, yaitu waktu dibangkitkan dari kubur pada hari kebangkitan, meskipun banyak di antara manusia yang masih ragu-ragu.\n\nManusia yang ragu tentang dibangkitkannya nanti pada hari Kiamat adalah didasarkan pada jalan pikirannya yang pendek dan sederhana, yaitu bagaimana mungkin manusia yang sudah mati dan tubuhnya hancur menjadi satu dengan tanah, atau bahkan menjadi zat bagi tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan kemudian dimakan menusia generasi berikutnya dan menjadi daging ataupun kekuatan bagi manusia lain, bagaimana ini semua dapat dibangkitkan seperti sediakala ketika seseorang itu masih hidup dengan tubuh yang segar dan sehat.\n\nMestinya apabila kemampuan pikirannya tidak dapat mencapai atau tidak dapat memahami kekuasaan Allah dalam membangkitkan manusia yang sudah mati, seharusnya menyadari bahwa ilmu dan kemampuan pikirannya memang terbatas. Tentang kapan waktu datangnya hari Kiamat pun kita tidak mengetahui. Semua itu adalah bagian dari ilmu dan kekuasaan Allah sebagaiman difirmankan pada Surah al-A'raf/7 ayat 187:\n\n¦ Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain dia¦ (al-A'raf/7: 187)\n\nAllah mengarahkan firman-Nya kepada orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah. Allah dalam ayat ini menunjukkan lagi bukti-bukti keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia pada hari Kiamat. Dialah yang menciptakan manusia keturunan Adam ini dari saripati tanah. Setiap kejadian manusia pasti mengandung unsur zat tanah. \n\nJika diperhatikan proses kejadian manusia, lebih jelas lagi bahwa kejadiannya dari tanah. Kejadian manusia dalam rahim diawali dari nutfah, yaitu percampuran antara sel mani laki-laki (sperma) dengan sel telur dari perempuan (ovum). Disebabkan berasimilasi dengan zat makanan, maka nuthfah yang sudah bercampur itu berkembang menjadi janin, kemudian keadaan itu berubah sampai menjadi bayi. Sel hidup itu tersusun dari zat-zat yang bermacam-macam dan zat itu sendiri hakekatnya terdiri dari unsur kimiawi yang mati seperti zat besi, zat air yang berasal dari tanah. Demikian pula zat makanan, baik dari tumbuhan maupun dari daging hewan tersusun dari zat unsur kimiawi yang berasal dari tanah. Dari zat-zat makanan ini pula terbentuk sel mani yang ada pada manusia atau hewan. Demikian dengan kodrat Allah Yang Mahabesar, unsur kimiawi yang mati itu menjadi sel hidup dan akhirnya menjadi manusia.\n\nPendapat Scientist tentang Penciptaan Manusia :\n\nSampai saat ini belum ada teori ilmu pengetahuan yang dapat menjelaskan secara langsung bagaimana penciptaan manusia dari tanah. Tetapi secara tidak langsung, beberapa teori yang berkembang tentang asal kehidupan (origin of life) menerangkan bahwa tanah berperan penting di awal proses. Kebanyakan teori asal kehidupan merupakan pengembangan konsep lama: Abiogenesis yang diartikan sebagai penurunan kehidupan dari benda mati. Sejak lama Abiogenesis dianggap sebagai konsep yang paling dapat diterima untuk teori asal kehidupan sampai kemudian hukum Biogenesis (omne vivum ex ovo = asal kehidupan dari kehidupan yang lain) lebih populer seiring dengan perkembangan mikrobiologi modern. Pendalaman konsep Abiogenesis umumnya mengkaji proses awal mula terbentuknya senyawa-senyawa kimia penting penyusun makhluk hidup (asam amino, protein, dan sebagainya. sampai DNA) secara alami tanpa ada kehidupan sebelumnya. Keberhasilan yang paling terkenal adalah teori sup primitif (Soup Theory) ketika percobaan Urey & Miller (1953) berhasil mensintesis molekul-molekul organik dari gas anorganik (Metan, Amonia dan Hidrogen) pada kondisi yang disimulasikan seperti keadaan awal bumi \n\nterbentuk. Hasil ini dikembangkan oleh Joan Oro (1961) yang berhasil mensintesis protein dari larutan Sianida. Dari beberapa teori Abiogenesis yang berkembang, paling tidak dua diantaranya membicarakan kemungkinan asal kehidupan dari tanah (dan batuan). \n\nClay theory merupakan teori yang paling mendekati terjemah ayat di atas, dikembangkan oleh Graham Cairns “ Smith (1985) semenjak tahun 1960 an. Clay (Ind.: Liat, lempung) adalah mineral pembentuk partikel tanah dan batuan yang paling halus terbentuk sebagai hasil pelapukan batuan, yang bisa pula terbentuk dari silikat terlarut. Mineral liat, sebagaimana mineral lainnya, tetap mempertahankan struktur awal pembentukannya selama pertumbuhan. Masa mineral liat tertentu dapat mempengaruhi lingkungannya sedemikian rupa sehingga terjadi kecenderungan untuk terjadinya replikasi pada proses pembentukan selanjutnya. Mineral liat juga memiliki daya tukar kation yang dapat mengikat berbagai jenis unsur dan molekul baik di permukaannya maupun di dalam kisi-kisi kristalnya. Keadaan ini memungkinkan terjadinya suatu proses seleksi alam dimana terjadi penengkapan molekul-molekul tertentu. Suatu molekul proto organik yang cukup kompleks dapat terkatalisasi oleh sifat-sifat permukaan mineral liat. Tahap terakhir dari proses ini adalah terbentuknya senyawa baru (organik) yang juga mampu mereproduksi dirinya sendiri.\n\nDeep hot biosphere. Teori ini dikembangkan oleh Thomas Gold pada tahun 1990 an yang menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal dari permukaan bumi tetapi beberapa kilometer di bawah permukaannya. Kini telah diketahui bahwa kehidupan mikroba cukup banyak ditemukan sampai dengan kedalaman lima kilometer di bawah permukaan bumi dalam bentuk archaea yang umumnya berasal dari umur yang sama atau bahkan lebih awal dari waktu mula terbentuknya bakteri. Dikemukakan bahwa apabila ditemukannya asal kehidupan di bawah permukaan planet lain pada system tata surya akan meningkatkan kredibilitas teori ini. \n\nTeori lain yang berkembang adalah \"Primitive Extraterrestrial\" atau exogenesis yang membahas kemungkinan asal kehidupan dari luar bumi. Perkembangan terakhir, dengan berkembangnya studi tentang DNA, semakin banyak ilmuwan (scientist) yang meyakini bahwa kehidupan hanya bisa terjadi dengan adanya disain yang pintar (brilliant design) dari seorang creator.\n\nSetelah memaparkan pendapat scientist seputar penciptaan manusia dari tanah timbul pertanyaan, jika Allah kuasa menciptakan sel hidup dari zat-zat mati, mengapa Allah tidak kuasa membangkitkan manusia pada hari Kiamat? Bukankah pada proses kejadian manusia itu sendiri terdapat bukti nyata yang menunjukkan kekuasaan Allah untuk mengadakan hari kebangkitan? Allah menentukan pula dua peristiwa untuk manusia yang tak dapat dielakkan, yaitu waktu kematiannya dan waktu kebangkitannya dari kubur. Baik waktu yang ditetapkan untuk kematian maupun untuk kebangkitan tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. \n\nMeskipun orang-orang musyrik mengetahui kejadian diri mereka dengan gamblang dan terbatasnya umur mereka, yang kesemuanya itu membuktikan kekuasaan Allah untuk menentukan hari kebangkitan namun mereka masih tetap ragu. Seharusnya mereka dapat menarik pelajaran dari bukti-bukti itu. Jika Allah berkuasa menciptakan zat-zat yang mati menjadi satu lalu memberinya hidup serta menentukan perkembangannya, tentu Allah juga berkuasa menghimpun kembali zat-zat yang mati dan menghidupkannya sesuai dengan yang dikehendaki-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 792, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 7, "page": 128, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0633\u0650\u0631\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal laahu fissamaawaati wa fil ardi ya'lamu sirrakum wa jahrakum wa ya'lamu maa taksiboon" } }, "translation": { "en": "And He is Allah, [the only deity] in the heavens and the earth. He knows your secret and what you make public, and He knows that which you earn.", "id": "Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/792", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/792.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/792.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dialah Allah, Tuhan yang menciptakan makhluk, baik yang berada di langit maupun di bumi; di antara sifat-sifat-Nya adalah bahwa Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan, tidak ada satu titik pun yang tidak diketahui-Nya; dan Dia pun mengetahui apa yang kamu nyatakan, dan Dia pun mengetahui pula apa saja yang kamu kerjakan, baik maupun buruk, terbuka maupun tertutup.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah adalah yang berhak disembah, yang menerima doa dan harapan dari semua makhluk-Nya di langit dan di bumi. \"Allah\" adalah nama yang agung bagi Tuhan Rabbal 'alamin, yang sudah dikenal oleh Bangsa Arab sebelum Islam. Bangsa Arab pada zaman jahiliah, bila ditanya tentang Tuhan yang berhak disembah, mereka akan menjawab \"Allah.\" Tuhan yang memiliki sifat-sifat yang mereka kenal itulah yang mereka sembah.\n\nAyat lain yang sejalan dengan maksud ayat ini ialah firman Allah:\n\nDan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui. (az-Zukhruf/43: 84)\n\nKedua ayat ini, yakni al-An'am/6:3 dan az-Zukhruf/43:84 dengan jelas mengagungkan Allah karena kekuasaan-Nya menghidupkan kembali orang yang telah mati, dan lebih-lebih karena kekhususan diri-Nya dalam mengetahui hari kebangkitan dan keesaaan-Nya dalam ketuhanan serta keesaan zat-Nya yang disembah di langit dan di bumi. Kepada Allah sajalah ditujukan doa segala makhluk di alam semesta ini.\n\nKemudian Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui segala yang mereka rahasiakan atau yang mereka tampakkan, baik perkataan dan perbuatan mereka maupun segala yang terbetik dalam hati mereka. Semua yang diusahakan oleh manusia, tidak luput dari pengetahuan Tuhan. Perbuatan yang baik akan diberi pahala, perbuatan yang buruk akan diberi hukuman. Sangatlah sempurna perhatian Tuhan terhadap perbuatan manusia karena semua perbuatan akan mendapatkan balasan dari-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 793, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 7, "page": 128, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa taateehim min Aayatim min Aayaati Rabbihim illaa kaanoo 'anhaa mu'rideen" } }, "translation": { "en": "And no sign comes to them from the signs of their Lord except that they turn away therefrom.", "id": "Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/793", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/793.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/793.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa manusia yang kafir selalu menolak tandatanda kekuasaan-Nya. Mereka tidak menyadari bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan. Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang menjelaskan bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, bahwa Al-Qur'an yang diterimanya adalah wahyu Allah, yang sampai kepada mereka, orang-orang kafir, semuanya selalu diingkarinya dengan kesombongan, tanpa argumentasi yang masuk akal.", "long": "Allah menjelaskan sikap orang musyrik yang sama sekali tidak dapat menanggapi dan merenungkan bukti-bukti kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan bukti-bukti keesaan Allah, hari kebangkitan dan keluasan ilmu-Nya. Bahkan mereka tidak pula merenungkan dan tidak berusaha mencari petunjuk dari tanda-tanda alamiyah yang mereka saksikan di permukaan bumi ataupun di dalam diri mereka sendiri. Semua ayat kauniyah dan ayat yang meneguhkan kenabian Muhammad, semuanya mereka tinggalkan dan dustakan. Padahal ayat-ayat itulah yang menunjukkan adanya Tuhan Yang Maha Esa yang menguasai dan mengurusi alam semesta ini dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.\n\nSekiranya mereka tidak berpaling dari ayat-ayat Allah akibat keras kepala, atau fanatik kepada pemimpin-pemimpin mereka, tentu kebenaran akan tampak bagi mereka, dan mereka tidak akan menentang ajaran Rasulullah saw.\n\nSenada dengan ayat ini, Allah berfirman pada Surah al-Anbiya'/21: 2-3:\n\nSetiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main. Hati mereka dalam keadaan lalai. (al-Anbiya'/21: 2-3)" } } }, { "number": { "inQuran": 794, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 7, "page": 128, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqad kazzaboo bilhaqqi lammaa jaaa'ahum fasawfa yaateehim ambaaa'u maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "For they had denied the truth when it came to them, but there is going to reach them the news of what they used to ridicule.", "id": "Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur'an) ketika sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/794", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/794.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/794.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain menolak tanda-tanda kekuasaan Allah, orang-orang kafir selalu juga menutup diri, menolak, dan mendustakan kebenaran AlQur'an. Sungguh, mereka, orang-orang kafir dan munafik, telah mendustakan kebenaran Al-Qur'an yang menjelaskan tentang kerasulan Nabi Muhammad, kehidupan setelah mati, surga, dan neraka, ketika ayatayat Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu sampai kepada mereka. Maka kelak di akhirat, akan sampai kepada mereka, orang-orang kafir yang mendustakan kehidupan di akhirat itu, berita-berita yang benar-benar nyata yang selama ini selalu mereka perolok-olokkan di dunia.", "long": "Allah menerangkan bahwa sebab orang-orang musyrik selalu berpaling dari ayat-ayat Allah, karena mereka telah mendustakan yang hak ketika yang hak tersebut datang kepada mereka. Kejahatan mereka ini sebagai akibat mereka menutup jalan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.\n\nYang dimaksudkan dengan \"yang hak\" ialah agama Allah yang dibawa Nabi Muhammad, yang mengandung kaidah-kaidah agama, hukum-hukum syariat, ibadah, muamalat, haram dan halal, akhlak dan lain sebagainya, yang kesemuanya itu dijelaskan dalam Al-Qur'an. Mereka mendustakan agama berarti mendustakan Al-Qur'an sebagai dasar agama. Jika mereka memahami Al-Qur'an dan merenungkannya tentu mereka tidak mendustakan ajaran-ajaran agama itu.\n\nAllah menegaskan kelak akan terbukti bagi mereka kebenaran berita-berita yang selalu mereka ejek di dunia. Suatu ketika mereka mengalami kehinaan di dunia ini, dan kebinasaan di akhirat akibat kedustaan mereka kepada agama. Sebaliknya mereka menyaksikan kemenangan kaum Muslimin. Peringatan Allah kepada mereka, sebelumnya dianggap angin lalu. Demikian pula terhadap janji Allah untuk kemenangan kaum Muslimin, yang ternyata kemudian berita-berita itu terbukti, antara lain dengan datangnya musim kering yang menimpa mereka, dan hancurnya kaum musyrik pada Perang Badar dan perang-perang yang lain, serta kemenangan kaum Muslimin dengan pembebasan kota Mekah (Fath Makkah).\n\nDalam Al-Qur'an berulang kali diceritakan ejekan-ejekan kaum musyrik terhadap para nabi dan agama Allah, ejekan ini bertingkat-tingkat. Pertama, mereka tidak memperdulikan ayat-ayat Allah dan tanda-tanda alami serta tidak mau merenungkannya. Kedua, mereka mendustakannya. Sikap kedua ini melebihi tingkatan pertama, karena orang-orang yang bersikap acuh belum tentu mendustakan. Ketiga, mereka memperolokkannya. Orang yang mendustakan belum tentu dia sampai pada sikap memperolokkan. Sikap memperolokkan ini sudah mencapai puncak keingkaran. Orang-orang kafir menjalani ketiga tingkatan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 795, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 7, "page": 128, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064d \u0645\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0645\u064e\u0643\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam yaraw kam ahlaknaa min qablihim min qarnim makkannaahum fil ardi maa lam numakkil lakum wa arsalnas samaaa'a 'alaihim midraaranw wa ja'alnal anhaara tajree min tahtihim fa ahlak naahum bizunoobihim wa anshaanaa mim ba'dihim qarnan aakhareen" } }, "translation": { "en": "Have they not seen how many generations We destroyed before them which We had established upon the earth as We have not established you? And We sent [rain from] the sky upon them in showers and made rivers flow beneath them; then We destroyed them for their sins and brought forth after them a generation of others.", "id": "Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/795", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/795.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/795.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai perbandingan, Allah mengajak orang-orang kafir itu untuk memperhatikan nasib orang-orang sebelum mereka yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah. Tidakkah mereka memperhatikan dengan cermat dan merenungkan secara mendalam berapa banyak generasi sebelum mereka yang menolak keyakinan tidak ada tuhan selain Allah karena kesombongannya, telah Kami binasakan dengan berbagai bencana alam yang menimpa mereka; padahal Kami telah meneguhkan kedudukannya di bumi dengan memberikan kekuasaan, kekayaan, dan keturunan yang banyak dan berkualitas yang belum pernah Kami berikan kepadamu, Muhammad dan umatmu. Selain itu, Kami pun mencurahkan hujan yang lebat untuk mereka sehingga lahan pertanian mereka menjadi subur; dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah tempat tinggal mereka, sehingga negeri mereka indah dan subur, kehidupan mereka sejahtera; kemudian Kami binasakan mereka, karena kekufuran dan kesombongannya dengan berbagai bencana alam. Bencana itu Kami timpakan karena dosa-dosa mereka sendiri dan kesukaan mereka hidup berfoya-foya, boros, dan hedonis, serta melakukan penyimpangan seksual, kejahatan, dan pembunuhan yang melampaui batas kemanusiaan. Dan Kami pun segera menciptakan generasi yang lain, yang baru sama sekali, setelah generasi mereka dibinasakan.", "long": "Allah memperingatkan bahwa sesungguhnya orang kafir sudah mengetahui berapa banyak generasi dari umat-umat terdahulu yang telah dimusnahkan Allah seperti kaum Nuh, 'ad, samud dan lain-lain. Mereka termasuk generasi-generasi umat yang telah diberi Allah kekuatan, keteguhan, kemerdekaan di bumi yang belum pernah diberikan Allah kepada orang Arab yang musyrik itu. Bumi mereka senantiasa mendapat curahan air hujan yang deras menimbulkan kemakmuran dan kesuburan. Sungai-sungai mengalir membasahi kebun-kebun tanaman mereka, menambah indah dan makmur bumi mereka. Segala nikmat dan anugerah Allah yang diberikan kepada umat terdahulu tidak menghalangi azab-Nya disebabkan dosa yang mereka perbuat.\n\nDua macam dosa yang mereka perbuat yang mengakibatkan kebinasaan mereka adalah: Pertama, dosa menentang rasul-rasul dan mengingkari ajaran-ajaran mereka serta memperolok-olokkannya; dan kedua, dosa kufur nikmat, yakni sikap ingkar terhadap berbagai nikmat yang telah diberikan Allah kepada mereka. Mereka bahkan mempergunakan nikmat-nikmat itu untuk hal-hal yang berlawanan dengan petunjuk Allah.\n\nBanyak ayat Al-Qur'an yang menceritakan tentang sebab-sebab kehancuran mereka. Misalnya antara lain firman Allah:\n\n¦ dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman. (al-Qasas/28: 59) \n\nAzab Tuhan yang dijatuhkan kepada umat yang ingkar ada dua macam, yaitu: \n\nPertama, azab dengan cara membinasakan secara menyeluruh sampai musnah. Kedua, azab dengan cara melenyapkan kemerdekaan dan kekuatan umat itu sehingga mereka menjadi umat yang lemah dan hina. \n\nBilamana mereka musnah, maka yang lain yang memiliki sifat-sifat yang baik, berlawan dengan sifat-sifat umat yang musnah itu akan muncul menggantikan mereka.\n\nAyat ini memperingatkan kaum musyrik Mekah bahwa kekuatan dan kekuasaan mereka tidaklah dapat menghalangi hukuman Allah, seperti halnya telah ditimpakan kepada umat-umat terdahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 796, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 7, "page": 128, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u0650\u0631\u0652\u0637\u064e\u0627\u0633\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0633\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa law nazzalnaa 'alaika Kitaaban fee qirtaasin falamasoohu bi aideehim laqaalal lazeena kafarooo in haazaaa illaa sihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "And even if We had sent down to you, [O Muhammad], a written scripture on a page and they touched it with their hands, the disbelievers would say, \"This is not but obvious magic.\"", "id": "Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/796", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/796.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/796.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir tetap akan menolak kebenaran Al-Qur'an, walaupun diturunkan Allah dalam bentuk lembaran-lembaran kertas atau sebagainya. Dan sekiranya Kami menurunkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, Al-Qur'an dalam bentuk tulisan di atas kertas, langsung dari langit, sehingga mereka dengan mudah dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir yang sombong dan selalu mendustakan ayat Al-Qur'an, akan berkata dengan menghina, \"Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata, bukan wahyu Allah atau kitab suci yang pantas dijadikan pedoman hidup.", "long": "Ayat ini menjelaskan keraguan orang kafir yang ingkar terhadap kebenaran wahyu dan kerasulan Muhammad. Nabi Muhammad sesungguhnya sudah mengetahui, berdasarkan keterangan ayat-ayat yang lalu, bahwa sebab-sebab mereka mendustakan agama ialah berpalingnya mereka dari ayat-ayat Al-Qur'an dan tertutupnya hati mereka untuk merenungkan dan memikirkan kejadian-kejadian dalam alam ini. Banyak bukti keesaan Allah nampak pada diri manusia sendiri dan di atas bumi ini, baik ayat kauniyah maupun ayat yang berbicara tentang alam raya yang sangat jelas; tak ada yang kabur dan samar. Namun demikian orang musyrik tetap dalam kekafiran. Penjelasan-penjelasan Al-Qur'an terhadap bukti keesaan Allah di alam ini tidak mengubah pendirian mereka.\n\nSeandainya wahyu itu diturunkan kepada Nabi Muhammad telah tercetak di atas kertas dan mereka dapat menyaksikannya dengan mata kepala mereka, dan memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentu orang kafir masih akan berkata: \"Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.\" Kata-kata demikian didorong oleh kesombongan yang luar biasa dan permusuhan yang mendalam. Mereka tetap memandang wahyu Ilahi itu sebagai sihir, dan merasa diri mereka kena sihir." } } }, { "number": { "inQuran": 797, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 7, "page": 128, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo law laaa unzila alaihi malakunw wa law anzalna malakal laqudiyal amru summa laa yunzaroon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Why was there not sent down to him an angel?\" But if We had sent down an angel, the matter would have been decided; then they would not be reprieved.", "id": "Dan mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?” Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu, tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/797", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/797.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/797.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, orang-orang kafir itu, juga berkata, \"Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya, Nabi Muhammad, yang menolongnya dari kesulitan, kalau benar dia utusan Allah?\" Allah menjawab ucapan mereka dengan berfirman, \"Jika Kami menurunkan malaikat kepadanya, yang membantu beliau menghadapi musuh-musuh Allah, tentu selesailah urusan orang-orang kafir itu dan mereka langsung dibinasakan. Kemudian mereka, setelah dibinasakan, tidak diberi penangguhan sedikit pun dari azab Allah sejak di alam kubur hingga di neraka.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan tentang anggapan orang kafir Mekah mengenai kerasulan. Mereka berpendapat semestinya ada malaikat yang mendampingi Muhammad turut memberi peringatan bersamanya dan memperkuat kerasulannya atau Allah menurunkan malaikat sebagai rasul, bahkan mereka menghendaki dapat melihat Tuhan (al-Furqan/25: 7 dan 21).\n\nDi kalangan orang Arab terdapat kepercayaan tentang adanya hubungan antara Allah dengan makhluk-Nya. Menurut mereka, yang patut menjadi penghubung (rasul) mestinya makhluk rohani (malaikat). Manusia, meskipun dia memiliki kesempurnaan rohani yang tinggi, seperti akal, akhlak dan adab yang mulia, namun tidak mungkin dia menjadi rasul, karena dia masih bergaul dengan manusia dan masih memiliki kebutuhan jasmani, seperti makan, minum dan berusaha. Fenomena kepercayaan seperti ini, bukan hal yang baru ada pada zaman Nabi Muhammad, tetapi telah ada sejak zaman Nabi Hud (al-Mu'minun/23: 33-34)\n\nKaum musyrik Mekah mempunyai dua anggapan mengenai kedudukan malaikat dalam kerasulan. Anggapan pertama ialah malaikat itu sendiri yang menjadi rasul. Anggapan kedua ialah malaikat itu menyertai Nabi dan menjelaskan langsung kepada mereka bahwa Muhammad adalah Nabi. Anggapan mereka yang kedua ini, jika tidak dikaitkan dengan kehadiran malaikat secara langsung di hadapan mereka, tidaklah menjadi sumber perselisihan, sebab Muhammad sudah menerangkan kepada mereka, bahwa mereka selalu didatangi malaikat. Tetapi mereka memandang diri mereka sederajat dengan Nabi dalam sifat-sifat kemanusiaan. Oleh karena itu, mereka berpendapat sanggup pula berhadapan dengan malaikat dan menerima pelajaran langsung dari malaikat. Di sinilah letak kekeliruan yang besar dari orang-orang kafir, terhadap diri sendiri; mereka menolak segala sesuatu yang tidak mereka peroleh secara langsung.\n\nTerhadap anggapan mereka yang kedua, Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa kalau Allah menghadirkan malaikat di hadapan mereka dalam bentuknya yang asli yang terjadi tentulah kehancuran mereka, dan mereka tidak akan diberi kesempatan untuk menyatakan iman, bahkan azab segera akan menimpa mereka. Kehancuran mereka dapat disebabkan oleh kedahsyatan wujud malaikat itu saat malaikat itu menampakkan diri kepada mereka, atau mereka dimusnahkan oleh malaikat karena mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 798, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0644\u064e\u0628\u064e\u0633\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law ja'alnaahu malakal laja'alnaahu rajulanw wa lalabasnaa 'alaihim maa yalbisoon" } }, "translation": { "en": "And if We had made him an angel, We would have made him [appear as] a man, and We would have covered them with that in which they cover themselves.", "id": "Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/798", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/798.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/798.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah masih melanjutkan jawaban terhadap pertanyaan orang-orang kafir tersebut. Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan dari malaikat, maksudnya bahwa kalau Allah mengutus malaikat sebagai rasul, tentu Allah mengutusnya dalam bentuk manusia, pastilah Kami jadikan dia berwujud laki-laki, sebagaimana yang mereka minta, karena manusia tidak dapat melihat malaikat, dan, dengan demikian, tentu mereka akan berkata juga, \"Ini bukanlah malaikat, hanya manusia sebagaimana kami juga.\" Jika begitu sikap mereka, pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu, karena pada intinya mereka menolak kehadiran seorang utusan sebagaimana kini mereka ragu terhadap kerasulan Nabi Muhammad.", "long": "Ayat ini menjelaskan anggapan kaum musyrik Mekah tentang kerasulan malaikat seperti tersebut dalam tafsir Surah al-An'am/6 ayat 8. Kalau Allah menjadikan rasul-rasul dari golongan malaikat, seperti pendapat orang musyrik Mekah, tentulah Allah akan menjadikan malaikat itu seperti manusia laki-laki, tetapi bilamana malaikat yang menjadi Rasul (Nabi) itu menyamar dalam bentuk manusia, maka tentulah mereka akan mengatakan dia manusia. Karena mereka tidak akan melihat malaikat kecuali bentuk rupa dengan sifat-sifat kemanusiaannya. Pada saat itu timbullah kesangsian dan keragu-raguan dalam jiwa mereka dan tentulah mereka akan mendustakan para malaikat yang menyamar menjadi manusia, seperti halnya mereka mendustakan Nabi Muhaammad. Mereka akan menyatakan pendapat mereka yaitu bahwa rasul itu haruslah malaikat. Padahal seperti apa bentuk asli malaikat mereka tidak tahu. Demikianlah mereka berputar-putar dalam sebuah lingkaran keraguan yang tak tentu ujung pangkalnya. Kaum musyrik Mekah merupakan sebuah contoh kebanyakan manusia yang terjerumus dalam kesulitan karena kesalahan mereka dalam memilih pegangan hidup dan akhirnya mereka kebingungan mencari jalan keluar." } } }, { "number": { "inQuran": 799, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 102, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064e \u0628\u0650\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqadis tuhzi'a bi-Rusulim min qablika fahaaqa billazeena sakhiroo minhum maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And already were messengers ridiculed before you, but those who mocked them were enveloped by that which they used to ridicule.", "id": "Dan sungguh, beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan olok-olokan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/799", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/799.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/799.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa ajaran para rasul cenderung ditolak dan rasulnya dicemoohkan oleh manusia yang sombong. Dan sungguh, beberapa rasul sebelum engkau, Muhammad, telah diperolok-olokkan, oleh kaumnya yang sombong dan keras kepala, sehingga turunlah azab berupa bencana alam dan kejadian luar biasa kepada orang-orang yang mencemoohkan itu, supaya mereka menyadari kesalahannya dan mengubah sikapnya. Azab itu ditimpakan sebagai balasan atas olok-olokan mereka terhadap para rasul yang mengajak mereka kepada jalan Allah.", "long": "Sesudah Allah menerangkan kekacauan pikiran orang-orang kafir tentang kerasulan dimana mereka terus menerus mengingkarinya, maka ayat ini menjelaskan, bahwa sikap perlawanan mereka terhadap kerasulan Muhammad serupa dengan perlawanan orang-orang kafir terhadap rasul-rasul Allah pada zaman dahulu. Permusuhan dan penghinaan yang dialami Nabi Muhammad dialami pula oleh rasul-rasul sebelum beliau. Firman Allah:\n\nAlangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya. (Yasin/36: 30)\n\nPenghinaan orang-orang kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad merupakan kelanjutan dari permusuhan manusia terhadap para rasul sejak zaman dahulu, maka akibat yang mereka hadapi tentulah sama dengan akibat yang dihadapi oleh umat terdahulu. Ayat ini menjelaskan bahwa mereka yang mencemoohkan dan menghinakan para rasul akan ditimpa azab.\n\nAyat ini menerangkan sunatullah yang berlaku bagi umat manusia di masa dahulu dengan para rasul Allah. Ayat ini juga sebagai penghibur dan pelipur hati Nabi Muhammad, karena penghinaan kaumnya kepadanya, yaitu berita kemenangan terakhir kelak bagi Nabi dan pengikut-pengikut beliau, dan kekalahan musuhnya. Hanya saja kaum Nabi Muhammad tidak akan menerima azab seperti umat-umat yang lalu, yakni kemusnahan dan kebinasaan hidup. Azab yang dijatuhkan kepada mereka tidaklah mengakibatkan kemusnahan dan kehancuran karena Nabi Muhammad adalah \"Nabiyyurrahmah\", nabi yang membawa rahmat kepada umat manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 800, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul seeroo fil ardi summan zuroo kaifa kaana 'aaqibatul mukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Travel through the land; then observe how was the end of the deniers.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/800", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/800.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/800.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir lalu diminta untuk mengamati nasib umat manusia sebelumnya yang mendustakan ajaran Allah. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang kafir yang menolak ajakan beriman kepada Allah, \"Jelajahilah bumi, dengan mengunjungi jejak para nabi dan menelaah kisah umat-umat terdahulu, kemudian perhatikanlah dengan cermat melalui pikiran yang jernih dan hati yang bersih, bagaimana kesudahan, perjalanan hidup dan nasib orang-orang yang mendustakan ajaran Rasulullah itu di dunia?\"", "long": "Sesudah menjelaskan kemusnahan beberapa kaum yang memusuhi para rasul pada zaman dahulu, maka Allah, dalam ayat ini menyuruh Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada kaumnya agar mereka mengembara di atas bumi ini dan mendatangi tempat dimana orang-orang yang menduga para nabi itu dibinasakan. Sebab, dengan pengembaraan itu mereka dapat menyaksikan sendiri tempat-tempat bersejarah agar menjadi bahan renungan bagi mereka, mengapa bangsa-bangsa terdahulu itu sampai binasa padahal mereka termasuk bangsa yang perkasa dan berkuasa. Sesudah itu hendaklah mereka melihat kepada diri mereka sendiri dan membandingkannya dengan umat-umat yang telah musnah itu.\n\nOrang-orang kafir Mekah sebenarnya adalah pengembara karena pada umumnya mereka hidup sebagai pedagang antar daerah di semenanjung Arab. Tetapi dalam pengembaraan sebagai pedagang, mereka tidak memperhatikan bekas-bekas peninggalan umat-umat yang telah musnah seperti kaum Nuh dan samud di Arab Utara dan kaum 'ad di Arab Selatan. Betapa banyak generasi yang telah dibinasakan lalu diganti dengan generasi baru sebagaimana diterangkan Allah dalam ayat enam surah ini. Kesemuanya itu seyogyanya dijadikan bahan kajian sejarah bangsa itu sendiri walaupun akan memakan waktu yang panjang, karena dari pengalaman sejarah bangsa-bangsa yang lampau banyak diperoleh pelajaran yang bermanfaat bagi generasi-generasi mendatang.\n\nDengan turunnya ayat ini, hati Nabi Muhammad merasa terhibur, karena di dalamnya mengandung isyarat bahwa kaum musyrik akan mengalami kekalahan." } } }, { "number": { "inQuran": 801, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 51, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u06da \u0644\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul limam maa fis samaawaati wal ardi qul lillaah; kataba 'alaa nafsihir rahmah; la yajma 'annakum ilaa Yawmil Qiyaamati laa raiba feeh; allazeena khasirooo anfusahum fahum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"To whom belongs whatever is in the heavens and earth?\" Say, \"To Allah.\" He has decreed upon Himself mercy. He will surely assemble you for the Day of Resurrection, about which there is no doubt. Those who will lose themselves [that Day] do not believe.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/801", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/801.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/801.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakan juga, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang kafir yang sombong dan keras kepala itu, \"Milik siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?\" Katakanlah, \"Semua makhluk yang ada di langit dan bumi ini adalah milik Allah.\" Dia telah menetapkan dan memilih sifat kasih sayang dengan berjanji pada diri-Nya untuk mendahulukan kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada murka. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu, seluruh manusia sejak Nabi Adam hingga manusia akhir zaman, pada hari kiamat, dalam kehidupan sesudah mati. Pengumpulan seluruh umat manusia ini tidak mungkin diragukan lagi kejadiannya. Dalam pertemuan itu, ada yang beruntung dan ada yang rugi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu orang-orang yang tidak beriman, sedangkan yang beruntung adalah mereka yang beriman dan beramal saleh dengan ikhlas.", "long": "Allah menyuruh Rasul-Nya agar bertanya kepada kaumnya yang ingkar, siapa pemilik segala yang ada di langit dan di bumi ini? Pertanyaan ini untuk membantah dasar keyakinan yang menyekutukan Allah (syirik), karena orang Arab jahiliah sebenarnya telah mengakui bahwa yang menciptakan langit dan bumi ini adalah \"Allah\" (al-'Ankabut/29:61 dan Luqman/31: 25).\n\nKemudian Allah memerintahkan Rasul untuk memberikan jawaban, bahwa \"semuanya itu milik Allah\". Kaum musyrik tentu akan menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang serupa. Tidak ada jawaban lain bagi mereka; dan mereka tidak akan memungkirinya, karena itu mereka tidak boleh menyandarkan sesuatu dari alam ini selain kepada Allah. Hanya Allah Raja dan Pemilik alam raya ini dengan segala isinya.\n\nAllah, yang diakui oleh orang musyrik sebagai Pencipta yang menciptakan langit dan bumi dan yang memiliki keduanya, telah memperkenalkan diri-Nya melalui Rasul-Nya bahwasanya sifat kasih sayang merupakan keharusan dari zat-Nya, sifat kasih itu meliputi seluruh makhluk-Nya. Dia Maha Penyayang kepada seluruh hamba-Nya dengan melimpahkan bermacam-macam nikmat lahir dan batin kepada mereka. Jika mereka berbuat dosa Dia tidak segera menjatuhkan azab kepada mereka, sebaliknya mereka diberi kesempatan untuk bertobat dan kembali ke jalan Allah. Perbuatan dosa yang mereka lakukan sehingga mengakibatkan murka Allah adalah akibat kesalahan manusia itu sendiri. Bukankah karena kasih sayang Allah, manusia itu diciptakan dalam keadaan fitrah yang sempurna? Kemudian mereka diberi kesempatan untuk mengenali dan mengesakan-Nya dengan jalan menunjukkan bukti-bukti yang ada pada diri manusia dan di alam semesta ini. Karena rahmat Allah, rasul-rasul diutus kepada mereka dengan membawa Kitab-kitab yang penuh dengan ajaran-ajaran yang menuju kepada rida-Nya dan yang mencegah mereka dari murka-Nya. Tetapi kemudian manusia itulah yang menodai ajaran yang baik itu dengan berbagai kejahatan yang mereka lakukan. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan menghina para rasul. Allah berfirman:\n\nDan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. (az-Zukhruf/43:76)\n\nKarena rahmat Allah itu pulalah orang musyrik Mekah tidak dibinasakan seperti umat-umat terdahulu. Rasulullah saw bersabda:\n\nSesungguhnya ketika Allah telah selesai menciptakan makhluk ini, Allah menulis Kitab yang ada di sisi-Nya di atas 'Arsy, \"Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nBerdasarkan kasih sayang itu, Allah akan menghimpun seluruh manusia pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Keadilan akan ditegakkan pada hari itu. Tak seorang pun yang akan luput dan dialpakan. Adalah menjadi rahmat yang besar bagi hidup dan kehidupan manusia, bilamana setiap orang yakin dan sadar akan kejadian hari berkumpul itu. kesadaran ini menjadi pendorong baginya untuk membersihkan jiwanya dan meluhurkan budinya. Ketidakadilan yang terjadi dalam kehidupan duniawi, tentulah akan diperhitungkan oleh Allah dengan penuh keadilan pada hari Kiamat itu.\n\nOrang yang merugikan dirinya sendiri, yakni orang yang menodai fitrah kejadian dirinya yang bersih, merusak mentalnya yang sehat dan menghilangkan kesediaannya untuk menerima kerasulan Muhammad dan tidak mau mendengarkan wahyu, dan mereka memilih jalan kekafiran, karena mereka tidak beriman kepada hari akhirat, merekalah orang yang merugi." } } }, { "number": { "inQuran": 802, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa lahoo maa sakana fillaili wannahaar; wa Huwas Samee'ul Aleem" } }, "translation": { "en": "And to Him belongs that which reposes by night and by day, and He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Dan milik-Nyalah segala apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/802", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/802.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/802.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah sebagai pemilik langit dan bumi menegaskan bahwa seluruh makhluk berada dalam pengaturan-Nya. Dan milik-Nyalah, segala apa yang ada pada malam dan siang hari, yang bergerak maupun yang diam, yang terlihat maupun yang tersembunyi karena Dia yang menciptakan dan mengatur semuanya. Dan Dialah Yang Maha Mendengar ucapan hamba-hamba-Nya, dan Maha Mengetahui apa yang ada pada seluruh hambanya, baik yang dinyatakan secara terbuka maupun yang tersembunyi di dalam lubuk hati.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa alam dengan segala isinya menjadi milik Allah, segala yang terjadi di waktu malam dan di siang hari adalah juga kepunyaan Allah. Bagaimana pun kecilnya sesuatu benda, yang menempati sudut mana pun dalam ruang alam semesta ini, pastilah dia dalam kekuasaan Allah. Tak mungkin ia bergerak dan diam di segala ruang dan waktu tanpa kodrat dan iradat Allah, sebab ia milik-Nya. Penguasaannya mutlak pada Allah.\n\nKemudian ditegaskan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Jarak jangkauan pendengaran-Nya melingkupi alam ini. Walaupun bunyi langkah seekor semut di atas batu yang licin pun pasti tidak akan luput dari pendengaran dan pengetahuan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 803, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0637\u0652\u0639\u064e\u0645\u064f \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul aghairal laahi attakhizu waliyyan faatiris samaawaati wal ardi wa Huwa yut'imu wa laa yut'am; qul inneee umirtu an akoona awwala man salama wa laa takoonanna minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Is it other than Allah I should take as a protector, Creator of the heavens and the earth, while it is He who feeds and is not fed?\" Say, [O Muhammad], \"Indeed, I have been commanded to be the first [among you] who submit [to Allah] and [was commanded], 'Do not ever be of the polytheists.' \"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/803", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/803.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/803.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Rasulullah, kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, \"Apakah aku akan menjadikan sesuatu selain Allah sebagai pelindung dan penolong, padahal Allah yang menjadikan langit dan bumi untuk kepentingan manusia; Dia yang memberi makan seluruh makhluk hidup dengan menjamin rezeki dan mengaturnya dengan merata, dan tidak diberi makan dengan segala bentuk sesajian karena Allah tidak membutuhkannya?\" Katakanlah kepada mereka, wahai Rasulullah, \"Sesungguhnya aku diperintahkan oleh Allah agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri kepada-Nya dengan rukuk dan sujud, serta dengan menyerahkan seluruh jiwa raga, hidup, dan mati kepada-Nya.\" Dan jangan sekali-kali kamu, wahai Rasulullah bersama orang-orang beriman yang mengikutimu, termasuk golongan orang-orang musyrik, yang menyekutukan Allah, baik dengan perbuatan maupun ucapan, baik terbuka maupun tersembunyi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan lagi kepada Rasul-Nya agar bertanya kepada kaum musyrik, \"Apakah patut selain Allah aku jadikan pelindung yang memberikan pertolongan kepadaku sewaktu dalam kesulitan atau menolak bencana menimpaku?\" Tentulah Rasul tidak berbuat seperti halnya orang-orang musyrik dan ahli-ahli kitab zaman dulu. Mereka itu menjadikan sembahan-sembahan mereka, dan pendeta-pendeta mereka, sebagai pelindung, yang menurut i'tiqad (keyakinan) mereka dapat memberikan kebahagiaan kepada mereka atau menolak kesengsaraan dari mereka.\n\nTidak ada pelindung atau penolong yang sebenarnya kecuali Allah yang menciptakan langit dan bumi. Allah mengemukakan sifat-Nya sebagai Pencipta untuk menegaskan penolakan pikiran yang menempatkan selain Allah sebagai penolong; sebab hanya Allah sajalah yang patut dimintai pertolongan. Tidak patut selain Dia dijadikan perantara yang dapat mempengaruhi kehendak Ilahi. Hanya kepada Pencipta langit dan bumi ini, doa dan harapan ditujukan. Kehendak-Nya tak dapat dipengaruhi oleh siapapun juga. Dialah Tuhan Yang memberi rezeki, makan dan minum serta segala kemanfaatan kepada manusia. Sebaliknya Dia tidak memerlukan makan-minum dan rezeki, bahkan Dia Suci dari segala kebutuhan akan makan-minum dan lain sebagainya, dan Dia tidak memerlukan orang lain. Firman Allah:\n\nAku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. (adz-dzariyat/51: 57)\n\nSelanjutnya Rasulullah saw diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang kafir bahwa beliau diperintahkan Allah untuk menjadi orang yang pertama berserah diri kepada-Nya, menjunjung tinggi perintah-Nya, tidak akan memohon kepada selain Dia, dan terus menegakkan agama ditengah-tengah umatnya. Rasul Muhammad juga dilarang untuk menjadi orang musyrik, yakni orang yang menyembah selain Allah dan menganggap selain Allah sebagai penolong atau perantara untuk mendekatkan diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 804, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Qul inneee akhaafu in 'asaitu Rabbee 'azaaba Yawmin 'Azeem" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed I fear, if I should disobey my Lord, the punishment of a tremendous Day.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/804", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/804.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/804.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Rasulullah, kepada orang-orang musyrik, \"Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar, hari kiamat, jika aku mendurhakai Tuhanku dengan menyalahi perintah-Nya, lebih-lebih menyekutukan-Nya. Karena itu, aku tidak akan pernah berkompromi dengan segala bentuk kemusyrikan.\"", "long": "Sesudah Allah menjelaskan dasar agama yang harus menjadi pegangan seorang Rasul, maka dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menyatakan kepada kaum musyrik, bahwa jika beliau melakukan kemaksiatan, melanggar perintah Allah atau menyimpang dari asas agama yang ditetapkan Allah maka Rasul takut azab hari Kiamat akan menimpanya, sebab pada hari itu Allah akan berhadapan dengan hamba-hamba-Nya untuk menjatuhkan azab kepada mereka yang berdosa dan memberikan pahala kepada mereka yang beramal saleh. Pada hari yang dahsyat ini tidak seorang pun yang dapat menolong orang lain, karena kasih sayang atau persaudaraan. Ayat ini menunjukkan sifat Rasulullah bahwa beliau meskipun jauh dari kemungkinan melakukan maksiat, namun hati beliau tetap takut kepada Allah dalam segala keadaan." } } }, { "number": { "inQuran": 805, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0631\u064e\u0641\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Mai yusraf 'anhu Yawma'izin faqad rahimah; wa zaalikal fawzul mubeen" } }, "translation": { "en": "He from whom it is averted that Day - [Allah] has granted him mercy. And that is the clear attainment.", "id": "Barangsiapa dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/805", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/805.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/805.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang dijauhkan dari azab Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang beruntung. Barang siapa di antara orang-orang beriman yang pada hari itu, hari kiamat, dirinya dijauhkan dari azab Allah dengan mendapat keridaan Allah dan keselamatan di akhirat, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya, karena rahmat Allah merupakan pangkal keselamatan dunia akhirat. Dan itulah kemenangan sejatinya dalam hidup ini yang nyata pentingnya dan perlunya bagi manusia.", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa orang yang terhindar dari azab pada hari Kiamat, adalah orang yang mendapat rahmat dari Allah. Karena Allah membebaskan dia dari kesengsaraan pada hari yang dahsyat itu dan memberinya kenikmatan-kenikmatan dan memasukkannya ke dalam surga. Orang yang dijauhkan dari azab itu mendapatkan dua kebahagiaan: kebahagiaan disebabkan bebas dari azab dan kebahagiaan mendapat rahmat, kebahagiaan ini merupakan keberuntungan yang besar.\n\nKebahagiaan yang diberikan Allah pada hari Kiamat itu benar-benar adalah rahmat kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya dan bukanlah sekali-kali suatu keharusan bagi Tuhan; sebab tidak ada kekuasaan lain di atas kekuasaan-Nya. Tetapi sifat rahmat itu sendiri adalah suatu keharusan bagi Tuhan, karena sifat itu salah satu sifat kesempurnaan-Nya dan keharusan sifat rahmat itu pada Allah dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an seperti tersebut dalam surah ini (al-Ma'idah/5) ayat 12 dan 54" } } }, { "number": { "inQuran": 806, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0636\u064f\u0631\u0651\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0634\u0650\u0641\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iny-yamsaskal laahu bidurrin falaaa kaashifa lahoo illaa Huwa wa iny-yamsaska bikhairin fa Huwa 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "And if Allah should touch you with adversity, there is no remover of it except Him. And if He touches you with good - then He is over all things competent.", "id": "Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/806", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/806.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/806.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika Allah menimpakan kepadamu, wahai manusia, suatu bencana yang terasa pahit dalam kehidupan kamu seperti gempa bumi, gunung meletus, penyakit, dan berbagai krisis, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, seperti sehat, kaya, dan sukses dalam hidup, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu untuk mewujudkan, mengurangi, bahkan menghilangkan kebaikan tersebut.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan lagi tentang kemahakuasaan Allah, bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melenyapkan suatu kemudaratan yang ditimpakan Allah kepada seseorang kecuali Allah sendiri, seperti sakit, kemiskinan, duka cita, kehinaan dan lain sebagainya yang mengakibatkan penderitaan pada manusia baik lahir maupun batin. Bukanlah berhala-berhala, dukun-dukun atau pelindung lainnya selain Allah yang acap kali dipandang oleh orang musyrik, dapat menghilangkan kemudaratan tersebut. Demikian pula halnya tak ada seorang pun yang dapat mencegah suatu kebaikan yang dianugerahkan Allah kepada seseorang seperti kekayaan, kesehatan, kemuliaan, kekuatan dan lain sebagainya yang menimbulkan kebahagiaan baik lahir maupun batin. Allah Mahakuasa memelihara segala kebaikan agar seseorang tetap sebagaimana yang Dia kehendaki.\n\nSetiap selesai melaksanakan salat lima waktu, Nabi Muhammad selalu membaca doa, antara lain:\n\nYa Allah, tak ada yang mencegah terhadap apa yang Engkau berikan, tak ada yang memberi terhadap apa yang Engkau cegah dan tidak bermanfaat kejayaan seseorang atas siksaan-Mu. (Riwayat al-Bukhari dari al-Warrad)\n\nAyat ini menunjukkan pula bahwa setiap manusia baik yang menginginkan kebaikan atau yang menghindari kemudaratan, haruslah meminta pertolongan kepada Allah semata-mata dengan berusaha menurut Sunnah-Nya yang berlaku dalam alam ini dan dengan memanjatkan doa sepenuhnya kepada-Nya.\n\nFirman Allah:\n\nBerdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (Gafir/40: 60)" } } }, { "number": { "inQuran": 807, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 7, "page": 129, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa Huwal gaahiru fawqa 'ibaadih; wa Huwal Hakeemul Khabeer" } }, "translation": { "en": "And He is the subjugator over His servants. And He is the Wise, the Acquainted [with all].", "id": "Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/807", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/807.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/807.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan dan menegaskan bahwa Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya, baik yang beriman maupun yang kufur, semuanya tunduk kepada Allah di akhirat. Dan Dia Mahabijaksana dalam penciptaan dan perbuatan-Nya, serta Maha Mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun yang tersembunyi dari pandangan manusia.", "long": "Ayat ini menegaskan kesempurnaan kedaulatan Allah yang mutlak atas hamba-hamba-Nya. Dialah Penguasa yang tertinggi di atas hamba-hamba-Nya dan menyelenggarakan serta mengatur segala masalah dan urusan mereka menurut kehendak-Nya. Tidak seorang pun yang dapat memohon untuk dapat keluar dari daerah kekuasaan-Nya.\n\nKesempurnaan kekuasaan dan kedaulatan Allah atas hamba-hamba-Nya itu disertai dengan kesempurnaan hikmah-Nya dalam mengatur kebutuhan hamba-hamba-Nya dan keluasan ilmu-Nya terhadap segala perkara yang kecil dan tersembunyi. Dialah Yang Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan yang mudarat bagi hamba-hamba-Nya. Tak ada suatu perkarapun, melainkan diketahui-Nya akhir dari perkara itu. Pengaturan-Nya atas hamba-hamba-Nya ini diarahkan kepada suatu tujuan yakni kesempurnaan kemanusiaan.\n\nDialah Allah Yang Mahakuasa dan Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Karena itu, tidaklah patut menyembah kepada selain-Nya.\n\nFirman Allah:\n\nMaka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah. (al-Jinn/72: 18)" } } }, { "number": { "inQuran": 808, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0644\u0650\u0623\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u06da \u0623\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ayyu shai'in akbaru shahaadatan qulil laahu shaheedum bainee wa bainakum; wa oohiya ilaiya haazal Qur'aanu li unzirakum bihee wa mam balagh; a'innakum latashhadoona anna ma'al laahi aalihatan ukhraa; qul laaa ashhad; qul innamaa Huwa Ilaahunw Waahidunw wa innanee baree'um mimmaa tushrikoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"What thing is greatest in testimony?\" Say, \"Allah is witness between me and you. And this Qur'an was revealed to me that I may warn you thereby and whomever it reaches. Do you [truly] testify that with Allah there are other deities?\" Say, \"I will not testify [with you].\" Say, \"Indeed, He is but one God, and indeed, I am free of what you associate [with Him].\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur'an kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?” Katakanlah, “Aku tidak dapat bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/808", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/808.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/808.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Rasulullah, kepada orang-orang musyrik ini, \"Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya dalam mengukuhkan kebenaranku sebagai utusan Allah? Katakanlah, \"Allah. Dia menjadi saksi antara aku tentang apa yang aku sampaikan kepada kamu bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya, dan apa yang kamu ucapkan kepadaku berupa penolakan, kesombongan, dan olok-olokan. Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku sebagai bukti bahwa aku adalah utusan Allah agar dengan Al-Qur'an ini aku memberi peringatan kepadamu tentang hidup sesudah mati, pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah, dan aku memperingatkan pula dengan Al-Qur'an ini kepada orang yang sampai Al-Qur'an kepadanya, meskipun tidak berjumpa dan tidak sezaman denganku. Dapatkah kamu benar-benar bersaksi dengan menunjukkan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?\" Katakanlah, wahai Rasulullah kepada orang-orang musyrik itu, \"Aku tidak dapat bersaksi untuk membuktikan ada tuhan-tuhan lain selain Allah.\" Katakanlah, kepada orang-orang yang menolak itu, \"Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada tuhan yang memberi manfaat dan mudarat kepada manusia selain Allah, dan aku berlepas diri secara total dari apa yang kamu persekutukan, dewa-dewa dan berhala yang kalian anggap sejajar dengan Allah.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan lagi kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir Quraisy tentang syahadah (kesaksian pembuktian) yang lebih kuat yakni kesaksian yang tidak mungkin mengandung unsur kedustaan, kepalsuan atau kesalahan.\n\nSyahadah ialah keterangan yang bersumber dari pengetahuan, pengenalan dan keyakinan yang didasarkan atas penyerapan indrawi atau tanggapan pikiran dan perasaan. Perkara apakah yang akan disaksikan itu? Lalu, siapakah yang menjadi saksi, agar kesaksian itu tidak diragukan?\n\nPerkara yang diminta untuk disaksikan itu ialah kerasulan Muhammad dan keesaan Allah yang diajarkan beliau. Orang-orang kafir menolaknya. Untuk menghadapi hal ini, Allah meminta Rasul untuk bertanya, apakah kesaksian yang paling besar? Nabi Muhammad diminta untuk menjawab, bahwa kesaksian terbesar adalah kesaksian dari Allah bahwa Nabi telah beriman sedang kafir Quraisy telah ingkar. Juga bahwa mereka kemudian diminta kesaksian mereka, apakah betul ada tuhan-tuhan selain Allah. Nabi Muhammad diminta untuk menyatakan bahwa beliau tidak pernah menyaksikan hal itu. Yang disaksikannya hanyalah bahwa Tuhan itu Esa, dan beliau tidak bertanggung jawab atas kesaksian mereka. Allah telah menurunkan Al-Qur'an kepada beliau untuk memperingatkan tentang azab bagi mereka yang mendustakan kenabiannya dan ajaran yang dibawanya yang sudah diperkuat dengan kesaksian Allah. Demikian juga, Al-Qur'an itu diturunkan untuk memberikan peringatan kepada semua orang yang telah sampai Al-Qur'an itu kepada mereka. Wajiblah atas mereka untuk mengikuti Al-Qur'an sampai hari Kiamat.\n\nKesaksian Allah atas kerasulan Muhammad ialah:\n\nPertama: Kitab Al-Qur'an sebagai mukjizat yang abadi. Manusia tidak mampu menirunya baik mengenai bahasa ataupun maknanya serta isinya yang mengandung berita-berita gaib, janji kemenangan bagi Rasul dan umatnya terhadap orang-orang musyrik. Dalam Al-Qur'an itu sendiri banyak pertanyaan-pertanyaan Allah tentang kenabian dan kerasulan Muhammad.\n\nKedua: Kitab-kitab samawi seperti Taurat dan Injil yang menggambarkan tentang kelahiran Nabi Muhammad serta sifat-sifat dan tanda-tanda kenabian beliau.\n\nAdapun kesaksian Allah atas kemahaesaan-Nya dan kemahakuasaan-Nya untuk mengadakan hari kebangkitan, di samping kesaksian kitab-Nya ialah:\n\nPertama: Kejadian manusia dan alam semesta ini yang banyak di dalamnya menunjukkan bukti-bukti keesaan-Nya dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya.\n\nKedua: Hakikat tabiat manusia yang condong untuk percaya kepada keesaan Tuhan dengan sifat-sifat-Nya yang sempurna. \n\nKemudian Allah menyuruh Rasulullah mengatakan kepada orang musyrik bahwa mereka sebenarnya mengakui adanya Tuhan lain di samping Allah dan beliau tidak akan mengakui sebagaimana pengakuan mereka. Bahkan beliau diperintahkan untuk mengatakan bahwa sesungguhnya Tuhan itu Allah Yang Maha Esa, sebagai pernyataan keyakinan yang berlawanan sepenuhnya dengan keyakinan orang musyrik dan beliau bersih dari upaya menuhankan apa yang mereka pandang sebagai sekutu Allah seperti patung, berhala atau nama-nama lain yang semakna dengan pengertian sekutu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 809, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 103, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u06d8 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena aatainaa humul Kitaaba ya'rifoonahoo kamaa ya'rifoona abnaaa'ahum; allazeena khasirooo anfusahum fahum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Those to whom We have given the Scripture recognize it as they recognize their [own] sons. Those who will lose themselves [in the Hereafter] do not believe.", "id": "Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/809", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/809.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/809.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya, yaitu orangorang Yahudi yang diberi kitab Taurat sehingga mereka disebut Ahlulkitab, bersama kaum Nasrani yang juga Ahlulkitab karena menerima kitab Injil, mengenal Nabi Muhammad, sifat, karakter, tugas pokok, dan fungsinya sebagai nabi dan rasul terakhir, karena sudah tertulis dalam kitab Taurat dan Injil. Pengenalan mereka tentang Nabi Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri, namun sebagian besar dari orang-orang Yahudi dan Nasrani tersebut termasuk orang-orang yang merugikan dirinya karena mereka itu tidak beriman kepada Rasulullah, akibat kedengkian mereka kepadanya.", "long": "Ayat ini menambah keterangan tentang kebenaran kerasulan Nabi Muhammad, yaitu keterangan bahwa Ahli Kitab dari Yahudi dan Nasrani, sebenarnya mereka mengetahui bahwa nabi yang terakhir yang diutus Allah adalah Nabi Muhammad karena tanda-tanda kenabian beliau sangat jelas tercantum dalam kitab-kitab suci mereka.\n\nDiriwayatkan bahwa orang-orang kafir Mekah pergi ke Medinah menanyakan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani tentang sifat Muhammad. Tetapi mereka memungkiri bahwa dalam Taurat dan Injil terdapat berita tentang kenabian Muhammad. Berita tersebut sangat jelas sehingga mereka mengetahuinya dengan jelas pula sebagaimana mereka mengetahui anak-anak mereka sendiri.\n\nAllah menyatakan bahwa mereka telah merugikan diri mereka sendiri karena mereka tidak mempercayai kerasulan Muhammad, bahkan mengingkarinya dengan permusuhan. Oleh karena itu, mereka mengingkari apa yang mereka ketahui. Keingkaran pendeta-pendeta Yahudi itu sama alasannya dengan keingkaran orang-orang musyrik Mekah.\n\nPendeta-pendeta Yahudi tidak mau beriman kepada Muhammad karena takut kehilangan martabat dan kedudukan di kalangan penganut agama mereka. Dalam pandangan Islam, semua orang sama kedudukannya. Tidak ada perbedaan antara pendeta dengan rakyat. Bila melakukan kesalahan yang sama, hukumnya akan serupa pula, tidak ada perbedaan antara ulama dengan rakyat umum.\n\nDemikian pula pemimpin-pemimpin Quraisy, mereka tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad karena takut kehilangan martabat dan kedudukan. Bila mereka menganut agama Islam, mereka akan duduk sejajar dengan rakyat jelata dan orang-orang miskin, seperti Bilal dari Ethiopia (Habasyah) dan lain-lainnya. Mereka sendirilah yang merugikan diri sendiri. Kerugian mereka itu disebabkan kelemahan cita-cita dan kemauan mereka dan kehilangan pertimbangan akal sehat sehingga mereka mengingkari ilmu pengetahuan yang mereka miliki." } } }, { "number": { "inQuran": 810, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man azlamu mim manif tara 'alal laahi kaziban aw kazzaba bi Aayaatih; innahoo laa yuflihuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And who is more unjust than one who invents about Allah a lie or denies His verses? Indeed, the wrongdoers will not succeed.", "id": "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/810", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/810.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/810.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan siapakah yang lebih zalim, sesat, dan menyimpang dari kebenaran, daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, meyakini tuhan memiliki anak dan teman perempuan; atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya seperti yang dilakukan kaum kafir Mekah dan Madinah? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mempertuhankan seseorang atau sesuatu selain Allah, mereka tidak akan pernah beruntung dalam kehidupan di akhirat, karena mereka kekal di dalam neraka.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada orang yang lebih merugi daripada orang yang berbuat dusta terhadap Allah seperti mengatakan Allah itu punya anak, punya sekutu atau menjadikan sesuatu selain Allah sebagai tumpuan doa dan pujaan, menjadikannya pelindung, pengantara dan lain sebagainya, dan menambah-nambah ajaran agama yang tidak ada dasarnya.\n\nDemikian pula mereka sangat aniaya, mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an memutarbalikkan isi kitab Taurat dan Injil dan menolak mukjizat Rasul yang dikatakan mereka sebagai sihir serta mendustakan ayat-ayat kauniyah yang menunjukkan keesaan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat aniaya, yakni berbuat dusta terhadap Allah ataupun mendustakan ayat-ayat-Nya, apalagi mendustakan keduanya, tidak akan memperoleh keberuntungan di hari Kiamat. Mereka akan mendapatkan azab dari Allah. Di dunia, mereka pun tidak akan menang, karena mereka dikalahkan kaum Muslimin seperti dalam Perang Badar." } } }, { "number": { "inQuran": 811, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0632\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yawma nahshuruhum jamee'an summa naqoolu lillazeena ashrakooo ayna shurakaaa' ukumul lazeena kuntum taz'umoon" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], the Day We will gather them all together; then We will say to those who associated others with Allah, \"Where are your 'partners' that you used to claim [with Him]?\"", "id": "Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, “Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka (sekutu-sekutu Kami)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/811", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/811.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/811.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua, seluruh manusia sejak zaman Adam hingga akhir zaman di Padang Mahsyar, kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, sebagai pertanggungjawaban, \"Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka sebagai sekutu-sekutu Kami yang kamu perlakukan sebagai tuhan?\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah memperingatkan orang musyrik tentang hari kebangkitan, ketika seluruh umat manusia dikumpulkan. Pada hari itu manusia hanya terbagi menjadi dua golongan: mereka yang rugi dan mereka yang beruntung. Kemudian Allah berkata kepada orang-orang musyrik, \"Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu katakan sekutu Allah?\" Allah bertanya demikian karena pada saat di dunia, mereka meminta pertolongan dan memanjatkan doa kepada sembahan selain Allah, yang mereka jadikan sebagai pelindung atau pengantar untuk mendekatkan diri kepada Allah atau untuk memberi syafaat kepada mereka pada hari Kiamat. Mengapa sembahan-sembahan itu menghilang dan tidak tampak bersama mereka pada hari itu? Seperti difirmankan Allah:\n\nKami tidak melihat pemberi syafa'at (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah). (al-An'am/6: 94)" } } }, { "number": { "inQuran": 812, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa lam takun fitnatuhum illaaa an qaaloo wallaahi Rabbinaa maa kunnaa mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Then there will be no [excuse upon] examination except they will say, \"By Allah, our Lord, we were not those who associated.\"", "id": "Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, “Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/812", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/812.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/812.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap orang-orang kafir dan musyrik di akhirat itu berbeda dengan sikap mereka di dunia. Ketika di akhirat kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, karena mengikuti suara hati dan akal sehat, kecuali mengatakan, \"Demi Allah, mereka bersumpah dengan nama Allah, ya Tuhan kami, kini di akhirat, tidaklah kami mempersekutukan Engkau dengan suatu apa pun.\"", "long": "Kemudian Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa ketika mereka tidak dapat memberikan jawaban untuk mempertanggungjawabkan kemusyrikan mereka sewaktu di dunia, mereka lalu menjawab dengan sumpah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang mempersekutukan Allah. Demikianlah akhir dari segala kekafiran dan kemusyrikan mereka. Sewaktu di dunia mereka telah menganut agama nenek moyang mereka. Untuk sembahan-sembahan dan pujaan-pujaan itu, mereka rela mati terbunuh dalam peperangan. Tetapi pada akhirnya, mereka membersihkan diri dari kemusyrikan dan kekafiran itu. Seraya bersumpah, bahwa mereka mengingkari sembahan-sembahan mereka sendiri. Mereka mengira bahwa pernyataan mereka demikian itu ada manfaatnya bagi mereka, tetapi sebaliknya justeru hal itu menambah dosa baru bagi mereka.\n\nTindakan dan perbuatan mereka menjadi saksi atas kemusyrikan mereka. Kaki dan tangan mereka akan menceritakan semua dosa mereka. Oleh sebab itu, pada akhirnya mereka akan mengakui kekafiran mereka.\n\nFirman Allah:\n\n\"Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.\" (an-Nahl/16: 86)" } } }, { "number": { "inQuran": 813, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Unzur kaifa kazaboo 'alaaa anfusihim, wa dalla 'anhum maa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "See how they will lie about themselves. And lost from them will be what they used to invent.", "id": "Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/813", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/813.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/813.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lihatlah dan renungkan secara mendalam, wahai Rasulullah, bagaimana mereka, orang-orang musyrik dan orang-orang yang mempertuhankan manusia, berbohong terhadap diri mereka sendiri dengan mengingkari nurani dan akal budi yang menjadi sumber fitrah beragama. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu, baik manusia, setan, dan jin, maupun benda-benda yang disakralkan, akan hilang dari mereka, tidak membela, menolong, dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.", "long": "Sesudah Allah menceritakan pernyataan orang-orang musyrik pada hari Kiamat yang berusaha untuk membersihkan diri mereka dari kemusyrikan, maka dalam ayat ini Allah menyuruh Rasul dan umatnya untuk memperhatikan sikap orang musyrik yang sangat mengherankan itu. Bagaimana bisa terjadi, mereka berbohong di hadapan Tuhan Yang Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tidak memerlukan kesaksian. Ada suatu keanehan dan kejanggalan yang patut diperhatikan bahwa segala apa yang mereka anggap sekutu-sekutu Allah ternyata tidak memberi faedah sedikit pun kepada mereka. Syafa'at, pertolongan, restu, perlindungan dan lain sebagainya yang mereka harapkan dari sekutu-sekutu itu, lenyap tak berbekas pada mereka.\n\nFirman Allah:\n\nMereka (para malaikat) berkata, \"Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?\" Mereka (orang musyrik) menjawab, \"Semuanya telah lenyap dari kami.\" (al-A'raf/7: 37)" } } }, { "number": { "inQuran": 814, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0643\u064e \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minhum mai yastami'u ilaika wa ja'alnaa 'alaa quloobihim akinnatan ai yafqahoohu wa feee aazaanihim waqraa; wa ai yaraw kulla Aayatil laa yu'minoo bihaa; hattaaa izaa jaaa'oka yujaadiloonaka yaqoolul lazeena kafaroo in haazaa illaaa asaateerul awwaleen" } }, "translation": { "en": "And among them are those who listen to you, but We have placed over their hearts coverings, lest they understand it, and in their ears deafness. And if they should see every sign, they will not believe in it. Even when they come to you arguing with you, those who disbelieve say, \"This is not but legends of the former peoples.\"", "id": "Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, “Ini (Al-Qur'an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/814", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/814.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/814.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan sikap orang-orang kafir terhadap Al-Qur'an. Dan di antara mereka, orang kafir dan orang yang menyekutukan Allah, ada yang mendengarkan bacaan Al-Qur'an-mu, wahai Nabi Muhammad, tetapi bacaan itu seperti air di atas daun talas. Mereka sombong, menolak, dan menutup diri rapat-rapat. Oleh sebab itu, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup karena sikap mereka sendiri sehingga mereka tidak memahaminya, dan seakan-akan telinganya tersumbat benda padat. Dan kalaupun mereka, orang-orang kafir dan musyrik, sewaktu-waktu melihat segala tanda kebenaran yang membuktikan Rasulullah itu benar, mereka tetap tidak mau beriman kepadanya karena kesombongan mereka. Sehingga apabila mereka, karena kebencian mereka kepada Rasulullah demikian dahsyat, datang kepadamu untuk membantahmu tentang AlQur'an dan ajaran Islam, orang-orang kafir itu berkata, \"Al-Qur'an ini bukan wahyu seperti pengakuan Muhammad, tidak lain Al-Qur'an ini hanyalah dongengan orang-orang terdahulu yang diwariskan dari mulut ke mulut secara berangkai.\"", "long": "Mengenai sebab turun ayat ini, Ibnu 'Abbas berkata: Pada suatu saat, Abu Sufyan bin harb, Walid bin Mugirah, Nadhar bin al-harits, 'Utbah dan Syaibah, keduanya anak Rabi'ah, Umayyah dan Ubay, keduanya anak Khalaf, mendengarkan apa yang disampaikan Rasulullah saw. Mereka bertanya kepada Nadhar, \"Wahai Aba Qutailah, apa yang dikatakan Muhammad?\" Ia menjawab, \"Aku tidak tahu apa yang dikatakannya, tetapi sungguh aku melihatnya menggerakkan kedua bibirnya berbicara tentang sesuatu, dan apa yang dikatakannya hanyalah kebohongan-kebohongan seperti yang dilakukan orang terdahulu seperti yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang masa lalu.\" Nadhar adalah orang yang banyak berbicara tentang masa yang lalu, dan ia berbicara kepada kaum Quraisy dan mereka menikmati apa yang dikatakannya. Maka Allah menurunkan ayat ini.\n\nAyat ini menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan mereka tidak beriman. Segolongan orang kafir ikut mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengajak mereka bertauhid. Tetapi bunyi ayat-ayat itu tidak dapat mempengaruhi pendirian mereka, sehingga mereka tetap dalam kekafiran. Mereka tidak dapat memahami dan mengerti ayat Allah ini disebabkan ada tabir yang menutup hati mereka. Mereka tidak dapat mendengar dengan baik ayat-ayat Allah itu seolah-olah ada suatu benda pada telinga mereka yang mengganggu pendengaran mereka sehingga ayat-ayat Allah tidak menyentuh jiwa mereka.\n\nTabir hati maupun sumbatan pada pendengaran mereka adalah sebenarnya gambaran dari fanatisme yang pekat atau taklid buta dari pihak mereka sendiri, kemudian Allah menjadikannya sebagai penghambat bagi mereka untuk merenungkan dan mempelajari kenyataan-kenyataan itu. Karena taklid buta itu, mereka tidak dapat membedakan antara yang hak dan yang batil, mereka tidak bersedia mempertimbangkan antara paham yang mereka anut dengan paham orang lain, antara agama mereka dengan agama yang lain.\n\nSetiap kepercayaan yang berlainan dengan apa yang mereka yakini, ditolak tanpa memikirkan mana yang lebih dekat kepada kebenaran, dan yang lebih banyak membawa petunjuk kepada jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Bilamana mereka melihat tanda-tanda atau bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran kerasulan Muhammad, mereka tidak mempercayainya, bahkan menuduhnya sebagai sihir disebabkan fanatisme yang pekat dan didorong oleh rasa permusuhan yang mendalam. Mereka tidak dapat lagi menanggapi maksud dari ayat-ayat Al-Qur'an dan tanggapan mereka terbatas pada kata-kata lahir dari ayat-ayat itu.\n\nDemikian kosongnya hati mereka dalam menanggapi ayat-ayat ini sehingga bilamana mereka datang menemui Nabi Muhammad untuk membantah dakwah beliau, mereka mengatakan ayat-ayat Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang zaman dahulu. Padahal dalam Al-Qur'an itu banyak berita-berita tentang yang gaib, hukum-hukum, ajaran-ajaran akhlak, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya yang sampai akhir zaman tetap mempunyai nilai yang tinggi. Tetapi kesemuanya itu dipandang oleh orang-orang musyrik itu sama dengan dongeng dan tahayul orang zaman dahulu yang tak memberi bimbingan hidup kepada manusia. Hal ini menunjukkan kegelapan hati dan pikiran mereka. Sekiranya mereka mau merenungkan kisah dalam Al-Qur'an yang menerangkan pelajaran sejarah manusia, hukum sebab akibat yang berlaku pada umat-umat yang lalu itu, tentulah mereka tidak akan berkata demikian itu." } } }, { "number": { "inQuran": 815, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa hum yanhawna 'anhu wa yan'awna 'anhu wa iny yuhlikoona illaa anfusahum wa maa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "And they prevent [others] from him and are [themselves] remote from him. And they do not destroy except themselves, but they perceive [it] not.", "id": "Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/815", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/815.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/815.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, orang-orang kafir dan orang-orang yang menyekutukan Allah itu, melarang, menghalangi, dan mengancam orang lain mendengarkan Al-Qur'an, dan mereka sendiri, dengan kesadaran dan tekad yang bulat, menjauhkan diri dari Al-Qur'an, Rasulullah, dan ajaran Islam. Dan sejatinya mereka, dengan menjauhkan diri dari ajaran Islam, hanyalah membinasakan diri mereka sendiri dengan membiarkan dirinya dalam kesesatan, sedangkan mereka tidak menyadari sikap mereka yang membinasakan diri sendiri itu.", "long": "Ayat ini menjelaskan, bahwa mereka tidaklah berhenti mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an dan memandangnya sebagai sihir, bahkan mereka mencegah orang lain mendengarkan serta menghasutnya, agar orang-orang itu tidak tertarik kepada Al-Qur'an yang indah bahasanya dan maknanya yang padat melebihi bahasa penyair-penyair mereka, sehingga pemimpin kaum musyrik itu merasa khawatir terhadap pengaruh gaya bahasa Al-Qur'an itu kepada pendengarnya. Mereka menyadari bahwa kesempatan untuk memperhatikan ayat Al-Qur'an itu berarti kesempatan untuk menanggapi mukjizatnya, karena itulah mereka menghalangi orang lain.\n\nDi samping mencegah orang lain, mereka sendiri menjauhkan diri dari Al-Qur'an, untuk menunjukkan bahwa mereka sangat menentangnya dan untuk menguatkan larangan mereka.\n\nMeskipun orang-orang musyrik telah berdaya upaya dengan pelbagai cara untuk memadamkan cahaya Islam, mereka tidak akan berhasil. Bahkan Allah menyatakan pada akhir ayat ini, bahwa tindakan mereka bukanlah menghancurkan Islam tetapi menghancurkan mereka sendiri tanpa mereka sadari. Peringatan akan kehancuran mereka ini beberapa tahun kemudian terbukti kebenarannya dalam pelbagai peperangan dan kemenangan di pihak Rasulullah." } } }, { "number": { "inQuran": 816, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 7, "page": 130, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0648\u064f\u0642\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law taraaa iz wauqifoo 'alan Naari faqaaloo yaa laitanaa nuraddu wa laa nukaz ziba bi Aayaati Rabbinaa wa nakoona minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "If you could but see when they are made to stand before the Fire and will say, \"Oh, would that we could be returned [to life on earth] and not deny the signs of our Lord and be among the believers.\"", "id": "Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/816", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/816.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/816.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan keinginan orang-orang kafir untuk menjadi orang beriman ketika dihadapkan ke neraka. Dan seandainya engkau, wahai Rasulullah, melihat orang-orang kafir, orang-orang musyrik, dan orang-orang munafik pada hari kiamat, ketika mereka dihadapkan ke neraka, melihat dahsyatnya rantai dan belenggu api neraka, engkau akan menyaksikan peristiwa penting ketika mereka berkata, \"Aduh, kami sangat ingin seandainya kami dikembalikan ke dunia, tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, seperti sikap kami selama hidup di dunia, serta bertekad menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah, Rasul, dan Al-Qur'an.\"", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan mereka di hari akhir nanti yang akan disaksikan oleh umat manusia. Ketika mereka dihadapkan ke muka api neraka, barulah mereka menyadari azab yang akan diterima dan timbul penyesalan dalam diri mereka atas kekafiran dan kelancangan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya selama di dunia. Maka pada saat yang sangat mengerikan dan dahsyat itu mereka mengajukan permohonan kepada Allah agar berkenan mengembalikan mereka ke dunia untuk bertobat dan beramal saleh serta beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka berjanji akan menjadi orang mukmin.\n\nKeinginan mereka kembali ke dunia ini menunjukkan kejahilan mereka karena hal itu suatu hal yang mustahil. Orang-orang musyrik itu di hadapan api neraka meratapi nasib mereka akibat perbuatan mereka di dunia yang menjadi penganut agama berhala dan menyetujui saja apa yang dikatakan oleh pemimpin-pemimpin mereka. Tetapi ratapan itu tidak ada gunanya. Firman Allah:\n\nDan orang-orang yang mengikuti berkata, \"Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.\" Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka. (al-Baqarah/2: 167)" } } }, { "number": { "inQuran": 817, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 7, "page": 131, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0628\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal badaa lahum maa kaanoo yukhfoona min qablu wa law ruddoo la'aadoo limaa nuhoo 'anhu wa innahum lakaaziboon" } }, "translation": { "en": "But what they concealed before has [now] appeared to them. And even if they were returned, they would return to that which they were forbidden; and indeed, they are liars.", "id": "Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/817", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/817.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/817.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nurani mereka ingin kembali ke dunia untuk menjadi orang beriman, tetapi sebenarnya bagi mereka telah nyata kejahatan, yaitu penolakan dan kekufuran mereka terhadap ajakan Rasulullah yang mereka sembunyikan dahulu dalam lubuk hati mereka. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, suatu angan-angan yang tidak mungkin terjadi, tentu mereka akan mengulang kembali kekufuran, kemusyrikan, dan kemunafikan yang telah dilarang oleh Allah mengerjakannya. Mereka itu kenyataannya sungguh pendusta terhadap diri mereka sendiri.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa semua pembangkangan yang mereka sembunyikan selama di dunia terlihat jelas saat itu bagi mereka. Keinginan mereka untuk kembali ke dunia agar menjadi orang yang beriman tidaklah benar, tetapi karena ada hal yang lain, yaitu sesudah nampak bagi mereka akibat yang buruk dari kekafiran dan kemusyrikan, dan melihat azab neraka yang akan menimpa mereka. Mereka merasa takut dan mereka ingin lepas dari siksa itu dengan dikembalikan ke dunia. Pada hari Kiamat tidak ada sesuatu pun yang dapat disembunyikan. Segala kenyataan akan terbuka, bahkah anggota badan manusia menjadi saksi atas segala perbuatannya yang buruk maupun yang baik. Dengan demikian, bagaimana sesuatu dapat disembunyikan di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui lahir dan batin?\n\nFirman Allah:\n\nPada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatupun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah). (al-haqqah/69: 18)\n\nSeandainya mereka dikembalikan ke dunia seperti yang mereka inginkan, niscaya mereka kembali seperti semula, yakni kembali kepada kemusyrikan, kemunafikan, tipu muslihat, kemaksiatan dan segala yang terlarang, karena kejahatan itu sudah mendarah daging pada diri mereka dan disebabkan kelemahan mereka untuk menerima suatu yang baik. Keinginan mereka akan menjadi orang beriman dan tidak akan mendustakan ayat-ayat Allah adalah dusta belaka, karena pernyataan itu lahir akibat ketakutan akan siksa neraka dan sifat mereka tidak akan berubah. Jika kembali ke dunia, mereka kembali sombong, membanggakan dan melakukan maksiat." } } }, { "number": { "inQuran": 818, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 7, "page": 131, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalooo in hiya illaa hayaatunad dunyaa wa maa nahnu bimab'ooseen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"There is none but our worldly life, and we will not be resurrected.\"", "id": "Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), “Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/818", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/818.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/818.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir tidak mempercayai adanya kehidupan akhirat dan kebangkitan setelah mati. Dan mereka akan mengatakan pula suatu pandangan yang bersumber dari ideologi materialisme, \"Hidup hanyalah di dunia ini, kini, di sini, dan di tempat ini saja, dan kita tidak akan pernah dibangkitkan untuk hidup di akhirat setelah kematian menimpa diri kita.\"", "long": "Jika kembali ke dunia, mereka akan mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada kehidupan lain kecuali kehidupan yang dialami di dunia ini. Menurut paham orang kafir hidup ini terbatas pada kehidupan duniawi semata-mata. Mereka mengingkari adanya hari kebangkitan, hari pembalasan atau perhitungan. Demikian pula tak ada pahala ataupun azab di akhirat. Oleh sebab itu mereka berbuat di dunia ini berdasarkan keinginan-keinginan dan kepentingan-kepentingan mereka masing-masing.\n\nFirman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.\" Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja. (al-Jatsiyah/45: 24)" } } }, { "number": { "inQuran": 819, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 7, "page": 131, "manzil": 2, "ruku": 104, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0648\u064f\u0642\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law taraa iz wuqifoo 'alaa Rabbihim; qaala alaisa haazaa bilhaqq; qaaloo balaa wa Rabbinaa; qaala fazooqul 'azaaba bimaa kuntum takfuroon" } }, "translation": { "en": "If you could but see when they will be made to stand before their Lord. He will say, \"Is this not the truth?\" They will say, \"Yes, by our Lord.\" He will [then] say, \"So taste the punishment because you used to disbelieve.\"", "id": "Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang mengharukan). Dia berfirman, “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Dia berfirman, “Rasakanlah azab ini, karena dahulu kamu mengingkarinya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/819", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/819.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/819.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun demikian, ketika di akhirat nanti, orang-orang kafir itu akan mengakui keberadaan kehidupan sesudah mati. Dan seandainya engkau, wahai Rasulullah, melihat orang-orang kafir, orang-orang musyrik, dan orang-orang munafik pada hari kiamat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya, tentulah engkau melihat peristiwa yang mengharukan. Dia, Allah, berfirman kepada mereka yang menolak kebangkitan, hidup sesudah mati, \"Bukankah kebangkitan ini benar-benar terjadi?\" Mereka menjawab dengan jujur, \"Sungguh benar, demi Tuhan kami, wahai Tuhan Yang Mahabenar.\" Dia berfirman kepada orang-orang kafir yang keras kepala dan membanggakan diri itu, \"Rasakanlah azab yang sangat dahsyatnya ini, karena dahulu, di dunia, kamu mengingkarinya.\"", "long": "Sesudah Allah menjelaskan keingkaran orang-orang kafir terhadap hari Kiamat sewaktu hidup di dunia, maka dalam ayat ini Allah menerangkan perihal mereka di akhirat saat terungkapnya kekeliruan pandangan mereka. Dalam suasana yang sangat menggugah perasaan yaitu sewaktu orang-orang kafir itu diperintahkan berdiri di tempat yang sudah ditentukan di depan pengadilan Allah, Allah bertanya kepada mereka, \"Bukankah ini benar?\"\n\nBukankah hari Kiamat yang sedang mereka alami saat ini, yang dulu mereka ragukan bahkan mereka perolokkan merupakan suatu kenyataan? Hal itu bukan berita bohong seperti yang mereka katakan. Dalam menghadapi pertanyaan Allah ini, mereka tidak dapat memanggil sekutu-sekutu yang mereka sembah, mereka tidak dapat saling menolong satu sama lain, maka pada akhirnya mereka menjawab pertanyaan Allah itu, \"Sungguh benar, demi Tuhan kami.\" Mereka tidak dapat lagi mengingkari kenyataan adanya hari kebangkitan itu, dan mereka memperkuat pengakuan mereka atas kebenaran itu dengan mempergunakan kata sumpah \"demi Tuhan.\" Mereka mengakui bahwa selama ini mereka sesat dan kafir.\n\nSesuai dengan pengakuan itu, mereka memperoleh azab pada hari Kiamat yang selama di dunia selalu mereka dustakan. Kekafiran yang mereka tonjolkan dan andalkan itu adalah penyebab dari semua derita yang mereka alami." } } }, { "number": { "inQuran": 820, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 7, "page": 131, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0637\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad khasiral lazeena kazzaboo biliqaaa'il laahi hattaaa izaa jaaa'at humus Saa'atu baghtan qaaloo yaa hasratanaa 'alaa maa farratnaa feehaa wa hum yahmiloona awzaarahum 'alaa zuhoorihim; alaa saaa'a ma yaziroon" } }, "translation": { "en": "Those will have lost who deny the meeting with Allah, until when the Hour [of resurrection] comes upon them unexpectedly, they will say, \"Oh, [how great is] our regret over what we neglected concerning it,\" while they bear their burdens on their backs. Unquestionably, evil is that which they bear.", "id": "Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu,” sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/820", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/820.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/820.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kemudian menjelaskan bahwa sungguh rugi orang-orang yang mendustakan kebangkitan sesudah mati dan pertemuan dengan Allah di akhirat, sehingga apabila kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, yang mereka anggap tidak masuk akal, mereka berkata, \"Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu karena kami telah mendustakannya ketika Rasulullah dan para pelanjut misi dakwahnya memberitahukan akan terjadinya kiamat.\" Mereka mengatakan itu sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Sungguh, alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu, karena merupakan bukti tidak menggunakan nalar dan nurani yang jernih ketika menyikapi ajakan nabi dan rasul itu.", "long": "Ayat ini menjelaskan tentang kerugian orang-orang kafir yang mengingkari keesaan Allah, kerasulan Muhammad dan hari kebangkitan. Mereka mendustakan pertemuan dengan Allah. Mereka tidak mendapat keuntungan seperti halnya orang-orang beriman. Keuntungan orang-orang beriman di dunia sebagai buah keuntungan misalnya, kepuasan batin, rida, ketenangan dan merasa bahagia dengan nikmat Allah dalam segala keadaan, mereka bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat, sabar dan tabah terhadap derita. Adapun keuntungan di akhirat sebagai buah dari imannya, seperti memperoleh rida Ilahi, mengalami kemudahan dalam hisab, dan kebahagiaan surga yang tak dapat digambarkan oleh manusia.\n\nOrang-orang kafir yang mendustakan perjumpaan dengan Allah kehilangan segala keuntungan tersebut. Mereka adalah orang-orang yang tidak percaya akan hari kebangkitan; hidup bagi mereka terbatas dalam dunia ini saja; oleh karena itu hidup mereka selalu dikejar-kejar oleh keinginan-keinginan yang tak ada batasnya dan kepentingan-kepentingan mereka yang saling bertentangan. Mereka tidak pernah mengalami kepuasan batin, ketenteraman rohani, dan rida Ilahi, bahkan mereka lebih dekat kepada setan yang membuat mereka lupa daratan. Demikianlah keadaan orang-orang kafir sampai kiamat. hari Kiamat akan datang secara mendadak, tak seorang pun yang dapat mengetahuinya. Di hari Kiamat orang kafir menyatakan penyesalannya karena mereka membatasi hidup ini pada kehidupan dunia saja sehingga mereka lalai mempersiapkan diri untuk hari Kiamat. Mereka memikul beban yang berat yakni dosa dan kesalahan mereka, dan mereka akan menerima hukuman atas dosa kesalahan itu. Beban berat yang mereka pikul pada hari Kiamat benar-benar merupakan beban yang amat buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 821, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 7, "page": 131, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa mal hayaatud dunyaaa illaa la'ibunw wa lahwunw wa lad Daarul Aakhiratu kahyrul lillazeena yattaqoon; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "And the worldly life is not but amusement and diversion; but the home of the Hereafter is best for those who fear Allah, so will you not reason?", "id": "Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/821", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/821.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/821.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebenarnya kalau mereka menggunakan nalar dan nurani yang jernih dalam menyikapi ajaran Al-Qur'an, mereka akan memahami bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau yang hanya akan bermanfaat jika digunakan untuk kehidupan di akhirat. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman dan melindungi dirinya dari malapetaka dunia dan akhirat. Apakah kamu tidak memikirkan-nya secara mendalam?", "long": "Ayat ini menegaskan gambaran kehidupan duniawi dan ukhrawi. Kehidupan dunia sesungguhnya tidak lain hanyalah permainan dan hiburan. Bagi mereka yang mengingkari hari kebangkitan sehingga mereka sangat mencintai hidup duniawi, seperti anak-anak bermain-main, mereka memperoleh kesenangan dan kepuasan sewaktu dalam permainan itu. Semakin pandai mereka mempergunakan waktu bermain semakin banyak kesenangan dan kepuasan yang mereka peroleh. Sehabis bermain itu, mereka tidak memperoleh apa-apa. Atau seperti pecandu narkotik, dia mendapatkan perasaan yang amat menyenangkan sewaktu dia tenggelam dalam kemabukan narkotika itu. Hilanglah segala gangguan pikiran yang tidak menyenangkan, lenyaplah kelelahan dan kelesuan rohaniah dan jasmaniah pada waktu itu. Tetapi itu hanya sebentar, bila pengaruh narkotik itu sudah tidak ada lagi, perasaan yang menyenangkan itupun lenyap dan dia menderita kelelahan lebih berat dari sebelum menggunakan narkotik. Begitulah keadaan orang-orang yang ingkar terhadap hari kebangkitan dan hidup sesudah mati. Mereka membatasi diri mereka dalam kesempatan yang pendek itu. Hidup bagi mereka adalah permainan dan hiburan.\n\nOrang-orang beriman dan bertakwa tidak berpikir seperti orang-orang yang ingkar. Tidaklah patut mereka membatasi diri pada garis kehidupan duniawi. Apakah arti kesenangan dan kenikmatan yang hanya sementara, untuk kemudian menderita dengan tidak memperoleh apa-apa. Oleh karena itu, hendaknya orang-orang beriman memilih kehidupan yang kekal yakni kehidupan ukhrawi, sebab itulah kehidupan yang paling baik. Untuk menghadapi kehidupan yang panjang ini hendaklah mempersiapkan diri dengan amal kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Kehidupan dunia hanyalah perantara bagi kehidupan akhirat. Orang-orang beriman lebih memilih kehidupan yang abadi daripada kehidupan sementara." } } }, { "number": { "inQuran": 822, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 7, "page": 131, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad na'lamu innahoo layahzunukal lazee yaqooloona fa innahum laa yukazziboonaka wa laakinnaz zaalimeena bi Aayaatil laahi yajhadoon" } }, "translation": { "en": "We know that you, [O Muhammad], are saddened by what they say. And indeed, they do not call you untruthful, but it is the verses of Allah that the wrongdoers reject.", "id": "Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/822", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/822.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/822.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia yang tertipu kehidupan dunia itu mengingkari ayat-ayat Allah dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan Rasulullah. Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan bahwa hidup ini hanyalah di dunia ini dan kita tidak akan pernah dibangkitkan untuk hidup di akhirat setelah kita mati, itu benar-benar menyedihkan hatimu, wahai Nabi Muhammad. Bersabarlah menghadapi mereka, janganlah bersedih, karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau. Nurani mereka mengakui kebenaran engkau sebagai rasul Allah, tetapi orangorang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah karena kesombongan dan ketertutupan hati mereka.", "long": "Allah menyatakan, bahwa Dia mengetahui bahwa perkataan kaum musyrik Mekah menyedihkan hati Nabi Muhammad, seperti mereka mengatakan: Muhammad seorang pendusta, tukang sihir, penyair, tukang tenung dan sebagainya, serta mereka berusaha menjauhkan Muhammad dari kaumnya. Perlu diketahui bahwa tindakan itu dilakukan bukan hanya karena keingkaran mereka, tetapi mereka adalah orang-orang zalim yang membangkang kepada Allah. Timbulnya kesedihan itu adalah wajar bagi Nabi, karena jiwa dan pikirannya yang bersih lagi suci itu tidak tega melihat kesesatan dan kemungkaran yang ada pada kaumnya, padahal ia selalu mengajak dan menyeru mereka kepada jalan yang benar. \n\nAllah melarang Nabi Muhammad bersedih hati akibat tindakan-tindakan orang kafir karena nabi-nabi terdahulu juga telah mengalami hal yang sama. Larangan ini disebutkan pula dalam firman Allah:\n\nDan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Yunus/10: 65)\n\nFirman Allah:\n\nMaka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. (Yasin/36: 76)\n\nAllah melarang Nabi Muhammad bersedih hati karena mereka tidak beriman, dalam firman Allah:\n\nDan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan. (an-Nahl/16: 127)\n\nFirman Allah:\n\nDan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka.\" (an-Naml/27: 70)\n\nOrang-orang kafir Mekah bukan tidak percaya kepada Nabi Muhammad. Mereka misalnya pernah menyerahkan kepada beliau urusan menyelesaikan perselisihan yang sangat berbahaya bagi persatuan mereka, seperti urusan meletakkan kembali Hajar Aswad (batu hitam) ke tempatnya pada Ka'bah dan sebagainya.\n\nTetapi mereka tidak mempercayai kenabian Muhammad, ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan Allah, adanya hari Kiamat, hari kebangkitan serta semua yang dibawa dan disampaikan Muhammad.\n\nAr-Razi dalam tafsirnya menerangkan empat macam bentuk keingkaran orang-orang kafir Mekah, yaitu:\n\n1.Hati mereka mengakui Muhammad sebagai seorang yang dapat dipercaya, tetapi mulut mereka mendustakannya, karena mereka mengingkari Al-Qur'an dan kenabian Muhammad.\n\n2.Mereka tidak mau menyatakan bahwa Muhammad seorang pendusta, karena mereka mengetahui betul keadaan Muhammad yang sebenarnya yang tidak pernah berdusta. Menurut mereka, Muhammad sendirilah yang mengkhayalkan di dalam pikirannya bahwa Allah telah mengangkatnya menjadi Nabi dan Rasul, lalu ia menyeru manusia.\n\n3.Mereka selalu mendustakan kenabian dan risalah, sekalipun telah dikemukakan mukjizat-mukjizat dan dalil-dalil yang kuat, mereka tetap mendustakan ayat-ayat Allah, namun terhadap pribadi Muhammad, mereka tidak mendustakannya.\n\n4.Mereka tidak mau percaya kepada mukjizat dan dalil-dalil itu, bahkan mereka mengatakan bahwa mukjizat itu adalah sihir belaka.\n\nDari susunan redaksi ayat ini dipahami bahwa Allah meninggikan derajat Nabi Muhammad. Derajat itu tidak akan turun walaupun orang-orang kafir Mekah mendustakan dan mengingkarinya. Ketinggian derajat itu dipahami dari firman Allah swt, yang menyebutkan perintah mengikuti Muhammad disebut sesudah perintah mengikuti Allah.\n\nAllah berfirman:\n\nBarang siapa menaati Rasul (Muhammad), sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka. (an-Nisa'/4: 80) \n\nFirman Allah:\n\nBahwasannya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah¦ (al-Fath/48: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 823, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 7, "page": 131, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0630\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e \u0644\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u064e\u0625\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad kuzzibat Rusulum min qablika fasabaroo 'alaa maa kuzziboo wa oozoo hattaaa ataahum nasrunaa; wa laa mubaddila li Kalimaatil laah; wa laqad jaaa'aka min naba'il mursaleen" } }, "translation": { "en": "And certainly were messengers denied before you, but they were patient over [the effects of] denial, and they were harmed until Our victory came to them. And none can alter the words of Allah. And there has certainly come to you some information about the [previous] messengers.", "id": "Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/823", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/823.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/823.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang dialami Nabi Muhammad juga dialami para rasul sebelumnya. Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun, wahai Nabi Muhammad, telah didustakan dan disakiti oleh umatnya yang sombong dan keras kepala, tetapi mereka, para utusan Allah itu memperkuat diri mereka dengan bersabar terhadap pendustaan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka di dunia maupun di akhirat. Dan tidak ada seorang pun di antara jin dan manusia yang dapat mengubah kalimat-kalimat ketetapan Allah bahwa seorang utusan Allah itu akan ditolak, dikucilkan, diusir, bahkan dibunuh. Dan sungguh, telah datang kepadamu, wahai Rasulullah, sebagian dari berita rasul-rasul itu yang menunjukkan daya tahan, keuletan dan ketangguhan mental mereka menghadapi kaumnya yang mendustakan.", "long": "Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad agar jangan bersedih hati dan berduka cita atas tindakan-tindakan orang-orang kafir itu, karena yang demikian itu adalah suatu yang biasa terjadi; para nabi dan rasul yang telah diutus Allah sebelumnya didustakan dan diingkari pula, bahkan disakiti dan pengikut-pengikut mereka dianiaya. Tetapi mereka tetap tabah dan sabar menghadapi yang demikian itu.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, 'ad, dan samud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya) (al-hajj/22: 42)\n\nFirman Allah swt:\n\nDan jika mereka mendustakan engkau (setelah engkau beri peringatan), maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (Fathir/35: 4)\n\nDari ayat yang berarti (sampai datang pertolongan Kami kepada mereka) dipahami bahwa para nabi dan rasul terdahulu sangat tabah dan sabar menghadapi segala macam tindakan kaumnya walau apapun yang terjadi. Karena tindakan-tindakan yang demikian itu Allah menimpakan kepada mereka malapetaka yang besar, seperti sambaran petir, goncangan gempa yang dahsyat, serangan badai dan sebagainya, Allah menyelamatkan para nabi dan rasul beserta kaumnya yang beriman dari azab yang besar dan menyelamatkan mereka dari tindakan kaumnya yang ingkar itu.\n\nAyat ini merupakan hiburan bagi Nabi Muhammad dalam menghadapi perlakuan dan tindakan orang-orang musyrik Mekah, karena sebagaimana nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu diselamatkan Allah pasti Dia menyelamatkan Nabi Muhammad dan kaum Muslimin, serta memenangkan agama Islam.\n\nHiburan ini dijelaskan lagi dengan tegas dalam firman Allah swt yang lain :\n\nMaka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah). (al-Ahqaf/46: 35)\n\nFirman Allah swt:\n\nDan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik. (al-Muzzammil/73: 10)\n\nAllah juga menegaskan bahwa pertolongan dan janji Allah yang telah ditetapkan tidak akan berubah sedikitpun, baik ucapan janji itu sendiri maupun maksud dan isi dari janji itu.\n\nAyat ini juga mengisyaratkan kepada Nabi Muhammad bahwa kisah yang berhubungan dengan sikap dan tindakan orang-orang dahulu terhadap nabi-nabi dan rasul-rasul mereka serta ketabahan, kesabaran dan pertolongan Allah kepada para nabi dan rasul beserta pengikut-pengikut mereka telah disampaikan Allah dalam Surah al-An'am/6 ini.\n\nDengan ayat ini Allah menjanjikan pula pertolongan dan kemenangan kepada Rasulullah dan orang-orang yang beriman. Ini ditegaskan pula oleh firman Allah swt:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (al-Mu'min/40: 51) \n\nFirman Allah swt:\n\nAgar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir). (ar-Rum/30: 45)\n\nAyat-ayat di atas dan ayat-ayat yang sebelumnya menerangkan syarat-syarat datangnya pertolongan Allah kepada orang-orang yang beriman, yaitu:\n\n1.Beriman dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.\n\n2.Selalu menegakkan yang hak dan berlaku adil.\n\n3.Selalu tabah dan sabar dalam keadaan bagaimanapun dalam menghadapi cobaan-cobaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 824, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 7, "page": 131, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 52, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0643\u064e\u0628\u064f\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a\u064e \u0646\u064e\u0641\u064e\u0642\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kaana kabura 'alaika i'raaduhum fa inistata'ta an tabtaghiya nafaqan fil ardi aw sullaman fis samaaa'i fataa tiyahum bi Aayah; wa law shaaa'al laahu lajama'ahum 'alal hudaa; falaa takoonanna minal jaahileen" } }, "translation": { "en": "And if their evasion is difficult for you, then if you are able to seek a tunnel into the earth or a stairway into the sky to bring them a sign, [then do so]. But if Allah had willed, He would have united them upon guidance. So never be of the ignorant.", "id": "Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/824", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/824.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/824.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu, wahai Nabi Muhammad, sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kamu rasakan itu sebagaimana yang dirasakan para nabi sebelummu. Engkau bisa menghadapi mereka dengan menunjukkan mukjizat yang menguatkan kerasulanmu. Maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, maka buatlah dengan izin Allah. Dan ada suatu kearifan yang harus senantiasa direnungkan, yaitu bahwa sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sehingga mereka semuanya beriman kepada Allah. Oleh sebab itu, dengan merenungkan kearifan itu, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh dalam memahami hakikat kenabian dan kerasulan sehingga bersikap tidak sabar.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyatakan kepada Nabi Muhammad, bahwa jika Nabi merasa keberatan atas keingkaran orang-orang musyrik yang berpaling dari agama Allah dan mengajukan permintaan-permintaan yang beraneka ragam agar mereka beriman, maka Nabi dipersilakan mencari lorong di bumi atau tangga ke langit untuk mendapatkan bukti lain untuk memuaskan mereka. Nabi tentu tidak akan bisa karena itu jangan marah atau sedih karena pembangkangan mereka. Yang akan memberikan petunjuk kepada mereka hanyalah Allah karena itu serahkanlah semuanya kepada Allah.\n\nSesungguhnya orang-orang musyrik sejak dahulu telah meminta hal yang demikian itu, disebabkan oleh keingkaran mereka bukan untuk mencari kebenaran, karena permintaan itu tidak dipenuhi maka bertambahlah keingkaran mereka, sebagaimana tersebut dalam firman Allah swt:\n\nDan mereka berkata, \"Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami.\" (al-Isra'/17:90)\n\nFirman Allah swt:\n\nAtau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.\" (al-Isra'/17: 93)\n\nAllah menegaskan, \"Engkau hai Muhammad adalah manusia yang diangkat menjadi Rasul, karena itu engkau tidak dapat melakukan sesuatu yang melampaui batas kesanggupan manusia. Yang sanggup mendatangkan yang demikian itu hanyalah Allah, karena Allah yang menguasai segala sesuatu.\"\n\nJika Allah menghendaki mereka mendapat petunjuk, beriman dan mengakui risalah yang engkau sampaikan, atau menjadikan mereka seperti malaikat, yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah, atau menjadikan semua mereka menjadi orang yang baik, sama tingkatan dan kemampuan mereka, sama adat dan budi pekerti mereka, tentulah yang demikian itu amat mudah bagi Allah. Tetapi Allah berkehendak lain. Allah menganugerahkan kepada mereka akal, pikiran, kemauan dan perasaan, yang dengannya mereka dapat menimbang dan memilih mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah dan sebagainya.\n\nAllah mengatur alam ini dengan sunnah-Nya. Segala sesuatu berjalan menurut sunnah-Nya, tidak seorangpun sanggup merobah, menambah, mengurangi atau menukar sunnah-Nya itu. Karena itu janganlah engkau hai Muhammad seperti orang yang tidak tahu tentang sunnah-Nya itu, sehingga mencita-citakan sesuatu yang tidak sesuai dengan sunnah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 825, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d8 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa yastajeebul lazeena yasma'oon; walmawtaa yab'asuhumul laahu summa ilaihi yurja'oon" } }, "translation": { "en": "Only those who hear will respond. But the dead - Allah will resurrect them; then to Him they will be returned.", "id": "Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/825", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/825.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/825.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya berbicara tentang kaum yang durhaka dan karena mereka berpaling maka mereka tidak akan beriman, maka pada ayat ini menegaskan bahwa hanya orang-orang yang berusaha sungguhsungguh untuk mendengar sajalah yang akan mematuhi seruan Allah, karena mereka bukan orang-orang yang mati sehingga mereka dapat memetik pelajaran dari apa yang mereka dengarkan, dan orang-orang yang mati, baik mati hati nuraninya maupun mati dalam arti yang sebenarnya, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa yang akan memperkenankan seruan Allah adalah hanya bagi orang yang mendengar. Kemudian, dalam menghadapi seruan Nabi dan risalah yang disampaikannya, manusia terbagi dua, yaitu manusia yang hidup jiwanya dan manusia yang mati jiwanya. \n\nManusia yang hidup jiwanya ialah manusia yang menggunakan akal, pikiran, perasaan dan kehendak serta pilihan yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Dengan anugerah itu, mereka dapat melihat, memperhatikan dan menilai segala sesuatu yang dikemukakan kepada mereka. Yang baik mereka ambil, sedang yang buruk mereka buang. Karena itu hati dan pikiran mereka terbuka untuk menerima petunjuk Allah, Mereka ibarat tanah yang subur. Sedikit saja disirami air, tanah itu akan menjadi subur, dapat menumbuhkan tanaman-tanaman dengan mudah dan cepat.\n\nSedangkan manusia yang mati jiwanya ialah manusia yang tidak mau menggunakan akal, pikiran, perasaan, pilihan dan mata hati yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Hati mereka telah tertutup oleh rasa dengki. Karena itu segala keterangan yang dikemukakan Nabi tidak akan mereka dengar dan perhatikan. Seandainya mereka dapat melihat dan memperhatikan dalil-dalil dan bukti-bukti yang dikemukakan Rasul dan pikiran mereka menerimanya, namun semuanya itu ditolak dan tidak diterima karena rasa dengki tersebut. Mereka diibaratkan seperti tanah yang tandus, berapa pun air yang dialirkan padanya, tanah itu tidak akan menumbuhkan tumbuhan yang ditanam.\n\nKelompok manusia yang kedua ini adalah orang-orang kafir yang kekafirannya telah mendalam, sehingga tidak ada harapan bahwa mereka akan beriman dan mematuhi seruan Nabi. Maka Allah menganjurkan agar Muhammad saw tidak bersedih hati atas sikap mereka, dan menyerahkan keadaan mereka kepada Allah. Allah akan membangkitkan mereka dari kuburnya di hari Kiamat dan akan mengazab mereka sebagai balasan dari kekafiran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 826, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo law laa nuzzila 'alaihi Aayatum mir Rabbih; qul innal laaha qaadirun 'alaaa ai yunazzila Aayatanw wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Why has a sign not been sent down to him from his Lord?\" Say, \"Indeed, Allah is Able to send down a sign, but most of them do not know.\"", "id": "Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/826", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/826.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/826.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan situasi yang akan dialami para pendurhaka, Allah mengingatkan Nabi Muhammad dan juga umat Islam tentang beberapa ucapan dan usul para pendurhaka itu. Dan mereka, orangorang musyrik, berkata, \"Mengapa tidak diturunkan kepadanya, yakni Nabi Muhammad, suatu bukti berupa mukjizat dari Tuhannya?\" Katakanlah, wahai Nabi, sebagai jawaban atas usul mereka yang telah menolak bukti-bukti yang telah ada, \"Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu bukti berupa mukjizat seperti yang mereka usulkan atau selainnya, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui,\" yakni enggan menggunakan akal pikirannya secara benar. Kalau mereka tidak dapat meraih petunjuk atas aneka macam bukti dari Allah, itu karena sikap mereka yang memang berpaling dari kebenaran. (Lihat: Surah ashshaff/61: 5).", "long": "Ayat ini menegaskan lagi tentang sikap orang-orang musyrik yang sangat ingkar kepada seruan Nabi Muhammad dan kepada ayat-ayat Allah. Mereka meminta agar diturunkan kepada mereka bukti-bukti dan keterangan-keterangan tentang kebenaran kenabian Muhammad, sebagaimana yang pernah diturunkan kepada Rasul-rasul dahulu. Mereka tidak merasa cukup dengan bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang terdapat di dalam Al-Qur'an, padahal bukti dan keterangan yang terdapat di dalam Al-Qur'an itu adalah yang paling tinggi nilainya bagi orang-orang yang mau menggunakan akal, pikiran dan mata hatinya. Mereka tetap menuntut agar diturunkan bukti dan keterangan seperti telah diturunkan kepada umat-umat yang dahulu, tetapi mereka tidak mau memikirkan dan mengambil pelajaran dari sunnah Allah yang berlaku bagi orang-orang yang menerima bukti dan keterangan seperti itu serta akibat yang dialami oleh orang-orang dahulu, yaitu mereka dihancur leburkan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang pedih, karena mereka tetap dalam keingkaran dan tidak memperhatikan bukti-bukti dan keterangan-keterangan itu.\n\nOrang-orang musyrik Mekah itu tidak mau tahu bagaimana kasih sayang Allah kepada mereka, yaitu mengapa Allah tidak menurunkan bukti dan keterangan seperti yang diturunkan kepada umat yang dahulu, agar mereka tidak dihancurkan di dunia ini, dengan demikian mereka mendapat kesempatan untuk bertobat dan berbuat baik, tetapi mereka tidak mau mensyukuri nikmat Allah yang telah diturunkan kepada mereka, tetapi tetap ingkar dan membangkang.\n\nSebenarnya Allah Kuasa menurunkan apa yang mereka minta, tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya, Dia hanya menurunkan bukti dan keterangan, Dia tidak menurunkan bukti dan keterangan berdasarkan permintaan dan hawa nafsu orang-orang musyrik, apalagi bila permintaan itu adalah semata-mata untuk melemahkan dan menyulitkan Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 827, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064d \u064a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0628\u0650\u062c\u064e\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064c \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645 \u06da \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0637\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa min daaabbatin fil ardi wa laa taaa'iriny yateeru bijanaahaihi illaaa umamun amsaalukum; maa farratnaa fil Kitaabi min shai'in summa ilaa Rabbihim yuhsharoon" } }, "translation": { "en": "And there is no creature on [or within] the earth or bird that flies with its wings except [that they are] communities like you. We have not neglected in the Register a thing. Then unto their Lord they will be gathered.", "id": "Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/827", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/827.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/827.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Mahakuasa untuk sekadar mengabulkan permintaan orangorang musyrik seperti dalam ayat sebelumnya. Dan di antara contoh kekuasaan Allah adalah tidak ada seekor binatang yang merayap atau bergerak dengan kakinya dari satu tempat ke tempat lainnya yang ada di bumi, baik di darat maupun di laut, dan juga burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat juga seperti kamu, hai manusia. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan atau abaikan di dalam Kitab, yaitu Al-Qur'an atau Lauh Mahfuz, kemudian kepada Tuhan mereka yakni seluruh manusia akan dikumpulkan untuk dimintai pertanggungjawaban.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa Allah menguasai segala sesuatu, ilmu-Nya melingkupi seluruh makhluk yang ada, Dialah yang mengatur alam semesta. Semua yang melata di permukaan bumi, semua yang terbang di udara, semua yang hidup di lautan, dari yang terkecil sampai yang terbesar, dari yang nampak sampai yang tersembunyi, hanya Dialah yang menciptakan, mengembangkan, mengatur dan memeliharanya.\n\nMakhluk Allah yang hidup di dunia ini tidak hanya terbatas pada jenis manusia, tetapi masih terdapat banyak macam dan ragam makhluk-makhluk lain. Bahkan masih banyak yang belum diketahui oleh manusia. Semuanya itu tunduk dan menghambakan diri kepada Allah, mengikuti perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya.\n\nMaksud kata dabbah dalam ayat ini ialah: Segala makhluk yang diciptakan Allah di bumi. Disebut \"binatang di bumi\" karena binatang yang di bumi itulah yang mudah dilihat dan diperhatikan oleh manusia.\n\nPada ayat yang lain Allah menyebutkan bahwa selain di bumi, di planet-planet yang lain pun terdapat makhluk hidup. Allah swt berfirman:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia kehendaki. (asy-Syura/42: 29) \n\nAdanya makhluk-makhluk hidup yang disebutkan Allah pada planet-planet yang lain, sebagaimana yang disebutkan oleh ayat ini, merupakan suatu pengetahuan yang diberikan Allah kepada manusia, dan sebagai bahan pemikiran dan penyelidikan.\n\nAyat ini mendorong orang-orang yang beriman agar menyelidiki segala rupa kehidupan makhluk Allah yang ada di alam ini, untuk memperkuat iman dan menambah ketaatan serta ketundukan kepada Allah Yang Mahakuasa.\n\nAllah menyatakan bahwa di dalam Al-Qur'an itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan bimbingan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.\n\nMenurut Ibnu 'Abbas, yang dimaksud dengan \"al-kitab\" dalam ayat ini ialah \"Ummul Kitab\", yakni Lauh Mahfudh. Karena maksud ayat ini menurutnya adalah: segala sesuatu telah dituliskan dalam Lauh Mahfudh. Menurut Ibnu Katsir tidak ada satu makhluk pun yang dilupakan Allah dalam pemberian rezekinya, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan tidak satupun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudh). (Hud/11: 6)\n\nSemua makhluk yang diciptakan Allah, baik di langit maupun di bumi, akan mati dan kembali kepada pemiliknya, yaitu Allah. Kemudian Dia akan membangkitkannya dan menghimpunnya untuk memberi pahala atas perbuatan yang baik dan memberi siksaan atas perbuatan yang buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 828, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0635\u064f\u0645\u0651\u064c \u0648\u064e\u0628\u064f\u0643\u0652\u0645\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0625\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wallazeena kazzaboo bi Aayaatinaa summunw wa bukmun fiz zulumaat; mai yasha il laahu yudlilh; wa mai yashaa yaj'alhu 'alaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "But those who deny Our verses are deaf and dumb within darknesses. Whomever Allah wills - He leaves astray; and whomever He wills - He puts him on a straight path.", "id": "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/828", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/828.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/828.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah bukti kekuasaan Allah sedemikian jelas seperti dijelaskan pada ayat sebelumnya, orang-orang yang beriman pasti dapat mengambil pelajaran, namun tidak demikian dengan orang-orang yang tidak beriman. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami yang sudah sedemikian jelas lagi mulia adalah orang yang tuli, tidak bisa mendengar, dan juga bisu, tidak dapat berbicara, dan berada dalam gelap gulita tanpa cahaya penuntun hidup. Barang siapa dikehendaki Allah dalam kesesatan, niscaya disesatkan-Nya dengan membiarkannya tetap berada di jalan yang sesat. Dan barang siapa dikehendaki Allah untuk diberi petunjuk karena berusaha maksimal untuk meraihnya, niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus. Begitulah janji Allah.", "long": "Orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada rasul-rasul-Nya, yang membuktikan kekuasaan dan keesaan Allah, serta kebenaran risalah yang dibawa Nabi Muhammad, mereka seperti orang tuli, tidak mendengarkan seruan kepada kebenaran, tidak mempedulikan petunjuk ke jalan yang benar. Mereka juga seperti orang yang bisu, karena tidak membicarakan dan menyampaikan yang hak yang telah mereka ketahui, dan mereka telah tenggelam dalam kegelapan, yaitu kesesatan menyembah berhala, taklid kepada nenek moyang mereka dan kebodohan dalam tauhid. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (al-A'raf/7: 179)\n\nOrang-orang yang dikehendaki sesat oleh Allah, maka Allah membiarkan mereka menempuh jalan yang sesat, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak mau memahami petunjuk-Nya. Orang-orang yang dikehendaki Allah mendapat taufik, maka Dia menjadikan mereka mengikuti jalan yang lurus, jalan kebenaran, karena mereka memperhatikan, dan memahami ayat-ayat Allah, kemudian mereka amalkan sesuai dengan sunatullah yang berlaku di alam ini.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus. (al-Ma'idah/5: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 829, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaul ara'aytakum in ataakum 'azaabul laahi aw atatkumus Saa'atu a-ghairal laahi tad'oona in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if there came to you the punishment of Allah or there came to you the Hour - is it other than Allah you would invoke, if you should be truthful?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/829", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/829.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/829.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat 37 diinformasikan bahwa para pendurhaka mempertanyakan kemampuan Allah menurunkan bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad, maka ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad untuk menantang mereka. Katakanlah, wahai Nabi, kepada mereka yang masih saja enggan untuk beriman, \"Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu pada saat hidup di dunia ini, atau hari kiamat sampai kepadamu dengan segala situasi dan keadaannya yang amat berat, apakah kamu akan menyeru tuhan selain Allah, jika kamu orang yang benar dengan ucapanmu bahwa Allah memiliki sekutu, maka serulah tuhan-tuhan kamu itu!\"", "long": "Ayat ini mengingatkan orang-orang kafir tentang sikap dan keadaan mereka ketika ditimpa cobaan berat dari Allah atau datang kiamat. Mereka ingat dan menyeru Allah Yang Maha Esa, memohon pertolongan-Nya agar dihindarkan dari cobaan-cobaan yang berat yang sedang mereka alami itu. Tetapi apabila mereka telah terhindar dari cobaan berat itu, mereka kembali mempersekutukan Allah. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menanyakan kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mempersekutukan-Nya itu, \"Terangkanlah kepadaku hai orang-orang musyrik, jika datang kepadamu azab Allah seperti yang pernah menimpa umat-umat yang terdahulu, seperti serangan angin kencang, banjir besar, petir yang menyambar dari langit dan sebagainya, apakah kamu sekalian akan meminta pertolongan dan perlindungan kepada berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu, yang kamu sangka mereka dapat menolong dan melindungimu?\"\n\nPertanyaan itu dijawab oleh Allah, yaitu, \"Tidak! Tetapi hanya Dialah yang kamu seru.\" Maksudnya: Hai orang-orang musyrik, penyembah-penyembah berhala, jika kamu ditimpa azab, seperti yang pernah menimpa orang-orang terdahulu, maka kamu tidak akan meminta pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah untuk menghindarkan kamu dari azab itu.\n\nDengan pertanyaan dan jawaban di atas, seakan-akan Allah melukiskan watak orang-orang musyrik pada khususnya dan watak manusia pada umumnya yaitu bahwa manusia dalam keadaan senang tidak ingat kepada Allah, tetapi bila dalam keadaan kesulitan dan kesukaran mereka ingat dan menyembah Allah.\n\nAllah swt berfirman:\n\nMaka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah). (al-'Ankabut/29: 65)\n\nFirman Allah swt:\n\nDan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih. (Luqman/31: 32)\n\nFitrah manusia yang sebenarnya ialah percaya kepada Allah Yang Maha Esa, Penguasa dan Pemilik seluruh alam. Fitrah ini pada seseorang dapat berkembang dan tumbuh dengan subur dan dapat pula tertutup perkembangan dan pertumbuhannya oleh pengaruh lingkungan dan sebagainya.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\n\"Tidak seorang pun dari anak yang dilahirkan kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah (mentauhidkan Allah), maka dua orang ibu-bapaknya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDi samping pengaruh orang tua dan pengaruh lingkungan, pengaruh hawa nafsu dan keinginan pun dapat mempengaruhi atau menutup fitrah manusia itu. Karena itu manusia waktu di masa senang, tidak ingat kepada Allah. Tetapi bila ditimpa kesengsaraan mereka ingat kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 830, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 105, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u0652\u0634\u0650\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u0633\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal iyyaahu tad'oona fa yakshifu maa tad'oona ilaihi in shaaa'a wa tansawna maa tushrikoon" } }, "translation": { "en": "No, it is Him [alone] you would invoke, and He would remove that for which you invoked Him if He willed, and you would forget what you associate [with Him].", "id": "(Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/830", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/830.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/830.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak mungkin kamu menyeru tuhan-tuhan itu, tetapi hanya kepada-Nya kamu menyeru untuk meminta pertolongan. Maka jika Dia menghendaki, Dia akan dengan mudah menghilangkan apa, yakni bahaya, yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan pada hari kiamat pasti akan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan dengan Allah saat di dunia, karena saat itu tidak ada satu pun makhluk yang dapat mengingkari kuasa Allah. (Lihat: Surah al-Fa tihah/1: 4).", "long": "Ayat ini mengingatkan orang-orang kafir tentang sikap dan keadaan mereka ketika ditimpa cobaan berat dari Allah atau datang kiamat. Mereka ingat dan menyeru Allah Yang Maha Esa, memohon pertolongan-Nya agar dihindarkan dari cobaan-cobaan yang berat yang sedang mereka alami itu. Tetapi apabila mereka telah terhindar dari cobaan berat itu, mereka kembali mempersekutukan Allah. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menanyakan kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mempersekutukan-Nya itu, \"Terangkanlah kepadaku hai orang-orang musyrik, jika datang kepadamu azab Allah seperti yang pernah menimpa umat-umat yang terdahulu, seperti serangan angin kencang, banjir besar, petir yang menyambar dari langit dan sebagainya, apakah kamu sekalian akan meminta pertolongan dan perlindungan kepada berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu, yang kamu sangka mereka dapat menolong dan melindungimu?\"\n\nPertanyaan itu dijawab oleh Allah, yaitu, \"Tidak! Tetapi hanya Dialah yang kamu seru.\" Maksudnya: Hai orang-orang musyrik, penyembah-penyembah berhala, jika kamu ditimpa azab, seperti yang pernah menimpa orang-orang terdahulu, maka kamu tidak akan meminta pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah untuk menghindarkan kamu dari azab itu.\n\nDengan pertanyaan dan jawaban di atas, seakan-akan Allah melukiskan watak orang-orang musyrik pada khususnya dan watak manusia pada umumnya yaitu bahwa manusia dalam keadaan senang tidak ingat kepada Allah, tetapi bila dalam keadaan kesulitan dan kesukaran mereka ingat dan menyembah Allah.\n\nAllah swt berfirman:\n\nMaka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah). (al-'Ankabut/29: 65)\n\nFirman Allah swt:\n\nDan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih. (Luqman/31: 32)\n\nFitrah manusia yang sebenarnya ialah percaya kepada Allah Yang Maha Esa, Penguasa dan Pemilik seluruh alam. Fitrah ini pada seseorang dapat berkembang dan tumbuh dengan subur dan dapat pula tertutup perkembangan dan pertumbuhannya oleh pengaruh lingkungan dan sebagainya.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\n\"Tidak seorang pun dari anak yang dilahirkan kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah (mentauhidkan Allah), maka dua orang ibu-bapaknya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDi samping pengaruh orang tua dan pengaruh lingkungan, pengaruh hawa nafsu dan keinginan pun dapat mempengaruhi atau menutup fitrah manusia itu. Karena itu manusia waktu di masa senang, tidak ingat kepada Allah. Tetapi bila ditimpa kesengsaraan mereka ingat kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 831, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0636\u064e\u0631\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaaa ilaaa umamim min qablika fa akhaznaahum bilbaasaaa'i waddarraaa'i la'allahum yata darra'oon" } }, "translation": { "en": "And We have already sent [messengers] to nations before you, [O Muhammad]; then We seized them with poverty and hardship that perhaps they might humble themselves [to Us].", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/831", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/831.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/831.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengabarkan bahwa ketentuan tersebut berlaku juga atas umat sebelumnya. Dan sungguh, Kami telah mengutus para rasul kepada umat-umat sebelum engkau, wahai Nabi Muhammad, tetapi mereka durhaka, maka kemudian Kami siksa mereka dengan menimpakan kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon kepada Allah sambil mengakui kesalahan dan dengan sikap kerendahan hati, semoga kiranya Allah menerima tobat mereka sehingga dapat terhindar dari siksa Allah.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa sebenarnya Allah telah mengutus para rasul kepada umat-umat yang terdahulu, yang menyeru manusia memeluk agama tauhid yang hanya menyembah Allah semata. Para rasul telah menyampaikan kabar gembira dan peringatan Allah, tetapi orang-oang kafir mengingkarinya. Oleh karena itu, Allah menimpakan kepada mereka kesengsaraan, malapetaka dan permusuhan di antara mereka, agar cobaan-cobaan itu menjadi pelajaran bagi mereka, sehingga mereka bertobat dan mengikuti seruan para rasul.\n\nTelah menjadi tabiat kebanyakan manusia, jika mereka ditimpa bahaya dan kesengsaraan, mereka ingat kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya. Karena dengan cobaan-cobaan itu perasaan mereka bertambah halus, budi pekertinya bertambah baik, jiwanya terlatih sehingga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, timbul rasa cinta dan kasih sayang sesama manusia, ingat kepada Yang Mahakuasa dan Maha Penolong yang sebenarnya. Tetapi banyak pula di antara manusia yang tidak mempan lagi baginya segala macam cobaan penderitaan yang diberikan kepadanya, bahkan cobaan itu menambah keingkarannya termasuk diantara mereka umat-umat yang pernah hidup dimasa Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 832, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0631\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0633\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaw laaa iz jaaa'ahum baasunaa tadarra'oo wa laakin qasat quloobuhum wa zaiyana lahumush Shaitaanu maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Then why, when Our punishment came to them, did they not humble themselves? But their hearts became hardened, and Satan made attractive to them that which they were doing.", "id": "Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/832", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/832.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/832.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ditawarkan kesempatan untuk terhindar dari siksa dengan syarat mereka harus bertobat, para pendurhaka itu enggan melakukannya, maka muncul keheranan yaitu mengapa mereka tidak memohon kepada Allah dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami (Allah) datang menimpa mereka? Jawabannya adalah memang mereka tidak bermohon, karena kedurhakaan mereka sudah sedemikian parah. Bahkan hati mereka telah menjadi keras sehingga sulit untuk menerima petunjuk dan setan pun merayu dan mengelabui mereka dengan menjadikan terasa indah bagi mereka apa, yakni dosa-dosa dan kedurhakaan, yang selalu mereka kerjakan.", "long": "Sebenarnya yang paling baik bagi umat-umat terdahulu ialah mengikuti seruan para pasul yang diutus Allah kepada mereka, tunduk dan patuh kepada Allah ketika datang azab, malapetaka atau penderitaan yang ditimpakan itu, agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka serta memberikan nikmat dan rahmat kepada mereka.\n\nTetapi hati mereka telah sesat dan terkunci mati, tidak dapat lagi menerima peringatan dan pelajaran apa pun yang disampaikan kepada mereka. Setan menanamkan ke dalam hati dan pikiran mereka rasa senang dan gembira mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan syirik, serta mendorong mereka agar selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela itu." } } }, { "number": { "inQuran": 833, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 7, "page": 132, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0652\u0644\u0650\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa nasoo maa zukkiroo bihee fatahnaa 'alaihim abwaaba kulli shai'in hattaaa izaa farihoo bimaaa ootooo akhaznaahum baghtatan fa izaa hum mmublisoon" } }, "translation": { "en": "So when they forgot that by which they had been reminded, We opened to them the doors of every [good] thing until, when they rejoiced in that which they were given, We seized them suddenly, and they were [then] in despair.", "id": "Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/833", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/833.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/833.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, atas respons mereka tersebut Kami pun membukakan semua pintu kesenangan duniawi untuk mereka dan mereka pun lalu bersikap sombong, merasa tidak butuh pihak lain, termasuk kepada Tuhan. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba sehingga tidak ada lagi kesempatan bagi mereka untuk bertobat, maka ketika itu mereka terdiam tidak berkutik karena diliputi penyesalan dan putus asa.", "long": "Manakala orang-orang yang sesat hatinya dan telah dipalingkan setan melupakan segala peringatan dan ancaman Allah, dan keingkaran mereka bertambah, maka Allah menguji mereka dengan mendatangkan kebaikan dan menambah rezeki, menyehatkan jasmani mereka, menjaga keamanan diri mereka dan membukakan pintu kesenangan, sehingga mereka lupa bahwa nikmat yang mereka terima dan rasakan itu datang dari Allah. Mereka beranggapan bahwa semua itu semata karena hasil usaha mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka bertambah sombong dan takabur, tidak bersyukur kepada Allah, bahkan nikmat itu mereka jadikan sebagai alat untuk menambah kekuasaan dan kebesaran mereka.\n\nBila orang-orang yang ingkar itu telah bergembira dan bersenang hati dengan nikmat yang telah diberikan Allah, dan beranggapan bahwa yang mereka peroleh itu benar-benar merupakan hak mereka, maka Allah menimpakan azab kepada mereka dengan tiba-tiba, sehingga mereka berduka cita dan putus asa dari rahmat Allah.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\n\"Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan dunia yang disukainya, sementara ia tetap bermaksiat kepadanya, maka itu adalah istidraj ) (pembiaran).\" (Riwayat Ahmad, ath-thabrani dan al-Baihaqi)\n\nDari ayat ini dipahami bahwa cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kesengsaraan dan penderitaan dan ada pula yang berupa kesenangan dan kemewahan. Orang-orang yang beriman dan diberi cobaan kesengsaraan dan penderitaan biasanya mereka sabar dan tabah, serta mendekatkan diri kepada Allah dan mohon pertolongan kepada-Nya. Bila mereka diberi cobaan kesenangan dan kemewahan mereka bersyukur kepada Allah, ingat akan hak-hak orang fakir dan miskin yang ada di sekelilingnya dan menafkahkan sebagian harta mereka di jalan Allah. Mereka yakin bahwa kesenangan dan kemewahan itu hanyalah sementara, sedang kesenangan dan kemewahan yang sebenarnya dan yang kekal ialah di akhirat nanti.\n\nSebaliknya, bila orang-orang yang ingkar kepada Allah diberi cobaan kesengsaraan dan penderitaan, mereka putus asa dan bertambah ingkar kepada Allah. Bila mereka diberi kesenangan dan kemewahan, mereka mengatakan bahwa semua yang mereka dapat, mereka peroleh dari hasil usaha mereka sendiri, tanpa pertolongan seorang pun.\n\nAyat ini mengisyaratkan bahwa manusia itu pada umumnya banyak yang tabah dan sabar bila diberi cobaan penderitaan dan kesengsaraan, tetapi banyak yang lupa diri dan bertambah ingkar bila diberi cobaan kesenangan dan kemewahan.\n\nAyat ini merupakan peringatan dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman, bahwa segala macam yang didatangkan Allah kepada mereka baik berupa malapetaka dan penderitaan ataupun yang berupa kesenangan dan kemewahan, semuanya itu adalah cobaan bagi mereka, agar iman mereka bertambah kuat, karena itu mereka harus tabah dan sabar menghadapinya.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nSungguh mengagumkan keadaan orang-orang yang beriman, karena semua yang menimpanya adalah baik baginya, dan yang demikian itu tidak terdapat pada seorang pun, kecuali bagi orang-orang beriman. Jika kegembiraan menimpanya, ia bersyukur, dan itu adalah baik baginya. Jika kesukaran menimpanya, ia bersabar, dan itu adalah baik pula baginya. (Riwayat Muslim dari shuhaib)" } } }, { "number": { "inQuran": 834, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 7, "page": 133, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064f\u0637\u0650\u0639\u064e \u062f\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faquti'a daabirul qawmil lazeena zalamoo; walhamdu lillaahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "So the people that committed wrong were eliminated. And praise to Allah, Lord of the worlds.", "id": "Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/834", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/834.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/834.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peringatan sudah disampaikan, teguran secara halus maupun keras juga sudah diberikan, bahkan aneka nikmat sudah mereka terima, mereka masih saja durhaka. Maka berlakulah ketentuan Allah, yaitu orangorang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya sehingga tidak tersisa. Dan itu semua bukan karena Allah berbuat aniaya kepada mereka, karena semua yang ditentukan Allah adalah baik, maka segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang ingkar dan mendustakan Rasul-rasul itu binasa karena diri mereka sendiri, tidak seorang pun yang luput dari azab itu. Segala puji bagi Allah yang telah menghancurkan orang-orang yang zalim itu dan yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada orang-orang yang beriman.\n\nAyat ini menganjurkan kepada kaum Muslimin agar mengucapkan hamdalah \"Alhamdulillahi rabbil alamin\" (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam), setiap mendapat nikmat, rahmat dan pertolongan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 835, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 7, "page": 133, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062e\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0635\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0635\u0652\u062f\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ara'aitum in akhazal laahu sam'akum wa absaarakum wa khatama 'alaa quloobikum man ilaahun ghairul laahi yaateekum bih; unzur kaifa nusarriful Aayaati summa hum yasdifoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if Allah should take away your hearing and your sight and set a seal upon your hearts, which deity other than Allah could bring them [back] to you?\" Look how we diversify the verses; then they [still] turn away.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/835", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/835.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/835.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau masih ada juga yang enggan untuk mengikuti petunjuk Allah, sedangkan berbagai macam bentuk peringatan sudah disampaikan, maka katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Terangkanlah atau beritahukanlah kepadaku jika Allah Yang Mahakuasa itu mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, sehingga semuanya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?\" Tidak akan ada yang sanggup sama sekali. Maka perhatikanlah, bagaimana Kami, melalui berbagai sarana dan cara, telah menjelaskan berulang-ulang kepada mereka ayat-ayat, yakni tanda-tanda kekuasaan Kami, yang amat jelas dan sempurna, tetapi mereka tetap dan selalu berpaling.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang kafir, bahwa Allah-lah yang memberi manusia pendengaran, penglihatan serta memberi hati dan perasaan. Bagaimanakah seandainya Allah mengambil semua yang telah diberikan-Nya itu dari mereka. Dapatkah mereka meminta kepada tuhan-tuhan mereka atau sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah untuk mengembalikannya? Oleh karena Allah yang memberi penglihatan dan pendengaran, maka semuanya hendaknya digunakan untuk memperdalam keimanan.\n\nDengan ayat ini Allah membuktikan bahwa berhala-berhala, sembahan-sembahan dan tuhan-tuhan selain Allah yang disembah orang-orang musyrik tidak mempunyai kekuasaan dan kesanggupan sedikit pun untuk memenuhi atau menolak permintaan orang-orang yang menyembahnya. Patung-patung dan berhala-berhala itu adalah benda-benda mati yang dibuat manusia untuk dijadikan sembahan. Yang dapat memperkenankan seruan, menolong dan melindungi mereka hanyalah Allah Yang Mahakuasa; tidak ada yang lain. mengapa mereka masih memuja dan meminta pertolongan kepada berhala-berhala itu?\n\nDemikianlah Allah mengemukakan segala macam bukti dan keterangan kepada orang-orang musyrik, dengan menjadikan sembahan-sembahan dan berhala-berhala yang mereka sembah sebagai dalil dan keterangan bagi kesesatan mereka, tetapi mereka tetap ingkar dan tidak beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 836, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 7, "page": 133, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ara'aitakum in ataakum 'azaabul laahi baghtatan aw jahratan hal yuhlaku illal qawmuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if the punishment of Allah should come to you unexpectedly or manifestly, will any be destroyed but the wrongdoing people?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/836", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/836.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/836.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan ancaman siksaan Allah dengan menekankan aspek keterkejutan yaitu datang dengan tiba-tiba, maka ayat ini mengulang kembali ancaman Allah terhadap para pendurhaka disertai dengan aspek jelasnya kedatangan siksaan tersebut yaitu secara terang-terangan. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada orang-orang kafir, \"Terangkanlah kepadaku apa yang dapat kamu lakukan dan kepada siapa kamu akan meminta pertolongan jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, pasti tidak ada satu pun yang dapat menolong, maka adakah yang dibinasakan oleh Allah selain orang-orang yang zalim?\" Tidak ada yang lain, karena kalau mereka tidak terus-menerus berbuat zalim pastilah Allah tidak akan menyiksa mereka.", "long": "Kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mengingkari seruan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka, akan datang azab, adakalanya dengan tiba-tiba, adakalanya dengan tanda-tanda yang datang sebelum azab itu, adakalanya dapat dilihat langsung dengan mata adakalanya tidak dapat dilihat langsung, adakalanya datang di waktu siang hari dan adakalanya datang di malam hari.\n\nMaka hendaklah orang-orang musyrik itu ingat orang-orang zalim dan orang-orang yang mengingkari seruan Rasul pasti ditimpa azab, sedangkan orang-orang yang mengikuti seruan Rasul akan dilindungi dan diselamatkan dari azab itu. Orang yang beriman tidak akan merugi, dan orang yang ingkar akan disiksa." } } }, { "number": { "inQuran": 837, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 7, "page": 133, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa nursilul mursaleena illaa mubashshireena wa munzireena faman aamana wa aslaha falaa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "And We send not the messengers except as bringers of good tidings and warners. So whoever believes and reforms - there will be no fear concerning them, nor will they grieve.", "id": "Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/837", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/837.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/837.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau pada akhirnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksa dari Allah, seperti dijelaskan pada ayat sebelumnya, hal ini bukan karena Allah berbuat sewenang-wenang, karena telah sampai kepada mereka para rasul yang Kami utus itu yang tugas utamanya adalah untuk memberi kabar gembira bagi yang taat dan memberi peringatan bagi yang durhaka. Kalau pada akhirnya mereka memilih bersikap durhaka, maka konsekuensinya mereka mendapat siksa. Maka, barang siapa beriman dengan keimanan yang benar dan mengadakan perbaikan dengan bertobat secara sungguh-sungguh, maka tidak ada rasa takut pada mereka, yaitu tidak ada kekeruhan jiwa menyangkut sesuatu yang belum terjadi baik di dunia maupun di akhirat, dan mereka tidak bersedih hati atas sesuatu yang telah terjadi.", "long": "Tujuan Allah mengutus para Rasul itu tidak lain hanyalah untuk menyampaikan berita gembira, memberi peringatan, menyampaikan ajaran-ajaran Allah yang akan menjadi pedoman hidup bagi manusia agar tercapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat, serta memperingatkan manusia agar jangan sekali-kali mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun dan jangan membuat kerusakan di muka bumi.\n\nBarangsiapa yang membenarkan dan mengikuti para Rasul yang diutus kepadanya, mengerjakan amal yang saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap diri mereka akan ditimpa azab di dunia, seperti yang pernah ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan Rasul dahulu dan mengingkari Allah, demikian pula terhadap azab akhirat yang dijanjikan untuk orang-orang yang kafir. Mereka tidak akan sedih dan putus asa diwaktu menemui Allah terhadap sesuatu yang telah luput dari mereka, karena mereka telah yakin seyakin-yakinnya bahwa semua yang datang itu adalah dari Allah. Mereka yakin bahwa Allah selalu menjaga dan memelihara mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nKejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), \"Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.\" (al-Anbiya'/21: 103)\n\nOrang-orang yang mengikuti Rasul dan mengerjakan amal yang saleh, tidak akan bersedih hati bila ditimpa musibah, seperti meninggalnya anak atau salah satu anggota keluarganya, musnahnya sebagian atau seluruh hartanya, atau mereka ditimpa penyakit dan sebagainya. Mereka akan tabah dan sabar menghadapinya, apa saja yang terjadi tidak akan mempengaruhi iman, amal, akhlak dan moral mereka. Sebaliknya orang-orang yang kafir akan putus asa dan bersedih hati karena sesuatu cobaan yang kecil dari Allah.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSetiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfudh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri. (al-hadid/57: 22-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 838, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 7, "page": 133, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena kazzaboo bi Aayaatinaa yamassuhumul 'azaabu bimaa kaanoo yafsuqoon" } }, "translation": { "en": "But those who deny Our verses - the punishment will touch them for their defiant disobedience.", "id": "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/838", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/838.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/838.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para rasul telah diutus dengan membawa bukti kebenaran dan juga peringatan. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, yaitu mengingkari risalah yang disampaikan para rasul tersebut, maka akan ditimpa azab yang sangat pedih baik di dunia ataupun akhirat, karena mereka selalu berbuat fasik, yaitu selalu melakukan aktivitas yang menjadikan mereka keluar dari keimanan dan ketaatan kepada Allah atau keluar dari sistem yang ditetapkan-Nya.", "long": "Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang disampaikan para Rasul kepada mereka, adakalanya mereka mendapat azab di dunia sebelum mendapat azab di akhirat, adakalanya mereka mendapat azab di akhirat saja. Mereka diazab itu tidak lain hanyalah karena kesalahan mereka sendiri yaitu karena keingkaran dan kefasikan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 839, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 7, "page": 133, "manzil": 2, "ruku": 106, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u064a \u062e\u064e\u0632\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul laaa aqoolu lakum 'indee khazaaa'inul laahi wa laaa a'lamul ghaiba wa laaa aqoolu lakum innee malakun in attabi'u illaa maa yoohaaa ilaiy; qul hal yastawil a'maa walbaseer; afalaa tatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"I do not tell you that I have the depositories [containing the provision] of Allah or that I know the unseen, nor do I tell you that I am an angel. I only follow what is revealed to me.\" Say, \"Is the blind equivalent to the seeing? Then will you not give thought?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/839", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/839.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/839.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menguatkan bahwa rasul hanyalah menyampaikan apa yang berasal dari Allah. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Aku tidak mengatakan kepadamu, hai orang-orang kafir, bahwa perbendaharaan Allah, yaitu aneka kekayaan dan kemewahan yang sering kalian jadikan ukuran kemuliaan hidup, ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib tanpa bantuan dari Allah , dan aku tidak pula mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat yang tidak makan, tidak minum, dan tidak memiliki kebutuhan biologis. Aku hanyalah manusia seperti kamu. Yang membedakan kita adalah bahwa aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, di antaranya berupa Al-Qur'an.\" Para pendurhaka menolak ajaran Allah, maka Nabi Muhammad diperintahkan untuk mengajukan pertanyaan yang mengandung kecaman. Katakanlah, wahai Muhammad, \"Apakah sama orang yang buta, terutama buta mata hatinya, dengan orang yang melihat?\" Orang yang normal pasti akan menjawab \"berbeda\". \"Maka, apakah kamu tidak pernah memikirkan-nya?\"", "long": "Para rasul yang diutus adalah manusia biasa, mereka bertugas menyampaikan agama Allah kepada umat mereka masing-masing. Berlainan dengan Nabi Muhammad, beliau bertugas menyampaikan agama Allah kepada seluruh umat manusia. Mereka memberi kabar gembira kepada orang-orang yang mengikuti seruannya dengan balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah, memberi peringatan dan ancaman kepada orang yang mengingkari risalah dengan balasan azab yang besar.\n\nPara rasul itu bukanlah seperti para rasul yang diinginkan oleh orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang dapat melakukan keajaiban, mempunyai kemampuan di luar kemampuan manusia biasa, seperti mempunyai ilmu yang melebihi ilmu manusia, ia bukan manusia, tetapi seperti malaikat, atau mempunyai kekuasaan seperti kekuasaan Allah dan sebagainya.\n\nDalam ayat ini Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad menerangkan kepada orang-orang musyrik itu bahwa dia adalah Rasul yang diutus Allah, ia adalah manusia biasa, padanya tidak ada perbendaharaan Allah, ia tidak mengetahui yang gaib dan ia bukan pula malaikat.\n\nYang dimaksud dengan \"perbendaharaan\" ialah suatu tempat menyimpan barang-barang, terutama barang-barang berharga milik sendiri atau orang lain yang dititipkan kepada orang yang memegang perbendaharaan itu.\n\nOrang-orang kafir beranggapan bahwa Nabi Muhammad, jika ia benar-benar seorang Rasul Allah tentu ia adalah bendahara Allah. Oleh karena itu, mereka meminta agar Nabi Muhammad memberi dan membagi-bagikan kepada mereka barang-barang yang berharga yang disimpan dalam perbendaharaan serta memanfaatkannya.\n\nAnggapan orang-orang kafir itu adalah anggapan yang sangat jauh dari kebenaran, karena Allah-lah pemilik seluruh alam ini, sebagaimana firman Allah swt:\n\nMilik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Ma'idah/5: 120)\n\nDalam mengurus dan mengatur milik-Nya itu Allah tidak memerlukan sesuatu pun, sebagaimana firman Allah swt:\n\n¦ Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar. (al-Baqarah/2: 255)\n\nAllah menegaskan bahwa Dia-lah yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi, firman-Nya:\n\nPadahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. (al-Munafiqun/63: 7)\n\nTugas Rasul hanyalah menyampaikan agama Allah kepada manusia sesuai dengan kesanggupannya sebagai seorang manusia. Ia tidak dapat melakukan sesuatu yang tidak sanggup manusia melakukannya, kecuali jika Allah menghendakinya. Karena itu, ia tidak akan dapat memberi rezeki kepada pengikut-pengikutnya yang miskin, tidak dapat memenangkan pengikut-pengikutnya dalam peperangan semata-mata karena kekuasaannya, ia tidak sanggup mengetahui apakah seseorang telah benar-benar beriman kepadanya setelah dibimbingnya atau menjadikan seseorang itu tetap di dalam kekafiran.\n\nAllah swt berfirman:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki¦ (al-Baqarah/2: 272)\n\nFirman Allah swt:\n\nSungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (al-Qasas/28: 56)\n\nNabi saw memang dapat memberikan petunjuk, tetapi petunjuk dalam pengertian irsyad dan bayan (bimbingan dan penjelasan), bukan petunjuk dalam pengertian taufik. Allah swt berfirman:\n\nDan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus. (asy-Syura/42: 52)\n\nKarena itu jika orang-orang kafir meminta kepada Muhammad saw sesuatu yang aneh, seperti mengalirkan sungai-sungai di padang pasir tanah Arab dan adanya kebun-kebun yang indah di sana, menjatuhkan langit bergumpal-gumpal untuk mengazab mereka, diperlihatkan Allah malaikat kepada mereka, tentu saja Muhammad tidak akan sanggup memenuhinya bahkan mustahil ia dapat memenuhinya.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menegaskan kepada orang-orang kafir bahwa ia tidak pernah mengatakan, ia mengetahui yang gaib yang tidak diketahui manusia, karena ia tidak diberi kesanggupan untuk mengetahuinya.\n\nSesuatu yang gaib ada dua macam, yaitu:\n\na.Gaib mutlak (hakiki) yang tidak diketahui oleh suatu makhluk pun, termasuk malaikat. Hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Inilah gaib yang dimaksud dalam ayat di atas.\n\nAllah swt berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan..\" (an-Naml/27: 65)\n\nJika Allah menghendaki, maka Dia memberi tahu yang gaib macam ini kepada para Rasul-Nya, seperti memberitahu Nabi Musa seseorang dari Bani Israil yang membunuh saudaranya, setelah saudaranya yang terbunuh itu hidup kembali, setelah dipukul dengan bagian dari sapi betina yang telah disembelih. Contoh lain adalah memberitahu Nabi Isa bahwa sesudahnya, Allah akan mengutus seorang rasul dari keturunan Ismail dan sebagainya.\n\nb.Gaib nisbi (relatif), yaitu yang tidak diketahui oleh sebagian makhluk, tetapi diketahui oleh yang lain.\n\nSebab-sebab sebagian makhluk mengetahuinya, dan sebagian yang lain tidak mengetahuinya, di antaranya adalah karena:\n\n1. Ilmu pengetahuan yang dimiliki. Orang-orang yang berilmu lebih dapat mengetahui hakikat sesuatu sesuai dengan bidang ilmu pengetahuannya dibanding dengan orang yang tidak berilmu.\n\n2. Pengalaman mengerjakan sesuatu pekerjaan, seperti bergeraknya sesuatu menandakan ada tenaga yang menggerakkannya dan sebagainya.\n\n3. Firasat atau suara hati, tentang ada dan tidaknya sesuatu. Firasat atau suara hati ini diperoleh seseorang karena kebersihan jiwanya, atau karena latihan-latihan yang biasa dilakukannya untuk itu. Gaib yang tidak hakiki ini bukanlah termasuk gaib yang disebutkan di atas yang hanya Allah saja yang mengetahuinya.\n\nSebagian ahli tafsir, menjadikan ayat \"wala aqulu lakum inni malak\" sebagai alasan untuk menguatkan pendapat mereka yang mengatakan bahwa malaikat itu lebih tinggi tingkatannya dari manusia. Tetapi bila diperhatikan benar-benar, bahwa ayat ini tidak dimaksudkan untuk menerangkan, siapa yang lebih utama antara malaikat dengan manusia. Ayat ini hanya menerangkan, siapa dan bagaimana sebenarnya seorang rasul itu.\n\nSebagaimana diketahui bahwa menurut kepercayaan orang-orang Arab jahiliah waktu itu, malaikat adalah suatu makhluk Allah yang lebih tinggi tingkatannya dibanding dengan tingkatan manusia. Malaikat mengetahui yang gaib dan yang tidak diketahui manusia. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa malaikat adalah anak Allah. Karena itu mereka berpendapat bahwa nabi dan rasul itu bukanlah dari manusia biasa, setidaknya sama tingkatannya dengan tingkatan malaikat. Mereka minta kepada Nabi Muhammad agar diperlihatkan kepada mereka malaikat itu dan hendaklah Allah mengutus malaikat kepada mereka.\n\nUntuk membantah dan memberi penjelasan kepada orang-orang musyrik. seakan-akan Nabi Muhammad menyuruh mengikuti pendapat mereka terlebih dahulu dengan mengatakan \"wala aqulu lakum inni malak\" (dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku adalah malaikat). \n\nKemudian Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad menegaskan kepada orang-orang musyrik itu bahwa yang disampaikannya itu tidak lain hanyalah wahyu dari Allah, bukan sesuatu yang dibuat-buat oleh Nabi.\n\nNabi Muhammad sejak kecil sudah dikenal sebagai al-Amin, \"yang amat tepercaya\". Ia diperintahkan Allah untuk menyampaikan apa saja wahyu yang diterimanya. Allah telah menjulukinya sebagai al-balagul mubin (penyampai yang nyata). Tetapi kritikan kepada beliau pun telah disampaikan seperti kasus Abdullah bin Ummi Maktum.\n\nKemudian Allah menegaskan bahwa tidak sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat, orang yang mendapat petunjuk dengan orang yang tidak mendapat petunjuk, tidak sama sifat Allah dengan sifat manusia, demikian pula antara sifat dan tugas malaikat dengan sifat dan tugas Rasul. Hendaklah perhatikan perbedaan-perbedaan yang demikian, agar nyata mana yang benar, mana yang salah, mana yang harus diikuti dan mana yang harus dihindari. Hanya orang-orang yang tidak mau menggunakan akallah yang tidak dapat melihat perbedaan-perbedaan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 840, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 7, "page": 133, "manzil": 2, "ruku": 107, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d9 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0641\u0650\u064a\u0639\u064c \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anzir bihil lazeena yakhaafoona ai yuhsharooo ilaa Rabbihim laisa lahum min doonihee waliyyunw wa laa shafee'ul la'allahum yattaqoon" } }, "translation": { "en": "And warn by the Qur'an those who fear that they will be gathered before their Lord - for them besides Him will be no protector and no intercessor - that they might become righteous.", "id": "Peringatkanlah dengannya (Al-Qur'an) itu kepada orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/840", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/840.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/840.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya Allah mengecam orang-orang yang enggan menggunakan akal pikirannya secara benar, kini pembicaraan beralih kepada kelompok orang yang berpikir positif agar disampaikan pesan Allah. Peringatkanlah, wahai Nabi Muhammad, dengannya, yakni dengan Al-Qur'an itu, kepada orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya pada hari kiamat, dan mereka menyadari bahwa pada hari itu tidak ada bagi mereka pelindung dari segala yang mereka takuti dan tidak juga ada pemberi syafaat atau pertolongan selain dari Allah. Yang demikian itu agar mereka selalu bertakwa.", "long": "Sebab turun ayat ini diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan ath-thabrani dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata, \"Para pembesar Quraisy lewat di hadapan Rasulullah saw, dan di dekat beliau ada para sahabat yang dianggap rendah kedudukannya oleh orang-orang Quraisy, seperti shuhaib, Ammar, Khabab dan yang lainnya, para pembesar Quraisy itu berkata, \"Ya Muhammad, apakah kamu rela mereka yang rendah derajat itu menjadi pengganti kami? Apakah mereka itu orang-orang yang dikaruniai Allah diantara kita? Apakah kami akan menjadi pengikut mereka? Maka singkirkanlah mereka dari kamu, mudah-mudahan jika mereka telah tersingkir, kami akan mengikuti 'engkau.\" Maka Allah menurunkan ayat ini.\n\nPada ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya agar memberi peringatan dan menyampaikan ancaman Allah kepada orang-orang yang mengingkari seruannya, setelah pada ayat-ayat yang lalu Allah memerintahkan agar menyampaikan risalah. Hal ini adalah wajar, karena orang yang diberi peringatan dan ancaman itu telah sampai kepadanya seruan Rasul dan pelajarannya, sehingga dapat mengambil manfaat dari ajaran itu, sesuai dengan firman Allah swt:\n\nSesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka yang melaksanakan salat. Dan barang siapa menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali. (Fathir/35: 18) \n\nFirman Allah swt:\n\nSesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. (Yasin/36: 11)\n\nAllah memerintahkan Nabi Muhammad agar memberi peringatan kepada orang-orang yang telah beriman, yang telah mengakui adanya hari akhirat, dan adanya suatu hari yang pada hari itu manusia menghadap Allah mempertanggungjawabkan segala perbuataannya yang telah dilakukannya di dunia, dan tidak seorang pun yang dapat menolong yang lain, sebagaimana tersebut dalam firman Allah swt:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (al-Infithar/82: 19) \n\nOrang-orang yang benar-benar beriman selalu berusaha menyempurnakan takwanya kepada Allah, selalu mencari keridaan-Nya, tanpa menggantungkan diri kepada orang lain seperti wali-wali dan orang saleh. Mereka yakin dan percaya bahwa iman, amal dan kebersihan jiwa dapat membebaskan mereka dari segala siksaan Allah.\n\nAdapun orang-orang kafir, mereka tidak perlu diberi peringatan, karena peringatan dan ancaman itu tidak berfaedah baginya, mereka tidak percaya sedikit pun bahwa iman, amal dan kebersihan jiwa dapat membebaskan mereka dari siksaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 841, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 7, "page": 133, "manzil": 2, "ruku": 107, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0637\u0652\u0631\u064f\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u062a\u064e\u0637\u0652\u0631\u064f\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tatrudil lazeena yad'oona Rabbahum bilghadaati wal 'ashiyyi yureedoona Wajhahoo ma 'alaika min hisaabihim min shai'inw wa maa min hisaabika 'alaihim min shai'in fatatrudahum fatakoona minaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And do not send away those who call upon their Lord morning and afternoon, seeking His countenance. Not upon you is anything of their account and not upon them is anything of your account. So were you to send them away, you would [then] be of the wrongdoers.", "id": "Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/841", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/841.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/841.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa ketika Nabi Muhammad sedang bersama para sahabat dari golongan kurang mampu seperti Bilal bin Rabah dan kawan-kawan, maka datang para tokoh musyrik yang katanya mau mendengar dakwah Nabi dengan syarat beliau mengusir orang-orang miskin tersebut. Allah mengingatkan Nabi untuk tidak melakukan itu. Janganlah engkau, wahai Nabi, mengusir orang-orang miskin yang menyeru Tuhannya, yaitu beribadah dengan sungguh-sungguh, pada pagi dan petang hari. Mereka hanya mengharapkan keridaan-Nya. Sedangkan atas para tokoh musyrik tersebut engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu. Karena itu, wahai Nabi, engkau tidak perlu khawatir yang menyebabkan engkau mengusir mereka. Jika itu engkau lakukan, maka engkau termasuk orang-orang yang zalim. Pelajaran utama ayat ini adalah dalam menyampaikan dakwah tidak boleh membeda-bedakan dan bersikap diskriminatif terhadap objek dakwah berdasarkan status sosialnya.", "long": "Allah memperingatkan agar Rasulullah jangan sekali-kali mengabaikan orang-orang yang menyembah dan menyeru Allah pagi dan petang, semata-mata untuk mencari keridaan Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, walaupun mereka itu adalah orang-orang yang termasuk golongan rendah dalam masyarakat.\n\nMereka beribadah, beramal dan bersedekah semata-mata karena Allah, tidak menginginkan pujian dari manusia, sebagaimana tersebut dalam firman Allah swt:\n\n(sambil berkata), \"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu. (al-Insan/76: 9)\n\nFirman Allah:\n\nDan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi. Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna). (al-Lail/92: 19-21)\n\nSekalipun di antara mereka ada orang yang dipandang rendah kedudukannya dalam masyarakat, tetapi dia di sisi Allah adalah orang yang paling mulia. Allah swt berfirman:\n\n¦ Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (al-hujurat/49: 13)\n\nAyat di atas dan sebab turunnya mengisyaratkan kepada Nabi Muhammad, bahwa telah berlaku sunatullah atas beliau seperti yang telah berlaku pada rasul-rasul terdahulu, yaitu kebanyakan dari orang-orang yang lebih dulu beriman dan mengikuti seruan mereka adalah orang-orang yang mempergunakan akal pikirannya, tetapi mereka adalah orang-orang yang miskin atau orang-orang yang dipandang hina oleh masyarakatnya, sedangkan pemuka-pemuka masyarakat dan orang-orang kaya memusuhi dan mengingkari seruan rasul, sebagaimana firman Allah swt.\n\nDan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, \"Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan.\" Dan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab. (Saba'/34: 34-35)\n\nFirman Allah swt:\n\nMaka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, \"Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta.\" (Hud/11: 27)\n\nAllah memperingatkan Nabi Muhammad, bahwa dia tidak berwenang menilai perbuatan orang-orang yang berdoa dan menyembah Allah pagi dan petang, sebagaimana pula mereka tidak berwenang menilai perbuatan Rasul. Yang berwenang menilai semuanya hanyalah Allah karena Dia Pemilik dan Penguasa alam semesta ini. Orang-orang mukmin bukanlah budak dan bukan pula pesuruh atau pegawai Rasul, mereka adalah hamba Allah yang selalu mencari keridaan-Nya, sedang Rasul adalah utusan Allah yang bertugas menyampaikan wahyu kepada manusia.\n\nAllah swt berfirman :\n\nMaka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (al-Gasyiyah/88: 21-22)\n\nOleh sebab itu, janganlah sekali-kali Nabi Muhammad mengusir orang-orang yang menyembah dan menghambakan diri, pagi atau petang itu. Jika Nabi saw, melakukannya maka berarti ia termasuk orang-orang yang zalim, karena yang berwenang menilai dan memberi balasan itu hanyalah Allah semata." } } }, { "number": { "inQuran": 842, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 7, "page": 134, "manzil": 2, "ruku": 107, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika fatannaa ba'dahum biba'dil liyaqoolooo ahaaa'ulaaa'i mannal laahu 'alaihim mim baininaa; alaisal laahu bi-a'lama bish shaakireen" } }, "translation": { "en": "And thus We have tried some of them through others that the disbelievers might say, \"Is it these whom Allah has favored among us?\" Is not Allah most knowing of those who are grateful?", "id": "Demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin), agar mereka (orang yang kaya itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?” (Allah berfirman), “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/842", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/842.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/842.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang musyrik menganggap bahwa kemuliaan hidup dinilai dari sisi materi, seperti dalam kasus yang menjadi sebab turunnya ayat 52 surah ini, maka ayat 53 ini menegaskan bahwa demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka, yaitu orang yang kaya dengan berbagai macam kesuksesannya, dengan sebagian yang lain, yaitu orang yang miskin dengan segala kekurangannya, sehingga mereka, orang yang kaya dan berkuasa itu, berkata dengan penuh kesombongan, \"Orang-orang semacam inikah yang status sosialnya rendah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah, yaitu beriman dan mengikutimu?\" Allah berfirman untuk meluruskan kekeliruan mereka, \"Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur kepada-Nya?\" Benar adanya, bahwa Allah menganugerahkan berbagai nikmat kepada siapa yang dikehendakiNya. Dengan demikian, kekayaan materi yang dianugerahkan kepada seseorang bukanlah pertanda Allah meridai-Nya.", "long": "Perumpamaan yang diterangkan pada ayat yang lalu adalah semacam cobaan dan ujian Allah kepada orang-orang yang beriman. Cobaan itu sengaja diberikan Allah untuk menguji dan memperkuat iman seseorang yang benar-benar beriman, tabah dan sabar menghadapi cobaan-cobaan itu, sebaliknya orang yang kurang atau tidak beriman pasti tidak akan tabah dan sabar menghadapinya. \n\nCobaan dan ujian itu diberikan Allah beraneka bentuk. Adakalanya cobaan itu berupa perbedaan-perbedaan yang terdapat di antara manusia; ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang berkuasa dan ada yang dikuasai, ada yang menindas dan ada yang tertindas dan sebagainya. Demikian pula ada yang bodoh dan ada yang pandai, ada yang sehat dan ada yang sakit dan sebagainya.\n\nOrang-orang yang lemah imannya akan merasa terhina dengan perkataan orang-orang kafir, \"Orang-orang yang memeluk agama Islam itu hanyalah orang-orang bodoh, orang-orang miskin dan orang-orang yang berasal dari kasta yang rendah.\" Atau perkataan orang-orang kafir, \"Bahwa kamilah yang dicintai Allah karena kami diberi rezeki yang banyak dan pengetahuan yang tinggi oleh Allah.\" Dan sebagainya. Sedangkan orang yang kuat imannya tidak terpengaruh sedikit pun oleh perkataan yang demikian itu, bahkan imannya bertambah kuat karenanya.\n\nAllah-lah yang menetapkan pemberian dan penambahan nikmat kepada seorang hamba-Nya. Pemberian nikmat tersebut untuk menguji siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar. Bila manusia bersyukur akan ditambah nikmatnya. Tetapi, yang ingkar akan diazab.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, \" Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.\" (Ibrahim/14: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 843, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 7, "page": 134, "manzil": 2, "ruku": 107, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064b\u0627 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa izaa jaaa'akal lazeena yu'minoona bi Aayaatinaa faqul salaamun 'alaikum kataba Rabbukum 'alaa nafsihir rahmata annahoo man 'amila minkum sooo'am bijahaalatin summa taaba mim ba'dihee wa aslaha fa annahoo Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And when those come to you who believe in Our verses, say, \"Peace be upon you. Your Lord has decreed upon Himself mercy: that any of you who does wrong out of ignorance and then repents after that and corrects himself - indeed, He is Forgiving and Merciful.\"", "id": "Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, “Salamun ‘alaikum (selamat sejahtera untuk kamu).” Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang-siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/843", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/843.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/843.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah melarang Nabi Muhammad mengusir orang-orang lemah dan miskin yang taat kepada-Nya, maka Allah lalu memberi bimbingan kepada Nabi tentang bagaimana sewajarnya menghadapi mereka. Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, khususnya mereka yang lemah dan miskin, maka katakanlah dengan lemah lembut, \"Sala mun 'alaikum (selamat sejahtera untuk kamu).\" Tuhanmu yang selalu membimbingmu telah menetapkan sifat kasih sayang yang sempurna pada diri-Nya, yaitu barang siapa berbuat kejahatan, apa pun jenisnya, di antara kamu karena kebodohan, yaitu mengikuti hawa nafsu kemudian dia bertobat dengan sungguhsungguh setelah itu dan memperbaiki diri dengan beramal saleh secara istikamah, maka Dia Maha Pengampun, yaitu akan mengampuni semua kesalahan yang pernah dilakukan, lagi Maha Penyayang.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, dan orang-orang beriman agar mengucapkan \"salam\" kepada orang-orang beriman yang mereka temui, atau bila berpisah antara satu dengan yang lain. Ucapan salam itu adakalanya \"salamun 'alaikum\" adakalanya \"assalamu'alaikum\" atau \"assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh\", dan ditindaklanjuti dengan memelihara kedamaian.\n\nPerkataan \"salam\" berarti \"selamat\", \"sejahtera\" atau \"damai\". \"As-Salam\" ialah salah satu dari nama-nama Allah, yang berarti bahwa Allah selamat dari sifat-sifat yang tidak layak baginya, seperti sifat lemah, miskin, baharu, mati dan sebagainya.\n\nUcapan \"salam\" yang diperintahkan Allah agar orang-orang mukmin mengucapkannya dalam ayat ini, mengandung pengertian bahwa Allah menyatakan kepada orang-orang yang telah masuk Islam, mereka telah selamat dan sejahtera dengan masuk Islam itu, karena dosa-dosa mereka telah diampuni, jiwa dan darah mereka telah dipelihara oleh kaum Muslimin, dan mereka telah mengikuti petunjuk yang membawa mereka kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, sesama muslim tidak boleh berkelahi, apalagi bermusuhan.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan \"salam\" dalam ayat ini ialah \"salam\" yang harus diucapkan Rasulullah saw, kepada orang-orang mukmin yang dianggap rendah dan miskin oleh orang-orang Quraisy, yang datang kepada Rasulullah saw, di waktu beliau sedang berbicara dengan pembesar-pembesar Quraisy. Janganlah mereka diusir, sehingga menyakitkan hatinya. Sekalipun mereka miskin tetapi kedudukan mereka lebih tinggi di sisi Allah, karena itu ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik atau suruhlah mereka menunggu sampai pembicaraan dengan pembesar-pembesar Quraisy itu selesai. Menurut golongan ini bahwa pendapat mereka sesuai dengan sebab ayat diturunkan.\n\nKepada orang-orang yang masuk Islam, Allah menjanjikan akan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka, sebagai suatu kemurahan daripada-Nya.\n\nDi antara rahmat yang dilimpahkan Allah ialah tidak dihukumnya orang-orang yang:\n\n1. Berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah perbuatan maksiat.\n\n2. Mengerjakan larangan karena tidak sadar, lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu. Kemudian mereka bertobat, dan menyesal atas perbuatan itu, mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi, serta mengadakan perbaikan dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, dan mengikis habis pengaruh pekerjaan buruk itu dalam hatinya, hingga hati dan jiwanya bersih, dan dirinya bertambah dekat kepada Allah.\n\nDari ayat ini dapat diambil suatu dasar dalam menetapkan hukuman bahwa hal-hal yang dapat menghapuskan, mengurangi atau meringankan hukuman seseorang yang akan atau telah diputuskan hukumannya, yaitu:\n\n1. Kesalahan yang diperbuatnya dilakukan tanpa disadari, atau perbuatan itu dilakukan tanpa kemauan dan ikhtiarnya.\n\n2. Tindakan atau tingkah lakunya menunjukkan bahwa ia telah berjanji dalam hatinya tidak akan mengulangi perbuatan itu, ia telah menyesal karena mengerjakan kejahatan tersebut, serta melakukan perbuatan-perbuatan baik." } } }, { "number": { "inQuran": 844, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 7, "page": 134, "manzil": 2, "ruku": 107, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika nufassilul Aayaati wa litastabeena sabeelul mujrimeen" } }, "translation": { "en": "And thus do We detail the verses, and [thus] the way of the criminals will become evident.", "id": "Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur'an, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/844", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/844.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/844.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Uraian yang sedemikian jelas pada ayat-ayat sebelumnya digarisbawahi pada ayat ini. Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur'an agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh dan agar terlihat jelas pula jalan orang-orang yang berdosa. Setiap orang pada akhirnya akan mempertanggungjawabkan pilihan jalan yang ditempuh, karena keterangan-keterangan dari Allah Yang Mahakuasa sudah sangat jelas.", "long": "Jalan hidup orang-orang beriman adalah mengerjakan kebaikan. Kalaupun mereka berbuat salah, itu karena kekeliruan. Sedangkan jalan hidup orang yang tidak beriman adalah berbuat dosa. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia dengan sejelas-jelasnya agar orang-orang beriman mengetahui secara nyata, mana jalan orang-orang baik dan mana jalan orang-orang berdosa." } } }, { "number": { "inQuran": 845, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 7, "page": 134, "manzil": 2, "ruku": 108, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0646\u064f\u0647\u0650\u064a\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d9 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innee nuheetu an a'budal lazeena tad'oona min doonil laah; qul laaa attabi'u ahwaaa'akum qad dalaltu izanw wa maaa ana minal muhtadeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, I have been forbidden to worship those you invoke besides Allah.\" Say, \"I will not follow your desires, for I would then have gone astray, and I would not be of the [rightly] guided.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku, dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/845", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/845.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/845.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keterangan tentang jalan orang-orang yang sesat telah disebutkan pada ayat-ayat sebelumnya maka pada ayat ini menjelaskan respons yang seharusnya diberikan oleh Nabi Muhammad dan orang-orang beriman atas sikap orang-orang musyrik. Katakanlah, hai Muhammad, \"Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.\" Dan katakanlah juga, \"Aku tidak akan mengikuti keinginan hawa nafsu-mu di antaranya adalah mengusir orang-orang beriman yang meskipun keadaannya lemah dan miskin sekalipun. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku, dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik, bahwa dia telah dilarang menyembah selain kepada Allah. Di dalam Al-Qur'an, larangan itu antara lain menyembah dan memohon pertolongan kepada patung-patung, menyembah dan menghambakan diri kepada para malaikat, kepada orang-orang atau kuburan-kuburan yang dianggap keramat dan sebagainya. Larangan itu terdapat di dalam Al-Qur'an yang telah diturunkan Allah kepadanya, disertai bukti-bukti dan dalil-dalil yang kuat yang dapat menambah keyakinan akan kebenaran larangan Allah itu.\n\nDiterangkan pula bahwa yang disembah orang-orang musyrik itu adalah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat dan memberi mudarat sedikit pun, tidak dapat memberi pertolongan kepada orang-orang yang memohon kepadanya, dan tidak sangggup mengelakkan suatu malapetaka pun yang menimpa penyembah-penyembahnya. Mereka menyembah selain Allah itu semata-mata mengikuti hawa nafsu dan keinginan mereka saja mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang biasa dilakukan oleh nenek moyang mereka, tanpa bukti-bukti dan dalil-dalil yang kuat. Karena itu Nabi dan kaum Muslimin tidak akan mengikuti ajakan mereka itu.\n\nNabi Muhammad juga diperintahkan untuk menyampaikan bahwa ia dan kaum Muslimin tidak akan mengikuti ajakan mereka. Karena, jika ia mengikuti ajakan mereka berarti ia mengikuti sesuatu yang tidak mempunyai dasar yang kuat dan sesat, dan ia dengan demikian bukan seorang Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 846, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 7, "page": 134, "manzil": 2, "ruku": 108, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0635\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innee 'alaa baiyinatim mir Rabbee wa kazzabtum bih; maa 'indee maa tasta'jiloona bih; inil hukmu illaa lillaahi yaqussul haqqa wa Huwa khairul faasileen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, I am on clear evidence from my Lord, and you have denied it. I do not have that for which you are impatient. The decision is only for Allah. He relates the truth, and He is the best of deciders.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/846", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/846.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/846.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap Nabi Muhammad telah jelas. Allah lalu memerintah beliau untuk menyampaikan alasannya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Sungguh aku berada di atas keterangan yang nyata dari Tuhanku, yaitu Al-Qur'an, sedang kamu, hai orang-orang musyrik, mendustakannya. Bukanlah kewenanganku untuk menurunkan azab yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu, di antaranya menyangkut siapa yang akan menerima azab dan kapan diturunkan, hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran menyangkut apa saja dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.\" Sebuah keputusan yang adil, karena Dia Maha Mengetahui dan Mahabijaksana dalam memutuskan.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi saw agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik, bahwa ia memiliki bukti kenabiannya, yaitu wahyu. Wahyu itu memberitahukan adanya hidup sesudah mati, tetapi mereka meminta disegerakan, padahal hal itu adalah wewenang Allah, dan Allah Mahabenar dalam berita yang disampaikan-Nya (an-Nahl/16: 1).\n\nNabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya tidak mengikuti ajakan mereka, karena agama yang disampaikannya disertai dengan dasar-dasar, dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang kuat, berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diwahyukan Allah yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Adapun orang-orang musyrik itu mereka mengajak Nabi dan kaum Muslimin mengikuti agama mereka, tetapi mereka tidak mengemukakan dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang dapat menguatkan dasar kepercayaan mereka, agar dengan demikian timbul keyakinan pada diri seseorang yang mereka ajak itu akan kebenaran agama mereka.\n\nDi antara sebab mereka mengingkari dan mendustakan Al-Qur'an dan kenabian Muhammad adalah karena Allah tidak memperkenankan permintaan mereka, agar kepada mereka diturunkan azab, seperti yang telah diturunkan kepada umat nabi-nabi terdahulu, sebagai bukti kerasulan Muhammad, sebagai yang diterangkan Allah swt dalam firman-Nya:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nTelah diketahui bahwa yang menetapkan dan menentukan segala sesuatu itu hanyalah Allah, tidak ada yang selain Dia. Hanya Dialah yang mengetahui hikmah terjadi atau tidak terjadinya sesuatu di alam ini. Dalam menentukan terjadinya sesuatu atau tidak terjadinya, Dia mempunyai aturan-aturan dan hukum-hukum. Terjadinya sesuatu adalah sesuai aturan-aturan dan hukum-hukum-Nya itu, sebagaimana firman Allah swt:\n\n¦ Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya. (ar-Ra'd/13: 8)\n\nAllah menerangkan bahwa segala sesuatu yang tersebut di dalam Al-Qur'an adalah benar dan benar-benar akan terjadi, sesuai dengan firman-Nya:\n\nDan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (al-hajj/22: 47)\n\nFirman Allah swt:\n\nBagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (Yunus/10: 49)" } } }, { "number": { "inQuran": 847, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 7, "page": 134, "manzil": 2, "ruku": 108, "hizbQuarter": 53, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul law anna 'indee maa tasta'jiloona bihee laqudiyal amru bainee wa bainakum; wallaahu a'lamu bizzaalimeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"If I had that for which you are impatient, the matter would have been decided between me and you, but Allah is most knowing of the wrongdoers.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/847", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/847.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/847.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Seandainya ada padaku wewenang dan kekuasaan menyangkut apa, yakni azab, yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu. Pasti aku akan mengabulkan permintaan kamu dengan segera menurunkan siksa karena itu memang juga menjadi keinginan setiap orang yang berkomitmen terhadap agamanya. Dan apalagi aku tidak mengetahui secara pasti siapa yang benar-benar zalim, hanya Allah-lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.\"", "long": "Seandainya azab yang diminta oleh orang-orang kafir itu berada di tangan Muhammad saw, tentulah mereka sudah dibinasakan, karena mereka telah mendustakan ayat Allah, menentang seruan Nabi, dan menghalang-halangi orang lain masuk Islam.\n\nAllah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim dan orang-orang yang tidak dapat lagi diharapkan keimanannya. Dia Maha Mengetahui azab yang pantas diberikan kepada mereka itu dan Dia pasti mengazab mereka sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 848, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 7, "page": 134, "manzil": 2, "ruku": 108, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0642\u064f\u0637\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0637\u0652\u0628\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0633\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa 'indahoo mafaatihul ghaibi laa ya'lamuhaaa illaa Hoo; wa ya'lamu maa fil barri walbahr; wa maa tasqutu minw waraqatin illaa ya'lamuhaa wa laa habbatin fee zulumaatil ardi wa laa ratbinw wa laa yaabisin illaa fee Kitaabim Mubeen" } }, "translation": { "en": "And with Him are the keys of the unseen; none knows them except Him. And He knows what is on the land and in the sea. Not a leaf falls but that He knows it. And no grain is there within the darknesses of the earth and no moist or dry [thing] but that it is [written] in a clear record.", "id": "Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/848", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/848.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/848.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pengetahuan Allah bukan hanya menyangkut siapa yang zalim seperti pada ayat sebelumnya, namun juga lebih dari itu. Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui secara detail dan jelas selain Dia. Dia juga mengetahui segala apa yang ada di darat dan apa yang ada di laut. Bahkan, tidak ada sehelai daun pun yang gugur atau yang lebih dari itu yang tidak diketahui-Nya. Mungkin ada yang menduga pengetahuan Allah hanya menyangkut apa yang di permukaan bumi saja, itu salah, karena tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, baik yang telah, sedang, atau akan terwujud, melainkan diketahui-Nya dan tertulis dalam Kitab yang nyata.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kunci-kunci pembuka pintu untuk mengetahui yang gaib itu hanya ada pada Allah, tidak ada seorang pun yang memilikinya.\n\nYang dimaksud dengan yang gaib ialah sesuatu yang tidak diketahui hakikat yang sebenarnya, seperti akhirat, surga dan neraka. Sekalipun manusia telah diberi Allah pengetahuan yang banyak, tetapi pengetahuan itu hanyalah sedikit bila dibanding dengan pengetahuan Allah. Amatlah banyak yang belum diketahui oleh manusia.\n\nSesungguhnya Allah menciptakan alam ini dengan segala macam isinya, dilengkapi dengan aturan dan hukum yang mengaturnya sejak dari adanya sampai akhir masa adanya. Ketentuan itu tidak akan berubah sedikit pun. Kemudian Allah mengajarkan kepada manusia beberapa aturan dan ketentuan untuk meyakinkan mereka bahwa Allah-lah yang menciptakan segalanya agar mereka menghambakan diri kepada-Nya. Karena itu seandainya ada manusia yang menyatakan bahwa mereka mengetahui yang gaib itu, maka pengetahuan mereka hanyalah merupakan dugaan dan sangkaan belaka, tidak sampai kepada hakikat yang sebenarnya. Mereka pun tidak mengetahui dengan pasti akibat dan hikmat suatu kejadian. Percaya kepada yang gaib termasuk salah satu dari rukun iman.\n\nDi antara perkara-perkara gaib yang tidak diketahui oleh manusia disebutkan dalam firman Allah:\n\nSesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Luqman/31: 34)\n\nPengetahuan tentang yang gaib hanya diketahui seseorang jika Allah mengajarkan kepadanya, sebagaimana firman-Nya:\n\nDia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya. (al-Jinn/72: 26-27)\n\nDi antara hal yang gaib yang pernah diajarkan atau diberitahukan Allah kepada nabi-nabi-Nya ialah:\n\nNabi Isa diajari Allah untuk mengetahui apa yang dimakan dan disimpan seseorang di rumahnya, firman-Nya:\n\n¦ dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu¦ (ali 'Imran/3: 49)\n\nDemikian pula kepada Nabi Yusuf, firman Allah swt:\n\nDia (Yusuf) berkata, \"Makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. (Yusuf/12: 37)\n\nKemudian Allah menerangkan keluasan ilmu-Nya, yaitu di samping Dia mengetahui yang gaib, Dia juga lebih mengetahui akan hakikat dan keadaan yang dapat dicapai panca indera manusia, Dia mengetahui segala yang ada di daratan dan di lautan sejak dari yang kecil dan halus sampai kepada yang sebesar-besarnya, sejak dari tempat dan waktu gugurnya sehelai daun, keadaan benda yang paling halus yang berada pada malam yang paling gelap, apakah keadaannya basah atau kering, semuanya ada di dalam ilmu Allah tertulis di Lauh Mahfudh.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nAllah telah ada dan yang lain belum ada, dan adalah arsy-Nya di atas air, dan Dia menuliskan pada Lauh Mahfudh segala sesuatu dan Dia menciptakan langit dan bumi. (Riwayat al-Bukhari dari 'Imran bin husain)\n\nDari hadis di atas dipahami bahwa segala sesuatu yang ada tidak luput dari pengetahuan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 849, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 108, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0642\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee yatawaf faakum billaili wa ya'lamu maa jarahtum binnahaari summa yab'asukum fee liyuqdaaa ajalum musamman summa ilaihi marji'ukum summa yunabbi 'ukum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And it is He who takes your souls by night and knows what you have committed by day. Then He revives you therein that a specified term may be fulfilled. Then to Him will be your return; then He will inform you about what you used to do.", "id": "Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/849", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/849.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/849.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara yang gaib adalah kematian dan kebangkitan. Melalui ayat ini Allah menegaskan tentang hal itu. Dan Dialah yang mewafatkanmu, yaitu menidurkan kamu, pada malam hari dengan menahan rohmu dan kamu tidak mampu melakukan apa pun, dan Dia juga mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari meskipun mungkin ada yang kamu rahasiakan dari manusia, kemudian Dia membangkitkanmu, yaitu membangunkan kamu, pada siang hari untuk disempurnakan batas waktu yaitu umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya, bukan kepada selain-Nya, tempat kamu kembali yaitu melalui pintu kematian, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan ketika kamu hidup di dunia. Kemudian Dia akan memberikan balasan setimpal atas setiap perbuatanmu.", "long": "Ayat ini menerangkan kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya, yaitu Dialah yang menidurkan di malam hari untuk beristirahat dan menghilangkan kelelahannya karena berusaha di siang hari untuk mencari nafkah dan berjuang menegakkan agama-Nya. Proses itu tidak diketahui oleh manusia.\n\nPada ayat lain Allah menerangkan hakikat tidur dan hakikat mati, yaitu firman-Nya:\n\nAllah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir. (az-Zumar/39: 42)\n\nAllah pula yang membangunkan manusia di siang hari. Dia mengetahui apa yang akan dikerjakan manusia di siang hari sebelum ia mengerjakannya. Orang-orang beriman akan mengisi seluruh waktu bangunnya dengan segala macam amal yang diridai Allah, karena ia yakin bahwa hidup di dunia adalah sementara, sedangkan hidup yang sebenarnya adalah di akhirat nanti. Sedangkan orang-orang kafir mengisi kehidupan mereka dengan segala macam yang diinginkan oleh hawa nafsu, karena mereka meragukan kehidupan akhirat, dan seakan-akan mereka telah meyakini bahwa hidup di dunia inilah hidup yang sebenarnya.\n\nDengan menidurkan manusia di malam hari dan membangunkannya di siang hari dan dengan perputaran waktu itu habislah umur mereka. Lalu mereka diwafatkan dan kembali kepada Allah untuk ditimbang amal baik yang pernah mereka kerjakan dan perbuatan dosa yang pernah mereka lakukan. Kepada mereka diberitakan segala perbuatan yang pernah dilakukan selama tidur di malam hari dan waktu bangun di siang hari sesuai dengan yang diperintahkan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 850, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0641\u064e\u0638\u064e\u0629\u064b \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa huwal qaahiru fawqa 'ibaadihee wa yursilu 'alaikum hafazatan hattaaa izaa jaaa'a ahadakumul mawtu tawaffathu rusulunaa wa hum laa yufarritoon" } }, "translation": { "en": "And He is the subjugator over His servants, and He sends over you guardian-angels until, when death comes to one of you, Our messengers take him, and they do not fail [in their duties].", "id": "Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/850", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/850.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/850.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan menduga kekuasaan Allah hanya seperti yang disebutkan pada ayat di atas. Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu, wahai manusia, malaikat-malaikat yang berfungsi sebagai penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, dan itu berarti usai sudah tugas malaikat penjaga tersebut, maka utusan-utusan Kami, yaitu malaikat-malaikat, mencabut nyawanya, dan mereka, yakni para malaikat tersebut, tidak akan pernah melalaikan tugasnya (Lihat: Surah at-Tahrim/6: 66).", "long": "Ayat ini menegaskan kekuasaan, pemeliharaan dan pengawasan Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Dia tidak dapat dikuasai sedikit pun oleh makhluk-makhluk-Nya termasuk sembahan-sembahan dan patung-patung yang disembah oleh orang-orang musyrik, karena sembahan dan patung itu tidak mampu memegang kekuasaan dan tidak mampu memberi pertolongan, bahkan ia sendirilah yang diberi pertolongan.\n\nDari ayat ini dipahami bahwa hendaklah manusia menghambakan diri kepada Allah, karena segala ilmu, kekuasaan, kemerdekaan, kemampuan bergerak dan berdaya cipta merupakan anugerah Allah kepada mereka. Dia sanggup menambah atau mencabut anugerah-Nya kapan Dia kehendaki. Di saat Dia mencabut semua anugerah-Nya itu, maka manusia tidak mempunyai arti sedikit pun.\n\nAllah juga mengirimkan kepada manusia malaikat-malaikat penjaga yang menjaga mereka dan merekam tindak-tanduk mereka setiap waktu. Semuanya dicatat dan tidak ada sesuatu pun yang tertinggal. Firman Allah swt:\n\nDan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar. (at-Takwir/81: 10)\n\nMengenai malaikat penjaga, tersebut dalam firman Allah swt:\n\nDan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. \n\n(al-Infithar/82: 10-12)\n\nBahkan bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula yang mencatat amalan-amalannya, yaitu Raqib dan Atid, sebagaimana firman Allah swt:\n\nBaginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. (ar-Ra'd/13: 11)\n\nSabda Nabi saw:\n\nPara malaikat berganti-ganti menjagamu, yaitu malaikat malam dan malaikat siang, mereka bertemu (berganti giliran) pada waktu salat subuh dan waktu salat asar. Kemudian malaikat yang menjagamu di malam hari naik ke langit, maka Tuhan menanyakan kepada mereka (sedang Dia lebih tahu dari mereka) \"Bagaimanakah kamu tinggalkan hamba-hamba-Ku.\" Mereka menjawab, \"Kami tinggalkan mereka dalam keadaan salat dan kami datangi mereka dalam keadan salat pula.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nSebenarnya Allah tidak memerlukan malaikat pencatat untuk mencatat segala perbuatan manusia, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dengan adanya malaikat pencatat yang mencatat seluruh perbuatan manusia, diharapkan manusia akan berhati-hati jika hendak mengerjakan suatu pekerjaan, apakah pekerjaan itu diridai Allah atau tidak.\n\nDemikianlah para malaikat penjaga dan pencatat itu menjaga, mengawasi dan mencatat seluruh perbuatan manusia, sampai saat datangnya kematian kepadanya. Dengan datangnya malaikat maut mencabut nyawa manusia untuk melaksanakan perintah Allah sampailah ajal manusia itu, Allah swt berfirman:\n\nKatakanlah, \"Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.\" (as-Sajdah/32: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 851, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0633\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa ruddooo ilallaahi mawlaahumul haqq; alaa lahul hukmu wa Huwa asra'ul haasibeen" } }, "translation": { "en": "Then they His servants are returned to Allah, their true Lord. Unquestionably, His is the judgement, and He is the swiftest of accountants.", "id": "Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/851", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/851.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/851.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah semua menjumpai kematian dan mengalami kehidupan di alam barzakh, kemudian mereka, hamba-hamba Allah tersebut, dikembalikan kepada Allah, yakni kepada hukum dan ketetapan-Nya bahwa semua akan menerima balasan sesuai dengan amal perbuatannya ketika di dunia, karena Dia adalah penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum dan segala aturan, khususnya pada hari itu, ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat. Dan tidak ada yang menandingi-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut, kembali kepada Allah untuk diadili perkaranya, dan Allah akan memberi keputusan berdasar hukum-Nya dengan seadil-adilnya. Dia mempunyai kekuasaan untuk menghukum, tidak seorang pun yang dapat mengubah keputusan-Nya. Dia amat cepat memberi keputusan.\n\nSesungguhnya semua perhitungan, pembalasan dan hukuman di akhirat nanti semata-mata berdasar amal, perbuatan dan tindakan manusia semasa hidup di dunia apakah sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan Allah atau tidak." } } }, { "number": { "inQuran": 852, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u062a\u064e\u0636\u064e\u0631\u0651\u064f\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064f\u0641\u0652\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul mai yunajjeekum min zulumaatil barri walbahri tad'oonahoo tadarru'anw wa khufyatann la'in anjaanaa min haazihee lanakoonana minash shaakireen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Who rescues you from the darknesses of the land and sea [when] you call upon Him imploring [aloud] and privately, 'If He should save us from this [crisis], we will surely be among the thankful.' \"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?” (Dengan mengatakan), “Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/852", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/852.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/852.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keluasan ilmu Allah telah dijelaskan, kekuasaan Allah yang mutlak telah dipaparkan, kini dijelaskan tentang salah satu sifat negatif manusia yaitu merasa membutuhkan Allah pada saat terdesak. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari kegelapan-kegelapan, yaitu aneka bencana, di darat dan di laut, yang mana saat kejadian itu kamu berdoa secara tulus kepada-Nya dengan rendah hati yaitu menunjukkan dirimu sebagai orang yang amat membutuhkan pertolongan dan dengan suara yang lembut sehingga menimbulkan rasa iba bagi yang mendengarnya, dengan mengatakan secara sungguhsungguh yang dikuatkan dengan janji, 'Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang benar-benar mantap bersyukur'?\" Itulah tabiat manusia khususnya yang durhaka. Pada saat tertimpa kesulitan yang mengancam keselamatan jiwanya, janji taat kepada Allah pun diucapkan. Namun pada saat situasi kembali normal, maka kedurhakaan pun berulang.", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada orang-orang musyrik bahwa siapakah yang dapat menyelamatkan dan melepaskan mereka dari kegelapan daratan bila mereka tersesat, siapa yang sanggup melepaskan mereka dari kesengsaraan dan penderitaan hidup, siapa yang sanggup melepaskan mereka dari kegelapan lautan bila mereka berlayar di tengahnya, lalu datanglah angin topan disertai ombak yang besar, sehingga mereka tidak mengetahui arah dan tujuan lagi? Yang dapat menyelamatkan manusia dari segala kegelapan dan kesengsaraan itu hanyalah Allah, tidak ada yang lain.\n\nTabiat manusia adalah bahwa jika mereka dalam keadaan kesulitan dan dalam mara bahaya, mereka ingat kepada Allah, mereka menyerahkan diri, tunduk dan patuh kepada-Nya disertai dengan doa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Bahkan dalam keadaan demikian mereka berjanji akan tetap berserah diri kepada Allah dan mensyukuri nikmat-Nya jika kesulitan dan mara bahaya itu dihindarkan dari mereka. Tetapi setelah kesulitan dan mara bahaya itu terhindar, mereka lupa akan janji yang telah mereka ikrarkan bahkan mereka menjadi orang-orang yang zalim dan mempersekutukan Allah.\n\nKeadaan mereka itu dilukiskan dalam firman Allah swt:\n\nDialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (Seraya berkata), \"Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.\" Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar¦ (Yunus/10: 22-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 853, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0643\u064e\u0631\u0652\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qulil laahu yunajjjeekum minhaa wa min kulli karbin summa antum tushrikoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"It is Allah who saves you from it and from every distress; then you [still] associate others with Him.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/853", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/853.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/853.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Maha Mengetahui realitas hidup manusia, termasuk yang diselamatkan dari keadaan yang mengancam jiwanya, di mana pada akhirnya janji-janji itu dilupakan. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.\" Sungguh buruk perilaku manusia itu. Mereka sendiri yang berjanji untuk taat kepada Allah, dan mereka sendiri pula yang mengingkarinya.", "long": "Allah menegaskan bahwa hanya Allah-lah yang menyelamatkan dan melepaskan manusia dari segala macam kesusahan dan penderitaan, bukan sembahan-sembahan atau berhala-berhala yang mereka sembah itu, karena sembahan-sembahan dan berhala-berhala itu tidak mampu sedikit pun menjauhkan kesusahan dan penderitaan dari mereka. Tetapi orang kafir itu setelah selamat dan terlepas dari bahaya mereka kembali mempersekutukan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 854, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u0650\u064a\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d7 \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0635\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul huwal Qaadiru 'alaaa ai yab'asa 'alaikum 'azaabam min fawqikum aw min tahti arjulikum aw yalbisakum shiya'anw wa yuzeeqa ba'dakum baasa ba'd; unzur kaifa nusarriful Aayaati la'allahum yafqahoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"He is the [one] Able to send upon you affliction from above you or from beneath your feet or to confuse you [so you become] sects and make you taste the violence of one another.\" Look how We diversify the signs that they might understand.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/854", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/854.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/854.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagaimana Allah Mahakuasa menyelamatkan manusia dari bencana, Allah pun Mahakuasa menimpakan bencana kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Wahai para pendurhaka, jangan kalian merasa aman dari siksa Allah, karena Dialah yang berkuasa mengirimkan azab yang amat pedih kepadamu. Azab itu bisa datang dari atas seperti badai topan, kilat yang menyambar, atau dari bawah kakimu seperti gempa dan banjir bandang, atau dapat juga berupa Dia mencampurkan kamu yakni memecah belah masyarakat kamu ke dalam golongan-golongan yang saling bertentangan dan saling bermusuhan sehingga merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.\" Maka Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan dengan berbagai cara dan juga secara berulang-ulang tanda-tanda kekuasaan Kami agar mereka memahami-nya.", "long": "Ayat ini merupakan peringatan yang keras terhadap orang-orang yang hanya mengingat kepada Allah dalam keadaan menderita dan sengsara, kemudian setelah penderitaan dan kesengsaraan itu lenyap, mereka kembali mempersekutukan Allah.\n\nPeringatan itu ialah bahwa Allah berkuasa mendatangkan azab yang tidak diketahui oleh manusia hakikatnya, mungkin dari atas atau dari bawah, mungkin dari kanan atau dari kiri, mungkin berupa angin topan atau letusan gunung berapi yang dahsyat, atau mengacaubalaukan manusia, sehingga mereka menjadi bergolong-golongan dan berpuak-puak yang selalu bersengketa atau mereka saling membunuh sesama mereka sehingga sebagian mereka merasakan keganasan sebagian yang lain. Karena itu hendaklah orang-orang kafir itu ingat bahwa sekalipun pada suatu waktu mereka telah diselamatkan Allah dari penderitaan dan kesengsaraan, tetapi bila mereka ingkar kembali, Allah Kuasa mendatangkan malapetaka yang lebih hebat dari itu.\n\nMenurut Ibnu 'Abbas yang dimaksud dengan \"azab dari atasmu\" ialah pembesar-pembesar kamu, dan yang dimaksud dengan \"azab dari bawah kakimu\" ialah yang datang dari budak-budak dan rakyat jelata.\n\n\"Azab\" yang dimaksud oleh ayat ini ialah segala macam malapetaka yang menimpa manusia, seperti peperangan, penganiayaan, penindasan, banjir, letusan gunung, musim kemarau dan sebagainya.\n\nAllah memerintahkan agar Nabi dan kaum Muslimin memperhatikan bagaimana Allah menjelaskan dan mendatangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya silih berganti, dengan berbagai rupa dan cara agar dengan cara yang demikian itu mudah dipahami dan diyakini, mudah diketahui mana yang benar dan mana yang batil." } } }, { "number": { "inQuran": 855, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Wa kaz zaba bihee qawmuka wa huwal haqq; qul lastu'alaikum biwakeel" } }, "translation": { "en": "But your people have denied it while it is the truth. Say, \"I am not over you a manager.\"", "id": "Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), “Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/855", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/855.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/855.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ternyata kaummu, wahai Nabi Muhammad, baik yang hidup pada masamu maupun sesudahnya, mendustakannya, yakni mendustakan azab, padahal azab itu benar adanya. Katakanlah, hai Nabi Muhammad, \"Kalau kalian memang tetap durhaka kepada Allah, ketahuilah bahwa aku ini bukanlah penanggung jawab kamu yang dapat membela kamu ketika azab itu datang.\"", "long": "Kaum kafir di mana Nabi Muhammad berada telah mendustakan azab itu, padahal azab itu adalah benar, seperti telah terbukti pada sejarah umat-umat sebelum Nabi Muhammad, dan sejarah umat Islam sendiri. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah mereka mendustakan Al-Qur'an, padahal Al-Qur'an itu adalah benar, tidak ada keraguan sedikitpun padanya, tidak akan terdapat kesalahan padanya sejak dahulu sampai sekarang dan pada masa yang akan datang. \n\n\"Katakanlah kepada orang kafir itu hai Rasul, bahwa kamu tidak dapat menguasai dan melindungi mereka, bukan pula kamu orang yang mengurus urusan mereka, dan kamu juga tidak kuasa menjadikan mereka orang-orang yang beriman. Tetapi, kamu hanyalah seorang manusia yang ditugaskan Allah meyampaikan agama-Nya kepada mereka.\"\n\nPernyataan ini ditegaskan lagi oleh firman Allah swt:\n\nMaka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (al-Gasyiyah/88: 21-22)\n\nFirman Allah swt:\n\nKami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku. (Qaf/50: 45)" } } }, { "number": { "inQuran": 856, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0625\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064c \u06da \u0648\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Likulli naba im mustaqar runw wa sawfa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "For every happening is a finality; and you are going to know.", "id": "Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/856", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/856.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/856.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walau penjelasan sudah sedemikian gamblang, boleh jadi masih ada yang tetap mengejek dan mencela apa yang disampaikan Nabi Muhammad tersebut, maka ayat ini secara singkat dan lugas menyatakan bahwa setiap berita yang benar dan dibawa oleh rasul ada tempat dan waktu terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui, kapan dan di mana terjadinya apa yang telah diberitakan itu.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan lagi bahwa semua berita yang ada dalam Al-Qur'an itu ada waktu terjadinya, pada waktu itu akan diketahui apakah berita itu benar atau dusta, dan waktu itu diketahui betul atau tidaknya, serta diketahui pula hikmah kejadian berita itu.\n\nBerita-berita penting itu ada yang berupa janji dan ada yang berupa ancaman, janji Allah bagi orang yang mengikuti seruan Rasul, pahala yang baik bagi orang-orang yang beramal saleh dan azab yang besar bagi orang-orang yang mengingkari Rasul, semuanya itu akan diperlihatkan Allah.\n\nAllah swt berfirman:\n\nKatakanlah, \"Bagaimana pendapatmu jika (Al-Qur'an) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh\" (dari kebenaran)?\" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fussilat/41: 52-53)" } } }, { "number": { "inQuran": 857, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 7, "page": 135, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0633\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra aital lazeena yakhoodoona feee Aayaatinaa fa a'rid 'anhum hattaa yakkhoodoo fee hadeesin ghairih; wa immaa yunsiyannakash Shaitaanu falaa taq'ud ba'dazzikraa ma'al qawmiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And when you see those who engage in [offensive] discourse concerning Our verses, then turn away from them until they enter into another conversation. And if Satan should cause you to forget, then do not remain after the reminder with the wrongdoing people.", "id": "Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/857", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/857.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/857.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad tidak selalu mendapat respons yang baik dari kaumnya seperti yang disebut pada ayatayat sebelumnya. Oleh karena itu, ayat ini memerintahkan kepada Nabi agar meninggalkan mereka yang memperolok-olokkan agama. Apabila engkau, Nabi Muhammad, melihat orang-orang membicarakan ayat-ayat Kami dengan maksud untuk memperolok-olok, maka tinggalkanlah mereka dengan cara apa pun agar engkau tidak terlibat, hingga mereka beralih ke topik pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa akan larangan ini, setelah ingat kembali maka janganlah engkau duduk dalam satu majelis bersama orang-orang yang memperolokkan ayat-ayat Kami, karena mereka adalah orang-orang yang zalim.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad, jika ia duduk bersama orang-orang kafir, dan mereka memperolokkan ayat-ayat dan agama Allah, hendaklah segera meninggalkan mereka kecuali jika mereka mengalihkan pembicaraan mereka kepada masalah yang lain. Tindakan ini dilaksanakan agar orang-orang kafir sadar bahwa tindakan mereka itu tidak disukai Allah dan kaum Muslimin, atau jika Nabi tetap duduk bersama mereka, berarti Nabi seakan-akan menyetujui tindakan mereka itu.\n\nNabi Muhammad dan para sahabatnya serta kaum Muslimin pada setiap masa diperintahkan untuk meninggalkan orang-orang yang memperolok ayat-ayat Al-Qur'an. Termasuk di dalamnya segala macam tindakan yang tujuannya memperolok agama Allah, menafsirkan dan menakwilkan ayat-ayat Al-Qur'an hanya karena mengikuti keinginannya. \n\nJika ayat-ayat ini dihubungkan dengan ayat-ayat yang memerintahkan kaum Muslimin agar memerangi orang-orang yang menentang agama Islam, seakan-akan kedua ayat ini berlawanan. Ayat ini seakan-akan menyuruh kaum Muslimin tetap bersabar walau apapun tindakan orang-orang kafir terhadap mereka. Sedang ayat-ayat lain yang memerintahkan agar membunuh orang-orang kafir dimana saja mereka ditemui. \n\nJawabannya ialah bahwa ayat-ayat ini diturunkan pada masa Nabi Muhammad, masih berada di Mekah, di saat kaum Muslimin masih lemah, yang pada waktu itu tugas pokok Nabi ialah menyampaikan ajaran tauhid. Pada masa ini belum ada perintah berperang dan memang belum ada hikmah diperintahkan berperang. Setelah Nabi di Medinah, dan keadaan kaum Muslimin telah kuat, serta telah ada perintah berperang, maka sikap membiarkan tindakan orang-orang yang memperolok-olokkan agama Allah adalah sikap yang tercela, bahkan diperintahkan agar kaum Muslimin membalas tindakan mereka itu.\n\nKemudian Allah memperingatkan Nabi Muhammad, bahwa jika ia dilupakan setan tentang larangan Allah duduk bersama-sama orang yang memperolok-olokkan agama itu, kemudian ingat maka segera ia berdiri meninggalkan mereka, jangan duduk bersama mereka.\n\nYang dimaksud dengan \"Nabi lupa\" di sini ialah lupa terhadap hal-hal yang biasa, sebagaimana manusia biasa juga lupa. Tetapi Nabi tidak pernah lupa terhadap hal-hal yang diperintahkan Allah menyampaikannya.\n\nPara ahli tafsir sepakat menyatakan bahwa Nabi Muhammad pernah lupa, tetapi bukan karena gangguan setan, sebagaimana firman Allah swt:\n\n¦ Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa¦ (al-Kahf/18: 24)\n\nNabi Adam pernah lupa, sebagaimana firman Allah:\n\n¦ tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya. (thaha/20: 115)\n\nNabi Musa pun pernah lupa, firman Allah swt:\n\nDia (Musa) berkata, \"Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.\" (al-Kahf/18: 73)\n\nNabi Muhammad, pernah lupa di waktu beliau salat, lalu beliau bersabda:\n\n\"Aku tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kamu, aku lupa sebagaimana kamu lupa, karena itu apabila aku lupa, maka ingatkan aku.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah)\n\nAllah menegaskan bahwa setan hanya dapat mempengaruhi orang-orang yang lemah imannya, sedangkan terhadap orang yang kuat imannya, setan tidak sanggup mempengaruhinya dan menjadikannya lupa kepada Allah.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (an-Nahl/16: 99-100)\n\nBerdasarkan keterangan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa setan tidak sanggup menjadikan hamba yang beriman lupa terhadap sesuatu, apalagi menjadikan Nabi lupa terhadap sesuatu, karena ia tidak dapat menguasai hamba Allah yang beriman. Dalam ayat ini disebutkan, setan menjadikan Nabi lupa hanya merupakan kebiasaan dalam bahasa, bahwa segala macam perbuatan yang tidak baik adalah disebabkan perbuatan setan, sekalipun yang melakukan bukan setan. Seandainya seorang hamba yang mukmin kuat imannya lupa, maka lupanya hanyalah karena pengaruh hati dan jiwanya sendiri, bukan karena pengaruh atau gangguan setan.\n\nSebagian ulama menetapkan hukum berdasarkan ayat ini, sebagai berikut:\n\n1. Wajib menjauhkan diri dari orang-orang yang sedang mempermainkan ayat-ayat Allah, atau orang-orang yang mentakwilkan ayat-ayat Allah hanya karena mengikuti keinginan hawa nafsunya, seandainya tidak mampu menegur mereka agar menghentikan perbuatan itu.\n\n2. Boleh duduk bersama untuk membicarakan sesuatu yang bermanfaat dengan orang-orang kafir, selama mereka tidak memperolokkan agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 858, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 7, "page": 136, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa 'alal lazeena yattaqoona min hisaabihim min shai'inw wa laakin zikraa la'allahum yattaqoon" } }, "translation": { "en": "And those who fear Allah are not held accountable for the disbelievers at all, but [only for] a reminder - that perhaps they will fear Him.", "id": "Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/858", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/858.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/858.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang bertakwa, yaitu yang berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas dosa-dosa mereka, yakni para pendurhaka, baik akibat melecehkan agama maupun dosa lainnya, tetapi kaum muslim berkewajiban mengingatkan mereka tersebut agar bertakwa.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang mukmin yang bertakwa kepada Allah tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang-orang musyrik yang memperolokkan ayat-ayat Allah dan mereka tidak akan menanggung dosa orang musyrik. Mereka berkewajiban memberi peringatan kepada kaum musyrik yang berbuat demikian, untuk tidak lagi memperolokkan ayat-ayat Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 859, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 7, "page": 136, "manzil": 2, "ruku": 109, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0630\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0641\u0650\u064a\u0639\u064c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062e\u064e\u0630\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0628\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa zaril lazeenat takhazoo deenahum la'ibanwwa lahwanw wa gharrat humul ha yaatud dunyaa; wa zakkir biheee an tubsala nafsum bimaa kasabat laisa lahaa min doonil laahi waliyyunw wa laa shafee'unw wa in ta'dil kulla 'adlil laa yu'khaz minhaa; ulaaa 'ikal lazeena ubsiloo bimaa kasaboo lahum sharaabum min hameeminw wa 'azaabun aleemum bimaa kaanoo yakkfuroon" } }, "translation": { "en": "And leave those who take their religion as amusement and diversion and whom the worldly life has deluded. But remind with the Qur'an, lest a soul be given up to destruction for what it earned; it will have other than Allah no protector and no intercessor. And if it should offer every compensation, it would not be taken from it. Those are the ones who are given to destruction for what they have earned. For them will be a drink of scalding water and a painful punishment because they used to disbelieve.", "id": "Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena kekafiran mereka dahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/859", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/859.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/859.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menguatkan tuntunan Allah dalam menghadapi para pendurhaka, khususnya yang suka melecehkan ajaran agama-Nya, ayat ini menegaskan kembali keharusan menjauhi mereka. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan, ejekan, dan bahan senda-gurau, dan mereka yang telah tertipu oleh kemewahan dan gemerlapnya kehidupan dunia. Namun demikian, jangan tinggalkan mereka sama sekali. Peringatkanlah mereka dengan Al-Qur'an agar setiap orang dapat memperoleh rahmat Allah dan tidak terjerumus ke dalam neraka karena perbuatannya sendiri. Di akhirat, tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat atau pertolongan selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun dan sebanyak apa pun, niscaya tidak akan diterima tebusan tersebut. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena kekafiran yang terus-menerus mereka lakukan dahulu selama di dunia.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman agar memutuskan hubungan dengan orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai mainan dan sasaran senda-gurau. Mereka itu telah teperdaya oleh kesenangan hidup duniawi, dan telah lupa bahwa kehidupan yang sebenarnya, ialah di akhirat nanti. Mereka tidak membersihkan diri dan jiwa mereka, tidak memperbaiki budi pekerti mereka sebagaimana yang telah diajarkan Allah, mereka lalai dan lupa akan pertemuan dengan Allah di akhirat nanti, mereka menyia-nyiakan waktu yang berharga dengan mengisi kehidupan duniawi dengan berbagai perbuatan yang merugikan diri mereka sendiri.\n\nAllah memerintahkan pula agar Rasul dan kaum Muslimin memberi peringatan kepada mereka dengan ayat-ayat Al-Qur'an, agar mereka tidak dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatan mereka sendiri. Pada hari itu tidak sesuatu pun yang dapat menolong, mendatangkan kebaikan atau menolak kejahatan dan kesengsaraan yang mereka alami selain dari Allah. Pada hari itu tidak ada lagi alat yang dapat dijadikan untuk menebus diri agar terhindar dari azab Allah. Sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusan tidak diterima, bantuan tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong. (al-Baqarah/2: 123)\n\nAyat ini membantah pendapat yang mengatakan bahwa di akhirat nanti ada pemberi syafaat yang dapat menolak atau meringankan azab selain Allah, seperti berhala-berhala, orang yang dianggap memiliki karamah dan sebagainya.\n\nAllah menegaskan bahwa orang-orang yang memperolok-olokkan agama Allah itu berarti mereka telah mengharamkan atas dirinya pahala dan karunia Allah di akhirat nanti, karena itu bagi mereka azab yang pedih, mereka dijerumuskan ke dalam neraka akibat perbuatan mereka sendiri dan di neraka itu mereka meminum air yang mendidih disebabkan kekafiran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 860, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 7, "page": 136, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062d\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064c \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0626\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064f\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul anad'oo min doonil laahi maa laa yanfa'unaa wa laa yadurrunaa wa nuraddu 'alaaa a'qaabina ba'da iz hadaanal laahu kallazis tahwat hush Shayaateenu fil ardi hairaana lahooo ashaabuny yad'oo nahooo ilal huda' tinaa; qul inna hudal laahi huwal hudaa wa umirnaa linuslima li Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Shall we invoke instead of Allah that which neither benefits us nor harms us and be turned back on our heels after Allah has guided us? [We would then be] like one whom the devils enticed [to wander] upon the earth confused, [while] he has companions inviting him to guidance, [calling], 'Come to us.' \" Say, \"Indeed, the guidance of Allah is the [only] guidance; and we have been commanded to submit to the Lord of the worlds.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan.” Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), “Ikutilah kami.” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/860", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/860.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/860.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuntunan Allah kepada kaum muslim dalam menghadapi kaum musyrik dilanjutkan dalam ayat ini, khususnya ketika menghadapi ajakan mereka untuk kembali kepada ajaran nenek moyang mereka. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad dan setiap muslim, \"Apakah kita, kaum muslim, akan memohon dan menyembah kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada kita, dan apakah kita akan dikembalikan ke belakang yaitu masa lalu kita sebelum beriman dengan murtad meninggalkan agama Islam, setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan?\" Kemudian kawan-kawannya dari yang telah beriman mengajaknya ke jalan yang lurus dengan mengatakan, \"Tinggalkan penyembahan selain Allah dan ikutilah kami.\" Namun dia tetap menolak, maka katakanlah, wahai Nabi dan kaum muslim, \"Jika itu yang menjadi pilihanmu, maka ketahuilah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenarnya; dan karena itulah kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya untuk mengatakan kepada orang-orang yang mengajak beliau untuk mengikuti agama mereka lalu bersama-sama menyembah berhala, agar mereka tidak meminta pertolongan kepada selain Allah seperti menyembah batu atau pepohonan dan lain-lain yang tidak dapat memberikan manfaat atau menolak madarat. Akan tetapi dia hanya beribadah kepada Allah semata, Yang mempunyai kekuasaan, Yang memberikan manfaat atau mudarat dan Yang menguasai makhluk, Yang menghidupkan dan mematikan.\n\nOrang-orang yang berpikir secara wajar, tentu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, serta mana yang benar dan mana yang salah; sesungguhnya menghambakan diri kepada Zat yang dapat diharapkan manfaat-Nya dan ditakuti siksaan-Nya, lebih utama dan lebih baik daripada menghambakan diri kepada sesuatu yang tidak dapat diharapkan manfaatnya, menghambakan diri kepada Allah lebih baik daripada kembali kepada jalan yang sesat dan bergelimang dalam kemusyrikan.\n\nDengan ringkas dapat dikatakan bahwa menyembah selain Allah tidak patut dilakukan karena sebab-sebab berikut ini:\n\n1.Orang yang berpikir secara wajar akan memohon pertolongan kepada Zat Yang Mahakuasa, Yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak madarat.\n\n2.Mereka tidak mau murtad seperti keadaan mereka sebelum memeluk agama Islam.\n\n3.Orang-orang yang telah mendapat petunjuk dari Allah dan diselamatkan dari jurang kesesatan tidak mungkin bisa disesatkan kembali oleh siapa pun juga, seperti ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nDan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa dan mempunyai (kekuasaan untuk) menghukum? (az-Zumar/39: 37)\n\nDalam ayat ini digambarkan bahwa orang-orang yang murtad sesudah beriman adalah seperti orang yang terkena bisikan setan, atau seperti orang kebingungan dalam mencapai sesuatu yang ia sendiri tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Mereka dalam keadaan bimbang, karena merasa bahwa dirinya berada di antara persimpangan jalan. Mereka telah meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang sesat tak tentu arah dan tujuannya. Di tengah-tengah kebingungan itu mereka digambarkan seolah-olah dipanggil oleh kawan-kawannya yang beriman untuk kembali kepada jalan yang lurus, akan tetapi mereka itu tidak dapat memenuhi panggilan tersebut karena mereka telah memisahkan diri. Pandangan dan pikirannya sudah ditujukan kepada bisikan setan, sehingga tidak dapat lagi mendengar seruan itu. Gambaran ini sesuai dengan firman Allah:\n\n¦ seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. (al-Baqarah/2: 275)\n\nSesudah itu Allah memberikan dorongan kepada Nabi Muhammad agar selalu berusaha agar orang-orang musyrik dapat memenuhi panggilan Nabi untuk kembali ke jalan yang lurus dan menjauhi jalan yang sesat, yang membingungkan pikirannya.\n\nAllah menegaskan bahwa petunjuk yang benar ialah petunjuk yang diturunkan Allah, yang termuat dalam ayat-ayat-Nya. Di dalam petunjuk itulah terdapat bukti-bukti dan keterangan-keterangan tentang kebenaran-Nya yang tidak mengandung kebatilan.\n\nSeruan ini berbeda dengan seruan yang dikumandangkan oleh orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya yang hanya mengekor kepada jejak nenek moyang mereka. Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar mengatakan kepada mereka bahwa tugas yang dibebankan pada beliau ialah menyerahkan jiwa raganya semata-mata kepada Allah, Tuhan semesta alam." } } }, { "number": { "inQuran": 861, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 7, "page": 136, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa an aqeemus Salaata wattaqooh; wa Hual lazeee ilaihi tuhsharoon" } }, "translation": { "en": "And to establish prayer and fear Him.\" And it is He to whom you will be gathered.", "id": "dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya.” Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/861", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/861.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/861.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kita diperintahkan juga agar melaksanakan salat dengan khusyuk, sempurna syarat dan rukunnya, dan istikamah dalam mengerjakannya, serta bertakwa kepada-Nya.\" Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan kamu.\r\nKaum musyrik atau non-muslim yang mengajak kepada kemurtadan pada ayat di atas dipersamakan dengan setan-setan yang mengganggu, dan orang yang akhirnya murtad dipersamakan dengan orang yang hilang akal atau gila. Ajakan kepada kebenaran di jalan Allah adalah petunjuk yang sebenarnya.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya untuk mendirikan salat secara tetap dan menjalankannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan syariat. Allah juga memerintahkan agar mereka bertakwa, yaitu memelihara diri dari segala sesuatu yang dapat membawa dirinya ke jalan yang menyimpang dari agama Allah dan syariat-Nya dan memelihara diri dari kemudaratan dan kerusakan yang membahayakan dirinya.\n\nPada akhir ayat ini Allah memperingatkan kepada seluruh manusia bahwa Allah akan mengumpulkan mereka di hari mahsyar. Pada hari itu manusia akan digiring untuk menghadap Tuhan-Nya, dan akan diperiksa segala amal perbuatannya serta diberi balasan sebagaimana mestinya. Peringatan ini diberikan agar mereka dapat berpikir dan merasakan bahwa menyembah selain Allah atau merasa takut terhadap kekuasaan selain Allah, atau mengharapkan pertolongan kepada selain Allah adalah tindakan yang tidak benar." } } }, { "number": { "inQuran": 862, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 7, "page": 136, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 54, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u06da \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u064e\u062e\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u06da \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa an Huwal lazee khalaqas samaawaati wal arda bilhaqq; wa Yawma yaqoolu kun fa yakoon; Qawluhul haqq; wa lahul mulku Yawma yunfakhu fis Soor; 'Aalimul Ghaibi wash shahaadah; wa Huwal Hakeemul Khabeer" } }, "translation": { "en": "And it is He who created the heavens and earth in truth. And the day He says, \"Be,\" and it is, His word is the truth. And His is the dominion [on] the Day the Horn is blown. [He is] Knower of the unseen and the witnessed; and He is the Wise, the Acquainted.", "id": "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/862", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/862.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/862.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sering kali kaum musyrik menyatakan bahwa yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah, namun faktanya mereka menyembah selain Allah. Ayat ini meluruskan kekeliruan mereka dengan menegaskan bahwa Dialah Allah, bukan selain-Nya, yang menciptakan langit dan bumi dengan hak, yakni untuk tujuan yang benar. Sungguh benar pula ketika Dia berfirman, \"Jadilah!\" maka jadilah segala sesuatu yang dikehendaki-Nya itu. Sungguh firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup yaitu pada hari kiamat. Dia mengetahui yang gaib yang tidak terjangkau oleh makhluk dan yang nyata. Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.", "long": "Allah mengajak manusia untuk memikirkan kejadian alam semesta ini agar terbuka pikirannya serta meyakini, bahwa kejadian alam semesta ini yang penuh dengan keindahan tentu ada yang menciptakan, yaitu Allah Yang menciptakan langit dan bumi dengan segala penghuninya yang menjadi bukti kebenaran, serta menciptakan pula hukum alam yang berlaku umum yang kadangkala mengandung hikmah dan rahasia yang menunjukkan sifat-sifat Pencipta-Nya, keesaan-Nya, dan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas. Langit dan bumi serta segala isinya diciptakan Tuhan secara serasi dan teratur, tidak ada yang sia-sia. Allah berfirman:\n\n\"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia.\" (ali 'Imran/3: 191)\n\nJuga firman-Nya:\n\nDan tidaklah Kami bermain-main menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar). (ad-Dukhan/44: 38-39)\n\nAllah menegaskan bahwa pada saat menciptakan alam dan menetapkan hukum-hukum-Nya, semuanya berjalan menurut kehendak-Nya, tak ada kesulitan sedikit pun dan tak ada yang menghalangi serta mengubah hukumnya. Semua kejadian berlangsung baik dengan patuh ataupun secara terpaksa. Itulah sebabnya Allah menegaskan bahwa pada saat menciptakan langit dan bumi Dia menciptakannya dengan benar, karena seluruh perintah-Nya adalah benar dan ciptaan-Nya pun benar, sesuai dengan firman-Nya:\n\nIngatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. (al-A'raf/7:54)\n\nDi samping itu, Allah juga memiliki kekuasaan untuk mengadili seluruh manusia setelah mereka dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di hari mahsyar. Itulah kekuasaan Allah yang tidak dapat ditandingi oleh raja-raja dan penguasa-penguasa betapa pun luasnya kekuasaan mereka; karena meskipun raja-raja itu berkuasa untuk membuat peraturan dan memberikan hukuman kepada pelanggarnya, namun mereka pada hari Kiamat tidak berdaya lagi, karena pada saat itu kekuasaan hanya di tangan Allah semata.\n\nKemudian Allah memberikan keterangan tentang kekuasaan-Nya, untuk memberikan pengertian kepada seluruh manusia bahwa tidak ada sesuatu pun yang terlepas dari pengetahuan-Nya. Allah mengetahui seluruh alam, baik yang tampak ataupun yang tidak mengetahui perbuatan yang dilakukan secara terang-terangan ataupun yang dilakukan secara rahasia. Dia sangat bijaksana menciptakan segala sesuatu secara serasi dan harmonis sesuai dengan fungsinya.\n\nOleh sebab itu, tidak layak bagi manusia yang berakal untuk menghambakan diri kepada selain Allah baik secara langsung ataupun dengan maksud menjadikannya sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 863, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 7, "page": 137, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0622\u0632\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f \u0623\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Ibraaheemu li abeehi Aazara a-tattakhizu asnaaman aalihatan inneee araaka wa qawmaka fee dalaalim mmubeen" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when Abraham said to his father Azar, \"Do you take idols as deities? Indeed, I see you and your people to be in manifest error.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, ”Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/863", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/863.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/863.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kini diberikan contoh pengalaman Nabi Ibrahim dalam mengajarkan tauhid kepada kaumnya yang musyrik. Dan ingatlah serta jelaskanlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya yang bernama atau bergelar Azar, \"Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala yang engkau buat sendiri itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat dan menilai engkau, wahai orang tuaku, dan melihat juga kaummu yang sama-sama menyembah berhala itu sungguh dalam kesesatan yang nyata.\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengingatkan orang-orang musyrik kepada kisah nenek moyangnya yang mereka muliakan, yaitu Nabi Ibrahim agar mereka mengikuti agama nenek moyang mereka. Ibrahim mengajak manusia untuk beragama tauhid dan menghentikan perbuatan syirik.\n\nDalam kisah ini diungkap kembali percakapan antara Nabi Ibrahim dengan bapaknya Adzar. Nabi Ibrahim menanyakan kepada bapaknya dan kaumnya apakah pantas mereka itu menjadikan berhala-berhala, yang mereka buat sendiri sebagai tuhan? Mengapa mereka tidak menyembah Allah yang menciptakan mereka dan menguasai berhala-berhala itu. Semestinya mereka tahu bahwa Allah-lah yang berhak disembah. Itulah sebabnya maka Nabi Ibrahim menegaskan bahwa dirinya betul-betul mengetahui bahwa bapak dan kaumnya terjerumus ke dalam lembah kesesatan yang nyata, jauh menyimpang dari jalan yang lurus.\n\nPerbuatan mereka jelas tersesat dari ajaran wahyu dan menyimpang dari akal yang sehat, karena berhala-berhala itu tidak lain hanyalah patung-patung hasil pahatan yang dibuat dari batu, kayu atau logam, dan lain-lain. Semestinya berhala lebih rendah derajatnya dari pemahatnya. Mereka seharusnya mengerti bahwa berhala-berhala itu bukanlah Tuhan, akan tetapi merekalah yang menjadikannya sebagai Tuhan. Oleh sebab itu tidak masuk akal apabila ada manusia yang menyembah sesama makhluk padahal makhluk itu tidak sanggup menguasai jagat raya dan segala isinya, apalagi yang disembah itu patung yang tak dapat berbuat apa-apa." } } }, { "number": { "inQuran": 864, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 7, "page": 137, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0648\u062a\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika nureee Ibraaheema malakootas samaawaati wal ardi wa liyakoona minal mooqineen" } }, "translation": { "en": "And thus did We show Abraham the realm of the heavens and the earth that he would be among the certain [in faith]", "id": "Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/864", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/864.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/864.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang disampaikan Nabi Ibrahim sedemikian kukuh sebagai buah dari keyakinannya yang lurus dan bimbingan Allah. Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan Kami yang terdapat di langit dan di bumi agar semakin mantap keyakinannya dan semakin kuat argumennya, dan agar dia termasuk orang-orang yang semakin kukuh ke-yakin-annya, bahwa tiada Pencipta dan Pengatur di alam raya ini selain Allah.", "long": "Allah memberikan penjelasan, bagaimana Dia menampakkan keagungan ciptaan-Nya di langit dan di bumi, tata susunannya ataupun keindahan tata warnanya. Allah menampakkan kepada Ibrahim benda-benda langit yang beraneka ragam bentuk dan susunannya, serta beredar menurut ketentuannya masing-masing secara teratur. Bumi yang terdiri dari lapisan-lapisan yang banyak mengandung barang tambang dan perhiasan, sangat berguna bagi kepentingan manusia.\n\nKesemuanya itu menjadi bukti adanya kekuasaan Allah, yang dapat dipahami oleh manusia jika mereka mau berpikir sesuai dengan fitrahnya.\n\nAllah menjelaskan pula tujuan dari pengenalan Ibrahim terhadap keindahan ciptaan-Nya yaitu agar Ibrahim benar-benar mengenal hukum alam yang berlaku di dunia ini, dan kekuasaan Allah yang mengendalikan hukum-hukum itu, agar dapat dijadikan bukti ketika menghadapi orang-orang musyrik yang sesat, dan menjadi pegangannya agar termasuk orang yang betul-betul meyakini keesaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 865, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 7, "page": 137, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064f \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e\u0628\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa janna 'alaihil lailu ra aa kawkabaan qaala haaza Rabbee falammaaa afala qaala laaa uhibbul aafileen" } }, "translation": { "en": "So when the night covered him [with darkness], he saw a star. He said, \"This is my lord.\" But when it set, he said, \"I like not those that disappear.\"", "id": "Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/865", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/865.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/865.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini dan juga selanjutnya adalah gambaran bagaimana Nabi Ibrahim dalam mengajarkan tauhid. Ketika malam telah menjadi gelap, dia, Ibrahim, melihat sebuah bintang yang memancarkan cahaya dengan terang lalu dia berkata, \"Inilah dia Tuhanku yang selalu aku cari.\" Maka ketika bintang itu terbenam dan tidak tampak lagi, dia berkata, \"Aku tidak suka menyembah dan bertuhan kepada yang terbenam yang pada akhirnya akan lenyap.\"", "long": "Allah menjelaskan proses pengenalan Ibrahim secara terperinci. Pengamatan pertama Nabi Ibrahim tertuju pada bintang-bintang, yaitu pada saat bintang nampak bercahaya dan pada saat bintang itu tidak bercahaya, dilihatnya sebuah bintang yang bercahaya paling terang. (Yaitu planet Yupiter (Musyatari) dan ada pula yang mengatakan planet Venus (Zahrah) yang dianggap sebagai dewa oleh pemuja bintang yang biasa dilakukan oleh orang-orang Yunani dan Romawi kuno, sedang kaum Ibrahim juga termasuk pemujanya).\n\nMaka timbullah pertanyaan dalam hatinya. \"Inikah Tuhanku?\" Pertanyaan ini adalah merupakan pengingkaran terhadap anggapan kaumnya, agar mereka tersentak untuk memperhatikan alasan-alasan pengingkaran yang akan dikemukakan.\n\nTetapi, setelah bintang itu tenggelam dan sirna dari pandangannya, timbul keyakinan bahwa yang tenggelam dan menghilang tidak bisa dianggap sebagai Tuhan.\n\nIni sebagai alasan Nabi Ibrahim untuk mematahkan keyakinan kaumnya, bahwa semua yang mengalami perubahan itu tidak pantas dianggap sebagai Tuhan. Kesimpulan Ibrahim itu merupakan hasil pemikiran dan pengamatan yang benar dan sesuai dengan fitrah. Siapa yang melakukan pengamatan serupa itu, niscaya akan berkesimpulan yang sama. Sementara itu sebagian mufassir seperti Ibnu Katsir mengatakan bahwa pengamatan Nabi Ibrahim terhadap bintang, bulan dan matahari bukanlah pengamatan pertama, tetapi merupakan taktik Nabi Ibrahim untuk mengajak kaumnya agar tidak menyembah sesuatu benda yang timbul tenggelam. Akan tetapi hendaklah mereka menyembah Zat Yang Kekal dan Abadi yaitu Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 866, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 7, "page": 137, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0628\u064e\u0627\u0632\u0650\u063a\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0646\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammmaa ra al qamara baazighan qaala haazaa Rabbee falammmmaaa afala qaala la'il lam yahdinee Rabbee la akoonanna minal qawmid daaalleen" } }, "translation": { "en": "And when he saw the moon rising, he said, \"This is my lord.\" But when it set, he said, \"Unless my Lord guides me, I will surely be among the people gone astray.\"", "id": "Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/866", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/866.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/866.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah terbukti bahwa bintang yang cahayanya sangat kecil dalam pandangan mata telanjang manusia di bumi ini tidak wajar dipertuhankan, lalu ketika dia, Ibrahim, mengalihkan pandangannya dengan melihat bulan terbit yang cahayanya lebih terang, dia berkata, \"Inilah Tuhanku yang kucari.\" Tetapi ketika bulan itu terbenam, dia pun berkata, \"Sungguh, jika Tuhanku yang telah membimbingku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat karena menyembah yang bukan Tuhan serta mengabdi kepada selain-Nya.\"", "long": "Seirama dengan ayat yang lalu Allah menjelaskan pula pengamatan Nabi Ibrahim terhadap benda langit yang lebih terang cahayanya dan lebih besar kelihatannya yaitu bulan.\n\nSetelah Ibrahim melihat bulan tersembul di balik cakrawala, dengan cahaya yang terang benderang, timbullah kesan dalam hatinya, untuk mengatakan, \"Inikah Tuhanku?\" Perkataan Ibrahim seperti itu adalah pernyataan yang timbul secara naluriah seperti juga kesan yang didapat oleh kaumnya tujuan pertanyaan itu sebenarnya adalah pernyataan untuk mengingkari kesan pertama yang menipu pandangan mata dan untuk membantah keyakinan kaumnya seperti pernyataannya dalam ayat yang lalu. Pengulangan berita dengan memberikan kenyataan yang lebih tandas adalah untuk menguatkan pernyataan yang telah lalu. Kemudian setelah bulan itu terbenam dari ufuk dan lenyap dari pengamatan, dia pun memberikan pertanyaan agar diketahui oleh orang-orang musyrik yang berada di sekitarnya.\n\nIbrahim berkata, \"Sebenarnya jika Tuhan tidak memberikan kepadaku petunjuk ke jalan yang benar untuk mengetahui dan meyakini keesaan-Nya, niscaya aku termasuk dalam golongan yang tersesat, yaitu orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dan tidak mengikuti petunjuk Tuhan, serta menyembah tuhan-tuhan selain Allah. Mereka lebih senang memperturutkan hawa nafsunya dari pada melakukan perbuatan yang diridai Allah.\" Sindiran ini adalah merupakan sindiran yang tegas bagi kaumnya yang tersesat dan sekaligus merupakan petunjuk bagi orang yang berpegang kepada agama dan wahyu. Sindiran yang bertahap ini bertujuan untuk mematahkan pendapat-pendapat kaumnya. Sindiran yang pertama lunak, kemudian diikuti dengan sindiran yang kedua yang tegas, adalah untuk menyanggah pikiran kaumnya secara halus agar mereka keluar dari belenggu hatinya untuk memahami kebenaran yang sebenar-benarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 867, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 7, "page": 137, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0628\u064e\u0627\u0632\u0650\u063a\u064e\u0629\u064b \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammmaa ra ashshamsa baazighatan qaala haazaa Rabbee haazaaa akbaru falammaaa afalat qaala yaa qawmi innee bareee'um mimmaa tushrikoon" } }, "translation": { "en": "And when he saw the sun rising, he said, \"This is my lord; this is greater.\" But when it set, he said, \"O my people, indeed I am free from what you associate with Allah.", "id": "Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/867", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/867.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/867.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Matahari yang sinarnya lebih terang menjadi tujuan proses pencarian selanjutnya. Kemudian ketika dia, Ibrahim, melihat matahari terbit pada pagi hari, dia berkata, \"Inilah Tuhanku yang kucari, ini lebih besar dan lebih terang sinarnya.\" Tetapi ketika matahari terbenam pada sore hari dan dia menyimpulkan sebagaimana kesimpulannya ketika melihat bintang dan bulan, dia pun berkata, \"Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari penyembahan bintang, bulan, matahari, dan apa saja yang kamu persekutukan dengan Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang sebenarnya.", "long": "Allah mengisahkan sindirannya yang lebih tajam yaitu pengamatan Nabi Ibrahim terhadap matahari, benda langit yang paling terang cahayanya menurut pandangan mata, yang merupakan rentetan ketiga dari pengamatan-pengamatan Ibrahim yang telah lalu, yaitu setelah Ibrahim melihat matahari terbit di ufuk dia pun berkata: \"Yang terlihat sekarang inilah Tuhanku.\" Ini lebih besar daripada bintang dan bulan. Akan tetapi setelah matahari itu tenggelam dan sirna dari pandangan, beliau pun mengeluarkan peringatan: \"Wahai kaumku sebenarnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.\"\n\nSindiran ini adalah sindiran yang paling tajam untuk membungkamkan kaumnya agar mereka tidak mengajukan alasan lain untuk mengingkari kebenaran yang berhasil dibuktikan oleh Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 868, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 7, "page": 137, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u062c\u0651\u064e\u0647\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u064a\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innnee wajjahtu wajhiya lillazee fataras samaawaati wal arda haneefanw wa maaa ana minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, I have turned my face toward He who created the heavens and the earth, inclining toward truth, and I am not of those who associate others with Allah.\"", "id": "Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/868", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/868.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/868.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya aku hadapkan wajahku, yakni seluruh jiwa raga dan totalitas hidupku, kepada Tuhan, Zat yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya termasuk bintang, bulan, dan matahari, dengan penuh kepasrahan mengikuti agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.", "long": "Allah mengisahkan ketidakterlibatan Nabi Ibrahim dari kemusyrikan kaumnya, dan kelanjutan dari ketidakterlibatannya itu dengan menggambarkan sikap Ibrahim dan akidah tauhidnya yang murni, yaitu Ibrahim menghadapkan dirinya dalam ibadah-ibadahnya kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi.\n\nDia pula yang menciptakan benda-benda langit yang terang benderang di angkasa raya dan yang menciptakan manusia seluruhnya, termasuk pemahat patung-patung yang beraneka ragam bentuknya.\n\nIbrahim cenderung kepada agama tauhid dan menyatakan bahwa agama-agama lainnya adalah batil, dan dia tidak termasuk golongan orang-orang yang musyrik. Dia seorang yang berserah diri kepada Allah semata. Firman Allah:\n\nDan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? (an-Nisa'/4: 125)\n\nFirman-Nya:\n\nDan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. (Luqman/31: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 869, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 7, "page": 137, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0633\u0650\u0639\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa haaajjahoo qawmuh; qaala a-tuh aaajjooonnnee fillaahi wa qad hadaan; wa laaa akhaafu mmaa tushrikoona bihee illaaa ai yashaaa'a Rabbee shai'anw wasi'a Rabbee kulla shai'in 'ilman afalaa tatazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And his people argued with him. He said, \"Do you argue with me concerning Allah while He has guided me? And I fear not what you associate with Him [and will not be harmed] unless my Lord should will something. My Lord encompasses all things in knowledge; then will you not remember?", "id": "Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/869", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/869.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/869.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap Nabi Ibrahim seperti disebut pada ayat sebelum ini mendapat reaksi keras dari kaumnya. Itulah yang dinyatakan pada ayat ini. Dan kaumnya membantahnya. Atas respons negatif dari kaumnya tersebut, dia, Ibrahim, berkata, \"Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku, yakni membimbing serta mengilhami aku dengan aneka argumentasi tentang kekuasaan dan keesaan-Nya? Aku tidak takut sama sekali kepada aneka keburukan bahkan malapetaka dari apa, yakni segala, yang kamu persekutukan dengan Allah karena sesembahan kalian sama sekali tidak dapat menimbulkan manfaat dan mudarat kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu manfaat atau mudarat menimpaku melalui sesembahan kalian itu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu, baik masa lalu, masa kini, maupun yang akan datang. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?", "long": "Allah menerangkan bahwa ajakan Nabi Ibrahim kepada jalan yang benar mendapat tantangan yang berat dari kaumnya.\n\nIbrahim dibantah oleh kaumnya pada waktu beliau menyampaikan agama tauhid karena Nabi Ibrahim mengemukakan kesalahan agama mereka yang menyembah berhala dan mendewakan bintang-bintang.\n\nBukti-bukti yang dikemukakan oleh Ibrahim itu melemahkan, bahkan membatalkan akidah mereka, karena akidah mereka hanyalah didasarkan pada taklid kepada nenek moyang mereka. Itulah sebabnya Ibrahim menanyakan kepada mereka mengapa mereka menolak agama tauhid, padahal Ibrahim telah mengemukakan dalil-dalil kebenaran agama tauhid sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah dan keyakinan Ibrahim sendiri. Bukankah mereka mengetahui bahwa berhala dan bintang-bintang yang mereka puja itu mempunyai kekurangan sedangkan Pencipta jagat raya dan isinya adalah Mahasempurna. Mereka seharusnya tidak menyembah tuhan yang mempunyai sifat kekurangan. Kemudian Nabi Ibrahim menegaskan pendiriannya terhadap bantahan mereka itu yaitu beliau tidak gentar menghadapi malapetaka dan akibat dari mengingkari berhala. Karena sembahan mereka adalah benda mati yang tidak dapat menolak madarat dan tidak dapat pula memberikan manfaat. Tantangan Nabi Ibrahim merupakan jawaban terhadap sikap orang-orang musyrik yang menakut-nakuti Ibrahim akan mendapat bencana sebab mengingkari sesembahan mereka, seperti dialami Nabi Hud ketika menghadapi kaumnya, firman Allah:\n\nKami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. (Hud/11: 54)\n\nBagaimana sembahan-sembahan mereka akan menimpakan bencana kepadanya padahal sembahan-sembahan itu tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat menjadi perantara dan juga tidak dapat memberikan syafa'at, terkecuali apabila Allah menghendaki bencana yang timbul karena patung itu. Kalau memang demikian berhala-berhala dan bintang-bintang itu, niscaya memberikan pengaruh jelek terhadap seseorang. Tetapi bukan karena pengaruh dari berhala-berhala dan bintang-bintang itu melainkan semata-mata hanya karena kekuasaan Allah. Segala bencana yang menimpa manusia dari mana pun datangnya hanya karena kehendak Allah dan Ilmu-Nya.\n\nPada akhir ayat ini Allah memberikan alasan dari pengecualian yang terdapat dalam ayat ini yaitu Allah mempunyai pengetahuan yang sangat luas, meliputi semua yang ada." } } }, { "number": { "inQuran": 870, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 7, "page": 137, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kaifa akhaafu maaa ashraktum wa laa takhaafoona annakum ashraktum billaahi maa lam yunazzil bihee 'alaikum sultaanaa; fa aiyul fareeqaini ahaqqu bil amni in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And how should I fear what you associate while you do not fear that you have associated with Allah that for which He has not sent down to you any authority? So which of the two parties has more right to security, if you should know?", "id": "Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/870", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/870.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/870.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Terhadap ketegaran sikap Nabi Ibrahim tersebut kaumnya terus menantang dan mengancamnya. Maka Nabi Ibrahim pun menjawab, \"Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan dengan Allah, baik benda-benda angkasa maupun berhala-berhala yang sama sekali tidak memiliki kekuasaan apa pun selain apa yang diizinkan oleh Allah, padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Kalau demikian, manakah dari kedua golongan itu, yakni kami yang mengesakan Allah atau kalian yang mempersekutukan-Nya, yang lebih berhak mendapat keamanan dari siksa dan malapetaka, jika kamu mengetahui coba jelaskan kepada kami?\"", "long": "Ibrahim menegaskan bahwa ia tidak takut kepada sesembahan mereka, akan tetapi hanya takut kepada Allah. Sikap Ibrahim yang demikian itu menarik perhatian mereka. Nabi Ibrahim mengatakan bahwa mengapa ia harus takut kepada sembahan-sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah dan dijadikan perantara yang dianggap dapat memberikan manfaat dan menolak madarat? Sedang mereka itu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan ciptaan mereka sendiri.\n\nSeharusnya yang ditakuti adalah pembangkangan mereka terhadap Allah dan dugaan mereka yang salah, yaitu menganggap patung-patung dan bintang-bintang sebagai Tuhan. Itulah sebabnya Allah mencela sikap mereka. Allah menjelaskan kepada mereka bahwa agama yang dapat diterima ialah agama yang mempunyai alasan-alasan yang kuat dan bukti-bukti yang dapat diterima, apalagi mereka hanya memeluk agama dengan jalan taklid saja kepada nenek moyang mereka. Perbuatan demikian tidak didasarkan pada hidayah dan ilmu. Kemudian mereka dihadapkan pada dua pilihan, yaitu memeluk agama tauhid atau kemusyrikan. Sedangkan mereka sudah mengetahui bahwa Allah mempunyai kekuasaan menciptakan dan memusnahkan, menghidupkan dan mematikan, sedangkan patung-patung itu tidak dapat memberikan manfaat dan madarat sedikit pun. Di akhir ayat ini Allah menyuruh Nabi Ibrahim agar meminta jawaban kepada mereka apabila mereka sanggup menjawabnya." } } }, { "number": { "inQuran": 871, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 110, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064d \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena aamanoo wa lam yalbisooo eemaanahum bizulmin ulaaa'ika lahumul amnu wa hum muhtadoon" } }, "translation": { "en": "They who believe and do not mix their belief with injustice - those will have security, and they are [rightly] guided.", "id": "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/871", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/871.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/871.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena sama sekali tidak ada jawaban dari kaum Nabi Ibrahim yang durhaka tersebut, akhirnya Nabi Ibrahim sendiri menegaskan sebuah prinsip penting bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, yakni syirik (Lihat: Surah Luqma n/31: 13), mereka itulah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka adalah orang-orang yang mendapat rasa aman dari Allah yang mereka sembah, dan mereka mendapat petunjuk secara sempurna.", "long": "Karena mereka tidak akan memberikan jawaban, maka Allah memberikan penjelasan siapakah yang berhak mendapatkan perlindungan orang-orang musyrik atau orang-orang yang beriman? Jawabnya tentu orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman, baik dalam akidah maupun dalam ibadah seperti dilakukan oleh orang-orang musyrik yang menyangka biar pun mereka menyembah berhala ataupun bintang-bintang, mereka tetap beriman juga kepada Allah Azza wa Jalla, karena mereka menyembah berhala-berhala itu adalah sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai perantaraan untuk menyampaikan doa kepada-Nya, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\n\"Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.\" (az-Zumar/39: 3)\n\nKezaliman yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah syirik sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan ahli-ahli hadis yang lain dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata, \"Setelah turun ayat ini (al-Baqarah/2: 83), para sahabat berkeluh kesah, seraya berkata, siapa yang tidak menganiaya dirinya?\" Rasulullah menjawab, \"tidak seperti yang kamu pikirkan,\" sebagaimana firman Allah: \n\n\"Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.\" (Luqman/31: 13)\n\nOrang-orang yang berhak mendapat perlindungan dalam ayat ini ialah orang-orang yang beragama tauhid yang murni tidak dicampuri dengan syirik sedikit pun. Mereka itu akan mendapatkan perlindungan dari bencana, bukan saja dari bencana yang akan ditimbulkan oleh patung-patung dan bintang-bintang seperti dugaan orang-orang musyrik, bahkan lebih dari itu mereka akan mendapat perlindungan dari azab Allah dan memperoleh jaminan untuk mendapat pahala dari Allah. Merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah ke jalan yang lurus." } } }, { "number": { "inQuran": 872, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 111, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0646\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa tilka hujjatunaaa aatainaahaaa Ibraaheema 'alaa qawmih; narfa'u darajaatim man nashaaa'; inna Rabbaka Hakeemun 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And that was Our [conclusive] argument which We gave Abraham against his people. We raise by degrees whom We will. Indeed, your Lord is Wise and Knowing.", "id": "Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/872", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/872.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/872.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas semua argumen yang telah dijelaskan pada ayat sebelumnya, Allah pun menegaskan sebagai berikut. Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan dan ajarkan melalui malaikat dan atau Kami ilhamkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya agar dia dapat mengatasi dan mengalahkan mereka. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki dari hamba-hamba Kami yang taat, sebagaimana Nabi Ibrahim yang telah Kami tinggikan derajatnya agar menjadi teladan bagi manusia. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui atas segala sesuatu.", "long": "Allah menegaskan bahwa bukti-bukti kebenaran yang ditujukan Allah kepada Ibrahim dengan maksud agar kaumnya dapat menggunakan pikirannya untuk dapat menilai kebenaran bukti-bukti itu dan menerimanya dengan sepenuh hati, sehingga mereka meninggalkan kemusyrikan, berpindah kepada agama tauhid yang memang sesuai dengan fitrah. \n\nUntuk menarik minat kaumnya agar kembali kepada agama tauhid dan sebagai hiburan terhadap perjuangan Nabi Ibrahim, Allah menjanjikan bahwa Allah akan mengangkat derajat hamba-hamba yang dikehendaki-Nya beberapa derajat, dalam bidang ilmu pengetahuan dan hikmah atau kearifan dan derajat yang diperoleh Nabi Ibrahim adalah kemampuan memberikan hujjah, kemampuan memimpin dan bertindak bijaksana. Kesemuanya adalah derajat kesempurnaan. Selain itu, ia juga diberi derajat kenabian dan kerasulan yang merupakan derajat tertinggi yang dapat dicapai manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah:\n\nRasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. (al-Baqarah/2: 253) \n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia Mahabijaksana dalam mengangkat atau menjatuhkan derajat seseorang. Dia juga Maha Mengetahui keadaan orang yang berhak menerima derajat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 873, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 111, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0628\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa wahabnaa lahoo ishaaqa wa ya'qoob; kullan hadainaa; wa Noohan hadainaa min qablu wa min zurriyyatihee Daawooda wa Sulaimaana wa Ayyooba wa Yoosufa wa Moosaa wa haaroon; wa kazaalika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "And We gave to Abraham, Isaac and Jacob - all [of them] We guided. And Noah, We guided before; and among his descendants, David and Solomon and Job and Joseph and Moses and Aaron. Thus do We reward the doers of good.", "id": "Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/873", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/873.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/873.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di samping anugerah berupa hujah seperti dijelaskan kelompok ayat di atas, anugerah lain yang diberikan kepada Nabi Ibrahim adalah diberikannya putra dan keturunan yang menjadi utusan Allah. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak putra Ibrahim bersama Sarah, dan Yakub putra Ishak kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk, yakni tugas kerasulan untuk membimbing manusia ke jalan tauhid. Dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh yang merupakan salah seorang leluhur Nabi Ibrahim, dan kepada sebagian dari keturunannya, yakni keturunan Ibrahim, yaitu Dawud dan Sulaiman yang memegang kekuasaan pada masanya, Ayyub yang tabah, Yusuf yang menerima amanah kekuasaan serta menggunakan kekuasaannya untuk menyejahterakan masyarakat, dan Musa, dan Harun yang berhasil mengalahkan penguasa yang zalim. Dan demikianlah Kami memberi balasan yang sempurna kepada orang-orang yang berbuat baik dengan sungguh-sungguh.", "long": "Allah mengisahkan kepada Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya bahwa Allah memberikan anugerah kepada Nabi Ibrahim dengan mengangkat keturunannya yang saleh, yaitu Ishak sebagai pelanjut perjuangannya, menegakkan agama tauhid dan menghancurkan kemusyrikan. Allah juga mengangkat Ya'kub a.s., cucunya dari keturunan Ishak a.s., sebagai penerus perjuangan nabi-nabi dan rasul-rasul. Mereka semua tunduk di bawah tuntunan wahyu, hikmah dan ilmu Allah untuk meneruskan tegaknya agama tauhid.\n\nNabi Ishak putera Ibrahim disebutkan secara tersendiri dalam ayat ini karena adanya hal yang menarik perhatian, yang termasuk ke dalam tanda-tanda kekuasaan Allah, yaitu ia dilahirkan setelah Nabi Ibrahim lanjut usianya, sedang Sarah istrinya sudah lanjut usia belum punya anak, dan sudah tidak punya harapan untuk melahirkan, seperti diterangkan dalam firman Allah:\n\nDia (istrinya) berkata, \"Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib.\" (Hud/11: 72)\n\nIni adalah merupakan anugerah Allah baginya atas kekuatan imannya, ketekunan berbuat kebajikan serta ketabahannya menghadapi berbagai cobaan Allah.\n\nHidayah yang diterima oleh Ibrahim dan keturunannya yang saleh sama dengan yang pernah diberikan kepada Nabi Nuh sebelumnya, yaitu hidayah agama tauhid.\n\nPenyebutan Nabi Nuh di sini, agar manusia dapat memahami bahwa tidak selalu hamba-hamba Allah yang saleh akan menurunkan putera-putera yang saleh pula, seperti Nabi Nuh. Beliau seorang Nabi yang saleh, tetapi puteranya seorang yang sesat, tenggelam bersama orang-orang kafir karena tidak mau mematuhi perintah ayahnya. Hal itu adalah kebalikan dari Nabi Ibrahim ayahnya seorang pemuja patung, tetapi dia sendiri hanif, berserah diri kepada Allah.\n\nDi antara keturunan-keturunan Nabi Ibrahim yang saleh lainnya disebutkan dalam ayat ini ialah Daud putera Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun a.s. Kesemuanya ini di samping diberi derajat kenabian, juga diberi kedudukan yang tinggi. Daud dan Sulaiman menjadi raja pemimpin yang mulia akhlaknya. Ayyub dan Yusuf walaupun bukan raja, tetapi punya pengaruh dan sangat dekat dengan penguasa. Yusuf sendiri menjadi menteri yang dapat menguasai dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat. Sedangkan Musa dan Harun meskipun tidak menjadi raja, tetapi diberikan kepemimpinan dan kemampuan menyelamatkan kaumnya dari penindasan.\n\nPada akhir ayat ini dijelaskan bahwa Allah akan memberikan balasan yang setimpal kepada mereka yang berbuat baik, yaitu mereka yang selalu berpedoman kepada tuntunan Allah dan berpegang kepada kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 874, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 111, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0632\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u0652\u064a\u064e\u0627\u0633\u064e \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Zakariyyaa wa Yahyaa wa 'Eesaa wa Illyaasa kullum minas saaliheen" } }, "translation": { "en": "And Zechariah and John and Jesus and Elias - and all were of the righteous.", "id": "dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/874", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/874.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/874.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan juga Zakaria, Yahya, yang menjadi korban kekejaman penguasa yang zalim ketika berdakwah, demikian juga Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh dan berusaha untuk mengajak kaumnya masing-masing untuk menjadi saleh.", "long": "Allah menjelaskan bermacam-macam nikmat yang telah diberikan kepada keturunan Nabi Ibrahim yang saleh, yang berjuang membela tauhid dan menghancurkan kemusyrikan. Mereka itu ialah Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas yang lebih mementingkan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia, sehingga mereka mempunyai keistimewaan sebagai hamba-hamba-Nya yang saleh. Mereka memang selayaknya diberi sebutan demikian, meskipun nabi-nabi yang lain diberi pula gelar saleh dan terkenal kebaikannya." } } }, { "number": { "inQuran": 875, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 111, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u064e\u0639\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0648\u0646\u064f\u0633\u064e \u0648\u064e\u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Ismaa'eela wal Yasa'a wa Yoonusa wa Lootaa; wa kullan faddalnaa 'alal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And Ishmael and Elisha and Jonah and Lot - and all [of them] We preferred over the worlds.", "id": "dan Ismail, Alyasa‘, Yunus, dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/875", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/875.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/875.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikian juga Ismail putra Ibrahim bersama Hajar yang dikenal sangat tabah, juga Alyasa' yang sangat santun dalam membimbing kaumnya, Yunus yang mendapat cobaan tinggal di perut ikan, dan Lut yang merupakan anak saudara Nabi Ibrahim. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat lain pada masanya.\r\nAyat ini menyebut 18 dari 25 nabi yang wajib diimani kenabian mereka. Tujuh sisanya disebut pada ayat lain, yaitu Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Hud, Nabi Syuaib, Nabi Saleh, Nabi Zulkifli, dan Nabi Muhammad.", "long": "Allah menyebutkan kembali keturunan Nabi Ibrahim yang diberi hidayah dan kenabian, yaitu Ismail, Ilyasa', Yunus dan Luth. Mereka bukan hanya terkenal karena kekuasaannya ataupun karena kezuhudannya, tetapi mereka ini mempunyai kelebihan daripada kaumnya lantaran karunia yang diberikan oleh Allah. Mereka membela tauhid dan memberantas kemusyrikan serta berakhlak mulia sehingga patut dicontoh oleh manusia.\n\nDi antara mereka ada yang diutus dalam satu masa, seperti Nabi Luth, semasa dengan Nabi Ibrahim dan Ismail semasa dengan Ishak. Mereka sama-sama memiliki keutamaan, meskipun pada hakikatnya keutamaan yang dimiliki masing-masing berbeda-beda." } } }, { "number": { "inQuran": 876, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 111, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa min aabaaa'ihim wa zurriyyaatihim wa ikhwaanihim wajtabainaahum wa hadainaahum ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And [some] among their fathers and their descendants and their brothers - and We chose them and We guided them to a straight path.", "id": "(dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/876", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/876.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/876.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menghilangkan kesan bahwa anugerah Allah hanya diberikan kepada para nabi yang telah disebutkan di atas, maka Allah menegaskan bahwa Dia melebihkan pula derajat sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka, baik lelaki maupun perempuan, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka menjadi nabi dan rasul, dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang luas lagi lurus.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah memberikan keutamaan kepada keluarga Nabi Ibrahim, baik dari garis keturunannya, ke atas, ke bawah maupun ke samping atau dari garis kerabatnya.\n\nAyat ini merupakan penegasan dari ayat-ayat yang lalu yaitu keutamaan-keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada pendahulu Nabi Ibrahim, yaitu Nuh dan keturunannya, yaitu Ishak, Ya'kub, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yunus, Musa dan Harun.\n\nDi samping itu Allah menjelaskan pula bahwa Dia memberikan keutamaan juga kepada keluarganya ke samping yaitu anak saudara Nabi Ibrahim yang membantunya dalam memperjuangkan tauhid, yang ikut bersamanya hijrah ke negeri Syam, yaitu Lut yang kemudian diutus ke negeri Sodom. Mereka diberi limpahan oleh Allah dengan karunia hidayah, sehingga dapat mencapai kemuliaan yang tidak ternilai dan terpimpin ke jalan yang lurus, jalan yang menuju kepada kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 877, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 111, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika hudal laahi yahdee bihee mai yashaaa'u min 'ibaadih; wa law ashrakoo lahabita 'anhum maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "That is the guidance of Allah by which He guides whomever He wills of His servants. But if they had associated others with Allah, then worthless for them would be whatever they were doing.", "id": "Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/877", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/877.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/877.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah petunjuk Allah yang amat tinggi nilainya, yang dengan itu Dia memberi petunjuk, yaitu kemampuan dan kemudahan untuk melaksanakannya, kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki karena telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meraihnya. Sekiranya mereka yaitu yang telah disebutkan nama-namanya di atas mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah, yakni sia-sia dan tidak berguna, aneka amalan yang telah mereka kerjakan.", "long": "Allah menegaskan bahwa petunjuk yang diterima oleh mereka itu, ialah petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada nabi-nabi dan rasul-rasul, sebagai taufik dari Allah, yang menuntun mereka ke jalan yang benar dan yang diridai-Nya. Hidayah yang demikian itu diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya menurut kehendak-Nya.\n\nDengan hidayah itulah mereka membela tauhid dan mengamalkan ajaran-ajaran-Nya secara ikhlas serta memberantas penyembahan berhala-berhala dan pemujaan bintang-bintang. Hidayah yang diterima itu adalah hidayah yang tidak dapat diusahakan oleh manusia. Hidayah ini hanya dicapai oleh orang-orang yang dikehendaki Allah.\n\nPada akhir ayat ini Allah memberikan peringatan kepada orang-orang yang beriman dan berjalan di bawah naungan hidayah-Nya, bahwa apabila mereka itu menyeleweng dari agama tauhid dan menyembah sembahan lain, niscaya Allah akan menghapuskan segala pahala dari amal perbuatan yang mereka lakukan.\n\nMeskipun tauhid itu mensucikan hati, namun apabila kesucian hati itu dinodai oleh syirik, betapa pun kecilnya, maka hilanglah kesucian hati itu dan lenyap pulalah hasil usaha yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah:\n\nDan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, \"Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi. (az-Zumar/39: 65)" } } }, { "number": { "inQuran": 878, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 111, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0628\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064e \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena aatainaahumul Kitaaba wal hukma wan Nubuwwah; fa iny yakfur bihaa haaa'ulaaa'i faqad wakkalnaa bihaa qawmal laisoo bihaa bikaafireen" } }, "translation": { "en": "Those are the ones to whom We gave the Scripture and authority and prophethood. But if the disbelievers deny it, then We have entrusted it to a people who are not therein disbelievers.", "id": "Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/878", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/878.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/878.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peringatan bahkan ancaman tersebut wajar diberikan karena mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab baik secara langsung kepada mereka maupun tidak langsung yaitu mereka terima melalui rasul yang lain, dan hikmah, yaitu kemampuan mengamalkan petunjuk Allah tersebut dengan bijak, dan juga kenabian. Jika orang-orang, yakni penduduk Mekah, yang engkau seru, wahai Nabi Muhammad, itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya di antara mereka adalah para shiddiqun, syuhada, dan para ulama yang menjadi penerus tugas para nabi.", "long": "Allah menegaskan sekali lagi, bahwa nabi-nabi yang berjumlah 18 orang itu akan mendapat hidayah Allah yang dijadikan sebagai pedoman dalam memimpin kaumnya masing-masing.\n\nDi antara mereka ada yang diberi Kitab yang memuat pedoman-pedoman hidup di dalam memimpin kaumnya ke jalan yang benar serta kemampuan dalam memutuskan perkara-perkara yang terjadi di antara kaumnya, seperti Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Daud, yang diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Ibrahim berdoa), \"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.\" (asy-Syu'ara'/26: 83)\n\nFirman Allah:\n\n¦ kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul. (asy-Syu'ara'/26:21)\n\nFirman Allah:\n\n\"Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil¦\" (shad/38: 26)\n\nDi antara mereka ada pula yang diberi hikmah dan kenabian untuk menuntun manusia, yaitu mereka yang diutus sezaman dengan Nabi Musa atau sesudahnya, sebelum kedatangan Nabi Isa seperti Harun, Zakaria dan Yahya as.\n\nJuga di antara mereka ada yang diberi hikmah di kala masih kecil seperti Yahya, firman Allah:\n\n\"Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.\" Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak .\" (Maryam/19: 12)\n\nLebih jelasnya, penyebutan nama para nabi dalam konteks Nabi Ibrahim adalah karena beberapa hal sebagaimana uraian di bawah ini: \n\nPara nabi yang disebutkan dalam ayat-ayat yang lalu, di samping kedudukannya sebagai nabi, juga diberi keistimewaan yang berbeda-beda. Mereka dapat dikelompokkan dalam tiga golongan:\n\nKelompok yang pertama, yang disebut adalah putra Ibrahim yang tidak berpisah dengannya, yaitu Ishak, lalu cucunya yaitu Ya'kub, karena Ya'kub merupakan ayah dari anak cucu pembawa ajaran ilahi. Kemudian Nabi Nuh disisipkan dengan tujuan untuk mengingatkan bahwa betapapun tingginya derajat seseorang, ia tidak boleh melupakan leluhurnya. Apalagi Nabi Nuh adalah kakek kesepuluh Nabi Ibrahim yang paling mulia, karena beliaulah manusia pertama yang melarang penyembahan berhala.\n\nPada ayat 84 disebut nama Nabi Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Nabi Daud dan Sulaiman disebut pertama karena keduanya membangun rumah ibadah (Masjidil Aqsa), seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Ismail membangun Ka'bah. Penyebutan Nabi Ayyub dan Yusuf secara berurut karena keduanya, walaupun bukan penguasa, tetapi mempunyai pengaruh dan sangat dekat dengan penguasa. Keduanya digabungkan karena memiliki kesamaan, yaitu masing-masing ditinggal oleh keluarga, walau akhirnya keduanya dapat bertemu kembali.\n\nNabi Musa dan Harun disebut sesudah Yusuf karena Nabi Musa yang dibantu Nabi Harun berhasil menundukkan penguasa pada masanya serta dapat mensejahterakan kaumnya. \n\nSetelah menyebut nabi-nabi yang menjadi raja, lalu penguasa bukan raja, dan nabi yang menundukkan penguasa, maka selanjutnya disebut nabi-nabi yang dikalahkan penguasa. Urutan pertama adalah Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, karena keduanya dibunuh penguasa pada masanya. Kemudian disebut Nabi Isa dan Nabi Ilyas, karena keduanya akan dibunuh, tetapi berhasil diselamatkan Allah. Akhirnya disebut nama nabi-nabi yang berhubungan dengan kekuasaan, yaitu Ismail, Ilyasa', Yunus dan Lut.\n\nDengan ringkas dapat dikatakan bahwa tiap-tiap nabi yang diberi Kitab tentu diberi pula hikmah atau kearifan sebagai senjata untuk memutuskan perkara di samping diberi nubuwah. Akan tetapi tidak semua Nabi diberi kekuasaan memutus perkara dan diberi Kitab.\n\nAllah menegaskan bahwa apabila orang-orang musyrik penduduk Mekah dan orang-orang yang mempunyai sifat yang sama, mengingkari Kitab, hikmah dan kenabian yang diberikan kepada para nabi, maka Allah akan menyerahkan derajat kemuliaan yang dijanjikan itu kepada umat lain yang tidak mengingkari apa yang disampaikan oleh nabi itu.\n\nDimaksudkan dengan orang-orang yang mengingkari keutamaan para nabi ialah orang kafir penduduk Mekah, sedang yang dimaksud dengan orang-orang yang tidak mengingkari ialah penduduk Medinah." } } }, { "number": { "inQuran": 879, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 7, "page": 138, "manzil": 2, "ruku": 111, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0647\u064f\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0652 \u06d7 \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena hadal laahu fabihudaahumuq tadih; qul laaa as'alukum 'alaihi ajran in huwa illaa zikraa lil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Those are the ones whom Allah has guided, so from their guidance take an example. Say, \"I ask of you for this message no payment. It is not but a reminder for the worlds.\"", "id": "Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur'an).” Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/879", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/879.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/879.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini ditujukan kepada Rasulullah yang nama beliau tidak disebut dalam rangkaian ayat di atas. Mereka itulah para nabi yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka khususnya yang berkaitan dengan sikap mereka dalam berdakwah, yakni tidak meminta imbalan atas dakwah yang disampaikan. Untuk itu, katakanlah, hai Muhammad, kepada semua yang engkau ajak, \"Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan dakwah khususnya ajaran AlQur'an, karena dakwah yang kusampaikan dan Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk semua umat di seluruh alam.", "long": "Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad dan pengikutnya, bahwa Nabi Ibrahim dan keturunan-keturunannya mendapat keutamaan, petunjuk Allah ke jalan yang lurus. Allah juga memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengikuti jejak mereka, memegang agama tauhid, berakhlak mulia dan melakukan perbuatan yang diridai Allah, serta menghiasi dirinya dengan sifat-sifat yang utama, yaitu sabar dalam menjalankan tugasnya dan tabah menghadapi tipu daya serta tantangan kaumnya.\n\nFirman Allah:\n\nDan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu. (Hud/11: 120)\n\nFirman Allah:\n\nDan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. (al-An'am/6: 34)\n\nSyariat yang berlaku bagi nabi-nabi sebelum kedatangan Nabi Muhammad, adalah juga merupakan syariat bagi umat Islam, selama belum dicabut, diubah ataupun diganti dengan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Sedangkan yang abadi dan mempunyai kesamaan adalah dasar-dasar agama tauhid yang tidak berubah sepanjang zaman, sedangkan syariat-syariat dari masing-masing nabi itu dapat berubah-ubah sesuai dengan waktu, tempat dan keadaan, dan menurut kehendak Allah.\n\nNabi Muhammad mempunyai derajat yang tertinggi di antara para nabi dan rasul, karena beliau di samping diberi kenabian juga diberi mukjizat yang abadi yaitu Al-Qur'an, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan karena syariatnya berlaku terus sampai akhir zaman.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad bahwa dia dalam menyampaikan wahyu dan menegakkan kebenaran, jangan mengharapkan sedikit pun upah dari umatnya sebagaimana juga nabi-nabi terdahulu.\n\nNabi Muhammad sebagaimana halnya nabi-nabi yang lain tidak mengharapkan imbalan dalam berdakwah. Namun, Nabi Muhammad mengharapkan kasih sayang dalam kekeluargaan, seperti ditegaskan dalam firman-Nya:\n\n\"Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.\" (asy-Syura/42: 23)\n\nPada akhir ayat ini Allah memberikan penegasan bahwa Al-Qur'an diturunkan untuk seluruh umat manusia. Ayat ini memberikan isyarat bahwa Nabi Muhammad tidak diutus untuk orang Mekah atau Medinah saja, tetapi diutus untuk seluruh umat manusia di seluruh dunia untuk membimbing mereka ke jalan yang benar dan bebas dari kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 880, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 7, "page": 139, "manzil": 2, "ruku": 112, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d6 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0633\u064e \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u064f\u0644\u0651\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0648\u0652\u0636\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa qadarul laaha haqqa qadriheee iz qaaloo maaa anzalal laahu 'alaa basharim min shai'; qul man anzalal Kitaabal lazee jaaa'a bihee Moosaa nooranw wa hudal linnaasi taj'aloonahoo qaraateesa tubdoonahaa wa tukhfoona kaseeranw wa 'ullimtum maa lam ta'lamooo antum wa laaa aabaaa'ukum qulil laahu summa zarhum fee khawdihim yal'aboon" } }, "translation": { "en": "And they did not appraise Allah with true appraisal when they said, \"Allah did not reveal to a human being anything.\" Say, \"Who revealed the Scripture that Moses brought as light and guidance to the people? You [Jews] make it into pages, disclosing [some of] it and concealing much. And you were taught that which you knew not - neither you nor your fathers.\" Say, \"Allah [revealed it].\" Then leave them in their [empty] discourse, amusing themselves.", "id": "Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.” Katakanlah, “Allah-lah (yang menurunkannya),” kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/880", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/880.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/880.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang menolak dakwah Nabi Muhammad mendapat kecaman seperti dijelaskan dalam ayat ini. Mereka, yakni kaum yang diajak itu, tidak mengagungkan Allah Yang Maha Esa lagi Mahakuasa sebagaimana mestinya. Di antara buktinya adalah ketika mereka berkata, \"Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.\" Katakanlah, wahai Muhammad, \"Siapakah yang menurunkan Kitab, yakni Taurat, yang dibawa Musa sebagai cahaya yang sangat jelas dan petunjuk bagi manusia yaitu kaum Bani Israil? Kamu, wahai Bani Israil, menjadikannya, yakni Kitab itu, lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai agar kamu memperlihatkan sebagiannya sesuai dengan keinginanmu dan banyak yang lain yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu melalui Kitab itu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.\" Mereka tidak mungkin menjawab dengan jawaban yang benar. Maka katakanlah, wahai Muhammad, \"Allah-lah yang menurunkannya,\" kemudian setelah engkau menyampaikan kebenaran Al-Qur'an dan mereka tetap menolak maka jangan hiraukan mereka, biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi telah menyimpang dari agama tauhid dan tidak mengikuti ajaran agama mereka dan telah mengkhianatinya. Gejala-gejala itu nampak pada sikap mereka. Mereka tidak menghormati keagungan Allah dengan penghormatan yang seharusnya diberikan. Mereka mengatakan bahwa Allah tidak menurunkan kitab kepada seorang manusia pun. Perkataan mereka adalah bukti dari keingkaran mereka kepada Al-Qur'an. Hal ini berarti mereka tidak mengakui bahwa Allah berkuasa memberikan hidayah kepada manusia selain mereka, untuk kemaslahatan manusia sesuai dengan kehendak-Nya.\n\nKeingkaran mereka terhadap Al-Qur'an itu bukanlah timbul dari pikiran yang jernih, dan bukan pula mereka peroleh keterangannya dari kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur'an akan tetapi keingkaran mereka itu adalah keingkaran yang tidak pada tempatnya. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan kepada Muhammad agar menerangkan kepada kaumnya yang ingkar itu, agar mereka ingat bahwa Allah telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa. Dengan kitab itu Nabi Musa membawa kaumnya kepada agama tauhid dan terhindar dari kemusyrikan.\n\nAllah mengungkapkan kejahatan yang dilakukan oleh Bani Israil yang telah menyimpang dari kitab Taurat dan Injil. Mereka menyampaikan kitab-kitab itu tidak seutuhnya, ada bagian-bagian yang disampaikan dan ada bagian yang disembunyikan, sehingga timbullah perbedaan paham di kalangan mereka. Sebabnya tidak lain karena mereka dipengaruhi oleh pemimpin yang menyuruh mereka memperturutkan hawa nafsu, bahkan dalam hal menyelesaikan persengketaan, mereka menampakkan hukum-hukum yang terdapat dalam Taurat itu apabila hukum itu sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi apabila hukum itu bertentangan dengan kehendaknya, hukum itu ditinggalkan. Di antara ketetapan hukum yang mereka sembunyikan itu ialah hukum rajam, dan berita tentang kedatangan Nabi Muhammad.\n\nTujuan dari diungkapkannya kembali kejahatan nenek moyang mereka adalah untuk mengetuk hati mereka, agar mereka dapat menilai kenyataan yang sebenarnya dan mengakui kebenaran Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.\n\nAllah menyerukan kepada orang-orang musyrik agar menerima ajaran wahyu yang disampaikan Allah kepada Muhammad. Kitab itu mengandung ajaran yang membukakan tabir rahasia, yang tidak diketahui oleh mereka sendiri dan oleh nenek moyang mereka.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menyatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa pernyataan mereka yang menyebutkan Allah tidak menurunkan kitab kepada manusia, adalah tidak benar, dan menyuruhnya menanyakan kepada mereka, siapakah yang menurunkan Taurat kepada Musa. Pernyataan yang tegas ini merupakan tantangan bagi perkataan mereka.\n\nPada akhir ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya bahwa setelah mereka mendapat keterangan-keterangan yang telah terbukti kebenarannya itu, tetapi mereka masih tetap tidak mau menyadari dan tidak mau percaya juga akan kebenaran Al-Qur'an, agar membiarkan mereka dalam kesesatan ditelan arus kebatilan dan kekafiran." } } }, { "number": { "inQuran": 881, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 7, "page": 139, "manzil": 2, "ruku": 112, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064c \u0645\u0651\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa haazaa Kitaabun anzalnaahu Mubaarakum musaddiqul lazee bainaa yadaihi wa litunzira ummal Quraa wa man hawlahaa; wallazeena yu'minoona bil Aakhirati yu'minoona bihee wa hum'alaa Salaatihim yuhaafizoon" } }, "translation": { "en": "And this is a Book which We have sent down, blessed and confirming what was before it, that you may warn the Mother of Cities and those around it. Those who believe in the Hereafter believe in it, and they are maintaining their prayers.", "id": "Dan ini (Al-Qur'an), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan mereka selalu memelihara salatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/881", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/881.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/881.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan tujuan Allah menurunkan Kitab kepada Nabi Musa, pada ayat ini Allah menegaskan tujuan diturunkannya Al-Qur'an. Dan ini, yakni Al-Qur'an, Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah yang berisi tuntunan yang dapat mengantar kepada kebajikan yang melimpah; membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya seperti Taurat dan Injil, dan agar engkau, hai Nabi Muhammad, memberi peringatan kepada penduduk Ummul Qura, yakni Mekah, dan orang-orang yang ada di sekitarnya yang tidak memercayainya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya, yaitu Al-Qur'an, dan mereka selalu memelihara salatnya dengan tekun dan sungguh-sungguh.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang mulia, diturunkan kepada Nabi Muhammad penutup para rasul, kitab itu turun dari Allah seperti halnya Taurat yang diturunkan kepada Musa, hanya saja Al-Qur'an mempunyai nilai-nilai yang lebih sempurna karena Al-Qur'an berlaku abadi untuk sepanjang masa. Al-Qur'an, di samping sebagai petunjuk, juga sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dalam urusan tauhid, melenyapkan kemusyrikan dan mengandung ajaran-ajaran dasar hukum syara' yang abadi yang tidak berubah-ubah sepanjang masa.\n\nAl-Qur'an juga sebagai pegangan bagi Rasulullah untuk memperingatkan umatnya, baik yang berada di Mekah atau di sekitar kota Mekah, ialah orang-orang yang berada di seluruh penjuru dunia. Dimaksud dengan orang-orang yang berada di sekitar kota Mekah, dan orang-orang yang berada di seluruh penjuru dunia, sesuai dengan pemahaman bahasa yang ditegaskan oleh Allah:\n\nAl-Qur'an ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur'an kepadanya). (al-An'am/6: 19)\n\nJuga firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua¦\" (al-A'raf/7: 158)\n\nSabda Nabi:\n\n\"Semua nabi itu diutus hanya kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah)\n\nAllah menjelaskan bahwa orang-orang yang percaya akan terjadinya hari Kiamat dan kehidupan di akhirat, sudah pasti mereka percaya kepada Al-Qur'an, karena orang-orang yang percaya kepada kehidupan akhirat itu percaya pula akan akibat yang diterima pada hari itu. Itulah sebabnya mereka selalu mencari petunjuk-petunjuk yang dapat menyelamatkan diri mereka di akhirat kelak. Petunjuk-petunjuk itu terdapat dalam Al-Qur'an, maka mereka tentu akan mempercayai Al-Qur'an, percaya kepada Rasulullah yang menerima kitab, taat kepada perintah Allah, serta melaksanakan salat pada waktunya secara terus menerus.\n\nDisebutkan salat dalam ayat ini, karena salat adalah tiang agama, dan pokok dari semua ibadah. Orang yang melaksanakan salat dengan sebaik-baiknya adalah pertanda bahwa orang itu suka melaksanakan ibadah lainnya, serta dapat mengendalikan hawa nafsunya untuk tidak melakukan larangan-larangan Allah.\n\nDalam ayat ini terdapat sindiran yang tegas yaitu adanya keingkaran penduduk Mekah dan manusia-manusia yang mempunyai sikap seperti mereka kepada Al-Qur'an; dan menjelaskan bahwa mereka tidak mau menerima agama Islam serta kerasulan Muhammad karena mereka tidak percaya kepada kehidupan akhirat. Mereka merasa bahwa kehidupan hanya terjadi di dunia saja." } } }, { "number": { "inQuran": 882, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 7, "page": 139, "manzil": 2, "ruku": 112, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0628\u064e\u0627\u0633\u0650\u0637\u064f\u0648 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u06d6 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man azlamu mimmanif taraa 'alal laahi kaziban aw qaala oohiya ilaiya wa lam yooha ilaihi shai'un wa man qaala sa unzilu misla maaa anzalal laah; wa law taraaa iziz zaalimoona fee ghamaraatil mawti walmalaaa'ikatu baasitooo aideehim akhrijooo anfusakum; al yawma tujzawna 'azaabal hooni bimaa kuntum taqooloona 'alal laahi ghairal haqqi wa kuntum 'an aayaatihee tastakbiroon" } }, "translation": { "en": "And who is more unjust than one who invents a lie about Allah or says, \"It has been inspired to me,\" while nothing has been inspired to him, and one who says, \"I will reveal [something] like what Allah revealed.\" And if you could but see when the wrongdoers are in the overwhelming pangs of death while the angels extend their hands, [saying], \"Discharge your souls! Today you will be awarded the punishment of [extreme] humiliation for what you used to say against Allah other than the truth and [that] you were, toward His verses, being arrogant.\"", "id": "Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, “Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/882", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/882.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/882.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menguraikan bahwa Al-Qur'an bersumber dari Allah. Ayat ini mengecam orang-orang yang mengaku-ngaku mendapat wahyu dari Allah. Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah seperti halnya orang-orang Yahudi, atau siapa yang lebih zalim daripada orang yang berkata, \"Telah diwahyukan kepadaku oleh Allah,\" padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan siapa pula yang lebih zalim dari orang yang berkata, \"Aku akan menurunkan, yaitu menyampaikan, seperti apa yang diturunkan Allah yaitu Al-Qur'an yang dipercayai oleh kaum muslim? Tidak ada yang lebih zalim kecuali tiga macam manusia tersebut, maka wajar kalau mereka mendapat siksa. Alangkah ngerinya sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim yang sudah mencapai puncak kezalimannya berada dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata, \"Keluarkanlah nyawamu!\" Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah perkataan yang tidak benar dan karena kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya yakni enggan menerimanya bahkan melecehkannya.", "long": "Allah menjelaskan kepada kaum Muslimin bahwa tidak ada orang yang lebih zalim dari orang-orang Yahudi yang mengingkari kebenaran Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad. Perkataan mereka telah mengkhianati ajaran agama tauhid. Begitu juga perkataan mereka yang mengaku menerima wahyu dari Allah, seperti Musailamah al-Kadzdzab di Yamamah, al-Aswad al-'Ansi di Yaman, thulaihah al-Asadi dari Bani Asad, dan orang-orang yang mengaku dirinya mampu membuat kitab seperti Al-Qur'an.\n\nFirman Allah ini mengandung sindiran halus bagi para pendeta Yahudi yang dipuja-puja oleh pengikut-pengikutnya karena mereka itu mengaku mendapat wahyu dari Allah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan segala sesuatu yang sukar dipahami dari Taurat. Menurut kenyataan, mereka inilah yang selalu memusuhi Muhammad. Al-Qur'an juga mengandung sindiran kepada sastrawan-sastrawan Arab yang merasa mampu menyusun kitab-kitab yang dapat menyamai Al-Qur'an seperti firman Allah:\n\n¦ jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (al-Anfal)/8: 31)\n\nAllah menyebutkan ancaman dan siksaan yang akan diterima oleh orang-orang yang zalim itu, dikala mereka menghembuskan nafas yang terakhir, sebagai imbalan kejahatan dan dosa yang mereka lakukan. Alangkah dahsyatnya seandainya Nabi Muhammad dan kaum Muslimin melihat penderitaan yang diderita oleh orang-orang yang jahat itu pada waktu mereka menghadapi sakaratul maut, yaitu penderitaan yang akan mereka alami menjelang kematian, tidak terlukiskan kedahsyatannya. Pada waktu itu malaikat maut mengulurkan tangannya untuk merenggut nyawa mereka yang bergelimang dengan dosa, dengan renggutan yang keras.\n\nAllah menggambarkan saat-saat yang dahsyat itu dengan nada mencela mereka. Malaikat seakan-akan berkata, \"Kalau memang kamu merasa mampu, lepaskanlah nyawamu dari badanmu agar terhindar dari renggutan ini.\" Perintah ini tidak akan dapat mereka lakukan, karena masalah ini di luar kemampuan mereka. Pada saat itu mereka tidak dapat menghindarkan diri dari siksa yang pedih dan menghinakan, karena mereka telah berani memutarbalikkan kebenaran, berkata dusta, dan sikap mereka yang congkak dan sombong terhadap ayat-ayat Allah, seperti perkataan mereka bahwa mereka mampu menurunkan kitab seperti Al-Qur'an.\n\nDalam ayat ini terdapat bandingan yang jelas antara ketidakmampuan mereka untuk membuat kitab semacam Al-Qur'an dengan ketidakmampuan mereka menghindarkan diri dari malaikat maut. Maksudnya agar mereka dapat menyadari bahwa apa yang mereka katakan itu sebenarnya hanya dusta belaka, sedang Al-Qur'an adalah datang dari Allah kepada Muhammad, yang tidak dapat ditandingi oleh siapa pun juga." } } }, { "number": { "inQuran": 883, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 7, "page": 139, "manzil": 2, "ruku": 112, "hizbQuarter": 55, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064f\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0641\u064e\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f \u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0632\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad ji'tumoonaa furaadaa kamaa khalaqnaakum awwala marratinw wa taraktum maa khawwalnaakum waraaa'a zuhoorikum wa maa naraa ma'akum shufa'aaa' akumul lazeena za'amtum annahum feekum shurakaaa'; laqat taqatta'a bainakum wa dalla 'annkum maa kuntum taz'umoon" } }, "translation": { "en": "[It will be said to them], \"And you have certainly come to Us alone as We created you the first time, and you have left whatever We bestowed upon you behind you. And We do not see with you your 'intercessors' which you claimed that they were among you associates [of Allah]. It has [all] been severed between you, and lost from you is what you used to claim.\"", "id": "Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/883", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/883.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/883.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan keadaan para pendurhaka ketika menghadapi tekanan sakratulmaut, ayat ini menjelaskan tentang keadaan mereka setelah roh terpisah dari jasad mereka. Dan kamu, setelah dicabut rohmu dan sekian lama menunggu di alam barzakh, akan benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, yakni ketika lahir ke dunia, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu seperti harta benda, anak, kerabat, dan lainnya, kamu tinggalkan di belakangmu di dunia. Kami tidak melihat pemberi syafaat, yakni pertolongan, besertamu yang dulu kamu sembah dan yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, telah terputuslah semua pertalian antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka sebagai sekutu Allah.", "long": "Allah menjelaskan nasib orang-orang zalim di hari Kiamat. Mereka datang menghadap Allah sendiri-sendiri dengan tidak membawa harta benda, anak dan pangkat, terlepas dari kebanggaan, dukungan dan kedudukan duniawi. Berhala-berhala yang dikira dapat memberikan syafa'at, tidak ada gunanya sama sekali. Keadaan mereka seperti diciptakan pada pertama kalinya, pada waktu mereka berada dalam kandungan ibu, seperti dijelaskan dalam hadis:\n\n\"Wahai manusia, sebenarnya kamu akan dikumpulkan kehadirat Allah di padang Mahsyar dalam keadaan tidak bersepatu, tidak berpakaian dan tidak berkhitan sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama kali, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah janji yang pasti Kami tepati, bahwa kami benar-benar akan melaksanakannya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas)\n\nMereka meninggalkan di dunia apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, yang menjadi kebanggaan mereka, yaitu harta benda, anak, isteri dan kedudukan yang menyebabkan mereka congkak dan tidak mau beriman kepada Rasul-rasul. Semuanya tidak dapat menolong mereka dari siksa Allah di akhirat.\n\nAllah menjelaskan bahwa Dia tidak akan mempedulikan apa saja yang mereka anggap dapat memberi syafa'at; baik itu berupa berhala-berhala yang mereka persekutukan dengan Allah atau pendeta-pendeta yang mereka anggap sebagai perantara yang dapat menghubungkan doa mereka kepada Allah. Tegasnya pada hari itu tidak dipedulikan syafa'at dan tebusan, masing-masing orang bertanggung jawab terhadap amalnya sendiri-sendiri. Pada hari itu masing-masing manusia terpisah dari segala sesuatu yang biasanya menjadi kebanggaan mereka di dunia. Harapan mereka telah pupus karena apa yang mereka sangka tidak pernah tiba. Syafa'at dan tebusan yang mereka duga akan dapat menolong mereka, sedikit pun tidak memenuhi harapan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 884, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 7, "page": 140, "manzil": 2, "ruku": 113, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal laaha faaliqul habbi wannawaa yukhrijul haiya minal maiyiti wa mukhrijul maiyiti minal haiy; zaalikumul laahu fa annaa tu'fakoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah is the cleaver of grain and date seeds. He brings the living out of the dead and brings the dead out of the living. That is Allah; so how are you deluded?", "id": "Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/884", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/884.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/884.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menguraikan aneka argumentasi keesaan Allah dalam ayat sebelumnya, ayat berikut ini menjelaskan kembali bukti keesaan Allah melalui argumen yang berbeda. Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan, padi-padian, dan biji kurma serta buah-buahan lainnya. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah bukti kekuasaan Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?", "long": "Allah menjelaskan bahwa semua kehidupan terjadi karena adanya Pencipta kehidupan, yaitu Allah. Allah mengembang biakkan segala macam tumbuh-tumbuhan dari benih-benih kehidupan, baik yang berbentuk butiran-butiran ataupun biji-bijian. Diwujudkan demikian adalah dengan maksud agar mudah dipahami oleh manusia, sesuai dengan pengetahuan mereka secara umum; termasuk pula segala jenis kehidupan yang oleh ilmu pengetahuan digolongkan pada tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak dengan spora atau dengan pembelahan sel yang hanya dapat diketahui oleh orang-orang tertentu. Kesemuanya itu berkembang biak menurut hukum sebab dan akibat yang telah ditentukan oleh Allah.\n\nUraian ilmiah tentang ayat ini adalah sebagai berikut: mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, merupakan siklus kehidupan (life cycle) dari semua makhluk hidup atau living organisms (sering hanya ditulis organisms), utamanya dari jenis makhluk tingkat tinggi, seperti manusia, hewan ataupun tumbuhan. Jika berbicara tentang tanaman/tumbuhan, maka kalimat 'mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengisyaratkan bahwa tanaman (yang hidup itu) keluar dari biji-biji yang ditanam. Biji-biji ini dapat 'dianggap sesuatu yang mati. Sebab jika tidak menemukan kondisi yang sesuai, ia tetap merupakan benda 'mati. Sedangkan 'mengeluarkan yang mati dari yang hidup, mengisyaratkan bahwa biji-biji (yang mati itu) keluar atau dihasilkan oleh tanaman (yang hidup). Siklus kehidupan organisma merupakan proses metabolisme yang terjadi pada semua makhluk hidup; dan dikendalikan oleh sistem gen yang kompleks. Inilah yang merupakan kekuasaan atau ayat Allah. \n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa yang menciptakan segala-galanya mempunyai sifat yang Mahasempurna yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas dan mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi, yaitu Allah. Dengan demikian, hanya Allah yang seharusnya disembah, dan tidak boleh disekutukan dengan yang lain.\n\nAllah mencela orang-orang musyrik, mengapa mereka menyimpang dari ibadah yang benar yaitu menyimpang dari agama tauhid menuju penyembahan tuhan selain Allah, padahal kalau mereka mau memperhatikan kejadian alam semesta ini, niscaya mereka mengetahui bahwa perbuatan mereka itu adalah perbuatan yang tidak benar." } } }, { "number": { "inQuran": 885, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 7, "page": 140, "manzil": 2, "ruku": 113, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0635\u0652\u0628\u064e\u0627\u062d\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u062d\u064f\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Faaliqul isbaahi wa ja'alal laila sakananw washh shamsa walqamara husbaanaa; zaalika taqdeerul 'Azeezil 'Aleem" } }, "translation": { "en": "[He is] the cleaver of daybreak and has made the night for rest and the sun and moon for calculation. That is the determination of the Exalted in Might, the Knowing.", "id": "Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/885", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/885.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/885.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan kekuasaan-Nya terhadap sesuatu yang bersifat material dan berada di bumi, kini dijelaskan tentang benda-benda langit. Dia menyingsingkan pagi agar aneka makhluk dapat melakukan berbagai aktivitas, dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan beredar dengan ketelitian yang amat mengagumkan yang berguna sebagai dasar untuk perhitungan bulan dan tahun. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.", "long": "Allah menyuruh manusia agar memperhatikan perputaran waktu yang disebabkan oleh peredaran benda-benda langit yang berlaku menurut hukum sebab dan akibat. Allah mengajak manusia memperhatikan alam terbuka yang dapat dilihat sehari-hari. Allah menyingsingkan cahaya pagi yang menghapus kegelapan malam. Cahaya itu tampak di ufuk langit bagian timur sesudah terbitnya matahari sehingga dunia tampak bercahaya terang. Keadaan ini mereka alami di saat-saat mereka melakukan segala macam kegiatan untuk keperluan hidup mereka. Sebagai kebalikan dari suasana tersebut, Allah mengajak manusia untuk memperhatikan keadaan malam yang gelap. Allah menciptakan malam untuk beristirahat setelah mereka penat karena bekerja di siang hari. Keadaan ini digambarkan sebagai suasana ketenangan. Suasana yang silih berganti antara siang dan malam seperti keadaan yang mempunyai persamaan dengan perputaran hidup, agar mereka mempunyai pandangan hidup yang lebih luas. Uraian ilmiahnya sebagai berikut:\n\nKata husbana (perhitungan) dalam ayat ini dimaksudkan sebagai perhitungan kalender (penanggalan). Dalam sejarah peradaban manusia, telah terbukti bahwa matahari dan bulan digunakan untuk perhitungan penanggalan. Penanggalan berbasis pada 'gerak dan posisi matahari di langit bumi, atau yang dikenal dengan Solar Calendar, telah dilakukan oleh peradaban Barat (berasal dari Romawi dan Yunani), India; sedang peradaban Yahudi, Arab, Cina, juga India menggunakan Lunar Calendar, yaitu perhitungan berbasiskan kepada 'gerak dan posisi bulan di langit bumi. Dalam bahasa astronomi, Solar Calendar berbasiskan pada lintasan-orbit bumi terhadap posisi matahari, sedang Lunar Calendar berbasis pada lintasan-orbit bulan terhadap posisi bumi dan matahari. \n\nDalam dunia astronomi-astrofisika, bulan juga digunakan dalam perhitungan penentuan kestabilan dinamika rotasi (rotational dynamic stability) bumi. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan bulan sangat diperlukan agar precession (perkitaran) bumi pada sumbunya stabil. Bulan memberikan kestabilan dalam dimensi waktu 10-100 tahun, sedang Venus dan Mars memberikan kestabilan dalam dimensi waktu 100-500 tahun. Sedang planet Yupiter dan Saturnus, juga ikut memberikan rotational dynamic stability terhadap bumi kita ini, juga bertindak sebagai shield (perisai) bagi bumi terhadap hamburan meteor yang akan membentur bumi.\n\nAllah menyebutkan sebab-sebab yang mengubah suasana siang menjadi malam yaitu matahari yang beredar menurut waktu-waktu yang telah ditentukan. Sebagai bandingannya disebutkan, bahwa bulan tampak cemerlang di waktu malam. Baik matahari maupun bulan beredar di angkasa raya menurut garis edarnya secara teratur dan tertentu.\n\nAllah menyebutkan matahari dan bulan karena kedua benda langit itulah yang paling menonjol di antara benda-benda langit yang lain, yang secara umum manusia dapat memahami secara mudah kapan matahari dan bulan itu terbit dan kapan benda langit itu terbenam, dengan maksud agar manusia dapat memahami bahwa tiap-tiap kehidupan didahului oleh tiada dan akan kembali kepada tiada pula. Mengenai manfaat peredaran matahari dan bulan ini Allah menjelaskan selanjutnya dengan firman-Nya:\n\nDialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). (Yunus/10: 5)\n\nDalam ayat ini, Allah menyebutkan tiga macam nikmat-Nya yang dapat dinikmati secara langsung oleh manusia yaitu nikmat yang diperoleh mereka tanpa usaha; nikmat cahaya pagi, nikmat ketenangan malam dan nikmat sinar matahari dan bulan agar manusia secara menyeluruh dapat memahami rahmat Allah yang menyeluruh bagi semua makhluk-Nya. Pada akhir ayat Allah menegaskan bahwa penciptaan yang sangat tinggi nilainya itu, adalah ketentuan Allah sesuai dengan keluasan ilmu-Nya, kebesaran kekuasaan dan ketinggian hikmah-Nya.\n\nAllah berfirman: \n\nSungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (al-Qamar/54: 49)" } } }, { "number": { "inQuran": 886, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 7, "page": 140, "manzil": 2, "ruku": 113, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u06d7 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee ja'ala lakumun nujooma litahtadoo bihaa fee zulumaatil barri walbahr; qad fassalnal Aayaati liqawminy ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And it is He who placed for you the stars that you may be guided by them through the darknesses of the land and sea. We have detailed the signs for a people who know.", "id": "Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/886", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/886.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/886.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fungsi matahari dan bulan telah diuraikan pada ayat di atas, selanjutnya fungsi bintang diuraikan pada ayat ini. Dan Dialah Allah yang menjadikan bintang-bintang yang memancarkan cahaya bagimu, dengan tujuan antara lain agar kamu menjadikannya petunjuk arah dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan secara rinci tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Kami kepada orang-orang yang mengetahui.", "long": "Allah menjelaskan tentang kegunaan benda-benda langit lainnya, yaitu benda-benda langit selain matahari dan bulan, yang terkenal dengan bintang-bintang yang digunakan oleh manusia sebagai penunjuk waktu, musim serta arah di waktu malam. Bintang dijadikan sebagai penunjuk waktu ialah dengan jalan melihat terbit dan tenggelamnya kelompok-kelompok bintang itu. ) Sebagai tanda waktu, diambil sebagai pedoman bahwa pada tanggal 21 Maret tiap-tiap tahun matahari bersama-sama tenggelam dengan Aries pada jam 6.00 sore (18.00). Seterusnya tiap-tiap bintang itu tenggelam lebih dahulu dari matahari sekitar 1 derajat atau 4 menit.\n\nYang dimaksud dengan bintang-bintang penunjuk waktu di sini ialah bintang-bintang tetap (fixed stars), yaitu bintang-bintang yang bersinar sendiri dan mempunyai rasi (konstelasi) yang tetap; bukan bintang-bintang yang bergerak (planet, as-sayarat) karena bintang-bintang ini selalu berkelana di antara konstelasi-konstelasi bintang yang lain. Sebagai penunjuk musim, dapat diketahui dari kedudukan matahari di antara bintang-bintang tetap itu (manzie). Untuk mudahnya dapat dilihat pada saat matahari terbenam. Apabila Matahari terbenam bersama-sama dengan rasi Hamal (Aries), berarti saat itu tanggal 21 Maret musim semi sudah mulai tiba, sedangkan apabila matahari terbenam bersama-sama dengan Sarathan (Cancer) saat itu tanggal 21 Juni; musim panas telah mulai tiba. Apabila matahari tenggelam bersama-sama dengan rasi Mizan (Libra), berarti saat itu tanggal 23 September; musim gugur mulai tiba; dan apabila matahari tenggelam bersama-sama rasi Jadyu (Capricornus) berarti saat itu tanggal 22 Desember, musim dingin sudah mulai tiba. Musim-musim ini berlaku bagi negeri-negeri di belahan bumi Utara Khatulistiwa, sedang untuk negeri-negeri di belahan bumi Selatan Khatulistiwa berlaku sebaliknya.\n\nBintang-bintang sebagai penunjuk arah yang biasa dipergunakan orang ialah bintang-bintang tetap di luar minthaqatul buruj (Zodiac) yaitu bintang salib selatan (as-shalibul Januby Crux) yaitu dengan jalan menarik garis lurus dari gamma cruxis ke alpha cruxis dan memotong ufuk. Titik perpotongan ialah titik selatan. Bintang biduk atau beruang besar (ad-Dubbul Akbar, Ursa Mayor) yaitu dengan jalan menarik garis lurus dari beta ursaayorise melalui alpha ursae mayoris dan memotong ufuk. Titik perpotongan itulah utara. Lebih lanjut uraian ilmiah tentang manfaat bintang-bintang adalah sebagai berikut: \n\nBintang-bintang dijadikan petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut, memiliki makna bahwa bintang-bintang dapat digunakan sebagai indikator navigasi dalam perjalanan/pengembaraan/pelayaran. Dalam sejarah peradaban manusia, para pelaut dari bangsa-bangsa Viking, Romawi, Yunani, Arab, Spanyol, Portugis telah menggunakan pengetahuan mereka tentang posisi rasi-bintang sebagai indikator navigasi dalam pelayaran mereka yang jauh. Rasi Bintang Salib-Selatan (Southern Cross) telah digunakan oleh para pelaut Inggris sebagai indikator navigasinya. Dalam bahasa ilmiah, indikator navigasi yang menggunakan atau berbasis pada posisi bintang-bintang di langit ini disebut stellar navigation. Stellar navigation juga telah digunakan oleh para pengembara darat untuk menentukan arah perjalanannya.\n\nDalam dunia modern sekarang ini, ternyata stellar navigation juga telah digunakan oleh pesawat antariksa, seperti jenis pesawat Ulang-alik (Space Shuttle): Columbia, Challenger, dan Enterprise.\n\nKegunaan lain bintang-bintang itu adalah sebagai penunjuk arah kiblat, letak Kota Mekah persis di sebelah selatan Kota Medinah.\n\nAllah menjelaskan kekuasaan-Nya dalam menciptakan langit, bumi serta segala isinya dan segala macam bentuk kehidupan serta tata hukum yang berlaku untuknya secara terperinci. Penjelasan ini dimaksudkan, bahwa dengan meneliti keagungan ciptaan Tuhan tersebut, pikiran manusia menjadi terbuka untuk menerima keyakinan tentang adanya Pencipta langit, bumi serta segala isinya serta kekuasaan yang dimiliki-Nya.\n\nPada akhir ayat ini Allah menyebutkan bahwa penjelasan yang diberikan secara terpeinci itu ditujukan kepada orang-orang yang mempunyai pikiran yang bersih dan terpelihara dari pengaruh-pengaruh hawa nafsu, yaitu orang-orang yang meneliti benda-benda alam secara murni, terlepas dari tujuan-tujuan tertentu yang menjurus kepada kepentingan pribadi, golongan dan fanatik kebangsaan. Orang-orang yang meneliti benda-benda alam secara murni itulah yang akan dapat menemukan jawaban rahasia kejadian alam semesta yang menghantarkan kepada Tuhan Yang Maha Esa." } } }, { "number": { "inQuran": 887, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 7, "page": 140, "manzil": 2, "ruku": 113, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064c \u0648\u064e\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0652\u062f\u064e\u0639\u064c \u06d7 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa hhuwal lazeee ansha akum min nasinw waahidatin famustaqarrunw wa mustawda'; qad fassalnal Aayaati liqaw miny-yafqahoon" } }, "translation": { "en": "And it is He who produced you from one soul and [gave you] a place of dwelling and of storage. We have detailed the signs for a people who understand.", "id": "Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/887", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/887.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/887.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aneka makhluk telah diuraikan, baik yang berada di langit maupun di bumi, berikutnya dijelaskan kembali tentang makhluk yang paling dimuliakan Allah, yaitu manusia. Dan Dialah yang menciptakan kamu, wahai umat manusia, dari diri yang satu, yakni Adam, yang melalui istrinya kamu berkembang biak, maka bagimu ada tempat menetap dan juga tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan dengan aneka macam cara dan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.", "long": "Allah mengajak manusia untuk memikirkan kejadian diri mereka sendiri yaitu mereka diciptakan oleh Allah dari diri yang satu. Penjelasan ini memberikan pengertian bahwa semua manusia yang terdiri dari berbagai bangsa dan suku dengan beraneka ragam bentuk dan warna kulitnya, berpangkal dari satu asal yaitu dari Adam dan Hawa. Mereka ini diciptakan oleh Allah dari satu jenis (dari tanah) seperti juga dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. (an-Nisa'/4: 1)\n\nPenjelasan ini menjawab rahasia kejadian manusia yang banyak dibahas oleh para ilmuwan, dan sebagai penegasan kepada manusia agar mereka jangan mengagungkan berhala dan bintang-bintang, akan tetapi hendaklah mereka beribadah hanya kepada Pencipta mereka sendiri yaitu Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa; agar mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, yaitu agar mereka hidup kenal-mengenal dan tolong-menolong di antara sesama manusia karena mereka pada hakekatnya mempunyai martabat yang sama dan berasal dari jenis yang sama pula. Perbedaan kebangsaan, suku, bentuk dan warna kulit janganlah dijadikan sebab untuk permusuhan dan kebencian, akan tetapi hendaklah dijadikan sebab untuk menjalin persaudaraan dan rasa syukur terhadap nikmat Allah Yang Mahakuasa.\n\nKemudian Allah menjelaskan proses pengembangbiakan manusia, bahwa proses pengembangbiakan itu terjadi atas kuasa Allah pula. Manusia diciptakan dari sperma dan ovum. Sperma berasal dari laki-laki sedangkan ovum dari wanita. Sperma yang terpancar dari laki-laki membuahi ovum, yang dalam beberapa waktu lamanya berada dalam rahim wanita; sesudah melalui proses tertentu lahirlah seorang bayi. Sejak saat itulah bayi itu hidup di alam dunia sampai ajalnya tiba, lalu kembali ke alam baka.\n\nPenjelasan ini merupakan perluasan dari ayat-ayat yang lalu agar manusia mendapatkan penjelasan secara lebih terperinci, bahwa kekuasaan Allah tidak hanya berlaku pada benda-benda mati akan tetapi juga berlaku bagi makhluk-makhluk yang hidup. Hal inipun dapat dipahami oleh orang-orang yang suka memahami." } } }, { "number": { "inQuran": 888, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 7, "page": 140, "manzil": 2, "ruku": 113, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062e\u064e\u0636\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062d\u064e\u0628\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0652\u0644\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0644\u0652\u0639\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0642\u0650\u0646\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c \u062f\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0645\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0634\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064d \u06d7 \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062b\u0652\u0645\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazeee anzala minas samaaa'i maaa'an fa akhrajnaa bihee nabaata kulli shai'in fa akhrajnaa minhu khadiran nukhriju minhu habbam mutaraakibanw wa minan nakhli min tal'ihaa qinwaanun daaniyatunw wa jannaatim min a'naabinw wazzaitoona warrummaana mushhtabihanw wa ghaira mutashaabih; unzurooo ilaa samariheee izaaa asmars wa yan'ih; inna fee zaalikum la Aayaatil liqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And it is He who sends down rain from the sky, and We produce thereby the growth of all things. We produce from it greenery from which We produce grains arranged in layers. And from the palm trees - of its emerging fruit are clusters hanging low. And [We produce] gardens of grapevines and olives and pomegranates, similar yet varied. Look at [each of] its fruit when it yields and [at] its ripening. Indeed in that are signs for a people who believe.", "id": "Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/888", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/888.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/888.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keesaan dan kekuasaan Allah telah terbukti dengan jelas bagi yang masih enggan untuk beriman, maka ayat ini menegaskan kembali seakan merangkum dan memerinci apa yang telah disebutkan. Dan Dialah yang menurunkan air, yaitu hujan, dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak padahal sebelumnya hanya satu biji atau benih. Dan, sebagai contoh dari proses di atas, dari mayang, yakni tongkol bunga, kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai yang mudah dipetik, dan kebun-kebun anggur, dan Kami keluarkan pula zaitun dan delima yang serupa bentuk buahnya dan yang tidak serupa aroma dan kegunaannya. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan perhatikan pula proses bagaimana buah tersebut menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.", "long": "Allah menjelaskan kejadian hal-hal yang menjadi kebutuhan manusia sehari-hari, agar mereka secara mudah dapat memahami kekuasaan, kebijaksanaan, serta pengetahuan Allah. Allah menjelaskan bahwa Allah-lah yang menurunkan hujan dari langit, yang menyebabkan tumbuhnya berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari berbagai ragam bentuk, macam dan rasa. Seperti firman Allah:\n\n¦ disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. (ar-Ra'd/13: 4)\n\nDisebutkan hujan turun dari langit adalah menurut kebiasaan mereka. \"Sama\" atau langit digunakan untuk apa saja yang berada di atas; sedang yang dimaksud dengan Sama dalam ayat ini ialah \"Sahab\" yang berarti awan seperti ditunjukkan dalam firman Allah:\n\nPernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? (al-Waqi'ah/56: 68-69)\n\nAllah menjelaskan bahwa air itu sebagai sebab bagi tumbuhnya segala macam tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam bentuk jenis dan rasanya, agar manusia dapat mengetahui betapa kekuasaan Allah mengatur kehidupan tumbuh-tumbuhan itu. Manusia yang suka memperhatikan siklus peredaran air akan dapat mengetahui betapa tingginya hukum-hukum Allah. Hukum-Nya berlaku secara tetap dan berlangsung terus tanpa henti-hentinya, sampai tiba saat yang telah ditentukan.\n\nKemudian disebutkan pula perincian dari tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu; di antaranya ialah rerumputan yang tumbuh berumpun-rumpun sehingga kelihatan menghijau. Tumbuh-tumbuhan jenis ini mengeluarkan buah yang berbentuk butiran-butiran kecil yang terhimpun dalam sebuah tangkai seperti gandum, syair dan padi. Jenis yang lain dari tumbuh-tumbuhan itu ialah pohon palma yang mengeluarkan buah yang terhimpun dalam sebuah tandan yang menjulai rendah sehingga mudah dipetik.\n\nJenis yang lain lagi dari jenis tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu ialah anggur, zaitun, dan delima. Ketika jenis buah-buahan ini disebutkan secara beruntun, karena masing-masing ada yang mempunyai persamaan dan perbedaan, sifat, bentuk dan rasanya, sehingga ada yang berwarna kehitam-hitaman dan ada pula yang berwarna kehijau-hijauan; ada yang berdaun agak lebar, dan ada pula yang berdaun agak kecil; begitu pula ada yang rasanya manis dan ada yang asam. Dalam hal ini ilmuwan berkata:\n\nMakhluk hidup telah dijelaskan oleh ahli botani, seperti tumbuhan memainkan peranan penting dalam membuat dunia layak untuk dihuni. Di antara perannya, tumbuhan membersihkan udara bagi manusia, menjaga suhu agar relatif konstan, dan menyeimbangkan proporsi gas di atmosfir. Allah swt menetapkan bahwa manusia dan hewan menerima makanannya dari yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan dalam \"pabrik hijau\"nya. Pabrik hijau ini, yang oleh ahli botani disebut dengan kloroplas, mengandung klorofil yang di dalam Al-Qur'an disebaut sebagai al-khadhir (bahan hijau), dimana tumbuhan memanfaatkan energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia yang pada akhirnya menghasilkan biji-bijian, buah-buahan dan bagian tumbuhan lainnya. \n\nSel tumbuhan, tidak seperti sel-sel manusia dan hewan, dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi kimia dan menyimpannya dalam nutrien melalui cara-cara yang sangat spesial. Proses yang disebut fotosintesis ini dilakukan tidak oleh sel tetapi oleh kloroplas, organel-organel yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Organel-organel hijau kecil yang hanya dapat diamati dengan mikroskop ini, merupakan satu-satunya laboratorium di muka bumi yang mampu menyimpan energi matahari dalam bahan organik. \n\nFotosintesis merupakan sebuah proses kimia, yang dirumuskan sebagai berikut: \n\n6 H2O + 6 CO2 +Cahaya matahari → C6 H12 O6 + 6 O2 \n\nArtinya, air dan karbon dioksida dengan bantuan energi matahari menghasilkan gula/glukosa dan oksigen. \n\nMenurut ahli astronomi Amerika, George Greenstein, klorofil adalah molekul yang melangsungkan fotosintesis. Mekanisme fotosintesis dimulai dengan penyerapan cahaya matahari oleh molekul klorofil. Fotosintesis bervariasi sesuai dengan intensitas dan lamanya sumber cahaya matahari, dan produktivitasnya diukur dari keluaran oksigen yang dihasilkannya. \n\nProduksi yang dibuat oleh tumbuhan direalisasikan melalui proses kimia yang sangat kompleks. Ribuan pigmen-pigmen klorofil ditemukan pada kloroplas bereaksi terhadap cahaya dalam waktu yang sangat pendek, sekitar seperseribu detik. Konversi energi matahari menjadi energi kimia atau listrik merupakan terobosan sangat mutakhir.\n\nSistem fotosintesis yang sangat kompleks merupakan sebuah mekanisme yang secara sengaja dirancang oleh Allah swt. Suatu 'pabrik tanpa banding yang dilaksanakan dalam unit luasan yang kecil pada daun. Proses fotosintesis dengan peran klorofil dan kloroplas, merupakan salah satu dari ayat-ayat kauniah, yang menampakkan bahwa seluruh makhluk hidup diciptakan oleh Allah, Pemelihara seluruh alam. Ayat terkait: al-hajj/22: 5).\n\nKesemuanya itu adalah untuk menunjukkan kekuasaan Allah yang menciptakan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu.\n\nAllah memerintahkan kepada manusia agar memperhatikan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu pada saat berbuah bagaimana buah-buahan itu tersembul dari batang atau rantingnya, kemudian merekah sebagai bunga, setelah nampak buahnya, akhirnya menjadi buah yang sempurna (matang).\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa dalam proses kejadian pembuahan itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat teliti pengurusannya serta tinggi ilmu-Nya. Tanda-tanda kekuasaan Allah itu menjadi bukti bagi orang yang beriman. Dari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa perhatian manusia pada segala macam tumbuh-tumbuhan hanya terbatas pada keadaan lahir sebagai bukti adanya kekuasaan Allah, tidak sampai mengungkap rahasia kekuasaan Allah terhadap penciptaan tumbuh-tumbuhan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 889, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 7, "page": 140, "manzil": 2, "ruku": 113, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'aloo lillaahi shurakaaa'al jinna wa khalaqa hum wa kharaqoo lahoo baneena wa banaatim bighairi 'ilm Subhaanahoo wa Ta'aalaa 'amma yasifoon" } }, "translation": { "en": "But they have attributed to Allah partners - the jinn, while He has created them - and have fabricated for Him sons and daughters. Exalted is He and high above what they describe", "id": "Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), “Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan,” tanpa (dasar) pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/889", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/889.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/889.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aneka macam bukti yang dipaparkan seperti yang disebut pada beberapa ayat di atas, agaknya belum menjadikan kaum musyrik sadar akan keyakinannya yang keliru. Salah satu bentuk keyakinan yang sesat itu diurai pada ayat ini. Dan mereka, orang-orang musyrik, menjadikan jin sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya, yakni jin-jin itu, dan mereka berbohong dengan mengatakan, \"Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan, yaitu para malaikat.\" Itu mereka yakini dan ucapkan tanpa dasar ilmu pengetahuan sedikit pun. Mahasuci Allah dari segala apa yang mereka ucapkan dan yakini, dan Mahatinggi Dia dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik menjadikan jin sekutu bagi Allah. Dikatakan demikian karena orang-orang musyrik itu meskipun kenyataannya menyembah berhala-berhala, namun pada hakikatnya mereka berbuat demikian itu lantaran mengikuti bisikan jin dan setan.\n\nAllah berfirman:\n\nYang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah inatsan (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka, yang dilaknati Allah, dan (setan) itu mengatakan, \"Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu, dan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya).\" Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata. (an-Nisa'/4: 117-119)\n\nAllah menjelaskan kesalahan perbuatan mereka karena mereka sebenarnya telah mengetahui bahwa yang menciptakan jin-jin itu ialah Allah. Itulah sebabnya maka perbuatan mereka itu dicela. Celaan Allah terhadap mereka itu adalah seperti celaan Ibrahim a.s. terhadap kaumnya.\n\nAllah berfirman:\n\n\"Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.\" (as-shaffat/37: 95-96)\n\nAllah mencela pula perbuatan mereka, karena mereka telah berbohong dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak laki-laki dan anak-anak perempuan. Tuduhan mereka bahwa Allah mempunyai anak laki-laki adalah seperti tuduhan orang-orang Yahudi dan Nasrani.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan orang-orang Yahudi berkata, \"Uzair putra Allah,\" dan orang-orang Nasrani berkata, \"Al-Masih putra Allah.\" (at-Taubah/9: 30)\n\nSedangkan tuduhan mereka bahwa Allah mempunyai anak perempuan diterangkan dalam firman Allah:\n\nMaka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), \"Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?\" atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)? Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan, \"Allah mempunyai anak.\" Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. (as-shaffat/37: 149-152)\n\nMereka melemparkan tuduhan itu dengan tidak mempunyai alasan sedikit pun. Bahkan perkataan mereka menunjukkan kebodohan mereka sendiri atau semata-mata menuruti hawa nafsu.\n\nDi akhir ayat ini Allah membersihkan diri-Nya dari tuduhan-tuduhan mereka, bahwa Dia Mahasuci dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan, yaitu bahwa Allah tidak mempunyai serikat dan tidak mempunyai anak." } } }, { "number": { "inQuran": 890, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 7, "page": 140, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u062f\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Badee'us samaawaati wal ardi annnaa yakoonu lahoo waladunw wa lam takul lahoo saahibatunw wa khalaqa kulla shai'in 'Aleem" } }, "translation": { "en": "[He is] Originator of the heavens and the earth. How could He have a son when He does not have a companion and He created all things? And He is, of all things, Knowing.", "id": "Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/890", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/890.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/890.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk membantah pandangan sesat di atas, ayat ini menegaskan bahwa Dia, yakni Allah, pencipta langit dan bumi tanpa contoh acuan yang ditiru-Nya. Bagaimana mungkin dan atas dasar apa yang dapat dijadikan alasan Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dalam logika kalian, hai manusia, seorang anak pastilah lahir dari seorang ibu? Cobalah kalian camkan dan yakini bahwa Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia juga mengetahui segala sesuatu.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dialah Pencipta langit dan bumi. Dalam penciptaan jagat raya dan segala isinya, Dia tidaklah meniru dari ciptaan-ciptaan sebelumnya. Dia menciptakan dari tidak ada menjadi ada.\n\nIni berarti bahwa Allah menciptakannya secara mutlak tidak memerlukan bantuan tenaga ataupun benda-benda lainnya. Oleh sebab itu bagaimana mungkin ia mempunyai anak seperti persangkaan orang-orang musyrik. Padahal Dia tidak memerlukan istri yang dapat melahirkan anak. Allah menyalahkan anggapan orang-orang musyrik dengan memberikan alasan-alasan yang rasional dengan maksud agar mereka dapat menerima kebenaran. Penjelasan ini merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya, Allah membersihkan diri-Nya dari tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik; sedangkan keterangan-keterangan selanjutnya menandaskan bahwa dugaan-dugaan mereka itu tidak masuk akal.\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Ilmu-Nya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ilmu-Nya azali dan abadi. Hal ini merupakan ketetapan Allah untuk menguatkan alasan-alasan yang dikemukakan sebelumnya serta membatalkan tuduhan orang musyrik yang tidak pada tempatnya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 891, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Zaalikumul laahu Rabbukum laaa ilaaha illaa huwa khaaliqu kulli shai'in fa'budooh; wa huwa 'alaa kulli shai'inw Wakeel" } }, "translation": { "en": "That is Allah, your Lord; there is no deity except Him, the Creator of all things, so worship Him. And He is Disposer of all things.", "id": "Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/891", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/891.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/891.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah terbukti bahwa keyakinan mereka itu salah dan sesat, ayat ini sampai kepada kesimpulan bahwa yang memiliki sifat-sifat yang demikian mulia itulah Allah Yang Maha Esa, Tuhan pemelihara kamu; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia; pencipta segala sesuatu, karena itu maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu.", "long": "Allah menerangkan kepada orang-orang musyrik, bahwa Allah memiliki sifat-sifat seperti disebutkan dalam ayat yang lalu. Itulah sebenarnya Tuhan yang wajib mereka sembah. Yang menciptakan segala sesuatu, tidak ada tuhan yang lain kecuali Dia, bukan tuhan-tuhan yang mereka ciptakan seperti berhala-berhala, atau malaikat-malaikat yang dianggap sebagai anak Tuhan; karena semuanya itu adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak pantas diperserikatkan kepada Dia.\n\nDi akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah pemelihara segala sesuatu yaitu menguasai segala urusan, mengurusi jagat raya dan isinya dengan ilmu, hikmat dan kekuasaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 892, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0637\u0650\u064a\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Laa tudrikuhul absaaru wa Huwa yudrikul absaara wa huwal Lateeful Khabeer" } }, "translation": { "en": "Vision perceives Him not, but He perceives [all] vision; and He is the Subtle, the Acquainted.", "id": "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/892", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/892.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/892.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk lebih menguatkan uraian sifat-sifat Allah seperti yang disebut sebelumnya, Allah lalu menyatakan bahwa Dia tidak dapat dicapai dalam bentuk apa pun oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat menjangkau dan melihat dengan sejelas-jelasnya segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Mahahalus sehingga tidak dapat dilihat oleh makhluk, lagi Mahateliti sehingga dapat melihat segala sesuatu.", "long": "Allah menjelaskan hakikat dan keagungan diri-Nya sebagai penegasan dari sifat-sifat-Nya yang telah dijelaskan pada ayat yang baru lalu, yaitu bahwa Allah di atas segala-galanya. Zat-Nya Yang Agung itu tidak dapat dijangkau oleh indera manusia, karena indera manusia itu memang diciptakan dalam susunan yang tidak siap untuk melihat zat-Nya. Sebabnya tidak lain karena manusia itu diciptakan dari materi, dan inderanya hanya menangkap materi-materi belaka dengan perantaraan materi pula; sedangkan Allah bukanlah materi. Maka wajarlah apabila Dia tidak dapat dijangkau oleh indera manusia.\n\nYang dimaksud dengan Allah tidak dapat dijangkau dengan indera manusia, ialah selama manusia masih hidup di dunia. Sedangkan pada hari Kiamat, orang-orang beriman akan dapat melihat Allah.\n\nNabi Muhammad bersabda:\n\nSesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu di hari Kiamat seperti kamu melihat bulan di malam bulan purnama, dan seperti kamu melihat matahari di kala langit tidak berawan.\" (Riwayat al-Bukhari dan Jarir, shahih al-Bukhari IV: 283).\n\nAllah berfirman:\n\nWajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya. (al-Qiyamah/75: 22-23)\n\nKemungkinan melihat Tuhan di hari Kiamat, khusus bagi orang-orang mukmin sedangkan orang-orang kafir kemungkinan melihat Allah tertutup bagi mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nSekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya. (al-Muthaffifin/83: 15)\n\nAllah menegaskan bahwa Dia dapat melihat segala sesuatu yang dapat dilihat, dan basirah (penglihatan)-Nya dapat menembus seluruh yang ada, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya, baik bentuk maupun hakikat-Nya.\n\nDi akhir ayat ini Allah menegaskan lagi bahwa Zat-Nya Mahahalus, tidak mungkin dijangkau oleh indera manusia apalagi hakikat-Nya dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu betapa pun halusnya, tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.\n\n(104) Allah menjelaskan kepada kaum Muslimin bahwasanya tanda-tanda bukti kebenaran dan dalil-dalil yang kuat telah datang kepada mereka dari-Nya. Tanda-tanda bukti kebenaran dan dalil-dalil yang kuat itu dapat diketahui oleh mereka baik berupa tanda-tanda kekuasaan Allah di jagat raya maupun petunjuk Allah yang diberikan kepada mereka dengan perantaraan Nabi Muhammad berupa wahyu. Kedua bukti itu dapat memperkuat keyakinan mereka tentang adanya Allah. Sesudah itu Allah menandaskan bahwa barang siapa yang dapat melihat kebenaran dengan jalan memperhatikan kedua bukti itu, dan meyakini adanya Allah serta melakukan amal yang baik, maka manfaat dari semuanya itu adalah untuk dirinya sendiri. Akan tetapi sebaliknya barang siapa yang tidak mau melihat kebenaran atau berpura-pura tidak mengerti, maka akibat buruk dari sikapnya itu akan menimpa dirinya sendiri.\n\nAllah berfirman:\n\nBarang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. (Fussilat/41: 46. Perhatikan pula al-Isra'/17: 7)\n\nDi akhir ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada kaumnya bahwa Muhammad sekali-kali bukanlah pemelihara mereka, yakni Nabi Muhammad sekali-kali tidak ditugaskan mengawasi amal-amal mereka dan tidak dapat membuat mereka menjadi mukmin. Dia hanyalah seorang utusan Allah yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu yang telah diterimanya. Sebenarnya yang mengawasi amal mereka ialah Allah. Dia mempunyai pengawasan yang tak terbatas terhadap semua amal mereka baik yang mereka lakukan secara terang-terangan ataupun yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. Semua amal itu akan diberi balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 893, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0635\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u064a\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064d", "transliteration": { "en": "Qad jaaa'akum basaaa'iru mir Rabbikum faman absara falinafsihee wa man 'amiya fa'alaihaa; wa maaa ana 'alaikum bihafeez" } }, "translation": { "en": "There has come to you enlightenment from your Lord. So whoever will see does so for [the benefit of] his soul, and whoever is blind [does harm] against it. And [say], \"I am not a guardian over you.\"", "id": "Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga-(mu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/893", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/893.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/893.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemampuan penglihatan manusia amat terbatas seperti diisyaratkan oleh ayat sebelum ini. Namun demikian, manusia dianugerahi oleh Allah dengan mata batin. Ayat ini menegaskan bahwa sungguh, bukti-bukti yang nyata dan sangat jelas telah datang dari Tuhanmu yang disampaikan melalui wahyu. Barang siapa melihat kebenaran itu dengan mata hatinya, maka manfaatnya bagi dirinya sendiri, bukan untuk orang lain, dan barang siapa buta mata batinnya dan tidak melihat kebenaran itu, maka dia sendiri-lah yang akan rugi, bukan orang lain. Dan aku, yakni Nabi Muhammad, bukanlah penjaga-mu, tetapi aku hanya sekadar menyampaikan nasihat.", "long": "Allah menjelaskan hakikat dan keagungan diri-Nya sebagai penegasan dari sifat-sifat-Nya yang telah dijelaskan pada ayat yang baru lalu, yaitu bahwa Allah di atas segala-galanya. Zat-Nya Yang Agung itu tidak dapat dijangkau oleh indera manusia, karena indera manusia itu memang diciptakan dalam susunan yang tidak siap untuk melihat zat-Nya. Sebabnya tidak lain karena manusia itu diciptakan dari materi, dan inderanya hanya menangkap materi-materi belaka dengan perantaraan materi pula; sedangkan Allah bukanlah materi. Maka wajarlah apabila Dia tidak dapat dijangkau oleh indera manusia.\n\nYang dimaksud dengan Allah tidak dapat dijangkau dengan indera manusia, ialah selama manusia masih hidup di dunia. Sedangkan pada hari Kiamat, orang-orang beriman akan dapat melihat Allah.\n\nNabi Muhammad bersabda:\n\nSesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu di hari Kiamat seperti kamu melihat bulan di malam bulan purnama, dan seperti kamu melihat matahari di kala langit tidak berawan.\" (Riwayat al-Bukhari dan Jarir, shahih al-Bukhari IV: 283).\n\nAllah berfirman:\n\nWajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya. (al-Qiyamah/75: 22-23)\n\nKemungkinan melihat Tuhan di hari Kiamat, khusus bagi orang-orang mukmin sedangkan orang-orang kafir kemungkinan melihat Allah tertutup bagi mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nSekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya. (al-Muthaffifin/83: 15)\n\nAllah menegaskan bahwa Dia dapat melihat segala sesuatu yang dapat dilihat, dan basirah (penglihatan)-Nya dapat menembus seluruh yang ada, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya, baik bentuk maupun hakikat-Nya.\n\nDi akhir ayat ini Allah menegaskan lagi bahwa Zat-Nya Mahahalus, tidak mungkin dijangkau oleh indera manusia apalagi hakikat-Nya dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu betapa pun halusnya, tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 894, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0635\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062f\u064e\u0631\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0646\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika nusarriful Aayaati wa liyaqooloo darasta wa linubaiyinahoo liqawminy ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And thus do We diversify the verses so the disbelievers will say, \"You have studied,\" and so We may make the Qur'an clear for a people who know.", "id": "Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami agar orang-orang musyrik mengatakan, “Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab),” dan agar Kami menjelaskan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/894", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/894.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/894.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengingatkan tugas Nabi Muhammad, kelompok ayat ini ditutup dengan pernyataan Allah sebagai berikut. Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat sebagai bukti-bukti kekuasaan Kami, baik berupa fenomena yang tergelar di alam semesta maupun yang tertulis di dalam Al-Qur'an, agar orang beriman dapat meraih petunjuk. Hal tersebut mengakibatkan orang-orang musyrik mengatakan, \"Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu dari Ahli Kitab atau siapa pun.\" Dan hal itu juga bertujuan agar Kami menjelaskan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang mengetahui.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah memberikan bukti-bukti kebenaran secara berulang-ulang di dalam ayat-ayat-Nya dengan gaya bahasa yang beraneka ragam dengan maksud agar dapat memberikan keyakinan yang penuh kepada seluruh manusia dan untuk menghilangkan keragu-raguan, serta memberikan daya tarik kepada mereka agar mereka dapat menerima kebenaran itu dengan penuh kesadaran, dan untuk memberikan alasan kepada kaum Muslimin dalam menghadapi bantahan orang-orang musyrik. Karena orang-orang musyrik mendustakan ayat-ayat Allah dengan mengatakan Nabi Muhammad mempelajari ayat-ayat itu dari orang lain atau menghafal berita-berita dari orang-orang yang terdahulu seperti firman Allah:\n\n¦ lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.\" (al-Furqan/25: 5)\n\nMenurut al-Farra', Al-Qur'an mengandung ayat-ayat yang benar dan dapat diterima oleh orang-orang yang bersih hatinya dan mempunyai niat yang kuat untuk menerima ilmu pengetahuan sehingga dapat menerima kebenaran itu dengan penuh keinsyafan." } } }, { "number": { "inQuran": 895, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "ittabi' maaa oohiya ilaika mir Rabbika laaa ilaaha illaa Huwa wa a'rid 'anil mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Follow, [O Muhammad], what has been revealed to you from your Lord - there is no deity except Him - and turn away from those who associate others with Allah.", "id": "Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/895", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/895.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/895.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh luar biasa wahyu dari Allah, sehingga kaum musyrik pun menuduh Nabi mengambilnya dari sumber lain. Maka wajar kalau Allah memerintahkan kepada Nabi dan kaum mukmin untuk mengikuti wahyu-Nya. Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik, yakni dengan cara tidak mempedulikan gangguan dari mereka.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi saw serta para pengikutnya agar dalam waktu menyampaikan dakwah Islamiyah, tetap berpegang pada wahyu, karena wahyu itulah yang dapat dijadikan tuntunan untuk dirinya dan kaumnya. Tujuan dari dakwah itu ialah untuk menyampaikan kalimat tauhid yaitu pengakuan secara mutlak bahwa tidak ada Tuhan kecuali Dia.\n\nKalimat tauhid itu harus diresapi dengan hati yang ikhlas, serta diamalkan dengan penuh keyakinan dan dijadikan tujuan tertinggi dari kehidupan manusia Allah memberikan penegasan kepada Nabi dan kaumnya agar berpaling dari perbuatan-perbuatan orang-orang musyrik dan tidak perlu memaksa orang-orang yang tetap bergelimang dalam kemusyrikan serta tidak mengacuhkan ajakan tauhid, dan tidak berkecil hati karena tuduhan-tuduhan yang diarahkan orang-orang musyrik yaitu bahwa wahyu yang disampaikan Nabi adalah dipelajari dari orang-orang Yahudi, karena kebenaran itu cahayanya cemerlang dengan sendirinya apabila diucapkan dengan lisan dan dilaksanakan dalam bentuk amal perbuatan, sedangkan kebatilan meskipun diselubungi dengan berbagai hal yang menarik, namun akhirnya akan terungkap juga kebusukannya." } } }, { "number": { "inQuran": 896, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Wa law shaaa'al laahu maaa ashrakoo; wa maa ja'alnaaka 'alaihim hafeezanw wa maaa anta 'alaihim biwakeel" } }, "translation": { "en": "But if Allah had willed, they would not have associated. And We have not appointed you over them as a guardian, nor are you a manager over them.", "id": "Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan(-Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula pemelihara mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/896", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/896.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/896.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap kaum musyrik yang menolak dakwah Nabi Muhammad menjadikan beliau bersedih. Ayat ini dimaksudkan untuk menghibur Nabi Muhammad. Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-Nya, dan itu mudah bagi-Nya. Namun Allah tidak menghendaki manusia beriman karena dipaksa, melainkan memberikan pilihan agar manusia beriman karena kesadarannya. Dan Allah kemudian menegaskan kembali dengan berfirman, \"Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka karena Kamilah yang mengawasi mereka; dan engkau bukan pula pemelihara mereka.", "long": "Dijelaskan bahwa jika Allah berkehendak menjadikan seluruh manusia beriman kepada-Nya, niscaya tidak ada seorang pun yang musyrik.\n\nDi dalam jiwa manusia terdapat potensi untuk menjadi mukmin atau kafir, taat atau fasiq. Manusia telah diberi hak memilih (ikhtiyar). Potensi yang ada pada manusia dapat berkembang sesuai dengan ilmu dan amal manusia itu sendiri, yang pada saat mau memilih perbuatan mana yang harus dilakukan, bertarunglah dua macam dorongan, dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan dorongan untuk melakukan perbuatan jelek. Apabila manusia memilih perbuatan dengan mengikuti dorongan yang baik, niscaya mereka akan melihat cahaya kebenaran. Akan tetapi bila mereka mengikuti dorongan-dorongan yang jelek, niscaya mereka tenggelam dalam kegelapan. Allah menegaskan bahwa Nabi, tidak diberi kekuasaan untuk menjadi pemelihara mereka. Nabi hanyalah mengajak kepada kebaikan, maka apabila mereka tidak mau menerima ajakan itu, karena mengikuti dorongan yang buruk, tentulah ajakan itu tidak akan mereka terima, dan mereka tetap bergelimang dalam kebatilan.\n\nDi akhir ayat ini Allah menguatkan penjelasan-Nya bahwa Nabi tidak diutus untuk mengurusi mereka, yakni dia tidak diberi kekuasan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Hal itu adalah urusan mereka sendiri, karena mereka telah diberi hak pilih untuk menentukan nasib mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 897, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u064f\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0633\u064f\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u062f\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tasubbul lazeena yad'oona min doonil laahi fa yasubbul laaha 'adwam bighairi 'ilm; kazaalika zaiyannaa likulli ummatin 'amalahum summa ilaa Rabbihim marji'uhum fa yunabbi'uhum bimaa kaanooya'maloon" } }, "translation": { "en": "And do not insult those they invoke other than Allah, lest they insult Allah in enmity without knowledge. Thus We have made pleasing to every community their deeds. Then to their Lord is their return, and He will inform them about what they used to do.", "id": "Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/897", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/897.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/897.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini secara khusus ditujukan kepada kaum muslim tentang bagaimana seharusnya bersikap menghadapi sesembahan kaum musyrik. Dan janganlah kamu, wahai kaum muslim, memaki sesembahan seperti berhala-berhala dan lainnya yang mereka sembah selain Allah, karena jika kamu memakinya, maka akibatnya mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas atau tanpa berpikir dan tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, sudah menjadi sebuah ketentuan yang berlaku sepanjang masa bahwa Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kemudian pada saat yang telah ditentukan, kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan untuk mendapatkan balasan yang setimpal.", "long": "Mengenai sebab turunnya ayat ini diceritakan sebagai berikut, pada suatu ketika orang-orang Islam mencaci-maki berhala, sesembahan orang-orang kafir, kemudian mereka dilarang dari memaki-maki itu. (Riwayat 'Abd ar-Razzaq dari Qatadah).\n\nAllah melarang kaum Muslimin memaki berhala yang disembah kaum musyrik untuk menghindari makian terhadap Allah dari orang-orang musyrik, karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui sifat-sifat Allah dan sebutan-sebutan yang seharusnya diucapkan untuk-Nya. Maka bisa terjadi mereka mencaci-maki Allah dengan kata-kata yang menyebabkan kemarahan orang-orang mukmin. Dari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa sesuatu perbuatan apabila dipergunakan untuk terwujudnya perbuatan lain yang maksiat, maka seharusnyalah ditinggalkan, dan segala perbuatan yang menimbulkan akibat buruk, maka perbuatan itu terlarang. Ayat ini memberikan isyarat pula kepada adanya larangan bagi kaum Muslimin bahwa mereka tidak boleh melakukan sesuatu yang menyebabkan orang-orang kafir tambah menjauhi kebenaran. Mencaci-maki berhala sebenarnya adalah mencaci-maki benda mati. Oleh sebab itu memaki berhala itu adalah tidak dosa. Akan tetapi karena memaki berhala itu menyebabkan orang-orang musyrik merasa tersinggung dan marah, yang akhirnya mereka akan membalas dengan mencaci-maki Allah, maka terlaranglah perbuatan itu.\n\nAllah memberikan penjelasan bahwa Dia menjadikan setiap umat menganggap baik perbuatan mereka sendiri. Hal ini berarti bahwa ukuran baik dan tidaknya sesuatu perbuatan atau kebiasaan, adakalanya timbul dari penilaian manusia sendiri, apakah itu merupakan perbuatan atau kebiasaan yang turun-temurun ataupun perbuatan serta kebiasaan yang baru saja timbul, seperti tersinggungnya perasaan orang-orang musyrik apabila ada orang-orang yang memaki berhala-berhala mereka. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran untuk menilai perbuatan atau kebiasaan itu baik atau buruk, adalah termasuk persoalan yang ikhtiyari. Hanya saja di samping itu Allah telah memberikan naluri pada diri manusia untuk menilai perbuatan dan kebiasaan itu, apakah perbuatan dan kebiasaan itu termasuk baik ataukah buruk. Sedangkan tugas-tugas Rasul adalah penyampaikan wahyu yang membimbing dan mengarahkan naluri untuk berkembang sebagaimana mestinya ke jalan yang benar agar mereka dapat menilai perbuatan serta kebiasaan itu dengan penilaian yang benar.\n\nPada akhir ayat ini Allah memberikan penjelasan bahwa manusia keseluruhannya akan kembali kepada Allah setelah mereka mati, yaitu pada hari kebangkitan; karena Dialah Tuhan yang sebenarnya dan Dia akan memberitakan seluruh perbuatan yang mereka lakukan di dunia, dan akan memberikan balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 898, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0639\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqsamoo billaahi jahda aimaanihim la'in jaaa'at hum Aayatul la yu'minunna bihaa; qul innamal Aayaatu 'indal laahi wa maa yush'irukum annahaaa izaa jaaa'at laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And they swear by Allah their strongest oaths that if a sign came to them, they would surely believe in it. Say, \"The signs are only with Allah.\" And what will make you perceive that even if a sign came, they would not believe.", "id": "Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah, “Mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah.” Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/898", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/898.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/898.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Belum jera juga kaum musyrik untuk menampilkan argumen penolakan, bahkan mereka mengukuhkan penolakan dengan sumpah. Dan mereka, yakni kaum musyrik, bersumpah mengukuhkan ucapan mereka dengan menggunakan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa demi Allah, sungguh jika datang suatu mukjizat, yakni mukjizat apa saja yang mereka usulkan selama ini, kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, \"Sungguh mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah atau berdasar kuasa-Nya. Jika Dia berkehendak, Dia akan menurunkannya kepada kalian, dan jika Dia tidak berkehendak, maka mukjizat itu tidak akan turun.\" Dan tahukah kamu, yakni siapa yang memberitahukan kepada kalian, wahai kaum mukmin, bahwa apabila mukjizat datang mereka akan beriman? Kenyataannya mereka tidak juga akan beriman.", "long": "Muhammad bin Ka'ab berkata, \"Orang Quraisy berkata kepada Nabi saw, \"Wahai Muhammad, engkau menceritakan bahwa Musa a.s. memiliki tongkat yang dipukulkan ke batu, lalu keluar dua belas mata air, Isa a.s. menghidupkan orang-orang mati dan kaum samud memiliki unta. Maka datangkanlah kepada kami sebagian hal tersebut, kami akan mempercayaimu.\" Rasulullah saw menjawab, \"apa yang kalian mau?\" Orang Quraisy menjawab, \"Bukit Safa jadikan emas.\" Rasul menjawab, \"kalau aku lakukan, apakah kalian mengimaniku.\" Mereka menjawab, \"ya, demi Allah kami semua mengikutimu.\" Lalu Rasulullah saw berdoa, maka datanglah Jibril a.s. dan berkata, \"jika engkau mau Bukit Safa dijadikan emas, namun saya tidak diperintahkan untuk mendatangkan mukjizat, untuk didustakan kecuali ditimpakan siksa, atau dibiarkan agar bertobat sebagian mereka.\" Maka Allah menurunkan ayat ini.\n\nAllah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan bahwa seandainya Nabi dapat mendatangkan mukjizat seperti yang mereka harapkan, niscaya mereka akan percaya bahwa ayat-ayat yang diterima Nabi itu benar-benar datang dari Allah dan mereka akan mengakui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa keingkaran mereka kepada ayat-ayat Allah telah memuncak. Mereka sebenarnya tidak sanggup memahami bukti-bukti kebenaran yang terkandung dalam ayat-ayat yang diterima oleh Nabi, kemudian mereka mengusulkan agar diturunkan tanda-tanda kebenaran yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa mereka hanyalah mencari-cari persoalan untuk menjatuhkan pribadi Nabi dengan jalan meminta turunnya mukjizat, padahal mukjizat-mukjizat itu diberikan berdasarkan izin Allah dan kebijaksanaan-Nya, tidak tergantung pada kehendak serta kemauan seseorang.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi bahwa sesungguhnya ayat-ayat itu datang dari Allah semata, jadi kekuasaan menurunkan wahyu itu tidak di tangan Muhammad melainkan di tangan Allah yang diberikan menurut kehendak-Nya.\n\nAllah berfirman:\n\nTidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. (ar-Ra'd/13: 38)\n\nSesudah itu Allah menjelaskan kepada kaum Muslimin yang mengharapkan datangnya mukjizat kepada Nabi, untuk memenuhi permintaan orang-orang kafir itu bahwa meskipun diturunkan mukjizat sesuai dengan permintaan mereka, mereka tidak akan pernah beriman. Oleh sebab itu orang Islam tidak perlu menghiraukan tuntutan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 899, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 7, "page": 141, "manzil": 2, "ruku": 114, "hizbQuarter": 56, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f \u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nuqallibu af'idatahum wa absaarahum kamaa lam yu'minoo biheee awwala marratinw wa wa nazaruhum fee tughyaanihim ya'mahoon" } }, "translation": { "en": "And We will turn away their hearts and their eyes just as they refused to believe in it the first time. And We will leave them in their transgression, wandering blindly.", "id": "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/899", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/899.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/899.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat 108 dinyatakan bahwa Allah menjadikan setiap umat menganggap baik perbuatan mereka, maka pada ayat ini Allah menyatakan, \"Dan begitu pula Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka kepada kebatilan jika mukjizat itu datang kepada mereka seperti keadaan mereka ketika pertama kali mendengar dan mengetahui mukjizat tersebut, mereka tidak beriman kepadanya, yakni Al-Qur'an, dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan karena keengganan mereka mengikuti petunjuk.\"", "long": "Sesudah itu Allah memberikan penjelasan kepada kaum Muslimin bahwa mereka tidak mengetahui bahwa Allah kuasa untuk memalingkan hati dan penglihatan orang-orang musyrik; maka sebagaimana mereka tidak beriman sebelum mereka meminta mukjizat itu, begitu jugalah mereka tidak mau beriman sesudah datangnya mukjizat, karena hati mereka telah dipalingkan dari kebenaran.\n\nAllah berfirman:\n\nDan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, \"Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.\" (al-hijr/15: 14-15)\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Allah akan membiarkan mereka memperturutkan hati mereka bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan. Hati mereka diliputi oleh kebingungan dan keragu-raguan terhadap ayat-ayat yang mereka dengar. Mereka tidak dapat membedakan antara kebenaran dan tipuan. Mereka dibiarkan dalam kegelapan dan kesesatan yang nyata" } } }, { "number": { "inQuran": 900, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 8, "page": 142, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0634\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064f\u0628\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law annanaa nazzal naaa ilaihimul malaaa'ikata wa kallamahumul mawtaa wa hasharnaa 'alaihim kulla shai'in qubulam maa kaanoo liyu'minooo illaaa ai yashaaa'al laahu wa laakinna aksarahum yajhaloon" } }, "translation": { "en": "And even if We had sent down to them the angels [with the message] and the dead spoke to them [of it] and We gathered together every [created] thing in front of them, they would not believe unless Allah should will. But most of them, [of that], are ignorant.", "id": "Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/900", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/900.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/900.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik berjanji akan beriman kepada Allah jika diturunkan kepada mereka tanda-tanda fisik yang mereka minta. Pada ayat ini dijelaskan bahwa janji tersebut hanya bohong belaka. Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, sehingga mereka bisa melihat malaikat dalam wujudnya yang asli dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka menceritakan apa yang mereka rasakan di alam kubur dan Kami kumpulkan pula di hadapan mereka segala sesuatu yang mereka inginkan, dan menjelaskan tentang sesuatu yang hak mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui arti kebenaran. Hati mereka tertutup oleh kekufuran, kesombongan, dan keangkuhan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan kepada kaum Muslimin, jika sekiranya Allah berkenan menurunkan malaikat-malaikat kepada kaum musyrik sehingga mereka dapat melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri dan dapat mendengar perkataannya dengan telinga mereka sendiri tentang kesaksian para malaikat bahwa Muhammad itu betul-betul utusan Allah, dan sekiranya orang-orang yang telah mati dihidupkan kembali lalu berbicara dengan mereka tentang kebenaran Nabi Muhammad, dan juga sekiranya segala sesuatu baik berupa keterangan Al-Qur'an tentang kebenaran Nabi dan mukjizatnya itu dikumpulkan dan ditampakkan kepada mereka, niscaya mereka tidak beriman, sebagaimana mereka nyatakan dalam sumpah mereka. Mereka meminta tanda-tanda itu bukan untuk mencari petunjuk ke arah iman, melainkan untuk tujuan permusuhan, sehingga apapun yang mereka saksikan selalu mereka anggap sebagai sihir. Jika Allah menghendaki mereka beriman, tentu hati mereka terbuka untuk beriman dengan cara yang sungguh-sungguh. Mereka tidak mengetahui bahwa iman tidak perlu disangkutpautkan dengan melihat tanda-tanda kebenaran, sebab telah menjadi kebenaran umum bahwa keimanan adalah semata-mata anugerah dari Allah Ta'ala. Walaupun kepada orang-orang musyrik telah diperlihatkan tanda-tanda kebenaran Nabi Muhammad, namun hal itu tidak menjadi jaminan mereka benar-benar akan beriman, sebab datangnya keimanan bukanlah dengan paksaan, melainkan karena keikhlasan hati, karunia, taufik dan hidayah dari Allah swt.\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa watak orang musyrik itu tidak diketahui oleh kebanyakan kaum Muslimin sehingga mereka meminta kepada Nabi Muhammad untuk memperlihatkan mukjizatnya, dengan harapan agar orang-orang kafir itu beriman. (Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan 'kebanyakan orang yang tidak mengetahui ialah orang-orang kafir)." } } }, { "number": { "inQuran": 901, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 8, "page": 142, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0634\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u064a\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0632\u064f\u062e\u0652\u0631\u064f\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika ja'alnaa likulli nabiyyin 'aduwwan Shayaateenal insi waljinni yoohee ba'duhum ilaa ba'din zukhrufal qawli ghurooraa; wa law shaaa'a Rabbuka maa fa'aloohu fazarhum wa maa yaftaroon" } }, "translation": { "en": "And thus We have made for every prophet an enemy - devils from mankind and jinn, inspiring to one another decorative speech in delusion. But if your Lord had willed, they would not have done it, so leave them and that which they invent.", "id": "Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/901", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/901.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/901.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menenangkan hati Nabi Muhammad, Allah menjelaskan bahwa adanya penentangan dari berbagai pihak adalah sesuatu yang biasa dihadapi dahulu oleh para nabi dan pembawa kebenaran. Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, manusia jika sudah dikuasai oleh setan, maka itulah setan yang berwujud manusia, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan agar manusia tertarik oleh rayuannya, padahal hal itu akan menjerumuskan orang yang mengikuti ajakannya. Setiap nabi pasti mempunyai musuh. Itu adalah kehendak Allah, sesuai dengan hikmah-Nya. Untuk itu, kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, yaitu tidak akan memusuhi para nabi, dan tidak akan melakukan kebohongan itu, karena semua itu berada dalam kekuasaan Allah. Maka biarkanlah mereka bersama apa, yakni kebohongan, yang mereka ada-adakan. Dengan demikian, Allah bisa melihat siapa di antara mereka yang taat dan siapa yang durhaka. Mereka yang ikut bisikan setan pasti akan tahu akibat dari perbuatan mereka. Kemudian Allah menjelaskan lagi tentang hikmah di balik semua itu melalui tiga hal, yaitu tertarik kepada kebatilan yang diembuskan kepada mereka, menyenanginya, dan melakukannya, seperti dijelaskan pada ayat berikut.", "long": "Menurut Mujahid, Qatadah dan Hasan al-Bashri, di antara jin dan manusia itu ada yang menjadi setan. Pendapat ini diperkuat oleh Abu dzar yang ditanya oleh Nabi Muhammad, \"Wahai Abu dzar apakah kamu telah memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan-kejahatan setan yang berasal dari jin dan manusia?\" Lalu Abu dzar bertanya, \"Ya Rasulullah adakah setan-setan dari manusia?\" Nabi Muhammad menjawab, \"Ya benar-benar ada\". Yang dimaksud di sini adalah manusia yang berperilaku seperti setan, selalu mengajak kepada kejahatan dan permusuhan. \n\nAyat ini menjelaskan, bahwa kaum Muslimin menghadapi sikap permusuhan orang-orang musyrik. Demikian pulalah Allah menjadikan bagi tiap-tiap Nabi musuh-musuh yang terdiri dari setan-setan baik dari jenis manusia maupun dari jenis jin. \n\nSetan-setan adalah musuh bagi para nabi dan para ulama yang menjadi pewaris para nabi; juga bagi setiap mubalig yang menyiarkan agama Allah, Setiap kali timbul hal yang bertentangan, pastilah yang satu akan mengalahkan yang lain, yang kuat tentu menghancurkan yang lemah, dan menjadi sunatullah, bahwa kesudahan yang baik dan kemenangan terakhir tentu berada di pihak golongan yang benar. Apabila turun hujan deras akan timbul banjir, dan ia akan menimbulkan buih yang banyak sekali di atas permukaan air. Buih itu, jika ditiup angin, segera lenyap menghilang sehingga hanya airnya yang tetap di bumi. Demikian pula kehidupan ini penuh dengan perjuangan; dan seorang pejuang tidak dapat memelihara kedudukannya kecuali dengan kegigihan dan kesabaran. Demikian pula amal-amal yang diterima Allah hanyalah amal-amal yang dikerjakan dengan baik dan ikhlas. Hal ini ditegaskan oleh Allah sebagai berikut: \n\nArtinya: \n\nAtaukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, \"Kapankah datang pertolongan Allah?\" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (al-Baqarah/2: 214)\n\nSetan-setan yang menjadi musuh para nabi berusaha membisikkan kepada orang yang digodanya bujukan yang indah-indah untuk menipu mereka, dan mengelabui penglihatan mereka sehingga dengan tidak disadari mereka tergelincir dari jalan yang benar.\n\nTelah terbukti dengan nyata tipu muslihat setan itu pada peristiwa yang dialami oleh Nabi Adam dan Siti Hawa. Setan bersumpah dengan halus dan menggambarkan kepada Adam bahwa bila Adam dan isterinya mau makan buah khuldi (buah keabadian), maka ia akan tetap tinggal di surga selama-lamanya. Demikian pula, setan membisikkan kepada orang-orang yang terjerumus melakukan kemaksiatan. Setan tersebut membisikkan agar mereka menggunakan kesempatan untuk hidup bebas merdeka di dunia ini menikmati segala kelezatan hidup, karena mereka tidak perlu takut pada siksaan Allah, karena Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.\n\nSekiranya Allah menghendaki agar setan-setan itu tidak menipu manusia, tentulah setan-setan itu tidak dapat berbuat apapun. Tetapi Allah memberi keleluasaan kepada manusia untuk memilih apa yang akan mereka kerjakan menurut petunjuk akalnya yang sehat dan memilih jalan yang akan ditempuhnya, jalan yang benar atau jalan yang salah. Karena itu, Nabi diperintah untuk tidak menghiraukan mereka, sebab nanti di akhirat mereka harus mempertanggungjawabkan segala tingkah laku mereka selama di dunia. Sedangkan Nabi hanya bertugas menyampaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 902, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 8, "page": 142, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0635\u0652\u063a\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa litasghaaa ilaihi af'idatul lazeena laa yu'minoona bil Aakhirati wa liyardawhu wa liyaqtarifoo maa hum muqtarifoon" } }, "translation": { "en": "And [it is] so the hearts of those who disbelieve in the Hereafter will incline toward it and that they will be satisfied with it and that they will commit that which they are committing.", "id": "Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/902", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/902.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/902.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, karena kerapuhan iman mereka, dan bukan cuma tertarik, tetapi juga menyenanginya, mereka rela dan senang terhadap apa yang mereka dengar, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan. Keimanan kepada hari akhir adalah benteng yang bisa menjaga manusia dari godaan setan. Jika tidak, manusia bisa melakukan apa saja, mengikuti hawa nafsunya sendiri. Dia tidak merasa harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya itu di akhirat kelak.", "long": "Setan membisikkan kata-kata yang penuh tipu daya kepada orang-orang yang akan disesatkannya agar mereka tidak percaya adanya kehidupan akhirat dan agar mereka cenderung pada bisikan-bisikan itu, lalu mereka tertarik untuk mengikuti apa yang dibisikkan. Adapun orang-orang yang menyadari bahwa setiap perbuatannya pasti harus dipertanggungjawabkan, dia tidak akan tertipu oleh bisikan-bisikan setan, walaupun setan-setan itu berusaha keras untuk mempengaruhi mereka agar mengerjakan apa yang dibisikan." } } }, { "number": { "inQuran": 903, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 8, "page": 142, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a \u062d\u064e\u0643\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afaghairal laahi abtaghee hakamanw wa Huwal lazee anzala ilaikumul Kitaaba mufassalaa; wallazeena atai naahumul Kitaaba ya'lamoona annahoo munazzalum mir Rabbika bilhaqqi falaa takoonanna minal mumtareen" } }, "translation": { "en": "[Say], \"Then is it other than Allah I should seek as judge while it is He who has revealed to you the Book explained in detail?\" And those to whom We [previously] gave the Scripture know that it is sent down from your Lord in truth, so never be among the doubters.", "id": "Pantaskah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri kitab mengetahui benar bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/903", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/903.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/903.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Nabi Muhammad diperintahkan untuk berkata kepada kaum musyrik tentang siapa yang pantas untuk menjadi hakim yang menentukan benar atau salahnya suatu persoalan. Pantaskah aku mencari hakim selain Allah untuk memutuskan siapa di antara kita yang benar, padahal Dialah yang menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu secara rinci tentang sesuatu yang hak dan yang batil, yang bagus dan yang buruk, yang halal dan yang haram? Orang-orang yang telah Kami beri kitab seperti orang Yahudi dan Nasrani mengetahui benar melalui kitabkitab yang diturunkan kepada mereka dan apa yang diceritakan oleh nabi-nabi mereka, bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu terhadap apa yang diwahyukan Allah kepadamu, wahai Rasul. Ungkapan ini ditujukan kepada pengikutnya, karena sesungguhnya Rasulullah sama sekali tidak ragu terhadap wahyu Allah dan kebenaran agama Islam.", "long": "Ayat ini menerangkan, bahwa Nabi Muhammad menyatakan sikapnya tentang hukum-hukum Allah dengan bentuk pertanyaan, untuk lebih membangkitkan perhatian. Beliau mengatakan, Apakah patut aku mencari hakim selain Allah untuk menetapkan sesuatu, padahal Allah telah menurunkan kepadaku Al-Qur'an secara terperinci, mencakup bidang akidah, ibadah, hukum-hukum syariat, dan lain-lain.\n\nSebenarnya Al-Qur'an telah cukup menjadi bukti yang nyata atas kenabian Muhammad, karena Al-Qur'an bukan karangannya sendiri, melainkan semata-mata wahyu dari Allah swt. Karena Nabi Muhammad sudah hidup bergaul dengan kaumnya sekitar 40 tahun lamanya, sebelum dia diangkat menjadi Nabi dan belum pernah dalam kurun waktu itu Nabi menyampaikan keterangan-keterangan tentang alam gaib dan tentang kisah rasul-rasul sebelumnya. Orang-orang musyrik Quraisy menuntut kepada Nabi Muhammad agar mendatangkan mukjizat yang menjadi bukti atas kebenarannya, padahal kepada mereka telah diperlihatkan mukjizat yang paling besar, yaitu Al-Qur'an yang mengandung ilmu pengetahuan, dengan susunan kata yang tidak mungkin dapat ditiru oleh siapapun. Hal itu cukup menjadi dalil, bahwa Allah telah memperkuat kenabiannya, bukan dengan diturunkan Al-Qur'an dan penjelasan di dalamnya tentang posisinya sebagai Nabi saja bahkan juga dengan keterangan kitab-kitab Taurat dan Injil, karena kedua kitab tersebut mengandung keterangan-keterangan yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah Nabi dan Rasul. Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar kaum Muslimin jangan sekali-kali merasa ragu tentang kebenaran Al-Qur'an.\n\nOrang-orang Yahudi dan Nasrani yang membaca kitab Taurat dan Injil, telah mengenal Nabi Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri, hanya saja mereka menyembunyikan kebenaran itu dan tidak mau menerimanya, karena sebagaimana diinformasikan dalam Al-Qur'an mereka merasa dengki kepada Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 904, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 8, "page": 142, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e \u0644\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa tammat Kalimatu Rabbika sidqanw wa 'adlaa; laa mubaddila li Kalimaatih; wa Huwas Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And the word of your Lord has been fulfilled in truth and in justice. None can alter His words, and He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur'an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/904", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/904.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/904.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah menandaskan kesempurnaan Al-Qur'an dari segi isinya. Dan telah sempurna firman Tuhanmu, yakni Al-Qur'an, dengan benar dari segi pemberitaannya dan adil dari segi hukumnya. Dengan kata lain, ketetapan Allah dalam menolong rasul dan kaum mukmin dan menghinakan orang kafir telah bulat. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya karena semua yang ada di dalam Al-Qur'an sudah benar-benar kukuh, tidak perlu ada perubahan. Inilah janji Allah untuk menjaga kemurnian Al-Qur'an. Dan Dia Maha Mendengar terhadap segala ucapan-ucapan yang menipu, Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati seperti niat dan keinginan-keinginan.", "long": "Kalimat-kalimat Al-Qur'an yang berisi kebenaran dan keadilan telah sempurna. Kalimat-kalimat itu antara lain berisi janji Allah yang akan menolong Muhammad dan pengikut-pengikutnya, sehingga memperoleh kemenangan dan kejayaan; Al-Qur'an juga mengancam orang-orang yang mencemoohkan Al-Qur'an, bahwa mereka akan dihinakan dan dibinasakan. Firman Allah: \n\nDan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang (ash-shaffat/37: 171-173)\n\nKalimat-kalimat itu sempurna, karena sesuai dengan fakta dan kenyataan yang bisa disaksikan dalam sejarah kemenangan nabi-nabi, dan kehancuran musuh-musuhnya tidak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah. Janji Allah tak dapat diubah dan pasti Allah akan memberikan pertolongan kepada rasul-rasul dan pengikut-pengikutnya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui segala ucapan mereka yang berkhianat dan mengetahui pula isi hati mereka dan segala dosa yang mereka perbuat." } } }, { "number": { "inQuran": 905, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 8, "page": 142, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in tuti' aksara man fil ardi yudillooka 'an sabeelil laah; iny yattabi'oona illaz zanna wa in hum illaa yakhrusoon" } }, "translation": { "en": "And if you obey most of those upon the earth, they will mislead you from the way of Allah. They follow not except assumption, and they are not but falsifying.", "id": "Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/905", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/905.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/905.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan tentang kebenaran Nabi Muhammad, Allah melarangnya untuk menghiraukan musuh-musuhnya yang tidak mau tergerak untuk mengikuti petunjuk Allah. Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini yang memilih kesesatan daripada hidayah, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka yang tidak memiliki landasan yang kuat, hanya karena mengikuti hawa nafsu belaka yang terus membuai mereka, dan mereka hanyalah membuat kebohongan yang tidak sesuai dengan kenyataan.", "long": "Jika kaum Muslimin selalu mengikuti kemauan orang-orang non Muslim, niscaya mereka berhasil menyesatkan kaum Muslimin dari jalan Allah. Oleh karena itu, Allah melarang keras mengikuti hukum-hukum selain yang diturunkan-Nya. Larangan itu diperkuat oleh kenyataan bahwa kaum musyrik hanya mengikuti persangkaan belaka dalam akidah mereka. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, dan selalu berdusta kepada Allah. Mereka juga menghalalkan bangkai dan hewan yang diperuntukkan bagi berhala.\n\nSejarah membuktikan bahwa timbulnya kesesatan pada sebagian besar manusia di dunia adalah karena mereka mengikuti hawa nafsu dan prasangka. Ahli Kitab telah meninggalkan petunjuk nabi-nabi mereka dan tersesat jauh dari kebenaran. Demikian pula para penyembah berhala telah jauh dari petunjuk nabi-nabi mereka. Nabi Muhammad diberi tahu oleh Allah tentang keadaan umat-umat terdahulu itu dan ini membuktikan kebenaran beliau sebagai Rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 906, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 8, "page": 142, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna rabbaka Huwa a'lamu mai yadillu 'an sabeelihee wa Huwa a'lamu bilmuhtadeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord is most knowing of who strays from His way, and He is most knowing of the [rightly] guided.", "id": "Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/906", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/906.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/906.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pernyataan di atas menjadi bukti kemukjizatan Al-Qur'an, karena ternyata banyak sekali manusia yang jauh dari petunjuk Allah, baik dari kalangan Ahli Kitab maupun lainnya. Hanya Allah yang mengetahui keadaan makhluk-Nya. Siapa di antara mereka yang sesat dan siapa di antara mereka yang mendapat petunjuk. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Semuanya akan mendapatkan balasan dari Allah di hari akhir kelak. Siapa yang mendapat petunjuk akan masuk surga, dan yang menolak kebenaran akan masuk neraka.", "long": "Sesungguhnya Allah yang telah memberi petunjuk kepada Muhammad dan menurunkan wahyu kepadanya. Allah mutlak mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan siapa pula orang-orang yang memperoleh petunjuk-Nya. Oleh sebab itu, kaum Muslimin wajib berpedoman pada hukum-hukum yang telah diterangkan dalam Al-Qur'an dan menjauhkan diri dari segala macam penyelewengan dan perbuatan yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah, karena mengikuti kemauan orang-orang yang sesat yang telah diperbudak oleh hawa nafsu, sehingga mereka tidak mengetahui lagi mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 907, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 8, "page": 142, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakuloo mimmmaa zukirasmul laahi 'alaihi in kuntum bi Aayaatihee mu'mineen" } }, "translation": { "en": "So eat of that [meat] upon which the name of Allah has been mentioned, if you are believers in His verses.", "id": "Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/907", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/907.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/907.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini dijelaskan tentang persoalan makanan yang banyak diperdebatkan oleh orang-orang musyrik. Abu Dawud meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah, \"Mengapa kami boleh memakan daging hewan yang kami sembelih sendiri dan tidak boleh memakan hewan yang dimatikan oleh Allah (yakni: bangkai)?\" Turunlah ayat ini, Maka makanlah dari apa, yaitu daging hewan, yang ketika disembelih disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. Itu karena keimanan akan mendorong seseorang memakan apa yang dihalalkan dan menjauhi apa yang diharamkan.", "long": "Sabab Nuzul surah al-An'am ayat 118-121 diriwayatkan dalam Sunan Abi Daud dan at-Tirmidzi dari Ibnu 'Abbas, beliau mengatakan, \"orang-orang datang kepada Rasul saw, mereka berkata, \"Wahai Rasulullah, apakah kita makan apa yang kita sembelih dan kita tidak makan apa yang disembelih Allah (bangkai),\" maka turunlah ayat sampai pada firman Allah Pada ayat ini Allah membolehkan kaum Muslimin makan sembelihan yang disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya, jika mereka benar-benar beriman kepada ayat-ayat Allah. Orang-orang musyrik dan golongan-golongan lainnya telah menjadikan upacara sembelihan itu sebagai satu upacara ritual. Mereka menyertakan dasar-dasar akidah dalam upacara penyembelihan. Mereka biasa melaksanakan penyembelihan untuk mendekatkan diri kepada berhala-berhalanya dan kepada pemimpin-pemimpinnya yang didewa-dewakan. Mereka suka menyebut nama berhala yang disanjungnya ketika menyembelih hewan dan perbuatan yang semacam ini termasuk syirik (mempersekutukan Allah). Setiap penyembelihan harus ditujukan semata-mata karena Allah. Oleh sebab itu kaum Muslimin dilarang makan sembelihan kaum musyrik karena jelas sembelihan itu membawa pada kemusyrikan." } } }, { "number": { "inQuran": 908, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 8, "page": 143, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0636\u0652\u0637\u064f\u0631\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa lakum allaa taakuloo mimmaa zukirasmul laahi 'alaihi wa qad fassala lakum maa harrama 'alaikum illaa mad turirtum ilaih; wa inna kaseeral la yudilloona bi ahwaaa'ihim bighairi 'ilm; inna Rabbaka Huwa a'lamu bilmu'tadeen" } }, "translation": { "en": "And why should you not eat of that upon which the name of Allah has been mentioned while He has explained in detail to you what He has forbidden you, excepting that to which you are compelled. And indeed do many lead [others] astray through their [own] inclinations without knowledge. Indeed, your Lord - He is most knowing of the transgressors.", "id": "Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/908", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/908.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/908.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Terhadap mereka yang masih ragu-ragu, Allah menjelaskan sebagai berikut. Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa, yakni daging hewan, yang ketika disembelih disebut nama Allah seperti dengan membaca \"Bismillah\" atau \"Bismillah, Allahu Akbar” padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu seperti mengonsumsi bangkai, darah yang mengalir, daging babi, dan apa yang disembelih bukan atas nama Allah (lihat: Surah al-An'am/6: 145) kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa seperti dalam keadaan sangat lapar yang jika dibiarkan akan berakibat kematian? Dalam keadaan terpaksa, seseorang boleh memakan apa yang sebelumnya diharamkan, tetapi sekadar untuk mempertahankan hidup, tidak melewati batas, tidak bersenang-senang, dan sebenarnya dia tidak menginginkan hal tersebut. Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan, yaitu tanpa dasar dari wahyu Allah yang merupakan sumber kebenaran. Mereka sendiri sesat dengan menghalalkan dan mengharamkan makanan dengan semau mereka sendiri, dan menyesatkan orang lain. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas, dengan pengetahuan itu Allah akan memeberikan balasan kepada mereka secara adil.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengajukan pertanyaan, apa halangan bagi kaum Muslimin untuk tidak makan hewan yang halal yang disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya? Padahal Allah telah menjelaskan kepada mereka apa yang sesungguhnya diharamkan bagi mereka, sebagaimana firman-Nya: \n\nKatakanlah, \"Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan makannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi “ karena semua itu kotor “ atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barang siapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi batas (darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang (al-An'am/6: 145)\n\nTetapi Allah memberikan keringanan kepada kaum Muslimin untuk makan makanan yang diharamkan jika dalam keadaan terpaksa. Di dalam Ushul Fiqh ada sebuah kaidah yang berbunyi: \n\n\"Keadaan darurat (memaksa) membolehkan makan apa yang diharamkan\"\n\nTindakan sebagian besar manusia memang salah dan menyesatkan dengan cara penyembelihan yang mereka lakukan, sehingga mereka terperosok ke dalam tindakan syirik, dan jauh dari akidah yang benar, yaitu kepercayaan tauhid yang dibawa para nabi dan rasul yang diutus Allah untuk umat manusia seluruhnya.\n\nDi antara umat Nabi Nuh terdapat beberapa pemimpin yang saleh. Setelah mereka wafat, pengikut-pengikutnya mendirikan beberapa patung untuk mengenang jasa-jasa mereka dan untuk mereka jadikan teladan yang baik. Lama kelamaan para pengikutnya melampaui batas, sehingga mereka memberikan penghormatan kepada patung-patung itu dengan cara menyembelih hewan untuk dipersembahkan kepada patung-patung itu, bahkan mereka memohon berkah dari patung-patung itu. Keadaan ini berlangsung terus, generasi demi generasi, dan akhirnya menyebar kepada umat yang lainnya, sehingga penghormatan yang dimaksud berubah menjadi keyakinan bahwa patung-patung itu pantas dihormati dan disembah." } } }, { "number": { "inQuran": 909, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 8, "page": 143, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0646\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064e \u0633\u064e\u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa zaroo zaahiral ismi wa baatinah; innal lazeena yaksiboonal ismaa sa yujzawna bimaa kaanoo yaqtarifoon" } }, "translation": { "en": "And leave what is apparent of sin and what is concealed thereof. Indeed, those who earn [blame for] sin will be recompensed for that which they used to commit.", "id": "Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/909", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/909.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/909.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah melarang kaum muslim melakukan segala bentuk kemaksiatan, karena hal itu sesat dan mengikuti hawa nafsu. Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat seperti kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan ataupun kemaksiatan yang dilakukan secara tersembunyi, begitu juga yang dilakukan oleh hati seperti sombong, dengki, ria, dan lain sebagainya. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan perbuatan dosa dengan sengaja dan dia tahu bahwa hal itu dosa, kelak akan diberi balasan sesuai apa yang meraka kerjakan. Allah Maha Mengetahui kadar dosa mereka. Mereka tidak akan lepas dari siksaan Allah kecuali jika mereka bertobat dengan tobat yang benar.", "long": "Allah melarang kaum Muslimin berbuat dosa, baik yang tampak dalam perilaku maupun yang tersembunyi. Dosa-dosa yang tampak ialah yang dilakukan oleh manusia dengan mempergunakan anggota badannya, sedang dosa-dosa yang tersembunyi ialah yang tercermin dalam sikap dan hal lain yang tidak ditampakkan (perbuatan buruk yang disembunyikan), seperti menyombongkan diri, merencanakan kejahatan dan penipuan kepada manusia. Allah menyatakan dengan tegas, bahwa semua dosa harus ditinggalkan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi dan Allah memberikan ancaman bahwa siapa pun yang berbuat dosa akan ditimpa siksaan yang berat, sebagai akibat dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya, dengan cara sengaja dan terang-terangan. \n\nAdapun orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan karena kebodohan, kemudian mereka berhenti dengan melaksanakan tobat yang sungguh-sungguh, maka terhadap mereka, Allah akan memberikan ampunan dan menghapus dosa-dosanya, karena mereka telah berbuat kebajikan sebagai bukti tobatnya. Sebenarnya setiap kebaikan dapat menghilangkan kejahatan, sebagaimana difirmankan Allah: \n\nPerbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. (Hud/11: 114)" } } }, { "number": { "inQuran": 910, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 8, "page": 143, "manzil": 2, "ruku": 115, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0641\u0650\u0633\u0652\u0642\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u064f\u0648\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa taakuloo mimaa lam yuzkaris mullaahi 'alaihi wa innahoo lafisq; wa innash Shayaateena la yoohoona ilaaa awliyaaa'ihim liyujaadilookum wa in ata'tumoohum innnakum lamushrikoon" } }, "translation": { "en": "And do not eat of that upon which the name of Allah has not been mentioned, for indeed, it is grave disobedience. And indeed do the devils inspire their allies [among men] to dispute with you. And if you were to obey them, indeed, you would be associators [of others with Him].", "id": "Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/910", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/910.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/910.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan tentang daging hewan yang boleh dimakan, pada ayat ini Allah menjelaskan tentang daging yang tidak boleh dimakan. Dan janganlah kamu memakan dari apa daging hewan yang ketika disembelih tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan, keluar dari ketentuan ajaran Islam dan ketaatan kepada Allah. Lalu Allah menjelaskan tentang sumber timbulnya kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan, dengan bisikan yang menyesatkan, kepada kawan-kawannya dan memberikan masukan kepada mereka agar mereka membantah kamu, seperti menghalalkan sesuatu yang haram dan sebaliknya, dengan alasan yang dibuat-buat. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik karena sengaja beralih dari aturan Allah kepada aturan lainnya.", "long": "Sabab Nuzul ayat ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan al-Hakim dari Ibnu 'Abbas pada ayat mengatakan, \"orang-orang datang kepada Nabi saw, mereka berkata: 'apa yang disembelih Allah jangan kalian makan, apa yang kalian sembelih, itulah yang kalian makan\", maka turunlah ayat ini.\n\nSesungguhnya setan-setan, jin dan manusia itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar membantah kaum Muslimin. Ikrimah berkata, \"Setan dari golongan Majusi setelah mendengar bahwa Nabi Muhammad, mengharamkan bangkai, mereka menulis kepada orang Quraisy yang pada waktu itu sering mengadakan surat-menyurat dengan orang-orang Majusi. Di dalam surat itu mereka mengatakan, \"Muhammad mengaku dirinya telah mengikuti perintah Allah, tetapi mengapa ia beranggapan bahwa yang disembelih oleh manusia halal, tetapi yang disembelih oleh Allah (bangkai) adalah haram?\" Lalu Allah menurunkan ayat ini.\n\nTentang makan daging hewan yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, ada beberapa pendapat di kalangan ulama Islam. Menurut Imam Malik, semua hewan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah ketika menyembelihnya haram dimakan. Menurut Imam Abu Hanifah, jika nama Allah tidak disebut dengan sengaja, maka haram makan daging hewan itu, dan jika tidak disebut karena lupa, maka halal makannya. Menurut Imam Syafi'i, semua hewan yang ketika menyembelihnya tidak disebut nama Allah, baik disengaja maupun karena lupa, maka dagingnya halal dimakan, asalkan orang yang menyembelihnya adalah Muslim. \n\nDemikianlah jika kaum Muslimin mengikuti kehendak kaum musyrikin tentang menghalalkan bangkai, maka mereka pasti termasuk golongan musyrik. Ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa yang menghalalkan sesuatu yang diharamkan Allah atau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah, maka mereka termasuk orang-orang musyrik, karena dengan demikian mereka telah menetapkan adanya pihak yang berhak membuat syariat selain Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 911, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 8, "page": 143, "manzil": 2, "ruku": 116, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u062e\u064e\u0627\u0631\u0650\u062c\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awa man kaana maitan fa ahyainaahu wa ja'alnaa lahoo noorany yamshee bihee fin naasi kamamm masaluhoo fiz zulumaati laisa bikhaarijim minhaa; kazaalika zuyyina lilkaafireena maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And is one who was dead and We gave him life and made for him light by which to walk among the people like one who is in darkness, never to emerge therefrom? Thus it has been made pleasing to the disbelievers that which they were doing.", "id": "Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/911", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/911.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/911.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menjelaskan tentang perbedaan yang mencolok antara orang muslim dan orang musyrik atau kafir dalam bentuk pertanyaan agar pembaca merenung dan menemukan sendiri jawabannya. Dan apakah orang yang sudah mati yaitu orang kafir lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang berupa hidayah, berupa Al-Qur'an atau Islam, yang membuatnya dapat berjalan menuju ke arah yang benar di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, yaitu kekufuran, kebutaan mata hati, dan kebodohan sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Dia selalu bimbang dan ragu dalam kehidupannya. Lalu Allah menjelaskan tentang penyebab kekafiran seseorang, yaitu adanya pencitraan terhadap hal-hal yang buruk menjadi terasa indah di matanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan. Bagi orang yang kuat imannya, dia tidak akan terbuai dengan pencitraan itu.", "long": "Sabab Nuzul ayat ini diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Ibnu 'Abbas dalam firman Allah, beliau mengatakan bahwa ayat ini turun pada Umar dan Abu Jahal. \n\nDalam rangka menampakkan perbedaan antara kaum Muslimin dari orang-orang kafir, Allah mengemukakan pertanyaan, yaitu apakah orang-orang yang mati hatinya karena kekufuran dan kebodohan lalu Kami hidupkan hatinya dengan keimanan dan Kami berikan pula kepadanya cahaya, yaitu Al-Qur'an yang terang benderang, sama keadaannya dengan keadaan orang yang berada dalam kegelapan yang berlapis-lapis? Ia tidak dapat keluar dari kegelapan itu. Dirinya diliputi dengan ketakutan, kelemahan dan kebingungan. Demikian pula seorang yang berada dalam kebodohan, taklid yang buta dan kerusakan pikiran, tidak dapat keluar lagi dari hal yang demikian itu. Ia merasa takut keluar dari gua kesesatannya dan merasa tidak perlu untuk keluar kepada petunjuk yang terang benderang karena matanya silau oleh cahaya petunjuk itu.\n\nMaka sepantasnyalah setiap muslim untuk selalu mencari dan menggunakan ilmu pengetahuan dalam segala hal. Ia harus mengetahui kebenaran agamanya dengan penuh keyakinan sehingga ia mantap dalam melakukan amal-amal kebajikan, dan dapat menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.\n\nDengan demikian, ia akan menjadi mercusuar yang mencerminkan keyakinan yang kuat dan hujjah yang nyata, memperlihatkan keutamaan agamanya kepada pemeluk agama-agama yang lain. Begitulah Allah telah menjadikan orang beriman memandang baik kepada cahaya petunjuk dan agama yang telah menghidupkan hatinya. Sebaliknya Allah telah menjadikan orang-orang kafir memandang baik apa saja yang mereka kerjakan, seperti berbuat dosa dan pelanggaran memusuhi Rasul, menyembelih kurban untuk selain Allah dan mengharamkan apa yang tidak diharamkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan-Nya dan sebagainya. Semua itu mereka lakukan disebabkan oleh tipu daya setan yang membisikkan bujukan itu ke dalam hati mereka. Contoh nyata dari orang yang tidak beriman dan menolak hidayah Allah adalah Abu Jahal." } } }, { "number": { "inQuran": 912, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 8, "page": 143, "manzil": 2, "ruku": 116, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0643\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064e \u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika ja'alnaa fee kulli qaryatin akaabira mujrimeehaa liyamkuroo feehaa wa maa yamkuroona illaa bi anfusihim wa maa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "And thus We have placed within every city the greatest of its criminals to conspire therein. But they conspire not except against themselves, and they perceive [it] not.", "id": "Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/912", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/912.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/912.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menenangkan hati Nabi Muhammad dengan menjelaskan bahwa para pembesar yang jahat tidak hanya terdapat di Mekah saja, tetapi juga di setiap negeri. Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu karena mereka lebih mampu menipu daya bawahannya, dan dalam kebiasaan, masyarakat akan mengikuti atasannya apakah dalam hal kebaikan atau keburukan. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya, akibat dari perbuatan mereka akan mengenai mereka sendiri.", "long": "Sebagian penduduk Mekah telah sesat karena bujukan pembesar-pembesar mereka yang melakukan bermacam-macam kejahatan dan tipu daya. Hampir di setiap negeri dan kota besar terdapat beberapa pembesar yang korup dan jahat yang melakukan tipu daya. Telah menjadi sunatullah di dalam masyarakat bahwa setiap kali Allah mengutus seorang rasul di suatu tempat untuk memberi bimbingan kepada mereka selalu ada pembesar-pembesar yang memusuhi rasul itu serta pengikut-pengikutnya. Padahal rasul itu bermaksud mengadakan perbaikan dan pembenahan. Sering muncul di beberapa negeri dan kota besar, sejumlah tokoh yang ingin merebut kekuasaan dan menimbun kekayaan dengan berbagai macam cara. Bawahan mereka yang tidak sejalan dengan pembesar mereka merasa bingung dalam melaksanakan tugasnya. Mereka tidak sanggup mengikuti pemimpin-pemimpinnya yang korup dan menyeleweng. Dalam suasana kacau seperti itu, diperlukan adanya kebijaksanaan, keimanan yang kuat dan mental yang tinggi, sehingga tidak mudah dibawa arus kesesatan yang menyebabkan datangnya murka Allah.\n\nYang dimaksud dengan pembesar-pembesar yang jahat ialah mereka yang menentang seruan agama dan memusuhi rasul-rasul serta pengikut-pengikutnya. Demikianlah keadaan negeri Mekah ketika diutusnya Nabi Muhammad. Keadaan serupa itu terus berulang di negeri-negeri lain. Para pembesar yang korup memusuhi rasul-rasul dan pengikut-pengikutnya yang menyampaikan ajaran agama. Pada hakekatnya mereka itu adalah penipu belaka, menipu dirinya sendiri, akan tetapi mereka tidak sadar.\n\nTelah menjadi sunatullah, bahwa suatu kejahatan akan membawa pada keburukan. Tiap-tiap tipu daya yang direncanakan terhadap hamba-hamba Allah yang saleh akhirnya menimpa diri pelakunya. Banyak peristiwa dalam sejarah manusia menunjukkan bahwa umat-umat yang menentang rasul-rasul dan para pengikutnya akhirnya dihancurkan oleh Allah dengan bermacam-macam azab, seperti bencana alam, dan lain-lain. Mereka melakukan tipu daya untuk menentang perbaikan akhlak dan moral manusia, karena terdorong oleh keinginan untuk menduduki jabatan-jabatan tinggi dan menuruti dorongan hawa nafsunya. Mereka tidak menyadari bahwa akibat perbuatan yang buruk itu akan menimpa diri mereka sendiri, karena mereka tidak memahami sunatullah tersebut.\n\nDalam ayat-ayat di atas, Allah memberikan ancaman kepada semua pembesar yang durhaka, Allah juga memberi motivasi kepada Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya untuk terus melakukan amal saleh karena dalam rangka melaksanakan tugas yang suci, mereka tidak boleh menghiraukan godaan dan rintangan yang timbul dari manapun datangnya." } } }, { "number": { "inQuran": 913, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 8, "page": 143, "manzil": 2, "ruku": 116, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d8 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0633\u064e\u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u063a\u064e\u0627\u0631\u064c \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa jaaa'athum Aayatun qaaloo lan nu'mina hatta nu'taa misla maaa ootiya Rusulul laah; Allahu a'almu haisu yaj'alu Risaalatah; sa yuseebul lazeena ajramoo saghaarun 'indal laahi wa 'azaabun shadeedum bimaa kaanoo yamkuroon" } }, "translation": { "en": "And when a sign comes to them, they say, \"Never will we believe until we are given like that which was given to the messengers of Allah.\" Allah is most knowing of where He places His message. There will afflict those who committed crimes debasement before Allah and severe punishment for what they used to conspire.", "id": "Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/913", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/913.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/913.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menjelaskan tentang salah satu bentuk tipuan pemuka Quraisy agar penduduk Mekah tidak mengikuti Rasulullah. Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka yang menjelaskan tentang kebenaran Nabi Muhammad, mereka berkata, \"Kami tidak akan percaya, yakni beriman, sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah,\" yaitu wahyu yang dengan itu mereka menjadi nabi, sehingga menjadi orang yang diikuti, bukan yang mengikuti. Mereka dengki kepada kenabian Nabi Muhammad. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Penunjukan seseorang menjadi nabi adalah hak Allah semata sebagai anugerah dari-Nya terhadap orang tersebut, bukan sesuatu yang diminta, bukan karena keturunan, kecerdasan, dan banyaknya harta.\r\nKemudian Allah menjelaskan tentang nasib mereka yang berdosa, seperti pemuka Quraisy. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan. Mereka menghalangi masyarakat untuk beriman kepada Nabi Muhammad.", "long": "Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Juraij dan Abu Syaibah bahwa ayat ini diturunkan karena ada seorang pembesar Mekah bernama Walid bin Mugirah yang berkata, \"Demi Allah, seandainya kenabian Muhammad itu benar, tentulah aku lebih berhak untuk diangkat sebagai nabi dari pada Muhammad, sebab aku lebih banyak mempunyai harta benda dan keturunan.\"\n\nApabila turun ayat Al-Qur'an yang menjelaskan kebenaran kenabian Muhammad dan berisi pengetahuan dan petunjuk yang dibawanya dari Allah, mereka berkata, \"Kami tidak mau percaya kepada Muhammad, kecuali bila dia membawa mukjizat seperti yang diberikan Allah kepada Nabi Musa yakni tongkatnya yang dapat membelah lautan, atau seperti mukjizat Nabi Isa yang dapat menyembuhkan penyakit sopak dan menghidupkan orang mati.\"\n\nTuntutan mereka yang lebih besar lagi disebutkan dalam firman Allah: \n\n\"Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, \"Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?\" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).\" (al-Furqan/25: 21)\n\nPada dasarnya mereka tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad, kecuali bila Nabi diberikan hal-hal yang serupa sebagaimana diberikan kepada rasul-rasul sebelumnya. Allah membantah tuntutan mereka dan menyatakan bahwa hanya Allah yang mutlak mengetahui kepada siapa Dia menempatkan tugas kerasulan. Tuntutan mereka seperti itu dijelaskan pula oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya: \n\n\"Dan mereka (juga) berkata, \"Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?\" Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.\" (az-Zukhruf/43: 31-32)\n\nTuntutan-tuntutan seperti itu dikemukakan mereka kepada Nabi Muhammad yang dikaitkan dengan kehidupan duniawi karena terdorong oleh kedengkian dan kesombongan mereka dan dimaksudkan untuk membantah posisi Nabi sebagai Rasulullah.\n\nHal ini dijelaskan dalam firman Allah: \n\n\"Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), \"Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?\" Padahal mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih.\" (al-Anbiya'/21: 36)\n\nPemuka-pemuka Quraisy yang menghina Nabi Muhammad, sesungguhnya dalam hati kecil mereka mengakui kemuliaan keturunan, kejujuran dan keagungan akhlak Nabi, sehingga mereka memberikan julukan kepada Nabi dengan sebutan Al-Amin (orang yang tepercaya). Mereka mengakui Nabi Muhammad layak untuk dijadikan utusan Allah. Tidak ada sebab lain yang menghalang-halangi mereka dari keimanan kecuali karena kedengkian, kesombongan, dan taklid buta kepada keyakinan nenek moyang.\n\nPosisi kerasulan semata-mata karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Posisi kenabian tidak mungkin dicapai dengan jalan usaha atau dengan meningkatkan taraf pendidikan dan tidak pula dicapai melalui nasab atau keturunan. Posisi tersebut hanya diberikan Allah kepada orang-orang yang dipilih-Nya. Kemudian Allah mengancam pemuka-pemuka Quraisy yang sombong bahwa mereka akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang pedih karena perbuatan mereka yang jahat dan tipu daya mereka terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya: \n\n\"Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui.\" (az-Zumar/39: 26)\n\nAzab dari Allah ditimpakan kepada mereka yang durhaka, disebabkan dosa-dosa dan pelanggaran mereka. Sayang sekali, bahwa azab itu dipandang oleh sebagian manusia hanya sebagai bencana alam dan tidak menimbulkan kesadaran dalam hati mereka, sebagai azab Tuhan ada di antara mereka yang mati terbunuh pada waktu perang Badar dan ada pula yang mengalami nasib hina dalam kehidupan." } } }, { "number": { "inQuran": 914, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 8, "page": 144, "manzil": 2, "ruku": 116, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u062d\u0652 \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u0636\u064e\u064a\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0651\u064e\u0639\u0651\u064e\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famai yuridil laahu ai yahdiyahoo yashrah sadrahoo lil islaami wa mai yurid ai yudillaho yaj'al sadrahoo daiyiqan harajan ka annamaa yassa' 'adu fis samaaa'; kazaalika yaj'alul laahur rijsa 'alal lazeena la yu'minoon" } }, "translation": { "en": "So whoever Allah wants to guide - He expands his breast to [contain] Islam; and whoever He wants to misguide - He makes his breast tight and constricted as though he were climbing into the sky. Thus does Allah place defilement upon those who do not believe.", "id": "Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/914", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/914.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/914.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tugas para nabi adalah menyampaikan pesan-pesan Allah kepada masyarakat. Di antara masyarakat itu ada yang mendapatkan hidayah dan ada pula yang memilih kekufuran. Hidayah dan kekufuran adalah hak Allah sebagaimana juga risalah. Bedanya kalau hidayah itu harus diminta, sementara risalah adalah anugerah dan pemberian Allah semata kepada seseorang yang dipilih-Nya. Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah atau petunjuk, Dia akan membukakan dadanya untuk menerima Islam, yaitu pintu hatinya terbuka untuk menerima Islam atau cahaya yang datang dari Allah yang dengannya seseorang bisa melihat kebenaran, kemudian mengikuti kebenaran itu dengan memeluk Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, dengan kesadarannya sendiri dia memilih kekafiran dan meninggalkan kebenaran, maka Dia jadikan dadanya sempit dan sesak sehingga tidak ada celah sedikit pun untuk masuknya kebenaran di hatinya, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. Namun demikian, Allah tidak akan menyiksa satu kaum kecuali setelah diperlihatkan kepada mereka tandatanda kebenaran, tetapi mereka secara sadar enggan menerimanya.", "long": "Jika ada orang yang berjiwa besar dan terbuka hatinya untuk menerima kebenaran agama Islam, maka yang demikian itu disebabkan karena Allah hendak memberikan petunjuk kepadanya. Oleh karena itu, dadanya menjadi lapang untuk menerima semua ajaran Islam, baik berupa perintah maupun larangan.\n\nDiriwayatkan bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang \"kelapangan dada\" yang dimaksud dalam ayat ini, lalu beliau menjawab, \"Itulah gambaran cahaya Ilahi yang menyinari hati orang mukmin, sehingga menjadi lapanglah dadanya.\" Para sahabat bertanya lagi, \"Apakah yang demikian itu ada tanda-tandanya?\" Nabi saw menjawab, \"Ada tanda-tandanya, yaitu selalu condong kepada akhirat, selalu menjauhkan diri dari tipu daya dunia dan selalu bersiap-siap untuk menghadapi kematian.\" (Riwayat Ibnu Abi Hatim dari Abdullah bin Mas'ud)\n\nJika demikian sifat-sifat orang mukmin yang berlapang dada disebabkan oleh cahaya iman yang masuk ke dalam hatinya, maka sebaliknya orang yang dikehendaki Allah untuk hidup dalam kesesatan, dadanya dijadikan sesak dan sempit seolah-olah ia sedang naik ke langit yang hampa udara. Apabila ia diajak untuk berfikir tentang kebenaran dan tafakur tentang tanda-tanda keesaan Allah, maka disebabkan oleh kesombongan dalam hatinya, ia menolak karena perbuatan itu tidak sesuai dengan hawa nafsunya. Hasrat untuk mengikuti kebenaran melemah, dan setiap anjuran agama dirasakannya sebagai suatu beban yang berat yang tidak dapat dipikulnya. Gambaran orang serupa itu adalah seperti orang yang sedang naik ke langit. Semakin tinggi ia naik, semakin sesak nafasnya karena kehabisan oksigen, sehingga ia terpaksa turun kembali untuk menghindarkan diri dari kebinasaan.\n\nDalam ayat ini, Allah memberikan sebuah perumpamaan, agar benar-benar diresapi dengan perasaan yang jernih. Demikianlah Allah menjadikan kesempitan dalam hati orang-orang yang tidak beriman, karena kekafiran itu seperti kotoran yang menutup hati mereka, sehingga ia tidak menerima kebenaran. Keadaan ini dapat disaksikan pada tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari yang selalu menjurus kepada kejahatan." } } }, { "number": { "inQuran": 915, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 8, "page": 144, "manzil": 2, "ruku": 116, "hizbQuarter": 57, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u06d7 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa haazaa siraatu Rabbika Mustaqeemaa; qad fassalnal Aayaati liqawminy yazzakkaroon" } }, "translation": { "en": "And this is the path of your Lord, [leading] straight. We have detailed the verses for a people who remember.", "id": "Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang menerima peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/915", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/915.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/915.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menjelaskan tentang jalan kehidupan yang benar. Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus, yaitu agama Islam yang diridai Allah. Sungguh Kami telah menjelaskan ayat-ayat Kami yang ada di dalam Al-Qur'an, berupa janji dan ancaman, halal dan haram, pahala dan siksa, dan lain-lainnya kepada orang-orang yang menerima peringatan.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa hati seorang mukmin selalu lapang dan bahagia disebabkan oleh ajaran agama Allah yang lurus yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Agama Islam mengajarkan akidah (sistem keyakinan) yang benar yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal itu sangat jelas karena disertai dalil yang nyata dan keterangan yang meyakinkan. Satu-satunya jalan yang lurus yang sesuai dengan akal dan fitrah yang bersandar pada firman Allah yang kekal abadi, ialah jalan yang menuju kepada keridaan Allah, yakni tali Allah yang kokoh. Allah telah menjelaskan ayat-ayat-Nya bagi mereka yang mau memperhatikan." } } }, { "number": { "inQuran": 916, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 8, "page": 144, "manzil": 2, "ruku": 116, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lahum daarus salaami 'inda Rabbihim wa huwa waliyyuhum bimaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "For them will be the Home of Peace with their Lord. And He will be their protecting friend because of what they used to do.", "id": "Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/916", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/916.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/916.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi mereka ada beberapa penghargaan yang agung dari Allah. Pertama, disediakan tempat yang damai, yaitu surga yang tidak ada kesulitan apa pun di dalamnya. Kedua, mereka berada di suatu tempat yang sangat terhormat yaitu di sisi Tuhannya yang telah membimbing mereka. Dan, ketiga, Dialah pelindung mereka yang selalu mengasihi dan menyertai mereka dalam segala suasana. Hal itu semua disebabkan karena amal kebajikan yang mereka kerjakan.", "long": "Bagi mereka yang menempuh jalan yang lurus disediakan Darussalam (surga) di sisi Tuhan. Mereka hidup mengikuti pedoman para nabi yang memberi petunjuk kepada mereka sehingga mereka terhindar dari jalan-jalan yang bengkok dan akhirnya sampailah mereka ke Darussalam. Allah memimpin mereka dan mencukupkan balasan bagi setiap perbuatan yang mereka kerjakan di dunia. Allah memberi petunjuk kepada mereka selama di dunia dan memberi taufik untuk melakukan amal kebajikan, sehingga mereka memperoleh pahalanya, dan diizinkan untuk memasuki surga-Nya semata-mata atas karunia-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 917, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 8, "page": 144, "manzil": 2, "ruku": 116, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0652\u0634\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0639\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0648\u064e\u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062c\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa yamwa yahshuruhum jamee'ai yaa ma'sharal jinni qadistaksartum minal insi wa qaala awliyaaa'uhy minal insi Rabbanas tamta'a ba'dunaa biba'dinw wa balaghnaaa ajalannal lazeee ajjalta lanaa; qaalan Naaru maswaakum khaalideena feehaaa illaa maa shaaa'allaah; inna Rabbaka Hakeemun 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], the Day when He will gather them together [and say], \"O company of jinn, you have [misled] many of mankind.\" And their allies among mankind will say, \"Our Lord, some of us made use of others, and we have [now] reached our term, which you appointed for us.\" He will say, \"The Fire is your residence, wherein you will abide eternally, except for what Allah wills. Indeed, your Lord is Wise and Knowing.\"", "id": "Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/917", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/917.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/917.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan sebagian dari ihwal orang-orang yang zalim pada hari Kiamat di hadapan Allah. Dan ingatlah pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua, yaitu orang-orang yang sesat dan menyesatkan dari kelompok jin atau setan dan manusia, dan Allah berfirman kepada segolongan jin (setan), karena merekalah yang menjadi asal mula adanya kesesatan pada manusia, \"Wahai golongan jin! Kamu telah banyak menyesatkan manusia dengan membujuk mereka untuk melakukan kemusyrikan, kekafiran, dan kemaksiatan.\" Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, mengadu dengan memberikan pengakuan kepada Allah terhadap apa yang terjadi, \"Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan.\" Manusia memanfaatkan jin melalui perbuatan sihir, tenung, dan juga tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan lainnya, dan jin merasa bangga bahwa mereka dijadikan panutan, penguasa, dan pengayom oleh manusia. \"Dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.\" Setelah mendengarkan pengakuan dari kedua belah pihak, Allah berfirman untuk memberikan putusan akhir, \"Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.\" Allah mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas dalam segala hal. Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana yang meletakkan sesuatu pada tempatnya, menyiksa orang yang berdosa dengan keadilan-Nya, dan memasukkan orang yang bertakwa ke dalam surga dengan anugerah-Nya. Dia Maha Mengetahui siapa yang berbuat baik dan siapa yang berbuat buruk.", "long": "Pada hari Kiamat nanti, seluruh umat manusia dan jin akan dikumpulkan di Padang Mahsyar, lalu Allah berfirman kepada mereka untuk mencela perbuatan jin yang telah mempengaruhi manusia dan mengajak mereka kepada kesesatan, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah: \n\nBukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti? (Yasin/36: 60-62)\n\nSemua orang yang mengikuti ajaran jin dan setan akan dikumpulkan bersama-sama. Semua orang yang mukallaf akan dihimpun bersama para pengikutnya, baik dalam segi kebenaran maupun kejahatan. Lalu berkatalah orang-orang yang menjadi pengikut jin itu sebagai jawaban mereka kepada Allah, \"Ya Tuhan kami, masing-masing di antara kami telah merasakan kenikmatan dari pihak lainnya. Jin-jin itu mendapatkan kenikmatan karena mereka telah berhasil menyesatkan kami dengan bujukan-bujukan dan mengikuti kehendak hawa nafsu, sebaliknya kamipun merasa senang mengikuti mereka dan mendengarkan bisikan-bisikan mereka. Kami merasa leluasa bergelimang kelezatan di dunia.\"\n\nDalam ayat ini, Allah memberikan petunjuk bahwa setiap manusia senantiasa didampingi setan yang berusaha untuk membujuknya dengan bisikan yang mengajaknya kepada kefasikan dan kedurhakaan kepada Allah, sehingga ia tidak menyadari, bahwa hal itu adalah tipu daya dari setan tersebut. Makhluk halus itu selalu berusaha untuk menyesatkan manusia kepada lembah kebatilan dan kejahatan, sebagaimana kuman-kuman yang selalu berusaha untuk menimbulkan bermacam-macam penyakit dalam tubuh manusia atau hewan. Kuman-kuman itu mengetahui jalannya untuk memasuki tubuh manusia atau binatang dari lubang-lubang yang halus. Demikian pula setan mengetahui jalan untuk memasuki hati manusia, sehingga manusia jatuh ke lembah kesesatan tanpa disadarinya.\n\nApabila ada kuman yang berhasil menyelinap ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan timbulnya penyakit, maka manusia yang lebih halus sifatnya, dapat dimasuki pengaruh makhluk-makhluk halus, yaitu jin dan setan, yang dapat menjerumuskan kepada penyakit-penyakit rohani manusia.\n\nOrang-orang yang menjadi pengikut jin dan setan berkata, dengan penuh kesedihan dan penyesalan, \"Ya Tuhan, kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami, setelah kami menerima kelezatan duniawi karena mengikuti ajakan jin dan setan dan kami telah mengakui dosa-dosa kami, maka kami berserah diri kepada-Mu untuk menerima hukuman-Mu yang seadil-adilnya.\"\n\nPerkataan mereka memperlihatkan penyesalan dan keterlanjuran mereka dalam mengikuti hawa nafsu dan sekarang mereka berserah diri kepada Allah yang mengetahui segala perbuatan mereka. Dalam ayat ini tidak disebutkan bagaimana jawaban jin dan alasan setan yang membawa mereka kepada kesesatan itu, tetapi dijelaskan dalam firman Allah yang lain yang menunjukkan bahwa setan, jin dan manusia yang menjadi korban hasutan mereka saling bertikai melepas tanggungjawab dan saling mengutuk satu sama lain: \n\n\"¦ kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.\" (al-'Ankabut/29: 25) \n\nSebagai jawaban atas keluhan mereka itu Allah berfirman, \"Neraka itulah tempat kamu berdiam sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali Tuhan menghendaki yang lainnya.\" Segala sesuatu berada di bawah kehendak dan pilihan-Nya, dan tidak ada yang mengetahui kehendak-Nya selain Dia sendiri. Dialah Tuhan Yang Mahabijaksana dan Maha Mengetahui.\n\nIbnu 'Abbas memahami ayat di atas, bahwa siapapun tidak patut turut campur dalam menentukan nasib seorang hamba Allah, apakah dia akan dimasukkan ke surga atau ke neraka. Semuanya berada di bawah kekuasaan dan kehendak Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 918, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 8, "page": 144, "manzil": 2, "ruku": 116, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika nuwallee ba'daz zaalimeena ba'dam bimaa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "And thus will We make some of the wrongdoers allies of others for what they used to earn.", "id": "Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/918", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/918.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/918.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika pada ayat sebelumnya diinformasikan bahwa antara jin dan manusia terdapat hubungan saling memanfaatkan, maka pada ayat ini dijelaskan hubungan antara orang-orang yang berbuat zalim. Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, karena seseorang akan mencari teman sesama yang sejiwa dan seirama dalam hidup, atau orang yang zalim akan dikuasai oleh pelaku kezaliman lainnya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan yaitu kekafiran dan kemaksiatan.", "long": "Pada ayat ini ditegaskan bahwa hidup berkelompok antara orang yang sama tujuan, cita-cita dan kepentingannya terutama dalam hal yang jahat dan menyesatkan telah menjadi kebiasaan dari sebagian makhluk hidup, tidak ada bedanya antara jin dan manusia. Mereka selalu tolong menolong dan bantu membantu dalam berbagai usaha dan upaya agar keinginan dan usaha mereka terpenuhi sesuai dengan rencana mereka. Mereka tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan, kezaliman dan penganiayaan serupa dan tidak menghiraukan norma-norma kemanusiaan, keadilan, dan sifat kasih sayang, asal mereka dapat memenuhi nafsu mereka dalam menikmati kehidupan dunia ini dengan sepuas-puasnya. Hal ini dapat dibuktikan dari berbagai peristiwa dalam sejarah sejak zaman dahulu kala sampai sekarang ini. Betapa banyak nabi dan rasul pembawa kebenaran, penyeru kepada akidah tauhid, mendapat tantangan yang hebat dan keras dari penyembah berhala dan pembela kebatilan dan kesesatan karena para nabi dan rasul itu tetap dalam pendiriannya, mantap dalam dakwahnya sehingga Allah memberi hukuman kaumnya yang sesat dan durhaka seperti kaum 'Ad dan samud. Betapa banyak bangsa-bangsa yang merasa dirinya kuat dan perkasa dengan terang-terangan merampas hak bangsa-bangsa yang lemah tanpa memperdulikan rasa keadilan dan perikemanusiaan. Tetapi bangsa yang tertindas dan terjajah itu tidak tinggal diam, mereka berjuang dengan berbagai cara untuk merebut kembali kemerdekaannya. Memang telah menjadi sunatullah bahwa kebenaran pasti menang selama kebenaran itu tetap dibela dan diperjuangkan.\n\nAllah berfirman: \n\nDan katakanlah, \"Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.\" Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (al-Isra'/17: 81)\n\nAllah tidak menyuruh manusia atau jin bersatu dan berkelompok untuk berbuat kejahatan, melakukan yang batil dan berbuat yang mungkar, tetapi hal ini adalah tabiat manusia dan masyarakat sendiri, mereka lebih tertarik untuk bergabung dan bertolong-tolongan dengan kelompok yang sama arah dan tujuan hidupnya, walaupun hal itu ditujukan untuk melakukan kezaliman dan bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat yang lain. Allah berfirman: \n\nOrang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (at-Taubah/9: 67)\n\nDalam menafsirkan ayat ini, Qatadah berkata, \"Sesungguhnya Allah menjadikan manusia berteman akrab karena masing-masing memiliki kecenderungan yang sama; seorang mukmin adalah wali (teman akrab) bagi orang mukmin lain, kapan dan dimana dia berada. Seorang kafir adalah wali orang kafir lainnya, kapan dan di manapun ia berada. Iman itu bukan hanya dengan angan-angan dan bukan pula hanya berupa simbol atau tanda. Demi Allah yang memiliki umurku! Bila engkau berbuat taat kepada Allah, sedang engkau tidak mengenal seorang pun diantara orang yang taat kepada-Nya, maka hal itu tidak membahayakan kepadamu. Dan bila engkau berbuat durhaka dan maksiat yang dilarang Allah sedang engkau berteman akrab dengan orang yang taat dan takwa kepada-Nya, maka hal itu tidak akan berguna sedikit pun bagimu.\"\n\nAbu Syaikh meriwayatkan dari Mansur bin Abi al-Aswad ia berkata, \"Aku bertanya kepada al-A'masy tentang maksud ayat 129 ini: 'Apakah yang engkau dengar dari para sahabat dan ulama tabi'in?\" Al-A'masy menjawab, \"Aku dengar mereka berkata, \"Apabila akhlak manusia telah rusak, maka mereka akan mudah diperintah oleh manusia-manusia yang jahat.\" Allah berfirman: \n\nDan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu). (al-Isra'/17: 16)\n\nDi pihak lain, orang-orang mukmin bersatu dan memiliki pemimpin dan orang kepercayaan yang terdiri dari orang-orang yang baik, jujur dan bertakwa kepada Allah.\n\nFirman Allah: \n\nDan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (at-Taubah/9: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 919, "inSurah": 130 }, "meta": { "juz": 8, "page": 144, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0652\u0634\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa ma'sharal jinni wal insi alam yaatikum Rusulum minkum yaqussoona 'alaikum Aayaatee wa yunziroonakum liqaaa'a Yawmikum haazaa; qaaloo shahidnaa 'alaaa anfusinaa wa gharrat humul hayaatud dunyaa wa shahidooo 'alaa anfusihim annahum kaanoo kaafireen" } }, "translation": { "en": "\"O company of jinn and mankind, did there not come to you messengers from among you, relating to you My verses and warning you of the meeting of this Day of yours?\" They will say, \"We bear witness against ourselves\"; and the worldly life had deluded them, and they will bear witness against themselves that they were disbelievers.", "id": "Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, “(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/919", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/919.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/919.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini kembali dibicarakan hubungan antara jin dan manusia. Pada hari Kiamat nanti, sekelompok jin dan manusia yang kafir akan ditanya tentang masa lalu mereka di dunia dengan hardikan yang keras. Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yaitu teman-temanmu yang mendapatkan pesan dari rasul manusia, mereka menyampaikan ayatayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab dengan terus terang dan pengakuan yang tulus, \"Ya, kami menjadi saksi atas diri kami sendiri bahwa rasul-rasul itu telah datang kepada kami dan menyampaikan peringatan-peringatan kepada kami.\" Akan tetapi, mereka tertipu oleh kehidupan dunia berupa harta benda, jabatan, dan hawa nafsu. Dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.", "long": "Di akhirat nanti, kepada semua jin dan manusia yang durhaka, yang tidak mengikuti ajaran rasul dan tidak mengindahkan larangan Allah yang disampaikan rasul kepada mereka sehingga mereka berbuat sewenang-wenang di bumi, akan dikemukakan kepadanya pertanyaan, \"Apakah tidak datang kepadamu rasul-rasul Kami, memperingatkan kamu dan memberi petunjuk yang benar agar kamu tidak tersesat dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Kami? Mereka tidak berdaya menjawabnya, dan mereka menyesali segala yang mereka perbuat semasa di dunia, dan dengan menundukkan kepala mereka mengakui kesalahan-kesalahan mereka seraya menjawab, \"Kami mengakui bahwa Rasul Allah telah datang kepada kami dan telah memberikan peringatan dan ajaran-ajaran yang baik yang seharusnya kami perhatikan dan kami ikuti dengan patuh dan taat, tetapi kami tidak mengindahkannya, bahkan kami mendustakan mereka dan memperolok-olok seruan mereka.\"\n\nAllah berfirman: \n\nMereka menjawab, \"Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, \"Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.\" (al-Mulk/67: 9)\n\nMereka telah ditipu dan diperdaya oleh kehidupan dunia dan mereka silau oleh harta, wanita, pangkat dan kedudukan, sehingga hati mereka menjadi beku, mata mereka menjadi buta, tidak dapat lagi membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk. Mereka tidak dapat lagi melihat cahaya ajaran Ilahi yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Para rasul itu telah membacakan kepada mereka ayat-ayat yang diturunkan Allah dan telah memperingatkan mereka bahwa di akhirat nanti akan ada hari pembalasan di mana orang-orang yang berbuat baik akan masuk surga dan orang-orang yang ingkar akan disiksa dalam neraka. Di kala itulah mereka mengaku terus terang bahwa mereka dahulu (di dunia) memang ingkar dan kafir, mendustakan rasul-rasul dan tidak percaya dengan adanya hari akhirat.\n\nMengenai rasul-rasul yang diutus itu, apakah mereka terdiri dari manusia ataukah ada pula rasul-rasul dari jin yang diutus kepada umatnya? Jumhur ulama berpendapat bahwa rasul-rasul itu semuanya terdiri dari manusia, tetapi bertugas untuk menyampaikan dakwah kepada jin dan manusia, tidak ada rasul-rasul dari kalangan jin. Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih menunjukkan bahwa Nabi Muhammad juga diutus kepada jin seperti tersebut dalam ayat berikut: \n\nDan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, \"Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!\" Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, \"Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.\" (al-Ahqaf/46: 29-30)" } } }, { "number": { "inQuran": 920, "inSurah": 131 }, "meta": { "juz": 8, "page": 144, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika al lam yakkur Rabbuka muhlikal quraa bizulminw wa ahluhaa ghaafiloon" } }, "translation": { "en": "That is because your Lord would not destroy the cities for wrongdoing while their people were unaware.", "id": "Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam keadaan lengah (belum tahu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/920", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/920.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/920.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menghardik jin dan manusia tentang sikap mereka terhadap rasul yang diutus kepada mereka, ayat ini menjelaskan hikmah diutusnya rasul. Demikianlah, para rasul diutus karena Tuhanmu tidak akan membinasakan penduduk suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam keadaan lengah atau belum tahu. Allah terlebih dahulu mengutus rasul yang mengingatkan kepada mereka, tetapi mereka tetap membangkang. Inilah hakikat keadilan.", "long": "Pada ayat ini Allah telah menjelaskan sunah dan ketetapan-Nya sesuai dengan hikmah kebijaksanaan dan keadilan-Nya, apabila Allah hendak membinasakan suatu umat karena kedurhakaan dan kezalimannya, terlebih dahulu Allah mengutus seorang rasul yang akan memberi peringatan kepada mereka. Allah tidak akan menurunkan azab dan siksa-Nya kepada suatu umat yang dalam keadaan lalai dan terlena sebelum mengirim rasul-Nya kepada mereka yang memberi tuntunan dan petunjuk, yang akan memperingatkan dan menimbulkan kesadaran dalam hati mereka bahwa mereka benar-benar telah sesat dari jalan yang lurus dan telah melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang bertentangan dengan keadilan dan perikemanusiaan.\n\nSiksaan yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya yang durhaka kepada rasul yang memberi peringatan kepada mereka, misalnya memusnahkan mereka seperti yang pernah terjadi pada kaum 'Ad dan tsamud; atau siksaan yang menghinakan mereka dengan cara mengusir dan mencerai beraikan mereka, seperti yang diderita oleh Bani Israil; ada pula siksaan yang menghancurkan kekuatan mereka, seperti yang diderita oleh kaum musyrikin Mekah. Sesudah Nabi Muhammad diutus Allah kepada semua umat manusia, siksaan yang menghancurkan dan memusnahkan itu tidak ada lagi. Adapun malapetaka yang terjadi, seperti gempa, topan, banjir dan sebagainya, adalah cobaan dan ujian bagi umat manusia agar mereka insaf dan sadar akan kekuasaan Allah dan agar mereka selalu ingat kepada-Nya, dan tidak berpaling dari petunjuk dan ajaran yang diturunkan-Nya dengan perantara rasul-Nya.\n\nAllah sekali-kali tidak akan menganiaya hamba-Nya, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri dengan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan sunatullah dan melanggar norma-norma yang telah diberikan-Nya untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Mungkin ada beberapa umat yang nampaknya kuat dan jaya padahal umat itu telah berpaling dari norma-norma keadilan dan perikemanusiaan, bahkan ada yang mengingkari kekuasaan Allah dan menganggap agama sebagai racun yang membunuh manusia. Hal itu adalah istidraj dari Allah yang membiarkan mereka tenggelam dalam paham kebendaan, sombong dan takabur atas hasil yang mereka capai. Namun akhirnya mereka akan mengalami nasib seperti orang yang sombong dan takabur. Terserah kepada manusia itu sendiri apakah ia akan menjadi orang yang beriman, mematuhi dan menjalankan semua aturan dan ajaran yang diturunkan-Nya dengan perantaraan rasul-Nya, sehingga dia hidup berbahagia jasmani dan rohaninya, ataukah dia akan menganggap dirinya lebih berkuasa atau lebih pintar serta menganggap ajaran-ajaran agama itu sudah ketinggalan zaman. Manusia bebas berpikir, berbuat dan menetapkan sesuatu menurut kehendaknya dan akhirnya akan terombang-ambing antara teori-teori yang terus berubah dan tidak tentu ujung pangkalnya serta terjerumus ke jurang kehancuran, keonaran dan kerusakan. Allah telah membentangkan di hadapan manusia jalan yang baik dan jalan yang buruk; diserahkan kepada manusia untuk memilihnya, jalan mana yang akan ditempuhnya." } } }, { "number": { "inQuran": 921, "inSurah": 132 }, "meta": { "juz": 8, "page": 145, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa likullin darajaatum mimmaa 'amiloo; wa maa Rabbuka bighaafilin 'ammaa ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And for all are degrees from what they have done. And your Lord is not unaware of what they do.", "id": "Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/921", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/921.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/921.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan masing-masing orang ada yang beramal untuk ketaatan dan ada pula yang senantiasa bermaksiat kepada Allah, mereka akan memperoleh balasan sesuai dengan tingkatannya, yaitu sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad tidak lengah terhadap apa yang mereka, yakni hamba-hamba-Nya, kerjakan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa masing-masing jin dan manusia yang telah mendapatkan seruan rasul, akan mendapat derajat dan tingkatan yang sesuai dengan amal perbuatannya. Orang yang beriman, yang bertakwa dan mengerjakan amal saleh, akan mendapat derajat dan tingkatnya sesuai dengan tebalnya iman, kuatnya takwa dan banyaknya amal saleh yang dikerjakan seperti derajat para nabi, shiddiqin (orang-orang yang benar keyakinannya dalam hidup mereka), syuhada' (para kesatria dan pahlawan) dan shalihin (orang-orang yang saleh), sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: \n\nDan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (an-Nisa'/4: 69)\n\nSebaliknya orang-orang kafir, munafik dan ingkar yang banyak melakukan kejahatan, akan menempati tingkat yang rendah yang paling bawah, sesuai dengan usaha dan pekerjaan mereka masing-masing; seperti orang munafik tempatnya adalah di dalam neraka yang paling bawah, sebagai tersebut dalam firman Allah: \n\nSungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.(an-Nisa'/4: 145)\n\nAllah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang dikerjakan oleh jin dan manusia. Semua pekerjaannya, baik yang kecil maupun yang besar, yang buruk atau yang baik, akan dicatat dan mereka akan mendapat balasannya. Kejahatan akan dibalas dengan siksaan yang setimpal dan kebaikan akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda." } } }, { "number": { "inQuran": 922, "inSurah": 133 }, "meta": { "juz": 8, "page": 145, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Rabbukal ghaniyyu zur rahmah; iny yashaaa yuz hibkum wa yastakhlif mim ba'dikum wa yastakhlif mim ba'dikum maa yashaaa'u kamaaa ansha akum min zurriyyati qawmin aakhareen" } }, "translation": { "en": "And your Lord is the Free of need, the possessor of mercy. If He wills, he can do away with you and give succession after you to whomever He wills, just as He produced you from the descendants of another people.", "id": "Dan Tuhanmu Mahakaya, penuh rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/922", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/922.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/922.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, Mahakaya, sedikit pun Ia tidak butuh kepada semua makhluk-Nya, bahkan makhluk-Nyalah yang fakir kepada-Nya. Allah juga sangat penuh rahmat kepada hambahamba-Nya. Karena itu, Ia perintahkan hamba-Nya untuk senantiasa melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan, agar hamba-Nya memperoleh keselamatan. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu, yaitu ketika kamu menyalahi perintah-Nya dan setelah kamu musnah akan Dia ganti dengan kaum lain yang Dia kehendaki, kaum itu senantiasa taat kepada Allah. Jika Allah mampu memusnahkan kaum-kaum terdahulu yang menentang-Nya kemudian digantikan dengan kaum lainnya, maka wahai Nabi Muhammad, Allah pun amat mampu melenyapkan kaummu sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah Mahakaya dan Mahaluas rahmat-Nya dan tidak memerlukan apa dan siapa pun; tetapi semua yang selain Allah membutuhkan bantuan dan pertolongan-Nya, baik keberadaannya maupun dalam kehidupannya. Bagaimanapun banyaknya kekayaan seorang manusia namun ia masih memerlukan pertolongan orang lain, misalnya pertolongan dari pembantu-pembantunya, buruhnya, dokternya, dan sebagainya. Ia pasti tetap memerlukan pertolongan Allah, Penciptanya dan Pencipta semua keperluan dan kebutuhan hidupnya, Allah berfirman: \n\nWahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji. (Fathir/35: 15)\n\nHal ini dijelaskan oleh sebuah hadis Qudsy yang diriwayatkan oleh Abu dzar dari Nabi saw; beliau menerima wahyu dari Tuhan sebagai berikut: \n\nArtinya: \n\nHai hamba-hamba-Ku, Aku mengharamkan terhadap diriku berbuat zalim, dan Aku jadikan perbuatan zalim itu haram pula di antara kamu, maka janganlah kamu melakukan kezaliman terhadap sesamamu. Hai hamba-hamba-Ku, semua kamu berada dalam kesesatan kecuali orang-orang yang telah Aku beri petunjuk, maka mintalah selalu petunjuk-Ku tentu Aku akan menunjukimu. Hai hamba-hamba-Ku, semua kamu lapar kecuali orang-orang yang Aku beri makanan maka mintalah kepada-Ku makanan niscaya Aku akan memberimu makanan. Hai hamba-hamba-Ku, kamu semua dalam keadaan telanjang kecuali orang-orang yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah kepada-Ku niscaya akan Aku berikan pakaian. Hai hamba-hamba-Ku, kamu senantiasa melakukan kesalahan pada siang dan malam sedang Aku mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni. Hai hamba-hambaKu, kamu sekali-kali tidak akan memberi mudarat kepada-Ku sehingga Aku mendapat mudarat karenamu dan kamu sekali-kali tidak akan memberikan manfaat kepada-Ku, sehingga Aku mendapat manfaat karenamu. Hai hamba-hamba-Ku, andaikata orang-orang dahulu, orang-orang yang kemudian, manusia dan jin semuanya sangat bertakwa kepada-Ku, maka hal itu tidak akan menambah apa-apa kepada kerajaan-Ku. Hai hamba-hamba-Ku, sekiranya orang-orang dahulu, orang-orang yang kemudian, manusia dan jin semuanya bersifat jahat maka hal itu tidak akan mengurangi sesuatu apapun dari kerajaan-Ku. Hai hamba-hamba-Ku, andaikata orang-orang dahulu, orang-orang kemudian, jin dan manusia berada pada suatu tempat, lalu mereka meminta kepada-Ku dan Aku kabulkan semua permintaan itu, maka hal itu tidak akan mengurangi sedikitpun perbendaharaan yang ada pada-Ku, kecuali seperti jarum licin mengurangi air lautan bila dimasukkan ke dalamnya (dan diangkat kembali). Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mencatat semua amalan kamu dan akan Kubalasi dengan sempurna, maka barang siapa mendapat balasan yang baik, hendaklah ia memuji Allah, dan barang siapa mendapat balasan yang buruk, maka janganlah ia mencela, kecuali dirinya sendiri. (Riwayat Ahmad, Muslim, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu dzar)\n\nDemikianlah sebagian kekayaan Allah. Adapun rahmat dan karunia-Nya yang amat luas dan tidak terhingga, dapat dilihat pada kenyataan alam semesta, ciptaan-Nya dan tidak seorang pun yang dapat mengingkarinya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah diterangkan bahwa Rasulullah saw bersabda: \n\n\"Allah membagi rahmat-Nya menjadi seratus bagian. Maka yang sembilan puluh sembilan bagian ditahan-Nya di sisi-Nya dan yang satu bagian diturunkan-Nya ke bumi. Dari rahmat yang satu bagian itulah semua makhluk sayang menyayangi, sehingga seekor kuda akan mengangkat telapak kakinya karena takut anaknya terinjak olehnya\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nAllah Yang Mahakaya, Mahaluas rahmat-Nya mengharamkan bagi diri-Nya sifat aniaya, jika Allah bertindak menimpakan siksa kepada hamba-Nya yang durhaka maka tindakan-Nya itu tidaklah bertentangan dengan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ayat ini Allah menegaskan kepada musuh-musuh Nabi Muhammad bahwa jika Allah menghendaki, Dia pasti dapat membinasakan mereka dan mengganti mereka dengan kaum lain yang diciptakan-Nya sebagaimana Dia menciptakan mereka dari keturunan yang lain. Janji Allah terbukti dengan binasanya musuh-musuh Nabi Muhammad dalam Perang Badar, sehingga pada akhirnya tidak ada lagi kaum musyrik di Mekah. Mereka digantikan oleh orang-orang yang beriman dan bertakwa, berjuang meninggikan kalimat Allah dengan jiwa raga dan harta benda mereka. Meskipun dalam mempertahankan kebenaran mereka terpaksa mengangkat senjata dan memasuki medan pertempuran tetapi dalam setiap pertempuran itu mereka menjadi teladan dalam sikap santun dalam memperlakukan musuh-musuh mereka, sehingga para ahli sejarah barat mengakui bahwa tidak ada suatu bangsa yang tidak menaklukkan bangsa lain dengan penuh rasa keadilan dan kasih sayang seperti bangsa Arab yang telah beragama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 923, "inSurah": 134 }, "meta": { "juz": 8, "page": 145, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0622\u062a\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna maa too'adoona la aatinw wa maaa antum bimu'jizeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, what you are promised is coming, and you will not cause failure [to Allah].", "id": "Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/923", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/923.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/923.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada kaummu, Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan Allah kepadamu, yaitu hari Kiamat dan pembalasan atas amal perbuatan manusia pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya. Karena Allah Maha Mampu untuk membangkitkan kembali manusia setelah sebelumnya mereka berada di dalam kubur-kubur mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah memberikan ancaman-Nya kepada musuh-musuh Nabi. Mereka di dunia ini telah mendapat siksaan dan di akhirat kelak demikian pula. Siksaan akhirat yang diancamkan kepada mereka ialah api neraka yang menyala-nyala, pasti akan menimpa mereka, tidak ada satu kekuasaan pun yang dapat menolaknya dan mereka sendiri tidak dapat menghalangi atau lari dari padanya. Hari pembalasan itu pasti datang dan semua makhluk akan dihidupkan kembali. Hal ini tidaklah sulit bagi Allah Yang Mahakuasa. Sebagaimana Allah berkuasa menciptakan makhluk-Nya dari tidak ada menjadi ada, tentu Allah pun berkuasa menghidupkan kembali, walaupun makhluk tersebut sudah mati dan menjadi tulang-belulang yang hancur luluh. Dalil ini berulang kali disebutkan dalam Al-Qur'an di antaranya, firman Allah: \n\nDan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)" } } }, { "number": { "inQuran": 924, "inSurah": 135 }, "meta": { "juz": 8, "page": 145, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaa qawmi' maloo 'alaa makaanatikum innee 'aamilun fasawfa ta'lamoona man takoonu lahoo 'aaqibatud daar; innahoo laa yuflihuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"O my people, work according to your position; [for] indeed, I am working. And you are going to know who will have succession in the home. Indeed, the wrongdoers will not succeed.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/924", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/924.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/924.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah kepada kaummu, wahai Nabi Muhammad sebagai ancaman kepada mereka, \"Wahai kaumku! Jika kalian menganggap bahwa kalian berada di atas petunjuk maka berbuatlah menurut kedudukanmu, dan tetaplah berada di atas jalan kalian yang penuh kekufuran dan kesyirikan itu. Aku pun berbuat demikian, yaitu berada di atas jalanku yang penuh dengan bimbingan Allah. Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan memperoleh tempat terbaik di akhirat nanti, apakah kalian yang senantiasa berbuat kekufuran ataukah aku dan kaumku yang beriman dan tunduk kepada ajaran Allah. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, yang senantiasa berbuat kesyirikan kepada Allah, tidak akan beruntung. Jika pada ayat-ayat yang lalu diterangkan berbagai kesesatan kaum musyrik dan para pengikut mereka yang memberikan alasan-alasan tentang kepercayaan yang mereka anut, padahal tidak berdasarkan kebenaran dan tidak dapat diterima oleh akal sehat. Maka pada ayat berikut ini diterangkan sebagian dari cara-cara mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah melalui berhala-berhala yang mereka anggap sebagai sekutu-Nya.", "long": "Ancaman Allah terhadap kaum musyrikin yang memusuhi Nabi Muhammad yang terdapat pada ayat 133 dan 134 yang lalu, diiringi dengan tantangan terhadap mereka dengan menyuruh Nabi Muhammad mengatakan kepada mereka, \"Berbuatlah apa yang hendak kamu lakukan sesuai dengan kesanggupan kamu. Akupun akan berbuat demikian pula; nanti kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang akan mendapat kejayaan dan kemenangan. Ketahuilah bahwa orang-orang zalim tidak akan mendapat kemenangan.\" Tantangan itu walaupun mengandung pengertian yang agak keras, namun bahasanya tetap halus, karena Nabi Muhammad masih menyebut musuh-musuh Islam itu dengan kata \"kaumku\".\n\nPengertian \"kaum\" dalam kalangan orang-orang Arab adalah sangat dalam hampir sama dengan pengertian \"bangsa\" di zaman sekarang. Orang yang cinta kepada bangsanya akan merasa berkewajiban untuk membelanya, bila mereka tergelincir dari rel kebenaran. Dalam ucapan ini terbayang bahwa Nabi Muhammad sangat mengharapkan kesadaran mereka dan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Dalam tantangan ini terdapat pula janji Allah kepada kaum muslimin, bahwa mereka akan mendapat kemenangan besar terhadap kaum musyrikin yang sesat dan yang zalim itu.\n\nApa yang terjadi kemudian sesuai dengan janji Allah, kaum musyrikin terus-menerus ditimpa kekalahan sehingga tegaklah kalimat Allah dengan kokohnya dan hancurnya kemusyrikan. Ini adalah bukti bahwa janji Allah di akhirat nanti pasti akan terlaksana pula, karena janji di dunia itu juga diucapkan sebelum peristiwa itu terjadi, keduanya terkait dengan peristiwa yang akan datang. Janji Allah bahwa Dia akan menolong kaum mukmin sepanjang masa, sampai akhir zaman, selama mereka benar-benar beriman dan bertakwa, benar-benar menjalankan ajaran-ajaran agama-Nya secara keseluruhan dan benar-benar berjuang dengan ikhlas untuk menegakkan kalimat Allah. Disebutkan dalam firman-Nya: \n\nWahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad/47: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 925, "inSurah": 136 }, "meta": { "juz": 8, "page": 145, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0632\u064e\u0639\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0644\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0635\u0650\u0644\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'aloo lillaahi mimmaa zara-a minal harsi walan'aami naseeban faqaaloo haazaa lillaahi biza'mihim wa haaza lishurakaa'inaa famaa kaana lishurakaaa'ihim falaa yasilu ilal laahi wa maa kaana lillaahi fahuwa yasilu ilaa shurakaaa'ihim; saaa'a maa yahkumoon" } }, "translation": { "en": "And the polytheists assign to Allah from that which He created of crops and livestock a share and say, \"This is for Allah,\" by their claim, \"and this is for our partners [associated with Him].\" But what is for their \"partners\" does not reach Allah, while what is for Allah - this reaches their \"partners.\" Evil is that which they rule.", "id": "Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, “Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.” Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/925", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/925.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/925.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka menyediakan dan membagi apa yang mereka dapat dari hasil tanaman dan hewan ternak kepada dua bagian. Sebagian hasil tanaman dan hewan mereka persembahkan untuk Allah, yakni digunakan untuk memberi makan tamu-tamu, anak-anak, dan orang-orang miskin. Sementara bagian yang kedua diperuntukkan untuk berhala-berhala mereka sehingga dikuasai sepenuhnya untuk para penjaga dan pemelihara berhala tersebut. Mereka melakukan ini sambil berkata menurut persangkaan mereka, \"Ini untuk Allah. Silakan dipergunakan untuk para fakir miskin, namun jika kami butuh, kami berhak menggunakannya untuk berhala kami juga. Dan bagian yang ini khusus untuk berhala-berhala kami. Tidak boleh seorang pun menyentuhnya kecuali para penjaga dan pemelihara, karena ini sebagai bentuk peribadatan kami kepada mereka.\" Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.", "long": "Ayat ini menginformasikan bahwa mereka membagi apa yang mereka dapat dari hasil tanaman dan hewan ternak kepada dua bagian. Satu bagian untuk Allah dan satu bagian lagi untuk berhala-berhala yang mereka puja-puja dan mereka agungkan. Mereka berkata, \"Bagian yang pertama adalah untuk Allah sebagai persembahan kami untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Bagian yang kedua adalah untuk berhala sesembahan kami yang juga untuk mendekatkan diri kepada Allah.\"\n\nDengan pembagian seperti itu mereka telah menjadi sesat, karena pengorbanan itu adalah suatu ibadah dan pendekatan diri kepada yang disembah. Menyembah kepada berhala-berhala dan patung-patung adalah satu perbuatan yang tak dapat diterima oleh akal sehat, karena patung adalah benda-benda mati yang tak dapat berbuat apa-apa, bahkan patung-patung ini dibuat oleh mereka.\n\nTradisi ini adalah suatu agama yang dibuat-buat oleh para pemimpin dan pemuka-pemuka bangsa Arab di kala itu, untuk mempengaruhi orang-orang awam agar mereka tetap mengagungkan dan memuliakan pemimpin sebagai pengawal dan pemelihara berhala-berhala dan sebagai orang-orang yang terdekat kepadanya. Dengan demikian, mereka dapat berkuasa atas orang-orang awam. Memeras mereka dengan menyuruh kaumnya berbakti dengan mengorbankan harta benda kepada berhala-berhala yang mereka anggap berkuasa atas kehidupan mereka dan dapat mendatangkan nikmat atau bencana kepada siapa yang dikehendakinya.\n\nBagian pertama yang diperuntukkan bagi Allah, dipergunakan untuk memberi makan tamu-tamu, anak-anak dan orang-orang miskin; sedangkan bagian kedua yang diperuntukkan bagi berhala-berhala dikuasai sepenuhnya oleh penjaga-penjaga dan pemelihara-pemeliharanya. Tetapi karena mereka telah dikuasai oleh sifat tamak dan serakah, maka bagian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala itu tidak boleh dikurangi atau diambil sedikitpun untuk digabungkan kepada bagian yang diperuntukkan bagi Allah. Sebaliknya bagian yang diperuntukkan bagi Allah boleh diambil untuk digabungkan kepada bagian berhala-berhala, karena bagian Allah itu adalah hak fakir miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkan makanan. Sedangkan bagian berhala adalah sepenuhnya menjadi hak para penguasa. \n\nDemikianlah ketentuan yang mereka tetapkan dan alangkah jahatnya ketentuan itu. Selain ketetapan itu merupakan perampasan atas hak fakir miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan. Segi-segi keburukan ketetapan mereka adalah sebagai berikut: \n\na.Mereka telah melanggar hak Allah, karena hanya Allah-lah yang berhak membuat ketentuan dalam masalah ibadah.\n\nb.Mereka telah mempersekutukan Allah dengan berhala, padahal hanya Allah yang berhak disembah dan kepada-Nyalah segala kebaktian harus dipersembahkan.\n\nc.Mereka lebih mengutamakan hak berhala dari pada hak Allah.\n\nd.Ketetapan itu tidak berdasarkan akal yang sehat dan tidak pula berdasarkan petunjuk atau syariat-syariat yang ada sebelumnya, hanya berdasarkan keinginan hawa nafsu belaka. \n\nDiriwayatkan oleh Ali bin Abi Talib dan al-'Aufi bahwa Ibnu 'Abbas berkata tentang tafsir ayat ini yang maksudnya sebagai berikut: \n\n\"Sesungguhnya musuh-musuh Allah, apabila mereka bercocok tanam atau memetik hasil tanaman, mereka membaginya dua bagian, yaitu sebagian untuk Allah dan sebagian lagi untuk berhala. Apabila bagian yang disediakan untuk Allah tercecer, kemudian bercampur dengan bagian yang diperuntukkan untuk berhala, maka yang tercecer itu mereka gabungkan untuk berhala. Selanjutnya jika air yang diperuntukkan bagi tanaman bagian berhala mengalir ke tanaman bagian Allah, maka tanaman bagian Allah itu mereka jadikan tanaman bagian berhala. Tetapi apabila air tanaman bagian untuk Allah mengalir ke tanaman bagian berhala, maka tanaman itu tetap dijadikan bagian berhala.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 926, "inSurah": 137 }, "meta": { "juz": 8, "page": 145, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u0650\u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0631\u0652\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika zaiyana likaseerim minal mushrikeena qatla awlaadihim shurakaaa'uhum liyurdoohum wa liyalbisoo 'alaihim deenahum wa law shaaa'al laahu maa fa'aloohu fazarhum wa maa yaftaroon" } }, "translation": { "en": "And likewise, to many of the polytheists their partners have made [to seem] pleasing the killing of their children in order to bring about their destruction and to cover them with confusion in their religion. And if Allah had willed, they would not have done so. So leave them and that which they invent.", "id": "Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/926", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/926.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/926.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikianlah berhala-berhala itu membuat sesat kaum musyrik. Selain kesyirikan, berhala-berhala mereka, yaitu setan, baik dari kalangan jin maupun golongan manusia, juga menjadikan terasa indah, maksudnya adalah menganggap baik, bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka dengan dalih berkurban sebagaimana yang telah dilakukan oleh Ibrahim kepada Ismail. Padahal, sesungguhnya alasan mereka yang sebenarnya hanyalah karena takut miskin. Hal ini mereka lakukan untuk membinasakan anak-anak mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki agar mereka tidak mengerjakan perbuatan itu, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Namun kehendak, ketetapan, dan hikmah-Nya telah menjadikan mereka seba-gai contoh bagi setiap kaum yang memiliki pola pikir buruk seperti mereka. Biarkanlah mereka, wahai Nabi Muhammad, bersama apa, yaitu kebohongan, yang mereka ada-adakan.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bagaimana sewenang-wenangnya para pemimpin dan pemuka agama kaum musyrik Mekah, dengan menganjurkan kepada pengikut-pengikutnya agar tidak segan membunuh anak-anak perempuan mereka sendiri dengan alasan yang tidak jelas dan sulit dimengerti. Padahal membunuh anak perempuan sendiri itu bertentangan dengan naluri manusia, dan bertentangan pula dengan cita-cita pembinaan keluarga yang harmonis. Dengan sendirinya bertentangan dengan pembinaan umat yang kukuh dan kuat karena kukuh dan kuatnya suatu umat tergantung kepada kuat dan kukuhnya keluarga-keluarga yang membentuk umat tersebut. Anjuran mereka itu hanya berdasarkan tiga hal: \n\nPertama: Karena kemiskinan atau takut akan ditimpa kemiskinan. Hal ini diterangkan Allah dalam firman-Nya: \n\nJanganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (al-An'am/6: 151)\n\nDalam firman-Nya yang lain: \n\nDan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar. (al-Isra'/17: 31)\n\nKedua: Karena takut akan mendapat malu di belakang hari. Mereka membunuh anak-anak mereka yang perempuan dengan menguburnya hidup-hidup, karena anak-anak itu apabila mereka besar nanti mungkin melakukan perbuatan keji dan tercela, atau dirampas menjadi tawanan dan diperbudak, atau kawin dengan laki-laki yang tidak sekufu atau lebih rendah derajatnya dari derajat bapaknya.\n\nDalam hal ini Allah berfirman: \n\nPadahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu. (an-Nahl/16: 58-59)\n\nKetiga: Karena mereka nazar kepada berhala, bahwa mereka akan mengorbankan anak mereka untuk mendekatkan diri kepada berhala-berhala itu. Atau karena alasan lain misalnya kebiasaan mereka bila mereka telah mendapat sejumlah anak akan mengorbankan seorang diantara mereka seperti yang pernah dilakukan Abdul Muththalib kakek Nabi Muhammad ketika dia bersumpah akan mengorbankan Abdullah ayah Nabi Muhammad, apabila ia diberi sepuluh orang anak. Demikianlah anjuran kaum musyrikin yang merusak tabiat dan naluri mereka sebagai manusia yang mempunyai rasa cinta dan kasih sayang kepada anak, sifat yang mulia ini berbalik menjadi kejam. Ia tidak segan-segan membunuh anaknya darah daging sendiri. Demikianlah mereka mengelabui kaumnya sehingga mereka tidak dapat lagi membedakan antara yang baik dan yang buruk, dan mana peraturan agama yang sebenarnya yang harus diikuti dan dilaksanakan. Jika Allah menghendaki, tentulah Allah dapat menahan mereka dari perbuatan yang merusak itu dan mereka tidak akan melakukannya. Oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar membiarkan mereka membuat peraturan yang merusak dengan sekehendak hati mereka, karena dengan demikian mereka akan menjadi lemah dan kehilangan kepercayaan terhadap diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 927, "inSurah": 138 }, "meta": { "juz": 8, "page": 146, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064c \u0648\u064e\u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064c \u062d\u0650\u062c\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0637\u0652\u0639\u064e\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u0650\u0632\u064e\u0639\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064c \u062d\u064f\u0631\u0651\u0650\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0641\u0652\u062a\u0650\u0631\u064e\u0627\u0621\u064b \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0633\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo haaziheee an'aamunw wa harsun hijrun laa yat'amuhaaa illaa man nashaaa'u biza'mihim wa an'aamun hurrimat zuhooruhaa wa an'aamul laa yazkuroonas mal laahi 'alaihaf tiraaa'an 'alaih; sa yajzeehim bimaa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"These animals and crops are forbidden; no one may eat from them except whom we will,\" by their claim. And there are those [camels] whose backs are forbidden [by them] and those upon which the name of Allah is not mentioned - [all of this] an invention of untruth about Him. He will punish them for what they were inventing.", "id": "Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), “Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki.” Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/927", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/927.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/927.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang musyrik itu juga membagi hasil pertanian dan peternakan mereka menjadi tiga macam. Mereka berkata sesuai anggapan mereka, \"Pertama, inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang untuk disentuh oleh siapa pun, tidak boleh dimakan oleh siapa pun, kecuali oleh orang yang kami kehendaki, karena hewan dan hasil bumi ini kami persembahkan untuk berhala-berhala kami.\" Kedua, dan ada pula hewan yang diharamkan atau tidak boleh ditunggangi seperti bahirah, saibah, washilah, dan ham (Lihat: Surah al-Maidah/5: 103), dan yang ketiga, ada hewan ternak yang ketika disembelih boleh tidak menyebut nama Allah, tetapi menyebut nama tuhan-tuhan mereka. Perbuatan mereka membagi hasil bumi dan ternak dengan ragam di atas itu sebagai kebohongan terhadap Allah karena mereka telah menisbatkan hal ini kepada-Nya. Padahal, Allah berlepas diri dari perbuatan mereka tersebut. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan ketetapan dan peraturan yang dibuat oleh pemimpin mereka, yang mereka tetapkan tanpa berdasarkan akal yang sehat, petunjuk Allah atau agama Allah yaitu: \n\n1.Mereka mengambil sebagian dari hasil tanaman dan binatang yang mereka miliki untuk dipersembahkan kepada berhala dan sembahan mereka sebagai korban. Bagian tertentu itu tidak boleh disentuh kecuali untuk kepentingan berhala, tidak boleh diberikan kepada siapapun dan tidak boleh dimakan oleh orang lelaki.\n\n2.Mereka mengharamkan beberapa macam hewan seperti bahirah, ) sha'ibah, ) washilah ) dan ham. ) Tindakan mereka ini telah dibantah kebenarannya oleh Allah dalam firman-Nya: \n\nAllah tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah, sha'ibah, washilah, dan ham. Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. (al-Ma'idah/5: 103)\n\n3.Bila mereka melakukan ibadah haji atau mengucapkan talbiah sesuai dengan tatacara mereka, mereka tidak boleh mengendarai binatang-binatang itu atau membebaninya dengan bawaan mereka.\n\n4.Mereka di waktu menyembelih binatang tidak menyebut nama Allah, tetapi menyebut nama berhala dan sembahan mereka.\n\nDemikianlah sebagian dari ketetapan yang mereka buat sendiri menurut kemauan mereka mengenai hasil tanaman dan binatang ternak, tetapi mereka mendakwakan bahwa peraturan-peraturan itu adalah dari Allah. Ini adalah suatu kebohongan terhadap Allah dan pasti mereka akan mendapatkan siksaan dari pada-Nya. Nabi Muhammad diperintahkan Allah untuk mengecam mereka karena mereka mengharamkan dan menghalalkan sesuatu sesuka hati dan mengada-adakan kebohongan terhadap Allah: \n\nKatakanlah (Muhammad), \"Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.\" Katakanlah, \"Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-ada atas nama Allah?\" (Yunus/10: 59)" } } }, { "number": { "inQuran": 928, "inSurah": 139 }, "meta": { "juz": 8, "page": 146, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0635\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0630\u064f\u0643\u064f\u0648\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0633\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0635\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo maa fee butooni haazihil an'aami khaalisatul lizukoorinaa wa muharramun 'alaaa azwaajinaa wa iny yakum maitatan fahum feehi shurakaaa'; sa yajzeehim wasfahum; innahoo Hakeemun 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And they say, \"What is in the bellies of these animals is exclusively for our males and forbidden to our females. But if it is [born] dead, then all of them have shares therein.\" He will punish them for their description. Indeed, He is Wise and Knowing.", "id": "Dan mereka berkata (pula), “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami.” Dan jika yang dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/928", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/928.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/928.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka berkata pula, \"Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini, yaitu susunya, khusus untuk kaum laki-laki kami, haram bagi istri-istri, yakni kaum wanita, kami.\" Dan jika binatang itu melahirkan anak jantan, maka anaknya itu hanya boleh dimakan oleh laki-laki saja, namun jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka semuanya baik laki-laki maupun perempuan boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka yang sewenang-wenang itu. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menyebutkan pula kesewenang-wenangan kaum musyrik dalam mengharamkan dan menghalalkan sesuatu menurut kemauan dan keinginan hawa nafsu mereka, yaitu tentang; hewan bahirah dan sa'ibah. Mereka membolehkan laki-laki minum air susunya tetapi mengharamkan bagi perempuan. Apabila binatang itu melahirkan anak jantan maka anaknya itu boleh dimakan oleh laki-laki dan haram bagi perempuan. Bila anak itu lahir mati, barulah anak itu dihalalkan untuk laki-laki dan perempuan. Jikalau binatang itu melahirkan anak betina, maka anak ini dibiarkan hidup sampai beranak. Mereka berbuat demikian dengan sekehendak hati mereka dengan mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, maka Allah mengancam mereka dengan balasan yang setimpal dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya dan Mahabijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 929, "inSurah": 140 }, "meta": { "juz": 8, "page": 146, "manzil": 2, "ruku": 117, "hizbQuarter": 58, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0647\u064b\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0641\u0652\u062a\u0650\u0631\u064e\u0627\u0621\u064b \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad khasiral lazeena qatalooo awlaadahum safaham bighairi 'ilminw wa harramoo maa razaqahumul laahuf tiraaa'an 'alal laah; qad dalloo wa maa kaanoo muhtadeen" } }, "translation": { "en": "Those will have lost who killed their children in foolishness without knowledge and prohibited what Allah had provided for them, inventing untruth about Allah. They have gone astray and were not [rightly] guided.", "id": "Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/929", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/929.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/929.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh rugi dan celaka mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, serta menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk. Halal dan haram hanyalah hak Allah semata, tidak seorang pun berhak menentukan kehalalan dan keharaman sesuatu kecuali dengan petunjuk Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang membunuh anak mereka, karena alasan yang tidak jelas dan tidak benar seperti tersebut pada ayat 137 dan orang-orang yang mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka seperti tersebut pada ayat 138 dan ayat 139, mereka ini adalah orang-orang yang merugi dan orang-orang yang sesat dan tidak mengikuti petunjuk yang diberikan kepada mereka.\n\nMembunuh anak adalah tindakan yang bodoh dan sangat merugikan, dan merupakan tindakan orang yang tidak tahu lagi mana yang buruk dan mana yang baik, tidak tahu laba dan rugi, karena anak adalah suatu nikmat dan karunia dari Allah yang tidak ternilai harganya. Anak itu nanti yang akan memelihara kelanjutan hidup, yang akan menjadi kekuatan dan kebanggaan bagi ibu, ayah dan keluarganya, bahkan akan menjadi kekuatan bagi masyarakat dan negara. Bila ia diasuh dan dididik dengan baik pasti akan menjadi anggota keluarga yang baik pula, akan menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi masyarakatnya. Oleh sebab itu, setiap ibu dan bapak diberi oleh Allah naluri untuk menyayangi, mencintai, memelihara dan menjaganya. Ibu dan bapak, tidak segan-segan mengorbankan kepentingan dirinya untuk membela dan mempertahankan keselamatan anaknya. Bahkan kadang-kadang ia bersedia mati untuk menyelamatkan anaknya bila ia dalam bahaya. Apabila seseorang telah menganggap bahwa membunuh anaknya lebih baik dari pada membiarkan hidup, karena takut kepada hal-hal yang belum tentu akan terjadi, seperti takut akan kemiskinan atau takut akan mendapat malu, berarti ia telah mengingkari nikmat dan karunia Allah yang besar itu dan menentang naluri dan tabiatnya sendiri. Orang yang seperti ini tentu telah ditipu oleh setan dan dikelabui matanya oleh pemimpin-pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan pemuka-pemuka agama yang hanya mementingkan kedudukan dan martabatnya saja. Orang-orang yang menerima ajaran-ajaran dan peraturan-peraturan yang dibuat-buat oleh pemimpin-pemimpin yang telah sesat, tanpa memikirkan apakah peraturan-peraturan itu berdasarkan kebenaran, dapat diterima oleh pikiran yang sehat, atau apakah peraturan itu memang telah ada dasarnya menurut agama, apa lagi bila peraturan-peraturan itu hanya membawa kepada kerugian atau mengingkari nikmat Allah, maka orang-orang yang seperti itu pantaslah dikatakan orang yang sesat, orang-orang yang tidak mendapat petunjuk dari Allah.\n\nAl-Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu 'Abbas berkata, \"Apabila engkau ingin mengetahui bagaimana bodohnya kaum musyrikin Arab, bacalah ayat 130 dan seterusnya dari Surah al-An'am, sampai dengan ayat 140.\"\n\nMemang ada beberapa tradisi umat Islam yang sama dengan tradisi Arab jahiliyah, ada yang diperbaiki, diganti atau dikurangi. Hal ini menurut sejarah karena orang-orang Arab ada yang melestarikan beberapa ajaran dari Nabi Ibrahim. Tetapi karena fatroh atau kekosongan waktu yang panjang, maka banyak terjadi penyimpangan dari aslinya. Maka ajaran Islam mengembalikan kepada tradisi yang baik dan benar sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim yang asli, seperti ritual haji yang diwariskan dari Nabi Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 930, "inSurah": 141 }, "meta": { "juz": 8, "page": 146, "manzil": 2, "ruku": 118, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0634\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0634\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0631\u0652\u0639\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064f\u0643\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0645\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064d \u06da \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062b\u0652\u0645\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062d\u064e\u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee ansha-a jannaatim ma'rooshaatinw wa ghaira ma'rooshaatinw wan nakhla wazzar'a mukhtalifan ukuluhoo wazzaitoona warrum maana mutashaabihanw wa ghaira mutashaabih; kuloo min samariheee izaaa asmara wa aatoo haqqahoo yawma hasaadihee wa laa tusrifoo; innahoo laa yuhibbul musrifeen" } }, "translation": { "en": "And He it is who causes gardens to grow, [both] trellised and untrellised, and palm trees and crops of different [kinds of] food and olives and pomegranates, similar and dissimilar. Eat of [each of] its fruit when it yields and give its due [zakah] on the day of its harvest. And be not excessive. Indeed, He does not like those who commit excess.", "id": "Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/930", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/930.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/930.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu diterangkan bagaimana kaum musyrik Mekah telah membuat ketetapan dan peraturan yang hanya berdasarkan pada keinginan hawa nafsu sendiri, bahkan mereka mengklaim bahwa peraturan itu berasal dari Allah. Pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan lagi nikmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada hambaNya. Dan Dialah, Allah, yang menjadikan dua jenis tanaman, yaitu tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat. Allah pun menciptakan untuk manusia berbagai macam pepohonan seperti pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Wahai manusia! Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan jangan lupa berikanlah haknya, berupa zakat, pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan, dalam arti tidak terlalu pelit dan tidak terlalu boros, tetapi berada di antara keduanya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan, yaitu dengan mengeluarkan harta bukan pada tempatnya.", "long": "Dengan ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah yang menciptakan kebun-kebun yang menjalar dan yang tidak menjalar tanamannya. Dialah yang menciptakan pohon kurma dan pohon-pohon lain yang buahnya beraneka ragam bentuk warna dan rasanya. Seharusnya hal itu menarik perhatian hamba-Nya dan menjadikannya beriman, bersyukur dan bertakwa kepada-Nya. Dengan pohon kurma saja mereka telah mendapat berbagai macam manfaat. Mereka dapat makan buahnya yang masak tapi masih segar, yang manis rasanya dan dapat pula mengeringkannya sehingga dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama dan dapat dibawa ke mana pun dalam perjalanan serta tidak perlu dimasak lagi seperti masakan lainnya.\n\nBijinya dapat dijadikan makanan unta. Batang, daun, pelepah dan seratnya, dapat diambil manfaatnya. Kalau dibandingkan dengan pohon-pohon di Indonesia pohon kurma itu seperti pohon kelapa. Allah mengaruniakan pula pohon zaitun dan delima, ada yang serupa bentuk tapi beda rasanya. Allah membolehkan hamba-Nya menikmati hasil dari berbagai macam pohon dan tanaman itu sebagai karunia dari Allah. Maka tidak ada hak sama sekali bagi hamba-Nya untuk mengharamkan apa yang telah dikaruniakan-Nya. Karena Allah-lah yang menciptakan, Allah-lah yang memberi, maka Allah pulalah yang berhak mengharamkan atau menghalalkannya. Kalau ada di antara hamba-hamba-Nya yang mengharamkannya maka ia telah menganggap dirinya sama kedudukannya dengan Allah, dan orang-orang yang menaatinya berarti telah menyekutukan Allah dan inilah syirik yang tak dapat diragukan lagi. Maksud mengharamkan makanan di sini ialah menjadikannya haram untuk dimakan, bila dimakan tentu berdosa. Adapun melarang makanan karena alasan kesehatan, dilarang dokter atau karena sebab-sebab lain yang membahayakan, tidaklah termasuk syirik, karena kita diperintahkan Allah untuk menjauhkan diri dari bahaya.\n\nKemudian Allah memerintahkan untuk memberikan sebagian dari hasil tanaman diwaktu panen kepada fakir miskin, kaum kerabat dan anak yatim, untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia. Ibnu Mundzir, Abu Syaikh dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Abi Sa'id al-Khudri bahwa Rasulullah saw menafsirkan firman Allah: (al-An'am/6: 141) dengan, \"berikan hak fakir miskin dari apa yang gugur dari tangkainya.\" Artinya gugur ketika dipanen.\n\nDalam hal ini, Mujahid berkata, \"Apabila kamu sedang panen dan datang orang-orang miskin, maka pukullah tangkai buah yang kamu panen itu dan berilah mereka apa yang jatuh dari tangkainya; apabila kamu telah memisahkan biji dari tangkainya maka berilah mereka sebagian dari padanya. Apabila engkau telah menampi membersihkan dan mengumpulkannya serta telah diketahui berapa banyak kadar nilai dari hasil panen itu, maka keluarkanlah zakatnya.\"\n\nMaimun bin Mihran dan Zaid bin al-A'sham meriwayatkan bahwa penduduk kota Madinah, bila mereka memanen kurma mereka membawa tangkai-tangkai kurma ke mesjid, lalu mereka letakkan di sana, maka berdatanganlah fakir miskin, lalu dipukulkannya tangkai kurma itu dan diberikannya kepada mereka kurma yang berjatuhan dari tangkainya. Menurut Sa'id bin Jubair, hal ini berlaku sebelum turunnya perintah zakat. Orang-orang Arab selalu memberikan sebagian dari hasil tanamannya untuk makanan binatang, sedekah kepada anak yatim dan fakir miskin. Kebiasaan ini dilestarikan oleh Islam ketika memberlakukan wajib zakat (pada tahun kedua Hijriah dimana zakat hasil pertanian harus diberikan atau dikeluarkan segera begitu mereka panen, tanpa ditangguhkan).\n\nSelanjutnya Allah melarang makan berlebih-lebihan, karena hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan dapat menimbulkan bermacam-macam penyakit yang mungkin membahayakan jiwa. Allah Yang Maha Pengasih kepada hamba-Nya tidak menyukai hamba-Nya yang berlebih-lebihan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 931, "inSurah": 142 }, "meta": { "juz": 8, "page": 146, "manzil": 2, "ruku": 118, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0644\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u0634\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064f\u0637\u064f\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa minal an'aami hamoolatanw wa farshaa; kuloo mimmaa razaqakumul laahu wa laa tattabi'oo khutuwaatish Shaitaan; innahoo lakum 'aduwwum mubeen" } }, "translation": { "en": "And of the grazing livestock are carriers [of burdens] and those [too] small. Eat of what Allah has provided for you and do not follow the footsteps of Satan. Indeed, he is to you a clear enemy.", "id": "dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/931", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/931.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/931.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah pun menciptakan hewan ternak untuk kepentingan manusia. Dan di antara hewan-hewan ternak yang diciptakan Allah itu ada yang dijadikan pengangkut beban seperti unta, keledai, dan kuda dan ada pula yang untuk disembelih seperti kambing dan sapi. Wahai manusia, makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, yaitu yang Allah halalkan untukmu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan sebagaimana kaum musyrik yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.", "long": "Dengan ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia menciptakan untuk hamba-Nya binatang ternak, di antaranya ada yang besar dan panjang kakinya, dapat dimakan dagingnya, dapat pula dijadikan kendaraan untuk membawa mereka ke tempat yang mereka tuju, dan dapat pula mengangkut barang-barang keperluan dan barang-barang perniagaan mereka dari suatu tempat ke tempat lain. Ada pula di antara binatang-binatang itu yang kecil tubuhnya dan pendek kakinya seperti domba dan kelinci untuk dimakan dagingnya, ditenun bulunya menjadi pakaian dan diambil kulitnya menjadi tikar atau alas kaki dan sebagainya.\n\nDengan demikian dapat dipahami bagaimana kasih sayang Allah kepada hamba-Nya Dia melengkapi segala kebutuhan manusia dengan tanaman dan binatang bahkan menjadikan segala apa yang di langit dan di bumi untuk kepentingan makhluk-Nya, sebagaimana yang tersebut dalam firman-Nya: \n\nTidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Luqman/31: 20)\n\nKemudian Allah menyuruh hamba-Nya untuk makan rezeki yang telah dianugerahkan-Nya, tetapi jangan sekali-kali mengikuti langkah-langkah setan, baik dari jin maupun dari manusia. Pemimpin-pemimpin dan penjaga-penjaga berhala bertindak sewenang-wenang dengan membuat-buat peraturan dan menghalalkan serta mengharamkan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada hamba-Nya dengan sesuka hati mereka, tanpa ada petunjuk atau perintah dari Tuhan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang paling nyata bagi manusia, yang kerjanya menyesatkan hamba Allah di muka bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 932, "inSurah": 143 }, "meta": { "juz": 8, "page": 147, "manzil": 2, "ruku": 118, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064d \u06d6 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0623\u0652\u0646\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0632\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0622\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Samaaniyata azwaaj minad daanis naini wa minal ma'zis nain; qul 'aazzaka raini harrama amil unsaiyayni ammash tamalat 'alaihi arhaamul unsayaini nabbi 'oonee bi'ilmin in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "[They are] eight mates - of the sheep, two and of the goats, two. Say, \"Is it the two males He has forbidden or the two females or that which the wombs of the two females contain? Inform me with knowledge, if you should be truthful.\"", "id": "ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, “Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/932", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/932.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/932.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menjelaskan bahwa ada delapan ekor hewan ternak yang berpasangan, atau empat pasang hewan ternak; sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada kaum musyrik, sebagai kritikan kepada mereka, \"Manakah yang diharamkan Allah di antara binatang itu? Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan, yaitu suatu bukti dan keterangan dari kitab Allah atau keterangan dari para nabi-Nya bahwa Allah mengharamkan yang demikian jika kamu orang yang benar dan bukan membuat-buat ketetapan itu.\"", "long": "Kemudian pada ayat ini diterangkan secara terperinci bahwa Allah menciptakan delapan ekor binatang berpasang-pasangan, sepasang terdiri dari domba betina dan domba jantan, yang sepasang lagi terdiri dari kambing betina dan kambing jantan. Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaum musyrikin sebagai kritik yang amat tajam yang mengandung cemoohan dan celaan yaitu, \"Manakah yang diharamkan Allah di antara pasangan-pasangan binatang itu. Apakah yang diharamkan Allah dua ekor yang jantan saja? Atau anak yang dikandung oleh domba dan kambing betina itu? Cobalah kamu kemukakan suatu bukti dan keterangan dari kitab Allah atau keterangan dari nabi-nabi-Nya bahwa Allah mengharamkan yang demikian itu jika kamu orang-orang yang benar dan bukan membuat-buat ketetapan itu dan kamu katakan dengan berbohong bahwa itulah keterangan-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 933, "inSurah": 144 }, "meta": { "juz": 8, "page": 147, "manzil": 2, "ruku": 118, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0628\u0650\u0644\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0622\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minal ibilis naini wa minal baqaris nain; qul 'aaazzakaraini harrama amil unsayaini ammash tamalat 'alaihi arhaamul unsayaini am kuntum shuhadaaa'a iz wassaakumul laahu bihaazaa; faman azlamu mimmanif taraa 'alal laahi kazibal liyuddillan naasa bighari 'ilm; innal laaha laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And of the camels, two and of the cattle, two. Say, \"Is it the two males He has forbidden or the two females or that which the wombs of the two females contain? Or were you witnesses when Allah charged you with this? Then who is more unjust than one who invents a lie about Allah to mislead the people by [something] other than knowledge? Indeed, Allah does not guide the wrongdoing people.\"", "id": "Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, “Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/933", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/933.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/933.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dua pasang hewan lainnya adalah dari sepasang unta jantan dan betina dan sepasang sapi jantan dan betina. Katakanlah kepada kaum musyrik itu, \"Manakah yang diharamkan Allah? Apakah yang diharamkan dua unta atau sapi yang jantan atau dua unta atau sapi yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan keharaman hewan-hewan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim, yakni tidak ada yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?\" Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.", "long": "Demikian pula Allah telah menciptakan pasangan unta jantan dan betina, dan Dia ciptakan lagi pasangan sapi jantan dan betina, Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengajukan pula pertanyaan kepada kaum musyrikin itu, \"Manakah yang diharamkan Allah, unta atau sapi jantankah, atau yang betina saja ataukah anak yang dikandung unta atau sapi betina itu?\" Tentu saja kaum musyrikin tidak akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mematahkan segala hujjah dan keterangan mereka.\n\nMereka telah mengharamkan sebagian dari binatang yang dihalalkan oleh Allah untuk dimakan, dengan alasan-alasan yang tidak benar dan dengan cara berbohong terhadap Allah. Maka untuk membatalkan alasan mereka dan membuka kebohongan mereka, dikemukakan pertanyaan-pertanyaan tersebut.\n\nKalau mereka mengharamkan yang jantan saja di antara empat macam binatang tersebut tentulah semua binatang jantan dan domba, kambing, unta dan sapi haram dimakan. Kalau yang mereka haramkan itu yang betina saja tentulah semua yang betina dari keempat jenis binatang itu haram pula dimakan. Dan kalau yang diharamkan semua anak dari jenis keempat binatang itu, mana lagi yang dibolehkan makannya, sebab semua binatang yang akan lahir kemudian adalah anak dari betina itu.\n\nRingkasnya tidak satupun di antara empat jenis binatang itu yang diharamkan oleh Allah. Jadi masalah mengharamkan sebagian dari binatang itu hanya perbuatan kaum musyrikin saja.\n\nKemudian dengan kata-kata yang lebih tajam lagi Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengajukan pertanyaan kepada mereka yaitu, \"Apakah kamu telah menyaksikan sendiri bahwa Allah memerintahkan kepadamu untuk mengharamkan binatang itu?\"\n\nPasti mereka tidak akan dapat menjawab pertanyaan ini, karena mereka mengharamkan sebagian dari binatang itu, hanyalah karena mengikuti setan-setan dan pemimpin-pemimpin mereka atau karena mendapati bapak-bapak dan nenek moyang mereka mengharamkannya, sebagaimana tersebut dalam firman Allah: \n\nDan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, \"Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.\" Katakanlah, \"Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji.\" (al-A'raf/7: 28)\n\nDi akhir ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada mereka, \"Mengapa kamu mengatakan bahwa Allah telah menetapkan sesuatu, padahal kamu sendiri tahu itu bukan dari Allah. Setelah terbukti bahwa mareka tak dapat menjawab pertanyaan itu dan tidak dapat mengemukakan bukti-bukti yang nyata untuk membenarkan sikap dan perbuatan mereka dan ternyata bahwa mereka hanya membuat-buat peraturan untuk menghalalkan dan mengharamkan sesuatu bahkan mereka telah berdusta terhadap Allah dengan mengatakan bahwa ketetapan-ketetapan itu adalah dari Allah, maka Allah menegaskan bahwa mereka adalah kaum yang zalim, dan berdusta terhadap Allah untuk mneyesatkan manusia dari jalan yang benar. Akibat dari kesalahan mereka dengan sengaja berbuat kesesatan dan menyesatkan manusia, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan nanti di akhirat mereka akan menerima balasan yang setimpal berupa siksaan yang amat pedih di neraka Jahanam." } } }, { "number": { "inQuran": 934, "inSurah": 145 }, "meta": { "juz": 8, "page": 147, "manzil": 2, "ruku": 119, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0627\u0639\u0650\u0645\u064d \u064a\u064e\u0637\u0652\u0639\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062f\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u0641\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e \u062e\u0650\u0646\u0632\u0650\u064a\u0631\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u0650\u062c\u0652\u0633\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0641\u0650\u0633\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0623\u064f\u0647\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0636\u0652\u0637\u064f\u0631\u0651\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0628\u064e\u0627\u063a\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qul laaa ajidu fee maaa oohiya ilaiya muharraman 'alaa taa'iminy yat'amuhooo illaaa ai yakoona maitatan aw damam masfoohan aw lahma khinzeerin fa innahoo rijsun aw fisqan uhilla lighairil laahi bih; famanid turra ghaira baa ghinw wa laa 'aadin fa inna Rabbaka Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Say, \"I do not find within that which was revealed to me [anything] forbidden to one who would eat it unless it be a dead animal or blood spilled out or the flesh of swine - for indeed, it is impure - or it be [that slaughtered in] disobedience, dedicated to other than Allah. But whoever is forced [by necessity], neither desiring [it] nor transgressing [its limit], then indeed, your Lord is Forgiving and Merciful.\"", "id": "Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi – karena semua itu kotor – atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/934", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/934.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/934.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu kaum musyrik dikritik dengan celaan yang tajam karena mereka mengharamkan sebagian dari hewan ternak tan-pa ada larangan dari Allah atau petunjuk dari nabi-nabi mereka, pada ayat ini dijelaskan berbagai makanan yang diharamkan untuk kaum muslim dan kaum Yahudi. Katakanlah kepada kaum musyrik yang membuat-buat aturan sendiri dan telah berdusta terhadap Allah, \"Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali empat jenis saja, yaitu (1) daging hewan yang mati dengan sendirinya atau sebab alamiah, biasa disebut dengan bangkai, (2) darah yang mengalir, (3) daging babi 'karena semua itu kotor' atau (4) hewan yang disembelih bukan atas nama Allah. Akan tetapi, barang siapa yang terpaksa memakannya bukan karena menginginkan dan tidak melebihi batas darurat, melainkan hanya sekadar untuk bisa bertahan dari kelaparan yang mengancam keselamatan jiwa, maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar mengatakan kepada kaum musyrikin yang telah membuat-buat peraturan sendiri dan telah berdusta terhadap Allah, dan mengatakan kepada manusia lainnya bahwa dia tidak menemukan, dalam wahyu yang diwahyukan kepadanya, sesuatu yang diharamkan oleh Allah kecuali empat macam saja, yaitu: \n\n1.Hewan yang mati dengan tidak disembelih sesuai dengan peraturan syariat, di antaranya hewan yang mati tidak disembelih, hewan yang mati tercekik, terpukul, terjatuh, dan lain sebagainya.\n\n2.Darah yang mengalir atau yang keluar dari tubuh hewan yang disembelih atau karena luka, dan sebagainya. Tidak termasuk darah yang tidak mengalir seperti hati, limpa dan sisa darah yang melekat di daging. Ketentuan ini antara lain disebutkan dalam sebuah hadis: \n\nArtinya: \n\n\"Dihalalkan untuk kami dua macam bangkai, yaitu bangkai ikan dan bangkai belalang, dan dihalalkan pula dua macam darah yaitu hati dan limpa\". (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dari Ibnu 'Umar)\n\n3.Daging babi dan semua bagian tubuhnya termasuk bulu, kulit, tulang, susu dan lemaknya.\n\n4.Binatang yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah, seperti disembelih dengan menyebut nama berhala atau sesembahan lainnya selain Allah.\n\nOrang yang terpaksa makan makanan tersebut karena sangat lapar dan tidak ada makanan yang lain, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak pula melampui batas, ia boleh memakannya sekadar untuk menghilangkan laparnya dan memelihara dirinya dari kematian.\n\nSelain dari makanan yang diharamkan di atas, di dalam hadis banyak terdapat berbagai macam binatang yang dilarang memakannya, seperti yang terdapat dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dan al-Bukhari dari Ibnu 'Umar bahwa beliau berkata: \n\n\"Nabi saw melarang makan makanan daging keledai peliharaan pada peperangan khaibar\". (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Umar)\n\nJuga tersebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim: \n\n\"Rasulullah saw melarang makan semua binatang buas yang bertaring dan semua burung yang bercakar.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 935, "inSurah": 146 }, "meta": { "juz": 8, "page": 147, "manzil": 2, "ruku": 119, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0630\u0650\u064a \u0638\u064f\u0641\u064f\u0631\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u064e\u0645\u0650 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064f\u062d\u064f\u0648\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0637\u064e \u0628\u0650\u0639\u064e\u0638\u0652\u0645\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'alal lazeena haadoo harramnaa kulla zee zufurinw wa minal baqari walghanami harramnaa 'alihim shuh oomahumaaa illaa maa hamalat zuhooruhumaaa awil hawaayaaa aw makhtalata bi'azm zaalika jazainaahum bibaghyihim wa innaa lasaa diqoon" } }, "translation": { "en": "And to those who are Jews We prohibited every animal of uncloven hoof; and of the cattle and the sheep We prohibited to them their fat, except what adheres to their backs or the entrails or what is joined with bone. [By] that We repaid them for their injustice. And indeed, We are truthful.", "id": "Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Mahabenar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/935", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/935.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/935.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan khusus kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua hewan yang berkuku, yaitu ialah hewan-hewan yang jari-jarinya tidak terpisah antara yang satu dengan yang lain, seperti: unta, itik, angsa, dan lain-lain. Dan Kami haramkan juga kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, yakni usus, dan lemak yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya, bukan karena makanan itu haram zatnya seperti haramnya babi dan bangkai. Dan sungguh, Kami Mahabenar.", "long": "Pada ayat ini diterangkan pula makanan yang diharamkan bagi kaum Yahudi saja, yaitu semua binatang yang tidak berkuku. Maksudnya binatang-binatang yang jarinya tidak pernah terpisah antara yang satu dengan yang lain, seperti: unta, itik, angsa, dan lain sebagainya. Diharamkan pula bagi mereka lemak sapi dan lemak kambing, kecuali yang melekat di punggung atau di perut besar dan usus atau lemak yang bercampur dengan tulang.\n\nSemua makanan yang tersebut di atas diharamkan bagi kaum Yahudi saja sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka bukan karena makanan itu haram zatnya seperti haramnya babi dan bangkai. Yang mengharamkan makanan itu bagi mereka, bukan syariat Nabi Muhammad, tetapi semua itu adalah haram menurut syariat mereka. Nabi hanya menceritakan dengan perantaraan wahyu dari Allah (Al-Qur'an).\n\nDengan demikian dapat dikatakan bahwa Al-Qur'an itu bukan karya Muhammad, tetapi wahyu dari Allah yang disampaikan kepadanya. Sebab Nabi Muhammad sendiri takkan dapat mengetahui yang demikian, karena dia tak tahu membaca dan menulis, sedangkan kaum musyrikin Mekah tak mengetahui pula hal yang demikian. Kemudian Allah menekankan bahwa diharamkannya makanan-makanan itu bagi kaum Yahudi adalah sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka. Allah menegaskan bahwa Dia adalah Mahabenar dalam segala pemberitaan dan tindakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 936, "inSurah": 147 }, "meta": { "juz": 8, "page": 148, "manzil": 2, "ruku": 119, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0648 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in kazzabooka faqur Rabbukum zoo rahmatinw waasi'atinw waasi'atinw wa laa yuraddu baasuhoo 'anil qawmil mujrimeen" } }, "translation": { "en": "So if they deny you, [O Muhammad], say, \"Your Lord is the possessor of vast mercy; but His punishment cannot be repelled from the people who are criminals.\"", "id": "Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas, dan siksa-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/936", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/936.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/936.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka jika mereka mendustakan kebenaran mengenai makanan yang halal dan haram yang telah kamu jelaskan, wahai Nabi Muhammad, katakanlah, \"Demikianlah ketetapan Tuhanmu yang mempunyai rahmat yang luas. Dan siksa yang dijatuhkan atau diberikan-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan.\"", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, jika orang kafir itu mendustakan kebenaran yang dijelaskannya mengenai makanan yang halal dan haram, baik untuk kaum Muslimin maupun yang diharamkan khusus untuk kaum Yahudi, hendaklah Nabi saw, menjawab dengan mengatakan bahwa demikianlah ketetapan Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, yang amat luas rahmat-Nya dan Mahabijaksana, yang tidak enggan menimpakan siksa-Nya kepada kaum yang durhaka.\n\nAyat ini menurut pendapat Mujahid dan as-Suddy ditujukan kepada orang-orang Yahudi, dan menurut pendapat sebagian ahli tafsir ditujukan kepada kaum musyrikin Mekah, karena Surah al-An'am ini adalah surah Makkiyah. Menurut pendapat pertama maka maksud ayat ini adalah sebagai berikut: \n\nJika orang-orang Yahudi mendustakanmu, hai Muhammad, karena mereka menyangkal bahwa syariat yang diturunkan kepada mereka yang mengharamkan sebagian makanan sebagai balasan dan siksaan atas kedurhakaan mereka, maka katakanlah kepada mereka bahwa meskipun Allah Mahaluas rahmat-Nya dan Maha Pengasih terhadap hamba-Nya, tetapi hal ini tidak bertentangan dengan kebijaksanaan-Nya karena Dia sebagai Yang Mahakuasa, Mahabijaksana dan Mahaadil tetap akan menjatuhkan siksaan dan balasan-Nya kepada orang-orang yang zalim dan durhaka. Menimpakan siksaan kepada orang yang ingkar dan membangkang dapat dianggap sebagai tindakan kasih sayang, karena dengan demikian orang yang bersalah akan menginsafi kesalahannya dan kembali kepada yang benar. Dan mungkin juga sebagai pelajaran bagi siapa saja agar mereka jangan berbuat kezaliman seperti orang yang telah ditimpa azab Allah itu.\n\nMenurut pendapat kedua, dimana ayat ini ditujukan kepada musyrikin Mekah, maka pengertiannya adalah sebagai berikut: \n\nBila kaum musyrikin itu mendustakanmu tentang kesesatan mereka mengharamkan dan menghalalkan sesuatu, katakanlah kepada mereka bahwa Tuhanmu adalah Maha Pengasih dan amat luas rahmat-Nya, karena itu Dia tidak segan menimpakan siksa-Nya di dunia kepadamu atas kesesatan dan kesalahan itu. Maka janganlah kamu teperdaya karena hal itu hanya penangguhan untuk sementara bukan karena Dia tidak akan menyiksamu. Ini adalah ancaman yang keras terhadap mereka apabila mereka tetap membangkang dan tetap mengada-ada kebohongan terhadap Allah dengan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, namun harapan masih diberikan kepada mereka bahwa mereka akan diampuni dengan rahmat dan kasih sayang-Nya bila mereka menghentikan pembangkangan itu bertobat dan beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Dengan demikian mereka akan berbahagia di dunia dengan menikmati apa yang dihalalkan-Nya dan berbahagia pula di akhirat dengan terhindar dari masuk neraka dan masuk surga yang disediakan-Nya bagi orang-orang yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 937, "inSurah": 148 }, "meta": { "juz": 8, "page": 148, "manzil": 2, "ruku": 119, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0630\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0641\u064e\u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sayaqoolul lazeena ashrakoo law shaaa'al laahu maaa ashraknaa wa laaa aabaa'unaa wa laa harramnaa min shai'; kazaalika kazzabal lazeena min qablihim hattaa zaaqoo baasanaa; qul hal 'indakum min 'ilmin fatukh rijoohu lanaa in tattabi'oona illaz zanna wa in antum illaa takhhrusoon" } }, "translation": { "en": "Those who associated with Allah will say, \"If Allah had willed, we would not have associated [anything] and neither would our fathers, nor would we have prohibited anything.\" Likewise did those before deny until they tasted Our punishment. Say, \"Do you have any knowledge that you can produce for us? You follow not except assumption, and you are not but falsifying.\"", "id": "Orang-orang musyrik akan berkata, “Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka, dan kamu hanya mengira.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/937", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/937.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/937.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang musyrik akan berkata kepada Nabi Muhammad, \"Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya dengan yang lain, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun yang dihalalkan Allah untuk kami.\" Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan para rasul dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka, dan kamu hanya mengira.\"", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa orang musyrik akan mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa kalau Allah menghendaki tentulah mereka tidak akan mempersekutukan-Nya dengan yang lain, tidak akan mengagungkan dan memuja berhala-berhala dan sembahan-sembahan lainnya yang dipuja oleh nenek moyang mereka, kalau Allah menghendaki tentulah mereka tidak akan mengharamkan daging binatang tertentu di mana mereka mengatakan bahwa semua tindakan dan perbuatan itu adalah kehendak Allah, agar mereka dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Allah-lah yang menghendaki mereka mengharamkan shaibah dan bahirah dan Allah telah meridai ketetapan-ketetapan yang mereka tetapkan itu. Padahal Allah bebas dari semua tuduhan tersebut.\n\nHal seperti ini tersebut dalam firman Allah: \n\nDan orang musyrik berkata, \"Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya.\" Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas. (an-Nahl/16: 35)\n\nBerbagai ucapan kaum musyrikin itu dibantah oleh Allah dengan menjelaskan bahwa umat-umat sebelum mereka yang mempersekutukan Allah dan mendustakan Rasul-Nya dan mengharamkan sesuatu tanpa izin-Nya telah ditimpa siksaan Allah dan telah dibinasakan-Nya sebagai balasan atas kekafiran dan keingkaran mereka. Kalau apa yang mereka lakukan itu diridai Allah, tentulah Dia tidak akan menyiksa dan menghancurkan mereka. Kemudian Allah menentang mereka dengan memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada mereka, \"Apakah engkau hai kaum musyrikin mempunyai ilmu pengetahuan tentang hukuman yang kalian tetapkan itu, yang dapat kamu ajarkan kepada kami? Kalau memang ada pengetahuan itu maka kemukakanlah agar dapat kami pertimbangkan dan bandingkan dengan ayat-ayat yang diturunkan kepada kami atau dengan syariat nabi-nabi sebelum kami.\" Tentu saja mereka tidak dapat menjawab tantangan itu, karena memang apa yang mereka katakan hanyalah buatan mereka sendiri tidak didasarkan kepada pengetahuan syariat umat-umat yang terdahulu. Karena itu dengan tegas Allah mencap mereka sebagai orang yang mengikuti sangkaan dan dugaan belaka dan berdusta terhadap Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 938, "inSurah": 149 }, "meta": { "juz": 8, "page": 148, "manzil": 2, "ruku": 119, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u064e\u0629\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul falillaahil hujjatul baalighatu falaw shaaa'a lahadaakum ajma'een" } }, "translation": { "en": "Say, \"With Allah is the far-reaching argument. If He had willed, He would have guided you all.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Alasan yang kuat hanya pada Allah. Maka kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/938", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/938.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/938.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah kepada mereka wahai Nabi Muhammad, \"Alasan yang kuat hanya pada Allah, yaitu alasan yang dapat mematahkan sangkaan-sangkaan buruk kalian. Dia-lah yang berhak memberi petunjuk bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maka kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.\"", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menegaskan kepada orang-orang musyrik yang mendasarkan tindakan dan ketetapan mereka kepada sangkaan, bukan kepada ilmu pengetahuan dan syariat nabi-nabi yang terdahulu bahwa Allah-lah yang mempunyai ilmu pengetahuan, hujjah, dan dasar-dasar yang kuat. Dialah yang berhak memberi petunjuk kepada yang benar yang harus diikuti dengan patuh oleh hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Barang siapa di antara hamba-Nya yang taat kepada-Nya dan menjalankan petunjuk yang diberikan-Nya, niscaya ia akan menjadi hamba yang saleh dan bahagia. Tetapi bila ada di antara hamba-Nya yang membangkang, mengingkari petunjuk-petunjuk itu, bahkan berani menyamakan dirinya dengan Allah, maka akan celakalah dia di dunia dan di akhirat. Semuanya terserah kepada manusia apakah dia akan memilih jalan lurus yang membawa kebahagiaan dengan menjalankan petunjuk Tuhan-nya atau jalan sesat yang membawa celaka dengan mengingkari petunjuk itu dan memperturutkan hawa nafsunya.\n\nInilah jalan yang ditetapkan Allah bagi manusia dan jin seluruhnya. Jika Allah menghendaki tentulah Dia dapat menjadikan kamu seperti malaikat yang selalu patuh kepada Tuhannya sesuai dengan tabiatnya, seperti yang dijelaskan dalam firman-Nya: \n\n¦ Tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)\n\nSudah menjadi sunah dan ketetapan Allah bahwa manusia harus mempergunakan akalnya untuk memilih jalan mana yang ditempuhnya. Bila dia memilih jalan yang benar akan berbahagialah dia, dan bila memilih jalan yang salah dan menyesatkan akan celakalah dia. Demikianlah sunatullah dan tiada seorang pun yang dapat mengubahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 939, "inSurah": 150 }, "meta": { "juz": 8, "page": 148, "manzil": 2, "ruku": 119, "hizbQuarter": 59, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u064f\u0645\u0651\u064e \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul halumma shuhadaaa'akumul lazeena yash hadoona annal laaha harrama haazaa fa in shahidoo falaa tashhad ma'ahum; wa laa tattabi' ahwaaa'al lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa wallazeena laa yu'minoona bil Aakhirati wa hum bi Rabbihim ya'diloon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Bring forward your witnesses who will testify that Allah has prohibited this.\" And if they testify, do not testify with them. And do not follow the desires of those who deny Our verses and those who do not believe in the Hereafter, while they equate [others] with their Lord.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini.” Jika mereka memberikan kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberikan kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/939", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/939.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/939.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah kepada orang-orang musyrik itu, wahai Rasulullah, \"Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan dan berani mengakui bahwa Allah mengharamkan beberapa binatang ternak ini seperti saibah dan bahirah.\" Jika mereka memberikan kesaksian, yaitu kesaksian dusta, engkau jangan ikut pula memberikan kesaksian bersama mereka dan jangan membenarkan persaksian mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menantang kaum musyrikin agar mendatangkan saksi-saksi yang berani mengakui bahwa Allah telah mengharamkan beberapa binatang ternak, seperti saibah dan bahirah. Pastilah mereka tidak akan dapat menghadirkan saksi-saksi itu karena mustahil seseorang dapat berhadapan muka dengan Allah kecuali di akhirat sehingga dia dapat menyaksikan dengan mata kepalanya apakah benar Allah telah mengharamkan binatang ternak itu bagi mereka atau mereka hanya mengada-ada ketetapan itu menurut kemauan mereka sendiri. Tantangan ini telah membantah segala hujjah yang mereka kemukakan dan pastilah mereka tidak dapat menjawabnya.\n\nSeandainya mereka menghadirkan saksi-saksi yang sudah pasti saksi-saksi itu adalah saksi palsu, maka Allah melarang Nabi Muhammad membenarkan kesaksian mereka, bahkan Allah menyuruh Nabi untuk menolaknya dengan tegas, karena mereka adalah kaum yang telah mempersekutukan Allah dan tidak segan-segan mengadakan kebohongan terhadap Allah apalagi terhadap Nabi Muhammad. Di samping itu Allah melarang Nabi mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat yang diturunkan kepada-Nya, tidak percaya kepada hari akhirat dan selalu mempersekutukan Allah dengan berhala-berhala dan sesembahan lainnya. Nabi diperintahkan agar bersikap tegas terhadap kaum musyrikin bahkan terhadap semua orang yang menyeleweng dari jalan Allah. Berlaku lemah lembut terhadap mereka apalagi mengadakan kompromi dengan mereka, akan membawa kepada kesesatan yang nyata sesuai dengan firman Allah: \n\nDan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. (al-An'am/6: 116)" } } }, { "number": { "inQuran": 940, "inSurah": 151 }, "meta": { "juz": 8, "page": 148, "manzil": 2, "ruku": 120, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0645\u0652\u0644\u064e\u0627\u0642\u064d \u06d6 \u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0637\u064e\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ta'aalaw atlu maa harrama Rabbukum 'alaikum allaa tushrikoo bihee shai'anw wa bilwaalidaini ihsaananw wa laa taqtulooo aw alaadakum min imlaaq; nahnu narzuqukum wa iyyaahum wa laa taqrabul fawaahisha maa zahara minhaa wa maa batana wa laa taqtulun nafsal latee harramal laahu illaa bilhaqq; zaalikum wassaakum bihee la'allakum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Come, I will recite what your Lord has prohibited to you. [He commands] that you not associate anything with Him, and to parents, good treatment, and do not kill your children out of poverty; We will provide for you and them. And do not approach immoralities - what is apparent of them and what is concealed. And do not kill the soul which Allah has forbidden [to be killed] except by [legal] right. This has He instructed you that you may use reason.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/940", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/940.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/940.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada mereka yang menetapkan hukum sekehendak nafsunya, \"Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, yaitu pertama, jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun dalam segala aspek kehidupanmu, baik dalam keyakinan di hati, perkataan, ataupun perbuatan. Kedua, berbuat baik-lah kepada ibu bapak-mu, dan ketiga, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. Keempat, janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat oleh orang lain atau yang dilakukan oleh anggota tubuhmu, ataupun yang tersembunyi di dalam hatimu atau tidak terlihat orang lain. Selanjutnya kelima, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, yaitu yang dibenarkan oleh syariat seperti qishash, membunuh orang murtad, rajam, dan sebagainya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.", "long": "Di dalam permulaan ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada kaum musyrikin yang menetapkan hukum menurut kehendak hawa nafsunya bahwa ia akan membacakan wahyu yang akan diturunkan Allah kepadanya. Wahyu itu memuat beberapa ketentuan tentang hal-hal yang diharamkan kepada mereka. Ketentuan-ketentuan hukum itu datangnya dari Allah, maka ketentuan-ketentuan itulah yang harus ditaati, karena Dia sendirilah yang berhak menentukan ketentuan hukum dengan perantara wahyu yang disampaikan oleh malaikat kepada Rasul-Nya, yang memang diutus untuk menyampaikan ketentuan-ketentuan hukum kepada umat manusia.\n\nKetentuan-ketentuan hukum yang disampaikan Rasul kepada kaum musyrikin itu berintikan 10 ajaran pokok yang sangat penting yang menjadi inti dari agama Islam dan semua agama yang diturunkan Allah ke dunia. Lima ketentuan di antara sepuluh ketentuan itu terdapat dalam ayat ini, empat buah di antaranya terdapat dalam ayat berikutnya (152), sedang satu ketentuan lagi terdapat dalam ayat berikutnya lagi (153).\n\nPara ulama menamakan sepuluh ajaran pokok itu \"al-Washaya al-'Asyr\" (sepuluh perintah), yang mana dalam ayat 151 ini disebutkan lima yaitu: \n\n(1)Jangan mempersekutukan Allah,\n\n(2)Berbuat baik kepada kedua orangtua (ibu dan bapak),\n\n(3)Jangan membunuh anak karena kemiskinan,\n\n(4)Jangan mendekati (berbuat) kejahatan secara terang-terangan maupun secara tersembunyi,\n\n(5)Jangan membunuh jiwa yang diharamkan membunuhnya oleh Allah.\n\nAdapun larangan tidak boleh mempersekutukan Allah adalah pokok pertama yang paling mutlak, baik dengan perkataan atau iktikad. Seperti mempercayai bahwa Tuhan itu bersekutu, atau dengan perbuatan seperti menyembah berhala-berhala atau sembahan-sembahan lainnya.\n\nSetelah Allah memerintahkan manusia agar bertauhid dan jangan mempersekutukan-Nya, maka Allah memerintahkan manusia agar berbuat baik terhadap kedua orang tua. Urutan ini jelas menerangkan bagaimana pentingnya berbuat baik terhadap kedua orangtua, meskipun mereka salah atau menyuruh anaknya mempersekutukan Tuhan, namun si anak tetap harus berbuat baik terhadap mereka di dunia ini dan harus menolak dengan sopan suruhan atau ajakan orangtua untuk mempersekutukan Tuhan, sebagaimana firman Allah: \n\nDan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. (Luqman/31: 15)\n\nDi dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas'ud. Dia menyampaikan hadis yang maksudnya sebagai berikut:\n\n\"Saya bertanya kepada Rasulullah, tentang amal yang paling afdhal?\" Rasulullah menjawab, \"salat tepat pada waktunya,\" apalagi sesudah itu? Jawabnya, \"berbuat baik terhadap kedua orang tua,\" apalagi sesudah itu? Jawabnya, \"berjihad di jalah Allah.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nYang dimaksud dengan berbuat baik terhadap kedua orang tua ialah menghormati keduanya, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan penuh rasa cinta dan kasih sayang, bukan karena takut atau terpaksa. Penghormatan tersebut wajib, di samping kewajiban anak membelanjai ibu bapaknya yang tidak mampu, sesuai dengan kesanggupan anak itu. \n\nPerintah berbuat baik kepada orang tua diikuti dengan larangan kepada orang tua membunuh anak mereka disebabkan kemiskinan yang menimpa mereka, karena Tuhan akan memberi rezeki kepada mereka dan anak-anak mereka.\n\nFirman Allah: \n\nDan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar. (al-Isra'/17: 31)\n\nLarangan membunuh anak pada ayat ini berbeda dengan larangan membunuh anak pada ayat lain (dalam Surah al-Isra' ayat 31). Pada ayat 151 Surah al-An'am, larangan membunuh anak karena takut kemiskinan yang sedang diderita (menimpa). Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah akan memberi rezeki kepada orang tua yang membelanjai anaknya, dan kata berarti bahwa Allah akan memberi rezeki kepada mereka (anak-anakmu).\n\nSedangkan dalam Surah al-Isra', Allah menjelaskan pada ayat artinya \"Kami akan memberi rezeki kepada mereka (anak-anak)\" dan kata artinya \"Allah akan memberi rezeki kepadamu (orang tua). Didahulukannya anak-anak dalam pemberian rezeki menunjukkan perhatian Allah yang begitu besar terhadap anak, akibat sikap orang tua yang takut punya anak karena takut menjadi miskin.\n\nPada ayat ini Allah melarang mendekati perbuatan-perbuatan keji apalagi mengerjakannya, baik berupa perbuatan, seperti berzina, atau menuduh orang berzina, baik perbuatan itu dilakukan dengan terang-terangan atau dengan sembunyi.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu 'Abbas dalam menafsirkan ayat ini, pada masa Jahiliyah orang-orang tidak memandang jahat melakukan zina secara tersembunyi, tetapi mereka memandang jahat kalau dilakukan secara terang-terangan. Maka dengan ayat ini Allah mengharamkan zina secara terang-terangan atau tersembunyi. Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan perbuatan yang nampak (terang) ialah semua perbuatan dengan anggota tubuh, sedangkan yang tersembunyi adalah perbuatan hati, seperti takabur, iri hati, dan sebagainya.\n\nPada ayat ini Allah melarang pula membunuh jiwa tanpa sebab yang benar menurut ajaran Tuhan. Rasulullah bersabda: \n\n\"Tidak boleh membunuh jiwa seorang muslim, terkecuali disebabkan salah satu dari tiga perkara, yaitu: karena murtad (muslim yang berbalik jadi kafir), zina, muhsan (zina orang yang sudah pernah kawin) dan membunuh manusia tanpa sebab yang benar.\" (Riwayat Abu Daud).\n\nDemikian juga orang-orang kafir yang ada perjanjian damai dengan kaum Muslimin tidak boleh dibunuh atau diganggu, sesuai dengan sabda Rasulullah: \n\n\"Mereka mempunyai hak sebagaimana hak yang ada pada kami (kaum muslimin) dan mempunyai kewajiban sebagaimana kewajiban yang ada pada kami (kaum muslimin).\" (Riwayat At-Tirmidzi)\n\nSetelah diterangkan lima dari ajaran pokok yang sangat penting itu, maka Allah mengakhiri ayat ini dengan suatu penegasan yang maksudnya: Demikian itulah yang diperintahkan Tuhan kepadamu, agar kamu memahami tujuannya bukan seperti tindakanmu yang menghalalkan dan mengharamkan sesuatu menurut hawa nafsu." } } }, { "number": { "inQuran": 941, "inSurah": 152 }, "meta": { "juz": 8, "page": 149, "manzil": 2, "ruku": 120, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e \u0623\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064f\u0633\u0652\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa taqraboo maalal yateemi illaa billatee hiyaa ahsanu hattaa yablugha ashuddahoo wa awful kaila walmeezaana bilqisti laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa wa izaa qultum fa'diloo wa law kaana zaa qurbaa wa bi 'ahdil laahi awfoo; zaalikum wassaakum bihee la'allakum tazakkarron" } }, "translation": { "en": "And do not approach the orphan's property except in a way that is best until he reaches maturity. And give full measure and weight in justice. We do not charge any soul except [with that within] its capacity. And when you testify, be just, even if [it concerns] a near relative. And the covenant of Allah fulfill. This has He instructed you that you may remember.", "id": "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/941", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/941.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/941.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keenam, dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim seperti melakukan hal-hal yang mengarah kepada pengambilan hartanya dengan alasan yang dibuat-buat kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan seperti menginvestasikannya agar berkembang, atau menjaga agar keutuhannya terjamin, termasuk juga membayar zakatnya jika telah mencapai satu nisab sampai dia mencapai usia dewasa. Usia dewasa ditandai ketika anak yatim telah mampu mengelola hartanya sendiri dengan baik, dengan cara mengujinya terlebih dahulu. Pada saat inilah seorang pengelola harta anak yatim diperintahkan untuk menyerahkan hartanya itu. Pada saat penyerahan, perlu disaksikan oleh saksi yang adil sebagai pertanggungjawaban administrasi.\r\nSegala benih kecenderungan untuk mengambil harta anak yatim harus dicegah sejak awal kemunculannya.\r\nWasiat berikutnya, ketujuh, dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Tidak boleh merekayasa untuk mengurangi takaran atau timbangan dalam bentuk apa pun. Namun demikian, karena untuk tepat 100 % dalam menimbang adalah sesuatu yang sukar, maka Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, agar jangan sampai hal itu menyusahkan kedua belah pihak: pembeli dan penjual. Penjual tidak diharuskan untuk menambahkan banrang yang dijual, melebihi dari kewajibannya, pembei juga perlu berlega hati jika ada sedikit kekurangan dalam timbangan karena tidak sengaja. Ayat ini menunjukkan bahwa agama Islam tidak ingin memeberatkan pemeluknya.\r\nWasiat kedelepan, apabila kamu berbicara, seperti pada saat bersaksi atau memutuskan hukum terhadap seseorang, bicaralah sejujurnya. Sebab, kejujuran dan keadilan adalah inti persoalan hukum. Kejujuran dan keadilan harus tetap dapat kamu tegakkan sekalipun dia, yang akan menerima akibat dari hukuman tersebut, adalah kerabat-mu sendiri. keadilan hukum dan kebenaran adalah di atas segalanya. Jangan sampai keadilan hukum terpengaruh oleh rasa kasih sayang terhadap keluarga. Semua itu bertujuan agar masyarakat bisa hidup damai, tenang, dan tenteram.\r\nWasiat kesembilan, dan oenuhilah janji Allah, yaitu janji untuk mamatuhi ketentuan yang digariskan oleh-Nya, baik dalam bidang ibadah, muamalah, maupun lainnya. Memenuhi janji ini akan mendatangkan kebaikan bagi manusia. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat dengan melakukan apa yang diperintahkan dan menghindari segala larangan, atau agar kamu sekalian saling mengingatkan.", "long": "Pada ayat 151 telah disebutkan lima dari sepuluh \"al-Washaya al-'Asyr\", sedang dalam ayat 152 ini disebutkan lima atau empat wasiat (menurut sebagian mufassirin) sedang yang sisanya (yang kesepuluh) terdapat pada ayat 153. Wasiat-wasiat itu adalah : \n\n(6)Jangan mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat.\n\n(7/8)Keharusan menyempurnakan takaran dan timbangan.\n\n(9) Berlaku adil dalam perkataan, meskipun terhadap keluarga.\n\n(10)Memenuhi janji Allah.\n\nAdapun larangan mendekati harta anak yatim, maksudnya, siapapun tidak boleh mendekati, menggunakan atau memanfaatkan harta anak yatim, baik dari pihak wali maupun dari pihak lain kecuali pendekatan itu bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan harta anak yatim. Jika anak yatim itu sudah dewasa barulah diserahkan harta tersebut kepadanya. Mengenai usia, para ulama menyatakan sekitar 15-18 tahun atau dengan melihat situasi dan kondisi anak, mengingat kedewasaan tidak hanya didasarkan pada usia tapi pada kematangan emosi dan tanggung jawab sehingga bisa memelihara dan mengembangkan hartanya dan tidak berfoya-foya atau menghamburkan warisannya.\n\nTentang keharusan menyempurnakan takaran dan timbangan, perintah ini berulang kali disebutkan pada beberapa surah dalam Al-Qur'an dengan bermacam cara, bentuk dan hubungannya dengan persoalan yang bermacam-macam pula, antara lain firman Allah: \n\nDan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Isra'/17: 35)\n\nPerintah Tuhan untuk menyempurnakan takaran dan timbangan adalah sekadar menurut kemampuan yang biasa dilaksanakan dalam soal ini, karena Tuhan tidak memberati hamba-Nya melainkan sekadar kemampuannya. Yang penting tidak ada unsur atau maksud penipuan. Yang dimaksud tentang keharusan berkata dengan adil kendati pun terhadap keluarga ialah setiap perkataan terutama dalam memberikan kesaksian dan putusan hukum. Dan ini sangat penting bagi setiap pembangunan terutama di bidang akhlak dan sosial, tanpa membedakan orang lain dengan kaum kerabat. Hal ini telah diterangkan pula dalam firman Allah: \n\nAllah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar. (al-Fath/48: 29)\n\nAdapun yang dimaksud dengan janji Allah, ialah semua janji baik terhadap Tuhan seperti firman Allah: \n\nBukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu. (Yasin/36: 60)\n\nFirman Allah yang lain: \n\nDan orang-orang yang menepati janji apabila berjanji. (al-Baqarah/2: 177)\n\nAyat ini diakhiri dengan ungkapan \"semoga kamu ingat\", sebab semua perintah atau larangan yang tersebut dalam ayat ini pada umumnya diketahui dan dilaksanakan orang-orang Arab Jahiliyah, bahkan mereka bangga karena memiliki sifat-sifat terpuji itu. Jadi ayat ini mengingatkan mereka agar tidak lupa, atau agar mereka saling ingat-mengingatkan pentingnya melaksanakan perintah Allah tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 942, "inSurah": 153 }, "meta": { "juz": 8, "page": 149, "manzil": 2, "ruku": 120, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0628\u064f\u0644\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa annna haazaa Siraatee mustaqeeman fattabi'oohu wa laa tattabi'us subula fatafarraqa bikum 'an sabeelih; zaalikum wassaakum bihee la'allakum tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And, [moreover], this is My path, which is straight, so follow it; and do not follow [other] ways, for you will be separated from His way. This has He instructed you that you may become righteous.", "id": "Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/942", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/942.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/942.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa semua perintah dan larangan yang telah disebut dua ayat sebelum ini adalah jalan kebenaran yang harus diikuti. Jika tidak, maka akan menimbulkan petaka dalam kehidupan. Inilah wasiat yang kesepuluh: dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, yaitu agama Islam yang diridai Allah dengan semua kelengkapan ajarannya, mulai dari akidah, kekeluargaan, dan kemasyarakatan. Maka ikutilah jalan ini, karena inilah jalan yang benar yang bisa memberikan jaminan kebahagiaan dan ketenteraman hidup di dunia dan di akhirat. Jangan kamu ikuti jalan-jalan yang lain seperti agama-agama selain Islam, kelompok-kelompok yang mengajarkan ajaran yang menyimpang dan sesat yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Setan terus berusaha untuk membelokkan manusia dari jalan lurus ini dengan segala cara. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa dengan selalu menjaga diri agar jangan sampai celaka, yaitu dengan melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar, baik itu kewajiban atau larangan. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia agar mereka bahagia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Rasulullah saw diperintahkan untuk menjelaskan kepada kaumnya bahwa Al-Qur'an yang mengajak kepada jalan yang benar, menghimbau mereka agar mengikuti ajaran Al-Qur'an demi kepentingan hidup mereka, karena Al-Qur'an adalah pedoman dan petunjuk dari Allah untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat yang diridai-Nya. Inilah jalan yang lurus, ikutilah dia, dan jangan mengikuti jalan yang lain yang akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.\n\nDalam Sunan Ahmad, an-Nasa'i, Abu Syaikh dan al-Hakim dari Abdullah bin Mas'ud, diriwayatkan dalam sebuah hadis yang maksudnya: Aku dan beberapa sahabat lainnya duduk bersama Rasulullah, lalu Rasulullah, membuat garis lurus dengan tangannya dan bersabda, \"Ini jalan Allah yang lurus\", kemudian beliau menggariskan beberapa garis lagi dari kanan-kiri garis pertama tadi lalu bersabda, \"ini jalan-jalan yang sesat.\" Pada setiap ujung jalan dari jalan-jalan itu ada setan yang mengajak manusia untuk menempuhnya, kemudian Rasulullah membaca ayat ini (al-An'am/6: 152).\n\nPara ahli tafsir mengatakan, bahwa bercerai-berai dalam agama Islam, karena perbedaan pendapat dan mazhab dilarang oleh Allah, karena melemahkan persatuan mereka dan sangat membahayakan agama itu sendiri. Kemudian ayat 153 ini, diakhiri dengan anjuran bertakwa karena dengan bertakwalah dapat dicapai kebahagiaan dunia dan akhirat yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 943, "inSurah": 154 }, "meta": { "juz": 8, "page": 149, "manzil": 2, "ruku": 120, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u062a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa aatainaa Moosal Kitaaba tammaaman 'alal lazeee ahsana wa tafseelal likulli shai'inw wa hudanw wa rahmatal la'allahum biliqaaa'i Rabbihim yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Then We gave Moses the Scripture, making complete [Our favor] upon the one who did good and as a detailed explanation of all things and as guidance and mercy that perhaps in [the matter of] the meeting with their Lord they would believe.", "id": "Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/943", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/943.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/943.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Islam sebagai jalan kebenaran yang harus diikuti bukanlah sesuatu yang baru, tetapi telah dibawa oleh para nabi terdahulu, antara lain adalah Nabi Musa. Kemudian Kami telah memberikan kepada Nabi Musa Kitab Taurat sebagai anugerah dari Allah. Manusia tanpa wahyu pasti akan sesat karena mereka akan memilih jalan sendiri-sendiri atas dasar kepentingan masing-masing. Pemberian kitab suci itu adalah untuk menyempurnakan nikmat Kami kepada orang yang berbuat kebaikan karena ketaatannya kepada Allah dalam menyampaikan pesan-pesan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang berbuat baik karena Allah akan diberi tambahan nikmat-Nya untuk menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh kaumnya, baik urusan agama maupun urusan dunia. Dan juga sebagai petunjuk ke jalan yang benar dan sebagai rahmat bagi mereka yang mengamalkannya agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya untuk mendapatkan balasan dari semua amal yang dilakukan di dunia. Keimanan terhadap hari akhir menjadikan manusia lebih berhati-hati dalam bertindak dan banyak melakukan amal saleh.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw, agar mengatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa Allah telah memberikan Kitab kepada Musa, yaitu Kitab Taurat untuk menyempurnakan nikmatnya kepada orang yang berbuat kebaikan dan untuk menjelaskan segala hukum dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi Bani Israil (umat Nabi Musa) mudah-mudahan mereka percaya bahwa mereka akan kembali menemui Tuhannya sesudah mati." } } }, { "number": { "inQuran": 944, "inSurah": 155 }, "meta": { "juz": 8, "page": 149, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064c \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa haazaa Kitaabun anzalnaahu Mubaarakun fattabi'oohu wattaqoo la'al lakum urhamoon" } }, "translation": { "en": "And this [Qur'an] is a Book We have revealed [which is] blessed, so follow it and fear Allah that you may receive mercy.", "id": "Dan ini adalah Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/944", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/944.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/944.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan peranan Al-Qur'an bagi manusia. Dan ini adalah Kitab Al-Qur'an yang Kami turunkan melalui Malaikat Jibril dengan penuh berkah, yakni segala macam kebaikan, baik lahir maupun batin, yang sangat berguna bagi kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat. Ikutilah apa yang ada di dalamnya, amalkanlah isinya, dan bertakwalah, jagalah dirimu dari api neraka, waspadalah, dan taatilah ketentuan yang ada di dalam kitab itu. Itu semua agar kamu mendapat rahmat kasih sayang dari Allah. Orang yang diberi kasih sayang dari Allah akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.", "long": "Ayat ini kembali menerangkan sifat-sifat dan kedudukan Al-Qur'an yang mencakup segala macam petunjuk dan hukum syariat yang dibutuhkan oleh umat manusia seluruhnya dan jin, untuk mencapai kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi. Kitab Taurat yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa penuh berisi ajaran-ajaran syariat dan petunjuk-petunjuk yang hanya dibutuhkan oleh Bani Israil untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sedangkan Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, berisi lebih banyak petunjuk dan lebih luas jangkauannya dari Kitab Taurat. Oleh karena itu, ikutilah petunjuknya dan laksanakan semua perintah dan larangan yang ada di dalamnya, agar kamu diberi rahmat, dan kamu diberi hidayah di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 945, "inSurah": 156 }, "meta": { "juz": 8, "page": 149, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u062f\u0650\u0631\u064e\u0627\u0633\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "An taqooloo innammaaa unzilal Kitaabu 'alaa taaa'ifataini min qablinaa wa in kunnaa 'an diraasatihim laghaafileen" } }, "translation": { "en": "[We revealed it] lest you say, \"The Scripture was only sent down to two groups before us, but we were of their study unaware,\"", "id": "(Kami turunkan Al-Qur'an itu) agar kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/945", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/945.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/945.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, pada ayat ini Allah menjelaskan tentang turunnya Al-Qur'an kepada orang musyrik Mekah agar mereka pada hari Kiamat kelak tidak membuat-buat alasan mengenai sikap kemusyrikan dan kemaksiatan mereka. Kami turunkan Al-Qur'an yang berisi hal-hal yang menyangkut semua aspek kehidupan itu agar kamu tidak mengatakan dan membuat-buat alasan pada hari Kiamat nanti bahwa kamu tidak mendapatkan kitab petunjuk dari langit, \"Kitab itu, yaitu Taurat dan Injil, hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami, Yahudi dan Nasrani, dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca. Kami tidak mengerti apa yang ada di dalam kedua kitab tersebut karena menggunakan bahasa yang bukan bahasa kami.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan hikmah diturunkannya Al-Qur'an yaitu sebagai petunjuk untuk mengesakan Allah dengan cara membersihkan jiwa dari kotoran-kotoran syirik dan menjauhkan diri dari perbuatan fasik dan kejahatan-kejahatan lainnya, dan agar orang-orang Arab yang selalu menentang Al-Qur'an tidak dapat lagi mengatakan di hari akhirat, bahwa kitab-kitab Allah hanya diturunkan kepada dua golongan saja (Yahudi dan Nasrani) sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang ada dalam kitab yang diturunkan kepada mereka, karena bahasanya lain dari bahasa kami, sedang umumnya kami adalah orang-orang ummi (tidak tahu tulis baca) dan kami tidak diperintahkan untuk mengikuti isi kitab-kitab itu." } } }, { "number": { "inQuran": 946, "inSurah": 157 }, "meta": { "juz": 8, "page": 149, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u064e\u0641\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0633\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0635\u0652\u062f\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0652\u062f\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aw taqooloo law annaaa unzila 'alainal kitaabu lakunnaaa ahdaa minhum; faqad jaaa'akum baiyinatum mir Rabbikum wa hudanw wa rahmah; faman azlamu mimman kazzaba bi Aayaatil laahi wa sadaf 'anhaa; sanajzil lazeena yasdifoona 'an Aayaatinaa sooo'al 'azaabi bimaa kaanoo yasdifoon" } }, "translation": { "en": "Or lest you say, \"If only the Scripture had been revealed to us, we would have been better guided than they.\" So there has [now] come to you a clear evidence from your Lord and a guidance and mercy. Then who is more unjust than one who denies the verses of Allah and turns away from them? We will recompense those who turn away from Our verses with the worst of punishment for their having turned away.", "id": "atau agar kamu (tidak) mengatakan, “Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/946", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/946.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/946.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau agar kamu tidak mengatakan, \"Jikalau Kitab yang berisi tentang berbagai petunjuk dalam kehidupan itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka, karena kami lebih bersemangat dalam melaksanakan ajaran agama dan lebih cerdas daripada mereka. Kami banyak tahu tentang syair, kisah-kisah masa lalu, padahal kami adalah bangsa yang buta huruf.\" Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, yaitu kitab Al-Qur'an ini dan rasul yang membawanya, petunjuk bagi yang menghayati kandungannya, dan rahmat bagi semesta alam dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim, maksudnya tidak ada yang lebih zalim, daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah seperti perkataan mereka bahwa Al-Qur'an adalah cerita bohong dari masa lalu, dan bahwa Nabi Muhammad adalah pesihir, orang gila, dan lain sebagainya, dan orang yang berpaling daripadanya, bahkan melarang orang lain untuk mendengarkan dan mempelajarinya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling. Mereka tahu dan memahami dengan jelas tentang kebenaran dari ayat-ayat Allah, tetapi mereka dengan sengaja memilih kekafiran dan menghalang-halangi orang lain untuk masuk Islam.", "long": "Permulaan ayat ini adalah kelanjutan dari ayat 156 yang menerangkan sebab-sebab diturunkannya Al-Qur'an agar kaum musyrikin Mekah tidak mengatakan, \"andaikata diturunkan kepada kami kitab sebagaimana diturunkan kepada kedua golongan (Yahudi dan Nasrani) sebelum kami, dan kami diperintahkan ataupun kami dilarang menuruti isinya serta dijelaskan kesalahan-kesalahan kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari orang-orang Yahudi dan Nasrani, sebab kami lebih cerdas dan lebih sungguh-sungguh dalam melaksanakan hukum-hukum Allah ini.\" Perkataan serupa itu selalu diucapkan oleh orang-orang Arab jahiliah sebagaimana dikisahkan oleh Allah dalam Al-Qur'an antara lain dalam Surah Fathir/35 ayat 42. Tetapi orang yang mengatakan demikian, setelah petunjuk atau peringatan datang sebagaimana mereka minta, mereka tidak mempedulikannya bahkan mereka tambah ingkar dan sesat. Oleh karena itu, pada ayat ini Allah menyudutkan mereka dengan pernyataan, \"Kalau benar apa yang kamu katakan, maka sesungguhnya telah datang kepadamu kitab dari Tuhanmu yang membawa kebenaran dengan keterangan yang lengkap dan dengan dalil-dalil yang kuat, tentang akidah, ibadah, muamalah, fadhilah, akhlak, dan hukum syariat yang diperlukan untuk mengatur hubungan antara manusia dengan Khalik dan hubungan manusia dengan sesama manusia, sehingga apabila manusia mematuhinya ia akan hidup aman dan damai bahagia dunia akhirat.\"\n\nSetelah Allah menjelaskan bagaimana besarnya petunjuk yang dibawa oleh Al-Qur'an, maka Allah memperingatkan akibat mendustakan Al-Qur'an dengan firman-Nya yang berbentuk pertanyaan, \"... maka siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari padanya? ¦\"\n\nSelanjutnya akhir ayat ini menegaskan bahwa Allah akan memberikan siksa yang bertubi-tubi kepada orang yang berpaling dari ayat-ayat-Nya dan menyelewengkan maknanya.\n\nOrang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (an-Nahl/16: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 947, "inSurah": 158 }, "meta": { "juz": 8, "page": 150, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d7 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "hal yanzuroona illaaa an taatiyahumul malaaa'ikatu aw yaatiya Rabbuka aw yaatiya ba'du Aayaati Rabbik; yawma yaatee ba'du Aayaati Rabbika laa yanfa'u nafsan eemaanuhaa lam takun aamanat min qablu aw kasabat feee eemaanihaa khairaa; qulin tazirooo innaa muntaziroon" } }, "translation": { "en": "Do they [then] wait for anything except that the angels should come to them or your Lord should come or that there come some of the signs of your Lord? The Day that some of the signs of your Lord will come no soul will benefit from its faith as long as it had not believed before or had earned through its faith some good. Say, \"Wait. Indeed, we [also] are waiting.\"", "id": "Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Kami pun menunggu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/947", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/947.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/947.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah itu Allah mengingatkan mereka lebih keras lagi tentang apa yang terjadi pada diri mereka ketika hari Kiamat datang. Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka untuk mencabut nyawa atau mengazab mereka, atau kedatangan Tuhanmu dengan cara yang tidak diketahui secara pasti untuk memutuskan urusan makhluk-Nya, atau kedatangan janji Allah berupa pahala bagi orang mukmin dan siksaan bagi yang kafir, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu yaitu tanda kedatangan hari Kiamat seperti kemunculan Dajjal, matahari terbit dari sebelah barat, Nabi Isa turun kembali ke dunia, keluarnya Yakjuj dan Makjuj, dan lainnya. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, karena pintu untuk beriman sudah tertutup, atau belum berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu karena pada saat itu sedang terjadi proses menuju hari penghitungan amal, bukan lagi waktu untuk mencatat amal saleh, bahkan bagi orang yang sudah beriman sekali pun. Pintu tobat juga sudah tertutup. Kemudian Allah, dengan nada yang keras, memperingatkan mereka, \"Katakanlah wahai Nabi Muhammad, 'Tunggulah kedatangan tiga hal tersebut, yaitu malaikat, Allah, dan sebagian tanda-tanda hari Kiamat. Kami pun menunggu datangnya siksaan Allah terhadap kalian'.\"", "long": "Secara ringkas ayat tersebut menerangkan sikap orang-orang musyrik yaitu mereka tidak akan mau beriman, bahkan dengan cara menantang, meminta atau menunggu salah satu dari tiga perkara; yaitu: Pertama, kedatangan malaikat untuk mencabut nyawa mereka sebagaimana mereka sarankan kepada Nabi Muhammad saw. Kedua, datangnya siksaan Allah sesuai dengan permintaan mereka untuk mempercepat datangnya siksa yang disebut Al-Qur'an sebagai ancaman bagi mereka. Ketiga, datangnya tanda-tanda hari Kiamat. Oleh karena semua permintaan itu hanyalah menunjukkan pembangkangan yang terus berlanjut, maka pada akhir ayat ini Allah memperingatkan mereka dengan ancaman, \"Katakanlah hai Muhammad kepada mereka: Tunggulah apa yang kamu tunggu itu dan kami pun menunggu apa yang akan kami peroleh kelak.\" Ini diterangkan dalam firman Allah: \n\nOrang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi. (al-Baqarah/2: 121)" } } }, { "number": { "inQuran": 948, "inSurah": 159 }, "meta": { "juz": 8, "page": 150, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0634\u0650\u064a\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena farraqoo deenahum wa kaanoo shiya'allasta minhum fee shai'; innamaaa amruhum ilallaahi summma yunabbi'uhum bimaa kaanoo yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have divided their religion and become sects - you, [O Muhammad], are not [associated] with them in anything. Their affair is only [left] to Allah; then He will inform them about what they used to do.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/948", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/948.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/948.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penjelasan tentang nasib orang kafir pada hari Kiamat yang terdapat pada ayat di atas dilanjutkan dengan penjelasan tentang ada kelompokkelompok sesat pada ayat ini. Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya padahal agama pada awalnya hanya satu, yaitu agama tauhid, sebagaimana sabda Nabi , \"Kami, para nabi, bagaikan anakanak satu ayah dari ibu yang berbeda, agama kami satu.\" dan mereka menjadi terpecah dalam golongan-golongan dengan mengikuti hawa nafsunya sendiri-sendiri, sesuai dengan kepentingan masing-masing di mana setiap golongan berbangga dengan golongannya sendiri, sedikit pun bukan tanggung jawabmu, wahai Nabi Muhammad, atas mereka. Kamu telah melaksanakan tugas kerasulanmu, sementara mereka memilih jalan kekafiran. Hati mereka telah terkunci untuk menerima kebenaran. Sesungguhnya urusan mereka terserah kepada Allah. Allah yang akan memutuskan nasib mereka, maka janganlah kamu bersedih atas kekafiran mereka. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. Tentang dosa-dosa mereka dan balasan terhadap mereka pada hari Kiamat nanti.", "long": "kekuasaan dan ini terjadi semenjak permulaan Islam sampai sekarang.\n\n2.Fanatik kebangsaan (rumpun keturunan), karena setiap bangsa dan rumpun keturunan (ras) tidak senang dikuasai oleh yang lain.\n\n3.Fanatik mazhab dan pendapat tentang pokok agama dan cabang-cabangnya.\n\n4.Fatwa agama menurut pikiran dan selera saja. Karenanya banyak orang yang berani memberikan fatwa di dalam agama Islam, padahal ia belum bisa mengambil suatu hukum dari Al-Qur'an dan hadis.\n\n5.Usaha dan tipu daya memecah belah dari kelompok musuh-musuh Islam, sehingga banyak hadis maudhu' (palsu) disebabkan mereka yang dapat mempengaruhi umat (pemimpin Islam) mempergunakannya sebagai dalil-dalil agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 949, "inSurah": 160 }, "meta": { "juz": 8, "page": 150, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "man jaaa'a bilhasanati falahoo 'ashru amsaalihaa wa man jaaa'a bissaiyi'ati falaa yujzaaa illaa mislahaa wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "Whoever comes [on the Day of Judgement] with a good deed will have ten times the like thereof [to his credit], and whoever comes with an evil deed will not be recompensed except the like thereof; and they will not be wronged.", "id": "Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/949", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/949.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/949.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berkaitan dengan hari pembalasan, Allah menjelaskan tentang anugerah-Nya yang agung terhadap orang mukmin yang berbuat baik. Barang siapa berbuat kebaikan, walaupun sedikit, akan men-dapat balasan sepuluh kali lipat, bahkan bisa lebih dari itu sampai tujuh ratus kali lipat dari amalnya, karena Allah Mahakaya. Hal itu jika amal baik tersebut disertai dengan keikhlasan dan sesuai dengan aturan agama Islam. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya sebagai bentuk keadilan Allah. Mereka sedikit pun tidak dirugikan atau dizalimi. Allah tidak akan berbuat zalim sedikit pun terhadap hambahamba-Nya, seperti mengurangi pahala atau menambahkan dosa yang tidak diperbuat. Dialah Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang.", "long": "Pada ayat ini diterangkan dengan jelas, bahwa siapa berbuat amal baik, maka Allah akan memberikan pahala balasannya di hari akhirat dengan sepuluh kali lipat amalnya. Barang siapa berbuat kejahatan hanya dibalas setimpal dengan kejahatannya, sebab Allah tidak akan menganiaya sedikitpun atau merugikan mereka. Yang dimaksud dengan orang yang beramal baik di sini ialah orang-orang mukmin, karena amal baik orang kafir sebelum masuk Islam tidak akan bermanfaat bagi mereka di akhirat, seperti yang diterangkan di dalam firman Allah: \n\nItulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan. (al-An'am/6: 88)\n\nMaksud dari ungkapan \"balasan sepuluh kali lipat\" di sini belum termasuk apa yang dijanjikan Allah dengan balasan yang jauh lebih banyak dan berlipat ganda kepada orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah sampai 700 kali lipat.\n\nJika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun. (at-Tagabun/64: 17)\n\nDi dalam hadis Nabi Muhammad, banyak dijumpai tentang balasan amal baik dan amal jahat bahkan diterangkan pahala bagi orang yang belum mengerjakan suatu perbuatan baik tapi hanya sekadar niat atau ketetapan hati untuk meluluhkannya. Hal ini tersebut dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah yang menceritakan sebagai berikut: \n\nSesungguhnya Rasulullah saw bersabda, \"Allah berfirman, apabila hamba-Ku hendak mengerjakan kebaikan dan tidak dikerjakannya, maka tulislah baginya satu pahala kebajikan. Dan apabila dikerjakannya, maka tulislah sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat pahala kebaikan. Dan apabila hamba-Ku hendak mengerjakan suatu pekerjaan jahat, janganlah dituliskan (jangan dicatat) sebagai suatu kesalahan sebelum dikerjakannya. Dan apabila dikerjakannya, catatlah baginya satu kesalahan (kejahatan).\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nSesungguhnya Rasulullah saw bersabda, \"Allah berfirman kepada malaikat-Nya, apabila hamba-Ku hendak mengerjakan suatu pekerjaan jahat, janganlah dituliskan (jangan dicatat) sebagai suatu kesalahan sebelum dikerjakannya. Dan apabila dikerjakannya, catatlah baginya satu kesalahan (kejahatan). Dan jika ditinggalkannya (tidak jadi diperbuatnya) karena Aku (karena Allah), maka tulislah baginya satu kebajikan. Dan apabila ia hendak mengerjakan kebaikan dan tidak dikerjakannya, maka tulislah baginya satu pahala kebajikan. Dan apabila dikerjakannya, maka tulislah sampai tujuh ratus kali lipat pahala kebaikan baginya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 950, "inSurah": 161 }, "meta": { "juz": 8, "page": 150, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d \u062f\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0642\u0650\u064a\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innanee hadaanee Rabbeee ilaa Siraatim Mustaqeemin deenan qiyamam Millata Ibraaheema haneefaa; wa maa kaana minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, my Lord has guided me to a straight path - a correct religion - the way of Abraham, inclining toward truth. And he was not among those who associated others with Allah.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/950", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/950.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/950.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir surah ini Allah memberi arahan kepada Nabi mengenai berbagai soal yang penting. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya Tuhanku yang memilikiku, memeliharaku, dan mendidikku, telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Nabi Ibrahim yang lurus yang condong kepada kebenaran. Dia, Nabi Ibrahim, tidak termasuk orang-orang musyrik, bahkan menjadi bapak orang-orang yang bertauhid, menjadi teladan dan contoh yang baik bagi kaum muslim. Ayat ini menandaskan kebenaran agama Islam sebagai agama yang lurus, pelanjut dari agama yang dibawa oleh para nabi terdahulu.", "long": "Pada ayat ini Rasulullah saw mendapat perintah agar mengatakan kepada kaumnya dan semua umat manusia, sesungguhnya aku telah diberi petunjuk oleh Tuhan dengan wahyu-Nya kepada jalan yang benar untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Itulah agama Ibrahim bukan agama-agama lain yang mengandung syirik yang selalu dihubungkan orang kepadanya secara tidak benar karena Ibrahim bukanlah termasuk orang yang musyrik. Ayat ini sekaligus membantah kepercayaan orang-orang Arab Mekah, bahwa malaikat itu adalah puteri-puteri Allah, dan membantah orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair anak Allah dan orang-orang Nasrani yang mengatakan bahwa Isa anak Allah. Masing-masing mengatakan bahwa agama yang mereka anut adalah agama Ibrahim, padahal mereka telah menyimpang dari agama Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 951, "inSurah": 162 }, "meta": { "juz": 8, "page": 150, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0633\u064f\u0643\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u064a\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul inna Salaatee wa nusukee wa mahyaaya wa mamaatee lillaahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, my prayer, my rites of sacrifice, my living and my dying are for Allah, Lord of the worlds.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/951", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/951.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/951.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya salatku yang aku kerjakan selama hidupku, ibadahku atau kurbanku, hidupku dengan berbagai amalan yang aku kerjakan selama itu, dan matiku dengan membawa iman dan amal saleh, hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, bukan untuk lain-Nya. Ayat ini menegaskan tentang keharusan manusia untuk mengabdi hanya kepada Allah, baik dalam bentuk ibadah ritual atau lainnya, semenjak hidup sampai mati.", "long": "Dalam ayat ini Nabi Muhammad, diperintahkan agar mengatakan bahwa sesungguhnya salatnya, ibadahnya, serta semua pekerjaan yang dilakukannya, hidup dan matinya adalah semata-mata untuk Allah Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadanya. Rasul adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan-Nya. Dua ayat ini mengandung ajaran Allah kepada Muhammad, yang harus disampaikan kepada umatnya, bagaimana seharusnya hidup dan kehidupan seorang muslim di dalam dunia ini. Semua pekerjaan salat dan ibadah lainnya harus dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati karena Allah, ikhlas tanpa pamrih. Seorang muslim harus yakin kepada kodrat dan iradat Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah-lah yang menentukan hidup mati seseorang. Oleh karena itu seorang muslim tidak perlu takut mati dalam berjihad di jalan Allah dan tidak perlu takut hilang kedudukan dalam menyampaikan dakwah Islam, amar ma'ruf nahi munkar. Ayat ini selalu dibaca dalam salat sesudah takbiratul ihram sebagai doa iftitah kecuali kata: diganti dengan (164) Dalam ayat ini terdapat perintah kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada kaumnya, bahwa mengapa ia akan mencari Allah yang lain dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah, berdoa untuk keperluan hidupnya agar Dia menolongnya atau melindunginya dari kesusahan dan bahaya? Mahasuci Allah dari persekutuan itu. Dialah Tuhan bagi segala sesuatu, Dialah yang menciptakan semesta alam. Selanjutnya pada ayat ini diterangkan, bahwa semua perbuatan manusia akan dipertangungjawabkan- nya sendiri, dan orang yang berbuat dosa akan menanggung sendiri dosanya itu, karena dosa seseorang tidak akan dipikul oleh orang lain. Masing-masing menerima pahala amal baiknya dan memikul dosa amal buruknya. Hal ini berulang-ulang disebutkan dalam Al-Qur'an.\n\nFirman Allah: \n\n(Yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. (an-Najm/53: 38-39)\n\nAyat ini cukup memberi petunjuk dan jalan hidup yang bermutu tinggi dan praktis, karena di samping harus beramal dan bekerja harus pula diperhitungkan dengan cermat dan teliti setiap amal perbuatan yang dikerjakannya. Sebab amal pekerjaan atau perbuatan itu sangat besar pengaruhnya dalam membawa nasib keberuntungan dan keruntuhan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Di akhirat, perselisihan manusia dalam beragama akan diselesaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 952, "inSurah": 163 }, "meta": { "juz": 8, "page": 150, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa shareeka lahoo wa bizaalika umirtu wa ana awwalul muslimeen" } }, "translation": { "en": "No partner has He. And this I have been commanded, and I am the first [among you] of the Muslims.\"", "id": "tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/952", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/952.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/952.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam bentuk apa pun, karena hal itu mustahil bagi Allah. Dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku, karena inti dari ajaran Islam, yaitu ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, adalah ketauhidan. Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri atau muslim.\" Sebagai nabi, beliaulah yang harus mengawal ketauhidan ini sebelum umatnya.", "long": "Dalam ayat ini Nabi Muhammad, diperintahkan agar mengatakan bahwa sesungguhnya salatnya, ibadahnya, serta semua pekerjaan yang dilakukannya, hidup dan matinya adalah semata-mata untuk Allah Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadanya. Rasul adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan-Nya. Dua ayat ini mengandung ajaran Allah kepada Muhammad, yang harus disampaikan kepada umatnya, bagaimana seharusnya hidup dan kehidupan seorang muslim di dalam dunia ini. Semua pekerjaan salat dan ibadah lainnya harus dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati karena Allah, ikhlas tanpa pamrih. Seorang muslim harus yakin kepada kodrat dan iradat Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah-lah yang menentukan hidup mati seseorang. Oleh karena itu seorang muslim tidak perlu takut mati dalam berjihad di jalan Allah dan tidak perlu takut hilang kedudukan dalam menyampaikan dakwah Islam, amar ma'ruf nahi munkar. Ayat ini selalu dibaca dalam salat sesudah takbiratul ihram sebagai doa iftitah kecuali kata: diganti dengan (164) Dalam ayat ini terdapat perintah kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada kaumnya, bahwa mengapa ia akan mencari Allah yang lain dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah, berdoa untuk keperluan hidupnya agar Dia menolongnya atau melindunginya dari kesusahan dan bahaya? Mahasuci Allah dari persekutuan itu. Dialah Tuhan bagi segala sesuatu, Dialah yang menciptakan semesta alam. Selanjutnya pada ayat ini diterangkan, bahwa semua perbuatan manusia akan dipertangungjawabkan- nya sendiri, dan orang yang berbuat dosa akan menanggung sendiri dosanya itu, karena dosa seseorang tidak akan dipikul oleh orang lain. Masing-masing menerima pahala amal baiknya dan memikul dosa amal buruknya. Hal ini berulang-ulang disebutkan dalam Al-Qur'an.\n\nFirman Allah: \n\n(Yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. (an-Najm/53: 38-39)\n\nAyat ini cukup memberi petunjuk dan jalan hidup yang bermutu tinggi dan praktis, karena di samping harus beramal dan bekerja harus pula diperhitungkan dengan cermat dan teliti setiap amal perbuatan yang dikerjakannya. Sebab amal pekerjaan atau perbuatan itu sangat besar pengaruhnya dalam membawa nasib keberuntungan dan keruntuhan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Di akhirat, perselisihan manusia dalam beragama akan diselesaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 953, "inSurah": 164 }, "meta": { "juz": 8, "page": 150, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06da \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul aghairal laahi abhee Rabbanw wa Huwa Rabbu kulli shai'; wa laa taksibu kullu nafsin illaa 'alaihaa; wa laa taziru waaziratunw wizra ukhraa; summa ilaa Rabbikum marji'ukum fa yunabbi'ukum bimaa kuntum feehi takhtalifoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Is it other than Allah I should desire as a lord while He is the Lord of all things? And every soul earns not [blame] except against itself, and no bearer of burdens will bear the burden of another. Then to your Lord is your return, and He will inform you concerning that over which you used to differ.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/953", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/953.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/953.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, dengan penuh keheranan, \"Apakah patut aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu, pencipta jagat raya dan seisinya, pengatur, dan pemelihara bagi semua makhluk-Nya. Karena segala sesuatu selain Allah tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, maka tidak patut untuk disembah. Setiap perbuatan dosa seseorang, pelanggaran ketentuan agama, baik besar maupun kecil, dirinya sendiri yang bertanggung jawab di hadapan Allah pada hari Kiamat nanti. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain, kecuali jika orang itu mengajak orang lain berbuat dosa. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, karena semua makhluk adalah milik Allah, Allah-lah pewaris makhluk-Nya pada hari Kiamat. Dan, akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan, dengan menjelaskan mana yang benar dan mana yang salah. Setiap orang akan dibalas sesuai dengan perbuatannya.\"", "long": "Dalam ayat ini terdapat perintah kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada kaumnya, bahwa mengapa ia akan mencari Allah yang lain dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah, berdoa untuk keperluan hidupnya agar Dia menolongnya atau melindunginya dari kesusahan dan bahaya? Mahasuci Allah dari persekutuan itu. Dialah Tuhan bagi segala sesuatu, Dialah yang menciptakan semesta alam. Selanjutnya pada ayat ini diterangkan, bahwa semua perbuatan manusia akan dipertangungjawabkan- nya sendiri, dan orang yang berbuat dosa akan menanggung sendiri dosanya itu, karena dosa seseorang tidak akan dipikul oleh orang lain. Masing-masing menerima pahala amal baiknya dan memikul dosa amal buruknya. Hal ini berulang-ulang disebutkan dalam Al-Qur'an.\n\nFirman Allah: \n\n(Yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. (an-Najm/53: 38-39)\n\nAyat ini cukup memberi petunjuk dan jalan hidup yang bermutu tinggi dan praktis, karena di samping harus beramal dan bekerja harus pula diperhitungkan dengan cermat dan teliti setiap amal perbuatan yang dikerjakannya. Sebab amal pekerjaan atau perbuatan itu sangat besar pengaruhnya dalam membawa nasib keberuntungan dan keruntuhan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Di akhirat, perselisihan manusia dalam beragama akan diselesaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 954, "inSurah": 165 }, "meta": { "juz": 8, "page": 150, "manzil": 2, "ruku": 121, "hizbQuarter": 60, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee ja'alakum khalaaa'ifal ardi wa rafa'a ba'dakum fawqa ba'din darajaatil liyabluwakum fee maaa aataakum; inna Rabbaka saree'ul 'iqaab; wa innahoo la Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And it is He who has made you successors upon the earth and has raised some of you above others in degrees [of rank] that He may try you through what He has given you. Indeed, your Lord is swift in penalty; but indeed, He is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/954", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/954.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/954.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir surah ini dijelaskan bahwa hidup adalah cobaan dari Allah. Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi, setiap generasi digantikan oleh generasi berikutnya sampai hari kiamat, untuk meramaikan bumi di atas dasar nilai-nilai Ilahi. Dan Dia mengangkat derajat sebagian kamu di atas yang lain ada yang kaya, miskin, lemah, kuat, sehat, sakit, dan sebagainya untuk menguji kesyukuranmu atas karunia yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman bagi mereka yang durhaka dan sungguh, Dia Maha Pengampun bagi yang taat dan bertobat dari dosadosanya, Maha Penyayang kepada makhluk-Nya.", "long": "Apabila kita kembali menelaah surah Al-Qur'an itu secara keseluruhan, maka kita akan dapat mengambil kesimpulan bahwa hidup dan kehidupan ini telah disoroti dengan sinar cahaya petunjuk dari segenap penjuru, karena di dalamnya diterangkan perkara-perkara akidah atau kepercayaan serta dalil-dalilnya, Rasul telah menyampaikan perintah Allah melalui wahyu untuk membantah orang-orang kafir yang membangkang, dalam masalah kebangkitan hari akhirat dan al-jaza' (balasan amal), tentang hubungan manusia dengan Penciptanya, hubungan manusia dengan sesama manusia terutama dalam berbuat baik kepada kedua ibu-bapak, tentang pertentangan dalam agama, amal perbuatan dan lain-lain. \n\nDari kenyataan sejarah sepanjang masa, terbukti manusia tetap manusia, dahulu maupun sekarang senantiasa terjadi permusuhan walaupun sesama saudara dan sesama manusia, maka akan dapat dirasakan pula hubungan dan hikmahnya pada akhir ayat ini, \"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.\" Ayat ini seakan mengatakan, sesungguhnya Tuhanmu yang menciptakan segala sesuatu, Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi ini dan Dia meninggikan derajat sebagian kamu dari yang lainnya, baik kedudukan dan harta maupun kepintaran dan lain-lainnya, karena Dia hendak mengujimu dengan apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang yang benar-benar minta ampun kepada-Nya dan Maha Penyayang bagi hamba-Nya yang mukmin.\n\nAyat ini menegaskan, bahwa Allah-lah yang menjadikan manusia penguasa-penguasa di bumi untuk mengatur kehidupan rakyatnya dan Dia pulalah yang meninggikan derajat sebagian mereka dari sebagian lainnya. Semua itu adalah menurut sunatullah untuk menguji mereka masing-masing bagaimana mereka menyikapi karunia Allah yang diberikan Tuhan kepadanya. Mereka akan mendapat balasan dari ujian itu, baik di dunia maupun di akhirat. Penguasa-penguasa diuji keadilan dan kejujurannya, si kaya diuji bagaimana dia membelanjakan hartanya, si miskin dan si penderita diuji kesabarannya. Oleh karena itu, manusia tidak boleh iri hati dan dengki dalam pemberian Tuhan kepada seseorang, karena semua itu dari Allah dan semua pemberian-Nya adalah ujian bagi setiap orang." } } } ] }, { "number": 7, "sequence": 39, "numberOfVerses": 206, "name": { "short": "الأعراف", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0623\u0639\u0631\u0627\u0641", "transliteration": { "en": "Al-A'raaf", "id": "Al-A'raf" }, "translation": { "en": "The Heights", "id": "Tempat Tertinggi" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al A'raaf karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 955, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0645\u0635", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Meeem-Saaad" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Meem, Sad.", "id": "Alif Lam Mim shad." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/955", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/955.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/955.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Laam Miim, shaad. Huruf-huruf abjad pada permulaan surah ini mengisyaratkan kemukjizatan Al-Qur'an. Beberapa surah dalam Al-Qur'an, memang, dibuka dengan huruf abjad seperti , Alif Laam miim, Alif Laam Raa, Alif, Laam, Miim, Shaad, dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah yang tahu. Ada yang berpendapat bahwa hurufhuruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an disusun dari rangkaian huruf-huruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa Arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur'an.", "long": "Mengenai tafsir ayat \"Alif Lam Mim tsad\", lihat jilid I Al-Qur'an dan Tafsirnya tentang tafsir permulaan surah dengan huruf-huruf hijaiyah." } } }, { "number": { "inQuran": 956, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0644\u0650\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kitaabun unzila ilaika falaa yakum fee sadrika harajum minhu litunzira bihee wa zikraa lilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "[This is] a Book revealed to you, [O Muhammad] - so let there not be in your breast distress therefrom - that you may warn thereby and as a reminder to the believers.", "id": "(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/956", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/956.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/956.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir surah yang lalu dijelaskan tentang turunnya Al-Qur'an, untuk apa ia diturunkan, perintah untuk mengikutinya, dan ancaman bagi orang yang mengabaikan tuntunannya. Surah ini diawali dengan menyebut kembali Al-Qur'an yang dibicarakan pada Surah al-An'am itu dan keharusan mengikuti tuntunannya. Inilah Kitab yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepadamu, wahai Rasulullah, sebagai penghormatan untukmu, maka janganlah engkau sesak dada karenanya akibat takut terhadap orang kafir yang akan mendustakanmu. Tugasmu adalah menyampaikan Al-Qur'an agar engkau memberi peringatan dengan Kitab itu kepada kaummu dan sekalian manusia akan akibat dari dosa yang mereka lakukan, dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman, karena merekalah yang paling siap memanfaatkan isi kandungannya. Al-Qur'an mempunyai fungsi yang demikian agung, maka Allah memerin tahkan manusia untuk mengikuti ajarannya. Ayat ini juga ditujukan kepada para juru dakwah dan mubalig.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kitab yang diturunkan kepada Muhammad saw yang berisi bimbingan dan petunjuk, adalah untuk memberi peringatan kepada orang-orang mukmin. Muhammad janganlah sekali-kali merasa sedih menghadapi tantangan, perlawanan, ejekan dan hal-hal yng lain dari kaum musyrikin, dalam menyampaikan risalah yang telah ditugaskan kepadanya. Hendaklah dia bersabar menghadapinya. Adanya tantangan dari kaum musyrikin sehingga dada Muhammad saw akan menjadi sesak karenanya telah diketahui oleh Allah sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya: \n\nDan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. (al-hijr/15: 97)\n\nTetapi ia diperintahkan agar bersabar, tetap teguh hati menghadapi mereka sebagaimana halnya rasul-rasul sebelumnya.\n\nFirman Allah: \n\nMaka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati¦ (al-Ahqaf/46: 35)\n\nKitab tersebut harus dijadikan pelajaran dan peringatan bagi orang-orang mukmin, karena peringatan itu akan membawa manfaat dan pengaruh kepada mereka.\n\nDan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin. (Adz-dzariyat/51: 55)" } } }, { "number": { "inQuran": 957, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u06d7 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ittabi'oo maaa unzila 'ilaikum mir Rabbikum wa laa tattabi'oo min dooniheee awliyaaa'; qaleelam maa tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "Follow, [O mankind], what has been revealed to you from your Lord and do not follow other than Him any allies. Little do you remember.", "id": "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/957", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/957.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/957.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ikutilah, wahai kaum muslim, apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dalam hal apa saja. Yakinilah bahwa semuanya akan membawa kebaikan, karena Tuhanmu adalah Zat Yang Maha Penyayang kepada makhluk-Nya. Janganlah kamu ikuti siapa pun selain Dia sebagai pemimpin lalu kamu pasrahkan semua urusanmu kepada mereka dan kamu taati saja seruan mereka, padahal mereka akan mengajakmu kepada jalan kesesatan. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran sehingga kamu tidak kembali ke jalan yang benar. Ayat ini melarang seorang mengikuti ajakan orang lain dalam urusan agama yang tidak datang dari Allah.", "long": "Pada ayat ini ada perintah agar orang-orang mukmin mengikuti apa yang telah diturunkan kepada Muhammad oleh Allah yang menguasai dan mengatur segala gerak-gerik mereka, baik perintah itu menyuruh untuk mengerjakan sesuatu, maupun melarang mengerjakan sesuatu, karena apa yang telah diperintahkan-Nya mengandung kebaikan, kebenaran, kesejahteraan dan kebahagiaan. Dan, janganlah sekali-kali mereka mengikuti ajaran-ajaran selain dari ajaran Allah, begitu pula ajakan-ajakan yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan-Nya, karena yang demikian itu membahayakan mereka dan akan membawa pengikut-pengikutnya ke jalan yang sesat dan merusak akidah/akhlaknya dan sebagainya. Sekalipun hal-hal tersebut di atas telah menjadi kenyataan, dan disaksikan oleh mata kepala sendiri, tidaklah banyak orang yang menyadarinya, mengambil pelajaran dan iktibar daripadanya, bahkan ia tetap mengikuti keinginan nafsunya, dan ajakan setan yang dipertuannya." } } }, { "number": { "inQuran": 958, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kam min qaryatin ahlaknaahaa fajaaa'ahaa baasunaa bayaatan aw hum qaaa'iloon" } }, "translation": { "en": "And how many cities have We destroyed, and Our punishment came to them at night or while they were sleeping at noon.", "id": "Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpa penduduk)nya pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/958", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/958.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/958.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, seperti negeri kaum nabi-nabi terdahulu, siksaan Kami datang menimpa penduduk-nya pada malam hari ketika mereka tengah terlelap dalam tidur seperti yang terjadi pada kaum Nabi Lut yang melakukan homoseks. Negeri mereka dijungkirbalikkan dan dihujani dengan batu. Atau siksaan itu datang pada saat mereka beristirahat pada siang hari seperti yang terjadi pada kaum Nabi Syuaib yang sering melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan. Mereka disiksa dengan suara yang menggelegar. Azab Allah bisa datang kapan saja, secara tak terduga, bahkan ketika waktu istirahat sekalipun.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tidak sedikit negeri yang telah dimusnahkan dan penduduknya dibinasakan karena kedurhakaannya. Mereka menentang, membangkang dan mendustakan para rasul Allah yang diutus kepadanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan. firman Allah: \n\nMaka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya). (al-hajj/22: 45)\n\nDan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya. (al-Qashash/28: 58)\n\nApabila suatu negeri akan dimusnahkan, maka datanglah azab dan siksaan Allah kepada penduduk negeri itu dalam keadaan mereka sedang lengah dan tidak menduga sama sekali, karena tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Adakalanya siksaan itu datang di waktu malam, di waktu mereka bersenang-senang, merasa aman sebagaimana halnya kaum Nabi Luth. Adakalanya datang di waktu siang, di kala mereka istirahat tidur sebagaimana halnya kaum Nabi Syu'aib.\n\nAllah berfirman: \n\n¦ Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir. (Yunus/10: 24)\n\nFirman-Nya: \n\nMaka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? (al-A'raf/7: 97-98)" } } }, { "number": { "inQuran": 959, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa kaana da'waahum iz jaaa'ahum baasunaa illaaa an qaalooo innaa kunnaa zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And their declaration when Our punishment came to them was only that they said, \"Indeed, we were wrongdoers!\"", "id": "Maka ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain, hanya mengucap, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/959", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/959.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/959.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain, hanya mengucap, \"Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.\" Mereka mengakui dosa-dosanya, tetapi semua penyesalan itu tidak ada gunanya lagi. Mereka tetap dibinasakan. Inilah siksaan mereka di dunia. Di akhirat nanti, azab Allah akan lebih pedih lagi. Mereka akan dimintakan pertanggungjawaban.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa umat yang telah ditimpa siksa itu, tidak lain keluhannya kecuali mereka mengakui kezaliman, kesalahan dan kedurhakaan yang telah mereka perbuat. Ketika itulah baru mereka sadar dan menyesal, serta mengharapkan sesuatu jalan yang dapat mengeluarkan mereka dari bencana yang telah menimpa itu. Kesadaran dan penyesalan mereka tentunya tidak akan bermanfaat dan tidak ada gunanya lagi; sebagaimana firman Allah: \n\nDan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya). Maka ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negerinya) itu. Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu dapat ditanya. Mereka berkata, \"Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim.\" Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan, sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (al-Anbiya'/21: 11-15)" } } }, { "number": { "inQuran": 960, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falanas 'alannal lazeena ursila ilaihim wa lanas 'alannal mursaleen" } }, "translation": { "en": "Then We will surely question those to whom [a message] was sent, and We will surely question the messengers.", "id": "Maka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/960", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/960.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/960.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan dari para rasul Kami, pertanyaan yang berupa celaan keras: apakah para rasul telah memperingatkan mereka? Dan Kami akan tanyai pula para rasul untuk menjadi saksi: apakah mereka telah melaksanakan tugas dengan baik, bagaimana sikap kaum mereka, apakah menurut atau menentang, dan sebagainya?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di akhirat nanti, semua umat yang telah diutus seorang rasul kepada mereka akan ditanya, sebagaimana firman Allah: \n\nMaka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. (al-hijr/15: 92-93)\n\nLebih dahulu ditanyakan tentang rasul-rasul yang telah diutus kepada mereka, kemudian disusul dengan pertanyaan sampai di mana mereka telah merespon dan melaksanakan seruan para rasul itu. Firman Allah: \n\nWahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, \"(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.\" Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir. (al-An'am/6: 130)\n\nFirman-Nya: \n\n(Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), \"Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?\" (al-Ma'idah/5: 109)\n\nPertanyaan itu diajukan kepada orang-orang yang durhaka, dan pembuat maksiat bukan karena Allah tidak tahu atau belum tahu keadaannya, tetapi semua itu dilakukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan mereka atas adanya rasul yang telah diutus kepada mereka dan untuk menampakkan cela dan aib mereka, sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak disiksa atau dimasukkan ke dalam neraka.\n\nImam ar-Razi berkata, sebenarnya mereka ditanya bukanlah mengenai amal yang telah diperbuatnya di dunia, karena semua itu telah diketahui melalui catatan malaikat yang ditugaskan untuk itu, sehingga tidak ada suatu perbuatan manusia dari yang sebesar-besarnya sampai yang sekecil-kecilnya yang luput dari catatannya, tetapi yang ditanyakan ialah sebab yang mengakibatkan mereka meninggalkan perintah Allah. Ayat ini tidak bertentangan dengan ayat-ayat yang menerangkan bahwa tidak akan ditanyakan dosa manusia dan jin dan dosa orang-orang yang berbuat maksiat, seperti dalam firman Allah: \n\nMaka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. (ar-Rahman/55: 39)\n\ndan firman-Nya: \n\nDan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka. (al-Qashash/28: 78)\n\nDalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bukan saja umat yang telah diutus Rasul kepada mereka yang ditanya sampai di mana mereka melaksanakan seruan rasul itu, tetapi juga rasul-rasul yang telah diutus kepada suatu umat akan ditanya sampai di mana seruan mereka disambut baik dan dilaksanakan oleh umatnya sebagaimana firman Allah: \n\n(Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), \"Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?\" (al-Ma'idah/5: 109)\n\nPertanyaan yang ditujukan kepada rasul di akhirat nanti, adalah pertanyaan yang jawabannya merupakan pengakuan dan kesaksian atas seruan yang telah disampaikan kepada umatnya, dan pembangkangan umat atas isi seruan ini." } } }, { "number": { "inQuran": 961, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falanaqussanna 'alaihim bi'ilminw wa maa kunnaa ghaaa'ibeen" } }, "translation": { "en": "Then We will surely relate [their deeds] to them with knowledge, and We were not [at all] absent.", "id": "dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/961", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/961.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/961.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu Kami, dan Kami tidak jauh dari mereka dengan penjelasan yang disertai bukti-bukti yang meyakinkan, karena Allah selalu mengawasi gerak-gerik mereka. Mereka tidak akan bisa berbohong. Pada saat itulah amalan mereka ditimbang dengan timbangan yang tidak pernah meleset, karena Allah Mahaadil.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kepada mereka, baik kepada rasul-rasul maupun kepada umat yang telah menerima seruan rasul, akan diceritakan kelak hal-hal yang telah mereka perbuat karena semua itu telah diketahui Allah, dan semuanya telah dicatat di dalam buku catatan malaikat pencatat. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pencatatan malaikat, sebagaimana firman Allah: \n\n¦ dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)\n\nAllah selalu menyaksikan gerak-gerik dan segala perbuatan mereka pada setiap waktu. Allah mendengar apa yang mereka katakan, melihat apa yang mereka lakukan, mengetahui semua perbuatan mereka, baik yang mereka lakukan secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Allah berfirman: \n\n¦ karena Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan. (an-Nisa'/4: 108)\n\nPertanyaan ini bukanlah untuk meminta penjelasan tentang sesuatu yang tidak diketahui Allah, tetapi semata-mata untuk mencela perbuatan dan kelakuan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 962, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0632\u0652\u0646\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062b\u064e\u0642\u064f\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Walwaznu Yawma'izinil haqq; faman saqulat mawaa zeenuhoo fa-ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "And the weighing [of deeds] that Day will be the truth. So those whose scales are heavy - it is they who will be the successful.", "id": "Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/962", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/962.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/962.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Timbangan yang tidak kita ketahui secara hakiki bagaimana bentuk dan sifatnya, pada hari itu menjadi ukuran kebenaran. Ihwal timbangan ini merupakan perkara gaib; kita wajib mengimaninya dan hanya Allah yang tahu hakikatnya. Maka barang siapa berat timbangan kebaikan-nya karena banyak melakukan kebaikan, mereka itulah orang yang beruntung. Mereka akan masuk surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya.", "long": "Ayat ini menerangkan adanya timbangan di akhirat nanti. Timbangan ini wajib kita percayai karena dengan timbangan itulah akan diketahui besar kecilnya, berat ringannya amal seseorang. Timbangan di akhirat nanti adalah timbangan yang seadil-adilnya dan tak mungkin terjadi kecurangan dalam timbangan itu.\n\nDan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit. (al-Anbiya'/21: 47)\n\nBarang siapa berat timbangan amalnya, karena iman yang dimilikinya adalah iman yang sebenarnya. Ibadahnya kepada Allah dilakukan sebanyak mungkin penuh dengan khusuk dan ikhlas, dan hubungannya dengan sesama manusia baik sekali. Dia banyak menolong orang yang memerlukan pertolongan, membantu pembangunan masjid, madrasah, pesantren dan bangunan-bangunan lain yang digunakan memperbaiki dan meningkatkan akhlak umat, memelihara anak yatim, dan lain sebagainya. Manusia yang demikian inilah yang akan beruntung di akhirat nanti, merasa puas menerima semua balasan amalnya di dunia sebagaimana firman Allah: \n\nArtinya: \n\nMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). (al-Qari'ah/101: 6-7)" } } }, { "number": { "inQuran": 963, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man khaffat mawaazeenuhoo fa ulaaa'ikal lazeena khasirooo anfusahum bimaa kaanoo bi Aayaatinaa yazlimoon" } }, "translation": { "en": "And those whose scales are light - they are the ones who will lose themselves for what injustice they were doing toward Our verses.", "id": "dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/963", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/963.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/963.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa ringan timbangan kebaikan-nya karena banyak melakukan dosa, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami. Padahal, ayat-ayat tersebut telah jelas mengemukakan kebenaran yang sulit terbantahkan. Namun kesombongan dan sikap iri pada hati mereka menyebabkan mereka enggan menerima ayat-ayat tersebut, bahkan mendustakannya.", "long": "Barang siapa yang ringan timbangan amalnya, karena keingkarannya, imannya lemah sehingga ia banyak melakukan pelanggaran agama; ibadah ditinggalkan; amal-amal kebaikan disia-siakan, dan yang digemarinya adalah larangan-larangan agama, banyak menipu, menyakiti hati sesama manusia, memusuhi tetangganya, menyia-nyiakan anak yatim, membiarkan orang-orang sekelilingnya lapar dan menderita, asal dia kenyang dan senang. Manusia yang seperti ini akan merugi di akhirat nanti, dan akan dimasukkan ke dalam api neraka yang membara, seperti firman Allah: \n\nDan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (al-Qari'ah/101: 8-11)\n\nYang ditimbang ialah amal perbuatan, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Ishak az-Zajjaj, \"Telah sepakat ahlu sunnah tentang adanya timbangan itu, dan amal perbuatan hamba itulah yang ditimbang di akhirat nanti. Timbangan itu mempunyai lidah dan dua daun neraca timbangan.\" Pernyataan Abu Ishak ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad saw: \n\n\"Diletakkanlah timbangan-timbangan itu di Hari Kiamat, maka ditimbanglah amal kebaikan dan amal kejahatan. Barang siapa lebih berat timbangan kebaikannya dari timbangan kejahatannya, sekali pun seberat butir biji, maka masuklah ia ke dalam surga, dan barang siapa timbangan kejahatannya lebih berat dari timbangan kebaikannya, sekalipun seberat butir biji masuklah ia ke dalam neraka.\" (Riwayat Abu Daud dan at-Tirmidzi dari Jabir r.a.)" } } }, { "number": { "inQuran": 964, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 122, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u064a\u0650\u0634\u064e \u06d7 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad makkannaakum fil ardi wa ja'alnaa lakum feehaa ma'aayish; qaleelam maa tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And We have certainly established you upon the earth and made for you therein ways of livelihood. Little are you grateful.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/964", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/964.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/964.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah itu, pada ayat ini Allah menjelaskan tentang anugerah-Nya kepada manusia. Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi menjadi pemilik dan pengelolanya, dan di sana Kami sediakan sumber penghidupan untukmu seperti tempat untuk kamu menetap, sumber-sumber makanan dan minuman, dan sarana kehidupan lainnya. Akan tetapi, sedikit sekali kamu bersyukur atas semua kenikmatan itu dengan mengerahkan semua energi yang didapat dari semua nikmat itu untuk beribadah kepada Allah. Bahkan, kamu banyak mengingkarinya dengan menyembah selain Allah, serta berbuat kemaksiatan dan kerusakan di bumi.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan sebagian dari sekian banyak karunia yang telah dianugerahkan kepada hamba-Nya yaitu bahwa Dia telah menyediakan bumi ini untuk manusia tinggal dan berdiam di atasnya, bebas berusaha dalam batas-batas yang telah digariskan, diberi perlengkapan kehidupan. Kemudian disempurnakan-Nya dengan bermacam-macam perlengkapan lain agar mereka dapat hidup di bumi dengan senang dan tenang, seperti tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam macamnya, binatang-binatang, baik yang boleh dimakan maupun yang tidak, burung baik di udara atupun di darat, ikan baik di laut, di danau maupun di tempat-tempat pemeliharan ikan lainnya, air tawar untuk diminum, dipergunakan mencuci pakaian dan keperluan lainnya, minuman dan makanan yang bermacam rasa dan aromanya untuk memenuhi selera masing-masing. Bahkan semua yang ada di bumi ini adalah diperuntukkan bagi manusia, sebagaimana firman Allah: \n\nDialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu. (al-Baqarah/2: 29)\n\nUntuk memenuhi keperluan hidup seseorang tentu tidak akan bisa terus menetap di satu tempat, tetapi ia berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain, untuk itu disediakan bagi mereka alat pengangkutan dan perhubungan yang bermacam-macam yang berkembang dan maju sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dipergunakan mereka seperti mobil dengan segala macam bentuk dan keindahannya, kapal terbang, kapal laut, dan kapal selam, kereta api dan lain sebagainya yang tak terhitung banyaknya. Tidak seorang pun manusia yang dapat memberi angka pasti tentang banyaknya karunia itu sekalipun dengan komputer. Allah berfirman: \n\nDan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. (Ibrahim/14: 34)\n\nSemua karunia dan nikmat tersebut di atas adalah untuk memenuhi keperluan hidup jasmani baik secara perorangan maupun secara berkelompok yang akan dijadikan batu loncatan untuk memenuhi dan menjaga kesejahteraan hidup rohani guna kesucian diri dan mempersiapkan diri untuk hidup kekal di akhirat nanti serta memperoleh nikmat dan kebahagian abadi yang tak berkesudahan. Atas semua karunia dan nikmat yang tak terhitung banyaknya itu maka wajiblah manusia bersyukur, mensyukuri penciptanya, yaitu Allah swt, dan janganlah sekali-kali dia mengingkarinya, sebagaimana firman Allah: \n\nBersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (al-Baqarah/2: 152)\n\nAlangkah sedikitnya manusia yang dapat menyadari dan menginsyafi hal tersebut. Pada umumnya manusia menganggap bahwa yang dicapai dan diperolehnya itu adalah hasil dari kecerdasan otaknya, kesungguhan usahanya, bukan dari Allah dan sedikit dari mereka yang bersyukur: \n\nDan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (Saba'/34: 13)\n\nBersyukur kepada Allah tidak cukup dengan hanya mengucapkan Alhamdulillah wasysyukru lillah; tetapi harus diiringi dengan amal perbuatan yaitu dengan cara mendayagunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang diridai dan disukai Allah, bermanfaat bagi sesama manusia serta menaati segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 965, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 8, "page": 151, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0635\u064e\u0648\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad khalaqnaakum summa sawwarnaakum summa qulnaa lilmalaaa'ikatis judoo li Aadama fa-sajadooo illaaa Ibleesa lam yakum minas saajideen" } }, "translation": { "en": "And We have certainly created you, [O Mankind], and given you [human] form. Then We said to the angels, \"Prostrate to Adam\"; so they prostrated, except for Iblees. He was not of those who prostrated.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/965", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/965.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/965.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari ketiadaan, yaitu Nabi Adam dari tanah liat yang menjadi asal kejadian manusia di dunia, dengan mengukur dan memperkirakan semua bagian dengan tepat. Kemudian Kami membentuk tubuh-mu dengan sebaik-baik bentuk sesuai dengan kehendak Kami, seperti tinggi-pendek dan bentuk masingmasing anggota tubuh. Kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, \"Bersujudlah kamu kepada Adam sebagai bentuk penghormatan kepadanya karena kemampuannya menyebutkan nama-nama benda yang tidak mampu sebutkan, sehingga ia berhak menjadi khalifah di dunia. Maka mereka, para malaikat, pun sujud sebagai penghormatan, bukan sujud ibadah, kecuali Iblis, satuan dari jin yang terbuat dari api. Ia, Iblis, tidak termasuk mereka yang bersujud.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah telah menciptakan Adam a.s. yang akan disusul oleh keturunannya. Tentang penciptaan manusia, Al-Qur'an telah menceritakan secara rinci, baik penciptaan manusia pertama, yaitu Adam, maupun penciptaan keturunannya. Tentang penciptaan Adam, Al-Qur'an telah menginformasikan bahwa Nabi Adam diciptakan melalui empat tahapan sebelum tahapan penghembusan roh. Keempat tahapan tersebut ialah: a. Fase Turab, b. Fase thin, c. Fase hama' Masnun, dan d. Fase shalshal. Berikut penjelasannya.\n\nFase Pertama: Fase Tanah yang belum bercampur air (turab)\n\nAda beberapa ayat yang menjelaskan tentang fase ini sebagaimana yang terdapat pada Surah al-Kahf/18: 37, al-hajj/22: 5, ar-Rum/30: 20, Fajir/35: 11, Gafir/40: 67, dan Ali 'Imran/3: 59. Dua dari enam tempat tersebut berada pada surah Madaniyah, yaitu Ali 'Imran/3 dan al-hajj/22, selebihnya adalah pada surah-surah Makiyah.\n\nSalah satu di antara ayat-ayat tersebut adalah: \n\nSesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Ali 'Imran/3: 59).\n\nDalam salah satu hadis yang diriwayatkan dari Abu Daud dan at-Tirmidzi disebutkan bahwa tanah yang menjadi bahan pokok untuk menciptakan Adam adalah diambil dari berbagai macam dan warna tanah yang terdapat pada seluruh lapisan tanah.\n\nDalam hadis tersebut disebutkan: \n\nAllah menciptakan Adam dari satu genggaman (tanah) yang diambil dari seluruh penjuru bumi. Oleh karena itu, keturunan Adam sesuai dengan (warna) bumi. Di antara mereka ada yang berwarna merah, putih dan hitam (al-Khazin II: 118). Watak manusia juga berbeda, ada yang lemah lembut dan adapula yang keras.\n\nBermacam warna kulit manusia ditegaskan pada Surah ar-Rum/30: 22 yang berbunyi: \n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (ar-Rum/30: 22)\n\nFase Kedua: Fase Tanah yang bercampur air (thin)\n\nFase kedua ini terdapat pada 8 tempat di 7 surah, yaitu: al-An'am/6: 2, al-A'raf/7: 12, al-Mu'minun/23: 12, as-Sajdah/32: 7, ash-shaffat/37: 11, shad/38: 71, 76, dan al-Isra'/17: 61. Seluruhnya adalah surah-surah Makiyah.\n\nSalah satu di antara ayat-ayat tersebut ialah: \n\nDialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu)¦ (al-An'am/6: 2)\n\nFase thin atau tanah liat adalah fase dimana setelah tanah dicampur dengan air. Karena air adalah prasyarat bagi semua makhluk yang hidup.\n\nFase Ketiga: Fase Lumpur hitam (hama' Masnun)\n\nFase ini terjadi setelah fase kedua berlangsung lama sehingga menjadi Lumpur hitam yang berbau dan berubah bentuk.\n\nFase ini disebutkan tiga kali dalam Surah al-hijr/15, yaitu pada ayat 26, 28 dan 33. Ayat 26 berbunyi: \n\nDan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (al-hijr/15: 26)\n\nFase Keempat: Fase Tembikar (shalshal kal Fakhkhar)\n\nFase ini diceritakan oleh Al-Qur'an pada empat tempat. Tiga tempat pada Surah al-hijr yang bersamaan dengan fase ketiga. Sedangkan yang keempat terdapat pada Surah ar-Rahman/55: 14.\n\nDalam surah ini, Allah berfirman: \n\nDia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. (ar-Rahman/55: 14)\n\nLumpur hitam (hama' masnun) seperti pada fase ketiga, lalu diberi bentuk sebagaimana manusia dalam keadaan berlubang atau kosong.\n\nBentuk manusia yang diciptakan Allah adalah bentuk yang terbaik dari hewan-hewan yang ada. Dalam Surah At-Tin/95: 4, Allah berfirman: \n\nSungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.(at-Tin/95: 4)\n\nKeadaan ini (calon manusia yang sudah dibentuk) jika kering karena panas matahari misalnya, dinamakan shalshal. Dinamakan demikian karena benda ini jika tertiup angin akan bersuara (shalshalah).\n\nSetelah fase ini, barulah masuk fase berikutnya, yaitu fase penghembusan roh dimana \"orang-orangan\" dari tanah liat itu, atas izin Allah, akhirnya menjadi manusia yang hidup dan bisa bergerak yang disebut dengan \"basyar\" (al-Khazin III: 64, al-Maragi XIV: 21)." } } }, { "number": { "inQuran": 966, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0637\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala maa mana'aka allaa tasjuda iz amartuka qaala ana khairum minhu khalaqtanee min naarinw wa khalaqtahoo min teen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"What prevented you from prostrating when I commanded you?\" [Satan] said, \"I am better than him. You created me from fire and created him from clay.\"", "id": "(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/966", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/966.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/966.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mempertanyakan alasan penolakan Iblis untuk sujud kepada Adam. Dia berfirman, \"Apakah yang menghalangimu untuk menghormati Adam sehingga kamu tidak bersujud kepadanya ketika Aku menyuruhmu?\" Dengan penuh angkuh dan sombong, Iblis menjawab, \"Aku tidak pantas bersujud kepadanya karena aku lebih baik daripada dia sehingga aku tidak wajar bersujud kepadanya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah, dan api lebih baik daripada tanah.\"", "long": "Allah bertanya kepada Iblis, \"Apakah gerangan yang menyebabkan kamu membangkang perintah kami, enggan sujud kepada Adam ketika Kami memerintahkan yang demikian itu? Dengan penuh kesombongan setan menjawab, \"Saya tidak akan sujud kepada Adam untuk menghormatinya, karena saya lebih tinggi dan lebih mulia dari Adam, saya Engkau ciptakan dari api sedang Adam Engkau ciptakan dari tanah\". Iblis menganggap api itu lebih mulia dari tanah." } } }, { "number": { "inQuran": 967, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0627\u0647\u0652\u0628\u0650\u0637\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u063a\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala fahbit minhaa famaa yakoonu laka an tatakabbara feehaa fakhruj innaka minas saaghireen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Descend from Paradise, for it is not for you to be arrogant therein. So get out; indeed, you are of the debased.", "id": "(Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/967", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/967.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/967.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ucapan Iblis ini merupakan cerminan keangkuhan dan kesombongannya. Menanggapi kedurhakaan dan sikap Iblis, Allah langsung menyuruhnya keluar dari surga. Allah berfirman, \"Maka karena kesombongan dan pembangkanganmu, turunlah kamu darinya, yakni dari dalam surga, karena apa pun alasanmu kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah kamu dari surga ini, karena sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.\"", "long": "Setelah Allah melihat tingkah laku Iblis yang menyombongkan diri, karena menganggap bahwa dia lebih mulia dari Adam a.s. yang menyebabkan dia durhaka dan membangkang dan tidak taat pada perintah-Nya, maka ia diperintahkan oleh Allah agar turun dari surga, tempat dia berada waktu itu, karena tempat itu adalah diperuntukkan bagi hamba-Nya yang ikhlas dan rendah hati dan bukanlah tempat untuk memperlihatkan keangkuhan dan kesombongan. Kemudian disusul dengan perintah agar dia keluar dari tempat itu, karena dia telah termasuk makhluk yang hina tidak sesuai dengan tempat yang mulia dan terhormat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 968, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0638\u0650\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala anzirneee ilaa Yawmi yub'asoon" } }, "translation": { "en": "[Satan] said, \"Reprieve me until the Day they are resurrected.\"", "id": "(Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/968", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/968.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/968.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika Iblis memproklamasikan diri sebagai musuh Allah dan Nabi Adam serta keturunannya, ia meminta agar Allah menangguhkan usianya sampai hari kiamat. Iblis menjawab perintah Allah untuk keluar dari dalam surga, \"Berilah aku penangguhan waktu, panjangkanlah usia-ku, dan janganlah Engkau wafatkan aku sampai hari kiamat, yaitu hari ketika mereka, semua manusia, dibangkitkan agar aku dapat menyesatkan Adam dan keturunannya.\"", "long": "Ketika Iblis mendengar perintah Allah itu agar ia turun dan keluar dari surga, maka Iblis minta dipanjangkan umurnya dan jangan dimatikan dahulu, begitu juga keturunannya sampai hari kebangkitan di hari kemudian, agar waktu yang cukup lama dan panjang itu dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk menggoda dan menyesatkan Adam dan anak-cucunya selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 969, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innaka minal munzareen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Indeed, you are of those reprieved.\"", "id": "(Allah) berfirman, “Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/969", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/969.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/969.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan hikmah yang dimiliki-Nya, Allah menjadikan Iblis sebagai ujian buat umat manusia dan mengabulkan permintaan Iblis tersebut. Allah berfirman, \"Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu sampai hari yang ditentukan, yaitu ketika semua makhluk yang hidup dimatikan.\" (Lihat: Surah al-Hijr/15: 38).", "long": "Permintaan Iblis agar tetap hidup bersama keturunannya selama anak-cucu Adam masih ada di dunia diperkenankan Allah sampai pada tiupan sangkakala pertama saja, ketika semua penghuni bumi ini mati sekaligus, termasuk Iblis dan keturunannya, dan isinya hancur musnah. Pada tiupan sangkakala kedua, semua manusia akan hidup kembali dan bangkit dari kematian.\n\nFirman Allah: \n\n(Iblis) berkata, \"Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan.\" (Allah) berfirman, \"Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan, sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).\" (shad/38: 79-81)\n\nFirman-Nya lagi: \n\nDan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah). (az-Zumar/39: 68)" } } }, { "number": { "inQuran": 970, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala fabimaaa aghway tanee la aq'udanna lahum Siraatakal Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "[Satan] said, \"Because You have put me in error, I will surely sit in wait for them on Your straight path.", "id": "(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/970", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/970.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/970.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar pernyataan Allah tersebut, Iblis menjawab, \"Karena Engkau telah menyesatkan aku dengan menetapkan kesesatan padaku sampai hari kiamat, aku bersumpah pasti aku akan selalu menghalangi mereka, Adam dan anak cucunya, dari jalan-Mu yang lurus, yaitu jalan kebaikan yang dapat mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.\"", "long": "Ayat ini menerangkan ancaman Iblis kepada Adam dan anak-cucunya. Karena Allah telah menghukum Iblis akibat keangkuhan dan kesombongannya sendiri, maka ia bersumpah akan berusaha sekuat tenaga menghalangi anak-cucu Adam dari jalan yang lurus untuk menyesatkan mereka sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: \n\n(Iblis) menjawab, \"Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya\". (shad/38: 82)\n\nIblis akan berusaha mencegah dan menghalang-halangi anak cucu Adam a.s. menempuh jalan yang lurus, jalan yang hak, jalan yang diridai Allah, jalan yang akan menyampaikan mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 971, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0622\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa la aatiyannahum mim baine aideehim wa min khalfihim wa 'an aimaanihim wa 'an shamaaa'ilihim wa laa tajidu aksarahum shaakireen" } }, "translation": { "en": "Then I will come to them from before them and from behind them and on their right and on their left, and You will not find most of them grateful [to You].\"", "id": "kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/971", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/971.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/971.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Kemudian,\" kata Iblis melanjutkan, \"Untuk mewujudkan tujuanku ini, aku akan menempuh berbagai cara. Pasti aku akan mendatangi mereka dari segala penjuru: dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan karena manusia amatlah lemah, Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu.\"", "long": "Iblis melihat bahwa sekedar menghalang-halangi anak-cucu Adam a.s. menempuh jalan yang lurus tidaklah cukup, karena itu dia akan mendatangi dan menyerbunya dari segala penjuru; dari depan dan dari belakang; dari arah kanan dan kiri, yang menurutnya ada kelemahan anak cucu Adam. Iblis yakin dengan strategi seperti itu banyak dari mereka yang akan tergoda, terpengaruh dan teperdaya sehingga iman yang ada di dada mereka menjadi lemah dan luntur, ajaran agama berangsur-angsur diragukan dan didustakan, hari Kiamat dan segala peristiwanya diingkari, amal-amal kebaikan ditinggalkan. Mereka tidak sanggup menguasai hawa nafsu, sebaliknya merekalah yang dikuasai oleh hawa nafsu, Allah memperingatkan dengan firman-Nya: \n\n\"Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.\" (shad/38: 85)\n\nRencana dan target Iblis seperti tersebut di atas, benar-benar berhasil: \n\nDan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin. (Saba'/34: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 972, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0630\u0652\u0621\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062f\u0652\u062d\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalakh ruj mnhaa maz'oomam madhooraa; laman tabi'aka minhum la amla'anna Jahannama minkum ajma'een" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Get out of Paradise, reproached and expelled. Whoever follows you among them - I will surely fill Hell with you, all together.\"", "id": "(Allah) berfirman, “Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/972", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/972.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/972.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena keangkuhan dan kedurhakaannya, Allah kemudian memberi sanksi tegas kepada Iblis dan mengingatkan manusia untuk tidak mengikuti ajakannya. Allah berfirman, \"Disebabkan kemaksiatan dan kesombonganmu, keluarlah kamu dari sana, yaitu dari dalam surga, dalam keadaan terhina akibat kedurhakaanmu dan juga dalam keadaan terusir, yakni dijauhkan dari rahmat dan nikmat Allah. Aku bersumpah demi keagungan-Ku, sesungguhnya barang siapa di antara mereka, yakni manusia, ada yang mengikutimu dengan senantiasa melakukan kekafiran dan kemaksiatan, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua, setan dan manusia.\" Ayat ini menunjukkan bahwa neraka merupakan tempat Iblis dan orang-orang yang mengikuti bujuk rayunya dengan bermaksiat kepada Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan sekali lagi, tentang laknat Allah terhadap Iblis dan mengusirnya keluar dari surga dalam keadaan hina dan terkutuk. Barang siapa dari anak cucu Adam terpengaruh oleh Iblis dan mereka mengikuti kemauannya, menempuh jalan sesat, menyeleweng dari akidah tauhid kepada kepercayaan syirik, mereka akan dimasukkan-Nya bersama Iblis ke dalam neraka. Firman Allah: \n\n(Iblis) menjawab, \"Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.\" (shad/38: 82-83)" } } }, { "number": { "inQuran": 973, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064f \u0627\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaaa Aadamus kun anta wa zawjukal Jannata fakulaa min haisu shi'tumaa wa laa taqrabaa haazihish shajarata fatakoonaa minza zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And \"O Adam, dwell, you and your wife, in Paradise and eat from wherever you will but do not approach this tree, lest you be among the wrongdoers.\"", "id": "Dan (Allah berfirman), “Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/973", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/973.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/973.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan besarnya permusuhan Iblis kepada manusia dan ambisinya untuk menyesatkan manusia dengan berbagai cara, pada ayat-ayat berikut Allah menceritakan kisah Iblis dalam me-nyesatkan Adam dan istrinya. Hal ini amatlah penting agar manusia senantiasa waspada terhadap makar dan godaan Iblis. Dan ingatlah ketika Allah berfirman, \"Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga yang penuh dengan kenikmatan dan makanlah dari berbagai jenis makanan apa saja yang kamu berdua sukai. Akan tetapi, ada satu hal yang terlarang, yaitu janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. Apabila kamu mendekatinya, kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.\" Hikmah dari larangan ini adalah untuk menguji manusia, sejauh mana ia bisa menunaikan perintah dan menghindari larangan. Ketika manusia melanggarnya, ia pun telah menzalimi dirinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah Allah memerintahkan Iblis keluar dari surga karena keangkuhan dan kesombongannya, maka Dia menyuruh Adam agar menempati surga bersama istrinya Siti Hawa, dan membolehkan mereka makan segala yang ada di dalamnya dengan sepuas-puasnya kecuali satu pohon tertentu di dalamnya. Apabila mereka melanggar larangan itu, maka mereka berarti zalim karena telah melakukan pelanggaran." } } }, { "number": { "inQuran": 974, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064f\u0648\u0631\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0648\u0652\u0622\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0647\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fawaswasa lahumash Shaitaanu liyubdiya lahumaa maa wooriya 'anhumaa min saw aatihimaa wa qaala maa nahaakumaa Rabbukumaa 'an haazihish shajarati illaaa an takoonaa malakaini aw takoonaa minal khaalideen" } }, "translation": { "en": "But Satan whispered to them to make apparent to them that which was concealed from them of their private parts. He said, \"Your Lord did not forbid you this tree except that you become angels or become of the immortal.\"", "id": "Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, “Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/974", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/974.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/974.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Iblis ingin menghilangkan kenikmatan surga yang dinikmati Adam dan pasangannya. Ia pun berusaha mengeluarkan Adam dan pasangannya dari surga. Kemudian, dengan penuh kedengkian, setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka, yaitu Adam dan pasangannya, agar menampakkan aurat mereka yang selama ini tertutup. Dan setan berkata, \"Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat sehingga kalian memiliki kekuatan dan umur yang panjang atau tidak menjadi orang yang kekal dalam surga.\"", "long": "Ketika Iblis mengetahui dan melihat kebebasan yang diberikan kepada Adam dan istrinya begitu luas di dalam surga, dan kesenangan yang begitu banyak ia merasa tidak senang dan timbul rasa dengki dan bencinya. Mulailah dia berupaya untuk menipu Adam dan isterinya, agar kebebasan dan kesenangan yang diberikan Allah kepada Adam dan istrinya di dalam surga hilang dan lepas dari padanya. Akhirnya dia menemukan suatu cara, lalu dibisikkannya ke telinga keduanya: \"Wahai Adam, tahukah kamu kenapa Allah melarang kamu bedua mendekati pohon itu dan makan buahnya? Sebenarnya larangan itu dimaksudkan agar kamu berdua tidak seperti malaikat yang mempunyai kelebihan dibanding dengan makhluk yang lain seperti kekuatan hidup sepanjang masa, tidak mati dan sebagainya, dan agar kamu tidak tetap dan tinggal di surga secara bebas dan bersenang-senang dengan sepuas hatimu. Jadi kalau kamu berdua ingin menjadi seperti malaikat dan tetap diam di surga ini dengan senang dan tenang disertai dengan kebebasan yang penuh, maka makanlah buah pohon yang dilarang kamu mendekatinya itu\"." } } }, { "number": { "inQuran": 975, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0633\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaasamahumaaa innee lakumaa laminan naasiheen" } }, "translation": { "en": "And he swore [by Allah] to them, \"Indeed, I am to you from among the sincere advisors.\"", "id": "Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/975", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/975.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/975.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Iblis tidak sekadar membisikkan atau merayu, tetapi juga berusaha meyakinkan Adam. Dia, yakni setan, juga bersumpah kepada keduanya seraya berkata, \"Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu yang benar-benar tulus.\"", "long": "Untuk menguatkan bisikan jahat dan tipu dayanya itu dia bersumpah kepada Adam dan Hawa, bahwa dia sebenarnya adalah pemberi nasihat yang benar-benar menginginkan kebahagiaan keduanya dan apa yang dinasihatkannya itu adalah benar. Perlu diingat bahwa Al-Qur'an tidak menyebut nama istri Adam itu." } } }, { "number": { "inQuran": 976, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 8, "page": 152, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062f\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064d \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0627\u0642\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064e \u0628\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0652\u0622\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0641\u0650\u0642\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0635\u0650\u0641\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Fadallaahumaa bighuroor; falammaa zaaqash shajarata badat lahumaa saw aatuhumaa wa tafiqaa yakhsifaani 'alaihimaa minw waraqil jannati wa naadaahumaa Rabbuhumaaa alam anhakumaa 'an tilkumash shajarati wa aqul lakumaaa innash Shaitaana lakumaa 'aduwwum mubeen" } }, "translation": { "en": "So he made them fall, through deception. And when they tasted of the tree, their private parts became apparent to them, and they began to fasten together over themselves from the leaves of Paradise. And their Lord called to them, \"Did I not forbid you from that tree and tell you that Satan is to you a clear enemy?\"", "id": "dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/976", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/976.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/976.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, setan, pun tak henti-hentinya membujuk mereka dengan berbagai macam tipu daya. Hal tersebut membuat Adam dan istrinya lupa akan larangan Allah, sehingga mereka memakan buah pohon itu. Ketika mereka mencicipi dan belum memakan buah pohon itu secara sempurna, tampaklah oleh mereka auratnya masing-masing dan tampak pula bagi masing-masing aurat pasangannya. Hal ini membuat keduanya merasa malu, aurat yang senantiasa tertutup kini tersingkap. Maka mulailah mereka menutupinya, yakni menutupi auratnya, dengan daun-daun surga. Dan ketika itu juga Tuhan menyeru mereka sambil mengecam perbuatan mereka, \"Hai kedua hamba-Ku! Bukankah Aku telah melarang kamu dari mendekati pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?\" Ayat ini menunjukkan bahwa tersingkapnya aurat seseorang merupakan perkara yang melawan tabiat manusia, karena sejak manusia diciptakan aurat adalah hal yang harus ditutupi.", "long": "Iblis menunjukkan kesungguhannya, sehingga Adam tidak melihat sedikit pun sesuatu yang mencurigakan. Apa yang dikemukakan Iblis dan dianjurkannya itu adalah bohong atau tipu daya belaka, maka keduanya terpengaruh dengan bujukan Iblis penipu itu, lalu mereka makan buah pohon yang dilarang oleh Allah untuk mendekatinya. Lalu keduanya lupa sama sekali akan kedudukan mereka dan larangan Allah kepada mereka, sebagaimana firman Allah: \n\nDan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya. (thaha/20: 115)\n\nAl-Qur'an tidak menyebutkan siapa yang terlebih dahulu makan buah larangan itu, apakah Adam atau Hawa. Untuk itu pencarian informasi tentang hal ini tidaklah penting.\n\nSetelah kejadian tersebut, Allah mencela Adam karena tidak mengindahkan larangan-Nya dan tidak mematuhi-Nya, sehingga ia teperdaya dan menuruti bujukan Iblis penipu itu. Lalu Allah memperingatkannya, \"Bukankah Aku telah melarang kamu berdua mendekati pohon itu dan makan buahnya, dan Aku telah menandaskan kepadamu bahwa setan itu adalah musuhmu yang nyata, apabila kamu menuruti kemauan dan kehendaknya, Aku akan mengeluarkan kamu dari kehidupan yang lapang, senang dan bahagia kepada kehidupan yang penuh kesulitan, penderitaan dan kesusahan.\" Sejalan dengan hal tersebut, Allah berfirman: \n\nKemudian Kami berfirman, \"Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.\" (thaha/20: 117)" } } }, { "number": { "inQuran": 977, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 8, "page": 153, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalaa Rabbanaa zalamnaaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakoonanna minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Our Lord, we have wronged ourselves, and if You do not forgive us and have mercy upon us, we will surely be among the losers.\"", "id": "Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/977", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/977.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/977.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab pertanyaan yang merupakan kecaman Allah ini, dengan penuh penyesalan keduanya, yakni Adam dan pasangannya, berkata, \"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri akibat mengikuti perkataan Iblis dan melanggar larangan-Mu, padahal Engkau telah memperingatkan pada kami. Kami sangat menyesal dan memohon ampun kepada-Mu. Jika Engkau tidak mengampuni kami, menghapus dosa yang telah kami lakukan, dan memberi rahmat kepada kami dengan memberikan keridaan, taufik, dan hidayah, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.\"", "long": "Setelah Adam dan istrinya menyadari kesalahan yang diperbuatnya, yaitu menuruti ajakan setan dan meninggalkan perintah Allah, dia segera bertobat, menyesali perbuatannya. Allah mengajarkan kepada keduanya doa untuk memohon ampun. Kemudian dengan segala kerendahan hati dan penuh khusyuk, mereka pun berdoa.\n\nKeduanya berkata, \"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.\" (al-A'raf/7: 23)\n\nBerkat ucapan doa yang benar-benar keluar dari lubuk hatinya dengan penuh kesadaran disertai keikhlasan, maka Allah memperkenankan doanya, mengampuni dosanya dan melimpahkan rahmat kepadanya. Firman Allah: \n\nKemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al-Baqarah/2: 37)" } } }, { "number": { "inQuran": 978, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 8, "page": 153, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0647\u0652\u0628\u0650\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qaalah bitoo ba'dukum liba'din aduwwunw wa lakum fil ardi mmustaqarrunw wa mataa'un ilaaheen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Descend, being to one another enemies. And for you on the earth is a place of settlement and enjoyment for a time.\"", "id": "(Allah) berfirman, “Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/978", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/978.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/978.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar permohonan Adam dan pasangannya itu, Allah berfirman, \"Turunlah kamu semua dari surga ke bumi! Kamu, wahai Adam dan keturunanmu, akan saling bermusuhan satu sama lain, yakni setan dan pengikutnya atau juga sebagian manusia menjadi musuh bagi manusia lain. Bumi adalah tempat kediaman sementara dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan, yakni kematian kamu atau hari Kiamat nanti.\"", "long": "Allah kemudian menerima tobat Adam dan istrinya, dan memerintahkan keduanya keluar dari surga dan turun ke bumi. Allah memperkuat imannya dan menerima tobatnya karena nabi itu ma'shum (terpelihara dari dosa), bisa salah tetapi tidak bisa terjadi kesalahan karena dikoreksi Allah. Setelah tobatnya diterima, ia menjadi orang pilihan kembali dan mendapatkan bimbingan dari Allah, seperti dalam firman-Nya: \n\n¦ dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia. Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. Dia (Allah) berfirman, \"Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama¦\" (thaha/20: 121-123)\n\nTelah menjadi sunatullah bahwa setiap perbuatan buruk akan mempunyai akibat yang buruk pula. Di bumi ini akan terjadi permusuhan, sebagian akan menjadi musuh dari sebagian yang lain. Iblis dan kawan-kawannya akan selalu memusuhi anak-cucu Adam. Sebaliknya anak-cucu Adam harus selalu waspada dan tetap memandang dan menjadikan Iblis itu musuh yang sangat berbahaya, karena kalau tidak mereka akan dijebloskan ke dalam neraka. Allah berfirman: \n\nSungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (Fathir/35: 6)\n\nMereka akan tinggal dan menetap di bumi dilengkapi dengan sumber penghidupan yang menjadi kesenangannya sampai kepada waktu yang telah ditentukan oleh Allah, yaitu pada waktu berakhirnya ajal dan tibanya hari Kiamat sesuai dengan firman Allah: \n\nDan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu... (al-A'raf/7: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 979, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 8, "page": 153, "manzil": 2, "ruku": 123, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala feehaa tahyawna wa feehaa tamootoona wa minhaa tukhrajoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Therein you will live, and therein you will die, and from it you will be brought forth.\"", "id": "(Allah) berfirman, “Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/979", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/979.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/979.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah berfirman, \"Di sana, yakni di bumi, kamu, wahai Adam dan ke-turunanmu, hidup, dan di sana pula kamu mati lalu dikuburkan, dan dari sana pula kamu akan dibangkitkan dari dalam kubur.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di bumi inilah mereka akan hidup sepanjang umur yang telah ditakdirkan bagi mereka dan di bumi ini pula mereka akan mati apabila sampai ajal mereka, suatu ketentuan yang tidak dapat diubah lagi, tidak bisa dimajukan dan tidak bisa pula ditangguhkan sebagaimana firman Allah: \n\nApabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (al-A'raf/7: 34)\n\nJuga firman-Nya: \n\nDan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. (al-Munafiqun/63: 11)\n\nSelanjutnya di bumi ini pulalah mereka akan dibangkitkan dan ayat 25 ini sejalan dengan firman Allah: \n\nDarinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain. (Thaha/20: 55)" } } }, { "number": { "inQuran": 980, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 8, "page": 153, "manzil": 2, "ruku": 124, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a \u0633\u064e\u0648\u0652\u0622\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u0650\u064a\u0634\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa Baneee Aadama qad anzalnaa 'alaikum libaasany yuwaaree saw aatikum wa reeshanw wa libaasut taqwaa zaalika khair; zaalika min Aayaatil laahi la'allahum yaz zakkaroon" } }, "translation": { "en": "O children of Adam, We have bestowed upon you clothing to conceal your private parts and as adornment. But the clothing of righteousness - that is best. That is from the signs of Allah that perhaps they will remember.", "id": "Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/980", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/980.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/980.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu ditegaskan bahwa Allah menyuruh Adam dan istrinya keluar dari surga dan bertempat tinggal di bumi, dan dijelaskan pula bahwa setan adalah musuhnya yang sangat berbahaya. Pada ayat-ayat berikut Allah memberikan peringatan dan tuntunan kepada anak keturunan Adam akan hal-hal yang dapat memberi mereka manfaat di dunia, dan peringatan terhadap setan yang senantiasa berusaha menyesatkannya. Wahai anak cucu Adam! Ingatlah dan bersyukurlah pada Kami dengan menaati perintah Kami, karena sesungguhnya Kami telah memberikan karunia kepadamu dengan menyediakan kemudahan untuk mendapatkan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, yakni dengan menghambakan diri kepada Allah dengan penuh ketulusan dan kecintaan, itulah yang lebih baik, karena hal tersebut akan mendatangkan kebahagiaan, meraih kecintaan Allah, dan menyelamatkan kamu dari azab Allah. Demikianlah Allah menceritakan tentang Adam dan istrinya. Hal tersebut merupakan sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan dengan kisah tersebut mereka, yakni manusia, menjadi ingat dan dapat mengambil pelajaran, bahwa siapa pun yang menyalahi perintah Allah dan melanggar larangan-Nya akan mendapatkan murka Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyeru kepada anak-cucu Adam dan memperingatkan nikmat yang begitu banyak yang telah dianugerahkan-Nya agar mereka tidak melakukan maksiat, tetapi hendaklah mereka bertakwa kepada-Nya, dimana saja mereka berada, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw: \n\n\"Bertaqwalah kepada Allah di mana pun engkau berada.\" (Riwayat at-Tirmidzi dari Mu'adz bin Jabal)\n\nAllah yang menurunkan hujan dari langit, yang menyebabkan tumbuhnya kapas, rami, wool dan sebagainya yang kesemuanya itu dapat dijadikan bahan pakaian sesudah diolah untuk dipakai menutupi aurat kita, tubuh kita dan untuk menahan panas dan dingin dan dipakai dalam peperangan untuk menahan senjata (baju besi) pakaian juga bisa dijadikan keindahan sebagai perhiasan, satu hal yang disukai oleh Allah sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw\n\n\"Sesungguhnya Allah itu sangat indah, menyenangi keindahan.\" (Riwayat Muslim dan at-Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud) \n\nIni semua merupakan pakaian dan keindahan lahiriah. Di samping itu ada lagi macam pakaian yang sifatnya rohaniah yang jauh lebih baik dari pakaian lahiriah tadi, karena ia dapat menghimpun segala macam kebaikan, yaitu takwa kepada Allah.\n\nSabda Nabi Muhammad saw: \n\n\"Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, karena sesungguhnya takwa itu menghimpun segala kebaikan\". (Riwayat Abu Ya'la dari Abu Sa'id)\n\nDengan takwa itu, Allah senantiasa memberikan kepada kita petunjuk untuk dapat mengatasi dan keluar dari kesulitan yang dihadapi. Dia akan memberikan kepada kita rezeki dari arah yang tidak terduga-duga sebelumnya dan selalu dimudahkan urusan kita, sebagaimana firman Allah: \n\nBarang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. (ath-thalaq/65: 2-3)\n\nFirman Allah: \n\nDan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya. (Ath-thalaq/65: 4) \n\nSegala nikmat yang telah dianugerahkan Allah seperti memberikan pakaian adalah tanda bagi kekuasaan Allah dan membuktikan kebaikan-Nya kepada anak cucu Adam a.s. maka pada tempatnyalah kalau kita selalu mengingat Allah, mensyukuri nikmat-Nya, menjauhi ajakan setan dan tidak berlebihan dalam ucapan dan lain sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 981, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 8, "page": 153, "manzil": 2, "ruku": 124, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0646\u0632\u0650\u0639\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0652\u0622\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa Banee Aadama laa yaftinannnakumush Shaitaanu kamaaa akhraja abawaikum minal Jannati yanzi'u 'anhumaa libaasahumaa liyuriyahumaa saw aatihimaaa; innahoo yaraakum huwa wa qabeeluhoo min haisu laa tarawnahum; innaa ja'alnash Shayaateena awliyaaa'a lillazeena laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "O children of Adam, let not Satan tempt you as he removed your parents from Paradise, stripping them of their clothing to show them their private parts. Indeed, he sees you, he and his tribe, from where you do not see them. Indeed, We have made the devils allies to those who do not believe.", "id": "Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/981", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/981.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/981.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan dengan mengikuti bujuk rayunya, karena hal itu akan berakibat buruk sebagaimana halnya dia telah mengeluarkan ibu bapakmu, yakni Adam dan istrinya, dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka sehingga dia dan pengikutnya dapat mendatangimu dan menggodamu dari arah yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.", "long": "Ayat ini menyerukan kepada anak cucu Adam agar mereka jangan sampai lalai dan lengah, melupakan dan menyia-nyiakan dirinya, tidak menyucikan dan agar membentengi dirinya dengan takwa. Hendaknya mereka selalu mengingat Allah, karena kalau tidak, hatinya akan berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Dengan demikian, mereka akan mempunyai kekuatan yang membaja untuk menghadapi bujukan dan rayuan setan dan selamatlah mereka dari tipu dayanya dan tidak akan mengalami nasib buruk seperti yang telah dialami ibu bapak manusia, yaitu Adam a.s. dengan istrinya, sehingga keduanya dikeluarkan dari surga, pakaiannya tanggal sehingga auratnya kelihatan. Setan dan pengikutnya turun temurun memusuhi terus menerus anak-cucu Adam. Dia senantiasa mengintip dan memperhatikan, di mana ada kelemahan mereka, di sanalah dia memasukkan jarumnya sebagai godaan dan tipuan. Dialah musuh yang sangat berbahaya, karena dia melihat mereka, sedang mereka tidak melihatnya. Dia lebih berbahaya dari musuh biasa yang dapat dilihat karena musuh-musuh lahiriah itu dapat diketahui di mana adanya dan ke mana arah tujuannya, malah lebih berbahaya lagi dari musuh dalam selimut. Dia mengalir dalam tubuh manusia seperti mengalirnya darah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw\n\n\"Sesungguhnya setan itu mengalir pada tubuh anak-cucu Adam sebagaimana mengalirnya darah dalam tubuh\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas)\n\nSetan itu tidak ubahnya dengan bahaya penyakit yang tidak kelihatan kecuali dengan mikroskop yang biasanya ditularkan oleh lalat atau nyamuk yang dimasukkan ke dalam makanan dan minuman atau ke dalam tubuh manusia melalui darah. Ia menembus masuk ke dalam tubuh tanpa diketahui yang akibatnya menyedihkan sekali, karena sukar akan dapat sembuh dalam waktu singkat dan ada kemungkinan tidak dapat sembuh sama sekali. Berbeda dengan penyakit yang dapat dilihat dengan mata kepala seperti kudis dan sebagainya, dengan cepat dapat diobati dan dalam waktu singkat dapat sembuh. Kekhawatiran yang berakibat buruk seperti tersebut di atas itu dapat terjadi hanya pada manusia yang kurang atau sama sekali tidak beriman, karena mereka itulah yang akan menjadi mangsanya dan kepada merekalah, Allah telah menjadikan setan sebagai pemiliknya." } } }, { "number": { "inQuran": 982, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 8, "page": 153, "manzil": 2, "ruku": 124, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064b \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06d6 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa fa'aloo faahishatan qaaloo wajadnaa 'alaihaaa aabaaa'ana wallaahu amaranaa bihaa; qul innal laaha laa yaamuru bilfahshaaa'i a-taqooloona 'alal laahi mmaa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And when they commit an immorality, they say, \"We found our fathers doing it, and Allah has ordered us to do it.\" Say, \"Indeed, Allah does not order immorality. Do you say about Allah that which you do not know?\"", "id": "Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji. Mengapa kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/982", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/982.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/982.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu diterangkan bahwa Allah telah menjadikan setan sebagai teman bagi orang-orang yang ingkar. Pada ayat-ayat berikut diterangkan tentang orang yang senantiasa mengikuti tradisi nenek moyang mereka meskipun tradisi itu salah. Dan apabila mereka, yakni orang-orang yang senantiasa mendustakan Allah dan Rasul-Nya, melakukan perbuatan keji, seperti menyekutukan Allah, atau tawaf dalam keadaan telanjang bulat, dan sebagainya, kemudian ketika mereka ditegur bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan yang tercela, mereka berkata, \"Perbuatan tersebut kami lakukan karena kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian.\" Hal tersebut memang benar, bahwa nenek moyang kaum musyrik yang memelopori berbagai perbuatan keji tersebut, namun dengan penuh kedustaan mereka kembali berkata, \"Dan bahwa selain itu, Allah menyuruh kami mengerjakannya.\" Jelas hal ini merupakan kedustaan yang nyata. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk mengingkari hal tersebut. Allah berfirman, \"Wahai Nabi Muhammad! Katakanlah kepada mereka dengan penuh pengingkaran, \"Sesungguhnya Allah tidak pernah dan tidak pantas menyuruh berbuat keji, karena hal itu sangat bertentangan dengan kesempurnaan dan hikmah-Nya. Mengapa kamu melakukan kedustaan yang amat besar yaitu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, dan orang-orang yang telah menjadikan setan sebagai pemimpinnya, apabila berbuat kejahatan, seperti mengingkari Allah dan menyekutukan-Nya, mereka mengemukakan alasan dan uzur, \"Begitulah yang kami ketahui dan kami dapati dari nenek moyang kami. Kami hanya mengikuti apa yang telah dikerjakan mereka, bahkan Allah telah memerintahkan kepada kami yang demikian, dan kami hanya menuruti perintah-Nya.\" Pengakuan mereka jelas tidak dapat dibenarkan, karena Allah mempunyai sifat kesempurnaan, tidak mungkin dan tidak masuk akal akan menyuruh dan memerintahkan mereka berbuat jahat dan keji seperti perbuatan tersebut di atas. Sebenarnya yang memerintahkan mereka berbuat jahat dan keji tentunya tiada lain melainkan setan sebagaimana firman Allah: \n\nSetan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir)... (al-Baqarah/2: 268)\n\nMereka mengeluarkan perkataan yang dialamatkan kepada Allah, bahwa Dialah yang menyuruh berbuat jahat dan keji. Itu adalah ucapan yang tidak beralasan yang tidak didasarkan atas pengetahuan, padahal yang demikian itu akan mereka pertanggungjawabkan nanti di akhirat sebagaimana firman Allah: \n\nDan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (al-Isra'/17: 36)" } } }, { "number": { "inQuran": 983, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 8, "page": 153, "manzil": 2, "ruku": 124, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u064d \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u062f\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul amara Rabbee bilqisti wa aqeemoo wujoohakum 'inda kulli masjidin wad'oohu mukhliseena lahud deen; kamaa bada akum ta'oodoon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"My Lord has ordered justice and that you maintain yourselves [in worship of Him] at every place [or time] of prostration, and invoke Him, sincere to Him in religion.\" Just as He originated you, you will return [to life] -", "id": "Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/983", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/983.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/983.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, berilah penjelasan kepada orang-orang yang berlaku dusta tersebut. Katakanlah pada mereka, \"Tuhanku menyuruhku agar kalian dan semua manusia berlaku adil, tidak berlebihan dalam beribadah dan dalam bermuamalah. Maka lakukanlah hal tersebut dalam semua peribadatan kalian. Hadapkanlah wajahmu, yakni arahkanlah seluruh perhatianmu, kepada Allah pada setiap salat. Tunaikanlah salat dengan sebaik-baiknya, sucikanlah lahir dan batinmu, dan bersihkanlah dari segala bentuk kekejian. Dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya, mengharap rahmat-Nya, dan takut dari azab-Nya. Ingatlah, setelah kematian, kamu semua akan dibanigkitkan dan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula, sehingga Allah akan membalas segala apa yang kamu perbuat dengan balasan yang setimpal.\"", "long": "Ayat ini memperbaiki kekeliruan mereka, terbukti Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada mereka, \"Bahwasanya Allah hanya memerintahkan kepada-ku agar berlaku adil, salat setiap waktu, istiqamah, ikhlas dan baik di dalam semua hal,\" sebagaimana firman Allah: \n\nSesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. (an-Nahl/16: 90)\n\nAllah menyuruh agar mereka mengarahkan mukanya ke Ka'bah yang telah ditetapkan menjadi kiblat bagi setiap orang yang salat, baik di mesjid maupun di tempat lain, penuh dengan keikhlasan, karena suatu amal tanpa disertai keikhlasan tidak akan diterima oleh Allah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad: \n\n\"Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali dikerjakan dengan ikhlas untuk (memperoleh rida)-Nya.\" (Riwayat an-Nasa'i dari Abu Umamah)\n\nUntuk mendorong mereka agar tetap ingat dan patuh kepada Allah, tidak terpengaruh kepada ajakan dan bujukan setan, mereka harus selalu ingat kepada Allah. Hal itu karena Allah telah menciptakan mereka pada mulanya dan kapada-Nya pulalah mereka akan kembali kelak. Pada hari pembalasan, mereka akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah mereka kerjakan di dunia.\n\nDan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). (al-An'am/6: 94)" } } }, { "number": { "inQuran": 984, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 8, "page": 153, "manzil": 2, "ruku": 124, "hizbQuarter": 61, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fareeqan hadaa wa fareeqan haqqa 'alaihimud dalaalah; innahumut takhazush Shayaateena awliyaaa'a min doonil laahi wa yahsaboona annnahum muhtadoon" } }, "translation": { "en": "A group [of you] He guided, and a group deserved [to be in] error. Indeed, they had taken the devils as allies instead of Allah while they thought that they were guided.", "id": "Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/984", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/984.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/984.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika dibangkitkan, manusia akan menemui Allah dalam dua kelompok besar. Sebagian kelompok manusia meru-pakan golongan yang telah diberi-Nya petunjuk di dunia, yaitu dengan beribadah kepada Allah dengan penuh ikhlas, inilah yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan, dan sebagian kelompok lagi, merupakan kelompok yang telah pasti dan sepantasnya menjadi sesat karena memilih sendiri jalan kesesatan itu dan enggan memanfaatkan petunjuk. Sebab kesesatan Ketika dibangkitkan, manusia akan menemui Allah dalam dua kelompok besar. Sebagian kelompok manusia meru-pakan golongan yang telah diberi-Nya petunjuk di dunia, yaitu dengan beribadah kepada Allah dengan penuh ikhlas, inilah yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan, dan sebagian kelompok lagi, merupakan kelompok yang telah pasti dan sepantasnya menjadi sesat karena memilih sendiri jalan kesesatan itu dan enggan memanfaatkan petunjuk. Sebab kesesatan kelompok yang kedua ini adalah karena mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung dan pembimbing mereka selain Allah, sehingga mereka menuruti segala seruan setan. Dan dengan kebodohan mereka, mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.", "long": "Manusia terbagi atas dua golongan. Golongan pertama adalah golongan yang telah diberi petunjuk oleh Allah di dunia ini untuk mengerjakan salat, menyembah-Nya dengan ikhlas dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain. Sedang golongan kedua, adalah golongan yang telah sesat karena mengikuti ajakan setan dan meninggalkan perintah Allah Penciptanya. Setan itulah yang dijadikan pelindungnya, bukan Allah. Anehnya mereka sudah sesat dengan menempuh jalan yang dilarang oleh Allah mengerjakan perbuatan yang tidak diridai-Nya, tetapi masih menyangka bahwa mereka memperoleh petunjuk. Orang yang demikian adalah orang yang paling merugi, sebagaimana firman Allah: \n\nKatakanlah (Muhammad), \"Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?\" (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. (al-Kahf/18: 103-104)" } } }, { "number": { "inQuran": 985, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 8, "page": 154, "manzil": 2, "ruku": 124, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u064d \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa Banneee Adama khuzoo zeenatakum 'inda kulli masjidinw wa kuloo washraboo wa laa tusrifoo; innahoo laa yuhibbul musrifeen" } }, "translation": { "en": "O children of Adam, take your adornment at every masjid, and eat and drink, but be not excessive. Indeed, He likes not those who commit excess.", "id": "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/985", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/985.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/985.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah memerintahkan agar manusia berlaku adil dalam semua urusan, maka pada ayat ini Allah memerintahkan agar memakai pakaian yang baik dalam beribadah, baik ketika salat, tawaf, dan ibadah lainnya. Allah juga memerintahkan manusia untuk makan dan minum secukupnya tanpa berlebih-lebihan. Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus yaitu pakaian yang dapat menutupi aurat kalian atau bahkan yang lebih dari itu ketika kalian beribadah, sehingga kalian bisa melakukan salat dan tawaf dengan nyaman, dan lakukanlah itu pada setiap memasuki dan berada di dalam masjid atau tempat lainnya di muka bumi ini. Dalam rangka beribadah, Kami telah menyediakan makanan dan minuman, maka makan dan minumlah apa saja yang kamu sukai dari makanan dan minuman yang halal, baik dan bergizi, tetapi jangan berlebihan dalam segala hal, baik dalam beribadah dengan menambah cara atau kadarnya, ataupun dalam makan dan minum. Karena sungguh, Allah tidak menyukai, yakni tidak melimpahkan rahmat dan ganjaran-Nya kepada orang yang berlebih-lebihan dalam hal apa pun.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar manusia memakai zinah (pakaian bersih yang indah) ketika memasuki masjid dan mengerjakan ibadat, seperti salat, thawaf dan lain-lainnya.\n\nYang dimaksud dengan memakai zinah ialah memakai pakaian yang dapat menutupi aurat dengan memenuhi syarat-syarat hijab. Lebih sopan lagi kalau pakaian itu selain bersih dan baik, juga indah yang dapat menambah keindahan seseorang dalam beribadah menyembah Allah, sebagaimana kebiasaan seseorang berdandan dengan memakai pakaian yang indah di kala akan pergi ke tempat-tempat undangan dan lain-lain. Maka untuk pergi ke tempat-tempat beribadah untuk menyembah Allah tentu lebih pantas lagi, bahkan lebih utama. Hal ini bergantung pada kemauan dan kesanggupan seseorang, juga bergantung pada kesadaran. Kalau seseorang hanya mempunyai pakaian selembar saja, cukup untuk menutupi aurat dalam beribadah, itu pun memadai. Tetapi kalau seseorang mempunyai pakaian yang agak banyak, maka lebih utama kalau ia memakai yang bagus. Rasulullah telah bersabda\n\n\"Apabila salah seorang di antaramu mengerjakan salat hendaklah memakai dua kain, karena untuk Allah yang lebih pantas seseorang berdandan. Jika tidak ada dua helai kain, maka cukuplah sehelai saja untuk dipakai salat. Janganlah berkelumun dalam salat, seperti berkelumunnya orang-orang Yahudi\". (Riwayat ath-thabrani dan al-Baihaqi dari Ibnu 'Umar)\n\nDiriwayatkan dari Hasan, cucu Rasulullah, bahwa apabila ia akan mengerjakan salat, ia memakai pakaian yang sebagus-bagusnya. Ketika ia ditanya orang dalam hal itu, ia menjawab, \"Allah itu indah, suka kepada keindahan, maka saya memakai pakaian yang bagus.\" \n\nDalam ayat ini, Allah mengatur urusan makan dan minum. Kalau pada masa Jahiliyah, manusia yang mengerjakan haji hanya makan makanan yang mengenyangkan saja, tidak makan makanan yang baik dan sehat yang dapat menambah gizi dan vitamin yang diperlukan oleh badan, maka dengan turunnya ayat ini, makanan dan minuman itu harus disempurnakan gizinya dan diatur waktu menyantapnya dengan terpelihara kesehatannya. Dengan begitu manusia lebih kuat mengerjakan ibadat. Dalam ayat ini diterangkan bahwa memakai pakaian yang bagus, makan makanan yang baik dan minum minuman yang bermanfaat adalah dalam rangka mengatur dan memelihara kesehatan untuk dapat beribadah kepada Allah dengan baik. Karena kesehatan badan banyak hubungannya dengan makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang berlebihan berakibat terganggunya kesehatan. Karena itu, Allah melarang berlebihan dalam makan dan minum.\n\nLarangan berlebihan itu mengandung beberapa arti, di antaranya: \n\n1.Jangan berlebihan dalam porsi makan dan minum itu sendiri. Sebab, makan dan minum dengan porsi yang berlebihan dan melampaui batas akan mendatangkan penyakit. Makan kalau sudah merasa lapar, dan kalau sudah makan, janganlah sampai terlalu kenyang. Begitu juga dengan minuman, minumlah kalau merasa haus dan bila rasa haus hilang, berhentilah minum, walaupun nafsu makan atau minum masih ada.\n\n2.Jangan berlebihan dalam berbelanja untuk membeli makanan atau minuman, karena akan mendatangkan kerugian. Kalau pengeluaran lebih besar dari pendapatan, akan menyebabkan hutang yang banyak. Oleh sebab itu, setiap orang harus berusaha agar jangan besar pasak dari tiang.\n\n3.Termasuk berlebihan juga adalah makan dan minum yang diharamkan Allah. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda: \n\n\"Makanlah, minumlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah dengan cara yang tidak sombong dan tidak berlebihan. Sesungguhnya Allah suka melihat penggunaan nikmat-Nya kepada hamba-Nya.\" (Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi dan al-hakim dari Abu Hurairah)\n\nPerbuatan berlebihan yang melampaui batas selain merusak dan merugikan, juga Allah tidak menyukainya. Setiap pekerjaan yang tidak disukai Allah, kalau dikerjakan juga, tentu akan mendatangkan bahaya." } } }, { "number": { "inQuran": 986, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 8, "page": 154, "manzil": 2, "ruku": 125, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0635\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul man harrama zeenatal laahil lateee akhraja li'ibaadihee wattaiyibaati minar rizq; qul hiya lillazeena aamanoo fil hayaatid dunyaa khaalisatany Yawmal Qiyaamah; kazaalika nufassihul Aayaati liqawminy ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Who has forbidden the adornment of Allah which He has produced for His servants and the good [lawful] things of provision?\" Say, \"They are for those who believe during the worldly life [but] exclusively for them on the Day of Resurrection.\" Thus do We detail the verses for a people who know.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, “Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/986", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/986.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/986.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengecam kaum musyrik yang mengharamkan sesuatu yang baik, seperti berpakaian dan memakan makanan yang baik, kemudian mereka mengatakan bahwa ketentuan itu berasal dari Allah. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk mengingkari perkataan orang-orang musyrik itu. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, \"Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan, yakni diizinkan untuk dikenakan dan dinikmati, untuk hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik yang Allah sediakan di muka bumi ini?\" Katakanlah, \"Pakaian, makanan, atau rezeki lainnya, semua itu untuk orang-orang yang beriman juga orang yang tidak beriman dalam kehidupan dunia, tetapi ia akan menjadi khusus untuk mereka saja yang beriman pada hari Kiamat.\" Demikianlah, Kami menjelaskan ayat-ayat, yakni ketetapan-ketetapan hukum atau bukti-bukti kebesaran Kami, itu untuk orang-orang yang ingin mengetahui.", "long": "Orang-orang Arab pada masa jahiliah, terutama dari kabilah Bani Amir telah mengharamkan memakai pakaian ketika tawaf sekeliling Ka'bah, telah mengharamkan sebagian makanan ketika mengerjakan haji seperti makan daging, makan yang berlemak dan lain-lain. Orang-orang Nasrani dan Yahudi pun, sebagian mereka juga mengharamkan makan yang baik-baik seperti halnya perbuatan orang Arab pada masa jahiliah itu. Maka ayat ini dengan tegas memerintahkan kepada Nabi Muhammad, untuk menanyakan kepada mereka, siapa yang mengharamkan semuanya itu? Jelaslah bahwa yang mengharamkan itu mereka sendiri, bukan merupakan wahyu yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya.\n\nPakaian dan perhiasan memang sudah disediakan Allah untuk mereka dan Allah tidak mengharamkan makanan yang baik-baik, yang lezat-lezat seperti rezeki yang halal dari Allah. Memakai pakaian yang indah, berdandan dan berhias, serta makan makanan yang lezat-lezat yang dihalalkan Allah adalah merupakan kesenangan dan kegemaran manusia. Agama Islam membolehkannya, selama tidak bertentangan dengan hukum Allah.\n\nMeninggalkan kesenangan dan kegemaran seperti itu tidaklah termasuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Kegemaran berpakaian yang bagus dan kegemaran makan makanan yang baik lagi halal, akan mendorong manusia untuk berpikir dinamis dan kreatif meningkatkan pertanian, membuat irigasi, serta meningkatkan kemajuan dalam bidang industri, seperti pabrik benang, pabrik kain, meningkatkan pemeliharaan binatang-binatang, seperti biri-biri, ulat sutera, binatang-binatang ternak dan lain-lain.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasulullah agar menyampaikan kepada umat-Nya, bahwa berhias dan berdandan dengan pakaian yang bagus dan indah, begitu juga makan makanan yang baik-baik dan lezat-lezat adalah diperbolehkan menikmatinya bagi orang-orang yang beriman dalam hidup mereka di dunia, juga dibolehkan untuk orang-orang yang bukan mukmin. Tetapi pada hari Kiamat, kenikmatan yang seperti itu hanyalah khusus bagi orang-orang yang beriman saja. Orang-orang kafir tidak berhak untuk menikmatinya. Semua manusia berhak untuk mendapatkan hidup bahagia, menikmati segala macam pemberian Allah yang baik dan halal selama hidup di dunia ini. \n\nSabda Rasulullah: \n\n\"Orang (mukmin) yang makan makanan yang baik lagi pandai bersyukur, sama derajatnya dengan orang puasa yang sabar menahan lapar.\" (Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan al-Hakim dari Abu Hurairah).\n\nFirman Allah: \n\nDan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (thaha/20: 124)\n\nPada penutup ayat ini diterangkan bahwa Allah sudah menjelaskan ayat-ayat-Nya bagi kaum yang mengetahui. Di antaranya dalam ayat ini dijelaskan perkara adab berpakaian dan makanan yang sebagian manusia belum mengetahuinya, malahan dianggapnya masalah kecil saja. Padahal makan dan minum yang tidak berlebihan itu merupakan pokok pangkal kesehatan. Bila badan tidak kuat dan tidak sehat, semua pekerjaan tidak akan terlaksana, baik untuk mencari kehidupan, ataupun untuk beribadah kepada Allah. Begitu juga berdandan dan berpakaian, merupakan tanda kebahagiaan dan kesejahteraan dan erat juga hubungannya dengan kesehatan. Orang-orang yang berdandan dan berpakaian bagus, adalah terhormat dan terpuji, asal berdandan dan berpakaian bagus dengan niat yang baik, bukan untuk menyombongkan diri.\n\nSabda Rasulullah: \n\nSaya datang kepada Rasulullah, dengan pakaian yang buruk, maka Rasulullah bertanya, \"Adakah engkau mempunyai harta?\" Saya jawab, \"Ya,\" Rasulullah bertanya pula, \"Harta apa saja?\" Saya jawab, \"Allah memberikan karunia kepada saya unta, kambing, kuda dan budak.\" Berkata Rasulullah, \"Kalau Allah sudah mengaruniaimu harta, maka hendaklah dapat dilihat bekas nikmat Allah itu dan kemuliaan-Nya kepadamu.\" (Riwayat Abu Daud dari Abu al-Ahwash dari ayahnya)." } } }, { "number": { "inQuran": 987, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 8, "page": 154, "manzil": 2, "ruku": 125, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0637\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innamaa harrama Rabbiyal fawaahisha maa zahara minhaa wa maa bataa wal isma walbaghya bighairil haqqi wa an tushrikoo billaahi maa lam yunazzil bihee sultaananw wa an taqooloo 'alal laahi maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"My Lord has only forbidden immoralities - what is apparent of them and what is concealed - and sin, and oppression without right, and that you associate with Allah that for which He has not sent down authority, and that you say about Allah that which you do not know.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/987", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/987.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/987.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menjelaskan apa yang sebenarnya diharamkan. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka yang mempersempit dirinya sehingga mengharamkan sesuatu yang halal, \"Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji, yakni perbuatan yang sangat buruk, baik berupa perkataan maupun perilaku, baik yang terlihat oleh orang lain dan yang tersembunyi, dan juga Dia mengharamkan perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan mengharamkan kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk membenarkan perbuatan itu, dan Dia juga melarang kamu mem bicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui, apalagi yang kamu ketahui.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk menyampaikan kepada orang-orang yang musyrik dan kafir apa yang telah diharamkan Allah. Yang diharamkan Allah itu bukanlah seperti yang telah diharamkan oleh orang-orang musyrik yang tiada ada dalilnya atau tidak ada wahyu yang turun untuk mengharamkannya, tetapi mereka buat-buat saja, seperti mengharamkan memakai pakaian ketika tawaf atau mengharamkan makan daging ketika mengerjakan haji. Sesungguhnya yang diharamkan Allah tersebut dalam ayat ini harus dijauhi benar-benar, karena bahayanya sangat besar, baik terhadap yang mengerjakannya maupun terhadap umat manusia semuanya, larangan-larangan Allah itu adalah sebagai berikut: \n\n1.Mengerjakan perbuatan yang keji secara lahir atau tersembunyi, termasuk ke dalam perbuatan yang keji seperti berzina, homoseksual, perbuatan jijik dan kotor yang menimbulkan dosa yang besar.\n\n2.Perbuatan yang menimbulkan dosa, seperti minum khamar, berjudi dan lain-lain.\n\n3.Perbuatan yang melampaui batas, berlaku aniaya sesama manusia, dan memperkosa hak pribadi atau hak bersama.\n\n4.Mempersekutukan Allah, ini adalah perbuatan yang paling keji dan merupakan dosa yang besar yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah. Mempersekutukan sesuatu dengan Allah, seperti dengan berhala, batu kuburan, pohon kayu dan lain-lain, menunjukkan suatu perbuatan bodoh tanpa mempergunakan akal dan pikiran.\n\n5.Membuat-buat hukum yang tidak diperintahkan Allah atau memutar balikkan hukum, yang halal dikatakan haram dan yang haram dikatakan halal. Perbuatan seperti ini sangat dilarang Allah, sebab bisa menimbulkan pemahaman agama yang salah atau bisa menjadikan keyakinan agama yang benar jadi agama yang bathil.\n\nDari perbuatan seperti inilah timbul perpecahan dalam agama, mereka mengaku tahu dalam persoalan agama, tapi yang sebenarnya mereka tidak mempunyai pengetahuan, malahan mereka membodohi orang lain. Disengaja atau tidak disengaja, pekerjaan mengada-ada seperti ini dilarang Allah, apalagi untuk menentukan suatu hukum dalam Islam. Untuk menentukan hukum itu, harus ada dalil yang nyata, baik dari Al-Qur'an ataupun sunah yang mu'tabarah, tidak dapat diterka-terka atau main sangka-sangka saja. Main terka atau sangka-sangka itu, tidaklah termasuk ilmu. Ilmu itu menumbuhkan keyakinan. Firman Allah: \n\nDan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta \"Ini halal dan ini haram,\" untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. (an-Nahl/16: 116)" } } }, { "number": { "inQuran": 988, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 8, "page": 154, "manzil": 2, "ruku": 125, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa likulli ummatin ajalun fa izaa jaaa'a ajaluhum laa yastaakhiroona saa'atanw wa laa yastaqdimoon" } }, "translation": { "en": "And for every nation is a [specified] term. So when their time has come, they will not remain behind an hour, nor will they precede [it].", "id": "Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/988", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/988.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/988.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang zalim yang melakukan perbuatan keji sebagaimana dijelaskan pada ayat-ayat terdahulu tidak langsung mendapatkan azab dan balasan perbuatan mereka, karena Allah telah menentukan waktu dan ajal tiap-tiap umat. Dan setiap umat atau bangsa yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya mempunyai ketentuan ajal-nya, yaitu batas waktu untuk maju atau mundur, jaya atau hancur. Apabila ajalnya, yakni masa ketentuan azab Allah kepada umat atau bangsa, tiba, azab Allah pasti akan turun dan mereka tidak dapat meminta penundaan kedatangannya atau percepatan dengan memajukannya walau hanya sesaat atau sekejap pun.", "long": "Ayat ini menjelaskan kenyataan sejarah, bahwa tiap-tiap umat atau bangsa itu ada ketentuan yang disebut ajalnya, yaitu batas waktu tertentu untuk maju atau mundur, jaya atau hancur. Yang menentukan ialah Allah sesuai dengan sunah-Nya dan kehendak-Nya. Ketentuan ajal maksudnya ialah ketentuan waktu turunnya azab bagi umat atau bangsa yang telah durhaka, tidak mau menerima kebenaran, berlaku sewenang-wenang sekehendak nafsunya, dan tidak segan-segan mengerjakan yang keji dan mungkar.\n\nMaka ketentuan turunnya azab itu ada dua macam, yaitu yang pertama: umat itu hancur musnah sampai hilang dari permukaan bumi. Seperti malapetaka yang telah diturunkan Allah kepada kaum Nuh, 'Ad, tsamud, Fir'aun, Luth dan yang lainnya. Umat itu telah hilang dari permukaan bumi sebab kedurhakaan dan keingkaran mereka tidak menerima ajaran-ajaran yang dibawa oleh masing-masing rasul. Sudah diberi peringatan berkali-kali, namun mereka tidak percaya, bahkan semakin membangkang dan sombong. Maka tibalah ajal mereka dengan kehancuran dan kebinasaan sampai musnah.\n\nFirman Allah: \n\nDan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat. (Hud/11: 102)\n\nAzab yang merupakan kehancuran seperti ini, hanya khusus berlaku bagi umat-umat terdahulu yang tidak akan terjadi lagi pada umat Nabi Muhammad, sebab kedatangan Nabi Muhammad adalah rahmat bagi semua penghuni alam ini. Allah berfirman: \n\nDan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (al-Anbiya'/21: 107)\n\nKetentuan kedua: umat itu menjadi hina, miskin, bodoh, dijajah, dan lain-lain. Allah menurunkan azab bukan untuk menghancurkannya, tapi umat itu hilang kebesarannya dan kemuliaannya, jatuh menjadi umat yang hina-dina, tidak ada harga dan kemuliaan lagi.\n\nKenyataan sejarah sudah banyak menunjukkan bahwa umat yang pada mulanya jaya dan terhormat, tapi akhirnya menjadi hina dan melarat, sebab mereka berfoya-foya menghamburkan harta kekayaan untuk maksiat. Berlaku sewenang-wenang berbuat aniaya sesama manusia, menghabiskan harta umat dengan cara yang tidak benar, baik dengan korupsi, menipu dan lain-lain. Penyakit syirik merebak dengan suburnya, di samping menyembah Allah, mereka juga menyembah makhluk-Nya. Maka datanglah ajal umat atau bangsa itu, mereka menjadi umat yang lemah dan hina di mata manusia. Kedatangan azab tidak dapat ditangguhkan walaupun sesaat dan tidak pula dapat dimajukan. Tidak seorang pun yang tahu saat datangnya azab itu, apakah di waktu malam, atau di waktu siang, kadang-kadang datangnya dengan tiba-tiba, di saat umat itu sedang lengah, sedang lupa daratan, sedang bersenang-senang, turunlah azab Allah dengan sekonyong-konyong. Seandainya diketahui kapan ajal itu akan datang, tentu mereka minta ditangguhkan, dan mereka segera memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka, dan meninggalkan perbuatan keji dan dosa dan lain-lain.\n\nDatangnya ajal secara tiba-tiba itu, memberikan pengertian bahwa Allah Mahakuasa dan tidak bisa dihalangi dan ditandingi oleh kekuasaan manusia. Akhirnya umat itu menyesal, namun penyesalan itu tidak berguna." } } }, { "number": { "inQuran": 989, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 8, "page": 154, "manzil": 2, "ruku": 125, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u06d9 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "yaa Banee Aadama immaa yaatiyannakum Rusulum minkum yaqussoona 'alaikum Aayaatee famanit taqaa wa aslaha falaa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "O children of Adam, if there come to you messengers from among you relating to you My verses, then whoever fears Allah and reforms - there will be no fear concerning them, nor will they grieve.", "id": "Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barangsiapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/989", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/989.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/989.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah menerangkan bahwa tiap-tiap umat atau bangsa ada ajalnya, maka pada ayat-ayat berikut ini diterangkan bahwa Allah mengutus para rasul pada umat manusia. Mereka menyampaikan pokok-pokok syariat sebagai petunjuk kepada manusia ke jalan yang benar. Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu dari Allah rasul-rasul dari kalanganmu sendiri agar kamu lebih mudah berkomunikasi dan akrab dengan mereka, yang membacakan dan menceritakan ayatayat-Ku kepadamu, dan menerangkan pada kalian bukti-bukti kebenaran risalahnya, maka taatlah kepadanya dan ikutilah ajarannya. Maka barang siapa bertakwa kepada Allah, dengan menaati perintah-Nya dan mengadakan perbaikan, baik dalam arti memperbaiki amalnya, maupun dalam arti memperbaiki diri dan lingkungan, maka tidak ada rasa takut pada diri mereka atas dunia yang harus mereka korbankan, karena tenggelam dalam lezatnya iman yang bersemayam dalam hati mereka. Dan di akhirat, mereka tidak bersedih hati.", "long": "Ayat ini mengingatkan manusia tentang kedatangan para rasul yang diutus kepada tiap-tiap umat pada masa yang telah ditentukan. Mereka adalah manusia, bukan makhluk lain, yang diberi tugas menyampaikan ayat-ayat Allah yang menjelaskan mana yang halal dan mana yang haram, mana yang hak dan mana yang bathil, agar manusia tidak sesat, dan tidak menyimpang dari jalan yang benar. Dibacakannya ayat-ayat Allah, agar jelas mana yang diperintahkan untuk dikerjakan dan diamalkan, dan mana yang dilarang untuk dijauhi dan dihindarkan. Maka orang-orang yang patuh dan taat terhadap ajaran yang dibawa para rasul itu, bertakwa kepada Allah dan senantiasa memperbaiki dirinya serta mengerjakan amal-amal saleh, orang-orang itu akan berbahagia dan gembira. Tidak ada baginya rasa takut dan sedih, baik ketika hidup di dunia ataupun di akhirat kelak. Hidup berbahagia dan gembira adalah merupakan karunia Allah yang sangat berharga. Lebih berharga dari harta dan kekayaan yang berlimpah." } } }, { "number": { "inQuran": 990, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 8, "page": 154, "manzil": 2, "ruku": 125, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena kazzaboo bi Aayaatinaa wastakbaroo 'anhhaaa ulaaa'ika Ashaabun naari hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "But the ones who deny Our verses and are arrogant toward them - those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.", "id": "Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/990", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/990.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/990.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, yakni tidak mengindahkan perintah dan larangan Kami, dan menyombongkan diri terhadapnya, yaitu dengan menentang aturan-aturan-Nya, mereka itulah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya. Hal ini disebabkan kekafiran dan pendustaan mereka terhadap para rasul dan ayat-ayat Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ada manusia yang tidak mau percaya kepada ayat-ayat Allah. Bukan saja tidak percaya, tetapi ditantangnya setiap Rasul yang datang membawa ayat-ayat Allah dengan sombong dan angkuh. Mereka merasa tidak pantas dipimpin oleh seorang Rasul yang mereka anggap kurang kemuliaannya (status sosialnya), kurang kekayaannya dan kurang umurnya dari mereka. Seperti halnya pemuka-pemuka suku Quraisy yang menantang Nabi Muhammad dengan sombong dan takabur, tidak mau percaya kepadanya dan tidak mau mengikutinya. Sebab mereka menganggap merekalah yang lebih berhak jadi pemimpin, seperti Abu Jahal, Abu Sufyan dan lain-lain. Mereka itu menganggap dirinya lebih mulia dari Nabi Muhammad. Begitu pula pemimpin-pemimpin Yahudi tidak mau percaya atas kerasulan Nabi Muhammad, karena bukan dari golongan Bani Israil, tetapi dari golongan bangsa Arab. Raja-raja dan pemimpin-pemimpin Majusi juga begitu, tidak mau menerima kerasulan Nabi Muhammad pada permulaannya, karena mereka memandang hina terhadap orang Arab. Tetapi akhirnya banyak juga di antara mereka yang masuk agama Islam di samping banyak pula yang membangkang, ingkar dan menolak sama sekali kerasulan Nabi saw. Mereka itulah yang akan menjadi penghuni neraka untuk selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 991, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 8, "page": 154, "manzil": 2, "ruku": 125, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faman azlamu mimmanif taraa 'alal laahi kaziban aw kazzaba bi Aayaatih; ulaaa'ika yanaaluhum naseebuhum minal Kitaab; hataaa izaa jaaa'at hum rusulunaa yatawaf fawnahum qaalooo aina maa kuntum tad'oonaa min doonil laahi qaaloo dalloo 'annaa wa shahidoo 'alaaa anfusihim annahum kaanoo kaafieen" } }, "translation": { "en": "And who is more unjust than one who invents about Allah a lie or denies His verses? Those will attain their portion of the decree until when Our messengers come to them to take them in death, they will say, \"Where are those you used to invoke besides Allah?\" They will say, \"They have departed from us,\" and will bear witness against themselves that they were disbelievers.", "id": "Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan dalam Kitab sampai datang para utusan (malaikat) Kami kepada mereka untuk mencabut nyawanya. Mereka (para malaikat) berkata, “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang musyrik) menjawab, “Semuanya telah lenyap dari kami.” Dan mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/991", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/991.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/991.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dengan melakukan kemaksiatan kemudian dengan dusta mereka menyatakan perbuatan itu sebagai perintah Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya, yaitu Al-Qur'an? Mereka, yakni orang-orang yang mendustakan dan menentang ayat-ayat Allah, itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan oleh Allah di dunia, dan hal ini telah dituliskan dalam Kitab Lauh Mahfuz. Namun demikian, hal ini berlangsung sampai ketika datang para utusan Kami, yaitu malaikat maut, kepada mereka untuk mencabut nyawanya dengan keras sehingga mereka merasakan sakit yang luar biasa. Mereka, yakni para malaikat yang diperintahkan untuk mencabut nyawa tersebut berkata, \"Wahai kalian yang senantiasa mendustakan Allah, manakah sembahan yang dulu biasa kamu sembah selain Allah? Apakah mereka mampu menolong kalian dan menyelamatkan diri dari kami?\" Dengan penuh kesadaran, mereka, yakni orang musyrik, menjawab, \"Semuanya telah lenyap dari kami.\" Dan mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa berdusta kepada Allah dan ayat-ayat-Nya, adalah pekerjaan yang paling zalim. Mengada-adakan dusta dan kebohongan terhadap Allah ialah mewajibkan yang tidak diwajibkan Allah, memutar-balikkan hukum-hukum, yang halal dikatakan haram, yang haram dikatakan halal, yang hak dikatakan batil, yang batil dikatakan hak, atau berani mengatakan bahwa Allah beranak dan bersekutu. Mendustakan ayat-ayat Allah berarti menolak, mempermainkan dan mengejeknya, perbuatan mereka dianggap sebagai perbuatan yang paling zalim, mereka akan menikmati kesenangan di dunia untuk sementara, namun di akhirat mereka akan diazab dengan azab yang sangat pedih. Itulah ketentuan Allah yang tertulis dalam kitab suci-Nya. Firman Allah: \n\nKami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras. (Luqman/31: 24)\n\nKetika orang yang zalim itu menikmati kesenangan di dunia, tiba-tiba hal itu berakhir, karena ajalnya sudah tiba ketika malaikat maut datang mencabut nyawanya. Barulah timbul penyesalan, ketika malaikat mengajukan pertanyaan kepadanya, manakah orang-orang yang kamu seru selama ini, kamu sembah, minta tolong dan tidak mau menyembah dan minta tolong kepada Allah? Panggillah mereka untuk menolong kamu agar terhindar dari bahaya api neraka yang kamu hadapi ini. Tapi apa daya, dengan sangat menyesal mereka menjawab, \"Orang-orang yang kami sembah dan kami minta tolong sudah hilang lenyap dari kami, kami tidak tahu ke mana pergi dan di mana tempatnya. Putuslah harapan kami untuk mendapat pertolongan darinya.\" Maka dengan terus terang mereka mengakui bahwa mereka telah mejadi kafir dan sesat karena menyembah dan minta tolong kepada berhala-berhala dan pemimpin-pemimpin yang mereka persekutukan dengan Allah.\n\nKejadian yang digambarkan ini adalah peringatan dan ancaman Allah terhadap orang kafir, agar berhati-hati jangan mengikuti propaganda dan tipu daya seseorang yang akibatnya akan membawa kepada kekafiran dan kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 992, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 8, "page": 155, "manzil": 2, "ruku": 125, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064d \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0622\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0636\u0650\u0639\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u0636\u0650\u0639\u0652\u0641\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalad khuloo feee umamin qad khalat min qablikum minal jinni wal insifin naari kullamaa dakhalat ummatul la'anat ukhtahaa hattaaa izad daarakoo feehaa jamee'an qaalat ukhraahum li oolaahum Rabbannaa haaa'u laaa'i adalloonaa fa aatihim 'azaaban di'fam minan naari qaala likullin di funw wa laakil laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "[Allah] will say, \"Enter among nations which had passed on before you of jinn and mankind into the Fire.\" Every time a nation enters, it will curse its sister until, when they have all overtaken one another therein, the last of them will say about the first of them \"Our Lord, these had misled us, so give them a double punishment of the Fire. He will say, \"For each is double, but you do not know.\"", "id": "Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka” Allah berfirman, “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tapi kamu tidak mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/992", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/992.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/992.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kepada orang-orang yang mengingkari-Nya, Allah berfirman, \"Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah sesat dan berlaku kafir lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk neraka, dia melaknat saudaranya yang dahulu sama-sama melakukan kekafiran, sehingga apabila mereka telah masuk neraka semuanya, yakni para pemimpin dan para pengikut, berkatalah orang yang masuk belakangan, yakni para pengikut, kepada para pemimpin mereka yang telah masuk terlebih dahulu, \"Ya Tuhan kami, mereka-lah yang telah menyesatkan kami dari kebenaran. Maka datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka.\" Allah berfirman, \"Masing-masing, yakni kamu dan mereka, akan mendapatkan siksaan yang berlipat ganda, tapi kamu tidak mengetahui.\"", "long": "Pada hari Kiamat, Allah memerintahkan kepada orang-orang kafir agar masuk ke dalam neraka, bersama-sama umat-umat yang terdahulu, dari jin dan manusia. Mereka sudah lebih dahulu masuk ke dalam neraka, karena kekafiran dan kedurhakaan mereka. Setan dari jin dan manusia selalu menggoda kaumnya dan menggoda manusia agar tersesat dari jalan yang benar. Mereka sudah lebih dahulu berada dalam neraka. Allah berfirman: Tinggalah kamu bersama-sama mereka dalam neraka dan jadikanlah mereka sebagai penolong-penolongmu, sebagaimana kamu hidup di dunia menjadikan mereka tempat minta tolong. Dari ayat ini jelaslah bahwa orang-orang kafir itu tidak sekaligus serempak masuk neraka semuanya, tetapi bergelombang. Gelombang pertama masuk, kemudian menyusul gelombang berikutnya, maka terjadilah kutuk-mengutuk sesama orang kafir itu dalam neraka. Setiap kali suatu umat masuk ke neraka, dan mereka melihat bagaimana hebatnya azab neraka itu, mereka mengutuk kawan-kawan yang telah menyesatkan mereka, dimana mereka mengikuti dengan penuh setia kawan-kawan yang telah menyesatkannya selama hidup di dunia, yang sekarang telah sama-sama terjerumus ke dalam neraka. Firman Allah: \n\n¦ Kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk¦ (al-'Ankabut/29: 25)\n\nOrang-orang musyrik mengutuk pemimpin-pemimpin yang telah menyesatkannya, begitu juga orang-orang Yahudi dan Nasrani mengutuk pemimpin-pemimpin yang telah menyesatkannya. Begitulah tiap-tiap umat atau golongan mengutuk kawan-kawannya yang jadi pemimpin yang telah menyesatkan selama hidup di dunia. Akhirnya kalau semuanya sudah masuk ke dalam neraka dan mereka sudah berkumpul di dalamnya, sudah sama-sama merasakan pedih azab neraka, maka berkatalah para pengikut kepada Allah, tentang pemimpin-pemimpin yang telah menyesatkan mereka, \"Ya Tuhan, pemimpin inilah yang menyesatkan kami, dan kami bertaklid buta mengikuti perintah mereka. Ya Allah, berikanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dalam neraka ini, lebih berat dari siksaan kami ini, karena mereka sesat dan menyesatkan kami.\" Allah memberi jawaban terhadap permintaan pengikut-pengikut itu, firman-Nya, \"Bagi masing-masing mereka sudah diberi azab yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak tahu.\" Mereka di dalam neraka sama-sama menderita, tidak ada perbedaan antara pengikut dengan pemimpin yang menyesatkan, karena mereka telah sesat dan menyesatkan orang lain. Demikian pula yang dipimpin karena mereka telah sesat dan bertaklid buta menerima kesesatan. Masing-masing golongan tidak mengetahui macam siksaan yang ditimpakan kepada yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 993, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 8, "page": 155, "manzil": 2, "ruku": 125, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalat oolaahum li ukhraahum famaa kaana lakum 'alainaa min fadlin fazooqul azaaba bimaa kuntum taksiboon" } }, "translation": { "en": "And the first of them will say to the last of them, \"Then you had not any favor over us, so taste the punishment for what you used to earn.\"", "id": "Dan orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/993", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/993.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/993.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang yang masuk terlebih dahulu berkata kepada yang masuk belakangan, \"Wahai para pengikutku, kita sama-sama telah sesat dan ketika di dunia kita sama-sama telah melakukan perbuatan yang mengundang murka Allah, karenanya kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami.\" Maka Allah berfirman kepada mereka semuanya, \"Rasakanlah azab itu karena perbuatan kufur dan maksiat yang telah kalian lakukan ketika hidup di dunia.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan, bagaimana cara pemimpin-pemimpin mereka berlepas diri dan tanggungjawab dari tuntutan pengikut-pengikutnya. Pemimpin-pemimpin yang telah lebih dahulu masuk neraka mengatakan: \"Kalau memang seperti yang kamu tuduhkan itu, bahwa kami menyesatkan kamu dan hendaklah azab kami dilipatgandakan dari azab yang kamu terima, maka sekarang kamu rasakan azab neraka ini karena kebodohanmu, mau disesatkan dari jalan yang benar. Kami tidak memaksamu untuk mengikuti kami tetapi kamu sendirilah yang memilih jalan yang sesat itu, berbuat dosa dan mendurhakai Allah. Begitulah akhirnya, mereka saling salah menyalahkan dan hal itu tidak ada gunanya lagi, karena mereka akan sama-sama berada dalam api neraka yang bergejolak itu.\n\nFirman Allah: \n\nDan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu. (az-Zukhruf/43: 39)" } } }, { "number": { "inQuran": 994, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 8, "page": 155, "manzil": 2, "ruku": 126, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0641\u064e\u062a\u0651\u064e\u062d\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0644\u0650\u062c\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa wastakbaroo 'anhaa laa tufattahu lahum ahwaabus samaaa'i wa laa yadkhuloonal jannata hattaa yalijal jamalu fee sammil khiyaat; wa kazaalika najzil mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who deny Our verses and are arrogant toward them - the gates of Heaven will not be opened for them, nor will they enter Paradise until a camel enters into the eye of a needle. And thus do We recompense the criminals.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/994", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/994.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/994.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat yang menunjukkan keesaan Kami dan menyombongkan diri terhadapnya dengan tidak mengindahkan syariat Kami, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka: doanya, perbuatannya, bahkan arwahnya. Dan pada hari kemudian mereka tidak akan mungkin masuk surga, sebelum, yakni kecuali jika terjadi sesuatu yang mustahil menurut akal manusia, yaitu unta masuk ke dalam lubang jarum yang demikian kecil. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat, para pendurhaka yang kedurhakaannya telah mendarah daging pada dirinya.", "long": "Yang dimaksud dengan mendustakan ayat-ayat Allah dalam ayat ini, ialah mendustakan hal-hal yang terkait dengan ketauhidan, seperti yang berhubungan dengan adanya Allah dan keesaan-Nya, yang berhubungan dengan kenabian, hari Kiamat, hari kebangkitan dan lain-lainnya. Mereka mendustakan, tidak mau menerima dan menolak ayat-ayat seperti ini dengan sombong dan congkak, maka mereka tidak akan dibukakan pintu langit.\n\nAda dua pengertian tentang tidak dibukakan pintu langit, di antaranya tidak akan diterima amal mereka dan tidak akan sampai kepada Allah, walaupun bagaimana besar amal dan usaha mereka. Bukan saja amal dan usaha mereka tidak sampai kepada Allah, juga doa dan permintaan mereka tidak akan sampai. Dalam pengertian lain menurut Ibnu 'Abbas roh mereka tidak langsung diterima Allah, karena Allah hanya menerima perkataan yang baik dan amal yang saleh, sebagaimana firman-Nya: \n\nKepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan, Dia akan mengangkatnya. (Fathir/35: 10)\n\nSelain dari itu mereka tidak akan masuk ke dalam surga buat selama-lamanya. Dalam ayat ini Allah memberikan perumpamaan bagi mereka, bahwa mereka tidak akan masuk surga, kecuali bila unta dapat masuk ke dalam lubang jarum. Maksudnya, mereka mustahil akan masuk surga buat selama-lamanya. Demikianlah balasan yang diberikan Allah terhadap mereka yang berdosa seperti itu, yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak mau menerimanya dengan cara menyombongkan diri." } } }, { "number": { "inQuran": 995, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 8, "page": 155, "manzil": 2, "ruku": 126, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064c \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0634\u064d \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lahum min jahannama mihaadunw wa min fawqihim ghawaash; wa kazaalika najziz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "They will have from Hell a bed and over them coverings [of fire]. And thus do We recompense the wrongdoers.", "id": "Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/995", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/995.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/995.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian digambarkan keadaan mereka di neraka. Bagi mereka, yaitu orang-orang yang senantiasa kufur dan bermaksiat kepada Allah, ada balasan lainnya yaitu tikar tidur dari api neraka di bawah mereka, dan di atas mereka ada selimut dari api neraka. Dengan balasan yang demikianlah Kami memberi balasan yang pantas kepada orang-orang yang senantiasa berbuat zalim, yakni mempersekutukan Allah dan mengada-ada sesuatu atas nama-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan lagi bahwa tempat mereka dalam neraka. Mereka mendapat tikar dan selimut dari api. Firman Allah: \n\nDan sungguh, Jahanam meliputi orang-orang yang kafir. (at-Taubah/9: 49)\n\nItulah balasan yang diberikan Allah terhadap orang-orang yang aniaya terhadap dirinya sendiri dan aniaya terhadap orang lain. Setiap orang kafir itu dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang aniaya." } } }, { "number": { "inQuran": 996, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 8, "page": 155, "manzil": 2, "ruku": 126, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064f\u0633\u0652\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati la nukallifu nafsan illaa wus'ahaaa ulaaa'ika Ashaabul jannati hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "But those who believed and did righteous deeds - We charge no soul except [within] its capacity. Those are the companions of Paradise; they will abide therein eternally.", "id": "Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/996", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/996.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/996.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini, Allah menerangkan tentang amal saleh serta ganjaran bagi orang yang melakukannya. Dan adapun orang-orang yang beriman, membenarkan Allah dan Rasul-Nya, meyakini kebenaran wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad, serta mengerjakan kebajikan dengan begitu ringannya dan tidak merasa terbebani, karena Kami sedikit pun tidak akan membebani seseorang untuk melakukan perintah dan menjauhi larangan melainkan menurut kadar kesanggupannya. Mereka, yaitu orang-orang yang beriman dan membuktikan keimanannya dengan melakukan amal kebajikan tanpa merasa terbebani, itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh sesuai dengan kesanggupannya akan menjadi penghuni surga. Hal ini sebagai balasan mereka mengimani Allah dan membenarkan kerasulan Nabi Muhammad, yang telah menyampaikan wahyu dan ajaran agama, dengan penuh ketaatan mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, mereka tidak akan dikeluarkan dari surga dan segala kenikmatan yang ada tidak akan dicabut untuk selama-lamanya.\n\nAllah tidak akan memikulkan kewajiban kepada seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Semua perintah dan larangan Allah, tidak berat dan tidak pula memberatkan. Amal saleh yang akan menjadikan seseorang sebagai penghuni surga adalah mudah, tidak sulit dan tidak susah. Agama Islam adalah agama yang mudah dikerjakan, bukan agama yang berat. Mudah dikerjakan oleh laki-laki - perempuan, tua - muda, dan orang sehat - orang sakit, bahkan mudah dikerjakan oleh semua lapisan masyarakat, kapanpun di mana pun mereka berada." } } }, { "number": { "inQuran": 997, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 8, "page": 155, "manzil": 2, "ruku": 126, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u063a\u0650\u0644\u0651\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0623\u064f\u0648\u0631\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naza'naa maa fee sudoorihim min ghillin tajree min tahtihimul anhaaru wa qaalul hamdu lillaahil lazee hadaanaa lihaaza wa maa kunna linahtadiya law laaa ann hadaanal laahu laqad jaaa'at Rusulu Rabbinaa bilhaqq; wa noodoo an tilkumul jannnatu ooristumoohaa bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And We will have removed whatever is within their breasts of resentment, [while] flowing beneath them are rivers. And they will say, \"Praise to Allah, who has guided us to this; and we would never have been guided if Allah had not guided us. Certainly the messengers of our Lord had come with the truth.\" And they will be called, \"This is Paradise, which you have been made to inherit for what you used to do.\"", "id": "dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/997", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/997.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/997.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berbeda dengan penghuni neraka yang saling mengutuk, penghuni surga hidup dengan hati yang bersih seperti digambarkan pada ayat ini. Dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka. Kemudian termasuk kesempurnaan nikmat yang mereka peroleh di surga adalah tempat tinggal yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Dan ketika hendak memasuki surga, mereka, penduduk surga, berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami untuk beramal saleh di dunia dan teguh untuk memegang ajaran-Nya sehingga kami mendapatkan nikmat masuk ke dalam surga ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk untuk menempuh jalan yang lurus ini sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran, yakni dengan membawa berita gembira bagi yang senantiasa mengikuti perintahnya, dan peringatan bagi orang yang menentangnya. Kini di surga kami menemukan dalam bentuk nyata apa yang mereka sampaikan itu.\" Dengan penuh penghormatan diserukan kepada mereka, \"Wahai orang yang bertakwa, itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa, yakni amal saleh, yang telah kamu kerjakan.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana keadaan penghuni surga yang jauh berbeda dari keadaan penghuni neraka, seperti siang dan malam. Penghuni surga tidak mempunyai rasa dendam dan benci. Allah membuang rasa dendam dan dengki itu dari dalam dada mereka. Allah menumbuhkan rasa kasih sayang, santun, menghormati, dan bergembira. Kebalikan dari penghuni neraka, mereka bermusuhan satu dengan yang lain, tuntut-menuntut, tuduh-menuduh dan hina-menghinakan. Penghuni surga bersenang-senang dan bergembira dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, tetapi penghuni neraka dalam keadaan susah dan bermuram durja, mereka diliputi oleh api yang bernyala-nyala. Penghuni surga senantiasa bersyukur dan berterimakasih, menunjukkan kebahagiaan dan kegembiraan mereka.\n\nMereka memuji Allah yang telah memberinya petunjuk selama hidup di dunia sehingga mereka menjadi orang yang beriman dan beramal saleh yang menyebabkan mereka menjadi penghuni surga. Kalau bukan karena petunjuk Allah, tentu mereka tidak mempercayai Rasul Allah, atau mereka akan menjadi orang yang zalim dan durhaka. Karena Rasul diutus untuk membawa ajaran-ajaran yang benar, menuntun umatnya mempercayai Allah Yang Maha Esa dan Maha Berkuasa dan mendorong mereka untuk mengerjakan amal saleh. Kemudian penghuni surga mendengar seruan dari malaikat, suatu seruan yang sangat menyenangkan dan menggembirakan, seruan yang merupakan penghormatan dan kemuliaan, yaitu inilah tempatmu yang bernama surga yang sudah diwariskan Allah untukmu sebagai balasan dari amal salehmu yang kamu kerjakan selama hidup di dunia.\n\nMasuk surga adalah balasan dari amal saleh yang dilandasi iman kepada Allah. Juga karena adanya rahmat dari Allah. Kalau rahmat dari Allah tidak ada, seseorang belum tentu akan masuk surga, yaitu suatu tempat kesenangan yang disediakan Allah bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh, tetapi bila tidak ada rahmat Allah, tentu seseorang tidak akan masuk surga. Sebab tidaklah sebanding amal saleh dengan nikmat surga itu.\n\nDari kata-kata \"Kami wariskan\" terkandung di dalamnya rahmat Allah. Tidak mungkin seseorang masuk surga, walaupun besar amal salehnya tanpa adanya rahmat Allah baginya. Sabda Rasulullah: \n\nAmal perbuatan (seseorang) tidak akan memasukkannya ke dalam surga. Mereka (para sahabat) bertanya, \"Apakah engkau juga begitu ya Rasulullah?\" Rasul menjawab, \"Juga saya begitu, kecuali kalau Allah memberikan kepada saya rahmat dan karunia-Nya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 998, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 8, "page": 156, "manzil": 2, "ruku": 126, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u0630\u0651\u064e\u0646\u064e \u0645\u064f\u0624\u064e\u0630\u0651\u0650\u0646\u064c \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naadaa Ashaabul jannati ashaaban Naari an qad wajadnaa maa wa'adannaa Rabbunaa haqqan fahal wajattum maa wa'ada Rabbukum haqqan qaaloo na'am; fa azzana mu'azzinum bainahum al la'natul laahi 'alaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And the companions of Paradise will call out to the companions of the Fire, \"We have already found what our Lord promised us to be true. Have you found what your Lord promised to be true?\" They will say, \"Yes.\" Then an announcer will announce among them, \"The curse of Allah shall be upon the wrongdoers.\"", "id": "Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, “Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?” Mereka menjawab, “Benar.” Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang zalim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/998", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/998.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/998.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah berada di surga dan bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karunia yang diperoleh, para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, \"Wahai penghuni neraka, sungguh, kami kini telah memperoleh secara nyata setelah sebelumnya kami yakini dalam hati apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami yaitu surga dan berbagai kenikmatan yang ada di dalamnya itu benar. Maka Apakah kamu juga telah memperoleh, yakni merasakan, apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu berupa siksaan dan azab yang pedih bagi para penentang dan pendurhaka itu benar?\" Mereka menjawab, \"Benar, kami telah mendapatkannya dan kini kami benar-benar dalam keadaan tersika.\" Kemudian penyeru, malaikat, mengumumkan di antara mereka, \"Laknat Allah bagi orang-orang zalim.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kelak di akhirat akan terjadi dialog antara penghuni surga dan penghuni neraka. Hal ini terjadi, setelah penghuni surga menetap dalam surga dan penghuni neraka sudah menetap dalam neraka. Penghuni surga dengan segala kenikmatan dan kesenangan yang diperoleh, dan dengan wajah berseri-seri menghadapkan mukanya ke arah penghuni neraka yang sedang menderita karena kedurhakaan dan kekafirannya kepada Allah dan kepada Rasulullah, seraya berkata, \"Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepada kami yang disampaikan Rasul-Nya. Kami telah memperoleh kesenangan, kemuliaan yang abadi yang tidak dapat kami ceritakan bagaimana nikmatnya dalam surga. Apakah kamu sudah memperoleh azab dan siksaan?\" Mereka menjawab, \"Benar, kami sedang menerima azab, sebagaimana yang telah diancamkan kepada kami dengan perantaraan Rasul-Nya.\" Di tengah-tengah percakapan yang seperti itu, terdengarlah satu seruan dari malaikat yang mengatakan, \"Kutukan Allah terhadap orang zalim yang menganiaya dirinya sendiri yang tidak mau menerima kasih sayang Allah semasa di dunia, yaitu memasuki surga yang sudah dijanjikan Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 999, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 8, "page": 156, "manzil": 2, "ruku": 126, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yasuddoona 'an sabeelil laahi wa yabghoo nahaa 'iwajanw wa hum bil Aakhirati kaafiroon" } }, "translation": { "en": "Who averted [people] from the way of Allah and sought to make it [seem] deviant while they were, concerning the Hereafter, disbelievers.", "id": "(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/999", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/999.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/999.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu orang-orang yang selama hidup di dunia senantiasa menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah dengan menempuh berbagai cara, dan, lebih dari itu, mereka pun membelokkannya, yakni menggiring manusia dari kebenaran menuju kesesatan. Mereka itulah yang mengingkari dan tidak mempercayai kehidupan akhirat.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan, siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim. Yaitu orang-orang yang selalu berusaha melarang diri mereka sendiri ataupun orang lain untuk menuruti jalan Allah sebagaimana yang telah disampaikan Rasul Allah. Melarang mengikuti ajaran-ajaran agama yang benar, untuk mencari keridaan Allah. Berusaha menyesatkan orang lain dari jalan yang benar.\n\nSelain dari itu termasuk orang yang zalim, ialah orang-orang yang berusaha menyelewengkan ajaran agama, tidak menurut ajaran yang sebenarnya. Cara yang mereka pakai untuk tujuan tersebut bermacam-macam. Di antara yang paling besar dosanya ialah menumbuhkan penyakit syirik. Tauhid diubah menjadi syirik dengan mencampuradukkan ajaran tauhid dengan ajaran agama lain dalam beribadah dan berdoa. Mempersekutukan Allah dengan berhala dan lain-lain atau dengan menjadikan berhala itu sebagai washilah kepada Allah, perbuatan itu adalah termasuk syirik dan jelas dilarang. Firman Allah: \n\nPadahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). (al-Bayyinah/98: 5)\n\nCara yang lain lagi ialah dengan menimbulkan segala macam keraguan dalam agama, mereka mempersulit cara yang berlebih-lebihan untuk mengerjakan berbagai perintah agama. Sehingga orang lambat-laun akan lari dari agama. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu termasuk orang-orang yang tak percaya kepada akhirat. Mereka tidak percaya datangnya hari Kiamat, tidak percaya dengan hari pembalasan dan lain-lain yang berhubungan dengan hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 1000, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 8, "page": 156, "manzil": 2, "ruku": 126, "hizbQuarter": 62, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0628\u064c \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064c \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0633\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa bainahumaa hijaab; wa 'alal A'raafi rijaaluny ya'rifoona kullam biseemaahum; wa naadaw Ashaabal jannati an salaamun 'alaikum; lam yadkhuloohaa wa hum yatma'oon" } }, "translation": { "en": "And between them will be a partition, and on [its] elevations are men who recognize all by their mark. And they call out to the companions of Paradise, \"Peace be upon you.\" They have not [yet] entered it, but they long intensely.", "id": "Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada tabir dan di atas A‘raf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal, masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga, “Salamun ‘alaikum” (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera (masuk)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1000", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1000.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1000.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara keduanya, yakni di antara penghuni surga dan neraka, ada tabir, dinding kokoh yang memisahkan mereka (Lihat: Surah al-Hadid/57: 13), dan di atas dinding tersebut terdapat A'raf yaitu tempat yang tertinggi, yang di atasnya ada orang-orang yang kebaikannya sama dengan keburukannya sehingga mereka masih menunggu keputusan Allah atas mereka, yang setiap penduduk surga dan neraka saling mengenal orang-orang tersebut, masing-masing dengan tanda-tandanya. Calon penduduk surga diketahui dengan wajahnya yang putih lagi bercahaya, sementara calon penghuni neraka dikenal dengan wajahnya yang hitam. Ketika mereka melihat surga dan penghuninya, mereka menyeru penghuni surga, \"Salamun 'alaikum\" (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk surga karena masih menunggu keputusan Allah atas mereka, tetapi mereka ingin segera masuk.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa antara penghuni surga dan penghuni neraka ada batas yang sangat kokoh. Batas itu berupa pagar tembok yang tidak memungkinkan masing-masing mereka untuk keluar dan untuk berpindah tempat. Di atas pagar tembok itu ada suatu tempat yang tertinggi, tempat orang-orang yang belum dimasukkan ke dalam surga. Mereka bertahan di sana menunggu keputusan dari Allah. Dari tempat yang tinggi itu mereka bisa melihat penghuni surga dan melihat penghuni neraka. Kedua penghuni itu kenal dengan tanda yang ada pada mereka masing-masing. Seperti mengenal mukanya yang telah disifatkan Allah dalam Al-Qur'an. Firman Allah: \n\nPada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram), tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan). Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka. ('Abasa/80: 38-42)\n\nMereka yang tinggal di tempat yang tinggi di atas pagar batas itu mempunyai kebaikan yang seimbang dengan kejahatannya, belum bisa dimasukkan ke dalam surga, tetapi tidak menjadi penghuni neraka. Mereka untuk sementara ditempatkan di sana, sambil menunggu rahmat dan karunia Allah untuk dapat masuk ke dalam surga.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah bersabda: \n\n\"Diletakkan timbangan pada hari Kiamat lalu ditimbanglah semua kebaikan dan kejahatan. Maka orang-orang yang lebih berat timbangan kebaikannya dari pada timbangan kejahatannya meskipun sebesar biji sawi/atom dia akan masuk surga\". Dan orang yang lebih berat timbangan kejahatannya dari pada timbangan kebaikannya meskipun sebesar biji sawi/atom, ia akan masuk neraka. Dikatakan kepada Rasulullah, bagaimana orang yang sama timbangan kebaikannya dengan timbangan kejahatannya? Rasulullah menjawab: mereka itulah penghuni A'raf, mereka itu belum memasuki surga tetapi mereka sangat ingin memasukinya.\" (Riwayat Ibnu Jarir dari Ibnu Mas'ud)\n\nSesudah itu Ibnu Mas'ud berkata, \"sesungguhnya timbangan itu bisa berat dan bisa ringan oleh sebuah biji yang kecil saja. Siapa yang timbangan kebaikan dan kejahatannya sama-sama berat, mereka penghuni A'raf, mereka berdiri menunggu di atas jembatan.\n\nKemudian mereka dipalingkan melihat penghuni surga dan neraka. Apabila mereka melihat penghuni surga, mereka mengucapkan: \"Keselamatan dan kesejahteraaan bagimu. Apabila pandangan mereka dipalingkan ke kiri, mereka melihat penghuni neraka, seraya berkata, \"Ya Tuhan kami janganlah Engkau tempatkan kami bersama dengan orang-orang zalim\". Mereka sama-sama berlindung diri kepada Allah dari tempat mereka. Ibnu Mas'ud berkata, \"Orang yang mempunyai kebaikan, mereka diberi cahaya yang menerangi bagian depan dan kanan mereka. Tiap-tiap orang dan tiap-tiap umat diberi cahaya setibanya mereka di atas jembatan, Allah padamkan cahaya orang-orang munafik laki-laki dan munafik perempuan. Tatkala penghuni surga melihat apa yang di hadapan orang-orang munafik, mereka berkata, \"Ya Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya kami.\" Adapun penghuni A'raf, cahaya mereka ada di tangan mereka, tidak akan tanggal. Pada waktu itu Allah berfirman : \n\nMereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera (masuk). (al-A'raf/7: 46)\n\nYang dimaksud dalam ayat ini, bahwa penghuni A'raf itu menyeru penghuni surga, mengucapkan selamat sejahtera, karena kerinduan mereka atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada penghuni surga. Mereka belum juga dapat masuk ke dalamnya, sedang hati mereka sudah sangat rindu untuk masuk." } } }, { "number": { "inQuran": 1001, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 8, "page": 156, "manzil": 2, "ruku": 126, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0635\u064f\u0631\u0650\u0641\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa surifat absaaruhum tilqaaa'a Ashaabin Naari qaalo Rabbanaa laa taj'alnaa ma'al qawmiz zaalimneen" } }, "translation": { "en": "And when their eyes are turned toward the companions of the Fire, they say, \"Our Lord, do not place us with the wrongdoing people.\"", "id": "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1001", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1001.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1001.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka takut dan berkata dengan penuh kekhawatiran, \"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu.\"", "long": "Ayat ini menerangkan, bila penghuni A'raf ini mengalihkan pandangannya ke arah penghuni neraka, timbullah ketakutan mereka, lalu memohon kepada Allah agar mereka jangan dimasukkan bersama orang-orang yang zalim itu ke dalam neraka. Sedangkan melihat penghuni surga adalah kesenangan dan kesukaan mereka. Karena itu ketika mereka melihat surga mengucapkan salam sejahtera, karena kerinduan hati mereka melihat kesenangan yang ada di dalamnya. Jadi maksud ayat ini adalah menumbuhkan rasa takut dan gentar kepada penghuni A'raf itu, agar dapat dijadikan pelajaran bagi manusia untuk berhati-hati agar jangan mengerjakan pekerjaan yang dapat mendatangkan dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 1002, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 8, "page": 156, "manzil": 2, "ruku": 127, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naadaaa Ashaabul A'raffi rijaalany ya'rifoonahum biseemaahum qaaloo maaa aghnaa 'ankum jam'ukum wa maa kuntum tastakbiroon" } }, "translation": { "en": "And the companions of the Elevations will call to men [within Hell] whom they recognize by their mark, saying, \"Of no avail to you was your gathering and [the fact] that you were arrogant.\"", "id": "Dan orang-orang di atas A‘raf (tempat yang tertinggi) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tandanya sambil berkata, “Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan, (ternyata) tidak ada manfaatnya buat kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1002", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1002.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1002.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang di atas A'raf, yaitu tempat yang tertinggi, menyeru penghuni neraka yang dahulu mendustakan ayat Allah dan Rasul-Nya dan senantiasa membanggakan harta bendanya, penghuni neraka tersebut adalah orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tandanya, mereka berkata, \"Wahai penghuni neraka, rasakanlah pedihnya azab Allah. Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan ketika di dunia, ternyata tidak ada manfaatnya sedikit pun buat kamu.\"", "long": "Ayat ini menerangkan dialog penghuni A'raf dengan penghuni neraka yang terdiri dari orang-orang yang sombong dan takabur pada masa hidup di dunia. Orang-orang yang merasa mulia karena kekayaan dan hartanya yang banyak, merasa bangga hidup di dunia, memandang hina terhadap orang-orang mukmin yang miskin dan lemah, yaitu lemah kekuatan dan lemah kedudukan, dan sedikit pengikutnya. Mereka selalu membanggakan, bahwa siapa yang hidup kaya dan mulia, serta berkuasa di dunia, itulah orang-orang yang akan berbahagia di akhirat dan terhindar dari azab Allah. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya: \n\nDan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, \"Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan.\" Dan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (dari pada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba/34: 34-35)\n\nPenghuni A'raf mengenali mereka dengan tanda-tanda yang ada pada mereka, seperti yang bermuka hitam dan berdebu serta tanda-tanda yang dapat dikenal semasa hidup di dunia, seperti pemimpin Quraisy dan golongan-golongannya yang menjadi musuh Islam, dan selalu menindas dan menganiaya orang-orang Islam, di antaranya Abu Jahal, Walid bin Mugirah, Ash bin Wail dan lain-lain. Penghuni A'raf mengatakan kepada mereka, \"Tidakkah dapat menolongmu dari siksaan api neraka harta kekayaanmu yang banyak, kesombonganmu terhadap orang-orang mukmin yang kamu anggap lemah. Tidak adakah faedah dan pahala yang kamu harapkan, sehingga kamu terlepas dari siksa yang pedih.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1003, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 8, "page": 156, "manzil": 2, "ruku": 127, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u06da \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "A haaa'ulaaa'il lazeena aqsamtum laa yanaaluhumul laahu birahma; udkhulul Jannata laa khawfun 'alaikum wa laaa antum tahzanoon" } }, "translation": { "en": "[Allah will say], \"Are these the ones whom you [inhabitants of Hell] swore that Allah would never offer them mercy? Enter Paradise, [O People of the Elevations]. No fear will there be concerning you, nor will you grieve.\"", "id": "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah, bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?” (Allah berfirman), “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu tidak pula akan bersedih hati.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1003", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1003.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1003.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika pembicaraan tentang golongan mukmin yang dulu mereka anggap lemah, miskin, dan hina, penghuni A'raf mengajukan pertanyaan dengan nada mencela dan menghina, \"Wahai penghuni neraka! Itukah orang-orang yang kamu telah berani bersumpah, berlagak sombong, dan menghina mereka bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?\" Kenyataannya sekarang, merekalah yang beruntung dan mendapatkan rahmat Allah. Kemudian sesudah percakapan itu Allah mempersilakan penghuni A'raf masuk ke dalam surga, sesudah tertahan sementara di tempat itu. Allah berfirman, \"Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu tidak pula akan bersedih hati.\"", "long": "Ayat ini menerangkan kelanjutan pembicaraan penghuni A'raf dengan mereka yang tersebut di atas. Ketika pembicaraan ditujukan kepada golongan orang mukmin yang mereka anggap lemah, miskin dan hina dan yang pernah mereka siksa dulu seperti shuhaib, Bilal dan Keluarga Yasir. Lalu diajukan pertanyaan kepada mereka dengan nada mencela dan menghina, \"Inikah orang-orang yang kamu katakan dulu, bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat dari Allah, sampai kamu berani bersumpah dan berlagak sombong sambil menghina mereka? Bagaimana kenyataannya sekarang, merekalah yang beruntung dan mendapat rahmat dari Allah, sedang kamu meringkuk dalam neraka menerima segala macam azab dan siksaan Allah.\n\nKemudian sesudah percakapan itu, Allah mempersilahkan penghuni A'raf masuk ke dalam surga, sesudah tertahan sementara di tempat yang bernama A'raf itu. Allah mempersilahkan, \"Masuklah ke dalam surga, kamu tidak usah merasa takut dan sedih di dalamnya. Begitulah keadaan orang-orang yang durhaka dan sombong semasa hidup di dunia, mereka di akhirat akan dihina dan dicela bukan saja oleh penghuni surga, tetapi juga oleh penghuni A'raf yang menunggu keputusan dari Allah untuk masuk ke dalam surga." } } }, { "number": { "inQuran": 1004, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 8, "page": 156, "manzil": 2, "ruku": 127, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0650\u064a\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naadaaa Ashaabun Naari Ashaabal jannati an afeedoo 'alainaa minal maaa'i aw mimma razaqakumul laah; qaaloo innal laaha harrama humaa 'alal kaafireen" } }, "translation": { "en": "And the companions of the Fire will call to the companions of Paradise, \"Pour upon us some water or from whatever Allah has provided you.\" They will say, \"Indeed, Allah has forbidden them both to the disbelievers.\"", "id": "Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, “Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab, “Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1004", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1004.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1004.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengisahkan dialog penghuni surga dengan penghuni neraka dan dialog penghuni A'raf dengan penghuni neraka, pada ayat ini Allah menceritakan dialog antara penghuni neraka dengan penghuni surga dan permintaan mereka agar diberi nikmat yang ada dalam surga itu. Panasnya api neraka membuat penghuni neraka sangat haus dan lapar, maka para penghuni neraka tidak malu-malu meminta tolong dan menyeru para penghuni surga, \"Tuangkanlah sedikit air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.\" Mereka, yakni penghuni surga, menjawab, \"Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya, yaitu air dan makanan, bagi orang-orang kafir, sebagaimana Allah mengharamkan mereka masuk surga dan menambah pedih siksaan neraka bagi mereka.\"", "long": "Ayat ini menerangkan, bahwa penghuni neraka meminta tolong kepada penghuni surga agar diberikan sedikit air atau makanan kepada mereka sebagai rezeki dan pemberian Allah kepada penghuni surga. Penghuni neraka sudah sangat haus dan lapar, karena panasnya api neraka. Maka dengan tidak malu-malu mereka minta tolong kepada penghuni surga agar diberi air dan makanan, sebenarnya mereka sudah tahu, bahwa permintaan mereka tidak akan berhasil, bahkan hanya untuk menambah siksaan saja kepada mereka. Maka permintaan mereka mendapat jawaban yang cukup menyedihkan perasaan mereka, menambah haus dan lapar mereka. Penghuni surga menjawab, \"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan air dan makanan bagi orang-orang kafir, sebagaimana Allah mengharamkan mereka masuk surga dan menambah pedih siksaan neraka bagi mereka. Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas: \n\n\"Bahwa seorang penghuni neraka memanggil kawannya,\"Wahai saudaraku, tolonglah aku, sesungguhnya aku telah terbakar, maka berikanlah sedikit air kepadaku. Maka dikatakanlah kepada saudaranya (yang diminta pertolongan) itu. Jawablah permintaan itu. Maka saudaranya membacakan ayat ini, \"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.\" (Riwayat Ibnu Jarir dari Ibnu 'Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 1005, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 8, "page": 156, "manzil": 2, "ruku": 127, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u0646\u0633\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeenat takhazoo deenahu lahwanw wa la'i-banw wa gharrat humul hayaatud dunyaa; fal Yawma nnannsaahum kamaa nasoo liqaaa'a Yawmihim haazaa wa maa kaanoo bi aayaatinaa yajhadoon" } }, "translation": { "en": "Who took their religion as distraction and amusement and whom the worldly life deluded.\" So today We will forget them just as they forgot the meeting of this Day of theirs and for having rejected Our verses.", "id": "(yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1005", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1005.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1005.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu orang-orang yang semasa hidupnya di dunia mengaku beragama tetapi mereka menjadikan agamanya sebagai permainan dan sendagurau, dan mereka telah tertipu dan tenggelam oleh buaian kenikmatan kehidupan dunia sehingga mereka hanya mengikuti hawa nafsu, bersenang-senang dan bergembira tanpa mempedulikan halal dan haram, yang hak dan yang batil. Maka pada hari ini, hari Kiamat, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan, yakni mengingkari, pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.", "long": "Ayat ini menerangkan, siapakah orang kafir yang telah diharamkan Allah minum dan makan makanan yang diberikan kepada penghuni surga. Mereka itulah orang-orang yang semasa hidup di dunia, mengaku beragama tapi hanya sekadar berolok-olok dan bermain-main saja. Mereka tidak beragama dengan maksud untuk mensucikan jiwanya dan untuk mendapatkan pahala di sisi Allah di akhirat nanti. Mereka beragama hanya sekadar nama saja, tetapi amal perbuatan mereka bertentangan dengan ajaran agama. Malahan kadang-kadang mereka menjadi penghalang berlakunya ajaran agama dalam masyarakat. \n\nMereka sudah tenggelam dalam buaian kenikmatan hidup di dunia. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, bersenang-senang dan bergembira dengan tidak memperdulikan halal haram, yang hak dan yang batil. Mereka tidak seperti orang-orang beriman, menjadikan dunia ibarat kebun untuk dapat ditanami dengan kebaikan-kebaikan yang hasilnya dapat dipetik nanti di akhirat. Karena sudah terbenam dalam gelombang keduniawian, dibuai dan diayun oleh kesenangan sementara, sedang kesenangan yang selama-lamanya mereka lupakan. Pantas kalau pada hari Kiamat Allah melupakan mereka, tidak menolong mereka, karena semasa hidup di dunia mereka lupa kepada Allah, seolah-olah mereka tidak akan pulang ke kampung yang abadi. Maka pada hari Kiamat Allah membiarkan mereka dalam api neraka yang menyala-nyala, karena mereka tidak mau berbuat amal saleh semasa hidup di dunia, tidak percaya akan hari akhirat dan mereka selalu membantah dan mendustakan ayat-ayat Allah yang disampaikan oleh Rasul-rasul-Nya bahkan mereka menentang Rasul-rasul Allah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1006, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 8, "page": 157, "manzil": 2, "ruku": 127, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0641\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad ji'naahum bi Kitaabin fassalnaahu 'alaa 'ilmin hudanw wa rahmatal liqawminy-yu'miinoon" } }, "translation": { "en": "And We had certainly brought them a Book which We detailed by knowledge - as guidance and mercy to a people who believe.", "id": "Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur'an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1006", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1006.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1006.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu diterangkan tentang keadaan penghuni surga, neraka, dan A'raf, dan juga dialog antara mereka yang dapat dijadikan pelajaran dan peringatan agar manusia terhindar dari penyesalan dan mendapat petunjuk kepada jalan yang benar. Pada ayat-ayat ini diterangkan tentang kitab Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, dan diterangkan pula bagaimana akibat orang-orang yang menentang dan mendustakannya pada hari Kiamat. Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab yang agung, yaitu Al-Qur'an, kepada mereka yang Kami jelaskan beragam bukti yang mudah dipahami, dan penjelasan itu atas dasar pengetahuan Kami yang sangat luas, mantap, dan menyeluruh sehingga tidak ada kekurangan dan kelemahannya. Kitab itu benar-benar sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.", "long": "Ayat ini menjelaskan tentang kitab yang telah diturunkan kepada manusia, yaitu Al-Qur'an kitab samawi yang mengandung penjelasan-penjelasan dan petunjuk-petunjuk bagi manusia dalam ayat-ayat yang cukup jelas dan terang karena telah dijelaskan oleh Allah kepada manusia dengan perantaraan Rasul-Nya Muhammad saw. Al-Qur'an itu menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman yang mempercayai bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah. Bila seseorang mau mempelajarinya, dan mau mengamalkan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya, dia akan mendapatkan kebahagiaan dan rahmat Allah. Al-Qur'an berisi pokok-pokok dasar agama secara umum, baik yang berhubungan dengan akidah dan ibadah, maupun yang berhubungan dengan muamalah, pergaulan yang luas antar bangsa di dunia ini.\n\nDengan adanya Al-Qur'an sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia, maka diharapkan penyakit taklid buta dengan mengikuti cara-cara nenek moyang yang tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur'an, syirik, menyembah selain Allah, seperti berhala, kubur yang dianggap keramat, dan lainnya dapat dihilangkan. Al-Qur'an mengajarkan tauhid, hanya kepada Allah manusia beribadah dan meminta pertolongan. Dengan demikian, ungkapan seperti yang terdapat dalam firman Allah di bawah ini tidak terdengar lagi, yaitu: \n\n\"Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.\" (az-Zukhuf/43: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 1007, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 8, "page": 157, "manzil": 2, "ruku": 127, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064f\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064f\u0641\u064e\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0634\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0641\u064e\u0646\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "hal yanzuroona illaa taa weelah; yawma yaatee taaweeluhoo yaqoolul lazeena nasoohu min qablu qad jaaa'at Rusulu Rabbinaa bilhaqq; fahal lanaa min shufa'aaa'a fa yashfa'oo lanaaa aw nuraddu fana'mala ghairal lazee kunnaa na'mal; qad khasirooo anfusahum wa dalla 'anhum maa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "Do they await except its result? The Day its result comes those who had ignored it before will say, \"The messengers of our Lord had come with the truth, so are there [now] any intercessors to intercede for us or could we be sent back to do other than we used to do?\" They will have lost themselves, and lost from them is what they used to invent.", "id": "Tidakkah mereka hanya menanti-nanti bukti kebenaran (Al-Qur'an) itu. Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?” Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri dan apa yang mereka ada-adakan dahulu telah hilang lenyap dari mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1007", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1007.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1007.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir tidaklah beriman kepada berita-berita dalam AlQur'an, walaupun sudah sedemikian jelas bukti-bukti kebenarannya. Tidakkah mereka hanya menanti-nanti melainkan setelah nyata bagi mereka bukti kebenaran Al-Qur'an itu. Pada hari Kiamat ketika bukti kebenaran pemberitaan Al-Qur'an itu tiba, seperti berita tentang hari kebangkitan, surga, dan neraka, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya, yakni meninggalkan tuntunannya, berkata, \"Sungguh ketika di dunia, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran, antara lain tentang hari kebangkitan, namun kami kafir dan ingkar padanya. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami, agar kami terhindar dari siksa yang pedih ini atau agar kami dikembalikan ke dunia sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?\" Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka enggan beriman ketika di dunia dan apa yang mereka ada-adakan dahulu, yakni tuhan-tuhan yang mereka sembah telah hilang dan lenyap dari mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana keadaan orang-orang yang tidak mau menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan pedoman dalam hidupnya untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mereka lebih mempercayai ajaran nenek moyang yang sesat dari pada ajaran Al-Qur'an yang disampaikan Rasulullah saw dengan benar. Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka menunggu datangnya hukuman Allah yang mengakibatkan penyesalan. Pada hari Kiamat, apa yang mereka tunggu itu menjadi kenyataan. \n\nJanji dan ancaman yang disampaikan para rasul akan terbukti pada hari Kiamat, yaitu orang yang beriman dan berbuat baik akan mendapat kebahagiaan, dan orang yang kafir akan menerima hukuman dan berada dalam kesengsaraan. Pada hari itu, orang-orang yang lupa kepada Allah dan tidak percaya kepada para rasul yang telah membawa petunjuk dan kebenaran, bahkan mereka juga yang ragu dan menentangnya. Karena itu, bila mereka mendapat hukuman, maka hal itu merupakan suatu yang wajar. \n\nPada hari itu mereka tidak punya daya untuk menghindar dari hukuman. Yang dapat mereka lakukan hanya berangan-angan kalau saja ada pertolongan dari orang atau sesuatu yang pernah diagungkan atau disembah, seperti nenek moyang yang dijadikan rujukan taklid atau berhala yang dijadikan sembahan. Mereka juga berangan-angan untuk dikembalikan hidup ke dunia, agar mereka dapat bekerja dan beramal baik sesuai dengan ajaran Allah. Angan-angan seperti ini tidak mungkin terjadi. Mereka tidak dapat kembali ke dunia, karena alam dan isinya telah hancur. Karena itu, pada akhir ayat ini disebutkan bahwa mereka telah merugi. Di dunia mereka merugi karena telah mengotori dirinya dengan syirik dan maksiat, dan di akhirat mereka juga merugi karena mendapat hukuman.\n\nMereka merugi karena semua yang mereka kerjakan di dunia tidak membawa keuntungan sedikit pun. Hilang dan lenyap dari pandangan mereka apa yang mereka ada-adakan selama ini. Mereka mengharapkan syafa'at dari sesuatu yang mereka sembah. Syafa'at yang diharap-harapkan itu tak kunjung datang. Akhirnya timbul penyesalan dan kerugian." } } }, { "number": { "inQuran": 1008, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 8, "page": 157, "manzil": 2, "ruku": 128, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0634\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u064a\u064e\u0637\u0652\u0644\u064f\u0628\u064f\u0647\u064f \u062d\u064e\u062b\u0650\u064a\u062b\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u064e \u0645\u064f\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u06d7 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna Rabbakkumul laahul lazee khalaqas sammaawaati wal arda fee sittati qiyaamin summmas tawaa 'alal 'arshi yughshil lailan nahaara yatlu buhoo haseesanw washshamsa walqamara wannujooma musakhkharaatim bi amrih; alaa lahul khalqu wal-amr; tabaarakal laahu Rabbul 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord is Allah, who created the heavens and earth in six days and then established Himself above the Throne. He covers the night with the day, [another night] chasing it rapidly; and [He created] the sun, the moon, and the stars, subjected by His command. Unquestionably, His is the creation and the command; blessed is Allah, Lord of the worlds.", "id": "Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1008", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1008.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1008.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Tuhanmu, Pemelihara dan Pembimbingmu, adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa atau periode, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy sesuai dengan kebesaran dan keagunganNya. Dia menutupkan malam dengan kegelapannya kepada siang yang mengikutinya dengan cepat sehingga begitu siang datang, ketika itu juga malam pergi. Semua makhluk-Nya termasuk matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan, yakni menetapkan ukuran tertentu bagi ciptaan dan segala urusan, menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.", "long": "Pada permulaan ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa). Dialah Pemilik, Penguasa dan Pengaturnya, Dialah Tuhan yang berhak disembah dan kepada-Nya manusia harus meminta pertolongan.\n\nWalaupun yang disebutkan dalam ayat ini hanya langit dan bumi saja, tetapi yang dimaksud ialah semua yang ada di alam ini, karena yang dimaksud dengan langit ialah semua alam yang di atas, dan yang dimaksud dengan bumi ialah semua alam di bawah, dan termasuk pula alam yang ada di antara langit dan bumi sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: \n\nYang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. (al-Furqan/25: 59)\n\nAdapun yang dimaksud dengan enam hari ialah enam masa yang telah ditentukan Allah, bukan enam hari yang kita kenal ini yaitu hari sesudah terciptanya langit dan bumi, sedang hari dalam ayat ini adalah sebelum itu. Berikut ini penjelasan arti enam hari dalam ayat ini menurut para ilmuwan: \n\nMenurut Marconi (2003) penjelaskan keenam masa tersebut sebagai berikut: Masa Pertama, yakni masa sejak 'Dentuman Besar (Big Bang) dari Singularity, sampai terpisahnya Gaya Gravitasi dari Gaya Tunggal (Superforce), ruang-waktu mulai memisah. Namun Kontinuum Ruang-Waktu yang lahir masih berujud samar-samar, dimana energi-materi dan ruang-waktu tidak jelas bedanya. Masa Kedua, masa terbentuknya inflasi Jagad Raya, namun Jagad Raya ini masih belum jelas bentuknya, dan disebut sebagai Cosmic Soup (Sup Kosmos). Gaya Nuklir-Kuat memisahkan diri dari Gaya Elektro-Lemah, serta mulai terbentuknya materi-materi fundamental: quarks, antiquarks, dan sebagainya. Jagad Raya mulai mengembang. Masa Ketiga, masa terbentuknya inti-inti atom di Jagad Raya ini. Gaya Nuklir-Lemah mulai terpisah dengan Gaya Elektromagnetik. Inti-inti atom seperti proton, netron, dan meson tersusun dari quark-quark ini. Masa ini dikenal sebagai masa pembentukan inti-inti atom (Nucleosyntheses). Ruang, waktu serta materi dan energi, mulai terlihat terpisah. Masa Keempat, elektron-elektron mulai terbentuk, namun masih dalam keadaan bebas, belum terikat oleh inti-atom untuk membentuk atom yang stabil. Masa Kelima, terbentuknya atom-atom yang stabil, memisahnya materi dan radiasi, dan Jagad Raya, terus mengembang dan mulai nampak transparan. Masa Keenam, Jagad raya terus mengembang, atom-atom mulai membentuk aggregat menjadi molekul-molekul, makro-molekul, kemudian membentuk proto-galaksi, galaksi-galaksi, bintang-bintang, tata-surya tata surya, dan planet-planet. \n\nAdapun mengenai lamanya sehari menurut agama hanya Allah yang mengetahui, sebab dalam Al-Qur'an sendiri ada yang diterangkan bahwa sehari di sisi Allah sama dengan seribu tahun, dalam firman-Nya yang disebutkan: \n\nDan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (al-hajj/22: 47)\n\nDan ada pula yang diterangkan lima puluh ribu tahun seperti dalam firman-Nya: \n\nPara malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun. (al-Ma'arij/70: 4)\n\nAda beberapa hadis yang menunjukkan bahwa hari yang enam itu ialah hari-hari kita sekarang di antaranya yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata: \n\n\"Rasulullah memegang tanganku lalu bersabda, \"Allah menciptakan tanah pada hari Sabtu, menciptakan bukit-bukit pada hari Ahad, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal-hal yang tak baik pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, menciptakan gunung-gunung pada hari Kamis, dan menciptakan Adam pada hari Jum'at sesudah Asar, merupakan ciptaan terakhir, pada saat terakhir itu antara waktu asar dan permulaan malam\". (Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nHadis ini ditolak oleh para ahli hadis karena bertentangan dengan nash Al-Qur'an. Dari segi sanadnya pun hadis ini adalah lemah karena dirawikan oleh Hajjad bin Muhammad al-Ajwar dari Juraij yang sudah tidak waras di akhir hayatnya. Menurut al-Manar hadis ini termasuk hadis-hadis Israiliyat yang dibikin oleh kaum Yahudi dan Nasrani dan dikatakan dari Rasulullah saw. Pada ayat-ayat yang lain diterangkan lebih terperinci lagi tentang masa-masa penciptaan langit dan bumi seperti terdapat dalam firman Allah: \n\nKatakanlah, \"Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan seluruh alam.\" (Fushshilat/41: 9)\n\nAllah menciptakan gunung-gunung yang kokoh di atas bumi. Dia memberkahi dan menentukan kadar makanan penghuninya dalam empat masa yang sama (cukup) sesuai bagi siapa yang memerlukannya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan bumi itu masih merupakan asap, Allah berkata kepadanya dan kepada bumi, \"Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka atau terpaksa. Keduanya menjawab, \"Kami datang dengan suka.\" Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang terdekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.\n\nDari ayat-ayat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: \n\n1.Penciptaan bumi yang berasal dari gumpalan-gumpalan yang kelihatan seperti asap adalah dua masa dan penciptaan tanah, bukit-bukit, gunung-gunung serta bermacam-macam tumbuh-tumbuhan dan bintang dalam dua masa pula. Dengan demikian sempurnalah penciptaan bumi dan segala isinya dalam empat masa.\n\n2.Penciptaan langit yang berasal dari gumpalan-gumpalan kabut itu dengan segala isinya dalam dua masa pula. Adapun bagaimana prosesnya kejadian langit dan bumi. Al-Qur'an tidak menjelaskannya secara terperinci dan kewajiban para ahli untuk menyelidikinya dan mengetahui waktu atau masa yang diperlukan untuk masing-masing tahap dari tahap-tahap kejadiannya.\n\nKemudian setelah selesai penciptaan langit dan bumi, Allah bersemayam di atas Arsy mengurus dan mengatur semua urusan yang berhubungan dengan langit dan bumi sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Tentang bagaimana Allah bersemayam di atas Arsy-Nya dan bagaimana Dia mengatur semesta alam ini tidaklah dapat disamakan atau digambarkan seperti bersemayamnya seorang raja di atas singgasananya karena Allah tidak boleh dimisalkan atau disamakan dengan makhluk-Nya. Namun hal ini harus dipercayai dan diimani dan hanya Allah sendiri Yang Mengetahui bagaimana hakikatnya. Para sahabat Nabi tidak ada yang merasa ragu dalam hatinya mengenai bersemayam-Nya Allah di atas Arsy. Mereka meyakini hal itu dan beriman kepada-Nya tanpa mengetahui bagaimana gambarannya. Demikianlah Imam Malik berkata ketika ditanyakan kepadanya masalah bersemayamnya Allah di atas Arsy sebagai berikut, \"Bersemayamnya Allah adalah suatu hal yang tidak asing lagi, tetapi bagaimana caranya tidak dapat dipikirkan.\"\n\nKerasulan itu adalah dari Allah dan kewajiban Rasul ialah menyampaikan, maka kewajiban manusia ialah membenarkannya. Demikianlah pendapat dan pendirian ulama-ulama dari dahulu sampai sekarang, maka tidak wajar manusia memberanikan diri untuk menggambarkan bersemayam-Nya Allah di atas Arsy-Nya. Na'im bin Ahmad guru Imam al-Bukhari berkata tantang hal itu, \"Orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya adalah kafir, orang yang mengingkari sifat Allah sebagaimana diterangkan-Nya (dalam kitab-Nya) adalah kafir, dan tiadalah dalam sifat Allah yang diterangkan-Nya atau diterangkan Rasul-Nya sesuatu penyerupaan. Maka barang siapa yang menetapkan hal-hal yang diterima dari hadis yang sahih sesuai dengan keagungan Allah dan meniadakan sifat-sifat kekurangan bagi-Nya, maka sesungguhnya dia telah menempuh jalan yang benar. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Dialah yang menutupi siang dan malam sehingga hilanglah cahaya matahari di permukaan bumi dan hal ini berlaku sangat cepat. Maksudnya malam itu selalu mengejar cahaya matahari telah tertutup terjadilah malam dan di tempat yang belum terkejar oleh malam, matahari tetap meneranginya dan di sana tetaplah siang. Demikianlah seterusnya pergantian siang dengan malam atau pergantian malam dengan siang. Dalam ayat lain Allah berfirman: \n\nDia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun. (az-Zumar/39: 5)\n\nHal ini terjadi karena bumi yang berbentuk bulat selalu berputar pada sumbunya di bawah matahari. Dengan demikian, pada permukaan bumi yang kena cahaya matahari terjadilah siang dan pada muka bumi yang tidak terkena cahayanya terjadilah malam. Kemudian Allah menerangkan pula bahwa matahari, bulan dan bintang semuanya tunduk di bawah perintah-Nya dan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Semuanya bergerak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan dan di antaranya tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan yang telah ditentukan itu. Dengan demikian terjadilah suatu keharmonisan dan keserasian dalam perjalanan masing-masing sehingga tidak akan terjadi perbenturan atau tabrakan antara satu dengan yang lainnya, meskipun di langit terdapat bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya yang jumlahnya tak terhingga. Semua itu adalah karena Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Mahasuci Allah Tuhan semesta alam. Hanya Allah yang patut disembah, kepada-Nya setiap hamba harus memanjatkan doa memohon karunia dan rahmat-Nya dan kepada-Nya pula setiap hamba harus bersyukur dan berterima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Sungguh amat jauh kesesatan orang yang mempersekutukan-Nya dengan makhluk-Nya dan memohonkan doa kepada sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat atau mudarat." } } }, { "number": { "inQuran": 1009, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 8, "page": 157, "manzil": 2, "ruku": 128, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0631\u0651\u064f\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064f\u0641\u0652\u064a\u064e\u0629\u064b \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ud'oo Rabbakum tadarru'anw wa khufyah; innahoo laa yuhibbul mu'tadeen" } }, "translation": { "en": "Call upon your Lord in humility and privately; indeed, He does not like transgressors.", "id": "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1009", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1009.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1009.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berdoalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan dan memeliharamu, dengan rendah hati dan suara yang lembut, yakni tidak terlalu keras, namun tidak pula terlalu pelan, tetapi di antara keduanya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas dalam berdoa dan segala hal.", "long": "Ayat ini mengandung etika dalam berdoa kepada Allah. Berdoa adalah munajat antara hamba dengan Tuhannya untuk menyampaikan suatu permintaan agar Allah berkenan mengabulkannya. Maka berdoa kepada Allah hendaklah dengan penuh kerendahan hati, dengan betul-betul khusyuk dan berserah diri. Kemudian berdoa itu disampaikan dengan suara lunak dan lembut yang keluar dari hati sanubari yang bersih. Berdoa dengan suara yang keras, menghilangkan kekhusyukan dan mungkin menjurus kepada ria dan pengaruh-pengaruh lainnya dan dapat mengakibatkan doa itu tidak dikabulkan Allah. Doa tidak harus dengan suara yang keras, sebab Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.\n\nDiriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy'ari, ia berkata, \"Ketika kami bersama-sama Rasulullah saw dalam perjalanan, terdengarlah orang-orang membaca takbir dengan suara yang keras. Maka Rasulullah bersabda: \n\n\"Sayangilah dirimu jangan bersuara keras, karena kamu tidak menyeru kepada yang pekak dan yang jauh. Sesungguhnya kamu menyeru Allah Yang Maha Mendengar lagi Dekat dan Dia selalu beserta kamu\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy'ari)\n\nBersuara keras dalam berdoa, bisa mengganggu orang, lebih-lebih orang yang sedang beribadah, baik dalam masjid atau di tempat-tempat ibadah yang lain, kecuali yang dibolehkan dengan suara keras, seperti talbiyah dalam musim haji dan membaca takbir pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Allah memuji Nabi Zakaria a.s. yang berdoa dengan suara lembut: \n\n(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (Maryam/19: 3)\n\nKemudian ayat ini ditutup dengan peringatan, \"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampau batas.\" Maksudnya, dilarang melampaui batas dalam segala hal, termasuk berdoa. Tiap-tiap sesuatu sudah ditentukan batasnya yang harus diperhatikan, jangan sampai dilampaui.\n\nBersuara keras dan berlebih-lebihan dalam berdoa termasuk melampaui batas, Allah tidak menyukainya. Termasuk juga melampaui batas dalam berdoa, meminta sesuatu yang mustahil adanya menurut syara' ataupun akal, seperti seseorang meminta agar dia menjadi kaya, tetapi tidak mau berusaha atau seseorang menginginkan agar dosanya diampuni, tetapi dia masih terus bergelimang berbuat dosa dan lain-lainnya. Berdoa seperti itu, namanya ingin mengubah sunatullah yang mustahil terjadinya. Firman Allah: \n\nMaka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi ketentuan Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu. (Fathir/35: 43)\n\nBerdoa dihadapkan kepada selain Allah atau dengan memakai perantara (washilah) orang yang sudah mati adalah melampaui batas yang sangat tercela. Berdoa itu hanya dihadapkan kepada Allah, tidak boleh menyimpang kepada yang lain. Allah berfirman: \n\nKatakanlah (Muhammad), \"Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya.\" Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti.\" (al-Isra'/17: 56-57)\n\nHadis Nabi saw: \n\nDiriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata, \"Telah bersabda Rasulullah saw, \"Mintalah kepada Allah washilah untukku. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, apakah washilah itu? Rasulullah menjawab: \"Dekat dengan Allah azza Wa Jalla, kemudian Rasulullah membaca ayat; (mereka sendiri) mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah.\" (Riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu Mardawaih)" } } }, { "number": { "inQuran": 1010, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 8, "page": 157, "manzil": 2, "ruku": 128, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0645\u064e\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tufsidoo fil ardi ba'da islaahihaa wad'oohu khawfanw wa tama'aa; inna rahmatal laahi qareebum minal muhsineen" } }, "translation": { "en": "And cause not corruption upon the earth after its reformation. And invoke Him in fear and aspiration. Indeed, the mercy of Allah is near to the doers of good.", "id": "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1010", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1010.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1010.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diciptakan dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut sehingga kamu lebih khusyuk dan terdorong untuk menaati-Nya, dan penuh harap terhadap anugerah-Nya dan pengabulan doamu. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.", "long": "Dalam ayat ini Allah melarang manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi. Larangan membuat kerusakan ini mencakup semua bidang, seperti merusak pergaulan, jasmani dan rohani orang lain, kehidupan dan sumber-sumber penghidupan (pertanian, perdagangan, dan lain-lain), merusak lingkungan dan lain sebagainya. Bumi ini sudah diciptakan Allah dengan segala kelengkapannya, seperti gunung, lembah, sungai, lautan, daratan, hutan dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk keperluan manusia, agar dapat diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, manusia dilarang membuat kerusakan di muka bumi.\n\nSelain itu, Allah juga menurunkan agama dan mengutus para rasul untuk memberi petunjuk agar manusia dapat hidup dalam kebahagiaan, keamanan dan kedamaian. Sebagai penutup kenabian, Allah mengutus Rasulullah saw yang membawa ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Bila manusia mengikuti ajaran Islam dengan benar, maka seluruhnya akan menjadi baik, manusia menjadi baik, bangsa menjadi baik, dan negara menjadi baik pula. \n\nSesudah Allah melarang manusia membuat kerusakan, maka di akhir ayat ini diungkap lagi tentang etika berdoa. Ketika berdoa untuk urusan duniawi atau ukhrawi, selain dengan sepenuh hati, khusuk dan suara yang lembut, hendaknya disertai pula dengan perasaan takut dan penuh harapan. Cara berdoa semacam ini akan mempertebal keyakinan dan akan menjauhkan diri dari keputusasaan, karena langsung memohon kepada Allah yang Mahakuasa dan Mahakaya. Rahmat Allah akan tercurah kepada orang yang berbuat baik, dan berdoa merupakan perbuatan baik. Oleh karenanya, rahmat Allah tentu dekat dan akan tercurah kepadanya. Anjuran untuk berbuat baik banyak diungkap dalam Al-Qur'an, seperti berbuat baik terhadap tetangga, kepada sesama manusia, kepada kawan, kepada lingkungan dan lainnya. Karena itu, bila seseorang akan menyembelih binatang, hendaknya ia melakukan dengan cara yang baik, yaitu dengan pisau yang tajam agar tidak menyebabkan penderitaan bagi binatang itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1011, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 8, "page": 157, "manzil": 2, "ruku": 128, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u064e \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u062b\u0650\u0642\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0633\u064f\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0644\u0650\u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee yursilur riyaaha bushram baina yadai rahmatihee hattaaa izaaa aqallat sahaaban siqaalan suqnaahu libaladim maiyitin fa annzalnaa bihil maaa'a fa akhrajnaa bihee minn kullis samaraat; kazaalika nukhrijul mawtaa la'allakum tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And it is He who sends the winds as good tidings before His mercy until, when they have carried heavy rainclouds, We drive them to a dead land and We send down rain therein and bring forth thereby [some] of all the fruits. Thus will We bring forth the dead; perhaps you may be reminded.", "id": "Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1011", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1011.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1011.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Allah yang meniupkan dan menggerakkan angin sebagai kabar gembira, yakni tanda yang mendahului kedatangan rahmat-Nya, yaitu turunnya hujan, sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus yang telah rusak tanamannya karena ketiadaan air, lalu Kami turunkan hujan lebat di daerah yang tandus itu hingga daerah tersebut menjadi subur. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan dan tanaman yang beragam warna dan rasanya. Seperti menumbuhkan tanah yang sudah mati menjadi subur itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu, wahai manusia, mengambil pelajaran bahwa hari kebangkitan adalah benar adanya.", "long": "Dengan kedua ayat ini Allah menegaskan bahwa salah satu karunia besar yang dilimpahkan kepada hamba-Nya ialah menggerakkan angin sebagai tanda bagi kedatangan nikmat-Nya yaitu angin yang membawa awan tebal yang dihalaunya ke negeri yang kering yang telah rusak tanamannya karena ketiadaan air, kering sumurnya karena tak ada hujan dan penduduknya menderita karena haus dan lapar. Lalu Dia menurunkan di negeri itu hujan yang lebat sehingga negeri yang hampir mati itu menjadi subur kembali dan sumur-sumurnya penuh berisi air dengan demikian hiduplah penduduknya dengan serba kecukupan dari hasil tanaman-tanaman itu yang berlimpah-ruah.\n\nMengenai peran hujan yang \"menghidupkan\" lahan yang \"mati\" yang disebutkan dalam Al-Qur'an sudah dianalisa oleh para pakar ilmu pengetahuan karena hujan, di samping membawa butiran air, suatu materi yang penting untuk kehidupan semua mahluk hidup di dunia, ternyata butiran air hujan juga membawa serta material yang berfungsi sebagai pupuk. Saat air laut yang menguap dan mencapai awan, ia mengandung sesuatu yang dapat merevitalisasi daratan yang mati. Butiran air hujan yang mengandung bahan-bahan revitalisasi tersebut biasa dikenal dengan nama \"surface tension droplets\". Bahan-bahan ini diperoleh dari lapisan permukaan laut yang ikut menguap. Pada lapisan tipis dengan ketebalan kurang dari seper-sepuluh milimeter dan biasa disebut \"lapisan mikro\" oleh para ahli biologi ini, ditemukan banyak serasah organik yang berasal dari dekomposisi algae renik dan zooplankton. Beberapa serasah ini mengumpulkan dan menyerap beberapa elemen, seperti fosfor, magnesium dan potasium, yang jarang diperoleh di dalam air laut. Serasah ini juga menyerap logam berat seperti tembaga, zink, cobalt dan lead. Tanaman di daratan akan memperoleh sebagian besar garam-garam mineral dan elemen lainnya yang diperlukan untuk pertumbuhannya bersamaan dengan datangnya air hujan.\n\nGaram-garam yang turun bersama air hujan, merupakan suatu miniatur dari pupuk yang biasa digunakan dalam pertanian (Natrium, Potasium, Kalium dan sebagainya). Logam berat di udara akan membentuk elemen yang akan meningkatkan produktivitas pada saat pertumbuhan dan pembuahan tanaman. Dengan demikian, hujan adalah sumber pupuk yang sangat penting. Dengan pupuk yang dikandung pada butiran hujan saja, dalam waktu 100 tahun, tanah yang miskin hara dapat mengumpulkan semua elemen yang diperlukan untuk tumbuhnya tanaman. Hutan juga tumbuh dan memperoleh keperluan hidupnya dari semua bahan kimia yang berasal dari laut.\n\nDengan cara demikian, setiap tahun sekitar 150 ton pupuk jatuh ke bumi. Tanpa mekanisme ini, maka mungkin jumlah jenis tanaman tidak akan sebanyak yang kita ketahui saat ini dan kemungkinan ketidak seimbangan ekologi dapat juga terjadi.\n\nMemang tidak semua negeri yang mendapat limpahan rahmat itu, tetapi ada pula beberapa tempat di muka bumi yang tidak dicurahi hujan yang banyak, bahkan ada pula beberapa daerah dicurahi hujan tetapi tanah di daerah itu hilang sia-sia tidak ada manfaatnya sedikit pun. Mengenai tanah-tanah yang tidak dicurahi hujan itu Allah berfirman: \n\nTidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (an-Nur/24: 43)\n\nMenurut ayat ini hujan lebat yang disertai hujan es itu tidak tercurah ke seluruh pelosok di muka bumi, hanya Allah-lah yang menentukan di mana hujan akan turun dan di mana pula awan tebal itu sekadar lewat saja sehingga daerah itu tetap tandus dan kering." } } }, { "number": { "inQuran": 1012, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 128, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064f \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0628\u064f\u062b\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u0650\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0635\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Walbaladut taiyibu yakhruju nabaatuhoo bi-izni Rabbihee wallazee khabusa laa yakhruju illaa nakidaa; kazaalika nusarriful Aayaati liqawminy yashkuroon" } }, "translation": { "en": "And the good land - its vegetation emerges by permission of its Lord; but that which is bad - nothing emerges except sparsely, with difficulty. Thus do We diversify the signs for a people who are grateful.", "id": "Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1012", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1012.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1012.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah memberikan perumpamaan dengan tanah baik dan subur serta tanah yang buruk dan tidak subur untuk menjelaskan sifat dan tabiat manusia. Orang yang baik sifatnya akan dapat menerima kebenaran, sementara orang yang buruk sifat dan tabiatnya tidak dapat menerima kebenaran. Dan jika hujan turun pada tanah yang baik, tanaman-tanamannya akan tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan adapun jika hujan turun pada tanah yang buruk, ia tidak akan dapat menumbuhkan tanaman yang baik melainkan hanya akan menumbuhkan tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda kebesaran Kami bagi orang-orang yang bersyukur.", "long": "Ayat ini menjelaskan jenis-jenis tanah di muka bumi ini ada yang baik dan subur, bila dicurahi hujan sedikit saja, dapat menumbuhkan berbagai macam tanaman dan menghasilkan makanan yang berlimpah ruah dan ada pula yang tidak baik, meskipun telah dicurahi hujan yang lebat, namun tumbuh-tumbuhannya tetap hidup merana dan tidak dapat menghasilkan apa-apa. Kemudian Allah memberikan perumpamaan dengan hidupnya kembali tanah-tanah yang mati, untuk menetapkan kebenaran terjadinya Yaumal Mahsyar: Yaitu di mana orang-orang mati dihidupkan kembali dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menerima ganjaran bagi segala perbuatannya, yang baik dibalasi berlipat ganda dan yang buruk dibalasi dengan yang setimpal.\n\nKalau tanah kering dan mati dapat dihidupkan Allah kembali dengan menurunkan hujan padanya sedang tanah itu lekang tidak ada lagi unsur kehidupan padanya, tentulah Allah dapat pula menghidupkan orang-orang yang telah mati meskipun yang tinggal hanya tulang-belulang ataupun telah menjadi tanah semuanya. Tentang menghidupkan orang-orang yang telah mati itu kembali Allah berfirman: \n\nDan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)\n\nSelanjutnya Allah memberikan perumpamaan pula dengan tanah yang baik dan subur serta tanah yang buruk dan tidak subur untuk menjelaskan sifat dan tabiat manusia dalam menerima dan menempatkan petunjuk Allah. Orang-orang yang baik sifat dan tabiatnya, dapat menerima kebenaran dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan dirinya dan untuk kemaslahatan masyarakat. Orang-orang yang buruk sifat dan tabiatnya tidak mau menerima kebenaran bahkan selalu mengingkarinya sehingga tidak mendapat faedah sedikit pun untuk dirinya dari kebenaran itu apalagi untuk masyarakatnya.\n\nIbnu 'Abbas berkata: Ayat ini adalah suatu perumpamaan yang diberikan Allah bagi orang mukmin dan orang kafir, bagi orang baik dan orang jahat. Allah menyerupakan orang-orang itu dengan tanah yang baik dan yang buruk, dan Allah mengumpamakan turunnya Al-Qur'an dengan turunnya hujan. Maka bumi yang baik dengan turunnya hujan dapat menghasilkan bunga-bunga dan buah-buahan, sedang tanah yang buruk, bila dicurahi hujan tidak dapat menumbuhkan kecuali sedikit sekali. Demikian pula jiwa yang baik dan bersih dari penyakit-penyakit kebodohan dan kemerosotan akhlak, apabila disinari cahaya Al-Qur'an jadilah dia jiwa yang patuh dan taat serta berbudi pekerti yang mulia.\n\nAdapun jiwa yang jahat dan kotor apabila disinari Al-Qur'an jarang sekali yang menjadi baik dan berbudi mulia. Rasulullah bersabda: \n\n\"Perumpamaan ilmu dan petunjuk yang aku diutus untuk menyampaikannya adalah seperti hujan lebat yang menimpa bumi. Maka ada di antara tanah itu yang bersih (subur) dan dapat menerima hujan itu, lalu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput yang banyak. Tetapi ada pula di antaranya tanah yang lekang (keras) yang tidak meresapi air hujan dan tidak menumbuhkan sesuatu apapun. Tanah itu dapat menahan air (mengumpulkannya) maka Allah menjadikan manusia dapat mengambil manfaat dari air itu, mereka dapat minum, mengairi tanaman. Ada pula sebagian tanah yang datar tidak dapat menahan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Maka tanah-tanah yang beraneka ragam itu adalah perumpamaan bagi orang yang dapat memahami agama Allah. Lalu ia mendapat manfaat dari petunjuk-petunjuk itu dan mengajarkannya kepada manusia, dan perumpamaan pula bagi orang-orang yang tidak memperdulikannya dan tidak mau menerima petunjuk itu.\" (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, Muslim dan an-Nasai) \n\nNabi Muhammad memberikan predikat (julukan) al-Hadi dan al-Muhtadi kepada golongan pertama yang mendapat manfaat untuk dirinya dan memberikan manfaat kepada orang lain, dan memberikan predikat al-Jahid kepada golongan ketiga yang tiada mendapat manfaat untuk dirinya dan tidak dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Tetapi Nabi Muhammad tidak memberi komentar terhadap golongan kedua yaitu orang yang tidak dapat memberikan manfaat kepada orang lain, karena orang-orang dari golongan ini banyak macam ragamnya, di antaranya mereka ada orang-orang munafik dan termasuk pula orang-orang yang tidak mengamalkan ajaran agamanya meskipun ia mengetahui dan menyiarkan ajaran Allah kepada orang lain. Demikianlah Allah memberikan perumpamaan dengan nikmat dan karunia-Nya agar disyukuri oleh orang yang merasakan nikmat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1013, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 129, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Laqad arsalnaa noohan ilaa qawmihee faqaala yaa qawmi' budul laaha maa lakum min ilaahin ghairuhoo inneee akhaafu 'alaikum 'azaaba Yawmin 'Azeem" } }, "translation": { "en": "We had certainly sent Noah to his people, and he said, \"O my people, worship Allah; you have no deity other than Him. Indeed, I fear for you the punishment of a tremendous Day.", "id": "Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1013", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1013.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1013.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat yang lalu diterangkan tentang nikmat Allah berupa hujan yang bisa menumbuhkan tanah tandus dan tanamtanaman sebagai bukti keesaan Allah untuk menghidupkan orangorang yang telah mati pada hari Kiamat, pada ayat ini dan ayat-ayat selanjutnya Allah menyebutkan kisah beberapa nabi terdahulu dan umatnya sebagai pelajaran bagi umat Nabi Muhammad. Penyebutan kisah-kisah nabi ini dimulai dari Kisah Nabi Nuh, rasul pertama yang mengajarkan ajaran tauhid. Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk mengajak mereka mengesakan Allah dan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, lalu dia berkata dengan lemah lembut dan sopan, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah Yang Maha Esa! Tidak ada tuhan atau sembahan yang layak disembah bagimu selain Dia. Sesungguhnya jika kamu durhaka dan tetap menyembah berhalaberhalamu, aku takut kamu akan ditimpa azab yang pedih akibat kekufuranmu pada hari yang dahsyat, yakni hari kiamat.\"", "long": "Pada ayat ini Allah menceritakan tentang kisah Nabi Nuh dan kerasulannya. Pada masa antara Nabi Adam dan Nabi Nuh dunia mulai membangun peradabannya. Manusia mula-mula masih menyembah Allah menurut agama yang dibawa oleh Nabi Adam. Tetapi lama-kelamaan karena kesibukan dalam kehidupan duniawi mereka mulai menjauhkan diri dari agama sehingga semangat beragama mulai menurun. Ajaran tauhid yang bersemi di hati sanubari mereka mulai pudar. Patung-patung dari pemimpin-pemimpin mereka yang semula dibuat untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa mereka, mereka jadikan sembahan atau sekutu Allah, karena menurut paham mereka patung-patung itu dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah. Akhirnya mereka lupa kepada Allah, dan memandang bahwa patung-patung itulah tuhan yang diharapkan kebaikannya, dan dimohon nikmat anugerah dan ditakuti siksaannya.\n\nSetelah kepercayaan manusia kepada Allah memudar di masa itu maka Allah tidak membiarkan mereka terus-menerus dalam kesesatan. Oleh karena itu, Allah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya. Kisah tentang kerasulan Nabi Nuh ini ditujukan kepada orang-orang Arab yang berada di Mekah dan sekitarnya yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad. Pengetahuan mereka tentang sejarah para rasul dan umat-umat pada masa dahulu sangat sedikit sekali karena mereka sekadar mendengar dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berada di sekitar mereka.\n\nAllah dalam ayat ini meyakinkan mereka bahwa sebenarnya Allah telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk memperingatkan mereka akan kemurkaan Allah disebabkan kekufuran mereka. Setelah Nuh diutus menjadi Rasul dia menyeru kaumnya yang kafir agar meninggalkan berhala dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan Pencipta segala sesuatu Dialah Tuhan yang sebenarnya. Manusia wajib menyembah-Nya dengan penuh khusyuk dan tawadhu'. Nabi Nuh mengemukakan kepada kaumnya tentang kekhawatirannya bahwa mereka akan memperoleh siksaan yang sangat pada hari pembalasan nanti jika mereka tidak mengindahkan seruannya. \n\nSebagian mufassirin memandang bahwa hari pembalasan yang dimaksud pada ayat ini adalah hari terjadinya taufan. Selanjutnya kekhawatiran yang dikemukakan oleh Nabi Nuh kepada kaumnya menunjukkan bahwa Nabi Nuh telah berputus-asa setelah menjalankan dakwah dalam masa yang cukup lama, namun tidak ada tanggapan dari kaumnya, sebagaimana diketahui dari ayat-ayat berikut: \n\nDia (Nuh) berkata, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam, tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran). (Nuh/71: 5-6)" } } }, { "number": { "inQuran": 1014, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 129, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qaalal mala-u min qaw miheee innaa lanaraaka fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "Said the eminent among his people, \"Indeed, we see you in clear error.\"", "id": "Pemuka-pemuka kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1014", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1014.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1014.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Nabi Nuh tidak menghiraukan perkataan Nabi Nuh, bahkan pemuka-pemuka atau pembesar kaumnya berkata dengan nada menghina, \"Sesungguhnya kami tidak mempercayai apa yang kamu sampaikan, malah kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata karena kamu memusuhi tuhan-tuhan kami dan menyalahkan cara ibadah kami.\"", "long": "Allah dalam ayat ini menerangkan bahwa para pemimpin kaum Nuh berpendapat sesungguhnya Nabi Nuh, itulah yang berada dalam kesesatan, disebabkan Nabi Nuh melarang mereka menyembah berhala, yang mereka anggap sebagai penolong mereka di hadapan Allah dan sebagai perantara untuk mendekatkan mereka kepada-Nya. Demikianlah tingkah laku orang-orang kafir itu, bahkan mereka sering menuduh bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah itu adalah orang yang sesat, sebagaimana tersebut dalam firman Allah yaitu: \n\nDan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, \"Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat\". (al-Muthaffifin/83: 32)\n\nFirman Allah: \n\nDan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, \"Sekiranya Al-Qur'an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.\" Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka akan berkata, \"Ini adalah dusta yang lama.\" (al-Ahqaf/46: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 1015, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 129, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaa qawmi laisa bee dalaalatunw wa laakinnee Rasoolum mir Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "[Noah] said, \"O my people, there is not error in me, but I am a messenger from the Lord of the worlds.\"", "id": "Dia (Nuh) menjawab, “Wahai kaumku! Aku tidak sesat; tetapi aku ini seorang Rasul dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1015", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1015.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1015.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, Nabi Nuh, menjawab tuduhan dan penolakan kaumnya, \"Wahai kaumku! Aku menyuruhmu mengesakan Allah dan tidak menyembah tuhan selain Dia. Aku tidak sesat seperti dugaanmu, tetapi aku ini seorang rasul yang diutus dari Tuhan Pencipta dan Penguasa seluruh alam.\"", "long": "Ayat ini menerangkan penolakan Nabi Nuh terhadap tuduhan kaumnya dengan menegaskan bahwa dia sekali-kali tidak berada dalam kesesatan, karena ia sebenarnya adalah utusan Allah dan yang diserukannya itu bukanlah timbul dari pikirannya semata yang mungkin didorong oleh kepentingan pribadi. Tetapi apa yang dikemukakan itu adalah wahyu Allah yang pasti kebenaranya, karena itu harus disampaikan kepada mereka agar mereka dapat mencapai kebahagiaan dan terhindar dari kebinasaan akibat mempersekutukan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1016, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 129, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0628\u064e\u0644\u0651\u0650\u063a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u062d\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Uballighukum Risaalaati Rabbee wa ansahu lakum wa a'lamu minal laahi maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "I convey to you the messages of my Lord and advise you; and I know from Allah what you do not know.", "id": "Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1016", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1016.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1016.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh kemudian menegaskan tugasnya sebagai utusan Allah dengan berkata, \"Aku tak kenal lelah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, yakni perintah dan larangan-Nya, memberi nasihat dan tuntunan kepadamu untuk kebahagiaanmu di dunia dan di akhirat, dan aku mengetahui persoalan agama dan hal-hal yang gaib melalui wahyu dari Allah apa yang tidak bisa kamu ketahui.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Nuh menegaskan kepada kaumnya bahwa dia mendapat tugas dari Allah untuk menyampaikan perintah-perintah Tuhannya agar manusia beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada hari kemudian, kepada Rasul-rasul yang diutus Allah, kepada malaikat-malaikat Allah dan menyampaikan juga hukum-hukum yang Allah tentukan baik yang berkenaan dengan ibadat maupun yang berkenan dengan muamalat. Nabi Nuh dalam menyampaikan tugasnya disertai dengan ancaman halus berupa nasihat-nasihat kepada kaumnya agar takut kepada siksaan Allah sebagai balasan terhadap orang-orang yang tidak beriman kepadanya, serta mendustakan Rasul-rasul-Nya. Nabi Nuh menegaskan pula bahwa ia benar-benar mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh kaumnya, semuanya itu diketahuinya dari Allah. Demikian gigihnya Nabi Nuh dalam meyakinkan kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1017, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 129, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0639\u064e\u062c\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "awa'ajibtum an jaaa'akum zikrum mir Rabbikum 'alaa rajulim minkum liyunzirakum wa litattaqoo wa la'allakum turhamoon" } }, "translation": { "en": "Then do you wonder that there has come to you a reminder from your Lord through a man from among you, that he may warn you and that you may fear Allah so you might receive mercy.\"", "id": "Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa, sehingga kamu mendapat rahmat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1017", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1017.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1017.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Nabi Nuh berkata, \"Dan herankah, tidak percayakah, kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui perantaraan seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, yakni dari anggota masyarakatmu yang kamu tahu keturunan dan kejujurannya, untuk memberi peringatan kepadamu dengan azab apabila kamu ingkar dan agar kamu bertakwa mengikuti perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, sehingga kamu mendapat rahmat dari Allah dan terhindar dari siksa-Nya. Tidaklah pantas kamu heran, bahkan meragukan kebenaran ajaran yang aku bawa setelah datang bukti dan keterangan yang jelas kepadamu.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan tentang kecaman Nabi Nuh kepada kaumnya, bahwa tidaklah patut mereka itu merasa heran atau ragu-ragu terhadap kedatangan peringatan dari Tuhan yang dibawa oleh seorang laki-laki di antara mereka sendiri. Dia memperingatkan mereka tentang azab yang akan menimpa mereka, bilamana mereka tetap dalam kekafiran. Dengan peringatan itu, mereka akan dapat memelihara diri dari perbuatan syirik dan munkar sehingga mereka memperoleh rahmat Allah.\n\nAdapun yang menyebabkan keraguan dan keheranan kaumnya tentang kerasulannya, karena Nabi Nuh tidak mempunyai kelebihan yang istimewa. Tetapi jika mereka menggunakan pikiran yang sehat bahwa kelebihan antara manusia itu di samping diperoleh dengan usaha manusia itu sendiri, juga didapat dari karunia Allah, karena Allah Yang Mahakuasa.\n\nDalam kenyataan hidup manusia, nampak perbedaan di antara masing-masing manusia itu, baik perbedaan jasmaniah, maupun rohaniah. Oleh karena itu semestinya mereka menyambut seruan dari salah seorang yang memiliki kelebihan dan keistimewaan sebagai rasul untuk menyelamatkan mereka dari siksa Allah akibat kekufuran dan membawa mereka kepada kebenaran dan ketakwaan kepada Allah untuk memperoleh keridaan dan rahmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1018, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 129, "hizbQuarter": 63, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakazzaboohu fa anjai naahu wallazeena ma'ahoo fil fulki wa aghraqnal lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa; innahum kaanoo qawman 'ameen" } }, "translation": { "en": "But they denied him, so We saved him and those who were with him in the ship. And We drowned those who denied Our signs. Indeed, they were a blind people.", "id": "Maka mereka mendustakannya (Nuh). Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal. Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1018", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1018.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1018.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Nabi Nuh tetap tidak menghiraukan seruan dan nasihat Nabi Nuh. Bahkan, kebanyakan dari mereka mendustakannya dan terusmenerus menentang ajarannya. Mereka tetap berada dalam kekafiran sehingga Allah menurunkan azabnya. Lalu Kami selamatkan dia, yakni Nabi Nuh, dan orang-orang yang bersamanya dari siksa dan azab Kami di dalam kapal yang telah dia buat berdasarkan petunjuk Kami. Adapun balasan bagi kaum yang ingkar, Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami di dalam air banjir. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta mata hatinya sehingga tidak memiliki pandangan yang benar, tidak bisa melihat tanda-tanda kebesaran Kami, dan tidak dapat mengambil pelajaran dari peringatan yang disampaikan kepada mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kebanyakan kaum Nabi Nuh masih tetap mengejek dan mendustakannya, mereka tetap menentang perintah Tuhan dan bertambah hanyut dalam kedurhakaan. Hati nurani mereka tertutup sehingga mereka tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah dan mereka tidak dapat mengambil hikmat manfaat dari pengutusan para Rasul. Telinga mereka pun menjadi tuli sehingga mereka tidak dapat membenarkan adanya hari kemudian, hari pembalasan yang disampaikan oleh Nabi Nuh yang semestinya diketahui oleh manusia bahwa seorang yang hidup di dunia ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah sebagai Pencipta-Nya, Nabi menunjukkan kepada adanya kehidupan pada hari kemudian. Tetapi manusia yang tidak menggunakan pikirannya menduga bahwa kehidupan manusia itu hanya di dunia saja tanpa ada pertanggungjawaban di akhirat. \n\nSecara tidak sadar mereka telah menyamakan dirinya dengan hewan, karenanya timbullah berbagai perbuatan jahat seperti syirik di atas bumi ini. Karena keingkaran kaum Nuh inilah, azab Allah menimpa mereka, yaitu berupa angin dan banjir yang menenggelamkan mereka. Hanya sedikit dari pengikut kaum Nuh yang diselamatkan oleh Allah dari tenggelam di waktu terjadinya bencana tersebut karena mereka berada dalam perahu yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Kebanyakan kaumnya tenggelam karena mereka hanyut dalam kekufuran dan kemaksiatan." } } }, { "number": { "inQuran": 1019, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 130, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u06d7 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ilaa 'aadin akhaahum Hoodaa; qaala yaa qawmi' budul laaha maa lakum min ilaahin ghairuh; afalaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And to the 'Aad [We sent] their brother Hud. He said, \"O my people, worship Allah; you have no deity other than Him. Then will you not fear Him?\"", "id": "Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1019", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1019.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1019.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Nuh wafat, Allah mengutus Nabi Hud kepada kaum 'Ad untuk meneruskan ajaran tauhid yang telah disampaikan oleh Nabi Nuh. Dan kepada kaum 'Ad, Kami utus Nabi Hud, yang merupakan saudara seketurunan mereka agar mereka memahami ajaran yang ia sampaikan. Dia berkata sebagaimana ucapan Nabi Nuh kepada kaumnya, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan sembahan bagimu yang layak disembah selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa dengan menjalankan perintah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain sehingga kamu terhindar dari siksa-Nya?\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus kepada kaum 'Ad Nabi Hud dari kalangan mereka sendiri dan memerintahkannya untuk menyeru kaumnya agar menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan segala sesuatu yang dituhankan mereka, karena selain Allah bukanlah Tuhan dan tidak patut disembah, segala ibadah hanya diperuntukkan kepada Allah. Oleh sebab itu, Nabi Hud menganjurkan kepada mereka agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan segala sesuatu yang dimurkai-Nya untuk menghindarkan diri dari siksaan-Nya. Pada waktu dan kesempatan yang lain, beliau memerintahkan kepada kaumnya agar mereka menggunakan akal pikirannya. Firman Allah: \n\nDan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Selama ini) kamu hanyalah mengada-ada. Wahai kaumku! Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (seruanku) ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?\" (Hud/11: 50-51)\n\n'Ad adalah anak Iram bin Aus bin Sam bin Nuh. Demikian diterangkan oleh Muhammad bin Ishak. Menurut Ibnu Ishak, bahwa al-Kalby berkata: kaum 'Ad adalah penyembah berhala sebagaimana halnya kaum Nabi Nuh yang mematungkan orang-orang yang dipandang keramat setelah mati. Kemudian patung-patung itu dianggap sebagai Tuhan. Kaum 'Ad pun membuat patung-patung, mereka namakan tsamud dan yang lain lagi mereka namakan al-Hatar. Mereka tinggal di Yaman di daerah Ahqaf antara Oman dan Hadramaut. Mereka adalah kaum yang berbuat kerusakan di bumi ini karena mereka bangga dengan kekuatan fisik yang tidak dimiliki oleh kaum yang lain.\n\nKarena mereka memperlakukan penduduk bumi ini sekehendak mereka secara zalim, Allah mengutus Nabi Hud dari kalangan mereka sebab sudah menjadi ketetapan Allah bahwa rasul-rasul yang diutus itu diambil dari kaumnya sendiri yang lebih mengerti tentang kaumnya dan lebih dapat diterima seruannya karena mengetahui kepribadiannya. Akan tetapi ketika Nabi Hud menyampaikan risalahnya yaitu menyeru kaumnya agar menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan perbuatan yang zalim, seruan Nabi Hud tersebut mereka dustakan dan malahan mereka menentangnya, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah yaitu: \n\nMaka adapun kaum 'Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, \"Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?\" Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami. (Fushshilat/41: 15)" } } }, { "number": { "inQuran": 1020, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 130, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0641\u064e\u0627\u0647\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalal mala ul lazeena kafaroo min qawmiheee innaa lanaraaka fee safaahatinw wa innaa lannazunnuka minal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "Said the eminent ones who disbelieved among his people, \"Indeed, we see you in foolishness, and indeed, we think you are of the liars.\"", "id": "Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1020", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1020.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1020.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar seruan Nabi Hud, kebanyakan kaumnya tetap kafir, tidak mau mengikuti ajakan dan dakwahnya. Bahkan, pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya yang berkuasa berkata, \"Sesungguhnya kami memandang kamu, yakni melihat dan menilaimu secara keseluruhan, benar-benar kurang waras, tidak memahami apa yang kamu katakan, dan kami kira dan yakin kamu termasuk orang-orang yang berdusta dalam perkataanmu.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa para pemuka kaum Hud yang tetap dalam kekufuran dan tetap menentang kerasulan Hud bukan saja menolak seruannya, malahan mereka menegaskan bahwa mereka berada dalam agama yang benar dan mereka memandang bahwa Nabi Hud itulah yang berada dalam kesesatan, disebabkan ia meninggalkan agama mereka dan menghina orang-orang yang terkemuka di kalangan kaumnya yang mereka anggap suci. Orang-orang yang dianggap suci itu setelah mati mereka keramatkan dalam bentuk patung guna mendapatkan syafaat dan berkahnya dari mereka. Nabi Hud menentang paham mereka. Karena itu mereka menuduh bahwa Nabi Hud adalah pendusta yang berada dalam kesesatan sebagaimana halnya rasul-rasul dahulu, juga didustakan oleh kaumnya, disebabkan mereka berlawanan paham dengan kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1021, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 8, "page": 158, "manzil": 2, "ruku": 130, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u064a \u0633\u064e\u0641\u064e\u0627\u0647\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaa qawmi laisa bee safaahatunw wa laakinnee Rasoolum mir Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "[Hud] said, \"O my people, there is not foolishness in me, but I am a messenger from the Lord of the worlds.\"", "id": "Dia (Hud) menjawab, “Wahai kaumku! Bukan aku kurang waras, tetapi aku ini adalah Rasul dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1021", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1021.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1021.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, Hud, menjawab sekaligus memberikan penjelasan tentang kesalahan anggapan dan dugaan kaumnya, \"Wahai kaumku! Aku tidak seperti sangkaanmu. Bukan aku kurang waras karena aku sadar dengan ucapan dan tindakanku. Aku juga bukan pendusta, tetapi yang aku lakukan adalah berdasarkan tuntunan dari Tuhanku karena aku ini adalah seorang rasul yang diutus dari Tuhan seluruh alam kepada kamu semua.", "long": "Ayat ini menerangkan bantahan bahwa Nabi Hud tidak sekali-kali berada dalam kesesatan sebagai yang mereka tuduhkan karena dia adalah utusan Allah, diutus kepada mereka untuk menyampaikan perintah-perintah-Nya. Tuhan semesta alam Yang Maha Mengetahui siapa yang sesat atau lemah akal pikirannya dan siapa yang berada dalam kebenaran atau yang sempurna akal pikirannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1022, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 8, "page": 159, "manzil": 2, "ruku": 130, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0628\u064e\u0644\u0651\u0650\u063a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0635\u0650\u062d\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Uballighukum Risaalaati Rabbee wa ana lakum naasihun ameen" } }, "translation": { "en": "I convey to you the messages of my Lord, and I am to you a trustworthy adviser.", "id": "Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasihat yang terpercaya kepada kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1022", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1022.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1022.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku menyampaikan kepadamu amanat, pesan, dan tuntunan dari Tuhanku dan pemberi nasihat yang menghendaki kebaikan dan kebahagiaanmu dunia dan akhirat, dan aku adalah orang yang tepercaya, jujur, bukan pembohong, yang diutus kepada kamu.\"", "long": "Ayat ini menerangkan penegasan Nabi Hud kepada kaumnya, bahwa dia hanya menyampaikan perintah-perintah Tuhannya agar mereka beriman kepada-Nya, kepada hari kemudian, kepada Rasul-rasul, kepada malaikat-malaikat Allah, kepada adanya surga dan neraka dan agar mereka melaksanakan perintah-perintah Tuhan, baik yang berhubungan dengan ibadat maupun muamalat. Nabi Hud menegaskan bahwa dia adalah benar-benar seorang yang ikhlas dan orang yang dipercaya. Dengan kata-kata ini seolah-olah Nabi Hud mengemukakan kepada kaumnya, \"tidak wajar bagiku berdusta kepada Tuhanku yang mengutusku sebagai rasul.\"\n\nDemikianlah gambaran budi pekerti para rasul pilihan Allah ketika menghadapi pembangkangan kaum yang bukan saja menentang malahan secara tidak sopan menuduh para rasul dengan berbagai tuduhan yang rendah sekali. Namun demikian, para rasul itu menghadapi mereka dengan tenang dan dengan hati yang penuh kesabaran." } } }, { "number": { "inQuran": 1023, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 8, "page": 159, "manzil": 2, "ruku": 130, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0639\u064e\u062c\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064f\u0644\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0628\u064e\u0633\u0652\u0637\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "awa 'ajibtum an jaaa'akum zikrum mir Rabbikum 'alaa rajulim minkum liyunzirakum; wazkurooo iz ja'alakum khulafaaa'a mim ba'di qawmi noohinw wa zaadakum filkhalqi bastatan fazkurooo aalaaa'al laahi la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "Then do you wonder that there has come to you a reminder from your Lord through a man from among you, that he may warn you? And remember when He made you successors after the people of Noah and increased you in stature extensively. So remember the favors of Allah that you might succeed.", "id": "Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu? Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. Maka ingatlah akan nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung. ”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1023", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1023.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1023.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat kaumnya masih tidak percaya, Nabi Hud mempertanyakan sikap mereka. Dan herankah, tidak percayakah, kamu bahwa ada peringatan yang datang, yakni diturunkan dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalangan masyarakat-mu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu menyangkut azab yang akan menimpamu karena kedurhakaanmu? Ini bukanlah hal yang pantas untuk diragukan dan diherankan. Kemudian Nabi Hud mengingatkan mereka dengan nikmat yang telah Allah berikan. Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah yang berkuasa setelah kaum Nuh yang telah dibinasakan akibat mendustakan rasulnya, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan sehingga kamu lebih kuat, besar, dan tegar secara fisik, cerdas, dan memiliki kekuasaan yang lebih besar dibanding umat-umat sebelum kamu. Maka ingatlah dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati akan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu agar kamu termasuk orang-orang beruntung, memperoleh apa yang kamu inginkan, sebagai balasan atas segala usaha keras kamu dengan menaati perintah dan menjauhi larangan Allah.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan kecaman Nabi Hud kepada pemuka-pemuka kaumnya, bahwa tidak patut mereka merasa heran dan ragu-ragu terhadap kedatangan peringatan dan pengajaran dari Tuhan yang dibawa oleh seorang laki-laki di antara mereka. Pengajaran Allah itu datang kepada mereka justru pada saat mereka berada dalam kesesatan. Semestinya mereka tidak perlu ragu kepada pribadi orang yang membawa seruan. Hendaknya mereka mempergunakan akal pikiran untuk memperhatikan seruan yang dibawa kepada mereka itu yaitu seruan yang benar, seruan yang menyelamatkan diri mereka dari azab Allah. Ia juga mengingatkan mereka akan nikmat dan rahmat Allah, bahwa mereka bukan saja sebagai ahli waris kaum Nuh yang diselamatkan Allah dari topan karena keimanan mereka kepada-Nya, tetapi juga Allah melebihkan mereka dengan kekuatan fisik serta tubuh yang besar. Oleh sebab itu hendaklah mereka bersyukur kepada Allah dengan bertakwa kepada-Nya. Kalau mereka tidak bersyukur, Allah akan menjatuhkan azab-Nya sebagaimana Allah menjatuhkan azab kepada kaum Nuh yang ingkar dan menggantikan kedudukannya dengan bangsa lain. Mereka diingatkan kepada nikmat Allah itu agar mereka bersyukur dengan menyembah-Nya seikhlas-ikhlasnya sehingga mereka menjauhi kemusyrikan dengan meninggalkan penyembahan berhala. Dengan demikian mereka harus meninggalkan penyembahan berhala untuk mencapai kebahagiaan pada hari kemudian dan mendapat tempat pada sisi Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur kepada nikmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1024, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 8, "page": 159, "manzil": 2, "ruku": 130, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u064e\u0631\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo aji'tanaa lina'budal laaha wahdahoo wa nazara maa kaana ya'budu aabaaa'u naa faatinaa bimaa ta'idunaaa in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Have you come to us that we should worship Allah alone and leave what our fathers have worshipped? Then bring us what you promise us, if you should be of the truthful.\"", "id": "Mereka berkata, “Apakah kedatanganmu kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1024", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1024.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1024.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekalipun telah diingatkan dengan nikmat yang mereka peroleh, mayoritas kaum Nabi Hud tetap ingkar dan enggan mengikuti dakwahnya. Mereka berkata dengan angkuh serta tanpa dasar ilmu kecuali mengikuti tradisi nenek moyang mereka, \"Apakah tujuan kedatanganmu kepada kami hanya untuk menyeru agar kami hanya menyembah Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain, tidak mengangkat perantara antara kami dan Dia, dan meninggalkan apa yang biasa dan terus-menerus disembah oleh nenek moyang kami? Padahal, kami telah mengikuti tradisi dan kebiasaan mereka sebelum kedatanganmu. Seruanmu ini jelas tidak bisa kami terima dan kami tidak akan menaatinya. Jika engkau mau mengancam kami karena tidak mengikuti ajakanmu, maka buktikanlah ancamanmu yang kamu katakan kepada kami, jika kamu benar dalam ucapanmu!\"", "long": "Ternyata kaum Hud adalah kaum yang sangat keras kepala dan pembangkang. Mereka, masih juga menjawab dan mengejek seruan Nabi Hud itu seraya mengatakan, \"Rupanya engkau datang kepada kami ini, hai Hud, agar kami menyembah Allah dengan meninggalkan apa yang disembah oleh nenek-moyang kami. Tidakkah ini suatu yang menggelikan hati kami. Apakah engkau tidak mengetahui bahwa sembahan peninggalan orang-orang tua kita itu adalah mendekatkan kita kepada Tuhan sebagai perantara karena kita belum menjadi orang suci; tidakkah kita perlu kepada tuhan-tuhan yang disembah oleh orang-orang tua kita itu, jika sekiranya engkau memang sebenarnya utusan Allah dan memang benar apa yang engkau sampaikan kepada kami, cobalah datangkan kepada kami azab yang engkau janjikan itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1025, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 8, "page": 159, "manzil": 2, "ruku": 130, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0633\u064c \u0648\u064e\u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064c \u06d6 \u0623\u064e\u062a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u06da \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala qad waqa'a alaikum mir Rabbikum rijsunw wa ghadab, atujaadiloonanee feee asmaaa'in sammaitumoohaaa antum wa aabaaa'ukum maa nazzalal laahu bihaa min sultaan; fantazirooo innee ma'akum minal muntazireen" } }, "translation": { "en": "[Hud] said, \"Already have defilement and anger fallen upon you from your Lord. Do you dispute with me concerning [mere] names you have named them, you and your fathers, for which Allah has not sent down any authority? Then wait; indeed, I am with you among those who wait.\"", "id": "Dia (Hud) menjawab, “Sungguh, kebencian dan kemurkaan dari Tuhan akan menimpa kamu. Apakah kamu hendak berbantah denganku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu buat sendiri, padahal Allah tidak menurunkan keterangan untuk itu? Jika demikian, tunggulah! Sesungguhnya aku pun bersamamu termasuk yang menunggu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1025", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1025.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1025.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, Nabi Hud, menjawab tantangan kaumnya, \"Sungguh, kebencian dan kemurkaan dari Tuhan sudah pasti akan menimpa kamu akibat kedurhakaan dan kekafiranmu. Apakah kamu hendak berbantah denganku tentang nama-nama berhala yang kamu dan nenek moyangmu buat dan namakan sendiri, padahal pemberian nama dengan nama-nama tuhan kepada berhala dan patung-patung itu tidak masuk akal. Begitu juga menjadikan mereka sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan Allah tidak menurunkan keterangan, dalil, dan alasan untuk membenarkan perbuatan itu?\" Setelah Nabi Hud menjelaskan siksa yang akan menimpa orang yang ingkar, beliau melanjutkan, \"Jika demikian, apabila kamu masih tetap mengikuti ajaran nenek moyangmu, tunggulah azab dan kemarahan Allah sebagaimana yang kamu minta! Sesungguhnya aku pun bersamamu termasuk yang menunggu keputusan Allah. Sesungguhnya kami yakin akan ketentuan Allah, sedang kalian meragukannya, bahkan, tidak meyakininya.\"", "long": "Setelah kaum Hud menentangnya dan menolak seruan agar mereka meninggalkan penyembahan patung-patung, bahkan mereka minta agar segera didatangkan kepada mereka azab, maka Nabi Hud berkata kepada kaumnya, bahwa Allah telah menentukan azab yang akan ditimpakan kepada mereka dan mereka akan mengalami kemurkaan Allah yakni mereka akan dijauhkan dari rahmat-Nya. Azab yang akan menimpa itu ialah angin yang sangat kencang dengan suara yang sangat gemuruh yang menghempaskan mereka hingga mati tersungkur. Firman Allah: \n\nKaum 'Ad pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus, yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! (al-Qamar/54: 18-21)\n\nNabi Hud menyatakan kepada kaumnya bahwa nama-nama berhala, baik yang mereka namakan maupun yang dinamakan oleh nenek moyang mereka tidak patut mereka jadikan pokok perdebatan dengan beliau. Karena pemberian nama dengan nama-nama Tuhan kepada berhala dan patung-patung itu sangat tidak masuk akal. Demikian pula menamakannya dengan perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah, atau pemberi syafa'at dan lain-lain dari sifat-sifat ketuhanan. Nama-nama itu tidak ada dasarnya. Allah tidak ada menurunkan keterangan dan bukti nama-nama itu. Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, hanya kepada-Nya saja manusia secara langsung menyembah; tidak ada sesuatu pun yang dibenarkan menjadi sekutu-Nya. Jika dibenarkan tentu Allah memberi keterangan dengan wahyu-Nya. Nabi Hud berseru kepada mereka untuk menunggu turunnya azab dari Allah yang mereka minta itu dan dia sendiri termasuk orang-orang yang menunggu untuk menyaksikan kedatangan azab yang akan menimpa kaumnya yang kafir itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1026, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 8, "page": 159, "manzil": 2, "ruku": 130, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa anjainaahu wallazeena ma'ahoo birahmatim minnaa wa qata'naa daabiral lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa wa maa kaanoo mu'mineen" } }, "translation": { "en": "So We saved him and those with him by mercy from Us. And We eliminated those who denied Our signs, and they were not [at all] believers.", "id": "Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1026", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1026.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1026.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka tatkala telah datang ketentuan Allah, Kami selamatkan dia, yakni Nabi Hud, dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dan pertolongan Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya tanpa ada sisa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dengan angin kencang dan sangat dingin yang menghempaskan mereka sehingga mati tersungkur. Mereka tidak terlihat sama sekali, hanya kelihatan bekas-bekas tempat tinggal mereka (Lihat: Surah al-Ahqaf/46: 25). Mereka dibinasakan karena bukanlah termasuk orang-orang beriman.", "long": "Setelah kaum Hud menentang dan menuntut azab yang dijanjikan maka datanglah azab Allah menimpa mereka dan Allah menyelamatkan Hud beserta orang-orang yang beriman dari pada azab tersebut.\n\nAzab itu berupa angin dahsyat yang sangat dingin yang membinasakan kaum 'Ad, karena mereka mendustakan kebesaran Allah bahkan mengingkari utusan-utusan-Nya. Mereka dilenyapkan dari muka bumi ini dengan angin yang menghancurkan segala sesuatu, sebagaimana tersebut dalam firman Allah: \n\nYang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, sehingga mereka (kaum 'Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa. (al-Ahqaf/46: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 1027, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 8, "page": 159, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u06d7 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u0641\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa ilaa Samooda akhaahum Saalihaa; qaala yaa qawmi' budul laaha maa lakum min ilaahin ghairuhoo qad jaaa'atkum baiyinatum mir Rabbikum haazihee naaqatul laahi lakum Aayatan fazaroohaa taakul feee ardil laahi wa laa tamassoohaa bisooo'in fa yaakhuzakum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And to the Thamud [We sent] their brother Salih. He said, \"O my people, worship Allah; you have no deity other than Him. There has come to you clear evidence from your Lord. This is the she-camel of Allah [sent] to you as a sign. So leave her to eat within Allah 's land and do not touch her with harm, lest there seize you a painful punishment.", "id": "Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1027", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1027.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1027.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan kisah kaum 'Ad yang menentang dakwah Nabi Hud dan azab yang mereka terima, selanjutnya diuraikan kisah Nabi Saleh dan kaumnya. Dan kepada kaum Samud Kami utus saudara seketurunan mereka, yaitu Nabi Saleh. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah Tuhan Yang Maha Esa! Tidak ada tuhan sembahan yang patut disembah bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dan sangat jelas untuk membuktikan kebenaranku sebagai utusan dari Tuhanmu. Ini adalah seekor unta betina dari Allah sebagai tanda kenabianku khusus untukmu. Karena unta ini milik Allah, biarkanlah ia makan rerumputan di bumi Allah mana pun ia temukan, janganlah ia disakiti, diganggu apalagi disembelih, karena nanti akibatnya, kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih dari Allah.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus Nabi Saleh kepada kaumnya yaitu kaum tsamud. tsamud adalah nama suatu kabilah dari bangsa Arab yang telah dimusnahkan yang terkenal dengan istilah \"Arab Ba'idah\" yang mendiami Hijir yaitu daerah 'Ula di sebelah utara Medinah, Saudi Arabia. tsamud adalah nama nenek moyang mereka yaitu anak dari 'Atsir bin Iram bin Sam bin Nuh. Munculnya kaum tsamud itu sesudah kaum 'Ad dibinasakan Allah. Menurut suatu riwayat ketika Rasulullah dalam perang Tabuk pada tahun 9 Hijri ia melewati daerah peninggalan kaum tsamud itu. Rasulullah melarang para sahabat memasuki daerah tersebut dengan sabdanya yaitu: \n\n\"Jangan kamu memasuki tempat-tempat mereka yang ditimpa azab Allah itu kecuali kamu dalam keadaan menangis. Jika kamu tidak menangis, janganlah kamu memasuki tempat itu agar kamu tidak ditimpa musibah seperti musibah yang telah menimpa mereka.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDemikianlah anjuran Nabi kepada para sahabat untuk menghindari tempat yang pernah ditimpa bencana.\n\nSaleh a.s. adalah Nabi yang diutus oleh Allah kepada kaum tsamud. Dia berasal dari kaum tsamud yang terbaik keturunannya, kedudukannya dan keadaan rumah tangganya demikian juga akhlaknya. Mukjizat kenabiannya adalah \"unta Allah\". Nabi Saleh menjalankan tugasnya dengan menyampaikan perintah-perintah Tuhannya yang ditujukan kepada kaumnya. Nabi Saleh menyeru mereka agar menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dengan menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, karenanya hendaklah mereka bertakwa kepada-Nya. Nabi Saleh mengajak mereka menerima seruannya dan janganlah mereka mengikuti orang-orang yang hanyut di dalam kemusyrikan, yang membawa mereka ke dalam neraka Jahanam, akibat mereka meninggalkan ajaran agama yang benar. Nabi Saleh mengatakan kepada kaumnya bahwa bukti kebenaran dari kenabiannya, adalah seekor unta yang dinamakannya \"Unta Allah\", yang diciptakan Allah tidak menurut kebiasaan. Menurut sebagian ahli tafsir, unta ini keluar dari batu besar atas permintaan kaum tsamud sebagai suatu mukjizat yang harus diperhatikan oleh mereka. \n\nAllah memberikan mukjizat kepada Nabi Saleh berupa seekor unta sebagai bukti kerasulannya, karena kaum tsamud meminta bukti kerasulannya. Nabi Saleh meminta kepada kaumnya agar membiarkan unta itu makan apa saja yang ada di bumi Allah ini, karena bumi ini kepunyaan Allah dan unta ini adalah unta Allah dan tidak wajar mereka menghalang-halangi unta itu, apalagi menyakitinya dan menyembelihnya. Nabi Saleh mengancam mereka bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih dari Allah jika mereka mengganggu atau membunuh unta itu.\n\nAgar tidak menimbulkan kesulitan antara mereka dan unta itu, maka diaturlah hari-hari minum ke telaga untuk mereka dan untuk unta itu, karena sedikitnya persediaan air sebagaimana diutarakan oleh firman Allah: \n\nDan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum. (al-Qamar/54: 28)\n\nJuga firman Allah pada ayat yang lain yaitu: \n\nDia (Saleh) menjawab, \"Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan. (asy-Syu'ara'/26: 155)" } } }, { "number": { "inQuran": 1028, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 8, "page": 160, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064f\u0644\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0648\u064e\u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0647\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0635\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u0652\u062d\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062b\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wazkkurooo iz ja'alakum khulafaaa'a mim ba'di 'Aadinw wa bawwa akum fil ardi tattakhizoona min suhoolihaa qusooranw wa tanhitoonal jibaala buyootan fazkurooo aalaaa'al laahi wa laa ta'saw fil ardi mufsideen" } }, "translation": { "en": "And remember when He made you successors after the 'Aad and settled you in the land, [and] you take for yourselves palaces from its plains and carve from the mountains, homes. Then remember the favors of Allah and do not commit abuse on the earth, spreading corruption.\"", "id": "Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum ‘Ad dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1028", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1028.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1028.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Samud juga diingatkan dengan nikmat-nikmat Allah agar mereka patuh dan taat kepada-Nya. Dan ingatlah nikmat-nikmat dan kebaikan Allah kepadamu ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah yang berkuasa setelah kebinasaan kaum 'Ad dan menempatkan kamu di tempat yang memudahkan kamu melakukan aktivitas di bumi, yakni di Negeri Hijr, daerah yang strategis untuk tempat tinggal. Di tempat yang datar yakni di daratan rendahnya, kamu dirikan istana-istana, bangunan yang besar, luas, dan indah sebagai tempat tinggal ketika musim panas. Dan di dataran tinggi, bukit-bukit, dan bebatuannya kamu pahat dan lubangi sehingga menjadi rumah-rumah untuk kamu diami pada musim dingin. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah, yang telah diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur, dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi dengan mempersekutukan Allah, berbuat maksiat, dan mengabaikan dakwah rasul-Nya.", "long": "Sesudah Nabi Saleh mengajak kaumnya menyembah Allah dan menasihati mereka agar berbuat baik kepada unta itu, mulailah Nabi Saleh mengingatkan mereka kepada nikmat-nikmat Allah yang mereka peroleh antara lain mereka diberi kekuasaan dan kekuatan untuk memakmurkan bumi ini sebagai pengganti kaum 'Ad. Mereka diberi oleh Allah kecakapan dan kesanggupan membuat istana-istana dan pengetahuan membuat bahan-bahan bangunan seperti batu bata, kapur, genteng dan keahlian serta ketabahan dalam memahat bukit-bukit dan gunung-gunung, untuk dijadikan rumah kediaman dan tempat tinggal mereka pada musim dingin. Menjadikan bukit dan gunung sebagai bungalow untuk menghindarkan bahaya hujan dan dingin. Mereka baru keluar dari bukit itu pada musim-musim lain untuk bertani dan pekerjaan-pekerjaan yang lain. Nabi Saleh menyeru mereka agar mengingat nikmat-nikmat Allah tersebut agar mereka bersyukur kepada-Nya, dengan hanya menyembah kepada-Nya dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang merusak di atas bumi ini antara lain perbuatan yang tidak diridai oleh Allah berupa kekufuran, kemusyrikan dan kezaliman." } } }, { "number": { "inQuran": 1029, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 8, "page": 160, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u0636\u0652\u0639\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalal mala ul lazeenas takbaroo min qawmihee lillazeenas tud'ifoo liman aamana minhum ata'almoona anna Saaliham mursalum mir Rabbih; qaalooo innaa bimaaa ursila bihee mu'minoon" } }, "translation": { "en": "Said the eminent ones who were arrogant among his people to those who were oppressed - to those who believed among them, \"Do you [actually] know that Salih is sent from his Lord?\" They said, \"Indeed we, in that with which he was sent, are believers.\"", "id": "Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya, “Tahukah kamu bahwa Saleh adalah seorang rasul dari Tuhannya?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami percaya kepada apa yang disampaikannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1029", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1029.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1029.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar peringatan Allah yang disampaikan oleh Nabi Saleh, pemuka-pemuka dan pembesar masyarakat dari kaumnya yang menyombongkan diri dan angkuh berkata dengan nada ejekan untuk menanamkan keraguan kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya, \"Tahukah atau percayakah kamu bahwa Saleh adalah seorang rasul dari Tuhannya yang diutus untuk menyampaikan risalah?\" Mereka, orang-orang yang beriman, menjawab dengan tegas, \"Sesungguhnya kami benar-benar percaya kepada apa, yakni risalah, yang disampaikannya, yakni Nabi Saleh, kepada kami, karena petunjuk-petunjuk itu benar dan datangnya dari Allah.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pemuka yang sombong dari kaum tsamud itu mengatakan kepada orang-orang yang lemah dan beriman kepada Nabi Saleh dengan cara mengejek seolah-olah mereka itu berada dalam kekeliruan karena beriman kepada kerasulan Nabi Saleh. Mereka menyatakan bahwa orang-orang yang lemah itu tidak putus asa, mungkin karena percaya akan kerasulan Saleh. Memang menurut kebiasaan bahwa golongan yang lemah tidak mempunyai kepentingan, mereka masih berpegang kepada hati nurani mereka, karena itulah mereka segera menerima seruan Nabi atau nasihat orang-orang yang saleh.\n\nAdapun orang-orang yang terkemuka dan orang-orang yang kaya, sangat berat untuk mengikuti orang lain, apalagi untuk menerima nasihat-nasihat yang menghalangi mereka mengikuti keinginan hawa nafsu, meskipun bertentangan dengan hati nurani mereka sendiri. Demikianlah tingkah laku orang-orang yang mempunyai kedudukan karena pangkatnya atau karena kekayaannya, sebagaimana diutarakan dalam firman Allah yaitu: \n\nDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (an-Naml/27: 14)\n\nOrang-orang yang lemah dari kaum tsamud yang beriman itu tidak langsung menjawab pertanyaan mereka, tetapi dengan bijaksana menjawab bahwa mereka beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Saleh, karena petunjuk-petunjuk itu benar dan datangnya dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1030, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 8, "page": 160, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalal lazeenas takbarooo innaa billazeee aamanntum bihee kaafiroon" } }, "translation": { "en": "Said those who were arrogant, \"Indeed we, in that which you have believed, are disbelievers.\"", "id": "Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1030", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1030.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1030.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi perkataan orang-orang yang beriman, orang-orang yang menyombongkan diri dari kaum Nabi Saleh berkata masih dengan nada ejekan dan penolakan, \"Sesungguhnya kami mengingkari dan tidak mempercayai sama sekali apa yang kamu, wahai orang-orang yang lemah, percayai.\" Mereka menyatakan pengingkaran terhadap apa yang diimani kaum yang lemah itu dan menghindari untuk menyatakan ingkar kepada apa yang dibawa Nabi Saleh, karena khawatir adanya kesan seolah-seolah mereka mengakui kerasulan Nabi Saleh.", "long": "Setelah golongan lemah yang beriman itu menjawab dengan jawaban yang bijaksana bahwa mereka beriman kepada Allah, dan apa yang dibawa oleh Nabi Saleh, maka ayat ini menerangkan ucapan pemuka-pemuka kaum tsamud yang sombong sebagai jawaban kembali terhadap ucapan orang-orang yang lemah ini. Mereka mengatakan bahwa mereka mengingkari apa-apa yang diimani oleh orang yang lemah itu. Mereka menghindari untuk mengatakan ingkar kepada apa yang dibawa oleh Nabi Saleh, karena khawatir terhadap adanya kesan seolah-olah mereka mengakui atas kerasulan Saleh as." } } }, { "number": { "inQuran": 1031, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 8, "page": 160, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u064e\u0642\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0626\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa'aqarun naaqata wa'ataw 'an amri Rabbihim wa qaaloo yaa Saalihu' tinaa bimaa ta'idunaaa in kunta minal mursaleen" } }, "translation": { "en": "So they hamstrung the she-camel and were insolent toward the command of their Lord and said, \"O Salih, bring us what you promise us, if you should be of the messengers.\"", "id": "Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1031", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1031.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1031.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pemuka masyarakat itu menyatakan pengingkaran dengan ucapan dan sikap, mereka juga membuktikan keingkaran itu dengan perbuatan. Kemudian mereka sembelih dan potong kaki unta betina yang menjadi bukti kebenaran Nabi Saleh itu, dan mereka juga berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya dengan mengabaikan tuntunan Allah yang melarang mereka untuk menyakiti unta-Nya. Dan mereka berkata, \"Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman yang kamu janjikan kepada kami, bahwa kalau kami menyakiti unta dan menyembelihnya maka kami akan disiksa. Datangkanlah siksaan itu sekarang juga jika benar engkau salah seorang rasul yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan ancaman-Nya.", "long": "Setelah itu mereka berbuat durhaka dengan menyembelih unta dan menentang perintah-perintah Allah yang disampaikan kepada mereka oleh Nabi Saleh. Mereka memanggil seorang sesamanya untuk membunuh unta itu, seperti dijelaskan oleh firman Allah: \n\nMaka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya. (al-Qamar/54: 29)\n\nTetapi dalam ayat 77 dikatakan, bahwa yang membunuh unta itu adalah orang banyak di kalangan mereka. Hal mana menunjukkan perbuatan kejahatan (tindak pidana) seseorang, dipandang perbuatan pidana orang banyak apabila orang yang melakukan pidana itu atas persetujuan orang banyak atau perintah mereka. Maka tanggung jawab atas tindak pidana itu dipikulkan kepadanya dan orang banyak secara bersama-sama, dan azab ditimpakan kepada mereka. Mereka kemudian menantang Nabi Saleh agar mendatangkan azab yang dijanjikan kepada mereka, yaitu azab Allah, jika benar-benar Saleh utusan Allah yang menyampaikan ancaman dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1032, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 8, "page": 160, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u0652\u0641\u064e\u0629\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u062b\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhazat humur rajftu fa asbahoo fee daarihim jaasimmeen" } }, "translation": { "en": "So the earthquake seized them, and they became within their home [corpses] fallen prone.", "id": "Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1032", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1032.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1032.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena kesombongan dan perbuatan mereka yang melampaui batas itu, lalu datanglah gempa dan petir yang dahsyat menimpa mereka dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya, dan mereka pun mati binasa, mayat-mayat mereka bergelimpangan di dalam reruntuhan puing-puing rumah mereka.", "long": "Setelah mereka menantang Nabi Saleh dengan menuntut azab Allah yang dijanjikan, maka Allah membela Rasul-Nya dan pengikutnya. Ayat ini menerangkan azab Allah yang diturunkan kepada mereka berupa gempa dan petir yang dahsyat yang menggetarkan jantung manusia, menggoncangkan bumi bagaikan gempa besar yang menghancurkan semua bangunan sehingga mereka semuanya binasa. Tentulah petir tersebut tidak seperti biasa tetapi petir yang luar biasa yang khusus ditimpakan kepada mereka sebagai azab atas kedurhakaan kaum tsamud." } } }, { "number": { "inQuran": 1033, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 8, "page": 160, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u063a\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064e\u0635\u064e\u062d\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa tawalla 'anhum wa qaala yaa qawmi laqad ablaghtukum Risaalata Rabbee wa nasahtu lakum wa laakil laa tuhibboonan naasiheen" } }, "translation": { "en": "And he turned away from them and said, \"O my people, I had certainly conveyed to you the message of my Lord and advised you, but you do not like advisors.\"", "id": "Kemudian dia (Saleh) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1033", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1033.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1033.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah melihat kebinasaan yang menimpa kaumnya akibat disambar petir dan gempa, kemudian dia, Nabi Saleh, pergi dengan berat hati, sedih dan rasa haru meninggalkan mereka yang sudah mati sambil berkata dengan penuh penyesalan dan rasa iba, \"Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku berupa pesan dan peringatan-Nya, kepadamu dan aku telah cukup menasihati kamu dengan melarangmu melakukan perbuatan yang akan membawa bencana bagimu. Tetapi kamu tidak menghiraukan seruanku, bahkan tidak menyukai orang yang memberi nasihat, siapa pun dia.\" Seruan Nabi Saleh ini menunjukkan cintanya yang sangat besar kepada kaumnya.", "long": "Setelah kaum tsamud binasa akibat disambar petir, ayat ini menerangkan bahwa Nabi Saleh dengan rasa haru dan sedih berkata kepada mereka yang sudah mati, bahwa dia sesungguhnya telah menyampaikan amanat Tuhannya dan telah cukup memberi nasihat kepada mereka namun mereka tidak suka menerima nasihat. Seruan Nabi Saleh ini yang ditujukan kepada kaumnya yang telah mati itu menunjukkan betapa cintanya kepada kaumnya. Hal mana mengingatkan kita kepada seruan Nabi Muhammad terhadap sebagian orang-orang Quraisy yang telah mati dan sudah dikuburkan dalam Perang Badar. Rasulullah berkata: \n\n\"Wahai Abu Jahal bin Hisyam, wahai Utbah bin Rabi'ah. Wahai Syaibah bin Rabiah dan wahai Fulan anak Fulan, Adakah sekarang ini kamu menemukan apa-apa yang dijanjikan Allah itu benar? Karena aku telah menemukan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar. Umar berkata, \"Ya Rasulullah, apa guna berbicara dengan tubuh yang tidak bernyawa?\" Rasulullah menjawab, \"Demi Tuhan dimana diriku tergantung pada-Nya. Kamu tidaklah lebih mendengar dari mereka terhadap apa yang aku katakan. Tetapi mereka tidak dapat menjawab.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu thalhah al-Anshari).\n\nAyat 79 ini tidak mengutarakan bahwa Nabi Saleh menghindar dari kaumnya sebelum datang azab Allah, demikian juga tidak mengutarakan tentang nasib sebagian kaum tsamud yang beriman kepada Nabi Saleh. Namun ayat 79 ini jelas mengutarakan bahwa Nabi Saleh diselamatkan oleh Allah. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah menyelamatkan Nabi Saleh dan pengikutnya dari azab tersebut kemudian pergi dan tinggal di Haran." } } }, { "number": { "inQuran": 1034, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 8, "page": 160, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Lootan iz qaala liqawmiheee ataatoonal faahishata maa sabaqakum bihaa min ahadim minal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And [We had sent] Lot when he said to his people, \"Do you commit such immorality as no one has preceded you with from among the worlds?", "id": "Dan (Kami juga telah mengutus) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1034", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1034.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1034.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menuturkan kisah kaum Samud yang binasa disambar petir akibat kedurhakaan mereka, selanjutnya Allah menyebutkan kisah yang lain, yakni Nabi Lut beserta kaumnya. Dan Kami juga telah mengutus Nabi Lut. Ingatlah ketika dia berkata dengan nada keras kepada kaumnya yang ketika itu melakukan kedurhakaan besar, \"Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yakni perbuatan teramat buruk, yaitu homoseksual, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun di zaman apa pun sebelum kamu di dunia ini?\" Nabi Lut berharap dengan ucapannya, mereka sadar dan meninggalkan perbuatan itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus Nabi Lut untuk menyampaikan agama kepada kaumnya agar mereka menyembah Allah, dan Nabi Lut bertanya kepada mereka dengan nada keras, \"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu\" dengan harapan mereka sadar untuk meninggalkan prilaku keji itu. Kaum Nabi Lut adalah orang yang pertama kali melakukan sodomi (homoseks) maka mereka mendapatkan dosa seperti dosa orang yang menirunya, sebagaimana diterangkan dalam hadis: \n\n\"Orang yang membuat suatu kebiasaan buruk dalam Islam, lalu kebiasaan buruk itu dikerjakan sesudahnya, maka ia akan menanggung seperti dosa orang yang melakukan kebiasaan buruk itu.\" (Riwayat Muslim)\n\nHadis lain menerangkan: \n\n\"Orang yang mengajak kepada jalan yang benar maka ia mendapat ganjaran sama banyaknya dengan ganjaran yang diberikan kepada pengikut-pengikutnya dan hal itu tidak sedikit pun mengurangi ganjaran mereka itu, dan orang yang mengajak berbuat kejahatan maka ia mendapat dosa sama banyaknya dengan dosa pengikut-pengikutnya dan hal itu tidak dikurangi sedikit pun dari dosa mereka itu.\" (Riwayat Muslim)\n\nAllah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan tujuan mengembangkan keturunan manusia guna memakmurkan alam ini. Pada masing-masing jenis memiliki nafsu birahi yang mendorong terwujudnya kebutuhan bertemunya kedua jenis manusia ini sebagai sarana untuk mengembangbiakan manusia.\n\nPerempuan dalam bentuk kejadiannya adalah indah, halus dan menarik. Antara laki-laki dan perempuan terjadi saling tarik-menarik laksana tarikan antara positif dan negatif. Jika manusia seperti itu, alangkah ganjilnya bila ada golongan manusia yang menyimpang dari ketentuan Allah itu. Alangkah besarnya pelanggaran terhadap kemanusiaan yang dilakukan seseorang laki-laki dengan menggauli laki-laki lain dengan tujuan bukan untuk mengembangkan keturunan.\n\nJika saling membunuh dinilai sebagai sesuatu yang buruk, maka perbuatan kaum Nabi Lut ini dapat dikatakan lebih buruk dan dapat menjatuhkan derajat manusia dan kemanusiaan sehingga lebih rendah dari hewan. Hal ini karena hewan jantan tidak ada yang berhubungan dengan jantan pula sebagaimana yang dilakukan umat Nabi Lut. Ketetapan Allah berkaitan dengan hal ini, adalah laki-laki untuk perempuan dan perempuan untuk laki-laki. Kaum Lut bukan saja ingkar kepada Allah dan tidak bersyukur atas nikmat-Nya, tetapi juga melakukan homoseksual yang akhirnya juga mendorong para wanita melakukan lesbian (saling berhubungan sesamanya). Allah mengutus Nabi Lut kepada kaum seperti ini untuk menyampaikan ajaran Allah agar mereka kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan kelakuan yang buruk dan bertentangan dengan sunatullah. Karena mereka menolak seruan Lut, maka Allah membinasakan kaum tersebut.\n\nNabi Lut adalah anak Haran bin Tarikh. Tarikh adalah saudara Nabi Ibrahim. Lut dilahirkan di daerah tepian timur dari selatan Irak yang dahulunya dinamakan Babilon. Atas kehendak Nabi Ibrahim, Lut berdiam di kota Sodom salah satu kota di daerah Yordania. Lut wafat di sekitar Yordan dahulu terkenal dengan nama Laut Lut." } } }, { "number": { "inQuran": 1035, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 8, "page": 160, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064e \u0634\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innakum lataatoonar rijaala shahwatam min doonin nisaaa'; bal antumqawmum musrifoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, you approach men with desire, instead of women. Rather, you are a transgressing people.\"", "id": "Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1035", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1035.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1035.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Sungguh, kamu benar-benar telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki dengan mendatangi mereka dari duburnya, bukan kepada perempuan yang seharusnya kepada merekalah kamu menyalurkan naluri seksualmu. Kamu telah melakukan perbuatan yang sangat keji dan rendah serta durhaka. Bahkan kamu benar-benar kaum yang melampaui batas karena melakukan pelampiasan syahwat bukan pada tempatnya, menyimpang dari fitrah manusia.\"", "long": "Ayat ini kelanjutan dari ayat 80 menerangkan, bahwa Nabi Lut menegaskan kepada kaumnya bahwa sesungguhnya mereka melakukan homoseksual, perbuatan yang bukan saja bertentangan dengan fithrah manusia tetapi juga menghambat perkembangbiakan manusia. Perbuatan homoseksual hanya bertujuan pelepasan nafsu birahi semata karena pelakunya lebih rendah dari hewan. Hewan masih memerlukan jenis kelamin lain untuk memuaskan nafsu birahinya dan keinginan mempunyai keturunan. Misalnya binatang yang merayap dan yang terbang memulai kehidupannya dengan betina dan jantan untuk bersama-sama membuat sarang di atas pohon. Sedangkan kelakukan homoseks tidak mempunyai maksud demikian selain melampiaskan nafsu birahi semata.\n\nDengan bersemangat Nabi Luth mengutuk dan mencemoohkan tingkah laku mereka. Pada akhir ayat ini diutarakan bahwa Nabi Luth selalu mengakhiri ucapannya dengan kata-kata,\n\n\"Tetapi wahai kaumku, kamu adalah benar-benar golongan yang melampaui batas, karena kamu meninggalkan akal sehat dan menyimpang dari fitrah manusia, sehingga kamu tidak memikirkan akibat buruk dari tingkah lakumu, yaitu memutuskan keturunan, merusak kesehatan dan melanggar peradaban.\" \n\nJika kaum Lut tidak menyimpang dari fitrah, selalu berpikir sehat dan berakhlak mulia, tentu akan menjauhi perbuatan keji dan terkutuk itu. Kecaman atas perbuatan umat Nabi Lut berulang kali dikemukakan dengan ungkapan yang beragam, seperti firman Allah berikut: \n\nMengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). (an-Naml/27: 55)\n\nJuga firman Allah pada ayat yang lain yaitu: \n\nApakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?\" (al-'Ankabut/29: 29)" } } }, { "number": { "inQuran": 1036, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 8, "page": 161, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0646\u064e\u0627\u0633\u064c \u064a\u064e\u062a\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana jawaaba qawmihee illaa an qaalooo akhrijoohum min qaryatikum innahum unaasuny yatatah haroon" } }, "translation": { "en": "But the answer of his people was only that they said, \"Evict them from your city! Indeed, they are men who keep themselves pure.\"", "id": "Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1036", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1036.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1036.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Teguran keras Nabi Lut ini tidak digubris sama sekali oleh kaumnya. Bahkan, mereka menyuruh Nabi Lut dan pengikutnya keluar dari negeri mereka. Dan jawaban kaumnya, yakni tanggapan mereka terhadap nasihat Nabi Lut, tidak lain hanya berkata kepada sesama orang yang durhaka, \"Usirlah mereka, Lut dan pengikutnya, dari negerimu ini, sesungguhnya mereka adalah orang lemah yang terus menerus menganggap dirinya suci sehingga tidak patut berkumpul dengan orang-orang yang dianggap kotor dan rusak akhlaknya.", "long": "Ayat ini menerangkan reaksi kaum Lut terhadap kecaman dan nasihat yang dikemukakan oleh Nabi Lut yang disertai dengan alasan-alasan yang logis dan tidak dapat dibantah. Namun demikian mereka tetap menolak kebenaran. Beberapa pemuka mereka mengeluarkan perintah agar Nabi Lut beserta orang-orang yang beriman kepadanya diusir dari kampung halaman mereka dengan alasan bahwa Nabi Lut dan orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang bersih dan tidak patut berkumpul dengan mereka, karena mereka adalah orang-orang yang rusak dan kotor. Oleh karena itu, sebaiknya Nabi Lut dan pengikutnya tidak sekampung dengan mereka, karena antara mereka dengan Nabi Lut terdapat perbedaan dalam budi pekerti. Mereka melakukan perbuatan yang keji dengan bangga, sedang Nabi Lut beserta orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang membersihkan diri dari perbuatan terkutuk itu. Sambil mengejek, mereka menghendaki agar Nabi Lut dengan pengikutnya diusir, dengan demikian mereka tetap dapat berbuat secara bebas tanpa ada yang mengganggu mereka.\n\nAlangkah rendahnya akhlak kaum Lut itu, tanpa rasa malu mereka bangga melakukan perbuatan maksiat yang berbentuk kutukan seraya menghina orang-orang yang berbudi pekerti luhur. Hanya manusia yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudianlah yang dapat jatuh ke dalam martabat yang rendah ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1037, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 8, "page": 161, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa anjainaahu wa ahlahooo illam ra atahoo kaanat minal ghaabireen" } }, "translation": { "en": "So We saved him and his family, except for his wife; she was of those who remained [with the evildoers].", "id": "Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1037", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1037.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1037.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena kedurhakaan kaum Nabi Lut yang terus meningkat, Allah menjatuhkan siksa-Nya. Namun sebelum siksaan tersebut diturunkan, terlebih dahulu Allah menyelamatkan Nabi Lut dan pengikutnya. Kemudian Kami selamatkan dia, yakni Nabi Lut, keluarga, dan pengikutnya yang beriman, kecuali istrinya karena tidak beriman dan tidak mau keluar dari negeri tersebut bersama Nabi Lut dan pengikutnya. Dia, istri Nabi Lut itu, termasuk orang-orang yang tertinggal dan dibinasakan bersama kaum Nabi Lut yang ingkar. Sebelum azab diturunkan, Allah memerintahkan Nabi Lut dan pengikutnya yang beriman agar meninggalkan negerinya. Kisah ini dapat pula dilihat pada Surah Hud/11: 81.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyelamatkan Nabi Lut beserta orang yang beriman kepada-Nya kecuali istrinya karena ia tidak beriman kepada Nabi Lut bahkan mengkhianatinya. Istrinya berpihak kepada kaum Lut yang kafir. Karena itu ia tergolong ke dalam kaum Lut yang mendapat azab pula di akhirat nanti. Ayat lain menerangkan bahwa sebelum azab diturunkan kepada kaum Lut, Allah memerintahkan Nabi Lut dan pengikutnya yang beriman agar meninggalkan negerinya, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya: \n\nMereka (para malaikat) berkata, \"Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksa) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksa kepada mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?\" (Hud/11: 81)\n\nFirman-Nya yang lain: \n\n\"Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.\" (al-hijr/15: 65)\n\nJuga firman-Nya: \n\nLalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya (negeri kaum Lut) itu. Maka Kami tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali sebuah rumah dari orang-orang muslim (Lut). Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih. (adz-dzariyat/51: 35-37)" } } }, { "number": { "inQuran": 1038, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 8, "page": 161, "manzil": 2, "ruku": 131, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0637\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0637\u064e\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'amtarnaa 'alaihim mataran fanzur kaifa kaana aaqibatul mujjrimeen" } }, "translation": { "en": "And We rained upon them a rain [of stones]. Then see how was the end of the criminals.", "id": "Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1038", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1038.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1038.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menyelamatkan Nabi Lut dan pengikutnya, Allah menurunkan siksaan dan azab-Nya kepada kaum yang ingkar. Dan Kami hujani, yakni Kami turunkan dari langit sehingga mengenai bagian atas mereka, dengan hujan batu yang membinasakan mereka dan meluluhlantakkan negeri mereka. Maka perhatikanlah wahai orang yang mengambil pelajaran dari kisah ini bagaimana kesudahan dan akibat yang diterima orang yang berbuat dosa itu. Mereka hanya memperoleh kebinasaan dan azab lantaran perbuatan mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah membinasakan kaum Luth dengan batu yang terkenal dengan \"batu sijjil\" diturunkan dari langit laksana hujan sebagaimana tersebut dalam firman Allah: \n\nMaka Kami jungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. (al-hijr/15: 74)\n\nFirman Allah: \n\nMaka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar. (Hud/11: 82)\n\nTidak ada seorang ahli tafsir pun yang dapat menjelaskan cara-cara batu-batu itu terkumpul dari bumi diangkat ke atas atau lapisan bumi yang diangkat ke atas mereka, kemudian turun berjatuhan seperti hujan. Demikian juga bentuk batu tersebut apakah dari tanah keras semata atau bercampur dengan unsur-unsur zat pembakar atau batu-batu yang berasal dari pecahan bintang.\n\nPada ayat ini Allah menunjukkan kekuasaan-Nya kepada Muhammad dan umatnya agar mengambil pelajaran dari peristiwa dan perilaku orang-orang yang mendustakan Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika Allah menghendaki kebinasaan mereka, hal ini dapat terjadi dengan sebab-sebab yang alami, umpamanya; gempa bumi, penyakit wabah, peperangan dan korban fitnahan dan dapat pula dengan sebab-sebab luar biasa seperti topan yang menenggelamkan kaum Nuh, angin yang menghempaskan kaum Hud, petir yang membinasakan kaum Saleh dan hujan batu yang menghabiskan kaum Lut.\n\nMengenai perbuatan homoseks yang dilakukan oleh kaum Lut itu terdapat perselisihan antara ulama Fiqh tentang hukumannya sebagai berikut: \n\n1.Imam Abu Hanifah berpendirian bahwa pelakunya dijatuhkan dari tempat yang tinggi diiringi dengan lemparan batu. Tetapi menurut satu riwayat pelakunya hanya di-ta'zir diberi hukuman agar jera baik muhsan maupun tidak muhsan.\n\n2.Imam Malik memandang bahwa pelakunya dirajam (baik muhsan pernah kawin ataupun tidak). Demikian juga terhadap pasangan jika telah dewasa. Tetapi menurut satu riwayat, terhadap yang belum muhsan dikenakan hukum ta'zir.\n\n3.Imam Syafi'i menerangkan bahwa pelakunya dirajam baik muhsan atau tidak. Menurut suatu riwayat pelakunya dirajam jika ia muhsan. Jika tidak muhsan didera sebanyak seratus kali.\n\n4.Imam Ahmad memandang bahwa kedua pelakunya dibunuh.\n\n5.Pendapat sebagian sahabat Nabi, seperti Abu Bakar, Ali, Ibnu Zubair, pelakunya dibakar." } } }, { "number": { "inQuran": 1039, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 8, "page": 161, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064b\u0627 \u06d7 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ilaa Madyana akhaahum Shu'aybaa; qaala yaa qawmi' budul laaha maa lakum min ilaahin ghairuhoo qad jaaa'atkum baiyinatum mir Rabbikum fa awful kaila walmeezaana wa laa tabkhasun naasa ashyaa'ahum wa laa tufsidoo fil ardi ba'da islaahihaa; zaalikum khairul lakum in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And to [the people of] Madyan [We sent] their brother Shu'ayb. He said, \"O my people, worship Allah; you have no deity other than Him. There has come to you clear evidence from your Lord. So fulfill the measure and weight and do not deprive people of their due and cause not corruption upon the earth after its reformation. That is better for you, if you should be believers.", "id": "Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syuaib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1039", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1039.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1039.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan kisah kedurhakaan kaum Nabi Lut, kerusakan akhlak mereka karena melakukan perbuatan homoseksual, dan azab yang mereka terima, selanjutnya pembicaraan beralih kepada kisah Nabi Syuaib dan kaumnya. Dan kepada penduduk negeri dan suku Madyan, Kami utus Nabi Syuaib, saudara mereka sendiri yang terkenal sebagai orator para nabi. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan sembahan yang patut disembah bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata, yang membuktikan kebenaranku sebagai utusan-Nya. Bukti itu dari Tuhan yang senantiasa memilihara-mu. Maka, karena itu patuhilah tuntunan yang aku sampaikan kepadamu. Sempurnakanlah takaran dan yang ditakar dan timbangan serta yang ditimbang, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun dengan mengurangi takaran dan timbangan. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi dalam bentuk apa pun setelah diciptakan dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu dan anak keturunan serta generasi sesudahmu jika kamu benar-benar orang beriman kepada Allah dan hari akhir.\"", "long": "Ayat ini menceritakan bahwa kaum Madyan yaitu kaum Nabi Syu'aib tidak bersyukur kepada Allah disamping mereka mempersekutukan-Nya. Akhlak mereka sangat buruk sehingga kehidupan mereka bergelimang dalam penipuan, sampai kepada urusan tukar-menukar, timbang-menimbang. Menurut suatu riwayat jika orang asing datang berkunjung, mereka sepakat menuduh bahwa uang yang dibawa orang asing itu palsu, dengan demikian mereka menukarnya dengan harga (kurs) yang rendah sekali. Kepada kaum ini Allah mengutus Nabi Syu'aib agar dia menunjukkan kepada mereka jalan yang benar dan meninggalkan kecurangan dalam takaran dan timbangan.\n\nSebagaimana biasanya bahwa Allah memperkuat kenabian setiap Nabi-Nya dengan mukjizat seperti diketahui dari hadis Abu Hurairah, yaitu: \n\n\"Tidak seorang Nabi pun dari kalangan nabi-nabi kecuali diberikan kepadanya tanda-tanda kenabiannya yang menjadikan manusia percaya kepadanya. Sesungguhnya yang diberikan kepadaku ialah wahyu yang disampaikan kepadaku yaitu (Al-Qur'an). Maka aku mengharap bahwa aku akan mempunyai pengikut yang lebih banyak dari pada pengikut-pengikut nabi-nabi pada hari Kiamat\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nTidak terdapat satu ayat pun dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang mukjizat yang diberikan kepada Nabi Syu'aib. Fakhrur Razi dalam tafsirnya, mengutip az-Zamakhsyari dalam tafsirnya \"Al-Kasysyaf\" mengatakan bahwa di antara mukjizat Nabi Syu'aib, yaitu dia memberikan tongkatnya kepada Nabi Musa. Tongkat itulah membinasakan ular-ular besar milik tukang-tukang sihir Firaun. Juga dia berkata kepada Nabi Musa, bahwa kambing-kambing ini akan beranak semuanya berbulu hitam putih, kemudian ternyata benar sebagaimana yang diucapkannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1040, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 8, "page": 161, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u062a\u064f\u0648\u0639\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u062b\u0651\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa taq'udoo bikulli siraatin too'idoona wa tasuddoona 'an sabeelil laahi man aamana bihee wa abghoonahaa 'iwajaa; waz kurooo iz kuntum qaleelan fakassarakum wanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul mufsideen" } }, "translation": { "en": "And do not sit on every path, threatening and averting from the way of Allah those who believe in Him, seeking to make it [seem] deviant. And remember when you were few and He increased you. And see how was the end of the corrupters.", "id": "Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1040", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1040.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1040.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan di samping jangan merusak di muka bumi, janganlah juga kamu duduk sengaja memotong di setiap jalan menuju Nabi Syuaib, dengan maksud menakut-nakuti orang-orang yang melewatinya dengan ancaman pembunuhan dan terus-menerus menghalang-halangi orangorang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya dari jalan yang lurus dengan mencari-cari dalih atau kelemahannya untuk menanamkan keraguan terhadap Allah. Ingatlah masa lalumu ketika kamu dahulunya berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu dengan mengembangbiakkan keturunanmu dan memberi rezeki yang banyak. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan dari umat dan suku sebelummu, seperti kaum 'Ad dan Samud, sebagai pelajaran agar kamu tidak mengalami nasib serupa.\"", "long": "Sesudah Nabi Syu'aib melarang kaumnya membuat kerusakan di bumi, maka ayat ini menerangkan bahwa Nabi Syu'aib juga melarang mereka duduk di jalan untuk mengganggu orang yang lewat. Terhadap orang yang beriman mereka ancam nyawanya dan terhadap orang yang belum beriman jika ia bermaksud mengunjungi Nabi Syu'aib mereka mengatakan bahwa Syu'aib itu seorang pendusta yang hendak menggoda orang agar meninggalkan agama nenek moyangnya.\n\nPada akhir ayat Nabi Syu'aib mengajak mereka mengenang masa-masa yang lalu ketika mereka masih sedikit jumlahnya, kemudian Allah mengembangbiakkan keturunan mereka dan memberi rezeki yang banyak. Karenanya hendaklah mereka bersyukur kepada Allah dengan meninggalkan kemusyrikan dan perbuatan kezaliman dan hendaklah mereka mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian pada kaum-kaum yang berbuat kezaliman, antara lain meninggalkan agama yang benar dari umat-umat sebelum mereka, seperti kaum Nuh, kaum 'Ad, dan kaum tsamud. Hendaklah mereka mengambil pelajaran dari apa yang menjadi sebab Allah membinasakan umat-umat sebelum mereka itu. Dengan demikian Nabi Syu'aib secara tidak langsung telah memperingatkan kaumnya agar mereka tidak mengalami nasib seperti mereka yang telah dibinasakan oleh Allah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1041, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 8, "page": 161, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 64, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0643\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa In kaana taaa'ifatum minkum aamanoo billazeee ursiltu bihee wa taaa'ifatul lam yu'minoo fasbiroo hattaa yahkumual laahu bainanaa; wa Huwa khairul haakimeen" } }, "translation": { "en": "And if there should be a group among you who has believed in that with which I have been sent and a group that has not believed, then be patient until Allah judges between us. And He is the best of judges.\"", "id": "Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya, dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dialah hakim yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1041", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1041.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1041.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sambil mengajak kaumnya beriman, Nabi Syuaib mengakhiri seruannya dengan kalimat diplomatis, \"Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada ajaran yang aku diutus menyampaikannya agar menyembah Allah dan meninggalkan perbuatan zalim seperti mengurangi hak manusia dalam menimbang dan menakar, dan ada pula segolongan yang tidak beriman dengan apa yang aku sampaikan itu dengan masih tetap kufur dan berbuat zalim, maka bersabarlah, wahai dua golongan yang berbeda, sampai Allah menetapkan keputusan atas perkara itu dengan seadil-adilnya di antara kita. Dialah hakim yang terbaik pemberi keputusan.", "long": "Ayat ini mengutarakan keahlian Nabi Syu'aib dalam menyampaikan ajaran-ajaran Allah yang dikemukakan dengan kata-kata yang tegas, bijaksana dan mengesankan. Nabi Syu'aib berkata kepada mereka jika ada golongan di antara mereka yang membenarkan seruannya agar menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan perbuatan zalim seperti mengurangi hak manusia dalam menimbang dan menakar, maka mereka akan terhindar dari siksa Allah. Sebaliknya, sekiranya ada golongan di antara mereka yang masih belum menyambut seruannya dan masih tetap kufur dan zalim, maka Nabi Syu'aib mengancam mereka agar menunggu keputusan Tuhan yang seadil-adilnya, yaitu membela hamba-hamba-Nya yang beriman dan membinasakan golongan kafir yang berbuat kezaliman." } } }, { "number": { "inQuran": 1042, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 9, "page": 162, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalal mala ul lazeenas takbaroo min qawmihee lanukhrijannaka yaa Shu'aibu wallazeena aamanoo ma'aka min qaryatinaaa aw lata'oo dunna fee millatinaa; qaala awa law kunnaa kaariheen" } }, "translation": { "en": "Said the eminent ones who were arrogant among his people, \"We will surely evict you, O Shu'ayb, and those who have believed with you from our city, or you must return to our religion.\" He said, \"Even if we were unwilling?\"", "id": "Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri dari kaum Syuaib berkata, “Wahai Syuaib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami.”Syuaib berkata, “Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak suka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1042", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1042.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1042.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pemuka-pemuka dan pembesar kaum Nabi Syuaib yang menyombongkan diri dan menolak beriman berkata, \"Wahai Syuaib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman kepadamu dari negeri kami, kecuali jika engkau kembali kepada agama kami atau diam dan membiarkan kami melakukan apa yang kami inginkan.\" Nabi Syuaib berkata, \"Apakah kamu akan mengusir kami, atau kami mengikuti agama kalian yang sesat, atau membiarkan kalian, kendatipun kami tidak suka itu karena kami tahu kesesatannya? Tidak mungkin itu akan terjadi.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa para pemimpin suku Madyan berkata kepada Nabi Syuaib, bahwa mereka akan mengusir Syuaib dan para pengikutnya dari negeri mereka, apabila Nabi Syuaib tidak mau kembali kepada agama nenek moyang mereka, serta menghentikan dakwahnya kepada kaumnya.\n\nDengan perkataan lain, mereka menyuruh Nabi Syuaib dan para pengikutnya untuk memilih apakah mereka akan tetap dalam agama baru dan melanjutkan dakwah tetapi diusir dari negeri mereka, ataukah bersedia kembali kepada agama nenek moyang dan menjadi anggota masyarakat dari kaumnya yang musyrik. \n\nPerlu diketahui bahwa kata-kata \"kembali kepada agama nenek moyang\" memberi kesan, seolah-olah Nabi Syuaib pernah menjadi penganut agama kaumnya, dan tentu pernah juga turut menyembah sembahan yang mereka sembah. Hal ini tidak benar, karena para nabi dan rasul Allah senantiasa terhindar dari dosa-dosa besar, termasuk dosa yang disebabkan kemusyrikan kepada Allah.\n\nPada akhir ayat tersebut diterangkan, bahwa Nabi Syuaib menjawab tantangan mereka dengan mengajukan pertanyaan, apakah mereka akan tetap memaksa dirinya dan para pengikutnya untuk kembali kepada agama mereka atau mereka akan mengusir dirinya dan para pengikutnya dari negeri Madyan bila ia menolak anjuran itu.\n\nNabi Syuaib menegaskan kepada kaumnya, bahwa ia dan para pengikutnya tidak merasa gentar diusir dari negeri mereka, dan mereka akan tetap dalam agama Allah serta melanjutkan dakwah mereka. Kecintaan Nabi Syuaib kepada agama Allah lebih tinggi dari pada kecintaan kepada tanah air yang penduduknya ingkar kepada Allah. Ia dan para pengikutnya mengutamakan hidup dalam keridaan Allah, sehingga mereka benar-benar dapat memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Agama dan keimanan adalah urusan hati yang tidak dapat dipaksakan bagaimanapun juga. Ia dan para pengikutnya benci kepada kemusyrikan, karena kemusyrikan merupakan dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah.\n\nSeorang rasul yang mengemban amanat menyiarkan agama Allah tidak keberatan meninggalkan tanah tumpah darahnya, apabila situasi dan keadaan di tempat itu tidak memungkinkan untuk melaksanakan tugas. Seperti diketahui, Nabi Ibrahim telah melaksanakan hijrah, meninggalkan tanah tumpah darahnya yaitu kota Ur di Kaldea, demi untuk menegakkan agama Allah. Demikian pula Nabi Muhammad telah hijrah dari Mekah ke Medinah karena kecintaannya kepada agama Allah melebihi kecintaan kepada tanah air dan lain-lainnya. Orang-orang yang enggan hijrah karena Allah, akan dimurkai Allah, sebagaimana firman Allah :\n\n\"Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri, mereka (para malaikat) bertanya: \"bagaimana kamu ini?\" Mereka menjawab: \"Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekah)\". Mereka (para malaikat) bertanya: \"Bukanlah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?\" Maka Orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruknya tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah), maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun\". (an-Nisa/4: 97-99)" } } }, { "number": { "inQuran": 1043, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 9, "page": 162, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064f\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0633\u0650\u0639\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qadif tarainaa 'alal laahi kaziban in 'udnaa fee millatikum ba'da iz najjaanal laahu minhaa; wa maa yakoonu lanaaa an na'ooda feehaaa illaaa ai yashaaa'al laahu Rabbunaa; wasi'a Rabbunaa kulla shai'in 'ilmaa; 'alal laahi tawakkalnaa; Rabbanaf tah bainanaa wa baina qawminaa bilhaqqi wa Anta khairul faatiheen" } }, "translation": { "en": "We would have invented against Allah a lie if we returned to your religion after Allah had saved us from it. And it is not for us to return to it except that Allah, our Lord, should will. Our Lord has encompassed all things in knowledge. Upon Allah we have relied. Our Lord, decide between us and our people in truth, and You are the best of those who give decision.\"", "id": "Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1043", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1043.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1043.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Syuaib menolak keras keinginan mereka agar kembali kepada agama mereka, \"Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu atau merestui perbuatanmu, apalagi setelah Allah melepaskan dan menyelamatkan kami darinya dengan menunjuki kami jalan yang benar. Dan tidaklah pantas kami memilih kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki itu. Tetapi hal itu tidak mungkin terjadi sebab pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu, sehingga Dia tahu yang terbaik bagi hamba-Nya. Hanya kepada Allah kami bertawakal, menyerahkan segala urusan dengan melaksanakan semua kewajiban, seraya memohon petunjuk dan pertolongan. Selanjutnya Nabi Syuaib dan pengikutnya bermohon, Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak yakni adil. Engkaulah pemberi keputusan terbaik.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan ucapan Nabi Syuaib terhadap kaumnya yang telah mengancam untuk mengusir dari negerinya apabila ia tidak mau menghentikan dakwahnya. Nabi Syuaib berkata: \"Alangkah besar dosa dan kebohongan kami terhadap Allah, apabila kami kembali kepada agama kamu, padahal Allah telah menyelamatkan kami dan telah menunjuki kami ke jalan yang lurus. Apabila seseorang mengikuti ajaran kamu tanpa pengetahuan, dianggap sebagai orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah, maka bagaimanakah halnya orang yang sengaja mengadakan kebohongan terhadap-Nya, dan sengaja menyimpang dari jalan yang telah ditunjukkan-Nya secara sadar, padahal ia mempunyai pengetahuan tentang hal itu. Kekafiran semacam itu merupakan perbuatan yang amat keji, tidak akan diampuni. Oleh sebab itu kami tidak akan melakukannya\".\n\nDari penegasan Nabi Syuaib ini dapat diambil kesimpulan bahwa Allah telah menyelamatkan para pengikutnya dan sahabat-sahabatnya, termasuk dirinya sendiri, dari agama syirik yang dianut kaumnya, atau dapat pula diartikan bahwa Allah telah menyelamatkan Nabi Syuaib dari kemusyrikan. Ia tidak pernah menganut kepercayaan yang dianut kaumnya dan tidak menyembah apa-apa yang disembah oleh mereka. Maka Allah telah menunjukinya kepada jalan yang benar. Ini sama halnya dengan apa yang dialami Nabi Muhammad sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\n\"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk\". (ad-dhuha/93: 7)\n\nFirman-Nya yang lain :\n\n\"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus\". (asy-Syura/42: 52)\n\nSelanjutnya Nabi Syuaib menegaskan kepada kaumnya, bahwa tidak layak dan tidak masuk akal, jika dia dan para pengikutnya akan meninggalkan agama yang benar serta kembali kepada agama mereka, kecuali jika Allah menghendakinya. Maksudnya ialah bahwa Nabi Syuaib beserta para pengikutnya yakin, bahwa agama yang dianut kaumnya adalah agama yang tidak benar, sedangkan agama yang dianutnya beserta para pengikutnya adalah agama yang benar dapat menjamin keselamatan dan kebahagiaan manusia dunia dan akhirat.\n\nAllah tidak menghendaki Nabi Syuaib dan para pengikutnya kembali kepada agama kaumnya yang penuh dengan kemusyrikan, sebab Allah sendiri yang telah membebaskannya dari kemusyrikan dan menunjukinya kepada agama yang benar. Oleh sebab itu Nabi Syuaib dan para pengikutnya tidak akan kembali kepada agama mereka.\n\nKemudian Nabi Syuaib mengingatkan bahwa Ilmu Allah Maha Luas, meliputi segala sesuatu. Ia mengetahui segala hikmah dan hal-hal yang akan mendatangkan kemasalahan bagi hamba-Nya. Kehendak-Nya senantiasa berlaku sesuai dengan hikmah tersebut. Maka segala sesuatu yang terjadi pada makhuk-Nya tidaklah terlepas dari hikmah tersebut. Oleh sebab itu, kepada Allah saja ia dan para pengikutnya bertawakal dan berserah diri, dan disertai ketaatan dalam menjalankan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka, yaitu menjaga syariat dan agama-Nya. Dialah yang akan melindungi Nabi Syuaib dan para pengikutnya dari segala ancaman dan gangguan kaumnya dan dari segala bahaya dimana Nabi Syuaib tidak mempunyai daya untuk menghindari dan melawannya.\n\nPerlu diketahui salah satu syarat dari tawakal ialah keteguhan dalam melaksanakan syariat yang telah ditetapkan Allah, serta mematuhi peraturan umum yang ditetapkan-Nya, baik mengenai alam maupun masyarakat, terutama hubungan antara sebab dan akibat. Misalnya bila kita ingin memperoleh rezeki dari Allah maka kita harus berusaha, serta menjaga peraturan Allah dalam menjalankan usaha-usaha tersebut. Apabila usaha sudah dijalankan menurut cara-cara yang diperlukan, serta menjaga peraturan yang telah ditetapkan Allah dan syariat-Nya, barulah kita bertawakal. Tawakal yang dilakukan tanpa didahului dengan usaha yang benar dan sesuai dengan peraturan Allah adalah tawakal yang keliru. Itulah sebabnya Rasulullah saw pernah menegur seorang yang tidak menambatkan untanya ketika ia mau menghadap Rasulullah, karena katanya ia telah bertawakal kepada Allah lebih dahulu. Seharusnya ia menambatkan untanya terlebih dahulu sebelum ia meninggalkannya. Hal tersebut merupakan usaha untuk bertawakal. Menurut keadaan yang biasa berlaku, unta tidak akan lari, bila ia telah ditambatkan dengan baik. Nabi bersabda:\n\n\"Tambatkan kemudian bertawakal (kepada Allah)\". (Riwayat at-Tirmidzi)\n\nSetelah Nabi Syuaib menyatakan penyerahan dirinya kepada Allah swt, lalu mengakhiri dengan , semoga Allah memberikan keputusan yang adil antara dia dan kaumnya, maka ia menyatakan pengakuan dan keyakinannya bahwa Allah swt adalah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya, karena Dia Mahaadil dan Maha Mengetahui.\n\nSebagaimana diketahui, sebelum lahirnya Nabi Syuaib di Madyan, telah banyak rasul yang diutus Allah untuk menyampaikan agama-Nya kepada umat manusia. Pada umumnya, para rasul itu mendapat tantangan dan dimusuhi oleh sebagian kaumnya, yang ingkar kepada Allah. Pada akhirnya, para rasul tersebut mendapat pertolongan dari Allah karena mereka adalah orang-orang yang menjalankan perintah Allah dan selalu bersikap jujur dan berbuat baik. Sebaliknya orang-orang kafir itulah yang menemui nasib buruk akibat kekafiran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1044, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 9, "page": 162, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal mala ul lazeena kafaroo min qawmihee la'init taba'tum Shu'aiban innakum izal lakhaasiroon" } }, "translation": { "en": "Said the eminent ones who disbelieved among his people, \"If you should follow Shu'ayb, indeed, you would then be losers.\"", "id": "Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syuaib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1044", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1044.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1044.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pemuka kaum Nabi Syuaib merasa putus asa menundukkan Syuaib dan pengikutnya yang tetap teguh pada agama mereka. Mereka merasa cemas pengikut Nabi Syuaib akan semakin banyak melihat kekuatan dan ketegarannya dalam berdakwah. Karena itu, pemuka-pemuka dari kaumnya yang kafir beralih kepada pengikut mereka, mengancam mereka dengan berkata, \"Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, beriman kepadanya dan meninggalkan ajaran dan tradisi leluhur kamu, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi, karena mengikuti agama yang salah, yang belum pernah diikuti oleh leluhur kalian.\"", "long": "Orang-orang kafir di antara kaum Nabi Syuaib, yaitu pemuka-pemuka mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mendustakan rasul-Nya sudah berbuat kezaliman, antara lain dengan menghalang-halangi orang lain untuk beriman kepada Nabi Syuaib dan agama yang dibawanya, mereka berkata: \"Jika kamu beriman dan mengikuti seruan Syuaib yang mengajak kepada agama tauhid, niscaya kamu akan merugi akibat perbuatan itu karena meninggalkan agama nenek moyang yang kamu anut selama ini. Kamu akan kehilangan kemuliaan dan kehormatan, karena dengan mengikuti Syuaib kamu akan menganggap bahwa nenek moyang kamu adalah orang-orang yang sesat dan akan diazab oleh Allah. Di samping itu, kamu juga akan kehilangan harta benda dan keuntungan yang berlipat ganda dalam perdagangan karena agama Syuaib tidak memperbolehkan melakukan penipuan dalam berjual beli, terutama mengenai takaran dan timbangan.\n\nPemuka-pemuka kaum Nabi Syuaib jelas bersikap angkuh dan kufur. Sikap angkuh ini timbul karena mereka berkuasa di negeri itu, sifat inilah yang mendorong mereka untuk mengeluarkan ancaman kepada Nabi Syuaib dan para pengikutnya untuk mengusir mereka dari Madyan. Sedang sifat kufur mereka telah menyebabkan mereka bertindak untuk menghalang-halangi orang lain menganut agama Allah yang dibawa oleh Nabi Syuaib. Mereka adalah orang-orang yang sesat, dan berusaha untuk menyesatkan orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 1045, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 9, "page": 162, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u0652\u0641\u064e\u0629\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u062b\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhazat humur rajfatu fa asbahoo fee daarihim jaasimeen" } }, "translation": { "en": "So the earthquake seized them, and they became within their home [corpses] fallen prone.", "id": "Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1045", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1045.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1045.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tak berselang lama, lalu datanglah gempa yang dahsyat menimpa mereka, sebagai bentuk siksa Allah yang pantas mereka terima, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.", "long": "Keingkaran kepada Allah serta perbuatan menghalangi orang lain untuk menganut agama Allah adalah kejahatan yang amat besar. Orang-orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman yang setimpal. Oleh sebab itu, Allah telah menimpakan kepada mereka azab yang berat berupa gempa dan petir yang dahsyat yang membinasakan mereka, sehingga mereka mati bergelimpangan di bawah reruntuhan rumah-rumah mereka, seolah-olah mereka tidak pernah ada di negeri itu.\n\nKisah Nabi Syuaib ini, selain ditemukan dalam surah al-Araf, juga ditemukan dalam surah Hud/11: 85-95). Akan tetapi ada perbedaan yang menyebutkan nama azab yang ditimpakan kepada kaumnya yang kafir. Dalam Surah al-Araf ayat 91 disebutkan, bahwa azab tersebut adalah berupa \"ar rajfah\", yaitu gempa yang dahsyat. Sedangkan dalam Surah Hud ayat 94 disebutkan, bahwa azab tersebut adalah berupa \"Ash shaihatu\", yaitu suara keras yang mengguntur. Namun kedua ayat itu tidaklah berlawanan, karena kedua macam azab ini dapat terjadi dalam satu rentetan dan menimbulkan akibat yang sama, suara kilat yang keras dan gempa telah membinasakan mereka, sehingga mereka mati bergelimpangan di bawah reruntuhan rumah-rumah mereka.\n\nKisah Nabi Syuaib juga terdapat dalam surah asy-Syuara, di sini disebutkan bahwa Nabi Syuaib diutus Allah kepada penduduk negeri Aikah (asy-Syuara/26: 176). Sedangkan dalam surah al-Araf disebutkan bahwa Nabi Syuaib adalah saudara sebangsa dari kaum Madyan, yaitu penduduk negeri Madyan. \n\nMenurut keterangan Ishak Ibnu Basyar yang dikutip dari Ibnu Asakir, mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah memberikan penjelasan sebagai berikut: \"Penduduk Aikah adalah orang-orang yang mendiami daerah rawa-rawa yang terletak antara pantai Laut Merah dan negeri Madyan\". Dari keterangan ini dapat dipahami bahwa Nabi Syuaib telah diutus Allah kepada kaumnya yang telah mempunyai hubungan dengan mereka, sampai ke Laut Merah. Kedua kaum mempunyai kesamaan, baik mengenai kekafiran mereka, maupun mengenai berbagai perbuatan maksiat yang mereka lakukan, misalnya ketidakjujuran mereka dalam menimbang dan menakar ketika berjual beli. Nabi Syuaib menyiarkan agama kepada mereka semua. Azab Allah telah menimpa kedua golongan itu dalam waktu yang sama, atau dalam waktu yang berdekatan jaraknya, maka azab yang ditimpakan kepada penduduk Madyan adalah berupa \"Ar rajfah\", yaitu gempa yang amat dahsyat yang disertai suara gemuruh yang amat keras, sedang azab yang ditimpakan kepada penduduk Aikah adalah berwujud angin samum dan udara yang sangat panas, yang berakhir dengan datangnya gumpalan awan. Mereka lalu berkumpul di bawah awan yang menaungi mereka untuk mendapatkan udara yang sejuk, karena mereka menyangka awan itu akan menurunkan hujan akan tetapi gumpalan awan itu ternyata awan panas yang akan ditimpakan kepada mereka sehingga semuanya mati tertimpa awan panas. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa azab yang ditimpakan kepada kedua golongan itu sama. (Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut ketika menafsirkan surah asy-Syuara)" } } }, { "number": { "inQuran": 1046, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 9, "page": 162, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena kazzaboo Shu'aiban ka al alm yaghnaw feehaa; allazeena kazzaboo Shu'aiban kaanoo humul khaasireen" } }, "translation": { "en": "Those who denied Shu'ayb - it was as though they had never resided there. Those who denied Shu'ayb - it was they who were the losers.", "id": "Orang-orang yang mendustakan Syuaib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syuaib, itulah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1046", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1046.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1046.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah keadaan mereka, sehingga orang-orang yang mendustakan Nabi Syuaib dan menolak ajaran kebenaran yang disampaikannya, dengan siksa yang menimpa mereka itu seakan-akan mereka belum pernah tinggal di negeri itu dan bersenang-senang di situ, sebab semuanya hancur binasa, tak ada yang tersisa sedikit pun. Tidak ada lagi bekasbekas peninggalan yang dapat menjadi bukti keberadaan mereka. Jika demikian itu kesudahan yang menimpa mereka, maka mereka yang mendustakan Nabi Syuaib, dan mengira bahwa orang yang mengikutinya akan merugi, mereka itulah sebenarnya orang-orang yang rugi karena kehilangan kebahagiaan di dunia dan akhirat.", "long": "Pada ayat-ayat yang terdahulu telah disebutkan bahwa pemuka-pemuka kaum Nabi Syuaib pernah mengeluarkan ancaman untuk mengusir Nabi Syuaib bersama para pengikutnya dari negeri Madyan apabila mereka tidak mau kembali kepada agama nenek moyang mereka. Maka dalam ayat ini Allah memberikan penjelasan sebagai jawabannya. Allah menegaskan bahwa akibat yang akan diderita oleh orang-orang yang telah mengancam untuk mengusir Nabi Syuaib dari Madyan, justru merekalah yang rusak binasa dan hilang lenyap, sehingga seakan-akan mereka tak pernah hidup dan mendiami negeri ini. Demikian juga orang-orang yang mendustakan Nabi Syuaib dan mengatakan bahwa siapa yang mengikuti agamanya pasti akan merugi, justru merekalah yang benar-benar merugi, sedang orang-orang yang beriman dan mengikuti agama yang dibawa oleh Nabi Syuaib mereka akan selamat dan memperoleh rida Allah.\n\nDari ayat ini dapat diambil pelajaran yang sangat berharga, yaitu bahwa orang yang sangat menginginkan tetap tinggal di negeri mereka dengan hidup senang dan berbuat sewenang-wenang terhadap pihak-pihak yang memegang teguh kebenaran, niscaya akan menemui akibat yang bertentangan dengan harapan mereka, yaitu kebinasaan. Demikian pula orang-orang yang ingin memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan jalan mengambil harta orang lain dengan cara yang batil seperti korupsi niscaya akan menemui nasib malang, yaitu: kehilangan harta benda dan harga diri untuk selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1047, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 9, "page": 162, "manzil": 2, "ruku": 132, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u063a\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064e\u0635\u064e\u062d\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0622\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fatawalla 'anhum wa qaala yaa qawmi laqad ablaghtukum Risaalaati Rabbee wa nasahtu lakum fakaifa aasaa'alaa qawmin kaafireen" } }, "translation": { "en": "And he turned away from them and said, \"O my people, I had certainly conveyed to you the messages of my Lord and advised you, so how could I grieve for a disbelieving people?\"", "id": "Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1047", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1047.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1047.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat kehancuran yang menimpa kaumnya yang ingkar, maka Nabi Syuaib dengan berat hati berpaling meninggalkan mereka seraya berkata dengan penuh sesal dan iba, \"Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku berupa pesan-pesan-Nya yang dibuktikan dengan aneka mukjizat kepadamu yang dapat membawa kepada kebaikan jika kamu lakukan, dan aku telah menasihati kamu berupa sesuatu yang dapat menyelamatkan kamu dari hukuman Allah. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap penderitaan orang-orang kafir yang telah mendarah daging dalam diri mereka kekufuran?\" Itu tidak akan terjadi, sebab aku sudah berusaha keras memberikan petunjuk dan berupaya menyelamatkan mereka, tetapi mereka malah memilih kehancuran.", "long": "Ketika azab itu menimpa kaum Nabi Syuaib, lalu dia pergi meninggalkan mereka, dengan penuh kesedihan ia berkata: \"Wahai kaumku, aku telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu, dan aku telah melaksanakan tugasku terhadapmu, dan aku telah memberikan nasihat yang cukup kepadamu, namun kamu membelakangi kesemuanya itu, maka mengapa aku harus bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?\".\n\nNabi Syuaib diutus Allah untuk menuntun kaumnya kepada agama yang benar untuk mencapai rida Allah serta kebahagiaan dunia dan akhirat, untuk itu Nabi Syuaib telah mencurahkan segenap tenaganya, tetapi mereka telah memilih jalan kesesatan. Mereka bahkan mendustakannya, serta mengancam untuk mengusir dari tanah airnya. Mereka telah melemparkan diri mereka sendiri ke jurang kebinasaan, karena kekafiran mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sungguh Allah tidak menzalimi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1048, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 9, "page": 162, "manzil": 2, "ruku": 133, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa fee qaryatim min Nabiyyin illaaa akhaznaaa ahlahaa bil baasaaa'i waddarraaa'i la'allahum yaddarra'oon" } }, "translation": { "en": "And We sent to no city a prophet [who was denied] except that We seized its people with poverty and hardship that they might humble themselves [to Allah].", "id": "Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1048", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1048.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1048.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada sesuatu negeri, untuk mengajak penduduknya kepada agama Allah yang benar, lalu penduduknya mendustakan nabi itu, melainkan pasti Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan atau kesulitan berupa penindasan pihak lain atas mereka, serta petaka yang disebabkan oleh peperangan dan bencana alam, dan penderitaan, berupa kemiskinan, penyakit serta krisis yang beragam. Hal itu Kami lakukan agar mereka menyadari kesalahan dan tunduk dengan merendahkan diri dan memohon kepada Allah dengan tulus hati agar dibebaskan dari siksa itu.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa salah satu dari ketetapan Allah yang berlaku ialah bahwa Dia mengutus rasul-Nya kepada suatu umat, kemudian apabila umat tersebut mendustakan rasul-Nya, maka Allah menimpakan cobaan kepada umat tersebut, berupa kesempitan rezeki dan penderitaan. Cobaan tersebut dimaksudkan untuk menyadarkan mereka sehingga menjadi umat yang tunduk dan rendah hati dengan ikhlas berdoa kehadirat Allah agar mereka dilepaskan dari azab tersebut.\n\nKemewahan dan kesenangan hidup menyebabkan manusia lupa kepada Tuhannya. Akan tetapi, bila suatu ketika ia ditimpa kesusahan dan kesempitan, maka hal itu akan menimbulkan kesadaran dalam hatinya, lalu kembali ke jalan yang ditunjukkan agamanya, dan berusaha untuk memperbaiki dirinya.\n\n\"Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat. (asy-Syura/42: 27)\n\nSeseorang baru dapat merasakan nikmatnya kekayaan bila suatu ketika ia pernah kehilangan kekayaan itu. Seseorang baru mengerti nikmat kesehatan bila suatu ketika ia pernah sakit. Demikian pula halnya dengan nikmat-nikmat lainnya yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia.\n\nDengan demikian jelaslah, apabila suatu ketika Allah mencabut nikmat-Nya dari seseorang atau satu bangsa, maka tujuannya agar mereka sadar dan mau beriman dan taat kepada Allah, yakin akan sifat-sifat kekuasaan, keadilan dan kasih sayang Allah kepada makhluk. Sehingga mereka akan kembali merendahkan diri kepada Allah dan tunduk kepada peraturan-Nya, serta mengharapkan ampunan-Nya, untuk melepaskan mereka dari kesusahan yang menimpanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1049, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 9, "page": 162, "manzil": 2, "ruku": 133, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0641\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa baddalnaa makaa nas saiyi'atil hasanata hattaa 'afaw wa qaaloo qad massa aabaa'anad darraaa'u wassarraaa'u fa akhaznaahum baghtatanw wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Then We exchanged in place of the bad [condition], good, until they increased [and prospered] and said, \"Our fathers [also] were touched with hardship and ease.\" So We seized them suddenly while they did not perceive.", "id": "Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan (sehingga keturunan dan harta mereka) bertambah banyak, lalu mereka berkata, “Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan,” maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1049", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1049.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1049.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika mereka tidak menyadari kesalahan mereka dan terus ingkar, kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan; yang miskin menjadi kaya, yang sakit menjadi sehat, dan yang lemah menjadi kuat, sehingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak. Lalu dengan bodoh mereka berkata, \"Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan. Kesenangan dan kesulitan yang dialami oleh leluhur kami hanyalah masalah waktu. Keduanya berputar di antara manusia.\" Mereka tidak berpikir bahwa itu adalah balasan atas kekafiran mereka. Mereka terus larut dalam kedurhakaan, maka karenanya Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba, sehingga tidak ada lagi kesempatan buat mereka bertobat dan memohon. Sedemikian mendadak kedatangan siksa itu sampai-sampai ia datang dalam keadaan tanpa mereka sadari kedatangannya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah mereka ditimpa kesusahan dan kesulitan hidup, dan mereka berusaha memperbaiki dan berdoa kepada Allah, maka Allah memberikan kepada mereka nikmat dan kelapangan hidup sehingga mereka memperoleh kemakmuran dan harta benda yang cukup. Kemakmuran dan kecukupan harta benda ini memungkinkan mereka mengembangkan keturunan. Harta benda yang cukup dan keturunan yang banyak, adalah merupakan puncak kenikmatan bagi manusia.\n\nOrang-orang yang beriman, jika memperoleh nikmat dari Allah, baik berupa harta benda maupun keturunan, tentu akan bertambah keimanan dan rasa syukurnya, dan akan melakukan kebajikan lebih banyak lagi. Akan tetapi orang-orang yang lemah iman, bila memperoleh kemakmuran dan kenikmatan yang banyak, ia lupa kepada Allah Yang memberikan nikmat tersebut, dan timbullah rasa sombong dan angkuhnya. Mereka berkata: \"Nenek moyang kami dahulu juga pernah merasakan kenikmatan dan kesusahan, demikian pula kami. Kesusahan yang pernah kami alami, dan kebahagiaan yang kami rasakan sekarang adalah sama saja dengan apa yang pernah dialami nenek moyang kami. Kesusahan yang menimpa kami bukanlah akibat dari dosa-dosa yang telah kami perbuat, dan kebahagiaan yang kami peroleh bukanlah hasil dari kebajikan yang kami lakukan. Pengakuan dan sikap ini jelas merupakan kezaliman yang bisa terjadi sepanjang masa.\n\nDemikianlah, kekayaan dan kebahagiaan telah membuat mereka lupa kepada hubungan antara sebab-akibat, serta menyebabkan mereka lupa kepada kekuasaan, keadilan dan kasih sayang Allah. Hal ini disebabkan karena mereka tidak memahami Sunnah Allah yang berlaku di alam ini; mereka tidak memahami faktor-faktor yang menimbulkan kebahagiaan dan kesengsaraannya di bumi ini. Padahal Allah telah memberikan bimbingan dengan firman-Nya:\n\n\"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.\" (ar-Rad/13: 11)\n\nOleh karena itu, keingkaran dan kesombongan mereka, timbul setelah memperoleh kemakmuran. Allah menimpakan kepada mereka azab yang datang secara tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadari akan datangnya azab tersebut. Mereka tidak memenuhi Sunnatullah yang berlaku dalam urusan masyarakat, dan akal mereka tidak mampu memikirkan hal itu. Lagi pula mereka tidak mau mengikuti petunjuk dan nasihat serta peringatan rasul kepada mereka. Dalam hubungan ini Allah telah berfirman:\n\n\"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa\". (al-Anam/6: 44)\n\nSifat orang kafir adalah bila mereka memperoleh kenikmatan dan kebahagiaan, mereka sombong dan takabur, tidak mensyukuri nikmat Allah. Sebaliknya bila mereka ditimpa musibah, mereka berputus asa dan berkeluh kesah, tidak memikirkan sebab-sebab yang ada pada diri mereka yang menimbulkan musibah itu. Firman Allah :\n\n\"Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, \"Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.\" Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.\" (az-Zumar/39: 49)\n\nKesenangan yang diperoleh sesudah kesusahan yang kemudian disusul dengan azab yang menyengsarakan, tidak hanya dialami oleh kaum Nabi Syuaib, bahkan umat nabi-nabi sebelumnya, yakni umat Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi shaleh. Nabi Hud telah memperingatkan kepada umatnya, yaitu kaum ad, sebagai berikut:\n\n\"Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. Maka ingatlah akan nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung.\"(al-Araf/7: 69)\n\nSelanjutnya Nabi shaleh telah memperingatkan pula kepada kaumnya, kaum shamud hal semacam itu:\n\n\"Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum ad, dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi\". (al-Araf/7: 74)\n\nGenerasi yang hidup sekarang ini hendaklah betul-betuk menyadari, agar jangan mengalami nasib merana seperti yang dialami umat-umat terdahulu, karena keingkaran dan kesombongan mereka kepada Allah. Apabila umat sekarang ini dikarunia Allah nasib yang lebih baik, berupa kestabilan ekonomi dan kehidupan sosial, ilmu pengetahuan dan sebagainya, janganlah mereka lupa diri dan berbuat maksiat di bumi. Hendaklah semua nikmat yang dilimpahkan Allah disyukuri dan dimanfaatkan menurut cara yang diridai-Nya dan dijauhkan dari segala macam kemaksiatan. Semoga Allah selalu menambah karunia dan nikmat-Nya kepada semua orang yang bersyukur." } } }, { "number": { "inQuran": 1050, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 133, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0644\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law anna ahlal quraaa aamanoo wattaqaw lafatahnaa 'alaihim barakaatim minas samaaa'i wal ardi wa laakin kazzaboo fa akhaznaahum bimaa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "And if only the people of the cities had believed and feared Allah, We would have opened upon them blessings from the heaven and the earth; but they denied [the messengers], so We seized them for what they were earning.\"", "id": "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1050", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1050.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1050.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah siksa yang dijatuhkan Allah atas mereka yang durhaka, dan sekiranya penduduk negeri yang Kami kisahkan keadaan mereka atau selain mereka beriman kepada apa yang dibawa oleh Rasul dan bertakwa, yakni melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah, yaitu pintu-pintu kebaikan dari segala penjuru; langit dan bumi, berupa hujan, tanaman, buahbuahan, binatang ternak, rezeki, rasa aman, dan keselamatan dari segala macam bencana, serta kesejahteraan lahir dan batin lainnya, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat dan rasul-rasul Kami, maka Kami siksa mereka disebabkan kekufuran dan kemaksiatan yang terus menerus mereka kerjakan. Ketaatan akan membawa nikmat dan keberkahan, sebaliknya, kekufuran mendatangkan laknat dan kesengsaraan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa seandainya penduduk kota Mekah dan negeri-negeri yang berada di sekitarnya serta umat manusia seluruhnya, beriman kepada agama yang dibawa oleh nabi dan rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw dan seandainya mereka bertakwa kepada Allah sehingga mereka menjauhkan diri dari segala yang dilarangnya, seperti kemusyrikan dan berbuat kerusakan di bumi, niscaya Allah akan melimpahkan kepada mereka kebaikan yang banyak, baik dari langit maupun dari bumi. Nikmat yang datang dari langit, misalnya hujan yang menyirami dan menyuburkan bumi, sehingga tumbuhlah tanam-tanaman dan berkembang-biaklah hewan ternak yang kesemuanya sangat diperlukan oleh manusia. Di samping itu, mereka akan memperoleh ilmu pengetahuan yang banyak, serta kemampuan untuk memahami Sunnatullah yang berlaku di alam ini, sehingga mereka mampu menghubungkan antara sebab dan akibat. Dengan demikian mereka akan dapat membina kehidupan yang baik, serta menghindarkan malapetaka yang biasa menimpa umat yang ingkar kepada Alllah dan tidak mensyukuri nikmat dan karunia-Nya.\n\nApabila penduduk Mekah dan sekitarnya tidak beriman, mendustakan Rasul dan menolak agama yang dibawanya, kemusyrikan dan kemaksiatan yang mereka lakukan, maka Allah menimpakan siksa kepada mereka, walaupun siksa itu tidak sama dengan siksa yang telah ditimpakan kepada umat yang dahulu yang bersifat memusnahkan. Kepastian azab tersebut adalah sesuai dengan Sunnatullah yang telah ditetapkannya dan tak dapat diubah oleh siapa pun juga, selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1051, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 133, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afa amina ahlul quraaa ai yaatiyahum baasunaa bayaatanw wa hum naaa'imoon" } }, "translation": { "en": "Then, did the people of the cities feel secure from Our punishment coming to them at night while they were asleep?", "id": "Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1051", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1051.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1051.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena kedurhakaan dan kebejatan mereka yang sedemikian parah, sampai-sampai mereka merasa tidak mungkin terkena sanksi Allah, maka kepada mereka diajukan pertanyaan yang mengandung kecaman, \"Apakah penduduk negeri-negeri itu mengira bahwa mereka merasa aman sehingga tidak khawatir dari kedatangan siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur lelap?\"", "long": "Dalam ayat ini Allah memberi peringatan kepada orang-orang yang ingkar, dalam bentuk suatu pertanyaan, \"Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman ketika siksaan Kami kepada mereka datang di malam hari pada waktu mereka tidur?\" Maksudnya ialah bahwa azab Allah itu ditimpakan kepada mereka yang telah mendapatkan seruan para rasul tetapi mereka ingkar dan tidak menggunakan akalnya. Sebab seandainya mereka itu mau berpikir dan mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang telah dialami oleh umat-umat yang terdahulu, akibat tenggelam dalam kenikmatan hidup sehingga mereka lupa kepada Allah yang memberikan nikmat, niscaya mereka akan merasa cemas tentang kemungkinan datangnya azab Allah kepada mereka. Kecemasan semacam itu, tentu akan mendorong mereka segera memperbaiki tingkah-laku, antara lain dengan menjauhkan diri dari segala macam kemusyrikan dan kemaksiatan, akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Mereka bahkan merasa aman dan tidak mempunyai kekhawatiran sedikitpun akan datangnya siksa Allah kepada mereka. Hal ini tampak dari tingkah-laku mereka, yang terus tenggelam dalam kenikmatan, serta tetap dalam kemusyrikan dan bermacam-macam kemaksiatan kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1052, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 133, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0636\u064f\u062d\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awa amina ahlul quraaa ai yaatiyahum baasunaa duhanw wa hum yal'aboon" } }, "translation": { "en": "Or did the people of the cities feel secure from Our punishment coming to them in the morning while they were at play?", "id": "Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1052", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1052.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1052.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena boleh jadi ada yang menduga bahwa jika tidak dalam keadaan tidur boleh jadi mereka dapat menghindar, maka selanjutnya dikemukakan, \"Atau apakah penduduk negeri itu mengira bahwa mereka merasa aman sehingga tidak khawatir dari kedatangan siksaan Kami yang datang pada pagi hari di waktu matahari naik sepenggalah ketika mereka sedang bermain dan melakukan hal-hal yang jauh dari keimanan?\"", "long": "Dalam ayat ini, sekali lagi Allah mencela tingkah-laku orang-orang yang ingkar, yaitu mereka tampak tidak mempunyai kekhawatiran tentang kemungkinan datangnya azab Allah ketika mereka dalam keadaan lalai.\n\nDengan firman ini Allah memperingatkan mereka bahwa azab-Nya mungkin saja menimpa mereka ketika mereka sedang lalai baik pada waktu tidur pagi hari, maupun pada waktu mereka asyik berfoya-foya, sehingga mereka tidak akan sempat lagi mempersiapkan diri untuk keselamatan mereka. Oleh sebab itu, sebaiknya mereka insaf dan waspada terhadap azab Allah, apalagi mereka telah mendengar seruan rasul dan nasihat-nasihat yang diberikan kepada mereka untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1053, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 133, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064e\u0646\u064f \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afa aminoo makral laah; falaa yaamanu makral laahi illal qawmul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "Then did they feel secure from the plan of Allah? But no one feels secure from the plan of Allah except the losing people.", "id": "Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1053", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1053.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1053.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecaman lebih keras lagi dinyatakan dengan, \"Atau apakah mereka mengira bahwa mereka merasa aman sehingga tidak khawatir dari siksaan Allah yang tidak terduga dan dikemas dalam bentuk yang indah, atau berupa istidraj; perlakuan-Nya yang diduga baik karena merupakan nikmat dan kebaikan padahal sebaliknya? Sungguh sangat celaka dan merugi mereka dan siapa pun jika demikian, karena tidak ada yang merasa aman dari siksaan atau makar Allah selain orang-orang yang rugi.\"", "long": "Dalam ayat ini sekali lagi Allah mengulangi celaan-Nya terhadap tingkah-laku orang-orang kafir, \"Apakah mereka aman terhadap azab Allah yang tidak terduga-duga?\" Kemudian Allah menjelaskan bahwa orang-orang seperti merekalah yang akan merugi.\n\nDengan firman-Nya ini Allah menegaskan bahwa orang yang berakal sehat dan memegang teguh fitrah yang dikaruniakan-Nya kepada manusia serta memperhatikan peristiwa dan kejadian sejarah serta memperhatikan ayat-ayat Allah, tentu tidak akan merasa aman dari kedatangan azab-Nya. Akan tetapi mereka yang ingkar ini benar-benar telah kehilangan akal sehat serta fitrah yang dikaruniakan Allah kepada mereka dan tidak pula mau memperhatikan peristiwa-peristiwa sejarah serta ayat-ayat Allah, sehingga mereka betul-betul telah menjadi orang yang merugi. Mereka sudah kehilangan kekhawatiran terhadap datangnya azab Allah padahal mereka senantiasa berbuat kemaksiatan dan kemusyrikan.\n\nBagi orang yang beriman, sikap yang tepat ialah yakin tentang sifat pemaaf dan pengasih yang ada pada Allah, namun demikian ia harus senantiasa takut kepada azab-Nya yang mungkin datang menimpa dirinya tanpa diduga sebelumnya, sebagai akibat dari perbuatan yang dilakukannya. Oleh sebab itu, mereka senantiasa berhati-hati dan menghindarkan diri dari hal-hal yang akan menyebabkan datangnya azab tersebut pada dirinya.\n\nDalam Al-Quran orang-orang kafir biasa disebut \"orang-orang merugi?\" Maka orang-orang yang kehilangan rasa kekhawatiran terhadap azab Allah, sama halnya dengan orang-orang yang berputus-asa terhadap ampunan dan rahmat Allah, kedua sifat tersebut adalah termasuk sifat-sifat orang kafir, yang disebut juga orang-orang yang merugi." } } }, { "number": { "inQuran": 1054, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0623\u064e\u0635\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0646\u064e\u0637\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awa lam yahdi lillazeena yarisoonal arda mim ba'di ahlihaaa al law nashaaa'u asabnaahum bizunoobihim; wa natba'u 'alaa quloobihim fahum laa yasma'oon" } }, "translation": { "en": "Has it not become clear to those who inherited the earth after its [previous] people that if We willed, We could afflict them for their sins? But We seal over their hearts so they do not hear.", "id": "Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1054", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1054.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1054.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau apakah mereka sedemikian lengah dan bodoh sehingga belum jelas peristiwa-peristiwa yang dialami generasi terdahulu bagi orang-orang yang mewarisi dan tinggal di suatu negeri setelah lenyap penduduknya karena dosa-dosa yang mereka lakukan? Belum jelaskah bahwa kalau Kami menghendaki, kapan pun, pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya seperti halnya kami membinasakan orang-orang terdahulu yang mereka warisi negerinya itu; dan Kami mengunci hati mereka yang kufur sehingga mereka tidak dapat mendengar dan mengambil pelajaran.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa umat yang mewarisi suatu negeri setelah lenyapnya penduduk negeri itu karena ditimpa siksaan Allah akibat keingkaran mereka kepada-Nya, memahami dan meyakini bahwa Allah kuasa untuk menimpakan azab tersebut kepada mereka karena dosa-dosa mereka apabila dikehendaki-Nya. Juga Allah kuasa untuk mengunci mati hati nurani mereka, sehingga mereka tak dapat lagi menerima pelajaran dan nasihat agama dan tidak mau beriman.\n\nSebagaimana telah disebutkan pada bagian terdahulu, Allah telah mengutus beberapa orang rasul kepada umat mereka sebelum diutusnya Nabi Syuaib kepada umatnya. Umat-umat terdahulu telah ditimpa azab Allah karena dosa-dosa dan keingkaran mereka kepada Allah. Azab yang menimpa mereka adalah sedemikian hebatnya, memusnahkan mereka sedemikian rupa, sehingga mereka seolah-olah tidak pernah hidup di muka bumi ini. Setelah mereka itu lenyap, Allah mendatangkan umat yang baru untuk menghuni negeri tersebut. Umat yang baru ini mengetahui sejarah umat terdahulu itu, karena buku-buku dan kitab-kitab suci mereka menyebutkan hal itu. Mereka mengetahui apa yang dialami umat tersebut, yaitu azab yang dahsyat. Dan mereka tahu hal-hal yang menyebabkan didatangkannya azab tersebut kepada mereka, yaitu lantaran dosa-dosa dari keingkaran mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.\n\nSeharusnya mereka dapat mengambil pelajaran dari peristiwa sejarah, dapat memahami bahwa Allah kuasa untuk menimpakan azab yang serupa itu kepada diri mereka bila mereka berbuat dosa dan kemaksiatan seperti umat yang terdahulu itu. \n\nAyat tersebut tidak hanya merupakan peringatan bagi orang-orang kafir, melainkan juga bagi orang-orang muslim. Setelah mengetahui sebab-sebab ditimpakan azab kepada umat para Rasul yang terdahulu dan setelah mengetahui sunnatullah mengenai umat-umat yang berdosa, maka seharusnya kita menjauhkan diri dari kesalahan-kesalahan serupa itu, agar kita tidak ditimpa azab Allah yang akan menyebabkan kita kehilangan segala-galanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1055, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0637\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tilkal quraa naqussu 'alaika min ambaaa'ihaa; wa laqad jaaa'at hum Rusuluhum bilbaiyinaati famaa kaanoo liyu'minoo bimaa kazzaboo min qabl; kazaalika yatba'ul laahu 'alaa quloobil kaafireen" } }, "translation": { "en": "Those cities - We relate to you, [O Muhammad], some of their news. And certainly did their messengers come to them with clear proofs, but they were not to believe in that which they had denied before. Thus does Allah seal over the hearts of the disbelievers.", "id": "Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1055", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1055.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1055.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah negeri-negeri yang telah Kami binasakan itu, yaitu negeri kaum Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Saleh, Nabi Lut, dan Nabi Syuaib, Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu wahai Nabi Muhammad, guna menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia. Jangan menduga kami telah berlaku zalim dengan membinasakan mereka. Telah banyak nasihat dan peringatan yang Kami sampaikan, dan rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti nyata yang menunjukkan kebenaraan misi mereka. Tetapi mereka tidak beriman juga kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah sebagaimana Allah mengunci hati orang-orang kafir yang disebut terdahulu, Allah mengunci hati orang-orang kafir dan ingkar kepada Nabi Muhammad. Demikianlah Allah membuat penghalang atas hati dan akal orang-orang kafir, akibat perbuatan mereka, sehingga jalan kebenaran menjadi tak tampak dan mereka jauh dari kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah menceritakan kepadanya sebagian dari berita-berita mengenai negeri-negeri yang telah dibinasakan-Nya karena tingkah laku penduduknya yang ingkar dan suka berbuat kemaksiatan. Dengan mengetahui kisah tersebut maka Nabi Muhammad tidak akan merasa sedih melihat tingkah laku, keingkaran dan kesombongan umatnya, karena apa yang dialaminya itu telah dialami oleh pada rasul terdahulu. Pola tingkah laku orang-orang kafir dan musyrik itu sama sepanjang masa, dan Sunnatullah yang berlaku atas mereka juga tidak berubah.\n\nPeristiwa yang menimpa negeri-negeri yang disebutkan itu terjadi pada masa silam, berabad-abad sebelum lahirnya Nabi Muhammad, sehingga baik beliau maupun umatnya tidak mengetahui peristiwa tersebut. Maka Allah mengungkapkan kembali peristiwa-peristiwa tersebut kepada Nabi Muhammad melalui Al-Quran agar dapat menjadi pelajaran bagi umatnya.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa para rasul telah diutus kepada umat-umat yang terdahulu, membawa keterangan-keterangan dan bukti-bukti yang nyata tentang kemahaesaan Allah namun mereka tidak juga mau beriman kepada Allah dan agama-Nya. Mereka tetap ingkar, dan senantiasa dalam kemusyrikan serta melakukan berbagai kemaksiatan.\n\nSebagian dari mereka mengetahui akan kebenaran yang dibawa oleh para rasul tersebut, namun mereka tetap ingkar. Keingkaran itu memang telah menjadi watak dan tabiat mereka, sedang sebagiannya lagi ingkar karena semata-mata taklid kepada apa yang mereka warisi dari nenek-moyang mereka, tanpa dipikirkan dan diteliti lebih dahulu.\n\nDalam ayat lain yang senada dengan ayat ini, Allah berfirman:\n\nKemudian setelah (Nuh), Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yaang melampaui batas. (Yunus/10: 74)\n\nFirman Allah selanjutnya menerangkan bahwa Allah mencap hati orang-orang kafir. Kata-kata \"mencap\" mengingatkan kita pada pembuatan mata uang dan bahan-bahan lainnya dari logam. Barang tersebut dibentuk dan diukir ketika logam sedang dipanaskan, kemudian setelah logam itu dingin dan membeku, tidak bisa lagi dibentuk dan diukir. Demikianlah perumpamaan hati nurani orang-orang kafir, sudah membeku dan tertutup mati, sehingga mereka tidak bisa lagi menerima pelajaran dan nasihat apa pun yang dikemukakan kepada mereka. Mereka tidak mau menerima agama yang dibawa para rasul, yang menyeru kepada akidah tauhid dan menyembah Allah semata-mata, betapa pun jelasnya keterangan dan bukti-bukti serta alasan dan dalil-dalil yang diberikan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1056, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa wajadnaa li aksarihim min 'ahd; wa inw wajadnaaa aksarahum lafaasiqeen" } }, "translation": { "en": "And We did not find for most of them any covenant; but indeed, We found most of them defiantly disobedient.", "id": "Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1056", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1056.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1056.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji sedikit pun, berupa komitmen terhadap keimanan yang Kami pesankan kepada mereka melalui para rasul dan nalar yang sehat (Lihat: Surah alA'raf/7: 172). Begitu juga dengan janji-janji yang lain. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik, menyimpang dan keluar dari ketaatan kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa Allah mendapati kebanyakan umat-umat terdahulu tidak suka menepati janji, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.\n\nMengenai \"janji\" yang dimaksud dalam ayat ini, ada beberapa penafsiran para ulama. Di antaranya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan janji tersebut ialah fitrah asli yang diberikan Allah kepada setiap insan, yaitu kecenderungan yang mendorong manusia untuk kembali kepada Tuhannya pada waktu ia menghadapi kesulitan; atau bersyukur kepada-Nya pada waktu terhindar dari kesulitan atau memperoleh kesenangan hidup. Akan tetapi mereka tetap dalam keingkaran dan kemaksiatan. Sebaliknya, kenikmatan dan kelapangan hidup tidak pula mendorong mereka untuk bersyukur kepada Allah, bahkan mereka tidak mengakui nikmat tersebut sebagai karunia dan rahmat daripada-Nya.\n\nPendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan \"janji\" dalam ayat tersebut ialah sifat yang asli atau fitrah yang diberikan Allah kepada setiap manusia, yaitu kecenderungan kepada kepercayaan tauhid, iman kepada kemahaesaan-Nya dan hanya menyembah kepada-Nya, serta tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun juga. Akan tetapi kenyataannya, mereka telah meninggalkan fitrah, dan melemparkan kepercayaan tauhid, bahkan mempersekutukan Allah, tanpa menghiraukan seruan-seruan para rasul serta keterangan-keterangan dan bukti-bukti yang dikemukakan. Mereka hanya menuruti kehendak hawa nafsu, serta bisikan setan belaka, bertentangan dengan fitrahnya yang suci. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda:\n\nAllah swt berfirman: \"Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku beragama tauhid; kemudian datanglah setan lalu memalingkan mereka dari agama semula, serta mengharamkan kepada mereka apa-apa yang telah dihalalkan bagi mereka\". (Riwayat Muslim)\n\nDalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, Rasulullaah saw bersabda:\n\n\"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kemudian ibu-bapaknyalah yang menjadikan ia seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDengan demikian jelas apabila manusia telah menyimpang dari kepercayaan tauhid, maka hal itu adalah disebabkan pengaruh dari luar, bukan fitrah yang dibawa dari kandungan ibunya, yang dikaruniakan Allah pada setiap insan.\n\nAdapun sifat fasik yang disebut dalam ayat ini ialah seseorang melakukan berbagai maksiat secara berulang-ulang, tanpa menghiraukan nasihat dan ajaran agama serta hukum dan ancamannya.\n\nPerlu diperhatikan bahwa firman Allah dalam ayat ini mengatakan bahwa kebanyakan mereka itu fasik. Ini memberi pengertian bahwa umat-umat yang terdahulu itu tidak semuanya fasik dan meninggalkan kepercayaan tauhid yang merupakan fitrah suci yang dikaruniakan Allah kepada setiap hamba-Nya. Bahkan sebagian dari mereka tetap dalam fitrah sucinya, sehingga kedatangan para rasul yang membawa agama tauhid segera mereka sambut dengan baik, dan mereka senantiasa menjauhkan diri dari segala macam kemaksiatan dan kemusyrikan. Mereka inilah yang senantiasa mendampingi para rasul dalam menghadapi ancaman dan gangguan dari orang-orang kafir, dan mereka pulalah yang selalu diselamatkan Allah bersama Rasul-Nya dari azab dan malapetaka yang ditimpakan kepada kaum yang fasik itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1057, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa ba'asnaa mim ba'dihim Moosaa bi Aayaatinaaa ilaa Fir'awana wa mala'ihee fazalamoo bihaa fanzur kaifa kaana 'aaqibatul mufsideen" } }, "translation": { "en": "Then We sent after them Moses with Our signs to Pharaoh and his establishment, but they were unjust toward them. So see how was the end of the corrupters.", "id": "Setelah mereka, kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir‘aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari bukti-bukti itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1057", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1057.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1057.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mereka, yaitu para rasul tersebut, kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti yang menunjukkan kebenarannya dalam menyampaikan wahyu Kami, kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu dengan sikap zhalim dan takabbur mereka mengingkari buktibukti itu dan melecehkannya serta menghalangi orang lain untuk mempercayainya. Karena itulah mereka, akhirnya, berhak mendapat azab Allah. Maka perhatikanlah wahai Nabi Muhammad dan siapa pun yang mau menggunakan akalnya, bagaimana kesudahan dan akhir perjalanan orang-orang yang berbuat kerusakan, antara lain Firaun yang Allah tenggelamkan di Laut Merah, dengan mendustakan kebenaran dari Allah dan menghalangi-halangi orang dari jalan-Nya.", "long": "Kisah Nabi Musa as dalam Al-Quran kebanyakan terdapat dalam surah Makiyah, baik Surah-Surah yang panjang maupun yang pendek, dimulai dari Surah al-Araf yang merupakan Surah Makiyah pertama menurut susunan surah-surah Al-Quran, dimana terdapat kisah Nabi Musa as. Kemudian terdapat pula Surah thaha, Asy-Syuara, An-Naml, Al-Qashas, Yunus, Hud dan Al-Muminun.\n\nNama Nabi Musa as seringkali disebut dalam Al-Quran lebih dari 130 kali, tidak ada seorang pun Nabi lainnya, ataupun raja-raja yang namanya disebut sebanyak itu dalam Al-Quran. Hal ini disebabkan antara lain karena kisah Nabi Musa sangat mirip dengan kisah Nabi Muhammad. Selain itu, kedua Nabi ini mempunyai umat yang besar jumlahnya, yang memiliki kekuasaan dan kemajuan peradaban yang tinggi.\n\nNabi Musa as adalah putera Imran. Ia berkebangsaan Israil, dilahirkan di Mesir, ketika Bani Israil menetap di negeri Mesir, dimasa kekuasaan raja-raja Firaun. \n\nDalam ayat ini, Allah menceritakan bahwa setelah mengutus rasul-rasul-Nya yang tersebut dalam ayat-ayat terdahulu, maka Dia mengutus Nabi Musa as dengan membawa ayat-ayat-Nya kepada Firaun dan pemuka-pemukanya. Firaun adalah gelar yang dipakai oleh raja-raja di Mesir, pada masa dahulu kala, sebagaimana gelar \"Kisra\" bagi raja-raja Persia dan gelar \"Kaisar\" bagi raja-raja Romawi. Firaun yang memerintah di Mesir pada masa Nabi Musa, bernama Minepthah Ramses II. Ia seorang penguasa dinasti kesembilan belas, sekitar tahun 1491 SM. Mumi (mayat) Minepthah masih ada sampai sekarang dan disimpan di Museum Nasional Mesir, Kairo. \n\nDisebutkan dalam ayat ini, bahwa Firaun bersama pemuka-pemukanya telah kafir terhadap ayat-ayat Allah yang dibawa oleh Nabi Musa as kepada mereka. Ayat-ayat atau mukjizat yang dibawa Musa as kepada mereka, tetap mereka tolak dengan sikap angkuh dan sombong. Firaun dan para pemuka kaumnya telah memperbudak rakyatnya. Lebih-lebih terhadap Bani Israil yang merupakan orang asing yang tinggal di Mesir ketika itu, dibawah cengkeraman kekuasaan yang zalim dari Firaun dan para pemukanya.\n\nAndaikata Firaun dan para pemukanya itu beriman kepada Nabi Musa dan agama yang dibawanya, niscaya seluruh penduduk negeri Mesir ketika itu tentulah beriman pula, sebab mereka itu semuanya berada dalam genggaman kekuasaan Firaun dan para pembesarnya.\n\nKarena keingkaran Firaun dan para pembesarnya, maka pada akhir ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad beserta umatnya untuk memperhatikan bagaimana akibat orang-orang yang ingkar kepada rasul-rasul-Nya, serta berbuat kerusakan di bumi, yaitu dengan berbuat kezaliman serta memperbudak sesama manusia. Allah akan menceritakan dalam ayat selanjutnya bagaimana Nabi Musa sebagai salah seorang dari Bani Israil yang tertindas dan akhirnya dapat mengalahkan ahli-pesihir Firaun serta meyakinkan para ulamanya tentang kebenaran risalah yang dibawanya.\n\nBani Israil adalah keturunan Nabi Yaqub yang bernama Israil. Nabi Yaqub berasal dari Kanan (Palestina). Dia pindah ke Mesir bersama keluarga dan putera-puteranya setelah diajak oleh puteranya, yaitu Nabi Yusuf untuk pindah ke negeri Mesir. Nabi Yusuf pada waktu itu diangkat oleh Raja Mesir menjadi penguasa yang mengurus perbekalan negara. Keturunan Nabi Yaqub kemudian berkembang biak di Mesir, hingga akhirnya menjadi satu bangsa yang besar yang disebut Bani Israil.\n\nFiraun berusaha agar Bani Israil itu tidak terus berkembang-biak, dengan membunuh setiap anak lelaki mereka yang lahir dan membiarkan hidup anak-anak perempuannya. Mereka diwajibkan membayar pajak yang sangat tinggi dan dijadikan sebagai pekerja-pekerja paksa dan berbagai bentuk penindasan dan perbudakan yang lain.\n\nOleh karena itu, Allah mengutus Nabi Musa untuk membebaskan mereka dari perbudakan Firaun dan membawa mereka keluar dari negeri Mesir. Pertolongan Allah kepada Nabi Musa as selanjutnya, ialah menimpakan azab kepada Firaun dan menyelamatkan kaum Nabi Musa, serta tenggelamnya Firaun dan para pengikutnya dan bala tentaranya di Laut Merah ketika mereka mengejar Nabi Musa dan kaumnya. Kisah ini mengandung pelajaran yang amat berharga, bahwa hanya dengan kekuatan materiil (kebendaan) tidak menjamin kemenangan bagi seseorang atau satu bangsa. Sebaliknya, umat yang mempunyai keimanan yang teguh kepada Allah, niscaya akan memperoleh pertolongan dari pada-Nya, sehingga umat tersebut akan dapat mengalahkan orang-orang yang hanya bersandar kepada kekuatan materiil saja." } } }, { "number": { "inQuran": 1058, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 9, "page": 163, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala Moosaa yaa Fir'awnu inee Rasoolum mir Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And Moses said, \"O Pharaoh, I am a messenger from the Lord of the worlds", "id": "Dan Musa berkata, “Wahai Fir‘aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1058", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1058.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1058.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Nabi Musa berkata, \"Wahai Fir'aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan yang datang untuk menyampaikan seruan dan syariat dari Tuhan Yang Mencipta dan Mengatur keadaan seluruh alam, termasuk Mesir.", "long": "Dalam ayat ini dikisahkan ucapan Musa yang pertama kali disampaikan kepada Firaun setelah Allah mengangkatnya sebagai Rasul. Nabi Musa memberitahukan kepada Firaun, bahwa dia adalah utusan Allah, Tuhan semesta alam. Pemberitahuan ini berarti bahwa: Musa telah menjalankan tugasnya sebagai nabi Allah, Pencipta dan Penguasa seluruh alam. Karena itu hendaknya Firaun menerima keterangan Nabi Musa tersebut dan tidak akan menghalang-halangi tugasnya sebagai Rasul.\n\nSelanjutnya Nabi Musa menambahkan keterangannya, bahwa dia mengatakan yang hak mengenai Allah. Artinya: apa yang dikatakannya bahwa Allah adalah Tuhan Semesta Alam, dan bahwa Dia telah mengutusnya sebagai Rasul adalah hal yang sebenarnya. Ia tidak mengatakan sesuatu yang tidak benar, karena mustahil Allah mengutus orang yang suka berdusta.\n\nKemudian ditegaskan lagi, bahwa Musa membawa bukti-bukti yang dikaruniakan Allah kepadanya, untuk membuktikan kebenarannya dalam dakwahnya. Dalam ucapan itu, Nabi Musa memakai ungkapan: \"Sesungguhnya aku datang kepadamu membawa bukti dari Tuhanmu\". Ini adalah untuk menunjukkan bahwa Firaun bukanlah Tuhan, melainkan hanya sekedar hamba Tuhan. Sedang Tuhan yang sebenarnya adalah Allah swt.\n\nKeterangan ini sangat penting artinya, karena Firaun yang angkuh itu telah mengaku sebagai Tuhan dan menyuruh rakyatnya menyembah kepadanya. Maka penegasan Nabi Musa ini telah menyangkal kebohongan dan kesombongan Firaun, yang telah memposisikan dirinya sebagai Tuhan. selain itu, ungkapan Nabi Musa, juga mengandung arti, bahwa bukti-bukti yang dibawanya adalah karunia Allah bukan dari dirinya sendiri.\n\nPada akhir ayat ini disebutkan, bahwa setelah mengemukakan keterangan-keterangan tersebut di atas, dan setelah melalui perjuangan yang melelahkan Musa as menuntut kepada Firaun agar ia membebaskan Bani Israil dari cengkeraman kekuasaan dan perbudakannya, dan membiarkan mereka pergi bersama Nabi Musa meninggalkan negeri Mesir, kembali ke tanah air mereka di Palestina, agar mereka bebas dan merdeka untuk menyembah Tuhan mereka dan melaksanakan ajarannya.\n\nTuntutan Nabi Musa tersebut mengandung arti bahwa perbudakan oleh manusia terhadap sesama manusia harus dilenyapkan dan seorang penguasa hendaklah memberikan kebebasan kepada orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya, untuk memeluk agama serta melakukan ibadah menurut kepercayaan masing-masing. Oleh sebab itu, kalau Firaun tidak mau beriman kepada Allah janganlah ia menghalangi orang lain untuk beriman dan beribadah menurut keyakinan mereka.\n\nAdalah menarik untuk diperhatikan bahwa ucapan pertama kali dari Nabi Musa as dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai Rasul adalah berbeda dengan ucapan Nabi dan Rasul-rasul sebelumnya, ketika mereka mulai berdakwah, misalnya:\n\na. Ucapan pertama dari Nabi Nuh as kepada kaumnya adalah sebagai berikut:\n\n\"Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia\". Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang dahsyat (kiamat). (al-Araf/7:59)\n\nb. Ucapan Nabi Hud kepada kaum ad adalah :\n\n\"Dan kepada kaum Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?\" (al-Araf/7: 65)\n\nDan ucapan Nabi Saleh kepada kaum samud adalah:\n\n\"Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkan ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih\". ( al-Araf/7: 73)\n\nc. ucapan Nabi Syuaib kepada kaumnya, penduduk Madyan, adalah:\n\n\"Dan kepada penduduk Madyan, (Kami utus) Syuaib, saudara mereka sendiri. Dia berkata,\" \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu merugikan sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman\". ( al-Araf/7: 85)\n\nSedang ucapan pertama dari Nabi Musa yang ditujukan kepada Firaun adalah:\n\n\"Wahai Firaun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam.\" (al-Araf/7: 104)\n\nBila kita bandingkan antara ayat-ayat tersebut nampak perbedaan diantaranya yaitu bahwa: ucapan pertama dari Rasul-rasul sebelum Nabi Musa as yang ditujukan kepada kaum mereka masing-masing adalah berisi seruan kepada agama tauhid, yaitu menyembah Allah semata, dengan alasan bahwa tidak ada tuhan bagi manusia selain Allah. Sedang ucapan pertama dari Nabi Musa yang ditujukan kepada Firaun adalah berisi pemberitahuan kepadanya bahwa Musa adalah utusan Allah. Dengan demikian, dalam ucapan itu tidak ada seruan yang nyata kepada Firaun agar ia menyembah Allah.\n\nDari sini, dapat diambil kesimpulan atau pengertian sebagai berikut:\n\na. Obyek (sasaran) yang utama dari dakwah Musa bukan hanya Firaun tetapi termasuk kaumnya sendiri, yaitu Bani Israil. Musa bertugas untuk melepaskan Bani Israil dari perbudakan Firaun dan membimbing kaumnya kepada agama yang benar.\n\nb. Nabi Musa mengenal watak dan kelakuan Firaun, Firaun tidak saja ingkar kepada Allah, bahkan juga ia menganggap dirinya sebagai tuhan dan menyuruh orang lain untuk menyembahnya. Oleh sebab itu Firaun hanya diberi peringatan bahwa tuhan yang sebenarnya bukanlah dia, melainkan Allah Pencipta alam semesta. Karena tidak ada faedahnya untuk mengajak Firaun menyembah Allah, ajakan ini pasti tidak akan dihiraukan dan tidak akan diindahkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1059, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u0642\u0650\u064a\u0642\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Haqeequn 'alaaa al laaa aqoola 'alal laahi illal haqq; qad ji'tukum bibaiyinatim mir Rabbikum fa arsil ma'iya Baneee Israaa'eel" } }, "translation": { "en": "[Who is] obligated not to say about Allah except the truth. I have come to you with clear evidence from your Lord, so send with me the Children of Israel.\"", "id": "aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1059", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1059.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1059.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai seorang nabi dan rasul yang bertugas menyampaikan pesan Allah, aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, untuk memperkuat kebenaran yang kubawa ini, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata, berupa aneka mukjizat yang bersumber dari Tuhanmu. Karena itu, maka lepaskanlah Bani Israil. Biarkan mereka pergi bersamaku ke Baitulmakdis, negeri nenek moyang kami. Bebaskanlah mereka dari perbudakanmu dan biarkanlah mereka keluar ke wilayah yang bukan wilayahmu, agar mereka dapat menyembah Tuhan mereka dan Tuhanmu.\"", "long": "Dalam ayat ini dikisahkan ucapan Musa yang pertama kali disampaikan kepada Firaun setelah Allah mengangkatnya sebagai Rasul. Nabi Musa memberitahukan kepada Firaun, bahwa dia adalah utusan Allah, Tuhan semesta alam. Pemberitahuan ini berarti bahwa: Musa telah menjalankan tugasnya sebagai nabi Allah, Pencipta dan Penguasa seluruh alam. Karena itu hendaknya Firaun menerima keterangan Nabi Musa tersebut dan tidak akan menghalang-halangi tugasnya sebagai Rasul.\n\nSelanjutnya Nabi Musa menambahkan keterangannya, bahwa dia mengatakan yang hak mengenai Allah. Artinya: apa yang dikatakannya bahwa Allah adalah Tuhan Semesta Alam, dan bahwa Dia telah mengutusnya sebagai Rasul adalah hal yang sebenarnya. Ia tidak mengatakan sesuatu yang tidak benar, karena mustahil Allah mengutus orang yang suka berdusta.\n\nKemudian ditegaskan lagi, bahwa Musa membawa bukti-bukti yang dikaruniakan Allah kepadanya, untuk membuktikan kebenarannya dalam dakwahnya. Dalam ucapan itu, Nabi Musa memakai ungkapan: \"Sesungguhnya aku datang kepadamu membawa bukti dari Tuhanmu\". Ini adalah untuk menunjukkan bahwa Firaun bukanlah Tuhan, melainkan hanya sekedar hamba Tuhan. Sedang Tuhan yang sebenarnya adalah Allah swt.\n\nKeterangan ini sangat penting artinya, karena Firaun yang angkuh itu telah mengaku sebagai Tuhan dan menyuruh rakyatnya menyembah kepadanya. Maka penegasan Nabi Musa ini telah menyangkal kebohongan dan kesombongan Firaun, yang telah memposisikan dirinya sebagai Tuhan. selain itu, ungkapan Nabi Musa, juga mengandung arti, bahwa bukti-bukti yang dibawanya adalah karunia Allah bukan dari dirinya sendiri.\n\nPada akhir ayat ini disebutkan, bahwa setelah mengemukakan keterangan-keterangan tersebut di atas, dan setelah melalui perjuangan yang melelahkan Musa as menuntut kepada Firaun agar ia membebaskan Bani Israil dari cengkeraman kekuasaan dan perbudakannya, dan membiarkan mereka pergi bersama Nabi Musa meninggalkan negeri Mesir, kembali ke tanah air mereka di Palestina, agar mereka bebas dan merdeka untuk menyembah Tuhan mereka dan melaksanakan ajarannya.\n\nTuntutan Nabi Musa tersebut mengandung arti bahwa perbudakan oleh manusia terhadap sesama manusia harus dilenyapkan dan seorang penguasa hendaklah memberikan kebebasan kepada orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya, untuk memeluk agama serta melakukan ibadah menurut kepercayaan masing-masing. Oleh sebab itu, kalau Firaun tidak mau beriman kepada Allah janganlah ia menghalangi orang lain untuk beriman dan beribadah menurut keyakinan mereka.\n\nAdalah menarik untuk diperhatikan bahwa ucapan pertama kali dari Nabi Musa as dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai Rasul adalah berbeda dengan ucapan Nabi dan Rasul-rasul sebelumnya, ketika mereka mulai berdakwah, misalnya:\n\na. Ucapan pertama dari Nabi Nuh as kepada kaumnya adalah sebagai berikut:\n\n\"Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia\". Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang dahsyat (kiamat). (al-Araf/7:59)\n\nb. Ucapan Nabi Hud kepada kaum ad adalah :\n\n\"Dan kepada kaum Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?\" (al-Araf/7: 65)\n\nDan ucapan Nabi Saleh kepada kaum samud adalah:\n\n\"Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkan ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih\". ( al-Araf/7: 73)\n\nc. ucapan Nabi Syuaib kepada kaumnya, penduduk Madyan, adalah:\n\n\"Dan kepada penduduk Madyan, (Kami utus) Syuaib, saudara mereka sendiri. Dia berkata,\" \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu merugikan sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman\". ( al-Araf/7: 85)\n\nSedang ucapan pertama dari Nabi Musa yang ditujukan kepada Firaun adalah:\n\n\"Wahai Firaun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam.\" (al-Araf/7: 104)\n\nBila kita bandingkan antara ayat-ayat tersebut nampak perbedaan diantaranya yaitu bahwa: ucapan pertama dari Rasul-rasul sebelum Nabi Musa as yang ditujukan kepada kaum mereka masing-masing adalah berisi seruan kepada agama tauhid, yaitu menyembah Allah semata, dengan alasan bahwa tidak ada tuhan bagi manusia selain Allah. Sedang ucapan pertama dari Nabi Musa yang ditujukan kepada Firaun adalah berisi pemberitahuan kepadanya bahwa Musa adalah utusan Allah. Dengan demikian, dalam ucapan itu tidak ada seruan yang nyata kepada Firaun agar ia menyembah Allah.\n\nDari sini, dapat diambil kesimpulan atau pengertian sebagai berikut:\n\na. Obyek (sasaran) yang utama dari dakwah Musa bukan hanya Firaun tetapi termasuk kaumnya sendiri, yaitu Bani Israil. Musa bertugas untuk melepaskan Bani Israil dari perbudakan Firaun dan membimbing kaumnya kepada agama yang benar.\n\nb. Nabi Musa mengenal watak dan kelakuan Firaun, Firaun tidak saja ingkar kepada Allah, bahkan juga ia menganggap dirinya sebagai tuhan dan menyuruh orang lain untuk menyembahnya. Oleh sebab itu Firaun hanya diberi peringatan bahwa tuhan yang sebenarnya bukanlah dia, melainkan Allah Pencipta alam semesta. Karena tidak ada faedahnya untuk mengajak Firaun menyembah Allah, ajakan ini pasti tidak akan dihiraukan dan tidak akan diindahkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1060, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala in kunta ji'ta bi Aayatin faati bihaaa in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"If you have come with a sign, then bring it forth, if you should be of the truthful.\"", "id": "Dia (Fir‘aun) menjawab, “Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1060", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1060.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1060.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ucapan Nabi Musa itu dan pernyataannya bahwa beliau membawa serta bukti kebenaran, maka dia, yakni Fir'aun menjawab, \"Jika benar engkau datang dengan membawa sesuatu bukti pendukung dari Tuhanmu, sebagaimana pengakuanmu, maka tunjukkanlah bukti itu kepadaku, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar dalam pengakuan dan tindakanmu lagi dapat dipercaya.\"", "long": "Pada ayat ini disebutkan jawaban Firaun kepada Nabi Musa, bahwa jika benar Nabi Musa datang menunjukkan kerasulannya hendaklah ia membuktikan kebenaran ucapannya, bahwa ia adalah utusan Allah, dan ia memperoleh mukjizat dari pada-Nya. Semula Firaun menduga bahwa Musa hanya berbohong mengaku menjadi utusan Allah. Oleh karena itu, Firaun minta ditunjukkan bukti kerasulan dan mukjizat tersebut bukan hanya dihadapannya tetapi juga di depan umum agar banyak orang yang mengetahuinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1061, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u062b\u064f\u0639\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qa alqaa 'asaahu fa izaa hiya su'baanum mubeen" } }, "translation": { "en": "So Moses threw his staff, and suddenly it was a serpent, manifest.", "id": "Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1061", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1061.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1061.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar tantangan itu, lalu serta merta dan tanpa selang waktu yang lama, Nabi Musa melemparkan tongkatnya yang ada di tangan kanan ke hadapan Fir'aun dan kaumnya, tiba-tiba tongkat itu berkat kekuasaan Allah berubah menjadi ular besar yang sebenarnya, yakni benarbenar ular dan bergerak dengan sangat cepat yang terlihat dengan mata kepala secara jelas.", "long": "Tantangan Firaun itu segera dijawab oleh Nabi Musa dengan memperlihatkan dua macam mukjizatnya. Pertama Musa menjatuhkan tongkatnya ke tanah, tiba-tiba tongkat tersebut menjadi seekor ular besar yang mempunyai sifat-sifat ular secara biologis, dapat bergerak dan berjalan dengan sesungguhnya, berbeda dengan ular yang diciptakan para pesihir pada masa itu, yang hanya nampak seolah-olah seperti ular yang bergerak, padahal tidak demikian. Orang-orang melihat benda itu seperti bergerak, karena pikiran mereka telah dipengaruhi terlebih dahulu oleh para pesihir tersebut. Berbeda halnya ular yang menjelma dari tongkat Nabi Musa itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1062, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 134, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u064e\u0639\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naza'a yadahoo fa izaa hiya baidaaa'u linnaazireen" } }, "translation": { "en": "And he drew out his hand; thereupon it was white [with radiance] for the observers.", "id": "Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1062", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1062.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1062.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat itu, Fir'aun meminta bukti yang lain, dan dia Nabi Musa mengeluarkan tangannya dari dalam lubang leher bajunya, tiba-tiba tangan itu, yang sebelumnya berwarna hitam sesuai warna kulitnya yang kehitam-hitaman, menjadi bercahaya putih gemerlapan, yang tampak jelas bagi orang-orang yang melihatnya ketika itu, bukan karena belang atau penyakit, tetapi putih karena sangat bercahaya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Musa memperlihatkan mukjizat yang kedua, yaitu tangannya kelihatan bercahaya, memancarkan sinar yang terang.\n\nSetelah ia melemparkan tongkatnya, dan orang-orang yang hadir menyaksikan ular yang menjelma dari tongkat tersebut, maka Nabi Musa memasukkan tangannya ke ketiaknya melalui leher bajunya, kemudian dikeluarkannya. Ternyata tangannya itu menjadi putih cemerlang dan berkilauan, dan dapat dilihat dengan nyata oleh yang menyaksikannya, termasuk Firaun dan pengikutnya.\n\nDalam kisah Nabi Musa yang terdapat dalam surah thaha, surah an-Naml dan surah al-Qashas ditegaskan bahwa warna putih berkilauan yang kelihatan pada tangan Nabi Musa ketika itu adalah warna putih yang sehat, bukan warna putih yang disebabkan oleh penyakit sopak dan sebagainya.\n\nPerlu diingat, bahwa dalam kitab-kitab tafsir yang mendasarkan penafsirannya kepada riwayat-riwayat yang diterima dari orang-orang dahulu, sering terdapat kisah-kisah yang berlebih-lebihan dan sangat aneh, mengenai ular yang menjelma dari tongkat Nabi Musa tersebut. Kita harus waspada dan berhati-hati dalam menerima riwayat-riwayat semacam itu, karena tidak mempunyai dasar yang kuat. Bahkan sebagian berasal dari riwayat Israiliyat, yaitu dongeng-dongeng yang datang dari orang Yahudi, yang menyusup ke dalam kalangan kaum Muslimin yang bertujuan untuk merusak agama Islam dari dalam. Kenyataan sejarah menunjukkan, bahwa fitnah dan kekacauan yang terjadi dalam kalangan umat Islam, bahkan pembunuhan-pembunuhan terhadap khalifah-khalifah, biang keladinya adalah para penyusup itu, seperti Abdullah Ibnu Saba dari bangsa Yahudi yang berpura-pura masuk agama Islam. Lalu mengadakan pengacauan dalam bidang akidah, politik dan sebagainya, pada masa-masa permulaan Islam.\n\nSyukurlah bahwa di kalangan ulama-ulama Islam telah muncul para cendekiawan yang waspada, lalu mengadakan penyelidikan mengenai riwayat-riwayat tersebut dan lebih memilih riwayat-riwayat yang mempunyai dasar yang kuat, yang tidak diragukan kebenarannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1063, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaalal mala-u min qawmi Fir'awna inna haazaa lasaa hirun 'aleem" } }, "translation": { "en": "Said the eminent among the people of Pharaoh, \"Indeed, this is a learned magician", "id": "Pemuka-pemuka kaum Fir‘aun berkata, “Orang ini benar-benar pesihir yang pandai," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1063", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1063.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1063.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika Nabi Musa telah memperlihatkan bukti-bukti dari Allah itu, tercenganglah para pemuka dan pembesar Fir'aun. Pemuka-pemuka kaum Fir'aun, dengan menjilat dan bersikap munafik, berkata kepada Fir'aun, \"Orang ini benar-benar pesihir yang pandai, ini sebenarnya hanya kemahiran sihir saja, bukan bukti dari Allah, karena itu jangan memercayainya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa setelah para pembesar kaum Firaun menyaksikan mukjizat yang diperlihatkan Nabi Musa kepada mereka, hati nurani mereka tidak beriman, bahkan mereka menuduh Nabi Musa telah melakukan sihir. Mereka menganggap bahwa perubahan tongkat Nabi Musa menjadi ular besar yang mereka saksikan, sama halnya dengan apa yang dapat diperbuat oleh ahli-ahli sihir yang terkenal di masa itu. \n\nSihir dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:\n\n1. Sihir yang menggunakan benda-benda alam tertentu, yang diperlakukan sedemikian rupa dengan cara-cara tertentu pula, yang hanya diketahui oleh ahli-ahli sihir sendiri, sehingga menghasilkan efek (kesan) yang sangat menakjubkan bagi masyarakat yang alam pikirnya masih primitif (bersahaja).\n\n2. Sihir yang didasarkan pada kecepatan tangan, dalam menyembunyikan dan menampakkan benda-benda tertentu, sehingga kelihatan lain bentuk dan rupanya dari keadaan yang sebenarnya. Hal ini sama dengan permainan sulap pada masa kita sekarang.\n\n3. Sihir yang berdasarkan ilmu hipnotis, yaitu mempengaruhi jiwa yang lemah oleh orang-orang yang memiliki jiwa yang kuat. Dan kadang-kadang mereka mempergunakan pengaruh jin, sehingga membuahkan perbuatan yang manakutkan dan membuat orang histeris, seperti permainan jailangkung, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 1064, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yureedu ai yukhrijakum min ardikum famaazaa taamuroon" } }, "translation": { "en": "Who wants to expel you from your land [through magic], so what do you instruct?\"", "id": "yang hendak mengusir kamu dari negerimu.” (Fir‘aun berkata), “Maka apa saran kamu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1064", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1064.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1064.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk memojokkan Nabi Musa, mereka berkata, \"Dengan sihirnya itu, ia sebenarnya hendak merampas kekuasaanmu dan mengusir kamu dari negerimu, yaitu Mesir, sehingga hanya dia dan kaumnya saja yang akan tinggal di situ. Dengan sihir itu pula ia dapat meluluhkan hati warga negeri ini agar mengikutinya.\" Fir'aun berkata, \"Cobalah pikirkan apa saran kamu untuk keluar dari kesulitan ini!\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa para pembesar Firaun menghasut Firaun dengan menyatakan kepadanya, bahwa Musa adalah orang yang mempunyai pengetahuan dan bermaksud jahat, yaitu hendak merebut kekuasaan dari tangan Firaun dan mengusirnya bersama pengikutnya dari negeri Mesir. Hasutan ini berhasil, sehingga Firaun bertanya kepada mereka tentang apa yang akan mereka lakukan kepada Musa.\n\nDi dalam kisah Nabi Musa yang terdapat dalam Surah Yunus diterangkan pula ucapan pemesar-pembesar Firaun kepada Nabi Musa sebagai berikut:\n\n\"Mereka berkata: \"Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya (menyembah berhala), dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi (negeri Mesir)? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua\". (Yunus/10:78)" } } }, { "number": { "inQuran": 1065, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0647\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0627\u0634\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo arjih wa akhaahu wa arsil filmadaaa'ini haashireen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Postpone [the matter of] him and his brother and send among the cities gatherers", "id": "(Pemuka-pemuka) itu menjawab, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1065", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1065.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1065.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai tanggapan atas tantangan di atas, pemuka-pemuka itu pun menjawab, \"Tahanlah atau berilah tempo untuk sementara waktu kepada dia, yakni Nabi Musa dan saudaranya, yaitu Nabi Harun yang menjadi tangan kanannya, dan jangan kamu bunuh mereka. Kerahkanlah dan utuslah ke kota-kota yang berada di bawah kekuasaanmu beberapa orang bala tentara untuk mengumpulkan para pesihir dari berbagai penjuru negeri.", "long": "Oleh karena Firaun meminta saran kepada para pembesarnya, maka mereka mengajukan saran agar Musa dan saudaranya (yaitu Nabi Harun) ditahan, dan penyelesaian masalahnya ditangguhkan buat sementara. Di samping itu, Para pembesar Firaun itu mengatakan bahwa Firaun harus segera mengirim utusan, ke semua pelosok negeri, untuk mengumpulkan ahli-ahli sihir yang sangat mahir, yang diharapkan akan dapat mengalahkan mukjizat Nabi Musa yang telah diperlihatkan kepada mereka.\n\nAdanya saran mereka untuk menangguhkan persoalan Nabi Musa, menunjukkan bahwa Firaun telah berniat untuk membunuh Nabi Musa dan saudaranya Harun. Lalu para pembesar menyarankan, agar Firaun tidak tergesa-gesa melaksanakan pembunuhan itu, sebelum diuji kebenarannya dengan dihadapkan kepada ahli-ahli sihir yang pandai, sehingga persoalan menjadi jelas bagi orang banyak.\n\nDari ayat ini dapat dipahami, bahwa adanya saran untuk mengumpulkan semua ahli sihir yang paling mahir yang ada di negeri Mesir pada masa itu, menunjukkan betapa hebatnya mukjizat yang dikaruniakan Allah kepada Nabi Musa, sehingga mereka merasa perlu untuk mengumpulkan semua ahli sihir yang pandai untuk melawannya. Di samping menunjukkan kebodohan Firaun dan para pengikutnya, yang tidak bisa memahami bahwa yang diperlihatkan oleh Nabi Musa kepada mereka adalah anugerah Allah Yang Mahakuasa. Karena ketidakfahaman mereka, maka mereka mengira sama dengan sihir. Selain itu peristiwa ini juga menunjukkan, bahwa salah satu dari sifat manusia ialah suka menentang meskipun ia melihat sesuatu yang benar. Sifat inilah yang mendorong Firaun dan para pengikutnya untuk mengumpulkan ahli-ahli sihirnya untuk menentang Nabi Musa as. \n\nBila diselidiki motif yang mendorong mereka untuk menentang rasul dan agama yang dibawanya, tak lain adalah kekhawatiran mereka akan kehilangan pengaruh, dan keinginan mereka untuk mempertahankan kedudukan, kekuasaan, kewibawaan, dan harta benda. Maka para pemuka Firaun itu menghasut Firaun dengan menyatakan, bahwa Musa bermaksud untuk merebut kekuasaan dari tangan Firaun, dan mengusirnya dari negerinya. Sikap menjilat semacam itu senantiasa dijumpai sepanjang masa." } } }, { "number": { "inQuran": 1066, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0643\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yaatooka bikulli saahirin 'aleem" } }, "translation": { "en": "Who will bring you every learned magician.\"", "id": "agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1066", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1066.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1066.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar mereka membawa secara paksa atau suka rela semua pesihir yang pandai kepadamu.\" Dengan berkumpulnya para ahli sihir itu di hadapanmu, mereka akan membeberkan hakikat yang sebenarnya dibawa Musa. Dengan demikian, tak seorang pun yang dapat diperdaya.", "long": "Oleh karena Firaun meminta saran kepada para pembesarnya, maka mereka mengajukan saran agar Musa dan saudaranya (yaitu Nabi Harun) ditahan, dan penyelesaian masalahnya ditangguhkan buat sementara. Di samping itu, Para pembesar Firaun itu mengatakan bahwa Firaun harus segera mengirim utusan, ke semua pelosok negeri, untuk mengumpulkan ahli-ahli sihir yang sangat mahir, yang diharapkan akan dapat mengalahkan mukjizat Nabi Musa yang telah diperlihatkan kepada mereka.\n\nAdanya saran mereka untuk menangguhkan persoalan Nabi Musa, menunjukkan bahwa Firaun telah berniat untuk membunuh Nabi Musa dan saudaranya Harun. Lalu para pembesar menyarankan, agar Firaun tidak tergesa-gesa melaksanakan pembunuhan itu, sebelum diuji kebenarannya dengan dihadapkan kepada ahli-ahli sihir yang pandai, sehingga persoalan menjadi jelas bagi orang banyak.\n\nDari ayat ini dapat dipahami, bahwa adanya saran untuk mengumpulkan semua ahli sihir yang paling mahir yang ada di negeri Mesir pada masa itu, menunjukkan betapa hebatnya mukjizat yang dikaruniakan Allah kepada Nabi Musa, sehingga mereka merasa perlu untuk mengumpulkan semua ahli sihir yang pandai untuk melawannya. Di samping menunjukkan kebodohan Firaun dan para pengikutnya, yang tidak bisa memahami bahwa yang diperlihatkan oleh Nabi Musa kepada mereka adalah anugerah Allah Yang Mahakuasa. Karena ketidakfahaman mereka, maka mereka mengira sama dengan sihir. Selain itu peristiwa ini juga menunjukkan, bahwa salah satu dari sifat manusia ialah suka menentang meskipun ia melihat sesuatu yang benar. Sifat inilah yang mendorong Firaun dan para pengikutnya untuk mengumpulkan ahli-ahli sihirnya untuk menentang Nabi Musa as. \n\nBila diselidiki motif yang mendorong mereka untuk menentang rasul dan agama yang dibawanya, tak lain adalah kekhawatiran mereka akan kehilangan pengaruh, dan keinginan mereka untuk mempertahankan kedudukan, kekuasaan, kewibawaan, dan harta benda. Maka para pemuka Firaun itu menghasut Firaun dengan menyatakan, bahwa Musa bermaksud untuk merebut kekuasaan dari tangan Firaun, dan mengusirnya dari negerinya. Sikap menjilat semacam itu senantiasa dijumpai sepanjang masa." } } }, { "number": { "inQuran": 1067, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'as saharatu Fir'awna qaaloo inna lanaa la ajjran in kunnaa nahnul ghaalibeen" } }, "translation": { "en": "And the magicians came to Pharaoh. They said, \"Indeed for us is a reward if we are the predominant.\"", "id": "Dan para pesihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1067", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1067.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1067.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir'aun pun mengikuti saran tersebut dan menangguhkan persoalan Nabi Musa dan Nabi Harun, sambil mengumpulkan para pesihir yang pandai di negeri itu. Dan tak berapa lama kemudian para pesihir yang dikumpulkan oleh bala tentara itu pun datang kepada Fir'aun. Mereka tahu peristiwa yang terjadi dan menyadari akan pentingnya keberadaan mereka, sehingga mereka berani berkata kepada Fir'aun, \"Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar, sesuai tugas berat yang kami emban, jika kami menang dan berhasil mengalahkan sihir Musa?\" Begitulah keadaan para penyihir yang selalu merasa butuh dan mengejar materi, sehingga seringkali mati dalam keadaan miskin dan dalam bentuk yang mengerikan.", "long": "Setelah Firaun mengerahkan orang-orangnya untuk mengumpulkan para ahli sihir yang pandai dari berbagai pelosok wilayah kekuasaannya, ketika para ahli sihir tersebut datang kepada Firaun, dan mereka pun berkata kepadanya, \"Apakah kami akan mendapatkan imbalan jasa, atas tugas yang berat ini, bila kami berhasil mengalahkan Musa?\" Demikian motivasi para ahli sihir sama dengan latar belakang perjuangan para pembesar Firaun yaitu materi, kedudukan dan uang, tidak ada sama sekali idealisme, spiritualisme maupun moralitas yang luhur. Tujuan hidupnya hanya untuk sesaat yaitu uang." } } }, { "number": { "inQuran": 1068, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0646\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala na'am wa innakum laminal muqarrabeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"Yes, and, [moreover], you will be among those made near [to me].\"", "id": "Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1068", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1068.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1068.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena Fir'aun ingin menang dan mengalahkan sihir Nabi Musa, dia (Fir'aun) menjawab, \"Ya, tentu bagi kalian imbalan yang besar, bahkan lebih dari itu sesungguhnya kamu pasti benar-benar akan termasuk orang-orang yang didekatkan kedudukannya padaku dan akan mendapatkan segala bentuk kesenangan.\"", "long": "Firaun menjawab pertanyaan mereka itu, \"Ya kamu akan mendapat upah yang besar, dan di samping itu kamu akan menjadi orang-orang yang dekat dengan kami, sehingga kamu akan memperoleh pangkat dan harta benda yang akan memberikan kenikmatan dan kebahagiaan bagimu\".\n\nJawaban Firaun kepada para ahli sihir tersebut menunjukkan bahwa ia sangat memerlukan tenaga dan keahlian mereka, karena ia sangat khawatir akan kehilangan kedudukan dan kerajaannya, menurut pendapatnya akan timbul malapetaka baginya apabila ia tidak memenuhi permintaan mereka itu. Oleh sebab itu, imbalan jasa yang dijanjikan kepada mereka tidak hanya sekedar upah yang berwujud uang dan benda, melainkan ditambah pula dengan pangkat dan kedudukan sebagai orang yang dekat kepada raja. Ini adalah merupakan satu impian dan kebanggaan yang didambakan oleh banyak orang." } } }, { "number": { "inQuran": 1069, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Moosaaa immaaa an tulqiya wa immaaa an nakoona nahnul mulqeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Moses, either you throw [your staff], or we will be the ones to throw [first].\"", "id": "Mereka (para pesihir) berkata, “Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1069", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1069.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1069.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para ahli sihir itu pun setelah mendapatkan janji Fir'aun dan membayangkan kedudukan yang akan diperoleh dengan penuh percaya diri mendatangi Nabi Musa. Dengan nada menantang, mereka para pesihir berkata, \"Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu tongkat yang engkau miliki itu, atau kami yang melemparkan lebih dulu apa yang kami miliki?\"", "long": "Setelah mendapat jawaban dan janji yang menggembirakan dari Firaun tersebut, maka ahli-hli sihir lalu menoleh kepada Nabi Musa dan mereka berkata kepadanya: \"Siapakah yang akan memulai lebih dahulu, kamu atau kami?\"\n\nTantangan mereka ini menunjukkan bahwa para ahli sihir Firaun sangat percaya diri dan sangat membanggakan keampuhan sihirnya. Mereka tidak memperdulikan akibat yang akan menimpa diri mereka, seandainya mereka tidak mampu membuktikan keampuhan sihirnya, kalau tidak karena percaya diri yang berlebihan ini pastilah mereka tidak akan memberikan kesempatan lebih dahulu kepada musuhnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1070, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 65, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0633\u064e\u062d\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0631\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala alqoo falam maaa alqaw saharooo a'yunannaasi wastarhaboohum wa jaaa'oo bisihrin 'azeem" } }, "translation": { "en": "He said, \"Throw,\" and when they threw, they bewitched the eyes of the people and struck terror into them, and they presented a great [feat of] magic.", "id": "Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1070", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1070.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1070.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan penuh keyakinan dan tanpa rasa takut sedikit pun, dia (Nabi Musa) menjawab, \"Lemparkanlah lebih dahulu apa yang hendak kamu lempar!\" Maka setelah mereka melemparkan apa yang dibawa berupa tali-temali dan tongkat, mereka menyihir mata orang banyak yang hadir di tempat itu. Tali-temali dan tongkat itu terlihat bagaikan ularular yang bergerak dan bertumpuk satu sama lain, seolah-olah apa yang mereka lakukan itu benar-benar terjadi, dan pemandangan itu menjadikan orang banyak itu tercengang dan takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat dan menakjubkan disertai dengan teriakan, 'hati-hati jangan sampai digigit ular'.", "long": "Nabi Musa mempersilakan mereka untuk mendahului, tanpa merasa khawatir terhadap kekuatan dan keampuhan sihir mereka, karena ia yakin akan pertolongan Allah, dan ia yakin bahwa mukjizat tidak akan terkalahkan oleh sihir manusia.\n\nAhli-ahli sihir itu lalu menjatuhkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka ke tanah, dan mereka menyihir penglihatan orang banyak yang menyaksikan peristiwa tersebut, termasuk Nabi Musa sendiri, orang banyak terpengaruh oleh sihir mereka melihat semua tali dan tongkat tersebut telah berubah menjadi ular sehingga mereka merasa takut, karena mereka menyangka itu ular sebenarnya. Firman Allah :\n\nMaka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka. (thaha/20: 66)\n\nMereka itu tampaknya berhasil melakukan sihir yang dahsyat dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap orang-orang yang menyaksikannya. Bahkan Nabi Musa sendiri pun pada mulanya merasa gentar juga. Hal ini disebutkan Allah pada ayat-ayat lain dengan firman-Nya:\n\nDan firman-Nya dalam ayat berikut:\n\nMaka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman: Jangan takut! Sungguh engkaulah yang unggul (menang). (thaha/20: 67-68)" } } }, { "number": { "inQuran": 1071, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u062a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0641\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa awhainaaa ilaa Moosaaa an alqi 'asaaka fa izaa hiya talqafu maa yaafikoon" } }, "translation": { "en": "And We inspired to Moses, \"Throw your staff,\" and at once it devoured what they were falsifying.", "id": "Dan Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1071", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1071.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1071.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan untuk menunjukkan kebesaran Kami di hadapan orang banyak, Kami wahyukan kepada Nabi Musa, \"Lemparkanlah tongkatmu!\" Nabi Musa pun segera melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba tongkat itu berubah menjadi seekor ular yang bergerak dengan cepat menelan habis segala kepalsuan mereka, yakni sihir dan tipu daya yang mereka lakukan.", "long": "Setelah Allah menenangkan Nabi Musa, Allah berfirman kepadanya, \"Jatuhkanlah tongkatmu itu (ke tanah).\" Maka sekonyong-konyong tongkat itu berubah menjadi ular yang sebenarnya, dan menelan semua ular hasil sihir mereka. Karena mukjizat tongkat Nabi Musa menjadi ular yang sebenarnya, dan kemudian makan tali dan tongkat kecil yang disihir menjadi ular, maka hal ini menjadi peristiwa luar biasa yang pantas menjadi mukjizat Nabi utusan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1072, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0628\u064e\u0637\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fawaqa'al haqqu wa batala maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "So the truth was established, and abolished was what they were doing.", "id": "Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1072", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1072.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1072.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan mukjizat tongkat tersebut maka terbuktilah kebenaran yang berada di pihak Nabi Musa, dengan disaksikan orang banyak. Dan segala yang mereka kerjakan berupa sihir dan kepalsuan jadi sia-sia dan batal semua. Kebatilan, walau dibalut keindahan, hanya akan mengelabui sesaat, tetapi akan sirna bila berhadapan dengan kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa dengan lenyapnya semua ular ciptaan ahli-ahli sihir Firaun dari pandangan orang-orang yang menyaksikannya, berarti kemenangan bagi mukjizat Nabi Musa atas perbuatan ahli-ahli sihir yang penuh kebathilan dan kepalsuan itu. Sihir mereka menjadi tidak berdaya menghadapi mukjizat utusan Allah.\n\nDalam kisah Nabi Musa yang terdapat dalam Surah thaha, sehubungan dengan masalah ini Allah berfirman:\n\nApa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang. (thaha/20: 69)\n\nSedang dalam kisahnya yang terdapat dalam surah Yunus, Allah berfirman sebagai berikut:\n\nSetelah mereka melemparkan, Musa berkata, \"Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.\" (Yunus/10: 81)" } } }, { "number": { "inQuran": 1073, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u063a\u064f\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0627\u063a\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faghuliboo hunaalika wanqalaboo saaghireen" } }, "translation": { "en": "And Pharaoh and his people were overcome right there and became debased.", "id": "Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1073", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1073.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1073.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan kejadian tersebut maka mereka, yakni para penyihir dikalahkan di tempat itu di hadapan orang banyak. Dan karena telah dipermalukan dengan kekalahan itu maka berbaliklah mereka menjadi orang-orang yang hina, setelah sebelumnya tampil dengan penuh kesombongan dan yakin akan meraih kemenangan dan kemuliaan. Mereka merasa sangat terhina dengan kekalahan ini.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa pesihir itu telah dikalahkan di tempat itu, dan jadilah mereka orang-orang yang hina dina. Artinya bila sebelum peristiwa itu, para pesihir merasa bangga percaya diri secara berlebihan, maka setelah kekalahan itu tersingkaplah kebohongan dan kepalsuan mereka, karena sihir mereka tidak mempunyai kekuatan sama sekali. Di samping itu, karena kekalahan tersebut, sirnalah sudah harapan mereka untuk mendapatkan harta benda, pangkat dan kekayaan yang tadinya telah dijanjikan Firaun kepada mereka.\n\nKekalahan para pesihir tersebut berarti kekalahan Firaun dan para pembesarnya. Pada mulanya mereka percaya bahwa para pesihir yang terpandai yang mereka kumpulkan dari berbagai tempat dalam wilayah kekuasaannya, dengan mudah dapat mengalahkan Nabi Musa. Karena itu ia mengobral janji, tetapi ternyata para pesihirnya itu mengalami kekalahan, dan Nabi Musa mendapat kemenangan, maka pudarlah harapan Firaun dan pemuka-pemukanya untuk dapat mempertahankan kebesaran dan kekuasaannya. Hilanglah kehebatan mereka di mata orang banyak, dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Apalagi peristiwa tersebut terjadi pada salah satu hari raya mereka dan tidak disaksikan orang banyak. Mengenai ini Allah berfirman dalam ayat lain:\n\nDia (Musa) berkata, \"(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (dhuha).\" (thaha/20: 59)" } } }, { "number": { "inQuran": 1074, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 9, "page": 164, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ulqiyas saharatu saajideen" } }, "translation": { "en": "And the magicians fell down in prostration [to Allah].", "id": "Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1074", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1074.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1074.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikian pula halnya Fir'aun dan pembesar-pembesarnya. Adapun para pesihir itu yang menyadari kelemahan mereka, serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud. Mereka tercengang kagum mendapati kebenaran yang terjadi, sehingga terdorong untuk sujud kepada Allah dan tunduk pada kebenaran. Mereka langsung bersujud kepada Allah karena meyakini kebenaran seruan Nabi Musa dan bukan sihir sebagaimana yang mereka duga semula.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa setelah melihat kehebatan mukjizat Nabi Musa, maka para pesihir, serta merta bersujud kepada Allah, karena mereka yakin tentang kebenaran seruan Nabi Musa, dan ia bukan pesihir seperti yang mereka duga sebelumnya, sesuai dengan tuduhan Firaun dan para pembesarnya. Selain itu, mereka menyadari bahwa sihir mereka yang dibangga-banggakan selama ini hanyalah kebatilan dan tidak berdaya bila berhadapan dengan kebenaran yang datang dari Allah Yang Maha Kuasa. Mereka sudah tidak mempunyai rasa hormat sedikit pun kepada Firaun dan para pembesarnya yang telah berusaha dengan segala daya upaya untuk mengingkari kekuasaan dan kebesaran Allah, Pencipta dan Penguasa alam semesta.\n\nMengenai bersujudnya para pesihir tersebut, Allah menerangkannya dalam ayat yang lain sebagai berikut:\n\nLalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, \"Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa.\" (thaha/20:70)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nMaka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud, mereka berkata, \"Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam\". (asy-Syuara/26:46-47)" } } }, { "number": { "inQuran": 1075, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo aamannaa bi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "They said, \"We have believed in the Lord of the worlds,", "id": "Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1075", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1075.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1075.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam keadaan sujud, mereka (para pesihir) berkata, \"Kami hanya beriman kepada Tuhan Pencipta dan Pemelihara seluruh alam. Agar Fir'aun atau lainnya tidak salah paham siapa yang dimaksud dengan Tuhan seluruh alam, mereka menjelaskan;", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa setelah melihat kehebatan mukjizat Nabi Musa, maka para pesihir, serta merta bersujud kepada Allah, karena mereka yakin tentang kebenaran seruan Nabi Musa, dan ia bukan pesihir seperti yang mereka duga sebelumnya, sesuai dengan tuduhan Fir’aun dan para pembesarnya. Selain itu, mereka menyadari bahwa sihir mereka yang dibangga-banggakan selama ini hanyalah kebatilan dan tidak berdaya bila berhadapan dengan kebenaran yang datang dari Allah Yang Maha Kuasa. Mereka sudah tidak mempunyai rasa hormat sedikit pun kepada Fir’aun dan para pembesarnya yang telah berusaha dengan segala daya upaya untuk mengingkari kekuasaan dan kebesaran Allah, Pencipta dan Penguasa alam semesta.\n\nMengenai bersujudnya para pesihir tersebut, Allah menerangkannya dalam ayat yang lain sebagai berikut:\n\nLalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, “Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa.” (Taha/20:70)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nMaka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud, mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam”. (asy-Syu’ara’/26:46-47)" } } }, { "number": { "inQuran": 1076, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbi Moosaa wa Haaroon" } }, "translation": { "en": "The Lord of Moses and Aaron.\"", "id": "(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1076", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1076.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1076.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu Tuhan Pencipta dan Pemelihara yang diyakini dan diimani oleh Nabi Musa dan Nabi Harun.\"", "long": "(120-122) Dalam ayat ini diterangkan bahwa setelah melihat kehebatan mukjizat Nabi Musa, maka para pesihir, serta merta bersujud kepada Allah, karena mereka yakin tentang kebenaran seruan Nabi Musa, dan ia bukan pesihir seperti yang mereka duga sebelumnya, sesuai dengan tuduhan Fir’aun dan para pembesarnya. Selain itu, mereka menyadari bahwa sihir mereka yang dibangga-banggakan selama ini hanyalah kebatilan dan tidak berdaya bila berhadapan dengan kebenaran yang datang dari Allah Yang Maha Kuasa. Mereka sudah tidak mempunyai rasa hormat sedikit pun kepada Fir’aun dan para pembesarnya yang telah berusaha dengan segala daya upaya untuk mengingkari kekuasaan dan kebesaran Allah, Pencipta dan Penguasa alam semesta.\n\nMengenai bersujudnya para pesihir tersebut, Allah menerangkannya dalam ayat yang lain sebagai berikut:\n\nLalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, “Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa.” (Taha/20:70)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nMaka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud, mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam”. (asy-Syu’ara’/26:46-47)" } } }, { "number": { "inQuran": 1077, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0644\u0650\u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Fir'awnu aamantum bihee qabla an aazana lakum; inna haaza lamakrum makartumoohu filmadeenati litukhrijoo minhaaa ahlahaa fasawfa ta'almoon" } }, "translation": { "en": "Said Pharaoh, \"You believed in him before I gave you permission. Indeed, this is a conspiracy which you conspired in the city to expel therefrom its people. But you are going to know.", "id": "Fir‘aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1077", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1077.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1077.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat itu, Fir'aun pun terkejut dan naik pitam. Fir'aun berkata, \"Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?\" Tanpa menanyakan terlebih dahulu sebab mereka beriman, Fir'aun melontarkan tuduhan, \"Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan bersama Musa dan Harun di kota ini, yakni Mesir, untuk mengusir penduduknya. Ia pun mengancam mereka, \"Kelak kamu akan mengetahui apa yang akan aku lakukan untuk kamu, sebagai akibat perbuatanmu dengan beriman kepada Musa dan Harun, serta sebagai siksaan dari persekongkolan dan tipu muslihat yang kalian lakukan.\" Begitulah, penguasa tiran akan mengancam bila tersudut dan terpojokkan.", "long": "Dalam ayat ini diceritakan bahwa Firaun dengan sangat murka berkata kepada pesihir yang telah menyatakan iman kepada Tuhan Nabi Musa, \"Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku izinkan?\" Maksudnya mengapa mereka menyatakan iman kepada Musa dan kepada agama yang dibawanya yang berdasarkan kepercayaan tauhid kepada Allah, padahal ia belum memberi izin atau memerintahkan kepada mereka. Mengapa mereka tunduk menjadi pengikut Nabi Musa sebelum meminta izin kepada Firaun lebih dahulu.\n\nUcapan Firaun ini menunjukkan bahwa ia masih belum menyadari, bahwa apa yang diperlihatkan Nabi Musa di hadapannya adalah mukjizat pemberian Allah yang tidak akan dikalahkan oleh siapa pun. Dan ia belum menyadari bahwa orang-orang yang menyaksikan kemenangan Nabi Musa itu sudah tidak mempunyai rasa hormat lagi terhadap dirinya, dan bahwa dia tidak lagi merupakan orang yang dipertuan dan dipertuhan. Di samping itu, ia menuduh ahli-pesihir itu sudah berkomplot dengan Nabi Musa lebih dahulu, sehingga kekalahan mereka ketika berhadapan dengan Nabi Musa telah direncanakan sebelumnya. Sebab itu ia melanjutkan ancamannya terhadap mereka dengan ucapannya sebagai berikut: \"Sesungguhnya perbuatan ini adalah suatu tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengusir penduduk aslinya dari Mesir; maka kelak kamu akan mengetahui akibat dari perbuatan ini\".\n\nDalam ayat yang lain Allah menyebutkan bahwa Firaun menuduh Nabi Musa sebagai guru sihir yang telah mengajarkan sihirnya kepada para pesihir tersebut, untuk bersama-sama memperdayakan Firaun untuk dan para pengikutnya untuk mengusirnya dari negeri Mesir, agar mereka kemudian dapat memegang kekuasaan di negeri Mesir, dan Firaun pun mengatakan:\n\nSesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. (thaha/20: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 1078, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0623\u064f\u0642\u064e\u0637\u0651\u0650\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0623\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La uqatti'anna aidiyakum wa arjulakum min khilaafin summa la usallibannakum ajma'een" } }, "translation": { "en": "I will surely cut off your hands and your feet on opposite sides; then I will surely crucify you all.\"", "id": "Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1078", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1078.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1078.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat mereka tidak kembali dan tetap teguh dengan keimanan mereka, Fir'aun lanjut mengancam, \"Aku bersumpah demi kekuasaanku, pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang; tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya, kemudian dengan keadaan yang menyeramkan ini, aku benar-benar akan menyalib kamu semua, tanpa terkecuali, dengan mengikat kaki dan tangan kamu di batang pohon kurma.\" Itu semua dilakukan agar menjadi peringatan bagi siapa yang hendak menipu dan melawan kekuasaan Fir'aun.", "long": "Dalam ayat ini diceritakan bahwa Firaun melanjutkan ancamannya kepada mereka; Pasti aku akan memotong tangan dan kakimu secara bersilang, kemudian sungguh aku akan menyalib kamu semua.\n\nDemikianlah Firaun memandang para pesihir itu bersalah, akibat mereka beriman kepada Allah tanpa meminta izinnya lebih dahulu. Oleh sebab itu, ia merasa berhak dan berkuasa untuk menjatuhkan hukuman yang berat kepada mereka, dengan memotong tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya. Sesudah itu masing-masing mereka akan disalibnya. Hukuman tersebut dimaksudkan juga untuk menakut-nakuti orang-orang lain yang berniat pula untuk melakukan tipu daya semacam itu terhadapnya atau bermaksud untuk memberontak dan membebaskan diri dari kekuasaannya.\n\nFiraun sangat khawatir kalau rakyatnya, bangsa Mesir mengikuti pula jejak para pesihir itu untuk beriman kepada Musa a.s, karena hal itu akan mengakibatkan keruntuhan bagi kerajaan dan kekuasaannya sebagai tuhan bagi rakyatnya yang selama ini telah dipaksa untuk menyembahnya sebagai Tuhan. Di samping itu, ia mencoba pula untuk berbuat seolah-olah ia membela kepentingan rakyatnya yaitu memelihara kemerdekaan mereka serta melindungi agama mereka. Oleh sebab itu ia mengatakan bahwa para pesihir telah berkomplot dengan Musa untuk merebut kekuasaan Mesir dari negeri mereka sendiri.\n\nDemikianlah umumnya sikap penguasa yang zalim dan angkara murka. Ia sangat khawatir apabila rakyatnya memalingkan muka kepada pemimpin yang lain. Namun bangsa yang punya harga diri dan ingin memelihara hak-hak azasinya, pasti akan bersatu padu menentang kekuasaan yang zalim itu, betapa pun hebatnya sang penguasa." } } }, { "number": { "inQuran": 1079, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo innaaa ilaa Rabbinaa munqaliboon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Indeed, to our Lord we will return.", "id": "Mereka (para pesihir) menjawab, “Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1079", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1079.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1079.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ancaman itu tidak membuat mereka gentar sedikit pun. Keimanan sudah sangat merasuk ke dalam kalbu mereka. Mereka para pesihir menjawab, \"Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan Pemelihara kami, menemui-Nya dengan kematian, dalam naungan rahmat dan kenikmatan ganjaran-Nya. Demikianlah, orang beriman tidak akan merasa gentar menghadapi ancaman dan penderitaan apa pun.", "long": "Dalam ayat ini Allah menceritakan bahwa para pesihir sedikit pun tidak merasa gentar menghadapi ancaman Firaun kepada mereka. Bahkan dengan mantap dan penuh keyakinan, mereka berkata kepada Firaun, sesungguhnya hanya kepada Tuhan kami akan kembali.\n\nUcapan mereka ini menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak peduli terhadap ancaman Firaun kepada mereka. Meskipun Firaun akan membunuh mereka, maka hal itu akan memberikan kemungkinan bagi mereka untuk segera bertemu dengan Tuhan, serta mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya yang sangat mereka dambakan. Mereka yakin, Firaun dan mereka semua akan kembali kepada Tuhan. Andaikan Firaun membunuh mereka, Firaun tidak akan hidup selama-lamanya di dunia ini. Dia akhirnya akan kembali kepada Tuhan Semesta alam, sehingga Tuhan akan mengadili mereka dan Firaun.\n\nDengan pengertian yang terakhir ini, dapat dipahami, bahwa ucapan mereka mengandung sindiran yang tajam, bahwa Firaun bukan Tuhan seperti yang diakuinya selama ini; bahkan dibalik kekuasaannya, ada kekuasaan yang lebih tinggi. Dan mereka lebih mengutamakan rahmat dan rida Allah dari pada memuaskan hawa nafsu keduniawian di samping Firaun dan para pembesarnya.\n\nDi dalam kisah yang terdapat dalam Surah asy-Syuara, Allah menyebutkan ucapan para pesihir tersebut sebagai berikut :\n\nMereka berkata, \"Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami. Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang-orang yang pertama-tama beriman.\" (asy-Syuara/26: 50-51)" } } }, { "number": { "inQuran": 1080, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 135, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0642\u0650\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0631\u0650\u063a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa tanqimu minnaaa illaaa an aamannaa bi Aayaati Rabbinaa lammaa jaaa'atnaa; Rabbanaaa afrigh 'alainaa sabranw wa tawaffanaa muslimeen" } }, "translation": { "en": "And you do not resent us except because we believed in the signs of our Lord when they came to us. Our Lord, pour upon us patience and let us die as Muslims [in submission to You].\"", "id": "Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1080", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1080.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1080.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kami tahu betul bahwa engkau tidak menolak perbuatan kami dan melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan Pemelihara kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami. Oleh karena itu, apa pun yang akan kamu lakukan, kami tidak akan pernah meninggalkan keimanan kepada Allah.\" Kemudian, menyudahi debat dan pembicaraan dengan Fir'aun, serta menyadari betapa berat dan kejamnya ancaman Fir'aun, mereka berdoa, \"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran yang tinggi kepada kami agar kami dapat menanggung semua cobaan ini dan matikanlah kami ketika tiba saat yang Engkau tentukan, dalam keadaan muslim, tunduk patuh dan berserah diri kepada-Mu, tanpa tergoda oleh ancaman Fir'aun.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menceritakan ucapan selanjutnya dari para pesihir kepada Firaun. Mereka menyingkapkan kejahatan Firaun terhadap mereka, yaitu bahwa Firaun ingin membalas dendam kepada mereka dengan menyiksa mereka secara kejam. Dan semuanya itu hanyalah karena mereka telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan ketika ayat-ayat tersebut datang kepada mereka.\n\nUcapan mereka ini mengandung arti bahwa Firaun tidak akan mempengaruhi mereka, karena keimanan kepada Allah adalah suatu yang amat berharga dan sesuai dengan fitrah manusia yang asli, dan menjadi pokok bagi kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat kelak.\n\nFiraun mencela para pesihir sebab mereka telah sujud dan beriman kepada Allah tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Firaun. Di samping itu, Firaun telah menuduh mereka berkomplot dengan Nabi Musa untuk merebut kekuasaan dari tangannya, dan untuk mengusir bangsa Mesir dari tanah air mereka. Akhirnya Firaun mengancam untuk memotong tangan dan kaki mereka. ditambah dengan siksaan berupa penyaliban. Semua itu pada hakikatnya merupakan kemurkaan Firaun terhadap mereka. Sesudah itu Firaun berusaha melakukan balas dendam dengan perbuatan mereka dan siapa saja yang beriman kepada Allah serta memenuhi seruan Nabi Musa. Usaha apapun yang dilakukan oleh Firaun tetap tidak mendatangkan hasil baginya. Bahkan sebaliknya, Firaun bersama para pembesarnya akan menemui nasib yang amat buruk.\n\nDalam ayat lain disebutkan firman Allah kepada Nabi Musa dan Harun sebagai berikut:\n\n\"Kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang.\" (al-Qashas/28: 35)\n\nSelanjutnya Allah menceritakan tentang para pesihir tersebut, bahwa setelah mereka memberikan jawaban yang tegas seperti di atas, mereka lalu berdoa kehadirat Allah, semoga mereka diberi kesabaran, dan apabila Allah mewafatkan mereka hendaklah dalam keadaan berserah diri kepada-Nya. Doa mereka kepada Allah agar diberi kesabaran menunjukkan betapa pentingnya kesabaran dalam setiap perjuangan, terutama perjuangan melawan kezaliman.\n\nKesabaran tidak hanya berarti kemampuan menahan diri mereka dari kemarahan, akan tetapi juga berarti mawas diri, mengendalikan hawa nafsu, serta tangguh menghadapi segala rintangan dan penderitaan.\n\nOrang yang sabar, tidak akan membalas dendam, walaupun ia mampu untuk melakukannya. Orang yang sabar senantiasa dapat memelihara pertimbangan akal yang sehat, sehingga ia tidak akan terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang dapat merugikan dirinya dan perjuangan umatnya.\n\nJalan untuk mencapai kesabaran ialah iman yang kokoh kepada Allah dan hari akhirat. Hal ini telah dibuktikan oleh kenyataan sejarah umat manusia, yaitu bahwa umat yang kuat imannya adalah merupakan umat yang paling sabar dan tangguh dalam perjuangan dan mempunyai keberanian yang tinggi. Karena kesabaran serta keberanian itu, timbullah ide dan usaha-usaha pada sementara pimpinan angkatan perang pada beberapa negara, untuk menggalakkan pendidikan agama dan binaan rohani bagi para prajurit dan perwira angkatan perang, agar mereka memiliki iman yang kokoh yang akan membuahkan sifat kesabaran dan keberanian.\n\nDalam pada itu, Allah berulang kali dalam firman-Nya menjanjikan pertolongan-Nya bagi orang-orang yang sabar, dan ia memberikan petunjuk agar manusia senantiasa bersabar dan menganjurkan orang lain untuk bersabar. Allah berfirman:\n\n(Yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (an-Nahl/16: 42)\n\nFirman-Nya lagi:\n\nKecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran, dan menasihati untuk kesabaran. (al-Ashr/103: 3)\n\nAjaran tentang kesabaran ini sangat dipentingkan agama Islam, sehingga dalam Al-Quran terdapat sekitar 100 kali disebutkan, baik berupa perintah tentang bersabar, maupun berupa pujian bagi orang-orang yang bersabar, ataupun janji kemenangan, keberuntungan dan pertolongan Allah bagi orang-orang yang bersabar. Dan seringkali kata-kata sabar itu digandengkan dengan kata-kata iman, takwa, tawakal, kebenaran, perjuangan, kekuatan tekad dan sebagainya.\n\nDalam hadis-hadis Rasulullah pun banyak terdapat ajaran tentang kesabaran. Mengenai hubungan antara kesabaran dan keberanian beliau bersabda:\n\n\"Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat membanting orang, tetapi orang kuat adalah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika dia sedang marah\". (Riwayat Imam al-Bukhari, dari Abu Hurairah ra)\n\nOrang yang sabar senantiasa tenang dan mempunyai pikiran terang, sehingga segala ucapan dan tindak tanduknya dapat dikendalikan dengan baik. Pendiriannya tidak tergoyahkan oleh ancaman dan bujukan bagaimana pun juga. Oleh sebab itu, dalam suatu hadis yang lain Rasulullah saw bersabda\n\n\"Kesabaran itu adalah sinar yang terang.\" (Riwayat Muslim, at-Tirmidzi, dan lain-lain) \n\nSebaliknya orang yang tidak sabar tentu akan kehilangan akal sehat, serta mudah dipengaruhi setan, sehingga ucapan dan tindakannya tidak dapat dikendalikannya. Hal ini akan membawa kepada akibat yang jelek dan akan menimbulkan kerugian dan penyesalan. Oleh sebab itu Rasulullah saw memperingatkan dengan sabdanya : \n\n\"Sifat tergesa-gesa itu perbuatan setan.\" (Riwayat at-Tirmidzi)\n\nKarena pentingnya sifat kesabaran itu, maka tidaklah mengherankan mengapa orang-orang yang telah beriman kepada Nabi Musa as dalam kisah tersebut memohon kepada Allah agar dilimpahi kesabaran yang banyak, sehingga iman mereka tidak akan digoyahkan oleh ancaman Firaun dan pembesar-pembesarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1081, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 136, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0646\u064f\u0642\u064e\u062a\u0651\u0650\u0644\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal mala-u min qawmi Fir'awna atazaru Moosaa wa qawmahoo liyufsidoo fil ardi wa yazaraka wa aalihatak; qaala sanuqattilu abnaaa 'ahum wa nastahyee nisaaa'ahum wa innaa fawqahum qaahiroon" } }, "translation": { "en": "And the eminent among the people of Pharaoh said,\" Will you leave Moses and his people to cause corruption in the land and abandon you and your gods?\" [Pharaoh] said, \"We will kill their sons and keep their women alive; and indeed, we are subjugators over them.\"", "id": "Dan para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir‘aun) menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1081", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1081.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1081.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Fir'aun dan kaumnya menyaksikan kemenangan Nabi Musa dan keimanan para pesihir kepadanya, para pemuka dari kaum Fir'aun berkata, Apakah engkau wahai Fir'aun akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri Mesir ini dan meninggalkanmu dengan tidak menghormati dan tunduk kepadamu dan tuhan-tuhanmu tidak disembah?\" Pertanyaan itu sangat menyentak Fir'aun, lalu ia menjawab, \"Akan kita bunuh dengan pembunuhan yang pasti lagi banyak anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka untuk melayani kita, atau untuk disiksa dan dilecehkan, seperti yang dulu pernah kita lakukan. Dengan begitu, mereka tidak dapat menggalang kekuatan. Jangan khawatir, situasi akan terkendali dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka sehingga dapat menguasai dan menekan mereka.\"", "long": "Dalam ayat ini diceritakan bahwa orang-orang terkemuka dari kaum Firaun berkata kepadanya, \"Hai Firaun apakah kamu akan membiarkan Musa dan kaumnya berbuat kerusakan di negeri ini? Serta meninggalkan kamu dan Tuhan-tuhanmu?\"\n\nFitnahan ini untuk kesekian kalinya memperlihatkan kecemasan mereka akan kehilangan kekuasaan, pengaruh dan harta benda, karena mereka telah melihat gejala-gejala bahwa rakyat telah mulai memalingkan muka dari Firaun kepada Nabi Musa a.s, setelah menyaksikan kemenangan mukjizatnya. Apalagi setelah melihat para pesihir sudah bersujud menyatakan iman, dan tidak memperdulikan lagi ancaman Firaun terhadap mereka.\n\nDalam melancarkan fitnahan ini, para pembesar ini menggunakan unsur politik dan unsur agama. Mereka menuduh bahwa Musa akan meruntuhkan kedudukan Firaun sebagai penguasa tunggal di Mesir. Di samping itu, kedudukan Firaun sebagai orang yang dipertuhan selama ini dengan sendirinya akan lenyap pula. Lebih dari itu, tuhan-tuhan yang menjadi sesembahan bangsa Mesir pada masa itupun akan ditinggalkan pula, misalnya Tuhan \"Osiris\" yang menurut anggapan mereka rohnya menjelma pada seekor sapi yang mereka sebut \"Apis\", selain itu, mereka juga menyembah \"segala macam hewan\". Demikian pula mereka menyembah kegelapan, serta patung Akron yang mereka anggap sebagai pengusir lalat.\n\nPendek kata rakyat Firaun pada masa itu telah berada di puncak kesesatan, karena mereka menyembah matahari, bulan dan bintang-bintang, serta manusia dan hewan, baik hewan yang besar maupun serangga yang paling kecil.\n\nFiraun sendiri adalah penganut kepercayaan penyembah binatang, kemudian ditinggalkannya kepercayaan tersebut, lalu ia mengaku menjadi tuhan dan menyuruh rakyatnya untuk menyembah kepadanya. Ini setelah ia melihat dirinya mempunyai kekuasaan yang begitu besar di kalangan rakyatnya. (Keterangan ini terdapat dalam buku Al-Milal wan-Nihal oleh asy-Syahrastany)\n\nFitnah para pembesar Firaun telah berhasil mengenai sasarannya, yaitu mempengaruhi Firaun yang telah kehilangan keseimbangannya, sehingga membangkitkan emosi dan amarahnya. Oleh sebab itu, ia menjawab: \"Baiklah, akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka, dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka, dan kita berkuasa penuh di atas mereka.\n\nMaksudnya, bahwa dalam rangka untuk mencegah berkuasanya Nabi Musa as di Mesir, maka Firaun akan melakukan berbagai tindakan, antara lain ialah membunuh setiap anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan-perempuan Bani Israil, yaitu kaum yang sebangsa dengan Nabi Musa yang berdiam di Mesir waktu itu. Sedang anak-anak perempuan yang mereka lahirkan akan dibiarkan hidup untuk kemudian dapat dimanfaatkan oleh Firaun dan para pembesarnya sebagai budak. Dengan tindakan ini Firaun mengharapkan dapat membendung tumbuhnya kekuasaan Nabi Musa di Mesir, karena ia akan tetap mempunyai tenaga laki-laki yang lebih banyak dan kekuasaan yang lebih besar, sedang sebaliknya, Nabi Musa dan Bani Israil umumnya semakin kekurangan tenaga laki-laki, sehingga mereka tidak akan menentang kekuasaan Firaun, dan membebaskan diri dari rantai perbudakannya.\n\nRencana jahat ini benar-benar dilaksanakan oleh Firaun dan para pembesarnya, sehingga Bani Israil yang berdiam di Mesir pada masa itu sangat menderita, lahir dan batin." } } }, { "number": { "inQuran": 1082, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 136, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0648\u0631\u0650\u062b\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Moosaa liqawmihis ta'eenoo billaahi wasbiroo innal arda lillaahi yoorisuhaa mai yashaaa'u min 'ibaadihee wal 'aaqibatu lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "Said Moses to his people, \"Seek help through Allah and be patient. Indeed, the earth belongs to Allah. He causes to inherit it whom He wills of His servants. And the [best] outcome is for the righteous.\"", "id": "Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1082", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1082.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1082.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ancaman Fir'aun itu sampai ke telinga Nabi Musa dan kaumnya. Nabi Musa pun melihat rasa takut pada kaumnya dan segera memompa semangat dan rasa optimisme mereka. Nabi Musa berkata kepada kaumnya, \"Mohonlah dengan sungguh-sungguh pertolongan kepada Allah dan bersabarlah dalam menghadapi tantangan dakwah dan ancaman Fir'aun. Sesungguhnya bumi ini seluruhnya, baik negeri Mesir ini atau lainnya, milik Allah, bukan milik Fir'aun; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Memang boleh jadi itu belum terjadi dalam waktu singkat, tapi itu pasti terlaksana, dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan berpegang teguh pada ajaran-ajaran-Nya.\" Usaha yang disertai dengan doa dan kesabaran akan berbuah kemenangan.", "long": "Dapat dimengerti, mendengar ancaman Firaun ini Bani Israil yang berdiam di Mesir pada masa tersebut merasa takut dan amat gelisah, ancaman ini terbukti kemudian, mereka diperlakukan sebagai budak. Di samping itu, setiap anak lelaki yang mereka lahirkan dibunuh oleh kaki tangan Firaun. Oleh sebab itu Nabi Musa as berkata kepada mereka: \"Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah, diwariskan kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, dan kesudahan yang baik adalah untuk orang-orang yang bertakwa\".\n\nNabi Musa menghibur dan menenteramkan kaumnya dengan mengingatkan kepada mereka kekuasaan Allah, bahwa Dialah yang memiliki dan menguasai bumi, dan segala apa yang terjadi di bumi ini adalah sesuai dengan Sunnah-Nya, yaitu setiap umat yang ingkar dan zalim pasti menemui kehancuran, dan setiap umat yang beriman dan bersabar tentu akan memperoleh pertolongan-Nya, sehingga memperoleh kemenangan dan kesudahan yang baik. Sebab itu hendaklah mereka memohon pertolongan kepada-Nya, disertai dengan kesabaran, keimanan, persatuan dan keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan.\n\nUcapan Nabi Musa ini selain menimbulkan harapan tentang pertolongan Allah serta rahmat-Nya untuk membebaskan mereka dari kekejaman Firaun serta menjadikan Bani Israil sebagai penguasa di belakang hari di bagian bumi yang telah dijanjikan Tuhan kepada mereka, juga mengandung suatu peringatan yang sangat penting bagi kaumnya, yaitu apabila di belakang hari mereka menjadi penguasa, janganlah berbuat sewenang-wenang seperti Firaun dan para pembesarnya, karena Allah senantiasa mengawasi perbuatan dan tindak-tanduk dari setiap makhluk-Nya, oleh sebab itu, apabila mereka berkuasa dan melakukan kezaliman pula, pastilah Allah mendatangkan azab kepada mereka.\n\nAyat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga, tentang sikap manusia pada waktu ia sedang menghadapi penderitaan tersebut, atau sebelum mereka memperoleh rahmat Allah, dan pada waktu setelah memperoleh rahmat tersebut. Sikap yang amat tercela ialah berkeluh kesah dan memohon pertolongan Allah pada waktu memperoleh kesusahan, dan kemudian mengingkari atau melupakan rahmat Allah setelah memperolehnya.\n\nSikap yang seharusnya dilakukan ialah sabar dan tawakal serta memohon pertolongan Allah pada waktu menghadapi kesukaran, dan mensyukuri rahmat Allah setelah memperoleh kebahagiaan. Mensyukuri rahmat Allah, tidak hanya dengan ucapan, melainkan yang terpenting ialah melaksanakan dengan perbuatan. Sebab itu, apabila seseorang memperoleh kekuasaan, kemudian kekuasaannya itu digunakan untuk berbuat kezaliman atau memperkaya diri sendiri atas kerugian orang lain, maka ini berarti bahwa ia tidak mensyukuri rahmat Allah yang diperolehnya, yaitu pangkat dan kekuasaan, dan karenanya telah sepatutnyalah bila Allah menimpakan azab kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1083, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 136, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo oozeenaa min qabli an taatiyanaa wa mim ba'di maa ji'tanaa; qaala 'asaa Rabbukum ai yuhlika 'aduwwakum wa yastakhli fakum fil ardi fayanzura kaifa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "They said, \"We have been harmed before you came to us and after you have come to us.\" He said, \"Perhaps your Lord will destroy your enemy and grant you succession in the land and see how you will do.\"", "id": "Mereka (kaum Musa) berkata, ”Kami telah ditindas (oleh Fir‘aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.” (Musa) menjawab, “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1083", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1083.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1083.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski Nabi Musa telah membesarkan hati mereka dan menyampaikan janji pertolongan Allah, kaumnya masih saja menyampaikan keluhan. Dengan nada mengeluh dan sedih, mereka kaum Nabi Musa berkata, \"Dulu kami telah ditindas oleh Fir'aun dan rezimnya dengan membunuh, menindas dan melecehkan kami sebelum engkau datang sebagai utusan Tuhan kepada kami, dan kini setelah engkau datang sebagai utusan-Nya kami pun dianiaya juga, lalu kapan kita akan menang, sebab keadaan semakin memburuk.\" Untuk memberi harapan dan menanamkan optimisme kepada kaumnya, Nabi Musa menjawab, \"Mudah-mudahan dengan karunia-Nya, berkat keteguhan dan kesabaran kamu, Tuhanmu membinasakan musuhmu yang telah menghina dan menyiksa kamu dengan zalim dan Tuhanmu akan menjadikan kamu khalifah penguasa di bumi; lalu sebagai bentuk ujian, Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu setelah penobatan kamu sebagai khalifah-Nya: adakah kamu mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, atau malah mengingkari-Nya? Adakah kamu akan memakmurkan bumi atau merusaknya? Dengan ukuran itulah Allah akan membalas segala perbuatan kalian, di dunia dan di akhirat.\"", "long": "Bani Israil mengeluh kepada Musa a.s, bahwa nasib mereka sama saja, baik sebelum kedatangan Musa a.s, untuk menyeru mereka kepada agama Allah dan melepaskan mereka dari perbudakan Firaun maupun sesudahnya. Mereka merasa tidak mendapat faedah dari kedatangan Nabi Musa as itu. Dahulu mereka diazab dan diperbudak oleh Firaun, anak-anak mereka dibunuh, mereka disuruh kerja paksa, sekarang pun demikian. Keluhan ini menunjukkan kekerdilan jiwa dan kelemahan daya juang dan tidak adanya kesabaran pada mereka.\n\nMendengar keluhan ini, maka Nabi Musa berkata, \"Mudah-mudahan Allah membinasakan musuh kamu dan menjadikan kamu khalifah di bumi, maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu,\" maksudnya: meskipun yang terjadi demikian akan tetapi harapan bahwa Allah akan membinasakan musuh-musuhmu, dan menjadikan kamu berkuasa di bagian bumi yang telah dijanjikan Tuhanmu harus tetap ada.\n\nDi dalam ucapan kepada kaumnya, Nabi Musa as memakai ungkapan \"mudah-mudahan.\" Ia memakai ungkapan tersebut untuk tidak memastikan datangnya pertolongan dan rahmat Allah kepada mereka. Sebab andaikata ia menggunakan ungkapan yang memastikan, boleh jadi umatnya akan mengabaikan kewajiban-kewajiban yang perlu mereka lakukan untuk memperoleh pertolongan Allah, karena pertolongan Allah kepada hamba-Nya tidaklah diberikan begitu saja, melainkan tergantung kepada usaha-usaha yang dilakukan umat yang bersangkutan, misalnya kesungguhan, disiplin, persatuan, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 1084, "inSurah": 130 }, "meta": { "juz": 9, "page": 165, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0642\u0652\u0635\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad akhaznaaa Aala Fir'awna bis sineena wa naqsim minas samaraati la'allahum yazzakkaroon" } }, "translation": { "en": "And We certainly seized the people of Pharaoh with years of famine and a deficiency in fruits that perhaps they would be reminded.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir‘aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1084", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1084.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1084.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Harapan Nabi Musa itu dikabulkan dengan didahului pernyataan Allah, \"Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir'aun dan kaumnya yaitu orang-orang Mesir dengan mendatangkan musim kemarau panjang, akibat jarang atau tidak turun hujan, masa paceklik bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, karena hasil tanaman yang rusak, agar mereka mengambil pelajaran dan tidak kembali menganiaya Bani Israil serta mengikuti ajakan Nabi Musa, sebab kesulitan dan bencana itu biasanya dapat mencegah orang berlaku sombong, membersihkan diri untuk menerima kebenaran, dan mendorong untuk mengharap perkenan Tuhan semesta alam dan tunduk kepada-Nya.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa cobaan yang ditimpakan kepada Firaun berupa musim kemarau yang panjang, yang mengakibatkan timbulnya kesulitan hidup bagi mereka, cobaan ini seharusnya menimbulkan keinsafan dalam hati mereka, bahwa kekuatan dan kekuasaan yang mereka miliki selama ini bukanlah merupakan kekuatan dan kekuasaan tertinggi, masih ada kekuatan dan kekuasan Allah Yang Kuasa mendatangkan azab yang tidak dapat mereka atasi. Jika ada kesadaran semacam itu dalam hati mereka tentu mereka akan mengubah sikap dan perbuatan mereka, terutama kepada Bani Israil. Di samping itu, mereka menerima seruan Nabi Musa serta meninggalkan keingkaran mereka terhadap Allah.\n\nAzab yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya senantiasa mengandung pelajaran dan pendidikan. Sebab, pada saat manusia menghadapi kesulitan dan kesukaran hidup, hatinya akan menjadi lembut, akan menghadapkan wajahnya kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang untuk memohon pertolongan dan belas kasih-Nya. Di samping itu, ia juga akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya dengan melakukan perbuatan yang diridai Allah. Akan tetapi, bila kesulitan dan kesukaran itu tidak mengubah sikap dan tingkah lakunya, dan tetap ingkar kepada Allah serta senantiasa berbuat kemaksiatan, maka mereka benar-benar orang yang merugi dan amat sesat karena kesulitan yang mereka hadapi tidak menimbulkan keinsafan dan kesadaran bagi mereka, bahkan sebaliknya menambah keingkaran dan kedurhakaan mereka terhadap Allah. Demikianlah keadaan Firaun dan para pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1085, "inSurah": 131 }, "meta": { "juz": 9, "page": 166, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa izaa jaaa'at humul hasanatu qaaloo lanaa haazihee wa in tusibhum saiyi'atuny yattaiyaroo bi Moosaa wa mam ma'ah; alaaa innamaa taaa'iruhum 'indal laahi wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "But when good came to them, they said, \"This is ours [by right].\" And if a bad [condition] struck them, they saw an evil omen in Moses and those with him. Unquestionably, their fortune is with Allah, but most of them do not know.", "id": "Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1085", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1085.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1085.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir'aun dan kaumnya, yang tidak terbiasa memegang kebenaran, kembali ingkar dan berbuat maksiat. Mereka adalah orang-orang yang tidak konsisten. Kemudian apabila kebaikan berupa tanah yang subur dan rezeki yang luas datang kepada mereka, kaum Fir'aun, mereka berkata, \"Bagi kami hal ini adalah wajar karena usaha kami dan keistimewaan kami yang tidak dimiliki orang lain.\" Dan jika mereka ditimpa kesusahan, berupa kemarau panjang, terserang wabah dan krisis ekonomi, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Mereka lupa bahwa kezaliman dan kejahatan yang mereka lakukan itulah yang sebenarnya membuat mereka ditimpa malapetaka seperti itu. Ketahuilah, sesungguhnya nasib baik dan buruk yang menimpa mereka di tangan Allah berdasarkan ketetapan qada dan qadar-Nya, dan juga disebabkan dosa dan kekufuran mereka, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui karena mereka larut dalam kebodohan dan kesesatan.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan sifat dan tabiat Firaun dan pengikutnya, bahwa pada saat mereka mengalami kemakmuran hidup, mereka mengatakan bahwa hal itu sudah sewajarnya, karena negeri mereka subur dan mereka pun rajin bekerja. Tidak terbayang dalam hati mereka bahwa semuanya itu adalah rahmat dari Allah yang patut mereka syukuri. Sebaliknya, apabila mereka mengalami bahaya kekeringan, kelaparan, penyakit, mereka lalu melemparkan kesalahan dan umpatan kepada Nabi Musa. Mereka katakan bahwa semua malapetaka itu disebabkan kesalahan Nabi Musa dan kaumnya. Mereka lupa kepada kejahatan dan kezaliman yang mereka perbuat terhadap kaum Nabi Musa, karena mereka menganggap bahwa perbudakan dan perbuatan kejam yang mereka lakukan terhadap Bani Israil itu adalah wajar dan merupakan hak mereka sebagai bangsa yang berkuasa. Itu adalah gambaran yang paling jelas tentang sikap dan tabiat kaum imperialis sepanjang masa.\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa cobaan yang menimpa diri orang-orang kafir itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya. Maksudnya ialah bahwa semua kebaikan yang mereka peroleh, dan segala cobaan yang mereka hadapi, semua itu sudah merupakan qadha dan qadar yang telah ditetapkan Allah, sesuai dengan sunnah-Nya yang berlaku bagi semua makhluknya, yaitu sesuai dengan sebab dan akibat, sehingga apa-apa yang terjadi pada manusia adalah merupakan akibat belaka dari sikap, perbuatan dan tingkah lakunya. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mau menginsafinya. Mereka tetap berada dalam kekufuran dan kezaliman." } } }, { "number": { "inQuran": 1086, "inSurah": 132 }, "meta": { "juz": 9, "page": 166, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0647\u0652\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0633\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo mahmaa taatinaa bihee min Aayatil litasharanaa bihaa famaa nahnu laka bimu'mineen" } }, "translation": { "en": "And they said, \"No matter what sign you bring us with which to bewitch us, we will not be believers in you.\"", "id": "Dan mereka berkata (kepada Musa), “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1086", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1086.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1086.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena asumsi yang salah seperti inilah mereka tetap mempertahankan kemungkaran. Dan tidak saja menuduh Nabi Musa sebagai penyebab kesulitan yang mereka hadapi, mereka kaum Fir'aun juga berkata kepada Nabi Musa, \"Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami berupa mukjizat atau bukti kebenaranmu untuk menyihir atau mengelabui kami dengannya, agar kami meninggalkan seruan Fir'aun. Kami tidak akan meninggalkan keyakinan kami dan kami tidak akan beriman kepadamu.\"", "long": "Pada ayat ini dijelaskan keingkaran mereka walaupun Nabi Musa telah memberikan berbagai keterangan dan bukti yang jelas tentang kerasulannya. Mereka berkata kepada Nabi Musa: \"Bagaimana pun kamu telah mendatangkan berbagai keterangan itu, namun kami sekali-kali tidak akan beriman kepada kamu.\"\n\nSemua keterangan-keterangan yang telah dikemukakan Nabi Musa kepada mereka yang membuktikan kerasulannya, mereka anggap sebagai sihir untuk mempengaruhi mereka, agar meninggalkan agama nenek moyang mereka. Kemudian mereka menegaskan bahwa mereka sekali-kali tidak akan membenarkan semua keterangan dan bukti-bukti tersebut. Ini berarti bahwa mereka tidak akan menerima agama Allah yang disampaikan kepada Nabi Musa untuk mereka semuanya. Tetapi mereka tetap melakukan kezaliman terhadap Bani Israil dan Nabi Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 1087, "inSurah": 133 }, "meta": { "juz": 9, "page": 166, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0641\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0645\u0651\u064e\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627\u062f\u0650\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa arsalnaa 'alaihimut toofaana waljaraada walqum mala waddafaadi'a waddama Aayaatim mufassalaatin fastakbaroo wa kaanoo qawmam mujrimeen" } }, "translation": { "en": "So We sent upon them the flood and locusts and lice and frogs and blood as distinct signs, but they were arrogant and were a criminal people.", "id": "Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1087", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1087.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1087.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Disebabkan kedurhakaan Fir'aun dan kaumnya yang telah melampaui batas maka sebagai bentuk azab untuk mereka Kami kirimkan kepada mereka siksa berupa topan yang menyebabkan banjir besar yang menenggelamkan tanaman mereka, belalang yang memakan tanaman, hasil pertanian, rumah, atap, dan pakaian mereka, kutu berupa serangan hama dan kuman yang merusak buah-buahan, tanaman, dan hewan ternak, katak yang memenuhi bejana minuman, makanan, dan tempat tidur mereka, dan darah dengan menjadikan air sungai dan sumur mereka tidak layak digunakan, sebagai bukti-bukti yang jelas agar mereka beriman. Tetapi watak mereka memang keras dan hati mereka pun membatu, sehingga mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka yang selalu berdosa.", "long": "Dalam ayat ini diceritakan bahwa sebagai akibat dari keingkaran, kekufuran dan kezaliman mereka, maka Allah menurunkan azab yang lebih dahsyat kepada mereka berupa topan yang melanda rumah dan pohon-pohonan, kebun dan sawah-sawah mereka, kemudian datang lagi hama belalang yang membinasakan tanaman-tanaman mereka, dan akhirnya muncul wabah lain yang menjadikan air minum mereka berubah rasa, berubah bau, dan berubah warnanya seperti darah yang tidak dapat mereka minum.\n\nMeskipun lima macam azab yang ditimpakan Allah bertubi-tubi kepada Firaun dan kaumnya. Mereka tetap menyombongkan diri dan berbuat dosa, dan itu merupakan sifat mereka yang paling menonjol." } } }, { "number": { "inQuran": 1088, "inSurah": 134 }, "meta": { "juz": 9, "page": 166, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0632\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0632\u064e \u0644\u064e\u0646\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa waqa'a 'alaihimur rijzu qaaloo ya Moosad-u lanaa rabbaka bimaa 'ahida 'indaka la'in kashafta 'annar rijza lanu 'minanna laka wa lanursilanna ma'aka Banee Israaa'eel" } }, "translation": { "en": "And when the punishment descended upon them, they said, \"O Moses, invoke for us your Lord by what He has promised you. If you [can] remove the punishment from us, we will surely believe you, and we will send with you the Children of Israel.\"", "id": "Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, “Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1088", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1088.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1088.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika mereka ditimpa azab yang telah diterangkan itu mereka pun bergegas mendatangi Nabi Musa dan berkata, \"Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu atau dengan apa yang telah dianugerahkan kepadamu berupa perkenanNya mengabulkan doamu, kenabianmu atau rahasia Ilahi lainnya, agar menghilangkan azab-azab yang menimpa kami ini. Sesungguhnya jika engkau dengan doamu dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu, mengikuti ajaranmu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu sesuai permintaanmu, kami tidak akan halang-halangi mereka untuk pergi ke mana saja bersamamu.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menceritakan bagaimana keadaan Firaun dan kaumnya ketika mereka ditimpa lima macam azab itu. Mereka sudah tidak dapat berkutik, lalu meminta pertolongan Nabi Musa agar ia mendoakan kepada Allah untuk membebaskan mereka dari penderitaan akibat azab tersebut. Mereka berkata, \"Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan perantaraan kenabianmu, jika kamu dapat menghilangkan azab itu dari kami, sesungguhnya kami berjanji bahwa kami akan beriman kepadamu, dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.\"\n\nDemikianlah setelah mereka tidak mampu menyelamatkan diri dari siksa itu maka mereka berpura-pura beriman dan berjanji akan membebaskan Bani Israil dan membiarkan mereka meninggalkan Mesir bersama Nabi Musa. Akan tetapi dapatkah dipercaya janji orang-orang kafir?" } } }, { "number": { "inQuran": 1089, "inSurah": 135 }, "meta": { "juz": 9, "page": 166, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0632\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0643\u064f\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa kashafnaa 'anhumur rijza ilaaa ajalin hum baalighoohu izaa hum yankusoon" } }, "translation": { "en": "But when We removed the punishment from them until a term which they were to reach, then at once they broke their word.", "id": "Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1089", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1089.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1089.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Memenuhi permintaan itu, Nabi Musa pun berdoa kepada Allah agar azab itu dihilangkan, dan Allah pun mengabulkannya. Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka, berkat doa Nabi Musa, satu demi satu, dari saat ke saat, sesuai permintaan mereka, dan ini berlanjut hingga batas waktu yang harus mereka penuhi, ternyata tiba-tiba mereka ingkar janji yang telah disampaikannya itu dan terus berada dalam kekufuran dan kesesatan. Mereka kembali seperti sedia kala. Cobaan-cobaan yang pedih itu tidak ada gunanya bagi mereka.", "long": "Berkat doa Nabi Musa yang memohon kepada Allah agar melepaskan Firaun dan kaumnya dari azab Allah yang menimpa mereka, akhirnya Firaun dan kaumnya terlepas dari azab tersebut, sebelum mereka ditenggelamkan Allah, namun terlepasnya mereka dari azab Allah, tidak membuat mereka beriman dan menepati janjinya untuk membebaskan Bani Israil keluar dari Mesir dan dari penindasan mereka. Bahkan mereka tetap bertekad menentang Allah dan tetap dalam kekufuran." } } }, { "number": { "inQuran": 1090, "inSurah": 136 }, "meta": { "juz": 9, "page": 166, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0642\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fantaqamnaa minhum fa aghraqnaahum kazzaboo bi Aayaatinaa wa kaanoo 'anhaa ghaafileen" } }, "translation": { "en": "So We took retribution from them, and We drowned them in the sea because they denied Our signs and were heedless of them.", "id": "Maka Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1090", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1090.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1090.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena mereka mengingkari janji untuk percaya kepada ajaran tauhid yang dibawa Nabi Musa, atau mengingkari janjinya membiarkan Bani Israil berhijrah bersama Nabi Musa, dan terus berada dalam kekufuran, maka Kami membalas mereka dengan siksa yang lebih berat daripada siksa yang pernah mereka rasakan. Lalu ketika siksa itu datang, Kami tenggelamkan mereka di laut, yaitu Laut Merah, disebabkan karena sesungguhnya mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami yang demikian agung dan jelas, dan mereka sejak dulu hingga kini adalah orang-orang yang lalai padanya.", "long": "Pada ayat ini Allah menceritakan tentang datangnya saat kebinasaan bagi Firaun dan kaumnya, setelah berbagai azab yang ditimpakan kepada mereka sebelumnya ternyata tidak mengubah sikap dan perbuatan mereka, lantaran kekufuran dan kezaliman mereka.\n\nFiraun dan kaumnya telah mengingkari janji untuk membiarkan Bani Israil meninggalkan negeri Mesir bersama Nabi Musa. Oleh sebab itu, ketika Nabi Musa membawa kaumnya meninggalkan negeri itu menuju Palestina melalui Laut Merah, Firaun dan kaumnya mengejar mereka. Musa dan kaumnya selamat menyeberangi Laut Merah, tetapi Firaun dan kaumnya tenggelam ketika berada di tengah-tengah laut itu, maka mereka binasa.\n\nPada akhir ayat ini Allah menjelaskan bahwa hukuman tersebut dijatuhkan lantaran mereka senantiasa mendustakan ayat-ayat-Nya, dan tidak mau menyadari akibat yang menimpa mereka lantaran kekufuran dan kezaliman mereka, baik malapetaka di dunia ini, maupun azab sengsara di akhirat kelak. Sebagian dari kaum Firaun telah binasa bersamanya, karena mengikuti kesesatan dan kekufurannya. Sedang sebagiannya lagi binasa karena kekejaman dan kezaliman Firaun terhadap mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1091, "inSurah": 137 }, "meta": { "juz": 9, "page": 166, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0634\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u063a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u062f\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa awrasnal qawmal lazeena kaanoo yustad'afoona mashaariqal ardi wa maghaari bahal latee baaraknaa feehaa wa tammat kalimatu Rabbikal husnaa 'alaa Baneee Israaa'eela bimaa sabaroo wa dammarnaa maa kaana yasna'u Fir'awnu wa qawmuhoo wa maa kaanoo ya'rishoon" } }, "translation": { "en": "And We caused the people who had been oppressed to inherit the eastern regions of the land and the western ones, which We had blessed. And the good word of your Lord was fulfilled for the Children of Israel because of what they had patiently endured. And We destroyed [all] that Pharaoh and his people were producing and what they had been building.", "id": "Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1091", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1091.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1091.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menyampaikan kesudahan kaum durhaka, ayat ini melanjutkan pemberitaannya tentang umat Nabi Musa, dengan menyatakan bahwa Kami tenggelamkan pengikut-pengikut Fir'aun bersamanya dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, yaitu Bani Israil, bumi bagian timur dan bagian baratnya, yaitu Negeri Syam, Mesir dan negeri-negeri sekitar keduanya yang pernah dikuasai Fir'aun dahulu, yang telah Kami berkahi dengan berbagai nikmat yang berupa tanaman, buah-buahan dan sungai-sungai serta aneka nikmat lainnya. Dan dengan demikian telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu sebagai janji untuk Bani Israil (Lihat: Surah al-Qashash/28: 5-6), disebabkan kesabaran mereka dalam menghadapi siksaan dan ancaman Fir'aun dan kaumnya. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun, berupa gedung-gedung pencakar langit dan istana-istana megah serta atap-atap untuk tanaman dan pepohonan yang menjalar layaknya rambatan pohon anggur. Itulah bukti kemahakuasaan Allah, dan terbukti benarlah segala yang dijanjikan-Nya kepada Bani Israil.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan nikmat Allah yang terbesar kepada Bani Israil setelah ditindas dan diperbudak oleh Firaun dan kaumnya. Nikmat tersebut adalah mewarisi kawasan barat dan timur yang subur dan diberkahi Allah. Dengan demikian janji Allah terhadap Bani Israil telah terlaksana dengan sempurna, kenikmatan ini merupakan imbalan dari kesabaran mereka mengikuti ajaran Nabi Musa dan agama Allah yang benar. Sebaliknya Allah memberi ganjaran yang setimpal kepada Firaun dan kaumnya berupa kebinasaan mereka dan semua apa yang pernah dibangun oleh Firaun, sebagai lambang kesombongannya.\n\nDiantara penderitaan yang pernah dialami Bani Israil adalah dengan membunuh setiap anak lelaki mereka yang lahir, dan membiarkan hidup anak-anak perempuannya. Mereka diwajibkan mengabdi kepada kepentingan Firaun dan kaumnya yang menindas dan memperbudak mereka, dengan memungut pajak-pajak yang sangat tinggi, menjadikan mereka sebagai pekerja-pekerja paksa dan berat, dan berbagai bentuk penindasan dan perbudakan yang lain.\n\nOleh karena itu, Allah mengutus Nabi Musa untuk membebaskan mereka dari perbudakan Firaun, dan mengeluarkannya dari negeri Mesir. Pada ayat ini diterangkan bahwa setelah pembebasan itu Allah menganugerahkan kepada Bani Israil negeri bagian timur dan bagian baratnya yang telah diberi berkah oleh Allah. Ayat ini adalah sebagai pelaksanaan dari janji Allah dalam firman-Nya:\n\nDan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka. (al-Qashas/28: 5-6)\n\nAdapun yang dimaksud dengan negeri-negeri bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi dalam firman Tuhan tersebut, ialah negeri Syam (Syria, Libanon, Palestina dan Yordania) bagian timur, dan Mesir bagian barat, serta negeri-negeri sekitar keduanya yang pernah dikuasai Firaun dahulu. Negeri-negeri tersebut adalah negeri yang amat besar dan subur, banyak diberi berkah dan kebaikan, firman Allah:\n\n\"Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.\" (al-Anbiya/21: 71)\n\nDan firman Allah:\n\n\"Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) kami.\" (al-Isra/17: 1)\n\nDengan selamatnya Bani Israil dan tenggelamnya Firaun dan tentaranya, maka terpenuhilah janji Allah, untuk memberikan pertolongan dan nikmat kepada orang-orang yang menegakkan agama-Nya, menegakkan kebenaran, dan menghancurkan orang-orang yang meruntuhkan agama-Nya dan menghilangkan kebatilan. Dengan demikian sempurnalah janji Allah, yaitu berkuasanya Bani Israil di bagian timur yang subur dan penuh berkah itu. Ini adalah pemberian nikmat yang besar kepada Bani Israil.\n\nNikmat yang dilimpahkan itu, sesuai dengan keputusan dan ketetapan Allah, karena ketabahan dan kesabaran Bani Israil dalam menghadapi kekejaman dan penindasan Firaun dan kaumnya. Allah telah menghancurkan semua yang dibangun Firaun yang tujuannya untuk menyombongkan diri dan menghancurkan agama Allah, seperti kota-kota dan istana-istana yang indah, bangunan-bangunan yang besar untuk orang Mesir, taman-taman dan kebun-kebun yang permai, menara yang dibuat Haman untuk melihat Tuhan dan sebagainya.\n\nAllah menghancurkan semua yang dibangun oleh Firaun dan kaumnya itu adalah, untuk:\n\n1. Memperkuat kenabian Musa a.s, dan membuktikan kebenaran yang pernah disampaikan Musa kepada Firaun dan kaumnya, seperti perkataan, \"Allah akan mengazab setiap orang yang durhaka kepada-Nya. Karena itu Allah mengazab mereka dengan mengirimkan angin topan, hama belalang, dan sebagainya kepada mereka, yang membawa malapetaka dan kerusakan.\"\n\n2. Membebaskan Bani Israil dari perbudakan Firaun dan kaumnya.\n\n3. Menghancurkan Firaun dan kaumnya, sehingga mereka tidak lagi menjajah negeri-negeri lain dan penduduknya. Sebelum Firaun dan tentaranya tenggelam di Laut Merah, mereka telah diberi peringatan oleh Musa as, tetapi mereka mengabaikan peringatan itu. Kezaliman mereka semakin bertambah, bahkan mereka bermaksud membunuh Musa as dan orang-orang yang beriman bersamanya. Maka Allah menghancurkan mereka karena kezaliman mereka, sesuai dengan firman Allah:\n\nAllah tidak mezalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri. (ali Imran/3: 117)\n\nDari ayat ini dipahami, bahwa keimanan yang teguh pada diri Musa as dan Harun as serta wahyu yang diterimanya dari Allah mendorongnya untuk membebaskan Bani Israil dari penindasan Firaun dan kaumnya, dengan penuh ketabahan serta kesabaran Nabi Musa mengajak Bani Israil beriman kepada Allah. Ia percaya bahwa usahanya termasuk usaha menegaskan agama Allah dan menegakkan kebenaran akan mendapat pertolongan Allah. Setelah melalui perjuangan yang sangat berat dan waktu yang lama, maka Allah memberikan pertolongan dan kemenangan dengan hancurnya Firaun dan kaumnya.\n\nHal ini dapat dijadikan tamsil dan ibarat oleh kaum Muslimin, bahwa janji Allah kepada orang beriman adalah sama dengan janji Allah yang pernah dijanjikan-Nya kepada para Rasul dahulu, pada waktu berjuang menegakkan agama Allah yaitu menolong dan membela setiap usaha menegakkan agama Allah, dan menegakkan kebenaran, sebagaimana firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad/47: 7)\n\nDan firman Allah lagi:\n\n\"Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.\" (ar-Rum/30: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 1092, "inSurah": 138 }, "meta": { "juz": 9, "page": 167, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0648\u064e\u0632\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0643\u064f\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064c \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaawaznaa bi Banneee Israaa'eelal bahra fa ataw 'alaa qawminy ya'kufoona 'alaaa asnaamil lahum; qaaloo yaa Moosaj'al lanaa ilaahan kamaa lahum aalihah; qaala innakum qawmun tajhaloon" } }, "translation": { "en": "And We took the Children of Israel across the sea; then they came upon a people intent in devotion to [some] idols of theirs. They said, \"O Moses, make for us a god just as they have gods.\" He said, \"Indeed, you are a people behaving ignorantly.", "id": "Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” (Musa) menjawab, “Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1092", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1092.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1092.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah Kami menyelamatkan mereka dan menenggelamkan Fir'aun, Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu, yaitu bagian utara dari Laut Merah. Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tekun menyembah berhala, muncul keinginan untuk melakukan kebiasaan lama mereka, kebiasaan menyembah berhala yang dilakukan di Mesir. Mereka lalu meminta Nabi Musa untuk membuatkan patung berhala untuk disembah, seperti yang dilakukan oleh kaum yang mereka lihat itu. Mereka Bani Israil berkata, \"Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan berhala untuk kami sembah sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan berhala.\" Nabi Musa berusaha mencegah keinginan mereka dan dengan nada mencela, dia menjawab, \"Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh, tidak memahami keagungan Allah dan tidak mengetahui bahwa yang patut disembah hanyalah Tuhan Yang Maha Esa.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa dengan inayah (pertolongan) dan kekuasaan Allah, Bani Israil telah diselamatkan sampai ke seberang Laut Qulzum (laut merah) sehingga mereka terlepas dari penindasan Firaun dan kaumnya. Dari ayat ini dipahami, bahwa Musa dan Bani Israil dengan mudah mengarungi laut merah karena pertolongan Allah, bukan karena hal-hal yang lain seperti karena air laut waktu sedang surut dan sebagainya. Peristiwa ini merupakan mukjizat bagi Nabi Musa.\n\nPada ayat yang lain diterangkan bahwa setelah penindasan Firaun dan kaumnya kepada Bani Israil mencapai puncaknya, maka Allah memerintahkan Musa pergi pada suatu malam meninggalkan Mesir dengan membawa Bani Israil untuk melepaskan diri dari penindasan Firaun. Maka Musa pun melaksanakan semua perintah Tuhan. Setelah mendengar kepergian Musa dan kaumnya, Firaun pun marah, dan dalam waktu yang singkat bala tentaranya dikumpulkan dan langsung mengejar Musa dan Bani Israil malam itu juga. Pada pagi harinya, di kala matahari mulai memancarkan sinarnya, Firaun pun dapat menyusul dari belakang, kedua belah pihak telah saling melihat, sedang Musa dan Bani Israil waktu itu sudah berada di pinggir laut. Mereka dihadapkan pada situasi yang sulit jika terus lari terhalang oleh laut, akan kembali, pedang musuh telah terhunus menanti. Pada saat itulah Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya dengan memerintahkan Musa agar memukulkan tongkatnya ke laut. Musa pun memukulkannya, air laut pun terbelah, dan di antara belahan air itu terdapat jalan membentang sampai ke seberang. Maka Musa dan Bani Israil segera melaluinya, dan dari belakang Firaun dan bala tentaranya terus mengikuti mereka. Akhirnya Musa dan Bani Israil selamat sampai di seberang, sedangkan Firaun dan bala tentaranya yang mencoba meniti jalan yang dilalui Musa dan kaumnya disergap air laut yang tiba-tiba kembali bersatu, jalan yang membentangpun lenyap, sehingga Firaun dan kaumnya mati tenggelam ke dasar laut.\n\nPeristiwa tenggelamnya Firaun dan tentaranya ini, diterangkan pula oleh ayat-ayat yang lain. Allah berfirman:\n\n\"Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, \"Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).\" Kemudian Firaun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.\" (Taha/20: 77-78)\n\nKisah tenggelamnya Firaun dan bala tentaranya di laut Qulzum disebutkan pula dalam Perjanjian Lama, Kitab Keluaran XIV: 15-31.\n\nSetelah Musa dan Bani Israil selamat sampai ke seberang laut Qulzum, yaitu daerah sekitar tanah Arab yang terletak di ujung benua Asia di bagian Barat Daya, mereka pun meneruskan perjalanannya. Maka sampailah mereka ke suatu negeri yang penduduknya taat menyembah berhala. Melihat keadaan yang demikian, ingatan mereka kembali kepada adat kebiasaan dan kepercayaan nenek-moyang mereka, yang biasa mereka kerjakan bersama-sama dengan Firaun, seperti menyembah sembahan selain Allah, baik yang berupa binatang, patung, batu, dan sebagainya. Karena itu dengan spontan mereka meminta kepada Nabi Musa, \"Hai Musa, buatkanlah untuk kami sebuah berhala, sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan ........\".\n\nDari permintaan Bani Israil kepada Musa a.s, ini dipahami bahwa sekalipun Musa a.s, telah menyampaikan risalahnya dengan sebaik mungkin kepada Bani Israil, namun Bani Israil belum memahami dan menghayati betul agama tauhid yang disampaikan Musa. Adat istiadat dan kepercayaan nenek-moyang mereka, seperti menyembah berhala, masih sangat besar pengaruhnya pada diri mereka, sehingga kepercayaan tauhid yang baru ditanamkan Musa dengan mudah dapat digoyahkan.\n\nTelah diketahui bahwa orang-orang Bani Israil di zaman Firaun termasuk golongan yang rendah dan kurang pengetahuannya. Hampir tidak ada cerdik-cendekiawan berasal dari mereka, semua cendekiawan berasal dari penduduk Mesir asli, turunan bangsawan. Kebanyakan Bani Israil pada waktu itu hidup sebagai rakyat biasa, pekerja-pekerja kasar, bahkan banyak hidup sebagai budak yang dipaksa membangun piramida dan kuburan raja-raja.\n\nKarena keadaan mereka yang demikian, timbul sifat apatis di antara mereka, tidak ada cita-cita untuk membebaskan diri dari perbudakan Firaun, tidak ada keinginan yang kuat untuk merdeka. Tidak ada sikap yang tegas dan cita-cita yang kuat itu pada diri mereka, hal ini terlihat pada reaksi, tindak-tanduk dan sikap mereka dalam menerima ajakan Musa, sedikit saja halangan dan kesulitan yang mereka hadapi, dengan spontan mereka menyatakan rasa putus asa kepada Musa, bahkan menyatakan lebih suka hidup diperbudak dan penindasan Firaun. \n\nSikap Bani Israil terhadap ajakan Musa a.s, untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka tidak berbeda dengan sikap mereka terhadap ajakan Musa a.s, untuk mengikuti agama yang benar. Sekalipun Nabi Musa telah menerangkan dengan baik dan jelas agama tersebut, sehingga mereka memahami dan mengikutinya, namun begitu mereka melihat patung-patung, orang yang menyembah berhala, orang yang memuja dewa-dewa dan segala macam bentuk kemusyrikan, ingatan mereka kembali kepada kepercayaan mereka terdahulu, karena itu mereka dengan spontan meminta kepada Musa, agar dibuatkan berhala untuk sembahan mereka. Mereka lebih merasa mantap menyembah sesuatu yang dapat dilihat dan diraba, dihiasi dan sebagainya daripada menyembah sesuatu yang gaib, tidak nampak oleh mata dan tidak dapat diraba dengan tangan.\n\nBerbeda dengan pesihir yang beriman kepada Musa, setelah kepandaian ilmu sihirnya dikalahkan oleh mukjizat Musa. Mereka termasuk orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan cerdik-cendekiawan pada waktu itu. Karena itu mereka bisa membedakan sesuatu yang salah dengan yang benar dengan pengetahuan mereka itu, sehingga dapat mengetahui mana tanda-tanda kekuasaan Allah dan mana yang bukan, mana yang dapat dicapai oleh panca indera dan mana yang tak dapat dicapai, dan sebagainya. Karena itu setelah mereka beriman kepada Allah dan Nabi Musa, mereka pun beriman dengan sepenuh hati, tidak dapat digoyahkan oleh keadaan apa pun dan oleh ancaman apa pun, termasuk ancaman Firaun kepada mereka. Iman mereka telah mempunyai landasan yang kokoh, sehingga merupakan keyakinan yang kuat sebagai hasil dari pengetahuan, perasaan, pengalaman, dan apa yang ada pada mereka.\n\nBani Israil seperti yang diterangkan di atas adalah orang-orang yang tidak mengetahui sifat-sifat Tuhan, tidak mengetahui keharusan menyembah hanya kepada Allah semata dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun tidak mengetahui akan keharusan beribadah langsung ditujukan kepada Allah tanpa mengambil perantara dengan sesuatu pun, seperti patung-patung, bangunan-bangunan, kuburan-kuburan, atau benda-benda yang lain yang mereka jadikan sebagai perantara dalam menyembah Allah. Mereka harus percaya bahwa hanya Allah Yang Maha Esa.\n\nJenis iman seperti iman Bani Israil yang disebabkan kebodohan dan pengaruh kepercayaan nenek-moyang itu, terdapat juga pada manusia umumnya, dan kaum Muslimin khususnya, serta dijumpai pula pada tiap-tiap periode dalam sejarah, sejak masa Nabi Muhammad sampai kepada zaman mutakhir ini, sebagaimana yang diisyaratkan hadis Nabi saw: \n\nAhmad dan An-Nasai meriwayatkan dari Abi Waqid Al-Laitsy, ia berkata: \"Kami keluar dari Medinah bersama Rasulullah saw menuju perang Hunain, maka kami melalui sebatang pohon sidrah, aku berkata: \"Ya Rasulullah jadikanlah bagi kami pohon \"dhatu anwath\" (pohon yang bisa menjadi gantungan) sebagaimana orang kafir mempunyai \"dhatu anwath\". Rasulullah menjawab: \"(Allah Maha Besar). Permintaanmu ini adalah seperti permintaan Bani Israil kepada Musa: (Jadikanlah bagi kami sebuah sembahan, sebagaimana mereka mempunyai sembahan), sesungguhnya kamu mengikuti kepercayaan orang sebelum kamu.\" (Riwayat Ahmad dan an-Nasai)\n\nKenyataan adanya kepercayaan itu diisyaratkan hadis di atas pada masa dahulu dan masa sekarang hendaknya merupakan peringatan bagi kaum Muslimin agar berusaha sekuat tenaga untuk memberi pengertian dan penerangan, sehingga seluruh kaum Muslimin mempunyai akidah dan kepercayaan sesuai dengan yang diajarkan agama Islam. Masih banyak di antara kaum Muslimin yang masih memuja kuburan, mempercayai adanya kekuatan gaib pada batu-batu, pohon-pohon, gua-gua, dan sebagainya. Karena itu mereka memuja dan menyembahnya dengan ketundukan dan kekhusyukan, yang kadang-kadang melebihi ketundukan dan kekhusyukan kepada Allah. Banyak juga di antara kaum Muslimin yang menggunakan perantara washilah dalam beribadah, seakan-akan mereka tidak percaya bahwa Allah Maha dekat kepada hamba-Nya dan bahwa ibadah yang ditujukan kepada-Nya itu akan sampai tanpa perantara. Kepercayaan seperti ini tidak berbeda dengan kepercayaan syirik yang dianut oleh orang-orang Arab Jahiliyah dahulu, kemungkinan yang berbeda hanyalah namanya saja. Kepercayaan seperti ini bertentangan dengan ayat:\n\n\"... dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.\" (Qaf/50:16)\n\nDan pengakuan Ibrahim as yang tersebut dalam firman-Nya:\n\n\"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musrik.\" (al-Anam/6: 79)\n\nBahkan Allah menegaskan dalam firman-Nya lagi:\n\n\"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.\" (al-Baqarah/2: 186)\n\nOrang yang menyembah suatu sembahan di samping Allah adalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri, seperti firman Allah:\n\nDan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri... (al-Baqarah/2: 130)\n\nPermintaan Bani Israil itu dijawab oleh Nabi Musa: \"Sesungguhnya kamu hai Bani Israil tidak mengetahui sifat-sifat Allah, apa yang wajib bagi-Nya dan apa yang mustahil bagi-Nya. Dia adalah Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. \"\n\nAgama yang dibawa para rasul Allah sejak zaman dahulu sampai sekarang, yaitu agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, sebagai nabi dan rasul penutup adalah agama yang mengakui keesaan Allah dengan sebenar-benarnya, tidak ada di dalamnya unsur syirik sedikit pun juga. Hal ini adalah karena ibadah atau menyembah itu merupakan suatu perasaan yang timbul dari hati sanubari. Perasaan itu menimbulkan ketundukan hati dan jiwa kepada Yang Maha Agung, menumbuhkan keyakinan bahwa dia sajalah yang berhak disembah; sedangkan yang lain adalah makhluk ciptaan-Nya yang sama kedudukannya dengan ciptaan-Nya yang lain. Karena itu menyembah sembahan selain Allah akan merusak ketauhidan yang timbul dari perasaan yang ada dalam diri seorang, dan menunjukkan ketergantungan seseorang kepada sembahan, di samping tergantung kepada Allah. Karena itu Nabi Musa menolak dengan tegas permintaan kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1093, "inSurah": 139 }, "meta": { "juz": 9, "page": 167, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064f\u062a\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa haaa'ulaaa'i mutabbarum maa hum feehi wa baatilum maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those [worshippers] - destroyed is that in which they are [engaged], and worthless is whatever they were doing.\"", "id": "Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1093", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1093.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1093.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang mereka lakukan itu tentu tidak benar, dan sebagai akibatnya, sesungguhnya mereka para penyembah berhala yang kamu lihat tekun itu akan dihancurkan apa yang sedang mereka anut, yaitu akan punah kepercayaan dan ajaran syirik mereka, dan akan sia-sia, tidak bermanfaat sedikit pun, apa yang selalu mereka kerjakan, sebab sembahan itu tidak dapat menyelamatkan mereka dari siksa Allah ketika datang.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang taat dan tekun menyembah sembahan selain Allah akan dihancurkan dan dibinasakan Allah, dan berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak sanggup memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepada siapapun. Perbuatan mereka menyembah berhala itu tidak diberi pahala sedikit pun bahkan mereka diberi siksaan yang besar. Ayat ini merupakan obat penawar bagi Nabi Muhammad dan kaum Muslimin yang sedang menghadapi ejekan dan penganiayaan dari kaum musyrik Mekah, karena ayat ini mengisyaratkan kemenangan Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dalam waktu dekat dan lenyapnya kepercayaan syirik di jazirah Arab." } } }, { "number": { "inQuran": 1094, "inSurah": 140 }, "meta": { "juz": 9, "page": 167, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala a-ghairal laahi abgheekum ilaahanw wa Huwa faddalakum 'alal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "He said, \"Is it other than Allah I should desire for you as a god while He has preferred you over the worlds?\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Dia yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1094", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1094.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1094.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya dia, yakni Nabi Musa berkata, \"Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal seandainya tidak ada anugerah-Nya kepada kamu selain bahwa Dia yang telah menciptakan dan melebihkan kamu atas segala umat pada masa itu, dengan diturunkan banyak nabi dari kalangan kamu dan keutamaan lainnya, maka cukup sudah itu menjadi kewajaran bahkan kewajiban bagi kamu untuk beribadah dan mengabdi kepada-Nya saja.\"", "long": "Permintaan Bani Israil agar dibuatkan sembahan selain Allah, dijawab oleh Musa as: \"Apakah aku akan membuatkan tuhan selain Allah yang akan kamu sembah, padahal Allah Pencipta alam semesta yang telah menjadikan kamu semua sebagai umat yang utama di masamu dan menjadikan Islam sebagai agama bagimu, yaitu agama tauhid, agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim agama para Nabi dan Rasul yang telah diutus Allah. Kenapa kamu masih mencari agama yang lain?\" Ayat ini menyatakan bahwa permintaan Bani Israil adalah permintaan yang aneh dan mengherankan, karena mereka telah diberi sesuatu yang baik, yaitu agama tauhid, kemudian mereka hendak menukarnya dengan yang jelek, yaitu agama syirik." } } }, { "number": { "inQuran": 1095, "inSurah": 141 }, "meta": { "juz": 9, "page": 167, "manzil": 2, "ruku": 137, "hizbQuarter": 66, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0644\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d6 \u064a\u064f\u0642\u064e\u062a\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz anjainaakum min Aali Fir'awna yasoomoo nakum sooo'al 'azaab, yuqattiloona abnaaa'akum wa yastahyoona nisaaa'akum; wa fee zaalikum balaaa'um mir Rabbikum 'azeem" } }, "translation": { "en": "And [recall, O Children of Israel], when We saved you from the people of Pharaoh, [who were] afflicting you with the worst torment - killing your sons and keeping your women alive. And in that was a great trial from your Lord.", "id": "Dan (ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun) dan kaumnya, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1095", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1095.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1095.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, wahai Bani Israil, ketika Kami menyelamatkan kamu dari siksaan para pengikut Fir'aun, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat atas perintah Fir'aun. Kamu dipaksa melayani mereka untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kasar dan sulit. Bahkan, di mata mereka, kamu seperti binatang, tidak mempunyai kehormatan sedikit pun. Di antara bentuk siksaan itu, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang sangat besar dari Tuhan Pemelihara kamu, yang tidak ada ujian dan cobaan seberat itu.\"", "long": "Pada ayat ini Allah mengingatkan kepada Bani Israil yang ingin dibuatkan tuhan selain Allah itu, bahwa mereka telah diberi nikmat yang berlimpah berupa diutusnya Nabi Musa kepada mereka, untuk melepaskan mereka dari belenggu penindasan dan perbudakan Firaun yang telah membunuh setiap anak lelaki mereka yang lahir, dan membiarkan hidup anak perempuan mereka dengan maksud agar Bani Israil tetap dalam keadaan lemah dan tetap dalam perbudakan untuk ditindas selama-lamanya. Hendaknya segala macam cobaan dan pengalaman-pengalaman yang pahit itu dapat dijadikan pelajaran dengan mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa dan berusaha setiap waktu agar pengalaman-pengalaman itu tidak terulang lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 1096, "inSurah": 142 }, "meta": { "juz": 9, "page": 167, "manzil": 2, "ruku": 138, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0645\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u062a\u064e\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u064a\u0642\u064e\u0627\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u062e\u0652\u0644\u064f\u0641\u0652\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa waa'adnaa Moosaa salaaseena lailatanw wa at mamnaahaa bi'ashrim fatamma meeqaatu Rabbihee arba'eena lailah; wa qaala Moosaa liakheehi Haaroonakh lufnee fee qawmee wa aslih wa laa tattabi' sabeelal mufsideen" } }, "translation": { "en": "And We made an appointment with Moses for thirty nights and perfected them by [the addition of] ten; so the term of his Lord was completed as forty nights. And Moses said to his brother Aaron, \"Take my place among my people, do right [by them], and do not follow the way of the corrupters.\"", "id": "Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1096", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1096.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1096.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah menjanjikan kepada Nabi Musa untuk bermunajat kepada Kami dan Kami memberikan kitab Taurat setelah berlalu waktu tiga puluh malam. Dan untuk melengkapi ibadahnya, Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi, maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhan Pemeliharanya, yaitu empat puluh malam. Dan ingat juga ketika Nabi Musa berkata kepada saudaranya, yaitu Nabi Harun, sebelum keberangkatannya untuk memenuhi janji itu, \"Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku sampai aku kembali, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orangorang yang berbuat kerusakan.\"", "long": "Ayat ini menerangkan peristiwa turunnya Kitab Taurat kepada Nabi Musa. Allah telah menetapkan janji-Nya kepada Nabi Musa bahwa Dia akan menurunkan wahyu kepadanya yang berisikan pokok-pokok agama dan pokok-pokok hukum yang menjadi pedoman bagi Bani Israil dalam usaha mereka mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Waktu penurunan wahyu yang dijanjikan itu selama tiga puluh malam di gunung Sinai, kemudian ditambah sepuluh malam lagi sehingga menjadi empat puluh malam.\n\nMengenai turunnya Kitab Taurat kepada Nabi Musa diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas, waktu menafsirkan ayat ini, bahwa Musa berkata kepada kaumnya, \"Sesungguhnya Tuhanku (Allah) menjanjikan kepadaku tiga puluh malam. Aku akan menemui-Nya dan aku jadikan Harun untuk mengurusimu.\" Maka setelah Musa sampai ke tempat yang dijanjikan, yaitu pada bulan ¨ulkaidah dan sepuluh malam bulan ¨ulhijjah, lalu Musa menetap dan menunggu di atas bukit Sinai selama empat puluh malam, dan Allah menurunkan kepadanya Taurat dalam bentuk kepingan-kepingan bertulis, Allah mendekatkan Musa kepada-Nya untuk diajak bicara. Sesudah itu berbicaralah Allah, dan Musa pun mendengar bunyi getaran pena.\n\nDari kedua riwayat ini dapat diambil kesimpulan, bahwa Musa a.s pergi ke bukit Sinai sendirian, tak ada yang menemani, dalam arti kata ia memisahkan diri dari kaumnya Bani Israil. Sepeninggal Musa a.s. Bani Israil terpengaruh oleh ajakan Samiri, sehingga mereka ikut menyembah patung anak sapi.\n\nSebelum Musa a.s. berangkat ke tempat yang telah ditentukan Allah untuk menerima Taurat, ia menyerahkan pimpinan kaumnya kepada saudaranya Harun a.s, dan menyatakan Harun sebagai wakilnya, mengurus kepentingan-kepentingan Bani Israil selama ia pergi, Musa memperingatkan agar Harun jangan mengikuti kemauan dan pendapat orang yang sesat dan suka berbuat kerusakan.\n\nHarun adalah saudara tua Musa a.s. dan diangkat oleh Allah sebagai Rasul dan Nabi. Pada ayat yang lain disebutkan bahwa Musa sebelum menghadapi Firaun berdoa kepada Allah agar Harun diangkat sebagai wazirnya, karena lidahnya lebih petah (fasih) dibanding dengan lidah Musa.\n\nAllah berfirman:\n\nDan jadikankanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku. (thaha/20: 29-30-31-32)" } } }, { "number": { "inQuran": 1097, "inSurah": 143 }, "meta": { "juz": 9, "page": 167, "manzil": 2, "ruku": 138, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0650\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u0644\u0650 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u062f\u064e\u0643\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0631\u0651\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0635\u064e\u0639\u0650\u0642\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0627\u0642\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u062a\u064f\u0628\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'a Moosa limeeqaatinaa wa kallamahoo Rabbuhoo qaala Rabbi arineee anzur ilaik; qaala lan taraanee wa laakininzur ilal jabali fa inistaqarra makaanahoo faswfa taraanee; falammaa tajallaa Rabbuhoo liljabali ja'alahoo dakkanw wa kharra Moosaa sa'iqaa; falammaaa afaaqa qaala Subhaanaka tubtu ilaika wa ana awwalul mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And when Moses arrived at Our appointed time and his Lord spoke to him, he said, \"My Lord, show me [Yourself] that I may look at You.\" [Allah] said, \"You will not see Me, but look at the mountain; if it should remain in place, then you will see Me.\" But when his Lord appeared to the mountain, He rendered it level, and Moses fell unconscious. And when he awoke, he said, \"Exalted are You! I have repented to You, and I am the first of the believers.\"", "id": "Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” (Allah) berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1097", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1097.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1097.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah ketika Musa datang untuk bermunajat pada waktu yang telah Kami tentukan, yaitu empat puluh malam, dan Tuhan telah berfirman langsung kepadanya, menyampaikan wahyu melalui suatu dialog yang tidak sama dengan pembicaraan yang dilakukan manusia, Nabi Musa ingin mendapat lebih dari itu dan berkata, \"Tuhan Pemeliharaku, tampakkanlah diri-Mu Yang Maha Suci kepadaku agar aku dapat dengan potensi yang Engkau anugerahkan padaku melihat Engkau.\" Dia, yakni Allah, berfirman, \"Engkau, wahai Nabi Musa, sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku di dunia ini dengan mata telanjang.\" Kemudian Allah ingin Nabi Musa dapat menerima ketidaksanggupannya itu, dan berkata, \"Namun lihatlah ke gunung itu yang lebih kokoh bila dibandingkan dengan kondisimu, jika saat kemunculan-Ku ia tetap tegar di tempatnya sebagai sediakala ketika Aku ber-tajalli, menampakkan apa yang hendak Aku tampakkan, niscaya engkau dapat melihat-Ku saat Aku muncul di hadapanmu.\" Maka ketikaTuhannya ber-tajalli, menampakkan keagungan-Nya atau apa yang hendak ditampakkan-Nya kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh, hingga sama rata dengan tanah, dan Nabi Musa pun jatuh pingsan tak sadarkan diri menyaksikan peristiwa dahsyat itu. Setelah Nabi Musa sadar kembali, dan yakin bahwa dia tidak dapat melihat-Nya di dunia ini dengan cara apa pun, dia berkata, \"Mahasuci Engkau, lagi Maha Agung, aku bertobat kepada Engkau karena telah lancang meminta sesuatu yang tak Engkau izinkan, dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman, yang percaya bahwa Engkau tidak dapat dilihat seperti yang kumohonkan.\" Para mufasir ada yang berpendapat, pengertian tampak ialah kebesaran dan kekuasaan Allah, dan ada pula yang menafsirkan bahwa yang tampak itu adalah cahaya Allah. Bagaimana pun juga tampaknya Allah itu bukanlah seperti tampaknya makhluk, hanya tampak yang sesuai sifat-sifat Allah yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia.", "long": "Ayat ini menerangkan, manakala Musa as sampai ke tempat dan waktu yang dijanjikan Allah untuk menerima wahyu, Allah telah menyampaikan wahyu-Nya secara langsung tanpa perantara, maka timbul pada diri Musa keinginan untuk memperoleh kemuliaan lain di samping kemuliaan berkata-kata langsung dengan Allah yang baru saja diterimannya. Keinginan itu ialah mendapat kemuliaan melihat Allah dengan jelas, lalu Musa berkata, \"Ya Tuhanku, perlihatkanlah zat Engkau yang suci dan berilah aku kekuatan untuk dapat melihat Engkau dengan jelas, karena aku tidak sanggup melihat dan mengetahui Engkau dengan sempurna. Allah menjawab, \"Hai Musa kamu tidak akan dapat melihat-Ku.\" Dalam hadis Nabi saw, disebutkan:\n\n\"Dari Abu Musa, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, \"Hijab (pembatas) Allah ialah nur (cahaya). Sekiranya nur itu disingkapkan niscaya keagungan sinar wajahnya akan membakar seluruh makhluk yang sampai pandangan Tuhan kepadanya.\" (Riwayat Muslim)\n\nSelanjutnya Allah berkata kepada Musa, \"Melihatlah ke bukit, jika bukit itu tetap kokoh dan kuat seperti sediakala setelah melihat-Ku, tentulah kamu dapat pula melihat-Ku, karena kamu dan gunung itu adalah sama-sama makhluk ciptaan-Ku. Tetapi jika bukit yang kokoh dan kuat itu tidak tahan dan hancur setelah melihat-Ku bagaimana pula kamu dapat melihat-Ku. Karena seluruh makhluk yang aku ciptakan tidak mampu dan tidak sanggup untuk melihat-Ku.\"\n\nDiriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, \"Ketika Musa as memohon kepada Tuhannya, \"Perlihatkanlah zat Engkau kepadaku\" Allah menjawab: \"Kamu sekali-kali tidak akan dapat melihat-Ku.\" Kemudian Allah menegaskan lagi, \"Kamu tidak akan dapat melihat-Ku untuk selama-lamanya hai Musa.\" Tidak seorang pun yang sanggup melihat-Ku, lalu sesudah itu ia tetap hidup.\" Akhirnya Allah berkata, \"Melihatlah ke bukit yang tinggi lagi besar itu, jika bukit itu tetap di tempatnya, tidak bergoncang dan hancur, tentulah ia melihat kebesaran-Ku, mudah-mudahan kamu dapat melihatnya pula, sedangkan kamu benar-benar lemah dan rendah. Sesungguhnya gunung itu berguncang dan hancur bagaimana pun juga kuat dan dahsyatnya, sedang kamu lebih lemah dan rendah.\"\n\nAda beberapa pendapat mufassir tentang yang dimaksud dengan ayat: \"Ketika Tuhannya menampakkan diri kepada gunung-gunung itu\" sebagian mufassir mengatakan bahwa yang nampak bagai gunung itu ialah zat Allah. Bagaimana pun juga pendapat para mufassir, namun nampaknya Allah itu bukanlah seperti nampaknya makhluk. Namun penampakan Tuhan tidak sama dengan penampakan manusia sesuai dengan sifat-sifat Allah yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia. \n\nSetelah Musa as, sadar dari pingsannya, dan sadar pula bahwa ia telah meminta kepada Allah sesuatu yang dapat membahayakan dirinya, ia merasa telah berbuat dosa, karena itu ia memohon dan berdoa kepada Allah, Maha Suci Engkau, \"Ya Tuhanku, aku berdosa karena meminta sesuatu kepada Engkau yang di luar batas kemampuanku menerimanya, karena itu aku bertaubat kepada Engkau dan tidak akan mengulangi kesalahan seperti yang telah lalu itu, dan aku termasuk orang-orang yang pertama beriman kepada-Mu.\"\n\nMujahid berkata, \"Tubtu ilaika\" (Aku bertaubat kepada Engkau), maksudnya ialah: Aku bertaubat kepada Engkau, karena aku telah memohon kepada Engkau agar dapat melihat zat Engkau, \"wa ana awwalul muminin\", (Aku orang yang pertama beriman kepada Engkau) maksudnya aku adalah orang Bani Israil yang pertama beriman kepada Engkau. Sedang dalam suatu riwayat yang lain dari Ibnu Abbas, ialah orang yang pertama-tama beriman dan tidak seorang pun yang dapat melihat Engkau (di dunia)." } } }, { "number": { "inQuran": 1098, "inSurah": 144 }, "meta": { "juz": 9, "page": 168, "manzil": 2, "ruku": 138, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650\u064a \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaa Moosaaa innis tafaituka 'alan naasi bi Risaalaatee wa bi kalaamee fakhuz maaa aataituka wa kum minash shaakireen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"O Moses, I have chosen you over the people with My messages and My words [to you]. So take what I have given you and be among the grateful.\"", "id": "(Allah) berfirman, “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegang-teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1098", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1098.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1098.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tatkala Allah menolak permintaan Nabi Musa untuk melihatNya, Dia telah menyiapkan untuknya nikmat-nikmat yang lain sebagai kompensasi penolakan itu. Dia, yakni Allah berfirman, \"Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih dengan melebihkan dan mengutamakan engkau dari manusia yang lain pada masamu untuk membawa risalah-Ku yaitu pesan-pesan kenabian dan firman-Ku yang Aku sampaikan langsung dengan bercakap-cakap kepadamu, tanpa perantara, sebab itu berpegang-teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu berupa perintah dan larangan, dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat kerasulan dan kekhususan Tuhan berbicara langsung kepadamu.\"", "long": "Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia telah memilih Musa di antara manusia yang ada di zaman-Nya dengan memberikan karunia yang tidak diberikannya kepada manusia lainnya, yaitu mengangkat Musa sebagai Nabi dan Rasul, memberinya kesempatan langsung berbicara dengan Allah, sekali pun dibatasi oleh suatu yang membatasinya antara Allah dan Musa.\n\nDi dalam Al-Quran disebutkan cara Allah menyampaikan wahyu kepada para Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantara wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha tinggi, Mahabijaksana. (Asy-Syura/42: 51)\n\nJadi menurut ayat ini ada tiga macam cara Allah menyampaikan wahyu kepada para Rasul-Nya yaitu:\n\n1.Dengan mewahyukan kepada Rasul yang bersangkutan, yaitu dengan menanamkan suatu pengertian ke dalam hati seseorang yang diturunkan wahyu kepadanya.\n\n2.Berbicara langsung dengan memakai pembatas yang membatasi antara Allah dan hamba yang diajak berbicara. Cara yang kedua inilah yang dialami oleh Musa dalam menerima wahyu, sehingga ia dikenal dengan kalimullah.\n\n3. Dengan perantaraan malaikat Jibril as. Al-Quran disampaikan melalui cara ini.\n\nMengenai persoalan dapatkah manusia melihat Allah dengan nyata, maka jika dipahami ayat-ayat dan hadis-hadis Nabi, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:\n\n1.Mustahil manusia melihat Allah selama mereka hidup di dunia, sebagaimana ditegaskan Allah kepada Nabi Musa as.\n\n2.Orang-orang yang beriman dapat melihat Allah di akhirat nanti, sesuai dengan :\n\na. Firman Allah : \n\n\"Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya.\" (Al-Qiyamah/75:22-23)\n\nDari ayat ini dipahami bahwa \"melihat Tuhan\" pada hari Kiamat itu termasuk nikmat yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman, karena itu mereka selalu mengharap-harapkannya.\n\nb. Sabda Rasulullah saw :\n\nSesungguhnya manusia berkata (kepada Rasulullah saw), \"Ya Rasulullah adakah kita melihat Tuhan kita pada hari Kiamat nanti?\" Rasulullah menjawab, \"Adakah yang menghalangi kalian melihat bulan pada bulan purnama?\" Mereka berkata, \"Tidak, ya Rasulullah.\" Rasulullah berkata, \"Maka sesungguhnya kamu akan melihat Tuhan seperti melihat bulan purnama itu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nc. Semua yang wujudnya dapat dilihat. Hanyalah yang tidak ada wujudnya yang tidak dapat dilihat. Tuhan adalah wajibul wujud, karena itu Tuhan dapat dilihat jika ia menghendaki-Nya. Dalam pada itu Tuhan melihat segala yang ada, termasuk melihat diri-Nya sendiri. Kalau Tuhan dapat melihat diri-Nya tentu Dia berkuasa pula menjadikan manusia melihat diri-Nya jika Dia menghendaki.\n\nPada potongan ayat berikutnya Nabi Musa dan kaumnya diperintahkan untuk menerima kitab suci yang Allah turunkan, dan syariat yang harus dijalankan untuk dijadikan pegangan hidup dan diamalkan di dunia. Hanya dengan cara inilah mereka baru bisa dianggap sebagai orang yang bersyukur dan menghargai pemberian nikmat Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1099, "inSurah": 145 }, "meta": { "juz": 9, "page": 168, "manzil": 2, "ruku": 138, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0633\u064e\u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa katabnaa lahoo fil alwaahi minkulli shai'immaw 'izaanw wa tafseelal likulli shai'in fakhuzhaa biquwwatinw waamur qawmaka yaakhuzoo bi ahsanihaa; wa ooreekum daaral faasiqeen" } }, "translation": { "en": "And We wrote for him on the tablets [something] of all things - instruction and explanation for all things, [saying], \"Take them with determination and order your people to take the best of it. I will show you the home of the defiantly disobedient.\"", "id": "Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), “Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dengan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1099", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1099.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1099.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan adanya risalah Allah, dan adanya kalam Allah kepada Nabi Musa, maka ayat ini menjelaskan lebih lanjut tentang kedua hal tersebut, yakni dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh Taurat, yang berupa kepingan dari batu atau kayu yang dahulu biasa digunakan untuk menulis, sebagaimana kertas pada dewasa ini, segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal yang dibutuhkan oleh Bani Israil pada masa itu; maka Kami berfirman kepada Nabi Musa, \"Berpegang teguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dengan melaksanakan kandungannya sebaik-baiknya, seperti mendahulukan sikap memaafkan ketimbang kisas, membebaskan utang ketimbang menangguhkannya, dan mengutamakan yang mudah dari yang sulit. Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik, yang keluar dari ketaatan kepada Allah, dan kehancuran yang akan diderita, agar menjadi pelajaran bagi kamu. Maka janganlah kamu langgar aturan-aturan Allah, hingga kamu terhindar dari bencana yang menimpa mereka.\" Allah akan memperlihatkan negeri orang-orang fasik seperti Fir'aun, 'Ad, Samud, dan sebagainya yang hancur bersama mereka akibat akhir kejahatan dan kefasikan mereka.", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa Dia telah menurunkan kepada Nabi Musa as, beberapa keping lauh yang berisi petunjuk-petunjuk dan pengajaran-pengajaran, janji dan ancaman pokok-pokok agama, berupa pokok-pokok akidah, budi pekerti dan hukum-hukum.\n\nPendapat para ahli berbeda-beda tentang yang dimaksud dengan lauh itu termasuk bagian Kitab Taurat, dan ada yang berpendapat bahwa lauh diturunkan sebelum Kitab Taurat diturunkan. Dari berbagai pendapat itu yang kuat ialah pendapat yang mengatakan bahwa lauh itu adalah wahyu yang pertama diturunkan kepada Musa as, karena itu ia memuat hukum-hukum, akidah, dan keterangan-keterangan yang bersifat umum dan global. Kemudian diturunkan wahyu lain untuk menjelaskan secara berangsur-angsur sesuai dengan keperluan, keadaan masa, dan tempat.\n\nPara ahli tafsir berbeda pendapat tentang jumlah lauh yang diturunkan kepada Nabi Musa as. Ada yang mengatakan sepuluh dan sebagainya. Tidak ada nash yang tegas menerangkan jumlah lauh yang diturunkan itu.\n\nAllah memerintahkan agar Musa berpegang teguh dengan pokok-pokok agama yang telah diturunkan kepadanya, melaksanakan segala petunjuk-petunjuk dan hukum-hukumnya, agar berbahagia hidup di dunia dan di akhirat nanti. Dan Allah memerintahkan agar Musa dan kaumnya berpegang teguh kepada ajaran-ajaran, petunjuk-petunjuk, dan hukum-hukum yang ada di dalam lauh itu. Sehingga Bani Israil akan baik budi-pekertinya, baik ibadahnya, dan tertutuplah pintu-pintu syirik. Jika kamu dan kaummu tidak mengambil dan memegang teguh apa yang telah Kami turunkan dengan sesungguhnya, maka kamu akan menjadi fasik, seperti yang telah dialami oleh kaum ad, samud, dan kaum Firaun dan sebagainya, atau Kami akan memperlihatkan kelak apa yang dialami orang-orang yang tidak mau taat kepada-Ku.\n\nDari ayat-ayat di atas dapat diambil beberapa iktibar (pelajaran) sebagai berikut:\n\n1.Wajib menyampaikan ajaran rasul dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan risalah yang dibawa Rasul, agar dengan demikian tercapailah pembentukan umat yang baru, penuh kedamaian di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Pengampun. Hal ini dapat dilihat pada perbuatan Rasulullah saw, sendiri. Beliau merupakan suri teladan bagi umatnya dalam mengamalkan perintah-perintah Allah. Hal ini dapat dilihat pada perkataan, perbuatan dan tindakannya. Karena itu orang Arab tertarik kepada agama yang dibawanya, sehingga dalam waktu yang sangat pendek, penduduk Jazirah Arab telah menganut agama Islam. Cara-cara yang dilakukan oleh Rasulullah ini telah dilakukan pula oleh para sahabat dan beberapa khalifah yang terkenal dalam sejarah, maka mereka pun telah berhasil sebagaimana Rasulullah telah berhasil. Dalam pada itu ada pula di antara kaum Muslimin yang telah berbuat kesalahan.\n\n2. Kita lihat dalam sejarah bahwa Bani Israil menjadi bangsa yang besar dan berkuasa di saat mereka melaksanakan dengan baik agama Allah, dan mereka menjadi bangsa terjajah, hidup sengsara di saat mereka memandang enteng dan mengingkari agama Allah.\n\n3.Demikianlah halnya kaum Muslimin, menjadi kuat dan besar di saat mereka melaksanakan dengan baik agama Allah, di saat timbul persaudaraan yang kuat sesama kaum Muslimin, dan mereka menjadi lemah di saat mereka tidak mengacuhkan lagi agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1100, "inSurah": 146 }, "meta": { "juz": 9, "page": 168, "manzil": 2, "ruku": 138, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0634\u0652\u062f\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sa asrifu 'an Aayaatiyal lazeena yatakabbaroona fil ardi bighairil haqq; wa iny-yaraw kulla Aayatil laa yu'minoo bihaa wa iny-yaraw sabeelar rushdi laa yattakhizoohu sabeelanw wa iny-yaraw sabeelal ghaiyi yatta khizoohu sabeelaa; zaalika bi annahum kazzaboo bi Aayaatinaa wa kaanoo 'anhaa ghaafileen" } }, "translation": { "en": "I will turn away from My signs those who are arrogant upon the earth without right; and if they should see every sign, they will not believe in it. And if they see the way of consciousness, they will not adopt it as a way; but if they see the way of error, they will adopt it as a way. That is because they have denied Our signs and they were heedless of them.", "id": "Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1100", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1100.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1100.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Janji-janji Allah yang disebut pada ayat-ayat yang lalu akan diperoleh oleh mereka yang melaksanakan tuntunan kitab suci. Yang membangkang (orang-orang fasik) tidak akan meraihnya, karena akan Aku palingkan dari tanda-tanda kekuasaan, kebesaran dan keagungan-Ku orang-orang yang terus menerus menyombongkan diri di bumi dan enggan menerima kebenaran tanpa alasan yang benar. Mereka tak akan dapat mencermati bukti-bukti kekuasaan-Ku yang terdapat dalam diri manusia maupun di alam raya. Kalaupun mereka melihat setiap tanda kekuasaan-Ku, mereka tetap tidak akan beriman kepadanya karena keangkuhan mereka. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk menuju kebenaran dan kebajikan, mereka tidak menjadikannya jalan yang seharusnya mereka tempuh, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian, yakni perlakuan Kami memalingkan mereka itu, adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami sehingga tidak ada gunanya Kami mendekatkannya kepada mereka, dan juga karena mereka selalu lengah terhadapnya, tidak memperhatikan, bahkan mengabaikannya.", "long": "Allah akan memalingkan hati orang-orang yang takabur, menyombongkan diri untuk memahami bukti-bukti dan dalil-dalil yang dibawa para rasul, terutama yang berhubungan dengan kekuasaan dan kebesaran Allah, dan memalingkan pula hati mereka untuk melaksanakan agama Allah dan mengikuti petunjuk ke jalan yang benar. Hal ini sesuai pula dengan firman Allah:\n\n\"Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.\" (Ash-shaff/61: 5)\n\nTakabur menurut bahasa berarti, \"menganggap dirinya besar\", atau \"merasa agung\". Yang dimaksud oleh ayat ini ialah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Perangai dan sifat seorang yang takabur itu memandang enteng orang lain, seakan-akan dia sajalah yang pandai, yang berkuasa, yang menentukan terjadinya segala sesuatu dan sebagainya. Karena itu dalam tindak-tanduknya ia mudah melakukan perbuatan yang melampaui batas, berbuat sewenang-wenang dan suka berbuat kerusakan. \n\nDalam ayat ini sifat takabur itu digandengkan dengan perkataan \"bigairil haq\" tanpa alasan yang benar. Hal ini menunjukkan sikap dan tindakan orang yang takabur itu dilakukan tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan yang semata-mata dilakukan untuk memuaskan hawa-nafsu sendiri, sekali pun merugikan orang lain.\n\nTakabur adalah penyakit jiwa yang diakibatkan oleh kesalahan dalam menilai dan menerima sesuatu. Kadang-kadang keberhasilan seseorang yang terus menerus dalam usahanya dapat juga menimbulkan sifat takabur, sehingga timbul keyakinan yang berlebihan pada dirinya sendiri, bahwa apa saja yang dicita-citakannya dan direncanakannya pasti tercapai dan berhasil. Merasa yakin akan kemampuan diri sendiri, ini akhirnya menimbulkan keyakinan bahwa dirinya tidak tergantung kepada siapa pun, juga tidak tergantung kepada Allah.\n\nDalam ayat ini diterangkan sifat-sifat orang yang takabur itu, yaitu:\n\n1.Jika mereka melihat bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah, atau membaca ayat-ayat Allah, mereka tidak mempercayainya dan tidak mau mengambil iktibar serta pelajaran dari padanya. Dalil-dalil, bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah serta ayat-ayat Al-Quran yang mengandung kebenaran mereka tolak. Dalil-dalil dan bukti-bukti itu tidak berfaedah bagi orang yang ragu-ragu dan tidak menginginkan kebenaran, karena ia merasa bahwa kebenaran itu sendiri akan membatasi dan menghalangi mereka dari perbuatan sewenang-wenang, sehingga cita-cita dan keinginan mereka tidak terkabul. Ayat ini merupakan isyarat bagi Nabi Muhammad saw, bahwa orang-orang musyrik dan kafir yang memperolok-olokkannya serta mendustakan Al-Quran dan mengadakan kekacauan dengan mencari-cari kesalahan dan kelemahan ayat-ayat Al-Quran dan memutarbalikkan isinya dan kebenaran Al-Quran. Seandainya Nabi Muhammad mau mengikuti tuntutan mereka yang merupakan syarat beriman mereka kepadanya, mereka tetap tidak akan beriman sekali pun tuntutan mereka telah dipenuhi.\n\n2.Jika melihat petunjuk dan jalan yang benar, mereka tidak mau mengikutinya, bahkan mereka menghindar dan menjauh padahal jalan itulah yang paling baik dan satu-satunya jalan yang dapat membawa mereka ke tempat yang penuh kebahagiaan.\n\n3.Jika melihat jalan yang menuju kepada kesengsaraan, mereka mengikutinya, karena jalan itu telah dijadikan oleh setan dalam pikirannya sebagai yang paling baik dan indah. Mereka merasa dengan menempuh jalan itu segala keinginan dan hawa-nafsu mereka pasti akan terpenuhi. Menurut keyakinan mereka itulah surga yang dicita-citakan.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan apa sebab hati mereka dipalingkan Allah, sehingga mereka tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah, karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Allah.\n\nTelah menjadi hukum Allah, bahwa sering mengerjakan suatu pekerjaan, menyebabkan pekerjaan itu semakin mudah dikerjakan bahkan akhirya antara pekerjaan dengan orang-orang yang mengerjakannya menjadi satu, seakan-akan tidak dapat dipisahkan lagi. Demikian pula halnya antara perbuatan jahat dengan orang yang selalu mengerjakannya, tidak ada perbedaannya, sehingga akhirnya antara orang itu dengan perbuatan yang jahat yang dikerjakannya telah menjadi satu dan telah bersenyawa dengannya.\n\nKarena itu pada hakikatnya bukanlah Allah yang memalingkan dan mengunci hati seseorang yang sesat itu, tetapi orang-orang yang sesat itu sendiri. Sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan manusia sejak lahir menjadi orang yang beriman atau menjadi orang yang kafir dan Dia tidak pula memaksa hambanya menjadi kafir atau beriman, tetapi seseorang menjadi beriman atau menjadi kafir atas usahanya sendiri. Mereka sendirilah yang memilih dan berusaha menjadi orang yang beriman dengan mengikuti petunjuk dan ajaran agama dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan larangan-Nya. Ia selalu memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah sehingga iman mereka bertambah lama bertambah kuat. Sebaliknya manusia itu sendirilah yang berusaha dan memilih jalan yang sesat atau menjadi orang yang kafir dengan mendustakan ayat-ayat Allah, meremehkan dan mengacuhkan ayat-ayat Allah, agar mereka dapat memuaskan keinginan dan hawa nafsu. Oleh karena perbuatan dosa itu selalu mereka kerjakan, maka perbuatan itu telah bersatu dengan dirinya, sehingga kebenaran apa pun yang datang selalu ditolak, seolah-olah hati mereka telah terkunci mati, telah berpaling dari kebenaran. Contoh ini disebutkan dalam firman Allah swt:\n\nDan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (al-Araf/7: 179)\n\nPerilaku orang seperti diterangkan ayat di atas banyak terdapat dalam masyarakat sepanjang sejarah hidup manusia. Mereka adalah orang yang sangat terpengaruh oleh kehidupan duniawi, seperti pangkat, kekuasaan, harta, kesenangan, dan sebagainya, mereka selalu memperturutkan hawa nafsunya. Mereka lupa dan sengaja melupakan ajaran-ajaran agama, baik yang berhubungan dengan pelaksanaan perintah-perintah Allah maupun larangan-larangan-Nya. Jika disampaikan kepada mereka ajaran Allah, maka mereka melaksanakannya sekadar mencari simpati, sehingga dengan demikian nafsu dan keinginan mereka lebih mudah terpenuhi." } } }, { "number": { "inQuran": 1101, "inSurah": 147 }, "meta": { "juz": 9, "page": 168, "manzil": 2, "ruku": 138, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena kazzaboo bi Aayaatinaa wa liqaaa'il Aakhirati habitat 'amaaluhum; hal yujzawna illaa maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Those who denied Our signs and the meeting of the Hereafter - their deeds have become worthless. Are they recompensed except for what they used to do?", "id": "Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Mereka diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1101", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1101.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1101.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikian keadaan dan balasan yang diterima oleh mereka yang angkuh dan durhaka terhadap ayat-ayat Allah, dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan Kami dan adanya pertemuan yang dijanjikan Allah di akhirat, sia-sialah amal mereka sebab telah kehilangan syarat diterimanya sebuah amal, yaitu iman kepada Allah dan hari akhir. Apakah mereka tidak diberi balasan melainkan dengan balasan yang setimpal dan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Jika niat dan amal mereka baik maka Kami akan membalasnya dengan kebaikan, sebaliknya jika buruk maka keburukanlah balasannya.", "long": "Orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya, tidak mempercayai akan adanya pertemuan dengan Allah pada hari akhir nanti, tidak percaya akan adanya pembalasan yang akan diberikan pada hari itu. Maka segala amal baik yang telah mereka kerjakan di dunia tidak akan diberi pahala oleh Allah, karena perbuatan itu tidak dilandasi oleh keinginan mencari keridaan Allah, dan Allah tidak menganiaya sedikit pun, mereka akan disiksa sesuai dengan perbuatan dosa yang telah mereka kerjakan." } } }, { "number": { "inQuran": 1102, "inSurah": 148 }, "meta": { "juz": 9, "page": 168, "manzil": 2, "ruku": 139, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064f\u0644\u0650\u064a\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0633\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064f\u0648\u064e\u0627\u0631\u064c \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d8 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattakhaza qawmu Moosaa mim ba'dihee min huliyyihim 'ijlan jasadal lahoo khuwaar; alam yaraw annahoo laa yukallimuhum wa laa yahdeehim sabeelaa; ittakha zoohu wa kaanoo zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And the people of Moses made, after [his departure], from their ornaments a calf - an image having a lowing sound. Did they not see that it could neither speak to them nor guide them to a way? They took it [for worship], and they were wrongdoers.", "id": "Dan kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai) mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1102", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1102.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1102.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kaum Nabi Musa, setelah kepergian beliau ke gunung Sinai untuk bermunajat kepada Allah, mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh atau bersuara dari perhiasan emas. Mereka membuat patung anak sapi dari emas untuk disembah. Patung itu tetaplah patung tidak bernyawa. Suara yang seperti sapi itu hanyalah disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam rongga patung itu dengan teknik yang dikenal oleh Samiri waktu itu. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa patung anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka sedikit pun, dengan pembicaraan apa pun, apalagi serupa dengan anugerah Allah kepada Nabi Musa, dan tidak dapat pula menunjukkan jalan apa pun kepada mereka, apalagi jalan keselamatan seperti dari gangguan dan siksaan Fir'aun? Mereka menjadikannya sebagai sembahan. Mereka, sejak dahulu hingga kini, adalah orang-orang yang zalim, yang telah merasuk kezalimannya dalam diri mereka.", "long": "Bani Israil telah menyembah patung anak sapi selama kepergian Musa ke Bukit Sinai menerima wahyu dari Allah. Patung anak sapi itu dibuat oleh Samiri (20: 85,87). Samiri membuat patung itu atas anjuran para pemuka Bani Israil, padahal ia manusia yang patuh dan taat serta mempunyai kedudukan yang terhormat dalam masyarakat.\n\nNama Samiri disebutkan dalam Firman Allah swt:\n\nDia (Allah) berfirman, \"sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.\" (thaha/20: 85)\n\nPatung anak sapi itu dibuat dari emas, yang berasal dari emas perhiasan wanita-wanita Mesir yang dipinjam oleh wanita-wanita Bani Israil yang dibawanya waktu mereka meninggalkan negeri Mesir itu. Emas perhiasan itu dilebur dan dibentuk oleh Samiri menjadi patung anak sapi. Menurut ath-thabari emas-emas itu dipinjam dari gelang emas tanda perbudakan Bani Israil oleh penduduk asli Mesir. (Tafsir selengkapnya lihat surah Taha/20: 85)\n\nKeinginan Bani Israil menyembah patung anak sapi sebagai tuhan selain Allah ini adalah pengaruh dari kebiasaan mereka di Mesir dahulu. Sebetulnya nenek-moyang mereka adalah orang-orang muwahhidin (ahli tauhid) karena mereka adalah keturunan Nabi Yaqub. Akan tetapi setelah bergaul dengan orang Mesir, maka gejala-gejala wasaniyah (menyembah selain Allah) itu menular kepada mereka. Ibadah wasaniyah ini telah mendarah daging dalam diri mereka selalu timbul keinginan mereka hendak melakukan kebiasaan tersebut.\n\nPatung anak sapi yang disembah sebagai tuhan oleh Bani Israil itu, berupa patung anak sapi yang dibentuk sedemikian rupa, sehingga jika ditiupkan angin ke dalamnya ia akan dapat bersuara.\n\nSuara dari patung anak sapi itu keluar adalah karena masuknya angin ke dalam rongga mulut dan keluar dari lubang yang lain, sehingga menimbulkan suara. Hal ini dapat dibuat dengan memasukkan alat semacam pipa yang dapat berbunyi dalam rongga patung anak sapi itu. Jika pipa itu dihembus angin, maka berbunyilah patung anak sapi itu seperti bunyi anak sapi sebenarnya. Karena hal seperti itu dipandang aneh oleh Bani Israil, maka dengan mudah timbul kepercayaan pada diri mereka bahwa patung anak sapi itu berhak disembah, sebagaimana halnya menyembah Allah. \n\nAllah mencela perbuatan Bani Israil yang lemah iman itu, yang tidak dapat membedakan antara Tuhan yang berhak disembah dengan sesuatu yang ganjil yang baru pertama kali mereka lihat dan ketahui. Mereka tidak dapat membedakan antara Tuhan yang menurunkan wahyu kepada para Rasul dan makhluk Tuhan yang hanya dapat bersuara. Jika mereka mau berpikir kemampuan diri mereka sendiri mungkin lebih baik, dan lebih mampu berbicara dari patung anak sapi itu.\n\nBani Israil berbuat demikian itu bukanlah berdasar sesuatu dalil yang kuat, mereka berbuat demikian hanyalah karena pengaruh adat kebiasaan nenek-moyang mereka yang ada di Mesir dahulu yang menyembah anak sapi. Padahal kepada mereka telah diturunkan bukti-bukti yang nyata, seperti membelah laut, tongkat menjadi ular dan sebagainya. Karena mereka tidak mau memperhatikan bukti-bukti dan dalil-dalil, mereka mengingkari Allah, yang berakibat buruk pada diri mereka sendiri. (lihat surah thaha ayat 85-87)" } } }, { "number": { "inQuran": 1103, "inSurah": 149 }, "meta": { "juz": 9, "page": 168, "manzil": 2, "ruku": 139, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0642\u0650\u0637\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa suqita feee aideehim wa ra aw annahum qad dalloo qaaloo la'il lam yarhamnaa Rabbunaa wa yaghfir lanaa lanakoonanna minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "And when regret overcame them and they saw that they had gone astray, they said, \"If our Lord does not have mercy upon us and forgive us, we will surely be among the losers.\"", "id": "Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, “Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1103", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1103.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1103.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Musa datang, marah, membakar patung itu, dan menunjukkan kesesatan mereka, mereka pun sadar dan menyesal. Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka sungguh telah tersesat dari jalan kebenaran, mereka pun memohon rahmat dan ampunan dengan berkata, \"Sungguh, jika Tuhan Pemelihara kami tidak memberi rahmat kepada kami, tidak menerima tobat kami, dan tidak mengampuni dosa kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.\"", "long": "Akhirnya Bani Israil menyadari bahwa perbuatan mereka menyembah patung anak sapi adalah perbuatan yang sesat karena mempersekutukan Allah. Karena itu mereka pun menyesali perbuatan itu dan berkata: \"Sesungguhnya dosa kami sangat besar dan demikian pula kedurhakaan dan keingkaran kami, tidak akan dapat melepaskan dari dosa perbuatan ini, kecuali rahmat Allah dan ampunan-Nya. Seandainya Tuhan tidak mengasihi kami dengan menerima tobat kami pastilah kami menjadi orang yang merugi di dunia dan di akhirat mendapat azab yang pedih\"." } } }, { "number": { "inQuran": 1104, "inSurah": 150 }, "meta": { "juz": 9, "page": 169, "manzil": 2, "ruku": 139, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u063a\u064e\u0636\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0633\u0650\u0641\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u064a \u06d6 \u0623\u064e\u0639\u064e\u062c\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0628\u0650\u0631\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062c\u064f\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0645\u0650\u062a\u0652 \u0628\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa raja'a Moosaaa ilaa qawmihee ghadbaana asifan qaala bi'samaa khalaftumoonee mim ba'dee a-'ajiltum amra Rabbikum wa alqal alwaaha wa akhaza biraasi akheehi yajurruhoo ilaih; qaalab na umma innal qawmas tad'afoonee wa kadoo yaqtu loonanee; falaa tushmit biyal a'daaa'a wa laa taj'alnee ma'al qawmiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And when Moses returned to his people, angry and grieved, he said, \"How wretched is that by which you have replaced me after [my departure]. Were you impatient over the matter of your Lord?\" And he threw down the tablets and seized his brother by [the hair of] his head, pulling him toward him. [Aaron] said, \"O son of my mother, indeed the people oppressed me and were about to kill me, so let not the enemies rejoice over me and do not place me among the wrongdoing people.\"", "id": "Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan sedih hati dia berkata, “Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?” Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala saudaranya (Harun) sambil menarik ke arahnya. (Harun) berkata, “Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyoraki melihat kemalanganku, dan janganlah engkau jadikan aku sebagai orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1104", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1104.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1104.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menjelaskan penyesalan mereka, sedang ayat ini menjelaskan keadaan Nabi Musa ketika menemukan kaumnya menyembah anak sapi. Dan ketika Nabi Musa telah kembali kepada kaumnya, setelah bermunajat kepada Allah, dalam keadaan marah dan sedih hati karena mengetahui kaumnya menyembah patung anak sapi, dia berkata, khususnya kepada Nabi Harun dan para pemuka kaumnya, \"Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan dalam melaksanakan tugas sebagai pengganti selama kepergianku! Kalian lebih mementingkan menyembah patung anak lembu ketimbang mematuhi perintah Tuhan untuk menunggu kedatanganku dan menepati janjiku untuk membawa Taurat kepada kalian!\" Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu untuk mempercepat jatuhnya siksa? Apakah kamu tidak sabar menanti kedatanganku kembali setelah munajat kepada Tuhan, sehingga kamu membuat patung anak sapi untuk disembah sebagaimana menyembah Allah? Nabi Musa pun melemparkan lauh-lauh Taurat yang diterima dari Allah melalui Malaikat ketika bermunajat itu dan memegang rambut kepala saudaranya Nabi Harun sambil menarik ke arahnya. Nabi Harun berkata, \"Wahai anak ibuku! Kaum yang menyembah sapi ini telah menganggapku lemah serta mengancamku dan hampir saja mereka membunuhku karena aku telah berusaha keras untuk mencegah mereka, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyoraki melihat kemalanganku dengan kecamanmu yang keras ini, karena itu berarti engkau dan mereka sama mengecamku, dan janganlah engkau jadikan aku dengan kemarahanmu itu sebagai bersama orang-orang yang zalim yang melanggar perintahmu dan menyembah patung anak sapi.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan Sikap Nabi Musa terhadap perbuatan kaumnya yang telah menyembah anak sapi. Ia sedih karena merasa segala usaha dan perjuangannya yang berat selama ini tidak memperoleh hasil yang diinginkannya. Ia sangat marah kepada saudaranya Harun yang telah dijadikan sebagai wakilnya untuk memimpin kaumnya sepeninggal ia pergi menemui panggilan Tuhannya ke bukit Sinai, seakan-akan Harun tidak melaksanakan tugasnya, dan membiarkan kaumnya sesat, tidak menegur dan mengambil tindakan sedikit pun terhadap mereka yang ingkar. Musa pun merasa takut kepada Allah dan merasa khawatir akan menerima kemurkaan Allah kepadanya dan kaumnya yang telah menjadi musyrik.\n\nDalam keadaan sedih, putus asa yang bercampur marah terlontarlah perkataan yang keras yang ditujukan kepada saudaranya Harun dan kaumnya, yang menyatakan tugas dan amanat yang diberikannya kepada Harun telah sia-sia, tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Dengan susah payah ia telah mengajar dan mendidik kaumnya, sehingga mereka telah beriman kepada Allah dan hanya menyembah kepada-Nya saja. Ia baru saja menerima wahyu Allah yang berisi petunjuk dan syariat yang akan diajarkan kepada kaumnya. Apa yang terjadi pada kaumnya ketika ia kembali sangat berlawanan dengan yang dikehendakinya. Yang diinginkannya ialah agar kaumnya tetap menyembah Allah Yang Maha Esa sepeninggalnya, kemudian ketundukan dan kepatuhan itu akan bertambah, setelah ia dapat mengajarkan wahyu yang baru diterimanya dari Allah itu. Sedang yang terjadi adalah pekerjaan yang paling buruk dan yang paling besar dosanya yaitu memperserikatkan Tuhan.\n\nSelanjutnya Musa berkata kepada kaumnya. Mengapa kamu sekalian tidak sabar menanti kedatanganku kembali sesudah bermunajat kepada Tuhan, sampai kamu membuat patung dan menyembahnya seperti menyembah Allah, padahal aku hanya terlambat sepuluh malam. Apakah kamu mempunyai prasangka lain terhadapku karena keterlambatanku itu.\n\nMenurut suatu riwayat, bahwa Samiri pernah berkata kepada Bani Israil sewaktu ia memperlihatkan patung anak sapi yang baru dibuatnya kepada mereka: Ini adalah tuhanmu dan tuhan Musa, sesungguhnya Musa tidak akan kembali dan sesungguhnya ia telah mati.\n\nDalam kemarahannya Nabi Musa melemparkan lauh-lauh yang ada di tangannya, tetapi bukan bermaksud hendak merusaknya, seperti disebutkan dalam Perjanjian Lama, \"maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua lauh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.\" (Keluaran 32:19). Nyatanya dalam 7:154 benda-benda itu masih utuh, berisi ajaran Allah. Rasanya kurang hormat (kalau tidak akan dikatakan menghina Tuhan) bila menduga bahwa Utusan Allah telah menghancurkan lauh-lauh yang berisi ajaran-ajaran Allah dalam kemarahannya yang tak terkendalikan itu. lalu memegang ubun-ubun Harun, karena ia mengira bahwa Harun tidak berusaha sungguh-sungguh mencegah perbuatan kaumnya menyembah patung anak sapi itu, dan tindakan-tindakan yang telah dilakukan selama ia pergi ke Bukit Sinai, atau melaporkan perbuatan kaumnya yang telah sesat itu. Sangkaan Musa kepada Harun ini dilukiskan dalam firman Allah sebagai berikut:\n\n\"Dia (Musa) berkata, \"Wahai Harun! apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat, (sehingga) engaku tidak mengikuti aku?\" Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?\" (thaha/20: 92-93)\n\nPerkataan Musa dijawab oleh Harun, \"Wahai anak ibuku, janganlah engkau tergesa-gesa mencela aku, dan jangan pula tergesa-gesa memarahi aku, karena menyangka aku tidak bersungguh-sungguh melaksanakan perintahmu dan tidak menghalangi mereka. Sebenarnya aku telah berusaha menghalangi mereka dari mengerjakan perbuatan sesat itu dan memberi nasihat kepada mereka. Tetapi mereka memandangku orang yang lemah, bahkan mereka hampir saja membunuhku. Janganlah engkau bertindak terhadapku dengan tindakan yang menyenangkan musuh; mereka gembira dan tertawa lantaran bencana yang menimpa diriku, janganlah engkau masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan yang berakibat kerugian bagi diriku sendiri, yaitu golongan yang menyembah patung anak sapi, aku sendiri bukanlah termasuk golongan itu.\"\n\nSikap Musa dan Harun yang berbeda terhadap perbuatan kaumnya itu menunjukkan pula perbedaan watak kedua orang Nabi Allah ini. Musa adalah orang yang keras dan tegas menghadapi suatu perbuatan sesat yang dilarang Allah, sedang Harun adalah orang yang lemah lembut dan tidak mau menggunakan kekerasan dalam menghadapi perbuatan sesat." } } }, { "number": { "inQuran": 1105, "inSurah": 151 }, "meta": { "juz": 9, "page": 169, "manzil": 2, "ruku": 139, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbigh fir lee wa li akhee wa adkhilnaa fee rahmatika wa Anta arhamur raahimeen" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"My Lord, forgive me and my brother and admit us into Your mercy, for You are the most merciful of the merciful.\"", "id": "Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1105", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1105.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1105.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengetahui alasan saudaranya, Nabi Harun, dan memahami bahwa dia tidak melalaikan tugasnya, dia, Nabi Musa berdoa, \"Ya Tuhanku, Yang selalu memelihara, membimbing dan berbuat baik padaku, ampunilah aku atas kemarahanku ini yang membuatku bertindak tidak wajar, dan ampuni juga saudaraku atas apa yang terjadi antara dia dan kaumku, atau kelalaiannya -jika ada- dalam menjalankan tugas, dan masukkanlah kami berdua ke dalam rahmat Engkau yang amat luas, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang. Engkau memberi tanpa batas, bahkan kepada mereka yang mendurhakai-Mu.\"", "long": "Mendengar jawaban Harun itu, lembutlah hati Musa, dan beliau pun berkata sambil berdoa, \"Wahai Tuhanku, ampunilah aku terhadap perbuatanku yang terlalu kasar terhadap saudaraku, baik berupa perkataan maupun perbuatan, dan ampunilah segala kelemahan saudaraku sebagai wakil dan penggantiku dalam bertindak terhadap orang-orang yang sesat itu. Wahai Tuhanku masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu yang luas dan Engkaulah Tuhan Yang Maha Pengasih.\"\n\nDengan doa Nabi Musa itu hilanglah harapan-harapan orang yang menginginkan terjadinya perpecahan antara Musa dan Harun, dan orang-orang yang menginginkan agar Musa bertindak keras terhadap saudaranya Harun itu.\n\nAyat ini dengan tegas menyatakan bahwa Harun tidak terlibat sedikit pun dalam perbuatan kaumnya yang menyembah anak sapi, sesuai dengan pernyataannya kepada saudaranya Musa itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1106, "inSurah": 152 }, "meta": { "juz": 9, "page": 169, "manzil": 2, "ruku": 140, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064e \u0633\u064e\u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeenat takhazul 'ijla-sa yanaaluhum ghadabum mir Rabbihim wa zillatun fil hayaatid dunyaa; wa kazaalika najzil muftareen" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who took the calf [for worship] will obtain anger from their Lord and humiliation in the life of this world, and thus do We recompense the inventors [of falsehood].", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kelak akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebohongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1106", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1106.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1106.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sikap Nabi Musa terhadap Nabi Harun dan doanya kepada Allah. Allah menjelaskan sanksi yang pantas diterima oleh mereka yang durhaka, yaitu sesungguhnya orang-orang yang penuh antusias dan sungguh-sungguh menjadikan patung anak sapi sebagai sembahannya dan enggan bertobat, kelak akan menerima kemurkaan yang besar dari Tuhan mereka dengan dijauhkan dari rahmat-Nya, dan kehinaan dalam kehidupan di dunia oleh sebab kekufuran mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebohongan terhadap Allah, seperti menjadikan anak sapi sebagai sembahan.", "long": "Semua orang Bani Israil yang telah menyembah patung anak sapi, seperti Samiri dan pengikut-pengikutnya, dan yang tidak mau bertobat kepada Allah kelak akan mendapat kemarahan Allah dan tobat mereka tidak akan diterima lagi, kecuali dengan membunuh nafsu mereka, sebab akan hidup terhina di dunia ini. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah/2: 54 : \n\n\"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, \"Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dialah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al-Baqarah/2: 54) \n\nMenurut sebagian ahli tafsir bahwa kalimat, \"Demikian kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat kebohongan\" dalam ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, sebagai peringatan bagi orang-orang Yahudi yang berada di sekitar Medinah waktu itu. Akibat sikap dan tindak-tanduk mereka (kaum Yahudi) kepada Nabi Musa dahulu. Seandainya orang Yahudi di sekitar Medinah tetap bersikap demikian, tidak mau mengikuti Rasulullah saw, dengan seruannya, maka mereka akan mendapat kebinasaan dan kehinaan di dunia dan di akhirat tentu saja mereka akan mendapat azab yang pedih.\n\nMenganut salah satu dari kedua pendapat ini, tidaklah menyalahi isi kandungan ayat, karena salah satu tujuan pendapat ini adalah untuk menyebutkan kisah umat-umat yang dahulu sebagai tamsil dan ibarat bagi generasi yang akan datang kemudian. Semoga kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang-orang dahulu itu tidak terulang oleh generasi yang akan datang.\n\nAyat ini juga memperingatkan bahwa seperti pembalasan yang tersebut dalam ayat ini, Allah memberikan pembalasan kepada mereka yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah. Diriwayatkan dari Abi Qatadah, ia berkata, \"Ayat ini tidak hanya ditujukan kepada Bani Israil pada waktu Nabi Musa saja, tetapi ditujukan kepada semua orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1107, "inSurah": 153 }, "meta": { "juz": 9, "page": 169, "manzil": 2, "ruku": 140, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena 'amilus saiyiaati summa taaboo mim ba'dihaa wa aamanooo inna Rabbaka mim ba'dihaa la Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "But those who committed misdeeds and then repented after them and believed - indeed your Lord, thereafter, is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman, niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1107", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1107.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1107.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedangkan mereka yang menyadari kesalahannya dan mau bertobat, Allah menyatakan, \"Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan dengan sengaja, dalam bentuk kekufuran dan kemaksiatan, kemudian walau setelah berlalu waktu lama bertobat sesudah kedurhakaan yang dilakukannya itu dan beriman serta beramal shaleh, sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu, pasti setelah itu, yaitu tobat yang disertai iman, Maha Pengampun sehingga akan menghapus dosa-dosa mereka, lagi Maha Penyayang dengan melimpahkan anugerah kepada mereka.\"", "long": "Orang yang mengerjakan kejahatan dan kemaksiatan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakan kejahatan itu dengan bertobat yang sebenar-benarnya, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, serta berusaha mengerjakan amal saleh sebanyak-banyaknya, maka tobat mereka akan diterima Allah, dan Allah akan memberikan ampunan kepada orang-orang yang benar-benar bertobat dengan hati yang ikhlas.\n\nDalam ayat ini dapat diambil kesimpulan bahwa berapa pun besar dosa yang telah dikerjakan oleh seseorang, pasti akan diampuni Allah, asal saja ia mau bertobat dengan sebenarnya, dan mau melaksanakan semua syarat-syarat tobat agar diterima Allah. Sesungguhnya Allah tidak langsung mengazab hamba-Nya yang bersalah, tetapi selalu memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan menyesali kejahatan yang telah dikerjakannya itu dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang diridai oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1108, "inSurah": 154 }, "meta": { "juz": 9, "page": 169, "manzil": 2, "ruku": 140, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0643\u064e\u062a\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064f \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0646\u064f\u0633\u0652\u062e\u064e\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa sakata 'am Moosal ghadabu akhazal al waaha wa fee nnuskhatihaa hudanw wa rahmatul lillazeena hum li Rabbihim yarhaboon" } }, "translation": { "en": "And when the anger subsided in Moses, he took up the tablets; and in their inscription was guidance and mercy for those who are fearful of their Lord.", "id": "Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1108", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1108.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1108.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sikap masing-masing dan perlakuan Allah terhadap mereka, kisah penyembahan anak sapi diakhiri dengan firman-Nya, \"Dan setelah amarah Nabi Musa mereda, dia mengambil kembali lauh-lauh Taurat yang tadi dilemparkannya ke tanah itu; dan di dalam tulisannya terdapat petunjuk menuju jalan kebahagiaan dan rahmat bagi orang-orang yang selalu takut kepada Tuhannya.\"", "long": "Setelah Musa tenang kembali dan hilang amarahnya, akibat salah sangka kepada saudaranya Harun, dan setelah memohon rahmat dan ampunan dari Tuhannya, maka ia mengumpulkan kembali lauh-lauh yang dilemparkannya itu, dan dari padanya disalin Taurat yang mengandung petunjuk dan rahmat bagi kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1109, "inSurah": 155 }, "meta": { "juz": 9, "page": 169, "manzil": 2, "ruku": 140, "hizbQuarter": 67, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0631\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u0650\u064a\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u0652\u0641\u064e\u0629\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u064a\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u062a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u062a\u064f\u0643\u064e \u062a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wakhtaara Moosaa qawmahoo sab'eena rajjulal limeeqaatinaa falammaa akhazat humur rajfatu qaala Rabbi law shi'ta ahlaktahum min qablu wa iyyaaya atuhlikunna bimaa fa'alas sufahaaa'u minnaa in hiya illaa fitnatuka tudillu bihaa man tashaaa'u wa tahdee man tashaaa'u Anta waliyyunaa faghfir lanaa warhammnnaa wa Anta khairul ghaafireen" } }, "translation": { "en": "And Moses chose from his people seventy men for Our appointment. And when the earthquake seized them, he said, \"My Lord, if You had willed, You could have destroyed them before and me [as well]. Would You destroy us for what the foolish among us have done? This is not but Your trial by which You send astray whom You will and guide whom You will. You are our Protector, so forgive us and have mercy upon us; and You are the best of forgivers.", "id": "Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, “Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1109", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1109.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1109.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Nabi Musa memilih tujuh puluh orang dari pemuka kaumnya yang terbaik untuk memohon tobat kepada Kami di bukit Sinai pada waktu yang telah Kami tentukan. Sesampainya di tempat itu, mereka menyatakan tidak akan beriman kepada Musa sampai dia memperlihatkan kepada mereka Tuhan yang pernah berbicara kepadanya. Ketika itu mereka ditimpa gempa bumi yang dahsyat, sampai mati semuanya, dan Nabi Musa memohon kepada Allah sambil menengadahkan diri dan berkata, \"Ya Tuhan Pemelihara-ku, apa yang akan aku katakan kepada Bani Israil ketika aku kembali kepada mereka? Engkau telah membinasakan orang-orang yang terbaik dari mereka. Jika seandainya Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka, saat terjadi penyembahan anak sapi, karena kelalaian mereka tidak mencegah penyembahan anak sapi, dan juga Engkau binasakan aku karena kelalaianku atau sebab lainnya sebelum ini, yaitu sebelum menghadap ke hadirat-Mu, seperti saat aku membunuh seorang Koptik. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami yang menyembah anak sapi itu? Apa yang dilakukan oleh para penyembah patung anak sapi itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki kesesatannya setelah nyata kehendak mereka untuk sesat dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk. Engkaulah satu-satunya pemimpin dan pelindung kami, maka ampunilah segala dosa kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik karena Engkau mengampuni bukan untuk mendapat pujian, atau menghindari kecaman.\" Perbuatan mereka membuat patung anak sapi dan menyembahnya itu adalah suatu cobaan dari Allah untuk menguji mereka, siapa yang sebenarnya kuat imannya dan siapa yang masih ragu-ragu. Orang yang lemah imannya itulah yang mengikuti Samiri dan menyembah patung anak sapi itu. Tetapi orang yang kuat imannya, tetap dalam keimanannya.", "long": "Musa memilih tujuh puluh orang pilihan dari kaumnya untuk pergi bersama-sama ke suatu tempat di Bukit Sinai untuk bermunajat kepada Tuhannya. Menurut para mufassir, siapa orang yang dipilih dan di mana tempatnya yang ditentukan itu telah diwahyukan Allah sebelumnya kepada Musa. Para mufassir berbeda pendapat; apakah Musa diperintahkan oleh Allah pergi ke Bukit Sinai bersama tujuh puluh orang pilihan Bani Israil itu setelah mereka menyembah patung anak sapi dengan maksud menyatakan tobat kepada Allah atau bersamaan waktunya dengan waktu memohon kepada Allah agar Dia memperlihatkan diri-Nya dengan jelas. Jika dilihat susunan ayat dan urutan kisah Musa dalam Surah al-Araf ini, dapat diambil kesimpulan bahwa kepergian Musa bersama tujuh puluh orang pilihan ini setelah Bani Israil menyembah patung anak sapi, yakni sesudah kepulangan Musa menemui Tuhannya ke Bukit Sinai selama empat puluh hari dan empat puluh malam.\n\nMusa berangkat bersama tujuh puluh orang pilihan menuju tempat yang telah ditentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi yang disebabkan petir yang amat dahsyat, Musa pun berdoa kepada Tuhannya, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau membinasakan mereka, maka aku berharap agar Engkau membinasakan mereka sebelum mereka pergi bersamaku ke tempat ini, dan agar Engkau membinasakan aku pula, sehingga aku tidak menghadapi kesulitan yang seperti ini, yang memberi kesempatan bagi mereka untuk mencela dan menuduhku, bahwa aku telah membawa orang-orang pilihan ke tempat ini untuk dibinasakan. Oleh karena Engkau tidak membinasakan mereka sebelum mereka aku bawa bersamaku ke sini, maka janganlah mereka Engkau binasakan sekarang, sesudah aku bawa kemari.\"\n\nDalam ayat ini diterangkan mengapa pemuka Bani Israil pilihan itu diazab Allah dengan petir yang dahsyat. Pada firman Allah yang dijelaskan sebab-sebabnya mereka disambar petir dan akibat yang mereka alami. Sebagaimana firman-Nya:\n\n\"Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, \"Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas,\" maka halilintar menyambarmu, sedang kamu menyaksikannya. Kemudian, Kami bangkitkan kamu setelah kamu mati, agar kamu bersyukur.\" (al-Baqarah/2: 55-56) \n\nTetapi dalam Perjanjian Lama diterangkan bahwa Bani Israil yang menyembah berhala (di dalam Al-Quran patung anak sapi) itu ialah Bani Israil tujuh puluh orang pilihan bersama-sama dengan Harun. Perbuatan menyembah berhala itu mereka lakukan sewaktu berada di Bukit Sinai, pada waktu Nabi Musa sendiri menghadap Tuhan (baca perjanjian Lama 31:2-35).\n\nDalam Kitab Bilangan xvi:20-25, disebutkan tentang keingkaran dan kedurhakaan Bani Israil terhadap Musa, lalu mereka diazab Allah. Sedangkan Bani Israil yang sempat lari dibakar oleh sambaran petir.\n\nSelanjutnya Musa memohon kepada Allah, \"Janganlah Engkau Ya Tuhan, membinasakan kami disebabkan perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang kurang akal yang meminta agar dapat melihat Engkau.\"\n\nSemua itu merupakan cobaan dari Allah terhadap mereka. Tetapi mereka tidak tahan dan tidak kuat menghadapi cobaan itu sehingga mereka tetap mendesak Musa agar Tuhan memperlihatkan zat-Nya kepada mereka. Karena tindakan mereka itulah mereka diazab dengan petir (halilintar) sehingga mereka mati semua. Kemudian Allah menghidupkan mereka kembali agar mereka bertobat dan bersyukur terhadap nikmat Allah yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. Cobaan itu merupakan ujian Tuhan kepada hamba-hamba-Nya, dengan cobaan itu akan sesat orang-orang yang tidak kuat imannya, dan dengan cobaan itu pula Dia memberi petunjuk kepada hamba-Nya yang kuat imannya.\n\nSelanjutnya Musa berdoa, \"Wahai Tuhan kami, Engkaulah yang mengurus segala urusan kami, mengawasi segala apa yang kami kerjakan, maka ampunilah kami terhadap segala perbuatan dan tindakan kami yang mengakibatkan azab bagi kami. Beri rahmatlah kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pemberi rahmat dan Pemberi ampun. Hanya Engkaulah yang mengampuni segala dosa dan memaafkan segala kesalahan kami. Mengampuni dan memaafkan itu bukanlah karena sesuatu maksud tertentu, tetapi semata-mata karena sifat-Mu yang Maha Pengampun dan Maha Pemaaf.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1110, "inSurah": 156 }, "meta": { "juz": 9, "page": 170, "manzil": 2, "ruku": 140, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0623\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0633\u0650\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0641\u064e\u0633\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waktub lanaa fee haazi hid dunyaa hasanatanw wa fil Aakhirati innnaa hudnaaa ilaik; qaala 'azaabee useebu bihee man ashaaa'u wa rahmatee wasi'at kulla shai'; fasa aktubuhaa lillazeena yattaqoona wa yu'toonaz Zakaata wallazeena hum bi Aayaatinaa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And decree for us in this world [that which is] good and [also] in the Hereafter; indeed, we have turned back to You.\" [Allah] said, \"My punishment - I afflict with it whom I will, but My mercy encompasses all things.\" So I will decree it [especially] for those who fear Me and give zakah and those who believe in Our verses -", "id": "Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1110", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1110.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1110.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa melanjutkan berdoa, dan tetapkanlah untuk kami kebaikan selama hidup di dunia ini dan kelak di akhirat. Sungguh, kami kembali, yakni bertobat kepada Engkau dari segala dosa dan kekurangan, dengan sebenar-benarnya. Mendengar permohonan itu, Allah berfirman, \"SiksaKu, baik di dunia maupun di akhirat, akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dari makhluk-Ku, seperti yang Aku lakukan terhadap kaummu, dan rahmat-Ku, yakni anugerah-Ku, meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku yang khusus dan berkesinambungan bagi orang-orang yang bertakwa, terutama yang menunaikan zakat dan orang-orang yang selalu terus menerus beriman kepada ayat-ayat Kami, yakni dengan membenarkannya melalui hati dan perbuatan.\"", "long": "Selanjutnya Musa berdoa, \"Berilah kami kebajikan di dunia, yaitu sehat jasmani dan rohani, diberi keturunan penyambung hidup dan penerus cita-cita, diberi kehidupan dalam keluarga yang diliputi rasa kasih sayang, dianugerahi rezeki yang halal, serta taufik dan hidayah, sehingga bahagia pula hidup di akhirat. Sesungguhnya kami berdoa dan bertobat kepada Engkau, kami berjanji tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan terlarang dan kami kembali kepada iman yang sebenar-benarnya, serta mengamalkan amal yang saleh yang Engkau ridai.\"\n\nAllah berfirman, \"rahmat-Ku lebih cepat datangnya kepada hamba-hamba-Ku daripada amarah-Ku, dan azab-Ku khusus Aku limpahkan kepada hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki, yaitu orang-orang yang berbuat kejahatan, ingkar dan durhaka.\" Tentang rahmat, nikmat dan keutamaan-Ku, semuanya itu meliputi alam semesta, tidak satu pun dari hamba-Ku yang tidak memperoleh-Nya, termasuk orang-orang kafir, orang-orang yang durhaka, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Muslim, penyembah patung anak sapi dan sebagainya. Sesungguhnya jika bukanlah karena rahmat, nikmat, dan keutamaan-Ku, niscaya telah aku binasakan seluruh alam ini, karena kebanyakan orang kafir, durhaka, yang selalu mengerjakan kemaksiatan. \n\n\"Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satupun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)-nya, sampai waktu yang sudah ditentukan.\" (Fathir/35: 45)\n\nAllah menegaskan bahwa rahmat, nikmat Allah yang diberikannya kepada orang-orang kafir, sifatnya sementara, tidak abadi, dan tidak sempurna, sedangkan rahmat yang sempurna dan abadi akan dianugerahkan-Nya kepada orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang menunaikan zakat.\n\nDalam ayat ini disebut zakat, tidak disebut amal lain yang tidak kalah nilainya dari zakat. Hal ini ada hubungannya dengan banyaknya orang yang enggan mengeluarkan zakat dibanding banyaknya orang yang enggan mengerjakan amal lain yang diperintahkan Allah. Juga merupakan isyarat kepada sifat orang Yahudi yang sangat cinta kepada harta dan enggan menyerahkan sebagian hartanya di jalan Allah.\n\nPenetapan rahmat, nikmat dan keutamaan secara istimewa kepada orang-orang yang takwa dan menunaikan zakat itu adalah seperti ketetapan Allah secara istimewa kepada orang-orang yang membenarkan ayat-ayat-Nya, dan mengakui keesaan Allah dan kebenaran rasul-rasul-Nya yang telah diutus-Nya dengan pengakuan yang didasarkan atas pengetahuan dan keyakinan, bukan berdasarkan taklid dan pengaruh adat kebiasaan nenek-moyang mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1111, "inSurah": 157 }, "meta": { "juz": 9, "page": 170, "manzil": 2, "ruku": 140, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0648\u0628\u064b\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u062b\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0635\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u063a\u0652\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u06d9 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yattabi'oonar Rasoolan Nabiyyal ummiyyal lazee yajidoonahoo maktooban 'indahum fit Tawraati wal Injeeli yaa muruhum bilma'roofi wa yanhaahum 'anil munkari wa yuhillu lahumul taiyibaati wa yuharrimu 'alaihimul khabaaa'isa wa yada'u 'anhum israhum wal aghlaalal latee kaanat 'alaihim; fallazeena aamanoo bihee wa 'azzaroohu wa nnasaroohu wattaba'un nooral lazeee unzila ma'ahooo ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "Those who follow the Messenger, the unlettered prophet, whom they find written in what they have of the Torah and the Gospel, who enjoins upon them what is right and forbids them what is wrong and makes lawful for them the good things and prohibits for them the evil and relieves them of their burden and the shackles which were upon them. So they who have believed in him, honored him, supported him and followed the light which was sent down with him - it is those who will be the successful.", "id": "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1111", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1111.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1111.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu orang-orang yang terus menerus dengan penuh ketekunan mengikuti Rasul Nabi Muhammad, Nabi yang ummi, tidak pandai baca tulis, yang nama dan sifatnya mereka, para ulama Yahudi dan Nasrani, dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka hingga kini, walapun sebagian besar telah mereka hapus dan yang ada sekarang hanya secara tersirat. Di antara sifat Nabi Muhammad yang terdapat dalam Taurat dan Injil adalah dia yang menyuruh mereka berbuat yang makruf, sesuatu yang dikenal menurut agama, logika dan adat istiadat sebagai kebaikan, dan mencegah dari yang mungkar, sesuatu yang tertolak menurut agama dan logika serta adat istiadat. Dan selain itu, di antara tujuan kedatangan Nabi Muhammad adalah menghalalkan atas perintah Allah segala yang baik bagi mereka termasuk yang tadinya halal kemudian diharamkan sebagai sanksi atas mereka, seperti lemak (Lihat: Surah al-An'am/6: 146). Dan mengharamkan, juga berdasar firman Allah segala yang buruk bagi mereka, seperti bangkai, darah, dan daging babi. Dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang tadinya ada pada mereka. Dalam syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu tidak ada lagi beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil, seperti mensyariatkan membunuh diri untuk sahnya tobat, wajib kisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak, tanpa boleh membayar diyat (ganti rugi), memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis, dan sebagainya. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya dengan mengakui kenabiannya, memuliakannya, dengan mencegah siapa pun yang bermaksud buruk terhadapnya, menolongnya, mendukungnya dalam penyebaran ajaran Islam, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya, berupa tuntunan Al-Qur'an, mereka itulah orang-orang beruntung.", "long": "Sifat-sifat Muhammad sebagai Rasul ialah:\n\n1. Nabi yang ummi (buta huruf)\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa salah satu sifat Muhammad saw ialah tidak pandai menulis dan membaca. Sifat ini memberi pengertian bahwa orang yang ummi tidak mungkin membaca Taurat dan Injil yang ada pada orang-orang Yahudi dan Nasrani, demikian pula cerita-cerita kuno yang berhubungan dengan umat-umat dahulu. Hal ini membuktikan bahwa risalah yang di bawa oleh Muhammad saw itu benar-benar berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Mustahil seseorang yang tidak tahu tulis baca dapat membuat dan membaca Al-Quran dan hadis yang memuat hukum-hukum, ketentuan-ketentuan ilmu pengetahuan yang demikian tinggi nilainya. Seandainya Al-Quran itu buatan Muhammad, bukan berasal dari Tuhan Semesta Alam tentulah manusia dapat membuat atau menirunya, tetapi sampai saat ini belum ada seorang manusia pun yang sanggup menandinginya. \n\n\"Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Quran) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.\" (al-Ankabut/29: 48)\n\n2. Kedatangan Nabi Muhammad telah diberitakan dalam Taurat dan Injil\n\nKedatangan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul penutup diisyaratkan di dalam Taurat (Kejadian xxi. 13,18; Ulangan xviii. 15) dan Injil (Yohanes xiv. 16), di dalam Al-Quran disebutkan dengan jelas bahwa mereka pun sudah mengenal pribadi Muhammad dan akhlaknya :\n\nOrang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya). (al-Baqarah/2: 146)\n\nYahudi dan Nasrani telah menyembunyikan pemberitaan tentang akan diutusnya Muhammad saw dengan menghapus pemberitaan ini dan menggantinya dengan yang lain di dalam Taurat dan Injil. Banyak ayat Al-Quran yang menerangkan tindakan-tindakan orang-orang Yahudi dan Nasrani mengubah isi Taurat.\n\nSekalipun demikian masih terdapat ayat-ayat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengisyaratkan akan kedatangan Muhammad itu. Dalam kitab Kejadian xi:13 diterangkan bahwa akan datang seorang Nabi akhir zaman nanti dari keturunan Ismail.\n\nDari Taurat ada beberapa isyarat yang dapat dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah seorang nabi di antara nabi-nabi. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang dinobatkan oleh Tuhan itu akan timbul dari saudara-saudara Bani Israil, tetapi bukan dari Bani Israil itu sendiri. Adapun saudara-saudara Bani Israil itu ialah Bani Ismail (ras Arab), sebab Ismail adalah saudaranya yang lebih tua dari Ishak bapak Nabi Yaqub. Dan Nabi Muhammad saw sudah jelas adalah keturunan Bani Ismail.\n\nKemudian dalam kitab Kalnest terdapat kata, \"Yang seperti engkau\" yang memberikan arti bahwa nabi yang akan datang haruslah seperti Nabi Musa, Nabi yang membawa syariat baru (agama Islam) yang juga berlaku untuk bangsa Israil, kemudian diterangkan lagi bahwa nabi itu tidak sombong, sejak sebelum menjadi nabi. Sebelum menjadi Nabi beliau sudah disenangi orang, terbukti dengan pemberian gelar oleh orang Arab kepadanya \"Al-Amin\"; yang artinya, \"Orang yang dipercaya\". Jika beliau orang yang sombong, tentu beliau tidak akan diberi gelar yang amat terpuji itu. Setelah menjadi Nabi beliau lebih ramah dan rendah hati.\n\nUmat Nasrani menyesuaikan Nubuat itu kepada Nabi Isa di samping mereka mengakui bahwa Isa mati terbunuh (disalib). Hal ini jelas bertentangan dengan ayat Nubuat itu sendiri. Sebab Nabi itu haruslah tidak mati terbunuh. Disebutkan pula bahwa Tuhan telah datang dari Bukit Sinai, maksudnya memberikan wahyu kepada Musa dan telah terbit bagi mereka di Seir (Ulangan ii. 1-8)\", maksudnya menurunkan kepada Nabi Isa wahyu, serta gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, maksudnya menurunkan wahyu kepada Muhammad saw. Paran (Faron) adalah nama salah satu bukit di Mekah.\n\nDalam Yohanes xiv.16, xv.26 dan xvi.7 disebutkan Nubuat Nabi Muhammad saw sebagai berikut: \"Maka ada pun apabila telah datang Periclytos, yang Aku telah mengutusnya kepadamu dari bapak, roh yang benar yang berasal dari bapak, maka dia menjadi saksi bagiku, sedangkan kamu menjadi saksi sejak semula. Perkataan \"Periclytos\" adalah bahasa Yunani, yang artinya sama dengan \"Ahmad\" dalam bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt:\n\n\"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, \"Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).\" (ash-shaff/61: 6)\n\nDemikianlah sekali pun ada bagian Taurat dan Injil yang diubah, ditambah, dan dihilangkan, juga masih terdapat isyarat-isyarat tentang kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Itu pulalah sebabnya sebagian ulama Yahudi dan Ibrani yang mengakui kebenaran berita itu segera beriman kepada Muhammad dan risalah yang dibawanya, seperti Abdullah bin Salam dari kalangan Yahudi, Tamim ad-Dari dari kalangan Nasrani.\n\n3. Nabi menyuruh berbuat maruf dan melarang berbuat mungkar\n\nPerbuatan yang maruf ialah perbuatan yang baik, yang sesuai dengan akal sehat, bermanfaat bagi diri mereka sendiri, manusia dan kemanusiaan serta sesuai dengan ajaran agama. Sedangkan perbuatan yang mungkar ialah perbuatan yang buruk, yang tidak sesuai dengan akal yang sehat, dan dapat menimbulkan mudarat bagi diri sendiri, bagi manusia dan kemanusiaan. Perbuatan maruf yang paling tinggi nilainya ialah mengakui keesaan Allah, dan menunjukkan ketaatan kepada-Nya, sedang perbuatan mungkar yang paling buruk ialah menyekutukan Allah swt.\n\n4. Menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk\n\nYang dimaksud dengan yang baik ialah yang halal lagi baik, tidak merusak akal, pikiran, jasmani dan rohani. Sedangkan yang dimaksud dengan buruk ialah yang haram, yang merusak akal, pikiran, jasmani dan rohani.\n\n5. Menghilangkan berbagai beban dan belenggu yang memberatkan\n\nMaksudnya ialah bahwa syariat yang dibawa Nabi Muhammad saw tidak ada lagi beban yang berat seperti yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya mensyariatkan membunuh diri atau membunuh nafsu untuk sahnya tobat, mewajibkan qishash pada pembunuhan, baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja, tanpa membolehkan membayar diat, memotong bagian badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang terkena najis, dan sebagainya. Sesuai dengan firman Allah swt:\n\n\"Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur\". (al-Maidah/5: 6)\n\nDemikian juga Rasululllah saw bersabda :\n\n\"Berilah kabar gembira dan janganlah memberikan kabar yang menakut-nakuti, mudahkanlah dan jangan mempersukar, bersatulah dan jangan berselisih.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nSesungguhnya kepada Bani Israil telah diisyaratkan hukum-hukum yang berat, baik hukum ibadah, maupun hukum muamalat. Kemudian kepada Nabi Isa as diisyariatkan hukum ibadah yang berat. Sedang syariat Nabi Muhammad saw, sifatnya tidak memberatkan, tetapi melapangkan dan memperingan tanggungan, baik yang berhubungan dengan hukum-hukum ibadah maupun yang berhubungan dengan hukum-hukum muamalat.\n\nAllah menerangkan cara-cara mengikuti Rasul yang telah disebutkan ciri-cirinya, agar bahagia hidup di dunia dan di akhirat nanti, ialah beriman kepadanya dan kepada risalah yang dibawanya, menolongnya dengan rasa penuh hormat, menegakkan dan meninggikan agama yang dibawanya, mengikuti Al-Quran yang dibawanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1112, "inSurah": 158 }, "meta": { "juz": 9, "page": 170, "manzil": 2, "ruku": 141, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaaa aiyuhan naasu innee Rasoohul laahi ilaikum jamee'anil lazee lahoo mulkus samaawaati wal ardi laaa ilaaha illaa Huwa yuhyee wa yumeetu fa aaminoo billaahi wa Rasoolihin Nabiyyil ummiy yil lazee yu'minu billaahi wa Kalimaatihee wattabi'oohu la'allakum tahtadoon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"O mankind, indeed I am the Messenger of Allah to you all, [from Him] to whom belongs the dominion of the heavens and the earth. There is no deity except Him; He gives life and causes death.\" So believe in Allah and His Messenger, the unlettered prophet, who believes in Allah and His words, and follow him that you may be guided.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1112", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1112.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1112.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memperkenalkan Nabi terakhir yang tercantum dalam kitab mereka dan kemuliaan para pengikutnya. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Wahai seluruh manusia tanpa kecuali! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, dan juga kepada makhluk jin, baik yang semasa denganku maupun tidak, tanpa terkecuali. Allah Yang mengutus aku itu adalah Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Semuanya tunduk hanya kepada-Nya. Dia Yang Mahakuasa untuk menghidupkan dan mematikan, oleh karena itu maka berimanlah kamu kepada Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa itu, dan Rasul-Nya yang terakhir, yaitu Nabi yang ummi, yang tidak pandai membaca dan menulis, namun mendapat informasi yang pasti berupa wahyu dari Allah, yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya yaitu kitab-kitab-Nya. Ikutilah dia dalam sistem dan cara hidupnya, dan laksanakan apa yang yang diajarkannya, agar kamu mendapat petunjuk kepada jalan yang lurus.\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Muhammad, agar ia menyeru seluruh umat manusia mengikuti agama yang dibawanya, di mana saja mereka berada, dan bangsa apa pun dia, agar dia menerangkan bahwa dia adalah Rasul Allah yang diutus kepada mereka semua. Keumuman risalah Muhammad saw dinyatakan lagi oleh firman Allah:\n\nDan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan... (Saba/34: 28)\n\nDan firman Allah juga:\n\n...Al-Quran ini diwahyukan kepadaku agar dengannya itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Quran kepadanya)... (al-Anam/6: 19)\n\nDemikian pula hadis Nabi yang menerangkan keumuman risalahnya sebagai berikut:\n\n\"Telah diberikan kepadaku lima hal, yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumku. Aku ditolong dengan memasukkan rasa takut kepada musuhku dalam jarak perjalanan sebulan, dan dijadikan bagiku bumi sebagai masjid (tempat salat) dan alat bersuci. Maka siapa saja dari umatku yang telah datang padanya waktu salat maka hendaklah ia salat (dimana pun ia berada), dan dihalalkan bagiku harta rampasan yang tidak dihalalkan kepada orang sebelumku, diberikan kepadaku syafaat, dan Nabi lain diutus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada semua umat manusia\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nAllah menerangkan keesaan-Nya, yaitu tidak ada tuhan selain Dia, hanyalah Dia yang berhak disembah, karena Dialah yang mengurus langit dan bumi, mengatur alam seluruhnya. Dia menghidupkan segala yang hidup dan mematikan segala yang mati. Dalam ayat ini diterangkan bahwa ada tiga kekuasaan Tuhan yang utama: yaitu pemilik yang ada di langit dan bumi, satu-satunya Tuhan yang dapat disembah, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan.\n\nKemudian Allah memerintahkan seluruh manusia agar beriman kepada Allah dan beriman kepada Nabi yang ummi, beriman kepada wahyunya yaitu kitab-kitab terdahulu dan memerintahkan manusia agar mengikuti nabi tersebut.\n\nRasul yang ummi itu memurnikan pengabdian kepada Allah, beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan kepada para Nabi yang terdahulu. Setelah perintah beriman, Allah mengiringi dengan perintah agar manusia melaksanakan semua syariat yang dibawa Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 1113, "inSurah": 159 }, "meta": { "juz": 9, "page": 170, "manzil": 2, "ruku": 141, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min qawmi Moosaaa ummatuny yahdoona bilhaqqi wa bihee ya'diloon" } }, "translation": { "en": "And among the people of Moses is a community which guides by truth and by it establishes justice.", "id": "Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil menjalankan keadilan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1113", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1113.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1113.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak semua Bani Israil durhaka, dan demi menjaga obyektifitas dalam penilaian terhadap mereka ayat ini menjelaskan, dan di antara kaum Nabi Musa itu, yaitu Bani Israil, terdapat suatu umat yang memberi petunjuk kepada manusia, khususnya Bani Israil dengan dasar kebenaran dalam akidah dan syariat, dan dengan itu pula mereka selalu berlaku adil dalam menjalankan keadilan. Mereka memberi petunjuk dan menuntun dengan berpedoman kepada petunjuk dan tuntunan yang datang dari Allah. Dan juga dalam hal mengadili perkara, mereka selalu mencari keadilan dengan berpedoman kepada petunjuk dan tuntunan Allah.", "long": "Di antara kaum Musa ada segolongan besar yang menunjukkan kepada manusia jalan yang benar sesuai dengan yang diperintahkan Allah, mengajak manusia berbuat kebajikan, menetapkan hukum di antara manusia dengan adil, tidak mengikuti hawa nafsu mereka, tidak makan makanan yang diharamkan Allah, tidak mengerjakan perbuatan yang terlarang, baik mereka itu berada pada masa Musa, maupun mereka berada pada masa sesudahnya. \n\nKeadaan kaum Musa ini dijelaskan lagi dalam firman Allah swt:\n\nMereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara ahli kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat). (Ali Imran/3: 113)\n\nKaum Musa ada yang menerima dan melaksanakan petunjuk Allah swt\n\ndengan sepenuh hati. Mereka itu ada tiga macam:\n\na. Kaum Musa yang ada pada masa Nabi Muhammad saw, atau setelah beliau meninggal, mereka membaca kitab Taurat, lalu beriman kepada Muhammad saw, sesuai dengan isyarat yang mereka baca dalam kitab Taurat.\n\nb. Kaum Musa yang benar-benar beriman kepada Muhammad saw setelah beliau meninggal dunia.\n\nc. Kaum Musa yang hidup dalam dua periode yaitu periode sebelum Muhammad diutus. Mereka beriman sepenuhnya kepada Nabi Musa. Setelah Muhammad diutus mereka beriman kepada Muhammad sesuai dengan petunjuk yang mereka dapati dalam Taurat." } } }, { "number": { "inQuran": 1114, "inSurah": 160 }, "meta": { "juz": 9, "page": 171, "manzil": 2, "ruku": 141, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652 \u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u064b\u0627 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0633\u0652\u0642\u064e\u0627\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628 \u0628\u0651\u0650\u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0628\u064e\u062c\u064e\u0633\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064f\u0646\u064e\u0627\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0645\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qatta' naahumus natai 'ashrata asbaatan umamaa; wa awhainaa ilaa Moosaaa izis tasqaahu qawmuhooo anid rib bi'asaakal hajara fambajasat minhus nata 'ashrata 'ainan qad 'alima kullu unaasim mashrabahm; wa zallalnaa 'alaihimul ghammaamma wa anzalnaa 'alaihimul MManna was Salwaa kuloo min taiyibaati maa razaqnaakum; wa maa zalamoonaa wa laakin kaanooo anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "And We divided them into twelve descendant tribes [as distinct] nations. And We inspired to Moses when his people implored him for water, \"Strike with your staff the stone,\" and there gushed forth from it twelve springs. Every people knew its watering place. And We shaded them with clouds and sent down upon them manna and quails, [saying], \"Eat from the good things with which We have provided you.\" And they wronged Us not, but they were [only] wronging themselves.", "id": "Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka mann dan salwa. (Kami berfirman), “Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu.” Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1114", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1114.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1114.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami membagi dengan mencerai beraikan dan pencarkan mereka Kaum Nabi Musa menjadi dua belas suku, sejumlah anak-anak Nabi Yakub, yang masing-masing berjumlah besar, dan telah Kami wahyukan kepada Nabi Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, Pukullah batu itu dengan tongkatmu!\" Sebagai bentuk mukjizat, maka tanpa memakan waktu yang lama memancarlah dari batu itu dua belas mata air. Sungguh, setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing, sehingga mereka tidak kesulitan memperoleh air dan tidak juga berdesakan. Dan Kami naungi mereka dengan awan ketika mereka tersesat di padang pasir dataran Sinai yang terik selama empat puluh tahun (Lihat : Surah al-Maidah/5 :26). Dan Kami turunkan kepada mereka mann, yaitu makanan yang turun dari langit, rasanya manis seperti madu, dan salwa, yaitu sejenis burung puyuh, sehingga mereka tidak perlu berpayah-payah mencari makanan. Kami berfirman, \"Makanlah yang baik-baik dari sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu.\" Sebagian besar mereka tidak bersyukur dan terus berbuat dosa, meski demikian mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang sejak dulu hingga kini selalu menzalimi dirinya sendiri.", "long": "Allah membagi kaum Musa (Bani Israil), baik yang beriman kepada Allah maupun yang ingkar kepada-Nya menjadi dua belas suku yang dinamakan \"Sibth\". Pada suatu perjalanan di tengah padang pasir, kaumnya menderita kehausan, maka Allah mewahyukan kepada Musa agar ia memukulkan tongkatnya kesebuah batu. Setelah Musa memukulkannya, maka terpancarlah dari batu itu dua belas mata air, sesuai dengan banyaknya suku-suku Bani Israil (al-Baqarah/2: 60). Untuk masing-masing suku disediakan satu mata air dan mereka telah mengetahui tempat minum mereka; untuk menjaga ketertiban dan menghindarkan berdesak-desakan.\n\nKejadian ini merupakan mukjizat bagi Nabi Musa untuk membuktikan kerasulannya, dan untuk memperlihatkan kekuasaan Allah. Kalau dahulu dia memukulkan tongkatnya ke laut sehingga terbentanglah jalan yang akan dilalui Bani Israil untuk menyelamatkan diri dari pengejaran Firaun dan tentaranya, maka pada kejadian ini Musa memukulkan tongkatnya ke batu, sehingga keluarlah air dari batu itu untuk melepaskan haus kaumnya. Kejadian ini di samping merupakan mukjizat bagi Nabi Musa juga menunjukkan besarnya karunia Allah yang telah dilimpahkan-Nya kepada Bani Israil.\n\nDi samping karunia itu Allah menyebutkan karunia lain yang telah diberikan-Nya kepada Bani Israil, yaitu:\n\n1. Allah melindungi mereka dengan awan pada waktu mereka berjalan di tengah padang pasir dan pada waktu panas terik matahari yang membakar itu. Jika tidak awan yang melindungi, tentulah mereka terbakar oleh panasnya matahari. Hal ini terjadi ketika mereka meninggalkan negeri Mesir dan setelah menyeberangi Laut Merah. Mereka sampai di gurun pasir di Semenanjung Sinai dan ditimpa panas yang terik. Karena itu mereka minta agar Musa berdoa kepada Tuhan agar memberikan pertolongan-Nya. Maka Allah menolong mereka dengan mendatangkan awan yang dapat melindungi mereka dari panas terik matahari.\n\n2. Di samping itu Allah mengaruniakan pula kepada mereka makanan yang disebut al-manna\", semacam makanan yang manis seperti madu, yang turun terus-menerus dari langit, sejak fajar menyingsing sampai matahari terbit. Di samping itu dianugerahkan Allah pula kepada mereka bahan makanan sejenis burung puyuh yang disebut \"shalwa\".\n\n3. Allah memerintahkan kepada mereka agar makan makanan yang halal, yang baik, berfaedah bagi jasmani dan rohani, akal dan pikiran.\n\nAllah telah melimpahkan karunia-Nya yang amat besar kepada Bani Israil, tetapi mereka tidak mau bersyukur, bahkan mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, ingkar kepada-Nya dan kepada Rasul-rasul-Nya, yang berakibat mereka mendapat azab dan siksaan-Nya. Mereka disiksa itu semata-mata karena perbuatan mereka sendiri, bukanlah karena Allah hendak menganiaya mereka. Tersebut dalam sebuah hadis Qudsi:\n\n\"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan (mengerjakan), kezaliman atas diri-Ku, dan Aku menjadikan perbuatan zalim itu (sebagai suatu perbuatan) yang diharamkan di antaramu, maka janganlah kamu saling berbuat zalim (di antara sesamamu). Wahai hamba-hamba-Ku, kamu sekali-kali tidak akan dapat menimbulkan kemudaratan kepada-Ku, sehingga Aku memperoleh kemudaratan karenanya, dan kamu sekalian tidak dapat memberi manfaat kepada-Ku, sehingga Aku memperoleh manfaat karenanya\". (Hadis Qudsi ialah firman Allah yang diucapkan atau disampaikan oleh Nabi Muhammad, tetapi dia bukan merupakan ayat Al-Quran. Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 1115, "inSurah": 161 }, "meta": { "juz": 9, "page": 171, "manzil": 2, "ruku": 141, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u0650\u0637\u0651\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064e \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0637\u0650\u064a\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0633\u064e\u0646\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qeela lahumuskunoo haazihil qaryata wa kuloo minhaa haisu shi'tum wa qooloo hittatunw wadkhulul baaba sujjadan naghfir lakum khateee'aatikum; sanazeedul muhsineen" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when it was said to them, \"Dwell in this city and eat from it wherever you will and say, 'Relieve us of our burdens,' and enter the gate bowing humbly; We will [then] forgive you your sins. We will increase the doers of good [in goodness and reward].\"", "id": "Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), “Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki.” Dan katakanlah, “Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.” Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1115", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1115.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1115.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih dalam konteks mengingatkan tentang nikmat-nikmat Allah kepada Bani Israil, yang dibarengi kecaman, ayat ini menyatakan, Dan selain nikmat-nikmat yang terdahulu, ingatlah pula, ketika dikatakan oleh Allah melalui rasul kepada mereka, yakni Bani Israil setelah mereka selamat dari tersesat di padang pasir, \"Diamlah di negeri ini, yaitu Baitulmakdis, kota suci yang dijanjikan oleh Allah, dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak, di mana dan kapan saja kamu kehendaki.\" Dan katakanlah, \"Hittah, yaitu bebaskanlah kami dari dosa-dosa kami yang banyak dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, atau bersujud dengan penuh kerendahan hati. Kalau itu kamu lakukan, niscaya kelak Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.\" Kelak akan Kami tambah pahala dan anugerah Kami, baik di dunia maupun di akhirat, kepada orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik dan mantap dalam kebaikannya.", "long": "Ayat 161 dan 162 Surah al-Araf ini pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari ayat 58 dan 59 Surah al-Baqarah bahkan merupakan kelengkapan dan penjelasan dari ayat tersebut. Pada ayat 58 dan 59 Surah al-Baqarah Allah memerintahkan agar Bani Israil memasuki Baitul makdis dengan menundukkan diri sebagai tanda ketaatan dan tanda bersyukur kepada Allah, karena mereka telah selamat dari pengejaran musuh, dan selamat pula dalam perjalanan yang amat berat dan sulit itu, dan selanjutnya memohonkan ampunan kepada Allah dari segala dosa yang telah mereka perbuat. Jika mereka lakukan semua perintah itu. Allah akan mengampuni segala dosa dan kesalahan mereka dan akan memberikan tambahan karunia dan pahala kepada mereka.\n\nPada ayat 161 dan 162 Surah al-Araf ini dipahami bahwa Bani Israil telah memasuki Baitulmakdis sebagaimana yang diperintahkan Allah itu. Juga mereka diperintahkan Allah agar berdiam dan menetap di negeri itu. Akan tetapi orang-orang zalim di antara mereka tidak melaksanakan perintah-perintah Allah dengan sempurna, bahkan mereka telah melakukan perbuatan-perbuatan dan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan perintah itu, walaupun perintah itu datangnya dari penolong yang membebaskan mereka dari kesengsaraan dan kesulitan. Mereka dengan mudah memutarbalikkan perintah-perintah itu. Mereka memasuki Baitulmakdis tidak dengan merendahkan diri, dan mereka tidak memohon agar dibebaskan dari dosa. Akibat keingkaran dan pembangkangan mereka itu, mereka ditimpa azab yang berat. Menurut sebagian ahli tafsir, azab yang ditimpakan kepada mereka itu ialah berupa wabah penyakit kolera yang berjangkit dan menular sebagian mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1116, "inSurah": 162 }, "meta": { "juz": 9, "page": 171, "manzil": 2, "ruku": 141, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0632\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fabaddalal lazeena zalamoo minhum qawlan ghairal lazee qeela lahum fa arsalnaa 'alaihim rijzam minas samaaa'i bimaa kaanoo yazlimoon" } }, "translation": { "en": "But those who wronged among them changed [the words] to a statement other than that which had been said to them. So We sent upon them a punishment from the sky for the wrong that they were doing.", "id": "Maka orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1116", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1116.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1116.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu apa yang mereka katakan dan lakukan? Bukannya bersyukur dengan taat kepada Allah, orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti perkataan \"hittah\" yang diperintahkan itu dengan perkataan yang tidak dikatakan, yakni diperintahkan kepada mereka. Mereka diperintah untuk mengucap, \"Hittah\" (kami mohon dilepaskan dari dosa) namun mereka mengubah sambil mencemooh dan mengucapkan, \"hintah\" yang maknanya kami memohon gandum. Maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit berupa penyakit kolera atau lainnya yang mematikan, disebabkan kezaliman mereka.", "long": "Ayat 161 dan 162 Surah al-Araf ini pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari ayat 58 dan 59 Surah al-Baqarah bahkan merupakan kelengkapan dan penjelasan dari ayat tersebut. Pada ayat 58 dan 59 Surah al-Baqarah Allah memerintahkan agar Bani Israil memasuki Baitul makdis dengan menundukkan diri sebagai tanda ketaatan dan tanda bersyukur kepada Allah, karena mereka telah selamat dari pengejaran musuh, dan selamat pula dalam perjalanan yang amat berat dan sulit itu, dan selanjutnya memohonkan ampunan kepada Allah dari segala dosa yang telah mereka perbuat. Jika mereka lakukan semua perintah itu. Allah akan mengampuni segala dosa dan kesalahan mereka dan akan memberikan tambahan karunia dan pahala kepada mereka.\n\nPada ayat 161 dan 162 Surah al-Araf ini dipahami bahwa Bani Israil telah memasuki Baitulmakdis sebagaimana yang diperintahkan Allah itu. Juga mereka diperintahkan Allah agar berdiam dan menetap di negeri itu. Akan tetapi orang-orang zalim di antara mereka tidak melaksanakan perintah-perintah Allah dengan sempurna, bahkan mereka telah melakukan perbuatan-perbuatan dan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan perintah itu, walaupun perintah itu datangnya dari penolong yang membebaskan mereka dari kesengsaraan dan kesulitan. Mereka dengan mudah memutarbalikkan perintah-perintah itu. Mereka memasuki Baitulmakdis tidak dengan merendahkan diri, dan mereka tidak memohon agar dibebaskan dari dosa. Akibat keingkaran dan pembangkangan mereka itu, mereka ditimpa azab yang berat. Menurut sebagian ahli tafsir, azab yang ditimpakan kepada mereka itu ialah berupa wabah penyakit kolera yang berjangkit dan menular sebagian mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1117, "inSurah": 163 }, "meta": { "juz": 9, "page": 171, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0636\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u0650\u064a\u062a\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0631\u0651\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d9 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Was'alhum 'anil qaryatil latee kaanat haadiratal bahri iz ya'doona fis Sabt iz taateehim heetaanuhum yawma Sabtihim shurra'anw wa yawma laa yasbitoona laa taateehim; kazaalika nabloohum bimaa kaanoo yafsuqoon" } }, "translation": { "en": "And ask them about the town that was by the sea - when they transgressed in [the matter of] the sabbath - when their fish came to them openly on their sabbath day, and the day they had no sabbath they did not come to them. Thus did We give them trial because they were defiantly disobedient.", "id": "Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1117", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1117.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1117.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nikmat berikutnya adalah nikmat melimpahnya ikan buat mereka di hari ibadah. Dan tanyakanlah wahai Nabi Muhammad, yakni kepada mereka orang-orang Yahudi yang hidup pada masamu tentang kisah penduduk negeri yang terletak di dekat laut, yaitu Kota Ailah yang terletak di pantai Laut Merah, atau tepatnya di Teluk Aqabah, ketika mereka melanggar aturan Allah pada hari Sabat, yang menurut aturan mereka merupakan hari yang dikhususkan untuk ibadah dan terlarang untuk bekerja dan mencari ikan, yaitu ketika datang kepada mereka ikan-ikan yang berada di sekitar mereka yang bagaikan terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka sering kali berlaku fasik, keluar dari ketaatan kepada Allah.", "long": "Ayat ini diturunkan di Mekah, pada saat agama Islam mulai disiarkan dan disampaikan Nabi Muhammad saw, yang waktu itu beliau belum pernah berhubungan langsung dengan ulama-ulama Yahudi, dan beliau adalah seorang yang tidak tahu menulis dan membaca, sebagaimana firman Allah swt :\n\n\"Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Quran) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkari.\" (al-Ankabut/29: 48)\n\nAyat ini menunjukkan kemukjizatan Al-Quran yang menerangkan berita, peristiwa, atau kejadian yang telah terjadi pada masa yang lalu, tanpa seorang pun yang memberikan beritanya, selain dari Tuhan Yang Mahatahu.\n\nAyat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad agar beliau menerangkan kepada orang Yahudi di Medinah pada waktu itu, tentang tindakan yang telah dilakukan oleh nenek-moyang mereka, yang selalu mengingkari seruan para Nabi, walau bukti-bukti apa pun yang telah dikemukakan kepada mereka. Yang menceritakan tentang tindakan dan sikap nenek-moyang mereka itu adalah Nabi Muhammad seorang Nabi yang buta huruf, belum pernah berhubungan dengan orang-orang Yahudi pada waktu menerima ayat ini. Apakah hal ini tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah?\n\nQaryah yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah sebagai berikut: ada yang menyebut Ailah, ada juga yang menyebutkan Tobaiah dan ada juga yang menyebut kota lain.Pada masa dahulu nenek-moyang Bani Israil yang berdiam di Ailah, suatu kota di pantai Laut Merah antara kota Madyan dan Sinai yang bermata pencaharian menangkap ikan, pernah diuji dan dicoba oleh Allah, untuk menguji keimanan dan ketaatan mereka. Mereka diperintahkan melakukan ibadah pada tiap Sabtu, dan dilarang menangkap ikan pada hari itu. Ketika ikan banyak bermunculan di permukaan air (laut) pada hari Sabtu yang nampak jinak dan mudah ditangkap, mereka melanggar larangan Allah pada hari tersebut untuk menangkap ikan dan tidak melakukan ibadah sebagaimana yang diperintahkan Allah pada hari itu.\n\nDemikianlah Allah memberi ujian dan cobaan kepada Bani Israil. Mereka tidak tahan dan tidak tabah menghadapinya, bahkan mereka melanggar larangan Allah dan tidak melaksanakan perintah-Nya. Karena sikap dan tindakan mereka, maka bagi mereka berlaku Sunnatullah (ketentuan Allah), yaitu barang siapa yang menaati perintah Allah dan menghentikan larangan-Nya akan dianugerahi kenikmatan hidup di dunia dan di akhirat. Sebaliknya barang siapa yang ingkar kepada-Nya akan sengsara hidupnya di dunia, sedangkan di akhirat mereka mendapat azab yang pedih. Tentu Sunnatullah ini berlaku pula terhadap orang-orang yang fasik dan orang-orang Yahudi yang berada di Medinah, seperti yang berlaku pada nenek-moyang mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1118, "inSurah": 164 }, "meta": { "juz": 9, "page": 172, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06d9 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0652\u0630\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qaalat ummatum minhum lima ta'izoona qaw manil laahu muhlikuhum aw mu'azzibuhum 'azaaban shadeedan qaaloo ma'ziratan ilaa Rabbikum wa la'allahum tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And when a community among them said, \"Why do you advise [or warn] a people whom Allah is [about] to destroy or to punish with a severe punishment?\" they [the advisors] said, \"To be absolved before your Lord and perhaps they may fear Him.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1118", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1118.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1118.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan keadaan para pendurhaka itu, ayat ini menguraikan sikap orang-orang yang sebelum ini pada ayat 159 telah disinggung, yaitu umat Nabi Musa yang memberi petunjuk kepada kebenaran. Ayat ini menyatakan, \"Dan ingatlah ketika suatu umat di antara mereka, yaitu tatkala sekelompok orang-orang saleh dari leluhur Bani Israil yang tidak berbuat jahat seperti yang lainnya bertanya kepada mereka yang menasihati orang-orang yang berbuat jahat dengan berkata, \"Mengapa kamu bersusah payah menasihati kaum yang akan dibinasakan sehingga punah sama sekali karena dosa yang mereka lakukan, atau diazab oleh Allah di akhirat nanti dengan azab yang sangat keras?\" Mereka menjawab, \"Kami melakukan itu agar kami mempunyai alasan dan pelepas tanggung jawab kepada Tuhanmu, dan sebenarnya kami berharap agar mereka bertakwa.\" Alasan mereka itu ialah mereka telah melaksanakan perintah Allah untuk memberi peringatan.", "long": "Sikap segolongan nenek-moyang Bani Israil yang mencela segolongan Bani Israil yang lain, yaitu memperingatkan Bani Israil yang telah mengingkari perintah Allah dan tidak menghentikan larangan-Nya. Dalam ayat ini dipahami pula bahwa tidak semua nenek-moyang Bani Israil mengabaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya pada hari Sabat itu, ada di antara mereka yang melaksanakannya.\n\nDari ayat ini juga dapat diketahui bahwa dalam menyikapi perintah dan larangan Allah mereka terbagi kepada tiga kelompok, yaitu:\n\n1. Kelompok yang mengabaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya pada hari Sabat.\n\n2. Kelompok yang memberi nasihat pada kelompok yang mengabaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya.\n\n3. Kelompok yang membantah tindakan kelompok yang memberi nasihat itu.\n\nKelompok kedua mengatakan kepada kelompok ketiga: \"Kami memberi pelajaran kepada mereka itu, adalah untuk membebaskan diri dari perbuatan dosa dan untuk melaksanakan tugas kami, yaitu mencegah perbuatan yang mungkar. Kami berharap agar orang-orang yang durhaka itu sadar dan kembali ke jalan yang benar dan lurus\".\n\nKetika Bani Israil tetap membangkang dan tidak mau kembali ke jalan Allah, dan tetap mengabaikan nasihat-nasihat yang telah diberikan, maka Allah menimpakan azab yang berat kepada mereka dan menyelamatkan orang-orang yang memberi nasihat tersebut.\n\nSebagian ulama berpendapat bahwa azab Allah tidak menimpa golongan ketiga, sedang sebagian ulama lagi berpendapat bahwa azab itu juga menimpa golongan ketiga, karena yang taat itu hanyalah golongan kedua saja, sedangkan golongan ketiga tidak melarang dari mengerjakan perbuatan yang mungkar, bahkan membantah dan menyalahkan orang yang melarang mengerjakan perbuatan yang mungkar." } } }, { "number": { "inQuran": 1119, "inSurah": 165 }, "meta": { "juz": 9, "page": 172, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0628\u064e\u0626\u0650\u064a\u0633\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa nasoo maa zukkiroo bihee anjainal lazeena yanhawna 'anis sooo'i wa akhaznal lazeena zalamoo bi'azaabim ba'eeim bimaa kaanooyafsuqoon" } }, "translation": { "en": "And when they forgot that by which they had been reminded, We saved those who had forbidden evil and seized those who wronged, with a wretched punishment, because they were defiantly disobeying.", "id": "Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1119", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1119.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1119.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nasihat yang berkelanjutan pada ayat-ayat terdahulu bertujuan mengantar para pendurhaka itu sadar dan bertakwa, tetapi ternyata mereka tetap lengah dan lupa. Maka setelah mereka golongan yang diberi nasihat melupakan, yakni mengabaikan, apa yang diperingatkan kepada mereka dan tidak juga mendengarkan nasihat itu, Kami selamatkan orang-orang yang terus menerus melarang orang berbuat jahat dan tidak melakukan kejahatan dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim, antara lain kepada mereka yang mengail ikan pada hari Sabat, siksaan yang keras, dalam bentuk kesengsaraan dan kemelaratan. Hal itu disebabkan mereka selalu berbuat fasik, tidak mau taat kepada Allah, Tuhan mereka.", "long": "Orang yang melanggar ketentuan-ketentuan Allah pada hari Sabat itu disebut \"Orang-orang yang melupakan peringatan\". Maksudnya ialah orang-orang yang tidak menghiraukan ancaman-ancaman Allah yang ditujukan kepada orang-orang yang ingkar kepada-Nya, tidak mengindahkan nasihat dan peringatan-Nya, dan tidak melaksanakan ajaran-ajaran-Nya. Bahkan telah berpaling dari ajaran itu. Seolah-olah mereka telah melupakannya dan tidak ada bekas sedikit pun dalam diri mereka tentang peringatan yang telah diberikan itu.\n\nKarena itu, Allah menegaskan bagi mereka berlaku Sunnatullah, yaitu Allah menyelamatkan orang-orang yang taat kepada-Nya, dan mengazab orang-orang yang fasik dan durhaka, Allah menerangkan bahwa Bani Israil itu diazab bukanlah semata-mata karena kefasikan mereka yang melanggar ketentuan-ketentuan Allah pada hari Sabtu itu, tetapi juga perbuatan-perbuatan fasik yang selalu mereka kerjakan. Menurut Sunnatullah pula bahwa Dia mengazab orang-orang yang durhaka secara langsung di dunia, karena perbuatan dosa yang telah mereka lakukan, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun.... (an-Nahl/16: 61)\n\nDan Allah memaafkan sebagian besar kesalahan-kesalahan hamba-hamba-Nya seperti dalam firman-Nya:\n\nDan apa saja musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). (asy-Syura/42: 30)\n\nDalam ayat ini Allah akan langsung mengazab satu umat atau bangsa di dunia sebelum mereka menerima azab di akhirat, jika kezaliman umat atau bangsa itu besar pengaruhnya dan sukar menghilangkannya pada kehidupan manusia dan kemanusiaan, sebagaimana dinyatakan Allah dalam firman-Nya:\n\n\"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.\" (al-Anfal/8: 25)\n\nAzab yang dimaksud telah ditimpakan kepada umat-umat yang terdahulu yang mengingkari seruan Nabi-nabi yang diutus kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1120, "inSurah": 166 }, "meta": { "juz": 9, "page": 172, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u0650\u0631\u064e\u062f\u064e\u0629\u064b \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa 'ataw 'ammmaa nuhoo 'anhu qulna lahum kkoonoo qiradatan khaasi'een" } }, "translation": { "en": "So when they were insolent about that which they had been forbidden, We said to them, \"Be apes, despised.\"", "id": "Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1120", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1120.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1120.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan ancaman siksa dan kebinasaan untuk para pendurhaka, pada ayat ini Allah menguraikan tentang kebinasaan mereka, maka setelah mereka bersikap amat sombong dan melampaui batas terhadap segala apa yang dilarang, dan hati mereka semakin keras membatu, mereka terus melakukan berbagai pelanggaran, sementara azab yang pedih tidak membuat mereka jera. Lalu Kami katakan kepada mereka, \"Jadilah kamu kera yang hina, lagi terkutuk.\" Allah jadikan mereka seperti layaknya kera. Hati mereka berubah seperti kera yang tak dapat memahami kebenaran, dan seperti halnya kera mereka pun dijauhkan dari berbagai bentuk kebaikan. Atau boleh jadi, mereka betul-betul menjadi kera yang hina.", "long": "Ketika Bani Israil bertambah kezalimannya tidak mengindahkan nasihat-nasihat, maka Allah mengazab mereka dengan menjadikan mereka sebagai kera yang hina. Menurut para mufassirin merupakan tafsiran dari perkataan \"azab yang sangat pedih\" yang terdapat pada ayat di atas. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan bahwa hal ini merupakan azab yang lain yang ditimpakan Allah di samping azab yang pedih itu.\n\nPara mufassir berbeda pendapatnya tentang: Apakah Bani Israil itu dijadikan kera yang sebenarnya atau hanya sifat dan watak mereka saja yang seperti kera, sedang badan mereka seperti badan manusia biasa. Jumhur ulama berpendapat bahwa mereka benar-benar menjadi kera, seperti kera yang sebenar-benarnya. Akan tetapi tidak beranak, tidak makan, tidak minum dan tidak hidup lebih dari tiga hari.\n\nMenurut Mujahid yang diriwayatkan dari Ibnu Jarir dan pendapat al-Manar: Rupa mereka tidak ditukar menjadi kera, tetapi hati, jiwa dan sifat merekalah yang diubah menjadi kera. (uraian lengkapnya lihat Tafsir Surah al-Baqarah/2: 65)." } } }, { "number": { "inQuran": 1121, "inSurah": 167 }, "meta": { "juz": 9, "page": 172, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0623\u064e\u0630\u0651\u064e\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u064f\u0648\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz ta azzana Rabbuka la yab'asannna 'alaihim ilaa Yawmil Qiyaamati mai yasoomuhum sooo'al 'azaab; inna Rabbaka lasaree'ul 'iqaab; wa innahoo la Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And [mention] when your Lord declared that He would surely [continue to] send upon them until the Day of Resurrection those who would afflict them with the worst torment. Indeed, your Lord is swift in penalty; but indeed, He is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1121", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1121.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1121.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitulah siksa dan kebinasaan yang dialami oleh sebagian kelompok Bani Israil. Siksa itu akan terus berlanjut selama mereka dalam kedurhakaan. Memerintahkan hal-hal yang perlu diingat, Allah menyatakan, \"Dan ingatlah, ketika Tuhanmu wahai Nabi Muhammad memberitahukan melalui para nabi-Nya, kepada nenek moyang mereka bahwa sungguh, Dia Yang Mahakuasa itu akan mengirim dari suatu tempat orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka, yaitu orang Yahudi yang durhaka, sampai hari Kiamat karena mereka telah berbuat zalim dan fasik. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, terhadap orang-orang kafir dan siksa itu pasti terlaksana dalam waktu dekat, sebab setiap sesuatu yang bakal terjadi itu sebenarnya telah dekat. Dan meski demikian, sesungguhnya Dia juga Maha Pengampun bagi siapa pun yang memohon ampunan-Nya dan Maha Penyayang bagi mereka yang bertobat dan kembali menaati-Nya.", "long": "Nabi Muhammad dalam ayat ini diingatkan oleh Allah tentang pemberitahuan-Nya kepada orang-orang Yahudi, bahwa Dia akan mengirimkan manusia lain yang lebih perkasa dari mereka untuk menjajah dan menyiksa mereka. Mereka selalu akan hidup dalam kehinaan dan penderitaan sampai akhir zaman, disebabkan tindakan mereka yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah. Dalam sejarah telah terbukti dengan jelas ancaman Allah tersebut. Sesudah zaman Nabi Sulaiman, bangsa Yahudi diperangi oleh bangsa Babilonia di bawah raja Nebukadnezar, mereka hancur, laki-laki banyak yang dibunuh dan wanita-wanitanya banyak yang dijadikan hamba sahaya. Banyak pula di antara mereka yang di bawa ke Babilonia sebagai tawanan, sesudah itu mereka dijajah berganti-ganti oleh bermacam-macam kerajaan, karena itu mereka mengalami penderitaan berabad-abad lamanya akibat peperangan yang tak henti-hentinya. Akhirnya mereka jatuh ke tangan bangsa Romawi sampai zaman Nabi Isa. Zaman Romawi Kristen mereka tidak mempunyai kekuasaan lagi, bahkan mereka diusir dari negeri mereka dan terpencar-pencar di beberapa negeri. Sebagian mereka melarikan diri ke Jazirah Arab. Tinggallah mereka di daerah ini dengan aman. Tetapi kemudian sesudah agama Islam datang, mereka memusuhi Nabi Muhammad. Padahal beliau telah memberikan kebebasan kepada mereka hidup di daerah Islam berdasarkan perjanjian dengan mereka. Karena sikap permusuhan dan pengkhianatan mereka, terpaksa kaum Muslimin mengusir mereka dari daerah Islam. Ada pula di antara mereka yang dibunuh atau terbunuh karena berpihak kepada kaum musyirikin waktu peperangan (Perang Ahzab).\n\nPada abad ke 20, mereka mengalami penderitaan yang tak terperikan. Dalam perang dunia kedua yang lalu, banyak orang Yahudi menjadi korban kekuasaan Nazi Jerman. Di Amerika, di Eropa dan di Rusia, dewasa ini mereka masih banyak mengalami penghinaan. Meskipun orang Yahudi sekarang sudah mempunyai tanah air (Negara Israel) namun mereka tetap dalam penderitaan, karena sikap mereka juga, disebabkan umat manusia di dunia ini, terutama umat Islam memusuhi mereka. Negara Israel itu dibentuk dengan mengusir rakyat Palestina yang menjadi penduduk asli negara tersebut. Demikianlah nasib bangsa Yahudi itu. Sesungguhnya hukum Allah berlaku terhadap umat yang mendurhakai perintah-perintah-Nya dan membuat onar. Tetapi pengampunan dan kasih sayang Allah sangatlah besar dan luas bagi mereka yang taubat dari dosanya, kembali ke jalan Allah dengan penuh kesadaran, dan dengan jalan mengadakan perbaikan. Allah pasti menghapus penderitaan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1122, "inSurah": 168 }, "meta": { "juz": 9, "page": 172, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064b\u0627 \u06d6 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qatta'naahum fil ardi umamam minhumus aalihoona wa min hum doona zaalika wa balawnaahum bilhasanaati wassaiyi aati la'allahum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And We divided them throughout the earth into nations. Of them some were righteous, and of them some were otherwise. And We tested them with good [times] and bad that perhaps they would return [to obedience].", "id": "Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1122", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1122.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1122.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelum ini menginformasikan bahwa Allah telah menetapkan mereka akan disiksa sampai hari Kiamat, pada ayat ini dijelaskan bagaimana orang-orang Yahudi itu dipencar-pencar di berbagai belahan bumi. Dan Kami pecahkan, cerai-beraikan dan kelompokkan mereka orang-orang Yahudi di dunia ini, sehingga mereka menjadi beberapa golongan; namun demikian mereka tidak juga berbuat baik. Di antaranya ada orang-orang yang saleh, yaitu mereka yang beriman dan konsisten dengan keimanannya itu, atau mengikuti tuntunan Nabi Musa dan kemudian masuk Islam setelah kedatangan Nabi Muhammad; dan ada juga di antara mereka yang tidak demikian, yakni yang kafir dan durhaka. Dan Kami telah dan pasti akan uji mereka dengan jalan memberi nikmat dan berbagai hal yang baik-baik dan bencana atau berbagai hal yang buruk-buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran, bertobat dan menyesali pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan.", "long": "Dalam ayat ini Allah menguraikan siksaan dan penderitaan mereka yakni mereka diceraiberaikan di atas bumi ini satu golongan berada di suatu daerah sedang golongan yang lain berada di daerah lain. \n\nSebagian mereka ada yang menjadi orang-orang yang selalu mengadakan perbaikan dan beriman kepada Nabi-nabi, tetapi ada pula yang benar-benar tenggelam dalam kekafiran dan kefasikan hingga membunuh Nabi-nabi, memutar balikkan isi Kitab Taurat dan memusuhi Nabi Muhammad.\n\nUntuk membuat mereka sadar, mereka diuji dengan kesenangan dan penderitaan silih berganti, tetapi tidak membuat mereka jera. Mereka yang baik diberi anugerah kebaikan dan kebahagiaan. Mereka yang durhaka diturunkan bencana kesengsaraan. Semuanya itu cobaan bagi mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 1123, "inSurah": 169 }, "meta": { "juz": 9, "page": 172, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064c \u0648\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u064a\u064f\u063a\u0652\u0641\u064e\u0631\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062e\u064e\u0630\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u062f\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakhalafa mim ba'dihim khalfunw warisul Kitaaba yaa khuzoona 'arada haazal adnaa wa yaqooloona sayughfaru lanaa wa iny yaatihim 'aradum misluhoo yaakhuzooh; alam yu'khaz 'alaihim 'aradum misluhoo yaakhuzooh; alam yu'khaz 'alaihim meesaaqul Kitaabi al laa yaqooloo 'alal laahi illal haqqa wa darasoo maa feeh; wad Daarul Aakhirtu khairul lillazeena yattaqoon; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "And there followed them successors who inherited the Scripture [while] taking the commodities of this lower life and saying, \"It will be forgiven for us.\" And if an offer like it comes to them, they will [again] take it. Was not the covenant of the Scripture taken from them that they would not say about Allah except the truth, and they studied what was in it? And the home of the Hereafter is better for those who fear Allah, so will you not use reason?", "id": "Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, “Kami akan diberi ampun.” Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1123", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1123.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1123.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah setelah dicerai-beraikan dan diuji dengan kebaikan dan keburukan mereka kembali kepada kebenaran? Ayat ini menjelaskan keadaan mereka setelah itu, dengan menyatakan, maka setelah mereka, yaitu dua golongan yang telah Kami kelompokkan tadi, datanglah generasi lain yang lebih buruk yang mewarisi Taurat dari leluhur mereka, tetapi mereka tidak mengamalkannya, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Kesenangan dunia lebih mereka utamakan daripada kebenaran. Lalu mereka berkata, \"Kami pasti akan diberi ampun, karena Allah Maha pengampun.\" Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu pula, niscaya mereka akan terus-menerus mengambilnya juga. Seakan-akan mereka mengharapkan ampunan, padahal jika mereka diberikan lagi kesenangan dunia seperti sebelumnya, mereka tidak ragu untuk mengambilnya. Begitulah, mereka adalah sekelompok orang yang di samping memohon ampunan, tetapi dalam waktu yang sama selalu saja melakukan dosa. Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab Taurat bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Mereka telah mempelajari isinya, dan seharusnya mereka mengatakan kebenaran. Tetapi mereka justru mengatakan kebatilan! Sesungguhnya kenikmatan di negeri akhirat yang diperuntukkan bagi mereka yang bertakwa, itu lebih baik daripada segala kesenangan dunia. Maka tidakkah kamu mengerti sehingga tetap memungkiri hal ini? Jika demikian halnya, berarti kalian tidak bisa membedakan bahwa kenikmatan akhirat itu sungguh lebih baik daripada kesenangan dunia yang kalian lebih utamakan!\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan satu generasi dari Yahudi yang menggantikan golongan bangsa Yahudi tersebut di atas. Mereka adalah bangsa Yahudi yang hidup di zaman Nabi Muhammad yang mewarisi Taurat dari nenek-moyang mereka dan menerima begitu saja segala apa yang tercantum di dalamnya. Hukum halal dan haram, perintah dan larangan dalam kitab itu mereka ketahui, tetapi mereka tidak mengamalkannya. Mereka mengutamakan kepentingan duniawi dengan segala kemegahan yang akan lenyap. Mereka mencari harta benda dengan usaha-usaha yang lepas dari hukum moral dan agama, mengembangkan riba, makan suap, pilih kasih dalam hukum dan lain sebagainya, karena mereka berpendapat bahwa Allah kelak akan mengampuni dosa mereka. Orang-orang Yahudi itu menganggap dirinya kekasih Allah dan bangsa pilihan. Anggapan demikian hanyalah menyesatkan pikiran mereka. Oleh karena itu setiap ada kesempatan untuk memperoleh keuntungan duniawi seperti uang suap, riba dan sebagainya, tidaklah mereka sia-siakan.\n\nAllah menegaskan kesalahan pendapat dan anggapan mereka yang berkepanjangan dalam kesesatan dan tenggelam dalam nafsu kebendaan. Allah mengungkapkan adanya ikatan perjanjian antara mereka dengan Allah yang tercantum dalam Taurat, bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali kebenaran. Tetapi mereka memutarbalikkan isi Taurat, karena didorong oleh keinginan untuk memperoleh keuntungan duniawi, padahal mereka telah memahami dengan baik isi Taurat itu dan sadar akan kesalahan perbuatan itu. Seharusnya mereka lebih mengutamakan kepentingan ukhrawi dengan berbuat sesuai dengan petunjuk Allah dan Taurat daripada keuntungan duniawi. Bagi orang yang takwa, kebahagiaan akhirat lebih baik daripada kebahagiaan duniawi yang terbatas itu. Mengapa mereka tidak merenungkan hal yang demikian?\n\nAyat ini menjelaskan bahwa kecenderungan kepada materi dan hidup kebendaan, merupakan faktor yang menyebabkan kecurangan orang Yahudi sebagai suatu bangsa yang punya negara. Karena kecintaan yang besar kepada kehidupan duniawi, mereka kehilangan petunjuk agama serta kering dalam kehidupan kerohanian.\n\nApa yang menimpa orang Yahudi zaman dahulu mungkin pula menimpa orang-orang Islam zaman sekarang, karena mereka lebih banyak mengutamakan kehidupan materiil dan menyampingkan kehidupan spirituil kerohanian sehingga sepak terjang mereka sangat jauh dari ajaran Al-Quran." } } }, { "number": { "inQuran": 1124, "inSurah": 170 }, "meta": { "juz": 9, "page": 172, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 68, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0645\u064e\u0633\u0651\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena yumas sikoona bil Kitaabi wa aqaamus Salaata innaa laa nudee'uajral musliheen" } }, "translation": { "en": "But those who hold fast to the Book and establish prayer - indeed, We will not allow to be lost the reward of the reformers.", "id": "Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan salat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1124", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1124.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1124.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan keadaan mereka yang durhaka dan menyia-nyiakan kitab Taurat, ayat ini berbicara tentang orang-orang yang berpegang teguh dan mengikuti kebenaran. Dan orang-orang yang selalu berpegang teguh pada Kitab, yakni Taurat, dengan selalu mengamalkan tuntunannya dan mengikuti Nabi Muhammad setelah mendapat penjelasan tentang sifat-sifat dan kabar gembira tentang kedatangannya di dalam Taurat, serta melaksanakan kewajiban salat secara sempurna dan berkesinambungan, akan diberi pahala. Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh dan Kami tidak membiarkan mereka tanpa ganjaran atas kesalehan dan kebajikan yang mereka lakukan.", "long": "Ayat ini menyebutkan sebagian orang Yahudi yang patut mendapat anugerah penghargaan karena sikap mereka yang teguh berpegang kepada isi Taurat. Mereka menaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Orang Yahudi tersebut sewaktu mendengar seruan Nabi Muhammad segera beriman kepadanya sesuai dengan petunjuk Taurat, seperti Abdullah Ibnu Salam dan kawan-kawannya. Mereka mendirikan salat yang menjadi tiang agama dan pembeda antara orang yang mukmin dengan orang yang kafir. Allah tidak akan menyia-nyiakan segala amal kebaikan yang telah mereka lakukan. Tentulah Dia akan memberikan ganjaran kepada mereka, karena mereka telah melakukan perbaikan atas perbuatan mereka. \n\nAllah swt berfirman:\n\n\"Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.\" (al-Kahf/18: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 1125, "inSurah": 171 }, "meta": { "juz": 9, "page": 173, "manzil": 2, "ruku": 142, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u062a\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u0644\u064e \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0638\u064f\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064c \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz nataqnal jabala fawqahum ka annahoo zullatunw wa zannooo annahoo waaqi'um bihim khuzoo maaa aatainaakum biquwwatinw wazkuroo maa feehi la'allakum tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And [mention] when We raised the mountain above them as if it was a dark cloud and they were certain that it would fall upon them, [and Allah said], \"Take what We have given you with determination and remember what is in it that you might fear Allah.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang bertakwa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1125", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1125.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1125.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membantah orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Bani Israil itu tidak pernah melanggar kebenaran. Maka Allah berfirman, \"Dan ingatlah ketika Kami mengangkat gunung Sinai ke atas kepala pendahulu, Bani Israil. Mereka ketakutan karena mengira seakan-akan gunung itu naungan awan dan mereka yakin bahwa gunung itu akan jatuh menimpa mereka. Ketika itu Kami firmankan kepada mereka, \"Peganglah dengan teguh dan tunjukkan keinginan kuat untuk menaati apa yang telah Kami berikan kepadamu berupa petunjuk-petunjuk Taurat, serta ingatlah selalu apa yang tersebut di dalamnya, yakni tuntunan, dengan selalu mengamalkannya agar kamu menjadi orang-orang bertakwa, yakni terhindar dari sanksi dan siksa Allah.\" Sampai di sini selesai sudah kisah Nabi Musa bersama kaumnya.", "long": "Kemudian Allah mengakhiri kisah tentang orang Yahudi dengan memperingatkan kembali peristiwa ketika mereka pertama kali menerima Taurat. Sewaktu Bukit Sinai diangkat ke atas kepala mereka sehingga gunung itu bagaikan gumpalan awan yang gelap, mereka melihat gunung yang terapung di udara itu akan jatuh menimpa mereka. Sadarlah mereka terhadap ancaman Allah bahwa jika mereka menentang perintah agama, tentulah mereka akan binasa. Saat itu Allah berseru kepada mereka agar mereka menerima dan menaati hukum-hukum agama yang tercantum dalam Taurat dengan sungguh-sungguh. Dan mereka hendaklah mengingat perintah dan larangan-Nya dalam Taurat, mengamalkannya dan tidak mengabaikannya, walaupun mereka mengalami kesulitan dan penderitaan. Ketaatan mereka kepada hukum-hukum agama serta perintah dan larangannya dengan sebenarnya, membawa mereka kepada pembinaan pribadi dan takwa." } } }, { "number": { "inQuran": 1126, "inSurah": 172 }, "meta": { "juz": 9, "page": 173, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u06db \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06db \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz akhaza Rabbuka mim Baneee Aadama min zuhoorihim zurriyyatahum wa ash hadahum 'alaa anfusihim alastu bi Rabbikum qaaloo balaa shahidnaaa; an taqooloo Yawmal Qiyaamati innaa kunnaa 'an haazaa ghaafileen" } }, "translation": { "en": "And [mention] when your Lord took from the children of Adam - from their loins - their descendants and made them testify of themselves, [saying to them], \"Am I not your Lord?\" They said, \"Yes, we have testified.\" [This] - lest you should say on the day of Resurrection, \"Indeed, we were of this unaware.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1126", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1126.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1126.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu berbicara tentang kisah Nabi Musa dan Bani Israil dengan mengingatkan mereka tentang perjanjian yang bersifat khusus, di sini Allah menjelaskan perjanjian yang bersifat umum, untuk Bani Israil dan manusia secara keseluruhan, yaitu dalam bentuk penghambaan. Allah berfirman, \"Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi, yakni tulang belakang anak cucu Adam, keturunan mereka yang melahirkan generasi-generasi selanjutnya. Dan kemudian Dia memberi mereka bukti-bukti ketuhanan melalui alam raya ciptaanNya, sehingga dengan adanya bukti-bukti itu secara fitrah akal dan hati nurani mereka mengetahui dan mengakui kemahaesaan Tuhan. Karena begitu banyak dan jelasnya bukti-bukti keesaan Tuhan di alam raya ini, seakan-akan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka seraya berfirman, \"Bukankah Aku ini Tuhan Pemelihara-mu dan sudah berbuat baik kepadamu?\" Mereka menjawab, \"Betul Engkau Tuhan kami, kami bersaksi bahwa Engkau Maha Esa.\" Dengan demikian, pengetahuan mereka akan bukti-bukti tersebut menjadi suatu bentuk penegasan dan, dalam waktu yang sama, pengakuan akan kemahaesaan Tuhan. Kami lakukan yang demikian itu agar di hari Kiamat kamu tidak lagi beralasan dengan mengatakan, \"Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini, tidak tahu apa-apa mengenai keesaan Tuhan.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan tentang janji yang dibuat pada waktu manusia dilahirkan dari rahim orang tua (ibu) mereka, secara turun temurun, yakni Allah menciptakan manusia atas dasar fitrah. Allah menyuruh roh mereka untuk menyaksikan susunan kejadian diri mereka yang membuktikan keesaan-Nya, keajaiban proses penciptaan dari setetes air mani hingga menjadi manusia bertubuh sempurna, dan mempunyai daya tanggap indra, dengan urat nadi dan sistem urat syaraf yang mengagumkan, dan sebagainya. Berkata Allah kepada roh manusia \"Bukankah Aku ini Tuhanmu?\" Maka menjawablah roh manusia, \"Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami telah menyaksikan.\" Jawaban ini merupakan pengakuan roh pribadi manusia sejak awal kejadiannya akan adanya Allah Yang Maha Esa, yang tiada Tuhan lain yang patut disembah kecuali Dia.\n\nDengan ayat ini Allah bermaksud untuk menjelaskan kepada manusia, bahwa hakikat kejadian manusia itu didasari atas kepercayaan kepada Allah Yang Maha Esa. Sejak manusia itu dilahirkan dari rahim orang tua mereka, ia sudah menyaksikan tanda-tanda keesaan Allah pada kejadian mereka sendiri, Allah berfirman pada ayat lain:\n\nMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (ar-Rum/30: 30)\n\nFitrah Allah maksudnya ialah tauhid. Rasulullah bersabda:\n\n\"Tak seorang pun yang dilahirkan kecuali menurut fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana halnya hewan melahirkan anaknya yang sempurna telinganya, adakah kamu ketahui ada cacat pada anak hewan itu?\" (Riwayat al-Bukhari Muslim, dari Abu Hurairah)\n\nRasulullah dalam hadis Qudsi:\n\nBerfirman Allah Taala, \"Sesungguhnya Aku ciptakan hamba-Ku cenderung (ke agama tauhid). Kemudian datang kepada mereka setan-setan dan memalingkan mereka dari agama (tauhid) mereka, maka haramlah atas mereka segala sesuatu yang telah Kuhalalkan bagi mereka.\" (Riwayat al-Bukhari dari Iyadh bin Himar)\n\nPenolakan terhadap ajaran Tauhid yang dibawa Nabi itu sebenarnya perbuatan yang berlawanan dengan fitrah manusia dan dengan suara hati nurani mereka. Karena itu tidaklah benar manusia pada hari Kiamat nanti mengajukan alasan bahwa mereka alpa, tak pernah diingatkan untuk mengesakan Allah. Fitrah mereka sendiri dan ajaran Nabi-nabi senantiasa mengingatkan mereka untuk mengesakan Allah dan menaati seruan Rasul serta menjauhkan diri dari syirik." } } }, { "number": { "inQuran": 1127, "inSurah": 173 }, "meta": { "juz": 9, "page": 173, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u062a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aw taqoolooo innamaaa ashraka aabaaa 'unaa min qablu wa kunnaa zurriyyatam mim ba'dihim afatuhlikunna bimaa fa'alal mubtiloon" } }, "translation": { "en": "Or [lest] you say, \"It was only that our fathers associated [others in worship] with Allah before, and we were but descendants after them. Then would You destroy us for what the falsifiers have done?\"", "id": "Atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1127", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1127.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1127.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau agar kamu tidak beralasan dengan mengatakan seandainya tidak ada rasul yang Kami utus atau tidak ada bukti-bukti itu, \"Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami tidak mempunyai pembimbing selain mereka, sehingga kami mengikuti mereka saja, karena kami adalah keturunan yang datang setelah mereka dan hanya mengikuti jejak mereka. Maka apakah wajar wahai Tuhan, Engkau akan menyiksa dan membinasakan kami karena perbuatan syirik yang diwariskan kepada kami oleh orang-orang dahulu yang sesat?\" Agar orang-orang musyrik itu jangan mengatakan bahwa nenek moyang mereka dahulu telah mempersekutukan Tuhan, sedang mereka tidak tahu menahu bahwa mempersekutukan Tuhan itu salah, tidak ada jalan lagi bagi mereka, hanya meniru nenek moyang mereka yang mempersekutukan Tuhan. Karena itu mereka menganggap mereka tidak patut disiksa karena kesalahan nenek moyang mereka.", "long": "Kemudian dalam ayat ini, Allah menegaskan lagi bahwa tidaklah benar orang kafir itu berkata pada hari Kiamat sebagai alasan bahwa nenek-moyang merekalah yang pertama kali menciptakan kemusyrikan kemudian meneruskan kebiasaan syirik itu kepada mereka. Sebagai keturunan dari mereka, mereka mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan leluhur mereka sehingga tidak mengetahui jalan menuju tauhid. Apakah kami harus binasa dan disiksa akibat kesalahan dan perbuatan nenek moyang kami.\n\nTaklid kepada leluhur tidaklah dapat dijadikan alasan untuk mengingkari keesaan Allah, karena bukti keesaan Allah sangat jelas di hadapan mereka, dan mereka mampu menarik kesimpulan dari bukti-bukti itu sehingga mereka sampai kepada tauhid." } } }, { "number": { "inQuran": 1128, "inSurah": 174 }, "meta": { "juz": 9, "page": 173, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika nufassihul Aayaati wa la'allahum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And thus do We [explain in] detail the verses, and perhaps they will return.", "id": "Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1128", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1128.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1128.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikianlah, dengan penjelasan yang rinci dan penuh hikmah, Kami menjelaskan ayat-ayat itu, berupa bukti-bukti keesaan kami dan semua tuntunan Kami agar mereka kembali kepada kebenaran, menyadari kesalahan mereka dan tidak menuruti begitu saja orang-orang yang berbuat kebatilan.", "long": "Kemudian Allah menyatakan bahwa segala yang telah disebutkan di atas yaitu tentang diciptakannya manusia atas dasar fitrah yang cenderung kepada agama tauhid, dan kelemahan alasan-alasan mereka dalam menolak ajaran tauhid, adalah sebagai peringatan Allah kepada manusia, tentang ayat-ayatnya, agar mereka mempergunakan akal dan pikiran mereka dan kembali ke jalan tauhid, kembali kepada fitrahnya dan menjauhkan diri dari taklid kepada nenek-moyang mereka dan dari kealpaan dan kejahilan." } } }, { "number": { "inQuran": 1129, "inSurah": 175 }, "meta": { "juz": 9, "page": 173, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0633\u064e\u0644\u064e\u062e\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Watlu 'alaihim naba allazeee aatainaahu Aayaatinaa fansalakha minhaa fa atba'a hush Shaytaano fakaana minal ghaaween" } }, "translation": { "en": "And recite to them, [O Muhammad], the news of him to whom we gave [knowledge of] Our signs, but he detached himself from them; so Satan pursued him, and he became of the deviators.", "id": "Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1129", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1129.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1129.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu mengisyaratkan bahwa keesaan Allah melekat pada diri manusia, sehingga seharusnya secara fitrah mereka beriman. Tetapi ternyata ada yang durhaka. Di sini Allah mengumpamakan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat yang diturunkan kepada rasul-Nya, dan berkata, \"Bacakanlah wahai Nabi Muhammad, kepada mereka, berita atau kisah tentang orang yang telah Kami berikan ayatayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, tidak mempedulikannya dan tidak mengamalkan pesan ayat-ayat itu, melepaskan apa yang melekat pada dirinya bagaikan ular melepaskan kulitnya, maka dia diikuti oleh setan sampai dia tergoda, sehingga jadilah dia termasuk kelompok orang yang sesat.", "long": "Allah dalam ayat ini menyuruh Rasul-Nya agar membacakan kepada orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin, sebuah riwayat kehidupan seorang laki-laki yang telah diberi Allah ilmu pengetahuan tentang isi Al-Kitab dan ke-Tuhan-an dan dia memahami dalil-dalil keesaan Allah sehingga dia menjadi seorang yang alim.\n\nTentang siapa orang dimaksud dalam ayat ini, beberapa mufasir berbeda pendapat. Ada beberapa orang terkemuka pada masa Nabi yang sudah membaca kitab-kitab suci dan mengetahui bahwa Allah akan mengutus seorang rasul pada waktu itu. Mereka yang berambisi berharap-harap sekiranya dialah yang akan diutus menjadi nabi, seperti Umayyah, penyair dari suku Saqif yang terkenal, ada yang mengatakan orang itu adalah Abu 'a„mir ar-Rahib, yang lain berkata ayat tidak ditujukan kepada pribadi, melainkan kepada golongan, mereka adalah orang-orang Quraisy dengan ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi, tetapi mereka menolak. Pendapat mengatakan bahwa yang dituju adalah kaum munafik Ahli Kitab yang sudah mengenal Rasulullah seperti mengenal sanak keluarga mereka sendiri, tetapi mereka juga menolak. Bahkan ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah seseorang di zaman Nabi Musa, pendapat lain mengatakan ditujukan kepada Firaun dan golongannya yang menolak seruan Musa. Beberapa mufasir cenderung menerima pernyataan Qatadah, Ikrimah dan Abu Muslim dari kalangan salaf, bahwa tujuan ayat ini adalah umum sebagai suatu pelajaran rohani yang amat agung, bukan ditujukan kepada pribadi atau golongan tertentu, seperti dikemukakan oleh beberapa mufassir yang kemudian. Macam manusia yang dimaksud di sini ialah orang yang memahami risalah ilahi, tetapi ia menolak menerima kebenaran itu, ia sudah dikuasai oleh kehidupan dunia materi seperti diisyaratkan dalam ayat berikutnya, \"dan ia cenderung pada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1130, "inSurah": 176 }, "meta": { "juz": 9, "page": 173, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u062f\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0647\u064e\u062b\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0652\u0631\u064f\u0643\u0652\u0647\u064f \u064a\u064e\u0644\u0652\u0647\u064e\u062b \u06da \u0630\u0651\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u0635\u064f\u0635\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law shi'naa larafa'naahu bihaa wa laakin nahooo akhlada ilal ardi watta ba'a hawaah; famasaluhoo kamasalil kalb; in tahmil 'alaihi yalhas aw tatruk hu yalhas; zaalika masalul qawmil lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa; faqsusil qasasa la'allahum yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "And if We had willed, we could have elevated him thereby, but he adhered [instead] to the earth and followed his own desire. So his example is like that of the dog: if you chase him, he pants, or if you leave him, he [still] pants. That is the example of the people who denied Our signs. So relate the stories that perhaps they will give thought.", "id": "Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1130", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1130.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1130.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menguraikan keadaan siapa pun yang melepaskan diri dari pengetahuan tentang ke-Esa-an Allah yang telah dimilikinya. Allah menyatakan, \"Dan sekiranya Kami menghendaki untuk mengangkat derajatnya ke golongan orang baik niscaya Kami tinggikan derajat-nya dengan memberinya petunjuk untuk mengamalkan ayat-ayat yang Kami turunkan itu. Akan tetapi dia selalu cenderung kepada dunia dan mengikuti hawa nafsu keinginannya yang rendah dengan penuh antusias. Maka perumpamaan keadaan-nya yang selalu berada dalam gundah gulana dan sibuk mengejar hawa nafsu duniawi, persis seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. Jika engkau menghalaunya dijulurkan lidahnya dan begitu pula jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya juga. Begitu jugalah seorang budak dunia, selalu tergila-gila dengan kesenangan dan hawa nafsu duniawi. Sesungguhnya demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat yang Kami turunkan. Maka, ceritakanlah wahai Nabi, kisah-kisah itu kepada kaummu agar mereka berpikir sehingga tidak melakukan apa yang dilakukan oleh yang dikecam ini.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan sekiranya Allah berkehendak mengangkat laki-laki itu dengan ilmu yang telah diberikan kepadanya ke martabat yang lebih tinggi, tentulah Dia berkuasa berbuat demikian. Tetapi laki-laki itu telah menentukan pilihannya ke jalan yang sesat. Dia menempuh jalan yang berlawanan dengan fitrahnya, berpaling dari ilmunya sendiri, karena didorong oleh keingkaran pribadi, yakni kemewahan hidup duniawi. Dia mengikuti hawa nafsunya dan tergoda oleh setan. Segala petunjuk dari Allah dilupakannya, suara hati nuraninya tidak didengarnya lagi.\n\nFirman Allah:\n\n\"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.\" (al-Kahf/18: 7)\n\nSemestinya, orang yang diberi ilmu dan kecakapan itu, meningkatkan kejiwaanya, menempatkan dirinya ke tingkat kesempurnaan, mengisi ilmu dan imannya dengan perbuatan-perbuatan yang luhur disertai niat yang ikhlas dan itikad yang benar. Tetapi laki-laki itu setelah diberi nikmat oleh Allah berupa ilmu pengetahuan tentang keesaan Allah, ia keluar \"seperti ular yang keluar dari lapisan kulit luarnya dan menanggalkannya untuk selamanya.\" Dalam ayat ini dipakai kata insalakha, انسلخ \"keluar dari kulit, selubung atau selongsong,\" yakni menanggalkan ilmu yang diberikan Allah kepadanya, dan tetap kafir seperti halnya dia tidak diberi apa-apa. Karena itu dalam ayat berikutnya Allah mengumpamakannya seperti anjing yang keadaannya sama saja diberi beban atau dibiarkan, dia tetap menjulurkan lidahnya. Laki-laki yang memiliki sifat seperti anjing ini, tergolong manusia yang paling buruk. \n\nHal demikian menggambarkan kerakusan terhadap harta benda duniawi. Dia selalu menyibukkan jiwa dan raganya untuk memburu benda duniawi, sehingga tampak sebagai seorang yang sedang lapar dan haus tak mengenal puas. Keadaannya seperti anjing yang menjulurkan lidahnya, tampaknya selalu haus dan lapar tidak mengenal puas menginginkan air dan makanan.\n\nDemikian pula perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Mereka menentangnya, baik disebabkan kebodohan ataupun karena fanatisme mereka terhadap dunia yang menyebabkan mereka menutup mata terhadap kebenaran dan meninggalkannya. Mereka menyadari kebenaran yang dibawa Muhammad, dan mengakui kesesatan dan kesalahan nenek-moyang mereka setelah mereka merenungkan bukti kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah. Tetapi kesadaran dan pengakuan demikian itu lenyap dari jiwa mereka sebab hawa nafsu mereka yang hanya mengejar kenikmatan duniawi, misalnya ingin kekuasaan dan kekayaan. Kaum Yahudi dan kaum musyrikin Arab menolak ayat-ayat Allah karena mereka ingin mempertahankan kekuasaan dan kepentingan mereka. Mereka takut kehilangan kenikmatan dan kemewahan hidup. Setan telah menggoda mereka agar tergelincir dari fitrah kejadian mereka yakni kecenderungan kepada agama tauhid.\n\nCerita laki-laki yang mempunyai banyak persamaan dengan kaum penentang ayat-ayat Allah itu, patut mendapat perhatian agar mereka mau merenungkan dan memikirkan ayat-ayat Allah dengan jujur dan obyektif lepas dari rasa permusuhan dan kepentingan pribadi." } } }, { "number": { "inQuran": 1131, "inSurah": 177 }, "meta": { "juz": 9, "page": 173, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Saaa'a masalanil qawmul lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa wa anfusahum kaanoo yazlimoon" } }, "translation": { "en": "How evil an example [is that of] the people who denied Our signs and used to wrong themselves.", "id": "Sangat buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1131", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1131.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1131.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sangat buruk perumpamaan keadaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami karena mereka mengabaikan tuntunan pengetahuannya, bahkan berbuat zalim. Dengan mengingkari kebenaran, mereka sebenarnya tidak lain telah menzalimi diri mereka sendiri. Begitulah, seburuk-buruk manusia adalah orang yang mempunyai pengetahuan keesaan Allah dan agama-Nya, tetapi karena didorong oleh hawa nafsu duniawi, dia meninggalkan ilmunya dan berubah menjadi kafir kepada Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan lagi betapa buruknya perumpamaan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah. Mereka disamakan dengan anjing baik karena kesamaan kelemahan keduanya yakni mereka tetap dalam kesesatan diberi peringatan atau tidak diberi peringatan, atau karena kesamaan kebiasaan keduanya. Anjing itu tidak mempunyai cita-cita kecuali keinginan mendapat makanan dan kepuasan. Siapa saja yang meninggalkan ilmu dan iman lalu menjurus kepada hawa nafsu, maka dia serupa dengan anjing. Orang yang demikian tidak siap lagi berfikir dan merenungkan tentang kebenaran. Orang yang demikian itu sebenarnya menganiaya dirinya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1132, "inSurah": 178 }, "meta": { "juz": 9, "page": 173, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "mai yahdil laahu fa huwal muhtadee wa mai yudlil fa ulaaa'ika humul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "Whoever Allah guides - he is the [rightly] guided; and whoever He sends astray - it is those who are the losers.", "id": "Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1132", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1132.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1132.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak meninggikan derajat siapa yang yang dibicarakan keadaannya oleh ayat-ayat yang lalu, karena yang bersangkutan enggan memanfaatkan petunjuk Allah yang telah diraihnya, sehingga Allah pun tidak memberinya kemampuan untuk mengamalkan petunjuk itu. Ketetapan Allah yang berlaku adalah barang siapa diberi petunjuk oleh Allah berupa kemampuan untuk mengikuti kebenaran, maka dialah yang benar-benar mendapat petunjuk dan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan barangsiapa disesatkan Allah, dengan dijauhkan dari petunjuk karena selalu mengikuti hawa nafsunya, maka mereka itulah orang-orang yang benar-benar rugi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang mendapat hidayat dari Allah ialah orang yang diberi bimbingan oleh-Nya dalam mempergunakan akal pikirannya, indranya, dan tenaganya sesuai dengan fitrahnya dan tuntunan agama sendiri. Dia syukuri nikmat Allah, dia tunaikan kewajiban-kewajiban agama, maka berbahagialah dia di dunia dan di akhirat. Sebaliknya yang merugi di dunia dan di akhirat ialah mereka yang dijauhkan dari pedoman yang ditetapkan Allah dalam mempergunakan akal pikirannya, indranya, dan tenaganya, dia ikuti hawa nafsunya, tidak mau memahami ayat-ayat Allah dan tidak mau mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepadanya. Sesungguhnya jalan kepada petunjuk Allah itu hanyalah satu, yaitu beribadah kepada-Nya dengan amal kebajikan yang lahir karena iman itu. Sedangkan jalan yang menuju kepada kesesatan banyak ragamnya, karena manusia berpecah-belah, satu sama lain saling bermusuhan, dan menimbulkan pada bermacam-macam kejahatan.\n\nFirman Allah:\n\nDan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. (al-Anam/6: 153)" } } }, { "number": { "inQuran": 1133, "inSurah": 179 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0630\u064e\u0631\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad zaraanaa li jahannama kaseeram minal jinni wal insi lahum quloobul laa yafqahoona bihaa wa lahum a'yunul laa yubisiroona bihaa wa lahum aazaanul laa yasma'oona bihaa; ulaaa'ika kal an'aami bal hum adall; ulaaa'ika humul ghaafiloon" } }, "translation": { "en": "And We have certainly created for Hell many of the jinn and mankind. They have hearts with which they do not understand, they have eyes with which they do not see, and they have ears with which they do not hear. Those are like livestock; rather, they are more astray. It is they who are the heedless.", "id": "Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1133", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1133.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1133.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika pada ayat yang lalu berbicara tentang siapa yang mendapat petunjuk dan disesatkan, pada ayat ini dijelaskan mengapa seseorang tidak mendapat petunjuk dan mengapa pula yang lain disesatkan. Dan demi keagungan dan kekuasaan Kami, sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia karena kesesatan mereka. Hal itu karena mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka memiliki mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka layaknya seperti hewan ternak yang tidak menggunakan akal yang diberikan Allah untuk berpikir, bahkan mereka sebenarnya lebih sesat lagi dari binatang, sebab, binatang itu dengan instinknya akan selalu mencari kebaikan dan menghindari bahaya, sementara mereka itu malah menolak kebaikan dan kebenaran yang ada. Mereka itulah orang-orang yang lengah.", "long": "Kemudian Allah dalam ayat ini menguraikan apa yang tidak terperinci pada ayat-ayat yang lampau tentang hal-hal yang menyebabkan terjerumusnya manusia ke dalam kesesatan. Allah menjelaskan banyak manusia menjadi isi neraka Jahanam seperti halnya mereka yang masuk surga, sesuai dengan amalan mereka masing-masing.\n\nHal-hal yang menyebabkan manusia itu diazab di neraka Jahanam ialah: bahwa akal dan perasaan mereka tidak dipergunakan untuk memahami keesaan dan kebesaran Allah, padahal kepercayaan pada keesaan Allah itu membersihkan jiwa mereka dari segala macam was-was dan dari sifat hina serta rendah diri, lagi menanamkan pada diri mereka rasa percaya terhadap dirinya sendiri.\n\nDemikian pula mereka tidak menggunakan akal pikiran mereka untuk kehidupan rohani dan kebahagiaan abadi. Jiwa mereka terikat kepada kehidupan duniawi, sebagaimana difirmankan Allah:\n\n\"Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia, sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.\" (ar-Rum/30: 7)\n\nMereka tidak memahami bahwa tujuan mereka diperintahkan menjauhi kemaksiatan, dan berbuat kebajikan, adalah untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Mereka tidak memahami hukum-hukum masyarakat dan pengaruh kepercayaan agama Islam dalam mempersatukan umat. Mereka tidak memahami tanda-tanda keesaan Allah, baik dalam diri manusia maupun yang ada di permukaan bumi. Mereka tidak memahami dan merenungkan wahyu Tuhan yang disampaikan kepada Rasul-Nya.\n\nMereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat bukti kebenaran dan keesaan Allah. Segala kejadian dalam sejarah manusia, segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia setiap hari, yang dilihat dan yang didengar, tidak menjadi bahan pemikiran dan renungan untuk dianalisa dan hal ini disimpulkan Allah dalam firman-Nya:\n\n\"Dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah dan (ancaman) azab yang dahulu mereka memperolok-olokkannya telah mengepung mereka.\" (al-Ahqaf/46: 26)\n\nMereka tidak dapat memanfaatkan mata, telinga, dan akal sehingga mereka tidak memperoleh hidayat Allah yang membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Keadaan mereka seperti binatang bahkan lebih buruk dari binatang, sebab binatang tidak mempunyai daya-pikir untuk mengolah hasil penglihatan dan pendengarannya. Binatang bereaksi dengan dunia luar berdasarkan naluri dan bertujuan hanyalah untuk mempertahankan hidup. Dia makan dan minum, serta memenuhi kebutuhannya, tidaklah melampaui dari batas kebutuhan biologis hewani. Tetapi bagaimana dengan manusia, bila sudah menjadi budak hawa-nafsu. Dan akal mereka tidak bermanfaat lagi. Mereka berlebihan dalam memenuhi kebutuhan jasmani mereka sendiri, berlebihan dalam mengurangi hak orang lain. Diperasnya hak orang lain bahkan kadang-kadang di luar perikemanusiaan.\n\nBila sifat demikian menimpa satu bangsa dan negara, maka negara itu akan menjadi serakah dan penindas bangsa dan negara lain. Mereka mempunyai hati (perasaan dan pikiran), tetapi tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat (Allah). Mereka lupa dan melalaikan bukti-bukti kebenaran Allah pada diri pribadi, pada kemanusiaan dan alam semesta ini, mereka melupakan penggunaan perasaan dan pikiran untuk tujuan-tujuan yang luhur dan meninggalkan kepentingan yang pokok dari kehidupan manusia sebagai pribadi dan bangsa." } } }, { "number": { "inQuran": 1134, "inSurah": 180 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0644\u0652\u062d\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0633\u064e\u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lillaahil Asmaaa 'ul Husnaa fad'oohu bihaa wa zarul lazeena yulhidoona feee Asmaaa'ih; sa yujzawna maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And to Allah belong the best names, so invoke Him by them. And leave [the company of] those who practice deviation concerning His names. They will be recompensed for what they have been doing.", "id": "Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1134", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1134.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1134.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, seseorang terjerumus ke dalam neraka karena mengabaikan tanda-tanda keesaan Allah dan tidak mengingat-Nya. Maka pada ayat ini, Allah mengingatkan agar kita tidak melalaikannya dan selalu memanggil-Nya dengan nama-nama-Nya yang terbaik. Dan hanya Allah Yang memiliki al-Asma al-Husna, yakni nama-nama terbaik yang menunjukkan keagungan dan kemahasempurnaan-Nya, maka berdoalah dan bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya, yaitu al-Asma al-Husna itu. Dan tinggalkanlah serta waspadalah terhadap orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dengan menyalahartikan nama-nama-Nya. Jangan dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat keagungan Allah, atau dengan memakai al-Asma al-Husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan al-Asma al-Husna untuk nama-nama selain Allah. Mereka kelak, di dunia atau di akhirat, akan mendapat balasan yang sesuai dengan kadar kedurhakaan mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.", "long": "Al-Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang paling baik, paling luas, dan paling dalam pengertiannya, sebagaimana sabda Rasulullah:\n\n\"Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghafalnya masuklah dia ke surga.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nJumlah sembilan puluh sembilan itu tidaklah berarti batas jumlah, sesungguhnya nama Allah itu tidaklah terbatas. Dalam Al-Quran nama Allah lebih dari jumlah angka tersebut. Nama-nama itu merupakan sifat dari zat Allah Yang Maha Esa, bukan zat Tuhan yang dikira orang musyrikin. \n\nMengenai Asmaul Husna yang sembilan puluh sembilan itu diriwayatkan oleh at-Tirmizi dan al-Hakim dari jalan (sanad) al-Walid bin Muslim sebagai berikut: \n\nDialah Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia. (1) Yang Maha Pengasih, (2) Yang Maha Penyayang, (3) Maharaja, (4) Yang Mahasuci, (5) Maha Sejahtera, (6) Yang Maha Menenteramkan, (7) Yang Maha Memelihara, (8) Yang Mahaperkasa, (9) Yang Mahakuasa, (10) Yang Maha Memiliki Kebesaran, (11) Yang Maha Menciptakan, (12) Yang Mengadakan, (13) Yang Membentuk Rupa, (14) Yang Maha Pengampun, (15) Yang Maha Mengalahkan, (16) Yang Maha Pemberi, (17) Yang Maha Memberi Rezeki, (18) Yang Maha Memberi Keputusan, (19) Yang Maha Mengetahui, (20) Yang Maha Membatasi Rezeki, (21) Yang Maha Melapangkan Rezeki, (22) Yang Maha Merendahkan, (23) Yang Maha Meninggikan, (24) Yang Maha Menjadikan Mulia, (25) Yang Menjadikan Hina, (26) Yang Maha Mendengar, (27) Yang Maha Melihat, (28) Yang Jadi Hakim, (29) Yang Mahaadil, (30) Yang Mahahalus, (31) Yang Mahateliti, (32) Yang Mahasantun, (33) Yang Mahaagung, (34) Yang Maha Mengampuni, (35) Yang Maha Mensyukuri, (36) Yang Mahatinggi, (37) Yang Mahabesar, (38) Yang Maha Memelihara, (39) Yang Maha Penentu Waktu, (40) Yang Maha Membuat Perhitungan, (41) Yang Penuh Kebesaran, (42) Yang Maha Pemurah, (43) Yang Jadi Pengawas, (44) Yang Maha Mengabulkan, (45) Yang Mahaluas, (46) Yang Maha Bijaksana, (47) Yang Maha Mencintai,(48)Yang Mahamulia, (49) Yang Maha Membangkitkan, (50) Yang Maha Menjadi Saksi, (51) Yang Penuh Kebenaran, (52) Yang Maha Menjadi Tempat Bertawakkal, (53) Yang Mahakuat, (54) Yang Mahakokoh, (55) Yang Maha Melindungi, (56) Yang Maha Terpuji, (57) Yang Maha Menghitung, (58) Yang Maha Menciptakan, (59) Yang Maha Mengembalikan, (60) Yang Menghidupkan, (61) Yang Mematikan, (62) Yang Maha Hidup, (63) Yang Berdiri Sendiri, (64) Yang Maha Menemukan, (65) Yang Mahamulia, (66) Yang Mahamandiri, (67) Yang Maha Esa, (68) Yang Maha Tumpuan, (69) Yang Maha Kuasa, (70) Yang Maha Menentukan, (71) Yang Maha Mendahulukan, (72) Yang Maha Mengakhirkan, (73) Yang Mahaawal, (74) Yang Mahaakhir, (75) Yang Mahanyata, (76) Yang Maha Tersembunyi, (77) Yang Maha Melindungi, (78) Yang Maha Meninggikan, (79) Yang Maha Pelimpah Kebajikan, (80) Yang Maha Penerima Tobat, (81) Yang Maha Pembalas, (82) Yang Maha Pemaaf, (83) Yang Maha Penyantun, (84) Yang Memiliki Kekuasaan, (85) Yang Maha Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, (86) Yang Mahaadil, (87) Yang Menghimpun, (88) Yang Mahakaya, (89) Yang Maha Memberi Kekayaan, (90) Yang Maha Mencegah, (91) Yang Maha Pemberi Mudarat, (92) Yang Maha Pemberi Manfaat, (93) Yang Maha Bercahaya, (94) Yang Maha Pemberi Petunjuk, (95) Yang Maha Pencipta Keindahan, (96) Yang Mahakekal, (97) Yang Maha Mewarisi, (98) Yang Maha Pemberi Bimbingan, (99) Yang Mahasabar. (Riwayat at-Tirmizi dan al-Hakim)\n\nTerjemahan nama-nama Allah sesungguhnya tidak dapat diterjemahkan secara tepat. Terjemahan ini sekedar untuk menjelaskan maknanya sesuai dengan keterbatasan bahasa Indonesia.\n\nAllah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menyebutkan nama-nama yang paling baik ini dalam berdoa dan berzikir. Karena dengan berdoa dan berzikir itu mereka selalu ingat kepada Allah, dan iman mereka bertambah hidup dan subur dalam jiwa mereka\n\nDalam pada itu Allah memerintahkan pula kepada orang-orang yang beriman agar mereka meninggalkan perilaku orang-orang yang menyimpangkan pengertian nama-nama Allah dari pengertian yang benar, misalnya dengan memberikan tawil atau memutar-balikkan pengertian sehingga mengaburkan kesempurnaan yang mutlak dari sifat-sifat Allah. Mereka yang berbuat demikian kelak akan ditimpa azab Allah. Penyimpangan atau penyelewengan dari nama-nama Allah Yang Maha Sempurna itu bermacam-macam bentuknya, antara lain:\n\n1. Memberikan nama kepada Allah dengan nama yang tidak terdapat dalam Al-Quran ataupun dalam hadis Rasul yang sahih. Semua ulama sepakat bahwa nama dan sifat Allah itu harus didasarkan atas penjelasan Al-Quran dan hadis Rasul (tauqifi). \n\n2. Menolak nama-nama dan sifat-sifat yang telah ditetapkan oleh Allah untuk zat-Nya, atau menolak untuk menisbahkan suatu perbuatan kepada Allah karena memandang yang demikian itu tidak patut bagi kesucian-Nya atau mengurangi kesucian-Nya. Mereka yang menolak ini memandang diri mereka seolah-olah lebih mengetahui dari Allah dan Rasul-Nya, mana yang layak dan mana yang tidak layak bagi Allah.\n\n3. Menamakan sesuatu selain Allah dengan nama yang hanya layak bagi Allah.\n\n4. Memutar-balikkan nama dan sifat-sifat Allah dengan penafsiran sendiri sehingga keluar dari pengertian dan maksud yang sebenarnya, seperti paham yang mengatakan bahwa sifat-sifat Allah sama dengan sifat manusia, seperti mendengar, melihat, berkata-kata, punya muka, tangan, kaki, tertawa, marah, senang dan sebagainya. Kendati Allah memiliki sifat mendengar, melihat dan sebagainya, namun mendengarnya Allah tidak sama dengan mendengarnya makhluk, melihatnya Allah tidak sama dengan melihatnya makhluk. Atau paham yang memberikan takwil terhadap sifat-sifat Allah sedemikian rupa sehingga sifat Allah itu tidak memilikik arti sama sekali.\n\n5. Mempersekutukan Allah dengan sembahan selain Allah dalam segi nama yang khusus untuk Allah. Seperti memakai lafal Allah untuk sebuah berhala atau kata Rabbul alamin." } } }, { "number": { "inQuran": 1135, "inSurah": 181 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 143, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa mimman khalaqnaaa ummatuny yahdoona bilhaqqi wa bihee ya'diloon" } }, "translation": { "en": "And among those We created is a community which guides by truth and thereby establishes justice.", "id": "Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1135", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1135.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1135.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau pada ayat 179 disebutkan tentang siapa yang akan menjadi penghuni neraka dari kalangan manusia dan jin, maka pada ayat ini ditegaskan, dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang menjadi teladan dan selalu memberi petunjuk dengan dasar kebenaran, dan dengan dasar kebenaran itu pula mereka setiap saat selalu berlaku adil, tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, tetapi menelusuri jalan tengah yang merupakan jalan kebaikan, dan mereka juga selalu berlaku adil dalam memutus segala perkara. Mereka itulah yang akan menjadi penghuni surga.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan juga satu umat yang besar jumlahnya untuk menempati surga. Mereka terdiri dari umat-umat dan suku-suku yang berjuang untuk membimbing manusia ke jalan yang benar serta mendidik mereka berpendirian teguh. Mereka menegakkan keadilan dan kebenaran yang telah ditetapkan Allah dan tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali jalan Allah itu. Mereka inilah umat Nabi Muhammad saw.\n\nBerkata Rasulullah saw berhubungan dengan ayat ini :\n\n\"Inilah umatku dengan kebenaran mereka memerintah, menetapkan keputusan-keputusan, mengambil (hak mereka) dan memberikan (hak orang lain)\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dalam shahihain)\n\nRasulullah saw berkata dalam hadis lain :\n\n\"Senantiasa ada segolongan umatku yang menegakkan kebenaran, siapa yang menentang mereka tidaklah dapat menyusahkan mereka hingga datang ketentuan Allah (hari Kiamat).\" (Riwayat Ibnu Majah dari sauban)\n\nDari hadis-hadis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ijmak ulama menjadi hujah pada setiap masa, dan pada tiap masa itu pasti ada orang-orang yang ahli ijtihad." } } }, { "number": { "inQuran": 1136, "inSurah": 182 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 144, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena kazzaboo bi Aayaatinaa sanastadrijuhum min haisu laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "But those who deny Our signs - We will progressively lead them [to destruction] from where they do not know.", "id": "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1136", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1136.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1136.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebaliknya, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, baik berupa ayat-ayat Al-Qur'an, maupun mukjizat para nabi atau buktibukti keesaan dan kekuasaan Allah yang terhampar, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur, setahap demi setahap, menuju ke arah kebinasaan, hingga mencapai tahap maksimal. Di saat tingkat kekayaan dan kesenangan dunia telah membuat mereka lupa daratan, maka mereka akan sangat terkejut ketika kebinasaan itu datang dengan cara yang tidak mereka ketahui.", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini, bahwa mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah seperti orang-orang Quraisy yang menentang dakwah Muhammad saw, tentu akan menerima hukuman Allah secara berangsur-angsur tanpa menyadari akibat kesesatan mereka itu. Hal demikian disebabkan mereka tidak memahami Sunatullah dalam pertumbuhan perkembangan manusia, bahwa pertarungan antara yang hak dengan yang batil, antara yang benar dengan yang salah, tentulah yang hak akan memperoleh kemenangan. Apa yang bermanfaat bagi manusia mengalahkan apa yang memudaratkan mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nSebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. (al-Anbiya/21: 18)\n\nDan lagi Allah swt berfirman:\n\nAdapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan. (ar-Rad/13: 17)\n\nPeringatan Allah kepada mereka yang menentang dan mendustakan kerasulan Muhammad saw, mereka akan dibinasakan secara istidraj (berangsur-angsur), telah terbukti kebenarannya. Orang-orang kafir Quraisy yang sangat keras memusuhi Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya telah mengalami kekalahan dalam berbagai peperangan, dalam menghadapi kaum Muslimin. Orang-orang Quraisy tertipu oleh kebesaran dan kekuatannya sendiri. Meskipun mereka selalu mengalami kekalahan, namun mereka tidak menyadari bahwa mereka berangsur-angsur menuju kehancuran." } } }, { "number": { "inQuran": 1137, "inSurah": 183 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 144, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0652\u0644\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u062a\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa umlee lahum; inna kaidee mateen" } }, "translation": { "en": "And I will give them time. Indeed, my plan is firm.", "id": "Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1137", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1137.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1137.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Aku akan memberikan tenggang waktu berupa kesempatan hidup yang cukup, atau menangguhkan siksa dengan menganugerahkan kenikmatan kepada mereka yang menjadikan mereka lupa daratan, tanpa melupakan kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan. Sungguh, rencana-Ku yang pada lahirnya adalah kenikmatan untuk mereka, tetapi tujuannya adalah kebinasaan, sangat teguh, tidak satu pun yang dapat membatalkannya dan akan sangat menyakitkan mereka, sesuai dengan kadar kejahatan yang mereka lakukan.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mendustakan lambat laun menerima azab. Karena Allah membiarkan mereka berumur panjang, hidup makmur, dan mampu berperang, bukanlah lantaran Allah mengasihi mereka, tetapi sebagai tipuan terhadap mereka. Dengan kemewahan dan kekuatan yang mereka miliki, mereka berlarut-larut dalam kezaliman, mereka tidak memiliki norma moral, kecuali norma-norma yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Mereka adalah orang-orang yang mendustakan agama, dan orang-orang yang kafir terhadap Allah. Dalam sejarah umat manusia, baik orang seorang atau sebagai bangsa jika berlaku zalim dan aniaya, akhir kezaliman itu adalah kehancuran bagi mereka sendiri. Allah swt berfirman:\n\n\"Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan. Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya.\" (al-Muminun/23: 54-55-56)\n\nRasulullah saw, bersabda:\n\n\"Sesungguhnya Allah swt memberi tangguh (tidak segera menimpakan azab) bagi orang yang zalim, tetapi bilamana Allah swt mengazabnya, Allah tidak akan membiarkannya lepas\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)" } } }, { "number": { "inQuran": 1138, "inSurah": 184 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 144, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Awalam yatafakkaroo maa bisaahibihim min jinnah; in huwa illaa nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "Then do they not give thought? There is in their companion [Muhammad] no madness. He is not but a clear warner.", "id": "Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1138", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1138.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1138.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka terlalu cepat mendustakan, dan karena pengingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah lahir dari pengingkaran terhadap rasul yang menyampaikannya, maka ayat ini menyatakan, \"Dan apakah mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah dan ditangguhkan siksa atas mereka itu lengah dan tidak merenungkan bahwa teman yang selalu bersama mereka, yaitu Nabi Muhammad, tidak gila. Rasulullah sama sekali tidak gila! Dia, Nabi Muhammad, tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan, lagi pemberi penjelasan tentang akibat perbuatan syirik mereka.", "long": "Dalam ayat ini Allah mencela sikap orang-orang Quraisy yang mendustakan Nabi Muhammad, dan tidak merenungkan kenyataan-kenyataan kepribadian Nabi sendiri. Bahkan karena kejujurannya beliau diberi gelar \"Al-Amin\". (Orang yang terpercaya) oleh mereka sendiri. Mengapa mereka tidak merenungkan pula inti dakwahnya, sebagai bukti kerasulannya dan ayat-ayat Al-Quran yang menetapkan keesaan dan kekuasaan Allah.\n\nSekiranya mereka bersedia merenungkan hal yang demikian, tentulah nampak bagi mereka kebenaran, dan tidaklah keluar dari mulut mereka tuduhan bahwa Nabi Muhammad itu orang gila. Dia adalah sahabat mereka semenjak kecil, sedikit pun tidak ada tanda-tanda gila padanya sebagaimana mereka saksikan sendiri dalam perkembangan hidupnya. Allah menceritakan dalam Al-Quran tentang tuduhan mereka itu dengan firmannya:\n\n\"Maka tidakkah mereka menghayati firman (Allah), atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek-moyang mereka terdahulu? Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya? Atau mereka berkata: \"Orang itu (Muhammad) gila.\" Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran.\" (al-Muminun/23: 68-69-70)\n\nFirman Allah swt:\n\nDan Mereka berkata, \"Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Quran, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang gila.\" (al-Hijr/15:6)\n\nTuduhan gila kepada Nabi Muhammad oleh orang kafir Mekah itu sebenarnya sudah menjadi kebiasaan orang-orang kafir zaman dahulu kepada Nabi-nabi mereka, seperti Nabi Nuh, Nabi Musa, dan lain-lainnya.\n\nFirman Allah swt:\n\nDemikianlah setiap kali seorang rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, \"Dia itu pesihir atau orang gila.\" (adz-dzariyat/51: 52)\n\nSesungguhnya Nabi Muhammad, bukanlah orang gila, tetapi beliau adalah seorang Rasul, seorang yang menyampaikan peringatan kepada manusia tentang azab dan penderitaan yang akan mereka alami jika ingkar kepada Allah dan menolak agama-Nya. Nabi Muhammad hanya memberi nasihat kepada mereka, bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat, baik untuk pribadi ataupun masyarakat hanyalah dicapai dengan agama yang dibawanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1139, "inSurah": 185 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 144, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yanzuroo fee malakootis samaawaati wal ardi wa maa khalaqal laahu min shai'inw wa an 'asaaa ai yakoona qadiqtaraba ajaluhum fabi aiyi hadeesim ba'dahoo yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Do they not look into the realm of the heavens and the earth and everything that Allah has created and [think] that perhaps their appointed time has come near? So in what statement hereafter will they believe?", "id": "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1139", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1139.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1139.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka sungguh telah mendustakan Nabi Muhammad yang mengajak mereka untuk mengesakan Allah. Kini Allah mengajak mereka untuk memperhatikan alam raya, dengan firman-Nya, \"Dan apakah mereka juga buta sehingga tidak memperhatikan dan mengambil pelajaran dari apa yang terbentang pada kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, yang semuanya menunjuki keesaan, keagungan dan kekuasaan-Nya, dan apakah mereka juga tidak melihat dan memikirkan dengan rasa takut tentang kemungkinan telah dekatnya waktu kebinasaan mereka? Mereka tidak berpikir bahwa ajal mereka sebenarnya sudah dekat, atau paling tidak, sudah semakin dekat, sehingga mereka cepat-cepat merenungi dan mencari kebenaran sebelum ajal mereka tiba. Jika Al-Qur'an tidak juga membuat mereka percaya, lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai?\"", "long": "Dalam ayat ini Allah mengecam mereka yang mendustakan Rasul. Mengapa mereka tidak memperhatikan apa yang terdapat pada kerajaan langit, dalam ruang angkasa yang sangat luas dengan jutaan bintang-bintang dan sejumlah planet-planet yang belum diketahui secara pasti keadaannya, beserta bulan-bulan yang beredar sekelilingnya di tiap-tiap planet itu. Dan mengapa pula mereka tidak memperhatikan apa yang terjadi di bumi, lautan dan daratan dengan segala hewan dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di alam keduanya? Semua makhluk itu bagaimana kecilnya tunduk kepada suatu hukum yang rapi dan pasti, \"Siapakah yang menciptakan hukum atau Sunnah itu?\" Sekiranya mereka sejenak merenungkan isi kerajaan langit dan bumi itu tentulah mereka akan memperoleh petunjuk untuk membenarkan kerasulan Muhammad saw, mereka beriman kepada ayat-ayat Al-Quran yang dibawanya. \n\nDemikian pula halnya, sekiranya mereka memperhatikan dengan mendalam pada diri mereka sendiri. Manusia sebagai makhluk yang hidup pastilah akan berakhir dengan kematian, cepat atau lambat. Apakah mereka akan menghadap Tuhan dengan membawa amal kejahatan itu? Orang-orang kafir akan menyadari betapa bijaksananya jika sekiranya mereka menerima peringatan-peringatan dan ajaran-ajaran yang dibawa Rasul. Apa yang dibawa oleh Rasul itu sebenarnya bermanfaat bagi mereka di dunia dan di akhirat, yakni kepercayaan tentang adanya hari Kiamat dan hari pembalasan, buruk dan baik dan berita kehidupan sesudah mati. Jika mereka tidak percaya kepada ajaran Al-Quran yang dibawa oleh Rasul itu, maka adakah ajaran lain atau berita lain yang patut mereka percayai? Jika mereka tidak menemukan berita dan ajaran lainnya, maka Al-Quran-lah satu-satunya pilihan dan pegangan bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1140, "inSurah": 186 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 144, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Mai yadlilil laahu falaa haadiyaa lah; wa yazaruhum fee tughyaanihim ya'mahoon" } }, "translation": { "en": "Whoever Allah sends astray - there is no guide for him. And He leaves them in their transgression, wandering blindly.", "id": "Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1140", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1140.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1140.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka enggan mengikuti Al-Qur'an dan keterangan yang disampaikan Rasul, sehingga berlakulah keketapan Allah, yaitu barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, karena pilihan dan usahanya sendiri, atau karena kebejatan hati dan keengganannya memanfaatkan petunjuk, maka baginya tidak ada seorang pun yang mampu memberi petunjuk guna mengantarkannya kepada kebahagiaan dan memberinya kemampuan untuk melaksanakan petunjuk. Allah akan terus membiarkannya selalu terombang-ambing dalam kesesatan, sehingga tidak menemukan jalan kebenaran.", "long": "Kemudian Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa orang yang disesatkan oleh Allah, tidak ada baginya yang memberi petunjuk. Seorang menjadi sesat karena dia telah kehilangan potensi dalam dirinya (fitrah) untuk menerima petunjuk. Kehilangan potensi itu disebabkan kelengahan dirinya sendiri dalam memeliharanya dari pengaruh dan godaan setan dan hawa nafsu. Karena tidak adanya potensi itu, maka jiwanya tidak menanggapi isi Al-Quran sewaktu datang kepadanya. Bahkan dia mengadakan reaksi yang negatif, yakni menolak, tidak menerima Al-Quran. Meskipun Rasul yang datang membawa Al-Quran itu kepadanya mempunyai akhlak yang mulia, akal yang sempurna, tetapi karena dia telah kehilangan kesediaan itu, maka Al-Quran tetap tidak berpengaruh pada jiwa orang yang disesatkan Allah itu. Jiwanya telah gelap, tidak menerima ajaran Al-Quran. Karena itu tak ada cahaya petunjuk baginya.\n\nHatinya gelap bertambah gelap akibat perbuatan yang mungkar serta kelaliman yang melampaui batas. Keraguan semakin mencekam hati manusia yang demikian, dan akhirnya sulitlah baginya untuk memperoleh jalan keluar dari kesesatan itu.\n\nFirman Allah swt:\n\nSekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka. (al-Muthaffifin/83: 14)\n\nSetiap perbuatan yang jahat menambah gelap hati manusia. Hati yang gelap menimbulkan perbuatan-perbuatan yang jahat kembali. Demikianlah akhirnya manusia yang sesat itu berputar-putar dalam lingkaran kesesatan. Mereka bergelimang dalam lumpur dosa dan kesesatan. Dia dapat lepas dan tertolong dari lingkaran kesesatan ini bilamana dia memiliki kemauan yang keras untuk kembali ke jalan Allah dan Nur Ilahi." } } }, { "number": { "inQuran": 1141, "inSurah": 187 }, "meta": { "juz": 9, "page": 174, "manzil": 2, "ruku": 144, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0648\u064e\u0642\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u062b\u064e\u0642\u064f\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u06d7 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yas'aloonaka 'anis Saa'ati aiyaana mursaahaa qul innamaa 'ilmuhaa 'inda Rabbee laa yujallaeehaa liwaqtihaaa illaa Hoo; saqulat fis samaawaati wal ard; laa taateekum illaa baghtah; yas'aloonaka ka annaka hafiyyun 'anhaa qul innamaa 'ilmuhaa 'indal laahi wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "They ask you, [O Muhammad], about the Hour: when is its arrival? Say, \"Its knowledge is only with my Lord. None will reveal its time except Him. It lays heavily upon the heavens and the earth. It will not come upon you except unexpectedly.\" They ask you as if you are familiar with it. Say, \"Its knowledge is only with Allah, but most of the people do not know.\"", "id": "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1141", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1141.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1141.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, mereka, yaitu kaum Yahudi atau musyrik, atau siapa pun mereka, menanyakan kepadamu dengan maksud mengejek atau mengujimu tentang Kiamat, yang pada hakikatnya mereka tidak akui adanya, atau mereka pun sebenarnya tahu bahwa hanya Allah yang tahu tentang itu, \"Kapan terjadinya dan bagaimana mengetahuinya?\" Katakanlah kepada mereka, \"Sesungguhnya pengetahuan tentang waktu dan bagaimana Kiamat itu terjadi ada pada Tuhanku; tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia Yang Maha Mengetahui. Kiamat itu sangat berat dan mencekam bagi makhluk yang di langit dan di bumi karena tidak ada yang mengetahuinya dan sangat besar huru-haranya. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.\" Mereka mengulang bertanya tentang itu kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat ada pada Allah, sehingga tidak ada yang dapat mengetahui kecuali atas informasi-Nya, padahal Dia telah menetapkan tidak memberitahu siapa pun tentang waktu kedatangannya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui sehingga mereka terus bertanya atau menduga-duga, termasuk tentang hal-hal yang gaib lainnya.\"", "long": "Allah dalam ayat ini menegaskan bahwa hanya Dialah yang mengetahui saat terjadinya hari Kiamat itu. Kepastian terjadinya hari Kiamat dan apa yang terjadi pada hari Kiamat sudah banyak dijelaskan oleh Al-Quran. Akan tetapi khusus yang berkenaan dengan saat terjadinya hari Kiamat itu tidak ada dijelaskan dalam Al-Quran. Hal itu hanya berada dalam ilmu Allah semata-mata.\n\nKita dapat menarik pelajaran dari peringatan ini, bahwa tak seorang manusia pun yang tahu, kapan akan terjadi pada hari Kiamat. Dengan demikian berarti kita tidak boleh mempercayai ramalan orang atau berita bahwa hari Kiamat akan terjadi pada hari, tanggal, bulan dan tahun sekian atau saat tertentu. Peringatan ini berlaku umum untuk masa kapan pun. Ternyata sampai masa kita sekarang hal ini memang sering terjadi, entah di dunia Barat, di Afrika atau di tanah air kita sendiri, ada saja orang atau golongan yang percaya, bahwa hari Kiamat sudah dekat, akan terjadi pada waktu-waktu tertentu dengan menyebutkan saat akan terjadinya. Banyak orang yang percaya dan tertipu dengan ramalan atau berita yang dibuat orang dengan mengaku pemuka agama, akibatnya ada yang sampai menelan korban.\n\nYang menanyakan saat terjadinya hari Kiamat itu ialah orang Quraisy. Ayat ini turun di Mekah. Di Mekah tidak ada orang Yahudi yang memberitahukan dan mengajarkan kepada orang-orang Quraisy tentang kerasulan, hari berbangkit, surga dan neraka. Berbeda halnya dengan orang Arab Medinah yang sudah banyak bergaul dengan bangsa Yahudi. Mereka sudah mempunyai pengertian tentang kenabian dan hari berbangkit.\n\nJika orang Quraisy menanyakan tentang hari Kiamat itu maka sebenarnya pertanyan itu dilatar belakangi anggapan mereka bahwa hari Kiamat itu tidak mungkin terjadi dan merupakan suatu berita bohong, Allah menggambarkan pikiran mereka dengan firman-Nya:\n\nOrang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh. (asy-Syura/42: 18)\n\nKarena isi pertanyaan itu merupakan keingkaran, maka Nabi Muhammad disuruh untuk menjawabnya dengan jawaban yang sangat bijaksana, Nabi menjawab bahwa persoalan kapan terjadinya hari Kiamat itu bukan persoalan manusia, bukan pula persoalan Nabi, tetapi persoalan itu kepunyaan Allah semata-mata. Hanyalah Dia yang mengetahui saat terjadinya peristiwa kiamat itu, dan bagaimana proses terjadinya. Nabi ditugaskan oleh Allah, untuk memperingatkan tentang kepastian hari Kiamat dan kedahsyatan yang terjadi pada waktu itu sesuai dengan berita Al-Quran.\n\nOrang Quraisy ingin memancing jawaban dari Rasulullah saw, dan dari jawaban itu mereka bermaksud mencemoohkan dan mendustakannya. Dirahasiakannya saat terjadinya hari Kiamat mengandung hikmah yang besar bagi orang-orang yang beriman. Mereka dengan hati pasrah menyerahkan persoalan yang bakal terjadi pada hari Kiamat itu hanya kepada Allah. Dialah yang akan membuka tabir kerahasiaan itu, tak ada orang lain yang menyertainya ataupun yang menjadi perantara dengan hamba-hamba-Nya untuk memberitahukan saat terjadinya hari Kiamat itu. Para nabi hanya bertugas memperingatkan tentang adanya hari Kiamat.\n\nMemang hari Kiamat merupakan beban yang berat bagi penduduk langit dan bumi, karena pada hari itu segala amal perbuatan mereka akan diperhitungkan. Dan juga sukar bagi mereka, karena mereka tidak mengetahui saat kiamat itu terjadi. Kiamat itu akan terjadi dengan tiba-tiba pada saat mereka lalai dan tidak menyadarinya. Bagi orang yang sibuk dengan amal kebajikan, serta tawakal kepada Allah untuk menghadapai hari akhir itu. Kapan pun terjadi peritiwa dahsyat itu, dia sudah siap sedia menghadapinya.\n\nKemudian Allah menegaskan lagi kepada Nabi Muhammad, bahwa orang-orang musyrik itu bertanya kepada beliau tentang hari Kiamat, karena mereka menganggap seakan-akan Nabi mengetahuinya. Jika Nabi tidak mengetahunya, Nabi dapat langsung bertanya kepada Allah. Maka Allah memerintahkan kembali kepada Nabi untuk menandaskan bahwa saat terjadinya hari Kiamat itu tetap rahasia Allah, Dia sajalah yang mengetahui saat terjadinya kiamat itu. tidak ada orang lain yang mengetahuinya, dan tidak ada orang yang akan diberi ilmu untuk mengetahui mengapa Allah merahasiakan terjadinya kiamat itu dan apa hikmat yang terkandung dalam merahasiakan itu. Dan banyak manusia yang tidak tahu mana yang patut ditanyakan dan mana yang tidak patut ditanyakan.\n\nMenurut Zahir, Nabi Muhammad, tidaklah mengetahui saat hari Kiamat itu, beliau hanya mengetahui dekatnya hari Kiamat.\n\nNabi Muhammad saw bersabda:\n\n\"Aku diutus dan datangnya hari Kiamat itu seperti dua ini, sambil memperlihatkan telunjuknya dan jari tengahnya\". (Riwayat at-Tirmizi)\n\nMaksudnya jarak waktu antara beliau dengan hari Kiamat amat dekat seperti jarak antara dua jari tersebut. Meski pun Allah merahasiakan saat terjadinya hari Kiamat itu, namun Allah telah memberitahukan kepada Nabi Muhammad tanda-tanda sebelum kiamat terjadi. Sebagaimana firman Allah swt:\n\nMaka apa lagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu, apabila (hari Kiamat) itu sudah datang? (Muhammad/47: 18)\n\nMaka suatu tanda yang nyata bahwa kiamat itu sudah dekat, ialah diutusnya Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir kepada umat manusia. Dengan kebangkitan beliau itu sempurnalah bimbingan keagamaan oleh Allah kepada manusia, berarti sempurna pula kehidupan kerohanian dan kehidupan materil namun sesudah kehidupan materi itu mencapai puncaknya tibalah kehancuran dan kemusnahan.\n\nDalam hadis banyak pula tanda yang menerangkan tentang terjadinya hari Kiamat itu. Di antaranya ialah keinginan manusia memiliki harta-benda atau kebutuhan materinya saling bertentangan dengan keinginannya kepada kepuasan rohani. Pada suatu masa manusia mengutamakan kebutuhan spiritual yang diutamakan, dan kebutuhan materi yang dikalahkan. Kemudian dimenangkan lagi kebutuhan materil bersamaan dengan perkembangan kesesatan, kejahatan, kemungkaran dan kekufuran, hingga datanglah hari Kiamat pada saat manusia bergelimang dalam kejahatan." } } }, { "number": { "inQuran": 1142, "inSurah": 188 }, "meta": { "juz": 9, "page": 175, "manzil": 2, "ruku": 144, "hizbQuarter": 69, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0644\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul laaa amliku linafsee naf'anw wa laa darran illaa maa shaaa'al laah; wa law kuntu a'alamul ghaiba lastaksartu minal khairi wa maa massaniyas soo'; in ana illaa nazeerunw wa basheerul liqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"I hold not for myself [the power of] benefit or harm, except what Allah has willed. And if I knew the unseen, I could have acquired much wealth, and no harm would have touched me. I am not except a warner and a bringer of good tidings to a people who believe.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1142", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1142.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1142.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan hanya soal kapan terjadi hari Kiamat, tetapi seluruh persoalan berada dalam genggaman kekuasaan Allah. Nabi Muhammad tidak memiliki wewenang dan pengetahuan, kecuali yang dianugerahkan Allah, maka katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada mereka, \"Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat seberapa besar pun, maupun menolak mudarat sekecil apa pun, karena aku adalah makhluk lemah dan pengetahuanku pun terbatas, bagi diriku, apalagi buat orang lain, kecuali apa yang dikehendaki Allah untuk dianugerahkan-Nya kepadaku. Sekiranya aku mengetahui segala sesuatu yang gaib, seperti yang kalian sangka, niscaya aku dengan pengetahuanku itu akan membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Tetapi tidak demikian keadaanku; sekali waktu mendapat kebaikan, di kali lain mengalami yang buruk; sekali waktu kalah dalam perang dan di kali lain menang; kadang rencanaku berhasil, terkadang juga gagal. Begitulah, karena memang aku tidak lain hanyalah seorang hamba Allah yang bertugas sebagai pemberi peringatan kepada seluruh manusia mengenai azab, dan pembawa berita gembira berupa balasan atau pahala bagi orang-orang yang beriman. Tugasku tidak terkait dengan pengetahuan yang rinci tentang yang gaib, kecuali yang telah diinformasikan-Nya kepadaku.\"", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, untuk menegaskan kepada umat manusia, bahwa segala perkara di dunia ini membawa baik yang manfaat atau mudarat adalah berasal dari Allah. Nabi Muhammad sendiri walau pun dekat pada Allah tidaklah menguasai kemanfaatan dan kemudaratan sehingga dia dapat mengatur menurut kehendak-Nya. \n\nKaum Muslimin pada mulanya beranggapan bahwa setiap orang yang menjadi Rasul tentulah dia mengetahui perkara-perkara yang gaib, memiliki kemampuan di luar kemampuan manusia biasa, baik untuk mencari sesuatu keuntungan ataupun menolak sesuatu kemudaratan untuk dirinya ataupun untuk orang lain. Untuk memperbaiki kekeliruan pandangan ini, Allah menyuruh Rasulullah untuk menjelaskan bahwa kedudukan Rasul tidak ada hubungannya dengan hal yang demikian itu. Rasul hanyalah pemberi petunjuk dan bimbingan, tiadalah dia mempunyai daya mencipta atau meniadakan. Apa yang diketahuinya tentang hal-hal yang gaib adalah yang diberi tahu oleh Allah kepadanya.\n\nSekiranya Nabi saw mengetahui hal-hal yang gaib, misalnya mengetahui peristiwa-peristiwa pada hari mendatang, tentulah Nabi saw mempersiapkan dirinya lahir batin, moril dan materil untuk menghadapi peristiwa itu dan tentulah beliau tidak akan ditimpa kesusahan.\n\nSebenarnya Rasul saw adalah manusia biasa. Perbedaan dengan orang biasa hanyalah terletak pada wahyu yang diterimanya dan tugas yang dibebankan kepada beliau, yakni memberikan bimbingan dan pengajaran yang telah digariskan Allah untuk manusia. Nabi hanyalah memberi peringatan dan membawa berita gembira kepada orang yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 1143, "inSurah": 189 }, "meta": { "juz": 9, "page": 175, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u064e\u0634\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u062d\u064e\u0645\u0652\u0644\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0641\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062b\u0652\u0642\u064e\u0644\u064e\u062a \u062f\u0651\u064e\u0639\u064e\u0648\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazee khalaqakum min nafsinw waahidatinw wa ja'ala minhaa zawjahaa liyas kuna ilaihaa falammaa taghash shaahaa hamalat hamlan khafeefan famarrat bihee falammaaa asqalad da'awal laaha Rabbahumaa la'in aayaitanaa saalihal lanakoo nanna minash shaakireen" } }, "translation": { "en": "It is He who created you from one soul and created from it its mate that he might dwell in security with her. And when he covers her, she carries a light burden and continues therein. And when it becomes heavy, they both invoke Allah, their Lord, \"If You should give us a good [child], we will surely be among the grateful.\"", "id": "Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhan Mereka (seraya berkata), “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1143", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1143.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1143.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitulah Allah mengalihkan pandangan mereka agar memerhatikan keadaan Rasul dan juga mencermati alam raya agar mereka dapat merasakan keesaan Tuhan. Kali ini Allah mengajak mereka membaca fakta dalam diri mereka, yaitu bahwa Dialah, Allah, yang menciptakan kamu keturunan Nabi Adam dari jiwa yang satu, yaitu Nabi Adam, dan dari padanya Dia menciptakan pasangannya, yaitu Hawa, agar dia merasa tenang dan cenderung hatinya kepada pasangannya. Maka setelah dicampurinya, istrinya mengandung kandungan yang ringan, seperti biasanya kehamilan di masa awal, dan teruslah dia merasa ringan beberapa waktu. Kemudian ketika dia merasa berat, di saat kandungan semakin besar dan semakin dekat waktu bersalin, keduanya, yakni pasangan suami istri, bermohon kepada Allah, Tuhan mereka seraya berkata, \"Demi kekuasaan dan kebesaran-Mu, jika Engkau memberi kami anak yang saleh, sempurna, sehat, dan tidak cacat, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa manusia itu diciptakan dari jenis yang satu, dan dari jenis yang satu itu diciptakan pasangannya, maka hiduplah mereka berpasangan pria-wanita (suami-isteri) dan tenteramlah dia dengan isterinya itu. Hidup berpasangan suami-isteri merupakan tuntutan kodrati manusia rohaniyah dan jasmaniah. Bila seseorang telah mencapai usia dewasa, timbullah keinginan untuk hidup berpasangan sebagai suami-isteri, dan dia akan mengalami keguncangan batin apabila keinginan itu tidak tercapai. Sebab dalam berpasangan suami-isteri itulah terwujud ketenteraman. Ketenteraman tidak akan terwujud dalam diri manusia diluar hidup berpasangan suami-isteri. Maka tujuan kehadiran seorang isteri pada seorang laki-laki di dalam agama Islam ialah menciptakan hidup berpasangan itu sendiri. Islam mensyariatkan manusia agar mereka hidup berpasangan suami-isteri, karena dalam situasi hidup demikian itu manusia menemukan ketenteraman dan kebahagian rohaniyah dan jasmaniah.\n\nBila kedua suami-isteri itu berkumpul, mulailah isterinya mengandung benih. Saat permulaan dari pertumbuhan benih itu terasa ringan. Pertama-tama terhentinya haid dan selanjutnya benih itu terus berproses, perlahan-lahan. Maka ketika kandungannya mulai berat, ibu-bapak memanjatkan doa kepada Allah agar keduanya dianugerahi anak yang saleh, sempurna jasmani, berbudi luhur, cakap melaksanakan tugas kewajiban sebagai manusia. Kedua, isteri itu berjanji akan mewajibkan atas dirinya sendiri untuk bersyukur kepada Allah karena menerima nikmat itu dengan perkataan, perbuatan dan keyakinan." } } }, { "number": { "inQuran": 1144, "inSurah": 190 }, "meta": { "juz": 9, "page": 175, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa aataahumaa saalihan ja'alaa lahoo shurakaaa'a feemaaa aataahumaa; fata'aalal laahu 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "But when He gives them a good [child], they ascribe partners to Him concerning that which He has given them. Exalted is Allah above what they associate with Him.", "id": "Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1144", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1144.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1144.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka setelah Dia, yakni Allah memberi keduanya seorang anak yang sempurna, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu, yakni mereka tidak bersyukur. Orang-orang musyrik menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu, yaitu bahwa kelahiran anak mereka itu bukan semata-mata karunia Allah, tetapi juga atas berkat berhala-berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak-anak mereka dengan 'Abdul 'Uzza, 'Abdul Manat, Abdusy Syam dan sebagainya. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.", "long": "Allah memperkenankan doa kedua suami-isteri itu dengan menganugerahkan anak yang saleh kepada keduanya. Tetapi kemudian mereka tidaklah bersyukur kepada Allah atas nikmat itu, bahkan mereka menisbahkan anak yang saleh itu kepada berhala-berhala dengan mengatakan bahwa anak itu hamba dari patung-patung, atau mereka hubungkan anak itu kepada binatang-binatang atau kepada alam. Mereka tidak mengatakan anak itu sebagai anugerah Allah. Oleh karena itu mereka tidak bersyukur kepada Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan." } } }, { "number": { "inQuran": 1145, "inSurah": 191 }, "meta": { "juz": 9, "page": 175, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "A yushrikoona maa laa yakhluqu shai'anw wa hum yukhlaqoon" } }, "translation": { "en": "Do they associate with Him those who create nothing and they are [themselves] created?", "id": "Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1145", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1145.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1145.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu banyak bukti-bukti keagungan, ketinggian, dan kesucian Allah dari segala kekurangan dan sekutu, lalu mengapa mereka terus berada dalam kesesatan dan selalu mempersekutukan Allah dengan sesuatu berhala yang tidak dapat menciptakan dan melakukan sesuatu apa pun? Padahal berhala itu sendiri diciptakan oleh manusia.", "long": "Kemudian Allah dalam ayat ini mencela keras sikap, pikiran dan tingkah laku orang-orang yang menyembah berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun walaupun hanya benda-benda yang rendah nilainya, karena berhala-berhala itu sendiri dibikin oleh tangan manusia. Tidaklah wajar bagi orang-orang yang punya pikiran menjadikan berhala itu sebagai sembahan, baik dia dipandang sebagai sekutu Allah dalam menerima ibadah ataupun sebagai perantara antara manusia dengan Allah. Sebab segala pujian atau sembahan kepada selain Allah sedikitpun tidak ada faedahnya. Firman Allah swt:\n\nWahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. Mereka tidak dapat merebut kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah. (al-Hajj/22: 73)" } } }, { "number": { "inQuran": 1146, "inSurah": 192 }, "meta": { "juz": 9, "page": 175, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yastatee'oona lahum nasranw wa laaa anfusahum yansuroon" } }, "translation": { "en": "And the false deities are unable to [give] them help, nor can they help themselves.", "id": "Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1146", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1146.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1146.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh bodoh mereka yang menjadikan makhluk sebagai sekutu bagi Allah, dan bukan hanya tidak dapat mencipta, berhala-berhala itu juga tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan bahkan kepada dirinya sendiri pun mereka, yakni berhala-berhala itu, tidak dapat memberi pertolongan jika ada yang merusak dan mengganggu mereka.", "long": "Ayat ini seperti ayat-ayat yang lalu menggambarkan penyembah-penyembah berhala pada umumnya, termasuk kemusyrikan Arab Mekah. Allah menjelaskan bahwa sembahan-sembahan kaum musyrikin itu tidak punya kesanggupan apa-apa, baik dalam memberi pertolongan terhadap diri mereka sendiri, ketika terjadi serangan dari musuh kepada penyembah-penyembah itu, ataupun mereka ditimpa oleh malapetaka, patung-patung itu tidak dapat memberikan pertolongan. Bahkan bila ada seseorang mengotori patung-patung itu atau mencuri perhiasannya, niscaya patung itu tidak dapat membela dirinya sendiri. Demikianlah patung-patung itu hanya disembah dan dibela, tetapi menyembah itu tak dapat imbalan apa-apa dari patung itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1147, "inSurah": 193 }, "meta": { "juz": 9, "page": 175, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0645\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in tad'oohum ilalhudaa laa yattabi'ookum; sawaaa'un 'alaikum a-da'awtumoohum am antum saamitoon" } }, "translation": { "en": "And if you [believers] invite them to guidance, they will not follow you. It is all the same for you whether you invite them or you are silent.", "id": "Dan jika kamu (wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1147", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1147.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1147.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jangan duga, wahai para penyembah berhala, sembahan-sembahan kamu hanya tidak dapat membela diri atau membantu kamu. Yang lebih ringan dari itu pun mereka tidak mampu, yaitu jika kamu, wahai orang-orang musyrik, selalu menyerunya dengan meminta berhala-berhala itu untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu karena mereka tidak mendengar dan juga tidak mengerti. Sama saja hasilnya buat kamu apakah kamu telah menyeru mereka, walaupun itu berkali-kali, atau sikap kamu mantap berdiam diri, tidak mengucapkan satu kata pun. Sama saja, tidak ada gunanya sama sekali. Mereka tetap tidak akan tersentuh atau bergerak.", "long": "Allah swt menyatakan dalam ayat ini kepada kaum musyrikin bahwa jika mereka memohon kepada berhala-berhala itu agar memberi petunjuk kepada mereka sebagaimana mereka memohon kepada Allah agar memberi kebaikan, tentulah berhala-berhala itu tidak dapat memberi petunjuk ke jalan yang menuju cita-cita mereka atau ke jalan yang menuju keselamatan mereka dari kesulitan dan kesukaran yang menimpa mereka. Berhala-berhala itu tidak dapat mengikuti keinginan mereka, dan tidak pula memperkenankan permohonan mereka. Keadaannya sama saja apakah penyembah-penyembah berhala itu memohon sesuatu kepada berhala itu ataukah mereka tidak minta apa-apa. Berhala itu tidak akan paham permohonan mereka, tidak mendengar dan tidak pula memikirkan apa yang diucapkan kepada mereka.\n\nPatutkah sesuatu yang memiliki sifat-sifat di atas itu disembah. Seharusnya yang disembah itu ialah Allah Yang memberi manfaat kepada yang menyembah-Nya. Yang memberi hukuman kepada yang berbuat maksiat kepada-Nya. Yang menghancurkan musuh-musuh-Nya. Yang memberikan petunjuk kepada yang taat kepada-Nya, dan mendengarkan doa-doa orang-orang yang berdoa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1148, "inSurah": 194 }, "meta": { "juz": 9, "page": 175, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064c \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena tad'oona min doonil laahi 'ibaadun amsaalukum fad'oohum fal yastajeeboo lakum in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, those you [polytheists] call upon besides Allah are servants like you. So call upon them and let them respond to you, if you should be truthful.", "id": "Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1148", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1148.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1148.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih dalam konteks menjelaskan kecaman terhadap berhala-berhala sembahan kaum musyrik, ayat ini menyatakan, \"Sesungguhnya mereka, yakni berhala-berhala yang kamu seru selain Allah yang kamu harapkan dapat memberikan manfaat adalah makhluk yang lemah yang serupa juga dengan kamu, yaitu tunduk kepada Allah sesuai tabiat ciptaan mereka, seperti halnya kalian. Kalau benar mereka itu berkuasa, seperti yang kalian sangka, maka serulah mereka, lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudarat, jika kamu orang yang benar dalam keyakinanmu bahwa berhala-berhala itu adalah Tuhan sekutu bagi Allah.", "long": "Dalam ayat ini ditandaskan bahwa sesembahan selain Allah yang menjadi tujuan doa kaum musyrikin itu sebenarnya makhluk seperti mereka. Doa adalah pengharapan dan permintaan dari orang yang mengucapkan kepada siapa saja yang dipandangnya mempunyai kekuatan yang lebih besar dari dia untuk memenuhi pengharapan, baik untuk mendapatkan kemanfaatan ataupun untuk menolak kesusahan dan kerugian. Mengapa mereka memanjatkan doa kepada berhala-berhala yang sebenarnya adalah makhluk Allah seperti mereka, yang tunduk kepada kudrat dan iradat Allah swt. Sangat tidak logis jika mereka memohon kepada berhala-berhala itu sesuatu yang mereka sendiri, dan juga berhala-berhala itu tidak dapat mencapainya. Seharusnya mereka memanjatkan doa kepada Allah Pencipta dan Pengatur segala sebab dan akibat dalam alam ini. Segala benda mati dan benda hidup di dalam alam ini semua tunduk kepada Sunnah-Nya.\n\nAkan tetapi jika kaum musyrik itu meyakini bahwa kepercayaan mereka benar yaitu berhala itu mampu memberi kemanfaatan ataupun menolak kemudaratan yang tidak sanggup dikerjakan oleh manusia, biarlah mereka berdoa kepada berhala itu kalau doa itu memang dapat dikabulkan oleh berhala itu. Sungguh amat sesat pikiran orang-orang yang memandang bahwa benda mati itu punya daya dan kekuatan seperti Tuhan Pencipta-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1149, "inSurah": 195 }, "meta": { "juz": 9, "page": 175, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u064c \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u064d \u064a\u064e\u0628\u0652\u0637\u0650\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064c \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u064c \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "A lahum arjuluny yamshoona bihaa am lahum aidiny yabtishoona bihaaa am lahum a'yunuy yubsiroona bihaaa am lahum aazaanuny yasma'oona bihaa; qulid'oo shurakaaa'akum summa keedooni falaa tunziroon" } }, "translation": { "en": "Do they have feet by which they walk? Or do they have hands by which they strike? Or do they have eyes by which they see? Or do they have ears by which they hear? Say, [O Muhammad], \"Call your 'partners' and then conspire against me and give me no respite.", "id": "Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1149", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1149.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1149.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan berhala-berhala itu lebih rendah derajatnya dari kalian dalam segi ciptaan dan aspek bentuknya. Perhatikanlah, apakah mereka, yakni berhala-berhala itu mempunyai kaki untuk berjalan, seperti kalian yang dapat berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras dan menampik mudarat dari diri kalian dan dari diri mereka sendiri? Atau mempunyai mata untuk melihat dan mengamati, atau mempunyai telinga untuk mendengar permintaan kalian lalu mewujudkannya? Tidak! Mereka tidak memiliki semua itu, lalu mengapa kalian mempersekutukan mereka dengan Allah? Katakanlah, \"Andaikata dalam dugaan kalian tuhan-tuhan itu bisa mendatangkan mudarat atas diriku atau orang lain, maka panggillah berhala-berhalamu yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah bersama mereka tipu daya untuk mencelakakan-ku. Segera sekarang juga, dan jangan kamu tunda lagi. Sungguh mereka itu tidak dapat berbuat sesuatu.", "long": "Dalam ayat ini Allah memperingatkan para pemuja benda-benda itu, bahwa berhala-berhala itu bukan saja tidak sederajat dengan mereka bahkan lebih rendah dari mereka. Berhala-berhala itu tidak memiliki kelengkapan tubuh seperti kaki, tangan, mata dan lain-lain sebagainya, yang dapat mengabulkan permohonan dan tuntutan pemujanya. Benda-benda itu tidak seperti penyembahnya yang keadaannya lebih sempurna dan lebih lengkap. Peringatan Allah ini merupakan ejekan dan penghinaan kepada kaum musyrikin, tetapi kaum musyrikin itu tidak menginsyafi keadaan diri mereka, bahkan mereka merasa sombong dan takabur. Mereka enggan menerima petunjuk dan pelajaran dari Rasul saw dengan alasan bahwa Rasul itu seorang manusia. Mereka berkata sesama mereka tentang kemanusiaan rasul, sebagimana difirmankan Allah:\n\nDan sungguh, jika kamu menaati manusia yang seperti kamu, niscaya kamu pasti rugi. (al-Muminun/23: 34)\n\nDi sinilah kejanggalan pikiran mereka. Mereka menolak Rasul karena beliau seorang manusia. Padahal Rasul saw, mempunyai kelebihan pengetahuan, kebijaksanaan dan hidayah dari Allah dibanding dengan manusia lainnya. Mereka lebih mengutamakan patung-patung daripada seorang Rasul. Bahkan mengangkat patung-patung dan benda-benda sembahan sampai ke derajat tuhan. Maka Allah memerintahkan Rasul untuk menantang mereka dengan mengatakan kepada mereka bahwa jika benar berhala-berhalanya punya kekuatan, suruhlah mereka bersatu untuk membinasakan Rasul saw. Tidak perlu mereka memberi kesempatan menunggu Rasul saw membinasakannya lebih dulu. Tantangan yang demikian itu tidak akan terucapkan oleh Nabi saw sekiranya keimanan kepada pertolongan Allah tidak betul-betul diyakininya.\n\nTantangan demikian harus diucapkan. Sebab dalil-dalil dan alasan ilmiyah tidak bermanfaat lagi untuk menyatakan kebathilan kepercayaan masyarakat musyrikin Arab itu. Nabi Muhammad diperintahkan untuk meminta kepada mereka agar berhala-berhala mereka membinasakan nabi Muhammad. Tantangan yang demikian itu cukup membuat hati penyembah-penyembah berhala itu gentar." } } }, { "number": { "inQuran": 1150, "inSurah": 196 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna waliyyial laahul lazee nazzalal Kitaaba wa Huwa yatawallas saaliheen" } }, "translation": { "en": "Indeed, my protector is Allah, who has sent down the Book; and He is an ally to the righteous.", "id": "Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an). Dia melindungi orang-orang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1150", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1150.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1150.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sangat buruk perumpamaan keadaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami karena mereka mengabaikan tuntunan pengetahuannya, bahkan berbuat zalim. Dengan mengingkari kebenaran, mereka sebenarnya tidak lain telah menzalimi diri mereka sendiri. Begitulah, seburuk-buruk manusia adalah orang yang mempunyai pengetahuan keesaan Allah dan agama-Nya, tetapi karena didorong oleh hawa nafsu duniawi, dia meninggalkan ilmunya dan berubah menjadi kafir kepada Allah Itulah sifat-sifat Allah yang disembah oleh Nabi Muhammad dan para pengikutnya, sedangkan berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik yang sesat, sifatnya seperti diurai pada ayat ini. Dan berhalaberhala yang selalu kamu, yakni orang-orang musyrik penyembah berhala seru selain Allah untuk meminta pertolongan dan beribadah kepada mereka, tidaklah sanggup menolongmu dengan cara apa pun, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri, mereka itu lemah seperti halnya kamu, bahkan lebih lemah dari kamu.", "long": "Ayat ini menerangkan lanjutan ucapan Nabi Muhammad dihadapan kaum musyrikin, yaitu bahwa sesungguhnya Allah Yang menjadi pelindungnya, Yang mengurusi urusannya, dan Yang menjadi penolongnya. Allah Yang menurunkan Al-Quran, Yang menjelaskan keesaan-Nya dan yang mewajibkan manusia berbakti serta berdoa kepada-Nya dalam segala keadaan. Al-Quran itu membentangkan pula kekeliruan dan kebathilan penyembahan berhala. Karena itu Rasulullah saw tidak memperdulikan berhala-berhala itu dan tidak pula merasa takut kepadanya, meskipun orang-orang musyrikin menakut-nakuti dengan berhala itu. Allah juga akan memberikan pertolongan dan perlindungan-Nya kepada hamba-Nya yang saleh, yakni mereka yang memiliki jiwa yang bersih berkat kebersihan akidahnya, dan dari kebersihan jiwa itu lahir amal perbuatan yang luhur, berguna bagi kehidupan pribadi dan masyarakat." } } }, { "number": { "inQuran": 1151, "inSurah": 197 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena tad'oona min doonihee laa yastatee'oona nasrakum wa laaa anfusahum yansuroon" } }, "translation": { "en": "And those you call upon besides Him are unable to help you, nor can they help themselves.\"", "id": "Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1151", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1151.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1151.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah sifat-sifat Allah yang disembah oleh Nabi Muhammad dan para pengikutnya, sedangkan berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik yang sesat, sifatnya seperti diurai pada ayat ini. Dan berhala-berhala yang selalu kamu, yakni orang-orang musyrik penyembah berhala seru selain Allah untuk meminta pertolongan dan beribadah kepada mereka, tidaklah sanggup menolongmu dengan cara apa pun, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri, mereka itu lemah seperti halnya kamu, bahkan lebih lemah dari kamu.\"", "long": "Allah swt menegaskan kembali pada kaum musyrikin bahwa berhala-berhala yang mereka harapkan pertolongannya itu tidak dapat berbuat apa-apa bahkan menolong diri mereka sendiri tidak dapat, apalagi menolong diri orang lain. Baik memberi manfaat, maupun menolak kemudharatan, seperti apa yang diperbuat Nabi Ibrahim as. Beliau menghancurkan patung-patung kaumnya, sehingga menjadi berkeping-keping. Patung-patung itu tidak dapat membela diri dan membalas dendam. \n\nDiceritakan oleh Ibnu Katsir, bahwa Muaz bin Amr bin al- Jamuh beserta Muaz bin Jabal ra, masuk agama Islam ketika Nabi Muhammad, tiba di Medinah. Keduanya masih muda-muda. Pada suatu malam mereka pergi menghancurkan patung-patung orang musyrikin dan dijadikan kayu bakar untuk para janda. Maksudnya agar kaumnya mengetahui dan mengambil pelajaran dari peristiwa itu.\n\nOrang tuanya yang bernama Amr bin al-Jamuh seorang kepala suku, memiliki sebuah patung yang selalu disembahnya dan diberinya wangi-wangian. Pada suatu malam kedua anak muda itu mendatangi patung tersebut. Lalu patung itu dibalikkannya, kepalanya dibawah dan diberinya kotoran manusia. Besok harinya Amr bin Al Jamuh datang ke tempat patung sembahannya, dilihatnya apa yang telah terjadi. Patung itu kemudian dibersihkanya dan diberinya wangi-wangian lalu dia letakkan sebuah pedang di sampingnya. Berkatalah dia kepada patung itu: \"Belalah dirimu\". Tetapi keesokan harinya kedua anak muda itu kembali mengulangi perbuatannya dan orang tua itupun kembali pula berbuat seperti semula lagi.\n\nAkhirnya kedua anak muda itu mengambil patung itu dan mengikatnya bersama anjing yang mati, lalu diletakkannya di dekat sumur yang dekat dengan tempat itu. Kemudian ketika orang tua itu datang lagi dan melihat apa yang terjadi atas patungnya, sadarlah dia bahwa agama yang dianutnya selama ini adalah agama yang bathil. Kemudian Amr bin Jamuh masuk agama Islam dan menjadi seorang muslim yang baik. Beliau mati syahid dalam Perang Uhud (Lihat Tafsir Ibnu Katsir jilid 2, hal 277)." } } }, { "number": { "inQuran": 1152, "inSurah": 198 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in tad'oohum ilal hudaa laa yasm'oo wa taraahum yanzuroona ilaika wa hum laa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "And if you invite them to guidance, they do not hear; and you see them looking at you while they do not see.", "id": "Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1152", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1152.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1152.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan wahai para penyembah berhala, sesembahan kamu itu bukan hanya tidak mampu menolong kamu atau membela dirinya. Yang lebih lemah dari itu pun mereka tak mampu. Jika kamu para penyembah berhala menyeru mereka, berhala-berhala itu, untuk memberi petunjuk kepada kebaikan dan kebenaran, mereka tidak dapat mendengarnya apalagi mengabulkan permintaan itu. Dan engkau wahai Nabi Muhammad lihat mereka, yakni berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik itu ada di hadapanmu seolah-olah memandangmu, sebab berhala-berhala itu dibuat seakan-akan memandang orang yang di hadapannya dengan mata yang bersinar, padahal mereka tidak melihat, karena sesungguhnya tidak memiliki mata dan tidak pula hati.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyatakan kembali bahwa meskipun orang musyrikin itu meminta berhala-berhala itu memberi petunjuk kepada mereka, namun berhala-berhala itu tidak akan mendengar permintaan itu. karena benda-benda itu tidak mempunyai pendengaran walaupun dia punya telinga. Kaum musyrikin itu melihat berhala-berhala itu memandang kepada mereka, padahal dia tidak melihat, karena berhala-berhala itu tidak punya penglihatan walaupun ia punya mata yang dipahat oleh pembuatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1153, "inSurah": 199 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064f\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e \u0648\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0631\u0652\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "khuzil 'afwa waamur bil'urfi waa'rid 'anil jaahileen" } }, "translation": { "en": "Take what is given freely, enjoin what is good, and turn away from the ignorant.", "id": "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1153", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1153.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1153.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat yang lalu mengecam dengan keras kaum musyrik dan sembahan mereka, pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad tentang cara menghadapi kesesatan mereka. Jadilah engkau wahai Nabi Muhammad dan juga umatmu orang yang pemaaf, dan tidak meminta sesuatu yang akan menyulitkan orang lain dan suruhlah orang mengerjakan dan mengucapkan yang makruf, berupa kebajikan yang dipandang baik oleh akal, agama dan tradisi masyarakat, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh, teruslah melangkah dalam berdakwah.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya, agar berpegang teguh pada prinsip umum tentang moral dan hukum.\n\n1. Sikap Pemaaf dan berlapang dada\n\nAllah swt menyuruh Rasul-Nya agar beliau memaafkan dan berlapang terhadap perbuatan, tingkah laku dan akhlak manusia dan janganlah beliau meminta dari manusia apa yang sangat sukar bagi mereka sehingga mereka lari dari agama.\n\nSabda Rasullah saw:\n\n\"Mudahkanlah, jangan kamu persulit dan berilah kegembiraan, jangan kamu susahkan\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa dan Muadz)\n\nTermasuk prinsip agama, memudahkan, menjauhkan kesukaran dan segala hal yang menyusahkan manusia. Demikian pula halnya dalam bidang budi pekerti manusia banyak dipengaruhi lingkungannya. Bahkan banyak riwayat menyatakan bahwa yang dikehendaki pemaafan di sini ialah pemaafan dalam bidang akhlak atau budi pekerti (Tafsir Ibn Katsir dalam tafsir ayat tersebut)\n\nRasulullah berkata sehubungan dengan ayat ini:\n\n\"Apakah ini ya Jibril? Jawab Jibril, \"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kamu agar memaafkan orang yang berbuat aniaya terhadapmu, memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepadamu dan menyambung hubungan kepada orang yang memutuskannya.\" (Riwayat Ibn Jarir dan Ibn Abi Hatim, dari Ibn Ubay dari bapaknya)\n\n2. Menyuruh manusia berbuat maruf (baik)\n\nPengertian urf pada ayat ini adalah maruf. Adapun Maruf adalah adat kebiasaan masyarakat yang baik, yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Dalam Al-Quran kata\"maruf\" dipergunakan dalam hubungan hukum-hukum yang penting, seperti dalam hukum pemerintahan, hukum perkawinan. Dalam pengertian kemasyarakatan kata \"maruf\" dipergunakan dalam arti adat kebiasaan dan muamalah dalam suatu masyarakat. Karena itu ia berbeda-beda sesuai dengan perbedaan bangsa, negara, dan waktu. Di antara para ulama ada yang memberikan definisi \"maruf\" dengan apa yang dipandang baik melakukannya menurut tabiat manusia yang murni tidak berlawanan dengan akal pikiran yang sehat. Bagi kaum Muslimin yang pokok ialah berpegang teguh pada nash-nash yang kuat dari Al-Quran dan Sunnah. Kemudian mengindahkan adat kebiasaan dan norma yang hidup dalam masyarakat selama tidak bertentangan dengan nash agama secara jelas.\n\n3. Tidak mempedulikan gangguan orang jahil\n\nYang dimaksud dengan orang jahil ialah orang yang selalu bersikap kasar dan menimbulkan gangguan-gangguan terhadap para Nabi, dan tidak dapat disadarkan. Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, agar menghindarkan diri dari orang-orang jahil, tidak melayani mereka, dan tidak membalas kekerasan mereka dengan kekerasan pula." } } }, { "number": { "inQuran": 1154, "inSurah": 200 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0632\u064e\u063a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0646\u064e\u0632\u0652\u063a\u064c \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u0630\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa immaa yanzaghannaka minash Shaitaani nazghun fasta'iz billaah; innahoo Samee'un Aleem" } }, "translation": { "en": "And if an evil suggestion comes to you from Satan, then seek refuge in Allah. Indeed, He is Hearing and Knowing.", "id": "Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1154", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1154.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1154.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rasul sebagai manusia, tentu saja dapat marah jika kemungkaran orang-orang musyrik telah mencapai puncaknya, dan setan akan memanfaatkan itu. Oleh karenanya, Nabi dan umatnya diingatkan, \"Dan jika setan datang menggodamu dengan merayu secara halus, melalui suatu bisikan, seperti saat dirimu murka karena hujatan-hujatan jahat mereka, maka berlindunglah kepada Allah, dengan memohon pertolongan kepada-Nya, niscaya Dia akan mengusir bisikan-bisikan itu. Sungguh, Dia Maha Mendengar setiap ucapan, termasuk permohonanmu itu, dan Dia Maha Mengetahui setiap perbuatan, termasuk yang direncanakan oleh setan.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan tentang kemungkinan Nabi Muhammad digoda setan, lalu dia tidak dapat melaksanakan prinsip di atas. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, agar selalu memohonkan perlindungan kepada Allah jika golongan setan datang, dengan membaca \"Taawwuz\", yaitu: \n\n\"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk\".\n\nAllah swt Maha Mendengar segala permohonan yang diucapkan dan Maha Mengetahui apa yang terlintas dalam jiwa seseorang, yang dapat mendorong dia berbuat kejahatan atau kesalahan. Jika doa itu dibaca orang yang tergoda itu dengan hati yang ikhlas dan penghambaan diri yang tulus kepada Allah, maka Allah akan mengusir setan dari dirinya, serta akan melindunginya dari godaan setan itu.\n\nFirman Allah swt:\n\n\"Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Quran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sungguh, setan itu tidak ada akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan\". (an-Nahl/16:98-99)\n\nSabda Rasulullah saw:\n\n\"Tidak seorang pun di antara kamu sekalian melainkan didampingi temannya dari jenis jin. Berkatalah para sahabat: Engkau juga hai Rasulullah? Beliau menjawab, \"Saya juga\". Hanya Allah menolong aku menghadapinya maka selamatlah aku dari padanya.\" (Riwayat Muslim dari Aisyah ra. dan Ibnu Masud)\n\nMeskipun dalam ayat ini perintah ditujukan kepada Rasul, namun perintah ini meliputi seluruh umatnya yang ada di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1155, "inSurah": 201 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeenat taqaw izaa massahum taaa'ifum minash Shaitaani tazakkaroo fa izaa hum mubsiroon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who fear Allah - when an impulse touches them from Satan, they remember [Him] and at once they have insight.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1155", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1155.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1155.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad, kini petunjuk tertuju kepada kaum bertakwa secara umum. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, yang memberi batas pemisah antara diri mereka dengan perbuatan-perbuatan maksiat, sehingga menghalangi masuknya rayuan dan godaan setan yang dapat memalingkan mereka dari perintah Allah, apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat untuk berbuat dosa dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah yang telah memerintahkan untuk taat dan bertobat kepada-Nya, maka ketika itu juga, dengan cepat bagaikan tiba-tiba, mereka melihat dan menyadari kesalahan-kesalahannya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan reaksi orang-orang yang bertakwa bila digoda setan. Ayat ini memperkuat pula ayat sebelumnya tentang keharusan kita berlindung kepada Allah dari godaan setan.\n\nSesungguhnya orang yang bertakwa ialah orang yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, menginfakkan sebagian dari rezekinya. Bila mereka merasa ada dorongan dalam dirinya untuk berbuat kemungkaran, mereka segera sadar bahwa yang demikian itu adalah godaan setan dan mereka segera mengucapkan doa istiadzah dan menyerahkan diri kepada Allah agar dipelihara dari tipu muslihat setan. Berkat kesadaran itu, mereka terhindar dari jurang kebinasaan dan jaring-jaring setan, karena mereka bisa menahan diri agar tidak jatuh ke dalam perangkap setan, sedang yang masuk perangkap setan itu hanyalah orang yang lalai kepada Allah dan kurang mawas diri. \n\nSenjata yang paling ampuh mengusir setan, ialah ingat dan muraqabah (mendekatkan diri) kepada Allah di dalam segala keadaan. Ingat selalu kepada Allah akan menanamkan ke dalam jiwa cinta kebenaran dan kebajikan, melemahkan kecenderungan negatif/buruk. Jiwa yang dipenuhi iman ialah jiwa yang sehat. Jiwa yang sehat seperti badan yang sehat yang punya kekebalan. Badan yang punya kekebalan, badan yang kuat, tidak mudah diserang penyakit. Bakteri-bakteri dan kuman penyakit tidak dapat berkembang biak dalam tubuh yang penuh dengan daya kekebalan itu. Demikian pula jiwa orang yang takwa, tidak mudah dikalahkan godaan setan. Orang yang bertakwa segera bereaksi terhadap rangsangan setan yang timbul dalam dirinya. Reaksi itu berupa ingatan kepada Allah disertai dengan kesadaran terhadap tipu muslihat setan dengan segala akibatnya.\n\nMemelihara jiwa yang sehat dari godaan setan sama halnya dengan memelihara badan yang sehat, yakni memerlukan perawatan yang terus menerus agar tetap bersih dan sehat, memerlukan muraqabah yang tetap, ingat kepada Allah dalam segala keadaan. Dengan demikian setan tidak mendapat kesempatan mengganggu diri." } } }, { "number": { "inQuran": 1156, "inSurah": 202 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0645\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ikhwaanuhum yamuddoonahum fil ghaiyi summa laa yuqsiroon" } }, "translation": { "en": "But their brothers - the devils increase them in error; then they do not stop short.", "id": "Dan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1156", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1156.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1156.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka yang bertakwa itu akan selamat, meski teman-teman mereka, yakni orang kafir dan fasik, terus-menerus membantu setan-setan dari kalangan jin dan manusia dalam menyesatkan manusia di bumi, dan sikap mereka lebih buruk lagi, karena mereka tidak hanya membantu sekali atau dua kali, tetapi mereka giat melakukan bantuan tersebut secara terus-menerus dan tidak henti-hentinya menyesatkan dan melakukan perbuatan keji yang dilarang oleh Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang jahil dan kafir membantu setan dalam menyesatkan dan berbuat kerusakan. Sebab orang-orang jahil itu selalu dipengaruhi setan dan tidak ingat kepada Allah. Jika timbul dalam diri mereka dorangan nafsu hewani, mereka melampiaskannya dalam bentuk tindakan dan perbuatan hewani. Tidak ada kekuatan jiwa yang membendung nafsu hewani itu. Karena itu mereka terus menerus melakukan kerusakan dan bergelimang dalam kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 1157, "inSurah": 203 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06da \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0635\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa lam taatihim bi aayatin qaaloo law lajtabai tahaa; qul innamaaa attabi'u maa yoohaaa ilaiya mir Rabbee; haazaa basaaa'iru mir Rabbikum wa hudanw wa rahmatul liqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And when you, [O Muhammad], do not bring them a sign, they say, \"Why have you not contrived it?\" Say, \"I only follow what is revealed to me from my Lord. This [Qur'an] is enlightenment from your Lord and guidance and mercy for a people who believe.\"", "id": "Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur'an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1157", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1157.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1157.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Teman-teman mereka membantu mereka dalam kesesatan, dan juga kesesatan yang lain, yakni apabila engkau Nabi Muhammad tidak membacakan suatu ayat berupa kebenaranmu kepada mereka seperti apa yang mereka inginkan, atau karena dalam beberapa waktu tidak ada ayat yang turun kepadamu, mereka berkata, \"Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu dari apa yang kami usulkan, atau membuat Al-Qur'an yang lain dari pada menunggu kedatangannya?\" Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada mereka, \"Ini bukanlah kewenanganku dan aku tidak dapat melakukannya, sesungguhnya aku hanya mengikuti secara sungguh-sungguh apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku melalui Malaikat Jibril. Al-Qur'an ini adalah bukti-bukti yang nyata melebihi apa yang kamu minta, serta bersumber dari Tuhanmu. Di samping sebagai bukti yang jelas ia juga merupakan petunjuk kepada jalan kebenaran dan rahmat berupa kasih sayang Allah bagi orang-orang yang beriman.\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan tingkah laku teman-teman setan dalam usaha mereka menentang Nabi Muhammad, bilamana wahyu tidak datang kepada Nabi Muhammad disebabkan keterlambatan turunnya ayat, maka orang-orang musyrikin itu mendesak Nabi Muhammad agar beliau menciptakan sendiri ayat-ayat itu. Desakan mereka itu sebenarnya mengandung arti pengingkaran terhadap Al-Quran yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad. Sebab mereka memandang Al-Quran itu ciptaan Nabi Muhammad belaka, karena itu bisa dibuat kapan saja. Maka Allah memerintahkan kepada Nabi untuk menjelaskan kepada mereka bahwa Al-Quran itu wahyu Allah yang diwahyukan kepadanya. Nabi hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadanya. Bukan haknya untuk mendesak Allah agar menciptakan sesuatu perkara, Nabi hanya dapat menunggu wahyu yang akan disampaikan kepadanya, untuk disampaikan pula kepada umatnya. Jika tidak ada dia tidak boleh mengubah sendiri Al-Quran karena Al-Quran itu adalah kalam Allah, dia mempunyai tiga fungsi bagi orang-orang yang beriman sebagaimana dijelaskan Allah dalam ayat ini.\n\nPertama\n\nSebagai bukti yang nyata dari Allah untuk menunjukkan keesaan-Nya, kenabian Muhammad dan hari Kiamat. Siapa yang memperhatikan dan merenungkan isi Al-Quran, tentu akan yakin bahwa Al-Quran itu dari Allah swt.\n\nKedua\n\nSebagai petunjuk atau pedoman yang membimbing manusia dalam mencari kebenaran dan jalan yang lurus.\n\nKetiga\n\nSebagai rahmat dalam kehidupan manusia dunia dan akhirat bagi orang-orang yang beriman. Al-Quran memberikan peraturan-peraturan dan ajaran-ajaran yang mudah dipahami dan mudah dilaksanakan oleh kaum Muslimin untuk kehidupan mereka sehari-hari." } } }, { "number": { "inQuran": 1158, "inSurah": 204 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0650\u0626\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0635\u0650\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa quri'al Quraanu fastami'oo lahoo wa ansitoo la 'allakum turhamoon" } }, "translation": { "en": "So when the Qur'an is recited, then listen to it and pay attention that you may receive mercy.", "id": "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1158", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1158.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1158.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sampaikan juga bahwa apabila dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an oleh siapa pun, maka dengarkanlah dengan penuh perhatian, dan diamlah sambil memperhatikan tuntunan-tuntunannya dengan tenang agar kamu mendapat rahmat dari Allah. Jika dibacakan Al-Qur'an, kita diperintahkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik di dalam salat maupun di luar salat.", "long": "Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ayat ini diturunkan karena sahabat salat di belakang Rasulullah sambil berbicara. Allah dalam ayat ini memerintahkan orang-orang yang beriman agar mereka memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada Al-Quran. Hendaklah mereka mendengarkan sebaik-baiknya ataupun isinya untuk dipahami, mengambil pelajaran-pelajaran dari padanya dan mengamalkannya dengan ikhlas.\n\nSabda Rasulullah saw:\n\nBarangsiapa mendengarkan (dengan sungguh-sungguh) ayat dari Al-Quran, dituliskan baginya kebaikan yang berlipat ganda dan barang siapa membacanya, adalah baginya cahaya pada hari Kiamat.\" (Riwayat al-Bukhari dan Imam Ahmad dari Abu Hurairah)\n\nHendaklah orang-orang mukmin itu bersikap tenang sewaktu Al-Quran dibacakan, sebab di dalam ketenangan itulah mereka dapat merenungkan isinya. Janganlah pikiran mereka melayang-layang sewaktu Al-Quran diperdengarkan, sehingga tidak dapat memahami ayat-ayat itu dengan baik. Allah akan menganugerahkan rahmat-Nya kepada kaum Muslimin bilamana mereka memenuhi perintah Allah tersebut dan menghayati isi Al-Quran.\n\nAda beberapa pendapat seputar perintah untuk mendengarkan dan bersikap tenang sewaktu Al-Quran dibacakan:\n\n1.Wajib mendengarkan dan bersikap tenang ketika Al-Quran dibacakan berdasarkan perintah tersebut, baik di dalam salat ataupun diluar salat. Demikianlah pendapat Hasan al-Bashri dan Abu Muslim al-Ashfahani.\n\n2.Wajib mendengarkan dan bersikap tenang, tetapi khusus pada bacaan-bacaan Rasul saw di zaman beliau dan bacaan iman dalam salat, serta bacaan khatib dalam khutbah Jumat. \n\n3.Mendengarkan bacaan Al-Quran di luar salat dan khutbah seperti resepsi dipandang sangat dianjurkan agar kita mendapat rahmat Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1159, "inSurah": 205 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u0636\u064e\u0631\u0651\u064f\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u0635\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wazkur Rabbaka fee nafsika tadarru'anw wa kheefatanw wa doonal jahri minal qawli bilghuduwwi wal aasali wa laa takum minal ghaafileen" } }, "translation": { "en": "And remember your Lord within yourself in humility and in fear without being apparent in speech - in the mornings and the evenings. And do not be among the heedless.", "id": "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1159", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1159.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1159.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah Tuhanmu dengan sungguh-sungguh hingga keagungan dan kebesaran-Nya hadir dalam hatimu ketika membaca dan mendengar Al-Qur'an atau berzikir, dengan rendah hati dan rasa takut. Kamu akan merasakan kehadiran, kedekatan dan rasa takut pada-Nya. Lakukan itu dengan tidak mengeraskan suara. Tidak perlu kamu bersuara keras atau terlalu lemah. Lakukanlah zikir itu pada waktu pagi dan petang, agar kamu memulai dan mengakhiri harimu dengan mengingat Allah. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah, tidak mengingat Allah di setiap saat.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan Rasul beserta umatnya untuk menyebut nama Allah atau berzikir kepada-Nya. Baik zikir itu dengan membaca Al-Quran, tasbih, tahlil, doa, ataupun pujian lain-lainnya menurut tuntunan agama, dengan tadharru dan suara lembut pada setiap waktu terutama pagi dan sore, agar kita tidak tergolong orang yang lalai. Kemudian Allah menggariskan bagi kita adab dan cara berzikir atau menyebut nama Allah itu sebagai berikut:\n\n1. Zikir itu yang paling baik dilakukan dengan suara lembut, karena hal ini lebih mudah mengantar untuk tafakur yang baik.\n\nDiriwayatkan bahwa dalam suatu perjalanan. Nabi mendengar orang berdoa dengan suara yang keras, berkatalah beliau kepada mereka itu:\n\n\"Hai manusia kasihanilah dirimu, sesungguhnya kamu tidak menyeru kepada yang tuli atau yang jauh dari padamu. Sesungguhnya Yang kamu seru itu adalah Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. Dia lebih dekat kepadamu dari leher (unta) kendaraanmu\". (Riwayat Ibnu Majah)\n\n2. Zikir itu dapat dilakukan dalam hati atau dengan lisan, karena zikir dalam hati menunjukkan keikhlasan, jauh daripada riya, dan dekat pada perkenaan Allah swt. Zikir dapat dilakukan dengan lisan, lisan mengucapkan dan hati mengikutinya.\n\n3. Zikir dapat pula dilakukan secara berjamaah, dengan tujuan untuk mendidik umat agar terbiasa melakukan zikir." } } }, { "number": { "inQuran": 1160, "inSurah": 206 }, "meta": { "juz": 9, "page": 176, "manzil": 2, "ruku": 145, "hizbQuarter": 70, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u06e9", "transliteration": { "en": "Innal lazeena 'inda Rabbika laa yastakbiroona 'an 'ibaadatihee wa yusabbihoonahoo wa lahoo yasjudoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who are near your Lord are not prevented by arrogance from His worship, and they exalt Him, and to Him they prostrate.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1160", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1160.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1160.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan enggan berzikir mengingat Allah dan jangan pula enggan membaca serta mempelajari petunjuk-petunjuk Al-Qur'an, karena sesungguhnya mereka yang ada di sisi Tuhanmu, yakni para malaikat dan juga hamba-hamba Allah, tidak sesaat pun merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka terus-menerus bertasbih menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, dan hanya kepada-Nya semata mereka bersujud, maka tirulah mereka. Ayat ini adalah salah satu \"ayat sajdah\" yang disunahkan kita bersujud setelah membacanya atau mendengarnya baik di dalam salat maupun di luar salat. Sujud ini dinamakan \"sujud tilawah\".", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa malaikat yang kedudukannya mulia di sisi Tuhan tiadalah merasa berat dan enggan menyembah Allah. Hendaklah manusia mencontoh ketaatan malaikat itu kepada Tuhan. Para malaikat itu selalu mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, dan dari menyembah berhala-berhala. Para malaikat sujud dan salat kepada Allah swt.\n\nAyat ini termasuk ayat sajadah yang pertama dalam Al-Quran. Di sunatkan bagi orang Islam melakukan sujud setelah membaca atau mendengar ayat ini dibacakan.\n\nAbu Darda meriwayatkan sebagai berikut:\n\n\"Bahwasanya Rasulullah saw memandang ayat ini salah satu ayat sajadah dalam Al-Quran\". (Riwayat Ibnu Majah)" } } } ] }, { "number": 8, "sequence": 88, "numberOfVerses": 75, "name": { "short": "الأنفال", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0623\u0646\u0641\u0627\u0644", "transliteration": { "en": "Al-Anfaal", "id": "Al-Anfal" }, "translation": { "en": "The Spoils of War", "id": "Rampasan Perang" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah. Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al Anfaal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas r.a. surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1161, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 9, "page": 177, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0627\u0644\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0627\u0644\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0630\u064e\u0627\u062a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yas'aloonaka 'anil anfaali qulil anfaalu lillaahi war Rasooli fattaqul laaha wa ahlihoo zaata bainikum wa atee'ul laaha wa Rasoolahooo in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "They ask you, [O Muhammad], about the bounties [of war]. Say, \"The [decision concerning] bounties is for Allah and the Messenger.\" So fear Allah and amend that which is between you and obey Allah and His Messenger, if you should be believers.", "id": "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya), maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1161", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1161.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1161.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika terjadi Perang Badar Besar, antara kaum mukmin dan pasukan musyrik, kemenangan yang gemilang ada di pihak orang-orang mukmin. Harta rampasan pun cukup banyak melimpah, sehingga sempat mengundang perselisihan menyangkut persoalan pembagiannya. Mereka para sahabat menanyakan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang bagaimana cara pembagian harta rampasan perang Badar. Sebagai jawaban, katakanlah kepada mereka, \"Harta rampasan perang itu adalah milik Allah dan Rasul, sehingga Rasul yang akan membagikannya menurut ketentuan Allah. Janganlah kalian berbeda pendapat menyangkut persoalan harta itu, cukuplah kalian menjadikan rasa takut dan taat pada Allah sebagai simbol kebanggaan kalian, maka bertakwalah kepada Allah. Hindari perselisihan yang akan terjadi akibat pembagian harta rampasan dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, serta jadikanlah rasa cinta kasih dan keadilan sebagai asas tali persaudaraan. Dan taatlah kepada Allah dalam segala perintah dan larangan-Nya dan demikian juga kepada Rasul-Nya jika memang kamu adalah orang-orang yang beriman yang telah mantap keimanan dalam hati.\"", "long": "Ayat ini membicarakan persoalan harta rampasan perang yang diperoleh kaum Muslimin setelah usainya Perang Badar Kubra. Perang ini berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin. Mereka memperoleh harta rampasan perang yang banyak.\n\nAl-Anfal (al-Ganimah) ialah segala macam harta yang diperoleh kaum Muslimin dari musuh dalam medan pertempuran. Harta rampasan perang ini dinamakan al-Anfal (bentuk jamak dari Nafal) karena harta-harta ini menjadi harta kekayaan kaum Muslimin.\n\nSetelah kaum Muslimin memperoleh harta rampasan perang itu, terjadilah perselisihan pendapat di antara mereka yang ikut berperang. Perselisihan itu mengenai cara-cara pembagiannya, dan pihak-pihak manakah yang berhak mendapatkan. Pihak pemuda ataukah pihak orang-orang tua, pihak-pihak orang Muhajirin atau pihak Anshar, ataukah pula masing-masing pihak sama-sama mendapat bagian. Persoalan itu dibawa kepada Rasulullah saw agar mendapat keputusan yang adil.\n\nSebagai jawaban atas pertanyan kaum Muslimin itu, Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk menetapkan hukumnya, bahwa harta rampasan perang itu adalah hak Allah dan Rasul-Nya. Oleh sebab itu yang menentukan pembagian harta rampasan itu bukan kelompok pemuda atau kelompok orang tua, bukan orang Muhajirin atau orang Anshar, bukan pula tim penyerang, tim pelindung, atau tim pengumpul harta rampasan perang, tetapi Allah-lah yang menentukan dengan wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya. Rasulullah membagi harta rampasan perang itu secara merata di antara kaum Muslimin.\n\nDalam ketentuan ini terkandung pelajaran yang tinggi bagi kaum Muslimin agar mereka tidak beranggapan, bahwa harta rampasan perang yang mereka peroleh itu, merupakan imbalan jasa peperangan, tetapi semata-mata mereka peroleh karena karunia Allah. Kalau mereka beranggapan bahwa harta rampasan perang itu mereka peroleh sebagai imbalan jasa, maka perjuangan mereka tidak murni karena Allah dan mengikuti perintah Rasul-Nya. Ayat ini memberi dorongan pula kepada kaum Muslimin, agar mereka dalam menghadapi tanggung jawab yang berat, hendaklah mereka hadapi secara bersama-sama, dan apabila mendapat kenikmatan, agar dirasakan bersama-sama pula.\n\nMengenai pembagian harta rampasan perang secara rinci akan diuraikan penafsirannya pada ayat 41 surah ini. Allah memerintahkan pula kepada Rasulullah saw agar kaum Muslimin bertakwa, menjauhi perselisihan dan persengketaan yang menimbulkan kesusahan dan menjerumuskan mereka kepada kemurkaan Allah. Takwa diperlukan dalam setiap keadaan, terlebih dalam perang dan pembagian harta rampasan perang, akibat perselisihan dapat dirasakan, yaitu terganggunya persatuan dan timbulnya perpecahan yang mengakibatkan kekalahan.\n\nSesudah itu Allah memerintahkan agar kaum Muslimin memperbaiki hubungan sesama muslim, yaitu menjalin cinta kasih dan memperkokoh kesatuan pendapat. Hal inilah yang dapat mengikat mereka dalam kesatuan gerak dalam mencapai cita-cita bersama, yaitu mempertinggi kalimat Allah. Persatuan dan kesatuan ini menjadi dasar kekuatan umat dalam segala bidang. Itulah sebabnya, memperbaiki hubungan di antara sesama muslim diwajibkan, agar kaum Muslimin menyadari akan pentingnya menghindari bahaya yang mengancam mereka, bahaya keretakan yang menggoyahkan kesatuan umat. Hal ini jelas tergambar pada saat terjadinya perselisihan yang terjadi di antara kelompok-kelompok karena yang satu merasa lebih berjasa dari kelompok yang lain. Demikian pula hal ini terjadi karena mereka melupakan tugas mereka yang penting, yaitu bahwa tugas mempertahankan kebenaran itu adalah tugas bersama.\n\nPada akhir ayat, Allah menegaskan agar kaum Muslimin menaati Allah dan Rasul, dalam hal ini menaati ketentuan perang, yang disampaikan kepada Rasulullah saw dengan perantaraan wahyu. Ketentuan Allah wajib ditaati, Dia adalah Tuhan seru sekalian alam dan Yang Mahakuasa, sedang taat kepada Rasul, dalam urusan agama, berarti taat kepada Allah karena dialah yang menyampaikan agama itu dan memberikan penjelasan yang tertuang dalam perkataan, perbuatan serta keputusannya.\n\nPerintah ini ditegaskan pada saat kaum Muslimin dalam keadaan bersengketa mengenai pembagian harta rampasan perang, untuk mengingatkan mereka bahwa dalam saat-saat bagaimanapun juga kaum Muslimin harus tetap menaati Allah dan Rasul-Nya, agar mereka tidak menimbulkan perpecahan karena ambisi golongan dan kemauan hawa nafsu, yang biasanya menjerumuskan mereka kepada kehancuran.\n\nDi dalam ayat ini terdapat beberapa unsur penting yang dapat memelihara kesatuan umat yaitu; takwa, memperbaiki hubungan sesama muslim, dan menaati Allah dan Rasul di dalam setiap keadaan." } } }, { "number": { "inQuran": 1162, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 9, "page": 177, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062c\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0644\u0650\u064a\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f \u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamal mu'minoonal lazeena izaa zukiral laahu wajilat quloobuhum wa izaa tuliyat 'alaihim Aayaatuhoo zaadat hum eemaananw wa 'alaa Rabbihim yatawakkaloon" } }, "translation": { "en": "The believers are only those who, when Allah is mentioned, their hearts become fearful, and when His verses are recited to them, it increases them in faith; and upon their Lord they rely -", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1162", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1162.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1162.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagian sifat mereka yang menyandang predikat mukmin sejati disebutkan di sini, yaitu; Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya, yang mantap keimanannya, adalah mereka yang apabila disebut nama Allah dengan sifat-sifat keagungan dan kemuliaan-Nya gemetar hatinya karena mereka sadar akan kekuasaan dan keagungan-Nya, dan apabila dibacakan oleh siapa pun ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah kuat imannya. Semakin mereka mendengar ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan, semakin kokoh keimanan mereka dan semakin mendalam rasa tunduk serta semakin bertambah pengetahuan mereka pada Allah. Dan oleh karena itu, hanya kepada Tuhan mereka senantiasa bertawakal dan berserah diri setelah berusaha keras, sehingga tidak berharap dan gentar kepada selain-Nya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang mukmin ialah mereka yang menghiasi dirinya dengan sifat-sifat seperti tersebut dalam ayat ini. Tiga sifat disebutkan dalam ayat ini, sedang dua sifat lagi disebutkan dalam ayat berikutnya.\n\n1.Apabila disebutkan nama Allah bergetarlah hatinya karena ingat keagungan dan kekuasaan-Nya. Pada saat itu timbul dalam jiwanya perasaan penuh haru mengingat besarnya nikmat dan karunia-Nya. Mereka merasa takut apabila mereka tidak memenuhi tugas kewajiban sebagai hamba Allah, dan merasa berdosa apabila melanggar larangan-larangan-Nya.\n\nBergetarnya hati sebagai perumpamaan dari perasaan takut, adalah sikap mental yang besifat abstrak, yang hanya dapat dirasakan oleh yang bersangkutan dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Sedang orang lain dapat mengetahui dengan memperhatikan tanda-tanda lahiriah dari orang yang merasakannya, yang terlukis dalam perkataan atau gerak-gerik perbuatannya.\n\nSikap mental itu adakalanya tampak dalam perkataan, sebagaimana tergambar dalam firman Allah:\n\n\"Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut, (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya\". (al-Muminun/23: 60)\n\nDan adakalanya tampak pada gerak-gerik dalam perbuatan, firman Allah :\n\n\"Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, \"salam.\" Dia (Ibrahim) berkata, \"Kami benar-benar merasa takut kepadamu.\" (al-Hijr/15: 52)\n\n2.Apabila dibacakan ayat-ayat Allah, maka akan bertambah iman mereka, karena ayat-ayat itu mengandung dalil-dalil yang kuat, yang mempengaruhi jiwanya sedemikian rupa, sehingga mereka bertambah yakin dan mantap serta dapat memahami kandungan isinya, sedang anggota badannya tergerak untuk melaksanakannya.\n\nDalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa iman seseorang dapat bertambah dan dapat berkurang sesuai dengan ilmu dan amalnya, Rasulullah bersabda:\n\n\"Iman itu lebih dari 70 cabang, yang tertinggi adalah pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan yang terendah adalah menyingkirkan ganguan dari jalan.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDengan demikian bertambahnya iman pada seseorang dapat diketahui apabila ia lebih giat beramal. Iman dan amal adalah merupakan satu kesatuan yang bulat yang tak dapat dipisahkan.\n\nFirman Allah swt:\n\n(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, \"Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,\" ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, \"Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.\" (ali Imran/3: 173)\n\nDan firman Allah:\n\nDan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, \"Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.\" Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka. (al-Ahzab/33: 22)\n\n3. Bertawakal hanya kepada Allah Yang Maha Esa, tidak berserah diri kepada yang lain-Nya. Tawakal merupakan senjata terakhir seseorang dalam mewujudkan serangkaian amal setelah berbagai sarana dan syarat-syarat yang diperlukan itu dipersiapkan. Hal ini dapat dipahami, karena pada hakikatnya segala macam aktifitas dan perbuatan, hanya terwujud menurut hukum-hukum yang berlaku yang tunduk dibawah kekuasaan Allah. Maka tidak benar apabila seseorang itu berserah diri kepada selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1163, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 9, "page": 177, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yuqeemoonas Salaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiqoon" } }, "translation": { "en": "The ones who establish prayer, and from what We have provided them, they spend.", "id": "(Yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1163", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1163.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1163.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain memiliki keimanan yang mantap dan kuat, serta amal kalbu lainnya, secara lahiriah orang mukmin sejati adalah orang-orang yang melaksanakan salat secara berkesinambungan sesuai waktu dan tatacara yang telah ditetapkan, dengan penuh rasa khusyuk dan ikhlas, dan mereka yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka sesuai ketentuan.", "long": "Allah menjelaskan sifat-sifat lahiriyah orang-orang mukmin sebagai kelanjutan dari sifat-sifat yang telah lalu.\n\n4.Selalu mendirikan salat lima waktu dengan sempurna syarat-syarat dan rukun-rukunnya, serta tepat pada waktunya, sedang jiwanya khusyu mengikuti gerak lahiriyah dan tunduk semata kepada Allah. \n\n5.Menginfakkan sebagian dari harta yang diberikan kepadanya. Yang dimaksud dengan membelanjakan harta dalam ayat ini ialah meliputi pengeluaran zakat, memberi nafkah kepada keluarga dekat ataupun jauh, atau membantu kegiatan sosial dan kepentingan agama, serta kemaslahatan umat." } } }, { "number": { "inQuran": 1164, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 9, "page": 177, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064c \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika humul mu'minoona haqqaa; lahum darajaatun 'inda Rabbihim wa magh firatunw wa rizqun kareem" } }, "translation": { "en": "Those are the believers, truly. For them are degrees [of high position] with their Lord and forgiveness and noble provision.", "id": "Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1164", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1164.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1164.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan beberapa bentuk amal yang berkaitan dengan hati, anggota tubuh dan harta, Allah menjelaskan bahwa mereka yang memiliki sifat-sifat seperti tersebut di atas itulah orang-orang yang benar-benar beriman, lahir dan batin, yang sempurna lagi mantap imannya. Mereka akan memperoleh derajat-derajat yang tinggi di sisi Tuhannya, sesuai dengan amal mereka. Dan ampunan atas segala dosa mereka serta rezeki yang mulia berupa kehidupan yang baik di dunia dan kehidupan yang membahagiakan di akhirat.", "long": "Allah menegaskan bahwa orang-orang yang menghiasi dirinya dengan sifat-sifat tersebut adalah orang-orang mukmin yang sejati. Ibnu Hazm menjelaskan bahwa sifat-sifat ini adalah sifat-sifat yang dapat diketahui orang lain dari dirinya, maka apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya telah beriman kepada Allah, kepada Rasul-Nya Muhammad saw dan meyakini bahwa apa yang dibawa Nabi itu benar, sedang orang itu mengikrarkan semua pengakuannya itu dengan lisan, maka ia wajib mengatakan bahwa ia telah menjadi orang mukmin yang benar.\n\nDi akhir ayat Allah menjelaskan imbalan yang akan diterima oleh orang-orang mukmin yang benar-benar beriman dan menghiasi dirinya dengan sifat-sifat yang telah disebutkan, yaitu mereka akan memperoleh derajat yang tinggi dan kedudukan yang mulia di sisi Allah, karena kuasa Allah semata. Kalau Allah berkuasa menciptakan segala macam bentuk kehidupan. Maka Dia berkuasa pula memberikan keutamaan kepada makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.\n\nDerajat yang tinggi itu, dapat berupa keutamaan hidup di dunia dan dapat berupa keutamaan hidup di akhirat, atau kedua-duanya. Allah berfirman:\n\nOrang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.(at-Taubah/9:20)\n\nDan firman Allah :\n\nDan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain. (al-Anam/6: 165)" } } }, { "number": { "inQuran": 1165, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 9, "page": 177, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kaamaaa akhrajaka Rabbuka mim baitika bilhaqq; wa inna fareeqam minal mu'mineena lakaarihoon" } }, "translation": { "en": "[It is] just as when your Lord brought you out of your home [for the battle of Badr] in truth, while indeed, a party among the believers were unwilling,", "id": "Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1165", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1165.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1165.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya kemenangan itu bersumber dari Allah, tempat bergantungnya segala urusan. Persengketaan orang-orang beriman menyangkut soal pembagian harta rampasan perang itu mirip keadaan mereka ketika Allah memberi perintah kepada mereka untuk memerangi orang-orang musyrik di Badar. Sebagaimana keadaan kaum muslim ketika berselisih soal pembagian harta rampasan, lalu Allah dan RasulNya mengambil alih pembagian itu, demikian pula ketika Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu di Madinah untuk menghadang kafilah Quraisy dan berperang di Badar dengan cara dan tujuan yang benar melalui wahyu, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu benar-benar tidak menyukainya ikut keluar menghadang musuh. Ketidaksenangan mereka sekarang soal pembagian harta rampasan sama dengan ketidaksenangan mereka dahulu ketika diperintah ke Badar, tetapi kemudian terbukti pilihan Allah-lah yang menghasilkan kemenangan dan kebahagiaan.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dia mengatur harta rampasan perang itu secara adil, sebagaimana juga Allah memerintahkan kepada mereka pergi bertempur untuk membela agama Allah secara adil pula. Kemudian timbullah perselisihan pendapat mengenai harta rampasan perang sama halnya dengan perselisihan pendapat sewaktu mereka pergi untuk menghadapi kafilah yang dipimpin Abu Sufyan atau pasukan kafir Quraisy yang datang dari Mekah untuk membela kafilah Abu Sufyan itu.\n\nApabila ada sebagian orang yang tidak menyukai ketetapan Allah mengenai pembagian harta rampasan perang, maka hal itu adalah tanda bahwa iman mereka belum sempurna, sebagaimana juga halnya yang demikian itu terjadi pada saat menjelang Perang Badar. Mereka tidak mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya enggan meninggalkan rumah untuk bertempur ke medan perang. Karena mereka masih belum menjadi orang mukmin yang sempurna imannya.\n\nDi akhir ayat Allah menjelaskan bahwa sebagian dari orang mukmin ada yang tidak senang akan keputusan Nabi Muhammad untuk menyerang musuh ke luar kota. Hal ini disebabkan karena persiapan perang mereka belum lengkap. Namun anggapan serupa ini tidak benar, karena betapapun juga kesulitan yang akan mereka hadapi, semestinya mereka tidak boleh mengelak lagi, karena hal itu telah menjadi keputusan yang harus ditaati.\n\nPerselisihan yang terjadi di antara mereka disebutkan dalam riwayat di bawah ini:\n\n\"Setelah Rasulullah mendengar berita bahwa Abu Sufyan bin Harb membawa rombongan unta dari Syam, Nabi menggerakkan kaum Muslimin untuk menghadangnya. Nabi bersabda, \"Kafilah ini membawa harta benda (barang dagangan) maka pergilah kamu untuk menghadapinya boleh jadi Allah menjadikan harta benda itu sebagai rampasan perang bagi kamu.\" Maka bergeraklah para sahabat. Di antara kaum Muslimin itu ada yang tidak merasa keberatan, dan ada pula yang merasa keberatan, hal ini karena mereka tidak yakin bahwa Rasulullah saw akan menghadapi peperangan, sedang Abu sufyan ketika mendekati Hijaz telah mengerahkan beberapa orang yang mematai-matai, untuk memperoleh keterangan dengan jalan menanyakan kepada orang-orang yang berkendaraan yang ditemuinya, sehingga ia memperoleh berita dari mereka bahwa Muhammad telah mengerahkan para sahabatnya untuk menghadang kafilahnya. Maka Abu Sufyan mengupah amdham bin Amr al-Giffari untuk pergi ke Mekah dan menyuruhnya agar menemui orang-orang Quraisy agar mereka mengirim orang-orang yang akan melindungi harta mereka dan agar disampaikan berita bahwa Muhammad telah menghadang harta benda itu. Maka pergilah amdham bin Amr dengan segera ke Mekah, dan rasul pun pergi bersama para sahabatnya sehingga sampai ke lembah, yang disebut ¨afran. Setelah beliau sampai di wadi itu, sampailah berita keberangkatan orang-orang Quraisy kepada beliau untuk melindungi kafilah mereka. Karena itu Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabatnya. Lalu Abu Bakar bangkit dan berkata mengemukakan tanggapan yang baik pula. Sesudah itu Miqdad bin Amir bangkit dan berkata, \"Ya Rasulullah! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan Allah, kami selalu menyertaimu. Demi Allah, kami tidak akan berkata kepadamu seperti apa yang telah dikatakan Bani Israil kepada Musa pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanyalah duduk menanti di sini saja, tetapi pergilah engkau bersama-sama Tuhanmu, maka sungguh kami akan menyertaimu demi Tuhan yang mengutusmu dengan benar. Andaikata kamu pergi membawa kami ke Barkil Gimad (sebuah kota di Habasyah) niscaya kami tetap bersamamu menuju kota itu, sehingga engkau sampai ke sana.\" Kemudian Rasulullah saw mengucapkan perkataan yang baik dan berdoa untuknya dengan doa yang baik pula. Sesudah itu Rasullah saw bersabda, \"Wahai manusia, berilah pertimbangan kepadaku. Perkataan itu ditujukan kepada orang-orang Anshar. Hal ini karena mereka telah membaiat Nabi di Aqabah. Mereka berkata, \"Hai Rasulullah! Sebenarnya kami telah melindungi engkau sebagaimana kami melindungi anak-anak kami dan isteri-isteri kami.\" Rasulullah saw sebenarnya khawatir bahwa orang-orang Anshar tidak merasa perlu membantunya, terkecuali apabila musuh menyerang ke dalam kota, dan mereka tidak merasa berkewajiban membela Nabi apabila Nabi menyerang. Maka setelah Rasulullah saw mengatakan demikian, Saad bin Muadh berkata, \"Demi Allah! Rupanya yang engkau maksud ialah kami (para Anshar).\" Nabi menjawab, \"Ya\". Kemudian Saad berkata, \"Sebenarnya kami telah beriman kepadamu dan telah membenarkan agamamu, serta menyaksikan bahwa apa yang engkau bawa itu telah memberikan perjanjian untuk dipatuhi, maka laksanakanlah apa yang telah diperintahkan Allah. Maka demi Tuhan yang mengutusmu dengan benar, andaikata engkau mengajak kami menyeberang lautan, tentulah kami akan menyeberanginya, tidak ada seorangpun di antara kami yang berkeberatan dan tidak pula yang mengingkari, apabila engkau mengajak kami menghadap musuh esok pagi. Sebenarnya kami ini adalah orang-orang yang tabah dalam peperangan serta ikhlas menghadapi musuh. \n\nSemoga Allah menampakkan kepadamu apa yang menyenangkan hatimu.\" Maka pergilah bersama kami di bawah lindungan Allah. Rasulullah merasa gembira dengan pendapat Saad dan ketangkasannya menghadapi perang. Kemudian Rasulullah saw bersabda, \"Pergilah kamu di bawah lindungan Allah dan bergembiralah bahwa Allah telah menjanjikan kemenangan di antara dua barisan musuh. Demi Allah seolah-olah kami melihat musuh dalam keadaan tersungkur.\" (Riwayat Ibnu Ishak dari Ibnu Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 1166, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 9, "page": 177, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yujaadiloonaka fil haqqi ba'da maa tabaiyana kaannamaa yasaaqoona ilal mawti wa hum uanzuroon" } }, "translation": { "en": "Arguing with you concerning the truth after it had become clear, as if they were being driven toward death while they were looking on.", "id": "mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1166", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1166.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1166.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai bukti ketidaksenangan mereka untuk keluar ke Badar, mereka, yakni golongan yang enggan berperang itu membantahmu wahai Nabi Muhammad tentang kebenaran, yakni keharusan keluar kota menghadang kafilah setelah nyata bahwa mereka pasti akan menang sesuai janji Allah. Karena ketidaksenangan mereka yang didasari rasa enggan dan takut pada akibat-akibat perang itu, seakan-akan ketika berangkat menuju medan laga, mereka bagaikan orang yang dihalau menuju kepada kematian, sedang mereka terus-menerus melihat sebab-sebab kematian itu.", "long": "Allah menjelaskan bahwa di antara orang-orang mukmin ada yang membantah keputusan yang telah ditetapkan, yaitu keputusan menyerang musuh yang datang dari Mekah di bawah pimpinan Abu Jahal, padahal keputusan itu adalah kebenaran yang sudah nyata dan mereka telah dijanjikan kemenangan oleh Allah di mana saja mereka berada. Akan tetapi mereka mengelak dari keputusan itu, karena lebih menyukai menghadapi rombongan musuh di bawah pimpinan Abu Sufyan. Mereka mengelak untuk bertempur dengan pasukan musuh yang datang dari Mekah dan digambarkan oleh Allah, seolah-olah mereka itu dihalau kepada kematian. Mereka memberikan alasan bahwa mereka belum mempersiapkan segala-galanya untuk berperang. Dalam hal ini mereka seolah-olah berusaha membelokkan pengertian bahwa janji kemenangan yang akan diberikan Allah kepada orang-orang Muslimin ialah kafilah Abu Sufyan. Itulah sebabnya maka Allah menggambarkan keadaan mereka seolah-olah mereka melihat sebab-sebab kematian itu. Apabila ditinjau dari segi strategi perang maka keputusan Nabi untuk menghadapi bala tentara Quraisy meskipun yang dilengkapi dengan perlengkapan perang yang cukup adalah tepat, karena seumpama serangan Rasul ditujukan kepada rombongan unta yang datang dari Syam, niscaya kaum Muslimin akan menjadi sasaran yang empuk bagi bala tentara Quraisy yang datang memberi perlindungan kepada Abu Sufyan, karena orang-orang Quraisy dapat memukul kaum Muslimin dari belakang. Hal ini karena bala tentara Quraisy sudah menduga sebelumnya bahwa orang-orang Islam sudah siap untuk menghadang rombongan unta Abu Sufyan." } } }, { "number": { "inQuran": 1167, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 9, "page": 177, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e\u0629\u0650 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0642\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0639\u064e \u062f\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz ya'idukumul laahu ihdat taaa'ifataini annahaa lakum wa tawaddoona anna ghaira zaatish shawkati takoonu lakum wa yureedul laahu ai yuhiqqal haqqa bikalimaatihee wa taqta'a daabiral kaafireen" } }, "translation": { "en": "[Remember, O believers], when Allah promised you one of the two groups - that it would be yours - and you wished that the unarmed one would be yours. But Allah intended to establish the truth by His words and to eliminate the disbelievers", "id": "Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1167", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1167.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1167.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah mengingatkan orang-orang mukmin tentang janji Allah kepada Rasul-Nya. Dan ingatlah wahai orang-orang yang beriman ketika Allah Yang Mahakuasa menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan yang kamu hadapi adalah untukmu, yaitu kamu akan menang menghadapi pasukan bersenjata dan berkekuatan yang datang dari Mekah di bawah pimpinan 'Utbah bin Rabi'ah bersama Abu Jahal, sedang kamu sangat menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu, yaitu kafilah Abu Sufyan yang membawa dagangan dari Syam (Suriah). Kalian lebih berkeinginan untuk memerangi mereka yang membawa komoditi dagang dan tidak memiliki kekuatan. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayatayat-Nya yang diturunkan berkenaan dengan perintah memerangi pasukan yang bersenjata dan berkekuatan serta janji-janji kemenangan dari Allah, dan Allah berkehendak memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya, dengan memenangkan orang-orang mukmin. Mereka yang hendak terjun ke medan perang, biasanya berangan-angan untuk berhadapan dengan musuh yang sedikit jumlahnya, tidak mau bertemu musuh yang lebih kuat dan ingin mendapatkan harta rampasan yang banyak. Tapi ditegaskan di sini bahwa Allah berkehendak lain. Dia ingin mengangkat syiar agama, memproklamirkan kebenaran dan membasmi kekufuran.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengingatkan kaum Muslimin akan suatu peristiwa yang penting, yaitu pada saat Allah menjanjikan kemenangan kepada kaum Muslimin melawan salah satu dari dua golongan yang dihadapi yaitu salah satu diantara rombongan unta yang membawa harta dagangan atau bala tentara Quraisy yang membawa peralatan perang yang lengkap. Pada saat itu kaum Muslimin cenderung memilih berhadapan dengan rombongan yang membawa dagangan yang jumlahnya tidak lebih dari 40 unta. Hal ini adalah sebagai sindiran kepada sebagian kaum Muslimin yang takut terlibat dalam peperangan, tetapi mereka ingin mendapat harta yang banyak.\n\nKecenderungan mereka ini jauh dari kebenaran, karena tujuan mereka telah berbalik pada kesenangan materiil. Mereka telah berbelok dari menegakkan tauhid dan menghancurkan kemusyrikan. Itulah sebabnya Allah menjelaskan kepada meraka bahwa yang dikehendaki Allah tidak seperti yang mereka inginkan. Allah menghendaki agar kaum Muslimin menegakkan kebenaran sesuai dengan wahyu yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya, yang menyatakan bahwa kemenangan itu akan diperoleh kaum Muslimin dari salah satu di antara dua rombongan. Sasaran tempur yang harus dipilih itu tidak dijelaskan adalah untuk melatih kaum Muslimin agar dapat menentukan pilihan serta menetapkan strategi perang dengan jalan menanggapi situasi dan menilainya dengan jalan bermusyawarah serta mendidik mereka agar menaati hasil keputusan.\n\nKemudian Allah menandaskan kehendak-Nya, yaitu untuk memusnahkan orang-orang musyrikin yang membangkang kepada agama Allah secara keseluruhan termasuk pula pendukung-pendukung mereka. Allah menggambarkan hancurnya keseluruhan bala tentara kafir Quraisy dengan ungkapan hancurnya barisan belakang adalah usaha yang paling sulit, yang hanya dapat dilaksanakan apabila barisan depan telah dihancurkan terlebih dahulu. Tujuan utama perang ini ialah memusnahkan kaum musyrikin karena kemenangan kaum Muslimin melawan mereka dalam Perang Badar adalah kemenangan pertama yang akan disusul oleh kemenangan-kemenangan yang lain pada peperangan-peperangan berikutnya, dan berakhir dengan penaklukan Mekah sebagai kemenangan total yang gilang gemilang bag kaum Muslimin dan kehancuran orang-orang kafir Quraisy secara menyeluruh." } } }, { "number": { "inQuran": 1168, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 9, "page": 177, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064f\u062d\u0650\u0642\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Liyuhiqqal haqqa wa tubtilal baatila wa law karihal mujrimoon" } }, "translation": { "en": "That He should establish the truth and abolish falsehood, even if the criminals disliked it.", "id": "agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1168", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1168.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1168.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Juga, agar Allah memperkuat yang hak, kebenaran yang sempurna, yakni agama Islam dan menghilangkan yang batil, yaitu syirik dan segala hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, walaupun orang-orang yang berdosa, kaum musyrik dan musuh-musuh Islam itu tidak menyukainya.", "long": "Allah menjelaskan kepada kaum Muslimin bahwa kemenangan yang mereka peroleh itu tiada lain agar kebenaran agama Islam tegak menjulang dan lenyaplah kebathilan syirik dari muka bumi. Inilah tujuan utama yang harus dipilih kaum Muslimin pada waktu melakukan peperangan.\n\nTujuan untuk menegakkan agama Islam dan menghancurkan kemusyrikan itu tidak akan tercapai, kecuali apabila kaum Muslimin dapat mengalahkan bala tentara Quraisy yang datang dari Mekah dengan peralatan perang yang lengkap dengan tujuan menghancurkan kaum Muslimin.\n\nDi akhir ayat Allah menegaskan bahwa tujuan untuk menegakkan agama Islam dan menghancurkan kemusyrikan itu pasti terwujud, betapapun sengitnya permusuhan dan kebencian orang-orang musyrikin." } } }, { "number": { "inQuran": 1169, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 9, "page": 178, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064f\u0645\u0650\u062f\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064f\u0631\u0652\u062f\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz tastagheesoona Rabbakum fastajaaba lakum annee mumiddukum bi alfim minal malaaa'ikati murdifeen" } }, "translation": { "en": "[Remember] when you asked help of your Lord, and He answered you, \"Indeed, I will reinforce you with a thousand from the angels, following one another.\"", "id": "(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1169", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1169.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1169.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitulah kemenangan diraih oleh umat Islam berkat pertolongan Allah. Kemenangan dalam peperangan itu melibatkan para malaikat. Para sahabat yang terlibat dalam perang tersebut diperintah; Ingatlah ketika kamu Nabi Muhammad memohon pertolongan kepada Tuhanmu dengan diamini pasukan kaum muslim, supaya menganugerahkan kemenangan dalam Perang Badar, lalu diperkenankan-Nya bagimu seraya menyampaikan kepada seluruh anggota pasukan kaum muslim melalui dirimu bahwa, \"Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut untuk mendukung dan terlibat perang bersama kamu.\"", "long": "Allah mengingatkan kaum Muslimin akan pertolongan Allah yang diberikan kepada mereka pada saat mereka menghadapi kesulitan dan berusaha untuk mengatasi kesulitan-kesulitan itu dengan jalan berdoa kepada Allah swt agar Allah memberikan pertolongan kepada mereka dalam menghadapi musuh-musuh-Nya, karena usaha mereka untuk mengatasi kesulitan dengan usaha lahir tidak memungkinkan. Menurut kenyataan, kekuatan bala tentara Islam pada waktu itu adalah terdiri dari 313 orang lebih, sedang tentara musyrikin 1000 orang, apalagi kalau ditinjau dari segi alat persenjataan. Mereka membawa alat-alat perang yang lebih lengkap dari pada perlengkapan kaum Muslimin. Sesudah itu Allah mengabulkan doa kaum Muslimin dengan jalan mendatangkan bala bantuan berupa malaikat yang datang berturut-turut.\n\nMengenai bantuan Allah kepada kaum Muslimin dengan jumlah malaikat yang banyaknya 3.000 dijelaskan dalam ayat lain, yaitu dengan firman Allah:\n\n(Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman, \"Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?\" (ali Imran/3: 124)\n\nDan firman Allah swt:\n\n\"Ya\" (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (ali Imran/3: 125)\n\nMengenai bantuan Allah, yaitu malaikat yang jumlahnya berbeda-beda seperti disebutkan dalam ayat-ayat tersebut, para mufasir berbeda pendapat:\n\nBagi mereka yang berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut mengenai kisah Perang Badar, maka hendaklah dipahami, bahwa pada pertama kalinya Allah swt membantu kaum Muslimin dengan seribu malaikat. Sesudah itu bantuan tersebut dilengkapi dengan tiga ribu malaikat. Bantuan yang diberikan secara berturut-turut ini, dengan jumlah yang terus bertambah adalah untuk memberi kesan yang lebih tegas pada mental musuh, agar mereka lebih merasa takut dalam peperangan.\n\nTetapi bagi mereka yang memahami bahwa kedua ayat ini adalah kisah Uhud, maka jumlah 3.000 itu akan diberikan kepada kaum Muslimin, bahkan kalau mereka bersabar akan diberi bantuan lima ribu malaikat lagi. Tetapi hal ini adalah merupakan janji, tetapi karena mereka tidak patuh, maka janji itu tidak dilaksanakan oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1170, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 9, "page": 178, "manzil": 2, "ruku": 146, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa ja'alahul laahu illaa bushraa wa litatma'inna bihee quloobukum; wa man nasru illaa min 'indil laah; innal laaha Azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And Allah made it not but good tidings and so that your hearts would be assured thereby. And victory is not but from Allah. Indeed, Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1170", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1170.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1170.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski berita keterlibatan malaikat sangat menggembirakan, tetapi jangan menduga bantuan pasukan malaikat itu adalah sebab kemenangan. Dan tidaklah Allah menjadikannya, yakni pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira berupa kemenangan bagi kamu kaum Muslim agar hatimu menjadi tenteram karenanya dan terus maju. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah, bukan dari kekuatan pasukanmu dan atau bantuan malaikat. Kemenangan hanya diraih dengan restu dan kehendak Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun, Mahabijaksana, dalam menetapkan segala urusan sebagaimana mestinya sesuai dengan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu.", "long": "Ayat ini memberikan penjelasan bahwa Allah tidak mengirimkan bala bantuan kecuali sebagai kabar gembira, yaitu agar kaum Muslimin menjadi tenteram karenanya, dan mempunyai semangat tempur yang tinggi serta mempunyai keyakinan yang kuat bahwa kemenangan akan diperoleh mereka seperti yang telah dijanjikan Allah, juga agar terhindar dari kegoncangan jiwa, terlepas dari rasa takut karena melihat jumlah kekuatan dari daya tahan dan keyakinan yang kuat dalam mencapai kemenangan yang gemilang.\n\nDi dalam ayat ini dijelaskan pula bahwa kemenangan yang mereka peroleh, bukanlah karena kekuatan dan persenjataan, tetapi semata-mata karena bantuan Allah, dan hanya Allah sajalah yang dapat memberikan pertolongan dengan jalan mengirimkan bala tentara dari malaikat. Pernyataan Allah ini amat penting artinya bagi kaum Muslimin, agar mereka tidak merasa congkak dan takabur pada saat menghadapi musuh. Karena kedua sifat ini dapat menghilangkan kehati-hatian dan kontrol terhadap diri pribadi dalam peperangan.\n\nDi akhir ayat ini Allah menandaskan bahwa sesungguhnya Allah Maha kuasa lagi Mahabijaksana. Mahakuasa berarti kuasa memberikan kemenangan kepada umat Muhammad menurut yang Dia kehendaki. Sedangkan Mahabijaksana berarti memberikan kemenangan kepada hamba-Nya yang beragama tauhid dan menghancurkan hamba-Nya yang terjerumus ke dalam kemusyrikan." } } }, { "number": { "inQuran": 1171, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 9, "page": 178, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064f\u063a\u064e\u0634\u0651\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0633\u064e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0632\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0631\u0652\u0628\u0650\u0637\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Iz yughashsheekumun nu'assa amanatam minhu wa yunazzilu 'alaikum minas samaaa'i maaa'al liyutah hirakum bihee wa yuzhiba 'ankum rijzash Shaitaani wa liyarbita 'ala quloobikum wa yusabbita bihil aqdaam" } }, "translation": { "en": "[Remember] when He overwhelmed you with drowsiness [giving] security from Him and sent down upon you from the sky, rain by which to purify you and remove from you the evil [suggestions] of Satan and to make steadfast your hearts and plant firmly thereby your feet.", "id": "(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1171", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1171.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1171.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah yang lain, yaitu ketika kamu kekurangan perbekalan air dan di saat kalian dicekam rasa takut pada musuh, lalu Allah membuat kamu mengantuk sehingga beberapa saat kamu terlena dan tidak menghiraukan sesuatu, dan dengan demikian kamu dapat beristirahat menghilangkan kepenatan. Itu dilakukan oleh Allah untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dengan hilangnya rasa takut, dan di antara nikmat lainnya Allah juga menurunkan air hujan dari langit kepadamu. Air hujan itu berguna untuk menyucikan kamu dengan hujan itu, yakni dengan menggunakannya untuk berwudu, mandi wajib dan sunah, dan hujan itu juga menghilangkan gangguangangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu dalam menghadapi musuh serta memperteguh telapak kakimu, sebab tanah berupa pasir yang disiram air akan menjadi padat, sehingga mudah diinjak dan tidak membuat kaki tergelincir atau terbenam di pasir. Dengan cara itu pula Allah memperteguh pendirian kaum muslim.", "long": "Allah menjelaskan kepada kaum Muslimin bahwa di samping Allah memberikan bantuan berupa malaikat yang datang secara berturut-turut, juga memberikan bantuan yang lain berupa situasi dan kondisi yang menguntungkan bagi kaum Muslimin. Seperti pertolongan Allah pada saat kaum Muslimin berada dalam ketakutan menghadapi musuh, mereka diselimuti rasa kantuk, sehingga mereka tidak dapat merasakan ketakutan lagi. Ketakutan disebabkan mereka melihat jumlah bala tentara musuh yang banyak dan persiapannya yang lengkap. Maka dengan adanya rasa kantuk itu, rasa takut tidak lagi mereka rasakan dan mereka kembali menjadi tenteram.\n\nUntuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai mengantuknya orang-orang Muslimin saat berperang, dapatlah diikuti hadis yang diriwayatkan oleh Abu Yala dan al-Baihaqi dari Ali berkata:\n\n\"Kami tidak mempunyai bala tentara berkuda pada Perang Badar kecuali Al-Miqdad. Semua kami tertidur, kecuali Rasulullah saw, beliau salat di bawah pohon sampai pagi hari\". (Riwayat Abu Yala dan al-Baihaqi dari Ali)\n\nMenurut bunyi ayat yang dapat dipahami ialah, bahwa datangnya rasa kantuk itu terjadi pada saat pertempuran berlangsung. Rasa kantuk itu menghilangkan rasa takut dan gentar. Dengan sendirinya hilanglah perasaan takut menghadapi bahaya.\n\nHal ini sama dengan peristiwa yang terjadi pada mereka sewaktu berlangsungnya perang Uhud, seperti tersebut dalam firman Allah:\n\n\"Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu, (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu.\" (ali-Imran/3: 154)\n\nSesudah itu Allah swt menyebutkan pertolongan-Nya yang lain kepada kaum Muslimin, yaitu pada saat terjadinya Perang Badar, Allah swt menurunkan hujan kepada kaum Muslimin dari langit, agar mereka dapat mensucikan diri dengan hujan itu. Gambaran tentang maksud Allah swt menurunkan hujan kepada kaum Muslimin, dan apa hikmatnya dapat dilihat dari hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundhir melalui Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas:\n\n\"Orang-orang musyrikin di permulaan peperangan telah menguasai sumber-sumber air mendahului kaum Muslimin, sehingga orang-orang Islam menjadi kehausan. Mereka salat dalam keadaan junub dan berhadas (tanpa bersuci dengan air). Sedang di sekitar mereka hanya pasir belaka. Kemudian mereka digoda oleh setan, seolah-olah setan itu berkata, \"Apakah kamu mengira bahwa ada Nabi di antara kamu dan kamu adalah wali-wali Allah. Sedangkan kamu salat dalam keadaan junub dan berhadas? Karenanya Allah swt menurunkan hujan dari langit, sehingga mengalirlah air di lembah itu. Maka kaum Muslimin meminum air dan bersuci dengannya dan kuatlah hati mereka, serta hilanglah was-was mereka.\" (Riwayat Ibnu Mundzir dari Ibnu Abbas)\n\nAllah juga menjelaskan bahwa Dia menurunkan hujan dari langit untuk menghilangkan gangguan-gangguan setan dan untuk menghilangkan rasa takut dan was-was, lantaran kaum Muslimin pada waktu itu berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Mereka berada di daerah padang pasir yang tidak strategis dijadikan kubu pertahanan, karena sukar untuk menggerakkan kaki apalagi untuk mengadakan penyerangan, bahkan di daerah tersebut tidak ada sumber air.\n\nDari segi lain Allah menjelaskan bahwa dengan turunnya hujan kaki mereka mudah untuk berjalan di atas padang pasir, sehingga mereka mendapat kemantapan dan kepercayaan penuh agar dapat bertahan dan menyerang musuh serta dapat mempersatukan daya tempur mereka.\n\nDengan demikian tujuan Allah menurunkan hujan dari langit dalam Perang Badar itu ialah:\n\n1. Untuk memberikan kemungkinan kepada kaum Muslimin agar mereka dapat bersuci dari junub dan hadas sehingga mereka dapat beribadah dalam keadaan suci lahir batin.\n\n2. Untuk menghilangkan was-was yang dibisikkan setan, dan menghilangkan rasa takut akibat tidak adanya persediaan air.\n\n3. Agar kaum Muslimin bebas untuk mengatur gerak dalam pertempuran, karena mereka tidak lagi terganggu oleh pasir yang lunak yang mengganggu gerakan kaki." } } }, { "number": { "inQuran": 1172, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 9, "page": 178, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0633\u064e\u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0639\u0652\u0628\u064e \u0641\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Iz yoohee Rabbuka ilal malaaa'ikati annee ma'akum fasabbitul lazeena aamanoo; sa ulqee fee quloobil lazeena kafarur ru'ba fadriboo fawqal a'naaqi wadriboo minhum kulla banaan" } }, "translation": { "en": "[Remember] when your Lord inspired to the angels, \"I am with you, so strengthen those who have believed. I will cast terror into the hearts of those who disbelieved, so strike [them] upon the necks and strike from them every fingertip.\"", "id": "(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1172", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1172.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1172.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua itu adalah peringatan bagi mereka yang berjuang di jalan Allah dan bertawakal kepada-Nya, bahwa kemenangan pasti akan datang. Nikmat dan berita gembira lainnya yang juga harus disyukuri dan selalu diingat adalah ketika Tuhanmu wahai Nabi Muhammad mewahyukan kepada para malaikat yang dikirim untuk memperkuat pasukan kaum muslim pada Perang Badar tentang tugas-tugas mereka, \"Sesungguhnya Aku bersama kamu, membantu dan melindungimu. Yakinlah akan kemenangan, sebab siapa yang ditemani Allah pasti menang, maka karena itu teguhkanlah hati dan pendirian orang-orang yang telah beriman dengan berbagai cara.\" Karena Aku bersama kamu semua, maka kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, sehingga pasukan mereka akan kocar-kacir, maka pukullah dan tebaslah bagian yang di atas leher mereka, karena dalam peperangan, sasaran yang mematikan adalah leher, dan apabila lawan memakai baju besi, sehingga sulit dikalahkan, maka tangannya yang dilumpuhkan, pukullah tiap-tiap ujung jari mereka, agar tidak dapat memegang senjata, seperti: pedang, tombak, dan lain-lainnya sehingga mudah ditawan.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengingatkan kaum Muslimin kepada pertolongan-Nya, yang lain lagi dalam Perang Badar, yaitu pada saat Allah swt mewahyukan kepada para malaikat untuk memberikan bantuan kepada kaum Muslimin. Malaikat-malaikat diperintahkan Allah agar menyertai kaum Muslimin untuk sewaktu-waktu dapat memberikan bantuan. Bantuan itu adalah memantapkan hati kaum Muslimin dalam pertempuran. Dan meyakinkan mereka agar Allah menciptakan ketakutan di dalam hati orang-orang kafir, lantaran mereka melihat jumlah malaikat yang menyertai tentara Islam itu. Dengan demikian kaum Muslimin dapat menguasai pertempuran, mereka dapat maju dengan tangkas dan dengan mudah pula mereka mematahkan serangan musuh." } } }, { "number": { "inQuran": 1173, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 9, "page": 178, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0642\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u064e\u0627\u0642\u0650\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahum shaaaqqul laaha wa Rasoolah; wa mai yushaqiqil laaha wa Rasoolahoo fa innal laaha shadeedul 'iqaab" } }, "translation": { "en": "That is because they opposed Allah and His Messenger. And whoever opposes Allah and His Messenger - indeed, Allah is severe in penalty.", "id": "(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1173", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1173.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1173.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketentuan yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya Nabi Muhammad; dan barang siapa terus menerus menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya.", "long": "Allah menerangkan sebab-sebab kemenangan kaum Muslimin dan kekalahan kaum musyrikin, yaitu karena bantuan Allah yang diberikan kepada kaum Muslimin dalam menghadapi kaum musyrikin dan perjuangan mereka dilandasi kebenaran, yaitu menegakkan agama tauhid. Sedang kaum musyrikin menderita kekalahan karena mereka itu memusuhi Allah dan Rasul-Nya dan perjuangan mereka dilandasi kebathilan yaitu perjuangan-perjuangan mempertahankan berhala.\n\nAllah swt memberikan ancaman keras kepada siapa saja yang menentang Allah dan Rasul-Nya, baik menantang hukum-hukumnya atau mengingkari nikmat yang diberikan kepada mereka, bahwa Allah akan memberikan siksaan kepada mereka. Permusuhan orang-orang musyrikin kepada Allah dan Rasul-Nya berupa tantangan mereka terhadap seruan Rasul pada saat menyampaikan dakwah Islamiyah. Pada waktu itu Rasulullah bukan hanya didustakan dan dihina, bahkan dia diusir dari negerinya sehingga beliau hijrah ke Medinah. Sedang mereka berpegang teguh kepada agama nenek moyang mereka, yaitu agama syirik dan pemujaan berhala. Setelah Nabi Muhammad saw berada di Medinah bersama para sahabatnya mereka berusaha melenyapkan kaum Muslimin dari muka bumi dan melenyapkan ajaran Islam. Maka pantaslah mereka diberi siksaan yang keras yaitu kekalahan mereka dalam Perang Badar dan siksaan Allah yang akan ditimpakan kepada mereka yaitu siksaan api neraka di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 1174, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 9, "page": 178, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalikum fazooqoohu wa anna lilkaafireena 'azaaban Naar" } }, "translation": { "en": "\"That [is yours], so taste it.\" And indeed for the disbelievers is the punishment of the Fire.", "id": "Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada (lagi) azab neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1174", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1174.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1174.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah hukuman dunia yang ditimpakan atasmu, wahai para pembangkang, maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada lagi selain siksa duniawi tersebut berupa azab neraka.", "long": "Allah swt menegaskan ancamannya kepada orang-orang kafir bahwa hukuman dunia yang ditimpakan atas mereka adalah hukuman yang harus dirasakan sebagai imbalan keingkaran mereka terhadap hukum-hukum dan nikmat Allah. Di samping itu Allah menegaskan pula bahwa bagi mereka ada lagi siksaan yang paling pedih dirasakan yaitu siksaan api neraka yang akan ditimpakan kepada mereka di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1175, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 9, "page": 178, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0632\u064e\u062d\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo izaa laqeetumul lazeena kafaroo zahfan falaa tuwalloohumul adbaar" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when you meet those who disbelieve advancing [for battle], do not turn to them your backs [in flight].", "id": "Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1175", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1175.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1175.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat yang lalu menjelaskan dukungan Allah terhadap kaum muslim dan kemenangan yang dianugerahkan kepada mereka, pada ayat ini Allah menjelaskan hakikat kemenangan dan tugas mereka ketika menghadapi musuh. Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang menentang Allah dan Rasul-Nya dalam barisan yang akan menyerangmu dan mengancam keberadaanmu, maka janganlah kamu berbalik mundur membelakangi mereka, sehingga kalah. Tetaplah tegar menghadapi mereka, sebab Allah bersama kamu untuk memenangkanmu.", "long": "Allah menyeru orang-orang beriman bahwa apabila berhadapan dengan orang-orang kafir yang sedang datang menyerang, kaum Muslimin dilarang lari dari pertempuran.\n\nOrang-orang kafir itu bergerak dari Mekah dengan membawa jumlah pasukan yang banyak. Mereka sengaja menemui kaum Muslimin yang sudah ada di Badar. Mereka sudah mengetahui rencana kaum Muslimin yang akan menghadang kafilah yang dipimpin Abu Sufyan dengan alasan melindungi perdagangan mereka. Mereka bergerak dari Mekah, padahal sebenarnya mereka berniat untuk memusnahkan kaum Muslimin. Itulah sebabnya, Allah swt melarang kaum Muslimin membelakangi mereka. Lebih-lebih melarikan diri dari pertempuran melawan mereka, meskipun mereka membawa bala tentara yang cukup banyak dan peralatan perang yang lengkap.\n\nYang dilarang adalah melarikan diri dari pertempuran, tanpa alasan yang dibenarkan karena takut menghadapi musuh. Sedangkan mundur untuk mengatur siasat, bukan termasuk dalam larangan yang dikandung ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1176, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 9, "page": 178, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u062f\u064f\u0628\u064f\u0631\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062a\u064e\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u062a\u064e\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650\u0632\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa mai yuwallihim yawma'izin duburahooo illaa mutaharrifal liqitaalin aw mutahaiyizan ilaa fi'atin faqad baaa'a bighadabim minal laahi wa maawaahu Jahannamu wa bi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "And whoever turns his back to them on such a day, unless swerving [as a strategy] for war or joining [another] company, has certainly returned with anger [upon him] from Allah, and his refuge is Hell - and wretched is the destination.", "id": "Dan barangsiapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1176", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1176.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1176.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa yang tidak mempunyai keberanian menghadapi musuh lalu mundur pada waktu itu karena takut, melarikan diri, dan meninggalkan medan laga, kecuali berbelok untuk menerapkan siasat perang dengan berpura-pura seakan dia mundur, atau tujuannya membelakangi karena hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain sebagai tambahan kekuatan, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan besar dari Allah, dan tempatnya kelak setelah kematiannya jika tidak bertobat ialah neraka Jahanam, itulah seburuk-buruk tempat kembali.", "long": "Allah mengancam kaum Muslimin yang melarikan diri dari pertempuran bahwa mereka akan pulang dengan membawa kemurkaan Allah. Kemurkaan Allah itu berupa ancaman yang akan ditimpakan kepada mereka, yaitu mereka akan disiksa dengan neraka Jahannam tempat kediaman yang sangat menakutkan.\n\nDari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa melarikan diri dari peperangan adalah dosa besar. Nabi Muhammad saw bersabda:\n\n\"Jauhilah olehmu sekalian tujuh perkara yang membinasakan. Mereka bertanya: \"Apakah yang tujuh perkara itu ya Rasulullah? Nabi menjawab: \"Menyekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh seseorang yang Allah haramkan membunuhnya, kecuali ada sebab-sebab yang membolehkan, makan riba, makan harta anak yatim, melarikan diri dari pertempuran (peperangan), dan menuduh berzina wanita mukmin yang baik-baik yang tidak berniat berbuat zina\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDalam hal ini Allah menjelaskan beberapa pengecualian dari membelakangi musuh dan melarikan diri dari pertempuran, yaitu apabila kaum Muslimin pada saat perang terjadi, mundur untuk mengatur siasat seperti mencari posisi yang lebih menguntungkan dalam pertempuran, memancing musuh agar mengejar keluar medan pertempuran yang lebih strategis sehingga dengan demikian musuh dapat dimusnahkan, atau dengan mengadakan gerak tipu sehingga sasaran tempur menjadi kacau balau, atau membagi pasukan-pasukan untuk menyerang dari segala arah, agar kesatuan musuh dapat dipecah-belah dan sebagainya.\n\nKaum Muslimin pada saat perang berkobar melarikan diri untuk bergabung dengan kesatuan yang lain agar sasaran tempur lebih kuat atau untuk memperoleh bantuan dari pasukan pada saat musuh dipandang mempunyai pasukan yang lebih kuat." } } }, { "number": { "inQuran": 1177, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0631\u064e\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0645\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064b \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Falam taqtuloohum wa laakinnal laaha qatalahum; wa maa ramaita iz ramaita wa laakinnal laaha ramaa; wa liyubliyal mu'mineena minhu balaaa'an hasanaa; innal laaha Samee'un Aleem" } }, "translation": { "en": "And you did not kill them, but it was Allah who killed them. And you threw not, [O Muhammad], when you threw, but it was Allah who threw that He might test the believers with a good test. Indeed, Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1177", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1177.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1177.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila kamu telah memenangkan peperangan itu dan berhasil membunuh musuh, maka ketahuilah sesungguhnya itu bukan sematamata karena kekuatan kalian. Allahlah yang memenangkan kalian dan Dialah yang membunuh mereka dengan jalan memberikan kekuatan pada kalian dan meniupkan ke dalam jiwa orang-orang kafir itu rasa takut dan gentar. Maka sebenarnya bukan kamu kaum muslim yang membunuh mereka pada saat Perang Badar, melainkan Allah yang membunuh mereka dengan jalan memberikan kekuatan pada kalian dan meniupkan ke dalam jiwa orang-orang kafir itu rasa takut dan gentar. Dan demikian pula bukan engkau Nabi Muhammad yang melempar batu-batu kecil ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar dengan menyampaikan lemparanmu itu ke muka orang-orang musyrik, karena akibat dari lemparan itu tidak mungkin terjadi jika yang melakukannya makhluk biasa. Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin yang mantap imannya, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar doa dan ucapanmu, baik yang disembunyikan maupun yang dinyatakan, Maha Mengetahui apa yang lebih maslahat untuk hamba-Nya.", "long": "Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah memerintahkan Ali bin Abi thalib: Ambilkan segenggam tanah, Ali mengambilnya dan diberikan kepada Rasul lalu dilemparkan kepada orang-orang musyrik, maka tidak seorangpun dari mereka kecuali terkena matanya, maka turunlah ayat ini. \n\nKemudian Allah memberikan penjelasan mengenai alasan kaum Muslimin dilarang membelakangi musuh yaitu karena kemenangan tidak akan dicapai kaum Muslimin kecuali dengan maju menyerang musuh, melemparkan tombak atau melemparkan kepalan tanah kepada mereka.\n\nDari kemenangan dan bantuan Allah tersebut dapat dipahami bahwa setiap kali orang Muslimin menancapkan tombak untuk membunuh musuh dan setiap lemparan segenggam tanah dari mereka dijamin akan memenuhi sasaran, karena Allah-lah yang menjamin dan membantu mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nPerangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (at-Taubah/9: 14)\n\nDi samping itu keadaan yang menguntungkan bagi kaum Muslimin ialah keyakinan bahwa perjuangan mereka akan menang, dan Allah akan membantu mereka. Sedangkan orang kafir tujuannya hanyalah untuk memperoleh kepuasan hidup di dunia.\n\nAllah berfirman:\n\n\"Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuh mu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan\". (an-Nisa/4: 104)\n\nFirman Allah :\n\n\"Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.\" (al-Baqarah/2: 249)\n\nAllah menerangkan bahwa segala macam bantuan yang diberikan kepada kaum Muslimin dalam Perang Badar itu adalah merupakan alasan yang kuat terhadap larangan Allah kepada kaum Muslimin, lari dari pertempuran, dan merupakan anugerah kemenangan yang diberikan Allah kepada orang-orang mukmin, yaitu kemenangan dan harta rampasan yang banyak.\n\nDi akhir ayat Allah menegaskan bahwa Allah Maha Mendengar segala permintaan hamba-Nya yang betul-betul menjalankan perintah serta menjauhi larangan-Nya lagi Maha Mengetahui akan segala macam bisikan hati para hamba-Nya dan mengetahui siapakah di antara hamba-Nya yang pantas mendapat kemenangan dan siapa pula yang pantas menderita kekalahan." } } }, { "number": { "inQuran": 1178, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u0648\u0647\u0650\u0646\u064f \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalikum wa annal laaha moohinu kaidil kaafireen" } }, "translation": { "en": "That [is so], and [also] that Allah will weaken the plot of the disbelievers.", "id": "Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1178", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1178.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1178.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu, dan sungguh, Allah selalu melemahkan tipu daya orang-orang kafir sehingga tidak berhasil, agar mereka tunduk kepada kebenaran atau binasa. Karena itu jangan ragu menghadapi musuh-musuh agama Allah kapan dan di mana pun.", "long": "Allah menegaskan bahwa karunia Allah yang diberikan kepada kaum Muslimin itu bertujuan untuk melemahkan tipu-daya orang-orang kafir dan melemahkan serangan mereka kepada Nabi serta kaum Muslimin seluruhnya. Juga untuk membangun perhatian kaum Muslimin agar tetap berjuang menegakkan agama tauhid serta berbuat baik sesama mereka dalam membela serta menegakkan agama.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah, selalu melindungi setiap perjuangan kaum Muslimin dalam menegakkan agama tauhid serta akan melemahkan perjuangan orang-orang musyrikin pada setiap gerak dan langkah mereka yang ditujukan untuk memerangi orang-orang yang menegakkan agama tauhid dan menyebarluaskan agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 1179, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 147, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0639\u064f\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u0626\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u062b\u064f\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In tastaftihoo faqad jaaa'akumul fathu wa in tantahoo fahuwa khairul lakum wa in ta'oodoo na'ud wa lan tughniya 'ankum fi'atukum shai'anw wa law kasurat wa annal laaha ma'al mu'mineen" } }, "translation": { "en": "If you [disbelievers] seek the victory - the defeat has come to you. And if you desist [from hostilities], it is best for you; but if you return [to war], We will return, and never will you be availed by your [large] company at all, even if it should increase; and [that is] because Allah is with the believers.", "id": "Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun dia jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1179", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1179.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1179.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah akan melemahkan tipu daya orang-orang kafir, oleh karenanya jika kamu kaum kafir meminta keputusan perihal siapa yang benar, dengan cara bergelantungan pada kain penutup Kakbah, agar Dia memutuskan perkara antara kamu dengan orang-orang beriman, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu yaitu kemenangan kaum muslim pada Perang Badar; dan jika kamu berhenti memusuhi Rasul dan tidak melakukan hal-hal lain yang tidak direstui Allah, maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali melakukan kedurhakaan serupa, dan memerangi Nabi Muhammad dan para pengikutnya, niscaya Kami kembali mengalahkan kamu dan memberi pertolongan kepada kaum muslim seperti saat Perang Badar; dan pasukanmu yang bergelimang dosa tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlah pasukan dan perlengkapannya banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman yang percaya dan tunduk pada kebenaran.", "long": "Sesudah itu Allah memberikan pernyataan yang ditujukan kepada orang-orang musyrikin bahwa apabila mereka ingin mencari keputusan mana di antara kedua bala tentara yang paling unggul dan paling mendapat petunjuk sehingga memperoleh kemenangan, maka jelaslah yang mendapat kemenangan gilang-gemilang itulah pasukan yang paling unggul dan paling mendapat petunjuk.\n\nPernyataan ini adalah merupakan ejekan terhadap orang-orang musyrikin karena pada akhir pertempuran Perang Badar kemenangan jelas diperoleh oleh kaum Muslimin, sedangkan mereka kaum musyrikin mengalami kehancuran dan kekalahan.\n\nPernyataan ini berlaku pada setiap waktu dan tempat, di mana saja dan kapan saja terjadi pergolakan di antara dua golongan maka kemenangan tentu akan diperoleh oleh golongan yang berdiri atas prinsip-prinsip yang benar.\n\nKemudian Allah menyeru orang-orang musyrikin bahwa apabila mereka setelah menderita kekalahan dalam Perang Badar itu berhenti dari memusuhi Muhammad saw dan pengikut-pengikutnya, maka sebenarnya hal itu lebih baik buat mereka.\n\nTawaran itu dikemukakan Allah kepada mereka karena mereka telah mengalami pahit getirnya peperangan. Dari pengalaman itu mereka telah melihat kenyataan bahwa betapa pun kuatnya dan betapa pun banyaknya jumlah pasukan yang mereka kerahkan serta perlengkapan perang yang mereka andalkan, namun akhirnya mereka mengalami kekalahan juga.\n\nApabila mereka itu membangkang seruan ini dan kembali memusuhi serta memerangi Rasul dan pengikut-pengikutnya, maka kenyataan yang mereka alami itu akan terulang kembali, yaitu Allah kembali memberi pertolongan-Nya kepada Rasulullah saw.\n\nAllah menegaskan bahwa angkatan perang kaum musyrikin betapa pun kuatnya, tidak akan dapat menolak bencana malapetaka yang akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tentara yang banyak tidak selalu menentukan jalannya peperangan, terkecuali jumlah yang banyak itu disertai dengan kekuatan jiwa dan kepercayaan kepada Allah Azza wa Jalla.\n\nBetapa pun gigihnya Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya untuk mengalahkan kaum Muslimin dalam Perang Badar mereka tidak juga berhasil sebagaimana diterangkan oleh Hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan an-Nasai:\n\n\"Ya Allah siapa di antara kami yang telah memutuskan tali persaudaraan dan membawa sesuatu agama yang tidak dikenal, maka hancurkanlah ia sebelum terbitnya fajar, maka yang demikian itu adalah sebagai permintaan kemenangan dari padanya (untuk Rasulullah). (Riwayat Ahmad dan an-Nasai).\n\nMenurut riwayat as-Suddi yang berasal dari Mujahid, diceritakan bahwa sebelum pasukan Quraisy berangkat ke medan perang mereka berdoa :\n\nOrang-orang musyrikin pada waktu keluar dari kota Mekah menuju Badar, telah memegang tirai Kabah kemudian mereka memohon kemenangan kepada Allah dan berkata: \"Aduhai Tuhan berilah kemenangan kepada pasukan yang paling tinggi (derajatnya) kepada golongan yang paling mulia dan kepada kiblat yang paling baik.\" Maka turunlah ayat: Jika kamu (orang musyrikin) mencari keputusan." } } }, { "number": { "inQuran": 1180, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo atee'ul laaha wa Rasoolahoo wa laa tawallaw 'anhu wa antum tasm'oon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, obey Allah and His Messenger and do not turn from him while you hear [his order].", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1180", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1180.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1180.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemenangan gemilang yang diraih kaum muslim pada perang Badar adalah karena ketaatan mereka mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Di sisi lain, malapetaka yang dialami oleh kaum musyrik adalah karena pembangkangan dan keberpalingan mereka dari tuntunan-Nya, karena itu ayat ini mengingatkan, \"Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, yakni buktikan keimananmu dalam sikap dan tingkah laku, dan janganlah kamu berpaling sedikit dan sesaat pun dari-Nya, padahal kamu mendengar perintah-perintah-Nya yang disampaikan kepadamu,", "long": "Allah menyeru orang-orang mukmin agar menaati Allah dan Rasul-Nya. Menaati Allah dan Rasul-Nya dalam ayat ini ialah melaksanakan jihad, berjuang untuk membela agama tauhid dan meninggalkan kampung halaman serta mempergunakan harta benda dan jiwa apabila diperlukan, dan melarang orang-orang mukmin berpaling dari pada perintah-Nya, sedang pada waktu itu mereka telah mengetahui dan mendengar seruan untuk menaati perintah-Nya dan membantu perjuangannya.\n\nDimaksud mendengar dalam ayat ini ialah memahami seruan Rasul serta membenarkannya. Sebagai seorang mukmin semestinya ia mengatakan pada waktu mendengar seruan Rasul \"samina wa athana\" (kami mendengar dan menaati), sebagaimana firman Allah:\n\nHanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, \"Kami mendengar, dan kami taat.\" Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (an-Nur/24: 51)\n\nDan firman Allah lagi:\n\n\"Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun dari Rasul-Rasul-Nya.\" Dan mereka berkata,\"Kami dengar dan kami taat.\" (al-Baqarah/2: 285)\n\nYang dimaksud dengan mendengar seruan Rasul dalam ayat ini ialah menaati semua perintah Allah yang disampaikan kepadanya dengan perantara wahyu." } } }, { "number": { "inQuran": 1181, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 71, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa takoonoo kallazeena qaaloo sami'naa wa hum laa yasma'oon" } }, "translation": { "en": "And do not be like those who say, \"We have heard,\" while they do not hear.", "id": "dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, “Kami mendengarkan,” padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1181", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1181.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1181.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang munafik atau musyrik yang berkata, \"Kami mendengarkan\", yakni mengetahui apa yang disampaikan kepada kami, padahal mereka terus-menerus tidak mendengarkan dan tidak mengamalkan karena hati mereka mengingkarinya.", "long": "Allah melarang orang-orang mukmin berbuat sebagai orang-orang munafik dan orang-orang kafir apabila mendengar seruan Rasul, mereka berbuat seolah-olah mendengar seruan itu, tetapi sebenarnya hati mereka mengingkarinya. Maka kaum Muslimin pun dilarang berbuat seperti mereka, yang kelihatannya mendengarkan seruan Nabi dengan penuh perhatian, padahal mereka tidak menaruh perhatian sedikit pun apalagi melaksanakannya.\n\nDalam ayat ini orang-orang munafik dinyatakan sebagai orang-orang yang tidak mau mendengarkan perkataan Nabi, yaitu memeluk agama Islam, hal ini memberikan petunjuk bahwa mereka tidak mau membenarkan sama sekali apa yang diserukan Nabi itu.\n\nAllah berfirman:\n\nDan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad), tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu (sahabat-sahabat Nabi), \"Apakah yang dikatakannya tadi?\" Mereka itulah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah, dan mengikuti keinginannya. (Muhammad/47: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 1182, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0651\u0650 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0645\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna sharrad dawaaabbi 'indal laahis summul bukmul lazeena laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the worst of living creatures in the sight of Allah are the deaf and dumb who do not use reason.", "id": "Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1182", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1182.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1182.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini secara tidak langsung menyindir orang-orang yang mendengar tuntunan agama tetapi enggan mengamalkannya, yaitu dengan mengingatkan bahwa sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk, termasuk manusia, dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli, sehingga tidak dapat mendengar tuntunan dan memahami kebenaran, dan bisu sehingga tidak dapat berbicara, yaitu orang-orang yang tidak mengerti. Mereka memang tidak mau mendengar, mengatakan, dan memikirkan yang benar.", "long": "Allah menyamakan orang-orang munafik itu dengan binatang yang paling buruk, karena mereka itu tidak mau mempergunakan pendengarannya untuk mengetahui seruan-seruan yang benar dan tidak memperhatikan nasihat-nasihat yang baik.\n\nOrang-orang munafik disamakan dengan binatang dalam ayat ini, bukanlah fisik mereka seperti binatang, tetapi sifat kejiwaan merekalah yang seperti binatang. Mereka menolak pengertian dari firman Allah dan tidak mau memikirkan dan memahami kebenaran. Dalam hal ini mereka tidak mau membedakan mana seruan yang benar dan mana ajakan yang salah dan mana itikad yang benar serta mana kepercayaan yang salah.\n\nSebagai alasan yang lain dipersamakannya mereka dengan binatang adalah karena tidak mau menuturkan kebenaran, seolah-olah mereka tidak berfikir, karena mereka menyia-nyiakan akal mereka sehingga tidak dapat menuturkan kebenaran itu sebagaimana mestinya. Seandainya mereka menggunakan akal, tentulah mereka mau mendengarkan seruan Rasul serta mau mengikutinya.\n\nDi dalam ayat ini atau ayat yang lain Allah, menerangkan bahwa orang-orang munafik itu lebih sesat dari binatang.\n\nFirman Allah:\n\n\"Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.\" (al-Araf/7: 179)\n\nPendengaran dan penglihatan tidak dapat dibuat manusia, karena keduanya bertalian dengan jiwa, dengan hidup. Tidak bisa diharapkan dari benda mati yang tidak mempunyai pendengaran dan penglihatan itu. Bahkan pendengaran dan penglihatan yang hidup tidak berfungsi jika tidak diarahkan." } } }, { "number": { "inQuran": 1183, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law 'alimal laahu feehim khairal la asma'ahum; wa law asma'ahum latawallaw wa hum mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "Had Allah known any good in them, He would have made them hear. And if He had made them hear, they would [still] have turned away, while they were refusing.", "id": "Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1183", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1183.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1183.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih berkaitan dengan mereka yang tidak mendengar dan tidak menggunakan akalnya, ayat ini menegaskan sekiranya Allah berkehendak mengetahui dengan ilmu-Nya yang azali, bahwa ada keinginan untuk menerima dan mengamalkan kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar sehingga memperoleh hidayah. Pengandaian dalam ayat ini bukan berarti Allah tidak tahu, tetapi Allah Mahatahu bahwa pada mereka tidak ada kebaikan. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar dan memahamai kebenaran, niscaya mereka akan tetap meninggalkan juga apa yang mereka dengar itu, dan mereka dalam keadaan memalingkan diri dari kebenaran, sebab mereka telah dikuasai hawa nafsu.", "long": "Allah memberikan pernyataan terhadap orang-orang munafik dan orang-orang musyrik bahwa andaikata mereka mempunyai kemauan untuk beriman dan harapan untuk mengikuti petunjuk yang disampaikan oleh Rasulullah, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Tetapi lantaran bakat mereka, untuk menerima petunjuk Allah telah dikotori dengan noda-noda kemusyrikan dan kenifakan, maka tidak ada jalan lain lagi untuk mengarahkan bakat-bakat mereka untuk menerima petunjuk.\n\nSeumpama Allah menjadikan mereka dapat memahami seruan Rasul itu tentulah mereka enggan melaksanakan apa yang mereka dengar, apa lagi untuk mengamalkannya, karena di dalam hati mereka telah bersarang keingkaran dan kekafiran. Dari firman Allah itu dapat dipahami bahwa derajat orang yang mendengarkan seruan Rasul itu bertingkat-tingkat.\n\n1. Ada orang yang sengaja tidak mau mendengarkan seruan Rasul secara terang-terangan dan menyambutnya dengan permusuhan sejak semula, karena mereka merasa bahwa seruannya itu akan menghancurkan keyakinannya.\n\n2. Ada orang yang mendengarkan seruan Rasul, akan tetapi tidak berniat untuk memahami dan memikirkan apa yang diserukan, seperti orang-orang munafik.\n\n3. Ada orang yang mendengarkan seruan Rasul dengan maksud mencari kesempatan untuk membantah dan menolaknya. Hal serupa ini dilakukan oleh orang-orang musyrik dan ahli kitab yang mengingkari kebenaran ayat Al-Quran.\n\n4. Ada orang yang mendengarkan dengan maksud ingin memahami dan memikirkan seruan Rasul. Tetapi adakalanya ajaran Islam itu dijadikan sebagai pengetahuan yang dipergunakan untuk tujuan-tujuan tertentu dan adakalanya ajaran Islam itu dijadikan bahan pembicaraan dan sasaran kritikan. Perbuatan ini dilakukan oleh kebanyakan orang-orang orientalis." } } }, { "number": { "inQuran": 1184, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062d\u064f\u0648\u0644\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanus tajeeboo lillaahi wa lir Rasooli izaa da'aakum limaa yuhyeekum wa'lamooo annal laaha yahoolu bainal mar'i wa qalbihee wa anahooo ilaihi tuhsharoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, respond to Allah and to the Messenger when he calls you to that which gives you life. And know that Allah intervenes between a man and his heart and that to Him you will be gathered.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1184", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1184.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1184.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ke-20 Allah menuntut orang-orang beriman untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan selanjutnya mengecam mereka yang enggan mendengar dan menggunakan akalnya, maka sebagai kesimpulannya Allah meminta orang beriman untuk memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya. Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah sebagai bukti keimananmu seruan Allah dan Rasul Nabi Muhammad, dengan sepenuh hati apabila dia, yakni Rasul menyerumu kepada sesuatu ajakan apa pun, karena seruan itu merupakan sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dengan mengerjakan perintah dan menegakkan hukum Allah yang menjamin kehidupan jiwa, raga, pikiran, dan kalbu kalian. Memenuhi seruan itu akan mendatangkan kebaikan dalam hidup di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah, dengan penuh keyakinan, bahwa sesungguhnya Allah akan membuat dinding pemisah yang akan membatasi antara manusia dan keinginan hatinya jika mendapat bisikan hawa nafsu, karena Dialah Yang menguasai seluruh jiwa dan raga manusia. Dan ketahuilah sesungguhnya kepada-Nyalah, tidak kepada lainNya, kamu akan dikumpulkan untuk diminta pertanggungjawaban dan masing-masing akan mendapat balasan yang setimpal.", "long": "Allah menyerukan kepada orang-orang mukmin, bahwa apabila Allah dan Rasul-Nya menyampaikan hukum-hukumnya yang berguna untuk kehidupan mereka, hendaklah mereka menyambut seruan itu dan menerimanya dengan penuh perhatian serta berusaha untuk mengabulkannya. Karena seruan itu mengandung ajaran-ajaran yang berguna bagi kehidupan mereka, seperti mengetahui hukum-hukum Allah yang diberikan kepada makhluk-Nya, suri teladan hidup yang dapat dijadikan contoh dan pelajaran yang utama untuk meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan serta mengangkat kehidupan mereka kepada martabat yang sempurna, sehingga mereka dapat menempuh jalan lurus yang mendekatkan diri kepada Tuhan. Akhirnya mereka akan hidup di bawah keridaan Allah; di dunia mereka akan berbahagia dan di akhirat akan mendapat surga. Di dalam ayat lain perintah mengikuti Rasul itu disertai dengan perintah memegangnya dengan teguh.\n\nAllah berfirman:\n\n\"Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah.\" (al-Baqarah/2: 93)\n\nMenaati Rasul hukumnya wajib, baik pada waktu beliau hidup maupun setelah wafatnya. Menaati Rasul ialah menaati segala macam perintahnya dan menjauhi larangannya yang termuat dalam Kitab Al-Quran dan yang termuat pula dalam Kitab-kitab hadis yang diketahui kesahihannya.\n\nAllah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar mereka betul-betul mengetahui bahwa Allah membatasi antara manusia dan hatinya. Ungkapan ini mengandung banyak pengertian:\n\n1. Bahwa Allah menguasai hati seseorang, maka Allah-lah yang menentukan kecenderungan hati itu menurut kehendak-Nya. Allah berkuasa untuk mengarahkan hati orang kafir apabila ia menghendaki orang kafir itu mendapat hidayah dan menguasai hati seseorang yang beriman untuk menyesatkannya apabila Ia berkehendak untuk menyesatkan. Pengertian serupa ini terdapat pula dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Kitab al-Mustadrak dari Ibnu Abbas dan dari sebagian besar ulama salaf.\n\nHadis-hadis yang menguatkan pengertian ini antar lain bahwa Nabi Muhammad, seringkali mengatakan:\n\n\"Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agamamu. Lalu Rasulullah ditanya, \"Ya Rasulullah! Kami telah beriman kepadamu dan kepada Kitab yang engkau bawa, maka apakah yang engkau khawatirkan terhadap kami? Maka Rasulullah menjawab, \"Ya! Sungguh hati itu berada di antara dua jari dari jari-jari Tuhan. Dialah Yang membolak-balikkannya.\" (Riwayat Imam Ahmad dan at-Tirmidzi dari Anas).\n\n2. Bahwa Allah, menyuruh hambanya untuk bersegera menaati Allah sebelum terlepasnya jiwa dari tubuh, tetapi mereka tidak memperdulikan perintah itu. Ini berarti bahwa Allah mematikan hatinya sehingga hilanglah kesempatan yang baik itu, yaitu hilangnya kesempatan seseorang untuk melakukan amal yang baik dan usaha untuk mengobati hati dengan bermacam penawar jiwa sehingga jiwanya menjadi sehat, sesuai dengan kehendak Allah. Kata-kata membatasi adalah merupakan kata yang digunakan untuk pengertian mati, karena hati itulah biasanya yang dapat memahami sesuatu, maka apabila dikatakan hati seseorang telah mati berarti hilanglah kesempatan seseorang untuk memanfaatkan ilmu pengetahuannya.\n\n3.Kata membatasi (yahulu) adalah merupakan kata-kata majaz yang menggambarkan batas terdekat kepada hamba. Karena sesuatu yang memisahkan antara dua buah barang, adalah sangat dekat kepada dua barang itu.\n\nPengertian serupa ini dinukilkan dari Qatadah, karena pada saat membicarakan makna ayat, ia membawakan firman Allah:\n\n\"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.\" (Qaf/50: 16)\n\nBagaimana juga perbedaan pendapat di kalangan para mufassir mengenai penafsiran ayat ini, tetapi hal yang tidak dapat disangkal ialah bahwa Allah telah membuat bakat-bakat dalam diri seseorang. Bakat baik dan bakat buruk kedua-duanya dapat berkembang menurut Sunnah Allah yang telah ditetapkan bagi manusia. Berkembangnya bakat-bakat itu bergantung pada situasi, kondisi dan lingkungan. Apabila seseorang dididik dengan baik, niscaya jiwanya akan menjadi baik. Sebaliknya apabila jiwa itu dididik dengan jahat, atau berada dalam lingkungan yang jahat niscaya jiwa itu akan menjadi jahat. Hati adalah merupakan pusat perasaan, kemampuan serta kehendak seseorang yang dapat mengendalikan jasmaninya untuk mewujudkan amal perbuatan.\n\nPantaslah kalau di dalam ayat ini dikatakan, bahwa Allah membatasi antara seseorang dengan hatinya, karena Allah-lah Yang lebih mengetahui hati nurani seseorang. Dia Yang menguasai hati itu, karena Dialah pula yang menciptakan bakat-bakat yang terdapat dalam hati dan Dia pula yang paling dapat menentukan ke mana hati itu mengarah.\n\nAkhir ayat ini Allah menegaskan bahwa sesungguhnya seluruh manusia itu akan dikumpulkan kepada Allah, di padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan segala macam amalnya dan menerima pembalasan yang setimpal dengan amal perbuatan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1185, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 9, "page": 179, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0635\u0651\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wattaqoo fitnatal laa tuseebannal lazeena zalamoo minkum khaaaassatanw wa'lamooo annal laaha shadeedul 'iqaab" } }, "translation": { "en": "And fear a trial which will not strike those who have wronged among you exclusively, and know that Allah is severe in penalty.", "id": "Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1185", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1185.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1185.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping kamu berkewajiban memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya, peliharalah dirimu dari siksaan yang ketika datang sekalikali tidak hanya menimpa secara khusus orang-orang yang zalim saja, yakni yang melanggar dan enggan memperkenankan seruan Rasul, di antara kamu, tetapi juga kepada mereka yang membiarkan kemungkaran merajalela. Lindungilah diri kalian dari dosa-dosa besar yang merusak tatanan masyarakat. Jauhilah sikap enggan berjihad di jalan Allah, perpecahan dan rasa malas melaksanakan kewajiban amar makruf nahi mungkar. Karena, akibat buruk dosa itu akan menimpa semua orang, tidak khusus hanya orang yang berbuat kejahatan saja. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.", "long": "Allah menyerukan kepada orang-orang beriman, agar memelihara diri mereka dari siksaan, yang tidak hanya khusus menimpa orang-orang zalim itu saja di antara orang-orang beriman. Maksudnya ialah apabila di dalam suatu kaum perbuatan maksiat telah merata maka Allah akan menyiksa mereka itu secara keseluruhan. Siksaan itu tidak hanya bagi orang yang melakukan kemaksiatan itu saja, akan tetapi siksaan itu akan menimpa mereka secara merata tanpa pilih kasih, meskipun di dalamnya terdapat juga orang-orang yang saleh yang berada di antara mereka itu.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\n\"Tidak ada suatu kaum yang sebagian besar orang-orangnya lebih terpedaya melakukan kemaksiatan dari yang tidak melakukan, kemudian mereka tidak mau mengubahnya selain Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang merata.\" (Riwayat Ahmad dari Jarir)\n\nOleh sebab itulah di dalam masyarakat ada institusi yang mengurus kemaslahatan dan mengurus amar maruf dan nahi mungkar. Lembaga ini hendaknya bertugas meneliti kemaksiatan yang timbul dalam masyarakat, serta berusaha pula untuk mencari cara-cara pencegahannya. Juga lembaga ini berusaha untuk menggiatkan masyarakat melakukan segala yang diperintahkan oleh agama dan menghentikan segala sesuatu yang dilarang. Apabila kemaksiatan itu telah merata, dan masyarakat telah melupakan agama, maka bencana yang akan menimpa masyarakat itu tidak hanya akan menimpa suatu kelompok atas golongan tertentu saja, tetapi bencana itu akan dirasakan oleh anggota masyarakat, secara keseluruhan dan merata.\n\nDi akhir ayat ini Allah memperingatkan orang-orang mukmin agar mereka itu mengetahui bahwa Allah amat pedih siksaan-Nya. Siksaan Allah ditimpakan atas siapa saja yang melanggar hukum-Nya. Ancaman Tuhan yang sangat keras ini akan berlaku apabila kejahatan itu telah merajalela dan merata di segenap anggota masyarakat itu tanpa pandang bulu. Sedangkan ancaman-ancamannya di akhirat ditimpakan kepada orang-orang, yang melakukannya sesuai dengan berat ringannya perbuatan yang dilakukan oleh orang itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1186, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 9, "page": 180, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062e\u064e\u0637\u0651\u064e\u0641\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0641\u064e\u0622\u0648\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wazkurooo iz antum qaleelum mustad 'afoona filardi takhaafoona ai yatakhat tafakumun naasu fa aawaakum wa aiyadakum binasrihee wa razaqakum minat taiyibaati la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And remember when you were few and oppressed in the land, fearing that people might abduct you, but He sheltered you, supported you with His victory, and provided you with good things - that you might be grateful.", "id": "Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1186", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1186.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1186.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu bentuk bencana yang menimpa semua pihak yang terlibat langsung dalam dosa atau tidak adalah kekacauan dalam masyarakat, kegelisahan dan hilangnya rasa aman, serta penindasan. Ketika hukum itu diabaikan, semua orang merasa cemas sebagaimana pernah dialami masyarakat di Mekah. Oleh karenanya, mereka diingatkan kembali tentang itu agar dapat mensyukuri nikmat Allah. Dan ingatlah wahai kaum muslim meski saat ini kamu telah menjadi bangsa yang kuat masa-masa ketika kamu para muhajirin masih berjumlah sedikit, lagi tertindas karena satu dan lain sebab di bumi Mekah, atau di mana saja di persada bumi ini. Dan kamu dicekam rasa takut orang-orang Mekah atau di mana saja yang merupakan musuh-musuhmu akan menculik kamu satu per satu. Kemudian kamu berhijrah atas perintah Allah ke kota Yasrib (Madinah) atau ke mana saja yang ditetapkan Allah, maka Dia memberi kamu tempat menetap di Madinah atau lainnya dan menjadikan kamu kuat dengan pertolongan-Nya, terutama saat terjadi Perang Badar, dan menganugerahkan kepada kamu rezeki berupa harta rampasan perang dan lainnya yang baik-baik agar kamu bersyukur atas pemberian itu dan terus berjuang demi menjunjung tinggi kalimat yang benar.", "long": "Allah mengingatkan kaum Muslimin kepada nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka pada peristiwa hijrah. Pada saat itu mereka yang berhijrah dari Mekah ke Medinah berjumlah sedikit, dan mereka termasuk golongan yang tertindas. Pada saat permulaan Islam, kaum Muslimin merasa khawatir apabila orang-orang musyrik Quraisy menculik mereka. Kemudian Allah menghilangkan kekhawatiran itu. Allah, memberikan tempat yang aman buat mereka yaitu Medinah. Sesudah itu Allah, memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin sehingga mereka menjadi umat yang kuat, baik berupa pertolongan yang diberikan oleh orang-orang Anshar ketika beliau dan pengikut-pengikutnya berada di Medinah, ataupun bantuan-bantuan Allah yang diberikan ketika mereka berhadapan dengan kaum musyrikin dalam Perang Badar. \n\nAllah juga mengingatkan kepada kaum Muslimin kepada nikmat-Nya yang lain yaitu rezeki yang baik dan halal, baik berupa kemakmuran bumi Medinah yang mereka alami ataupun kemenangan dalam Perang Badar. Nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kaum Muslimin yang disebutkan dalam ayat-ayat ini, adalah untuk memberikan rangsangan agar kaum Muslimin mensyukuri nikmat-nikmat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1187, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 9, "page": 180, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u062e\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa takhoonal laaha war Rasoola wa takhoonooo amaanaatikum wa antum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not betray Allah and the Messenger or betray your trusts while you know [the consequence].", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1187", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1187.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1187.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bersyukur adalah sebuah keharusan, sebab aneka nikmat tersebut bersumber dari Allah. Tidak bersyukur berarti mengkhianati nikmat tersebut dari Pemberinya, karena itu Allah menyatakan, \"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati, yakni mengurangi sedikit pun hak Allah sehingga mengkufurinya atau tidak mensyukurinya, dan juga jangan mengkhianati Rasul, yakni Nabi Muhammad, tetapi penuhilah seruannya, dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu oleh siapa pun, baik amanat itu adalah amanat orang lain maupun keluarga; seperti istri dan anak, muslim atau non-muslim, sedang kamu mengetahui bahwa itu adalah amanat yang harus dijaga dan dipelihara.\" Segala sesuatu yang berada dalam genggaman manusia adalah amanat Allah yang harus dijaga dan dipelihara.", "long": "Abdullah bin Abi Qatadah berkata, \"Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Lubabah pada ketika Rasulullah saw, mengepung suku Quraidhah dan memerintahkan mereka untuk menerima putusan Saad. Sesudah itu Quraidhah berunding dengan Abu Lubabah tentang menerima putusan Saad itu, karena keluarga Abu Lubabah dan harta bendanya berada dalam kekuasaan mereka. Kemudian Quraidhah menunjuk ke lehernya (yakni sebagai tanda untuk disembelih). Abu Lubabah berkata, \"Sebelum kedua telapak kakiku bergerak, aku telah mengetahui bahwa diriku telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.\" Kemudian ia bersumpah tidak akan makan apa pun sehingga ia mati, atau Allah menerima taubatnya. Kemudian ia pergi ke mesjid dan mengikat dirinya ke tiang, dan tinggal beberapa hari di sana sehingga jatuh pingsan, karena badannya sangat lemah. Kemudian Allah menerima taubatnya. Dan ia bersumpah, bahwa dia tidak boleh dilepaskan dirinya dari ikatannya selain oleh Rasulullah sendiri. Kemudian ia berkata, \"Hai Rasulullah! Saya bernazar untuk melepaskan hartaku sebagai sadaqah.\" Rasulullah bersabda, \"Cukuplah bersadaqah sepertiganya.\" (Riwayat Saad bin Manshur dari Abdillah bin Abi Qatadah).\n\nAllah menyeru kaum Muslimin agar mereka tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, yaitu mengabaikan kewajiban-kewajiban yang harus mereka laksanakan, melanggar larangan-larangan-Nya, yang telah ditentukan dengan perantaraan wahyu. Tidak mengkhianati amanat yang telah dipercayakan kepada mereka, yaitu mengkhianati segala macam urusan yang menyangkut ketertiban umat, seperti urusan pemerintahan, urusan perang, urusan perdata, urusan kemasyarakatan dan tata tertib hidup masyarakat. Untuk mengatur segala macam urusan yang ada dalam masyarakat itu diperlukan adanya peraturan yang ditaati oleh segenap anggota masyarakat dan oleh pejabat-pejabat yang dipercaya mengurusi kepentingan umat. \n\nPeraturan-peraturan itu secara prinsip telah diberikan ketentuannya secara garis besar di dalam Al-Quran dan Hadis. Maka segenap yang berpautan dengan segala urusan kemasyarakatan itu tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah ditentukan. Karenanya segenap peraturan yang menyangkut kepentingan umat tidak boleh dikhianati, dan wajib ditaati sebagaimana mestinya. Hampir seluruh kegiatan dalam masyarakat ini berhubungan dengan kepercayaan itu. Itulah sebabnya maka Allah, melarang kaum Muslimin mengkhianati amanat, karena apabila amanat sudah tidak terpelihara lagi berarti hilanglah kepercayaan. Apabila kepercayaan telah hilang maka berarti ketertiban hukum tidak akan terpelihara lagi dan ketenangan hidup bermasyarakat tidak dapat dinikmati lagi.\n\nAllah menegaskan bahwa bahaya yang akan menimpa masyarakat lantaran mengkhianati amanat yang telah diketahui, baik bahaya yang akan menimpa mereka di dunia, yaitu merajalelanya kejahatan dan kemaksitan yang mengguncangkan hidup bermasyarakat, ataupun penyesalan yang abadi dan siksaan api neraka yang akan menimpa mereka di akhirat nanti.\n\nKhianat adalah sifat orang-orang munafik, sedang amanah adalah sifat orang-orang mukmin. Maka orang mukmin harus menjauhi sifat khianat itu agar tidak kejangkitan penyakit nifak yang dapat mengikis habis imannya.\n\nAnas bin Malik berkata:\n\n\"Rasulullah saw pada setiap khutbahnya selalu bersabda: \"Tidak beriman orang yang tak dapat dipercaya, dan tidak beragama orang yang tak dapat dipercaya.\" (Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban dari Anas bin Malik)\n\nSabda Nabi saw:\n\n\"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Apabila menuturkan kata-kata ia berdusta, dan apabila berjanji ia menyalahi, dan apabila diberi kepercayaan ia berkhianat.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 1188, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 9, "page": 180, "manzil": 2, "ruku": 148, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa'lamooo annamaaa amwaalukum wa awlaadukum fitnatunw wa annal laaha 'indahooo ajrun azeem" } }, "translation": { "en": "And know that your properties and your children are but a trial and that Allah has with Him a great reward.", "id": "Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1188", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1188.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1188.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu bentuk motivasi mengkhianati amanat Allah dan RasulNya adalah cinta kepada harta dan anak yang berlebihan. Maka pada ayat ini Allah menyatakan, \"Dan ketahuilah bahwa hartamu yang merupakan titipan Allah kepadamu dan anak-anakmu yang merupakan anugerah Allah itu hanyalah sebagai cobaan. Maka, janganlah berlebihan dalam mencintai harta dan anak melebihi cinta pada Allah. Cinta harta dan anak yang berlebihan membuat seseorang enggan memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya karena takut atau kikir, sebab panggilan tersebut menuntut tanggung jawab dan pengorbanan. Dan ketahuilah, sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar, jauh lebih besar daripada harta dunia dan anak keturunan.\"", "long": "Allah memperingatkan kaum Muslimin agar mereka mengetahui bahwa harta dan anak-anak mereka itu adalah cobaan. Maksudnya ialah bahwa Allah menganugerahkan harta benda dan anak-anak kepada kaum Muslimin sebagai ujian bagi mereka itu apakah harta dan anak-anak banyak itu menambah ketakwaan kepada Allah, mensyukuri nikmat-Nya serta melaksanakan hak dan kewajiban seperti yang telah ditentukan Allah. Apabila seorang muslim diberi harta kekayaan oleh Allah, kemudian ia bersyukur atas kekayaan itu dengan membelanjakannya menurut ketentuan-ketentuan Allah berarti memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan Allah terhadap mereka. Tetapi apabila dengan kekayaan yang mereka peroleh kemudian mereka bertambah tamak dan berusaha menambah kekayaannya dengan jalan yang tidak halal serta enggan menafkahkan hartanya, berarti orang yang demikian ini adalah orang yang mengingkari nikmat Allah. \n\nDalam kehidupan manusia di masyarakat, harta benda adalah merupakan kebanggaan dalam kehidupan dunia. Sering orang lupa bahwa harta benda itu hanyalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada mereka, sehingga mereka kebanyakan tertarik kepada harta kekayaan itu dan melupakan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan.\n\nDemikian juga anak adalah salah satu kesenangan hidup dan menjadi kebanggaan seseorang. Hal ini adalah merupakan cobaan pula terhadap kaum Muslimin. Anak itu harus dididik dengan pendidikan yang baik sehingga menjadi anak yang saleh. Apabila seseorang berhasil mendidik anak-anaknya menurut tuntutan agama, berarti anak itu menjadi rahmat yang tak ternilai harganya. Akan tetapi apabila anak itu dibiarkan sehingga menjadi anak yang menuruti hawa nafsunya, tidak mau melaksanakan perintah-perintah agama, maka hal ini menjadi bencana, tidak saja kepada kedua orang tuanya, bahkan kepada masyarakat seluruhnya. Oleh sebab itu, wajiblah bagi seorang muslim memelihara diri dari kedua cobaan tersebut. Hendaklah dia mengendalikan harta dan anak untuk dipergunakan dan dididik sesuai dengan tuntutan agama serta menjauhkan diri dari bencana yang ditimbulkan oleh harta dan anak tadi.\n\nAllah menegaskan bahwa sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. Maksudnya ialah barang siapa yang mengutamakan keridaan Allah dari pada mencintai harta dan anak-anaknya, maka ia akan mendapat pahala yang besar dari sisi Allah. Peringatan Allah agar manusia tidak lupa kepada ketentuan agama lantaran harta yang banyak dan anak yang banyak disebutkan pula dalam ayat yang lain.\n\nFirman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! janganlah harta-bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (al-Munafiqun/63: 9)" } } }, { "number": { "inQuran": 1189, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 9, "page": 180, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanooo in tattaqul laaha yaj'al lakum furqaananw wa yukaffir 'ankum saiyi aatikum wa yaghfir lakum; wallaahu zul fadlil 'azeem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, if you fear Allah, He will grant you a criterion and will remove from you your misdeeds and forgive you. And Allah is the possessor of great bounty.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1189", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1189.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1189.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam menghadapi ujian hidup, apalagi menyangkut anak dan harta, manusia seringkali bingung dan sulit menentukan sikap. Maka melalui ayat ini Allah menjelaskan cara untuk menyingkirkan kebingungan itu. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, patuh pada perintah Allah dalam kesendirian atau di tengah keramaian, niscaya Dia akan memberikan karunia berupa furqan, yakni kemampuan membedakan antara yang hak dan batil kepadamu, dan menghapus segala kesalahanmu dengan menutupinya di dunia dan akhirat serta tidak menuntut pertanggungjawabanmu, dan mengampuni dosadosa-mu. Allah memiliki karunia yang besar.", "long": "Allah menyeru orang-orang yang beriman bahwa apabila mereka bertakwa kepada Allah yaitu memelihara diri mereka dengan melaksanakan apa yang mereka tetapkan berdasar hukum-hukum Allah serta menjauhi segala macam larangan-Nya seperti tidak mau berkhianat, lebih mengutamakan hukum-hukum-Nya, Allah akan memberikan kepada mereka petunjuk yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang batil, dan petunjuk itu merupakan penolong bagi mereka dikala kesusahan dan sebagai pelita dikala kegelapan.\n\nAllah berfirman:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Hadid/57: 28)\n\nAllah menjanjikan kepada mereka itu akan menghapus segala kesalahan mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka lantaran mereka itu bertakwa, dan diberi pula furqan, sehingga mereka dapat mengetahui mana perbuatan yang harus dijauhi, karena dilarang Allah, serta dapat pula memelihara dirinya dari hal-hal yang membawa kepada kerusakan. Orang-orang yang mendapat pengampunan Allah berarti ia hidup bahagia. Hal yang demikian ini dapat mereka capai karena karunia Allah semata.\n\nAllah menegaskan bahwa Allah mempunyai karunia yang besar karena Dialah yang dapat memberikan keutamaan kepada makhluk-Nya, baik keutamaan kepada hamba-Nya di dunia ataupun maghfirah dan surga-Nya yang diberikan kepada hamba-Nya yang dikasihi di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1190, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 9, "page": 180, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u062b\u0652\u0628\u0650\u062a\u064f\u0648\u0643\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0643\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz yamkuru bikal lazeena kafaroo liyusbitooka aw yaqtulooka aw yukhrijook; wa yamkuroona wa yamkurul laahu wallaahu khairul maakireen" } }, "translation": { "en": "And [remember, O Muhammad], when those who disbelieved plotted against you to restrain you or kill you or evict you [from Makkah]. But they plan, and Allah plans. And Allah is the best of planners.", "id": "Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1190", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1190.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1190.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Muhammad pun diingatkan oleh Allah tentang nikmat yang harus disyukuri, terutama ketika Allah menyelamatkannya dari upaya jahat orang-orang kafir Mekah. Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika tokoh dan pemuka orang-orang kafir Mekah, terutama dari kalangan kaum Quraisy memikirkan dan merencanakan tipu daya terhadapmu Nabi Muhammad untuk mencelakakanmu dengan menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu dari Mekah. Mereka selalu memikirkan dan membuat tipu daya dan Allah membuat apa yang serupa dengan tipu daya yang lebih hebat, sehingga menggagalkan tipu daya mereka itu. Mereka mengatur rencana jahat, tapi Allah juga punya rencana menyelamatkan dirimu dari kejahatan mereka. Dan rencana Allah itu lebih baik, lebih kuat dan lebih unggul, karena Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.", "long": "Allah mengingatkan Nabi Muhammad dan sahabatnya tentang suatu peristiwa yang pernah mereka alami, pada saat mereka berada di Mekah. Mereka diselamatkan dari siksaan orang-orang musyrikin. Ketika itu orang-orang kafir Quraisy merencanakan tipu-daya yang harus dilakukan terhadap Nabi, yaitu menawan Nabi sehingga ia tidak dapat bertemu dengan manusia dan tidak dapat lagi menyebarkan agama Islam, atau membunuh Nabi dengan cara yang menyukarkan kabilahnya untuk menuntut balas, sehingga tidak menyebabkan bahaya bagi siapa yang membunuhnya, atau mengusir Nabi dan mengasingkan ke tempat yang terpencil.\n\nPada saat itu orang-orang kafir Quraisy merencanakan tipu-daya. Allah memberikan bantuan-Nya kepada Nabi Muhammad, yaitu Allah menggagalkan usaha mereka dengan jalan memerintahkan Nabi dan sahabatnya hijrah ke Medinah, sehingga Nabi dan para sahabatnya terhindar dari tipu-daya orang musyrikin.\n\nAllah menegaskan bahwa Dia adalah sebaik-baik pembalas tipu-daya, yaitu dapat mengalahkan tipu-daya orang-orang musyrikin, dan orang-orang kafir Quraisy yang ingin mencelakakan Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 1191, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 9, "page": 180, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06d9 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa tutlaa 'alaihim Aayaatunaa qaaloo qad sami'naa law nashaaa'u laqulnaa misla haazaaa in haazaaa illaaa asaateerul awwaleen" } }, "translation": { "en": "And when Our verses are recited to them, they say, \"We have heard. If we willed, we could say [something] like this. This is not but legends of the former peoples.\"", "id": "Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1191", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1191.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1191.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitulah rencana makar mereka terhadap Rasulullah, dan masih ada lagi sikap buruk mereka terhadap apa yang diturunkan kepada beliau. Dan perhatikanlah sikap permusuhan yang diperlihatkan oleh orang-orang kafir apabila ayat-ayat Kami, yakni ayat-ayat Al-Qur'an, dibacakan atau disampaikan oleh siapa pun kepada mereka. Kebodohan dan keangkuhan mereka yang sangat, mendorong mereka untuk berkata, \"Sesungguhnya kami telah mendengar ayat-ayat seperti ini. Ia biasa biasa saja, tidak memiliki keistimewaan, jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan atau membuat yang seperti ini. Yang dibacakan dari ayat-ayat Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.\"", "long": "Allah menjelaskan keingkaran orang-orang Quraisy serta kesombongan mereka terhadap seruan Nabi, terutama ketika mendengar ayat-ayat yang dibacakan oleh Nabi. Mereka menanggapinya dengan sikap yang sombong. Mereka menganggap diri mereka dapat membacakan seperti itu. Perkataan ini adalah perkataan yang ditandaskan oleh an-Nadhar bin al-Haris dari Bani Abdid Dar. Ia pulang pergi ke Persia dan mendengar dari mereka tentang Rustam dan Isfandiar dari beberapa orang ajam yang terkemuka. Dia sering bertemu dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani, maka dia mendengar dari mereka isi Kitab Taurat dan Injil.\n\nLalu Allah menerangkan sebab-sebab mengapa orang-orang Quraisy itu mengemukakan anggapan demikian, yaitu lantaran mereka menganggap ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya menyerupai kisah-kisah yang terdapat dalam Kitab Taurat dan Injil. Itulah sebabnya, mengapa mereka merasa sanggup untuk membacakan ayat-ayat yang dibacakan oleh Nabi. Mereka beranggapan bahwa ayat-ayat yang dibaca oleh Muhammad itu bukanlah wahyu, melainkan dongengan-dongengan orang-orang purbakala.\n\nNamun demikian, boleh jadi yang mengeluarkan kata-kata itu ialah an-Nadhar, kemudian diikuti oleh yang lain. Tetapi mereka itu tidak meyakini bahwa ayat-ayat yang dibaca itu adalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu, yang bersimpang-siur dan tidak pula beranggapan bahwa Muhammad yang membuat-buatnya, karena mereka tidak pernah menuduh Muhammad seorang pendusta.\n\nAllah berfirman:\n\nKarena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (al-Anam/6: 33)\n\nDan firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"(Itu hanya) dongeng-dongeng orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.\" (al-Furqan/25: 5)\n\nSebenarnya mereka bukan tidak meyakini kebenaran ayat-ayat itu, karena mereka sebenarnya telah mengetahui bahwa Nabi Muhammad itu adalah ummi, tetapi mereka mengatakan demikian itu hanyalah untuk merintangi orang-orang agar tidak mau mendengarkan Al-Quran.\n\nAda pula yang beranggapan bahwa pemimpin-pemimpin Quraisy seperti an-Nadhar bin al-Haris, Abu Jahal, dan al-Walid bin Mugirah sama-sama bersepakat untuk menyuruh orang agar tidak mendengarkan Al-Quran. Kemudian mereka datang ke rumah Nabi pada waktu malam untuk mendengarkannya dan mereka tertarik kepada Al-Quran itu. Karena begitu berkesannya bacaan Al-Quran pada hati mereka sehingga al-Walid bin Mugirah mengucapkan kata-kata yang terkenal, \"Sesungguhnya Al-Quran bernilai tinggi\". Itulah sebabnya mereka menghalang-halangi orang-orang Arab mendengarkan ayat-ayat Al-Quran dan menjauhkan orang-orang Arab dari Al-Quran, mereka mengatakan bahwa Al-Quran itu sihir." } } }, { "number": { "inQuran": 1192, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 9, "page": 180, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0637\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0626\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa iz qaalul laahumma in kaana haazaa huwal haqqa min 'indika fa amtir 'alainaa hijaaratam minas samaaa'i awi'tinaa bi 'azaabin alaeem" } }, "translation": { "en": "And [remember] when they said, \"O Allah, if this should be the truth from You, then rain down upon us stones from the sky or bring us a painful punishment.\"", "id": "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1192", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1192.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1192.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka bukan hanya melecehkan Rasulullah dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya, tetapi juga menantang Allah. Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika mereka, yakni orang-orang musyrik berkata guna mengelabui orang lain seakan-akan apa yang mereka ucapkan tentang Al-Qur'an memang benar dan sesuai keyakinan mereka, \"Ya Allah, jika Al-Qur'an yang dibawa oleh Muhammad ini benar wahyu dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu-batu yang benar-benar turun, atau batu-batu sebanyak hujan dari langit, atau kalau siksa itu bukan berupa batu, maka datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\"", "long": "Allah mengingatkan kepada orang-orang mukmin tentang suatu peristiwa, di mana orang-orang kafir Quraisy menentang Nabi Muhammad bahwa apabila benar Al-Quran yang disebarluaskan oleh Muhammad itu betul-betul diturunkan dari Allah, seperti dikatakan oleh Nabi dan dijadikan dasar agamanya, maka orang-orang Quraisy meminta kepada Allah agar diberikan bukti, sebagai penguat perkataannya itu. Mereka minta agar diturunkan hujan batu dari langit atau diberi siksaan yang pedih kepada mereka.\n\nDidalam ayat ini terdapat satu isyarat, sebenarnya orang-orang kafir Quraisy tidak akan mau menjadi pengikut Nabi Muhammad, meskipun apa yang dikatakan Muhammad itu benar-benar ayat-ayat yang diturunkan dari Allah. Hal ini membuktikan bahwa mereka lebih menyukai kehancuran dari pada beriman kepada Muhammad. Mereka meminta kepada Allah agar dihujani batu dari langit atau disiksa dengan siksaan yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 1193, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 9, "page": 180, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kanal laahu liyu'az zibahum wa anta feehim; wa maa kaanal laahu mu'az zibahum wa hum yastaghfiroon" } }, "translation": { "en": "But Allah would not punish them while you, [O Muhammad], are among them, and Allah would not punish them while they seek forgiveness.", "id": "Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1193", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1193.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1193.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi permohonan mereka yang bersifat menantang itu, tidak segera dikabulkan oleh Allah, sebab dengan hikmah-Nya Allah sekali-kali tidak akan menghukum mereka sekarang dengan siksa duniawi yang berat dan memusnahkan, selama engkau Nabi Muhammad berada di antara mereka dengan harapan mereka menyambut seruanmu itu. Dan sekali-kali tidaklah pula Allah akan menghukum mereka secara mantap dan langgeng di masa yang akan datang, sedang mereka masih memohon ampunan, menyadari dan meninggalkan kekeliruan mereka.", "long": "Allah menerangkan kepada kaum Muslimin bagaimana sikap mereka menghadapi tindakan kaum musyrikin itu. Allah menyuruh kaum Muslimin agar membiarkan sikap mereka, karena ia tidak akan memenuhi permintaan mereka. Karena permintaan itu tidak sesuai dengan Sunnatullah dan tidak sesuai pula dengan sifat-sifat Allah yang sangat bijaksana dan Maha Pengasih. Allah tidak akan mengazab mereka di dunia, sebab Nabi diutus untuk memberikan petunjuk kepada mereka, untuk menginsyafkan mereka dari kekafiran, hingga mereka menunjukkan penyesalan atas perbuatan mereka. Nabi diutus sebagai rahmat bukan sebagai bencana. Allah tidak akan mengazab mereka, selama Rasulullah berada di antara mereka. Allah baru mengazab mereka setelah Rasulullah hijrah ke Medinah.\n\nAllah menjelaskan bahwa Dia tidak akan menurunkan siksa kepada mereka, apabila mereka mau menghentikan keingkaran dan mau bertaubat, yaitu mengikuti petunjuk yang telah diberikan oleh Rasulullah dan mereka mau memeluk agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 1194, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 9, "page": 181, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa lahum allaa yu'az zibahumul laahu wa hum yasuddoona 'anil Masjidil-Haraami wa maa kaanooo awliyaaa'ah; in awliyaaa' uhooo illal muttaqoona wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "But why should Allah not punish them while they obstruct [people] from al-Masjid al- Haram and they were not [fit to be] its guardians? Its [true] guardians are not but the righteous, but most of them do not know.", "id": "Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1194", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1194.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1194.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah bukannya tidak akan menyiksa mereka, tetapi hanya menangguhkan, karena Nabi Muhammad masih berada di tengah mereka dan juga karena masih ada yang beristigfar. Pada waktunya mereka tetap akan disiksa. Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka wajar untuk disiksa, antara lain karena mereka menghalang-halangi orang secara terus-menerus untuk mendatangi Masjidilharam guna beribadah dan menghormatinya. Mereka berdalih bahwa mereka adalah auliya'-nya; pembina, pemelihara dan penguasanya, padahal mereka bukanlah auliya', yakni orang-orang yang berhak menguasai, membina, dan memelihara-nya? Sesungguhnya para auliya', yakni orang-orang yang berhak menguasai, membina, dan memelihara-nya tidak lain hanyalah orang-orang yang bertakwa, yakni yang benar-benar telah mantap ketakwaan dalam jiwanya, bukan sekadar orang yang beriman, apalagi orang yang bergelimang dalam dosa. Demikian seharusnya, tetapi kebanyakan mereka, yakni kaum musyrik, tidak mengetahui siapa yang seharusnya membina dan memelihara masjid, sehingga menguasai sesuatu yang semestinya menjadi hak orang lain. Mereka pun tidak mau memahami agama dan mengerti kedudukan masjid itu di sisi Allah.", "long": "Sesudah itu Allah menjelaskan bahwa Allah tidak akan menurunkan azab kepada mereka, meskipun mereka sudah pantas diberi azab, lantaran mereka telah menghalangi orang-orang mukmin memasuki Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji. Azab tidak diturunkan karena Nabi Muhammad berada di antara mereka, dan masih ada orang-orang mukmin yang memohon ampun kepada Allah bersama Nabi Muhammad.\n\nAllah menjelaskan bahwa orang-orang kafir itu tidak berhak menguasai Baitullah dan daerah-daerah haram, karena mereka telah berbuat syirik dan telah melakukan berbagai kerusakan di daerah itu. Akan tetapi yang sebenarnya berhak menguasai Baitullah dan daerah-daerah haram itu hanyalah orang-orang yang bertakwa yang menghormati Baitullah sebagai tempat suci dan peribadatan, yaitu Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya.\n\nAllah menegaskan bahwa kebanyakan orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa mereka tidak berhak menguasai Baitullah dan daerah-daerah haram, karena mereka bukanlah penolong-penolong agama. Dan yang berhak menguasai Baitullah itu hanya orang-orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 1195, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 9, "page": 181, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0643\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u062a\u064e\u0635\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u06da \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana Salaatuhum 'indal Baiti illa mukaaa anw-wa tasdiyah; fazooqul 'azaaba bimaa kuntum takfuroon" } }, "translation": { "en": "And their prayer at the House was not except whistling and handclapping. So taste the punishment for what you disbelieved.", "id": "Dan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1195", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1195.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1195.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu bukti ketidaklayakan mereka mengelola Masjidilharam adalah seperti diuraikan pada ayat ini. Dan apa yang mereka anggap sebagai salat mereka yang seharusnya dilakukan dengan dengan penuh khusyuk, ketulusan, dan penghormatan kepada Allah, apalagi itu dilakukan di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka kelak ketika azab telah jatuh, dikatakan kepada mereka, \"Rasakanlah azab disebabkan sejak dahulu hingga kini kamu terus-menerus melakukan kekufuran. Terimalah kematian kamu di medan perang, agar kesyirikan itu menjauh dari Masjidilharam, dan kematian itu tidak lain akibat kekufuran kamu.\"", "long": "Allah menerangkan sebab-sebab mereka tidak berhak menguasai Baitullah, dan daerah haram, yaitu karena mereka dalam waktu beribadah, mengerjakan tawaf, mereka bertelanjang dan bersiul-siul serta bertepuk tangan.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu Abbas ra: \"Orang-orang Quraisy mengitari Baitullah dalam keadaan telanjang, bersiul-siul dan bertepuk tangan.\" (Riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas).\n\nDan katanya:\n\n\"Bahwa orang-orang Quraisy itu, baik laki-laki maupun perempuan, mengelilingi Kabah dalam keadaan telanjang. Mereka saling bergandengan tangan, bersiul-siul dan bertepuk tangan.\" (Riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas)\n\nAth-thasti menceritakan sebuah riwayat yang ditanyakan Nafi bin al-Azraq bahwasanya dia berkata kepada Ibnu Abbas:\n\n\"Beritahukanlah kepadaku tentang makna firman Allah Azza wa Jalla \"Illa mukaan wa tashdiyah.\" Ia berkata, \"Al-Muka ialah suara burung Qunburah dan Tashdiyah ialah suara burung pipit sama dengan bertepuk tangan. Dan demikian itu ialah pada ketika Rasulullah mengerjakan salat, sedang beliau pada tempat di antara hajar aswad dan rukun yamani (yaitu beliau menghadap ke utara agar dapat mempersatukan arah Kabah dan Baitul Makdis pada suatu arah tujuan). Maka datanglah dua orang laki-laki dari Bani Sahm yang seorang berdiri di sebelah kanan Nabi, sedang yang lain bertepuk tangan seramai suara burung pipit mengganggu salat Nabi saw.\" (Riwayat Ath-thasti dari Nafi bin Azraq)\n\nKemudian Allah mengancam perbuatan mereka itu dengan ancaman yang keras, berupa azab karena kekafiran mereka itu. Siksaan ini meliputi siksaan dunia dan siksaan akhirat. Siksaan dunia yang mereka alami ialah tewasnya pemimpin-pemimpin mereka dan tertawannya tentara mereka pada waktu Perang Badar serta kekalahan total mereka pada saat penaklukan Mekah. Sedangkan siksaan mereka di akhirat ialah penyesalan yang tak berkeputusan ketika merasakan dahsyatnya derita akibat panasnya api neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 1196, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 9, "page": 181, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u063a\u0652\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo yunfiqoona amwaalahum liyasuddoo 'an sabeelil laah; fasayunfiqoonahaa summa takoonu 'alaihim hasratan summa yughlaboon; wal lazeena kafarooo ilaa Jahannnama yuhsharoona" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve spend their wealth to avert [people] from the way of Allah. So they will spend it; then it will be for them a [source of] regret; then they will be overcome. And those who have disbelieved - unto Hell they will be gathered.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1196", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1196.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1196.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, perbuatan buruk mereka akan sia-sia dan berbuah azab. Demikian pula harta mereka akan sia-sia seperti dijelaskan pada ayat ini. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, yang mengingkari ayat-ayat dan menyekutukan Allah, bertekad untuk terus-menerus menginfakkan harta mereka dengan tujuan untuk menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu, kemudian setelah beberapa lama apa yang mereka lakukan itu menjadi sebab penyesalan bagi mereka, penyesalan yang sangat besar karena mereka hilang dan tujuan mereka tidak tercapai, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Harta itu akan musnah dan sia-sia, sebab mereka tidak akan mampu menghalangi orang dari jalan Allah, dan semua itu hanya akan melahirkan penyesalan dan rasa sakit. Mereka akan dikalahkan dalam perang dan kelak ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu, yang tetap atau bertambah kekufurannya, akan dikumpulkan, selama mereka masih mempertahankan kekufuran.", "long": "Para mufassir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Said bin Jubair, dan lain-lainnya sebagai berikut, \"Ayat ini turun mengenai diri Abu Sufyan dan harta bendanya yang diserahkan untuk membiayai orang-orang musyrikin pada waktu Perang Badar, serta bantuannya terhadap mereka pada waktu perang Uhud dan lainnya.\" \n\nDalam riwayat lain disebutkan bahwa, Setelah Abu Sufyan dapat menyelamatkan kafilahnya (dalam Perang Badar) dengan menempuh jalan pantai menuju Mekah ia berjalan dengan disertai satu regu dari tentara kaum musyrikin menghasut orang-orang agar tidak memerangi mereka. Maka datanglah mereka kepada orang-orang yang mempunyai barang dagangan dalam kafilah seraya berkata, \"Wahai orang-orang Quraisy, ketahuilah: Bahwa Muhammad telah mengucilkan kamu dan membunuh pemimpin-pemimpinmu. Maka bantulah kami dengan mengorbankan harta bendamu untuk memerangi Muhammad. Barangkali kami dapat mencapai kemenangan dari padanya.\" Kemudian mereka melaksanakan anjuran itu. Said bin Jubir berkata, \"Bahwasanya Abu Sufyan pada waktu perang Uhud menyewa 2.000 orang dari suku Bani Kinanah untuk memerangi Rasulullah selain orang Arab yang memang sudah menjadi tentara.\" (Riwayat Ath-thasti dari Nafi bin Azraq)\n\nDalam ayat ini Allah menjelaskan persiapan-persiapan orang-orang kafir Quraisy pada saat menjelang terjadinya Perang Badar, yaitu mereka mengerahkan tenaga dan harta benda mereka untuk menghalang-halangi tersiarnya agama Islam dan perjuangan Rasulullah.\n\nBetapa banyak kekuatan bala tentara yang mereka miliki dan harta benda yang mereka pergunakan, namun mereka akan mengalami kegagalan dalam menafkahkan harta benda itu, tidak lain karena perbuatan mereka seperti perbuatan setan yang tidak disandarkan pada pendirian yang benar. Akibatnya ialah penyesalan belaka, karena kekuatan jiwa dan harta mereka hilang tanpa faedah dan perjuangan mereka sia-sia. Kemudian perjuangan mereka secara berturut-turut akan dipatahkan, sehingga akhirnya yang menjulang tinggi hanyalah kalimat Allah semata. Allah mengancam orang-orang kafir dengan ancaman yang keras, bahwa pada hari Kiamat nanti mereka akan digiring ke dalam api neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 1197, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 9, "page": 181, "manzil": 2, "ruku": 149, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0641\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Liyameezal laahul khabeesa minat taiyibi wa yaj'alal khabeesa ba'dahoo 'ala ba'din fayarkumahoo jamee'an fayaj'alahoo fee Jahannnam; ulaaa'ika humul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "[This is] so that Allah may distinguish the wicked from the good and place the wicked some of them upon others and heap them all together and put them into Hell. It is those who are the losers.", "id": "agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1197", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1197.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1197.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengalahkan mereka yang membelanjakan harta untuk menghalang-halangi orang dari jalan Allah dan mengumpulkan mereka di neraka jahannam agar dengan itu Allah memisahkan golongan manusia yang buruk, yang jiwa, tingkah laku, dan ucapannya kotor, dari yang baik, yang hati dan budinya luhur dan ucapan serta tingkah lakunya terpuji. Dan juga agar Allah menjadikan golongan yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu demikian sempit tempat mereka dikumpulkan itu dan demikian menyatu, sehingga kesemuanya ditumpukkan-Nya satu di atas yang lain bagaikan barang-barang yang tidak berharga, dan dimasukkan-Nya semua tumpukan itu ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi di dunia dan akhirat.", "long": "Allah menjelaskan, bahwa Dia akan memberikan kemenangan kepada orang-orang mukmin dan memberikan kekalahan kepada orang-orang kafir. Maksudnya ialah untuk memisahkan golongan yang buruk dari yang baik dan menjadikan golongan yang buruk itu sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain.\n\nGolongan yang baik ialah, mereka yang bergerak dibawah naungan agama tauhid dan berjuang untuk meninggikan kalimat Allah di bawah pimpinan Rasulullah untuk mewujudkan apa yang diperintahkan oleh Allah serta untuk menghancurkan segala sesuatu yang merintanginya. Dan mencegah segala sesuatu yang menjadi larangan Allah serta menghancurkan segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya larangan itu. Mereka ini berjuang dengan tenaga, pikiran dan harta benda untuk kepentingan agama. Sedang golongan yang buruk ialah mereka yang bergelimang dalam kemusyrikan dan menghalang-halangi agama Islam serta melanggar hukum-hukum Allah dan mengobarkan permusuhan dan kekejaman. Pemisahan antara kedua golongan tersebut merupakan suatu ketentuan yang berlaku terus. Sedang yang kekal ialah yang baik di antara kedua golongan.\n\nFirman Allah:\n\nAdapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan. (ar-Rad/13: 17)\n\nAllah juga menjelaskan bahwa golongan yang buruk itu akan ditumpuk menjadi satu tumpukan seperti barang-barang yang tidak berguna dan mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka Jahanam. Mereka ini digambarkan oleh Allah sebagai orang-orang yang benar-benar merugi akibat harta benda dan jiwa mereka dikorbankan kepada perjuangan yang sia-sia. Mereka akan mengalami penyesalan yang tak berguna lagi, karena mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan Allah yang sangat pedih itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1198, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 9, "page": 181, "manzil": 2, "ruku": 150, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0641\u064e\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0636\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul lillazeena kafarooo iny yantahoo yughfar lahum maa qad salafa wa iny ya'oodoo faqad madat sunnatul awwaleen" } }, "translation": { "en": "Say to those who have disbelieved [that] if they cease, what has previously occurred will be forgiven for them. But if they return [to hostility] - then the precedent of the former [rebellious] peoples has already taken place.", "id": "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1198", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1198.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1198.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun ucapan Tuhan itu bernada keras dan berisi ancaman, akan tetapi pintu tobat masih tetap terbuka lebar. Maka katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada orang-orang yang kafir itu, yakni Abu Sufyan dan kawan-kawannya, serta siapa pun yang tidak percaya keesaan Allah dan berusaha memadamkan cahaya ajaran-Nya, \"Jika mereka berhenti dari kekafirannya dan memeluk Islam serta tidak memerangi Nabi Muhammad dan para pengikutnya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi melakukan dosa serupa dan memerangi Nabi, maka Allah akan menjatuhkan sanksi atas mereka, karena sungguh, berlaku kepada mereka sunnah, yakni ketetapan Allah, terhadap orang-orang dahulu yang disegerakan jatuhnya sanksi sehingga binasa. Allah akan memenangkan kebenaran atas kebatilan, selama orang-orang yang berpihak pada kebenaran itu tetap tunduk kepada-Nya dan mengikuti ketentuan-ketentuan untuk menang.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya untuk menyatakan kepada orang-orang kafir Quraisy, yaitu Abu Sufyan dan pengikut-pengikutnya bahwa Allah memberikan tawaran kepada mereka, apabila mereka mau menghentikan permusuhannya kepada seruan Nabi Muhammad dan menghentikan tipu-dayanya dalam menghalang-halangi tersebarnya agama Allah, mereka masih diberi kesempatan untuk bertaubat. Dan Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah mereka lakukan dan mereka tidak akan mengalami siksaan di akhirat.\n\nDemikian juga Rasulullah tidak akan memerangi mereka dan tidak akan menuntut balas terhadap tindakan-tindakan mereka yang telah mereka lakukan baik berupa penyiksaan, pengusiran, pembunuhan, perampasan, maupun lain-lainnya. Hal ini adalah merupakan ketentuan Islam yaitu mencintai perdamaian selama ajaran Islam dapat tersebar di muka bumi dan tidak dihalang-halangi. Akan tetapi apabila seruan agama Islam dihalang-halangi maka umat Islam akan bertindak terhadap orang-orang yang menghalang-halangi tersebut.\n\nAllah memberikan ancaman dan peringatan bahwa apabila mereka tetap tidak menghiraukan seruan itu dan mereka tetap bersikap keras dalam memusuhi ajaran Islam, serta menghalang-halangi dan memerangi kaum muslim, maka sunnah Allah yang telah berlaku terhadap orang-orang dahulu kembali berlaku, yaitu Allah akan membantu perjuangan orang-orang mukmin dan menghancurkan tipu-daya orang-orang kafir.\n\nAllah berfirman:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat). (al-Mumin/40: 51)\n\nUntuk memberikan gambaran bahwa apabila orang-orang musyrikin itu betul-betul menghentikan tindakan mereka yang memusuhi Nabi Muhammad menerima seruannya dan masuk Islam, niscaya mereka dapat pengampunan dari Allah. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Amr bin al-ash berkata:\n\n\"Setelah Allah meresapkan agama Islam betul-betul ke dalam hatiku, aku pun datang kepada Nabi dan berkata: \"Ulurkan tanganmu, aku akan membaiat kamu. Maka Rasulullah mengulurkan tangan kanannya, lalu aku menarik tanganku. Nabi bertanya: \"Mengapa engkau menarik tanganmu?\" Aku menjawab: \"Aku akan menentukan suatu syarat\". Rasulullah bertanya: \"Engkau akan mensyaratkan apa?\" Aku menjawab: \"Aku ingin agar Allah mengampuni aku.\" Rasulullah bersabda: \"Tidakkah engkau mengetahui hai Amr, bahwasanya Islam itu menghapuskan apa yang terjadi sebelumnya, dan bahwasanya hijrah itu telah menghapuskan apa yang sebelumnya dan haji itu menghilangkan dosa-dosa yang sebelumnya.\" (Riwayat Muslim dari Amr bin al-ash)" } } }, { "number": { "inQuran": 1199, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 9, "page": 181, "manzil": 2, "ruku": 150, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0646\u062a\u064e\u0647\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaatiloohum hattaa laa takoona fitnatunw wa yakoonaddeenu kulluhoo lillaah; fainin tahaw fa innallaaha bimaa ya'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "And fight them until there is no fitnah and [until] the religion, all of it, is for Allah. And if they cease - then indeed, Allah is Seeing of what they do.", "id": "Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1199", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1199.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1199.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu mengancam jatuhnya siksa bagi yang melanjutkan pembangkangan. Salah satu cara Allah menyiksa adalah melalui kaum muslim, karena itu ayat ini memerintahkan kaum muslim bahwa jika mereka terus membangkang dan berusaha menghalangi kebebasan, maka bertindaklah dan perangilah terus mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, yakni kekacauan, penganiayaan terhadap kaum mukmin dan atau syirik, dan supaya agama atau ketaatan seluruhnya hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti dari penganiayaan dan atau kemusyrikan serta berpihak pada kebenaran, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan sekecil dan tersembunyi apa pun, lahir dan batin, sehingga memperlakukan mereka seimbang dengan sikap dan kelakuan mereka.", "long": "Allah mengobarkan semangat juang orang-orang mukmin yaitu apabila orang-orang musyrikin tetap menolak seruan menghentikan permusuhan, Allah memerintahkan Rasulullah dan pengikut-pengikutnya agar memerangi mereka agar tidak terdapat lagi fitnah yang mengganggu umat Islam dan agamanya. Sehingga tidak akan ada lagi rasa takut dan kekhawatiran yang mencekam hati sanubari seseorang bila masuk agama Islam. Hal ini adalah jaminan bagi manusia bahwa mereka mempunyai kemerdekaan di dalam memeluk agama dan menjalankan syariatnya.\n\nAllah berfirman:\n\n\"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat.\" (al-Baqarah/2: 256)\n\nKemudian Allah menawarkan sekali lagi kepada orang-orang musyrikin bahwa apabila mereka menghentikan kekafiran dan permusuhan, maka Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan, dan akan memberikan balasan kepada mereka terhadap amalan-amalan mereka.\n\nRasulullah bersabda:\n\n\"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka itu mengucapkan \"La ilaha illallahu\". Apabila mereka mengatakan kalimat itu, mereka telah memelihara darah dan harta benda mereka dari tindakanku, terkecuali karena ada alasan yang benar, sedang perhitungan amal mereka terserah kepada Allah Azza wa Jalla\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar)\n\nPerintah perang ini merupakan jalan terakhir, ada ayat lain yang menganjurkan untuk mengajak ke jalan yang benar dengan bijaksana, seperti yang tercantum dalam Surah an-Nahl/16 ayat 125." } } }, { "number": { "inQuran": 1200, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 9, "page": 181, "manzil": 2, "ruku": 150, "hizbQuarter": 72, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa in tawallaw fa'lamooo annal laaha mawlaakum; ni'mal mawlaa wa ni'man naseer" } }, "translation": { "en": "But if they turn away - then know that Allah is your protector. Excellent is the protector, and Excellent is the helper.", "id": "Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1200", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1200.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1200.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka berpaling dari ajakanmu untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan tidak menghentikan penganiayaan, maka ketahuilah dengan penuh keyakinan bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu, karena itu jangan khawatirkan ancaman mereka, serahkan sepenuhnya kepada Allah setelah kamu berusaha sesuai kemampuan kamu. Dia adalah sebaik-baik pelindung, karena tidak ada yang dapat membatalkan perlindungan-Nya, dan tidak ada selain-Nya yang dapat memberi perlindungan, dan Dia juga adalah sebaik-baik penolong, karena selain Allah boleh jadi suatu ketika melemah dan tidak mampu menolong.", "long": "Allah mengancam mereka bahwa apabila mereka tetap juga menolak seruan damai Rasulullah dan tetap tidak menghentikan keingkaran terhadap seruan Rasul serta tetap memerangi dan memusuhi kaum muslim, maka Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar memberitahukan kepada mereka bahwa Allah tetap menjadi pelindung yang akan membantu kaum Muslimin. Dan Allah menjamin kemenangan bagi kaum Muslimin. Dan Allah melarang orang-orang Islam menyerah dan merasa takut kepada tantangan kaum musyrikin itu. Di akhir ayat Allah menegaskan kepada kaum Muslimin bahwa Dialah Allah sebaik-baik Pelindung. Maka tidak akan sia-sialah yang meminta perlindungan-Nya. Dan memang demikianlah selalu terjadi dalam kehidupan manusia ini baik dari zaman dahulu sampai datangnya agama Islam, yaitu yang berhak menguasai bumi Allah hanyalah orang-orang yang saleh di antara hamba-Nya.\n\nFirman Allah:\n\n\"Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-dzikr (Lauh Mahfudh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.\" (al-Anbiya/21: 105)" } } }, { "number": { "inQuran": 1201, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 10, "page": 182, "manzil": 2, "ruku": 150, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0646\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064f\u0645\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa'lamooo annamaa ghanimtum min sha'in fa anna lillaahi khumusahoo wa lir Rasooli wa lizil qurba walyataamaa walmasaakeeni wabnis sabeeli in kuntum aamantum billaahi wa maaa anzalnaa 'ala 'abdinaa yawmal Furqaani yawmaltaqal jam'aan; wal laahu 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "And know that anything you obtain of war booty - then indeed, for Allah is one fifth of it and for the Messenger and for [his] near relatives and the orphans, the needy, and the [stranded] traveler, if you have believed in Allah and in that which We sent down to Our Servant on the day of criterion - the day when the two armies met. And Allah, over all things, is competent.", "id": "Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1201", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1201.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1201.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memerintahkan umat Islam memerangi orang-orang kafir jika mereka memerangi umat Islam, maka pada ayat ini Allah menjelaskan ketentuan pembagian ganimah, yang ketentuannya hanya dilakukan oleh Allah semata. Karena itu, ketahuilah, wahai orang-orang beriman, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, yaitu harta yang diperoleh dari orang-orang kafir melalui pertempuran, maka seperlima untuk Allah, Rasul yang digunakan untuk kemaslahatan umat yang ditetapkan sendiri oleh beliau, kerabat Rasul, Bani Hasyim dan Bani Muatt­alib, anak yatim, karena mereka kehilangan orang tua yang bertanggung jawab untuk membiayai hidupnya, orang miskin yang membutuhkan bantuan, dan ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal ketika sedang dalam perjalanan. Demikian ini, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan berupa ayat-ayat yang berfungsi untuk penguatan mental dan pertolongan, kepada hamba Kami, Nabi Muhammad, di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan pada Perang Badar, 17 Ramadan tahun kedua Hijriah, yang dalam hitungan kalian kalah, sementara mereka menduga keras akan memperoleh kemenangan, ternyata kaum musliminlah yang memperoleh kemenangan berkat pertolongan Allah, sebab Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk memenangkan kelompok kecil atas kelompok yang besar.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan pembagian hasil rampasan perang sesuai dengan syariat Islam. Jumhur ulama berpendapat bahwa ayat ini diturunkan terkait dengan Perang Badar dan merupakan ayat pertama tentang pembagian harta rampasan perang sesudah Perang Badar. Allah menjelaskan bahwa semua ganimah yang diperoleh kaum Muslimin dari orang-orang kafir dalam peperangan, harus diambil seperlimanya untuk Allah dan Rasul, yaitu untuk hal-hal yang berhubungan dengan agama, seperti kemaslahatan seorang dai dalam berdakwah, mendirikan syiar-syiar agama, untuk memelihara Kabah, dan untuk keperluan Rasulullah saw dan rumah tangganya selama satu tahun. Kemudian dari seperlima ini juga harus diberikan pula kepada kerabat-kerabatnya. Dalam hal ini yang dianggap kerabat Rasulullah itu hanya Bani Hasyim dan Bani Muthalib dan tidak kepada Bani Abdi Syams dan Bani Naufal. Kemudian diberikan pula kepada kaum Muslimin yang memerlukan bantuan seperti anak-anak yatim, fakir miskin dan ibnussabil (musafir yang kekurangan biaya).\n\nEmpat perlima ganimah dibagikan kepada tentara yang ikut berperang. Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Mutim bin Jubair dari Bani Naufal, dia berkata, \"Saya dengan Utsman bin Affan dari kabilah Bani Abdi Syams bersama-sama datang kepada Rasulullah, lalu kami bertanya kepada beliau, \"Wahai Rasulullah, engkau telah memberi ganimah kepada kabilah Bani Muthalib dan membiarkan kami tidak dapat bagian, padahal kami dengan mereka sederajat.\" Rasulullah menjawab, \"Sesungguhnya kabilah Bani Muthalib dan Bani Hasyim merupakan satu kesatuan.\" Jawaban Rasulullah ini adalah sebagai sindiran kepada Bani Syams dan Bani Naufal, bahwa mereka tidak dapat dipersamakan dengan Bani Muthalib dan Bani Hasyim yang selalu berjuang mendampingi Rasulullah dan tidak pernah memusuhinya. Mujahid, seorang ahli tafsir mengatakan bahwa Allah mengetahui, di antara kabilah Bani Hasyim dan Bani Muthalib banyak yang miskin. Karena itu mereka diberi bagian dari ganimah, sebab mereka tidak boleh menerima zakat.\n\nPerbedaan dalam perlakuan di atas harus dikembalikan kepada sejarah, yaitu ketika orang Quraisy menulis sebuah risalah yang menentukan sikap mereka terhadap Nabi Muhammad untuk memboikot sahabat-sahabat Nabi. Maka orang Quraisy mengusir Bani Hasyim dari Mekah dan menempatkan mereka di syiib (lembah) Bani Hasyim, karena mereka selalu melindungi Nabi Muhammad. Kemudian datang pula kabilah Bani Muthalib bergabung dengan mereka, sedang kabilah Abdi Syams dan Bani Naufal tidak bergabung dengan mereka sehingga tidak ikut diboikot oleh orang-orang Quraisy. Abu Sufyan dari keturunan Bani Umaiyah sering pula memerangi Nabi Muhammad bersama-sama kaum musyrikin dan orang Yahudi sampai Mekah dikuasai oleh Nabi Muhammad dan baru ketika itulah Abu Sufyan masuk Islam.\n\nAdapun hikmah dari pembagian ganimah untuk Allah dan Rasul ialah karena pemerintahan Islam dalam mengurus umatnya perlu mempunyai dana untuk dipergunakan bagi kemaslahatan umum, untuk menegakkan syiar-syiar agama dan untuk pertahanan. Semuanya itu diambil dari seperlima untuk Allah. Kemudian untuk kepentingan kepala negara diberikan bagian Rasulullah dan rumah tangganya. Kemudian diberi pula karib kerabatnya yang berdekatan dengan Nabi, yaitu Bani Hasyim dan Bani Muthalib sebagai penghargaan atas dukungan mereka untuk perjuangan Nabi. Kemudian juga kepada orang-orang yang memerlukan bantuan, dan umat Islam yang lemah ekonominya. Cara pembagian ini senantiasa dipraktikkan di sebagian besar negara-negara Islam walaupun ada sedikit perbedaan dalam praktek menghadapi keperluan masyarakat dan rakyatnya. Cara pembagian itu wajib diterima dan dilaksanakan jika kaum Muslimin sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan-Nya.\n\nPerang Badar diberi nama yaum al-furqan. Hari furqan ialah hari yang memisahkan antara keimanan dan kekafiran. Kemenangan kaum Muslimin pada Perang Badar adalah kemenangan yang pertama terhadap kaum musyrikin, walaupun jumlah mereka tiga kali lipat banyaknya dari kaum Muslimin, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, kuasa memberi kemenangan kepada kaum Muslimin sesuai dengan janji-Nya. Perang Badar di samping disebut sebagai \"yaum al-furqan\" juga \"yaum iltaqa al-jam'an\" yang berarti hari bertemunya dua pasukan, pasukan Muslim di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw dan pasukan Quraisy di bawah pimpinan Abu Jahal dan kawan-kawannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1202, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 10, "page": 182, "manzil": 2, "ruku": 150, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0635\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0643\u0652\u0628\u064f \u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0639\u064e\u0627\u062f\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Iz antum bil'udwatid dunyaa wa hum bil'udwatil quswaa warrakbu asfala minkum; wa law tawaa'attum lakhtalaftum fil mee'aadi wa laakil liyaqdiyal laahu amran kaana maf'oolal liyahlika man halaka 'am baiyinatinw wa yahyaa man haiya 'am baiyinah; wa innal laaha la Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "[Remember] when you were on the near side of the valley, and they were on the farther side, and the caravan was lower [in position] than you. If you had made an appointment [to meet], you would have missed the appointment. But [it was] so that Allah might accomplish a matter already destined - that those who perished [through disbelief] would perish upon evidence and those who lived [in faith] would live upon evidence; and indeed, Allah is Hearing and Knowing.", "id": "(Yaitu) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan (hari pertempuran itu), tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1202", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1202.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1202.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikutnya menginformasikan tentang faktor penting yang membuat Perang Badar yang sesungguhnya tidak seimbang itu benarbenar terjadi, yaitu ketika kalian, wahai orang-orang mukmin, berada di pinggir lembah yang dekat ke arah kota Madinah, dan mereka, orangorang kafir, berada di pinggir lembah yang jauh dari kota Madinah sedang kafilah itu yang dipimpin oleh Abu Sufyan berada lebih rendah, yakni lebih dekat dari kalian, kira-kira 5 mil saja. Sekiranya kalian mengadakan persetujuan untuk menentukan hari pertempuran, niscaya kalian berbeda pendapat dalam menentukan-nya karena jumlah kalian jauh lebih sedikit dibanding jumlah pasukan kafir, tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan atau mesti terjadi dalam kehidupan, yaitu meninggikan kalimat-Nya dengan memberi kemenangan dan kemuliaan kepada kaum muslim serta kehancuran dan kehinaan bagi orang-orang kafir. Demikian ini, agar orang yang binasa atau terbunuh dalam peperangan itu binasa dengan bukti yang nyata, yakni melihat dan mengalami sendiri akibat kedurhakaannya dan agar orang yang hidup atau selamat dari pertempuran itu hidup dengan bukti yang nyata juga, yaitu dengan melihat bukti kekuasaan Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar permohonan orang-orang beriman agar diberi kemenangan pada perang yang sangat menentukan tersebut, Maha Mengetahui keadaan mereka bahwa mereka memang berhak atas pertolongan itu.", "long": "Dalam ayat ini Allah memperlihatkan rahmat-Nya kepada kaum Muslimin ketika terjadi Perang Badar. Kaum Muslimin menempati tempat yang sangat strategis, sangat memungkinkan untuk memperoleh kemenang-an, yaitu memilih tempat yang berada di pinggir lembah dekat Medinah, sedang kaum musyrikin berada di ujung lembah yang jauh dari kafilah unta yang membawa barang dagangan yang dipimpin oleh Abu Sufyan di tepi pantai, kira-kira lima mil dari Badar. Kaum Muslimin berada di pinggir lembah yang terdekat ke Medinah, ketika itu baru saja turun hujan, sehingga mereka mempunyai persediaan air minum yang cukup dan situasi tanah yang disiram hujan, sedang kaum musyrikin berada di ujung lembah yang jauh, yang kering karena tidak mendapatkan air hujan dan tanah yang diinjak oleh kaum Musyrikin adalah tanah yang mengandung debu, sehingga kaki mereka mudah terperosok.\n\nSeandainya kaum Muslimin mengadakan kesepakatan untuk menentukan waktu pertempuran, niscaya mereka tidak sependapat dalam menentukan waktu pertempuran itu. Akan tetapi, karena Allah telah menentukan jalannya pertempuran maka saatnya pun tidak direncanakan oleh kaum Muslimin sendiri, apalagi jika melihat jumlah tentara kaum Muslimin amat sedikit dibanding dengan jumlah tentara kaum musyrikin dan persenjataan mereka pun tidak lengkap.\n\nMaksud kaum Muslimin berperang untuk menguasai kafilah unta yang penuh dengan barang dagangan yang dibawa dari Syam di bawah pimpinan Abu Sufyan. Tindakan ini adalah sebagai balasan atas tindakan orang-orang musyrik yang merampas harta orang-orang Muslim yang mereka tinggalkan di Mekah karena hijrah ke Medinah. Semula kaum musyrikin tidak merasa gentar menghadapi kaum Muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah. Tetapi setelah mereka mengetahui posisi dan keadaan mereka, maka mereka merasa gentar menghadapi kaum Muslimin. Abu Sufyan sebagai pemimpin kafilah perdagangan kemudian mengirim utusan ke Mekah memberi tahu tentang bahaya yang mereka hadapi. Kemudian orang Quraisy dari Mekah mengirim pasukan yang dipimpin oleh Abu Jahal dengan maksud membantu kafilah Abu Sufyan. Mengetahui kedatangan tentara Quraisy dari Mekah yang cukup besar, Nabi Muhammad mengubah arah dari menghalangi Abu Sufyan menjadi menghadapi tentara Quraisy. Maka terjadilah pertempuran di lembah Badar.\n\nAllah mempertemukan dua pasukan itu tanpa didahului persetujuan dari kedua belah pihak, untuk menentukan pertempuran. Allah menghendaki kemenangan kepada kaum Muslimin dan menghancurkan kaum musyrikin, agar orang-orang yang beriman mencapai kemenangan berdasarkan bukti-bukti yang dapat disaksikan dengan nyata sebagai bukti kebenaran Islam, dan sebagai bukti bahwa Allah telah melaksanakan janji-Nya kepada Nabi-Nya dan kaum Muslimin, sehingga keraguan mereka lenyap dan kemenangan ternyata berada di tangan kaum Muslimin.\n\nAllah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui segala yang diucapkan oleh orang-orang kafir dan orang-orang mukmin dan pasti akan memberikan balasan pula sesuai dengan apa yang didengar dan diketahui-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1203, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 10, "page": 182, "manzil": 2, "ruku": 150, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0645\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0641\u064e\u0634\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Iz yureekahumul laahu fee manaamika qaleela; wa law araakahum kaseeral lafashiltum wa latanaaza'tum fil amri wa laakinnal laaha sallam; innahoo 'aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "[Remember, O Muhammad], when Allah showed them to you in your dream as few; and if He had shown them to you as many, you [believers] would have lost courage and would have disputed in the matter [of whether to fight], but Allah saved [you from that]. Indeed, He is Knowing of that within the breasts.", "id": "(Ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1203", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1203.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1203.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lebih lanjut dijelaskan dengan rinci terjadinya Perang Badar yang tidak seimbang tersebut. Ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika Allah memperlihatkan jumlah mereka, pasukan kafir, di dalam mimpimu berjumlah sedikit, lalu engkau menyampaikan kepada sahabat-sahabatmu sehingga mereka kuat mentalnya dan lebih berani. Sebab, sekiranya Allah memperlihatkan mereka berjumlah banyak, tentu kalian, wahai orang-orang mukmin, menjadi gentar dan tentu kalian akan berbantah-bantahan dalam urusan itu menyangkut keterlibatan mereka pada Perang Badar tersebut, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu dengan cara menunjukkan jumlah mereka terlihat sedikit dan lemah melalui mimpi Nabi. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu, termasuk rasa berani dan gentar dalam menghadapi peperangan.", "long": "Allah mengetahui apa yang diucapkan oleh sahabat-sahabat Nabi dan mengetahui pula apa yang tersimpan dalam hatinya ketika Allah memperlihatkan kepada Nabi dalam mimpi bahwa jumlah musuh itu sedikit. Setelah Nabi memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya tentang mimpinya itu, maka tenanglah hati mereka dan bertambah besarlah harapan mereka untuk mencapai kemenangan, sehingga mimpi itu memberikan dorongan dan semangat kepada mereka menghadapi medan pertempuran.\n\nSeandainya Allah memperlihatkan kepada Nabi-Nya jumlah kaum musyrikin itu banyak akan timbullah ketakutan dalam hati mereka, mereka gentar menghadapi musuh dan tentu akan menimbulkan pertentangan hebat di kalangan kaum Muslimin yang tidak setuju untuk melangsungkan peperangan, karena di kalangan kaum Muslimin ada yang kuat imannya dan ingin patuh melaksanakan perintah Rasul untuk berperang dan ada pula yang lemah imannya, yang ingin menghindari peperangan. Allah menyelamatkan kaum Muslimin dari ketakutan dan perselisihan yang dapat mengakibatkan kelemahan dan kehancuran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam hati, yaitu perasaan takut dan cemas dari orang yang lemah imannya dan keberanian untuk maju ke medan juang pada orang-orang yang kuat imannya yang selalu tawakal kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1204, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 10, "page": 182, "manzil": 2, "ruku": 150, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa iz yureekumoohum izil taqaitum feee a'yunikum qaleelanw wa yuqallilukum feee a'yunihim liyaqdiyal laahu amran kaana maf'oolaa; wa ilal laahi turja'ul umoor" } }, "translation": { "en": "And [remember] when He showed them to you, when you met, as few in your eyes, and He made you [appear] as few in their eyes so that Allah might accomplish a matter already destined. And to Allah are [all] matters returned.", "id": "Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1204", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1204.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1204.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan apa yang dilihat oleh Nabi dalam mimpi, maka pada ayat ini dijelaskan apa yang dilihat kaum muslim dengan mata kepala sendiri di medan perang. Ingatlah ketika Allah memperlihatkan mereka, orang-orang kafir, kepada kalian ketika kalian berjumpa dengan mereka seakan-akan berjumlah sedikit menurut penglihatan mata kalian di medan perang; dan kalian, wahai orang-orang mukmin, diperlihatkan-Nya seakan-akan berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka sebelum bertemu di medan pertempuran. Demikian itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan, sehingga tidak ada satu pun yang terlepas dari kehendak-Nya. Peristiwa Perang Badar seharusnya menguatkan mental dan keyakinan setiap orang mukmin bahwa Allah pasti menolong hamba-Nya yang memiliki keimanan yang benar, meski pertolongan itu datang dengan cara yang unik dan tidak masuk akal.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi agar mensyukuri nikmat-Nya, ketika Dia menampakkan musuh dalam jumlah yang sedikit pada penglihatan Nabi dan para sahabat, demikian pula Allah menampakkan jumlah tentara kaum Muslimin sedikit pada penglihatan mata musuhnya, agar kedua belah pihak maju perang dengan harapan dapat mencapai kemenangan. Kaum Muslimin berperang dengan penuh semangat karena hatinya penuh dengan keimanan dan kepercayaan atas janji Allah bahwa mereka akan mencapai kemenangan dan akan dibantu oleh malaikat. Orang-orang kafir maju ke depan karena terdorong oleh perasaan sombong dan menipu diri sendiri, sehingga Abu Jahal berkata, \"Jumlah tentara Muhammad sedikit, cukup diberi makan dengan seekor unta saja.\" Karena masing-masing golongan mempunyai harapan untuk menang, maka terjadilah pertempuran sengit yang berakhir sesuai dengan ketentuan Allah yaitu kemenangan di pihak kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 1205, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 10, "page": 182, "manzil": 2, "ruku": 151, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0627\u062b\u0652\u0628\u064f\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanooo izaa laqeetum fi'atan fasbutoo wazkurul laaha kaseeral la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when you encounter a company [from the enemy forces], stand firm and remember Allah much that you may be successful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1205", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1205.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1205.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai memaparkan kenikmatan yang Allah karuniakan kepada umat Islam pada Perang Badar, seperti kemenangan dan ganimah, pada ayat ini Allah mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin saat menghadapi musuh. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan musuh, maka berteguh hatilah dengan tetap menunjukkan keberanian setelah melakukan persiapan yang matang dan janganlah gentar apalagi melemah dalam membela kebenaran, dan sebutlah nama Allah banyak-banyak, yakni berzikir dan berdoalah semoga Allah memberikan kemenangan agar kamu beruntung.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin, bila mereka menjumpai pasukan musuh agar meneguhkan hati dan selalu mengingat Allah dengan banyak berzikir, agar mereka memperoleh keteguhan hati dalam pertempuran, sehingga tidak lari dari musuh. Hal ini merupakan kekuatan yang menyebabkan kemenangan dalam setiap perjuangan, baik sebagai perorangan maupun sebagai tentara. Diibaratkan dalam arena tinju atau gulat, kedua orang petinju atau pegulat itu setelah bergumul beberapa lama, tentu akan merasa letih dan lemah dan masing-masing menantikan satu saat atau kesempatan dapat merobohkan lawannya. Akan tetapi kadang-kadang terlintas pula dalam hatinya bahwa lawannya itu akan dihinggapi ketakutan, sehingga ia bertahan memelihara ketabahan hati hingga pada saat ronde terakhir dinyatakan sebagai pemenang walaupun hanya dengan angka. Demikian pula dalam setiap pertempuran antara pasukan dengan pasukan, yang menyebabkan keunggulan dan kemenangan itu, ialah ketabahan hati dari tentaranya dan tidak putus asa. Ketabahan hati itu sangat berguna dalam setiap perjuangan. \n\nAllah memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk memperbanyak zikir kepada Allah dalam menghadapi peperangan dengan selalu mengingat kekuasaan dan janji-Nya akan memberi pertolongan kepada Rasul-Nya dan kaum Muslimin. Dalam setiap pejuangan, kaum Muslimin harus yakin bahwa kemenangan berada di tangan Allah dan Allah akan memberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Berzikir ialah dengan membaca takbir \"Allahu Akbar\" atau memanjatkan doa dengan ikhlas serta meyakini bahwa Allah Mahakuasa dapat memberi kemenangan. Ketabahan hati dan banyak zikir kepada Allah adalah dua hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan." } } }, { "number": { "inQuran": 1206, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 10, "page": 183, "manzil": 2, "ruku": 151, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0641\u0652\u0634\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e \u0631\u0650\u064a\u062d\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa atee'ul laaha wa Rasoolahoo wa laa tanaaza'oo fatafshaloo wa tazhaba reehukum wasbiroo; innal laaha ma'as saabireen" } }, "translation": { "en": "And obey Allah and His Messenger, and do not dispute and [thus] lose courage and [then] your strength would depart; and be patient. Indeed, Allah is with the patient.", "id": "Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1206", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1206.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1206.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan hanya itu, orang-orang mukmin juga diperintahkan agar senantiasa menghiasi diri dengan menaati Allah dan Rasul-Nya. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih atau saling berdebat yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan bahkan kekuatan kalian hilang sehingga tidak berdaya sama sekali; dan bersabarlah ketika menghadapi musuh dalam situasi dan kondisi apa pun. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. Allah akan selalu menolong hamba-hamba-Nya yang membela dan mempertahankan kebenaran dengan penuh kesabaran, kesungguhan, dan semata-mata didasari atas ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar tetap menaati Allah dan Rasul-Nya terutama dalam peperangan. Ketaatan kepada Rasul dengan pengertian bahwa beliau harus dipandang sebagai komandan tertinggi dalam peperangan yang akan melaksanakan perintah Allah, dengan ucapan dan perbuatan. Ketaatan kepada Rasul, dalam arti taat kepada perintahnya dan siasatnya, menjadi syarat mutlak untuk mencapai kemenangan. Allah memerintahkan pula agar jangan ada perselisihan di antara sesama tentara, karena perselisihan itu membawa kelemahan dan akan menjurus kepada kehancuran sehingga akhirnya dikalahkan oleh musuh.\n\nPertikaian menyebabkan kaum Muslimin menjadi gentar dan hilang kekuatannya. Kaum Muslimin diperintahkan untuk sabar, karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.\n\nSabar ada lima macam:\n\n(1)Sabar menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya;\n\n(2)Sabar menjauhi larangan-Nya;\n\n(3)Sabar tidak mengeluh ketika menerima cobaan;\n\n(4)Sabar dalam perjuangan, sampai tetes darah penghabisan;\n\n(5)Sabar menjauhkan diri dari kemewahan dan perbuatan yang tidak berguna, serta hidup sederhana." } } }, { "number": { "inQuran": 1207, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 10, "page": 183, "manzil": 2, "ruku": 151, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064e\u0637\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0626\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa takoonoo kallazeena kharajoo min diyaarihim bataranw wa ri'aaa'an naasi wa yasuddoona 'an sabeelil laah; wallaahu bimaa ya'maloona muheet" } }, "translation": { "en": "And do not be like those who came forth from their homes insolently and to be seen by people and avert [them] from the way of Allah. And Allah is encompassing of what they do.", "id": "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1207", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1207.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1207.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di samping itu, janganlah kalian, wahai kaum mukminin, seperti orang-orang musyrik yang keluar dari kampung halamannya, Mekkah, dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang dengan mengatakan bahwa mereka berperang agar semua orang tahu kalau mereka itu adalah orang-orang yang kuat ddan tangguh, serta menghalang-halangi dirinya sendiri dan orang lain dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan, yakni sikap mereka yang menentang kebenaran, angkuh dan ria; yang pada saatnya mereka akan mendapat balasan yang setimpal.", "long": "Dalam ayat ini Allah melarang kaum Muslimin agar tidak bersikap seperti orang-orang kafir Quraisy yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dengan maksud ria pada manusia. Mereka berlaku angkuh dan sombong terhadap manusia yang melihatnya dan mereka selalu memuji-muji tentaranya dengan menonjolkan sikap-sikap keperwiraan dan keberaniannya. Mereka bermaksud membangkitkan permusuhan dengan Nabi Muhammad dan berpaling dari dakwahnya dan menyiksa para sahabat yang mengikuti jejak Nabinya. Allah memberi peringatan, bahwa Dia Maha Mengetahui apa saja yang mereka kerjakan dan memberi ancaman dengan azab yang setimpal dengan kejahatannya.\n\nMenurut Imam al-Bukhari, ayat itu diturunkan sehubungan dengan peristiwa kaum musyrikin Quraisy, ketika mereka meninggalkan negeri Mekah dan bergerak menuju Badar. Ketika Rasulullah berhadapan dengan tentara musyrikin itu, beliau munajat dengan berkata, \"Ya Allah, inilah kaum Quraisy telah datang dengan kesombongan dan kecongkakannya, mereka ingkar kepada-Mu dan mendustakan utusan-Mu, maka berikanlah pertolongan yang Engkau telah janjikan kepada kami.\" Ketika Abu Sufyan yang memimpin kafilah unta niaga itu melihat, bahwa untanya telah selamat menyusur pantai, maka ia berkata kepada Abu Jahal yang memimpin pasukan Quraisy, \"Kedatangan kamu itu hanya sekadar menyelamatkan kafilah unta jangan sampai dirampas oleh sahabat-sahabat Muhammad, maka sekarang kafilah unta itu telah selamat. Karena itu pulanglah kamu kembali ke Mekah.\" Abu Jahal berkata, \"Demi Allah kami tidak akan kembali sebelum sampai ke Badar.\" Kebetulan pada waktu itu di Badar ada pasar besar yang banyak menghimpun barang dagangan setiap tahun. Abu Jahal berkata, \"Kami akan tinggal di Badar selama tiga hari sehingga sempat minum arak dengan puas, memakan hidangan yang enak, menyembelih unta dan menghibur diri dengan lagu dan kesenian. Biarlah semua bangsa Arab mengetahui dan menyaksikan, bahwa kaum Quraisy berada dalam kebesaran dan kejayaan.\" Karena itu Allah melarang kaum Muslimin berlaku seperti mereka, sebaliknya orang-orang mukmin harus tetap memelihara keikhlasan hati, ketabahan, kesabaran dan ketaatan kepada Rasulullah." } } }, { "number": { "inQuran": 1208, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 10, "page": 183, "manzil": 2, "ruku": 151, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062c\u064e\u0627\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u0626\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0646\u064e\u0643\u064e\u0635\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0642\u0650\u0628\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa iz zaiyana lahumush shaitaanu a'ma alahum wa qaala laa ghaaliba lakumul yawma minan naasi wa innee jaarul lakum falammaa taraaa'atil fi'ataani nakasa 'alaa aqibaihi wa qaala innee bareee'um minkum innee araa maa laa tarawna inneee akhaaful laah; wallaahu shadeedul 'iqaab" } }, "translation": { "en": "And [remember] when Satan made their deeds pleasing to them and said, \"No one can overcome you today from among the people, and indeed, I am your protector.\" But when the two armies sighted each other, he turned on his heels and said, \"Indeed, I am disassociated from you. Indeed, I see what you do not see; indeed I fear Allah. And Allah is severe in penalty.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, “Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu.” Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Allah sangat keras siksa-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1208", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1208.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1208.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah beberapa ayat sebelumnya memaparkan berbagai hal yang terkait dengan Perang Badar, maka ayat ini menjelaskan kebohongan janji setan terhadap kaum musyrik pada Perang Badar tersebut. Ingatlah ketika setan menjadikan terasa atau terlihat indah bagi mereka, orang-orang musyrik, perbuatan dosa mereka, yakni berperang melawan kebenaran dan seraya mengatakan, \"Tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian, wahai orang-orang musyrik, pada hari ini, yakni Perang Badar. Dan kalau ada yang berani melawan kalian, sungguh, aku adalah penolongmu.\" Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat, berhadapan, setan berbalik ke belakang meninggalkan kaum musyrik seraya berkata, \"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian; aku dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihatnya; yakni para malaikat yang turun membantu kaum mukmin, sesungguhnya aku takut kepada Allah.\" Demikian ini, disebabkan Allah sangat keras siksa-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyuruh kaum Muslimin agar memperhatikan peristiwa yang dialami oleh kaum musyrikin dengan setan pada waktu Perang Badar, yaitu ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dengan mengatakan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini dan setan pun tetap akan memberikan bantuan yang diperlukan. Setan membayangkan kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka pasti menang, tidak ada suatu golongan yang dapat mengalahkan mereka, karena jumlah tentaranya yang banyak dan persenjataannya yang lengkap. Setan pun menghasut pengikut-pengikutnya dengan mengatakan bahwa perjuangan mereka itu betul-betul perjuangan yang suci, dan setan sendiri akan tetap mendampingi mereka sebagai kawan yang setia.\n\nKetika kedua pasukan itu sudah berhadap-hadapan sehingga masing-masing melihat keadaan lawannya dengan jelas, maka sebelum terjadi peperangan setan itu berbalik ke belakang seraya berkata, \"Aku berlepas diri dari kamu karena aku dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihatnya.\" Yang dilihat oleh setan itu ialah bala bantuan Allah kepada kaum Muslimin, yaitu pasukan malaikat yang jumlahnya tidak kurang dari seribu malaikat. Setan berkata selanjutnya, \"Saya takut kepada Allah, dan Allah sangat pedih siksa-Nya.\"\n\nKetakutan setan disebabkan dia melihat malaikat yang diturunkan dari langit untuk membantu perjuangan umat Islam. Setan dan malaikat itu adalah dua golongan yang sangat bertentangan dan tidak dapat berkumpul. Seandainya kedua-duanya berkumpul maka pastilah golongan yang kuat yaitu malaikat akan membinasakan golongan yang lemah yaitu setan dan kawan-kawannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1209, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 10, "page": 183, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u063a\u064e\u0631\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Iz yaqoolul munaafiqoona wallazeena fee quloobihim maradun gharra haaa'ulaaa'i deenuhum; wa mai yatawakkal 'alal laahi fa innal laaha 'azee zun Hakeem" } }, "translation": { "en": "[Remember] when the hypocrites and those in whose hearts was disease said, \"Their religion has deluded those [Muslims].\" But whoever relies upon Allah - then indeed, Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, “Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya.” (Allah berfirman), “Barangsiapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1209", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1209.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1209.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum munafik senantiasa menghina kaum mukmin yang tetap berangkat perang meski jumlah lawan jauh lebih banyak. Ingatlah, ketika orang-orang munafik di Madinah dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, yakni orang-orang Islam yang belum mantap keimanannya sehingga tidak ikut hijrah ke Madinah, berkata, ketika menyaksikan jumlah pasukan mukmin sangat sedikit dibanding jumlah pasukan kaum musyrik, \"Mereka itu, orang-orang mukmin, ditipu oleh agamanya dengan tetap berperang. Mereka mengira hanya dengan bekal iman dan takwa akan memperoleh kemenangan.\" Katakanlah, wahai Rasul, \"Barang siapa bertawakal kepada Allah dengan disertai usaha yang sungguh-sungguh, maka ketahuilah bahwa Allah akan membela bahkan memberinya kemenangan, sebab Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah memperingatkan kaum Muslimin agar tidak terpengaruh oleh ucapan-ucapan yang dilontarkan musuh, ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya berkata, \"Apakah gerangan yang mendorong sahabat-sahabat Muhammad untuk maju ke medan pertempuran di Badar, padahal jumlah mereka hanya sedikit, lebih kurang tiga ratus orang dan jumlah musuhnya banyak sekali, keberanian mereka tidak lain hanya karena ditipu oleh agamanya.\" Allah membantah ucapan mereka dengan firman-Nya yang mengatakan, \"Barang siapa yang tawakal kepada Allah dan beriman kepada-Nya dengan hati yang ikhlas dan teguh, maka Allah pasti memberikan pertolongan kepadanya dan tidak ada yang dapat mencegah kehendak Allah, karena Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1210, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 10, "page": 183, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d9 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Wa law taraaa iz yatawaf fal lazeena kafarul malaaa'ikatu yadriboona wujoohahum wa adbaarahum wa zooqoo 'azaabal hareeq" } }, "translation": { "en": "And if you could but see when the angels take the souls of those who disbelieved... They are striking their faces and their backs and [saying], \"Taste the punishment of the Burning Fire.", "id": "Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1210", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1210.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1210.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menjelaskan sikap angkuh kaum musyrik dalam Perang Badar, pada satu sisi, dan sikap orang-orang munafik yang berusaha melemahkan mental kaum mukmin sebelum berperang, pada sisi yang lain. Ayat ini menginformasikan kondisi mereka pada saat menghadapi maut. Sekiranya kamu melihat kaum musyrik dan munafik pada Perang Badar pasti akan memunculkan kengerian, yaitu ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka, yakni mereka dibantai oleh kaum mukmin di medan perang; dan dikatakan kepada mereka, \"Rasakanlah oleh kalian siksa neraka yang membakar di akhirat kelak.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa seandainya Rasulullah saw melihat dengan mata kepala sendiri keadaan orang-orang kafir Quraisy ketika dicabut nyawanya oleh para malaikat, sambil memukul muka dan belakangnya, tentulah Rasulullah akan merasa ngeri melihat azab itu. Di samping azab-azab yang dirasakan oleh tubuhnya, mereka menderita kesakitan pula karena hardikan dari malaikat yang berkata, \"Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.\" Sebenarnya apa yang diterangkan Allah pada ayat ini adalah persoalan yang termasuk perkara gaib, manusia tidak dapat melihat dan menyaksikan azab itu. Seandainya mereka dapat melihat, tentulah mereka akan menyaksikan suatu kejadian yang dahsyat, sehingga dapat menjadikan orang kafir lari dari kekafirannya, dan orang-orang zalim berhenti dari kezalimannya karena takut akibat-akibatnya. Menurut suatu riwayat, maksud ayat ini ialah: kaum Muslimin memukul mereka dari depan, sedang para malaikat memukul mereka dari belakang ketika Perang Badar. Hal ini menunjukkan mukjizat Nabi dalam menghadapi tentara Quraisy yang cukup besar." } } }, { "number": { "inQuran": 1211, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 10, "page": 183, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika bimaa qaddamat aideekum wa anal laaha laisa bizallaamil lil 'abeed" } }, "translation": { "en": "That is for what your hands have put forth [of evil] and because Allah is not ever unjust to His servants.\"", "id": "Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1211", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1211.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1211.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab Allah yang demikian dahsyat itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Dan sesungguhnya Allah sama sekali tidak menzalimi masing-masing dari hamba-hamba-Nya. Sebab, turunnya azab Allah sebagai akibat perilaku manusia merupakan perwujudan dari keadilan-Nya.", "long": "Azab yang mereka rasakan itu adalah sebagai akibat perbuatan tangan mereka sendiri, yaitu kekafiran dan kezalimannya, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Disebut \"tangan\" yang mengadakan perbuatan, padahal suatu perbuatan kadang-kadang dilaksanakan dengan tangan atau kaki, panca indra atau akal, oleh karena menurut kebiasaan sebagian besar amal perbuatan manusia itu dilaksanakan dengan tangan. Allah tidak akan menyiksa seorang pun, kecuali disebabkan dosa-dosa dan pelanggaran yang dibuatnya sendiri. \n\nSesungguhnya Allah berfirman, \"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku sendiri dan telah mengharamkan pula kezaliman itu di antara kamu. Oleh karena itu kamu jangan sekali-kali berbuat zalim. Wahai hamba-hamba-Ku sesungguh-nya amal-amalmu saja yang akan Aku perhitungkan bagimu. Barang siapa yang mendapat kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah dan barang siapa yang mendapat kejelekan, maka janganlah dia mencela, kecuali dirinya sendiri.\" (Riwayat Muslim dari Abu dzar)" } } }, { "number": { "inQuran": 1212, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 10, "page": 183, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u062f\u064e\u0623\u0652\u0628\u0650 \u0622\u0644\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u06d9 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Kadaabi Aali Fir'awna wal lazeena min qablihim; kafaroo bi Aayaatil laahi fa akhazahu mul laahu bizunoobihim; innal laaha qawiyyun shadeedul 'iqaab" } }, "translation": { "en": "[Theirs is] like the custom of the people of Pharaoh and of those before them. They disbelieved in the signs of Allah, so Allah seized them for their sins. Indeed, Allah is Powerful and severe in penalty.", "id": "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Mahakuat lagi sangat keras siksa-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1212", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1212.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1212.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penentangan mereka terhadap Rasulullah itu serupa dengan sikap pengikut Fir'aun dalam memperlakukan Nabi Musa dan orang-orang yang sebelum mereka seperti kaum Nabi Nuh, kaum 'Ad, Samud, Lut, dan lain-lain, terhadap para rasul mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, baik yang tersebar di alam raya (tidak tertulis) maupun kebenaran yang dibawa oleh para rasul, maka Allah menyiksa mereka dengan bentuk azab yang berbeda-beda, seperti banjir bandang, gempa bumi, angin kencang, halilintar dan lain-lain. Itu semua disebabkan dosa-dosanya yang telah menjadi budaya masyarakat sehingga mengancam kehidupan manusia yang lain. Sungguh, Allah Mahakuat lagi sangat keras siksa-Nya sehingga tidak ada seorang pun yang bisa lari darinya.", "long": "Keadaan orang-orang musyrikin Quraisy itu serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya dan orang-orang kafir sebelumnya. Mereka itu mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah membalas dengan menyiksa mereka, disebabkan karena dosa-dosanya dengan siksaan yang ditimpakan Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa. Telah menjadi Sunnatullah bahwa Allah menyiksa orang-orang kafir disebabkan dosa-dosanya, maka demikian pulalah yang terjadi ketika Perang Badar. Allah memberikan pertolongan kepada Rasul-Nya dan kaum Muslimin, dan menghancurkan orang-orang kafir disebabkan dosa-dosa mereka. Allah adalah Mahakuasa lagi pedih siksa-Nya. Tidak ada seorang pun dapat meloloskan diri dari azab yang telah ditentukan-Nya. Nabi Muhammad bersabda:\n\n\"Sesungguhnya Allah Taala memberikan kesempatan (tidak segera menyiksa) kepada orang yang zalim, akan tetapi bilamana akan menyiksanya, maka dia tidak akan lolos dari siksa-Nya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 1213, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f \u0645\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0646\u0651\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d9 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annal laaha lam yaku mughaiyiran ni matan an'amahaa 'alaa qawmin hattaa yughaiyiroo maa bianfusihim wa annallaaha samee un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "That is because Allah would not change a favor which He had bestowed upon a people until they change what is within themselves. And indeed, Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1213", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1213.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1213.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Turunnya azab atas orang-orang kafir merupakan bukti keadilan Allah, sebab yang demikian itu, yakni turunnya azab, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang tampak pada penglihatan dan bisa dirasakan langsung, seperti rasa aman, kemakmuran, kesuburan, dan lain-lain, yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri menyangkut perubahan sikap mental dan perilaku, seperti dari peduli menjadi tidak peduli, adil menjadi tidak adil, berani berkorban menjadi serakah, dan lain-lain. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.", "long": "Kejadian ini yaitu menyiksa orang-orang Quraisy adalah karena mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah, ketika Allah mengutus seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya, lalu mereka mendustakan, bahkan mengusirnya dari negerinya, lalu memerangi terus-menerus. Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Yang demikian ini membuktikan sunatullah yang telah berlaku sejak dahulu. Allah tidak mengubah suatu nikmat yang telah berlaku sejak dahulu. Allah tidak mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Ayat ini mengandung isyarat, bahwa nikmat-nikmat pemberian Allah yang diberikan kepada umat atau perorangan, selalu dikaitkan kelangsungannya dengan akhlak dan amal mereka itu sendiri. Jika akhlak dan perbuatan mereka terpelihara baik, maka nikmat pemberian Allah itu pun tetap berada bersama mereka dan tidak akan dicabut. Allah tidak akan mencabutnya, tanpa kezaliman dan pelanggaran mereka. Akan tetapi, manakala mereka sudah mengubah nikmat-nikmat itu yang berbentuk akidah, akhlak, dan perbuatan baik, maka Allah akan mengubah keadaan mereka dan akan mencabut nikmat pemberian-Nya dari mereka sehingga yang kaya jadi miskin yang mulia jadi hina dan yang kuat jadi lemah. Dan bukanlah sekali-kali kebahagiaan umat itu dikaitkan dengan kekayaan atau jumlah anak yang banyak seperti disangka oleh sebagian besar kaum musyrikin yang diceritakan oleh Allah dengan firman-Nya:\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba/34: 35)\n\nDemikian keluhuran suatu umat tidak dikaitkan dengan keturunannya atau keutamaan nenek moyangnya, seperti yang diakui oleh orang-orang Yahudi. Mereka tertipu dengan keangkuhannya bahwa mereka dijadikan Allah sebagai umat pilihan melebihi umat-umat yang lain, karena dikaitkan kepada kemuliaan Nabi Musa a.s. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui apa yang diucapkan oleh orang-orang yang mendustakan rasul-rasul itu, Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan, apa yang mereka tinggalkan dan pasti akan memberi balasan yang setimpal dengan perbuatannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1214, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u062f\u064e\u0623\u0652\u0628\u0650 \u0622\u0644\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u06d9 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kadaabi Aali Fir'awna wallazeena min qablihim; kazzaboo bi Aayaati Rabbihim faahlaknaahum bizunoobihim wa aghraqnaa Aala Fir'awn; wa kullun kaanoo zaalimeen" } }, "translation": { "en": "[Theirs is] like the custom of the people of Pharaoh and of those before them. They denied the signs of their Lord, so We destroyed them for their sins, and We drowned the people of Pharaoh. And all [of them] were wrongdoers.", "id": "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya, maka Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya; karena mereka adalah orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1214", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1214.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1214.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keadaan mereka serupa dengan keadaan pengikut Fir'aun terhadap Nabi Musa dan orang-orang yang sebelum mereka, seperti kaum Nabi Nuh, kaum 'Ad, kaum Samud, kaum Sodom, dan lain-lain. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya melalui sikap dan perilakunya, maka Kami menurunkan azab yang membinasakan mereka dengan bentuk yang bermacam-macam (Lihat : Surah al-'Ankabut/29: 40), disebabkan oleh dosa-dosanya. Dosa-dosa yang mereka lakukan bukan semata-mata terkait dengan akidah atau keyakinan, akan tetapi kejahatan sosial yang dapat mengancam kehidupan kemanusiaan secara umum, seperti membudayanya kejahatan ekonomi (Madyan, kaum Nabi Syuaib), penyimpangan seksual (Sodom, kaum Nabi Lut), dan lain-lain, dan karena itulah Kami juga menenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; sebab mereka adalah orang-orang yang zalim yaitu dengan menjadikan kekuasaannya sebagai alat untuk menindas orang-orang lemah dan bahkan memperbudak mereka. Perilaku Fir'aun ini esensinya sama dengan perilaku umat-umat terdahulu. Inilah hukum Allah (sunatullah) yang bersifat pasti dan universal dalam perjalanan kehidupan manusia sepanjang masa, bahwa siapa pun yang memiliki sifat dan perilaku yang sama dengan mereka pasti akan mendapat hukuman atau azab dari Allah dengan bentuknya yang berbeda-beda, tanpa memandang kebenaran akidahnya.", "long": "Mereka itu mengubah nikmat Allah yang ada pada dirinya seperti tingkah laku Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang kafir sebelumnya. Pertama, mereka mengingkari ayat-ayat yang dibawa oleh para rasul tentang keesaan Allah, kewajiban menyembah hanya kepada Allah, dan adanya azab Allah di akhirat. Kedua, mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mengingkari nikmat-nikmat pemberian-Nya, padahal Dia yang menciptakan segala-galanya. Allah membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan telah menenggelamkan Fir'aun bersama pengikut-pengikutnya karena mereka semuanya adalah orang-orang yang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 1215, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0651\u0650 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna sharrad dawaaabbi 'indal laahil lazeena kafaroo fahum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the worst of living creatures in the sight of Allah are those who have disbelieved, and they will not [ever] believe -", "id": "Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1215", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1215.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1215.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan sikap orang-orang kafir Mekah pada Perang Badar dan menyifatinya sebagai orang-orang yang zalim, maka ayat ini menjelaskan kelompok lain yang juga memusuhi Nabi Muhammad, yakni Yahudi Bani Quraidhah, yang disifati sebagai makhluk terburuk. Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka tidak beriman, yakni mereka terus-menerus melakukan pengingkaran terhadap ayat-ayat Allah dan merusak perjanjian yang sudah dikuatkan dengan sumpah, sebagaimana yang dilakukan oleh Yahudi Bani Quraizah.", "long": "Sesungguhnya sejahat-jahat binatang yang melata di bumi menurut pandangan Allah ialah orang-orang kafir yang mempunyai sifat suka membangkang, sehingga keadaan mereka terus-menerus dalam kekafiran dan berada dalam keingkaran kepada Nabi, sehingga tidak dapat diharapkan iman dari mereka. Mereka itu ada yang kedudukannya sebagai pemimpin yang selalu dengki kepada Rasulullah, membantah setiap ayat yang juga tertulis dalam Taurat yang menjadi saksi atas kebenarannya, padahal mereka dalam hati kecilnya meyakini bahwa Muhammad itu betul-betul utusan Allah, sehingga mengenal Nabi Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Yang menjadi pengikut-pengikut mereka adalah orang-orang yang dalam keadaan membabi buta mengikuti saja pemimpin-pemimpinnya dan tidak mau melihat bukti-bukti yang disebutkan dalam kitab mereka. Dalam ayat ini Allah menyamakan mereka itu dengan binatang, bahkan lebih sesat dari binatang, karena binatang-binatang itu ada manfaatnya bagi manusia, sedang mereka itu sama sekali tidak ada manfaatnya bagi dirinya maupun bagi orang lain. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nAtau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya. (al-Furqan/25: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 1216, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u062a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0646\u0642\u064f\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena'aahatta min hum summa yanqudoona 'ahdahum fee kulli marratinw wa hum laa yattaqoon" } }, "translation": { "en": "The ones with whom you made a treaty but then they break their pledge every time, and they do not fear Allah.", "id": "(Yaitu) orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1216", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1216.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1216.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di sini lebih ditegaskan lagi bahwa mereka, Yahudi Bani Quraidhah, itu adalah orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, wahai Nabi Muhammad, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang sikap semacam itu berarti mereka tidak mengagungkan Allah dan tidak takut terhadap azab-Nya.", "long": "Orang-orang Yahudi telah beberapa kali mengadakan perjanjian dengan kaum Muslimin tetapi mereka selalu mengkhianati janjinya dan mereka tidak takut kepada Allah dan berbagai akibat dari pengkhianatan itu. \n\nSetelah Nabi Muhammad hijrah ke Medinah, beliau mengadakan perjanjian dengan orang-orang Yahudi di Medinah. Dalam perjanjian itu, mereka dibiarkan menetap di Medinah dengan tetap memeluk agamanya, dan mereka diberi jaminan keamanan bagi dirinya dan harta bendanya. Dengan ini Nabi ikut menjaga keamanan Medinah dari musuh. Tetapi masing-masing kabilah Yahudi itu melanggar perjanjian tersebut. \n\nDiriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Abbas, bahwa orang-orang Yahudi Medinah yang melanggar janji adalah kabilah Bani Quraidhah. Mereka telah melanggar janjinya kepada Rasulullah, karena memberi bantuan senjata kepada orang-orang kafir Quraisy waktu Perang Badar. Kemudian mereka berkata, \"Kami terlupa dan merasa berbuat kesalahan.\" Lalu Rasulullah mengadakan perjanjian kedua, tetapi dilanggar pula dengan menghasut orang, agar memerangi Rasullah ketika terjadi Perang Khandak. Salah seorang pemimpin mereka sengaja datang ke Mekah mengadakan perjanjian dengan orang-orang Quraisy untuk bersama-sama memerangi Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 1217, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062b\u0652\u0642\u064e\u0641\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0634\u064e\u0631\u0651\u0650\u062f\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa immaa tasqafannahum fil harbi fasharrid bihim man khalfahum la'allahum yazzakkaroon" } }, "translation": { "en": "So if you, [O Muhammad], gain dominance over them in war, disperse by [means of] them those behind them that perhaps they will be reminded.", "id": "Maka jika engkau (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, agar mereka mengambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1217", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1217.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1217.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, maka jika engkau, wahai Nabi Muhammad, berkesempatan mendapati bahkan mengungguli mereka, yakni Yahudi Bani Quraizah yang telah berjanji untuk tidak membantu kaum musyrik pada Perang Badar ternyata mereka merusak perjanjian itu, dalam peperangan yang lain, maka cerai-beraikanlah mereka dan orang-orang yang di belakang mereka dengan menumpasnya, agar mereka mengambil pelajaran melalui hukuman itu sehingga tidak merusak perjanjian lagi. Rangkaian ayat di atas, meski terkait dengan Yahudi Bani Quraizah, juga pelajaran sekaligus peringatan bagi siapa saja yang merusak perjanjian. Artinya, siapa pun yang merusak perjanjian sesungguhnya ia patut memperoleh laknat Allah.", "long": "Allah menjelaskan apa yang harus diperbuat kaum Muslimin setelah berkali-kali terjadi pelanggaran janji dari orang-orang Yahudi. Allah menjelaskan bahwa jika kaum Muslimin menemui mereka dalam peperangan, mereka harus dicerai-beraikan, demikian pula orang-orang yang ada di belakang mereka harus ditumpas agar mereka mengambil pelajaran dari tindakan kaum Yahudi ini. Tindakan yang tegas dari kaum Muslimin pada mereka harus dapat menimbulkan kesan yang menakutkan bagi orang-orang yang berada di belakang mereka, sehingga mereka tidak berani lagi melanggar janji.\n\nDalam ayat ini, Allah memberi peringatan pula kepada kaum Muslimin, agar jangan tertipu untuk kedua kalinya setelah dikhianati pertama kali oleh orang Yahudi dan mereka memohon maaf. Maka Allah dengan tegas menjelaskan bahwa kaum Muslimin tidak perlu ragu untuk mengadakan tindakan yang tegas agar pelanggaran-pelanggaran semacam itu tidak terulang kembali di belakang hari dan agar orang-orang yang berada di belakang mereka mengambil pelajaran daripadanya.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim bahwa, Nabi Muhammad pernah berkhotbah di hadapan para sahabat dalam menghadapi pertempuran sebagai berikut : \n\n\"Wahai sekalian manusia, janganlah kamu mencita-citakan (mengingin-kan) berjumpa dengan musuh dan mohonlah keselamatan kepada Allah. Akan tetapi bilamana kamu berjumpa dengan mereka, maka bertahanlah dengan kesabaran (dalam pertempuran), dan ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah bayangan pedang.\" Kemudian beliau menambah dengan doa, \"Ya Allah yang menurunkan Al-Qur'an, dan yang menjalankan awan di langit hancurkanlah golongan-golongan musuh ini. Cerai-beraikanlah mereka dan berilah pertolongan kepada kami untuk mengalahkan mereka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1218, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 152, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u062e\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0627\u0646\u0628\u0650\u0630\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa immaa takhaafana min qawmin khiyaanatan fambiz ilaihim 'alaa sawaaa'; innal laaha laayuhibbul khaaa'ineen" } }, "translation": { "en": "If you [have reason to] fear from a people betrayal, throw [their treaty] back to them, [putting you] on equal terms. Indeed, Allah does not like traitors.", "id": "Dan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1218", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1218.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1218.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika engkau, wahai Nabi Muhammad, khawatir akan terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan, baik dari Yahudi Bani Quraidhah maupun lainnya, dengan melihat tanda-tandanya yang cukup jelas, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dan kamu jangan melakukan hal yang sama, serta tetap konsistenlah dalam memegang janji dengan cara yang jujur dan tidak berkhianat seperti mereka. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.", "long": "Jika kaum Muslimin merasa ada tanda-tanda pengkhianatan dari satu golongan yang mengadakan perjanjian pertahanan, haruslah dikembalikan perjanjian itu kepada mereka dan hendaklah mereka berusaha untuk menghalangi terjadinya pengkhianatan itu, dengan jalan mengembalikan perjanjian itu secara jujur disertai peringatan bahwa setelah adanya pengkhianatan itu pihak kaum Muslimin tidak terikat lagi dengan janji apa pun dengan mereka. Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat, dan juga tidak membolehkan pengkhianatan secara mutlak.\n\nKaum Muslimin dilarang memerangi mereka sebelum ada pemberitahuan, bahwa perjanjian antara mereka dengan pihak lawan tidak berlaku lagi, karena adanya pengkhianatan. Hal ini perlu diumumkan, agar tidak ada tuduhan dari musuh bahwa orang Islam telah memerangi mereka tanpa sebab atau melanggar perjanjian. Allah memberi peringatan pula kepada orang-orang yang berkhianat dengan azab yang akan menimpa diri mereka sebagai akibat dari pengkhianatannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1219, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 153, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yahsabannal lazeena kafaroo sabaqooo; innahum laa yu'jizoon" } }, "translation": { "en": "And let not those who disbelieve think they will escape. Indeed, they will not cause failure [to Allah].", "id": "Dan janganlah orang-orang kafir mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan (Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1219", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1219.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1219.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat perilaku buruk mereka itulah, Allah mengancam dengan firman-Nya pada ayat ini. Dan janganlah orang-orang kafir itu, baik Yahudi Bani Quraizah, sesuai konteks ayat ini, maupun siapa saja yang merusak perjanjian dan pengkhianatan, mengira bahwa mereka akan dapat lolos menyelamatkan diri dari kekuasaan atau azab Allah sebagai akibat dari sikap pengkhianatan tersebut. Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan Allah atau menghindar dari pengawasan-Nya; dan Allah pasti membalasnya dengan balasan yang setimpal. Rangkaian ayat ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa siapa saja yang berlaku khianat dan merusak perjanjian akan menerima laknat Allah, bahkan seandainya ia beragama Islam sekalipun. Karena itu, pengkhianatan dalam konteks apa pun dan dengan alasan apa pun tidak dibenarkan dalam agama.", "long": "Dan janganlah orang-orang kafir itu mengira bahwa mereka dapat lolos dari kekuasaan Allah, dan dapat selamat dari akibat kejahatan dan pengkhianatan mereka, karena sesunguhnya mereka sama sekali tidak dapat melemahkan Allah. Sebaliknya Allah akan memberi balasan kepada mereka di dunia dengan cara dikalahkan oleh Rasulullah dan kaum Muslimin, sehingga mereka merasakan akibat pengkhianatannya, dan di akhirat pun mereka akan merasakan azab dari Allah yang lebih menghinakan." } } }, { "number": { "inQuran": 1220, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 153, "hizbQuarter": 73, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0650\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u0647\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa a'iddoo lahum mastata'tum min quwwatinw wa mirribaatil khaili turhiboona bihee 'aduwwal laahi wa 'aduwwakum wa aakhareena min doonihim laa ta'lamoo nahum Allaahu ya'lamuhum; wa maa tunfiqoo min shai'in fee sabeelil laahi yuwaf failaikum wa antum laa tuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And prepare against them whatever you are able of power and of steeds of war by which you may terrify the enemy of Allah and your enemy and others besides them whom you do not know [but] whom Allah knows. And whatever you spend in the cause of Allah will be fully repaid to you, and you will not be wronged.", "id": "Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1220", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1220.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1220.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai memerintahkan agar Nabi Muhammad memberi tindakan keras bahkan sampai mengusir Yahudi Bani Quraidhah yang telah merusak perjanjian, maka ayat ini memerintahkan agar mempersiapkan kekuatan semaksimal mungkin untuk menghadapi kemungkinan buruk atau balas dendam dari mereka. Dan karena itu, persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka yang terbukti secara nyata memusuhi Islam, dengan mengerahkan kekuatan apa saja yang kalian miliki dan dari pasukan berkuda yang memang dipersiapkan untuk berperang. Persiapan kekuatan secara maksimal tersebut bertujuan agar dapat menggentarkan musuh Allah, musuh kalian dan juga untuk menggentarkan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya baik disebabkan oleh kemunafikannya maupun musuh-musuh Islam yang belum tampak permusuhannya; tetapi Allah senantiasa mengetahuinya, kapan dan di mana saja. Disebabkan sebuah perjuangan di jalan Allah itu membutuhkan biaya besar, maka redaksi berikutnya berisi anjuran untuk mengeluarkan infak: apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup bahkan berlipat ganda asalkan ikhlas kepada kalian dan kalian tidak akan dizalimi, yakni dirugikan atau dikurangi sedikit pun balasan kebaikannya.", "long": "Untuk menghadapi pengkhianatan kaum Yahudi dan persekongkolan mereka dengan kaum musyrikin dengan tujuan menghancurkan kaum Muslimin, Allah memerintahkan pada ayat ini agar kaum Muslimin menyiapkan kekuatan guna menghadapi musuh-musuh Islam, baik musuh yang nyata mereka ketahui, maupun yang belum menyatakan permusuhan-nya secara terang-terangan. Yang harus dibina lebih dahulu adalah kekuatan iman yang akan menjadikan mereka percaya dan yakin bahwa mereka adalah pembela kebenaran, penegak kalimah Allah di muka bumi dan mereka pasti menang dalam menghadapi dan membasmi kezaliman dan keangkara-murkaan. Kekuatan iman yang sempurna inilah yang dapat membina kekuatan mental yang selalu ditanamkan pada hati segenap rakyat agar mereka benar-benar menjadi bangsa yang tangguh dan perkasa dalam menghadapi berbagai macam kesulitan dan cobaan. Bangsa yang kuat mentalnya tidak akan dapat dikalahkan oleh bangsa lain bagaimana pun sempurnanya peralatan dan senjata mereka. Hal ini telah dibuktikan dalam Perang Badar di mana tentara kaum musyrikin yang jauh lebih besar jumlah dan persenjataannya dapat dipukul mundur oleh tentara Islam yang sedikit jumlahnya dan amat kurang persenjataannya, tetapi memiliki mental yang kuat dan iman yang teguh.\n\nDi samping kekuatan iman/mental mereka, harus pula dipersiapkan kekuatan fisiknya karena kedua kekuatan ini harus digabung menjadi satu, kekuatan fisik saja akan kurang keampuhannya bila tidak disertai dengan kekuatan mental. Demikian pula sebaliknya kekuatan mental saja tidak akan berdaya bila tidak ditunjang oleh kekuatan fisik.\n\nAllah memerintahkan agar kaum Muslimin mempersiapkan tentara berkuda yang ditempatkan pada tempat strategis, siap untuk menggempur dan menghancurkan setiap serangan musuh dari manapun datangnya. Pada masa Nabi pasukan berkuda inilah yang amat strategis nilainya dan amat besar keampuhannya. Suatu negeri yang mempunyai pasukan berkuda yang besar akan disegani oleh negeri-negeri lain, dan negeri lain itu akan berpikir lebih dulu bila akan menyerang negeri itu. \n\nPada masa sekarang pasukan berkuda (kavaleri) telah digantikan oleh pasukan tank baja, masalah peperangan pada masa kini sudah lain corak dan bentuknya dari peperangan masa dulu. Alat senjata yang dipergunakan sudah beragam pula, berupa armada udara, armada laut, bahkan sampai memper-gunakan persenjataan yang sangat canggih. Jika pada masa Nabi Muhammad saw. Allah memerintahkan agar mempersiapkan pasukan berkuda, maka pada masa sekarang kaum Muslimin harus mempersiapkan berbagai senjata modern untuk mempertahankan negaranya dari serangan musuh. \n\nSebagaimana diketahui senjata-senjata modern sekarang ini adalah hasil dari kemajuan teknologi. Maka umat Islam wajib berusaha mencapai ilmu pengetahuan setinggi-tingginya dan menguasai teknologi dan selalu mengikuti perkembangan dan kemajuannya. Untuk mencapai ilmu dan teknologi yang tinggi kita memerlukan biaya yang sangat besar. Kita wajib mempercepat kemajuan ekonomi dan memperbesar penghasilan rakyat. Dengan demikian akan mudah bagi rakyat menafkahkan sebagian hartanya untuk kepentingan dan pertahanan negaranya.\n\nSuatu negara yang kuat mentalnya, kuat pertahanannya, dan kuat pula perekonomiannya pasti akan disegani oleh negara lain dan mereka tidak berani memusuhinya apalagi menyerangnya. Inilah yang dituntut Allah dari kaum Muslimin.\n\nAnjuran menafkahkan harta fi sabilillah terdapat dalam beberapa ayat dalam Al-Qur'an di antaranya firman Allah:\n\nDan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (al-Baqarah/2: 195)\n\nDan firman Allah swt:\n\nDan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (al-Baqarah/2: 265)\n\nAllah menjanjikan pahala yang besar kepada setiap orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan dia tidak akan dirugikan sedikit pun karena menafkahkan hartanya. Sebaliknya perbuatan itu akan mendapat pahala yang berlipat ganda." } } }, { "number": { "inQuran": 1221, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 10, "page": 184, "manzil": 2, "ruku": 153, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0646\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u0646\u064e\u062d\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa in janahoo lissalmi fajnah lahaa wa tawakkal 'alal laah; innahoo Huwas Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And if they incline to peace, then incline to it [also] and rely upon Allah. Indeed, it is He who is the Hearing, the Knowing.", "id": "Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1221", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1221.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1221.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perang diizinkan dalam Islam adalah demi melindungi dakwah, mempertahankan diri dan atau melawan kezaliman, meski berperang bukanlah satu-satunya cara yang dikehendaki, bahkan terciptanya perdamaian adalah lebih didambakan oleh Islam. Dan karena itu, wahai kaum muslim, jika mereka atau sebagian dari orang-orang kafir itu condong kepada perdamaian, maka terimalah, sebab bukan perang itu sendiri yang dikehendaki Islam, dan untuk menguatkan mental kalian dari kemungkinan munculnya pengkhianatan di balik perdamaian tersebut, maka bertawakallah kepada Allah, serahkan seluruh urusan kepada-Nya setelah berusaha sekuat tenaga. Sungguh, Dia Maha Mendengar segala bentuk percakapan mereka, Maha Mengetahui apa saja yang mereka rencanakan atas kalian, dan Allah pasti akan membela kalian.", "long": "Bila musuh-musuh Islam itu, baik orang Yahudi maupun orang-orang musyrikin condong kepada perdamaian, mungkin karena mereka benar-benar ingin damai atau karena melihat kekuatan dan kekompakan kaum Muslimin atau karena belum mengkonsolidasikan diri untuk berperang atau karena sebab-sebab lain, maka hendaklah dijajaki kemungkinan damai. Sesudah ternyata bahwa berdamai tidak akan merugikan siasat perjuangan Islam, hendaklah diterima perdamaian itu, tentu saja dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang dapat menjamin kepentingan bersama dan tidak merugikan masing-masing pihak, karena dasar perjuangan Islam adalah perdamaian. Hal ini telah dipraktikkan Rasulullah pada waktu beliau menerima perdamaian Hudaibiyah antara kaum Muslimin dan kaum musyrikin pada tahun keenam Hijri. Meskipun syarat-syarat perdamaian Hudaibiyah itu jika dilihat sepintas merugikan kaum Muslimin, sehingga banyak para sahabat yang merasa keberatan, tetapi Rasulullah, yang mempunyai pandangan jauh dan taktik serta siasat yang bijaksana, dapat menerimanya. Ternyata kemudian sebagaimana diutarakan para ahli sejarah bahwa Perdamaian Hudaibiyah itu adalah merupakan landasan bagi kemenangan kaum Muslimin selanjutnya.\n\nSetelah perjanjian damai diterima, hendaklah Nabi bersama kaum Muslimin bertawakal sepenuhnya kepada Allah, karena Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui hakikat yang sebenarnya dari perdamaian, apakah orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin benar-benar jujur dan menginginkan terlaksananya perdamaian, atau hanya karena taktik dan siasat, atau karena hendak menipu atau menunggu lengahnya kaum Muslimin saja." } } }, { "number": { "inQuran": 1222, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 10, "page": 185, "manzil": 2, "ruku": 153, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062f\u064e\u0639\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iny yureedooo any-yakhda'ooka fainna hasbakal laah; Huwal lazeee aiyadaka binasrihee wa bilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "But if they intend to deceive you - then sufficient for you is Allah. It is He who supported you with His help and with the believers", "id": "Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1222", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1222.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1222.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka, orang-orang kafir, hendak menipumu dengan bersikap baik dan seolah-olah cenderung kepada perdamaian, maka sesungguhnya cukuplah Allah menjadi pelindung bagimu. Dialah satu-satu-Nya yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya, baik melalui cara yang wajar maupun yang tidak disadari dan dengan dukungan orang-orang mukmin, yaitu dari kaum Muhajirin dan Ansar.", "long": "Bila kaum Yahudi dan kaum musyrikin hendak menipu atau hendak mencari kesempatan untuk menyerang dengan adanya perdamaian, maka Allah memberikan jaminan kepada Nabi Muhammad saw bahwa hal itu tidak akan membahayakan kaum Muslimin. Cukuplah Allah (sebagai pelindung), Allah senantiasa melindungi Rasul-Nya dan melindungi umat Islam dan akan memberikan kemenangan kepada mereka bila musuh-musuh itu menyerang kembali. Allah telah memperkuat kedudukan Rasul-Nya dengan pertolongan yang diberikan-Nya kepada kaum Muslimin di masa-masa yang lalu seperti yang terjadi pada Perang Badar, di mana kaum Muslimin dalam keadaan lemah dan sedikit jumlahnya. Mereka dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berlipat ganda dan lengkap per-senjataannya. Allah telah mempersatukan hati kaum Muslimin sehingga mereka hidup rukun dan damai, cinta mencintai, dan saling menolong, sehingga mereka merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, padahal mereka sebelumnya hidup bersuku-suku dan bermusuhan antara satu golongan dengan golongan yang lain. Mereka pada mulanya terdiri dari kaum Muslimin yang datang ke Medinah dan kaum Anshar penduduk Medinah yang menyambut kedatangan kaum Muslimin itu. Kaum Anshar sendiri dahulunya terpecah-belah terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Antara kedua suku ini senantiasa terjadi permusuhan dan peperangan. Tetapi dengan kehendak Allah mereka semuanya menjadi umat yang bersatu di bawah panji-panji iman, bersedia mengorbankan harta dan jiwa untuk menegakkan kalimah Allah. Ini adalah satu karunia dari Allah yang tidak ternilai harganya yang tidak dapat dicapai walaupun dengan mengorbankan semua harta dan kekayaan. Kesatuan hati, kesatuan tekad dan kesatuan cita-cita dan ideologi adalah hal yang amat penting dan berharga untuk mencapai satu cita-cita. Inilah karunia Allah yang telah dimiliki oleh kaum Muslimin pada masa itu. Karena pentingnya karunia itu dan amat tinggi nilainya Allah mengingatkan mereka agar selalu mengingat Allah dengan firman-Nya:\n\nDan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ali 'Imran/3: 103)\n\nMaka dengan pertolongan Allah dan persatuan kaum Muslimin serta rasa cinta, kasih sayang yang terjalin antara sesama mereka, betapa pun kesulitan dan bagaimana pun besar bahaya yang akan menimpa tentu akan dapat ditanggulangi dan diatasi. Allah memperingatkan pula dalam ayat ini bagaimana tingginya nilai persatuan itu, sehingga bila Nabi Muhammad sendiri menghabiskan semua kekayaan yang ada di bumi untuk mencapainya pasti dia tidak akan berhasil. Tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka dengan iman yang kuat dan rasa kasih-sayang yang tinggi. Ini adalah satu tanda bahwa Allah meridai kaum Muslimin dan merestui perjuangan mereka dan mereka tidak perlu merasa khawatir sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 1223, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 10, "page": 185, "manzil": 2, "ruku": 153, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa allafa baina quloobihim; law anfaqta maa fil ardi jamee'am maaa allafta baina quloobihim wa laakinnallaaha allafa bainahum; innaahoo 'Azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And brought together their hearts. If you had spent all that is in the earth, you could not have brought their hearts together; but Allah brought them together. Indeed, He is Exalted in Might and Wise.", "id": "dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1223", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1223.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1223.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai bukti dukungan Allah kepada Nabi Muhammad adalah bahwa Dia yang mempersatukan hati mereka orang yang beriman, seperti suku Aus dan Khazraj. Bahkan hal itu rasanya mustahil bisa terwujud, walaupun kamu menginfakkan semua kekayaan yang berada di bumi, dan meski kamu mengerahkan segala upaya dan kemampuanmu niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Demikian ini, karena mereka telah bermusuhan dalam rentang waktu yang cukup lama dalam sebuah peperangan yang dikenal dengan \"Perang Bu'as\", bahkan itu telah berjalan sampai ratusan tahun. Akan tetapi, Allah melalui agama Islam telah mempersatukan hati mereka. Mereka rela meninggalkan rasa kesukuan yang sudah sedemikian melekat untuk melebur ke dalam ukhuwwah islamiyyah. Sungguh, Dia Mahaperkasa, sehingga tidak ada seorang pun yang mampu menandingi-Nya, Mahabijaksana atas segala kebijakan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa persatuan dan kesatuan atas dasar cinta dan kasih sayang yang hakiki tidak mungkin terwujud hanya dengan harta kekayaan, akan tetapi harus didasarkan atas keluhuran budi dan ketulusan jiwa.", "long": "Bila kaum Yahudi dan kaum musyrikin hendak menipu atau hendak mencari kesempatan untuk menyerang dengan adanya perdamaian, maka Allah memberikan jaminan kepada Nabi Muhammad saw bahwa hal itu tidak akan membahayakan kaum Muslimin. Cukuplah Allah (sebagai pelindung), Allah senantiasa melindungi Rasul-Nya dan melindungi umat Islam dan akan memberikan kemenangan kepada mereka bila musuh-musuh itu menyerang kembali. Allah telah memperkuat kedudukan Rasul-Nya dengan pertolongan yang diberikan-Nya kepada kaum Muslimin di masa-masa yang lalu seperti yang terjadi pada Perang Badar, di mana kaum Muslimin dalam keadaan lemah dan sedikit jumlahnya. Mereka dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berlipat ganda dan lengkap per-senjataannya. Allah telah mempersatukan hati kaum Muslimin sehingga mereka hidup rukun dan damai, cinta mencintai, dan saling menolong, sehingga mereka merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, padahal mereka sebelumnya hidup bersuku-suku dan bermusuhan antara satu golongan dengan golongan yang lain. Mereka pada mulanya terdiri dari kaum Muslimin yang datang ke Medinah dan kaum Anshar penduduk Medinah yang menyambut kedatangan kaum Muslimin itu. Kaum Anshar sendiri dahulunya terpecah-belah terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Antara kedua suku ini senantiasa terjadi permusuhan dan peperangan. Tetapi dengan kehendak Allah mereka semuanya menjadi umat yang bersatu di bawah panji-panji iman, bersedia mengorbankan harta dan jiwa untuk menegakkan kalimah Allah. Ini adalah satu karunia dari Allah yang tidak ternilai harganya yang tidak dapat dicapai walaupun dengan mengorbankan semua harta dan kekayaan. Kesatuan hati, kesatuan tekad dan kesatuan cita-cita dan ideologi adalah hal yang amat penting dan berharga untuk mencapai satu cita-cita. Inilah karunia Allah yang telah dimiliki oleh kaum Muslimin pada masa itu. Karena pentingnya karunia itu dan amat tinggi nilainya Allah mengingatkan mereka agar selalu mengingat Allah dengan firman-Nya:\n\nDan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ali 'Imran/3: 103)\n\nMaka dengan pertolongan Allah dan persatuan kaum Muslimin serta rasa cinta, kasih sayang yang terjalin antara sesama mereka, betapa pun kesulitan dan bagaimana pun besar bahaya yang akan menimpa tentu akan dapat ditanggulangi dan diatasi. Allah memperingatkan pula dalam ayat ini bagaimana tingginya nilai persatuan itu, sehingga bila Nabi Muhammad sendiri menghabiskan semua kekayaan yang ada di bumi untuk mencapainya pasti dia tidak akan berhasil. Tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka dengan iman yang kuat dan rasa kasih-sayang yang tinggi. Ini adalah satu tanda bahwa Allah meridai kaum Muslimin dan merestui perjuangan mereka dan mereka tidak perlu merasa khawatir sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 1224, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 10, "page": 185, "manzil": 2, "ruku": 153, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan Nabiyyu hasbukal laahu wa manittaba 'aka minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "O Prophet, sufficient for you is Allah and for whoever follows you of the believers.", "id": "Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1224", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1224.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1224.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menegaskan kalau masuknya seseorang ke dalam Islam bukan semata-mata usaha manusia tetapi juga anugerah Allah, maka melalui ayat ini Allah hendak menguatkan jiwa Rasulullah dan kaum mukmin agar tetap konsisten dalam berdakwah dan tidak pernah merasa gentar dengan orang-orang kafir atau siapa pun yang menghalang-halangi dan bahkan memeranginya, sebab di belakangnya ada Yang Mahakuat, Allah. Karena itu, beliau diseru, wahai Nabi Muhammad! Tidak ada satu pun yang bisa diandalkan untuk melindungimu, cukuplah Allah menjadi pelindung bagimu dan dikuatkan dengan dukungan dari orang-orang mukmin yang mengikutimu.", "long": "Pada ayat ini Allah mengulangi kembali jaminan-Nya kepada Nabi Muhammad, bahwa Allah akan menolongnya dengan bantuan kaum Muslimin yang benar-benar beriman dan yakin sepenuhnya bahwa Allah bersama mereka. Menurut riwayat dari Ibn Abbas, ayat ini turun sehubungan dengan masuk Islamnya Umar, menyusul Islamnya 33 orang laki-kali dan enam orang perempuan, seperti dikemukakan Jubair (lihat Tafsir al-Kabir, Jilid VIII, hlm 197-198). Dengan keimanan dan keyakinan itu tekad mereka tak akan digoyahkan oleh kejadian atau ancaman apa pun. Keimanan dan keyakinan itu digambarkan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, \"Orang-orang (Quraisy) telah mengumpul-kan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,\" ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, \"Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.\" (Ali 'Imran/3: 173)\n\nMaka dengan keyakinan dan tekad yang bulat yang ditimbulkan oleh keimanan dan jaminan Allah, kaum Muslimin siap untuk menerima perintah Allah, bagaimana pun berat dan sulitnya, meskipun dengan perintah itu mereka akan menghadapi musuh yang banyak atau bahaya yang besar." } } }, { "number": { "inQuran": 1225, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 10, "page": 185, "manzil": 2, "ruku": 154, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0634\u0652\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan Nabiyyu harridil mu'mineena 'alal qitaal; iny-yakum minkum 'ishroona saabiroona yaghliboo mi'atayn; wa iny-yakum minkum min'atuny yaghlibooo alfam minal lazeena kafaroo bi anahum qawmul laa yafqahoon" } }, "translation": { "en": "O Prophet, urge the believers to battle. If there are among you twenty [who are] steadfast, they will overcome two hundred. And if there are among you one hundred [who are] steadfast, they will overcome a thousand of those who have disbelieved because they are a people who do not understand.", "id": "Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1225", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1225.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1225.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar tidak menimbulkan kesan yang salah bahwa seakan-akan mereka hanya mengandalkan pertolongan Allah tanpa usaha, maka ayat ini melanjutkan perintah-Nya kepada Nabi Muhammad. Wahai Nabi Muhammad! Jangan pernah patah semangat dalam situasi dan kondisi apa pun, bahkan kobarkanlah terus semangat para mukmin untuk berperang melawan musuh yang memerangi kalian dalam peperangan. Sebab, jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kalian dengan kesabaran yang mantap dan mendarah daging sehingga melahirkan keberanian dan ketahanan jiwa untuk menghadapi kesulitan, niscaya mereka, yakni dua puluh orang itu, akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan apalagi jika ada seratus orang yang sabar dengan kesabaran yang mantap di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir. Keberhasilan kaum mukmin yang sabar dalam mengalahkan orang-orang kafir meski dengan jumlah yang tidak seimbang tersebut disebabkan orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti hikmah di balik syariat perang. Mereka berperang hanya semata-mata mempertahankan tradisi jahiliah dan maksud-maksud duniawi lainnya.", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengobarkan semangat kaum Muslimin untuk berperang menghadapi musuh dalam peperangan. Nabi melaksanakan perintah ini dengan mendorong para sahabat untuk maju berperang seperti dalam menghadapi Perang Badar. Meskipun jumlah tentara kafir Quraisy dari Mekah sangat banyak, dan perlengkapan mereka lebih baik, tetapi Nabi mendorong orang-orang yang beriman dengan mengatakan, \"Qumu ila jannatin 'ardzuha as-samawat wa al-ard (Bangkitlah kamu semua maju ke medan perang yang menyediakan surga yang luas, seluas langit dan bumi).\" \n\nDalam ayat ini Allah juga menegaskan bahwa kekuatan pasukan Muslim yang benar-benar beriman dan penuh tawakal kepada Allah akan dapat mengalahkan kekuatan musuh meskipun sepuluh kali lipat banyaknya. Andaikata pasukan kaum Muslimin hanya terdiri dari dua puluh orang prajurit, mereka dapat mengalahkan pasukan musuh yang terdiri dari dua ratus orang. Jika pasukan mereka terdiri dari seratus orang, mereka dapat mengalahkan pasukan musuh yang terdiri dari seribu orang, demikianlah seterusnya, setiap prajurit Allah dapat mengalahkan sepuluh musuh. Ini adalah satu perbandingan kekuatan yang tidak ada taranya dalam sejarah, karena cara peperangan pada masa itu bukan seperti peperangan pada masa kini.\n\nPeperangan pada masa sekarang sangat tergantung kepada kekuatan persenjataan dan kesempurnaannya. Pasukan yang kecil jumlah orangnya, yang diperlengkapi dengan senjata modern yang ampuh dapat saja dengan mudah mengalahkan pasukan besar tetapi hanya mempunyai senjata biasa saja.\n\nPeperangan pada masa itu benar-benar dengan mengadu kekuatan dan kecakapan karena alat-alat perang yang digunakan boleh dikatakan sama macam dan mutunya. Tidaklah mungkin rasanya suatu pasukan kecil akan dapat menang atas pasukan besar yang jumlahnya sepuluh kali lipat. Tetapi inilah yang ditegaskan Allah atau diperintahkan-Nya kepada kaum Muslimin. Mereka tidak boleh merasa gentar dan takut menghadapi lawan yang berlipat-ganda, karena mereka adalah orang-orang beriman yang berjuang bukan untuk kepentingan diri sendiri, atau untuk mencari harta benda dan kemegahan duniawi, tetapi mereka adalah tentara Allah yang berjuang untuk membela kebenaran; untuk meninggikan kalimah Allah dan untuk kejayaan agama yang telah diridai-Nya. Bila mereka gugur dalam pertempuran, mereka akan mati syahid, balasannya di sisi Allah tidak ternilai besarnya. \n\nLawan-lawan kaum Muslimin adalah orang-orang kafir yang hanya ingin mempertahankan kedudukan, pangkat dan harta benda. Mereka tidak mempunyai tujuan hidup yang tinggi dan mulia karena mereka tidak percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak percaya kepada hari kebangkitan. Hidup mereka adalah untuk berbangga-bangga dan mengutamakan harta benda belaka. Adapun orang Yahudi di Medinah meskipun percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi mereka tidak dapat lagi melihat kebenaran, karena mata mereka telah disilaukan oleh kesenangan dunia. Mereka ingin hidup, kalau dapat seribu tahun, mereka telah karam dalam dunia kebendaan, tak dapat luput dari sifat loba dan serakah. Kedua golongan ini benar-benar telah sesat dari jalan yang hak, tidak dapat lagi membedakan mana yang hak, mana yang bathil, mereka tidak tahu lagi jalan yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Orang dengan sifat demikian ini bila dihadapkan kepada pertempuran yang dahsyat mereka akan lari tunggang langgang karena lebih mengutamakan hidup daripada mati. Hal ini dijelaskan Allah dengan firman-Nya:\n\nSesungguhnya dalam hati mereka, kamu (muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti. (al-hasyr/59: 13) \n\nKalau Allah memerintahkan agar kaum Muslimin berani menghadapi musuh Allah yang berjumlah sepuluh kali jumlah mereka dan menyatakan bahwa mereka akan menang, maka kemenangan itu adalah pasti meskipun tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Karena itu mereka tidak boleh melarikan diri dari pertempuran dan harus bertempur mati-matian sampai tercapai kemenangan. Inilah derajat yang paling tinggi yang dapat dicapai oleh kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 1226, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 10, "page": 185, "manzil": 2, "ruku": 154, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0639\u0652\u0641\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064c \u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064c \u064a\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Al'aana khaffafal laahu 'ankum wa 'alima anna feekum da'faa; fa-iny yakum minkum mi'atun saabiratuny yaghliboo mi'atayn; wa iny-yakum minkum alfuny yaghlibooo alfaini bi iznil laah; wallaahu ma'as saabireen" } }, "translation": { "en": "Now, Allah has lightened [the hardship] for you, and He knows that among you is weakness. So if there are from you one hundred [who are] steadfast, they will overcome two hundred. And if there are among you a thousand, they will overcome two thousand by permission of Allah. And Allah is with the steadfast.", "id": "Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1226", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1226.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1226.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski ayat ini turun jauh setelah ayat sebelumnya, keduanya memiliki hubungan yang cukup jelas. Yakni setelah ayat sebelumnya memerintahkan agar tetap tegar dalam menghadapi musuh meski dengan jumlah tidak seimbang, maka sekarang, di saat ayat ini turun, Allah telah meringankan kalian, yaitu tidak lagi satu orang sebanding dengan sepuluh orang, karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan pada kalian, baik dari segi mentalitas maupun kelengkapan persenjataan, tidak seperti orang-orang mukmin sebelumnya. Maka jika di antara kalian, wahai kaum mukmin, ada seratus orang yang sabar dengan kesabaran yang mantap, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh dalam peperangan; dan jika di antara kalian ada seribu orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang kafir dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar dengan selalu memberi pertolongan dan atau menguatkan mental mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah memberikan keringanan bagi kaum Muslimin dalam menghadapi musuh yang menyerang mereka. Kalau pada ayat 65 Allah memerintahkan agar mereka berani menghadapi musuh yang berjumlah sepuluh kali lebih besar dari jumlah mereka, maka pada ayat ini dijelaskan bahwa mereka diberi keringanan karena mereka telah berada dalam keadaan lemah, baik dalam semangat maupun dalam persiapan perang. Dalam keadaan seperti ini mereka diharuskan menghadapi musuh yang jumlahnya dua kali jumlah mereka. Ini adalah suatu tingkat minimal yang harus mereka pertahankan, karena keringanan yang diberikan ini sudah banyak sekali dibanding dengan perintah semula dan tak ada alasan lagi untuk meminta keringanan lebih banyak lagi. Dengan keimanan yang kuat dan ketabahan serta keyakinan penuh akan mencapai kemenangan. Hal ini terbukti ketika mereka menghadapi kaum musyrikin pada Perang Badar. Kekuatan mereka kurang sepertiga kekuatan musuh, tetapi mereka dapat menghancurkan kaum musyrikin itu.\n\nPada Perang Yarmuk jumlah tentara yang dikumpulkan oleh kaisar Heraklius, kerajaan Romawi Timur, untuk menghadapi tentara kaum Muslimin, tidak kurang dari 200.000 (dua ratus ribu) orang, sedang tentara kaum Muslimin yang dikirim para sahabat hanya 24.000 (dua puluh empat ribu) orang saja. Berkat keimanan yang kokoh, kuat, dan semangat yang tinggi kaum Muslimin dapat mengalahkan musuh yang banyak itu. Diriwayatkan bahwa tentara Romawi yang mati pada pertempuran itu berjumlah 70.000 (tujuh puluh ribu) orang. Semua kemenangan yang diperoleh kaum Muslimin itu adalah sesuai dengan kehendak dan seizin Allah sebagai bukti bagi kebenaran ini. Allah berfirman:\n\nBetapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (al-Baqarah/2: 249)" } } }, { "number": { "inQuran": 1227, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 10, "page": 185, "manzil": 2, "ruku": 154, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u062b\u0652\u062e\u0650\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Maa kaana li Nabiyyin ai yakoona lahooo asraa hatta yuskhina fil ard; tureedoona aradad dunyaa wallaahu yureedul Aakhirah; wallaahu 'Azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "It is not for a prophet to have captives [of war] until he inflicts a massacre [upon Allah 's enemies] in the land. Some Muslims desire the commodities of this world, but Allah desires [for you] the Hereafter. And Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Tidaklah pantas, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1227", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1227.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1227.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beberapa ayat sebelumnya menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan dalam peperangan, di antaranya adalah ketentuan pembagian rampasan perang, maka ayat ini menjelaskan hukum-hukum lainnya, yaitu me-nyangkut tawanan perang. Tidaklah pantas, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia kukuh di muka bumi sehingga dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Teguran ini ditujukan kepada beliau, namun yang dimaksudkan adalah kaum muslim saat itu, dengan pengalihan arah pembicaraan dari orang ketiga kepada orang kedua jamak (kalian). Demikian ini, karena melalui tawanan biasanya kalian menghendaki harta benda duniawi dengan cara tawanan tersebut dibebaskan dan diganti dengan tebusan. Padahal, balasan duniawi itu akan sirna, sedangkan Allah menghendaki pahala akhirat yang bersifat kekal untuk kalian; dan justru pahala akhirat inilah yang sesungguhnya menjadi tujuan kalian dalam berjihad demi menegakkan agama Allah. Allah Mahaperkasa sehingga tidak mampu dikalahkan oleh siapa pun, bahkan Dia mampu memberi kemenangan kepada umat Islam dalam peperangan, seperti pada Perang Badar, Mahabijaksana dalam segala perintah dan perbuatan-Nya.", "long": "Ayat ini sebagai teguran terhadap keputusan Rasulullah menerima tebusan dari kaum musyrikin untuk membebaskan orang-orang mereka yang ditawan kaum Muslimin. Beliau condong kepada pendapat kebanyakan para sahabat yang menganjurkan agar para tawanan itu jangan dibunuh dan sebaiknya diterima saja uang tebusan dari mereka dan hasil tebusan itu dapat dipergunakan untuk kepentingan perjuangan dan persiapan perang bila musuh menyerang kembali. Karena itu Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa tidak patut bagi seorang Nabi dalam suatu peperangan menahan para tawanan dan menunggu putusan, apakah mereka akan dibebaskan begitu saja atau dengan menerima tebusan dari keluarga mereka, kecuali bila keadaan pengikut-pengikutnya, sudah kuat kedudukannya, dan musuhnya tidak berdaya lagi. Keadaan kaum Muslimin sebelum Perang Badar masih lemah dan kekuatan mereka masih terlalu kecil dibanding dengan kekuatan kaum musyrikin. Bila para tawanan itu tidak dibunuh, malah dibebaskan kembali meskipun dengan membayar tebusan, sedang mereka adalah pemuka dan pemimpin kaumnya, tentulah mereka akan kembali menghasut, dan mengumpulkan kekuatan yang besar untuk menyerang kaum Muslimin. Hal ini sangat berbahaya bagi kedudukan kaum Muslimin yang masih lemah. Seharusnya mereka tidak ditawan, tetapi langsung dibunuh di medan perang, sehingga dengan tewasnya para pembesar dan pemimpin itu kaum musyrikin akan merasa takut dan tidak berani lagi menyerang kaum Muslimin. Firman Allah dalam Surah Muhammad/47: 4): \n\nMaka apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir (di medan perang) maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka tawanlah mereka dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai. Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka. (Muhammad/47: 4) \n\nAyat ini bukan saja merupakan teguran kepada Nabi Muhammad, tetapi juga merupakan teguran kepada para sahabat dan kebanyakan kaum Muslimin yang menganjurkan agar para tawanan itu jangan dibunuh, karena mereka itu adalah kaum kerabat dan famili dan mungkin kelak akan menjadi orang yang beriman, apalagi uang tebusan mereka dapat dipergunakan untuk kepentingan mereka sendiri. Dengan anjuran ini mereka telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan siasat perang. Apa pun alasan yang mereka kemukakan, mereka telah dipengaruhi harta benda duniawi dan dengan tidak disadari mereka telah lupa dan tidak memikirkan lagi akibat dari pelaksanaan anjuran itu. Oleh sebab itu Allah dengan tegas menyatakan bahwa mereka menginginkan harta benda dan kehidupan duniawi, sedang Allah menghendaki agar mereka mencari pahala untuk di akhirat nanti dengan berjuang di jalan-Nya, meninggikan kalimat-Nya sampai kemuliaan dan ketinggian agama-Nya tercapai, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nPadahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin. (al-Munafiqun/63: 8)\n\nInilah cara yang dikehendaki Allah bagi orang-orang yang beriman dan berjuang dengan harta, dan segala kemampuan yang ada pada mereka bahkan dengan jiwa untuk mencapainya. Allah senantiasa akan menolong mereka. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 1228, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 10, "page": 185, "manzil": 2, "ruku": 154, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e \u0644\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Law laa Kitaabum minal laahi sabaqa lamassakum fee maaa akhaztum 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "If not for a decree from Allah that preceded, you would have been touched for what you took by a great punishment.", "id": "Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1228", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1228.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1228.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun begitu, Allah tetap menunjukkan belas kasih-Nya terhadap orang-orang yang beriman, dan ayat ini menjadi bukti kasih sayang-Nya. Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, yaitu bahwa Dia akan memaafkan hamba-Nya yang melakukan ijtihad dan ternyata salah, niscaya kalian ditimpa siksaan yang besar karena kalian telah mengambil keputusan yang salah melalui tebusan yang kalian ambil.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa tindakan kaum Muslimin menerima tebusan itu adalah tindakan yang salah. Kalau tidak karena ketetapan Allah yang telah ada sebelumnya bahwa Dia tidak akan menimpakan siksa kepada mereka karena kesalahan itu, tentulah mereka akan mendapat azab yang berat. \n\nMengenai yang dimaksud dengan \"ketetapan Allah yang telah ada untuk menyelamatkan kaum Muslimin dari siksaan karena kekhilafan itu\" para mufasir mengemukakan beberapa ayat di antaranya firman Allah:\n\nTetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (al-Anfal/8: 33)\n\nMeskipun ayat ini mengenai kaum musyrikin, tetapi kaum Muslimin lebih berhak atas ketetapan itu. Sedang kaum musyrikin yang sesat dan durhaka dapat selamat dari siksaan Allah dengan keberadaan Nabi di kalangan mereka, apalagi kaum Muslimin yang taat dan setia selalu membantu Nabi dan selalu meminta ampunan kepada Allah, tentu mereka lebih pantas tidak ditimpa siksa yang berat itu. Firman Allah:\n\nTuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-An'am/6: 54)" } } }, { "number": { "inQuran": 1229, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 10, "page": 185, "manzil": 2, "ruku": 154, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0646\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fakuloo mimaa ghanimtum halaalan taiyibaa; watta qullaah; innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "So consume what you have taken of war booty [as being] lawful and good, and fear Allah. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1229", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1229.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1229.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menegur Nabi Muhammad disebabkan mengambil keputusan yang salah karena mengikuti pendapat beberapa sahabat beliau, yaitu mengambil tebusan dari tawanan, maka melalui ayat ini Allah membolehkan untuk mengambil dan memanfaatkan rampasan perang tersebut sesuai dengan ketentuan Allah sebelumnya. Karena itu, makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kalian peroleh itu yang boleh jadi, sebelumnya kalian mengira hal itu tidak diperbolehkan sebagai akibat dari teguran keras tersebut. Karena itu, janganlah kalian ragu untuk memakannya sebagai makanan yang halal lagi baik bagi diri kalian dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang bagi siapa saja yang bertobat dan kembali kepada-Nya.", "long": "Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap hamba- hamba-Nya, maka dengan sifat mulia ini Allah mengampuni dan tidak menimpakan siksaan kepada kaum Muslimin, bahkan memberikan hak kepada mereka untuk memakan dan memiliki harta rampasan yang didapat dalam peperangan termasuk uang tebusan itu sebagaimana tersebut dalam riwayat berikut ini:\n\nDiriwayatkan bahwa pada mulanya kaum Muslimin tidak mau mempergunakan harta tebusan yang dibayar oleh kaum musyrikin, karena takut akan tersalah lagi apabila belum ada wahyu yang mengizinkan mereka memanfaatkannya, maka turunlah ayat ini. Ini adalah suatu bukti lagi bagi mereka atas rahmat dan kasih sayang Allah kepada mereka. Sesudah mereka melakukan kesalahan, mereka diampuni dan dibebaskan dari siksaan atas kesalahan itu, kemudian diizinkan pula memakan dan memiliki hasil dari tindakan salah itu, yaitu uang tebusan yang mereka terima dari para tawanan. Allah menegaskan bahwa harta yang didapat dari penebusan tawanan itu adalah halal dan baik, bukan seperti daging babi dan bangkai. Kemudian Allah menyuruh mereka agar selalu bertakwa kepada-Nya dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, karena Dialah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 1230, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 10, "page": 186, "manzil": 2, "ruku": 155, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062e\u0650\u0630\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan Nabiyyu qul liman feee aideekum minal asraaa iny-ya lamillaahu fee quloobikum khairany yu'tikum khayram mimmaaa ukhiza minkum wa yaghfir lakum; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "O Prophet, say to whoever is in your hands of the captives, \"If Allah knows [any] good in your hearts, He will give you [something] better than what was taken from you, and He will forgive you; and Allah is Forgiving and Merciful.\"", "id": "Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1230", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1230.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1230.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, yakni kekuasaanmu dan sahabat-sahabatmu, \"Jika Allah mengetahui, baik pada saat ini maupun akan datang, ada kebaikan di dalam hatimu, berupa keimanan yang benar, tobat yang tulus, niat yang baik serta tekad yang kuat untuk taat kepada Allah dan RasulNya serta menolong agama-Nya, niscaya Dia akan memberikan, kamu wahai kaum musyrik, anugerah yang lebih baik, berupa ampunan dan surga, dari apa yang telah diambil dari kamu berupa tebusan, dan Dia akan mengampuni dosa-dosa kamu.\" Allah Maha Pengampun bagi siapa saja yang bertobat dengan sebenar-benarnya, Maha Penyayang terhadap kaum mukmin dengan senantiasa memberi pertolongan, taufik dan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Rasulullah agar mengatakan kepada para tawanan yang merasa berat hatinya mengeluarkan harta untuk penebus diri mereka bahwa Allah akan mengganti harta yang mereka serahkan itu dengan yang lebih baik dan lebih bersih serta beriman kepada Allah. Allah akan mengampuni segala dosa termasuk syirik, memusuhi kaum Muslimin, memusuhi Islam, agama yang diridai-Nya dan melakukan berbagai macam tindakan yang dimurkai-Nya. Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1231, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 10, "page": 186, "manzil": 2, "ruku": 155, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0627 \u062e\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0643\u064e\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iny-yureedoo khiyaa nataka faqad khaanullaaha min qablu fa amkana minhum; wallaahu 'aleemum Hakeem" } }, "translation": { "en": "But if they intend to betray you - then they have already betrayed Allah before, and He empowered [you] over them. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "Tetapi jika mereka (tawanan itu) hendak mengkhianatimu (Muhammad) maka sesungguhnya sebelum itu pun mereka telah berkhianat kepada Allah, maka Dia memberikan kekuasaan kepadamu atas mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1231", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1231.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1231.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Boleh jadi muncul rasa kekhawatiran dalam benak Rasullah jika di kemudian hari mereka berkhianat, maka ayat ini menguatkan jiwa beliau. Jika mereka, tawanan-tawanan itu, hendak mengkhianatimu, wahai Nabi Muhammad, dengan menunjukkan sikap seakan condong kepada Islam padahal mereka berbohong, maka jangan khawatir, sesungguhnya sebelum itu pun mereka telah berkhianat kepada Allah berupa kemusyrikan dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya, maka Dia memberikan kekuasaan kepadamu atas mereka, yaitu kemenangan di Perang Badar meski dengan jumlah pasukan yang tidak seimbang. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Mahabijaksana dalam segala ketetapan-Nya.", "long": "Dengan keterangan yang diberikan Rasulullah kepada para tawanan itu sebagaimana yang diperintahkan Allah, banyak di antara mereka yang menyatakan masuk Islam dan tidak memusuhi lagi Nabi Muhammad saw beserta kaum Muslimin. Tetapi Allah memperingatkan dan menggembirakan hati Nabi akan sikap mereka selanjutnya dengan menerangkan pada ayat ini bahwa bila ada di antara mereka itu yang mengkhianati janjinya dengan kembali kepada kufur atau menyerang kaum Muslimin, maka Nabi tak perlu merasa gusar dan bersedih hati. Hal itu sudah lumrah dan biasa terjadi pada manusia. Bila dalam keadaan susah dan terdesak ia mengucapkan kata-kata yang manis dan mengemukakan janji yang muluk-muluk, tetapi bila berada dalam suasana aman dan baik ia mengingkari semua janjinya dan berbalik menjadi musuh yang lebih jahat lagi. \n\nBegitulah sifat sebagian kaum Musyrikin itu, karena sifat itu telah menjadi darah daging dalam tubuhnya. Sedang Allah Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa telah mereka khianati dengan mempersekutukan-Nya dan menyembah berhala serta melakukan perbuatan yang tidak diridai-Nya. Karena pengkhianatan terhadap Allah inilah maka Dia memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin, seperti yang terjadi pada Perang Badar, padahal kaum musyrikin itu lebih banyak jumlahnya dan lebih lengkap persenjataannya. Allah Maha Mengetahui segala apa yang tersimpan dalam hati mereka, dan Mahabijaksana dalam memberikan balasan terhadap apa yang diperbuat manusia, yang baik dibalas dengan pahala dan yang buruk dibalas dengan siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 1232, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 10, "page": 186, "manzil": 2, "ruku": 155, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0648\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u064a\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa haajaroo wa jaahadoo bi amwaalihim wa anfusihim fee sabeelil laahi wallazeena aawaw wa nasarooo ulaaa'ika ba'duhum awliyaaa'u ba'd; wallazeena aamanoo wa lam yuhaajiroo maa lakum minw walaayatihim min shai'in hatta yuhaajiroo; wa inistan sarookum fid deeni fa'alaiku munnasru illaa 'alaa qawmim bainakum wa bainahum meesaaq; wallaahu bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed and emigrated and fought with their wealth and lives in the cause of Allah and those who gave shelter and aided - they are allies of one another. But those who believed and did not emigrate - for you there is no guardianship of them until they emigrate. And if they seek help of you for the religion, then you must help, except against a people between yourselves and whom is a treaty. And Allah is Seeing of what you do.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1232", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1232.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1232.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan perang dan perdamaian dengan orang-orang kafir, bagaimana memperlakukan tawanan, serta bagaimana pengakuan keislaman yang tidak terbukti itu tidak ada manfaatnya, surah ini diakhiri dengan menjelaskan kegiatan yang bisa menjadi bukti keislaman seseorang, yakni hijrah. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah dari Mekah ke Madinah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, yakni kaum muhajirin, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman, yakni penduduk asli Madinah, dan memberi pertolongan kepada Muhajirin, mereka itu satu sama lain menjadi pelindung dan bahu-membahu dalam menegakkan kebenaran. Sementara terhadap orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagi kalian, wahai kaum muslim yang berhijrah, untuk melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. Meskipun begitu, jika mereka yang tidak ikut berhijrah meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan pembelaan agama Islam disebabkan adanya paksaan dari orang-orang kafir untuk murtad, maka kalian wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kalian dengan mereka, orang-orang kafir, karena menjaga perjanjian dengan siapa pun harus selalu dipegang teguh oleh setiap muslim. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.", "long": "Pada ayat ini disebutkan tiga golongan kaum Muslimin:\n\nGolongan pertama ialah yang memperoleh derajat tertinggi dan mulia di sisi Allah yaitu kaum Muhajirin yang hijrah bersama Nabi Muhammad saw ke Medinah dan orang-orang yang menyusul kemudian yaitu hijrah sebelum terjadinya Perang Badar. Kemudian sebagian ahli tafsir berpendapat termasuk juga dalam golongan ini orang-orang yang hijrah sebelum terjadinya perdamaian Hudaibiyah tahun ke-6 Hijri. Golongan pertama ini di samping perjuangannya di Medinah bersama-sama kaum anshar, telah berjuang pula sebelumnya di Mekah menghadapi kaum musyrikin yang kejam, yang tidak segan-segan melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap orang yang beriman pada agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. Semua kekerasan dan kekejaman yang ditimpakan kepada kaum muhajirin ini diterima dengan sabar dan tabah dan tidak dapat menggoyahkan keimanan mereka sedikitpun. Mereka tetap bertahan dan berjuang membela agama yang hak dan bersedia berkorban dengan harta dan jiwa, bahkan mereka bersedia meninggalkan kampung halaman, anak, istri dan harta benda mereka. Oleh sebab itu mereka diberi sebutan oleh Allah dengan keistimewaan, pertama: \"Beriman\", kedua: \"Berhijrah\", ketiga: \"Berjuang\" dengan harta dan benda di jalan Allah\".\n\nGolongan kedua ialah \"kaum Anshar\" di Medinah yang memeluk agama Islam, beriman kepada Nabi saw dan mereka berjanji kepada Nabi dan kaum Muhajirin akan bersama-sama berjuang di jalan Allah, bersedia menanggung segala resiko dan derita perjuangan, untuk itu mereka siap berkorban dengan harta dan jiwa. Nabi Muhammad saw menanamkan rasa ukhuwah Islamiah antara kedua golongan ini sehingga kaum Anshar memandang kaum Muhajirin sebagai saudara kandung, yang masing-masing golongan dapat mewarisi. Allah memberikan dua sebutan kepada mereka, pertama: \"Memberi tempat kediaman\" dan kedua: \"Penolong\" karena hal ini pula mereka dinamai \"Kaum Anshar\". Seakan-akan kedua golongan ini karena akrabnya hubungan telah menjadi satu, sehingga tidak ada lagi perbedaan hak dan kewajiban di antara mereka. Karena itu Allah telah menetapkan bahwa hubungan antara sesama mereka adalah hubungan karib kerabat, hubungan setia kawan, masing-masing merasa berkewajiban membantu dan menolong yang lainnya bila ditimpa suatu bahaya atau malapetaka. Mereka saling menolong, saling menasehati dan tidak akan membiarkan orang lain mengurus urusan mereka. Hanya dari kalangan merekalah diangkat pemimpin bilamana mereka membutuhkan pemimpin yang akan menanggulangi urusan mereka. \n\nSahabat Anas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah mengikat kaum Muhajirin dan kaum Anshar dalam suatu sumpah setia di rumahku. Hadis ini diriwayatkan oleh Anas kepada orang yang bertanya tentang hadis: \"Tidak ada perjanjian sumpah setia dalam Islam\".\n\nGolongan ketiga ialah golongan kaum Muslimin yang tidak hijrah ke Medinah. Mereka tetap saja tinggal di negeri yang dikuasai oleh kaum musyrik seperti orang mukmin yang berada di Mekah dan beberapa tempat di sekitar kota Medinah. Mereka tidak dapat disamakan dengan kedua golongan Muhajirin dan Anshar karena mereka tidak berada di kalangan masyarakat Islam, tetapi berada di kalangan masyarakat musyrikin. Maka hubungan antara mereka dengan kaum Muslimin di Medinah tidak dapat disamakan dengan hubungan antara mukmin Muhajirin dan Anshar dalam masyarakat Islam. Kalau hubungan antara sesama mukmin di Medinah sangat erat bahkan sudah sampai hubungan karib kerabat dan keturunan, maka hubungan dengan yang ketiga ini hanya diikat dengan keimanan saja. Bila terhadap mereka dilakukan tindakan yang tidak adil oleh kaum musyirikin, maka kaum Muslimin di Medinah tidak berdaya membela mereka karena mereka berada di negeri orang-orang musyrik, dan tidak ada hak bagi kaum Muslimin Medinah untuk campur tangan urusan dalam negeri kaum musyrikin. Andaikata mereka hijrah tentulah mereka akan bebas dari perlakuan sewenang-wenang dan tidak wajar itu. Adapun orang-orang mukmin yang tertawan oleh kaum musyrikin maka harus dibebaskan oleh kaum mukminin dengan segala daya upaya karena berdiamnya mereka di negeri kaum musyrikin bukanlah atas kehendak mereka, tetapi dalam keadaan terpaksa dan tidak dapat melarikan diri dari sana. Tetapi bila golongan ketiga ini minta tolong kepada kaum mukminin karena mereka ditindas dan dipaksa agar meninggalkan agama mereka atau ditekan dan selalu dihalangi dengan kekerasan dalam mengamalkan syariat Islam, maka kaum Muslimin diwajibkan memberikan pertolongan kepada mereka, bahkan kalau perlu dengan mengadakan serangan dan peperangan, kecuali bila antara kaum mukminin dan kaum musyrikin itu ada perjanjian damai atau perjanjian tidak saling menyerang. Demikianlah hubungan antara dua golongan pertama dengan golongan ketiga ini, yang harus diperhatikan dan diamalkan dan mereka harus bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Allah selalu melihat dan mengetahui apa yang dilakukan oleh hamba-Nya (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). Adapun golongan keempat akan diterangkan pada ayat 75." } } }, { "number": { "inQuran": 1233, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 10, "page": 186, "manzil": 2, "ruku": 155, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064c \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo ba'duhum awliyaaa'u ba'd; illaa taf'aloohu takun fitnatun fil ardi wa fasaadun kabeer" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieved are allies of one another. If you do not do so, there will be fitnah on earth and great corruption.", "id": "Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1233", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1233.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1233.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain, yakni satu sama lain tolong-menolong dalam kebatilan dan bersekongkol untuk memusuhi kalian. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah untuk saling melindungi dan bahu-membahu dalam membela serta meninggikan agama Allah, pada satu sisi, dan tidak melakukan hubungan yang intensif dengan orang-orang kafir yang memusuhi kalian, pada sisi lain, niscaya akan terjadi kekacauan yang dahsyat di bumi dan kerusakan yang besar antara lain bocornya rahasia dan tercerai-berainya barisan kaum muslimin.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa semua orang kafir meskipun berlainan agama dan aliran, karena ada di antara mereka yang musyrik, Nasrani, Yahudi dan sebagainya, dan meskipun antara mereka sendiri terjadi perselisihan dan kadang-kadang permusuhan, mereka semua bisa menjadi kawan setia antara sesama mereka dalam berbagai urusan. Sebagian mereka menjadi pemimpin bagi yang lain bahkan kadang-kadang mereka sepakat untuk memusuhi dan menyerang kaum Muslimin seperti terjadi pada perang Khandaq. Pada waktu turunnya ayat ini, dapat dikatakan bahwa yang ada di Hijaz hanya kaum musyrikin dan Yahudi. Orang Yahudi sering mengadakan persekutuan dengan kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi kaum Muslimin bahkan kerap kali pula mengkhianati perjanjian sehingga mereka diperangi oleh kaum Muslimin dan diusir dari Khaibar ke luar kota Medinah. Jadi kaum Muslimin harus menggalang persatuan yang kokoh dan janganlah sekali-kali mereka mengadakan janji setia dengan mereka atau mempercayakan kepada mereka mengurus urusan kaum Muslimin, karena hal itu akan membawa kepada kerugian besar atau malapetaka. Allah memperingatkan bila hal ini tidak diindahkah maka akan terjadilah fitnah dan kerusakan di muka bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 1234, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 10, "page": 186, "manzil": 2, "ruku": 155, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0648\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wa haajaroo wa jaahadoo fee sabeelil laahi wallazeena aawaw wa nasarooo ulaaa'ika humul mu'minoona haqqaa; lahum maghfiratunw wa rizqun kareem" } }, "translation": { "en": "But those who have believed and emigrated and fought in the cause of Allah and those who gave shelter and aided - it is they who are the believers, truly. For them is forgiveness and noble provision.", "id": "Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1234", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1234.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1234.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menyinggung tentang kaum Muhajirin dan Ansar, sedang ayat ini menjelaskan kedudukan mereka, yaitu bahwa orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, yakni kaum Muhajirin, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang Muhajirin demi tegaknya kebenaran dan agama Allah, yakni kaum Ansar, maka mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia berupa anugerah yang bermacam-macam baik di dunia maupun di akhirat.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan kelebihan kaum Muhajirin dan Anshar atas kaum Muslimin yang lain. Mereka diberi predikat orang-orang yang benar-benar beriman, yakni orang yang telah sempurna imannya. Hal itu telah mereka buktikan dengan perbuatan yang nyata semenjak dari turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad sampai berdirinya pemerintah Islam di Medinah. Orang Anshar telah berkorban dengan segala kesanggupan baik dengan harta benda maupun dengan jiwa untuk menegakkan agama Allah. Kalau tidaklah pertolongan dan bantuan sepenuhnya dari mereka belum tentu kaum Muhajirin akan dapat membina kekuatan Islam dengan sempurna. Berkat keimanan dan persatuan yang kuat antara kedua golongan ini dan kerja sama yang erat antara mereka, terwujudlah kekuatan yang hebat yang tak bisa dilumpuhkan oleh musuh-musuh Islam meskipun kekuatan mereka berlipat ganda banyaknya. Karena kelebihan mereka itu pulalah Allah menjanjikan bagi mereka ampunan dari segala kesalahan yang mereka perbuat sebelumnya dan bagi mereka disediakan pula di akhirat kelak rezeki yang tidak pernah putus yaitu surga yang penuh dengan nikmat yang tiada taranya.\n\nUntuk menjelaskan derajat tiga golongan yang pertama, kedua dan ketiga yang memiliki beberapa keutamaan ini, Allah berfirman:\n\n(Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. (al-hasyr/59: 8)\n\nDan firman Allah:\n\nDan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Medinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (al-hasyr/59: 9)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, \"Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.\" (al-hasyr/59: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 1235, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 10, "page": 186, "manzil": 2, "ruku": 155, "hizbQuarter": 74, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo mim ba'du wa haajaroo wa jaahadoo ma;akum faulaaa'ika minkum; wa ulul arhaami baduhum awlaa biba'din fee Kitaabil laah; innal laaha bikulli shai'in 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And those who believed after [the initial emigration] and emigrated and fought with you - they are of you. But those of [blood] relationship are more entitled [to inheritance] in the decree of Allah. Indeed, Allah is Knowing of all things.", "id": "Dan orang-orang yang beriman setelah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1235", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1235.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1235.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang beriman setelah kaum muslim awal yang berhijrah itu, yang kemudian akhirnya mereka berhijrah sesudah melewati waktu yang cukup lama dan berjihad bersamamu, maka mereka termasuk golonganmu, yaitu memiliki kedudukan yang sama menyangkut hak dan kewajiban. Apalagi di antara kaum muslim itu ada orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat, maka adanya hubungan kekerabatan itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya daripada yang bukan kerabat, menurut Kitab Allah, dalam hal perlindungan, kasih sayang, pertolongan, dan warisan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.", "long": "Pada ayat ini disebutkan golongan keempat yaitu orang-orang yang terlambat masuk Islam, terlambat beriman dan terlambat pula hijrah. Tetapi meskipun demikian mereka dapat ikut berjuang dengan ikhlas bersama kaum Muslimin. Mereka bersedia pula berkorban dengan harta dan jiwa seperti kawannya yang lebih dahulu masuk Islam. Karena itu mereka bukanlah tergolong \"pahlawan kesiangan,\" sebaliknya mereka dapat digolongkan ke dalam golongan Muhajirin dan Anshar meskipun derajat mereka di sisi Allah tidak setinggi derajat golongan pertama dan kedua ini. \n\nUntuk menjelaskan ketinggian derajat kaum Muhajirin dan Anshar itu Allah berfirman:\n\nTidak sama orang yang menginfakkan (hartanya) di jalan Allah di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (al-hadid/57: 10)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nOrang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah rida kepada mereka dan merekapun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (at-Taubah/9: 100)\n\nSebagai penutup ayat ini, Allah menerangkan kedudukan ulul arham (karib kerabat) dibandingkan dengan kedudukan kaum Muslimin umumnya. Ulul arham yang mukmin lebih dekat kepada seseorang dari kaum Muslimin lainnya, baik dari kaum Muhajirin maupun Anshar. Oleh sebab itu, merekalah yang lebih berhak menerima pertolongan, kesetiakawanan, dan mengurus berbagai urusan. Karena itu pula, wajib dibina hubungan antara mereka dengan saling menolong, waris mewarisi, dan mengangkat mereka menjadi wali dalam pernikahan dan sebagainya. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:\n\nMulailah (berbuat baik) kepada dirimu sendiri, maka beri nafkahlah dirimu lebih dahulu. Bila masih ada yang akan engkau nafkahkan berikanlah kepada keluargamu. Bila masih ada lagi sesudah memberi keluargamu berikanlah kepada karib kerabatmu. Dan bila masih ada lagi sesudah memberi karib kerabatmu, maka bertindaklah seperti itu, yakni ada yang lebih berhak daripada yang lain, dan demikianlah seterusnya. (Riwayat an-Nasa'i dari Jabir)\n\nDalam Al-Qur'an banyak pula terdapat firman Allah yang mendahulukan kedudukan karib kerabat yang terdekat yaitu ayah ibu dengan menyebutkan mereka pertama-tama kemudian baru diiringi dengan yang terdekat yakni ulul arham dan seterusnya, firman Allah:\n\nDan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia. (al-Baqarah/2: 83)\n\nMendahulukan orang tua dan karib kerabat dalam berbuat baik tidak berarti agama Islam mengajarkan atau mengizinkan nepotisme. Nepotisme sangat mengutamakan saudara dan karib kerabat serta teman-teman dekatnya dengan mengorbankan hak orang lain, baik dalam pengangkatan jabatan-jabatan tertentu dan dalam pemberian beberapa fasilitas (kemudahan) dengan menyisihkan orang lain yang juga berhak mendapatkannya. Nepotisme justru dilarang agama karena bertentangan dengan prinsip keadilan, sebab agama memerintahkan pemeluknya untuk selalu menegakkannya. Keadilan harus ditegakkan terhadap diri sendiri, terhadap orang tua, dan karib kerabat. Firman Allah dalam Surah an-Nisa/4: 135 menegaskan sebagai berikut:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan. (an-Nisa/4: 135)\n\nDemikianlah seterusnya hubungan di antara orang-orang mukmin dan demikianlah tingkat dan derajat mereka di sisi Allah. Hendaklah hal ini diperhatikan sebaik-baiknya agar kaum Muslimin dapat hidup tenteram dan bahagia, karena yang menetapkan tata tertib ini adalah Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu." } } } ] }, { "number": 9, "sequence": 113, "numberOfVerses": 129, "name": { "short": "التوبة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062a\u0648\u0628\u0629", "transliteration": { "en": "At-Tawba", "id": "At-Taubah" }, "translation": { "en": "The Repentance", "id": "Pengampunan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah. Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini. Dinamakan juga dengan Baraah yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin. Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat dari surat ini. Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah. Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Saidina 'Ali r.a. pada musim haji tahun itu juga." }, "preBismillah": null, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1236, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 10, "page": 187, "manzil": 2, "ruku": 156, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Baraaa'atum minal laahi wa Rasooliheee ilal lazeena 'anhattum minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "[This is a declaration of] disassociation, from Allah and His Messenger, to those with whom you had made a treaty among the polytheists.", "id": "(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1236", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1236.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1236.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rasulullah telah melakukan beberapa perjanjian dengan kaum musyrik Mekah, antara lain perjanjian agar kaum muslim tidak dihalangi untuk melaksanakan umrah, perjanjian untuk tidak melakukan perang di bulan-bulan haram (bulan-bulan mulia), dan perjanjian-perjanjian damai dengan kabilah-kabilah Arab sampai waktu tertentu. Namun, pada akhirnya mereka merusak perjanjian tersebut. Maka, dengan turunnya Surah at-Taubah atau Bara'ah ini, kaum muslim diperintahkan untuk tidak melakukan hubungan lagi dengan mereka. Karena itu, inilah pernyataan pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka, namun mereka merusak perjanjian tersebut.", "long": "Banyak masalah pokok yang diterangkan di dalam Surah al-Anfal, diterangkan pula dalam surah ini dengan pengungkapan yang lebih luas dan mendalam, ada kalanya lebih terperinci, sehingga surah ini dalam beberapa hal banyak menambah kesempurnaan surah al-Anfal. Allah mengutus Nabi Muhammad saw ke dunia ini sebagai rasul yang terakhir untuk mengembangkan agama Islam dengan dakwah yang berlandaskan dalil-dalil yang dapat meyakinkan kebenarannya, tidak ada paksaan yang berlandaskan kekuatan senjata dan harta benda. Akan tetapi kaum musyrikin terus menentangnya dengan segala macam cara, mulai dari perkataan sampai kepada perbuatan yang di luar batas-batas perikemanusiaan, sehingga banyak kaum Muslimin terpaksa hijrah ke negeri Habsyah (Ethiopia) dan tempat-tempat lain. Oleh karena Nabi Muhammad saw dan sebagian sahabatnya masih bertahan di Mekah, untuk melanjutkan dakwah, maka kaum musyrikin Quraisy mengadakan musyawarah di suatu tempat yang bernama \"Darun Nadwah\" untuk mengambil suatu keputusan apakah Muhammad harus dibunuh atau dibuang saja. Akhirnya mereka memutuskan bahwa Muhammad harus dibunuh. Di dalam keadaan yang gawat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw hijrah ke Medinah, yang kemudian diikuti oleh para sahabatnya yang mampu datang ke Medinah. Di Medinah, Nabi dan para sahabatnya yang turut hijrah disambut penduduknya yang Muslim dengan sambutan luar biasa, seperti yang diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. (al-hasyr/59: 9)\n\nSelanjutnya, Nabi saw mengadakan perjanjian damai dan tolong-menolong dengan orang-orang Yahudi, tetapi mereka berkhianat dan melanggar janji dengan menolong orang musyrikin yang selalu memusuhi Nabi di Mekah. Sehingga permusuhan dari kaum musyrikin bertambah meningkat, bahkan mereka bermaksud hendak menghancurkan agama Islam, maka perang disyariatkan dalam Islam. Kemudian Nabi mengadakan perjanjian damai dengan kaum musyrikin di Hudaibiyah untuk masa sepuluh tahun dengan syarat-syarat yang sangat lunak, yang seakan-akan menguntungkan kaum musyrikin, tetapi kaum musyrikin melanggar perjanjian itu, sehingga tidak ada pilihan lain bagi Nabi Muhammad dan kaum Muslimin, selain menghadapi tantangan itu dengan penuh keimanan dan keberanian. Akhirnya pada tahun ke-8 Hijri, kota Mekah dapat ditaklukkan oleh kaum Muslimin. Dengan demikian kekuatan kaum musyrikin menjadi lemah, akan tetapi mereka masih mengadakan perlawanan dengan segala cara yang masih bisa mereka lakukan, sehingga turunlah surah ini yang menyatakan pembatalan perjanjian perdamaian dan pemutusan hubungan dengan kaum musyrikin.\n\nAyat ini menyatakan pembatalan berbagai perjanjian damai dengan kaum musyrikin dengan cara yang lebih tegas dan positif dari yang sudah diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat. (al-Anfal/8: 58)\n\nBanyak pendapat ahli tafsir tentang perjanjian yang dibatalkan dalam ayat ini. Menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir bahwa pendapat yang terbaik dan terkuat ialah perjanjian yang ditentukan waktunya, sedang perjanjian yang masih berlaku, harus ditunggu sampai habis waktunya, sesuai dengan ayat keempat dari surah yang akan diterangkan kemudian ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1237, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 10, "page": 187, "manzil": 2, "ruku": 156, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0631\u064d \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faseehoo fil ardi arba'ata ashhurinw wa'lamoooannakum ghairu mu'jizil laahi wa annal laaha mukhzil kaafireen" } }, "translation": { "en": "So travel freely, [O disbelievers], throughout the land [during] four months but know that you cannot cause failure to Allah and that Allah will disgrace the disbelievers.", "id": "Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1237", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1237.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1237.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun begitu, mereka tetap diberi waktu untuk memikirkan kembali apakah memilih untuk masuk Islam dengan memegang perjanjian bersama, atau berperang. Di samping itu, penundaan tersebut agar mereka bisa mempersiapkan diri, seandainya harus memilih untuk berperang, sehingga perang berjalan secara adil. Maka di saat gencatan senjata tersebut, berjalanlah kalian, wahai kaum musyrik, di bumi Mekah, selama empat bulan yaitu mulai 10 Zulhijah sampai dengan 10 Rabi'ul Akhir, dengan leluasa dan tanpa takut diserang oleh kaum muslimin, sebagaimana keadaan kalian sebelum pemutusan hubungan ini. Dan setelah lewat empat bulan, maka ketahuilah bahwa kalian tidak dapat melemahkan Allah, meski didukung oleh personil tentara dan persenjataan yang lengkap; dan dengan kekalahan tersebut serta menjadi tawanan sesungguhnya Allah hendak menghinakan orang-orang kafir di dunia. Bahkan, di akhirat kelak, jika tidak bertobat, kalian merasakan siksa yang pedih (Lihat: Surah az-Zumar/39: 25-26). Inilah sikap toleransi Islam, pada satu sisi, dan menunjukkan keperkasaan Islam, pada sisi yang lain. Demikian ini, agar tidak muncul tuduhan bahwa kaum muslim sengaja menyerang mereka secara tiba-tiba tanpa memberi kesempatan berpikir atau mempersiapkan diri.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan agar kaum Muslimin memberi kesempatan kepada kaum musyrikin yang selalu mengkhianati janji, untuk berjalan di muka bumi selama empat bulan dengan bebas dan aman tanpa diganggu oleh siapa pun, agar mereka dapat berpikir lebih tenang untuk menentukan sikap mereka, apakah mau masuk Islam atau tetap menentang kaum Muslimin.\n\nAdapun mulai berlakunya masa empat bulan itu, menurut pendapat yang masyhur, ialah dari tanggal 10 Zulhijjah tahun ke-9 Hijri sampai dengan tanggal 10 Rabiul Akhir tahun ke-10 Hijri. Sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Masyar al-Madani dari Muhammad bin Ka'ab al-Qurazi dan lain-lain yang maksudnya: Rasulullah saw mengutus Abu Bakar sebagai Amir Haji tahun ke-9 Hijri dan mengutus pula Ali bin Abi thalib dengan membawa 30 atau 40 ayat Baraah untuk dibacakan kepada manusia di Mina.\n\nPendapat yang lain mengatakan, agar tidak bersimpang siur perlu dibedakan antara empat bulan yang dimaksud di sini dengan empat bulan yang diharamkan berperang secara umum seperti yang disebut dalam hadis yang sahih yang berbunyi:\n\nSesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana keadaan (bentuknya) pada hari yang diciptakan langit dan bumi. Setahun ada dua belas bulan, empat bulan daripadanya diharamkan berperang, tiga bulan berturut-turut yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, Muharam dan Rajab bulan yang terjepit, yang terletak di antara Jumadil (Akhir) dan Syaban. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakhirah)\n\nBulan yang empat di dalam hadis ini pulalah yang dimaksud dalam surah-surah al-Baqarah/2: 217, al-Maidah/5: 2, dan lain-lainnya yang dilarang berperang secara umum. Selanjutnya pada ayat ini Allah menerangkan bahwa jika orang-orang musyrikin itu masih menentang dan memusuhi Allah dan Rasul-Nya, maka mereka harus mengerti bahwa mereka tidak akan dapat melemahkan Allah, tapi mereka sendirilah yang akan memikul segala akibatnya. Hal serupa itu sudah menjadi sunnatullah yang berlaku bagi orang-orang kafir sebagaimana yang diterangkan dalam firman Allah:\n\nOrang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui. (Az-Zumar/39: 25-26)" } } }, { "number": { "inQuran": 1238, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 10, "page": 187, "manzil": 2, "ruku": 156, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0630\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d9 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa azaanum minal laahi wa Rasooliheee ilan naasi yawmal Hajjil Akbari annal laaha bareee'um minal mushrikeena wa Rasooluh; fa-in tubtum fahuwa khairullakum wa in tawallaitum fa'lamooo annakum ghairu mu'jizil laah; wa bashiril lazeena kafaroo biazaabin aleem" } }, "translation": { "en": "And [it is] an announcement from Allah and His Messenger to the people on the day of the greater pilgrimage that Allah is disassociated from the disbelievers, and [so is] His Messenger. So if you repent, that is best for you; but if you turn away - then know that you will not cause failure to Allah. And give tidings to those who disbelieve of a painful punishment.", "id": "Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1238", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1238.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1238.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menyatakan pemutusan hubungan dengan kaum musyrik Mekah, maka ayat ini menegaskan kembali maklumat ini serta menyebarluaskannya kepada semua orang dalam tenggang waktu empat bulan. Dan bahwa inilah satu maklumat atau pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriah, bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrik Mekah berupa pemutusan hubungan perjanjian dengan mereka; dan begitu pula Rasul-Nya melakukan hal yang sama. Kemudian Allah menegaskan kembali jika kalian, wahai kaum musyrik, bertobat, maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat; dan jika kalian berpaling dari keimanan yang benar atau tidak mau bertobat, maka ketahuilah bahwa kalian tidak dapat melemahkan atau lari dari azab Allah. Dan dengan demikian berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir tersebut bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih, baik di dunia ini sebagai tawanan atau terbunuh dan di akhirat kelak, yaitu dimasukkan ke dalam neraka.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan satu pernyataan pada hari Haji Akbar yang isinya menyatakan bahwa Allah dan Rasul-Nya memutuskan hubungan dan perjanjian dengan orang musyrik serta membersihkan agama mereka dari semua khurafat dan kesesatan.\n\nBanyak hadis-hadis sahih yang diriwayatkan bertalian dengan permasalahan ini, antara lain bahwa Abu Hurairah berkata:\n\nSaya (Abu Hurairah) diutus oleh Abu Bakar pada hari raya haji bersama dengan orang-orang yang ditugaskan untuk memaklumkan di Mina bahwa orang musyrik tidak diperbolehkan naik haji sesudah tahun ini dan tidak dibolehkan tawaf di Baitullah dengan telanjang. Kemudian Rasulullah saw menyusuli dengan mengutus Ali bin Abi thalib dan memerintahkannya untuk memaklumkan (membaca ayat) Baraah dan orang musyrik tidak dibolehkan haji lagi sesudah tahun itu dan tidak dibolehkan tawaf di Baitullah dengan telanjang (sebagaimana kebiasaan kaum musyrikin). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nAbu Hurairah berkata lagi:\n\nSaya bersama-sama dengan Ali bin Abi thalib ketika ia diutus Rasulullah saw kepada penduduk Mekah dengan (membacakan) ayat Baraah lalu ia bertanya, \"Apakah yang kamu serukan (umumkan).\" Ali menjawab, \"Kami serukan, bahwa tidak ada yang masuk surga melainkan orang-orang mukmin, tidak dibolehkan tawaf di Baitullah dengan telanjang, barang siapa yang ada janji dengan Rasulullah saw maka temponya atau masanya sampai empat bulan dan apabila selesai empat bulan, maka Allah dan Rasul-Nya membebaskan diri dari orang musyrikin, dan tidak dibolehkan orang musyrikin naik haji ke Baitullah ini sesudah tahun kita ini (tahun ke-9 Hijri).\" (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)\n\nPara ulama banyak mengemukakan pendapat tentang apa yang dimaksud dengan haji akbar, antara lain sebagai berikut:\n\na. Menurut Abdullah bin Harits, Ibnu Sirin dan Asy-Syafii bahwa yang dimaksud dengan haji akbar ialah hari Arafah, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah.\n\nb. Menurut Ibnu Qayyim dan lain-lainnya bahwa yang dimaksud dengan haji akbar ialah hari Nahar atau hari menyembelih kurban (10 Zulhijjah) berdasarkan hadis yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim.\n\nc. Al-Qadzi (Iyadz) mengatakan, \"Apabila kita meneliti pendapat-pendapat itu maka pendapat yang terpilih adalah haji akbar itu ialah hari-hari mengerjakan manasik haji sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid. Tetapi apabila kita membahas tentang hari raya Haji Akbar, maka tidak diragukan lagi ialah wukuf di Arafah karena haji adalah Arafah. Barang siapa yang dapat wukuf di Arafah, maka ia benar-benar melakukan ibadah haji, dan barang siapa yang tidak wukuf di Arafah, maka ia tidak memperoleh haji. Maka yang dimaksud dengan haji akbar dalam surah ini dan diucapkan Nabi saw dalam khutbahnya, ialah hari Nahar.\"\n\nAdapun sebab dinamakan haji akbar yang berarti haji besar, maka sebagian ulama mengatakan ialah untuk membedakannya dengan umrah yang disebut haji kecil. Ada pula yang mengatakan, karena amal-amal yang dikerjakan pada masa haji itu lebih besar pahalanya jika dibandingkan dengan amal-amal yang dikerjakan pada masa-masa yang lain. Ada pula yang mengatakan, karena pada waktu itulah nampak kemuliaan yang lebih besar bagi kaum Muslimin dan kehinaan bagi orang-orang musyrikin dan masih banyak lagi pendapat lain yang berbeda.\n\nMenurut ayat ini kelanjutan dari pemberitahuan itu ialah jika kaum musyrikin bertobat, menyesali kesesatan mereka dari perbuatan syirik, melanggar janji, dan sebagainya, dan kembali kepada jalan yang benar, yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menghilangkan permusuhan dengan kaum Muslimin, maka itulah yang paling baik bagi mereka untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Akan tetapi, jika mereka berpaling, tidak mau menerima kebenaran dan petunjuk dan tetap membangkang, maka mereka tidak akan dapat melemahkan kekuasaan Allah dan tidak akan dapat menghilangkan pertolongan yang dijanjikan Allah kepada Rasulullah saw dan kepada orang-orang mukmin, yaitu kemenangan mereka dalam mengalahkan orang-orang musyrik dan munafik. Mereka bukan saja menderita kekalahan dan kehinaan di dunia bahkan Rasulullah pun diperintahkan Allah untuk menyampaikan berita bahwa mereka akan mendapat siksa yang sangat pedih di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1239, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 10, "page": 187, "manzil": 2, "ruku": 156, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0642\u064f\u0635\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0650\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u062f\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illal lazeena 'aahattum minal mushrikeena summa lam yanqusookum shai'anw-wa lam yuzaahiroo 'alaikum ahadan fa atimmooo ilaihim 'ahdahum ilaa muddatihim; innal laaha yuhibbul muttaqeen" } }, "translation": { "en": "Excepted are those with whom you made a treaty among the polytheists and then they have not been deficient toward you in anything or supported anyone against you; so complete for them their treaty until their term [has ended]. Indeed, Allah loves the righteous [who fear Him].", "id": "kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1239", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1239.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1239.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian damai dengan kalian dan mereka sedikit pun tidak mengurangi atau merusak isi perjanjian dan tidak pula mereka membantu seorang pun yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya, kecuali mereka merusak perjanjian tersebut. Sebab, yang demikian itu merupakan ciri ketakwaan; dan sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa yang memenuhi janji. Ayat ini menunjukkan dua hal penting, yaitu penghormatan Islam kepada kafir mu'ahad (nonmuslim yang melakukan perjanjian damai dengan umat Islam); dan bahwa memenuhi janji dan kesepakatan merupakan pilar penting ketakwaan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa waktu yang diberikan kaum Muslimin kepada kaum musyrikin untuk menentukan sikap, tidak boleh lebih dari empat bulan, kecuali terhadap mereka yang mengadakan perjanjian dengan kaum Muslimin, dan terhadap mereka yang tidak mengurangi isi perjanjian itu dan tidak membantu orang-orang yang memusuhi kaum Muslimin, maka perjanjian itu harus dipelihara dan disempurnakan sesuai dengan isinya sampai kepada batas waktunya. Ibnu Abi hatim meriwayatkan bahwa Nabi menyempurnakan janjinya dengan suku Bani amrah dan Bani Kinanah.\n\nAyat-ayat ini dan ayat-ayat yang lainnya menunjukkan bahwa setiap perjanjian yang masih berlaku, wajib dipenuhi dan disempurnakan sesuai dengan syarat-syarat perjanjian itu, walaupun perjanjian itu dengan kaum musyrikin, selama mereka masih memenuhi semua syarat-syarat perjanjian itu.\n\nAkhir ayat ini menerangkan bahwa Allah swt menyukai orang-orang yang bertakwa. Hal ini menunjukkan bahwa memelihara dan menyempurnakan janji termasuk takwa. Karena memelihara perjanjian artinya memelihara pertanggung jawaban terhadap keadilan antara manusia yang membawa kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1240, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 10, "page": 187, "manzil": 2, "ruku": 156, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0646\u0633\u064e\u0644\u064e\u062e\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064f \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0652\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u0635\u064e\u062f\u064d \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0641\u064e\u062e\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fa izansalakhal Ashhurul Hurumu faqtulul mushrikeena haisu wajattumoohum wa khuzoohum wahsuroohum qaq'udoo lahum kulla marsad; fa-in taaboo wa aqaamus Salaata wa aatawuz Zakaata fakhalloo sabeelahum; innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And when the sacred months have passed, then kill the polytheists wherever you find them and capture them and besiege them and sit in wait for them at every place of ambush. But if they should repent, establish prayer, and give zakah, let them [go] on their way. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Apabila telah habis bulan-bulan haram, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1240", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1240.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1240.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini memerintahkan apa yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslim setelah habisnya masa tenggang tersebut. Apabila telah habis bulan-bulan haram, yakni masa tenggang waktu empat bulan yang diberi kepada kaum musyrik itu, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kalian temui saat itu, baik di luar tanah Haram maupun di wilayah tanah Haram, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian sehingga mereka tidak mampu bergerak dan meloloskan diri. Jika mereka bertobat dari kemusyrikan dan kekufuran yang membuat mereka memerangi umat Islam, dan memenuhi ketentuan-ketentuan agama secara konsekuen, seperti mendirikan salat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka, dan jangan ditangkap atau diawasi gerak-geriknya lagi. Sebab jika mereka benar-benar bertobat, Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Apabila telah selesai bulan-bulan yang diharamkan memerangi kaum musyrikin Mekah yaitu selama empat bulan terhitung mulai tanggal 10 Zulhijjah sampai dengan tanggal 10 Rabiul Akhir tahun 9 Hijriah, maka diperintahkan kepada kaum Muslimin untuk mengerjakan salah satu dari empat hal yang lebih bermanfaat bagi mereka, yaitu:\n\n1. Memerangi kaum musyrikin di mana saja mereka berada, baik di tanah suci maupun di luarnya.\n\n2. Menawan mereka.\n\n3. Mengepung dan memenjarakan mereka.\n\n4. Mengintai gerak gerik mereka dimana saja mereka berada.\n\nAdapun membunuh atau memerangi mereka di mana saja, menurut Ibnu Katsir, pendapat yang masyhur ialah bahwa ayat ini umum dan ditakhsiskan dengan firman Allah:\n\nDan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. (al-Baqarah/2: 191)\n\nAdapun tentang menawan mereka, telah diperbolehkan pada ayat ini, sedang pada surah sebelumnya belum diperbolehkan seperti firman Allah:\n\nTidaklah pantas, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. (al-Anfal/8: 67)\n\nAyat ini sesuai dengan hadis sahih antara lain sabda Nabi saw:\n\nSaya diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengakui bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah rasul Allah, dan mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Umar).\n\nAyat ini adalah salah satu dari empat ayat yang dinamakan \"ayatul qital\" artinya \"ayat-ayat perang\", karena empat ayat ini diturunkan untuk membunuh atau berperang dengan memakai kekuatan senjata.\n\nPertama: ayat ini untuk membunuh atau memerangi kaum musyrikin.\n\nKedua: untuk memerangi Ahli Kitab yang disebutkan dalam firman Allah:\n\nPerangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (at-Taubah/9: 29)\n\nKetiga: ialah memerangi orang-orang munafik yang disebut dalam firman Allah:\n\nWahai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik. (At-Tahrim/66: 9)\n\nKeempat: ialah memerangi orang-orang bugat (yang membuat kerusuhan) yang disebutkan dalam firman Allah:\n\nDan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. (al-hujurat/49: 9)\n\nDi antara ulama tafsir ada yang berpendapat bahwa ayat ini dinasakhkan oleh firman Allah:\n\nSetelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai. (Muhammad/47: 4)\n\nDi antara ulama ada yang berpendapat sebaliknya, yaitu ayat inilah yang menasakhkan ayat 4 Surah Muhammad tersebut, karena ayat ini turunnya kemudian. Dan ada pula yang berpendapat bahwa ayat ini tidaklah bertentangan dengan ayat 4 Surah Muhammad dan ayat-ayat lainnya, karena semua ulama berpendapat tentang kewajiban memberantas kekufuran dan kesesatan yang semuanya tidak harus dengan peperangan tetapi hendaknya disesuaikan dengan faktor-faktor lainnya, seperti kemampuan dan keadaan.\n\nApabila kaum musyrikin itu bertobat dan kembali ke jalan yang benar dengan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengucapkan dua kalimah syahadat, mengerjakan salat dan menunaikan zakat, maka kepada mereka harus diberi kebebasan yang luas, tidak diperangi, tidak ditawan, tidak dikurung, dan tidak diintai gerak geriknya lagi. Sebagai kesaksian lahiriyah beriman itu harus dengan mengucapkan dua kalimah syahadat setelah menyatakan masuk Islam. Dan yang dimaksud dengan salat di sini ialah salat fardzu lima waktu yang menjadi rukun Islam dan menunjukkan kepatuhan beriman yang dituntut bagi setiap mukmin tanpa perbedaan dari segi apa pun, salat ini membersihkan jiwa dan memperbaiki akhlak:\n\nSesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar. (al-'Ankabut/29: 45)\n\nDan karena salat itu mempunyai daya kekuatan mengadakan hubungan manusia dengan Tuhan. \n\nDan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (thaha/20: 14)\n\nTentang zakat di sini ialah zakat fardu (wajib) dalam Islam bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat-syaratnya, karena zakat ini selain membersihkan jiwa orang yang berzakat dari sifat-sifat tidak terpuji seperti cinta harta dan bakhil atau kikir, juga sangat diperlukan untuk fakir miskin dan untuk kepentingan umum. Tegasnya, orang-orang musyrik tidak boleh diperangi jika mereka masuk Islam dengan memenuhi tiga syarat yaitu:\n\n1. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengucapkan dua kalimah syahadat.\n\n2. Melaksanakan salat fardu lima waktu.\n\n3. Menunaikan wajib zakat apabila telah memenuhi syarat-syaratnya.\n\nSabda Rasulullah saw:\n\nSaya diperintahkan memerangi orang-orang hingga mereka bersyahadat bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka apabila mereka telah berbuat demikian, niscaya darah dan harta benda mereka terpelihara dari saya, kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka terserah kepada Allah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin 'Umar)\n\nBerdasarkan uraian tersebut di atas, maka sebagian ulama berpendapat bahwa orang-orang yang tidak melaksanakan salat lima waktu yang difardzukan tanpa udzur atau alasan yang dibolehkan syariat, dan orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat yang sudah cukup syarat-syaratnya, maka hukumnya wajib dibunuh. Sedang pendapat ulama lain mengatakan tidak wajib dibunuh, hanya ditazir oleh imam (penguasa) dengan memberikan hukuman penjara dan sebagainya menurut pertimbangannya, dan orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat, maka imam berhak mengambil zakatnya dengan paksa." } } }, { "number": { "inQuran": 1241, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 10, "page": 187, "manzil": 2, "ruku": 156, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e \u0643\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u063a\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0623\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in ahadum minal mushrikeenas tajaaraka fa ajirhu hattaa yasma'a Kalaamal laahi summa ablighhu maa manah; zaalika bi annahum qawmul laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And if any one of the polytheists seeks your protection, then grant him protection so that he may hear the words of Allah. Then deliver him to his place of safety. That is because they are a people who do not know.", "id": "Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1241", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1241.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1241.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski Allah mewajibkan kaum muslim untuk menyerang kaum musyrik setelah habis masa tenggang waktu atau disebabkan mereka merusak perjanjian, hal itu bukan berarti mereka tidak punya kesempatan untuk memperoleh perlindungan keamanan sedikit pun. Dan jika di antara kaum musyrik ada yang meminta perlindungan kepadamu, setelah habisnya masa tenggang waktu empat bulan, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah sehingga dengan begitu diharapkan mereka tertarik dan bisa insaf. Namun begitu, kamu tidak boleh memaksanya jika ternyata dia tidak mau masuk Islam. Bahkan, setelah dia tinggal bersama kaum muslim beberapa lama kemudian dia minta pulang ke tempat asalnya, maka antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui tentang kebenaran Islam.", "long": "Jika ada orang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepada Nabi Muhammad saw, untuk mendengarkan kalam Allah agar ia dapat mengetahui hakikat dakwah Islami yang disampaikan oleh Nabi, maka Nabi harus melindunginya dalam jangka waktu tertentu. Kalau ia mau beriman, berarti ia akan aman untuk seterusnya, dan kalau tidak, maka Nabi hanya diperintahkan untuk menyelamatkannya sampai kepada tempat yang diinginkannya untuk keamanan dirinya, selanjutnya keadaan kembali seperti semula yaitu seperti keadaan perang.\n\nDalam hal ini para ulama tafsir berbeda pendapat antara lain bahwa perlindungan (pengamanan) yang diberikan itu hanyalah kepada kaum musyrikin yang telah habis masa perjanjian damainya dengan kaum Muslimin selama ini, dan mereka tidak pernah melanggarnya. Dan apabila perjanjian itu masih berlaku, kaum Muslimin diperintahkan menyem-purnakannya sebagaimana telah dijelaskan pada ayat empat. Bahkan orang-orang musyrikin yang sudah habis tempo empat bulan yang diberikan kepada mereka untuk menentukan sikap, karena waktunya sudah cukup dan tidak perlu ditambah lagi, berlaku hukum perlindungan ini jika mereka memintanya. Tetapi sebagian ulama berpendapat bahwa kepada mereka yang ingin beriman masih diberi kesempatan yang lamanya empat bulan. Namun, menurut pendapat yang terkuat, hal ini diserahkan kepada imam.\n\nDalam persoalan ini Ibnu Katsir berpendapat bahwa orang kafir yang datang dari negeri harb (kafir) ke kawasan Islam untuk menunaikan suatu tugas seperti dagang, minta berdamai, minta menghentikan pertempuran, membawa jizyah (upeti) dan minta pengamanan kepada mereka, diberikan perlindungan selama dia berada di kawasan Islam sampai dia kembali ke negerinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1242, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 10, "page": 188, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064c \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kaifa yakoonu lilmush rikeena 'ahdun 'indallaahi wa 'inda Rasoolihee illal lazeena 'aahattum 'indal Masjidil Haraami famas taqaamoo lakum fastaqeemoo lahum; innallaaha yuhibbul muttaqeen" } }, "translation": { "en": "How can there be for the polytheists a treaty in the sight of Allah and with His Messenger, except for those with whom you made a treaty at al-Masjid al-Haram? So as long as they are upright toward you, be upright toward them. Indeed, Allah loves the righteous [who fear Him].", "id": "Bagaimana mungkin ada perjanjian (aman) di sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam (Hudaibiyah), maka selama mereka berlaku jujur terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur (pula) terhadap mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1242", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1242.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1242.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang pemutusan perjanjian dengan kaum musyrik Mekah juga Yahudi Bani Quraizah dan seruan untuk memerangi mereka setelah lewat masa tenggang empat bulan, maka ayat ini menunjukkan alasan mengapa pemutusan perjanjian itu harus dilakukan. Bagaimana mungkin ada perjanjian yang dimuliakan di sisi Allah dan Rasul-Nya bagi orang-orang musyrik yang telah sedemikian meresapnya kemusyrikan tersebut sehingga mereka tidak merasa bersalah setiap kali merusak perjanjian? Jika demikian, perjanjian damai tidak boleh dilanjutkan lagi, kecuali dengan orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka di dekat Masjidilharam, yakni dalam perjanjian Hudaibiyah, maka selama mereka berlaku jujur dengan tetap memegang perjanjian atau tidak khianat terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur pula terhadap mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa, yang memiliki sifat-sifat terpuji, antara lain dengan senantiasa jujur dan memegang perjanjian dengan siapa pun, bahkan dengan mereka yang berkhianat sekalipun.", "long": "Allah dan Rasul-Nya tidak dapat meneruskan dan memelihara perjanjian dengan orang-orang musyrikin kecuali dengan mereka yang mengindahkan perjanjian di dekat Masjidilharam. Oleh karena itu, sebagai patokan umum yang harus dilaksanakan oleh kaum Muslimin terhadap kaum musyrikin dijelaskan, bahwa jika mereka mematuhi syarat-syarat perjanjian, maka kaum Muslimin pun berbuat demikian pula terhadap mereka, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa, sedang orang-orang yang tidak mengindahkan syarat-syarat perjanjian adalah orang-orang yang berkhianat dan tidak bertakwa kepada Allah swt. \n\nYang dimaksud dengan perjanjian Masjidilharam di sini ialah perjanjian Hudaibiyah yang terjadi pada waktu Nabi Muhammad saw dan sejumlah besar para sahabat pada tahun ke-6 Hijri berangkat dari Medinah menuju Mekah untuk mengerjakan ibadah umrah setelah mereka sampai di suatu tempat yang bernama Hudaibiyah, 13 mil sebelah barat kota Mekah, mereka dicegat dan dihalang-halangi oleh orang-orang kafir Quraisy sehingga terjadilah perjanjian damai yang dinamakan dengan tempat itu.\n\nMenurut riwayat Ibnu Abi hatim bahwa di antara suku Arab musyrik yang mengindahkan perjanjian Hudaibiyah itu adalah suku Bani amrah dan suku Kinanah, sehingga menurut sebagian mufasir, Nabi dan kaum Muslimin menyempurnakan perjanjian Hudaibiyah dengan dua suku ini, meskipun telah habis jangka masa empat bulan yang diberikan kepada kaum musyrikin." } } }, { "number": { "inQuran": 1243, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 10, "page": 188, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u06da \u064a\u064f\u0631\u0652\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kaifa wa iny-yazharoo 'alaikum laa yarquboo feekum illanw wa laa zimmah; yurdoo nakum biafwaahihim wa taabaa quloobuhum wa aksaruhum faasiqoon" } }, "translation": { "en": "How [can there be a treaty] while, if they gain dominance over you, they do not observe concerning you any pact of kinship or covenant of protection? They satisfy you with their mouths, but their hearts refuse [compliance], and most of them are defiantly disobedient.", "id": "Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1243", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1243.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1243.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut ini memberikan alasan lain mengapa harus dilakukan pemutusan perjanjian dengan kaum musyrik. Bagaimana mungkin kamu tetap melakukan perjanjian damai dengan kaum musyrik Mekah yang jelas-jelas memusuhimu dan merusak perjanjian, padahal, di samping memusuhimu, mereka juga selalu menyembunyikan sikap khianat kepada kalian. Hal ini bisa dilihat dari sikap mereka. Jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak pula mengindahkan perjanjian. Di samping itu, ketika mereka masih lemah, mereka juga senantiasa menunjukkan sikap menipu dengan cara menyenangkan hatimu baik dengan mulut maupun sikapnya, sedang hatinya menolak. Demikian ini, karena kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik, yaitu mereka yang keluar dari ketaatan kepada Allah.", "long": "Di antara sebab pembatalan perjanjian itu ialah apabila kaum musyrikin memperoleh kemenangan terhadap kaum Muslimin, kemudian mereka tidak peduli lagi dengan hubungan kekerabatan dan ikatan perjanjian damai. Mereka pandai menarik simpati kaum Muslimin dengan kata-kata yang manis, padahal hati mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Mereka berbuat demikian karena kebanyakan mereka orang fasik yang tidak mengenal akidah yang benar dan akhlak yang baik, sehingga mereka berbuat menurut dan mengikuti hawa nafsunya. Jadi kaum musyrikin yang sudah demikian bencinya terhadap Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin, tentu tidak ada gunanya mengadakan perjanjian dengan mereka, bagaimanapun corak dan bentuknya. Mereka pada umumnya telah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Akhir ayat ini menerangkan bahwa kebanyakan mereka adalah orang fasik." } } }, { "number": { "inQuran": 1244, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 10, "page": 188, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ishtaraw bi Aayaatil laahi samanan qaleelan fasaddoo 'an sabeelih; innahum saaa'a maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "They have exchanged the signs of Allah for a small price and averted [people] from His way. Indeed, it was evil that they were doing.", "id": "Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1244", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1244.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1244.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap kefasikan itu juga menjadikan mereka berani memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, yakni ditukar dengan hal-hal yang bersifat duniawi, padahal ayat-ayat tersebut secara jelas telah menjadi bukti atas keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad. Maka, dengan sikapnya itu sesungguhnya mereka telah menghalang-halangi mereka sendiri dan orang lain dari jalan Allah. Sungguh, sikap yang demikian itu menunjukkan betapa buruknya apa yang mereka kerjakan, yakni perilaku sesat dan menyesatkan.", "long": "Kaum musyrikin menukar ayat-ayat Allah yang mengandung ajaran-ajaran tauhid, iman dan lain-lain dengan sesuatu yang sangat rendah mutu dan nilainya, agar mereka dapat terus menikmati keberuntungan duniawi yang mereka kehendaki dan untuk mempertahankan tradisi, kedudukan, kekuasaan, dan pengaruh yang membawa keberuntungan duniawi yang mereka nikmati. Pada hakikatnya, keberuntungan itu sangat sedikit dibandingkan dengan keberuntungan bila mereka beriman kepada ayat-ayat Allah yang membawa kebahagiaan akhirat yang kekal abadi. Tetapi kaum musyrikin itu tidak mempedulikan semuanya itu. Maka pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa perbuatan itu sangat buruk. Terutama jika semua tindakan itu dimaksudkan untuk menghalangi tersiarnya agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 1245, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 10, "page": 188, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yarquboona fee mu'minin illanw wa laa zimmah wa ulaaa 'ika humulmu 'tadoon" } }, "translation": { "en": "They do not observe toward a believer any pact of kinship or covenant of protection. And it is they who are the transgressors.", "id": "Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1245", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1245.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1245.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka bukan saja memperjualbelikan ayat-ayat Allah, menghalanghalangi orang lain dari jalan Allah, bahkan mereka juga tidak memelihara hubungan kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak pula mengindahkan perjanjian. Sikap mereka itulah bisa dianggap sebagai sikap orang-orang yang melampaui batas.", "long": "Karena kekufuran mereka, lenyaplah dari jiwa mereka hubungan kekerabatan dan ikatan-ikatan perjanjian, sehingga mereka tidak segan-segan menghantam orang mukmin dengan segala macam cara yang dapat mereka lakukan. Mereka berusaha mengambil setiap kesempatan untuk menghancurkan kaum Muslimin secara kelompok atau perorangan, secara terang-terangan atau sembunyi pada setiap kesempatan. Maka akhir ayat ini menyatakan bahwa berbagai perbuatan itu benar-benar telah melampaui batas." } } }, { "number": { "inQuran": 1246, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 10, "page": 188, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in taaboo wa aqaamus Salaata wa aatawuz Zakaata fa ikhwaanukum fid deen; wa nufassilul Aayaati liqawminy ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "But if they repent, establish prayer, and give zakah, then they are your brothers in religion; and We detail the verses for a people who know.", "id": "Dan jika mereka bertobat, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1246", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1246.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1246.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun, jika mereka bertobat dari perbuatan-perbuatan dosanya dan meninggalkan kekufuran dan kemusyrikan lalu masuk ke dalam Islam, serta secara konsisten melaksanakan ajaran-ajaran Islam dengan melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka berarti mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama yang memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk saling melindungi dan menyayangi. Kami menjelaskan ayat-ayat itu yang menjadi bukti wujud dan keesaan Allah bagi orang-orang yang mengetahui, yakni mereka yang mau mengambil manfaat atas bukti-bukti tersebut. Melihat konteksnya, rangkaian ayat di atas berkenaan dengan perilaku buruk Yahudi Bani Quraizah. Meski begitu, ayat-ayat tersebut telah memberi ciri-ciri kefasikan yang sangat dibenci Allah, yaitu merusak atau mengkhianati perjanjian, tidak jujur, dan memutuskan hubungan kekerabatan.", "long": "Kaum musyrik yang seharusnya dibunuh atau diperangi, jika mereka bertobat yakni beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan salat lima waktu dan menunaikan kewajiban zakat, maka Allah menyatakan bahwa mereka adalah saudara-saudara seagama dengan orang-orang mukmin yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa ada perbedaan. Ikatan persaudaraan yang demikian adalah ikatan yang sangat kuat dan luas yang dapat menghilangkan segala macam perselisihan dan permusuhan yang ditimbulkan oleh perbedaan suku, bangsa dan sebagainya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda:\n\nSaya diperintahkan memerangi manusia hingga bersyahadat bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah, maka apabila mereka bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah, mereka menghadap kiblat kita, memakan sembelihan kita dan salat seperti kita, maka haramlah atas kita darah mereka dan harta-harta mereka, kecuali menurut haknya. Mereka mempunyai hak dan kewajiban seperti orang-orang Islam. (Riwayat Muslim dari Anas bin Malik)\n\nAyat-ayat itu ditujukan kepada orang yang mau mengerti, terutama mengenai kaum musyrikin yang bertobat ataupun yang tidak dan bagaimana seharusnya mereka itu diperlakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 1247, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 10, "page": 188, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0643\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0626\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u06d9 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in nakasooo aimaanahum mim ba'di 'ahdihim wa ta'anoo fee deenikum faqaatilooo a'immatal kufri innahum laaa aimaana lahum la'allahum yantahoon" } }, "translation": { "en": "And if they break their oaths after their treaty and defame your religion, then fight the leaders of disbelief, for indeed, there are no oaths [sacred] to them; [fight them that] they might cease.", "id": "Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1247", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1247.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1247.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika pilihan bertobat ternyata tidak mereka hiraukan dan mereka tetap menunjukkan sikap permusuhan kepada umat Islam, maka ayat ini memberikan pilihan lain, yaitu berperang. Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian dengan kamu, dan mencerca agamamu, baik melalui sikap maupun ucapan, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, sehingga menjadi sangat wajar jika perjanjian dengan mereka tidak dilanjutkan. Kalaulah mereka terus mengganggu, maka perangilah mudah-mudahan mereka berhenti mengganggu dan menganiaya siapa pun.", "long": "Kaum musyrikin, apabila melanggar perjanjian yang sudah mereka buat dengan orang mukmin dan mereka mencerca agama Islam, maka Allah memerintahkan kaum Muslimin untuk memerangi pemimpin-pemimpin mereka, karena tidak menepati janjinya untuk menghentikan permusuhan dengan kaum Muslimin dan tidak mau bertobat. Para mufasir menerangkan bahwa yang dimaksud dengan mencerca agama Islam ialah mencerca Nabi, Al-Qur'an, dan lain-lain, sedang yang dimaksud membunuh atau memerangi pemimpin-pemimpin kafir di sini termasuk juga para pengikutnya. Memerangi kaum musyrikin itu diperkenankan bila mereka melanggar perjanjian damai dan menyerang Islam dan kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 1248, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 10, "page": 188, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0643\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u062c\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u062f\u064e\u0621\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u06da \u0623\u064e\u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alaa tuqaatiloona qawman nakasooo aimaanahum wa hammoo bi ikhraajir Rasooli wa hum bada'ookum awwala marrah; atakhshawnahum; fallaahu ahaqqu an takhshawhu in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Would you not fight a people who broke their oaths and determined to expel the Messenger, and they had begun [the attack upon] you the first time? Do you fear them? But Allah has more right that you should fear Him, if you are [truly] believers.", "id": "Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1248", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1248.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1248.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya memerintahkan kaum muslim untuk memerangi kaum musyrik yang merusak perjanjian, maka ayat-ayat berikut ini menjelaskan alasan memerangi mereka. Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah janjinya, untuk tidak saling mengganggu selama sepuluh tahun, juga perjanjian-perjanjian lainnya yang sering mereka langgar, dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dari kediaman beliau bahkan mereka sangat bernafsu untuk membunuh beliau dan mereka yang pertama kali memerangi kamu seperti dalam Perang Badar? Apakah kamu takut kepada mereka, hanya karena mereka didukung oleh kekuatan senjata dan pasukan yang banyak, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, karena Dialah Yang Mahaperkasa yang tidak mungkin dikalahkan oleh siapa pun jika memang kamu benar-benar orang-orang beriman dengan mantap.", "long": "Ayat ini mendorong semangat orang-orang mukmin untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh perintah memerangi kaum musyrikin. \n\nAllah menyebutkan tiga sebab utama yang membuktikan bahwa orang-orang musyrik tidak bisa didiamkan dan dibiarkan saja, yaitu:\n\n1. Mereka melanggar perjanjian Hudaibiyah yang telah mereka sepakati bersama Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya untuk tidak berperang selama 10 tahun dan tidak boleh saling mengganggu antara kedua belah pihak dan sekutu-sekutunya. Tetapi tidak lama berselang, pihak musyrikin Quraisy telah membantu sekutunya dari Bani Bakar untuk menyerang suku Khuzaah sekutu Nabi yang tinggal di Mekah. Oleh karena itu Nabi merasa berkewajiban membela kaum Muslimin. Akhirnya pada tanggal 20 Ramadzan tahun ke-8 Hijri, Mekah dapat dibebaskan oleh kaum Muslimin.\n\n2. Sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke Medinah, kaum musyrikin telah berusaha keras untuk mengusir Nabi Muhammad saw dari Mekah, memenjarakan atau membunuhnya dengan mempergunakan kekuatan dari suku Quraisy agar keluarga Nabi Muhammad saw sukar menuntut bela. Inilah yang diisyaratkan oleh firman Allah:\n\nDan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (al-Anfal/8: 30)\n\n3. Mereka yang memulai lebih dahulu memerangi kaum Mukminin di Badar, Uhud, Khandaq, dan lain-lain.\n\nSetelah menerangkan tiga sebab utama tersebut, semangat dan perhatian orang mukmin dibangkitkan agar tidak takut menghadapi kaum musyrikin, karena Allah yang lebih berhak untuk ditakuti jika benar-benar mereka beriman. Orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya harus berani berkorban demi kepentingan agama dan kebenaran tanpa dibayangi oleh suatu keraguan yang menimbulkan ketakutan dan kemunduran semangat yang sangat merugikan mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1249, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 10, "page": 189, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0634\u0652\u0641\u0650 \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaatiloohum yu'az zibhumul laahu bi aideekum wa yukhzihim wa yansurkum 'alaihim wa yashfi sudoora qawmim mu 'mineen" } }, "translation": { "en": "Fight them; Allah will punish them by your hands and will disgrace them and give you victory over them and satisfy the breasts of a believing people", "id": "Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1249", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1249.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1249.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas tiga alasan di atas, yakni merusak perjanjian damai untuk tidak saling mengganggu, berencana untuk mengusir Rasulullah dari tempat kediamannya, dan memulai untuk menyerang kaum muslimin, maka perangilah mereka, demi melaksanakan perintah Allah dan menggapai rida-Nya, bukan semata-mata untuk mengejar hal-hal yang bersifat duniawi seperti rampasan perang. Dengan begitu, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan perantaraan tanganmu, dan melalui peperangan itu pula Dia akan menghina mereka dengan kekalahan dalam perang sehingga menjadi tawanan dan menolongmu dengan kemenangan atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, setelah mereka mengalami penyiksaan dari kaum musyrik Mekah dalam waktu yang cukup lama yang akhirnya mereka bisa dikalahkan dan agama Islam memperoleh kemuliaan.", "long": "Ayat ini memerintahkan kaum Muslimin agar memerangi orang musyrik karena mereka telah melanggar janji dan memerangi Rasul dan kaum Muslimin. Jika mereka melaksanakan perintah itu, pasti Allah akan menyiksa kaum musyrikin dengan kekuatan kaum mukmin. Allah menjadikan mereka hina dan Allah menolong orang-orang mukmin menghilangkan kesedihan mereka yang menderita akibat pengkhianatan pihak musyrikin.\n\nYang dimaksud dengan Allah menyiksa orang-orang musyrik dengan kekuatan kaum Muslimin ialah membunuh dan menghancurkan mereka dalam peperangan. Yang menjadikan mereka hina ialah karena kekalahan mereka dan mereka dijadikan tawanan dan budak. \n\nMenurut riwayat Ikrimah dan ulama lain, orang mukmin yang hilang kesedihan hatinya, ialah suku Khuzaah, sedangkan menurut Ibnu 'Abbas suku Yaman dan Saba' yang telah masuk Islam yang pernah mendapat siksaan yang berat dari orang-orang musyrik Mekah. Mereka mengirimkan utusan mengadukan penderitaan mereka kepada Rasulullah di Medinah, maka Rasulullah menyampaikan salam dan kabar gembira, untuk menggembirakan hati mereka, sebab pertolongan Allah akan datang dalam waktu yang dekat." } } }, { "number": { "inQuran": 1250, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 10, "page": 189, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0638\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa yuzhib ghaiza quloobihim; wa yatoobullaahu 'alaa mai yashaaa'; wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And remove the fury in the believers' hearts. And Allah turns in forgiveness to whom He wills; and Allah is Knowing and Wise.", "id": "dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1250", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1250.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1250.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan, selain itu, Dia menghilangkan kemarahan hati mereka, orang-orang mukmin, yang disebabkan penyiksaan yang begitu kejam terhadap mereka sejak di Mekah. Namun begitu, jika mereka bertobat, maka akan diterima tobatnya dan mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kalian. Demikian ini, karena Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki jika memang secara tulus bertobat kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui segala urusan hamba-hamba-Nya, Mahabijaksana atas segala ketentuan syariat dan kebijakan-Nya.", "long": "Kekalahan kaum musyrikin itu akan melegakan hati dan menghilangkan kesedihan orang-orang mukmin yang banyak menderita siksaan dan penganiayaan dari kaum musyrik selama ini, karena mereka tidak mampu membela diri di Mekah dan tidak mampu pindah ke Medinah atau ke tempat lain yang aman. \n\nSelanjutnya pada akhir ayat ini diterangkan bahwa Allah menerima tobat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana. Ayat ini memberi isyarat bahwa kaum musyrikin banyak yang telah bertobat dan Allah telah menerima tobat mereka. Mereka menjadi orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan pembela agama Islam yang tangguh. Allah yang Maha mengatur hamba-Nya dan mengatur kepentingan perkembangan agama-Nya di kemudian hari." } } }, { "number": { "inQuran": 1251, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 10, "page": 189, "manzil": 2, "ruku": 157, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u062c\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am hasibtum an turakoo wa lammaa ya'lamil laahul lazeena jaahadoo minkum wa lam yattakhizoo min doonil laahi wa laa Rasoolihee wa lalmu'mineena waleejah; wallaahu khabeerum bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Do you think that you will be left [as you are] while Allah has not yet made evident those among you who strive [for His cause] and do not take other than Allah, His Messenger and the believers as intimates? And Allah is Acquainted with what you do.", "id": "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1251", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1251.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1251.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menerangkan kewajiban kaum muslim untuk memerangi kaum musyrik yang merusak perjanjian damai dengan mereka, sedang ayat ini menegaskan alasannya bahwa perintah berperang itu demi membedakan mana yang berperang dengan ikhlas karena Allah dan yang mengharap duniawi semata. Apakah kamu, wahai kaum mukminin, mengira bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja hanya gara-gara kamu mengaku sebagai orang mukmin (Lihat: Surah al'Ankabut/29: 1-3), padahal Allah belum mengetahui kesungguhan keimanan kamu sebagai orang-orang yang berjihad di antara kamu dengan jihad yang sesungguhnya sehingga kaum musyrik tidak lagi berani merusak perjanjian dan mencerca agamamu, dan apakah juga telah terbukti bahwa kamu tidak mengambil kaum musyrik yang menjadi musuhmu itu sebagai teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, sebab mereka akan selalu menciptakan kerusakan dan fitnah di antara kamu? Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan dan akan membalasnya dengan balasan yang setimpal.", "long": "Ayat ini memberikan peringatan yang sangat penting kepada kaum Muslimin untuk memerangi kaum musyrik. Allah juga mengajak mereka agar introspeksi diri berpikir dengan penuh kesadaran tentang hal-hal berikut:\n\na. Apakah selama ini mereka sudah sungguh-sungguh melaksanakan jihad sebagaimana mestinya?\n\nb. Apakah orang musyrik tidak akan memerangi mereka lagi dan tidak akan melanggar perjanjian sebagaimana yang biasa mereka lakukan?\n\nc. Apakah orang musyrik tidak akan mencerca agama Islam lagi dan menghalang-halangi orang untuk menganutnya, seperti yang mereka lakukan semenjak lahirnya agama Islam.\n\nd. Apakah kaum Muslimin sudah lupa tingkah laku orang-orang munafik yang menikam Nabi dan kaum Muslimin dari belakang?\n\ne. Apakah Muslimin dibiarkan saja tanpa mendapat cobaan dan ujian sehingga diketahui siapa yang benar-benar beriman dan berjihad di jalan Allah dan tidak mengambil orang musyrikin menjadi teman kepercayaan dan siapa yang berbuat sebaliknya?\n\nKaum Muslimin harus tabah menghadapi segala macam cobaan dan ujian, tidak boleh merasa cepat puas dengan hasil yang sudah dicapai dan tidak boleh pula malas dan bosan untuk meneruskan jihad. Mereka juga harus mengetahui kewajiban menjaga diri dan waspada terhadap segala tipu daya musuh, dan tidak boleh menjadikan mereka teman akrab. Hal ini sudah banyak diperingatkan di dalam Al-Qur'an, antara lain firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. (Ali 'Imran /3: 118)\n\nAllah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan kaum Muslimin dalam melaksanakan perintah berjihad dan apa yang tersimpan dalam hati mereka, oleh karena itu diperintahkan agar mereka mematuhi petunjuk dan perintah Allah sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 1252, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 10, "page": 189, "manzil": 2, "ruku": 158, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "maa kaana lilmushrikeena ai ya'muroo masaajidal laahi shaahideena 'alaaa anfusihim bilkufr; ulaaa'ika habitat a'maaluhum wa fin naari hum khaalidoon" } }, "translation": { "en": "It is not for the polytheists to maintain the mosques of Allah [while] witnessing against themselves with disbelief. [For] those, their deeds have become worthless, and in the Fire they will abide eternally.", "id": "Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1252", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1252.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1252.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rangkaian ayat-ayat di atas menunjukkan pembatalan perjanjian dengan kaum musyrik, sedang ayat ini menegaskan pembatalan amalamal mereka yang selalu mereka banggakan, seperti memakmurkan masjid. Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik, setelah penaklukan kota Mekah, memakmurkan masjid Allah, yakni Masjidilharam dan juga masjid-masjid yang lain, padahal mereka mengakui sendiri kalau mereka itu kafir. Sebab, tanpa didasari iman yang benar, maka amal mereka itu akan sia-sia belaka, dan justru kekufurannya itu menjadikan mereka kekal di dalam neraka sedangkan amal-amal baiknya tidak ada manfaatnya bagi mereka. (Lihat: Surah Ibrahim/14: 18 dan an-Nur/24: 38).", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tidak pantas bagi kaum musyrikin memakmurkan Masjidilharam dan mesjid-mesjid lainnya. Memakmurkan mesjid Allah hanyalah dengan menjadikan tempat itu untuk mengesakan dan mengagungkan Allah serta menaati-Nya. Hal ini dilakukan hanya oleh orang-orang mukmin. Memakmurkan mesjid, ialah membangunnya, mengurusnya, menghidupkannya dengan amal ibadah yang diridai Allah. Memakmurkan yang dilarang untuk orang bukan Muslim, ialah penguasaan terhadap mesjid, seperti menjadi pengurusnya. Adapun mempergunakan tenaga orang bukan Muslim untuk membangun mesjid, seperti memakai tukang bangunan dan sebagainya tidak dilarang. Begitu juga kaum Muslimin boleh menerima mesjid yang dibangun oleh orang bukan Muslim atau yang membangunnya diwasiatkan oleh orang bukan Muslim, atau memperbaiki-nya selama tidak mengandung tujuan yang membikin mudarat kepada kaum Muslimin.\n\nSekalipun para mufasir berbeda pendapat tentang mesjid yang dimaksud dalam ayat ini, apakah Masjidilharam saja, sesuai dengan turunnya ayat ini, seperti tersebut pada permulaan tafsir ayat ini, dan sesuai pula dengan bacaan sebagian ulama qira'at yang membacakan dengan masjid artinya lafal mufrad (tunggal) yaitu Masjidilharam, atau yang dimaksud semua mesjid Allah, sesuai dengan lafal jamak masajid. Tetapi semua pendapat, baik Masjidlharam ataupun mesjid-mesjid lainnya, tidak pantas dan tidak boleh bagi musyrikin untuk memakmurkannya. \n\nSelanjutnya pada ayat ini Allah menerangkan bahwa amal dan pekerjaan orang-orang kafir yang mereka bangga-banggakan, yaitu memakmurkan Masjidilharam, memberi minum orang-orang haji, dan lain-lain akan sia-sia selama mereka di dalam kesyirikan. Firman Allah:\n\nSekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan. (al-Anam/6: 88)\n\nAkhir ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik itu kekal dalam neraka, karena tidak ada amal mereka di dunia yang berguna dan dapat menolong mereka di hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1253, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 10, "page": 189, "manzil": 2, "ruku": 158, "hizbQuarter": 75, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa ya'muru masaa jidal laahi man aamana billaahi wal Yawmil Aakhiri wa aqaamas Salaata wa aataz Zakaata wa lam yakkhsa illal laaha fa'asaaa ulaaa'ika ai yakoonoo minal muhtadeen" } }, "translation": { "en": "The mosques of Allah are only to be maintained by those who believe in Allah and the Last Day and establish prayer and give zakah and do not fear except Allah, for it is expected that those will be of the [rightly] guided.", "id": "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1253", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1253.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1253.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah kriteria mereka yang berhak memakmurkan masjid. Sesungguhnya yang paling berhak memakmurkan masjid Allah hanyalah orangorang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap atau senantiasa melaksanakan salat, menunaikan zakat jika mampu dan tidak takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah, maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang bisa diharapkan untuk selalu mendapat petunjuk ke jalan yang benar.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa yang patut memakmurkan mesjid-mesjid Allah hanyalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya serta percaya akan datangnya hari akhirat tempat pembalasan segala amal perbuatan, melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Orang-orang inilah yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk untuk memakmurkan mesjid-mesjid-Nya. Banyak hadis yang menjelaskan tentang keutamaan memakmurkan mesjid, antara lain sabda Rasulullah saw:\n\nBarang siapa membangun mesjid bagi Allah untuk mengharapkan keridaan-Nya, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah dalam surga. (Riwayat al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi dari 'Utsman bin Affan)\n\nSabda Rasulullah saw:\n\nApabila kamu melihat seseorang membiasakan diri (beribadah) di mesjid, maka bersaksilah bahwa ia orang yang beriman. (Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-hakim dari Abi Said al-Khudri)\n\nDan sabdanya yang lain:\n\nSesungguhnya ada seorang perempuan yang biasa menyapu mesjid lalu meninggal dunia, Rasulullah saw menanyakannya, dan ketika dikatakan kepadanya bahwa perempuan itu sudah meninggal, Rasulullah berkata, \"Mengapa kamu tidak memberitahukan kepada saya, agar saya salatkan ia. Tunjukkanlah kepadaku di mana kuburnya.\" Maka Rasulullah mendatangi kuburan itu, lalu ia salat di atasnya. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)\n\nDalam hadis lain:\n\nBarang siapa menyalakan penerangan lampu dalam mesjid, niscaya para malaikat dan para pembawa arasy senantiasa memohon ampun kepada Allah agar diampuni dosanya selama lampu itu bercahaya dalam mesjid. (Riwayat Salim ar-Razi dari Anas r.a.)" } } }, { "number": { "inQuran": 1254, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 10, "page": 189, "manzil": 2, "ruku": 158, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0633\u0650\u0642\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0645\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aja'altum siqaayatal haaajji wa 'imaaratal masjidil haraami kamman aamana billaahi wal Yawmil Aakhiri wa jaahada fee sabeelil laah; laa yastawoona 'indal laah; wallaahu laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Have you made the providing of water for the pilgrim and the maintenance of al-Masjid al-Haram equal to [the deeds of] one who believes in Allah and the Last Day and strives in the cause of Allah? They are not equal in the sight of Allah. And Allah does not guide the wrongdoing people.", "id": "Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1254", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1254.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1254.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menerangkan keunggulan mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan berjihad di jalan Allah. Apakah kebiasaan kamu sekalian, wahai kaum musyrik, yang memberi minuman kepada orangorang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil-haram, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka jelas-jelas tidak sama di sisi Allah, sebab itu semua dilakukan bukan atas dasar iman yang benar, justru perbuatan baik itu mereka iringi dengan kemusyrikan. Padahal, syirik adalah bentuk kezaliman yang terbesar, dan Allah tidak akan memberikan petunjuk, yakni bimbingan ke jalan yang benar, kepada orang-orang zalim.", "long": "Pertanyaan yang terkandung dalam ayat ini ditujukan kepada orang-orang mukmin yang berselisih tentang amal saleh yang lebih utama seperti tersebut di atas. Sebagai jawaban diterangkan bahwa mengurus Masjidil-haram dan menyediakan minuman bagi orang-orang yang mengerjakan haji tidak dapat disamakan keutamaannya dengan beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah. Amal-amal yang tersebut pada bagian pertama meskipun termasuk amal kebajikan tetapi derajatnya tidak sebanding dengan derajat amal-amal yang tersebut kemudian, yaitu iman dan jihad di jalan Allah sebagaimana tersebut dalam ayat ini.\n\nMenganggap dua macam amal tersebut sama adalah suatu anggapan yang tidak pada tempatnya, dan bertentangan dengan petunjuk Allah apalagi kalau dianggap bahwa amal pertama lebih utama dari amal kedua." } } }, { "number": { "inQuran": 1255, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 10, "page": 189, "manzil": 2, "ruku": 158, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0638\u064e\u0645\u064f \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0629\u064b \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0626\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena aamanoo wa haajaroo wa jaahadoo fee sabeelil laahi bi amwaalihim wa anufsihim a'zamu darajatan 'indal laah; wa ulaaa'ika humul faaa'izoon" } }, "translation": { "en": "The ones who have believed, emigrated and striven in the cause of Allah with their wealth and their lives are greater in rank in the sight of Allah. And it is those who are the attainers [of success].", "id": "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1255", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1255.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1255.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang beriman terutama kepada Allah dan hari akhir, dan berhijrah dengan meninggalkan hal-hal yang dilarang serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dibanding orang-orang kafir itu meski mereka berbuat baik seperti memberi minum orang-orang yang haji dan memakmurkan Masjidilharam. Mereka, yakni orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad, itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan yang hakiki.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dengan iman yang kokoh yang mendorongnya rela hijrah meninggalkan kampung halamannya, harta kekayaan dan karya usahanya, berpisah dengan anak istrinya, orang tua dan sanak saudaranya, mereka adalah orang-orang yang melaksanakan amal perbuatan yang berat dan membutuhkan banyak pengorbanan. Apalagi jika amal-amal yang tersebut diikuti dengan jihad di jalan Allah yaitu dengan mengorbankan harta kekayaan dan jiwa raganya.\n\nUntuk orang-orang yang berbuat demikian Allah akan memberikan penghargaan yang tinggi serta keberuntungan dan kebahagiaan. Adapun orang-orang mukmin yang tidak hijrah dan tidak jihad di jalan Allah, meskipun mereka menyediakan minumam bagi para jemaah haji dan memakmurkan Masjidilharam, penghargaan Allah kepada mereka dan pahala yang diberikan kepada mereka tidak sebesar apa yang diterima oleh orang-orang yang hijrah dan berjihad. Tentang amal seseorang yang tidak didasari dengan iman kepada Allah akan sia-sialah amal itu. Karena orang kafir tidak akan memperoleh pahala di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1256, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 10, "page": 190, "manzil": 2, "ruku": 158, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064d \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064c \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yubashshiruhum Rabbuhum birahmatim minhu wa ridwaaninw wa Jannaatil lahum feehaa na'eemum muqeem" } }, "translation": { "en": "Their Lord gives them good tidings of mercy from Him and approval and of gardens for them wherein is enduring pleasure.", "id": "Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1256", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1256.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1256.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah kemenangan dan keberuntungan hakiki yang mereka peroleh, yakni Tuhan akan senantiasa menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat yang sangat luas, dan mengistimewakan mereka dengan keridaan-Nya. Inilah balasan yang sesungguhnya. Dan, bukan hanya itu, di akhirat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang hijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka akan mendapat balasan rahmat yang luas, keridaan yang sempurna dan surga yang menjadi tempat tinggal mereka selama-lamanya. Pahala terbesar adalah memperoleh rida Allah sebagaimana firman-Nya:\n\nAllah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga 'Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung. (at-Taubah/9: 72)\n\nHal ini disebutkan juga dalam hadis Nabi Muhammad saw:\n\nAllah berkata kepada ahli surga, \"Wahai ahli surga.\" Mereka menjawab, \"Kami patuh kepada Engkau ya Tuhan kami.\" Allah berkata, \"Apakah kamu sekalian telah rida.\" Mereka menjawab, \"Bagaimanakah kami tidak akan rida sedangkan kami telah Engkau karuniakan sesuatu yang belum pernah Engkau karuniakan kepada siapapun.\" Allah berkata lagi, \"Aku akan memberikan kepadamu sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Kuberikan.\" Mereka bertanya, \"Ya Tuhan kami pemberian apakah yang lebih utama itu?\" Allah berkata, \"Aku telah meridai kamu sekalian dan tidak akan memurkaimu sesudah itu selama-lamanya.\" (Riwayat al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasa'i dari Abi Said al-Khudri)" } } }, { "number": { "inQuran": 1257, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 10, "page": 190, "manzil": 2, "ruku": 158, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Khaalideena feehaaa abadaa; innal laaha 'indahooo ajrun 'azeem" } }, "translation": { "en": "[They will be] abiding therein forever. Indeed, Allah has with Him a great reward.", "id": "mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1257", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1257.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1257.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lebih ditegaskan lagi bahwa mereka kekal di dalamnya selama-lamanya dan tidak akan dikeluarkan dari padanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar.", "long": "Di ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang yang memperoleh karunia tersebut akan tetap tinggal di surga untuk selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah telah tersedia pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, terutama bagi orang-orang yang beriman, hijrah, dan berjihad dengan harta dan jiwa raganya." } } }, { "number": { "inQuran": 1258, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 10, "page": 190, "manzil": 2, "ruku": 158, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tattakhizooo aabaaa 'akum wa ikhwaanakum awliyaaa'a inis tahabbul kufra 'alal eemaan; wa mai yatawal lahum minkum fa ulaaa'ika humuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not take your fathers or your brothers as allies if they have preferred disbelief over belief. And whoever does so among you - then it is those who are the wrongdoers.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1258", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1258.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1258.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menerangkan keutamaan berjihad dan berhijrah serta tidak bergunanya amal kebaikan orang-orang musyrik, maka ayat ini lebih menegaskan lagi bahwa itu semua tidak akan sempurna kecuali kaum muslim berlepas diri dari kekuasaan kaum musyrik dan lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada bapak, ibu, dan saudara-saudaranya. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai auliya' bentuk jamak dari kata \"waliy\", yakni pemimpin, teman dekat, pelindung, atau sebagai apa saja yang kamu sering kali menyampaikan rahasia kepadanya dan kamu sekalian lebih mencintai mereka mengalahkan cintamu kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan cara memaksakan diri apalagi secara sukarela jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, pelindung, teman dekat, pemimpin dan lain-lain, meski masih ada hubungan kekerabatan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim karena meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, yakni dengan menjadikan wali kepada orang yang tidak tepat.", "long": "Ayat ini diturunkan sehubungan dengan sikap sebagian kaum Muslimin sewaktu diperintahkan hijrah ke Medinah, mereka menjawab, \"Jika kami hijrah, putuslah hubungan kami dengan orang-orang tua kami, anak-anak dan famili kami, hancurlah perdagangan kami dan akhirnya kami menjadi orang yang sia-sia.\"\n\nAyat ini melarang orang yang beriman menjadikan ibu bapak dan saudara mereka yang masih kafir, menjadi pemimpin karena dikhawatirkan mereka akan mengetahui keadaan kaum Muslimin dan kekuatannya. Perbuatan seperti itu akan sangat bermanfaat bagi pihak kafir untuk menyerang kaum Muslimin.\n\nOrang mukmin yang tidak menaati larangan itu dan dalam keadaan perang, mereka masih membantu orang-orang kafir, karena yang dibantu itu ada hubungan kekeluargaan, maka dia adalah orang yang zalim, terhadap diri, pengikut-pengikut, dan agamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1259, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 10, "page": 190, "manzil": 2, "ruku": 158, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064c \u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0643\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u064f \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064d \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul in kaana aabaaa'ukum wa abnaaa'ukum wa ikhwaanukum wa azwaajukum wa 'asheeratukum wa amwaaluniq taraftumoohaa wa tijaaratun takhshawna kasaadahaa wa masaakinu tardawnahaaa ahabba ilaikum minal laahi wa Rasoolihee wa Jihaadin fee Sabeelihee fatarabbasoo hattaa yaatiyallaahu bi amrih; wallaahu laa yahdil qawmal faasiqeen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"If your fathers, your sons, your brothers, your wives, your relatives, wealth which you have obtained, commerce wherein you fear decline, and dwellings with which you are pleased are more beloved to you than Allah and His Messenger and jihad in His cause, then wait until Allah executes His command. And Allah does not guide the defiantly disobedient people.\"", "id": "Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1259", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1259.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1259.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini turun berkenaan dengan keengganan sebagian kaum muslim untuk berhijrah ke Madinah karena diberatkan oleh hal-hal yang bersifat duniawi. Padahal, hijrah merupakan wujud nyata kecintaan kaum mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya. Katakanlah, wahai Rasul, \"Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu yang selalu mendampingimu, keluargamu yang selalu melindungimu, harta kekayaan yang kamu usahakan dengan susah payah, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai yang dibangun dengan biaya yang cukup besar, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggu-lah sampai Allah memberikan keputusan-Nya, dengan menurunkan hukuman-Nya yang tidak mungkin kamu elakkan. Padahal, hal itu merupakan sikap orang-orang fasik, karena keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.\" Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.", "long": "Ayat ini memberikan peringatan bahwa jika orang beriman lebih mencintai bapaknya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, istri-istrinya, kaum keluarganya, harta kekayaan, perniagaan dan rumah-rumahnya, daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya serta berjihad menegakkan syariat-Nya, maka Allah akan mendatangkan siksa kepada mereka cepat atau lambat. Mereka yang bersikap demikian itu adalah orang-orang fasik yang tidak akan mendapat hidayah dari Allah swt. \n\nBerikut ini beberapa alasan mengapa orang mencintai anak, suami, istri, ibu, bapak, keluarga, dan sebagainya:\n\n1. Bahwa cinta anak terhadap ibu bapak adalah naluri yang ada pada tiap-tiap diri manusia. Anak sebagai keturunan dari ibu bapaknya mewarisi sebagian sifat-sifat dan tabiat-tabiat ibu bapaknya.\n\n2. Bahwa cinta ibu bapak kepada anaknya adalah naluri juga, bahkan lebih mendalam lagi, karena anak merupakan jantung hati yang diharapkan melanjutkan keturunan dan meneruskan sejarah hidupnya. Dalam hal ini ibu bapak rela menanggung segala macam pengorbanan untuk kebahagiaan masa depan anaknya.\n\n3. Bahwa cinta kepada saudara dan karib kerabat adalah cinta yang lumrah dalam rangka pelaksanaan hidup dan kehidupan tolong-menolong, bantu-membantu dan bela-membela dalam kehidupan rumah tangga, dan kehidupan bermasyarakat. Cinta yang demikian akan menumbuhkan perasaan hormat-menghormati dan sayang-menyayangi.\n\n4.Bahwa cinta suami istri adalah cinta yang terpadu antara dua jenis makhluk yang membina keturunan dan membangun rumah tangga untuk kebahagiaan hidup dan kehidupan dunia dan akhirat. Oleh karena itu keutuhan hubungan suami istri yang harmonis menjadi pokok bagi kerukunan dan kebahagiaan hidup dan kehidupan yang diidam-idamkan.\n\n5. Bahwa cinta terhadap harta dengan segala jenis bentuknya baik harta usaha, warisan, perdagangan maupun rumah tempat tinggal dan lain-lain adalah cinta yang sudah menjadi kodrat manusia. Semua yang dicintai merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan bagi hidup dan kehidupan manusia yang diusahakannya dengan menempuh segala jalan yang dihalalkan Allah. \n\n6.Cinta perdagangan, merupakan naluri manusia, karena ia merupakan sumber pengembangan harta benda.\n\n7.Cinta tempat tinggal, karena rumah merupakan tempat tinggal dan tempat istirahat sehari-hari.\n\nAdapun cinta kepada Allah wajib didahulukan daripada segala macam cinta tersebut di atas karena Dialah yang memberi hidup dan kehidupan, dengan segala macam karunia-Nya kepada manusia dan Dialah yang bersifat sempurna dan Mahasuci dari segala kekurangan. Begitu juga cinta kepada Rasulullah saw, haruslah lebih diutamakan karena Rasulullah saw diutus Allah swt untuk membawa petunjuk dan menjadi rahmat bagi alam semesta.\n\nFirman Allah:\n\nKatakanlah, \"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutlah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.\" (Ali-'Imran/3: 31)\n\nDan sabda Rasulullah saw:\n\nTidaklah sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai Aku lebih daripada mencintai orang tuanya, anak-anaknya dan manusia seluruhnya. (Riwayat al-Bukhari, Muslim dari Anas)" } } }, { "number": { "inQuran": 1260, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 10, "page": 190, "manzil": 2, "ruku": 159, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0637\u0650\u0646\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064d \u06d9 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062d\u064f\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u06d9 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u062b\u0652\u0631\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0627\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u064f\u0628\u064e\u062a\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad nasarakumul laahu fee mawaatina kaseeratinw wa yawma Hunainin iz a'jabatkum kasratukum falam tughni 'ankum shai'anw wa daaqat 'alaikumul ardu bimaa rahubat summa wallaitum mudbireen" } }, "translation": { "en": "Allah has already given you victory in many regions and [even] on the day of Hunayn, when your great number pleased you, but it did not avail you at all, and the earth was confining for you with its vastness; then you turned back, fleeing.", "id": "Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1260", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1260.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1260.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menegaskan tentang larangan menjadikan orangorang kafir sebagai waliy yang biasanya disebabkan oleh kecintaan berlebihan kepada hal-hal duniawi sehingga iman menjadi tidak kukuh, maka ayat ini menunjukkan bukti nyata betapa kekuatan duniawi tidak lantas menjadikan umat mukmin memperoleh kemenangan. Sungguh, Allah telah menolong kamu, wahai kaum mukminin, di banyak medan perang ketika kamu lemah dan musuhmu kuat, dan ingatlah Perang Hunain, ketika itu jumlahmu yang besar telah membanggakan kamu, sebab kamu merasa tidak akan bisa dikalahan, sehingga kamu terlena, namun ternyata jumlah yang banyak itu sama sekali tidak berguna bagimu, sebab kenyataannya kamu dapat dikalahkan; dan akibat serangan musuh yang mendadak dan bertubi-tubi itu menjadikan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian serangan itu juga menjadikan kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang meninggalkan Rasulullah dan sahabat-sahabat yang masih setia mendampingi beliau.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum Mukminin mendapat banyak pertolongan dari Allah dalam peperangan menghadapi kaum musyrik yang menghalang-halangi tersiarnya agama Islam. Pertolongan itu berupa kemenangan yang sempurna, cepat maupun lambat, seperti Perang Badar yang mendapat kemenangan yang besar, dan Perang Hunain yang pada mulanya kalah kemudian menang. Pada Perang Hunain itu jumlah tentara kaum Muslimin sangat banyak, sedang tentara orang kafir dalam jumlah yang lebih kecil dari tentara kaum Muslimin. Dengan jumlah tentara yang banyak itu kaum Muslimin merasa bangga, dan merasa tidak akan dapat dikalahkan, tetapi kenyataan tidak demikian. Kaum Muslimin dipukul mundur oleh orang kafir, seolah-olah tentara yang banyak, harta, serta persiapan perang yang demikian lengkapnya tidak berguna sedikit pun, sehingga bumi yang luas ini terasa sempit dan menyebabkan mereka mundur dan lari dalam keadaan bercerai-berai.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Majah, al-Baihaqi dan lain-lain dari Aktsam bin Aljan bahwa Perang Hunain itu terjadi pada tahun kedelapan Hijri, sesudah pembebasan Mekah, di suatu tempat yang bernama Hunain, suatu lembah terletak antara Mekah dengan Taif. Tentara kaum Muslimin berjumlah 12.000 orang, sedang tentara orang kafir 4.000 orang saja. Pada peperangan ini kaum Muslimin mengalami kekalahan dan terpaksa mundur, tetapi akhirnya turunlah pertolongan Allah dan kaum Muslimin memperoleh kemenangan.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari al-Barra' bin 'Azib r.a. yang menggambarkan suasana Perang Hunain, yaitu: Seorang laki-laki dari Qais bertanya, \"Hai Abu 'Imarah, apakah kamu turut meninggalkan Rasulullah pada Perang Hunain?\" Abu 'Imarah menjawab, \"Rasulullah tidak lari sekalipun orang-orang Hunain dengan para pemanah yang jitu, dapat melancarkan serangannya, tetapi masih dapat kami lumpuhkan. Pada waktu kaum Muslimin sedang memperebutkan harta rampasan, maka musuh menghujani mereka dengan anak panah, sehingga kaum Muslimin menderita kekalahan dan musuh mendapat kemenangan. Pada waktu itu aku lihat Rasulullah saw. berkuda tampil kemuka sambil mengatakan dengan gagah berani, \"Akulah Nabi, anak Abdul Muthalib, jangan ragu, Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1261, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 10, "page": 190, "manzil": 2, "ruku": 159, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa anzalal laahu sakeenatahoo 'alaa Rasoolihee wa 'alalmu 'mineena wa anzala junoodal lam tarawhaa wa azzabal lazeena kafaroo; wa zaalika jazaaa'ul kaafireen" } }, "translation": { "en": "Then Allah sent down His tranquillity upon His Messenger and upon the believers and sent down soldiers angels whom you did not see and punished those who disbelieved. And that is the recompense of the disbelievers.", "id": "Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1261", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1261.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1261.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada Perang Hunain, mulanya kaum muslim mengalami kekalahan, namun kemudian atas rahmat Allah, Dia menurunkan ketenangan berupa keimanan yang tulus dan kukuh, kepada Rasul-Nya dan kepada orangorang yang beriman, sehingga mereka mampu mengatasi masalah yang sangat berat saat itu, dan Dia menguatkan pasukan kaum mukmin yang tersisa itu dengan menurunkan bala tentara dari para malaikat yang tidak terlihat olehmu; dan sebagai hukuman, Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir melalui penawanan, pembunuhan, perampasan perang, dan lain-lain. Itulah balasan bagi orang-orang kafir yang menutup-nutupi kebenaran Ilahi dan bahkan menentangnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sesudah kaum Muslimin merasa sedih dan duka cita akibat kekalahan dalam Perang Hunain, maka Allah menurunkan pertolongan kepada mereka berupa kemantapan hati dan mendatangkan bala bantuan yang tidak dapat mereka lihat. Bala bantuan itu terdiri dari malaikat-malaikat. Perasaan sedih dan duka cita bagi kaum Muslimin berubah menjadi tenang, berani, dan semangat maju ke depan. Akhirnya orang-orang kafir menderita kekalahan, dibunuh, ditawan dan hartanya menjadi rampasan. Kekalahan itu adalah merupakan azab bagi mereka dan itulah balasan atas kekafiran mereka dan balasan atas permusuhan mereka terhadap kaum Muslimin.\n\nFirman Allah swt:\n\nPerangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Dia akan menghinakan mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka. (at-Taubah/9: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 1262, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 10, "page": 191, "manzil": 2, "ruku": 159, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Summa yatoobul laahu mim ba'di zaalika 'alaa mai yashaaa'; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Then Allah will accept repentance after that for whom He wills; and Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Setelah itu Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1262", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1262.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1262.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun dahulu mereka menentang agama Islam, namun jika setelah itu mereka bertobat secara tulus, Allah akan menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada siapa saja yang bertobat kepada-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa terhadap orang-orang yang sudah mendapat azab dari Allah di dunia ini, karena kekafiran, mereka dapat diberi ampunan dan diterima tobatnya bilamana mereka telah mendapat petunjuk dari Allah untuk memeluk Islam. Bilamana mereka telah menjadi muslim dan tidak lagi mempersekutukan Allah, maka kesalahannya diampuni oleh Allah dan segala dosanya dihapus, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 1263, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 10, "page": 191, "manzil": 2, "ruku": 159, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u062c\u064e\u0633\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanooo innamal mushrikoona najasun falaa yaqrabul Masjidal Haraama ba'da 'aamihim haaza; wa in khiftum 'ailatan fasawfa yughnee kumul laahu min fadliheee in shaaa'; innallaaha 'Aleemun hakeem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, indeed the polytheists are unclean, so let them not approach al-Masjid al-Haram after this, their [final] year. And if you fear privation, Allah will enrich you from His bounty if He wills. Indeed, Allah is Knowing and Wise.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1263", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1263.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1263.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat sebelumnya menunjukkan beberapa perintah, larangan, dan ketentuan-ketentuan yang berisi anjuran dan ancaman, maka ayat ini menunjukkan alasan mengapa kaum mukmin harus memutuskan hubungan dengan kaum musyrik. Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik yang sedemikian mantap kemusyrikannya, baik dari ucapan maupun perilakunya, itu najis, jiwa dan akidahnya kotor, karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam dan tanah haram di sekitarnya setelah tahun ini, yaitu akhir tahun 9 Hijriah. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin karena orang kafir tidak datang di musim haji dengan membawa barang dagangan, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan berupa kecukupan rezeki kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki, sesuai dengan ketetapan-Nya, yakni rezeki itu harus dicari dengan usaha yang optimal sesuai dengan sunatullah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala makhluk-Nya, Mahabijaksana dalam segala ketentuan dan pengaturan-Nya.", "long": "Setelah Rasulullah saw menunjuk Abu Bakar menjadi amirul hajj, Rasulullah memberi tugas kepada Ali bin Abi thalib agar mendampingi Abu Bakar membacakan ayat-ayat permulaan surah at-Taubah di hadapan orang banyak. Timbullah kecemasan di kalangan kaum Muslimin karena khawatir akan menghadapi kesulitan makanan akibat orang-orang musyrik tidak dibolehkan masuk ke Mekah untuk melakukan ibadah haji. \n\nPada akhir ayat ini, Allah menjamin orang-orang mukmin dari kemelaratan. Mereka tidak perlu khawatir akan kekurangan makanan dan barang-barang dagangan akibat larangan Allah terhadap kaum musyrik tersebut yang biasanya datang ke tanah suci membawa barang dagangan. Jaminan Allah kepada orang mukmin untuk mendapat kehidupan yang baik tergantung kepada kegiatan usaha dan ikhtiar seseorang. Namun demikian, tidak terlepas dari kehendak Allah, kepada siapa Allah memberikan karunia-Nya. Oleh karena itu, orang mukmin hendaklah mempertebal keimanan dan tawakalnya kepada Allah di samping melakukan usaha dan ikhtiar. Allah mengetahui urusan yang akan datang, baik mengenai kemakmuran atau kemelaratan yang menimpa penduduk suatu negeri. Allah Mahabijaksana dalam segala hal terutama mengenai ketentuannya, baik berupa perintah maupun larangan.\n\nAllah telah memenuhi janji-Nya karena kenyataannya penduduk Mekah tidak mengalami kesulitan kehidupan. Setelah tersiar larangan tersebut, semakin banyak orang musyrik masuk Islam, bukan saja mereka yang berada di sekitar Jazirah Arab, malahan hampir sampai ke segenap penjuru. Mereka tentulah berkewajiban menunaikan ibadah haji di samping mereka bebas mengunjungi tanah suci. Hal ini merupakan salah satu jalan bagi penduduk Mekah untuk memperoleh kemakmuran hidup. Dengan adanya larangan Allah terhadap orang-orang musyrik memasuki Masjidilharam, terjadilah perselisihan pendapat antara ulama fiqih sebagai berikut:\n\n1. Orang musyrik dan Ahli Kitab tidak dibolehkan memasuki Masjidilharam, sedang mesjid lainnya dibolehkan terhadap Ahli Kitab. Demikian menurut mazhab Imam Syafii.\n\n2. Orang-orang musyrik termasuk Ahli Kitab tidak dibolehkan memasuki semua mesjid. Demikian menurut mazhab Maliki.\n\n3. Yang dilarang memasuki Masjidilharam adalah orang musyrik saja, (tidak termasuk Ahli Kitab). Demikian menurut mazhab Hanafi.\n\n4. Sebagian Ulama berpendapat bahwa orang musyrik dilarang memasuki tanah haram dan jika dia datang secara diam-diam (menyamar) kemudian ia mati dan dikuburkan maka setelah diketahui, wajiblah digali kuburnya dan dikuburkan di luar tanah haram." } } }, { "number": { "inQuran": 1264, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 10, "page": 191, "manzil": 2, "ruku": 159, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0632\u0652\u064a\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u063a\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaatilul lazeena laa yu'minoona billaahi wa laa bil yawmil Aakhiri wa laa yuharrimoona maa harramal laahu wa Rasooluhoo wa laa yadeenoona deenal haqqi minal lazeena ootul Kitaaba hattaa yu'tul jizyata ai yadinw wa hum saaghiroon" } }, "translation": { "en": "Fight those who do not believe in Allah or in the Last Day and who do not consider unlawful what Allah and His Messenger have made unlawful and who do not adopt the religion of truth from those who were given the Scripture - [fight] until they give the jizyah willingly while they are humbled.", "id": "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1264", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1264.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1264.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menjelaskan tuntunan-Nya terhadap kaum musyrik, maka ayat ini beralih kepada Ahli Kitab yang hendak memerangi orang-orang mukminin. Konteks ayat ini turun berkenaan dengan Perang Tabuk. Saat itu telah terdengar berita bahwa pasukan Romawi akan menyerang dan berusaha menguasai daerah perbatasan tersebut, maka turunlah ayat ini sebagai perintah untuk memerangi mereka. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian yang terlebih dulu memerangimu, mereka yang tidak mengharamkan bahkan terus-menerus melakukan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar, yakni agama Islam, sementara di sisi lain mereka telah mempersiapkan diri untuk menyerang kaum mukminin. Padahal, mereka itu adalah orang-orang yang telah diberikan Kitab yaitu kitab Taurat dan Injil yang menerangkan tentang Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir. Perangi mereka hingga sampai batas di mana mereka memilih untuk bersyahadat atau membayar jizyah, yakni kewajiban individu yang dipandang mampu agar memperoleh perlindungan, dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk terhadap segala ketentuan yang berlaku di wilayah di mana mereka tinggal.", "long": "Pada hakikatnya, ayat ini merupakan langkah awal agar Nabi Muhammad saw mengalihkan perhatiannya kepada Perang Tabuk yang akan dihadapinya. Perang Tabuk merupakan perang yang terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw, sesudah kaum Muslimin dapat menguasai kota Mekah. Tabuk terletak di sebelah utara Medinah, berbatasan dengan Yordania/Syam (Damaskus) yang ketika itu dikuasai oleh kerajaan Romawi yang beragama Nasrani. Ketika berita sampai kepada Nabi Muhammad saw, bahwa pihak Romawi mempersiapkan pasukan dalam jumlah yang besar untuk menguasai daerah perbatasan tersebut, maka Nabi Muhammad saw, mengumumkan kepada seluruh kaum Muslimin melalui kabilah-kabilah agar bersiap-siap mengumpulkan segala kekuatan untuk turut bersama Nabi memerangi pasukan Romawi. Seruan Nabi Muhammad tersebut segera mendapat sambutan dari kaum Muslimin yang kuat imannya, kecuali kaum munafik yang mencari helah sebagaimana telah menjadi kebiasaan mereka terutama dalam menghadapi Tabuk, di samping jaraknya sangat jauh juga panas matahari sangat terik. Setelah Nabi Muhammad saw dan pasukan kaum Muslimin sampai di Tabuk, didapatinya pasukan Romawi telah lebih dahulu mengosongkan daerah Tabuk untuk mundur kembali ke daerah pedalaman. Maka Ahli Kitab yang berada di sana meminta perdamaian dan menyerahkan jizyah kepada Nabi Muhammad saw sebagai tanda pengakuan mereka untuk tunduk kepada kekuasaan Islam, karena mereka belum bersedia menganut agama Islam.\n\nSetiap peperangan pada masa Nabi hanya untuk mempertahankan diri atau untuk membalas serangan. Pada ayat ini Allah memerintahkan kaum Muslimin agar memerangi Ahli Kitab, karena mereka memiliki empat unsur yang menyebabkan mereka memusuhi Islam. Empat unsur itu ialah:\n\n1. Mereka tidak beriman kepada Allah, karena mereka telah menghancurkan asas ketauhidan. Mereka menjadikan pendeta-pendeta selaku orang suci yang berhak menentukan sesuatu, baik mengenai peraturan yang berkenaan dengan ibadah maupun yang berhubungan dengan halal dan haram. Demikian juga orang Nasrani menganggap Isa anak Allah, sedangkan orang Yahudi menganggap pula Uzair sebagai anak Allah. Hal itu dengan tegas menunjukkan bahwa mereka semua mempersekutukan Allah dalam membuat peraturan agama.\n\n2. Mereka tidak beriman kepada hari kemudian, karena mereka menganggap bahwa kehidupan di akhirat sekedar kehidupan rohaniyah belaka. Kesesatan anggapan mereka seperti ini karena tidak ada ketegasan, baik dalam Taurat maupun dalam Injil tentang adanya hari kebangkitan dan pembalasan sesudah mati, saat manusia bangkit kembali sebagaimana kejadiannya semula, yaitu terdiri dari jasad dan roh, yang masing-masing akan merasakan kenikmatan karunia Allah sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an.\n\n3. Mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Orang Yahudi tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah pada syariat yang dibawa oleh Musa dan yang sebagiannya dinasakhkan oleh Isa, yakni dinyatakan tidak berlaku lagi hukumnya. Mereka memandang halal memakan harta dengan jalan yang tidak halal (batil), seperti riba dan sebagainya dan mereka mengikuti cara-cara orang musyrik dalam keganasan berperang dan memperlakukan tawanan. Sedangkan orang Nasrani memandang halal apa yang diharamkan oleh Allah pada syariat Musa yang belum dinasakh oleh Injil. Dalam Taurat Allah mengharamkan lemak daging atau harga penjualannya. Orang-orang Nasrani tidak memandangnya haram.\n\n4. Mereka tidak berpegang kepada agama yang benar yaitu agama yang diwahyukan kepada Musa dan Isa a.s. Apa yang mereka anggap agama sebenarnya adalah suatu cara yang dibuat oleh pendeta-pendeta mereka berdasarkan pikiran dan kepentingan. Yang menyebabkan perbuatan tersebut karena Taurat yang diturunkan kepada Musa, dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, ditulis jauh setelah keduanya wafat. Sehingga Taurat dan Injil ditulis berdasarkan pemahaman pengikut-pengikutnya. Bahkan beberapa abad sesudah kenaikan Isa mereka memilih empat Injil yang masing-masing saling bertentangan. Demikianlah keadaan mereka, sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah:\n\n(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (al-Ma'idah/5: 13)\n\nAllah memerintahkan orang mukmin agar memerangi Ahli Kitab karena mereka menunjukkan permusuhan dan mengancam keamanan Muslimin, baik dalam kehidupan beragama maupun kehidupan sosial. Jika mereka menerima Islam sebagai pengganti agamanya, maka mereka telah kembali kepada agama yang benar, dan jika mereka tunduk, tidak lagi mengganggu dan mengancam kehidupan umat Islam maka hendaklah mereka membayar jizyah (kecuali mereka yang miskin dan para pendeta) sebagai tanda bahwa mereka berada dalam posisi yang rendah. Kewajiban Muslimin seluruhnya menjamin keamanan mereka, membela mereka, memberikan kebebasan kepada mereka terutama dalam menjalankan ibadah menurut agama mereka dan memperlakukan mereka dengan adil dalam kehidupan sosial sebagaimana kaum Muslimin sendiri diperlakukan. Dengan membayar jizyah mereka disebut ahli zimmah atau kafir zimmi." } } }, { "number": { "inQuran": 1265, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 10, "page": 191, "manzil": 2, "ruku": 160, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0639\u064f\u0632\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064f \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0647\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Q qaalatil yahoodu 'Uzairunib nul laahi wa qaalatin Nasaaral Maseehub nul laahi zaalika qawluhum bi afwaahihim yudaahi'oona qawlal lazeena kafaroo min qabl; qatalahumul laah; annaa yu'fakoon" } }, "translation": { "en": "The Jews say, \"Ezra is the son of Allah \"; and the Christians say, \"The Messiah is the son of Allah.\" That is their statement from their mouths; they imitate the saying of those who disbelieved [before them]. May Allah destroy them; how are they deluded?", "id": "Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1265", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1265.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1265.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menerangkan sesatnya akidah Ahli Kitab. Dan orang-orang Yahudi berkata, \"Uzair putra Allah\", dan orang-orang Nasrani berkata, \"Al-Masih putra Allah\". Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka tanpa didasarkan pada dalil yang benar. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu, seperti perkataan musyrik Mekkah bahwa malaikat adalah anak perempuan Tuhan. Akibat ucapan dan keyakinan mereka yang sesat itulah Allah melaknat mereka. Memang, sungguh mengherankan bagaimana mungkin mereka sampai berpaling dari agama yang benar, yaitu agama tauhid, padahal para rasul telah datang kepada mereka silih berganti untuk menjelaskan tentang hal itu, juga dikuatkan dengan bukti-bukti rasional tentang keesaan Allah tersebut?", "long": "Ayat ini menjelaskan keyakinan Ahli Kitab yang salah, baik orang Yahudi ataupun orang Nasrani. Mereka berkeyakinan bahwa Allah mempunyai anak, kaum Yahudi menganut kepercayaan bahwa \"Uzair itu putera Allah\". Kepercayaan ini bertentangan sekali dengan pengertian iman yang sebenarnya kepada Allah, karena iman yang benar ialah Allah itu Esa, tunggal, tidak berbapak dan tidak bersekutu dengan apa dan siapa pun. Dia Mahasempurna, Mahakuasa, dan tidak ada satu pun yang serupa dan sama dengan-Nya.\n\nUzair adalah seorang pendeta bangsa Yahudi, penduduk negeri Babilon, hidup di sekitar tahun 457 sebelum Masehi. Dia seorang pengarang ulung, pendiri suatu perhimpunan besar, dan rajin mengumpulkan naskah-naskah Kitab Suci dari berbagai daerah. Dialah yang memasukkan huruf-huruf Kaldea atau Arami sebagai pengganti huruf-huruf Ibrani kuno. Dia juga yang menulis hal-hal yang terkait dengan peredaran matahari, dan menyusun kembali kitab-kitab bermutu yang telah berantakan. Semasa hidupnya, ia dianggap sebagai masa kesuburan agama Yahudi, karena dialah penyair syariat Taurat yang terkemuka, menghidupkan syariat itu kembali sesudah sekian lama dilupakan orang. Oleh karena itu kaum Yahudi menganggapnya sebagai orang suci yang lebih dekat kepada Allah, bahkan sebagian dari mereka yang fanatik menganggap dan memanggilnya dengan \"anak Allah\". Meskipun hanya sebagian dari kaum Yahudi yang berkeyakinan demikian tetapi dapat dianggap bahwa keyakinan itu adalah kepercayaan mereka seluruhnya karena ucapan yang salah itu tidak dibantah dan tidak diingkari oleh golongan yang lain. Firman Allah:\n\nDan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. (al-Anfal/8: 25)\n\nDemikian juga halnya kaum Nasrani terhadap Isa Almasih. Mereka beritikad bahwa Isa itu anak Allah. Kepercayaan inipun sangat bertentangan dengan iman kepada Allah swt. Sekalipun pada mulanya kata-kata \"Isa itu anak Allah\" hanyalah merupakan ucapan nenek moyang mereka yang menganggap Isa adalah orang yang mulia, dikasihi Allah dan terhormat, dan ucapan itu tidak berarti anak Allah yang sebenarnya. Namun demikian, lambat laun terutama ketika kepercayaan agama Hindu menyusup masuk ke dalam kaum Nasrani dan kedua agama itu berdampingan, bahu membahu, tertanamlah di dalam hati mereka kepercayaan bahwa Isa Almasih itu adalah benar-benar anak Allah. Kemudian setelah berlalu beberapa waktu lamanya, timbullah perubahan dalam kepercayaan mereka, bahwa anak Allah dan Allah juga Rohulkudus (Roh Suci), yang kemudian dikenal dengan \"Bapak, anak dan ruh suci\", hakekatnya menyatu pada diri Allah.\n\nMenurut keyakinan mereka, tiga unsur tersebut yaitu: Anak Allah, Allah dan Roh Suci pada hakikatnya hanya satu. Ajaran ini sudah menjadi ketetapan dalam agama Nasrani, tiga abad sepeninggal Isa Almasih. Meskipun kepercayaan ini ditentang oleh sebagian dari mereka yang tidak sedikit jumlahnya, tetapi gereja-gereja Katolik, Ortodok, dan Protestan tetap pada pendiriannya. Bahkan orang-orang yang tidak membenarkan kepercayaan itu, dianggap tidak lagi termasuk kaum Nasrani dan telah murtad dari agamanya.\n\nMengatakan Isa Almasih anak Allah dan meyakini bahwa tiga oknum suci itu adalah hakikat Tuhan Yang Maha Esa, tidak dibenarkan oleh Allah swt dan tidak dapat diterima oleh akal yang sehat dan belum ada satu juga agama nabi-nabi sebelum itu menganut kepercayaan demikian, Allah swt menandaskan bahwa ucapan mereka seperti itu, tidak mempunyai hakikat kebenaran sedikit juga dan tidak ada satu dalil dan bukti yang nyata dapat menguatkannya. Sejalan dengan ini Allah swt berfirman:\n\nAlangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. (al-Kahf/18: 5)\n\nDi dalam kitab-kitab Perjanjian Baru sendiri tidak terdapat keterangan yang menyatakan bahwa Isa Almasih itu anak Allah. Sesungguhnya mereka sudah sesat jauh dari ajaran yang sebenarnya. Mereka meniru-niru ucapan orang-orang kafir sebelumnya, seperti orang-orang musyrik bangsa Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah puteri-puteri Allah.\n\nSejarah mencatat bahwa kepercayan \"Tuhan beranak, Tuhan menjelma dalam tiga unsur berhakikat satu\" adalah kepercayaan kaum Brahma dan Budha di India, kepercayaan bangsa-bangsa Jepang, Persia, Mesir, Yunani, dan Romawi zaman dahulu. Keadaan orang-orang Yahudi dan Nasrani mempercayai bahwa Allah swt itu beranak, belum pernah ada seorang pun dari bangsa Arab yang mengetahuinya, begitu pula orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan baru dengan turunnya Al-Qur'an, diketahui kerancuan pemahaman mereka terhadap hakikat Nabi Isa, Tuhan, dan Roh Kudus. Kalaulah tidak ayat yang mengoreksi kesalahan pemahaman ini, tentu kesalahan itu belum disadari sampai saat ini. Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur'an.\n\nAllah swt mengutuk mereka karena mereka belum mau menginsafi dan menyadari kekeliruan dan kesesatannya. Meskipun Rasul-rasul Allah telah menjelaskan bahwa Allah itu Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan, namun mereka tidak mau kembali ke akidah tauhid, bahkan tetap bertahan pada itikadnya yang keliru, yaitu menganggap bahwa Uzair dan Isa Almasih adalah anak Allah. Padahal keduanya adalah manusia biasa dan hamba-Nya, seperti juga manusia-manusia lain, sekalipun diakui bahwa keduanya adalah manusia yang saleh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mulia dan dihormati, sebagaimana firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.\" Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. (al-Anbiya'/21: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 1266, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 10, "page": 191, "manzil": 2, "ruku": 160, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0647\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0650\u064a\u062d\u064e \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "ittakhazooo ahbaarahum wa ruhbaanahum arbaabammin doonil laahi wal Maseehab na Maryama wa maaa umirooo illaa liya'budooo Ilaahanw Waa hidan laaa ilaaha illaa Hoo; Subhaanahoo 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "They have taken their scholars and monks as lords besides Allah, and [also] the Messiah, the son of Mary. And they were not commanded except to worship one God; there is no deity except Him. Exalted is He above whatever they associate with Him.", "id": "Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1266", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1266.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1266.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak saja sesat akidah, mereka juga menjadikan orang-orang alim Yahudi, dan rahib-rahibnya Nasrani sebagai tuhan selain Allah, yaitu dengan mematuhi ajaran orang-orang alim dan para rahib itu dengan membabi buta, sekalipun mereka menyuruh berbuat maksiat, mengharamkan yang halal, dan menghalalkan yang haram, dan kaum Nasrani juga menjadikan Al-Masih putra Maryam sebagai tuhan; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan, baik menyangkut penyembahan, penciptaan, dan sifat-sifat-Nya.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bentuk kesesatan Ahli Kitab, kaum Yahudi, dan kaum Nasrani, masing-masing mengambil dan mengangkat Tuhan selain Allah swt. Orang Yahudi menjadikan pendeta agama mereka sebagai Tuhan yang mempunyai hak menetapkan hukum menghalalkan dan mengharam-kan. Sedang orang-orang Nasrani menjadikan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan yang harus ditaati dan disembah. Dalam Islam, kedudukan pemuka agama, tidak lebih sebagai seorang ahli yang mempunyai pengetahuan mendalam tentang seluk beluk syariat. Segala pendapat dan fatwa yang dikemukakan, hanyalah sebagai penjelasan dari hukum-hukum Allah yang harus disertai dan didasarkan atas dalil-dalil yang nyata dari firman Allah swt, atau sunnah Rasul. Mereka tidak berhak sedikit pun membuat syariat, karena syariat adalah hak Allah semata.\n\nMenurut penganut agama Nasrani, di samping Isa Almasih dianggap sebagai Tuhan yang disembah, ada juga yang menyembah ibunya, yaitu Maryam, padahal Isa adalah seorang rasul seperti rasul-rasul sebelumnya dan Maryam ibunya, hanya seorang perempuan yang salehah dan tekun beribadah sehingga mendapat gelar Maryam Al-Butul, dan keduanya makan dan minum sebagaimana halnya manusia-manusia yang lain. Firman Allah swt:\n\nAlmasih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. (al-Ma'idah/5: 75)\n\nPemeluk Kristen, Katolik dan orang-orang Ortodok menyembah murid-murid Isa dan pesuruh-pesuruhnya, begitu juga kepala-kepala dan pemuka-pemuka agamanya, yang dianggap suci, dan dijadikannya perantara yang akan menyampaikan ibadah mereka kepada Allah. Mereka juga menganggap pendeta-pendeta mereka mempunyai hak mengampuni ataupun tidak mengampuni sesuai dengan keinginannya, padahal tidak ada yang berhak mengampuni dosa kecuali Allah swt, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? (Ali-Imran/3: 135)\n\nAdapun kaum Yahudi, mereka menambahkan hukum lain kepada syariat agamanya. Mereka tidak mencukupkan dan membatasi diri pada hukum yang terdapat dalam Taurat sebagai pedoman hidupnya, tetapi menambah dan memasukkan hukum-hukum lain yang didengarnya dari kepala-kepala agama mereka sebelum hukum-hukum itu dibukukan menjadi peraturan yang harus dituruti dan ditaati oleh pemeluk Yahudi.\n\nDemikianlah kesesatan-kesesatan yang telah diperbuat Ahli Kitab, padahal mereka itu tidak diperintahkan, kecuali menyembah Tuhan Yang Satu, Tuhan Seru sekalian alam, yaitu Allah swt, karena tidak ada Tuhan Yang berhak disembah kecuali Dia. Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya baik mengenai zat-Nya, sifat-sifat-Nya maupun afal-Nya. Mahasuci Allah swt dari apa yang mereka persekutukan. Apabila mereka percaya bahwa pemimpin-pemimpin mereka itu berhak menentukan suatu hukum, berarti mereka mempunyai kepercayaan bahwa ada Tuhan yang disembah selain Allah swt yang dapat menimpakan penyakit dan menyembuhkan, menghidupkan dan mematikan tanpa izin Allah. Semua itu timbul dari kehendak hawa nafsu dan akal pikirannya, tidak bersumber dari wahyu Ilahi." } } }, { "number": { "inQuran": 1267, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 10, "page": 192, "manzil": 2, "ruku": 160, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u0652\u0641\u0650\u0626\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0628\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064e \u0646\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yureedoona ai yutfi'oo nooral laahi bi'afwaahihim wa yaaballaahu illaaa ai yutimma noorahoo wa law karihal kaafiroon" } }, "translation": { "en": "They want to extinguish the light of Allah with their mouths, but Allah refuses except to perfect His light, although the disbelievers dislike it.", "id": "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1267", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1267.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1267.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan keyakinan dan akidah sesat yang tidak disadari itulah, mereka berusaha keras hendak memadamkan cahaya Allah, yaitu agama Islam. Mereka akan melakukan dengan berbagai cara, baik dengan mulut, yakni ucapan-ucapan, maupun tindakan-tindakan, bahkan cara apa pun yang mereka yakini bisa memadamkan cahaya agama Islam tersebut. Namun, Allah menolaknya, malah Dia berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, yaitu dengan semakin meninggikan agama Islam dan menolong RasulNya walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai Islam menjadi besar. Bukan saja Dia meninggikan agama Islam, tetapi Dia juga yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk, yakni Al-Qur'an, yang berisi berita-berita yang benar serta bukti-bukti nyata tentang keesaan Allah, dan agama yang benar, yakni sikap keberagamaan yang lurus yang membawa manfaat, baik di dunia maupun di akhirat, untuk diunggulkan atas segala agama baik agama-agama yang lebih dulu ada, maupun agama-agama baru yang diciptakan oleh manusia, walaupun terhadap kenyataan itu orang-orang musyrik tidak menyukai-nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan keinginan jahat Ahli Kitab. Mereka ingin melenyapkan agama tauhid, yaitu agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, agama yang penuh dengan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan Allah swt, agama yang mensucikan-Nya dari hal-hal yang tidak wajar bagi-Nya. Umat Islam yakin bahwa ajaran Islam tinggi, seperti sabda Nabi saw:\n\nIslam itu tinggi dan tidak ada (agama) yang melebihi ketinggiannya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nSegala macam usaha dan ikhtiar dilakukan oleh mereka, baik dengan jalan halus maupun dengan jalan kasar, berupa kekerasan, penganiayaan, peperangan dan lain sebagainya, untuk menghancurkan agama Allah, yang diumpamakan nur atau cahaya yang menyinari alam semesta ini. Tetapi Allah tidak merestui maksud jahat itu. Semua usaha mereka tidak berhasil, sedang agama Islam hari demi hari semakin meluas sampai ke pelosok-pelosok, sehingga dunia mengakui kemurniannya, sekalipun belum semua umat manusia memeluknya.\n\nMeskipun bukti-bukti telah cukup dan kenyataan-kenyataan telah jelas menunjukkan kebenaran agama Islam, namun mereka tetap memungkirinya. Mereka bekerja keras dengan segala macam usaha dan cara, agar kaum Muslimin rela meninggalkan agamanya atau memeluk agama mereka. \n\nDan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. (al-Baqarah/2: 120)\n\nDan firman-Nya:\n\nTelah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. (Ali 'Imran/3: 118)" } } }, { "number": { "inQuran": 1268, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 10, "page": 192, "manzil": 2, "ruku": 160, "hizbQuarter": 76, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0638\u0652\u0647\u0650\u0631\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "huwal lazeee ar sala Rasoolahoo bilhudaa wa deenil haqqi liyuzhirahoo 'alad deeni kullihee wa law karihal mushrikoon" } }, "translation": { "en": "It is He who has sent His Messenger with guidance and the religion of truth to manifest it over all religion, although they who associate others with Allah dislike it.", "id": "Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1268", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1268.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1268.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan saja Dia meninggikan agama Islam, tetapi Dia juga yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk, yakni Al-Qur'an, yang berisi berita-berita yang benar serta bukti-bukti nyata tentang keesaan Allah, dan agama yang benar, yakni sikap keberagamaan yang lurus yang membawa manfaat, baik di dunia maupun di akhirat, untuk diunggulkan atas segala agama baik agama-agama yang lebih dulu ada, maupun agama-agama baru yang diciptakan oleh manusia, walaupun terhadap kenyataan itu orang-orang musyrik tidak menyukai-nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sebagai jaminan atas kesempurnaan agama, maka diutuslah seorang rasul yaitu Nabi Muhammad saw dan dibekali sebuah kitab suci yaitu Al-Qur'an yang berisi petunjuk yang menjelaskan segala sesuatunya dan mencakup isi kitab-kitab sebelumnya. Agama Islam telah diridai Allah untuk menjadi agama yang dianut oleh segenap umat manusia. Firman Allah swt:\n\nDan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. (al-Ma'idah/5: 3)\n\nAgama Islam sesuai dengan segala keadaan dan tempat serta berlaku sepanjang masa sejak disyariatkan sampai akhir zaman. Oleh karena itu, tidak heran kalau agama Islam mendapat sambutan dari segenap umat manusia dan jumlahnya bertambah dengan pesat, sehingga dalam waktu yang singkat sudah tersebar ke segala penjuru dunia, menempati tempat yang mulia dan tinggi.\n\nMeskipun orang musyrik tidak senang atas kenyataan itu, bahkan tetap menghalang-halangi dan kalau dapat menghancurkannya, tetapi kodrat iradat Allah juga yang akan berlaku, tak ada suatu kekuatan apa pun yang dapat menghambat dan menghalanginya. Firman Allah:\n\n(Demikianlah) hukum Allah, yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu. (al-Fath/48: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 1269, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 10, "page": 192, "manzil": 2, "ruku": 160, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0647\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0643\u0652\u0646\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u0636\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanooo inna kaseeramminal ahbaari warruhbaani la yaakuloona amwaalan naasi bil baatili wa yasuddoona 'an sabeelil laah; wallazeena yaknizoonaz zahaba wal fiddata wa laayunfiqoonahaa fee sabeelil laahi fabashshirhum bi'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, indeed many of the scholars and the monks devour the wealth of people unjustly and avert [them] from the way of Allah. And those who hoard gold and silver and spend it not in the way of Allah - give them tidings of a painful punishment.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1269", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1269.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1269.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menerangkan tentang ketidaksukaan kaum musyrik dan Ahli Kitab terhadap tersebarnya Islam, maka ayat ini menginformasikan perilaku buruk sebagian pemimpin Ahli Kitab yang menyimpang. Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, baik dengan jalan suap-menyuap, meminta bayaran dalam proses penebusan dosa, riba, berbuat curang, mencuri, termasuk menganjurkan berinfak namun untuk kesejahteraan dirinya sendiri, dan mereka juga menghalang-halangi manusia dari mengikuti jalan Allah, yakni agama Islam, melalui berbagai macam cara seperti menciptakan kebohongan terhadap Islam, menumbuhkan keraguan terhadap Al-Qur'an, dan mencela pribadi Rasulullah yang agung. Padahal, kerusakan akhlak, pemikiran, dan akidah seorang tokoh atau pemimpin agama adalah sangat membahayakan bagi kehidupan umat manusia yang dipimpinnya. Dan di samping itu, mereka juga termasuk orang-orang yang suka menyimpan emas dan perak, yakni menumpuk-numpuk harta, dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, bahkan cenderung serakah dan kikir. Terhadap mereka itu, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, sebagai bentuk ejekan sekaligus celaan, bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa kebanyakan pemimpin dan pendeta orang Yahudi dan Nasrani telah dipengaruhi oleh cinta harta dan pangkat. Oleh karena itu mereka tidak segan-segan menguasai harta orang lain dengan jalan yang tidak benar dan dengan terang-terangan menghalang-halangi manusia beriman kepada agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Sebab kalau mereka membiarkan pengikut mereka membenarkan dan menerima dakwah Islam tentulah mereka tidak dapat bersikap sewenang-wenang terhadap mereka dan akan hilanglah pengaruh dan kedudukan yang mereka nikmati. Pemimpin-pemimpin dan pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani itu telah melakukan berbagai cara untuk mengambil harta orang lain, diantaranya:\n\n1. Membangun makam nabi-nabi dan pendeta-pendeta dan mendirikan gereja-gereja yang dinamai dengan namanya. Dengan demikian, mereka dapat hadiah nazar dan wakaf yang dihadiahkan kepada makam dan gereja itu. Kadang-kadang mereka meletakkan gambar-gambar orang suci mereka atau patung-patungnya, lalu gambar, patung itu disembah. Agar permintaan mereka dikabulkan, mereka juga memberikan hadiah uang dan sebagainya. Dengan demikian, terkumpullah uang yang banyak dan uang itu dikuasai sepenuhnya oleh pendeta. Ini adalah suatu tindakan yang bertentangan dengan agama yang dibawa oleh para rasul karena membawa kepada kemusyrikan dan mengambil harta orang dengan memakai nama nabi dan orang-orang suci.\n\n2. Pendeta Nasrani menerima uang dari jamaahnya sebagai imbalan atas pengampunan dosa yang diperbuatnya. Seseorang yang berdosa dapat diampuni dosanya bila ia datang ke gereja menemui pendeta dan mengakui di hadapannya semua dosa dan maksiat yang dilakukannya. Mereka percaya dengan penuh keyakinan bahwa bila pendeta telah mengampuni dosanya, berarti Tuhan telah mengampuninya karena pendeta adalah wakil Tuhan di bumi. Kepada mereka yang telah memberikan uang tebusan dosa, diberikan kartu pengampunan, seakan-akan kartu itu nanti yang akan diperlihatkan kepada Tuhan di akhirat di hari pembalasan yang menunjukkan bahwa mereka sudah bersih dari segala dosa.\n\n3. Imbalan memberikan fatwa baik menghalalkan yang haram maupun mengharamkan yang halal sesuai dengan keinginan raja, penguasa dan orang-orang kaya. Bila pembesar dan orang kaya itu ingin melakukan suatu tindakan yang bertentangan dengan kebenaran seperti membalas dendam dan bertindak kejam terhadap golongan yang mereka anggap sebagai penghalang bagi terlaksananya keinginan mereka atau mereka anggap sebagai musuh, mereka minta kepada pendeta agar dikeluarkan fatwa yang membolehkan mereka bertindak sewenang-wenang terhadap orang-orang itu, meskipun fatwa itu bertentangan dengan ajaran agama mereka seakan-akan ajaran agama itu dianggap sepi dan seakan-akan kitab Taurat itu hanya lembaran kertas yang boleh diubah-ubah semau mereka. Hal ini sangat dicela oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.\" (al-An'am/6: 91)\n\n4. Mengambil harta orang lain yang bukan sebangsa atau seagama dengan melaksanakan kecurangan, pengkhianatan, pencurian, dan sebagainya dengan alasan bahwa Allah mengharamkan penipuan dan pengkhianatan hanya terhadap orang-orang Yahudi saja. Adapun terhadap orang-orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan mereka dibolehkan. Hal ini dijelaskan Allah dengan firman-Nya:\n\nDan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, \"Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf.\" Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (Ali 'Imran/3: 75)\n\n5. Mengambil rente (riba). Orang-orang Yahudi sangat terkenal dalam hal ini, karena di antara pendeta-pendeta mereka ada yang menghalalkannya meskipun dalam kitab mereka riba itu diharamkan. Ada pula di antara pendeta-pendeta itu yang memfatwakan bahwa mengambil riba dari orang-orang Yahudi adalah halal. Demikian pula pendeta-pendeta Nasrani ada yang menghalalkan sebagian riba meskipun mengharamkan sebagian yang lain.\n\nDemikian cara-cara yang mereka praktekkan dalam mengambil dan menguasai harta orang lain untuk kepentingan diri mereka sendiri dan untuk memuaskan nafsu dan keinginan mereka. Adapun cara-cara mereka menghalangi manusia dari jalan Allah, ialah dengan merusak akidah dan merusak ajaran agama yang murni. Orang-orang Yahudi pernah menyembah patung anak sapi, pernah mengatakan Uzair adalah anak Allah, dan sering sekali mereka memutarbalikkan ayat-ayat Allah dan mengubahnya, sesuai dengan keinginan dan hawa nafsu mereka sebagaimana telah dijelaskan pada ayat-ayat yang lalu seperti dalam surah al-Baqarah, Ali 'Imran, an-Nisa' dan al-Ma'idah. Mereka secara terang-terangan mengingkari Nabi Musa a.s sebagai nabi, padahal dialah pembawa akidah yang murni yang kemudian dirusak oleh pendeta-pendeta Yahudi. Demikian pula orang-orang Nasrani telah menyelewengkan akidah yang dibawa oleh Nabi Isa a.s, sehingga mereka menganggapnya sebagai Tuhan. Oleh karena itu mereka baik kaum Yahudi maupun Nasrani selalu menentang ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, bahkan menghinanya dengan berbagai cara serta menentang dan mendustakan Al-Qur'anul Karim. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk memadamkan cahaya Allah tetapi Allah sudah menetapkan bahwa Dia akan menyempurnakan cahaya itu. Segala usaha dan daya upaya mereka menemui kegagalan tetapi pastilah hanya kehendak Allah-lah yang berlaku dan terlaksana. Allah berfirman:\n\nMereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyem-purnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. (At-Taubah/9: 32)\n\nDemikianlah perilaku kebanyakan dari pendeta Yahudi dan Nasrani. Mereka karena sifat serakah dan tamak akan harta benda, mengumpulkan sebanyak-banyaknya dan mempergunakan sebagian dari harta itu untuk menghalangi manusia mengikuti jalan Allah. Oleh sebab itu, Allah akan melemparkan mereka kelak di akhirat ke dalam neraka dan akan menyiksa mereka dengan azab yang sangat pedih. Mengenai pengumpulan harta ini dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, walaupun ditujukan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, tetapi para mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mencakup juga kaum Muslimin. Maka siapa saja yang karena tamak dan serakahnya berusaha mengumpulkan harta kemudian menyimpannya dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka ia diancam Allah akan dimasukkan ke dalam neraka baik dia beragama Yahudi, Nasrani, maupun beragama Islam. \n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Abu Dawud, dan al-hakim dari Ibnu 'Abbas bahwa setelah turun ayat ini, kaum Muslimin merasa keberatan dan berkata, \"Kami tidak sampai hati bila kami tidak meninggalkan untuk anak-anak kami barang sedikit dari harta kami.\" Umar berkata, \"Saya akan melapangkan hartamu,\" lalu beliau pergi bersama sauban kepada Nabi dan mengatakan kepadanya, \"Hai Nabi Allah, ayat ini amat terasa berat bagi sahabat engkau.\" Rasulullah menjawab, \"Sesungguhnya Allah tidak mewajibkan zakat, melainkan agar harta yang tinggal di tanganmu menjadi bersih. Allah hanya menetapkan hukum warisan terhadap harta yang masih ada sesudah matimu.\" Umar mengucapkan takbir atas penjelasan Rasulullah itu, kemudian Nabi berkata kepada Umar, \"Aku akan memberitahukan kepadamu sesuatu yang paling baik untuk dipelihara, yaitu perempuan saleh yang apabila seorang suami memandangnya dia merasa senang, dan apabila disuruh dia mematuhinya dan apabila dia berada di tempat lain perempuan itu menjaga kehormatannya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1270, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 10, "page": 192, "manzil": 2, "ruku": 160, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0627\u0631\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u062a\u064f\u0643\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0647\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0646\u064e\u0632\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0646\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma yuhmaa 'alaihaa fee naari jahannama fatukwaa bihaa jibaahuhum haazaa maa kanaztum li anfusikum fazooqoo maa kuntum taknizoon" } }, "translation": { "en": "The Day when it will be heated in the fire of Hell and seared therewith will be their foreheads, their flanks, and their backs, [it will be said], \"This is what you hoarded for yourselves, so taste what you used to hoard.\"", "id": "(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1270", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1270.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1270.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan azab yang diancamkan kepada para pemimpin Ahli Kitab dan siapa saja yang kikir sebagaimana mereka. Ingatlah, pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka, yakni orang-orang kaya yang tidak dermawan, seraya dikatakan kepada mereka, \"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Dengan harta itu, bukan saja kamu tidak menunaikan zakatnya, namun juga tidak kamu manfaatkan untuk membantu mereka yang membutuhkan, maka rasakanlah akibat dari apa yang kamu simpan itu.\" Ancaman ini berlaku umum, yaitu ditujukan kepada siapa saja yang dikaruniai harta banyak namun kikir. Islam memang membolehkan umatnya untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, tetapi pada saat yang sama ia juga harus bersifat dermawan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengumpulkan harta dan menyimpannya tanpa sebagian diinfakkan di jalan Allah (dibayarkan zakat), mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Semua harta itu akan dipanaskan dengan api lalu disetrikakan pada dahi pemiliknya begitu pula lambung dan punggungnya, lalu diucapkan kepadanya, \"Inilah harta bendamu yang kamu simpan dahulu.\" Sehubungan dengan ini ada hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:\n\nTidak ada seseorang yang tidak menunaikan zakat hartanya melainkan hartanya itu pada hari Kiamat akan dijadikan kepingan-kepingan api lalu disetrikakan pada lambung, dahi, dan punggungnya. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDemikianlah nasib orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengumpulkan harta dan menumpuknya serta mempergunakan sebagian harta itu untuk menghalangi dari jalan Allah. Demikian pula nasib seorang muslim yang tidak menunaikan zakat hartanya. Harta itu sendirilah yang akan dijadikan alat penyiksanya. Bagaimana caranya apakah harta yang mereka peroleh di dunia itu dijadikan kepingan-kepingan api atau sebagai gambaran saja. Allah Yang Maha Mengetahui, karena hal itu termasuk urusan gaib yang tidak diketahui kecuali oleh Allah saja." } } }, { "number": { "inQuran": 1271, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 10, "page": 192, "manzil": 2, "ruku": 160, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u064c \u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064c \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0651\u0650\u0645\u064f \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e\u0629\u064b \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna 'iddatash shuhoori 'indal laahis naa 'ashara shahran fee Kitaabil laahi yawma khalaqas samaawaati wal arda minhaaa arba'atun hurum; zaalikad deenul qaiyim; falaa tazlimoo feehinna anfusakum; wa qaatilul mushrikeena kaaaf fattan kamaa yuqaati loonakum kaaaffah; wa'lamooo annal laaha ma'al muttaqeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, the number of months with Allah is twelve [lunar] months in the register of Allah [from] the day He created the heavens and the earth; of these, four are sacred. That is the correct religion, so do not wrong yourselves during them. And fight against the disbelievers collectively as they fight against you collectively. And know that Allah is with the righteous [who fear Him].", "id": "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1271", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1271.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1271.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat yang lalu menjelaskan keburukan akidah para tokoh Ahli Kitab, maka ayat ini kembali menginformasikan keburukan perilaku kaum musyrik, yakni mengubah hukum Allah. Di antara hukum Allah yang diubah adalah menambah hitungan bulan dalam setahun. Ayat menyatakan, bahwa sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah dalam satu tahun ialah dua belas bulan dengan mengikuti perputaran bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah sejak penciptaan alam ini, yakni pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya, yakni dua belas bulan tersebut, ada empat bulan haram atau yang dimuliakan, yaitu Zulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Itulah ketetapan agama yang lurus, yaitu bahwa empat bulan yang dimuliakan itu sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan oleh Allah dan menjadi syariat agama-Nya, maka janganlah kamu menzalimi dirimu, baik melakukan peperangan (Lihat : Surah al-Baqarah/2: 217), maupun perbuatan dosa lainnya, terlebih lagi dalam bulan yang empat itu, karena dosanya akan dilipatgandakan. Namun, larangan peperangan di bulan-bulan haram ini lalu dinasakh atau dihapus hukumnya dengan firman-Nya, dan perangilah kaum musyrik semuanya, sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya di mana saja dan kapan saja meski bertepatan dengan empat bulan yang semestinya dilarang untuk berperang itu. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menetapkan jumlah bulan itu dua belas, semenjak Dia menciptakan langit dan bumi. Yang dimaksud dengan bulan di sini ialah bulan Qamariah karena dengan perhitungan Qamariah itulah Allah menetapkan waktu untuk mengerjakan ibadah yang fardzu dan ibadah yang sunat dan beberapa ketentuan lain. Maka menunaikan ibadah haji, puasa, ketetapan mengenai 'iddah wanita yang diceraikan dan masa menyusui ditentukan dengan bulan Qamariah.\n\nDi antara bulan-bulan yang dua belas itu ada empat bulan yang ditetapkan sebagai bulan haram yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab. Keempat bulan itu harus dihormati dan pada waktu itu tidak boleh melakukan peperangan. Ketetapan ini berlaku pula dalam syariat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai kepada syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Salah satu hikmah diberlakukannya bulan-bulan haram ini, terutama bulan Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam adalah agar pelaksanaan haji di Mekah bisa berlangsung dengan damai. Rentang waktu antara Zulkaidah dan Muharam sudah cukup untuk mengamankan pelaksanaan ibadah haji.\n\nKalau ada yang melanggar ketentuan ini, maka pelanggaran itu bukanlah karena ketetapan itu sudah berubah, tetapi semata-mata karena menuruti kemauan hawa nafsu sebagaimana yang telah dilakukan oleh kaum musyrikin. Biasanya orang-orang Arab amat patuh kepada ketetapan ini sehingga apabila seseorang terbunuh, baik saudara atau bapaknya bertemu dengan pembunuhnya pada salah satu bulan haram ini, maka dia tidak berani menuntut balas, karena menghormati bulan haram itu. Padahal orang Arab sangat terkenal semangatnya untuk menuntut bela dan membalas dendam. Itulah ketetapan yang harus dipenuhi, karena pelanggaran terhadap ketentuan ini sama saja dengan menganiaya diri sendiri, sebab Allah telah memuliakan dan menjadikannya bulan-bulan yang harus dihormati. Kecuali kalau kita dikhianati atau diserang pada bulan haram itu, maka dalam hal ini wajib mempertahankan diri dan membalas kejahatan dengan kejahatan pula. Firman Allah:\n\nMereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, \"Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.\" (al-Baqarah/2: 217)\n\nAyat ini memerintahkan kepada kaum Muslimin agar memerangi kaum musyrikin karena mereka merusak perjanjian yang sudah disepakati dan memerangi kaum Muslimin. Mereka memerangi kaum Muslimin bukan karena balas dendam, fanatik kesukuan, atau merampas harta benda sebagaimana biasa mereka lakukan pada masa yang lalu terhadap kabilah lain, tetapi maksud utama adalah menghancurkan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan memadamkan cahayanya. Maka wajiblah bagi setiap muslim bangun serentak memerangi mereka sampai agama Islam itu tegak dan mereka hancur binasa. Hendaklah ditanamkan ke dalam dada setiap muslim semangat jihad serta tekad dan keyakinan bahwa mereka pasti menang karena Allah selamanya menolong orang-orang yang bertakwa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1272, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 10, "page": 193, "manzil": 2, "ruku": 160, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0633\u0650\u064a\u0621\u064f \u0632\u0650\u064a\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u064a\u064f\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0648\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u064f\u0648\u0627 \u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamma naseee'u ziyaadatun filkufri yudallu bihillazeena kafaroo yuhil loonahoo 'aamanw wa yuhar rimoonahoo 'aamalliyu watti'oo 'iddata maa harramal laah; zuyyina lahum sooo'u a'maalihim; wallaahu laa yahdil qawmal kaafireen" } }, "translation": { "en": "Indeed, the postponing [of restriction within sacred months] is an increase in disbelief by which those who have disbelieved are led [further] astray. They make it lawful one year and unlawful another year to correspond to the number made unlawful by Allah and [thus] make lawful what Allah has made unlawful. Made pleasing to them is the evil of their deeds; and Allah does not guide the disbelieving people.", "id": "Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1272", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1272.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1272.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan jumlah bulan dalam setahun dan di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan, maka ayat ini mengecam mereka yang menambah bilangan dan memutarbalikkan bulan-bulan haram atau mengundur-undurnya. Sesungguhnya pengunduran bulan haram, sebagaimana kebiasaan orang-orang Arab saat itu yang secara sengaja mengganti posisi Muharram dengan bulan Safar agar bisa berperang, itu hanya menambah kekafiran di samping kekufuran yang selama ini mereka lakukan. Orang-orang kafir disesatkan oleh setan dan para pemuka-pemukanya dengan pengunduran itu, mereka menghalalkannya yakni mengundur-undurkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain. Mereka melakukan pengunduran ini agar dapat menyesuaikan dengan bilangan bulan-bulan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah, yakni berperang di bulan-bulan haram juga perbuatan dosa lainnya. Padahal, perbuatan-perbuatan buruk tersebut dijadikan terasa indah oleh setan bagi mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk, yakni bimbingan agar selalu berada di jalan yang benar, kepada orang-orang yang kafir, yaitu mereka yang terus-menerus berada di jalan kekufuran.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pengunduran keharaman (kesucian) bulan kepada bulan berikutnya seperti pengunduran bulan Muharam ke bulan Safar dengan maksud agar pada bulan Muharam itu diperbolehkan berperang, adalah suatu kekafiran karena mengganggap dirinya sama dengan Tuhan dalam menetapkan hukum.\n\nTelah jelas dan diakui semenjak Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bahwa pada bulan-bulan haram itu tidak dibolehkan berperang. Tetapi karena orang-orang musyrikin itu tidak dapat menguasai dirinya untuk tidak berperang selama tiga bulan berturut-turut yaitu pada bulan Zulkaidah, Zulhijah dan Muharam, maka kesucian pada bulan itu digeser ke bulan lain sehinggga mereka mendapat kesempatan untuk berperang pada bulan Muharam.\n\nHal ini biasa mereka lakukan ketika mereka berada di Mina. Ketika para jamaah berkumpul di sana berdirilah seorang pemimpin dari Bani Kinanah dan berkata, \"Sayalah orang yang tak dapat ditolak keputusannya.\" Para jamaah menjawab, \"Benarlah apa yang engkau katakan itu dan tangguhkanlah untuk kami bulan Muharam ke bulan Safar.\" Lalu pemimpin itu menghalalkan bagi mereka bulan Muharam dan mengharamkan bulan Safar, dan menamakan bulan Muharam itu dengan nama lain yaitu Nasiah.\n\nDemikianlah watak orang musyrik, karena didorong oleh keinginan dan hawa nafsu, mereka berani menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan telah berani pula mengharamkan apa yang dihalalkan, karena mereka telah dipengaruhi nafsu setan, dan tentu saja orang yang berwatak itu tidak akan mendapat petunjuk dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1273, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 10, "page": 193, "manzil": 2, "ruku": 161, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u062b\u0651\u064e\u0627\u0642\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo maa lakum izaa qeela lakumun firoo fee sabeelil laahis saaqaltum ilal ard; aradeetum bilhayaatid dunyaa minal Aakhirah; famaa ma taaul hayaatiddunyaa fil Aakhirati illaa qaleel" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, what is [the matter] with you that, when you are told to go forth in the cause of Allah, you adhere heavily to the earth? Are you satisfied with the life of this world rather than the Hereafter? But what is the enjoyment of worldly life compared to the Hereafter except a [very] little.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1273", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1273.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1273.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu memerintahkan untuk memerangi kaum musyrik yang menyerang mereka di mana saja dan kapan saja, maka ayat ini menjelaskan salah satu peperangan itu, yakni perang Tabuk yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriah. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian bermalas-malasan apabila dikatakan kepada kamu, \"Berangkatlah untuk berperang di jalan Allah.\" Dengan adanya perintah perang ini kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu karena takut menghadapi musuh dengan jumlah yang lebih besar ditambah kondisi yang sangat panas, sementara itu pohon kurma sudah mulai berbuah? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia yang sementara dan tidak kekal daripada kehidupan di akhirat yang kekal abadi? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini, sebanyak apa pun jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit dan tidak berguna.", "long": "Pada tahun ke-9 Hijri, Nabi Muhammad saw memerintahkan kaum Muslimin agar bersiap-siap menghadapi serangan orang-orang Nasrani di Tabuk, suatu tempat yang terletak antara Medinah dengan Damaskus, lebih kurang 610 km dari Medinah dan 692 km dari Damaskus. Pada saat sekarang berada di wilayah Kerajaan Saudi Arabia, daerah perbatasan dengan Yordania. Perintah persiapan ini didasarkan atas berita yang sampai kepada kaum Muslimin dari kaum Nibthi yang membawa dagangan minyak negeri Syam, bahwa bangsa Romawi bersama kaum Nasrani Arab yang terdiri dari kaum Lakhm, Judzam dan lain-lain yang jumlahnya kira-kira 40 ribu orang, lengkap dengan persenjataan dan perbekalan serta dipimpin seorang panglima besar bernama Qubaz telah siap untuk menyerbu kota Medinah, memerangi kaum Muslimin. Barisan perintis mereka sudah sampai di perbatasan yang bernama Baqlas. Merupakan kebiasaan Nabi Muhammad saw apabila akan menghadapi perang, demi kemaslahatan ia merahasiakan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan. Tetapi kali ini Nabi Muhammad saw secara terbuka memberi tahu kaum Muslimin tentang keadaan yang serba sulit dan susah, serta kekurangan, jauhnya jarak yang ditempuh, dan jumlah bala tentara dan kekuatan musuh yang akan dihadapi, agar mereka benar-benar mengadakan persiapan yang mantap.\n\nKaum Muslimin yang imannya teguh, kuat membaja, tanpa memikir keadaan yang serba sulit serta menyedihkan, bersiap-siap menunggu komando pemberangkatan. Para dermawan tidak segan-segan menyumbang-kan kekayaannya untuk kepentingan jihad fisabilillah. Utsman bin Affan menyumbang 10.000 dinar, 300 unta, lengkap dengan persenjataannya dan 50 kuda. Abu Bakar as-Siddiq menyumbangkan semua kekayaannya yaitu 4.000 dirham. Nabi Muhammad saw bertanya, \"Apakah masih ada sesuatu yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?\" Beliau menjawab, \"Yang saya tinggalkan untuk keluargaku ialah Allah dan Rasul-Nya.\" Umar bin Khathab menyumbang seperdua dari harta kekayaannya.\n\nAshim bin 'Adi menyumbangkan 70 wasaq kurma (satu wasaq = 60 gantang, 150 liter). Kaum ibu juga tidak mau ketinggalan: perhiasan emas mereka berupa gelang, anting-anting, kalung, dan lain sebagainya, disumbangkan dengan penuh keikhlasan demi suksesnya perjuangan kaum Muslimin. Setelah segala sesuatunya dianggap siap, berangkatlah Nabi Muhammad saw memimpin sebuah ekspedisi bersama 30.000 orang menuju Tabuk. Muhammad bin Maslamah ditunjuk oleh Rasulullah saw untuk mengurus kota Medinah dan beliau mempercayakan kepada Ali bin Abi thalib mengurus rumah tangganya.\n\nDi samping itu ada beberapa tentara Muslimin yang bermalas-malasan dan enggan ikut serta pergi ke Tabuk dengan dalih antara lain, bahwa belum lama mereka kembali dari Perang hunain dan thaif. Juga pada waktu itu musim panas sedang sangat teriknya, musim paceklik, sukar memperoleh kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan lain sebagainya. Karena sulitnya mendapat makanan sebiji kurma dibagikan untuk makanan dua orang, sedang pada waktu itu buah-buahan di Medinah seperti kurma sudah mulai masak, dan tak lama lagi bisa dipetik.\n\nAyat ini mencela dan mengutuk perbuatan orang-orang yang enggan berperang meskipun situasi memang sangat sulit. Dari kejadian ini dapat diketahui dengan jelas, siapa di antara kaum Muslimin yang benar-benar beriman, dan siapa di antara mereka yang munafik, yang hanya pura-pura beriman. Salah satu tanda bahwa iman seseorang itu benar ialah dia rela mengorbankan harta dan kalau perlu jiwanya untuk jihad di jalan Allah, sebagaimana firman Allah swt:\n\nSesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (al-hujurat/49: 15)\n\nSedangkan orang-orang munafik yang hanya pura-pura beriman, lebih mengutamakan kesenangan hidup di dunia daripada kebahagiaan di akhirat kelak yang sifatnya kekal abadi. Padahal kesenangan di dunia bagaimanapun hebatnya tidaklah mempunyai arti apa-apa jika dibandingkan dengan kebahagiaan di akhirat. Sabda Rasulullah saw:\n\nDemi Allah tiadalah dunia ini (jika dibandingkan) dengan akhirat kecuali (hanya) seperti salah seorang kamu yang mencelupkan jarinya ke dalam laut, kemudian diangkatnya. Maka lihatlah apa yang hanya terbawa oleh jarinya. (Riwayat Muslim, Ahmad dan at-Tirmidzi dari al-Miswar)" } } }, { "number": { "inQuran": 1274, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 10, "page": 193, "manzil": 2, "ruku": 161, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Illaa tanfiroo yu'az zibkum 'azaaban aleemanw wa yastabdil qawman ghairakum wa laa tadurroohu shai'aa; wal laahu 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "If you do not go forth, He will punish you with a painful punishment and will replace you with another people, and you will not harm Him at all. And Allah is over all things competent.", "id": "Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1274", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1274.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1274.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka bukan saja dikecam, namun juga diancam jika tidak berangkat perang. Karena itu, Allah menegaskan bahwa jika kenikmatan duniawi telah memberatkanmu sehingga kamu tidak berangkat untuk berperang beserta Rasulullah, padahal kamu tidak ada halangan untuk itu, maka niscaya Allah akan menghukum kamu baik di dunia dengan kehinaan atau dikucilkan maupun di akhirat kelak dengan azab yang pedih, dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain yang lebih baik, lebih kuat dan lebih taat, dan ketahuilah, bahwa keengganan kamu untuk berperang dan bahkan ketidaktaatanmu terhadap semua perintah Allah itu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun (Lihat: Surah Ibra him/14: 8). Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Ayat ini mengancam orang-orang yang tidak patuh memenuhi anjuran dan perintah Nabi Muhammad saw untuk pergi berperang menghadapi ancaman musuh. Pembangkangan mereka terhadap perintah Nabi Muhammad saw agar pergi berperang untuk menegakkan agama, tidaklah akan memberi mudarat kepada Allah swt sedikit pun, dan tidak pula memberikan manfaat, sebagaimana firman Allah yang disabdakan Rasulullah saw:\n\n\"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu tidak akan bisa menyampaikan mudarat kepada-Ku hingga kamu dapat menyusahkan Aku, begitu juga kamu tidak akan dapat memberikan manfaat kepada-Ku hingga kamu dapat memberikan pertolongan kepada-Ku.\" (Riwayat Muslim dari Abi dzar al-Gifari)" } } }, { "number": { "inQuran": 1275, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 10, "page": 193, "manzil": 2, "ruku": 161, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0644\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Illaa tansuroohu faqad nasarahul laahu iz akhrajahul lazeena kafaroo saaniyasnaini iz humaa filghaari iz yaqoolu lisaahibihee la tahzan innnal laaha ma'anaa fa anzalallaahu sakeenatahoo 'alaihi wa aiyadahoo bijunoodil lam tarawhaa wa ja'ala kalimatal lazeena kafarus suflaa; wa Kalimatul laahi hiyal 'ulyaa; wallaahu 'Azeezun Hakeem;" } }, "translation": { "en": "If you do not aid the Prophet - Allah has already aided him when those who disbelieved had driven him out [of Makkah] as one of two, when they were in the cave and he said to his companion, \"Do not grieve; indeed Allah is with us.\" And Allah sent down his tranquillity upon him and supported him with angels you did not see and made the word of those who disbelieved the lowest, while the word of Allah - that is the highest. And Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1275", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1275.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1275.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n IN\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0cm;\r\n\tmso-para-margin-right:0cm;\r\n\tmso-para-margin-bottom:10.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0cm;\r\n\tline-height:115%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",\"sans-serif\";\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;\r\n\tmso-fareast-language:EN-US;}\r\n\r\n\r\nJangan pernah menduga kalau Allah dan Rasulullah membutuhkan pertolonganmu untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya. Tentu saja tidak. Karena itu, jika kamu tidak menolongnya, yakni Nabi Muhammad dalam Perang Tabuk, sesungguhnya Allah telah menolong dan menguatkan-nya, antara lain menolong beliau ketika orang-orang kafir mengusirnya dari Mekah, sedang saat itu dia salah seorang dari dua orang, yakni beliau hanya ditemani Abu Bakar. Situasi saat itu benar-benar menegangkan, yaitu ketika keduanya berada dalam gua dan orang-orang kafir ada di sekitarnya, maka ketika itu Allah menguatkan jiwa beliau sehingga dengan penuh keyakinan dia berkata kepada sahabatnya, Abu Bakar, \"Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita dan menolong serta melindungi kita.\" Sebagai bentuk pertolongan Allah, maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya, yakni Nabi Muhammad, sehingga mampu menghadapi situasi yang sangat sulit tersebut dan bahkan membantu beliau dengan bala tentara, berupa malaikat-malaikat yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir kepada kedurhakaan dan kemusyrikan itu rendah, sebab usaha mereka untuk mematikan api Islam bahkan membunuh Rasulullah ternyata gagal. Dan bahkan sebaliknya, kalimat Allah, yakni agama Islam, itulah yang tinggi. Demikian ini, karena Allah Mahaperkasa, lagi Mahabijaksana.", "long": "Ayat ini tidak membenarkan sangkaan orang-orang musyrik, bahwa perjuangan Nabi Muhammad saw tidak akan berhasil, apabila mereka tidak ikut membantunya. Nabi akan tetap menang karena Allah akan membantunya. Hal ini telah dibuktikan ketika rumah Nabi Muhammad dikepung rapat-rapat oleh orang-orang Quraisy yang akan membunuhnya. Pembunuhan itu dimaksudkan untuk mencegah dan menghentikan dakwah Islami yang mereka khawatirkan, akan makin meluas pengaruhnya. Atas pertolongan dan bantuan Allah swt Nabi Muhammad saw dapat lolos dari kepungan mereka yang ketat, sehingga dengan perasaan aman beliau keluar dari rumahnya menuju gua di gunung sur, tempat persembunyiannya untuk sementara, ditemani oleh sahabat setianya Abu Bakar. Melihat situasi gawat itu Abu Bakar merasa cemas dan berkata, \"Wahai Rasulullah, demi Allah andaikata ada salah seorang di antara mereka mengangkat kakinya, pasti dia dapat melihat kita berada di bawah kakinya.\" Nabi Muhammad saw menjawab, \"Wahai Abu Bakar, janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.\"\n\nNabi Muhammad saw bersama Abu Bakar selama berada di dalam gua sur, senantiasa berada di bawah pertolongan dan lindungan Allah. Allah memberi ketenangan hati kepada Nabi saw dan Abu Bakar, serta memberikan bantuan tentara yang tidak dilihatnya, sehingga selamatlah keduanya di dalam gua sur, dan niat jahat orang-orang itu gagal. Firman Allah swt:\n\nDan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (al-Anfal/8: 30)\n\nDan firman-Nya:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia. (Gafir/40: 51)\n\nAllah swt selalu menempatkan orang-orang kafir itu di tingkat yang rendah, selalu kalah. Dan kalimah Allah yaitu agama yang didasarkan atas tauhid, jauh dari syirik, selalu ditempatkan di tempat yang tinggi, mengatasi yang lain. Allah swt Mahakuasa dan Mahaperkasa, tidak ada yang dapat mengalahkannya, Mahabijaksana, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dialah yang selalu menolong memenangkan Rasulullah saw dengan kekuasaan-Nya, memenangkan agama-Nya dari agama-agama yang lain, dengan kebijaksanaan-Nya, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (at-Taubah/9: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 1276, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 10, "page": 194, "manzil": 2, "ruku": 161, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062e\u0650\u0641\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062b\u0650\u0642\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Infiroo khifaafanw wa siqaalanw wa jaahidoo bi amwaalikum wa anfusikum fee sabeelil laah; zaalikum khairul lakum in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Go forth, whether light or heavy, and strive with your wealth and your lives in the cause of Allah. That is better for you, if you only knew.", "id": "Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1276", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1276.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1276.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n IN\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0cm;\r\n\tmso-para-margin-right:0cm;\r\n\tmso-para-margin-bottom:10.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0cm;\r\n\tline-height:115%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",\"sans-serif\";\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;\r\n\tmso-fareast-language:EN-US;}\r\n\r\n\r\nSetelah Allah mengecam sekaligus mengancam mereka yang enggan berperang, serta menegaskan bahwa Allah akan senantiasa menolong orang-orang mukmin, maka ayat ini menguatkan perintah berperang yang semata-mata demi kemaslahatan. Berangkatlah kamu ke medan perang dengan penuh semangat, baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, kondisi kuat atau lemah, kondisi longgar maupun sempit, masing-masing sesuai dengan kadar kemampuannya, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui tujuan berjihad di jalan Allah itu, antara lain, terlindunginya kaum lemah, melawan kezaliman, juga menjaga jalan dakwah dari perilaku zalim musuh-musuh Islam.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa apabila keselamatan kaum Muslimin terancam, berperang bukan lagi anjuran, tetapi wajib, sehingga tidak seorang Muslim pun yang dibenarkan untuk tidak ikut dalam ekspedisi itu. Setiap orang yang sehat, dewasa, kaya, dan miskin wajib tampil ke medan juang untuk membela Islam dan menegakkan kebenaran. Orang-orang yang uzur yang dibenarkan syarat tidak diwajibkan, seperti terlalu tua, lemah fisik, cacat, tak berdaya, sakit keras dan lain-lain, karena mereka akan menjadi beban apabila diikutsertakan. Firman Allah swt:\n\nTidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. (at-Taubah/9: 91)\n\nMereka diperintahkan berjihad berjaga-jaga dari serangan musuh, mempertahankan tanah air, mendermakan harta dan dirinya untuk menegakkan keadilan, dan meninggikan kalimah Allah, tampil ke medan perang maupun berjihad dengan harta, dengan maksud menjunjung tinggi derajat umat dan agama, jika dilakukan dengan ikhlas akan memberi kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 1277, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 10, "page": 194, "manzil": 2, "ruku": 161, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0635\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u064f\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0642\u0651\u064e\u0629\u064f \u06da \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law kaana 'aradan qareebanw wa safaran qaasidal lattaba'ooka wa laakim ba'udat 'alaihimush shuqqah; wa sayahlifoona billaahi lawis tata'naa lakharajnaa ma'akum; yuhlikoona anfusahum wal laahu ya'lamu innahum lakaa ziboon" } }, "translation": { "en": "Had it been an easy gain and a moderate trip, the hypocrites would have followed you, but distant to them was the journey. And they will swear by Allah, \"If we were able, we would have gone forth with you,\" destroying themselves [through false oaths], and Allah knows that indeed they are liars.", "id": "Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1277", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1277.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1277.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya mendorong kaum mukmin untuk berjihad, sekaligus mengecam mereka yang merasa keberatan, maka ayat ini turun berkenaan dengan sikap kaum munafik yang enggan berangkat ke Perang Tabuk. Sekiranya yang kamu serukan kepada kaum munafik, dalam perkiraan mereka, ada keuntungan duniawi yang jelas serta mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh lagi tidak sulit, juga ditambah udara yang tidak terlalu panas, niscaya mereka akan mengikutimu meskipun tidak dengan sepenuh hati. Akan tetapi, mereka akan enggan berangkat perang jika tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Bahkan untuk membangun alasan agar ketidakberangkatan mereka ke medan perang dianggap benar, mereka tanpa merasa bersalah akan bersumpah dengan nama Allah, padahal sebenarnya bohong, \"Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.\" Padahal sumpah palsu mereka untuk tidak turut berperang itu telah membinasakan diri sendiri, karena kebohongan yang ditutuptutupi padahal Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Inilah salah satu karakter orang munafik, yaitu tidak siap menanggung derita dalam melaksanakan perintah Allah.", "long": "Ayat ini menjelaskan latar belakang tidak ikutnya orang-orang munafik ke medan perang sekalipun sudah diumumkan perintah wajib perang. Di antara alasan dari keengganan mereka, karena pergi berperang akan menempuh jarak yang jauh, pada musim panas, dalam keadaan serba kekurangan, dan belum tentu menang serta memperoleh rampasan perang (ganimah). Mereka bersikap pesimis, karena yang dihadapi adalah tentara Romawi yang terlatih, kuat, dan banyak jumlahnya.\n\nJika mereka diperintahkan ke tempat yang dekat yang tidak mengharus-kan mereka bersusah payah dalam perjalanan, pasti mendapatkan kemenang-an, dan memperoleh keuntungan dengan mudah, tentunya mereka mau dan tidak akan enggan berperang. Untuk menyembunyikan kemunafikannya, mereka tidak segan bersumpah dengan nama Allah bahwa jika mereka sanggup dan ada kemampuan, tentunya mereka ikut berangkat bersama. Sumpah ini mereka ucapkan sebagai alasan ketika kaum Muslimin sudah kembali dari perang Tabuk dengan selamat dan berada sudah di tengah-tengah mereka, sebagaimana firman Allah:\n\nMereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. (at-Taubah/9: 94)\n\nMereka menduga bahwa sumpah palsu yang mereka ucapkan itu menguntungkan mereka dan dapat menutupi kemunafikannya, padahal sebenarnya tindakan itu hanya mencelakakan mereka. Di samping itu, sumpah palsu termasuk salah satu dosa besar, sebagaimana sabda Rasulullah saw:\n\nDosa besar itu ialah, menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua ibu bapak, membunuh diri seseorang, dan bersumpah palsu. (Riwayat al-Bukhari dari 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash)\n\nAllah swt mengetahui kebohongan dan kepalsuan sumpah mereka dan Allah akan membalas semuanya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1278, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 10, "page": 194, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e \u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Afal laahu 'anka lima azinta lahum hattaa yatabai yana lakal lazeena sadaqoo wa ta'lamal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "May Allah pardon you, [O Muhammad]; why did you give them permission [to remain behind]? [You should not have] until it was evident to you who were truthful and you knew [who were] the liars.", "id": "Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1278", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1278.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1278.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik benar-benar lihai dalam membuat berbagai alasan agar diizinkan untuk tidak berperang. Akhirnya, beliau mengizinkan mereka untuk tidak ikut berperang, maka ayat ini memberi teguran halus kepada beliau. Allah memaafkanmu, wahai Nabi, \"Mengapa engkau memberi izin kepada mereka untuk tidak pergi berperang, sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar berhalangan sehingga bisa dimaklumi untuk tidak ikut pergi berperang dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta dengan membuat-buat alasan yang tidak benar dan mengada-ada?\"", "long": "Menurut riwayat Mujahid, ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang munafik yang minta izin kepada Rasulullah dengan berbagai alasan untuk tidak pergi berperang. Padahal diizinkan atau tidak, mereka tetap saja akan tinggal di Medinah, dan tidak akan ikut ke medan perang.\n\nAllah telah memaafkan Nabi Muhammad saw karena telah memberikan izin kepada beberapa orang munafik tidak turut bersama ke medan perang, setelah mereka mengemukakan alasan yang dibuat-buat, sebelum ada wahyu dari Allah swt yang memberikan persetujuan atas permintaan mereka itu. Andaikan Nabi Muhammad saw tidak memenuhi permintaan mereka dan tidak mengizinkan mereka, tentulah rahasia mereka terbuka, sebab diizinkan atau tidak, mereka tidak akan pergi bersama ke medan perang." } } }, { "number": { "inQuran": 1279, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 10, "page": 194, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yastaazinukal lazeena yu'minoona billaahi wal Yawmil Aakhiri ai yujaa hidoo bi amwaalihim wa anfusihim; wallaahu 'aleemum bilmut taqeen" } }, "translation": { "en": "Those who believe in Allah and the Last Day would not ask permission of you to be excused from striving with their wealth and their lives. And Allah is Knowing of those who fear Him.", "id": "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin (tidak ikut) kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1279", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1279.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1279.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebab orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian akan senantiasa patuh untuk melaksanakan segala perintah Allah dan RasulNya, sehingga mereka tidak akan mungkin meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad. Bahkan sebaliknya, mereka selalu siap untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Sebab mereka mengetahui manfaat jihad, yaitu sebagai pintu gerbang mencapai kejayaan duniawi dan kebahagiaan ukhrawi. Inilah salah satu ciri ketakwaan, dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang menjauhi apa saja yang bisa melahirkan murka Allah dan melaksanakan apa saja yang bisa mendatangkan rida-Nya, yang karenanya Dia akan membalasnya dengan balasan yang berlipat di akhirat kelak.", "long": "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tentu tidak akan mencari-cari alasan untuk tidak ikut berperang membela agama dan menegakkan kebenaran. Mereka juga tidak akan meminta izin kepada Rasulullah saw untuk tidak berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, bahkan sebaliknya mereka selalu siap sedia mengorbankan hartanya, sesuai dengan kemampuannya, bahkan jiwanya pun siap dikorbankan. Allah swt mengetahui orang-orang yang bertakwa kepada-Nya yaitu orang-orang yang selalu menghindari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan Allah, dan mengerjakan apa-apa yang diridai-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1280, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 10, "page": 194, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 77, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa yastaazinukal lazeena laa yu'minoona billaahi wal Yawmil Aakhiri wartaabat quloobuhum fahum fee raibihim yataraddadoon" } }, "translation": { "en": "Only those would ask permission of you who do not believe in Allah and the Last Day and whose hearts have doubted, and they, in their doubt, are hesitating.", "id": "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1280", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1280.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1280.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, wahai Nabi Muhammad, hanyalah orang-orang munafik yang sejatinya tidak beriman kepada Allah, mereka tidak mengenal keagungan-Nya dan juga tidak beriman kepada hari kemudian sehingga tidak terdorong untuk meraih kebahagiaan akhirat, dan bahkan hati mereka ragu atas balasan Allah di akhirat kepada para mujahid, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan, sehingga terkadang ikut berperang namun pada kali lain tidak ikut, tergantung keadaan serta ada atau tidaknya keuntungan duniawi di balik perintah berperang tersebut.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang minta izin kepada Rasulullah saw untuk tidak turut berjihad tanpa alasan yang dapat diterima, adalah orang-orang munafik yang tidak beriman kepada Allah swt, tidak mengakui keesaan-Nya, dan tidak percaya kepada hari akhir. Mereka menyangka bahwa membelanjakan harta kekayaan di jalan Allah, adalah suatu kebodohan dan kerugian serta berjihad dengan mengorbankan jiwa adalah semata-mata kerugian dan penderitaan saja. Di dalam hati mereka tersimpan perasaan ragu kepada kebenaran agamanya. Mereka selalu bingung dan bimbang. Mereka mau bekerja sama dengan orang-orang mukmin dalam urusan yang mudah, tetapi dalam hal yang agak sulit dan berat seperti berperang, mereka mengelak dan mencari berbagai alasan yang dibuat-buat untuk menghindar atau membebaskan diri dari kewajiban tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 1281, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 10, "page": 194, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064f\u062f\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0646\u0628\u0650\u0639\u064e\u0627\u062b\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062b\u064e\u0628\u0651\u064e\u0637\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law araadul khurooja la-'addoo lahoo 'uddatanw wa laakin karihal laahum bi'aasahum fasabbatahum wa qeelaq 'udoo ma'al qaa'ideen" } }, "translation": { "en": "And if they had intended to go forth, they would have prepared for it [some] preparation. But Allah disliked their being sent, so He kept them back, and they were told, \"Remain [behind] with those who remain.\"", "id": "Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1281", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1281.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1281.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menjelaskan perbedaan antara kaum mukmin dan munafik dalam menyikapi perintah berperang, maka ayat ini menyebutkan salah satu ciri orang munafik. Dan seandainya mereka, kaum munafik, mau berangkat untuk berperang, niscaya mereka akan menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu sebagaimana orang-orang mukmin yang lain, namun hal itu tidak akan pernah mereka lakukan, karena sejak awal mereka memang tidak ingin berangkat berperang. Akan tetapi seandainya mereka berangkat berperang dengan kondisi jiwa semacam itu justru hanya akan menciptakan kekacauan dalam barisan umat muslim dan melemahkan jiwanya, karena itu Allah tidak menyukai keberangkatan mereka untuk berperang beserta kaum mukminin, maka Dia melemahkan keinginan dan niat mereka untuk berangkat ke medan perang, dan seakan dikatakan dalam hati mereka, \"Jangan berangkat ke medan perang dan tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu, yakni bersama anak-anak, para wanita, dan orang-orang tua.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bukti kepalsuan sumpah mereka dan kebohongan ucapan mereka, yaitu tidak terdapatnya tanda-tanda bahwa mereka akan ikut berperang. Kalau benar mereka mau berangkat ke medan perang tentunya mereka menyiapkan peralatan yang diperlukan seperti bekal, kendaraan, senjata, dan sebagainya.\n\nTidak berangkatnya orang-orang munafik ke medan perang merupakan keuntungan bagi kaum Muslimin, karena kalau mereka ikut bersama ke medan perang, mereka tentu akan mengadu domba antara kaum Muslimin dan mengacaukan barisan. Itulah sebabnya Allah menjadikan niat mereka lemah, khawatir, dan ragu-ragu di dalam hatinya, menyebabkan mereka merasa enggan dan tidak mau berangkat, seakan ada yang mengatakan kepada mereka dengan nada marah, \"Tinggal sajalah kamu sekalian bersama anak-anak, perempuan, orang lemah, orang sakit, dan tak usah berangkat ke medan perang.\" Perkataan ini menyenangkan orang-orang munafik karena dianggapnya kata-kata itu sesuai dengan kehendak dan keinginannya, sekalipun kata-kata itu diucapkan dengan nada yang kurang menyenangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 1282, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 10, "page": 194, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0628\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law kharajoo feekum maa zaadookum ilaa Khabaalanw wa la awda'oo khilaalakum yabghoona kumul fitnata wa feekum sammaa'oona lahum; wallaahu 'aleemum biz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Had they gone forth with you, they would not have increased you except in confusion, and they would have been active among you, seeking [to cause] you fitnah. And among you are avid listeners to them. And Allah is Knowing of the wrongdoers.", "id": "Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah mengetahui orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1282", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1282.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1282.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan seandainya mereka berangkat berperang bersamamu, niscaya mereka tidak akan menambah kekuatan-mu, malah keberadaan mereka hanya akan membuat kekacauan serta melemahkan mental kaum muslim, dan seandainya mereka memiliki kesempatan, tentu mereka akan bergegas maju ke depan dan menyusup di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan serta menciptakan permusuhan di antara kamu; sedang di antara kamu, wahai kaum muslimin, ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan perkataan mereka, baik karena keluguan atau ketidaktahuan mereka, disebabkan sikap baik mereka; padahal mereka suka berlaku zalim. Jika demikian, pasti Allah mengetahui orangorang yang zalim.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa kalaupun orang-orang munafik yang meminta izin itu berangkat juga bersama kaum Muslimin, mereka tidak akan menambah ketenangan dan semangat kaum Muslimin, tetapi sebaliknya mereka akan mengacaukan konsentrasi kaum Muslimin dan merusak persatuan, serta melemahkan sikap tegar mereka. Allah swt mengetahui orang-orang yang zalim dan memberi balasan yang setimpal di hari kemudian nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 1283, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 10, "page": 195, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqadib taghawul fitnata min qablu wa qallaboo lakal umoora hattaa jaaa'al haqqu wa zahara amrul laahi wa hum kaarihoon" } }, "translation": { "en": "They had already desired dissension before and had upset matters for you until the truth came and the ordinance of Allah appeared, while they were averse.", "id": "Sungguh, sebelum itu mereka memang sudah berusaha membuat kekacauan dan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu (memutarbalikkan persoalan), hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka tidak menyukainya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1283", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1283.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1283.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan hanya saat itu, sungguh, sebelum itu mereka, kaum munafik, memang sudah berusaha membuat kekacauan, melemahkan mental kaum muslim dan bahkan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu dengan memutarbalikkan persoalan dan memutar otak untuk memadamkan api Islam, hingga datanglah kebenaran, pertolongan Allah, dan menanglah urusan, yakni agama, Allah, padahal dengan kenyataan itu mereka tidak menyukainya.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa usaha mengacaukan barisan yang dilakukan orang-orang munafik itu sudah berlangsung sejak Perang Uhud. Dalam Perang Uhud pemimpin orang-orang munafik, yaitu 'Abdullah bin Ubay, telah membujuk sepertiga pasukan kaum Muslimin di tengah perjalanan menuju Uhud, di tempat yang bernama Syauth antara Medinah dan Uhud untuk menarik diri dari perang. Menurut Ibn Ubay, hanya orang yang bodoh dan tidak waras yang mau ikut berperang dan tewas dengan sia-sia. Lalu ia kembali ke Medinah beserta orang-orang munafik yang dipengaruhinya. Adapun dua golongan, yaitu Banu Salamah dan Banu Haritsah yang hampir terpengaruh dan terpancing oleh propaganda yang disebarkan 'Abdullah bin Ubay, masih dilindungi Allah swt, sehingga mereka tidak terpengaruh dan selamat dari fitnah tersebut. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah:\n\nKetika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut. (Ali-'Imran/3: 122)\n\nBagaimanapun gigihnya usaha orang-orang munafik melumpuhkan perjuangan Rasulullah saw dan pengikut-pengikutnya, namun akhirnya kebenaran jugalah yang menjadi kenyataan. Janji Allah swt datang tepat pada waktunya dan agama Allah mendapat kemenangan, menjulang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi daripadanya. Negeri Mekah dapat dibebaskan, orang-orang yang masuk Islam berbondong-bondong, sekalipun semuanya itu tidak disenangi oleh musuh-musuh Allah. Firman Allah swt:\n\nMereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. (at-Taubah/9: 32)" } } }, { "number": { "inQuran": 1284, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 10, "page": 195, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0626\u0652\u0630\u064e\u0646 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0633\u064e\u0642\u064e\u0637\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u064e\u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minhum mai yaqoolu' zal lee wa laa taftinneee; alaa fil fitnati saqatoo; wa inna Jahannama lamuheetatum bil kaafireen" } }, "translation": { "en": "And among them is he who says, \"Permit me [to remain at home] and do not put me to trial.\" Unquestionably, into trial they have fallen. And indeed, Hell will encompass the disbelievers.", "id": "Dan di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Muhammad) menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sungguh, Jahanam meliputi orang-orang yang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1284", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1284.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1284.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini membeberkan sifat orang munafik yang lain, yakni berpura-pura. Dan di antara mereka ada orang yang berkata, \"Berilah aku izin untuk tidak pergi berperang karena ada uzur pada diriku, dan janganlah engkau, wahai Muhammad, menjadikan aku terjerumus ke dalam kesulitan terutama terhadap anak istriku jika tetap pergi ke medan perang.\" Lalu Allah menegaskan kalau mereka sebenarnya berpura-pura. Ketahuilah, wahai Nabi Muhammad, bahwa sungguh dengan sikap kepurapuraannya itu, sesungguhnya mereka telah terjerumus ke dalam kemunafikan dan kekufuran. Dan sungguh tempat mereka kelak di Jahanam, dan Jahanam akan selalu meliputi orang-orang yang kafir.", "long": "Sabab Nuzul: Diriwayatkan oleh al-Wahidi dalam kitabnya Asbab an-Nuzul bahwa Rasulullah berkata kepada Jad bin Qais salah seorang pembesar orang munafik, \"Wahai Jad, adakah kamu mempunyai kemampuan untuk menghadapi Bani Ashfar (orang-orang Romawi)?\" Jad menjawab, \"Sebaiknya Rasulullah mengizinkan saya tinggal (di Medinah) dan tidak ikut berperang, karena saya sebagaimana diketahui oleh kaumku mudah tergoda oleh wanita. Saya khawatir kalau saya melihat wanita-wanita mereka, lalu tertarik dan tidak dapat menahan gejolak nafsuku, sehingga akhirnya terjerumuslah saya ke dalam fitnah.\" Dengan perasaan berat Rasulullah memalingkan mukanya dan berkata, \"Saya izinkan kamu tinggal,\" maka turunlah ayat ini. \n\nAyat ini menerangkan bahwa di antara orang-orang munafik yang tidak malu membuat-buat alasan meminta kepada Rasulullah, agar mereka tidak ikut berperang dan diizinkan tinggal di Medinah. Mereka seakan-akan lupa bahwa berbagai alasan yang dibuat-buat dan mereka perlihatkan itu diketahui oleh Allah, dan Allah akan membuka rahasia yang disembunyikan di dalam hati mereka. Mereka tidak sadar bahwa alasan palsu yang dikemukakan dan tipu daya itu menjerumuskan dirinya ke lembah bencana dan dosa yang besar. Tindak-tanduk mereka menunjukkan kelemahan iman mereka dan menampakkan kemunafikannya. Mereka akan dijerumuskan ke dalam neraka, karena dosa yang telah mereka lakukan, yaitu ingkar kepada Allah, membantah ayat-ayat-Nya dan mendustakan rasul-rasul-Nya. Firman Allah:\n\nBukan demikian! Barang siapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 81)" } } }, { "number": { "inQuran": 1285, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 10, "page": 195, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0643\u064e \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u0633\u064f\u0624\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0643\u064e \u0645\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "in tusibka hasanatun tasu'hum; wa in tusibka museebatuny yaqooloo qad akhaznaaa amranaa min qablu wa yatawallaw wa hum farihoon" } }, "translation": { "en": "If good befalls you, it distresses them; but if disaster strikes you, they say, \"We took our matter [in hand] before,\" and turn away while they are rejoicing.", "id": "Jika engkau (Muhammad) mendapat kebaikan, mereka tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (tidak pergi berperang),” dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1285", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1285.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1285.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sifat munafik yang lain adalah bahwa jika engkau, wahai Nabi Muhammad, mendapat kebaikan seperti kemenangan dalam peperangan, juga kebaikan-kebaikan yang lain, mereka, kaum munafikin, tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, yakni kekalahan dalam peperangan, mereka berkata kepada engkau juga kepada kaum muslim yang lain, \"Sungguh, sejak semula kami telah mengetahui kalau kamu akan mengalami kekalahan, karena itu kami mengambil sikap berhati-hati dan mempertimbangkan secara masak-masak, makanya kami putuskan untuk tidak ikut pergi berperang.\" Dan, dengan ucapannya itu, mereka berpaling dengan lega dan gembira karena merasa telah berhasil mengelabui Rasulullah dan orang-orang mukmin.", "long": "Sabab Nuzul: Diriwayatkan, bahwa orang-orang munafik yang tetap tinggal di Medinah dan tidak pergi berperang selalu menyiarkan berita-berita bohong yang menyangkut diri Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Mereka berkata, \"Muhammad dan sahabat-sahabatnya mendapat kesulitan dalam perjalanan dan mereka dalam keadaan bahaya.\" Tetapi tidak lama kemudian ternyata bahwa apa yang disiarkan orang-orang munafik itu bohong belaka. Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya tetap dalam keadaan baik, tidak kurang suatu apa pun. Berdasarkan kenyataan yang tidak dapat disangkal itu, timbullah kebencian orang-orang munafik itu dan turunlah ayat ini. (Fath al-Qadir 2/370).\n\nAyat ini menjelaskan bahwa salah satu kebohongan orang munafik itu apabila Rasulullah dan sahabat-sahabatnya memperoleh hal-hal yang menyenangkan seperti ganimah, kemenangan, dan lainnya, sebagaimana yang telah diperolehnya dalam Perang Badar, mereka menggerutu merasa kecewa dan gelisah, karena kebencian dan iri hati. Sebaliknya jika Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya mendapat kesulitan dan kekalahan, sebagaimana yang dialami dalam Perang Uhud, mereka senang dan memuji diri sendiri karena telah mengambil keputusan untuk menghindar dari perang. Mereka berkata, \"Memang setiap menghadapi sesuatu, kami sangat hati-hati dan mempertimbangkan masak-masak jauh sebelumnya.\"\n\nMasing-masing membanggakan pikiran dan pertimbangan yang telah dikemukakannya. Memuji-muji perbuatannya, merasa beruntung tidak ikut pergi berperang dan tidak mengalami kesulitan dan kebinasaan. Akhirnya mereka bubar dalam keadaan senang dan merasa gembira atas bencana yang telah menimpa Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1286, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 10, "page": 195, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul lany-yuseebanaaa illaa maa katabal laahu lanaa Huwa mawlaanaa; wa 'alal laahi falyatawak kalimu 'minoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Never will we be struck except by what Allah has decreed for us; He is our protector.\" And upon Allah let the believers rely.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1286", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1286.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1286.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, beliau diperintah untuk menanggapi ucapan mereka. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang munafik itu, \"Kami tidak akan mengucapkan sebagaimana apa yang kalian ucapkan, sebab menurut keyakinan kami tidak akan menimpa kami, kebaikan maupun keburukan, kekalahan maupun kemenangan, melainkan apa yang telah ditetapkan Allah di Lauh Mahfuz bagi kami. Demikian ini, agar kami tidak merasa berbangga diri ketika berhasil dan tidak merasa sesak dada kami ketika tidak berhasil. (Lihat pula Surah al-aˆadid/57: 22-23). Sebagai seorang mukmin, kami sadar bahwa Allah tidak mungkin menyengsarakan kami, sebab Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman dengan keimanan yang mantap bertawakkal setelah sebelumnya berusaha secara maksimal.\"", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Rasulullah agar menjawab tantangan orang munafik yang merasa senang ketika Rasulullah dan para sahabatnya ditimpa kesulitan dan merasa sesak dada ketika Rasulullah dan para sahabatnya memperoleh kenikmatan dengan ucapan, \"Apa yang menimpa diri kami dan apa yang kami peroleh dan kami alami adalah hal-hal yang telah diatur dan ditetapkan oleh Allah, yaitu hal-hal yang telah tercatat di Lauh Mahfudh sesuai dengan sunatullah yang berlaku pada hamba-Nya, baik kenikmatan kemenangan maupun bencana kekalahan, segala sesuatunya terjadi sesuai dengan qadza dan qadar dari Allah dan bukanlah menurut kemauan dan kehendak manusia mana pun. Allah pelindung kami satu-satunya, dan kepada Dialah kami bertawakal dan berserah diri, dengan demikian kami tidak pernah merasa putus asa di kala ditimpa sesuatu yang tidak menggembirakan dan tidak merasa sombong dan angkuh di kala memperoleh nikmat dan hal-hal yang menjadi cita-cita dan idaman.\"\n\nFirman Allah:\n\nDan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu (Ath-thalaq/65: 3) \n\nDan firman Allah:\n\nMaka apakah mereka tidak pernah mengadakan perjalanan di bumi sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Allah telah membinasakan mereka, dan bagi orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa itu. Yang demikian itu karena Allah pelindung bagi orang-orang yang beriman; sedang orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka. (Muhammad/47: 10 dan 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 1287, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 10, "page": 195, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul hal tarabbasoona binaaa illaaa ihdal husnayayni wa nahnu natrabbasu bikum ai yus eebakumul laahu bi'azaa bim min 'indiheee aw biaidee naa fatarabbasooo innaa ma'akum mutarabbisoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Do you await for us except one of the two best things while we await for you that Allah will afflict you with punishment from Himself or at our hands? So wait; indeed we, along with you, are waiting.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1287", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1287.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1287.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik selalu menunggu-nunggu kehancuran dan kebinasaan orang-orang muslim. Karena itu, beliau diperintah untuk menantang mereka. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orangorang munafik itu, \"Meski kamu selalu berharap kebinasaan terhadap kami, maka sesungguhnya tidak ada yang kamu tunggu-tunggu itu bagi kami, kecuali kami akan memperoleh salah satu dari dua kebaikan yaitu menang dengan membawa kemulian atau mati syahid. Dan sebaliknya, kami justru menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan salah satu dari dua keburukan yaitu azab dari sisi-Nya, seperti yang pernah menimpa umat-umat terdahulu disebabkan keingkaran dan penentangan mereka terhadap kebenaran Ilahi, atau azab melalui tangan kami dengan membunuhmu atau menawanmu. Karena itu, maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu pula bersamamu, apa yang akan terjadi pada diri kalian jika kalian tetap ingkar.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana orang-orang munafik itu menunggu-nunggu kehancuran dan kebinasaan Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya, namun mereka tidak akan menyaksikannya, kecuali salah satu dari dua hal yang menguntungkan bagi Rasul dan kaum Muslimin, yaitu kemenangan atau mati syahid. Sedangkan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya menunggu salah satu dari dua hal yang merugikan dan membinasakan mereka, karena mereka tetap saja terpengaruh oleh bisikan berbisa dan ajakan setan, sehingga mereka selalu ingkar dan membangkang. Dua hal yang dimaksud ialah bahwa pada suatu saat nanti Allah mengizinkan Rasul-Nya memerangi mereka sampai bertekuk lutut atau mengalami kehancuran.\n\nOrang-orang munafik yang jahil itu menunggu-nunggu apa gerangan yang akan dialami Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Sebaliknya Nabi Muhammad menanti-nanti azab apa yang akan menimpa mereka selama mereka tetap saja ingkar dan tidak mau sadar." } } }, { "number": { "inQuran": 1288, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 10, "page": 195, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0637\u064e\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0652\u0647\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul anfiqoo taw'an aw karhal lany yutaqabbala min kum innakum kuntum qawman faasiqeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Spend willingly or unwillingly; never will it be accepted from you. Indeed, you have been a defiantly disobedient people.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun (infakmu) tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1288", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1288.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1288.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan balasan orang-orang munafik baik di dunia maupun di akhirat, maka ayat ini menginformasikan betapa kebaikan yang dilakukan orang-orang munafik itu tidak akan memberi manfaat apa pun bagi mereka. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada kaum munafik itu, \"Infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, namun infakmu itu tetap sia-sia saja dan tidak akan diterima. Sesungguhnya infak yang kamu lakukan itu justru untuk melawan agama Allah, sehingga dengan begitu kamu adalah orang-orang yang fasik, yakni orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bagaimana pun juga orang-orang munafik menginfakkan harta bendanya untuk membantu perjuangan orang-orang mukmin, baik karena harta benda itu diserahkan dengan sepenuh hatinya, sesuai dengan perintah Allah untuk keselamatan dirinya, maupun secara terpaksa, karena takut kepada azab yang akan menimpanya, namun Allah tidak akan menerimanya, karena mereka tetap ragu-ragu kepada agama yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad dan tidak percaya akan adanya pembalasan di akhirat nanti atas segala perbuatan yang mereka lakukan di dunia ini. Allah akan menerima baik amalan apa saja apabila amalan itu dikerjakan bukan karena ria tetapi karena keikhlasan dan takwa kepada Allah. Sabda Nabi Muhammad:\n\nSesungguhnya Allah swt tidak akan menerima amalan kecuali apabila dikerjakan dengan ikhlas dan dimaksudkan semata-mata karena Allah. (Riwayat an-Nasa'i dari Abu Umamah)\n\nFirman Allah:\n\nSesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa. (al-Ma'idah/5: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 1289, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 10, "page": 195, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa mana'ahum an tuqbala minhum nafaqaatuhum illaaa annnahum kafaroo billaahi wa bi Rasoolihee wa laa yaatoonas Salaata illaa wa hum kusaalaa wa laa yunfiqoona illaa wa hum kaarihoon" } }, "translation": { "en": "And what prevents their expenditures from being accepted from them but that they have disbelieved in Allah and in His Messenger and that they come not to prayer except while they are lazy and that they do not spend except while they are unwilling.", "id": "Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1289", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1289.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1289.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya disebutkan alasan ditolaknya infak orang-orang munafik. Dan yang menghalang-halangi infak mereka, kaum munafik, untuk diterima adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat dengan penuh ketaatan melainkan dengan malas, tidak senang, atau kurang peduli, dan mereka tidak pula menginfakkan harta, melainkan dengan rasa enggan atau terpaksa, karena mereka tidak yakin terhadap limpahan pahala dari Allah di akhirat kelak bagi mereka yang melakukan kebaikan atas dasar keikhlasan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa yang menyebabkan infak orang-orang munafik itu tidak diterima oleh Allah ialah karena mereka tetap ingkar kepada Allah dan sifat-sifat-Nya, ingkar kepada Rasulullah dan petunjuk-petunjuk serta penjelasan-penjelasan yang dibawanya. Orang-orang munafik itu kalaupun melakukan salat, mereka lakukan dengan malas. Kalau di hadapan orang mereka salat, tetapi kalau mereka hanya sendirian, salat ditinggalkan dan tidak dikerjakan. Mereka tidak mengharapkan pahala dari salatnya itu, mereka tidak takut kepada siksaan karena meninggalkannya. Salat yang dilaksanakan bukanlah karena percaya akan kewajibannya, tetapi karena ria dan ingin dilihat dan diketahui bahwa ia juga turut melakukan salat. Apabila mereka meninfakkan harta bendanya untuk membantu perjuangan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, atau hal-hal lain, mereka mengeluarkannya dengan rasa terpaksa, tidak dengan rela dan ikhlas hati, karena mereka menganggap bahwa bantuannya itu akan merugikan dirinya sendiri, sebaliknya akan menguntungkan orang-orang mukmin, sedang dia bukanlah termasuk golongan orang-orang mukmin." } } }, { "number": { "inQuran": 1290, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 10, "page": 196, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0628\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0632\u0652\u0647\u064e\u0642\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaa tu'jibka amwaaluhum wa laaa awlaaduhum; innamaa yureedul laahu liyu'az zibahum bihaa fil hayaatid dunyaa wa tazhaqa anfusuhum wa hum kaafiroon" } }, "translation": { "en": "So let not their wealth or their children impress you. Allah only intends to punish them through them in worldly life and that their souls should depart [at death] while they are disbelievers.", "id": "Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1290", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1290.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1290.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tertolaknya amal perbuatan baik orang-orang munafik, seperti salat dan menginfakkan harta, maka ayat ini memperingatkan kaum mukmin agar tidak menganggap baik kekayaan dan kekuasaan duniawi yang dianugerahkan kepada mereka, apalagi sampai mengaguminya. Maka karena itu, Janganlah harta dan anak-anak mereka, yakni kaum munafik, membuatmu kagum sehingga menjadikanmu menaati perintahnya dan mendengar ucapannya padahal penuh kebohongan dan justru akan menjerumuskanmu ke jurang kenistaan, seperti dijelaskan pada Surah al-Munafiqun/63: 4. Memang benar, banyaknya harta dan anak bisa saja menjadi indikasi kebaikan jika menyebabkan pemiliknya menjadi baik dan taat kepada Allah. Namun, sesungguhnya maksud Allah dengan itu, yakni karunia harta dan anak bagi orang-orang munafik, sejatinya adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia, sebab dengan itu mereka semakin berat hatinya meninggalkan dunia dan senantiasa merasa takut kehilangan apa yang mereka miliki, dan yang lebih menyakitkan adalah kelak mereka akan mati dalam keadaan kafir serta tempat menetap mereka adalah neraka.", "long": "Ayat ini mengisyaratkan bahwa janganlah orang mukmin terpengaruh dan terpesona oleh harta benda yang melimpah dan keturunan yang menjadi kebanggaan mereka, karena semua yang mereka banggakan itu hanya akan menambah siksa yang mereka derita di dunia dan di akhirat kelak.\n\nMereka dengan susah payah mengumpulkan harta benda, tanpa menghiraukan cara-cara yang ditempuhnya. Yang penting baginya harta benda dapat dikumpulkan sebanyak-banyaknya dengan cara apa saja, sekalipun dengan cara yang tidak dibenarkan oleh ajaran agama, karena disangkanya bahwa harta benda yang berlimpah-limpah itulah yang akan memberi kebahagiaan kepada mereka di dunia dan di akhirat.\n\nSelain dari siksa yang dialami di dunia, mereka juga merasakan azab yang amat pedih pada akhir hayatnya, karena nyawanya akan dicabut dengan susah payah dan dalam keadaan kafir. Orang yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, semua amal dan usahanya akan sia-sia dan binasa, sebagaimana firman Allah:\n\nDemikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka. (al-Kahf/18: 106)" } } }, { "number": { "inQuran": 1291, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 10, "page": 196, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u064a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yahlifoona billaahi innnahum laminkum wa maa hum minkum wa laakinnahum qawmuny yafraqoon" } }, "translation": { "en": "And they swear by Allah that they are from among you while they are not from among you; but they are a people who are afraid.", "id": "Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-orang yang sangat takut (kepadamu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1291", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1291.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1291.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya memperingatkan agar umat Islam tidak merasa takjub terhadap kekayaan kaum munafik, maka ayat ini menginformasikan tentang kebusukan hati mereka. Mereka, orang-orang munafik, akan terus-menerus bersumpah dengan nama Allah bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun sumpah itu hanyalah untuk mengelabui orang-orang mukmin. Karena itu, janganlah kalian mempercayai sumpah mereka, sebab sejatinya mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut diperlakukan seperti orang-orang musyrik, makanya mereka tutupi kemunafikan mereka itu dengan sumpah.", "long": "Ayat ini menerangkan kepada Nabi Muhammad tentang kegelisahan dan kecemasan orang-orang munafik karena takut rahasia mereka diketahui oleh orang-orang mukmin. Oleh karena itu mereka bersumpah dengan nama Allah untuk menutupi kedustaan ucapan mereka bahwa mereka berada di pihak orang-orang mukmin. Sedangkan mereka itu pada hakikatnya tidak beriman, bahkan mereka selalu diliputi oleh keragu-raguan dan kegelisahan. Mereka selalu menyatakan sesuatu yang berlainan dengan apa yang dikandung dalam hati mereka karena mereka selalu berada dalam ketakutan. Demikianlah tingkah laku orang-orang munafik ketika bertemu dengan orang-orang mukmin, sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, \"Kami telah beriman.\" Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, \"Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.\" (al-Baqarah/2: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 1292, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 10, "page": 196, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0644\u0652\u062c\u064e\u0623\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u063a\u064e\u0627\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u062f\u0651\u064e\u062e\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law yajidoona malja'an aw maghaaraatin aw mudda khalal lawallaw ilaihi wa hum yajmahoon" } }, "translation": { "en": "If they could find a refuge or some caves or any place to enter [and hide], they would turn to it while they run heedlessly.", "id": "Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1292", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1292.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1292.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, guagua, lubang-lubang dalam tanah atau tempat-tempat persembunyian di mana saja, niscaya mereka akan segera pergi atau lari ke sana dengan secepat-cepatnya meski harus berkorban harta dan melalui jalan yang cukup sulit. Inilah sifat dan sikap orang-orang yang hidupnya penuh dengan kemunafikan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang munafik itu tidak ingin bergaul dengan orang mukmin karena takut dan khawatir kemunafikan mereka akan diketahui, lebih-lebih lagi bilamana mereka diajak turut berperang bersama orang-orang mukmin. Oleh sebab itu, sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan berupa benteng gua-gua di bukit atau parit untuk melindungi diri mereka dari pembalasan orang-orang mukmin, tentulah mereka lari bersembunyi ke tempat-tempat itu karena mereka sadar bahwa kemunafikan mereka pada suatu saat akan diketahui juga." } } }, { "number": { "inQuran": 1293, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 10, "page": 196, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0645\u0650\u0632\u064f\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0639\u0652\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0637\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minhum mai yalmizuka fis sadaqaati fa-in u'too minhaa radoo wa illam yu'taw minhaaa izaa hum yaskhatoon" } }, "translation": { "en": "And among them are some who criticize you concerning the [distribution of] charities. If they are given from them, they approve; but if they are not given from them, at once they become angry.", "id": "Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); jika mereka diberi bagian, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka marah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1293", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1293.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1293.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih menginformasikan keburukan sifat dan sikap kaum munafik, yaitu bahwa di antara mereka ada yang mencelamu, wahai Rasulullah, tentang pembagian sedekah, zakat, juga ganimah atau rampasan perang. Demikian ini, karena pengakuan iman tersebut hanyalah sebagai taktik untuk memperoleh kenikmatan duniawi. Karena itulah, jika mereka diberi bagian, baik dari zakat, infak, sedekah, maupun ganimah, mereka bersenang hati, puas bahkan memuji-mujimu sebagai orang yang berbuat adil. Dan, sebaliknya, jika mereka tidak diberi bagian atau diberi bagian namun jumlahnya lebih sedikit daripada yang lain, tiba-tiba mereka marah, menunjukkan sikap penuh kebencian dan bahkan berani mencelamu tidak berbuat adil.", "long": "Sabab Nuzul: Abu Said al-Khudri meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah saw membagi sedekah, datang Ibnu Zi al-Khawaisirah at-Tamimi, dia berkata, \"Berbuat adillah wahai Rasulullah.\" Nabi menjawab, \"Celaka kamu! Siapa lagi yang akan berbuat adil kalau saya tidak adil?\" Umar berkata, \"Izinkan aku penggal lehernya!\" Nabi menjawab, \"Biarkan, dia banyak teman. Sebagian kamu menghina salatnya dengan salat kamu, puasanya dengan puasa mereka. Meninggalkan agama seperti anak panah menginggalkan busurnya.\" Maka turunlah ayat ini. (Riwayat al-Bukhari). \n\nAyat ini menerangkan adanya beberapa orang munafik yang mencela Nabi Muhammad mengenai kebijaksanaan beliau membagi-bagi zakat kepada orang-orang yang patut menerimanya. Dalam usaha untuk menghambat perkembangan Islam, mereka mengada-adakan tuduhan palsu yang mereka tujukan kepada Nabi Muhammad dengan maksud mempengaruhi orang-orang Islam yang masih lemah imannya. Mereka menuduh bahwa Nabi Muhammad tidak berlaku adil, berat sebelah, pilih kasih dalam membagikan zakat.\n\nOrang-orang munafik itu jika mereka diberi zakat oleh Nabi, mereka menerimanya dan diam seribu bahasa meskipun mereka tidak termasuk golongan yang patut menerimanya disebabkan mereka hanya berpura-pura miskin dan manakala tidak diberi oleh Nabi karena tidak termasuk golongan yang berhak menerima zakat, mereka segera menjadi marah dan membuat tuduhan terhadap Nabi. Sikap demikian menunjukkan bahwa mereka hanyalah memikirkan kepentingan diri sendiri. Demikianlah antara lain kelakuan orang-orang munafik itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1294, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 10, "page": 196, "manzil": 2, "ruku": 162, "hizbQuarter": 78, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0627\u063a\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law annahum radoo maaa aataahumul laahu wa Rasooluhoo wa qaaloo hasbunal laahu wayu'teenallaahu min fadlihee wa Rasooluhooo innaaa ilallaahi raaghiboon" } }, "translation": { "en": "If only they had been satisfied with what Allah and His Messenger gave them and said, \"Sufficient for us is Allah; Allah will give us of His bounty, and [so will] His Messenger; indeed, we are desirous toward Allah,\" [it would have been better for them].", "id": "Dan sekiranya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1294", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1294.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1294.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Padahal, sekiranya mereka benar-benar rida atau menerimanya dengan puas dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata, \"Cukuplah Allah bagi kami sebagai sandaran hidup kami, sebab Allah pasti akan memberikan kepada kami sebagian dari karuniaNya dan juga Rasul-Nya dengan memberi bagian kepada kami, baik dari zakat maupun ganimah, dan sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah,\" maka alangkah baik dan indahnya seandainya mereka bersikap seperti itu. Namun, kenyataannya mereka tidak melakukan demikian.", "long": "Jika mereka beriman kepada Allah dengan sebenarnya tentulah mereka tidak akan mencela atau membuat tuduhan terhadap Rasul. Seharusnya mereka rida dan bersyukur kepada Allah terhadap pembagian harta itu, baik mengenai pembagian harta rampasan maupun zakat. Mereka meyakini bahwa Allah merupakan tempat memohon dan yang akan memberikan rahmat dan rezeki kepada makhluk-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1295, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 10, "page": 196, "manzil": 2, "ruku": 163, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0641\u064f\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innamas sadaqaatu lilfuqaraaa'i walmasaakeeni wal 'aamileena 'alaihaa wal mu'al lafati quloobuhum wa fir riqaabi walghaarimeena wa fee sabeelil laahi wabnis sabeeli fareedatam minal laah; wal laahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "Zakah expenditures are only for the poor and for the needy and for those employed to collect [zakah] and for bringing hearts together [for Islam] and for freeing captives [or slaves] and for those in debt and for the cause of Allah and for the [stranded] traveler - an obligation [imposed] by Allah. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1295", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1295.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1295.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menyatakan bagaimana orang-orang munafik telah mencela Rasul dalam persoalan pembagian harta, baik zakat maupun ganimah, maka ayat ini menjelaskan secara terperinci siapa sesungguhnya yang berhak menerima zakat itu. Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, yaitu orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga kebutuhan primernya tidak terpenuhi, orang miskin, yakni orang yang memiliki penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak, baik kedua kelompok itu meminta-minta maupun tidak, amil zakat, orang-orang yang ditugaskan untuk mengelola dana zakat, yang dilunakkan hatinya atau orang yang baru masuk Islam, untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berutang demi memenuhi kebutuhan primernya yang jumlahnya melebihi penghasilannya, untuk orang yang aktivitasnya berada di jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan dengan perjalanan yang mubah dan kehabisan bekal. Zakat itu sebagai kewajiban dari Allah bagi setiap muslim yang mampu. Allah Maha Mengetahui apa saja yang terkait dengan kemaslahatan hambahamba-Nya, Mahabijaksana atas segala aturan dan kebijakan-Nya.", "long": "Sadaqah yang dimaksud dalam ayat ini ialah sadaqah wajib yang dikenal dengan zakat sebagai kewajiban dari Allah terhadap kaum Muslimin yang telah memenuhi syarat-syaratnya untuk mengeluarkan kewajiban zakat, demi untuk memelihara kemaslahatan umat. Mengenai pensyariatan zakat ini diutarakan dalam firman Allah:\n\nAmbillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka. (at-Taubah/9: 103)\n\nDengan demikian jelaslah bahwa zakat disyariatkan untuk membersihkan diri dari harta yang mungkin didapat dengan cara yang kurang wajar, mendorong pemiliknya agar bersyukur kepada Allah atas rezki yang diberikan-Nya. Yang berhak menerima zakat dalam ayat ini ada 8 golongan sebagai berikut:\n\nPertama: Orang fakir, yaitu orang yang mempunyai harta dan mata pencaharian yang tidak mencukupi dan tidak meminta-minta, demikian menurut Imam Syafii.\n\nKedua: Orang miskin, yaitu orang yang mempunyai harta atau mata pencaharian tetapi tidak mencukupi kebutuhan sehingga meminta-minta merendahkan harga diri, demikian menurut Imam Syafii. Menurut Imam Abu Hanifah miskin ialah apa yang dikatakan fakir menurut pengertian Imam Syafii, dan yang dikatakan miskin menurut Imam Syafii adalah fakir menurut Imam Abu Hanifah.\n\nKetiga: Orang-orang yang menjadi amil zakat, yaitu orang-orang yang ditugaskan untuk mengumpulkan, mengurus dan menyimpan harta zakat itu baik mereka yang bertugas mengumpulkan atau menyimpan harta zakat sebagai bendahara maupun selaku pengatur administrasi pembukuan, baik mengenai penerimaan maupun pembagian (penyaluran). Golongan amil ini menerima pembagian zakat sebagai imbalan pekerjaan mereka. Disebutkan dalam sebuah riwayat:\n\nIbnu as-Sadi al-Maliki berkata, \"Umar mengangkat aku selaku petugas pengumpulan zakat. Setelah selesai dan aku serahkan kepadanya zakat yang terkumpul, ia memerintahkan agar aku diberi bagian, kemudian aku berkata, bahwasanya saya mengerjakan itu karena Allah, lalu beliau menjawab, 'Ambillah apa yang telah diberikan kepadamu, bahwasanya aku pernah menjadi amil zakat pada masa Rasulullah, kemudian Rasulullah memberikan kepadaku upah, maka aku jawab sebagaimana jawabanmu, maka berkata Rasulullah kepadaku: \"Apabila kamu diberikan sesuatu tanpa kamu minta maka makanlah (terimalah) dan bersedekahlah.\" (Riwayat Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).\n\nKeempat: Muallaf, yaitu orang yang perlu dihibur hatinya agar masuk Islam dengan mantap atau orang-orang yang dikhawatirkan memusuhi dan mengganggu kaum Muslimin atau orang yang diharapkan memberi bantuan kepada kaum Muslimin.\n\nMuallaf ada tiga golongan:\n\na. Golongan orang-orang kafir yang berpengaruh dan diharapkan (masuk Islam) sebagaimana perlakuan Nabi Muhammad terhadap shafwan bin Umayah pada ketika penaklukan kota Mekah. Nabi memberi keamanan kepada shafwan dengan maksud agar ia dapat merasakan kebaikan agama Islam. Nabi memberikan pula kepadanya seekor unta beserta yang ada di punggung unta itu sehingga akhirnya shafwan tertarik masuk Islam dengan kesadaran. Dia berkata, \"Sesungguhnya Muhammad banyak memberiku ketika aku memandangnya sebagai manusia yang paling kubenci, sehingga dengan perlakuan ramah-tamahnya kepadaku jadilah Muhammad menurut pandanganku sebagai manusia yang paling kucintai.\" Demikianlah shafwan akhirnya menjadi seorang Islam yang baik.\n\nb. Golongan orang-orang kafir yang miskin kemudian masuk Islam sampai imannya mantap. Untuk memantapkan dan meneguhkan keimanan mereka Rasulullah pernah memberikan sebagian harta rampasan perang kepada mereka yang masih lemah imannya dari kalangan ahli Mekah meskipun di antara mereka ada yang munafik.\n\nc. Golongan Muslimin yang mendiami daerah perbatasan dengan orang kafir. Mereka ini diberi zakat karena diharapkan kewaspadaan mereka dalam mempertahankan kawasan kaum Muslimin dan memperhatikan gerak-gerik musuh.\n\nKelima: Untuk usaha membebaskan perbudakan. Dengan cara yang bijaksana Islam memberantas perbudakan. Dalam rangka pembebasan budak, disediakan dana yang diambil dari zakat yang dipergunakan untuk membeli budak dan membebaskannya atau diberikan kepada seorang budak yang telah mendapat jaminan dari tuannya untuk melepaskan dirinya dengan membayar sebanyak harta yang ditentukan. Budak yang seperti ini dinamakan \"mukatab\". Seperti orang yang disandera, pekerja yang tertuduh membunuh dapat dibebaskan dengan uang. \n\nAl-Bara' bin 'Azib berkata, \"Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata:\n\n\"Tunjukilah aku kepada amalan yang mendekatkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari api neraka.\" Maka Rasulullah menjawab, \"Merdekakanlah budak atau berusahalah melepaskannya.\" Laki-laki itu berkata, \"Hai Rasulullah, tidakkah kedua hal itu satu (serupa)?\" Nabi menjawab, \"Tidak, memerdekakan budak ialah engkau sendirian yang memerdekakannya, sedang melepaskan budak adalah engkau membantu membayar harganya (uang tebusannya).\" (Riwayat Ahmad dan al-Bukhari dari al-Barra' bin 'Azib).\n\nKeenam: Orang yang berhutang. Golongan ini terdiri dari dua tingkatan:\n\na. Orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pada jalan yang bukan maksiat. Mereka ini berhak menerima zakat jika mereka tidak mempunyai kesanggupan untuk membayar hutang yang menjadi tanggungannya.\n\nb. Golongan yang berhutang untuk kepentingan umum. Mereka ini berhak menerima zakat meskipun mereka orang-orang mampu (orang kaya).\n\nKetujuh: Sabilillah. Perkataan \"sabilillah\" mempunyai dua arti. Pertama, arti khusus, yaitu orang-orang yang secara suka-rela menjadi tentara melakukan jihad, membela agama Allah terhadap orang-orang kafir yang mengganggu keamanan kaum Muslimin. Kedua, arti umum, yaitu segala perbuatan yang bersifat kemasyarakatan yang ditujukan untuk mendapatkan keridaan Allah seperti: pengadaan fasilitas umum, beasiswa untuk pendidikan, dan untuk dakwah.\n\nPara ulama empat mazhab berpegang kepada arti yang pertama, tetapi sebagian ulama mempunyai pendirian yang mencakup pengertian khusus dan pengertian umum atas dasar kaidah ushul fiqh\n\nYang menjadi pegangan ialah umumnya pengertian lafaz (sesuatu nash) tidak pada kekhususan sebab (nash diucapkan/diturunkan).\"\n\nAtas dasar ini, pembangunan atau pemeliharaan mesjid dan madrasah demikian juga untuk kegiatan ulama dan para mubalig dapat diambil dari harta zakat.\n\nKedelapan: Ibnu Sabil. Orang yang sedang musafir yang memerlukan pertolongan meskipun ia mempunyai kekayaan di negerinya. Kepada musafir yang seperti ini dapat diberikan bantuan dari harta zakat meskipun perjalanannya selaku turis selama ia tidak bertujuan maksiat dari perjalanannya itu.\n\nKedelapan golongan tersebut adalah ketentuan Allah yang wajib dipedomani oleh umat Islam. Allah Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui siapa di antara mereka yang mampu dan yang memerlukan pertolongan. Allah Mahabijaksana dalam mengatur ketentuan-ketentuan dan petunjuk-petunjuk yang ditujukan kepada orang-orang yang mampu sehingga jiwa mereka menjadi bersih dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada mereka. Kedelapan golongan yang telah diterangkan dalam ayat ini dapat dibagi atas dua golongan:\n\na. Pertama, golongan yang menerima zakat langsung menjadi milik pribadi, mereka ialah fakir miskin, amil, orang-orang yang menanggung hutang, muallaf dan musafir. Zakat yang diberikan kepada mereka ini adalah menjadi hak milik mereka.\n\nb. Kedua, golongan yang menerima zakat untuk kepentingan umum. Golongan ini berupa instansi dan badan, terdiri dari:\n\n1. Fi ar-Riqab, yaitu usaha membebaskan budak. Badan amil zakat secara langsung atau dengan perantaraan organisasi tertentu dapat membeli semua budak yang akan dijual oleh pemiliknya atau yang ada di pasar-pasar budak untuk dimerdekakan.\n\n2. Fi Sabilillah, yaitu segala kepentingan agama yang bersifat umum sebagaimana diterangkan di atas.\n\nSebagian mufasir yang didukung oleh ulama Fiqih memandang hanya dari delapan golongan tersebut, empat golongan termasuk golongan pertama yaitu: fakir, miskin, amil, dan muallaf. Sedangkan empat golongan yang terakhir yaitu: pembebasan budak, pembebasan hutang untuk kepentingan umum, fi sabilillah dan ibnu sabil adalah termasuk golongan kedua yaitu untuk kemaslahatan umum." } } }, { "number": { "inQuran": 1296, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 10, "page": 196, "manzil": 2, "ruku": 163, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u064c \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa minhumul lazeena yu'zoonan nabiyya wa yaqooloona huwa uzun; qul uzunu khairil lakum yu'minu billaahi wa yu'minu lilmu mi neena wa rahmatul lillazeena aamanoo minkum; wallazeena yu'zoona Rasoolal laahi lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And among them are those who abuse the Prophet and say, \"He is an ear.\" Say, \"[It is] an ear of goodness for you that believes in Allah and believes the believers and [is] a mercy to those who believe among you.\" And those who abuse the Messenger of Allah - for them is a painful punishment.", "id": "Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi (Muhammad) dan mengatakan, “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.” Katakanlah, “Dia mempercayai semua yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1296", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1296.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1296.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menjelaskan tuduhan orang-orang munafik kepada Rasulullah yang dianggapnya telah berbuat curang atau tidak adil berkenaan dengan pembagian zakat atau ganimah, berikut ini diuraikan kembali ucapan dan gangguan orang-orang munafik ketika berada di tengah-tengah Rasulullah. Dan di antara mereka, orang-orang munafik, ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi Muhammad padahal beliau adalah sosok yang agung. Mereka telah menuduh beliau tidak adil dan juga mengatakan kepada kaum mukmin atau sesama orang munafik, \"Nabi itu terlalu cepat untuk memercayai semua apa yang didengarnya hanya karena diperkuat dengan sumpah, padahal belum dicek kebenarannya.\" Namun, beliau hanya memercayai apa saja yang membawa kebaikan dan kemaslahatan umatnya. Karena itu, katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka, \"Memang benar, kalau dia selalu mendengarkan setiap informasi yang disampaikan kepadanya dengan penuh perhatian, namun, dia tidaklah seperti yang kamu tuduhkan itu, sebab dia hanya mempercayai semua atau apa saja yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah dan tentunya juga malaikat yang menyampaikan informasi, memercayai orang-orang mukmin yang dengan iman itulah mereka terhalang untuk melakukan kebohongan dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.\" Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah, baik di kala beliau masih hidup maupun sudah wafat, baik dengan ucapan maupun sikap, akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak. Sebab, perasaan cinta itulah yang akan melahirkan penghormatan yang tulus kepada yang dicintai dan tidak akan pernah menyakitinya.", "long": "Sabab Nuzul: Menurut riwayat Ibnu Abi Hatim dari as-Suddi, pada suatu ketika terjadilah pertemuan antara sesama orang munafik, di antara mereka adalah Jullas bin Suwaid bin Samit, Mikhasi bin Umar dan Wadiah bin sabit. Di antara mereka ada yang hendak menggunjingkan Nabi maka beberapa orang di antara mereka melarangnya dengan alasan khawatir akan sampai kepada Nabi, dan ini akan menyusahkan mereka, lalu di antara mereka ada yang berkata, \"Muhammad itu terlalu percaya pada apa saja yang didengarnya asalkan saja kita bersumpah meyakinkannya,\" maka turunlah ayat ini.\n\nAyat ini menerangkan bahwa di antara golongan munafik terdapat orang-orang yang menyakiti Nabi Muhammad. Mereka menggunjingkannya dan mengatakan bahwa Nabi itu terlalu cepat terpengaruh tanpa memikirkan dan meneliti kebenaran sesuatu yang didengarnya. Tuduhan mereka ini atas dasar bahwa perlakuan Nabi Muhammad kepada mereka serupa dengan perlakuan beliau kepada orang-orang mukmin secara umum. Hal mana menunjukkan bahwa Nabi itu dapat dipengaruhi sebagaimana beliau terpengaruh oleh ucapan-ucapan mereka. Atas dasar ini mereka memandang adanya kelemahan pada Nabi Muhammad dan kelemahan seperti ini jika terdapat pada penguasa seperti raja, tentu akan sangat membahayakan raja tersebut dan akan berkumpullah di sekeliling raja orang-orang yang pandai menjilat untuk mempengaruhinya keputusan yang diambilnya.\n\nSetelah Allah menerangkan anggapan yang berkembang di kalangan orang munafik itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk mendengarkan semua yang disampaikan kepadanya, tetapi kemudian dilanjutkan dengan penelitian tentang kebenarannya. Perintah ini bertujuan agar Nabi Muhammad tidak teperdaya oleh orang-orang yang ingin menjilat atau yang mencari muka. Pada akhir ayat ini, Allah menerangkan azab yang sepedih-pedihnya yang akan menjadi hukuman bagi orang-orang munafik yang menuduh Nabi dengan tuduhan-tuduhan yang tidak pada tempatnya.\n\nDari segi hukum, ayat ini melarang menyakiti Rasul, baik pada masa hidupnya maupun sesudah wafatnya. Menyakiti Rasul pada masa hidupnya dapat berbentuk:\n\na. Meragukan kerasulannya atau menganggapnya ahli sihir. Orang-orang yang menyakiti Rasul seperti ini hukumnya kafir karena mereka mengingkari kerasulannya.\n\nb. Mengganggu ketenangan rumah tangganya seperti bertamu terlalu lama atau berkata di hadapannya dengan suara keras. Pekerjaan seperti ini hukumnya haram sebagaimana diutarakan dalam Al-Qur'an. Firman Allah:\n\nSesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar). (al-Ahzab/33: 53)\n\nDan firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari. (al-hujurat/49: 2)\n\nMenyakiti Rasul setelah wafatnya sama halnya dengan menyakitinya pada masa hidupnya seperti menggunjingkan ibu bapaknya dan keluarganya atau menghina dan menjelek-jelekkannya. Keimanan seseorang kepada Rasul menimbulkan rasa cinta kepadanya. Orang yang cinta kepada sesuatu, tentulah sesuatu yang dicintainya itu selalu dipandang dengan rasa hormat karena dianggap mulia." } } }, { "number": { "inQuran": 1297, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 10, "page": 197, "manzil": 2, "ruku": 163, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0631\u0652\u0636\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0636\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "yahlifoona billaahi lakum liyurdookum wallaahu wa Rasooluhoo ahaqqu ai yurdoohu in kaanoo mu'mineen" } }, "translation": { "en": "They swear by Allah to you [Muslims] to satisfy you. But Allah and His Messenger are more worthy for them to satisfy, if they should be believers.", "id": "Mereka bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka mencari keridaan-Nya jika mereka orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1297", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1297.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1297.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rangkaian ayat berikut ini memaparkan sifat buruk yang lain dari orang-orang munafik. Mereka bersumpah palsu kepadamu dengan nama Allah, untuk tidak turut serta dalam Perang Tabuk, semata-mata untuk menyenangkan kamu dan orang-orang beriman, padahal Allah dan RasulNya lebih pantas bagi mereka untuk dicari keridaan-Nya dengan menaati segala perintah Allah dan Rasul-Nya meskipun berat, jika mereka benar-benar orang mukmin dengan keimanan yang mantap.", "long": "Sabab Nuzul: Diriwayatkan Ibnu Mundzir dari Qatadah tentang sebab nuzul ayat ini, Qatadah berkata, \"Kepada kami diberitahukan bahwa seorang lelaki dari kalangan munafik berkata tentang golongan yang tidak turut Perang Tabuk dimana turun ayat khusus mengenai mereka. Lelaki itu berkata, \"Demi Allah bahwa sesungguhnya mereka yang tidak ikut berperang itu adalah orang-orang pilihan dan orang-orang yang mulia. Jika sekiranya benar apa yang dikatakan Muhammad tentulah mereka lebih jahat daripada keledai.\" Ucapan lelaki itu didengar oleh seorang lelaki dari kalangan muslim, lalu ia berkata (sebagai jawaban terhadap orang-orang munafik itu), \"Demi Allah, bahwa apa yang dikatakan Muhammad itu adalah benar dan engkau adalah lebih jelek daripada himar (keledai).\" Orang muslim itu pergi kepada Rasulullah untuk menceritakan kejadian itu maka orang-orang munafik itu didatangkan menghadap Nabi dan Nabi berkata, \"Apakah yang mendorong engkau berkata demikian?\" Orang munafik itu mengingkari ucapannya dan melaknati dirinya dengan bersumpah bahwa ia tidak pernah berkata demikian. Orang muslim itu berkata, \"Hai Tuhanku benarkanlah orang yang benar dan dustakanlah orang yang dusta,\" maka turunlah ayat ini.\n\nAyat ini menerangkan tentang kebiasaan orang-orang munafik sebagaimana halnya dengan orang-orang yang berbuat suatu kesalahan, seperti: mencuri, dan membunuh. Mereka selalu merasa dalam kesulitan karena mereka selalu dibayang-bayangi oleh akibat perbuatan mereka yang buruk yang mereka lakukan, dan mereka takut kebohongan mereka diketahui oleh orang-orang muslim. Mereka sering bersumpah sebagai cara untuk menutupi kejahatan dan kebohongan mereka.\n\nDemikian perbuatan orang munafik, mereka bersumpah untuk meyakinkan orang-orang mukmin bahwa apa yang disampaikannya tentang kelakuan buruk mereka baik menentang maupun memburukkan Rasulullah adalah tidak benar. Hal ini dimaksudkan agar orang mukmin mengakui bahwa mereka adalah orang-orang yang bersih dari segala tuduhan. Mereka sering bersumpah dengan maksud menyenangkan Rasul dan mendapat kepercayaan dari orang-orang mukmin sehingga mereka mendapat perlindungan dari orang-orang mukmin; semestinya mereka berusaha mendapat keridaan Tuhan dan Rasul-Nya dengan iman yang sungguh-sungguh yang jauh dari kemunafikan dan keraguan jika benar-benar mereka ingin menjadi orang mukmin. Meskipun orang-orang mukmin dapat diyakinkan dengan jalan bersumpah, dan kebohongan mereka tidak terungkap, namun Allah swt, tetap mengetahui segala sesuatu yang mereka perbuat dan sesuatu yang masih tersimpan di hati mereka. Ketika kemaslahatan menghendaki, Allah menurunkan kepada Rasul wahyu yang menjelaskan tentang semua yang mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 1298, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 10, "page": 197, "manzil": 2, "ruku": 163, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Alam ya'lamooo annahoo mai yuhaadidillaaha wa Rasoolahoo faanna lahoo Naara jahannama khaalidan feehaa; zaalikal khizyul 'Azeem" } }, "translation": { "en": "Do they not know that whoever opposes Allah and His Messenger - that for him is the fire of Hell, wherein he will abide eternally? That is the great disgrace.", "id": "Tidakkah mereka (orang munafik) mengetahui bahwa barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1298", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1298.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1298.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah mereka, orang-orang munafik, mengetahui betul bahwa barang siapa menentang, tidak menaati perintah Allah dan perintah Rasul-Nya serta menyakiti hatinya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan dan kecelakaan yang besar.", "long": "Semestinya orang munafik segera sadar karena tidak mungkin mereka tidak mengetahui bahwa membuat-buat tuduhan terhadap Rasul seperti tuduhan berlaku curang dalam membagi zakat atau menuduh Rasul dengan sifat senang mendengar laporan tanpa meneliti kebenarannya adalah termasuk perbuatan menentang Allah dan Rasul-Nya. Orang yang demikian halnya akan mendapat ganjaran api neraka, kekal di dalamnya. Azab seperti ini adalah suatu kehinaan yang besar yang tentunya harus ditakuti dan dijauhi." } } }, { "number": { "inQuran": 1299, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 10, "page": 197, "manzil": 2, "ruku": 163, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064c \u062a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yahzarul munaafiqoona an tunaz zala 'alaihim Sooratun tunabbi 'uhum bimaa feequloobihim; qulistahzi'oo innal laaha mukhrijum maa tahzaroon" } }, "translation": { "en": "They hypocrites are apprehensive lest a surah be revealed about them, informing them of what is in their hearts. Say, \"Mock [as you wish]; indeed, Allah will expose that which you fear.\"", "id": "Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1299", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1299.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1299.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik itu sadar bahwa sesungguhnya mereka bohong, sehingga mereka takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan, mengungkap, dan membeberkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka yang tidak sesuai dengan ucapan dan perilakunya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka, \"Teruskanlah berolok-olok terhadap Allah dan Rasul-Nya sesuka hatimu. Sesungguhnya Allah akan menurunkan ayat-ayat-Nya kepada Rasul-Nya untuk mengungkapkan apa yang kamu takuti untuk diungkap itu, yakni sikap kemunafikanmu.\"", "long": "Ayat ini menggambarkan tentang tingkah laku orang-orang munafik yang pernah diungkapkan dalam Perang Tabuk. Mereka merasa khawatir seandainya diturunkan ayat atau surah yang menerangkan segala sesuatu yang mereka lakukan. Karena itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada mereka agar meneruskan ejekan-ejekan yang mereka lakukan. Orang-orang munafik adalah manusia yang tidak mempunyai pendirian, mereka berada di antara iman dan kufur, mereka tidak percaya kepada kebenaran wahyu yang diturunkan kepada Rasul, mereka berada di antara cemas dan harap. Andaikata mereka mengingkari Rasul secara tegas tentulah mereka tidak akan cemas. Demikian pula jika mereka beriman kepada Rasul secara tegas. Karena posisi mereka di antara iman dan kufur dan selalu mencela dan mengejek Nabi dan orang-orang mukmin, timbullah kekhawatiran dan kecemasan mereka kalau-kalau Allah menurunkan lagi ayat-ayat yang mengungkap keaiban mereka dan menerangkan segala sesuatu yang ada pada mereka meskipun mereka menyimpannya dalam hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1300, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 10, "page": 197, "manzil": 2, "ruku": 163, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wala'in sa altahum layaqoolunna innamaa kunnaa nakhoodu wa nal'ab; qul abillaahi wa 'Aayaatihee wa Rasoolihee kuntum tastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And if you ask them, they will surely say, \"We were only conversing and playing.\" Say, \"Is it Allah and His verses and His Messenger that you were mocking?\"", "id": "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1300", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1300.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1300.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalaulah suatu saat sikap buruk mereka terungkap yang berakibat munculnya kecaman dari orang-orang mukmin, maka mereka akan berdalih seperti diungkap pada ayat ini. Dan jika kamu, wahai Nabi Muhammad, dan siapa saja menanyakan kepada mereka tentang sikap dan ucapan mereka itu, niscaya mereka akan menjawab, \"Sesungguhnya kami, dengan ucapan-ucapan itu hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja. Kami tidak sungguh-sungguh mengolok-olok.\" Atas jawaban itu, mereka justru dikecam dan bahkan Allah memerintahkan Rasul-Nya. Katakanlah, kepada mereka, \"Mengapa kepada Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak ada yang lainkah yang bisa kamu jadikan bahan gurauan?\"", "long": "Sabab Nuzul: Turunnya ayat ini erat hubungannya dengan Perang Tabuk sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir dari Qatadah, ketika Rasulullah pada Perang Tabuk melihat sekelompok manusia di hadapannya mengatakan, \"Apakah laki-laki ini (Muhammad) mengharapkan akan memperoleh istana dan benteng di negeri Syam, tidak mungkin, tidak mungkin.\" Allah memberitahukan kepada Nabi-Nya apa yang dibicarakan oleh kelompok manusia tersebut, maka Muhammad berkata, \"Kamu telah berkata begini-begitu.\" Mereka menjawab, \"Hai Nabi Allah, kami hanya bersenda-gurau dan main-main,\" maka turunlah ayat ini.\n\nAyat ini menggambarkan kepada Nabi Muhammad tentang tingkah laku orang-orang munafik manakala Nabi Muhammad bertanya kepada mereka tentang ucapan-ucapan mereka yang berupa tuduhan yang sengaja dilontarkan kepada Muhammad yang menyatakan bahwa Nabi itu mencari pengaruh, kekuasaan dan kekayaan, niscaya mereka akan menjawab bahwa ucapan mereka hanya senda gurau belaka. Mereka mengira bahwa Nabi Muhammad dapat memaafkan dan menerima dalih yang mereka kemukakan. Tetapi Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada kaum munafik bahwa tidak patut mereka mengejek Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya. Perbuatan demikian itu melampaui batas dan tidak ada yang melakukannya kecuali orang-orang yang ingkar kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1301, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 10, "page": 197, "manzil": 2, "ruku": 163, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064b \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa ta'taziroo qad kafartum ba'da eemaanikum; in na'fu 'an taaa'ifatim minkum nu'az zib taaa'ifatam bi annahum kaanoo mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Make no excuse; you have disbelieved after your belief. If We pardon one faction of you - We will punish another faction because they were criminals.", "id": "Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1301", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1301.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1301.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas sikap dan perilaku burukmu itu tidak perlu kamu meminta maaf kepada siapa pun, sebab kamu sejatinya sudah tahu kalau alasan yang kamu ajukan itu tidak benar. Meski kamu mengajukan seribu satu alasan, kamu tetap tidak bisa terselamatkan dari dosa besar, karena kamu dengan sikapmu itu telah benar-benar kafir setelah kamu menampakkan dirimu sebagai orang beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu karena telah tobat, niscaya Kami akan tetap mengazab golongan yang lain karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa yang menjadikan mereka terhalang dari bertobat.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tak ada gunanya mereka meminta maaf dengan mengemukakan dalih seperti tersebut pada ayat 65 karena sesungguhnya orang-orang munafik itu telah menjadi kafir sesudah beriman, mereka mengejek Nabi dan memandang rendah beliau. Sikap demikian itu terhadap Rasul menunjukkan kekosongan jiwa mereka dari keimanan. Mereka telah melakukan dosa yang sangat besar karena dengan sengaja menghina Nabi dan mengingkari Allah. Namun sekiranya orang-orang munafik itu mau bertobat atas dorongan iman yang sesungguhnya, seperti Makhsyi bin Humair, tentulah Allah menerima tobatnya dan Allah tetap mengazab orang-orang munafik yang masih terus bergelimang dalam kemunafikan." } } }, { "number": { "inQuran": 1302, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 10, "page": 197, "manzil": 2, "ruku": 164, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Almunaafiqoona wal munaafiqaatu ba'duhum mim ba'd; yaamuroona bilmunkari wa yanhawna 'anil ma'roofi wa yaqbidoona aidiyahum; nasul laaha fanasiyahum; innal munaafiqeena humul faasiqoon" } }, "translation": { "en": "The hypocrite men and hypocrite women are of one another. They enjoin what is wrong and forbid what is right and close their hands. They have forgotten Allah, so He has forgotten them [accordingly]. Indeed, the hypocrites - it is they who are the defiantly disobedient.", "id": "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1302", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1302.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1302.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memaparkan beberapa perilaku buruk orang-orang munafik, ayat ini menerangkan kesamaan orang munafik laki-laki dan perempuan dalam hal sifat, sikap, perilaku dan akhlak. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah memiliki kesamaan, yaitu mereka senantiasa menyuruh berbuat yang mungkar dan mencegah perbuatan yang makruf dan mereka selalu menggenggamkan tangannya karena kekikirannya. Mereka telah melupakan kebesaran Allah, petunjuk-petunjuk agama-Nya. Mereka juga lupa kalau semua perilaku buruknya akan mendapatkan balasan di akhirat kelak, maka Allah juga akan melupakan mereka di akhirat kelak dengan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya. Sesungguhnya orang-orang munafik yang sudah jelas kemunafikannya itulah orang-orang yang fasik, yakni orang-orang yang benar-benar keluar dari ketaatan kepada Allah, bahkan sifat buruk mereka melebihi orang-orang kafir.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang adanya persamaan di antara orang-orang munafik, baik pria maupun wanita, baik mengenai sifat-sifat mereka maupun mengenai akhlak dan perbuatan mereka. Masing-masing saling menganjurkan kepada yang lainnya untuk berbuat kemungkaran seperti yang diterangkan oleh Nabi:\n\nTanda orang munafik itu ada tiga: Apabila ia berbicara berdusta, apabila ia berjanji mungkir, dan apabila ia dipercayai berkhianat. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).\n\nOrang munafik itu masing-masing saling melarang antara sesamanya berbuat baik seperti melakukan jihad dan mengeluarkan harta untuk amal-amal sosial terutama perang sabil sebagaimana firman Allah:\n\nMereka yang berkata (kepada orang-orang Ansar), \"Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).\" (al-Munafiqun/63: 7)\n\nSemua itu disebabkan mereka lupa kepada kebesaran Allah, lupa kepada petunjuk-petunjuk agama-Nya dan siksaan-Nya. Lebih tegasnya mereka lupa mendekatkan diri kepada Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sebagaimana tidak terlintas di hati sanubari mereka kewajiban berterima kasih atas nikmat-nikmat yang diberikan Tuhan sehingga mereka mengikuti kehendak nafsu mereka dan godaan setan. Sudah sewajarnya jika Allah melupakan mereka dengan menjauhkan mereka dari karunia taufik-Nya di dunia dan ganjaran pahala di akhirat. Sesungguhnya orang-orang munafik yang tetap dalam kemunafikannya itu merupakan manusia yang paling fasik di dunia ini bahkan mereka lebih rendah dari orang-orang kafir biasa, karena orang kafir menutupi hati mereka terhadap keesaan atau adanya Tuhan secara terang-terangan. Berlainan halnya dengan orang-orang munafik yang sengaja menutupi kesalahan baik mengenai akidah atau pun mengenai akhlak dan tindak-tanduk perbuatan yang jauh menyimpang dari fitrah manusia yang murni dengan berpura-pura menjadi mukmin." } } }, { "number": { "inQuran": 1303, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 10, "page": 197, "manzil": 2, "ruku": 164, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0646\u064e\u0627\u0631\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0647\u0650\u064a\u064e \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa'adal laahul munafiqeena wal munaafiqaati wal kuffaara naara jahannnamma khaalideena feehaa; hiya hasbuhum; wa la'annahumul laahu wa lahum 'azaabum muqeem" } }, "translation": { "en": "Allah has promised the hypocrite men and hypocrite women and the disbelievers the fire of Hell, wherein they will abide eternally. It is sufficient for them. And Allah has cursed them, and for them is an enduring punishment.", "id": "Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1303", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1303.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1303.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas perilaku mereka itulah Allah menjanjikan hukuman bagi orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan juga orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka. Di sanalah Allah melaknat mereka, dan mereka mendapat azab yang kekal sebagai balasannya yang setimpal.", "long": "Ayat ini menerangkan ancaman Tuhan kepada orang-orang munafik baik pria maupun wanita dan ancaman-Nya kepada orang-orang kafir. Allah mengancam mereka dengan azab api neraka dan mereka kekal abadi di dalamnya. Mereka mendapat kutukan Tuhan di dunia dan di akhirat serta mereka tidak berhak mendapat rahmat Allah. Azab Tuhan terus-menerus menimpa mereka baik azab fisik maupun siksaan batin yang tak habis-habisnya. Mereka tidak dapat melihat wajah Allah karena melihat wajah Allah itu tidak diizinkan bagi orang-orang yang mengingkarinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1304, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 10, "page": 198, "manzil": 2, "ruku": 164, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062e\u064f\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0627\u0636\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kallazeena min qablikum kaanoo ashadda minkum quwwatanw wa aksara amwaalanw wa awlaadan fastamta'oo bikhalaaqihim fastamta'tum bikhalaaqikum kamas tamta'al lazeena min qablikum bikhalaa qihim wa khudtum kallazee khaadooo; ulaaa'ika habitat a'maaluhum fid dunyaa wal Aakhirati wa ulaaa'ika humul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "[You disbelievers are] like those before you; they were stronger than you in power and more abundant in wealth and children. They enjoyed their portion [of worldly enjoyment], and you have enjoyed your portion as those before you enjoyed their portion, and you have engaged [in vanities] like that in which they engaged. [It is] those whose deeds have become worthless in this world and in the Hereafter, and it is they who are the losers.", "id": "(keadaan kamu kaum munafik dan musyrikin) seperti orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati bagiannya, dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1304", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1304.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1304.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keadaan orang-orang munafik yang terpedaya oleh kenikmatan duniawi sehingga berani menentang kebenaran adalah seperti orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka memiliki fisik lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka dengan kenikmatan duniawi itu mereka telah menikmati bagiannya, dan kamu juga telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya sehingga melalaikanmu dari ayat-ayat Allah dan petunjuk Rasul-Nya, dan kamu mempercakapkan hal-hal yang batil sebagaimana mereka juga mempercakapkannya. Padahal, dengan itu semua, mereka dan juga kamu itu benar-benar telah sia-sia amalnya di dunia karena tidak dilandasi dengan keikhlasan dan sia-sia di akhirat karena tidak dilandasi iman yang benar. Mereka itulah orang-orang yang rugi.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang munafik yang menyakiti Nabi Muhammad dan orang-orang mukmin tidak berbeda dengan orang-orang munafik yang hidup pada masa dahulu. Jika pada masa Nabi Muhammad mereka teperdaya oleh harta kekayaan dunia dan terpengaruh oleh anak-anak mereka, maka serupa itu pulalah orang-orang munafik pada masa dahulu ketika menghadapi utusan-utusan Allah. Mereka memiliki kekuatan, kekayaan harta benda yang cukup dan anak-anak yang banyak yang menyebabkan mereka teperdaya oleh kelezatan hidup dunia. Mereka selalu dipengaruhi oleh keinginan hidup mewah dan ingin bebas berbuat semaunya untuk kepuasan hawa nafsunya. \n\nOrang-orang munafik pada masa dahulu memang wajar berlaku demikian karena faktor-faktor yang membawa mereka kepada kejahatan lebih banyak karena mereka mempunyai kekuatan dan kekayaan. Berlainan halnya dengan orang-orang munafik pada zaman Nabi Muhammad di samping berkurangnya kekuatan dan harta kekayaan, faktor-faktor yang membawa mereka untuk berbuat kebaikan lebih banyak. Semua perbuatan orang munafik meskipun berupa perbuatan yang baik adalah menjadi sia-sia di dunia dan akhirat karena mereka melakukannya tanpa keikhlasan. Seharusnya mereka menjadi orang-orang yang beruntung karena mereka juga turut melakukan amal sosial, tetapi mereka lupa bahwa untuk diterimanya suatu amalan yang baik harus disertai dengan kejujuran dan keikhlasan. Kekeliruan mereka ini digambarkan dalam firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?\" (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. (al-Kahf/18: 103-104)" } } }, { "number": { "inQuran": 1305, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 10, "page": 198, "manzil": 2, "ruku": 164, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e\u0641\u0650\u0643\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam yaatihim naba ul lazeena min qablihim qawmi Noohinw wa 'Aadinw wa Samooda wa qawmi Ibraaheema wa ashaabi adyana walmu'tafikaat; atathum Rusuluhum bilbaiyinaati famaa kaanal laahu liyazlimahum wa laakin kaanooo anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "Has there not reached them the news of those before them - the people of Noah and [the tribes of] 'Aad and Thamud and the people of Abraham and the companions of Madyan and the towns overturned? Their messengers came to them with clear proofs. And Allah would never have wronged them, but they were wronging themselves.", "id": "Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1305", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1305.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1305.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, melalui ayat ini, Allah mengingatkan orang-orang munafik sekaligus sebagai ancaman, jika mereka tetap bersikap seperti itu. Apakah tidak sampai kepada mereka berita tentang orang-orang yang sebelum mereka yang telah dibinasakan oleh Allah akibat mendustakan para rasul? Mereka itu adalah kaum Nuh, 'Ad, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan penduduk negeri-negeri yang telah musnah, yang di antaranya masih bisa dibuktikan peninggalannya? Padahal telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata, namun sayang, mereka mendustakannya lalu Allah membinasakannya. Demikian ini, karena Allah tidak pernah sedikit pun menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.", "long": "Pada ayat ini Allah mencela orang-orang munafik mengapa mereka tidak mengetahui kisah tentang umat-umat dahulu kala seperti umat Nabi Nuh, kaum 'Ad dan samud, kaum Ibrahim dan penduduk Madyan dan kaum Luth. Kepada mereka, Allah telah mengutus rasul-rasul-Nya yang membawa petunjuk-petunjuk dari Allah, tetapi mereka sambut rasul-rasul Allah itu dengan sikap menantang, sehingga Allah menurunkan kepada mereka azab seperti topan yang menenggelamkan kaum Nuh, angin yang membinasakan kaum 'Ad, dan petir yang membinasakan kaum samud. Hal itu tidaklah berarti Allah berbuat aniaya terhadap mereka, karena bertentangan dengan sifat keadilan Allah yang tidak pernah menzalimi hamba-Nya, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri disebabkan mereka tidak mengindahkan petunjuk-petunjuk Allah yang dibawa oleh rasul-rasul-Nya. Sunnatullah tidak akan berubah sebagaimana Allah menjatuhkan azab kepada orang-orang yang menentang rasul-Nya pada masa dahulu pasti pada masa sekarang Allah akan mengazab orang-orang yang bersalah jika mereka tidak bertobat." } } }, { "number": { "inQuran": 1306, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 10, "page": 198, "manzil": 2, "ruku": 164, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Walmu'minoona wal mu'minaatu ba'duhum awliyaaa'u ba;d; yaamuroona bilma'roofi wa yanhawna 'anil munkari wa yuqeemoonas Salaata wa yu'toonaz Zakaata wa yutee'oonal laaha wa Rasoolah; ulaaa'ika sayarhamuhumul laah; innallaaha 'Azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "The believing men and believing women are allies of one another. They enjoin what is right and forbid what is wrong and establish prayer and give zakah and obey Allah and His Messenger. Those - Allah will have mercy upon them. Indeed, Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1306", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1306.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1306.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menjelaskan sikap buruk orang-orang munafik disertai ancaman, sedang ayat ini menjelaskan kebalikannya, yakni hakikat orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang beriman, dengan imannya yang sempurna, dari laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain dalam hal-hal kebenaran dan kebaikan. Secara jelas dapat dilihat dalam sikap dan perilakunya, yaitu mereka menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan senantiasa diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa untuk melindungi mereka dengan rahmat-Nya, Mahabijaksana dalam setiap pemberian-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang mukmin, pria maupun wanita saling menjadi pembela di antara mereka. Selaku mukmin ia membela mukmin lainnya karena hubungan agama. Wanita pun selaku mukminah turut membela saudara-saudaranya dari kalangan laki-laki mukmin karena hubungan seagama sesuai dengan fitrah kewanitaannya. Istri-istri Rasulullah dan istri-istri para sahabat turut ke medan perang bersama-sama tentara Islam untuk menyediakan air minum dan menyiapkan makanan karena orang-orang mukmin itu sesama mereka terikat oleh tali keimanan yang membangkitkan rasa persaudaraan, kesatuan, saling mengasihi dan saling tolong-menolong. Kesemuanya itu didorong oleh semangat setia kawan yang menjadikan mereka sebagai satu tubuh atau satu bangunan yang saling menguatkan dalam menegakkan keadilan dan meninggikan kalimah Allah. Sifat mukmin yang seperti itu banyak dinyatakan oleh hadis-hadis Nabi Muhammad antara lain, seperti sabdanya:\n\nPerumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, saling menyantuni dan saling membantu seperti satu jasad, apabila salah satu anggota menderita, seluruh anggota jasad itu merasakan demam dan tidak tidur. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Numan bin Basyir).\n\nSifat saling membela tidak terdapat pada orang-orang munafik karena mereka diliputi oleh keraguan dan sifat pengecut. Persaudaraan ini di kalangan mereka sekadar ucapan permainan lidah sebagaimana diutarakan di dalam firman Allah:\n\nTidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, \"Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu.\" Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta. Sungguh, jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan jika mereka diperangi; mereka (juga) tidak akan menolongnya; dan kalau pun mereka menolongnya pastilah mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan. (al-hasyr/59: 11 - 12)\n\nSifat-sifat yang dimiliki orang mukmin berbeda dari sifat-sifat orang munafik pada hal-hal berikut:\n\na. Orang mukmin selalu mengajak berbuat baik dan melarang perbuatan mungkar, sedang orang munafik selalu menyuruh berbuat mungkar dan melarang berbuat baik.\n\nb. Orang mukmin mengerjakan salat dengan khusyuk dengan hati yang ikhlas sedang orang munafik mengerjakan salat dalam keadaan terpaksa dan riya.\n\nc. Orang mukmin selain mengeluarkan zakat, tangan mereka selalu terbuka untuk menciptakan kesejahteraan umat dan memberikan sumbangan sosial, sedang orang munafik kikir, jika mereka mengeluarkan zakat atau derma adalah karena ria bukan karena ikhlas kepada Allah, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah:\n\nDan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa). (at-Taubah/9: 54)\n\nd. Orang mukmin selalu taat kepada Allah dengan cara meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat dan mengerjakan segala perintah menurut kesanggupan mereka sedang orang munafik terus-menerus berbuat maksiat.\n\nAkhir ayat ini menegaskan bahwa Allah pasti akan melimpahkan rahmat-Nya baik di dunia maupun di akhirat kepada orang-orang mukmin sedang ayat-ayat yang lalu Allah melaknati orang-orang munafik dan mengancam mereka dengan api neraka. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, tidak seorang pun yang dapat menolak siksaan-Nya. Dia Mahabijaksana melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki sesuai dengan amalan-amalan yang telah dikerjakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1307, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 10, "page": 198, "manzil": 2, "ruku": 164, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u064e \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u06da \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa'adal laahulmu' mineena walmu'minaati Jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa wa masaakina taiyibatan fee Jannnaati 'adn; wa ridwaanum minal laahi akbar; zaalika hual fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "Allah has promised the believing men and believing women gardens beneath which rivers flow, wherein they abide eternally, and pleasant dwellings in gardens of perpetual residence; but approval from Allah is greater. It is that which is the great attainment.", "id": "Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1307", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1307.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1307.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin yang benar-benar mantap imannya, dari kalangan laki-laki dan perempuan, akan mendapatkan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan mendapat tempat yang baik di surga 'Adn. Dan sesungguhnya keridaan Allah yang diperoleh di akhirat kelak itu lebih besar daripada kenikmatan surga itu sendiri. Itulah keberuntungan yang agung. Ayat ini mengajarkan bahwa tujuan hidup seorang mukmin adalah menggapai keridaan-Nya, juga keberuntungan yang hakiki adalah jika apa yang dilakukan dan dihasilkan itu bisa mengantarkannya menuju surga.", "long": "Pada ayat ini Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin baik pria maupun wanita untuk mendapatkan surga sebagai balasan terhadap amalan baik mereka. Surga itu ialah taman yang indah yang penuh dengan kenikmatan yang tak pernah dilihat oleh mata dan tak pernah didengar oleh telinga dan malahan tak pernah terlintas di hati, semua yang dilihat dan didengar asing dan baru sehingga sulit diumpamakan karena tak ada bandingannya di dunia. Taman yang dinaungi pohon-pohon dimana mengalir sungai yang tidak menyerupai sungai-sungai di dunia ini baik warna maupun rasanya; orang-orang yang tinggal di dalamnya akan menetap selama-lamanya; sabda Nabi menerangkan tentang surga:\n\nPada surga terdapat seratus tingkatan. Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad menegakkan agama Allah. Jarak satu tingkat dengan tingkat yang lainnya sebagaimana jarak antara langit dan bumi. Apabila kamu memohon kepada Allah, mintalah surga Firdaus, karena ini adalah surga yang terbaik dan tertinggi yang daripadanya terpancar sungai-sungai surga dan di atasnya Arasy Tuhan. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).\n\nManusia terdiri dari jasad dan ruh. Surga dengan segenap isinya memberikan kenikmatan paling tinggi kepada jasmani, dan keridaan Allah memberikan kenikmatan yang paling tinggi kepada rohani manusia. Kedua macam nikmat ini adalah karunia Tuhan yang dijanjikan-Nya kepada mukmin baik pria maupun wanita. Inilah karunia Allah yang merupakan kemenangan yang besar lagi tak ada taranya yang tak akan dapat dicapai kecuali oleh orang-orang beriman dan beramal saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 1308, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 10, "page": 199, "manzil": 2, "ruku": 165, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0644\u064f\u0638\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "yaaa aiyuhan Nabiyyu jaahidil kuffaara walmunaafiqeena waghluz 'alaihim; wa maawaahum jahannnamu wa bi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "O Prophet, fight against the disbelievers and the hypocrites and be harsh upon them. And their refuge is Hell, and wretched is the destination.", "id": "Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1308", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1308.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1308.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan secara beriringan sifat orang-orang munafik dan orang-orang mukmin disertai balasan masing-masing, maka ayat ini menyeru kepada Nabi Muhammad agar berjihad menghadapi mereka. Hal ini, disebabkan perilaku buruk mereka terhadap Rasulullah dan kaum mukminin, yang sudah berulang kali menyakitinya secara fisik maupun psikis, bahkan tidak jarang tindakan mereka mengancam keselamatan beliau. Karena itu, wahai Nabi dan kaum mukmin, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik disebabkan perkataan dan perbuatan mereka yang nyata-nyata menantang kamu, dan bersikaplah keras dan tegas terhadap mereka dalam berjihad agar mereka menghentikan perilaku buruknya sehingga tidak berani mengulanginya. Jika mereka terbunuh dan mati dalam keadaan kafir dan munafik, maka tempat mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Perintah jihad itu bersifat kondisional dan bukan semata-mata tanpa sebab.", "long": "Ayat ini mengandung perintah kepada Nabi Muhammad agar melakukan jihad terhadap orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan memperlakukan mereka itu dengan perlakuan yang keras. Melakukan jihad kepada orang-orang kafir adalah dengan pedang, sedang melakukan jihad kepada orang-orang munafik ialah menyadarkan mereka sebaik-baiknya dengan mengemukakan hujjah-hujjah yang diperlukan. Orang kafir seperti orang Yahudi menyakiti Nabi dengan cara yang menyakitkan perasaan; mereka mengucapkan kalimat salam kepada Nabi dengan mengubah kata \"Assalamualaikum\" dengan \"Assamulaikum\", ucapan yang berarti \"Juga kematian atas kamu\" dan Nabi pun tentulah membalasnya dengan ucapan: \"Waalaikum\" yang berarti \"Juga kematian atas kamu\". Di samping itu mereka sering pula melanggar perjanjian. Terhadap orang-orang munafik Nabi selalu memperlakukan mereka dengan lemah-lembut sebagaimana halnya memperlakukan orang-orang mukmin. Tetapi sebaliknya orang-orang munafik selalu menyakiti Nabi, misalnya dengan melancarkan tuduhan-tuduhan yang mengutarakan bahwa Nabi itu pilih kasih dalam membagi harta rampasan perang dan zakat. Nabi mudah percaya kepada laporan tanpa diteliti dan sebagainya yang maksudnya mengejek Nabi. Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad bertindak keras kepada mereka dengan maksud memberikan pelajaran kepada mereka dengan harapan agar mereka menjadi sadar.\n\nSikap keras yang Nabi jalankan itu suatu siasat yang diatur oleh Allah dan kenyataannya berhasil.Dengan perlakuan seperti itu banyak orang-orang yang kafir dan munafik bertobat dan kembali beriman. Tetapi orang-orang yang masih belum sadar karena hanyut dan tenggelam dalam kemunafikan atau kekufuran, tempat mereka adalah neraka Jahanam untuk selama-lamanya, tempat paling buruk di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1309, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 10, "page": 199, "manzil": 2, "ruku": 165, "hizbQuarter": 79, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Yahlifoona billaahi wa qaaloo wa laqad qaaloo kalimatal kufri wa kafaroo ba'da Islaamihim wa hammoo bimaa lam yanaaloo; wa maa naqamooo illaaa an aghnaa humullaahu wa Rasooluhoo min fadlih; fainy yatooboo yaku khairal lahum wa iny yatawal law yu'az zibhumullaahu 'azaaban aleeman fiddunyaa wal Aakhirah; wamaa lahum fil ardi minw waliyyinw wa laa naseer" } }, "translation": { "en": "They swear by Allah that they did not say [anything against the Prophet] while they had said the word of disbelief and disbelieved after their [pretense of] Islam and planned that which they were not to attain. And they were not resentful except [for the fact] that Allah and His Messenger had enriched them of His bounty. So if they repent, it is better for them; but if they turn away, Allah will punish them with a painful punishment in this world and the Hereafter. And there will not be for them on earth any protector or helper.", "id": "Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1309", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1309.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1309.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik akan melakukan apa saja demi menutupi keburukan perilaku dan ucapannyanya. Bahkan, mereka berani bersumpah dengan nama Allah di hadapan engkau, wahai Nabi, bahwa mereka tidak pernah mengatakan sesuatu yang menyakiti engkau, padahal sumpah itu bohong belaka. Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, yaitu mencela Nabi Muhammad dan agama Islam, dan telah menjadi kafir dengan terkuaknya kebusukan hati mereka setelah sebelumnya mereka menutupinya dengan pura-pura mengikuti ajaran Islam, dan mereka juga sangat menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya, yaitu membunuh Rasulullah. Mereka tidak mencela, melainkan didorong oleh rasa iri dan dengki karena Allah dan Rasul-Nya melimpahkan karunia-Nya kepada mereka dengan jumlah lebih kecil, tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Maka, jika mereka bertobat dari sikap kemunafikan dan menyesalinya, sehingga tobatnya akan diterima, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling dari iman serta tetap dalam kemunafikannya, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dengan berbagai bentuk dan di akhirat dengan neraka Jahanam, dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak pula penolong di bumi jika azab menimpa mereka.", "long": "Sabab Nuzul: Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dan ath-thabrani dan Abu Syaikh Ibnu Mardawaihi bahwa ketika Rasulullah sedang duduk di bawah naungan sebuah pohon beliau berkata, \"Akan datang kepadamu seorang manusia yang memandang kamu dengan dua matanya seperti mata setan. Apabila ia datang, janganlah kamu berkata-kata.\" Kemudian tiba-tiba muncullah seorang laki-laki yang warna matanya biru langit lalu Rasulullah memanggilnya dan berkata, \"Atas dasar apa engkau dan sahabat-sahabatmu memaki aku?\" Lalu laki-laki itu pergi kemudian datang kembali membawa sahabat-sahabatnya, seraya bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak sekali-kali mengucapkan apa yang ditanyakan oleh Nabi; maka Nabi memaafkan mereka kemudian turunlah ayat ini.\n\nOrang-orang munafik itu bersumpah dengan nama Allah untuk meyakinkan orang-orang mukmin dan Nabi Muhammad, bahwa apa yang dilaporkan kepada Nabi tentang tipu-muslihat”yang merendahkan martabat Nabi Muhammad saw, atau mengurangi kemahasucian Allah swt”yang mereka ucapkan tidaklah benar dan merupakan fitnah belaka. Mereka tidak mengaku telah mengucapkan kata-kata kufur terhadap Nabi Muhammad. Allah mendustakan pernyataan mereka itu meskipun mereka bersumpah dengan nama Allah. Mereka yang telah mengucapkan kalimat kufur berarti telah murtad dan menjadi kafir kembali sesudah Islam karena mereka telah melampaui batas untuk membinasakan Nabi. \n\nAdapun maksud mereka yang gagal untuk menjebak Nabi ketika pulang kembali dari Perang Tabuk adalah ketika Nabi menuju Medinah. Di tengah perjalanan beberapa orang munafik berkomplot untuk mencelakakan Rasulullah. Mereka membuat keputusan rahasia untuk melemparkan Nabi dari salah satu bukit. Ketika mereka sampai di bukit itu mereka menunggu kedatangan Nabi. Ketika Nabi datang kepada mereka (yang sedang menunggu) Nabi diberitahu tentang rencana mereka itu, maka Nabi berkata, \"Barang siapa di antara kamu hendak menempuh jalan lembah, hal itu adalah lebih menyenangkan kamu.\" Rasulullah sendiri menempuh jalan di atas bukit dan rombongan lainnya menempuh jalan lembah kecuali orang-orang yang telah bermaksud melakukan makar terhadap Nabi. Ketika mendengar bahwa Rasul akan menempuh jalan bukit, maka mereka bersiap-siap dan menyamar dengan menutup muka. Sesungguhnya mereka telah membulatkan tekad untuk melakukan perbuatan keji. Rasulullah menyeru Hudhaifah al-Yamani dan Ammar bin Yasir agar berjalan bersama-sama Rasulullah, Ammar ditugaskan memegang tali unta dan Hudhaifah al-Yamani ditugaskan menghalau unta. Dalam keadaan demikian, tiba-tiba Nabi bersama Ammar dan Hudzaifah mendengar suara kaki orang-orang yang datang dari belakang, maka Rasulullah menjadi marah dan menugaskan Hudzaifah untuk menahan mereka. Setelah Hudzaifah melihat Rasulullah marah, ia berbalik ke belakang, sedang ditangannya ada sebuah tongkat. Hudzaifah menghadapi orang-orang itu dan memukul kendaraan mereka dengan tongkat. Hudzaifah melihat orang-orang itu menyamar yang dianggap oleh Hudzaifah sekedar perbuatan biasa yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang dalam perjalanan (musafir). Ketika orang-orang itu melihat Hudzaifah, Allah menjadikan mereka ketakutan karena menyangka bahwa penyamaran dan niat jahat mereka telah diketahui.\n\nKarena itu komplotan tersebut segera bergabung lagi dengan rombongan. Hudzaifah kembali menemui Rasulullah, kemudian Rasul menyuruh Hudzaifah melecut untanya, dan menyuruh Ammar berjalan di belakang sehingga Rasulullah dapat melewati bukit dengan selamat. Kemudian Nabi berkata kepada Hudzaifah, \"Adakah engkau mengenal salah seorang dari kalangan pengendara itu?\" Dia menjawab, \"Aku kenal unta si Fulan. Malam terlalu gelap dan aku datang kepada mereka dimana mereka berpakaian menyamar.\" Rasulullah berkata, \"Mereka itu telah merencanakan suatu makar untuk berjalan bersamaku dan manakala mereka sampai ke bukit, mereka akan melempar aku.\" Hudzaifah berkata, \"Tidakkah engkau (Ya Rasulullah) memberi suatu perintah di mana kami akan cepat memenggal leher mereka itu?\" Rasulullah menjawab:\n\nTidak, aku tidak ingin menjadi buah pembicaraan orang bahwa Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya. (Tafsir Ibnu Kasir, 2/461) \n\nMaka Nabi mengemukakan kepada Hudzaifah dan Ammar nama-nama orang yang berkomplot itu agar mereka berdua merahasiakannya. Demikianlah peristiwa jahat yang dilakukan orang-orang munafik yang diungkapkan oleh ayat itu.\n\nOrang-orang munafik itu ialah orang-orang Islam yang keimanan mereka hanya secara lahir tidak pada batin. Mereka memusuhi Rasul dan orang-orang mukmin dengan cara yang sangat licik sebagai musuh dalam selimut. Mereka sangat berbahaya bagi Islam. Namun Nabi memperlakukan mereka sebagaimana memperlakukan orang-orang mukmin karena iman tempatnya di hati. Urusan hati hanyalah Allah yang mengetahuinya. Oleh sebab itu satu hukuman hanya bisa diputuskan berdasarkan bukti lahir yang ada.\n\nOrang-orang munafik itu diperlakukan sebagaimana orang-orang mukmin. Kepada mereka diberikan zakat demikian juga harta rampasan (ganimah). Kebanyakan mereka dari kalangan orang-orang yang kurang mampu (miskin) sebagaimana orang-orang Anshar. Dengan masuk Islam mereka dapat menikmati harta dunia ini. Semestinya kalau mereka orang yang sadar tentulah mereka akan menanggalkan sifat-sifat kemunafikan mereka dan bersyukur kepada Allah dengan bertobat kepada-Nya. Karena dengan Islamlah mereka mendapat keuntungan duniawi, yang menjadi tujuan hidup mereka. Tetapi mereka tidak menyadari. Bahkan mereka merasa tidak puas menerima keuntungan dan kekayaan yang merupakan karunia Allah dari pembagian harta rampasan (ganimah) atau zakat. \n\nDemikianlah keadaan orang yang telah sesat pikirannya. Jika mereka bertobat dari kemunafikan dan perbuatan yang buruk, baik berupa ucapan maupun perbuatan, maka tobat mereka akan membawa kebaikan bagi mereka di dunia dan di akhirat. Di dunia mereka akan menjadi orang Islam sejati dengan iman yang murni. Mereka akan menjadi orang yang bertawakal kepada Allah dan sabar atas cobaan-cobaan-Nya dan banyak beramal kebaikan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat dan mereka akan bahu-membahu, bantu membantu, santun menyantuni dengan orang-orang yang lebih dahulu masuk Islam. Di akhirat nanti mereka akan mendapat karunia Allah berupa surga sebagaimana yang dijanjikan Allah kepada orang-orang mukmin. Akan tetapi jika mereka tidak bertobat, berpaling menjauhkan diri dari petunjuk-petunjuk Allah, dan mereka tetap dalam kemunafikan, niscaya Allah akan mengazab mereka di dunia ini seperti hati mereka selalu dalam kecemasan, kegelisahan dan kekhawatiran sebagaimana yang diutarakan di dalam firman Allah:\n\nSekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya. (at-Taubah/9: 57)\n\nDi akhirat nanti mereka memperoleh apa yang diancamkan Allah yaitu api neraka tingkatan yang paling bawah di mana mereka tinggal abadi di dalamnya sebagaimana diutarakan dalam firman Allah:\n\nSungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman. (an-Nisa'/4: 145-146)\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang munafik itu tidak akan mendapat pembela di dunia dan di akhirat, karena tiap-tiap orang yang telah mendapat kehinaan dari Allah tidak seorang manusiapun sanggup menolongnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1310, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 10, "page": 199, "manzil": 2, "ruku": 165, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0635\u0651\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minhum man 'aaha dal laaha la'in aataanaa min fadlihee lanas saddaqanna wa lanakoonanna minassaaliheen" } }, "translation": { "en": "And among them are those who made a covenant with Allah, [saying], \"If He should give us from His bounty, we will surely spend in charity, and we will surely be among the righteous.\"", "id": "Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1310", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1310.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1310.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini membicarakan sifat buruk lain kaum munafik. Dan di antara mereka, orang-orang munafik, ada orang yang telah berjanji kepada Allah, \"Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh dengan selalu berinfak, menjaga hubungan kekerabatan, tetap ikut serta dalam berjihad dan perbuatan-perbuatan baik lainnya.\"", "long": "Ayat ini menerangkan tentang sifat orang-orang munafik yang suka berjanji dengan janji yang muluk-muluk, berani bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk menguatkan janjinya itu. Mereka berjanji akan menjadi orang pemurah, dermawan dan menjadi orang-orang baik. Akan tetapi mereka dengan mudah saja melanggar janjinya. Perbuatan yang seperti ini akan dijumpai pada diri segelintir manusia pada setiap masa dan di mana saja." } } }, { "number": { "inQuran": 1311, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 10, "page": 199, "manzil": 2, "ruku": 165, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u062e\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa aataahum min fadlihee bakhiloo bihee wa tawallaw wa hum mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "But when he gave them from His bounty, they were stingy with it and turned away while they refused.", "id": "Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1311", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1311.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1311.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun, ternyata mereka mengingkari janji. Buktinya, ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir. Jangankan berinfak, zakat pun tidak mereka keluarkan sesuai dengan janjinya sendiri, dan bahkan mereka berpaling dari Allah dan Rasul-Nya dan selalu menentang kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa kalau maksud mereka telah berhasil dan apa yang mereka minta sudah terkabul, mereka tidak malu-malu berpaling, memungkiri janjinya, dan mendurhakai Allah. Bila mereka telah kaya, mereka bukan jadi orang pemurah, tetapi mereka bertambah kikir, tidak mau bersedekah, mengeluarkan zakat, membantu orang-orang yang kekurangan, menunjang pembangunan umat dan lain-lain yang masuk amal kebajikan. Mereka lupa akan janji-janji mereka yang diucapkan sebelum Allah memberikan karunia kepada mereka, walaupun sudah diberi peringatan berkali-kali. Padahal menepati janji itu adalah wajib, apalagi kalau janji itu dikuatkan dengan bersumpah dengan nama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1312, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 10, "page": 199, "manzil": 2, "ruku": 165, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0642\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u0650\u0641\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa a'qabahum nifaaqan fee quloobihim ilaa Yawmi yalqaw nahoo bimaaa akhlaful laaha maa wa'adoohu wa bimaa kaanoo yakhziboon" } }, "translation": { "en": "So He penalized them with hypocrisy in their hearts until the Day they will meet Him - because they failed Allah in what they promised Him and because they [habitually] used to lie.", "id": "Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1312", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1312.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1312.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka sebagai akibat dari kekikirannya itu, Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sehingga semakin bertambahlah keburukan yang dilakukan, sampai akhirnya kemunafikannya tidak bisa dikendalikan sampai pada waktu mereka menemui-Nya, yakni ajal menjemputnya. Demikian ini, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya, yakni kesediaan untuk bersedekah jika mereka memperoleh karunia-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta dalam setiap ucapan-ucapan dan janji-janjinya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa perbuatan orang-orang munafik seperti itu tidaklah akan menguntungkan, tetapi akan mencelakakan diri mereka sendiri. Perbuatan menyalahi janji, kikir, berpaling dari Allah dan mendurhakai-Nya akan membawa akibat menambah dalam penyakit kemunafikan bersarang dalam hati mereka. Penyakit seperti demikian itu akan berlarut-larut sampai akhir hayatnya. Sebab kalau penyakit kemunafikan itu sudah bertambah parah, tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk bertobat. Telah menjadi Sunnah Allah di bumi ini, bahwa seseorang yang telah membiasakan diri mungkir janji dan banyak berdusta, maka penyakit kemunafikan itu semakin terpatri dalam dirinya. Begitu juga bila dia membiasakan dirinya berbuat amal saleh, berakhlak yang baik, serta taat beribadah, maka akan tertanamlah iman yang kuat dalam dirinya. Oleh karena itu, Allah swt menyuruh kaum Muslimin agar berhati-hati terhadap penyakit kemunafikan. Bila berjanji dan dikuatkan dengan menyebut nama Allah maka berusahalah agar janji itu ditepati. Telah bersabda Rasulullah saw.\n\nSeseorang itu dianggap munafik, bilamana tiga macam sifat ada padanya, meskipun dia salat, berpuasa dan mengaku mukmin, yaitu apabila berbicara dia berdusta, bila berjanji dia ingkar, dan bila dipercayai dia berkhianat. (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 1313, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 10, "page": 199, "manzil": 2, "ruku": 165, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0633\u0650\u0631\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u064a\u064f\u0648\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Alam ya'lamooo annal laaha ya'lamu sirrahum wa najwaahum wa annal laaha 'Allaamul Ghuyoob" } }, "translation": { "en": "Did they not know that Allah knows their secrets and their private conversations and that Allah is the Knower of the unseen?", "id": "Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1313", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1313.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1313.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berani melakukan kemunafikan. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka yang mendorong kepada keburukan dan kejahatan, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib? Sungguh, mereka mengetahui akan hal itu.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt memperingatkan orang-orang munafik bahwa bagaimanapun pintarnya mereka menyimpan rahasia dalam hati mereka dan bagaimanapun liciknya mereka berbisik-bisik menjelekkan orang-orang yang beriman dan menjelek-jelekkan Rasulullah atau berbisik-bisik sesama mereka untuk mengatur siasat buruk dalam memusuhi orang-orang yang beriman, namun Allah swt akan mengetahuinya. Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah sesuatupun juga, baik yang di bumi ataupun yang di langit, demikian pula yang tersembunyi dalam hati, Allah Maha Mengetahui semua yang tersembunyi." } } }, { "number": { "inQuran": 1314, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 10, "page": 199, "manzil": 2, "ruku": 165, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0644\u0652\u0645\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u0651\u064e\u0648\u0651\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0647\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d9 \u0633\u064e\u062e\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Allazeena yalmizoonal mut tawwi'eena minalmu'mineena fis sadaqaati wallazeena laa yajidoona illaa juhdahum fayaskharoona minhum sakhiral laahu minhum wa lahum azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Those who criticize the contributors among the believers concerning [their] charities and [criticize] the ones who find nothing [to spend] except their effort, so they ridicule them - Allah will ridicule them, and they will have a painful punishment.", "id": "(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1314", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1314.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1314.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menjelaskan sifat-sifat buruk orang-orang munafik, antara lain kikir, bersumpah palsu, dan tidak bersyukur. Bukan saja itu, di antara mereka bahkan ada yang secara terus-menerus mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dengan menyebutnya pamrih jika yang disedekahkan besar; dan juga mencela orang-orang yang tidak mendapatkan harta untuk disedekahkan kecuali sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka, orang-orang mukmin. Akibat perbuatannya itulah Allah akan membalas penghinaan mereka di dunia dengan tersingkapnya kebusukan hatinya, dan mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak.", "long": "Sabab Nuzul: Ada beberapa riwayat yang menerangkan sebab turunnya ayat ini, di antaranya ialah seperti yang dinukilkan oleh al-Wahidi dalam kitab Asbab an-Nuzul: diriwiyatkan oleh al-Bazzar dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda, \"Bersedekahlah kamu, sesungguhnya aku akan mengirimkan satu pasukan untuk pergi berperang (Perang Tabuk),\" maka datanglah Abdurrahman bin Auf menghadap Rasulullah saw lalu berkata, \"Ya Rasulullah, saya ada mempunyai 4 ribu dinar, yang dua ribu aku sedekahkan sebagai pinjamanku kepada Tuhan dan dua ribu dinar lagi untuk belanja rumah tanggaku.\" Rasulullah saw menjawab, \"Semoga Allah memberimu berkah atas pemberianmu itu, dan memberi berkat pula terhadap yang engkau tinggalkan.\" Kemudian datang lagi seorang dari kaum Anshar yang mempunyai dua gantang kurma, seraya berkata, \"Ya Rasulullah, saya ada mempunyai dua gantang kurma, yang satu gantang aku sedekahkan dan satu gantang lagi untuk keluargaku.\" Menyaksikan kejadian itu orang-orang munafik mengejek seraya katanya, \"Abdurrahman bin Auf hanya mau memberikan sedekahnya karena ria saja.\" Sedang yang memberikan satu gantang kurma, mereka mengejek dengan kata, \"Allah dan Rasul tidak memerlukan yang segantang ini.\" Maka turunlah ayat ini. \n\nDalam ayat ini Allah swt menerangkan bagaimana ejekan dan hinaan orang-orang munafik terhadap orang-orang mukmin yang dengan penuh kepatuhan memberikan sedekah mereka kepada Rasulullah untuk dana tentara Islam berperang. Kepada yang memberikan banyak, mereka mengejek dengan perbuatan ria dan kepada yang memberikan sedikit, mereka hina pula, padahal orang-orang mukmin memberikan sedekah itu, adalah dengan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah mengharapkan keridaan Allah.\n\nEjekan dan hinaan orang-orang munafik seperti itu tidak mengurangi semangat orang-orang mukmin untuk berjuang, bahkan mereka sendirilah yang akan dicelakakan. Allah swt akan menghina dan mengejek mereka dan bagi mereka disediakan siksa yang pedih nanti di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1315, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 10, "page": 200, "manzil": 2, "ruku": 165, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "istaghfir lahum aw laa tastaghfir lahum in tastaghfir lahum sab'eena marratan falany yaghfiral laahu lahum; zaalika bi annahum kafaroo billaahi wa Rasoolih; wallaahu laa yahdil qawmal faasiqeen" } }, "translation": { "en": "Ask forgiveness for them, [O Muhammad], or do not ask forgiveness for them. If you should ask forgiveness for them seventy times - never will Allah forgive them. That is because they disbelieved in Allah and His Messenger, and Allah does not guide the defiantly disobedient people.", "id": "(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1315", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1315.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1315.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian ditegaskan bahwa orang-orang munafik itu hukumnya sama dengan orang-orang kafir, yakni tidak berhak memperoleh ampunan. Karena itu, diingatkan kepada beliau bahwa engkau, wahai Nabi Muhammad, memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka adalah sama saja. Ketetapan Allah telah terjadi bagi mereka, walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, bahkan tak terhitung jumlahnya, Allah tetap tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar, kafir, kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk dan bimbingan kepada orang-orang yang fasik, yaitu mereka yang keluar dari ketaatan kepada Allah.", "long": "Sabab Nuzul: Dari Urwah r.a. bahwa 'Abdullah bin Ubay berkata, \"Jika kalian tidak memberi infak kepada Muhammad dan sahabatnya, pasti mereka akan meninggalkannya.\" 'Abdullah berkata, \"Orang yang mulia pasti mengusir yang lemah.\" Maka Allah turunkan, \"Kamu memohonkan ampun atau tidak untuk mereka?\" Rasul bersabda, \"Aku akan lebihkan tujuh puluh kali.\" Maka Allah turunkan, \"Sama saja bagi mereka kamu mohonkan ampun atau tidak, Allah tidak akan mengampuni.\" \n\nAyat ini mengandung peringatan, khususnya ditujukan kepada Nabi Muhammad saw dan pada umumnya ditujukan kepada orang mukmin. Sikap orang munafik terhadap Rasul saw dan orang mukmin tidak dapat diharapkan. Mereka akan tetap dalam kemunafikan sampai mati. Tidak ada faedahnya, dimintakan ampun bagi mereka atau tidak dimintakan ampun, sebab Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa mereka. Biarpun berulang kali dimintakan ampun, sampai tujuh puluh kali sekalipun, tidak juga akan berhasil, karena yang menyebabkan mereka munafik itu ialah keingkaran mereka kepada Allah dan kepada Rasul. Mereka tidak yakin, bahwa Allah mengetahui semua yang gaib, mereka tidak percaya kepada wahyu Allah yang disampaikan kepada Rasulullah saw, tentang hari Kiamat, hari kebangkitan dan hari pembalasan. Mereka bukan saja tergolong orang-orang munafik, tetapi juga tergolong orang-orang fasik, yaitu tidak mau menerima kebenaran dan terus-menerus membangkang, berbuat apa yang sudah di luar batas. Maka Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada golongan yang fasik." } } }, { "number": { "inQuran": 1316, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 10, "page": 200, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0642\u0652\u0639\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u062d\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Farihal mukhallafoona bimaq'adihim khilaafa Rasoolil laahi wa karihooo ai yujaahidoo bi amwaalihim wa anfusihim fee sabeelil laahi wa qaaloo la tanfiroo fil harr; qul Naaru jahannama ashaddu harraa; law kaanoo yafqahoon" } }, "translation": { "en": "Those who remained behind rejoiced in their staying [at home] after [the departure of] the Messenger of Allah and disliked to strive with their wealth and their lives in the cause of Allah and said, \"Do not go forth in the heat.\" Say, \"The fire of Hell is more intensive in heat\" - if they would but understand.", "id": "Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah (Muhammad), “Api neraka Jahanam lebih panas,” jika mereka mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1316", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1316.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1316.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menerangkan kebusukan sifat dan sikap orang-orang munafik, maka ayat ini kembali menunjukkan sifat buruk mereka yang lain yaitu tidak turut berperang. Orang-orang yang ditinggalkan, yakni tidak ikut berperang karena alasan-alasan yang dibuat-buat sehingga beliau mengizinkan untuk tidak ikut perang atau beliau memang tidak ingin mereka ikut dalam Perang Tabuk tersebut, merasa gembira dengan duduk-duduk diam tidak turut berperang sepeninggal atau setelah keberangkatan Rasulullah beserta pasukan muslim menuju medan perang. Mereka memang tidak suka berjihad dengan menyumbangkan harta dan mempertaruhkan jiwa dan raga mereka di jalan Allah dan bahkan mereka berusaha menghalang-halangi teman-temannya dengan berkata, \"Janganlah kamu berangkat pergi berperang dalam panas terik ini.\" Demi menanggapi perkataan mereka, beliau diperintahkan, katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Api neraka Jahanam lebih panas,\" jika mereka mengetahui dan menyadari akan ancaman tersebut tentulah mereka akan turut berperang.", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang munafik yang tidak diikutkan oleh Nabi untuk berperang. Peristiwa ini terjadi pada Perang Tabuk, yaitu perang yang terjadi sesudah penaklukan kota Mekah. Perang ini adalah perang yang terakhir dilakukan Rasulullah saw. Ada orang yang menyampaikan berita kepada Rasulullah bahwa kerajaan Romawi telah menyiapkan angkatan perangnya untuk menyerang kaum Muslimin di perbatasan utara tanah Arab. Pada waktu itu sedang musim panas yang sangat terik, jarak perjalanan dari Medinah ke tempat perbatasan itu sangat jauh. Kesulitan dan kesukaran dalam perjalanan sangat banyak. Sedang waktu itu kaum Muslimin berada dalam situasi serba kekurangan. Rasulullah mulai menyiapkan tentara untuk pergi menghadapi angkatan perang kerajaan Romawi itu. Kepada orang-orang kaya Rasulullah saw meminta bantuan untuk bekal dalam peperangan. Maka berdatanganlah bantuan berupa uang dan benda dari hartawan dan dermawan secara ikhlas, karena hendak meninggikan kalimah Allah di atas permukaan bumi. Segenap kabilah yang telah memeluk Islam telah menyatakan ketaatannya untuk turut berperang bersama Rasulullah saw. Mereka telah menyediakan dirinya dan hartanya untuk berperang.\n\nMereka tidak takut panas teriknya matahari, tidak takut lapar dan dahaga dalam perjalanan mengarungi padang pasir yang sangat jauh, untuk menggempur musuh yang angkara murka.\n\nAkhirnya Rasulullah dapat mengumpulkan angkatan perangnya dengan sempurna sebanyak 30.000 orang, di antaranya ada kira-kira 10.000 barisan berkuda. Rasulullah saw mengetahui bahwa dalam angkatan itu turut pula 'Abdullah bin Ubay, pimpinan orang munafik, bersama-sama dengan pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, Rasulullah saw meragukan itikad baik orang-orang munafik itu, takut kalau-kalau di tengah perjalanan mereka akan mengacau, maka Rasulullah saw menyuruh mereka tinggal saja di Medinah dan tidak usah ikut berperang.\n\nMereka itulah yang dimaksudkan dalam ayat ini, bahwa mereka merasa gembira dan beruntung tidak diikutsertakan oleh Rasulullah berperang di Tabuk. Sebenarnya hati mereka tidak mau berperang, baik dengan harta ataupun dengan diri mereka untuk menegakkan agama Allah. Tidak tergores sedikitpun dalam hati mereka, bahwa turut berperang itu adalah keuntungan besar. Tetapi mereka berbuat sebaliknya; mereka mengacau dan melemahkan semangat berperang kaum Muslimin. Mereka mengatakan kepada kawan-kawan mereka, tidak usah ikut berperang. Segala kesukaran seperti panas dan terik, jauhnya perjalanan, kurangnya perbekalan dan lain-lainnya, selalu mereka jadikan alat propaganda untuk menghalang-halangi kaum Muslimin berperang dan untuk memadamkan semangat perjuangan.\n\nTetapi semuanya itu tidak melemahkan semangat kaum Muslimin malahan menambah semangat dan kekuatan, sehingga akhirnya kaum Muslimin kembali dari perang Tabuk itu dengan selamat, setelah musuh mundur dengan penuh ketakutan, Rasulullah disuruh menyampaikan kepada orang-orang munafik, bahwa api neraka Jahannam yang akan mereka derita nanti lebih panas jika mereka mau mengerti." } } }, { "number": { "inQuran": 1317, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 10, "page": 200, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0636\u0652\u062d\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0628\u0652\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falyadhakoo qaleelanw walyabkoo kaseeran jazaaa'am bimaa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "So let them laugh a little and [then] weep much as recompense for what they used to earn.", "id": "Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1317", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1317.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1317.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, wahai Nabi Muhammad, biarkanlah mereka tertawa sejenak karena merasa senang dengan tidak ikut berperang tetapi tidak dicela, dan kelak di akhirat mereka akan menangis yang sebanyak-banyaknya, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat di dunia, seperti mencela, berdusta, menghasut, termasuk membuat-buat alasan agar diizinkan tidak ikut jihad.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang munafik itu sepantasnya lebih banyak menangis daripada tertawa memikirkan nasib dan dosa mereka di dunia dan di akhirat karena mereka akan menerima azab yang pedih, sesuai dengan perbuatan mereka di dunia. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan kerugian karena perbuatan mereka sendiri, yaitu menghina dan mengejek orang-orang mukmin, membuat propaganda busuk untuk menghalang-halangi orang Islam dan mematahkan semangat perjuangan. Sedang di akhirat nanti membawa dosa yang banyak dan tidak dapat ampunan dari Allah swt. Hal ini sesuai pula dengan sabda Rasulullah yang ditujukan kepada orang-orang mukmin.\n\nTelah bersabda Rasullah saw:\n\nJika kamu ketahui apa-apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis, meluaskan kemunafikan dan lenyapnya amanat, dicabutnya rahmat, orang yang jujur dituduh dan orang yang curang dipercayai. Huru-hara mencekam kamu, fitnahpun mencekam keadaan menjadi gelap seperti malam yang gelap gulita. (Riwayat al-hakim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 1318, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 10, "page": 200, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064f\u0648\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0639\u064f\u0648\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ir raja'akal laahu ilaa taaa'ifatim minhum fastaaa zanooka lilkhurooji faqul lan takhrujoo ma'iya abadanw a lan tuqaatiloo ma'iya 'aduwwan innakum radeetum bilqu'oodi awwala marratin faq'udoo ma'al khaalifeen" } }, "translation": { "en": "If Allah should return you to a faction of them [after the expedition] and then they ask your permission to go out [to battle], say, \"You will not go out with me, ever, and you will never fight with me an enemy. Indeed, you were satisfied with sitting [at home] the first time, so sit [now] with those who stay behind.\"", "id": "Maka jika Allah mengembalikanmu (Muhammad) kepada suatu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1318", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1318.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1318.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat yang lalu mengungkap kebusukan hati kaum munafik, maka sebagai hukumannya Allah melarang mereka ikut dalam barisan kaum muslimin. Maka jika Allah mengembalikanmu, Nabi Muhammad, kepada suatu golongan dari mereka, orang-orang munafik yang tidak ikut berperang, kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk ikut keluar pergi berperang, maka katakanlah, \"Kamu tidak boleh keluar untuk ikut berperang bersamaku selama-lamanya dan juga tidak boleh ikut memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela atau lebih senang untuk tidak pergi berperang sejak semula. Karena itu duduklah atau tinggallah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang karena adanya uzur yang dibenarkan, yaitu orang-orang tua, orang yang sedang sakit, kaum perempuan, dan anak kecil.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah swt memberikan peringatan kepada Rasulullah agar berhati-hati terhadap orang munafik bila telah kembali dari Perang Tabuk. Orang-orang munafik itu akan merencanakan minta maaf kepada Rasulullah saw dan menyatakan penyesalan mereka karena tidak dapat turut berperang bersama Nabi ke Tabuk. Padahal mereka merasa beruntung tidak ikut perang ke Tabuk itu dan terhindar dari bahaya. Tetapi setelah Rasulullah saw bersama kaum Muslimin kembali dari medan perang dengan selamat, mereka merasa malu dan terhina, dan berjanji dalam hati mereka akan turut berperang bersama Rasulullah. Maka Allah swt mengingatkan Nabi agar orang-orang munafik itu jangan diberi izin turut serta berperang karena mereka tetap tidak akan jujur dalam peperangan. Mereka pasti akan melakukan berbagai tindakan untuk merongrong Rasulullah dan kaum Muslimin. Oleh karena itu Rasulullah saw diperintahkan untuk menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak dibenarkan turut berperang bersama Rasulullah saw untuk selama-lamanya. Mereka tidak akan sanggup memerangi musuh bersama Rasulullah seperti halnya kaum Muslimin yang dengan rela mengorbankan harta dan jiwanya untuk berperang fisabilillah. Sikap mereka sewaktu menghadapi Perang Tabuk menunjukkan bahwa mereka lebih senang tidak turut berperang dan tetap tinggal di Madinah bersama orang-orang yang uzur, seperti anak-anak, wanita-wanita, dan orang-orang tua yang sudah lemah." } } }, { "number": { "inQuran": 1319, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 10, "page": 200, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627\u062a\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tusalli 'alaaa ahadim minhum maata abadanw wa laa taqum 'alaa qabriheee innahum kafaroo billaahi wa Rasoolihee wa maatoo wa hum faasiqoon" } }, "translation": { "en": "And do not pray [the funeral prayer, O Muhammad], over any of them who has died - ever - or stand at his grave. Indeed, they disbelieved in Allah and His Messenger and died while they were defiantly disobedient.", "id": "Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1319", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1319.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1319.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan juga jika kelak mereka meninggal dunia, maka janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, melaksanakan salat jenazah untuk seseorang yang mati di antara mereka, orang-orang munafik, selama-lamanya dan janganlah engkau mengantar jenazahnya serta berdiri untuk mendoakan di atas kuburnya yang berarti memohon rahmat dan ampunan, padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, baik melalui ucapan maupun tindakan, dan tidak sempat bertobat sehingga mereka mati dalam keadaan fasik, yaitu keluar dari ketaatan kepada Allah, baik lahir maupun batin, makanya mereka tidak layak disalatkan dan didoakan. Ayat ini menjadi landasan hukum haramnya mendoakan seseorang yang mati dalam keadaan kafir. (Lihat: Surah at-Taubah/9: 113).", "long": "Dalam ayat ini Allah swt melarang menyalati jenazah orang-orang munafik. Juga melarang berdoa di atas kuburannya sesudah dikuburkan, seperti yang biasa dilakukan Rasulullah terhadap orang-orang mukmin yang sudah dikubur sebagaimana tersebut dalam hadis berikut:\n\nAdalah Nabi apabila sesudah menguburkan seorang mayat, beliau berdiri di kubur itu seraya berkata, \"Mintakanlah ampunan bagi saudaramu ini doakanlah agar dia tetap (dalam keimanan) sebab sekarang dia sedang ditanya.\" (Riwayat Abu Dawud dan al-Bazzar dari 'Utsman)\n\nPeristiwa yang terjadi pada 'Abdullah bin Ubay ini cukup menggentarkan orang-orang munafik lainnya, suatu penghinaan yang cukup berat dijatuhkan atas diri mereka. Tetapi mereka masih tetap dalam kemunafikannya. Ini merupakan hukuman bagi mereka di dunia, sebab mereka selalu ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka tergolong orang-orang yang fasik, terlampau berani mempermainkan perintah dan larangan Allah.\n\n(85) Ayat ini hampir bersamaan bunyinya dengan ayat 55 dalam surah ini. Maka pada ayat ini Allah swt mengulangi lagi, agar kaum Muslimin jangan sampai terpengaruh oleh kekayaan dan harta benda orang-orang munafik itu. Begitu pula jangan sampai terpengaruh oleh anak-anak mereka. Kalau ada di antaranya mereka yang kaya, banyak harta, banyak anak dan keturunannya, semua itu tidaklah akan membahagiakan mereka dan tidak akan menyelamatkan mereka dari siksa Allah.\n\nSemuanya itu akan menyusahkan mereka, menjadikan mereka teraniaya dan sengsara karenanya. Bagaimana mereka bersusah payah dalam mencari harta dan kekayaan itu, begitu pula mereka dibikin susah olehnya. Ada-ada saja peristiwa yang terjadi karena harta dan kekayaannya, dan anak-anak mereka cukup membuat mereka seolah-olah mendapat azab dunia. Maka harta dan kekayaan serta anak-anak mereka itu, bukan lagi menjadi nikmat, tetapi menjadi azab bagi mereka. Mereka tidak akan mendapat pertolongan sedikitpun dari harta dan anak-anaknya. Tidak ada manfaatnya sama sekali, dan akhirnya mereka mati dalam kekafiran." } } }, { "number": { "inQuran": 1320, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 10, "page": 200, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0628\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0632\u0652\u0647\u064e\u0642\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tu'jibka amwaa luhum wa awlaaduhum; innamaa yureedul laahu ai yu'az zibahum bihaa fid dunyaa wa tazhaqa anfusuhum wa hum kaafiroon" } }, "translation": { "en": "And let not their wealth and their children impress you. Allah only intends to punish them through them in this world and that their souls should depart [at death] while they are disbelievers.", "id": "Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1320", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1320.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1320.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah melarang untuk menyalatkan kaum munafik, kemudian Dia mengingatkan agar juga tidak terpedaya oleh kekayaan mereka. Dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad dan juga kaum mukmin, kagum terhadap harta mereka sebanyak apa pun dan juga anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu, yakni harta dan anak-anak tersebut, Allah hendak menyiksa mereka di dunia sehingga berani menyombongkan diri dengan menolak kebenaran dan agar dalam keadaan bergelimang harta itu juga nyawa mereka melayang, sedang mereka mati dalam keadaan kafir.", "long": "Ayat ini hampir bersamaan bunyinya dengan ayat 55 dalam surah ini. Maka pada ayat ini Allah swt mengulangi lagi, agar kaum Muslimin jangan sampai terpengaruh oleh kekayaan dan harta benda orang-orang munafik itu. Begitu pula jangan sampai terpengaruh oleh anak-anak mereka. Kalau ada di antaranya mereka yang kaya, banyak harta, banyak anak dan keturunannya, semua itu tidaklah akan membahagiakan mereka dan tidak akan menyelamatkan mereka dari siksa Allah.\n\nSemuanya itu akan menyusahkan mereka, menjadikan mereka teraniaya dan sengsara karenanya. Bagaimana mereka bersusah payah dalam mencari harta dan kekayaan itu, begitu pula mereka dibikin susah olehnya. Ada-ada saja peristiwa yang terjadi karena harta dan kekayaannya, dan anak-anak mereka cukup membuat mereka seolah-olah mendapat azab dunia. Maka harta dan kekayaan serta anak-anak mereka itu, bukan lagi menjadi nikmat, tetapi menjadi azab bagi mereka. Mereka tidak akan mendapat pertolongan sedikitpun dari harta dan anak-anaknya. Tidak ada manfaatnya sama sekali, dan akhirnya mereka mati dalam kekafiran." } } }, { "number": { "inQuran": 1321, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 10, "page": 200, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064c \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e\u0643\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0630\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaaa unzilat Sooratun an aaminoo billaahi wa jaahidoo ma'a Rasoolihis taazanaka uluttawli minhum wa qaaloo zarnaa nakum ma'alqaa 'ideen" } }, "translation": { "en": "And when a surah was revealed [enjoining them] to believe in Allah and to fight with His Messenger, those of wealth among them asked your permission [to stay back] and said, \"Leave us to be with them who sit [at home].\"", "id": "Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik), “Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya,” niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1321", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1321.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1321.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menjelaskan sikap buruk kaum munafik, maka ayat ini menjelaskan sikap buruk lainnya, terutama dari mereka yang terpandang di masyarakat. Dan apabila diturunkan suatu surah yang memerintahkan kepada orang-orang munafik, \"Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya,\" niscaya orang-orang munafik, terutama yang kaya dan berpengaruh di antara mereka, meminta izin kepadamu untuk tidak berjihad dan mereka berkata, \"Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk tinggal di rumah, tidak ikut berjihad.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana lemahnya iman orang-orang munafik dan bagaimana pengecutnya mereka. Bukan saja terdapat pada orang-orang biasa, tetapi juga pada orang-orang kaya. Kalau ada surah turun yang ayat-ayatnya memerintahkan agar beriman dan berjihad bersama Rasulullah, orang-orang kaya dari mereka buru-buru datang menghadap Rasulullah, meminta izin agar tidak ikut berjihad dan berperang. Mereka tidak malu membuat alasan yang dibuat-buat untuk menguatkan permohonan mereka kepada Rasulullah saw, padahal mereka mampu dan kuat untuk berjihad dari segi kesehatan dan kemampuan. Dengan enteng, mereka mengatakan biarlah kami tinggal di rumah bersama orang-orang lemah yang tidak ikut berperang.\n\nCara-cara yang demikian itu menunjukkan bahwa mereka lebih mencintai kesenangan dan harta benda mereka daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya. Hal yang serupa ini dijelaskan pula oleh Allah swt dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang beriman berkata, \"Mengapa tidak ada suatu surah (tentang perintah jihad) yang diturunkan?\" Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka.\" (Muhammad/47: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 1322, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 10, "page": 201, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0637\u064f\u0628\u0650\u0639\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Radoo bi ai yakoonoo ma'al khawaalifi wa tubi'a 'alaa quloobihim fahum laa yafqahoon" } }, "translation": { "en": "They were satisfied to be with those who stay behind, and their hearts were sealed over, so they do not understand.", "id": "Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak memahami (kebahagiaan beriman dan berjihad)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1322", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1322.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1322.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka rela senang berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, yaitu orang tua, orang sakit, kaum perempuan, dan anak-anak, dan hati mereka telah tertutup dari hidayah disebabkan sikap-sikap kemunafikan sehingga mereka tidak memahami balasan bagi orang yang beriman dan berjihad berupa kebahagiaan surgawi.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang munafik itu merasa senang tidak ikut berjihad fisabilillah. Mereka lebih senang tinggal bersama orang-orang lemah yang tidak kuat ikut berperang, yaitu perempuan-perempuan yang menjaga rumah tangga. Mereka tidak sedikit pun merasa malu tinggal bersama orang-orang perempuan yang tidak ikut berperang itu. Padahal mereka adalah orang-orang yang kuat, sehat, dan mampu untuk turut berperang. Walaupun banyak yang mengejek dan mentertawakan, namun ejekan itu bagi mereka tidak ada artinya, karena perasaan malu bagi mereka tidak ada lagi. Yang demikian itu adalah pertanda bahwa iman mereka sangat lemah dan hati mereka sudah dipengaruhi kebendaan. Oleh karena itu Allah menutup mati hati mereka, mereka tidak mau menerima kebenaran, pelajaran dan nasihat dari siapapun juga. Penyakit kemunafikan itu telah membalut seluruh hati mereka, sehingga mereka tidak dapat mempergunakan pikiran yang sehat untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan, bahwa ikut berjihad dan berperang itu adalah suatu keuntungan dan tinggal di rumah adalah merugikan dan memalukan." } } }, { "number": { "inQuran": 1323, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 10, "page": 201, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laakinir Rasoolu wal lazeena aamanoo ma'ahoo jaahadoo bi amwaalihim wa anfusihim; wa ulaaa'ika lahumul khairaatu wa ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "But the Messenger and those who believed with him fought with their wealth and their lives. Those will have [all that is] good, and it is those who are the successful.", "id": "Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1323", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1323.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1323.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah keadaan kaum munafik itu, akan tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama beliau, mereka berjihad dengan harta dan jiwa demi menegakkan kalimat Allah dan semata-mata mengharap keridaan-Nya. Mereka itu memperoleh kebaikan baik di dunia berupa kemenangan dan kemuliaan, maupun di akhirat kelak berupa kesenangan surgawi. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan perbedaan yang sangat jauh antara sifat-sifat Rasul dan orang-orang yang beriman di satu pihak dengan sifat dan tingkah laku orang-orang munafik di pihak lain. Rasul dan orang-orang mukmin, senang dan gembira berjihad dan berperang dengan harta dan dirinya untuk membela dan meninggikan kalimah Allah untuk menyiarkan agama-Nya di permukaan bumi ini. Mereka lebih mencintai Allah daripada mencintai harta kekayaan dan diri mereka. Keyakinan mereka kalau hidup hendaknya hidup mulia dan terhormat dan kalau mati, hendaknya mati syahid di medan perang. Di dalam hati orang-orang mukmin tidak akan ditemui sifat malas, enggan berperang dan bakhil memberikan harta kekayaan dalam berjihad fisabilillah.\n\nMereka percaya bahwa berjihad fisabilillah itu akan mendatangkan kebaikan yang banyak kepada mereka dan umat Islam. Kebaikan-kebaikan yang banyak itu adalah berupa kemenangan, tingginya kalimah Allah, tegaknya keadilan dan kebenaran, di samping mendapatkan harta rampasan, dan luasnya kekuasaan Islam di permukaan bumi. Juga mereka percaya, bahwa mereka akan mendapat kabahagiaan di dunia dan di akhirat. Di dunia menjadi orang yang mulia dan terhormat, sedang di akhirat mendapat balasan surga Jannatunnaim, yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang abadi. Di dalamnya mengalir sungai-sungai yang menyejukkan. Kesenangan dan kebahagiaan yang berlimpah-limpah itu diberikan Allah kepada orang-orang mukmin." } } }, { "number": { "inQuran": 1324, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 10, "page": 201, "manzil": 2, "ruku": 166, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "A'addal laahu lahum Jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa; zaalikal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "Allah has prepared for them gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide eternally. That is the great attainment.", "id": "Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1324", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1324.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1324.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menyediakan bagi mereka, orang mukmin, surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. Keberuntungan hakiki adalah ketika amal seseorang menyelamatkannya dari neraka dan mengantarkannya ke surga.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan perbedaan yang sangat jauh antara sifat-sifat Rasul dan orang-orang yang beriman di satu pihak dengan sifat dan tingkah laku orang-orang munafik di pihak lain. Rasul dan orang-orang mukmin, senang dan gembira berjihad dan berperang dengan harta dan dirinya untuk membela dan meninggikan kalimah Allah untuk menyiarkan agama-Nya di permukaan bumi ini. Mereka lebih mencintai Allah daripada mencintai harta kekayaan dan diri mereka. Keyakinan mereka kalau hidup hendaknya hidup mulia dan terhormat dan kalau mati, hendaknya mati syahid di medan perang. Di dalam hati orang-orang mukmin tidak akan ditemui sifat malas, enggan berperang dan bakhil memberikan harta kekayaan dalam berjihad fisabilillah.\n\nMereka percaya bahwa berjihad fisabilillah itu akan mendatangkan kebaikan yang banyak kepada mereka dan umat Islam. Kebaikan-kebaikan yang banyak itu adalah berupa kemenangan, tingginya kalimah Allah, tegaknya keadilan dan kebenaran, di samping mendapatkan harta rampasan, dan luasnya kekuasaan Islam di permukaan bumi. Juga mereka percaya, bahwa mereka akan mendapat kabahagiaan di dunia dan di akhirat. Di dunia menjadi orang yang mulia dan terhormat, sedang di akhirat mendapat balasan surga Jannatunnaim, yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang abadi. Di dalamnya mengalir sungai-sungai yang menyejukkan. Kesenangan dan kebahagiaan yang berlimpah-limpah itu diberikan Allah kepada orang-orang mukmin." } } }, { "number": { "inQuran": 1325, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 10, "page": 201, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0633\u064e\u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'al mu'az ziroona minal A'raabi liyu'zana lahum wa qa'adal lazeena kazabul laaha wa Rasoolah; sayuseebul lazeena kafaroo minhum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And those with excuses among the bedouins came to be permitted [to remain], and they who had lied to Allah and His Messenger sat [at home]. There will strike those who disbelieved among them a painful punishment.", "id": "Dan di antara orang-orang Arab Badui datang (kepada Nabi) mengemukakan alasan, agar diberi izin (untuk tidak pergi berperang), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1325", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1325.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1325.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan sifat-sifat munafik kaum Arab Badui atau yang disebut A'rabiy. Dan di antara orang-orang Arab Badui datang kepada Nabi Muhammad mengemukakan alasan yang dibuat-buat agar diberi izin untuk tidak pergi berperang, sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya dari kaum munafik duduk berdiam diri saja tidak mengajukan alasan mengapa tidak ikut berjihad. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka, yakni penduduk Madinah yang munafik dan penduduk Arab Badui, akan ditimpa azab yang pedih.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bagaimana pula keadaan orang-orang munafik yang tinggal di luar kota Medinah yang tinggal di kampung-kampung penduduk padang pasir yang biasa dipanggil orang dengan Arab Badui. Mereka sengaja datang menghadap Rasulullah untuk mengemukakan alasan agar Rasulullah berkenan memberi izin untuk tidak ikut berperang. Kejadian ini diterangkan dalam suatu riwayat yang diceritakan oleh seseorang yang bernama adz-ahhak, yaitu: \"Ada suatu kelompok Badui dari golongan Amir bin thufail datang menghadap Rasulullah seraya berkata, \"Ya Nabi Allah, kami tidak turut berperang bersama engkau, kami merasa khawatir, kalau-kalau perempuan kami, anak-anak kami, dan binatang-binatang ternak kami habis dirusak dan dirampok oleh penjahat-penjahat.\" Maka Rasulullah menjawab, \"Allah sudah memberitahukan kepadaku tentang keadaanmu; semoga Allah akan memaafkan dan menyelamatkanmu.\" Bermacam-macam alasan yang mereka kemukakan kepada Rasulullah, ada alasan yang dibuat-buat dan ada alasan yang sebenarnya agar mereka diberi izin untuk tidak turut berperang.\n\nMereka yang datang menghadap Rasulullah dengan mengemukakan alasan yang sebenarnya itu adalah kalangan orang-orang mukmin, dan mereka yang datang dengan alasan yang dibuat-buat adalah dari golongan orang-orang munafik. Ada segolongan lagi, yaitu orang-orang yang tidak datang menghadap Rasulullah untuk minta izin. Mereka itu sengaja duduk dan tinggal di rumahnya, tidak mau turut berjihad dan berperang. Mereka ini jelas termasuk orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Merekalah orang-orang munafik yang sudah parah dan sangat berbahaya. Menurut pendapat Umar bin Ala', baik mereka yang minta izin dengan mengemukakan alasan yang dibuat-buat, maupun yang duduk tinggal di rumah, tidak mau ikut berjihad dan berperang, kedua golongan itu sama-sama jeleknya dan sama-sama berbahaya. Kedua golongan itu sudah termasuk golongan orang kafir yang akan mendapat siksa yang pedih dari Allah, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 1326, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 10, "page": 201, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0639\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Laisa 'alad du'aaaa'i wa laa 'alal mardaa wa laa 'alal lazeena laa yajidoona maa yunfiqoona harajun izaa nasahoo lillaahi wa Rasoolih; maa 'alal muhsineena min sabeel; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "There is not upon the weak or upon the ill or upon those who do not find anything to spend any discomfort when they are sincere to Allah and His Messenger. There is not upon the doers of good any cause [for blame]. And Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1326", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1326.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1326.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah kelompok yang diizinkan untuk tidak ikut perang. Tidak ada dosa karena tidak pergi berperang atas orang yang lemah, baik karena usianya sudah tua maupun lemah fisik seperti kaum perempuan dan anak-anak, orang yang sakit dan orang miskin yang tidak memperoleh apa, yakni biaya atau bekal, yang akan mereka infakkan untuk berjihad juga untuk keluarga yang ditinggalkan, apabila mereka ikhlas dalam niat dan imannya kepada Allah dan senantiasa menunjukkan sikap ketaatan kepada Rasul-Nya, maka tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan dan mencela mereka, sebab sejatinya mereka itu adalah orang-orang yang berbuat baik dan tidak membenci perintah jihad. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Ini merupakan hukum yang berlaku bagi semua taklif agama, sebab pada dasarnya manusia itu tidak memperoleh beban di atas kesanggupannya.", "long": "Sabab Nuzul: Ada beberapa riwayat yang menerangkan sebab turunnya ayat ini. Di antaranya riwayat yang diterangkan oleh Ibnu Abi hatim dari Zaid bin sabit dia mengatakan, \"Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Ketika aku menulis surah Baraah, kemudian pena kuletakkan di atas telingaku, maka turunlah wahyu yang memerintah-kan kami berperang. Ketika Rasulullah memperhatikan wahyu yang diturun-kan kepadanya, tiba-tiba datang seorang buta, seraya berkata, \"Ya Rasulullah, bagaimana caranya agar saya ikut berperang, sedang saya orang buta,\" maka turunlah ayat ini.\" \n\nDalam ayat ini diterangkan, orang-orang yang dibolehkan tidak ikut berperang yakni bebas dari kewajiban ikut berperang. Mereka ini tidak termasuk orang yang bersalah dan tidak berdosa karena meninggalkan kewajiban berperang bilamana mereka benar-benar mempunyai alasan yang dapat dibenarkan, dan alasan itu dikemukakannya dengan jujur dan ikhlas, yaitu:\n\n1. Orang lemah, yaitu orang yang lemah fisiknya yang tidak memungkinkan dia ikut berperang, seperti orang lanjut usia, perempuan dan anak-anak, begitu juga orang cacat, seperti buta, pekak, lumpuh, patah, dan sebagainya.\n\n2. Orang sakit yang tidak mungkin ikut berperang. Tetapi kalau sudah sembuh mereka wajib ikut berperang.\n\n3. Orang miskin yang tidak mempunyai sarana dan bekal untuk perang.\n\nKetiga golongan ini bebas dari kewajiban berperang. Namun demikian karena kejujuran dan keikhlasannya kepada Allah dan Rasul, dia masih merasa berkewajiban untuk mengerjakan tugas-tugas yang lain seperti menjaga rumah dan kampung, mengawasi kalau ada mata-mata dan pengkhianat, memelihara rahasia, menyuruh orang agar tetap tenang, berbuat kebajikan dan berdoa, agar orang mukmin yang pergi berperang dilindungi oleh Allah dan mendapat kemenangan yang gilang-gemilang.\n\nKetiga macam orang-orang yang mempunyai alasan yang dibenarkan syara ini, betul-betul mereka ikhlas, beriman kepada Allah dan taat kepada Rasul, mereka tergolong orang-orang yang berbuat kebajikan. Mereka ini tidak termasuk orang-orang yang bersalah, berdosa dan disiksa. Pada akhir ayat ini dijelaskan, bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Artinya Allah banyak ampunan-Nya dan luas rahmat-Nya, terhadap hamba-hamba-Nya yang lemah dalam menunaikan kewajibannya, selama mereka jujur dan ikhlas kepada Allah dan kepada Rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1327, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 10, "page": 201, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 80, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0650\u064a\u0636\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650 \u062d\u064e\u0632\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa 'alal lazeena izaa maaa atawka litahmilahum qulta laaa ajidu maaa ahmilukum 'alaihi tawallaw wa a'yunuhum tafeedu minaddam'i hazanan allaa yajidoo maa yunfiqoon" } }, "translation": { "en": "Nor [is there blame] upon those who, when they came to you that you might give them mounts, you said, \"I can find nothing for you to ride upon.\" They turned back while their eyes overflowed with tears out of grief that they could not find something to spend [for the cause of Allah].", "id": "dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang datang kepadamu (Muhammad), agar engkau memberi kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu,” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1327", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1327.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1327.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan begitu juga tidak ada dosa atas orang-orang miskin yang tidak memiliki kendaraan untuk digunakan berjihad lalu datang kepadamu, Nabi Muhammad, agar engkau memberi kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, \"Aku tidak memperoleh atau tidak memiliki kendaraan untuk membawamu ikut berjihad,\" lalu mereka meninggalkan Rasulullah kembali ke rumahnya, sambil mata mereka bercucuran air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan untuk ikut berperang.", "long": "Sabab Nuzul: Di dalam sebuah riwayat yang diterangkan oleh Ibnu Jarir ath -thabari dari Ibnu 'Abbas, dia berkata, \"Rasulullah memerintahkan agar orang-orang mukmin bersiap untuk pergi berperang. Maka segolongan dari para sahabatnya yang bernama 'Abdullah bin Saffal al-Muzani berkata, \"Ya Rasulullah, sediakanlah untuk kami kendaraan (kami miskin tidak mempunyai kendaraan).\" Rasulullah menjawab, \"Demi Allah, aku tidak sanggup menyediakan kendaraan yang akan membawa saudara-saudara ke medan perang.\" Maka turunlah ayat ini, lalu mereka semuanya menangis, karena tidak dapat ikut berperang, karena kendaraan dan alat perlengkapan perang sangat penting apabila medan perang letaknya sangat jauh.\" Kendaraan itu merupakan perlengkapan perang yang sangat penting untuk setiap masa. Apabila pada masa dahulu kendaraan yang diperlukan hanya unta, keledai dan kuda, maka pada masa-masa berikutnya manusia menciptakan kendaraan yang berkecepatan tinggi yang dapat dipergunakan untuk lalu lintas darat, laut dan udara.\n\nDengan turunnya ayat ini terhiburlah hati mereka yang datang menghadap Rasulullah itu, tetapi air mata mereka bercucuran menangis karena tidak dapat ikut berperang bersama Rasulullah karena mereka dalam keadaan miskin, tidak mempunyai kendaraan. Kalau tempat berperang tidak begitu jauh maulah rasanya mereka berjalan kaki saja, karena keinginan mereka berjihad dan mencari keridaan Allah. Begitulah semangat dan ruh Islam yang berkobar dalam dada setiap muslim yang tidak akan padam buat selama-lamanya. Dengan semangat seperti itulah Islam bisa tegak dan maju dan kalimah Allah akan menjulang tinggi di bumi ini.\n\nDalam ayat ini diterangkan alasan yang lain yang dibenarkan syara bagi seseorang yang tidak ikut berperang. Alasan tersebut ialah karena mereka tidak mempunyai kendaraan yang dapat mengangkut mereka ke medan perang, apalagi kalau tempat yang dituju itu jauh letaknya, yang tidak bisa dicapai dengan jalan kaki, seperti halnya Perang Tabuk yang sangat jauh yang dapat ditempuh hanya dengan mengarungi padang pasir, berhari-hari dan berminggu-minggu, baru sampai di tempat yang dituju. Maka kepada mereka yang tidak mempunyai kendaraan, dibolehkan tidak ikut, mereka ini terhitung tidak besalah dan tidak berdosa bila tinggal di rumahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1328, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 11, "page": 201, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamas sabeelu 'alal lazeena yastaazinoonaka wa hum aghniyaaa'; radoo biany-yakoonoo ma'al khawaalifi wa taba'al laahu 'alaa quloobihim fahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "The cause [for blame] is only upon those who ask permission of you while they are rich. They are satisfied to be with those who stay behind, and Allah has sealed over their hearts, so they do not know.", "id": "Sesungguhnya alasan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1328", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1328.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1328.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya alasan untuk menyalahkan hanyalah terhadap orangorang yang meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berperang padahal mereka orang kaya yang menyediakan kendaraan untuk berperang dan dirinya juga bukan termasuk golongan yang boleh tidak ikut berperang. Mereka justru rela atau lebih senang berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang karena adanya uzur yang dibenarkan. Dan Allah telah mengunci hati mereka, akibat sikap mereka sendiri sehingga mereka tidak mengetahui akibat perbuatan mereka itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang kaya yang mampu, yang datang menghadap Rasulullah untuk meminta izin tidak akan ikut berperang, tidak dibenarkan meninggalkan kewajiban berperang. Mereka itu dianggap orang-orang yang bersalah dan patut mendapat hukuman karena kesalahannya itu.\n\nBerbeda dengan orang-orang yang disebutkan dalam ayat-ayat di atas, yaitu orang-orang yang mempunyai alasan yang dibenarkan syara dan dikemukakannya dengan ikhlas dan jujur untuk tidak ikut berperang, maka mereka tidak dapat disalahkan sama sekali. Orang-orang yang kaya yang sanggup berperang karena mereka mampu menyediakan perbekalan dan kendaraan, tidak mempunyai alasan untuk minta izin tidak ikut berperang. Itulah sebabnya maka mereka dikatakan orang-orang yang bersalah dan sudah sepantasnya kalau Allah menutup mati hati mereka, karena mereka tidak mau menerima kebenaran sedikit pun juga. Akhirnya mereka bergelimang dalam kesusahan dan dosa, sedang mereka tidak mengetahui akibat dari perbuatan yang mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 1329, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 11, "page": 202, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "ya'taziroona ilaikum izaa raja'tum ilaihim; qul laa ta'taziroo lan nu'mina lakum qad nabba annal laahu min akhbaarikum; wa sa yaral laahu 'amalakum wa Rasooluhoo suma turaddoona ilaa 'Aalimil Ghaibi washshahaadati fa yunabbi'ukum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "They will make excuses to you when you have returned to them. Say, \"Make no excuse - never will we believe you. Allah has already informed us of your news. And Allah will observe your deeds, and [so will] His Messenger; then you will be taken back to the Knower of the unseen and the witnessed, and He will inform you of what you used to do.\"", "id": "Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), “Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu, (demikian pula) Rasul-Nya, kemudian kamu dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1329", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1329.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1329.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan tentang orang-orang yang pantas dikecam karena tidak ikut Perang Tabuk, Allah memberitakan kepada Nabi bahwa mereka, orang munafik yang tidak ikut berperang, akan terus-menerus mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka dari Perang Tabuk. Katakanlah kepada mereka wahai Nabi, \"Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, karena kalian sudah sering berbohong, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu yang sebenarnya. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu yang akan datang seperti Dia melihat pekerjaanmu yang sudah lewat, demikian pula Rasul-Nya juga akan melihat pekerjaan kamu. Kemudian kamu dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan selama hidup di dunia.\"", "long": "Dalam ayat ini disebutkan hal-hal yang akan dihadapi Nabi dan kaum Muslimin setelah kembali dari Perang Tabuk, yaitu bahwa orang-orang munafik yang tidak ikut dalam peperangan tanpa alasan pasti akan datang menemui Rasulullah dan kaum Muslimin untuk meminta maaf atas ketidakhadiran mereka di medan perang. Maka Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar beliau mengatakan kepada orang-orang munafik itu bahwa mereka tidak perlu meminta maaf, karena Rasulullah dan kaum Muslimin tidak akan mempercayai alasan-alasan palsu yang mereka kemukakan, sebab Allah telah memberitahukan kepada Rasul-Nya dan kaum Muslimin semua hal ikhwal dan sifat-sifat jelek kaum munafik itu. Allah dan Rasul-Nya hanya memperhatikan sikap dan tingkah laku mereka selanjutnya, apakah mereka benar-benar sudah insyaf dan meninggalkan kekufuran mereka serta kembali kepada iman dan taat kepada Allah, ataukah mereka akan tetap dalam kekufuran itu. Kemudian mereka akan dikembalikan kepada Zat Yang Maha Mengetahui semua hal-hal yang gaib dan yang nyata, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka segala apa yang telah mereka perbuat sewaktu hidup di dunia.\n\nDengan perkataan lain, tidak ada gunanya lagi bagi mereka mengemuka-kan bermacam-macam alasan atas ketidakhadiran mereka di medan perang, sebab semua rahasia yang tersimpan dalam hati mereka sudah cukup diketahui oleh Rasulullah dan kaum Muslimin melalui wahyu Allah. Selanjutnya terserah kepada mereka sendiri. Jika benar-benar mereka telah menyadari kesalahan, lalu bertobat dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan menerima tobat mereka, maka Rasulullah pun akan memberi maaf kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1330, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 11, "page": 202, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u062a\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0633\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sa yahlifoona billaahi lakum izanqalabtum ilaihim litu'ridoo 'anhum fa a'ridoo 'anhum innahum rijsunw wa maawaahum jahannamu jazaaa 'ambimaa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "They will swear by Allah to you when you return to them that you would leave them alone. So leave them alone; indeed they are evil; and their refuge is Hell as recompense for what they had been earning.", "id": "Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka, agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1330", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1330.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1330.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk memperkuat dalih yang mereka kemukakan, mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka dari Perang Tabuk, agar kamu berpaling dari mereka, dengan memaafkan dan tidak mengecam serta tidak memberi hukuman kepada mereka. Dalih dan sumpah mereka itu adalah tipu daya dan kebohongan, maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor lantaran kemunafikan mereka dan tempat mereka di akhirat nanti adalah neraka Jahanam, sebagai balasan atas dosa dari apa yang telah mereka kerjakan, yakni kebohongan dan sumpah palsu dengan menggunakan nama Allah.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan kepada Rasul-Nya, bahwa apabila beliau dan kaum Muslimin telah kembali nanti dari peperangan itu, maka kaum munafik akan datang kepada beliau seraya bersumpah dengan nama Allah (menguatkan apa yang mereka ucapkan), agar Rasulullah berpaling dari mereka dengan tidak menghiraukan perbuatan mereka yang tidak ikut berperang.\n\nKemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, agar beliau betul-betul memalingkan muka dari kaum munafik sebagai penghinaan kepada mereka. Berikutnya, Allah menjelaskan alasan mengapa Rasulullah harus memalingkan muka dari kaum munafik karena mereka itu najis. Artinya sikap dan perbuatan mereka itu kotor, sehingga mereka harus dijauhi, seperti menjauhkan kain yang bersih dari sesuatu yang najis. Hal ini sejalan dengan apa yang terdapat dalam firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis (kotor jiwa). (at-Taubah/9: 28)\n\nAkhirnya Allah menyatakan, bahwa tempat kembali kaum munafik di akhirat kelak adalah neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka lakukan selama di dunia, yaitu kekufuran yang telah mengotori diri mereka; dan kekotoran itu semakin bertambah akibat berpalingnya mereka dari ayat-ayat Allah. Keterangan semacam ini akan didapat nanti pada firman Allah:\n\nDan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir. (at-Taubah/9: 125)" } } }, { "number": { "inQuran": 1331, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 11, "page": 202, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yahlifoona lakum litardaw 'anhum fa in tardaw 'anhum fa innal laaha laa yardaa 'anil qawmil faasiqeen" } }, "translation": { "en": "They swear to you so that you might be satisfied with them. But if you should be satisfied with them - indeed, Allah is not satisfied with a defiantly disobedient people.", "id": "Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1331", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1331.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1331.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu setelah itu mereka akan bersumpah kembali kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka bergabung kembali dan mendapat tempat di hatimu. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, sungguh Allah tidak akan rida dan murka kepada mereka, karena mereka adalah orang-orang fasik dan Allah tidak rida kepada orang-orang yang fasik, yakni mereka yang bergelimang dosa.", "long": "Ayat ini menegaskan sekali lagi bahwa kaum munafik itu akan bersumpah dengan nama Allah untuk meminta maaf kepada Rasulullah dan kaum Muslimin agar beliau dan kaum Muslimin rida (senang) kepada mereka serta memaafkan segala kesalahan mereka. Sesudah itu Allah menegaskan, bahwa tidak sepatutnya Rasulullah dan kaum Muslimin senang dan rida kepada kaum munafik, karena Allah sendiri tidak senang kepada kaum yang fasik.\n\nKemurkaan Allah kepada kaum munafik adalah disebabkan karena keingkaran dan sifat-sifat jelek mereka. Andaikata ada di antara orang-orang mukmin itu orang yang bersimpati, kepada kaum munafik maka orang itu pun akan ditimpa kemurkaan Allah.\n\nAkan tetapi, bila kaum munafik itu bertobat dan memohon ampun kepada Allah serta meninggalkan kemunafikan dan sifat-sifat jelek mereka sebelum ajal mereka tiba, maka Allah akan menerima tobat mereka dan memberikan ampunan atas dosa-dosa yang telah mereka perbuat." } } }, { "number": { "inQuran": 1332, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 11, "page": 202, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u064f \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0641\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u062f\u064e\u0631\u064f \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Al A'raabu ashaddu kufranw wa nifaaqanw wa ajdaru allaa ya'lamoo hudooda maaa anzalal laahu 'alaa Rasoolih; wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "The bedouins are stronger in disbelief and hypocrisy and more likely not to know the limits of what [laws] Allah has revealed to His Messenger. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "Orang-orang Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1332", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1332.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1332.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang kebohongan dan sumpah palsunya orang-orang munafik, lalu dijelaskan tentang orang Arab Badui dan keimanan mereka. Orang-orang Arab Badui itu hidup dalam suasana kekerasan alam, tinggal di daerah yang jauh dari perkotaan, jauh dari Nabi Muhammad sumber informasi ajaran agama dan, lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sangat wajar tidak mengetahui hukumhukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, karena kurangnya informasi ajaran-ajaran agama. Allah Maha Mengetahui keadaan mereka dan Mahabijaksana dalam memberikan ketetapan hukum kepada mereka.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kekafiran dan kemunafikan orang-orang Arab Badui, lebih hebat dari pada kekafiran dan kemunafikan orang-orang Arab yang telah berbudaya yang hidup menetap di kota-kota dan di desa-desa. Orang Arab Badui itu hidup di padang pasir, selalu berpindah-pindah, dalam lingkungan alam yang tandus, jauh dari sebab-sebab kemajuan, dan jauh dari bimbingan para ulama, sehingga mereka jarang mendapatkan pelajaran mengenai Al-Qur'an dan Hadis. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila mereka tidak mengetahui hukum-hukum yang telah diturunkan Allah kepada Rasul-Nya.\n\nDalam penjelasan ayat ini terdapat suatu sindiran bagi orang-orang yang hidup di kota, bahwa mereka itu seharusnya lebih berpengetahuan dan lebih maju dari orang-orang Badui. Sebab mereka itu dapat bergaul dan menimba pelajaran dari kaum cendekiawan, apabila tidak demikian halnya maka mereka ini sama dengan orang-orang Badui yang hidupnya mengembara dan jauh dari bimbingan para ulama.\n\nIbnu Katsir mengatakan bahwa orang-orang Arab Badui bersifat kasar dan keras, maka Allah tidak mengutus seorang Rasul pun dari kalangan mereka. Dalam hal ini Allah telah berfirman:\n\nDan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. (Yusuf/12: 109)\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Mahatahu hal ihwal hamba-Nya, beriman atau kafir, jujur maupun munafik, dan Dia amat bijaksana dalam menetapkan syariat dan hukum-hukum-Nya, dan dalam memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya, baik berupa surga Jannatun-na'im ataupun azab neraka yang amat pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 1333, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 11, "page": 202, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f \u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e \u06da \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0648\u0652\u0621\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa minal A'raabi mai yattakhizu maa yunfiqu maghramanw wa yatarabbasu bikumud dawaaa'ir; alaihim daaa'iratus saw'; wallaahu Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And among the bedouins are some who consider what they spend as a loss and await for you turns of misfortune. Upon them will be a misfortune of evil. And Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian; dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1333", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1333.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1333.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya di jalan Allah sebagai suatu kerugian karena mereka tidak percaya adanya pahala atas amal saleh, sehingga mereka beranggapan bahwa harta yang diinfakkan akan lenyap begitu saja. Dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, yakni Nabi Muhammad dan umat Islam, karena keengganan mereka membayar zakat dan karena kebencian mereka kepadamu. Padahal merekalah yang akan ditimpa marabahaya, dengan semakin tersebarnya ajaran agama Islam dan mereka akan mendapat siksa di akhirat. Allah Maha Mendengar perkataan mereka, Maha Mengetahui perbuatan mereka.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan contoh lain dari sifat orang Badui yang munafik, yaitu mereka yang menyumbangkan sebagian dari harta benda mereka untuk berjihad di jalan Allah, akan tetapi dengan jalan riya. Mereka menganggap harta benda yang mereka berikan, baik karena ketaatan mereka maupun karena terpaksa demi menjaga keselamatan diri dan kaum mereka dari hal-hal yang tidak mereka inginkan. Mereka memandang bahwa infak tersebut sama sekali tidak mendatangkan kemanfaatan apapun bagi mereka di akhirat kelak, karena mereka tidak beriman pada adanya hari kebangkitan, di mana setiap orang akan menerima balasan atas segala perbuatan yang telah dilakukannya di dunia ini. Menurut keterangan Ibnu Zaid, orang-orang yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah Bani Â'sad dan Bani Gathafan.\n\nSelain sifat-sifat jelek di atas, orang-orang munafik tersebut selalu mengharapkan dan menanti-nanti datangnya malapetaka yang menimpa kaum Muslimin sehingga kekuatan mereka menjadi lemah. Bila hal itu terjadi, maka orang-orang munafik itu tidak perlu lagi menyumbangkan harta benda mereka untuk kepentingan jihad. Dalam kenyataannya, mereka selalu menunggu-nunggu agar kaum musyrik dan Yahudi dapat mengalahkan kaum Muslimin. Akan tetapi, setelah tipu daya mereka tidak membawa hasil, maka mereka menunggu wafatnya Rasulullah saw, karena mereka menganggap bahwa dengan wafatnya Rasulullah agama Islampun akan sirna dan lenyap dari muka bumi.\n\nKarena sikap dan pandangan mereka yang semacam itu, maka dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa merekalah yang akan ditimpa malapeka itu, sedang kaum Muslimin tidak akan mengalami malapetaka bahkan mereka akan memperoleh pertolongan dari Allah. Di samping itu, musuh-musuh Islam akan menemui kegagalan serta ditimpa azab di dunia ini sebelum mendapat azab yang lebih hebat di akhirat kelak.\n\nPada akhir ayat ini kembali ditegaskan bahwa Allah Maha Mendengar segala ucapan hamba-Nya, yang mengekpresikan perasaan hatinya dan mengetahui rahasia yang terkandung dalam hati mereka, apakah itu berbentuk keimanan atau kekafiran, keikhlasan atau kemunafikan. Allah akan memberikan balasan kepada mereka akibat ucapan dan perbuatan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1334, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 11, "page": 202, "manzil": 2, "ruku": 167, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f \u0642\u064f\u0631\u064f\u0628\u064e\u0627\u062a\u064d \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0633\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa minal A'raabi mai yu'minu billaahi wal yawmil AAkhiri wa yattakhizu maa yunfiqu qurubaatin 'indal laahi wa salawaatir Rasool; alaaa innahaa qurbatul lahum; sayudkhiluhumul laahu fee rahmatih; innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "But among the bedouins are some who believe in Allah and the Last Day and consider what they spend as means of nearness to Allah and of [obtaining] invocations of the Messenger. Unquestionably, it is a means of nearness for them. Allah will admit them to His mercy. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1334", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1334.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1334.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian dengan selalu berusaha memelihara keimananan itu, dan memandang apa yang diinfakkannya di jalan Allah sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul, karena Rasul selalu mendoakan orang yang menyalurkan zakat dan infak. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat, yakni surga-Nya, lantaran keikhlasan mereka dalam berinfak; sesungguhnya Allah Maha Pengampun dosa orang-orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh, Maha Penyayang, karena selalu memberi rahmat kepada orang yang bertobat.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tidak semua orang Arab Badui mempunyai sifat-sifat kekufuran dan kemunafikan seperti tersebut di atas. Bahkan sebagian dari mereka itu orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dengan keimanan yang teguh. Mereka yakin tentang kemahakuasaan Allah atas semua makhluk-Nya, dan yakin pula tentang adanya hari akhir, di mana setiap orang akan menerima balasan atas semua perbuatan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia.\n\nDi samping keimanan kepada Allah dan hari akhir, mereka juga menginfakkan harta mereka di jalan Allah. Apa yang mereka infakkan itu mereka pandang sebagai suatu jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk mendapatkan doa Rasulullah saw, karena Rasulullah senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang-orang yang suka bersedekah dan menginfakkan harta bendanya di jalan Allah. Rasulullah saw juga selalu memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka. Doa kepada Allah adalah suatu perbuatan baik yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memintakan manfaat kepada Allah bagi orang lain. Misalnya doa dari anak yang saleh untuk ibu bapaknya. Menurut keterangan Mujahid, orang-orang yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah Bani Muqrin dari kabilah Muzayyanah.\n\nSelanjutnya ayat ini menjelaskan bahwa keimanan dan keikhlasan mereka serta infak yang mereka berikan dengan niat yang suci diterima Allah sebagai amal saleh yang bisa mendekatkan diri mereka kepada-Nya, Allah akan memberikan pahala kepada mereka, yaitu dengan mengaruniakan kepada mereka rahmat yang khusus diberikannya kepada orang-orang yang diridai-Nya, berupa petunjuk ke jalan yang lurus yang harus mereka tempuh agar mereka bisa masuk surga Jannatun-na'im. Di sini mereka akan hidup bahagia dalam naungan rahmat dan kasih sayang-Nya.\n\nAdanya orang-orang Arab Badui yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya karena menggunakan pikiran dan hati nurani, menunjukkan betapa rendahnya kedudukan orang-orang kafir dan orang-orang munafik yang berdiam di kota-kota yang selalu hidup bergaul dengan orang-orang pandai dan mendengar pelajaran-pelajaran yang baik, namun hati mereka tetap tertutup tidak mau beriman.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa rahmat Allah dan ampunan-Nya amat luas untuk orang-orang yang ikhlas dalam beramal. Allah akan mengampuni mereka dari dosa-dosa dan kelalaian yang telah mereka perbuat. Allah akan menunjukkan mereka kepada perbuatan yang baik dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1335, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 11, "page": 203, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064d \u0631\u0651\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Was saabiqoonal awwa loona minal Muhaajireena wal Ansaari wallazeenat taba'oo hum bi ihsaanir radiyal laahu 'anhum wa radoo 'anhu wa a'adda lahum jannnaatin tajree tahtahal anhaaru khaalideena feehaaa abadaa; zaalikal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "And the first forerunners [in the faith] among the Muhajireen and the Ansar and those who followed them with good conduct - Allah is pleased with them and they are pleased with Him, and He has prepared for them gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide forever. That is the great attainment.", "id": "Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1335", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1335.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1335.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menjelaskan bahwa orang Arab Badui ada yang imannya lemah dan ada yang kuat, lalu Allah menjelaskan sekelompok orang yang imannya sangat kuat. Mereka adalah orang-orang yang terdahulu berhasil meraih dan melaksanakan kebajikan sebelum yang lainnya melaksanakan, lagi yang pertama-tama masuk Islam di antara orang-orang Muhajirin dari Mekah ke Habasyah (Ethiopia) dan ke Madinah, dan kaum Ansar, yakni penduduk Madinah yang menerima dan membela umat Islam, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dengan iman dan amal saleh serta mau berkorban untuk membela Allah dan Rasul-Nya. Allah rida kepada mereka, yakni menerima amal saleh mereka dan mereka pun rida kepada Allah atas anugerah iman yang memenuhi hati mereka. Anugerah yang lebih besar lagi adalah Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungaisungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (Lihat: Surah al-Wa qi'ah/56: 10-14)", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang pertama-tama masuk Islam, baik dari kalangan Muhajirin yang berhijrah dari Mekah ke Medinah, maupun dari kalangan Anshar, yaitu penduduk kota Medinah yang menyambut dengan baik kedatangan Rasulullah dan Muhajirin, dan begitu pula para sahabat yang lain yang mengikuti perintah Rasulullah dengan sebaik-baiknya, ketiga golongan ini merupakan orang-orang mukmin yang paling tinggi martabatnya di sisi Allah, disebabkan keimanan mereka yang teguh, serta amal perbuatan mereka yang baik dan ikhlas, sesuai dengan tuntutan Rasulullah saw. Allah senang dan rida kepada mereka, sebaliknya mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan pahala yang amat mulia bagi mereka, yaitu surga Jannatun-na'im yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, di sana mereka akan memperoleh kenikmatan yang tidak terhingga. Mereka akan kekal di sana selama-lamanya. Itulah kemenangan terbesar yang akan mereka peroleh.\n\nYang dimaksud dengan as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin ialah mereka yang telah berhijrah dari Mekah ke Medinah sebelum terjadinya \"Perjanjian Hudaibiyah, karena sebelum perjanjian tersebut, kaum musyrikin senantiasa mengusir kaum Muslimin dari kampung halaman mereka, dan membunuh sebagian dari mereka, serta menghalang-halangi siapa saja yang ingin berhijrah.Tidak ada cara lain bagi seorang mukmin untuk menyelamatkan diri dari kejahatan kaum musyrikin, kecuali menjauhkan diri dari mereka, atau menyerah kepada kehendak dan kemauan mereka. Orang-orang yang memilih cara yang pertama, yaitu meninggalkan kota Mekah dan hijrah ke Medinah adalah orang-orang yang benar-benar beriman, tidak ada seorang munafikpun di antara mereka. Mereka meninggalkan kampung halaman karena keimanan yang murni, keikhlasan, dan perjuangan untuk menegakkan agama Islam.\n\nDikenal juga sebagai as-Sabiqunal Awwalun yaitu orang-orang yang pertama masuk Islam dan menyatakan imannya kepada Nabi Muhammad saw, dari kalangan keluarga adalah Siti Khadijah, 'Ali bin Abi thalib, dan Zaid bin Haritsah. Sedang dari kalangan luar ialah Abu Bakar Ash- shiddiq, orang yang menemani Rasulullah saw waktu hijrah ke Medinah. Di samping itu, terdapat pula para sahabat yang dikelompokkan dalam as-Sabiqunal Awwalun yang oleh Rasulullah saw telah dinyatakan sebagai orang-orang yang pasti masuk surga. Di antara mereka adalah Utsman bin Affan, Hamzah, dan lainnya.\n\nYang dimaksud dengan golongan pertama, as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Anshar ialah penduduk kota Medinah yang telah menyatakan ikrar kesetiaan mereka kepada kerasulan Muhammad saw di Aqabah, suatu tempat di Mina, pada tahun ke-11 dari kerasulan Muhammad saw. Ketika itu mereka berjumlah tujuh orang. Kemudian pada periode berikutnya, yaitu pada tahun ke-12, terjadi pula ikrar kesetiaan di tempat yang sama, yaitu Aqabah, kali ini diikuti tujuh puluh orang lelaki dan dua orang perempuan. Jejak mereka diikuti oleh yang lainnya setelah mereka didatangi oleh utusan Rasulullah yang bernama Abu Zurarah Mush'ab bin 'Umar bin Hasyim yang membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan mengajarkan pengetahuan agama kepada mereka. Demikian pula, termasuk kelompok as-Sabiqunal Awwalun ialah mereka yang telah beriman pada saat tibanya Rasulullah di Medinah. \n\nKekuatan dan persatuan Islam tumbuh dan berkembang sesudah Rasulullah hijrah ke Medinah. Pada saat itulah muncul kaum munafik yang berpura-pura menyokong agama Islam. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah yang turun mengenai hal ikhwal Perang Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijri. Firman Allah:\n\n(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, \"Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu agamanya.\" (al-Anfal/8: 49)\n\nDalam kelompok orang-orang munafik yang disebutkan dalam ayat ini, tidak terdapat seorangpun dari kalangan kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang mendapat gelar as-Sabiqun al-Awwalun seperti yang tersebut di atas, walaupun kaum Anshar itu semuanya berasal dari Bani 'Aus dan Khazraj.\n\nYang dimaksud dengan golongan kedua, \"allazinat tabuuhum bi ihsan\" (orang-orang yang telah mengikuti kaum as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar dengan baik) ialah mereka yang ikut berhijrah ke Medinah dan berjuang menegakkan agama Islam; atau mereka yang membuktikan satunya perbuatan dan perkataan setelah mendapatkan bimbingan dan pelajaran dari kaum as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar, yang merupakan pemimpin-pemimpin yang layak diikuti, dan dijadikan suri teladan dalam tingkah laku, perbuatan, ucapan, dan perjuangan menegakkan agama Allah. Singkatnya mereka adalah orang-orang yang mengikuti as-Sabiqunal Awwalun dalam ketaatan dan ketakwaan sampai Hari Kiamat. \n\nAdapun golongan ketiga, yaitu orang-orang yang munafik hanya mengikuti jejak as-Sabiqunal Awwalun secara lahiriyah semata, tidak dengan niat yang tulus atau hanya mengikutinya dalam beberapa hal saja, sedang dalam hal-hal lainnya mereka mengingkarinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1336, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 11, "page": 203, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0641\u064e\u0627\u0642\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0633\u064e\u0646\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa mimmann hawlakum minal A'raabi munaafiqoona wa min ahlil Madeenati maradoo 'alan nifaaq, laa ta'lamuhum nahnu na'lamuhum; sanu'azzibuhum marrataini summa yuraddoona ilaa 'azaabin 'azeem" } }, "translation": { "en": "And among those around you of the bedouins are hypocrites, and [also] from the people of Madinah. They have become accustomed to hypocrisy. You, [O Muhammad], do not know them, [but] We know them. We will punish them twice [in this world]; then they will be returned to a great punishment.", "id": "Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1336", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1336.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1336.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara orang-orang Arab Badui yang tinggal di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (Yahudi) ada juga orang-orang munafik, mereka sudah terbiasa licik dan berdusta, sehingga keterlaluan dan melampaui batas dalam kemunafikannya. Engkau wahai Nabi Muhammad tidak mengetahui siapa mereka, karena begitu lihainya dan terlatihnya mereka dengan kemunafikan, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, pertama: ketika terbongkarnya kemunafikan mereka, sehingga mereka malu dan terhina, dan kedua: ketika malaikat mencabut nyawa mereka dengan cara yang sangat kasar, (Lihat: Surah al-Anfa l/8: 50), kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar kelak di akhirat.", "long": "Setelah menyebutkan hal ihwal ketiga macam golongan orang-orang yang betul-betul beriman, yakni sahabat-sahabat Rasulullah saw, maka pada ayat ini Allah menyebutkan hal ihwal orang-orang munafik, baik dari kalangan Badui, maupun dari kalangan mereka yang bertempat tinggal di kota Medinah, sehingga nampaklah dua hal yang sangat berlawanan. Seakan-akan Allah berfirman, \"Hai orang-orang yang beriman, sesungguh-nya sebagian dari orang-orang Badui yang berdiam di sekitar Medinah adalah orang-orang yang sangat munafik. Kemunafikan dan kejahatan mereka amat keterlaluan. Bahkan, sebagian dari penduduk kota Medinah pun ada pula yang munafik. Sebab itu berhati-hatilah kamu terhadap mereka.\"\n\nMenurut keterangan al-Bagawi, yang dimaksud dengan \"kaum munafik Badui yang tinggal di sekitar kota Medinah\" ialah mereka yang berasal dari Bani Muzainah, Bani Juhainah, Bani Asyja, Bani Aslam dan Bani Gifar. Sedangkan yang dimaksud dengan \"kaum munafik dari kalangan penduduk kota Medinah sendiri\" ialah orang-orang munafik yang berasal dari Bani Aus dan Khazraj. Mereka ini sangat keterlaluan, dan sangat pandai menyembunyikan kemunafikannya, sehingga sulit untuk diketahui oleh Rasulullah dan kaum Muslimin umumnya. Mereka ini tidak dapat diharapkan untuk kembali kepada keimanan yang sesungguhnya. Namun demikian, Allah senantiasa mengetahui kemunafikan mereka, dan Dia akan menimpakan azab kepada mereka dua kali yaitu: di dunia berupa kesengsaraan dan penderitaan batin serta pedihnya kematian. Di akhirat mereka akan dilemparkan ke dalam azab yang dahsyat, dalam neraka Jahannam yang paling bawah.\n\nDari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa kaum munafik terbagi dalam dua kelompok. Pertama, orang-orang yang dapat diketahui kemunafikan mereka dari sikap, perbuatan, dan ucapan-ucapan mereka. Kedua, mereka yang sangat pandai dalam menyembunyikan kemunafikan, sehingga sukar untuk diketahui." } } }, { "number": { "inQuran": 1337, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 11, "page": 203, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa aakharoona' tarafoo bizunoobihim khalatoo 'amalan saalihanw wa aakhara saiyi'an 'asal laahu ai yatooba 'alaihim; innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And [there are] others who have acknowledged their sins. They had mixed a righteous deed with another that was bad. Perhaps Allah will turn to them in forgiveness. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan (ada pula) orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1337", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1337.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1337.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ada pula orang lain yang berada di sekeliling kamu yang mengakui dosa-dosa mereka lalu bertobat atas dosa-dosa itu, tetapi mereka masih mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk, dengan mereka taat dan beramal saleh dan pada waktu yang berbeda mereka masih berbuat jahat dan maksiat. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka jika mereka bertobat dengan sungguh-sungguh. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas segala dosa, Maha Penyayang kepada orang yang berusaha tidak mengulangi kesalahannya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan golongan keempat, yaitu orang-orang yang tidak termasuk golongan munafik, ataupun as-Sabiqunal Awwalun, dan tidak pula termasuk golongan \"orang-orang yang mengikuti dengan baik jejak as-Sabiqunal Awwalun\". Mereka ini adalah orang-orang mukmin yang berdosa, dan mereka mengakui dengan jujur dosa-dosa mereka. Mereka ini telah mencampuradukkan antara perbuatan yang baik dengan perbuatan yang buruk, sehingga perbuatan mereka itu tidak seluruhnya baik dan tidak pula seluruhnya buruk.\n\nDengan demikian mereka bukan merupakan orang-orang yang benar-benar saleh, dan bukan pula termasuk golongan yang fasik atau munafik, karena dalam kenyataannya mereka suka berbuat yang baik tetapi sering pula berbuat jelek.\n\nDi antara keburukan mereka ialah tidak ikut Perang Tabuk bersama kaum Muslimin lainnya, padahal mereka tidak mempunyai uzur atau alasan yang dibenarkan, karena mereka bukanlah orang-orang yang lemah, atau sakit; dan mereka tidak pula mengemukakan alasan-alasan bohong seperti yang dilakukan oleh kaum munafik; dan tidak pula minta izin seperti yang dilakukan orang-orang yang ragu-ragu. Namun demikian, mereka menyadari kesalahan itu pada saat mereka tidak ikut perang dan hati mereka takut kepada Allah. Dengan demikian, di satu pihak mereka tidak mau melakukan kewajiban, dan di pihak lain mereka menyadari kesalahannya karena merasa takut kepada Allah.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini diterangkan bahwa golongan ini masih mempunyai harapan bahwa tobat mereka akan diterima Allah. Tobat mereka adalah kunci untuk memperoleh keampunan dan rahmat-Nya. Tobat yang benar hanya dapat dicapai bila seseorang telah mengetahui keburukan dosa serta akibatnya, sehingga timbul rasa takut ketika mengingat kemurkaan Allah serta siksaan-Nya. Kemudian timbul keinginan untuk membersihkan diri dari segala hal yang menimbulkan dosa, di samping niat dan tekad yang kuat untuk tidak melakukan kembali perbuatan itu, dan berusaha keras melakukan berbagai kebajikan untuk menghapuskan dosa-dosa dari perbuatan yang dilarang agama yang telah dilakukan, dan berakibat buruk bagi masyarakat dan diri sendiri.\n\nPada akhir ayat ini dijelaskan alasan masih adanya harapan bagi orang-orang yang berdosa bahwa tobat mereka akan diterima Allah, karena sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun kepada hamba-Nya yang mau bertobat dengan sebenar-benarnya; dan Allah adalah Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang mau berbuat kebajikan.\n\nMenurut satu riwayat, ayat ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa yang terjadi pada enam orang Muslimin yang sengaja mangkir dari Perang Tabuk. Mereka itu adalah Abu Lubabah, Aus bin sa'labah, Wadi'ah bin hadzdzam, Ka'ab bin Malik, Murarah bin Rabi, dan Hilal bin Umayyah. Setelah menyadari kesalahan karena tidak ikut berperang, maka tiga orang di antaranya, yaitu Abu Lubabah, Aus dan sa'labah, datang ke mesjid membawa harta benda mereka, lalu mereka mengikatkan diri pada tiang-tiang mesjid, serta bertekad bahwa hanya Rasulullah yang akan melepaskan mereka dari ikatan itu. Sedang harta benda tersebut mereka maksudkan untuk diserahkan kepada Rasulullah untuk beliau bagikan kepada yang berhak menerimanya sebagai sedekah untuk menebus kesalahan mereka. Setelah hal itu disampaikan kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda, \"Saya tidak akan melepaskan mereka dari ikatan itu, sampai datangnya ketentuan dari Allah.\" Maka turunlah ayat ini. Rasulullah lalu membuka tali pengikat yang mengikat mereka di tiang itu.\n\nIbnu Katsir berpendapat, \"Walaupun ayat ini turun mengenai orang-orang tertentu namun isinya tetap berlaku untuk umum, mencakup semua orang yang berdosa yang mencampuradukkan antara perbuatan yang baik dan yang buruk kemudian menyadari kesalahan mereka, lalu mereka bertobat kepada Allah dengan cara yang sebaik-baiknya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1338, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 11, "page": 203, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064f\u0630\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b \u062a\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u064e\u0643\u064e \u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Khuz min amwaalihim sadaqtan tutahhiruhum wa tuzakkeehim bihaa wa salli 'alaihim inna salaataka sakanul lahum; wallaahu Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Take, [O, Muhammad], from their wealth a charity by which you purify them and cause them increase, and invoke [Allah 's blessings] upon them. Indeed, your invocations are reassurance for them. And Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1338", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1338.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1338.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan adanya sekelompok orang yang mengakui dosa-dosa mereka lalu bertobat kepada Allah. Karena penyebab dosa mereka adalah kecintaan kepada harta, maka dalam ayat ini dijelaskan tentang wujud tobat dan ketaatan diantaranya dengan menunaikan zakat. Diperintahkan kepada Nabi Muhammad, Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan jiwa mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta, dan menyucikan hati agar tumbuh subur sifat-sifat kebaikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi mereka yang sudah lama gelisah dan cemas akibat dosa-dosa yang mereka kerjakan. Sampaikan kepada mereka bahwa Allah Maha Mendengar permohonan ampun dari hamba-Nya, Maha Mengetahui tulus atau tidaknya tobat mereka.", "long": "Perintah Allah pada permulaan ayat ini ditujukan kepada Rasul-Nya, agar Rasulullah sebagai pemimpin mengambil sebagian dari harta benda mereka sebagai sedekah atau zakat. Ini untuk menjadi bukti kebenaran tobat mereka, karena sedekah atau zakat tersebut akan membersihkan diri mereka dari dosa yang timbul karena mangkirnya mereka dari peperangan dan untuk mensucikan diri mereka dari sifat \"cinta harta\" yang mendorong mereka untuk mangkir dari peperangan itu. Selain itu sedekah atau zakat tersebut akan membersihkan diri mereka pula dari semua sifat-sifat jelek yang timbul karena harta benda, seperti kikir, tamak, dan sebagainya. Oleh karena itu, Rasul mengutus para sahabat untuk menarik zakat dari kaum Muslimin.\n\nDi samping itu, dapat dikatakan bahwa penunaian zakat berarti membersihkan harta benda yang tinggal, sebab pada harta benda seseorang terdapat hak orang lain, yaitu orang-orang yang oleh agama Islam telah ditentukan sebagai orang-orang yang berhak menerima zakat. Selama zakat itu belum dibayarkan oleh pemilik harta tersebut, maka selama itu pula harta bendanya tetap bercampur dengan hak orang lain, yang haram untuk dimakannya. Akan tetapi, bila ia mengeluarkan zakat dari hartanya itu, maka harta tersebut menjadi bersih dari hak orang lain. Orang yang mengeluarkan zakat terbebas dari sifat kikir dan tamak. Menunaikan zakat akan menyebab-kan keberkahan pada sisa harta yang masih tinggal, sehingga ia tumbuh dan berkembang biak. Sebaliknya bila zakat itu tidak dikeluarkan, maka harta benda seseorang tidak akan memperoleh keberkahan.\n\nPerlu diketahui, walaupun perintah Allah dalam ayat ini pada lahirnya ditujukan kepada Rasul-Nya, dan turunnya ayat ini berkenaan dengan peristiwa Abu Lubabah dan kawan-kawannya namun hukumnya juga berlaku terhadap semua pemimpin atau penguasa dalam setiap masyarakat muslim, untuk melaksanakan perintah Allah dalam masalah zakat ini, yaitu untuk memungut zakat tersebut dari orang-orang Islam yang wajib berzakat, dan kemudian membagi-bagikan zakat itu kepada yang berhak menerima-nya. Dengan demikian, maka zakat akan dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana yang efektif untuk membina kesejahteraan masyarakat.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, dan juga kepada setiap pemimpin dan penguasa dalam masyarakat, agar setelah melakukan pemungutan dan pembagian zakat, mereka berdoa kepada Allah bagi keselamatan dan kebahagiaan pembayar zakat. Doa tersebut akan menenangkan jiwa mereka, dan akan menenteramkan hati mereka, serta menimbulkan kepercayaan dalam hati mereka bahwa Allah benar-benar telah menerima tobat mereka.\n\nSemoga Allah memberi pahala terhadap apa-apa yang kamu berikan, dan memberkahi apa yang kamu tinggalkan.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa Allah Maha Mendengar setiap ucapan hamba-Nya yang bertobat, Allah Maha Mengetahui semua yang tersimpan dalam hati sanubari hamba-Nya, seperti rasa penyesalan dan kegelisahan yang timbul karena kesadaran atas kesalahan yang telah diperbuat." } } }, { "number": { "inQuran": 1339, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 11, "page": 203, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0628\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Alam ya'lamooo annnal laaha huwa yaqbalut tawbata 'an ibaadihee wa yaakhuzus sadaqaati wa annal laaha Huwat awwaabur Raheem" } }, "translation": { "en": "Do they not know that it is Allah who accepts repentance from His servants and receives charities and that it is Allah who is the Accepting of repentance, the Merciful?", "id": "Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(nya), dan bahwa Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1339", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1339.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1339.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan dalam bentuk pertanyaan, Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat yang tulus dari hamba-hambaNya dan menerima zakat mereka dengan memberinya pahala, dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah Maha Penerima tobat orang-orang yang menyesali dosa yang telah mereka lakukan, lagi Maha Penyayang kepada mereka yang benar dalam tobatnya?", "long": "Dengan ayat ini Allah memberikan dorongan kepada hamba-Nya yang telah menyadari kesalahannya untuk bertobat dan bersedekah, guna menghapus dosa-dosa mereka. Selain itu ayat ini juga menegaskan, bahwa siapapun yang bertobat kepada Allah maka Dia akan menerima tobatnya; dan siapa yang bersedekah dengan ikhlas maka Allah akan menerima sedekah itu sebagai amal salehnya, dan akan memberinya ganjaran pahala.\n\nMeskipun ayat ini berbentuk suatu kalimat pertanyaan, tetapi bangsa Arab telah biasa mengemukakan kalimat yang berbentuk pertanyaan itu untuk menetapkan dan memberikan tekanan untuk suatu pengertian, yaitu kepastian bahwa Allah benar-benar akan menerima tobat orang-orang yang insaf, juga akan menerima sedekah yang mereka berikan karena mengharapkan rida Allah semata-mata, untuk menghapuskan dosa-dosa yang sudah terlanjur mereka perbuat.\n\nAyat ini juga merupakan celaan keras terhadap orang-orang yang bersalah, tetapi tidak mengakui kesalahan mereka, tidak mau bertobat, dan tidak mau berbuat kebajikan dan amal saleh untuk menghapus dosa-dosa yang telah mereka perbuat.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Penerima tobat dan Maha Pengasih terhadap hamba-Nya. Oleh sebab itu, Allah senantiasa akan menerima tobat hamba-Nya, karena sifat tersebut merupakan sifat yang tetap bagi-Nya, dan menjadi Sunnah yang berlaku selama-lamanya. Dia senantiasa mengasihi hamba-Nya sehingga Dia akan mengampuni dosa-dosanya, dan menerima amal saleh yang mereka kerjakan, serta memberi balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 1340, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 11, "page": 203, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u062a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa quli'maloo fasayaral laahu 'amalakum wa Rasooluhoo walmu'minoona wa saturaddoona ilaa 'Aalimil Ghaibi washshahaadati fa yunabbi'ukum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And say, \"Do [as you will], for Allah will see your deeds, and [so, will] His Messenger and the believers. And you will be returned to the Knower of the unseen and the witnessed, and He will inform you of what you used to do.\"", "id": "Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1340", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1340.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1340.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah, kepada mereka yang bertobat, \"Bekerjalah kamu, dengan berbagai pekerjaan yang mendatangkan manfaat, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, yakni memberi penghargaan atas pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin juga akan menyaksikan dan menilai pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan, yakni meninggal dunia dan pada hari kebangkitan semua makhluk akan kembali kepada Allah Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan di dunia, baik yang kamu tampakkan atau yang kamu sembunyikan.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, agar beliau mengatakan kepada kaum Muslimin yang mau bertobat dan membersihkan diri dari dosa-dosa dengan cara bersedekah dan mengeluar-kan zakat dan melakukan amal saleh sebanyak mungkin. Di samping itu, Allah juga memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menyampaikan kepada umatnya, bahwa apabila mereka telah melakukan amal-amal saleh tersebut maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin lainnya akan melihat dan menilai amal-amal tersebut. Akhirnya mereka akan dikembalikan-Nya ke alam akhirat, akan diberikannya kepada mereka ganjaran atas amal-amal yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia. Kepada mereka dianjurkan agar tidak hanya merasa cukup dengan melakukan tobat, zakat, sedekah dan salat semata-mata, melainkan haruslah mereka mengerjakan semua apa yang diperintahkan kepada mereka. Allah akan melihat amal-amal yang mereka lakukan itu, sehingga mereka semakin dekat kepada-Nya. Rasulullah dan kaum Muslimin akan melihat amal-amal kebajikan itu, sehingga merekapun akan mengikuti dan mencontohnya pula. Sedangkan Allah memberikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang menjadi panutan, tanpa mengurangi pahala mereka yang mencontoh.\n\nSebagaimana diketahui, kaum Muslimin akan menjadi saksi di hadapan Allah pada Hari Kiamat mengenai iman dan amalan dari sesama kaum Muslimin. Persaksian yang didasarkan atas penglihatan mata kepala sendiri adalah lebih kuat dan lebih dapat dipercaya. Oleh sebab itu, kaum Muslimin yang melihat amal kebajikan yang dilakukan oleh mereka yang insaf dan bertobat kepada Allah, tentulah akan menjadi saksi yang kuat di Hari Kiamat, tentang benarnya iman, tobat dan amal saleh mereka itu.\n\nAyat inipun berisi peringatan keras terhadap orang-orang yang menyalahi perintah agama, bahwa amal mereka itupun nantinya akan diperlihatkan kepada Rasul dan kaum Muslimin lainnya kelak di Hari Kiamat. Dengan demikian akan tersingkaplah aib mereka, karena akan terbukti bahwa amal-amal kebajikan mereka adalah amat sedikit, dan sebaliknya dosa dari kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan lebih banyak. Bahkan di dunia inipun akan diperlihatkan pula kurangnya amal saleh mereka dan banyaknya kejahatan yang mereka lakukan. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa amalan orang-orang yang hidup, diperlihatkan kepada orang-orang yang telah mati, yaitu dari kalangan kaum keluarga dan sanak famili yang ada di alam barzakh.\n\nDengan wafatnya seseorang maka ia dikembalikan ke alam akhirat. Di sana Allah akan memberitahukan kepada setiap orang tentang hasil dari perbuatan-perbuatan yang telah dilakukannya selagi ia di dunia dengan cara memberikan balasan terhadap amal mereka. Kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan kejahatan dibalas dengan azab dan siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 1341, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 11, "page": 203, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa aakharoona murjawna li amril laahi imaa yu'az zibuhum wa immaa yatoobu 'alaihim; wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And [there are] others deferred until the command of Allah - whether He will punish them or whether He will forgive them. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1341", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1341.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1341.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain terdapat kelompok yang mengakui dosa-dosa mereka lalu dianjurkan untuk bertobat dan melakukan pekerjaan yang bermanfaat, ada pula orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka, karena mereka tetap dalam kedurhakaan, dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka, jika mereka bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah Maha Mengetahui orang yang bertobat secara tulus, Mahabijaksana dalam menetapkan keputusan-Nya.", "long": "Tiga orang yang tidak ikut ke medan perang bersama Rasulullah saw, yaitu Murarah bin Rabi, Ka'ab bin Malik dan Hilal bin Umayyah, padahal dalam hati mereka ada keinginan untuk menggabungkan diri, akan tetapi hal itu tidak dapat mereka lakukan, dan ketidakikutsertaan mereka itu bukan karena kemunafikan. Setelah Rasulullah saw kembali dari medan perang, mereka berkata kepadanya, \"Kami tidak mempunyai halangan apa-apa, kemangkiran kami adalah merupakan kesalahan semata.\" Dan mereka tidak menyatakan permintaan maaf atas kesalahan itu. Mereka tidak melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Abu Lubabah dan kawan-kawannya.\n\nKarena adanya penegasan Allah dalam ayat ini bahwa tobat mereka itu ditangguhkan, maka Rasulullah saw melarang kaum Muslimin lainnya untuk bergaul dan duduk bersama mereka. Rasulullah saw juga memerintahkan kepada mereka bertiga untuk menjauhi isteri-isteri mereka, dan menyuruh isteri-isteri tersebut kembali kepada keluarga mereka, sampai turunnya firman Allah yang menegaskan diterimanya tobat mereka, seperti tersebut di atas.\n\nPenangguhan tersebut mengandung dua kemungkinan, apakah Allah akan mengazab mereka ataukah Dia akan menerima tobat mereka, bila mereka bertobat. Dengan demikian, baik mereka ataupun orang-orang lain tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada diri mereka. Apakah tobat mereka ada gunanya, sehingga Allah sudi menerima tobat mereka sebagaimana yang terjadi pada kawan-kawan mereka yang telah bertobat dan mengakui kesalahan mereka. Ataukah Allah akan menimpakan azab kepada mereka di dunia dan di akhirat kelak sebagaimana yang ditetapkan-Nya terhadap orang-orang yang tidak ikut berperang karena kemunafikan mereka.\n\nPenangguhan ini mengandung hikmah, supaya dalam hati mereka timbul rasa gelisah dan sedih, kemudian mereka bertobat dengan sungguh-sungguh. Di samping itu, Rasulullah saw dan kaum Muslimin lainnya diperintahkan untuk menjauhi dan mengasingkan mereka, sebagai pelajaran terhadap mereka bahwa setiap orang yang hanya mementingkan kesenangan diri sendiri dan tidak memperdulikan kepentingan umum, serta ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya patut mendapat pelajaran. \n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang dapat memperbaiki keadaan hamba-Nya, Dia mendidik hamba-Nya cara membersihkan diri dari segala keburukan, baik secara perorangan maupun berkelompok. Allah Mahabijaksana dalam menetapkan hukum-hukum-Nya yang jelas dan bermanfaat bagi mereka dalam perbaikan dan peningkatan diri, apabila mereka benar-benar menaati peraturan dan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Salah satu dari kebijaksanaan Allah ialah penangguhan adanya ketegasan diterima atau tidaknya tobat mereka. Hal tersebut bila dibaca atau didengar berulang kali oleh orang-orang mukmin lainnya niscaya akan menimbulkan ketakutan dalam hati mereka untuk berbuat semacam itu. Sudah barang tentu, hal ini merupakan semacam pendidikan dan pelajaran yang baik bagi umat seluruhnya, lebih-lebih bagi mereka yang melakukan kesalahan yang sama." } } }, { "number": { "inQuran": 1342, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 11, "page": 204, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0636\u0650\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u0652\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0631\u0652\u0635\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeenat takhazoo masjidan diraaranw wa kufranw wa tafreeqam bainal mu'mineena wa irsaadal liman haarabal laaha wa Rasoolahoo min qabl; wa la yahlifunna in aradnaaa illal husnaa wallaahu yash hadu innahum lakaaziboon" } }, "translation": { "en": "And [there are] those [hypocrites] who took for themselves a mosque for causing harm and disbelief and division among the believers and as a station for whoever had warred against Allah and His Messenger before. And they will surely swear, \"We intended only the best.\" And Allah testifies that indeed they are liars.", "id": "Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1342", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1342.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1342.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagian manusia ada yang mengakui dosa-dosa mereka lalu bertobat dan melakukan pekerjaan yang bermanfaat, sehingga tobatnya diterima Allah, ada yang menangguhkan tobatnya sampai ada keputusan Allah, dan ada pula yang jahat dan terus bertambah jahat, misalnya orang-orang munafik. Hal ini terbukti di antara orang munafik itu ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana pada orang-orang yang beriman, untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orangorang yang beriman yang sudah mantap imannya, serta dengan tujuan menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah, yakni memerangi umat Islam, dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti akan senantiasa bersumpah palsu dengan berkata, \"Kami hanya menghendaki kebaikan dengan membangun masjid ini. Mereka tidak menyadari bahwa Allah Maha Mendengar dan Allah menjadi saksi, yakni mengetahui dengan pasti bahwa mereka itu pendusta dalam sumpahnya. Allah Maha Mengetahui segala yang tampak maupun yang tersembunyi dalam hati setiap orang.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan maksud mereka mendirikan mesjid tersebut yaitu:\n\n1. Untuk mencelakakan orang-orang mukmin yang biasa beribadah di mesjid Quba, yaitu mesjid yang dibangun Rasulullah saw ketika beliau baru berhijrah dari Mekah, sebelum sampai ke Medinah.\n\n2. Sebagai fasilitas dalam melakukan berbagai perbuatan sebagai manifestasi kekafiran. Kaum munafik meninggalkan salat dengan sembunyi-sembunyi dalam bangunan yang mereka dirikan itu, sehingga kaum Muslimin tidak dapat mengetahuinya karena mereka tidak lagi bersama-sama melakukan ibadat di mesjid Quba. Selain itu, adanya bangunan tersebut juga bisa menjadi tempat mengadakan perundingan secara bebas dalam melakukan makar terhadap Rasulullah saw.\n\n3. Untuk memecah belah antara kaum Muslimin yang berdiam di daerah itu. Sebab mereka tidak hanya salat di mesjid Quba, tetapi mereka juga berjumpa dan saling mengenal, bergotong-royong, membuat kesepakatan dalam berbagai masalah. Inilah tujuan yang terpenting sebuah mesjid dalam bidang kemasyarakatan. Oleh sebab itu, adalah suatu keharusan bagi kaum Muslimin yang bertempat tinggal di daerah tertentu agar semuanya melakukan salat Jumat di satu mesjid selama hal itu memungkinkan. \n\nDari sini dapatlah diketahui bahwa mendirikan mesjid yang baru dapat dipandang sebagai amal kebajikan yang diterima Allah, bila hal itu memang benar-benar sudah diperlukan, misalnya karena mesjid yang lama sudah rusak, atau sudah tidak dapat menampung jumlah kaum Muslimin yang semakin besar, dan bukan didirikan untuk maksud memecah belah kaum Muslimin. Oleh sebab itu, pembangunan mesjid-mesjid yang saling berdekatan letaknya, dan hanya didorong oleh rasa riya dan kebanggaan pribadi ataupun golongan, tidaklah dibenarkan oleh agama.\n\n4. Menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang yang biasa memerangi agama Allah, sehingga apabila mereka datang ke tempat itu, mereka sudah mendapatkan tempat perlindungan yang aman, memperoleh sekutu dan para penyokong untuk bersama-sama memerangi Rasulullah dan kaum Muslimin. Mereka ini adalah kaum musyrik dan munafik yang dengan sengaja mendirikan bangunan itu sebagai kubu pertahanan mereka untuk memecah belah dan memerangi umat Islam.\n\nDalam ayat ini selanjutnya diterangkan bahwa orang-orang munafik itu bersumpah untuk memperkuat ucapan mereka, bahwa bangunan itu mereka dirikan hanyalah semata-mata untuk memperoleh kebaikan misalnya untuk memudahkan bagi orang-orang yang lemah, melakukan salat Jumat dekat dari tempat tinggal mereka dan sebagainya. Akan tetapi sumpah tersebut hanyalah untuk menyelimuti maksud-maksud jahat yang tersimpan dalam hati mereka.\n\nPada akhir ayat tersebut Allah menegaskan, bahwa Dia menyaksikan mereka itu adalah orang-orang yang benar-benar pendusta." } } }, { "number": { "inQuran": 1343, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 11, "page": 204, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u064c \u0623\u064f\u0633\u0651\u0650\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064c \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u0651\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa taqum feehi abadaa; lamasjidun ussisa 'alat taqwaa min awwali yawmin ahaqqu an taqooma feeh; feehi rijaaluny yuhibbona ai yatatahharoo, wallaahu yuhibbul mmuttah hireen" } }, "translation": { "en": "Do not stand [for prayer] within it - ever. A mosque founded on righteousness from the first day is more worthy for you to stand in. Within it are men who love to purify themselves; and Allah loves those who purify themselves.", "id": "Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1343", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1343.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1343.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena masjid tersebut dibangun dengan niat jahat, maka Allah melarang Nabi Muhammad, janganlah engkau melaksanakan salat dan kegiatan apa pun di dalam masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik itu untuk selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, yakni ketulusan semata-mata karena Allah, sejak hari pertama dimulai pembangunannya, adalah lebih pantas, yakni wajar engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin, yakni senang membersihkan diri, jasmani dengan cara berwudu maupun rohani dengan cara bertobat dari dosa dan maksiat. Allah menyukai, melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang yang bersih di manapun mereka berada.", "long": "Karena adanya maksud-maksud jahat kaum munafik dengan mendirikan bangunan tersebut, maka Allah melarang Rasul-Nya selama-lamanya untuk salat di tempat itu, karena apabila Rasulullah salat di sana bersama mereka berarti beliau merestui mereka mendirikan bangunan itu.\n\nSelanjutnya Allah menegaskan kepada Rasul-Nya, bahwa mesjid yang dibangun sejak semula atas dasar ketakwaan kepada Allah, adalah lebih baik untuk dijadikan tempat ibadah bersama kaumnya untuk mempersatukan kaum Muslimin semuanya dalam segala hal yang diridai-Nya, yaitu saling mengenal dan bersama-sama berbuat kebajikan dan ketakwaan.\n\nYang dimaksud dengan mesjid yang didirikan pertama kali atas dasar ketakwaan, yang disebutkan dalam ayat ini, adalah \"mesjid Quba\" atau \"mesjid Nabi\" yang ada di kota Medinah, sebab kedua mesjid itu yang dibangun oleh Nabi dan kaum Muslimin atas dasar ketakwaan.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini Allah menerangkan alasan, mengapa mesjid tersebut lebih utama dari mesjid lainnya yang sengaja didirikan bukan atas dasar ketakwaan, karena di mesjid tersebut terdapat orang-orang yang suka membersihkan dirinya dari segala dosa. Artinya mereka meramaikan mesjid dengan mendirikan salat serta berzikir dan bertasbih kepada Allah. Dengan ibadah-ibadah tersebut, mereka ingin mensucikan diri dari segala dosa yang melekat pada diri mereka, sebagaimana orang-orang yang mangkir dari peperangan kemudian mereka menyadari kesalahan mereka, lalu berusaha mensucikan diri dari dosa tersebut dengan cara bertobat, bersedekah, dan memperbanyak amal saleh lainnya. Melakukan ibadah salat berarti mensucikan diri lahir dan batin karena untuk melakukan salat disyaratkan sucinya badan, pakaian dan tempat, serta hadirnya hati dan pikiran yang dihadapkan kepada Allah semata.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah menyukai orang-orang yang sangat menjaga kebersihan jiwa dan jasmaninya, karena mereka menganggap bahwa kesempurnaan manusia terletak pada kesucian lahir batinnya. Oleh sebab itu, mereka sangat membenci kekotoran lahiriyah, seperti kotoran pada badan, pakaian dan tempat, maupun kotoran batin yang timbul karena perbuatan maksiat terus menerus, serta budi pekerti yang buruk, misalnya riya dalam beramal, ataupun kikir dalam menyumbangkan harta untuk memperoleh keridaan Allah. Kecintaan Allah pada orang-orang yang suka mensucikan diri, adalah salah satu dari sifat-sifat kesempurnaan-Nya, Dia suka kepada kebaikan, kesempurnaan, kesucian, dan kebenaran. Sebaliknya, Dia benci kepada sifat-sifat yang berlawanan dengan sifat-sifat tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 1344, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 11, "page": 204, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0651\u064e\u0633\u064e \u0628\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064d \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0623\u064e\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0651\u064e\u0633\u064e \u0628\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0631\u064f\u0641\u064d \u0647\u064e\u0627\u0631\u064d \u0641\u064e\u0627\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0627\u0631\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afaman assasa bunyaa nahoo 'alaa taqwaa minal laahi wa ridwaanin khairun am man assasa bunyaanahoo 'alaa shafaa jurufin haarin fanhaara bihee fee Naari Jahannnam; wallaahu laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Then is one who laid the foundation of his building on righteousness [with fear] from Allah and [seeking] His approval better or one who laid the foundation of his building on the edge of a bank about to collapse, so it collapsed with him into the fire of Hell? And Allah does not guide the wrongdoing people.", "id": "Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1344", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1344.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1344.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan perbandingan masjid yang di bangun Rasulullah dengan masjid yang dibangun orang-orang munafik, lalu dijelaskan akhir riwayat kedua masjid tersebut dan orang-orang yang membangunnya. Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan-Nya itu yang lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya atas dasar kedurhakaan kepada Allah, sehingga laksana mendirikan bangunan di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunan itu roboh bersama-sama dengan dia, pembangunnya masuk ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk, tidak memberi bimbingan kepada orang-orang yang zalim, karena mereka tidak mau menerima petunjuk.", "long": "Ayat ini dimulai dengan bentuk pertanyan, Allah menunjukkan perbedaan yang jelas antara orang-orang yang mendirikan mesjid atas dasar ketakwaan dan keinginan untuk mencapai rida-Nya, dengan orang-orang yang mendirikan mesjid dengan maksud jahat sehingga pembangunan mesjid tersebut bukan memberi pahala malahan menambah bertumpuknya dosa-dosa mereka. Mereka yang disebut terakhir ini diumpamakan sebagai orang-orang yang mendirikan bangunan di pinggir jurang yang longsor, sehingga akhirnya mereka terjerumus bersama mesjid yang dibangunnya ke dalam neraka Jahannam.\n\nDari sini dapat dipahami, bahwa orang-orang yang mendirikan bangunan mesjid atas dasar takwa dan keinginan untuk mencapai rida Allah, adalah ibarat orang-orang yang mendirikan bangunan yang kuat di atas tanah yang kuat pula, tangguh terhadap serangan angin dan badai, tidak lapuk karena hujan, dan tidak lekang karena panas. Ia memberikan perlindungan, keamanan, ketenteraman dan kebahagiaan kepada orang-orang yang berada di dalamnya.\n\nDengan kata lain, Rasulullah saw dan kaum Muslimin yang benar-benar beriman kepada Allah senantiasa mendasarkan segala perbuatannya kepada ketakwaan dan rida-Nya. Mereka lebih baik daripada orang-orang munafik yang melakukan perbuatannya hanya didasarkan kepada niat yang buruk, yang menambah kekufuran dan kemunafikan, serta niat memecah belah umat Islam. Di dunia ini mereka tercela, sedang di akhirat kelak mereka ditimpa azab dan kemurkaan Allah.\n\nSetelah menjelaskan keberuntungan orang-orang mukmin dan nasib buruk orang-orang munafik yang zalim, pada akhir ayat tersebut Allah menegaskan bahwa Dia tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Artinya, orang-orang yang zalim selamanya tidak akan memperoleh petunjuk ke arah kebaikan dan keberuntungan. Oleh sebab itu, setiap langkah dan tingkah laku serta perbuatan mereka senantiasa mengalami kegagalan dan malapetaka, baik di dunia maupun di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1345, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 11, "page": 204, "manzil": 2, "ruku": 168, "hizbQuarter": 81, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u064e\u0627\u0644\u064f \u0628\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u0646\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Laa yazaalu bunyaanu humul lazee banaw reebatan fee quloobihim illaaa an taqatta'a quloobuhum; wal laahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "Their building which they built will not cease to be a [cause of] skepticism in their hearts until their hearts are stopped. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1345", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1345.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1345.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sepanjang masa bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, yakni kemunafikan, karena niat dan motivasi mereka buruk, sampai hati mereka hancur, yaitu sampai mereka mati, sehingga tidak dapat bertobat lagi. Dan Allah Maha Mengetahui, segala sesuatu, Mahabijaksana dalam ketetapan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa mesjid yang didirikan oleh kaum munafik itu senantiasa menimbulkan keragu-raguan dalam hati mereka terhadap agama, karena setelah bangunan itu berdiri mereka menggunakannya untuk melakukan perbuatan-perbuatan jahat, antara lain membuat rencana dan komplotan jahat yang ditujukan kepada Rasulullah saw dan kaum Muslimin. Hal ini menunjukkan kemunafikan dan kekafiran mereka. Setelah Rasulullah mengirim beberapa orang sahabat untuk merobohkan bangunan itu, kaum munafik itu semakin ragu-ragu tentang nasib mereka, serta merasakan ketakutan dan kegelisahan. Keadaan semacam ini baru berakhir setelah hati mereka seakan-akan hancur terpotong-potong, sehingga tidak dapat lagi mengetahui kebenaran, ini berarti bahwa selama mereka hidup senantiasa hati mereka dalam kebimbangan dan keraguan. Runtuhnya bangunan mesjid mereka menyebabkan runtuhnya pula pegangan hidup mereka, sehingga kegelisahan, ketakutan, dan keragu-raguan senantiasa menyelubungi hati mereka sampai mereka mati dan jasad mereka hancur berkeping-keping. Atau setelah mereka bertobat dan menyesali semua dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah mereka perbuat.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui perbuatan hamba-Nya dan Mahabijaksana dalam segala perbuatan-Nya. Salah satu kebijaksanaan-Nya ialah pemberitahuan-Nya kepada Rasulullah dan kaum Muslimin tentang kejahatan orang-orang munafik, sehingga dari sifat-sifat dan perbuatan jahat mereka dapat diketahui siapa mereka dan akibat dari kejahatan merekapun dapat dihindari." } } }, { "number": { "inQuran": 1346, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 11, "page": 204, "manzil": 2, "ruku": 169, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u06da \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0628\u064e\u064a\u0652\u0639\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u0627\u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Innal laahash taraa minal mu'mineena anfusahum wa amwaalahum bi anna lahumul jannah; yuqaatiloona fee sabeelil laahi fa yaqtuloona wa yuqtaloona wa'dan 'alaihi haqqan fit Tawraati wal Injeeli wal Qur-aan; wa man awfaa be'ahdihee minal laah; fastabshiroo bibai'ikumul lazee baaya'tum bih; wa zaalika huwal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah has purchased from the believers their lives and their properties [in exchange] for that they will have Paradise. They fight in the cause of Allah, so they kill and are killed. [It is] a true promise [binding] upon Him in the Torah and the Gospel and the Qur'an. And who is truer to his covenant than Allah? So rejoice in your transaction which you have contracted. And it is that which is the great attainment.", "id": "Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau-pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1346", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1346.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1346.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan orang yang mendirikan bangunan atas landasan kedurhakaan kepada Allah, maka pembangunnya akan hancur bersama bangunannya tersebut, lalu Allah memberi perumpamaan jual beli antara Allah dengan pejuang di jalan-Nya sebagaimana tertera pada ayat berikut: Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, yakni menjanjikan secara pasti kepada mereka yang secara tulus berjuang di jalan Allah, baik berupa diri, yakni jiwa maupun harta mereka, maka dengan pasti Allah akan memberikan balasan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah dengan harta bahkan jiwa; sehingga mereka membunuh atau terbunuh. Masuknya mereka ke dalam surga adalah merupakan janji yang benar dari Allah sebagaimana tertulis di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Pasti tidak ada. Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, sehingga kamu mendapatkan surga, dan demikian itulah kemenangan yang agung.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah membeli jiwa raga dan harta kaum mukmin, yang dibayar-Nya dengan surga. Artinya, Allah membalas segala perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan kaum mukmin itu, baik berupa jiwa raga maupun harta mereka dengan balasan yang sebaik-baiknya, yaitu kenikmatan dan kebahagiaan di surga kelak. Ini merupakan ungkapan yang sangat indah untuk menimbulkan kegairahan bagi umat manusia untuk berjihad, karena menggambarkan suatu transaksi jual beli yang sangat menguntungkan manusia. Pengorbanan yang telah mereka berikan berupa harta dan jiwa raga akan ditukar dengan sesuatu yang sangat berharga, yang tidak pernah dilihat oleh mata manusia, tidak pernah didengar oleh telinga, dan nilainya jauh lebih tinggi dari pada harta benda dan apa saja yang telah dikorbankan. Di samping itu jual beli yang terjadi antara Allah dan kaum Muslimin ini tidak akan pernah dibatalkan. Tidak seperti transaksi jual beli yang terjadi antara sesama manusia, yang kadang-kadang dapat dibatalkan. Lagi pula jual beli antar sesama manusia hanya berupa pertukaran antara barang dan uang yang sama nilainya. Sedang balasan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman jauh lebih tinggi nilainya dari pada pengorbanan yang telah diberikan atau perjuangan yang telah dilakukannya.\n\nBalasan yang berlipat ganda yang dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya adalah semata-mata karena kasih sayang-Nya dan merupakan kehormatan kepada hamba-Nya yang beriman, sebab pada hakekatnya diri manusia adalah milik-Nya, karena Dialah Penciptanya; dan harta benda mereka itupun adalah milik-Nya, karena Dialah yang menganugerahkan kepada mereka. Namun demikian, bila manusia berjihad dengan mengorbankan harta benda dan jiwa raga mereka, maka Allah tetap memberikan balasan yang berlipat ganda nilainya padahal Allah sendiri pada hakekatnya tidak memerlukan harta benda dan jiwa raga mereka.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini, Allah menerangkan bagaimana cara menyerahkan jiwa dan harta yang akan dibeli oleh Allah dengan surga, yaitu dengan berperang di jalan Allah untuk membela kebenaran dan keadilan. Inilah yang akan menyampaikan mereka kepada keridaan-Nya; adakalanya mereka dapat menumpas musuh-musuh Allah yang selalu menghambat jalannya dakwah Islamiyah, adakalanya mereka gugur dalam peperangan, sebagai syuhada dalam membela agama Allah. Namun tidak ada perbedaan antara keduanya dalam menerima pahala dan balasan dari Allah.\n\nAllah menegaskan bahwa janji-Nya untuk memberikan pahala akan ditepati-Nya, bahkan telah ditetapkan-Nya sedemikian rupa dalam kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Kitab suci terakhir ini tidak akan dapat dihapuskan oleh siapapun juga, karena Allah telah menjamin keselamatan Al-Qur'an dari tangan-tangan jahil.\n\nSelanjutnya Allah menegaskan bahwa tidak ada yang melebihi Allah dalam hal menepati janji, karena Dia Maha Kuasa untuk menepati janji-Nya, dan tidak pernah lupa ataupun ragu pada hamba-Nya. Oleh sebab itu, Allah akan memberi kabar gembira yang pasti akan mereka peroleh dari jual beli harta dan jiwa mereka dengan Allah.\n\nPada akhir ayat ini Allah kembali memberikan penegasan bahwa keberuntungan yang akan mereka peroleh benar-benar suatu keberuntungan yang amat besar, tidak ada yang melebihinya. Sedang keberuntungan yang telah mereka peroleh sebelumnya yang berupa kemenangan terhadap musuh-musuh Islam, serta kepemimpinan, kekuasaan dan kerajaan, hanyalah keberuntungan yang merupakan jalan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 1347, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 11, "page": 205, "manzil": 2, "ruku": 169, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "At taaa'iboonal 'aabidoonal haamidoonas saaa'ihoonar raaki'oonas saajidoonal aamiroona bilma'roofi wannaahoona 'anil munkari walhaafizoona lihudoodil laah; wa bashshiril mu'mineen" } }, "translation": { "en": "[Such believers are] the repentant, the worshippers, the praisers [of Allah], the travelers [for His cause], those who bow and prostrate [in prayer], those who enjoin what is right and forbid what is wrong, and those who observe the limits [set by] Allah. And give good tidings to the believers.", "id": "Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1347", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1347.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1347.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat baik karena melakukan dosa maupun tidak melakukan dosa, beribadah secara berkesinambungan, memuji Allah sebagai rasa syukur, mengembara untuk tujuan kebaikan, rukuk, sujud, yakni salat sebagai wujud tunduk dan patuh kepada Allah, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara, yakni melaksanakan hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman yang mempunyai sifat-sifat yang sudah disebutkan.", "long": "Dalam ayat ini disebutkan beberapa sifat dari orang-orang mukmin yang telah mencapai puncak kesempurnaan iman, yang telah mengorbankan harta benda dan jiwa raga mereka dalam berjihad untuk menjunjung tinggi dan menegakkan agama Allah.\n\nSifat-sifat tersebut ialah:\n\n1. Mereka adalah orang-orang yang bertobat, kembali kepada Allah dengan cara meninggalkan setiap perbuatan yang akan menjauhkan diri dari keridaan-Nya. Maka tobat orang yang pernah menjadi kafir adalah kembalinya mereka kepada jalan Allah, serta melaksanakan perintah syariat-Nya.\n\nDalam hal ini Allah telah berfirman:\n\nJika mereka bertobat, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. (at-Taubah/9: 11)\n\nSedang tobat orang yang pernah menjadi munafik ialah dengan cara meninggalkan kemunafikannya itu. Tobat orang-orang yang durhaka ialah dengan cara meninggalkan kedurhakaannya dengan menyesali apa yang telah diperbuatnya, serta bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi, sebagaimana tobat yang telah dilakukan oleh beberapa orang mukmin (Abu Lubabah dengan kawan-kawannya) yang telah mangkir dari Perang Tabuk. Adapun tobat orang yang telah lalai dari melakukan kebajikan, ialah dengan cara berbuat kebajikan lain yang lebih banyak, sedang tobat orang yang lalai dari mengingat Allah ialah dengan cara berzikir dan bersyukur lebih banyak lagi setelah menyadari kelalaiannya.\n\n2. Orang-orang mukmin yang mencapai puncak kesempurnaan iman mempunyai sifat sebagai orang-orang yang beribadat kepada Allah semata-mata dengan ikhlas, tanpa riya maupun syirik. Semua ibadah doa dan harapannya hanya ditujukan kepada Allah semata. Mereka menjauhi segala perbuatan yang dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah atau mengharapkan pertolongan dari selain Allah, baik untuk kepentingan duniawi maupun ukhrawi.\n\n3. Orang-orang mukmin disifati sebagai orang-orang yang senantiasa menyampaikan pujian kepada Allah, baik dalam waktu suka maupun pada saat duka. \n\nDalam hal ini 'Aisyah r.a. menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw, apabila menemukan suatu hal yang menggembirakan maka beliau mengucapkan kata-kata pujian yang berbunyi:\n\nSegala pujian hanyalah untuk Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan dapat disempurnakan. (Riwayat Ibnu Majah dan al-hakim)\n\nDan apabila beliau menghadapi suatu hal yang tidak diinginkannya, maka beliau mengucapkan kata pujian yang berbunyi:\n\nSegala puji hanyalah untuk Allah semata-mata, dalam segala hal. (Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan lain-lain)\n\n4. Orang-orang mukmin yang mencapai puncak kesempurnan juga memiliki sifat sebagai orang-orang yang suka mengembara untuk tujuan-tujuan yang baik dan benar, misalnya pengembaraan yang dilakukan untuk menuntut ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan agama, maupun ilmu pengetahuan untuk kemajuan duniawi, atau untuk sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan tanah air. Atau melakukan pengembaraan untuk melihat dan memperhatikan keadaan bangsa-bangsa dan negeri-negeri lain, agar dari semuanya itu dapat diambil pelajaran yang berguna, serta meningkatkan keimanan dan ibadah kita kepada Allah, Pencipta alam semesta. Di dalam Al-Qur'an, terdapat banyak firman Allah yang mendorong manusia agar mengadakan perjalanan di muka bumi ini, untuk mendapatkan pengalaman dan pelajaran, yang akan menambah kuatnya keimanan mereka. Antara lain firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.\" (al-An'am/6: 11)\n\nDan firman-Nya dalam ayat yang lain:\n\nTidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu), telah kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. (al-An'am/6: 6)\n\nMasih banyak ayat lainnya yang sejiwa dengan ayat-ayat di atas yang menyuruh manusia untuk memperhatikan lebih banyak makhluk Tuhan di dunia ini. Semakin jauh berjalan, semakin banyak yang dilihat, dan memberikan banyak pengetahuan, pengalaman, dan pelajaran, yang akhirnya menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah.\n\n5. Sifat lainnya yang dimiliki orang-orang mukmin sejati ialah senantiasa melakukan ruku dan sujud kepada Allah, yakni mendirikan salat. Sengaja Allah menyebutkan masalah ruku dan sujud dalam ayat ini, karena kedua hal tersebut adalah menunjukkan sifat tunduk tawadu serta penghambaan diri kepada Allah, dan juga untuk menggambarkan bahwa pekerjaan salat itu tidak pernah lepas dari ruku' dan sujud.\n\n6. Dua sifat lainnya dari orang-orang mukmin sejati ialah suka mengajak orang lain untuk berbuat kebajikan, dan mencegahnya dari perbuatan yang mungkar, dengan jalan mengajaknya kepada keimanan dan melakukan perbuatan-perbuatan yang merupakan buah dari keimanan itu, yaitu hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan kehidupan bersama dalam masyarakat.\n\n7. Sifat lainnya yang disebutkan terakhir dalam ayat ini, ialah sebagai orang-orang yang senantiasa menjaga diri untuk tidak melampaui batas dan ketentuan yang telah ditetapkan Allah, seperti syariat dan hukum-hukum-Nya, yang harus diikuti oleh kaum mukmin untuk kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat, dan apa-apa yang harus mereka jauhi, karena bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkannya. Demikian pula, dalam hukum dan syariat tersebut telah dijelaskan pula apa-apa yang harus dilakukan oleh umat Islam dan para pemimpin mereka, baik untuk kepentingan pribadi muslim, maupun untuk kejayaan masyarakat Islam umumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1348, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 11, "page": 205, "manzil": 2, "ruku": 169, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Maa kaana lin nabiyyi wallazeena aamanooo ai yastaghfiroo lilmushrikeena wa law kaanoo ulee qurbaa mim ba'di maa tabiyana lahum annahum Ashaabul jaheem" } }, "translation": { "en": "It is not for the Prophet and those who have believed to ask forgiveness for the polytheists, even if they were relatives, after it has become clear to them that they are companions of Hellfire.", "id": "Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1348", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1348.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1348.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan sifat-sifat orang yang bertobat, Allah lalu menjelaskan manusia yang tidak layak dimohonkan ampunan Allah. Tidak pantas, yakni tidak pernah dan tidak mungkin terjadi bagi nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan kepada Allah bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang musyrik itu kaum kerabat-nya, setelah jelas bagi mereka dengan kematian mereka dalam kemusyrikan, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang mukmin untuk mengajukan permohonan kepada Allah agar memberikan ampunan kepada orang musyrik, walaupun mereka adalah kerabat Nabi atau kerabat dari orang-orang mukmin. Apalagi bila Nabi dan orang-orang mukmin telah mendapatkan bukti yang jelas bahwa mereka yang dimohonkan ampunan itu adalah calon-calon penghuni neraka, karena perbuatan dan tindak-tanduk mereka telah menunjukkan keingkaran mereka kepada Allah.\n\nPada ayat ke 80 Surah at-Taubah ini juga Allah telah menerangkan bahwa Dia tidak akan memberikan ampunan bagi orang-orang munafik, karena mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga sama saja halnya, apakah Rasulullah memintakan ampunan untuk mereka, ataupun tidak. Dalam ayat ke 48 dan 116 Surah an-Nisa Allah telah menegaskan pula, bahwa Dia tidak akan memberikan ampun kepada siapa pun yang menjadi musyrik, yaitu mempersekutukan Allah dengan yang lain.\n\nOrang-orang yang mempersekutukan Allah, walaupun mereka mengaku beriman dan menyembah kepada Allah, namun mereka juga menyembah selain Allah. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak beriman pada kesempurnaan dan kekuasaan Allah. Oleh sebab itu, dalam ayat lain Allah menegaskan bahwa kemusyrikan adalah suatu kezaliman yang besar, dan merupakan dosa yang tidak bisa diampuni. Itulah sebabnya, maka Lukman al-Hakim memberikan pelajaran kepada putranya untuk tidak menyekutukan Allah. Beliau berkata:\n\nJanganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (Luqman/31: 13)\n\nPada ayat (113) di atas terdapat isyarat bahwa mendoakan orang-orang yang telah mati dalam kekafirannya, agar mereka memperoleh ampunan dan rahmat Allah, adalah terlarang. Larangan ini mencakup segala macam dan cara berdoa, baik doa-doa yang biasa dilakukan sesudah salat maupun doa-doa yang dibaca dalam upacara tertentu.\n\nDiriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Muslim, dan Abu Daud dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw pernah mengunjungi makam ibundanya, lalu beliau menangis, sehingga menyebabkan orang-orang yang berada di sekitarnyapun menangis pula. Lalu beliau bersabda, \"Aku telah meminta izin kepada Allah untuk memohonkan ampun untuk ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkan, dan aku meminta izin untuk mengunjungi kuburan ibuku, maka Allah mengizinkan. Oleh sebab itu, kamu boleh mengunjungi kuburan karena hal itu akan mengingatkan kamu kepada kematian.\"\n\nDengan adanya larangan Allah dalam ayat ini kepada Nabi dan orang-orang mukmin untuk memintakan ampunan bagi orang-orang musyrik, dapat diambil kesimpulan bahwa kenabian dan keimanan yang sejati tidak akan membolehkan seseorang untuk memanjatkan doa ke hadirat Allah untuk mengampuni orang-orang musyrik dalam keadaan bagaimana juga, walaupun mereka termasuk kaum kerabat yang dicintai. Hal itu disebabkan karena bagi Nabi dan orang-orang mukmin sudah cukup jelas dari berbagai bukti dan kenyataan, bahwa orang-orang musyrik itu telah mati dalam kekafiran sehingga dengan demikian mereka merupakan calon-calon penghuni neraka, maka tidaklah selayaknya untuk dimintakan ampun kepada Allah, karena perbuatan mereka tidak diridai-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1349, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 11, "page": 205, "manzil": 2, "ruku": 169, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u0650\u063a\u0652\u0641\u064e\u0627\u0631\u064f \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u0623\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0647\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa kaanas tighfaaru ibraaheema li abeehi illaa 'ammaw 'idatinw wa 'adahaaa iyyaahu falammaa tabaiyana lahooo annahoo 'aduwwul lillaahi tabarra a minh; inna Ibraaheema la awwaahum haleem" } }, "translation": { "en": "And the request of forgiveness of Abraham for his father was only because of a promise he had made to him. But when it became apparent to Abraham that his father was an enemy to Allah, he disassociated himself from him. Indeed was Abraham compassionate and patient.", "id": "Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1349", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1349.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1349.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun permohonan ampunan Ibrahim kepada Allah untuk bapaknya yang berbeda agama dengan dia, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya bahwa Ibrahim akan memintakan ampunan untuk bapaknya (Lihat: Surah Maryam/19: 47). Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah karena tetap dalam kemusyrikan dan kesesatan, maka Ibrahim berlepas diri darinya walau dengan berat hati. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya, sangat takut kepada Allah lagi penyantun, yakni penyabar, mampu meredam kemarahan dan sikap buruk kepada orang lain.", "long": "Dari keterangan-keterangan yang terdapat dalam ayat di atas mungkin terlintas pertanyaan dalam pikiran kita, apakah sebabnya Allah melarang Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin untuk memohon ampun bagi orang-orang yang telah mati dalam kemusyrikan dan kekafiran itu, walaupun kaum kerabat dan ibu bapaknya sendiri, padahal Nabi Ibrahim pernah memohonkan ampun bagi bapaknya, yang juga seorang musyrik yang mati dalam kemusyrikan dan kekafiran.\n\nMaka dalam ayat ini Allah memberikan jawaban-Nya bahwa benar Nabi Ibrahim pernah memohonkan ampun kepada Allah bagi bapaknya yang bernama Azar, dengan mengucapkan doa sebagai berikut:\n\nDan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia adalah termasuk orang yang sesat. (asy-Syuara' /26: 86)\n\nAkan tetapi Nabi Ibrahim berbuat demikian itu adalah karena ia pernah menjanjikan kepada bapaknya untuk mendoakannya, dengan harapan agar Allah memberikan taufik kepadanya untuk beriman, dan memberikan petunjuk kepadanya jalan yang benar yang telah dibentangkannya. Janjinya itu menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim sudah meyakini bahwa tugasnya hanyalah sekedar mendoakan kepada Allah sedang ia sendiri tidak berwenang memberikan petunjuk ataupun keselamatan, apalagi mengampuni dosanya.\n\nDengan demikian, Ibrahim telah memenuhi janjinya, akan tetapi hanya sekedar pemenuhan janji. Hal ini juga disebutkan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan, (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (an-Najm/53: 37)\n\nDalam ayat selanjutnya, Allah menjelaskan bahwa walaupun Ibrahim telah memohonkan ampunan bagi ayahnya untuk memenuhi janjinya, namun kemudian setelah nyata baginya bahwa bapaknya benar-benar memusuhi Allah dalam kemusyrikan, maka Ibrahim tidak lagi mendoakan bapaknya setelah matinya. Nabi Ibrahim mendoakan bapaknya di kala bapaknya masih hidup, dengan harapan semoga bapaknya mendapat hidayat dan taufik dari Allah, meninggalkan kemusyrikannya dan bertobat kepada Allah. Doa yang semacam ini tidaklah terlarang.\n\nKeimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir tidak akan membiarkannya mengasihi orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Hal ini telah ditegaskan Allah dalam firman-Nya pada ayat-ayat lain:\n\nEngkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. (al-Mujadalah/58: 22)\n\nPada masa bapaknya masih hidup, Nabi Ibrahim sudah tahu tentang tingkah lakunya yang tidak diridai Allah, sehingga ia sendiri pernah diancamnya dengan kata-kata yang kasar, yang tersebut dalam ayat berikut:\n\nDia (ayahnya) berkata, \"Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.\" (Maryam/19: 46)\n\nNamun demikian Ibrahim juga berjanji kepada bapaknya untuk mendoakannya kepada Allah agar diberi ampun dan rahmat serta petunjuk. Akan tetapi, setelah bapaknya meninggal, nyatalah bagi Ibrahim bahwa ayahnya benar-benar memusuhi Allah pada masa hidupnya. Maka Ibrahim tidak lagi berdoa untuknya. Apakah gerangan sebab yang demikian?\n\nMaka di akhir ayat ini Allah menerangkan jawaban atas pertanyaan tersebut, yaitu: karena Ibrahim adalah manusia yang amat takut kepada Allah, serta taat dan patuh kepada-Nya, ia juga terkenal sebagai penyantun, dan kokoh pendiriannya dalam segala hal.\n\nItulah sebabnya Nabi Ibrahim segera berhenti berdoa untuk bapaknya, setelah mengetahui bahwa dia benar-benar seorang musyrik, yang dalam hatinya telah tertanam dengan kuat kepercayaan syirik dan permusuhan terhadap Allah. Nabi Ibrahim berhati lembut, ia sangat menyesalkan sikap orang-orang musyrik di kalangan kaumnya, termasuk bapaknya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1350, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 11, "page": 205, "manzil": 2, "ruku": 169, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa kaanal laahu liyudilla qawmam ba'da iz hadaahum hatta yubaiyina lahum maa yattaqoon; innal laaha bikulli shai'in 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And Allah would not let a people stray after He has guided them until He makes clear to them what they should avoid. Indeed, Allah is Knowing of all things.", "id": "Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, setelah mereka diberi-Nya petunjuk, sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1350", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1350.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1350.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah Yang Mahaadil, Mahabijaksana sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, setelah mereka diberi-Nya petunjuk dengan memeluk Islam, sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Apabila sudah dijelaskan apa yang harus dijauhi lalu mereka melanggar, maka Allah akan memberi hukuman akibat kedurhakaan itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang terjadi di langit dan di bumi.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa apabila satu kaum benar-benar telah diberi petunjuk, dan telah dilapangkan dada mereka untuk menerima agama Islam, maka Dia sekali-sekali tidak akan menganggap kaum tersebut sebagai orang-orang yang sesat, lalu Dia memperlakukan mereka sama dengan orang-orang yang benar-benar sesat, yang patut dicela dan disiksa. Allah tidak akan berbuat demikian apabila mereka hanya berbuat satu kesalahan, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan yang disebabkan kesalahan ijtihad mereka. Allah tidak akan mencela dan menyiksa mereka karena kesalahan semacam itu, sampai mereka benar-benar paham ajaran-ajaran agama, baik berupa larangan yang harus mereka hindari, maupun perintah yang harus dikerjakan.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah amat mengetahui segala sesuatu, termasuk kebutuhan manusia terhadap keterangan dan penjelasan. Oleh sebab itu, Allah telah menjelaskan masalah-masalah yang penting dalam agama dengan penjelasan yang pasti dalam firman-Nya, sehingga kaum Muslimin akan dapat mencapai kebenaran dalam ijtihad mereka dan tidak akan tergoda oleh hawa nafsu mereka.\n\nItulah sebabnya Allah tidak menyalahkan Nabi Ibrahim ketika ia memohon ampun untuk bapaknya sebab hal itu dilakukan sebelum ia mendapat bukti dan keterangan yang jelas tentang keadaan ayahnya. Setelah ia mendapat keterangan dan bukti-bukti yang jelas, maka ia segera menghentikan doanya.\n\nDemikian pula, Allah tidak akan menimpakan hukuman terhadap Nabi Muhammad saw dan orang-orang mukmin yang telah memohonkan ampun kepada Allah untuk ibu bapak dan kaum kerabat mereka yang telah mati dalam kekafiran, apabila hal itu dilakukan sebelum memperoleh keterangan yang jelas mengenai ketentuan Allah dalam masalah tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 1351, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 11, "page": 205, "manzil": 2, "ruku": 169, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Innal laaha lahoo mulkus samaawaati wal ardi yuhyee wa yumeet; wa maa lakum min doonil laahi minw waliyyinw wa laa naseer" } }, "translation": { "en": "Indeed, to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth; He gives life and causes death. And you have not besides Allah any protector or any helper.", "id": "Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1351", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1351.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1351.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan di langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dia yang menciptakan, menghidupkan, memelihara dan mematikan bila ajalnya sudah sampai. Tidak ada pelindung yang menghindarkan mudarat dan penolong yang mendatangkan manfaat bagimu selain Allah.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dialah yang memiliki kekuasaan, baik di langit maupun di bumi. Dialah yang menguasai semua yang ada di alam ini. Dia pulalah yang mematikan hamba-Nya bila ajalnya sudah sampai. Dan Sunnah-Nyalah yang berlaku di alam semesta ini. Tidak ada yang mengurus dan menguasai kepentingan orang-orang mukmin, dan tidak ada pula yang akan menolong mereka terhadap musuh, kecuali Allah swt.\n\nOleh sebab itu, orang-orang mukmin tidak boleh menyimpang dari ketentuan Allah, terutama mengenai larangan-Nya untuk memohonkan ampun bagi orang musyrik, walaupun ia termasuk kaum kerabat yang patut diurus dan ditolong. Demikian pula dalam ketentuan-ketentuan yang lain, baik berupa larangan, mupun perintah-perintah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1352, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 11, "page": 205, "manzil": 2, "ruku": 169, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f \u062a\u0651\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u062f\u064e \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u063a\u064f \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Laqat taabal laahu 'alan nabiyyi wal Muhaajireena wal Ansaaril lazeenat taba'oohu fee saa'atil 'usrati mim ba'di maa kaada yazeeghu quloobu fareeqim minhum summma taaba 'alaihim; innahoo bihim Ra'oofur Raheem" } }, "translation": { "en": "Allah has already forgiven the Prophet and the Muhajireen and the Ansar who followed him in the hour of difficulty after the hearts of a party of them had almost inclined [to doubt], and then He forgave them. Indeed, He was to them Kind and Merciful.", "id": "Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1352", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1352.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1352.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini dijelaskan salah satu wujud rahmat Allah. Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit ketika Perang Tabuk yang terjadi antara kaum muslim dengan orang-orang Romawi pada tahun ke-10 H, saat itu lagi musim paceklik dan cuaca sangat panas, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling dari kebenaran akibat masa sulit yang mereka alami, kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepada semua hamba-Nya, terlebih kepada orang-orang yang bertobat, Maha Penyayang, yakni mencurahkan rahmat-Nya kepada mereka.", "long": "Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat-ayat terdahulu, mengenai masalah tobat dari orang-orang yang mangkir dari Perang Tabuk. Adalah menjadi suatu kebiasaan dalam Al-Qur'an untuk menghentikan suatu pembicaraan, lalu mengemukakan pembicaraan yang lain, tetapi kemudian kembali lagi membicarakan masalah semula. Cara semacam ini akan memberikan pengertian yang lebih mantap dan kesan kuat dalam hati dan pikiran orang-orang yang mendengar atau membacanya, dan tidak membosankan. Selain itu juga ada hubungan dengan larangan tentang memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, yang tersebut dalam ayat yang lalu, karena dalam kedua masalah ini terdapat kesalahan yang perlu ditebus dengan jalan bertobat, dan memperbaiki kekeliruan yang perlu dimintakan ampunan dari Allah.\n\nDalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia telah menerima tobat Nabi Muhammad saw dan kaum Muhajirin serta Anshar dan orang-orang mukmin lainnya, yang telah mengikuti Nabi dalam masa-masa sulit, yaitu saat Perang Tabuk, karena Perang Tabuk itu terjadi dalam saat kesulitan. Kesulitan makanan, karena saat itu musim paceklik, sehingga sebutir kurma dimakan oleh satu atau dua orang. Kesulitan air, sehingga ada yang menyembelih untanya agar dapat mengambil air dari lambungnya untuk diminum, padahal unta itu amat mereka perlukan untuk pengangkutan dari satu tempat ke tempat yang lain, sehingga seekor unta dipakai untuk keperluan sepuluh orang. Ditambah lagi udara waktu itu (waktu terjadi Perang Tabuk) amat panas. Penerimaan tobat tersebut terjadi setelah hampir berpalingnya hati segolongan kaum Anshar dan Muhajirin tersebut, sehingga mereka pergi berperang dengan perasaan enggan dan berat, bahkan ada yang dengan sengaja mangkir dari peperangan. Tetapi kemudian Allah menerima tobat mereka setelah mereka menyadari kesalahan mereka.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada Nabi dan para pengikutnya. Oleh sebab itu Dia senantiasa menerima tobat orang-orang yang benar-benar bertobat kepada-Nya.\n\nMenurut penafsiran Ibnu 'Abbas, yang dimaksud Allah menerima tobat Nabi ialah tobat yang dilakukan Nabi atas kekeliruan beliau lantaran mengizinkan beberapa orang tidak ikut berperang, padahal mereka tidak mempunyai udzur yang dapat dibenarkan. Yang dimaksud dengan penerimaan tobat kaum Muhajirin dan Anshar ialah tobat yang mereka lakukan dari kesalahan mereka ketika mereka merasa keberatan untuk keluar ke medan perang, padahal mereka adalah orang-orang yang dipandang paling kuat imannya. Sebagian dari mereka mempunyai kesalahan lantaran mereka suka mendengarkan pembicaraan orang-orang munafik padahal pembicaraan itu dimaksudkan untuk menimbulkan fitnah di kalangan kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 1353, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 11, "page": 206, "manzil": 2, "ruku": 169, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064f\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0627\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u064f\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0627\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u0652\u062c\u064e\u0623\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa 'alas salaasatil lazeena khullifoo hattaaa izaa daaqat 'alaihimul ardu bimaa rahubat wa daaqat 'alaihim anfusuhum wa zannnooo al laa malja-a minal laahi illaaa ilaihi summa taaba 'alaihim liyatooboo; innal laaha Huwat Tawwaabur Raheem" } }, "translation": { "en": "And [He also forgave] the three who were left behind [and regretted their error] to the point that the earth closed in on them in spite of its vastness and their souls confined them and they were certain that there is no refuge from Allah except in Him. Then He turned to them so they could repent. Indeed, Allah is the Accepting of repentance, the Merciful.", "id": "dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1353", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1353.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1353.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah juga memberi pengampunan terhadap tiga orang yang tidak mau ikut perang, yaitu Ka'b bin Malik, Hilal bin Umayyah, Murarah bin Rabi'ah yang ditinggalkan atas perintah Allah, yakni tidak diajak bicara oleh Rasulullah dan kaum muslim. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal mereka tahu bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah pula terasa sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui dan yakin bahwa tidak ada tempat lari dari cobaan Allah, melainkan berlindung dan kembali kepada-Nya saja, ketika itulah kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat orang yang sungguh-sungguh menyesali kesalahannya, Maha Penyayang terhadap semua hamba-Nya.", "long": "Dalam ayat ini kembali diungkapkan hal ihwal tiga orang di antara orang-orang mukmin yang mangkir dari Perang Tabuk, yaitu: Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Rabi. Mereka ini semula dengan sengaja tidak ikut berperang bersama Rasulullah saw, tetapi kemudian mereka mengalami tekanan jiwa, dan dunia bagi mereka terasa sempit, karena orang-orang mukmin lainnya memandang mereka sebagai orang-orang yang tidak terhormat. Mereka merasa yakin, bahwa hanya Allah-lah tempat berlindung dari segala siksaan-Nya. Setelah datang kesadaran dan rasa penyesalan, maka mereka bertobat kepada Allah. Allah pun menerima tobat itu, agar mereka tetap berada dalam keinsafan kembali kepada agama Allah dengan bimbingan Rasul-Nya. Setelah terlanjur melakukan pelanggaran terhadap perintah-Nya.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan kembali bahwa Allah Maha Penerima Tobat serta Maha Pengasih kepada hamba-Nya. Dia senantiasa menerima tobat hamba-Nya yang benar-benar bertobat kepada-Nya dan mengampuni dosa serta melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya kepada mereka, walaupun mereka itu telah terlanjur melakukan kesalahan yang menyebabkan mereka berhak untuk dijatuhi azab dan siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 1354, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 11, "page": 206, "manzil": 2, "ruku": 170, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanut taqul laaha wa koonoo ma'as saadiqeen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fear Allah and be with those who are true.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1354", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1354.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1354.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penegasan bahwa Allah Maha Penerima tobat diikuti dengan perintah: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh berupaya melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan hendaklah kamu bersama dengan orang-orang yang benar, jujur dalam ucapan, perilaku dan perbuatannya.", "long": "Allah menunjukkan seruan-Nya dan memberikan bimbingan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan Rasul-Nya, agar mereka tetap dalam ketakwaan serta mengharapkan rida-Nya, dengan cara menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan-Nya, dan menjauhi segala larangan yang telah ditentukan-Nya, dan hendaklah senantiasa bersama orang-orang yang benar dan jujur, mengikuti ketakwaan, kebenaran dan kejujuran mereka. Dan jangan bergabung kepada kaum munafik, yang selalu menutupi kemunafikan mereka dengan kata-kata dan perbuatan bohong ditambah pula dengan sumpah palsu dan alasan-alasan yang tidak benar.\n\nAl-Baihaqi meriwayatkan suatu hadis Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda:\n\nSesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, dan kebajikan itu menuntun kepada surga. Sesungguhnya seseorang akan berlaku jujur sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan itu menuntun ke neraka. Sesungguhnya seseorang itu berlaku dusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta. (Hadis Muttafaq 'Alaih)\n\nBerdusta selamanya terlarang kecuali bila terpaksa, sebagai tipu muslihat dalam peperangan, atau untuk mendamaikan antara pihak-pihak yang ber-sengketa, atau kebohongan seorang lelaki kepada isterinya yang dimaksud-kan untuk menyenangkan hatinya, misalnya dalam memuji kecantikannya, akan tetapi bukan kebohongan dalam masalah keuangan dan kepentingan kehidupan rumah tangga atau lainnya. Dalam hal ini Rasulullah saw telah bersabda:\n\nSetiap kebohongan yang dilakukan oleh seseorang selalu dituliskan sebagai dosanya kecuali bagi seorang yang berbohong sebagai tipu muslihat dalam peperangan, atau kebohongan untuk mendamaikan dua orang yang bersengketa atau kebohongan yang dilakukan seseorang terhadap isterinya dengan maksud untuk menyenangkan hatinya. (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad, dari Asma binti Yazid)" } } }, { "number": { "inQuran": 1355, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 11, "page": 206, "manzil": 2, "ruku": 170, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u063a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0645\u064e\u0623\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0628\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062e\u0652\u0645\u064e\u0635\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0637\u064e\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0637\u0650\u0626\u064b\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0650\u064a\u0638\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064d \u0646\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064c \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064c \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa kaana li ahlil Madeenati wa man hawlahum minal A'raabi ai yatakhallafoo 'ar-Rasoolil laahi wa laa yarghaboo bi anfusihim 'an nafsih; zaalika bi annahum laa yuseebuhum zama unw wa laa nasabunw wa laa makhmasatun fee sabeelil laahi wa laa yata'oona mawti'ai yagheezul kuffaara wa laa yanaaloona min 'aduwwin nailan illaa kutiba lahum bihee 'amalun saalih; innal laaha laa yudee'u ajral muhsineen" } }, "translation": { "en": "It was not [proper] for the people of Madinah and those surrounding them of the bedouins that they remain behind after [the departure of] the Messenger of Allah or that they prefer themselves over his self. That is because they are not afflicted by thirst or fatigue or hunger in the cause of Allah, nor do they tread on any ground that enrages the disbelievers, nor do they inflict upon an enemy any infliction but that is registered for them as a righteous deed. Indeed, Allah does not allow to be lost the reward of the doers of good.", "id": "Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1355", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1355.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1355.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini berisi kecaman terhadap orang-orang yang tidak ikut berperang dan memilih bersenang-senang di rumah mereka. Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, yaitu di sekitar kota Madinah, tidak turut menyertai Rasulullah pergi berperang, dan tidak pantas pula bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu tidak wajar, karena mereka tidak ditimpa kehausan karena panas terik dan sulitnya mendapatkan air, tidak kepayahan dan kelaparan karena terbatasnya makanan ketika berjuang di jalan Allah, dan tidak pula menginjak atau menduduki suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir lantaran keberanian dalam menegakkan kalimat Allah, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, yakni menyebabkan musuh terluka atau terbunuh, kecuali semua itu akan dituliskan oleh malaikat bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan yang layak mendapatkan pahala dari Allah. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.", "long": "Allah menjelaskan bahwa kaum Muslimin yang berdiam di kota Medinah, dan kaum Muslimin Badui yang berdiam di sekitar kota Medinah seharusnya menyertai Rasulullah saw ke medan perang dan tidak patut bagi mereka untuk tidak mencintai Rasulullah saw karena lebih mencintai diri sendiri. Bila mereka tidak ikut ke medan perang dan hanya tinggal di rumah, ini berarti mereka tidak bersedia menanggung bermacam penderitaan untuk membela agama Allah, mereka tidak merasakan haus, payah dan lapar, dan tidak pula menginjak daerah yang dipertahankan oleh orang-orang kafir, dan tidak pula ikut menimpakan suatu bencana kepada musuh sebagai yang dirasakan dan dilaksanakan oleh orang-orang yang ikut berperang. Padahal jika mereka mengalami dan melaksanakan hal-hal tersebut niscaya akan dituliskan bagi mereka di sisi Allah sebagai amal saleh setiap kali mereka mengalami dan melaksanakannya, dan akan diberi ganjaran yang amat besar sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang ikut berperang bersama Rasulullah. Setiap kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang mukmin baik yang berupa pengorbanan lahir maupun batin tidak akan disia-siakan Allah, apalagi kebajikan untuk membela agama-Nya.\n\nOrang-orang yang tinggal di rumah tanpa alasan yang dibenarkan Allah, sesungguhnya adalah orang-orang yang mementingkan diri sendiri, tidak bersedia memberikan pengorbanan dan penderitaan untuk kepentingan bersama dan untuk membela agama Allah. Padahal kenikmatan yang mereka peroleh dalam rumah tangga mereka adalah semata-mata karunia dan rahmat dari Allah.\n\nKesetiaan dan ketaatan kepada Rasulullah haruslah dalam segala situasi dan keadaan, baik pada waktu suka, maupun duka, yang memerlukan pengorbanan atas kesenangan diri, kenikmatan hidup, harta benda dan jiwa raga. Oleh sebab itu, bila datang suatu bahaya yang mengancam kepentingan bersama, kehormatan bangsa dan agama, maka setiap orang mukmin harus bangkit berjuang bersama-sama, tanpa memperhitungkan laba-rugi bagi diri sendiri. Ini adalah lebih mulia, dari pada yang hidup dalam kemewahan, tetapi kehilangan kehormatan diri, agama, bangsa, dan tanah airnya.\n\nAllah tidak menyia-nyiakan setiap amal kebajikan dan pengorbanan yang diberikan oleh setiap orang mukmin. Ganjaran pahala yang amat besar disediakan-Nya untuk orang-orang mukmin yang telah berjuang bersama Rasulullah, dan selanjutnya, untuk orang-orang mukmin yang berjuang di jalan Allah, hingga Hari Kiamat kelak. Balasan setiap kebajikan adalah kebajikan pula, inilah ketentuan dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1356, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 11, "page": 206, "manzil": 2, "ruku": 170, "hizbQuarter": 82, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0641\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b \u0635\u064e\u063a\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yunfiqoona nafa qatan sagheeratanw wa laa kabeeratanw wa laa yaqta'oona waadiyan illaa kutiba lahum liyajziyahumul laahu ahsana maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Nor do they spend an expenditure, small or large, or cross a valley but that it is registered for them that Allah may reward them for the best of what they were doing.", "id": "dan tidaklah mereka memberikan infak, baik yang kecil maupun yang besar dan tidak (pula) melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan), untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1356", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1356.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1356.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidaklah mereka memberikan infak, baik yang kecil maupun yang besar dan tidak pula melintasi suatu lembah dalam rangka pengabdian kepada Allah, kecuali akan dituliskan bagi mereka sebagai amal kebajikan, untuk diberi balasan oleh Allah dengan yang lebih baik dan berlipatganda daripada apa yang telah mereka kerjakan.", "long": "Allah menjelaskan bahwa mereka yang tinggal di rumah dan tidak berangkat ke medan perang bersama Rasulullah, tentu tidak ikut memberikan sumbangan bagi perjuangan dan mereka tidak ikut merasakan kepayahan melintasi lembah dan padang pasir. Lain halnya dengan orang-orng yang ikut berperang. Mereka yang berbuat dan mengalami hal yang demikian itu niscaya dituliskan di sisi Allah sebagai amal saleh, karena Allah akan memberikan kepada mereka balasan yang jauh lebih tinggi nilainya daripada apa yang telah mereka sumbangkan dan apa yang mereka perbuat itu.\n\nOrang-orang yang ikut berperang serta menyumbangkan harta bendanya untuk perjuangan di jalan Allah, berarti telah melakukan dua macam pengorbanan yang mulia, yaitu pengorbanan harta benda, dan pengorbanan jiwa raga. Pengorbanan yang paling mulia, tentulah berhak untuk diberi ganjaran yang paling mulia pula, bahkan ganjaran itu lebih tinggi dari pada pengorbanan yang telah diberikannya. Mengenai hal ini, telah ada suatu ketentuan dalam agama Islam, sebagaimana firman Allah:\n\nBarang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. (al-An'am/6: 160)\n\nPerlu diingat bahwa pahala yang besar itu tidak hanya diberikan Allah kepada orang mukmin yang mengorbankan harta benda dan jiwa raga dalam peperangan saja, melainkan juga kepada orang-orang mukmin yang melakukan amal kebajikan dalam bidang yang lain. Namun demikian, pengorbanan yang diberikan dalam berjihad di medan perang untuk membela agama adalah lebih mulia daripada pengorbanan untuk kepentingan yang lain. Sehingga pengorbanan harta yang sedikit jumlahnya untuk keperluan jihad sama nilainya dengan pengorbanan harta yang banyak untuk kebajikan yang lain. Penderitaan yang sedikit yang diderita dalam berjihad sama nilainya dengan penderitaan besar yang dialami dalam perbuatan amal yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 1357, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 11, "page": 206, "manzil": 2, "ruku": 170, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e\u0629\u064b \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0642\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0642\u0651\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaanal mu'minoona liyanfiroo kaaaffah; falaw laa nafara min kulli firqatim minhum taaa'ifatul liyatafaqqahoo fiddeeni wa liyunziroo qawmahum izaa raja'ooo ilaihim la'allahum yahzaroon" } }, "translation": { "en": "And it is not for the believers to go forth [to battle] all at once. For there should separate from every division of them a group [remaining] to obtain understanding in the religion and warn their people when they return to them that they might be cautious.", "id": "Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1357", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1357.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1357.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang pahala yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang berbuat baik. Pada ayat ini dijelaskan tentang pentingnya pembagian tugas kerja dalam kehidupan bersama dengan penegasan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi ke medan perang sehingga hal yang lainnya terabaikan. Mengapa tidak ada sebagian dari setiap golongan di antara mereka yang pergi untuk bersungguh-sungguh memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan dengan menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada kaumnya apabila mereka telah kembali dari berperang atau tugas apa pun, pengetahuan agama ini penting agar mereka dapat menjaga dirinya dan berhati-hati agar tidak melakukan pelanggaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa tidak semua orang mukmin harus berangkat ke medan perang, bila peperangan itu dapat dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin saja. Tetapi harus ada pembagian tugas dalam masyarakat, sebagian berangkat ke medan perang, dan sebagian lagi harus menuntut ilmu dan mendalami agama Islam, supaya ajaran-ajaran agama itu dapat diajarkan secara merata, dan dakwah dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan bermanfaat sehingga kecerdasan umat Islam dapat ditingkatkan.\n\nPerang bertujuan untuk mengalahkan musuh-musuh Islam serta mengamankan jalan dakwah Islamiyah. Sedang menuntut ilmu dan mendalami ilmu-ilmu agama bertujuan untuk mencerdaskan umat dan mengembangkan agama Islam, agar dapat disebarluaskan dan dipahami oleh semua macam lapisan masyarakat.\n\nDengan demikian, ayat ini mempunyai hubungan yang erat dengan ayat-ayat yang lalu, karena sama-sama menerangkan hukum berjihad, akan tetapi dalam bidang dan cara yang berlainan. \n\nTugas ulama dalam Islam adalah untuk mempelajari agamanya, serta mengamalkannya dengan baik, kemudian menyampaikan pengetahuan agama itu kepada yang belum mengetahuinya. Tugas-tugas tersebut merupakan tugas umat dan setiap pribadi muslim, sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan masing-masing, karena Rasulullah saw telah bersabda:\n\nSampaikanlah olehmu (apa-apa yang telah kamu peroleh) dari padaku, walaupun hanya satu ayat Al-Qur'an saja. (Riwayat al-Bukhari)\n\nAkan tetapi, tidak setiap orang Islam mendapat kesempatan untuk menuntut dan mendalami ilmu pengetahuan serta mendalami ilmu agama, karena sibuk dengan tugas di medan perang, di ladang, di pabrik, di toko dan sebagainya. Oleh sebab itu harus ada sebagian dari umat Islam yang menggunakan waktu dan tenaganya untuk menuntut ilmu dan mendalami ilmu-ilmu agama, agar kemudian setelah mereka selesai dan kembali ke masyarakat, mereka dapat menyebarkan ilmu tersebut, serta menjalankan dakwah Islamiyah dengan cara dan metode yang baik sehingga mencapai hasil yang lebih baik pula.\n\nApabila umat Islam telah memahami ajaran agamanya, dan telah mengerti hukum halal dan haram, serta perintah dan larangan agama, tentulah mereka akan lebih dapat menjaga diri dari kesesatan dan kemaksiatan, dapat melaksanakan perintah agama dengan baik dan dapat menjauhi larangan-Nya. Dengan demikian, umat Islam menjadi umat yang baik, sejahtera dunia dan akhirat.\n\nDi samping itu perlu diingat, bahwa apabila umat Islam menghadapi peperangan yang memerlukan tenaga manusia yang banyak, maka dalam hal ini seluruh umat Islam harus dikerahkan untuk menghadapi musuh. Tetapi bila peperangan itu sudah selesai, maka masing-masing harus kembali kepada tugas semula, kecuali sejumlah orang yang diberi tugas khusus untuk menjaga keamanan dan ketertiban, dalam dinas kemiliteran dan kepolisian.\n\nOleh karena ayat ini telah menetapkan bahwa fungsi ilmu adalah untuk mencerdaskan umat, maka tidak dapat dibenarkan bila ada orang Islam yang menuntut ilmu pengetahuan hanya untuk mengejar pangkat dan kedudukan atau keuntungan pribadi saja, apalagi untuk menggunakan ilmu pengetahuan sebagai kebanggaan dan kesombongan diri terhadap golongan yang belum menerima pengetahuan.\n\nOrang-orang yang telah memiliki ilmu pengetahuan harus menjadi pelita dan pembimbing bagi umatnya. Ia harus menyebarluaskan ilmunya, dan membimbing orang lain agar memiliki ilmu pengetahuan pula. Selain itu, ia sendiri juga harus mengamalkan ilmunya agar menjadi contoh dan teladan bagi orang-orang sekitarnya dalam ketaatan menjalankan peraturan dan ajaran-ajaran agama.\n\nDengan demikian dapat diambil suatu pengertian, bahwa dalam bidang ilmu pengetahuan, setiap orang mukmin mempunyai tiga macam kewajiban, yaitu: menuntut ilmu, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain.\n\nMenurut pengertian yang tersurat dari ayat ini, kewajiban menuntut ilmu pengetahuan yang ditekankan di sisi Allah adalah dalam bidang ilmu agama. Akan tetapi agama adalah suatu sistem hidup yang mencakup seluruh aspek dan segi kehidupan manusia. Setiap ilmu pengetahuan yang berguna dan dapat mencerdaskan kehidupan mereka, dan tidak bertentangan dengan norma-norma agama, wajib dipelajari. Umat Islam diperintahkan Allah untuk memakmurkan bumi ini dan menciptakan kehidupan yang baik. Sedang ilmu pengetahuan adalah sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Setiap sarana yang diperlukan untuk melaksanakan kewajiban, adalah wajib pula hukumnya. Dalam hal ini, para ulama Islam telah menetapkan suatu kaidah yang berbunyi:\n\nSesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan yang wajib, maka ia wajib pula hukumnya.\n\nKarena pentingnya fungsi ilmu dan para sarjana, maka beberapa negara Islam membebaskan para ulama (sarjana) dan mahasiswa pada perguruan agama, dari wajib militer, agar pengajaran dan pengembangan ilmu senantiasa dapat berjalan dengan lancar, kecuali bila negara sedang menghadapi bahaya besar, yang harus dihadapi oleh segala lapisan masyarakat." } } }, { "number": { "inQuran": 1358, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 11, "page": 207, "manzil": 2, "ruku": 171, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u0650\u0644\u0652\u0638\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo qaatilul lazeena yaloonakum minal kuffaari walyajidoo feekum ghilzah; wa'lamooo annal laaha ma'al muttaqeen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fight those adjacent to you of the disbelievers and let them find in you harshness. And know that Allah is with the righteous.", "id": "Wahai orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1358", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1358.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1358.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pentingnya memperdalam pengetahuan agama dan menyebarluaskannya kepada masyarakat luas, lalu dijelaskan sikap ketika menghadapi orang kafir yang memusuhi orang mukmin. Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu apabila mereka memerangi kamu, dan hendaklah mereka merasakan, mengetahui dan menyaksikan sikap tegas dan semangat juang yang tinggi darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu jangan pernah putus asa apalagi menyerah.", "long": "Pedoman dan petunjuk berperang yang ditunjukkan Allah dalam ayat ini kepada Rasulullah saw dan kaum Muslimin adalah lebih dahulu memerangi musuh-musuh Islam yang berada pada garis lingkaran yang terdekat dengan pusat kedudukan umat Islam, kemudian dilanjutkan kepada lingkaran yang lebih jauh.\n\nHal ini didasarkan kepada prinsip, bahwa peperangan yang dilakukan umat Islam hanyalah untuk mengamankan jalannya dakwah Islamiyah dan untuk melindungi keselamatan umat Islam, sedang dakwah tersebut juga dimulai dari orang-orang yang terdekat, dilanjutkan kepada orang-orang yang lebih jauh. Dengan demikian, terlihat adanya keselarasan antara dakwah Islamiyah dan peperangan tersebut.\n\nPetunjuk ini telah dilaksanakan dengan baik oleh Rasulullah saw, baik dalam bidang dakwah, maupun peperangan yang berfungsi untuk meng-amankan dakwah tersebut. Mengenai dakwah, beliau telah melaksanakannya lebih dahulu kepada keluarganya yang terdekat dan sahabat-sahabat karibnya, sesuai dengan petunjuk Allah.\n\nDan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (asy-Syu'ara/26: 214)\n\nDan firman-Nya dalam ayat yang lain:\n\n¦dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. (al-An'am/6: 92)\n\nKemudian, dakwah ini beliau lanjutkan kepada masyarakat yang lebih luas, tidak saja dalam lingkungan negeri Arab, bahkan kepada raja-raja dan bangsa-bangsa sekitar Jazirah Arab.\n\nDemikian pula dalam hal peperangan, sesuai dengan ayat-ayat sebelum-nya dimulai dari musuh-musuh Islam yang terdekat, yang selalu melakukan tipu daya untuk menghalang-halangi kelangsungan dakwah Islamiyah. Kemudian dilanjutkan kepada suku-suku Arab yang lebih jauh dari pusat kedudukan atau basis umat Islam. Sesudah Rasulullah saw wafat, maka para khalifah sesudahnya meneruskan peperangan tersebut ke daerah-daerah yang lebih jauh, yaitu ke negeri Syam (Syria) dan Irak. Kemudian menyusup ke benua Afrika (sebelah Barat) dan Persia, Khurasan, bahkan sampai ke pegunungan Hindukust (sebelah Timur) sesuai dengan perluasan dakwah Islamiyah.\n\nMusuh-musuh Islam yang terdekat kepada Rasulullah dan kaum Muslimin ketika itu ialah orang-orang kafir yang terdiri dari kaum Yahudi yang berdiam di kota Medinah, kemudian di Khaibar, dan selanjutnya mereka yang memerangi kaum Muslimin di Perang Tabuk, dan sesudah itu musuh-musuh Islam di daerah-daerah Syam yang ketika itu berada dalam kekuasaan Romawi Timur yang berpusat di Bizantium.\n\nStrategi perang dengan cara memulai dari yang terdekat kepada yang jauh, adalah tepat sekali, ditinjau dari berbagai segi, yaitu: dari segi kemungkinan fasilitas pengangkutan, perbekalan, dan biaya. Semakin dekat tempatnya, semakin mudah cara-cara pengangkutan, dan dengan demikian semakin kecil pula biaya dan perbekalan yang diperlukan. Semakin jauh tempat yang harus didatangi, semakin sukar pula pengangkutan, dan semakin banyak pula waktu dan perbekalan yang diperlukan. Dengan sendirinya semakin banyak biaya dan tenaga yang dibutuhkan.\n\nPerang dalam tuntunan ajaran Islam adalah perjuangan yang harus dipersiapkan untuk terciptanya perdamaian sebagaimana pepatah dalam bahasa Arab, yang diungkapkan dalam kalimat:\n\nPerdamaian yang dipersenjatai\n\nDalam kaidah umum biasa dikatakan, kita harus selalu siap berperang untuk menciptakan perdamaian. Jika kita tidak dalam keadaan siap perang maka musuh setiap saat dapat menyerang kita, tetapi jika kita dalam keadaan siap perang maka musuhpun tidak berani menyerang kita.\n\nKarena itulah dalam Al-Qur'an, terutama Surah at-Taubah banyak mengungkapkan persoalan perang dan petunjuk-petunjuk kepada umat Islam untuk selalu siap berperang dengan berbagai stretegi untuk mewujudkan perdamaian.\n\nAllah memberikan petunjuk-Nya, agar kaum Muslimin mampu meng-gunakan kekerasan dan kekuatan terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi dakwah Islamiyah, apabila jalan diplomasi dan perlakuan yang lemah lembut dan ramah tamah tidak bermanfaat lagi untuk mereka. Kaum Muslimin diperintahkan untuk bersikap adil, kasih sayang, dan ramah tamah kepada orang-orang bukan Islam. Akan tetapi bila mereka tetap mengganggu kepentingan umat Islam, terutama dakwah Islamiyah, maka kaum Muslimin harus menggunakan kekuatan dan kekuasaan, sehingga mereka menghentikan permusuhan terhadap Islam dan kaum Muslimin. Hal ini tersebut pula dalam firman Allah pada ayat yang lain:\n\nHai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. (at-Taubah/9: 73)\n\nDengan demikian jelaslah bahwa kaum Muslimin harus siap mengguna-kan dua macam sikap dalam menghadapi orang kafir dan munafik yaitu, pertama sikap diplomasi yang luwes, lembut, dan ramah tamah jika mereka mau diajak berdamai. Orang kafir dalam hubungan ini disebut sebagai kafir mu'ahidi atau kafir zimmi, jika mereka termasuk warga negara kita. Kedua, tegas dan bila perlu mempergunakan kekuatan, apabila mereka tidak mau diajak hidup berdampingan secara damai. Orang kafir dalam kondisi demikian disebut sebagai kafir harbi, sehingga tidak ada jalan menghadapi mereka kecuali dengan kekuatan dan peperangan.\n\nPada akhir ayat ini Allah meyakinkan orang-orang yang bertakwa, bahwa Dia senantiasa bersama mereka. Artinya Allah memberikan jaminan kepada orang-orang yang bertakwa, yaitu yang senantiasa menjaga hukum-hukum dan ketentuan Allah, bahwa Dia akan selalu memberikan bantuan dan pertolongan-Nya. Ketentuan-ketentuan Allah yang perlu diperhatikan dalam masalah peperangan ialah agar umat Islam tidak lalai dalam mempersiapkan segala sesuatu yang perlu untuk mencapai kemenangan, yaitu kekuatan fisik dan mental. Kekuatan fisik mencakup: prajurit yang berbadan sehat dan kuat, alat-alat senjata yang efektif, kubu-kubu pertahanan yang tangguh, serta perbekalan dan perlengkapan yang cukup. Sedang kekuatan mental ialah: niat yang ikhlas, semangat yang tinggi, kesabaran dan keuletan yang tangguh, serta siasat perang yang jitu serta disiplin yang kuat, dan persatuan yang kokoh. Termasuk pula etika perang dan moral yang tinggi, yaitu tidak berlaku zalim terhadap wanita, anak-anak, orang tua yang lemah, serta tidak pula berlaku kejam terhadap orang-orang yang sudah menyerah atau tertawan, selama mereka ini tidak membahayakan bagi kepentingan Islam dan umat Islam. Untuk mencapai kemenangan ini diperlukan iman yang kokoh, serta ingat dan tawakkal kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1359, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 11, "page": 207, "manzil": 2, "ruku": 171, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa maaa unzilat Sooratun faminhum mai yaqoolu aiyukum zaadat hu haazihee eemaanaa; fa ammal lazeena aamanoo fazaadat hum eemaananw wa hum yastabshiroon" } }, "translation": { "en": "And whenever a surah is revealed, there are among the hypocrites those who say, \"Which of you has this increased faith?\" As for those who believed, it has increased them in faith, while they are rejoicing.", "id": "Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1359", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1359.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1359.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan kebolehan orang mukmin memerangi orang yang melakukan penyerangan, lalu dijelaskan perbedaan antara orang munafik dengan orang yang beriman apabila mendengar bacaan AlQur'an. Dan apabila diturunkan suatu surah dari Al-Qur'an yang berisi ajakan beriman, maka di antara mereka, yakni orang-orang munafik ada yang berkata sebagai nada ejekan, \"Siapakah di antara kamu, sesama munafik, yang bertambah imannya dengan turunnya surah ini?\" Adapun orang-orang yang beriman, maka surah yang diturunkan ini menambah imannya yang selama ini sudah tertanam di dada mereka, dan mereka merasa gembira dengan bertambahnya pengetahuan mereka lantaran ayat-ayat tersebut.", "long": "Sikap kaum munafik di masa Nabi Muhammad saw di antaranya adalah apabila ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan kepada beliau dan disampaikan kepada mereka, maka di antara mereka itu ada yang bertanya kepada teman-temannya baik dari kalangan munafik sendiri maupun teman-teman mereka dari kaum Muslimin yang lemah imannya bahwa siapakah di antara mereka yang bertambah imannya dengan turunnya surah ini. Ini meyakinkan bahwa Al-Qur'an ini benar-benar dari Allah bahwa Muhammad itu benar-benar pesuruh Allah, bahwa tiap-tiap ayat Al-Qur'an merupakan mukjizat bagi Muhammad, dan bahwa Al-Qur'an itu bukan buatan Muhammad.\n\nJika diperhatikan pertanyaan orang munafik yang tersebut dalam ayat-ayat ini, dirasakan bahwa pertanyaan itu bukanlah maksudnya untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui, tetapi menunjukkan apa yang menjadi isi hati mereka; yaitu mereka belum percaya kepada Rasulullah, sekalipun mulut mereka telah mengakuinya. Bahkan mereka ingin agar orang-orang Islam yang lemah imannya menjadi seperti mereka pula. Seandainya tidak ada penyakit di dalam hati orang-orang munafik itu, pasti mereka mengetahui bahwa iman yang sesungguhnya yang disertai dengan ketundukan dan penghambaan diri kepada Allah, karena telah merasakan dan meyakini kekuasaan-Nya, pasti akan bertambah dengan mendengar dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an, apalagi jika langsung mendengarnya dari Rasulullah saw sendiri.\n\nSifat-sifat munafik ini diterangkan dalam firman-Nya:\n\nMereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta. (al-Baqarah/2: 9-10)\n\nMengenai kesan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dalam hati orang-orang yang beriman diterangkan dalam firman Allah:\n\nSebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami. (al-'Ankabut/29: 49)\n\nPertanyaan orang-orang munafik itu dijawab Allah dengan ungkapan yang tersebut pada akhir ayat ini yang maksudnya adalah orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya dan mereka merasa gembira." } } }, { "number": { "inQuran": 1360, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 11, "page": 207, "manzil": 2, "ruku": 171, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0641\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ammal lazeena fee quloobihim maradun fazaadat hum rijsan ilaa rijsihim wa maatoo wa hum kaafiroon" } }, "translation": { "en": "But as for those in whose hearts is disease, it has [only] increased them in evil [in addition] to their evil. And they will have died while they are disbelievers.", "id": "Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1360", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1360.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1360.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit batin, seperti kekafiran, kemunafikan, keragu-raguan, dan sebagainya, maka dengan turunnya surah itu akan menambah kekotoran rohani, yakni kekafiran mereka yang telah ada selama ini dalam hati mereka dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.", "long": "Jawaban pertanyaan mereka seputar Al-Qur'an diterangkan pada ayat ini. Adapun orang-orang yang hatinya ragu-ragu dan orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang hatinya penuh kekafiran sedang mulutnya menyatakan iman, setiap ayat yang disampaikan kepada mereka selalu menimbulkan keragu-raguan dan kemunafikan dalam hati mereka. Hal seperti ini selalu bertambah kuat pengaruhnya pada diri mereka, sehingga akhirnya mereka mati sebagai seorang munafik yang kafir. Hal yang mereka alami ini akan dialami oleh orang-orang sesudah mereka, yang sama hatinya dengan hati mereka, mereka akan mati sebagai orang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 1361, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 11, "page": 207, "manzil": 2, "ruku": 171, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0627\u0645\u064d \u0645\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalaa yarawna annahum yuftanoona fee kulli 'aamim marratan aw marrataini summa laa yatooboona wa laa hum yazzakkkaroon" } }, "translation": { "en": "Do they not see that they are tried every year once or twice but then they do not repent nor do they remember?", "id": "Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1361", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1361.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1361.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah mereka orang-orang munafik dan kafir itu memperhatikan dengan saksama bahwa mereka diuji berupa penyakit, paceklik dan bencana alam yang terjadi sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak juga bertobat dari kemunafikan dan kekafiran, dan tidak pula mengambil pelajaran dari berbagai ujian yang sudah mereka rasakan? Mereka tidak pernah introspeksi.", "long": "Pada ayat ini Allah tidak membenarkan bahkan mencela sikap orang-orang munafik yang tetap membangkang, tidak mau bertobat dan tidak pula mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang telah mereka alami. Padahal kepada mereka setiap tahun telah didatangkan cobaan dan pengalaman pahit serta kekalahan yang seharusnya dapat menambah kuat iman seseorang sehingga mampu membedakan antara yang benar dan yang salah. Berbagai cobaan, ujian, dan pengalaman mereka itu, jika mereka mau merenungkannya dengan baik, tentu akan menyampaikan mereka kepada kesimpulan bahwa Muhammad itu benar-benar Rasulullah yang diutus Allah kepada mereka. Akan tetapi, mereka tetap ingkar dan tidak mau bertobat serta mengambil pelajaran dari padanya. Bahkan hati mereka bertambah sesat dan bertambah ingkar." } } }, { "number": { "inQuran": 1362, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 11, "page": 207, "manzil": 2, "ruku": 171, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064c \u0646\u0651\u064e\u0638\u064e\u0631\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0646\u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa maaa unzilat Sooratun nazara ba'duhum ilaa ba'din hal yaraakum min ahadin summman sarafoo; sarafal laahu quloobahum bi annahum qawmul laa yafqahoon" } }, "translation": { "en": "And whenever a surah is revealed, they look at each other, [saying], \"Does anyone see you?\" and then they dismiss themselves. Allah has dismissed their hearts because they are a people who do not understand.", "id": "Dan apabila diturunkan suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (sambil berkata), “Adakah seseorang (dari kaum muslimin) yang melihat kamu?” Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1362", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1362.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1362.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Cemoohan orang munafik dan orang kafir tidak hanya dengan lisan tetapi juga perbuatan, yaitu, apabila diturunkan suatu surah, dari Al-Qur'an yang menggambarkan isi hati mereka dan membeberkan rahasia mereka, maka satu sama lain di antara mereka saling berpandangan dengan lirikan mata tanda mengejek sambil berkata, \"Adakah seseorang dari kaum muslim yang melihat kamu ketika malakukan hal-hal yang kita rahasiakan, sehingga Muhammad mengetahui semuanya?\" Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan majelis Nabi secara sembunyisembunyi. Mereka selalu ingin berpaling dari kebenaran, sehingga Allah memalingkan hati mereka dari mendengar dan mengikuti tuntunan Allah disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami tuntunan tersebut.", "long": "Ayat ini menerangkan sikap dan tindakan orang-orang munafik di majlis Rasulullah waktu diturunkan ayat-ayat Al-Qur'an. Bila diturunkan satu ayat atau satu surah kepada Rasulullah saw, mereka saling berpandangan satu sama lain dan mengedipkan mata sebagai isyarat memandang enteng apa yang telah diturunkan itu. Sikap mereka ini menunjukkan bahwa pengaruh kekafiran telah berurat berakar dalam jiwa mereka. Mereka sebenarnya tidak ingin mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari Rasulullah, dan tidak ingin orang lain mendapat petunjuk dari Al-Qur'an.\n\nSikap orang-orang munafik lainnya ialah: mereka secara diam-diam meninggalkan majlis Rasulullah saw seraya saling bertanya kepada sesama temannya yang lain, \"Apakah ada orang yang melihat kepergian kita meninggalkan majlis itu?\" Sedangkan orang-orang mukmin mendengar dan memperhatikan ayat-ayat itu dengan tunduk dan penuh perhatian.\n\nSikap orang-orang munafik inilah yang membuat Allah memalingkan hati mereka dari iman dan dari petunjuk-petunjuk yang ada dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Allah melakukan yang demikian karena mereka lebih dulu mengingkari seruan Nabi dan tidak menghiraukan petunjuk-petunjuk Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 1363, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 11, "page": 207, "manzil": 2, "ruku": 171, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0635\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Laqad jaaa'akum Rasoolum min anfusikum 'azeezun 'alaihi maa 'anittum hareesun 'alaikum bilmu'mineena ra'oofur raheem" } }, "translation": { "en": "There has certainly come to you a Messenger from among yourselves. Grievous to him is what you suffer; [he is] concerned over you and to the believers is kind and merciful.", "id": "Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1363", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1363.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1363.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu diakhiri dengan penegasan bahwa hati orang munafik dipalingkan dari kebenaran karena sesungguhnya mereka tidak mau memahami kebenaran walaupun yang membawa kebenaran tersebut adalah Nabi Muhammad yang sangat penyantun dan penyayang sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini. Demi kebesaran dan keagungan Tuhan, sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul yang mulia dari kaummu sendiri sehingga tidak asing bagi kamu, sangat berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami baik derita lahir maupun batin, dia sangat menginginkan kebaikan, kabahagiaan dan keselamatan bagimu, yakni bagi kamu semua baik yang muslim maupun yang kafir, dia sangat penyantun dan penyayang, yakni memberi kebaikan secara melimpah melebihi kebutuhan maupun sesuai kebutuhan terhadap orang-orang yang beriman.", "long": "Ayat ini sekalipun khusus ditujukan kepada bangsa Arab di masa Nabi, tetapi juga ditujukan kepada seluruh umat manusia. Semula ditujukan kepada orang Arab di masa Nabi, karena kepada merekalah Al-Qur'an pertama kali disampaikan, karena Al-Qur'an itu dalam bahasa Arab, tentulah orang Arab yang paling dapat memahami dan merasakan ketinggian sastra Al-Qur'an. Dengan demikian mereka mudah pula menyampaikan kepada orang-orang selain bangsa Arab. Jika orang-orang Arab sendiri tidak mempercayai Muhammad dan Al-Qur'an, tentu orang-orang selain Arab lebih sukar mempercayainya.\n\nAyat ini seakan-akan mengingatkan orang-orang Arab, sebagaimana isinya yang berbunyi, \"Hai orang-orang Arab, telah diutus seorang Rasul dari bangsamu sendiri yang kamu ketahui sepenuhnya asal-usul dan kepribadian-nya, serta kamu lebih mengetahuinya dari orang-orang lain.\"\n\nSebagian mufassir menafsirkan perkataan \"Rasulun min anfusikum\" dengan hadis:\n\nBersabda Rasulullah saw, \"Sesungguhnya Allah telah memilih Bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih suku Quraisy dari Bani Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari suku Quraisy, dan Allah telah memilihku dari Bani Hasyim.\" (Riwayat Muslim dan at-Tirmidzi dari Wasilah bin Asqa)\n\nDari ayat dan hadis di atas dapat dipahami tentang kesucian keturunan Nabi Muhammad saw, yang berasal dari suku-suku pilihan dari bangsa Arab. Dan orang-orang Arab mengetahui benar tentang hal ini.\n\nNabi Muhammad saw yang berasal dari keturunan yang baik dan terhormat mempunyai sifat-sifat yang mulia dan agung, yaitu:\n\n1. Nabi merasa tidak senang jika umatnya ditimpa sesuatu yang tidak diinginkan, seperti dihinakan karena dijajah dan diperhamba oleh musuh-musuh kaum Muslimin, sebagaimana ia tidak senang pula melihat umatnya ditimpa azab yang pedih di akhirat nanti.\n\n2. Nabi sangat menginginkan agar umatnya mendapat taufik dari Allah, bertambah kuat imannya, dan bertambah baik keadaannya. Keinginan beliau ini dilukiskan oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nJika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan mereka tidak mempunyai penolong. (an-Nahl/16: 37)\n\nDan Allah berfirman:\n\nDan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Yusuf/12: 103)\n\n3. Nabi selalu belas kasihan dan amat penyayang kepada kaum Muslimin. Keinginannya ini tampak pada tujuan risalah yang disampaikannya, yaitu agar manusia hidup berbahagia di dunia dan akhirat nanti.\n\nDalam ayat ini Allah memberikan dua macam sifat kepada Nabi Muhammad, kedua sifat itu juga merupakan sifat Allah sendiri, yang termasuk di antara \"asmaul husna\", yaitu sifat \"rauf\" (amat belas kasihan) dan sifat \"rahim\" (penyayang) sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\n...Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. (al-Baqarah/2: 143)\n\nPemberian kedua sifat itu kepada Muhammad menunjukkan bahwa Allah menjadikan Muhammad sebagai Rasul yang dimuliakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1364, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 11, "page": 207, "manzil": 2, "ruku": 171, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fa in tawallaw faqul lhasbiyal laahu laaa ilaaha illaa Huwa 'alaihi tawakkkaltu wa Huwa Rabbul 'Arshil 'Azeem" } }, "translation": { "en": "But if they turn away, [O Muhammad], say, \"Sufficient for me is Allah; there is no deity except Him. On Him I have relied, and He is the Lord of the Great Throne.\"", "id": "Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1364", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1364.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1364.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka jika mereka berpaling dari keimanan dan menolak mengikuti ajaranmu wahai Nabi Muhammad, maka katakanlah kepada mereka \"Cukuplah Allah bagiku, Dia yang akan membela dan melindungiku; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, yakni berserah diri setelah berusaha sekuat tenagaku, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki, mencipta, dan mengatur 'Arsy singgasana yang agung.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya bahwa jika orang-orang kafir dan munafik itu tidak juga mau beriman setelah didatangkan kepada mereka petunjuk, katakanlah kepada mereka, \"Cukuplah Allah bagiku, dan Dia akan menolongku, tidak ada Tuhan yang lain yang disembah, selain Dia, hanya kepada-Nya-lah aku bertawakal dan menyerahkan diri, dan hanya Dialah yang mengatur dan mengurus alam semesta, Dia memiliki 'Arsy yang Agung.\"\n\nDiriwayatkan dari Zaid bin sabit yang ditugaskan oleh 'Umar ra untuk mengumpulkan Al-Qur'an yang masih belum terkumpul di masa Abu Bakar, bahwa Zaid berkata, \"...Hingga aku memperoleh dua ayat terakhir dari Surah at-Taubah pada catatan Khuzaimah bin sabit al-Anshari, aku tidak memperolehnya sebelumnya dari seorang pun, sedang kedua ayat itu dihafal dan dikenal oleh orang banyak.\" (Riwayat al-Bukhari, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan perawi-perawi yang lain)." } } } ] }, { "number": 10, "sequence": 51, "numberOfVerses": 109, "name": { "short": "يونس", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u064a\u0648\u0646\u0633", "transliteration": { "en": "Yunus", "id": "Yunus" }, "translation": { "en": "Jonas", "id": "Yunus" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada masa Nabi Muhmmad s.a.w. berada di Madinah. Surat ini dinamai surat Yunus karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus a.s. dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1365, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 11, "page": 208, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631 \u06da \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Raa; tilka Aayaatul Kitaabil Hakeem" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Ra. These are the verses of the wise Book", "id": "Alif Lam Ra. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang penuh hikmah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1365", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1365.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1365.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Lam Ra. Hanya Allah yang mengetahui secara pasti makna hurufhuruf yang menjadi pembuka surah-surah dalam Al-Qur'an. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang keseluruhannya penuh hikmah, yakni petunjuk yang hak dan terbaik bagi semua umat manusia. Apabila petunjuk tersebut diperhatikan dan dijalankan, maka akan mendatangkan kemaslahatan dan menghindarkan keburukan.", "long": "Lihat arti \"Alif Lam Ra\", pada keterangan tentang \"mafatihus suwar\" pada jilid pertama.\n\nAllah menerangkan bahwa ayat-ayat yang dibaca ini adalah ayat-ayat yang tinggi nilainya, tersusun rapi lagi kokoh, baik lafaz maupun maknanya, berisi petunjuk bagi orang-orang yang mau mengikutinya. Dari ayat-ayat ini tersusun surah-surah itu dan disusun Al-Quran. Pada firman-Nya yang lain Allah menjelaskan sifat ayat Al-Quran.\n\nAlif Lam Ra, (inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti. (Hud/11: 1)\n\nDari susunan ayat ini dipahami bahwa Allah memerintahkan manusia agar mengetahui, mempelajari dan mengingat ayat-ayat yang menjadi petunjuk itu, agar dapat dipahami dan diamalkan." } } }, { "number": { "inQuran": 1366, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 11, "page": 208, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u062c\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0645\u064e \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064d \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "A kaana linnaasi 'aaban an awhainaaa ilaa rajulim minhum an anzirin naasa wa bashshiril lazeena aamanoo anna lahum qadama sidqin 'inda Rabbihim; qaalal kaafiroona inna haaza lasaahirum mubeen" } }, "translation": { "en": "Have the people been amazed that We revealed [revelation] to a man from among them, [saying], \"Warn mankind and give good tidings to those who believe that they will have a [firm] precedence of honor with their Lord\"? [But] the disbelievers say, \"Indeed, this is an obvious magician.\"", "id": "Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka, “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan.” Orang-orang kafir berkata, “Orang ini (Muhammad) benar-benar pesihir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1366", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1366.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1366.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh karena itu, pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu, yakni memberi informasi dan tuntunan agama secara pasti, cepat, dan berbentuk rahasia, kepada seorang laki-laki di antara mereka, yakni Nabi Muhammad yang dikenal sangat jujur sehingga mendapat gelar al-Amin. Melalui wahyu tersebut Kami perintahkan kepadanya: \"Berilah peringatan kepada manusia bahwa Hari Pembalasan itu pasti datang dan orang yang jahat akan disiksa karena kejahatannya, dan gembirakanlah orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi, yakni kemuliaan di sisi Tuhan kelak di akhirat.\" Setelah mendengar dan menyaksikan ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan oleh Nabi Muhammad ternyata sangat mempesona, maka Orang-orang kafir berkata, \"Orang ini, yakni Nabi Muhammad, benar-benar pesihir\" yang nyata, dan yang dibawanya adalah sihir, sehingga membuat orang-orang terpesona dan mengikuti seruannya. Demikianlah sifat angkuh orang-orang yang tidak mau mengakui bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah.", "long": "Sabab Nuzul: Ibnu Abbas menyatakan bahwa ketika Allah mengutus Muhammad sebagai rasul, orang-orang kafir mengingkarinya dengan mengatakan, \"Allah jauh lebih mulia dari mengangkat manusia menjadi rasul-Nya, seperti Muhammad.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nOrang kafir Mekah khususnya dan semua orang kafir pada umumnya heran dan tercengang, mengapa wahyu itu diturunkan kepada seorang manusia biasa seperti Muhammad, bahkan kepada seorang yatim, tidak kepada seorang terpandang di antara mereka. Allah menegaskan dengan ayat ini, bahwa keheranan mereka itulah yang mengherankan. Mengapa mereka harus tercengang bahwa Allah telah menurunkan Al-Quran kepada manusia biasa. Mengenai siapa yang pantas dan yang sanggup menyampaikan agama Allah kepada seluruh manusia, hanyalah Allah sendirilah Yang Paling mengetahuinya. Kekayaan, kekuasaan, kedudukan dan kepandaian semata belum tentu dapat dijadikan alasan untuk mengangkat seseorang menjadi nabi dan rasul.\n\nSesungguhnya sikap mereka seperti ini terhadap rasul yang diutus Allah terdapat pula pada manusia-manusia yang terdahulu kepada para rasul yang telah diutus kepada mereka, sebagaimana tersebut dalam firman Allah.\n\nDan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa, sehingga kamu mendapat rahmat. (al-Araf/7: 63)\n\nSikap mereka yang demikian itu adalah karena rasa dengki yang telah terpendam dalam hati mereka, apapun bukti yang dikemukakan, mereka tidak akan beriman, sehingga Allah menurunkan azab kepada mereka. Allah berfirman:\n\nDan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. Dan sungguh, beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan olok-olokkan mereka. (al-Anam/6: 9-10)\n\nAllah menerangkan tugas utama dari seorang rasul, yaitu:\n\n1.Memberikan peringatan kepada manusia dan menerangkan kepada mereka tentang keesaan Allah, adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, adanya hukuman dari Allah bagi semua orang yang tidak mengikuti agama-Nya, ketentuan-ketentuan, perintah-perintah, larangan-larangan Allah, dan sebagainya.\n\n2.Memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengikuti seruan Rasul, bahwa mereka memperoleh pahala yang besar dari Allah, karena telah melakukan perbuatan-perbuatan yang benar dan terpuji.\n\nSetelah orang-orang Arab melihat pengaruh Al-Quran yang amat besar pada jiwa dan hati orang-orang yang beriman serta kehidupan mereka, maka mereka mengatakan bahwa Muhammad adalah seorang tukang sihir, dan Al-Quran itu adalah sihir. Mereka menamakan Al-Quran sihir karena kuatnya pengaruh Al-Quran pada hati orang-orang yang beriman hampir sama besarnya dengan sihir, yang dapat memisahkan antara dua orang yang dahulunya bersaudara, antara seseorang dengan bapak, ibu, isteri dan anak-anaknya. Karena sangat cinta kepada Allah dan rasul-Nya, seolah-olah cinta kasih mereka berkurang kepada anak-anak, isteri dan sebagainya.\n\nOrang-orang yang beriman yakin bahwa Al-Quran itu bukan sihir, bukan pula sesuatu yang dapat dijadikan guna-guna, tetapi merupakan kumpulan dari petunjuk-petunjuk Allah, menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, pokok-pokok hukum, akhlak, perbuatan yang baik yang diridai Allah, cara-cara membersihkan jasmani dan rohani dari segala macam najis, berisi seruan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Muhammad adalah rasul Allah yang menyampaikan dan mengajarkan Al-Quran kepada manusia. Al-Quran itu juga merupakan nikmat dan mukjizat bagi Muhammad untuk menguatkan kerasulannya.\n\nKarena kaum Muslimin sangat merasakan faedah dan petunjuk ayat-ayat Al-Quran bagi dirinya, dan kebenaran semua yang tersebut di dalamnya. Oleh karena itu, mereka mengikuti dengan sepenuh hati, mengikuti semua petunjuk yang sangat berbeda dengan petunjuk kemusyrikan, mencontoh akhlak Nabi Muhammad yang berbeda dengan akhlak nenek moyang mereka, mengikuti adat kebiasaan Nabi yang berbeda dengan adat kebiasaan nenek moyang mereka. Mereka juga lebih mencintai orang yang beriman dari orang lain, sekalipun orang lain itu adalah ibu-bapaknya dan sebagainya. Dengan demikian orang-orang kafir menganggap bahwa orang yang beriman telah kena sihir oleh Muhammad dan mereka menganggap Muhammad sebagai tukang sihir." } } }, { "number": { "inQuran": 1367, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 11, "page": 208, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u06d6 \u064a\u064f\u062f\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u06d6 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0641\u0650\u064a\u0639\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna Rabbakumul laahul lazee khalaqas samaawaati wal arda fee sittati aiyaamin summas tawaa 'alal 'Arshi yudabbirul amra maa min shafee'in illaa mim ba'di iznih; zalikumul laahu Rabbukum fa'budooh; afalaa tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord is Allah, who created the heavens and the earth in six days and then established Himself above the Throne, arranging the matter [of His creation]. There is no intercessor except after His permission. That is Allah, your Lord, so worship Him. Then will you not remember?", "id": "Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1367", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1367.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1367.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau orang kafir merasa heran atas diturunkannya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad, maka apakah mereka tidak merasa heran dengan penciptaan langit dan bumi serta segala isinya? Tuhan Mahakuasa menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad, sebagaimana Dia Mahakuasa menciptakan langit dan bumi. Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi yang terbentang luas, dalam enam masa untuk memberikan pelajaran kepada manusia bahwa segala sesuatu perlu proses, melalui perencanaan yang matang dan dikerjakan secara maksimal. Jika Allah menghendaki, maka Dia Mahakuasa menciptakan keduanya dalam sekejap. Setelah sempurna masa penciptaan langit dan bumi, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, singgasana untuk mengatur segala urusan makhluk-Nya. Tidak ada yang dapat memberi syafaat, yakni pertolongan pada Hari Kiamat untuk mendapat keringanan atau terbebas dari azab Allah kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Zat yang Mahaagung, Tuhanmu yang memelihara dan membimbingmu, maka sembahlah Dia, karena hanya Dia yang berhak disembah, jangan mempersekutukan Dia dengan apa pun. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kesempurnaan penciptaan langit dan bumi beserta isinya? Semuanya tunduk, patuh, dan bertasbih kepada Allah, Tuhan Pengatur segala urusan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dialah yang mengatur perjalanan planet dan benda-benda angkasa lainnya, sehingga satu sama lain tidak saling berbenturan. Dia pula yang menciptakan bumi dan segala isi yang terkandung di dalamnya, sejak dari yang kecil sampai kepada yang besar, semuanya diciptakan dalam enam masa yang hanya Allah sendiri yang mengetahui berapa lama waktu enam masa yang dimaksud itu. Setelah menciptakan langit dan bumi, Dia bersemayam di atas Arsy (singgasana), dan dari Arsy ini Dia mengatur dan mengurus semua makhluk-Nya.\n\nKetika Rasulullah saw ditanya tentang Arsy, beliau mengatakan:\n\nBersabda Rasulullah, \"Dahulu, Allah telah ada, dan belum ada sesuatupun sebelum-Nya dan adalah Arsy-Nya di atas air, kemudian Dia menciptakan langit dan bumi, dan menulis segala sesuatu di Lauh Mahfudh.\" (Riwayat al-Bukhari dalam Kitab at-Tauhid)\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bukti lainnya yang membantah pendapat orang-orang kafir bahwa Al-Quran itu adalah sihir, yaitu Dialah yang memiliki dan menguasai segala sesuatu dengan kekuasaan yang tidak terbatas. Dia dapat berbuat sesuai dengan apa yang dikendaki-Nya. Tidak ada sesuatu makhluk pun”walaupun ia seorang rasul atau malaikat”dapat memberikan syafaat kecuali dengan izin-Nya.\n\nYang dimaksud dengan \"syafaat\" disini ialah pertolongan para malaikat, nabi dan orang-orang saleh kepada manusia pada Hari Kiamat untuk mendapatkan keringanan atau kebebasan dari azab Allah jika Allah memerintahkan atau mengizinkannya.\n\nAyat ini membantah dakwaan orang-orang kafir bahwa berhala yang mereka sembah selain Allah dapat memberi syafaat kepada mereka di Hari Kiamat. Hal ini ditegaskan oleh firman Allah:\n\nDan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai. (an-Najm/53: 26)\n\nSyafaat yang paling dirasakan manfaatnya oleh seseorang hamba ialah syafaat yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw, kepada seseorang yang hati dan jiwanya mengakui keesaan Allah. Abu Hurairah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah saw, lalu Rasulullah menjawab:\n\nManusia yang paling bahagia dengan syafaatku pada Hari Kiamat, ialah orang-orang yang mengucapkan: \"La ilaha illallah\" yang timbul dari hati dan jiwa yang bersih.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)\n\nAllah menegaskan kepada orang-orang kafir, apakah mereka tidak ingat dan tidak memperhatikan dalil-dalil dan bukti-bukti yang nyata ini, bahwa yang menciptakan alam ini adalah Allah sendiri, Dia yang mengatur segala urusan dari atas Arsy-Nya, dan Dia yang memberikan syafaat kepada orang yang dikehendaki-Nya. Itulah Tuhan yang wajib disembah, tidak ada tuhan yang lain selain Dia. Janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, baik dalam penciptaan langit dan bumi, maupun dalam penyembahan-Nya.\n\nWalaupun orang-orang Jahiliyah mengakui bahwa Allah sendirilah yang menciptakan alam ini, tidak bersekutu dengan siapapun, tetapi mereka mempersekutukan Allah dengan yang lain dalam menyembah-Nya. Mereka menyembah berhala di samping menyembah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1368, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 11, "page": 208, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ilaihi marji'ukum jamee 'anw wa'dal laahi haqqaa; innahoo yabda'ul khalqa summa yu'eeduhoo liyajziyal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati bilqist; wallazeena kafaroo lahum sharaabum min hamee minw wa 'azaabun aleemum bimaa kaanoo yakfuroon" } }, "translation": { "en": "To Him is your return all together. [It is] the promise of Allah [which is] truth. Indeed, He begins the [process of] creation and then repeats it that He may reward those who have believed and done righteous deeds, in justice. But those who disbelieved will have a drink of scalding water and a painful punishment for what they used to deny.", "id": "Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1368", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1368.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1368.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa Allah pencipta langit dan bumi, dan hanya Dia yang berhak disembah, lalu pada ayat ini dijelaskan tentang kepastian datangnya Hari Kiamat. Pada hari tersebut, hanya kepada-Nya, yakni kepada Allah kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti tidak sedikit pun diragukan lagi. Sesungguhnya Dialah yang Maha Kuasa memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya, yakni menghidupkannya kembali pada Hari Kebangkitan, agar Dia dapat memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan balasan yang adil sesuai yang mereka kerjakan. Jika Allah menghendaki, maka berkat anugerah dan kemurahan-Nya, mereka akan memperoleh pahala melebihi yang mereka kerjakan. Sedangkan untuk orang-orang kafir disediakan balasan berupa minuman air yang mendidih yang dapat merusak seluruh alat pencernaan mereka dan akan memperoleh siksaan yang pedih karena kekafiran mereka. Inilah wujud keadilan Allah atas perbuatan hamba-Nya di dunia.", "long": "Hanya kepada Allah semua manusia kembali setelah mati dan sesudah lenyap alam yang fana ini, bukan kepada sesuatu yang lain, seperti sembahan-sembahan berhala, yang dianggap sebagai penolong bagi orang kafir. Yang demikian itu adalah janji Allah kepada makhluk-Nya. Dia tidak akan menyalahi janji-Nya sedikit pun.\n\nSebagai bukti bahwa Allah pasti menepati janji-Nya, Dia telah menciptakan makhluk pertama kalinya. Penciptaan manusia oleh Allah pada pertama kalinya dapat dijadikan dalil bahwa Allah berkuasa pula untuk menciptakan makhluk-Nya pada kedua kalinya dan membangkitkannya kembali. Mengulangi kembali penciptaan sesuatu adalah lebih mudah dari menciptakan sesuatu pertama kalinya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. (ar-Rum/30: 27)\n\nDemikian kuatnya bukti yang dikemukakan Allah tentang hari kebangkitan, sehingga Dia menyatakan bahwa jika masih ada orang yang mengingkarinya, berarti ia telah lupa kepada kejadian dirinya sendiri. Allah berfirman:\n\nDan tidaklah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" (Yasin/36: 77-78)\n\nTerhadap orang-orang yang tidak mau percaya kepada adanya hari kebangkitan sekalipun telah dikemukakan dalil-dalil kepada mereka, maka Allah mengancam mereka dengan neraka Jahannam, sebagai dilukiskan oleh ayat berikut:\n\nMaka demi Tuhanmu, sungguh, pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan, kemudian pasti akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. (Maryam/19: 68)\n\nAllah menerangkan tujuan manusia dibangkitkan sesudah matinya, ialah untuk memberi mereka balasan dari perbuatan yang telah dikerjakannya sesuai dengan sifat adil dan sifat pemurah Allah. Allah tidak mengurangi sedikitpun apa yang telah mereka lakukan. Tujuan ini dijelaskan oleh firman Allah:\n\nKami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. (al-Anbiya/21: 47)\n\nAllah memberikan pembalasan yang adil, tidak berarti Allah tidak akan melebihkan pahala yang akan diberikan-Nya, bahkan Dia akan melipat gandakannya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:\n\nAdapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah. (an-Nisa/4: 173)\n\nJika dilihat banyak tindakan yang tidak adil dilakukan oleh sebagian manusia terhadap yang lain, dan perbuatan jahat menungguli perbuatan baik di dunia, dan sebagainya, tentu harus ada suatu masa nanti di mana keadilan dapat ditegakkan dengan sempurna.\n\nOrang kafir yang mengingkari keesaan Allah dan adanya hari kebangkitan, mereka akan mendapatkan pembalasan yang setimpal dengan kejahatan yang telah mereka lakukan. Di antaranya mereka diberi minum dengan air panas yang mendidih yang menghancurkan usus mereka. Di samping itu mereka akan memperoleh azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1369, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 11, "page": 208, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0636\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u0650\u0644\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u062f\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064e \u06da \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u064a\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazee ja'alash shamsa diyaaa'anw walqamara nooranw wa qaddarahoo manaaz zila lita'lamoo 'adadas sineena walhisaab; maa khalaqal laahu zaalika illa bilhaqq; yufassilul aayaati liqawminw ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "It is He who made the sun a shining light and the moon a derived light and determined for it phases - that you may know the number of years and account [of time]. Allah has not created this except in truth. He details the signs for a people who know", "id": "Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1369", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1369.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1369.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain menciptakan langit dan bumi sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan-Nya, Dialah yang menjadikan matahari bersinar sangat terang yang menghasilkan kehangatan untuk alam raya dengan energi dari dirinya sendiri dan bulan bercahaya karena pantulan energi dari matahari, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, yakni tempat peredaran perjalanan bumi mengitari matahari dan bulan mengitari bumi agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan hal yang demikian sempurna itu melainkan dengan benar, yakni dengan hikmah yang besar. Melalui penciptaan tersebut, Dia menjelaskan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya kepada orang-orang yang mengetahui, yakni yang mau mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah di alam raya ini.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi dan yang bersemayam di atas Arsy-Nya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Matahari dengan sinarnya merupakan sumber kehidupan, sumber panas dan tenaga yang dapat menggerakkan makhluk-makhluk Allah yang diciptakan-Nya. Dengan cahaya manusia dapat berjalan dalam kegelapan malam dan beraktivitas di malam hari.\n\nAyat ini membedakan antara cahaya yang dipancarkan matahari dan yang dipantulkan oleh bulan. Yang dipancarkan oleh matahari disebut \"dhiya\" (sinar), sedang yang dipantulkan oleh bulan disebut \"nur\" (cahaya) Pada firman Allah yang lalu dijelaskan:\n\nDan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)? (Nuh/71: 16)\n\nDari ayat-ayat ini dipahami bahwa matahari memancarkan sinar yang berasal dari dirinya sendiri, sebagaimana pelita memancarkan sinar dari dirinya sendiri yakni dari api yang membakar pelita itu. Lain halnya dengan bulan, yang cahayanya berasal dari pantulan sinar yang dipancarkan matahari ke permukaannya, kemudian sinar itu dipantulkan kembali berupa cahaya ke permukaan bumi.\n\nMatahari dan bulan adalah dua benda langit yang banyak disebut dalam Al-Quran. Kata bulan terdapat dalam 27 ayat dan matahari disebut dalam 33 ayat. Seringkali kedua benda ini disebut secara bersamaan dalam satu ayat. Sejumlah 17 ayat menyebut matahari dan bulan secara beriringan. Biasanya ayat yang menyebut matahari dan bulan secara beriringan adalah ayat yang menjelaskan aspek kauniyah dari kedua benda langit ini. Di dalam 3 ayat, kedua benda langit ini disebut bersamaan dengan bintang, benda langit lainnya. \n\nAyat 5 Surah Yunus di atas adalah contoh ayat yang menyebutkan matahari dan bulan secara beriringan. Ayat ini mengisyaratkan tiga aspek penting dari terciptanya matahari dan bulan.\n\nPertama, dalam ayat ini Allah menyebut matahari dan bulan dengan sebutan yang berbeda. Meskipun kedua benda langit ini sama-sama memancarkan cahaya ke bumi, namun sebutan cahaya dari keduanya selalu disebut secara berbeda. Pada ayat ini, matahari disebut dengan sebutan dhiya dan bulan dengan sebutan nur. Hal ini untuk membedakan sifat cahaya yang dipancarkan oleh kedua benda ini. Dewasa ini, ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa cahaya matahari berasal dari reaksi nuklir yang menghasilkan panas yang sangat tinggi dan cahaya yang terang benderang. Sementara itu cahaya bulan hanya berasal dari pantulan cahaya matahari yang dipantulkan oleh permukaan bulan ke bumi. Istilah yang berbeda ini menunjukkan bahwa memang Al-Quran berasal dari Allah sang Pencipta, karena pada waktu Al-Quran diturunkan pengetahuan manusia belum mencapai pemahaman seperti ini. \n\nDi ayat lain, matahari disebut sebagai siraj (lampu) dan bulan disebut sebagai munir (cerah berbinar-binar).\n\nMaha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan padanya siraj (matahari) dan bulan yang bercahaya (al- Furqan/25: 61)\n\nDan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang) (Nuh/71: 16)\n\nLebih tegas lagi di ayat lain matahari disebut sebagai siraj dan wahhaj (terang membara).\n\nDan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari). (an-Naba/78: 12-13)\n\nKedua, penegasan dari Allah bahwa matahari dan bulan senantiasa berada pada garis edar tertentu (wa qaddarahu manazila). Garis edar ini tunduk pada hukum yang telah dibuat Allah, yaitu hukum gravitasi yang mengatakan bahwa ada gaya tarik menarik antara dua benda yang memiliki masa. Besarnya gaya tarik menarik ini berbanding lurus dengan massa dari kedua benda tersebut dan berbanding terbalik dengan jarak antara keduanya.\n\nAdalah Newton yang memformulasikan hukum gravitasi pada abad ke-18. Perhitungan menggunakan hukum gravitasi ini telah berhasil menghitung secara akurat garis edar yang dilalui oleh bulan ketika mengelilingi bumi, maupun bumi ketika mengelilingi matahari. Hukum gravitasi inilah yang dimaksud oleh Allah ketika Dia berfirman dalam Surah al-Araf/7: 54: \"... (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya¦.\" Matahari, bulan, dan bintang tunduk kepada ketentuan Allah, yakni hukum gravitasi yang mengendalikan gerak benda. Di berbagai ayat lainnya sering disebutkan bahwa Allah-lah yang telah menundukkan bulan dan matahari bagi manusia (Lihat misalnya Surah ar-Rad/13: 2, Ibrahim/14: 33, an-Nahl/16: 12, Luqman/31: 29, Fathir/35: 13, az-Zumar/39: 5). Yang dimaksud adalah bahwa Allah-lah yang telah menetapkan bahwa matahari dan bulan serta bintang-bintang tunduk kepada hukum gravitasi yang telah dia tetapkan.\n\nKetiga, ketentuan Allah tentang garis edar yang teratur dari bulan dan matahari dimaksudkan agar supaya manusia mengetahui perhitungan tahun dan ilmu hisab (litalamu adad as-sinina walhisab). Bisa dibayangkan, seandainya bulan dan matahari tidak berada pada garis edar yang teratur, atau dengan kata lain beredar secara acak, bagaimana kita dapat menghitung berapa lama waktu satu tahun atau satu bulan? Maha Suci Allah yang Maha Pengasih yang telah menetapkan segalanya bagi kemudahan manusia.\n\nHal ini dijelaskan pula oleh firman Allah:\n\nMahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan bersinar. (al-Furqan/25: 61)\n\nDalam hakikat dan kegunaannya terdapat perbedaan antara sinar matahari dan cahaya bulan. Sinar matahari lebih keras dari cahaya bulan. Sinar matahari itu terdiri atas tujuh warna dasar sekalipun dalam bentuk keseluruhannya kelihatan berwarna putih, sedang cahaya bulan adalah lembut, dan menimbulkan ketenangan bagi orang yang melihat dan merasakannya. Demikian pula kegunaannya. Sinar matahari seperti disebutkan di atas adalah sumber hidup dan kehidupan, sumber gerak tenaga dan energi. Sedang cahaya bulan adalah penyuluh di waktu malam.\n\nTidak terhitung banyak kegunaan dan faedah sinar matahari dan cahaya bulan itu bagi makhluk Allah pada umumnya, dan bagi manusia pada khususnya. Semuanya itu sebenarnya dapat dijadikan dalil tentang adanya Allah Yang Maha Esa bagi orang-orang yang mau menggunakan akal dan perasaannya.\n\nAllah menerangkan bahwa Dia telah menetapkan garis edar dari bulan dan menetapkan manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan-Nya. Pada tiap malam, bulan melalui suatu manzilah. Sejak dari manzilah pertama sampai manzilah terakhir memerlukan waktu antara 29 atau 30 malam atau disebut satu bulan. Dalam sebulan itu bulan hanya dapat dilihat selama 27 atau 28 malam, sedang pada malam-malam yang lain bulan tidak dapat dilihat, sebagaimana firman Allah:\n\nDan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai tempat peredaranya yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. (Yasin/36: 39)\n\nMaksud ayat ini ialah bulan itu pada awal bulan adalah kecil berbentuk sabit, kemudian setelah melalui manzilah ia bertambah besar sampai menjadi purnama, setelah itu kembali berangsur-angsur kecil, dan bertambah kecil yang kelihatan seperti tandan yang melengkung, akhirnya menghilang dan muncul kembali pada permulaan bulan.\n\nAllah berfirman:\n\nMatahari dan bulan beredar menurut perhitungan. (ar-Rahman/55: 5)\n\nAllah menciptakan bulan dan menjadikannya beredar menjalani garis edar dalam manzilah-manzilah-Nya agar dengan demikian manusia dengan mudah mengetahui bilangan tahun, perhitungan waktu, perhitungan bulan, penentuan hari, jam, detik dan sebagainya, sehingga mereka dapat membuang rencana untuk dirinya, untuk keluarganya, untuk masyarakat, untuk agamanya serta rencana-rencana lain yang berhubungan dengan hidup dan kehidupannya sebagai anggota masyarakat dan sebagai hamba Allah. Allah berfirman:\n\nDan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (al-Isra/17: 12)\n\nDengan mengetahui perhitungan tahun, waktu hari dan sebagainya, dapatlah manusia menetapkan waktu-waktu salat, waktu puasa, waktu menunaikan ibadah haji, waktu turun ke sawah, dan sebagainya.\n\nAllah menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan semua makhluk itu adalah berdasarkan kenyataan, keperluan, dan mempunyai hikmah yang tinggi. Dan Allah menerangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya itu kepada orang-orang yang mau menggunakan akal pikirannya dengan benar dan kepada orang-orang yang mau mengakui kenyataan dan beriman berdasarkan bukti-bukti yang diperolehnya itu. Dengan perkataan lain, tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah ini tidak akan berfaedah sedikit pun bagi orang-orang yang tidak mau mencari kebenaran, yang hatinya dipenuhi oleh rasa dengki dan rasa fanatik kepada kepercayaan yang telah dianutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1370, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 11, "page": 208, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fikh tilaafil laili wannahaari wa maa khalaqal laahu fis samaawaati wal ardi la Aayaatil liqawminy yattaqoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, in the alternation of the night and the day and [in] what Allah has created in the heavens and the earth are signs for a people who fear Allah", "id": "Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1370", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1370.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1370.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada benda apa saja yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, yakni benda cair maupun padat, semilirnya angin maupun dahsyatnya petir dan halilintar, pasti terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang bertakwa, yakni orang yang berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan supaya terhindar dari siksa Allah akibat kesesatan tersebut.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang lain, yaitu pertukaran malam dan siang, walaupun pertukaran dengan arti pergantian malam dan siang itu, disebabkan oleh perputaran bumi mengelilingi sumbunya. Perbedaan panjang malam dan siang disebabkan letak suatu tempat di bagian bumi, yang disebabkan oleh pergeseran sumbu bumi itu dan dua puluh tiga setengah derajat dari putaran jalannya (garis edar) serta peredaran bumi keliling matahari.\n\nDi samping perputaran malam dan siang itu, dalam ayat ini Allah juga menjelaskan bahwa di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Allah menciptakan di langit dan di bumi aneka ragam benda, seperti benda cair, benda padat, udara, tumbuh-tumbuhan dan binatang, guruh petir, angin semuanya itu merupakan bukti dan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, bagi orang yang mau bertakwa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1371, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 11, "page": 209, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0637\u0652\u0645\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena laa yarjoona liqaaa'anaa wa radoo bilhayaatid dunyaa watma annoo bihaa wallazeena hum 'an Aayaatinaa ghaafiloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who do not expect the meeting with Us and are satisfied with the life of this world and feel secure therein and those who are heedless of Our signs", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan) itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1371", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1371.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1371.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun bukti kebesaran dan kekuasaan Allah telah terbentang luas di alam raya sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat sebelumnya, namun masih ada sebagian manusia yang tidak percaya dan mengingkari adanya Allah. Mereka merasa puas dengan kehidupan dunia. Allah menegaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami di Hari Akhirat nanti dengan adanya pahala bagi yang beramal saleh dan siksa bagi yang durhaka, dan mereka merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu, sehingga tidak pernah berbuat untuk kehidupan akhirat, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, yakni tidak menghiraukan petunjuk yang ada di dalam Al-Qur'an dan tidak sedikit pun mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa alasan orang-orang yang tidak meyakini akan adanya pertemuan dengan Allah di akhirat nanti dimana semua amal perbuatan akan ditimbang dengan adil, karena mereka lebih mencintai kehidupan dunia dan rela menukar kesenangan hidup di akhirat dengan kesenangan hidup di dunia yang fana ini. Hal itu juga karena mereka terpengaruh oleh kelezatan duniawi, demikian pula orang-orang yang lalai dan tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Qur'an, serta tidak mau mempelajari, memahami dan mengamalkannya, maka tempat mereka kelak ialah neraka Jahannam.\n\nBalasan azab yang demikian itu adalah karena dosa-dosa yang mereka kerjakan selama hidup di dunia, dan balasan itu setimpal dengan perbuatan mereka.\n\nDalam ayat ini disebutkan dua macam sikap dan perbuatan manusia yang menyebabkan mereka masuk neraka, yaitu:\n\n1. Tidak percaya akan adanya hidup sesudah mati nanti, karena telah terpengaruh oleh kesenangan duniawi.\n\n2. Tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Quran.\n\nTidak percaya adanya hidup sesudah mati, untuk menemui Allah, berarti tidak percaya akan keadilan Allah, dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. Orang-orang yang demikian biasanya adalah orang-orang yang mengira bahwa segala sesuatu yang telah didapatnya itu, adalah semata-mata atas usahanya sendiri, bukanlah sebagai rahmat dan karunia dari Tuhan; seakan-akan dialah yang menentukan segala sesuatu. Sifat-sifat yang demikian dapat menjurus pada kepercayaan atheisme yang berpendapat bahwa Tuhan itu tidak ada, hanya manusia sendirilah yang mengadakan segala sesuatu. Hal ini sangat bertentangan dengan pokok utama akidah Islamiyah.\n\nDemikian pula tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Quran berarti tidak percaya bahwa Al-Quran sebagai kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, nabi yang terakhir dan tidak percaya pula bahwa kitab itu dapat menjadi pedoman bagi manusia dalam melayarkan bahtera hidup di dunia untuk mencapai kehidupan abadi di akhirat nanti.\n\nKepercayaan kepada adanya hidup sesudah mati, dan Al-Quran itu Kitab Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw, adalah merupakan pokok utama ajaran Islam. Mengingkari kedua ajaran pokok itu berarti mengingkari ajaran Islam. Itulah sebabnya Allah mengancam dengan sangsi yang berat berupa azab neraka Jahannam terhadap orang-orang yang mengingkari-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1372, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 11, "page": 209, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika maawaahumun Naaru bimaa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "For those their refuge will be the Fire because of what they used to earn.", "id": "mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka lakukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1372", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1372.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1372.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, berupa kedurhakaan kepada Allah.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa alasan orang-orang yang tidak meyakini akan adanya pertemuan dengan Allah di akhirat nanti dimana semua amal perbuatan akan ditimbang dengan adil, karena mereka lebih mencintai kehidupan dunia dan rela menukar kesenangan hidup di akhirat dengan kesenangan hidup di dunia yang fana ini. Hal itu juga karena mereka terpengaruh oleh kelezatan duniawi, demikian pula orang-orang yang lalai dan tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Qur'an, serta tidak mau mempelajari, memahami dan mengamalkannya, maka tempat mereka kelak ialah neraka Jahannam.\n\nBalasan azab yang demikian itu adalah karena dosa-dosa yang mereka kerjakan selama hidup di dunia, dan balasan itu setimpal dengan perbuatan mereka.\n\nDalam ayat ini disebutkan dua macam sikap dan perbuatan manusia yang menyebabkan mereka masuk neraka, yaitu:\n\n1. Tidak percaya akan adanya hidup sesudah mati nanti, karena telah terpengaruh oleh kesenangan duniawi.\n\n2. Tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Quran.\n\nTidak percaya adanya hidup sesudah mati, untuk menemui Allah, berarti tidak percaya akan keadilan Allah, dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. Orang-orang yang demikian biasanya adalah orang-orang yang mengira bahwa segala sesuatu yang telah didapatnya itu, adalah semata-mata atas usahanya sendiri, bukanlah sebagai rahmat dan karunia dari Tuhan; seakan-akan dialah yang menentukan segala sesuatu. Sifat-sifat yang demikian dapat menjurus pada kepercayaan atheisme yang berpendapat bahwa Tuhan itu tidak ada, hanya manusia sendirilah yang mengadakan segala sesuatu. Hal ini sangat bertentangan dengan pokok utama akidah Islamiyah.\n\nDemikian pula tidak mengindahkan ayat-ayat Al-Quran berarti tidak percaya bahwa Al-Quran sebagai kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, nabi yang terakhir dan tidak percaya pula bahwa kitab itu dapat menjadi pedoman bagi manusia dalam melayarkan bahtera hidup di dunia untuk mencapai kehidupan abadi di akhirat nanti.\n\nKepercayaan kepada adanya hidup sesudah mati, dan Al-Quran itu Kitab Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw, adalah merupakan pokok utama ajaran Islam. Mengingkari kedua ajaran pokok itu berarti mengingkari ajaran Islam. Itulah sebabnya Allah mengancam dengan sangsi yang berat berupa azab neraka Jahannam terhadap orang-orang yang mengingkari-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1373, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 11, "page": 209, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati yahdeehim Rabbuhum bi eemaanihim tajree min tahtihimul anhaaru fee jannaatin Na'eem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed and done righteous deeds - their Lord will guide them because of their faith. Beneath them rivers will flow in the Gardens of Pleasure", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1373", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1373.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1373.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kebalikan dari orang-orang yang durhaka kepada Allah dan hanya mencintai kehidupan dunia adalah orang-orang yang beriman dan beramal saleh untuk bekal kehidupan di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan sebagai wujud keimanan tersebut mereka mengerjakan amal kebajikan sebagaimana petunjuk yang disebutkan di dalam AlQur'an, niscaya mereka diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanan mereka. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan yang tiada tara, tiada pernah terkurangi dan mengalir di bawahnya sungai-sungai.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan balasan dan pahala yang baik yang diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti yaitu mereka diberi tempat yang mulia berupa surga yang penuh kenikmatan.\n\nIman dan amal saleh merupakan dua hal yang sangat erat hubungannya, satu dengan yang lain berjalin dan bersangkut paut. Amat banyak ayat Al-Quran yang menerangkan keeratan hubungan itu. Iman berupa keyakinan dan kepercayaan kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta dan Pemilik semesta alam, Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Karena sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang ada pada-Nya itu. Dia menganugerahkan hidayat dan petunjuk bagi manusia agar mereka dengan petunjuk itu berbahagia hidup di dunia dan di akhirat. Petunjuk ini diakui oleh orang yang beriman sebagai petunjuk dari Allah, yang perwujudannya adalah sebagaimana yang disebutkan dan yang dikemukakan contoh-contohnya di dalam Al-Quran dan hadis-hadis Nabi saw. Jadi amal yang saleh yang dikerjakan oleh seorang Muslim adalah manifestasi dari imannya, atau dengan perkataan lain bahwa seseorang yang telah mengaku beriman tentulah ia suka mengerjakan amal saleh. Mustahil seseorang yang beriman tidak mengerjakannya.\n\nIman dan amal saleh ini menjadi sebab manusia hidup berbahagia di dunia, dan diberi balasan oleh Allah berupa surga di akhirat. Dengan demikian, mereka telah sampai ke tingkat kehidupan rohani yang paling tinggi." } } }, { "number": { "inQuran": 1374, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 11, "page": 209, "manzil": 3, "ruku": 172, "hizbQuarter": 83, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u062d\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u06da \u0648\u064e\u0622\u062e\u0650\u0631\u064f \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Da'waahum feehaa Subbaanakal laahumma wa tahiyyatuhum feehaa salaam; wa aakhiru da'waahum anil hamdu lillaahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Their call therein will be, \"Exalted are You, O Allah,\" and their greeting therein will be, \"Peace.\" And the last of their call will be, \"Praise to Allah, Lord of the worlds!\"", "id": "Doa mereka di dalamnya ialah, “Subhanakallahumma” (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, “Salam” (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, “Al-hamdu lillahi Rabbil ‘alamin” (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1374", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1374.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1374.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai gambaran dari keindahan dan kenyamanan kehidupan di dalam surga adalah setiap kata dan kalimat yang terucap tiada lain hanya pujian atas kebesaran Allah. Doa yang mereka ucapkan di dalamnya ialah, \"Subhanakallahumma\" Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami, dan salam penghormatan kepada mereka dari Allah, malaikat dan sesama penghuni surga ialah, \"Salam\", semoga keselamatan yang sempurna selalu menyertai kamu. Dan penutup doa mereka ialah, \"Al-hamdu lillahi Rabbil 'alamin\" segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara seluruh alam.", "long": "Ayat ini menggambarkan tiga perumpamaan kehidupan orang-orang mukmin di surga. Dari tiga perumpamaan itu tergambar tingkatan kehidupan rohani yang tinggi yang telah dicapai mereka. Gambaran itu ialah:\n\n1. Doa mereka, dimulai dengan menyebut, \"Subhanaka Allahumma\" \n\n2. Salam penghormatan mereka ialah, \"Salam\".\n\n3. Akhir doa mereka ialah, \"Alhamdulillahi Rabbil Â'lamin\".\n\nDoa ialah permohonan yang dipanjatkan kepada Yang Mahaagung, dengan sepenuh hati dengan kata-kata yang penuh hormat, karena merasakan keagungan tempat meminta. Pengakuan akan keagungan Allah itu diungkapkan dengan perkataan \"subhanaka Allahumma\" (Maha Suci Engkau, wahai Allah). Kalimat ini memberi pengertian bahwa Allah Maha Esa, hanya Dia sendirilah yang berhak disembah, yang berhak diagungkan. Setiap makhluk wajib menghambakan diri kepada-Nya selama-lamanya, baik di dunia maupun di akhirat. Makhluk yang seperti inilah yang berhak memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan yang abadi pula.\n\nSalam penghormatan mereka ialah \"salam\" yang maksudnya ialah agar sejahtera dan selamat dari yang tidak disukai dan diingini. Salam penghormatan ini telah selalu pula mereka ucapkan selama hidup di dunia.\n\nDalam Surah al-Ahzab/33: 44 diterangkan bahwa \"salam\" itu pun me-rupakan salam yang diucapkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman waktu mereka pertama kali menjumpai Allah di akhirat. Allah berfirman:\n\nPenghormatan mereka (orang-orang mukmin itu) ketika mereka menemui-Nya ialah, \"Salam,\" dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. (al-Ahzab/33: 44)\n\nSalam penghormatan ini pula yang diucapkan oleh para malaikat kepada mereka, waktu mereka pertama kali masuk surga.\n\nAllah berfirman:\n\nDan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga berrombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga), dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, \"Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.\" (az-Zumar/39: 73)\n\nDan dalam penghormatan ini pula yang diucapkan oleh sesama orang-orang yang beriman di dalam surga. Allah berfirman:\n\nDi dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali (ucapan) salam. Dan di dalamnya bagi mereka ada rezeki pagi dan petang. (Maryam/19: 62)\n\nKetinggian kehidupan rohani yang dicapai oleh orang-orang yang beriman di dalam surga nanti dipahami pula dari setiap penutup doa dan permintaan yang mereka panjatkan kepada Allah, yaitu \"Alhamdulillahi Rabbil Â'lamin\" (Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam). Ucapan ini pula yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman di waktu pertama kali masuk surga.\n\nAllah berfirman:\n\nDan mereka berkata, \"Segala Puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberi tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.\" Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (az-Zumar/39: 74)\n\nDan ucapan ini pula yang diucapkan para malaikat di waktu mereka berada di sekeliling Arsy. Allah berfirman:\n\nDan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, \"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.\" (az-Zumar/39: 75)\n\nDari ayat ini dipahami bahwa wajib atas tiap-tiap orang yang beriman mensucikan jiwanya, dan membersihkan dirinya. Cara mensucikan jiwa dan membersihkan diri itu ialah dengan beribadah kepada Allah, mengendalikan hawa nafsu dan mengarahkannya untuk mengerjakan perbuatan yang baik dan amal yang saleh. Bukanlah membersihkan diri itu dengan menggunakan perantara, seperti menjadikan perantara orang-orang yang dianggap keramat dan sebagainya, atau mengharapkan syafaat dari padanya. Bahkan perbuatan yang demikian itu dapat menjurus kearah kemusyrikan. Allah berfirman:\n\n(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah. (an-Nisa/4: 123)\n\nTiga macam perumpamaan kehidupan rohani yang tinggi yang diperoleh oleh ahli surga itu hendaklah selalu dibiasakan dan diamalkan oleh orang-orang yang beriman selama mereka hidup di dunia agar mereka memperoleh kebahagiaan yang abadi pula." } } }, { "number": { "inQuran": 1375, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 11, "page": 209, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0639\u064e\u062c\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u0650\u0639\u0652\u062c\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law yu'aijilul laahu linnaasish sharras ti'jaalahum bilkhairi laqudiya ilaihim ajaluhum fanazarul lazeena laa yarjoona liqaaa'anna fee tughyaanihim ya'mahoon" } }, "translation": { "en": "And if Allah was to hasten for the people the evil [they invoke] as He hastens for them the good, their term would have been ended for them. But We leave the ones who do not expect the meeting with Us, in their transgression, wandering blindly", "id": "Dan kalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bingung di dalam kesesatan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1375", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1375.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1375.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa Allah Mahasuci dari segala kekurangan, Mahasempurna dengan segala ciptaan-Nya, Mahaadil dalam memberikan hukuman atau pahala, lalu dijelaskan pada ayat ini bahwa Dia Maha Terpuji karena tidak segera menghukum orang yang durhaka sebagaimana permintaan mereka agar Allah menyegerakan siksa. Mereka diberi kesempatan untuk kembali kepada tuntunan Al-Qur'an. Dan kalau Allah menyegerakan keburukan, sebagai hukuman atas perbuatan jahat bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka, yakni dibinasakan. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, yakni tidak percaya pada hari Kiamat dalam keadaan bingung dan tetap berada di dalam kesesatan mereka sesuai kemauan mereka.", "long": "Salah satu sifat dan watak manusia, adalah ingin segala sesuatu yang akan terjadi padanya dipercepat atau disegerakan, baik itu berupa hukuman atau kemudaratan, kebaikan atau pahala. Padahal, mereka telah mengetahui bahwa semuanya itu terjadi atas kehendak Allah, sesuai dengan hukum-hukum-Nya dan sesuai pula dengan ketetapan dan aturannya. Allah berfirman:\n\n...Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi ketentuan Allah dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu. (Fathir/35: 43)\n\nDan firman Allah:\n\n(Demikianlah) hukum Allah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu. (al-Fath/48: 23)\n\nPada ayat-ayat Al-Quran yang lain dijelaskan sifat tergesa-gesa yang ada pada manusia, sebagaimana firman Allah:\n\nDan manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa. (al-Isra/17: 11)\n\nDan firman Allah:\n\nManusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu minta Aku menyegerakannya. (al-Anbiya/21: 37)\n\nSifat tergesa-gesa ingin memperoleh kebaikan dan kesenangan pada manusia itu, adalah karena keinginan mereka memperoleh manfaat dari sesuatu dalam waktu singkat, padahal mereka mengetahui bahwa segala sesuatu ada prosesnya. Proses itu memerlukan tekad/niat yang kuat, kesabaran dan keuletan. Mustahil mereka akan mencapai suatu kesenangan, tetapi mereka tidak berusaha mencapainya dengan mengikuti syarat-syarat tercapainya sesuatu.\n\nLain halnya dengan keinginan manusia mengalami suatu siksaan, bahaya atau malapetaka. Keinginan ini timbul karena kebodohan, ketidakimanan, kedurhakaan, dan keingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad saw atau karena mereka ingin memperolok-olokan sesuatu yang tidak mereka inginkan itu, atau karena kemarahan dan kebencian mereka terhadap sesuatu dan sebagainya, seperti yang terjadi atas orang-orang yang putus asa dalam kehidupannya, maka ia memohon kematian atas dirinya. Demikian pula orang-orang kafir yang tidak menginginkan sesuatu yang disampaikan Rasul Allah, lalu minta bukti dengan cara segera mendatangkan azab yang dijanjikan kepada mereka.\n\nKeinginan dan permintaan mereka itu dijawab oleh Allah dengan tegas melalui firman-Nya dalam ayat ini, yaitu seandainya Allah mau memperkenankan doa dan permintaan manusia, supaya ditimpakan azab kepada mereka atau suatu malapetaka, sesuai dengan permintaan yang mereka ajukan semata-mata karena kebodohan atau ingin melemahkan bukti-bukti kenabian yang disampaikan kepada mereka, seperti yang pernah diminta oleh orang-orang musyrik Mekah, tentulah Allah akan segera mengabulkannya dan itu amat mudah bagi Allah.\n\nPermintaan ini sering diajukan orang-orang musyrik Mekah kepada Nabi Muhammad saw yang menyampaikan agama Allah kepada mereka. Mereka meminta yang tidak pantas kepada Nabi, seperti meminta datangnya azab kepada mereka sebagaimana yang pernah didatangkan kepada bangsa-bangsa dahulu kala, meminta datangnya kiamat dan sebagainya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya. (ar-Raad/13: 6)\n\nDan firman Allah:\n\nDan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya datang azab kepada mereka dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. (al-Ankabut/29: 53)\n\nBahkan orang-orang musyrik itu, karena sangat ingkar kepada Al-Qur'an, berani berdoa agar disegerakan azab atas mereka seandainya yang disampaikan Muhammad itu adalah benar. Allah berfirman:\n\nDan (ingatlah,) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Quran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nOrang-orang musyrik yang mengingkari adanya Hari Kiamat, menantang Rasulullah agar disegerakan datangnya Hari Kiamat itu, sebagaimana firman Allah:\n\nOrang-orang yang tidak percaya adanya Hari Kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh. (asy-Syura/42: 18)\n\nTujuan orang-orang musyrik meminta kepada Nabi Muhammad saw agar didatangkan segera hukuman yang dijanjikan itu, bukan hanya karena mereka tidak percaya kepadanya, tetapi juga untuk membantah dan melemahkan hujjah dan bukti kenabian, memperolok-olokan ayat-ayat Al-Quran yang disampaikan kepada mereka dan untuk mengatakan kepada Nabi Muhammad saw bahwa mereka sangat mengingkari segala macam yang disampaikan beliau kepada mereka. Adakalanya di antara mereka ada yang percaya kepada Nabi saw, tetapi rasa dengki kepada Muhammad dan fanatik kepada agama nenek moyang mereka telah menyebabkan mereka tetap mengingkarinya.\n\nDari ayat ini dipahami bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dan permintaan mereka, dan tidak menghendaki kehancuran mereka seperti yang telah dialami oleh umat yang telah lalu, tetapi Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. Muhammad diutus sebagai nabi dan rasul terakhir kepada seluruh manusia sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu Allah selalu memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Kalau mereka tetap dalam keingkaran dan kekafirannya sampai mati, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih.\n\nAllah tidak akan mendatangkan azab kepada mereka di dunia sebagaimana yang telah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, karena seandainya Allah menimpakan azab kepada mereka, tentu mereka akan musnah semuanya, dan kemusnahan itu akan menimpa pula orang-orang yang beriman yang hidup dan berdiam di antara mereka, sebagaimana firman Allah:\n\nDan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (an-Nahl/16: 61)" } } }, { "number": { "inQuran": 1376, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 11, "page": 209, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u064f \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062c\u064e\u0646\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0636\u064f\u0631\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0636\u064f\u0631\u0651\u064d \u0645\u0651\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa massal insaanad durru da'aanaa lijambiheee aw qaa'idan aw qaaa'iman falammaa kashafnaa 'anhu durrahoo marra ka al lam yad'unaaa ilaa durrim massah; kazaalika zuyyina lilmusrifeena maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And when affliction touches man, he calls upon Us, whether lying on his side or sitting or standing; but when We remove from him his affliction, he continues [in disobedience] as if he had never called upon Us to [remove] an affliction that touched him. Thus is made pleasing to the transgressors that which they have been doing", "id": "Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1376", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1376.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1376.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih menjelaskan tentang sifat-sifat buruk manusia, yaitu tidak bersyukur ketika mendapat anugerah atau nikmat. Dan apabila manusia ditimpa bahaya akibat ulah mereka sendiri, dia berdoa kepada Kami dengan memuji dan mengakui keagungan Allah dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, yakni terus berdoa tiada henti dalam segala situasi, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali ke jalan yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan berupa kedurhakaan.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan karakter manusia yang lain, yaitu apabila mereka ditimpa kemudaratan, musibah atau kesulitan, mereka ingat kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, baik dalam keadaan berbaring duduk ataupun berdiri, agar dihindarkan dan dihilangkan dari mereka semua kemudaratan itu. Sebaliknya jika bahaya kesengsaraan dan kesulitan itu telah lenyap dan mereka telah menikmati rahmat, nikmat dan kurnia Allah, maka berangsur-angsur lupa kepada pemberi rahmat dan karunia itu, bahkan mereka mulai kafir kepada Allah.\n\nAyat ini menunjukkan kelemahan-kelemahan manusia di kala ia menerima cobaan dari Allah, dan menunjukkan pula ketergantungan manusia kepada rahmat dan karunia Tuhan Pencipta dan Yang Mengatur kehidupannya. Karena itu hendaklah orang-orang yang beriman ingat dan jangan lupa kepada Pencipta dan Pengawasnya, baik dalam keadaan kesulitan dan bahaya, maupun dalam keadaan lapang dan senang. Semua itu merupakan cobaan Tuhan kepada hamba-hamba-Nya untuk menguji kekuatan iman mereka. Orang yang berhasil mengatasi segala cobaan yang dialaminya baik berupa kesulitan maupun kesenangan, mereka itulah yang berhak memperoleh kebahagiaan abadi di dunia dan di akhirat.\n\nOrang yang melampaui batas dan orang yang sesat seperti orang musyrik Mekah adalah orang-orang yang telah dipalingkan hatinya oleh setan. Setan telah menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk yang telah mereka kerjakan, sehingga apabila bahaya telah lenyap mereka akan kembali sesat dan mendurhakai Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 1377, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 11, "page": 209, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06d9 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad ahlaknal quroona min qablikum lammaa zalamoo wa jaaa'at hum Rusuluhum bil baiyinaati wa maa kaanoo liyu'minoo; kazaalika najzil qawmal mujrimeen" } }, "translation": { "en": "And We had already destroyed generations before you when they wronged, and their messengers had come to them with clear proofs, but they were not to believe. Thus do We recompense the criminal people", "id": "Dan sungguh, Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat zalim, padahal para rasul mereka telah datang membawa keterangan-keterangan (yang nyata), tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1377", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1377.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1377.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa di antara sifat buruk manusia adalah suka tergesa-gesa dan tidak bersyukur, lalu pada ayat ini disebutkan berbagai azab yang ditimpakan kepada orang-orang yang zalim. Dan sungguh, Kami telah membinasakan secara menyeluruh atau mendatangkan azab berupa kerusakan dan kehancuran beberapa generasi umat-umat sebelum kamu, yakni kaum kafir Mekah yang semasa dengan Rasulullah, ketika mereka berbuat zalim, padahal para rasul mereka telah datang membawa keterangan-keterangan baik berupa mukjizat yang bersifat inderawi maupun yang tertera di dalam kitab suci, tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.", "long": "Ayat ini menurut lahirnya ditujukan kepada orang kafir Mekah yang selalu memperolok-olokkan Nabi Muhammad, tetapi termasuk juga di dalamnya semua umat manusia yang bersikap dan bertindak seperti yang telah dilakukan orang-orang kafir Mekah itu. Umat-umat dahulu pernah dihancurkan seluruhnya karena kezaliman, kekafiran, dan keingkaran kepada rasul-rasul dan nabi-nabi yang telah diutus Allah kepada mereka. Padahal rasul-rasul dan nabi-nabi itu telah membentangkan jalan kebenaran, yang bila mereka tempuh akan menyampaikan mereka ke tempat yang penuh bahagia.\n\nOrang-orang dahulu pernah dibinasakan Allah, karena kezaliman mereka sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. (al-Kahf/18: 59)\n\nAllah menegaskan bahwa orang-orang zalim dan ingkar itu pasti ditimpa azab yang sangat pedih. Allah berfirman:\n\nDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum Hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfudz). (al-Isra/17: 58)\n\nAda dua macam azab yang pernah ditimpakan Allah kepada orang-orang dahulu karena keingkaran dan kezaliman mereka yaitu:\n\n1.Dengan memusnahkan seluruh mereka yang mendustakan rasul dan yang berbuat zalim itu, seperti yang pernah ditimpakan-Nya kepada kaum Â'd, samud, kaum Nuh dan sebagainya.\n\n2. Mendatangkan azab berupa kerusakan, kekacauan dalam masyarakat dan sebagainya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya). (al-Anbiya/21: 11)\n\nKerusakan dan kekacauan dalam masyarakat itu terjadi karena banyaknya pribadi-pribadi yang telah rusak, kemewahan yang berlebihan, suka hidup berfoya-foya, menuruti hawa nafsu, kerusakan akhlak dan sebagainya yang mengakibatkan golongan yang lemah di antara mereka berada di bawah kekuasaan golongan yang kuat. Akan tetapi jika mereka mendustakan rasul yang membawa petunjuk ke jalan yang lurus, mereka tidak lagi bisa menerima ajaran yang dibawa rasul-rasul itu, karena telah terbiasa berlaku zalim, kafir dan hidup mementingkan kesenangan duniawi, sehingga iman mereka tidak dapat diharapkan lagi sedikit pun, maka Allah menghancurkan dan memusnahkan mereka.\n\nDemikianlah Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim dan mengerjakan perbuatan dosa. Ada kalanya Allah menghancurkannya sekaligus, atau mendatangkan azab berupa kerusakan dan kehancuran dalam masyarakat mereka. Hal ini merupakan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan Rasulullah." } } }, { "number": { "inQuran": 1378, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 11, "page": 209, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa ja'alnaakum khalaaa'ifa fil ardi mim ba'dihim linanzura kaifa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Then We made you successors in the land after them so that We may observe how you will do.", "id": "Kemudian Kami jadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (mereka) di bumi setelah mereka, untuk Kami lihat bagaimana kamu berbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1378", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1378.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1378.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kami jadikan kamu, seluruh manusia, sebagai pengganti-pengganti mereka untuk menjadi pemimpin di bumi setelah mereka binasa, untuk Kami lihat bagaimana kamu berbuat, kebaikan atau keburukan. Allah akan memberi pahala orang yang berbuat baik dan menghukum orang yang yang berbuat jahat.", "long": "Setelah umat-umat yang terdahulu hancur, maka Allah mengganti dengan umat Muhammad, umat yang mengikuti agama Islam, agama yang membawa manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.\n\nAyat ini merupakan berita gembira bagi pengikut-pengikut Nabi Muhammad yang sedang mendapat tekanan dan siksaan orang-orang musyrik Mekah waktu itu. Dengan ayat ini mereka bertambah yakin akan kebenaran agama Islam dan bertambah yakin pula bahwa perjuangan mereka berhasil dengan kemenangan.\n\nJanji Allah ini sesuai pula dengan firman-Nya:\n\nAllah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (an-Nur/24: 55)\n\nAyat ini merupakan peringatan bagi kaum Muslimin agar selalu berhati-hati dalam menentukan apa yang akan mereka lakukan dan selalu ingat akan tugas-tugas yang diberikan Allah kepada manusia sebagai Khalifah di bumi.\n\nDi antara tugas khalifah di bumi ialah menegakkan hak dan keadilan, membersihkan alam ini dari perbuatan najis, syirik, fasik, serta meninggikan kalimah Allah di muka bumi. Allah akan memperhatikan dan mencatat semua perbuatan manusia dalam melaksanakan tugasnya, apakah sesuai dengan yang diperintahkan-Nya atau tidak. Sebagaimana firman-Nya:\n\nDan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan adalah Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. (Hud/11: 7)\n\nSehubungan dengan ayat ini, Qatadah berkata, \"Tuhan kita telah berbuat yang benar. Dia menjadikan kita sebagai khalifah di muka bumi, tidak lain hanyalah untuk melihat amal-amal kita, maka perlihatkanlah kepada Allah amalan-amalan kamu yang baik di malam dan siang hari.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1379, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 11, "page": 210, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u06d9 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0626\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa izaa tutlaa 'alaihim aayaatunaa baiyinaatin qaalal lazeena laa yarjoona liqaaa'ana'ti bi Quraanin ghairi haazaaa aw baddilh; qul maa yakoonu leee an ubaddilahoo min tilqaaa'i nafsee in attabi'u illaa maa yoohaaa ilaiya inneee akhaafu in 'asaytu Rabbee 'azaaba Yawmin 'Azeeem" } }, "translation": { "en": "And when Our verses are recited to them as clear evidences, those who do not expect the meeting with Us say, \"Bring us a Qur'an other than this or change it.\" Say, [O Muhammad], \"It is not for me to change it on my own accord. I only follow what is revealed to me. Indeed I fear, if I should disobey my Lord, the punishment of a tremendous Day.\"", "id": "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, “Datangkanlah kitab selain Al-Qur'an ini atau gantilah.” Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (Kiamat) jika mendurhakai Tuhanku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1379", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1379.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1379.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa Allah telah membinasakan orang-orang yang berbuat zalim dan menggantinya dengan kaum yang lain, lalu dijelaskan tentang sikap orang-orang musyrik terhadap ayat-ayat AlQur'an. Dan apabila dibacakan walaupun dengan berulang-ulang kepada mereka ayat-ayat Kami, Al-Qur'an dengan jelas kebenarannya bahwa ayat-ayat tersebut datang dari Allah, maka orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, yakni tidak percaya dengan kehidupan akhirat, tidak mengharap pahala dan tidak percaya adanya siksa, mereka berkata, \"Datangkanlah kitab selain Al-Qur'an ini atau gantilah isinya, ubahlah yang haram menjadi halal atau sebaliknya, dan hapuslah ayat-ayat yang mempersalahkan kepercayaan kami. Menjawab permintaan tersebut Allah memerintahkan, Katakanlah Muhammad, \"Tidaklah pantas bagiku untuk menggantinya atas kemauanku sendiri, karena aku hanya seorang utusan. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Allah kepadaku. Sesungguhnya aku benar-benar takut akan azab hari yang besar, yakni hari Kiamat jika aku mendurhakai Tuhanku yang aku yakin Dia Maha mengetahui seluruh ucapan dan perbuatanku.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan sikap orang-orang musyrik apabila Nabi Muhammad membacakan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya yang mempunyai keindahan bahasa dan isi yang tinggi, yang menunjukkan segala macam kebenaran, berdasar alasan-alasan dan bukti-bukti yang kuat, maka mereka menantang Rasul untuk mendatangkan kitab selain Al-Qur'an untuk mereka yang berisi hal-hal yang tidak bertentangan dengan kepercayaan yang telah mereka anut, yang tidak mencela tuhan dan sembahan-sembahan mereka, yang tidak bertentangan dengan adat kebiasaan mereka dan tidak mengharamkan apa yang telah mereka halalkan.\n\nDengan permintaan itu mereka bermaksud untuk mematahkan hujjah yang dikemukakan Nabi Muhammad. Mereka mengharapkan agar Muhammad bersedia mengabulkan permintaan mereka. Jika Muhammad mengabulkan permintaan mereka berarti mereka telah dapat melemahkan alasan-alasan yang dibenarkan oleh Muhammad sendiri. Maka Allah mengajarkan kepada Muhammad agar dia mengatakan kepada mereka bahwa Al-Qur'an itu dari Allah, bukan dari dia sendiri. Jika ia mengubah dan menukarnya, berarti Al-Qur'an itu buatannya sendiri, bukan dari Allah. Namun jawaban yang mereka terima berlawanan dengan harapan mereka, bahkan bernada ancaman dan peringatan yang keras yang menyatakan bahwa karena keingkaran mereka yang sangat itu, maka mereka tidak layak lagi menerima ajaran-ajaran Allah, melainkan azab Allah-lah yang mereka terima. Nabi menyatakan bahwa tidak layak menukar atau mengganti ayat-ayat Al-Qur'an. Ayat-ayat Al-Qur'an itu adalah firman Allah, bukan perkataannya, karena itu yang berhak mengganti atau mengubahnya hanyalah Allah sendiri. Dia hanya seorang rasul utusan Allah karena itu yang ia ikuti hanyalah wahyu yang telah diturunkan Allah kepadanya. Ia tidak akan mengikuti selain dari itu. Ia yakin dan percaya bahwa jika ia memperturutkan hawa nafsu dan permintaan orang-orang musyrik itu, berarti ia telah durhaka kepada Allah, telah mendustakan kalam Allah, mengingkari adanya hari kebangkitan dan sebagainya. Perbuatan yang demikian itu diancam Allah dengan azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 1380, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 11, "page": 210, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul law shaaa'al laahu maa talawtuhoo 'alaikum wa laaa adraakum bihee faqad labistu feekum 'umuram min qablih; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "Say, \"If Allah had willed, I would not have recited it to you, nor would He have made it known to you, for I had remained among you a lifetime before it. Then will you not reason?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu.” Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (sebelum turun Al-Qur'an). Apakah kamu tidak mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1380", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1380.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1380.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menolak permintaan kaum musyrik untuk mendatangkan kitab selain Al-Qur'an atau mengubah sebagian isinya, lalu Allah berfirman, Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Jika Allah menghendaki aku tidak membacakan dan menyampaikan Al-Qur'an kepada kamu, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan jika Allah tidak pula berkehendak memberitahukan wahyu yang diturunkan kepadaku, maka Dia tidak memberitahukannya kepadamu.\" Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya, yakni selama 40 tahun sebelum turunnya AlQur'an dan selama masa itu aku tidak pernah berbohong serta tidak pernah berbicara dan menyampaikan hal seperti ini. Apakah kamu tidak mengerti ayat-ayat itu dan tidak memikirkan kandungannya?", "long": "Pada ayat ini Allah mengajarkan jawaban yang akan disampaikan Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik yang mengingkari Al-Qur'an, yaitu perintah untuk mengatakan kepada orang-orang yang musyrik bahwa jika Allah berkehendak, Nabi tidak akan membacakannya. Nabi membacakan Al-Qur'an kepada mereka semata-mata atas perintah Allah dan kehendak-Nya. Seandainya Allah tidak berkehendak menyampaikan Al-Qur'an itu kepada mereka, tentu Dia tidak akan mengutus dirinya kepada mereka, sehingga Al-Qur'an yang mengandung petunjuk-petunjuk untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat ini tidak akan sampai kepada mereka. Allah berfirman:\n\nSungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur'an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (al-Araf/7: 52)\n\nAyat ini menegaskan bahwa Allah telah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad, yang berisi petunjuk bagi kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat, serta menegaskan bahwa Muhammad adalah utusan Allah yang menyampaikan petunjuk itu kepada manusia.\n\nSebagai bukti kebenaran wahyu yang telah disampaikan itu maka Allah memerintahkan kepada Nabi, agar mengatakan kepada orang musyrik, bahwa dia (Muhammad) telah hidup dan bergaul bersama mereka lebih dari 40 tahun. Mereka semua telah mengetahui pula sifat-sifat, watak, dan kepribadian Nabi, telah mengetahui pula akhlak, tingkah laku, sikap, dan keadilannya terhadap mereka semua. Selama itu pula mereka semua mengetahui bahwa Nabi tidak pernah membaca satu kitab pun, karena dia tidak pandai membaca, tidak pernah belajar kepada seorang pun dan tidak pula menyampaikan perkataan yang sama nilainya dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu, apakah benar Nabi berbuat kebohongan, sebagaimana dugaan mereka. Kenapa mereka semua meminta kepada Nabi untuk mengganti ayat-ayat Al-Qur'an dengan yang lain.\n\nSebagaimana diketahui bahwa tiap-tiap rasul yang diutus Allah kepada kaumnya diberi berbagai keistimewaan oleh Allah, sebelum diangkat menjadi rasul, seperti Musa a.s. diberi hikmah dan ilmu pada saat-saat ia berumur antara 30 dan 40 tahun, pada waktu akalnya telah sempurna sebagaimana firman Allah:\n\nDan setelah dia (Musa) dewasa dan sempurna akalnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (al-Qashash/28: 14)\n\nDemikian pula Yusuf a.s. diberi oleh Allah hikmah dan pengetahuan pada saat ia mencapai umur dewasa, sebelum diangkat menjadi rasul, (Yusuf/12: 22) seperti ilmu mentakwilkan mimpi dan sebagainya.\n\nNabi Isa a.s. sebelum diangkat menjadi rasul, pada waktu kecil dalam buaian telah pandai berbicara, dilahirkan tanpa bapak, diberi Kitab, dan Hikmah. (Â'li Imran/3: 46, 47 dan 48)\n\nNabi Muhammad telah diberi Allah keistimewaan seperti keistimewaan yang telah diberikan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu. Beliau juga diberi keistimewaan yang lain, yaitu keistimewaan yang langsung dirasakan, diyakini, dan diketahui oleh seluruh anggota masyarakat Mekah pada waktu itu. Seluruh penduduk Mekah menganggap beliau sebagai seorang yang jujur yang benar-benar dapat dipercayai, ia dipandang sebagai orang yang adil dalam menetapkan keputusan, tidak berat sebelah.\n\nSebagai contoh ialah kebijaksanaan beliau memberi keputusan kepada kabilah-kabilah Quraisy yang meminta beliau untuk menentukan siapa yang berhak meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya semula ketika Kabah direnovasi. Pemuka-pemuka Quraisy membersihkan dan mem-perbaiki Kabah, karena itu mereka mengeluarkan Hajar Aswad dari tempatnya. Setelah Kabah itu selesai dibersihkan dan diperbaiki, mereka ingin meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya. Para kepala suku kabilah bertikai dalam menetapkan siapa yang paling berhak meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya semula. Masing-masing kepala kabilah merasa berhak, sehingga terjadilah perdebatan dan perselisihan yang hampir menimbulkan pertumpahan darah di antara mereka. Maka salah seorang di antara mereka meminta Muhammad memberikan keputusan tentang siapa yang lebih berhak meletakkan Hajar Aswad itu kembali. Apa saja keputusan Nabi akan diikuti. Permintaan orang itu disetujui oleh kepala-kepala kabilah, dan Muhammad bersedia pula memenuhi permintaan mereka. Beliau membuka sorbannya dan meletakkan Hajar Aswad di atasnya, kemudian disuruhnya masing-masing kepala kabilah memegang tepi sorban itu dan bersama-sama mengangkatnya. Setelah tiba di tempat Hajar Aswad, beliau meletakkannya di tempat semula. Keputusan beliau ini diakui oleh kepala-kepala kabilah sebagai suatu keputusan yang adil, tepat dan bijaksana.\n\nOrang-orang Mekah sangat percaya kepada beliau, karena kepercayaan itu beliau digelari \"Al-Amin\" (orang kepercayaan). Karena kepercayaan itu pula Khadijah mempercayakan dagangannya kepada beliau. Akhirnya Khadijah menjadi istri beliau. Beliau diakui oleh orang-orang Mekah sebagai orang yang berakhlak mulia, kuat kepribadiannya, disegani dan sebagainya.\n\nSetelah beliau bertugas sebagai rasul, beliau menyampaikan ayat-ayat Al-Qur'an kepada mereka serta mengajak mereka untuk masuk agama Islam, tiba-tiba mereka menuduh Muhammad sebagai seorang pembohong, seorang yang mengganggu ketenteraman umum dan orang yang mengubah dan merusak kepercayaan serta adat istiadat yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka sejak dahulu. Karena kebencian mereka kepada Muhammad, mereka tidak ingat lagi akan sikap dan kepercayaan mereka terhadapnya. Inilah yang dimaksud Allah dengan firman-Nya di atas yang artinya: \"Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya\"." } } }, { "number": { "inQuran": 1381, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 11, "page": 210, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faman azlamu mimmanif taraa 'alal laahi kaziban aw kazzaba bi Aayaatih; innahoo laa yuflihul mujrimoon" } }, "translation": { "en": "So who is more unjust than he who invents a lie about Allah or denies His signs? Indeed, the criminals will not succeed", "id": "Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1381", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1381.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1381.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena mereka tetap keras menolak kebenaran Al-Qur'an sebagai wahyu dari Allah dan menuduh Nabi Muhammad berbohong, maka ditegaskan dalam bentuk pertanyaan, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang dengan sengaja mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sungguh tidak ada orang yang lebih zalim daripada mereka dan mereka tidak akan mendapatkan keberuntungan untuk selama-lamanya. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan pernah beruntung.", "long": "Ayat ini menerangkan perbuatan orang yang paling zalim di sisi Allah ialah:\n\n1. Orang yang berbuat dusta terhadap Allah, seperti yang telah dilakukan orang-orang musyrik karena keingkaran mereka, yaitu meminta Rasulullah menukar ayat-ayat Al-Qur'an dengan perkataan yang lain yang tidak bertentangan dengan kepercayaan mereka.\n\n2. Orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Ayat ini memberi peringatan bahwa orang yang melakukan salah satu dari perbuatan yang paling zalim itu adalah orang yang pantas mendapat kemurkaan Allah dan siksa-Nya. Mereka telah berbuat dosa, mereka tidak akan memperoleh keberuntungan dengan perbuatan-perbuatan itu. Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang beriman menjaga dirinya agar jangan sampai melakukan perbuatan-perbuatan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 1382, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 11, "page": 210, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0634\u064f\u0641\u064e\u0639\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ya'budoona min doonil laahi maa laa yadurruhum wa laa yanfa'uhum wa yaqooloona haaa'ulaaa'i shufa'aaa 'unaa 'indal laah; qul atunabbi 'oonal laaha bima laa ya'lamu fis samaawaati wa laa fil ard; subhaanahoo wa Ta'aalaa 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "And they worship other than Allah that which neither harms them nor benefits them, and they say, \"These are our intercessors with Allah \" Say, \"Do you inform Allah of something He does not know in the heavens or on the earth?\" Exalted is He and high above what they associate with Him", "id": "Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.” Katakanlah, “Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?” Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1382", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1382.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1382.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan kerugian yang akan diperoleh oleh orang yang berbuat zalim karena ingkar terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, lalu dijelaskan bentuk lain dari kezaliman mereka yaitu syirik. Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang dijadikan sembahan yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka, apabila mereka tidak menyembahnya, dan tidak pula memberi manfaat dan tidak bisa menolak madarat ketika mereka menyembahnya, dan mereka dengan yakin berkata, \"Mereka berhala dan sembahan kami lainnya itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.\" Padahal sembahan tersebut tidak mampu mendatangkan manfaat atau menolak madarat atas diri mereka sendiri.\r\nAgar lebih jelas, maka katakanlah kepada mereka wahai Nabi, \"Apakah pantas kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak pula yang di bumi? Kalimat ini adalah ejekan kepada orang yang menyembah berhala, yang menyangka bahwa berhala-berhala itu dapat memeberi syafaat di sisi Allah. Dia Maha mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi, karena Dia pencipta dan pemeliharanya dan tiada sesuatu pun sekutu bagi-Nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bentuk kepercayaan orang-orang Arab Jahiliyah. Mereka menyembah berhala di samping menyembah Allah, karena mereka percaya bahwa patung-patung dan berhala-berhala itu dapat memberi manfaat kepada mereka sebagaimana ia dapat memberi mudarat, jika mereka melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan kemarahannya. Padahal jika mereka mau berpikir dan menyadari benar-benar bahwa patung itu adalah benda mati yang dibuat oleh tangan mereka sendiri, mereka akan tahu bahwa berhala-berhala itu tidak akan dapat menimbulkan mudarat atau manfaat kepada siapapun dan tentu mereka tidak akan menyembahnya. Yang berhak disembah hanyalah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta.\n\nOrang-orang Arab pada masa Jahiliyah menganut bermacam-macam agama dan kepercayaan, serta mempunyai beberapa cara dalam melakukan peribadatan kepada sembahan-sembahan mereka. Semua kepercayaan itu menunjukkan keyakinan bahwa tuhan itu banyak, bukan esa. Dengan perkataan lain, mereka mempersekutukan Allah dengan yang lain. Di antara mereka ada pula yang memeluk agama Yahudi seperti sebagian penduduk Medinah dan sebagian penduduk Yaman, dan ada pula yang memeluk agama Nasrani seperti penduduk Gassan dan penduduk Najran, demikian pula segolongan suku Aus dan Khazraj yang tinggal di daerah, yang berbatasan dengan Khaibar, Quraidhah, dan Bani Nadhir.\n\nDi antara mereka ada pula yang beragama shabiin, yaitu umat sebelum Nabi Muhammad yang mengetahui adanya Tuhan Yang Maha Esa, dan mempercayai adanya pengaruh bintang-bintang.\n\nKemudian Allah menerangkan sikap orang-orang Arab terhadap berhala-berhala, di antaranya ada yang mengatakan bahwa mereka percaya berhala itu tidak dapat mendatangkan kemudaratan dan manfaat, tetapi mereka percaya bahwa sembahan-sembahan itulah yang akan menjadi perantara bagi mereka untuk memohonkan syafaat bagi mereka di sisi Allah, dan itulah jalan yang terdekat. Karena itulah mereka bernadzar, menyembelih kurban dan berdoa kepada sembahan-sembahan itu dan menyebut nama-namanya. Dengan melakukan yang demikian mereka merasa bertambah dekat kepada Allah.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari Ikrimah bahwa Nadhar bin haris berkata, \"Apabila datang Hari Kiamat, maka Lata dan Uzza akan memberi syafaat kepadaku.\"\n\nDari keterangan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa inti dari kepercayaan bangsa Arab Jahiliah ialah sekalipun mereka mempercayai Tuhan Maha Pencipta itu ada, tetapi dalam hubungan antara Tuhan dan manusia masih memerlukan perantara (wasilah) yang akan menyampaikan permohonan mereka kepada Tuhannya. Kemudian Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu sesuatu yang dapat membuktikan kebohongan mereka dan sesuatu yang dapat membantah perkataan mereka dengan mengatakan bahwa apakah mereka mengabarkan kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya, yaitu bahwa ada pemberi syafaat di langit dan di bumi yang dapat memberikan syafaat sebagai perantara antara Allah dan makhluk-Nya, padahal seandainya ada tentu Allah mengetahuinya. Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang tidak diketahui Allah, ada dan tidaknya sesuatu semata-mata menurut kehendak Allah, apalagi syafaat itu hanya diberikan semata-mata dengan izin Allah dan hanya diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.\n\nRasulullah saw sendiri tidak sanggup memberi kemanfaatan untuk dirinya, begitu pula menolak kemudaratan kecuali dengan izin Allah sebagai firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (al-Araf/7: 188)\n\nAkhir ayat ini menerangkan kemahasucian Allah, Tuhan semesta alam dari persekutuan sebagaimana yang dikatakan orang-orang musyrik itu.\n\nAyat ini juga mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan hanya dapat diperoleh penjelasannya dengan perantaraan wahyu yang disampaikan kepada rasul-Nya, sedangkan segala sesuatu itu diketahui Allah, baik yang tersembunyi maupun yang nyata." } } }, { "number": { "inQuran": 1383, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 11, "page": 210, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaanan naasu illaaa ummmatanw waahidatan fakh talafoo; wa law laa kalimatun sabaqat mir Rabbika laqudiya bainahum fee maa feehi yakhtalifoon" } }, "translation": { "en": "And mankind was not but one community [united in religion], but [then] they differed. And if not for a word that preceded from your Lord, it would have been judged between them [immediately] concerning that over which they differ.", "id": "Dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu, pastilah telah diberi keputusan (di dunia) di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1383", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1383.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1383.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penyembahan terhadap selain Allah sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang musyrik adalah sebuah penyimpangan yang tidak dikenal pada awal kehidupan manusia, karena manusia diciptakan dalam keadaan fitrah. Ayat ini menegaskan bahwa dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, mereka semuanya tunduk dan patuh kepada Allah, kemudian mereka terkena godaan setan sehingga berselisih, yakni ada yang tetap taat dan ada yang durhaka bahkan mereka terpecah menjadi kelompok-kelompok yang berbeda keyakinan. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu, bahwa perselisihan manusia di dunia itu akan diputuskan di akhirat, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka ketika di dunia ini, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.", "long": "Yang dimaksud satu umat di sini ialah satu akidah, yaitu percaya kepada Allah Yang Maha Esa, karena manusia sejak dilahirkan ke dunia telah menganut kepercayaan tauhid, Allah telah mengambil kesaksian terhadap manusia, sejak mereka dikeluarkan dari sulbi, (lihat tafsir Surah al-Baqarah/2: 213 dan al-Araf/7: 172) sebagai fitrah kejadiannya, seperti sabda Nabi Muhammad saw:\n\nTiap anak yang lahir itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi. (Riwayat Abi Yala, ath-thabrani dan al-Baihaqi dari al-Aswad bin Sari)\n\nPada mulanya, manusia hidup sederhana, dalam satu kesatuan, seakan-akan mereka satu keluarga. Akan tetapi, setelah mereka berkembang biak, terbentuklah suku-suku dan bangsa-bangsa yang berbeda-beda, baik dari sisi kepentingan maupun kemaslahatannya. Karena hawa nafsu, merekapun berselisih. Oleh karena itu, Allah mengutus kepada mereka para rasul yang menyampaikan petunjuk Allah, untuk menghilangkan perselisihan dan perbedaan pendapat di antara mereka. Para rasul itu membawa kitab yang berisi wahyu Allah. Kemudian manusia berselisih pula tentang kitab yang telah diturunkan Allah itu, sehingga terjadilah permusuhan dan pertarungan di antara mereka.\n\nSebagian mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan \"manusia\" dalam ayat ini ialah orang Arab. Mereka dahulu adalah pengikut-pengikut agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, agama yang mengakui keesaan Allah. Kemudian masuklah unsur syirik kepada kepercayaan mereka, sehingga sebagian mereka menyembah berhala di samping menyembah Allah dan sebagian masih tetap menganut agama Nabi Ibrahim. Terjadilah perselisihan antara kedua golongan itu.\n\nJika diperhatikan antara kedua pendapat ini maka tidak ada perbedaan pokok, karena pendapat pertama adalah sifatnya umum, meliputi seluruh manusia yang ada di dunia, sedangkan pendapat kedua adalah khusus untuk orang Arab saja, tetapi tidak menutup kemungkinan berlakunya untuk semua manusia.\n\nDengan peringatan yang sangat keras dengan menyatakan bahwa seandainya belum ditetapkan oleh Allah dahulu untuk memberikan balasan yang setimpal dan adil di akhirat, maka Allah akan segera membinasakan orang-orang yang berselisih itu di dunia ini. Mereka membawa perpecahan dan permusuhan, apalagi perselisihan mereka itu tentang Kitab Allah yang sebenarnya diturunkan untuk menghilangkan perselisihan." } } }, { "number": { "inQuran": 1384, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 11, "page": 210, "manzil": 3, "ruku": 173, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "W yaqooloona law laaa unzila 'alaihi aayatum mir Rabbihee faqul innamal ghaibu lillaahi fantaziroo innee ma'akum minal muntazireen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Why is a sign not sent down to him from his Lord?\" So say, \"The unseen is only for Allah [to administer], so wait; indeed, I am with you among those who wait.\"", "id": "Dan mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sungguh, segala yang gaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu. Ketahuilah aku juga menunggu bersama kamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1384", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1384.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1384.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan perselisihan yang terjadi diantara umat manusia, lalu kembali dijelaskan tentang tuntutan orang musyrik agar Allah memberikan mu'jizat yang kasat mata kepada Nabi Muhammad. Dan mereka berkata, \"Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti, yakni mukjizat dari Tuhannya, yakni mukjizat yang dapat diindra?\" Padahal mu'jizat seperti yang mereka minta sesungguhnya telah diturunkan kepada para nabi sebelum Nabi Muhammad, tetapi umat para nabi tersebut tetap ingkar. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad \"Sungguh, segala yang gaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu sajalah olehmu, apakah Allah akan mengabulkan permintaanmu atau tidak. Allah Maha mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya. Ketahuilah, sesungguhnya aku juga menunggu bersama kamu, apa keputusan Allah untuk kita semua.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan sikap orang-orang musyrik kepada Nabi dengan mengatakan bahwa mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad tanda-tanda kerasulannya yang berhubungan dengan alam ini, seperti yang pernah diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya, seperti angin topan Nabi Nuh, membelah laut untuk Nabi Musa, dan sebagainya.\n\nPermintaan dan keheranan mereka itu dilukiskan dalam ayat yang lain, sebagai berikut:\n\nDan mereka berkata, \"Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia, atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?\" Dan orang-orang zalim itu berkata, \"Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.\" (al-Furqan/25: 7-8)\n\nMereka juga meminta bukti-bukti kenabian yang lain, seperti kebun-kebun yang indah dimana sungai-sungai mengalir di sana, atau azab dengan menjatuhkan langit, atau rumah dari emas yang diberikan kepada Muhammad. Dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nDan mereka berkata, \"Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami. Atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya, Atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan, atau (sebelum) engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.\" (al-Isra/17: 90-93)\n\nMaka Allah mengajarkan Nabi Muhammad jawaban atas permintaan orang-orang musyrik itu sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti. (al-Isra/17: 59)\n\nSetiap rasul yang diutus Allah diberi-Nya mukjizat untuk membuktikan dan menguatkan risalahnya, tetapi mukjizat yang diberikan itu berbeda-beda, disesuaikan dengan keadaan dan tempat umat yang akan menerima risalah itu. Khususnya Nabi Muhammad saw diberikan mukjizat berupa Al-Quran karena mukjizat itu sesuai dengan tingkat pengetahuan orang-orang Arab dan manusia yang hidup sesudahnya. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:\n\nTidak ada seorang Nabi (yang diutus Allah), kecuali Dia memberinya mukjizat-mukjizat yang karenanyalah manusia beriman kepadanya. Yang diberikan kepadaku tak lain adalah wahyu yang telah diwahyukan Allah kepadaku. Maka aku mengharapkan agar akulah di antara mereka yang paling banyak pengikutnya di Hari Kiamat. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, dan at-Tirmidzi dari Abu Hurairah)\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar memberi peringatan keras kepada orang-orang musyrik dengan mengatakan kepada mereka bahwa barang yang gaib itu di bawah kekuasan Allah, hanya Dialah yang memilikinya, termasuk di dalamnya mukjizat-mukjizat yang mereka minta itu. Jika Allah berkehendak menurunkannya kepada mereka, maka Dia sendirilah yang mengetahui waktu turunnya. Muhammad hanyalah seorang rasul, yang bertugas menyampaikan agama dan ketetapan Allah atas diri mereka, sebagaimana Muhammad pun termasuk orang-orang yang menunggu datangnya ketetapan itu.\n\nDalam ayat lain Allah berfirman :\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan terhadapmu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku hanyalah pemberi peringatan yang menjelaskan. (al-Ahqaf/46: 9)\n\nApa yang dinantikan Muhammad saw dan apa pula yang mereka nantikan diterangkan Allah pada ayat 102 surah ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1385, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 11, "page": 211, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0643\u0652\u0631\u064c \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0639\u064f \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaaa azaqnan naasa rahmatam mim ba'di darraaa'a massat hum izaa lahum makrun feee aayaatinaa; qulil laahu asra'u makraa; inna rusulanaa yaktuboona maa tamkuroon" } }, "translation": { "en": "And when We give the people a taste of mercy after adversity has touched them, at once they conspire against Our verses. Say, \"Allah is swifter in strategy.\" Indeed, Our messengers record that which you conspire", "id": "Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia, setelah mereka ditimpa bencana, mereka segera melakukan segala tipu daya (menentang) ayat-ayat Kami. Katakanlah, “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu).” Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1385", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1385.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1385.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan sifat buruk orang musyrik lalu dalam ayat ini dijelaskan sifat dasar manusia pada umumnya. Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat, keselamatan kepada manusia yang durhaka, setelah mereka ditimpa bencana, baik pada diri, harta, keluarga, dan alam lingkungan mereka, maka mereka tidak bersyukur, bahkan mereka segera melakukan segala tipu daya menentang ayat-ayat Kami. Katakanlah, \"Allah lebih cepat pembalasannya atas tipu daya itu.\" Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu. Tidak ada sedikitpun perbuatan manusia yang terlewat dari pengawasan Allah dan kelak di akhirat Dia akan memberikan balasan dengan seadil-adilnya.", "long": "Ayat ini menerangkan sifat orang kafir pada umumnya dan sifat orang musyrik pada khususnya. Bahwa bila Allah memberikan suatu kelapangan kepada mereka setelah menderita suatu kesukaran atau kebahagiaan sesudah mereka sengsara, mereka tidak mengakui bahwa kelapangan dan kebahagiaan itu datangnya dari Allah, sehingga mereka tidak mensyukuri-Nya.\n\nApabila rahmat Allah datang kepadanya berupa hujan yang diturunkan dari langit yang menumbuhkan tanam-tanaman dan menghidupkan binatang ternak, mereka menyatakan bahwa itu adalah berkat berhala dan sembahan-sembahan mereka, atau mereka mengatakan bahwa hujan itu turunnya secara kebetulan saja, karena musim hujan telah tiba. Jika mereka ditimpa kesukaran, kemudian kesukaran itu hilang maka mereka mengatakan bahwa kesukaran itu hilang semata-mata karena mereka sendiri adalah orang-orang yang pandai menghilangkan kesukaran dan termasuk orang-orang yang bernasib baik. Hal yang seperti ini telah dilakukan oleh Firaun dan kaumnya setiap mereka menerima azab Allah dan setiap mereka terlepas dari azab itu. Hal yang sama dilakukan orang-orang musyrik Mekah terhadap Nabi Muhammad saw dan pengikut-pengikutnya.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abdullah bin Masud bahwa tatkala orang-orang Quraisy menyakiti Rasul sampai melampui batas, Rasulullah saw berdoa kepada Allah agar orang musyrik ditimpakan azab berupa musim kemarau seperti tahun kemarau yang terjadi pada masa Nabi Yusuf. Maka merekapun ditimpa musim kemarau yang sangat dahsyat, hingga mereka terpaksa makan tulang dan bangkai. Karena kekeringan dan panas yang sangat tinggi, penglihatan mereka menjadi berkunang-kunang dan berasap sebagai dilukiskan Allah dalam Surah ad-Dukhan/44 ayat 10. Maka datang-lah Abu Sufyan, pemimpin Quraisy kepada Muhammad saw, ia berkata, \"Ya Muhammad, sesungguhnya engkau memerintahkan kepada kami mengada-kan hubungan silahturrahim, dan sesungguhnya kaummu telah binasa, maka mohonkanlah kepada Allah agar mereka dilepaskan dari kesulitan itu.\" Maka Rasulullah berdoa kepada Allah, lalu kesulitan dan malapetaka itu pun berakhir dan turunlah hujan. Ternyata, tidak berapa lama, mereka kembali mengingkari Rasulullah dan memusuhinya.\n\nKarena sikap mereka yang demikian itu, maka Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk menyampaikan peringatan kepada orang-orang musyrik itu bahwa Allah lebih cepat siksa-Nya dari tipu daya mereka, Allah telah menyiapkan azab yang akan ditimpakan kepada mereka, sebelum mereka sempat mengatur siasat tipu daya untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Semua amalan baik dan buruk akan dicatat oleh malaikat yang telah ditugaskan Allah. Tidak ada satu pun dari perbuatan manusia, baik yang kecil maupun yang besar yang tidak dituliskannya. Kemudian di akhirat nanti, setiap manusia akan memperoleh balasan segala perbuatannya itu. Perbuatan buruk dibalas dengan siksa neraka, sedang perbuatan baik dibalas dengan kenikmatan surga.\n\nAyat ini mengisyaratkan bahwa semua pembicaraan manusia dicatat oleh malaikat dan keberadaan malaikat itu ditegaskan oleh ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1386, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 11, "page": 211, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u062d\u064d \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0631\u0650\u064a\u062d\u064c \u0639\u064e\u0627\u0635\u0650\u0641\u064c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d9 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazee yusaiyirukum fil barri walbahri hattaaa izaa kuntum fil fulki wa jaraina bihim bireeh in taiyibatinw wa farihoo bihaa jaaa'at haa reehun 'aasifunw wa jaaa'ahumul mawju min kulli makaaninw wa zannooo annahum uheeta bihim da'awul laaha mukhliseena lahud deena la'in anjaitanaa min haazihee lanakoonannna minash shaakireen" } }, "translation": { "en": "It is He who enables you to travel on land and sea until, when you are in ships and they sail with them by a good wind and they rejoice therein, there comes a storm wind and the waves come upon them from everywhere and they assume that they are surrounded, supplicating Allah, sincere to Him in religion, \"If You should save us from this, we will surely be among the thankful.\"", "id": "Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (Seraya berkata), “Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1386", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1386.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1386.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai bukti bahwa hukuman Allah sangat cepat sebagaimana dijelaskan pada ayat sebelumnya, maka berikut ini ditegaskan bahwa, Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan dengan kaki dan beragam kendaraan di daratan, dan berlayar di lautan yang terbentang luas, sehingga ketika kamu sudah berada di dalam kapal, dan meluncurlah kapal itu membawa mereka, yakni seluruh penumpang yang ada di dalamnya dengan kekuatan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai yang mangacaukan arah kapal mereka, sehingga menyimpang dari tujuan yang direncanakan dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, sehingga para penumpangnya panik akibat goncangan yang dasyat, dan mereka mengira, bahkan merasa telah terkepung bahaya, maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. Seraya berkata, Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang-orang yang benar-benar bersyukur.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menunjukkan kemampuan, kekuasaan, dan anugerah-Nya kepada manusia seraya berfirman, \"Dialah Allah yang telah memberikan kepadamu (manusia) kesanggupan berjalan di darat, berlayar di lautan, dan terbang di udara dengan memberikan kepadamu kesempatan untuk mempergunakan beraneka macam sarana seperti bintang, kapal, dan sebagainya. Dengan alat angkutan tersebut kamu dapat mencapai berbagai keinginanmu dan untuk bersenang-senang.\"\n\nDengan kesanggupan dan kemampuan yang diberikan-Nya itu, manusia diuji dan dicoba oleh Allah, sehingga nampak jelas watak dan tabiatnya, yang diibaratkan Allah sebagai berikut: dengan kesanggupan yang diberikan-Nya itu, manusia membuat sebuah bahtera yang dapat mengarungi samudera luas. Tatkala mereka telah berada dalam bahtera itu dan ia berlayar membawa mereka dengan bantuan hembusan angin yang baik dan ombak yang tenang, mereka pun bergembira. Tiba-tiba datanglah angin badai yang kencang dan ombak yang menghempas dari segenap penjuru, sehingga timbullah kecemasan dan ketakutan dalam hati mereka. Mereka merasa tidak akan dapat lagi melihat matahari yang akan terbit pada esok harinya karena hempasan ombaknya yang dahsyat. Karena itu mereka pun berdoa kepada Allah seraya merendahkan diri dengan penuh keikhlasan, sambil menyesali perbuatan yang pernah mereka lakukan, agar Allah melepaskan mereka dari gulungan ombak yang maha dahsyat itu, mereka mengucapkan, \"Wahai Tuhan kami, sesungguhnya jika engkau lepaskan kami dari malapetaka yang akan menimpa kami, tentulah kami menjadi orang-orang yang mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1387, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 11, "page": 211, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d7 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645 \u06d6 \u0645\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0646\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa anjaahum izaa hum yabghoona fil ardi bighairil haqq; yaaa aiyuhannaasu innamaa bagh yukum 'alaaa anfusikum mataa'al hayaatid dunyaa summa ilainaa marji'ukum fanunabbi 'ukum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "But when He saves them, at once they commit injustice upon the earth without right. O mankind, your injustice is only against yourselves, [being merely] the enjoyment of worldly life. Then to Us is your return, and We will inform you of what you used to do.", "id": "Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikmatan hidup duniawi, selanjutnya kepada Kamilah kembalimu, kelak akan Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1387", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1387.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1387.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia pada umumnya memang suka berbasa basi, bahkan pada situasi kritis sering mengobral janji akan berbuat baik dan berakhlak terpuji, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka mengulangi berbuat kezaliman, yakni mempersekutukan Allah dan melaksanakan kedurhakaan lainnya di bumi tanpa alasan yang benar. Kezaliman mereka sungguh melampaui batas, karena itu Allah mengingatkan, Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri; kenikmatan yang kamu rasakan itu hanya kenikmatan hidup duniawi yang bersifat sementara, selanjutnya kepada Kamilah kembalimu setelah kematian menjemputmu, kelak di akhirat akan Kami kabarkan kepadamu hukuman atas segala apa yang telah kamu kerjakan selama hidup di dunia.", "long": "Setelah Allah melepaskan mereka dari malapetaka itu dan mereka merasa senang dan hilang segala kekhawatirannya, mereka lupa kepada Yang Maha Penyelamat dan Pemberi Karunia, bahkan mereka durhaka kepada-Nya dan kembali berbuat kebinasaan di muka bumi dengan melakukan kezaliman dan kekacauan di antara manusia.\n\nDemikianlah Allah melukiskan watak dan tabiat manusia. Mereka ingat dan merendahkan diri kepada Allah bila mendapat kesengsaraan dan bila malapetaka itu telah lenyap, mereka lupa bahkan kembali mendurhakai Allah.\n\nWatak dan tabiat yang dilukiskan di atas menunjukkan kelemahan manusia, karena itu hendaklah manusia insaf dan sadar atas kelemahan itu. Janganlah kelemahan itu membawa mereka kepada malapetaka yang lebih besar. Sikap congkak dan perbuatan zalim itu, seandainya merupakan suatu kesenangan baginya, maka itu adalah kesenangan sementara, selama hidup di dunia, sedang kesenangan dan kebahagiaan yang kekal ialah kesenangan dan kebahagiaan yang ditimbulkan oleh kepatuhan kepada Allah dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam keadaan senang dan sengsara, suka dan duka, dalam keadaan rugi dan beruntung dan sebagainya. Kesenangan dan kebahagiaan yang demikian akan dirasakan selama hidup di dunia, lebih-lebih di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 1388, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 11, "page": 211, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0637\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0632\u064f\u062e\u0652\u0631\u064f\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0632\u0651\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0635\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa masalul hayaatid dunyaa kammaaa'in anzalnaahu minas sammaaa'i fakhtalata bihee nabaatul ardi mimmaa yaakulun naasu wal an'aam; hattaaa izaaa akhazatil ardu zukhrufahaa wazziyanat wa zanna ahluhaaa annahum qaadiroona 'alaihaaa ataahaaa amrunaa lailan aw nahaaran faja'alnaahaa haseedan ka allam taghna bil-ams; kazaalika nufassilul aayaati liqawminy yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "The example of [this] worldly life is but like rain which We have sent down from the sky that the plants of the earth absorb - [those] from which men and livestock eat - until, when the earth has taken on its adornment and is beautified and its people suppose that they have capability over it, there comes to it Our command by night or by day, and We make it as a harvest, as if it had not flourished yesterday. Thus do We explain in detail the signs for a people who give thought.", "id": "Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1388", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1388.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1388.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa kenikmatan yang diperoleh bagi orangorang musyrik hanyalah kenikmatan duniawi, lalu diingatkan bahwa sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi yang kamu dambakan sampai melupakan kehidupan akhirat itu akan cepat sirna, hanya seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, kemudian meresap ke dalam bumi, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur karena air itu, di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya karena tanamannya telah tumbuh warna-warni dengan sangat rindang, dan berhias indah dengan gunung-gunung dan lembah-lembahnya telah menghijau dengan beragam tanam-tanamannya, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, yakni memetik hasilnya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami berupa bencana atau hama pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan tanamannya seperti tanaman yang sudah disabit, yakni telah dipanen, bahkan kedahsyatan azab tersebut mengesankan seakan-akan belum pernah tumbuh tanaman kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang yang berpikir yang mau mengambil pelajaran dari azab yang telah ditimpakan kepada orangorang yang durhaka.", "long": "Ayat ini menerangkan sifat kehidupan dunia dan perumpamaan yang tepat ditinjau dari segi kefanaanya, seperti lenyapnya suatu harapan yang mulai timbul pada diri seseorang. Sifat dunia seperti ini diserupakan dengan air hujan yang diturunkan Allah dari langit. Dengan air itu tumbuhlah beraneka macam tanaman dan tumbuhan, yang beraneka rupa dan berlainan rasa yang menjadi makanan bagi manusia dan binatang. Lalu permukaan bumi ditutupi oleh keindahan pemandangan dari pohon-pohon yang menghijau, yang dihiasi oleh bunga dan buah-buahan yang beraneka warna. Pada saat itu timbullah harapan dan cita-cita manusia yang mempunyai kebun itu, seandainya tumbuh-tumbuhan itu berbuah dan bisa dipetik. Di tengah harapan yang demikian, datanglah malapetaka yang memusnahkan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan itu, sehingga bumi yang berhiaskan pohon yang beraneka warna itu tiba-tiba menjadi datar dan rata seakan-akan belum pernah ditumbuhi apapun. Pada saat itu, sirnalah harapan dan cita-cita itu, sebagaimana kehidupan dan kesenangan duniawi yang dapat pula sirna seketika.\n\nKefanaan hidup di dunia itu ditegaskan oleh firman Allah:\n\nMaka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? (al-Araf/7: 97-98)\n\nSebagaimana Allah telah memberikan perumpamaan yang tepat dan jelas dalam melukiskan keadaan kehidupan dunia dan tertipunya manusia oleh kehidupan itu karena pengaruh setan dan mengikuti hawa nafsu, maka seperti itu pulalah jelas dan terangnya Allah menerangkan hakikat tauhid, pokok-pokok agama, budi pekerti yang baik dan amal-amal yang saleh yang harus dikerjakan dan dipatuhi. Hanya orang-orang yang mau menggunakan akal pikiran yang sehatlah yang dapat memahami perumpamaan dan penjelasan itu. Banyak manusia yang lalai dan ingkar karena merasa dirinya telah merasa cukup, merasa sanggup dan merasa berkuasa, sehingga lupa akan tujuan hidup dan kehidupan yang sebenarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1389, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 11, "page": 211, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 84, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062f\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wallaahu yad'ooo ilaa daaris salaami wa yahdee mai yashaaa'u ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And Allah invites to the Home of Peace and guides whom He wills to a straight path", "id": "Dan Allah menyeru (manusia) ke Darus-salam (surga), dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1389", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1389.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1389.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar manusia tidak tertipu dengan kehidupan dunia yang fana, lalu Allah memberikan tuntunan menuju jalan yang benar dan penuh kedamaian. Dan Allah menyeru manusia ke Darus-salam, yakni surga, dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus, yakni Islam. Petunjuk Allah diberikan kepada siapa saja yang mau menerimanya.", "long": "Allah menyeru kaum Muslimin agar mereka menempuh jalan yang menghantarkan diri mereka ke Darussalam yaitu kebahagiaan abadi yang akan mereka rasakan di surga nanti. Sebagai bimbingan kepada kehidupan yang bahagia itu, Allah telah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya, agar mereka menempuh jalan yang lurus yaitu jalan yang bisa mengantarkan mereka kepada kehidupan bahagia itu. Mereka dilarang meniru perbuatan orang-orang musyrik yang mengutamakan kehidupan dunia. Mereka terpesona sedemikian rupa kepada kehidupan dunia; mereka tidak akan mengharapkan kebahagiaan lain dari yang telah mereka rasakan. Dengan demikian, mereka telah memilih jalan yang sesat sebab kehidupan dunia itu sangat terbatas dan kebahagiaannya tidak kekal. Itulah sebabnya maka Allah mengajak kaum Muslimin agar mengikuti syariat dan petunjuk yang dibawa Rasul, agar mereka dapat hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Petunjuk Allah yang diberikan kepada manusia adalah merupakan tanda-tanda yang sangat halus, yang dapat dicapai oleh seseorang dengan menggunakan akalnya dengan jalan memperhatikan alam semesta dan isinya, serta hukum-hukum yang berlaku di dalamnya, sehingga dengan demikian manusia akan dapat mencapai kebenaran yang hakiki.\n\nSelain itu Allah memberikan penjelasan tentang hukum, baik yang bersifat umum ataupun yang bersifat khusus, yaitu hukum syara yang mengatur hubungan antara makhluk dengan Khalik serta hubungan antara sesama makhluk. Hukum-hukum Allah yang berlaku bagi manusia ditunjukkan oleh Allah dengan taufik-Nya. Orang yang mencapai hidayah-Nya itu ialah orang-orang yang diberi kemampuan untuk memahami dan melaksanakannya. Hidayah ini diberikan Allah kepada manusia sesuai dengan iradah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1390, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 11, "page": 212, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0647\u064e\u0642\u064f \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0631\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lillazeena ahsanul husnaa wa ziyaadahtunw wa laa yarhaqu wujoohahum qatarunw wa laa zillah; ulaaa'ika ashaabul jannnati hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "For them who have done good is the best [reward] and extra. No darkness will cover their faces, nor humiliation. Those are companions of Paradise; they will abide therein eternally", "id": "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1390", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1390.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1390.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik, yaitu surga, dan tambahannya, yakni kenikmatan melihat Allah (Lihat: Surah al-Qiyamah/75: 22-23). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam akibat kesedihan dan tidak pula dalam kehinaan, tetapi muka mereka berseri-seri ekspresi kegembiraan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa bagi orang-orang yang dapat memahami petunjuk dan mengambil manfaat dari petunjuk itu serta mengamalkannya, Allah akan memberikan pahala sesuai dengan amal perbuatan mereka. Bahkan untuk menggalakkan mereka agar lebih giat mengamalkannya, Allah menjanjikan pahala sepuluh kali lipat atau lebih banyak dari pada itu. Firman Allah:\n\n(Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (an-Najm/53: 31)\n\nOrang yang melakukan amal yang baik akan mendapat imbalan pahala melebihi pahala yang seharusnya diterima. Mereka itu akan menerima pahala yang berlipat ganda.\n\nMereka akan mendapat tambahan pahala lagi yang tidak ternilai harganya, yaitu mereka akan mengetahui dengan sebenarnya bahwa Allah Yang Mahamulia. Pengetahuan ini adalah pengetahuan yang paling tinggi, karena mereka mengetahui dengan sebenarnya Pencipta alam semesta ini, dan membenarkan terjadinya hari akhir. Mereka hidup bahagia, dari wajah mereka tampak cahaya yang berseri-seri, sedikitpun tidak terlihat kemurungan dan kemuraman, lantaran mereka itu tidak merasa kecewa atas keyakinannya yang kuat, dan tidak merasa bersusah hati.\n\nAllah menegaskan bahwa mereka inilah orang-orang yang berhak menjadi penghuni surga. Mereka akan bertempat tinggal di dalamnya selama-lamanya. Di situlah mereka mengalami kebahagiaan yang abadi, karena tidak akan merasa bosan dan jemu akan kenikmatan yang mereka rasakan, dan tidak pula mereka takut akan berkurangnya kenikmatan atau dikeluarkan dari sana." } } }, { "number": { "inQuran": 1391, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 11, "page": 212, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u0647\u064e\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0635\u0650\u0645\u064d \u06d6 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u063a\u0652\u0634\u0650\u064a\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u0650\u0637\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0645\u064f\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena kasabus saiyi aati jazaaa'u saiyi'atim bimislihaa wa tarhaquhum zillah; maa lahum minal laahi min 'aasimin ka annamaaa ughshiyat wujoohuhum qita 'am minal laili muzlimaa; ulaaa'ika Ashaabun Naari hum feeha khaalidoon" } }, "translation": { "en": "But they who have earned [blame for] evil doings - the recompense of an evil deed is its equivalent, and humiliation will cover them. They will have from Allah no protector. It will be as if their faces are covered with pieces of the night - so dark [are they]. Those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.", "id": "Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1391", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1391.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1391.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan akan mendapat balasan kejahatan yang setimpal dengan yang telah mereka kerjakan dan mereka diselubungi kehinaan akibat dari kejahatan tersebut. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun yang menyelamatkan mereka dari azab Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, yakni suram dan muram ekspresi dari penyesalan dan kesedihan yang mendalam. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberikan penjelasan bahwa orang-orang yang menyebarkan kejahatan, mengerjakan keonaran di muka bumi serta membangkang dan mengingkari ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, mereka itu akan mendapat pembalasan yang seimbang, yaitu mereka akan menerima hukuman dari Allah yang setimpal dengan amal perbuatan mereka Wajah mereka tampak kusut karena mereka menderita akibat dari perbuatan syirik yang merasuk ke tulang sumsum mereka, kejahatan yang telah meracuni diri mereka serta penganiayaan mereka terhadap diri mereka sendiri. Pada saat itu mereka tidak dapat membela dirinya, karena memang tidak dapat melindungi diri mereka atau mencegah bencana yang akan ditimpakan kepada mereka. Demikianlah azab yang mereka rasakan dengan penuh penyesalan, akibat menyembah berhala yang mereka anggap sebagai perantara, yang dapat menyampaikan doa-doa mereka kepada Allah. Itulah hari pembalasan dimana tidak ada seorang pun yang menolong mereka kecuali amal baik mereka.\n\nFirman Allah:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (al-Infithar/82: 19)\n\nSebagai tanda penyesalan mereka, wajah-wajah mereka terlihat hitam kelam laksana gelapnya malam, tidak nampak sedikit pun percikan kilat, kemilau bintang, atau seberkas sinar bulan. Mereka benar-benar menyesali perbuatan yang dilakukan di dunia. Harapan mereka hampa, karena berpegang kepada keyakinan yang salah dan mengingkari petunjuk Allah.\n\nAllah menegaskan bahwa mereka itu akan menjadi penghuni neraka yang kekal selama-lamanya dan tidak ada kemungkinan lagi bagi mereka untuk dapat melepaskan diri karena tempat itulah yang layak bagi mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nDan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. (al-Qiyamah/75: 24-25)\n\nDan firman Allah:\n\nDan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram), tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan). Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka.\" (Abasa/80: 40-42)" } } }, { "number": { "inQuran": 1392, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 11, "page": 212, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yawma nahshuruhum jamee'an summa naqoolu lillazeena ashrakoo makaanakum antum wa shurakaaa'ukum; fazaiyalnaa bainahum wa qaala shurakaaa'uhum maa kuntum iyyaanaa ta'budoon" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], the Day We will gather them all together - then We will say to those who associated others with Allah, \"[Remain in] your place, you and your 'partners.' \" Then We will separate them, and their \"partners\" will say, \"You did not used to worship us,", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) itu Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan (Allah), “Tetaplah di tempatmu, kamu dan para sekutumu.” Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1392", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1392.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1392.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan ancaman bagi orang yang menyekutukan Allah. Dan ingatlah pada hari ketika itu Kami mengumpulkan mereka semuanya untuk dihisab, kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan Allah, \"Tetaplah di tempatmu dalam keadaan rendah dan hina, kamu dan para sekutumu.\" Lalu Kami pisahkan mereka, yakni penyembah dan sembahannya, sehingga mereka saling menyalahkan dan menyangkal satu sama lain, dan berkatalah sekutu-sekutu, yakni sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah, \"Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami. Sesungguhnya orang-orang yang menyembah selain Allah pada hakekatnya adalah menyembah hawa nafsu mereka sendiri, karena hawa nafsu merekalah yang menyuruh menyembah selain Allah.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar memper-hatikan orang-orang musyrik bahwa pada suatu saat yang telah ditentukan Allah akan mengumpulkan penyembah-penyembah berhala itu semuanya tanpa ada seorang pun yang ketinggalan, yaitu pada saat seluruh manusia akan diperiksa perkaranya. Allah pada waktu itu berbicara kepada mereka yang mempersekutukan-Nya, sedang mereka terbungkam tidak bisa menge-luarkan sepatah kata pun karena kebingungan dan ketakutan. \"Mengapa mereka tidak lagi bersama-sama dengan sekutu-sekutu mereka di tempat itu. Sehingga sampai saatnya nanti mereka menyaksikan apa yang akan diberlakukan kepada mereka serta keputusan apa yang pantas diberikan kepada mereka, sebagai imbalan dari perbuatan mereka yang benar-benar melanggar larangan Allah serta bertentangan dengan fitrah mereka sendiri, yaitu mereka telah menyembah berhala. Mereka tidak dapat lagi memungkiri perbuatannya, karena bukti-bukti telah nyata bahkan memberatkan mereka.\"\n\nPada waktu itu sekutu-sekutu mereka memberikan kesaksian bahwa mereka sebenarnya tidak hanya menyembah sekutu-sekutu itu, akan tetapi mereka juga mempertuhankan hawa nafsu dan setan. Mereka itu menjadikan berhala-berhala sebagai alat untuk kepentingan mereka sendiri. Kemudian Allah memberikan penjelasan bahwa mereka dan sekutu-sekutunya akan dipisahkan dan masing-masing akan diperiksa, mereka sebagai tertuduh, sedang sekutu-sekutu mereka menjadi saksi." } } }, { "number": { "inQuran": 1393, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 11, "page": 212, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakafaa billaahi shaheedam bainanaa wa bainakum in kunnaa 'an 'ibaadatikum laghaafileen" } }, "translation": { "en": "And sufficient is Allah as a witness between us and you that we were of your worship unaware.\"", "id": "Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, sebab kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1393", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1393.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1393.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lebih lanjut sembahan mereka mengatakan, karena hakikatnya kamu menyembah hawa nafsu kamu, maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, sebab kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu kepada kami, karena kami hanyalah makhluk ciptaan Allah, yang tidak bisa mendatangkan manfaat atau menolak madarat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa berhala-berhala itu memberi pernyataan, sedangkan Allah cukup menjadi saksi antara berhala-berhala dengan penyembah-penyembahnya. Pada saat itulah berhala-berhala itu berlepas diri dari mereka dan mengatakan tidak tahu menahu akan perbuatan mereka. Pada prinsipnya mereka yang menyekutukan Allah itu akan disiksa, karena mereka telah melakukan kesalahan besar. Mereka telah menyembah sesuatu yang tidak berhak disembah padahal mereka mengerti bahwa mereka dan berhala-berhala yang mereka sembah itu diciptakan Allah. Maka seharusnya Allah-lah yang patut disembah, karena Dia Zat yang mempunyai kekuasaan tertinggi terhadap seluruh makhluk-Nya dan Dia berkuasa pula untuk mendatangkan manfaat dan kemudaratan apabila Dia menghendaki." } } }, { "number": { "inQuran": 1394, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 11, "page": 212, "manzil": 3, "ruku": 174, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0641\u064e\u062a\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hunaalika tabloo kullu nafsim maaa aslafat; wa ruddoo ilal laahi mawlaahu mul haqqi wa dalla 'anhum maa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "There, [on that Day], every soul will be put to trial for what it did previously, and they will be returned to Allah, their master, the Truth, and lost from them is whatever they used to invent.", "id": "Di tempat itu (padang Mahsyar), setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya (dahulu) dan mereka dikembalikan kepada Allah, pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1394", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1394.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1394.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa di tempat itu, yakni di padang Mahsyar, setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya ketika di dunia dan setelah kematian menjemputnya, mereka dikembalikan kepada Allah, pelindung mereka yang sebenarnya, tidak ada pelindung selain Dia, dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan sebagai sembahan dan pelindung palsu.", "long": "Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa di Padang Mahsyar nanti seluruh manusia akan dikumpulkan untuk menerima pembalasan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan, tidak ada seorang pun yang bebas dari hukuman-Nya. Bagi yang berbuat kebajikan akan mendapat balasannya dan sebaliknya mereka yang berbuat kejahatan akan mendapat pula siksaannya. Kemudian urusan mereka akan dikembalikan kepada Allah karena Dialah yang paling berhak menentukan keputusan untuk mereka. Pada saat itu, apa yang mereka harapkan agar memberikan syafaat, serta segala sesuatu yang dianggap dapat memberikan pertolongan, akan sia-sia belaka, tidak ada yang dapat memenuhi harapan mereka, apalagi akan menyelamatkan mereka dari siksaan yang akan menimpa. Allah berfirman:\n\n(Yaitu hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (al-Infi(25) Allah menyeru kaum Muslimin agar mereka menempuh jalan yang menghantarkan diri mereka ke Darussalam yaitu kebahagiaan abadi yang akan mereka rasakan di surga nanti. Sebagai bimbingan kepada kehidupan yang bahagia itu, Allah telah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya, agar mereka menempuh jalan yang lurus yaitu jalan yang bisa mengantarkan mereka kepada kehidupan bahagia itu. Mereka dilarang meniru perbuatan orang-orang musyrik yang mengutamakan kehidupan dunia. Mereka terpesona sedemikian rupa kepada kehidupan dunia; mereka tidak akan mengharapkan kebahagiaan lain dari yang telah mereka rasakan. Dengan demikian, mereka telah memilih jalan yang sesat sebab kehidupan dunia itu sangat terbatas dan kebahagiaannya tidak kekal. Itulah sebabnya maka Allah mengajak kaum Muslimin agar mengikuti syariat dan petunjuk yang dibawa Rasul, agar mereka dapat hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Petunjuk Allah yang diberikan kepada manusia adalah merupakan tanda-tanda yang sangat halus, yang dapat dicapai oleh seseorang dengan menggunakan akalnya dengan jalan memperhatikan alam semesta dan isinya, serta hukum-hukum yang berlaku di dalamnya, sehingga dengan demikian manusia akan dapat mencapai kebenaran yang hakiki.\n\nSelain itu Allah memberikan penjelasan tentang hukum, baik yang bersifat umum ataupun yang bersifat khusus, yaitu hukum syara yang mengatur hubungan antara makhluk dengan Khalik serta hubungan antara sesama makhluk. Hukum-hukum Allah yang berlaku bagi manusia ditunjukkan oleh Allah dengan taufik-Nya. Orang yang mencapai hidayah-Nya itu ialah orang-orang yang diberi kemampuan untuk memahami dan melaksanakannya. Hidayah ini diberikan Allah kepada manusia sesuai dengan iradah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1395, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 11, "page": 212, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062f\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u06da \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul mai yarzuqukum minas samaaa'i wal ardi ammany yamlikus sam'a wal absaara wa mai yukhrijul haiya minal maiyiti wa yikhrijul maiyita minal haiyi wa mai yudabbirul amr; fasa yaqooloonal laah; faqul afalaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Who provides for you from the heaven and the earth? Or who controls hearing and sight and who brings the living out of the dead and brings the dead out of the living and who arranges [every] matter?\" They will say, \"Allah,\" so say, \"Then will you not fear Him?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1395", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1395.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1395.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa tuhan sembahan orang kafir kelak di akhirat akan lenyap dan tidak mampu memberi perlindungan kepada penyembahnya, lalu diperintahkan kepada Nabi, katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada orang-orang kafir, \"Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit seperti hujan dan cahaya matahari, dan rezeki dari bumi seperti tumbuhan yang beraneka ragam, atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, seperti ayam dari telur, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, seperti telur dari ayam, dan siapakah yang mengatur segala urusan di alam raya ini sehingga berjalan dengan sangat teratur?\" Maka mereka akan menjawab, \"Allah.\" Jika demikian jawaban mereka, maka katakanlah, wahai Nabi Muhammad \"Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw, agar mengata-kan kepada penduduk Mekah yang menentang kenabiannya, bahwa siapakah yang menurunkan rezeki dari langit dan siapa pula yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan di bumi yang beraneka macam untuk manusia ataupun binatang ternak mereka?\n\nPernyataan ini dimaksudkan agar orang-orang musyrikin Mekah itu menyadari diri mereka sendiri dan ingat bahwa berhala-berhala itu sama sekali tidak sanggup menurunkan hujan dan yang menurunkan hujan itu hanyalah Allah.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menanyakan kepada mereka bahwa siapakah yang kuasa menciptakan telinga sebagai alat pendengaran dan mata sebagai alat penglihatan mereka, sehingga dengan kedua indra itu, mereka dapat mengenal alam semesta dengan fenomenanya. Dengan telinga manusia dapat mendengar tutur kata orang lain dan dengan perantaraannya pula dapat menerima ilmu pengetahuan dan memperoleh pengalaman. Demikian pula dengan penglihatannya, manusia dapat melihat keindahan alam dan dapat menerima isyarat-isyarat yang dapat menuntun pikirannya untuk mengetahui siapa pencipta alam semesta.\n\nTanpa kedua indra ini, manusia tidak dapat mengetahui dengan sempurna keadaan alam dunia. Dua indra ini disebutkan dalam dua ayat ini karena kedua indera itulah yang menjadi alat untuk menerima ilmu pengetahuan, sehingga manusia mempunyai derajat lebih tinggi dari hewan. Sebab, meskipun hewan mempunyai pendengaran dan penglihatan, tetapi hewan tidak diberi akal oleh Allah, sehingga binatang itu tidak dapat menerima ilmu pengetahuan kecuali sekedar instink kebinatangan.\n\nApabila manusia suka merenungkan siapa yang menciptakan kedua indera itu tentulah ia tidak akan ragu, bahkan tanpa berpikir panjang mereka dapat menemukan jawabannya. Apabila mereka menemukan jawabannya, tentulah mereka akan mensyukuri nikmat Allah serta akan beriman dengan iman yang sebenar-benarnya dengan mengakui bahwa tiada tuhan yang lain kecuali Zat Yang Berkuasa Yang menciptakan panca indera itu.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk menanyakan kepada orang-orang musyrik bahwa siapakah yang berkuasa menghidupkan dan mematikan, dan siapa yang menciptakan benda hidup dari benda mati dan menciptakan benda mati dari benda hidup? Pertanyaan ini sengaja ditanyakan untuk menumbuhkan kesadaran mereka, bahwa hanya Allah-lah yang menciptakan tumbuh-tumbuhan dari bumi yang mati, setelah bumi itu diberi kehidupan oleh Allah dengan menurunkan air hujan, firman Allah:\n\nApakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya. (az-Zumar/39: 21)\n\nTanda-tanda kehidupan pada setiap makhluk berbeda-beda. Tanda kehidupan pada tumbuh-tumbuhan ialah tumbuh-tumbuhan itu dapat terus tumbuh, berkembang, dan membesar, sedang tanda kehidupan bagi binatang ialah bergerak dan bernafas. Tanda kehidupan serupa itu mudah dipahami dan diterima oleh akal manusia.\n\nTetapi bagaimanakah tanda-tanda kehidupan dari biji-bijian, baik biji-bijian tunggal ataupun berkeping dua, atau tumbuh-tumbuhan spora, dan bagaimana pula kehidupan pada ovum dan sperma, baik dari binatang dan manusia. Hal ini adalah suatu tanda yang sukar dibayangkan dan dianalisa oleh manusia.\n\nOleh sebab itulah, Allah memberikan tamsil yang mudah dipahami yaitu mengeluarkan benda hidup dari benda mati dan sebaliknya bagaimana mengeluarkan benda mati dari benda hidup untuk menyatakan kekuasaan Allah menciptakan segala benda mati ataupun benda hidup dengan kekuasaan-Nya.\n\nApabila seseorang mau meneliti asal mula kejadian biji-bijian, spora, ovum, dan sperma serta segala macam asal kehidupan, maka mereka akan sampai pada kesimpulan bahwa asal mula kehidupan makhluk yang ada di bumi berasal dari benda mati. Sudah tentu pendapat ini berlawanan dengan pendapat para ahli biologi yang mengatakan bahwa segala jenis yang hidup tidak akan timbul kecuali dari yang hidup. Memang pendapat ini kelihatannya benar apabila kita tinjau dari siklus peredaran kehidupan binatang dan tumbuh-tumbuhan, akan tetapi apabila ditinjau dari asal mula kejadiannya tentulah pendapat tadi tidak tepat. \n\nSelanjutnya Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk menanyakan siapakah yang mengendalikan segala macam urusan makhluk di muka bumi ini? Pengendaliannya sangat mengagumkan. Segala macam kehidupan diatur dengan hukum-hukum yang serasi dan seimbang. Maka bagi orang yang mau merenungkan hukum-hukum-Nya ia akan memberikan jawaban dari semua pertanyaan itu bahwa yang menciptakan segala-galanya ialah Allah, Tuhan seru sekalian alam dan Dia pula yang mengurus dan mengendalikannya.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi saw agar mengatakan kepada kaum musyrikin, mengapa mereka tidak memelihara diri mereka agar terlepas dari kesesatan? Apabila mereka mau memelihara diri mereka tentulah mereka tidak akan terjerumus kepada kemusyrikan dan menjadi penyembah-penyembah berhala. Sembahan-sembahan selain Allah itu sedikitpun tidak mempunyai kekuasaan untuk mendatangkan kemudaratan atau kemanfaatan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1396, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 11, "page": 212, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0635\u0652\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fazaalikumul laahu Rabbukumul haqq; famaazaa ba'dal haqqi illad dalaalu fa annnaa tusrafoon" } }, "translation": { "en": "For that is Allah, your Lord, the Truth. And what can be beyond truth except error? So how are you averted?", "id": "Maka itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling (dari kebenaran)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1396", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1396.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1396.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Zat yang Maha Pemberi rezeki, Pencipta pendengaran dan penglihatan, yang kuasa menghidupkan dan mematikan, dan Maha Pengatur alam raya, maka itulah Allah, Dialah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan, yakni siapa pun yang tidak berkenan mengikuti kebenaran, maka yang ada tinggal kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling dari kebenaran?", "long": "Kemudian ayat ini mengisyaratkan kepada orang-orang musyrikin Mekah bahwa Zat yang mempunyai sifat-sifat yang telah disebutkan terdahulu ialah Allah Yang memelihara mereka, Dialah Tuhan Yang Hak, Yang Hidup dan menghidupkan. Dan Dialah Yang berhak untuk disembah. Dan Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyatakan kepada mereka bahwa tidak ada Tuhan yang mengurus segala urusan di dunia ini selain Allah. \n\nAllah menyalahkan perbuatan mereka dan meminta pertanggungjawaban mengapa mereka menyeleweng dari agama yang benar yaitu agama tauhid kepada sesuatu yang batil, seolah-olah mereka itu lari dari petunjuk Allah dan mencari jalan yang sesat, padahal mereka mengetahui bukti-bukti kebenaran adanya Allah Tuhan Yang sebenarnya. Apabila mereka telah mengetahui bukti-bukti adanya Allah Pencipta alam maka seharusnya mereka tidak mau menyembah tuhan-tuhan yang lain. Sebab apabila terjadi demikian, berarti pengakuan mereka berbeda dengan perbuatan, dan apa yang terbetik dalam hati mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.\n\nBagi siapa yang bersikap menghambakan dirinya kepada Allah berarti mereka telah menempuh jalan yang benar dan mendapat petunjuk-Nya, karena mereka menyembah Tuhan yang benar. Tetapi orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah, mereka itulah orang-orang yang sesat, karena mereka menyembah tuhan yang tidak berhak disembah yang mereka anggap sebagai perantara. Setiap orang yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah adalah orang-orang musyrik dan bergelimang dalam kebatilan serta terjerumus dalam lembah kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 1397, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 11, "page": 212, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalika haqqat Kalimatu Rabbika 'alal lazeena fasaqooo annahum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Thus the word of your Lord has come into effect upon those who defiantly disobeyed - that they will not believe.", "id": "Demikianlah telah tetap (hukuman) Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1397", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1397.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1397.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun orang-orang kafir mengakui bahwa Allah pencipta dan pengatur alam raya, namun mereka tetap saja ingkar, sehingga Allah menghukum mereka. Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, yakni keluar dari ketaatan dan tuntunan agama, karena sesungguhnya mereka terus menerus tidak beriman.", "long": "Allah memberikan ancaman kepada orang-orang yang fasik, dengan ancaman yang tidak dapat diubah lagi karena mereka tidak mau beriman kepada agama yang diserukan oleh Rasul yaitu agama tauhid dan meninggalkan pemujaan berhala.\n\nMereka yang tidak mau percaya kepada agama tauhid bukan karena terpaksa, akan tetapi atas dasar kemauan dan ihtiar mereka sendiri karena mereka tidak mempunyai pandangan yang benar yang dapat melepaskan diri mereka dari belenggu kemusyrikan. Itulah sebabnya mengapa jiwa mereka tidak bisa diarahkan kepada pegangan yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang batil. Mereka telah jauh tenggelam dalam kekafiran, sedang mereka sediri terlalu fanatik kepada kepercayaan nenek moyang mereka. Firman Allah:\n\nSungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus/10: 96-97)" } } }, { "number": { "inQuran": 1398, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul hal min shurakaaa 'ikum mai yabda'ul khalqa suma yu'eeduh; qulil laahu yabda'ul khalqa summa yu'eeduhoo fa annaa tu'fakoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Are there of your 'partners' any who begins creation and then repeats it?\" Say, \"Allah begins creation and then repeats it, so how are you deluded?\"", "id": "Katakanlah, “Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” Katakanlah, “Allah memulai (penciptaan) makhluk, kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1398", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1398.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1398.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, katakanlah, kepada orang-orang kafir \"Adakah di antara sembahan yang kamu jadikan sekutu Allah itu yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya, yakni menghidupkannya kembali?\" Jawabannya pasti tidak ada. Karena itu katakanlah, wahai Nabi Muhammad \"Allah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya, yakni menghidupkannya kembali pada waktu yang sudah ditetapkannya sesuai kehendak-Nya. Maka bagaimana kamu dipalingkan oleh kebohongan dan hawa nafsu, sehingga menyembah selain Allah?\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menanyakan kepada mereka bahwa adakah satu di antara tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah, seperti berhala, roh nenek moyang, binatang-binatang, planet-planet, malaikat, dan jin, yang berkuasa menciptakan makhluk, kemudian menghidupkan kembali sesudah makhluk-makhluk itu mati? Sudah tentu mereka tidak akan dapat menjawab. Hal ini karena mereka mengingkari terjadinya hari kebangkitan, hari mereka dihidupkan kembali dari alam kubur. Sesudah itu Allah memberikan jawaban dengan perantaraan rasul-Nya, bahwa yang berkuasa untuk memulai kehidupan hanyalah Allah dan Dia Yang Berkuasa untuk memulai kehidupan atau mengembalikannya seperti keadaannya semula. Namun, mereka tetap tidak mau menerima agama yang benar, yaitu agama tauhid dan lebih memilih menyembah berhala dan patung-patung yang mereka lakukan karena kecenderungan jiwa mereka sendiri bukan karena terpaksa." } } }, { "number": { "inQuran": 1399, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0644\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0650\u062f\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul hal min shurakaaa 'ikum mai yahdeee ilal haqq; qulil laahu yahdee lilhaqq; afamai yahdeee ilal haqqi ahaqqu ai yuttaba'a ammal laa yahiddeee illaaa ai yuhdaa famaa lakum kaifa tahkumoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Are there of your 'partners' any who guides to the truth?\" Say, \"Allah guides to the truth. So is He who guides to the truth more worthy to be followed or he who guides not unless he is guided? Then what is [wrong] with you - how do you judge?\"", "id": "Katakanlah, “Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran?” Katakanlah, “Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran.” Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1399", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1399.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1399.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walaupun pada ayat sebelumnya sudah dipaparkan bukti kekuasaan Allah, namun orang kafir masih tetap menolak menyembah Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk. Sehingga pada ayat ini kembali Nabi Muhammad diperintah, katakanlah kepada orang-orang kafir, \"Apakah di antara sembahan yang kamu jadikan sekutu Allah itu ada yang mampu membimbing menuju kepada kebenaran? Pasti tidak ada, karena sembahan kamu adalah benda mati yang tidak mampu membimbing dirinya sendiri apalagi membimbing kamu. Karena itu katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran.\" Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? Sungguh ini adalah keputusan yang batil dan zalim.", "long": "Selanjutnya Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk mengemukakan pertanyaan kepada mereka bahwa adakah di antara tuhan-tuhan yang mereka sekutukan dengan Allah itu dapat memberikan petunjuk kepada jalan yang benar seperti yang diterima oleh hamba-hamba-Nya yang beriman? Allah menegaskan bahwa Allah-lah yang memberikan petunjuk atau hidayah dalam arti taufik. Firman Allah:\n\nDia (Musa) menjawab, \"Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.\" (thaha/20: 50)\n\nSetelah orang musyrikin tidak mampu memberikan jawaban karena tidak ada seorang pun di antara mereka yang merasa dirinya mendapat petunjuk dari tuhan-tuhan yang mereka persekutukan dengan Allah, baik petunjuk yang harus diterima sebagai seorang makhluk ataupun agama yang mereka terima sebagai bimbingan hukum, maka Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk menjawab bahwa Allah-lah Yang memberikan petunjuk kepada kebenaran. Baik petunjuk yang diberikan melalui utusan, petunjuk yang diberikan melalui kitab-kitab-Nya, petunjuk yang didapat oleh manusia karena diperintahkan oleh Allah untuk merenungi yang demikian dan memikirkan kejadian alam maupun petunjuk yang diberikan Allah melalui panca indera.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi saw, agar menanyakan kepada mereka, \"Manakah yang lebih berhak untuk diikuti apakah Zat Yang memberikan petunjuk kepada kebenaran ataukah berhala-berhala yang tidak dapat memberikan petunjuk sedikit pun kepada mereka bahkan tidak dapat mengetahui dirinya sendiri.\" Mengapa mereka menerima pilihan serupa itu. Kalaulah mereka mau menggunakan akal dan pikiran tentulah mereka akan memilih Zat Yang memberikan petunjuk kepada mereka, yaitu Allah. Karena tuhan-tuhan yang lain tidak dapat memberikan petunjuk apapun.\n\nAllah mencela perbuatan mereka dengan menanyakan apakah gerangan yang menimpa mereka, sehingga mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai perantara yang dapat menyampaikan ibadah mereka kepada Allah, padahal berhala-berhala itu bukanlah tuhan yang menciptakan, dan bukan yang memberi rezeki serta bukan pula tuhan yang memberi petunjuk. Maka mengapa mereka mengambil keputusan yang tidak adil yaitu menganggap tuhan-tuhan yang mereka persekutukan itu, sebagai Tuhan Yang berhak disembah, berhak dimintai pertolongan tanpa izin dari Zat Yang menciptakan. Dari sisi ini tampaklah kesesatan orang-orang musyrikin itu dan kesalahan tindakan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1400, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yattabi'u aksaruhum illaa zannaa; innaz zanna laa yughnee minal haqqi shai'aa; innal laaha 'Aleemum bimaa yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "And most of them follow not except assumption. Indeed, assumption avails not against the truth at all. Indeed, Allah is Knowing of what they do.", "id": "Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1400", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1400.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1400.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sejumlah pertanyaan yang diungkapkan pada ayat sebelumnya, sebagian ada yang dijawab oleh orang-orang kafir dan sebagiannya ada yang tidak mereka jawab. Dan kebanyakan mereka orang-orang kafir itu hanya mengikuti dugaan bahwa sembahan mereka dapat memberi manfaat, menolak mudarat dan dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran yang datang dari Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan dan akan memberi balasan kelak di Hari Kemudian.", "long": "Berikutnya ayat ini mengemukakan beberapa alasan yang menunjukkan kebenaran agama tauhid dan kesesatan keyakinan orang musyrikin, yaitu kebanyakan dari mereka yang mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain, memusuhi Rasulullah saw dan mendustakan hari kebangkitan. Anggapan serupa itu bukanlah keyakinan yang benar, akan tetapi dugaan yang dilandasi taklid buta kepada nenek moyang mereka karena mereka menduga bahwa apa yang baik menurut nenek moyang mereka, adalah baik buat mereka, padahal yang dilakukan oleh nenek moyang mereka adalah sesat. Di sisi lain, ada segolongan kecil dari mereka yang mengetahui bahwa agama yang dibawa oleh Rasulullah saw itulah agama yang benar, dan berhala-berhala yang mereka sembah tidak dapat memberi pengaruh apa-apa kepada mereka. Akan tetapi karena hati mereka dikotori oleh kemusyrikan, dan sikap mereka yang sombong dan ingkar terhadap kerasulan Muhammad serta perasaan mereka yang takut apabila kepemimpinan mereka hilang, maka mereka tetap bertaklid buta kepada nenek moyang mereka yang bergelimang dalam kemusyrikan.\n\nKemudian Allah menerangkan bagaimana keadaan yang sebenarnya dari orang-orang yang mendasarkan keyakinannya kepada dugaan itu, bahwa sesungguhnya persangkaan itu sedikitpun tidak berguna untuk mencapai kebenaran. Dugaan-dugaan itu tidak dapat disamakan dengan keyakinan, dan keyakinan tidak bisa terjadi kecuali apabila didasarkan kepada sesuatu yang benar yaitu kepada yang telah mantap, yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Di akhir ayat Allah menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa saja yang mereka lakukan, baik perbuatan yang didasarkan kepada kepercayaan yang belum pasti kebenarannya, ataupun amal perbuatan yang didasarkan kepada yang telah pasti kebenarannya. Dia-lah yang mengetahui perbuatan-perbuatan mereka, dan memberikan balasan sesuai dengan perbuatan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1401, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0635\u0652\u062f\u0650\u064a\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana haazal Quraanu ai yuftaraa min doonil laahi wa laakin tasdeeqal lazee baina yadaihi wa tafseelal Kitaabi laa raiba fee mir Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And it was not [possible] for this Qur'an to be produced by other than Allah, but [it is] a confirmation of what was before it and a detailed explanation of the [former] Scripture, about which there is no doubt, from the Lord of the worlds.", "id": "Dan tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi (Al-Qur'an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1401", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1401.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1401.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang kebenaran yang datang dari Allah dan Dia-lah yang mampu membimbing kepada ke-benaran tersebut, lalu dalam ayat ini dijelaskan tentang kebenaran Al-Qur'an sebagai firman Allah. Dan tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi Al-Qur'an membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as dan lainlain, dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, yakni sebagian ayat-ayat Al-Qur'an itu menjelaskan secara terperinci hukumhukum yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an itu sendiri, tidak ada keraguan di dalamnya, dan merupakan petunjuk yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.", "long": "Allah menjelaskan bahwa tidaklah pantas dan tidak masuk akal apabila Al-Qur'an itu diciptakan oleh selain Allah. Dan tidak mungkin manusia mampu membuat Al-Qur'an. Sebagai alasan ketidakmungkinan itu ialah karena siapa pun juga selain Allah tidak akan mampu membuat yang semacam Al-Qur'an. Apabila ada yang merasa mampu membuatnya maka anggapan serupa itu hanyalah impian belaka yang tidak mungkin terjelma dalam dunia kenyataan. Hal ini pernah diucapkan oleh orang yang paling kafir dan paling memusuhi Nabi Muhammad saw yaitu Abu Jahal, pada saat mengomentari kejujuran Muhammad, \"Muhammad tidak pernah berdusta kepada seorangpun, jadi apakah mungkin ia berdusta kepada Allah.\"\n\nJadi apabila tidak mungkin Al-Qur'an itu diciptakan oleh selain Allah, maka yang dapat diyakini ialah bahwa Al-Qur'an itu hanyalah kalam Allah semata.\n\nAl-Qur'an berfungsi sebagai \"pembenar\" terhadap kitab-kitab yang sebelumnya, yaitu kitab yang diturunkan kepada Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa a.s. Al-Qur'an berisi pokok-pokok agama yang membimbing umat yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta mengamalkan isinya dengan sebaik-baiknya.\n\nAl-Qur'an diturunkan kepada Muhammad saw bukanlah karena wahyu yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya itu tidak benar, tetapi karena umat manusia telah melupakan sebagian besar dari pokok-pokok agama mereka, bahkan ada pula yang sengaja memutarbalikkan agama mereka dan mencampurnya dengan tradisi-tradisi baru yang diciptakan oleh pemimpin mereka untuk merusak pokok ajaran agama mereka.\n\nPokok-pokok ajaran agama mereka itu belum pernah diketahui oleh Nabi Muhammad saw sebelum ia menjadi utusan yaitu sebelum ia menerima wahyu dari Allah.\n\nDikatakan bahwa Al-Qur'an sebagai pembenar terhadap kitab yang sebelumnya, karena Al-Qur'an membawa pokok-pokok ajaran yang bersesuaian dengan pokok-pokok akidah yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Juga disebabkan oleh kedatangan Nabi Muhammad saw yang menerima wahyu dari Allah itu, sesuai dengan isyarat yang terdapat dalam kitab-kitab yang sebelumnya, seperti firman Allah:\n\nYaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. (al-Araf/7: 157)\n\nAl-Qur'an itu berfungsi sebagai \"perinci\" kandungan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah, yaitu kitab-kitab yang mengandung hukum dari Allah, dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia, yang berisi akidah, syariat, contoh teladan, nasehat-nasehat, dan urusan kemasyarakatan. Al-Quran mengandung petunjuk dan tidak ada bagian yang dapat diragukan, Al-Quran datang dari Zat Yang menciptakan, dan seandainya Al-Quran itu bukan kalam Allah sudah tentu akan didapati di dalamnya kesimpangsiuran dan banyak kesalahan." } } }, { "number": { "inQuran": 1402, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am yaqooloonaf taraahu qul faatoo bisooratim mislihee wad'oo manis tata'tum min doonil laahi in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Or do they say [about the Prophet], \"He invented it?\" Say, \"Then bring forth a surah like it and call upon [for assistance] whomever you can besides Allah, if you should be truthful.\"", "id": "Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? Katakanlah, “Buatlah sebuah surah yang semisal dengan surah (Al-Qur'an), dan ajaklah siapa saja di antara kamu orang yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1402", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1402.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1402.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keingkaran orang-orang kafir terhadap kebenaran Al-Qur'an mereka tampakkan dengan menuduh bahwa Al-Qur'an adalah buatan Nabi Muhammad. Apakah pantas mereka mengatakan dia, Muhammad yang telah membuat-buatnya? Bukankah Muhammad adalah seorang manusia biasa? Kalau demikian tuduhan mereka, maka katakanlah wahai nabi Muhammad, \"Buatlah sebuah surah yang semisal dengan surah Al-Qur'an, dan ajaklah siapa saja di antara kamu orang yang mampu membuatnya selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar dalam tuduhan itu.\"", "long": "Allah mengalihkan pembicaraan kepada orang-orang jahiliyah yang mengingkari kerasulan Muhammad saw dan Al-Qur'an itu ciptaan Muhammad. Menghadapi tuduhan orang-orang jahiliyah itu Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menangkis tuduhan mereka dengan mengatakan bahwa apabila perkataan mereka itu benar, hendaklah mereka membuat sebuah surah yang semisal dengan sebuah surah dalam Al-Qur'an, dari segi daya tariknya, petunjuk ilmunya, gaya bahasanya, dan susunannya. Sebagai tantangan kepada mereka, Allah menyuruh Nabi Muhammad saw untuk mengatakan kepada mereka agar mereka mengajak siapa saja yang dipandang mampu selain Allah, untuk membuktikan apa yang mereka ucapkan itu.\n\nFirman Allah:\n\nKatakanlah, \"Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Quran ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.\" (al-Isra/17: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 1403, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064f\u0647\u064f \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal kazzaboo bimaa lam yuheetoo bi'ilmihee wa lammaa yaatihim taaweeluh; kazaalika kazzabal lazeena min qablihim fanzur kaifa kaana 'aaqibatuz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Rather, they have denied that which they encompass not in knowledge and whose interpretation has not yet come to them. Thus did those before them deny. Then observe how was the end of the wrongdoers.", "id": "Bahkan (yang sebenarnya), mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat yang ada sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1403", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1403.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1403.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang musyrik menolak kebenaran Al-Qur'an bukan karena mereka tidak tahu kebenaran itu, tetapi antara lain karena keangkuhan mereka. Bahkan yang sebenarnya terjadi adalah mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Sebagaimana orang-orang kafir Makkah mendustakan Al-Qur'an, demikianlah halnya umat-umat yang ada sebelum mereka telah mendustakan rasul-rasul dan bukti-bukti kebenaran yang mereka bawa. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. Allah menghukum mereka dengan siksaan di dunia sesuai dengan kezaliman mereka dan kelak di akhirat akan disiksa di dalam neraka.", "long": "Allah mengungkapkan bahwa orang-orang musyrikin ternyata tidak mampu menjawab tantangan Allah untuk membuat sesuatu yang semisal dengan Al-Qur'an. Allah menjelaskan keadaan orang-orang musyrikin yang sebenarnya, bahwa mereka setelah mendengar ayat-ayat yang dibacakan oleh Muhammad, mereka secara serta merta mendustakan-nya, padahal mereka belum memikirkan terlebih dahulu kandungan isinya, dan belum mengetahui duduk persoalannya. Sikap yang demikian itu adalah karena mereka memusuhi Muhammad yang membawa keyakinan baru yang berbeda dengan keyakinan nenek moyang mereka.\n\nKemudian Allah membandingkan sikap orang-orang musyrikin itu dengan sikap orang-orang musyrik yang hidup pada masa-masa sebelum mereka. Sebab, ada persamaan di antara mereka yaitu orang-orang musyrikin Mekah mendustakan ayat-ayat yang diterima oleh Muhammad saw, sedang orang-orang musyrik dari umat-umat yang lalu mendustakan rasul-rasul mereka, sama-sama mendustakan wahyu yang diterima nabi-nabi sebelum mereka menyelidiki kebenarannya secara seksama sebelum memahami penjelasannya.\n\nYang dimaksud dengan penjelasan di sini ialah kenyataan yang harus dihadapi oleh mereka akibat mendustakan ayat-ayat yang diturunkan kepada Muhammad saw seperti kenyataan yang telah diterima mereka atau oleh umat-umat pada masa lalu, sebagai akibat dari keingkaran mereka terhadap wahyu yang mereka terima. Kenyataan yang mereka alami ialah siksaan Allah yang mereka rasakan di dunia sebelum mereka merasakan siksaan yang lebih berat di akhirat.\n\nDi akhir ayat, Allah menjelaskan bahwa memang demikian itulah nasib orang-orang yang mendustakan rasul-rasul dan nabi-nabi yang sebenarnya. Nasib ini tentu akan menimpa pula kaum musyrikin Mekah apabila mereka tetap bersikap keras dalam mendustakan wahyu-wahyu Allah. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw dan pengikut-pengikutnya agar memperhatikan bagaimana akhir kehidupan umat yang menganiaya diri sendiri karena mereka berani memusuhi dan mendustakan rasul-rasul Allah.\n\nAllah berfirman:\n\nMaka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. (al-Ankabut/29: 40)" } } }, { "number": { "inQuran": 1404, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 175, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minhum mai yu 'minu bihee wa minhum mal laa yu'minu bih; wa Rabbuka a'lamu bilmufsideen" } }, "translation": { "en": "And of them are those who believe in it, and of them are those who do not believe in it. And your Lord is most knowing of the corrupters", "id": "Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1404", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1404.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1404.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa secara umum orangorang musyrik menolak kebenaran Al-Qur'an bahkan menuduh Nabi Muhammad telah membuat-buat Al-Qur'an, lalu pada ayat ini dijelaskan bahwa ternyata di antara mereka orang-orang musyrik itu ada orang-orang yang beriman kepadanya, yakni mengakui kebenaran Al-Qur'an hanya dalam hatinya, tetapi lahiriyahnya tetap menolak, dan di antaranya ada pula orang-orang yang tidak beriman kepadanya, tidak mengakui kebenaran Al-Qur'an baik secara lahir baupun batin. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan, yakni mengikuti kebatilan dan menolak kebenaran yang bersumber dari Tuhan Pemelihara alam. Allah akan memberi balasan atas apa yang mereka kerjakan.", "long": "Allah menjelaskan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya bahwa keadaan orang musyrikin yang mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an akan terbagi menjadi dua golongan. Segolongan yang benar-benar mempercayai Al-Quran dengan iktikad yang kuat dan segolongan lainnya tidak mempercayainya dan terus menerus berada dalam kekafiran. Namun demikian, mereka tidak akan diazab secara langsung di dunia seperti nasib yang telah dialami oleh kaum sebelum Nabi Muhammad saw.\n\nDi akhir ayat dijelaskan bahwa Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang membuat kerusakan di bumi, karena mereka mempersekutukan Allah, menganiaya diri mereka sendiri dan menentang hukum Allah. Hal itu disebabkan karena fitrah mereka telah rusak. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 1405, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kazzabooka faqul lee 'amalee wa lakum 'amalukum antum bareee'oona mimmaaa a'malu wa ana bareee'um mimmaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And if they deny you, [O Muhammad], then say, \"For me are my deeds, and for you are your deeds. You are disassociated from what I do, and I am disassociated from what you do.\"", "id": "Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1405", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1405.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1405.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bersabarlah dan berteguhhatilah dalam menyampaikan kebenaran, dan jika mereka orang-orang musyrik itu tetap mendustakanmu wahai Nabi Muhammad, maka katakanlah, \"Bagiku pekerjaanku dan aku akan bertanggung jawab atas pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu dan kamu akan bertanggung jawab atas pekerjaan kamu di hadapan Allah. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.\" Setiap orang akan mempertanggungjawabkan pekerjaannya masing-masing.", "long": "Allah memberikan penjelasan, apabila orang musyrikin itu tetap mendustakan Muhammad saw, maka Allah memerintahkan kepadanya untuk mengatakan kepada mereka bahwa Nabi Muhammad saw berkewajiban meneruskan tugasnya yaitu meneruskan tugas-tugas kerasulannya, sebagai penyampai perintah Allah yang kebenarannya jelas, perintah yang mengandung peringatan dan janji-janji serta tuntunan ibadah berikut pokok-pokok kemaslahatan yang menjadi pedoman untuk kehidupan dunia. Nabi Muhammad saw tidak diperintahkan untuk menghakimi mereka, apabila mereka tetap mempertahankan sikap mereka yang mendustakan Al-Qur'an dan mempersekutukan Allah, Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Setiap orang berbuat sesuai dengan pem-bawaannya masing-masing.\" Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (al-Isra/17: 84)\n\nMereka berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan Nabi Muhammad pun tidak bertanggungjawab terhadap apa yang mereka lakukan. Maksudnya Allah tidak akan menjatuhkan hukuman kepada seseorang karena kesalahan orang yang lain. Allah berfirman:\n\nKatakanlah, \"Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan.\" (Saba/34: 25\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memi-kul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat.\" (Hud/11: 35)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nKemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.\" (asy-Syuara/26: 216)" } } }, { "number": { "inQuran": 1406, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 11, "page": 213, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0645\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minhum mai yastami'oona iliak; afa anta tusmi'us summa wa law kaanoo la ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And among them are those who listen to you. But can you cause the deaf to hear, although they will not use reason?", "id": "Dan di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Muhammad). Tetapi apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1406", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1406.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1406.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad akan mempertanggungjawabkan perbuatannya, lalu dijelaskan pada ayat ini, dan di antara mereka ada yang mendengarkan engkau wahai Nabi Muhammad, padahal hati mereka tidak menerimanya. Maka apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli pendengaran hatinya itu mendengar sedangkan mereka tidak mengerti? Tentu tidak bisa.", "long": "Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya bahwa di antara orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah ada sekelompok manusia yang mendengarkan secara sembunyi-sembunyi apabila Al-Qur'an dibacakan. Mereka memperhatikan pokok-pokok agama yang terkandung di dalamnya, namun mereka tidak bermaksud untuk mendengarkan dengan ketulusan hati, karena mereka pada saat mendengar itu tidak mau mempergunakan akalnya untuk memperhatikan kandungan Al-Quran dan tidak pula mau memikirkan maksud dan tujuannya, sehingga mereka itu tidak dapat memahami tujuan yang sebenarnya.\n\nMereka mau mendengarkan karena tertarik kepada susunan bahasa yang indah dari Al-Quran dan merasa kagum mendengar keindahan susunannya, seperti seorang yang tertarik kepada kicauan burung di atas pepohonan, mereka hanya dapat menikmati keindahannya tetapi tidak dapat memahami maksud apa yang terkandung dalam kicauannya itu. Allah berfirman:\n\nSetiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main. (al-Anbiya/21: 2)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, \"Ini (Al-Qur'an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.\" (al-Anam/6: 25)\n\nDi akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw tidak akan mampu untuk membuat mereka itu mendengar dan mengerti akan apa yang mereka dengarkan, karena mereka itu telah kehilangan manfaat dari indera pendengaran dalam arti yang sebenar-benarnya. Mereka itu bukanlah pendengar yang baik, sebab pendengar yang baik ialah orang yang dapat memikirkan dan memahami serta melaksanakan maksud dan tujuan dari apa yang didengarnya. Apalagi mereka selamanya memang tidak akan berusaha untuk ikut mengerti, maka mereka tidak akan dapat manfaat dari apa yang mereka dengarkan dan tidak akan dapat memahami petunjuk-petunjuk yang dikandungnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1407, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u0652\u064a\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minhum mai yanzuru ilaik; afa anta tahdil 'umya wa law kaanoo laa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "And among them are those who look at you. But can you guide the blind although they will not [attempt to] see?", "id": "Dan di antara mereka ada yang melihat kepada engkau. Tetapi apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak memperhatikan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1407", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1407.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1407.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara mereka ada yang melihat kepada engkau wahai Nabi Muhammad, yakni menyaksikan tanda-tanda kenabianmu, tetapi mereka tidak mengakuinya. Maka apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta mata hatinya itu, sedangkan mereka tidak memperhatikan? Tentu tidak bisa.", "long": "Sesudah itu Allah menjelaskan bahwa di antara orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah ada pula kelompok orang yang benar-benar memperhatikan Nabi Muhammad saw pada saat membacakan Al-Qur'an. Akan tetapi, perhatian mereka itu hanya lahiriyah semata dan hanya melihat gerakan lidah Nabi pada saat mengucapkan lafaz dan susunannya, bukan merupakan perhatian yang murni yang dapat memahami dan memikirkan makna yang terkandung di dalam kata yang tersusun dalam kalimat itu. Itulah sebabnya maka cahaya iman dalam hati mereka tidak dapat memancar karena tertutup noda-noda kemusyrikan. Mereka tidak dapat melihat tanda-tanda kebenaran dan petunjuk yang terkandung dalam Al-Qur'an. Padahal pandangan batin inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Seharusnya dengan perhatian itu manusia dapat memahami dan memikirkan apa yang dilihatnya, karena Allah menyamakan mereka itu dengan orang buta.\n\nPada akhir ayat, Allah menegaskan bahwa Nabi Muhammad sebagai utusan tidaklah mampu membuat mereka itu melihat tanda-tanda kebenaran yang terdapat di dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Karena mereka memang tidak akan mampu mengindera tanda-tanda kebenaran ayatnya apalagi mereka tidak mempunyai niat untuk mempergunakan indera batinnya untuk memahami kandungan isi ayat-ayat Al-Qur'an itu selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1408, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal laaha laa yazlimun naasa shai'anw wa laakin nannaasa anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah does not wrong the people at all, but it is the people who are wronging themselves.", "id": "Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1408", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1408.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1408.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, karena Dia sudah memberikan petunjuk menuju jalan kebenaran dan melarang ke jalan kesesatan serta memberi kebebasan kepada manusia untuk menentukan pilihan, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri dengan berbuat kejahatan dan mengabaikan kebenaran.", "long": "Kemudian Allah menandaskan kepada kaum Muslimin, bahwa Dia tidak akan menganiaya hambanya dan tidak akan mengurangi daya indera dan semua alat yang dimiliki manusia untuk memperoleh petunjuk, agar mereka sampai kepada kebenaran dan dapat mempedomani petunjuk itu sehingga dapat melaksanakannya untuk mencapai segala sesuatu yang bermanfaat bagi mereka, asalkan manusia itu sendiri mau mempergunakan pancainderanya sebaik-baiknya. Kalau terjadi sebaliknya, merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Karena mereka diberi mata dan telinga, tetapi tidak mau memahami petunjuk Allah berarti merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Karena mereka tidak mau mendengar, dan diberi hati tetapi tidak mau mengerti, maka sepantasnyalah apabila mereka disiksa sebab menganiaya diri mereka sendiri. Allah telah menurunkan utusan untuk membimbing mereka kepada kehidupan yang bahagia di dunia dan di akhirat, tetapi mereka tidak mau mendengar dan tidak mau menaatinya, maka apabila mereka tersesat di dunia dan di akhirat kelak dijatuhi siksaan yang berat, maka yang menganiaya mereka itu tiada lain adalah diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1409, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yahshuruhum ka al lam yalbasooo illaa saa'atam minan nahaari yata'aarafoona bainahum; qad khasiral lazeena kazzaboo biliqaaa'il laahi wa maa kaanoo muhtadeen" } }, "translation": { "en": "And on the Day when He will gather them, [it will be] as if they had not remained [in the world] but an hour of the day, [and] they will know each other. Those will have lost who denied the meeting with Allah and were not guided", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1409", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1409.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1409.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa Allah tidak sedikit pun menzalimi hamba-Nya, lalu dijelaskan tentang kebenaran ajaran Al-Qur'an, diantaranya adalah datangnya Hari Pembalasan. Dan ingatlah pada hari ketika Allah mengumpulkan mereka di Padang Mahsyar, mereka merasa seakan-akan tidak pernah berdiam di dunia kecuali sesaat saja pada siang hari, pada waktu mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan siksa dan pahala dari Allah dan mereka itulah orang-orang yang benar-benar tidak mendapat petunjuk.", "long": "Allah memerintahkan Rasul-Nya agar memberikan peringatan kepada orang musyrik bahwa Allah akan menimpakan siksa kepada mereka di Hari Kiamat yaitu pada saat mereka dihimpun di Padang Mahsyar setelah mereka dibangkitkan kembali dari alam kubur. Mereka akan diperiksa pada hari itu dan akan diberikan pembalasan yang setimpal dengan amalnya. Pada hari itu mereka akan dapat membandingkan betapa lamanya waktu yang harus mereka lalui apabila dibandingkan dengan kehidupan dunia yang terasa sebentar saja. Di saat itulah mereka akan merasa menyesal karena tertipu oleh kehidupan dan kenikmatan dunia yang sifatnya hanya sementara, serta melupakan kehidupan akhirat padahal kehidupan akhirat itu adalah kehidupan yang kekal dan di saat itu pulalah mereka akan merasakan penyesalan yang berkepanjangan dan menerima hukuman. Allah berfirman:\n\nPada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah). (al- Ahqaf/46: 35)\n\nDan firman Allah:\n\nDan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran). (ar-Rum/30: 55)\n\nAllah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik merasa merugi karena mereka tidak dapat merasakan kebahagiaan yang abadi, karena mereka tidak beriman dengan iman yang benar, serta tidak melakukan amal yang baik, yang dapat meningkatkan diri mereka menjadi makhluk yang mulia yang pantas menerima keridaan Allah, sehingga mereka berhak memasuki surga. Mereka juga mendustakan kepercayaan bahwa orang-orang yang diridai Allah dapat bertemu dengan Allah. Itulah sebabnya maka Allah pada akhir ayat menandaskan bahwa mereka itu tergolong orang-orang yang tidak mendapat petunjuk, karena mereka telah menentukan pilihan yang salah yaitu mengutamakan kehidupan dunia yang fana, daripada kehidupan akhirat yang abadi yang mengandung kenikmatan yang tiada taranya." } } }, { "number": { "inQuran": 1410, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa imma nuriyannaka ba'dal lazee na'iduhum aw natawaffayannaka fa ilainaa marji'uhum summal laahu shaheedun 'alaa maa yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "And whether We show you some of what We promise them, [O Muhammad], or We take you in death, to Us is their return; then, [either way], Allah is a witness concerning what they are doing", "id": "Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian dari (siksaan) yang Kami janjikan kepada mereka, (tentulah engkau akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan engkau (sebelum itu), maka kepada Kami (jualah) mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1410", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1410.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1410.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika Kami perlihatkan kepadamu wahai Nabi Muhammad, sebagian dari siksaan yang Kami janjikan sebagai ancaman hukuman kepada mereka, tentulah engkau akan melihatnya atau jika Kami wafatkan engkau sebelum datangnya siksa itu, sehingga engkau tidak menyaksikan ketika siksaan itu datang, maka kepada Kami jualah mereka kembali dengan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan mereka, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan dan akan memberikan balasan dengan seadil-adilnya. Hukuman Tuhan bagi orang yang berbuat maksiat dapat diberikan di dunia atau di akhirat.", "long": "Selanjutnya ditegaskan adanya siksaan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang musyrik, yaitu siksaan yang akan ditimpakan kepada mereka di dunia dan di akhirat. Siksaan yang akan ditimpakan kepada mereka akan diperlihatkan kepada Rasul keseluruhan atau sebagiannya baik di waktu Rasul masih hidup ataupun setelah wafat. Hal itu bergantung kepada kehendak Allah semata. Yang dimaksud dalam ayat itu bahwa Rasulullah saw akan mengetahui siksaan yang akan ditimpakan kepada mereka itu tidak seluruhnya, tetapi hanya sebagian saja, yaitu siksaan yang telah ditimpakan kepada mereka di dunia seperti terkabulnya doa Nabi di waktu perang Badar, yaitu turunnya hujan yang deras yang menguntungkan kaum Muslimin dan merugikan orang-orang musyrik sehingga kaum Muslimin mendapat kemenangan yang gilang gemilang. Juga seperti kekalahan total orang-orang musyrik pada Fath Makkah sehingga kekuatan mereka menjadi binasa sama sekali. Sekalipun demikian, persoalan mereka akan dikembalikan kepada allah, karena di hari Mahsyar kelak Allah akan memperlihatkan kepada Nabi Muhammad saw keseluruhan azab yang akan mereka rasakan.\n\nKemudian Allah akan memberikan balasan yang setimpal dengan perbuatan yang mereka lakukan dan tidak ada sesuatupun yang dapat menghalang-halangi pembalasan dan siksaan yang akan mereka rasakan dan mereka alami. Allah berfirman:\n\nMaka bersabarlah engkau (Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar. Meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka, atau pun Kami wafatkan engkau (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kamilah mereka dikembalikan. (Gafir/40: 77)\n\nDan firman Allah:\n\nAtau Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Maka sungguh, Kami berkuasa atas mereka. (az-Zukhruf/43: 42)" } } }, { "number": { "inQuran": 1411, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa likulli ummatir Rasoolun fa izaa jaaa'a Rasooluhum qudiya bainahum bilqisti wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And for every nation is a messenger. So when their messenger comes, it will be judged between them in justice, and they will not be wronged", "id": "Dan setiap umat (mempunyai) rasul. Maka apabila rasul mereka telah datang, diberlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikit pun) tidak dizalimi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1411", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1411.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1411.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai wujud keadilan Tuhan, Dia mengutus rasul-rasul sebagai pemberi peringatan. Dan setiap umat mempunyai rasul yang menyampaikan ajaran kebenaran disertai bukti-bukti atas kebenaran ajaran tersebut. Maka apabila rasul mereka telah datang, diberlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan sedikit pun tidak dizalimi. Orang yang beriman dan berbuat kebaikan akan diberi pahala, sedangkan yang ingkar dan berbuat mungkar, maka akan disiksa.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat, pada saat umat itu memerlukannya. Tujuan pengutusan rasul ialah untuk memberikan berbagai pedoman yang wajib mereka turuti seperti pokok-pokok akidah dan segala amal saleh yang menyelamatkan mereka dari siksaan di hari pembalasan. Pada saat para rasul itu telah datang kepada mereka dan telah menyampaikan kepada mereka petunjuk-petunjuk yang harus mereka ketahui mengenai urusan agama, maka seharusnyalah mereka tidak membuat alasan untuk menolak dan menentangnya. Pada hari pembalasan nanti Allah juga akan memberikan keputusan tentang apa yang harus mereka rasakan dengan seadil-adilnya, dan mereka sedikitpun tidak teraniaya, itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatan yang mereka lakukan, oleh karena itu mereka berhak dijatuhi siksaan yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 1412, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona mataa haazal wa'du in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When is [the fulfillment of] this promise, if you should be truthful?\"", "id": "Dan mereka mengatakan, ”Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1412", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1412.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1412.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mendengar adanya ancaman tersebut, mereka orang-orang kafir mengatakan, \"Bilakah datangnya ancaman itu, siang atau malam, atau segerakanlah, jika kamu orang-orang yang benar?\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa mereka akan bertanya kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya tentang kapan saatnya janji yang telah dijanjikan kepada mereka itu akan terjadi. Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang mengejek kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya seolah-olah menurut penilaian mereka bahwa janji Allah itu tidak akan terjadi. Janji Allah yang ditanyakan kepada Nabi saw dan pengikutnya ialah ancaman Allah yang akan ditimpakan kepada mereka baik siksaan di dunia ataupun siksaan di akhirat.\n\nAllah berfirman:\n\n...Sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya. (Maryam/19: 75)\n\nDan firman-Nya :\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama. (al-Jinn/72: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 1413, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c \u06da \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul laaa amliku linafsee darranw wa laa naf'an illaa maa shaaa'al laah; likulli ummatin ajalun izaa jaaa'a ajaluhum falaaa yastaakhiroona saa'a tanw wa laa yastaqdimoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"I possess not for myself any harm or benefit except what Allah should will. For every nation is a [specified] term. When their time has come, then they will not remain behind an hour, nor will they precede [it].\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1413", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1413.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1413.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendengar permintaan orang-orang kafir sebagaimana terungkap pada ayat di atas, lalu Allah memerintahkan: Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Aku hanyalah seorang utusan yang tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku sendiri maupun kepada kalian, kecuali apa yang Allah kehendaki.\" Allah telah menetapkan bagi setiap umat mempunyai ajal, yakni batas waktu hidup dan lainnya. Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.", "long": "Allah mengajarkan kepada Rasulullah saw jawaban yang harus dikatakan kepada mereka dengan memerintahkan kepada Rasulullah saw agar mengatakan kepada mereka bahwa Rasulullah tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak pula mendatangkan kemanfaatan kepada dirinya. Sebab Rasulullah hanya utusan Allah yang tidak berkuasa untuk mempercepat ataupun memperlambat datangnya siksaan yang dijanjikan Allah kepada mereka, sebagaimana ia juga tidak dapat memperlambat datangnya pertolongan Allah yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang Muslimin. Akan tetapi datangnya manfaat dan mudarat yang ditimpakan kepada manusia, tiada lain hanyalah atas kehendak Allah semata. Itu berarti apabila Allah menghendaki terjadinya sesuatu, maka hal itu tidak ada sangkut-pautnya dengan kehendak rasul-Nya, karena kehendak itu hanyalah semata-mata milik Allah yang memelihara alam semesta. Tugas Rasul hanyalah menyampaikan kehendak Alllah, bukan menciptakan kehendak. Apabila Rasulullah mengetahui akan hal-hal yang gaib, tidak lain hanya karena mengetahuinya dari wahyu Allah semata.\n\nFirman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.\" (al-Araf/7: 188)\n\nSebagai penegasan Allah menjelaskan bahwa tiap-tiap umat mempunyai ajal yang telah ditentukan waktunya oleh Allah. Ajal itu akan tiba saatnya apabila waktu yang telah ditentukan Allah telah tiba. Waktu tibanya ajal itu termasuk pengetahuan Allah yang tidak dapat diketahui oleh siapapun juga selain-Nya. Maka apabila ajal mereka telah tiba mereka tidak mampu menundanya sesaat pun, dan mereka tidak pula mampu memajukan waktunya dari waktu yang telah ditentukan. Demikian pula Rasulullah saw tidak akan berkuasa untuk menentukan panjang pendeknya ajal yang telah ditentukan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1414, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f\u0647\u064f \u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ara'aitum in ataakum 'azaabuhoo bayaatan aw nahaaram maazaa yasta'jilu minhul mujrimoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if His punishment should come to you by night or by day - for which [aspect] of it would the criminals be impatient?\"", "id": "Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, jika datang kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam atau siang hari, manakah yang diminta untuk disegerakan orang-orang yang berdosa itu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1414", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1414.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1414.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik, \"Terangkanlah kepadaku, jika datang kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam ketika kamu tidur nyenyak, atau siang hari ketika kamu sibuk dengan urusan duniamu, manakah yang diminta untuk disegerakan orang-orang yang berdosa itu?\" Allah mampu menyegerakan azab yang mereka minta, tetapi Dia menunda, karena memberi kesempatan kepada para pendurhaka untuk bertobat dari perbuatan maksiat.", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik agar mereka itu menerangkan apa yang akan mereka lakukan seandainya siksaan Allah yang dijanjikan kepada mereka itu datang dengan tiba-tiba. Baik datangnya di waktu malam pada saat mereka tidur lelap, atau di waktu siang hari, pada saat mereka sibuk dengan urusan mereka, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga, lalu apakah yang mereka inginkan, apakah mereka menginginkan siksaan akhirat yang akan ditimpakan kepada mereka pada hari pembalasan. Maka apapun pilihan mereka, itu hanyalah menunjukkan kepicikan dan kebodohan mereka, sebab janji Allah pasti akan datang dan tidak seorangpun dapat menghalang-halanginya. Pernyataan ini mengandung ejekan terhadap mereka karena pada umumnya orang yang berbuat jahat dan bergelimang dalam kedurhakaan merasa takut akan siksaan yang akan ditimpakan kepadanya. Lambat laun siksaan itu tentu akan datang juga, dan mereka tidak akan dapat mengelakkan diri dari siksaan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1415, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0622\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Asumma izaa maa waqa'a aamantum bih; aaal'aana wa qad kuntum bihee tasta'jiloon" } }, "translation": { "en": "Then is it that when it has [actually] occurred you will believe in it? Now? And you were [once] for it impatient", "id": "Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya? Apakah (baru) sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar disegerakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1415", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1415.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1415.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya bahwa Allah Mahakuasa? Padahal saat itu kepercayaanmu sudah tidak berguna, karena kamu sudah binasa. Apakah baru sekarang kamu percaya kalau azab itu pasti datang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar azab itu disegerakan? Ayat ini menjadi teguran bagi orang yang sombong bahkan menantang agar segera didatangkan azab yang diancamkan kepada orang-orang yang durhaka.", "long": "Di ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasul agar menanyakan kepada mereka apakah orang-orang musyrik itu baru mau mempercayai ancaman Allah untuk mengazab mereka setelah terjadi azab yang mereka takuti. Padahal pada saat itu keimanan mereka tidak berguna lagi, lalu apa gunanya mereka selalu meminta supaya siksa yang dijanjikan kepada mereka itu disegerakan, ataukah permintaan menyegerakan itu hanyalah untuk menunjukkan sikap mereka yang selalu mendustakan ayat-ayat Allah dan menanggapi dengan kesombongan?" } } }, { "number": { "inQuran": 1416, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 85, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u0652\u062f\u0650 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa qeela lillazeena zalamoo zooqoo 'azaabal khuld hal tujzawna illaa bimaa kuntum taksiboon" } }, "translation": { "en": "Then it will be said to those who had wronged, \"Taste the punishment of eternity; are you being recompensed except for what you used to earn?\"", "id": "Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu, “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu lakukan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1416", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1416.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1416.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai akibat dari kesombongan dan kedurhakaan mereka, kemudian di akhirat dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu, \"Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal di neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan sesuai dengan apa yang telah kamu lakukan selama kamu hidup di dunia.\"", "long": "Allah menjelaskan bahwa apabila mereka tetap tidak mau percaya, hendaklah dikatakan kepada mereka bahwa mereka akan merasakan siksaan Allah yang pasti akan datang dan untuk selama-lamanya. Siksaan Allah yang akan ditimpakan kepada mereka itu adalah sebagai imbalan dari apa yang mereka lakukan di dunia ini. Mereka akan diberi balasan setimpal dengan perbuatan yang telah mereka lakukan sesuai dengan pilihan mereka sendiri, seperti mengingkari kebenaran ayat-ayat Allah, menyekutukan Tuhan, membuat kerusakan di muka bumi dan kebebalan mereka tidak mau berhenti melakukan permusuhan terhadap Rasulullah serta mengingkari terjadinya hari kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 1417, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 11, "page": 214, "manzil": 3, "ruku": 176, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0628\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yastambi'oonaka ahaqqun huwa qul ee wa Rabbeee innahoo lahaqq; wa maaa antum bimu'jizeen" } }, "translation": { "en": "And they ask information of you, [O Muhammad], \"Is it true?\" Say, \"Yes, by my Lord. Indeed, it is truth; and you will not cause failure [to Allah].\"", "id": "Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad), “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?” Katakanlah, “Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya (azab) itu pasti benar dan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1417", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1417.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1417.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan dengan perinci tentang siksaan yang akan diterima oleh orang-orang kafir, lalu mereka menanyakan kepadamu wahai Nabi Muhammad, \"Benarkah azab yang dijanjikan itu?\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad \"Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu pasti benar akan terjadi dan menimpa orang-orang yang durhaka dan kamu sekali-kali tidak dapat mengalahkankan Tuhan untuk menghindar dari siksa-Nya.\"", "long": "Allah menjelaskan kepada Nabi saw bahwa orang-orang kafir Quraisy akan menanyakan berita yang sangat penting kepadanya, yaitu mengenai ancaman Allah yang akan ditimpakan kepada mereka, siksaan dunia maupun siksaan akhirat. Apakah janji itu memang benar-benar akan terjadi ataukah ancaman itu hanya berupa kabar untuk menakut-nakuti mereka saja. Pertanyaan yang demikian menunjukkan keraguan mereka sendiri, karena pada saat mereka mendustakan ayat-ayat Allah mereka tidak akan meyakini kebenaran ucapan mereka itu karena mereka dipengaruhi oleh perasaan permusuhan kepada Nabi Muhammad sw dan hanya taklid kepada kepercayaan nenek moyangnya. Menghadapi pertanyaan itu Rasulullah saw diperintahkan untuk menjawab bahwa apa yang diberitakan itu benar-benar akan terjadi. Bahkan di dalam jawaban itu Allah menyatakan dengan sumpah yang menunjukkan bahwa janji itu memang betul-betul akan terjadi.\n\nFirman Allah:\n\nSungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya. (ath-thur/52: 7-8)\n\nDi akhir ayat Allah menandaskan bahwa apabila Allah telah menurunkan siksa yang dijanjikan kepada mereka, maka mereka tidak akan pernah luput dari ancaman itu, meskipun mereka berusaha lari dari siksaan itu.\n\nAllah berfirman:\n\nDan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya. (al-Jinn/72: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 1418, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 11, "page": 215, "manzil": 3, "ruku": 177, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u064e\u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062f\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law anna likulli nafsin zalamat maa fil ardi laftadat bih; wa asarrun nadaamata lammaa ra awul 'azaab, wa qudiya bainahum bilqist; wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And if each soul that wronged had everything on earth, it would offer it in ransom. And they will confide regret when they see the punishment; and they will be judged in justice, and they will not be wronged", "id": "Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1418", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1418.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1418.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa orang-orang yang durhaka pasti akan diazab, lalu pada ayat ini digambarkan penyesalan mereka ketika di akhirat. Dan kalau seandainya setiap orang yang zalim itu, yakni orang yang mempersekutukan Allah itu mempunyai segala harta benda berharga yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu agar terlepas dari siksa, tetapi hal itu tidak mungkin, dan mereka menyembunyikan penyesalannya yang sangat besar dan tersembunyi dalam hati, ketika mereka telah menyaksikan, merasakan azab yang sangat pedih itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.", "long": "Allah menjelaskan bahwa seandainya tiap-tiap orang yang menganiaya diri mereka dengan mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain, mempunyai seluruh kekayaan yang ada di bumi, dan diberi kesempatan kepada mereka untuk menebus diri mereka, agar mereka selamat dari siksa Allah dengan seluruh kekayaan yang mereka miliki, tentulah kesalahan mereka tidak seimbang dengan tebusan mereka itu. Apalagi pada saat itu tobat atau tabusan tidak dapat diterima lagi. Tidak ada perlindungan lagi bagi mereka untuk menyelamatkan diri dari siksaan Allah. Namun demikian, mereka berusaha menyembunyikan penyesalan itu. Hal yang demikian itu karena mereka telah benar-benar menyadari bahwa segenap usaha yang mereka lakukan tidak ada gunanya lagi, baik ia menjerit sekuat-kuatnya atau membungkam seribu bahasa. Pada saat itu keputusan Allah telah ditetapkan di antara mereka dengan seadil-adilnya. Mereka akan merasakan balasan dari seluruh tindakan mereka, yang secara fanatik mengikuti nenek moyang mereka yang tetap bergelimang dalam kemusyrikan.\n\nApabila mereka mendapat siksaan serupa itu tidaklah dapat dikatakan bahwa Allah menganiaya mereka, tetapi mereka sendirilah yang menganiaya diri mereka. Siksaan Allah yang akan menimpa mereka itu digambarkan sebagai berikut:\n\nSesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, \"Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.\" (an-Naba/78: 40)\n\nDan firman-Nya:\n\nWahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). (al-Furqan/25: 28)\n\nDan firman-Nya:\n\nSungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Quran) ketika (Al-Quran) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia. (al-Furqan/25: 29)" } } }, { "number": { "inQuran": 1419, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 11, "page": 215, "manzil": 3, "ruku": 177, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alaaa inna lillaahi maa fis samaawaati wal ard; alaaa inna wa'dal laahi haqqunw wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, to Allah belongs whatever is in the heavens and the earth. Unquestionably, the promise of Allah is truth, but most of them do not know", "id": "Ketahuilah sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1419", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1419.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1419.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak akan menzalimi hamba-Nya, karena Dia tidak memerlukan apapun dari siapapun. Ayat ini menegaskan, \"Ketahuilah sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi, Dia yang menciptakan dan Dia atur sesuai kehendak-Nya. Ketahuilah, bukankah janji Allah itu benar? Hari Pembalasan pasti akan datang. Orang yang taat pasti akan diberi pahala dan yang durhaka akan disiksa. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui dan tidak mempercayainya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya dalam menerapkan hukum-hukum-Nya yang tak dapat dihalang-halangi oleh siapapun, dan tidak dapat ditebus dengan segala macam tebusan, karena langit, bumi dan segala isinya adalah milik Allah. Allah meminta perhatian kepada seluruh manusia, agar tidak melalaikan ketentuan-Nya. Yang dimaksud dengan segala sesuatu yang ada di antara langit dan bumi dalam ayat ini, ialah semua benda alam termasuk makhluk yang berakal. Hal ini dimaksudkan agar manusia suka merenungkan bahwa langit, bumi dan seluruh isinya berada dalam pengawasan-Nya, dan Allah menetapkan hukum-hukum-Nya menurut kehendak-Nya. Dia dapat memberikan karunia kepada hamba-hamba-Nya menurut kehendak-Nya, dan memberikan siksaan kepada makhluk-Nya menurut kehendak-Nya pula.\n\nSelain itu Allah juga menegaskan bahwa janji apa saja yang telah ditetapkan Allah kepada hamba-Nya melalui rasul-Nya, adalah janji yang benar pasti dan akan datang karena Allah berkuasa atas sesuatu, tentu berkuasa pula memenuhi janji-Nya. Tak ada seorangpun yang dapat mempengaruhi-Nya.\n\nKemudian Allah mencela sebagian besar orang-orang musyrik karena mereka selalu mendustakan ayat-ayat Allah dan hari kebangkitan, padahal mereka telah membaca kebenaran ayat-ayat Allah, dan telah mendengar bimbingan-bimbingan yang dibawa oleh Rasulullah saw. Hal itu menunjukkan bahwa penilaian mereka tidak murni lagi, akan tetapi dipengaruhi oleh sikap permusuhan kepada Nabi saw, dan kefanatikan mereka terhadap agama nenek moyang mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1420, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 11, "page": 215, "manzil": 3, "ruku": 177, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwa yuhyee wa yumeetu wailaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "He gives life and causes death, and to Him you will be returned", "id": "Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1420", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1420.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1420.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai salah satu bukti kekuasaan Allah, Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan setelah kematian menghampirimu.", "long": "Allah menandaskan bahwa Dialah Zat yang menunjukkan, yang dapat menghidupkan dan mematikan. Dia berkuasa untuk menentukan hidup dan mati semua makhluk dan benda hidup yang ada di langit dan bumi ini. Tak ada Zat lain yang mempengaruhi-Nya dan menghalang-halangi kehendak-Nya. Dia berkuasa pula untuk membangkitkan manusia dari alam kuburnya dan mengembalikan mereka kepada-Nya, pada saat hari yang telah dijanjikan, yaitu hari pembalasan, yang saat itu manusia akan diadili, dan akan diberi pembalasan sebagaimana mestinya, setimpal dengan amal perbuatannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1421, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 11, "page": 215, "manzil": 3, "ruku": 177, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0634\u0650\u0641\u064e\u0627\u0621\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan naasu qad jaaa'atkum maw 'izatum mir Rabbikum wa shifaaa'ul limaa fis sudoori wa hudanw wa rahmatul lilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "O mankind, there has to come to you instruction from your Lord and healing for what is in the breasts and guidance and mercy for the believers.", "id": "Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1421", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1421.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1421.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diingatkan pada ayat sebelumnya bahwa semua yang hidup pasti akan mati dan akan kembali kepada Allah, lalu manusia diingatkan: Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran berupa Kitab Suci Al-Qur'an dari Tuhanmu, obat penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, yakni dalam hati manusia, seperti iri hati, dengki, dan lain-lain, dan petunjuk menuju kebenaran serta rahmat yang besar bagi orang yang benar-benar beriman.", "long": "Allah berseru kepada sekalian manusia bahwa kepada mereka telah didatangkan Al-Qur'an melalui rasul-Nya. Di dalamnya terkandung pedoman-pedoman hidup yang sangat berguna bagi kehidupan mereka.\n\nDi dalam ayat ini disebutkan pedoman-pedoman hidup itu, sebagai jawaban atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan ancaman-ancaman-Nya. Ayat ini menyimpulkan fungsi Al-Qur'an al-Karim dalam memperbaiki jiwa manusia di antaranya:\n\n1. Mauidhah, yaitu pelajaran dari Allah kepada seluruh manusia agar mereka mencintai yang hak dan benar, serta menjauhi perbuatan yang batil dan jahat. Pelajaran ini harus betul-betul dapat terwujud dalam perbuatan mereka.\n\n2. Syifa yaitu penyembuh bagi penyakit yang bersarang di dada manusia, seperti penyakit syirik, kufur dan munafik, termasuk pula semua penyakit jiwa yang mengganggu ketenteraman jiwa manusia, seperti putus harapan, lemah pendirian, memperturutkan hawa nafsu, menyembunyikan rasa hasad dan dengki terhadap manusia, perasaan takut dan pengecut, mencintai kebatilan dan kejahatan, serta membenci kebenaran dan keadilan.\n\n3. Huda, yaitu petunjuk ke jalan yang lurus yang menyelamatkan manusia dari keyakinan yang sesat dengan jalan membimbing akal dan perasaannya agar berkeyakinan yang benar dengan memperhatikan bukti-bukti kebenaran Allah, serta membimbing mereka agar giat beramal, dengan jalan mengutamakan kemaslahatan yang akan mereka dapati dari amal yang ikhlas serta menjalankan aturan hukum yang berlaku, mana perbuatan yang boleh dilakukan dan mana perbuatan yang harus dijauhkan.\n\n4. Rahmah, yaitu karunia Allah yang diberikan kepada orang-orang mukmin, yang dapat mereka petik dari petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur'an. Orang-orang mukmin yang meyakini dan melaksanakan petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur'an akan merasakan buahnya. Mereka akan hidup tolong-menolong, sayang-menyayangi, bekerja sama dengan menegakkan keadilan, menumpas kejahatan dan kekejaman, serta saling bantu membantu untuk memperoleh kesejahteraan.\n\nAllah berfirman:\n\nMuhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (al-Fath/48: 29)\n\nDan firman-Nya:\n\nKemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan un-tuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (al-Balad/90: 17)\n\nEmpat sifat yang terkandung dalam ayat ini diciptakan Allah sesuai dengan fitrah kejadian manusia. Artinya, menurut akal, manusia mempunyai kecenderungan untuk menerima nasehat-nasehat yang baik, menerima petuah-petuah yang dapat mengobati kegoncangan jiwanya, menerima petunjuk-petunjuk yang dapat dipedomani untuk kebahagiaan hidupnya dan suka hidup damai, kasih mengasihi dan sayang menyayangi di antara mereka.\n\nSifat rahmah dikhususkan buat orang mukmin di dalam ayat ini, sebab merekalah yang mau menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman, dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sedang orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak mau mempercayai apalagi mengerjakan isi kandungannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1422, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 11, "page": 215, "manzil": 3, "ruku": 177, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul bifadlil laahi wa birahmatihii fabizaalika falyaf rahoo huwa khairum mimmaa yajma'oon" } }, "translation": { "en": "Say, \"In the bounty of Allah and in His mercy - in that let them rejoice; it is better than what they accumulate.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1422", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1422.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1422.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada manusia \"Dengan karunia Allah berupa agama Islam dan rahmat-Nya, yakni Al-Qur'an, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat Allah itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan berupa harta dan kemewahan duniawi.\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada umat-Nya bahwa rahmat Allah adalah karunia yang paling utama, melebihi keutamaan-keutamaan lain yang diberikan kepada mereka di dunia. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan agar mereka bergembira dan bersyukur atas nikmat yang mereka terima, yang melebihi kenikmatan-kenikmatan yang lainnya.\n\nKegembiraan orang-orang mukmin karena berpegang teguh kepada Al-Qur'an digambarkan dalam ayat lain sebagai berikut:\n\nAllah berfirman:\n\nDan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. (ar-Rum/30: 4)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira de-ngan apa (kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad). (ar-Rad/13: 36)\n\nDikatakan bahwa karunia Allah dan Rahmat-Nya lebih baik dari yang lain, yang dapat mereka capai, karena karunia Allah dan rahmat-Nya yang terpancar dari Al-Qur'an adalah kekal untuk mereka, sedangkan kenikmatan yang lain bersifat fana dan sementara, yang hanya dapat mereka rasakan selama mereka mengarungi kehidupan di dunia saja, apabila mereka kembali ke alam baka, kenikmatan yang dapat mereka kumpulkan di dunia itu tidak berguna lagi bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1423, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 11, "page": 215, "manzil": 3, "ruku": 177, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064d \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0622\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ara'aitum maaa anzalal laahu lakum mir rizqin faja'altum minhu haraamanw wa halaalan qul aaallaahu azina lakum am 'alal laahi taftaroon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you seen what Allah has sent down to you of provision of which you have made [some] lawful and [some] unlawful?\" Say, \"Has Allah permitted you [to do so], or do you invent [something] about Allah?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.” Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (ten-tang ini) ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1423", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1423.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1423.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan kecaman terhadap orang musyrik yang ingkar kepada karunia Allah. Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik, \"Terangkanlah kepadaku tentang rezeki, berupa hewan, tumbuhan, tambang, dan aneka hasil bumi yang diturunkan, yakni diberikan, Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram atas kamu dan ada yang kamu haramkan khusus untuk para perempuan (Lihat: Surah al-An'a m/6: 139), dan sebagiannya kamu hukumi halal tanpa penjelasan dari Allah sebagaimana tertera di dalam Al-Qur'an.\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad \"Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu tentang ini ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?\" Allah sudah menegaskan apa-apa yang halal dan yang haram dan manusia tinggal menjalankan ketentuan tersebut.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada orang-orang musyrikin yang mengingkari kebenaran wahyu dan kerasulan Muhammad bahwa apakah semua rezeki yang telah diturunkan kepada mereka, yang menjadi sumber penghidupan mereka, baik tumbuh-tumbuhan atau binatang ternak, dapat ditentukan hukumnya, halal atau haram oleh mereka sendiri. Padahal sudah jelas bahwa yang menciptakan semuanya itu adalah Allah. Maka sebenarnya mereka tidak berhak menentukan hukumnya. Itulah sebabnya maka Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada mereka bahwa yang berhak menentukan hukum itu ialah yang menciptakan kesemuanya, yaitu Allah. Ataukah mereka beranggapan bahwa Allah telah memberikan izin kepada mereka untuk menentukan hukum ataukah mereka berbuat sedemikian itu hanyalah dengan mengada-adakan saja atas nama Allah, atau anggapan mereka saja bahwa apa yang telah mereka tentukan sesuai dengan ketentuan Allah, yaitu apa yang mereka haramkan, itulah yang diharamkan Allah dan apa yang mereka halalkan, itulah yang dihalalkan Allah? Kemungkinan yang pertama, yaitu mereka mendapat izin Allah adalah tidak mungkin terjadi karena mereka sendiri telah mendustakan wahyu itu sendiri, maka kemungkinan keduanyalah yang bisa terjadi yaitu mereka menentukan hukum itu hanyalah atas dasar dugaan semata, atau dengan kata lain mereka mengada-adakan atas nama Allah.\n\nDan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, \"Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.\" Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu. (al-Anam/6: 136)" } } }, { "number": { "inQuran": 1424, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 11, "page": 215, "manzil": 3, "ruku": 177, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa zannul lazeena yaftaroona 'alal laahil kaziba Yawmal Qiyaamah; innal laaha lazoo fadlin 'alan naasi wa laakinna aksarahum laa yashkuroon" } }, "translation": { "en": "And what will be the supposition of those who invent falsehood about Allah on the Day of Resurrection? Indeed, Allah is full of bounty to the people, but most of them are not grateful.\"", "id": "Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari Kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1424", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1424.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1424.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih berisi kecaman terhadap orang-orang musyrik. Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, yakni orang-orang kafir, tentang perlakuan Allah kepada mereka pada hari Kiamat? Apakah mereka menduga Allah akan mengampuni dosa dan tidak menyiksa mereka? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan kepada manusia, antara lain memberi kesempatan bertobat kepada pelaku maksiat, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur, mengingkari kerasulan Nabi Muhammad, banyak berbuat maksiat, dan enggan bertobat sampai akhir hayat.", "long": "Allah mengungkapkan kesalahan dari dugaan mereka bahwa pada hari pembalasan nanti setiap orang diberi balasan yang setimpal dengan amalnya, mereka itu tidak akan dihisab, mereka tidak akan dijatuhi hukuman, karena berbuat dusta atas nama Allah, atau karena beranggapan bahwa diri mereka berhak menentukan hukum, halal dan haramnya sesuatu. Kesalahan mereka inilah yang menyeret mereka kepada kesalahan yang lebih besar, yaitu mereka secara sengaja telah berani mencampuri urusan yang sebenarnya menjadi hak Allah, menentang wahyu yang diturunkan dari Allah dan mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain.\n\nMereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (Saba/34: 13)\n\nAllah menjelaskan alasan, mengapa mereka harus menerima hukuman, yaitu karena kesalahan mereka sendiri. Allah telah melimpahkan karunia-Nya yang sangat besar kepada manusia, yaitu menurunkan wahyu untuk dijadikan pedoman hidup mereka, agar mereka hidup berbahagia di dunia dan di akhirat, dan telah menentukan halal dan haramnya segala sesuatu, agar mereka terbimbing kepada kehidupan yang makmur dan sentausa. Allah telah menurunkan aneka ragam rezeki untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.\n\nDi akhir ayat Allah menyayangkan mengapa sebagian besar manusia tidak mau mensyukuri segala macam nikmat yang telah diberikan kepada mereka, bahkan mereka menganiaya diri mereka sendiri dengan jalan menentang ketentuan dan hukum yang telah ditetapkan Allah. Mereka tidak mau mempedomani wahyu yang telah diturunkan kepada mereka. Kebanyakan dari mereka hidup mengikuti hawa nafsu dan menghambur-hamburkan harta benda, karena perasaan takabur dan membanggakan diri." } } }, { "number": { "inQuran": 1425, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 11, "page": 215, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0650\u064a\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0632\u064f\u0628\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u063a\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa takoonu fee shaaninw wa maa tatloo minhu min quraaninw wa laa ta'maloona min 'amalin illaa kunnaa 'alaikum shuhoodan iz tufeedoona feeh; wa maa ya'zubu 'ar Rabbika mim mis qaali zarratin fil ardi wa laa fis samaaa'i wa laaa asghara min zaalika wa laaa akbara illaa fee Kitaabim Mubeen" } }, "translation": { "en": "And, [O Muhammad], you are not [engaged] in any matter or recite any of the Qur'an and you [people] do not do any deed except that We are witness over you when you are involved in it. And not absent from your Lord is any [part] of an atom's weight within the earth or within the heaven or [anything] smaller than that or greater but that it is in a clear register.", "id": "Dan tidakkah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1425", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1425.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1425.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa kebanyakan manusia tidak pandai bersyukur, lalu dalam ayat ini ditegaskan bahwa seluruh perbuatan manusia selalu berada dalam pengawasan Allah. Dan tidaklah engkau Muhammad berada dalam suatu urusan apapun, baik duniawi maupun ukhrawi, dan kamu tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an, baik yang panjang maupun yang pendek serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan apapun, baik ketaatan maupun kemaksiatan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak terlewatkan sedikit pun dari pengetahuan dan catatan Tuhanmu melalui para malaikat-Nya, biarpun nilai perbuatan itu hanya sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).", "long": "Allah menjelaskan kepada Rasul-Nya dan kaum Muslimin bahwa pada saat Rasulullah melaksanakan urusan yang penting yang menyangkut kepentingan masyarakat, pada saat membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, dan pada saat manusia melaksanakan amal perbuatannya, tidak ada yang terlepas dari pengawasan Allah. Dia menyaksikan semua amal perbuatan itu pada saat dilakukannya.\n\nYang termasuk urusan penting dalam ayat ini ialah segala macam urusan yang menyangkut kepentingan umat seperti urusan dakwah Islamiyah, yaitu mengajak umat agar mengikuti jalan yang lurus, dengan cara yang bijaksana dan suri tauladan yang baik, membangunkan kesadaran umat agar tertarik untuk melakukan perintah agama dan menjauhi larangan-larangan-Nya, termasuk pula urusan pendidikan umat dan cara-cara merealisir pendidikan itu hingga menjadi kenyataan yang berfaedah bagi kesejahteraan umat. Disebutkan pula bahwa ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca itu mencakup semua urusan berdasarkan pola-pola pelaksanaannya, tidak boleh menyimpang dari padanya, karena urusan segala umat secara prinsip telah diatur dalam kitab itu.\n\nKemudian disebutkan semua amalan yang dilakukan oleh hamba-Nya, yang telah digariskan oleh wahyu yang diturunkan kepada rasul-Nya, dengan mempedomani isi dari wahyu itu dalam urusannya sehari-hari, serta menaati rasul, karena apa yang diucapkan dan dikerjakan rasul menjadi suri tauladan yang baik bagi seluruh umat.\n\nAllah menandaskan bahwa segala macam amalan yang dilakukan oleh hamba-Nya, tidak ada satupun yang luput dari ilmu dan pengawasan Allah, meskipun amalan itu lebih kecil dari benda yang terkecil, ataupun urusan itu maha penting sehingga tak terkendalikan oleh manusia. Disebutkannya urusan yang kecil dari yang terkecil dan urusan yang maha penting, agar tergambar dalam hati para hamba-Nya, bahwa ilmu Allah itu begitu sempurna sehingga tidak ada satu urusanpun yang luput dari ilmu-Nya, bagaimanapun remehnya urusan itu dan bagaimana pentingnya urusan itu, apalagi urusan itu di luar kemampuan manusia.\n\nIlmu Allah tidak hanya meliputi segala macam urusan yang ada di bumi, tetapi. Juga meliputi segala macam urusan di langit, yang urusannya lebih rumit dan lebih sukar tergambar dalam pikiran manusia. Hal ini untuk menguatkan arti dari keluasan ilmu Allah, sehingga terasalah keagungan dan kekuasaan-Nya.\n\nDi akhir ayat ini, Allah menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada satu urusanpun melainkan telah tercatat dalam kitab yang nyata yaitu Lauh Mahfudh, maksudnya segala macam urusan itu semuanya dikontrol dan dikendalikan serta dikuasai oleh ilmu Allah Yang Maha Luas dan tercatat dalam kitab-Nya yang jelas di Lauh Mahfudh.\n\nAllah berfirman:\n\nDan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudh). (al-Anam/6: 59)" } } }, { "number": { "inQuran": 1426, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alaa innaa awliyaaa'al laahi laa khawfun 'alaihim wa laa hum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, [for] the allies of Allah there will be no fear concerning them, nor will they grieve", "id": "Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1426", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1426.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1426.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa apapun yang dikerjakan oleh manusia baik ketaatan maupun kemaksiatan, maka tidak sedikit pun terlewatkan dari pengetahuan Tuhan, lalu pada ayat ini dijelaskan tentang kesudahan orang-orang yang selalu dalam ketaatan. Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, yakni kekasih Allah tidak ada rasa takut, yakni kekhawatiran pada mereka terhadap apa yang akan mereka hadapi di akhirat dan mereka tidak bersedih hati atas apa yang terjadi selama kehidupan di dunia.", "long": "Di ayat ini, Allah mengarahkan perhatian kaum Muslimin agar mereka mempunyai kesadaran penuh, bahwa sesungguhnya wali-wali Allah, tidak akan merasakan kekhawatiran dan gundah hati.\n\nWali-wali Allah dalam ayat ini ialah orang-orang yang beriman dan bertakwa, sebagai sebutan bagi orang-orang yang membela agama Allah dan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum-Nya di tengah-tengah masyarakat, dan sebagai lawan kata dari orang-orang yang memusuhi agama-Nya, seperti orang-orang musyrik dan orang kafir (lihat tafsir Surah al-Anam/6: 51-55).\n\nDikatakan tidak ada rasa takut bagi mereka, karena mereka yakin bahwa janji Allah pasti akan datang, dan pertolongan-Nya tentu akan tiba, serta petunjuk-Nya tentu membimbing mereka ke jalan yang lurus. Dan apabila ada bencana menimpa mereka, mereka tetap sabar menghadapi dan mengatasinya dengan penuh ketabahan dan tawakal kepada Allah. (lihat tafsir Surah al-Baqarah/2: 249).\n\nHati mereka tidak pula gundah, karena mereka telah meyakini dan rela bahwa segala sesuatu yang terjadi di bawah hukum-hukum Allah berada dalam genggaman-Nya. Mereka tidak gundah hati lantaran berpisah dengan dunia, dengan semua kenikmatan yang besar. Mereka tidak takut akan menerima azab Allah di hari pembalasan karena mereka dan seluruh sanubarinya telah dipasrahkan kepada kepentingan agama. Mereka tidak merasa kehilangan sesuatu apapun, karena telah mendapatkan petunjuk yang tak ternilai besarnya (lihat tafsir Surah al-Baqarah/2: 2 dan al-Anfal/8: 29)." } } }, { "number": { "inQuran": 1427, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena aamanoo wa kaanoo yattaqoon" } }, "translation": { "en": "Those who believed and were fearing Allah", "id": "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1427", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1427.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1427.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wali-wali Allah yang disebut pada ayat sebelumnya, yaitu orang-orang yang beriman tanpa ada sedikit pun keraguan dan senantiasa bertakwa, yakni selalu mengerjakan amal saleh sehingga mereka terhindar dari azab Allah.", "long": "Allah menjelaskan siapa yang dimaksud dengan wali-wali Allah yang berbahagia itu dan apa sebabnya mereka demikian. Penjelasan yang didapat dalam ayat ini menunjukkan bahwa wali itu ialah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Dimaksud beriman di sini ialah orang yang beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir, segala kejadian yang baik dan yang buruk semuanya dari Allah, serta melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Sedang yang dimaksud dengan bertakwa ialah memelihara diri dari segala tindakan yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah, baik hukum-hukum Allah yang mengatur tata alam semesta, ataupun hukum syara yang mengatur tata hidup manusia di dunia (lihat tafsir Surah al-Anfal/8: 10)." } } }, { "number": { "inQuran": 1428, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Lahumul bushraa filha yaatid dunyaa wa fil Aakhirah; laa tabdeela likalimaatil laah; zaalika huwal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "For them are good tidings in the worldly life and in the Hereafter. No change is there in the words of Allah. That is what is the great attainment.", "id": "Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1428", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1428.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1428.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia berupa ketenangan hidup karena mereka menempuh jalan yang benar dan di akhirat mereka terhindar dari siksa neraka dan masuk surga serta kekal di dalamnya (Lihat: Surah al-Anfal/8: 10). Tidak ada perubahan bagi janji-janji, yakni ketetapan-ketetapan Allah. Demikian itulah, yakni terbebas dari siksa neraka dan kekal di surga adalah kemenangan yang agung.", "long": "Allah menjelaskan bahwa mereka mendapat kabar gembira, yang mereka rasakan dalam kehidupan mereka di dunia dan di akhirat. Kabar gembira yang mereka dapati ini ialah kabar gembira yang telah dijanjikan Allah melalui Rasul-Nya. Di dunia, kabar gembira itu antara lain berbentuk kemenangan yang mereka peroleh dalam menegakkan kalimah Allah, kesuksesan hidup karena menempuh jalan yang benar, dan harapan yang diperoleh sebagai khalifah di dunia. Selama mereka tetap berpegang kepada hukum Allah dan membela kebenaran agama Allah, mereka akan mendapat husnul khatimah. Adapun kabar gembira yang akan mereka dapati di akhirat yaitu, selamat dari siksa kubur, dari sentuhan api neraka dan kekalnya mereka di dalam surga Adn (lihat tafsir Surah al-Anfal/8: 10).\n\nAllah menegaskan bahwa tidak ada perubahan dari janji-janji Allah. Maksudnya bahwa kabar gembira yang telah dijanjikan Allah di dalam kitab-Nya dan ditetapkan oleh sabda Rasul-Nya, baik janji Allah yang mereka dapati di dunia dan yang akan mereka dapati di akhirat, tidak akan berubah karena hal itu adalah buah dari iman yang benar, yang mereka hayati dan dari takwa yang mereka jalankan.\n\nDi akhir ayat ini Allah menyatakan bahwa apa yang mereka peroleh adalah kemenangan yang gilang gemilang yang tak ada tandingannya di dunia, yaitu kebahagiaan hidup di surga dan terlepas dari siksa neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 1429, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u0643\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d8 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laa yahzunka qawluhum; innal 'izzata lillaahi jamee'aa; Huwas Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And let not their speech grieve you. Indeed, honor [due to power] belongs to Allah entirely. He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1429", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1429.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1429.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa wali-wali Allah akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat, lalu Allah berfirman: Dan janganlah engkau wahai Nabi Muhammad merasa sedih oleh perkataan mereka yang kafir kepada Allah, seperti engkau dikatakan pembohong, penyair dan lain-lain. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar apapun yang mereka katakan, Maha Mengetahui apa pun yang mereka kerjakan.", "long": "Allah melarang kaum Muslimin merasa risau dan gundah lantaran perkataan orang-orang musyrikin yang memusuhi agama Allah dan mendustakan wahyu Allah, karena sesungguhnya kemenangan, kekuatan, dan perlindungan itu tidaklah mereka miliki, tetapi Allah lah yang berkuasa untuk memberikan kesemuanya kepada makhluk-Nya menurut kehendak-Nya. Kaum Muslimin dilarang takut menghadapi orang-orang musyrikin hanya karena jumlahnya yang besar (lihat tafsir Surah al-Anfal/8: 10).\n\nDi akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah Yang Maha Mendengar terhadap perkataan orang-orang musyrik yang mendustakan Rasul dan mendustakan kebenaran wahyu. Yang Maha Mengetahui tindakan-tindakan mereka yang dilakukan terhadap Nabi dan pengikutnya, seperti tipu daya mereka untuk mengalahkan agama tauhid dan penganiayaan mereka terhadap Nabi dan pengikut-pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1430, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alaaa inna lillaahi man fis samaawaati wa man fil ard; wa maa yattabi'ul lazeena yad'oona min doonil laahi shurakaaa'; iny yattabi'oona illaz zannna wa in hum illaa yakhrusoon" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, to Allah belongs whoever is in the heavens and whoever is on the earth. And those who invoke other than Allah do not [actually] follow [His] \"partners.\" They follow not except assumption, and they are not but falsifying", "id": "Ingatlah, milik Allah meliputi siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1430", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1430.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1430.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa kekuasaan seluruhnya milik Allah swt, lalu dalam ayat ini Allah menegaskan bukti kekuasaannya. Ingatlah, sesungguhnya milik Allah siapa, makhluk berakal yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi, yakni manusia, seluruhnya berada dalam kekuasaan-Nya. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti suatu keyakinan yang benar. Mereka hanya mengikuti persangkaan yang sesat belaka, karena mengira sembahan mereka akan memberikan manfaat dan pertolongan, padahal itu sama sekali tidak benar, dan mereka hanyalah menduga-duga, yakni mengerjakan sesuatu tanpa dasar yang benar.", "long": "Ayat ini mengingatkan kaum Muslimin bahwa semua yang ada di langit dan di bumi, berada di bawah kekuasaan Allah, termasuk pula patung-patung yang mereka sembah dan mereka perserikatkan dengan Allah, berada di dalam kekuasaan-Nya pula. Orang-orang musyrik mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain bukanlah berdasarkan pada keyakinan yang benar, akan tetapi hanyalah berdasarkan pada persangkaan belaka. Mereka menyembah patung karena adanya anggapan, bahwa patung-patung yang mereka sembah itu dapat menolong mereka, dan dapat mendekatkan diri kepada Allah, agar doa-doa mereka dikabulkan Allah. Anggapan serupa itu timbul dalam pikiran mereka, karena mereka menganggap bahwa Allah itu sama dengan pemimpin-pemimpin serta pembesar-pembesar mereka yang bengis dan zalim. Apabila mereka ingin berhubungan dengan pembesar-pembesar mereka atau ingin menyampaikan permohonan kepada mereka, permohonan itu tidak akan diterima atau mendapat pelayanan sebagaimana mestinya, apabila tidak terlebih dahulu melalui tangan kanan pemimpin mereka.\n\nDi akhir ayat Allah menegaskan bahwa orang-orang musyrik mengikuti dugaan-dugaan seperti itu adalah karena kebodohan yang tidak akan membawa mereka kepada kebenaran sedikitpun." } } }, { "number": { "inQuran": 1431, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0645\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazee ja'ala lakumul laila litaskunoo feehi wannahaara mubsiraa; inna fee zaalika la Aayaatil liqawmai yasma'oon" } }, "translation": { "en": "It is He who made for you the night to rest therein and the day, giving sight. Indeed in that are signs for a people who listen.", "id": "Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sungguh, yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1431", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1431.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1431.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan kepemilikan Allah atas apa saja yang di langit dan bumi, Dia lalu menjelaskan pengaturan sistem yang berjalan di langit dan bumi. Dialah yang menjadikan malam gelap bagimu agar kamu beristirahat padanya untuk melepaskan lelah, dan menjadikan siang terang benderang agar kamu leluasa untuk mencari karunia Allah. Sungguh, pada pergantian malam dan siang yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mendengar dengan saksama dan mengambil pelajaran dari apa yang didengar.", "long": "Allah menegaskan kepada kaum Muslimin bahwa Allah lah yang menciptakan malam bagi manusia, agar supaya manusia dapat beristirahat pada waktu itu. Dia pula menciptakan siang terang benderang oleh cahaya matahari agar manusia pada waktu itu dapat mencari karunia-Nya. Pergantian siang dan malam diatur oleh Allah dengan hukum-hukum-Nya. Dengan hukum-hukum-Nya benda-benda langit beredar dalam orbitnya yang telah ditentukan. Dalam mengatur peredaran benda-benda langit Allah tidak memerlukan tuhan-tuhan yang lain untuk membantu, tetapi cukup dengan hikmah-Nya yang tinggi, Allah berkuasa untuk mengatur peredaran benda-benda itu. Karena adanya peredaran benda-benda langit itu, maka timbul perbedaan waktu dan perubahan cuaca, sehingga manusia dapat memilih waktu yang sesuai guna mencukupi keperluan hidupnya, dan memenuhi kewajibannya terhadap Penciptanya.\n\nDi akhir ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang benar-benar memperhatikan ayat-ayat yang dibacakan oleh Rasulullah saw dan memikirkan baik-baik isi kandungannya, serta memperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di alam semesta, tentu akan mengakui keesaan dan kekuasaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1432, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d7 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064e\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalut takhazal laahu waladan Subhaanahoo Huwal Ghaniyyu lahoo maa fis samaawaati wa maa fil ard; in 'indakum min sultaanim bihaazaaa; ataqooloona 'alal laahi maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "They have said, \"Allah has taken a son.\" Exalted is He; He is the [one] Free of need. To Him belongs whatever is in the heavens and whatever is in the earth. You have no authority for this [claim]. Do you say about Allah that which you do not know?", "id": "Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Dia, Dialah Yang Mahakaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan kuat tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang kamu tidak ketahui?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1432", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1432.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1432.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu dijelaskan tentang orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah dengan menyembah selain Allah, lalu pada ayat ini dijelaskan tentang bentuk lain dari kemusyrikan, yaitu mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Ayat ini membantah siapa pun yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, sebagaimana mereka orang Yahudi dan Nasrani berkata, \"Allah mempunyai anak.\" Orang Yahudi mengatakan, \"Uzair putra Allah\", dan orang Nasrani mengatakan, \"Isa putra Allah\" (Lihat: Surah at-Taubah/9: 30). Mahasuci Dia dari prasangka mereka, Dialah Yang Mahakaya, tidak memerlukan apa pun dan siapa pun dalam segala urusan; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu, yang mengatakan Tuhan punya anak, sama sekali tidak mempunyai alasan kuat bahkan tidak punya bukti sedikit pun tentang kebohongan ini. Pantaskah kamu mengatakan kepalsuan tentang Allah apa yang kamu tidak ketahui kebenarannya? Sama sekali tidak pantas.", "long": "Allah menjelaskan kepada kaum Muslimin bahwa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrik mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, seperti kepercayaan orang-orang Yahudi bahwa Uzair anak Allah, kepercayaan orang-orang Nasrani bahwa Isa Al-Masih putera Allah, dan orang-orang musyrik menduga bahwa para malaikat itu anak perempuan Allah. Allah menyangkal anggapan-anggapan dan tuduhan-tuduhan mereka. Bagaimana mungkin tuduhan-tuduhan itu dapat dibenarkan sebab Dialah Yang Maha mencipta, memiliki, dan berkecukupan, bahkan langit, bumi, dan benda-benda yang ada di antaranya adalah ciptaan-Nya. Dialah Yang Menguasai, Allah tidak memerlukan semua benda yang ada, malahan sebaliknya mereka itulah yang memerlukan Allah. Apabila manusia memerlukan anak, memang sudah sepantasnya, sebab anak itulah yang melanjutkan keturunan dan menjadi kebanggaannya. Akan tetapi Allah tidak memerlukan anak sebab Dialah yang menciptakan manusia dan keturunan-nya.\n\nAllah menandaskan bahwa orang-orang Ahli Kitab dan orang-orang musyrik yang beranggapan demikian itu, tidak mempunyai alasan sedikitpun untuk membuktikan kebenaran anggapannya, bahkan anggapan itu hanyalah menunjukkan kebodohan mereka sendiri. Itulah sebabnya maka Allah menyatakan di akhir ayat ini, bahwa mereka menyatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak tahu kebenarannya, itulah suatu kebodohan besar. Apalagi setelah mereka mendapat keterangan dari wahyu yang dibacakan, dan mereka masih tetap mempertahankan anggapannya, hal ini menunjukkan kebebalan mereka. Dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa orang yang mengatakan sesuatu tanpa mempunyai alasan adalah menunjukkan kepada kebodohan sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1433, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innal lazeena yaftaroona 'alal laahil kaziba laa yuflihoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, those who invent falsehood about Allah will not succeed.\"", "id": "Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1433", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1433.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1433.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad \"Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak atau sekutu, mereka tidak akan beruntung, yakni tidak akan mendapatkan apapun yang mereka harapkan.\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan yang lain, atau orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, bahwa orang-orang yang mengadakan kebodohan terhadap Allah seperti mereka itu, tidak akan beruntung karena apa yang mereka harapkan seperti keselamatan mereka dari siksaan api neraka, dan kehidupan bahagia berkat pertolongan dari patung-patung yang mereka pertuhankan, tidak akan menjadi kenyataan." } } }, { "number": { "inQuran": 1434, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 11, "page": 216, "manzil": 3, "ruku": 178, "hizbQuarter": 86, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Mataa'un fiddunyaa summa ilainaa marji'uhum summa nuzeequhumul 'azaabash shadeeda bimaa kaanoo yakkfuroon" } }, "translation": { "en": "[For them is brief] enjoyment in this world; then to Us is their return; then We will make them taste the severe punishment because they used to disbelieve", "id": "(Bagi mereka) kesenangan (sesaat) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1434", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1434.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1434.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kesenangan yang mereka rasakan hanyalah sesaat ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali setelah kematian menghampiri mereka, kemudian di akhirat nanti akan Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka ketika hidup di dunia.", "long": "Allah memberikan penjelasan bahwa mereka itu memperoleh kesenangan sementara di dunia, tertipu oleh kenikmatan dunia yang fana. Kenikmatan dunia apabila dibandingkan dengan kenikmatan di akhirat tidak ada artinya sama sekali. Kemudian pada hari kebangkitan mereka akan dikembalikan kepada Allah. Pada masa itulah mereka akan dikumpulkan di Padang Mahsyar, dan dimintai tanggung jawabnya atas semua perbuatan yang mereka lakukan di dunia. Kemudian Allah akan memberikan siksaan yang setimpal dengan perbuatan mereka, yaitu siksaan yang pedih yang tidak terperikan, disebabkan oleh keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan kedustaan terhadap Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 1435, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 11, "page": 217, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u062a\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0643\u064e\u0628\u064f\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u0650\u064a \u0648\u064e\u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u064a\u0631\u0650\u064a \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0642\u0652\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Watlu 'alaihim naba-a-Noohin iz qaala liqawmihee yaa qawmi in kaana kabura 'alaikum maqaamee wa tazkeeree bi Aayaatil laahi fa'alal laahi tawakkaltu fa ajmi'ooo amrakum wa shurakaaa'akum summa laa yakun amrukum 'alaikum ghummatan summmaq dooo ilaiya wa laa tunziroon" } }, "translation": { "en": "And recite to them the news of Noah, when he said to his people, \"O my people, if my residence and my reminding of the signs of Allah has become burdensome upon you - then I have relied upon Allah. So resolve upon your plan and [call upon] your associates. Then let not your plan be obscure to you. Then carry it out upon me and do not give me respite.", "id": "Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika (dia) berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal (bersamamu) dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1435", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1435.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1435.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan bahwa orang-orang yang membuat-buat kebohongan tentang Allah mereka akan mendapatkan azab yang berat, lalu dalam ayat ini dijelaskan tentang kisah Nabi Nuh dengan kaumnya dalam rangka menghibur Nabi Muhammad. Dan bacakanlah wahai Nabi Muhammad kepada mereka berita penting tentang Nuh ketika dia berkata kepada kaumnya, \"Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal bersamamu dan peringatanku kepadamu dengan ayat-ayat Allah, sebagai bukti tentang keesaan dan kekuasaan-Nya, maka kepada Allah aku bertawakal setelah berusaha secara maksimal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu, yakni tindakan apa yang akan kamu ambil untukku dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu untuk membinasakanku, dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, karena Allah mengetahui apa pun yang kamu rahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku sesuai kehendak kamu, dan janganlah kamu tunda lagi keputusan untuk membinasakanku. Aku yakin Allah bersamaku dan akan menolongku.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk menceritakan kepada kaum musyrikin Mekah tentang peristiwa penting dalam kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya. Nabi Nuh a.s. menyatakan kepada kaumnya tentang kebulatan tekadnya untuk terus menyebarkan agama Allah seraya menyerah-kan sepenuhnya segala keputusan kepada Allah. Tidak memperdulikan apakah kaumnya itu keberatan akan kehadirannya di tengah-tengah mereka untuk menyeru mereka menyembah Allah, ataukah mereka keberatan terhadap peringatan yang disampaikannya tentang bukti-bukti keesaan Allah. \n\nBerkat kebulatan tekad dan ketawakkalannya itu, Nabi Nuh a.s. tidak ragu-ragu menentang kaumnya supaya mereka membulatkan keputusan mereka dengan mengikutsertakan sembahan-sembahan mereka untuk membinasakan beliau. Bahkan dia menganjurkan kepada mereka agar dalam menetapkan rencana itu terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi. Kemudian bilamana rencana itu sudah matang dengan pemufakatan yang terbuka, Nabi Nuh menyerukan supaya mereka segera melaksanakan rencana pembunuhan terhadap dirinya itu dan tidak menunda-nundanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1436, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 11, "page": 217, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in tawallaitum famaa sa altukum min ajrin in ajriya illaa 'alal laahi wa umirtu an akoona minal muslimeen" } }, "translation": { "en": "And if you turn away [from my advice] then no payment have I asked of you. My reward is only from Allah, and I have been commanded to be of the Muslims.\"", "id": "Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang Muslim (berserah diri).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1436", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1436.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1436.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka jika kamu berpaling dari peringatanku, aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu sebagai upah dakwahku. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, karena aku sampaikan dakwah dan peringatan ini semata-mata karena Allah dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang Muslim, yakni golongan yang berserah diri kepada-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Nuh a.s. mengatakan kepada kaumnya bahwa dia tidak akan minta imbalan apa-apa kepada mereka dan tidak akan memperoleh keuntungan duniawi dari tugas dakwah itu, kecuali pahala dan ganjaran dari Allah. Karena itu tidak ada alasan bagi mereka untuk berpaling dari seruannya itu. Sekiranya mereka berpaling dari peringatan-peringatan dan seruan-seruan itu, sedikitpun Nabi Nuh tidak dirugikan atau disusahkan. Dia diperintahkan untuk menjadi orang yang menjunjung tinggi segala perintah Allah dan berserah diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1437, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 11, "page": 217, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0630\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakazzaboohu fanajjainaahu wa mamm'ahoo fil fulki wa ja'alnaahum khalaaa'ifa wa aghraqnal lazeena kazzaboo bi aayaatinaa fanzur kaifa kaana 'aaqibatul munzareen" } }, "translation": { "en": "And they denied him, so We saved him and those with him in the ship and made them successors, and We drowned those who denied Our signs. Then see how was the end of those who were warned.", "id": "Kemudian mereka mendustakannya (Nuh), lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1437", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1437.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1437.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berbagai tantangan yang disampaikan Nabi Nuh sebagaimana tergambar pada ayat di atas, sama sekali tidak berpengaruh terhadap kaumnya. Kemudian mereka tetap mendustakannya, yakni mendustakan Nabi Nuh, lalu Kami selamatkan dia, Nabi Nuh dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka yang selamat itu sebagai khalifah, yakni generasi pengganti orang yang kafir, dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah, ambillah sebagai pelajaran bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu, agar peristiwa yang demikian tidak terjadi pada kalian.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa meskipun Nabi Nuh a.s. sudah mengemukakan kebenaran seruan dan ajakannya dengan alasan-alasan yang logis, namun kaumnya terus mengingkarinya dan mendustakan kerasulan-nya. Karena kemungkinan mereka beriman telah tertutup, hukuman Tuhan diturunkan kepada mereka berupa angin topan yang dahsyat serta banjir besar yang menenggelamkan mereka. Nabi Nuh dan orang-orang beriman bersamanya, diselamatkan Allah dari bencana topan itu. Mereka naik ke sebuah bahtera yang mereka buat sebelum serangan topan itu atas petunjuk Allah. Mereka inilah yang menjadi penghuni bumi dan menggantikan kaum yang telah binasa itu yaitu mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dalam salah satu firman-Nya, Allah berkata:\n\nDan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui, Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya. (al-Isra/17: 17)\n\nAllah kemudian mengajarkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan berita ini kepada mereka yang terus menerus ingkar kepada Rasul. Apa yang dialami umat Nabi Nuh itu tentulah akan dialami pula oleh kaumnya bilamana mereka terus menerus mengingkari kerasulannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1438, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 11, "page": 217, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u0637\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summma ba'asnaa mim ba'dihee Rusulan ilaa qawmihim fajaaa'oohum bilbaiyinaati famaa kaanoo liyu'minoo bimaa kazzaboo bihee min qabl; kazaalika natba'u 'alaa quloobil mu'tadeen" } }, "translation": { "en": "Then We sent after him messengers to their peoples, and they came to them with clear proofs. But they were not to believe in that which they had denied before. Thus We seal over the hearts of the transgressors", "id": "Kemudian setelahnya (Nuh), Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1438", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1438.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1438.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setelahnya Yakni Nabi Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka masing-masing, seperti Nabi Hud, Saleh, Ibrahim, Lut, dan Syu'aib, maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, agar mereka beriman kepada Allah, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu, yakni sebelum datangnya keterangan yang nyata, telah biasa mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas, karena mereka telah memilih tidak mau menerima kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan tentang pengutusan rasul-rasul sesudah peristiwa topan Nabi Nuh a.s. itu. Nabi-nabi yang diutus itu antara lain Nabi Hud, Saleh, Ibrahim, Lut dan Syuaib a.s. Mereka diutus kepada kaum mereka masing-masing; Nabi Hud kepada kaum ad, Nabi Saleh kepada kaum samud, dan Syuaib diutus kepada kaumnya penduduk Madyan, juga diutus kepada kaum Aikah, tetangganya. Kedua kaum ini sebenarnya satu rumpun, mereka mempunyai bahasa yang sama dan tanah air yang sama. Setiap nabi itu datang kepada kaumnya dengan membawa bukti-bukti kebenaran kerasulannya dan memberikan petunjuk kepada kaum itu. Setiap nabi itu menggariskan pedoman-pedoman hidup bagi kaumnya sesuai pula dengan masa, situasi, dan keadaan lingkungan mereka. \n\nKebanyakan kaum para nabi itu tidak beriman, bahkan mereka mendustakannya sebagaimana kaum Nuh. Kebiasaan taklid buta kepada pemuka-pemuka mereka selalu diikuti oleh generasi berikutnya. Oleh karena itu, seperti halnya hati nenek moyang mereka, hati mereka terkunci mati, maka hati nurani generasi berikutnyapun ikut terkunci. Hal demikian itu adalah akibat dari tindakan mereka yang melampaui batas.\n\nKaum musyrikin Arab yang menentang Nabi Muhammad saw, hati nuraninya gelap seperti halnya umat-umat yang lampau. Hati mereka tertutup untuk menerima kebenaran. Mereka mendustakan Rasul dan berbuat durhaka. Sunnah Allah tetap berlaku bagi mereka yang menantang dan mengingkari agama. Jika kaum musyrikin Arab itu tetap ingkar, mereka akan ditimpa azab Tuhan seperti halnya umat yang lampau itu. Firman Allah:\n\nSebagai sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (al-Ahzab/33: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 1439, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 11, "page": 217, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa ba'asnaa mim ba'dihim Moosaa Wa Haaroona ilaa Fir'awna wa mala'ihee bi aayaatinaa fastakbaroo wa kaanoo qawmam mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Then We sent after them Moses and Aaron to Pharaoh and his establishment with Our signs, but they behaved arrogantly and were a criminal people", "id": "Kemudian setelah mereka, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya, dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1439", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1439.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1439.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan kisah Nabi Nuh dan para rasul terdahulu, lalu dalam ayat ini dijelaskan kisah Nabi Musa. Kemudian setelah mereka, yakni para rasul terdahulu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, dengan membawa tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri, yakni mendustakan dan enggan menerima kebenaran, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.", "long": "Sesudah menerangkan pengutusan rasul-rasul tersebut kepada kaum mereka masing-masing, maka dalam ayat ini, Allah menerangkan secara khusus pengutusan Musa dan Harun a.s. kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya. Kisah Musa a.s. berulang kali terdapat dalam Al-Quran, karena kisah ini mengandung pelajaran yang penting. Musa a.s. adalah seorang utusan Allah yang dihadapkan kepada seorang raja Firaun yang memiliki kekuasaan besar dan raja dari suatu negara yang sudah tinggi peradaban dan kebudayaannya. Karena kebesarannya itulah dia menjadi sombong dan aniaya terhadap rakyatnya. Dia dikelilingi oleh pemuka kaumnya (bangsa Qibthy) yang sangat besar pengaruhnya padanya dan banyak menyesatkan pikirannya. Penduduk pribumi Mesir amat dipengaruhi oleh pemuka-pemuka ini. Kalau pemimpin-pemimpin mereka itu ingkar, maka merekapun ingkar, kalau mereka beriman, maka mereka turut pula beriman. Segala urusan dan kepentingan mereka senantiasa tergantung kepada pemuka-pemuka ini.\n\nKetika Nabi Musa membuktikan kebenaran kerasulannya dengan beberapa mukjizat, mereka tetap tidak mau beriman dikarenakan keangkuhan yang bersarang dalam kalbu mereka. Akal pikiran mereka sebenarnya, mengakui kebenaran kerasulan Musa a.s. itu. Mereka dapat membedakan antara sihir dengan yang bukan sihir (mukjizat) karena mereka mengetahui apa sebenarnya itu. Namun mereka tetap ingkar, karena mereka adalah orang-orang yang penuh dosa.\n\nFirman Allah:\n\nDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (an-Naml/27: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 1440, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 11, "page": 217, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'ahumul haqqu min 'indinaa qaalooo inna haazaa lasihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "So when there came to them the truth from Us, they said, \"Indeed, this is obvious magic.\"", "id": "Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, “Ini benar-benar sihir yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1440", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1440.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1440.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran mukjizat dari sisi Kami sebagai bukti kebenaran risalah Nabi Musa dan Nabi Harun, mereka berkata dengan angkuh dan sombong, \"Ini benar-benar sihir yang nyata.\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan anggapan pemuka kaum Firaun bahwa mukjizat dan bukti-bukti kebenaran itu adalah sihir yang nyata bagi orang-orang yang menyaksikan dan memperhatikannya. Tuduhan mereka itu sangatlah buruk, karena yang melontarkan tuduhan itu menyadari sepenuhnya bahwa tuduhan itu tidak benar. Keajaiban yang luar biasa yang dilahirkan Musa a.s. itu bukanlah perbuatan dia sendiri, tetapi peristiwa itu adalah mukjizat yang terjadi atas kuasa Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1441, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 11, "page": 217, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalaa Moosaaa ataqooloona lilhaqqi lammmaa jaaa'a kum asihrun haazaa wa laa yuflihus saabiroon" } }, "translation": { "en": "Moses said, \"Do you say [thus] about the truth when it has come to you? Is this magic? But magicians will not succeed.\"", "id": "Musa berkata, “Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, ‘sihirkah ini?’ Padahal para pesihir itu tidaklah mendapat kemenangan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1441", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1441.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1441.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar tuduhan Firaun dan pengikutnya, maka Nabi Musa berkata, \"Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, 'sihirkah ini?' Sungguh sangat tidak pantas. Padahal kamu sudah tahu bahwa para pesihir itu tidaklah mendapat kemenangan, kapan pun dan di manapun.\"", "long": "Allah menjelaskan bantahan Musa a.s. bahwa tidaklah patut mereka mengucapkan tuduhan sihir terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah berupa mukjizat itu ketika didatangkan kepada mereka. Mata mereka menyaksikan sendiri kejadian-kejadian yang luar biasa lagi menggentarkan perasaan. Jika peristiwa-peristiwa itu hanyalah sihir tentu pada waktu yang lain akan dapat dikalahkan oleh sihir pula. Tetapi menjadi kenyataan bahwa ahli sihir mereka tidak berhasil mengalahkan mukjizat Nabi Musa. Ahli-ahli sihir tidak akan berhasil memperoleh kemenangan dengan sihirnya. Sihir merupakan sulapan, cepat atau lambat dia akan tersingkap kepalsuan dan tipu dayanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1442, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 11, "page": 217, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo aji'tanaa litalfitanaa 'ammaa wajadnaa 'alaihi aabaaa'anaa wa takoona lakumal kibriyaaa'u fil ardi wa maa nahnu lakumaa bimu' mineen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Have you come to us to turn us away from that upon which we found our fathers and so that you two may have grandeur in the land? And we are not believers in you.\"", "id": "Mereka berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya (menyembah berhala), dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi (negeri Mesir)? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1442", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1442.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1442.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Fir'aun dan kaumnya mendengar jawaban Nabi Musa, lalu mereka berkata, \"Apakah engkau, wahai Musa, datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, yakni menyembah berhala, dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi, yakni di negeri Mesir? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan sikap para pemuka bangsa Qibty, setelah mereka gagal mengemukakan bantahan yang kuat untuk mematahkan kebenaran Nabi Musa a.s., maka mereka mencari-cari alasan untuk membela dan mempertahankan tradisi atau adat istiadat mereka. Mereka menuduh bahwa kedatangan Musa kepada mereka ialah untuk memaksa mereka meninggalkan kebiasaan dan adat istiadat yang mereka warisi dari nenek moyang mereka, kemudian sesudah itu memaksa mereka mengikuti agama Nabi Musa. Menurut mereka, usaha Nabi Musa demikian itu bertujuan untuk menjadi pemimpin agama dan negara di Mesir bersama saudaranya Harun. Anggapan buruk mereka terhadap kedatangan Musa dan tujuannya membuat mereka bertekad untuk tidak beriman kepada ajaran yang dibawanya serta tidak menjadi pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1443, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0627\u0626\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qaala Fir'awnu' toonee bikulli saahirin 'aleem" } }, "translation": { "en": "And Pharaoh said, \"Bring to me every learned magician.\"", "id": "Dan Fir‘aun berkata (kepada pemuka kaumnya), “Datangkanlah kepadaku semua pesihir yang ulung!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1443", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1443.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1443.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan penolakan Fir'aun dan kaumnya terhadap dakwah Nabi Musa, lalu pada ayat ini dijelaskan tentang langkah yang diambil oleh Fir'aun untuk menantang Nabi Musa dan Fir'aun berkata kepada pemuka kaumnya, \"Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang ulung untuk melawan Musa!\"", "long": "Kemudian dalam ayat ini, Allah menerangkan sikap Firaun sesudah dipengaruhi para pemuka kaumnya dengan tuduhan dan pandangan buruk mereka terhadap Musa. Dia lalu memerintahkan mereka untuk memanggil ahli-ahli sihir yang pandai supaya dapat menandingi dan menghancurkan mukjizat Nabi Musa. Tindakan Firaun yang demikian adalah untuk memelihara martabat, kemuliaan dan jabatannya serta menghambat perkembangan kekuatan Musa dan Bani Israil di kerajaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1444, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'assa haratu qaala lahum Moosaaa alqoo maaa antum mulqoon" } }, "translation": { "en": "So when the magicians came, Moses said to them, \"Throw down whatever you will throw.\"", "id": "Maka ketika para pesihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1444", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1444.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1444.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika para penyihir itu sudah datang, mereka berkata kepada Nabi Musa, engkau atau kami yang melemparkan terlebih dahulu? Nabi Musa berkata kepada mereka, \"Lemparkanlah terlebih dahulu apa yang hendak kamu lemparkan!\" (Lihat: Surah Taha/20: 65-66)", "long": "Kemudian sesudah ahli-ahli sihir dipanggil ke sebuah lapangan terbuka, mereka datang menemui Musa untuk menawarkan kepadanya apakah dia yang lebih dahulu melontarkan tongkatnya ataukah mereka yang memulai. Musa mempersilahkan mereka menunjukkan sihirnya terlebih dahulu. Maka merekapun melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka. Dengan kekuatan sihir, tali-tali dan tongkat-tongkat itu berubah menjadi ular. Mereka mempesona penglihatan manusia sehingga menakutkan hati mereka yang menyaksikannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1445, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062d\u0652\u0631\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u064a\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa alqaw qaala Moosaa maa ji'tum bihis sihru innal laaha sa yubtiluhoo innal laaha laa yuslihu 'amalal mufsideen" } }, "translation": { "en": "And when they had thrown, Moses said, \"What you have brought is [only] magic. Indeed, Allah will expose its worthlessness. Indeed, Allah does not amend the work of corrupters.", "id": "Setelah mereka melemparkan, Musa berkata, “Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1445", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1445.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1445.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mereka melemparkan tali temali dan tongkat yang tampak seperti ular lalu Musa berkata, \"Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu, yakni melenyapkannya. Sungguh, Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.\"", "long": "Setelah mereka selesai menunjukkan sihir mereka, Musa berkata kepada mereka tanpa mengindahkan sedikitpun kedahsyatan sihir yang mereka tunjukkan itu, bahwa apa yang mereka lakukan itu hanyalah sihir belaka, atau suatu usaha memutarbalikkan penglihatan manusia. Hakikatnya tidak ada suatu perubahan yang terjadi dengan berubahnya tongkat dan tali itu menjadi ular. Sedangkan apa yang akan dilakukan oleh Musa adalah suatu mukjizat dari kekuasaan Allah. Allah akan membatalkan sulapan itu dengan mukjizat yang dibawa Nabi Musa a.s. Jelas bahwa sihir adalah perbuatan manusia, bukan peristiwa yang luar biasa. Maka Musa melemparkan tongkatnya, dan Allah mengubah tongkat itu menjadi ular, lalu ular itu menelan ular-ular sihir yang mereka perbuat karena Allah tidak akan membiarkan perbuatan kaum penyihir itu berlangsung terus." } } }, { "number": { "inQuran": 1446, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 179, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0642\u0651\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yuhiqqul laahul haqqa bi Kalimaatihee wa law karihal mujrimoon" } }, "translation": { "en": "And Allah will establish the truth by His words, even if the criminals dislike it.\"", "id": "Dan Allah akan mengukuhkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1446", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1446.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1446.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah akan mengukuhkan yang benar dan melenyapkan yang batil dengan ketetapan-Nya, akan mendatangkan kebenaran untuk menghancurkan kebatilan, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.", "long": "Allah menegaskan bahwa Dia dengan kalimah-Nya mengokohkan kebenaran. Dengan kebenaran itu, umat manusia akan mencapai kesejahteraan dan terpelihara dari kezaliman. Kalimat Allah itu adalah aturan Allah yang ditanamkan ke dalam syariat yang disampaikan kepada rasul-rasul-Nya. Dengan kalimat itu, Musa dapat mengalahkan Firaun dan melepaskan Bani Israil dari perbudakan Firaun, walaupun yang demikian itu tidak disukai oleh Firaun dan pemuka-pemukanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1447, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaaa aamana li-Moosaaa illaa zurriyyatum min qawmihee 'alaa khawfim min Fir'awna wa mala'ihim ai yaftinahum; wa inna Fir'awna la'aalin fil ardi wa innahoo laminal musrifeen" } }, "translation": { "en": "But no one believed Moses, except [some] youths among his people, for fear of Pharaoh and his establishment that they would persecute them. And indeed, Pharaoh was haughty within the land, and indeed, he was of the transgressors", "id": "Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain keturunan dari kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir‘aun dan para pemuka (kaum)nya akan menyiksa mereka. Dan sungguh, Fir‘aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1447", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1447.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1447.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun telah terbukti bahwa yang dibawa Nabi Musa adalah mukjizat dan yang didatangkan oleh Fir'aun adalah sihir, tetapi hati Fir'aun dan mayoritas kaumnya telah tertutup dari hidayah iman, maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain sebagian keturunan dari kaumnya, yakni kaum Nabi Musa yang dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan para pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Dan sungguh, Fir'aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi, yakni di Mesir dengan menindas Bani Israil, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas dalam melakukan kezaliman serta sangat sombong.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan keadaan Musa dengan kaumnya sebelum mereka meninggalkan Mesir. Kegagalan Firaun bersama pemuka-pemuka kaumnya dan tukang-tukang sihir itu mendorong Firaun melakukan perbuatan yang lebih kejam lagi. Dia merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Musa dan orang-orang Bani Israil. Rencana ini menimbulkan rasa ketakutan di kalangan Bani Israil. Oleh karena itu, tidak banyak di antara mereka yang beriman kepada Nabi Musa. Mereka yang beriman itu umumnya para pemuda. Kaum Nabi Musa merasa takut kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya yang selalu berusaha menyiksa mereka dan memaksa mereka murtad dari agama Musa a.s. Firaun zaman Musa a.s., termasuk raja yang sangat kejam dalam sejarah Mesir. Karena itu dia amat ditakuti oleh rakyatnya. Dia banyak menumpahkan darah manusia dan dia pula yang menganggap dirinya sebagai Tuhan. Bani Israil dijadikan budak di bumi Mesir.\n\nFirman Allah menjelaskan kekejaman Firaun:\n\nDan para pemuka dari kaum Firaun berkata, \"Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?\" (Firaun) menjawab, \"Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.\" (al-Araf/7: 127)" } } }, { "number": { "inQuran": 1448, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala Moosaa yaa qawmi in kuntum aamantum billaahi fa'alaihi tawakkalooo in kuntum muslimeen" } }, "translation": { "en": "And Moses said, \"O my people, if you have believed in Allah, then rely upon Him, if you should be Muslims.\"", "id": "Dan Musa berkata, “Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang Muslim (berserah diri).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1448", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1448.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1448.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena pengikutnya Nabi Musa hidup dalam suasana ketakutan, maka untuk menentramkan mereka, Nabi Musa berkata, \"Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, yakni berserah diri setelah berusaha secara maksimal, jika kamu benar-benar orang Muslim, yakni berserah diri, maka Allah akan memberikan kedamaian dan ketenangan.\"", "long": "Setelah Musa melihat orang-orang yang beriman dalam keadaan ketakutan, maka dia menyerukan kepada mereka agar bertawakkal kepada Allah jika mereka benar-benar beriman kepada-Nya disertai dengan penyerahan diri dan ketaatan yang mutlak terhadap perintah dan larangan Allah. Keimanan tanpa pengamalan yang nyata terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya, adalah keimanan yang tidak bermakna. Tawakkal kepada Allah akan lahir dari jiwa orang yang beriman dan dia taat mengamalkan ajaran agamanya dalam batas kemampuannya. Ayat ini menunjukkan bahwa tidak semua kaum Bani Israil itu beriman kepada Musa sewaktu mereka berada di Mesir. Di samping beriman kepada Allah, hendaknya seseorang beriman kepada Rasul. Barulah ia menjadi seorang Muslim yang berserah diri dan taat terhadap perintah dan larangan agama yang dibawa Rasul itu. Orang-orang Yahudi sesudah selamat meninggalkan bumi Mesir dan tiba di Sinai, mereka menuntut kepada Musa agar dibuatkan patung Tuhan bagi mereka. Kemudian, ketika mereka ditinggalkan Musa yang akan menerima wahyu di bukit Sinai, mereka menjadikan anak lembu sebagai Tuhan dan menyembahnya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa tidak seluruh orang Yahudi beriman dan taat kepada ajaran Musa a.s." } } }, { "number": { "inQuran": 1449, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqaaloo 'alal laahi tawakkalnaa Rabbanaa laa taj'alnaa fitnatal lilqawmiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "So they said, \"Upon Allah do we rely. Our Lord, make us not [objects of] trial for the wrongdoing people", "id": "Lalu mereka berkata, “Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1449", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1449.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1449.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendengar nasehat Nabi Musa lalu mereka berkata, \"Kepada Allah-lah kami bertawakal, menyerahkan segala urusan kami. Mereka berdoa: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah, yakni siksaan dan gangguan bagi kaum yang zalim,", "long": "Orang-orang yang beriman lagi taat ketika mendengar seruan Musa, mereka segera menyambutnya dengan penuh ketaatan, bahkan mereka hanya bertawakkal kepada Allah. Mereka menyadari bahwa kemenangan dan kebahagiaan yang dijanjikan Tuhan kepada orang-orang yang beriman tergantung kepada iman, amal, dan tawakal mereka. Kemudian sesudah tawakal, mereka berdoa kepada Allah agar memelihara mereka dari kejahatan orang-orang yang zalim serta melindungi mereka dari upaya orang-orang yang ingin memalingkan mereka dari agama." } } }, { "number": { "inQuran": 1450, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa najjinaa birahmatika minal qawmil kaafireen" } }, "translation": { "en": "And save us by Your mercy from the disbelieving people.\"", "id": "dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1450", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1450.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1450.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu, yakni perlindunganmu, dari orang-orang kafir.\"", "long": "Ayat ini menerangkan kelanjutan doa Bani Israil ketika mereka memohon kepada Allah agar mereka dilepaskan dari kekuasaan dan kekejaman Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya. Berabad-abad lamanya mereka dalam perbudakan Firaun dan mereka mengalami kerja paksa dan pekerjaan kasar lainnya yang hina dan tidak berperikemanusiaan." } } }, { "number": { "inQuran": 1451, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0622 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u0650\u0635\u0652\u0631\u064e \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa awhainaaa ilaa Moosaa wa akheehi an tabaw wa aa liqawmikuma bi Misra bu yootanw waj'aloo bu yootakum qiblatanw wa aqeemus Salaah; wa bashshiril mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And We inspired to Moses and his brother, \"Settle your people in Egypt in houses and make your houses [facing the] qiblah and establish prayer and give good tidings to the believers.\"", "id": "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, “Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakanlah salat serta gembirakanlah orang-orang mukmin.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1451", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1451.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1451.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena pengikutnya Nabi Musa berdoa dengan tulus, maka Allah mengabulkan doa tersebut. Lalu Allah berfirman: dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, yakni Nabi Harun \"Ambillah, yakni bangunlah beberapa rumah di Mesir untuk tempat tinggal kaummu berdua dan jadikanlah rumah-rumahmu itu, wahai orang-orang yang beriman, sebagai tempat ibadah kepada Allah dan laksanakanlah salat secara sempurna serta gembirakanlah orang-orang mukmin, bahwa mereka akan diselamatkan dari gangguan Fir'aun dan di akhirat ada balasan surga.\"", "long": "Allah memerintahkan Musa dan Harun untuk mencari beberapa buah rumah dalam kota Mesir untuk dijadikan tempat tinggal dan perlindungan bagi kaumnya serta tempat kegiatan mereka. Allah memerintahkan agar rumah itu dijadikan tempat salat. Kemudian khusus kepada Musa sebagai pengemban syariat, Allah memerintahkan agar dia memberikan kabar gembira di kemudian hari bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Di tempat perlindungan inilah Nabi Musa mengisi batin mereka dengan ajaran-ajaran agama serta memasukkan ke dalam jiwa mereka keimanan dan keluhuran budi pekerti." } } }, { "number": { "inQuran": 1452, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 11, "page": 218, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e\u0647\u064f \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0637\u0652\u0645\u0650\u0633\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u062f\u064f\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala Mosaa Rabbanaaa innaka aataita Fir'awna wa mala ahoo zeenatanw wa amwaalan fil hayaatid dunyaa Rabbanaa liyudillo 'ansabeelika Rabbanat mis 'alaaa amwaalihim washdud 'alaa quloobihim falaa yu'minoo hatta yarawul 'azaabal aleem" } }, "translation": { "en": "And Moses said, \"Our Lord, indeed You have given Pharaoh and his establishment splendor and wealth in the worldly life, our Lord, that they may lead [men] astray from Your way. Our Lord, obliterate their wealth and harden their hearts so that they will not believe until they see the painful punishment.\"", "id": "Dan Musa berkata, “Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1452", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1452.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1452.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah membuat beberapa rumah untuk tinggal dan ibadah para pengikutnya, Nabi Musa berkata, yakni berdoa, \"Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan yang banyak dan harta kekayaan yang berlimpah dalam kehidupan dunia, tetapi mereka tidak pernah bersyukur kepada-Mu. Ya Tuhan kami, dengan anugerah yang banyak itu, mereka justru menyesatkan manusia dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, karena mereka telah mengunci hati mereka dari kebenaran, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat dan merasakan azab yang pedih di dunia dan akhirat sebagai balasan kezaliman mereka.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan pembangkangan dan perbuatan sewenang-wenang Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, kecemasan dan ketakutan Bani Israil, dan pengaduan Musa kepada Allah tentang nikmat yang melimpah yang diberikan kepada Firaun dan kaumnya seperti perhiasan emas permata, pakaian kebesaran yang mewah, dan kekayaan lainnya, namun segala nikmat yang diberikan Allah itu justru menjadikan mereka sesat dari jalan Allah. Bahkan mereka bertambah sombong dan berbuat aniaya di atas harta kekayaan itu. Allah seakan membiarkan mereka dalam kesesatan sehingga mereka tidak beriman. \n\nLalu Nabi Musa mendoakan kehancuran Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya dengan alasan sebagai berikut:\n\nPertama, Kufur terhadap nikmat Allah. Suatu kenyataan bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya memiliki kekuasaan dan kekuatan yang besar. Di samping itu, ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncaknya di zaman Firaun di Mesir. Barang-barang peninggalan Firaun, baik yang terdapat di museum Mesir ataupun di Eropa dan Amerika, menunjukkan ketinggian peradaban dan kebudayaan mereka. Demikian pula benda-benda purbakala dan bangunan-bangunan kuno yang terdapat di Mesir. Dalam pemerintahan, Firaun memegang kekuasaan mutlak bahkan kepada rakyatnya dia mengaku dirinya sebagai tuhan.\n\nKedua, Menolak kebenaran. Kenyataan menunjukkan bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya telah jauh meninggalkan nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama. Hak asasi manusia tidak dihargainya. Mereka hidup dalam kemewahan, di atas derita rakyat. Musa a.s. telah berupaya membawa Firaun dan pembesar-pembesarnya ke jalan Allah, dengan menunjukkan bukti-bukti kerasulannya. Dia berikan ajaran tentang kebenaran, keadilan, nasehat dan peringatan siksa Allah, dan malapetaka, akibat perbuatannya. Akan tetapi seruan Musa tidak mendapat sambutan yang baik bahkan mendapat tantangan serta permusuhan. Dengan demikian kemungkinan untuk menyeru Firaun dan kaumnya ke jalan Allah telah tertutup serta keimanan mereka tidak dapat diharapkan lagi.\n\nMembiarkan Firaun dan pembesar-pembesarnya dengan kekuasaan, kejayaan dan kekuatannya yang besar sedangkan prinsip dasar hidup mereka jauh lebih rendah dari nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama, sangat membahayakan perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia. Mereka dengan kekuatan dan kekuasaannya, berbuat maksiat dan kerusakan di muka bumi, mengancam keselamatan umat manusia. Oleh karena itu, Nabi Musa memanjatkan doa kepada Allah untuk kebahagiaan umat manusia, agar Allah melumpuhkan kekuatan Firaun dengan membiarkan mereka dalam kesesatan, sebab kesesatan mereka akan mengakibatkan kehancuran mereka sendiri. Nabi Harun sebagai pembantu utama Nabi Musa, mengamini doa Nabi Musa itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1453, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 87, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u062c\u0650\u064a\u0628\u064e\u062a \u062f\u0651\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0627\u0646\u0651\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala qad ujeebad da'watukumaa fastaqeemaa wa laa tattabi'aaanni sabeelal lazeena laaya'lamoon" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Your supplication has been answered.\" So remain on a right course and follow not the way of those who do not know.\"", "id": "Dia Allah berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1453", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1453.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1453.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab doa Nabi Musa sebagaimana tersebut pada ayat di atas, Dia yakni Allah berfirman, \"Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus yang ditunjukkan Allah kepada kamu berdua dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui jalan yang lurus, sehingga mereka tersesat.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menyatakan kepada Musa dan Harun bahwa doa mereka untuk kehancuran Firaun dan kekuasaannya, akan diperkenankan Tuhan. Hal itu sudah menjadi ketetapan Allah. Kemudian Allah memerintahkan kepada Musa dan Harun untuk tetap menjalankan perintah-Nya dan terus menyampaikan seruan ke jalan Allah dan mempersiapkan Bani Israil untuk berjuang dan pindah meninggalkan bumi Mesir. Allah melarang mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengikuti Sunnah Tuhan pada makhluk-Nya yaitu hukum sebab-akibat, seperti menuntut segera kehancuran Firaun sebelum waktunya atau minta ditunda kehancuran itu pada waktu yang sudah ditetapkan. Masa keruntuhan Firaun itu pasti datang, sebab mereka tidak dapat lepas dari hukum Tuhan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1454, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0648\u064e\u0632\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u0652\u0648\u064b\u0627 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0631\u064e\u0642\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0646\u064f\u0648 \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaawaznaa bi Baneee Israaa'eelal bahra fa atba'ahum Fir'awnu wa junooduhoo baghyanw wa 'adwan hattaaa izaaa adrakahul gharaqu qaala aamantu annnahoo laaa ilaaha illal lazeee aamanat bihee Banooo Israaa'eela wa ana minal muslimeen" } }, "translation": { "en": "And We took the Children of Israel across the sea, and Pharaoh and his soldiers pursued them in tyranny and enmity until, when drowning overtook him, he said, \"I believe that there is no deity except that in whom the Children of Israel believe, and I am of the Muslims.\"", "id": "Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir‘aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir‘aun hampir tenggelam dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1454", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1454.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1454.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan azab yang akan menimpa Fir'aun dan pengikutnya. Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, yakni laut merah, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas mereka. Sehingga ketika Fir'aun hampir mati tenggelam, karena air hampir menenggelamkannya, dia berkata, \"Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang Muslim, berserah diri, tunduk dan patuh.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menceritakan tentang kepergian Bani Israil dari bumi Mesir. Ketika Nabi Musa meminta kepada Firaun agar dia membebaskan Bani Israil yang ada di Mesir dari belenggu perbudakan, kemudian mengizinkan mereka kembali ke Palestina, untuk menjalankan agama mereka dengan bebas, Firaun menolak permintaan itu.\n\nAkhirnya Musa dan kaumnya lari meninggalkan Mesir. Firaun dan tentaranya kemudian mengejar mereka Rombongan Firaun dan tentaranya hampir menyusul Musa dan kaumnya ketika mereka akan menyeberang lautan. Bani Israil merasa ketakutan jika tertangkap oleh pasukan Firaun, lalu Musa menenteramkan rombongannya dengan meyakinkan kepada mereka bahwa mereka akan menyaksikan kehancuran musuh mereka. Maka Tuhanpun mewahyukan kepada Musa supaya dia memukulkan tongkatnya ke laut. Lautanpun terbelah, masuklah Musa dan kaumnya berjalan di celah-celahnya yang kering hingga tiba dengan selamat di seberang lautan. Firaun bersama pasukannya mengikuti jalan yang sama tapi ketika tiba di tengah perjalanan, Musa mengulurkan tangannya ke arah lautan, maka lautanpun kembali seperti sedia kala. Firaun tenggelam ditelan gelombang bersama pasukannya. Ketika dia merasa akan mati tenggelam, dia menyatakan iman dan Islamnya. Dia menyatakan beriman kepada Tuhan yang diimani oleh Bani Israil. Pernyataan iman kepada Allah dan Musa a.s., diucapkannya dengan kalimat: \"Aku termasuk orang Islam\". Pengakuan Islam mengandung iman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi pernyataan iman ini sangat terlambat karena dinyatakan pada saat dia hampir tenggelam dan tidak seorangpun yang dapat menolongnya. Pernyataan dalam keadaan demikian itu tidak diterima oleh Allah. Firman Allah: \n\nMaka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, \"Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.\"Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir. (Gafir/40: 84-85)" } } }, { "number": { "inQuran": 1455, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0622\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aaal'aana wa qad 'asaita qablu wa kunta minal mufsideen" } }, "translation": { "en": "Now? And you had disobeyed [Him] before and were of the corrupters?", "id": "Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1455", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1455.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1455.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar pernyataan Fir'aun bahwa dia beriman dan menyerahkan diri ketika ajal akan menghampirinya, lalu dijawab dalam ayat ini dengan pernyataan keras, Mengapa baru sekarang kamu beriman, padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, ketika Nabi Musa mengajakmu beriman kepada Allah, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dengan kezaliman dan kekufuran, bahkan mengaku sebagai tuhan.", "long": "Dalam ayat ini Allah menceritakan keadaan Firaun ketika dalam keputusasaan menyatakan imannya, dikatakan kepadanya bahwa tidaklah pantas dia mengatakan iman dan Islam pada saat demikian itu karena pernyataan itu hanyalah untuk menghindari kematian dan mencari keselamatan dari bencana dan sesudah dia diliputi keputus-asaan. Padahal pada masa sebelumnya dia mengingkari Allah bahkan mengaku dirinya Tuhan sehingga berlaku sewenang-wenang terhadap sesama manusia serta berbuat aniaya di atas bumi. Maka pernyataan iman dan Islam demikian itu tidak diterima karena tidak lahir dari ketulusan, tetapi lahir dari keputus-asaan." } } }, { "number": { "inQuran": 1456, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 180, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u064a\u0643\u064e \u0628\u0650\u0628\u064e\u062f\u064e\u0646\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falyawma nunajjeeka bibadanika litakoona liman khalfaka Aayah; wa inna kaseeram minan naasi 'an aayaatinaa laghaafiloon" } }, "translation": { "en": "So today We will save you in body that you may be to those who succeed you a sign. And indeed, many among the people, of Our signs, are heedless", "id": "Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1456", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1456.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1456.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menunjukkan bahwa Fir'aun yang mengaku sebagai tuhan itu telah benar-benar mati, maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu, yakni Kami wafatkan jiwamu tetapi tubuh kasarmu masih tetap utuh, agar engkau, yakni kisah hidupmu dan azab yang menimpa akibat kezalimanmu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, sesungguhnya kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda kekuasaan Kami.", "long": "Kemudian Allah pada ayat ini menjelaskan bahwa pada hari kematiannya, jenazah Firaun akan dikeluarkan dari dasar lautan dan dilemparkan ke daratan agar mereka yang meragukan kematiannya menjadi yakin dan menjadi pelajaran bagi manusia sesudahnya. Bagaimana besar dan luasnya kekuasaan dan kekuatan seseorang, jika dia menentang perintah-perintah Allah dan meninggalkan petunjuk-petunjuk Rasul-Nya, niscaya dia akan mengalami kehancuran. Janji Allah untuk menolong nabi-nabi-Nya pasti terlaksana. Banyak tanda-tanda kekuasaan Allah terdapat dalam sejarah umat manusia. Tetapi sebagian besar manusia tidak mau merenungkan tanda-tanda itu dan tidak menyadari hukum Tuhan yang berlaku pada umat manusia itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1457, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0645\u064f\u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0623\u064e \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064d \u0648\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad bawwaanaa Baneee Israaa'eela mubawwa-a sidqinw wa razaqnaahum minnat taiyibaati famakh talafoo hattaa jaaa'ahmul 'ilm; inna Rabbaka yaqdee bainahum Yawmal Qiyaamati feemaa kaanoo feehi yakhtalifoon" } }, "translation": { "en": "And We had certainty settled the Children of Israel in an agreeable settlement and provided them with good things. And they did not differ until [after] knowledge had come to them. Indeed, your Lord will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ", "id": "Dan sungguh, Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezeki yang baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memberi keputusan antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1457", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1457.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1457.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan tentang kezaliman Fir'aun dan pengikutnya serta azab yang dialami diakhir hidupnya, lalu dijelaskan tentang anugerah Allah kepada bani Israil. Dan sungguh, Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus, yakni tempat yang terpenuhi segala kebutuhan hidup, tanah yang subur, lingkungan yang nyaman, dan udara yang segar, dan Kami beri mereka rezeki yang baik dari hasil bumi. Maka setelah mendapatkan rezeki mereka tidak berselisih dalam urusan dunia maupun agama, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan yang tersebut dalam Taurat. Sesungguhnya Tuhan kamu, wahai Nabi Muhammad, akan memberi keputusan antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.", "long": "Sesudah Allah mengakhiri kisah Firaun, maka pada ayat ini, Allah menyebutkan riwayat Bani Israil, setibanya mereka pada tempat yang dijanjikan Tuhan. Allah telah menempatkan mereka di negeri yang indah yaitu negeri Palestina. Sebagaimana diterangkan pula dalam ayat yang lain firman Allah:\n\nDan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. (al-Araf/7: 137)\n\nAllah melimpahkan rezeki yang baik dan bermacam-macam, seperti peternakan, perkebunan, pertanian, dan perikanan di daratan, seperti Laut Mati, dan di lautan kepada Bani Israil. Mereka hidup rukun dan damai penuh bahagia di negeri yang baru itu. Tetapi kemudian timbul perselisihan yang besar di kalangan mereka sesudah mereka mempelajari kitab Taurat dan hukum-hukum-Nya. Sebenarnya tidak wajar mereka itu berselisih paham sebab Allah telah cukup jelas menerangkan kepada mereka syariat-Nya. Jika timbul perselisihan maka hal itu disebabkan faktor pribadi dan kepentingan golongan di antara mereka. Firman Allah:\n\nTidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab, kecuali setelah mereka memperolah ilmu, karena kedengkian di antara mereka. (ali Imran/3: 19)\n\nKedengkian dan kebencian terhadap golongan lain, ambisi pribadi, bermegah-megah dan kepentingan golongan serta faktor-faktor subyektif sangat mempengaruhi orang-orang Yahudi dalam mempelajari Kitab Suci. Mereka tidak segan memutarbalikkan pengertian ayat dari arti yang sebenarnya. Firman Allah:\n\n(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. (an-Nisa/4: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 1458, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u06da \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in kunta fee shakkim mimmaaa anzalnaaa ilaika fas'alil lazeena yaqra'oonal Kitaaba min qablik; laqad jaaa'akal haqqu mir Rabbika falaa takoonanna minal mumtareen" } }, "translation": { "en": "So if you are in doubt, [O Muhammad], about that which We have revealed to you, then ask those who have been reading the Scripture before you. The truth has certainly come to you from your Lord, so never be among the doubters.", "id": "Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1458", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1458.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1458.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa perselisihan yang terjadi pada Bani Israil adalah setelah datangnya pengetahuan sebagaimana tersebut dalam kitab Taurat, lalu ditegaskan kepada Nabi Muhammad agar tidak meragukan wahyu yang diturunkan kepadanya. Maka jika engkau wahai Nabi Muhammad, berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, seperti kisah Nabi Nuh, Musa, dan lainnya, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu, yakni ulama Yahudi dan Nasrani yang mempelajari Taurat dan Injil. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu.", "long": "Allah menerangkan sikap pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani terhadap Kitab-kitab Allah yang telah diturunkan kepada rasul-rasul yang diutus kepada mereka dengan mengatakan, \"Jika engkau, hai Muhammad, ragu tentang rasul-rasul dahulu dan kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka, maka tanyakanlah kepada pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani yang telah mengetahui dan membaca kitab-kitab yang telah Kami turunkan itu, sebelum Aku menurunkan Al-Qur'an kepada engkau.\"\n\nMenurut rasa bahasa Arab, ungkapan dalam ayat ini bukanlah untuk menerangkan keragu-raguan Muhammad, tetapi menyatakan bahwa Muhammad benar-benar telah yakin dan percaya kepada para rasul yang diutus Allah dan kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka. Hanya orang-orang Yahudi dan Nasrani-lah yang ragu. Keraguan mereka itu sengaja mereka buat untuk menutupi apa yang sebenarnya ada dalam hati mereka, yaitu meyakini kebenaran risalah dan kenabian Muhammad.\n\nKarena itu maksud ayat ini ialah Allah menyatakan kepada Muhammad bahwa beliau (Nabi Muhammad) telah yakin dan percaya bahwa yang diturunkan kepadamu itu adalah sesuatu yang hak dan kebenaran yang wajib dipercayai. Yang ragu-ragu itu hanyalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Keragu-raguan mereka itu dinyatakan semata-mata untuk menutupi perbuatan mereka yang telah mengubah dan menukar isi Taurat dan Injil. Mereka telah membaca Taurat dan Injil yang menerangkan pokok-pokok agama yang diridai Allah, para rasul yang telah diutus Allah dan yang akan diutus-Nya nanti. Tetapi hawa nafsu merekalah yang menyuruh mereka untuk melakukan perbuatan yang terlarang itu, sehingga mereka menyesatkan pengikut-pengikut mereka. Karena itu, sebenarnya pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani itu sangat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Jika ditanyakan kepada mereka sesuatu yang hak, mereka pasti dapat menjawabnya dengan betul. Tetapi mereka tidak mau melakukannya.\n\nAyat ini merupakan sindiran kepada pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani dan mengungkapkan perbuatan-perbuatan dosa yang telah mereka kerjakan.\n\nUngkapan seperti ini terdapat pula pada firman Allah yang lain, sebagaimana ayat berikut:\n\nDan (ingatlah) ketika Allah berfirman, \"Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, \"Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?\" (al-Maidah/5: 116)\n\nBila ayat ini dibaca sepintas lalu, akan dipahami seakan-akan Isa-lah yang memerintahkan kaumnya agar mengakui adanya tuhan bapak, tuhan anak dan tuhan ibu. Tetapi maksud ayat ini ialah untuk menerangkan bahwa Isa a.s. tidak pernah ragu tentang keesaan Tuhan. Yang mendakwahkan bahwa Tuhan itu tiga, hanya orang-orang Nasrani yang telah mengubah-ubah dan menukar isi Injil, seperti menukar prinsip keesaan Allah yang ada di dalamnya dengan prinsip syirik.\n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan sikap Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasrani. Rasulullah saw beriman kepada Allah dan kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya serta meyakini akan keesaan-Nya, sedang orang Yahudi dan Nasrani telah mengubah dan menukar isi Taurat dan Injil serta mempersekutukan-Nya. Kemudian Allah memperingatkan kaum Muslimin agar jangan sekali-kali melakukan perbuatan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi." } } }, { "number": { "inQuran": 1459, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa takoonanna minal lazeena kazzaboo bi Aayaatil laahi fatakoona minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "And never be of those who deny the signs of Allah and [thus] be among the losers.", "id": "Dan janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, nanti engkau termasuk orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1459", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1459.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1459.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dilarang meragukan kebenaran wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, lalu ditegaskan, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang mendustakan, yakni mengingkari ayat-ayat Allah, nanti engkau termasuk orang yang rugi, yakni celaka bahkan dalam kecelakaan yang besar, karena jauh dari rahmat Allah.", "long": "Allah menegaskan lagi agar Muhammad dan kaum Muslimin jangan termasuk golongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani itu, karena perbuatan tersebut akan menimbulkan kerugian besar bagi orang yang melakukannya di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1460, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena haqqat 'alaihim Kalimatu Rabbika laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those upon whom the word of your Lord has come into effect will not believe,", "id": "Sungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1460", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1460.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1460.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, yakni mereka memilih tidak akan menerima kebenaran, maka pasti mereka tidaklah akan beriman,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah berlaku ketetapan-ketetapan Allah, yaitu mengazab mereka dengan azab yang pedih di akhirat nanti. Iman mereka tidak dapat diharapkan lagi, karena hati mereka telah tertutup dan terkunci mati, tidak bisa menerima petunjuk Ilahi, sehingga mereka tetap dalam kekafiran dan perbuatan dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 1461, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 11, "page": 219, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law jaaa'at hum kullu Aayatin hattaa yarawul 'azaabal aleem" } }, "translation": { "en": "Even if every sign should come to them, until they see the painful punishment.", "id": "meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1461", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1461.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1461.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "meskipun mereka mendapat, yakni menyaksikan dan telah datang kepada mereka segala bukti tanda-tanda kebesaran Allah, hingga mereka menyaksikan, yakni merasakan azab yang pedih. Ketika azab itu datang, iman seseorang sudah tidak berguna lagi.", "long": "Orang-orang yang terkunci hatinya itu tidak akan beriman, walaupun kepada mereka dikemukakan berbagai macam bukti dan tanda-tanda kekuasaan dan keesaaan Allah. Mereka baru akan beriman setelah dimasukkan ke dalam neraka, disaat merasakan azab yang pedih. Tetapi iman mereka itu tidak diterima lagi, karena pintu tobat disaat itu telah tertutup." } } }, { "number": { "inQuran": 1462, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064c \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0648\u0646\u064f\u0633\u064e \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Falaw laa kaanat qaryatun aamanat fanafa'ahaaa eemaanuhaaa illaa qawma Yoonusa lammaaa aamanoo kashafnaa 'anhum 'azaabal khizyi fil hayaatid dunyaa wa matta'naahum ilaa heen" } }, "translation": { "en": "Then has there not been a [single] city that believed so its faith benefited it except the people of Jonah? When they believed, We removed from them the punishment of disgrace in worldly life and gave them enjoyment for a time.", "id": "Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1462", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1462.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1462.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa orang-orang yang memilih tidak menerima kebenaran, maka mereka tidak akan beriman sebelum mereka merasakan azab yang pedih. Lalu dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah seolah menyayangkan hal tersebut dengan menyatakan, \"Maka mengapa tidak ada penduduk suatu negeri pun yang beriman, sebelum datangnya azab kepada mereka, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Nabi Yunus? Ketika mereka yakni kaum Nabi Yunus beriman dan bertobat dari dosa-dosa mereka, maka Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu, yakni datangnya ajal mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sikap yang paling baik dilakukan oleh suatu kaum ialah bila seorang rasul menyeru kepada mereka untuk beriman kepada Allah dengan mengemukakan bukti-bukti kebenaran seruannya, lalu mereka berkenan menyambut seruan rasul itu dengan beriman dan melaksanakan risalah yang dibawanya. Iman yang seperti itu adalah iman yang bermanfaat dan menguntungkan, karena itu dilakukan di saat seseorang dalam keadaan mampu memikul beban yang dipikulkan Allah kepadanya (taklif). Iman itu tidak berfaedah bagi seseorang bila dia dalam keadaan tidak taklif, seperti iman Firaun di saat ia akan tenggelam di tengah lautan dan seperti iman orang-orang kafir di saat mereka diazab dalam neraka. Iman di saat itu tidak diterima lagi.\n\nKaum Nabi Yunus adalah kaum yang beriman dalam keadaan taklif, sehingga iman itu berfaedah bagi mereka. Nabi Yunus diutus kepada penduduk kota Nainawa (Ninive), untuk menyampaikan agama Allah, tetapi mereka mengingkari seruan itu. Yunus menerangkan kepada mereka bahwa jika mereka tidak juga beriman, Allah akan menurunkan azab kepada mereka setelah tiga hari. Pada hari ketiga, Yunus menghindar dari negeri itu. Pada pagi hari yang dijanjikan itu, mereka melihat tanda akan kedatangan azab itu. Oleh karena itu, mereka mencari Yunus, tetapi Yunus tidak mereka temui. Lalu mereka berkumpul bersama keluarga dan binatang ternak mereka di tengah lapang memohon kepada Allah agar azab yang dijanjikan itu tidak ditimpakan kepada mereka dan mereka menyatakan iman kepada-Nya. Allah menerima tobat mereka dan membatalkan penurunan azab kepada mereka. Kemudian Allah memberikan kepada mereka kesenangan hidup sampai akhir hayat mereka, sebagai balasan dari keimanan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1463, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062a\u064f\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law shaaa'a Rabbuka la aamana man fil ardi kulluhum jamee'aa; afa anta tukrihun naasa hattaa yakoonoo mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And had your Lord willed, those on earth would have believed - all of them entirely. Then, [O Muhammad], would you compel the people in order that they become believers?", "id": "Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1463", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1463.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1463.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan tentang manfaat iman lalu dijelaskan bahwa beriman atau tidak beriman adalah pilihan bagi setiap orang, karena jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu wahai Nabi Muhammad hendak memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman sedangkan mereka menutup hati untuk menerima kebenaran?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa jika Allah berkehendak agar seluruh manusia beriman kepada-Nya, maka hal itu akan terlaksana, karena untuk melakukan yang demikian adalah mudah bagi-Nya. Tetapi Dia tidak menghendaki yang demikian. Dia berkehendak melaksanakan Sunnah-Nya di alam ciptaan-Nya ini. Tidak seorangpun yang dapat mengubah Sunnah-Nya itu kecuali jika Dia sendiri yang menghendakinya. Di antara Sunnah-Nya ialah memberi manusia akal, pikiran, dan perasaan yang membedakannya dengan malaikat dan makhluk-makhluk yang lain. Dengan akal, pikiran, dan perasaan, manusia menjadi makhluk yang berbudaya, dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, baik untuk dirinya, untuk orang lain maupun untuk alam semesta ini. Kemudian amal perbuatan manusia diberi balasan sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya itu; perbuatan baik dibalas dengan pahala dan perbuatan jahat dan buruk dibalas dengan siksa.\n\nDi samping itu, Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan agama-Nya yang menerangkan kepada manusia mana yang baik dilakukan dan mana yang terlarang dilakukan. Manusia dengan akal, pikiran, dan perasaan yang dianugerahkan Allah kepadanya dapat menilai apa yang disampaikan para rasul. Tidak ada paksaan bagi manusia dalam menentukan pilihannya, baik atau buruk. Dan manusia akan dihukum berdasarkan pilihannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1464, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana linafsin an tu'mina illaa bi iznil laah; wa yaj'alur rijsa 'alal lazeena laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And it is not for a soul to believe except by permission of Allah, and He will place defilement upon those who will not use reason.", "id": "Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1464", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1464.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1464.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keimanan tidak bisa dipaksakan, tetapi harus atas dasar kerelaan, dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab, yakni berupa kekufuran yang berakibat pada kekotoran jiwa dan kegoncangan hati kepada orang yang tidak mengerti, yakni tidak mempergunakan akalnya untuk memikirkan petunjuk-Nya, sehingga tidak bisa melihat dan menerima kebenaran.", "long": "Segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah atas kehendak Allah. Tidak ada sesuatupun yang terjadi di luar kehendak-Nya. Allah menunjuki dan memudahkan seseorang beriman, bila orang itu mau memahami dan mengamalkan ayat-ayat yang telah disampaikan kepada para rasul-Nya dan Dia memandang hina dan mengazab setiap orang yang tidak mau memahami dan mengamalkan ayat-ayat-Nya karena hal itu berarti mereka menampik ajakan rasul untuk mengikuti jalan yang lurus yang telah dibentangkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1465, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0630\u064f\u0631\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qulin zuroo maazaa fissamaawaati wal ard; wa maa tughnil Aayaatu wannuzuru 'an qawmil laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Observe what is in the heavens and earth.\" But of no avail will be signs or warners to a people who do not believe", "id": "Katakanlah, “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!” Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1465", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1465.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1465.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa Allah akan menimpakan azab kepada orang yang tidak mau mempergunakan akalnya, lalu pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, \"Perhatikanlah ciptaan Allah, yaitu apa saja yang ada di langit dan di bumi!\" Jika mereka mau menggunakan akal mereka untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, tentu mereka sudah beriman. Namun mereka enggan melakukannya, sehingga tidaklah bermanfaat tanda-tanda kebesaran Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman, karena mereka menutup hati mereka untuk menerima kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan perintah-Nya kepada Rasul-Nya, agar dia menyeru kaumnya untuk memperhatikan dengan mata kepala dan akal mereka segala kejadian di langit dan di bumi. Mereka diperintahkan agar merenungkan keajaiban langit yang penuh dengan bintang-bintang, matahari, dan bulan, keindahan pergantian malam dan siang, air hujan yang turun ke bumi, menghidupkan bumi yang mati, dan menumbuhkan tanam-tanaman dan pohon-pohonan dengan buah-buahan yang beraneka warna rasanya. Hewan-hewan dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam hidup di bumi, memberi manfaat yang tidak sedikit bagi manusia. Demikian pula keadaan bumi itu sendiri yang terdiri dari gurun pasir, lembah yang luas, dataran yang subur, samudera yang penuh dengan ikan berbagai jenis, kesemuanya itu tanda keesaan dan kekuasaan Allah, bagi orang yang mau berfikir dan yakin kepada Penciptanya.\n\nAkan tetapi bagi mereka yang tidak percaya akan adanya Pencipta alam ini, karena fitrah insaniahnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka kesemua tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah dalam alam ini tidak bermanfaat baginya.\n\nDemikian pula peringatan nabi-nabi kepada mereka tidak mempengaruhi jiwa mereka. Akal dan perasaan mereka tidak mampu mengambil pelajaran dari ayat Allah dan tidak membawa mereka pada keyakinan adanya Allah Yang Maha Esa. Mereka tidak memperoleh pelajaran dari Sunnah Allah pada umat manusia di masa lampau. Sekiranya mereka memperoleh pelajaran dari pada ayat-ayat Allah itu dan dari Sunnah Allah pada umat manusia, tentulah jiwa mereka bersih dan terpelihara dari kotoran dan najis yang mendorong mereka kepada kekafiran dan kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 1466, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fahal yantaziroona illaa misla ayyaamil lazeena khalaw min qablihim; qul fantazirooo innee ma'akum minal muntazireen" } }, "translation": { "en": "So do they wait except for like [what occurred in] the days of those who passed on before them? Say, \"Then wait; indeed, I am with you among those who wait.\"", "id": "Maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, “Maka tunggulah, aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1466", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1466.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1466.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau keberadaan tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi serta diutusnya para rasul tidak juga menjadikan mereka beriman, maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali kejadian-kejadian yang sama dengan kejadian-kejadian masa lalu, yakni azab yang menimpa orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad \"Maka tunggulah kedatangan azab itu, sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu untuk menyaksikan ketetapan Allah itu menimpa kamu.\"", "long": "Kemudian, dalam ayat-ayat ini, Allah memberi peringatan dan ancaman kepada kaum musyrikin Arab bahwa hukuman akan segera menimpa mereka seperti yang dialami umat sebelum mereka yang juga mendustakan rasul-rasul dan ingkar kepada mereka. Apakah orang musyrikin tersebut menolak kerasulan Muhammad saw, karena mereka ingin lebih dahulu menunggu siksaan Allah itu? Allah menyeru Nabi Muhammad saw, untuk menyatakan kepada mereka supaya menunggu azab itu. Kemurkaan Allah tentu akan datang kepada mereka bilamana mereka terus-menerus mendustakan dan mengingkari kerasulan Muhammad saw. Rasul saw beserta orang-orang beriman akan menunggu pula kehancuran mereka itu. Sesuai dengan janji Allah dan Sunnah-Nya, bahwa orang-orang kafir itu pasti akan binasa." } } }, { "number": { "inQuran": 1467, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 181, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u064a \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0646\u062c\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summma nunajjee Ruslanaa wallazeena aamanoo; kazaalika haqqan 'alainaa nunjil mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Then We will save our messengers and those who have believed. Thus, it is an obligation upon Us that We save the believers", "id": "Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beri-man, demikianlah menjadi kewajiban Kami menyelamatkan orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1467", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1467.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1467.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika ketetapan itu datang, Kami siksa orang-orang yang durhaka itu, kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah ketetapan Kami, yakni menjadi kewajiban Kami menyelamatkan dan memberikan kemenangan kepada orang yang beriman dan menghukum orang-orang yang durhaka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa sesuai dengan Sunnah-Nya yang berlaku pada rasul dan kaumnya yang beriman, Allah akan menyelamatkan dan memelihara mereka dari kebinasaan. Itu adalah ketentuan Allah dan Allah tidak akan mengubah ketentuan-Nya itu.\n\nFirman Allah:\n\n(Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami. (al-Isra/17: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 1468, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 182, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaaa ayyuhan naasu in kuntum fee shakkkim min deenee falaa a'budul lazeena ta'budoona min doonil laahi wa laakin a'budul laahal lazee yatawaffaakum wa umirtu an akoona minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"O people, if you are in doubt as to my religion - then I do not worship those which you worship besides Allah; but I worship Allah, who causes your death. And I have been commanded to be of the believers", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar termasuk orang yang beriman,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1468", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1468.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1468.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pada ayat yang lalu bahwa Allah akan menyelamatkan dan memberikan kemenangan kepada orang-orang yang beriman, lalu pada ayat ini diperintahkan, Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keraguraguan tentang kebenaran agamaku, maka ketahuilah bahwa aku tidak menyembah apa pun yang kamu sembah selain Allah, karena aku tahu hal itu adalah sesat dan sembahan kamu tidak dapat menolak madarat juga tidak bisa mendatangkan manfaat, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu, dan aku telah diperintah agar termasuk dalam golongan orang yang beriman yang mantap imannya,\"", "long": "Allah memerintahkan Rasul saw untuk mengatakan kepada kaumnya bahwa jika mereka itu meragukan kebenaran agama yang dibawanya, yang mengajarkan tentang keesaan Allah, maka semestinya mereka lebih dulu meragukan keyakinan yang mereka pertahankan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw menyatakan kepada mereka bahwa dia tidak akan menyembah batu-batu berhala dan patung yang mereka sembah yang tidak memiliki kemampuan sedikitpun. Tetapi dia akan menyembah Tuhan Maha Pencipta, Yang menentukan hidup dan mati makhluk-Nya. Dia-lah yang memberi kesenangan dan kesusahan, kemanfaatan dan kemudaratan, menurut hikmah dan inayah-Nya, bukan tuhan seperti yang mereka sembah itu.\n\nDengan perbandingan itu maka bertambah jelaslah kebenaran agama yang dibawa Rasul saw dan kesesatan keyakinan kaum musyrikin. Kemudian Nabi Muhammad saw mengatakan kepada kaum musyrikin Arab bahwa dia diperintahkan supaya menjadi orang yang beriman. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman keselamatan dari azab, kemenangan atas musuh-musuh mereka dan kekuasaan di bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 1469, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 182, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa an aqim wajhaka liddeeni Haneefanw wa laa takoonannna minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "And [commanded], 'Direct your face toward the religion, inclining to truth, and never be of those who associate others with Allah;", "id": "dan (aku telah diperintah), “Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang yang musyrik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1469", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1469.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1469.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan aku telah diperintah dengan firman-Nya: \"Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus tanpa keraguan sedikit pun, dan ikhlas tanpa ada paksaan dari siapa pun, dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang yang musyrik", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Nabi Muhammad saw diperintahkan agar menghadapkan wajahnya dan seluruh dirinya kepada Allah, memfokuskan perhatian pada tugas-tugas agama dan mengabdi kepada Tuhan semesta alam. Sebab jika dia memberikan perhatian kepada selain Allah, maka hal itu mengurangi kebulatan jiwanya dalam menghadap Tuhan dan pengabdian terhadap agamanya. Kepada Allah sajalah hendaknya tujuan segala pengabdiannya lahir dan batin. Janganlah dia termasuk orang yang mempersekutukan Allah dalam ibadah dengan dewa-dewa, jin-jin, roh-roh, atau patung-patung seperti halnya penyembah-penyembah berhala. Larangan Allah terhadap Rasul ini dimaksudkan untuk mendorong dan merangsang Rasul saw untuk tetap menjauhi sifat-sifat syirik." } } }, { "number": { "inQuran": 1470, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 11, "page": 220, "manzil": 3, "ruku": 182, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tad'u min doonil laahi maa laa yanfa'uka wa laa yadurruka fa in fa'alta fa innaka izam minaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And do not invoke besides Allah that which neither benefits you nor harms you, for if you did, then indeed you would be of the wrongdoers.'\"", "id": "Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah, sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1470", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1470.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1470.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jangan engkau menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak memberi manfaat kepadamu walau kamu menyembahnya dan tidak pula memberi bencana kepadamu jika kamu tidak menyembahnya, sebab jika engkau lakukan itu, maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim.\"", "long": "Allah menjelaskan larangan-Nya kepada Nabi saw agar jangan berdoa dan beribadah kepada selain Allah, Sebab selain Allah, tidak ada yang dapat memberi manfaat dan mudarat, atau memberi kesenangan dan kesusahan baik di dunia maupun di akhirat. Sekiranya Rasul berbuat demikian, maka dia termasuk dalam orang-orang yang menganiaya diri sendiri. Tiada kedurhakaan yang lebih besar dari syirik karena orang yang berbuat syirik mengembalikan urusan yang dihadapi manusia kepada selain Allah. Maka kembalilah kepada Allah. Panjatkanlah doa kepada Allah semata karena doa termasuk ibadah yang besar, bahkan otak ibadah." } } }, { "number": { "inQuran": 1471, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 11, "page": 221, "manzil": 3, "ruku": 182, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0636\u064f\u0631\u0651\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0634\u0650\u0641\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0627\u062f\u0651\u064e \u0644\u0650\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa iny yamsaskal laahu bidurrin falaa kaashifa lahoo illaa Huwa wa iny yuridka bikhairin falaa raaadda lifadlih; yuseebu bihee man yashaaa'u min 'ibaadih; wa huwal Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And if Allah should touch you with adversity, there is no remover of it except Him; and if He intends for you good, then there is no repeller of His bounty. He causes it to reach whom He wills of His servants. And He is the Forgiving, the Merciful", "id": "Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1471", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1471.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1471.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, seperti penyakit, kesedihan, dan cobaan lainnya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya darimu kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, seperti kesehatan, kesenangan, kebahagiaan, dan lain-lain, maka tidak ada yang dapat menolak dan menghalangi karunia-Nya tersebut sampai kepadamu. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun atas dosa orang yang bertobat, Maha Penyayang dengan limpahan berbagai rahmat walau hamba-Nya masih banyak berbuat maksiat.", "long": "Kemudian Allah dalam ayat ini menegaskan keesaan-Nya dalam memelihara hamba-Nya. Hanya Dialah yang kuasa menghilangkan kesulitan hidup atau kemudaratan yang sedang menimpa hamba-Nya, baik kesulitan karena kekurangan harta ataupun karena terganggunya kesehatan dan perlakuan yang tidak adil dari orang lain. Segala kesulitan yang menimpa seseorang itu tentu ada sebabnya. Sebab-sebab itu diciptakan Allah sebagai ujian bagi manusia, apakah mereka benar-benar berserah diri kepada Allah atau tidak, dan mereka berada di bawah pengawasan-Nya. \n\nManusia berkat pengalamannya yang lama dan luas dapat mengetahui sebagian sebab-sebab itu. Misalnya dalam soal kesehatan, menurut pengalaman manusia, bakteri tertentu yang menghinggapi tubuh manusia menjadi sebab bagi penyakit tertentu pula. Karena itu manusia menjaga dirinya dari bakteri tersebut dan bila dia sudah tercemar oleh bakteri tersebut sehingga sakit, dia akan berusaha mengobati penyakitnya sampai sembuh. Namun demikian, kesembuhannya bukan merupakan satu kepastian sebagai akibat berobat tersebut, tapi kesembuhan hanya dengan izin Allah. Demikian pula dalam bidang kehidupan manusia lainnya, seperti bidang sosial, ekonomi dan politik. Bilamana mereka mengalami kesulitan tentu ada sebab-sebabnya dan sebab-sebab itu berada dalam lingkungan mereka sendiri. \n\nKewajiban manusia adalah mencari sebab sambil berdoa kepada Allah dengan sepenuh hati serta tawakal kepada-Nya. Sesudah menyebutkan tentang kesulitan hidup yang menimpa manusia, Allah menyebutkan pula tentang kenikmatan dan kesenangan yang dialami manusia. Mengenai kesenangan dan kelapangan hidup ini, Allah menyatakan bahwa jika Dia berkehendak dengan iradat-Nya melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka tak seorangpun yang dapat menghambatnya. Kebahagiaan dan kesenangan itu adalah karunia-Nya kepada hamba-Nya dan menurut iradat-Nya. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan Allah tidak terikat kepada suatu sebab dalam memberikan kesenangan dan kebaikan. Karunia Allah atas hamba-Nya berdasarkan keluasan rahmat-Nya.\n\nAllah Maha Pengampun, mengampuni segala dosa orang-orang yang bertobat, dan dosa orang kafir yang kemudian beriman kepada-Nya sebelum ajal tiba. Allah Maha Pengasih, mengasihi orang-orang beriman dan Dia tidak menyiksanya bila dia bertobat dari dosanya. Pengampunan dan kasih sayang-Nya meliputi seluruh umat manusia. Karena rahmat-Nya itu pula, maka tidak semua kejahatan di dunia ini dijatuhi siksaan tetapi menundanya sampai waktu tertentu.\n\nFirman Allah:\n\nDan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya (Fathir/35: 45)" } } }, { "number": { "inQuran": 1472, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 11, "page": 221, "manzil": 3, "ruku": 182, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Qul yaaa aiyuhan naasu qad jaaa'akumul haqqu mir Rabbikum famanih tadaa fa innamaa yahtadee linafsihee wa man dalla fa innamaa yadillu 'alaihaa wa maaa ana 'alaikum biwakeel" } }, "translation": { "en": "Say, \"O mankind, the truth has come to you from your Lord, so whoever is guided is only guided for [the benefit of] his soul, and whoever goes astray only goes astray [in violation] against it. And I am not over you a manager.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk, maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan Aku bukanlah pemelihara dirimu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1472", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1472.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1472.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu kebenaran, yakni Al-Qur'an, dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk, yakni beriman kepada Nabi Muhammad dan mengikuti petunjuk Al-Qur'an, maka sebenarnya petunjuk itu untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa memilih sesat, yakni ingkar kepada Nabi Muhammad dan Al-Qur'an, maka sesungguhnya kesesatannya itu akan mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara, pengurus dan penjamin dirimu secara terus-menerus.\" Aku hanyalah seorang utusan yang mengajak kamu beriman kepada Allah. Dia, Allah yang akan memutuskan segala sesuatu.", "long": "Allah menyuruh Rasul-Nya untuk mengatakan kepada orang-orang kafir sesudah disampaikan kepada mereka bukti-bukti keesaan Allah dan kerasulannya, bahwa kebenaran dari Allah yakni Al-Qur'an yang mendasari agama Islam, telah datang ke hadapan mereka, diturunkan kepada salah seorang di antara mereka sendiri. Dalam Al-Qur'an itu terdapat penjelasan-penjelasan dan uraian-uraian tentang rasul-rasul zaman dahulu dan dakwah mereka kepada kaumnya. Namun, kaum musyrikin Arab tidak mengetahui riwayat rasul-rasul itu, atau riwayat itu sudah diubah atau diputarbalikkan. Dalam Al-Qur'an terkandung pedoman-pedoman hidup bagi manusia untuk memperoleh kesejahteraan duniawi dan kebahagiaan akhirat. Maka barang siapa mengikuti pedoman itu dalam kehidupannya dengan penuh keimanan, manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Dia akan hidup bahagia di dunia dan akhirat. Demikian pula sebaliknya, barang siapa yang sesat, tidak mempergunakan kebenaran itu (Al-Qur'an) sebagai pedoman hidup, dan tidak mengindahkan tanda-tanda kekuasaan Allah pada dirinya dan pada alam semesta ini, maka akibatnya kesengsaraan batin di dunia dan di akhirat. Nabi Muhammad saw wajib menyampaikan kebenaran itu kepada manusia. Keputusan terakhir berada pada diri manusia itu sendiri, apakah dia menjadikan Al-Quran itu sebagai pegangan hidup atau berpaling darinya. Beliau bukanlah wakil Tuhan di dunia ini untuk menentukan nasib manusia dan tidak kuasa memaksa seseorang memberi manfaat dan mudarat. Dia hanya pesuruh Allah yang menyampaikan perintah dari Tuhan Rabbul alamin." } } }, { "number": { "inQuran": 1473, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 11, "page": 221, "manzil": 3, "ruku": 182, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0643\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qattabi' maa yoohaaa ilaika wasbir hattaa yahkumal laah; wa Huwa khairul haakimeen" } }, "translation": { "en": "And follow what is revealed to you, [O Muhammad], and be patient until Allah will judge. And He is the best of judges.", "id": "Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan. Dialah hakim yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1473", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1473.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1473.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ikutilah wahai Nabi Muhammad, apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah dalam menyampaikan wahyu walau banyak cobaan dan rintangan, hingga Allah memberi keputusan. Dialah hakim yang terbaik dalam setiap keputusan yang ditetapkan.", "long": "Allah dalam ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya dia tetap mengikuti apa yang diwahyukan kepadanya, dan bekerja menurut wahyu itu dan mengajarkannya kepada umat manusia, walaupun mereka tidak beriman kepadanya. Rasul saw juga diminta bersabar menghadapi segala macam gangguan dan penghinaan dalam menjalankan tugas tablig dan dakwah itu. Pada saatnya, keputusan Allah pasti akan datang sebagai hukuman terhadap para musuh agama itu, dan kemenangan atas Rasul dan umatnya sesuai dengan janji Allah kepada orang-orang mukmin. Allah adalah Hakim yang Maha Adil karena Dia memutuskan dengan alasan yang benar. Rasul saw menaati perintah-perintah ini dan dengan penuh kesabaran menunggu keputusan Allah. Ayat-ayat ini merupakan janji Allah yang menyenangkan Rasul dan orang-orang mukmin.\n\nSaatnya akan datang di mana Rasul dan kaum mukmin memperoleh kemenangan dan kaum musyrikin mengalami kehancuran. Allah mewariskan dunia kepada orang-orang Islam, mereka menjadi penguasa-penguasa di bumi, dengan syarat mereka tetap menegakkan agamanya." } } } ] }, { "number": 11, "sequence": 52, "numberOfVerses": 123, "name": { "short": "هود", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0647\u0648\u062f", "transliteration": { "en": "Hud", "id": "Hud" }, "translation": { "en": "Hud", "id": "Hud" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus. Surat ini dinamai surat Huud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Huud a.s. dan kaumnya dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh a.s., Shaleh a.s., Ibrahim a.s., Luth a.s., Syu'aib a.s. dan Musa a.s." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1474, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 11, "page": 221, "manzil": 3, "ruku": 183, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631 \u06da \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064f\u062d\u0652\u0643\u0650\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0641\u064f\u0635\u0651\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064d \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Raa; Kitaabun uhkimat Aayaatuhoo summa fussilat mil ladun Hakeemin Khabeer" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Ra. [This is] a Book whose verses are perfected and then presented in detail from [one who is] Wise and Acquainted.", "id": "Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1474", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1474.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1474.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Lam Ra. Inilah Kitab, Al-Qur'an yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi, terpelihara dari kekeliruan, kemudian kandungannya dijelaskan secara terperinci, ada yang mengenai tauhid, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji dan peringatan, dan lain-lain, disusun surat demi surat, ayat demi ayat, yang diturunkan dari sisi Allah Yang Mahabijaksana dalam setiap keputusan-Nya, Mahateliti dalam semua ketetapan-Nya.", "long": "Allah memulai surah ini dengan tiga buah huruf Alif, Lam, Ra, seperti pada permulaan Surah Yunus yang lalu, dengan maksud yang sama yaitu menuntut perhatian yang sungguh dari pendengar. Sesudah itu Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu adalah sebuah kitab yang ayat-ayatnya tersusun rapi dan padat, lagi jelas artinya. Karena kerapian dan kepadatan susunan ayat itu, tak mungkin dapat ditukar-tukar kata-katanya, baik letaknya atau hurufnya. Di samping itu, ayat-ayatnya dijelaskan secara terperinci menurut masalahnya dan tersebar di dalam surah. Ada ayat yang berhubungan dengan akidah, hukum, akhlak, kisah, dan ada pula yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, seperti proses kejadian manusia. \n\nDemikianlah ayat-ayat Al-Qur'an itu bagaikan bola kristal yang memantulkan bermacam-macam cahaya yang cemerlang dan memiliki nilai keseluruhan yang tinggi. Sesungguhnya Al-Qur'an dengan keserasian susunan redaksi ayat-ayat dan uraiannya yang terperinci menurut isinya, diturunkan dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, Dengan Bijaksana, Dia turunkan ayat menurut kebutuhan hamba-hamba-Nya, apa yang baik untuk mereka, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 1475, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 11, "page": 221, "manzil": 3, "ruku": 183, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Allaa ta'budooo illal laah; innanee lakum minhu nazeerunw wa basheer" } }, "translation": { "en": "[Through a messenger, saying], \"Do not worship except Allah. Indeed, I am to you from Him a warner and a bringer of good tidings,\"", "id": "agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1475", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1475.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1475.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang sangat indah dan tersusun rapi serta mendetail kandungannya, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku, Muhammad, adalah pemberi peringatan adanya siksa bagi orang-orang yang ingkar dan pembawa berita gembira dari-Nya, yakni surga untukmu wahai orang-orang yang beriman.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan susunan dan redaksi ayat-ayat yang rapi dan dengan uraian yang terperinci agar manusia yakin bahwa Al-Quran dari Allah, berisi petunjuk-petunjuk dan larangan-Nya, terutama larangan menyembah selain Allah. Oleh karena itu, ayat ini dimulai dengan larangan tersebut. Rasul saw hanyalah pembawa peringatan akan siksa Allah kepada mereka yang mempersekutukan Allah, dan pembawa kabar gembira tentang pahala bagi mereka yang taat dan tulus ikhlas dalam menyembah Allah. Menyeru manusia menyembah Allah merupakan tugas para rasul sejak zaman dahulu.\n\nFirman Allah:\n\nDan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiya/21: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 1476, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 11, "page": 221, "manzil": 3, "ruku": 183, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0645\u064e\u062a\u0651\u0650\u0639\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa anis taghfiroo Rabbakum summa toobooo ilaihi yumatti'kum mataa'an hasanan ilaaa ajalim musammanw wa yu'ti kulla zee fadlin fadlahoo wa in tawallaw fa inneee akhaafu 'alaikum 'azaaba Yawmin Kabeer" } }, "translation": { "en": "And [saying], \"Seek forgiveness of your Lord and repent to Him, [and] He will let you enjoy a good provision for a specified term and give every doer of favor his favor. But if you turn away, then indeed, I fear for you the punishment of a great Day.", "id": "Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1476", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1476.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1476.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya hanya Allah yang berhak disembah dan hendaklah kamu memohon ampunan secara tulus kepada Tuhanmu dan kemudian bertobatlah, yakni kembali kepada-Nya dengan menyesali kesalahan-kesalahan serta tidak mengulanginya lagi, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu di dunia sampai waktu yang telah ditentukan, yakni datangnya ajal. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya, yakni pahala, kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar, yakni Hari Pembalasan kelak.", "long": "Nabi Muhammad saw menyeru kaum musyrikin untuk memohon ampun kepada Tuhan terhadap dosa perbuatan-perbuatan syirik, kekafiran, dan kejahatan yang telah mereka lakukan. Sesudah itu hendaklah mereka kembali kepada Allah, dengan taat melakukan perintah-Nya dan beribadah kepada Allah sepenuh hati tidak menyembah selain Allah, seperti patung-patung dan berhala-berhala dan lain sebagainya. Jika mereka pernah berbuat demikian, hendaklah mereka minta ampun dan bertobat dengan teguh dan terus menerus. Allah niscaya akan mengampuni mereka dan memberi rezeki yang melimpah, kemakmuran, kesehatan, dan kesejahteraan sampai akhir hayat mereka. Demikianlah, keimanan yang tulus kepada Allah dan Rasul dari setiap individu, merupakan faktor utama yang menyebabkan kemakmuran dan kebahagiaan hidup.\n\nFirman Allah:\n\nBarang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (an-Nahl/16: 97)\n\nSelain memberikan kenikmatan hidup di dunia bagi orang-orang yang beriman, Allah juga memberikan kepada orang yang mempunyai keutamaan, seperti orang yang memiliki ilmu pengetahuan atau karya besar, ganjaran di dunia dan pahala di akhirat. Tetapi bilamana manusia berpaling dari keimanan dan tidak bertobat bahkan terus menerus dalam kemusyrikan, kemaksiatan, dan kerusakan akhlak, mereka akan mengalami kehancuran atau kemelaratan hidup sesuai dengan Sunatullah pada umat manusia dan azab Allah di hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1477, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 11, "page": 221, "manzil": 3, "ruku": 183, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Ilal laahi marji'ukum wa Huwa 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "To Allah is your return, and He is over all things competent.\"", "id": "Kepada Allah-lah kamu kembali. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1477", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1477.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1477.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena hanya kepada Allah-lah kamu kembali pada Hari Kiamat nanti. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa semua umat manusia, baik mereka yang beriman ataupun mereka yang kafir, yang bertobat ataupun yang ingkar dan maksiat, akan kembali kepada Allah sesudah akhir hayat mereka, tak seorangpun yang tertinggal. Di hadapan Allah itulah masing-masing manusia akan dihisab dan memperoleh balasan dengan seadil-adilnya. Mahasuci Allah, Mahakuasa atas segala sesuatu, Dia berikan kebaikan kepada orang yang mencintai-Nya dan Dia berikan keburukan kepada orang yang menutupi keberadaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1478, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 11, "page": 221, "manzil": 3, "ruku": 183, "hizbQuarter": 88, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062b\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u062b\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Alaa innahum yasnoona sudoorahum liyastakhfoo minh; alaa heena yastaghshoona siyaabahum ya'lamu maa yusiroona wa maa yu'linoon; innahoo 'aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, they the disbelievers turn away their breasts to hide themselves from Him. Unquestionably, [even] when they cover themselves in their clothing, Allah knows what they conceal and what they declare. Indeed, He is Knowing of that within the breasts.", "id": "Ingatlah, sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad). Ingatlah, ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan, sungguh, Allah Maha Mengetahui (segala) isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1478", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1478.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1478.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan bahwa seluruh manusia akan kembali dan menghadap Allah pada Hari Kiamat nanti, lalu ayat ini menjelaskan bahwa pengetahuan Allah meliputi apa saja yang ditampakkan maupun yang disembunyikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka, yaitu orang-orang munafik, memalingkan dada dari kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad, untuk menyembunyikan sesuatu dalam diri, yakni permusuhan dan kemunafikan mereka dari dia, yakni Nabi Muhammad. Ingatlah, ketika mereka dengan sungguh-sungguh menyelimuti, menutupi diri-nya dengan kain agar tidak terlihat oleh Allah dan Nabi Muhammad, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan, yakni tampakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati dan segala yang tersembunyi.", "long": "Dalam ayat ini Allah memperingatkan dan menuntut perhatian manusia untuk mengambil pelajaran dan sifat orang yang menolak kebenaran. Mereka itu tidak mau mendengarkan dakwah dan ajaran agama, lalu mereka menundukkan kepala untuk menyembunyikan mukanya karena malu. Wajah mereka tidak kuat menghadapi sinar kebenaran (Al-Qur'an) sewaktu dibacakan kepada mereka, tetapi sinar-sinar itu menembus jiwa mereka sehingga mereka menyembunyikan muka mereka dari Rasul saw." } } }, { "number": { "inQuran": 1479, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 12, "page": 222, "manzil": 3, "ruku": 183, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0652\u062f\u064e\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa min daaabbatin fil ardi illaa 'alal laahi rizquhaa wa ya'lamu mustaqarrahaa wa mustawda'ahaa; kullun fee Kitaabim Mubeen" } }, "translation": { "en": "And there is no creature on earth but that upon Allah is its provision, and He knows its place of dwelling and place of storage. All is in a clear register.", "id": "Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1479", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1479.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1479.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak satu pun makhluk bergerak dan bernyawa, yang melata, merayap atau berjalan di muka bumi ini melainkan semuanya telah dijamin Allah rezekinya. Semua makhluk itu diberi naluri dan kemampuan untuk mencari rezeki sesuai dengan fitrah kejadiannya. Dia mengetahui tempat kediamanya ketika hidup di dunia dan mengetahui pula tempat penyimpanannya setelah mati. Semua itu sudah tertulis dan diatur serapi-rapinya dalam Kitab yang nyata, yaitu Lauh Mahfuz, perihal perencanaan dan pelaksanaan dari seluruh ciptaan Allah secara menyeluruh dan sempurna.", "long": "Binatang-binatang yang melata, yang hidup di bumi yang meliputi binatang yang merayap, merangkak, atau pun yang berjalan dengan kedua kakinya, semuanya dijamin rezekinya oleh Allah. Binatang-binatang itu diberi naluri dan kemampuan untuk mencari rezekinya sesuai dengan fitrah kejadiannya, semuanya diatur Allah dengan hikmat dan kebijaksanaan-Nya sehingga selalu ada keserasian. Jika tidak diatur demikian, mungkin pada suatu saat ada binatang yang berkembang-biak terlalu cepat, sehingga mengancam kelangsungan hidup binatang-binatang yang lain, atau ada yang mati terlalu banyak, sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan. Jika ada sebagian binatang memangsa binatang lainnya, hal itu adalah dalam rangka keseimbangan alam, sehingga kehidupan yang harmonis selalu dapat dipertahankan.\n\nAllah mengetahui tempat berdiam binatang-binatang itu dan tempat persembunyiannya, bahkan ketika masih berada dalam perut induknya. Pada kedua tempat itu, Allah senantiasa menjamin rezekinya dan semua itu telah tercatat dan diatur serapi-rapinya di Lauh Mahfudh, yang berisi semua perencanaan dan pelaksanaan dari seluruh ciptaan Allah secara menyeluruh dan sempurna." } } }, { "number": { "inQuran": 1480, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 12, "page": 222, "manzil": 3, "ruku": 183, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee khalaqas samaawaati wal alrda fee sittati aiyaaminw wa kaana 'Arshuhoo alal maaa'i liyablu wakum aiyukum ahsanu 'amalaa; wa la'in qulta innakum mab'oosoona mim ba'dil mawti la yaqoolanal lazeena kafaroo in haazaaa illaa sihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "And it is He who created the heavens and the earth in six days - and His Throne had been upon water - that He might test you as to which of you is best in deed. But if you say, \"Indeed, you are resurrected after death,\" those who disbelieve will surely say, \"This is not but obvious magic.\"", "id": "Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Jika engkau berkata (kepada penduduk Mekah), “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati,” niscaya orang kafir itu akan berkata, “Ini hanyalah sihir yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1480", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1480.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1480.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara kekuasaan Allah lainnya adalah bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya dalam enam masa melalui proses penciptaan yang rapi dan teratur. Dan sebelum itu Dia menciptakan 'Arsy sebagai tempat bersemayam-Nya di atas air. Demikian itulah, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amal ibadahnya, bekerja dengan jujur, ikhlas dan beraktivitas untuk kemaslahatan umat. Mereka yang berbuat kebajikan akan mendapat imbalan pahala, sedang mereka yang berbuat kejahatan akan mendapatkan siksa. Jika engkau wahai Nabi Muhammad, berkata kepada penduduk Mekah, \"Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan pada hari Kiamat nanti setelah mati untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kalian ketika di dunia,\" niscaya orang kafir itu akan berkata, \"Apa yang kamu katakan ini hanyalah sihir yang nyata untuk menipu dan menakut-nakuti agar kami mudah percaya.\"", "long": "Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Dalam ayat ini disebutkan \"sittati ayyam\", artinya \"enam hari\", akan tetapi pengertian hari di sini tidak dapat disamakan dengan hari seperti yang kita alami sehari-hari, tetapi disesuaikan dengan hari menurut perhitungan Allah.\n\nUlama ilmu falak telah menetapkan bahwa hari-hari yang ada hubungannya dengan peredaran bintang-bintang tidak sama dengan kadar hari yang berlaku di bumi ini.\n\nKemudian Allah menjelaskan bahwa singgasana-Nya sebelum penciptaan langit dan bumi, berada di atas air. Arasy atau singgasana Allah itu termasuk alam gaib, yang tidak dapat ditangkap dengan panca indera, dan tidak mungkin pula dibayangkan atau dikhayalkan bentuk dan rupanya, apalagi caranya Tuhan bersemayam di atas singgasana itu. Ayat-ayat yang menerangkan hal ini termasuk ayat yang mutasyabihat, yang wajib kita imani kebenarannya dengan menyerahkan pengertiannya kepada Allah.\n\nUmmu Salamah, Rabi'ah dan Malik meriwayatkan bahwa para sahabat dalam menafsirkan ayat mutasyabihat seperti itu selalu berkata, \"Istiwa (bersemayam-Nya) sudah diketahui akan tetapi caranya tidak diketahui.\" Ayat ini menunjukkan bahwa yang berada di bawah Arasy Allah itu ialah air yang oleh Allah dijadikan unsur pokok dalam menciptakan makhluk yang hidup sebagaimana firman-Nya:\n\nDan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman? (al-Anbiya'/21: 30)\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa tujuan penciptaan langit dan bumi dalam enam masa, dan adanya 'Arasy di atas air, yang jadi unsur pokok dari semua makhluk yang hidup adalah untuk menguji siapa di antara manusia yang lebih baik perbuatannya. Allah telah menyediakan semua yang berada di bumi ini untuk dimanfaatkan manusia, sebagaimana firman-Nya:\n\nDialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu. (al-Baqarah/2: 29)\n\nSemua manusia yang berada di atas permukaan bumi diperintahkan supaya berusaha dengan segala kemampuan dan kesanggupannya, untuk mengambil manfaat isi alam, untuk menggali manfaat alam semesta ini, yang ada di bumi, di lautan dan di udara seperti barang tambang yang terdapat di perut bumi, di dasar laut dan sebagainya, supaya digali manfaatnya semaksimal mungkin, untuk dimanfaatkan oleh seluruh umat manusia, sebagai anugerah dari Allah Rabbul 'alamin.\n\nAllah menciptakan langit dan bumi sebagai ujian bagi manusia siapakah di antara mereka yang paling kuat imannya dan paling baik amalannya, yang paling berjasa untuk kemanusiaan, siapa yang paling menonjol keterampilannya, siapa yang paling tinggi hasil produksinya, siapa yang paling jujur dan ikhlas dalam usahanya, dan sebagainya. Tentulah Allah tidak hanya menguji saja, akan tetapi akan memperhatikan pula hasil ujiannya, dan memberi pahala yang seimbang dengan jasanya. Balasan Allah itu diberikan setelah hari Kiamat. Akan tetapi, jika Nabi Muhammad berkata kepada kaum musyrikin di kota Mekah bahwa mereka akan dibangkitkan setelah mati untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya ketika di dunia, maka mereka akan menjawab, \"Apa yang kamu kemukakan dari Al-Qur'an itu hanyalah sihir belaka, untuk menekan kami dan untuk mencegah kami dari kenikmatan dan kelezatan dunia.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1481, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 12, "page": 222, "manzil": 3, "ruku": 183, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0628\u0650\u0633\u064f\u0647\u064f \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wala'in akhkharnaa 'anhumul 'azaaba ilaaa ummatim ma'doodatil la yaqoolunna maa yahbisuh; alaa yawma yaateehim laisa masroofan 'anhum wa haaqa bihim maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And if We hold back from them the punishment for a limited time, they will surely say, \"What detains it?\" Unquestionably, on the Day it comes to them, it will not be averted from them, and they will be enveloped by what they used to ridicule.", "id": "Dan sungguh, jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, “Apakah yang menghalanginya?” Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1481", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1481.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1481.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir itu bahkan berani menantang agar diturunkan siksa dengan segera, sebagaimana dijelaskan pada ayat ini. Dan sungguh, jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka yang mendustakan ayat-ayat Kami sampai waktu yang ditentukan menurut kehendak Kami, niscaya mereka yang menghendaki agar siksaan itu turun dengan segera akan berkata, dengan nada mengejek, \"Apakah yang menghalanginya, yakni siksaan itu turun sekarang?\" Kemudian Allah berfirman, \"Ketahuilah wahai Nabi Muhammad, ketika azab itu betul-betul datang kepada mereka dengan segera, pasti azab itu tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka tidak dapat menahan dan menghindar karena begitu dahsyatnya azab itu. Mereka dikepung dari segala penjuru oleh azab yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.\" Sikap orang-orang kafir yang tidak memercayai kebenaran Al-Qur'an dan mengingkari adanya hari pembalasan, bahkan menantang diturunkannya azab dengan segera, disebabkan oleh kesombongan dan keangkuhan mereka, sehingga hatinya sulit menerima cahaya keimanan.", "long": "Dari jawaban orang musyrik ini, jelas bahwa mereka hanyalah mengikuti adanya kehidupan di dunia saja; sedang kehidupan yang ada di akhirat, mereka dustakan. Jika Allah menunda datangnya azab yang telah diancamkan oleh Rasul-Nya kepada mereka sampai kepada waktu yang telah ditentukan, mereka mencemooh dan berkata, \"Apakah gerangan yang menghalang-halangi datangnya azab itu kepada kami, jika benar azab itu akan datang.\"\n\nAllah mengancam bahwa azab itu pasti datang, pada waktu yang telah ditentukan oleh Allah sendiri, dan nanti bila azab itu datang, maka tidak ada yang memalingkannya, dan tidak ada seorang pun yang dapat menahan atau menolaknya. Mereka akan dikepung dari segala penjuru oleh azab, yang selalu mereka perolok-olokkan." } } }, { "number": { "inQuran": 1482, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 12, "page": 222, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064e\u0632\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u064e\u0626\u064f\u0648\u0633\u064c \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa la'in azaqnal insaana minnaa rahmatan summa naza'naahaa minhu, innahoo laya'oosun kafoor" } }, "translation": { "en": "And if We give man a taste of mercy from Us and then We withdraw it from him, indeed, he is despairing and ungrateful.", "id": "Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1482", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1482.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1482.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang penciptaan langit dan bumi serta apa-apa yang ada pada keduanya, untuk menguji manusia, apakah mensyukuri nikmat Allah atau mengingkarinya, maka pada ayat ini Allah menerangkan tentang tabiat manusia pada umumnya. Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia berupa kesehatan, harta kekayaan, kedudukan, keturunan, dan rasa aman, kemudian rahmat itu Kami cabut kembali, maka pastilah dia menjadi putus asa. Mereka hanya memperlihatkan keingkaran dan tidak berterima kasih serta tidak pula menghargai nikmat-nikmat yang masih ada pada dirinya.", "long": "Allah menjelaskan jika Allah memberikan kepada manusia suatu macam nikmat, sebagai karunia-Nya seperti kemurahan rezeki, keuntungan dalam perdagangan, kesehatan badan, keamanan dalam negeri, dan anak-anak yang saleh, kemudian Allah mencabut nikmat-nikmat itu, maka manusia segera berubah tabiatnya menjadi orang yang putus asa. Mereka hanya memperlihatkan keingkaran dan tidak lagi menghargai nikmat-nikmat yang masih ada padanya. Di samping putus asa akan hilangnya nikmat itu, mereka juga ingkar kepada nikmat-nikmat yang masih ada padanya. Hal itu disebabkan karena ia tidak memiliki dua sifat yang utama yaitu kesabaran dan kesyukuran." } } }, { "number": { "inQuran": 1483, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 12, "page": 222, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0646\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0636\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064c \u0641\u064e\u062e\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wala'in azaqnaahu na'maaa'a ba'da darraaa'a massat hu la yaqoolanna zahabas saiyiaatu 'anneee; innahoo lafarihun fakhoor" } }, "translation": { "en": "But if We give him a taste of favor after hardship has touched him, he will surely say, \"Bad times have left me.\" Indeed, he is exultant and boastful -", "id": "Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, “Telah hilang bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1483", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1483.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1483.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika Kami berikan kebahagiaan berupa keluasan rezeki, kehidupan yang menyenangkan, dan kesehatan kepadanya setelah ditimpa bencana berupa malapetaka, kemiskinan, kesulitan hidup, atau sakit yang menimpanya, niscaya dia akan berkata dengan nada sombong, \"Telah hilang bencana itu dariku.\" Sesungguhnya dia merasa sangat gembira dan bangga, karena menganggap bahwa dirinya telah selamat dari bencana itu. Padahal Allahlah yang telah menyelamatkan mereka, dan mereka tidak menyadari hal itu.", "long": "Jika Allah menghindarkan manusia dari kemudaratan yang telah menimpa dirinya, dan menggantinya dengan beberapa kenikmatan seperti sembuh dari sakit, bertambah tenaga dan kekuatan, terlepas dari kesulitan, selamat dari ketakutan, maka ia berkata, \"Telah hilang dariku musibah dan penderitaan yang tidak akan kembali lagi.\"\n\nMusibah dan penderitaan itu tidak lain hanya seperti awan di musim kemarau yang akan segera hilang. Mereka mengucapkan kata-kata yang demikian itu dengan penuh kesombongan dan kebanggaan. Mereka merasa lebih berbahagia dari semua orang yang berada di sekitarnya. Pada dasarnya mereka tidak menerima nikmat-nikmat Allah dengan bersyukur bahkan sebaliknya mereka bersikap sombong dan takabur." } } }, { "number": { "inQuran": 1484, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 12, "page": 222, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Illal lazeena sabaroo wa 'amilus saalihaati ulaaa'ika lahum maghfiratunw wa ajrun kabeer" } }, "translation": { "en": "Except for those who are patient and do righteous deeds; those will have forgiveness and great reward.", "id": "kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1484", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1484.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1484.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah sifat orang-orang sombong, ketika mendapat cobaan mereka putus asa, dan ketika selamat dari bencana mereka lupa kepada Allah, kecuali orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesulitan serta rida terhadap ketentuan Allah, dan mereka tetap istikamah dalam mengerjakan kebajikan baik ketika mereka dalam kesulitan maupun kelapangan hidup. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar di sisi Allah atas amal saleh yang mereka lakukan.", "long": "Kemudian Allah mengecualikan dari orang-orang yang bersifat seperti tersebut di atas, beberapa orang yang sabar yang selalu berbuat kebajikan. Mereka itu berlaku sabar ketika ditimpa musibah, beriman kepada Allah, mengharapkan pahala-Nya, dan berbuat amal saleh ketika musibahnya itu telah diganti dengan kenikmatan, serta mensyukuri nikmat itu dengan mengamalkan berbagai amal kebajikan untuk mencapai keridaan Allah, mereka akan mendapat ampunan dari Allah dan pahala yang besar di akhirat nanti, sebagaimana tercantum dalam firman-Nya:\n\nDemi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (al-Ashr/103: 1- 3)" } } }, { "number": { "inQuran": 1485, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 12, "page": 222, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064c \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0636\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064c \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0646\u0632\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Fala'allaka taarikum ba'da maa yoohaaa ilaika wa daaa'iqum bihee sadruka ai yaqooloo law laaa unzila 'alaihi kanzun aw jaaa'a ma'ahoo malak; innamaa anta nazeer; wallaahu 'alaa kulli shai'inw wakeel" } }, "translation": { "en": "Then would you possibly leave [out] some of what is revealed to you, or is your breast constrained by it because they say, \"Why has there not been sent down to him a treasure or come with him an angel?\" But you are only a warner. And Allah is Disposer of all things.", "id": "Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?” Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1485", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1485.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1485.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang macam-macam tabiat manusia, maka pada ayat ini Allah menjelaskan tentang salah satu tabiat buruk manusia yaitu sombong. Di antara kesombongan orang-orang kafir adalah mendustakan kerasulan Nabi Muhammad dan kebenaran kitab suci Al-Qur'an. Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas, bahwa pemuka kafir Mekah berkata kepada Nabi Muhammad, \"Jika betul-betul engkau utusan Allah, jadikanlah bukit-bukit Mekah itu emas untuk kami,\" sebagian lain ada yang berkata, \"Datangkan kepada kami para malaikat yang menyaksikan kenabianmu.\" Kemudian Allah meneguhkan hati Nabi Muhammad seraya berfirman, \"Maka boleh jadi engkau wahai Nabi Muhammad hendak meninggalkan berdakwah untuk menyampaikan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu lantaran mereka mencemoohmu dan dadamu sempit, yakni sedih karenanya. Sehingga karena itu kamu takut mereka akan mengatakan, \"Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta kekayaan berupa emas permata, kebun, dan ternak yang dapat digunakan untuk menarik perhatian dalam berdakwah, atau datang bersamanya malaikat yang ikut menjelaskan wahyu yang diturunkan dan memperkuat kenabianmu?\" Sungguh, janganlah engkau merasa pesimis dan khawatir, karena engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu tentang urusan hamba-Nya, sehingga sedikit pun engkau wahai Nabi Muhammad, tidak terpengaruh oleh ejekan mereka.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menegur Nabi Muhammad saw apakah ia meninggalkan sebagian wahyu yang diturunkan kepadanya, ataukah dadanya menjadi sempit karena ucapan orang-orang musyrik yang meminta tanda bukti atas kerasulannya. Tuntutan mereka itu ialah jika ia benar-benar nabi, mengapa tidak diturunkan kepadanya harta benda (kekayaan) atau mengapa tidak datang kepadanya beberapa malaikat yang meyakinkan kerasulannya. Ucapan semacam itu diterangkan pula dalam firman Allah yang lain:\n\nDan mereka berkata, \"Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia, atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?\" (al-Furqan/25: 7-8)\n\nUcapan yang semacam itu yang berisi keingkaran dan cemoohan yang menimbulkan kesempitan dada pada orang yang dihadapinya juga dialami oleh Nabi Muhammad sendiri. Pada awalnya dikhawatirkan beliau akan terpengaruh oleh ucapan-ucapan semacam itu, sehingga beliau akan meninggalkan sebagian wahyu yang telah diwahyukan kepadanya. Akan tetapi Nabi Muhammad terpelihara dari tindakan seperti itu dan beliau tetap konsekuen melaksanakan risalahnya dengan sempurna sesuai dengan firman Allah:\n\nDan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka. (al-Isra/17: 74)\n\nDemikian pula firman Allah:\n\nMaka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). (al-Kahf/18: 6)\n\nAllah menjelaskan bahwa kedudukan Rasul hanyalah sebagai seorang pemberi peringatan dan tugas beliau hanya sekadar menyampaikan perintah Allah kepada umatnya. Di akhir ayat Allah menyatakan bahwa Dia selalu memelihara segala urusan hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1486, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 12, "page": 223, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650 \u0633\u064f\u0648\u064e\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am yaqooloonaf taraahu qul faatoo bi'ashri Suwarim mislihee muftarayaatinw wad'oo manis tata'tum min doonil laahi in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Or do they say, \"He invented it\"? Say, \"Then bring ten surahs like it that have been invented and call upon [for assistance] whomever you can besides Allah, if you should be truthful.\"", "id": "Bahkan mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur'an itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1486", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1486.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1486.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan mereka mengatakan, \"Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur'an itu.\" Tuduhan mereka tidak beralasan, karena itu katakanlah wahai Nabi, \"Kalau demikian tuduhan kalian terhadap Al-Qur'an, maka datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya yang dibuat-buat dengan susunan bahasa yang indah. Dan ajaklah siapa saja di antara kamu selain Allah yang sanggup merangkai kata dan menyusunnya menjadi kalimat seperti Al-Qur'an. Jika kamu mengaku bahwa dirimu adalah orang-orang yang benar dan mampu, buktikanlah kebenaran ucapanmu itu. Sekalipun seluruh pujangga dan sastrawan dikerahkan untuk menyusun semisal Al-Qur'an, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya, karena Al-Qur'an bukanlah buatan manusia. (Lihat: Surah al-Baqarah/2: 23; Yunus/10: 38; al-Isra'/17: 88; at-Tur/52: 34).", "long": "Orang-orang kafir Mekah menuduh bahwa Muhammad itu telah menciptakan Al-Quran. Mereka menuduh bahwa Al-Quran itu bukan wahyu dari Allah, akan tetapi semata-mata buatan Muhammad belaka. Maka Nabi Muhammad diperintahkan untuk menantang orang-orang kafir Quraisy, termasuk pula orang-orang yang meragukan bahwa Al-Quran itu sebagai firman Allah, untuk membuat sepuluh surah yang sama dengan Al-Quran yang isinya mencakup hukum-hukum (syariat) kemasyarakatan, hikmat-hikmat, nasihat-nasihat, berita-berita yang gaib tentang umat-umat yang terdahulu dan berita-berita yang gaib tentang peristiwa yang akan datang, dengan susunan kata-kata yang sangat indah dan halus, sukar ditiru oleh siapa pun karena ketinggian bahasanya yang mempunyai pengaruh yang sangat mendalam kepada jiwa setiap orang yang membaca dan mendengarnya. Sesudah itu dijelaskan bahwa mereka telah mengenal Muhammad. Beliau telah bergaul berpuluh-puluh tahun di tengah-tengah mereka, dan mereka tidak pernah mendapatkan beliau berdusta atau menyalahi janji sehingga mendapat gelar al-Amin. Dengan sifat yang sudah terkenal kejujurannya sejak sebelum diangkat menjadi nabi, tidak wajar apabila beliau tiba-tiba berubah menjadi penipu atau pendusta seperti yang mereka tuduhkan, yaitu mengada-adakan Al-Quran dan mengatakannya dari Allah.\n\nSeorang sastrawan, bagaimana pun pandainya dan mahirnya membuat suatu karangan, tentu dapat saja ditiru atau diimbangi oleh sastrawan yang lain. Akan tetapi, orang musyrikin tidak mampu menciptakan surah-surah yang sama dengan Al-Quran, padahal mereka, sebagai pemimpin Quraisy, termasuk pujangga, ahli bahasa, dan sastrawan ulung, karena hasil karya kesusastraan mereka dalam bentuk syair sering dipamerkan bahkan dipertandingkan dalam gelanggang musabaqah keindahan bahasa di pasar Ukadh, dzul Majaz, dan Majannah. Jika mereka secara sendiri-sendiri ternyata tidak mampu mengemukakan surah-surah yang sama seperti Al-Quran, maka mereka dipersilahkan mengundang orang-orang yang sanggup membantu mereka jika mereka memang orang-orang yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 1487, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 12, "page": 223, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa il lam yastajeeboo lakum fa'lamooo annamaaa unzilla bi'ilmil laahi wa al laaa ilaaha illaa Huwa fahal antum muslimoon" } }, "translation": { "en": "And if they do not respond to you - then know that the Qur'an was revealed with the knowledge of Allah and that there is no deity except Him. Then, would you [not] be Muslims?", "id": "Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah), “Ketahuilah, bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (masuk Islam)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1487", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1487.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1487.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mereka ditantang untuk membuat semisal Al-Qur'an, kemudian Allah berfirman, maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu membuat semisal Al-Qur'an, padahal mereka adalah ahli bahasa dan sastrawan ulung, maka katakanlah kepada mereka, \"Ketahuilah, bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah yang luas meliputi segala sesuatu, dan percayalah bahwa tidak ada tuhan yang wajib disembah selain Dia, sebab hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu dengan ilmunya, tidak mempunyai tandingan, dan sekutu dalam kekuasaanNya. Oleh karena itu, maka maukah kamu berserah diri masuk Islam dengan meyakini dan memercayai kekuasaan Allah, Tuhan semesta alam?\" Sekalipun bukti-bukti kebenaran Al-Qur'an sudah jelas, namun orang-orang kafir tetap tidak memercayai dan mengakui kebenaran isi kandungan Al-Qur'an. Penyebab mereka ingkar adalah karena kesombongan mereka. Sifat takabur dan sombong mendorong seseorang mengingkari kebenaran walaupun bukti sudah jelas. (Lihat: Surah an-Naml/27: 14).", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa jika orang musyrik tidak mampu memenuhi tantangan Rasul, padahal mereka itu ahli bahasa dan ahli sastra yang ulung, maka ketahuilah bahwasanya Al-Quran itu bukan buatan Muhammad, tetapi semata-mata diturunkan oleh Allah atas kehendak-Nya, supaya disampaikan oleh Muhammad kepada sekalian umatnya. Ketahuilah pula bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah dengan sebenarnya melainkan Dia, sebab hanya Allah yang mengetahui segala perkara yang gaib, yang tidak mempunyai tandingan atau sekutu dalam melaksanakan kekuasaan-Nya.\n\nDi akhir ayat, Allah memerintahkan agar mereka berserah diri kepada Allah setelah mereka mengetahui bukti yang sangat kuat itu dan agar mereka menerima Islam sebagai agama." } } }, { "number": { "inQuran": 1488, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 12, "page": 223, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062e\u064e\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Man kaana yureedul hayaatad dunyaa zeenatahaa nuwaffi ilaihim a'maa lahum feehaa wa hum feehaa laa yubkhasoon" } }, "translation": { "en": "Whoever desires the life of this world and its adornments - We fully repay them for their deeds therein, and they therein will not be deprived.", "id": "Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1488", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1488.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1488.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan tentang bukti-bukti kebenaran ajaran Islam dan kebenaran Al-Qur'an, maka ayat berikut ini menerangkan bahwa penyebab orang musyrik mendustakan Al-Qur'an adalah karena dorongan hawa nafsu yang cenderung mengutamakan urusan duniawi. Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dengan pangkat, kemewahan, serta kenikmatan hidup, dan menginginkan pula perhiasannya seperti harta kekayaan yang melimpah, fasilitas hidup yang lengkap dan mewah, pasti Kami akan berikan balasan penuh atas pekerjaan dan jerih payah mereka selama di dunia dengan sempurna. Itulah ketetapan Allah yang berlaku bagi siapa saja yang bekerja akan mendapatkan hasil dari jerih payahnya, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan oleh hasil usaha mereka sendiri.", "long": "Barang siapa yang menginginkan kesenangan hidup di dunia seperti makanan, minuman, perhiasan, pakaian, perabot rumah tangga, binatang ternak, dan anak-anak tanpa mengadakan persiapan untuk kehidupan di akhirat, seperti beramal kebajikan, membersihkan diri dari berbagai sifat yang tercela, maka Allah akan memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan sesuai dengan sunnatullah atau ketentuan Allah. Dia tidak akan mengurangi sedikit pun dari hasil usaha mereka itu, karena untuk memperoleh rezeki tersebut terkait dengan usaha seseorang.\n\nHasil usaha mereka di dunia itu tergantung kepada usaha mereka dan sunnatullah dalam kehidupan, sedang amal-amal keakhiratan, balasannya ditentukan oleh Allah Taala sendiri tanpa perantara seorang pun." } } }, { "number": { "inQuran": 1489, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 12, "page": 223, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena laisa lahum fil Aakhirati illan Naaru wa habita maa sana'oo feehaa wa baatilum maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Those are the ones for whom there is not in the Hereafter but the Fire. And lost is what they did therein, and worthless is what they used to do.", "id": "Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1489", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1489.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1489.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang amal perbuatannya hanya berorientasi duniawi semata, itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka. Mereka berusaha di dunia bukan atas dorongan iman, taat, pendekatan diri kepada Allah, dan membersihkan diri dari dosa, maka sia-sialah di akhirat sana apa yang telah mereka usahakan berupa harta kekayaan dan pangkat selama di dunia. Dan oleh karenanya, terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Bagi orang yang bekerja hanya untuk mencari kebahagiaan dan kemewahan dunia, Allah pasti akan berikan sesuai dengan apa yang mereka usahakan.", "long": "Orang-orang yang amalnya hanya diniatkan sekadar mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan tidak diniatkan sebagai persiapan untuk menghadapi akhirat, tidak memperoleh apa pun kecuali neraka. Mereka berusaha di dunia bukan karena dorongan iman pada Allah dan bukan untuk membersihkan diri dari dosa dan kejahatan dan bukan pula untuk mengejar keutamaan dan takwa, akan tetapi semata-mata untuk memenuhi keinginan hawa nafsu sepuas-puasnya. Itulah sebabnya Allah menjadikan apa yang telah mereka kerjakan di dunia sia-sia belaka.\n\nAllah berfirman:\n\nBarang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik. (al-Isra/17: 18-19)\n\nAllah berfirman:\n\nBarang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. (asy-Syura/42: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 1490, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 12, "page": 223, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afaman kaana 'alas baiyinatim mir Rabbihee wa yatloohu shaahidum minhu wa min qablihee Kitaabu Moosaaa imaamanw wa rahmah; ulaaa 'ika yu'minoona bih; wa mai yakfur bihee minal Ahzaabi fan Naaru maw'iduh; falaa taku fee miryatim minh; innahul haqqu mir Rabbika wa laakinna aksaran naasi laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "So is one who [stands] upon a clear evidence from his Lord [like the aforementioned]? And a witness from Him follows it, and before it was the Scripture of Moses to lead and as mercy. Those [believers in the former revelations] believe in the Qur'an. But whoever disbelieves in it from the [various] factions - the Fire is his promised destination. So be not in doubt about it. Indeed, it is the truth from your Lord, but most of the people do not believe.", "id": "Maka apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an). Barangsiapa mengingkarinya (Al-Qur'an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah engkau ragu terhadap Al-Qur'an. Sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1490", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1490.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1490.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang kelompok orang yang hanya mengejar kemewahan hidup di dunia, tanpa mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat, ayat berikut ini menjelaskan tentang keberadaan orang-orang yang percaya kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan percaya kepada isi kandungan Al-Qur'an dan mereka yang tidak percaya kepada Nabi serta ajaran yang terkandung dalam Al-Qur'an. Maka apakah orang yang sudah beriman kepada Allah serta mengikuti ajaran Nabi Muhammad dan mereka mempunyai bukti yang nyata tentang kebenaran isi kandungan Al-Qur'an yang turun dari Tuhannya sama dengan orang yang hanya mengejar kemewahan hidup di dunia saja? Dan bukti kebenaran Al-Qur'an tersebut diikuti oleh saksi dari-Nya, yaitu Al-Qur'an yang membuktikan tentang kebenarannya sebagai wahyu Allah, dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa yang memberi kabar gembira tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Kitab suci yang diturunkan Allah kepada para rasul tersebut menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia dan rahmat bagi mereka yang beriman dan berharap petunjuk kepadanya. Barang siapa mengingkarinya dan meragukan kebenaran isi kandungan Al-Qur'an di antara kelompok-kelompok orang Quraisy yang taklid buta terhadap ajaran nenek moyang mereka yang sesat, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya. Karena itu janganlah engkau ragu terhadap kebenaran Al-Qur'an yang tidak mengandung kebatilan (Lihat: Surah Fussilat/41: 41-42). Sungguh, Al-Qur'an itu kebenarannya benar-benar datang dari Tuhanmu yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman kepada-Nya. Sekalipun bukti-bukti kebenaran Nabi Muhammad sebagai utusan Allah dan Al-Qur'an adalah wahyu Allah sudah jelas, namun orang-orang kafir tetap tidak memercayainya. Orang-orang kafir tidak percaya kepada Nabi Muhammad dan ajaran-ajaran Al-Qur'an, karena hati mereka tertutup oleh sifat dengki, sombong, dan angkuh.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa nasib orang-orang kafir yang tersesat itu tidak sama dengan orang-orang yang berada di bawah cahaya yang terang-benderang yang datang dari Allah dan dibimbing pula oleh petunjuk-petunjuk-Nya yang membuktikan kebenaran agamanya yaitu Al-Quran. Kebenaran itu juga didukung oleh bukti-bukti yang lain yang datang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa sebagai landasan iman yang menjadi rahmat bagi orang yang mempercayainya di kalangan Bani Israil. Orang-orang yang mempunyai sifat yang demikian utamanya itu tentu tidak sama dengan orang-orang yang hanya mengejar kehidupan dunia yang fana, dan tidak sama pula dengan orang yang mengutamakan kehidupan kerohanian saja untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.\n\nBarang siapa memperhatikan beberapa segi keutamaan yang tersebut dalam ayat ini, mereka itulah orang-orang yang beriman, yang menghimpun antara dalil-dalil yang nyata dan dalil-dalil yang diambil dari kitab lain. Mereka meyakini bahwa Al-Quran itu bukan buatan Muhammad akan tetapi semata-mata wahyu dan firman Allah.\n\nKarena itu jangan sampai ada yang meragukan kebenaran Al-Quran itu. Al-Quran tidak mengandung kebatilan, baik ayat-ayatnya yang pertama turun, hingga yang terakhir. Dia adalah firman Allah Yang Mahabijaksana dan Maha Terpuji. Tetapi amat disayangkan bahwa kebanyakan manusia tidak beriman kepadanya. Adapun orang-orang musyrik tidak mau beriman disebabkan oleh kesombongan para pemuka-pemukanya dan karena taklid buta dari pengikut-pengikutnya terhadap ajaran nenek moyang mereka yang sesat. Demikian pula ahli kitab, karena suka mengubah agama nabi-nabinya dan mengadakan berbagai macam bidah dalam agama." } } }, { "number": { "inQuran": 1491, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 12, "page": 223, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u0627\u062f\u064f \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man azlamu mimmanif taraa 'alal laahi kazibaa; ulaaa'ika yu'radoona 'alaa Rabbihim wa yaqoolul ashhaa duhaaa'ulaaa'il lazeena kazaboo 'alaa Rabbihim; alaa la'natul laahi alaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And who is more unjust than he who invents a lie about Allah? Those will be presented before their Lord, and the witnesses will say, \"These are the ones who lied against their Lord.\" Unquestionably, the curse of Allah is upon the wrongdoers.", "id": "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, “Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1491", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1491.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1491.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Seperti anggapan bahwa Allah mempunyai putra, malaikat putri Allah, berhala menjadi perantara menuju Allah, atau menyamakan Allah dengan manusia. Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan dihadirkan kepadanya para saksi, yaitu malaikat pencatat amal, para nabi, ulama, dan saksi-saksi lainnya, lalu mereka berkata, \"Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka ketika di dunia.\" Di hadapan Allah dan para saksi, mereka tidak bisa mengelak, kemudian dikatakan kepadanya, \"Ingatlah, laknat Allah akan ditimpakan kepada orang yang berbuat zalim, karena menzalimi diri sendiri dengan perbuatan bohong dan syirik.\"", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa orang-orang yang paling aniaya terhadap dirinya dan terhadap orang lain ialah mereka yang berbuat dusta kepada Allah dengan ucapan dan perbuatan yakni mereka yang mendustakan hukum Allah dan sifat-sifat-Nya atau yang mengangkat pemimpin-pemimpin mereka sebagai penolong-penolong yang dapat memberi syafaat di akhirat tanpa izin Allah, atau mereka yang beranggapan bahwa Allah mempunyai anak seperti anggapan orang-orang Arab Jahiliyah bahwa malaikat-malaikat itu anak-anak perempuan Allah dan anggapan orang-orang Nasrani bahwa Nabi Isa a.s. itu anak Allah, atau mereka yang mendustakan rasul-rasul Allah dengan maksud menghalangi manusia beriman. Pada hari Kiamat segala amal perbuatan mereka akan dihadapkan ke hadirat Allah untuk diadili. Ketika itu, para malaikat, para nabi, dan orang-orang mukmin yang saleh akan tampil sebagai saksi bahwa mereka adalah orang-orang yang membuat dusta terhadap Allah. Dengan persaksian itu, akan terbongkarlah kepalsuan-kepalsuan mereka, dan mereka akan dikutuk oleh Allah sebagai balasan dari kezaliman mereka.\n\nAllah berfirman:\n\n(Yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk. (al-Mumin/40: 52)" } } }, { "number": { "inQuran": 1492, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 12, "page": 223, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yasuddoona 'an sabeelil laahi wa yabghoonahaa 'iwajanw wa hum bil Aakhiratihum kaafiroon" } }, "translation": { "en": "Who averted [people] from the way of Allah and sought to make it [seem] deviant while they, concerning the Hereafter, were disbelievers.", "id": "(yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1492", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1492.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1492.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Termasuk orang zalim juga adalah mereka yang menghalangi manusia dari hidayah Allah serta merintangi mereka dari jalan menuju Allah. Dan mereka ingin menyelewengkan jalan-Nya serta menghendaki agar jalan menuju kebenaran itu bengkok sehingga orang lain mengingkari agama yang benar. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari akhirat, hari dibangkitkannya manusia dari kubur untuk mempertangungjawabkan amal perbuatan mereka di dunia. Orang-orang yang berusaha menghalangi dari jalan Allah akan dilipatgandakan siksaannya di akhirat (Lihat: Surah an-Nahl/16: 88).", "long": "Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang zalim itu ialah yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan memalingkan mereka dari agama yang benar dan jalan yang lurus. Mereka berusaha menyesatkan manusia dengan cara mengajak mereka kepada agama yang menyimpang agar mereka lari menjauhkan diri dari agama yang benar. Mereka sengaja berbuat demikian, karena pada dasarnya mereka tidak percaya pada hari akhirat.\n\nAllah berfirman:\n\nOrang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (an-Nahl/16: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 1493, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u06d8 \u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0641\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika lam yakoonoo mu'jizeena fil ardi wa maa kaana lahum min doonil laahi min awliyaaa'; yudaa'afu lahumul 'azaab; maa kaanoo yastatee'oonas sam'a wa maa kaanoo yubsiroon" } }, "translation": { "en": "Those were not causing failure [to Allah] on earth, nor did they have besides Allah any protectors. For them the punishment will be multiplied. They were not able to hear, nor did they see.", "id": "Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di bumi, dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1493", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1493.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1493.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan ancaman Allah terhadap orang-orang musyrik dengan siksa akhirat, kemudian Allah menjelaskan kekuasaan-Nya menurunkan siksaan di dunia dan akhirat. Mereka orang-orang kafir yang jauh dari rahmat Allah dalam kondisi apa pun tidak mampu menghalangi datangnya siksaan Allah di bumi. Dan ketika azab itu datang, tidak akan ada seorang pun bagi mereka baik di dunia maupun kelak di akhirat sebagai penolong yang mampu melindunginya selain Allah. Bahkan azab itu akan dilipatgandakan kepada mereka di akhirat disebabkan perbuatan durhaka yang mereka kerjakan, kemudian melanjutkan kedurhakaannya dengan menghalangi orang lain berbuat kebajikan, bahkan mendorongnya berbuat kesesatan. Mereka pun tidak mampu mendengar kebenaran seruan Al-Qur'an dan tidak dapat melihatnya disebabkan mereka tidak memanfaatkan anugerah yang diberikan Allah, karenanya hati mereka diliputi kemusyrikan dan kezaliman, bahkan mereka bersikap negatif terhadap seruan Al-Qur'an. (Lihat: Surah Fussilat/41:26)", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa mereka yang menghalang-halangi manusia menuju jalan Allah, tidak akan dapat melarikan diri dari siksa Allah, walaupun mereka lari ke penjuru bumi yang mana pun. Bilamana azab itu datang menimpa mereka, mereka pasti berada dalam genggaman malaikat dan tidak ada seorang pun yang dapat menolong atau menyelamatkan mereka dari azab itu, bahkan azab Allah akan ditimpakan dua kali lipat; pertama karena kesesatannya dan kedua karena menyesatkan orang lain. Dan juga karena mereka tidak mau mendengarkan seruan Al-Quran dan melihat kebenaran, karena dirinya telah diliputi oleh akidah yang sesat, kemusyrikan, dan kezaliman, bahkan mereka bersikap negatif terhadap seruan Al-Quran, sebagaimana dijelaskan Allah:\n\nDan orang-orang yang kafir berkata, \"Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Quran ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka).\" (Fushshilat/41: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 1494, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena khasirooo anfusahum wa dalla 'anhum maa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "Those are the ones who will have lost themselves, and lost from them is what they used to invent.", "id": "Mereka itulah orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1494", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1494.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1494.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka (orang kafir) itulah orang yang merugikan dirinya sendiri karena membuat-buat kedustaan, menukar petunjuk dengan kesesatan, dan menjadikan berhala sebagai tuhan. Dan akibat perbuatan yang mereka lakukan, lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan, yaitu anggapan bahwa berhala dapat memberikan pertolongan bagi mereka.", "long": "Sesudah itu Allah swt menjelaskan bahwa mereka yang mempunyai sifat seperti itu adalah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri. Mereka disingkirkan dari rahmat Allah, karena membuat-buat dusta, menukar petunjuk dengan kesesatan, dan menyembah berhala, yang sama sekali tidak dapat memberi mudarat atau manfaat, sehingga hilang lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka harap-harapkan.\n\nAllah berfirman:\n\nDan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. (al-Isra/17: 97)" } } }, { "number": { "inQuran": 1495, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0631\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0652\u0633\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa jarama annahum fil Aakhirati humul akhsaroon" } }, "translation": { "en": "Assuredly, it is they in the Hereafter who will be the greatest losers.", "id": "Pasti mereka itu (menjadi) orang yang paling rugi di akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1495", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1495.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1495.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang tersebut, pasti mereka itu menjadi orang yang paling rugi, sengsara, dan tersiksa di akhirat, karena mereka menduga apa yang telah mereka lakukan dapat mengantar pada kebahagiaan, padahal ternyata sebaliknya. (Lihat: Surah al-Kahf /18: 103-104).", "long": "Orang-orang yang disebutkan ciri-cirinya dalam ayat sebelumnya, menjadi orang-orang yang paling rugi di akhirat, karena telah menukar kenikmatan surga dengan api neraka yang sangat panas, menukar minuman yang lezat dengan minuman yang membakar, dan meninggalkan hidup senang dan bahagia dengan hidup menderita dalam neraka, yang penuh dengan azab yang tidak ada putus-putusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1496, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 89, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0628\u064e\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati wa akhbatooo ilaa Rabbihim ulaaa'ika Ashaabul Jannati hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, they who have believed and done righteous deeds and humbled themselves to their Lord - those are the companions of Paradise; they will abide eternally therein.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1496", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1496.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1496.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membuktikan kebenaran dan ketulusan iman mereka dengan mengerjakan kebajikan dengan tulus ikhlas, dan merendahkan diri menghadapkan wajahnya kepada Tuhan Pemelihara alam semesta. Mereka itu adalah penghuni surga yang tidak pernah keluar darinya, karena mereka kekal berada di dalamnya.", "long": "Berlainan sekali dengan nasib orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Mereka selalu berserah diri kepada Allah dengan patuh dan taat kepada-Nya dan kepada rasul-Nya, mengerjakan berbagai kebajikan di dunia, melaksanakan ketaatan pada Allah dengan tulus ikhlas dan meninggalkan segala yang mungkar. Mereka itu adalah penghuni-penghuni surga yang tidak akan keluar lagi darinya, dan mereka tidak akan mati, bahkan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1497, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 184, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0635\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u0650 \u06da \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Masalul fareeqini kal a'maa wal asammi walbaseeri wassamee'; hal yastawiyaani masalaa; afalaa tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "The example of the two parties is like the blind and deaf, and the seeing and hearing. Are they equal in comparison? Then, will you not remember?", "id": "Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1497", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1497.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1497.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membuat perumpamaan sifat dan keadaan kedua golongan, yaitu golongan orang-orang kafir dan golongan orang-orang mukmin. Golongan orang kafir ibarat seperti orang buta mata kepala dan mata hatinya, sehingga tidak melihat tanda-tanda yang dapat menghantarkan ke jalan yang benar. Dan tuli telinganya, tidak mendengar sedikit pun tuntunan dan petuah-petuah agama. Adapun orang mukmin diibaratkan dengan orang yang dapat melihat dengan mata kepala dan mata hatinya dan dapat mendengar dalam keadaan sempurna, karena mereka menggunakan penglihatan dan pendengarannya untuk memperhatikan, memahami, serta mengamalkan isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an. Samakah kedua golongan itu? Tentu keduanya tidak sama. Maka dengan itu tidakkah kamu mengambil pelajaran? Karena di balik perumpamaan terdapat pelajaran yang paling berharga.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa perumpamaan kedua golongan itu, yaitu golongan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin, adalah seperti orang buta dan tuli dengan orang-orang yang melihat dan mendengar. Orang tuli yang kehilangan indera pendengarannya tentu tidak dapat menangkap ilmu pengetahuan yang menjadi unsur pembeda antara manusia dengan hewan, dan orang yang buta karena kehilangan penglihatan tentu tidak dapat menyaksikan kebenaran yang dilihatnya. Demikian pula orang yang kafir yang diserupakan dengan orang buta dan tuli itu, tentu saja tidak dapat disamakan dengan orang mukmin yang dapat mempergunakan kedua inderanya dengan sempurna.\n\nHal ini layak menjadi pelajaran yang berkesan mendalam dalam hati sanubari manusia sehingga setiap orang akan berusaha untuk dapat memanfaatkan penglihatan dan pendengarannya secara maksimal baik lahir maupun batin." } } }, { "number": { "inQuran": 1498, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Noohan ilaa qawmihee innee lakum nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "And We had certainly sent Noah to his people, [saying], \"Indeed, I am to you a clear warner", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), “Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1498", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1498.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1498.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan ciri dan sifat-sifat orang mukmin dan orang kafir ketika mendapat seruan Al-Qur'an, serta kesudahan dari kedua golongan itu, selanjutnya Allah menceritakan kisah Nabi Nuh ketika menyeru kaumnya untuk mengikuti risalah Allah. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk menyampaikan risalah kepada mereka seraya dia berkata, \"Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan adanya siksa neraka yang nyata bagi kalian, serta pemberi penjelasan yang nyata menuju jalan keselamatan yang dapat menghindarkan kalian dari azab yang pedih.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa Dia telah mengutus Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya yang ingkar dan durhaka kepada Tuhan dengan menyembah berhala. Nabi Nuh berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya aku memberi peringatan dari Allah, supaya kamu meninggalkan syirik dan beriman serta taat kepada-Nya.\"\n\nNama Nabi Nuh a.s. sebenarnya adalah Abdul Gaffar bin Lamak bin Mutausyilkh bin Idris a.s. dan diutus sebagai nabi setelah Nabi Idris a.s. Namanya yang terkenal adalah Nuh karena banyak merintih, yang menggambarkan banyaknya kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan dakwah pada kaumnya yang musyrik. Menurut Ibnu Abbas r.a., Nabi Nuh diutus pada awal umur beliau 40 tahun dan terus-menerus melaksanakan dakwah kepada kaumnya selama 950 tahun. Nabi Nuh a.s. antara lain berkata kepada kaumnya, \"InnÄ« nadzÄ«run mubÄ«n\" (Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu). Maksudnya, Nabi Nuh memperingatkan kaumnya akan beratnya siksaan Allah yang akan menimpa mereka karena kekafiran mereka. Maka Nabi Nuh menyuruh kaumnya agar beriman dan taat kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1499, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Al laa ta'budooo illal laaha inneee akhaafu 'alaikum 'azaaba Yawmin aleem" } }, "translation": { "en": "That you not worship except Allah. Indeed, I fear for you the punishment of a painful day.\"", "id": "agar kamu tidak menyembah selain Allah. Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1499", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1499.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1499.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh memperingatkan akan beratnya siksaan yang akan menimpa orang-orang kafir, seraya menyarankan agar kamu tidak menyembah selain Allah Tuhan yang Maha Esa dan Mahakuasa. Aku benar-benar khawatir jika kalian tetap dalam kekafiran dan kemusyrikan itu kamu akan ditimpa azab pada hari yang sangat pedih, yaitu hari di mana Allah menurunkan azab-Nya di dunia maupun kelak di akhirat. Ketika azab itu datang, kalian tidak mampu menghindar dari azab itu dan tidak ada pula seorang penolong pun.", "long": "Peringatan ini dijelaskan dengan kata-kata, \"Supaya kamu sekalian jangan menyembah kecuali kepada Allah, dan jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, dan aku khawatir jika kamu melanggar dasar agama itu, kamu akan ditimpa azab yang pedih sekali.\"\n\nPada ayat ini diungkapkan peringatan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya, ketika ia berkata, \"Hendaklah kamu semua tidak beribadah kecuali kepada Allah, dan jangan kamu menyekutukan-Nya. Sungguh aku khawatir karena kamu semua banyak melakukan pelanggaran terhadap aturan agama, sehingga kamu akan ditimpa azab yang pedih.\"\n\nKaum Nuh adalah umat yang pertama kali menyembah berhala dan mengadakan kemusyrikan. Nabi Nuh sendiri adalah rasul yang pertama menghadapi orang-orang musyrik, yang diutus Allah kepada kaumnya. Peringatan Nabi Nuh itu didasarkan atas kekhawatirannya, jika kaumnya tidak bertauhid kepada Allah, dan tidak meninggalkan semua bentuk kemusyrikan, mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih. Akan tetapi kaum Nabi Nuh menentang seruan nabinya dengan empat alasan yang dibuat-buat sebagaimana dikemukakan pada ayat berikutnya (ayat 27)." } } }, { "number": { "inQuran": 1500, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0630\u0650\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0623\u0652\u064a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqaalal mala ul lazeena kafaroo min qawmihee ma naraaka illaa basharam mislanaa wa maa naraakat taba'aka illal lazeena hum araazilunaa baadiyar raayi wa maa naraa lakum 'alainaa min fadlim bal nazunnukum kaazibeen" } }, "translation": { "en": "So the eminent among those who disbelieved from his people said, \"We do not see you but as a man like ourselves, and we do not see you followed except by those who are the lowest of us [and] at first suggestion. And we do not see in you over us any merit; rather, we think you are liars.\"", "id": "Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, “Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1500", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1500.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1500.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ajakan Nabi Nuh untuk mengesakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya, maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya seraya mengemukakan beberapa alasan, \"Kami tidak melihat engkau sebagai seorang utusan Allah, melainkan hanyalah seorang manusia biasa yang tidak punya kelebihan dan keistimewaan seperti kami yang memiliki kedudukan tinggi dan status sosial di masyarakat. Dan kami pun tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang kedudukannya hina dina di antara kami yang tidak memiliki harta kekayaan dan kedudukan di masyarakat sehingga mudah dibujuk dan lekas percaya menerima ajakanmu. Kami juga tidak melihat engkau memiliki suatu kelebihan apa pun baik ilmu pengetahuan, kekayaan, atau keistimewaan yang luar biasa yang dapat kamu banggakan atas kami sehingga dapat memikat dan mendorong kami mengikuti seruanmu. Bahkan atas alasan itu semua, kami menganggap engkau adalah orang pendusta.\"", "long": "Pertama, para pemimpinnya berkata, \"Kami memandang kamu sebagai manusia biasa, sederajat saja dengan kami. Kamu tidak mempunyai kelebihan apa-apa daripada kami, sehingga kami tidak perlu mengikuti kamu, apalagi mengakui kamu sebagai seorang utusan Allah.\"\n\nKedua, \"Kami melihat pengikutmu adalah orang hina, rakyat biasa saja, seperti petani, kaum buruh, dan pekerja harian yang tidak mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat. Mereka lekas percaya dan terpengaruh begitu saja tanpa pertimbangan akal.\"\n\nKetiga, \"Kami tidak melihat kamu dan pengikut-pengikut kamu mempunyai kelebihan ilmu pengetahuan atau kekayaan yang dapat dibanggakan, yang mendorong kami untuk mengikuti seruanmu.\"\n\nKeempat: \"Kami yakin bahwa pengakuanmu sebagai utusan Allah adalah semata-mata dusta.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1501, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 12, "page": 224, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0639\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064f\u0644\u0652\u0632\u0650\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaa qawmi ara'aitum in kuntu 'alaa baiyinatim mir Rabbee wa aataanee rahmatam min 'indihee fa'um miyat 'alaikum anulzimuku moohaa wa antum lahaa kaarihoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"O my people have you considered: if I should be upon clear evidence from my Lord while He has given me mercy from Himself but it has been made unapparent to you, should we force it upon you while you are averse to it?", "id": "Dia (Nuh) berkata, ”Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1501", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1501.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1501.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan bantahan-bantahan kaum Nabi Nuh yang tidak menerima ajakan menuju jalan yang benar, yaitu menyembah Allah, pada ayat ini dijelaskan tentang jawaban-jawaban Nabi Nuh kepada kaumnya. Dia (Nabi Nuh) berkata, \"Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dan terang dari Tuhanku bahwa aku benar-benar diutus oleh Allah, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya berupa kenabian dan risalah yang mengandung keutamaan di dalamnya, sedangkan rahmat berupa keterangan dan dalil-dalil itu disamarkan, yakni tidak tampak bagimu disebabkan kalian mengikuti hawa nafsu dan berpaling dari petunjuk. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya?\" Tugas kami hanya menyampaikan ajaran yang benar, dan kami menyerahkan urusan kalian kepada Allah.", "long": "Nabi Nuh a.s. bertanya, \"Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mengemukakan hujjah yang nyata sekali kebenarannya dari Tuhanku, dan bukan sekali-kali dari diriku sendiri, dan bukan pula karena jasaku sendiri, sebagai seorang manusia yang istimewa, akan tetapi karena aku diberi rahmat oleh Tuhanku, yaitu kenabian, yang tidak dapat kamu melihatnya karena dihalangi oleh kejahilan, kesombongan, serta kesenangan kepada pangkat dan kedudukan duniawi, maka apakah aku akan memaksa kamu untuk menerimanya, sedangkan kamu sangat membencinya? Kami tidak dapat melakukan paksaan. Terserah kepada kalian untuk menerima atau menolaknya, karena aku hanya seorang utusan Allah yang bertugas menyampaikannya.\"\n\nNabi Nuh a.s. menjelaskan apa yang tersirat dalam jawabannya yaitu walaupun mereka sama-sama manusia, namun jangan menyamaratakan semua manusia dalam segala hal ihwal keadaannya. Semua orang tidak sama watak dan tabiatnya, kecerdasan dan kemampuannya, dan kesediaan untuk menerima petunjuk dan kebenaran, apalagi dalam bidang-bidang yang secara keseluruhan dikuasai oleh Allah swt, seperti membuka hati dan menerima rahmat, atau menerima pangkat kenabian yang semuanya itu sangat samar bahkan tertutup sama sekali bagi orang-orang kafir. Nabi Nuh mengatakan, \"Apa yang dapat aku kerjakan ialah menyampaikan perintah Allah. Sama sekali aku tidak mampu memaksa kamu untuk menerima kenyataan-kenyataan seperti itu. Sebagai utusan Allah, aku hanya mampu menyampaikan saja, terserah kepada kamu untuk menerima atau menolaknya, asal kamu betul-betul memahami semua akibatnya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1502, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0637\u064e\u0627\u0631\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmi laaa as'alukum 'alaihi maalan in ajriya illaa 'alal laah; wa maaa ana bitaaridil lazeena aamanoo; innahum mulaaqoo Rabbihim wa laakinneee araakum qawman tajhaloon" } }, "translation": { "en": "And O my people, I ask not of you for it any wealth. My reward is not but from Allah. And I am not one to drive away those who have believed. Indeed, they will meet their Lord, but I see that you are a people behaving ignorantly.", "id": "Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya, dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1502", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1502.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1502.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selanjutnya Nabi Nuh berkata kepada kaumnya, \"Wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kalian sebagai imbalan atas seruanku agar kalian mengikuti jalan yang benar. Imbalanku hanyalah dari Allah yang memberi tugas kepadaku, aku pun bertawakal kepada-Nya. Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman kepadaku hanya karena mereka kaum yang lemah dan bukan golongan terpandang lagi kaya raya. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya setelah dibangkitkan untuk menerima imbalan pahala atas keimanan mereka. Dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh karena selalu mengukur kebenaran dari sisi materi, sehingga kalian menginginkan kami mengusir orang-orang fakir duduk bersama-sama dengan kami, sementara keimananmu baru sebatas janji belaka.", "long": "Nabi Nuh berkata, \"Wahai kaumku, aku tidak meminta upah atau balasan apa pun atas nasihat dan seruan kepadamu itu. Aku mengajak kalian kepada ketauhidan dan ketakwaan kepada Allah, semata-mata ikhlas karena Allah, supaya kamu sekalian berbahagia di akhirat. Aku sama sekali tidak meminta atau mengharapkan pemberian upah harta benda dari kalian. Aku tahu bahwa harta benda itu sangat kamu sayangi. Aku tahu bahwa penilaian kalian terhadap seseorang itu selalu dikaitkan dengan kekayaannya. Oleh karena itu, untuk memurnikan seruanku dan untuk tidak menyinggung perasaan, aku tidak meminta apa-apa, cukuplah aku mengharapkan pahala dari Allah saja, karena Allah lah yang memberi tugas kepadaku dan aku hanya bertawakal kepada-Nya.\" Dan ucapan seperti itu diucapkan pula oleh rasul-rasul yang lain dalam rangka menyampaikan risalahnya kepada umat.\n\nKaum Nuh mengusulkan kepada Nuh, \"Hai Nuh, jika kamu ingin supaya kami ikut beriman kepadamu, maka usirlah pengikutmu yang lemah dan hina itu, karena kami tidak pantas duduk bersama mereka dalam suatu majelis.\" Nabi Nuh a.s. menjawab, \"Aku tidak akan mengusir mereka, karena mereka sungguh-sungguh akan bertemu dengan Tuhannya, dan mereka hanya akan ditanya tentang amalnya, bukan soal pangkat atau keturunannya, dan itulah yang tidak kamu ketahui.\" Ucapan Nabi Nuh a.s. itu dijelaskan pula dalam ayat lain yaitu firman Allah swt:\n\nMereka berkata, \"Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?\" Dia (Nuh) menjawab, \"Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari. Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas.\" (asy-Syuara/26: 111-115)" } } }, { "number": { "inQuran": 1503, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0631\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmi mai yansurunee minal laahi in tarattuhum; afalaa tazak karoon" } }, "translation": { "en": "And O my people, who would protect me from Allah if I drove them away? Then will you not be reminded?", "id": "Dan wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Tidakkah kamu mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1503", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1503.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1503.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh pun berkata kepada mereka, \"Wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari azab Allah jika aku mengusir mereka dari kampung halaman ini karena alasan mereka bukan orang terpandang lagi berharta, padahal mereka lebih berhak dihormati karena mereka telah beriman kepada Allah. Tidakkah kamu mengambil pelajaran tentang kebenaran ajaran yang aku bawa?\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang ketegasan Nabi Nuh yang berseru kepada kaumnya yang menginginkan agar Nabi Nuh mengusir para pengikutnya yang beriman, \"Wahai kaumku, tidak ada seorang pun yang dapat menolak siksaan Allah, jika aku mengusir mereka yang telah beriman dan mengikuti seruanku, karena hal itu termasuk suatu kezaliman yang berat sekali, yang pasti akan dibalas dengan azab yang berat pula. Apakah kamu tidak sadar dan mengambil pelajaran? Mereka itu mempunyai Tuhan yang pasti akan menolongnya, dan yang mengusir mereka pasti akan binasa.\" Permintaan pengusiran para pengikut yang telah beriman tidak hanya diterima atau dialami oleh Nabi Nuh, tetapi juga oleh nabi-nabi lain, tidak terkecuali Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 1504, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u064a \u062e\u064e\u0632\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0632\u0652\u062f\u064e\u0631\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa aqoolu lakum 'indee khazaa'inul laahi wa laaa a'lamul ghaiba wa laa aqoolu inee malakunw wa laaa aqoolu lillazeena tazdareee a'yunukum lai yu'tiyahumul laahu khairan Allaahu a'lamu bimaa feee anfusihim innee izal laminaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And I do not tell you that I have the depositories [containing the provision] of Allah or that I know the unseen, nor do I tell you that I am an angel, nor do I say of those upon whom your eyes look down that Allah will never grant them any good. Allah is most knowing of what is within their souls. Indeed, I would then be among the wrongdoers.\"", "id": "Dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang gaib, dan tidak (pula) mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat, dan aku tidak (juga) mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, “Bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sungguh, jika demikian aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1504", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1504.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1504.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selanjutnya Nabi Nuh menyampaikan jawaban lagi atas tuduhan mereka seraya berkata, aku tidak mengatakan kepadamu sesuatu yang bohong seperti pernyataan, bahwa aku mempunyai gudang-gudang perbendaharaan rezeki dan kekayaan dari Allah yang dapat kami berikan sesuai keinginanku. Dan aku tidak mengetahui sesuatu yang gaib tanpa bantuan informasi dari Allah. Dan tidak pula kami mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat yang tidak makan dan minum, dan tidak memiliki kebutuhan manusiawi serta naluri kemanusiaan, melainkan kami adalah manusia biasa seperti kalian, hanya saja kami adalah rasul utusan Allah yang mendapat bimbingan wahyu dari-Nya. Setelah berbicara tentang dirinya, Nabi Nuh menyampaikan perihal pengikutnya. Dan aku tidak juga mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu karena kalian hanya memandang mulia orang yang memiliki harta dan kedudukan, \"Bahwa Allah tidak akan memberikan ganjaran atas amal kebaikan kepada mereka selama di dunia. Hal ini karena aku tidak mengetahui sesuatu yang gaib dan tidak pula mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka tentang keimanannya yang tulus. Sungguh, jika aku mengatakan sesuatu yang tidak benar atas nama Allah, maka dengan demikian aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim terhadap diriku dan orang lain, karena menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.\"", "long": "Dalam ayat ini, dijelaskan jawaban Nuh kepada kaumnya atas ketidakpercayaan mereka kepada kenabian Nuh, walaupun ia mengaku menjadi nabi. Ia juga tidak mengatakan kepada mereka bahwa ia mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, yang diperlukan oleh setiap hamba-Nya, yang bisa ia keluarkan untuk menutupi kebutuhan dirinya dan seluruh pengikutnya. Ia sama saja seperti orang lain, memerlukan usaha yang wajar, karena soal jaminan rezeki itu tidak termasuk dalam urusan kenabian. Sekiranya urusan itu dijadikan bagian dari kerasulan tentu banyak orang-orang yang mengikuti nabi karena ingin jaminan rezeki dan harta saja. Padahal gagasan yang pokok dari tugas kerasulan ialah menyucikan jiwa manusia dari pengaruh kebendaan dengan ibadah dan makrifat kepada Allah sebagai persiapan masuk surga dan memperoleh keridaan-Nya pada hari Kiamat. Harta dan anak-anak tidak bermanfaat lagi, dan yang menghadap Allah hanya mereka yang berhati bersih.\n\nSelanjutnya Nabi Nuh mengatakan bahwa ia tidak mengetahui yang gaib. Ia tidak melebihi orang lain dengan ilmu gaib, yang dapat mengungkapkan benda-benda yang tersembunyi untuk menambah kekayaan, atau mem-peroleh kemanfaatan dan menolak kemudaratan, yang dapat disampaikan kepada semua pengikut-pengikutnya, agar menjadi orang-orang yang kaya dan sebagainya. Disebutkan pula dalam firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.\" (al-Araf/7: 188)\n\nNabi Nuh melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan bahwa ia bukanlah malaikat yang diutus kepada mereka, melainkan seorang manusia seperti mereka yang ditugaskan untuk menyeru manusia kepada ketauhidan. Dalam ucapan Nabi Nuh itu, ada bantahan terhadap anggapan orang-orang kafir yang mengatakan bahwa seorang rasul itu semestinya malaikat, tidak makan, tidak minum, tidak mondar-mandir ke luar masuk pasar, harus mengetahui semua yang gaib, dan mempunyai banyak kelebihan daripada manusia biasa.\n\nIa juga tidak mengatakan kepada orang yang beriman yang mereka hinakan itu, bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka di akhirat. Pandangan Allah berbeda sekali dengan pandangan manusia. Sebagaimana diterangkan dalam beberapa hadis sahih:\n\n\"Allah tidak memandang rupa atau tubuh kamu, akan tetapi Allah memandang kepada hati kamu.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nAllah lebih mengetahui apa yang terkandung dalam hati mereka, bagaimana murninya keimanan mereka, dan bagaimana pula keikhlasan mereka dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, tidak seperti pandangan mereka yang menuduh orang-orang mukmin mempunyai pandangan yang picik yang mempercayai apa saja. Sesungguhnya, jika Nabi berbeda penilaian dengan mereka, adalah karena Nabi bukan memandang apa yang nampak dari luar saja, tetapi melihat kepada keimanan dan keikhlasan pengikutnya. Jika Nabi menilai seperti penilaian orang-orang kafir, niscaya ia termasuk orang-orang yang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 1505, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u062f\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u062c\u0650\u062f\u064e\u0627\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Noohu qad jaadaltanaa fa aksarta jidaalanaa faatinaa bimaa ta'idunaaa in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Noah, you have disputed us and been frequent in dispute of us. So bring us what you threaten us, if you should be of the truthful.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, engkau telah berbantah dengan kami, dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan, jika kamu termasuk orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1505", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1505.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1505.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Nuh memberikan jawaban-jawaban atas tuduhan dan dakwaan kaumnya, sehingga mereka tidak mampu lagi memberikan sanggahan walau mereka telah berpikir panjang, lalu mereka berkata, \"Wahai Nuh! Sungguh, engkau telah banyak berbantah dengan kami, karena semua alasan telah kamu bantah dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami dan kami pun merasa jemu dan bosan maka dari itu lebih baik hentikan saja perdebatan ini, tapi datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan, jika kamu termasuk orang yang benar dalam ucapan yang engkau sampaikan itu.\"", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan tantangan kaum Nabi Nuh a.s. yang menolak kebenaran Nuh sebagai utusan Allah untuk memberi petunjuk bagi mereka kepada jalan yang benar, demi keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat. Ucapan-ucapan mereka yang bernada menentang itu pada hakekatnya pembangkangan, karena mereka sudah kehabisan alasan. Mereka tidak dapat lagi memberikan bantahan-bantahan dengan alasan yang wajar yang dapat diterima oleh akal pikiran yang sehat, kecuali mengatakan, \"Hai Nuh, kamu telah demikian banyaknya berdebat dengan kami, tidak ada suatu alasan dari kami yang tidak kamu bantah, sehingga kami merasa jemu dan bosan, dan tidak ada yang kami katakan lagi kecuali suatu hal, yaitu kalau memang benar apa yang kamu katakan itu semua, datangkanlah segera azab yang kamu peringatkan itu di dunia ini sebelum azab akhirat.\" Tantangan ini adalah sebagai jawaban mereka terhadap perkataan Nuh a.s. kepada mereka seperti yang telah diterangkan pada permulaan kisah ini yaitu:\n\nDan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), \"Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih.\" (Hud/11: 25-26)" } } }, { "number": { "inQuran": 1506, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innamaa yaateekum bihil laahu in shaaa'a wa maaa antum bimu'jizeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"Allah will only bring it to you if He wills, and you will not cause [Him] failure.", "id": "Dia (Nuh) menjawab, “Hanya Allah yang akan mendatangkan azab kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1506", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1506.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1506.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban kaumnya, Dia (Nabi Nuh) menjawab, \"Hanya Allah yang berwenang dan kuasa akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri dari azab Allah, ketika azab itu datang.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan jawaban Nabi Nuh a.s. terhadap tantangan kaumnya yang kafir itu, dengan memberikan penjelasan bahwa urusan mendatangkan azab itu tidak berada dalam kekuasaannya, melainkan dalam kekuasaan Allah Yang Mahakuasa, yang menciptakan alam semesta ini dan berbuat segala sesuatu menurut iradah-Nya. Mereka semestinya tidak perlu tergesa-gesa, bahkan tidak wajar meminta dipercepat datangnya azab Allah itu, sebab apabila azab itu datang sebagaimana yang mereka minta, niscaya mereka tidak akan mampu menolak dan mencegahnya. Sebaliknya, permintaan yang wajar dari mereka ialah supaya azab Allah itu tidak datang. Untuk itu, hendaklah mereka beriman kepada Allah dan mematuhi perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, sebagaimana yang disampaikan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1507, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0635\u0652\u062d\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u062d\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0648\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yanfa'ukum nusheee in arattu an ansaha lakum in kaanal laahu yureedu ai yughwi yakum; Huwa Rabbukum wa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "And my advice will not benefit you - although I wished to advise you - If Allah should intend to put you in error. He is your Lord, and to Him you will be returned.\"", "id": "Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1507", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1507.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1507.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh lalu menekankan lagi, \"Dan jika Allah hendak menyesatkanmu, itu adalah akibat ulahmu sendiri, maka nasihatku tidak akan bermanfaat lagi bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu lagi. Semua itu tidak bermanfaat bagimu kalau Allah hendak menyesatkanmu disebabkan karena kamu terus-menerus menolak tuntunan-Nya, padahal Dia adalah Tuhanmu yang memelihara dan membimbingmu. Dan hanya kepada-Nyalah kamu semua akan dikembalikan.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan lanjutan jawaban dan penjelasan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya yang membangkang itu, bahwa apapun yang disampaikan kepada mereka yang berupa nasihat dalam rangka mengajak kepada jalan yang benar dan memperingatkan mereka supaya terhindar dari azab Allah di dunia dan di akhirat, tidak akan ada manfaatnya, jika mereka masih tetap disesatkan oleh bujukan hawa nafsu mereka. Itulah yang menjadi sebab kebinasaan mereka di dunia dan azab yang abadi di akhirat. Selanjut-nya Nabi Nuh a.s. menjelaskan kepada mereka, bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhan mereka yang memiliki dan mengatur dunia ini, sehingga segala sesuatu terjadi menurut ketentuan, ukuran, dan kehendak-Nya. Semuanya akan kembali kepada-Nya di akhirat, untuk menerima balasan amalnya dengan balasan yang baik atau buruk, sesuai dengan amal perbuatannya di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 1508, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 185, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0625\u0650\u062c\u0652\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am yaqooloonaf taraahu qul inif taraituhoo fa'alaiya ijraamee wa ana bareee'um mimmaa tujrimoon" } }, "translation": { "en": "Or do they say [about Prophet Muhammad], \"He invented it\"? Say, \"If I have invented it, then upon me is [the consequence of] my crime; but I am innocent of what [crimes] you commit.\"", "id": "Bahkan mereka (orang kafir) berkata, “Dia cuma mengada-ada saja.” Katakanlah (Muhammad), “Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1508", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1508.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1508.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menceritakan kisah Nabi Nuh untuk meneguhkan hati Rasulullah dan sebagai pelajaran bagi masyarakat. Namun demikian, ternyata kaum kafir Mekah tetap enggan percaya bahkan mereka kelompok orang kafir itu berkata, \"Dia Muhammad cuma mengada-ada saja tentang Al-Qur'an.\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, sedang kalian bebas dari tanggung jawab. Akan tetapi, jika tuduhanmu itu tidak benar dan Al-Qur'an benar-benar bersumber dari Allah, maka kalian akan memikul dosanya dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat.\"", "long": "Menurut pendapat Ibnu Katsir, ayat ini merupakan kelanjutan dari kisah kaum Nuh a.s. yang menerangkan bahwa mereka menuduh Nuh a.s. memberikan nasihat-nasihat dan peringatan-peringatan yang tidak benar dan hanya dibuat-buat saja. Maka Allah mengajari Nuh a.s. supaya mengatakan kepada mereka bahwa andaikata ia membuat-buat tentu dia sendirilah yang memikul dosanya, tuduhan itu sama sekali tidak benar.\n\nMenurut pendapat sebagian mufasir lain, ayat ini bukanlah lanjutan dari kisah kaum Nuh a.s., tetapi kalimat sisipan (jumlah mutaridhah). Menurut mereka maksud ayat ini ialah bahwa setelah orang-orang kafir Mekah mendengar kisah kaum Nuh a.s. ini dari Muhammad saw, lalu mereka menuduhnya mengada-adakan kisah itu. Oleh karena itu, Allah mengajari Nabi Muhammad saw. supaya mengatakan kepada mereka bahwa andaikata ia mengada-adakannya, dia sendiri yang akan memikul dosanya. Tetapi yang mereka tuduhkan itu sama sekali tidak benar, dan ia bebas dari perbuatan yang mereka tuduhkan." } } }, { "number": { "inQuran": 1509, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0626\u0650\u0633\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa oohiya ilaa Noohin annahoo lany-yu'mina min qawmika illaa man qad aamana falaa tabta'is bimaa kaanoo yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "And it was revealed to Noah that, \"No one will believe from your people except those who have already believed, so do not be distressed by what they have been doing.", "id": "Dan diwahyukan kepada Nuh, “Ketahuilah tidak akan beriman di an-tara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1509", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1509.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1509.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah sekian lama Nabi Nuh mengajak kaumnya beriman kepada Allah, namun mereka tetap dalam kekafiran sehingga Nabi Nuh pun menyatakan bahwa nasihatnya tidak berguna lagi. Ayat berikut ini menegaskan tentang pernyataan Nabi Nuh tersebut. Diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Nuh, \"Ketahuilah bahwa tidak akan beriman di antara kaummu yang selama ini keras kepala dan menolak kerasulanmu, kecuali orang yang sebelum ini benar-benar telah beriman kepada Allah dan mengakui kerasulanmu saja, karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat selama ini, dengan menolak kerasulanmu, mendurhakai tuntunanmu dan menyakiti hatimu, karena tidak lama lagi Kami akan menjatuhkan hukuman atas mereka. Ketika itu Nabi Nuh mengadu kepada Allah dan memohon kepada-Nya, maka Allah mengabulkan permohonannya.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengisahkan bahwa Ia telah mewahyukan kepada Nabi Nuh untuk menjelaskan hal-hal berikut:\n\na. Setelah kaum Nuh meminta supaya Nuh a.s. segera mendatangkan azab Allah sebagai bukti atas kebenaran dakwahnya dan Nabi Nuh a.s. pun telah mendoakan mereka supaya dimusnahkan Allah, maka tidak ada lagi yang beriman di antara mereka kecuali hanya sedikit saja yaitu hanya orang-orang yang sudah menyatakan beriman kepadanya sebelum itu.\n\nb. Sekalipun sudah ratusan tahun lamanya Nabi Nuh a.s. hidup bersama kaumnya menyampaikan dakwah kepada mereka, namun mereka masih tetap membangkang. Hal itu tidaklah membuatnya berduka cita dan bersedih karena memikirkan sikap dan tingkah laku mereka yang tetap tidak beriman itu, sebab azab pembalasan Allah kepada mereka di dunia ini sudah dekat saatnya, dan mereka tidak akan dapat mengelak dan mencegahnya.\n\n(37) Menurut riwayat Ibnu Abbas, panjang kapal itu seribu dua ratus hasta. Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah memerintahkan kepada Nuh a.s. supaya membuat kapal yang akan dipergunakan untuk menyelamatkan Nabi Nuh dan pengikutnya yang beriman dari topan (air bah) yang akan melanda dan menenggelamkan permukaan bumi sebagai azab di dunia ini kepada orang-orang kafir dari kaumnya yang selalu membangkang dan durhaka. Nabi Nuh diperintahkan membuat kapal penyelamat itu dengan petunjuk-petunjuk dan pengawasan dari Allah.\n\nSelanjutnya pada ayat ini Allah memperingatkan Nuh a.s. agar tidak lagi berbicara dengan kaumnya yang zalim (kafir) dan tidak lagi memohon supaya dosa mereka diampuni atau dihindarkan dari azab-Nya, karena sudah menjadi ketetapan Allah bahwa mereka akan ditenggelamkan.\n\nLarangan serupa ini telah diberikan pula kepada Nabi Ibrahim a.s. sewaktu dia memohonkan kepada Allah agar azab-Nya tidak ditimpakan kepada kaum Luth, sebagaimana disebut dalam firman-Nya:\n\nWahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak. (Hud/11: 76)" } } }, { "number": { "inQuran": 1510, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 12, "page": 225, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0628\u0652\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wasna'il fulka bi-a'yuninaa wa wahyinaa wa laa tukhaa tibnee fil lazeena zalamoo; innahum mughraqoon" } }, "translation": { "en": "And construct the ship under Our observation and Our inspiration and do not address Me concerning those who have wronged; indeed, they are [to be] drowned.\"", "id": "Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1510", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1510.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1510.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah memberikan perintah kepada Nabi Nuh, \"Buatlah sebuah kapal untuk menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami tentang tata cara pembuatannya, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku sesuatu hal tentang orang-orang yang zalim. Apakah engkau berharap kepada-Ku agar Aku memberi maaf kepada mereka, atau engkau memohon agar Aku tangguhkan atau ringankan siksa bagi mereka, karena keputusan-Ku telah Kutetapkan bahwa sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.", "long": "Menurut riwayat Ibnu Abbas, panjang kapal itu seribu dua ratus hasta. Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah memerintahkan kepada Nuh a.s. supaya membuat kapal yang akan dipergunakan untuk menyelamatkan Nabi Nuh dan pengikutnya yang beriman dari topan (air bah) yang akan melanda dan menenggelamkan permukaan bumi sebagai azab di dunia ini kepada orang-orang kafir dari kaumnya yang selalu membangkang dan durhaka. Nabi Nuh diperintahkan membuat kapal penyelamat itu dengan petunjuk-petunjuk dan pengawasan dari Allah.\n\nSelanjutnya pada ayat ini Allah memperingatkan Nuh a.s. agar tidak lagi berbicara dengan kaumnya yang zalim (kafir) dan tidak lagi memohon supaya dosa mereka diampuni atau dihindarkan dari azab-Nya, karena sudah menjadi ketetapan Allah bahwa mereka akan ditenggelamkan.\n\nLarangan serupa ini telah diberikan pula kepada Nabi Ibrahim a.s. sewaktu dia memohonkan kepada Allah agar azab-Nya tidak ditimpakan kepada kaum Luth, sebagaimana disebut dalam firman-Nya:\n\nWahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak. (Hud/11: 76)" } } }, { "number": { "inQuran": 1511, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 12, "page": 226, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064e\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yasn'ul fulka wa kullamaa marra 'alaihi malaum min qawmihee sakhiroo minh; qaala in taskharoo minnaa fa innaa naskharu minkum kamaa taskharoon" } }, "translation": { "en": "And he constructed the ship, and whenever an assembly of the eminent of his people passed by him, they ridiculed him. He said, \"If you ridicule us, then we will ridicule you just as you ridicule.", "id": "Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, “Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1511", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1511.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1511.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal dan memberi informasi tentang keputusan Allah untuk menenggelamkan kaumnya yang durhaka, mulailah dia, yakni Nabi Nuh membuat sebuah kapal besar di bawah bimbingan dan petunjuk Allah. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nabi Nuh yang sedang membuat kapal, mereka mengejeknya karena mereka tidak mengetahui tentang tujuan Nabi Nuh membuat kapal itu. Dia Nabi Nuh tidak menghiraukan ejekan mereka dan hanya berkata, \"Jika kamu sekarang mengejek kami, maka kami, yaitu aku dan orang-orang yang membantuku membuat kapal, akan mengejekmu ketika azab itu datang sebagaimana kamu sekarang mengejek kami terus-menerus.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Nuh a.s. membuat kapal penyelamat itu sesuai dengan perintah dan petunjuk-petunjuk yang diwahyukan oleh Allah kepadanya. Banyak riwayat atau pendapat yang dinukil oleh para mufasir tentang hal-hal yang bertalian dengan kapal itu, seperti terbuat dari kayu apa, dibuat dimana, bentuknya bagaimana, panjang dan lebarnya berapa, dan perincian-perincian lainnya yang sebagian telah diterangkan, sewaktu menerangkan ayat 37 sebelum ini. Pendapat yang terbaik dalam soal ini dari segi kepercayaan ialah seperti yang diterangkan oleh Syihabuddin Mahmud Al-Alusi dalam tafsirnya, Ruhul Maaniy, sebagai berikut:\n\n\"Orang yang cermat dalam hal ini, tidak akan condong kepada perincian yang berlebih-lebihan, hanya percaya bahwa Nuh a.s. telah membuat kapal itu sebagaimana yang dikisahkan Allah dalam kitab-Nya, dan tidak mencari tahu tentang panjang lebar dan tingginya, dibuat dari kayu apa, berapa lama dibuatnya, dan lain-lain sebagainya yang tidak diterangkan oleh kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya yang sahih.\"\n\nSelanjutnya pada ayat ini diterangkan bahwa setiap kali kaum Nuh lewat dan melihatnya sedang membuat kapal, mereka mengejeknya dengan bermacam-macam pertanyaan yang bernada cemooh. Ejekan dan cemoohan itu timbul karena mereka semua belum mengenal kapal dan cara memakainya termasuk Nabi Nuh a.s. sendiri.Sikap Nuh a.s. dalam membalas ejekan dan cemoohan kaumnya dinyatakan dalam jawabannya, \"Kalau kamu mengejek kami membuat kapal ini karena kami mematuhi perintah Allah dalam rangka usaha untuk menyelamatkan kami dan umat kami, maka kami pun akan mengejek kamu.\"\n\nSebagian mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ejekan balasan dari Nuh a.s. itu, ialah azab dunia yang akan menimpa kaumnya sehingga ia tidak akan memperdulikan mereka lagi. Jadi Nuh sendiri tidak membalas ejekan, karena dianggap kurang wajar bagi seorang nabi. Sebagian lainnya berpendapat bahwa tidak ada salahnya jika ejekan balasan itu benar-benar datang dari Nuh a.s. sesuai dengan firman Allah:\n\nBarang siapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. (al-Baqarah/2: 194)\n\nDan firman Allah:\n\nDan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. (an-Nahl/16: 126)\n\nDan firman Allah:\n\nDan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. (asy-Syura/42: 40)\n\nAl-Alusi berpendapat bahwa kedua ejekan itu (ejekan kaum Nuh dan ejekan Nabi Nuh a.s. sebagai balasan) memang terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 1512, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 12, "page": 226, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u064a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fasawfa ta'lamoona mai yaateehi 'azaabuny yaukhzeehi wa yahillu 'alaihi 'azaabum muqeem" } }, "translation": { "en": "And you are going to know who will get a punishment that will disgrace him [on earth] and upon whom will descend an enduring punishment [in the Hereafter].\"", "id": "Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa) yang akan ditimpa azab yang kekal.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1512", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1512.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1512.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka kelak kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang akan ditimpa azab yang menghinakan di dunia ini dan siapa pula yang akan ditimpa azab yang kekal di akhirat nanti.\"", "long": "Pada ayat ini diterangkan lanjutan perkataan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya yang mengejek dengan mengatakan apabila mereka belum tahu apa gunanya kapal yang sedang dibuatnya itu, maka pasti mereka akan mengetahuinya kelak setelah kapal itu selesai dibuat, dan mereka ditenggelamkan. Sebenarnya perkataan Nabi Nuh a.s. itu bukanlah sekadar jawaban atas ejekan mereka, akan tetapi sebagai ancaman akan datangnya azab kepada mereka. Sebab apabila mereka sadar, niscaya mereka akan dapat merasakan bahwa perkataan Nabi Nuh a.s. tidak lagi sebagai kata-kata biasa yang selalu mereka anggap sekadar menakut-nakuti yang tidak akan ada kenyataannya. Tetapi kali ini sudah dalam tahap persiapan untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman dari bahaya azab yang akan memusnahkan orang-orang yang sangat durhaka kepada Allah dan rasul-Nya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1513, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 12, "page": 226, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 90, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u064f \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa jaaa'a amrunaa wa faarat tannooru qulnah mil feehaa min kullin zawjainis naini wa ahlaka illaa man sabaqa 'alaihil qawlu wa man aaman; wa maaa aamana ma'ahooo illaa qaleel" } }, "translation": { "en": "[So it was], until when Our command came and the oven overflowed, We said, \"Load upon the ship of each [creature] two mates and your family, except those about whom the word has preceded, and [include] whoever has believed.\" But none had believed with him, except a few.", "id": "Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman, “Muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina), dan (juga) keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman.” Ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1513", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1513.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1513.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kaum Nabi Nuh yang terus-menerus mengejeknya dalam pembuatan kapal. Hingga apabila perintah Kami datang untuk membinasakan para pendurhaka dan tiba perintah Kami kepada Nabi Nuh beserta pengikutnya menaiki kapal dan air dari dalam tanur, yakni periuk telah mendidih dan bergejolak hingga memancarkan air dengan sangat deras, lalu Kami berfirman kepada Nabi Nuh, \"Muatkanlah ke dalamnya segala jenis hewan, dari masing-masing sepasang jantan dan betina, dan muatkan juga keluargamu yang beriman kepada Allah kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu sebagai orang yang akan diazab karena kedurhakaan mereka, dan muatkan pula orang yang beriman dari mereka.\" Ternyata orang-orang beriman yang ikut bersama dengan Nabi Nuh hanya sedikit. Meskipun Nabi Nuh sudah berdakwah kurang lebih 950 tahun lamanya, mengajak umatnya beriman kepada Allah dan meyakinkan bahwa mereka yang tidak mengikuti ajakannya akan ditenggelamkan, tetapi mereka tetap durhaka. (Lihat: Surah al- 'Ankabut/29:14).", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan, bahwa Nabi Nuh a.s. dalam melaksanakan pembuatan kapal itu dengan segala macam persiapannya sangat bersungguh-sungguh dan banyak menerima ejekan dan cemoohan dari kaumnya. Ketika datang ketetapan Allah untuk membinasakan kaum yang kafir itu, bumi pun memancarkan air yang meluap-luap seperti meluapnya air yang mendidih dari kuali di dapur tempat memasak, sehingga menenggelamkan segala apa yang ada di permukaannya. Sementara ulama memahami bahwa banjir tersebut tidak bersifat universal melainkan lokal.\n\nMaka Allah memerintahkan kepada Nuh a.s. agar membawa ke dalam kapal itu sepasang (jantan dan betina) dari tiap jenis binatang, agar keturunannya dapat berkembang biak sesudah air bah yang dinamakan topan itu reda. Selain itu, Allah memerintahkan Nuh a.s. membawa ke dalam kapal itu semua keluarganya yang laki-laki dan perempuan kecuali yang tidak beriman. Begitu juga Allah memerintahkan Nuh a.s. membawa ke dalam kapal itu semua orang-orang yang beriman yang jumlahnya sedikit. Sebagian mufasir ada yang mengatakan bahwa yang dibawa oleh Nuh ke dalam kapal itu dari keluarganya ialah seorang istrinya yang beriman dan tiga putranya dari istri yang beriman itu, yaitu Syam, Ham, dan Yafis.\n\nAdapun jumlah orang yang beriman, yang dibawa Nuh a.s. ke dalam kapal itu tidak terdapat keterangannya dalam Al-Quran atau pun dalam hadis. Dalam ayat ini hanya diterangkan bahwa jumlah mereka sedikit. Pada permulaan ayat ini dan permulaan ayat 42 yang akan datang dilukiskan sebagian dari kisah topan itu, dan pada ayat-ayat lain dilukiskan lebih banyak seperti dalam firman Allah:\n\nLalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan. Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak, yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya). (al-Qamar/54: 11-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 1514, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 12, "page": 226, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0631\u0652\u0643\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaalar kaboo feehaa bismil laahi majraihaa wa mursaahaa; inna Rabbee la Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And [Noah] said, \"Embark therein; in the name of Allah is its course and its anchorage. Indeed, my Lord is Forgiving and Merciful.\"", "id": "Dan dia berkata, ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1514", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1514.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1514.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dia pun berkata kepada kaumnya yang beriman, \"Naiklah kamu semua bersamaku ke dalamnya, yakni kapal itu dengan menyebut nama Allah pada waktu kapal mulai berlayar dan setelah berlabuhnya, seraya berserah diri kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun atas dosa orang yang bertobat, dan Maha Penyayang kepada siapa saja yang menempuh jalan kebenaran. Ayat ini mengandung pesan, tentang keharusan tawakal kepada Allah ketika memulai suatu aktivitas maupun setelah persoalan selesai, dan berbaik sangka kepada-Nya.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Nuh a.s. menyuruh orang yang beriman pada risalahnya supaya naik ke dalam kapal itu dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuh, sebab segala kekuasaan ada di tangan-Nya. Dia dapat berbuat sekehendak-Nya, mengatur sunnah-Nya sesuai dengan Iradah-Nya; sedang keselamatan mereka pada saat yang sangat penting itu hanya berada di bawah kekuasaan-Nya, di dalam lindungan-Nya. \n\nBerkata Rasulullah saw, \"Umatku akan selamat (tidak tenggelam) apabila mereka menaiki kapal, supaya membaca: Bismillahi malikirrahmanirrahim, bismillahi majreha wa mursaha innahu lagafururrahim.\" (Riwayat Ath-thabrani dari Ali)\n\nSelanjutnya pada ayat ini diterangkan bahwa Nuh a.s. menyatakan, \"Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\" Ucapan ini selain mengandung syukur, menunjukkan bahwa ia beserta pengikut-pengikutnya yang beriman selamat dari bahaya topan berkat rahmat Allah yang sangat luas." } } }, { "number": { "inQuran": 1515, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 12, "page": 226, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064c \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u0652\u0632\u0650\u0644\u064d \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0646\u064e\u064a\u0651\u064e \u0627\u0631\u0652\u0643\u064e\u0628 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa hiya tajree bihim fee mawjin kaljibaali wa naadaa Noohunib nahoo wa kaana fee ma'ziliny yaa bunai yarkam ma'anaa wa laa takum ma'al kaafireen" } }, "translation": { "en": "And it sailed with them through waves like mountains, and Noah called to his son who was apart [from them], \"O my son, come aboard with us and be not with the disbelievers.\"", "id": "Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1515", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1515.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1515.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Nuh bersama pengikutnya masuk ke dalam kapal dan kapal itu pun mulai berlayar membawa mereka ke dalam gelombang yang tingginya laksana gunung-gunung, dan sebelum itu Nabi Nuh pun memanggil anaknya yang tidak ikut bersamanya, ketika dia, yakni Kan'an, anak yang tidak beriman itu, berada di tempat yang jauh terpencil. Lalu Nabi Nuh memanggilnya dengan penuh kasih dan harap, \"Wahai anakku, kemari dan naiklah ke kapal bersama kami agar engkau selamat, dan janganlah engkau tetap dalam keingkaran bersama orang-orang kafir, nanti kamu akan tenggelam binasa. Suatu petunjuk tentang kebenaran risalah walaupun sudah disertai keterangan dan bukti yang kuat, tidak akan bermanfaat kecuali bila ada taufik dari Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kapal itu berlayar membawa Nuh a.s. beserta para pengikutnya, yang beriman, mengarungi lautan yang amat luas dan melalui gelombang-gelombang ombak yang dahsyat, bergulung-gulung menjulang tinggi laksana gunung.\n\nSetelah Nabi Nuh dan para pengikutnya masuk ke dalam kapal, dia melihat anaknya yang bernama Kanan pergi ke arah gunung, menjauhkan diri. Nabi Nuh memanggil-manggil anaknya seraya mengajak turut masuk ke dalam kapal, tetapi anaknya menolak, sehingga Nabi Nuh merasa sedih dan risau.\n\nPara ulama berbeda pendapat tentang apakah Nabi Nuh a.s. sebelum peristiwa itu tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dari anaknya itu. Ada yang berpendapat bahwa Nuh a.s. memang tidak tahu, karena sebelum peristiwa itu anaknya bersikap munafik kepadanya. Pendapat lain mengata-kan bahwa ia tahu kekafiran anaknya, tetapi setelah anaknya itu menyaksi-kan sendiri bahwa topan sudah mulai datang, maka Nuh mengharap kesadaran anaknya, sehingga ia mengajaknya supaya masuk ke dalam kapal itu, namun usahanya sia-sia karena anaknya tetap menolak." } } }, { "number": { "inQuran": 1516, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 12, "page": 226, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0622\u0648\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0628\u064e\u0644\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u0645\u064f\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0635\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e \u06da \u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062c\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala sa aaweee ilaa jabaliny ya'simunee minal maaa'; qaala laa 'aasimal yawma min amril laahi illaa mar rahim; wa haala bainahumal mawju fakaana minal mughraqeen" } }, "translation": { "en": "[But] he said, \"I will take refuge on a mountain to protect me from the water.\" [Noah] said, \"There is no protector today from the decree of Allah, except for whom He gives mercy.\" And the waves came between them, and he was among the drowned.", "id": "Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1516", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1516.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1516.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar panggilan dan ajakan sang ayah, dia anaknya yang kafir itu pun menjawab, \"Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang tinggi, sehingga dengan menaiki gunung itu dapat menghindarkan aku dari air bahtera!\" kemudian Nabi Nuh berkata, \"Tidak ada yang dapat melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang menghendaki untuk menyelamatkan.\" Dan gelombang yang besar pun menjadi penghalang antara keduanya, yakni ayah dan anaknya; maka akhirnya dia, anak yang menolak ajakan ayahnya itu termasuk orang yang ditenggelamkan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyebutkan jawaban Kanan terhadap seruan dan ajakan ayahnya Nuh a.s. supaya masuk ke dalam kapal. Ia menolak tidak mau turut masuk dengan alasan bahwa ia bisa berlindung ke atas gunung untuk memelihara dirinya dari bahaya air bah (topan) yang mengancam itu.\n\nMendengar itu Nabi Nuh a.s. menjelaskan kepada anaknya yang membangkang, bahwa pada hari itu tidak ada yang bisa melindungi dirinya dari topan itu selain Allah dan tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang dikasihi-Nya, yaitu orang-orang yang masuk ke dalam kapal itu. Demikianlah, iradah Tuhan sudah menetapkan segala sesuatu berjalan menurut proses yang telah digariskan-Nya. Gelombang yang menggulung tinggi demikian dahsyatnya telah menghalangi antara Nuh a.s. dengan anaknya yang membangkang dan durhaka, sehingga terputuslah pembicara-an antara keduanya, dan sang anak pun turut tenggelam bersama orang-orang kafir lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1517, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 12, "page": 226, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0627\u0628\u0652\u0644\u064e\u0639\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0623\u064e\u0642\u0652\u0644\u0650\u0639\u0650\u064a \u0648\u064e\u063a\u0650\u064a\u0636\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0648\u062f\u0650\u064a\u0651\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0628\u064f\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qeela yaaa ardubla'ee maaa'aki wa yaa samaaa'u aqi'ee wa gheedal maaa'u wa qudiyal amru wastawat 'alal joodiyyi wa qeela bu'dal lilqawmiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And it was said, \"O earth, swallow your water, and O sky, withhold [your rain].\" And the water subsided, and the matter was accomplished, and the ship came to rest on the [mountain of] Judiyy. And it was said, \"Away with the wrongdoing people.\"", "id": "Dan difirmankan, “Wahai bumi! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan!) berhentilah.” Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan dan kapal itupun berlabuh di atas gunung Judi, dan dikatakan, ”Binasalah orang-orang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1517", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1517.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1517.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah Allah membinasakan orang kafir, kemudian difirmankan oleh Allah, kepada bumi dan langit, \"Wahai bumi yang telah memancarkan air dari sumbernya! Telanlah airmu hingga kering dan wahai langit! Berhentilah mencurahkan hujan.\" Dan air pun disurutkan oleh Allah yang Mahakuasa, dan penetapan perintah Allah membinasakan orang-orang yang mendustakan dan menyelamatkan orang-orang yang beriman pun diselesaikan. Dan kapal itu pun berlabuh di atas gunung Judi, yakni terletak di pegunungan Ararat (Turki), dan dikatakan, \"Binasalah orang-orang zalim yang melampaui batas hukum Allah dan ingkar kepada-Nya, serta mendustakan Rasul-Nya.\"", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa air bah (topan) melanda permukaan bumi yang memancarkan mata air yang meluap-luap, ditambah dengan curahan air hujan yang berlimpah-limpah, dan kapal Nuh a.s. itu berlayar mengarungi lautan yang bergejolak dengan dahsyatnya dan belum diketahui kapan hal itu akan berakhir. Kemudian tibalah saatnya, Allah memerintah-kan bumi supaya menyerap air yang dipancarkannya dan memerintahkan langit supaya menghentikan curahan hujannya, sehingga air pun surut dan perintah Allah diselesaikan dengan sempurna, dan orang-orang kafir dari kaum Nuh a.s. itu tenggelam semuanya. Kemudian kapal itupun berlabuh di atas bukit Judiy. \n\nKemudian pada akhir ayat ini, Allah mengutuk orang-orang kafir dengan firman-Nya, \"Binasalah orang-orang yang zalim.\" Maksudnya: Peristiwa topan itu adalah untuk membinasakan orang-orang zalim (kafir) yang jauh dari rahmat Allah, karena kezaliman mereka dan tidak mau bertobat serta kembali ke jalan yang benar. Peristiwa banjir besar zaman Nabi Nuh ini tentu tidak menenggelamkan seluruh permukaan bumi, tetapi terjadi di suatu daerah yang sangat luas di Laut Mati dan sekitarnya yang memang lebih rendah dari permukaan air laut." } } }, { "number": { "inQuran": 1518, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 12, "page": 226, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064c \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0643\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0643\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naadaa noohur Rabbahoo faqaala Rabbi innabnee min ahlee wa inna wa'dakal haqqu wa Anta ahkamul haakimeen" } }, "translation": { "en": "And Noah called to his Lord and said, \"My Lord, indeed my son is of my family; and indeed, Your promise is true; and You are the most just of judges!\"", "id": "Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1518", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1518.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1518.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah Nabi Nuh beserta orang-orang beriman selamat dan kapal berlabuh, lalu Nabi Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, sedang Engkau telah memerintahkan kepadaku mengajak keluargaku masuk ke dalam kapal agar selamat, dan aku yakin bahwa janji-Mu akan menyelamatkan mereka itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil dalam menentukan ketetapan.\"", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Nabi Nuh a.s. memohon kepada Tuhan agar anaknya yang bernama Kanan atau Yam diselamatkan dari topan itu, karena anaknya itu adalah termasuk keluarganya dan Allah telah menjanjikan bahwa keluarganya akan diselamatkan dari topan, dan janji Allah adalah benar, tidak berubah, dan Ia adalah Hakim Yang Paling Bijaksana dari segala hakim. Doa Nabi Nuh a.s. ini terjadi sebelum anaknya tenggelam, sesudah ia memanggil dan mengajaknya supaya turut masuk ke dalam kapal itu.\n\nMeskipun Nabi Nuh a.s. tidak mengetahui bahwa ia, setelah diperintahkan Allah membuat kapal, masih diperkenankan memohon doa bagi orang-orang kafir, sedang anaknya sudah nyata-nyata membangkang tidak mau diajak masuk ke dalam kapal, tetapi ia belum yakin bahwa anaknya itu termasuk orang-orang kafir yang harus turut ditenggelamkan, apalagi ia didorong oleh perasaan kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 1519, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 12, "page": 227, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaa Noohu innahoo laisa min ahlika innahoo 'amalun ghairu saalihin falaa tas'alni mmaa laisa laka bihee 'ilmun inneee a'izuka an takoona minal jaahileen" } }, "translation": { "en": "He said, \"O Noah, indeed he is not of your family; indeed, he is [one whose] work was other than righteous, so ask Me not for that about which you have no knowledge. Indeed, I advise you, lest you be among the ignorant.\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1519", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1519.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1519.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengabarkan perihal putra Nabi Nuh yang ikut tenggelam, Dia yang Mahaadil dan Bijaksana berfirman, \"Wahai Nuh! Sesungguhnya putramu (Kan'an), dia bukanlah termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, karena dalam Pengetahuan-Ku, dia tidak beriman, berlaku jahat, durhaka, bahkan mengingkarimu sendiri. Perbuatan yang ia lakukan sungguh tidak baik. Oleh sebab itu, jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui hakikatnya. Aku menasihatimu agar tidak meminta sesuatu yang belum diketahui dengan yakin bahwa permohonan itu benar atau wajar, agar engkau tidak termasuk golongan orang yang bodoh.", "long": "Pada ayat ini diterangkan, bahwa Allah menolak permohonan Nuh a.s. agar anaknya Kanan bisa lepas dari azab topan itu. Allah menerangkan bahwa Kanan yang enggan masuk kapal itu tidak termasuk keluarganya yang dijanjikan oleh Allah swt akan diselamatkan dari topan karena anak itu telah melakukan perbuatan yang tidak baik. Dia tidak mau turut masuk ke dalam kapal dan tidak mau menerima petunjuk yang benar, walaupun petunjuk itu datangnya dari ayahnya sendiri, yang telah menjadi rasul Allah. Ia tetap keras kepala dan membangkang bersama dengan orang-orang kafir lainnya dan harus ditenggelamkan di waktu topan itu. Allah tidak membeda-bedakan sesama manusia melainkan dengan takwanya, tanpa memandang warna kulit, bangsa, dan keturunan.\n\nAllah melarang Nuh a.s. memohon kepada-Nya tentang sesuatu yang belum diketahuinya dengan yakin bahwa permohonan itu sudah wajar dikemukakan atau tidak. Selanjutnya Allah memperingatkan Nuh a.s. supaya ia tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang jahil yang memohon sesuatu kepada-Nya menurut keinginan nafsunya atau untuk keuntungan keluarga dan kekasihnya tanpa mengetahui apa yang boleh dan patut diminta.\n\nAyat ini mengandung beberapa hukum dan petunjuk antara lain:\n\na. Tidak boleh memohon kepada Allah tentang sesuatu yang tidak wajar yang bertentangan dengan sunnah Allah atau yang belum diketahui bahwa permohonan itu wajar atau tidak.\n\nb. Setiap orang yang menentang kebenaran yang ditunjuki oleh Allah dan rasul-Nya akan mendapat balasan siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 1520, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 12, "page": 227, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala rabbi inneee a'oozu bika an as'alaka maa laisa lee bihee 'ilmunw wa illaa taghfir lee wa tarhamneee akum minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "[Noah] said, \"My Lord, I seek refuge in You from asking that of which I have no knowledge. And unless You forgive me and have mercy upon me, I will be among the losers.\"", "id": "Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1520", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1520.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1520.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah memperingatkan Nabi Nuh untuk tidak memohonkan keselamatan dan ampunan bagi putranya yang kafir, dan Nabi Nuh pun menyadari kekeliruannya, kemudian Dia (Nabi Nuh) berkata, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepadaMu sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Kalau sekiranya Engkau tidak mengampuni kesalahan dan dosaku yang lalu, sekarang, dan mendatang, dan tidak pula menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk golongan orang yang rugi dan jauh dari rahmat-Mu.\" Para nabi memohon ampunan atas kesalahan yang dilakukan, sekalipun apa yang dilakukan itu di luar pengetahuannya, karena khawatir akan pengaruh dosa yang dilakukan jika Allah tidak mengampuninya.", "long": "Pada ayat ini diterangkan anggapan Nabi Nuh a.s. terhadap teguran Allah yang berisi penolakan atas permohonannya, agar anaknya Kanan diselamatkan dari topan. Demikianlah, setelah Nabi Nuh a.s. mengetahui dari Allah hakikat anaknya itu, maka ia memohon ampun kepada-Nya tentang kekhilafan dan kesalahannya dalam memohonkan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Ia berlindung kepada Allah supaya dapat menjaga dirinya agar tidak menyampaikan permohonan yang sifatnya serupa dengan kesalahannya itu. Pada akhir permohonan ampun itu, dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, ia menyatakan penyesalannya kepada Allah. Jika kesalahannya tidak diampuni Tuhan, niscaya ia termasuk golongan orang yang merugi, sebab kesalahannya itu hanya didorong oleh perasaan kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya dan ingin supaya anaknya mendapat rahmat Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1521, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 12, "page": 227, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064f \u0627\u0647\u0652\u0628\u0650\u0637\u0652 \u0628\u0650\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u062a\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064c \u0633\u064e\u0646\u064f\u0645\u064e\u062a\u0651\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qeela yaa Noohuh bit bisalaamim minnaa wa barakaatin 'alaika wa 'alaaa umamim mimmam ma'ak; wa umamun sanumatti'uhum summa yamassuhum minaa 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "It was said, \"O Noah, disembark in security from Us and blessings upon you and upon nations [descending] from those with you. But other nations [of them] We will grant enjoyment; then there will touch them from Us a painful punishment.\"", "id": "Difirmankan, “Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab Kami yang pedih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1521", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1521.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1521.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Nuh memohon ampunan kepada Allah, dan Allah menerima ampunan Nabi Nuh serta menyelamatkannya dari bencana, lalu difirmankan kepadanya, \"Wahai Nabi Nuh! Turunlah bersama keluarga dan pengikutmu dari kapal ini dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat mukmin yang ikut bersamamu maupun umat-umat yang datang sesudahmu sampai hari Kiamat. Dan ada pula umat-umat yang datang sesudahmu akan Kami beri kesenangan dalam kehidupan dunia, tetapi karena mereka durhaka, maka tidak memperoleh keselamatan dan keberkahan, kemudian mereka akan ditimpa azab Kami di dunia dan akhirat atau di akhirat saja dengan siksa yang pedih.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah kapal itu berlabuh di atas bukit Judiy beberapa waktu yang tidak diterangkan lamanya ”menurut sebagian mufasir, lamanya satu bulan”dan air bah sudah surut, Allah memerintahkan kepada Nuh a.s. supaya turun dari kapal itu bersama-sama dengan para pengikutnya untuk membangun kehidupan baru dalam rangka meneruskan generasi umat manusia yang bertauhid dan bertakwa, setelah orang-orang kafir dari kaumnya itu musnah tenggelam dalam azab topan.\n\nAllah memerintahkan agar Nuh a.s. dan para pengikutnya turun dari kapal itu disertai ucapan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari-Nya. Mereka akan diberi berkah, sesuai dengan janji Allah, dalam menempuh kehidupan dunia dan akhirat. Setelah mereka turun ke daratan, maka mereka mendapat keluasan dalam rezeki dan keperluan hidup yang mereka butuhkan untuk kepentingan mereka dan generasi selanjutnya.\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa tidak semua dari generasi mereka yang akan berkembang biak di kemudian hari sama dengan mereka. Akan tetapi, ada di antara generasi yang berkembang biak itu menjadi umat-umat yang hanya dapat menikmati rezeki dan kesenangan dunia, namun di akhirat mereka akan menerima azab yang sangat pedih. Mereka disesatkan oleh setan sehingga menjadi musyrik dan bergelimang dalam kezaliman dan kejahatan-kejahatan lainnya, sehingga mereka tidak bisa memelihara keamanan dan kesejahteraan, bahkan sebagian menindas sebagian yang lain. Mereka bercerai-berai dan berselisih serta menyimpang dari petunjuk agama yang dibawa oleh para rasul Allah.\n\nMenurut keterangan Taqiyuddin al-Maqrizi, semua pengikut Nabi Nuh tidak ada yang mempunyai keturunan kecuali tiga anaknya (Syam, Ham, dan Yafis). Pendapat ini berdasarkan firman Allah:\n\nDan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan. (ash-saffat/37: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 1522, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 12, "page": 227, "manzil": 3, "ruku": 186, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tilka min ambaaa'il ghaibi nooheehaaa ilaika maa kunta ta'lamuhaaaa anta wa laa qawmuka min qabli haazaa fasbir innal 'aaqibata lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "That is from the news of the unseen which We reveal to you, [O Muhammad]. You knew it not, neither you nor your people, before this. So be patient; indeed, the [best] outcome is for the righteous.", "id": "Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah, sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1522", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1522.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1522.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah kisah Nabi Nuh dan umatnya. Kisah yang dipaparkan adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad; tidak pernah engkau mengetahui informasi kisah itu sebelumnya dan tidak pula kaummu mengetahui kisah itu sebelum informasi Al-Qur'an ini datang. Karena itu, maka bersabarlah dalam menyampaikan tuntunan Al-Qur'an dan tabahlah dalam menghadapi gangguan kaummu, sebagaimana Nabi Nuh bersabar. Sungguh, kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa. Kebaikan dan kesabaran akan membuahkan kemenangan dan pahala. Kebaikan didapat manakala seseorang mengerjakan ketaatan, sedang kesabaran akan diperoleh dengan meninggalkan hal-hal yang dilarang.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw, bahwa kisah Nuh a.s. itu dan kisah nabi-nabi lainnya adalah berita penting yang termasuk dalam soal-soal gaib yang diwahyukan Allah kepadanya, yang belum pernah diketahuinya dan belum pernah pula diketahui oleh kaumnya sebelum itu, sehingga mereka bisa menuduhnya bahwa kisah itu diperolehnya dari orang lain. Tetapi Allah-lah yang mewahyukan kisah itu kepada Muhammad sesuai dengan kejadian yang sebenarnya sebagaimana yang diterangkan dalam kitab-kitab para nabi sebelumnya. Seandainya ada di antara kaumnya yang pernah mendengarnya, maka pengetahuan mereka itu hanya secara global dan samar-samar.\n\nOleh karena itu, sekalipun berbagai tuduhan mereka lemparkan terhadap Muhammad saw, tetapi Allah memerintahkannya supaya bersabar menghadapi kaumnya yang banyak menyakitkan hatinya; sebagaimana Nuh a.s. bersabar menghadapi kaumnya yang mengejek dan mencemoohkannya beratus-ratus tahun lamanya. Hal serupa itu sudah menjadi sunnah Allah pada rasul-rasul-Nya. Namun demikian, kesudahannya adalah kemenangan dan keberuntungan bagi orang-orang yang bertakwa dan sabar. Sebaliknya, kekalahan dan kerugian akan menimpa orang-orang yang membangkang terhadap kebenaran dan orang-orang yang berbuat jahat. Ini sesuai dengan ayat-ayat lain seperti firman Allah:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat). (al-Mumin/40: 51)\n\nDalam Al-Quran tidak diterangkan dengan tegas berapa usia Nabi Nuh a.s., tetapi hanya disebutkan dalam firman-Nya sebagai berikut:\n\nDan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim. (al-Ankabut/29: 14)\n\nYang jelas ayat tersebut hanya menyatakan bahwa Nuh a.s. tinggal di antara kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun. Ada kemungkinan bahwa rentang waktu tersebut hanya menunjuk pada jangka waktu dalam menyampaikan dakwah kepada kaumnya. Dan ada kemungkinan pula bahwa itulah jumlah seluruh usianya termasuk di dalam masa menyampaikan dakwah." } } }, { "number": { "inQuran": 1523, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 12, "page": 227, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ilaa 'aadin akhaahum Hoodaa; qaala yaa qawmi' budul laaha maa lakum min ilaahin ghairuhooo in antum illaa muftaroon" } }, "translation": { "en": "And to 'Aad [We sent] their brother Hud. He said, \"O my people, worship Allah; you have no deity other than Him. You are not but inventors [of falsehood].", "id": "Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Selama ini) kamu hanyalah mengada-ada." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1523", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1523.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1523.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dipaparkan kisah Nabi Nuh beserta kaumnya dan diakhiri dengan pernyataan bahwa kesudahan baik akan diraih orang yang bertakwa, maka pada ayat ini diuraikan tentang kisah Nabi Hud beserta kaumnya, sebagaimana firman Allah, Dan Kami mewahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad bahwa kepada kaum 'Ad, Kami utus saudara mereka seketurunan, yaitu Nabi Hud. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah dan jangan menyembah selain Dia. Dialah Pencipta seluruh alam seisi-nya, tidak ada tuhan bagimu yang berhak disembah selain Dia. Dan apa pun yang selama ini kamu sembah, itu hanyalah mengada-ada karena bukti tentang keesaan dan kekuasaan Allah sudah jelas.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah telah mengutus rasul-Nya kepada bangsa ad yang berdiam di sebelah utara Hadramaut di Yaman dan sebelah barat Oman. Rasul Allah itu ialah Hud a.s. yang dipilih Allah dari bangsa ad sendiri, agar lebih mudah menyampaikan dan menanamkan kepercayaan kepada mereka. Menurut sebagian riwayat yang dikutip oleh sebagian mufasir dikatakan bahwa Nabi Hud a.s. adalah orang pertama yang berbahasa Arab dan rasul Allah pertama dari bangsa Arab keturunan Nuh a.s. Pada ayat ini, Allah mempergunakan uslub atau gaya bahasa ijaz yang singkat padat yaitu \"kepada kaum ad ada saudara mereka yaitu Hud,\" maksudnya, \"Kami telah utus kepada kaum ad seorang dari mereka yang bernama Hud.\" Tata bahasa semacam ini banyak dipergunakan dalam Al-Quran. \n\nHud a.s. sebagai rasul Allah, mulai menyeru kaumnya supaya menyembah Allah Yang Maha Esa, tiada tuhan yang lain melainkan Dia. Nabi Hud a.s. melarang mereka menyembah patung-patung dan berhala-berhala, karena perbuatan semacam itu adalah mempersekutukan Tuhan dan mengadakan perkataan bohong dengan menyebutkan bahwa patung-patung dan berhala-berhala yang mereka sembah itu, sebagai penolong yang dapat memberikan manfaat dan menolak mudarat (bahaya). Padahal patung-patung itu dibuat oleh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 1524, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 12, "page": 227, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e\u0646\u0650\u064a \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa qawmi laaa as'alukum 'alaihi ajran in ajriya illaa 'alal lazee fataranee; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "O my people, I do not ask you for it any reward. My reward is only from the one who created me. Then will you not reason?", "id": "Wahai kaumku! Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (seruanku) ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1524", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1524.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1524.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Nabi Hud menyampaikan bahwa dakwah yang ia lakukan adalah tulus tanpa pamrih dengan pernyataannya, \"Wahai kaumku! Aku tidak meminta suatu imbalan sedikit pun kepadamu atas seruanku ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Karena ketika Allah menciptakanku, pasti Dia telah menyiapkan segala sarana dan kebutuhanku. Maka jika demikian, tidakkah kamu memikirkan tentang kebenaran seruanku ini?\"", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa Hud a.s. dalam menyampaikan dakwah kepada kaumnya, sama sekali tidak meminta upah dan bayaran, sehingga mereka tidak dapat menuduhnya untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Ia hanya mengharap pahala dari Allah Yang telah menciptakannya sebagai manusia yang berpikiran sehat dan yang dapat membebaskan dirinya dari menyembah patung-patung yang dibikin oleh kaum Nuh a.s. Patung-patung itu mereka buat untuk mengabadikan jasa-jasa nenek moyang mereka yang saleh. Sebenarnya mereka terjerumus ke jurang syirik itu karena dipermainkan oleh tipu daya setan yang pada mulanya dimaksudkan untuk menghormati dan mengagungkan, tetapi pada akhirnya menjadi sesembahan.\n\nKemudian Nabi Hud a.s. mendorong kaumnya supaya mau memperguna-kan akal pikiran yang sehat, agar mereka bisa membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang membikin mudarat bagi mereka. Ia juga mengatakan bahwa ia menasihati mereka dan menunjukkan kepada jalan yang benar hanyalah untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat. Tetapi mereka tidak mau mengikutinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1525, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 12, "page": 227, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u062f\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmis taghfiroo Rabbakum summa toobooo ilaihi yursilis samaaa'a 'alaikum midraaranw wa yazidkum quwwatan ilaa quwwatikum wa laa tatawallaw mujrimeen" } }, "translation": { "en": "And O my people, ask forgiveness of your Lord and then repent to Him. He will send [rain from] the sky upon you in showers and increase you in strength [added] to your strength. And do not turn away, [being] criminals.\"", "id": "Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1525", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1525.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1525.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Nabi Hud lalu mengajak mereka, \"Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu yang selama ini telah melimpahkan karuniaNya kepadamu, dan mohonlah ampunan atas dosa yang kalian perbuat lalu bertobatlah kepada-Nya dengan meninggalkan kedurhakaan dan bertekad untuk tidak mengulanginya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras yang membawa keberkahan dengan berbagai karunia lahir dan batin, dan Dia akan menambahkan pula kekuatan yang besar berupa kekuatan spiritual buah dari keimanan kepada Allah atau berupa keturunan dan harta benda di atas kekuatan fisikmu yang kalian miliki sekarang. (Lihat: Surah Nuh/71: 10-12). Maka sekali lagi bertobatlah, dan janganlah kamu berpaling dari tuntunan-Nya yang aku sampaikan, dan janganlah kembali lagi menjadi orang yang berdosa.\" Ayat ini menunjukkan bahwa beristigfar dan bertobat adalah pangkal segala kebaikan jiwa, raga, harta, dan keturunan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Hud a.s., setelah mengajak kaumnya menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan melarang mereka menyekutukan-Nya dengan beribadah kepada berhala-berhala, menyuruh mereka meminta ampun kepada Allah yang kemudian bertobat dengan penuh keikhlasan. Selanjutnya Hud a.s. menjelaskan, apabila mereka berbuat seperti yang telah dinasihatkan itu, niscaya Allah akan menurunkan hujan lebat, yang sangat besar manfaatnya bagi mereka sebagai bangsa yang banyak mempunyai tanam-tanaman dan kebun-kebun. Allah juga akan menambah kekuatan dan kemuliaan yang mereka impikan, di samping yang sudah mereka miliki. Oleh karena itu, Nabi Hud a.s. memperingatkan kaumnya, supaya tidak berpaling dari kebenaran yang telah dinasihatkan kepada mereka dan tidak meneruskan kesalahan-kesalahan besar yang sudah biasa mereka lakukan yaitu menyembah berhala-berhala, patung-patung dan terjerumus pada perbuatan jahat lainnya. Kaum Hud a.s. itu, yang disebut bangsa ad atau kabilah ad atau kaum ad, di samping terkenal sebagai bangsa yang kaya raya di bidang pertanian, mereka terkenal pula sebagai orang-orang kuat yang bertubuh kekar, yang menyebabkan mereka bertambah sombong dan takabur, sebagaimana yang diterangkan oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nMaka adapun kaum ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, \"Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?\" Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan. (Fushshilat/41: 15-16)" } } }, { "number": { "inQuran": 1526, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 12, "page": 227, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u062a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Hoodu maa ji'tanaa bibaiyinatinw wa maa nahnu bitaarikeee aalihatinaa 'an qawlika wa maa nahnu laka bimu'mineen" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Hud, you have not brought us clear evidence, and we are not ones to leave our gods on your say-so. Nor are we believers in you.", "id": "Mereka (kaum ‘Ad) berkata, “Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1526", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1526.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1526.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Hud mengajak kaum 'Ad kepada ketauhidan, mereka lalu berkata, \"Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami tentang kebenaran ajaran yang kamu bawa, dan karena itu, kami pun tidak akan meninggalkan sesembahan kami yang selama ini telah kami sembah hanya karena perkataanmu yang tidak berdasar dan kami tidak akan mempercayaimu. Sekalipun bukti kekuasaan Allah yang disampaikan para rasul sudah jelas, karena kesombongan, seseorang menganggap bahwa bukti tersebut tidak jelas.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan tantangan kaum Hud a.s. terhadap dakwah yang disampaikan Hud a.s. dengan cara membangkang dan mengatakan, bahwa Hud a.s. tidak memberikan bukti yang nyata sedikit pun yang menunjukkan kebenarannya sebagai rasul Allah, yang ditugaskan untuk menyampaikan dakwah kepada mereka. Sebab itu mereka tidak akan meninggalkan penyembahan berhala-berhala dan patung-patung hanya karena mendengar ucapannya yang tidak beralasan, dan menyatakan bahwa mereka tidak akan percaya kepadanya. Tantangan kaum Hud yang keras ini, pada mulanya didasarkan kepada tidak-adanya bukti yang nyata yang disampaikan oleh Nabi Hud a.s. kepada mereka tentang kebenarannya sebagai rasul Allah. Akan tetapi bila diperhatikan dari cara, gaya, dan isi dari tantangan kaumnya itu, maka dapat disimpulkan bahwa mereka hakikatnya hanya membangkang, bukan karena tidak adanya bukti atau dalil yang nyata. Dengan adanya tantangan itu mereka tidak bisa diharapkan lagi untuk beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 1527, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u06d7 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0634\u0652\u0647\u0650\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In naqoolu illa' taraaka ba'du aalihatinaa bisooo'; qaala inneee ushhidul laaha wash hadooo annee bareee'um mimmaa tushrikoon" } }, "translation": { "en": "We only say that some of our gods have possessed you with evil.\" He said, \"Indeed, I call Allah to witness, and witness [yourselves] that I am free from whatever you associate with Allah", "id": "kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Dia (Hud) menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1527", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1527.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1527.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Nabi Hud melontarkan tuduhan kepada nabinya seraya berkata, \"Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu disebabkan kamu mencela berhala sesembahan kami.\" Kemudian dia, yakni Nabi Hud menjawab, \"Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah Tuhan yang Mahakuasa dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan terhadap Allah yang Maha Esa, Penguasa alam semesta.", "long": "Pada ayat ini diterangkan kelanjutan dari tantangan kaum Hud a.s., yaitu dengan mengatakan kepadanya, bahwa ucapan Hud itu mirip seperti ucapan orang yang kemasukan setan. Ucapan itu sama sekali tidak dapat mereka terima, lebih-lebih ucapan yang meremehkan dan menghalang-halangi mereka untuk beribadah kepada berhala. Tantangan ini ternyata diikuti dengan tantangan yang lebih keras dari yang sebelumnya. Mereka menuduh Hud a.s. menderita penyakit gila, jadi tidak perlu didengar perkataannya apalagi dipercayai. Penyakit gila itu, menurut anggapan mereka, disebabkan karena Hud a.s. durhaka kepada sesembahan-sesembahan mereka. Itulah sebabnya Nabi Hud a.s. mengambil kesimpulan bahwa dakwahnya tidak akan berguna lagi bagi mereka, sehingga ia menjawab tantangan mereka itu dengan mengatakan bahwa ia bersaksi kepada Allah dan menyuruh mereka supaya menyaksikannya, bahwa sesungguhnya ia terlepas dari apa yang mereka persekutukan itu. Jawaban Hud a.s. ini menunjukkan suatu sikap yang tegas, penuh dengan keimanan dalam mempertanggungjawabkan kebenaran dakwahnya, yang disampaikan kepada kaumnya tanpa memperdulikan segala macam bentuk rintangan dan tantangan yang dihadapinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1528, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Min doonihee fakeedoonee jamee'an summa laa tunziroon" } }, "translation": { "en": "Other than Him. So plot against me all together; then do not give me respite.", "id": "dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1528", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1528.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1528.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku berlepas diri dari sesembahan selain Allah, seperti berhala. Oleh sebab itu, jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku bersama penolongpenolongmu untuk mencelakakan aku, dan jangan kamu tunda lagi walau sekejap.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan kelanjutan dari jawaban Nabi Hud a.s. kepada kaumnya dengan yang lebih keras dan dijiwai oleh keberanian yang penuh untuk mempertanggungjawabkan kebenaran dakwahnya.\n\nDengan nada menantang Hud a.s. menyuruh kaumnya yang sangat membangkang itu, supaya bersatu semuanya bersama dengan tuhan-tuhan mereka dalam melaksanakan segala macam tipu daya untuk membinasakan-nya seketika itu juga, tanpa memberikan kesempatan kepadanya, untuk mempersiapkan lebih dahulu guna membela diri. Jawaban ini cukup jelas menunjukkan bahwa Hud a.s. tidak takut sama sekali kepada kaumnya yang kafir itu, apalagi kepada tuhan-tuhan mereka yang tidak dapat berbuat apa-apa. Perkataan serupa ini pernah diucapkan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya, sebagaimana yang diterangkan dalam firman Allah:\n\nKarena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi. (Yunus/10: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 1529, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645 \u06da \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0622\u062e\u0650\u0630\u064c \u0628\u0650\u0646\u064e\u0627\u0635\u0650\u064a\u064e\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innee tawakkaltu 'alallaahi Rabbee wa Rabbikum; maa min daaabbatin illaa Huwa aakhizum binaasiyatihaa; inna Rabbee 'alaa Siraatim mustaqeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, I have relied upon Allah, my Lord and your Lord. There is no creature but that He holds its forelock. Indeed, my Lord is on a path [that is] straight.\"", "id": "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1529", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1529.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1529.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya aku bertawakal dengan menyerahkan semua urusanku hanya kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu, karena Dialah yang mememeliharaku dan dapat menghindarkan diriku dari tipu dayamu. Tidak satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di muka bumi melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya, yakni menguasai, mengatur, dan mengurus semua makhluk-Nya. Sungguh, Tuhanku berada di jalan yang lurus, yakni jalan yang benar dan adil sehingga kamu tidak bisa semenamena berbuat zalim terhadap diriku karena Allah menolongku. Ayat ini menganjurkan untuk berserah diri kepada Allah terhadap segala urusan, setelah berusaha secara maksimal.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan perkataan Hud a.s. dalam menjawab tantangan kaumnya, yaitu setelah ia menyuruh mereka bergabung semuanya bersama dengan tuhan-tuhan mereka dalam melaksanakan segala macam tipu daya untuk membinasakannya, lalu dinyatakannya bahwa ia sudah bertawakkal sepenuhnya kepada Allah Tuhannya, dan juga Tuhan mereka yang telah menciptakan alam semesta ini. Tidak ada binatang satu pun yang melata di atas jagat raya ini yang tidak dikuasai-Nya, dan Allah Mahaadil membimbing hamba-Nya di atas jalan yang lurus, menolong orang-orang yang benar, dan menindas orang-orang yang zalim. Dengan demikian, jawaban Hud a.s. kepada kaumnya yang bernada menantang dengan berani itu, bukanlah didorong oleh rasa sombong, takabur dan sebagainya, tetapi didorong oleh keimanan yang telah membaja dalam lubuk hatinya untuk mempertanggungjawabkan kebenaran dakwahnya yang disampaikan kepada kaumnya. Hud a.s. yakin bahwa orang-orang kafir dari kaumnya itu tidak akan dapat berbuat sesuatu apa pun di luar ketentuan dan kehendak Allah. Maka timbullah tawakalnya sesuai dengan anjuran Allah, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:" } } }, { "number": { "inQuran": 1530, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u063a\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064c", "transliteration": { "en": "Fa in tawallaw faqad ablaghtukum maaa ursiltu biheee ilaikum; wa yastakhlifu Rabbee qawman ghairakum wa laa tadur roonahoo shai'aa; inna Rabbee 'alaa kulli shai'in Hafeez" } }, "translation": { "en": "But if they turn away, [say], \"I have already conveyed that with which I was sent to you. My Lord will give succession to a people other than you, and you will not harm Him at all. Indeed my Lord is, over all things, Guardian.\"", "id": "Maka jika kamu berpaling, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1530", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1530.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1530.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka jika kamu berpaling dari ajakanku, dan tetap dalam kekafiran, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul, yaitu menyampaikan risalah Allah disertai dengan bukti-bukti kebenaran risalah itu kepadamu. Dan aku telah menyampaikan juga bahwa Tuhanku akan menimpakan azab kepadamu jika kamu tetap dalam kekafiran, kemudian mengganti kamu dengan kaum yang lain yang beriman kepada Allah, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun disebabkan oleh perbuatan durhaka yang kamu lakukan. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu, serta mengetahui apa yang kamu lakukan. Karena itu, Dia akan memeliharaku dari gangguan dan tipu daya kamu.\" Ayat ini menunjukkan bahwa binasanya suatu kaum disebabkan mereka mengingkari risalah para rasul-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan rangkaian penutup dari perkataan Hud a.s. kepada kaumnya dengan memperingatkan bahwa jika mereka berpaling dari apa yang telah disampaikannya itu, dan tetap mendustakannya sebagai rasul Allah, maka ia tidak dapat lagi berbuat lebih dari itu, karena ia telah melaksanakan dakwah yang diamanatkan Allah kepadanya. Amanat itu telah dilaksanakan dengan ikhlas, dan tugasnya hanya sekadar menyampaikan. Oleh karena itu, jika mereka masih tetap menantang dan membangkang, maka azab Allah akan ditimpakan kepada mereka dan mereka diganti Allah dengan kaum yang lain.\n\nSelanjutnya Hud a.s. menegaskan bahwa mereka sedikitpun tidak akan dapat membuat mudarat terhadap Allah, disebabkan berpaling dari keimanan atau dengan sebab-sebab lainnya. Sesungguhnya Allah Maha Pemelihara segala sesuatu dengan cermat, sesuai dengan sunnah-Nya yang ditentukan oleh iradah-Nya, antara lain menolong rasul-rasul-Nya dan menimpa azab kepada musuh-musuh mereka.\n\nPenegasan Hud a.s. kepada kaumnya bahwa mereka tidak akan dapat membuat mudarat kepada Allah, disebabkan berpalingnya mereka dari beriman dan tetap dalam kekafiran, bukanlah sekadar peringatan untuk menakut-nakuti mereka, tetapi memang demikianlah hakikat dan kenyataannya, dan ini sesuai dengan firman Allah:\n\nJika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. (az-Zumar/39: 7)\n\nDan firman Allah:\n\nMaka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik). Katakanlah, \"Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.\" (az-Zumar/39: 15)" } } }, { "number": { "inQuran": 1531, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064d", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'a amrunaa najainaa Hoodanw wallazeena aamanoo ma'ahoo birahmatim minnaa wa najainaahum min 'azaabin ghaleez" } }, "translation": { "en": "And when Our command came, We saved Hud and those who believed with him, by mercy from Us; and We saved them from a harsh punishment.", "id": "Dan ketika azab Kami datang, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami. Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1531", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1531.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1531.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengisahkan ajakan Nabi Hud kepada kaumnya untuk beriman dan azab yang akan diturunkan kepada mereka jika mereka tetap dalam kekafiran, maka Allah pada ayat berikut menjelaskan kebenaran informasi yang disampaikan oleh Nabi Hud. Dan ketika azab Kami untuk membinasakan kaum 'Ad datang, yaitu berupa angin yang sangat kencang, maka Kami selamatkan Nabi Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami yang selalu mengiringi mereka. Dan Kami selamatkan pula mereka di akhirat nanti dari azab yang berat lagi pedih sebagaimana yang Allah timpakan kepada orang-orang kafir.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa sewaktu datang azab Allah kepada kaum Hud a.s. sebagai akibat dari pembangkangan mereka, Nabi Hud a.s. beserta pengikut-pengikutnya yang beriman telah diselamat-kan Allah dari azab dunia yang sangat dahsyat itu sebagai rahmat dan karunia Allah kepada mereka dan akan menyelamatkan mereka dari azab Allah yang lebih berat di akhirat nanti. Sedang kaum Hud a.s. yang tetap menentang dan membangkang itu, musnah semuanya dan akan mendapat azab yang lebih berat di akhirat nanti.\n\nAdapun azab Allah yang ditimpakan kepada kaum Hud a.s. yaitu berupa angin yang sangat dingin lagi kencang, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:\n\nSedangkan kaum ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? (al-Haqqah/69: 6-8)" } } }, { "number": { "inQuran": 1532, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u06d6 \u062c\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0639\u064e\u0646\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa tilka 'aad, jahadoo bi Aayaati Rabbihim wa 'asaw Rusulahoo wattaba'ooo amra kulli jabbaarin 'aneed" } }, "translation": { "en": "And that was 'Aad, who rejected the signs of their Lord and disobeyed His messengers and followed the order of every obstinate tyrant.", "id": "Dan itulah (kisah) kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan. Mereka mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1532", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1532.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1532.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikian itulah akhir kisah kaum 'Ad yang dibinasakan Allah disebabkan mereka mengingkari tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Tuhan. Mereka juga mendurhakai rasul-rasul-Nya yang diutus membawa bukti-bukti kebenaran risalah yang dibawanya, dan mereka pun menuruti perintah semua penguasa yang bertindak sewenang-wenang terhadap orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, lagi durhaka terhadap kebenaran ajaran yang dibawa oleh utusan Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa itulah kisah kaum ad yang telah mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah dan mendurhakai rasul-Nya yang diutus untuk memberikan petunjuk kepada mereka menuju jalan yang benar, yaitu mengesakan-Nya dan mematuhi perintah-Nya. Tetapi mereka hanya mau mematuhi perintah penguasa yang sewenang-wenang yang tidak mau mengikuti kebenaran walaupun dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang cukup meyakinkan.\n\nPada ayat ini diterangkan bahwa bangsa ad (kaum Hud a.s.) itu mendurhakai rasul-rasul Allah. Apakah memang demikian? Atau hanya mereka durhakai seorang rasul Allah saja yaitu Hud a.s.? Para mufasir menjelaskan bahwa yang mereka dustakan itu adalah Hud a.s., tetapi mendustakan atau mendurhakai seorang rasul Allah berarti mendustakan atau mendurhakai semua rasul-Nya. Sebab, semua rasul mengemban tugas yang sama, yaitu mengajak supaya bertauhid kepada Allah dan mematuhi perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1533, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 187, "hizbQuarter": 91, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u062a\u0652\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0647\u064f\u0648\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa utbi'oo fee haazihid dunyaa la'natanw wa Yawmal Qiyaamah; alaaa inna 'Aadan kafaroo Rabbahum; alaa bu'dal li 'Aadin qawmin Hood" } }, "translation": { "en": "And they were [therefore] followed in this world with a curse and [as well] on the Day of Resurrection. Unquestionably, 'Aad denied their Lord; then away with 'Aad, the people of Hud.", "id": "Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di hari Kiamat. Ingatlah, kaum ‘Ad itu ingkar kepada Tuhan mereka. Sungguh, binasalah kaum ‘Ad, umat Hud itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1533", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1533.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1533.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka yang dibinasakan itu pun selalu diikuti dengan laknat, yakni dijauhkannya dari rahmat Allah selama di dunia ini dan begitu pula mereka mendapat laknat di hari Kiamat nanti berupa siksa neraka yang sangat pedih. Ingatlah, bahwa kaum 'Ad itu ingkar kepada Tuhan mereka dan mengingkari nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada mereka. Sungguh, binasalah kaum 'Ad, umat Nabi Hud itu, dan mereka dijauhkan dari rahmat-Nya. Allah tidak membinasakan suatu kaum, kecuali apabila mereka berbuat kerusakan dan mengingkari nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa kaum ad yang terus-menerus membangkang dalam kekafiran itu, telah ditimpa kutukan Allah di dunia ini, sehingga mereka musnah semuanya ditiup angin keras yang sangat dahsyat dan kelak disusul dengan azab yang lebih pedih dan lebih dahsyat lagi pada hari Kiamat.\n\nSelanjutnya Allah memperingatkan kepada semua hamba-Nya agar menyadari bahwa demikian itulah balasan terhadap kaum ad yang kafir, yang mengingkari keesaan Allah Yang Mahakuasa, yang telah menciptakan mereka. Mereka juga mendustakan rasul-rasul-Nya dengan angkuh dan keras kepala, hanya karena mengejar keberuntungan duniawi yang tidak kekal.\n\nKemudian pada akhir ayat ini, Allah menyatakan dengan jelas bahwa kebinasaanlah bagi kaum ad yang telah jauh dari rahmat Allah, mereka adalah kaum Hud a.s. yang tidak percaya kepada Hud a.s. dan kepada dakwah yang dibawanya, sehingga mereka mendapat kutukan di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1534, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 188, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u062c\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa ilaa Samooda akhaahum Saalihaa; qaala yaa qawmi' budul laaha maa lakum min ilaahim ghairuhoo Huwa ansha akum minal ardi wasta' marakum feehaa fastaghfiroohu summa toobooo ilaih; inna Rabbee Qareebum Mujeeb" } }, "translation": { "en": "And to Thamud [We sent] their brother Salih. He said, \"O my people, worship Allah; you have no deity other than Him. He has produced you from the earth and settled you in it, so ask forgiveness of Him and then repent to Him. Indeed, my Lord is near and responsive.\"", "id": "dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1534", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1534.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1534.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan kisah kaum Nabi Hud dan keingkaran mereka terhadap nabinya serta azab yang ditimpakan kepada mereka, maka ayat berikut ini, menjelaskan tentang kisah kaum Samud. Dan kepada kaum Samud yang mendiami wilayah Hijr antara kota Madinah dengan Tabuk, Kami utus saudara seketurunan mereka, yaitu Nabi Saleh, dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah Tuhan yang Esa, karena tidak ada Tuhan bagimu yang pantas dan layak disembah selain Dia. Dialah Allah yang telah menciptakanmu dari bumi, yakni Nabi Adam yang diciptakan Allah dari tanah, dan menugaskanmu memakmurkannya, karena kamu memang layak untuk mengurus bumi dengan bercocok tanam, membangun rumah, mendirikan bangunan, gedung-gedung tinggi, dan lain sebagainya. Tapi ternyata di antara kamu ada yang melakukan pelanggaran dengan berbuat kerusakan, seperti eksploitasi hutan maupun hasil bumi secara besar-besaran tanpa menjaga kelestarian dan keseimbangan alam serta lingkungannya. Karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya atas dosa-dosa yang kamu lakukan, kemudian bertobatlah kepada-Nya dengan meninggalkan perbuatan syirik dan dosa, lalu sembahlah Allah. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat rahmatNya kepada orang-orang yang taat dan memperkenankan doa hamba-Nya.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia telah mengutus seorang utusan kepada kaum namud, namanya Saleh. Ia menyeru mereka supaya menyembah Allah dan meninggalkan sembahan-sembahan yang telah membawa mereka kepada jalan yang salah dan menyesatkan. Allah-lah yang menciptakan mereka dari tanah. Dari tanah itulah diciptakan-Nya Adam a.s. dan dari tanah itu pulalah asal semua manusia. Setelah manusia berkembang biak di atas bumi mereka diserahi tugas memakmurkannya, sebagai anugerah dan karunia dari Allah. Dengan karunia itu kaum Samud telah hidup senang bahkan mereka telah dapat pula membuat rumah tempat berlindung seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nDan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu, (yang didiami) dengan rasa aman. (al-Hijr/15: 82)\n\nDemikian besarnya karunia dan nikmat Allah yang diberikan kepada mereka. Maka mereka wajib mensyukuri nikmat itu dengan mengagungkan dan memuliakan-Nya dan tidak menyembah selain-Nya. Dan seharusnyalah mereka bertobat kepada-Nya, karena keterlanjuran mereka berbuat kesesatan, menyembah sembahan-sembahan selain Dia. Bila mereka menyadari hal itu dan dengan sungguh-sungguh bertobat kepada-Nya tentulah Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penerima tobat akan mengampuni mereka dan memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Inilah yang diserukan dan dianjurkan Nabi Saleh a.s. kepada kaumnya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1535, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 12, "page": 228, "manzil": 3, "ruku": 188, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06d6 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Saalihu qad kunta feenaa marjuwwan qabla haazaaa atanhaanaaa an na'bu da maa ya'budu aabaaa'unaa wa innanaa lafee shakkim mimmaa tad'oonaaa ilaihi mureeb" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Salih, you were among us a man of promise before this. Do you forbid us to worship what our fathers worshipped? And indeed we are, about that to which you invite us, in disquieting doubt.\"", "id": "Mereka (kaum samud) berkata, “Wahai Saleh! Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang di harapkan, mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1535", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1535.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1535.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, yakni kaum Samud berkata, \"Wahai Saleh! Sungguh, engkau sebelum mengaku menjadi Nabi ini sebagai panutan yang berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan menjadi pemimpin yang kami cintai dan kami taati. Namun mengapa engkau sekarang melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami, bahkan engkau menyuruh kami hanya menyembah kepada Allah? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan jika kami meninggalkan berhala yang selama ini telah kami sembah, lalu tiba-tiba kami taat terhadap apa yang engkau serukan kepada kami, yaitu menyembah Allah.\"", "long": "Seruan Nabi Saleh yang demikian baiknya dan disertai dengan alasan-alasan yang dapat diterima serta dikuatkan dengan janji, bahwa mereka akan mendapat ampunan dari Allah Yang Maha Pemurah, ditolak mentah-mentah oleh kaumnya. Mereka menjawab: \"Hai Saleh, engkau adalah tumpuan harapan kami, karena engkau adalah orang yang terpandang, orang yang arif bijaksana, keturunan orang-orang mulia di antara kami dan kami percaya bahwa engkau akan dapat memimpin kami ke jalan yang benar. Tetapi semua harapan kami itu telah engkau kecewakan dengan seruanmu. Kami merasa heran, mengapa kamu melarang kami menyembah tuhan-tuhan kami yang telah menjadi sembahan kami dan nenek moyang kami sejak dahulu kala?" } } }, { "number": { "inQuran": 1536, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 188, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u062a\u064e\u062e\u0652\u0633\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala yaa qawmi ara'aytum in kuntu 'alaa baiyinatim mir Rabbee wa aataanee minhu rahmatan famai yansurunee minal laahi in 'asaituhoo famaa tazeedoonanee ghaira takhseer" } }, "translation": { "en": "He said, \"O my people, have you considered: if I should be upon clear evidence from my Lord and He has given me mercy from Himself, who would protect me from Allah if I disobeyed Him? So you would not increase me except in loss.", "id": "Dia (Saleh) berkata, “Wahai kaumku! Terangkanlah kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya? Maka kamu hanya akan menambah kerugian kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1536", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1536.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1536.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban dan sikap kaumnya, dia -Nabi saleh- berkata, Wahai kaumku! Terangkanlah kepadaku bagaimana sikap kamu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku berupa mukjizat yang dianugerahkan Allah sebagai bukti kerasulanku dan diberi-Nya aku rahmat dari-Nya, berupa pengetahuan, hidayah atau potensi yang bukan lahir dari kemampuanku? maka siapa yang akan menolongku dari azab Allah jika aku mendurhakai-Nya, dengan mengikuti keinginan kamu, tetap mempertahankan tradisi sesat para leluhur? Jika aku mengikuti keinginanmu, maka kamu hanya akan menambah kerugian kepadaku, karena kamu telah menyesatkanku, agar aku mengabaikan rahmat yang dianugerahkan Allah padaku, sehingga Allah murka terhadap diriku.", "long": "Nabi Saleh a.s. menjawab tuduhan dan tantangan kaumnya itu dengan menyatakan bahwa seruannya itu adalah seruan yang benar untuk kebaikan dan kebahagiaan mereka sendiri, jika mereka mau memikirkan dan mempertimbangkannya. Nabi Saleh meminta mereka mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya, jika ternyata ia yang benar dan dapat mengemuka-kan bukti-bukti dari Tuhan atas kebenaran seruan itu. Apakah mungkin ia mendurhakai-Nya dan enggan menyampaikan seruan ini kepada kaumnya. Siapakah yang dapat menolong jika Allah membinasakannya karena kedurhakaan itu? Ia harus menyampaikan kebenaran ini dan menjelaskan kepada mereka bahwa sembahan-sembahan dan berhala-berhala itu, tidak dapat menolong mereka sedikit pun. Oleh karena itu, sembahlah Allah yang menciptakan mereka dan memberi nikmat dan karunia kepada mereka sehingga mereka dapat hidup senang di muka bumi ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1537, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 188, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u0641\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmi haazihee naaqatul laahi lakum aayatan fazaroohaa taakul feee ardil laahi wa laa tamassoohaa bisooo'in fa yaakhuzakum azaabun qareeb" } }, "translation": { "en": "And O my people, this is the she-camel of Allah - [she is] to you a sign. So let her feed upon Allah 's earth and do not touch her with harm, or you will be taken by an impending punishment.\"", "id": "Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1537", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1537.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1537.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan tentang ajakan Nabi Saleh kepada kaumnya agar tidak menyembah selain Allah, serta tanggapan mereka terhadap ajakan tersebut, maka pada ayat ini dijelaskan tentang bukti kekuasaan Allah berupa mukjizat yang diberikan kepada Nabi Saleh yaitu seekor unta. Dan ketika mukjizat itu datang kepadanya, Nabi Saleh berkata, \"Wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu karena kamu menuntut agar dibuatkan seekor unta betina dari batu karang, sebagaimana kemampuan kamu memahat gunung menjadi relief yang indah bagaikan sesuatu yang benar-benar hidup (Lihat: Surah al-A'raf/7: 74 dan asy-Syu'ara /26: 149). Mendengar tantangan tersebut, Allah segera mendatangkan seekor unta betina yang keluar dari sebongkah batu besar. Unta yang diciptakan Allah sebagai mukjizat itu benar-benar hidup, ia memiliki bulu yang tebal, bisa mengandung dan melahirkan, makan dan minum -layaknya makhluk hidup- bahkan unta itu bisa memberikan minum kepada seluruh penduduk dari air susunya. Oleh sebab itu, biarkanlah dia makan di bumi Allah dan minum dari air sumur yang tersedia, sebagai hak yang harus dipenuhi untuk dia (Lihat: Surah asy-Syu'ara/26: 155 dan al-Qamar/54: 27-28). Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun seperti menyakiti atau membunuhnya yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa azab dalam waktu dekat.\"", "long": "Nabi Saleh a.s. mengatakan kepada kaumnya yang ingkar, bahwa kalau mereka tidak percaya akan seruanya ini, maka Allah telah mengirimkan seekor unta yang istimewa sebagai bukti atas kebenaran seruannya. Unta ini jauh berbeda sifat dan tingkah lakunya dari unta biasa, baik mengenai makan-minumnya, maupun tabiat dan sifatnya. Mereka dilarang mengganggunya dan membiarkan unta itu makan dan minum di tempat yang disukainya. Jika mereka berani mengganggu atau menganiayanya pasti mereka akan ditimpa siksaan dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1538, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 188, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u064e\u0642\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u06d6 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0643\u0652\u0630\u064f\u0648\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Fa 'aqaroohaa faqaala tamatta'oo fee daarikum salaasata aiyaamin zaalika wa'dun ghairu makzoob" } }, "translation": { "en": "But they hamstrung her, so he said, \"Enjoy yourselves in your homes for three days. That is a promise not to be denied.\"", "id": "Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1538", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1538.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1538.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka, yakni kaum Nabi Saleh yang membangkang menyembelih unta itu dengan pisau atau sejenisnya dengan tanpa menaruh rasa belas kasihan, kemudian dia Nabi Saleh berkata kepada mereka dengan nada mengejek, \"Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari, setelah itu kamu pasti akan binasa akibat perbuatan dosa yang kamu lakukan. Itu adalah janji Allah yang tidak dapat didustakan oleh siapa pun, karena Allah pasti akan menepati janji-Nya.\"", "long": "Tetapi kaum namud tetap tidak mempercayainya dan tetap menentang serta memperolok-olokkannya bahkan membunuh unta yang dikirimkan Allah sebagai mukjizat itu. Nabi Saleh a.s. sangat bersedih hati atas tindakan kaumnya, sebab dia yakin mereka akan dibinasakan Allah karena perbuatan mereka membunuh unta itu. Lalu Nabi Saleh berkata, \"Kamu diberi kesempatan oleh Allah bersenang-senang hidup di negeri ini selama tiga hari, dan sesudah itu kamu akan dibinasakan karena keingkaran dan kedurhakaan kamu. Ini adalah janji dari Allah, yang pasti terlaksana dan kamu akan melihat sendiri.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1539, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 188, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0626\u0650\u0630\u064d \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'a amrunaa najjainaa Saalihanw wal lazeena aamanoo ma'ahoo birahmatim minnaa wa min khizyi Yawmi'iz inna Rabbaka Huwal Qawiyyul 'Azeez" } }, "translation": { "en": "So when Our command came, We saved Salih and those who believed with him, by mercy from Us, and [saved them] from the disgrace of that day. Indeed, it is your Lord who is the Powerful, the Exalted in Might.", "id": "Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sungguh, Tuhanmu, Dia Mahakuat, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1539", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1539.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1539.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika keputusan Kami datang, kaum Nabi Hud itu binasa dan kami selamatkan Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dari azab itu dengan rahmat Kami selama di dunia dan Kami selamatkan pula dari kehinaan yang menimpa pada hari itu, yaitu hari Kiamat. Sungguh, Tuhanmu, Dia Mahakuat, dan Mahakuasa untuk mengalahkan siapa saja yang menentang, lagi Mahaperkasa terhadap siapa saja yang memusuhi para nabi dan kekasih-Nya.", "long": "Tatkala datang malapetaka yang diancamkan Allah kepada kaum Samud, sebagai siksaan dan balasan atas kedurhakaan mereka, Allah swt menyelamatkan Nabi Saleh a.s. dan orang-orang yang beriman bersamanya, dengan karunia dan rahmat-Nya, dari azab dan siksaan itu. Pada hari tersebut, mereka yang durhaka dimusnahkan semuanya. Mereka mendapat nama buruk dalam sejarah manusia, yang tentu saja akan dianggap sebagai lembaran hitam yang menodai kemurnian dan ketinggian martabat manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sungguh amat berat siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka, tetapi tindakan itu adalah adil dan sesuai dengan dosa dan kesalahan yang mereka lakukan. Allah-lah yang berhak melakukannya dan Dia-lah yang dapat melaksanakannya karena Dia adalah Maha Perkasa dan Maha Kuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 1540, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 188, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u062b\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa akhazal lazeena zalamus saihatu fa asbahoo fee diyaarihim jaasimeena" } }, "translation": { "en": "And the shriek seized those who had wronged, and they became within their homes [corpses] fallen prone", "id": "Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1540", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1540.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1540.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah tiga hari yang dijanjikan tiba, kemudian suara yang mengguntur demikian keras dari langit pun datang menimpa orang-orang zalim itu yang getarannya merontokkan jantung, sehingga mereka mati bergelimpangan di negerinya karena begitu dahsyatnya azab itu.", "long": "Kaum Samud dibinasakan Allah dengan suara keras yang mengguntur, menggoncangkan hati setiap pendengarnya dan menimbulkan gempa yang amat dahsyat, sehingga orang yang berdosa dan durhaka itu jatuh tersungkur tidak sadarkan diri lalu ditelan oleh bumi yang telah merekah dan pecah-belah. Tidak seorang pun di antara mereka yang dapat menyelamatkan diri dari malapetaka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1541, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 188, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Ka al lam yaghnaw feehaaa; alaaa inna Samooda kafaroo Rabbahum; alaa bu'dal li Samood." } }, "translation": { "en": "As if they had never prospered therein. Unquestionably, Thamud denied their Lord; then, away with Thamud.", "id": "Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum samud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1541", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1541.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1541.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keberadaan kaum Samud yang diazab hingga binasa, seolah-olah menggambarkan bahwa mereka belum pernah tinggal di tempat itu karena demikian dahsyatnya azab itu, hingga menghancurleburkan apa saja yang ada di negeri itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari dan mendurhakai Tuhan mereka yang selama ini memelihara, membimbing, dan berbuat baik kepada mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud karena jauh dari rahmat Allah. Hancurnya suatu negeri disebabkan ulah dan kedurhakaan yang dilakukan umat manusia.", "long": "Sungguh dahsyat malapetaka yang ditimpakan kepada mereka, sehingga dalam sesaat saja mereka sudah musnah semuanya, seakan-akan mereka tidak pernah ada di muka bumi, seakan-akan kampung halaman mereka tidak pernah didiami oleh manusia, hilang lenyap dan musnah ditelan bencana. Semua ini akibat kedurhakaan mereka terhadap Allah dan keingkaran mereka terhadap mukjizat dan bukti-bukti yang diturunkan-Nya. Sepantasnyalah mereka mendapat kutukan dan siksaan yang dahsyat." } } }, { "number": { "inQuran": 1542, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064d \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0630\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad jaaa'at Rusulunaaa Ibraaheema bilbushraa qaaloo salaaman qaala salaamun famaa labisa an jaaa'a bi'ijin haneez" } }, "translation": { "en": "And certainly did Our messengers come to Abraham with good tidings; they said, \"Peace.\" He said, \"Peace,\" and did not delay in bringing [them] a roasted calf.", "id": "Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Dia (Ibrahim) menjawab, “Selamat (atas kamu).” Ma-ka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1542", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1542.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1542.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan kisah kaum Samud dan kedurhakaan mereka serta kesudahannya, kemudian dipaparkan kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya ketika kedatangan tamu-tamu mulia yang tidak lain adalah para malaikat. Dan para utusan Kami, yakni para malaikat telah datang kepada Nabi Ibrahim dengan membawa kabar gembira tentang kelahiran putranya kelak yang akan lahir dari rahim Sarah istrinya, kemudian cucu yang akan lahir dari keturunannya, mereka mengucapkan, \"Selamat, semoga keselamatan dan kebahagiaan selalu tercurah padamu wahai Nabi Ibrahim.\" Kemudian dia -Nabi Ibrahim- pun menjawab, \"Selamat semoga kebahagiaan yang sempurna itu menyertaimu selamanya.\" Maka tidak lama kemudian sebagaimana layaknya tuan rumah yang baik, Nabi Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang untuk menjamu tamunya (Lihat: Surah az-Zariyat/51: 24-26). Ayat ini menganjurkan, memberi salam ketika berkunjung ke rumah orang, dan wajib hukumnya menjawab salam (Lihat: Surah an-Nisa /4: 86). Ayat ini juga memberi pelajaran untuk menghormati dan memuliakan tamu antara lain menjamu tamu.", "long": "Beberapa malaikat datang mengunjungi Nabi Ibrahim a.s. di rumah-nya untuk menyampaikan berita gembira kepadanya. Diriwayatkan dari Atha bahwa malaikat-malaikat itu terdiri dari Jibril, Mikail, dan Israfil a.s. Ada pula riwayat yang mengatakan mereka terdiri dari Jibril bersama tujuh malaikat lainnya. Mereka disambut oleh Nabi Ibrahim a.s. dengan sambutan yang baik sekali karena dia yakin bahwa tamunya yang penuh sopan-santun dan mengucapkan salam sebelum memasuki rumahnya adalah tamu-tamu terhormat dari kalangan orang-orang yang baik. Sudah menjadi kebiasaan bagi orang-orang Arab Badui bila kedatangan tamu, mereka harus disuguhi hidangan yang istimewa, sesuai dengan kesanggupan tuan rumah. Nabi Ibrahim a.s. pun menghidangkan untuk tamu-tamunya itu makanan yang lezat yaitu seekor domba yang dibakar di atas batu yang dipanaskan dan mempersilahkan mereka menikmati makanan yang istimewa itu. Tetapi tamu-tamu itu tidak mau menyentuh makanan itu, karena mereka adalah malaikat yang menyamar seperti manusia, sedang malaikat tidak membutuhkan makanan dan minuman." } } }, { "number": { "inQuran": 1543, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0650\u0644\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0643\u0650\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d", "transliteration": { "en": "Falammaa ra aaa aidiyahum laa tasilu ilaihi nakirahum wa awjasa minhum kheefah; qaaloo la takhaf innaaa ursilnaaa ilaa qawmi Loot" } }, "translation": { "en": "But when he saw their hands not reaching for it, he distrusted them and felt from them apprehension. They said, \"Fear not. We have been sent to the people of Lot.\"", "id": "Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1543", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1543.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1543.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika hidangan itu tersaji, Nabi Ibrahim menyodorkannya ke hadapan mereka seraya meminta agar hidangan itu dimakan. Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamah hidangan yang disodorkan-nya itu, dia -Nabi Ibrahim- mencurigai perihal kedatangan mereka, dan merasa takut kepada mereka karena khawatir kedatangan mereka akan membawa berita buruk. Menyaksikan sikap Nabi Ibrahim yang demikian itu mereka para malaikat itu pun berkata, \"Jangan takut, sesungguhnya kami diutus oleh Allah kepada kaum Lut untuk membinasakan mereka.\" Ayat ini memberi pelajaran tentang etika bertamu, hendaknya memberi rasa tenteram dan tenang ketika bertamu, terutama ketika seseorang menaruh curiga dan takut terhadap orang yang belum dikenal, hendaknya tamu segera menjelaskan identitas dirinya.", "long": "Karena para tamu tidak mau menyentuh makanan lezat yang dihidangkan itu, maka Nabi Ibrahim a.s. merasa curiga atas niat baik mereka. Di kalangan orang Arab bila tamu tidak makan makanan yang dihidangkan itu adalah suatu tanda tamunya bermaksud jahat terhadapnya. Berbagai macam perasaan seperti curiga, takut, dan lain sebagainya timbul dari hati Nabi Ibrahim a.s. dan istrinya, melihat sikap tamu-tamunya itu. Hal ini jelas tampak pada air mukanya yang tadinya berseri-seri, lantas berubah menjadi pucat pasi. Akhirnya para malaikat itu menjelaskan bahwa mereka adalah malaikat yang diutus Allah kepada kaum Luth untuk membinasakan mereka karena mereka adalah kaum yang terkutuk yang tidak mengindahkan peringatan Allah supaya mereka meninggalkan perbuatan maksiat dan terkutuk dan beriman kepada Allah swt serta kepada risalah yang dibawa Nabi Lut a.s." } } }, { "number": { "inQuran": 1544, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 12, "page": 229, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0636\u064e\u062d\u0650\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Wamra atuhoo qaaa'imatun fadahikat fabashsharnaahaa bi Ishaaqa wa minw waraaa'i Ishaaqa Ya'qoob" } }, "translation": { "en": "And his Wife was standing, and she smiled. Then We gave her good tidings of Isaac and after Isaac, Jacob.", "id": "Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Yakub." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1544", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1544.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1544.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan istrinya, Sarah, yang sedang berdiri dan mendengar perbincangan mereka, lalu dia pun tersenyum gembira mendengar hal tersebut dan hilanglah rasa takut dan curiga, maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang kelahiran seorang putra yang memiliki pengetahuan luas yang kelak akan diberi nama Ishak dan setelah Ishak kemudian akan lahir dari keturunannya seorang putra bernama Yakub (Lihat: Surah az-Zariyat/51: 28).", "long": "Istri Nabi Ibrahim a.s. yang bernama Sarah menjadi gembira dan tersenyum karena yang datang itu bukanlah orang jahat, tetapi adalah malaikat-malaikat utusan Allah, dan tentu saja mereka tidak mau makan dan minum. Selanjutnya mereka berkata kepada Sarah bahwa Allah telah menyampaikan suatu berita gembira untuknya bahwa dia akan melahirkan seorang anak bernama Ishak dan Ishak pun akan mempunyai keturunan pula di antaranya Yakub." } } }, { "number": { "inQuran": 1545, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0623\u064e\u0644\u0650\u062f\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062c\u064f\u0648\u0632\u064c \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0644\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u062e\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0639\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Qaalat yaa wailataaa 'aalidu wa ana 'ajoozunw wa haaza ba'lee shaikhan inna haazaa lashai'un 'ajeeb" } }, "translation": { "en": "She said, \"Woe to me! Shall I give birth while I am an old woman and this, my husband, is an old man? Indeed, this is an amazing thing!\"", "id": "Dia (istrinya) berkata, “Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1545", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1545.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1545.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar kabar gembira tentang lahirnya seorang putra bernama Ishak dalam kondisi mereka sudah lanjut usia, dia istri Nabi Ibrahim -Sarah- berkata dengan nada keheranan sambil memukul wajah dengan jarinya seraya berkata, \"Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan seorang anak padahal aku sudah tua, karena mustahil wanita seusiaku ini bisa hamil dan melahirkan seorang anak, dan lagi pula suamiku ini sudah sangat tua, untuk bisa memberikan keturunan? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib karena di luar kebiasaan yang ada (Lihat: Surah az-Zariyat/51: 29).\"", "long": "Alangkah terkejutnya Sarah ketika mendengar ucapan malaikat itu seakan-akan ia tidak percaya bahwa yang dihadapinya itu ialah malaikat-malaikat yang tidak pernah berbohong dan tidak akan berdusta selama-lamanya. Karena itu dengan spontan ia menjawab, \"Sungguh mengherankan! Bagaimana aku akan melahirkan seorang anak, padahal aku ini sudah tua dan suamiku sudah tua renta pula!\"\n\nDiriwayatkan bahwa umur Nabi Ibrahim di waktu itu 100 tahun dan istrinya 90 tahun. Menurut kebiasaan seorang perempuan bila telah berumur 50 tahun tidak haid lagi dan karena itu ia tidak ada harapan lagi untuk beranak. Apalagi Sarah adalah seorang perempuan mandul pula seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nKemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, \"(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.\" (az-Zariyat/51: 29)\n\nNabi Ibrahim a.s. tidak kurang terkejutnya mendengar berita itu seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?\" (al-hijr/15: 54)\n\nKeduanya (Nabi Ibrahim a.s. dan istrinya Sarah) sama-sama ragu akan berita gembira itu, karena biasanya hal itu tidak mungkin terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 1546, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064c \u0645\u0651\u064e\u062c\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Qaalooo ata'jabeena min amril laahi rahmatul laahi wa barakaatuho 'alaikum Ahlal Bayt; innahoo Hameedum Majeed" } }, "translation": { "en": "They said, \"Are you amazed at the decree of Allah? May the mercy of Allah and His blessings be upon you, people of the house. Indeed, He is Praiseworthy and Honorable.\"", "id": "Mereka (para malaikat) berkata, “Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, Maha Pengasih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1546", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1546.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1546.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar pernyataan Sarah, mereka para malaikat berkata, \"Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tak ada yang mengherankan dalam semua keputusanNya. Itu adalah rahmat dan berkah Allah yang luas dan banyak, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait keluarga Ibrahim! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji dalam nama, sifat, dan perbuatan-Nya, karena Dia melimpahkan karunia banyak kepada hamba-Nya, lagi Maha Pengasih memiliki kedudukan tinggi, karena Dialah Zat yang memiliki keagungan dan kebesaran.\"", "long": "Akhirnya para malaikat itu berkata, \"Apakah patut kamu merasa heran terhadap sesuatu yang telah ditetapkan Allah?\" Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa tidak akan sulit baginya bila Dia menghendaki akan menganugerahkan anak kepada siapa saja meskipun hal itu menurut adat dan kebiasaan tidak mungkin terjadi. Hal itu sungguh amat mudah bagi Allah sesuai dengan firman-Nya:\n\nSesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36: 82)\n\nSelanjutnya malaikat mengatakan, \"Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat kepada kamu, hai keluarga Ibrahim a.s. Dia-lah yang berhak disanjung dan dipuji.\"\n\nMendengar ucapan para malaikat itu mengertilah Nabi Ibrahim a.s. dan istrinya Sarah, bahwa mereka telah terlanjur dan terlalu lancang mengucapkan kata-kata padahal yang membawa berita gembira itu adalah para malaikat utusan Allah.\n\nTidaklah dapat dilukiskan bagaimana gembira dan bahagianya Nabi Ibrahim a.s. apalagi istrinya yang lain yang bernama Hajar telah melahirkan seorang putera bernama Ismail. Mereka mengucapkan syukur dan puji kepada Allah, yang telah memberi mereka karunia yang sudah lama mereka idam-idamkan dan hampir berputus-asa dalam hal ini karena mereka sudah tua." } } }, { "number": { "inQuran": 1547, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0648\u0652\u0639\u064f \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d", "transliteration": { "en": "Falammaa zahaba an Ibraaheemar raw'u wa jaaa'at hul bushraaa yujaadilunaa fee qawmi Loot" } }, "translation": { "en": "And when the fright had left Abraham and the good tidings had reached him, he began to argue with Us concerning the people of Lot.", "id": "Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Lut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1547", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1547.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1547.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendengar berita gembira dan penjelasan tentang maksud kedatangan para malaikat, maka ketika itu rasa takut pun hilang dari diri Nabi Ibrahim karena penjelasan para malaikat tentang maksud kedatangan mereka, dan kabar gembira akan kelahiran Ishak dan Yakub telah datang kepadanya, lalu dia pun berdiskusi dengan para malaikat Kami tentang kaum Nabi Lut yang akan diazab oleh Allah.", "long": "Setelah Nabi Ibrahim a.s. mengetahui bahwa yang datang kepadanya adalah malaikat utusan Allah, maka dia merasa lega dan hilanglah segala syakwasangka di dalam hatinya. Alangkah bahagianya keluarga Nabi Ibrahim a.s. di kala itu, tidak ada kegembiraan dan kebahagiaan yang melebihinya karena apa yang telah lama diingini dan diidam-idamkan, tiba-tiba dengan karunia dan rahmat Allah dia akan memperoleh seorang anak yang sekaligus telah diberi nama Ishak. Tetapi Nabi Ibrahim a.s. sebagai seorang penyantun dan pengasih dan penyayang terhadap umat manusia, di saat diliputi kegembiraan, ia tidak lupa bahkan ingat kembali akan ucapan para malaikat itu, bahwa mereka diutus Allah untuk membinasakan kaum Luth. Terlukislah di dalam ingatannya bagaimana buruknya nasib kaum Luth itu, dan bagaimana dahsyatnya malapetaka yang akan menimpa mereka. Rasa bahagia dan gembira dengan sekejap telah berganti dengan rasa cemas dan putus asa. Ia memberanikan dirinya untuk berdebat dengan para malaikat itu, dengan harapan rencana pembinasaan kaum Luth itu dapat dibatalkan. Hal itu tersebut dalam firman Allah:\n\nDan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, \"Sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim.\" (al-Ankabut/29: 31)" } } }, { "number": { "inQuran": 1548, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0644\u064e\u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0647\u064c \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Inna Ibraaheema lahaleemun awwwaahum muneeb" } }, "translation": { "en": "Indeed, Abraham was forbearing, grieving and [frequently] returning [to Allah].", "id": "Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1548", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1548.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1548.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Diskusi Nabi Ibrahim dengan Malaikat itu didorong oleh rasa santun dan ibanya kepada manusia. Dan sesungguhnya Nabi Ibrahim adalah sosok orang yang benar-benar penyantun, yakni penyabar dan tidak tergesa-gesa dalam bertindak. Karenanya ia berharap agar azab itu tidak segera diturunkan kepada kaum Nabi Lut, agar ada kesempatan untuk mereka bertobat. Nabi Ibrahim pun pengiba lantaran rasa takutnya ketika menghadap Allah dan munculnya rasa khawatir akan murka Allah dengan menurunkan azab terhadap orang yang berbuat salah, dan dia suka kembali kepada Allah dengan menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya.", "long": "Demikianlah rasa santun dan kasih sayang seorang nabi terhadap umat manusia, terutama Nabi Ibrahim a.s. yang dalam keadaan gembira dan bahagia ia akan memperoleh keinginan dan idaman hatinya yang telah lama dicita-citakannya, yaitu seorang anak laki-laki bernama Ishak dari istri pertama. Di dalam keadaan demikian, biasanya orang lupa akan segala-galanya, tetapi ia tidak melupakan nasib kaum Luth yang didengarnya bahwa mereka akan dibinasakan dan ia mohon kepada Tuhannya agar mereka diselamatkan dengan mengemukakan alasan dan harapan agar permohonannya itu dikabulkan. Sesungguhnya Nabi Ibrahim memang benar seorang yang penyantun dan menaruh iba (kasihan) terhadap orang yang ditimpa kemalangan dan selalu berserah diri kepada Tuhannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1549, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Yaaa Ibraaheemu a'rid 'an haazaaa innahoo qad jaaa'a amru Rabbika wa innahum aateehim 'azaabun ghairun mardood" } }, "translation": { "en": "[The angels said], \"O Abraham, give up this [plea]. Indeed, the command of your Lord has come, and indeed, there will reach them a punishment that cannot be repelled.\"", "id": "Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1549", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1549.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1549.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian para malaikat berkata, \"Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah perbincangan ini, yaitu agar azab kaum Nabi Lut ditunda, karena sungguh, ketetapan Tuhanmu untuk membinasakan kaum Nabi Lut telah datang. Dia lebih tahu perihal keadaan mereka, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak oleh siapa pun. Apabila Allah membuat suatu ketetapan untuk mengazab suatu kaum yang membangkang terhadap utusan-Nya, maka tidak ada satu pun yang dapat menolak ketetapan itu.", "long": "Akhirnya para malaikat dengan tegas mengatakan kepada Ibrahim sambil menolak permintaannya yang dikemukakan dengan sungguh-sungguh. Janganlah ia membicarakan nasib kaum Luth itu dan serahkanlah urusan mereka kepada keputusan Tuhannya. Allah telah memberi keputusan terhadap mereka bahwa mereka akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak, karena mereka adalah kaum yang ingkar akan perintah-Nya dan telah melakukan dosa dan maksiat yang sangat jahat dan menjijikkan. Dosa mereka tidak dapat diampuni lagi, mereka telah diberi kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada jalan yang lurus, tetapi semua dakwah dan seruan yang baik selalu mereka tolak, malah mereka sambut dengan cemoohan dan ejekan. Itulah keputusan Tuhanmu yang Maha Adil. Mereka dan negeri mereka akan dimusnahkan dengan menenggelamkannya ke dalam tanah." } } }, { "number": { "inQuran": 1550, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u0633\u0650\u064a\u0621\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0630\u064e\u0631\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0639\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'at Rusulunaa Lootan seee'a bihim wa daaqa bihim zar'anw wa qaala haazaa yawmun 'aseeb" } }, "translation": { "en": "And when Our messengers, [the angels], came to Lot, he was anguished for them and felt for them great discomfort and said, \"This is a trying day.\"", "id": "Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Lut, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan)nya. Dia (Lut) berkata, “Ini hari yang sangat sulit.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1550", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1550.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1550.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah para malaikat utusan Allah menyampaikan berita kepada Nabi Ibrahim, kemudian para malaikat yang menyamar sebagai orang laki-laki tampan itupun bertamu ke rumah Nabi Lut, sebagaimana dijelaskan berikut ini. Dan ketika para utusan Kami, yakni para malaikat itu datang kepada Nabi Lut, dia merasa curiga atas kedatangannya dan dadanya merasa sempit karena kehadiran-nya akan menarik perhatian kaumnya sehingga khawatir akan diganggu oleh mereka. Kemudian dia Nabi Lut berkata, \"Sungguh, ini adalah hari yang sangat sulit,\" karena Nabi Lut tidak bisa menolak kehadiran tamunya yang rupawan, dan Nabi Lut merasa tidak sanggup melindungi mereka jika mendapat gangguan dari kaumnya.", "long": "Tatkala malaikat-malaikat Allah datang kepada Lut, dalam bentuk pemuda yang rupawan, ia merasa susah karena kedatangan tamu-tamu itu. Ia sudah khawatir bahwa kaumnya pasti akan mengganggu mereka itu karena pemuda-pemuda itu menarik perhatian mereka, karena mereka suka kepada lelaki, bukan kepada wanita. Nabi Lut a.s. merasa sesak dadanya karena kedatangan tamu-tamu itu, sehingga ia berkata, \"Inilah hari yang paling menyulitkan dan paling berbahaya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1551, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u064a\u064f\u0647\u0652\u0631\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0637\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0632\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u064a\u0652\u0641\u0650\u064a \u06d6 \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u0631\u0651\u064e\u0634\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'ahoo qawmuhoo yuhra'oona ilaihi wa min qablu kaanoo ya'maloonas saiyiaat; qaala yaa qawmi haaa'ulaaa'i banaatee hunna atharu lakum fattaqul laaha wa laa tukhzooni fee daifee alaisa minkum rajulur rasheed" } }, "translation": { "en": "And his people came hastening to him, and before [this] they had been doing evil deeds. He said, \"O my people, these are my daughters; they are purer for you. So fear Allah and do not disgrace me concerning my guests. Is there not among you a man of reason?\"", "id": "Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Lut berkata, “Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1551", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1551.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1551.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tak lama setelah tamu itu tiba, maka kaumnya pun segera datang kepadanya dan bermaksud melakukan perbuatan keji terhadap tamu Nabi Lut itu. Dan memang sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji itu, yaitu menyukai sesama laki-laki. Menyaksikan tingkah laku mereka, Nabi Lut berkata, \"Wahai kaumku! Inilah putri-putriku yang ada di negeri ini yang sudah kamu kenal, mereka lebih suci bagimu untuk kamu jadikan sebagai istrimu, maka bertakwalah kepada Allah agar terhindar dari murka-Nya, dan janganlah kamu mencemarkan nama baikku dengan melakukan perbuatan keji dan jahat terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai dan menggunakan akalnya untuk berpikir mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk, serta berusaha menghindari segala bentuk perbuatan munkar?\"", "long": "Datanglah kaum Luth kepadanya dengan bergegas-gegas seperti orang-orang yang didorong oleh hawa nafsu yang jahat. Mereka sejak dahulu mengerjakan perbuatan-perbuatan yang keji dan sangat dicela oleh tabiat manusia yang wajar, lebih-lebih oleh syariat agama. Mereka suka melakukan homoseksual, melakukan hubungan kelamin dengan sesama lelaki tidak dengan wanita, dan mereka secara terang-terangan melakukan berbagai kemungkaran di balai pertemuannya. Firman Allah:\n\nApakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?\" (al-Ankabut/29: 29)\n\nNabi Lut a.s. berkata, \"Wahai kaumku inilah puteri-puteriku, dan puteri-puteri kaumku, silahkan kamu kawin dengan mereka. Mereka lebih suci bagimu dan kamu dapat bergaul secara halal dan baik dengan mereka dari pada memuaskan seleramu dengan melakukan homoseksual yang sangat keji dan merusak moral dan kesehatan. Bertakwalah kepada Allah dan hindarilah azab Allah, dan janganlah kamu mencemarkan namaku dengan memperkosa tamu-tamuku ini, sebab menghinakan tamu sama dengan menghinakan tuan rumahnya. Tidakkah ada di antara kamu seorang yang mempunyai akal yang sehat dan kebijaksanaan yang dapat mencegahmu dari perbuatan keji?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1552, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Qaaloo laqad 'alimta maa lanaa fee banastika min haqq, wa innaka lata'lamu maa nureed" } }, "translation": { "en": "They said, \"You have already known that we have not concerning your daughters any claim, and indeed, you know what we want.\"", "id": "Mereka menjawab, “Sesungguhnya eng-kau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu; dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1552", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1552.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1552.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar seruan Nabi Lut agar menjadikan perempuan sebagai istri, mereka menjawab, \"Sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa sejak dahulu hingga sekarang, kami tidak mempunyai keinginan atau ketertarikan terhadap putri-putrimu yang ada di negeri ini yang sudah kami kenal; dan engkau tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki untuk menyalurkan nafsu?\" Kami hanya menginginkan lelaki, bukan perempuan. Karena itu, janganlah kauminta kami menikahi perempuan!", "long": "Mereka menjawab, \"Sesungguhnya kamu sejak dahulu sudah tahu bahwa kami sama sekali tidak mempunyai hasrat untuk mengawini anak-anak perempuanmu itu dan anak-anak perempuan kaummu. Oleh karena itu, janganlah kamu mencoba untuk memalingkan perhatian kami dari pemuda-pemuda itu dengan menyodorkan anak-anak perempuanmu, karena kamu tentu telah mengetahui apa yang sebenarnya kami inginkan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1553, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u064a \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0622\u0648\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064f\u0643\u0652\u0646\u064d \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala law anna lee bikum quwwatan aw aaweee ilaa ruknin shadeed" } }, "translation": { "en": "He said, \"If only I had against you some power or could take refuge in a strong support.\"", "id": "Dia (Lut) berkata, “Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1553", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1553.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1553.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dia (Nabi Lut) berkata, \"Sekiranya aku mempunyai kekuatan atau kedudukan untuk menolak perbuatan jahatmu, atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat, tentu akan aku lakukan, agar aku dapat melindungi tamu-tamuku ini.\"", "long": "Nabi Lut a.s. berkata ketika kaumnya tetap ingin melaksanakan kejahatan homoseksual terhadap tamu-tamunya, sehingga ia putus harapan untuk menghentikan mereka dari perbuatan yang keji itu, \"Seandainya aku mempunyai kekuatan dan daya kemampuan untuk menghalangi kamu atau seandainya aku dapat menjumpai sekumpulan orang-orang yang kuat yang dapat menolong aku dari kejahatan-kejahatan kamu tentulah akan aku lakukan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1554, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 12, "page": 230, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064f\u0648\u0637\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0642\u0650\u0637\u0652\u0639\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0641\u0650\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0628\u0652\u062d\u064f \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0628\u0652\u062d\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Lootu innaa Rusulu Rabbika lai yasiloo ilaika fa asri bi ahlika biqit 'im minal laili wa laa yaltafit minkum ahadun illam ra ataka innahoo museebuhaa maaa asaabahum; inna maw'i dahumus subh; alaisas subhu biqareeb" } }, "translation": { "en": "The angels said, \"O Lot, indeed we are messengers of your Lord; [therefore], they will never reach you. So set out with your family during a portion of the night and let not any among you look back - except your wife; indeed, she will be struck by that which strikes them. Indeed, their appointment is [for] the morning. Is not the morning near?\"", "id": "Mereka (para malaikat) berkata, “Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1554", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1554.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1554.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan tentang tingkah laku kaum Nabi Lut yang melampaui batas, kemudian ayat berikut ini memberitakan bahwa Allah akan menurunkan azab kepada mereka. Mereka para malaikat berkata, Wahai Nabi Lut, jangan takut! sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu untuk menyampaikan berita bahwa mereka akan diazab Allah, sehingga mereka tidak akan dapat mengganggu kamu karena mereka akan binasa, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, yakni teruslah berjalan jangan kembali lagi kecuali istrimu yang tidak ikut bersamamu meninggalkan kota tempt tinggalmu, karena dia berkhianat. Sesungguhnya dia istrimu juga akan ditimpa azab sebagaimana yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu adalah pada waktu subuh, saat orang-orang masih tidur terlelap. Bukankah waktu subuh itu sudah dekat, karena itu segeralah bergegas meninggalkan kota ini.\"", "long": "Setelah para malaikat yang menjadi tamu Nabi Lut a.s. itu menyaksikan adanya kekhawatiran pada diri Nabi Lut a.s., mereka berkata, \"Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan Tuhanmu yang sengaja diutus untuk membinasakan mereka dan menyelamatkan kamu dari kejahatan-kejahatan mereka. Mereka sekali-kali tidak akan dapat mengganggu kamu, maka tenangkanlah hatimu. Ternyata penglihatan kaum Nabi Lut a.s. itu dijadikan gelap oleh Allah sehingga mereka tidak dapat melihat kepada Nabi Lut a.s. dan kepada tamu-tamunya seperti diterangkan dalam firman Allah:\n\nDan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku! (al-Qamar/54: 37)\n\nAkhirnya mereka kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan buta, tidak mengetahui jalan menuju ke rumahnya, mereka berteriak-teriak minta tolong dan mengatakan bahwa kami disihir oleh tamu-tamu yang berada di rumah Lut a.s.\n\nMalaikat itu berkata kepada Nabi Lut a.s., \"Keluarlah dari kampung ini, beserta keluarga dan kaummu yang beriman di akhir malam ini dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang ketinggalan atau menoleh ke belakang kecuali istrimu. Sesungguhnya azab yang akan menimpa mereka itu akan menimpa istrimu pula karena ia adalah seorang perempuan yang tidak beriman bahkan telah khianat kepada suaminya.\" Adapun sebabnya mereka tidak menoleh ke belakang, karena akibat menyaksikan azab itu, ia akan panik sehingga kakinya tidak akan dapat melangkah lagi dan akhirnya ditimpa oleh azab yang menyusul di belakangnya. Saat datangnya azab kepada mereka adalah waktu subuh seperti diterangkan dalam firman Allah:\n\nMaka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. (al-Hijr/15: 73)\n\nKemudian malaikat itu menegaskan kepastian turunnya azab dengan sebuah pertanyaan, \"Bukankah subuh itu sudah dekat? Maka segeralah kamu bersiap-siap untuk mencari keselamatan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1555, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 12, "page": 231, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0637\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u0650\u062c\u0651\u0650\u064a\u0644\u064d \u0645\u0651\u064e\u0646\u0636\u064f\u0648\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'a amrunaa ja'alnaa 'aaliyahaa saafilahaa wa amtamaa 'alaihaa hijaaratam min sijjeelim mandood" } }, "translation": { "en": "So when Our command came, We made the highest part [of the city] its lowest and rained upon them stones of layered hard clay, [which were]", "id": "Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1555", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1555.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1555.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika keputusan Kami datang untuk menurunkan azab kepada kaum Nabi Lut yang durhaka, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut sehingga bagian atas bangunan berada di bawah dan bagian bawah bumi ada di atas, sebagai akibat perbuatan mereka memutarbalikkan fitrah, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi tiada henti dari tempat tinggi dengan batu dari tanah yang terbakar (Lihat: Surah al-'Ankabut/29: 34 dan az-Zariyat/51: 32-33).", "long": "Ketika putusan Allah telah datang untuk mengazab kaum Luth, Allah menjadikan negeri mereka terjungkir balik, yang di atas jatuh ke bawah dan yang di bawah naik ke atas, dan Allah menghujani mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah yang terbakar hangus yang jatuh kepada mereka secara bertubi-tubi. Tentang ambruknya tanah menurut ahli pengetahuan adalah disebabkan karena adanya uap atau gas-gas yang keluar dari dasarnya kemudian karena adanya kekosongan di bawah lapisan bumi itu, maka tanah-tanah yang ada di atasnya menjadi runtuh dan ambruk ke bawah." } } }, { "number": { "inQuran": 1556, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 12, "page": 231, "manzil": 3, "ruku": 189, "hizbQuarter": 92, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064b \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Musawwamatan 'inda Rabbik; wa maa hiya minaz zaalimena biba'eed" } }, "translation": { "en": "Marked from your Lord. And Allah 's punishment is not from the wrongdoers [very] far.", "id": "yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1556", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1556.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1556.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab yang ditimpakan kepada kaum Nabi Lut yang diberi tanda oleh Tuhanmu mengandung pesan, bahwa apa yang menimpa kaum Nabi Lut bisa jadi menimpa siapa saja. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim kapan dan di mana saja berada pada setiap kurun waktu sepanjang zaman. Apabila perbuatan keji merajalela di tengah-tengah masyarakat, dan perbuatan itu mereka lakukan secara terang-terangan.", "long": "Allah menurunkan batu-batu sijjil sebelum bumi dijungkirbalikkan. Menurut firman Allah dalam surah adz-dzariyat batu-batu itu adalah tanah liat yang terbakar sehingga menjadi batu yang diberi tanda oleh Allah Taala dengan nama orang-orang yang akan ditimpakannya. Batu-batu itu dijatuhkan di tempat yang sering dilalui orang musyrik Quraisy ketika mereka berdagang ke negeri Syam supaya menjadi peringatan bagi mereka agar jangan memusuhi Muhammad, supaya jangan ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nabi Lut a.s. yang ingkar kepada nabinya. Tempat itu sering dilalui oleh mereka bila mereka berdagang di musim panas di negeri Syam seperti diterangkan dalam firman Allah:\n\nDan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi, (ash-saffat/37: 137)" } } }, { "number": { "inQuran": 1557, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 12, "page": 231, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0642\u064f\u0635\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0643\u0652\u064a\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064d", "transliteration": { "en": "Wa ilaa Madyana akhaahum Shu'aibaa; qaala yaa qawmi' budul laaha maa lakum min ilaahin ghairuhoo wa laa tanqusul mikyaala walmeezaan; inneee araakum bikhairinw wa innee akhaafu 'alaikum 'azaaba Yawmim muheet" } }, "translation": { "en": "And to Madyan [We sent] their brother Shu'ayb. He said, \"O my people, worship Allah; you have no deity other than Him. And do not decrease from the measure and the scale. Indeed, I see you in prosperity, but indeed, I fear for you the punishment of an all-encompassing Day.", "id": "Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (Kiamat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1557", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1557.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1557.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan kisah Kaum Nabi Lut yang diazab oleh Allah akibat kedurhakaan dan perbuatan keji yang mereka lakukan, kemudian diuraikan kembali kisah umat terdahulu, yaitu kaum Nabi Syuaib sebagai pelajaran bagi umat Nabi Muhammad. Dan kepada penduduk Madyan, Kami utus saudara satu keturunan dengan mereka, yaitu Nabi Syuaib. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu yang berhak disembah selain Dia. Kemudian Nabi Syuaib menasihati mereka seraya berkata, \"Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan dalam berniaga, karena perbuatan itu sama saja menipu manusia. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik ekonominya ditopang dengan keadaan wilayah yang subur, sehingga hidup makmur, bahagia dan sejahtera sehingga tidak perlu melakukan kecurangan. Dan sesungguhnya aku khawatir jika kamu menipu dan berbuat curang, kamu akan ditimpa azab pada suatu hari yang merata, yakni azab itu menimpa seluruh manusia yang ada di dalamnya karena dahsyatnya azab tersebut, sehingga tidak ada satu pun yang selamat.\"", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah swt mengutus Syuaib sebagai rasul-Nya kepada penduduk Madyan. Syuaib dipilih dari kaumnya sendiri. Syuaib adalah seorang putera keturunan dari Madyan bin Ibrahim a.s. Madyan membangun suatu daerah untuk kaumnya yang terletak di Hajar dekat negeri Syam, dan dinamakan sesuai dengan namanya, sehingga daerah itu beserta penduduknya dan kabilahnya dikatakan Madyan. Syuaib a.s. sebagai rasul Allah memulai tugas dakwahnya dengan mengajak kaumnya supaya menyembah Allah dan melarang mempersekutukan-Nya dengan berhala-berhala, patung-patung, dan sebagainya, karena tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Esa yang menciptakan seluruh alam semesta. Kemudian Syuaib a.s. melarang kaumnya mengurangi takaran dan timbangan, sebagaimana yang mereka lakukan dalam segala macam perdagangan dan jual-beli, sebab perbuatan itu sama dengan mengambil hak orang dengan kecurangan yang sangat jahat dan keji. Larangan serupa ini diterangkan pula dalam firman Allah:\n\nCelakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. (al-Muthaffifin/83: 1- 3)\n\nSyuaib a.s. menjelaskan kepada kaumnya, bahwa ia melihat mereka hidup berkecukupan dan kaya raya, mereka tidak perlu melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan. Sebab, perbuatan itu selain mengambil hak orang lain dengan cara yang licik dan keji juga berarti mengingkari nikmat Allah yang telah memberi kekayaan yang banyak kepada mereka. Semestinya mereka bersyukur kepada-Nya, bukan sebalik-nya mereka menambah harta kekayaan dengan kecurangan-kecurangan dan kelicikan-kelicikan yang sangat dimurkai Allah. Nabi Syuaib a.s. mem-peringatkan kaumnya, bahwa apabila mereka masih tetap membangkang dalam kekafiran dan terus melakukan pekerjaan tercela itu, maka ia khawatir mereka akan ditimpa azab yang membinasakan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1558, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 12, "page": 231, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0643\u0652\u064a\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062b\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmi awful mikyaala walmeezaana bilqisti wa laa tabkhasun naasa ashyaaa'ahum wa laa ta'saw fil ardi mufsideen" } }, "translation": { "en": "And O my people, give full measure and weight in justice and do not deprive the people of their due and do not commit abuse on the earth, spreading corruption.", "id": "Dan wahai kaumku! Penuhilah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1558", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1558.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1558.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah Nabi Syuaib melarang mengurangi takaran dan timbangan seraya berkata, \"Wahai kaumku! Penuhilah takaran dan timbangan dengan adil ketika berniaga, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dengan mengurangi timbangan dan takaran. Jika kalian melebihkan takaran dan timbangan untuk orang lain, itu merupakan tindakan yang lebih bagus. Dan jangan sekali-kali kamu membuat kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan di mana-mana hingga membuat rusaknya sebuah tatanan, dan hancurnya sebuah negeri.", "long": "Syuaib a.s. menjelaskan kepada kaumnya tentang hal yang harus mereka lakukan dalam soal takar-menakar dan timbang-menimbang, setelah lebih dahulu melarang mereka mengurangi takaran dan timbangan. Kewajiban itu ialah supaya kaumnya menyempurnakan takaran dan timbangan dengan adil tanpa kurang atau lebih dari semestinya. Bagi penjual yang sebetulnya dilarang ialah mengurangi takaran dan timbangan dari semestinya, dan tidak ada salahnya menambah dengan sepantasnya, untuk meyakinkan bahwa takaran dan timbangan itu benar-benar sudah cukup. Cara ini adalah terpuji, akan tetapi Syuaib a.s. mewajibkan mereka supaya berbuat adil tanpa kurang atau lebih. Ini maksudnya supaya dalam melaksanakan takaran dan timbangan benar-benar teliti. \n\nSetelah Nabi Syuaib a.s. melarang kaumnya mengurangi takaran dan timbangan dan mewajibkan mereka supaya menyempurnakannya, kemudian ia melarang mereka dari segala macam perbuatan yang sifatnya mengurangi hak-hak orang lain, hak milik perseorangan atau orang banyak, baik jenis yang ditakar dan yang ditimbang maupun jenis-jenis lainnya seperti yang dihitung atau yang sudah dibatasi dengan batas-batas tertentu. Lebih jauh lagi Nabi Syuaib a.s. melarang kaumnya berbuat apa saja yang sifatnya merusak atau mengganggu keamanan dan ketenteraman di muka bumi, baik yang berhubungan dengan urusan-urusan keduniaan maupun yang ber-hubungan dengan keagamaan. Ayat ini mengandung hukum antara lain:\n\na. Wajib menyempurnakan timbangan dan takaran sebagaimana mestinya.\n\nb. Haram mengambil hak orang lain, dengan cara dan jalan apa saja, baik hak itu milik perseorangan atau milik orang banyak seperti harta pemerintah dan perusahaan.\n\nc. Haram berbuat sesuatu yang bersifat merusak atau mengganggu keamanan dan ketenteraman di muka bumi, seperti mencopet, mencuri, merampok, korupsi, menteror, dan lain-lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1559, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 12, "page": 231, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064d", "transliteration": { "en": "Baqiyyatul laahi khairul lakum in kuntum mu'mineen; wa maa ana 'alaikum bihafeez" } }, "translation": { "en": "What remains [lawful] from Allah is best for you, if you would be believers. But I am not a guardian over you.\"", "id": "Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1559", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1559.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1559.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sisa keuntungan yang halal dari Allah meskipun sedikit nilainya, adalah lebih baik bagimu dari pada keuntungan banyak yang diperoleh dengan cara menipu dan berbuat curang, jika kamu betul-betul orang yang beriman kepada Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan aku bukanlah seorang penjaga atau saksi atas dirimu, aku hanyalah seorang rasul.\"", "long": "Pada ayat ini, Nabi Syuaib a.s. memberikan penjelasan kepada kaumnya bahwa keuntungan yang halal yang mereka peroleh setelah menyempurnakan takaran dan timbangan, adalah lebih baik dari keuntungan yang haram yang mereka peroleh dengan cara mengurangi takaran dan timbangan, jika mereka beriman. Karena iman itu benar-benar dapat membersihkan jiwa dari keserakahan dan ketamakan, dan mengisinya dengan sifat pemurah. Tetapi jika mereka tidak beriman, tentu tidak akan dapat merasakan sama sekali. Selanjutnya Nabi Syuaib a.s. menjelaskan kepada kaumnya, bahwa ia bukanlah orang yang ditugaskan memelihara atau menjaga mereka dari berbuat kejahatan-kejahatan. Dia hanya sekadar menyampaikan nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk kepada mereka. Tugas itu sudah dilaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan disertai dengan peringatan-peringatan tentang azab Allah kepada orang-orang yang tetap membangkang." } } }, { "number": { "inQuran": 1560, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 12, "page": 231, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0623\u064e\u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u064f\u0643\u064e \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062a\u0652\u0631\u064f\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0634\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Shu'aybu asalaatuka taamuruka an natruka maa ya'budu aabaaa'unaaa aw an naf'ala feee amwaalinaa maa nashaaa'oo innaka la antal haleemur rasheed" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Shu'ayb, does your prayer command you that we should leave what our fathers worship or not do with our wealth what we please? Indeed, you are the forbearing, the discerning!\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1560", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1560.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1560.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Syuaib memberi peringatan kepada kaumnya, lalu mereka berkata, dengan nada mengejek, sombong, dan angkuh, \"Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami yaitu berhala, atau engkau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki seperti cara membelanjakan dan cara memperolehnya yang engkau nilai sebagai kecurangan? Mereka memperolok dan menyindir Nabi Syuaib dengan perkataan, \"Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai menasihati seperti itu kepada kami.\" Perkataan ini mereka ucapkan untuk mengejek Nabi Syuaib.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan reaksi yang dihadapi Nabi Syuaib a.s. dari kaumnya sebagai bantahan atas dua macam isi dakwahnya itu, yaitu: pertama, supaya mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan tidak boleh mermpersekutukan-Nya dengan menyembah berhala-berhala dan sebagai-nya; kedua, supaya mereka menyempurnakan takaran dan timbangan dan tidak boleh menguranginya.\n\nTerhadap isi dakwah yang pertama, mereka membantah dengan mengatakan, \"Apakah salatmu, yang ditimbulkan oleh kekacauan pikiran yang tidak menentu dan perbuatan gila, yang mendorong dan memerintahkan kamu supaya kami meninggalkan sembahan kami dari berhala-berhala dan patung-patung yang disembah oleh nenek-moyang kami?\" Mereka sengaja menyebutkan salat Syuaib a.s. karena ia terkenal banyak melakukan salat sehingga menjadi ejekan bagi mereka, karena mereka menyangka bahwa perbuatannya itu adalah perbuatan gila dan kekacauan pikiran yang tidak menentu. Apabila kaumnya melihat ia sedang melakukan salat mereka saling mengedipkan mata dan mentertawakannya, maka salat itu adalah di antara syiar-syiar agama yang menjadi bahan tertawaan mereka.\n\nAdapun terhadap isi dakwahnya yang kedua, mereka membantah dengan mengatakan, \"Apakah salat itu yang memerintahkan kamu supaya melarang dan mengekang kebebasan kami dalam mendayagunakan harta kekayaan kami menurut kepandaian dan kecerdikan dengan segala macam tipu daya sesuai dengan kemauan dan keinginan kami? Sungguh kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi pandai.\"\n\nMenurut Ibnu Abbas, pujian kepada Syuaib a.s. itu merupakan ejekan terhadapnya, sedang yang mereka maksud ialah sebaliknya, yakni lawan dari dua sifat itu. Pendapat ini sesuai dengan percakapan mereka sebelumnya yang sifat dan tujuannya adalah mengejek.\n\nPendapat lain mengatakan bahwa pujian itu tetap menurut artinya yang asal berdasarkan prasangka mereka semula yaitu sebelum Syuaib a.s. menyampaikan dakwahnya itu kepada mereka. Seolah-olah mereka mengatakan, \"Kamu selama ini sangat penyantun lagi pandai, mengapa sekarang kamu mau menyusahkan kami?\" Pendapat ini seirama dengan perkataan kaum namud kepada Nabi Saleh a.s. yang diterangkan dalam firman Allah:\n\nMereka (kaum Samud) berkata, \"Wahai Saleh! Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan, mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami.\" (Hud/11: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 1561, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 12, "page": 231, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0641\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u062d\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650\u064a\u0642\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala yaa qawmi ara'aitum in kuntu 'alaa baiyinatim mir Rabbee wa razaqanee minhu rizqan hasanaa; wa maaa ureedu an ukhaalifakum ilaa maaa anhaakum 'anh; in ureedu illal islaaha mastata't; wa maa tawfeeqeee illaa billaah; 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi uneeb" } }, "translation": { "en": "He said, \"O my people, have you considered: if I am upon clear evidence from my Lord and He has provided me with a good provision from Him...? And I do not intend to differ from you in that which I have forbidden you; I only intend reform as much as I am able. And my success is not but through Allah. Upon him I have relied, and to Him I return.", "id": "Dia (Syuaib) berkata, “Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1561", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1561.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1561.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar sindiran mereka itu, dia -Nabi Syuaib- berkata, Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata tentang apa yang aku sampaikan kepadamu dari Tuhanku, dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik lagi banyak dan melimpah, pantaskah aku mengabaikan perintah dan larangan-Nya? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya, yakni aku tidak bermaksud melarang kamu melakukan sesuatu, sementara aku sendiri mengerjakan apa yang aku larang itu. Aku hanya bermaksud mendatangkan perbaikan dan keadilan selama aku masih sanggup melakukannya, bukan untuk memonopoli. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah Dan tidak ada taufik bagiku untuk menegakkan kebenaran melainkan dengan pertolongan Allah. Kepada-Nya aku bertawakal setelah berusaha maksimal, dan hanya kepada-Nya pula aku kembali, yakni mengembalikan segala urusan.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan jawaban Syuaib a.s. terhadap bantahan kaumnya itu dengan mengatakan, \"Hai kaumku bagaimana pikiranmu tentang persoalan ini jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku bahwa dakwah yang kusampaikan kepadamu itu bukan pendapatku sendiri tetapi wahyu dari Allah. Ia telah menganugerahkan kepadaku bermacam-macam rezeki yang baik. Semuanya aku peroleh dengan jalan yang halal, tanpa mengurangi takaran dan timbangan dan cara-cara lain yang sifatnya mengurangi atau merugikan hak orang lain dengan cara yang tidak sah. Apa yang kukatakan ini kepadamu sekalian adalah hasil percobaan dan pengalamanku dalam usaha yang berhasil baik yang mengandung kebajikan dan keberkahan, bukan sekadar berdasarkan teori atau omongan orang yang belum berpengalaman.\"\n\nSelanjutnya Nabi Syuaib a.s. menjelaskan kepada kaumnya dengan mengatakan, \"Sama sekali aku tidak bermaksud melarangmu untuk mengurangi takaran dan timbangan serta perbuatan-perbuatan lain yang sifatnya mengurangi atau merugikan hak orang lain dengan jalan yang tidak halal, lalu kemudian aku sendiri mengerjakannya, tetapi sejak semula aku telah berlaku jujur dan tidak mengerjakan penipuan dan kecurangan.\"\n\nKemudian Nabi Syuaib a.s. mengatakan bahwa ia tidak akan mendapat taufik dalam setiap langkah yang diambilnya, kecuali dengan hidayah dan pertolongan Allah. Kemudian ia menyatakan lagi bahwa ia tidak punya daya dan kekuatan, hanya kepada Allah-lah dia bertawakal dalam menunaikan dakwah yang disampaikan kepada kaumnya. Dan kepada-Nyalah ia kembali dalam segala urusan di dunia ini, dan Dialah yang akan membalas semua amalnya di hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1562, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u0650\u0642\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0647\u064f\u0648\u062f\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064d \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmi laa yajri mannakum shiqaaqeee ai yuseebakum mislu maaa asaaba qawma Noohin aw qawma Hoodin aw qawma Saalih; wa maa qawmu Lootim minkum biba'eed" } }, "translation": { "en": "And O my people, let not [your] dissension from me cause you to be struck by that similar to what struck the people of Noah or the people of Hud or the people of Salih. And the people of Lot are not from you far away.", "id": "Dan wahai kaumku! Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu berbuat dosa, sehingga kamu ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud atau kaum Saleh, sedang kaum Lut tidak jauh dari kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1562", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1562.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1562.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Syuaib menjelaskan maksud dan tujuannya, sehingga tidak ada alasan untuk mengecam apa yang disampaikan beliau, kemudian Nabi Syuaib memperingatkan mereka dengan pernyataan, \"Dan wahai kaumku! Janganlah pertentangan antara aku dengan kamu menyebabkan kamu berbuat dosa terhadap perintah Allah, sehingga kamu akan ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nabi Nuh yang ditenggelamkan, kaum Nabi Hud yang dimusnahkan dengan angin kencang yang dingin, atau kaum Nabi Saleh yang disiksa dengan suara yang mengguntur, sedang kaum Nabi Lut tidak jauh masa maupun jarak wilayahnya dari kamu, juga telah diazab dengan dihujani batu. Jika kamu mengingkari risalahku, tidak mustahil azab tersebut akan menimpa kamu juga.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Nabi Syuaib a.s. menjelaskan kepada kaumnya nasihat dan peringatan dengan mengatakan, \"Hai kaumku, janganlah pertentangan antara aku dengan kamu, karena kamu masih tetap mempertahankan menyembah berhala dan patung-patung, dan menganiaya hak orang lain dengan mengurangi takaran, timbangan dan lain-lain, mendorong dan menyebabkan kamu menjadi orang-orang yang jahat sehingga kamu ditimpa oleh azab yang membinasakan di dunia ini sebagai-mana azab topan yang menenggelamkan kaum Nuh atau azab angin keras yang memusnahkan kaum Hud atau azab suara keras mengguntur yang mematikan kaum Saleh.\"\n\nKalau azab yang menimpa kaum-kaum itu yang disebabkan pembangkangan mereka terhadap Allah dan rasul-rasul-Nya, tidak dapat menjadi contoh dan pengajaran bagimu, karena sudah jauh masanya atau tempatnya dari kamu, maka perhatikanlah tentang azab hujan batu yang membakar dan memusnahkan kaum Luth. Peristiwa ini tidaklah jauh masa dan tempatnya dari kamu." } } }, { "number": { "inQuran": 1563, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c \u0648\u064e\u062f\u064f\u0648\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wastaghfiroo Rabbakum summa toobooo ilaih; inna Rabbee Raheemunw Wadood" } }, "translation": { "en": "And ask forgiveness of your Lord and then repent to Him. Indeed, my Lord is Merciful and Affectionate.\"", "id": "Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1563", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1563.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1563.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan oleh karena itu, mohonlah ampunan atas dosa-dosa yang telah kamu lakukan kepada Tuhanmu Allah yang Maha Pengampun, kemudian bertobatlah dengan sungguh-sungguh kepada-Nya dan bertekad tidak mengulangi kesalahan lagi, serta memperbanyak amal saleh. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang mau bertobat, mereka akan dihindarkan dari azab-Nya; lagi Maha Pengasih yang menganugerahkan kenikmatan kepada hamba-Nya yang berbuat kebajikan.\"", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Nabi Syuaib a.s. menyuruh kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah Yang Maha Esa dengan beriman kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan menyembah berhala-berhala dan patung-patung, dan tidak mengurangi takaran, timbangan dan mengambil harta orang lain dengan jalan yang tidak halal. Kemudian ia menyuruh mereka supaya tobat yakni kembali kepada jalan yang benar dengan menaati Allah dan menjauhi larangan-Nya, karena sesungguhnya Allah Maha Penyayang dan Pengasih terhadap hamba-Nya yang sudah bertobat dan kembali kepada jalan yang benar dengan memberikan ampunan dan membebaskan dari azab dunia dan akhirat.\n\nPerintah minta ampun dan tobat disebut secara bergandengan sebagaimana terdapat dalam ayat-ayat lain yang maksudnya hampir sama. Akan tetapi, kalau perintah istigfar itu ditujukan kepada orang-orang yang masih kafir, maka maksudnya bukan sekedar minta ampun tetapi supaya beriman kepada Allah. Adapun tobat ialah menyesali kesalahan yang diperbuat dan kembali kepada jalan yang benar. Kesalahan yang dimaksud ialah kesalahan-kesalahan yang dilakukan sesudah beriman, sebab kesalahan-kesalahan yang diperbuat di dalam kekafiran bisa hapus sendiri dengan beriman, dan masuk Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 1564, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0639\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0647\u0652\u0637\u064f\u0643\u064e \u0644\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064d", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Shu'aibu maa nafqahu kaseeram mimmaa taqoolu wa innaa lanaraaka feenaa da'eefanw wa law laa rahtuka larajamnaaka wa maaa anta 'alainaa bi'azeez" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Shu'ayb, we do not understand much of what you say, and indeed, we consider you among us as weak. And if not for your family, we would have stoned you [to death]; and you are not to us one respected.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1564", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1564.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1564.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan nasihat Nabi Syuaib kepada kaumnya supaya mengikuti jalan yang benar, kemudian dipaparkan tentang jawaban mereka setelah mendengar nasihat Nabi Syuaib, seraya berkata, \"Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang atau menilai engkau sekarang ini sebagai seorang yang lemah di antara kami, karena tidak memiliki kekuatan, baik berupa harta kekayaan atau kekuasaan untuk melawan kami. Kalau tidak karena kami memandang keluargamu, tentu kami telah merajam engkau dengan melempari batu hingga mati, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh, memiliki kewibawaan atau kedudukan di lingkungan kami.\"", "long": "Sesudah penduduk Madyan (kaum Syuaib a.s.) merasa jenuh dan jengkel terhadap Nabi Syuaib a.s. karena semua alasan yang mereka kemukakan untuk menolak seruannya dijawab oleh Nabi Syuaib, mereka akhirnya berkata, \"Hai Syuaib, kami tidak dapat memahami apa yang engkau kemukakan kepada kami mengenai tuhan-tuhan sembahan kami dan peraturan-peraturan yang mengekang kebebasan kami untuk bertindak dan mengendalikan harta kekayaan kami, begitu pula tentang azab yang akan menimpa kami, jika kami tidak mengikuti kemauanmu. Seakan-akan engkaulah yang menetapkan segala sesuatu dan di tangan engkaulah kebahagiaan dan kecelakaan kami, padahal semua itu adalah semata-mata urusan Tuhan. Kami melihat dan meyakini bahwa engkau adalah seorang yang lemah tak berdaya, tidak mungkin akan dapat membawa manfaat atau mudarat kepada kami, dan bila kami ingin membinasakan engkau, engkau tidak akan dapat membela diri. Kalau tidak rasa kasihan kami terhadap keluarga dan karib kerabatmu, tentulah kami sudah melemparimu dengan batu sampai mati.\"\n\nMereka melanjutkan bantahannya, \"Engkau sendiri tidak ada harapan dan tidak ada harganya bagi kami karena engkau bukanlah seorang yang gagah berani dan perkasa yang dapat mempertahankan diri dari serangan orang lain. Hanya semata-mata karena kasihan kepada keluarga dan karib kerabatmulah, kami belum membunuhmu, karena mereka masih tetap berada di pihak kami, dalam golongan kami tidak mau meninggalkan agama kami dan agama nenek moyang kami.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1565, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0647\u0652\u0637\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0638\u0650\u0647\u0652\u0631\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala yaa qawmi arahteee a'azzu 'alaikum minal laahi wattakhaztumoohu waraaa'akum zihriyyan inna Rabbee bimaa ta'maloona muheet" } }, "translation": { "en": "He said, \"O my people, is my family more respected for power by you than Allah? But you put Him behind your backs [in neglect]. Indeed, my Lord is encompassing of what you do.", "id": "Dia (Syuaib) menjawab, “Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu (diabaikan)? Ketahuilah sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1565", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1565.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1565.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar hinaan mereka, dia -Nabi Syuaib- menjawab, \"Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, padahal Dia lebih berhak untuk ditakuti dan diagungkan, bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu, yakni perintah-perintah Allah kamu abaikan dengan sikap menghina dan sombong? Ketahuilah sesungguhnya pengetahuan Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan, tidak ada satu pun perbuatan yang kamu lakukan, baik yang tersembunyi atau terang-terangan, melainkan semuanya diketahui oleh-Nya. Semua amal perbuatan yang kamu lakukan pasti akan dihisab.", "long": "Mendengar ucapan kaumnya yang sangat menusuk hati dan menganggapnya sebagai orang hina dan tidak berdaya itu, Nabi Syuaib a.s. berkata, \"Sungguh sangat menyedihkan kepicikan pikiranmu dan sangat mengherankan sekali pendapatmu itu. Apakah kamu menganggap kaum kerabatku itu lebih mulia dan lebih perkasa dari Allah yang menciptakan mereka, menciptakan kamu semua bahkan menciptakan langit dan bumi? Apakah hanya karena aku berasal dari mereka, sehingga tidak berani melaksanakan ancamanmu itu, bukan karena aku beriman kepada Allah yang akan menyeru kamu supaya kamu menyembah dan tidak mempersekutukan-Nya. Karena Dialah Yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, dan Maha Pemurah yang melimpahkan-Nya dan menganggap enteng kekuasaan dan rahmat-Nya. Dialah yang patut kamu takuti. Dialah yang sewajarnya kamu muliakan, bahkan kaum kerabatku tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kehendak Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu lakukan, tak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi-Nya. Dia akan memberi balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaanmu itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1566, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064c \u06d6 \u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u064a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0642\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmi' maloo 'alaa makaanatikum innee 'aamilun sawfa ta'lamoona mai yaateehi 'azaabuny yukhzeehi wa man huwa kaazib; wartaqibooo innnee ma'akum raqeeb" } }, "translation": { "en": "And O my people, work according to your position; indeed, I am working. You are going to know to whom will come a punishment that will disgrace him and who is a liar. So watch; indeed, I am with you a watcher, [awaiting the outcome].\"", "id": "Dan wahai kaumku! Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah! Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1566", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1566.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1566.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Nabi Syuaib pun melanjutkan pembicaraan, wahai kaumku! Berbuatlah semau dan sesuka kamu menurut kemampuanmu, jika kamu mengancamku dan melanjutkan kedurhakaan sesungguhnya aku pun tetap berbuat pula sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhanku yaitu berdakwah dan memperingatkan kamu menurut kemampuanku. Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan akibat menyekutukan Allah dan berbuat jahat kepada manusia, dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah siksaan yang dijanjikan Allah kepada kamu! Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu apa yang dijanjikan Tuhanku.", "long": "Kemudian Nabi Syuaib a.s. dengan tegas menentang mereka dan mengatakan kepada mereka, \"Berbuatlah sekehendak hatimu, lakukanlah apa yang dapat kamu lakukan, dan kumpulkanlah segala kekuatan yang ada pada kamu, aku akan tetap berpegang teguh kepada akidahku, dan aku tetap beriman kepada-Nya dan aku percaya dan yakin bahwa Dia akan melindungiku dan memeliharaku dari segala marabahaya. Kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang akan ditimpa azab dan malapetaka, siapa di antara kita yang berbohong dan berdusta, tunggulah nasib yang akan menimpamu, aku pun bersamamu menunggu.\"\n\nIni adalah suatu tantangan yang berani dari seorang yang tak berdaya, tak mempunyai penolong dan pembela dari kalangan kaumnya dan tidak mempunyai kekuatan yang dapat diandalkan, tetapi penuh keyakinan dan kepercayaan bahwa Allah selalu menyertainya dan tidak akan mengabaikan atau menyia-nyiakannya. Inilah tantangan terhadap orang-orang yang sombong dan takabur, selalu membanggakan materi tetapi lupa bahwa di atas kekuatan materi ada kekuatan gaib yang dapat menghancurleburkan mereka yaitu kekuatan dan kekuasaan Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1567, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u062b\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'a amrunaa najjainaa shu'aibanw wal lazeena aamanoo ma'ahoo birahmatim minnaa wa akhazatil lazeena zalamus saihatu fa asbahoo fee diyaarihim jaasimeen" } }, "translation": { "en": "And when Our command came, We saved Shu'ayb and those who believed with him, by mercy from Us. And the shriek seized those who had wronged, and they became within their homes [corpses] fallen prone", "id": "Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1567", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1567.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1567.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika keputusan atau ketetapan Kami untuk membinasakan mereka telah datang, maka terlebih dahulu Kami selamatkan Nabi Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dari azab itu. Orang-orang yang beriman kepada Allah diselamatkan dengan rahmat yang besar dari Kami, sedang orang yang zalim terhadap dirinya dengan perbuatan syirik, dibinasakan oleh suara yang mengguntur yang dapat membinasakan orang dalam sekejap, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya atau di negerinya karena dahsyatnya azab itu.", "long": "Sudah menjadi ketetapan dan sunnah Allah bagi umat-umat yang dahulu bahwa setiap umat yang durhaka dan menolak seruan rasul-Nya akan ditimpa malapetaka dan dibinasakan kecuali orang-orang yang beriman dan patuh serta taat kepada Allah. Akhirnya siksaan dan malapetaka itu ditimpakan pula kepada penduduk Madyan dan dengan rahmat dan kasih sayang Allah, Nabi Syuaib a.s. beserta orang-orang yang beriman diselamatkan dari malapetaka berupa suara yang keras mengguntur yang menggoncangkan hati setiap orang dan menimbulkan goncangan dan gempa bumi yang maha hebat sehingga penduduk negeri itu dengan sekejap mata hilang ditelan bumi, persis seperti malapetaka yang menimpakan kaum namud, kaum Nabi Saleh a.s. yang ingkar dan durhaka pula." } } }, { "number": { "inQuran": 1568, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 190, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0650\u062f\u064e\u062a\u0652 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Ka-al-lam yaghnaw feehaaa; alaa bu'dal li Madyana Kamaa ba'idat Samood" } }, "translation": { "en": "As if they had never prospered therein. Then, away with Madyan as Thamud was taken away.", "id": "seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, binasalah penduduk Madyan sebagaimana kaum samud (juga) telah binasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1568", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1568.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1568.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keberadaan kaum Nabi Syuaib yang dibinasakan Allah seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu, karena semua makhluk hidup telah binasa dan bangunan tempat tinggal mereka pun telah hancur. Ingatlah, binasalah penduduk Madyan sebagaimana kaum Samud juga telah binasa dengan suara yang mengguntur; kaum Samud dibinasakan oleh suara yang mengguntur dari bawah, sedang penduduk Madyan dibinasakan oleh suara yang mengguntur dari atas akibat kedurhakaan dan kesombongan mereka.", "long": "Negeri Madyan sesudah malapetaka itu menjadi sunyi sepi seakan-akan belum pernah didiami manusia. Sungguh celaka nasib mereka dan terjauhlah mereka dari rahmat dan kasih sayang Allah karena keingkaran dan kedurhakaan mereka sama halnya dengan nasib kaum namud." } } }, { "number": { "inQuran": 1569, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Moosaa bi Aayaatinaa wa sultaanim mubeen" } }, "translation": { "en": "And We did certainly send Moses with Our signs and a clear authority", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan bukti yang nyata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1569", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1569.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1569.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat berikut Allah menjelaskan kisah Nabi Musa ketika menghadapi Fir'aun. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi Musa untuk menyampaikan risalah Allah disertai dengan tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan dan Keesaan Kami berupa kitab Taurat atau sembilan tanda-tanda kekuasaan Allah (Lihat: Surah al-A'ra f/7: 133 dan al-Isra /17: 101). Dan Kami anugerahkan kepadanya bukti yang nyata berupa mukjizat yang membuktikan tentang kerasulannya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus Musa a.s. dilengkapinya dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya dan mukjizat yang nyata dan kesemuanya itu menunjukkan keesaan Allah swt, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Ulama tafsir sepakat bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah yang memperkuat kenabian Nabi Musa a.s. ada sembilan macam, yaitu tongkat, tangan putih bercahaya, angin topan, belalang, kutu, darah, katak, kekurangan buah-buahan dan kekurangan jiwa. Kesembilan tanda-tanda kekuasaan Allah itu, telah dicantumkan antara lain dalam firman-Nya:\n\nLalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya. Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya. (al-Araf/7: 107-108)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. (al-Araf/7: 133)\n\nDan firman-Nya pula:\n\nDan sungguh, Kami telah menghukum Firaun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran. (al-Araf/7: 130)\n\nDi samping kelengkapan mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa a.s. itu, Allah swt juga telah memberikan kefasihan dan kepandaian berhujjah kepada adiknya bernama Harun terutama di dalam berdialog dengan Firaun beserta pemimpin-pemimpin kaumnya. Inilah yang dimaksud dengan \"sulthanan mubina\" (mukjizat yang nyata). Sebagian ulama Tafsir berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan sulthanan mubina pada ayat ini, ialah tongkat Nabi Musa a.s. Sekalipun itu termasuk salah satu dari sembilan tanda-tanda kekuasaan Allah swt sebagaimana tersebut di atas, tetapi dialah yang paling menonjol dibandingkan dengan tanda-tanda kekuasaan Allah yang lain yang diberikan kepada Musa a.s. Dengan mukjizat tongkat itulah, ahli-ahli sihir Firaun berbalik, lalu beramai-ramai beriman meninggalkan Firaun dan kepercayaannya yang sesat, sebagaimana dalam firman Allah swt:\n\nDan Kami wahyukan kepada Musa, \"Lemparkanlah tongkatmu!\" Maka tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka. Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia. Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud. Mereka berkata, \"Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam, (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.\" (al-Araf/7: 117-122)" } } }, { "number": { "inQuran": 1570, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 12, "page": 232, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0631\u064e\u0634\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Ilaa Fir'awna wa mala'ihee fattaba'ooo amra Fir'awna wa maaa amru Fir'awna birasheed" } }, "translation": { "en": "To Pharaoh and his establishment, but they followed the command of Pharaoh, and the command of Pharaoh was not [at all] discerning.", "id": "Kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikuti perintah Fir‘aun, padahal perintah Fir‘aun bukanlah (perintah) yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1570", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1570.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1570.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami utus Nabi Musa kepada Fir'aun penguasa Mesir dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka tidak mengindahkan ajakan rasul-Nya untuk menyembah Allah, bahkan tetap mengikuti perintah Fir'aun dalam kekufuran dan kedurhakaan, padahal perintah Fir'aun bukanlah petunjuk yang benar, melainkan kesesatan, karena Fir'aun memimpin kerusakan dan kedurhakaan.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menjelaskan bahwa Nabi Musa a.s. yang dilengkapi dengan tanda-tanda kekuasaan Allah dan mukjizat yang nyata, telah diutus kepada Firaun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, agar mereka menyembah hanya kepada Allah swt, Tuhan Pencipta alam, karena tidak ada Tuhan yang sebenarnya melainkan Dia. Meskipun mereka telah melihat dan menyaksikan sendiri tanda-tanda kekuasaan Allah dan mukjizat yang nyata yang diperlihatkan oleh Nabi Musa a.s. yang kesemuanya itu menunjukkan atas kekuasaan Allah swt, namun mereka tidak mau sadar, bahkan mereka tetap menaati perintah Firaun, sekalipun Firaun itu tidak benar, dan tidak mendatangkan kebaikan bahkan yang demikian itu hanya merusak dan menyesatkan." } } }, { "number": { "inQuran": 1571, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u064f\u0645\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u0650\u0631\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0631\u064f\u0648\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Yaqdumu qawmahoo Yawmal Qiyaamati fa awrada humun Naara wa bi'sal wirdul mawrood" } }, "translation": { "en": "He will precede his people on the Day of Resurrection and lead them into the Fire; and wretched is the place to which they are led.", "id": "Dia (Fir‘aun) berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, lalu membawa mereka masuk ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang dimasuki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1571", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1571.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1571.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia -Fir'aun- kelak berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, sebagaimana yang ia lakukan ketika di dunia, memimpin mereka dalam kekufuran dan kedurhakaan, lalu ia pun membawa mereka masuk ke dalam neraka untuk merasakan pedihnya siksaan itu. Neraka yang penuh siksaan dan penderitaan itu adalah seburuk-buruk tempat yang dimasuki Fir'aun beserta para pengikutnya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Firaun telah merusak di muka bumi dan menyesatkan kaumnya di dunia, pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa di akhirat nanti, dia akan mengantar kaumnya ke tempat yang telah disediakan untuk mereka. Ia berjalan di depan dan kaumnya yang mengiringinya dari belakang sehingga mereka sampai ke neraka, lalu mereka dijebloskan ke dalamnya bersama-sama. Alangkah celaka dan meruginya Firaun dan kaumnya, karena neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi, bahkan sejak mereka meninggalkan dunia ini, tiap hari, pagi dan petang neraka itu selalu ditampakkan kepada mereka sebagaimana firman Allah swt:\n\nMaka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, sedangkan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk. Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), \"Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!\" (al-Mumin/40: 45-46)" } } }, { "number": { "inQuran": 1572, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u062a\u0652\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0641\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0641\u064f\u0648\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa utbi'oo fee haazihee la'natanw wa Yawmal Qiyaamah; bi'sar rifdul marfood" } }, "translation": { "en": "And they were followed in this [world] with a curse and on the Day of Resurrection. And wretched is the gift which is given.", "id": "Dan mereka diikuti dengan laknat di sini (dunia) dan (begitu pula) pada hari Kiamat. (Laknat) itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1572", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1572.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1572.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka selalu diikuti dengan laknat atau kutukan di sini, yakni di dunia dengan laknat yang terus menerus hingga masuk ke liang kubur setelah ditenggelamkan di laut Merah, dan begitu pula pada hari Kiamat mereka akan mendapat laknat lain dengan dimasukkannya mereka ke dalam neraka. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan Allah kepada mereka yang mengingkari risalah yang dibawa Nabi Musa.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa Firaun beserta kaumnya sejak di dunia telah mendapat laknat dari umat sesudahnya, terus menerus, sampai di akhirat nanti dilaknat lagi oleh orang-orang yang sedang berada di Padang Mahsyar, menunggu keputusan dari Qadhi Rabbul Jalil tentang di mana ia akan ditempatkan nanti. Laknat atau kutukan yang mereka peroleh adalah satu hal yang paling buruk. Ayat ini sejalan dengan firman Allah swt:\n\nDan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini; sedangkan pada hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah). (al-Qashash/28: 42)" } } }, { "number": { "inQuran": 1573, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064c \u0648\u064e\u062d\u064e\u0635\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Zaalika min ambaaa'il quraa naqussuhoo 'alaika minhaa qaaa'imunw wa haseed" } }, "translation": { "en": "That is from the news of the cities, which We relate to you; of them, some are [still] standing and some are [as] a harvest [mowed down].", "id": "Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1573", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1573.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1573.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan beberapa kisah para nabi beserta kaumnya yang ingkar terhadap risalah yang dibawa para nabi dan akibat pengingkaran mereka, ayat berikut ini menegaskan tujuan dipaparkannya kisah-kisah tersebut. Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri yang telah Kami binasakan penduduknya akibat kekufuran mereka yang Kami ceritakan kepadamu wahai Nabi Muhammad, agar engkau sampaikan kepada umatmu sebagai pelajaran bagi mereka. Di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekas peninggalannya yang tersisa dan ada pula yang telah musnah hingga tidak ada bekasnya sama sekali.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa perisitwa yang telah terjadi pada umat terdahulu dan kejadian-kejadian penting baik di kota maupun di desa-desa sejak dari kaum Nabi Nuh a.s. hingga kaum nabi-nabi sesudahnya, sengaja dicantumkan di dalam Al-Quran, supaya Nabi Muhammad dapat membacakan kepada manusia dan dapat pula dibaca oleh orang-orang sepeninggalnya untuk dapat dijadikan pelajaran dan peringatan.\n\nDi antara negeri-negeri yang telah dibinasakan itu ada yang masih nampak bekas-bekasnya ibarat tanaman yang masih tegak berdiri di muka bumi seperti halnya negeri kaum Nabi Saleh a.s. Ada pula yang tidak mempunyai bekas sama sekali laksana tanaman yang telah dituai yang tidak mempunyai bekas-bekas sedikit pun seperti halnya negeri kaum Nabi Lut a.s. yang telah dijungkirbalikkan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1574, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u062a\u064e\u062a\u0652\u0628\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa zalamnaahum wa laakin zalamooo anfusahum famaaa aghnat 'anhum aalihatuhumul latee yad'oona min doonil laahi min shai'il lammaa jaaa'a amru Rabbika wa maa zaadoohum ghaira tatbeeb" } }, "translation": { "en": "And We did not wrong them, but they wronged themselves. And they were not availed at all by their gods which they invoked other than Allah when there came the command of your Lord. And they did not increase them in other than ruin.", "id": "Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka sesembahan yang mereka sembah selain Allah, ketika siksaan Tuhanmu datang. Sesembahan itu hanya menambah kebinasaan bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1574", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1574.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1574.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan terhadap kisah-kisah tersebut hendaknya semua orang tahu bahwa Kami tidak menzalimi mereka sedikit pun dengan menimpakan azab kepada orang yang tidak berbuat zalim, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kedurhakaan, karena itu tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka sembahan, yaitu berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah, lantaran berhala itu tidak bisa menolong atau menghalangi sedikit pun ketika siksaan Tuhanmu datang. Sembahan itu hanya menambah kebinasaan dan kehinaan serta kerugian bagi mereka karena tidak mampu mendatangkan manfaat dan menolak mudarat.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa dibinasakannya mereka itu bukanlah tindakan aniaya dari Allah, tetapi mereka sendirilah yang menganiaya dirinya yang menyebabkan Allah mengambil tindakan demikian. Mereka mempersekutukan Allah dan mengadakan kerusakan di muka bumi secara terus-menerus, sehingga azab tidak dapat ditunda-tunda. Andaikata mereka dibiarkan dalam keadaan yang demikian berlarut-larut, niscaya mereka akan tetap saja, malah bertambah-tambah penganiayaan, kejahatan, dan pengrusakannya di muka bumi, sebagaimana kata Nabi Nuh a.s. tentang kaumnya, kepada Allah:\n\nSesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. (Nuh/71: 27)\n\nRasul-rasul yang diutus kepada mereka cukup gigih memberikan pelajaran dan petunjuk, tetapi mereka tetap saja angkuh dan membangkang. Apabila diberi ancaman, mereka makin membangkang dan menentang karena mereka terlalu percaya bahwa tuhan-tuhan sembahannya itulah yang akan menyelamatkan dari segala marabahaya dan azab yang akan menimpanya. Padahal apabila Allah swt telah memutuskan akan menurunkan azab dan membinasakan suatu kaum, maka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah swt itu tidak akan bermanfat sedikit pun dan tidak mempunyai daya sama sekali untuk menahan dan menghalangi keputusan Allah. Kepercayaan mereka kepada sembahan-sembahan mereka itu, tidak lain kecuali hanya menambah kebinasaan dan kehancuran mereka. Mereka percaya bahwa sembahan-sembahan itu akan menimpakan malapetaka kepada nabi yang diutus sebagaimana diceritakan Allah swt di dalam firman-Nya; mengenai kaum Nabi Hud a.s.:\n\nKami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. (Hud/11: 54)" } } }, { "number": { "inQuran": 1575, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u062e\u0652\u0630\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u062e\u0652\u0630\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika akhzu Rabbika izaaa akhazal quraa wa hiya zaalimah; inna akhzahooo aleemun shadeed" } }, "translation": { "en": "And thus is the seizure of your Lord when He seizes the cities while they are committing wrong. Indeed, His seizure is painful and severe.", "id": "Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1575", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1575.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1575.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah mengingatkan, dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim dengan menyekutukan Allah dan berbuat durhaka. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, lagi sangat berat sehingga sulit menghindarkan diri darinya. Kisah-kisah umat terdahulu yang dipaparkan tersebut adalah sebagai pelajaran bagi generasi sesudahnya.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa azab yang ditimpakan kepada negeri-negeri kaum Nuh, kaum ad dan kaum namud itu juga akan ditimpakan kepada semua negeri yang penduduknya tetap bersifat dan selalu berbuat kerusakan di muka bumi ini. Tidak ada suatu kaum pun yang akan luput dan terhindar daripadanya apabila Allah swt telah menghendakinya. Sabda Nabi Muhammad saw:\n\nSesungguhnya Allah swt menangguhkan siksaan bagi orang-orang yang zalim sehingga apabila Dia mengazabnya Dia tidak akan meluputkannya. (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi dari Abu Musa al-Asyari)\n\nSesungguhnya azab Allah itu sangat pedih. Uraian di atas dapat dijadikan pelajaran terutama bagi orang-orang yang zalim, supaya mereka sadar dan menginsafi perbuatannya yang jahat itu. Tidak ada suatu usaha dan kekuatan bagaimanapun hebatnya yang dapat menghalangi atau membendung azab Allah yang akan ditimpakan-Nya kepada suatu negeri atau suatu kaum. Firman Allah swt:\n\nDan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri. (ar-Rum/30: 9)" } } }, { "number": { "inQuran": 1576, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0641\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u064e\u062c\u0652\u0645\u064f\u0648\u0639\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0648\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la aayatal liman khaafa 'azaabal Aakhirah; zaalika Yawmum majmoo'ul lahun naasu wa zaalika Yawmum mashhood" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a sign for those who fear the punishment of the Hereafter. That is a Day for which the people will be collected, and that is a Day [which will be] witnessed.", "id": "Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1576", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1576.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1576.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu disebabkan oleh perbuatan zalim yang mereka lakukan, ayat berikutnya menegaskan perihal pelajaran yang dapat dipetik dari uraian tersebut. Sesungguhnya pada yang demikian itu, yaitu peristiwa kehancuran negeri-negeri yang penduduknya zalim itu pasti terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari akhir itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan untuk dihisab kemudian menerima sanksi atau pahala atas amal perbuatan mereka di dunia, dan itulah hari yang disaksikan oleh semua makhluk dari generasi pertama hingga generasi terakhir.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa apa yang telah dikisahkan tentang kehancuran umat-umat dahulu sebagai akibat dari penganiayaan yang telah dilakukannya, adalah menjadi bahan pelajaran bagi orang-orang yang mau sadar dan takut kepada azab akhirat. Allah yang menyiksa mereka di dunia ini, tentu mampu pula menyiksa mereka di akhirat kelak dan apa yang meliputi mereka di dunia ini, merupakan gambaran dan contoh dari apa yang akan ditemuinya di akhirat nanti.\n\nKejadian-kejadian seperti topan, gempa bumi, tanah longsor, dan sebagainya, yang menghancurkan harta benda dan jiwa yang tidak sedikit jumlahnya, adalah azab dan teguran dari Allah swt kepada manusia untuk menyadari kesalahan-kesalahan, dosa-dosa, penganiayaan-penganiayaan yang diperbuatnya, dan bukan hanya bencana alam yang tidak ada sangkut pautnya dengan kekuasaan Allah swt. Sebelum terjadi hal-hal seperti tersebut di atas, rasul-rasul Allah telah memperingatkan kepada kaumnya akan terjadinya sesuatu, supaya mereka berhati-hati. Itu semua menunjukkan bahwa kejadian-kejadian itu tidaklah secara kebetulan, tetapi erat hubungannya dengan Qadha dan Qadar, salah satu rukun iman yang wajib diyakini dan dipercayai, perhatikanlah firman Allah swt:\n\nDan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali. (asy-Syuara/26: 227)\n\nOrang-orang yang tidak mau sadar akan peringatan Allah di dunia ini, akan diazab nanti di akhirat, pada hari di mana semua makhluk akan berkumpul untuk dihisab semua amalnya, kemudian dibalas dengan seadil-adilnya. Kejadian itu disaksikan oleh semua makhluk baik manusia, jin, malaikat, maupun makhluk-makhluk yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 1577, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa nu'akhkhiruhooo illaa li ajalim ma'dood" } }, "translation": { "en": "And We do not delay it except for a limited term.", "id": "Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1577", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1577.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1577.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tidak akan menunda datangnya hari Kiamat, karena waktunya telah ditetapkan, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan menurut perhitungan dan ketentuan Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa hari Kiamat adalah hari dimana segenap makhluk akan berkumpul dan menyaksikan segala amalnya dan tiap-tiap manusia diminta mempertanggungjawabkan amalnya di dunia, tidak akan ditunda dan diperpanjang, tetapi akan berakhir sesuai dengan yang telah ditentukan Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1578, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064c \u0648\u064e\u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Yawma yaati laa takallamu nafsun illaa bi iznih; faminhum shaqiyyunw wa sa'eed" } }, "translation": { "en": "The Day it comes no soul will speak except by His permission. And among them will be the wretched and the prosperous.", "id": "Ketika hari itu datang, tidak seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1578", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1578.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1578.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika hari Kiamat itu datang, tidak ada seorang pun yang mampu berbicara untuk berdalih di hadapan Allah karena dahsyatnya hari itu, kecuali dengan izin-Nya, yakni diberi kemampuan berbicara. Maka di antara mereka ada yang sengsara akibat perbuatan buruk yang mereka lakukan, mereka adalah kelompok penghuni neraka, dan ada yang berbahagia karena amal baik yang mereka lakukan selama di dunia, mereka adalah penghuni surga.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa jika hari yang telah ditentukan itu tiba, tidak seorang pun dapat berbicara dan berbuat sesuatu kecuali dengan izin Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\nInilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. (al-Mursalat/77: 35-36)\n\nDan firman-Nya:\n\nPada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar. (an-Naba/78: 38)\n\nDi antara orang-orang yang berkumpul di hari Kiamat itu, ada yang celaka, mereka akan mendapat azab yang pedih sebagaimana yang telah diancamkan kepada orang-orang kafir, dan ada yang berbahagia, mereka akan memperoleh pahala dan kesenangan sepanjang masa sesuai dengan yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 1579, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0634\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0641\u0650\u064a\u0631\u064c \u0648\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u0642\u064c", "transliteration": { "en": "Fa ammal lazeena shaqoo fafin Naari lahum feehaa zafeerunw wa shaheeq" } }, "translation": { "en": "As for those who were [destined to be] wretched, they will be in the Fire. For them therein is [violent] exhaling and inhaling.", "id": "Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1579", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1579.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1579.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka adapun orang-orang yang sengsara di akhirat akibat perbuatan buruk yang mereka lakukan ketika di dunia, maka tempat tinggalnya adalah di dalam neraka, di sana mereka mendesah keras ketika mengeluarkan nafas dan demikian pula ketika menarik nafas diiringi dengan suara merintih, karena pedihnya siksaan neraka.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang termasuk golongan celaka, karena pada waktu mereka di dunia telah merusak akidahnya, mengikuti orang-orang yang sesat perbuatannya, sehingga pudar dan padamlah cahaya iman dari padanya, bergelimang dosa sepanjang masa. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan merasakan azab yang pedih seperti halnya seekor himar yang mengeluarkan dan memasukkan nafasnya disertai rintihan dan teriakan yang amat keras." } } }, { "number": { "inQuran": 1580, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 93, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0645\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0639\u0651\u064e\u0627\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Khaalideena feehaa maa daamatis samaawaatu wal ardu illaa maa shaaa'a Rabbuk; inna Rabbaka fa' 'aalul limaa yureed" } }, "translation": { "en": "[They will be] abiding therein as long as the heavens and the earth endure, except what your Lord should will. Indeed, your Lord is an effecter of what He intends.", "id": "mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1580", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1580.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1580.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keberadaan mereka kekal di dalamnya dalam waktu yang lama selama ada langit dan bumi ketika di dunia, dan mereka pun tidak bisa keluar darinya kecuali jika Tuhanmu menghendaki untuk mengeluarkan salah seorang dari mereka yang berbuat maksiat namun mereka beriman kepada Allah. Mereka ini disiksa di neraka karena dosa-dosanya. Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki baik di dunia maupun di akhirat, sehingga tidak ada satu pun yang dapat mengelak atau menghindar dari ketetapan-Nya.", "long": "Mereka akan kekal di dalam neraka, selama-lamanya kecuali kalau Allah swt menghendaki yang lain, karena Dia Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Apa saja yang dikehendaki-Nya akan terwujud dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan ada." } } }, { "number": { "inQuran": 1581, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 12, "page": 233, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064f\u0639\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0645\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u06d6 \u0639\u064e\u0637\u064e\u0627\u0621\u064b \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u062c\u0652\u0630\u064f\u0648\u0630\u064d", "transliteration": { "en": "Wa ammal lazeena su'idoo fafil Jannati khaalideena feehaa maa daamatis samaawaatu wal ardu illaa maa shaaa'a Rabbuk; ataaa'an ghaira majzooz" } }, "translation": { "en": "And as for those who were [destined to be] prosperous, they will be in Paradise, abiding therein as long as the heavens and the earth endure, except what your Lord should will - a bestowal uninterrupted.", "id": "Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1581", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1581.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1581.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempat kembali mereka adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan di sisi Allah yang Maha Mulia. Mereka kekal di dalamnya dalam waktu lama selama ada langit dan bumi ketika di dunia, kecuali jika Tuhanmu menghendaki mereka diampuni dosanya lalu diberi balasan masuk surga atas amal saleh yang mereka lakukan. Anugerah Allah bagi ahli surga adalah sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya, melainkan kekal sepanjang masa.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang berbahagia karena ketika mereka berada di dunia selalu berhati-hati dan menghindari perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah dan menjauhi godaan-godaan yang akan menjerumuskannya ke lembah maksiat, mereka akan ditempatkan di surga, dan kekal di dalamnya selama-lamanya, kecuali Allah swt menghendaki yang lain. Balasan dan nikmat yang dianugerahkan kepada orang-orang yang berbahagia adalah karunia semata-mata dari Allah swt yang terus menerus tiada putus-putusnya, sesuai dengan firman-Nya:\n\nMereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya. (at-Tin/95: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 1582, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 191, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u0646\u0642\u064f\u0648\u0635\u064d", "transliteration": { "en": "Falaa taku fee miryatim mimmmaa ya'budu haaa'ulaaa'; maa ya'budoona illaa kamaa ya'budu aabaaa'uhum min qabl; wa innaa lamuwaf foohum naseebahum ghaira manqoos" } }, "translation": { "en": "So do not be in doubt, [O Muhammad], as to what these [polytheists] are worshipping. They worship not except as their fathers worshipped before. And indeed, We will give them their share undiminished.", "id": "Maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah. Mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah. Kami pasti akan menyempurnakan pembalasan (terhadap) mereka tanpa dikurangi sedikit pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1582", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1582.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1582.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena begitu dahsyatnya keadaan hari Kiamat itu, maka janganlah engkau wahai orang-orang yang mendengar seruan ini ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah, yaitu berhala, karena sesembahan mereka tidak dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudarat. Tindakan mereka menyembah berhala atau sejenisnya sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah, benar-benar dapat menghantarkan mereka masuk ke dalam neraka. Kami pasti akan menyempurnakan pembalasan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia dengan sempurna tanpa dikurangi sedikit pun.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menghibur Nabi Muhammad saw dan memberi peringatan kepada musuh-musuhnya. Dan bagi orang-orang musyrik penyembah berhala, Allah pasti akan menyiksa mereka karena apa yang disembah mereka, sama saja dengan yang telah disembah oleh nenek moyangnya. Sebagaimana nenek moyang mereka telah disiksa akibat perbuatannya memusuhi nabi-nabi dan menyembah berhala, begitu juga yang akan ditimpakan kepada mereka, tidak dikurangi sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 1583, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064f\u0644\u0650\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064f\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosal Kitaaba fakhtulifa feeh; wa law laa Kalimatun sabaqat mir Rabbika laqudiya bainahum; wa innahum lafee shakkim minhu mureeb" } }, "translation": { "en": "And We had certainly given Moses the Scripture, but it came under disagreement. And if not for a word that preceded from your Lord, it would have been judged between them. And indeed they are, concerning the Qur'an, in disquieting doubt.", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkannya. Dan kalau tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Sungguh, mereka (orang kafir Mekah) benar-benar dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al-Qur'an)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1583", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1583.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1583.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan tentang keingkaran penduduk Mekah terhadap risalah Nabi Muhammad serta penolakan mereka terhadap Al-Qur'an, berikut ini dijelaskan tentang keberadaan umat Nabi Musa terhadap kitab suci yang diturunkan kepadanya. Dan sungguh, Kami telah menurunkankan Kitab Taurat kepada Musa, lalu diperselisihkannya tentang isi kitab itu oleh Bani Israil, sehingga ada yang mempercayainya ada juga yang mengingkarinya, mereka yang mengingkari karena mengikuti hawa nafsunya. Dan kalau tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu untuk menunda siksaan hingga hari kiamat, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka berupa azab pada waktu itu juga. Sungguh, mereka orang kafir Mekah dan orang-orang yang mengingkari kitab Taurat benar-benar dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya yakni kebenaran isi kandungan kitab suci yang diturunkan Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa Dia telah memberikan kitab Taurat kepada Musa a.s., kemudian kitab Taurat itu diperselisihkan oleh kaumnya, apakah kitab Taurat itu betul dari Allah atau bukan? Ada di antara mereka yang percaya, bahwa kitab Taurat itu betul-betul dari Allah dan sebagian yang lain mengingkarinya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad tidak perlu merasa gusar kalau dia melihat orang-orang kafir Mekah meragukan Al-Quran, baik isi maupun kebenarannya. Andaikata tidak ada ketentuan dari Allah untuk menangguhkan kepada orang-orang yang zalim dan ingkar sampai kepada waktu yang telah ditetapkan, tentunya Allah mengazab mereka sebagaimana telah mengazab dan menghancurkan orang-orang yang menentang dakwah rasul dahulu sebelum Nabi Muhammad saw. Sejalan dengan isi ayat ini, Allah berfirman:\n\nDan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, (Ibrahim/14: 42)\n\nPada akhir ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan kitab Allah benar-benar dalam keraguan dan kebimbangan yang sangat dalam, sebagaimana firman Allah:\n\nDan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al-Quran) itu. (asy-Syura/42: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 1584, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa inna kullal lammaa la yuwaffiyannahum Rabbuka a'maalahum; innahoo bimaa ya'maloona Khabeer" } }, "translation": { "en": "And indeed, each [of the believers and disbelievers] - your Lord will fully compensate them for their deeds. Indeed, He is Acquainted with what they do.", "id": "Dan sesungguhnya kepada masing-masing (yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1584", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1584.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1584.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tapi jangan duga bahwa Allah akan membiarkan mereka yang berselisih. Allah memperhatikan mereka dan besumpah, sesungguhnya kepada masing-masing yang berselisih itu pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka pada hari pembalasan, sebagai imbalan atas perbuatan mereka. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap perbuatan apa saja yang mereka kerjakan baik yang ditampakkan atau disembunyikan. Allah Maha mengetahui dan Mahateliti, tidak ada satu pun perbuatan manusia yang terlewat dari pengamatan Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menegaskan bahwa orang-orang yang memperselisihkan tentang kebenaran Al-Quran dan meragukan kedatangannya dari Allah, maka Allah akan menyempurnakan balasan perbuatan mereka baik di dunia maupun di akhirat, karena Allah Maha Mengetahui apa yang telah mereka kerjakan. Firman Allah:\n\nDemikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan sesungguh-nya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. (ali Imran/3: 182)\n\nDan firman-Nya:\n\nBarang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba (-Nya). (Fushshilat/41: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 1585, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0637\u0652\u063a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Fastaqim kamaaa umirta wa man taaba ma'aka wa laa tatghaw; innahoo bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "So remain on a right course as you have been commanded, [you] and those who have turned back with you [to Allah], and do not transgress. Indeed, He is Seeing of what you do.", "id": "Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1585", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1585.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1585.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan tentang keberadaan umat terdahulu yang ragu dan berselisih terhadap ajaran nabinya, maka pada ayat ini Allah memperingatkan kepada nabi dan umatnya agar konsisten terhadap ajaran yang benar. Maka tetaplah engkau wahai Nabi Muhammad, tetap teguh dan konsisten dalam melaksanakan perintah Allah dan menyeru ke jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga orang yang bertobat bersamamu dari perbuatan syirik dan dosa, dan janganlah kamu melampaui batas terhadap perintah dan larangan-Nya. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan kemudian akan memberikan balasan atas perbuatan yang kamu kerjakan.", "long": "Ayat ini memberikan tuntutan kepada Nabi Muhammad saw terhadap apa yang semestinya ia perbuat pada waktu umatnya melancarkan tantangan, dan meragukan Al-Quran yang dibawanya. Dia diperintahkan untuk tetap pada pendiriannya, berjalan di atas jalan yang lurus, menyampaikan syariat yang diamanatkan kepadanya, melaksanakan risalahnya dan jangan sampai terlintas di dalam hatinya akan meninggalkan sebagian dari apa yang telah diwahyukan kepadanya, karena kekejaman fitnahan umatnya, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya. (Hud/11: 12)\n\nBegitu pula orang-orang yang telah sadar dan insyaf serta tobat dari kemusyrikan dan kekafiran dan telah beriman bersama Muhammad saw supaya tetap dalam pendiriannya, mempertahankan akidah tauhidnya dan jangan sekali-kali bergeser dari jalan yang lurus dan benar yang telah diimani dan diyakininya, karena Allah melihat dan mengetahui semuanya itu. Sejalan dengan ayat ini, Allah berfirman:\n\nKarena itu serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, \"Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal perbuatan kami dan bagi kamu amal perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.\" (asy-Syura/42: 15)" } } }, { "number": { "inQuran": 1586, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tarkanooo ilal lazeena zalamoo fatamassa kumun Naaru wa maa lakum min doonil laahi min awliyaaa'a summa laa tunsaroon" } }, "translation": { "en": "And do not incline toward those who do wrong, lest you be touched by the Fire, and you would not have other than Allah any protectors; then you would not be helped.", "id": "Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1586", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1586.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1586.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu, janganlah kamu menjadi lemah semangat, sehingga cenderung tunduk atau loyal kepada orang yang zalim yang tingkah laku mereka melampaui batas, merampas hak orang lain, atau menghalalkan segala macam cara yang dilarang oleh agama. Jika kamu loyal atau mengikuti tingkah laku orang-orang zalim tersebut, maka perbuatan itu akan menyebabkan kamu ditimpa api neraka bersama dengan mereka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan untuk menghindar dari azab itu. Tidak ada yang kuasa mendatangkan manfaat selain Allah, dan tidak ada yang bisa menolak kemudaratan selain Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menandaskan bahwa orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad dan menganut agamanya, supaya jangan sekali-kali cenderung kepada orang-orang zalim, yaitu musuh-musuh kaum Muslimin yang selalu menyakitinya dan orang-orang musyrik yang selalu berusaha mengembalikannya kepada kemusyrikan. Jangan sekali-kali minta bantuan dan pertolongan dari mereka, seakan-akan mereka telah dijadikan pemimpinnya, karena bila hal itu sudah sampai kepada derajat yang demikian, maka termasuklah orang-orang mukmin itu seperti mereka juga yang tidak akan mendapat petunjuk. Firman Allah:\n\nBarang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (al-Maidah/5: 51)\n\nSatu-satunya yang dapat dijadikan pemimpin serta diminta bantuan dan pertolongannya hanya Allah. Barang siapa yang berbuat selain dari itu, maka ia termasuk orang yang zalim yang tak mempunyai penolong, sebagaimana firman Allah:\n\nDan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu. (al-Maidah/5: 72)" } } }, { "number": { "inQuran": 1587, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0637\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u064a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0632\u064f\u0644\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqimis Salaata tarafayin nahaari wa zulafam minal layl; innal hasanaati yuzhibnas saiyi aat; zaalika zikraa liz zaakireen" } }, "translation": { "en": "And establish prayer at the two ends of the day and at the approach of the night. Indeed, good deeds do away with misdeeds. That is a reminder for those who remember.", "id": "Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1587", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1587.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1587.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diperintahkan untuk istikamah dalam melaksanakan ajaran agama dan memiliki pendirian teguh, maka ayat berikut ini diperintahkan melaksanakan salat serta beramal saleh, karena amaliah tersebut dapat menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana firman-Nya: Dan laksanakanlah salat dengan teratur dan benar sesuai dengan ketentuan agama, baik syarat, rukun, dan sunah-sunahnya pada kedua ujung siang, yakni pagi dan petang atau salat Subuh, Zuhur dan Asar dan pada bagian permulaan malam yaitu salat Magrib, Isya, dan salat sunah seperti tahajud dan witir. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu seperti salat sebagaimana disebutkan di atas, zakat, sedekah, zikir, istigfar, dan amal ibadah lainnya dapat menghapus kesalahan-kesalahan dan dosadosa kecil yang telah dilakukan, lantaran perbuatan itu tidak mudah dihindari. Adapun dosa besar, harus disertai dengan tobat yang tulus. Itulah peringatan yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang siap menerimanya dan selalu mengingat Allah.", "long": "Ayat ini memerintahkan agar kaum Muslimin mendirikan salat, lengkap dengan rukun dan syaratnya, tetap dikerjakan lima kali dalam sehari semalam menurut waktu yang telah ditentukan yaitu salat Subuh, Zuhur, dan Asar, Magrib, dan Isya. Sejalan dengan ayat ini firman Allah:\n\nMaka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh), dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari). (ar-Rum/30: 17-18)\n\nAyat ini menerangkan juga bahwa perbuatan-perbuatan yang baik, yang garis besarnya ialah mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangannya, antara lain melaksanakan salat, akan menghapuskan dosa-dosa kecil dan perbuatan-perbuatan buruk. Ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad saw:\n\nIringilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan yang baik, maka perbuatan baik itu akan menghapuskan (dosa) perbuatan buruk itu. (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu dzar al-Gifari)\n\nDan firman Allah:\n\nJika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (an-Nisa/4: 31)\n\nPesan-pesan terdahulu seperti perintah istiqamah, larangan berbuat aniaya dan memihak kepada orang-orang zalim serta perintah mendirikan salat adalah merupakan pelajaran dan peringatan bagi orang-orang yang sadar dan insyaf yang selalu ingat kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1588, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wasbir fa innal laaha laa yudee'u ajral muhsineen" } }, "translation": { "en": "And be patient, for indeed, Allah does not allow to be lost the reward of those who do good.", "id": "Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1588", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1588.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1588.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain mengerjakan salat, juga bersabarlah dalam menghadapi cobaan dan kesulitan ketika melaksanakan perintah Allah, karena tanpa kesabaran, amal ibadah terasa berat, terutama dalam hal beristikamah. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan sedikit pun pahala yang diberikan kepada orang yang berbuat kebaikan. Perintah bersabar pada ayat ini mencakup bersabar dalam melaksanakan perintah Allah, dan bersabar dalam menghindari perbuatan maksiat maupun bersabar dalam menghadapi ujian atau cobaan.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan supaya berlaku sabar. Yang dimaksud dengan sabar dalam ayat ini ialah tabah dan tahan menghadapi segala kesulitan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sabar dan salat adalah dua amal yang kembar yang dapat dijadikan penolong untuk dapat mengatasi segala kesulitan yang dihadapi, sehingga dengan mudah dapat sampai kepada yang dicita-citakan. Tidak sedikit ayat yang menganjurkan supaya sabar dan salat itu dijadikan penolong. Antara lain firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. (al-Baqarah/2: 153)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang. (thaha/20: 130)\n\nAyat ini disudahi dengan suatu penegasan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan seperti sabar, tetapi Allah akan menyempurnakan pahalanya sebagaimana firman-Nya:\n\nHanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. (az-Zumar/39: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 1589, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0628\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062a\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falw laa kaana minal qurooni min qablikum ooloo baqiyyatiny yanhawna 'anil fasaadi fil ardi illaa qaleelam mimman anjainaa minhum; wattaba'al lazeena zalamoo maaa utrifoo feehi wa kaanoo mujrimeen" } }, "translation": { "en": "So why were there not among the generations before you those of enduring discrimination forbidding corruption on earth - except a few of those We saved from among them? But those who wronged pursued what luxury they were given therein, and they were criminals.", "id": "Maka mengapa tidak ada di antara umat-umat sebelum kamu orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang yang telah Kami selamatkan. Dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1589", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1589.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1589.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan tentang perintah menghindari perbuatan dosa, kemudian bimbingan cara menghapus kesalahan serta perintah bersabar, kemudian dijelaskan tentang gambaran kehancuran umat terdahulu. Maka sungguh disayangkan mengapa dari dahulu tidak ada di antara umat-umat sebelum kamu yang telah Kami binasakan, terdapat sekelompok orang yang mempunyai keutamaan karena memiliki akal sehat dan cerdas yang melarang berbuat kerusakan di bumi, serta mencegah kemungkaran, kecuali sebagian kecil di antara orang yang telah Kami selamatkan, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti ajaran yang dibawa rasul-Nya. Dan adapun orang-orang yang zalim terhadap karunia Allah, hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan hidup duniawi, melupakan kehidupan akhirat, dan mereka mengikuti hawa nafsunya, mereka adalah orang-orang yang berdosa lagi durhaka, dan dosa yang mereka perbuat sudah terlalu berat sehingga Allah mengazab mereka (Lihat: Surah al-Isra /17:16).", "long": "Pada ayat ini Allah swt menyatakan celaan-Nya kepada orang-orang pintar, cerdik-pandai yang tidak melarang orang-orang sesamanya berbuat kerusakan di muka bumi, padahal akal sehat dan pikiran cerdas yang mereka miliki itu cukup untuk dapat mengerti dan memahami kebaikan yang diserukan oleh para rasul. Hanya sedikit saja di antara mereka yang mempergunakan akal sehat, pikiran, dan kecerdasannya, untuk melarang berbuat yang mungkar dan menyuruh berbuat yang baik. Mereka yang sedikit itulah yang diselamatkan oleh Allah. Orang-orang dahulu yang cerdik pandai yang zalim lebih mementingkan kemewahan dan kesenangan yang berlebih-lebihan yang menyebabkan mereka itu menjadi sombong, takabur, dan fasik. Ajakan rasul kepada kebaikan ditentangnya, bahkan mereka berbuat sebaliknya. Kejahatan merebak, tidak ada seorang pun di antara mereka yang melarang orang lain berbuat yang mungkar. Oleh karena dosa yang mereka perbuat itu sudah terlalu berat, maka Allah membinasakan mereka. Firman Allah:\n\nDan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu). (al-Isra/17: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 1590, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 12, "page": 234, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0644\u0650\u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana Rabbuka liyuhlikal quraa bizulminw wa ahluhaa muslihoon" } }, "translation": { "en": "And your Lord would not have destroyed the cities unjustly while their people were reformers.", "id": "Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1590", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1590.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1590.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekali-kali Tuhanmu yang membimbing dan memberi petunjuk kepada hamba-Nya tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, yakni membinasakan secara total dan menyeluruh, selama penduduknya negeri itu adalah orang-orang yang selalu berbuat kebaikan, baik dalam beragama maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menjelaskan bahwa Dia tidak akan membinasakan suatu negeri, jika penduduk negeri itu, masih berbuat kebaikan, tidak berbuat zalim seperti mengurangi timbangan sebagaimana halnya kaum Nabi Syuaib a.s., tidak melakukan perbuatan liwath (homoseks, sodomi) seperti halnya kaum Nabi Lut a.s., tidak patuh kepada pimpinannya yang kejam dan bengis, seperti halnya Firaun, dan kejahatan lain, karena yang demikian, adalah suatu kezaliman. Allah tidak akan menyuruh melakukan yang demikian itu. Firman Allah:\n\nDan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya). (Fushshilat/41: 46)\n\nDan firman-Nya:\n\nSesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun. (Yunus/10: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 1591, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0644\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law shaaa'a Rabbuka laja'alannnaasa ummatanw waa hidatanw wa laa yazaaloona mukhtalifeen" } }, "translation": { "en": "And if your Lord had willed, He could have made mankind one community; but they will not cease to differ.", "id": "Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1591", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1591.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1591.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika Tuhanmu wahai Nabi Muhammad yang membimbing dan memberiimu menghendaki, tentu Dia jadikan seluruh manusia menjadi umat yang satu, yakni menganut satu agama, satu keyakinan, atau satu pendapat, tetapi Allah tidak menghendaki demikian, melainkan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih -sebagai wujud keadilan Allah dalam memberikan pahala dan siksa. Meskipun Allah memberi mereka kebebasan memilih, mereka senantiasa tetap berselisih pendapat tentang kebenaran, lantaran mereka mengikuti hawa nafsunya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa kalau Allah menghendaki, maka manusia menjadi umat yang satu dalam beragama sesuai dengan fitrah asal kejadiannya. Sekalipun pada mulanya manusia itu merupakan umat yang satu tidak terdapat perselisihan di antara mereka, tetapi setelah mereka berkembang biak, timbullah keperluan dan keinginan yang berbeda-beda maka timbul pulalah perbedaan dan perselisihan yang tak habis-habisnya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. (Yunus/10: 19)" } } }, { "number": { "inQuran": 1592, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0644\u0650\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa mar rahima Rabbuk; wa lizaalika khalaqahum; wa tammat Kalimatu Rabbika la amla'ana Jahannama minal jinnati wannnaasi ajma'een" } }, "translation": { "en": "Except whom your Lord has given mercy, and for that He created them. But the word of your Lord is to be fulfilled that, \"I will surely fill Hell with jinn and men all together.\"", "id": "kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, “Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1592", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1592.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1592.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perselisihan itu terjadi kecuali di antara orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu, mereka tidak berselisih, tetap mengikuti petunjuk Allah dan memilih agama yang benar. Dan untuk itulah Allah menciptakan sebagian mereka sengsara dan sebagian lain bahagia. Kalimat Tuhanmu, yakni keputusan-Ku telah tetap, bahwa Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia semuanya yang durhaka.", "long": "Perselisihan mereka tidak saja tentang agama yang dianut oleh masing-masing kaum seperti agama Yahudi, Nasrani, Majusi, Islam, atau syirik, tetapi juga penganut dari satu agama, kecuali orang-orang yang mendapat rahmat dari Allah dan diberi taufik serta hidayah. Mereka itu bersatu dan selalu mengusahakan persatuan agar manusia taat kepada peraturan dan ketentuan Allah, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Demikian kehendak Allah mengenai keragaman manusia. Ada yang mendapat rahmat, taufik, dan hidayah dari Allah, mereka bersatu dan menggalang persatuan, dan mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang bahagia yang akan menjadi penghuni surga. Ada pula yang tak putus-putusnya berselisih dan mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang celaka yang menjadi penghuni neraka. Malik bin Anas pernah berkata, \"Manusia itu diciptakan sebagian berada di surga dan sebagian yang lain berada di neraka sair.\" Oleh karena itu Allah mengakhiri ayat ini dengan satu ketegasan bahwa telah menjadi ketentuan-Nya akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia yang selalu berbuat jahat dan dosa di muka bumi ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1593, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064f\u0624\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kullan naqussu 'alaika min ambaaa'ir Rusuli maa nusabbitu bihee fu'aadak; wa jaaa'aka fee haazihil haqqu wa maw'izatunw wa zikraa lilmu' mineen" } }, "translation": { "en": "And each [story] We relate to you from the news of the messengers is that by which We make firm your heart. And there has come to you, in this, the truth and an instruction and a reminder for the believers.", "id": "Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1593", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1593.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1593.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan tentang tujuan diutusnya para rasul, pada ayat ini dijelaskan kembali manfaat dari kisah-kisah yang dipaparkan bagi umat sesudahnya. Dan semua kisah rasul-rasul yang Kami ceritakan kepadamu wahai Nabi Muhammad agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu dalam menghadapi rintangan, dan tegar dalam melaksanakan tugas-tugas berat yang dibebankan kepadamu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu segala sesuatu tentang kebenaran, nasihat yang membimbingmu menuju kebaikan, dan peringatan bagi orang yang beriman agar bisa memetik manfaatnya dan berpengaruh dalam dirinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kisah para rasul terdahulu bersama umatnya, seperti peristiwa perdebatan dan permusuhan di antara mereka, keluhan para nabi karena kaumnya mendustakan serta menyakiti dan sebagainya, semuanya itu berguna untuk meneguhkan hati Rasulullah agar tidak tergoyahkan oleh apa pun untuk mengemban tugas kerasulan dan menyiarkan dakwahnya. Selain itu, kisah-kisah tersebut juga menanamkan keyakinan yang mantap dan mendalam tentang apa yang diserukan para rasul, seperti akidah bahwa Allah adalah Esa, bertobat dan beribadah kepada-Nya dengan ikhlas, meninggalkan kejahatan, baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Kesemuanya itu merupakan pelajaran dan peringatan yang bermanfaat bagi orang-orang mukmin bahwa umat terdahulu itu ditimpakan azab kepadanya karena mereka telah berbuat aniaya dan kerusakan di bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 1594, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qul lillazeena laa yu'minoona' maloo 'alaa makaanatikum innaa 'aamiloon" } }, "translation": { "en": "And say to those who do not believe, \"Work according to your position; indeed, we are working.", "id": "Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang yang tidak beriman, “Berbuatlah menurut kedudukanmu; kami pun benar-benar akan berbuat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1594", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1594.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1594.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada orang yang tidak beriman, \"Berbuatlah menurut kemampuan dan cara yang kamu tempuh sesuai dengan kedudukanmu; Sesungguhnya kami pun benar-benar akan berbuat pula menurut cara dan kemampuan kami, sesuai yang diajarkan Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar berkata kepada orang-orang kafir, \"Berbuatlah menurut kedudukan dan kemampuanmu menentang dakwah dan menyakiti orang-orang yang berdakwah beserta pendukung-pendukungnya. Kami pun akan berbuat menurut kedudukan dan kemampuan kami mempertahankan dakwah dan meneruskan perintah Allah, serta taat dan patuh kepada-Nya.\" Ini adalah ancaman kepada mereka tentang azab yang akan diterimanya sebagai balasan dari perbuatannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1595, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wantaziroo innaa mun taziroon" } }, "translation": { "en": "And wait, indeed, we are waiting.\"", "id": "dan tunggulah, sesungguhnya kami pun termasuk yang menunggu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1595", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1595.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1595.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tunggulah sanksi yang akan dijatuhkan Allah kepadamu, akibat perbuatan yang kamu lakukan, sesungguhnya kami, yakni nabi dan orang-orang beriman pun termasuk yang menunggu imbalan dari Allah berupa kebahagiaan atau kesuksesan yang akan diberikan kepada kami.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada orang-orang kafir yang tetap membangkang kepada Rasul agar mereka menunggu apa yang akan terjadi dengan dakwah Rasul, dan musibah apa yang menimpa Rasul, yang memang sangat mereka harapkan, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nBahkan mereka berkata, \"Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.\" (ath-thur/52: 30)\n\nKemudian Rasul diperintahkan untuk mengatakan kepada mereka bahwa ia juga menunggu apa yang akan terjadi dengan nasib mereka, apakah mereka akan diazab Allah, ataukah mereka akan dikalahkan oleh orang-orang mukmin, dalam peperangan yang akan terjadi antara kedua belah pihak, sebagaimana nasib yang diterima umat-umat terdahulu, yang membangkang kepada nabi-nabi mereka. Sesungguhnya Allah menjamin kemenangan bagi orang-orang yang membela agama, dan kekalahan serta kehinaan bagi orang-orang yang zalim. Ayat-ayat ini serupa dengan firman Allah:\n\nKelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung. (al-Anam/6: 135)" } } }, { "number": { "inQuran": 1596, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 192, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi ghaibus samaawaati wal ardi wa ilaihi yurja'ul amru kulluhoo fa'bu-dhu wa tawakkal 'alaih; wa maa Rabbuka bighaafilin 'ammaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And to Allah belong the unseen [aspects] of the heavens and the earth and to Him will be returned the matter, all of it, so worship Him and rely upon Him. And your Lord is not unaware of that which you do.", "id": "Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1596", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1596.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1596.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hanya milik Allah-lah segala rahasia langit dan bumi dan kepadaNya segala urusan dikembalikan pada hari Kiamat, masing-masing orang akan mendapat imbalan atas perbuatannya. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya, karena Dialah yang memenuhi kebutuhan kamu. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap perbuatan apa saja yang kamu kerjakan, baik perbuatan jahat atau amal saleh, semua diketahui Allah dan semua amal akan dihitung.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mengetahui yang tersembunyi dan tidak terjangkau dengan ilmu siapa pun baik di langit maupun di bumi. Dialah mengetahui segala apa yang akan terjadi dan waktu terjadinya secara tepat. Semua urusan akan kembali kepada-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti jadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tak akan ada. Oleh karena itu, Dialah satu-satunya yang pantas dan wajib disembah, dengan segala keikhlasan. Kepada-Nyalah kita harus bertawakal guna tercapainya sesuatu yang di luar kemampuan kita, karena barang siapa yang bertawakal kepada-Nya akan tercapailah keperluannya. Firman Allah:\n\nDan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (ath-thalaq/65: 3)\n\nPada akhir ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa Dia tidak akan lalai dari apa yang telah dikerjakan hamba-Nya. Dia akan menyempurnakan tiap-tiap balasan amal yang diperbuat di dunia ini dan tidak akan ada pengurangan sedikit pun.\n\nFirman Allah:\n\nDan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)" } } } ] }, { "number": 12, "sequence": 53, "numberOfVerses": 111, "name": { "short": "يوسف", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u064a\u0648\u0633\u0641", "transliteration": { "en": "Yusuf", "id": "Yusuf" }, "translation": { "en": "Joseph", "id": "Yusuf" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf a.s. Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai mukjizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya. Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf a.s. ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui. Dari cerita Yusuf a.s. ini, Nabi Muhammad s.a.w. mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1597, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 193, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631 \u06da \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Raa; tilka Aayaatul Kitaabil Mubeen" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Ra. These are the verses of the clear Book.", "id": "Alif Lam Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1597", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1597.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1597.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Laam Raa. Huruf-huruf Hijaiyyah yang menjadi pembuka surah pada ayat ini dan surah lainya diungkap Allah untuk menggugah dan menarik perhatian kepada lawan bicara, agar mereka memperhatikan pesan-pesan yang akan disampaikan Allah. Huruf ini adalah huruf-huruf yang merangkai ayat-ayat Al-Qur'an hingga menjadi susunan ayat yang indah dan istimewa. Ayat-ayat berikut yang terdapat dalam surah ini adalah sebagian dari ayat-ayat yang terdapat dalam Kitab suci Al-Qur'an yang jelas dan nyata bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu dari Allah.", "long": "Ayat pertama surah Yusuf ini sama bunyinya dengan ayat pertama pada surah Yunus kecuali pada akhir ayat pertama surah Yunus ada kata \"al hakim\" sedang pada ayat pertama surah ini terdapat kata \"al-Mubin\".\n\nAl-hakim artinya penuh hikmat dan al-Mubin artinya nyata, jelas, dan terang. Biasanya dengan memperhatikan ayat pertama dari tiap-tiap surah sudah dapat diperkirakan apa pokok-pokok isi surah itu. Surah Yunus yang ayat pertamanya diakhiri dengan al-Hakim, terdapat di dalamnya masalah-masalah hikmat dan filsafat, seperti masalah keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, kebenaran risalah yang dibawa para nabi yang dikuatkan dengan berbagai macam mukjizat, masalah hari kebangkitan, hari pembalasan, dan sebagainya. Semuanya itu adalah masalah-masalah yang harus direnungkan dan difikirkan secara mendalam dan termasuk masalah hikmat dan filsafat. Adapun surah Yusuf ayat pertamanya diakhiri dengan al-Mubin. Hal ini mengisyaratkan bahwa di dalamnya terdapat suatu kisah yang sangat menarik, digubah dengan susunan kata-kata yang mempesona penuh balagah dan falsafah dalam suatu jalinan cerita yang indah yang mendorong pembacanya untuk mengikuti sampai akhir, suatu kisah yang patut menjadi contoh dan teladan yang menggambarkan dengan jelas bagaimana kehidupan seorang nabi yang mulia semenjak kecilnya mengalami beraneka ragam penderitaan sampai ia menjadi penguasa yang disegani dan dihormati di negeri Mesir." } } }, { "number": { "inQuran": 1598, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 193, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaaa anzalnaahu quraanan 'Arabiyyal la 'allakum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have sent it down as an Arabic Qur'an that you might understand.", "id": "Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1598", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1598.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1598.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah menegaskan keberadaan Al-Qur'an. Sesungguhnya Kami menurunkannya, yakni kalam Allah yang qadim sebagai Qur'an, yaitu bacaan yang berbahasa Arab, bahasa induk masyarakat pertama yang dihadapi Nabi agar kamu mengerti maknanya dan paham akan isi dari pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, sehingga kamu mampu memahaminya dengan akalmu.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab yang fasih agar dapat direnungkan dan difikirkan isi dan maknanya. Memang Al-Quran diturunkan untuk semua manusia, bahkan juga untuk jin, tetapi karena yang pertama-tama menerimanya ialah penduduk Mekah, maka wajarlah bila firman itu ditujukan lebih dahulu kepada mereka dan seterusnya berlaku untuk semua umat manusia. Pertama-tama Allah menuntut perhatian orang-orang Quraisy dan orang-orang Arab seluruhnya supaya mereka memperhatikan isinya dengan sebaik-baiknya karena di dalamnya terkandung bermacam-macam ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat seperti hukum-hukum agama, kisah para nabi dan rasul, hal-hal yang bertalian dengan pembangunan masyarakat, pokok-pokok kemakmuran, akhlak, filsafat, tata cara berpolitik, baik yang bersifat nasional maupun yang bersifat internasional, dan lain sebagainya. Semuanya itu diutarakan dalam bahasa Arab yang indah susunannya mudah dipahami oleh mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1599, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 193, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Nahnu naqussu 'alaika ahsanal qasasi bimaaa awhainaaa ilaika haazal quraana wa in kunta min qablihee laminal ghaafileen" } }, "translation": { "en": "We relate to you, [O Muhammad], the best of stories in what We have revealed to you of this Qur'an although you were, before it, among the unaware.", "id": "Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1599", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1599.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1599.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menurunkan ayat ini dan sesudahnya ketika sekelompok orang Yahudi meminta Nabi Muhammad menceritakan kisah Nabi Yusuf dan Nabi Yakub, lalu turunlah ayat berikut ini. Kami akan menceritakan kepadamu wahai Nabi Muhammad suatu kisah umat-umat terdahulu untuk menguatkan hatimu dan menjadi pelajaran bagi umatmu. Kisah ini adalah kisah yang paling baik karena sarat dengan pesan, nasihat, dan pelajaran yang diuraikan dengan susunan bahasa yang indah dan menarik. Kisah itu Kami turunkan dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum Kami mewahyukannya itu termasuk orang yang tidak mengetahui tentang kisah-kisah umat terdahulu. Kisah-kisah para nabi dan orang-orang saleh yang dipaparkan dalam Al-Qur'an adalah menjadi pelajaran bagi umat Nabi Muhammad, karena sarat dengan pesan-pesan moral serta nasihat.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengkhususkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw dan tentu saja untuk diperhatikan oleh orang Arab dan umat manusia seluruhnya. Para mufasir mengatakan bahwa surah Yusuf ini adalah salah satu surah dalam Al-Quran yang diturunkan untuk menghibur dan menggembirakan hati Nabi Muhammad saw di kala beliau menderita tekanan-tekanan yang berat dari kaum Quraisy berupa cemoohan, hinaan, pembangkangan, dan tindakan kekerasan sehingga beliau terpaksa hijrah bersama Abu Bakar ke Medinah. Memang demikianlah halnya karena kisah Nabi Yusuf ini adalah suatu kisah yang menarik sekali, dikisahkan dengan cara terperinci, tiap babak mengandung hikmah yang dalam dan pelajaran yang besar manfaatnya bagi orang yang memperhatikannya, apalagi bila dilihat dari segi keindahan susunan bahasa dan isi ceritanya yang belum dikenal seluruhnya baik oleh Nabi Muhammad saw sendiri maupun oleh kaum Quraisy dan orang Arab pada umumnya.\n\nKisah ini selain menceritakan keadaan Nabi Yakub a.s. beserta anak-anaknya yang masih hidup dengan cara kehidupan orang-orang Badui, menceritakan pula bagaimana kehidupan dalam masyarakat yang telah maju dan berkebudayaan tinggi, bagaimana kehidupan para penguasa yang penuh dengan kemewahan serta kesenangan dan bagaimana pula cara mereka mengendalikan pemerintahan dan mengatur perekonomian negara. Benarlah firman Allah yang mengatakan bahwa kisah Nabi Yusuf a.s. yang akan dikisahkan berikut ini adalah kisah yang paling baik, menarik, dan yang paling indah penggambarannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1600, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 12, "page": 235, "manzil": 3, "ruku": 193, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e \u0639\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e \u0643\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala Yoosufu li abeehi yaaa abati innee ra aytu ahada 'ashara kawkabanw wash shamsa walqamara ra aytuhum lee saajideen" } }, "translation": { "en": "[Of these stories mention] when Joseph said to his father, \"O my father, indeed I have seen [in a dream] eleven stars and the sun and the moon; I saw them prostrating to me.\"", "id": "(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1600", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1600.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1600.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa di antara wahyu Al-Qur'an yang diturunkan Allah berupa kisah-kisah umat terdahulu yang belum diketahui secara jelas oleh Nabi Muhammad dan umatnya, ayat ini menjelaskan tentang salah satu kisah tersebut, yaitu kisah Nabi Yusuf. Allah memulai kisah Nabi Yusuf dengan menceritakan perihal mimpinya. Ketika Yusuf putra Nabi Yakub berkata kepada ayahnya, \"Wahai ayahku! Sungguh, aku bermimpi melihat sebelas bintang, yakni saudaranya yang berjumlah sebelas, matahari, yakni ayahnya dan bulan, yakni ibunya; kulihat semuanya sujud atau mengarahkan pandangannya dan hormat kepadaku.\"", "long": "Pada suatu ketika Nabi Yusuf a.s. memberitahukan kepada ayahnya Nabi Yakub bin Ishak bin Ibrahim bahwa ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, semuanya tunduk dan sujud kepadanya. Tentu saja sujud di sini bukan dengan arti menyembah seperti yang kita kenal, tetapi hanyalah sujud dalam arti kiasan yaitu tunduk dan patuh. Sujud dengan arti tunduk dan patuh itu ada juga terdapat dalam Al-Quran, seperti firman Allah:\n\nDan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). (ar-Rahman/55: 6)\n\nSetelah mendengar cerita itu, Nabi Yakub a.s. menyadari bahwa mimpi anaknya bukan mimpi biasa, tetapi merupakan ilham dari Allah sebagaimana kerapkali dialami oleh para nabi. Ia yakin bahwa anaknya ini akan menghadapi urusan yang sangat penting dan setelah dewasa menjadi pemimpin dimana masyarakat akan tunduk kepadanya tidak terkecuali saudara-saudaranya dan ibu-bapaknya. Ia merasa khawatir kalau hal ini diketahui oleh saudara-saudaranya, dan tentulah mereka akan merasa iri dan dengki terhadapnya serta berusaha untuk menyingkirkan atau membinasa-kannya apalagi mereka telah merasa bahwa ayah mereka lebih banyak menumpahkan kasih sayangnya kepadanya. Tergambarlah dalam khayal Nabi Yakub bagaimana nasib anaknya bila mimpi itu diketahui oleh saudara-saudaranya, tentulah mereka dengan segala usaha dan tipu daya akan mencelakakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1601, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 193, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0646\u064e\u064a\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0635\u064f\u0635\u0652 \u0631\u064f\u0624\u0652\u064a\u064e\u0627\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala yaa bunaiya laa taqsus ru'yaaka 'alaaa ikhwatika fayakeedoo laka kaidaa; innash Shaitaana lil insaani 'aduwwum mubeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"O my son, do not relate your vision to your brothers or they will contrive against you a plan. Indeed Satan, to man, is a manifest enemy.", "id": "Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1601", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1601.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1601.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dia-Nabi Yakub-berkata kepada putranya, \"Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu. Aku khawatir apabila mereka tahu, mereka akan membuat tipu daya untuk membinasakan-mu karena kedengkian mereka. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia karena terus berupaya memunculkan rasa permusuhan di antara sesama.\"", "long": "Oleh sebab itu, Nabi Yakub a.s. berkata kepada anaknya, \"Hai anakku, jangan sekali-kali engkau beritahukan apa yang engkau lihat dalam mimpi itu, karena kalau mereka sampai mengetahuinya, mereka akan mengerti tabir mimpi itu dan mereka akan iri dan dengki terhadapmu. Aku melihat bahwa mimpi itu bukan sembarang mimpi. Mimpimu itu adalah sebagai ilham dari Allah bahwa engkau di belakang hari akan menjadi orang besar serta berpengaruh, dan manusia akan tunduk patuh kepadamu termasuk saudara-saudaramu dan aku serta ibumu. Aku tidak dapat menjamin bahwa saudara-saudaramu tidak akan melakukan tindakan-tindakan buruk terhadapmu.\"\n\nNasihat ayahnya itu disadari sepenuhnya oleh Yusuf dan selalu diingat dan dikenangnya sehingga nanti pada akhir kisah ketika ia telah dapat bertemu dengan seluruh keluarganya, ia tetap mengatakan bahwasanya setanlah yang memperdaya saudara-saudaranya sehingga terputus hubungan antara dia dengan keluarganya, sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nDan dia (Yusuf) berkata, \"Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.\" (Yusuf/12: 100)" } } }, { "number": { "inQuran": 1602, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 193, "hizbQuarter": 94, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u064a\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064f \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u0644\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika yajtabeeka rabbuka wa yu'allimuka min taaweelil ahaadeesi wa yutimmu ni'matahoo 'alaika wa 'alaaa Aali Ya'qooba kamaaa atammahaa 'alaaa abawaika min qablu Ibraaheema wa Ishaaq; inna Rabbaka 'Aleemun hakeem" } }, "translation": { "en": "And thus will your Lord choose you and teach you the interpretation of narratives and complete His favor upon you and upon the family of Jacob, as He completed it upon your fathers before, Abraham and Isaac. Indeed, your Lord is Knowing and Wise.\"", "id": "Dan demikianlah, Tuhan memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Mahabijak-sana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1602", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1602.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1602.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Yusuf menceritakan mimpi itu kepada ayahnya, lalu ayahnya mempunyai firasat bahwa mimpi tersebut mempunyai arti penting, kemudian ia pun berkata, \"Dan demikianlah, Tuhan telah memilih engkau wahai putraku Yusuf, dari sekian hamba-hamba lainnya. Dan selain itu Allah akan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi beserta berita tentang arti-arti mimpi, dan kelak akan menyempurnakan nikmat-Nya berupa kenabian dan kerajaan kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya berupa kenabian kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui siapa yang berhak dipilih, dan Mahabijaksana dalam memberi karunia kepada orang yang dikehendaki-Nya.\"", "long": "Selanjutnya ayahnya berkata, \"Demikianlah Tuhan akan memilihmu untuk menjadi nabi dan mengangkat derajatmu menjadi penguasa serta menganugerahkan kepadamu berbagai macam nikmat dan kemuliaan. Dia akan memberikan kepadamu ilmu dengan mengilhamkannya kepadamu. Dengan ilmu itu kamu dapat mentabirkan mimpi dan mengetahui hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh manusia biasa.\" Hal ini terbukti di waktu Yusuf dalam penjara, dapat mentabirkan mimpi raja Mesir sehingga ia menjadi orang yang disegani dan diangkat menjadi penguasa tertinggi. Selain itu dapat mengetahui makanan apa yang akan dibawa oleh pegawai penjara sebelum makanan itu sampai ke kamar temannya seperti tersebut dalam firman Allah dalam surah ini juga.\n\nDia (Yusuf) berkata, \"Makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku.\" (Yusuf/12: 37)\n\nKemudian Yakub berkata lagi kepada Yusuf dalam ayat ini, \"Allah akan menyempurnakan nikmat dan karunia-Nya kepadamu dan kepada keluarga Yakub termasuk ayahmu, saudaramu, dan keturunan mereka di belakang hari. Adapun nikmat dan karunia-Nya kepadamu ialah seperti yang telah diterangkan tadi, sedang nikmat dan karunia-Nya kepada ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu dan keturunan mereka ialah terlepasnya mereka dari berbagai macam kesulitan serta marabahaya dan mendapat kehormatan serta kedudukan di Mesir, kemudian di antara keturunan keluarga Yakub akan diangkat pula beberapa orang nabi. Semua nikmat dan karunia itu telah diberikan Allah kepada kakekmu Ibrahim serta Ishak. Kepada Ibrahim, Allah telah menjanjikan akan memilih di antara keluarga dan keturunannya untuk menerima kenabian dan kitab suci.\"\n\nLanjut Yakub lagi, \"Demikianlah tabir mimpi itu dan bergembiralah dengan rahmat dan karunia Allah yang akan dianugerahkan kepadamu, tetapi engkau harus tabah dan sabar menghadapi segala ujiannya dan penuh tawakkal serta rela atas segala yang ditimpakan-Nya kepadamu, karena Dia Mahabijaksana dan Maha Mengetahui segala apa yang ditetapkan-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1603, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad kaana fee Yoosufa wa ikhwatiheee Aayaatul lissaaa'ileen" } }, "translation": { "en": "Certainly were there in Joseph and his brothers signs for those who ask,", "id": "Sungguh, dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang bertanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1603", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1603.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1603.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan tentang mimpi Nabi Yusuf dan isyarat akan dipilihnya dia sebagai Nabi dan beberapa karunia lain yang akan diberikan Allah kepadanya, ayat berikut ini menjelaskan tentang sikap putraputra Nabi Yakub terhadap Nabi Yusuf, sebagaimana dijelaskan, sungguh, dalam kisah Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah dan pelajaran berharga bagi orang yang bertanya tentang kisah itu. Kisah tersebut juga menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, karena mampu menjelaskan kisah Nabi Yusuf secara gamblang.", "long": "Allah memperingatkan lebih dahulu bahwa pada kisah Nabi Yusuf a.s. ini terdapat teladan yang baik dan pelajaran bagi orang yang memperhatikannya yaitu betapa besar kekuasaan Allah swt, dan betapa luas hikmah dan kebijaksanaan-Nya dalam mengatur sesuatu dalam suatu rentetan kejadian yang akhirnya sampai kepada tujuan yang dimaksud yaitu pemberian rahmat dan karunia kepada orang yang dikasihi-Nya. Sesudah itu barulah Allah mengisahkan bagaimana sikap saudara-saudara Yusuf terhadapnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1604, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064f\u0648\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0639\u064f\u0635\u0652\u0628\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Iz qaaloo la Yoosufu wa akhoohu ahabbu ilaaa Abeenaa minnaa wa nahnu 'usbah; inna abaanaa lafee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "When they said, \"Joseph and his brother are more beloved to our father than we, while we are a clan. Indeed, our father is in clear error.", "id": "Ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1604", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1604.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1604.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pelajaran dari kisah itu dimulai ketika mereka saudara-saudara Nabi Yusuf satu ayah lain ibu berkata satu sama lain, \"Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandung-nya, yakni Bunyamin lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan yang kuat dan mampu membantu segala urusannya. Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata karena lebih mencintai Yusuf dan Bunyamin dari pada kita.", "long": "Saudara-saudara Yusuf berkata sesama mereka, \"Sesungguhnya ayah kita lebih banyak menyayangi Yusuf dan saudaranya Bunyamin dan lebih banyak menumpahkan perhatiannya kepada keduanya, padahal kitalah yang lebih berhak untuk disayangi dan diperhatikan, karena kita ini sudah menjadi orang dewasa yang kuat dan dapat membelanya serta memenuhi segala kebutuhannya. Sikap ayah kita itu bertentangan dengan keadilan dan persamaan hak antara anak-anak. Mengapa ayah lebih mengutamakan dua orang anak yang lemah dan tak berdaya itu dari pada kita yang kuat serta lebih sanggup berkhidmat dan berbakti kepadanya?\"\n\nSepintas lalu nampak dengan jelas kebenaran ucapan saudara-saudara Yusuf itu, seakan-akan Nabi Yakub a.s. telah membuat kekeliruan dengan tindakannya itu padahal dia seorang nabi yang selalu dibimbing Allah dalam segala sikap dan tindakannya. Menurut riwayat memang Yakub menumpah-kan perhatian yang besar terhadap Yusuf, karena ada firasat dan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Yusuf mempunyai keistimewaan pada sifat dan pembawaannya. Keistimewaan ini tidak dimiliki oleh saudara-saudaranya yang lain. Maka Yakub sangat menaruh harapan kepadanya, apalagi setelah ia mendengar Yusuf menceritakan mimpinya. Jika Yakub lebih cinta kepada Yusuf dan lebih banyak memperhatikannya, maka hal itu adalah wajar, sebab Yusuf dan Bunyamin masih kecil-kecil dan lebih banyak membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tuanya dibanding saudara-saudaranya yang sudah besar. Hanya sifat iri dan dengki sajalah yang mendorong saudara-saudaranya untuk melakukan tindakan permusuhan terhadapnya, bukanlah karena ayah mereka sudah menyimpang dari jalan keadilan." } } }, { "number": { "inQuran": 1605, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0637\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064f \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Uqtuloo Yoosufa awitra hoohu ardany yakhlu lakum wajhu abeekum wa takoonoo mim ba'dihee qawman saaliheen" } }, "translation": { "en": "Kill Joseph or cast him out to [another] land; the countenance of your father will [then] be only for you, and you will be after that a righteous people.\"", "id": "Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1605", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1605.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1605.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian di antara mereka berkata kepada sesamanya, \"Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat yang jauh dari kampung halaman kita agar perhatian ayah tertumpah kepadamu tanpa ada yang menghalanginya, dan setelah itu kamu bertobat kepada Allah, karena pintu tobat selalu terbuka, kemudian meminta maaf kepada ayah, sehingga kamu kembali lagi menjadi orang yang baik.\"", "long": "Dalam suatu musyawarah untuk menetapkan tindakan yang tepat dan tegas terhadap Yusuf, mereka mengusulkan agar dia dibunuh saja atau dibuang ke tempat yang jauh, sehingga ia tidak mungkin kembali atau binasa dan mati di tempat pembuangan itu. Dengan demikian, ayah mereka Yakub akan berputus asa dan tidak mempunyai harapan lagi untuk bertemu dengan anaknya yang paling disayanginya itu, dan lama kelamaan tentunya dia akan melupakannya. Selama ini yang menjadi halangan baginya untuk memperhatikan mereka ialah Yusuf di sampingnya. Bila Yusuf sudah tiada atau tersingkir ke negeri yang jauh, tentulah ayah mereka akan kembali memperhatikan dan menyayangi mereka. Mereka menginsyafi bahwa tindakan ini adalah suatu tindakan yang kejam tidak berperikemanusiaan, suatu tindakan kriminal yang sangat besar dosanya. Akan tetapi, mereka telah jauh tersesat dari jalan yang benar dan terjerumus ke dalam perangkap setan, sehingga tidak nampak lagi oleh mereka akibat perbuatan itu bagi ayah dan diri mereka sendiri jika perbuatan itu dilakukan.\n\nMereka membujuk diri mereka sendiri dengan mengatakan, meskipun mereka telah berdosa, pintu tobat masih terbuka lebar. Mereka akan bertobat dengan tobat nasuha dan tidak akan berbuat seperti itu lagi, dan menjadi hamba Allah yang saleh. Tentu Allah akan menerima tobat, mengampuni segala dosa dan kesalahan hamba-Nya, dengan demikian ayah mereka akan merasa senang kepada mereka, dan Allah tidak akan menyiksa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1606, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u064a\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0628\u0651\u0650 \u064a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0637\u0652\u0647\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalaa qaaa'ilum minhum laa taqtuloo Yoosufa wa alqoohu fee ghayaabatil jubbi yaltaqithu badus sai yaarati in kuntum faa 'ileen" } }, "translation": { "en": "Said a speaker among them, \"Do not kill Joseph but throw him into the bottom of the well; some travelers will pick him up - if you would do [something].\"", "id": "Seorang di antara mereka berkata, “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir, jika kamu hendak berbuat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1606", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1606.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1606.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seorang di antara mereka memberi saran dan berkata, \"Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir yang melewati sumur itu, jika kamu hendak berbuat sesuatu untuk menjauhkan Yusuf dengan ayah.\"", "long": "Rupanya masih ada di antara mereka yang tidak mau melaksanakan usul itu dan masih mengalir dalam tubuhnya rasa kasih sayang terhadap saudaranya dan tergambar dalam khayalnya, betapa ngerinya perbuatan itu. Dia mengusulkan agar Yusuf jangan dibunuh jika hanya ingin memisahkan dari ayahnya dan menarik perhatian ayah mereka kembali. Mengapa untuk mencapai tujuan itu kita harus melakukan pembunuhan, melakukan suatu dosa besar yang belum tentu akan diampuni Tuhan? Dia mempunyai usul yang tidak begitu berat dosanya yaitu menjatuhkan Yusuf ke dalam sumur dan nanti dia akan ditemukan oleh para musafir dan akan dibawa mereka ke negeri yang jauh. Dengan demikian, Yusuf tidak akan mati dan mereka bebas dari dosa pembunuhan sedang maksud dan tujuan tercapai juga. Akhirnya usul ini mereka terima dengan baik, dan mereka sudah bertekad dalam hati untuk melaksanakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1607, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627\u0635\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaaa abaanaa maa laka laa taamannaa 'alaa Yoosufa wa innaa lahoo lanaa sihoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"O our father, why do you not entrust us with Joseph while indeed, we are to him sincere counselors?", "id": "Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1607", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1607.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1607.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dipaparkan tentang rencana jahat putra-putra Nabi Yakub terhadap Nabi Yusuf, lalu pada ayat ini diuraikan tentang aksi mereka melakukan tipu muslihat yang diawali dengan membujuk sang ayah untuk membawa serta Nabi Yusuf pergi bersama mereka. Mereka berkata, \"Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak memercayai kami sebagai penanggung jawab terhadap saudara kami sendiri Yusuf, padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya, dengan membawa serta Yusuf bersama kami, dan kami semua akan menjaga dengan baik serta memberinya kasih sayang.", "long": "Pada ayat ini, terbayang dengan jelas betapa besar kecurigaan Nabi Yakub terhadap para saudara Yusuf dan kekhawatirannya apabila ia membiarkan Yusuf bergaul dengan mereka, apalagi setelah mendengar cerita Yusuf tentang mimpinya. Sikap ayah mereka itu sangat menjengkelkan hati dan menyinggung perasaan mereka. Dengan terus terang mereka berkata, \"Wahai ayah kami, mengapa engkau selalu mencurigai kami terhadap Yusuf, padahal kami tetap mencintai dan menyayanginya, selalu berusaha agar dia senang dan gembira, dan tidak pernah terlintas dalam pikiran kami akan menyakiti hatinya apalagi menganiayanya. Mengapa engkau tidak membiarkan dia bergaul, bercengkerama dengan sewajarnya seakan-akan engkau menaruh curiga terhadap kami.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1608, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u063a\u064e\u062f\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Arilhu ma'anaa ghadany yarta'wa yal'ab wa innaa lahoo lahaafizoon" } }, "translation": { "en": "Send him with us tomorrow that he may eat well and play. And indeed, we will be his guardians.", "id": "Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1608", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1608.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1608.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian mereka meminta kembali kepada ayahnya: Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi saat kami pergi menggembala kambing, agar dia bisa bersenang-senang dengan memakan buah-buahan segar dan bermain-main bersama kami dalam perlombaan dan permainan yang diperbolehkan, dan kami pasti menjaganya dengan baik serta melindunginya dari marabahaya.\"", "long": "Saudara-saudara Yusuf kembali membujuk ayahnya dengan menyatakan, \"Biarkanlah dia pergi berekreasi dengan kami besok ke tempat pengembalaan, berolah raga, dan berlomba. Kami akan membawa makanan yang enak-enak dan buah-buahan yang lezat, yang akan kami santap setelah selesai bermain-main. Kami akan selalu menjaga dan memeliharanya dari segala bahaya. Percayakanlah dia kepada kami. Insya Allah dia akan senang bersama kami dan kami pun menyenangi dia, dan dia akan kami bawa pulang dengan selamat dan tidak kurang suatu apa.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1609, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u064f\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0626\u0652\u0628\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innee la yahzununeee an tazhaboo bihee wa akhaafu anyyaakulahuz zi'bu wa antum 'anhu ghaafiloon" } }, "translation": { "en": "[Jacob] said, \"Indeed, it saddens me that you should take him, and I fear that a wolf would eat him while you are of him unaware.\"", "id": "Dia (Yakub) berkata, “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1609", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1609.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1609.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar bujukan putra-putranya dia Nabi Yakub berkata, \"Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia putraku Yusuf, dan berpisahnya dia denganku sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia akan dimakan serigala ketika jauh darimu, sedang kamu lengah darinya karena sibuk bermain atau sibuk dengan urusan lain.\"", "long": "Yakub berkata kepada mereka, \"Hai anak-anakku! Aku akan menjadi gelisah dan sedih jika kamu membawanya bermain-main berolah raga dan berlomba dan tinggal sendirian karena masih kecil, dan belum sanggup melayanimu bermain-main? Siapa tahu datang serigala lalu menerkamnya sedangkan kamu semua sedang asyik bermain-main.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1610, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 12, "page": 236, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0626\u0652\u0628\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0639\u064f\u0635\u0652\u0628\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo la in akalahuzzi'bu wa nahnu 'usbatun innaaa izal lakhaasiroon" } }, "translation": { "en": "They said, \"If a wolf should eat him while we are a [strong] clan, indeed, we would then be losers.\"", "id": "Sesungguhnya mereka berkata, “Jika dia dimakan serigala, padahal kami golongan (yang kuat), kalau demikian tentu kami orang-orang yang rugi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1610", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1610.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1610.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berkata kepada sang ayah, \"Demi Allah jika dia dimakan serigala, itu sungguh mustahil, padahal kami golongan yang kuat dan memiliki keberanian, kalau demikian yang terjadi tentu kami termasuk golongan orang-orang yang rugi, lagi pengecut dan hidup tidak berguna.\"", "long": "Mereka menjawab, \"Wahai ayah kami, sungguh tidak pada tempat-nya ayah curiga dan gelisah serupa itu dan janganlah ayah merasa khawatir atas keselamatan Yusuf. Kami ini sudah besar-besar dan dewasa, kami ini orang-orang kuat semuanya, dan kami telah berjanji akan menjaganya. Apa yang ayah khawatirkan itu tidak mungkin akan terjadi, dan kalau terjadi juga maka apalah arti hidup bagi kami, jika kami yang besar dan yang kuat ini tidak bisa menjamin keselamatan adik kami. Dengan demikian kami akan termasuk orang-orang yang merugi, orang yang tidak berharga sedikitpun.\" Akhirnya karena desakan yang sangat kuat dari saudara-saudara Yusuf dan mereka telah memberikan jaminan pula, maka dengan perasaan yang berat, terpaksalah Yakub memberi izin kepada mereka untuk membawa Yusuf bermain-main ke tempat gembala di padang pasir." } } }, { "number": { "inQuran": 1611, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 12, "page": 237, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u064a\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0628\u0651\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0644\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa zahaboo bihee wa ajma'ooo anyyaj'aloohu fee ghayaabatil jubb; wa awyainaaa ilaihi latunabbi 'annahum bi amrihim haaza wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "So when they took him [out] and agreed to put him into the bottom of the well... But We inspired to him, \"You will surely inform them [someday] about this affair of theirs while they do not perceive [your identity].\"", "id": "Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkan ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, “Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1611", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1611.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1611.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan tentang bujukan mereka kepada sang ayah, lalu sang ayah dengan berat hati mengizinkan mereka membawa serta Nabi Yusuf, ayat berikut ini menjelaskan tentang aksi mereka memisahkan Nabi Yusuf dari ayahnya. Maka ketika mereka membawanya pergi ke tengah padang pasir, dan setan pun memengaruhi mereka, sehingga mereka sepakat memasukkan Nabi Yusuf ke dasar sumur. Kemudian Kami wahyukan kepadanya ketika berada di sumur, \"Engkau wahai Nabi Yusuf kelak setelah dewasa pasti akan menceritakan perbuatan jahat ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari bahwa orang yang pernah mereka aniaya itu adalah engkau.\"", "long": "Pada ayat 10 surah ini telah diterangkan bahwa saudara-saudara Yusuf telah sepakat akan memasukkan Yusuf ke dalam sumur dengan harapan ia akan ditemukan oleh kafilah yang ingin mengambil air dan di bawa ke negeri yang jauh agar ia tidak dapat ketemu lagi dengan ayahnya. Pada ayat ini diterangkan bahwa sesampainya mereka di suatu tempat yang ada sumurnya mereka melaksanakan permufakatan jahat mereka, dan memasukkan Yusuf ke dalam sumur. Dengan demikian, mereka merasa amat gembira karena momok yang selama ini menghantui jiwa mereka sudah tidak ada lagi. Menurut anggapan mereka Yusuflah yang merebut kasih sayang ayahnya dan sekarang karena dia tidak ada lagi tentulah kasih sayang Yakub akan bertumpah kepada mereka. Bagaimana dengan Yusuf sendiri yang telah mendekam dalam sumur yang gelap itu? Tentu dia sangat bersedih hati dan terbayanglah dalam pikirannya bahwa dia akan mati kedinginan dan kelaparan dan tidak akan bertemu lagi dengan ayah ibunya serta saudara-saudaranya. Pada saat yang amat kritis itulah, Allah mengilhamkan kepadanya agar dia jangan khawatir dan jangan bersedih hati. Allah akan memeliharanya dan melepaskannya dari bahaya yang menimpanya. Nanti dia akan mendapat pertolongan dari kafilah dan akhirnya ia akan mendapat kedudukan yang tinggi, sehingga ia dapat mengingatkan saudara-saudaranya atas pengkhianatan mereka, sedang mereka sendiri tidak sadar bahwa orang yang menceritakan itu adalah Yusuf sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1612, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 12, "page": 237, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0634\u064e\u0627\u0621\u064b \u064a\u064e\u0628\u0652\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'ooo abaahum 'ishaaa 'any yabkoon" } }, "translation": { "en": "And they came to their father at night, weeping.", "id": "Kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1612", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1612.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1612.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mereka menceburkan Nabi Yusuf ke dalam sumur dan meninggalkannya sendirian, kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis sebagai ekspresi bahwa mereka sedih. Dengan cara ini mereka menduga bahwa ayahnya percaya dengan berita yang akan mereka sampaikan, sehingga perbuatan jahat mereka tertutupi.", "long": "Pada kedua ayat ini dikisahkan bahwa saudara-saudara Yusuf kembali menemui Yakub pada malam hari dengan muka yang pucat dan dengan air mata yang bercucuran seraya berkata, \"Wahai ayah kami, apa yang ayah khawatirkan selama ini benar-benar telah terjadi tanpa kemauan kami. Kami pergi bermain-main, dan kami tinggalkan Yusuf untuk menjaga pakaian dan barang-barang kami. Rupanya tanpa kami sadari karena asyiknya kami bermain, kami sudah jauh terpisah dari dia. Setelah kami kembali, kami dapati Yusuf sudah diterkam dan dimakan oleh serigala. Kami tidak mendengar pekik dan teriaknya karena kami telah jauh meninggalkan tempatnya. Kami menyadari bahwa ayah tidak akan percaya kepada cerita kami ini, meskipun kami menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi karena ayah selalu menaruh curiga terhadap kami. Tetapi malang yang tak dapat ditolak inilah yang terjadi dan kamipun tidak berdaya untuk menolongnya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1613, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 12, "page": 237, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u0642\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0643\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0626\u0652\u0628\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064d \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaaa abaanaaa innaa zahabnaa nastabiqu wa taraknaa Yoosufa 'inda mataa'inaa fa akhalahuz zi'b, wa maaa anta bimu'minil lanaa wa law kunnaa saadiqeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"O our father, indeed we went racing each other and left Joseph with our possessions, and a wolf ate him. But you would not believe us, even if we were truthful.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami berkata benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1613", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1613.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1613.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian mereka berkata, \"Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi bermain sambil berlomba memanah dan berpacu, dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami sendirian di tempat yang aman. Saat kami meninggalkan Yusuf sebentar, tiba-tiba datang serigala lalu dia dimakan serigala. Sungguh sangat mengejutkan, dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami dengan berita ini, sekalipun kami berkata benar. Hal itu karena cintamu yang berlebih-lebihan kepada Yusuf, sehingga engkau berprasangka buruk kepada kami.\"", "long": "Pada kedua ayat ini dikisahkan bahwa saudara-saudara Yusuf kembali menemui Yakub pada malam hari dengan muka yang pucat dan dengan air mata yang bercucuran seraya berkata, \"Wahai ayah kami, apa yang ayah khawatirkan selama ini benar-benar telah terjadi tanpa kemauan kami. Kami pergi bermain-main, dan kami tinggalkan Yusuf untuk menjaga pakaian dan barang-barang kami. Rupanya tanpa kami sadari karena asyiknya kami bermain, kami sudah jauh terpisah dari dia. Setelah kami kembali, kami dapati Yusuf sudah diterkam dan dimakan oleh serigala. Kami tidak mendengar pekik dan teriaknya karena kami telah jauh meninggalkan tempatnya. Kami menyadari bahwa ayah tidak akan percaya kepada cerita kami ini, meskipun kami menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi karena ayah selalu menaruh curiga terhadap kami. Tetapi malang yang tak dapat ditolak inilah yang terjadi dan kamipun tidak berdaya untuk menolongnya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1614, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 12, "page": 237, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0645\u0650\u064a\u0635\u0650\u0647\u0650 \u0628\u0650\u062f\u064e\u0645\u064d \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064d \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064c \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'oo 'alaa qamee shihee bidamin kazi' qaala bal sawwalat lakum anfusukum amraa; fasabrun jameel; wallaahul musta'aanu 'alaa man tasifoon" } }, "translation": { "en": "And they brought upon his shirt false blood. [Jacob] said, \"Rather, your souls have enticed you to something, so patience is most fitting. And Allah is the one sought for help against that which you describe.\"", "id": "Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1614", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1614.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1614.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika mereka datang menghadap ayahnya, mereka membawa serta baju gamisnya Nabi Yusuf yang dilumuri darah palsu agar ayahnya percaya bahwa perkataan mereka benar, tapi baju itu justru menjadi bukti kebohongan mereka, karena tidak ada sedikit pun tanda bekas gigitan serigala di bajunya. Lalu dia-Nabi Yakub-berkata kepada putra-putranya,\" Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu lantaran setan telah menghiasi dirimu dengan nafsu yang mendorong berbuat jahat, untuk mencelakai Yusuf. Maka aku akan tetap bersabar tanpa mengeluh dan mengadu kepada siapa pun, karena hanya dengan bersabar itulah yang terbaik bagiku. Dan hanya kepada Allah saja aku memohon pertolongan-Nya agar aku mampu menerima ujian terhadap apa yang kamu ceritakan tentang Yusuf, dan aku juga berserah diri kepada-Nya.\"", "long": "Untuk memperkuat kebenaran cerita itu mereka membawa baju Yusuf yang telah berlumuran darah dan mereka berkata kepada ayahnya, \"Inilah bukti kebenaran kami.\" Padahal, darah yang melekat pada baju itu bukanlah darah Yusuf. Yakub melihat dan memperhatikan baju itu.\n\nDidapatinya baju itu hanya berlumuran darah saja, tetapi masih utuh tak ada yang robek dan tak ada pula yang berlubang-lubang bekas cakaran dan gigitan serigala, pasti saudara-saudaranya inilah yang telah berbuat aniaya terhadapnya, lalu ia berkata kepada mereka, \"Aku tidak percaya sama sekali akan ceritamu yang dibuat-buat itu dan aku yakin bahwa jiwamu yang jahat dan kotor, telah mempengaruhi dan mendorongmu untuk melakukan penganiayaan terhadap saudaramu sendiri.\" Tetapi apalah daya seorang ayah yang telah tua terhadap anak-anaknya yang sudah besar dan kuat. Dia tidak dapat berbuat apa-apa lagi kecuali menahan rasa amarah dan menekan perasaan hatinya yang amat kecewa dan sedih itu. Kini anaknya yang paling dicintainya dan kepadanya dia selalu menggantungkan harapan sudah tak ada lagi di sampingnya karena tindakan anak-anaknya sendiri. Apakah dia akan menuntut balas ataukah dia akan menyelidiki sendiri ke mana anaknya itu sebenarnya, sedang dia tidak berdaya lagi.\n\nDalam keadaan seperti itu tidak ada yang lebih baik baginya kecuali bersabar dan tawakal sepenuhnya kepada Allah. Jalan inilah yang dipilih Yakub meskipun ia tetap sedih dan tetap menangis atas kehilangan jantung hatinya. Ia tidak percaya sama sekali akan cerita anak-anaknya. Oleh karena itu, ia berserah diri kepada Allah dan selalu memohon pertolongan-Nya agar anaknya Yusuf diselamatkan dari segala marabahaya." } } }, { "number": { "inQuran": 1615, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 12, "page": 237, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062f\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'at saiyaaratun fa-arsaloo waaridahum fa adlaa dalwah; qaala yaa bushraa haaza ghulaam; wa asarroohu bi-daa'ah; wallaahu 'aleemum bimaa ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And there came a company of travelers; then they sent their water drawer, and he let down his bucket. He said, \"Good news! Here is a boy.\" And they concealed him, [taking him] as merchandise; and Allah was knowing of what they did.", "id": "Dan datanglah sekelompok musafir, mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya. Dia berkata, “Oh, senangnya, ini ada seorang anak muda!” Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1615", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1615.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1615.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mereka berhasil mencelakai Nabi Yusuf dengan memasukkannya ke dalam sumur, ayat ini menceritakan lanjutan kisah Nabi Yusuf, yaitu ditemukannya dia oleh rombongan kafilah yang hendak pergi ke Mesir. Dan setelah Nabi Yusuf diceburkan ke dalam sumur oleh saudaranya, maka datanglah sekelompok musafir dari Madyan yang hendak menuju Mesir, kemudian di antara mereka menyuruh salah seorang pengambil air untuk minum para kafilah. Lalu dia menurunkan timbanya, ketika timba diturunkan di sumur, bergantunglah Nabi Yusuf pada tali timba itu. Dengan nada terkejut, dia pun berteriak sambil berkata, \"Oh, senangnya, ini ada seorang anak muda yang sehat lagi elok parasnya!\" Setelah Nabi Yusuf diangkat, kemudian mereka menyembunyikannya dengan maksud akan menjadikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan, karena tidak ada satu pun yang bisa disembunyikan dari-Nya.", "long": "Tidak lama sesudah Yusuf berada di dalam sumur, datanglah kafilah dari Madyan hendak berangkat ke Mesir. Kebetulan persediaan air mereka sudah habis dan pergilah mereka ke sumur itu lalu menjatuhkan timba ke dalamnya untuk mengambil air. Melihat timba diulurkan ke dalam sumur, hati Yusuf gembira dan timbul harapan di dalam hatinya bahwa dia akan dapat keluar dari bahaya yang sedang dihadapinya. Dengan cepat dia pegang tali timba itu kuat-kuat, sehingga orang yang menimba heran mengapa air sumur ini amat berat. Tetapi mereka tetap menarik tali itu bersama-sama, dan ternyata bukan air yang terangkat, tetapi seorang anak kecil yang manis dan elok rupanya. Alangkah gembiranya pemimpin kafilah itu melihat anak yang sehat dan segar bugar itu. Terbayanglah dalam pikirannya ia akan mendapat keuntungan yang besar dengan menjualnya kepada orang kaya di Mesir nanti. Dengan cepat ia memerintahkan agar Yusuf disembunyikan supaya jangan kelihatan oleh orang lain karena mungkin orang-orang di daerah itu akan mengakui bahwa anak itu adalah anak penduduk kampung itu sendiri. Tetapi Allah Maha Mengetahui niat pemimpin kafilah itu sebagaimana Dia mengetahui apa maksud dan tujuan saudara-saudara Yusuf memasukkannya ke dalam sumur." } } }, { "number": { "inQuran": 1616, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 12, "page": 237, "manzil": 3, "ruku": 194, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064d \u0628\u064e\u062e\u0652\u0633\u064d \u062f\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u0645\u064e \u0645\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa sharawhu bisamanim bakhsin daraahima ma'doo datinw wa kaanoo feehi minaz zaahideen" } }, "translation": { "en": "And they sold him for a reduced price - a few dirhams - and they were, concerning him, of those content with little.", "id": "Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga rendah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1616", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1616.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1616.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah musafir itu tiba di Mesir, mereka pun menjualnya yakni Nabi Yusuf dengan harga rendah atau murah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya untuk memiliki dan mengambilnya sebagai anak atau sebagai budak yang dipekerjakan.", "long": "Akhirnya sampailah kafilah itu ke Mesir dan di sana mereka jual Yusuf dengan harga yang murah sekali dibanding dengan mahalnya harga budak di negeri itu, apalagi Yusuf adalah seorang anak yang tampan dan segar bugar.\n\nPara mufasir mengatakan tentang \"beberapa dirham yang dihitung\" bahwa yang pasti harganya kurang dari 40 dirham karena menurut adat kebiasaan di sana bila uang itu jumlahnya 40 dirham atau lebih, maka uang itu tidak dihitung lagi tetapi ditimbang. Mereka menjual Yusuf dengan harga yang begitu murah karena mereka khawatir kalau-kalau ada orang yang tahu bahwa Yusuf bukan budak, mengapa ia diperjualbelikan sedang dia adalah anak yang merdeka, anak orang baik. Karena kekhawatiran itulah mereka ingin cepat-cepat berlepas diri dari dia, asal mereka diberi uang berapa pun jumlahnya cukuplah bagi mereka. Rupanya sudah ditakdirkan Allah mereka menjual Yusuf kepada seorang penguasa yang amat berpengaruh di Mesir yaitu menteri yang kaya yang disebut al-Aziz agar dia mendapatkan kesempatan untuk menaiki kekuasaan dan kemuliaan." } } }, { "number": { "inQuran": 1617, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 12, "page": 237, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0635\u0652\u0631\u064e \u0644\u0650\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0646\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazish taraahu mim Misra limra atiheee akrimee maswaahu 'asaaa any-yanfa'anaaa aw nattakhizahoo waladaa; wa kazaalika mak-kannaa li-Yoosufa fil ardi wa linu'allimahoo min taaweelil ahaadees; wallaahu ghaalibun 'alaaa amrihee wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And the one from Egypt who bought him said to his wife, \"Make his residence comfortable. Perhaps he will benefit us, or we will adopt him as a son.\" And thus, We established Joseph in the land that We might teach him the interpretation of events. And Allah is predominant over His affair, but most of the people do not know.", "id": "Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya,” Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak.” Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1617", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1617.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1617.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan bahwa Nabi Yusuf dijual oleh para kafilah dengan harga murah, lalu ayat ini menjelaskan tentang keberadaan Nabi Yusuf di tengah keluarga al-Aziz yang membelinya. Dan orang dari Mesir yang membelinya, yaitu al-Aziz berkata kepada istrinya,\"Berikanlah kepadanya tempat dan layanan yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita setelah ia dewasa dan dapat membantu tugas-tugas kita, atau kita pungut dia sebagai anak karena tampak dari raut mukanya, dia anak yang cerdas, lagi rupawan, dan memiliki perawakan yang gagah.\" Dan demikianlah setelah Kami selamatkan dia dari marabahaya, Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Nabi Yusuf di negeri Mesir berupa tempat tinggal dan jabatan bendaharawan di kemudian hari, dan agar Kami anugerahkan kenabian kepadanya, dan Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi serta rahasia-rahasia segala sesuatu. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia yang menyekutukan Allah tidak mengerti bahwa Allah berkuasa mengangkat derajat hamba-Nya.", "long": "Menteri yang mengambil Yusuf sangat gembira dan berbesar hati karena dapat membeli seorang anak yang elok rupanya, segar dan sehat badannya ditambah lagi karena terdapat padanya tanda-tanda yang baik yang menunjukkan bahwa dia akan mempunyai masa depan yang gemilang sama seperti firasat ayahnya Yakub terhadapnya.\n\nDiriwayatkan bahwa Abdullah bin Masud pernah berkata tentang hal ini, katanya, \"Orang-orang yang paling tepat firasatnya adalah tiga orang, pertama, al-Aziz ketika ia memerintahkan kepada istrinya agar Yusuf diberikan tempat dan kedudukan yang baik di istananya; kedua, puteri syekh dari Madyan yang meminta kepada ayahnya agar Nabi Musa a.s. diserahi tugas memelihara dombanya sebagai orang gajian; dan ketiga, Abu Bakar ketika dia mengangkat Umar bin Khaththab sebagai penggantinya. \n\nOleh karena gembiranya, menteri itu memerintahkan kepada istrinya, \"Berikanlah kepadanya tempat yang baik di istana ini. Perlakukanlah dia sebagai salah seorang keluarga bukan sebagai hamba atau pelayan, karena dia akan menjadi seorang yang berjasa kepada kita dan negara atau kita angkat dia sebagai anak yang kita cintai dan sayangi yang akan menjadi pewaris kita kelak kemudian hari.\"\n\nDemikianlah Allah mengatur dan mentakdirkan dengan membentangkan jalan bagi Yusuf dan memberi kesempatan kepadanya agar ia mengembang-kan bakat dan kepandaiannya sehingga dia mendapat kedudukan yang tinggi di Mesir. Di samping itu, Allah mengajarkan pula kepadanya ilmu menafsirkan mimpi dan dengan ilmu itu kelak ia dapat berhubungan dengan raja dengan cara menafsirkan mimpi raja sehingga ia dikeluarkan dari penjara dan mendapat kepercayaan yang besar sekali dan akhirnya diserahkan kepadanya urusan perbendaharaan dan kekayaan negara. Demikianlah Allah melaksanakan kehendak-Nya itu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 1618, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 12, "page": 237, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0623\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa balagha ashuddahooo aatainaahu bukmanw wa 'ilmaa; wa kazaa lika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "And when Joseph reached maturity, We gave him judgment and knowledge. And thus We reward the doers of good.", "id": "Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1618", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1618.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1618.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika dia telah cukup dewasa, yakni memiliki kematangan dalam berpikir dan jasmani yang kuat, Kami berikan kepadanya karunia kenabian, kekuasaan dan ilmu pengetahuan agama, takwil mimpi, dan rahasia-rahasia segala sesuatu. Demikianlah Kami memberi karunia kepada hamba-Nya sebagai balasan kepada orang-orang yang berbuat baik karena ketaatannya kepada Allah.", "long": "Di kala Yusuf mulai dewasa, Allah memberikan pula kepadanya kecerdasan dan kebijaksanaan sehingga ia mampu memberikan pendapat dan pikirannya dalam berbagai macam masalah yang dihadapi. Allah juga memberikan kepadanya ilmu, meskipun ia tidak belajar. Ilmu yang didapat tanpa belajar ini dinamai ilmu ladunni karena ia semata-mata ilham dan karunia dari Allah.\n\nDemikianlah Allah memberi balasan kepada Yusuf yang tidak pernah mengotori dirinya dengan perbuatan keji dan jahat, selalu menjaga kebersihan hati nuraninya, selalu bersifat sabar dan tawakal atas musibah dan bahaya yang menimpanya. Demikianlah Allah membalas setiap insan yang berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 1619, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 12, "page": 238, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0648\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0647\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064e\u0627\u064a\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa raawadat hul latee huwa fee baitihaa 'an nafsihee wa ghallaqatil abwaaba wa qaalat haita lak; qaala ma'aazal laahi innahoo rabbeee ahsana maswaay; innahoo laa yuflihuz-zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And she, in whose house he was, sought to seduce him. She closed the doors and said, \"Come, you.\" He said, \"[I seek] the refuge of Allah. Indeed, he is my master, who has made good my residence. Indeed, wrongdoers will not succeed.\"", "id": "Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, “Marilah mendekat kepadaku.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1619", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1619.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1619.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan tentang karunia Allah kepada Nabi Yusuf berupa ilmu pengetahuan dan kenabian ketika dewasa, ayat berikut ini menjelaskan sisi lain yang dialami Nabi Yusuf, yaitu godaan istri al-Aziz. Dan perempuan (istri al-Aziz) yang dia (Nabi Yusuf ) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan serta merta dia pun masuk ke kamar Nabi Yusuf kemudian menutup pintu-pintu kamar, lalu berkata kepada Nabi Yusuf,\" Marilah mendekat kepadaku.\" Kemudian Nabi Yusuf berkata seraya memohon, \"Aku berlindung kepada Allah dari tindakan keji, bagaimana mungkin aku menuruti ajakanmu, sungguh, tuanku Al-Aziz telah memperlakukan aku dengan baik, memberiku tempat, kedudukan, serta memberiku kepercayaan, maka sedikit pun aku tidak akan mengkhianati kepercayaannya.\" Sesungguhnya orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan adalah termasuk golongan orang zalim, dan orang yang zalim itu tidak akan beruntung.", "long": "Istri al-Aziz adalah seorang perempuan cantik, sangat dimuliakan oleh seluruh penghuni istana, karena di samping dia istri al-Aziz, dia juga berbudi tinggi, berakhlak mulia, bersih dari sifat-sifat congkak dan sombong, menjauhi segala hal yang akan menjatuhkan derajatnya. Tetapi setelah Yusuf tinggal di istana sebagai salah seorang keluarganya, istri al-Aziz mulai tertarik kepadanya karena akhlak dan ketampanannya. Suatu ketika, setelah mengunci semua pintu rumah, istri al-Aziz merayu Yusuf untuk berselingkuh. Yusuf sebagai seorang yang jujur dan berakhlak mulia sangat terkejut mendengar rayuan dan ajakan itu, apalagi yang mengajaknya itu adalah istri majikannya sendiri yang telah memberinya tempat berteduh dan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Selain dari itu, bila ia mematuhi ajakan demikian, berarti ia telah melakukan maksiat yang sangat dimurkai Allah. Karena itu dengan spontan ia menjawab, \"Aku berlindung kepada Allah agar aku jangan terjerumus ke dalam perbuatan keji dan mungkar. Suamimu itu adalah tuanku, majikanku yang telah berbuat baik kepadaku, apakah kebaikannya aku balas dengan kekejian? Ini adalah suatu kezaliman dan aku tidak akan melakukannya karena tidak ada orang yang zalim yang sukses dan bahagia hidupnya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1620, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 12, "page": 238, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0641\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad hammat bihee wa hamma bihaa law laaa ar ra-aa burhaana rabbih;; kazaalika linasrifa 'anhu sooo'a walfa hshaaa'; innahoo min 'ibaadi nal mukhlaseen" } }, "translation": { "en": "And she certainly determined [to seduce] him, and he would have inclined to her had he not seen the proof of his Lord. And thus [it was] that We should avert from him evil and immorality. Indeed, he was of Our chosen servants.", "id": "Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1620", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1620.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1620.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya, yakni Nabi Yusuf untuk melayani nafsu birahinya. Dan Nabi Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda dari Tuhannya, niscaya dia akan terjatuh dalam perbuatan maksiat. Demikianlah, Kami kuatkan keimanannya sehingga Kami palingkan darinya perilaku keburukan dan kekejian. Sungguh, dia-Nabi Yusuf-termasuk hamba Kami yang terpilih untuk mengemban risalah Allah dan selalu taat kepada perintah-Nya.", "long": "Istri al-Aziz tidak mau berhenti, karena ia menganggap Yusuf sebagai budak yang harus melaksanakan keinginan dan perintahnya. Bila Yusuf menolak, istri al-Aziz akan mencelakakannya. Tetapi dari pihak Yusuf, ia telah bertekad pula untuk menolaknya karena perbuatan itu melanggar agama, mengkhianati tuannya yang telah berjasa dan berbuat baik kepadanya dan merusak kehormatannya dan kehormatan tuannya. Yusuf dan istri al-Aziz masing-masing telah mempunyai tekad yang bertolak belakang antara satu sama lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1621, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 12, "page": 238, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0645\u0650\u064a\u0635\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0628\u064f\u0631\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0633\u064f\u0648\u0621\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0633\u0652\u062c\u064e\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wastabaqal baaba wa qaddat qameesahoo min dubu rinw wa alfayaa saiyidahaa ladal baab; qaalat maa jazaaa'u man araada bi ahlika sooo'an illaaa any-yusjana aw azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And they both raced to the door, and she tore his shirt from the back, and they found her husband at the door. She said, \"What is the recompense of one who intended evil for your wife but that he be imprisoned or a painful punishment?\"", "id": "Dan keduanya berlomba menuju pintu dan perempuan itu menarik baju gamisnya (Yusuf) dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata, “Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1621", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1621.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1621.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika itu keduanya pun berkejaran lari menuju pintu, dan perempuan itu mencoba menghalangi Nabi Yusuf keluar pintu dengan menarik baju gamisnya dari belakang hingga koyak, dan pada saat Nabi Yusuf berhasil membuka pintu, keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Ketika al-Aziz menyaksikan istrinya bersama Nabi Yusuf keluar pintu, dia pun berkata kepada suaminya seraya meminta, \"Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu wahai paduka, selain dipenjarakan atau dihukum dengan siksa yang pedih?\" Istri al- Aziz berkata demikian, untuk menutupi kesalahannya dan menjaga nama baik dirinya.", "long": "Dalam keadaan yang bertambah gawat itu, yang seorang tetap mendesak dan yang lain tetap menolak, Yusuf memutuskan akan lari dari hadapan istri majikannya dan dengan cepat ia melompat ke pintu tetapi istri al-Aziz menangkap bajunya dari belakang hingga robek. Dalam keadaan tarik-menarik itu, muncullah al-Aziz di muka pintu. Dengan serta merta berteriaklah istri al-Aziz mengatakan bahwa Yusuf mencoba memperkosa-nya dengan kekerasan. Dia meminta kepada suaminya agar Yusuf diberi ganjaran yang setimpal. Balasan yang tepat bagi orang yang melakukan kejahatan terhadap keluarganya ialah penjara atau siksa yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 1622, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 12, "page": 238, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u0650\u064a\u064e \u0631\u064e\u0627\u0648\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u06da \u0648\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0642\u064e\u0645\u0650\u064a\u0635\u064f\u0647\u064f \u0642\u064f\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0628\u064f\u0644\u064d \u0641\u064e\u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala hiya raawadatnee 'an nafsee wa shahida shaahidum min ahlihaa in kaana qameesuhoo qudda min qubulin fasadaqat wa huwa minal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "[Joseph] said, \"It was she who sought to seduce me.\" And a witness from her family testified. \"If his shirt is torn from the front, then she has told the truth, and he is of the liars.", "id": "Dia (Yusuf) berkata, “Dia yang menggodaku dan merayu diriku.” Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian, “Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1622", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1622.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1622.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa kasus istri al-Aziz dengan Nabi Yusuf diketahui oleh al-Aziz, dan uraian tentang pernyataan istri al-Aziz bahwa dirinya tidak bersalah, kemudian ayat ini menjelaskan tentang pembelaan diri Nabi Yusuf atas tuduhan tersebut. dia-Nabi Yusuf-pun menyangkal tuduhan itu dan berkata, \"Dia-lah yang menggodaku dan merayu diriku.\" Dan ketika itu ada seorang saksi, yakni seorang bayi dalam buaian dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian seraya berkata,\" Jika baju gamisnya Nabi Yusuf koyak di bagian depan, maka apa yang dikatakan perempuan itu benar bahwa Nabi Yusuf telah menggoda istri al-Aziz, dan dia Nabi Yusuf termasuk orang yang dusta.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang bersihnya Yusuf dari berbuat serong, Yusuf adalah seorang pemuda yang takut kepada Tuhannya, yang tidak goyah imannya oleh bujuk rayu seorang wanita. Dengan tegas dia berkata kepada menteri, suami dari perempuan itu, \"Dalam peristiwa yang terjadi ini, sebenarnya perempuan itulah yang menggoda saya dan mengajak saya untuk memenuhi kehendak nafsunya, sampai saya melompat lari seperti yang tuan dapati sekarang ini.\" Dalam peristiwa Yusuf ini, banyak sekali tindakan yang bisa diambil oleh menteri untuk mencari bukti-bukti yang membenar-kan bahwa Yusuf adalah seorang yang bersih, karena Yusuf adalah budak yang biasanya tidak berani berbuat serong terhadap istri majikannya. Yusuf didapati oleh al-Aziz sedang melompat hendak keluar dari dalam rumah. Ini menunjukkan bahwa al-Aziz melihat istrinya dalam keadaan bersalah dengan mengenakan pakaian yang bagus sekali, dengan bedak dan wangi-wangian yang semerbak baunya, sedang tidak terdapat di muka Yusuf bekas-bekasnya. Sebagai bukti yang lain yang kuat sekali, bahwa suaminya tidak pernah melihat akhlak Yusuf yang buruk, semenjak Yusuf tinggal di rumahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1623, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 12, "page": 238, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0642\u064e\u0645\u0650\u064a\u0635\u064f\u0647\u064f \u0642\u064f\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0628\u064f\u0631\u064d \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kaana qameesuhoo qudda min duburin fakazabat wa huwa minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "But if his shirt is torn from the back, then she has lied, and he is of the truthful.\"", "id": "Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1623", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1623.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1623.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika baju gamisnya Nabi Yusuf koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta karena telah berkata bohong, dan dia-Nabi Yusuf-termasuk orang yang benar perkataannya.", "long": "Dengan pengetahuan dan pengalamannya terhadap Yusuf, sebenar-nya al-Aziz telah mempercayai bahwa Yusuf tidak bersalah. Kemudian keyakinannya ini dikuatkan lagi oleh saksi yang lain, yang menyatakan, bahwa Yusuf tidak bersalah. Saksi itu ialah anak paman isteri al-Aziz, menurut sebagian mufassir namanya adalah Zulaikha, seorang cerdik cendekiawan lagi bijaksana. Saksi itu berkata, \"Kami mendengar suatu keributan, tarik-tarikan dalam rumah, sampai kami mendengar bunyi kain sobek. Kalau baju Yusuf yang sobek di muka, maka perempuan itulah yang benar dan Yusuf pendusta. Kalau bajunya sobek di bagian belakang, benarlah Yusuf dan perempuan itu pendusta.\" Menurut sebagian riwayat, yang menjadi saksi peristiwa ini, ialah seorang bayi yang ditakdirkan Allah dapat berbicara untuk sekedar menjadi saksi. Tetapi riwayat ini adalah lemah. Pendapat yang kuat yang menyatakan bahwa saksi dalam peristiwa ini, ialah anak paman istri al-Aziz itu sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1624, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 12, "page": 238, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0645\u0650\u064a\u0635\u064e\u0647\u064f \u0642\u064f\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0628\u064f\u0631\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Falammaa ra-aa qamee sahoo qudda min duburin qaala innahoo min kaidikunna inna kaidakunna 'azeem" } }, "translation": { "en": "So when her husband saw his shirt torn from the back, he said, \"Indeed, it is of the women's plan. Indeed, your plan is great.", "id": "Maka ketika dia (suami perempuan itu) melihat baju gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia berkata, “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1624", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1624.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1624.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika dia-al-Aziz-melihat baju gamisnya Nabi Yusuf koyak di bagian belakang, dia pun berkata,\" Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu wahai istriku. Sungguh, tipu dayamu untuk mengelabui kami benar-benar hebat.\"", "long": "Setelah diadakan penyelidikan dan pertukaran pikiran antara menteri dengan keluarga istrinya tentang peristiwa yang terjadi ini, maka diperiksalah baju Yusuf yang sobek itu. Ternyata baju Yusuf bagian belakang yang robek. Jelaslah dalam peristiwa ini, Yusuf yang benar tidak dapat dibantah dan diragukan lagi. Maka tuduhan perempuan itu terhadap Yusuf adalah palsu. Tapi bagaimanapun pandainya orang bersalah mengemukakan alasan-alasannya, namun yang bersalah akan diketahui juga, sesuai dengan pepatah: \"Sepandai-pandainya membungkus yang busuk, akhirnya akan berbau juga.\" Setelah jelas duduk perkara peristiwa ini, maka menteri berkata kepada istrinya, \"Sekarang jelas, engkau telah membujuk dan merayu Yusuf. Ketahuilah, bujuk rayu yang seperti itu besar bahayanya. Untung Yusuf seorang pemuda yang kuat imannya, tidak terpengaruh oleh godaan seperti yang engkau lakukan itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1625, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 12, "page": 238, "manzil": 3, "ruku": 195, "hizbQuarter": 95, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a \u0644\u0650\u0630\u064e\u0646\u0628\u0650\u0643\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u0650 \u0643\u064f\u0646\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yoosofu a'rid 'an haaza wastaghfiree lizambiki innaki kunti minal khaati'een" } }, "translation": { "en": "Joseph, ignore this. And, [my wife], ask forgiveness for your sin. Indeed, you were of the sinful.\"", "id": "Wahai Yusuf! ”Lupakanlah ini, dan (istriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1625", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1625.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1625.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah al-Aziz mengetahui bahwa istrinya yang bersalah, lalu ia berkata kepada Nabi Yusuf wahai Yusuf ! \"Lupakanlah peristiwa ini, jangan kamu ceritakan kepada orang lain, dan engkau wahai istriku mohonlah ampunan kepada Allah atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah sebab telah menggoda Yusuf dan berkata bohong.\"", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini, menteri itu berkata, \"Wahai Yusuf, peliharalah dirimu, tutup mulutmu, jangan sampai kejadian ini engkau ceritakan kepada orang lain. Kejadian ini adalah rahasia kami, kalau diketahui orang, kami akan mendapat malu. Engkau jangan merasa takut dalam persoalan ini, percayalah bahwa kami tetap menjaga namamu, sebab engkau benar-benar orang yang berakhlak mulia dan beriman kuat. Engkau hai istriku, bertakwalah kepada Tuhanmu, minta ampunlah atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah dan berdosa. Kesalahanmu sangat besar yaitu mengkhianati suamimu, dan kesalahan menuduh orang lain yang bersih dan suci.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1626, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 12, "page": 238, "manzil": 3, "ruku": 196, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0646\u0650\u0633\u0652\u0648\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0648\u0650\u062f\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0634\u064e\u063a\u064e\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0628\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qaala niswatun filma deenatim ra atul'Azeezi turaawidu fataahaa 'an nafsihee qad shaghafahaa bubbaa; innaa lana raahaa fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "And women in the city said, \"The wife of al-'Azeez is seeking to seduce her slave boy; he has impassioned her with love. Indeed, we see her [to be] in clear error.\"", "id": "Dan perempuan-perempuan di kota berkata, “Istri Al-Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1626", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1626.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1626.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah peristiwa tersebut, mereka berusaha menutupi kasus itu, namun meskipun ditutup-tutupi, ternyata berita buruk itu tetap tersebar di kalangan istri pejabat istana dan menjadi bahan pembicaraan, sebagaimana diuraikan pada ayat berikut ini. Dan perempuan-perempuan di kota setelah mendengar peristiwa itu, mereka berkata satu sama lain, \"Istri al-Aziz telah menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, karena pelayannya benar-benar telah membuat dirinya mabuk cinta hingga lupa diri. Sungguh kami memandang dia, yakni istri al-Aziz dalam kesesatan yang nyata, karena mencintai pelayannya.\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa kejadian yang dirahasiakan itu, akhirnya tersebar juga. Bagaimana usaha menteri beserta segenap keluarga istana menutup-nutupi rahasia rumah tangganya, usahanya itu sia-sia saja. Berita itu telah menjadi buah bibir perempuan dalam kota. Lebih-lebih di kalangan istri pembesar-pembesar dan pemimpin kerajaan itu. Mereka membicarakannya, bahwa istri menteri menggoda bujangnya. Bukan hanya sekadar mengatakan bahwa istri menteri telah jatuh cinta kepada bujangnya itu, dan tidak memperdulikan lagi akibat-akibat buruk yang akan terjadi, seperti nama suaminya menjadi tercemar. Selanjutnya mereka mengatakan, \"Sungguh kami melihat istri menteri itu sudah menempuh jalan sesat yang akan membawa kepada kehinaan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1627, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 12, "page": 239, "manzil": 3, "ruku": 196, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u064e\u0623\u064b \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u0650\u0643\u0651\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e \u062d\u064e\u0627\u0634\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Falammaa sami'at bimak rihinna arsalat ilaihinna wa a'tadat lahunna muttaka anw wa aatat kulla waahidatim min hunna sikkeenanw wa qaala tikh ruj 'alaihinna falammaa ra aynahooo akbarnahoo wa qatta'na aydiyahunna wa qulna haasha lillaahi maa haaza basharaa; in haazaaa illaa malakun kareem" } }, "translation": { "en": "So when she heard of their scheming, she sent for them and prepared for them a banquet and gave each one of them a knife and said [to Joseph], \"Come out before them.\" And when they saw him, they greatly admired him and cut their hands and said, \"Perfect is Allah! This is not a man; this is none but a noble angel.\"", "id": "Maka ketika perempuan itu mendengar cercaan mereka, diundangnyalah perempuan-perempuan itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf), “Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri. Seraya berkata, “Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1627", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1627.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1627.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika perempuan itu, yaitu istri al-Aziz mendengar cercaan mereka sehingga menjadi bahan pembicaraan umum, maka ia pun ingin membuat siasat terhadap perempuan-perempuan yang mencercanya, lalu diundangnyalah perempuan-perempuan itu dalam sebuah jamuan dan disediakannya tempat duduk dan sandaran yang nyaman bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebuah pisau untuk memotong hidangan yang disediakan berupa buah-buahan dan lainnya, kemudian dia berkata kepada Nabi Yusuf, \"Keluarlah dan tampakkanlah dirimu kepada mereka.\" Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada ketampanan rupanya, dan mereka yang hadir itu pun tanpa sadar telah melukai tangannya sendiri dengan pisau yang dipegangnya seraya berkata, \"Mahasempurna Allah yang menciptakan makhluk dengan wajah yang sempurna dan rupawan, pemuda ini bukanlah manusia biasa pada umumnya. Tetapi ini benar-benar malaikat yang mulia dan suci, karena baru kali ini kita melihat manusia yang sangat sempurna.\"", "long": "Pergunjingan perempuan-perempuan itu sampai juga ke telinga istri menteri yang menyebabkan ia merasa marah bercampur malu. Dia tidak mengira bahwa berita mengenai dirinya akan tersebar luas seperti itu, sebab sudah cukup usahanya untuk menutupi rahasia itu. Dia mencari akal, bagaimana caranya menutup malu yang sudah tersebar luas itu. Maka diundangnyalah perempuan-perempuan terkemuka itu datang ke rumahnya menghadiri suatu jamuan. Untuk pesta itu, sudah diatur tempat sebaik-baiknya, makanan yang enak-enak, dan minuman dari berbagai macam sudah disiapkan. Tidak ketinggalan buah-buahan yang segar dan manis yang bermacam jenis dan ragamnya sudah disediakan di meja makan. Kursi-kursi yang bagus sudah disusun untuk dapat duduk bersantai, menikmati makanan dan buah-buahan yang lezat cita rasanya. Undangan ini mendapat sambutan yang hangat, lebih-lebih dari perempuan-perempuan yang ingin mengetahui kejadian yang sudah menjadi buah bibir selama ini, terutama ingin melihat anak muda yang bernama Yusuf itu. Meriah sekali pesta itu. Gelak tawa bersahut-sahutan, omong dan kelakar menjadi-jadi. Bermacam makanan dihidangkan tidak putus-putusnya. Begitu juga minuman. Terakhir sekali dihidangkan buah-buahan. Kepada masing-masing yang hadir diberikan sebuah pisau untuk mengupas buah-buahan. Di saat itu, istri menteri yang menjadi nyonya rumah, memerintahkan kepada Yusuf untuk ke luar ke tengah-tengah para tamu yang sedang duduk bersantai memotong buah-buahan untuk memperkenalkan dirinya. Maka keluarlah Yusuf dan berdiri di hadapan tamu-tamu itu. Baru saja perempuan-perempuan itu melihat wajah Yusuf yang sangat elok seperti bulan purnama, kagumlah mereka melihatnya, bahkan lupa akan diri mereka masing-masing karena terpesona oleh kegagahan dan ketampanan Yusuf. Dengan tidak sadar, pisau yang ada di tangan mereka, mereka potongkan ke tangan dan jari mereka sendiri, bukan untuk memotong buah-buahan dan mereka tidak merasakan sakit perihnya.\n\nDari mulut mereka keluar kata-kata, \"Mahasempurna Allah, dia bukanlah manusia, tetapi adalah malaikat yang mulia.\" Begitu kagum dan tercengang mereka melihat Yusuf yang sangat menawan dan menggetarkan jantung mereka, inilah sosok orang yang mereka bicarakan sehari-hari dengan mempersalahkan dan mengejek istri menteri." } } }, { "number": { "inQuran": 1628, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 12, "page": 239, "manzil": 3, "ruku": 196, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064f\u0645\u0652\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u0627\u0648\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u0635\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u064f\u0633\u0652\u062c\u064e\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u063a\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalat fazaalikunnal lazee lumtunnanee feeh; wa laqad raawattuhoo 'an nafsihee fasta'sam; wa la'il lam yaf'al maaa aamuruhoo la yusjananna wa la yakoonam minas saaghireen" } }, "translation": { "en": "She said, \"That is the one about whom you blamed me. And I certainly sought to seduce him, but he firmly refused; and if he will not do what I order him, he will surely be imprisoned and will be of those debased.\"", "id": "Dia (istri Al-Aziz) berkata, “Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sungguh, aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1628", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1628.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1628.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah istri al-Aziz memperlihatkan Nabi Yusuf kepada mereka, lalu dia berkata, \"Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena aku tertarik kepadanya, dan sungguh benar, aku memang telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak ajakanku dan berlindung kepada Tuhan-Nya. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, yaitu melayani keinginanku, niscaya dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina, karena tidak mendapatkan tempat terhormat dan fasilitas pelayanan yang baik.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa perempuan-perempuan yang diundang itu kagum dan terpesona melihat Yusuf. Melihat reaksi mereka, istri menteri itu gembira, lalu berkata, \"Inilah dia Yusuf yang selalu kamu guncingkan dan selalu kamu mencela sikap saya terhadap Yusuf dan kejadian antara saya dengan dia baru-baru ini. Sekarang kamu semua terpesona memandanginya. Baru sepintas lalu kamu memandangnya, kamu sudah lupa diri. Lihatlah kamu sudah memotong jarimu karena terpesona memandang Yusuf.\"\n\nIstri al-Aziz berkata, \"Saya akui terus terang, memang sayalah yang telah jatuh cinta kepadanya dan sayalah yang menggodanya dan mengajaknya berlaku serong. Tetapi dia tetap enggan dan berlindung diri kepada Tuhannya. Dia berpaling dan menjauhkan dirinya daripadaku. Aku terus menggodanya dan merayunya sampai dia mau mengikuti keinginan hawa nafsuku. Seandainya dia juga tidak mau, aku akan katakan kepada suamiku, supaya dia dimasukkan ke dalam penjara dan tentunya dia akan menjadi orang yang hina. Suamiku tidak berani menolak usulku itu dan suamiku akan menghukum dia sesuai dengan keinginanku.\"\n\nSengaja kata-kata itu dilontarkannya di hadapan tamu-tamu dalam jamuan yang meriah itu, supaya didengar oleh Yusuf sendiri dan supaya para tamu dapat melunakkan hati Yusuf. Lebih baik mematuhi apa saja kehendak istri al-Aziz daripada mendapat kemarahan yang akhirnya akan dipenjara-kan, hidup bersama-sama dengan orang-orang jahat dan hina-dina. Bila Yusuf mau mengikuti kehendaknya, tentu Yusuf akan beruntung seluruh kekayaan dan kemewahan isi istana itu dapat pula dikuasai Yusuf. Pendek-nya, semua yang hadir pada waktu itu telah berpihak kepada istri al-Aziz, tidak lagi menyalahkan dan mengejeknya. Semua membenarkan, sudah sepantasnya istri menteri tergoda dan tergila-gila oleh Yusuf yang tinggal di rumahnya. Maka semua perempuan itu, turut membujuk Yusuf agar mematuhi kehendak istri menteri itu, tanpa malu-malu dan takut-takut." } } }, { "number": { "inQuran": 1629, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 12, "page": 239, "manzil": 3, "ruku": 196, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062c\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0641\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala rabbis sijnu ahabbu ilaiya mimma yad'oo naneee 'ilaihi wa illaa tasrif 'annee kaidahunna asbu ilaihinna wa akum minal jaahileen" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, prison is more to my liking than that to which they invite me. And if You do not avert from me their plan, I might incline toward them and [thus] be of the ignorant.\"", "id": "Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1629", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1629.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1629.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar perkataan istri al-Aziz, Nabi Yusuf berkata seraya memohon kepada Allah,\" Wahai Tuhanku! Penjara yang gelap lagi sempit lebih aku sukai daripada tinggal di dalam istana hanya untuk memenuhi ajakan mereka memenuhi nafsu birahinya. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya dan rayuan mereka, niscaya aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka. Dan jika aku tunduk terhadap kemauan mereka tentu aku termasuk orang yang bodoh karena telah menjerumuskan diri dalam perbuatan yang hina.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana keteguhan hati dan kekuatan iman Yusuf yang tidak mempan segala bujukan dan rayuan, begitu juga semua kata-kata untuk melunakkan hati Yusuf yang keluar dari mulut perempuan-perempuan itu. Tidak mencemaskan hati Yusuf gertakan dan ancaman yang mengatakan bahwa Yusuf akan dipenjarakan dan dihukum, kalau dia tidak mau tunduk mengikuti ajakan untuk berbuat serong itu. Mendengar semua itu, Yusuf hanya berlindung diri kepada Allah, menundukkan kepala sambil berdoa agar dijauhkan Tuhan dari godaan perempuan-perempuan itu seraya berkata, \"Ya Tuhanku, penjara yang gelap lagi sempit itu lebih baik bagiku daripada dalam istana, menghadapi perempuan-perempuan yang cantik yang selalu menggoda dan mengajakku untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya. Aku khawatir ya Allah, bila aku masih tinggal dalam istana ini, selalu berhadapan dengan perempuan-perempuan yang menggodaku, kalau-kalau semangatku melemah, imanku luntur, sehingga aku terperosok jatuh ke lembah kehinaan bersama mereka. Ya Allah, hindarkanlah aku dari godaan-godaan mereka. Tidak ada daya dan kekuatan bagiku untuk lepas dari bahaya itu selain dengan pertolongan dan petunjuk-Mu. Ya Allah, kalau bukan karena pertolongan dan petunjuk-Mu, aku akan jadi orang yang bodoh, sesat jalan dan mudah terpedaya akhirnya terjerumus ke dalam lembah kehinaan dan maksiat.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1630, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 12, "page": 239, "manzil": 3, "ruku": 196, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Fastajaaba lahoo rabbuhoo fasarafa 'anhu kaidahunn; innahoo Huswas_Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "So his Lord responded to him and averted from him their plan. Indeed, He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Maka Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1630", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1630.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1630.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Tuhan memperkenankan doa Nabi Yusuf, dan Dia menghindarkan Nabi Yusuf dari tipu daya mereka, yakni istri al-Aziz dan teman-temannya. Dialah Yang Maha Mendengar permohonan orang-orang yang berdoa, lagi Maha Mengetahui seluruh perbuatan dan niat hamba-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa akhirnya Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Doa Yusuf diperkenankan Tuhannya, agar Yusuf tetap dipelihara dari godaan dan tipu-daya perempuan-perempuan itu. Maka menteri memasukkan Yusuf ke dalam penjara sekadar memenuhi permintaan istrinya, oleh karena istrinya meminta kepada suaminya supaya jangan membocorkan peristiwa itu dan berusaha menenteramkan suasana rumah tangganya. Maksud Allah mengabulkan doa Yusuf untuk masuk penjara berlainan dengan maksud pembesar itu (al-Aziz). Maksud Allah ialah supaya Yusuf tetap bersih, terpelihara dari segala godaan yang mengotori jiwanya. Juga supaya Yusuf menjadi orang yang sabar dan tahan menderita dalam penjara, bergaul dengan orang-orang yang sudah lama meringkuk dalam penjara dengan bermacam-macam karakter, tingkah laku, dan perangainya. Sebab Yusuf akan diangkat Allah menjadi nabi untuk kaumnya. Penjara adalah tempat mendewasakannya dan tempat pertama kali Allah menurunkan wahyu kepadanya. Oleh karena itu, Allah selalu menjaganya dan Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui segala doa yang dipanjatkan dan segala perbuatan yang dikerjakan hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1631, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 12, "page": 239, "manzil": 3, "ruku": 196, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u0646\u064f\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Summa badaa lahum mim ba'di maa ra-awul Aayaati layasjununnahoo hatta heen" } }, "translation": { "en": "Then it appeared to them after they had seen the signs that al-'Azeez should surely imprison him for a time.", "id": "Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1631", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1631.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1631.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian timbul pikiran pada mereka, yakni al-Aziz dan para penasehatnya setelah melihat tanda-tanda kebenaran Nabi Yusuf bahwa mereka harus memenjarakannya demi menjaga kehormatan keluarganya, serta menghindari cemoohan masyarakat sampai waktu tertentu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa menteri beserta istrinya telah melihat bukti-bukti bahwa Yusuf adalah orang baik, jujur, dan mempunyai akhlak yang mulia serta mempunyai keimanan dan kepercayaan yang teguh kepada Tuhannya. Selama mereka bergaul dengan Yusuf, tidak pernah mereka melihat perbuatan Yusuf yang salah. Nyata bagi mereka, bahwa Yusuf selalu dipelihara Tuhannya dan dilindungi-Nya dari perbuatan-perbuatan yang keji. Walaupun dia dituduh, dibujuk, dan diancam namun Yusuf tetap tenang dan selalu meminta perlindungan kepada Tuhannya. Hal seperti itu bukan saja diketahui dengan jelas oleh menteri dan istrinya, tetapi juga oleh seluruh keluarga istana. Sungguh pun begitu, Yusuf tetap dimasukkan ke dalam penjara untuk waktu yang tidak ditentukan sebagai pelaksanaan dari permintaan istrinya, agar dianggap oleh orang banyak bahwa Yusuf bersalah, padahal istrinya yang bersalah. Yusuf tidak merasa sengsara dan hina dalam penjara. Dengan pergaulan dalam penjara itu, Yusuf bertambah kuat imannya, bertambah tabah hati dan jiwanya, makin banyak rahasia manusia yang diketahuinya, dan makin besar keagungan Allah yang dirasakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1632, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 12, "page": 239, "manzil": 3, "ruku": 197, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062c\u0652\u0646\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f \u062e\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u064e\u0631\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0631\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650\u064a \u062e\u064f\u0628\u0652\u0632\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06d6 \u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa dakhala ma'ahussijna fata yaan; qaala ahaduhumaaa inneee araaneee a'siru khamranw wa qaalal aakharu inneee khubzan taakulut tairu minh; nabbi 'naa bitaaweelihee innaa naraaka minal muhsineen" } }, "translation": { "en": "And there entered the prison with him two young men. One of them said, \"Indeed, I have seen myself [in a dream] pressing wine.\" The other said, \"Indeed, I have seen myself carrying upon my head [some] bread, from which the birds were eating. Inform us of its interpretation; indeed, we see you to be of those who do good.\"", "id": "Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur,” dan yang lainnya berkata, “Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung.” Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1632", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1632.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1632.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa Allah memperkenankan permohonan Nabi Yusuf untuk tinggal di penjara sebagai jalan terbaik, lalu ayat berikut ini menceritakan tentang dua pelayan istana yang masuk penjara. Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda, yaitu pelayan raja ke dalam penjara. Salah satunya berkata kepada Nabi Yusuf perihal mimpinya, \"Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur untuk dibuat minuman raja,\" dan pelayan yang lainnya berkata, \"Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, lalu sebagiannya dimakan burung.\" Berikanlah kepada kami takwilnya mimpi kami berdua. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang yang berbuat baik, taat beribadah, berakhlak mulia, dan selalu menjaga kehormatan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bersama-sama dengan Yusuf masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Menurut riwayat, kedua pemuda itu ialah bekas tukang siram kebun raja dan bekas bendahara raja. Keduanya dimarahi karena bersalah dan dimasukkan ke dalam penjara. Pada suatu ketika, Yusuf melihat kedua pemuda itu duduk dengan bersedih hati seperti orang melamun. Maka Yusuf menyapa kedua pemuda itu, \"Mengapa kalian dalam keadaan begini?\" Jawab mereka, \"Kami tadi malam bermimpi yang aneh dan ajaib, sehingga kami gelisah dan sedih seperti yang engkau lihat ini. Kami tidak tahu apa tafsir mimpi kami ini.\" Yusuf berkata kepada keduanya, \"Tafsir mimpi kamu itu hanya Allah yang mengetahuinya, cobalah ceritakan kepada saya apa mimpi kalian.\" Maka salah seorang dari keduanya bercerita tentang mimpinya dan katanya, \"Saya bermimpi bahwa saya sedang berada dalam sebuah kebun anggur yang sangat lebat buahnya dan menghijau warnanya. Seakan-akan di tangan saya ada sebuah gelas kepunyaan raja. Dengan gelas itulah, saya menampung airnya sesudah saya peras anggur itu untuk dijadikan minuman.\" Sesudah itu yang seorang lagi menceritakan mimpinya pula, seraya berkata, \"Saya bermimpi bahwa saya membawa sebuah keranjang di atas kepala saya, penuh dengan bermacam-macam roti dan makanan. Tiba-tiba terbang melayang di atas kepala saya beberapa ekor burung, lalu disambarnya semua roti dan makanan yang ada dalam keranjang itu dan dibawanya terbang jauh.\" Keduanya memohon kepada Yusuf, agar Yusuf sudi memberikan tafsir mimpi mereka. Kepada Yusuf tertumpu harapannya, karena hanya Yusuf yang paling mereka percayai. Selama dalam penjara mereka telah mengenal Yusuf sebagai orang yang baik, luas ilmunya, baik pergaulannya, dan dekat dengan Tuhannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1633, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 12, "page": 239, "manzil": 3, "ruku": 197, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064c \u062a\u064f\u0631\u0652\u0632\u064e\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala laa yaateekumaa ta'aamun turzaqaaniheee illaa nabbaatukumaa bitaaweelihee qabla any yaatiyakumaa; zaali kumaa mimmaa 'allamanee rabbee; innee taraktu millata qawmil laa yu'minoona billaahi wahum bil aakhirati hum kaafiroon" } }, "translation": { "en": "He said, \"You will not receive food that is provided to you except that I will inform you of its interpretation before it comes to you. That is from what my Lord has taught me. Indeed, I have left the religion of a people who do not believe in Allah, and they, in the Hereafter, are disbelievers.", "id": "Dia (Yusuf) berkata, “Makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1633", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1633.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1633.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia-Nabi Yusuf-berkata kepada dua pemuda itu,\" Dengan izin Allah, jenis makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua dari-Nya kecuali aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari ilmu pengetahuan yang diajarkan Tuhan kepadaku melalui wahyu, termasuk ilmu takwil mimpi, bukan melalui peramal atau ahli nujum. Karunia ini aku dapatkan karena sesungguhnya aku beriman kepada Allah, ikhlas beribadah kepada-Nya, dan telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah sebagaimana agama yang dianut oleh raja Mesir dan rakyatnya, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat dan hari pembalasan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan, sebelum Yusuf memberikan takwil mimpi kedua pemuda itu, lebih dahulu dia berdakwah tentang kebesaran dan kekuasaan Allah, tentang nikmat Allah yang telah diperolehnya, dan sikap yang tidak mau tunduk kepada agama yang tidak benar. Yusuf berkata kepada kedua pemuda itu, \"Sebelum kamu berdua menerima makanan yang dikirimkan untukmu, aku sudah tahu apa makanan itu dan akan aku jelaskan kepadamu sekarang ini.\"\n\nMenurut riwayat, bahwa orang-orang kerajaan ada yang mengirimkan kepada orang-orang yang bersalah dalam penjara yaitu makanan yang dicampur dengan racun dengan maksud untuk membunuh mereka. Yusuf sudah tahu maksud orang-orang kerajaan itu dan telah dijelaskan kepada kedua orang pemuda itu. Yusuf menjelaskan bahwa ilmu yang seperti itu adalah wahyu dari Tuhannya kepadanya. \"Dengan ilmu itulah saya dapat mentakwilkan mimpi, bukan seperti tukang tenung dan ahli nujum yang mempergunakan pertolongan setan, menerka-nerka dan menjampi-jampi yang belum tentu benar terkaannya itu,\" kata Yusuf. Selanjutnya Yusuf menjelaskan bahwa dia tidak mau terpengaruh oleh ajaran agama yang salah. Dia tinggalkan kepercayaan orang-orang yang tidak benar itu, orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah dan mengingkari kehidupan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1634, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 12, "page": 240, "manzil": 3, "ruku": 197, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattab'tu millata aabaaa'eee Ibraaheema wa Ishaaqa wa Ya'qoob; maa kaana lanaaa an nushrika billaahi min shai' zaalikamin fadlil laahi 'alainaa wa 'alan naasi wa laakinna aksaran naasi laa yashkuroon" } }, "translation": { "en": "And I have followed the religion of my fathers, Abraham, Isaac and Jacob. And it was not for us to associate anything with Allah. That is from the favor of Allah upon us and upon the people, but most of the people are not grateful.", "id": "Dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishak dan Yakub. Tidak pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1634", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1634.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1634.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku mengikuti agama nenek moyangku, yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ishak, dan Nabi Yakub. Aku hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan memurnikan agama untuk-Nya. Tidak pantas bagi kami para nabi mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Memurnikan agama Tauhid lagi lurus itu adalah bagian dari karunia yang diberikan Allah kepada kami dan kepada seluruh umat manusia; tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur terhadap karunia dan nikmat dari-Nya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Yusuf melanjutkan pembicaraan-nya dengan kedua pemuda itu sebelum menerangkan takwil mimpi mereka. Yusuf mengatakan bahwa dia hanya patuh mengikuti agama nenek moyangnya, yaitu agama Nabi Ibrahim, Ishak, dan Yakub a.s., agama tauhid bukan agama yang mempersekutukan Allah. \"Tidak sepantasnya bagi kami para nabi dan rasul untuk mempersekutukan Allah dengan yang lain, seperti halnya dengan golongan Firaun dan pengikut-pengikutnya. Mereka mempersekutukan Allah dengan yang lain, seperti matahari, bulan, berhala-berhala dan lain-lain. Kepercayaan tauhid itu termasuk karunia Allah kepada kami para nabi dan rasul, begitu juga kepada semua orang yang mempunyai kepercayaan yang sama. Allah telah memberikan petunjuk kepada kami dan manusia yang beriman. Dengan diutusnya kami para nabi dan para rasul, kami menunjukkan kepada mereka mana jalan yang lurus dan mana jalan yang bengkok, kami terangkan kepada mereka kepercayaan yang benar. Namun begitu masih ada saja manusia yang tidak tahu bersyukur kepada Allah,\" kata Yusuf." } } }, { "number": { "inQuran": 1635, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 12, "page": 240, "manzil": 3, "ruku": 197, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064e\u064a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062c\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Yaa saahibayis sijni 'a-arbaabum mutafarriqoona khayrun amil laahul waahidul qahhaar" } }, "translation": { "en": "O [my] two companions of prison, are separate lords better or Allah, the One, the Prevailing?", "id": "Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1635", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1635.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1635.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Yusuf menjelaskan tentang agama tauhid yang dianutnya, pada ayat berikut ini Nabi Yusuf mengajak kepada dua orang pemuda yang ada dalam penjara bersamanya untuk mengikuti agama tauhid seraya bertanya, \"Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu yang berhak disembah ataukah Tuhan Allah Yang Maha Esa, lagi Mahaperkasa?\" Dialah Allah Tuhan yang Maha Menciptakan, dan Maha Memberi rezeki. Karena itu, hanya Dia-lah yang berhak disembah.", "long": "Yusuf meneruskan dakwahnya dengan menyeru kedua pemuda yang menjadi kawannya dalam penjara itu, \"Wahai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik, tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa Yangperkasa?\" Seruan ini adalah yang ikhlas dari seorang kawan yang setia dan jujur kepada kawan-kawannya. Pertanyaan dalam seruan ini adalah merupakan suatu penegasan, bahwa berhentilah menyembah tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu dan sembahlah Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu tidak akan dapat menolong mereka dari siksaan di akhirat. Hanya Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa saja yang dapat memberikan pertolongan di kala susah dan membantu di kala sempit." } } }, { "number": { "inQuran": 1636, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 12, "page": 240, "manzil": 3, "ruku": 197, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0651\u0650\u0645\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa ta'budoona min doonihee illaaa asmaaa'an sam maitumoohaaa antum wa aabaaa'ukum maaa anzalal laahu bihaa min sultan; inilhukmu illaa lillaah; amara allaa ta'budooo illaaa iyyaah; zaalikad deenul qaiyimu wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "You worship not besides Him except [mere] names you have named them, you and your fathers, for which Allah has sent down no authority. Legislation is not but for Allah. He has commanded that you worship not except Him. That is the correct religion, but most of the people do not know.", "id": "Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1636", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1636.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1636.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang kamu sembah selain Dia dan kamu percayai sebagai tuhan, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat lalu dianggap baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu, padahal ia hanyalah benda mati yang tidak bisa memberi manfaat maupun mendatangkan mudarat. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun baik berupa dalil yang pasti maupun bukti yang kuat tentang suatu hal mengenai nama atau status benda yang kamu jadikan sesembahan itu. Keputusan yang adil tentang akidah, ibadah, dan ketentuan dalam muamalah yang benar itu hanyalah milik Allah, karena Dialah Pencipta segalanya sehingga mengetahui segala sesuatu tentang ciptaan-Nya. Dia telah memerintahkan agar kamu dengan tulus ikhlas tidak menyembah selain Dia, karena Allah adalah Pencipta, Pemberi rezeki, Yang Menghidupkan dan Mematikan. Itulah agama yang lurus lagi benar yang dijelaskan dalam kitab suci dan disampaikan para rasul-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hakikat kebenaran itu disebabkan oleh sifat sombong mereka yang selalu mengikuti hawa nafsunya.", "long": "Kelanjutan dari seruan Yusuf adalah semua yang mereka sembah selain Allah itu adalah tuhan-tuhan palsu yang sengaja diberi nama bermacam-macam oleh mereka sendiri, bapak-bapak dan nenek-moyang mereka. Yusuf berkata, \"Kamu yang membuatnya, kamu yang memberinya nama dan kamu pula yang menyembahnya sebagai Tuhan. Padahal dia adalah benda yang lemah yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa dan tidak ada pula keterangan dari Allah kepada rasul-rasul-Nya untuk membenarkan tuhan yang kamu buat-buat itu. Bahwa ketentuan yang benar tentang ketuhanan dan pengabdian ialah yang diatur oleh Allah yang telah diwahyukan kepada rasul-rasul-Nya. Allah telah memerintahkan, bahwa janganlah kamu menyembah selain Allah. Kepada-Nyalah kamu berdoa dan minta tolong, kepada-Nyalah kamu sujud bersimpuh. Itulah agama yang lurus. Tetapi kebanyakan manusia belum mengetahuinya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1637, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 12, "page": 240, "manzil": 3, "ruku": 197, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064e\u064a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062c\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u064e\u0631\u064f \u0641\u064e\u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u064e\u0628\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Yaa saahibayis sijni ammaaa ahadukumaa fa yasqee rabbahoo khamranw wa ammal aakharu fa yuslabu fataakulut tairu mir raasih; qudiyal amrul lazee feehi tastaftiyaan" } }, "translation": { "en": "O two companions of prison, as for one of you, he will give drink to his master of wine; but as for the other, he will be crucified, and the birds will eat from his head. The matter has been decreed about which you both inquire.\"", "id": "Wahai kedua penghuni penjara, “Salah seorang di antara kamu, akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Adapun yang seorang lagi dia akan disalib, lalu burung memakan sebagian kepalanya. Telah terjawab perkara yang kamu tanyakan (kepadaku).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1637", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1637.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1637.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Yusuf terlebih dahulu menyampaikan risalah Allah tentang ketuhanan, ayat berikutnya menjelaskan tentang takwil mimpi kedua pemuda itu sebagaimana dijelaskan pada ayat 36. Hal ini dilakukan agar ajaran tauhid mudah diterima oleh mereka. Wahai kedua penghuni penjara, dengarkanlah takwil mimpi kamu,\" Adapun salah seorang di antara kamu yang bermimpi memeras anggur, maka dalam waktu dekat akan dibebaskan dari penjara dan akan bertugas kembali menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Adapun yang seorang lagi yang bermimpi membawa roti di atas kepalanya, dia akan dijatuhi hukuman mati dengan cara disalib, lalu burung hinggap dan memakan sebagian daging kepalanya. Dengan demikian telah terjawab perkara yang kamu tanyakan kepadaku perihal takwil mimpi kamu.\"", "long": "Pada ayat ini barulah diterangkan takwil mimpi kedua pemuda itu oleh Yusuf. Berkatalah Yusuf, \"Hai kedua kawan penghuni penjara, adapun mimpi yang pertama, takwilnya ialah, bahwa engkau segera akan keluar dari penjara ini dan kembali bekerja seperti dulu sebelum masuk penjara, yaitu sebagai tukang siram kebun raja dan akan memberi minum raja dengan khamar. Takwil mimpi kedua, bahwa engkau akan dihukum salib, lalu bangkaimu dan sebagian dari kepalamu akan dimakan burung. Begitulah takwil mimpi yang kamu tanyakan kepada saya sebagai wahyu yang telah diwahyukan kepadaku.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1638, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 12, "page": 240, "manzil": 3, "ruku": 197, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0627\u062c\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0633\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062c\u0652\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0636\u0652\u0639\u064e \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala lillazee zanna annahoo najim minhumaz kurnee 'inda rabbika fa-ansaahush Shaitaanu zikra Rabbihee falabisa fis sijni bad'a sineen" } }, "translation": { "en": "And he said to the one whom he knew would go free, \"Mention me before your master.\" But Satan made him forget the mention [to] his master, and Joseph remained in prison several years.", "id": "Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1638", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1638.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1638.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dia Nabi Yusuf pun berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat dari hukuman mati di antara mereka berdua, \"Jika kamu nanti keluar dari penjara ini, terangkanlah tentang keadaanku yang ditahan secara zalim tanpa kesalahan kepada tuanmu, agar aku dapat segera dibebaskan.\" Maka setan menjadikan dia yakni orang yang selamat dari hukuman, lupa untuk menerangkan tentang keadaan Nabi Yusuf kepada tuannya. Karena itu dia Nabi Yusuf tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya, dalam tempo kurang lebih tiga sampai sembilan tahun.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Yusuf berpesan kepada pemuda yang keluar dengan takwil yang baik, agar disampaikan kepada raja, bahwa di dalam penjara masih banyak orang yang tidak bersalah dihukum. Mereka dihukum karena tuduhan-tuduhan yang tidak benar agar hal ini menjadi perhatian raja. Sampaikan juga kepada raja apa yang dia lihat dan didengar tentang Yusuf dan seruan untuk menganut agama tauhid dan lain-lain yang terjadi selama ia dalam penjara. Rupanya pemuda itu setelah sampai di luar, lupa menyampaikan pesan-pesan Yusuf kepada raja, sehingga Yusuf terpaksa meringkuk dalam penjara beberapa tahun lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1639, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 12, "page": 240, "manzil": 3, "ruku": 198, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0633\u0650\u0645\u064e\u0627\u0646\u064d \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064c \u0639\u0650\u062c\u064e\u0627\u0641\u064c \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u064f\u0646\u0628\u064f\u0644\u064e\u0627\u062a\u064d \u062e\u064f\u0636\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u064e\u0631\u064e \u064a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0633\u064e\u0627\u062a\u064d \u06d6 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0623\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0631\u064f\u0624\u0652\u064a\u064e\u0627\u064a\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064f\u0624\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal maliku inneee araa sab'a baqaraatin simaaniny yaakuluhunna sab'un 'ijaafunw wa sab'a sumbulaatinkhudrinw wa ukhara yaabisaat; yaaa ayuhal mala-u aftoonee fee nu'yaaya in kuntum lirru'yaa ta'buroon" } }, "translation": { "en": "And [subsequently] the king said, \"Indeed, I have seen [in a dream] seven fat cows being eaten by seven [that were] lean, and seven green spikes [of grain] and others [that were] dry. O eminent ones, explain to me my vision, if you should interpret visions.\"", "id": "Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1639", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1639.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1639.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dipaparkan tentang keberadaan Nabi Yusuf di dalam penjara yang cukup lama tanpa ada perhatian dari siapa pun, berikutnya dipaparkan tentang mimpi raja. Akibat mimpi raja ini membuka kembali ingatan pelayan raja akan pesan Nabi Yusuf kepadanya. Adapun mimpi raja sebagaimana dijelaskan berikut ini. Dan raja berkata kepada para pemuka kaumnya, \"Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; kemudian aku melihat pula tujuh tangkai biji gandum yang hijau yang penuh isinya dan tujuh tangkai biji gandum lainnya yang kering dan tidak berisi. Wahai orang yang terkemuka dari kalangan orang-orang pandai dan bijak! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan apa arti mimpi itu.\" Apabila Allah menghendaki sesuatu, Dia menyiapkan sebab-sebabnya. Mimpi raja itu kelak menjadi salah satu penyebab bebasnya Nabi Yusuf dari penjara.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa raja pada suatu ketika bermimpi yang sangat ajaib sekali dan sangat menggelisahkan hatinya. Belum pernah raja bermimpi seperti itu selama hidupnya. Maka dikumpulkannya semua orang cerdik pandainya, juru-juru tenung dan pembesar-pembesar kerajaannya. Lalu dia berkata, \"Aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan tujuh ekor sapi yang kurus, aku melihat tujuh butir gandum yang subur dan tujuh butir pula yang kering. Cobalah kamu ceritakan tabir mimpiku itu kalau di antara kamu ada yang mempunyai ilmu tabir mimpi.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1640, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 198, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0636\u0652\u063a\u064e\u0627\u062b\u064f \u0623\u064e\u062d\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo adghaasu ahlaa minw wa maa nahnu bitaaweelil ahlaami bi'aalimeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"[It is but] a mixture of false dreams, and we are not learned in the interpretation of dreams.\"", "id": "Mereka menjawab, “(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu menakwilkan mimpi itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1640", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1640.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1640.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian mereka para pemuka kaumnya pun menjawab, \"Itu hanyalah bunga tidur dan termasuk dari mimpi-mimpi yang kosong tidak ada artinya dan oleh karena itu kami tidak mampu menakwilkan mimpi itu.\"", "long": "Tidak seorang pun dapat memecahkan permintaan raja itu. Bermacam-macam pendapat mereka, ada yang mengatakan bahwa itu adalah sebagai mimpi permainan tidur saja dan ada pula yang mengatakan bahwa itu adalah pengaruh angan-angan di waktu tidur yang tidak mempunyai arti apa-apa. Terhadap mimpi yang seperti itu, mereka tidak mempunyai ilmu untuk mencarikan tabirnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1641, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 198, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u062c\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062f\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazee najaa minhumaa waddakara ba'da ummatin ana unabbi'ukum bitalweelihee fa-arsiloon" } }, "translation": { "en": "But the one who was freed and remembered after a time said, \"I will inform you of its interpretation, so send me forth.\"", "id": "Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya, “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1641", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1641.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1641.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika mendengar mimpi raja itu, berkatalah orang yang selamat dari hukuman mati di antara mereka berdua yang dahulu pernah dipenjara bersama Nabi Yusuf. Dan ia pun baru teringat akan pesan Nabi Yusuf kepadanya setelah beberapa waktu lamanya yang ia lupakan, \"Aku akan memberitahukan kepadamu wahai paduka tentang orang yang pandai menakwilkan mimpi itu, maka karena itu utuslah aku menemuinya untuk menyampaikan perihal mimpimu itu.\"", "long": "Raja tidak puas mendengar jawaban mereka dan raja bertambah gelisah nampaknya. Raja ingin mengetahui tabir mimpinya, tetapi tidak tahu kepada siapa akan ditanyakan. Setelah tukang siram kebun raja yang pernah meringkuk dalam penjara bersama Yusuf mendengar kabar ini, dia teringat Yusuf yang sedang meringkuk dalam penjara yang pernah mentawilkan mimpinya sendiri dengan tepat. Dia dengan cepat datang menghadap raja seraya berkata, \"Ya tuanku, di dalam penjara ada seorang pemuda bernama Yusuf. Dia seorang yang mulia, mempunyai pikiran yang dalam, pandangan yang luas, dan dapat pula mentabirkan mimpi dengan tepat. Kalau tuanku utus saya kepadanya, pastilah saya kembali dengan membawa tabir mimpi tuanku itu yang tentunya akan meyakinkan tuanku kebenarannya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1642, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 198, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064f \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u062f\u0651\u0650\u064a\u0642\u064f \u0623\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u0650 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0633\u0650\u0645\u064e\u0627\u0646\u064d \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064c \u0639\u0650\u062c\u064e\u0627\u0641\u064c \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u0650 \u0633\u064f\u0646\u0628\u064f\u0644\u064e\u0627\u062a\u064d \u062e\u064f\u0636\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u064e\u0631\u064e \u064a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0633\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yoosufu ayyuhas siddee qu aftinaa fee sab'i baqaraatin simaaniny yaakuluhunna sab'un 'ijaafunw wa sabi'i sumbulaatin khudrinw wa ukhara yaabisaatil la'alleee arj'u ilan naasi la'allahum ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "[He said], \"Joseph, O man of truth, explain to us about seven fat cows eaten by seven [that were] lean, and seven green spikes [of grain] and others [that were] dry - that I may return to the people; perhaps they will know [about you].\"", "id": "”Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1642", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1642.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1642.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian pelayan raja pun bergegas menjumpai Nabi Yusuf lalu berkata, \"Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya tutur katanya! Terangkanlah kepada kami takwil mimpi raja tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, kemudian ada tujuh tangkai biji gandum yang hijau dan tujuh tangkai biji gandum lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu untuk menyampaikan berita ini, agar mereka segera mengetahui apa arti mimpi raja tersebut.\"", "long": "Raja gembira mendengar pendapat tukang siram kebunnya itu, lalu mengutusnya untuk menemui Yusuf dalam penjara. Sesampainya di penjara dan bertemu dengan Yusuf, dia berkata, \"Hai Yusuf, saudaraku yang mulia yang dapat dipercaya. Saya datang kepadamu untuk meminta suatu tabir mimpi: yaitu tujuh ekor sapi yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus dan tujuh bulir gandum yang hampa kering dan ada pula tujuh bulir gandum yang rimbun. Mudah-mudahan saya kembali dengan membawa tabir mimpi itu dari engkau dan supaya dapat diketahui oleh orang banyak yang tentunya mereka akan berterima kasih kepadamu atas segala kelebihan dan kebaikan yang engkau berikan itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1643, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 198, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062a\u064e\u0632\u0652\u0631\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u062f\u064e\u0623\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0635\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0633\u064f\u0646\u0628\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala tazra'oona sab'a sineena da aban famaa basattum fazaroohu fee sumbu liheee illaa qaleelam mimmaa taakuloon" } }, "translation": { "en": "[Joseph] said, \"You will plant for seven years consecutively; and what you harvest leave in its spikes, except a little from which you will eat.", "id": "Dia (Yusuf) berkata, “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1643", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1643.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1643.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendengar penuturan pelayan istana perihal mimpi raja, dia -Nabi Yusuf- pun berkata, \"Menanggapi mimpi itu saya menyarankan agar kamu segera mempersiapkan diri bercocok tanam selama tujuh tahun berturut-turut sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan tetap di tangkainya, supaya bisa bertahan lama ketika disimpan di tempat yang aman, kecuali sedikit dari hasil panen itu yang kamu ambil untuk kamu makan pada masa kini.", "long": "Dengan segala kemurahan hati Yusuf menerangkan tabir mimpi raja itu, seolah-olah Yusuf menyampaikan kepada raja dan pembesar-pembesarnya, katanya, \"Wahai raja dan pembesar-pembesar negara semuanya, kamu akan menghadapi suatu masa tujuh tahun lamanya penuh dengan segala kemakmuran dan keamanan. Ternak berkembang biak, tumbuh-tumbuhan subur, dan semua orang akan merasa senang dan bahagia. Maka galakkanlah rakyat bertanam dalam masa tujuh tahun itu. Hasil dari tanaman itu harus kamu simpan, gandum disimpan dengan tangkai-tangkainya supaya tahan lama. Sebagian kecil kamu keluarkan untuk di makan sekadar keperluan saja." } } }, { "number": { "inQuran": 1644, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 198, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064c \u0634\u0650\u062f\u064e\u0627\u062f\u064c \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa yaatee mim ba'di zaalika sab'un shidaaduny yaa kulna maa qaddamtum lahunna illaa qaleelam mimma tuhsinoon" } }, "translation": { "en": "Then will come after that seven difficult [years] which will consume what you saved for them, except a little from which you will store.", "id": "Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1644", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1644.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1644.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setelah tujuh tahun masa subur itu berlalu, akan datang tujuh tahun musim kemarau yang sangat sulit. Masa sulit yang akan berlalu nanti kamu akan menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya berupa bahan makanan pokok, kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan pada masa subur itu.", "long": "Sehabis masa yang makmur itu akan datang masa yang penuh kesengsaraan dan penderitaan selama tujuh tahun pula. Pada waktu itu ternak habis musnah, tanaman-tanaman tidak berbuah, udara panas, musim kemarau panjang. Sumber-sumber air menjadi kering dan rakyat menderita kekurangan makanan. Semua simpanan makanan akan habis, kecuali tinggal sedikit untuk kamu jadikan benih." } } }, { "number": { "inQuran": 1645, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 198, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0627\u0645\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064f\u063a\u064e\u0627\u062b\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa yadtee mim ba'di zaalika 'aamun feehi yughaa sun naasu wa feehi ya'siroon" } }, "translation": { "en": "Then will come after that a year in which the people will be given rain and in which they will press [olives and grapes].\"", "id": "Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1645", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1645.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1645.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah musim kemarau itu berlalu, akan datang tahun di mana manusia diberi hujan dengan cukup sehingga tanaman dapat tumbuh subur kembali dan pada masa subur itu mereka bisa memeras kembali anggur sebagai minuman yang lezat lagi segar.\"", "long": "Kemudian sesudah berlalu masa kesulitan dan kesengsaraan itu, maka datanglah masa hidup makmur, aman dan sentosa. Di masa itu bumi menjadi subur, hujan turun sangat lebatnya, manusia kelihatan beramai-ramai memeras anggur dengan aman dan gembira. Mereka telah duduk bersantai menikmati buah-buahan hasil kebunnya bersama anak-anak dan keluarganya. Itulah tabir mimpi raja itu saya sampaikan kepadamu untuk saudara sampaikan kepada raja dan pembesar-pembesarnya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1646, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 199, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0626\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u0652\u0648\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0628\u0650\u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaalal maliku'toonee bihee falammaa jaaa'ahur rasoolu qaalar-ji ilaa rabbika fas'alhu maa baalun niswatil laatee qatta'na aydiyahunn; inna Rabbee bikaidihinna 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And the king said, \"Bring him to me.\" But when the messenger came to him, [Joseph] said, \"Return to your master and ask him what is the case of the women who cut their hands. Indeed, my Lord is Knowing of their plan.\"", "id": "Dan raja berkata, “Bawalah dia kepadaku.” Ketika utusan itu datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata, “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1646", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1646.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1646.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Yusuf menceritakan takwil mimpi raja dengan rinci dan jelas kepada pelayan raja dan iapun menyampaikannya kepada sang raja, pada ayat ini dijelaskan tentang permintaan raja untuk memanggil Nabi Yusuf setelah mendengarkan perihal tafsir mimpinya itu Dan raja berkata kepada para pembantunya, \"Bawalah dia -Yusuf- kepadaku.\" Ketika utusan itu datang kepadanya dan memintanya menghadap raja, dia -Nabi Yusuf- pun berkata, \"Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya sendiri tatkala aku keluar dihadapan mereka.\" Hal ini disampaikan Nabi Yusuf agar pembebasannya jelas dan kebenaran terungkap. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya dan muslihat mereka terhadapku sehingga tidak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Vonis hukuman yang dijatuhkan, maupun pembebasan seseorang dari hukuman, seharusnya disertai bukti yang kuat, bukan sekadar alasan dan dugaan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bagaimana tertariknya raja dengan tabir mimpi yang disampaikan oleh utusannya itu, sehingga raja ingin sekali bertemu langsung dengan Yusuf, maka raja memerintahkan kembali menemui Yusuf di penjara lalu berkata, \"Pergilah engkau temui Yusuf di penjara dan bawalah dia kemari, supaya langsung aku mendengarkan per-kataannya dan aku dapat mengukur sampai di mana tinggi ilmunya dan luas pandangannya. Mudah-mudahan ilmunya itu dan pandangan-pandangannya itu berguna bagiku untuk keselamatan bangsa dan negaraku.\" Maka utusan itu pergi menemui Yusuf dan menyampaikan panggilan raja terhadap dirinya, agar ia datang menghadap raja, sebab raja membutuhkan nasihatnya dan akan mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Yusuf memenuhi panggilan raja. Tetapi sebelum Yusuf datang menghadap, Yusuf minta kepada utusan raja itu agar dia kembali dan menanyakan kepada raja tentang peristiwa perempuan-perempuan yang sudah memotong jarinya sendiri dengan pisau supaya diketahui dengan jelas duduk perkaranya yang sebenarnya. Sehingga ketika datang menghadap raja, dia sudah dalam keadaan bebas dari tuduhan karena raja lebih mengetahui tentang tipu daya perempuan-perempuan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1647, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 199, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u0652\u0628\u064f\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0631\u064e\u0627\u0648\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0646\u0651\u064e \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e \u062d\u064e\u0627\u0634\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u062d\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0635\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0627\u0648\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala maa khatbukunna iz raawattunna Yoosufa 'annafsih; qulna haasha lillaahi maa 'alimnaa 'alaihi min sooo'; qaalatim ra atul 'Azeezil 'aana hashasal haqq, ana raawat tuhoo 'an nafsihee wa innahoo laminas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Said [the king to the women], \"What was your condition when you sought to seduce Joseph?\" They said, \"Perfect is Allah! We know about him no evil.\" The wife of al-'Azeez said, \"Now the truth has become evident. It was I who sought to seduce him, and indeed, he is of the truthful.", "id": "Dia (raja) berkata (kepada perempuan-perempuan itu), “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?” Mereka berkata, “Mahasempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya.” Istri Al-Aziz berkata, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1647", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1647.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1647.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dia -raja- pun berkata kepada perempuan-perempuan yang telah melukai tangan mereka sendiri dengan pisau, \"Ceritakan padaku, bagaimana keadaanmu, yakni menurut pendapatmu ketika kamu menggoda Nabi Yusuf untuk menundukkan dirinya apakah dia terpengaruh oleh bujuk dan rayuanmu?\" Kemudian mereka berkata, \"Mahasempurna Allah, kami tidak mengetahui dan melihat sedikit pun kekurangan atau suatu keburukan pun padanya.\" Saat itu istri al-Aziz mengaku dan berkata terus terang, \"Sekarang jelaslah kebenaran itu terungkap setelah sekian lama tertutup, sesungguhnya akulah yang menggoda dan merayunya, namun ia menolak dan berlindung kepada Allah. Dan aku mengakui sesungguhnya dia termasuk orang yang benar dan jujur perkataannya, dia benar-benar telah dizalimi.\"", "long": "Setelah utusan kembali menemui raja dan menyampaikan permintaan Yusuf kepadanya, maka dengan segera raja memanggil isteri menteri dan semua perempuan-perempuan yang memotong jarinya itu dan berkata kepada mereka, \"Bagaimana pandanganmu terhadap Yusuf ketika kamu menggodanya dulu? Sebab Yusuf akan aku keluarkan dari penjara.\" Mereka menjawab, \"Bahwa Yusuf seorang pemuda yang suci murni, Maha Sempurna Allah, kami tiada melihat sesuatu yang buruk padanya.\" Istri menteri yang tergila-gila dan terus menggoda Yusuf selama bersama-sama tinggal di rumahnya pun berkata, \"Sudah terlalu lama Yusuf dalam penjara tanpa kesalahan apa-apa. Akulah yang bersalah karena aku tidak dapat menahan hawa nafsuku, aku selalu menggodanya.\" Sekarang jelaslah kebenaran itu, bahwa Yusuf tidak bersalah dan dia termasuk orang-orang yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 1648, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 12, "page": 241, "manzil": 3, "ruku": 199, "hizbQuarter": 96, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064f\u0646\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika liya'lama annee lam akhunhu bilghaibi wa annal laaha laa yahdee kaidal khaaa'ineen" } }, "translation": { "en": "That is so al-'Azeez will know that I did not betray him in [his] absence and that Allah does not guide the plan of betrayers.", "id": "(Yusuf berkata), “Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1648", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1648.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1648.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian istri al-Aziz mengatakan, \"Yang demikian itu, yakni pengakuan bahwa akulah yang menggoda Yusuf dan dia menolaknya, adalah agar dia, suamiku, mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya dan berselingkuh dengan orang lain ketika dia tidak ada bersamaku, dan agar Yusuf bebas dari segala tuduhan. Dan aku menyadari bahwa sesungguhnya Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat. Allah pasti akan mengungkap kejadian yang sebenarnya, meski hal itu sudah ditutup-tutupi bertahun-tahun.\"", "long": "Ayat ini menerangkan pengakuan istri al-Aziz yang terus-terang mengatakan bahwa dialah yang bersalah, dialah yang menggoda, tetapi Yusuf tetap enggan dan berpaling, karena takut kepada Tuhannya. Semuanya itu menjadi bukti tentang kejujurannya. Ia tidak mau berdusta terhadap Yusuf walaupun Yusuf dalam penjara. Juga supaya diketahui oleh suaminya, bahwa dia berterus-terang seperti itu menunjukkan bahwa dia bersih, terpelihara dari perbuatan keji, karena kekuatan iman Yusuf. Istrinya tidak mau dituduh pengkhianat, sebab Allah swt tidak akan memberi petunjuk kepada setiap pengkhianatan." } } }, { "number": { "inQuran": 1649, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 199, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650\u0626\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa ubarri'u nafsee; innan nafsa la ammaaratum bissooo'i illaa maa rahima Rabbee; inna Rabbee Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And I do not acquit myself. Indeed, the soul is a persistent enjoiner of evil, except those upon which my Lord has mercy. Indeed, my Lord is Forgiving and Merciful.\"", "id": "Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1649", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1649.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1649.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah peristiwa yang dialami Nabi Yusuf berlalu dan ia terbukti tidak bersalah, ia pun berkata, Dan aku tidak menyatakan diriku bebas dari kesalahan apa pun, karena sesungguhnya salah satu jenis nafsu manusia itu adalah nafsu amarah, yang selalu mendorong manusia kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku sehingga tidak membawaku kepada kejahatan. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun atas segala dosa, Maha Penyayang bagi siapa saja yang Dia kehendaki.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Yusuf sebagai manusia mengakui bahwa setiap nafsu cenderung dan mudah disuruh untuk berbuat jahat kecuali jika diberi rahmat dan mendapat perlindungan dari Allah. Yusuf selamat dari godaan istri al-Aziz karena limpahan rahmat Allah dan perlindungan-Nya, meskipun sebagai manusia Yusuf juga tertarik pada istri al-Aziz sebagaimana perempuan itu tertarik kepadanya seperti diterangkan pada ayat 24:\n\nDan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. (Yusuf/12: 24)\n\nTetapi ada pendapat lain yang menyatakan bahwa ayat 53 ini menerang-kan pengakuan istri al-Aziz dengan terharu dan rasa penyesalan yang mendalam bahwa dia tidak dapat membersihkan dirinya dari kesalahan dan ketelanjuran. Dia juga mengakui bahwa memang dia yang hampir meng-khianati suaminya dengan merayu Yusuf ketika suaminya tidak di rumah. Untuk menjaga nama baik diri, suami, dan keluarganya, dia menganjurkan supaya Yusuf dipenjarakan, atau ditimpakan kepadanya siksaan yang pedih. Istri al-Aziz telah melakukan kesalahan ganda, yaitu berdusta dan menuduh orang yang jujur dan bersih serta menjebloskannya ke penjara.\n\nPada akhir ayat ini dijelaskan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 1650, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 199, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0626\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u0652\u0647\u064f \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaalal maliku' toonee biheee astakhlishu linafsee falammaa kallamahoo qaala innakal yawma ladainaa makeenun ameen" } }, "translation": { "en": "And the king said, \"Bring him to me; I will appoint him exclusively for myself.\" And when he spoke to him, he said, \"Indeed, you are today established [in position] and trusted.\"", "id": "Dan raja berkata, “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku.” Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata, “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan dipercaya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1650", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1650.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1650.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Raja yakin bahwa Nabi Yusuf telah dizalimi dipenjara tanpa berbuat salah. Raja juga mengaguminya karena kemampuannya memberikan takwil mimpi sang raja. Raja pun berkata, \"Bawalah dia (Yusuf ) kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat kepadaku dan aku angkat menjadi penasihat dalam pemerintahan.\" Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata, \"Sesungguhnya kamu mulai hari ini kuangkat menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kerajaan kami dan menjadi orang yang dipercaya mengurus urusan kerajaan.\"", "long": "Dalam suasana yang sangat mengharukan itu, raja memerintahkan supaya Yusuf dijemput dari penjara dan dibawa menghadap ke istana. Di istana, Yusuf menerangkan kepada raja semua pengalamannya semenjak dia tinggal di istana al-Aziz sampai dia masuk penjara dan akhirnya dapat bertemu muka dengan raja. Mendengar penjelasannya, timbullah keyakinan dalam hati raja bahwa Yusuf benar-benar seorang yang jujur dan setia, penuh rasa tanggung jawab, berbudi mulia, berilmu, dan tabah serta kuat imannya. Karena keyakinan itu, raja mengumumkan di hadapan pembesar dan pemimpin negara bahwa dia telah mengangkat Yusuf menjadi orang kepercayaannya. Semua urusan keuangan negara diserahkan sepenuhnya di bawah pimpinan dan tanggung jawabnya, dialah yang berhak sepenuhnya mengendalikan pemerintahan, dan satu-satunya orang yang dapat ber-hubungan langsung dengan raja. Menurut riwayat Ibnu Abbas, \"Ketika utusan raja sampai di penjara dia berkata kepada Yusuf, \"Tanggalkanlah baju penjara yang engkau pakai itu, pakailah baju baru ini, dan marilah bersama saya menghadap raja.\" Semua penghuni penjara berdoa untuknya, demikian pula sebaliknya, Yusuf berdoa pula untuk mereka. Ketika sampai di istana, raja merasa sangat heran karena dilihatnya Yusuf masih muda (waktu itu umurnya lebih kurang 30 tahun). \"Apakah dia yang masih muda ini telah dapat menakbirkan mimpiku dengan tepat, sedangkan semua ahli sihir dan pemuka agama di negeriku tidak ada yang dapat menakbirkannya.\" Lalu raja memerintahkan supaya dia duduk di hadapannya dan bertitah, \"Janganlah engkau merasa takut.\" Lalu dikalungkan ke lehernya kalung emas dan diberi jubah kebesaran dari sutra. Disediakan pula untuknya kuda berpelana yang dihiasi berbagai macam hiasan dan dipukulkan genderang di seluruh pelosok negeri Mesir sebagai pertanda dan pernyataan bahwa Yusuf telah diangkat menjadi khalifah (tangan kanan) raja.\" Demikian riwayat Ibnu Abbas. Kemudian raja bertitah, \"Sejak hari ini engkau mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi kami dan kami percayakan kepadamu semua urusan negara.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1651, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 199, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062e\u064e\u0632\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaalaj 'alnee 'alaa khazaaa'inil ardi innee hafeezun 'aleem" } }, "translation": { "en": "[Joseph] said, \"Appoint me over the storehouses of the land. Indeed, I will be a knowing guardian.\"", "id": "Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1651", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1651.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1651.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia (Yusuf ) menerima tawaran raja, lalu dia berkata, \"Jadikanlah aku sebagai bendaharawan negeri Mesir ini; karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga amanat dan berpengetahuan luas tentang kebendaharaan.\"", "long": "Kemudian raja menceritakan mimpinya kepada Yusuf dan meminta penjelasan tentang tindakan yang paling baik untuk menanggulangi tujuh tahun masa kering. Yusuf meminta kepada raja supaya semua urusan yang berhubungan dengan perekonomian negara diserahkan kepadanya agar dia dapat mengaturnya dengan sebaik-baiknya guna menghindari bahaya kelaparan, walaupun musim kemarau amat panjang. Selanjutnya Yusuf mengetengahkan rencana jangka panjangnya. Dia mengatakan bahwa dalam musim subur yang panjang itu pertanian harus ditingkatkan dan kepada seluruh rakyat diperintahkan supaya jangan ada tanah kosong yang tidak ditanami, sehingga bila datang musim kemarau yang panjang, simpanan bahan makanan yang disiapkan pada masa subur dapat diambil sedikit demi sedikit, sedang batang gandum bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak. Raja sangat gembira mendengar pendapat Yusuf dan tambah percaya pada kecerdasan dan kebijaksanaannya. Semua usul Yusuf itu dapat diterimanya. Tidak hanya urusan pertanian, bahkan semua urusan negara telah diserahkan sepenuhnya kepada Yusuf. Dengan demikian, Yusuf telah menjadi penguasa yang sangat disegani, dihormati, dan disayangi di Mesir." } } }, { "number": { "inQuran": 1652, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 199, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0623\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0646\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika makkannaa li Yoosufa fil ardi yatabawwa'u minhaa haisu yashaaaa'; nuseebu birahmatinaa man nashaaa'u wa laa nudee'u ajral muhsineen" } }, "translation": { "en": "And thus We established Joseph in the land to settle therein wherever he willed. We touch with Our mercy whom We will, and We do not allow to be lost the reward of those who do good.", "id": "Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir); untuk tinggal di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1652", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1652.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1652.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Permohonan Nabi Yusuf diterima oleh raja. Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir ini; untuk itu dia bebas tinggal di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki, dan Kami tidak menyia-nyiakan sedikit pun pahala bagi orang yang berbuat baik.", "long": "Demikianlah Allah mengatur langkah demi langkah dan tahap demi tahap untuk menempatkan Yusuf pada kedudukan yang tinggi dan terhormat di Mesir dan berkuasa penuh di setiap pelosok negeri itu. Semua ini sesuai dengan sunah Allah yang dimulai dengan mimpi Nabi Yusuf melihat 11 buah bintang, matahari, dan bulan sujud kepadanya yang menyebabkan ayahnya Yakub bertambah sayang kepadanya sehingga saudara-saudaranya bertambah dengki terhadapnya. Kemudian Yusuf dimasukkan ke dalam sumur oleh mereka, lalu diambil oleh kafilah yang hendak pergi ke Mesir, dan dijual kepada penguasa di sana (al-Aziz) dengan harga yang amat murah. Akhirnya Yusuf menetap di istana sebagai salah seorang keluarga yang dipercaya. Kemudian ia digoda oleh istri al-Aziz dan difitnah sehingga dijebloskan ke dalam penjara. Dalam penjara, Yusuf dikaruniai Allah ilmu menakbirkan mimpi salah seorang penghuni penjara dan akhirnya ia menakbirkan mimpi raja. Setelah terbukti bahwa Yusuf tidak bersalah, timbullah kepercayaan raja terhadap dirinya bahwa ia orang yang jujur, setia, tabah dan sabar menghadapi cobaan, berakhlak mulia, berilmu, dan bijaksana, sehingga dia diangkat sebagai penguasa. \n\nSemua kejadian itu merupakan suatu rentetan yang saling terkait dan erat hubungan satu dengan lainnya. Terkesan pada mulanya seakan-akan Yusuf sudah ditakdirkan untuk selalu dirundung malang, tetapi pada akhirnya dia mendapat keberuntungan dan kebahagiaan. Dia sampai di Mesir sebagai seorang budak belian, tetapi kemudian menjadi orang yang paling dihormati dan disegani di sana. Kalau dia bukan seorang manusia yang jujur, ikhlas, dan suka berbuat baik dalam segala tindakannya, tentulah Allah tidak akan mengaruniakan kepadanya nikmat yang sebesar itu. Demikianlah Allah memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan sesungguhnya Allah memberi balasan yang berlipat ganda bagi setiap orang yang berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 1653, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 199, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la ajrul Aakhirati khairul lillazeena aamanoo wa kaanoo yattaqoon" } }, "translation": { "en": "And the reward of the Hereafter is better for those who believed and were fearing Allah.", "id": "Dan sungguh, pahala akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1653", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1653.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1653.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah, sungguh pahala akhirat itu pasti lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.", "long": "Di samping balasan di dunia, Allah menyediakan pula di akhirat balasan yang lebih baik, lebih berharga dan lebih membahagiakan bagi orang-orang yang tetap beriman dan selalu bertakwa kepada-Nya yaitu surga Jannatun naim yang terdapat di dalamnya segala macam nikmat dan kesenangan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 1654, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0629\u064f \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0641\u064e\u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0646\u0643\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'a ikhwatu Yoosufa fadakhaloo 'alaihi fa'arafahum wa hum lahoo munkiroon" } }, "translation": { "en": "And the brothers of Joseph came [seeking food], and they entered upon him; and he recognized them, but he was to them unknown.", "id": "Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka, sedang mereka tidak mengenalinya (lagi) kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1654", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1654.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1654.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika menjabat sebagai bendahara kerajaan, Nabi Yusuf menunjukkan kemampuannya mengatasi paceklik yang melanda Mesir dengan kebijakan membagi-bagikan makanan kepada penduduk yang membutuhkan. Kabar tentang keberhasilan ini tersebar ke seluruh penjuru negeri, bahkan ke Palestina, kampung halaman Nabi Yakub dan anak-anaknya. Bersamaan dengan Mesir, Palestina juga mengalami masa paceklik. Nabi Yakub menyuruh anak-anaknya, kecuali Bunyamin, untuk berangkat ke Mesir. Dan saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk memperoleh makanan. Sesampai di Mesir, lalu mereka masuk ke tempat-nya, yakni Nabi Yusuf, yang sedang mengawasi pembagian makanan. Maka Nabi Yusuf pun mengenali mereka, sedang mereka tidak mengenalinya.", "long": "Dalam kitab Perjanjian Lama Kitab Kejadian 42: 2-25 disebutkan bahwa Yusuf mengadakan persiapan dan perbekalan secara besar-besaran untuk menghadapi bahaya kelaparan pada musim kering. Untuk itu, dia membangun gudang-gudang besar untuk menyimpan bahan makanan yang dihasilkan pada musim subur. Ketika datang musim kering, ternyata kekeringan itu bukan hanya terjadi di Mesir saja, tetapi meliputi negeri-negeri tetangga yang berdekatan terutama di negeri Palestina. Terdengarlah di sana berita bahwa pemerintahan Mesir mempunyai simpanan bahan makanan yang banyak sekali, sehingga dapat membantu meringankan penderitaan penduduk negeri-negeri tetangga itu. Penguasa di sana rela melepaskan sebagian dari simpanan itu dengan cara menjual kepada siapa yang sangat memerlukannya. Oleh karena itu, Yakub menyuruh anak-anaknya (saudara-saudara Yusuf) supaya mengumpulkan barang-barang dagangan dan membawanya ke Mesir untuk ditukarkan dengan bahan makanan. \n\nUntuk memenuhi permintaan Yakub, berangkatlah saudara-saudara Yusuf, kecuali Bunyamin karena tidak diizinkan oleh Yakub, untuk membeli bahan makanan yang sangat mereka perlukan. Ketika sampai di sana, mereka langsung menemui Yusuf dengan harapan akan segera dapat membeli bahan makanan, karena urusan ini sepenuhnya berada di tangan Yusuf. Ketika mereka masuk menghadap, Yusuf mengetahui bahwa yang datang itu adalah saudara-saudaranya sendiri, karena rupa dan jenis pakaian mereka masih melekat dalam ingatannya apalagi mereka berjumlah sepuluh orang. Yusuf berkata dalam hatinya, \"Tidak diragukan lagi mereka ini adalah saudara-saudara saya.\" Sebaliknya mereka tidak tahu sama sekali bahwa yang mereka hadapi adalah saudara sendiri. \n\nMereka semua tidak lagi ingat bentuk Yusuf karena sudah lama berpisah, apalagi yang mereka hadapi adalah seorang perdana menteri dengan pakaian kebesaran dan tanda-tanda penghargaan berkilau di bajunya. Tidak mungkin Yusuf menjadi orang yang memiliki jabatan yang amat tinggi itu karena mereka telah membuangnya ke dalam sumur. Kalaupun masih hidup, dia tentu akan menjadi budak belian yang diperas tenaganya oleh tuannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1655, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0647\u0651\u064e\u0632\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627\u0632\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0626\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0623\u064e\u062e\u064d \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0648\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jahhazahum bijahaazihim qaala' toonee bi akhil lakum min abeekum; alaa tarawna anneee oofil kaila wa ana khairul munzileen" } }, "translation": { "en": "And when he had furnished them with their supplies, he said, \"Bring me a brother of yours from your father. Do not you see that I give full measure and that I am the best of accommodators?", "id": "Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia berkata, “Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1655", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1655.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1655.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika dia (Nabi Yusuf ) menyiapkan bahan makanan bagi saudara-saudaranya untuk mereka bawa pulang, dia berkata kepada mereka, \"Bila kalian datang kembali ke Mesir, bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin) agar aku bisa memberimu jatah bahan makanan lebih banyak lagi. Tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran, bahkan melebihkannya untuk kalian, dan di samping itu, aku adalah seorang penerima tamu yang terbaik dengan menjamu kalian secara sempurna?\"", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Yusuf mengabulkan permintaan saudara-saudaranya untuk membeli barang-barang yang mereka bawa dan ditukar dengan bahan makanan. Dia kemudian memerintahkan supaya disiapkan untuk mereka 10 pikul bahan makanan dan keperluan-keperluan lain yang dibutuhkan dalam perjalanan, karena mereka berjumlah sepuluh orang, masing-masing berhak mendapat satu pikul. Tetapi mereka men-ceritakan bahwa di kampung mereka ada lagi 2 orang yang sangat memerlukan bahan makanan yaitu seorang saudara dan seorang ayah mereka sendiri.\n\nMereka memohon supaya mereka diberikan 12 pikulan sebab yang sepuluh pikulan itu hanya cukup untuk mereka saja, \"Ayah kami tidak dapat datang kemari karena sudah tua dan lemah, sedangkan saudara kami sengaja kami tinggalkan untuk menjaganya dan menyenangkan hatinya.\" Mendengar keterangan saudara-saudaranya itu, Yusuf berkata, \"Kalau demikian bawalah saudara kalian itu kemari sebagai bukti bagi kami atas kebenaran kalian semua dan kami akan mengabulkan permintaan kalian itu. Kami telah melihat sendiri bahan-bahan makanan yang disediakan untuk kalian semua berjumlah 10 pikulan, karena kami hanya sanggup menyerahkan satu pikulan untuk satu orang. Selain dari itu, selama di sini kalian semua sudah kami perlakukan dengan baik sebagai tamu kami karena begitulah biasanya kami memperlakukan tamu dengan sebaik-baiknya. Sekarang pulanglah kalian semua dan bawalah bahan makanan itu, kemudian datanglah kembali dengan membawa barang dagangan untuk ditukar dengan bahan makanan, tetapi dengan syarat kalian harus membawa saudara kalian sebagai bukti kebenaran dan kejujuran kalian.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1656, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fa il lam taatoonee bihee falaa kaila lakum 'indee wa laa taqraboon" } }, "translation": { "en": "But if you do not bring him to me, no measure will there be [hereafter] for you from me, nor will you approach me.\"", "id": "Maka jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1656", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1656.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1656.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebelum saudara-saudaranya kembali ke Palestina, Nabi Yusuf mengingatkan mereka, \"Maka jika kamu tidak membawanya kepadaku pada saat kedatangan kalian nanti, maka kalian tidak akan mendapat jatah gandum lagi dariku, dan jangan pula kamu mendekatiku lagi sesudah itu!\"", "long": "Selanjutnya Yusuf berkata, \"Jika kalian tidak membawanya, kalian tidak akan mendapat bahan makanan sama sekali karena itu berarti kalian bukan orang-orang yang jujur. Orang-orang yang pembohong dan pendusta tidak akan kami layani dan kami sangat membencinya. Sekali lagi kami tegaskan, kalau kalian tidak membawa saudara kalian itu, jangan diharap kalian akan diberi bahan makanan. Bahkan jangan mencoba mendekat ke negeri kami, apalagi menghadap kepada kami karena tidak ada tempat di sini bagi orang-orang yang tidak jujur.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1657, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0646\u064f\u0631\u064e\u0627\u0648\u0650\u062f\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo sanuraawidu 'anhu abaahu wa innaa lafaa'iloon" } }, "translation": { "en": "They said, \"We will attempt to dissuade his father from [keeping] him, and indeed, we will do [it].\"", "id": "Mereka berkata, “Kami akan membujuk ayahnya (untuk membawanya) dan kami benar-benar akan melaksanakannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1657", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1657.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1657.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar peringatan Nabi Yusuf tersebut, mereka berkata, \"Kami berjanji akan membujuk ayahnya, Nabi Yakub, untuk membawanya bersama kami nanti, dan kami benar-benar berjanji akan melaksanakannya seperti yang engkau pesankan.\"", "long": "Saudara-saudara Yusuf menjawab, \"Kalau begitu, kami akan pulang dan berusaha dengan sungguh-sungguh agar ayah kami dapat mengizinkan saudara kami itu pergi bersama kami ke Mesir. Kami akan menceritakan kepadanya semua yang telah terjadi dan mengatakan bahwa kami telah disambut dengan baik sekali dan diperlakukan sebagai tamu selama kami berada di Mesir.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1658, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0641\u0650\u062a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u0650\u062d\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala lifityaanihij 'aloo bidaa'atahum fee rihaalihim la'allahum ya'rifoonahaaa izan qalabooo ilaaa ahlihim la'allahum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And [Joseph] said to his servants, \"Put their merchandise into their saddlebags so they might recognize it when they have gone back to their people that perhaps they will [again] return.\"", "id": "Dan dia (Yusuf) berkata kepada pelayan-pelayannya, “Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka ke dalam karung-karungnya, agar mereka mengetahuinya apabila telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1658", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1658.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1658.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menyampaikan pesan tersebut kepada saudara-saudaranya, dia (Nabi Yusuf ) berkata kepada pelayan-pelayannya dengan maksud menanam budi, \"Masukkanlah kembali barang-barang penukar yang tadi telah mereka tukarkan dengan makanan, ke dalam karung-karungnya, agar nanti mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya. Mudah-mudahan dengan melihat barang-barang itu di karung-karung tersebut, mereka merasa berkewajiban untuk kembali lagi.\"", "long": "Kemudian Yusuf memerintahkan kepada petugas-petugasnya yang mengurus bahan makanan agar semua barang-barang yang dibawa mereka dimasukkan kembali ke dalam karung-karung bahan makanan tanpa setahu mereka. Barang-barang itu terdiri dari berbagai macam bahan hasil produksi padang pasir, seperti kulit bulu domba dan lain sebagainya. Dengan mengembalikan barang-barang itu, mereka akan menyadari sepenuhnya betapa baiknya hati penguasa Mesir itu, dan betapa tinggi jasanya terhadap mereka. Mereka telah diperlakukan sebagai tamu selama di Mesir kemudian diberi bahan makanan, sedangkan barang-barang dagangan mereka sendiri dikembalikan, seakan-akan bahan makanan yang sepuluh pikul itu diberikan kepada mereka dengan cuma-cuma sebagai hadiah yang bagi mereka sendiri sangat diperlukan dan tak ternilai harganya. Dengan kesadaran itu, diharapkan timbul tekad yang kuat dalam hati mereka untuk kembali ke Mesir membawa barang-barang dan membawa Bunyamin sekaligus sebagaimana diamanatkan oleh Yusuf." } } }, { "number": { "inQuran": 1659, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 13, "page": 242, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0650\u0639\u064e \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u0652\u062a\u064e\u0644\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa raja'ooo ilaaa abeehim qaaloo yaaa abaanaa muni'a minnal kailu fa arsil ma'anaaa akhaanaa naktal wa innaa lahoo lahaafizoon" } }, "translation": { "en": "So when they returned to their father, they said, \"O our father, [further] measure has been denied to us, so send with us our brother [that] we will be given measure. And indeed, we will be his guardians.\"", "id": "Maka ketika mereka telah kembali kepada ayahnya (Yakub) mereka berkata, “Wahai ayah kami! Kami tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami agar kami mendapat jatah, dan kami benar-benar akan menjaganya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1659", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1659.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1659.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah bahan makanan yang menjadi hak saudara-saudara Nabi Yusuf masuk seluruhnya ke dalam karung-karung, mereka lantas bertolak menuju Palestina untuk menemui Nabi Yakub, ayah mereka. Maka ketika mereka telah kembali kepada ayah mereka, mereka lalu berkata, \"Wahai ayah kami! Kami tidak akan mendapat jatah gandum lagi dari penguasa Mesir jika kami tidak membawa serta saudara kami, Bunyamin. Sebab itu, wahai Ayah, biarkanlah saudara kami itu pergi bersama kami ke Mesir agar kami mendapat jatah makanan dari penguasa Mesir, dan kami berjanji benar-benar akan menjaganya dan tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah kami lakukan kepada Yusuf.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tatkala sampai di rumah dan bertemu dengan ayah mereka, saudara-saudara Yusuf memberitahukan semua pengalaman mereka di Mesir dan bagaimana baiknya sambutan penguasa di sana terhadap mereka dengan memperlakukan mereka sebagai tamu. Ketika akan pulang, mereka juga dibekali dengan barang-barang yang diperlukan selama dalam perjalanan. Mereka diberi bahan makanan sebanyak 10 pikulan yang ditukar dengan barang-barang yang mereka bawa karena mereka hanya sepuluh orang.\n\nMereka juga menceritakan kepada Yakub bahwa mereka telah mengatakan kepada penguasa Mesir tentang ayah mereka yang telah tua dan seorang saudara yang tidak dapat datang karena ditugaskan menjaga ayah mereka. Mereka meminta supaya diberi 12 pikulan. Penguasa itu menjawab bahwa kalau benar mereka mempunyai saudara, hendaklah dibawa ke Mesir. Penguasa itu akan memberi mereka lagi bahan makanan sebanyak yang diminta. Mereka diperingatkan bahwa kalau Bunyamin tidak dapat dibawa, mereka tidak boleh datang lagi ke Mesir, dan tidak akan diberi makanan, karena dianggap sebagai pendusta yang tidak layak dipercayai. Oleh sebab itu, mereka memohon kepada Yakub dengan sangat agar mengizinkan Bunyamin ikut bersama mereka. Dengan demikian, mereka akan diberi bahan makanan dan disambut dengan sambutan yang lebih baik karena telah memenuhi janji mereka untuk membawa Bunyamin ke Mesir. Mereka berjanji akan menjaga Bunyamin dengan sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 1660, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 13, "page": 243, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala hal aamanukum 'alihi illaa kamaa amintukum 'alaaa akheehimin qabl; fal laahu khairun haafizanw wa Huwa arhamur Raahimeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"Should I entrust you with him except [under coercion] as I entrusted you with his brother before? But Allah is the best guardian, and He is the most merciful of the merciful.\"", "id": "Dia (Yakub) berkata, “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?” Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1660", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1660.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1660.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar permintaan anak-anaknya, dia (Yakub) berkata, \"Bagaimana aku tidak khawatir akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu seperti kekhawatiran yang aku rasakan ketika telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu? Akan tetapi, karena kamu memaksa untuk membawa Bunyamin, maka aku serahkan semuanya kepada Allah.\" Maka Allah adalah penjaga yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya, dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.", "long": "Yakub terkejut mendengar permintaan mereka, sehingga dengan seketika menjawab, \"Apakah aku akan mempercayakan Bunyamin kepada kalian sebagaimana aku telah mempercayakan Yusuf dahulu? Apakah kalian belum puas dengan mencelakakan Yusuf sehingga sekarang kalian kembali ingin mencelakakan Bunyamin? Apakah aku akan percaya begitu saja kepada janji-janji dan jaminan kalian terhadap Bunyamin, padahal dahulu kalian telah membuat janji dan jaminan serupa ketika hendak membawa Yusuf bermain-main ke tempat penggembalaan di padang pasir? Aku tidak percaya lagi kepada ucapan dan janji kalian. Aku akan menggantungkan harapanku kepada Allah agar Dia tetap memelihara Bunyamin karena Dialah sebaik-baik Penjaga dan Penyayang. Kepada-Nyalah aku bertawakal dalam menghadapi segala persoalan. Hanya Dialah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku bermohon agar Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepadaku dengan melindungi Bunyamin dan menjaga keselamatannya serta tidak akan menimpakan cobaan kepadaku seperti kehilangan Yusuf, anakku yang tercinta. Sesungguhnya rahmat Allah Mahaluas dan Karunia-Nya Mahabesar.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1661, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 13, "page": 243, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650\u064a \u06d6 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064f\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0645\u0650\u064a\u0631\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0641\u064e\u0638\u064f \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f \u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064d \u06d6 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lammaa fatahoo mataa 'ahum wajadoo bidaa'atahum ruddat ilaihim qaaloo yaaa abaanaa maa nabghee; haazihee bida 'atunaa ruddat ilainaa wa nameeru ahlanaa wa nahfazu akhaanaa wa nazdaadu kaila ba'eer; zaalika kailuny yaseer" } }, "translation": { "en": "And when they opened their baggage, they found their merchandise returned to them. They said, \"O our father, what [more] could we desire? This is our merchandise returned to us. And we will obtain supplies for our family and protect our brother and obtain an increase of a camel's load; that is an easy measurement.\"", "id": "Dan ketika mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan barang-barang (penukar) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kita akan dapat memberi makan keluarga kita, dan kami akan memelihara saudara kami, dan kita akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1661", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1661.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1661.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Anak-anak Nabi Yakub belum juga berhasil meyakinkan ayah mereka untuk membawa Bunyamin ke Mesir. Dan ketika mereka membuka barang-barangnya di hadapan Nabi Yakub, mereka menemukan bahwa barang-barang yang mereka jadikan penukar dengan bahan makanan yang mereka perlukan dikembalikan oleh Nabi Yusuf kepada mereka. Mereka berkata, \"Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan dari perjalanan ke Mesir? Semua bahan makanan sudah kita peroleh. Lihatlah ini, barang-barang kita dikembalikan lagi kepada kita oleh penguasa Mesir itu. Apabila kami berangkat lagi ke Mesir dengan membawa serta Bunyamin, tentu kita akan mendapat bahan makanan yang lebih banyak, dan dengan itu kita akan dapat memberi makan keluarga kita. Kami berjanji akan memelihara dan menjaga saudara kami, Bunyamin. Dengan membawa serta Bunyamin, dapat kami bayangkan kegembiraan penguasa Mesir itu, dan kita pasti akan mendapat tambahan jatah gandum yang lebih banyak, yakni seberat beban seekor unta. Memberikan bahan makanan sebanyak itu adalah suatu hal yang mudah bagi seorang penguasa Mesir.\"", "long": "Setelah saudara-saudara Yusuf membuka karung bahan makanan yang mereka bawa dari Mesir, ternyata mereka juga mendapatkan barang-barang mereka masih ada pula di dalamnya. Mereka berkata pada Yakub, \"Wahai ayah kami, barang-barang yang kami bawa ke Mesir ternyata dikembalikan. Ini adalah bukti yang nyata betapa baiknya hati penguasa Mesir itu kepada kita dan betapa pemurahnya sehingga dia tidak mau mengambil barang-barang kita sebagai penukar makanan yang diberikan kepada kita. Dia telah menolong kita dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan. Memang amat besar hutang budi kita. Oleh sebab itu, kita harus membalas jasa dan budi baiknya dengan memenuhi janji kami yaitu akan membawa Bunyamin ke Mesir. Kalau kami kembali ke Mesir membawanya, tentu kita akan mendapat bahan makanan lebih banyak, paling tidak akan bertambah satu pikulan karena kami sudah berjumlah sebelas orang. Bagi penguasa Mesir satu pikulan bahan makanan itu tentu tidak akan memberatkan karena gudang-gudangnya penuh dengan bahan makanan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1662, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 13, "page": 243, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062b\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0637\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0648\u0652\u062b\u0650\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala lan ursilahoo ma'akum hattaa tu'tooni mawsiqam minal laahis lataa tunnanee biheee illaaa nay yuhaata bikum falammaaa aatawhu mawsiqahum qaalal laahu 'alaa maa naqoolu Wakeel" } }, "translation": { "en": "[Jacob] said, \"Never will I send him with you until you give me a promise by Allah that you will bring him [back] to me, unless you should be surrounded by enemies.\" And when they had given their promise, he said, \"Allah, over what we say, is Witness.\"", "id": "Dia (Yakub) berkata, “Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kamu, sebelum kamu bersumpah kepadaku atas (nama) Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung (musuh).” Setelah mereka mengucapkan sumpah, dia (Yakub) berkata, “Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1662", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1662.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1662.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar berbagai alasan dari anak-anaknya untuk mengajak serta Bunyamin, Dia (Nabi Yakub) kemudian berkata, \"Aku tidak akan melepaskannya pergi bersama kamu ke Mesir sebelum kamu semua bersumpah kepadaku atas nama Allah bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali dari sana, kecuali jika kamu mendapat hambatan atau musibah di tengah jalan, seperti dikepung musuh sehingga kamu tidak mampu mengembalikannya kepadaku.\" Setelah mereka mengucapkan sumpah akan memenuhi permintaannya, dia (Nabi Yakub) berkata, \"Allah adalah menjadi saksi terhadap apa yang kita ucapkan.\"", "long": "Mendengar ucapan anak-anaknya itu, Yakub sadar bahwa budi baik penguasa Mesir itu harus dibalas dengan budi baik pula. Tidak ada cara untuk membalasnya kecuali dengan menepati janji anak-anaknya yang akan membawa Bunyamin karena dia dan anak-anaknya tidak mempunyai apa-apa lagi untuk dipersembahkan apalagi penguasa Mesir itu telah menolak menerima barang tukaran dan mengembalikan semuanya. Dengan perasaan yang berat, Yakub berkata kepada anak-anaknya bahwa kalau mereka harus membawa Bunyamin ke Mesir, maka ia tidak akan mengizinkan kecuali dengan janji yang dikuatkan dengan sumpah bahwa mereka benar-benar akan menjaga keselamatan Bunyamin dan membawanya kembali pulang. Mereka juga diminta untuk bersedia mengorbankan jiwa raga bila terjadi hal-hal yang membahayakan atau mengancam jiwanya. Anak-anak Yakub bersedia bersumpah untuk memenuhi syarat yang dikemukakan ayah mereka. Lalu mereka bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa mereka akan menjaga keselamatan Bunyamin, membelanya mati-matian bila terancam bahaya, dan akan membawanya pulang kembali. Setelah mendengar sumpah anak-anaknya itu, barulah hati Yakub merasa lega dan dia berkata, \"Allah menjadi saksi atas semua ucapan dan janjimu itu. Dialah Yang Mengawasi segala perbuatan dan tindak-tandukmu dan kepada-Nyalah aku serahkan keselamatan anakku.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1663, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 13, "page": 243, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064d \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala yaa baniyya laa tadkhuloo mim baabinw waa hidinw wadkhuloo min abwaabim mutafarriqah; wa maaa ughnee 'ankum minal laahi min shai'in; inil hukmu illaa lillaahi 'alaihi tawakkaltu wa 'alaihi fal yatawakkalil Mutawakkiloon" } }, "translation": { "en": "And he said, \"O my sons, do not enter from one gate but enter from different gates; and I cannot avail you against [the decree of] Allah at all. The decision is only for Allah; upon Him I have relied, and upon Him let those who would rely [indeed] rely.\"", "id": "Dan dia (Yakub) berkata, “Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1663", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1663.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1663.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika tiba saat bagi anak-anak Nabi Yakub bersama Bunyamin berangkat ke Mesir, timbul firasat di hati Nabi Yakub tentang kesulitan yang akan mereka hadapi. Dan dia (Nabi Yakub) berkata kepada mereka, \"Wahai anak-anakku! Begitu sampai di Mesir, janganlah kamu masuk bersama-sama dari satu pintu gerbang saja, dan masuklah secara berpencar dari pintu-pintu gerbang yang berbeda. Namun, meski aku menyuruh kalian berbuat demikian untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi, aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari ketentuan dan takdir Allah. Keputusan itu hanyalah hak dan wewenang Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dengan berserah diri secara penuh, dan hanya kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal.\"", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Yakub berkata kepada anak-anaknya agar ketika sampai di istana raja Mesir, mereka tidak masuk bersama-sama dari satu pintu gerbang, tetapi masuk dari pintu-pintu gerbang yang lain, supaya terhindar dari penglihatan mata orang yang hasad atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Di samping itu agar Bunyamin sempat bertemu dengan Yusuf secara terpisah dari saudara-saudaranya yang lain.\n\nNabi Yakub menasihatkan pula bahwa walaupun mereka sudah berusaha menghindari berbagai kemungkinan yang membahayakan, namun beliau tidak dapat mencegah ketentuan dari Allah, sebab keputusan menetapkan sesuatu hanya berada di tangan-Nya. Semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan disertai keyakinan bahwa ketentuan dari Allah pasti terjadi, dan tidak seorang pun yang dapat menghalang-halanginya. Oleh karena itu, hanya kepada-Nyalah semua orang bertawakal dan berserah diri." } } }, { "number": { "inQuran": 1664, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 13, "page": 243, "manzil": 3, "ruku": 200, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0627\u062c\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0642\u064e\u0636\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa dakhaloo min haisu amarahum aboohum maa kaana yughnee 'anhum minal laahi min shai'in illaa haajatan fee nafsi Ya'qooba qadaahaa; wa innahoo lazoo 'ilmil limaa 'allamnaahu wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And when they entered from where their father had ordered them, it did not avail them against Allah at all except [it was] a need within the soul of Jacob, which he satisfied. And indeed, he was a possessor of knowledge because of what We had taught him, but most of the people do not know.", "id": "Dan ketika mereka masuk sesuai dengan perintah ayah mereka, (masuknya mereka itu) tidak dapat menolak sedikit pun keputusan Allah, (tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Yakub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1664", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1664.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1664.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Petunjuk yang diberikan Nabi Yakub dilaksanakan dengan baik oleh anak-anaknya. Dan ketika mereka masuk ke negeri Mesir sesuai dengan perintah ayah mereka, maka sesungguhnya masuk Mesir dengan cara berpencar tidak dapat menolak sedikit pun keputusan dan takdir Allah. Itu semua hanya suatu keinginan pada diri Yakub yang telah ditetapkannya sendiri. Hal itu menunjukkan betapa dia mengharapkan keselamatan bagi anak-anaknya dalam menempuh perjalanan jauh itu. Dan sesungguhnya dia (Nabi Yakub) mempunyai pengetahuan tentang itu karena Kami telah mengajarkan banyak hal kepadanya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa apa yang dilakukan Nabi Yakub adalah hal yang benar.", "long": "Tatkala putra-putra Nabi Yakub itu masuk ke istana Yusuf di Mesir sesuai dengan yang diperintahkannya, yaitu masuk dari pintu gerbang yang berlainan, cara yang mereka lakukan itu tidak dapat melepaskan mereka sedikit pun dari ketentuan Allah. Ini hanya keinginan Nabi Yakub yang harus dilaksanakan agar Yusuf dapat bertemu dengan Bunyamin empat mata, karena keduanya akan membuat perencanaan dan tindakan yang bijak-sana. Ini menunjukkan bahwa Nabi Yakub telah diberi ilmu pengetahuan dengan wahyu Allah swt, namun kebanyakan manusia tidak mengetahui, termasuk anak-anaknya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1665, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 13, "page": 243, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0622\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0626\u0650\u0633\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa dakhaloo 'alaa Yoosufa aawaaa ilaihi akhaahu qaala inneee ana akhooka falaa tabta'is bimaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And when they entered upon Joseph, he took his brother to himself; he said, \"Indeed, I am your brother, so do not despair over what they used to do [to me].\"", "id": "Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, dia (Yusuf) berkata, “Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan engkau bersedih hati terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1665", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1665.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1665.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai masuk dengan berpencar melalui pintu-pintu gerbang yang berbeda, sampailah saudara-saudara Nabi Yusuf ke tempatnya. Dan ketika mereka masuk ke tempat Yusuf, dia pun menempatkan tiap dua orang dari mereka dalam satu kamar, sementara dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya sendiri. Ketika Nabi Yusuf berada di kamar bersama Bunyamin, dia (Yusuf ) berkata, \"Sesungguhnya aku adalah saudara kandung-mu. Jangan engkau bersedih hati terhadap apa yang telah mereka kerjakan terhadap kita berdua.\"", "long": "Ketika anak-anak Yakub masuk ke dalam ruangan khusus, Yusuf langsung mengenali adiknya, Bunyamin. Yusuf berusaha untuk bertemu empat mata dengannya seraya berkata, \"Jangan sedih dan gundah. Saya ini adalah saudara kandungmu, tapi hal ini jangan kamu ceritakan kepada saudara-saudara yang lain.\"\n\nDalam sebuah riwayat dikatakan bahwa tatkala saudara-saudara Yusuf masuk ke tempatnya, mereka memperkenalkan Bunyamin seraya berkata, \"Inilah saudara kami Bunyamin, yang diminta datang bersama-sama dengan kami, sekarang kami memperkenalkannya kepada Baginda.\" Yusuf menjawab, \"Terima kasih banyak, dan untuk kebaikan ini niscaya kami akan menyediakan balasannya.\" Lalu Yusuf menyediakan hidangan makanan untuk mereka yang semuanya berjumlah sebelas orang. Tiap-tiap meja untuk dua orang, sehingga semuanya sudah duduk berhadap-hadapan pada lima meja dalam lima buah kamar yang tertutup. Hanya tinggal Bunyamin sendirian tidak mempunyai pasangan. Yusuf berkata kepada tamu-tamunya, \"Kamu yang sepuluh orang, masing-masing berdua masuklah ke dalam kamar. Karena yang seorang ini, yaitu Bunyamin tidak mempunyai kawan, maka baiklah saya yang menemaninya.\" Setelah Yusuf dan Bunyamin berdua dalam sebuah kamar, maka Yusuf merangkulnya dengan penuh kemesraan, dan berkata, \"Apakah kamu suka menerima aku sebagai saudara-mu, ganti dari saudaramu yang hilang itu?\" Bunyamin menjawab, \"Siapa yang akan menolak mendapatkan saudara seperti engkau yang mulia ini? Namun engkau tidak dilahirkan dari bapakku Yakub dan ibuku Rahil.\" Karena tidak tahan mendengar ucapan itu, lalu Yusuf menangis dan merangkul Bunyamin seraya berkata, \"Akulah Yusuf, saudaramu yang dikatakan hilang itu.\" Lalu Yusuf menasihati saudaranya, supaya jangan bersedih atas apa yang telah dikerjakan oleh saudara-saudaranya terhadap-nya. Yusuf memberitahukan pula kepada Bunyamin rencananya terhadap saudara-saudaranya, untuk menguji mereka, apakah akhlaknya masih seperti dahulu atau sudah ada perubahan. Maksudnya supaya Bunyamin jangan terkejut, bila nanti terjadi hal-hal yang dilakukan Yusuf yang terasa janggal baginya." } } }, { "number": { "inQuran": 1666, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0647\u0651\u064e\u0632\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627\u0632\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0630\u0651\u064e\u0646\u064e \u0645\u064f\u0624\u064e\u0630\u0651\u0650\u0646\u064c \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u064a\u0631\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jahhazahum bijahaazihim ja'alas siqaayata fee rahli akheehi summa azzana mu'azzinun ayyatuhal'eeru innakum lasaariqoon" } }, "translation": { "en": "So when he had furnished them with their supplies, he put the [gold measuring] bowl into the bag of his brother. Then an announcer called out, \"O caravan, indeed you are thieves.\"", "id": "Maka ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan piala ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, “Wahai kafilah! Sesungguhnya kamu pasti pencuri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1666", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1666.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1666.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjelang kepulangan saudara-saudara Nabi Yusuf ke Kanaan, ia meminta para pembantunya untuk mempersiapkan kepulangan mereka. Maka ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka bawa pulang dan bekal dalam perjalanan mereka, dia menugaskan pembantunya untuk memasukkan piala, yakni gelas minuman yang pada saat itu digunakan untuk menakar, ke dalam karung saudara kandung-nya, Bunyamin. Kemudian setelah saudara-saudaranya berangkat, Nabi Yusuf memberitahu para pembantunya bahwa piala yang digunakan untuk menakar telah hilang, barangkali diambil atau terbawa oleh kafilah yang baru saja pergi. Para pembantu Nabi Yusuf lantas mengejar kafilah tersebut. Ketika mereka berhasil mendekati kafilah anak-anak Nabi Yakub, berteriaklah seseorang yang mengejar, seraya menyerukan, \"Wahai kafilah! Sesungguhnya kamu pasti para pencuri.\"", "long": "Maka tatkala bahan makanan itu sedang dipersiapkan, diam-diam Yusuf memasukkan piala (tempat minum yang dapat juga digunakan untuk menakar) raja ke dalam karung Bunyamin. Setelah kafilah itu bersiap-siap untuk berangkat meninggalkan Mesir, seorang utusan datang menyusul kafilah itu seraya berseru dengan suara yang keras, \"Hai kafilah, tunggu dulu sesungguhnya kamu adalah para pencuri.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1667, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0642\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo wa aqbaloo 'alaihim maazaa tafqidoon" } }, "translation": { "en": "They said while approaching them, \"What is it you are missing?\"", "id": "Mereka bertanya, sambil menghadap kepada mereka (yang menuduh), “Kamu kehilangan apa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1667", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1667.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1667.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, anak-anak Nabi Yakub, sangat terkejut mendengar seruan itu. Segera mereka bertanya sambil menghadap kepada mereka, para pembantu Nabi Yusuf, \"Kamu kehilangan apa?\"", "long": "Saudara-saudara Yusuf segera menghentikan perjalanan mereka dan bertanya barang apakah yang hilang dari kerajaan, sehingga ia datang menyusul dan menuduh mereka sebagai pencuri." } } }, { "number": { "inQuran": 1668, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0642\u0650\u062f\u064f \u0635\u064f\u0648\u064e\u0627\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062d\u0650\u0645\u0652\u0644\u064f \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0632\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaaloo nafqidu suwaa'al maliki wa liman jaaa'a bihee himlu ba'eerinw wa ana bihee za'eem" } }, "translation": { "en": "They said, \"We are missing the measure of the king. And for he who produces it is [the reward of] a camel's load, and I am responsible for it.\"", "id": "Mereka menjawab, “Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta, dan aku jamin itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1668", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1668.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1668.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, para pembantu Nabi Yusuf, menjawab, \"Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang mengakui piala itu ada padanya dan dapat mengembalikannya tanpa harus kami geledah, maka dia akan memperoleh bahan makanan seberat beban unta, dan aku jamin hadiah itu pasti akan dia terima.\"", "long": "Penyeru itu berkata bahwa raja kehilangan piala yang ada cap kerajaan padanya. Barang siapa yang dapat mengembalikan piala itu akan memperoleh hadiah yaitu bahan makanan seberat beban unta. Penyeru itu menjelaskan pula bahwa dia menjamin akan tetap memberikan hadiah itu pada siapa saja yang bisa mengembalikannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1669, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo tallaahi laqad 'alimtum maa ji'na linufsida fil ardi wa maa kunnaa saariqeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"By Allah, you have certainly known that we did not come to cause corruption in the land, and we have not been thieves.\"", "id": "Mereka (saudara-saudara Yusuf) menjawab, “Demi Allah, sungguh, kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri ini dan kami bukanlah para pencuri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1669", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1669.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1669.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saudara-saudara Nabi Yusuf merasa tersinggung dengan tuduhan para pembantu Nabi Yusuf. Mereka pun membela diri dan menjawab, \"Sebelum ini kami sudah pernah datang ke Mesir. Identitas kami sudah pernah diperiksa oleh petugas kerajaan. Beberapa hari yang lalu kami bahkan dijamu oleh raja. Demi Allah, sungguh, kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat keonaran dan kerusakan di negeri ini, dan kamu juga tahu bahwa kami bukanlah para pencuri seperti yang kamu tuduhkan.\"", "long": "Saudara-saudara Yusuf berkata dengan maksud membersihkan diri dari tuduhan itu, \"Demi Allah kamu telah mengetahui bahwa kami datang ke Mesir ini, baik pertama maupun yang kedua kalinya, bukan untuk membuat kerusakan di negeri Mesir dengan mencuri ataupun melakukan kejahatan lainnya, dan kami yakin bahwa kami bukanlah pencuri.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1670, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo famaa jazaaa'u hooo in kuntum kaazibeen" } }, "translation": { "en": "The accusers said, \"Then what would be its recompense if you should be liars?\"", "id": "Mereka berkata, “Tetapi apa hukumannya jika kamu dusta?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1670", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1670.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1670.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban tersebut, mereka, para pembantu Nabi Yusuf, berkata, \"Tetapi, apa hukumannya jika piala itu ditemukan di karungkarung makanan yang kalian bawa, yang dengan demikian terbukti bahwa kamu adalah para pendusta?\"", "long": "Penyeru itu bertanya, \"Tetapi apa akibatnya jika kamu berdusta? Dan ternyata piala raja itu disembunyikan di karung-karungmu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1671, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0648\u064f\u062c\u0650\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo jazaaa'uhoo manw wujida fee rahlihee fahuwa jazaaa'uh; kazaalika najziz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "[The brothers] said, \"Its recompense is that he in whose bag it is found - he [himself] will be its recompense. Thus do we recompense the wrongdoers.\"", "id": "Mereka menjawab, “Hukumannya ialah pada siapa ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah menerima hukumannya. Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang-orang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1671", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1671.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1671.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, anak-anak Nabi Yakub, menjawab, \"Hukumannya ialah pada siapa ditemukan dalam karungnya piala yang hilang itu, maka dia sendirilah yang akan menerima hukumannya, bukan yang lain. Demikianlah ajaran agama kami; memberi hukuman kepada orang-orang zalim.\"", "long": "Mereka menjawab, \"Balasannya ialah siapa saja yang ditemukan piala itu di dalam karungnya, maka dialah pencurinya dan harus bersedia menerima akibatnya.\" Syariat yang berlaku menurut agama yang dibawa Nabi Yakub ialah si pencuri dijadikan hamba sahaya oleh orang yang kecurian selama satu tahun. Demikianlah Allah membalas kejahatan orang-orang yang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 1672, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 97, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u064e\u062f\u064e\u0623\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u064a\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0648\u0650\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u0650\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u06d6 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0646\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fabada-a bi-aw'iyatihim qabla wi'aaa'i akheehi summas takhrajahaa minw wi 'aaa'i akheeh; kazaalika kidnaa li Yoosuf; maa kaana liyaakhuza akhaahu fee deenil maliki illaaa any yashaaa'al laah; narfa'u darajaatim man nashaaa'; wa fawqa kulli zee 'ilmin 'Aleem" } }, "translation": { "en": "So he began [the search] with their bags before the bag of his brother; then he extracted it from the bag of his brother. Thus did We plan for Joseph. He could not have taken his brother within the religion of the king except that Allah willed. We raise in degrees whom We will, but over every possessor of knowledge is one [more] knowing.", "id": "Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan (piala raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1672", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1672.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1672.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pembantu Nabi Yusuf menyepakati tawaran anak-anak Nabi Yakub. Maka mulailah dia, salah satu pembantu Nabi Yusuf, memeriksa karung-karung mereka, yakni saudara-saudara tiri Nabi Yusuf, sebelum memeriksa karung Bunyamin, saudara kandung-nya sendiri. Setelah cukup lama menggeledah dengan teliti, kemudian dia (pembantu Nabi Yusuf ) mengeluarkan piala itu dari karung Bunyamin, saudara kandung-nya. Demikianlah cara Kami, yakni Allah, mengatur rencana untuk Yusuf agar ia dapat tetap bersama saudara kandungya, Bunyamin. Dia (Nabi Yusuf ) tidak dapat menghukum saudara kandung-nya menurut undang-undang raja Mesir, kecuali Allah menghendakinya, yakni hukuman yang diusulkan oleh saudara-saudara tirinya sendiri. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan ketahuilah bahwa di atas setiap orang yang berpengetahuan pasti ada orang-orang yang lebih mengetahui, dan di atas semua itu ada Allah Yang Maha Mengetahui.", "long": "Setelah kafilah kembali lagi ke Mesir dan menghadap Yusuf, ia mulai memeriksa karung-karung mereka semuanya dan yang terakhir diperiksa adalah karung Bunyamin. Sengaja beliau berbuat demikian untuk menutupi taktiknya. Kemudian Yusuf menemukan piala yang hilang itu dari karung Bunyamin. Dengan cara demikian Allah mengatur taktik Yusuf untuk mencapai maksudnya. Yusuf sama sekali tidak bermaksud menghu-kum saudaranya menurut undang-undang kerajaan kecuali jika Allah menghendakinya. Beliau sengaja membuat taktik ini untuk sekedar menguji akhlak saudara-saudaranya dan bukan untuk menyakiti Bunyamin, karena ia terlebih dahulu telah diberitahu tentang rencana tersebut. Allah meninggikan derajat orang-orang yang dikehendaki-Nya, baik berupa ilmu maupun keimanan dan memperlihatkan pula jalan kebenaran untuk mencapai maksudnya, seperti Allah telah mengangkat derajat Yusuf di atas saudara-saudaranya. Di atas setiap orang yang berpengetahuan ada lagi yang lebih mengetahui. Hanya Allah yang Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 1673, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650\u0642\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0631\u064e\u0642\u064e \u0623\u064e\u062e\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064f \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo iny yasriq faqad saraqa akhul lahoo min qabl; fa asarrahaa Yoosufu fee nafsihee wa lam yubdihaa lahum; qaala antum sharrum makaananw wallaahu a'lamu bimaa tasifoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"If he steals - a brother of his has stolen before.\" But Joseph kept it within himself and did not reveal it to them. He said, \"You are worse in position, and Allah is most knowing of what you describe.\"", "id": "Mereka berkata, “Jika dia mencuri, maka sungguh sebelum itu saudaranya pun pernah pula mencuri.” Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak ditampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), “Kedudukanmu justru lebih buruk. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1673", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1673.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1673.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Betapa terperanjat saudara-saudara Nabi Yusuf menerima kenyataan bahwa piala ditemukan dalam karung Bunyamin. Untuk menutupi malu, mereka berkata, \"Jika dia, Bunyamin, benar-benar mencuri, maka sungguh sifat buruk itu sama dengan sifat buruk saudara kandungnya, Nabi Yusuf. Sebelum itu saudara kandung-nya pun pernah pula mencuri.\" Maka saat mendengar ucapan itu, Nabi Yusuf merasa jengkel, tetapi ia dapat menyembunyikan kejengkelan itu dalam hatinya dan tidak ditampakkannya kepada mereka. Dia hanya berkata dalam hati, \"Kedudukanmu justru lebih buruk karena kamu telah berbohong kepada ayah kamu, mencuri, dan menganiaya Yusuf dengan memasukkannya ke dalam sumur. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan dan apa yang kamu sembunyikan.\"", "long": "Dalam ayat ini, saudara-saudara Yusuf mengatakan bahwa jika Bunyamin ternyata mencuri, itu karena saudaranya Yusuf juga telah mencuri. Tuduhan mereka bahwa Yusuf pernah mencuri menunjukkan bahwa sifat dengki masih tertanam dalam hati mereka. Hal itu sempat menimbulkan perasaan jengkel dalam diri Yusuf. Akan tetapi, dengan sabar Yusuf mampu menyembunyikan kejengkelan itu dan tidak menampakkan-nya kepada mereka.\n\nBahwa Yusuf dikatakan pernah mencuri pada waktu ia masih kecil, sebenarnya tidaklah benar. Peristiwa yang sebenarnya bukanlah kasus pencurian, melainkan kasus yang direkayasa agar Yusuf kecil tetap tinggal bersama bibinya, tidak dibawa pulang oleh ayahnya, yaitu Nabi Yakub a.s. Kasusnya adalah seperti yang diriwayatkan oleh Mujahid r.a. yang menerangkan bahwa Yusuf ketika kecil dipelihara oleh bibinya yang sangat sayang kepadanya. Bibinya menyimpan ikat pinggang Nabi Ishak a.s. yang secara turun-temurun diwariskan kepada anaknya yang tertua. Nabi Yakub sering datang kepada saudara perempuannya, untuk mengambil Yusuf. Karena bibinya amat sayang kepadanya, beliau mempertahankan Yusuf supaya tetap di bawah asuhannya. Akhirnya, bibinya tersebut membuat suatu taktik dengan mengikatkan ikat pinggang pusaka tadi ke pinggang Yusuf dan ditutup oleh bajunya sehingga tidak kelihatan. Lalu, bibinya mengumumkan bahwa ikat pinggang pusaka itu hilang dicuri orang. Kemudian, semua anggota keluarga diperiksa. Ternyata ikat pinggang kedapatan dipakai oleh Yusuf. Menurut syariat Nabi Yakub a.s. waktu itu, Yusuf harus diserahkan kepada bibinya sebagai hamba sahaya selama satu tahun. Peristiwa inilah, antara lain, yang dituduhkan oleh saudara-saudaranya bahwa ia pernah mencuri." } } }, { "number": { "inQuran": 1674, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 13, "page": 244, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u062e\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaaa ayyuhal 'Azeezu inna lahooo aban shaikhan kabeeran fakhuz ahadanaa makaanahoo innaa naraaka minal muhsineen" } }, "translation": { "en": "They said, \"O 'Azeez, indeed he has a father [who is] an old man, so take one of us in place of him. Indeed, we see you as a doer of good.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Al-Aziz! Dia mempunyai ayah yang sudah lanjut usia, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1674", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1674.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1674.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jawaban saudara-saudara Nabi Yusuf itu sedikit pun tidak membantu untuk membebaskan Bunyamin, padahal mereka sudah bersumpah akan menjaga Bunyamin dalam perjalanan ini. Untuk itulah mereka berkata dan memohon kepada Nabi Yusuf, \"Wahai Al-Aziz!-panggilan kehormatan-Dia, Bunyamin, mempunyai ayah yang juga ayah kami. Ayah kami itu sudah lanjut usia, dan kami sudah bersumpah kepadanya untuk membawa pulang Bunyamin. Karena itu, ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya. Sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik.\"", "long": "Pada ayat ini dijelaskan tentang apa yang dikatakan oleh saudara-saudara Yusuf kepada al-Aziz, bahwa Bunyamin yang ditetapkan sebagai pencuri itu mempunyai ayah yang telah lanjut usia, dan tidak bisa berpisah dengannya. Bunyamin adalah pengganti saudaranya yang hilang. Oleh karena itu, mereka mengharap kepada al-Aziz agar sudi mengambil salah seorang dari mereka sebagai jaminan karena Bunyamin lebih dicintai ayahnya. Mereka juga telah berjanji untuk menjaga keselamatan Bunyamin selama dalam perjalanan. Di samping itu, mereka pun memuji al-Aziz bahwa beliau adalah orang yang gemar berbuat baik. Pujian serupa itu tentu saja dengan maksud agar Bunyamin dibebaskan dari penahanan karena tuduhan pencurian. Mereka sebagai tamu merasa telah mendapatkan pelayanan dengan sebaik-baiknya, dan alangkah lebih sempurna jika kebaikan itu ditambah lagi dengan memenuhi permintaan mereka untuk membiarkan Bunyamin kembali kepada ayahnya yang selama ini dilanda kesedihan karena kehilangan Yusuf." } } }, { "number": { "inQuran": 1675, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 13, "page": 245, "manzil": 3, "ruku": 201, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala ma'aazal laahi an naakhuza illaa manw wajadnaa mataa'anaa 'indahoo innaaa izal lazaalimoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"[I seek] the refuge of Allah [to prevent] that we take except him with whom we found our possession. Indeed, we would then be unjust.\"", "id": "Dia (Yusuf) berkata, “Aku memohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang), kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, jika kami (berbuat) demikian, berarti kami orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1675", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1675.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1675.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar permohonan mereka, dia (Nabi Yusuf ) berkata, \"Kami selalu memohon perlindungan kepada Allah dari menahan seseorang yang tidak bersalah. Kami tidak menahan kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya. Jika kami berbuat demikian, yakni menahan seseorang di antara kamu sebagai ganti Bunyamin, berarti kami orang yang zalim karena menahan orang yang tidak bersalah.\"", "long": "Lalu Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya bahwa dia melakukan tindakan salah jika melepaskan Bunyamin yang telah terbukti di dalam karungnya ditemukan barang yang hilang itu. Ia berlindung kepada Allah bahwa ia tak mungkin menangkap seseorang kecuali karena telah terbukti mencuri. Seandainya ia menerima usul saudara-saudaranya, berarti ia bertindak tidak adil karena telah menyalahi undang-undang atau peraturan yang berlaku di wilayah kerajaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1676, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 13, "page": 245, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0623\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u062c\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u062b\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0637\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0643\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammas tay'asoo minhu khalasoo najiyyan qaala kabeeruhum alam ta'lamoon anna abaakum qad akhaza 'alaikum mawsiqam minal laahi wa min qablu maa farrattum fee Yoosufa falan abrahal arda hattaa yaazana leee abeee aw yahkumal laahu lee wa huwa khairul lhaakimeen" } }, "translation": { "en": "So when they had despaired of him, they secluded themselves in private consultation. The eldest of them said, \"Do you not know that your father has taken upon you an oath by Allah and [that] before you failed in [your duty to] Joseph? So I will never leave [this] land until my father permits me or Allah decides for me, and He is the best of judges.", "id": "Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf) mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisik-bisik. Yang tertua di antara mereka berkata, “Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan (nama) Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf? Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri ini (Mesir), sampai ayahku mengizinkan (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang terbaik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1676", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1676.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1676.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pupuslah harapan mereka begitu mendengar jawaban Nabi Yusuf. Maka ketika mereka telah berputus asa darinya, yakni putusan Nabi Yusuf untuk membebaskan Bunyamin dan menahan salah seorang di antara mereka sebagai gantinya, maka mereka pun menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Yang tertua usianya di antara mereka berkata, \"Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah untuk menjaga dan membawa pulang Bunyamin ke hadapannya, dan sebelum itu ingatkah kamu bahwa kita dulu telah menyia-nyiakan Yusuf dengan melemparkannya ke dalam sumur? Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir ini. Aku akan tetap tinggal di sini sampai ayahku mengizinkan aku untuk menghadapnya, atau Allah memberi keputusan terhadapku; aku akan menerima apa pun keputusan Allah. Dan Dia adalah hakim yang senantiasa memberi keputusan terbaik bagi hamba-hamba-Nya.\"", "long": "Allah mengabarkan bahwa tatkala saudara-saudara Yusuf berputus asa karena Yusuf menolak salah seorang dari mereka untuk menggantikan Bunyamin, mereka lalu berkumpul untuk merundingkan secara rahasia apa yang akan mereka kerjakan selanjutnya. Saudaranya yang tertua yang bernama Yahuda berkata, \"Bukankah kamu mengetahui bahwa ayahmu, Yakub, telah mengambil janji yang berat dari kita dengan nama Allah bahwa kita akan sungguh-sungguh menjaga keselamatan Bunyamin dan sanggup mengembalikannya kepada ayah, kecuali jika kita menghadapi bahaya yang besar yang tidak dapat dihindari. Penahanan Bunyamin ini akan membuat ayah kita bertambah sedih, terlebih bila diingat bahwa kita dahulu telah menyia-nyiakan Yusuf.\" \"Oleh sebab itu,\" kata Yahuda lebih lanjut, \"aku tidak akan meninggalkan Mesir sampai ayahku mengizinkanku untuk kembali, atau sampai Allah memberi keputusan lain kepadaku karena Allahlah yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib dan Dia adalah Hakim yang paling baik.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1677, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 13, "page": 245, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e\u0643\u064e \u0633\u064e\u0631\u064e\u0642\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Irji'ooo ilaaa abeekum faqooloo yaaa abaanaaa innab naka saraq; wa maa shahidnaaa illaa bimaa 'alimnaa wa maa kunnaa lilghaibi haafizeen" } }, "translation": { "en": "Return to your father and say, \"O our father, indeed your son has stolen, and we did not testify except to what we knew. And we were not witnesses of the unseen,", "id": "Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, “Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak mengetahui apa yang di balik itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1677", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1677.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1677.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena tidak lagi ada peluang bagi anak-anak Nabi Yakub untuk mengubah keputusan Al-Aziz, mereka menyerah. Mereka dengan berat hati meninggalkan Bunyamin. Saudara tertua mereka, karena merasa gagal menjaga Bunyamin, pun tetap tinggal di Mesir. Ia berpesan kepada mereka, \"Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah kepadanya dengan lembut, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu, Bunyamin, telah dituduh mencuri piala raja, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui secara lahir, dan kami tidak mengetahui apa yang di balik itu.", "long": "Lalu Yahuda memerintahkan kepada saudara-saudaranya yang lain supaya pulang menghadap ayah mereka dan melaporkan segala kejadian yang dialaminya di Mesir untuk menghindarkan tuduhan-tuduhan yang buruk. Yahuda berkata, \"Kembalilah kepada ayahmu dan sampaikanlah kepadanya bahwa anaknya, Bunyamin, telah mencuri piala raja dan akibatnya dijadikan hamba sahaya selama setahun sesuai dengan syariat yang berlaku.\" Ia juga menyuruh saudara-saudaranya untuk mengatakan kepada ayah mereka, Nabi Yakub, bahwa mereka hanya dapat menyaksikan apa yang diketahui. Mereka melihat sendiri bahwa piala raja itu dikeluarkan dari karung makanan Bunyamin. Mereka sama sekali tidak dapat mengetahui perkara yang gaib. Seandainya mereka tahu bahwa Bunyamin akan mencuri, tentu mereka tidak akan berjanji pada ayah mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1678, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 13, "page": 245, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u064a\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Was'alil qaryatal latee kunnaa feehaa wal'eeral lateee aqbalnaa feehaa wa innaa lasaadiqoon" } }, "translation": { "en": "And ask the city in which we were and the caravan in which we came - and indeed, we are truthful,\"", "id": "Dan tanyalah (penduduk) negeri tempat kami berada, dan kafilah yang datang bersama kami. Dan kami adalah orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1678", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1678.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1678.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bila engkau memerlukan saksi, tanyalah penduduk negeri tempat kami berada ketika peristiwa itu terjadi, dan tanyalah pula kafilah yang datang bersama kami; mereka pun melihat peristiwa itu. Dan apa pun tanggapan Ayah terkait peristiwa ini, dapat kami pastikan bahwa kami adalah orang yang benar.'\"", "long": "Selanjutnya dijelaskan bahwa Yahuda juga menyarankan agar saudara-saudaranya mengatakan kepada ayah mereka untuk menanyakan hal ini kepada penduduk negeri tempat mereka berada di Mesir untuk membeli bahan makanan, karena soal pencurian itu sudah tersebar beritanya di kalangan mereka. Juga dapat ditanyakan kepada kafilah yang datang bersama-sama dengan mereka, dan sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang benar dan selalu melaporkan apa yang benar-benar terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 1679, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 13, "page": 245, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064c \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064c \u06d6 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala bal sawwalat lakum anfusukum amran fasabrun jameelun 'asal laahu any yaa tiyanee bihim jamee'aa; innahoo Huwal 'Aleemul Hakeem" } }, "translation": { "en": "[Jacob] said, \"Rather, your souls have enticed you to something, so patience is most fitting. Perhaps Allah will bring them to me all together. Indeed it is He who is the Knowing, the Wise.\"", "id": "Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1679", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1679.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1679.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Anak-anak Nabi Yakub, selain Bunyamin dan saudara tertua mereka, bertolak menuju Kanaan. Setiba di Kanaan mereka menceritakan kepada Nabi Yakub peristiwa yang mereka alami dan tuduhan yang ditujukan kepada Bunyamin. Dia (Nabi Yakub) berkata, \"Sebenarnya dalam hati kecilku hanya dirimu sendiri yang memandang baik atau memandang ringan urusan yang buruk itu; bahwa kalian tidak menepati janji untuk menjaga Bunyamin. Maka kesabaranku adalah kesabaran yang baik. Aku bermohon kepada Allah mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya, baik Bunyamin, saudara tertuamu, maupun Yusuf kepadaku. Sungguh, Dialah Tuhan Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.\"", "long": "Setelah berhadapan dengan putra-putranya yang memberi laporan seperti yang diamanatkan oleh Yahuda, Nabi Yakub berkata, \"Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan mengapa kamu mengatakan bahwa yang mencuri harus dijadikan hamba sahaya selama satu tahun, padahal ketentuan itu hanya ada pada syariat kita dan tidak ada dalam perundang-undangan mereka. Maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku yang tidak diliputi oleh kejengkelan dan kemarahan. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku (Yusuf, Bunyamin, dan Yahuda), karena sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1680, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 13, "page": 245, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u064a\u064e\u0636\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0632\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa tawallaa 'anhum wa qaala yaaa asafaa 'alaa Yoosufa wabyaddat 'aynaahu minal huzni fahuwa kazeem" } }, "translation": { "en": "And he turned away from them and said, \"Oh, my sorrow over Joseph,\" and his eyes became white from grief, for he was [of that] a suppressor.", "id": "Dan dia (Yakub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1680", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1680.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1680.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah berkata demikian, dia (Nabi Yakub) berpaling dari mereka untuk menyendiri seraya berkata, \"Aduhai duka citaku terhadap Yusuf,\" dan karena terlalu banyak meneteskan air mata, kedua matanya menjadi putih karena sedih sehingga tidak bisa lagi melihat. Dia lebih banyak diam karena menahan amarah kepada anak-anaknya.", "long": "Karena tidak senang menerima laporan yang disampaikan para putranya, maka Nabi Yakub berpaling dari mereka seraya berkata dengan penuh kesedihan, \"Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf, karena aku tadinya menunggu-nunggu berita yang menggembirakan dari Mesir, tetapi kenyata-annya justru berita yang menyedihkan yang kuterima.\" Karena kesedihan yang terus-menerus dialaminya dan sering menangis, maka kedua mata Yakub menjadi putih, sehingga keadaannya seperti orang buta. Akan tetapi, beliau tetap masih bisa menahan amarah terhadap anak-anaknya.\n\nMenurut dunia ilmu pengetahuan, ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh. Mungkin hal ini pula yang dialami oleh Nabi Yaqub as ketika kehilangan anak yang disayanginya Nabi Yusuf a.s. \n\nStres yang parah, mampu mempengaruhi bahkan mengubah fungsi-fungsi normal organ tubuh. Hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada gangguan organ tubuh antara lain dapat terjadi gangguan pada pankreas. Akibatnya timbul penyakit diabetes atau kencing manis yakni penyakit rusaknya sel-sel beta pankreas yang menghasilkan insulin, berakibat pada kadar gula darah tubuh tidak terkontrol. Dalam banyak kasus penyakit diabetes ini dapat menimbulkan gejala katarak yakni kekeruhan pada lensa mata yang mengakibatkan pandangan kabur. Apabila lensa menjadi keruh, maka cahaya yang masuk ke dalam mata dapat terpencar dan mengakibatkan pandangan kabur. \n\nPara ahli kedokteran (mata) sepakat bahwa penanganan yang kurang atau tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan kebutaan pada penderita penyakit ini. Gejala utama katarak adalah penglihatan kabur, daya penglihatan berkurang secara progresif, adanya selaput tipis yang menghalangi pandangan, sangat silau jika berada di bawah cahaya yang terang. Pada perkembangan selanjutnya penglihatan semakin memburuk, pupil akan tampak berwarna putih (ada putih-putih pada hitam mata)\n\nDewasa ini penyakit \"mata putih\" (katarak) ini dapat disembuhkan terutama dengan semakin majunya teknologi kedokteran saat ini atau karena kadar gula dalam darah dapat dikontrol dengan baik. \n\nBerbeda tentunya dengan Nabi Yaqub a.s. yang kesembuhannya berlangsung secara cepat, mungkin karena mukjizat bagi seorang Nabi atau bisa juga sebagai buah dari \"kesabarannya\". Maha Suci Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Penyembuh." } } }, { "number": { "inQuran": 1681, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 13, "page": 245, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0623\u064f \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u0631\u064e\u0636\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo tallaahi tafta'u tazkuru Yoosufa hattaa takoona haradan aw takoona minal haalikeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"By Allah, you will not cease remembering Joseph until you become fatally ill or become of those who perish.\"", "id": "Mereka berkata, “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengidap) penyakit berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1681", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1681.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1681.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat Nabi Yakub terus-menerus mengingat Nabi Yusuf. Mereka berkata, \"Demi Allah, engkau tidak pernah henti-hentinya mengingat Nabi Yusuf yang sudah tidak diketahui lagi keberadaannya, sehingga engkau mengidap penyakit berat yang membuat badanmu kurus dan pikiranmu kacau atau membuat engkau termasuk orang-orang yang akan binasa dan meninggal dunia.\"", "long": "Pada ayat ini, diterangkan bahwa ketika mendengar keluhan dan kesedihan ayahnya yang mendalam, anak-anak Yakub yang baru kembali dari Mesir berkata kepadanya, yang diawali dengan sumpah kepada Allah sebagai tanda rasa kasih dan sayang mereka, agar dia tidak selalu mengingat Yusuf karena peristiwa Yusuf itu sudah lama berlalu. Kalau selalu mengingat Yusuf, ia akan terus mengalami kesedihan yang mendalam, sehingga dikhawatirkan akan mendapat penyakit yang akan membinasakan atau meninggal dunia karenanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1682, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 13, "page": 245, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0648 \u0628\u064e\u062b\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u062d\u064f\u0632\u0652\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innamaaa ashkoo bassee wa huzneee ilal laahi wa a'lamu minal laahi maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"I only complain of my suffering and my grief to Allah, and I know from Allah that which you do not know.", "id": "Dia (Yakub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1682", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1682.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1682.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ucapan sinis anak-anaknya diterima oleh Nabi Yakub dengan penuh kesabaran. Dia menjawab, \"Hanya kepada Allah aku tanpa jemu dan bosan mengadukan seluruh kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui berkat rahmat dan karunia dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menceritakan jawaban Nabi Yakub kepada anak-anaknya. Ia berkata, \"Wahai anak-anakku janganlah kalian mencela dan mencercaku. Aku tidak pernah mengadu kepadamu sekalian, begitu juga kepada manusia yang lain tentang kesedihan dan kesusahanku. Aku mengadu dan menyampaikan keluhan atas musibah yang menimpaku hanya kepada Allah swt. Kepada-Nya aku meminta perlindungan dan memohon untuk menghilangkan kesusahan dan kesedihan itu. Biarkanlah aku bermunajat dengan Tuhanku. Aku mengetahui dari wahyu yang diberikan Allah kepadaku bahwa Yusuf itu masih hidup dan tetap memperoleh rezeki. Ia adalah manusia pilihan Allah. Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya kepada Yusuf dan keluarga Yakub. Semua itu tidak kalian ketahui, bahkan mengira bahwa Yusuf itu telah mati.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1683, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e \u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u064e\u0633\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u064a\u0652\u0623\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0648\u0652\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u064a\u0652\u0623\u064e\u0633\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0648\u0652\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa baniyyaz haboo fatahassasoo miny Yoosufa wa akheehi wa laa tai'asoo mir rawhil laahi innahoo laa yai'asu mir rawhil laahi illal qawmul kaafiroon" } }, "translation": { "en": "O my sons, go and find out about Joseph and his brother and despair not of relief from Allah. Indeed, no one despairs of relief from Allah except the disbelieving people.\"", "id": "Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1683", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1683.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1683.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai nabi dan rasul, Nabi Yakub sebenarnya tahu Nabi Yusuf masih hidup, hanya saja Allah belum memberitahukan tempat keberadaannya. Untuk itulah Nabi Yakub meminta anak-anaknya mencari Yusuf dan menjemput Bunyamin, \"Wahai anak-anakku! Pergilah kamu kembali ke Mesir, dan carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya, Bunyamin, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah, melainkan hanyalah orang-orang yang kafir.\"", "long": "Selanjutnya Yakub berkata kepada anak-anaknya bahwa ia tahu bahkan yakin mimpi Yusuf dulu itu benar dan ia akan sujud menghormatinya. Kalau mereka berpendapat lain, Yakub mengingatkan anak-anaknya bahwa satu saat Allah swt akan memperlihatkan kebenaran pendapatnya itu. Untuk itu, ia meminta anak-anaknya untuk kembali ke Mesir menyelidiki sampai mendapat berita yang pasti tentang Yusuf dan adiknya Bunyamin serta tidak berputus asa karena Allah telah berfirman:\n\nTidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat. (al-hijr/15:56)\n\nOrang-orang mukmin tidak akan berputus asa karena musibah yang menimpanya, dan tidak goyah imannya karena bahaya yang melanda. Mereka bersabar dan tabah menghadapi segala kesulitan yang dialaminya. Ia dengan rela penuh ikhlas menerima takdir dari Allah swt dengan keyakinan bahwa suatu saat nanti Allah akan menghilangkan semua kesulitan itu, sebagaimana firman-Nya:\n\nSesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. (al-hajj/22: 38)\n\nKesimpulan" } } }, { "number": { "inQuran": 1684, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u064f \u0648\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0628\u0650\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0632\u0652\u062c\u064e\u0627\u0629\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa dakhaloo 'alaihi qaaloo yaaa ayyuhal 'Azeezu massanaa wa ahlanad durru wa ji'naa bibidaa 'timmuzjaatin fa awfi lanal kaila wa tasaddaq 'alainaa innal laaha yajzil mutasaddiqeen" } }, "translation": { "en": "So when they entered upon Joseph, they said, \"O 'Azeez, adversity has touched us and our family, and we have come with goods poor in quality, but give us full measure and be charitable to us. Indeed, Allah rewards the charitable.\"", "id": "Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata, “Wahai Al-Aziz! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1684", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1684.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1684.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Anak-anak Nabi Yakub lalu mempersiapkan diri untuk kembali berangkat ke Mesir. Keberangkatan mereka kali ini bukan semata untuk menyelidiki keberadaan Nabi Yusuf, melainkan juga untuk memperoleh bahan makanan karena saat itu cadangan makanan mereka sudah menipis. Maka setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, sampailahga kami di Kanaan telah ditimpa kesengsaraan karena paceklik berkepanjangan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berhar mereka di Mesir, dan ketika mereka masuk ke tempat Nabi Yusuf, mereka berkata, \"Wahai Al-Aziz yang mulia! Kami dan keluarga untuk ditukar dengan bahan makanan. Hanya itu yang kami miliki, maka kami bermohon, wahai Al-Aziz yang mulia, penuhilah jatah gandum untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan yang berlipat ganda kepada orang yang bersedekah.\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa setelah saudara-saudara Yusuf menerima anjuran dari ayahnya untuk kembali ke Mesir, mereka lalu berangkat. Sesampainya di Mesir, mereka masuk ke istana Yusuf dengan segala kerendahan diri. Mereka ingin mengetahui kebenaran keyakinan ayahnya yang pernah mengatakan bahwa al-Aziz itu adalah Yusuf. Mereka berkata kepada al-Aziz bahwa mereka ditimpa musibah kelaparan sehingga mereka menjadi kurus dan lemah karena kekurangan makanan, sedangkan keluarga mereka tidak sedikit. Mereka mengadukan halnya itu kepada al-Aziz, dengan maksud untuk mengetahui keadaan Yusuf dan Bunyamin. Mereka juga mengemukakan bahwa mereka datang membawa dagangan yang jelek dan rendah mutunya, sehingga mungkin tidak ada pedagang yang mau menawarnya. Mereka berharap agar al-Aziz mau menolong mereka dengan menyempurnakan takaran dagangannya tanpa mempertimbangkan kejelekannya. Kekurangan yang harus mereka bayar kepadanya agar disedekahkan saja kepada mereka. \n\nAllah membalas budi baik seseorang yang suka bersedekah dan Dia pulalah yang akan mengganti segala apa yang telah disedekahkan dan diinfakkan itu, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. (Saba/34: 39)" } } }, { "number": { "inQuran": 1685, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala hal 'alimtum maa fa'altum bi Yoosufa wa akheehi iz antum jaahiloon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Do you know what you did with Joseph and his brother when you were ignorant?\"", "id": "Dia (Yusuf) berkata, “Tahukah kamu (kejelekan) apa yang telah kamu perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya karena kamu tidak menyadari (akibat) perbuatanmu itu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1685", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1685.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1685.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Yusuf terenyuh mendengar cerita dan melihat kondisi saudarasaudaranya. Dia lalu berkata, \"Tahukah kamu perbuatan buruk apa yang telah kamu perbuat terhadap Yusuf dahulu dan saudaranya, Bunyamin, karena kamu tidak menyadari akibat perbuatan jahat-mu itu?\"", "long": "Setelah anak-anak Yakub mengemukakan alasan-alasan mereka kembali ke Mesir, Yusuf menjawabnya dengan mengingatkan mereka atas kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap Yusuf dan Bunyamin, adiknya. Yusuf juga mengatakan bahwa apa yang mereka perbuat kepada diri dan adiknya adalah perbuatan yang sangat jelek atau buruk. Mungkin karena kejahilan mereka pada waktu itu, mereka tidak mengetahui dan merasakan buruknya perbuatan itu walaupun bertentangan dengan syariat agama serta melanggar kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua dan perintah bergaul dengan baik terhadap karib kerabat. Ini adalah realisasi dari apa yang telah Allah wahyukan kepada Yusuf ketika ia dilemparkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sebagaimana firman Allah swt:\n\nKami wahyukan kepadanya, \"Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari. (Yusuf/12: 15)" } } }, { "number": { "inQuran": 1686, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064f \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo 'a innaka la anta Yoosufu qaala ana Yoosufu wa haazaaa akhee qad mannal laahu 'alainaa innahoo mai yattaqi wa yasbir fa innal laaha laa yudee'u ajral muhsineen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Are you indeed Joseph?\" He said \"I am Joseph, and this is my brother. Allah has certainly favored us. Indeed, he who fears Allah and is patient, then indeed, Allah does not allow to be lost the reward of those who do good.\"", "id": "Mereka berkata, “Apakah engkau benar-benar Yusuf?” Dia (Yusuf) menjawab, “Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1686", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1686.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1686.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tersentak mendengar ucapan Nabi Yusuf. Mereka mulai berpikir apakah pria di hadapan mereka adalah Nabi Yusuf. Mereka lalu berkata dengan perasaan bersalah bercampur gembira, \"Apakah engkau benar-benar Yusuf?\" Dia menjawab dengan ramah, \"Aku Yusuf dan ini saudara kandung-ku. Sungguh, Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat bertemu kembali. Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka Sungguh, Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang yang berbuat baik.\"", "long": "Setelah mendengar ucapan Yusuf, timbullah di hati mereka kesadaran bahwa yang di hadapan mereka itu adalah Yusuf. Untuk menguatkan dugaannya, mereka mengajukan pertanyaan dengan penuh rasa heran, \"Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?\" Dua tahun lebih mereka bolak-balik bertemu Yusuf tetapi tidak mengenalinya. Sebaliknya, Yusuf mengenali mereka, namun ia sembunyikan dalam hati. Pertanyaan mereka dijawab oleh Yusuf dengan mengatakan, \"Aku ini adalah Yusuf yang telah kalian aniaya dengan penganiayaan yang cukup berat. Allah swt telah menolongku dan memuliakanku sampai memberiku pangkat yang tinggi. Aku tidak berdaya sama sekali ketika kalian berencana untuk membunuh dan membuangku ke dasar sumur yang dalam. Dan ini adikku, Bunyamin, yang telah kalian pisahkan dari aku, yang kemudian Allah swt memberikan karunia kepadanya sebagaimana kalian lihat. Allah swt melimpahkan karunia-Nya kepada kami berdua, menyatukan kami kembali sesudah berpisah sekian lama, memuliakan kami sesudah dihina, dan menyelamatkan kami dari segala ujian dan cobaan. \n\nAgama telah menetapkan dan pengalaman telah membuktikan bahwa orang yang bertakwa kepada Allah swt dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta selalu sabar menghadapi ujian dan cobaan yang menimpanya serta tipu daya setan dan hawa nafsu yang selalu menggodanya, Allah tidak akan menyia-nyiakan balasan amalnya itu di dunia, lebih-lebih di akhirat. Di dunia diberi jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya serta diberi rezeki dari arah yang tidak diduga sebelumnya, dan di akhirat diberi pahala tanpa ada perhitungan. Firman Allah swt:\n\nBarang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. (ath-thalaq/65: 2-3)\n\nDan firman-Nya:\n\nHanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. (az-Zumar/39: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 1687, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062b\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo tallaahi laqad aasarakal laahu 'alainaa wa in kunnaa lakhaati'een" } }, "translation": { "en": "They said, \"By Allah, certainly has Allah preferred you over us, and indeed, we have been sinners.\"", "id": "Mereka berkata, “Demi Allah, sungguh Allah telah melebihkan engkau di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1687", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1687.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1687.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendapati kenyataan yang tidak terduga itu, mereka lalu berkata, \"Demi Allah, sungguh Allah Yang Mahakuasa telah melebihkan engkau di atas kami dalam ketakwaan, kekayaan, kekuasaan, kedudukan sosial, dan ketampanan; dan sesungguhnya kami adalah orang yang telah bersalah dan berbuat dosa.\"", "long": "Setelah Yusuf memberikan pengakuan siapa dirinya sebenarnya dan saudara-saudaranya telah meyakini bahwa al-Aziz itu adalah Yusuf, mereka secara jujur mengakui kemuliaan yang diberikan Allah swt kepada Yusuf tentang kelebihan ilmunya, dan ketinggian akhlak yang dimilikinya. Mereka dengan terus terang juga mengakui kesalahan yang telah mereka perbuat kepada Yusuf dan Bunyamin dengan sengaja dan direncanakan sebelumnya. Suatu kesalahan yang tidak diampuni oleh Allah swt kecuali dengan taubat nashuha (tobat yang sebenar-benarnya), dan tidak dapat dimaafkan kecuali dengan hati lapang dan budi luhur dari yang bersangkutan." } } }, { "number": { "inQuran": 1688, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062b\u0652\u0631\u0650\u064a\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u06d6 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala laa tasreeba 'alaikumul yawma yaghfirul laahu lakum wa Huwa arhamur raahimeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"No blame will there be upon you today. Allah will forgive you; and He is the most merciful of the merciful.\"", "id": "Dia (Yusuf) berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1688", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1688.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1688.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia (Nabi Yusuf ) berusaha membesarkan hati saudara-saudaranya. Ia berkata, \"Pada hari ini tidak ada cercaan, kecaman, dan pembalasan dendam dariku terhadap kamu, dan aku berdoa mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang, lebih-lebih terhadap orang-orang yang menyesal dan mau bertobat.\"", "long": "Setelah mendengar pengakuan bersalah dari saudara-saudaranya secara terus terang, Yusuf sebagai seorang nabi, manusia pilihan yang mempunyai budi pekerti yang mulia, kesopanan yang tinggi, dengan tandas dan gamblang memaafkan segala kesalahan yang telah diperbuat kepadanya dan Bunyamin. Dia mendoakan semoga Allah swt mengampuni dosa saudara-saudaranya dengan syarat mereka mau bertobat dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati, menyesali perbuatan buruk itu, bertekad tidak akan mengulanginya lagi, dan senantiasa berbuat baik, karena Allah adalah Maha Penyayang.\n\nBudi pekerti yang mulia dan akhlak yang tinggi sebagaimana yang dimiliki Nabi Yusuf a.s. itu juga pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw, yaitu ketika beliau dan bala tentaranya menaklukkan kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad saw bertawaf dan kemudian salat sunat dua rakaat, beliau berdiri di samping Kabah menghadap para tawanan perang lalu berkata:\n\nApakah perkiraanmu terhadap apa yang akan saya perbuat terhadap kalian? Para tawanan menjawab, \"Kami hanya menyangka yang baik saja. Anda adalah saudara yang mulia dan anak saudara yang mulia.\" Nabi saw berkata, \"Saya akan mengatakan sebagaimana yang telah dikatakan oleh saudaraku Yusuf, \"Tidak ada celaan, cercaan, dan kekerasan sekarang ini.\" Maka keluarlah para tawanan itu (meninggalkan tempat) seakan-akan mereka dibangkitkan dari kubur. (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 1689, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 202, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0645\u0650\u064a\u0635\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Izhaboo biqameesee haazaa fa alqoohu 'alaa wajhi abee yaati baseeranw waatoonee bi ahlikum ajma'een" } }, "translation": { "en": "Take this, my shirt, and cast it over the face of my father; he will become seeing. And bring me your family, all together.\"", "id": "Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1689", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1689.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1689.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berhasil menenangkan hati saudara-saudaranya, Nabi Yusuf lalu meminta mereka segera menemui ayah mereka di Kanaan, \"Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, dan jangan ada yang tinggal seorang pun agar ayah kita tidak curiga lagi, dan begitu kamu sampai di Kanaan, usapkan bajuku ini ke wajah ayahku, nanti dia akan sembuh dan dapat melihat kembali seperti sedia kala; dan kembalilah lagi ke Mesir bersama ayah kita dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku; jangan ada seorang pun yang tertinggal.\"", "long": "Setelah Yusuf menjelaskan siapa dirinya kepada saudara-saudaranya, dia lalu menanyakan kepada mereka tentang keadaan ayahnya. Mereka menjawab bahwa beliau tidak bisa melihat lagi. Seketika itu Yusuf memberikan baju gamisnya kepada saudara-saudaranya agar dibawa pulang ke negerinya. Sesampainya di rumah, baju gamis itu agar segera disapukan ke wajah beliau, niscaya dia akan melihat kembali. Yusuf berkata demikian berdasarkan wahyu. Dia juga mengetahui bahwa penyebab tertutupnya penglihatan ayahnya ialah terlalu banyak menangis. Apabila ayahnya mengetahui bahwa baju gamis itu adalah miliknya, yang menandakan bahwa ia masih hidup dan selamat dari aniaya dan cobaan yang dialaminya, tentu ayahnya akan senang dan timbul dalam hatinya perasaan gembira, dan akan melihat kembali seperti sediakala. Hal tersebut merupakan mukjizat bagi Nabi Yusuf. Ia juga meminta kepada saudaranya supaya mendatangkan segenap keluarganya ke Mesir, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang menurut suatu riwayat, semuanya berjumlah tujuh puluh orang." } } }, { "number": { "inQuran": 1690, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0635\u064e\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u064a\u0631\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0631\u0650\u064a\u062d\u064e \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0641\u064e\u0646\u0651\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa lammaa fasalatil 'eeru qaala aboohum innee la ajidu reeha Yoosufa law laaa an tufannidoon" } }, "translation": { "en": "And when the caravan departed [from Egypt], their father said, \"Indeed, I find the smell of Joseph [and would say that he was alive] if you did not think me weakened in mind.\"", "id": "Dan ketika kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata, “Sesungguhnya Aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1690", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1690.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1690.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saudara-saudara Nabi Yusuf mengikuti perintahnya. Mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke Kanaan. Dan demikianlah, ketika kafilah itu telah keluar dari Mesir, ayah mereka yang berada jauh di Kanaan berkata kepada para menantu dan cucunya yang tinggal bersamanya di Kanaan, \"Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf. Sekiranya kamu semua tidak menuduhku sudah pikun atau lemah akal, tentu kamu akan membenarkanku.\"", "long": "Tatkala barisan unta putra-putra Yakub keluar dari perbatasan negeri Mesir menuju tanah Syam, berkatalah Yakub kepada cucu-cucunya dan para kerabat yang berada di sampingnya pada waktu itu, \"Aku telah mencium bau Yusuf yang wangi, seperti baunya yang pernah aku kenal di waktu kecilnya. Andaikata kalian tidak berburuk sangka kepadaku, menyangka bahwa aku lemah akal, rusak pikiran karena terlalu tua, tentunya kalian akan membenarkan ucapanku ini bahwa aku benar-benar telah mencium bau Yusuf, dan dia masih hidup. Tidak lama lagi aku akan berjumpa dengannya dan merasa senang melihatnya.\" Ini adalah suatu mukjizat bagi Yakub yang dapat mencium bau Yusuf dari tempat yang amat jauh, kira-kira delapan hari perjalanan unta waktu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1691, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 13, "page": 246, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Qaaloo tallaahi innaka lafee dalaalikal qadeem" } }, "translation": { "en": "They said, \"By Allah, indeed you are in your [same] old error.\"", "id": "Mereka (keluarganya) berkata, “Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1691", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1691.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1691.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi ucapan Nabi Yakub yang selalu menyebut-nyebut Nabi Yusuf, mereka dengan kesal berkata, \"Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu karena engkau tetap saja mengira Yusuf masih hidup.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tidak seorang pun di antara keluarga Yakub yang membenarkan ucapannya, bahkan mereka mengecamnya dengan ucapan yang tidak sepantasnya diucapkan kepada orang tua. Menurut mereka, Yakub keliru karena merasa akan segera berjumpa dengan Yusuf, padahal dalam anggapan mereka Yusuf telah tewas diterkam serigala. Anggapan Yakub ini, menurut mereka, sebagai tanda-tanda kesesatannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1692, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 13, "page": 247, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064f \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa an jaaa'albasheeru alqaahu 'alaa wajhihee fartadda baseeran qaala alam aqul lakum inneee a'lamu minal laahi maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And when the bearer of good tidings arrived, he cast it over his face, and he returned [once again] seeing. He said, \"Did I not tell you that I know from Allah that which you do not know?\"", "id": "Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Yakub), lalu dia dapat melihat kembali. Dia (Yakub) berkata, “Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1692", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1692.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1692.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekian waktu berlalu, dan kafilah anak-anak Nabi Yakub pun sampai di Kanaan. Maka ketika benar-benar telah tiba pembawa kabar gembira itu, yakni salah seorang dari anak-anak Nabi Yakub yang membawa baju Nabi Yusuf, maka diusapkannya baju itu ke wajahnya (Nabi Yakub), lalu seketika itu dia dapat melihat kembali seperti sedia kala. Dia berkata kepada keluarganya yang tetap tidak memercayai perkataannya, \"Bukankah telah aku katakan kepadamu tadi, bahwa aku mencium bau Yusuf. Aku yakin Yusuf masih hidup karena aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa setelah pembawa kabar gembira itu sampai ke tempat ayahnya sesuai dengan anjuran Yusuf, Yahuda tampil ke depan membawa baju gamis Yusuf dan mengusapkannya ke wajah Yakub. Mata Yakub dengan seketika kembali melihat seperti sediakala. Yakub berkata kepada putra-putranya, \"Bukankah pernah kukatakan kepadamu ketika aku menyuruhmu ke Mesir mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya, bahwa sesungguhnya aku tahu dengan perantaraan wahyu dari Allah swt, bukan khayalan dan angan-angan bahwa Yusuf itu masih hidup sedang kamu tidak mengetahuinya.\" Penyerahan baju Yusuf kepada ayahnya oleh Yahuda sebagai bukti bahwa Yusuf masih hidup mengingatkan Yakub pada penyerahan baju Yusuf yang berlumuran darah oleh Yahuda sebagai bukti bahwa Yusuf telah diterkam serigala." } } }, { "number": { "inQuran": 1693, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 13, "page": 247, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaaa abaanas taghfir lanaa zunoo =banaaa innaa kunnaa khaati'een" } }, "translation": { "en": "They said, \"O our father, ask for us forgiveness of our sins; indeed, we have been sinners.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1693", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1693.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1693.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kejadian yang baru saja mereka saksikan membuat keluarga besar Nabi Yakub sadar bahwa selama ini dia mengetahui mereka telah membohonginya. Karena itu, mereka meminta maaf kepada Nabi Yakub dan minta dimohonkan ampunan kepada Allah atas dosa mereka. Mereka berkata, \"Wahai ayah kami! Mohonkanlah kepada Allah agar Dia memberi ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami. Sesungguh-nya kami sejak dulu adalah orang yang bersalah dan berdosa.\"", "long": "Setelah saudara-saudara Yusuf melihat bukti-bukti dan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, mereka menjadi sadar dan dengan jujur mengakui kesalahannya. Mereka juga meminta kepada ayahnya agar mau memohonkan ampun kepada Allah swt atas kedurhakaan yang telah mereka perbuat kepada ayahnya dan kezaliman yang dilakukan terhadap Yusuf. Pengakuan saudara-saudara Yusuf tentang kesalahan dan dosa yang telah diperbuat itu adalah pengakuan yang kedua kalinya. Sebelum itu, mereka pernah mengakui dosa dan kesalahannya di hadapan Yusuf, hanya pada waktu itu Yusuf langsung memohonkan ampunan dari Allah swt tanpa permintaan dari mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1694, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 13, "page": 247, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala sawfa astaghfiru lakum Rabbeee innahoo Huwal Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "He said, \"I will ask forgiveness for you from my Lord. Indeed, it is He who is the Forgiving, the Merciful.\"", "id": "Dia (Yakub) berkata, “Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1694", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1694.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1694.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Memenuhi permohonan keluarganya itu, dia (Nabi Yakub) berkata, \"Aku akan memohonkan ampunan bagimu semua kepada Tuhanku. Sungguh, Dia adalah Tuhan Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.\"", "long": "Setelah Yakub melihat kesadaran dan pengakuan anak-anaknya atas kesalahan yang mereka perbuat dengan terus terang serta permintaan mereka supaya ayahnya memohonkan ampunan kepada Allah swt, beliau menjawab, \"Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Allah swt. Semoga Allah swt mengampunimu semua karena Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Allah tidak akan mengecewakan seorang mukmin yang memohon kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1695, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 13, "page": 247, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064e \u0622\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0635\u0652\u0631\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0622\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa dakhaloo 'alaa Yoosufa aawaaa ilaihi abayaihi wa qaalad khuloo Misra inshaaa'al laahu aamineen" } }, "translation": { "en": "And when they entered upon Joseph, he took his parents to himself and said, \"Enter Egypt, Allah willing, safe [and secure].\"", "id": "Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya seraya berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1695", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1695.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1695.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekian lama berlalu setelah kejadian itu, berangkatlah Nabi Yakub bersama keluarga besarnya ke Mesir menuruti pesan Nabi Yusuf. Maka ketika mereka sudah sampai di Mesir dan masuk ke tempat yang telah disediakan oleh Nabi Yusuf, dia merangkul kedua orang tuanya seraya berkata kepada semua anggota rombongan, \"Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah kalian masuk dalam keadaan aman.\"", "long": "Pada ayat ini, dijelaskan bahwa saudara-saudara Yusuf pulang ke negerinya untuk memboyong semua keluarganya ke Mesir sesuai dengan anjuran Yusuf. Setelah sampai, mereka memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang kedudukan Yusuf di Mesir, dimana dia adalah penguasa yang berkuasa penuh di sana. Disampaikan pula bahwa Yusuf mengundang semua keluarganya untuk menetap di Mesir bersama-sama dengannya, menikmati kemajuan dan keindahan kota Mesir. Mendengar berita itu, berangkatlah mereka bersama-sama ke Mesir. Setelah sampai di Mesir mereka bertemu dengan Yusuf dan rombongan yang pergi menjemput mereka di tengah jalan. Yusuf merangkul kedua orang tuanya dan berkata, \"Silakan memasuki negeri Mesir dengan selamat dan aman, insya Allah kamu sekalian tidak akan mengalami kesulitan dan kelaparan, sekalipun musim kemarau masih saja mencekam.\" Ucapan \"Insya Allah\" yang dikatakan Yusuf ini menjadi pelajaran bagi kita kaum Muslimin bahwa apabila hendak melakukan sesuatu, supaya disandarkan kepada kehendak Allah. Hal ini telah menjadi kebiasaan bagi para nabi dan shiddiqin. Hal tersebut sesuai pula dengan maksud firman Allah swt:\n\nDan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, \"Aku pasti melakukan itu besok pagi,\" kecuali (dengan mengatakan), \"Insya Allah.\" (al-Kahf/18: 23 dan 24)" } } }, { "number": { "inQuran": 1696, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 13, "page": 247, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 98, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064f \u0631\u064f\u0624\u0652\u064a\u064e\u0627\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0628\u0650\u064a \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062c\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062f\u0652\u0648\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0632\u064e\u063a\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u062a\u0650\u064a \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0637\u0650\u064a\u0641\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa raf'a abawaihi 'alal 'arshi wa kharroo lahoo sujjadaa; wa qaala yaaa abati haaza taaweelu ru'yaaya min qablu qad ja'alahaa Rabbee haqqaa; wa qad ahsana beee iz akhrajanee minas sijni wa jaaa'a bikum minal badwi mim ba'di an nazaghash Shaitaanu bainee wa baina ikhwatee; inna Rabbee lateeful limaa yashaaa'; innahoo Huwal 'Aleemul Hakeem" } }, "translation": { "en": "And he raised his parents upon the throne, and they bowed to him in prostration. And he said, \"O my father, this is the explanation of my vision of before. My Lord has made it reality. And He was certainly good to me when He took me out of prison and brought you [here] from bedouin life after Satan had induced [estrangement] between me and my brothers. Indeed, my Lord is Subtle in what He wills. Indeed, it is He who is the Knowing, the Wise.", "id": "Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, “Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1696", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1696.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1696.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika keluarga besar Nabi Yusuf sudah menempati ruangan yang disediakan, dia menuntun dan menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana yang sudah disiapkannya. Dan mereka semua tunduk bersujud memberi penghormatan kepadanya. Dan dia berkata kepada ayahnya, \"Wahai ayahku! Inilah takwil dari mimpiku yang dahulu itu aku ceritakan kepada engkau. Dan sesungguhnya Tuhanku yang selalu memelihara dan melindungiku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku dengan menyempurnakan nikmat-Nya, antara lain ketika Dia membebaskan aku dari penjara setelah difitnah, ketika membawa kamu dari dusun menuju Mesir, dan setelah setan memerdaya saudara-saudaraku sehingga merusak hubungan antara aku dengan saudara-saudaraku itu. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki dengan mengaturnya secara rapi. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, lagi Mahabijaksana dalam ketetapan-Nya.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan Yusuf kemudian mengangkat kedua orang tuanya dan mendudukkan mereka di atas singgasana sebagai penghormatan lebih daripada apa yang telah diperbuat kepada saudara-saudaranya. Mereka merebahkan diri seraya sujud memberi hormat kepada Yusuf, sebagaimana lazimnya orang-orang memberi hormat kepada raja dan para pembesar pada waktu itu. Yusuf lalu berkata, \"Wahai ayahku! Inilah takbir mimpiku dahulu ketika saya masih kecil yang telah saya sampaikan kepada ayah dengan ucapan:\n\nSungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku. (Yusuf/12: 4)\n\nLebih lanjut Yusuf berkata, \"Allah swt menjadikan mimpiku itu benar-benar terjadi, bukan khayalan. Sebelas bintang itu adalah saudara-saudaraku yang berjumlah sebelas orang, sedang matahari dan bulan adalah ayah dan ibuku.\" Dengan keluarga inilah Allah swt memelihara keturunan Nabi Ishak, anak Nabi Ibrahim as, untuk mengembangkan agama tauhid di muka bumi ini. Selanjutnya Yusuf berkata kepada ayahnya, \"Allah swt telah berbuat baik kepadaku. Dia melepaskan aku dari penjara dan mengangkatku sebagai penguasa. Dia memindahkan ayah dari dusun padang pasir berpenghidupan sederhana dan kasar, ke negeri yang ramai, menikmati hidup yang bahagia, penyiaran agama yang benar, dan tolong menolong di dalam memajukan ilmu pengetahuan. Ini semua terjadi setelah setan memutus hubungan silaturrahim antara aku dan saudara-saudaraku sehingga rusaklah hubungan persaudaraan, dan timbullah rasa dengki dan buruk sangka antara kita. Sesungguhnya Allah swt Maha Mengetahui segala sesuatu yang bagaimanapun halusnya, bersifat lemah lembut kepada hamba-hamba-Nya, dan menetapkan apa yang Dia kehendaki dengan kebijaksanaan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang menjadi maslahat bagi hamba-hamba-Nya. Tiada suatu hal yang tersembunyi bagi-Nya. Mahabijaksana di dalam segala hal, membalas orang-orang yang berbuat baik dengan kebaikan, dan kesudahan yang baik diberikan kepada orang-orang yang bertakwa.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1697, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 13, "page": 247, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062d\u0650\u0642\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbi qad aataitanee minal mulki wa 'allamtanee min taaweelil ahaadees; faati ras samaawaati wal ardi Anta waliyyee fid dunyaa wal Aakhirati tawaffanee muslimanw wa alhiqnee bissaaliheen" } }, "translation": { "en": "My Lord, You have given me [something] of sovereignty and taught me of the interpretation of dreams. Creator of the heavens and earth, You are my protector in this world and in the Hereafter. Cause me to die a Muslim and join me with the righteous.\"", "id": "Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1697", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1697.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1697.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Yusuf kemudian berdoa, \"Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, dan Engkau juga telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Wahai Tuhan Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku yang selalu dekat denganku di dunia dan di akhirat, aku mohon kepada-Mu agar bila ajalku telah tiba, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim, dan gabungkanlah aku di akhirat kelak dengan orang-orang yang saleh.\"", "long": "Ayat ini adalah pernyataan dan doa yang diucapkan Yusuf a.s. sesudah Allah swt menyelamatkannya dari dalam sumur, membebaskan dari fitnah istri al-Aziz dan perempuan-perempuan lainnya, membebaskan dari penderitaan dalam penjara, dan menganugerahinya pangkat dan kedudukan sesudah bebas dari semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Yusuf segera berdoa memohon kepada Allah swt supaya dilipatgandakan pahalanya di akhirat kelak sebagaimana dilipatgandakan karunia yang diterimanya di dunia. Yusuf berkata, \"Ya Tuhanku, Engkau telah menganugerahkan kepadaku kedudukan dan kekuasaan, mengajarkan kepadaku takbir mimpi, dan memberitahukan kepadaku hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari dan rahasia-rahasia yang terkandung di dalam wahyu-Mu. Ya Allah! Engkaulah Pencipta langit dan bumi ini, menciptakan keduanya dengan baik dan teratur, kokoh dan rapi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, melindungiku dari maksud jahat orang-orang yang memusuhiku dan orang-orang yang ingin berbuat jahat kepadaku. Ya Allah Yang Mahakuasa! Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam, sesuai dengan wasiat leluhurku yang berbunyi:\n\nDan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub, \"Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (al-Baqarah/2: 132)\n\nYusuf melanjutkan doanya dengan mengatakan, \"Ya Allah Ya Tuhanku! Masukkanlah aku ke dalam kelompok orang-orang yang saleh dari leluhur kami seperti Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishak, begitu pula dengan para nabi dan rasul sebelumnya. Engkaulah Maha Pengasih, Maha Pemurah, dan Mahakuasa atas segala sesuatu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1698, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 13, "page": 247, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika min ambaaa'il ghaibi nooheehi ilaika wa maa kunta ladaihim iz ajma'ooo amrahum wa hum yamkuroon" } }, "translation": { "en": "That is from the news of the unseen which We reveal, [O Muhammad], to you. And you were not with them when they put together their plan while they conspired.", "id": "Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal engkau tidak berada di samping mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1698", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1698.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1698.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kisah tentang Nabi Yusuf. Allah menceritakan kisah ini kepada Nabi Muhammad agar menjadi pengajaran yang sangat berharga. Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad. Dengan wahyu itu engkau dapat mengetahui kisah tersebut, padahal engkau tidak berada di samping mereka, yakni saudarasaudara Yusuf, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat untuk melemparkan Nabi Yusuf ke dalam sumur.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa kisah Yusuf yang telah dipaparkan di atas termasuk berita gaib. Berita gaib itu diwahyukan kepada Muhammad. Sebelumnya, ia dan umat Islam tidak mengetahuinya. Dia juga tidak mengetahui ketika saudara-saudara Yusuf bersatu dan sepakat untuk membuang Yusuf ke dalam sumur yang dalam, dan ketika mereka mengatur tipu daya dan makarnya. Muhammad saw mengetahui peristiwa yang telah dialami oleh Yusuf itu dengan perantaraan wahyu dari Allah swt. Peristiwa ini merupakan bukti yang nyata atas kebenaran kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Bagi orang yang sadar, bukti ini menjadi alasan untuk mempercayai dan membenarkan kerasulan Muhammad saw itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1699, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 13, "page": 247, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u0635\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa aksarun naasi wa law harasta bimu'mineen" } }, "translation": { "en": "And most of the people, although you strive [for it], are not believers.", "id": "Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1699", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1699.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1699.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski kisah tersebut telah jelas membuktikan kerasulan Nabi Muhammad, namun tetap saja ada orang yang tidak percaya. Dan kebanyakan manusia tidak akan mau beriman kepada Allah dan rasul-Nya, walaupun engkau sangat menginginkannya. Baik kisah Nabi Yusuf maupun kisah-kisah lainnya dalam Al-Qur'an merupakan bukti bahwa Al-Qur'an adalah benar wahyu Allah. Adalah mustahil bila Nabi Muhammad yang hidup jauh setelah peristiwa itu terjadi dapat menceritakannya secara rinci tanpa mendapat wahyu dari Allah Yang Maha Mengetahui.", "long": "Pada ayat ini, diterangkan bahwa orang-orang yang telah benar-benar kafir dan terus-menerus membangkang, tidak akan beriman bagaimanapun kita mengharap dan menginginkannya, sekalipun telah diberikan alasan-alasan yang nyata dan meyakinkan. Begitu pula halnya dengan kebanyakan orang Quraisy Mekah, sekalipun telah diberikan bukti-bukti yang nyata, mereka tidak akan percaya dan tidak akan membenarkan kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Oleh sebab itu, beriman atau tidaknya seseorang setelah menerima dakwah rasul bukan menjadi tanggung jawabnya. Firman Allah swt:\n\nSungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (al-Qashash/28: 56)" } } }, { "number": { "inQuran": 1700, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 13, "page": 248, "manzil": 3, "ruku": 203, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa tas'aluhum 'alaihi min ajr; in huwa illaa zikrul lil'aalameen" } }, "translation": { "en": "And you do not ask of them for it any payment. It is not except a reminder to the worlds.", "id": "Dan engkau tidak meminta imbalan apa pun kepada mereka (terhadap seruanmu ini), sebab (seruan) itu adalah pengajaran bagi seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1700", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1700.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1700.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah mengingatkan Nabi Muhammad bahwa walaupun beliau sangat menginginkan agar manusia beriman kepada Allah dan rasul-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mau beriman. Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Nabi Muhammad tidak akan meminta imbalan sedikit pun atas dakwahnya. Allah berfirman, \"Dan engkau, wahai Nabi Muhammad, tidak meminta imbalan apa pun kepada mereka atas dakwah yang engkau sampaikan, sebab seruan dakwah itu tidak lain adalah pengajaran bagi seluruh alam.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah swt mengingatkan Muhammad saw agar tidak meminta upah kepada siapa pun, sebagai imbalan dari dakwah dan anjurannya supaya mereka taat dan menyembah hanya kepada Allah swt serta meninggalkan agama berhala. Allah yang akan memberikan upah dan pahala atas usahanya itu, karena memang Al-Quran diturunkan kepadanya sebagai petunjuk melaksanakan tugasnya sebagai rasul. Al-Quran merupakan peringatan dan nasihat untuk membimbing dan memberi petunjuk kepada manusia yang akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1701, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 13, "page": 248, "manzil": 3, "ruku": 204, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064e\u0645\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ka ayyim min Aayatin fis samaawaati wal ardi yamurroona 'alaihaa wa hum 'anhaa mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "And how many a sign within the heavens and earth do they pass over while they, therefrom, are turning away.", "id": "Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling daripadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1701", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1701.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1701.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila manusia mau berpikir jernih, sebenarnya pengajaran tentang tanda-tanda kekuasaan Allah itu ada di sekitar mereka. Allah menegaskan, \"Dan berapa banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di langit dan di bumi sebagai pengajaran yang setiap saat mereka lalui dan saksikan, namun mereka berpaling darinya tanpa mengambil pelajaran.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa tidak sedikit tanda-tanda yang menunjukkan keesaan, kesempurnaan, dan kekuasaan-Nya, seperti matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, lautan, tanam-tanaman, dan lain-lain, yang bisa dilihat dan disaksikan sendiri oleh manusia. Akan tetapi, mereka tidak memperhatikannya dan tidak memikir-kan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Semua itu menunjukkan bahwa Allah swt itu Esa, tiada Tuhan melainkan Dia. Dialah yang menciptakan semua makhluk dengan sempurna dan teratur. Kalaupun ada di antara mereka yang berusaha ingin mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, tetapi mereka lupa kepada Penciptanya. Dengan akalnya, mereka asyik menerapkan ilmunya, mengembangkan dan memanfaatkannya, tetapi jiwa mereka kosong dari mengingat Allah dan tidak beriman kepada-Nya. Ilmu saja, meskipun ada gunanya, tetapi tidak bermanfaat di akhirat kecuali apabila dilandasi iman kepada Allah. Alangkah berbahagianya orang yang dapat menyatukan keduanya. Orang itulah yang akan memperoleh kebaikan di dunia, dan akhirat serta selamat dari azab api neraka kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 1702, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 13, "page": 248, "manzil": 3, "ruku": 204, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yu'minu aksaru hum billaahi illaa wa hum mushrikoon" } }, "translation": { "en": "And most of them believe not in Allah except while they associate others with Him.", "id": "Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1702", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1702.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1702.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan keberpalingan itu membuat kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukan-Nya dengan yang lain.", "long": "Ayat ini menjelaskan keadaan orang-orang Quraisy Mekah. Di samping percaya kepada Allah yang menciptakan segala sesuatu, mereka juga menyekutukan-Nya. Kalau mereka ditanya siapa yang menciptakan semua yang ada di bumi maupun di langit, mereka akan menjawab dengan tegas bahwa yang menciptakan semuanya itu ialah Allah swt sebagai tercantum dalam Al-Quran:\n\nDan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, \"Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?\" Tentu mereka akan menjawab, \"Allah.\" Katakanlah, \"Segala puji bagi Allah,\" tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Luqman/31: 25)\n\nPengakuan Quraisy Mekah terhadap eksistensi Allah juga diikuti dengan mempersekutukan-Nya. Mereka menyembah berhala dan menjadikan pendeta sebagai tuhan. Bahkan, ada di antara mereka yang mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak. Mahasuci Allah swt dari apa yang dituduhkan itu. Menyekutukan Allah itu adalah dosa yang paling besar. Ibnu Masud pernah bertanya kepada Nabi Muhammad saw tentang dosa yang paling besar. Nabi saw menjawab:\n\nBahwa kamu jadikan sekutu bagi Allah swt padahal Dialah yang menciptakanmu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Masud)" } } }, { "number": { "inQuran": 1703, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 13, "page": 248, "manzil": 3, "ruku": 204, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0627\u0634\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afa aminooo an taatiya hum ghaashiyatum min 'azaabil laahi aw taatiyahumus Saa'atu baghtatanw wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Then do they feel secure that there will not come to them an overwhelming [aspect] of the punishment of Allah or that the Hour will not come upon them suddenly while they do not perceive?", "id": "Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan Kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1703", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1703.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1703.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keberpalingan manusia dari pengajaran para rasul maupun tandatanda kekuasaan Allah yang terbentang di alam semesta seperti yang ditegaskan pada ayat yang lalu, membuat manusia lalai dari agama. Akibatnya, manusia tidak lagi mengindahkan hukum-hukum agama dan nilai-nilai akhlak. Karena itu, Allah kembali mengingatkan kepada manusia akibat dari kelalaian tersebut. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, sehingga mereka tidak bisa melarikan diri darinya; atau-kah mereka merasa aman dari kedatangan Kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk bertobat?", "long": "Dalam ayat ini, Allah mempertanyakan apakah orang-orang yang mengakui Allah swt sebagai Penciptanya tetapi juga menyekutukan-Nya dengan mengadakan sembahan-sembahan selain-Nya, merasa aman dari azab yang akan menimpa mereka secara tiba-tiba. Apakah mereka merasa aman tidak akan menemui kematian secara mendadak dan tidak pernah diduga sebelumnya? Sekali-kali tidak! Sewaktu-waktu Allah swt dapat saja menimpakan azab kepada mereka, begitu juga Allah swt dapat memerintah-kan Malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya secara mendadak tanpa diduga sebelumnya apabila Allah menghendaki. Allah swt Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki, sebagaimana firman-Nya:\n\nSungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. (Hud/11: 107)\n\nSejalan dengan ayat 107 ini, firman Allah swt:\n\nMaka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. (an-Nahl/16: 45-47)\n\nDi antara hikmah disembunyikannya waktu kedatangan azab yang seolah-olah dengan tiba-tiba atau pencabutan nyawa oleh Izrail secara mendadak, ialah supaya mereka selalu siap siaga akan datangnya ajal. Dengan demikian, mereka selalu patuh dan taat dalam melaksanakan ibadah serta tidak melakukan maksiat. Mereka sadar hanya kepada Allah swt manusia menyembah dan tidak menyekutukan-Nya sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 1704, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 13, "page": 248, "manzil": 3, "ruku": 204, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u064a \u0623\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0646\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul haazihee sabeeleee ad'ooo ilal laah; 'alaa baseera tin ana wa manit taba'anee wa Subhaanal laahi wa maaa ana minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"This is my way; I invite to Allah with insight, I and those who follow me. And exalted is Allah; and I am not of those who associate others with Him.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1704", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1704.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1704.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa kebanyakan manusia berpaling dan tetap enggan menerima kebenaran tentang keesaan-Nya. Allah lalu berpesan kepada Rasulullah, \"Katakanlah, wahai Muhammad, 'Inilah jalan yang Allah tunjukkan ke-pada-ku. Aku dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah dengan yakin serta mengandung bukti-bukti yang mengetuk akal dan perasaan manusia. Mahasuci Allah dengan segala kesempurnaan-Nya, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik yang mempersekutukan Allah dengan yang lain.'\"", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan kepada Muhammad saw untuk memberitahu umatnya bahwa dakwah yang dijalankannya, yang bertujuan mengajak manusia mengesakan Allah swt dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya, adalah menjadi tugas dan kewajibannya. Rasul memiliki keyakinan bahwa usahanya ini akan berhasil karena apa yang dikemukakan dan dilaksanakannya dilandasi dengan bukti-bukti dan hujjah yang nyata. Yang demikian itu menjadi tugas dan kewajiban bagi orang-orang yang mempercayai dan mengikutinya sehingga segala macam bentuk penghambaan kepada selain Allah bisa musnah dari permukaan bumi ini. Perhatikanlah firman Allah swt yang mengajarkan cara berdakwah kepada Rasul dan umatnya:\n\nSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik. (an-Nahl/16: 125)\n\nPada potongan ayat berikutnya, Allah mengajarkan Muhammad saw untuk mensucikan-Nya dari tuduhan adanya sekutu dengan mengatakan Mahasuci Allah swt dari sangkaan bahwa Dia mempunyai sekutu dalam kekuasaan-Nya, dan ada yang wajib disembah selain Dia. Langit dan bumi serta segala isinya, bahkan semua yang ada, bertasbih menyucikan Allah dari hal yang demikian itu, firman Allah swt:\n\nLangit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia adalah Maha Penyantun, Maha Pengampun. (al-Isra/17: 44)\n\nAyat 108 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Nabi Muhammad saw tidak termasuk orang-orang yang musyrik." } } }, { "number": { "inQuran": 1705, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 13, "page": 248, "manzil": 3, "ruku": 204, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa min qablika illaa rijaalan nooheee ilaihim min ahlil quraa; afalam yaseeroo fil ardi fa yanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul lazeena min qablihim; wa la Daarul Aakhirati Khairul lillazeenat taqaw; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "And We sent not before you [as messengers] except men to whom We revealed from among the people of cities. So have they not traveled through the earth and observed how was the end of those before them? And the home of the Hereafter is best for those who fear Allah; then will you not reason?", "id": "Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul). Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1705", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1705.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1705.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat yang lalu Allah memperingatkan siksa yang tidak dapat dihindari serta datangnya hari Kiamat yang tidak terduga sebagai balasan atas keberpalingan manusia dari tuntunan para rasul, lalu pada ayat berikut Allah menjelaskan makna pengutusan para rasul. Kami tidak mengutus nabi dan rasul sebelummu, wahai Nabi Muhammad, melainkan orang laki-laki, yakni manusia pilihan, yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri tempat para nabi dan rasul itu tinggal. Tidakkah mereka, yakni manusia dan secara khusus kaum musyrik Mekah, bepergian di bumi sehingga mereka dapat melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka yang mendustakan para nabi dan rasul? Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dibandingkan dengan kemegahan dan kemewahan dunia. Tidakkah kamu mengerti dan bisa berpikir jernih untuk menerima kebenaran yang dibawa para nabi dan rasul tersebut?", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa Dia tidak mengutus rasul-rasul sebelum Muhammad saw kecuali laki-laki, bukan malaikat, dan bukan perempuan, serta menurunkan kepada mereka wahyu. Para rasul berasal dari penduduk negeri itu sendiri, supaya mereka mengikutinya. Ini merupakan jawaban terhadap tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad saw, yang menghendaki supaya rasul yang diutus itu dari jenis malaikat sebagaimana dikisahkan Allah swt di dalam firman-Nya:\n\nDan seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat. (al-Muminun/23: 24)\n\nTidakkah orang-orang musyrik Quraisy yang mendustakan kenabian Muhammad saw dan mengingkari apa yang dibawanya seperti mengesakan Allah, mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya, bepergian di muka bumi dan melihat serta menyaksikan bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan rasul-rasul dahulu. Mereka dibinasakan dan negerinya dihancurkan, seperti yang dialami kaum Nabi Hud, kaum Nabi Saleh, dan lain-lainnya. Sebaliknya orang-orang yang percaya kepada Allah dan rasul-Nya dan takut menyekutukan Allah, tidak berbuat dosa dan maksiat, akan memperoleh kesenangan nanti di negeri akhirat yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan apa yang didapat orang-orang musyrik di dunia ini. Apakah mereka tidak memikirkan perbedaan imbalan dan balasan antara orang-orang yang ingkar dan orang-orang yang percaya. Kesenangan yang didapat di dunia oleh orang-orang yang ingkar itu sangat terbatas. Apabila mereka meninggal dunia berakhirlah kesenangan itu, dan di negeri akhirat kelak mereka mendapat azab yang amat pedih tak henti-hentinya. Dan kesenangan yang diperoleh orang-orang yang beriman, tidak saja di dunia tetapi sampai ke akhirat nanti, karena kesenangan yang diperolehnya itu abadi selamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1706, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 13, "page": 248, "manzil": 3, "ruku": 204, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0623\u064e\u0633\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064f\u062c\u0651\u0650\u064a\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hattaaa izas tai'asar Rusulu wa zannooo annahum qad kuziboo jaaa'ahum nas runaa fanujjiya man nashaaa'u wa laa yuraddu baasunna 'anil qawmil mujrimeen" } }, "translation": { "en": "[They continued] until, when the messengers despaired and were certain that they had been denied, there came to them Our victory, and whoever We willed was saved. And Our punishment cannot be repelled from the people who are criminals.", "id": "Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1706", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1706.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1706.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam menunaikan tugasnya menyampaikan dakwah para nabi dan rasul tidaklah menempuh jalan yang mulus, melainkan penuh rintangan. Kebanyakan manusia bahkan tetap menentang ajakan tersebut, sehingga apabila para rasul menemukan berbagai halangan dan rintangan dalam tugas itu, seakan tidak mempunyai harapan lagi tentang keimanan kaumnya, dan telah meyakini bahwa mereka, para nabi dan rasul, telah didustakan oleh kaumnya, maka pada saat itu datanglah kepada mereka itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan-lah mereka dan orang yang Kami kehendaki untuk selamat. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak ataupun dihindarkan dari orang-orang yang berdosa.", "long": "Ayat ini menjelaskan sunatullah yang telah berlaku pada umat-umat terdahulu. Allah swt mengutus para rasul-Nya dengan bukti yang nyata dan diperkuat dengan mukjizat. Setelah rasul-rasul itu ditentang, didustakan, dan dimusuhi oleh kaumnya sehingga merasakan tekanan yang amat berat, timbullah perasaan seakan-akan mereka berputus asa karena tidak ada harapan lagi kaumnya akan beriman dan kemenangan yang ditunggu-tunggu belum juga datang, pada saat itulah pertolongan Allah swt datang. Sedangkan orang-orang yang mendustakan para nabi ditimpa azab dengan tiba-tiba, seperti banjir besar yang menenggelamkan kaum Nabi Nuh, angin ribut yang membinasakan kaum Â'd (kaum Nabi Hud), siksaan yang menimpa kaum samud, dan bencana yang melanda negeri kaum Nabi Luth, sebagaimana tercantum dalam firman Allah swt:\n\nApakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, Ad, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. (at-Taubah/9: 70)\n\nOrang-orang Quraisy yang tidak mau insaf dan kembali ke jalan yang benar, sekalipun telah ditunjukkan bukti-bukti yang nyata, akan ditimpakan Allah azab yang pedih. Sedangkan Nabi Muhammad diberi pertolongan berupa berbagai kemenangan yang telah diperolehnya seperti Perang Badar dan pada perang-perang berikutnya. Allah swt menyelamatkan para rasul beserta kaumnya yang beriman kepada-Nya, sedang orang-orang yang ingkar kepada Allah swt dan mendustakan rasul-rasul-Nya dan agama yang dibawanya akan diazab, tidak seorang pun dari mereka yang dapat menolak dan mengelak dari azab Allah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1707, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 13, "page": 248, "manzil": 3, "ruku": 204, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d7 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0635\u0652\u062f\u0650\u064a\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u064a\u0644\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad kaana fee qasasihim 'ibratul li ulil albaa; maa kaana hadeesany yuftaraa wa laakin tasdeeqal lazee baina yadihi wa tafseela kulli shai'inw wa hudanw wa rahmatal liqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "There was certainly in their stories a lesson for those of understanding. Never was the Qur'an a narration invented, but a confirmation of what was before it and a detailed explanation of all things and guidance and mercy for a people who believe.", "id": "Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1707", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1707.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1707.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai penutup Surah Yusuf, Allah kembali mengingatkan bahwa pada kisah para nabi dan rasul, termasuk kisah Nabi Yusuf, terkandung pesan-pesan untuk dipelajari dan dihayati manusia. Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. Kisah-kisah dalam Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat atau sekadar dongeng pelipur lara, tetapi kisah-kisah itu membenarkan kandungan kitab-kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat, Zabur, dan Injil, yang menjelaskan segala sesuatu tentang prinsip-prinsip nilai yang dibutuhkan manusia guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, dan sebagai petunjuk menuju jalan lurus dan rahmat yang penuh berkah bagi orang-orang yang beriman.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa semua kisah nabi-nabi, terutama Nabi Yusuf a.s. bersama ayah dan saudara-saudaranya, adalah pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat. Sedang orang-orang yang lalai yang tidak memanfaatkan akal dan pikirannya untuk memahami kenyataan yang ada, maka kisah Nabi tersebut tidak akan bermanfaat baginya. Mereka tidak akan dapat mengambil pelajaran dan peringatan darinya. Seharusnya mereka memperhatikan bahwa yang mampu dan kuasa menyelamatkan Nabi Yusuf a.s. setelah dibuang ke dasar sumur, meng-angkat derajatnya sesudah ia dipenjarakan, menguasai negeri Mesir sesudah dijual dengan harga murah, meninggikan pangkatnya dari saudara-saudara-nya yang ingin membinasakannya, dan mengumpulkan mereka kembali bersama kedua orang tuanya sesudah berpisah sekian lama, tentu sanggup dan kuasa pula memuliakan Muhammad, meninggikan kalimatnya, memenangkan agama yang dibawanya, serta membantu dan menguatkannya dengan tentara, pengikut, dan pendukung setia, sekalipun di dalam menjalani semuanya itu, beliau pernah mengalami kesukaran dan kesulitan. \n\nKitab suci Al-Quran yang membawa kisah-kisah tersebut, bukanlah suatu cerita yang dibuat-buat dan diada-adakan, tetapi adalah wahyu yang diturunkan Allah swt dan mukjizat yang melemahkan tokoh-tokoh sastra ulung ketika ditantang untuk menyusun yang seperti itu. Kisah-kisah itu diberitakan dari nabi yang tidak pernah mempelajari buku-buku dan tidak pernah bergaul dengan ulama-ulama cerdik pandai. Bahkan kitab Suci Al-Quran itu membenarkan isi kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya, seperti kitab Taurat, Injil, dan Zabur yang asli tentunya, bukan yang sudah ditambah dengan khurafat dan lain-lain hal yang tidak lagi terjaga kemurniannya. Dalam kitab suci Al-Quran diuraikan dengan jelas perintah-perintah Allah, larangan-larangan-Nya, janji-janji dan ancaman-Nya, sifat kesempurnaan yang wajib bagi-Nya dan suci dari sifat-sifat kekurangan dan hal-hal yang lain, sebagaimana firman Allah swt:\n\nTidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab. (al-Anam/6: 38)\n\nAl-Quran adalah petunjuk bagi orang-orang yang mau membacanya dengan penuh kesadaran dan yang mau meneliti dan mendalami isinya. Al-Quran juga akan membimbing mereka ke jalan yang benar dan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Quran adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang membenarkan dan mempercayai serta mengamalkan isinya, karena iman itu ialah ucapan yang dibenarkan oleh hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan." } } } ] }, { "number": 13, "sequence": 96, "numberOfVerses": 43, "name": { "short": "الرعد", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0631\u0639\u062f", "transliteration": { "en": "Ar-Ra'd", "id": "Ar-Ra'd" }, "translation": { "en": "The Thunder", "id": "Guruh" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah. Surat ini dinamakan Ar Ra'd yang berarti guruh karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah s.w.t. Dan lagi sesuai dengan sifat Al Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah s.w.t. tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1708, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 13, "page": 249, "manzil": 3, "ruku": 205, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0645\u0631 \u06da \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Meeem-Raa; tilka Aayaatul Kitaab; wallazee unzila ilaika mir Rabbikal haqqu wa laakinna aksaran naasi laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Meem, Ra. These are the verses of the Book; and what has been revealed to you from your Lord is the truth, but most of the people do not believe.", "id": "Alif Lam Mim Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1708", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1708.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1708.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Laam Miim Raa . Hanya Allah yang mengetahui maksud ungkapan ini. Itu adalah ayat-ayat Kitab Al-Qur'an yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad. Ia berisi petunjuk dan ajaran bagi umat manusia. Dan ketahuilah bahwa Kitab yang diturunkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dari Tuhanmu itu adalah benar dari-Nya, Tuhan Yang Maha Mengetahui; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman kepada-Nya.", "long": "Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, dan tidak mengandung hal-hal yang bisa meragukan orang terhadap kebenarannya.\n\nKebenaran Al-Quran meliputi seluruh aspek yang terkandung di dalamnya seperti hukum, syariat yang bersifat shalih fi kulli zaman wa makan (cocok untuk sepanjang zaman dan di semua tempat), bermacam-macam perumpamaan, kisah, dan petunjuknya yang harus diikuti oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.\n\nKebenaran Al-Quran telah terbukti pada masa-masa awal Islam. Dengan berpegang teguh pada Al-Quran, umat Islam mampu membangun bangsa yang berbudaya tinggi dan berakhlak mulia. Al-Quran memotivasi manusia untuk bangkit berjuang menegakkan kebenaran, menghancurkan kemungkaran, menegakkan keadilan, dan melenyapkan kezaliman. Dengan menjalankan petunjuk Al-Quran umat Islam mampu menjadi bangsa yang berwibawa. Tapi ketika Al-Quran ditinggalkan, umat Islam lebih memilih keduniaan daripada akhirat yang kekal, dan akibat ketidakyakinan umat Islam terhadap janji-janji Allah yang termaktub dalam Al-Quran, umat Islam berubah menjadi bangsa yang terbelakang, terbelit kemiskinan dan kebodohan. Jika umat Islam saat ini tidak menyadari kekeliruannya dan tidak berusaha memperbaikinya, dengan cara kembali menjalankan pesan-pesan Al-Quran, maka umat Islam akan tetap terpuruk dalam kebodohannya. Allah tidak akan mengubah nasib mereka jika mereka tidak mengubah nasib mereka sendiri. Firman Allah swt.:\n\nSesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (ar-Rad/13: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 1709, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 13, "page": 249, "manzil": 3, "ruku": 205, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u064e\u0645\u064e\u062f\u064d \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u064a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0644\u0650\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06da \u064a\u064f\u062f\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u064a\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee raf'as samaawaati bighairi 'amadin tarawnahaa summas tawaa 'alal 'Arshi wa sakhkharash shamsa walqamara kulluny yajree li ajalim musammaa; yudabbirul amra yufassilil Aayaati la'allakum biliqaaa'i Rabbikum tooqinoon" } }, "translation": { "en": "It is Allah who erected the heavens without pillars that you [can] see; then He established Himself above the Throne and made subject the sun and the moon, each running [its course] for a specified term. He arranges [each] matter; He details the signs that you may, of the meeting with your Lord, be certain.", "id": "Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1709", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1709.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1709.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah benar dari-Nya, lalu pada ayat ini Allah membuktikan kebenarannya melalui keunikan penciptaan alam semesta. Hanya Allah yang meninggikan langit tanpa tiang penyangga sebagaimana yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan di bawah aturan hukum alam-Nya; masing-masing dari keduanya beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan makhluk-Nya, baik yang di bumi maupun di langit, dan Dia menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu kelak di akhirat.", "long": "Ayat ini menjelaskan bukti-bukti kebenaran Al-Quran dengan memaparkan tanda-tanda atau bukti-bukti adanya Allah yang menurunkan Al-Quran. Keberadaan Allah ini dibuktikan dengan berbagai ciptaannya yang bisa dilihat dan dirasakan manusia di alam raya ini.\n\nSecara terperinci Allah menerangkan keadaan langit yang ditinggikan tanpa tiang, perjalanan matahari dan bulan yang masing-masing beredar menurut waktu dan tempat yang sudah ditentukan, keadaan bumi yang penuh dengan gunung dan lembah yang mengalir sungai di antaranya, dan adanya bermacam-macam kebun yang menghasilkan beraneka ragam buah-buahan. Semua itu menunjukkan bahwa hanya Allah yang dapat memberi manfaat dan mudarat, yang dapat menghidupkan dan mematikan dan Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. \n\nTanda-tanda kekuasaan Allah di langit dipaparkan dalam ayat ini:\n\n1.Menciptakan langit di atas bumi tanpa adanya tiang sebagaimana yang biasa dilihat oleh seluruh makhluk, dan jarak yang sangat jauh di antara benda-benda di langit yang kesemuanya beredar menurut ketentuan dan peraturan Allah sendiri seperti benda-benda yang terlihat melayang di angkasa.\n\n2.Kemudian Allah bersemayam di atas Arasy-Nya dan mengatur alam semesta ini. Tentang kebijaksanaan-Nya telah dibentangkan secara panjang lebar di dalam Surah al-Araf dan Surah Yunus.\n\n3.Allah swt telah menundukkan matahari dan bulan untuk kemanfaatan sekalian makhluk-Nya, masing-masing berjalan pada rotasi/lintasannya menurut waktu yang ditentukan. Tentang perjalanan matahari dan bulan telah dijelaskan dengan terperinci dalam Surah Yunus dan Surah Hud. Allah swt mengatur segala kejadian dalam kerajaan-Nya secara sempurna, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, mengadakan dan meniadakan, memberi kekayaan dan kemiskinan, menurunkan wahyu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Semua itu menunjukkan bahwa Allahlah yang mempunyai kekuasaan yang mutlak dan rahmat yang luas, karena menentukan penciptaan suatu makhluk dengan keadaan sifat dan tabiat tertentu, tidak dapat dilaksanakan kecuali oleh Tuhan Yang Mahaagung dan Mahakuasa. Dialah yang mengatur alam kebendaan dan alam kerohanian dan Dialah yang mengatur benda-benda yang amat besar dan amat kecil, semuanya dengan penuh hikmah kebijaksanaan. \n\nDitinjau dari sudut saintifik, langit atau sama dalam ayat ini dapat berarti langit biru atau atmosfer yang dekat dengan bumi ini. Dalam pengertian yang lebih luas sama juga dapat diartikan dengan langit antariksa (space) yang sangat luas ini. \n\nAtmosfer adalah selubung gas yang meliputi suatu planet (termasuk bumi). Ia membentuk ruang udara. Atmosfer dibagi ke dalam 6 (enam) wilayah menurut ketinggiannya, yang satu berada di atas yang lainnya. Secara berurutan dari wilayah yang terendah, maka atmosfer dibagi menjadi: (1) Troposfer (Troposphere ketinggian: 0-8 Km), (2) Tropopause, ketinggian: 8-12 Km (3) Stratosfer (Stratosphere, ketinggian: 12-80 Km), (4) Mesosfer (Mesosphere, ketinggian: 80 Km) (5) Ionosfer (Ionosphere, ketinggian: 100 Km) dan (6) Eksosfer (Exosphere, ketinggian >100Km). Terjadinya awan, cuaca dan sebagainya berada di wilayah Troposfer. Komposisi atmosfer (di wilayah Troposfer), mayoritas terdiri dari gas nitrogen (78%), juga oksigen (20%). Atmosfer ini menyeliputi bumi dan dapat tegak di atas bumi karena adanya gaya gravitasi bumi. Inilah pengertian dari meninggikan langit tanpa tiang itu. Tentu saja ini adalah tafsir langit yang berbeda dengan tujuh lapis langit yang menyangkut galaksi dan lain sebagainya. \n\nBerkaitan dengan langit tanpa tiang, ditinjau dari struktur konstruksi maka struktur tanpa tiang hanya dimungkinkan kalau konstruksinya berbentuk bola atau mirip bola (spherical, surface of revolution), meskipun demikian para ahli belum sepakat tentang bentuknya; ada yang menyatakan sebagai bola, seperti sadel, bahkan sebagai terompet. Pada konstruksi ini dinding dan tiang menyatu menjadi permukaan bola itu sendiri. Jadi, konstruksi langit tanpa tiang hanya dimungkinkan bila langit itu berbentuk bola, sesuai dengan temuan ilmiah yang menyatakan bahwa alam semesta adalah bola besar yang mengembang makin membesar dengan kecepatan cahaya yaitu dengan kecepatan cahaya 300 ribu kilometer setiap detiknya (the expanding universe).\n\nLangit-antariksa, memang terbentuk sejak Dentuman Besar (Big Bang) dan terus mengembang dan meluas. Dalam Surah az-zariat/51:47 disebutkan: Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Kami benar-benar meluaskannya. Kata sama pada ayat 47 Surah az-zariat/51 di atas lebih tepat diartikan langit-antariksa. Langit-antariksa (space) memang terus-menerus mengembang (space expansion). Penelitian spektrum Galaksi, menunjukkan adanya pergeseran spektrum pita-merah yang teratur, hal ini menjelaskan bahwa jarak antar Galaksi semakin menjauh, dan inilah yang merupakan indikasi langit-antariksa semakin mengembang. Tentu langit ini tidak memerlukan tiang; karena dibangun dengan kekuatan maha dahsyat dari Allah swt yang berupa Dentuman Besar. Dentuman Besar (Big Bang) ini telah memecah Gaya Superforce menjadi Gaya-gaya Fundamental seperti: Gaya Gravitasi, Gaya Nuklir Kuat, Gaya Nuklir Lemah, dan Gaya Elektromagnetik; yang kesemuanya ini menstabilkan langit-antariksa ini.\n\nSeterusnya dalam ayat-2 ini disebutkan: \"Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan\". Kata \"menundukkan\" berarti bahwa baik matahari maupun bulan tunduk pada sunatullah, atau hukum-hukum alam dari Allah. Tentang \"masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan\", lihat keterangan pada Surah Yunus/10: 5 di atas. Demikian penjelasan dari sudut pandang saintis.\n\nKesemuanya itu terjadi berkat kesempurnaan Allah dalam Zat, sifat, ilmu, dan kekuasaan-Nya yang tidak dapat ditiru oleh siapapun juga. Allah mengatur urusan makhluk-Nya, menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya dengan peraturan yang sangat rapi dan sempurna, serta mengatur benda-benda di langit sehingga berjalan menurut lintasan yang telah ditentukan, seperti bentuk mata rantai yang sambung menyambung sehingga tidak terjadi tabrakan di ruang angkasa yang dapat menimbulkan malapetaka dan bencana. Semua ini berlangsung terus-menerus sampai datang hari kiamat, dimana akan terjadi kekacauan dan ketidakteraturan kerja benda-benda langit di alam angkasa. Kehancuran alam semesta dimulai dengan terbelahnya langit, seperti dijelaskan dalam firman Allah:\n\nApabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan. (al-Infithar/82:1-2)\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan-Nya di langit dan di bumi merupakan sarana yang bisa menimbulkan keyakinan bagi umat manusia akan adanya perjumpaan dengan Allah Sang Pencipta pada hari kiamat, dimana Dia akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang berbuat kebajikan dan menghukum orang-orang yang berbuat kejahatan. Jika manusia meyakini kebenaran ini, niscaya dia dapat berpaling dari penyembahan berhala dan patung kepada keikhlasan beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, percaya kepada janji dan ancaman-Nya, percaya kepada semua rasul-Nya, mengikuti segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, sehingga mereka menjadi manusia yang bahagia di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1710, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 13, "page": 249, "manzil": 3, "ruku": 205, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0645\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0634\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee maddal arda wa ja'ala feehaa rawaasiya wa anhaaraa; wa min kullis samaraati ja'ala feehaa zawjainis yaini Yughshil lailan nahaar; inna fee zaalika la aayaatil liqawminy yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "And it is He who spread the earth and placed therein firmly set mountains and rivers; and from all of the fruits He made therein two mates; He causes the night to cover the day. Indeed in that are signs for a people who give thought.", "id": "Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1710", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1710.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1710.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai berbicara tentang matahari dan bulan, Allah melalui ayat ini menjelaskan perihal bumi dan isinya. Dan Dia Yang Maha Pencipta adalah Tuhan yang juga menghamparkan bumi untuk tempat kamu berdiam, dan menjadikan gunung-gunung yang beragam tingginya, dan sungai-sungai yang mengalir di atas permukaan-nya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan dari bermacam jenisnya secara berpasang-pasangan sehingga dapat berkembang biak. Dia pula yang menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau berpikir.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sisi lain dari tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada di bumi, yaitu:\n\n1.Dialah Allah yang membentangkan bumi menjadi luas dan lebar supaya mudah dijadikan tempat kediaman makhluk-Nya. Semua binatang dapat hidup di atasnya dengan leluasa. Manusia dapat mengambil manfaat dari hasil buminya, hewan-hewannya, dan benda-benda logam yang terpendam di dalam perutnya, serta dapat berkeliaran di muka bumi untuk mencari rezeki dan segala kemanfaatannya. Karena sangat luas, bumi ini kelihatannya seperti lahan datar, meskipun keadaan yang sebenarnya berbentuk bola sebagaimana diyakini oleh para ulama ahli falak. \n\n2.Allah telah mengadakan gunung-gunung di atas permukaan bumi ini sebagai tonggak dan pasak yang menjaga kestabilan bumi supaya tidak bergerak dan tidak bergeser.\n\n3.Allah telah menciptakan sungai-sungai di bumi untuk kepentingan manusia dan binatang-binatang. Manusia dapat mengairi dengan air sungai itu kebun-kebun dan sawah ladangnya yang nantinya menghasil-kan bermacam-macam hasil bumi dan buah-buahan. \n\n4.Bunga dari pohon buah-buahan dijadikan Allah berpasang-pasangan dimana terdapat unsur jantan dan unsur betina. Ilmu pengetahuan telah menetapkan bahwa sebuah pohon itu tidak akan berbuah kecuali jika telah terjadi perkawinan antara unsur jantan (serbuk sari) dan betina (putik bunga) yang biasanya berada pada sebagian besar dari jenis pohon. Ada pohon yang hanya memiliki unsur jantan saja, sedangkan unsur betinanya ada pada pohon yang lain sehingga perlu dikawinkan supaya dapat berbuah seperti pohon kurma. Ada pula yang mempunyai unsur jantan dan betina dalam satu bunga seperti pohon kapas. \n\n5.Allah menutupkan malam kepada siang sehingga suasana alam yang terang berubah menjadi gelap gulita seperti menutup sesuatu dengan kain hitam. Demikian pula Allah menyinarkan siang kepada malam sehingga kegelapan hilang dan alam kelihatan terang benderang. Semuanya itu dijadikan Allah untuk menyempurnakan kemanfaatan bagi manusia dengan memberikan kesempatan istirahat dan tidur di malam hari dan bekerja mencari nafkah pada siang hari sesuai dengan firman Allah:\n\nApakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? (an-Naml/27: 86)\n\nDalam ayat 3 di atas, dijelaskan bahwa Allah menutupkan malam kepada siang. Dalam ayat yang lainnya juga disebutkan bahwa malam menutup siang dan siang menutup malam. Kata-kata yang digunakan dalam bahasa Arab ini mirip seperti orang memakai sorban, yaitu kain yang satu menutup yang lain dan secara berlapis-lapis menutup kepala. Dengan demikian kata menutupkan malam kepada siang, sebetulnya mengisyaratkan bahwa planet bumi kita ini bulat; bukannya datar seperti gambaran orang-orang jahiliah kuno. \n\nSetelah Allah menerangkan dalil-dalil kekuasaan-Nya yang dapat dilihat oleh mata tiap pagi dan petang, tiap-tiap waktu dan keadaan, maka Allah menerangkan bahwa tanda-tanda itu tidak diperhatikan kecuali oleh orang-orang yang suka bersyukur dan merenungi tanda-tanda kekuasaan-Nya. Lalu dengan akal pikirannya dapat mencapai kebenaran dan beralih dari memandang sebab kepada yang menyebabkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mau memikirkan bahwa pencipta alam itu adalah Tuhan yang mempunyai kehendak yang mutlak dan kekuasaan yang meliputi segala sesuatu, yang Kuasa untuk menghidupkan yang telah mati di antara makhluk-Nya, dan mengembalikan mereka dari alam fana. Oleh karena itu, tidak boleh beribadah kecuali kepada-Nya, tidak boleh tunduk dan berserah diri kecuali kepada kekuasaan-Nya. Beribadah tidak boleh ditujukan kepada patung-patung, berhala-berhala, batu-batu, pohon, malaikat, nabi-nabi, dan lain sebagainya karena benda-benda itu tidak dapat menolak kemudaratan dari dirinya sendiri, sesuai dengan firman Allah:\n\nSesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. (al-hajj/22: 73)\n\nDan telah diriwayatkan pula dalam sebuah hadis Nabi saw\n\nPikirkanlah olehmu sekalian tentang makhluk Allah dan jangan memikirkan tentang Allah. (Riwayat Abu Nuaim dari Ibnu Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 1711, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 13, "page": 249, "manzil": 3, "ruku": 205, "hizbQuarter": 99, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0642\u0650\u0637\u064e\u0639\u064c \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u064c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0632\u064e\u0631\u0652\u0639\u064c \u0648\u064e\u0646\u064e\u062e\u0650\u064a\u0644\u064c \u0635\u0650\u0646\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c \u0648\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0635\u0650\u0646\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064d \u064a\u064f\u0633\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064d \u0648\u064e\u0646\u064f\u0641\u064e\u0636\u0651\u0650\u0644\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0643\u064f\u0644\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa fil ardi qita'um muta jaawiraatunw wa jannaatum min a'naabinw wa zar'unw wa nakheelun sinwaanunw wa ghairu sinwaaniny yusqaa bimaaa'inw waahid; wa nufaddilu ba'dahaa 'alaa ba'din fil-ukul; inna fee zaalika la aayaatil liqawminy ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And within the land are neighboring plots and gardens of grapevines and crops and palm trees, [growing] several from a root or otherwise, watered with one water; but We make some of them exceed others in [quality of] fruit. Indeed in that are signs for a people who reason.", "id": "Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1711", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1711.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1711.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di bumi yang terhampar dengan gunung-gunung yang tegak berdiri dan sungai-sungai yang berkelok-kelok dan bermuara ke laut, terdapat bagian-bagian tanah yang berdampingan dengan jarak yang berbeda serta kualitas kesuburan yang berbeda pula. Ada bagian tanah yang baik menjadi kebun-kebun anggur, ada yang cocok ditanami tanaman-tanaman tertentu, dan ada pula yang cocok ditanami pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang. Bagian-bagian tanah yang ditanami itu disirami dengan air yang sama. Tanaman-tanaman itu tumbuh, berkembang, lalu mengeluarkan bunga dan buah yang jenisnya beragam. Meski demikian, Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya, baik dalam hal rasa, warna, ukuran, maupun bobot-nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau mengerti.", "long": "Ungkapan ayat ini merupakan kelanjutan dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di bumi, yaitu bahwa di bumi terdapat bagian-bagian tanah yang berdekatan dan berdampingan tetapi berlainan kesuburannya. Ada tanah yang sangat subur untuk ditanami tanaman apa saja, ada pula tanah yang hanya dapat ditanami pohon-pohon besar saja, tetapi tidak baik untuk ditanami tanaman palawija atau sebaliknya, ada pula tanah yang lunak dan ada pula yang keras yang sulit untuk digemburkan. Di bumi terdapat kebun-kebun anggur, tanaman palawija, dan pohon yang bercabang dan tidak bercabang. Semuanya itu disiram dengan air yang sama tetapi menghasilkan buah yang beraneka ragam rasanya, seperti pohon tebu yang rasanya manis, buah jeruk yang rasanya manis dan masam, serta buah paria yang rasanya pahit, dan lain sebagainya. Allah melebihkan sebahagian tanaman-tanaman atas sebagian yang lain baik dari bentuknya, rasanya dan baunya. Semua tanda-tanda itu menunjukkan kekuasaan Allah dan menjadi dalil yang bisa menimbulkan keyakinan bagi orang-orang yang mau berpikir.\n\nMenurut kajian saintis, perbedaan rasa dari buah-buahan atau tanaman, disebabkan perbedaan kandungan kimiawi yang ada di dalamnya. Zat atau molekul kimiawi ini, dalam bahasa ilmu biokimia dikenal dengan sebutan metabolit. Perbedaan jenis maupun kuantitas metabolit inilah yang memberikan rasa yang berbeda-beda dari tanaman atau buah yang berbeda. Biji dari semua tanaman, hampir semuanya berbentuk sama atau dikenal sebagai mempunyai morfologi yang sama, atau hampir sama, yaitu morfologi-nya bulat atau sedikit lonjong. Semua biji ini, di dalamnya terkandung embrio tanaman (Encyclopedia Britannica, 1965,Vol.20, Seed, 273-275). Dalam embrio tanaman itu terkandung materi-materi genetik (atau yang sering disebut dengan DNA, Desoxyribo Nucleic Acid, atau Asam Desoksiribo Nukleat). \n\nDalam biji tanaman yang berbeda, kandungan embrioniknya berbeda, demikian pula kandungan materi DNA-nya juga berbeda. DNA suatu materi yang akan sangat menentukan proses pembentukan metabolit dalam semua makhluk hidup termasuk tanaman. Maka Mahabesar Allah, apabila biji-biji yang berbeda itu ditanam dan disiram dengan air yang sama, biji-biji itu akan tumbuh menjadi berbagai tanaman yang berbeda rasanya, tergantung materi genetik yang dikandungnya; karena materi genetik inilah yang akan menentukan (membuat) metabolit-metabolit di dalam tanaman itu yang menentukan rasa buah atau tanaman itu.." } } }, { "number": { "inQuran": 1712, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 13, "page": 249, "manzil": 3, "ruku": 205, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u0652 \u0641\u064e\u0639\u064e\u062c\u064e\u0628\u064c \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u062c\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d \u06d7 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u063a\u0652\u0644\u064e\u0627\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in ta'jab fa'ajabun qawluhm 'a-izaa kunna turaaban 'a-inna lafee khalqin jadeed; ulaaa 'ikal lazeena kafaroo bi Rabbihim wa ulaaa'ikal aghlaalu feee a'naaqihim wa ulaa'ika Ashaabun Naari hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "And if you are astonished, [O Muhammad] - then astonishing is their saying, \"When we are dust, will we indeed be [brought] into a new creation?\" Those are the ones who have disbelieved in their Lord, and those will have shackles upon their necks, and those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally.", "id": "Dan jika engkau merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka, “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya. Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1712", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1712.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1712.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua itu dengan sangat jelas membuktikan keesaan Allah. Dan sebab itu, jika ada sesuatu yang engkau patut merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka, \"Apa-kah benar, bila kami telah meninggal, dikubur, dan kemudian menjadi tanah, apakah kami kelak akan dikembalikan atau dibangkitkan menjadi makhluk yang baru lagi?\" Mereka yang berkata seperti itulah orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya. Mereka mengingkari keesaan Allah dan kepastian datangnya hari Kiamat, dan mereka itulah orang-orang yang akan dilekatkan belenggu di lehernya. Mereka adalah para penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya untuk waktu yang sangat lama.", "long": "Ayat ini menjelaskan sikap orang kafir terhadap keesaan Allah, dimana Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa jika beliau heran terhadap penyembahan mereka kepada berhala-berhala yang tidak memberi mudarat dan membawa manfaat setelah dikemukakan dalil-dalil keesaan Allah, maka yang lebih patut mengherankan adalah ucapan mereka yang mendustakan hari kebangkitan pada hari kiamat. Mereka berkata, \"Apabila kami telah menjadi tanah apakah kami benar-benar akan dikembalikan lagi menjadi makhluk yang baru?\"\n\nMereka mengucapkan kata-kata pengingkaran itu padahal mereka tidak mengingkari kekuasaan Allah dalam menciptakan mereka sejak berada dalam kandungan ibunya. Pertanyaan yang mengandung keingkaran itu berulang-ulang disebut dalam sebelas tempat di delapan surah dalam Al-Quran, yaitu Surah ar-Rad/13: 5, al-Isra/17: 49 dan 98, al-Muminun/23: 35 dan 82, an-Nahl/16: 38, as-Sajdah/32: 10, ash-shaffat/37: 16 dan 53, al-Waqiah/56: 47, dan an-Naziat/79: 11. Semuanya mengandung keingkaran yang sangat keras sehingga mengesankan bahwa hari kebangkitan itu mustahil akan terjadi. Menurut mereka tidak mungkin orang yang sudah meninggal dunia dan menjadi tulang-belulang akan hidup kembali. Kemudian Allah menegaskan bahwa orang yang ingkar pada hari kebangkitan itulah yang juga ingkar terhadap Tuhannya. Mengingkari kekuasaan Allah sama halnya dengan mengingkari Allah itu sendiri. Mereka akan dipasangkan belenggu di lehernya sebagai akibat di dunia tidak meyakini kebenaran dan mengikuti petunjuk. Ada pula yang menafsirkan bahwa mereka itu pada hari kiamat ketika diadili dan dipasangkan beberapa belenggu di lehernya seperti seorang tawanan. Firman Allah:\n\nKetika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api. (al-Mumin/40: 71-72)\n\nMereka adalah penghuni neraka yang kekal di dalamnya dan hidup dalam kehinaan sebagai akibat dari keingkaran dan kejahatannya selama hidup di dunia.\n\nAllah swt dengan sifat kemahakuasaan-Nya, mampu menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini, baik yang hidup dan bergerak, maupun yang mati, bahkan dari tidak ada menjadi ada. Oleh karena itu, Allah akan dengan mudah membangkitkan kembali manusia setelah mati. Firman Allah:\n\n... dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh? Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkan-nya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali... (Yasin/36: 78-79)\n\nFirman Allah:\n\nApakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Bahkan), Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna. (al-Qiyamah/75: 3-4)" } } }, { "number": { "inQuran": 1713, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 13, "page": 250, "manzil": 3, "ruku": 205, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062b\u064f\u0644\u064e\u0627\u062a\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa yasta'jiloonaka bis saiyi'ati qablal hasanati wa qad khalat min qablihimul masulaat; wa inna Rabbaka lazoo maghfiratil linnaasi 'alaa zulmihim wa inna Rabbaka lashadeedul 'iqaab" } }, "translation": { "en": "They impatiently urge you to bring about evil before good, while there has already occurred before them similar punishments [to what they demand]. And indeed, your Lord is full of forgiveness for the people despite their wrongdoing, and indeed, your Lord is severe in penalty.", "id": "Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1713", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1713.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1713.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain pertanyaan mereka tentang kebangkitan, permintaan mereka yang aneh juga mengherankan. Dan mereka, yakni kaum kafir Mekah, meminta kepadamu agar dipercepat datangnya siksaan yang akan dijatuhkan bagi mereka, sebelum mereka meminta kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan yang telah dijatuhkan kepada kaum sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman yang mereka lakukan, dan sungguh, Tuhanmu benar-benar sangat keras siksaan-Nya bagi orang-orang yang terus-menerus durhaka dan enggan bertobat.", "long": "Setelah mendustakan Rasul dan mengingkari azab hari kiamat, mereka mengingkari pula azab di dunia yang telah diancamkan oleh Rasulullah kepada mereka. Mereka meminta kepadanya agar siksa yang telah diancamkan kepada mereka disegerakan datangnya. Semestinya mereka memohon kebaikan dan keselamatan dari turunnya azab dan mengharapkan pahala yang dijanjikan oleh Rasulullah di akhirat. Padahal bermacam-macam azab telah ditimpakan Allah kepada umat-umat yang mendustakan para rasul sebelumnya. Di antara mereka ada yang diubah rupa dan sifatnya menjadi seperti kera, ada pula yang dihancurkan dengan gempa bumi, dan sebagainya. Tentang keadaan mereka yang lebih suka menantang turunnya azab daripada meminta kebaikan disebutkan pula dalam firman Allah:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Quran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (al-Anfal/8: 32)\n\nSesungguhnya Allah benar-benar mempunyai ampunan yang luas terhadap dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dan menutupi kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat. Seandainya tidak bersifat Maha Penyantun, tentu Allah akan menyiksa manusia karena kezalimannya. Firman Allah:\n\nDan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini. (Fathir/35: 45)\n\nSesungguhnya siksaan Allah sangat pedih terhadap orang yang mengerja-kan kejahatan dan terus bergelimang dalam kesesatan dan dosa. Ada sebagian azab yang disegerakan turunnya di dunia sebagai akibat dari berbagai dosa, seperti terganggunya kesehatan orang-orang yang biasa minum minuman keras, bangkrutnya orang-orang yang suka berjudi padahal sebelumnya kaya, dan seseorang koruptor yang dicopot dari kedudukannya yang tinggi karena terlibat soal korupsi dan manipulasi. Sering sekali ampunan dari Allah itu disebut berdampingan dengan siksaan agar seorang hamba Allah selalu berada di posisi tengah antara khauf dan raja (ketakutan terhadap azab Allah dan harapan memperoleh ampunan-Nya) seperti dalam firman Allah:\n\nSesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Araf/7: 167)" } } }, { "number": { "inQuran": 1714, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 13, "page": 250, "manzil": 3, "ruku": 205, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0647\u064e\u0627\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa yaqoolul lazeena kafaroo law laaa unzila 'alaihi Aayatum mir Rabbih; innamaaa anta munzirunw wa likulli qawmin haad" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieved say, \"Why has a sign not been sent down to him from his Lord?\" You are only a warner, and for every people is a guide.", "id": "Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1714", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1714.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1714.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak cukup sampai di situ, kaum kafir Mekah juga meminta Nabi Muhammad mendatangkan mukjizat yang kasat mata seperti mukjizat Nabi Musa. Dan orang-orang kafir berkata dengan maksud mengejek Nabi Muhammad dan kaum muslim, \"Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda mukjizat inderawi dari Tuhannya?\" Sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, hanyalah seorang pemberi peringatan, petunjuk, dan bimbingan menuju jalan kebenaran; dan bagi setiap kaum di mana pun berada, selalu ada orang yang memberi petunjuk, baik itu nabi maupun pewarisnya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bagaimana orang-orang kafir berkata kepada Nabi Muhammad dengan nada menantang mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda kebesaran dari Tuhannya seperti tongkat sebagai mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa dan unta kepada Nabi Saleh, serta mengapa Muhammad tidak bisa menjadikan bukit Safa menjadi emas atau mengubah bukit-bukit ini menjadi lembah dengan sungai yang mengalir. Mereka menuntut yang demikian itu karena menyangka bahwa Al-Quran bukan merupakan mukjizat. Allah swt telah menolak tuntutan mereka itu dengan firman-Nya:\n\nDan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. (al-Isra/17: 59)\n\nSunatullah yang berlaku adalah jika tanda-tanda kekuasaan Allah telah diminta, dan setelah tanda-tanda itu diturunkan, namun mereka yang menuntutnya tetap membangkang dan tidak percaya, pasti mereka akan dimusnahkan dengan azab Allah. Allah tidak menghendaki yang demikian itu sehingga tidak menurunkan tanda-tanda mukjizat seperti yang mereka tuntut. Nabi Muhammad saw telah diberi mukjizat yang lain untuk menunjukkan kebenaran risalahnya. Tugas pokok Nabi Muhammad saw hanya sekedar menyampaikan risalahnya seperti tugas nabi-nabi sebelum-nya, bukan memenuhi usul dan permintaan kaumnya agar mereka dapat petunjuk. Urusan memberi petunjuk ke dalam hati seseorang hanya di tangan Allah dan tidak menjadi wewenang Nabi Muhammad, seperti diterangkan dalam firman Allah:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272)\n\nSesungguhnya Nabi Muhammad hanyalah seorang pemberi peringatan. Bagi tiap-tiap umat ada pemimpin yang memberi petunjuk kepada kebaikan. Mereka itu adalah para nabi dan jika mereka telah tiada, maka ahli hikmah, ulama, dan mujtahidin yang melanjutkan tugas nabi untuk menggali dan menjelaskan syariat secara lebih terperinci yang mengandung unsur-unsur akhlak yang baik dan pedoman hidup bagi umat manusia. Firman Allah:\n\nDan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan. (Fathir/35: 24)" } } }, { "number": { "inQuran": 1715, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 13, "page": 250, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u0650\u064a\u0636\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u0650\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Allaahu ya'lamu maa tahmilu kullu unsaa wa maa tagheedul arhaamu wa maa tazdaad, wa kullu shai'in 'indahoo bimiqdaar" } }, "translation": { "en": "Allah knows what every female carries and what the wombs lose [prematurely] or exceed. And everything with Him is by due measure.", "id": "Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1715", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1715.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1715.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai membeberkan bukti-bukti kemahakuasaan-Nya, pada ayat berikut Allah menjelaskan betapa luas ilmu yang dimiliki-Nya. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan berupa janin, baik terkait jenis kelaminnya, berat badan, maupun tinggi badannya kelak semenjak dalam kandungan. Allah juga mengetahui batas usia dan rezeki janin tersebut ketika kelak ia lahir dan tumbuh. Allah pun mengetahui apa yang kurang sempurna dari janin itu dan apa yang bertambah sehingga janin itu tumbuh dan berkembang dalam rahim. Dan segala sesuatu, baik yang ada dalam kandungan maupun tidak, pasti ada ukuran di sisi-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan dalam rahimnya, baik isi kandungan itu berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan, satu atau kembar, dan akan panjang usianya atau pendek, seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. (an-Najm/53: 32)\n\nAllah mengetahui kandungan rahim yang kurang sempurna, dimana bayinya memiliki cacat tubuh. Allah mengetahui kandungan rahim yang kembar dua, tiga, empat, atau lebih, dan yang masa kandungannya sempurna sembilan bulan, kurang dari itu, ataupun lebih. Menurut penelitian beberapa rumah sakit di London, janin tidak dapat hidup dalam kandungan ibunya lebih dari 305 hari, sedangkan menurut penelitian rumah sakit di Berlin tidak lebih dari 308 hari. Bagi tiap-tiap sesuatu telah ada ukurannya di sisi Allah swt, tidak ada kekurangan atau tambahannya, seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nSungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (al-Qamar/54: 49)\n\nAyat di atas memberikan pernyataan mengenai proses embriologi yang terjadi dalam kandungan. Ayat selengkapnya mengenai perubahan yang terjadi dalam proses embriologi manusia dapat dilihat pada Surah Al-Muminun/23: 12-16 yang penggalannya sebagai berikut: Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).¦\n\nDua ayat lain yang membicarakan secara umum mengenai tahapan-tahapan dalam perkembangan manusia. Pertama adalah Surah Nuh/71: 13-14 berikut: Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian). Ayat kedua adalah Surah Fathir/35: 11 yang penggalannya sebagai berikut: Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan)." } } }, { "number": { "inQuran": 1716, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 13, "page": 250, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "'Aalimul Ghaibi wash shahaadatil Kaabeerul Muta'aal" } }, "translation": { "en": "[He is] Knower of the unseen and the witnessed, the Grand, the Exalted.", "id": "(Allah) Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata; Yang Mahabesar, Mahatinggi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1716", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1716.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1716.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui semua yang gaib dan yang nyata; Dia adalah Tuhan Yang Mahabesar, Mahatinggi.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Dialah Tuhan Yang Mengetahui yang gaib, yang tampak, dan yang tidak bisa diketahui oleh pancaindra manusia. Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa ada makhluk yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, karena kecil sekali. Ia baru dapat dilihat dengan mikroskop dan teleskop, seperti bakteri dan virus yang dapat menularkan bermacam-macam penyakit yang sulit sekali untuk diberantas, atau sampai sekarang belum ditemukan obat pembasminya. Bakteri dan virus itu termasuk tentara Allah, yang tidak dapat diketahui berapa jumlahnya melainkan oleh Allah sendiri, seperti diterangkan dalam firman-Nya:" } } }, { "number": { "inQuran": 1717, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 13, "page": 250, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064d \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Sawaaa'um minkum man asarral qawla wa man jahara bihee wa man huwa mustakhfim billaili wa saaribum binnahaar" } }, "translation": { "en": "It is the same [to Him] concerning you whether one conceals [his] speech or one publicizes it and whether one is hidden by night or conspicuous [among others] by day.", "id": "Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1717", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1717.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1717.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata, maka sama saja bagi Allah, siapa di antaramu yang mencoba merahasiakan ucapannya sehingga tidak diketahui orang lain, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan-nya; dan sama mudahnya bagi-Nya untuk tahu siapa di antara kamu yang bersembunyi pada malam hari sehingga tidak diketahui orang lain, dan yang berjalan pada siang hari sehingga disaksikan orang lain.", "long": "Selanjutnya ayat ini menerangkan sifat Maha Mengetahui Allah terhadap seseorang yang merahasiakan ucapannya dan menyimpan dalam hatinya, atau yang berterus terang mengucapkannya. Semua itu sama di hadapan Allah. Tidak ada yang samar atau terselubung bagi-Nya. seperti Firman Allah:\n\nDan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (thaha/20: 7)\n\nBegitu pula Allah mengetahui siapa yang bersembunyi di malam hari dan berjalan menampakkan diri di siang hari. Semua itu tetap berada dalam ruang lingkup pengetahuan-Nya karena Allah Maha Mengetahui segalanya. Firman Allah:\n\nDan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudh). (al-Anam/6: 59)" } } }, { "number": { "inQuran": 1718, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 13, "page": 250, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0639\u064e\u0642\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0641\u064e\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0633\u064f\u0648\u0621\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0627\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Lahoo mu'aqqibaatum mim baini yadaihi wa min khalfihee yahfazoonahoo min amril laah; innal laaha laa yughaiyiru maa biqawmin hattaa yughaiyiroo maa bianfusihim; wa izaaa araadal laahu biqawmin sooo'an falaa maradda lah; wa maa lahum min dooniheeminw waal" } }, "translation": { "en": "For each one are successive [angels] before and behind him who protect him by the decree of Allah. Indeed, Allah will not change the condition of a people until they change what is in themselves. And when Allah intends for a people ill, there is no repelling it. And there is not for them besides Him any patron.", "id": "Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1718", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1718.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1718.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak saja mengetahui sesuatu yang tersembunyi di malam hari dan yang tampak di siang hari, Allah, melalui malaikat-Nya, juga mengawasinya dengan cermat dan teliti. Baginya, yakni bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga dan mengawasi-nya secara bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaga dan mengawasinya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah Yang Mahakuasa tidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, sebelum mereka mengubah keadaan diri menyangkut sikap mental dan pemikiran mereka sendiri. Dan apabila,yakni andai kata,Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum-dan ini adalah hal yang mustahil bagi Allah-maka tak ada kekuatan apa pun yang dapat menolaknya dan tidak ada yang dapat menjadi pelindung bagi mereka selain Dia.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah swt menugaskan kepada beberapa malaikat untuk selalu mengikuti manusia secara bergiliran, di muka dan di belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Ada malaikat yang bertugas menjaga manusia di malam hari, dan ada yang di siang hari, menjaga dari pelbagai bahaya dan kemudaratan. Ada pula malaikat yang mencatat semua amal perbuatan manusia, yang baik atau yang buruk, yaitu malaikat yang berada di sebelah kanan dan kiri. Malaikat yang berada di sebelah kanan mencatat segala kebaikan, dan yang di sebelah kiri mencatat amal keburukan, dan dua malaikat lainnya, yang satu di depan dan satu lagi di belakang. Setiap orang memiliki empat malaikat empat pada siang hari dan empat pada malam hari. Mereka datang secara bergiliran, sebagaimana diterangkan dalam hadis yang sahih:\n\nAda beberapa malaikat yang menjaga kamu secara bergiliran di malam hari dan di siang hari. Mereka bertemu (untuk mengadakan serah terima) pada waktu salat Subuh dan salat Ashar, lalu naiklah malaikat-malaikat yang menjaga di malam hari kepada Allah Taala. Dia bertanya, sedangkan Ia sudah mengetahui apa yang akan ditanyakannya itu, \"Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kamu meninggalkan mereka (di dunia)?\" Malaikat menjawab, \"Kami datang kepada mereka ketika salat dan kami meninggalkan mereka, dan mereka pun sedang salat.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)\n\nApabila manusia mengetahui bahwa di sisinya ada malaikat-malaikat yang mencatat semua amal perbuatan dan mengawasinya, maka dia harus selalu menjaga diri dari perbuatan maksiat karena setiap aktivitasnya akan dilihat oleh malaikat-malaikat itu. Pengawasan malaikat terhadap perbuatan manusia dapat diyakini kebenarannya setelah ilmu pengetahuan menciptakan alat-alat modern yang dapat mencatat semua kejadian yang terjadi pada diri manusia. Sebagai contoh, alat pengukur pemakaian aliran listrik dan air minum di tiap-tiap kota dan desa telah diatur sedemikian rupa sehingga dapat diketahui berapa jumlah yang telah dipergunakan dan berapa yang harus dibayar oleh si pemakai. Demikian pula alat-alat yang dipasang di kendaraan bermotor yang dapat mencatat kecepatannya dan mengukur berapa jarak yang telah ditempuh. \n\nPerkembangan ilmu pengetahuan yang dapat mengungkapkan bermacam-macam perkara gaib, sebagai bukti yang dapat memberi keyakinan kepada kita tentang benarnya teori ketentuan agama. Hal itu juga menjadi sebab untuk meyakinkan orang-orang yang dikuasai oleh doktrin kebendaan, sehingga mereka mengakui adanya hal-hal gaib yang tidak dapat dirasakan dan diketahui hanya dengan panca indera. Oleh karena itu, sungguh tepat orang yang mengatakan bahwa kedudukan agama dan pengetahuan dalam Islam laksana dua anak kembar yang tidak dapat dipisahkan, atau seperti dua orang kawan yang selalu bersama seiring sejalan dan tidak saling berbantahan.\n\nMalaikat-malaikat itu menjaga manusia atas perintah Allah dan seizin-Nya. Mereka menjalankan tugas dengan sempurna. Sebagaimana dalam alam kebendaan ada hubungan erat antara sebab dan akibat, sesuai dengan hikmahnya, seperti adanya pelupuk mata yang dapat melindungi mata dari benda yang mungkin masuk dan bisa merusaknya, demikian pula dalam kerohanian, Allah telah menugaskan beberapa malaikat untuk menjaga manusia dari berbagai kemudaratan dan godaan hawa nafsu dan setan. \n\nAllah swt telah menugaskan para malaikat itu untuk mencatat amal perbuatan manusia meskipun kita tidak tahu bagaimana cara mereka mencatat. Kita mengetahui bahwa sesungguhnya Allah sendiri cukup untuk mengetahuinya, tetapi mengapa Dia masih menugaskan malaikat untuk mencatatnya? Mungkin di dalamnya terkandung hikmah agar manusia lebih tunduk dan berhati-hati dalam bertindak karena kemahatahuan Allah melingkupi mereka. Amal mereka terekam dengan akurat sehingga kelak tidak ada yang merasa dizalimi dalam pengadilan Allah.\n\nAli bin Abi Talib mengatakan bahwa tidak ada seorang hamba pun melainkan ada malaikat yang menjaganya dari kejatuhan tembok, jatuh ke dalam sumur, dimakan binatang buas, tenggelam, atau terbakar. Akan tetapi, bilamana datang kepastian dari Allah atau saat datangnya ajal, mereka membiarkan manusia ditimpa oleh bencana dan sebagainya. \n\nAllah tidak akan mengubah keadaan suatu bangsa dari kenikmatan dan kesejahteraan yang dinikmatinya menjadi binasa dan sengsara, melainkan mereka sendiri yang mengubahnya. Hal tersebut diakibatkan oleh perbuatan aniaya dan saling bermusuhan, serta berbuat kerusakan dan dosa di muka bumi. Hadis Rasulullah saw: \n\nJika manusia melihat seseorang yang zalim dan tidak bertindak terhadapnya, maka mungkin sekali Allah akan menurunkan azab yang mengenai mereka semuanya. (Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Abu Bakar ash-shiddiq)\n\nPernyataan ini diperkuat dengan firman Allah:\n\nDan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. (al-Anfal/8: 25)\n\nKaum muslimin pada fase pertama penyebaran Islam telah mengikuti ajaran-ajaran Al-Quran dengan penuh keyakinan dan kesadaran, sehingga mereka menjadi umat terbaik di antara manusia. Mereka menguasai berbagai kawasan yang makmur pada waktu itu, serta mengalahkan kerajaan Roma dan Persia dengan menjalankan kebijaksanaan dalam pemerintahan yang adil, dan disaksikan oleh musuh-musuhnya. Orang-orang yang teraniaya dibela dalam rangka menegakkan keadilan. Oleh karena itu, agama Islam telah diakui sebagai unsur mutlak dalam pembinaan karakter bangsa dan pembangunan negara.\n\nSetelah generasi mereka berlalu dan diganti dengan generasi yang datang kemudian, ternyata banyak yang melalaikan ajaran agama tentang keadilan dan kebenaran, sehingga keadaan mereka berubah menjadi bangsa yang hina. Padahal sebelum itu, mereka merupakan bangsa yang terhormat, berwibawa, mulia, dan disegani oleh kawan maupun lawan. Mereka menjadi bangsa yang diperbudak oleh kaum penjajah, padahal sebelumnya mereka sebagai penguasa. Mereka menjadi bangsa yang mengekor, padahal dahulunya mereka merupakan bangsa yang memimpin.\n\nIbnu Khaldun dalam Muqaddimah-nya telah mencantumkan sebuah bab dengan judul: Kezaliman dapat Menghancurkan Kemakmuran. Beliau mengemukakan beberapa contoh dalam sejarah sebelum dan sesudah Islam, bahwa kezaliman itu menghancurkan kekuasaan umat Islam dan merendahkan derajatnya, sehingga menjadi rongrongan dari semua bangsa. Umat Islam yang pernah jaya terpuruk beberapa abad lamanya di bawah kekuasaan dan penjajahan orang Barat.\n\nApabila Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum dengan penyakit, kemiskinan, atau bermacam-macam cobaan yang lain sebagai akibat dari perbuatan buruk yang mereka kerjakan, maka tak ada seorang pun yang dapat menolaknya dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1719, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 13, "page": 250, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u0642\u064e \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0645\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u0634\u0650\u0626\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazee yureekumul barqa khawfanw wa tama'anw wa yunshi'us sahaabas siqaal" } }, "translation": { "en": "It is He who shows you lightening, [causing] fear and aspiration, and generates the heavy clouds.", "id": "Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan mendung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1719", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1719.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1719.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan penyebutan tanda-tanda kekuasaan-Nya pada ayatayat yang lalu, beberapa ayat berikut Allah berbicara tentang kilat, halilintar, mendung, dan air hujan. Allah berfirman, \"Dialah Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, yang memperlihatkan kilat kepadamu, yakni seberkas cahaya yang memancar dan menghilang secara cepat, yang kadangkala menimbulkan ketakutan pada diri kamu, dan kadangkala menimbulkan harapan yang menggembirakan”yakni pertanda segera turun hujan. Dan Dia pula yang menjadikan mendung yang akan menurunkan hujan.", "long": "Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat, yang menimbulkan ketakutan disambar petir bagi orang-orang yang sedang berada di alam bebas atau bepergian. Tetapi kadangkala kilat dan petir itu menimbulkan harapan bagi orang lain seperti para petani yang mengharapkan turunnya hujan untuk mengairi sawah dan ladangnya. Demikian pula segala sesuatu di dunia ini, kadang-kadang dipandang baik karena dibutuhkan pada masa-masa tertentu, dan kadangkala dipandang buruk mengingat kemudaratan yang mungkin ditimbulkannya. Allah pula yang mengadakan awan mendung yang mengandung air hujan dan karena beratnya, maka awan tersebut tercurah ke permukaan bumi turun menjadi hujan.\n\nMenurut kajian saintis, terbentuknya awan-awan mendung (thunder-clouds), kilat, guruh, dan halilintar, sebagaimana diungkapkan dalam Al-Quran, sejak awal diyakini oleh banyak ilmuwan merupakan fenomena alam yang mempunyai hubungan yang erat dengan proses kejadian hujan dan atau badai yang sering terjadi di permukaan bumi. Fenomena ini adalah salah satu tanda kekuasaan dan keperkasaan Allah.\n\nMemang tidak semua jenis awan bisa mendatangkan hujan. Awan yang dapat menyebabkan turunnya hujan adalah awan dari jenis kumulonimbus (cumulonimbus). Menurut saintis, awan yang terbentuk akan menghasilkan pemisah muatan (listrik) positif dan negatif. Muatan positif umumnya berkumpul di bagian atas awan, sedangkan muatan negatif berkumpul di bagian bawah awan. Muatan tersebut akan mengalir melalui berbagai cara seperti antar kantong muatan di awan, dari awan ke bumi, lepas melalui udara sebagai aliran muatan elektrostatik, dan meloncat ke ionosfer. Lompatan bunga api raksasa ini dikenal sebagai petir, kilat, atau halilintar. Sebagai akibatnya udara terbelah, sambarannya yang memiliki kecepatan mencapai 150.000 km/detik akan menimbulkan bunyi menggele-gar yang biasa kita sebut geluduk, geledek, guruh, guntur, dan lain-lain. Suara geledek ini menciutkan hati manusia yang mendengarnya dan dampaknya kerap bisa mematikan manusia. Inilah yang dimaksud dengan \"kilat yang menakutkan\".\n\nBenjamin Franklin (1752) berhasil membuktikan bahwa petir adalah suatu lompatan listrik (electric discharge) yang sangat besar. Dari hasil penelitian kemudian diketahui bahwa besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per meter. \n\nDalam kondisi tertentu, bumi yang cenderung menjadi peredam listrik statis, bisa pula ikut berinteraksi. Hal ini dimungkinkan terjadi peng-konsentrasian listrik bermuatan positif karena adanya beda muatan antara dasar awan dengan permukaan bumi. Yang terjadi kemudian adalah perpindahan muatan listrik. Maka secara fisik kita akan melihat sambaran petir dengan muatan listrik yang begitu besar, selanjutnya akan segera menyebar ke bagian permukaan bumi yang kemudian menjalar ke dalam tanah dan akhirnya ternetralisasi pada kedalaman yang mengandung air tanah. Tempat terjadinya perpindahan muatan listrik ini yang sering kali mendatangkan musibah dan kerusakan. Ini yang biasa dikenal dengan istilah disambar petir atau geledek.\n\nDari sisi pengamatan lainnya diketahui bahwa petir mempunyai manfaat bagi bumi dan manusia. Petir merupakan proses alam yang menghasilkan unsur nitrogen yang dibutuhkan tumbuh-tumbuhan dan mengisi sekitar 4/5 atmosfir bumi, bahkan petir juga berfungsi dalam sirkuit global listrik. Kilatan petir raksasa diyakini akan dapat membantu menyeimbangkan sirkuit global listrik antara bumi dan angkasa dan juga berkonsentrasi dalam pembentukan ozon. Selain itu maka kilat yang berkilauan itu bisa menghasilkan jamur. Menurut penelitian di Jepan, jamur shiitake bisa tumbuh subur bila di sekitar benih yang ditaburkan itu diberi loncatan listrik, yang sama dengan efek kilat. Hal ini berdasarkan pengalaman bahwa setelah kemarin sorenya ada kilat, besoknya di sekitarnya tumbuh banyak sekali jamur. Selain itu panjang (kekuatan) kilat bisa meramalkan curah hujan yang bakal turun keesokan harinya. Demikian penjelasan dari pandangan saintis." } } }, { "number": { "inQuran": 1720, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 13, "page": 250, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u064a\u0641\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u0642\u064e \u0641\u064e\u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u062d\u064e\u0627\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Wa yusabbihur ra'du bihamdihee walmalaaa'ikatu min kheefatihee wa yursilus sawaa'iqa fa yuseebu bihaa mai yashaaa'u wa hum yujaadiloona fil laahi wa Huwa shadeedul mihaal" } }, "translation": { "en": "And the thunder exalts [Allah] with praise of Him - and the angels [as well] from fear of Him - and He sends thunderbolts and strikes therewith whom He wills while they dispute about Allah; and He is severe in assault.", "id": "Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1720", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1720.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1720.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lazimnya, sambaran kilat akan diiringi oleh guruh. Dan guruh senantiasa bertasbih kepada Allah dengan memuji-Nya, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar yang kadangkala membakar apa yang ditemuinya, lalu Allah menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki melalui hukum sebab akibat yang telah diletakkan Allah di alam semesta. Sementara itu, walaupun bukti-bukti kekuasaan Allah tampak begitu nyata, namun mereka (orang-orang kafir) masih berbantah-bantahan dengan engkau, wahai Nabi Muhammad, tentang Allah. Dan Dia-lah Tuhan Yang Mahakeras siksaan-Nya.", "long": "Suara menggelegar yang dikeluarkan oleh petir akibat terjadinya lompatan listrik yang sangat besar menurut Al-Quran adalah bacaan tasbihnya dalam memuji Allah. Ini merupakan tanda ketundukannya kepada Allah, menyucikan-Nya dari persekutuan dan pengungkapan kelemahan dirinya dibandingkan kekuasaan Penciptanya Yang Mahaluhur dan Maha Agung. Tiap-tiap benda yang bersuara maka suaranya itu berarti tasbih, hanya saja manusia tidak mengerti bahasanya:\n\nDan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. (al-Isra/17: 44)\n\nApabila kita mendengar suara guntur dan halilintar, maka disunatkan untuk membaca doa, sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasai dari Ibnu Umar, bahwa Nabi Muhammad saw bila mendengar suara guntur dan halilintar beliau membaca:\n\nYa Allah, janganlah Engkau membunuh kami dengan kemurkaan-Mu, janganlah Engkau membinasakan kami dengan azab-Mu, dan berilah kesehatan kepada kami sebelum itu.\n\nIbnu Mardawaih meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah sebagai berikut:\n\nBahwa Rasulullah saw bila ada tiupan angin yang keras, atau mendengar suara guruh, warna mukanya berubah, lalu beliau berkata untuk guruh itu, \"Mahasuci Zat, yang guruh bertasbih kepada-Nya.\" Dan kepada angin beliau berkata, \"Ya Allah jadikanlah angin itu sebagai rahmat dan jangan jadikan sebagai azab.\"\n\nDemikian pula para malaikat bertasbih karena takut kepada Allah dan memuji kepada-Nya. Allah melepaskan halilintar, lalu mengenai siapa yang Dia kehendaki dan membinasakannya. Namun demikian, mereka tetap berbantah-bantahan tentang sifat-sifat Allah yang telah diterangkan oleh rasul-Nya, seperti: ilmu-Nya yang sempurna, kekuasaan, keesaan, dan ketentuan-Nya menghidupkan manusia kembali di hari kiamat untuk menghisab mereka pada hari pengadilan dan pembalasan. \n\nPada ayat ini, Allah swt menyuruh Nabi supaya bersikap sabar atas keingkaran orang-orang musyrik yang menuntutnya untuk mendatangkan mukjizat seperti tongkat Musa, mukjizat Isa, dan lain-lain. Padahal, Al-Quran sendiri adalah mukjizat terbesar dan kekal sepanjang masa, tidak dapat ditiru oleh siapapun juga. Allah menyuruh Nabi bersabar karena mereka itu sudah melampaui batas sampai mengingkari ketuhanan Allah dan Keesaan-Nya, mengadakan berbagai sekutu bagi-Nya, mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, dan mengingkari adanya hari kebangkitan dan pembalasan. Dengan cara demikian, Allah swt menenteramkan hati Nabi supaya jangan larut dalam kesedihan dalam menghadapi semua tantangan itu, dan menyatakan bahwa Dialah Tuhan Yang Mahakeras (siksa-Nya), seperti tercantum dalam firman-Nya:\n\nDan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat. (Hud/11: 102)" } } }, { "number": { "inQuran": 1721, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 13, "page": 251, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0628\u064e\u0627\u0633\u0650\u0637\u0650 \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e \u0641\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Lahoo da'watul haqq; wallazeena yad'oona min doonihee laa yastajeeboona lahum bishai'in illaa kabaasiti kaffaihi ilal maaa'i liyablugha faahu wa maa huwa bibaalighih; wa maa du'aaa'ul aafireena illaa fee dalaal" } }, "translation": { "en": "To Him [alone] is the supplication of truth. And those they call upon besides Him do not respond to them with a thing, except as one who stretches his hands toward water [from afar, calling it] to reach his mouth, but it will not reach it [thus]. And the supplication of the disbelievers is not but in error [i.e. futility].", "id": "Hanya kepada Allah doa yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1721", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1721.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1721.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Mahakuasa dalam menciptakan dan mengatur alam semesta. Keluasan ilmu Allah juga tak terbatas. Karena itu, hanya kepada-Nyalah seharusnya manusia memanjatkan doa. Hanya kepada Allah doa yang benar untuk dimohonkan. Berhala-berhala yang mereka (kaum kafir) sembah dan agungkan selain Allah tidak akan dapat mengabulkan permintaan apa pun bagi mereka. Keadaan mereka yang memohon kepada berhala tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air di dalam sumur agar air itu dapat diciduknya untuk dia arahkan sampai ke mulutnya. Padahal telapak tangannya yang terbuka itu tidak sampai ke kedalaman air sumur itu, sehingga air tersebut tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah doa yang sia-sia belaka.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa hanya Allah yang memiliki wewenang untuk mengabulkan doa yang benar. Ada pula yang menafsirkan: hanya kepada Allah saja seruan yang benar tentang ketauhidan, kemurnian, dan keikhlasan dalam ibadah. Berhala-berhala yang disembah kaum musyrik tidak dapat mengabulkan permintaan mereka sedikit pun. Meminta sesuatu kepada berhala ibarat orang yang ingin minum, tetapi hanya dengan membuka kedua telapak tangannya ke dalam air. Ia berharap supaya air itu naik sendiri ke dalam mulutnya. Padahal air itu tentu tidak akan mungkin masuk dengan sendirinya ke dalam mulutnya tanpa ditampung dulu dengan kedua telapak tangan. Demikian pula berhala-berhala yang mereka sembah, jangankan memenuhi permintaan penyembahnya, ditanya saja mereka tidak dapat menjawab. Doa dan ibadah orang-orang kafir kepada berhala hanya sia-sia belaka. Bila mereka berdoa kepada Allah, doanya tidak dikabulkan karena mereka tidak meyakini kekuasaan-Nya. Jika mereka berdoa kepada berhala-berhala, sedikit pun mereka tidak bisa mendengar apalagi mengabulkan permintaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1722, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 13, "page": 251, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0637\u064e\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0638\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u0635\u064e\u0627\u0644\u0650 \u06e9", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi yasjudu man fis samaawaati wal ardi taw 'anw wa karhanw wa zilaaluhum bilghuduwwi wal aasaal" } }, "translation": { "en": "And to Allah prostrates whoever is within the heavens and the earth, willingly or by compulsion, and their shadows [as well] in the mornings and the afternoons.", "id": "Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1722", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1722.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1722.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya kepada Allah-lah manusia pantas memanjatkan doa. Karena itu, hanya kepada Dia pula seharusnya makhluk bersujud dan merendahkan diri. Dan semua makhluk sujud kepada Allah, baik makhluk yang ada di langit maupun makhluk yang ada di bumi, baik dengan sadar dan kemauan sendiri, maupun dengan cara terpaksa; dan bersujud pula bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa hanya kepada Allah semua malaikat, jin, dan manusia yang beriman tunduk, sujud, dan patuh, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, yang berada di langit dan di bumi, rela dan ikhlas dengan kemauan sendiri. Sedangkan orang-orang kafir hanya tunduk dan patuh apabila dalam keadaan darurat atau terdesak, seperti dalam firman Allah:\n\nDan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. (al-Isra/17: 67)\n\nMaka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah). (al-Ankabut/29: 65)\n\nAllah menjelaskan bahwa bukan hanya tubuh-tubuh mereka saja yang tunduk, sujud, dan patuh kepada Allah, tetapi sujud pula bayang-bayang mereka di waktu pagi dan petang. Setiap benda yang kena sinar matahari terutama di waktu pagi dan petang tentu kelihatan bayang-bayangnya memendek atau memanjang. Semua benda dan bayang-bayangnya tunduk kepada Allah, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa. Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Mahasempurna." } } }, { "number": { "inQuran": 1723, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 13, "page": 251, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u064f \u06d7 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wul mar Rabbus samaawaati wal ard; qulillaah; qul afattakhaztum min dooniheee awliyaaa'a laa yamlikoona li anfusihim naf'anw wa laa darraa; qul hal yastawil a'maa wal baseeru am hal tastawiz zulumaatu wannoor; am ja'aloo lillaahi shurakaaa'a khalaqoo kakhalqihee fatashaa bahal khalqu 'alaihim; qulil laahu Khaaliqu kulli shai'inw wa Huwal Waahidul Qahhar" } }, "translation": { "en": "Say, \"Who is Lord of the heavens and earth?\" Say, \"Allah.\" Say, \"Have you then taken besides Him allies not possessing [even] for themselves any benefit or any harm?\" Say, \"Is the blind equivalent to the seeing? Or is darkness equivalent to light? Or have they attributed to Allah partners who created like His creation so that the creation [of each] seemed similar to them?\" Say, \"Allah is the Creator of all things, and He is the One, the Prevailing.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.” Katakanlah, “Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?” Katakanlah, “Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Mahaperkasa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1723", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1723.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1723.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu telah membuktikan betapa Allah Mahakuasa, Maha Mengetahui, dan Mahaperkasa. Melalui ayat berikut Allah lalu meminta Nabi Muhammad mengajukan pertanyaan kepada orang-orang kafir. Katakanlah, \"Siapakah Tuhan pemilik langit dan bumi?\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Allah\". Katakanlah lagi kepada mereka, \"Pantaskah kamu, wahai penduduk Mekah, mengambil berhala sebagai pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?\" Katakanlah, wahai Nabi, \"Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah keadaan yang gelap gulita dengan keadaan yang terang benderang? Apakah mereka, yakni orang yang menyekutukan Allah, menjadikan pula sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya, sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?\" Katakanlah, \"Allah adalah Pencipta segala sesuatu, tidak akan pernah ada yang wujud kecuali Dia ciptakan, dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Mahaperkasa.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi diminta oleh Allah swt untuk menanyakan kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, \"Siapakah pencipta alam semesta yang keindahannya sangat mengagumkan manusia?\" Kemudian Nabi sendiri diminta untuk menjawab pertanyaan itu dan mengatakan kepada mereka, \"Dialah Allah yang menciptakan semuanya, mengatur, dan memeliharanya secara tertib dan sempurna.\" Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya menjawab pertanyaan itu karena bunyi jawaban itu akan sama dengan yang diucapkan oleh orang-orang musyrik sendiri. Mereka tidak akan mengingkari bahwa penciptanya adalah Allah sendiri, seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan jika engkau bertanya kepada mereka, \"Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?\" Pasti mereka akan menjawab, \"Allah.\" Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran). (al-Ankabut/29: 61)\n\nJika memang Allah pencipta alam semesta, maka patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat memberi kemanfaatan atau menolak kemudaratan. Mengapa mereka tetap menjadikan benda-benda mati itu menjadi pelindung? Mengapa akal pikiran mereka tidak digunakan untuk menentukan pilihan yang benar? Padahal benda-benda tersebut tidak mempunyai kemampuan apa-apa meskipun hanya menciptakan seekor lalat. Firman Allah:\n\nSesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. (al-hajj/22: 73)\n\nKemudian dalam rangka membuka tabir kepicikan akal mereka, sehingga tidak dapat membandingkan antara yang baik dan yang buruk, Nabi saw diperintahkan untuk mengatakan kepada mereka adakah sama orang buta yang sama sekali tidak dapat melihat dengan orang yang matanya sehat, dapat melihat semua benda di hadapannya dengan terang dan jelas? Tentu saja jawabannya adalah tidak sama. Jika ditanyakan pula kepada mereka apakah sama gelap gulita dengan terang benderang? Tentu jawabannya juga tidak sama. Dengan demikian, akhirnya dapat disimpulkan bahwa Allah Yang Maha Esa dan Sempurna dalam segala-galanya tidak bisa disamakan dengan berhala, benda mati yang sama sekali tidak dapat memberi manfaat dan menolak kemudaratan. Demikian pula kekafiran seseorang kepada Allah dan rasul-Nya tidak sama dengan cahaya keimanan seorang mukmin yang memancar dari wajah dan hatinya. Pertanyaan selanjutnya, apakah berhala-berhala yang mereka sembah itu dapat menciptakan makhluk seperti ciptaan Allah, sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka, dan sukar dibedakan mana ciptaan berhala dan mana ciptaan Allah?\n\nJika Allah bisa disamakan dengan berhala dalam penciptaan maka ada alasan bagi mereka untuk menyekutukan-Nya. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Berhala-berhala itu adalah benda mati, jangankan dapat disamakan ciptaannya dengan ciptaan Allah, wujudnya saja ada karena diukir oleh tangan manusia. Mereka tidak dapat menjawab jika ditanya dan tidak dapat memberi kemanfaatan dan kemudaratan sedikit pun kepada penyembahnya. Sesajen yang dihidangkan di hadapannya jika dicuri oleh lalat, mereka sama sekali tidak dapat mengambilnya kembali. Bahkan jika penyembah-penyembahnya sedang lengah, seekor serigala pun dapat mengencingi kepalanya.\n\nAllah adalah Pencipta segala sesuatu, termasuk pula Pencipta berhala-berhala, dan Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Mengapa kamu menyembah kepada selain-Nya, yang sama sekali tidak memberi manfaat dan kemudaratan?" } } }, { "number": { "inQuran": 1724, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 13, "page": 251, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064f \u0632\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u062d\u0650\u0644\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064d \u0632\u064e\u0628\u064e\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064e \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0628\u064e\u062f\u064f \u0641\u064e\u064a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f \u062c\u064f\u0641\u064e\u0627\u0621\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u062b\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Anzala minas samaaa'i maaa'an fasaalat awdiyatum biqadarihaa fahtamalas sailu zabadar raabiyaa; wa mimmmaa yooqidoona 'alaihi fin naarib tighaaa'a bilyatin aw mataa'in zabadum misluh; kazaalika yadribul laahul haqqa wal baatil; fa ammaz zabadu fa yazhabu jufaaa'aa; wa ammaa maa yanfa'un naasa fa yamkusu fil ard; kazaalika yadribul laahul amsaal" } }, "translation": { "en": "He sends down from the sky, rain, and valleys flow according to their capacity, and the torrent carries a rising foam. And from that [ore] which they heat in the fire, desiring adornments and utensils, is a foam like it. Thus Allah presents [the example of] truth and falsehood. As for the foam, it vanishes, [being] cast off; but as for that which benefits the people, it remains on the earth. Thus does Allah present examples.", "id": "Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1724", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1724.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1724.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut merinci kekuasaan Allah yang tidak dimiliki oleh berhala sesembahan orang-orang musyrik Mekah. Allah telah menurunkan dalam bentuk curahan air hujan dari langit, maka mengalirlah ia, yakni air hujan yang dicurahkan itu, di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat yang beraneka ragam, ada pula buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang mana yang benar dan mana yang batil. Adapun buih, lambang dari kebatilan, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi kebenaran adalah sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, dan manfaat itu akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang mau berpikir.", "long": "Allah menurunkan air hujan dari langit yang mengandung awan, lalu mengalirkan air hujan itu ke berbagai lembah yang lebar dan yang sempit sesuai dengan ukurannya. Kajian saintis menjelaskan bahwa lembah-lembah umumnya terbentuk oleh gerusan air. Air pertama-tama menggerus bagian-bagian batuan yang paling lunak dan kemudian membentuk aliran sungai. Alur aliran sungai ini lambat laun membesar membentuk lembah-lembah sungai. Ukuran lembah-lembah sungai umumnya selain dipengaruhi oleh besarnya aliran air yang juga ditentukan oleh besarnya curah hujan, kekerasan batuan dan umur batuan. Dalam bidang geomorfologi dikenal besaran kerapatan sungai, yaitu jumlah panjang sungai yang terdapat pada satu luasan daerah dengan satuan km/km2. Besarnya kerapatan sungai umumnya menggambarkan besarnya curah hujan di daerah tersebut. \n\nArus air itu akan menimbulkan banyak buih di permukaannya yang merupakan gumpalan buih yang ikut bergerak dengan arus air, sehingga bila ada angin kencang yang bertiup, maka buih itu akan segera lenyap dari pandangan mata. Menurut kajian saintifik, buih adalah zat mengambang di atas air yang mengandung banyak udara. Terjadinya buih merupakan bagian dari proses pemurnian air yang terjadi secara alami dalam pengalirannya (dikenal dengan istilah self purification). Pemurnian ini terjadi karena adanya pencampuran dengan udara yang melarut ke dalam air terutama oksigen. Dengan adanya oksidasi, pengotor (umumya senyawa organik) yang terlarut di dalam air mengurai dan bagian yang ringan mengapung di atas permukaan air, sedangkan bagian yang berat akan tenggelam dan mengendap. Inilah perumpamaan yang pertama yang dikemukakan oleh Allah swt tentang kebenaran dan kebatilan serta tentang keimanan dan kekafiran.\n\nBuih juga bisa terbentuk dalam proses pemurnian logam dengan pemanasan. Bijih logam di alam umumnya ditemukan dalam bahan padat yang tidak murni. Pada proses peleburan, bijih mencair, dan logam-logam yang berat akan tenggelam sedangkan bagian yang kurang bermanfaat atau yang dapat merusak mutu hasil biasanya berupa buih dan akan mengapung ke permukaan bersama udara yang terkandung di dalamnya. Logam tersebut dibuat untuk perhiasan dan alat-alat keperluan rumah tangga, pertanian, pertukangan, dan perindustrian. Inilah perumpamaan yang kedua. \n\nDemikianlah Allah membuat perumpamaan bagi yang benar dan yang batil. Kebenaran dan kebatilan itu bila bercampur, seperti arus air yang bercampur dengan buih, atau seperti logam yang dibakar yang sama-sama juga mengeluarkan buih berupa kotoran karat yang semula melekat pada logam itu, kemudian terpisah karena pengaruh api yang membakarnya. Maka sebagaimana buih yang berada di atas arus air akan lenyap setelah ada tiupan angin, dan buih yang berada di atas logam yang sedang dibakar akan hilang pula karena api, demikian pula perkara yang batil akan hilang musnah bilamana datang hak dan kebenaran yang jelas. \n\nBuih itu akan hilang tersangkut di pinggir lembah dan pohon atau ditiup angin. Demikian pula kotoran atau karat yang semula melekat pada logam akan habis terbakar. Yang tinggal hanya yang memberi manfaat saja kepada manusia, yaitu air, yang dapat diminum, digunakan untuk mengairi tanaman yang bermanfaat bagi manusia dan binatang, emas yang digunakan untuk perhiasan, dan logam-logam lainnya untuk alat rumah tangga, pertanian, dan sebagainya.\n\nDari kedua perumpamaan itu dapat diambil pengertian bahwa Allah swt telah menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw kemudian disampaikan ke dalam hati manusia yang masing-masing tidak sama potensi dan persiapannya untuk menerima. Masing-masing mempunyai keterbatasan dalam hal bacaan, pengertian, hafalan, dan pengamalannya. Ayat Al-Quran menjadi unsur kehidupan kerohanian dan kebahagiaan hidup sebagaimana air menjadi sebab hidup semua makhluk.\n\nDi antara tanah yang ditimpa hujan itu ada yang tandus, tidak dapat menumbuhkan tanam-tanaman, hanya sekedar menyimpan air saja, yang dapat dijadikan sumber penampungan air jernih. Ada pula tanah yang subur yang setelah disiram dengan air hujan dapat menghasilkan bermacam-macam hasil bumi. Itulah air yang bermanfaat bagi manusia dan binatang-binatang. Di antara logam yang dilebur dalam api seperti emas, perak, tembaga, perunggu, dan timah, ada yang dijadikan alat rumah tangga, pertukangan, perindustrian dan sebagainya. Orang mukmin diumpamakan seperti air dan logam yang bermanfaat bagi manusia dan binatang. Buih yang semula bercampur kemudian lenyap karena tiupan angin atau habis dibakar oleh api, adalah perumpamaan bagi kekafiran dan kebatilan yang akhirnya hancur bila berhadapan dengan hak dan kebenaran, firman Allah:\n\nDan katakanlah, \"Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.\" Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (al-Isra/17: 81)\n\nDemikianlah Allah membuat perumpamaan yang indah yang dapat menjelaskan kepada manusia apa yang masih dipandang sulit oleh mereka tentang masalah-masalah agamanya, agar jelas perbedaan antara yang hak dan yang batil, antara keimanan dan kekafiran, sehingga mereka dapat menempuh jalan petunjuk kepada kebahagiaan dan menghindari jalan yang dimurkai Allah dan menyesatkan.\n\nDengan memperhatikan perumpamaan-perumpamaan yang tepat dan baik itu niscaya umat Islam akan menjadi umat terbaik yang dikeluarkan di muka bumi untuk jadi teladan bagi umat yang lain. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis dari Abu Musa Al-Asyari:\n\nSesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutus diriku, adalah seperti air hujan yang menimpa bumi. Di antaranya ada sebagian bumi yang menerima air itu, lalu menumbuhkan rumput dan tanam-tanaman. Ada pula tanah yang tandus, hanya menyimpan air saja, lalu Allah memberikan manfaat air itu kepada manusia. Maka ada yang meminumnya dan mempergunakannya untuk mengairi kebun-kebun tanamannya dan ladang-ladangnya. Ada pula sebagian tanah yang keras, tidak dapat menyimpan dan menyerap air, sehingga tidak menumbuhkan tanaman apa-apa. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan Allah memberikan manfaat kepadanya dalam ajaran agama yang Allah mengutusku untuk menyampaikannya kepada manusia, sehingga ia mengetahui dan mengajarkannya (kepada orang lain), dan perumpamaan orang yang sama sekali tidak memperhatikan dan tidak menerima petunjuk Allah yang mengutusku untuk menyampaikannya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDiriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah: \n\nPerumpamaanku denganmu seperti orang menyalakan api, ketika api menerangi tempat sekelilingnya, mulailah kupu-kupu dan serangga yang mendatangi berjatuhan ke dalam api, dan orang itu menghalangi, namun dikalahkan oleh serangga-serangga lalu masuklah serangga-serangga itu ke dalam api. Itulah perumpamaanku denganmu. Aku menghalangimu dari api, jauhilah api itu, namun kamu mengalahkanku dan menerobos masuk ke dalamnya. (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, dan Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 1725, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 13, "page": 251, "manzil": 3, "ruku": 206, "hizbQuarter": 100, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Lillazeenas tajaaboo lirabbihimul husnaa; wallazeena lam yastajeeboo lahoo law anna lahum maa fil ardi jamee'anw wa mislahoo ma'ahoo laftadaw bih; ulaaa'ika lahum sooo'ul hisaab; wa maawaahum Jahannamu wa bi'sal mihaad" } }, "translation": { "en": "For those who have responded to their Lord is the best [reward], but those who did not respond to Him - if they had all that is in the earth entirely and the like of it with it, they would [attempt to] ransom themselves thereby. Those will have the worst account, and their refuge is Hell, and wretched is the resting place.", "id": "Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan, mereka (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1725", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1725.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1725.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyebut perumpamaan-perumpaan itu agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir. Melalui berpikir dan merenung, manusia akan menemukan kebenaran. Bagi orang-orang yang mau berpikir jernih dan memenuhi seruan Tuhan, maka bagi mereka disediakan balasan yang terbaik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya dan enggan menerima kebenaran dari Allah maka mereka akan menemui kesulitan dan kesengsaraan. Oleh sebab itu, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan ditambah pula kekayaan sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu jauh dari rahmat Allah dan akan mendapat hisab yang buruk di hari Kiamat sebagai akibat dari keburukan yang mereka lakukan. Dan tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.", "long": "Bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, mengikuti semua perintah-Nya, dan membenarkan apa yang diturunkan oleh Allah kepada rasul-Nya, disediakan pembalasan yang baik, yang bersih dari segala penderitaan dan kesusahan dan kekal selama-lamanya. Sesuai dengan firman Allah:\n\nBagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). (Yunus/10: 26)\n\nDan firman-Nya:\n\nAdapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah. (al-Kahf/18: 88)\n\nBagi mereka yang tidak memenuhi seruan Allah, tidak menaati-Nya, tidak mengikuti perintah-Nya dan tidak mencegah diri dari larangan-Nya, ada bermacam-macam perlakuan dan azab, di antaranya:\n\n1.Ketika menghadapi azab yang sangat pedih, niscaya mereka melepaskan seluruh kekayaan itu untuk menebus dirinya dari azab Allah. Sebab yang paling dicintai oleh setiap orang adalah dirinya sendiri. Apabila dirinya terancam bahaya, maka seluruh kekayaannya akan dijadikan sandera atau tebusan, demi untuk keselamatan dirinya.\n\n2.Mereka akan diperiksa secara rinci dan diteliti semua amal perbuatannya sampai sekecil-kecilnya. Tersebut dalam sebuah hadis: Barang siapa yang dihisab secara rinci pasti kena azab.\n\n3.Tempat kediaman mereka ialah Jahanam, dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman dan tempat kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 1726, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 207, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Afamai ya'lamu annamaaa unzila ilaika mir Rabbikal haqqu kaman huwa a'maa; innamaa yatazakkaru ulul albaab" } }, "translation": { "en": "Then is he who knows that what has been revealed to you from your Lord is the truth like one who is blind? They will only be reminded who are people of understanding -", "id": "Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1726", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1726.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1726.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan balasan bagi manusia yang memenuhi dan yang abai atas seruan-seruan-Nya, Allah lalu membandingkan antara orang yang mengetahui kebenaran dengan yang tidak. Bila dibandingkan, maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa (Al-Qur'an) yang diturunkan Tuhan kepadamu itu adalah kebenaran, lalu dia beriman kepadanya, sama dengan orang yang buta mata hatinya dan enggan beriman kepadanya? Tentu tidak sama. Hanya orang berakal saja-yang biasa Al-Qur'an sebut dengan Ulul Albab-yang dapat memahami perbandingan tersebut dan mengambil pelajaran darinya.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa tidak sama orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepada Muhammad adalah sesuatu yang nyata benarnya dan datang dari Allah dibandingkan dengan orang buta yang tidak memahami dan mempercayainya. Firman Allah:\n\nDan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Quran) dengan benar dan adil. (al-Anam/6: 115)\n\nMenurut Ibnu Abbas, ayat ini turun berkaitan dengan dua orang, yang seorang mukmin dan yang lainnya kafir, yaitu Hamzah dan Abu Jahal. Apakah (Hamzah) yang percaya dan mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw itu benar, tanpa keraguan lagi, sama dengan (Abu Jahal) yang buta hatinya, dan sama sekali tidak mendapat petunjuk kepada kebaikan? Tentu tidak sama. Hanya orang-orang yang sehat pikirannya saja yang dapat menyadari hal seperti ini, dan yang dapat mengambil manfaat dari perumpamaan-perumpamaan yang dikemukakan Allah swt dalam kitab suci-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1727, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 207, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0648\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0642\u064f\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yoofoona bi'ahdil laahi wa laa yanqu doonal meesaaq" } }, "translation": { "en": "Those who fulfill the covenant of Allah and do not break the contract,", "id": "(yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1727", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1727.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1727.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ulul Albab yaitu orang yang senantiasa memenuhi janji dengan sesama manusia yang dikukuhkan dengan nama Allah dan tidak melanggar perjanjian tersebut,", "long": "Allah swt menyifati ulul albab dari kalangan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah suatu kebenaran yang berlaku, sebagai berikut:\n\na. Sifat pertama: bahwa orang-orang tersebut senantiasa memenuhi janji Allah, dan tidak mau mengingkari perjanjian itu. Yang dimaksud dengan \"janji Allah\" di sini ialah janji-janji yang telah mereka ikrarkan atas diri mereka, baik mengenai hubungan mereka dengan Allah, maupun hubungan mereka dengan orang lain. Fitrah mereka yang suci, dan hati mereka yang murni mengakui adanya perjanjian itu dan wahyu Allah pun mengharuskan adanya perjanjian tersebut.\n\nMereka tidak mau mengingkari atau pun memungkiri perjanjian yang telah mereka kukuhkan, karena mereka sangat menjauhi sifat-sifat kemunafikan. \n\nBetapa pentingnya sifat memenuhi janji ini, oleh Qatadah telah disebutkan bahwa dalam Al-Quran, Allah swt telah menyebutnya sebanyak lebih dua puluh kali.\n\nb.Sifat kedua: mereka memelihara semua perintah Allah dan tidak melanggarnya, baik hak-hak Allah maupun hak-hak hamba-Nya, termasuk memelihara silaturrahim.\n\nHubungan antara sesama manusia ialah menjalin hubungan tolong-menolong, menjalin cinta dan kasih-sayang, sebagaimana disebutkan dalam hadis:\n\nDari Abi Hurairah r.a. bahwasanya ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, \"Barang siapa senang dilapangkan rezekinya dan selalu disebut-sebut kebaikannya, maka hendaklah pelihara hubungan silaturrahim.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).\n\nDan hadis Nabi saw:\n\nDari Ibnu Abbas ia berkata, \"Bersabda Rasulullah saw, \"Sesungguh-nya kebajikan dan menghubungkan silaturrahim itu, kedua-duanya benar-benar meringankan hisab yang buruk di hari kiamat.\" Kemudian Rasulullah saw membaca ayat ini.\" (Riwayat al-Khatib dan Ibnu Asakir)\n\nc. Sifat ketiga: mereka benar-benar takut kepada Allah swt. Sifat takut kepada Allah adalah perasaan takut yang dilandasi dengan rasa hormat yang mendorong orang untuk taat kepada-Nya. Sifat ini dimiliki oleh para ulama, dan ciri dari orang-orang \"muqarrabin\". Dalam hubungan ini Allah swt telah berfirman:\n\nDi antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. (Fathir/35: 28)\n\nd. Sifat keempat: mereka senantiasa takut kepada hisab yang sifatnya merugikan mereka pada hari kiamat, yaitu hasil yang buruk dari amalan mereka di hari kiamat, karena banyaknya kejahatan yang dilakukannya selagi hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, mereka senantiasa mawas diri, sebelum dihisab amalannya di akhirat kelak. Mereka selalu membandingkan antara amal-amal mereka yang baik dengan yang buruk, selalu berusaha agar amal yang baik lebih banyak dari perbuatan yang buruk, agar neraca kebajikan mereka di akhirat kelak lebih berat daripada neraca keburukan. Dalam hal ini, Allah telah berfirman:\n\nMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (al-Qariah/101: 6 - 9)\n\ne.Sifat kelima: mereka senantiasa sabar dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan, demi mengharapkan rida Allah. Sabar dalam hal ini berarti menahan diri terhadap segala hal yang tidak disenanginya, baik dengan cara melakukan ketaatan dan menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan agama maupun dengan jalan menjauhi hal-hal yang dilarang agama. Bisa juga berarti bersikap rela menerima segala ketentuan Allah yang telah berlaku berupa musibah dan lain sebagainya.\n\nKesabaran yang diminta dari setiap orang yang berakal dan beriman ialah kesabaran yang dilakukan semata-mata karena mengharapkan keridaan Allah dan ganjaran-Nya, bukan kesabaran yang dibuat-buat karena ingin dipuji dan disebut-sebut. Itulah kesabaran yang sejati, yang menjadi sifat bagi orang-orang yang berakal dan beriman.\n\nf. Sifat keenam: mereka senantiasa mendirikan salat. Arti \"mendirikan salat\" ialah menunaikan dengan cara yang sebaik-baiknya, dengan menyempurnakan rukun dan syaratnya, disertai rasa khusyuk dan tawaduk menghadapkan wajah dan hati kepada Allah semata, tidak dibarengi dengan ria, serta memelihara waktu yang telah ditetapkan untuknya. Hal ini hanya dapat dilakukan bila pada saat-saat melakukan salat, kita merasa sedang berdiri sendiri di hadapan Allah swt, Pencipta dan Penguasa semesta alam. Dengan demikian, maka tak ada sesuatu pun yang dipikirkan pada saat itu, kecuali semata-mata bermunajah kepada Allah.\n\ng. Sifat ketujuh: mereka senantiasa menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan, baik infak wajib seperti terhadap istri, anak, dan karib kerabat maupun infak sunah seperti terhadap fakir miskin. Kenyataan dapat memberikan pengertian kepada kita tentang rahasia yang tersimpan di dalamnya. Al-Quran berulang kali menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah diperolehnya kepada yang memerlukan pertolongan, dan untuk menyokong kepentingan umum. Jika mereka mau melakukannya, niscaya kemiskinan dan kemelaratan dapat dilenyapkan dari kehidupan masyarakat.\n\nh. Sifat kedelapan: mereka senantiasa menolak kejahatan dengan kebajikan, karena kebajikan itu dapat menolak kejahatan. Kenyataan menunjukkan bahwa apabila seseorang dapat bergaul dengan orang lain dengan akrab dan kasih sayang serta menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, ia tidak akan dimusuhi atau dibenci oleh masyarakatnya. Apabila ia mendapat musibah, maka orang yang pernah mendapat pertolongannya akan segera pula mengulurkan pertolongan kepadanya. Sebaliknya orang yang suka menyakiti orang lain, atau enggan memberikan bantuan dan pertolongan adalah orang yang egois dan tidak menggunakan akalnya. Sikap dan perbuatannya itu hanyalah mempersempit ruang lingkup kehidupannya sendiri, serta menimbulkan kebencian dan kedengkian orang lain terhadap dirinya.\n\nBerbuat kebaikan untuk menghindari kejahatan, atau sedapat mungkin membalas perbuatan jahat orang lain dengan berbuat kebajikan atau dengan diam adalah tanda orang yang mau menggunakan akalnya dan bijaksana. Firman Allah:\n\n\"... dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, \"salam.\" (al-Furqan/25: 63)\n\nDari sini dapat dipahami, betapa tingginya nilai ajaran agama Islam dalam membina hubungan baik antara sesama manusia guna menciptakan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.\n\nPada akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut pasti akan memperoleh tempat kediaman terakhir yang baik, yaitu surga Jannatun Naim di akhirat kelak di samping kebahagiaan, ketenangan, dan kesejahteraan di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1728, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 207, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0635\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0648\u0635\u064e\u0644\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064f\u0648\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena yasiloona maaa amaral laahu bihee an yoosala wa yakhshawna Rabbahum wa yakhaafoona sooo'al hisaab" } }, "translation": { "en": "And those who join that which Allah has ordered to be joined and fear their Lord and are afraid of the evil of [their] account,", "id": "dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1728", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1728.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1728.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan orang-orang yang senantiasa menghubungkan apa yang diperintahkan oleh Allah agar dihubungkan, seperti kekerabatan, dan mereka takut kepada Tuhannya dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan takut kepada hisab yang buruk dan berat pada hari Kemudian,", "long": "Allah swt menyifati ulul albab dari kalangan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah suatu kebenaran yang berlaku, sebagai berikut:\n\na. Sifat pertama: bahwa orang-orang tersebut senantiasa memenuhi janji Allah, dan tidak mau mengingkari perjanjian itu. Yang dimaksud dengan \"janji Allah\" di sini ialah janji-janji yang telah mereka ikrarkan atas diri mereka, baik mengenai hubungan mereka dengan Allah, maupun hubungan mereka dengan orang lain. Fitrah mereka yang suci, dan hati mereka yang murni mengakui adanya perjanjian itu dan wahyu Allah pun mengharuskan adanya perjanjian tersebut.\n\nMereka tidak mau mengingkari atau pun memungkiri perjanjian yang telah mereka kukuhkan, karena mereka sangat menjauhi sifat-sifat kemunafikan. \n\nBetapa pentingnya sifat memenuhi janji ini, oleh Qatadah telah disebutkan bahwa dalam Al-Quran, Allah swt telah menyebutnya sebanyak lebih dua puluh kali.\n\nb.Sifat kedua: mereka memelihara semua perintah Allah dan tidak melanggarnya, baik hak-hak Allah maupun hak-hak hamba-Nya, termasuk memelihara silaturrahim.\n\nHubungan antara sesama manusia ialah menjalin hubungan tolong-menolong, menjalin cinta dan kasih-sayang, sebagaimana disebutkan dalam hadis:\n\nDari Abi Hurairah r.a. bahwasanya ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, \"Barang siapa senang dilapangkan rezekinya dan selalu disebut-sebut kebaikannya, maka hendaklah pelihara hubungan silaturrahim.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).\n\nDan hadis Nabi saw:\n\nDari Ibnu Abbas ia berkata, \"Bersabda Rasulullah saw, \"Sesungguh-nya kebajikan dan menghubungkan silaturrahim itu, kedua-duanya benar-benar meringankan hisab yang buruk di hari kiamat.\" Kemudian Rasulullah saw membaca ayat ini.\" (Riwayat al-Khatib dan Ibnu Asakir)\n\nc. Sifat ketiga: mereka benar-benar takut kepada Allah swt. Sifat takut kepada Allah adalah perasaan takut yang dilandasi dengan rasa hormat yang mendorong orang untuk taat kepada-Nya. Sifat ini dimiliki oleh para ulama, dan ciri dari orang-orang \"muqarrabin\". Dalam hubungan ini Allah swt telah berfirman:\n\nDi antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. (Fathir/35: 28)\n\nd. Sifat keempat: mereka senantiasa takut kepada hisab yang sifatnya merugikan mereka pada hari kiamat, yaitu hasil yang buruk dari amalan mereka di hari kiamat, karena banyaknya kejahatan yang dilakukannya selagi hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, mereka senantiasa mawas diri, sebelum dihisab amalannya di akhirat kelak. Mereka selalu membandingkan antara amal-amal mereka yang baik dengan yang buruk, selalu berusaha agar amal yang baik lebih banyak dari perbuatan yang buruk, agar neraca kebajikan mereka di akhirat kelak lebih berat daripada neraca keburukan. Dalam hal ini, Allah telah berfirman:\n\nMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (al-Qariah/101: 6 - 9)\n\ne.Sifat kelima: mereka senantiasa sabar dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan, demi mengharapkan rida Allah. Sabar dalam hal ini berarti menahan diri terhadap segala hal yang tidak disenanginya, baik dengan cara melakukan ketaatan dan menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan agama maupun dengan jalan menjauhi hal-hal yang dilarang agama. Bisa juga berarti bersikap rela menerima segala ketentuan Allah yang telah berlaku berupa musibah dan lain sebagainya.\n\nKesabaran yang diminta dari setiap orang yang berakal dan beriman ialah kesabaran yang dilakukan semata-mata karena mengharapkan keridaan Allah dan ganjaran-Nya, bukan kesabaran yang dibuat-buat karena ingin dipuji dan disebut-sebut. Itulah kesabaran yang sejati, yang menjadi sifat bagi orang-orang yang berakal dan beriman.\n\nf. Sifat keenam: mereka senantiasa mendirikan salat. Arti \"mendirikan salat\" ialah menunaikan dengan cara yang sebaik-baiknya, dengan menyempurnakan rukun dan syaratnya, disertai rasa khusyuk dan tawaduk menghadapkan wajah dan hati kepada Allah semata, tidak dibarengi dengan ria, serta memelihara waktu yang telah ditetapkan untuknya. Hal ini hanya dapat dilakukan bila pada saat-saat melakukan salat, kita merasa sedang berdiri sendiri di hadapan Allah swt, Pencipta dan Penguasa semesta alam. Dengan demikian, maka tak ada sesuatu pun yang dipikirkan pada saat itu, kecuali semata-mata bermunajah kepada Allah.\n\ng. Sifat ketujuh: mereka senantiasa menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan, baik infak wajib seperti terhadap istri, anak, dan karib kerabat maupun infak sunah seperti terhadap fakir miskin. Kenyataan dapat memberikan pengertian kepada kita tentang rahasia yang tersimpan di dalamnya. Al-Quran berulang kali menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah diperolehnya kepada yang memerlukan pertolongan, dan untuk menyokong kepentingan umum. Jika mereka mau melakukannya, niscaya kemiskinan dan kemelaratan dapat dilenyapkan dari kehidupan masyarakat.\n\nh. Sifat kedelapan: mereka senantiasa menolak kejahatan dengan kebajikan, karena kebajikan itu dapat menolak kejahatan. Kenyataan menunjukkan bahwa apabila seseorang dapat bergaul dengan orang lain dengan akrab dan kasih sayang serta menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, ia tidak akan dimusuhi atau dibenci oleh masyarakatnya. Apabila ia mendapat musibah, maka orang yang pernah mendapat pertolongannya akan segera pula mengulurkan pertolongan kepadanya. Sebaliknya orang yang suka menyakiti orang lain, atau enggan memberikan bantuan dan pertolongan adalah orang yang egois dan tidak menggunakan akalnya. Sikap dan perbuatannya itu hanyalah mempersempit ruang lingkup kehidupannya sendiri, serta menimbulkan kebencian dan kedengkian orang lain terhadap dirinya.\n\nBerbuat kebaikan untuk menghindari kejahatan, atau sedapat mungkin membalas perbuatan jahat orang lain dengan berbuat kebajikan atau dengan diam adalah tanda orang yang mau menggunakan akalnya dan bijaksana. Firman Allah:\n\n\"... dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, \"salam.\" (al-Furqan/25: 63)\n\nDari sini dapat dipahami, betapa tingginya nilai ajaran agama Islam dalam membina hubungan baik antara sesama manusia guna menciptakan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.\n\nPada akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut pasti akan memperoleh tempat kediaman terakhir yang baik, yaitu surga Jannatun Naim di akhirat kelak di samping kebahagiaan, ketenangan, dan kesejahteraan di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1729, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 207, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u0650\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u064a\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena sabarub tighaaa'a Wajhi Rabbihim wa aqaamus Salaata wa anfaqoo mimmaa razaqnaahum sirranw wa 'alaaniyatanw wa yadra'oona bilhasanatis saiyi'ata ulaaa'ika lahum 'uqbad daar" } }, "translation": { "en": "And those who are patient, seeking the countenance of their Lord, and establish prayer and spend from what We have provided for them secretly and publicly and prevent evil with good - those will have the good consequence of [this] home -", "id": "Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1729", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1729.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1729.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan orang yang sabar dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan salat dengan konsisten, menginfakkan seacara wajib atau sunah sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi atau terang-terangan, serta menolak kejahatan secara sungguh-sungguh tetapi penuh hikmah dengan cara membalas kejahatan dengan kebaikan; orang yang dalam diri mereka terdapat pada sifat-sifat itulah orang yang mendapat tempat kesudahan yang baik di akhirat.", "long": "Allah swt menyifati ulul albab dari kalangan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah suatu kebenaran yang berlaku, sebagai berikut:\n\na. Sifat pertama: bahwa orang-orang tersebut senantiasa memenuhi janji Allah, dan tidak mau mengingkari perjanjian itu. Yang dimaksud dengan \"janji Allah\" di sini ialah janji-janji yang telah mereka ikrarkan atas diri mereka, baik mengenai hubungan mereka dengan Allah, maupun hubungan mereka dengan orang lain. Fitrah mereka yang suci, dan hati mereka yang murni mengakui adanya perjanjian itu dan wahyu Allah pun mengharuskan adanya perjanjian tersebut.\n\nMereka tidak mau mengingkari atau pun memungkiri perjanjian yang telah mereka kukuhkan, karena mereka sangat menjauhi sifat-sifat kemunafikan. \n\nBetapa pentingnya sifat memenuhi janji ini, oleh Qatadah telah disebutkan bahwa dalam Al-Quran, Allah swt telah menyebutnya sebanyak lebih dua puluh kali.\n\nb.Sifat kedua: mereka memelihara semua perintah Allah dan tidak melanggarnya, baik hak-hak Allah maupun hak-hak hamba-Nya, termasuk memelihara silaturrahim.\n\nHubungan antara sesama manusia ialah menjalin hubungan tolong-menolong, menjalin cinta dan kasih-sayang, sebagaimana disebutkan dalam hadis:\n\nDari Abi Hurairah r.a. bahwasanya ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, \"Barang siapa senang dilapangkan rezekinya dan selalu disebut-sebut kebaikannya, maka hendaklah pelihara hubungan silaturrahim.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).\n\nDan hadis Nabi saw:\n\nDari Ibnu Abbas ia berkata, \"Bersabda Rasulullah saw, \"Sesungguh-nya kebajikan dan menghubungkan silaturrahim itu, kedua-duanya benar-benar meringankan hisab yang buruk di hari kiamat.\" Kemudian Rasulullah saw membaca ayat ini.\" (Riwayat al-Khatib dan Ibnu Asakir)\n\nc. Sifat ketiga: mereka benar-benar takut kepada Allah swt. Sifat takut kepada Allah adalah perasaan takut yang dilandasi dengan rasa hormat yang mendorong orang untuk taat kepada-Nya. Sifat ini dimiliki oleh para ulama, dan ciri dari orang-orang \"muqarrabin\". Dalam hubungan ini Allah swt telah berfirman:\n\nDi antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. (Fathir/35: 28)\n\nd. Sifat keempat: mereka senantiasa takut kepada hisab yang sifatnya merugikan mereka pada hari kiamat, yaitu hasil yang buruk dari amalan mereka di hari kiamat, karena banyaknya kejahatan yang dilakukannya selagi hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, mereka senantiasa mawas diri, sebelum dihisab amalannya di akhirat kelak. Mereka selalu membandingkan antara amal-amal mereka yang baik dengan yang buruk, selalu berusaha agar amal yang baik lebih banyak dari perbuatan yang buruk, agar neraca kebajikan mereka di akhirat kelak lebih berat daripada neraca keburukan. Dalam hal ini, Allah telah berfirman:\n\nMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (al-Qariah/101: 6 - 9)\n\ne.Sifat kelima: mereka senantiasa sabar dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan, demi mengharapkan rida Allah. Sabar dalam hal ini berarti menahan diri terhadap segala hal yang tidak disenanginya, baik dengan cara melakukan ketaatan dan menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan agama maupun dengan jalan menjauhi hal-hal yang dilarang agama. Bisa juga berarti bersikap rela menerima segala ketentuan Allah yang telah berlaku berupa musibah dan lain sebagainya.\n\nKesabaran yang diminta dari setiap orang yang berakal dan beriman ialah kesabaran yang dilakukan semata-mata karena mengharapkan keridaan Allah dan ganjaran-Nya, bukan kesabaran yang dibuat-buat karena ingin dipuji dan disebut-sebut. Itulah kesabaran yang sejati, yang menjadi sifat bagi orang-orang yang berakal dan beriman.\n\nf. Sifat keenam: mereka senantiasa mendirikan salat. Arti \"mendirikan salat\" ialah menunaikan dengan cara yang sebaik-baiknya, dengan menyempurnakan rukun dan syaratnya, disertai rasa khusyuk dan tawaduk menghadapkan wajah dan hati kepada Allah semata, tidak dibarengi dengan ria, serta memelihara waktu yang telah ditetapkan untuknya. Hal ini hanya dapat dilakukan bila pada saat-saat melakukan salat, kita merasa sedang berdiri sendiri di hadapan Allah swt, Pencipta dan Penguasa semesta alam. Dengan demikian, maka tak ada sesuatu pun yang dipikirkan pada saat itu, kecuali semata-mata bermunajah kepada Allah.\n\ng. Sifat ketujuh: mereka senantiasa menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan, baik infak wajib seperti terhadap istri, anak, dan karib kerabat maupun infak sunah seperti terhadap fakir miskin. Kenyataan dapat memberikan pengertian kepada kita tentang rahasia yang tersimpan di dalamnya. Al-Quran berulang kali menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah diperolehnya kepada yang memerlukan pertolongan, dan untuk menyokong kepentingan umum. Jika mereka mau melakukannya, niscaya kemiskinan dan kemelaratan dapat dilenyapkan dari kehidupan masyarakat.\n\nh. Sifat kedelapan: mereka senantiasa menolak kejahatan dengan kebajikan, karena kebajikan itu dapat menolak kejahatan. Kenyataan menunjukkan bahwa apabila seseorang dapat bergaul dengan orang lain dengan akrab dan kasih sayang serta menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, ia tidak akan dimusuhi atau dibenci oleh masyarakatnya. Apabila ia mendapat musibah, maka orang yang pernah mendapat pertolongannya akan segera pula mengulurkan pertolongan kepadanya. Sebaliknya orang yang suka menyakiti orang lain, atau enggan memberikan bantuan dan pertolongan adalah orang yang egois dan tidak menggunakan akalnya. Sikap dan perbuatannya itu hanyalah mempersempit ruang lingkup kehidupannya sendiri, serta menimbulkan kebencian dan kedengkian orang lain terhadap dirinya.\n\nBerbuat kebaikan untuk menghindari kejahatan, atau sedapat mungkin membalas perbuatan jahat orang lain dengan berbuat kebajikan atau dengan diam adalah tanda orang yang mau menggunakan akalnya dan bijaksana. Firman Allah:\n\n\"... dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, \"salam.\" (al-Furqan/25: 63)\n\nDari sini dapat dipahami, betapa tingginya nilai ajaran agama Islam dalam membina hubungan baik antara sesama manusia guna menciptakan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.\n\nPada akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut pasti akan memperoleh tempat kediaman terakhir yang baik, yaitu surga Jannatun Naim di akhirat kelak di samping kebahagiaan, ketenangan, dan kesejahteraan di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1730, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 207, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0635\u064e\u0644\u064e\u062d\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0628\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "jannaatu 'adiny yadkhu loonahaa wa man salaha min aabaaa'ihim wa man salaha min aabaaa'ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim walmalaaa'i katu yadkhuloona 'alaihim min kulli baab" } }, "translation": { "en": "Gardens of perpetual residence; they will enter them with whoever were righteous among their fathers, their spouses and their descendants. And the angels will enter upon them from every gate, [saying],", "id": "(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1730", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1730.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1730.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tempat kesudahan yang baik itu adalah surga-surga 'Adn; mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh yang beriman dan taat kepada Allah dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya. Lebih dari itu, mereka pun mendapat layanan yang sangat membahagiakan, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak bukan hanya semata-mata yang memiliki sifat tersebut, melainkan juga orang-orang saleh di antara ibu-ibu dan nenek moyang mereka, demikian pula istri dan keturunan mereka yang terdekat. Mereka ini pun akan turut pula merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan itu, selama mereka tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan mereka kehilangan hak untuk memperoleh rahmat Allah, misalnya karena kekafiran dan kemusyrikan kepada Allah. Ayat ini memberikan isyarat bahwa pada hari tersebut tidak berlaku hubungan kekeluargaan sedikit pun kecuali amal saleh masing-masing. Firman Allah:\n\nApabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya. (al-Muminun/23: 101)\n\nDalam hubungan ini, Rasulullah saw pernah bersabda kepada putrinya Fatimah az-Zahra sebagai berikut:\n\n\"Wahai Fatimah putri Muhammad! Mintalah dari hartaku apa yang kau inginkan karena aku sedikit pun tidak akan dapat menolongmu dari azab Allah.\" (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu Hurairah)\n\nDalam Al-Quran, Allah telah menegaskan pula sebagai berikut:\n\n(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (asy-Syuara/26: 88-89)\n\nOrang-orang yang menggunakan akalnya seperti yang tersebut di atas akan ditempatkan Allah kelak dalam surga-Nya. Mereka di sana duduk berhadap-hadapan di atas balai-balai yang indah disertai orang-orang yang mereka cintai, yaitu nenek moyang, kaum keluarga, dan anak-anak mereka, serta orang-orang yang patut masuk surga dari kalangan orang-orang yang saleh, agar hati mereka menjadi senang dan bahagia.\n\nHal itu merupakan rahmat dan kebaikan Allah swt kepada mereka. Selain itu para malaikat datang kepada mereka dari segala penjuru untuk memberikan ucapan selamat atas keberuntungan yang telah mereka peroleh, yaitu masuk surga. Mereka tinggal dalam rumah yang diliputi kesejahteraan, berdekatan dengan para nabi dan rasul serta orang-orang yang mengakui kebenaran agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1731, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 207, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Salaamun 'alaikum bimaa sabartum; fani'ma 'uqbad daar" } }, "translation": { "en": "\"Peace be upon you for what you patiently endured. And excellent is the final home.\"", "id": "(sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1731", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1731.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1731.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para malaikat masuk untuk memberi mereka selamat, \"Selamat sejahtera atasmu. Kamu telah selamat dari segala siksa karena di dunia kamu telah menunjukkan kesabaranmu yang tinggi dalam menaati Allah. Maka alangkah nikmatnya surga tempat kesudahan yang telah Allah sediakan itu.", "long": "Dalam ayat ini, disebutkan bahwa para malaikat mendatangi penghuni surga sambil mengucapkan salam, \"Semoga kamu aman dari segala hal yang tidak diinginkan dan ditakuti, yang telah merusak orang-orang selain kamu. Keberuntungan ini kamu peroleh berkat kesabaran dan penderitaan yang kamu alami selama menjalani kehidupan di dunia.\"\n\nIbnu Jarir ath-thabari dan Ibnu Abi hatim dari Umamah meriwayatkan bahwa Nabi saw semasa hidupnya sering datang ke makam para syuhada pada setiap permulaan tahun. Di sana beliau membaca ayat tersebut. Hal semacam itu dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Usman r.a." } } }, { "number": { "inQuran": 1732, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 207, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0646\u0642\u064f\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0648\u0635\u064e\u0644\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d9 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena yanqudoona 'Ahdal laahi mim ba'di meesaaqihee wa yaqta'oona maaa amaral laahu biheee ai yoosala wa yufsidoona fil ardi ulaaa'ika lahumul la'natu wa lahum sooo'ud daar" } }, "translation": { "en": "But those who break the covenant of Allah after contracting it and sever that which Allah has ordered to be joined and spread corruption on earth - for them is the curse, and they will have the worst home.", "id": "Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1732", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1732.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1732.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai kebalikan dari mereka yang menerima kebenaran adalah orang-orang yang menolak kebenaran dengan melanggar dan membatalkan janji dengan sesama manusia yang dikukuhkan dengan nama Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan, seperti hubungan kekerabatan, dan berbuat kerusakan di bumi dengan bermaksiat; mereka itu memperoleh kutukan sehingga jauh dari rahmat Allah, dan tempat kediaman yang buruk-neraka Jahanam.", "long": "Ada beberapa perjanjian antara Allah dan manusia, di antaranya adalah manusia wajib mengakui kemahaesaan Allah serta kodrat dan iradat-Nya, beriman kepada para nabi-Nya dan wahyu yang diturunkan-Nya, dan sebagainya. Allah swt telah memberikan bukti-bukti dan dalil-dalil yang nyata atas semua itu. Akan tetapi, pada kenyataannya ada di antara manusia yang telah merusak perjanjian tersebut, dalam arti:\n\na. Mereka tidak memperhatikan janji-janji tersebut, sehingga mereka tidak dapat melaksanakan kewajiban yang merupakan akibat yang timbul dari perjanjian itu. Misalnya, bila mereka benar-benar berpegang teguh kepada tauhid, mereka tentunya tidak akan beribadah kepada selain Allah. Allah memberikan bukti-bukti yang nyata tentang kemahaesaan-Nya. Akan tetapi, mereka tidak memperhatikan sehingga mereka tetap menentang landasan tauhid tersebut. Mereka senantiasa menganut kepercayaan syirik, mempercayai dan menyembah selain Allah.\n\nb. Pada mulanya mereka memperhatikan janji-janji yang telah mereka ikrarkan dan dalil-dalil yang telah diberikan. Mereka telah mengakui dan meyakini kebenarannya, tetapi kemudian mereka menyangkal kebenaran itu, dan tidak lagi bersedia mengamalkannya.\n\nOrang yang suka memungkiri dan menyalahi janji yang telah diikrarkan dinamakan \"munafik\". Dalam hubungan ini Rasulullah saw telah bersabda:\n\nAbi Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, \"Tanda-tanda orang munafik ada tiga macam: apabila ia berkata, ia selalu bohong, apabila ia berjanji selalu ingkar, dan apabila ia dipercayai berkhianat.\" (Riwayat Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasai)\n\nDalam menafsirkan ayat 25 ini, Abu al-Aliyah, seorang mufasir, me-nyebutkan bahwa ada enam macam sifat orang-orang munafik yang mereka tampakkan jika mereka merasa memiliki posisi yang kuat dalam satu masyarakat, yaitu:\n\n1. Apabila berbicara, mereka berbohong.\n\n2. Apabila berjanji, mereka ingkar.\n\n3. Apabila diberi kepercayaan, mereka berkhianat.\n\n4. Suka mengingkari janji Allah yang telah mereka ikrarkan sebelumnya.\n\n5. Suka memutuskan silaturrahim yang diperintahkan Allah untuk di-hubungkan dan dipelihara seperti hubungan dengan para Nabi-Nya yang telah datang membawa kebenaran. Mereka hanya beriman kepada sebagian dari para nabi tersebut, dan kafir terhadap sebagian yang lainnya.\n\nMereka juga memutuskan silaturrahim antara sesama manusia terutama dengan orang-orang mukmin, tetapi mereka tetap menjaga hubungan dan memberikan bantuan kepada orang-orang kafir. Di antara contohnya adalah mereka menghalang-halangi setiap usaha yang menuju kepada pembinaan kehidupan yang harmonis dan penuh kasih sayang. Mereka tidak sudi melihat terwujudnya persatuan dan kesatuan antara orang-orang mukmin, seperti yang dianjurkan Rasulullah:\n\nOrang mukmin terhadap orang mukmin yang lain haruslah seperti suatu bangunan, bagian yang satu menguatkan bagian yang lain. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, dan at-Tirmidzi dari Abu Musa al-Asyari)\n\nDan Sabda Rasulullah saw:\n\nOrang-orang mukmin itu adalah seperti satu tubuh, apabila salah satu anggotanya menderita sakit, maka anggota-anggota yang lain pun rela pula menderita karena tidak tidur dan merasa demam karenanya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari an-Numan bin Basyir)\n\nOleh sebab itu, umat Islam haruslah hati-hati dalam menjaga kesatuan dan persatuan antara mereka, jangan dimasuki hasutan dan usaha-usaha kaum munafik untuk memecah belah persatuan itu.\n\nc. Mereka suka berbuat kerusakan di bumi, baik berupa kezaliman yang mereka lakukan terhadap diri sendiri maupun kezaliman yang mereka lakukan terhadap hak milik orang lain dengan jalan yang tidak sah, ataupun dengan menimbulkan fitnah dan bencana dalam masyarakat Muslimin, dan mengobarkan permusuhan dan peperangan terhadap mereka.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menetapkan hukuman yang layak untuk ditimpakan kepada orang munafik mengingat jahatnya kelakuan dan perbuatan-perbuatan mereka. Hukuman tersebut ialah berupa laknat Allah, yaitu menjauhkan mereka dari rahmat-Nya, sehingga mereka tersingkir dari kebaikan dunia dan akhirat. Mereka akan menemui kesudahan yang sangat buruk, yaitu azab neraka Jahanam, sebagai balasan dari kejahatan dan dosa-dosa yang telah mereka perbuat." } } }, { "number": { "inQuran": 1733, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 207, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u06da \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c", "transliteration": { "en": "Allaahu yabsutur rizqa limai yashaaa'u wa yaqdir; wa farihoo bilhayaatid dunyaa wa mal hayaatud dunya fil Aakhirati illaa mataa'" } }, "translation": { "en": "Allah extends provision for whom He wills and restricts [it]. And they rejoice in the worldly life, while the worldly life is not, compared to the Hereafter, except [brief] enjoyment.", "id": "Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1733", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1733.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1733.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah yang Maha Pemurah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi rezeki siapa yang Dia kehendaki dari hambahamba-Nya. Mereka yang ingkar bergembira ria dengan kebahagian hidup yang mereka peroleh di kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang berlangsung begitu singkat dibanding kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.", "long": "Allah melapangkan dan memudahkan rezeki bagi sebagian hamba yang dikehendaki-Nya, sehingga mereka memperoleh rezeki yang lebih dari keperluan sehari-hari. Mereka adalah orang-orang yang rajin dan terampil dalam mencari harta, dan melakukan bermacam-macam usaha. Selain itu, mereka hemat dan cermat serta pandai mengelola dan mempergunakan harta bendanya itu.\n\nSebaliknya, Allah juga membatasi rezeki bagi sebagian hamba-Nya, sehingga rezeki yang mereka peroleh tidak lebih dari apa yang diperlukan sehari-hari. Mereka biasanya adalah orang-orang pemalas dan tidak terampil dalam mencari harta, atau tidak pandai mengelola dan mempergunakan harta tersebut.\n\nAllah melapangkan dan menyempitkan rezeki hamba-Nya berdasarkan hikmah serta pengetahuan-Nya tentang masing-masing hamba itu. Kedua hal tersebut tidak ada hubungannya dengan kadar keimanan dan kekafiran hamba-Nya. Oleh karena itu, ada kalanya Allah menganugerahkan rezeki yang banyak kepada hamba-Nya yang kafir. Sebaliknya, kadang-kadang Allah menyempitkan rezeki bagi hamba yang beriman untuk menambah pahala yang kelak akan mereka peroleh di akhirat. Maka kekayaan dan kemiskinan adalah dua hal yang dapat terjadi pada orang-orang beriman maupun yang kafir, yang saleh ataupun yang fasik.\n\nAyat ini selanjutnya menceritakan bahwa kaum musyrik Mekah yang suka memungkiri janji Allah, sangat bergembira dengan banyaknya harta benda yang mereka miliki, dan kehidupan duniawi yang berlimpah-ruah, dan mereka mengira bahwa harta benda tersebut merupakan nikmat dan keberuntungan terbesar.\n\nOleh sebab itu, pada akhir ayat ini Allah menunjukkan kekeliruan mereka, dan menegaskan bahwa kenikmatan hidup duniawi ini hanyalah merupakan kenikmatan yang kecil, pendek waktunya, serta mudah dan cepat hilang, dibandingkan dengan kenikmatan di akhirat yang besar nilainya dan sepanjang masa. Dengan demikian, tidaklah pada tempatnya bila mereka bangga dengan kenikmatan di dunia yang mereka rasakan itu.\n\nDalam hubungan ini, riwayat yang disampaikan oleh Imam at-Tirmidzi dari Ibnu Masud menyebutkan sebagai berikut:\n\nPernah Rasulullah tidur di atas sehelai tikar kemudian beliau bangun dari tidurnya, dan kelihatan bekas tikar itu pada lambungnya, lalu kami berkata, \"Ya Rasulullah seandainya kami ambilkan tempat tidur untukmu?\" Rasulullah bersabda, \"Apalah artinya dunia ini bagiku. Aku hidup di dunia ini hanya laksana seorang pengendara yang berteduh sejenak di bawah pohon, kemudian ia berangkat lagi dan meninggalkan pohon itu.\" (Riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu Masud)" } } }, { "number": { "inQuran": 1734, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 208, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqoolul lazeena kafaroo law laaa unzila 'alaihi Aayatum mir Rabbih; qul innal laaha yudillu mai yashaa'u wa yahdeee ilaihi man anaab" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieved say, \"Why has a sign not been sent down to him from his Lord?\" Say, [O Muhammad], \"Indeed, Allah leaves astray whom He wills and guides to Himself whoever turns back [to Him] -", "id": "Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1734", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1734.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1734.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah menjelaskan balasan bagi orang yang enggan menerima kebenaran dan orang kafir yang hanya mengejar kesenangan duniawi. Dan tidak hanya menolak kebenaran, orang-orang kafir juga berkata dengan nada mengejek, \"Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad) tanda berupa mukjizat yang dapat dilihat secara kasat mata dari Tuhannya, seperti halnya mukjizat Nabi Musa dan Isa?\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya Allah menyesatkan-membiarkan sesat-siapa yang Dia kehendaki karena keingkarannya sendiri, betapapun banyak mukjizat yang dilihatnya, dan Allah memberi petunjuk bagi orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya,\"", "long": "Setelah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik terpukau oleh fatamorgana kehidupan duniawi dan gembira dengan kenikmatan yang kecil, lalu Allah menyebutkan akibat yang timbul dari sikap dan pandangan mereka yang keliru dengan mengajukan usul kepada Nabi Muhammad, agar kepada beliau diturunkan satu ayat dari Tuhan yang akan membuktikan kenabian dan kerasulannya. Di antara mereka adalah Abu Sufyan bin Harb (sebelum masuk Islam), Abdullah bin Abi Umayyah, dan kawan-kawannya. Mereka pernah mengatakan, \"Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad bukti-bukti sebagaimana yang telah diturunkan kepada para nabi dan rasul terdahulu, seperti jatuhnya langit berkeping-keping kepada mereka, mengubah Bukit shafa menjadi emas, atau menggeser gunung-gunung dari sekitar kota Mekah, sehingga tempat-tempat yang lowong itu dapat dijadikan kebun.\" Ucapan mereka yang lain disebut dalam Al-Quran, antara lain yang terdapat dalam ayat berikut :\n\nCobalah dia datangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana rasul-rasul yang telah diutus. (al-Anbiya/21: 5)\n\nDengan ucapan-ucapan mereka yang semacam itu, seolah-olah semua tanda dan bukti nyata yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw seperti Al-Quran dan lain-lain, bukan bukti nyata kerasulannya yang mampu mendorong mereka untuk taat dan iman kepada Allah, atau sebagai suatu kebenaran yang tak dapat diragukan lagi.\n\nSelanjutnya, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjelaskan kepada orang-orang musyrik tersebut bahwa turunnya bukti-bukti tersebut, tidak berperan menjadikan seseorang mendapat petunjuk atau menjadi sesat. Seluruhnya berada dalam kekuasaan Allah semata. Hanya Allah swt yang kuasa menyesatkan orang yang dikehendaki-Nya, dan menuntun orang yang suka bertobat ke jalan yang diridai-Nya.\n\nWalaupun Nabi Muhammad memiliki mukjizat yang membuktikan kerasulannya, namun hal itu tidak akan bermanfaat untuk menjadikan seseorang beriman. Yang harus ditempuh seseorang untuk beriman hanyalah bersikap rendah hati, taat, dan memohon hidayah kepada Allah swt, untuk memperoleh keberuntungan di dunia dan di akhirat, serta terhindar dari tipu daya dan godaan setan.\n\nBagi orang yang beriman, Al-Quran adalah mukjizat yang membuktikan kerasulan Nabi Muhammad saw, sehingga tidak diperlukan bukti-bukti lain. Sebaliknya, orang-orang musyrik tenggelam dalam kesesatan dan keingkaran, sehingga bukti-bukti atau mukjizat apapun yang diperlihatkan oleh Rasulullah tidak akan menjadikan mereka orang-orang yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 1735, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 13, "page": 252, "manzil": 3, "ruku": 208, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064f \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Allazeena aamanoo wa tatma'innu quloobuhum bizikril laah; alaa bizikril laahi tatma'innul quloob" } }, "translation": { "en": "Those who have believed and whose hearts are assured by the remembrance of Allah. Unquestionably, by the remembrance of Allah hearts are assured.\"", "id": "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1735", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1735.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1735.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang mendapat petunjuk adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan hati mereka menjadi tenang dan tenteram dengan banyak mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan banyak mengingat Allah hati menjadi tenteram.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan orang-orang yang mendapat tuntunan-Nya, yaitu orang-orang beriman dan hatinya menjadi tenteram karena selalu mengingat Allah. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram dan jiwa menjadi tenang, tidak merasa gelisah, takut, ataupun khawatir. Mereka melakukan hal-hal yang baik, dan merasa bahagia dengan kebajikan yang dilakukannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1736, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 13, "page": 253, "manzil": 3, "ruku": 208, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0637\u064f\u0648\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0622\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Allazeena aamanoo w a'amilus saalihaati toobaa lahum wa husnu ma aab" } }, "translation": { "en": "Those who have believed and done righteous deeds - a good state is theirs and a good return.", "id": "Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1736", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1736.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1736.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya dan mengerjakan kebajikan serta amal saleh. Mereka pasti mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik di akhirat kelak, berupa surga dan keridaan Allah.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang yang beriman dan melakukan amal saleh, niscaya akan memperoleh kebahagiaan dan tempat kembali yang baik di sisi Allah pada hari kemudian." } } }, { "number": { "inQuran": 1737, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 13, "page": 253, "manzil": 3, "ruku": 208, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064c \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Kazaalika arsalnaaka feee ummatin qad khalat min qablihaaa umamul litatluwa 'alaihimul lazeee awhainaaa ilaika wa hum yakfuroona bir Rahmaaan; qul Huwa Rabbee laaa ilaaha illaa Huwa Rabbee laaa ilaaha illaa Huwa 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi mataab" } }, "translation": { "en": "Thus have We sent you to a community before which [other] communities have passed on so you might recite to them that which We revealed to you, while they disbelieve in the Most Merciful. Say, \"He is my Lord; there is no deity except Him. Upon Him I rely, and to Him is my return.\"", "id": "Demikianlah, Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur'an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah, “Dia Tuhanku, tidak ada tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1737", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1737.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1737.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang kafir dengan nada mengejek meminta Rasul untuk mendatangkan mukjizat yang kasat mata. Mereka lupa bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang begitu nyata. Wahai Nabi Muhammad, demikianlah, Kami telah mengutus engkau kepada suatu umat-yakni seluruh manusia sampai akhir zaman-yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat yang kepada mereka juga dikirim para rasul. Kami mengutusmu agar engkau bacakan kepada mereka Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka tetap saja ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah, \"Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang itu adalah Tuhanku, dan tidak ada tuhan yang layak disembah selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan berserah diri, dan hanya kepada-Nya aku bertobat dan memohon ampunan.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah mengutus Nabi Muhammad kepada umat yang belum pernah menerima kedatangan rasul Allah. Walaupun sebelumnya telah ada umat-umat lainnya yang pernah didatangi oleh para rasul-Nya, tetapi mereka tetap mengingkari adanya Tuhan yang Maha Rahmat\n\nAllah swt menjelaskan bahwa tugas Nabi Muhammad adalah untuk membacakan kepada umatnya Al-Quran yang telah diwahyukan kepada beliau. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar ia mengatakan kepada umatnya, bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam, tidak ada Tuhan selain Allah, dan hanya kepada-Nya ia bertawakal dan bertobat. Oleh karena itu, hendaklah umatnya beriman kepada-Nya.\n\nNabi Muhammad juga diperintahkan untuk menyampaikan kepada umatnya bahwa ia bertawakal dan bertobat kepada Allah swt, walaupun ia adalah seorang nabi dan rasul Allah yang tidak pernah berbuat dosa. Jika seorang rasul masih berbuat demikian, apalagi orang-orang yang berdosa, tentu mereka lebih layak untuk bertawakal dan bertobat kepada Allah dari segala dosa yang telah mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 1738, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 13, "page": 253, "manzil": 3, "ruku": 208, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0633\u064f\u064a\u0651\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064f\u0637\u0651\u0650\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u064a\u0652\u0623\u064e\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u064e\u0627\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064e\u0629\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u062d\u064f\u0644\u0651\u064f \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0639\u064e\u0627\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law anna Quraanan suyyirat bihil jibaalu aw qutti'at bihil ardu aw kullima bihil mawtaa; bal lillaahil amru jamee'aa; afalam yai'asil lazeena aamanooo al law yashaaa 'ullaahu lahadan naasa jamee'aa; wa laa yazaalul lazeena kafaroo tuseebuhum bimaa sana'oo qaari'atun aw tahullu qareebam min daarihim hatta yaatiya wa'dul laah; innal laaha laa yukhliful mee'aad" } }, "translation": { "en": "And if there was any qur'an by which the mountains would be removed or the earth would be broken apart or the dead would be made to speak, [it would be this Qur'an], but to Allah belongs the affair entirely. Then have those who believed not accepted that had Allah willed, He would have guided the people, all of them? And those who disbelieve do not cease to be struck, for what they have done, by calamity - or it will descend near their home - until there comes the promise of Allah. Indeed, Allah does not fail in [His] promise.", "id": "Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al-Qur'an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah (penaklukkan Mekah). Sungguh, Allah tidak menyalahi janji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1738", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1738.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1738.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan peringatkanlah orang kafir bahwa sekiranya ada suatu bacaan dalam bentuk kitab suci yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan dari tempatnya semula, atau bumi jadi terbelah dan mengalirkan sungai-sungai, atau orang yang sudah mati kembali hidup dan dapat berbicara-sekiranya Allah menghendaki-maka bacaan itu adalah Al-Qur'an, bukti kerasulan Nabi Muhammad. Sebenarnya segala urusan itu adalah milik Allah dan atas kehendak serta kewenangan-Nya. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki, tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya sehingga semua beriman tanpa kecuali. Dan orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur'an senantiasa ditimpa bencana, seperti kekalahan melawan kaum mukmin, disebabkan perbuatan buruk mereka sendiri, atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai akhirnya datang janji Allah berupa kemenangan kaum mukmin dalam penaklukan kota Mekah. Sungguh, Allah tidak akan pernah menyalahi janji.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan kebesaran Al-Quran sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw. Namun sebelumnya, ayat ini menjelaskan bahwa walaupun ada satu bacaan atau Kitab Suci yang dapat menyebabkan gunung-gunung dapat berjalan, bumi dapat terbelah, atau orang-orang yang telah mati dapat hidup kembali dan berbicara, tetap akan ada orang-orang yang tidak beriman.\n\nMaksud pernyataan di atas adalah bahwa Allah telah memberikan mukjizat kepada Nabi Musa, seperti gunung Tur dapat berjalan, dan batu dapat mengeluarkan mata air setelah dipukul dengan tongkatnya. Allah swt juga telah memberikan mukjizat kepada Nabi Isa, sehingga ia dapat menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Kepada Nabi Muhammad, Allah telah memberikan mukjizat terbesar yaitu Al-Quran, mukjizat yang bersifat abadi dan tetap dapat dilihat sampai sekarang. Al-Quran mengandung bukti-bukti yang menunjukkan kebesaran kekuasaan Allah dan keindahan ciptaan-Nya. Selain itu, Al-Quran membawa hikmah-hikmah, hukum-hukum, dan peraturan-peraturan yang diperlukan manusia untuk mengatur kehidupan dalam berbagai bidang baik ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya, yang menjamin kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat jika mereka mau memahami dan mengamalkannya. Dengan demikian, mereka akan tampil menjadi bangsa dan umat yang terbaik di bumi ini. \n\nMenurut ath-thabrani dari Ibnu Abbas bahwa ada sekelompok kaum musyrikin Mekah, antara lain Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah, mengadakan pertemuan di belakang Kabah, dan mengutus seseorang untuk memanggil Rasulullah saw. Beliau lalu datang ke tempat mereka, dan Abdullah bin Abi Umayyah mengatakan kepadanya bahwa mereka akan bersedia menjadi pengikutnya apabila beliau dapat membuktikan ke-mukjizatan Al-Quran untuk memindahkan gunung-gunung yang berada di sekitar Mekah, sehingga tempat tersebut menjadi lapang dan bisa dijadikan sebagai lahan pertanian. Jika hal tersebut dapat dilakukan Rasulullah, barulah mereka percaya bahwa ia benar-benar nabi dan rasul. Mereka juga meminta kepada Rasulullah agar dapat menguasai angin dan menjadikannya sebagai kendaraan pulang pergi dari Mekah ke negeri Syam. Menurut mereka, ini akan membuktikan bahwa Muhammad betul-betul nabi dan rasul Allah seperti Nabi Sulaiman yang mampu menggunakan angin sebagai kendaraan. Selain itu, mereka juga meminta agar Muhammad saw menghidupkan kembali nenek moyangnya yang telah lama meninggal dunia, seperti Qushai bin Kilab atau siapa saja yang mereka inginkan di antara nenek moyang mereka yang sudah mati. Mereka akan menanyakan kepada orang yang dihidupkan itu apakah dakwah yang disampaikan Muhammad saw benar atau tidak. Menurut mereka, hal ini adalah untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad saw benar-benar nabi dan rasul Allah sebagaimana halnya Nabi Isa as yang dengan mukjizatnya dapat menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati.\n\nAllah swt lalu menurunkan ayat di atas untuk menegaskan bahwa seandainya Allah mengabulkan apa-apa yang mereka minta itu menjadi bagian dari kemukjizatan Al-Quran, pasti hal itu dapat terjadi, karena semuanya berada di bawah kekuasaan-Nya. Akan tetapi, seandainya hal tersebut benar-benar dikabulkan, mereka tetap tidak akan beriman kepada Allah, Nabi Muhammad, dan Al-Quran yang merupakan mukjizatnya.\n\nNabi Muhammad sangat ingin agar mereka itu beriman, namun mereka itu tidak juga beriman, bahkan mengajukan permintaan yang beraneka ragam. Oleh karena itu dalam ayat ini, Allah swt memberikan hiburan kepadanya dengan menegaskan bahwa ia dan orang-orang mukmin harus betul-betul memahami bahwa jika Allah menghendaki semua manusia beriman, pastilah Allah memberi petunjuk kepada mereka semuanya. Selain itu, orang-orang mukmin harus meyakini pula bahwa orang-orang kafir itu senantiasa akan ditimpa bencana dan kemurkaan Allah karena kekafiran dan perbuatan buruk mereka. Bencana itu bisa terjadi di dekat tempat kediaman mereka, sehingga akhirnya datanglah apa yang dijanjikan Allah, yaitu kehancuran mereka sendiri.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa janji Allah untuk menolong kaum Muslimin dan membinasakan orang-orang kafir pasti akan terjadi, karena Allah tidak akan menyalahi janji-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1739, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 13, "page": 253, "manzil": 3, "ruku": 209, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064e \u0628\u0650\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqadis tuhzi'a bi Rusulim min qablika fa amlaitu lillazeena kafaroo summa akhaztuhum fakaifa kaana 'iqaab" } }, "translation": { "en": "And already were [other] messengers ridiculed before you, and I extended the time of those who disbelieved; then I seized them, and how [terrible] was My penalty.", "id": "Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1739", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1739.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1739.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, bahwa apabila kaummu yang kafir menghina dan memperolok dakwahmu, sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau telah pula diperolok-olokkan oleh kaum mereka yang ingkar. Karena perbuatan buruk itu, maka Aku beri tenggang waktu be-berapa lama kepada orang-orang kafir itu untuk bersenang-senang dalam kedurhakaan mereka, kemudian setelah waktu yang telah Aku tetapkan tiba, Aku binasakan mereka dengan siksa yang sangat pedih. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku yang Aku timpakan itu!", "long": "Ayat ini berisi hiburan kepada Rasulullah dan umat Islam agar mereka tidak berkecil hati terhadap sikap dan keingkaran orang-orang kafir dan musyrikin Mekah. Di sini, Allah swt menerangkan bahwa bukan hanya Nabi Muhammad yang pernah diperolok-olok oleh kaum kafir dan musyrik, rasul-rasul yang telah diutus Allah kepada mereka sebelumnya pun mengalami keadaan yang demikian. Hanya saja, Allah memberi tenggang waktu dan menangguhkan datangnya azab dan malapetaka kepada orang-orang kafir tersebut. Pada akhirnya, Allah pasti membinasakan mereka dengan azab yang sangat dahsyat." } } }, { "number": { "inQuran": 1740, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 13, "page": 253, "manzil": 3, "ruku": 209, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0645 \u0628\u0650\u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u06d7 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Afaman Huwa qaaa'imun 'alaa kulli nafsim bimaa kasabat; wa ja'aloo illlaahi shurakaaa'a qul samoohum; am tunabbi'oona hoo bimaa laa ya'lamu fil ardi; am bizaahirim minal qawl; bal zuyyina lillazeena kafaroo makruhum wa suddoo 'anis sabeel; wa mai yudlilil laaahu famaa lahoo min haad;" } }, "translation": { "en": "Then is He who is a maintainer of every soul, [knowing] what it has earned, [like any other]? But to Allah they have attributed partners. Say, \"Name them. Or do you inform Him of that which He knows not upon the earth or of what is apparent of speech?\" Rather, their [own] plan has been made attractive to those who disbelieve, and they have been averted from the way. And whomever Allah leaves astray - there will be for him no guide.", "id": "Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang lain)? Mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah, “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu.” Atau apakah kamu hendak memberitahukan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau (mengatakan tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya bagi orang kafir, tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah, dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1740", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1740.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1740.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab yang Allah timpakan kepada orang kafir tidak bersifat semena-mena, melainkan berdasarkan hasil pengawasan yang akurat. Maka apakah Tuhan yang menjaga, mengawasi, dan mencatat melalui para malaikat, setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya sama dengan berhalaberhala yang orang kafir itu sembah? Mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah dengan membuat dan menyembah berhala. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Hai orang kafir, sebutkanlah sifat-sifat mereka-yakni berhala-berhala yang kamu sembah itu! Atau apakah kamu mengira dengan nada mengejek hendak memberitahukan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi-yaitu terkait berhala-berhala tersebut-atau kamu mengatakan tentang hal itu hanya sekadar perkataan pada lahirnya saja tanpa ada substansinya sama sekali?\" Sebenarnya bagi orang kafir ejekan dan tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah oleh setan, dan mereka dihalangi olehnya dari jalan yang benar. Dan barang siapa disesatkan oleh Allah akibat kekufurannya sendiri, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk baginya menuju kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt mencela kebodohan orang-orang kafir dan musyrik yang menyembah selain Allah, yaitu benda-benda yang mereka anggap sebagai Tuhan mereka, yang tidak dapat memberikan manfaat dan mudarat, tidak mengetahui apa-apa yang dikerjakan manusia, dan tidak pula dapat mengawasi serta memberikan pahala ataupun siksa kepada manusia berdasarkan amal dan perbuatannya. Allah mengatakan, \"Apakah Allah yang mengawasi perbuatan mereka sama dengan apa-apa yang dipertuhankan mereka yang tidak mempunyai sifat-sifat seperti itu?\"\n\nKarena kaum musyrikin menjadikan beberapa sekutu bagi Allah swt, maka Allah memerintahkan rasul-Nya untuk mengatakan kepada mereka, \"Sebutkanlah sifat-sifat yang dimiliki oleh apa yang kamu anggap sebagai tandingan atau sekutu Allah!\" Semuanya sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat kesempurnaan seperti yang dimiliki Allah swt. Oleh sebab itu, tidaklah pantas untuk menjadi sekutu-Nya.\n\nUcapan dan tuntutan mereka kepada Nabi Muhammad seperti tersebut di atas juga memberikan kesan adanya anggapan mereka bahwa Allah seakan-akan tidak mengetahui apa yang terjadi di bumi ini. Oleh sebab itu, dalam ayat ini Allah swt mempertanyakan kepada mereka, apakah mereka mengucapkan kata-kata tersebut dengan maksud untuk memberitahukan kepada Allah swt tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di bumi yang mereka anggap tidak diketahui Allah? Padahal Allah mengetahui apa saja yang terjadi di alam ini.\n\nKarena kaum musyrikin itu mempersekutukan Allah dengan yang lain, maka dalam ayat ini Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menanyakan kepada mereka, apakah mereka menyebut-nyebut \"sekutu-sekutu\" Allah hanya sekedar ucapan lahiriyah saja, dan tidak mempunyai hakikat kebenaran sama sekali? Kalau demikian halnya, maka ucapan mereka adalah omong kosong yang tidak mempunyai hakikat kebenaran sama sekali. Padahal Allah sama sekali tidak mempunyai sekutu. Dia Mahatinggi dan Maha Sempurna.\n\nPada akhir ayat ini, Allah swt membuka tabir rahasia dari kesesatan orang-orang kafir dan musyrik, yaitu mereka telah terpukau oleh berbagai godaan setan yang menggambarkan kepada mereka bahwa tipu daya yang mereka lakukan itu adalah suatu kebaikan dan perbuatan yang terpuji. Oleh karena mereka telah menuruti rayuan setan tersebut, maka mereka telah dihalangi dan diselewengkan dari jalan Allah. Siapa yang telah menyimpang dari jalan Allah, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepada orang-orang itu karena mereka telah menuruti kemauan setan." } } }, { "number": { "inQuran": 1741, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 13, "page": 253, "manzil": 3, "ruku": 209, "hizbQuarter": 101, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0634\u064e\u0642\u0651\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0627\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Lahum 'azaabun fil hayaatid dunyaa wa la'azaabul Aakhirati ashaaq, wa maa lahum minal laahi min-waaq" } }, "translation": { "en": "For them will be punishment in the life of [this] world, and the punishment of the Hereafter is more severe. And they will not have from Allah any protector.", "id": "Mereka mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras. Tidak ada seorang pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1741", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1741.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1741.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka (orang kafir yang menyimpang dari jalan Allah) mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, seperti kekalahan dalam perang dan kehinaan hidup, dan mereka juga akan mendapat azab di akhirat. Sungguh, azab di akhirat itu pasti lebih keras. Tidak ada seorang pun yang dapat melindungi dan menyelamatkan mereka dari azab Allah di dunia maupun akhirat.", "long": "Ayat ini menjelaskan betapa malangnya nasib orang-orang yang sesat itu, dan bagaimana besarnya kerugian yang mereka derita, yaitu: kesengsaraan hidup di dunia ini, sedangkan di akhirat akan diazab lebih berat lagi. Mereka tidak mendapatkan seorang pelindung pun dari azab Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1742, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 13, "page": 254, "manzil": 3, "ruku": 209, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064f\u0639\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0623\u064f\u0643\u064f\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064c \u0648\u064e\u0638\u0650\u0644\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u0651\u064e\u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Masalul Jannatil latee wu'idal muttaqoona tajree min tahtihal anhaaru ukuluhaa daaa'imunw wa zilluhaa; tilka uqbal lazeenat taqaw wa 'uqbal kafireenan Naar" } }, "translation": { "en": "The example of Paradise, which the righteous have been promised, is [that] beneath it rivers flow. Its fruit is lasting, and its shade. That is the consequence for the righteous, and the consequence for the disbelievers is the Fire.", "id": "Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1742", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1742.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1742.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menggambarkan sanksi bagi orang kafir pada ayat-ayat sebelumnya, pada ayat berikut Allah menjelaskan anugerah-Nya kepada orang yang bertakwa. Perumpamaan dan gambaran surga yang dijanjikan oleh Allah kepada orang yang bertakwa ialah bahwa surga itu seperti taman yang mengalir di bawahnya-yakni di bawah pepohonan dan istana-istananya-sungai-sungai; pepohonan di sana senantiasa berbuah dengan aneka rasa yang lezat dan juga menciptakan suasana yang teduh. Anugerah Allah yang sedemikian indah itulah tempat kesudahan yang hanya diberikan-Nya bagi orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka beserta siksaannya yang sangat pedih.", "long": "Salah satu kebiasaan Al-Quran adalah setelah menyebutkan hal-hal yang berkenaan dengan neraka, biasanya diiringi dengan menyebutkan hal-hal yang berkenaan dengan surga yang penuh dengan kenikmatan yang akan diperoleh orang-orang yang beriman, bertakwa, dan beramal saleh. \n\nDalam ayat ini, surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang bertakwa diumpamakan sebuah kebun yang indah dan subur karena dialiri sungai-sungai. Pohon-pohonnya dilukiskan berbuah tidak henti-hentinya dan memberikan naungan kepada orang yang berteduh di bawahnya. Surga tersebut merupakan tempat tinggal terakhir dan selamanya bagi orang-orang yang bertakwa.\n\nSebaliknya, neraka merupakan tempat kediaman yang penuh kesengsara-an bagi orang-orang kafir.\n\nDengan digambarkannya perbandingan antara kedua tempat tersebut, maka manusia yang hidup di dunia ini dipersilakan untuk memilih jalan ke surga dengan beriman, beramal, dan bertakwa, atau jalan ke neraka dengan kekafiran, kemusyrikan, dan perbuatan-perbuatan jahat." } } }, { "number": { "inQuran": 1743, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 13, "page": 254, "manzil": 3, "ruku": 209, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u0643\u0650\u0631\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0622\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena aatainaa humul Kitaaba yafrahoona bimaa unzila ilaika wa minal Ahzaabi mai yunkiru ba'dah; qul innamaa umirtu an a'budal laaha wa laaa ushrika bih; ilaihi ad'oo wa ilaihi maab" } }, "translation": { "en": "And [the believers among] those to whom We have given the [previous] Scripture rejoice at what has been revealed to you, [O Muhammad], but among the [opposing] factions are those who deny part of it. Say, \"I have only been commanded to worship Allah and not associate [anything] with Him. To Him I invite, and to Him is my return.\"", "id": "Dan orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan apa (kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan ada di antara golongan (Yahudi dan Nasrani), yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah, “Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1743", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1743.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1743.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah, wahai Nabi Muhammad, bahwa ada sebagian dari orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka (Yahudi dan Nasrani) yang bergembira dengan apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu, seperti 'Abdulla h bin Sala m, karena kesesuaian antara Al-Qur'an dengan kitab mereka; dan ada pula di antara golongan yang bersekutu, yakni kaum musyrik Mekah, Yahudi, dan Nasrani yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah kepada mereka, \"Aku hanya diperintah secara tegas untuk menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun. Hanya kepada-Nya aku seru manusia menuju kebenaran, dan hanya kepada-Nya aku kembali untuk bertobat.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan sikap orang-orang Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terhadap Al-Quran setelah mereka memeluk agama Islam, seperti Abdullah bin Salam dari kalangan Yahudi. Mereka ini sangat gembira dengan turunnya Al-Quran dan menerima baik segala ajaran dan hukum-hukumnya. Akan tetapi, di samping itu ada pula segolongan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengingkari sebagian dari Al-Quran, terutama mengenai ajaran tentang keesaan Allah swt.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada golongan tersebut kemantapan imannya kepada Allah swt, dengan mengatakan, \"Sesungguhnya aku hanya diperintahkan untuk menyembah Allah semata dan aku tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya. Aku seru manusia untuk beriman hanya kepada-Nya dan aku yakin bahwa hanya kepada-Nya aku akan kembali.\"\n\nUcapan Rasul ini dengan tegas menolak kepercayaan syirik, yaitu mempersekutukan sesuatu dengan Allah seperti yang dianut oleh kaum musyrikin. Kepercayaan itu sangat bertentangan dengan ajaran Al-Quran tentang keesaan Allah secara mutlak, yang merupakan inti agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 1744, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 13, "page": 254, "manzil": 3, "ruku": 209, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika anzalnaahu hukman 'Arabiyyaa; wa la'init taba'ta ahwaaa 'ahum ba'da maa jaaa'aka minal 'ilmi maa laka minal laahi minw waliyinw wa laa waaq" } }, "translation": { "en": "And thus We have revealed it as an Arabic legislation. And if you should follow their inclinations after what has come to you of knowledge, you would not have against Allah any ally or any protector.", "id": "Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1744", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1744.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1744.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagaimana telah Kami turunkan kitab suci kepada kaum Yahudi dan Nasrani dengan bahasa masing-masing, demikianlah pula Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) kepadamu, wahai Nabi Muhammad, sebagai peraturan hukum yang Kami turunkan dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka untuk mempersekutukan Allah setelah datang pengetahuan yang benar dan lurus, yakni Al-Qur'an kepadamu, maka tidak akan ada yang dapat melindungi dan menolong engkau dari siksa Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa ciri utama Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw, yaitu Al-Quran berisi peraturan-peraturan yang benar, yang harus ditaati manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat kelak. Di samping itu, Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab, yaitu bahasa yang memiliki beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.\n\nDi antara keistimewaan bahasa Arab ialah bahasa ini merupakan bahasa yang sudah berkembang, jauh sebelum datangnya Islam sehingga kosakatanya sangat kaya. Bahasa Arab juga memiliki kaedah pembentukan kata (morfologi) yang memungkinkannya bisa dengan mudah menampung konsep-konsep baru untuk pembentukan kata baru. Dengan demikian, dapat dipahami kemampuan bahasa Arab mengungkapkan konsep-konsep wahyu. Karena Al-Quran berbahasa Arab, maka Al-Quran telah melestarikan bahasa Arab sehingga tidak hilang seperti bahasa Suryani, Koptic, dan sebagainya.\n\nKarena Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab dan menjadi mukjizat Nabi Muhammad sebagai kitab suci, maka terjemahan Al-Quran dalam bahasa asing tidak dianggap sebagai kitab suci juga. Sebagaimana diketahui, di antara kehormatan yang dimiliki Al-Quran ialah membacanya dianggap sebagai ibadah, dan tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang suci, yaitu orang-orang yang tidak berhadas besar maupun kecil.\n\nBanyak ayat yang menyebutkan ciri-ciri Al-Quran, antara lain firman Allah swt:\n\n(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana, Maha Terpuji. (Fushshilat/41: 42)\n\nSelanjutnya Allah swt memperingatkan Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin umumnya, agar jangan menuruti kehendak hawa nafsu dan keinginan orang-orang yang mengingkari Al-Quran, baik sebagian maupun keseluruhannya, karena Allah swt telah memberikan ilmu yang benar kepada mereka, yaitu Al-Quran al-Karim. Jika Nabi Muhammad dan kaum Muslimin sampai tergoda dan mengikuti kehendak orang-orang yang mengingkari Al-Quran itu, maka siksa Allah pasti akan menimpa mereka dan tidak seorangpun dapat menjadi pelindung terhadap siksa Allah swt Yang Mahakuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 1745, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 13, "page": 254, "manzil": 3, "ruku": 210, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Rusulam min qablika wa ja'alnaa lahum azwaajanw wa zurriyyah; wa maa kaana lirasoolin ai yaatiya bi aayatin illaa bi iznil laah; likulli ajalin kitaab" } }, "translation": { "en": "And We have already sent messengers before you and assigned to them wives and descendants. And it was not for a messenger to come with a sign except by permission of Allah. For every term is a decree.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1745", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1745.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1745.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika kaum kafir bertanya mengapa kamu mempunyai istri, maka ketahuilah wahai Nabi Muhammad, bahwa sungguh Kami telah mengutus beberapa rasul kepada umat-umat sebelum engkau dari golongan manusia, dan Kami berikan kepada sebagian dari mereka istri-istri dan keturunan sebagaimana dimiliki oleh manusia lainnya. Jika kaum kafir itu menuntutmu untuk mendatangkan mukjizat yang kasat mata, maka sesungguhnya tidak ada hak bagi seorang rasul pun untuk mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) guna memenuhi tuntutan kaumnya atas kekuatannya sendiri, melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab, yakni mukjizat para nabi dan rasul yang sesuai kondisi dengan masanya.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan bahwa Dia telah mengutus rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad saw dan mereka beristri dan berketurunan.\n\nHal ini menunjukkan bahwa kehidupan berkeluarga dan berketurunan adalah hal yang wajar dan merupakan sunatullah bagi makhluk-Nya yang hidup di muka bumi ini. Sunatullah ini juga berlaku bagi para nabi dan rasul-Nya. Hidup berkeluarga tidak boleh dianggap sebagai penghalang dalam perjuangan, baik demi kemajuan pribadi, masyarakat, maupun bangsa. Bahkan pernikahan menurut ajaran Islam, selain bertujuan untuk melanjut-kan keturunan, juga berfungsi memberikan ketenangan, ketenteraman, dan kestabilan hidup. Pernikahan juga mempererat silaturrahim antara keluarga-keluarga yang bersangkutan dan dapat menjadi sarana dakwah Islamiyah, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw.\n\nKarena hidup berkeluarga adalah suatu yang wajar dan merupakan sunatullah, maka manusia tidak boleh menentangnya. Oleh sebab itu, adalah keliru apabila ada pemimpin agama yang mempunyai anggapan bahwa mereka harus menjauhi hidup berkeluarga, agar tidak mengganggu dalam menjalankan agama. Sikap hidup membujang atau tabattul adalah hal-hal yang tidak dikenal dalam agama Islam, bahkan sangat ditentang. Perkawinan dan anak merupakan nikmat dan rahmat Allah kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, perkawinan dan keluarga perlu dipelihara dan dilestarikan sebaik-baiknya.\n\nDalam satu riwayat disebutkan bahwa orang-orang Yahudi mencela Nabi Muhammad saw karena beliau mempunyai beberapa orang istri. Mereka mengatakan kalau benar-benar Muhammad adalah nabi dan rasul, tentu ia akan menyibukkan diri dengan tugas-tugas kenabiannya saja dan tidak akan mempedulikan perempuan. Mereka juga meminta bermacam-macam bukti tentang kenabiannya, selain Al-Quran yang menjadi mukjizatnya. Allah swt telah membantah mereka dengan menegaskan bahwa Nabi Muhammad bukanlah rasul Allah yang pertama, melainkan sebelum itu Allah swt telah mengutus beberapa rasul dan semuanya adalah manusia biasa yang membutuhkan makan, minum, berkeluarga dan berketurunan, serta melakukan perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang lainnya, berjalan di pasar, dan sebagainya. Dalam hal ini, Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menegaskan:\n\nSesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu. (al-Kahf/18: 110)\n\nKemudian, dalam ayat ini ditegaskan tentang kewajaran dan kebolehan para rasul itu hidup berkeluarga dan berketurunan. Allah menegaskan bahwa Dia mengaruniai mereka istri dan keturunan.\n\nDalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari Anas bin Malik disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:\n\nAdapun aku, aku berpuasa dan berbuka, aku salat di waktu malam, juga tidur, aku juga makan daging dan juga menikahi wanita; maka siapa yang tidak suka kepada sunahku (jalan kehidupanku) tiadalah ia termasuk umatku. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nAdapun ayat-ayat atau bukti-bukti kenabian dan kerasulan yang dituntut orang-orang kafir kepada Nabi Muhammad saw dijawab berulang kali dalam Al-Quran, bahwa masalah tersebut adalah wewenang Allah semata. Para rasul hanya memperlihatkan mukjizatnya dengan seizin Allah.\n\nMukjizat terbesar Nabi Muhammad saw adalah Al-Quran yang membawa ajaran-ajaran, hukum-hukum, dan peraturan-peraturan yang berperan menuntun manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Quran senantiasa terpelihara kemurniannya dan tidak satupun makhluk yang dapat menandinginya, baik dari sisi kandungannya maupun redaksi kebahasaannya.\n\nAyat-ayat atau bukti-bukti dan mukjizat tidak muncul begitu saja, melainkan harus sesuai dengan hikmah Allah dan selaras dengan masanya. Masing-masing masa tersebut mempunyai ciri tersendiri yang telah ditetapkan Allah. Setiap peristiwa yang terjadi di alam ini mengikuti ketentuan atau takdir-Nya, baik mengenai waktu, tempat, cara, maupun sebab-sebab terjadinya. Mukjizat tidak akan muncul sebelum waktu yang telah ditetapkan Allah. Ajal seseorang, rezeki, dan peristiwa-peristiwa yang dialami di dunia dan di akhirat terjadi sesuai dengan ketentuan Allah. Manusia tidak dapat meminta agar ajalnya datang lebih cepat ataupun lebih lambat dari apa yang telah ditetapkan Allah dalam takdir-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1746, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 13, "page": 254, "manzil": 3, "ruku": 210, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0645\u0652\u062d\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u062b\u0652\u0628\u0650\u062a\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Yamhul laahu maa yashaaa'u wa yusbitu wa 'indahooo ummul Kitaab" } }, "translation": { "en": "Allah eliminates what He wills or confirms, and with Him is the Mother of the Book.", "id": "Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1746", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1746.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1746.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Yang Mahabijaksana menghapus hukum yang layak untuk dihapus, dan menetapkan apa (hukum) yang Dia kehendaki untuk ditetapkan. Allah melakukan hal itu sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan yang dimiliki-Nya. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab, yakni Lauh Mahfuz.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan satu sisi dari kekuasaan-Nya, yaitu menghapuskan atau menetapkan apa-apa yang dikehendaki-Nya, baik mengenai syariat-Nya atau nasib manusia.\n\nTanda-tanda adanya penghapusan dan penetapan Allah, ialah adanya siang dan malam yang datang silih berganti, adanya gelap dan terang, hidup dan mati, kuat dan lemah, sehat dan sakit, bahagia dan sengsara, kaya dan miskin, dan sebagainya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa di sisi-Nya atau Lauh Mahfudh terdapat Ummul Kitab. Semua peristiwa dan kejadian yang terjadi di alam ini tertulis di Lauh Mahfudh yang tidak akan mengalami perubahan dan penggantian apapun.\n\nBerdasarkan pengertian tersebut maka ayat ini juga merupakan bantahan terhadap tuntutan kaum kafir dan musyrik yang meminta kepada Nabi Muhammad saw untuk mendatangkan ayat-ayat atau bukti-bukti kenabian dan kerasulannya, selain Al-Quran. Hal tersebut tidak akan pernah terjadi, kecuali jika hal itu termasuk dalam ketentuan yang ditetapkan Allah atau telah ada dalam Lauh Mahfudh." } } }, { "number": { "inQuran": 1747, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 13, "page": 254, "manzil": 3, "ruku": 210, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Wa im maa nurriyannaka ba'dal lazee na'iduhum aw nata waffayannaka fa innamaa 'alaikal balaaghu wa 'alainal hisaab" } }, "translation": { "en": "And whether We show you part of what We promise them or take you in death, upon you is only the [duty of] notification, and upon Us is the account.", "id": "Dan sungguh jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1747", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1747.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1747.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami-Allah-Mahakuasa menetapkan atau menghapus hukum yang Kami kehendaki sesuai kebijaksanaan Kami. Dan sungguh, jika Kami perlihatkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, di dunia ini sebagian dari siksaan dan balasan yang Kami ancamkan kepada mereka (orang kafir) sebagaimana permintaan mereka, atau Kami wafatkan engkau sebelum menyaksikan siksaan itu datang kepada mereka-namun mereka pasti akan merasakannya-maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja dakwah dan risalah yang kami titipkan kepadamu, dan Kamilah yang akan memperhitungkan amal mereka serta balasan yang akan mereka terima atasnya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa ada kemungkinan Allah memberikan umur yang panjang kepada Rasulullah, sehingga beliau sempat melihat kedatangan azab yang telah dijanjikan kepada kaum kafir. Bisa juga Allah memberikan usia yang pendek sehingga Rasulullah tidak mendapat kesempatan untuk menyaksikan azab yang diturunkan-Nya itu. Tugas Rasul-Nya hanya mendakwahkan agama Islam kepada manusia. Adapun persoalan mereka mau menerima atau menolaknya adalah urusan Allah. Bagi yang menolak, azab Allah pasti akan datang, apakah disegerakan atau ditunda, adalah wewenang Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1748, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 13, "page": 254, "manzil": 3, "ruku": 210, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0646\u064e\u0646\u0642\u064f\u0635\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0637\u0652\u0631\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0642\u0651\u0650\u0628\u064e \u0644\u0650\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Awalam yaraw annaa naatil arda nanqusuhaa min atraafihaa; wallaahu yahkumu laa mu'aqqiba lihukmih; wa Huwa saree'ul hisaab" } }, "translation": { "en": "Have they not seen that We set upon the land, reducing it from its borders? And Allah decides; there is no adjuster of His decision. And He is swift in account.", "id": "Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah (orang yang ingkar kepada Allah), lalu Kami kurangi (daerah-daerah) itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia Mahacepat perhitungan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1748", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1748.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1748.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara bukti-bukti Allah melaksanakan ancaman-Nya adalah peristiwa yang dialami oleh orang-orang kafir tersebut. Dan apakah mereka orang-orang kafir itu tidak melihat bahwa Kami melalui hambahamba Kami yang berjihad, mendatangi dan menaklukkan daerah-daerah yang dikuasai orang yang ingkar kepada Allah, lalu Kami kurangi daerah-daerah yang dikuasai itu sedikit demi sedikit dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum menurut kehendak-Nya. Tidak ada kekuatan apa pun yang dapat menolak ketetapan-Nya bila Allah sudah menetapkannya; Dia Mahacepat lagi Mahabijaksana perhitungan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt memperlihatkan pula sisi lain dari kekuasaan-Nya dalam menimpakan hukuman terhadap orang-orang kafir, yaitu dengan cara mengurangi luas daerah negeri mereka sedikit demi sedikit. Pengurangan daerah mereka itu, mungkin disebabkan bencana alam yang diturunkan Allah kepada mereka, sehingga sebagian dari daerah mereka menjadi rusak dan tidak dapat didiami lagi; atau karena terjadi peperangan, sehingga wilayah kekuasaannya dikuasai bangsa lain dan mereka menjadi terdesak atau diusir dari negeri mereka.\n\nSelanjutnya, dalam ayat ini dijelaskan kekuasaan Allah dalam hal menetapkan hukum menurut hikmah dan kehendak-Nya, dan hukum yang telah ditetapkan-Nya tidak akan dapat ditolak atau dibantah oleh siapapun juga.\n\nPada akhir ayat ini, ditegaskan bahwa Allah cepat sekali mengadakan perhitungan terhadap perbuatan hamba-Nya, sehingga mereka yang beriman dan berbuat kebajikan akan memperoleh ganjaran kebaikan, sedang mereka yang ingkar kepada-Nya dan berbuat kezaliman pasti mendapat siksa dan kemurkaan-Nya. Segala perbuatan hamba-Nya tidak akan luput dari perhitungan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1749, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 13, "page": 254, "manzil": 3, "ruku": 210, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06d6 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qad makaral lazeena min qablihim falillaahil makru jamee'aa; ya'lamu maa taksibu kullu nafs; wa sa ya'lamul kuffaaru liman 'uqbad daar" } }, "translation": { "en": "And those before them had plotted, but to Allah belongs the plan entirely. He knows what every soul earns, and the disbelievers will know for whom is the final home.", "id": "Dan sungguh, orang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang, dan orang yang ingkar kepada Tuhan akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1749", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1749.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1749.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum kafir Mekah secara rahasia merencanakan penentangan kepada Nabi Muhammad, sebagaimana kaum kafir terdahulu juga melakukan hal yang sama kepada rasul yang Allah utus kepada mereka. Dan sungguh, orang sebelum mereka, yakni kaum kafir yang hidup sebelum kaum kafir Mekah, telah mengadakan tipu daya menentang para rasul, tetapi semua tipu daya yang mereka lakukan itu berada dalam genggaman kekuasaan Allah sehingga sangat mudah bagi-Nya untuk menggagalkannya. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang, tidak terkecuali upaya mereka menyusun rencana rahasia, dan pada saat dihadapkan kepada Tuhan, orang yang ingkar kepada Tuhan akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan yang baik di dunia dan di akhirat kelak-tentu bagi para pengikut rasul-rasul itu.", "long": "Allah kembali menjelaskan sisi lain dari kekuasaan-Nya, yaitu dalam menghadapi tipu daya yang dilakukan oleh kaum kafir Mekah terhadap Rasulullah dan kaum Muslimin. Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir sebelum masa Rasulullah juga telah melakukan tipu daya terhadap para rasul-Nya. Tetapi semua tipu daya mereka itu berada di bawah kekuasaan Allah sehingga tidak akan membinasakan agama dan rasul-Nya. Allah senantiasa mengetahui lebih dulu apa saja yang diperbuat oleh setiap makhluk-Nya.\n\nDari sini dapat dipahami bahwa jika tipu daya orang-orang kafir terhadap para rasul Allah sebelumnya berada di bawah kekuasaan Allah, tentulah tipu daya kaum kafir Mekah terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin juga berada di bawah kekuasaan Allah. Dengan demikian, tipu daya tersebut tidak akan berhasil membinasakan Rasulullah dan kaum Muslimin, dan tidak akan mampu menghalangi penyebaran agama Islam.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa orang kafir pasti akan mengetahui kelak bahwa yang berhak untuk memperoleh tempat tinggal terakhir dan abadi yang penuh kenikmatan hanyalah mereka yang beriman dan beramal saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 1750, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 13, "page": 255, "manzil": 3, "ruku": 210, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e \u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa yaqoolul lazeena kafaroo lasta mursalaa; qul kafaa billaahi shaheedam bainee wa bainakum wa man 'indahoo 'ilmul Kitaab" } }, "translation": { "en": "And those who have disbelieved say, \"You are not a messenger.\" Say, [O Muhammad], \"Sufficient is Allah as Witness between me and you, and [the witness of] whoever has knowledge of the Scripture.\"", "id": "Dan orang-orang kafir berkata, “Engkau (Muhammad) bukanlah seorang Rasul.” Katakanlah, “Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1750", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1750.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1750.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum kafir menolak kerasulan Nabi Muhammad. Dan orang-orang kafir berkata, \"Engkau, wahai Muhammad, bukanlah seorang rasul, melainkan pesihir.\" Jika mereka berkata demikian, katakanlah kepada mereka, \"Cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab-Yahudi dan Nasrani yang mengimani risalahku dan Al-Qur'an yang aku sampaikan-yang bertindak menjadi saksi antara aku sebagai penyampai kebenaran yang termaktub dalam AlQur'an dan kamu yang menolak kebenaran Al-Qur'an itu.", "long": "Ayat ini menunjukkan dialog antara orang-orang kafir Mekah dan Rasulullah, di mana mereka mengingkari kerasulannya dengan mengatakan, \"Engkau bukanlah seorang yang dijadikan rasul.\" Untuk menghadapi pengingkaran mereka ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menjawabnya dengan mengatakan, \"Cukuplah Allah menjadi saksi dalam pertikaian yang terjadi antara kita seputar kerasulanku. Orang-orang yang mempunyai ilmu tentang Al-Kitab dari kalanganmu yang telah masuk Islam dapat menjadi saksi tentang kebenaran kerasulanku.\"\n\nSesuai dengan penegasan Allah dalam ayat yang lalu bahwa tugas pokok Nabi Muhammad adalah menyampaikan agama Islam kepada manusia. Beliau tidak perlu gelisah menghadapi sikap ingkar dari kaum kafir tersebut, sebab Allahlah yang mengangkat dan mengutusnya menjadi rasul.\n\nPara ulama ahlul kitab memilih menganut agama Islam karena telah mengetahui bahwa dalam kitab Injil dan Taurat yang diwahyukan Allah kepada Nabi Isa dan Nabi Musa telah ada keterangan yang jelas tentang kedatangan nabi dan rasul terakhir, yaitu Muhammad saw. Oleh karena itu, mereka sama sekali tidak mengingkari kerasulan beliau." } } } ] }, { "number": 14, "sequence": 72, "numberOfVerses": 52, "name": { "short": "ابراهيم", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0628\u0631\u0627\u0647\u064a\u0645", "transliteration": { "en": "Ibrahim", "id": "Ibrahim" }, "translation": { "en": "Abraham", "id": "Ibrahim" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah. Dinamakan Ibrahim, karena surat ini mengandung doa Nabi Ibrahim a.s. yaitu ayat 35 sampai dengan 41. Do'a ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur. Doa Nabi Ibrahim a.s. ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t. sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang. Do'a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah s.w.t. sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail a.s., di dataran tanah Mekah yang tandus." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1751, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 13, "page": 255, "manzil": 3, "ruku": 211, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631 \u06da \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Raa; Kitaabun anzalnaahu ilaika litukhrijan-naasa minaz zulumaati ilan noori bi-izni Rabbihim ilaa siraatil 'Azeezil Hameed" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Ra. [This is] a Book which We have revealed to you, [O Muhammad], that you might bring mankind out of darknesses into the light by permission of their Lord - to the path of the Exalted in Might, the Praiseworthy -", "id": "Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1751", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1751.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1751.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah ar-Ra'd diakhiri dengan penegasan bahwa Allah dan orangorang yang diberi Al-Kitab akan menjadi saksi atas kebenaran risalah Nabi Muhammad. Sebagai sambungannya, Surah Ibrahim ini lalu diawali dengan penjelasan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad untuk mengajak manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah. Alif Laam Raa . Ini adalah Kitab Al-Qur'an yang Kami turunkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kemusyrikan kepada cahaya tauhid yang terang-benderang, dengan izin Tuhan, yaitu menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.", "long": "Surah ini dimulai dengan \"Alif Lam Ra\". (Lihat tafsirnya pada jilid pertama pada judul \"mafatihus suwar\".) Dalam firman Allah swt sesudah Alif Lam Ra menjelaskan maksud dan tujuan diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Muhammad. Allah menurunkan Al-Quran kepada Rasulullah agar petunjuk dan peraturan-peraturan yang dibawa Al-Quran itu dapat menjadi tuntunan dan bimbingan kepada umatnya. Dengan petunjuk itu mereka dapat dikeluarkan dari kegelapan ke cahaya yang terang-benderang, atau dari kesesatan dan kejahilan ke jalan yang benar dan mempunyai ilmu pengetahuan serta peradaban yang tinggi, sehingga mereka memperoleh rida dan kasih sayang Allah swt di dunia dan di akhirat.\n\nPenegasan tentang fungsi Al-Quran ini sangat penting sekali, apalagi jika dihubungkan dengan ayat-ayat yang lalu, di mana Allah swt telah menyebut-kan adanya orang-orang yang mengingkari Al-Quran, baik sebagian, maupun keseluruhannya.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini diterangkan bahwa Rasulullah hanya dapat menjalankan tugas tersebut di atas dengan izin dan bantuan dari Allah swt, dengan cara memberi kemudahan dan menguatkan tekad beliau dalam menghadapi segala rintangan. Al-Quran merupakan jalan yang dibentangkan Allah Yang Mahakuasa dan Maha Terpuji bagi Nabi Muhammad dan umatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1752, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 13, "page": 255, "manzil": 3, "ruku": 211, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Allaahil lazee lahoo maa fis samaawaati wa maa fill ard; wa wailul lilkaafireena min 'azaabin shadeed" } }, "translation": { "en": "Allah, to whom belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. And woe to the disbelievers from a severe punishment", "id": "Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Celakalah bagi orang yang ingkar kepada Tuhan karena siksaan yang sangat berat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1752", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1752.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1752.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Yang Mahaperkasa itulah yang memiliki apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi. Bukti-bukti tentang wujud, keesaan, dan kekuasaan Allah berulang kali dijelaskan, tetapi masih banyak orang yang mengingkari. Oleh sebab itu, celakalah bagi orang yang ingkar kepada Tuhan karena mereka pasti akan mendapat siksaan yang sangat berat.", "long": "Allah swt kembali mengingatkan kekuasaan-Nya dalam ayat ini dengan menegaskan bahwa Dialah yang memiliki dan menguasai semua yang ada di langit dan di bumi.\n\nOleh karena Allah swt adalah Pemilik dan Penguasa atas segala makhluk-Nya di alam ini, maka Al-Quran yang diturunkan-Nya adalah petunjuk ke jalan yang terbaik yang menjamin kebahagiaan hakiki.." } } }, { "number": { "inQuran": 1753, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 13, "page": 255, "manzil": 3, "ruku": 211, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Allazeena yastahibboo nal hayaatad dunyaa 'alal aakhirati wa yasuddoona 'ansabeelil laahi wa yabghoonahaa 'iwajaa; ulaaa 'ika fee dalaalim ba'eed" } }, "translation": { "en": "The ones who prefer the worldly life over the Hereafter and avert [people] from the way of Allah, seeking to make it (seem) deviant. Those are in extreme error.", "id": "(yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1753", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1753.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1753.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang ingkar dan enggan beriman kepada Allah adalah orang yang lebih menyukai kehidupan dunia yang fana daripada kehidupan akhirat yang kekal dan abadi, dan menghalang-halangi manusia dari menyusuri jalan (agama) Allah, dan menginginkan jalan yang bengkok agar sesuai dengan hawa nafsu mereka. Mereka itu benar-benar berada dalam jalan kesesatan yang sangat jauh dari hidayah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa orang-orang yang lebih menyukai kehidupan duniawi daripada kehidupan ukhrawi, menghalangi orang lain dari jalan Allah, dan menginginkan agar orang-orang menjauhi jalan lurus yang diberikan Allah kepada manusia, mereka itu sesat sejauh-jauhnya.\n\nBerbagai urusan duniawi tidak boleh melalaikan kita dari mempersiapkan diri bagi kehidupan ukhrawi. Akan tetapi, kehidupan duniawi itu juga tidak boleh diabaikan sama sekali, sebagaimana firman Allah:\n\nDan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia (al-Qashash/28: 77)\n\nOrang-orang kafir tidak hanya mengingkari Al-Quran, tetapi juga menghalang-halangi orang lain untuk mengikuti jalan yang benar itu, yaitu menghalangi manusia mengenal ajaran Islam dan menjadikannya pedoman hidup. Dengan demikian, mereka adalah orang-orang yang sesat dan berusaha menyesatkan orang lain, sehingga kejahatan mereka berlipat ganda.\n\nMereka juga berusaha dengan berbagai tipu daya agar jalan lurus yang ditunjukkan Allah itu menjadi bengkok. Mereka menukar ayat-ayat Allah dengan apa yang sesuai dengan kehendak hawa nafsu dan maksud jahat mereka. Dengan demikian, maka kesalahan yang mereka lakukan menjadi berlipat ganda lagi. Sewajarnyalah mereka itu ditimpa kemurkaan Allah karena mereka itu telah sesat dan kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 1754, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 13, "page": 255, "manzil": 3, "ruku": 211, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa mir Rasoolin illaa bilisaani qawmihee liyubaiyina lahum faiudillul laahu mai yashaaa'u wa yahde mai yashaaa'; wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "And We did not send any messenger except [speaking] in the language of his people to state clearly for them, and Allah sends astray [thereby] whom He wills and guides whom He wills. And He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1754", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1754.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1754.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah bahwa Kami tidak pernah mengutus seorang rasul pun kepada umat manusia, melainkan dengan bahasa yang dipergunakan oleh kaumnya. Yang demikian itu bertujuan agar dia dapat memberi penjelasan tentang syariat Allah dengan baik kepada mereka. Maka setelah rasul itu memberi penjelasan, Allah menyesatkan -membiarkan sesat- siapa yang Dia kehendaki dari hamba-Nya yang memang memilih jalan kesesatan, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-Nya yang memilih jalan yang lurus. Dia adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.", "long": "Pada ayat yang terdahulu telah disebutkan bahwa diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw merupakan rahmat bagi manusia. Kemudian dalam ayat ini, Allah menjelaskan pula rahmat-Nya yang lain, yaitu diutus-Nya para rasul kepada suatu kaum menggunakan bahasa yang dipakai oleh kaum tersebut. Ini memudahkan komunikasi antara para rasul tersebut dengan umat mereka untuk memberikan penjelasan dan bimbingan kepada umat-umat tersebut.\n\nAkan tetapi, walaupun kitab suci telah diturunkan dalam bahasa mereka masing-masing, dan para rasul telah berbicara dengan mereka dalam bahasa yang sama, namun masih saja ada di antara mereka yang enggan mendengar, memahami, dan mengikutinya. Oleh karena itu, Allah membiarkan mereka ini sesat dan Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa dan Maha Bijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 1755, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 13, "page": 255, "manzil": 3, "ruku": 211, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0635\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Moosaa bi Aayaatinaa an akhrij qawmaka minaz zulumaati ilan noori wa zak kirhum bi ayyaamil laah; inna fee zaalika la aayaatil likulli sabbaarin shakoor" } }, "translation": { "en": "And We certainly sent Moses with Our signs, [saying], \"Bring out your people from darknesses into the light and remind them of the days of Allah.\" Indeed in that are signs for everyone patient and grateful.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya), “Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1755", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1755.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1755.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara para rasul yang Kami utus itu adalah Nabi Musa. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi Musa kepada Bani Israil dengan membawa tanda-tanda Kami, yakni berbagai mukjizat yang membuktikan kebenarannya, dan Kami perintahkan kepadanya, \"Wahai Nabi Musa, keluarkanlah kaummu dari kegelapan (penindasan Firaun) kepada cahaya terang-benderang (pengesaan kepada Allah) dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari ketika Allah menurunkan nikmat dan azab-Nya kepada mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang penyabar atas ketentuan Allah dan banyak bersyukur atas nikmat-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menunjukkan bahwa rasul-rasul yang telah diutus kepada manusia mempunyai tugas yang sama, yaitu menyampaikan ayat-ayat Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar, mengeluarkan mereka dari kegelapan yang disebabkan kejahilan, kekafiran, dan kemaksiatan, kepada cahaya yang terang benderang karena iman, hidayah dan ilmu pengetahuan serta akhlak yang mulia. Allah menceritakan dalam ayat ini bahwa Nabi Musa a.s. pun telah diutus untuk menyampaikan tugas tersebut, dan diperintahkan untuk menyeru kaumnya. Allah berfirman, \"Keluarkanlah umatmu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang, serulah mereka agar beriman, dan mengingat hari-hari Allah\".\n\nYang dimaksud dengan \"hari-hari Allah\" ialah peristiwa penting yang telah dialami oleh umat manusia terdahulu, seperti nikmat Allah yang telah mereka peroleh ketika lepas dari perbudakan Firaun, atau kemurkaan dan siksa Allah yang telah menimpa diri mereka karena keingkaran.\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa \"hari-hari Allah\" tersebut mengandung tanda-tanda keesaan dan kekuasaan-Nya. Tanda-tanda tersebut hanya dapat dipahami oleh setiap orang yang sabar dan banyak bersyukur." } } }, { "number": { "inQuran": 1756, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 13, "page": 256, "manzil": 3, "ruku": 211, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0644\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0630\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Moosaa liqawmihiz kuroo ni'matal laahi 'alaikum iz anjaakum min Aali Fir'awna yasoomoo nakum sooo'al 'azaabi wa yuzabbihoona abnaaa'akum wa yastahyoona nisaaa'akum; wa fee zaalikum balaaa'um mir Rabbikum 'azeem" } }, "translation": { "en": "And [recall, O Children of Israel], when Moses said to His people, \"Remember the favor of Allah upon you when He saved you from the people of Pharaoh, who were afflicting you with the worst torment and were slaughtering your [newborn] sons and keeping your females alive. And in that was a great trial from your Lord.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir‘aun; mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, dan menyembelih anak-anakmu yang laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; pada yang demikian itu suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1756", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1756.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1756.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan, wahai Nabi Muhammad, tuturkanlah kepada kaummu suatu kisah ketika Musa berkata kepada kaumnya (Bani Israil) sembari mengingatkan mereka tentang hari-hari Allah, \"Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang menyelamatkan kamu dari kekejaman pengikut-pengikut Fir'aun. Mereka atas perintah Fir'aun menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, dan menyembelih anak-anakmu yang laki-laki yang baru lahir untuk memastikan tidak akan ada anak laki-laki dari Bani Israil yang kelak menggulingkan takhtanya, dan membiarkan hidup dengan hina anak-anak perempuanmu. Ingatlah bahwa pada yang demikian itu terdapat suatu cobaan dan ujian yang besar dari Tuhanmu. Dia hendak menguji apakah mereka bersyukur atas penyelamatan itu dan mengikuti ajaran Nabi Musa ataukah sebaliknya.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt mengisahkan tentang Nabi Musa yang mengajak umatnya untuk mengenang nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, yakni ketika Allah menyelamatkan mereka dari kekejaman Firaun beserta para pengikutnya, yang telah menyiksa mereka dengan siksaan yang berat, menyembelih anak laki-laki mereka, dan membiarkan anak-anak perempuan mereka hidup. Kemudian Nabi Musa mengingatkan kepada umatnya bahwa semua pengalaman yang telah mereka lalui itu sebenarnya merupakan cobaan yang amat berat dari Allah terhadap mereka, untuk menguji keimanan dan ketaatan mereka kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1757, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 13, "page": 256, "manzil": 3, "ruku": 212, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0623\u064e\u0630\u0651\u064e\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0644\u064e\u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz ta azzana Rabbukum la'in shakartum la azeedannakum wa la'in kafartum inn'azaabee lashadeed" } }, "translation": { "en": "And [remember] when your Lord proclaimed, 'If you are grateful, I will surely increase you [in favor]; but if you deny, indeed, My punishment is severe.' \"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1757", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1757.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1757.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah pula ketika Tuhanmu memaklumkan suatu maklumat yang dikukuhkan, \"Sesungguhnya Aku bersumpah, jika kamu bersyukur atas nikmat-nikmat-Ku kepadamu, niscaya Aku akan menambah kepadamu nikmat lebih banyak lagi, tetapi sebaliknya, jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah swt kembali mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya. Bila mereka melaksanakannya, maka nikmat itu akan ditambah lagi oleh-Nya. Sebaliknya, Allah juga mengingatkan kepada mereka yang mengingkari nikmat-Nya, dan tidak mau bersyukur bahwa Dia akan menimpakan azab-Nya yang sangat pedih kepada mereka.\n\nMensyukuri rahmat Allah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, dengan ucapan yang setulus hati; kedua, diiringi dengan perbuatan, yaitu menggunakan rahmat tersebut untuk tujuan yang diridai-Nya.\n\nDalam kehidupan sehari-hari, dapat kita lihat bahwa orang-orang yang dermawan dan suka menginfakkan hartanya untuk kepentingan umum dan menolong orang, pada umumnya tak pernah jatuh miskin ataupun sengsara. Bahkan, rezekinya senantiasa bertambah, kekayaannya makin meningkat, dan hidupnya bahagia, dicintai serta dihormati dalam pergaulan. Sebaliknya, orang-orang kaya yang kikir, atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridai Allah, seperti judi atau memungut riba, maka kekayaannya tidak bertambah, bahkan lekas menyusut. Di samping itu, ia senantiasa dibenci dan dikutuk orang banyak, dan di akhirat memperoleh hukuman yang berat." } } }, { "number": { "inQuran": 1758, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 13, "page": 256, "manzil": 3, "ruku": 212, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaala Moosaaa in takfurooo antum wa man fil ardi jamee'an fa innal laaha la Ghaniyyun Hameed" } }, "translation": { "en": "And Moses said, \"If you should disbelieve, you and whoever is on the earth entirely - indeed, Allah is Free of need and Praiseworthy.\"", "id": "Dan Musa berkata, “Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1758", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1758.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1758.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Musa berkata untuk mengingatkan kaumnya bahwa mensyukuri nikmat Allah bukanlah untuk kepentingan Allah, \"Jika kamu dan orang yang ada di bumi ini semuanya mengingkari nikmat Allah, maka sesungguhnya Allah Mahakaya sehingga keingkaran mereka tidak akan sedikit pun mengurangi kekayaan-Nya, Maha Terpuji atas segala hal yang terjadi di alam semesta.\"", "long": "Allah swt menjelaskan dalam ayat ini ucapan Nabi Musa a.s. ketika ia mengatakan kepada kaumnya, bahwa seandainya mereka dan orang-orang yang ada di bumi ini semuanya kafir kepada Allah dan mengingkari nikmat dan rahmat-Nya, hal ini tidak akan mengurangi kebesaran dan keagungan-Nya. Sebab, Allah swt Mahakaya, dan Terpuji, tidak memerlukan ucapan syukur mereka dan tidak membutuhkan amalan kebajikan mereka untuk kepentingan dirinya atau untuk menambah kebesaran dan kemuliaan-Nya. Kekafiran mereka itu akan merugikan diri sendiri, karena Allah tidak menambah nikmat dan rahmat kepada mereka. Firman Allah:\n\nBarang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba (Nya). (Fushshilat/41: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 1759, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 13, "page": 256, "manzil": 3, "ruku": 212, "hizbQuarter": 102, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u06db \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06db \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Alam yaatikum naba'ul lazeena min qablikum qawmi Noohinw wa 'Aadinw wa Samood, wallazeena mim ba'dihim; laa ya'lamuhum illallaah; jaaa'at hum Rusuluhum bilbaiyinaati faraddooo aydiyahum feee afwaahihim wa qaalooo innaa kafarnaa bimaaa ursiltum bihee wa innaa lafee shakkim mimmaa tad'oonanaaa ilaihi mureeb" } }, "translation": { "en": "Has there not reached you the news of those before you - the people of Noah and 'Aad and Thamud and those after them? No one knows them but Allah. Their messengers brought them clear proofs, but they returned their hands to their mouths and said, \"Indeed, we disbelieve in that with which you have been sent, and indeed we are, about that to which you invite us, in disquieting doubt.\"", "id": "Apakah belum sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, samud dan orang-orang setelah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Rasul-rasul telah datang kepada mereka membawa bukti-bukti (yang nyata), namun mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata, “Sesungguhnya kami tidak percaya akan (bukti bahwa) kamu diutus (kepada kami), dan kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1759", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1759.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1759.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Janganlah kalian, wahai Bani Israil dan umat Nabi Muhammad, mengingkari nikmat Allah. Apakah belum sampai kepadamu berita tentang kebinasaan orang-orang sebelum kamu, yaitu kaum Nabi Nuh, kaum 'a€d, kaum Å amud, dan orang-orang setelah mereka, seperti penduduk Madyan, kaum Tubba', dan lain-lain. Tidak ada yang mengetahui secara detail azab seperti apa yang mereka alami, selain Allah. Rasul-rasul telah datang kepada mereka membawa bukti-bukti yang nyata tentang kerasulan para utusan itu, berupa mukjizat dan penjelasan yang mudah dipahami oleh umat masing-masing, namun mereka menutupkan tangannya ke mulutnya dengan penuh kebencian dan penolakan, dan berkata, \"Sesungguhnya kami tidak percaya sama sekali akan bukti bahwa kamu diutus kepada kami, dan kami benar-benar berada dalam keraguan yang sangat mendalam dan menggelisahkan hati kami terhadap apa yang kamu serukan kepada kami, berupa ajakan beriman dan bertauhid kepada Allah.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt bertanya kepada umat manusia apakah mereka pernah mendapatkan berita tentang umat-umat yang terdahulu, serta berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah mereka alami, misalnya berita tentang kaum Nabi Nuh, kaum Â'd dan kaum samud, serta umat yang datang sesudah mereka, yang hanya Allah sajalah yang benar-benar mengetahuinya? \n\nMereka mendustakan para rasul padahal telah membawa bukti-bukti yang nyata. Mereka menutupkan tangan ke mulut untuk menunjukkan kebencian kepada para rasul tersebut, seraya berkata, \"Sesungguhnya kami menging-kari apa-apa yang diperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada kami.\" Di samping itu, umat-umat tersebut juga mengatakan kepada para rasul bahwa mereka berada dalam keragu-raguan dan tidak yakin akan kebenaran yang diserukan para rasul kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1760, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 13, "page": 256, "manzil": 3, "ruku": 212, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0643\u0651\u064c \u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qaalat Rusuluhum afillaahi shakkun faatiris samaawaati wal ardi yad'ookum liyaghfira lakum min zunoobikum wa yu'akhkhirakum ilaaa ajalim musam maa; qaaloo in antum illaa basharum mislunaa tureedoona an tasuddoonaa 'ammaa kaana ya'budu aabaaa'unaa faatoonaa bisul taanim mubeen" } }, "translation": { "en": "Their messengers said, \"Can there be doubt about Allah, Creator of the heavens and earth? He invites you that He may forgive you of your sins, and He delays your death for a specified term.\" They said, \"You are not but men like us who wish to avert us from what our fathers were worshipping. So bring us a clear authority.\"", "id": "Rasul-rasul mereka berkata, “Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu (untuk beriman) agar Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai waktu yang ditentukan?” Mereka berkata, “Kamu hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu ingin menghalangi kami (menyembah) apa yang dari dahulu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1760", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1760.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1760.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi jawaban kaumnya, rasul-rasul mereka berkata, \"Apakah ada keraguan dari siapa pun yang berakal terhadap wujud dan keesaan Allah, Pencipta langit dan bumi dalam keseimbangan yang begitu sempurna? Dia menyeru kamu agar bertauhid dan beribadah hanya kepadaNya untuk kepentinganmu sendiri, yakni agar Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu yang sengaja maupun tidak, dan menangguhkan siksaan-mu sampai waktu yang ditentukan oleh-Nya.\" Mendengar nasihat para rasul itu, mereka berkata, \"Kamu hanyalah manusia biasa seperti kami juga. Tidak ada keistimewaan apa pun dalam diri kamu yang memantaskan kamu untuk menjadi pembimbing kami. Kamu mengaku sebagai rasul hanya karena ingin menghalangi kami menyembah apa yang dari dahulu telah diyakini dan disembah oleh nenek moyang kami, lalu kamu mengajak kami menyembah tuhanmu. Karena itu, datangkanlah kepada kami bukti yang nyata bahwa kamu benar utusan Allah sehingga kami tidak lagi dapat membantahnya.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa karena mereka menyatakan keragu-raguan terhadap apa yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, terutama tentang kekuasaan Allah swt, maka para rasul tersebut mengatakan kepada umatnya, \"Apakah patut adanya keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberikan ampunan atas segala dosa-dosamu, dan Dia telah menangguhkan siksaan terhadapmu sampai kepada suatu masa yang ditentukan-Nya ?\n\nSebaliknya, umat dari masing-masing rasul itu mengatakan bahwa para rasul tersebut, menurut pandangan mereka, adalah manusia biasa seperti mereka dan tidak mempunyai kelebihan apa-apa. Sebab itu, tidak ada alasan bagi mereka untuk menjadi pengikut rasul-rasul tersebut. Menurut mereka, para rasul itu sudah memalingkan mereka dari agama yang diwarisi dari nenek moyang mereka, serta menghalang-halangi mereka dari menyembah patung-patung yang menjadi sesembahan nenek moyang tersebut. Oleh karena itu, mereka meminta bukti yang nyata dari para rasul untuk menunjukkan kebenaran pengutusan mereka sebagai rasul Allah swt. Padahal, rasul-rasul itu telah mengemukakan mukjizat masing-masing, yang dikaruniakan Allah kepada mereka sebagai bukti kerasulannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1761, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 13, "page": 257, "manzil": 3, "ruku": 212, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0645\u064f\u0646\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalat lahum Rusuluhum in nahnu illaa basharum mislukum wa laakinnal laaha yamunnu 'alaa mai yashaaa'u min 'ibaadihee wa maa kaana lanaaa an naatiyakum bisul taanin illaa bi iznil laah; wa 'alal laahi falyatawakkalil mu'minonn" } }, "translation": { "en": "Their messengers said to them, \"We are only men like you, but Allah confers favor upon whom He wills of His servants. It has never been for us to bring you evidence except by permission of Allah. And upon Allah let the believers rely.", "id": "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, “Kami hanyalah manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah saja hendaknya orang yang beriman bertawakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1761", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1761.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1761.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pandangan orang kafir itu sangat keliru. Mereka seolah ingin memaksakan kehendak bahwa para rasul haruslah bukan manusia biasa. Untuk mematahkan logika ini, rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, \"Wahai kaum kami, kami memang hanyalah manusia biasa seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Kami adalah beberapa orang di antara mereka yang Allah beri karunia itu. Ketahuilah, tidak pantas bagi kami untuk mendatangkan suatu bukti kepada kamu atas kuasa kami sendiri, melainkan semuanya haruslah dengan izin Allah. Dan oleh sebab itu, hanya kepada Allah saja hendaknya orang yang beriman bertawakal dan berserah diri.", "long": "Untuk menjawab pertanyaan dan permintaan umatnya, maka dalam ayat ini disebutkan ucapan para rasul itu kepada mereka bahwa benar mereka hanyalah manusia seperti umat mereka juga, hanya saja Allah telah memberikan karunia kepada mereka, yaitu berupa kenabian dan kerasulan, yang disertai mukjizat yang hanya dapat digunakan dengan seizin Allah swt. Oleh sebab itu, bukanlah wewenang seorang rasul untuk mengemukakan mukjizat yang lain dari apa yang telah dikaruniakan Allah kepadanya.\n\nPada akhir ayat ini ditunjukkan pula, bahwa tawakal adalah merupakan suatu prinsip dan sikap hidup yang harus menjadi pegangan bagi setiap orang yang beriman, apabila mereka sudah melaksanakan kewajiban dengan sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 1762, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 13, "page": 257, "manzil": 3, "ruku": 212, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u0630\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa lanaa allaa natawakkala 'alal laahi wa qad hadaanaa subulanaa; wa lanasbiranna 'alaa maaa aazaitumoonaa; wa 'alal laahi falyatawakkalil mutawakkiloon" } }, "translation": { "en": "And why should we not rely upon Allah while He has guided us to our [good] ways. And we will surely be patient against whatever harm you should cause us. And upon Allah let those who would rely [indeed] rely.\"", "id": "Dan mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah, sedangkan Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh, akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal berserah diri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1762", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1762.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1762.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kami, para rasul, selalu bertawakal kepada Allah. Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah Yang Maha Pencipta dan Mahaperkasa, sedangkan Dia telah menunjukkan jalan yang lurus kepada kami sehingga kami akan selamat dari azab-Nya, dan jika kalian menyakiti kami karenanya, baik dengan perkataan maupun perbuatan, kami sungguh akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami itu. Dan ketahuilah, hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal berserah diri. Mereka bertawakal kepada-Nya karena yakin bahwa Dia akan mengulurkan pertolongan.\"", "long": "Pada ayat ini diterangkan penegasan para rasul kepada umat mereka, bahwa bagi mereka tidak ada alasan sama sekali untuk tidak bertawakal kepada Allah swt, karena Dia telah memberikan rahmat dan nikmat yang banyak sekali kepada mereka. Di antaranya ialah bahwa Allah swt telah menunjukkan kepada mereka jalan lurus yang mengantarkan mereka kepada cahaya iman yang terang benderang sehingga mereka memperoleh rida-Nya di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu, mereka akan menghadapi semua ancaman umat mereka dengan penuh kesabaran dan keuletan serta tawakal kepada Yang Mahakuasa. Hanya kepada Allah semata-mata orang-orang mukmin bertawakal dan berserah diri. Mereka tidak merasa gentar ataupun takut terhadap ancaman orang-orang yang tidak beriman karena segala sesuatu di alam ini tunduk di bawah kekuasaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1763, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 13, "page": 257, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafaroo li Rusulihim lanukhrijanna kum min aardinaaa aw lata'oo dunna fee millatinaa fa awhaaa ilaihim Rabbuhum lanuhlikannaz zalimeen" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieved said to their messengers, \"We will surely drive you out of our land, or you must return to our religion.\" So their Lord inspired to them, \"We will surely destroy the wrongdoers.", "id": "Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, “Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami.” Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, “Kami pasti akan membinasakan orang yang zalim itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1763", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1763.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1763.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialog antara para rasul dengan kaum mereka yang ingkar terus berlanjut. Dan orang-orang kafir dengan angkuh dan sombong berkata dengan nada mengancam kepada rasul-rasul mereka, \"Kami pasti akan mengusir kamu dengan paksa dari negeri kami, atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami yang telah kamu tinggalkan.\" Para rasul mengacuhkan ancaman mereka dan tetap istikamah mendakwahkan kebenaran. Untuk meneguhkan hati para rasul, maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, \"Wahai para rasul, jangan risau dan khawatir, Kami Yang Mahaperkasa pasti akan menolongmu dan membinasakan orang yang zalim itu.", "long": "Dalam ayat ini, diceritakan lanjutan dari ucapan kaum kafir terhadap rasul-rasul, di mana mereka mengancam para rasul itu akan diusir dari negeri mereka apabila tidak menghentikan dakwah kepada agama Allah. Kaum kafir tersebut mengajukan pilihan kepada rasul-rasul itu, apakah mereka menerima pengusiran itu, ataukah mereka bersedia untuk kembali kepada agama yang mereka warisi dari nenek moyang, yaitu agama syirik dan kufur.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini dijelaskan, bahwa setelah adanya ancaman kaum kafir, maka Allah swt mewahyukan kepada rasul-rasul tersebut bahwa Dia pasti akan membinasakan kaum yang zalim itu. Wahyu ini merupakan dorongan moril yang amat besar artinya bagi masing-masing rasul yang sedang menjalankan tugas sucinya, sehingga mereka tidak merasa gentar untuk menghadapi umat yang zalim itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1764, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 13, "page": 257, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0633\u0652\u0643\u0650\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0641\u064e \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u0650\u064a \u0648\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064e \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa lanuskinan nakumul arda mim ba'dihim; zaalika liman khaafa maqaamee wa khaafa wa'eed" } }, "translation": { "en": "And We will surely cause you to dwell in the land after them. That is for he who fears My position and fears My threat.\"", "id": "Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu setelah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (menghadap) ke hadirat-Ku dan takut akan ancaman-Ku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1764", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1764.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1764.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami pasti akan menempatkan kamu kembali dan menjadikanmu penguasa di negeri-negeri itu setelah mereka Kami binasakan. Yang demikian itu, yakni membinasakan orang kafir dan menempatkan kembali para rasul ke negeri mereka sendiri, adalah anugerah bagi orang-orang yang takut akan kedudukannya ketika menghadap ke hadirat-Ku di hari Kiamat, dan juga takut akan azab dan ancaman-Ku.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menyebutkan janji-Nya yang lain kepada para rasul, bahwa Allah akan menempatkan mereka di negeri-negeri itu, setelah umat yang zalim itu lenyap karena azab yang akan ditimpakan kepada mereka. Janji ini akan dilaksanakan-Nya untuk orang-orang yang bertakwa, yang merasa takut untuk menghadap Allah dengan dosa yang banyak, dan merasa takut kepada ancaman dan siksa-Nya.\n\nDengan jelas dapat dipahami bahwa janji Allah yang disebutkan dalam ayat ini memperkuat janji-Nya yang telah disebutkan pada ayat di atas, tentang pembinasaan orang-orang yang zalim. Setelah mereka binasa dan lenyap dari muka bumi, maka rasul-rasul bersama umatnya masing-masing yang beriman dan taat kepada Allah menjadi penghuni negeri-negeri itu, dan mereka hidup dengan tenteram di bawah limpahan rahmat dan rida Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1765, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 13, "page": 257, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0627\u0628\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0639\u064e\u0646\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wastaftahoo wa khaaba kullu jabbaarin 'aneed" } }, "translation": { "en": "And they requested victory from Allah, and disappointed, [therefore], was every obstinate tyrant.", "id": "Dan mereka memohon diberi kemenangan dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1765", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1765.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1765.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah berjanji akan membinasakan orang kafir, karena itu para rasul menyambutnya dengan memohon agar dakwah mereka menemui keberhasilan. Dan mereka memohon kepada Allah agar diberi kemenangan atas para penentang mereka. Allah mengabulkan doa itu, dan binasalah semua orang yang berlaku dan berbuat sewenang-wenang lagi keras kepala dan enggan mengakui keesaan Allah dan beribadah hanya kepada-Nya.", "long": "Orang yang beriman kepada Allah, mengharapkan rida dan kasih sayang-Nya, serta takut kepada ancaman dan siksaan-Nya, memohon kepada Allah agar diberi kemenangan atas musuh-musuh mereka yang zalim itu. Allah mengabulkan permohonan mereka. Maka binasalah kaum yang bersifat sewenang-wenang dan keras kepala itu.\n\nSifat sewenang-wenang dan keras kepala adalah ciri-ciri dari orang-orang yang takabur, yang ingin menandingi kekuasaan dan kebesaran Allah. Mereka tidak mempedulikan hukum-hukum dan peraturan yang telah dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya untuk mengatur hubungan antara sesama manusia, agar tercapai kehidupan yang harmonis, saling mengasihi dan saling menghargai. Oleh sebab itu, selayaknya mereka menerima hukuman dari Yang Mahakuasa dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 1766, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 13, "page": 257, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u0635\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Minw waraaa'ihee jahannamu wa yusqaa mim maaa'in sadeed" } }, "translation": { "en": "Before him is Hell, and he will be given a drink of purulent water.", "id": "di hadapannya ada neraka Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1766", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1766.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1766.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kebinasaan orang yang berbuat sewenang-wenang dan keras kepala antara lain karena di hadapannya ada neraka Jahanam sebagai tempat tinggal mereka, dan di sana dia akan diberi minuman dengan air nanah yang keluar dari tubuh-tubuh para penghuni neraka.", "long": "Pada ayat ini ditegaskan bahwa orang-orang yang menolak kebenaran dengan mengingkari rasul yang diutus Allah kepada mereka, bahkan berani mengancam akan mengusirnya, adalah orang-orang yang ingin menandingi kekuasaan dan kebesaran Allah. Mereka bersifat keras kepala, takabur, dan berbuat sewenang-wenang. Mereka telah berada di depan neraka Jahanam, bahkan dalam kehidupan di dunia, mereka telah merasa seperti di tepi neraka, selalu gelisah, khawatir, dan penuh keraguan. Di akhirat nanti, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka dan diberi minuman dari air kotor seperti nanah. Hal ini merupakan hukuman bagi mereka yang tidak mempedulikan hukum dan petunjuk yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1767, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 13, "page": 257, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062a\u064e\u062c\u064e\u0631\u0651\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u064a\u064f\u0633\u0650\u064a\u063a\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064c", "transliteration": { "en": "Yatajarra'uhoo wa laa yakaadu yuseeghuhoo wa yaateehil mawtu min kulli makaaninw wa maa huwa bimaiyitinw wa minw waraaa'ihee 'azaabun ghaleez" } }, "translation": { "en": "He will gulp it but will hardly [be able to] swallow it. And death will come to him from everywhere, but he is not to die. And before him is a massive punishment.", "id": "diteguk-teguknya (air nanah itu) dan dia hampir tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya (masih ada) azab yang berat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1767", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1767.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1767.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Diteguk-teguknya air nanah itu dari waktu ke waktu, dan dia hampir tidak bisa menelannya karena sangat panas dan berbau busuk, dan datanglah bahaya maut kepadanya dari segenap penjuru. Berbagai macam azab mengenai hampir sekujur tubuhnya, tetapi dia tidak juga diberi kesempatan untuk mati sehingga rasa sakit akan selalu mereka rasakan. Dan selain itu, di hadapannya masih ada azab yang lebih berat lagi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menggambarkan betapa berat siksaan yang akan diterima atau diderita umat yang zalim di akhirat kelak, yaitu siksaan dengan api neraka yang amat panas, mereka diberi minum yang kotor seperti nanah, dan mereka minum air kotor itu, akan tetapi amat sukar bagi mereka untuk meneguknya. Di samping itu, bahaya maut senantiasa mengancam mereka dari segala penjuru, tetapi kematian mereka ditangguhkan Allah, agar mereka merasakan kepedihan azab yang akan ditimpakan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1768, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 13, "page": 257, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0631\u064e\u0645\u064e\u0627\u062f\u064d \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u064f \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0627\u0635\u0650\u0641\u064d \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Masalul lazeena kafaroo bi Rabbihim a'maaluhum karamaadinish taddat bihir reehu fee yawmin 'aasif; laa yaqdiroona mimmaa kasaboo 'alaa shai'; zaalika huwad dalaalul ba'eed" } }, "translation": { "en": "The example of those who disbelieve in their Lord is [that] their deeds are like ashes which the wind blows forcefully on a stormy day; they are unable [to keep] from what they earned a [single] thing. That is what is extreme error.", "id": "Perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1768", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1768.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1768.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seperti itulah Allah menyiksa orang kafir, meski mereka selalu berbuat baik dan berjasa bagi kemanusiaan sepanjang hidupnya. Yang demikian itu karena perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia yang dipandang baik dan berjasa bagi kemanusiaan seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Angin itu menghamburkan abu tersebut hingga tidak tersisa. Demikianlah, mereka tidak kuasa mengambil pahala sama sekali di sisi Allah dari apa yang telah mereka usahakan di dunia karena kekufuran mereka telah menghapus semua amal baik itu. Yang demikian itu, yakni berbuat baik tanpa dilandasi keimanan, adalah bentuk kesesatan yang sangat jauh dari kebenaran.", "long": "Jika dalam ayat-ayat di atas Allah telah menjelaskan azab yang akan diderita orang-orang kafir dalam neraka Jahanam, maka dalam ayat ini dijelaskan-Nya kerugian besar yang akan mereka derita, yaitu pahala dari amalan kebajikan mereka di dunia, kalau ada, dihapus Allah. Dengan demikian, mereka tidak dapat merasakan manfaat apapun dari amalan kebajikan yang mungkin pernah mereka perbuat di dunia. Amalan-amalan mereka itu diibaratkan oleh ayat ini bagaikan abu yang ditiup angin kencang, hilang tanpa kesan. Keadaan yang demikian adalah akibat dari kesesatan mereka dan penyelewengan yang jauh sekali dari petunjuk Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1769, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 13, "page": 258, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u062c\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha khalaqas samaawaati wal arda bilhaqq; iny yashaa yuzhibkum wa yaati bikhalqin jadeed" } }, "translation": { "en": "Have you not seen that Allah created the heavens and the earth in truth? If He wills, He can do away with you and produce a new creation.", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1769", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1769.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1769.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melaksanakan ancaman-Nya kepada orang kafir adalah suatu hal yang mudah bagi Allah, seperti mudahnya Dia menciptakan langit dan bumi. Wahai manusia, tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Allah menciptakan kedunya beserta pernik-perniknya dengan benar, harmonis, dan penuh keteraturan agar menjadi bukti keesaan dan kekuasaan-Nya bagi kamu. Janganlah kalian mengingkari dan menyekutukan-Nya, karena jika Dia menghendaki, niscaya Dia dapat membinasakan kamu dan mendatangkan sebagai penggantimu makhluk yang baru dan lebih baik, lebih sempurna, serta lebih taat daripada kamu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menyebutkan bahwa Dialah yang menciptakan planet bumi ini dengan langitnya (atmosfernya) dengan hak. Maksudnya, Allah menciptakan semuanya itu bukanlah dengan percuma melainkan penuh pengetahuan dan hikmah. Secara ilmiah bumi kita dan atmosfernya, mengandung substansi atau materi yang mendukung adanya proses kehidupan. Atmosfer bumi 70% terdiri gas nitrogen (N2), yang bersifat inert (tak berbahaya bagi makhluk hidup), namun sangat dibutuhkan untuk timbulnya suatu proses kehidupan, apalagi oleh dunia flora (tanaman). Sedang 20% dari atmosfer kita adalah gas oksigen (O2), yang sangat dibutuhkan dalam kelangsungan kehidupan semua makhluk hidup, karena oksigen akan memberikan energi untuk berlangsungnya proses metabolisme semua makhluk untuk kelangsungan hidupnya; melalui suatu proses yang kita kenal dengan respirasi (pernafasan). \n\nBumi kita sendiri 70% berisi air (H2O), suatu zat (molekul kimia) yang sangat diperlukan sebagai media berlangsungnya proses-proses reaksi metabolisme untuk suatu kehidupan. Jarak bumi dengan matahari cukup moderat, yaitu 92,9 juta Mil atau sekitar 139,35 juta Km; sehingga sinar matahari mampu mengkatalisis (membantu) berlangsungnya proses kehidupan. Baik pada manusia (proses pembentukan vitamin D pada kulit), hewan, atau tumbuhan (asimilasi). Suhu bumi pada garis equator juga sangat moderat, rata-rata hanya 28-350C. \n\nBayangkan dengan planet-planet lain yang masih dalam berada dalam tata surya, seperti planet Mars, yang atmosfernya mayoritas berisi gas metana (CH4) yang mematikan, jarak dari matahari sekitar 141,6 juta Mil atau 212,40 juta Km; suhu permukaan planet Mars (pada equator) 0-10oC; jadi lebih dingin dibanding Bumi. Atau Planet Venus dengan atmosfer yang sangat tebal dan jaraknya dengan matahari 67,2 juta Mil atau 100,80 juta Km, namun suhu planet tersebut cukup dingin karena adanya selimut atmosfer yang tebal. Suhu permukaan Venus pada equator diperkirakan -32oC. Sedangkan planet Jupiter dan Saturnus yang masing-masing jaraknya dari matahari adalah 483,4 juta Mil (725,10 juta Km) dan 886,3 juta Mil(1329,45 juta Km) mempunyai suhu rata-rata permukaan planet pada equator -143oC. Atmosfer Jupiter dan Saturnus didominasi oleh gas ammoniak (NH3).\n\nJika Allah menghendaki, bumi dapat diubah dengan mudah menjadi kondisi seperti planet-planet itu, dan maka matilah semua makhluk bumi ini. Oleh sebab itu, manusia yang telah dijadikan Allah sebagai khalifah-Nya di bumi ini hendaklah memanfaatkan semua itu dengan cara yang baik dan untuk tujuan yang baik pula, sesuai dengan peraturan dan ketentuan-Nya. Akan tetapi, jika manusia itu menyimpang dari peraturan dan ketentuan Allah, maka Dia tidak akan membiarkan mereka berbuat kezaliman.\n\nMaka pada akhir ayat ini, Allah swt menegaskan kepada rasul-Nya bahwa jika Dia menghendaki maka Dia akan membinasakan umatnya dan akan mengganti mereka dengan makhluk yang baru.\n\nPenegasan ini adalah untuk mengingatkan rasul dan umatnya yang taat dan beriman kepada Allah, betapa besar dosa orang-orang kafir itu, karena dengan kekafiran tersebut mereka tidak mengakui kekuasaan Allah sebagai pencipta, dan pemelihara makhluk-Nya. Apabila manusia memikirkan kekuasaan Allah dan rahmat-Nya terhadap manusia, niscaya mereka akan sampai kepada keyakinan bahwa hanya Allah sajalah yang berhak untuk disembah dan dipuji serta ditakuti azab dan siksa-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1770, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 13, "page": 258, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa zaalika 'alal laahi bi 'azeez" } }, "translation": { "en": "And that is not difficult for Allah.", "id": "dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1770", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1770.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1770.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah, yang demikian itu, yakni menggantimu dengan makhluk yang lebih baik dan lebih sempurna adalah hal yang tidak sukar bagi Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan pula bahwa memusnahkan semua itu tidaklah sukar bagi-Nya, karena Dialah pencipta dan penguasanya. Tidak ada sesuatupun yang kuasa menghalangi, apabila Dia menghendaki untuk menimpakan siksa kepada hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1771, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 13, "page": 258, "manzil": 3, "ruku": 213, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0632\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0639\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u063a\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0632\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0635\u064d", "transliteration": { "en": "Wa barazoo lillaahi jamee'an faqaalad du'afaaa'u lillazeenas takbarooo innaa kunnaa lakum taba'an fahal antum mughnoona 'annaa min 'azaabil laahi min shai'; qaaloo law hadaanal laahu lahadai naakum sawaaa'un 'alainaaa ajazi'naa am sabarnaa maa lanaa mim mahees" } }, "translation": { "en": "And they will come out [for judgement] before Allah all together, and the weak will say to those who were arrogant, \"Indeed, we were your followers, so can you avail us anything against the punishment of Allah?\" They will say, \"If Allah had guided us, we would have guided you. It is all the same for us whether we show intolerance or are patient: there is for us no place of escape.\"", "id": "Dan mereka semua (di padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong, “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja?” Mereka menjawab, “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1771", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1771.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1771.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua makhluk pasti akan merasakan kematian. Dan setelah mati, mereka semua di Padang Mahsyar akan berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Setelah mereka berkumpul lalu orang yang lemah-para pengikut orang kafir-berkata kepada orang yang sombong-pemimpin mereka di dunia, \"Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu dalam mendustakan para nabi dan rasul, maka dapatkah kamu pada hari ini menghindarkan kami dari azab Allah yang sangat pedih ini, walaupun sedikit saja, seperti janji kamu dahulu?\" Mereka menjawab, \"Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami untuk beriman, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu dan membimbing kamu menuju keselamatan. Akan tetapi kita lebih memilih jalan kesesatan sehingga hari ini sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita semua tidak mempunyai tempat sedikit pun untuk melarikan diri dari siksa Allah.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menggambarkan keadaan yang akan terjadi kelak di Padang Mahsyar, di mana manusia dikumpulkan setelah mereka dibangkitkan dari kubur, untuk memperhitungkan amal kebajikan dan perbuatan jahat yang dilakukan masing-masing orang ketika di dunia.\n\nDisebutkan dalam ayat ini, bahwa semua manusia akan berkumpul menghadap Allah di Padang Mahsyar, untuk dihisab dan mendengarkan keputusan Allah tentang nasib mereka selanjutnya. Dan setelah selesai dihisab, dan orang yang berdosa telah ditetapkan akan disiksa dalam neraka, timbullah kesadaran dan penyesalan dari kaum yang lemah iman yang telah teperdaya oleh bujukan orang-orang yang sombong di dunia ini yang memperlakukan diri mereka sebagai tuhan, dan kaum yang lemah iman sebagai hamba. Ketika itu, mereka yang lemah iman berkata kepada orang-orang sombong yang pernah menjadi ikutan mereka selagi di dunia, \"Kami pernah menjadi pengikut-pengikut kamu ketika di dunia. Sekarang, dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab dan siksaan Allah, walaupun hanya sedikit saja?\"\n\nSelanjutnya, dalam ayat ini disebutkan jawaban orang-orang yang sombong itu atas pernyataan tersebut, \"Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, tentulah kami dapat pula memberi petunjuk kepada kamu. Sekarang keadaan kita sama, harus memilih antara mengeluh dan menyesali perbuatan kita, atau bersabar menerima nasib yang telah ditetapkan Allah kepada kita. Kita sekali-kali tidak mendapatkan tempat untuk melarikan diri dari azab dan siksa-Nya.\"\n\nAyat ini menggambarkan dengan jelas, betapa besarnya kesalahan yang telah dilakukan kedua golongan itu. Golongan pertama, yaitu mereka yang lemah iman, telah membiarkan diri mereka menjadi permainan kaum yang sombong di dunia ini, dan telah menghambakan diri kepada mereka, dan di akhirat ternyata yang mereka agungkan itu tak mampu membela diri mereka sendiri dari azab Allah, apalagi membela orang-orang lain yang telah mereka perhamba di dunia ini. Sedang golongan kedua, telah melakukan penipuan kepada kaum lemah di dunia ini dan berlagak sebagai tuhan. Di akhirat mereka dituntut pula oleh para pengikutnya untuk membela dan menghindarkan mereka dari azab Allah, akan tetapi mereka tidak berdaya apa-apa, berhadapan dengan kekuasaan dan kebesaran Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1772, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 13, "page": 258, "manzil": 3, "ruku": 214, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645 \u06d6 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0635\u0652\u0631\u0650\u062e\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0635\u0652\u0631\u0650\u062e\u0650\u064a\u0651\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaalash Shaitaanu lammaa qudiyal amru innal laaha wa'adakum wa'dal haqqi wa wa'attukum faakhlaftukum wa maa kaana liya 'alaikum min sultaanin illaaa an da'awtukum fastajabtum lee falaa taloomoonee wa loomooo anfusakum maaa ana bimusrikhikum wa maaa antum bimusrikhiyya innee kafartu bimaaa ashraktumooni min qabl; innaz zaalimeena lahum azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And Satan will say when the matter has been concluded, \"Indeed, Allah had promised you the promise of truth. And I promised you, but I betrayed you. But I had no authority over you except that I invited you, and you responded to me. So do not blame me; but blame yourselves. I cannot be called to your aid, nor can you be called to my aid. Indeed, I deny your association of me [with Allah] before. Indeed, for the wrongdoers is a painful punishment.\"", "id": "Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1772", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1772.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1772.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setan berkata ketika perkara hisab telah diselesaikan dan Allah telah memasukkan penghuni surga dan penghuni neraka ke tempat masing-masing, \"Sesungguhnya Allah Yang Maha Menepati janji telah menjanjikan kepadamu sebuah janji yang benar. Dia telah menjanjikan kepadamu kebangkitan dan hari Pembalasan, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu sebuah janji bahwa kebangkitan dan hari Pembalasan adalah dusta belaka, tetapi aku menyalahi dan tidak menepati-nya. Sekarang aku tegaskan kepadamu bahwa tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu untuk memaksamu mengikutiku, melainkan aku hanya menyeru kamu menuju kekafiran lalu kamu mematuhi seruanku dengan suka rela. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri karena kemauanmu mengikutiku. Aku tidak dapat menolong dan menyelamatkanmu dari siksa Allah, dan kamu pun tidak dapat menolong dan menyelamatkan-ku darinya. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku dengan Allah sejak dahulu di dunia.\" Sungguh, orang yang zalim, berpaling dari kebenaran, dan memilih kesesatan pasti akan mendapat siksaan yang sangat pedih.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyebutkan pengakuan setan di hadapan Allah, setelah urusan hisab selesai di Padang Mahsyar. Setan senantiasa menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan yang benar, dengan memberikan gambaran sedemikian rupa, sehingga manusia yang terkena godaannya memandang kejahatan sebagai perbuatan yang baik dan terpuji. Dan di samping itu, setan juga memberikan janji-janji kepada orang-orang yang kena godaannya, yaitu keuntungan yang akan mereka peroleh jika mereka memenuhi ajakannya. Akan tetapi, ia tidak mampu memenuhi janji tersebut.\n\nPengakuan setan setelah urusan hisab di Padang Mahsyar selesai ditujukan kepada orang-orang yang telah disesatkannya di dunia ini, baik golongan lemah yang telah memperhambakan diri kepada selain Allah, maupun golongan kuat dan sombong yang telah menganggap diri mereka sebagai Tuhan. Dalam pengakuannya itu, setan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada mereka janji yang benar, Dia kuasa untuk memenuhi janji-Nya itu. Setan pun telah memberikan janji kepada mereka, tetapi dia tidak kuasa untuk menepatinya. Setan sama sekali tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap mereka, dia hanya sekedar menyeru manusia kepada sesuatu yang tidak benar, lalu mereka mematuhi saja seruannya itu tanpa menggunakan akal. Oleh sebab itu, manusia yang bersalah. Janganlah mereka mencercanya, melainkan cercalah diri sendiri. Setan sekali-kali tidak dapat menolong mereka dari azab dan siksa Allah, dan mereka pun tidak dapat menolongnya. Sesungguhnya setan sejak dahulu tidak membenarkan perbuatan manusia mempersekutukannya dengan Allah.\"\n\nDemikianlah keadaan di akhirat kelak. Kaum yang kuat dan bersikap sombong di dunia ini, yang telah menyesatkan kaum yang lemah, berlepas tangan dari orang-orang yang lemah yang telah menjadi korban kesesatan mereka. Selanjutnya, setan yang telah menggoda dan menyesatkan kedua golongan itupun berlepas tangan pula dari nasib orang-orang yang telah menjadi korban godaan palsunya. Semuanya tidak berdaya menghadapi keputusan Allah atas diri mereka.\n\nPada akhir ayat ini, Allah kembali menegaskan bahwa orang-orang yang zalim, baik terhadap diri mereka ataupun terhadap orang lain, pasti akan mendapatkan azab yang pedih, sebagai balasan atas kezaliman mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1773, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 13, "page": 258, "manzil": 3, "ruku": 214, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u062a\u064e\u062d\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa udkhilal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati Jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa bi izni Rabbihim tahiyyatuhum feeha salaam" } }, "translation": { "en": "And those who believed and did righteous deeds will be admitted to gardens beneath which rivers flow, abiding eternally therein by permission of their Lord; and their greeting therein will be, \"Peace!\"", "id": "Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam (surga) itu ialah salam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1773", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1773.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1773.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah nasib buruk orang kafir di hari Pembalasan. Penyesalan mereka tidak lagi berguna. Dan orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membuktikan keimanan mereka dengan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawah pepohonan dan istana-nya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya dengan izin Tuhan mereka Yang Maha Pemurah. Ucapan penghormatan yang mereka terima dari Allah, malaikat, dan sesama kaum mukmin dalam surga itu ialah \"salam.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menyebutkan kembali kebahagiaan yang akan diperoleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan senantiasa beramal saleh, bahwa di akhirat kelak mereka akan ditempatkan di dalam surga, taman yang sangat indah yang di bawah pohon-pohonnya mengalir sungai-sungai yang jernih. Mereka akan tetap berada di dalamnya mengenyam kehidupan yang bahagia, dengan izin Allah sebagai balasan dari iman dan amal saleh mereka selama hidup di dunia. Di sana mereka saling mengucapkan, \"Salam,\" yang berarti sejahtera dari segala bencana. Untuk kita yang masih hidup di dunia ini, agama Islam mengajarkan agar kita menggunakan ucapan selamat \"Assalamualaikum\" yang berarti \"semoga anda senantiasa dalam kesejahteraan\". Ini merupakan ajaran yang terbaik untuk mendidik manusia agar rela dan merasa senang bila orang lain beroleh kebahagiaan hidup dan kesejahteraan, sebagaimana ia merasa senang bila ia sendiri memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan itu, dan jauh dari rasa dengki dan hasad. Mengharapkan orang lain mendapat kesengsaraan atau kerugian dan mengharapkan lenyapnya kebahagiaan atau kebaikan dari seseorang adalah sifat yang sangat dibenci oleh agama Islam.\n\nDalam hubungan ini Rasulullah saw telah bersabda:\n\nTidak beriman seseorang di antara kamu, sampai ia cintai untuk saudaranya (sesama mukmin), apa yang ia cintai untuk dirinya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)" } } }, { "number": { "inQuran": 1774, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 13, "page": 258, "manzil": 3, "ruku": 214, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064b \u0643\u064e\u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062b\u064e\u0627\u0628\u0650\u062a\u064c \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u0639\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650", "transliteration": { "en": "Alam tara kaifa darabal laahu masalan kalimatan taiyibatan kashajaratin taiyibatin asluhaa saabitunw wa far'uhaa fis samaaa'" } }, "translation": { "en": "Have you not considered how Allah presents an example, [making] a good word like a good tree, whose root is firmly fixed and its branches [high] in the sky?", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1774", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1774.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1774.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengumpamakan amal orang kafir dengan abu yang ditiup angin kencang, pada ayat ini Allah beralih memberikan perumpamaan bagi amal baik orang mukmin. Tidakkah kamu memperhatikan dan merenungkan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (kalimat tauhid) seperti pohon yang baik, yaitu kurma. Akarnya menghunjam tanah dengan kuat dan cabangnya menjulang tinggi ke arah langit.", "long": "Perumpamaan yang disebutkan dalam ayat ini ialah perumpamaan mengenai kata-kata ucapan yang baik, misalnya kata-kata yang mengandung ajaran tauhid, seperti \"La ilaha illallah\" atau kata-kata lain yang mengajak manusia kepada kebajikan dan mencegah mereka dari kemungkaran. Kata-kata semacam itu diumpamakan sebagai pohon yang baik, akarnya teguh menghunjam ke bumi. Akar bagi pohon memiliki dua fungsi utama: (1) menghisap air dan unsur hara dari dalam tanah dan (2) menopang tegaknya pohon. Apabila akar tidak dapat lagi mengambil unsur-unsur hara dari dalam tanah maka lambat laun pohon akan mati. Sedangkan akar pohon yang berfungsi baik akan dapat menyalurkan unsur-unsur hara dari dalam tanah ke bagian atas pohon dan pertumbuhan pohon akan berjalan dengan baik. Dahannya rimbun menjulang ke langit. Hadis Nabi saw:\n\nDari Abdullah bin Umar r.a., ia berkata, \"Rasulullah saw bersabda, \"Di antara jenis pohon, ada suatu pohon yang tidak pernah gugur daunnya. Pohon itu adalah perumpamaan bagi orang Islam. Beritahukan aku, apakah pohon itu? Orang-orang mengira pohon itu adalah pohon yang tumbuh di hutan. Kata Abdullah, \"Sedangkan menurut saya pohon itu adalah pohon kurma. Tetapi saya malu untuk berkata. Kemudian para sahabat berkata, \"Beritahulah kami pohon apa itu, hai Rasulullah!\" beliau menjawab, \"Pohon itu adalah pohon kurma.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nAgama Islam mengajarkan kepada umatnya agar membiasakan diri menggunakan ucapan yang baik, yang berfaedah bagi dirinya, dan bermanfaat bagi orang lain. Ucapan seseorang menunjukkan watak dan kepribadiannya serta adab dan sopan-santunnya. Sebaliknya, setiap muslim harus menjauhi ucapan dan kata-kata yang jorok, yang dapat menimbulkan rasa jijik bagi yang mendengarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1775, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 214, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a \u0623\u064f\u0643\u064f\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tu'teee ukulahaa kulla heenim bi izni Rabbihaa; wa yadribul laahul amsaala linnaasi la'allahum yatazak karoon" } }, "translation": { "en": "It produces its fruit all the time, by permission of its Lord. And Allah presents examples for the people that perhaps they will be reminded.", "id": "(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1775", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1775.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1775.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Seperti itulah pohon keimanan; akarnya terpatri dengan kuat di dada kaum mukmin, dan cabangnya yang berupa amal saleh dipersembahkan kepada Allah setiap waktu. Dan demikianlah, Allah membuat perumpamaan itu sebagai gambaran untuk manusia renungkan agar mereka selalu ingat akan kebesaran dan kekuasaan Allah.", "long": "Dalam ayat ini digambarkan bahwa pohon yang baik itu selalu memberikan buahnya pada setiap manusia, dengan seizin Tuhannya. Adapun proses pertumbuhan tanaman diperlukan berbagai unsur hara yang cukup banyak macamnya. Menurut jumlah yang diperlukannya, unsur hara ini dibedakan menjadi unsur hara makro yang diperlukan dalam jumlah banyak, dan unsur hara mikro yang diperlukan dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaannya mutlak diperlukan. Untuk sampai pada terjadinya buah, akar harus dapat memasok semua kebutuhan unsur hara ini dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Ada beberapa unsur hara yang apabila dipasok melebihi kebutuhannya akan menjadi racun bagi tanaman dan dapat menyebabkan kematian bagi tanaman (misalnya besi untuk tanaman padi). Sebab itu, manusia yang mengambil manfaat dari pohon itu hendaklah bersyukur kepada Allah karena pada hakikatnya ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya melalui seseorang adalah karunia dan rahmat dari Allah swt.\n\nDemikian pula halnya kata-kata baik yang kita ucapkan kepada orang lain, misalnya dalam memberikan ilmu pengetahuan yang berguna, manfaatnya akan didapat oleh orang banyak. Setiap orang yang memperoleh ilmu pengetahuan dari seorang guru haruslah bersyukur kepada Allah karena pada hakikatnya ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya melalui seseorang adalah karunia dan rahmat dari Allah swt.\n\nIbu bapak dalam rumah tangga haruslah senantiasa mempergunakan kata-kata yang baik dan sopan, serta menjauhi ucapan-ucapan kotor dan kasar, karena ucapan-ucapan itu akan ditiru oleh anak-anak mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1776, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 214, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064d \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e\u0629\u064d \u0643\u064e\u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e\u0629\u064d \u0627\u062c\u0652\u062a\u064f\u062b\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa masalu kalimatin khabeesatin kashajaratin khabee satinij tussat min fawqil ardi maa lahaa min qaraar" } }, "translation": { "en": "And the example of a bad word is like a bad tree, uprooted from the surface of the earth, not having any stability.", "id": "Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1776", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1776.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1776.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perumpamaan kalimat yang buruk (kalimat kufur) seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dengan sangat mudah dari permukaan bumi. Akar pohon itu tercerabut sehingga tidak lagi dapat menopangnya supaya dapat tetap tegak berdiri sedikit pun seperti sedia kala. Demikianlah, orang kafir tidak mempunyai keyakinan yang kuat dalam hati dan tidak ada amal darinya yang akan diterima oleh Allah.", "long": "Dalam ayat ini disebutkan perumpamaan kata-kata dan kalimat-kalimat yang jelek, yaitu ucapan-ucapan yang mengandung kekufuran dan kemusyrikan atau yang mengajak kepada perbuatan maksiat. Kata-kata yang jelek itu diumpamakan sebagai pohon yang buruk, yang akarnya tercabut dari bumi, sehingga pohon tersebut tidak dapat tegak dengan kokoh, tidak dapat berdaun dan berbuah. Artinya tidak dapat memberikan buah dan manfaat lainnya bagi manusia, bahkan hanya memberikan mudarat, apabila pohon itu roboh dan menimpa mereka. Kata-kata yang jelek hanya dapat menimbulkan dosa, serta membangkitkan kemarahan dan kebencian. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hathim sebagai hadis marfu, bahwa syajarah khabitsah (pohon yang buruk) adalah handhalah yang rasa buahnya pahit.\n\nOrang-orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya sering meng-ucapkan kata-kata yang buruk, yang membahayakan dirinya dan mem-bahayakan orang lain. Demikian pula orang-orang yang sedang mabuk dan rusak akalnya, suka mengucapkan kata-kata yang jelek. Itulah sebabnya agama Islam mengajarkan kesabaran karena kesabaran mendorong seseorang untuk menguasai emosinya. Agama Islam juga melarang seseorang dari hal-hal yang merusak akal, seperti meminum minuman keras dan lain-lain." } } }, { "number": { "inQuran": 1777, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 214, "hizbQuarter": 103, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u062a\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f", "transliteration": { "en": "Yusabbitul laahul lazeena aamanoo bilqawlis saabiti fil hayaatid dunyaa wa fil Aakhirati wa yudillul laahuz zaalimeen; wa yaf'alul laahu maa yashaaa'" } }, "translation": { "en": "Allah keeps firm those who believe, with the firm word, in worldly life and in the Hereafter. And Allah sends astray the wrongdoers. And Allah does what He wills.", "id": "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1777", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1777.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1777.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah meneguhkan hati orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh, yaitu kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, dalam kehidupan mereka di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dari jalan kebenaran, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, seperti memberi hidayah kepada orang mukmin dan membiarkan sesat orang yang ingkar.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa Dia meneguhkan orang-orang yang mukmin dengan ucapan-ucapan yang baik dan teguh, baik dalam kehidupan di dunia ini, maupun di akhirat. Dengan demikian, ada hubungan timbal balik antara iman dengan ucapan yang baik dan teguh. Iman mendorong seseorang untuk senantiasa menggunakan ucapan yang baik dan teguh. Sebaliknya, ucapan yang baik itu dapat memelihara keteguhan iman seseorang.\n\nDalam ayat ini selanjutnya, Allah swt menegaskan bahwa Dia membiarkan sesat orang-orang yang zalim dan yang suka berbuat menurut kehendaknya sendiri, tanpa mengabaikan peraturan yang benar, antara lain ialah mengucapkan kata-kata yang buruk yang mengajak kepada kekafiran, kemusyrikan, kemaksiatan, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 1778, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 215, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena baddaloo ni'matal laahi kufranw wa ahalloo qawmahum daaral bawaar" } }, "translation": { "en": "Have you not considered those who exchanged the favor of Allah for disbelief and settled their people [in] the home of ruin?", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1778", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1778.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1778.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membiarkan sesat orang yang ingkar, namun bukan berarti Allah berbuat sewenang-wenang. Apa yang mereka alami merupakan akibat dari perbuatan buruk mereka sendiri. Wahai manusia, tidakkah kamu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang kafir yang telah menukar nikmat yang telah Allah turunkan kepada mereka, seperti nikmat kesejahteraan dan pengutusan para rasul kepada mereka, dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan dengan mengajak mereka memusuhi Allah dan utusan-Nya?", "long": "Ayat ini disampaikan dalam bentuk pertanyaan, tetapi bukan untuk dijawab, melainkan hanyalah sebagai peringatan bagi kaum Muslimin agar mereka jangan sekali-kali berbuat dan bertindak seperti yang dilakukan oleh orang kafir. Hendaklah mereka selalu taat, tunduk, dan patuh kepada perintah-perintah Allah dan menghentikan semua larangan-Nya. Jika mereka ingkar kepada Allah, mereka pasti akan diazab di dunia dan di akhirat seperti yang ditimpakan kepada orang kafir.\n\nMenurut Ibnu Abbas yang dimaksud dengan \"orang-orang yang telah menukar nikmat Allah\" dalam ayat ini ialah orang-orang kafir Mekah. Mereka telah dianugerahi bermacam-macam nikmat yang tidak diberikan Allah kepada bangsa lain. Negeri Mekah telah dijadikan sebagai tanah haram yakni tanah yang dihormati, tanah yang terjamin keamanannya, dan tempat berdirinya Kabah yang dikunjungi manusia dari segala penjuru dunia setiap tahun. Allah swt telah mendatangkan air, makanan, dan buah-buahan ke tanah yang tandus itu. Nikmat yang lebih besar lagi ialah diangkatnya Muhammad dari bangsa mereka sendiri sebagai nabi dan rasul penutup, yang membawa agama Allah, yang menjadi petunjuk dan pegangan hidup bagi seluruh manusia.\n\nSemua nikmat yang telah dilimpahkan itu mereka ingkari. Bahkan mereka menyiksa Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin dan menghambat tersiarnya agama Islam. Oleh karena itu, Allah swt menimpakan azab dan siksa kepada mereka berupa musim kemarau yang kering dan lama, sehingga mereka banyak yang mati kelaparan. Menurut riwayat, ada di antara mereka yang sampai memakan tulang karena tidak ada lagi makanan yang akan dimakan.\n\nAllah menerangkan bahwa mereka adalah orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dan telah menempatkan kaum mereka yang jadi pengikut-pengikut mereka di tempat yang penuh kesengsaraan, yaitu neraka Jahanam yang menyala-nyala, yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia.\n\nDari ayat ini dipahami bahwa Allah swt memerintahkan manusia agar selalu mensyukuri nikmat-Nya dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Seluruh manusia dan makhluk sangat tergantung kepada nikmat itu, baik nikmat dalam bentuk lahir, maupun nikmat dalam bentuk batin atau yang tidak nampak." } } }, { "number": { "inQuran": 1779, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 215, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Jahannama yaslawnahaa wa bi'sal qaraar" } }, "translation": { "en": "[It is] Hell, which they will [enter to] burn, and wretched is the settlement.", "id": "yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1779", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1779.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1779.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lembah kebinasaan tersebut yaitu neraka Jahanam; mereka yang mengingkari Allah dan nikmat-nikmat-Nya akan masuk ke dalamnya dan merasakan betapa pedih siksa di dalamnya; dan Jahanam itulah seburuk-buruk tempat kediaman.", "long": "Ayat ini disampaikan dalam bentuk pertanyaan, tetapi bukan untuk dijawab, melainkan hanyalah sebagai peringatan bagi kaum Muslimin agar mereka jangan sekali-kali berbuat dan bertindak seperti yang dilakukan oleh orang kafir. Hendaklah mereka selalu taat, tunduk, dan patuh kepada perintah-perintah Allah dan menghentikan semua larangan-Nya. Jika mereka ingkar kepada Allah, mereka pasti akan diazab di dunia dan di akhirat seperti yang ditimpakan kepada orang kafir.\n\nMenurut Ibnu Abbas yang dimaksud dengan \"orang-orang yang telah menukar nikmat Allah\" dalam ayat ini ialah orang-orang kafir Mekah. Mereka telah dianugerahi bermacam-macam nikmat yang tidak diberikan Allah kepada bangsa lain. Negeri Mekah telah dijadikan sebagai tanah haram yakni tanah yang dihormati, tanah yang terjamin keamanannya, dan tempat berdirinya Kabah yang dikunjungi manusia dari segala penjuru dunia setiap tahun. Allah swt telah mendatangkan air, makanan, dan buah-buahan ke tanah yang tandus itu. Nikmat yang lebih besar lagi ialah diangkatnya Muhammad dari bangsa mereka sendiri sebagai nabi dan rasul penutup, yang membawa agama Allah, yang menjadi petunjuk dan pegangan hidup bagi seluruh manusia.\n\nSemua nikmat yang telah dilimpahkan itu mereka ingkari. Bahkan mereka menyiksa Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin dan menghambat tersiarnya agama Islam. Oleh karena itu, Allah swt menimpakan azab dan siksa kepada mereka berupa musim kemarau yang kering dan lama, sehingga mereka banyak yang mati kelaparan. Menurut riwayat, ada di antara mereka yang sampai memakan tulang karena tidak ada lagi makanan yang akan dimakan.\n\nAllah menerangkan bahwa mereka adalah orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dan telah menempatkan kaum mereka yang jadi pengikut-pengikut mereka di tempat yang penuh kesengsaraan, yaitu neraka Jahanam yang menyala-nyala, yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia.\n\nDari ayat ini dipahami bahwa Allah swt memerintahkan manusia agar selalu mensyukuri nikmat-Nya dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Seluruh manusia dan makhluk sangat tergantung kepada nikmat itu, baik nikmat dalam bentuk lahir, maupun nikmat dalam bentuk batin atau yang tidak nampak." } } }, { "number": { "inQuran": 1780, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 215, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u062f\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa ja'aloo lillaahi andaadal liyudilloo 'an sabeelih; qul tamatta'oo fa innaa maseerakum ilan Naar" } }, "translation": { "en": "And they have attributed to Allah equals to mislead [people] from His way. Say, \"Enjoy yourselves, for indeed, your destination is the Fire.\"", "id": "Dan mereka (orang kafir) itu telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Muhammad), “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1780", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1780.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1780.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya mengingkari Allah dan nikmat-nikmat-Nya, mereka (orang kafir) itu telah menjadikan dan menyembah berhala-berhala sebagai tandingan bagi Allah yang seharusnya mereka imani dan esakan. Mereka melakukan hal tersebut untuk menyesatkan manusia dari jalan dan agama-Nya. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, \"Bersenang-senanglah di dunia ini dengan keingkaran kamu, karena sesungguhnya dunia ini akan segera sirna dan tempat kembalimu adalah ke neraka. Di sanalah kamu akan menerima balasan setimpal atas keingkaranmu.\"", "long": "Ayat ini menerangkan tindakan kedua dan ketiga yang menyebabkan Allah menimpakan azab yang pedih kepada mereka.\n\nSebab yang kedua ialah tindakan mempersekutukan Allah. Termasuk dalam tindakan ini ialah:\n\n1. Mengakui Tuhan itu banyak.\n\n2. Menyembah yang lain di samping menyembah Allah.\n\n3. Mengakui sesuatu selain Allah mempunyai kekuatan dan kekuasaan seperti kekuatan dan kekuasaan Allah swt.\n\nMempersekutukan Allah ini adalah kepercayaan orang-orang Arab Jahiliah. Mereka mempunyai sesembahan selain Allah. Sesembahan itu ada yang berupa patung-patung yang mereka buat, di antaranya ada yang mereka letakkan di sekeliling Kabah. Mereka percaya kepada tenung dan ramalan nasib. Jika mereka ingin melakukan sesuatu pekerjaan yang penting atau perjalanan yang jauh, mereka pergi ke Kabah dan menyuruh penjaganya mengadakan undian. Hasil undian inilah yang menentukan apakah mereka akan melakukan pekerjaan atau perjalanan jauh itu atau tidak.\n\nSebab yang ketiga ialah orang-orang kafir itu berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah. Mereka menghalang-halangi, bahkan membunuh orang-orang yang melakukan pekerjaan atau mengikuti agama Islam.\n\nKetiga macam perbuatan di atas adalah perbuatan dosa besar. Oleh karena itu, Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad agar menyampaikan peringatan keras-Nya kepada manusia. Jika mereka tetap ingkar, biarkan mereka berbuat sesuka hatinya, bersenang-senang, dan berbuat kebinasaan di muka bumi dalam waktu tertentu, sampai Allah menimpakan azab yang keras kepada mereka.\n\nHal ini ditegaskan oleh firman Allah swt:\n\nKatakanlah, \"Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka. (az-Zumar/39: 8)" } } }, { "number": { "inQuran": 1781, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 215, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u0650\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0639\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Qul li'ibaadiyal lazeena aamanoo yuqeemus Salaata wa yunfiqoo mimmaa razaqnaahum sirranw wa 'alaaniyatam min qabli any yaatiya Yawmul laa bai'un feehi wa laa khilaal" } }, "translation": { "en": "[O Muhammad], tell My servants who have believed to establish prayer and spend from what We have provided them, secretly and publicly, before a Day comes in which there will be no exchange, nor any friendships.", "id": "Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, “Hendaklah mereka melaksanakan salat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1781", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1781.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1781.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakan dan pesankan-lah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, \"Untuk menyempurnakan iman, hendaklah mereka melaksanakan salat dengan segala aturan-aturannya, menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan di jalan Allah, baik yang bersifat wajib maupun sunah. Hendaklah mereka berinfak sebelum datang hari Kiamat ketika tidak ada lagi jual beli, yakni penebusan atas siksa Allah, dan tidak ada lagi persahabatan yang diharapkan dapat menyelamatkan manusia dari azab-Nya.\"", "long": "Pada ayat ini Allah swt memerintahkan kepada kaum Muslimin agar mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, yang dapat membahagiakan manusia dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi. Perbuatan-perbuatan itu ialah :\n\n1. Melaksanakan salat.\n\n2. Menginfakkan sebagian harta yang telah dianugerahkan Allah swt.\n\nAllah swt memerintahkan kepada kaum Muslimin mendirikan salat, karena salat itu tiang agama, sebagaimana sabda Nabi saw:\n\nSalat itu adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikannya, maka sesungguhnya ia telah mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkannya, maka sesungguhnya ia telah meruntuhkan agama. (Riwayat al-Baihaqi dari Umar bin al-Khaththab)\n\nSeseorang yang taat dan selalu melaksanakan salat sesuai dengan ajaran Al-Quran adalah orang yang suci jasmani dan rohaninya, karena salat itu mencegah orang yang mengerjakannya melakukan perbuatan keji dan perbuatan yang terlarang, sebagaimana firman Allah swt:\n\n... dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Ankabut/29: 45)\n\nDan firman Allah swt:\n\nSungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat. (al-Ala/87: 14-15)\n\nPerbuatan hamba yang pertama kali dihisab Allah di hari kiamat ialah salat. Jika baik salat seorang hamba, maka baiklah perbuatannya, sebaliknya jika buruk salatnya atau tidak mengerjakannya, maka buruk dan rusak pulalah seluruh pahala amalnya yang lain.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nPerbuatan hamba yang pertama kali dihisab Allah pada hari kiamat ialah salat. Maka jika baik amalan salat itu, baik pulalah seluruh amalnya, dan jika rusak amalan salat itu, rusak pulalah seluruh amalnya. (Riwayat ath-thabrani dari Anas bin Malik)\n\nBahkan Allah swt menegaskan, bahwa orang yang selalu mengerjakan salat itu adalah orang yang menjadi pewaris surga Firdaus di akhirat, sebagaimana firman-Nya:\n\nSerta orang yang memelihara salatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (al-Muminun/23: 9-11)\n\nMelaksanakan salat berarti mengerjakan salat terus-menerus, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan agama, lengkap dengan syarat-syarat dan rukun-rukunnya, disertai dengan khusyuk dan ikhlas.\n\nAllah juga memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk menginfakkan sebagian harta yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, sebelum datang hari kiamat, yaitu hari ketika semua pintu tobat telah ditutup, tidak satu dosa pun yang dapat ditebus, walaupun ditebus dengan emas sepenuh bumi. Tidak ada lagi seorang teman karib yang dapat menolong dan tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan dan memberikan bantuan termasuk anak-anak dan cucu-cucu. Allah swt berfirman:\n\nMaka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. (al-hadid/57: 15)\n\nDan firman Allah swt:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim. (al-Baqarah/2: 254)\n\nOrang-orang yang terlepas dari azab hari kiamat itu hanyalah orang-orang yang selama hidup di dunia mengerjakan amal-amal saleh, senang bersedekah, sehingga hatinya suci dan bersih serta rela terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya nanti. Allah swt berfirman:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (asy-Syuara/26: 88-89)\n\nSenang menginfakkan harta merupakan pencerminan dari kepribadian muslim yang sesungguhnya, sebagai seorang yang telah menyerahkan diri, harta, dan kehidupannya kepada agama, semata-mata untuk mencari keridaan Allah swt. Perbuatan itu juga merupakan perwujudan dari rasa syukur kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat-Nya yang tidak terhingga banyaknya. Terhadap orang yang mensyukuri nikmat, Allah akan menambah nikmat lebih banyak dari nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.\n\nSebaliknya sifat tidak senang menginfakkan sebagian harta yang telah dianugerahkan Allah adalah pencerminan pribadi orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-Nya serta pencerminan dari rasa ingkar terhadap nikmat Allah. Mereka merasa bahwa segala yang mereka peroleh itu semata-mata karena hasil jerih payahnya sendiri. Dengan sikap yang demikian berarti mereka telah zalim terhadap dirinya sendiri. Akibat zalim terhadap dirinya sendiri ialah tidak lagi mendapat tambahan nikmat dari Allah, bahkan mereka akan ditimpa azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Zalim terhadap orang lain ialah ia tidak mau memberikan atau mengeluarkan hak orang lain yang ada dalam hartanya. Zalim kepada masyarakat yang ada di sekitarnya ialah mengganggu kepentingan dan hubungan baik yang telah dijalin dalam masyarakat.\n\nBahkan dari ayat ini dipahami bahwa orang yang kikir dan tidak mau membelanjakan sebagian hartanya itu adalah orang yang congkak dan sombong. Karena merasa dirinya telah mampu mengatasi segala macam kesulitan yang dihadapinya, termasuk kesulitan dan malapetaka yang akan menimpanya di hari kiamat nanti. Mereka merasa tidak lagi memerlukan tambahan nikmat dan pertolongan Allah baik di dunia maupun di akhirat.\n\nMenginfakkan harta dalam agama Islam ada beberapa bentuk:\n\n1. Membelanjakan harta untuk nafkah diri sendiri, anak-anak, kerabat, dan istri.\n\n2. Menginfakkan harta untuk menunaikan kewajiban, seperti zakat harta dan zakat fitrah.\n\n3. Menginfakkan harta untuk infak sunah.\n\nMembelanjakan harta untuk nafkah istri, kerabat, dan untuk menunaikan nafkah wajib, merupakan suatu kewajiban yang ditetapkan agama atas orang-orang yang beriman, dan ketentuan-ketentuannya tersebut di dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi. Sedang infak sunah yang diberikan untuk kepentingan umum dan untuk meninggikan kalimat Allah dikategorikan sebagai amal jariah, yaitu infak atau amal yang tidak akan putus pahalanya, walaupun orang yang memberi infak itu telah meninggal dunia, selama infak itu memberikan manfaat.\n\nPemberian infak wajib, infak sunah, dan nafkah itu haruslah diiringi dengan niat yang ikhlas, semata-mata dilakukan untuk mencari keridaan Allah, terjauh dari sifat ria, ingin dipuji dan disanjung oleh sesama manusia. Karena itu Allah menyerahkan kepada manusia bagaimana cara sebaiknya memberi harta itu kepada orang yang berhak menerimanya, sehingga membuahkan pahala dari sisi Allah. Jika ia khawatir akan timbul rasa ria dalam hatinya, maka ia boleh memberikan harta itu secara sembunyi, tidak diketahui orang. Bila ingin perbuatannya ditiru orang lain, maka ia boleh pula memberikan hartanya itu dengan terang-terangan.\n\nHendaklah kaum Muslimin ingat bahwa harta itu pada hakikatnya adalah milik Allah. Dianugerahkan-Nya kepada manusia agar mereka dapat melaksanakan tugasnya sebagai hamba Allah selama mereka hidup di dunia. Oleh karena itu, jika seseorang telah memperoleh harta dan telah melebihi keperluannya, hendaklah diinfakkan kepada yang berhak menerimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1782, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 215, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee khalaqas samaawaati wal arda wa anzala minas samaaa'i maaa'an faakhraja bihee minas samaraati rizqal lakum wa sakhkhara lakumul fulka litajriya fil bahri bi amrihee wa sakhkhara lakumul anhaar" } }, "translation": { "en": "It is Allah who created the heavens and the earth and sent down rain from the sky and produced thereby some fruits as provision for you and subjected for you the ships to sail through the sea by His command and subjected for you the rivers.", "id": "Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1782", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1782.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1782.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, perhatikan dan renungkanlah bahwa Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dari ketiadaan dan tanpa model yang mendahuluinya. Dan Dia pula yang telah menurunkan air hujan dari awan di langit, kemudian dengan air hujan itu Dia menghijaukan bumi yang semula mati dengan tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki dan penopang hidup untukmu. Dan Dia pula yang telah menundukkan kapal bagimu agar engkau dapat dengan mudah berlayar di lautan dengan kehendak-Nya demi memenuhi kebutuhan hidupmu. Dan Dia juga yang telah menundukkan sungai-sungai bagimu agar kamu dan hewan-hewan ternakmu dapat minum darinya serta bisa kamu manfaatkan untuk keperluan lainnya.", "long": "Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa sangat banyak melimpahkan nikmat kepada hamba-hamba-Nya. Di antaranya ialah:\n\nAllah Yang Maha Agung, yang ilmunya meliputi segala sesuatu, menerangkan bahwa Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi, yang kejadiannya jauh lebih besar dan lebih sulit dari kejadian manusia, yang selalu disaksikan dan diperhatikan manusia dan pada keduanya terdapat pelajaran dan manfaat. Langit berupa ruang angkasa yang tidak terhingga luas dan besarnya, di dalamnya terdapat benda-benda angkasa berupa planet-planet yang tidak terhitung jumlahnya, masing-masing berjalan menurut garis edar yang telah ditentukan, mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah swt. Tidak ada satu pun dari planet-planet yang tidak mengikuti hukum itu, karena tidak mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan itu berarti kehancuran bagi seluruh planet-planet itu. Jika direnungkan, diperhatikan, dan dipelajari tata ruang angkasa yang rapi dan teratur itu, akan terasa ketiadaan arti manusia dan semakin terasa pula keagungan dan kebesaran Penciptanya.\n\nAllah juga yang menciptakan bumi yang merupakan salah satu dari planet-planet ruang angkasa, tempat manusia hidup, berdiam, dan mempersiapkan diri sebelum mengalami hidup yang sebenarnya di akhirat. Permukaan bumi ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, dengan buahnya yang beraneka macam pula yang berguna dan bermanfaat bagi manusia. Di dalam perut bumi terdapat barang tambang yang beraneka macam. Semuanya itu diciptakan Allah untuk manusia.\n\nDialah yang menurunkan hujan yang berasal dari uap air dan menjadi awan. Awan itu dihalau-Nya dengan angin ke tempat tertentu, hingga menjadi mendung yang hitam pekat, kemudian berubah dan jatuh sebagai hujan yang menyirami permukaan bumi. Dengan siraman hujan itu, tumbuh dan suburlah tumbuh-tumbuhan yang kemudian menjadi besar, berbunga, dan berbuah, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah. (al-hajj/22: 5)\n\nDan firman Allah swt:\n\n(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit.\" Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan. (thaha/20: 53)\n\nSecara kauniyah (sains) ayat ini menjelaskan tentang siklus biosfer (Biospheric Cycle). Allah menegaskan kembali akan kekuasaan-Nya dalam mengatur kehidupan di bumi ini. Dari air yang tercurah dari langit, maka muncullah kebun-kebun yang subur yang mengeluarkan buah-buahan, yang kesemuanya diperuntukkan sebagai rezeki bagi manusia. Kemudian dalam ayat tersebut dilanjutkan dengan \"Dia menundukkan kapal bagimu\", dan juga \"Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu\". Menundukkan dalam kedua kalimat ayat di atas diterjemahkan dari kata dalam bahasa Arab sakhkhara. Ini mengisyaratkan kepada manusia untuk menggunakan akalnya (teknologinya) dalam membuat atau menciptakan kapal yang mampu berlayar di lautan, atau dalam pengelolaan sungai, sebagai tempat untuk pelayaran atau keperluan lainnya.\n\nJika manusia menggunakan akalnya dengan menggunakan ilmu pengetahuan alam (ketentuan Allah) sehingga dapat menemukan sendiri ketentuan Allah yang digunakan Allah untuk mengendalikan kapal, maka manusia tadi dapat mengusahakan agar kehendak manusia sejalan dengan kehendak-Nya dan ketentuan-Nya,\n\nKetentuan Allah itu menunjukkan bagaimana mengkonstruksikan kapal agar bisa mengangkat tubuhnya beserta muatannya agar tidak tenggelam. Ketentuan Allah menunjukkan bahwa suatu benda yang mengapung di air akan memindahkan air sebanyak isi benda tersebut. Berat dari air yang dipindahkan benda tadi akan sebanding dengan tekanan ke atas yang dialami oleh benda itu. Dengan membuat kapal berongga maka akan tercapai volume luar yang besar, tapi beratnya kecil karena berongga. Oleh sebab itu, tubuh kapal dan muatannya itu mampu diangkat kekuatan ke atas hingga mengapung. \n\nDengan menggunakan mesin penggerak yang serupa dengan kendaraan darat tapi telah disesuaikan sedemikian rupa, maka kapal itu selain mampu mengapung juga mampu bergerak ke arah yang dikehendaki. Demikian penjelasan dari sudut kajian saintis.\n\nAllah menjelaskan yang demikian itu agar manusia mengetahui betapa besar kekuasaan-Nya dalam mengatur hidup dan kehidupan di permukaan bumi ini dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada manusia. Bagi manusia yang suka memperhatikan kejadian hujan, tumbuh-tumbuhan, serta proses kehidupan di permukaan bumi ini akan mengetahui betapa tingginya nilai hukum Allah dan betapa luas ilmu-Nya, yang berlaku secara tetap, tiada henti-hentinya sampai kepada waktu yang ditentukan-Nya. Allah juga memerintahkan manusia memperhatikan air yang diminumnya agar mereka bersyukur, sebagaimana firman-Nya:\n\nPernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur? (al-Waqiah/56: 68-70)\n\nAllah menaklukkan kapal (bahtera) bagi manusia maksudnya ialah memberikan kemampuan kepada manusia membuat kapal dan menjadikannya dapat mengapung di permukaan air dan berlayar ke tempat yang dikehendakinya, membawanya ke segenap penjuru dunia. Allah swt menaklukkan lautan bagi manusia sehingga laut itu dapat dilayari kapal-kapal yang mengangkut segala keperluan mereka, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan, dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai. (Yasin/36: 41-42)\n\nDengan kapal itu pula, manusia bersenang-senang menikmati pelayaran. Dengan kapal itu pula mereka mencari nafkah, menangkap ikan, mencari hasil-hasil lautan, dan mencari barang tambang yang tidak ternilai harganya. Semuanya itu merupakan nikmat Allah kepada manusia.\n\nAllah menundukkan sungai-sungai bagi manusia, seperti memberi kemampuan untuk membendung dan mengalirkannya untuk kepentingan pertanian, serta mengubah arus air yang deras itu menjadi sumber tenaga yang bermanfaat, seperti kincir air dan arus listrik. Sungai dapat juga berfungsi sebagai jalan raya yang dilalui kapal-kapal dan merupakan urat nadi perdagangan. Untuk memperpendek lalu-lintas sungai maka manusia membuat terusan-terusan yang menghubungkan antara sungai yang satu dengan sungai yang lain, dan antara lautan yang satu dengan lautan yang lain. Air sungai yang kotor dapat dibersihkan, sehingga dapat menjadi air minum yang sangat diperlukan." } } }, { "number": { "inQuran": 1783, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 13, "page": 259, "manzil": 3, "ruku": 215, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Wa sakhkhara lakumush shamsa walqamara daaa'ibaini wa sakhkhara lakumul laila wannahaar" } }, "translation": { "en": "And He subjected for you the sun and the moon, continuous [in orbit], and subjected for you the night and the day.", "id": "Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1783", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1783.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1783.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia juga telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus-menerus beredar dalam orbitnya. Peredaran matahari sangat dibutuhkan oleh makhluk di bumi untuk berbagai keperluan, demikian juga bulan. Dan Allah pun telah menundukkan malam dan siang bagimu. Dengan begitu, kamu dapat beristirahat dengan tenang di malam hari dan menjalani aktivitas keseharian di siang hari.", "long": "Demikian pula sebagai nikmat Allah swt kepada manusia ialah Dia telah menaklukkan bagi manusia matahari dan bulan, yaitu menjadikan matahari dan bulan terus menerus berjalan mengelilingi garis edarnya, yang menimbulkan terang dan gelap yang berfaedah bagi hidup dan kehidupan makhluk. Dengan tetapnya matahari dan bulan, demikian juga planet-planet yang lain, berjalan mengelilingi garis edarnya, akan terhindarlah terjadinya benturan yang dahsyat antara planet-planet yang ada di cakrawala, sebagaimana firman Allah:\n\nDan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yasin/36: 39-40)\n\nKeberadaan garis edar yang terus menerus dilalui oleh setiap planet, telah memberi jalan kepada manusia sampai ke bulan, memberi kemungkinan yang besar bagi manusia untuk berusaha mencapai planet-planet yang lain. Dengan perantara garis edar itu pula, manusia dapat menempatkan satelit-satelit yang dapat digunakan untuk kepentingan umat manusia, seperti untuk mengetahui keadaan cuaca, untuk memperlancar hubungan telekomunikasi dan sebagainya, sehingga hubungan antar negara yang semula dirasakan jauh, maka sekarang dirasakan bertambah dekat.\n\nAllah swt menundukkan pula bagi manusia siang dan malam. Siang dapat digunakan manusia sebagai tempat berusaha, beramal, dan bermasyarakat. Sedangkan malam dapat dijadikan sebagai waktu untuk beristirahat dari kelelahan setelah berusaha di siang hari. Allah berfirman:\n\nDan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (al-Qashash/28: 73)\n\nDalam ayat ini pula Allah menggunakan kata sakhkhara (menunduk-kan), yang mengisyaratkan kita untuk menggunakan akal dalam memanfaat-kan baik matahari, bulan, maupun fenomena malam maupun siang. Dengan demikian sakhkhara ini mengandung perintah untuk mengembangkan teknologi, kalender berbasis matahari (solar calendar) atau bulan (lunar calendar), dan energi matahari (solar energy). Juga mengandung perintah untuk menggunakan baik matahari atau bulan untuk keperluan navigasi dalam pelayaran maupun penerbangan, dan sebagainya. Begitu juga meng-gunakan malam dan siang untuk mengetahui atau mengukur biological clock kita. Demikian penjelasan dari sudut pandang saintis." } } }, { "number": { "inQuran": 1784, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 215, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0639\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0635\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0638\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u064c \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa aataakum min kulli maa sa altumooh; wa in ta'uddoo ni'matal laahi laa tuhsoohaa; innal insaana lazaloo mun kaffaar" } }, "translation": { "en": "And He gave you from all you asked of Him. And if you should count the favor of Allah, you could not enumerate them. Indeed, mankind is [generally] most unjust and ungrateful.", "id": "Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1784", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1784.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1784.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia telah memberikan kepadamu berbagai nikmat untuk keperluan hidup kamu sebagai anugerah atas segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu berupaya menghitung nikmat Allah tersebut, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh banyak nikmat yang telah Allah karuniakan, tetapi banyak sekali manusia yang mengingkari nikmat-nikmat itu. Mereka sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah.\"", "long": "Sebagai nikmat Allah juga ialah Dia telah menyediakan bagi manusia segala yang diperlukannya, baik diminta atau tidak, karena Allah telah menciptakan langit dan bumi ini untuk manusia. Dia menyediakan bagi manusia segala sesuatu yang ada, sehingga dapat digunakan dan dimanfaatkan kapan dikehendaki. Kadang-kadang manusia sendiri tidak mengetahui apa yang menjadi keperluan pokoknya, dimana tanpa keperluan itu, ia tidak akan hidup atau dapat mencapai cita-citanya. Keperluan seperti itu tetap dianugerahkan Allah kepadanya sekalipun tanpa diminta. Ada pula bentuk keperluan manusia yang lain yang tidak mungkin didapat kecuali dengan berusaha dan berdoa, karena itu diperlukan usaha manusia untuk memperolehnya.\n\nSangat banyak nikmat Allah swt yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia, sehingga jika ada yang ingin menghitungnya tentu tidak akan sanggup. Oleh karena itu, hendaknya setiap manusia mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah swt dengan jalan menaati segala perintah-Nya dan tidak melakukan hal-hal yang menjadi larangan-Nya. Mensyukuri nikmat Allah yang wajib dilakukan oleh manusia itu bukanlah sesuatu yang diperlukan oleh Allah swt. Allah Mahakaya, tidak memerlukan sesuatupun dari manusia, tetapi kebanyakan manusia sangat zalim dan mengingkari nikmat yang telah diberikan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1785, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 216, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u064e \u0622\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0646\u064f\u0628\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Ibraaheemu Rabbij 'al haazal balada aaminanw wajnubnee wa baniyya an na'budal asnaam" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when Abraham said, \"My Lord, make this city [Makkah] secure and keep me and my sons away from worshipping idols.", "id": "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1785", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1785.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1785.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih berkaitan dengan nikmat Allah, dijelaskan pula bahwa Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar anak cucunya diberi nikmat dan dihindarkan dari menyembah berhala. Dan ingatlah, ketika Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah, \"Ya Tuhan, jadikanlah negeri Mekah ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku hingga akhir zaman agar tidak menyembah berhala.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada umatnya kisah di waktu Nabi Ibrahim berdoa kepada Tuhannya, agar doa itu menjadi iktibar dan pelajaran bagi orang Arab waktu itu, karena Ibrahim a.s. itu adalah cikal-bakal dan asal keturunan mereka. Doa itu ialah: Ya Tuhan kami, jadikanlah negeri Mekah ini, negeri yang aman, tenteram, dan sentosa, serta terpelihara dari peperangan dan serangan musuh. Doa Nabi Ibrahim ini dikabulkan Tuhan, dan Dia telah menjadikan negeri Mekah dan sekitarnya, menjadi tanah dan tempat yang aman bagi orang-orang yang berada di sana. Di negeri itu dilarang menumpahkan darah, menganiaya orang, membunuh binatang, dan menebang tumbuh-tumbuhan yang berada di sana.\n\nAllah berfirman:\n\nTidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah? (al-Ankabut/29: 67)\n\nOrang-orang Arab dan orang-orang yang berdiam di sekitar Jazirah Arab, sejak dahulu hingga sekarang tetap memandang suci dan menghormati tanah haram itu. Bangsa Arab dahulu adalah bangsa yang terkenal sebagai bangsa yang merasa terhina seandainya mereka tidak dapat menuntut bela atas pembunuhan atau penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu kabilah terhadap anggota kabilahnya. Penuntutan bela itu merupakan suatu kewajiban suci untuk membela kehormatan kabilahnya yang telah ternoda itu. Oleh karena itu, mereka akan mengadakan penuntutan bela pada setiap kesempatan yang mungkin mereka lakukan. Kecuali jika mereka bertemu di tanah haram, mereka tidak akan melakukan penuntutan bela. Mereka menunggu di luar tanah haram. Setelah musuhnya itu keluar dari tanah haram, barulah mereka melakukan pembalasan dendam itu.\n\nDemikian pula tanah haram itu dihormati dan terpelihara dari maksud jahat orang-orang yang hendak menghancurkan Kabah dan mengotorinya. Sebagaimana yang pernah dilakukan dan dialami oleh Abrahah, gubernur Ethiopia dan tentaranya. Abrahah yang beragama Nasrani itu dapat menak-lukkan Yaman yang beragama Yahudi. Ia bermaksud mengembangkan agama Nasrani di Yaman dan menciptakan Yaman menjadi pusat agama Nasrani di Jazirah Arab. Ia mengetahui pula bahwa orang-orang di Jazirah Arab sangat menghormati Kabah. Karena itu ia ingin memalingkan perhatian orang dari menghormati dan mengunjungi Kabah kepada menghormati dan mengunjungi suatu tempat atau bangunan yang ada di Yaman. Untuk memenuhi keinginannya itu, dibuatlah sebuah gereja besar dan megah di Yaman, namun penduduk Jazirah Arab tidak tertarik minatnya untuk mengunjungi, apalagi menghormati bangunan tersebut. Karena itu timbullah amarah Abrahah, maka disiapkannya pasukan tentara yang mengendarai gajah untuk menyerbu Mekah dan menghancurkan Kabah. Sekalipun ia dan tentaranya tidak mendapat perlawanan sedikit pun dari orang Mekah waktu itu, tetapi Allah swt menghancurkan Abrahah dengan tentaranya sampai mereka cerai berai.\n\nPeristiwa kehancuran Abrahah dan bala tentaranya sewaktu menyerang Mekah ini, dilukiskan Allah swt dalam firman-Nya:\n\nTidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (al-Fil/105: 1-5)\n\nPada hadis-hadis Rasulullah saw, banyak diterangkan tentang penetapan tanah Mekah sebagai tanah haram. Bahkan pada hadis yang diriwayatkan al-Bukhari ditegaskan bahwa tanah Mekah telah ditetapkan Allah sebagai tanah haram sejak Allah menciptakan langit dan bumi:\n\nDari shafiyah binti Syaibah, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw berkhotbah pada hari penaklukan Mekah, beliau berkata, \"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram pada hari penciptaan langit dan bumi, maka Dia mengharamkannya sampai hari kiamat, tidak boleh dipotong tumbuh-tumbuhannya, tidak boleh diburu binatangnya dan tidak boleh mengambil barang temuannya kecuali orang yang akan mengumumkan.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nNabi Muhammad saw pernah berdoa kepada Allah swt agar Madinah dijadikan juga sebagai tanah haram. Doa itu diucapkan Rasulullah pada waktu kaum Muslimin menghadap beliau pada permulaan musim buah-buahan, untuk menghadiahkan buah-buahan itu kepada beliau. Tatkala beliau memegang buah-buahan yang diberikan itu, beliau berdoa:\n\nWahai Tuhan, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu, kekasih-Mu, dan nabi-Mu. Demikian pula aku adalah hamba dan nabi-Mu. Sesungguhnya Ibrahim telah berdoa kepada-Mu untuk Mekah, dan sesungguhnya aku berdoa pula untuk Madinah seperti ia mendoakan kepada-Mu untuk Mekah dan semisalnya (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nIbrahim juga berdoa agar ia dan keturunannya dihindarkan Allah swt dari perbuatan menyembah berhala, karena perbuatan itu menyesatkan manusia dari jalan yang benar ke jalan yang salah. Selanjutnya, Ibrahim menerangkan bahwa siapapun di antara anak cucunya itu yang mengikutinya, yaitu beriman kepada Allah dengan sepenuh hati, memurnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada Allah semata, itulah orang-orang yang mengikuti agamanya. Sebaliknya siapa pun di antara anak cucunya itu yang tidak mengikuti agamanya, dan tidak mengikuti petunjuk Allah yang telah disampaikannya, maka Allah Maha Pengampun Mahakekal rahmat-Nya, Maha Penerima Tobat dengan menuntun manusia ke jalan yang benar.\n\nHal ini berarti bahwa siapapun yang mengakui sebagai pengikut Nabi Ibrahim a.s., tentulah ia menganut agama yang berdasarkan tauhid, mengakui bahwa Tuhan itu Esa tidak beranak, tidak dilahirkan atau diciptakan, dan tidak berserikat dengan sesuatupun, sebagaimana pengakuan penganut-penganut agama yang menyatakan bahwa asal agama mereka ialah agama Nabi Ibrahim. Mustahil jika suatu agama menyatakan sebagai pengikut ajaran Ibrahim padahal mereka mempersekutukan Allah, dan tidak memurnikan ketaatan dan ketundukan kepada Allah semata.\n\nDoa Nabi Ibrahim ini tidak seluruhnya dikabulkan Allah karena banyak pula anak cucunya yang durhaka kepada Allah, di samping banyak pula yang beriman, bahkan ada pula yang diangkat menjadi nabi dan rasul.\n\nPada ayat yang lalu Allah swt menerangkan bahwa setelah Nabi Ibrahim diangkat menjadi nabi dan rasul, ia pun berdoa pula agar anak cucunya di kemudian hari diangkat pula menjadi nabi dan rasul, tetapi Allah swt menjawab bahwa tidak seluruh doa Nabi Ibrahim itu dikabulkan Tuhan, karena orang-orang yang zalim, walaupun anak seorang nabi dan rasul, mustahil diangkat menjadi nabi dan rasul, seperti bapak dan kakeknya. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, \"Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.\" Dia (Ibrahim) berkata, \"Dan (juga) dari anak cucuku?\" Allah berfirman, \"(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.\" (al-Baqarah/2: 124)\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa kaum Muslimin dilarang mengangkat orang-orang zalim sebagai pemimpin-pemimpin yang akan mengurus urusan mereka. Yang akan diangkat menjadi pemimpin itu hendaklah orang-orang yang masih berjiwa bersih, suka mengerjakan amal-amal yang saleh, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menghentikan larangan-larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1786, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 216, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0636\u0652\u0644\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Rabbi innahunna adlalna kaseeram minan naasi faman tabi'anee fa innahoo minnee wa man 'asaanee fa innaka Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "My Lord, indeed they have led astray many among the people. So whoever follows me - then he is of me; and whoever disobeys me - indeed, You are [yet] Forgiving and Merciful.", "id": "Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang-siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1786", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1786.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1786.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Tuhan, aku tahu berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia akibat kebodohan mereka. Karena itu, barang siapa mengikutiku dan tidak menyembah berhala-berhala tersebut, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku dan menyembah berhala-berhala itu, maka hukumlah mereka. Akan tetapi, bila Engkau ampuni mereka, maka Engkau adalah Tuhan Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertobat.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada umatnya kisah di waktu Nabi Ibrahim berdoa kepada Tuhannya, agar doa itu menjadi iktibar dan pelajaran bagi orang Arab waktu itu, karena Ibrahim a.s. itu adalah cikal-bakal dan asal keturunan mereka. Doa itu ialah: Ya Tuhan kami, jadikanlah negeri Mekah ini, negeri yang aman, tenteram, dan sentosa, serta terpelihara dari peperangan dan serangan musuh. Doa Nabi Ibrahim ini dikabulkan Tuhan, dan Dia telah menjadikan negeri Mekah dan sekitarnya, menjadi tanah dan tempat yang aman bagi orang-orang yang berada di sana. Di negeri itu dilarang menumpahkan darah, menganiaya orang, membunuh binatang, dan menebang tumbuh-tumbuhan yang berada di sana.\n\nAllah berfirman:\n\nTidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah? (al-Ankabut/29: 67)\n\nOrang-orang Arab dan orang-orang yang berdiam di sekitar Jazirah Arab, sejak dahulu hingga sekarang tetap memandang suci dan menghormati tanah haram itu. Bangsa Arab dahulu adalah bangsa yang terkenal sebagai bangsa yang merasa terhina seandainya mereka tidak dapat menuntut bela atas pembunuhan atau penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu kabilah terhadap anggota kabilahnya. Penuntutan bela itu merupakan suatu kewajiban suci untuk membela kehormatan kabilahnya yang telah ternoda itu. Oleh karena itu, mereka akan mengadakan penuntutan bela pada setiap kesempatan yang mungkin mereka lakukan. Kecuali jika mereka bertemu di tanah haram, mereka tidak akan melakukan penuntutan bela. Mereka menunggu di luar tanah haram. Setelah musuhnya itu keluar dari tanah haram, barulah mereka melakukan pembalasan dendam itu.\n\nDemikian pula tanah haram itu dihormati dan terpelihara dari maksud jahat orang-orang yang hendak menghancurkan Kabah dan mengotorinya. Sebagaimana yang pernah dilakukan dan dialami oleh Abrahah, gubernur Ethiopia dan tentaranya. Abrahah yang beragama Nasrani itu dapat menak-lukkan Yaman yang beragama Yahudi. Ia bermaksud mengembangkan agama Nasrani di Yaman dan menciptakan Yaman menjadi pusat agama Nasrani di Jazirah Arab. Ia mengetahui pula bahwa orang-orang di Jazirah Arab sangat menghormati Kabah. Karena itu ia ingin memalingkan perhatian orang dari menghormati dan mengunjungi Kabah kepada menghormati dan mengunjungi suatu tempat atau bangunan yang ada di Yaman. Untuk memenuhi keinginannya itu, dibuatlah sebuah gereja besar dan megah di Yaman, namun penduduk Jazirah Arab tidak tertarik minatnya untuk mengunjungi, apalagi menghormati bangunan tersebut. Karena itu timbullah amarah Abrahah, maka disiapkannya pasukan tentara yang mengendarai gajah untuk menyerbu Mekah dan menghancurkan Kabah. Sekalipun ia dan tentaranya tidak mendapat perlawanan sedikit pun dari orang Mekah waktu itu, tetapi Allah swt menghancurkan Abrahah dengan tentaranya sampai mereka cerai berai.\n\nPeristiwa kehancuran Abrahah dan bala tentaranya sewaktu menyerang Mekah ini, dilukiskan Allah swt dalam firman-Nya:\n\nTidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (al-Fil/105: 1-5)\n\nPada hadis-hadis Rasulullah saw, banyak diterangkan tentang penetapan tanah Mekah sebagai tanah haram. Bahkan pada hadis yang diriwayatkan al-Bukhari ditegaskan bahwa tanah Mekah telah ditetapkan Allah sebagai tanah haram sejak Allah menciptakan langit dan bumi:\n\nDari shafiyah binti Syaibah, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw berkhotbah pada hari penaklukan Mekah, beliau berkata, \"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram pada hari penciptaan langit dan bumi, maka Dia mengharamkannya sampai hari kiamat, tidak boleh dipotong tumbuh-tumbuhannya, tidak boleh diburu binatangnya dan tidak boleh mengambil barang temuannya kecuali orang yang akan mengumumkan.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nNabi Muhammad saw pernah berdoa kepada Allah swt agar Madinah dijadikan juga sebagai tanah haram. Doa itu diucapkan Rasulullah pada waktu kaum Muslimin menghadap beliau pada permulaan musim buah-buahan, untuk menghadiahkan buah-buahan itu kepada beliau. Tatkala beliau memegang buah-buahan yang diberikan itu, beliau berdoa:\n\nWahai Tuhan, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu, kekasih-Mu, dan nabi-Mu. Demikian pula aku adalah hamba dan nabi-Mu. Sesungguhnya Ibrahim telah berdoa kepada-Mu untuk Mekah, dan sesungguhnya aku berdoa pula untuk Madinah seperti ia mendoakan kepada-Mu untuk Mekah dan semisalnya (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nIbrahim juga berdoa agar ia dan keturunannya dihindarkan Allah swt dari perbuatan menyembah berhala, karena perbuatan itu menyesatkan manusia dari jalan yang benar ke jalan yang salah. Selanjutnya, Ibrahim menerangkan bahwa siapapun di antara anak cucunya itu yang mengikutinya, yaitu beriman kepada Allah dengan sepenuh hati, memurnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada Allah semata, itulah orang-orang yang mengikuti agamanya. Sebaliknya siapa pun di antara anak cucunya itu yang tidak mengikuti agamanya, dan tidak mengikuti petunjuk Allah yang telah disampaikannya, maka Allah Maha Pengampun Mahakekal rahmat-Nya, Maha Penerima Tobat dengan menuntun manusia ke jalan yang benar.\n\nHal ini berarti bahwa siapapun yang mengakui sebagai pengikut Nabi Ibrahim a.s., tentulah ia menganut agama yang berdasarkan tauhid, mengakui bahwa Tuhan itu Esa tidak beranak, tidak dilahirkan atau diciptakan, dan tidak berserikat dengan sesuatupun, sebagaimana pengakuan penganut-penganut agama yang menyatakan bahwa asal agama mereka ialah agama Nabi Ibrahim. Mustahil jika suatu agama menyatakan sebagai pengikut ajaran Ibrahim padahal mereka mempersekutukan Allah, dan tidak memurnikan ketaatan dan ketundukan kepada Allah semata.\n\nDoa Nabi Ibrahim ini tidak seluruhnya dikabulkan Allah karena banyak pula anak cucunya yang durhaka kepada Allah, di samping banyak pula yang beriman, bahkan ada pula yang diangkat menjadi nabi dan rasul.\n\nPada ayat yang lalu Allah swt menerangkan bahwa setelah Nabi Ibrahim diangkat menjadi nabi dan rasul, ia pun berdoa pula agar anak cucunya di kemudian hari diangkat pula menjadi nabi dan rasul, tetapi Allah swt menjawab bahwa tidak seluruh doa Nabi Ibrahim itu dikabulkan Tuhan, karena orang-orang yang zalim, walaupun anak seorang nabi dan rasul, mustahil diangkat menjadi nabi dan rasul, seperti bapak dan kakeknya. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, \"Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.\" Dia (Ibrahim) berkata, \"Dan (juga) dari anak cucuku?\" Allah berfirman, \"(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.\" (al-Baqarah/2: 124)\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa kaum Muslimin dilarang mengangkat orang-orang zalim sebagai pemimpin-pemimpin yang akan mengurus urusan mereka. Yang akan diangkat menjadi pemimpin itu hendaklah orang-orang yang masih berjiwa bersih, suka mengerjakan amal-amal yang saleh, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menghentikan larangan-larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1787, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 216, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0633\u0652\u0643\u064e\u0646\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0628\u0650\u0648\u064e\u0627\u062f\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0632\u064e\u0631\u0652\u0639\u064d \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062a\u064e\u0647\u0652\u0648\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbanaaa inneee askantu min zurriyyatee biwaadin ghairi zee zar'in 'inda Baitikal Muharrami Rabbanaa liyuqeemus Salaata faj'al af'idatam minan naasi tahweee ilaihim warzuqhum minas samaraati la'allahum yashkuroon" } }, "translation": { "en": "Our Lord, I have settled some of my descendants in an uncultivated valley near Your sacred House, our Lord, that they may establish prayer. So make hearts among the people incline toward them and provide for them from the fruits that they might be grateful.", "id": "Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1787", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1787.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1787.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di Mekah, lembah yang tak berpenghuni dan tidak mempunyai tanam-tanaman, di lokasi yang dekat dengan rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan, aku tempatkan mereka di sana agar mereka melaksanakan salat. Maka, aku mohon ya Allah, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan dengan anugerah-Mu itu mereka selalu bersyukur kepada-Mu.", "long": "Ayat ini menerangkan saat Ibrahim a.s. akan kembali ke Palestina menemui istrinya Sarah, meninggalkan istrinya Hajar dan putranya Ismail yang masih kecil di Mekah, di tengah-tengah padang pasir yang tandus, tanpa ditemani oleh seorang manusia pun dan tanpa bekal untuk keluarganya yang ditinggalkan. Waktu itulah ia berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, mohon agar keluarganya itu dilindungi dan diselamatkan dari segala bahaya dan bencana yang mungkin akan menimpanya.\n\nIbrahim a.s. adalah nabi dan rasul yang diutus menyeru raja Namrudz, raja Babilonia dan rakyatnya, agar mereka mengikuti agama Allah. Setelah menerima siksaan, halangan, dan ancaman dari raja Namrudz dan pengikut-pengikutnya, Ibrahim meninggalkan Babilonia dan akhirnya menetap di Palestina, bersama istrinya Sarah dan pembantu istrinya seorang wanita yang bernama Hajar. Karena Sarah wanita yang mandul, maka Ibrahim a.s. tidak mempunyai seorang putra pun, sedang umurnya telah menginjak masa tua. Sekalipun demikian keinginannya untuk mempunyai seorang putra tetap merupakan cita-cita yang selalu diidam-idamkannya. Oleh karena itu, dinikahinya pembantu istrinya bernama Hajar itu setelah mendapat izin dan persetujuan dari Sarah. Dari pernikahan itu, lahirlah seorang putra yang bernama Ismail dan dengan kelahiran itu pula, terkabullah cita-cita Ibrahim yang diingininya selama ini.\n\nKesayangan Ibrahim kepada putranya Ismail dan bertambah cintanya kepada Hajar menimbulkan rasa cemas dan iri hati pada diri Sarah. Cemas karena khawatir akan berkurang cinta Ibrahim kepadanya, dan iri hati karena ia sendiri tidak dapat memenuhi keinginan Ibrahim untuk memperoleh seorang putra sebagai penerus hidupnya, sedang pembantunya Hajar dapat memenuhi keinginan suaminya. Sarah menyampaikan perasaan hatinya itu kepada suaminya Ibrahim, dan meminta dengan sangat agar Ibrahim membawa dan menjauhkan Hajar dan putranya Ismail darinya. Dengan demikian, ia tidak lagi melihat kebahagiaan Hajar dan semakin bertambah dewasanya Ismail. Ibrahim dapat merasakan betapa dalam cintanya kepada Sarah. Ia pun khawatir kalau-kalau Sarah sedih jika permintaan itu tidak dikabulkan. Oleh karena itu, Ibrahim pun mengabulkan permintaan Sarah. Maka dibawanya Hajar dan putranya, Ismail yang masih kecil, berjalan mengikuti untanya tanpa mengetahui tujuannya, dalam keadaan iba dan terharu mengingat nasib yang akan dialami oleh istrinya dan putranya nanti. Dalam keadaan yang demikian, tanpa disadarinya, sampailah ia ke daerah yang asing baginya, suatu daerah yang terletak di antara bukit-bukit batu yang gersang, yang sekarang bernama kota Mekah.\n\nPada waktu itu, Mekah merupakan daerah dataran rendah padang pasir yang belum didiami oleh seorang manusia pun. Tidak ditemukan suatu sumber air. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari bahwa di tempat itu terdapat sebatang pohon kayu, dan di bawah pohon itulah Ibrahim dan keluarganya berteduh dan melepaskan lelah dari perjalanan yang jauh dari Palestina sampai ke Mekah sekarang ini.\n\nSetelah beberapa hari Ibrahim menemani Hajar dan putranya di tempat itu, ia pun teringat kepada istrinya Sarah yang ditinggalkannya di Palestina. Ingin kembali ke Palestina, ia tak sampai hati pula meninggalkan Hajar dan putranya. Dalam keadaan demikian, ia pun memutuskan akan kembali ke Palestina dan meminta persetujuan dari Hajar. Di waktu ia meminta persetujuan dan kerelaan hati Hajar, maka Hajar bertanya kepada Ibrahim, \"Apakah Allah yang memerintahkan kepadamu agar aku ditempatkan di daerah sunyi lagi tandus ini?\" Ibrahim menjawab, \"Benar.\" Hajar menjawab, \"Jika demikian, Dia (Allah) tidak menyia-nyiakan kita.\"\n\nMaka berangkatlah Ibrahim ke Palestina, menemui istrinya Sarah dan meninggalkan istri dan putranya Ismail yang masih kecil di tempat itu, di tengah-tengah panas matahari membakar padang pasir, tanpa rumah tempat berteduh, dan perbekalan yang cukup, kecuali sekendi air untuk pelepas haus. Ketika Hajar dan putranya sampai kepada suatu tempat, yang waktu itu semua perbekalan dan air minum telah habis, putranya Ismail menangis kehausan, sedang air susunya tidak mengalir lagi. Ia bermaksud mencari air, dan ditidurkannya putranya di bawah pohon tempat ia berteduh. Ia pun pergi ke mana saja yang dianggapnya ada air, namun ia tidak menemukannya setetes pun. sehingga, tanpa disadarinya ia telah berlari-lari kecil pulang balik tujuh kali antara bukit Safa dan bukit Marwah, tetapi ia belum juga memperoleh air barang setetes pun. Maka dengan rasa sedih dan putus asa, ia kembali ke tempat putranya yang ditinggalkan. Waktu itu Ismail sedang menangis kehausan sambil memukul-mukulkan kakinya ke tanah. Hajar pun berdoa menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.\n\nDalam keadaan yang demikian, Ibrahim yang sedang melanjutkan perjalanannya ke Palestina, ingat akan istri dan putranya yang ditinggalkan dan nasib yang mungkin sedang dideritanya, karena diperkirakan makanan dan air yang ia tinggalkan telah habis. Lalu ia pun berdoa sebagaimana terdapat dalam ayat itu, \"Wahai Tuhanku, aku telah menempatkan sebagian keturunanku, yaitu istri dan anakku Ismail, yang akan melanjutkan keturunanku, di lembah padang pasir yang tandus lagi gersang, di dekat tempat akan didirikan Kabah, rumah-Mu nanti, yang dihormati, yang Engkau akan melarang manusia mencemarkan kehormatannya, dan yang akan Engkau jadikan daerah sekitarnya sebagai daerah haram, yaitu dilarang di tanah itu berperang dan menumpahkan darah.\"\n\nDoa Ibrahim dan istrinya Hajar itu dikabulkan Tuhan. Waktu itu juga, terpancarlah air dari tanah bekas pukulan kaki anaknya Ismail yang sedang menangis. Di saat itu pula, timbullah pada diri Hajar rasa syukur kepada Allah atas rahmat-Nya yang tiada terhingga, dan timbullah dalam hatinya harapan akan kelangsungan hidupnya dan putranya lalu diminumkannya air itu kepada putranya Ismail. Karena khawatir air itu habis dan lenyap kembali ke dalam pasir, maka ia mengumpulkan air itu dengan tangannya, seraya berkata, \"Zam! Zam! (Berkumpullah! Berkumpullah!)\" Dan terkumpullah air itu, tidak kering-kering sampai sekarang dan bernama Telaga Zamzam.\n\nDengan adanya Telaga Zamzam di tempat itu, banyaklah orang yang lewat meminta air ke sana. Tatkala Bani Jurhum melihat adanya sumber air di tempat itu, maka mereka minta izin kepada Hajar tinggal bersama di sana, dan Hajar pun mengabulkan permintaan itu. Sejak itu, mulailah kehidupan di daerah yang tandus itu, semakin hari semakin banyak pendatang yang menetap. Akhirnya timbullah negeri dan kebudayaan, sehingga daerah tersebut menjadi tempat jalan lintas perdagangan antara barat dan timur.\n\nSetelah Ismail dewasa, ia menikah dengan salah seorang wanita Bani Jurhum, pendatang baru itu, yang kemudian menurunkan keturunan yang merupakan cikal-bakal penghuni negeri itu. Keturunan itu berkembang biak, mendiami negeri Mekah dan sekitarnya. Dari keturunan Ismail inilah nanti, lahir Nabi Muhammad di kemudian hari, sebagai nabi dan rasul Allah yang penghabisan.\n\nDalam ayat di atas, selanjutnya diterangkan bahwa Ibrahim a.s. berdoa kepada Tuhan agar memelihara keturunannya yang ada di Mekah, menjadi-kan mereka sebagai orang-orang taat mengerjakan salat, menghambakan dan menundukkan dirinya kepada Tuhan. Ia juga meminta agar Tuhan menjadi-kan hati manusia cenderung, cinta, dan kasih kepada keturunannya itu, diberi rezeki, dan didatangkan bahan makanan dan buah-buahan ke negeri yang tandus itu, karena di negeri itu tidak mungkin hidup tumbuh-tumbuhan yang diperlukan sebagai bahan makanan.\n\nDoa Nabi Ibrahim dikabulkan Allah swt. Terbukti sejak dahulu hingga sekarang banyak manusia yang mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, serta melihat bekas peninggalan-peninggalan dan perjuangan Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Demikian pula banyak didatangkan ke bumi yang tandus itu pelbagai macam barang keperluan yang diperlukan penghuni negeri itu, seperti bahan makanan, buah-buahan, dan barang pakaian sampai barang mewah.\n\nPenganugerahan karunia yang berlipat ganda itu ditegaskan dalam firman Allah swt:\n\nDan mereka berkata, \"Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.\" (Allah berfirman) Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (al-Qashash/28: 57)\n\nAllah swt menganugerahkan rezeki dan kekayaan yang banyak kepada penduduk dan negeri Arab itu agar mereka mensyukuri nikmat Allah dengan menjaga Baitullah, melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menghentikan larangan-larangan-Nya.\n\nDari ayat ini, dapat dipahami bahwa segala sesuatu yang diperoleh selama hidup di dunia ini, adalah untuk keperluan beribadah kepada Tuhan. Dengan hasil yang diperoleh itu, dapat disempurnakan pelaksanaan perintah-perintah Allah dan penghentian larangan-Nya, bukan semata-mata untuk kepentingan dan kesenangan diri sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1788, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 216, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u062e\u0652\u0641\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650", "transliteration": { "en": "Rabbanaaa innaka ta'lamu maa nukhfee wa maa nu'lin; wa maa yakhfaa 'alal laahi min shai'in fil ardi wa laa fis samaaa'" } }, "translation": { "en": "Our Lord, indeed You know what we conceal and what we declare, and nothing is hidden from Allah on the earth or in the heaven.", "id": "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1788", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1788.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1788.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Tuhan kami, Penolong kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dalam hati kami dan apa yang kami tampakkan dalam bentuk perbuatan; dan kami yakin tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Mu, ya Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.\"", "long": "Selanjutnya Nabi Ibrahim berdoa, \"Wahai Tuhan kami, sesungguh-nya Engkau mengetahui segala yang tersimpan dalam hati kami termasuk di dalamnya segala yang tersirat dan tergores dalam hati kami. Engkau mengetahui pula segala yang kami ucapkan dan nyatakan termasuk di dalamnya doa-doa yang telah kami panjatkan kepada Engkau. Tidak ada sesuatupun yang tidak Engkau ketahui segala yang ada di bumi maupun di langit, karena semua itu hanya Engkaulah yang menciptakan, memiliki, dan mengaturnya, perkenankanlah doa kami, Ya Tuhan kami.\"\n\nAyat ini mengajarkan kepada kaum Muslimin cara-cara berdoa yang baik sesuai dengan ketentuan agama, yaitu berdoa dengan hati yang bersih, penuh keyakinan akan kebesaran dan kekuasaan Allah, dan isi doa itu melukiskan keinginan untuk menyempurnakan penghambaan diri kepada Tuhan, bukan untuk mencapai sesuatu cita-cita untuk kepentingan dan kesenangan diri dan merugikan orang lain. Doa yang dimohonkan Nabi Ibrahim itu ditujukan agar Tuhan menjadikannya dan anak cucunya hamba Allah yang taat, dan agar anak cucunya itu diberi rezeki, sehingga dengan rezeki itu mereka dapat menyempurnakan penghambaan dirinya kepada Allah. Dengan rezeki itu pula, mereka dapat membela dan mengembangkan agama Allah serta menjadi pelayan dan khadam Kabah, rumah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1789, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 216, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0644\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u064e\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650", "transliteration": { "en": "Alhamdu lillaahil lazee wahaba lee 'alal kibari Ismaa'eela wa Ishaaq; inna Rabbee lasamee'ud du'aaa" } }, "translation": { "en": "Praise to Allah, who has granted to me in old age Ishmael and Isaac. Indeed, my Lord is the Hearer of supplication.", "id": "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1789", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1789.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1789.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menyelingi doanya, Nabi Ibrahim memuji Allah seraya berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku nikmat yang sangat banyak dan besar di hari tua-ku berupa dua putra, Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar dan mengabulkan doa yang dipanjatkan kepada-Nya dengan tulus.\"", "long": "Ibrahim a.s. memanjatkan puja kepada Allah, Tuhan Semesta Alam, yang telah menganugerahkan kepadanya dua orang putra yang terbaik, di saat-saat ia dan istrinya telah lanjut usia, tidak mungkin mempunyai putra lagi, bahkan istrinya Sarah telah putus asa dan merasa dirinya tidak mungkin lagi mempunyai anak. Waktu itulah ia dianugerahi putra yang bernama Ishak dan sebelumnya ia telah dianugerahi putra dari istrinya Hajar.\n\nSekalipun Sarah telah sangat tua dan tidak mungkin lagi melahirkan anak, tetapi keinginan mempunyai putra selalu menjadi idamannya, lebih-lebih setelah mendengar Ismail telah bertambah dewasa, selalu dikunjungi oleh suaminya Ibrahim, ke tempat ia dibesarkan di Mekah yang sangat jauh jaraknya dari Palestina. Timbul rasa iri hatinya kepada Hajar, bekas pembantunya, apalagi setelah dinikahi Ibrahim atas izinnya pula. Ditambah pemikiran Sarah, kenapa pembantunya dikaruniai Allah swt seorang putra, sedangkan dia sendiri belum juga lagi dianugerahi. Rasa iri itu semakin lama semakin besar. Dalam keadaan demikianlah, malaikat datang kepada dua orang suami istri yang telah lanjut usia itu, menyampaikan perintah Allah untuk memberitahukan berita gembira bahwa mereka akan dianugerahi Allah seorang putra yang bernama Ishak, seorang anak laki-laki yang akan diangkat menjadi nabi dan rasul di kemudian hari.\n\nBerita itu diterima oleh Ibrahim, terutama Sarah, dengan rasa heran dan tidak percaya, tetapi penuh harapan. Ia hampir tidak percaya berita itu karena umurnya telah terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan anak. Menurut kelaziman, wanita yang seumur dia mustahil melahirkan anak. Sekalipun demikian, ia juga mempunyai harapan karena berita itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang disampaikan oleh malaikat pesuruh-Nya. Ia yakin dan percaya bahwa Tuhan kuasa menciptakan yang dikehendaki-Nya, semua mudah bagi Tuhan.\n\nPenyampaian berita oleh malaikat kepada Ibrahim dan Sarah bahwa mereka akan mempunyai putra, dilukiskan dalam firman Allah swt:\n\nDan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Yakub. Dia (istrinya) berkata, \"Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib.\" Mereka (para malaikat) berkata, \"Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, Maha Pengasih.\" (Hud/11: 71-73)\n\nDan firman Allah swt:\n\n(Mereka) berkata, \"Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang pandai (Ishak).\" Dia (Ibrahim) berkata, \"Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?\" (Mereka) menjawab, \"Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa.\" Dia (Ibrahim) berkata, \"Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.\" (al-hijr/15: 53-56)\n\nIbrahim memanjatkan puji dan syukur kepada Allah, yang Maha Pemurah atas anugerah-Nya yang lain, yaitu mengabulkan doa-doanya, seperti menjadikan tanah Mekah dan sekitarnya sebagai tanah haram, menjadikan dia dan sebagian keturunannya orang yang saleh bahkan mengangkat dua orang putranya, Ismail dan Ishak, menjadi nabi dan rasul.\n\nApa yang dirasakan Ibrahim a.s. waktu memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan ini dapat dimaklumi, betapa bahagianya ia dan keluarganya setelah berusaha dengan keras, mengalami cobaan-cobaan yang sangat berat, mendapat halangan dan rintangan dari bapak dan kaumnya, kemudian pada saat umurnya dan istrinya semakin tua, ia melihat semua hasil usahanya itu, hampir semua yang pernah dimohonkannya kepada Tuhan dahulu, dikabulkan. Bahkan cita-citanya memperoleh keturunan, yang semula dirasakannya tidak akan mungkin terwujud, kemudian atas kehendak Tuhan Yang Maha Pemurah, akhirnya terkabul juga, sehingga lahirlah putra yang kedua, yaitu Ishak." } } }, { "number": { "inQuran": 1790, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 216, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u06da \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u0652 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650", "transliteration": { "en": "Rabbij 'alnee muqeemas Salaati wa min zurriyyatee Rabbanaa wa taqabbal du'aaa'" } }, "translation": { "en": "My Lord, make me an establisher of prayer, and [many] from my descendants. Our Lord, and accept my supplication.", "id": "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1790", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1790.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1790.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim melanjutkan doanya, \"Ya Tuhanku Yang Maha Pemurah, jadikanlah aku dan anak cucuku sebagai orang yang secara tetap dan konsisten melaksanakan dan mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku kepada-Mu.", "long": "Pada ayat ini dilukiskan lagi pernyataan syukur Ibrahim pada Allah atas segala rahmat-Nya. Ia bertambah tunduk dan patuh kepada Allah, dan berdoa agar Allah menjadikan keturunannya selalu mengerjakan salat, tidak pernah lalai mengerjakannya sedikit pun, sempurna rukun-rukun dan syarat-syaratnya, dan sempurna pula hendaknya mengerjakan sunah-sunahnya dengan penuh ketundukan dan kekhusyukan.\n\nIbrahim a.s. berdoa agar keturunannya selalu mengerjakan salat, karena salat itu adalah pembeda antara mukmin dan kafir dan merupakan pokok ibadah yang diperintahkan Allah. Orang yang selalu mengerjakan salat, akan mudah baginya mengerjakan ibadah-ibadah lain dan amal-amal saleh. Salat dapat mensucikan jiwa dan raga karena salat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah swt:\n\n¦dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Ankabut/29: 45)\n\nIbrahim a.s. memohon kepada Allah swt agar menerima ibadah-ibadahnya. Keinginan beribadah kepada Tuhan ini lebih diutamakannya dari keinginan mengikuti kehendak bapaknya, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.\" (Maryam/19: 48)\n\nYang dimaksud dengan doa dalam ayat ini adalah ibadah. Rasulullah saw menyatakan bahwa doa itu adalah ibadah. Kemudian beliau membaca firman Allah swt:\n\nSesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud. (al-Araf/7: 206)" } } }, { "number": { "inQuran": 1791, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 216, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Rabbanagh fir lee wa liwaalidaiya wa lilmu'mineena Yawma yaqoomul hisaab" } }, "translation": { "en": "Our Lord, forgive me and my parents and the believers the Day the account is established.\"", "id": "Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1791", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1791.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1791.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan ampunilah pula semua orang yang beriman, karena kami semua kelak akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan pada hari diadakan perhitungan di hari Mahsyar.\"", "long": "Ibrahim a.s. berdoa agar Allah mengampuni segala kesalahannya, kesalahan ibu-bapaknya, dan kesalahan orang-orang yang beriman pada hari dimana Allah menghimpun mereka untuk dihisab segala amal dan perbuatannya yang telah dikerjakan semasa hidup di dunia dahulu.\n\nDiriwayatkan dari al-Hasan bahwa ibu Ibrahim adalah seorang yang beriman kepada Allah, sedang bapaknya adalah orang yang kafir. Ia memohonkan ampun bagi bapaknya itu karena ia pernah berjanji akan memohon ampun bagi bapaknya. Akan tetapi, tatkala ternyata bapaknya tetap dalam kekafirannya dan menjadi musuh Allah, maka ia berlepas diri darinya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nAdapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (at-Taubah/9: 114)" } } }, { "number": { "inQuran": 1792, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 13, "page": 260, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u062a\u064e\u0634\u0652\u062e\u064e\u0635\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laa tahsabannal laaha ghaafilan 'ammaa ya'maluz zaalimoon; innamaa yu'akh khiruhum li Yawmin tashkhasu feehil absaar" } }, "translation": { "en": "And never think that Allah is unaware of what the wrongdoers do. He only delays them for a Day when eyes will stare [in horror].", "id": "Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1792", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1792.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1792.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengisahkan doa-doa Nabi Ibrahim dalam beberapa ayat sebelumnya, pada ayat-ayat berikut Allah menegaskan betapa Dia tidak pernah lengah mengawasi perbuatan orang yang zalim dan durhaka. Dia berfirman, \"Dan janganlah sekali-kali engkau atau siapa pun juga mengira bahwa Allah lengah sehingga lalai atau lupa dari menjatuhkan sanksi atas apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah hanya sedang menangguhkan hukuman yang akan dijatuhkan-Nya kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata mereka terbelalak akibat dahsyatnya hari Pembalasan itu.", "long": "Disebutkan dalam sejarah bahwa orang musyrik Mekah selalu menghalang-halangi dan menentang Nabi Muhammad dan para sahabat dalam melaksanakan dakwah sebagaimana yang telah diperintahkan Tuhan kepada mereka. Semakin hari halangan dan rintangan itu semakin bertambah, bahkan sampai kepada penganiayaan dan pemboikotan. Banyak para sahabat yang dianiaya. Mereka tidak mau mengadakan hubungan jual-beli, hubungan persaudaraan dan hubungan tolong-menolong dengan kaum Muslimin. Demikian beratnya siksaan dan penganiayaan itu hampir-hampir para sahabat Nabi berputus asa. Sementara itu orang-orang musyrik kelihatannya seakan-akan diberi hati oleh Allah dengan memberikan kekuasaan dan kekayaan harta. Tindakan mereka semakin hari semakin membabi buta.\n\nDalam keadaan yang demikian, Allah memperingatkan Nabi Muhammad saw dengan ayat yang menyatakan, \"Wahai Muhammad, janganlah kamu menyangka Allah swt lengah dan tidak memperhatikan tindakan dan perbuatan orang-orang musyrik Mekah yang zalim itu. Tindakan dan perbuatan mereka itu adalah tindakan dan perbuatan yang menganiaya diri mereka sendiri. Allah pasti mencatat segala perbuatan mereka. Tidak ada satupun yang luput dari catatannya. Semua tindakan dan perbuatan mereka itu akan diberi balasan yang setimpal. Allah akan memasukkan mereka ke dalam neraka yang menyala-nyala di akhirat nanti.\"\n\nDengan turunnya ayat ini, hati Nabi dan para sahabat menjadi tenteram. Semangat juang mereka bertambah. Mereka meningkatkan usaha mengembangkan agama Allah. Semakin berat tekanan dan penganiayaan yang dilakukan kaum musyrikin, semakin bertambah pula usaha mereka menyiarkan agama Islam, karena mereka percaya bahwa Allah pasti akan menepati janji-Nya.\n\nAyat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, tetapi yang dimaksud ialah seluruh umat Nabi Muhammad, termasuk umatnya yang hidup pada masa kini. Oleh karena itu, kaum Muslimin tidak perlu terpengaruh oleh kehidupan orang-orang yang zalim yang penuh kemewahan dan kesenangan, seakan-akan mereka umat yang disenangi Allah. Semuanya itu hanyalah merupakan cobaan Tuhan dan sifatnya sementara, sampai kepada waktu yang ditentukan, yaitu hari yang penuh dengan huru-hara dan kesengsaraan, di suatu hari dimana mata manusia membelalak ketakutan menghadapi balasan yang akan diberikan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1793, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064f\u0647\u0652\u0637\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064f\u0642\u0652\u0646\u0650\u0639\u0650\u064a \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0631\u0652\u0641\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c", "transliteration": { "en": "Muhti'eena muqni'ee ru'oosihim laa yartaddu ilaihim tarfuhum wa af'idatuhum hawaaa'" } }, "translation": { "en": "Racing ahead, their heads raised up, their glance does not come back to them, and their hearts are void.", "id": "mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1793", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1793.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1793.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari itu mereka datang dengan tergesa-gesa memenuhi panggilan Allah dengan mengangkat kepalanya dan memandang dengan penuh cemas, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip karena takut dan hati mereka kosong karena tidak mampu lagi berpikir.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan keadaan orang-orang yang zalim selama hidup di dunia, yaitu keadaan mereka dibangkitkan dari kubur, kemudian menuju Padang Mahsyar, mereka datang bergegas memenuhi panggilan penyeru yang menyeru mereka dengan penuh kehinaan. Keadaan mereka seperti orang yang akan menjalani hukuman gantung. Mereka berjalan menuju ke depan dengan tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, pelupuk mata mereka tidak bergerak dan mata mereka tidak berkedip sedikit pun. Hati mereka waktu itu dalam keadaan kosong dan hampa, tidak memikirkan sesuatupun kecuali rasa takut menghadapi azab mengerikan yang segera akan menimpa mereka.\n\nPada ayat lain, Allah swt melukiskan keadaan orang-orang kafir yang dibangkitkan dari kubur, yaitu:\n\nMaka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan), pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, \"Ini adalah hari yang sulit.\" (al-Qamar/54: 6-8)\n\nDan firman Allah swt:\n\n(Yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka. (al-Maarij/70: 43-44)" } } }, { "number": { "inQuran": 1794, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d \u0646\u0651\u064f\u062c\u0650\u0628\u0652 \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e \u06d7 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0632\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Wa anzirin naasa Yawma yaateehimul 'azaabu fa yaqoolul lazeena zalamoo Rabbanaaa akhkhirnaaa ilaaa ajalin qareebin nujib da'wataka wa nattabi 'ir Rusul; awalam takoonooo aqsamtum min qablu maa lakum min zawaal" } }, "translation": { "en": "And, [O Muhammad], warn the people of a Day when the punishment will come to them and those who did wrong will say, \"Our Lord, delay us for a short term; we will answer Your call and follow the messengers.\" [But it will be said], \"Had you not sworn, before, that for you there would be no cessation?", "id": "Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia pada hari (ketika) azab datang kepada mereka, maka orang yang zalim berkata, “Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan), “Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1794", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1794.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1794.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berikanlah peringatan, wahai Nabi Muhammad, kepada semua manusia bahwa pada hari ketika azab datang kepada mereka yang durhaka, maka orang yang zalim dan durhaka itu berkata, \"Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan untuk kembali ke dunia, walaupun hanya sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau yang dulu kami ingkari, dan kami akan mengikuti petunjuk rasul-rasul-Mu.\" Kepada mereka lalu dikatakan, \"Bukankah dahulu di dunia kamu dengan penuh kesombongan telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan merasakan ke-binasa-an?", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan agar memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan orang-orang musyrik Mekah, yaitu tentang keluhan dan rintihan yang keluar dari mulut mereka ketika azab menimpa mereka di akhirat nanti sambil memohon, \"Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kesempatan yang lain lagi, walaupun beberapa saat saja untuk menaati seruan-Mu dan mengikuti ajaran rasul-Mu dengan mengembalikan kami ke dunia. Jika kesempatan itu benar-benar diberikan kepada kami pasti kami akan mengikuti perintah-Mu dan menghentikan larangan-Mu, kami benar-benar akan memurnikan ketaatan kepada-Mu saja, kami tidak akan menyekutukan-Mu lagi wahai Tuhan kami.\"\n\nPermohonan mereka dijawab Allah swt dengan firman-Nya:\n\nDan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, \"Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.\" Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (an-Nahl/16: 38)\n\nMenurut riwayat al-Baihaqi dari Muhammad bin Kaab Al-Quradhi, ia berkata, \"Penghuni neraka berdoa kepada Allah lima kali. Empat kali dijawab Allah sedang doa yang kelima dijawab Allah dengan perintah agar mereka tidak berkata lagi dan agar tetap mendekam di dalam neraka.\"\n\nDoa-doa itu tersebut dalam firman Allah sebagai berikut :\n\nMereka menjawab, \"Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?\" (Gafir/40: 11)\n\nPermintaan ini dijawab Allah swt dengan firman-Nya:\n\nYang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya. Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar. (Gafir/40:12)\n\nDoa penghuni neraka yang kedua ialah sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), \"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.\" (As-Sajdah/32:12)\n\nPermintaan mereka ini dijawab Allah swt dalam firman-Nya:\n\nMaka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan.\" (as-Sajdah/32: 14)\n\nDoa penghuni neraka kali yang ketiga ialah sebagaimana tersebut dalam firman Allah swt:\n\n¦maka orang yang zalim berkata, \"Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul¦.\" (Ibrahim/14: 44)\n\nPermintaan mereka ini dijawab oleh Allah swt dalam firman-Nya:\n\n(Kepada mereka dikatakan), \"Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? (Ibrahim/14: 44)\n\nDoa penghuni neraka kali yang keempat ialah sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan mereka berteriak di dalam neraka itu, \"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.\" (Fathir/35: 37)\n\nAllah swt menjawab permintaan mereka dalam firman-Nya:\n\nBukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun. (Fathir/35: 37)\n\nDan penghuni neraka berdoa sebagai yang tersebut dalam firman-Nya:\n\nYa Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.\" (al-Muminun/23: 107)\n\nAkhirnya Allah swt menjawab dengan tegas:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.\" (al-Muminun/23: 108)\n\nSetelah jawaban Allah swt yang kelima, maka mulut penghuni neraka terbungkam, tidak ada lagi doa, selain dari jeritan yang keluar dari mulut mereka, karena sangat berat azab neraka yang menimpa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1795, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Wa sakantum fee masaakinil lazeena zalamooo anfusahum wa tabaiyana lakum kaifa fa'alnaa bihim wa darabnaa lakumul amsaal" } }, "translation": { "en": "And you lived among the dwellings of those who wronged themselves, and it had become clear to you how We dealt with them. And We presented for you [many] examples.\"", "id": "Dan kamu telah tinggal di tempat orang yang menzalimi diri sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1795", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1795.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1795.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan padahal kamu telah tinggal dan menetap di tempat orang yang menzalimi diri sendiri ketika itu, dan kamu pun menyaksikan bekas-bekas kehancuran sebagai akibat dari kedurhakaan mereka, dan dengan demikian telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dengan menjatuhkan siksa, dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan sebagai peringatan.\"", "long": "Ayat ini mengingatkan Rasulullah saw dan orang-orang yang beriman bahwa orang-orang yang zalim tersebut pernah tinggal di negeri orang-orang yang pernah menganiaya diri mereka sendiri dan berbuat kebinasaan di muka bumi, seperti yang pernah dilakukan kaum ad dan tsamud. Telah jelas azab yang ditimpakan Allah kepada mereka dan bekas-bekasnya terdapat di negeri-negeri itu berdasarkan kisah yang tersebut dalam Al-Quran. Demikian pula Allah swt telah memberikan perumpamaan-perumpamaan bagi kaum Muslimin tentang akibat yang akan dialami oleh orang-orang yang zalim itu di dunia dan di akhirat kelak. Seandainya kaum Muslimin melakukan tindakan dan perbuatan seperti yang telah dilakukan orang-orang yang zalim itu, pasti mereka akan ditimpa azab pula, seperti azab yang telah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim dahulu. Karena itu, hendaknya kaum Muslimin mengambil pelajaran dari kisah-kisah dan peristiwa orang-orang dahulu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1796, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0632\u064f\u0648\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f", "transliteration": { "en": "Wa qad makaroo makrahum wa 'indal laahi makruhum wa in kaana makruhum litazoola minhul jibaal" } }, "translation": { "en": "And they had planned their plan, but with Allah is [recorded] their plan, even if their plan had been [sufficient] to do away with the mountains.", "id": "Dan sungguh, mereka telah membuat tipu daya padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka tidak mampu melenyapkan gunung-gunung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1796", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1796.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1796.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, sungguh mereka telah membuat tipu daya atas Allah padahal Allah mengetahui dan akan membalas tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka sangat ringan sehingga tidak mampu untuk sekadar melenyapkan gunung-gunung yang menjadi salah satu bukti kekuasaan Allah.", "long": "Allah swt menerangkan dalam ayat ini bahwa orang-orang kafir Mekah telah membuat rencana jahat untuk mematahkan perjuangan kaum Muslimin. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa setiap rencana jahat mereka pasti diketahui Allah, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah sedikit pun. Allah menggagalkan setiap usaha mereka, sehingga cita-cita dan tujuan mereka itu tidak akan tercapai. Sebenarnya usaha mereka itu sangat besar, sehingga jika rencana itu digunakan untuk menghancur-leburkan gunung yang sangat kokoh pun akan terlaksana. Tetapi segala rencana mereka betapapun besarnya tidak akan dapat mengalahkan mukjizat Allah, tidak dapat menghapuskan ayat-ayat-Nya, dan tidak mampu menghambat perkembangan agama Islam di muka bumi.\n\nAyat ini mengisyaratkan kemenangan kaum Muslimin dan kehancuran orang-orang musyrik Mekah dalam waktu yang dekat. Ayat ini berlaku juga bagi kaum Muslimin pada masa kini, asal saja mereka meningkatkan daya dan usaha mereka, selalu sabar dan tabah menghadapi berbagai penderitaan dan cobaan yang ditimpakan oleh rencana jahat orang-orang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 1797, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0646\u062a\u0650\u0642\u064e\u0627\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Falaa tahsabannal laaha mukhlifa wa'dihee Rusulah; innal laaha 'azeezun zuntiqaam" } }, "translation": { "en": "So never think that Allah will fail in His promise to His messengers. Indeed, Allah is Exalted in Might and Owner of Retribution.", "id": "Maka karena itu jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya. Sungguh, Allah Mahaperkasa dan mempunyai pembalasan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1797", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1797.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1797.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka karena itu, jangan sekali-kali kamu atau siapa pun mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya dalam keberhasilan tugas yang mereka laksanakan. Sungguh, Allah Mahaperkasa dan mempunyai pembalasan. Dia akan menjatuhkan siksa bagi para pendurhaka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt tidak akan memungkiri janji-Nya, betapapun besarnya rencana jahat orang-orang kafir itu, janganlah dikira bahwa Allah akan menyalahi janji yang telah dibuat-Nya dengan para rasul. Janji itu ialah: Allah pasti menolong rasul-rasul-Nya dan orang-orang yang beriman besertanya, sehingga mereka memperoleh kemenangan. Demikian pula Allah tidak akan menyalahi janji-Nya untuk mengazab orang kafir di akhirat nanti, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya yang terdahulu:\n\nSesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (Ibrahim/14: 42)\n\nPada akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa Dia Mahaperkasa dan Mahakeras siksa-Nya. Tidak seorangpun yang sanggup menghindarkan diri dari tuntutan-Nya. Dia pasti membalas dan menyiksa orang-orang yang menghalang-halangi rasul-rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1798, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0632\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Yawma tubaddalul ardu ghairal ardi wassamaawaatu wa barazoo lillaahil Waahidil Qahhaar" } }, "translation": { "en": "[It will be] on the Day the earth will be replaced by another earth, and the heavens [as well], and all creatures will come out before Allah, the One, the Prevailing.", "id": "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1798", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1798.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1798.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Siksa itu akan Allah jatuhkan pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan langit diganti dengan langit yang lain, dan mereka, yakni manusia, berkumpul di Padang Mahsyar untuk menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa waktu pembalasan dan pelaksanaan siksa itu ialah pada hari yang bumi ditukar dengan bumi lain, pada saat Allah menghancurkan langit dan segala yang ada di dalamnya dan menukarnya dengan langit yang lain. Pada waktu itu bumi, bulan, dan segala bintang akan berbenturan, sehingga pecah hancur seperti debu dan beterbangan seperti awan, kemudian terjadilah bumi dan langit yang lain.\n\nBerkata Ibnu Abbas, \"Bumi yang lain itu tidak lain adalah bumi yang telah berubah sifatnya dari bumi yang sekarang ini, seperti telah berpindah gunungnya, dan tidak mengalir airnya, dan mati lautnya, tidak berombak dan tidak pula tenang.\" \n\nDari ayat dan riwayat Ibnu Abbas di atas dapat dipahami bahwa nanti pada hari kiamat seluruh semesta ini akan hancur lebur. Masing-masing berbenturan dengan yang lain, sehingga pecah bertaburan dan beterbangan di angkasa beberapa waktu lamanya, kemudian membentuk seperti bentuk bumi dan langit, tetapi ia bukan bumi dan langit yang sekarang ini.\n\nKeadaan manusia pada saat itu dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadis ini:\n\nDari Aisyah ia berkata, \"Saya adalah manusia yang pertama kali menanyakan hal ini kepada Rasulullah saw tentang ayat ini.\" Aisyah berkata, \"Saya menanyakan, \"Dimana manusia ketika itu ya Rasulullah?\" Rasulullah menjawab, \"Di atas shirath (jalan lurus).\" (Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 1799, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0645\u0651\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0635\u0652\u0641\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa taral mujrimeena Yawma 'izim muqarraneena filasfaad" } }, "translation": { "en": "And you will see the criminals that Day bound together in shackles,", "id": "Dan pada hari itu engkau akan melihat orang yang berdosa bersama-sama diikat dengan belenggu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1799", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1799.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1799.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari itu engkau atau siapa pun akan melihat orang yang berdosa bersama-sama dengan rekan-rekan mereka, diikat dengan belenggu yang panas membara.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan keadaan manusia waktu dibangkitkan dari kubur setelah kehancuran dunia. Mereka bangkit dari kubur menuju dan berhenti di hadapan Allah Yang Maha Perkasa untuk menerima keputusan hukuman. Pada hari itu, tidak ada teman akrab yang dapat membantu dan menolong, tidak ada anak dan famili yang dapat menghibur hati dari perasaan gundah yang sedang terasa dan tidak seorangpun yang dapat berlindung diri kepada seseorang pun, kecuali kepada Tuhan Yang Mahakuasa.\n\nSetelah Allah swt menggambarkan kekuasaan dan keperkasaan-Nya pada hari itu, Dia menggambarkan kelemahan dan ketidakberdayaan orang-orang yang berdosa waktu itu dengan menerangkan keadaan mereka yang sedang diazab, yaitu:\n\n1. Orang yang berdosa waktu itu diikat menjadi satu dengan yang lain, mulai dari tangan sampai ke kaki mereka bersama-sama dengan sesembahan mereka waktu hidup di dunia. Keadaan mereka ini menunjukkan kesamaan sikap dan tindakan mereka sewaktu hidup di dunia. Karena sama-sama kafir kepada Allah, maka sepantasnya mereka sama-sama mendapat azab pula, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya:\n\nMaka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat, dan bala tentara Iblis semuanya. (asy-Syuara/26: 94-95)\n\n2. Mereka memakai pakaian yang terbuat dari aspal. Yang dimaksud oleh ayat ini bukanlah pakaian dalam arti yang sebenarnya, tetapi seluruh tubuh orang-orang yang berdosa waktu itu diliputi oleh aspal panas. Dengan demikian, dapat digambarkan empat macam azab yang sedang diderita oleh orang-orang kafir itu, yaitu aspal panas yang membakar dan menghanguskan tubuh, bergejolaklah api di tubuh, warna hitam yang mengerikan, dan bau daging yang membusuk.\n\n3. Muka mereka dijilat api. Senada dengan ayat ini, firman Allah swt:\n\nPada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), \"Rasakanlah sentuhan api neraka.\" (al-Qamar/54: 48)" } } }, { "number": { "inQuran": 1800, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0637\u0650\u0631\u064e\u0627\u0646\u064d \u0648\u064e\u062a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Saraabeeluhum min qatiraaninw wa taghshaa wujoohahumun Naar" } }, "translation": { "en": "Their garments of liquid pitch and their faces covered by the Fire.", "id": "Pakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1800", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1800.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1800.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pakaian mereka terbuat dari cairan aspal yang mempercepat pembakaran, dan wajah mereka ditutup oleh kobaran api neraka yang menyala-nyala.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan keadaan manusia waktu dibangkitkan dari kubur setelah kehancuran dunia. Mereka bangkit dari kubur menuju dan berhenti di hadapan Allah Yang Maha Perkasa untuk menerima keputusan hukuman. Pada hari itu, tidak ada teman akrab yang dapat membantu dan menolong, tidak ada anak dan famili yang dapat menghibur hati dari perasaan gundah yang sedang terasa dan tidak seorangpun yang dapat berlindung diri kepada seseorang pun, kecuali kepada Tuhan Yang Mahakuasa.\n\nSetelah Allah swt menggambarkan kekuasaan dan keperkasaan-Nya pada hari itu, Dia menggambarkan kelemahan dan ketidakberdayaan orang-orang yang berdosa waktu itu dengan menerangkan keadaan mereka yang sedang diazab, yaitu:\n\n1. Orang yang berdosa waktu itu diikat menjadi satu dengan yang lain, mulai dari tangan sampai ke kaki mereka bersama-sama dengan sesembahan mereka waktu hidup di dunia. Keadaan mereka ini menunjukkan kesamaan sikap dan tindakan mereka sewaktu hidup di dunia. Karena sama-sama kafir kepada Allah, maka sepantasnya mereka sama-sama mendapat azab pula, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya:\n\nMaka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat, dan bala tentara Iblis semuanya. (asy-Syuara/26: 94-95)\n\n2. Mereka memakai pakaian yang terbuat dari aspal. Yang dimaksud oleh ayat ini bukanlah pakaian dalam arti yang sebenarnya, tetapi seluruh tubuh orang-orang yang berdosa waktu itu diliputi oleh aspal panas. Dengan demikian, dapat digambarkan empat macam azab yang sedang diderita oleh orang-orang kafir itu, yaitu aspal panas yang membakar dan menghanguskan tubuh, bergejolaklah api di tubuh, warna hitam yang mengerikan, dan bau daging yang membusuk.\n\n3. Muka mereka dijilat api. Senada dengan ayat ini, firman Allah swt:\n\nPada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), \"Rasakanlah sentuhan api neraka.\" (al-Qamar/54: 48)" } } }, { "number": { "inQuran": 1801, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Liyajziyal laahu kulla nafsim maa kasabat; innal laaha saree'ul hisaab" } }, "translation": { "en": "So that Allah will recompense every soul for what it earned. Indeed, Allah is swift in account.", "id": "agar Allah memberi balasan kepada setiap orang terhadap apa yang dia usahakan. Sungguh, Allah Mahacepat perhitungan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1801", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1801.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1801.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itu semua dilakukan agar Allah terbukti memberi balasan kepada setiap orang durhaka terhadap apa yang telah dia usahakan di dunia. Sungguh, Allah Mahacepat perhitungan-Nya, Mahatepat, dan Mahaadil.", "long": "Allah swt melakukan yang demikian itu pada hari kiamat adalah untuk memberi pembalasan kepada manusia terhadap apa yang pernah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Mereka memperoleh pahala atau siksa neraka sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan. Pada hari itu, Allah swt menghisab dengan cepat hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1802, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 13, "page": 261, "manzil": 3, "ruku": 217, "hizbQuarter": 104, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Haaza balaaghul linnaasi wa liyunzaroo bihee wa liya'lamooo annamaa Huwa Illaahunw Waahidunw wa liyaz zakkara ulul albaab" } }, "translation": { "en": "This [Qur'an] is notification for the people that they may be warned thereby and that they may know that He is but one God and that those of understanding will be reminded.", "id": "Dan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1802", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1802.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1802.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur'an ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat; agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran dari Al-Qur'an tersebut.", "long": "Pada penutup surah ini, Allah swt menerangkan bahwa Al-Quran yang mulia ini berisi pengajaran, peringatan, dan kabar menakutkan yang disampaikan rasul-Nya kepada manusia, karena sebagian ayat-ayat-Nya menerangkan akibat yang akan dialami orang-orang berdosa di akhirat nanti. Manusia yang mau mengambil pelajaran dari ayat-ayatnya akan berbahagia hidupnya di dunia, dan di akhirat akan memperoleh kesenangan dan kenikmatan di dalam surga sebagai balasan dari perbuatan baik yang telah mereka lakukan.\n\nHal ini dijelaskan oleh firman Allah swt:\n\nKatakanlah, \"Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Quran ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Quran kepadanya). (al-Anam/6: 19)\n\nDan firman Allah swt:\n\nAlif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji. (Ibrahim/14: 1)\n\nDemikian pula agar manusia menjadikan dalil-dalil dan hujjah yang terdapat dalam Al-Quran sebagai dasar untuk menetapkan dan meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain dari Tuhan Yang Maha Esa. Dia yang menaklukkan matahari, bulan, bintang-bintang, malam, siang, laut, dan udara untuk manusia dan menurunkan hujan dari langit agar air hujan itu menumbuhkan bermacam-macam tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia. Dalam laut terdapat bermacam-macam karunia Tuhan, seperti ikan, mutiara, bahan tambang, dan sebagainya yang merupakan rezeki halal bagi manusia. Hanya saja banyak manusia yang tidak mau mengakui adanya nikmat Allah yang beraneka ragam itu." } } } ] }, { "number": 15, "sequence": 54, "numberOfVerses": 99, "name": { "short": "الحجر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062d\u062c\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Hijr", "id": "Al-Hijr" }, "translation": { "en": "The Rock", "id": "Hijr" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria). Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah s.w.t., karena mendustakan Nabi Shaleh a.s. dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth a.s. dan kaum Syu'aib a.s. Dari ke semua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1803, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631 \u06da \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Raa; tilka Aayaatul Kitaabi wa Qur-aa-nim Mubeen" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Ra. These are the verses of the Book and a clear Qur'an.", "id": "Alif Lam Ra. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al-Qur'an yang memberi penjelasan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1803", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1803.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1803.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Laam Raa . Ayat-ayat pada surah ini adalah sebagian dari ayat-ayat Kitab yang sempurna, yaitu ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi penjelasan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ayat-ayat dari surah yang akan dijelaskan ini termasuk salah satu surah yang ada di dalam kitab yang sempurna dan agung, yaitu Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, nabi terakhir. Ia merupakan kitab yang paling lengkap di antara kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para rasul-Nya, membenar-kan kitab yang terdahulu, serta menerangkan jalan menuju kepada ke-bahagiaan dan jalan sesat yang pernah ditempuh umat-umat terdahulu. Dengan demikian, manusia dapat membedakan antara kedua jalan itu, mana yang harus dilalui dan mana yang harus dihindari dan dijauhi.\n\nDalam Al-Qur'an juga terdapat ayat-ayat yang menerangkan tentang ketauhidan, kisah, budi pekerti yang baik, ilmu pengetahuan, janji Allah dan ancaman-Nya, dan hukum-hukum yang menjadi pedoman bagi manusia dalam hidup dan kehidupannya di dunia dan dalam rangka mencapai keselamatan dan kebahagiaan di akhirat nanti, sebagaimana firman Allah swt:\n\nAlif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui. (Hud/11: 1)\n\nDan firman Allah swt:\n\nAlif Lam Mim shad. (Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman. (al-A'raf/7: 1-2)" } } }, { "number": { "inQuran": 1804, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064f\u0628\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rubamaa yawaddul lazeena kafaroo law kaanoo muslimeen" } }, "translation": { "en": "Perhaps those who disbelieve will wish that they had been Muslims.", "id": "Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang Muslim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1804", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1804.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1804.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang kafir itu suatu saat nanti setelah berada di akhirat kelak kadang-kadang menginginkan sekiranya mereka dahulu ketika di dunia menjadi orang muslim.", "long": "Ayat ini merupakan peringatan Allah swt kepada orang-orang kafir dengan menerangkan kepada mereka bahwa di akhirat nanti di saat mereka merasakan beratnya siksa neraka, mereka menyesal atas perbuatan dan tindakan mengingkari Tuhan yang Mahakuasa selama hidup di dunia. Seandainya mereka mengikuti seruan rasul, melaksanakan perintah-perintah Allah, meninggalkan larangan-larangan-Nya, dan beribadah dengan tunduk dan patuh kepada-Nya, tentulah mereka tidak akan diazab seperti yang mereka alami pada hari itu. Seandainya mereka berbuat sebaliknya, tentulah mereka akan dimasukkan Allah ke dalam surga yang penuh kenikmatan seperti yang dialami oleh orang-orang muslim pada saat itu. Akan tetapi pada waktu itu, semua penyesalan mereka tidak ada lagi gunanya. Allah swt telah menetapkan keputusan-Nya yang tidak dapat diubah lagi, kecuali jika kekuasaan-Nya menghendaki yang lain.\n\nDalam suatu hadis diterangkan saat-saat penyesalan mereka itu:\n\nDari Abu Musa semoga Allah meridainya, ia berkata, \"Rasulullah Berkata saw, \"Apabila telah berkumpul penghuni neraka dan beserta mereka ada orang yang dikehendaki Allah dari ahli kiblat (orang yang mukmin), orang kafir berkata kepada orang-orang Islam, \"Bukankah kamu sekalian dahulu orang-orang Islam.\" Orang Islam berkata, \"Benar.\" Mereka berkata, \"Tidaklah berfaedah bagimu agama Islam yang kamu anut dahulu, sehingga kamu dikumpulkan bersama kami di neraka ini?\" Orang-orang Islam berkata, \"Kami telah mengerjakan perbuatan dosa, maka kami diazab karenanya.\" Maka Allah swt mendengar pembicaraan mereka, lalu memerintahkan orang-orang Islam yang berada di dalam neraka itu untuk dikeluarkan. Tatkala orang-orang kafir yang tinggal melihat yang demikian, mereka berkata, \"Wahai seandainya kami dahulu orang muslim, tentu kami akan dikeluarkan pula dari neraka, sebagaimana mereka dikeluarkan.\" Abu Musa Berkata, \"Kemudian Rasulullah saw mengucap-kan, \"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.\" Dan selanjutnya beliau membaca ayat ini.\" (Riwayat ath-thabrani)\n\nFirman Allah swt yang senada dengan ayat ini ialah:\n\nDan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, \"Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.\" (al-An'am/6: 27)\n\nSebagaimana disebut dalam al-Maragi, Az-Zajjaj mengatakan, \"Sesungguhnya orang kafir, tatkala melihat keadaan azab neraka dan melihat keadaan orang Islam di surga, mereka berangan-angan, seandainya dahulu waktu di dunia mereka adalah orang-orang muslim.\"\n\nDemikianlah Allah melukiskan watak manusia yang ingkar kepada Allah. Mereka hanya ingat kepada Allah sewaktu bahaya dan azab menimpa mereka, tetapi bila bahaya dan azab itu telah tiada, mereka kembali ingkar kepada Allah penolong dan pencipta mereka. Hal yang seperti itu terjadi pula pada orang-orang kafir yang berangan-angan kembali hidup di dunia untuk beribadah dan mereka berjanji seandainya angan-angan mereka itu dikabulkan, mereka akan beriman dengan sungguh-sungguh tidak akan ingkar lagi seperti dahulu. Seandainya manusia itu benar-benar mau beriman, telah cukup petunjuk-petunjuk Allah swt yang disampaikan oleh para nabi dan rasul-Nya, tetapi kebanyakan manusia terpengaruh oleh kesenangan hidup duniawi yang sifatnya sementara. Mereka lebih meng-hambakan diri kepada setan yang terkutuk daripada menghambakan diri kepada Allah, Tuhan penciptanya. Telah cukup banyak kesempatan untuk bertobat yang diberikan Allah sewaktu di dunia kepada mereka, tetapi mereka mengabaikan kesempatan itu. Setelah mereka di akhirat, kesempatan itu tidak akan diberikan lagi. Bagi mereka telah berlaku ketentuan Allah yang akan mengazab setiap orang yang ingkar kepada-Nya.\n\nAyat ini merupakan peringatan keras bagi orang-orang musyrik Arab khususnya, dan orang-orang kafir pada umumnya, terutama mereka yang menghalangi tersiarnya agama Allah di muka bumi. Bagi Nabi saw dan para sahabat, ayat ini merupakan kabar gembira. Pada saat turunnya ayat ini, orang kafir menghalangi dengan keras terlaksananya dakwah Islam yang sedang dilakukan Nabi saw dan para sahabat, bahkan kaum musyrik Mekah telah sampai pada tingkat melakukan tindakan penganiayaan disertai dengan ancaman yang keras kepada pengikut Nabi Muhammad, sehingga Nabi dan para sahabat hampir putus asa dan khawatir, seandainya tugas yang dipikulkan Allah tidak dapat terlaksana dengan baik. Turunnya ayat ini menimbulkan rasa optimis. Ketabahan, dan kesabaran mereka bertambah dalam menyiarkan agama Allah karena mereka betul-betul percaya agama Islam pasti berkembang dan kemenangan paling hakiki ialah kemenangan yang akan diperoleh di akhirat nanti.\n\nDari ayat ini dan hadis di atas dapat dipahami bahwa pahala atau siksa yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir adalah setimpal dan sesuai dengan perbuatan yang pernah mereka lakukan sewaktu di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 1805, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0644\u0652\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zarhum yaakuloo wa tatamatta'oo wa yulhihimul amalu fasawfa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Let them eat and enjoy themselves and be diverted by [false] hope, for they are going to know.", "id": "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1805", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1805.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1805.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad dan kaum muslim, apabila mereka tetap keras pada pendiriannya, biarkanlah mereka di dunia ini makan dan bersenang-senang dan terus dilalaikan oleh angan-angan kosong mereka dari beriman, mengikuti dakwahmu, dan hal-hal penting lainnya. Kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan buruk yang pernah mereka lakukan.", "long": "Pada ayat di atas, Allah swt telah menggambarkan kepada orang-orang kafir keadaan mereka di akhirat nanti dan saat menanggung azab yang pedih. Namun demikian, gambaran itu tidak membekas sedikit pun di hati mereka, bahkan mereka menganggap peringatan Allah itu sesuatu yang tidak ada artinya sama sekali. Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw, jika mereka tetap ingkar sekalipun telah menerima peringatan dan pelajaran, untuk membiarkan mereka dalam kelalaian dan kelengahan seperti yang telah mereka lakukan, mengenyam dan mengecap segala kesenangan dan kelezatan hidup di dunia serta memperturutkan hawa nafsunya. Rasul juga diperintahkan untuk membiarkan mereka memakan makanan dan berbuat sesuka hati sampai kepada waktu yang ditentukan, berangan-angan dan berkhayal bahwa mereka akan memperoleh harta benda yang tidak terhingga banyaknya, memperoleh apa yang mereka inginkan, seperti keturunan yang banyak, istana yang indah, serta memaksakan kehendak kepada musuh dan siapa yang mereka kehendaki.\n\nPeringatan yang disampaikan Allah itu merupakan ancaman yang keras bagi orang-orang kafir, bahwa perbuatan dan tindakan mereka itu bertentangan dengan ajaran agama Allah, bertentangan dengan budi pekerti dan pribadi muslim.\n\nKehancuran budi pekerti dan kepribadian muslim itu dilukiskan dalam sabda Rasulullah saw:\n\nDari Amr bin Syuaib dari Nabi saw, beliau bersabda, \"Kebaikan generasi pertama umat ini ialah dengan zuhud dan keyakinan. Sedangkan umat belakangan akan dirusak oleh kebakhilan dan angan-angannya.\" (Riwayat Ahmad, ath-thabrani dan al-Baihaqi)\n\nAli bin Abi thalib berkata, \"Bahwasanya yang aku takuti atasmu ada dua perkara, yaitu panjang angan dan memperturutkan hawa nafsu. Maka sesungguhnya panjang angan membuat lupa kepada akhirat, sedangkan memperturutkan hawa nafsu menghalangi berlakunya kebenaran.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1806, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maaa ahlaknaa min qaryatin illaa wa lahaa kitaabum ma'loom" } }, "translation": { "en": "And We did not destroy any city but that for it was a known decree.", "id": "Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1806", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1806.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1806.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah menegaskan bahwa Kami tidak membinasakan suatu negeri pun bersama dengan penduduknya, melainkan sudah ada ketentuan dan waktu yang ditetapkan bagi kebinasaan-nya.", "long": "Pada ayat di atas, Allah swt telah menggambarkan kepada orang-orang kafir keadaan mereka di akhirat nanti dan saat menanggung azab yang pedih. Namun demikian, gambaran itu tidak membekas sedikit pun di hati mereka, bahkan mereka menganggap peringatan Allah itu sesuatu yang tidak ada artinya sama sekali. Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw, jika mereka tetap ingkar sekalipun telah menerima peringatan dan pelajaran, untuk membiarkan mereka dalam kelalaian dan kelengahan seperti yang telah mereka lakukan, mengenyam dan mengecap segala kesenangan dan kelezatan hidup di dunia serta memperturutkan hawa nafsunya. Rasul juga diperintahkan untuk membiarkan mereka memakan makanan dan berbuat sesuka hati sampai kepada waktu yang ditentukan, berangan-angan dan berkhayal bahwa mereka akan memperoleh harta benda yang tidak terhingga banyaknya, memperoleh apa yang mereka inginkan, seperti keturunan yang banyak, istana yang indah, serta memaksakan kehendak kepada musuh dan siapa yang mereka kehendaki.\n\nPeringatan yang disampaikan Allah itu merupakan ancaman yang keras bagi orang-orang kafir, bahwa perbuatan dan tindakan mereka itu bertentangan dengan ajaran agama Allah, bertentangan dengan budi pekerti dan pribadi muslim.\n\nKehancuran budi pekerti dan kepribadian muslim itu dilukiskan dalam sabda Rasulullah saw:\n\nDari Amr bin Syuaib dari Nabi saw, beliau bersabda, \"Kebaikan generasi pertama umat ini ialah dengan zuhud dan keyakinan. Sedangkan umat belakangan akan dirusak oleh kebakhilan dan angan-angannya.\" (Riwayat Ahmad, ath-thabrani dan al-Baihaqi)\n\nAli bin Abi thalib berkata, \"Bahwasanya yang aku takuti atasmu ada dua perkara, yaitu panjang angan dan memperturutkan hawa nafsu. Maka sesungguhnya panjang angan membuat lupa kepada akhirat, sedangkan memperturutkan hawa nafsu menghalangi berlakunya kebenaran.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 1807, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u0642\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa tasbiqu min ummatin ajalahaa wa maa yastaakhiroon" } }, "translation": { "en": "No nation will precede its term, nor will they remain thereafter.", "id": "Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1807", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1807.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1807.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ajal adalah ketetapan yang sudah Allah tentukan waktunya, karena itu tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak pula dapat meminta penundaan darinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tidak ada satu negeri yang dihancurkan Allah, kecuali jika telah ditentukan Allah waktu kehancurannya di dalam Lauh Mahfudh, tidak ada sesuatu pun yang lupa dituliskan-Nya, tidak ada yang terlambat, dan tidak pula terjadi sebelum ketentuan waktu yang telah ditetapkan.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah swt tidak akan mengazab suatu kaum sebelum ada alasan untuk menjatuhkan azab. Yang dimaksud dengan alasan ialah telah diutus seorang rasul kepada umat tersebut untuk menyampaikan agama Allah, tetapi mereka menolak rasul itu atau mengingkari ajarannya.\n\nAyat ini merupakan peringatan bagi orang-orang musyrik Mekah yang selalu menghalang-halangi Rasulullah dan para sahabatnya menyampaikan risalahnya. Peringatan ini berlaku juga bagi orang-orang yang datang kemudian yang melakukan tindakan yang serupa dengan berbagai tindakan orang-orang musyrik Mekah. Keputusan dan peringatan Allah itu pasti berlaku." } } }, { "number": { "inQuran": 1808, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo yaaa aiyuhal lazee nuzzila 'alaihiz Zikru innaka lamajnoon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"O you upon whom the message has been sent down, indeed you are mad.", "id": "Dan mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur'an, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang gila." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1808", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1808.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1808.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya melakukan perbuatan buruk, orang kafir juga mengucapkan perkataan yang menyakiti Nabi Muhammad. Mereka berkata, \"Wahai orang yang kepadanya diturunkan al-Qur'an, sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, benar-benar orang gila karena mengakui apa yang kausampaikan bersumber dari Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan perkataan dan ejekan orang-orang kafir Mekah kepada Nabi Muhammad saw ketika ayat-ayat Al-Qur'an disampaikan kepada mereka. Mereka mengatakan, \"Hai Muhammad, engkau yang mengaku sebagai nabi dan rasul Allah dan telah diturunkan Al-Qur'an kepadamu. Sebenarnya ucapan dan dakwahmu itu menunjukkan bahwa kamu sesungguhnya adalah orang yang gila atau ada tanda-tanda gila pada dirimu, karena Al-Qur'an tidak mempunyai arti dan makna sedikit pun, bertentangan dengan pendapat kami, dan menyalahi kepercayaan yang telah diwariskan nenek moyang kami. Apakah mungkin kami menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran dan tidak disukai pula oleh cerdik-pandai dan para ulama kami.\"\n\nDari ucapan orang-orang kafir itu, tampak jelas sikap mereka yang sebenarnya terhadap Al-Qur'an dan Nabi Muhammad saw. Mereka membantah Al-Qur'an tanpa memikirkan dan merenungkan bukti-bukti dan dalil-dalil yang tersebut di dalamnya yang menjelaskan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang ada pada diri mereka, pada hewan ternak yang mereka pelihara, pada tanaman-tanaman yang mereka tanam untuk memenuhi kebutuhan mereka, pada bumi tempat mereka bertempat tinggal, pada alam semesta, dan sebagainya. Semuanya itu mereka ingkari dan dustakan tanpa merenungkan dan memikirkan terlebih dahulu.\n\nSikap mereka yang demikian itu timbul karena kesesatan hati, keras kepala, dan fanatik kepada nenek moyang yang telah terhunjam dalam diri mereka, sebagaimana firman Allah swt:\n\nSetiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main. Hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, \"(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerimanya (sihir itu) padahal kamu menyaksikannya?\" (al-Anbiya'/21: 2-3)\n\nKarena sikap tidak mau memperhatikan dan rasa fanatik yang mendalam, mereka mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya. (al-An'am/6: 4)\n\nSikap mereka yang demikian menimbulkan sifat sombong dan takabur pada diri mereka, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, \"Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?\" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman). (al-Furqan/25: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 1809, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law maa taateenaa bil malaaa'ikati in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Why do you not bring us the angels, if you should be among the truthful?\"", "id": "Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika engkau termasuk orang yang benar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1809", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1809.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1809.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya mengolok Nabi Muhammad, mereka juga meminta beliau mendatangkan malaikat. Mereka berkata, \"Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat dalam bentuk aslinya kepada kami, supaya menjadi bukti kebenaran pengakuanmu sebagai rasul, agar mereka menyampaikan pesan-pesan Allah kepada kami secara langsung, atau agar mereka menyiksa kami dengan azab dari Tuhanmu, jika engkau termasuk orang yang benar?\"", "long": "Selanjutnya orang-orang kafir mengatakan, \"Seandainya engkau hai Muhammad benar-benar percaya atas kebenaran apa yang engkau sampaikan dan percaya bahwa engkau benar-benar nabi dan rasul Allah, yang diutus kepada kami, tentulah engkau dapat meminta kepada-Nya agar bersama engkau diutus pula seorang malaikat dari langit, yang dapat menguatkan dan membuktikan kenabian dan kerasulanmu itu kepada kami.\"\n\nDari permintaan mereka itu, tergambarlah jalan pikiran mereka tentang kenabian dan kerasulan. Menurut mereka, jika diutus seorang nabi atau rasul, mesti ada malaikat yang mendampinginya, sehingga malaikat dapat menguatkan kenabian dan kerasulannya, memudahkan manusia menerima risalahnya, atau nabi itu cukup berupa malaikat saja. Menurut jalan pikiran mereka, yang membawa ayat-ayat Allah hanyalah makhluk rohani, sedangkan manusia adalah makhluk jasmani (dapat dilihat). Manusia, sekalipun mempunyai kekuatan yang tinggi, tetap tidak mungkin menjadi nabi dan rasul, disebabkan mereka masih bergaul dengan manusia, berada di tengah-tengah mereka, dan masih memiliki kebutuhan jasmani, seperti makan, minum, berpakaian, ingin kekuasaan, ingin mengumpulkan harta, tertarik dengan kehidupan duniawi, dan sebagainya. Karena itu mustahil seorang manusia menjadi nabi dan rasul, kecuali jika pengangkatan kenabian dan kerasulan itu dikuatkan atau dikukuhkan dengan keberadaan malaikat sebagai pendamping.\n\nKepercayaan orang-orang musyrik Mekah ini seperti kepercayaan Fir'aun dan para pengikutnya tentang rasul dan nabi. Menurut mereka, seharusnya semua rasul yang diutus Allah diangkat dengan upacara yang penuh keagungan dan kebesaran, seperti pengangkatan raja-raja mereka, dengan memakai perhiasan gelang dan kalung yang terbuat dari emas dan pakaian kebesaran, atau rasul itu datang dengan diiringi oleh para malaikat, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah swt:\n\n\"Maka mengapa dia (Musa) tidak dipakaikan gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?\" Maka (Firaun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik. (az-Zukhruf/43: 53-54)" } } }, { "number": { "inQuran": 1810, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa nunazzilul malaaa'i kata illaa bilhaqqi wa maa kaanooo izam munzareen" } }, "translation": { "en": "We do not send down the angels except with truth; and the disbelievers would not then be reprieved.", "id": "Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran (untuk membawa azab) dan mereka ketika itu tidak diberikan penangguhan" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1810", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1810.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1810.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab permintaan kaum kafir tersebut, Allah berfirman, \"Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran, yaitu sesuatu yang pasti dari Allah, seperti wahyu, azab bagi pendurhaka, dan keselamatan bagi penaat, dan mereka ketika para malaikat itu diturunkan untuk membawa azab, tidak diberikan penangguhan sedikit pun.", "long": "Allah menjawab olok-olok dan ejekan orang musyrik Mekah itu dengan ayat ini, bahwa Dia tidak akan menurunkan malaikat karena tidak ada hikmah dan faedahnya. Hal tersebut berarti seandainya pun Allah swt menurunkan para malaikat dari langit dan mengangkatnya sebagai rasul yang menyampaikan agama-Nya, hal itu tidak ada manfaatnya dan tidak akan dapat meyakinkan serta meluruskan akidah orang musyrik itu. Sebagaimana diketahui bahwa malaikat adalah makhluk yang gaib dan halus sehingga mata manusia tidak akan sanggup melihatnya. Seandainya Allah swt menghendaki dan menjadikan malaikat itu berbentuk manusia, sehingga mata manusia dapat melihatnya, kemudian Allah mengutusnya sebagai nabi dan rasul kepada mereka, malaikat itu makan dan minum seperti mereka, berjalan dan bergaul bersama mereka, maka akan timbul pula dalam pikiran mereka bahwa malaikat yang diberi tugas sebagai seorang rasul itu adalah manusia juga seperti mereka, bukan malaikat. Artinya, keraguan dalam diri mereka akan terus ada. Hal ini diterangkan dalam firman Allah swt:\n\nDan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. (al-An'am/6: 9)\n\nDari sikap dan cara mereka seperti yang dikemukakan dalam firman Allah di atas, terbuktilah bahwa sebenarnya hati mereka telah tertutup menerima kebenaran. Bukti apa pun yang dikemukakan kepada mereka, mereka tetap tidak akan beriman, Allah swt berfirman:\n\nDan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran). (al-An'am/6: 111)\n\nKarena sikap mereka yang demikian itu, maka Allah memberikan peringatan keras kepada mereka bahwa jika ada malaikat yang diturunkan, maka itu merupakan tanda bahwa mereka akan ditimpa malapetaka yang besar, dan dihancurleburkan sehingga riwayat mereka akan berakhir. Ketentuan ini sesuai dengan sunatullah yang telah berlaku bagi umat-umat terdahulu yang telah memperolok-olokkan para rasul Allah yang telah diutus kepada mereka. Sebelum azab ditimpakan, diutuslah kepada mereka malaikat, seperti yang pernah terjadi pada kaum Luth, sebagaimana firman Allah swt:\n\nMereka (para malaikat) berkata, \"Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksa) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksa kepada mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?\" (Hud/11: 81)\n\nMujahid dalam penafsiran ayat ini mengatakan bahwa Allah menurunkan malaikat hanya sebagai rasul Allah, tanda datangnya azab, atau pembawa azab Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1811, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa Nahnu nazalnaz Zikra wa Innaa lahoo lahaa fizoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is We who sent down the Qur'an and indeed, We will be its guardian.", "id": "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1811", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1811.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1811.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk membuktikan kebenaran pengakuan Nabi Muhammad bahwa ayat-ayat yang disampaikannya benar-benar berasal dari Allah, Dia berfirman, \"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an melalui perantara Malaikat Jibril yang diragukan oleh kaum kafir itu, dan pasti Kami pula bersama Malaikat Jibril dan kaum mukmin yang selalu memelihara keaslian, kesucian, dan kekekalan-nya hingga akhir zaman.\"", "long": "Ayat ini merupakan peringatan keras bagi orang-orang yang mengabaikan Al-Qur'an dan tidak percaya bahwa Al-Qur'an itu diturunkan Allah kepada rasul-Nya Muhammad. Seakan-akan Allah mengatakan kepada mereka, \"Kamu ini hai orang-orang kafir sebenarnya adalah orang-orang yang sesat yang memperolok-olokkan nabi dan rasul yang telah Kami utus untuk menyampaikan agama Islam kepadamu. Sesungguhnya sikap kamu yang demikian itu tidak akan mempengaruhi sedikit pun terhadap kemurnian dan kesucian Al-Qur'an karena Kamilah yang menurunkannya. Kamu menuduh Muhammad seorang yang gila tetapi Kami menegaskan bahwa Kami sendirilah yang memelihara Al-Qur'an itu dari segala macam usaha untuk mengotorinya dan usaha untuk menambah, mengurangi dan mengubah ayat-ayatnya. Kami akan memeliharanya dari segala macam bentuk campur tangan manusia terhadapnya. Akan datang saatnya nanti manusia akan menghafal, membaca, mempelajari, dan menggali isinya, agar mereka memperoleh dari Al-Qur'an itu petunjuk dan hikmah, tuntunan akhlak dan budi pekerti yang baik, ilmu pengetahuan dan pedoman berpikir bagi para ahli dan cerdik pandai, serta petunjuk ke jalan hidup di dunia dan di akhirat nanti.\"\n\nJaminan Allah swt terhadap pemeliharaan Al-Qur'an itu ditegaskan lagi dalam firman-Nya:\n\nMereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. (as-shaff/61: 8)\n\nMengenai jaminan Allah terhadap kesucian dan kemurnian Al-Qur'an serta penegasan bahwa Allah sendirilah yang memeliharanya terbukti dengan memperhatikan dan mempelajari sejarah turunnya Al-Qur'an, cara-cara yang dilakukan Nabi saw ketika menyiarkan, memelihara, dan membetulkan bacaan para sahabat, melarang menulis selain ayat-ayat Al-Qur'an, dan sebagainya. Kemudian usaha pemeliharaan Al-Qur'an ini dilanjutkan oleh para sahabat, tabiin, dan oleh setiap generasi kaum Muslimin yang datang sesudahnya, sampai sekarang ini.\n\nUntuk mengetahui dan membuktikan bahwa Al-Qur'an yang sampai kepada kita sekarang terpelihara kemurniannya, diterangkan dalam sejarah Al-Qur'an, baik di masa Rasulullah, maupun di zaman sahabat, dan usaha kaum Muslimin memeliharanya pada saat ini. Di sisi lain otentisitas Al-Qur'an dapat dilacak dari sejarah penulisan dan bacaannya.\n\nPertama:\n\nAl-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw dalam waktu kurang lebih 23 tahun. Setiap turun ayat, Nabi menyuruh para sahabatnya menghafal dan menuliskannya di batu, kulit binatang, dan pelepah korma. Nabi memiliki beberapa orang sahabat yang bertugas menulis wahyu dan mendampingi beliau ketika turun ayat. Di antara penulis wahyu itu adalah Zaid bin sabit, Ali bin Abi thalib, Utsman bin 'Affan, Ubay bin Ka'ab, dan lain-lain.\n\nSetiap ayat turun, Nabi menjelaskan kepada para penulis wahyu di bagian mana dari ayat-ayat yang turun lebih dulu atau di surah apa ayat itu diletakkan dan ditulis. Beliau melarang para sahabat menulis selain Al-Qur'an, baik itu penjelasannya yang menjadi tafsir dari ayat atau keterangan yang ditulis oleh para sahabat itu sendiri. Hadis Nabi saw seperti diriwayatkan Abu Sa'id al-Khudri:\n\nJangan kalian menulis dariku apapun selain Al-Qur'an. Barang siapa yang menulis selain Al-Qur'an, hendaklah dia menghapusnya. (Riwayat Muslim)\n\nLarangan secara umum itu adalah untuk menjaga kemurnian tulisan Al-Qur'an agar tidak bercampur-baur dengan tulisan-tulisan lain selain Al-Qur'an, baik bersumber dari Nabi saw maupun sahabat. Namun demikian, ada beberapa sahabat yang memang pandai baca tulis, menuliskan ucapan-ucapan Rasul sebagai penafsiran Al-Qur'an dan catatan mereka, seperti 'Abdullah bin 'Umar, 'Abdullah bin Mas'ud, Ali bin Abi thalib, Ibnu Abbas, dan lain-lain. \n\nSelain ditulis oleh para penulis wahyu dan sebagian sahabat, Al-Qur'an juga dihafal oleh para sahabat dan diwajibkan membacanya dalam salat.\n\nMengingat pentingnya peran tulis baca dalam menjaga otentisitas atau kemurnian Al-Qur'an, Nabi sangat menghargai orang-orang yang bisa tulis baca, dan menganjurkan sahabat-sahabatnya untuk mempelajarinya. Setelah Perang Badar, Nabi memanfaatkan para tawanan perang Badar yang pandai baca tulis untuk menebus dirinya dengan mengajar baca tulis 10 orang anak-anak muslim. Dengan keputusan Rasul ini, semakin banyak orang yang bisa baca tulis, semakin banyak pula orang yang bisa mencatat dan menghafal Al-Qur'an.\n\nDengan demikian, ada tiga faktor yang membantu menjaga kelestarian tulisan dan bacaan Al-Qur'an:\n\n1.Tulisan atau naskah yang ditulis para penulis wahyu.\n\n2.Hafalan dari para sahabat yang sangat antusias menghafalnya.\n\n3.Tulisan atau naskah pribadi yang ditulis oleh para sahabat yang sudah lebih dulu pandai baca tulis seperti 'Abdullah bin 'Umar, 'Abdullah bin Mas'ud, Ali bin Abi thalib, dan lain-lain.\n\nSelain tiga faktor di atas, Malaikat Jibril selalu mengecek bacaan Al-Qur'an Rasulullah setiap tahun. Ketika pengecekan, Rasulullah disuruh mengulang bacaan Al-Qur'an yang telah diturunkan. Bahkan sebelum wafat, Malaikat Jibril mengecek dua kali. \n\nNabi sendiri sering mengecek bacaan sahabatnya. Mereka disuruh membaca Al-Qur'an di hadapannya, dan beliau membetulkan bacaan mereka.\n\nNabi wafat sesudah Al-Qur'an selesai diturunkan dan telah dihafal oleh orang banyak menurut tertib susunan Al-Qur'an yang kita baca sekarang ini, sesuai dengan petunjuk yang diberikannya ketika membaca Al-Qur'an, baik di dalam maupun di luar salat. Dengan cara pengamalan yang praktis di atas, Al-Qur'an bisa terpelihara kemurniannya dan tersebar dengan mudah di masyarakat.\n\nSesudah Rasulullah saw wafat, para sahabat sepakat memilih Abu Bakar sebagai khalifah. Pada permulaan masa pemerintahannya banyak di antara orang-orang Islam yang belum kuat imannya menjadi murtad dan ada pula di antara mereka mendakwakan diri menjadi nabi. Oleh karena itu, Abu Bakar memerangi mereka. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an dan sebelum itu telah gugur pula beberapa orang. Atas anjuran Umar bin Khaththab dan diterima oleh Abu Bakar, maka Zaid bin sabit ditugaskan menulis kembali Al-Qur'an yang naskahnya telah ditulis pada masa Nabi dan didukung oleh hafalan para sahabat yang masih hidup. Setelah selesai menuliskannya dalam lembaran-lembaran, diikat dengan benang, tersusun menurut urutan yang telah ditetapkan Rasulullah, mushaf itu kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Setelah Abu Bakar meninggal, mushaf ini diserahkan kepada penggantinya Umar bin al-Khaththab. Setelah Umar meninggal mushaf ini disimpan di rumah Hafsah, putri Umar dan istri Rasulullah, sampai kepada masa pembukuan Al-Qur'an di masa khalifah Utsman bin 'Affan.\n\nDi masa khalifah Utsman bin 'Affan, daerah pemerintahan Islam telah sampai ke Armenia dan Azerbaijan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian, para sahabat waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syria, Irak, Persia, dan Afrika. Ke mana mereka pergi dan di mana mereka tinggal, Al-Qur'an Al-Karim itu tetap menjadi imam mereka, di antara mereka banyak yang hafal Al-Qur'an. Mereka mempunyai naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka miliki itu tidak sama susunan surah-surahnya karena dicatat sesuai dengan pemahaman mereka atau masih bercampur dengan penjelasan-penjelasan Rasul sebagai tafsirnya.\n\nHal ini menimbulkan pertikaian tentang bacaan Al-Qur'an di antara mereka. Asal mula perbedaan bacaan ini ialah karena Rasulullah sendiri memberi kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya, untuk membacakan dan melafazkan Al-Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan Nabi supaya mereka mudah mengucapkan dan menghafal Al-Qur'an.\n\nTetapi kemudian timbul kekhawatiran bahwa pertikaian tentang bacaan Al-Qur'an ini kalau dibiarkan saja akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan di kalangan kaum Muslimin.\n\nOrang yang mula-mula menunjukkan perhatiannya tentang hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Beliau ikut dalam peperangan menaklukkan Armenia dan Azerbaijan. Selama dalam perjalan-an, ia pernah mendengar kaum Muslimin bertikai tentang bacaan beberapa ayat Al-Qur'an dan pernah mendengar perkataan seorang muslim kepada temannya, \"Bacaan saya lebih baik daripada bacaanmu.\"\n\nKetika hal ini disampaikan kepada Khalifah Utsman bin 'Affan, beliau langsung menyetujui dilakukannya penulisan Al-Qur'an, maka segera dibentuk tim yang terdiri dari para penulis wahyu, seperti Zaid bin sabit yang menjadi ketua tim, 'Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'As dan 'Abdurrahman bin Haris bin Hisyam, dan lain-lain.\n\nMushaf yang berisi lembaran bertuliskan Al-Qur'an, yang pernah disusun oleh Khalifah Abu Bakar, dan disimpan di rumah hafsah, diminta kembali oleh Utsman. Karena tim ini bertugas menyalin kembali tulisan Al-Qur'an yang ada di mushaf tersebut dan menyeragamkan bacaan dan tulisannya. Hasil kerja tim ini akan menjadi acuan dan rujukan bagi bacaan Al-Qur'an umat Islam di seluruh dunia. \n\nDalam menjalankan tugasnya, tim ini memberlakukan syarat-syarat berikut:\n\n1.Tidak ditulis kecuali yang diyakini betul-betul Al-Qur'an, dengan mengacu pada tulisan dan hafalan sahabat.\n\n2.Tidak ditulis kecuali ayat-ayat yang diyakini tidak pernah dinasakh.\n\n3.Jika ada kata yang memiliki beberapa bacaan berbeda, maka ditulis dengan dialek Quraisy karena mayoritas Al-Qur'an ditulis dalam dialek itu.\n\n4.Jika ada dua bacaan berbeda tetapi bisa ditampung dalam satu tulisan, ditulis dalam satu tulisan seperti malik dan malik. \n\nMushaf yang sudah diseragamkan bacaannya itu dikenal dengan nama al-Mushaf al-Imam atau al-Mushaf al-'Utsmani. Mushaf ini digandakan menjadi lima mushaf, masing-masing dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah, Kufah, dan sebuah ditinggalkan di Medinah.\n\nDemikianlah Al-Qur'an itu dibukukan pada masa sahabat. Semua mushaf yang diterbitkan kemudian harus disesuaikan dengan al-Mushaf al-Imam. Kemudian usaha menjaga kemurnian Al-Qur'an itu tetap dilakukan oleh kaum Muslimin di seluruh dunia, sampai kepada generasi yang sekarang ini.\n\nUntuk menjaga kemurnian Al-Qur'an itu di Indonesia dilakukan dalam bermacam-macam usaha, di antaranya ialah:\n\n1. Membentuk \"Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an\" yang bertugas antara lain meneliti semua mushaf yang akan dicetak sebelum diedarkan ke masyarakat. Tim berada di bawah pengawasan Menteri Agama.\n\n2. Pemerintah telah mempunyai naskah Al-Qur'an yang menjadi standar dalam penerbitan Al-Qur'an di Indonesia, yang telah disesuaikan dengan Mushaf al-Imam.\n\n3. Mengadakan Musabaqah Tilawatil Qur'an setiap tahun yang ditangani dan diurus oleh negara. \n\n4. Usaha-usaha lain yang dilakukan oleh masyarakat muslim, seperti membentuk lembaga pendidikan, kajian, dan tahfiz Al-Qur'an\n\nKedua:\n\nSetelah 'Utsman bin 'Affan wafat, al-Mushaf al-Imam tetap dianggap sebagai pegangan satu-satunya oleh umat Islam dalam bacaan Al-Qur'an. Meskipun demikian, terdapat juga beberapa perbedaan dalam bacaan tersebut. Sebab-sebab timbulnya perbedaan itu dapat disimpulkan dalam dua hal:\n\nPertama: Penulisan Al-Qur'an itu sendiri yang belum sempurna.\n\nKedua: Perbedaan dialek orang-orang Arab.\n\nPenulisan Al-Quran itu dapat menimbulkan perbedaan karena al-Mushaf al-Imam ditulis oleh sahabat-sahabat yang tulisannya belum dapat dikatakan tulisan yang sempurna karena belum mendapat tanda baca dan titik. Sebagaimana yang diterangkan Ibnu Khaldun dalam bukunya \"Muqaddimah Ibnu Khaldun\", ia berkata, \"Perhatikanlah akibat-akibat yang terjadi karena tulisan mushaf yang ditulis sendiri oleh para sahabat dengan tangannya. Tulisan itu belum sempurna, sehingga kadang-kadang terjadi beberapa kesalahan dalam memahami bacaan dari tulisan tersebut karena tanpa titik dan baris.\"\n\nAdapun perbedaan dialek orang-orang Arab yang telah ditoleransi oleh Rasulullah menimbulkan macam-macam qira'at (bacaan), sehingga pada tahun 200 Hijriah muncullah ahli-ahli qira'at yang tidak terhitung banyaknya.\n\nDi antara dialek-dialek bahasa Arab yang terkenal ialah lahjah Quraisy, Hudzail, Tamim, Asad, Rabiah, Hawazin, dan Sa'ad. Pada waktu itu muncullah para ahli qiraat yang masyhur, dan yang termasyhur ada tujuh orang, yaitu: 'Abdullah bin Amir, Abu Ma'bad 'Abdullah bin Katsir, Abu Bakar Asim bin Abi an-Najud, Abu Amr bin A'la, Nafi' bin Abi Nu'aim, Abul Hasan 'Ali bin Hamzah al-Kisa'i, Abu Jarah bin Habib Ibnu Zayyat/Hamzah. Qiraat-qiraat itu dipopulerkan orang dengan nama \"Qiraat Sab'ah\" (bacaan yang tujuh).\n\nSebagaimana diterangkan di atas, Al-Qur'an mula-mula ditulis tanpa titik dan baris, namun hal ini tidak mempengaruhi bacaan Al-Qur'an karena para sahabat dan para tabiin selain hafal Al-Qur'an juga orang-orang yang fasih dalam bahasa Arab. Oleh sebab itu, mereka dapat membacanya dengan baik dan tepat. Tetapi setelah agama Islam tersiar dan banyak bangsa yang bukan Arab memeluk agama Islam, sulit bagi mereka membaca Al-Qur'an tanpa titik dan baris. Sangat dikhawatirkan bahwa hal ini akan menimbulkan kesalahan dalam bacaan Al-Qur'an.\n\nMaka Abul Aswad Ad-Duali mengambil inisiatif untuk memberi tanda-tanda baca dalam Al-Qur'an dengan tinta yang berlainan warnanya. Tanda titik ialah titik di atas untuk fathah, titik di bawah untuk kasrah, titik sebelah kiri atas untuk dhamah, dan dua titik untuk tanwin. Hal ini terjadi pada masa Ali bin Abi thalib.\n\nKemudian di masa khalifah Abdul Malik bin Marwan, Nasr bin Asim, dan Yahya bin Ya'mar menambahkan tanda-tanda untuk huruf-huruf yang bertitik dengan tinta yang sama dengan tulisan Al-Qur'an untuk membedakan antara maksud dari titik Abul Aswad Ad-Duali dengan titik yang baru ini. Titik Abul Aswad adalah untuk tanda baca dan titik Nasr bin Asim adalah titik huruf. Cara penulisan semacam ini tetap berlaku pada masa Bani Umayyah, dan pada permulaan kerajaan Abbasiyah, bahkan tetap pula dipakai di Spanyol sampai pertengahan abad keempat hijriah. Kemudian ternyata cara pemberian tanda seperti ini masih menimbulkan kesulitan bagi para pembaca Al-Qur'an karena terlalu banyak titik, sedang titik itu lama kelamaan hampir menjadi serupa warnanya.\n\nMaka al-Khalil mengambil inisiatif untuk membuat tanda-tanda yang baru, yaitu wau kecil di atas untuk dhammah, huruf alif kecil untuk tanda fathah, huruf ya kecil untuk tanda kasrah, kepala huruf sin untuk tanda syiddah, kepala ha untuk sukun dan kepala 'ain untuk hamzah.\n\nKemudian tanda-tanda ini dipermudah dengan dipotong dan ditambah sehingga menjadi bentuk yang ada sekarang.\n\nDemikianlah usaha Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin memelihara dan menjaga Al-Qur'an dari segala macam campur tangan manusia, sehingga Al-Qur'an yang ada pada tangan kaum Muslimin pada masa kini, persis sama dengan Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Ini merupakan bukti dari jaminan Allah yang akan tetap memelihara Al-Qur'an untuk selamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1812, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0634\u0650\u064a\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa min qablika fee shiya'il awwaleen" } }, "translation": { "en": "And We had certainly sent [messengers] before you, [O Muhammad], among the sects of the former peoples.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum engkau (Muhammad) kepada umat-umat terdahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1812", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1812.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1812.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pendustaan yang dialami oleh Nabi Muhammad juga terjadi pada para rasul sebelumnya. Allah menyatakan, \"Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum Kami mengutus engkau, wahai Nabi Muhammad. Kami telah mengutus mereka kepada umat-umat terdahulu.", "long": "Dengan ayat ini Allah swt menghibur hati Nabi Muhammad saw yang sedang bersedih hati dan mengalami penderitaan akibat olok-olok, cercaan, dan kezaliman orang-orang musyrik Mekah. Beliau merasa sedih atas kebodohan kaumnya yang tidak mau memahami Al-Qur'an, bahkan menuduh dirinya orang gila. Allah swt menerangkan bahwa apa yang sedang dialami Nabi Muhammad itu telah dialami pula oleh para rasul sebelumnya yang diutus kepada umat-umat yang dahulu. Hampir semua umat itu memperolok-olokkan para rasul bahkan di antara mereka ada yang mengadakan rencana jahat untuk membunuhnya. Mereka mengingkari seruan rasul dan tetap melaksanakan adat kebiasaan dan kepercayaan warisan nenek moyang mereka. Hampir semua rasul diutus kepada kaumnya sendirian, tanpa teman dan pembantu yang menolongnya kecuali pembantu dan penolong dari para pengikut yang diperoleh setelah banyak berdakwah. Pada umumnya, para rasul itu orang miskin, tanpa pembesar atau penguasa yang menyokongnya, dan tanpa harta benda yang cukup untuk membiayai dakwahnya, tetapi semua rasul adalah orang-orang yang amanah, tabah, dan sabar melaksanakan tugas-tugas yang dipikulkan kepada mereka.\n\nDengan ayat ini, seakan-akan Allah swt menegaskan kepada Nabi Muhammad agar tidak berputus asa disebabkan oleh sikap dan tindakan orang-orang kafir itu, karena semua rasul mengalami cobaan dan tantangan seperti itu. Sikap orang kafir yang demikian itu adalah karena akhlak mereka telah rusak, dan nafsu telah mengalahkan semua kebenaran yang mungkin bisa masuk ke dalam hati mereka. Oleh karena itu, mereka tidak dapat menerima kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1813, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yaateehim mir Rasoolin illaa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And no messenger would come to them except that they ridiculed him.", "id": "Dan setiap kali seorang rasul datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1813", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1813.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1813.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, setiap kali seorang rasul datang kepada mereka dengan membawa risalah dari Allah dan mengajak mereka beriman, mereka selalu memperolok-olokkannya. Karena itu, janganlah engkau berkecil hati dan bersedih menerima perlakuan buruk kaummu kepadamu, karena para rasul sebelummu juga mengalami hal demikian.", "long": "Dengan ayat ini Allah swt menghibur hati Nabi Muhammad saw yang sedang bersedih hati dan mengalami penderitaan akibat olok-olok, cercaan, dan kezaliman orang-orang musyrik Mekah. Beliau merasa sedih atas kebodohan kaumnya yang tidak mau memahami Al-Qur'an, bahkan menuduh dirinya orang gila. Allah swt menerangkan bahwa apa yang sedang dialami Nabi Muhammad itu telah dialami pula oleh para rasul sebelumnya yang diutus kepada umat-umat yang dahulu. Hampir semua umat itu memperolok-olokkan para rasul bahkan di antara mereka ada yang mengadakan rencana jahat untuk membunuhnya. Mereka mengingkari seruan rasul dan tetap melaksanakan adat kebiasaan dan kepercayaan warisan nenek moyang mereka. Hampir semua rasul diutus kepada kaumnya sendirian, tanpa teman dan pembantu yang menolongnya kecuali pembantu dan penolong dari para pengikut yang diperoleh setelah banyak berdakwah. Pada umumnya, para rasul itu orang miskin, tanpa pembesar atau penguasa yang menyokongnya, dan tanpa harta benda yang cukup untuk membiayai dakwahnya, tetapi semua rasul adalah orang-orang yang amanah, tabah, dan sabar melaksanakan tugas-tugas yang dipikulkan kepada mereka.\n\nDengan ayat ini, seakan-akan Allah swt menegaskan kepada Nabi Muhammad agar tidak berputus asa disebabkan oleh sikap dan tindakan orang-orang kafir itu, karena semua rasul mengalami cobaan dan tantangan seperti itu. Sikap orang kafir yang demikian itu adalah karena akhlak mereka telah rusak, dan nafsu telah mengalahkan semua kebenaran yang mungkin bisa masuk ke dalam hati mereka. Oleh karena itu, mereka tidak dapat menerima kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1814, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u0633\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "kazaalika naslukuhoo fee quloobil mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Thus do We insert denial into the hearts of the criminals.", "id": "Demikianlah, Kami memasukkannya (olok-olok itu) ke dalam hati orang yang berdosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1814", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1814.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1814.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perlakuan buruk sebagian dari kaummu dan penolakan mereka kepada dakwahmu tidaklah berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang kafir terdahulu. Ketahuilah, wahai Nabi Muhammad bahwa demikianlah, Kami memasukkannya, yaitu olok-olok terhadap para rasul dan risalahnya, ke dalam hati orang yang berdosa, yaitu kaum kafir yang kebejatan dan dosa mereka sudah mendarah daging. Semua ayat dan risalah para rasul tidak mampu menuntun mereka menuju iman.", "long": "Ayat ini menerangkan tanggapan orang kafir terhadap Al-Qur'an. Mereka memperolok-olokkannya dan tidak menerimanya. Hal ini disebab-kan oleh sikap ingkar dan memperolok-olokkan itu telah tumbuh subur di dalam hati mereka, sehingga dalam diri mereka tidak ada lagi kesediaan menerima kebenaran. Di dalam hati mereka, tidak ada lagi pelita yang memancarkan cahaya yang dapat menuntun dan menerangi jalan menuju kebenaran. Keadaan mereka itu sama dengan keadaan umat-umat yang dahulu menerima kitab Allah yang disampaikan oleh para rasul, namun tidak ada yang berbekas sedikit pun di dalam hati mereka.\n\nOleh karena itu, bagi umat yang telah diutus kepada mereka para rasul, namun mereka mengingkari seruan rasul itu, berlaku sunatullah, yaitu Allah akan membinasakan setiap orang yang mendurhakai rasul dan risalah yang disampaikannya, serta menolong dan memberi kemenangan kepada orang-orang yang menerima seruannya.\n\nPada suatu saat nanti, orang-orang kafir akan mengetahui kebenaran berita dan peringatan Al-Qur'an, sebagaimana yang ditegaskan dalam firman Allah swt:\n\nDan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur'an) setelah beberapa waktu lagi. (shad/38: 88)\n\nKebenaran berita-berita Al-Qur'an yang dimaksud ayat di atas ada yang terlaksana di dunia, seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menang dalam peperangan melawan kaum musyrikin, dan ada yang terlaksana di akhirat, seperti kebenaran janji Allah tentang balasan dan perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia di hari akhir nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 1815, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yu'minoona bihee wa qad khalat sunnatul awwaleen" } }, "translation": { "en": "They will not believe in it, while there has already occurred the precedent of the former peoples.", "id": "mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an) padahal telah berlalu sunatullah terhadap orang-orang terdahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1815", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1815.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1815.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, mereka tidak beriman kepadanya, yaitu Al-Qur'an atau Nabi Muhammad, padahal telah berlalu sunatullah berupa kebinasaan dan kehancuran terhadap orang-orang terdahulu akibat dari perbuatan dosa dan kedurhakaan mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan tanggapan orang kafir terhadap Al-Qur'an. Mereka memperolok-olokkannya dan tidak menerimanya. Hal ini disebab-kan oleh sikap ingkar dan memperolok-olokkan itu telah tumbuh subur di dalam hati mereka, sehingga dalam diri mereka tidak ada lagi kesediaan menerima kebenaran. Di dalam hati mereka, tidak ada lagi pelita yang memancarkan cahaya yang dapat menuntun dan menerangi jalan menuju kebenaran. Keadaan mereka itu sama dengan keadaan umat-umat yang dahulu menerima kitab Allah yang disampaikan oleh para rasul, namun tidak ada yang berbekas sedikit pun di dalam hati mereka.\n\nOleh karena itu, bagi umat yang telah diutus kepada mereka para rasul, namun mereka mengingkari seruan rasul itu, berlaku sunatullah, yaitu Allah akan membinasakan setiap orang yang mendurhakai rasul dan risalah yang disampaikannya, serta menolong dan memberi kemenangan kepada orang-orang yang menerima seruannya.\n\nPada suatu saat nanti, orang-orang kafir akan mengetahui kebenaran berita dan peringatan Al-Qur'an, sebagaimana yang ditegaskan dalam firman Allah swt:\n\nDan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur'an) setelah beberapa waktu lagi. (shad/38: 88)\n\nKebenaran berita-berita Al-Qur'an yang dimaksud ayat di atas ada yang terlaksana di dunia, seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menang dalam peperangan melawan kaum musyrikin, dan ada yang terlaksana di akhirat, seperti kebenaran janji Allah tentang balasan dan perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia di hari akhir nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 1816, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0638\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law fatahnaa 'alaihim baabam minas samaaa'i fazaloo feehi ya'rujoon" } }, "translation": { "en": "And [even] if We opened to them a gate from the heaven and they continued therein to ascend,", "id": "Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1816", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1816.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1816.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Memenuhi permintaan kaum kafir untuk mendatangkan malaikat agar dapat mereka lihat wujud aslinya dan mereka dengar pesannya tidak akan pernah membuat mereka beriman. Dan bahkan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya sehingga mereka dapat menyaksikan berbagai kebesaran dan kekuasaan Allah,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah itu adalah orang-orang yang sangat ingkar dan tidak mau menerima kebenaran. Keadaan mereka seperti itu dilukiskan Allah dalam ayat ini. Seandainya Allah membukakan pintu-pintu langit bagi mereka dan menyediakan tangga untuk naik ke langit itu, maka mereka pun akan naik.\n\nSeandainya mereka melihat malaikat-malaikat di langit atau suatu keajaiban yang merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, mereka tidak akan mengakuinya, bahkan mereka mengatakan, \"Mata kami telah dikaburkan sehingga kami tidak melihat dengan jelas suatu tanda yang ada di hadapan kami. Apa yang terlihat oleh kami tidak lain hanyalah khayalan belaka, sebagai hasil sihir Muhammad yang telah menyihir kami, sehingga kami tidak lagi melihat hakikat kebenaran.\" Ayat ini senada dengan firman Allah swt:\n\nDan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, \"Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.\" (al-An'am/6: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 1817, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 14, "page": 262, "manzil": 3, "ruku": 218, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u062d\u064f\u0648\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqaaloo innamaa sukkirat absaarunaa bal nahnu qawmum mashooroon" } }, "translation": { "en": "They would say, \"Our eyes have only been dazzled. Rather, we are a people affected by magic.\"", "id": "tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1817", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1817.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1817.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "mereka tentulah tidak akan beriman, bahkan mereka akan berkata, \"Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan dan ditutupi, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir Muhammad dan apa yang kami lihat bukanlah sesuatu yang nyata.\" Perkataan mereka menunjukkan betapa kuat pengingkaran mereka terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah itu adalah orang-orang yang sangat ingkar dan tidak mau menerima kebenaran. Keadaan mereka seperti itu dilukiskan Allah dalam ayat ini. Seandainya Allah membukakan pintu-pintu langit bagi mereka dan menyediakan tangga untuk naik ke langit itu, maka mereka pun akan naik.\n\nSeandainya mereka melihat malaikat-malaikat di langit atau suatu keajaiban yang merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, mereka tidak akan mengakuinya, bahkan mereka mengatakan, \"Mata kami telah dikaburkan sehingga kami tidak melihat dengan jelas suatu tanda yang ada di hadapan kami. Apa yang terlihat oleh kami tidak lain hanyalah khayalan belaka, sebagai hasil sihir Muhammad yang telah menyihir kami, sehingga kami tidak lagi melihat hakikat kebenaran.\" Ayat ini senada dengan firman Allah swt:\n\nDan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, \"Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.\" (al-An'am/6: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 1818, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad ja'alnaa fissamaaa'i buroojanw wa zaiyannaahaa linnaazireen" } }, "translation": { "en": "And We have placed within the heaven great stars and have beautified it for the observers.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan men-jadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1818", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1818.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1818.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu banyak bukti kekuasaan Allah yang dapat mereka saksikan, tetapi kaum kafir tetap tidak mau mengambil pelajaran darinya. Allah berfirman, \"Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit yang membuktikan kekuasaan Kami, dan Kami telah menjadikannya indah bagi orang yang memandang-nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt menciptakan berbagai benda angkasa berupa planet yang tidak terhitung banyaknya, bulan, dan bintang yang kesemuanya menghiasi langit, sehingga menarik hati orang-orang yang memandangnya. Semua itu menjadi bahan pemikiran bagi orang-orang yang mau berpikir, terutama dalam mencari manfaatnya bagi manusia dan kemanusiaan, sebagaimana firman Allah swt dalam ayat yang lain:\n\nMahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar. Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur. (al-Furqan/25: 61-62)\n\nPada ayat yang lain, Allah swt menerangkan pula:\n\nDan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang. (al-Mulk/67: 5)\n\nBintang-bintang yang diciptakan Allah itu ada yang tidak bercahaya dan ada pula yang bercahaya, berkelap-kelip di malam hari, sebagaimana firman Allah swt:\n\nLalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. (Fussilat/41: 12)\n\nDan firman Allah swt:\n\nDan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala. (al-Mulk/67: 5)\n\nBenda-benda angkasa itu merupakan petunjuk bagi para musafir yang berjalan di tengah-tengah padang pasir di malam hari, kapal-kapal yang berlayar di tengah lautan, serta kapal terbang dan kapal ruang angkasa yang terbang menuju tempat tujuannya. Peredaran matahari, bulan, dan bintang dapat pula dijadikan dasar untuk mengetahui bilangan hari, bilangan tahun, dan perhitungan waktu, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Yunus/10: 5)\n\nSuasana malam di saat langit cerah tidak berawan, bintang-bintang bertaburan di angkasa raya dan cahayanya yang hilang-hilang timbul, dan cahaya bulan purnama menimbulkan ketenteraman dalam hati bagi orang-orang yang telah beriman kepada Allah. Semua itu menambah kuat imannya, sehingga tanpa disadari mulutnya mengucapkan kata-kata yang mengagung-kan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1819, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064e\u0641\u0650\u0638\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0631\u0651\u064e\u062c\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa hafiznaahaa min kulli Shaitaanir rajeem" } }, "translation": { "en": "And We have protected it from every devil expelled [from the mercy of Allah]", "id": "dan Kami menjaganya dari setiap (gangguan) setan yang terkutuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1819", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1819.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1819.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu, Kami menjaganya, yakni langit, dari setiap gangguan setan yang terkutuk,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt menjaga langit dan isinya dari setan yang terkutuk. Pada ayat yang lain Allah swt berfirman:\n\nDan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka. (as-shaffat/37: 7)\n\nSementara itu ada setan yang tidak mengindahkan larangan-larangan Allah. Ia mencari berita yang mungkin didengarnya dari para malaikat, maka setan-setan yang demikian itu diburu oleh semburan api yang membakar, sehingga ia lari dan tidak sempat mendengar pembicaraan para malaikat itu. Hal ini dijelaskan oleh firman Allah swt:\n\nMereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. (as-shaffat/37: 8)\n\nDan firman Allah swt:\n\nDan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (al-Jinn/72: 8-9)\n\nSeperti yang tersebut di atas bahwa ada beberapa ayat yang menerangkan berbagai usaha setan untuk mendengarkan pembicaraan para malaikat di langit, tetapi sebelum sempat ia mendengarkannya, ia dikejar dan dibakar oleh semburan api yang panas. Hal ini termasuk perkara yang gaib karena sukar diketahui dan tidak dapat dilihat oleh mata manusia dan tidak dapat pula diketahui hakikatnya, serta bukti-bukti yang dapat dijadikan dasar untuk menetapkan maksud ayat yang sebenarnya. Karena yang menerangkan hal ini adalah Al-Qur'an dan pikiran manusia belum sampai kepadanya, maka bagi kaum Muslimin wajib mengimaninya, dan percaya bahwa langit dan bumi serta alam semesta ini adalah milik Allah Yang Maha Pencipta. Allah swt menjaga dan mengatur semua milik-Nya itu. Bagaimana cara Dia mengatur dan menjaga, sangat sedikit pengetahuan manusia tentang hal itu. Demikian pula bagaimana setan mengintip pembicaraan para malaikat dan bagaimana bentuk semburan api itu memburu setan. Hanya Allahlah Yang Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 1820, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0634\u0650\u0647\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Illaa manis taraqas sam'a fa atba'ahoo shihaabum mubeen" } }, "translation": { "en": "Except one who steals a hearing and is pursued by a clear burning flame.", "id": "kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1820", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1820.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1820.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali setan yang terus-menerus berupaya keras mencuri-curi berita yang dapat didengar dari malaikat lalu dikejar oleh semburan api yang terang.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt menjaga langit dan isinya dari setan yang terkutuk. Pada ayat yang lain Allah swt berfirman:\n\nDan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka. (as-shaffat/37: 7)\n\nSementara itu ada setan yang tidak mengindahkan larangan-larangan Allah. Ia mencari berita yang mungkin didengarnya dari para malaikat, maka setan-setan yang demikian itu diburu oleh semburan api yang membakar, sehingga ia lari dan tidak sempat mendengar pembicaraan para malaikat itu. Hal ini dijelaskan oleh firman Allah swt:\n\nMereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. (as-shaffat/37: 8)\n\nDan firman Allah swt:\n\nDan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (al-Jinn/72: 8-9)\n\nSeperti yang tersebut di atas bahwa ada beberapa ayat yang menerangkan berbagai usaha setan untuk mendengarkan pembicaraan para malaikat di langit, tetapi sebelum sempat ia mendengarkannya, ia dikejar dan dibakar oleh semburan api yang panas. Hal ini termasuk perkara yang gaib karena sukar diketahui dan tidak dapat dilihat oleh mata manusia dan tidak dapat pula diketahui hakikatnya, serta bukti-bukti yang dapat dijadikan dasar untuk menetapkan maksud ayat yang sebenarnya. Karena yang menerangkan hal ini adalah Al-Qur'an dan pikiran manusia belum sampai kepadanya, maka bagi kaum Muslimin wajib mengimaninya, dan percaya bahwa langit dan bumi serta alam semesta ini adalah milik Allah Yang Maha Pencipta. Allah swt menjaga dan mengatur semua milik-Nya itu. Bagaimana cara Dia mengatur dan menjaga, sangat sedikit pengetahuan manusia tentang hal itu. Demikian pula bagaimana setan mengintip pembicaraan para malaikat dan bagaimana bentuk semburan api itu memburu setan. Hanya Allahlah Yang Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 1821, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u064e\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wal arda madadnaahaa wa alqainaa feehaa rawaasiya wa ambatnaa feehaa min kulli shai'im mawzoon" } }, "translation": { "en": "And the earth - We have spread it and cast therein firmly set mountains and caused to grow therein [something] of every well-balanced thing.", "id": "Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1821", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1821.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1821.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menyebut tanda kekuasaan-Nya di langit, Allah lalu beralih menyebut tanda kekuasaan-Nya di bumi. Allah menyatakan, \"Dan Kami telah menghamparkan bumi sebagai pijakan bagi manusia, dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung yang kukuh sebagai pasak bagi bumi agar tidak roboh dan berguncang sehingga manusia menjadi aman, serta Kami ciptakan dan tumbuhkan di sana segala sesuatu, seperti tumbuhan yang beragam, menurut ukuran yang seimbang dan tepat; semuanya demi kemaslahatan makhluk-Nya.", "long": "Setelah Allah swt menerangkan tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya di langit, dalam ayat ini Allah menerangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang dapat dilihat, diketahui, dirasakan, dan dipikirkan oleh manusia. Di antaranya, Allah menciptakan bumi seakan-akan terhampar, sehingga mudah didiami manusia, memungkinkan mereka bercocok tanam di atasnya, dan memudahkan mereka bepergian ke segala penjuru dunia mencari rezeki yang halal dan bersenang-senang.\n\nAllah menciptakan di bumi jurang-jurang yang dalam dan dialiri sungai-sungai yang kecil yang kemudian bersatu menjadi sungai yang besar menuju lautan luas. Diciptakan-Nya pula gunung-gunung yang menjulang ke langit, dihiasi oleh aneka ragam tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang menghijau, yang menyenangkan hati orang-orang yang memandangnya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir. (ar-Ra'd/13: 3)\n\nAyat 19 Surah al-hijr ini menyiratkan bagaimana proses geologi berjalan puluhan, ratusan bahkan jutaan tahun. Berdasarkan kajian saintis, pada dasarnya proses geologi berupa siklus yang tiada berhenti. Di dasar lautan, seperti di Lautan Pasifik misalnya, berjalan suatu proses penghamparan material-material magmatik yang keluar dari punggungan tengah samudra secara terus-menerus dan membentuk lempeng samudra [lihat keterangan an-Naml/27: 88 dan at-thur/52: 6]. Lempengan ini terus bergerak dan menabrak lempengan lainnya. \n\nSementara itu berjalan pula proses erosi yang bermula dari tempat-tempat yang tinggi dan untuk kemudian material hasil erosi ini dihamparkan dan diendapkan pada tempat-tempat yang lebih rendah. Endapan ini kemudian mengalami tekanan akibat pergerakan lempengan-lempengan dan membawa lapisan-lapisan batuan hasil erosi ini tertekuk dan terangkat, sampai membentuk pegunungan. Lihat pula an-Nahl/16: 15 yang terkait dengan ayat ini. \n\nBetapa agungnya Allah yang menciptakan semuanya itu yang dapat dirasakan manfaat dan nikmatnya oleh manusia, tetapi kebanyakan mereka ingkar kepada Sang Penciptanya.\n\nAllah telah menciptakan beraneka ragam tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan, masing-masing mempunyai ukuran dan kadar yang ditentukan. Pohon durian yang batangnya kokoh itu serasi dengan buahnya yang besar dan berduri. Batang padi serasi dan sesuai pula dengan buahnya yang bertangkai dan tanah untuk tempat tumbuhnya. Demikian pula tumbuh-tumbuhan yang lain diciptakan Allah seimbang, serasi, dan sesuai dengan iklim, keadaan daerah, dan keperluan manusia atau binatang tempat ia tumbuh. Sementara itu, perbedaan daerah dan tanah tempat tumbuh suatu pohon akan menimbulkan perbedaan rasa dan ukuran buahnya. Unsur gula di dalam tebu berlainan dengan unsur gula dalam air kelapa, berlainan manisnya dengan mangga dan jeruk. Buah salak sewaktu masih berupa putik dikelilingi oleh duri-duri yang tajam, tetapi setelah ia masak, seakan-akan duri-duri itu menguakkan diri, sehingga mudah untuk manusia mengambil buahnya yang rasanya manis. Putik pepaya pahit rasanya sewaktu masih kecil, sehingga manusia tidak mau mengambil dan memakannya. Semakin besar putiknya itu, semakin berkurang rasa pahitnya, dan semakin dekat pula manusia kepadanya. Setelah masak, buahnya dipetik dan menjadi makanan yang disenangi. Demikian Allah menciptakan sesuatu dengan ukuran dan kadar yang tertentu, sehingga melihat kesempurnaan ciptaan-Nya itu akan bertambah pula iman di dalam hati orang yang mau berpikir dan bertambah pula keyakinan bahwa Allah adalah Maha Sempurna.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (al-An'am/6: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 1822, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u064a\u0650\u0634\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0627\u0632\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa lakum feehaa ma'aayisha wa mal lastum lahoo biraaziqeen" } }, "translation": { "en": "And We have made for you therein means of living and [for] those for whom you are not providers.", "id": "Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1822", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1822.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1822.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu, Kami pun telah menjadikan padanya sumber-sumber dan sarana-sarana kehidupan untuk keperluanmu, wahai manusia, baik berupa sandang, pangan, maupun papan. Dan Kami ciptakan pula beragam makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya, melainkan Kami-lah yang menanggungnya.", "long": "Ayat ini menerangkan anugerah Allah swt yang tidak terhingga kepada manusia, yaitu Dia telah menciptakan bermacam-macam keperluan hidup bagi manusia. Dia telah menciptakan tanah yang subur yang dapat ditanami dengan tanam-tanaman yang berguna dan merupakan kebutuhan pokok baginya. Dia menciptakan air yang dapat diminum dan menghidupkan tanam-tanaman. Dia juga menciptakan burung yang beterbangan di angkasa yang dapat ditangkap dan dijadikan makanan yang enak dan lezat. Diciptakan-Nya laut yang di dalamnya hidup bermacam-macam jenis ikan yang dapat dimakan serta mutiara dan barang tambang yang diperlukan oleh manusia dan menjadi sumber mata pencaharian. Laut yang luas dapat dilayari manusia menuju segenap penjuru dunia. Dialah yang menciptakan segala macam sumber kesenangan bagi manusia itu.\n\nAllah swt menciptakan pula binatang-binatang dan makhluk hidup yang lain yang rezekinya dijamin Allah. Allah telah memudahkan pula bagi manusia segala sumber kebutuhan hidup, yang bisa diolah menjadi pakaian, makanan, obat-obatan, dan sebagainya.\n\nAllah menjadikan pula di bumi anak dan cucu sebagai penghibur dan penerus kehidupan manusia. Sebagian manusia menjadi pelayan atau pembantu, dan sebagian lainnya menjadi tuan atau atasan. Allah juga menciptakan binatang peliharaan dan kesenangan. \n\nAyat ini merupakan peringatan bagi manusia bahwa anak-anak, pembantu-pembantu, dan binatang ternak dijamin Allah rezekinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1823, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0632\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa im min shai'in illaa 'indanaa khazaaa 'inuhoo wa maa nunazziluhooo illaa biqadarim ma'loom" } }, "translation": { "en": "And there is not a thing but that with Us are its depositories, and We do not send it down except according to a known measure.", "id": "Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1823", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1823.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1823.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada sesuatu pun dari makhluk ciptaan Allah di langit dan bumi melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya. Kami yang menguasai, mengatur, dan membagi rezekinya sesuai kehendak dan ketentuan Kami. Kami tidak menurunkannya kepada mereka melainkan dengan ukuran tertentu, yakni sesuai kondisi, kebutuhan, dan keadaan mereka masing-masing.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sumber segala sesuatu yang ada di alam ini adalah ciptaan Allah. Semua berasal dari khazanah atau simpanan perbendaharaan Allah, baik yang berupa sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Semua yang ada di atas bumi maupun di dalam perutnya diciptakan Allah untuk manusia. Manusia diberi tugas oleh Allah untuk mengelola, mengambil manfaat, dan memeliharanya. Hal ini ditegaskan Allah dalam Surah Hud/11 ayat 61:\n\n¦Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya). (Hud/11: 61)\n\nUntuk dapat mengambil manfaat yang besar dari sumber daya alam (SDA) yang tersedia, manusia perlu mengembangkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM)-nya dengan menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian untuk betul-betul dapat menggali sumber daya alam itu perlu modal. Dengan kombinasi atau gabungan antara natural resources, yaitu sumber daya alam, skill atau keterampilan manusia, serta modal yang cukup, manusia dapat meraih rezeki dari Allah untuk kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya. Hal ini sesuai dengan sunatullah yaitu orang yang diberi rezeki hanyalah yang berusaha dan bekerja keras mencarinya.\n\nBerusaha dan bekerja keras untuk memperoleh rezeki dari khazanah perbendaharaan Allah ini juga harus disertai tanggung jawab untuk memelihara (konservasi) kekayaan dan sumber daya alam, dan tidak merusak serta menghancurkannya. Oleh karena itu, pada akhir ayat 61 Surah Hud, Allah mengingatkan manusia supaya selalu mohon ampunan dan bertobat kepada Allah, serta menghentikan perbuatan-perbuatan yang merusak tatanan alam yang telah ditentukan dalam sunatullah. Hal ini dapat diketahui dari pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi.\n\nManusia yang baik menurut tuntunan agama Islam ialah yang dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam ibadah dan khilafah (melaksanakan tugas kepemimpinan dan pengelolaan alam yang baik). Dia memperoleh rezeki dengan bekerja dan berusaha secara baik dan sungguh-sungguh, bukan merusak dan menjadi beban bagi orang lain. \n\nHadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh al-hakim telah memberi tuntunan, antara lain:\n\nDari Rifaah bin Rafi bahwa Nabi saw ditanya orang, \"Usaha manakah yang paling baik?\" Rasulullah berkata, \"Usaha seseorang yang dikerjakan dengan tangannya dan semua jual beli yang mabrur (jual beli yang bersih tidak ada di dalamnya unsur-unsur tipuan, pemaksaan, dan sebagainya).\" (Riwayat al-hakim)\n\nMenurut hadis ini, rezeki yang baik ialah hasil kerja atau usaha yang baik dari orang itu sendiri (bukan pemberian orang lain), dan hasil dari jual beli yang mabrur. Yang dimaksud dengan jual beli yang mabrur ialah jual beli yang dilakukan secara wajar, saling rela antara penjual dan pembeli, tanpa paksaan dan tidak ada kebohongan. Firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu. (an-Nisa'/4: 29)\n\nMenikmati rezeki dari usaha dan keringat sendiri atau hasil dari jual beli adalah cara terhormat sebagai manusia muslim, bukan karena pemberian dan belas kasihan orang lain dan bukan pula karena usaha yang dilarang agama, seperti mengambil hak, atau jual beli dengan memaksa atau tipu muslihat.\n\nAllah Mahaadil dan Mahabijaksana dalam memberikan rezeki kepada para hamba-Nya. Maksudnya ialah memberikan dengan ukuran tertentu, sesuai dengan kebutuhan, keadaan, kemampuan, dan usaha orang tersebut. Dengan demikian, dalam pemberian rezeki tersebut tergambar kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya. Allah swt berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?\" Katakanlah, \"Milik Allah.\" Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. (al-An'am/6: 12)\n\nPenganugerahan karunia dan nikmat Allah kepada para hamba-Nya itu disebutkan dalam Al-Qur'an dengan perkataan anzala (menurunkan), sebagaimana tersebut dalam firman-Nya yang lain:\n\n¦Dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu (az-Zumar/39: 6)\n\nDan firman Allah swt:\n\n.... Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia.... (al-hadid/57: 25)\n\nSesuatu dikatakan turun apabila ia berpindah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, baik dalam arti yang sebenarnya maupun dalam arti kiasan. Oleh karenanya, dari ayat ini dapat dipahami bahwa nikmat dan karunia itu berasal dari Allah Yang Mahatinggi lagi Mahakaya, dianugerahkan kepada makhluk yang lebih rendah daripada-Nya. Semua makhluk tergantung seluruh hidup dan kelanjutan kehidupannya kepada nikmat dan karunia Allah. Dengan demikian, merupakan suatu kewajiban bagi setiap makhluk mensyukuri nikmat dan karunia Allah dengan menghambakan diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1824, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u064e \u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u062d\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u062e\u064e\u0627\u0632\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa arsalnar riyaaha la waaqiha fa anzalnaa minas samaaa'i maaa'an fa asqai naakumoohu wa maaa antum lahoo bikhaazineen" } }, "translation": { "en": "And We have sent the fertilizing winds and sent down water from the sky and given you drink from it. And you are not its retainers.", "id": "Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1824", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1824.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1824.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hal lain yang membuktikan kekuasaan Kami adalah bahwa Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan butir-butir awan dan dari hasil perkawinan itu, Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu sekalian, tumbuh-tumbuhan, dan hewan dengan air itu, dan bukanlah kamu, melainkan Kami-lah, yang menyimpan dan menguasainya.", "long": "Allah menjelaskan sebagian nikmat yang ada dalam perbendaharaan-Nya, yaitu Dia telah mengembuskan angin untuk menyuburkan, mengem-bangkan, dan mengawinkan tumbuh-tumbuhan. Pertumbuhan, perkembang-an, dan perkawinan tumbuh-tumbuhan dengan perantaraan angin itu, maksudnya ialah:\n\n1. Allah mengembuskan angin yang membawa awan yang mengandung hujan. Semakin lama awan yang diembuskan itu menjadi semakin berat dan hitam, hingga berubah menjadi mendung hitam pekat. \n\nMengenai proses terbentuknya hujan, berikut penjelasan berdasarkan kajian ilmiah. Untuk menjelaskan terjadinya hujan, maka harus dilihat dalam suatu siklus air yang penuh. Semua air yang menguap, baik yang berasal dari anak sungai, sungai atau laut, membentuk uap air di atmosfer. Uap ini naik dan akan menjadi dingin saat mencapai atmosfer yang lebih tinggi. Jika terdapat banyak gas di atmosfer maka akan memadat menjadi kelompok gas yang disebut awan. Jika awan tersebut ditiup angin sehingga berkumpul sesamanya, dan naik ke atas sehingga mencapai bagian yang lebih tinggi lagi di lapisan atmosfer, maka uap air akan berubah menjadi tetes-tetes es. Debu, atau apa saja yang ikut menguap kemungkinan akan terperangkap oleh uap air atau tetes-tetes es. Dengan demikian, volume dan berat es yang terbentuk itu akan bertambah.\n\nKetika awan menjadi lebih dingin karena suhu atmosfer yang lebih rendah, air menjadi padat (es) dan jatuh, awalnya seperti tetes-tetes es yang sangat kecil, yang biasanya mencair sebelum mencapai tanah. Dengan demikian, tetes air akan jatuh ke bumi sebagai hujan. Di beberapa pegunungan tinggi atau di bagian dunia yang dingin, es ini tidak mencair sebelum mencapai tanah, sehingga jatuh dalam bentuk salju atau es. \n\nKemudian dari awan mendung itu turun hujan yang membasahi permukaan bumi, sehingga tanah yang semula kering menjadi subur. Tumbuh-tumbuhan dan tanam-tanaman menjadi tumbuh dan berkembang lalu berbunga, berputik, dan berbuah. Sebagian buahnya hanya dapat dimanfaatkan manusia dan binatang, sedang sebagian yang lain tumbuh dan berkembang lagi untuk melanjutkan keturunan dan mempertahankan jenisnya dari kepunahan. Sebagian tumbuh-tumbuhan ada yang berkembang dengan menanam bagian batangnya. Dengan siraman air hujan, maka batang yang ditanam ini akan tumbuh dan berkembang. \n\nSecara ilmiah dapat dijelaskan bahwa butiran air hujan mengandung bahan-bahan revitalisasi tersebut biasa dikenal dengan nama \"surface tension droplets\". Unsur-unsur ini diperoleh dari lapisan permukaan laut, yang biasa disebut \"lapisan mikro\" ikut menguap. Pada lapisan luar butir air hujan ditemukan banyak serasah organik yang berasal dari proses pembusukan (dekomposisi) algae renik dan zooplankton. Beberapa serasah ini mengumpulkan dan menyerap beberapa elemen, seperti fosfor, magnesium dan kalium, yang jarang terdapat dalam air laut. Serasah ini juga mengandung logam berat seperti tembaga, seng, kobalt dan besi. Tanaman di daratan, dan juga kehidupan di laut sendiri, akan memperoleh sebagian besar garam-garam mineral dan elemen lainnya yang diperlukannya untuk hidupnya bersamaan dengan datangnya air hujan.\n\nGaram-garam yang turun bersama air hujan merupakan suatu miniatur dari pupuk yang biasa digunakan dalam pertanian (unsur-unsur NPK dan sebagainya). Logam berat di udara yang terbawa turun air hujan akan membentuk elemen yang meningkatkan produktivitas pada saat pertumbuhan dan pembuahan tanaman. Dengan demikian, hujan adalah sumber pupuk yang sangat penting. Para ahli memperkirakan, bahwa dengan pupuk yang dikandung pada butiran hujan saja, dalam waktu 100 tahun, tanah yang miskin hara dapat mengumpulkan semua elemen yang diperlukan untuk tumbuhnya pepohonan. Hutan juga tumbuh dan memperoleh keperluan hidupnya dari semua bahan kimia yang berasal dari laut. Dengan cara demikian, diperkirakan bahwa setiap tahun, sekitar 150 juta ton pupuk jatuh ke bumi. \n\nProses angin meniup awan, hingga menjadi hujan yang membasahi permukaan bumi, menghidupkan tanah yang mati, dijelaskan oleh firman Allah swt:\n\nDan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih. (al-Furqan/25: 48)\n\n2. Allah swt mengembuskan angin yang menerbangkan tepung sari dari beragam bunga. Maka hinggaplah tepung sari jantan pada putik bunga, sehingga terjadilah perkawinan yang memunculkan bakal buah, dan buah-buahan menjadi masak terasa yang lezat dan nikmat bagi manusia serta bijinya dapat tumbuh dan berbuah pula di tempat lain.\n\nMenurut kajiian ilmiah, ayat diatas nampaknya memberikan isyarat tentang proses fenomena botanik yang dikenal dengan penyerbukkan atau persarian. Pada tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) maka penyerbuk-an atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (pollen) pada liang bakal biji (microphyl) yang berhubungan langsung dengan bakal-biji. Sedangkan pada jenis tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae), maka penyerbukan atau persarian adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (pollen) dari benang sari (stamen) ke kepala putik (stigma). Penyerbukan kemudian diikuti dengan pembuahan atau fertilisasi. Inilah proses perkawinan di dunia botani (tumbuh-tumbuhan).\n\nPenyerbukan memerlukan perantara atau vektor. Berdasarkan perantara atau vektor, maka proses penyerbukan dikelompokkan menjadi penyerbukan oleh angin, air, atau hewan/ serangga. Kalimat dalam ayat diatas yang berbunyi 'Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan mengisyarat-kan peristiwa penyerbukan dengan perantaraan angin, yang dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai anemophily atau anemogamy.\n\n3. Hembusan angin dapat membersihkan kotoran debu yang hinggap pada batang dan daun tumbuh-tumbuhan, sehingga tumbuh-tumbuhan itu mudah bernafas dan menjadi besar, serta daunnya mudah menyerap sinar matahari yang menambah kekokohan dan kesuburannya.\n\nHal ini memberikan pelajaran bagaimana manusia membuat perkawinan buatan (al-talqih al-sina'i) pada berbagai macam pohon bunga dan buah-buahan. Dengan cara itu dapat dihasilkan bunga dengan buah yang banyak. Bahkan dengan perkawinan silang antar beberapa jenis buah, dapat dihasilkan bunga yang lebih indah dan lebih banyak warna, serta buah yang lebih lezat atau lebih besar ukurannya.\n\nDari perkawinan buatan pada tumbuh-tumbuhan, manusia kemudian dapat mengembangkan perkawinan buatan pada beberapa binatang ternak seperti sapi, kambing, kuda, dan lain-lain. Perkawinan buatan ini menghasilkan ternak yang lebih besar dan banyak dagingnya, serta lebih tahan terhadap penyakit. Demikian jika manusia mau belajar dari petunjuk-petunjuk Allah dalam ayat-ayat Al-Qur'an.\n\nNikmat Allah swt yang lain yang berhubungan dengan air yang diturunkan-Nya dari langit sebagaimana tersebut dalam ayat ini ialah: Allah menurunkan hujan dari langit, kemudian air itu dijadikan bagi manusia sebagai minuman yang dapat melepaskan dahaga, sebagaimana firman Allah swt:\n\nPernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur? (al-Waqi'ah/56: 68-70)\n\nDan firman Allah swt:\n\nDan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih, agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak. (al-Furqan/25: 48-49)\n\nDalam ayat ini ditegaskan bahwa Allah yang mengatur air hujan kapan diturunkan dan di kawasan mana sesuai dengan kehendak-Nya. Akan tetapi, manusia bertugas mengatur pemakaian dan penyimpanan air di bumi supaya hujan yang merupakan rahmat itu tidak berubah menjadi bencana. Dengan kehendak-Nya, Allah menganugerahkan air kepada manusia, sehingga mereka dapat minum, mencuci, mengairi sawah dan ladang, dan memberi minum binatang ternak. Air itu mengairi sungai-sungai, danau-danau, dan lautan yang dapat dilayari manusia dan menjadi salah satu sumber rezeki dan kehidupan yang tidak habis-habisnya. Jika Allah swt menghendaki, disimpan-Nya air itu di dalam tanah atau di perut bumi yang dapat digali dan dipompa oleh manusia yang memerlukannya, terutama pada musim kemarau. Hal ini diterangkan Allah swt dalam firman-Nya yang lain\n\nDan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya. (al-Mu'minun/23: 18)\n\nDan firman-Nya:\n\nApakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat. (az-Zumar/39: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 1825, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innnaa la nahnu nuhyee wa numeetu wa nahnul waarisoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, it is We who give life and cause death, and We are the Inheritor.", "id": "Dan sungguh, Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1825", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1825.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1825.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya di langit dan bumi, Allah lalu menyatakan, \"Dan ketahuilah bahwa sungguh, Kamilah yang menghidupkan apa yang ada di alam, termasuk manusia, dan kami pula yang mematikan mereka, dan Kami pula yang mewarisi apa saja yang ditinggalkan oleh makhluk-makhluk itu.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah yang menghidupkan manusia jika Ia menghendaki, dan Dia pula yang mematikannya jika Dia menghendaki. \n\nSelanjutnya, sebagaimana dijelaskan Ibnu Jarir ath-thabari dalam tafsirnya, jika semua yang hidup ini telah mati, maka di saat itu hanya Allah sajalah yang hidup, karena hanya Dia sajalah yang kekal. Kemudian Allah membangkitkan manusia kembali untuk ditimbang dan dihitung amal perbuatannya, sebagaimana firman Allah swt:\n\nTidak ada tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu dahulu. (ad-Dukhan/44: 8)\n\nAyat 23 ini diakhiri dengan ungkapan wa nahnul-waritsun (dan Kami pulalah yang mewarisi). Al-Qasimi dalam tafsirnya Mahasin at-Ta'wil menjelaskan bahwa Kami (pulalah) yang mewarisi, maksudnya ialah Kamilah yang masih ada dan menerima atau memiliki semua yang telah ditinggalkan manusia yang telah mati. Istilah waris ini juga digunakan Nabi dalam doanya:\n\nDan jadikanlah dia pewaris dari kita. (Riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu Umar)" } } }, { "number": { "inQuran": 1826, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la qad 'alimnal mustaqdimeena minkum wa laqad 'alimnal mustaakhireen" } }, "translation": { "en": "And We have already known the preceding [generations] among you, and We have already known the later [ones to come].", "id": "Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1826", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1826.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1826.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu, baik tentang kehidupan maupun kematian mereka, dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian, yaitu umat pada masa sekarang dan masa mendatang.\"", "long": "Dalam suatu riwayat yang disampaikan oleh at-Tirmizi dan al-hakim dari Ibnu Abbas diterangkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan wanita cantik yang salat mengikuti Nabi saw. Oleh karena itu, sebagian sahabat yang ingin salat mengikuti Nabi saw maju ke saf pertama agar tidak dapat melihat wanita itu. Mereka khawatir dengan melihat muka wanita itu salat menjadi batal. Sedang sebagian sahabat yang lain mundur ke bagian belakang dengan harapan dapat melihat muka wanita itu di waktu rukuk melalui ketiak mereka. Maka turun ayat ini mencela perbuatan sahabat itu. Allah swt mengetahui maksud para sahabat yang maju ke saf pertama dan maksud para sahabat yang mundur ke saf belakang.\n\nHal ini menunjukkan bahwa para sahabat Nabi sebagai manusia ada yang sangat baik, sangat memelihara salat mereka supaya tidak melihat wanita cantik karena khawatir dapat membatalkan salat. Akan tetapi, ada yang justru ingin melihat wanita cantik itu. Hal ini adalah wajar dan bersifat manusiawi, serta belum sampai pada perbuatan dosa yang melanggar agama.\n\nSekalipun ayat ini diturunkan dengan peristiwa di atas, tetapi meliputi juga pengetahuan Allah swt terhadap segala yang tersirat dan tergores di dalam hati seseorang.\n\nBerdasarkan sabab nuzul ini, maka Ibnu 'Abbas mengartikan al-mustaqdimin wal-musta'khirin sebagai keutamaan salat pada saf terdepan dibandingkan dengan salat pada saf paling belakang. Sebagian ulama mengartikannya dengan pengetahuan terhadap manusia yang diciptakan lebih dulu, manusia sekarang, dan manusia yang diciptakan belakangan. \n\nArti lain dari al-mustaqdimin wal-musta'khirin adalah Allah mengetahui masa lampau dan masa mendatang manusia. Ada pula ulama yang mengartikan al-mustaqdimin sebagai orang-orang yang bersegera melakukan kebaikan, dan al-musta'khirin dengan arti sebaliknya.\n\nPada ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa Dialah yang Mahakuasa mengetahui semua yang terdahulu beserta peristiwa yang telah terjadi dari yang paling besar sampai yang paling kecil. Dia mengetahui apa yang ada sekarang ini, dan mengetahui apa yang terjadi pada masa yang akan datang, tidak satu pun kejadian yang tidak diketahui-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1827, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 219, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka Huwa yahshuruhum; innahoo Hakeem 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord will gather them; indeed, He is Wise and Knowing.", "id": "Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan mengumpulkan mereka. Sungguh, Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1827", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1827.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1827.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu yang telah memberi manusia kehidupan dan berbagai kenikmatan, Dialah yang akan mematikan dan mengumpulkan mereka semua di Padang Mahsyar. Sungguh, Dia adalah Tuhan Yang Mahabijaksana dengan menempatkan sesuatu dengan tepat, Maha Mengetahui segala sesuatu, besar maupun kecil, baik yang terjadi di masa lalu, masa sekarang, maupun masa mendatang.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah swt akan mengumpulkan semua manusia di akhirat nanti, baik yang terdahulu, sekarang, maupun akan datang. Semua mereka akan ditimbang amal perbuatannya, tidak ada satupun yang tidak ditimbang, karena tidak satupun dari perbuatan itu yang luput dari pengetahuan Allah. Kemudian Dia memberikan pahala dan pembalasan kepada manusia sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan. Allah Mahabijaksana dan Maha Mengetahui segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 1828, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0635\u064e\u0644\u0652\u0635\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0625\u064d \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad khalaqnal insaana min salsaalim min hama im masnoon" } }, "translation": { "en": "And We did certainly create man out of clay from an altered black mud.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1828", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1828.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1828.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menggambarkan nikmat-nikmat Allah di alam sekitar manusia, melalui ayat-ayat berikut Allah menjelaskan penciptaan manusia. Allah menyatakan, \"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia, yakni Adam, dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah menyempurnakan bentuk ciptaan-Nya, Allah lalu meniupkan roh kepadanya. Menurut para saintis, kata hama' (lumpur hitam) pada ayat ini mengisyaratkan akan terlibatnya molekul air (H2O) dalam proses terbentuknya molekul-molekul pendukung proses kehidupan. Seperti diketahui 'air adalah media bagi terjadinya suatu proses reaksi kimiawi/biokimiawi untuk membentuk suatu molekul baru. Kata \"yang diberi bentuk\", mengisyaratkan bahwa reaksi biokimiawi yang terjadi dalam media berair itu, telah menjadikan unsur-unsur, yang semula 'hanya atom-atom menjadi suatu molekul organik, yang susunan dan bentuknya tertentu, seperti asam amino atau nukleotida. \n\nPada ayat yang lain, Allah swt menerangkan kejadian manusia itu:\n\nDia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap. (ar-Rahman/55: 14-15)\n\nSecara ilmiah, tembikar adalah semacam porcelain, yang dalam proses reaksi kimiawi dapat digunakan sebagai katalis untuk terjadinya proses polimerisasi. Kata \"tanah kering seperti tembikar\" mungkin mengisyaratkan terjadinya proses polimerasasi atau reaksi perpanjangan rantai molekul dari asam-asam amino menjadi protein atau dari nukleotida menjadi polinukleotida, termasuk molekul Desoxyribonucleic Acid (DNA), suatu materi penyusun struktur gena makhluk hidup.\n\nDan firman Allah swt:\n\n(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, \"Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.\" (shad/38: 71-72)\n\nYang dimaksud dengan insan (manusia) dalam ayat ini, ialah Adam a.s. yang merupakan bapak seluruh manusia. Sebagian ahli tafsir berpendapat Adam yang disebut dalam ayat ini bukanlah manusia pertama, karena sebelum itu Allah swt telah menciptakan beribu-ribu Adam. Tetapi Nabi Adam adalah nabi pertama yang diberi tugas untuk berdakwah kepada manusia agar mengikuti jalan yang benar.\n\nDalam hadis Nabi diterangkan proses penciptaan Adam itu. Nabi Muhammad saw bersabda:\n\nSesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menciptakan Adam dari kepalan tanah yang diambil dari segala macam tanah, maka lahirlah anak Adam menurut kadar tanah itu. Di antara mereka ada yang merah, ada yang hitam, dan ada di antara kedua warna itu. Ada yang mudah, ada yang sukar, ada yang baik, dan ada yang buruk. (Riwayat Ahmad dan Muslim dari 'Aisyah)" } } }, { "number": { "inQuran": 1829, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Waljaaanna khalaqnaahu min qablu min naaris samoom" } }, "translation": { "en": "And the jinn We created before from scorching fire.", "id": "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1829", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1829.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1829.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum penciptaan Adam dari api yang sangat panas.\"", "long": "Allah swt menerangkan bahwa Dia telah menciptakan jin dari api yang sangat panas sebelum menciptakan Adam. Tentang hakikat api ini, hanyalah Allah yang mengetahui. Sesuai dengan hadis di atas bahwa tabiat manusia itu berbeda-beda menurut keadaan tanah yang membentuk dirinya, maka hal ini dapat dijadikan dalil bahwa tabiat jin itu sesuai dengan tabiat asal kejadiannya.\n\nSebagaimana api bersifat panas, maka tabiat jin pun demikian pula. Api dengan tiba-tiba dapat menggejolak menjadi besar, kemudian tiba-tiba menjadi susut dan kecil. Demikian pula jin, suka tergesa-gesa, cepat menjadi marah, suka mempermainkan dan menyakiti manusia, kadang-kadang tunduk dan patuh kepada Allah, tetapi serta merta membangkang dan mendurhakai Allah. Manusia bersifat sesuai dengan sifat asal kejadiannya, seperti bersifat sabar, suka menumbuhkan, mengembangkan, memelihara dan mencari sesuatu yang baik, suka mengindahkan perintah, mempunyai sifat suka tunduk dan patuh, walaupun kadang-kadang ia durhaka kepada Allah karena tunduk dan mengikuti hawa nafsunya.\n\nDalam hadis qudsi disebutkan asal kejadian malaikat, jin dan manusia berdasarkan riwayat 'Aisyah:\n\nAllah swt berfirman, \"Aku telah menciptakan malaikat dari cahaya, dan Aku telah menciptakan jin dari nyala api dan telah diciptakan Adam sebagaimana yang telah diterangkan kepadamu.\" (Riwayat Ahmad dan Muslim dari 'Aisyah)\n\nJin termasuk makhluk Allah. Sebagaimana makhluk Allah yang lain, maka jin itu ada yang taat kepada Allah dan ada pula yang durhaka, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (al-Jinn/72: 11)\n\nJin itu diberi beban dan tanggung jawab oleh Allah, sebagaimana manusia diberi beban dan tanggung jawab, ia berkembang dan berketurunan. Hanya saja manusia tidak dapat melihatnya, sedang ia dapat melihat manusia. \n\nKarena itu, jin ada yang tunduk patuh kepada Allah, dan ada pula yang durhaka seperti Iblis. Allah swt berfirman:\n\nDan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus. (al-Jinn/72: 14)\n\nMenurut Ibnu 'Abbas, yang dimaksud dengan jan (jin) dalam ayat ini ialah bapak dari segala jin, sebagaimana Adam adalah bapak dari segala manusia. Sedang Iblis adalah bapak dari segala setan. Jin-jin itu juga makan, minum, hidup, dan mati seperti manusia. \n\nAllah swt berfirman:\n\nWahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (al-A'raf/7: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 1830, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064c \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0635\u064e\u0644\u0652\u0635\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0625\u064d \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Rabbuka lilmalaaa' ikati innee khaaliqum basharam min salsaalim min hama im masnoon" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when your Lord said to the angels, \"I will create a human being out of clay from an altered black mud.", "id": "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1830", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1830.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1830.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia, yakni Adam, dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan agar Nabi Muhammad saw mengingatkan umatnya, tatkala Allah mengatakan kepada para malaikat tentang maksud-Nya untuk menciptakan Adam. Dia akan menciptakan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, dan jika Dia telah menyempurnakan bentuknya dengan sebaik-baiknya, akan ditiupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya serta akan memerintahkan malaikat dan Iblis sujud kepadanya sebagai penghormatan kepadanya.\n\nPerintah Allah ini dilaksanakan oleh para malaikat dengan patuh dan khidmat, kecuali Iblis. Ia enggan bersujud kepada Adam, karena ia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya daripada Adam. Ia diciptakan dari api, sedang Adam diciptakan dari tanah.\n\nKebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa penciptaan Adam dan peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah Allah serta ketaatan dan keikhlasan malaikat melaksanakan perintah itu menggambarkan watak dari ketiga macam makhluk Allah tersebut. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak pernah mengingkarinya sedikit pun. Oleh karena itu, malaikat dijadikan Allah sebagai pengawal dan pengatur bumi dengan izin-Nya, dan diperintahkan tunduk kepada Adam beserta keturunannya.\n\nAdapun manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Penggabungan kedua macam unsur ini menyebabkan manusia mempunyai potensi untuk mengambil manfaat dari bumi seluruhnya dengan pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya. Terbuka berbagai kemungkinan baginya untuk berbuat dan bekerja guna memenuhi dan melengkapi kebutuhan yang diperlukannya dengan menggali dan mengambilnya dari perbendaharaan Allah swt.\n\nDengan potensi diri dan ilmu pengetahuan, manusia dapat memanfaatkan air, udara, barang tambang, tumbuh-tumbuhan, binatang ternak, garis edar planet-planet, kekuatan listrik, kekuatan atom, dan sebagainya. Dengan demikian, tampaklah kelebihan manusia dari malaikat dan setan sebagai-mana yang dapat dipahami dari jawaban Allah kepada para malaikat waktu Adam a.s. akan diciptakan Allah. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Dia berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.\" (al-Baqarah/2: 30)\n\nDi atas telah diterangkan keingkaran Iblis yang tidak mau mengikuti perintah Allah agar sujud kepada Adam. Diterangkan pula berbagai alasan yang dikemukakan Iblis sehubungan dengan keingkarannya itu. Sikap Iblis yang demikian menunjukkan kebodohan dan kefasikannya, karena:\n\n1. Ia menentang perintah Tuhannya, sebagaimana yang dipahami dari jawabannya.\n\n2. Ia mengemukakan alasan-alasan yang sangat lemah. Alasan-alasan itu menunjukkan kebodohannya sendiri.\n\n3. Ia tidak mau mengikuti perintah Allah dengan mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam. \n\n4. Alasan yang dikemukakan bahwa ia lebih baik dari Adam merupakan pendapatnya sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh akal pikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 1831, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0641\u064e\u062e\u0652\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0641\u064e\u0642\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa izaa sawwaituhoo wa nafakhtu feehi mir roohee faqa'oo lahoo saajideen" } }, "translation": { "en": "And when I have proportioned him and breathed into him of My [created] soul, then fall down to him in prostration.\"", "id": "Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1831", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1831.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1831.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadian-nya dan Aku telah meniupkan roh ciptaan-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu, wahai para malaikat, dengan sukarela sebagai tanda penghormatan kamu kepadanya dengan bersujud.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan agar Nabi Muhammad saw mengingatkan umatnya, tatkala Allah mengatakan kepada para malaikat tentang maksud-Nya untuk menciptakan Adam. Dia akan menciptakan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, dan jika Dia telah menyempurnakan bentuknya dengan sebaik-baiknya, akan ditiupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya serta akan memerintahkan malaikat dan Iblis sujud kepadanya sebagai penghormatan kepadanya.\n\nPerintah Allah ini dilaksanakan oleh para malaikat dengan patuh dan khidmat, kecuali Iblis. Ia enggan bersujud kepada Adam, karena ia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya daripada Adam. Ia diciptakan dari api, sedang Adam diciptakan dari tanah.\n\nKebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa penciptaan Adam dan peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah Allah serta ketaatan dan keikhlasan malaikat melaksanakan perintah itu menggambarkan watak dari ketiga macam makhluk Allah tersebut. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak pernah mengingkarinya sedikit pun. Oleh karena itu, malaikat dijadikan Allah sebagai pengawal dan pengatur bumi dengan izin-Nya, dan diperintahkan tunduk kepada Adam beserta keturunannya.\n\nAdapun manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Penggabungan kedua macam unsur ini menyebabkan manusia mempunyai potensi untuk mengambil manfaat dari bumi seluruhnya dengan pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya. Terbuka berbagai kemungkinan baginya untuk berbuat dan bekerja guna memenuhi dan melengkapi kebutuhan yang diperlukannya dengan menggali dan mengambilnya dari perbendaharaan Allah swt.\n\nDengan potensi diri dan ilmu pengetahuan, manusia dapat memanfaatkan air, udara, barang tambang, tumbuh-tumbuhan, binatang ternak, garis edar planet-planet, kekuatan listrik, kekuatan atom, dan sebagainya. Dengan demikian, tampaklah kelebihan manusia dari malaikat dan setan sebagai-mana yang dapat dipahami dari jawaban Allah kepada para malaikat waktu Adam a.s. akan diciptakan Allah. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Dia berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.\" (al-Baqarah/2: 30)\n\nDi atas telah diterangkan keingkaran Iblis yang tidak mau mengikuti perintah Allah agar sujud kepada Adam. Diterangkan pula berbagai alasan yang dikemukakan Iblis sehubungan dengan keingkarannya itu. Sikap Iblis yang demikian menunjukkan kebodohan dan kefasikannya, karena:\n\n1. Ia menentang perintah Tuhannya, sebagaimana yang dipahami dari jawabannya.\n\n2. Ia mengemukakan alasan-alasan yang sangat lemah. Alasan-alasan itu menunjukkan kebodohannya sendiri.\n\n3. Ia tidak mau mengikuti perintah Allah dengan mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam. \n\n4. Alasan yang dikemukakan bahwa ia lebih baik dari Adam merupakan pendapatnya sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh akal pikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 1832, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasajadal malaaa'ikatu kulluhum ajma'oon" } }, "translation": { "en": "So the angels prostrated - all of them entirely,", "id": "Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1832", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1832.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1832.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dengan segera dan serta merta bersujudlah para malaikat itu semuanya secara bersama-sama dengan penuh kepatuhan dan ketaatan,", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan agar Nabi Muhammad saw mengingatkan umatnya, tatkala Allah mengatakan kepada para malaikat tentang maksud-Nya untuk menciptakan Adam. Dia akan menciptakan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, dan jika Dia telah menyempurnakan bentuknya dengan sebaik-baiknya, akan ditiupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya serta akan memerintahkan malaikat dan Iblis sujud kepadanya sebagai penghormatan kepadanya.\n\nPerintah Allah ini dilaksanakan oleh para malaikat dengan patuh dan khidmat, kecuali Iblis. Ia enggan bersujud kepada Adam, karena ia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya daripada Adam. Ia diciptakan dari api, sedang Adam diciptakan dari tanah.\n\nKebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa penciptaan Adam dan peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah Allah serta ketaatan dan keikhlasan malaikat melaksanakan perintah itu menggambarkan watak dari ketiga macam makhluk Allah tersebut. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak pernah mengingkarinya sedikit pun. Oleh karena itu, malaikat dijadikan Allah sebagai pengawal dan pengatur bumi dengan izin-Nya, dan diperintahkan tunduk kepada Adam beserta keturunannya.\n\nAdapun manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Penggabungan kedua macam unsur ini menyebabkan manusia mempunyai potensi untuk mengambil manfaat dari bumi seluruhnya dengan pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya. Terbuka berbagai kemungkinan baginya untuk berbuat dan bekerja guna memenuhi dan melengkapi kebutuhan yang diperlukannya dengan menggali dan mengambilnya dari perbendaharaan Allah swt.\n\nDengan potensi diri dan ilmu pengetahuan, manusia dapat memanfaatkan air, udara, barang tambang, tumbuh-tumbuhan, binatang ternak, garis edar planet-planet, kekuatan listrik, kekuatan atom, dan sebagainya. Dengan demikian, tampaklah kelebihan manusia dari malaikat dan setan sebagai-mana yang dapat dipahami dari jawaban Allah kepada para malaikat waktu Adam a.s. akan diciptakan Allah. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Dia berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.\" (al-Baqarah/2: 30)\n\nDi atas telah diterangkan keingkaran Iblis yang tidak mau mengikuti perintah Allah agar sujud kepada Adam. Diterangkan pula berbagai alasan yang dikemukakan Iblis sehubungan dengan keingkarannya itu. Sikap Iblis yang demikian menunjukkan kebodohan dan kefasikannya, karena:\n\n1. Ia menentang perintah Tuhannya, sebagaimana yang dipahami dari jawabannya.\n\n2. Ia mengemukakan alasan-alasan yang sangat lemah. Alasan-alasan itu menunjukkan kebodohannya sendiri.\n\n3. Ia tidak mau mengikuti perintah Allah dengan mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam. \n\n4. Alasan yang dikemukakan bahwa ia lebih baik dari Adam merupakan pendapatnya sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh akal pikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 1833, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 14, "page": 263, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaaa ibleesa abaaa ai yakoona ma'as saajideen" } }, "translation": { "en": "Except Iblees, he refused to be with those who prostrated.", "id": "kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1833", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1833.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1833.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali Iblis; ia enggan ikut bersujud bersama-sama para malaikat yang sujud itu.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan agar Nabi Muhammad saw mengingatkan umatnya, tatkala Allah mengatakan kepada para malaikat tentang maksud-Nya untuk menciptakan Adam. Dia akan menciptakan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, dan jika Dia telah menyempurnakan bentuknya dengan sebaik-baiknya, akan ditiupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya serta akan memerintahkan malaikat dan Iblis sujud kepadanya sebagai penghormatan kepadanya.\n\nPerintah Allah ini dilaksanakan oleh para malaikat dengan patuh dan khidmat, kecuali Iblis. Ia enggan bersujud kepada Adam, karena ia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya daripada Adam. Ia diciptakan dari api, sedang Adam diciptakan dari tanah.\n\nKebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa penciptaan Adam dan peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah Allah serta ketaatan dan keikhlasan malaikat melaksanakan perintah itu menggambarkan watak dari ketiga macam makhluk Allah tersebut. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak pernah mengingkarinya sedikit pun. Oleh karena itu, malaikat dijadikan Allah sebagai pengawal dan pengatur bumi dengan izin-Nya, dan diperintahkan tunduk kepada Adam beserta keturunannya.\n\nAdapun manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Penggabungan kedua macam unsur ini menyebabkan manusia mempunyai potensi untuk mengambil manfaat dari bumi seluruhnya dengan pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya. Terbuka berbagai kemungkinan baginya untuk berbuat dan bekerja guna memenuhi dan melengkapi kebutuhan yang diperlukannya dengan menggali dan mengambilnya dari perbendaharaan Allah swt.\n\nDengan potensi diri dan ilmu pengetahuan, manusia dapat memanfaatkan air, udara, barang tambang, tumbuh-tumbuhan, binatang ternak, garis edar planet-planet, kekuatan listrik, kekuatan atom, dan sebagainya. Dengan demikian, tampaklah kelebihan manusia dari malaikat dan setan sebagai-mana yang dapat dipahami dari jawaban Allah kepada para malaikat waktu Adam a.s. akan diciptakan Allah. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Dia berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.\" (al-Baqarah/2: 30)\n\nDi atas telah diterangkan keingkaran Iblis yang tidak mau mengikuti perintah Allah agar sujud kepada Adam. Diterangkan pula berbagai alasan yang dikemukakan Iblis sehubungan dengan keingkarannya itu. Sikap Iblis yang demikian menunjukkan kebodohan dan kefasikannya, karena:\n\n1. Ia menentang perintah Tuhannya, sebagaimana yang dipahami dari jawabannya.\n\n2. Ia mengemukakan alasan-alasan yang sangat lemah. Alasan-alasan itu menunjukkan kebodohannya sendiri.\n\n3. Ia tidak mau mengikuti perintah Allah dengan mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam. \n\n4. Alasan yang dikemukakan bahwa ia lebih baik dari Adam merupakan pendapatnya sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh akal pikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 1834, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaaa Ibleesu maa laka allaa takoona ma'as saajideen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, O Iblees, what is [the matter] with you that you are not with those who prostrate?\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1834", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1834.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1834.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat keengganan dan pembangkangan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam meski mendapat perintah langsung dari Allah, Dia berfirman, \"Wahai Iblis, apa sebabnya kamu tidak mau ikut sujud bersama mereka, yakni para malaikat yang sujud dengan penuh kepatuhan dan ketaatan itu?\"", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan agar Nabi Muhammad saw mengingatkan umatnya, tatkala Allah mengatakan kepada para malaikat tentang maksud-Nya untuk menciptakan Adam. Dia akan menciptakan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, dan jika Dia telah menyempurnakan bentuknya dengan sebaik-baiknya, akan ditiupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya serta akan memerintahkan malaikat dan Iblis sujud kepadanya sebagai penghormatan kepadanya.\n\nPerintah Allah ini dilaksanakan oleh para malaikat dengan patuh dan khidmat, kecuali Iblis. Ia enggan bersujud kepada Adam, karena ia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya daripada Adam. Ia diciptakan dari api, sedang Adam diciptakan dari tanah.\n\nKebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa penciptaan Adam dan peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah Allah serta ketaatan dan keikhlasan malaikat melaksanakan perintah itu menggambarkan watak dari ketiga macam makhluk Allah tersebut. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak pernah mengingkarinya sedikit pun. Oleh karena itu, malaikat dijadikan Allah sebagai pengawal dan pengatur bumi dengan izin-Nya, dan diperintahkan tunduk kepada Adam beserta keturunannya.\n\nAdapun manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Penggabungan kedua macam unsur ini menyebabkan manusia mempunyai potensi untuk mengambil manfaat dari bumi seluruhnya dengan pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya. Terbuka berbagai kemungkinan baginya untuk berbuat dan bekerja guna memenuhi dan melengkapi kebutuhan yang diperlukannya dengan menggali dan mengambilnya dari perbendaharaan Allah swt.\n\nDengan potensi diri dan ilmu pengetahuan, manusia dapat memanfaatkan air, udara, barang tambang, tumbuh-tumbuhan, binatang ternak, garis edar planet-planet, kekuatan listrik, kekuatan atom, dan sebagainya. Dengan demikian, tampaklah kelebihan manusia dari malaikat dan setan sebagai-mana yang dapat dipahami dari jawaban Allah kepada para malaikat waktu Adam a.s. akan diciptakan Allah. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Dia berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.\" (al-Baqarah/2: 30)\n\nDi atas telah diterangkan keingkaran Iblis yang tidak mau mengikuti perintah Allah agar sujud kepada Adam. Diterangkan pula berbagai alasan yang dikemukakan Iblis sehubungan dengan keingkarannya itu. Sikap Iblis yang demikian menunjukkan kebodohan dan kefasikannya, karena:\n\n1. Ia menentang perintah Tuhannya, sebagaimana yang dipahami dari jawabannya.\n\n2. Ia mengemukakan alasan-alasan yang sangat lemah. Alasan-alasan itu menunjukkan kebodohannya sendiri.\n\n3. Ia tidak mau mengikuti perintah Allah dengan mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam. \n\n4. Alasan yang dikemukakan bahwa ia lebih baik dari Adam merupakan pendapatnya sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh akal pikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 1835, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064e \u0644\u0650\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064d \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0635\u064e\u0644\u0652\u0635\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0625\u064d \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala lam akul li asjuda libasharin khalaqtahoo min salsaalim min hama im masnoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Never would I prostrate to a human whom You created out of clay from an altered black mud.\"", "id": "Ia (Iblis) berkata, “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1835", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1835.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1835.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendapat pertanyaan demikian dari Allah, ia (Iblis) berkata dengan pongah, \"Aku sekali-kali tidak akan pernah sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.\" Aku lebih mulia daripadanya karena Engkau telah menciptakan aku dari api. (Lihat: Surah al-A'ra f/7: 12)", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan agar Nabi Muhammad saw mengingatkan umatnya, tatkala Allah mengatakan kepada para malaikat tentang maksud-Nya untuk menciptakan Adam. Dia akan menciptakan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, dan jika Dia telah menyempurnakan bentuknya dengan sebaik-baiknya, akan ditiupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya serta akan memerintahkan malaikat dan Iblis sujud kepadanya sebagai penghormatan kepadanya.\n\nPerintah Allah ini dilaksanakan oleh para malaikat dengan patuh dan khidmat, kecuali Iblis. Ia enggan bersujud kepada Adam, karena ia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya daripada Adam. Ia diciptakan dari api, sedang Adam diciptakan dari tanah.\n\nKebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa penciptaan Adam dan peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah Allah serta ketaatan dan keikhlasan malaikat melaksanakan perintah itu menggambarkan watak dari ketiga macam makhluk Allah tersebut. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak pernah mengingkarinya sedikit pun. Oleh karena itu, malaikat dijadikan Allah sebagai pengawal dan pengatur bumi dengan izin-Nya, dan diperintahkan tunduk kepada Adam beserta keturunannya.\n\nAdapun manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Penggabungan kedua macam unsur ini menyebabkan manusia mempunyai potensi untuk mengambil manfaat dari bumi seluruhnya dengan pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya. Terbuka berbagai kemungkinan baginya untuk berbuat dan bekerja guna memenuhi dan melengkapi kebutuhan yang diperlukannya dengan menggali dan mengambilnya dari perbendaharaan Allah swt.\n\nDengan potensi diri dan ilmu pengetahuan, manusia dapat memanfaatkan air, udara, barang tambang, tumbuh-tumbuhan, binatang ternak, garis edar planet-planet, kekuatan listrik, kekuatan atom, dan sebagainya. Dengan demikian, tampaklah kelebihan manusia dari malaikat dan setan sebagai-mana yang dapat dipahami dari jawaban Allah kepada para malaikat waktu Adam a.s. akan diciptakan Allah. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Dia berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.\" (al-Baqarah/2: 30)\n\nDi atas telah diterangkan keingkaran Iblis yang tidak mau mengikuti perintah Allah agar sujud kepada Adam. Diterangkan pula berbagai alasan yang dikemukakan Iblis sehubungan dengan keingkarannya itu. Sikap Iblis yang demikian menunjukkan kebodohan dan kefasikannya, karena:\n\n1. Ia menentang perintah Tuhannya, sebagaimana yang dipahami dari jawabannya.\n\n2. Ia mengemukakan alasan-alasan yang sangat lemah. Alasan-alasan itu menunjukkan kebodohannya sendiri.\n\n3. Ia tidak mau mengikuti perintah Allah dengan mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam. \n\n4. Alasan yang dikemukakan bahwa ia lebih baik dari Adam merupakan pendapatnya sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh akal pikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 1836, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0631\u064e\u062c\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala fakhruj minhaa fa innaka rajeem" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Then get out of it, for indeed, you are expelled.", "id": "Dia (Allah) berfirman, “(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1836", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1836.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1836.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban Iblis yang bernada angkuh, Dia (Allah) berfirman, \"Kalau begitu keluarlah dari surga, wahai Iblis, karena sesungguhnya kamu terkutuk. Engkau tidak pantas menerima rahmat-Ku, apalagi tinggal di surga-Ku. Dan sesungguhnya kutukan itu, yakni keterjauhan engkau dari rahmat-Ku, tetap menimpamu di dunia sampai hari Kiamat.\"", "long": "Allah swt menjawab keingkaran Iblis dengan memerintahkannya agar keluar dari surga atau dari golongan malaikat. Akibat pengingkaran itu, Iblis telah jauh dari rahmat Allah, dikenai hukuman, dan terus menerus mendapat kutukan-Nya sampai hari pembalasan nanti.\n\nDalam firman Allah yang lain, diterangkan bahwa Iblis diusir dari surga karena ia menyombongkan diri dan termasuk golongan orang-orang yang hina. Allah swt berfirman:\n\n(Allah) berfirman, \"Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguh-nya kamu termasuk makhluk yang hina.\" (al-A'raf/7: 13)\n\nSetelah mendengar keputusan Allah itu, Iblis menyatakan menerima hukuman itu. Akan tetapi, ia mohon kepada Tuhan agar umurnya dipanjang-kan sampai hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur. Permohonan Iblis itu dikabulkan Allah dan ia akan hidup terus-menerus sampai akhir zaman hingga tiupan sangkakala yang membangkitkan manusia dari kubur." } } }, { "number": { "inQuran": 1837, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa inna 'alikal la'nata ilaa Yawmid Deen" } }, "translation": { "en": "And indeed, upon you is the curse until the Day of Recompense.\"", "id": "dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1837", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1837.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1837.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban Iblis yang bernada angkuh, Dia (Allah) berfirman, \"Kalau begitu keluarlah dari surga, wahai Iblis, karena sesungguhnya kamu terkutuk. Engkau tidak pantas menerima rahmat-Ku, apalagi tinggal di surga-Ku. Dan sesungguhnya kutukan itu, yakni keterjauhan engkau dari rahmat-Ku, tetap menimpamu di dunia sampai hari Kiamat.\"", "long": "Allah swt menjawab keingkaran Iblis dengan memerintahkannya agar keluar dari surga atau dari golongan malaikat. Akibat pengingkaran itu, Iblis telah jauh dari rahmat Allah, dikenai hukuman, dan terus menerus mendapat kutukan-Nya sampai hari pembalasan nanti.\n\nDalam firman Allah yang lain, diterangkan bahwa Iblis diusir dari surga karena ia menyombongkan diri dan termasuk golongan orang-orang yang hina. Allah swt berfirman:\n\n(Allah) berfirman, \"Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguh-nya kamu termasuk makhluk yang hina.\" (al-A'raf/7: 13)\n\nSetelah mendengar keputusan Allah itu, Iblis menyatakan menerima hukuman itu. Akan tetapi, ia mohon kepada Tuhan agar umurnya dipanjang-kan sampai hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur. Permohonan Iblis itu dikabulkan Allah dan ia akan hidup terus-menerus sampai akhir zaman hingga tiupan sangkakala yang membangkitkan manusia dari kubur." } } }, { "number": { "inQuran": 1838, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0638\u0650\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi fa anzirneee ilaa Yawmi yub'asoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, then reprieve me until the Day they are resurrected.\"", "id": "Ia (Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1838", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1838.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1838.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kutukan Allah kepada Iblis tidak membuatnya menyadari kesalahan dan kedurhakaannya, tidak pula membuatnya memohon ampun kepada Allah. Kedurhakaannya bahkan semakin menjadi. Keengganan Iblis untuk bersujud lahir dari kedengkiannya terhadap Nabi Adam. Kedengkian itu bahkan ingin dia teruskan hingga anak cucunya. Hal ini terbukti dari permintaan Iblis kepada Allah agar umurnya dipanjangkan. Ia (Iblis) berkata, \"Ya Tuhanku, kalau begitu maka berilah penangguhan kepadaku, yakni berilah tenggat bagiku untuk hidup dalam waktu yang lama agar aku dapat menjerumuskan anak-cucu Adam sampai hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur pada hari Kiamat.\"", "long": "Allah swt menjawab keingkaran Iblis dengan memerintahkannya agar keluar dari surga atau dari golongan malaikat. Akibat pengingkaran itu, Iblis telah jauh dari rahmat Allah, dikenai hukuman, dan terus menerus mendapat kutukan-Nya sampai hari pembalasan nanti.\n\nDalam firman Allah yang lain, diterangkan bahwa Iblis diusir dari surga karena ia menyombongkan diri dan termasuk golongan orang-orang yang hina. Allah swt berfirman:\n\n(Allah) berfirman, \"Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguh-nya kamu termasuk makhluk yang hina.\" (al-A'raf/7: 13)\n\nSetelah mendengar keputusan Allah itu, Iblis menyatakan menerima hukuman itu. Akan tetapi, ia mohon kepada Tuhan agar umurnya dipanjang-kan sampai hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur. Permohonan Iblis itu dikabulkan Allah dan ia akan hidup terus-menerus sampai akhir zaman hingga tiupan sangkakala yang membangkitkan manusia dari kubur." } } }, { "number": { "inQuran": 1839, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala fa innaka minal munzareen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"So indeed, you are of those reprieved", "id": "Allah berfirman, “(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1839", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1839.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1839.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Permintaan Iblis untuk dipanjangkan umurnya dikabulkan oleh Allah. Allah berfirman, \"Baiklah, maka sesungguhnya kamu, wahai Iblis, termasuk yang diberi penangguhan, yakni dipanjangkan umurnya, sampai hari yang telah ditentukan, yakni tiupan pertama sangkakala sebagai tanda permulaan kiamat, dan pada saat itulah engkau harus mati dan mempertanggungjawabkan perbuatanmu.\"", "long": "Allah swt menjawab keingkaran Iblis dengan memerintahkannya agar keluar dari surga atau dari golongan malaikat. Akibat pengingkaran itu, Iblis telah jauh dari rahmat Allah, dikenai hukuman, dan terus menerus mendapat kutukan-Nya sampai hari pembalasan nanti.\n\nDalam firman Allah yang lain, diterangkan bahwa Iblis diusir dari surga karena ia menyombongkan diri dan termasuk golongan orang-orang yang hina. Allah swt berfirman:\n\n(Allah) berfirman, \"Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguh-nya kamu termasuk makhluk yang hina.\" (al-A'raf/7: 13)\n\nSetelah mendengar keputusan Allah itu, Iblis menyatakan menerima hukuman itu. Akan tetapi, ia mohon kepada Tuhan agar umurnya dipanjang-kan sampai hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur. Permohonan Iblis itu dikabulkan Allah dan ia akan hidup terus-menerus sampai akhir zaman hingga tiupan sangkakala yang membangkitkan manusia dari kubur." } } }, { "number": { "inQuran": 1840, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0642\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Ilaa Yawmil waqtil ma'loom" } }, "translation": { "en": "Until the Day of the time well-known.\"", "id": "sampai hari yang telah ditentukan (kiamat).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1840", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1840.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1840.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Permintaan Iblis untuk dipanjangkan umurnya dikabulkan oleh Allah. Allah berfirman, \"Baiklah, maka sesungguhnya kamu, wahai Iblis, termasuk yang diberi penangguhan, yakni dipanjangkan umurnya, sampai hari yang telah ditentukan, yakni tiupan pertama sangkakala sebagai tanda permulaan kiamat, dan pada saat itulah engkau harus mati dan mempertanggungjawabkan perbuatanmu.\"", "long": "Allah swt menjawab keingkaran Iblis dengan memerintahkannya agar keluar dari surga atau dari golongan malaikat. Akibat pengingkaran itu, Iblis telah jauh dari rahmat Allah, dikenai hukuman, dan terus menerus mendapat kutukan-Nya sampai hari pembalasan nanti.\n\nDalam firman Allah yang lain, diterangkan bahwa Iblis diusir dari surga karena ia menyombongkan diri dan termasuk golongan orang-orang yang hina. Allah swt berfirman:\n\n(Allah) berfirman, \"Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguh-nya kamu termasuk makhluk yang hina.\" (al-A'raf/7: 13)\n\nSetelah mendengar keputusan Allah itu, Iblis menyatakan menerima hukuman itu. Akan tetapi, ia mohon kepada Tuhan agar umurnya dipanjang-kan sampai hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur. Permohonan Iblis itu dikabulkan Allah dan ia akan hidup terus-menerus sampai akhir zaman hingga tiupan sangkakala yang membangkitkan manusia dari kubur." } } }, { "number": { "inQuran": 1841, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064f\u0632\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u063a\u0652\u0648\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi bimaaa aghwaitanee la uzayyinaana lahum fil ardi wa la ughwiyan nahum ajma'een" } }, "translation": { "en": "[Iblees] said, \"My Lord, because You have put me in error, I will surely make [disobedience] attractive to them on earth, and I will mislead them all", "id": "Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1841", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1841.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1841.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengetahui permohonannya dikabulkan oleh Allah, ia (Iblis) berkata, \"Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, yaitu mendapat kutukan dan dijauhkan dari rahmat-Mu, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka, sehingga mereka menganggap baik perbuatan-perbuatan maksiat di bumi yang memalingkan dan menjauhkan mereka dari ibadah kepada-Mu, dan aku dengan segala daya dan cara akan menyesatkan mereka semuanya dari jalan lurus yang Engkau ridai.\"", "long": "Karena telah dikutuk dan dilaknat Allah dengan menjauhkannya dari nikmat-Nya dan menjadikan ia sesat dan hina, Iblis memohon supaya Allah memberi kesempatan untuk menyesatkan anak cucu Adam dengan menjadikan perbuatan jahat menjadi baik menurut pandangannya. Dengan demikian, akan menarik hati mereka sehingga tanpa disadari mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat itu. Namun hal itu tidak berlaku bagi hamba-hamba yang ikhlas dan saleh, yang tidak dapat dipalingkan dari kebenaran.\n\nMenurut sebagian mufasir, setelah dikutuk, Iblis tidak memohon ampun kepada Allah, tetapi malahan bersumpah akan menipu dan memperdaya anak cucu Adam sampai hari kiamat, kecuali hamba-hamba yang saleh dan ikhlas. Mereka tidak dapat ditipu dan diperdaya karena kekuatan imannya, berdasarkan firman Allah swt:\n\n(Iblis) menjawab, \"Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.\" (shad/38: 82-83)\n\nSumpah ini benar-benar dilaksanakan dan diwujudkan Iblis dengan segala kemampuan yang ada padanya, sebagaimana firman Allah swt:\n\n(Iblis) menjawab, \"Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.\" (al-A'raf/7: 16-17)\n\nAllah swt menyatakan bahwa Iblis dapat memenuhi target sumpahnya dengan menyesatkan sebagian besar manusia. Allah berfirman:\n\nDan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin. (Saba/34: 20)\n\nOrang-orang yang mengikuti setan dan Iblis menjadikannya sebagai pimpinan mereka, sebagaimana firman Allah swt:\n\nWahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (al-A'raf/7: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 1842, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'ibaadaka minhumul mukhlaseen" } }, "translation": { "en": "Except, among them, Your chosen servants.\"", "id": "kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1842", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1842.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1842.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Iblis meneruskan perkataanya, \"Aku akan berusaha menyesatkan manusia kecuali kelompok tertentu dari hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka, yakni orang-orang yang Engkau pilih dan beri taufik untuk senantiasa menaati-Mu, dan orang-orang yang disucikan dari segala kedurhakaan.", "long": "Karena telah dikutuk dan dilaknat Allah dengan menjauhkannya dari nikmat-Nya dan menjadikan ia sesat dan hina, Iblis memohon supaya Allah memberi kesempatan untuk menyesatkan anak cucu Adam dengan menjadikan perbuatan jahat menjadi baik menurut pandangannya. Dengan demikian, akan menarik hati mereka sehingga tanpa disadari mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat itu. Namun hal itu tidak berlaku bagi hamba-hamba yang ikhlas dan saleh, yang tidak dapat dipalingkan dari kebenaran.\n\nMenurut sebagian mufasir, setelah dikutuk, Iblis tidak memohon ampun kepada Allah, tetapi malahan bersumpah akan menipu dan memperdaya anak cucu Adam sampai hari kiamat, kecuali hamba-hamba yang saleh dan ikhlas. Mereka tidak dapat ditipu dan diperdaya karena kekuatan imannya, berdasarkan firman Allah swt:\n\n(Iblis) menjawab, \"Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.\" (shad/38: 82-83)\n\nSumpah ini benar-benar dilaksanakan dan diwujudkan Iblis dengan segala kemampuan yang ada padanya, sebagaimana firman Allah swt:\n\n(Iblis) menjawab, \"Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.\" (al-A'raf/7: 16-17)\n\nAllah swt menyatakan bahwa Iblis dapat memenuhi target sumpahnya dengan menyesatkan sebagian besar manusia. Allah berfirman:\n\nDan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin. (Saba/34: 20)\n\nOrang-orang yang mengikuti setan dan Iblis menjadikannya sebagai pimpinan mereka, sebagaimana firman Allah swt:\n\nWahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (al-A'raf/7: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 1843, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala haaza Siraatun 'alaiya Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"This is a path [of return] to Me [that is] straight.", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1843", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1843.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1843.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pernyataan Iblis itu dijawab oleh Allah dengan berfirman, \"Ini, yakni apa yang engkau katakan, baik yang engkau kecualikan maupun yang tidak, adalah jalan yang lurus, yang merupakan jalan kebenaran dan mengarah ke-pada-Ku, yakni sesuatu ketentuan yang telah ditentukan dengan ketetapan dan kebijaksanaan-Ku.\"", "long": "Allah swt mengecam Iblis dengan ayat ini bahwa apa yang dinyatakan Iblis itu tidak semuanya benar karena ia tidak dapat memperdaya hamba-hamba-Nya yang saleh. Ini dikatakan Allah sebagai jalan yang lurus. Dia memberi pahala semua amal baik seorang hamba dan membalas dengan siksa semua amal buruk seseorang.\n\nUntuk menghilangkan keragu-raguan yang mungkin dipahami pada ayat-ayat yang lalu maka Allah swt menegaskan dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba Allah yang ikhlas beriman tidak seorang pun yang dapat dikuasai setan. Semuanya telah diberi taufik untuk beriman, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menghentikan semua larangan-Nya. Godaan apapun tidak akan mempengaruhi iman mereka. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang lain:\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22)\n\nFirman Allah swt:\n\nSungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (an-Nahl/16: 99-100)\n\nKemudian Allah swt mengancam setan dan pengikut-pengikutnya dengan neraka Jahanam sebagai pembalasan bagi segala macam kejahatan yang pernah mereka perbuat.\n\nAllah swt menerangkan keadaan neraka yang akan didiami oleh orang-orang yang sesat, yaitu terdiri atas tujuh tingkat. Tiap-tiap tingkat didiami oleh orang-orang yang dosa dan hukumannya sesuai dengan tingkat kejahatan yang telah mereka perbuat.\n\nMenurut Ibnu Juraij, neraka itu tujuh tingkat, pertama Jahannam; kedua Ladha; ketiga Huthamah; keempat: Sair; kelima Saqar; keenam Jahim; dan ketujuh Hawiyah. Masing-masing tingkat ditempati sesuai dengan kadar dosa mereka.\n\nDari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa manusia mempunyai dua macam sifat yang menonjol, yaitu pertama, mempunyai sifat yang suka mengikuti hawa nafsu dan terpengaruh oleh kehidupan dunia dengan segala macam kenikmatan hidup yang memesona dirinya. Mereka inilah orang-orang musyrik yang mudah dipengaruhi setan. Kedua, manusia yang mempunyai sifat percaya kepada Allah dan rasul, jiwanya bersih dan mulia, hubungannya dengan Allah sangat dekat, dan suka kepada kebaikan. Golongan ini tidak dapat dipengaruhi oleh setan karena hati mereka telah cenderung kepada Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1844, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna 'ibaadee laisa laka 'alaihim sultaanun illaa manittaba'aka minal ghaaween" } }, "translation": { "en": "Indeed, My servants - no authority will you have over them, except those who follow you of the deviators.", "id": "Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1844", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1844.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1844.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah melanjutkan firman-Nya, \"Sesungguhnya kamu, wahai Iblis, tidak punya kuasa atas hamba-hamba-Ku. Engkau tidak akan mampu menjerumuskan dan memalingkan mereka dari ketaatan kepada-Ku, kecuali mereka yang mengikuti godaan-mu dan enggan bertobat, yaitu orang yang sesat.\"", "long": "Allah swt mengecam Iblis dengan ayat ini bahwa apa yang dinyatakan Iblis itu tidak semuanya benar karena ia tidak dapat memperdaya hamba-hamba-Nya yang saleh. Ini dikatakan Allah sebagai jalan yang lurus. Dia memberi pahala semua amal baik seorang hamba dan membalas dengan siksa semua amal buruk seseorang.\n\nUntuk menghilangkan keragu-raguan yang mungkin dipahami pada ayat-ayat yang lalu maka Allah swt menegaskan dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba Allah yang ikhlas beriman tidak seorang pun yang dapat dikuasai setan. Semuanya telah diberi taufik untuk beriman, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menghentikan semua larangan-Nya. Godaan apapun tidak akan mempengaruhi iman mereka. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang lain:\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22)\n\nFirman Allah swt:\n\nSungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (an-Nahl/16: 99-100)\n\nKemudian Allah swt mengancam setan dan pengikut-pengikutnya dengan neraka Jahanam sebagai pembalasan bagi segala macam kejahatan yang pernah mereka perbuat.\n\nAllah swt menerangkan keadaan neraka yang akan didiami oleh orang-orang yang sesat, yaitu terdiri atas tujuh tingkat. Tiap-tiap tingkat didiami oleh orang-orang yang dosa dan hukumannya sesuai dengan tingkat kejahatan yang telah mereka perbuat.\n\nMenurut Ibnu Juraij, neraka itu tujuh tingkat, pertama Jahannam; kedua Ladha; ketiga Huthamah; keempat: Sair; kelima Saqar; keenam Jahim; dan ketujuh Hawiyah. Masing-masing tingkat ditempati sesuai dengan kadar dosa mereka.\n\nDari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa manusia mempunyai dua macam sifat yang menonjol, yaitu pertama, mempunyai sifat yang suka mengikuti hawa nafsu dan terpengaruh oleh kehidupan dunia dengan segala macam kenikmatan hidup yang memesona dirinya. Mereka inilah orang-orang musyrik yang mudah dipengaruhi setan. Kedua, manusia yang mempunyai sifat percaya kepada Allah dan rasul, jiwanya bersih dan mulia, hubungannya dengan Allah sangat dekat, dan suka kepada kebaikan. Golongan ini tidak dapat dipengaruhi oleh setan karena hati mereka telah cenderung kepada Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1845, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u064e\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna jahannama lamaw'iduhum ajma'een" } }, "translation": { "en": "And indeed, Hell is the promised place for them all.", "id": "Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1845", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1845.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1845.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menyiapkan neraka Jahanam bagi orang-orang yang sesat dan enggan bertobat. Allah berfirman, \"Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar tempat berkumpul dan tempat kembali yang telah dijanjikan untuk mereka semuanya, yakni para pengikut Iblis.\"", "long": "Allah swt mengecam Iblis dengan ayat ini bahwa apa yang dinyatakan Iblis itu tidak semuanya benar karena ia tidak dapat memperdaya hamba-hamba-Nya yang saleh. Ini dikatakan Allah sebagai jalan yang lurus. Dia memberi pahala semua amal baik seorang hamba dan membalas dengan siksa semua amal buruk seseorang.\n\nUntuk menghilangkan keragu-raguan yang mungkin dipahami pada ayat-ayat yang lalu maka Allah swt menegaskan dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba Allah yang ikhlas beriman tidak seorang pun yang dapat dikuasai setan. Semuanya telah diberi taufik untuk beriman, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menghentikan semua larangan-Nya. Godaan apapun tidak akan mempengaruhi iman mereka. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang lain:\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22)\n\nFirman Allah swt:\n\nSungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (an-Nahl/16: 99-100)\n\nKemudian Allah swt mengancam setan dan pengikut-pengikutnya dengan neraka Jahanam sebagai pembalasan bagi segala macam kejahatan yang pernah mereka perbuat.\n\nAllah swt menerangkan keadaan neraka yang akan didiami oleh orang-orang yang sesat, yaitu terdiri atas tujuh tingkat. Tiap-tiap tingkat didiami oleh orang-orang yang dosa dan hukumannya sesuai dengan tingkat kejahatan yang telah mereka perbuat.\n\nMenurut Ibnu Juraij, neraka itu tujuh tingkat, pertama Jahannam; kedua Ladha; ketiga Huthamah; keempat: Sair; kelima Saqar; keenam Jahim; dan ketujuh Hawiyah. Masing-masing tingkat ditempati sesuai dengan kadar dosa mereka.\n\nDari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa manusia mempunyai dua macam sifat yang menonjol, yaitu pertama, mempunyai sifat yang suka mengikuti hawa nafsu dan terpengaruh oleh kehidupan dunia dengan segala macam kenikmatan hidup yang memesona dirinya. Mereka inilah orang-orang musyrik yang mudah dipengaruhi setan. Kedua, manusia yang mempunyai sifat percaya kepada Allah dan rasul, jiwanya bersih dan mulia, hubungannya dengan Allah sangat dekat, dan suka kepada kebaikan. Golongan ini tidak dapat dipengaruhi oleh setan karena hati mereka telah cenderung kepada Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1846, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 220, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064d \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0628\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0632\u0652\u0621\u064c \u0645\u0651\u064e\u0642\u0652\u0633\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Lahaa sab'atu abwaab; likulli baabim minhum juz'um maqsoom" } }, "translation": { "en": "It has seven gates; for every gate is of them a portion designated.\"", "id": "(Jahanam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1846", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1846.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1846.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menggambarkan bahwa Jahanam yang menjadi tempat mereka dikumpulkan dan disiksa itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu telah ditetapkan untuk menjadi tempat masuk dan tempat penyiksaan bagi golongan tertentu dari mereka.", "long": "Allah swt mengecam Iblis dengan ayat ini bahwa apa yang dinyatakan Iblis itu tidak semuanya benar karena ia tidak dapat memperdaya hamba-hamba-Nya yang saleh. Ini dikatakan Allah sebagai jalan yang lurus. Dia memberi pahala semua amal baik seorang hamba dan membalas dengan siksa semua amal buruk seseorang.\n\nUntuk menghilangkan keragu-raguan yang mungkin dipahami pada ayat-ayat yang lalu maka Allah swt menegaskan dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba Allah yang ikhlas beriman tidak seorang pun yang dapat dikuasai setan. Semuanya telah diberi taufik untuk beriman, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menghentikan semua larangan-Nya. Godaan apapun tidak akan mempengaruhi iman mereka. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang lain:\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22)\n\nFirman Allah swt:\n\nSungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (an-Nahl/16: 99-100)\n\nKemudian Allah swt mengancam setan dan pengikut-pengikutnya dengan neraka Jahanam sebagai pembalasan bagi segala macam kejahatan yang pernah mereka perbuat.\n\nAllah swt menerangkan keadaan neraka yang akan didiami oleh orang-orang yang sesat, yaitu terdiri atas tujuh tingkat. Tiap-tiap tingkat didiami oleh orang-orang yang dosa dan hukumannya sesuai dengan tingkat kejahatan yang telah mereka perbuat.\n\nMenurut Ibnu Juraij, neraka itu tujuh tingkat, pertama Jahannam; kedua Ladha; ketiga Huthamah; keempat: Sair; kelima Saqar; keenam Jahim; dan ketujuh Hawiyah. Masing-masing tingkat ditempati sesuai dengan kadar dosa mereka.\n\nDari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa manusia mempunyai dua macam sifat yang menonjol, yaitu pertama, mempunyai sifat yang suka mengikuti hawa nafsu dan terpengaruh oleh kehidupan dunia dengan segala macam kenikmatan hidup yang memesona dirinya. Mereka inilah orang-orang musyrik yang mudah dipengaruhi setan. Kedua, manusia yang mempunyai sifat percaya kepada Allah dan rasul, jiwanya bersih dan mulia, hubungannya dengan Allah sangat dekat, dan suka kepada kebaikan. Golongan ini tidak dapat dipengaruhi oleh setan karena hati mereka telah cenderung kepada Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1847, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Innal muttaqeena fee Jannaatinw wa 'uyoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will be within gardens and springs.", "id": "Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1847", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1847.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1847.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menggambarkan siksaan dalam neraka Jahanam yang menanti orang-orang yang sesat dan enggan bertobat, dalam ayat-ayat berikut Allah menjelaskan balasan bagi hamba-hamba-Nya yang taat dan patuh. Allah menyatakan bahwa sesungguhnya orang yang bertakwa itu, yakni mereka yang mematuhi petunjuk Allah dan berserah diri kepada-Nya, berada dalam surga-surga. Mereka tinggal dan mendapat ganjaran di taman-taman yang keindahannya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Dan di dekat kediaman mereka dijumpai mata air yang mengalir.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang bertakwa akan ditempatkan dalam surga dengan taman-taman yang memiliki beberapa mata air yang mengalir. Pada firman Allah swt yang lain diterangkan pula sifat surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa itu, sebagaimana firman Allah:\n\nPerumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong? (Muhammad/47: 15)\n\nYang dimaksudkan dengan orang-orang yang bertakwa ialah orang yang menjaga dirinya dari azab Allah dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1848, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u0622\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Udkhuloohaa bisalaamin aamineen" } }, "translation": { "en": "[Having been told], \"Enter it in peace, safe [and secure].\"", "id": "(Allah berfirman), “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1848", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1848.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1848.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika orang-orang yang bertakwa itu hendak memasuki pintu surga, malaikat menyambut mereka, \"Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman dari kekurangan, ketakutan, kesedihan, kegundahan, bahkan bencana dan malapetaka.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang bertakwa dipersilakan masuk ke dalam surga. Di sana mereka akan selamat, sejahtera, aman, dan sentosa, serta tiada rasa takut sedih, dan gundah. Tidak ada suatu apa pun yang mengganggu ketenangan perasaan mereka, dan tidak ada bencana yang akan menyusahkan, bahkan Allah akan menurunkan nikmat yang tiada putus-putusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1849, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u063a\u0650\u0644\u0651\u064d \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064f\u0631\u064f\u0631\u064d \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naza'naa ma fee sudoorihim min ghillin ikhwaanan 'alaa sururim mutaqaabileen" } }, "translation": { "en": "And We will remove whatever is in their breasts of resentment, [so they will be] brothers, on thrones facing each other.", "id": "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1849", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1849.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1849.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan dalam ayat-ayat berikut kondisi kejiwaan dan hubungan timbal-balik di antara orang-orang yang bertakwa di surga. Allah menyatakan, \"Dan di surga kelak akan Kami lenyapkan segala rasa dendam, benci, dengki, dan iri yang ada dan terpendam dalam hati mereka selama di dunia. Dengan demikian, mereka merasa bersaudara dan bersahabat satu dengan lainnya dalam suasana bahagia dan gembira. Mereka duduk saling berhadapan di atas dipan-dipan yang telah disiapkan bagi mereka. (Lihat: Surah al-Wa qi'ah/56: 15“23)", "long": "Allah berjanji akan mencabut dari hati penduduk surga segala macam dendam, kebencian, dan rasa dengki yang telah terpendam selama mereka hidup di dunia, dan menjadikan mereka hidup bersaudara dan berkasih sayang. Mereka senantiasa bergembira bersama-sama dan duduk berhadap-hadapan di atas permadani yang terhampar.\n\nDiriwayatkan oleh al-Qasim dan Abu Umamah, ia berkata, \"Semula ahli surga ketika masuk surga masih membawa apa yang telah tersimpan dalam hati mereka selama hidup di dunia, seperti rasa dengki dan dendam, hingga mereka duduk berhadapan dengan temannya di atas dipan dalam surga. Allah lalu mencabut segala yang tersimpan di dalam hati mereka itu.\" Kemudian Abu Umamah membaca ayat ini.\n\nKeadaan penghuni surga itu diterangkan pula dalam firman Allah swt:\n\nMereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata, mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih, dan daging burung apa pun yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan baik. (al-Waqi'ah/56: 15-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 1850, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0628\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yamas suhum feehaa nasabunw wa maa hum minhaa bimukhrajeen" } }, "translation": { "en": "No fatigue will touch them therein, nor from it will they [ever] be removed.", "id": "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1850", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1850.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1850.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain itu, mereka juga tidak merasa lelah, letih, maupun jenuh di dalamnya. Mereka tidak lagi perlu bersusah payah melakukan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, seperti yang dulu mereka lakukan di dunia. Apa saja yang mereka butuhkan sudah tersedia di dalam surga, dan lebih dari itu, mereka pun tidak akan dikeluarkan darinya; mereka kekal dalam kenikmatan surga itu.", "long": "Penduduk surga tidak pernah merasa letih dan lelah, karena mereka tidak lagi dibebani oleh berbagai usaha untuk melengkapi kebutuhan pokok yang mereka perlukan. Segala sesuatu yang mereka inginkan telah tersedia, tinggal memanfaatkan saja. Mereka tidak pernah merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak mereka senangi karena mereka kekal di dalam surga. Mereka akan terus merasakan kenikmatan dan kesenangan yang sudah tersedia.\n\nPada ayat yang lain Allah swt melukiskan keadaan di dalam surga itu:\n\nYang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.\" (Fathir/35: 35)\n\nHadis Nabi saw menjelaskan keadaan surga:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk memberi kabar gembira kepada Khadijah berupa rumah (yang akan ditempatinya) di surga yang terbuat dari bambu, tidak ada kesulitan di dalamnya, dan tidak ada pula kelelahan.\" (Riwayat a-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Aufa)\n\nDari keterangan di atas, maka keadaan orang-orang beriman dalam surga itu dapat digambarkan sebagai berikut: orang-orang yang beriman berada dalam keadaan terhormat, bersih dari berbagai penyakit hati seperti rasa dengki, iri hati, marah, kecewa, dan sebangsanya, tidak pernah merasa lelah, sakit, dan lapar, selalu dalam keadaan senang dan gembira, saling bersilaturrahim, dan bersahabat dengan penduduk surga yang lain, dan mereka kekal di surga sehingga tidak perlu merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak disenangi.\n\nDiriwayatkan oleh ath-thabrani dari Abdullah bin Zubair bahwa Rasulullah saw menegur para sahabat yang tertawa ketika beliau lewat di hadapan mereka. Beliau berkata, \"Apa yang menyebabkan kamu tertawa?.\" Maka turunlah ayat ini sebagai teguran kepada Nabi saw agar membiarkan mereka tertawa karena Allah Maha Pengampun di samping siksa-Nya yang sangat pedih.\n\nDiriwayatkan pula oleh Abu hatim dari Ali bin Abi Husain bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Abu Bakar dan Umar bin al-Khaththab, yang mana rasa dengki keduanya telah dicabut Allah dari dalam hatinya. Ketika ditanya orang, \"Kedengkian apa?\" Ali bin Abi Husain menjawab, \"Kedengkian jahiliyah, yaitu sikap permusuhan antara Bani Tamim (Kabilah Abu Bakar) dan Bani Umayyah.\" Ketika Abu Bakar terserang penyakit pinggang, Ali memanaskan tangannya dan dengan tangannya ia memanaskan pinggang Abu Bakar, maka turunlah ayat ini.\n\nPada ayat ini, Allah swt menjelaskan janji dan ancaman-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia bersedia menghapus segala dosa, jika seseorang telah bertobat dalam arti yang sebenarnya dan kembali menempuh jalan yang diridai-Nya. Allah tidak akan mengazab hamba-hamba-Nya yang bertobat.\n\nAllah juga memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyampaikan kepada hamba-Nya bahwa azab-Nya akan menimpa orang yang durhaka dan berbuat maksiat dan tidak mau bertobat atau kembali ke jalan-Nya. Azab-Nya itu sangat pedih, dan tidak ada bandingannya di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1851, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 105, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Nabbi' 'ibaadeee annneee anal Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "[O Muhammad], inform My servants that it is I who am the Forgiving, the Merciful.", "id": "Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1851", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1851.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1851.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan kedudukan dan siksa yang Allah siapkan bagi orang-orang kafir di neraka, dan ganjaran yang Dia janjikan bagi orangorang yang bertakwa di surga, Allah lalu meminta Nabi Muhammad untuk menyampaikan kabar gembira kepada mereka semua, baik yang taat maupun yang durhaka. Allah berfirman, \"Kabarkanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada hamba-hamba-Ku yang taat maupun yang bergelimang dosa dan hendak bertobat bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan katakan pula kepada orang-orang yang kafir dan para pendosa yang enggan bertobat bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.", "long": "Penduduk surga tidak pernah merasa letih dan lelah, karena mereka tidak lagi dibebani oleh berbagai usaha untuk melengkapi kebutuhan pokok yang mereka perlukan. Segala sesuatu yang mereka inginkan telah tersedia, tinggal memanfaatkan saja. Mereka tidak pernah merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak mereka senangi karena mereka kekal di dalam surga. Mereka akan terus merasakan kenikmatan dan kesenangan yang sudah tersedia.\n\nPada ayat yang lain Allah swt melukiskan keadaan di dalam surga itu:\n\nYang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.\" (Fathir/35: 35)\n\nHadis Nabi saw menjelaskan keadaan surga:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk memberi kabar gembira kepada Khadijah berupa rumah (yang akan ditempatinya) di surga yang terbuat dari bambu, tidak ada kesulitan di dalamnya, dan tidak ada pula kelelahan.\" (Riwayat a-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Aufa)\n\nDari keterangan di atas, maka keadaan orang-orang beriman dalam surga itu dapat digambarkan sebagai berikut: orang-orang yang beriman berada dalam keadaan terhormat, bersih dari berbagai penyakit hati seperti rasa dengki, iri hati, marah, kecewa, dan sebangsanya, tidak pernah merasa lelah, sakit, dan lapar, selalu dalam keadaan senang dan gembira, saling bersilaturrahim, dan bersahabat dengan penduduk surga yang lain, dan mereka kekal di surga sehingga tidak perlu merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak disenangi.\n\nDiriwayatkan oleh ath-thabrani dari Abdullah bin Zubair bahwa Rasulullah saw menegur para sahabat yang tertawa ketika beliau lewat di hadapan mereka. Beliau berkata, \"Apa yang menyebabkan kamu tertawa?.\" Maka turunlah ayat ini sebagai teguran kepada Nabi saw agar membiarkan mereka tertawa karena Allah Maha Pengampun di samping siksa-Nya yang sangat pedih.\n\nDiriwayatkan pula oleh Abu hatim dari Ali bin Abi Husain bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Abu Bakar dan Umar bin al-Khaththab, yang mana rasa dengki keduanya telah dicabut Allah dari dalam hatinya. Ketika ditanya orang, \"Kedengkian apa?\" Ali bin Abi Husain menjawab, \"Kedengkian jahiliyah, yaitu sikap permusuhan antara Bani Tamim (Kabilah Abu Bakar) dan Bani Umayyah.\" Ketika Abu Bakar terserang penyakit pinggang, Ali memanaskan tangannya dan dengan tangannya ia memanaskan pinggang Abu Bakar, maka turunlah ayat ini.\n\nPada ayat ini, Allah swt menjelaskan janji dan ancaman-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia bersedia menghapus segala dosa, jika seseorang telah bertobat dalam arti yang sebenarnya dan kembali menempuh jalan yang diridai-Nya. Allah tidak akan mengazab hamba-hamba-Nya yang bertobat.\n\nAllah juga memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyampaikan kepada hamba-Nya bahwa azab-Nya akan menimpa orang yang durhaka dan berbuat maksiat dan tidak mau bertobat atau kembali ke jalan-Nya. Azab-Nya itu sangat pedih, dan tidak ada bandingannya di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1852, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa anna 'azaabee uwal 'azaabul aleem" } }, "translation": { "en": "And that it is My punishment which is the painful punishment.", "id": "dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1852", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1852.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1852.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan kedudukan dan siksa yang Allah siapkan bagi orang-orang kafir di neraka, dan ganjaran yang Dia janjikan bagi orangorang yang bertakwa di surga, Allah lalu meminta Nabi Muhammad untuk menyampaikan kabar gembira kepada mereka semua, baik yang taat maupun yang durhaka. Allah berfirman, \"Kabarkanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada hamba-hamba-Ku yang taat maupun yang bergelimang dosa dan hendak bertobat bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan katakan pula kepada orang-orang yang kafir dan para pendosa yang enggan bertobat bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.", "long": "Penduduk surga tidak pernah merasa letih dan lelah, karena mereka tidak lagi dibebani oleh berbagai usaha untuk melengkapi kebutuhan pokok yang mereka perlukan. Segala sesuatu yang mereka inginkan telah tersedia, tinggal memanfaatkan saja. Mereka tidak pernah merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak mereka senangi karena mereka kekal di dalam surga. Mereka akan terus merasakan kenikmatan dan kesenangan yang sudah tersedia.\n\nPada ayat yang lain Allah swt melukiskan keadaan di dalam surga itu:\n\nYang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.\" (Fathir/35: 35)\n\nHadis Nabi saw menjelaskan keadaan surga:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk memberi kabar gembira kepada Khadijah berupa rumah (yang akan ditempatinya) di surga yang terbuat dari bambu, tidak ada kesulitan di dalamnya, dan tidak ada pula kelelahan.\" (Riwayat a-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Aufa)\n\nDari keterangan di atas, maka keadaan orang-orang beriman dalam surga itu dapat digambarkan sebagai berikut: orang-orang yang beriman berada dalam keadaan terhormat, bersih dari berbagai penyakit hati seperti rasa dengki, iri hati, marah, kecewa, dan sebangsanya, tidak pernah merasa lelah, sakit, dan lapar, selalu dalam keadaan senang dan gembira, saling bersilaturrahim, dan bersahabat dengan penduduk surga yang lain, dan mereka kekal di surga sehingga tidak perlu merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak disenangi.\n\nDiriwayatkan oleh ath-thabrani dari Abdullah bin Zubair bahwa Rasulullah saw menegur para sahabat yang tertawa ketika beliau lewat di hadapan mereka. Beliau berkata, \"Apa yang menyebabkan kamu tertawa?.\" Maka turunlah ayat ini sebagai teguran kepada Nabi saw agar membiarkan mereka tertawa karena Allah Maha Pengampun di samping siksa-Nya yang sangat pedih.\n\nDiriwayatkan pula oleh Abu hatim dari Ali bin Abi Husain bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Abu Bakar dan Umar bin al-Khaththab, yang mana rasa dengki keduanya telah dicabut Allah dari dalam hatinya. Ketika ditanya orang, \"Kedengkian apa?\" Ali bin Abi Husain menjawab, \"Kedengkian jahiliyah, yaitu sikap permusuhan antara Bani Tamim (Kabilah Abu Bakar) dan Bani Umayyah.\" Ketika Abu Bakar terserang penyakit pinggang, Ali memanaskan tangannya dan dengan tangannya ia memanaskan pinggang Abu Bakar, maka turunlah ayat ini.\n\nPada ayat ini, Allah swt menjelaskan janji dan ancaman-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia bersedia menghapus segala dosa, jika seseorang telah bertobat dalam arti yang sebenarnya dan kembali menempuh jalan yang diridai-Nya. Allah tidak akan mengazab hamba-hamba-Nya yang bertobat.\n\nAllah juga memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyampaikan kepada hamba-Nya bahwa azab-Nya akan menimpa orang yang durhaka dan berbuat maksiat dan tidak mau bertobat atau kembali ke jalan-Nya. Azab-Nya itu sangat pedih, dan tidak ada bandingannya di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 1853, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 14, "page": 264, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0636\u064e\u064a\u0652\u0641\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nabbi'hum 'an daifi Ibraaheem" } }, "translation": { "en": "And inform them about the guests of Abraham,", "id": "Dan kabarkanlah (Muhammad) kepada mereka tentang tamu Ibrahim (malaikat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1853", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1853.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1853.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat sebelumnya Allah meminta Nabi Muhammad menyampaikan berita penting terkait beberapa sifat Allah kepada yang bertakwa dan keadilan Allah kepada yang durhaka. Pada ayat-ayat berikut Allah juga meminta beliau menyampaikan kabar penting menyangkut sikap orang-orang musyrik yang menuntut turunnya malaikat kepada Nabi Ibrahim. Perintah Allah itu berbunyi, \"Dan kabarkanlah pula berita penting yang lain kepada mereka tentang para malaikat yang Allah turunkan sebagai tamu Ibrahim.", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan Nabi Ibrahim ketika kedatangan tamu yang tidak dikenal dan tidak diundang. Para tamu itu masuk dan mengucapkan salam. Karena tidak mengenal para tamunya, Nabi Ibrahim mengatakan bahwa ia takut kepada mereka. Penyebab ketakutan Ibrahim dijelaskan dalam ayat yang lain. Allah swt berfirman:\n\nMaka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, \"Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut.\" (Hud/11: 70)\n\nMenurut ayat ini, Ibrahim merasa takut kepada tamunya karena mereka tidak mau memakan daging anak lembu yang dipanggang dan disuguhkan kepada mereka. Menurut kebiasaan, tamu yang tidak mau memakan suguhan yang dihidangkan kepadanya adalah tamu yang datang untuk maksud jahat atau bisa juga berarti bahwa tamu itu curiga dengan niat baik tuan rumah." } } }, { "number": { "inQuran": 1854, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz dakhaloo 'alaihi faqaaloo salaaman qaala innaa minkum wajiloon" } }, "translation": { "en": "When they entered upon him and said, \"Peace.\" [Abraham] said, \"Indeed, we are fearful of you.\"", "id": "Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, “Salam.” Dia (Ibrahim) berkata, “Kami benar-benar merasa takut kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1854", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1854.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1854.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kabarkanlah bagaimana ketika mereka masuk ke tempatnya, yaitu rumah Nabi Ibrahim, lalu mereka mengucapkan, 'Salam' kepadanya. Nabi Ibrahim pun menjawab, \"Salam\". Tidak lama kemudian Nabi Ibrahim menyuguhkan daging sapi muda yang dipanggang. Tidak satu pun dari para tamu itu menjamah suguhan Nabi Ibrahim. Ini merupakan hal yang tidak wajar. Melihat keanehan itu, Dia (Ibrahim) berkata, \"Kami, yakni aku dan istriku, benar-benar merasa takut kepadamu.\" (Lihat: Surah Hud/11: 70)", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan Nabi Ibrahim ketika kedatangan tamu yang tidak dikenal dan tidak diundang. Para tamu itu masuk dan mengucapkan salam. Karena tidak mengenal para tamunya, Nabi Ibrahim mengatakan bahwa ia takut kepada mereka. Penyebab ketakutan Ibrahim dijelaskan dalam ayat yang lain. Allah swt berfirman:\n\nMaka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, \"Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut.\" (Hud/11: 70)\n\nMenurut ayat ini, Ibrahim merasa takut kepada tamunya karena mereka tidak mau memakan daging anak lembu yang dipanggang dan disuguhkan kepada mereka. Menurut kebiasaan, tamu yang tidak mau memakan suguhan yang dihidangkan kepadanya adalah tamu yang datang untuk maksud jahat atau bisa juga berarti bahwa tamu itu curiga dengan niat baik tuan rumah." } } }, { "number": { "inQuran": 1855, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Qaaloo la tawjal innaa nubashshiruka bighulaamin 'aleem" } }, "translation": { "en": "[The angels] said, \"Fear not. Indeed, we give you good tidings of a learned boy.\"", "id": "(Mereka) berkata, “Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang pandai (Ishak).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1855", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1855.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1855.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ucapan Nabi Ibrahim, mereka, yakni para tamu itu, berkata, \"Janganlah engkau merasa takut atas kedatangan kami, karena sesungguhnya kami datang untuk memberi kabar gembira kepadamu dengan kelahiran seorang anak laki-laki yang sehat, yang akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang pandai dan luas serta dalam pengetahuannya. Kelak engkau akan memberinya nama Ishak.\" (Lihat: Surah ash-shaffat/ 37: 112)", "long": "Melihat Ibrahim merasa takut, maka para tamu itu mengatakan kepadanya, agar tidak takut karena maksud kedatangan mereka ialah untuk menyampaikan kabar gembira dari Allah, bahwa ia akan dianugerahi seorang anak laki-laki yang saleh. Dalam firman Allah yang lain disebutkan bahwa anak yang akan dianugerahkan itu akan mempunyai kedudukan yang penting di kemudian hari.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. (as-shaffat/37: 112)\n\nIbrahim merasa heran atas berita gembira yang disampaikan para malaikat itu. Dia hampir saja tidak mempercayainya, apalagi berita itu disampaikan oleh orang yang belum dikenalnya dan ketika itu Ibrahim dan istrinya Sarah telah berusia lanjut. Menurut kebiasaan, orang yang sudah berusia lanjut tidak mungkin lagi mempunyai anak. Sudah tentu berita itu dianggapnya aneh, apalagi istrinya juga seorang yang mandul.\n\nTamu-tamu Ibrahim itu menegaskan bahwa berita yang disampaikan mereka itu adalah berita yang benar, sebab kelahiran seorang putra yang diinginkan itu termasuk nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Allah kuasa melimpahkan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia juga kuasa untuk mengadakan atau menciptakan sesuatu yang menyimpang dari sunnah-Nya sendiri.\n\nSetelah mendengar keterangan para malaikat itu, timbullah keyakinan pada diri Ibrahim bahwa tamu yang aneh itu bukanlah sembarang tamu. Mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus kepadanya untuk menyampaikan berita gembira. Karena keyakinan itulah Ibrahim segera menjawab perkataan mereka bahwa tidak ada orang yang putus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat. Dalam hadis Nabi saw diterangkan betapa banyak dan luasnya nikmat Allah:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan rahmat, ketika itu Dia menciptakan seratus rahmat, maka ditahan-Nya sembilan puluh sembilan rahmat, dan melepaskan satu rahmat kepada makhluk-Nya seluruh-Nya. Kalau orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada pada sisi Allah, niscaya mereka tidak putus asa dari rahmat itu, dan kalau orang mukmin mengetahui semua macam azab yang ada pada Allah swt, niscaya mereka tidak merasa aman dari api neraka.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDalam hal ini, Ibrahim a.s. sebagai nabi dan rasul Allah pasti mengetahui betapa banyaknya rahmat yang ada pada sisi Allah. Oleh karena itu, beliau yakin akan kebenaran yang disampaikan para malaikat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1856, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u064e\u0631\u064f \u0641\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e \u062a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala abashshartumoonee 'alaaa am massaniyal kibaru fabima tubashshiroon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Have you given me good tidings although old age has come upon me? Then of what [wonder] do you inform?\"", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1856", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1856.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1856.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Heran dengan berita itu, dia (Ibrahim) berkata, \"Wahai tamuku, benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku dengan kelahiran seorang anak yang telah lama aku impikan, padahal usiaku telah lanjut dan kekuatanku pun sudah melemah? Rasanya tidak mungkin lagi bagiku untuk mendapatkan anak seperti yang kamu katakan. Lalu, bagaimana kamu memberi kabar gembira tersebut; yakni bagaimana hal itu dapat terwujud?\" (Lihat: Surah Hud/11: 72)", "long": "Melihat Ibrahim merasa takut, maka para tamu itu mengatakan kepadanya, agar tidak takut karena maksud kedatangan mereka ialah untuk menyampaikan kabar gembira dari Allah, bahwa ia akan dianugerahi seorang anak laki-laki yang saleh. Dalam firman Allah yang lain disebutkan bahwa anak yang akan dianugerahkan itu akan mempunyai kedudukan yang penting di kemudian hari.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. (as-shaffat/37: 112)\n\nIbrahim merasa heran atas berita gembira yang disampaikan para malaikat itu. Dia hampir saja tidak mempercayainya, apalagi berita itu disampaikan oleh orang yang belum dikenalnya dan ketika itu Ibrahim dan istrinya Sarah telah berusia lanjut. Menurut kebiasaan, orang yang sudah berusia lanjut tidak mungkin lagi mempunyai anak. Sudah tentu berita itu dianggapnya aneh, apalagi istrinya juga seorang yang mandul.\n\nTamu-tamu Ibrahim itu menegaskan bahwa berita yang disampaikan mereka itu adalah berita yang benar, sebab kelahiran seorang putra yang diinginkan itu termasuk nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Allah kuasa melimpahkan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia juga kuasa untuk mengadakan atau menciptakan sesuatu yang menyimpang dari sunnah-Nya sendiri.\n\nSetelah mendengar keterangan para malaikat itu, timbullah keyakinan pada diri Ibrahim bahwa tamu yang aneh itu bukanlah sembarang tamu. Mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus kepadanya untuk menyampaikan berita gembira. Karena keyakinan itulah Ibrahim segera menjawab perkataan mereka bahwa tidak ada orang yang putus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat. Dalam hadis Nabi saw diterangkan betapa banyak dan luasnya nikmat Allah:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan rahmat, ketika itu Dia menciptakan seratus rahmat, maka ditahan-Nya sembilan puluh sembilan rahmat, dan melepaskan satu rahmat kepada makhluk-Nya seluruh-Nya. Kalau orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada pada sisi Allah, niscaya mereka tidak putus asa dari rahmat itu, dan kalau orang mukmin mengetahui semua macam azab yang ada pada Allah swt, niscaya mereka tidak merasa aman dari api neraka.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDalam hal ini, Ibrahim a.s. sebagai nabi dan rasul Allah pasti mengetahui betapa banyaknya rahmat yang ada pada sisi Allah. Oleh karena itu, beliau yakin akan kebenaran yang disampaikan para malaikat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1857, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0634\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo bashsharnaaka bilhaqqi falaa takum minal qaaniteen" } }, "translation": { "en": "They said, \"We have given you good tidings in truth, so do not be of the despairing.\"", "id": "(Mereka) menjawab, “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1857", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1857.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1857.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menjawab untuk meyakinkan Ibrahim, \"Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar. Apa yang kami sampaikan kepadamu adalah hal yang benar adanya, dan itu akan menjadi suatu kenyataan bagimu. Maka, janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa dari nikmat dan karunia Allah.\"", "long": "Melihat Ibrahim merasa takut, maka para tamu itu mengatakan kepadanya, agar tidak takut karena maksud kedatangan mereka ialah untuk menyampaikan kabar gembira dari Allah, bahwa ia akan dianugerahi seorang anak laki-laki yang saleh. Dalam firman Allah yang lain disebutkan bahwa anak yang akan dianugerahkan itu akan mempunyai kedudukan yang penting di kemudian hari.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. (as-shaffat/37: 112)\n\nIbrahim merasa heran atas berita gembira yang disampaikan para malaikat itu. Dia hampir saja tidak mempercayainya, apalagi berita itu disampaikan oleh orang yang belum dikenalnya dan ketika itu Ibrahim dan istrinya Sarah telah berusia lanjut. Menurut kebiasaan, orang yang sudah berusia lanjut tidak mungkin lagi mempunyai anak. Sudah tentu berita itu dianggapnya aneh, apalagi istrinya juga seorang yang mandul.\n\nTamu-tamu Ibrahim itu menegaskan bahwa berita yang disampaikan mereka itu adalah berita yang benar, sebab kelahiran seorang putra yang diinginkan itu termasuk nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Allah kuasa melimpahkan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia juga kuasa untuk mengadakan atau menciptakan sesuatu yang menyimpang dari sunnah-Nya sendiri.\n\nSetelah mendengar keterangan para malaikat itu, timbullah keyakinan pada diri Ibrahim bahwa tamu yang aneh itu bukanlah sembarang tamu. Mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus kepadanya untuk menyampaikan berita gembira. Karena keyakinan itulah Ibrahim segera menjawab perkataan mereka bahwa tidak ada orang yang putus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat. Dalam hadis Nabi saw diterangkan betapa banyak dan luasnya nikmat Allah:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan rahmat, ketika itu Dia menciptakan seratus rahmat, maka ditahan-Nya sembilan puluh sembilan rahmat, dan melepaskan satu rahmat kepada makhluk-Nya seluruh-Nya. Kalau orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada pada sisi Allah, niscaya mereka tidak putus asa dari rahmat itu, dan kalau orang mukmin mengetahui semua macam azab yang ada pada Allah swt, niscaya mereka tidak merasa aman dari api neraka.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDalam hal ini, Ibrahim a.s. sebagai nabi dan rasul Allah pasti mengetahui betapa banyaknya rahmat yang ada pada sisi Allah. Oleh karena itu, beliau yakin akan kebenaran yang disampaikan para malaikat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1858, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0637\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala wa mai yaqnatu mir rahmati Rabbiheee illad daaaloon" } }, "translation": { "en": "He said, \"And who despairs of the mercy of his Lord except for those astray?\"", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1858", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1858.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1858.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia (Ibrahim) berkata menanggapi pernyataan tamunya, \"Ketahuilah, tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat dan karunia Tuhannya kecuali orang yang sesat. Mereka adalah orang-orang yang menyimpang dari jalan Tuhan atau tidak menemukan jalan yang benar, dan tidak mengetahui kekuasaan Allah. Aku bukanlah orang yang demikian, karena itu aku tidak pernah berputus asa dari rahmat-Nya.\"", "long": "Melihat Ibrahim merasa takut, maka para tamu itu mengatakan kepadanya, agar tidak takut karena maksud kedatangan mereka ialah untuk menyampaikan kabar gembira dari Allah, bahwa ia akan dianugerahi seorang anak laki-laki yang saleh. Dalam firman Allah yang lain disebutkan bahwa anak yang akan dianugerahkan itu akan mempunyai kedudukan yang penting di kemudian hari.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. (as-shaffat/37: 112)\n\nIbrahim merasa heran atas berita gembira yang disampaikan para malaikat itu. Dia hampir saja tidak mempercayainya, apalagi berita itu disampaikan oleh orang yang belum dikenalnya dan ketika itu Ibrahim dan istrinya Sarah telah berusia lanjut. Menurut kebiasaan, orang yang sudah berusia lanjut tidak mungkin lagi mempunyai anak. Sudah tentu berita itu dianggapnya aneh, apalagi istrinya juga seorang yang mandul.\n\nTamu-tamu Ibrahim itu menegaskan bahwa berita yang disampaikan mereka itu adalah berita yang benar, sebab kelahiran seorang putra yang diinginkan itu termasuk nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Allah kuasa melimpahkan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia juga kuasa untuk mengadakan atau menciptakan sesuatu yang menyimpang dari sunnah-Nya sendiri.\n\nSetelah mendengar keterangan para malaikat itu, timbullah keyakinan pada diri Ibrahim bahwa tamu yang aneh itu bukanlah sembarang tamu. Mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus kepadanya untuk menyampaikan berita gembira. Karena keyakinan itulah Ibrahim segera menjawab perkataan mereka bahwa tidak ada orang yang putus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat. Dalam hadis Nabi saw diterangkan betapa banyak dan luasnya nikmat Allah:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan rahmat, ketika itu Dia menciptakan seratus rahmat, maka ditahan-Nya sembilan puluh sembilan rahmat, dan melepaskan satu rahmat kepada makhluk-Nya seluruh-Nya. Kalau orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada pada sisi Allah, niscaya mereka tidak putus asa dari rahmat itu, dan kalau orang mukmin mengetahui semua macam azab yang ada pada Allah swt, niscaya mereka tidak merasa aman dari api neraka.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDalam hal ini, Ibrahim a.s. sebagai nabi dan rasul Allah pasti mengetahui betapa banyaknya rahmat yang ada pada sisi Allah. Oleh karena itu, beliau yakin akan kebenaran yang disampaikan para malaikat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1859, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u0652\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala famaa khatbukum aiyuhal mursaloon" } }, "translation": { "en": "[Abraham] said, \"Then what is your business [here], O messengers?\"", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1859", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1859.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1859.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Ibrahim yakin tamu-tamunya adalah malaikat, dia berkata, \"Apakah urusanmu yang penting selain membawa kabar gembira itu kepada kami, wahai para utusan Allah?\"", "long": "Setelah Ibrahim yakin bahwa para tamunya adalah malaikat, timbul pertanyaan di benaknya kenapa yang datang beberapa malaikat, padahal biasanya hanya satu yang datang. Jika yang datang beberapa malaikat, tentu tugas yang dipikulnya sangat besar. Beliau lalu bertanya kepada malaikat tentang tugas yang diberikan Allah kepada mereka. Malaikat pun menjawab bahwa mereka ditugaskan untuk mengazab kaum yang berdosa, yaitu kaum Lut yang telah durhaka kepada Allah dan mengingkari seruan rasul yang diutus kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1860, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo innaaa ursilnaaa ilaa qawmim mujrimeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Indeed, we have been sent to a people of criminals,", "id": "(Mereka) menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1860", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1860.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1860.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menjawab, \"Selain membawa berita gembira tentang kelahiran anakmu, sesungguhnya kami juga diutus oleh Allah kepada kaum Nabi Lut yang berdosa dan durhaka. Kami diutus untuk membinasakan mereka.", "long": "Setelah Ibrahim yakin bahwa para tamunya adalah malaikat, timbul pertanyaan di benaknya kenapa yang datang beberapa malaikat, padahal biasanya hanya satu yang datang. Jika yang datang beberapa malaikat, tentu tugas yang dipikulnya sangat besar. Beliau lalu bertanya kepada malaikat tentang tugas yang diberikan Allah kepada mereka. Malaikat pun menjawab bahwa mereka ditugaskan untuk mengazab kaum yang berdosa, yaitu kaum Lut yang telah durhaka kepada Allah dan mengingkari seruan rasul yang diutus kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1861, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0622\u0644\u064e \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaaa Aala Loot; innaa lamunajjoohum ajma'een" } }, "translation": { "en": "Except the family of Lot; indeed, we will save them all", "id": "kecuali para pengikut Lut. Sesungguhnya kami pasti menyelamatkan mereka semuanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1861", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1861.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1861.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyatakan bahwa kami akan membinasakan kaum Nabi Lut yang berdosa, kecuali para pengikut Lut. Sesungguhnya Kami pasti menyelamatkan mereka semuanya dari kebinasaan itu, kecuali istrinya. Dia dibinaskan bersama kaum Nabi Lut lainnya. Kami telah menentukan keputusan sesuai perintah Allah kepada kami bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang tertinggal bersama orang kafir lainnya.\"", "long": "Para malaikat yang menjadi tamu Nabi Ibrahim menerangkan kepadanya bahwa mereka ditugaskan untuk membinasakan kaum Lut yang tidak mengindahkan seruan nabi yang diutus kepada mereka. Termasuk orang-orang yang dibinasakan itu adalah istri Lut sendiri. Sedangkan orang-orang yang mengikuti Lut akan diselamatkan dari azab itu.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa seseorang tidak dapat membebaskan orang lain dari azab Allah walaupun orang lain itu adalah istri, anak-anak atau orang tuanya, karena manusia bertanggung jawab kepada Allah atas segenap perbuatan yang telah dilakukannya. Allah tidak akan membebani seseorang dengan dosa orang lain sedikit pun. Firman Allah:\n\n¦ Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain¦ (al-An'am/6: 164)" } } }, { "number": { "inQuran": 1862, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 221, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d9 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illam ra atahoo qaddarnaaa innahaa laminal ghaabireen" } }, "translation": { "en": "Except his wife.\" Allah decreed that she is of those who remain behind.", "id": "kecuali istrinya, kami telah menentukan, bahwa dia termasuk orang yang tertinggal (bersama orang kafir lainnya).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1862", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1862.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1862.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyatakan bahwa kami akan membinasakan kaum Nabi Lut yang berdosa, kecuali para pengikut Lut. Sesungguhnya Kami pasti menyelamatkan mereka semuanya dari kebinasaan itu, kecuali istrinya. Dia dibinaskan bersama kaum Nabi Lut lainnya. Kami telah menentukan keputusan sesuai perintah Allah kepada kami bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang tertinggal bersama orang kafir lainnya.\"", "long": "Para malaikat yang menjadi tamu Nabi Ibrahim menerangkan kepadanya bahwa mereka ditugaskan untuk membinasakan kaum Lut yang tidak mengindahkan seruan nabi yang diutus kepada mereka. Termasuk orang-orang yang dibinasakan itu adalah istri Lut sendiri. Sedangkan orang-orang yang mengikuti Lut akan diselamatkan dari azab itu.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa seseorang tidak dapat membebaskan orang lain dari azab Allah walaupun orang lain itu adalah istri, anak-anak atau orang tuanya, karena manusia bertanggung jawab kepada Allah atas segenap perbuatan yang telah dilakukannya. Allah tidak akan membebani seseorang dengan dosa orang lain sedikit pun. Firman Allah:\n\n¦ Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain¦ (al-An'am/6: 164)" } } }, { "number": { "inQuran": 1863, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0622\u0644\u064e \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falamma jaaa'a Aala Lootinil mursaloon" } }, "translation": { "en": "And when the messengers came to the family of Lot,", "id": "Maka ketika utusan itu datang kepada para pengikut Lut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1863", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1863.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1863.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengisahkan dialog antara Nabi Ibrahim dengan para malaikat yang bertamu ke kediamannya, pada ayat-ayat berikut Allah mengisahkan pembinasaan kaum Nabi Lut. Allah menyatakan, \"Maka ketika utusan yang sebelumnya bertamu ke rumah Nabi Ibrahim itu datang kepada para pengikut Lut, dia berkata, \"Sesungguh-nya kamu, wahai para tamu, adalah orang yang tidak kami kenal.\" (Lihat: Surah al-'Ankabut/29: 23)", "long": "Setelah para malaikat menyampaikan kabar gembira kepada Ibrahim a.s. akan anugerah Allah kepadanya berupa kelahiran seorang putra dan berita akan kehancuran kaum Lut yang ingkar, mereka pun meninggalkan rumah Ibrahim menuju kota Sodom, negeri tempat tinggal kaum Lut yang terletak di daerah Yordania, untuk melaksanakan tugas yang telah dipikulkan Allah kepada mereka. \n\nKedatangan mereka secara tiba-tiba ke rumahnya tidak diduga-duga sedikit pun oleh Lut a.s. dan ia tidak mengetahui sedikit pun siapa para tamu yang datang itu. Hal ini tergambar dalam ucapan Lut ketika menyambut tamunya itu, \"Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang yang tidak dikenal.\" Pada firman Allah yang lain digambarkan pula kegelisahan Lut dan ketidaktahuannya terhadap kaumnya itu.\n\nAllah berfirman:\n\nDan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Lut, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka. (al-'Ankabut/29: 33)\n\nDari ayat dipahami bahwa sebab kekhawatiran dan kegelisahan Nabi Lut itu ialah kedatangan tamu-tamu itu ke rumahnya secara tiba-tiba dan tidak terduga sebelumnya. Para malaikat itu menyamar seperti laki-laki rupawan yang sangat disukai oleh kaum Lut yang senang mengerjakan perbuatan homoseksual. Biasanya kalau datang laki-laki seperti itu, kaum Lut akan datang beramai-ramai ke rumahnya dan memaksa Lut menyerahkan tamunya kepada mereka. Seandainya Lut a.s. mengetahui dengan pasti bahwa yang datang itu para malaikat, tentulah dia tidak merasa khawatir karena dia percaya bahwa para malaikat dapat mempertahankan dan membela diri dari tindakan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1864, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innakum qawmum munkaroon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Indeed, you are people unknown.\"", "id": "dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya kamu orang yang tidak kami kenal.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1864", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1864.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1864.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengisahkan dialog antara Nabi Ibrahim dengan para malaikat yang bertamu ke kediamannya, pada ayat-ayat berikut Allah mengisahkan pembinasaan kaum Nabi Lut. Allah menyatakan, \"Maka ketika utusan yang sebelumnya bertamu ke rumah Nabi Ibrahim itu datang kepada para pengikut Lut, dia berkata, \"Sesungguh-nya kamu, wahai para tamu, adalah orang yang tidak kami kenal.\" (Lihat: Surah al-'Ankabut/29: 23)", "long": "Setelah para malaikat menyampaikan kabar gembira kepada Ibrahim a.s. akan anugerah Allah kepadanya berupa kelahiran seorang putra dan berita akan kehancuran kaum Lut yang ingkar, mereka pun meninggalkan rumah Ibrahim menuju kota Sodom, negeri tempat tinggal kaum Lut yang terletak di daerah Yordania, untuk melaksanakan tugas yang telah dipikulkan Allah kepada mereka. \n\nKedatangan mereka secara tiba-tiba ke rumahnya tidak diduga-duga sedikit pun oleh Lut a.s. dan ia tidak mengetahui sedikit pun siapa para tamu yang datang itu. Hal ini tergambar dalam ucapan Lut ketika menyambut tamunya itu, \"Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang yang tidak dikenal.\" Pada firman Allah yang lain digambarkan pula kegelisahan Lut dan ketidaktahuannya terhadap kaumnya itu.\n\nAllah berfirman:\n\nDan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Lut, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka. (al-'Ankabut/29: 33)\n\nDari ayat dipahami bahwa sebab kekhawatiran dan kegelisahan Nabi Lut itu ialah kedatangan tamu-tamu itu ke rumahnya secara tiba-tiba dan tidak terduga sebelumnya. Para malaikat itu menyamar seperti laki-laki rupawan yang sangat disukai oleh kaum Lut yang senang mengerjakan perbuatan homoseksual. Biasanya kalau datang laki-laki seperti itu, kaum Lut akan datang beramai-ramai ke rumahnya dan memaksa Lut menyerahkan tamunya kepada mereka. Seandainya Lut a.s. mengetahui dengan pasti bahwa yang datang itu para malaikat, tentulah dia tidak merasa khawatir karena dia percaya bahwa para malaikat dapat mempertahankan dan membela diri dari tindakan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1865, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo bal ji'naaka bimaa kaanoo feehi yamtaroon" } }, "translation": { "en": "They said, \"But we have come to you with that about which they were disputing,", "id": "(Para utusan) menjawab, “Sebenarnya kami ini datang kepadamu membawa azab yang selalu mereka dustakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1865", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1865.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1865.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menerangkan maksud kedatangan mereka, para utusan itu menjawab, \"Sebenarnya Kami ini datang kepadamu tidak untuk berbuat jahat kepadamu, wahai Nabi Lut. Kami datang kemari tidak lain untuk membawa kabar buruk berupa azab pedih yang akan Allah timpakan kepada kaummu yang durhaka. Itulah azab yang selama ini selalu mereka dustakan ketika engkau menyampaikan dakwahmu kepada mereka.", "long": "Para malaikat menerangkan maksud kedatangan mereka kepada Lut a.s. Mereka datang untuk menyampaikan kabar buruk yaitu azab yang akan ditimpakan kepada kaumnya yang telah mengingkari dan men-dustakannya.\n\nDalam ayat ini disebutkan jawaban para malaikat, \"Sesungguhnya kami datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.\" Bahkan dengan perkataan, \"Kami datang untuk mengazab mereka.\" Maksud jawaban para malaikat dengan perkataan yang demikian itu ialah untuk menyatakan kebenaran ancaman yang biasa disampaikan Lut kepada kaumnya selama ini. Nabi Lut a.s. selalu memperingatkan kaumnya agar mengikuti dan memeluk agama yang telah disampaikannya serta mengakui kerasulannya. Jika mereka tetap ingkar, mereka akan ditimpa azab Allah. Seruan dan pernyataan Lut ini mereka sambut dengan ejekan. Mereka tidak mempercayai keesaan dan kekuasaan Allah yang dapat mengazab orang-orang yang ingkar. Bahkan mereka menantang Lut agar segera menurunkan azab yang dijanjikan itu.\n\nKemudian para malaikat menegaskan kepada Lut bahwa maksud kedatangan mereka ialah untuk melaksanakan tugas yang telah dibebankan Allah swt kepada mereka untuk menyampaikan azab kepada kaumnya. Tugas ini pasti terlaksana dan segala yang mereka ucapkan itu adalah benar, karena mereka sendiri adalah para malaikat yang tidak pernah menyalahi perintah Allah.\n\nSetelah itu, para malaikat memberikan perintah kepada Lut a.s. tentang cara-cara yang harus dilaksanakannya beserta pengikut-pengikutnya untuk menghindarkan diri dari azab Allah yang akan datang. Lut beserta keluarga dan kaumnya yang telah beriman diperintahkan untuk segera meninggalkan negeri itu pada akhir malam. Lut a.s. diminta berjalan di belakang pengikut-pengikutnya, agar dia dapat mengatur dan mempertahankan diri dari serangan kaumnya yang mengejar dari belakang. Ini juga bertujuan agar Lut a.s. dapat mendorong para pengikutnya berjalan secepatnya, karena azab yang akan ditimpakan hampir datang, dan ia dapat memperhatikan kaumnya yang tidak mau meneruskan perjalanan. Selanjutnya para malaikat memerintahkan agar tidak seorang pun dari pengikut Lut yang menoleh ke belakang pada waktu mendengar halilintar yang menghancurkan. Dengan demikian, mereka tidak dapat melihat peristiwa yang mengerikan yang dapat merusak dan menggoncangkan jiwa mereka, sehingga mereka selamat dan iman mereka bertambah kuat sampai ke tempat yang aman yang sedang dituju itu.\n\nPada ayat ini, disebutkan agar Lut berangkat beserta keluarga dan kaumnya yang setia. Kemudian para malaikat menguatkan perintah dan larangannya dengan mengatakan, \"Teruskanlah perjalananmu ke tempat yang telah diperintahkan kepadamu.\" Menurut suatu riwayat yang dimaksud dengan tempat yang diperintahkan dalam ayat ini ialah negeri Syam (Syria).\n\nPada Surah Hud, kisah Lut dikisahkan menurut urutan peristiwa yang pernah terjadi, sedang pada surah ini dikisahkan secara melompat-lompat, tidak menurut urutan kejadian yang sebenarnya. Perbedaan cara dalam mengutarakan kisah ini adalah karena tujuan Allah menyampaikan kisah ini pada kedua surah tersebut juga berbeda. Jika dihubungkan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka tujuan mengutarakan kisah Lut dalam Surah Hud ialah untuk menguatkan hati Nabi Muhammad saw beserta sahabat-sahabatnya, dalam menyampaikan agama Allah dan menyatakan keesaan dan kekuasaan Allah swt yang wajib disembah. Rasul-rasul yang diutus Allah sejak dahulu selalu mendapat tantangan dan ancaman dari kaumnya, tetapi mereka tetap tabah dan sabar melaksanakan tugas yang dibebankan Allah kepada mereka. Sedang tujuan kisah Lut dengan kaumnya pada Surah Al-hijr ini adalah untuk menjelaskan kepada orang-orang yang beriman akan rahmat dan nikmat Allah yang telah mereka terima. Juga nikmat yang telah diterima oleh orang-orang yang beriman dahulu kala kepada rasul-rasul yang diutus Allah kepada mereka. Di antaranya adalah nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim a.s. berupa putra-putra yang selalu diidam-idamkannya, dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Lut beserta pengikutnya. Juga untuk menerangkan azab Allah yang telah ditimpakan kepada orang-orang kafir dan ingkar kepada dakwah rasul yang diutus kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1866, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa atainaaka bilhaqqi wa innaa lasaadiqoon" } }, "translation": { "en": "And we have come to you with truth, and indeed, we are truthful.", "id": "Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sungguh, kami orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1866", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1866.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1866.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jangalah engkau ragukan maksud kedatangan kami. Kami datang kepadamu dengan membawa kebenaran yang membuktikan kebenaran yang engkau sampaikan kepada mereka dan kesalahan mereka menolak ajakanmu untuk beriman kepada Allah. Dan sungguh, Kami adalah orang yang benar dalam ucapan dan perbuatan kami.\"", "long": "Para malaikat menerangkan maksud kedatangan mereka kepada Lut a.s. Mereka datang untuk menyampaikan kabar buruk yaitu azab yang akan ditimpakan kepada kaumnya yang telah mengingkari dan men-dustakannya.\n\nDalam ayat ini disebutkan jawaban para malaikat, \"Sesungguhnya kami datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.\" Bahkan dengan perkataan, \"Kami datang untuk mengazab mereka.\" Maksud jawaban para malaikat dengan perkataan yang demikian itu ialah untuk menyatakan kebenaran ancaman yang biasa disampaikan Lut kepada kaumnya selama ini. Nabi Lut a.s. selalu memperingatkan kaumnya agar mengikuti dan memeluk agama yang telah disampaikannya serta mengakui kerasulannya. Jika mereka tetap ingkar, mereka akan ditimpa azab Allah. Seruan dan pernyataan Lut ini mereka sambut dengan ejekan. Mereka tidak mempercayai keesaan dan kekuasaan Allah yang dapat mengazab orang-orang yang ingkar. Bahkan mereka menantang Lut agar segera menurunkan azab yang dijanjikan itu.\n\nKemudian para malaikat menegaskan kepada Lut bahwa maksud kedatangan mereka ialah untuk melaksanakan tugas yang telah dibebankan Allah swt kepada mereka untuk menyampaikan azab kepada kaumnya. Tugas ini pasti terlaksana dan segala yang mereka ucapkan itu adalah benar, karena mereka sendiri adalah para malaikat yang tidak pernah menyalahi perintah Allah.\n\nSetelah itu, para malaikat memberikan perintah kepada Lut a.s. tentang cara-cara yang harus dilaksanakannya beserta pengikut-pengikutnya untuk menghindarkan diri dari azab Allah yang akan datang. Lut beserta keluarga dan kaumnya yang telah beriman diperintahkan untuk segera meninggalkan negeri itu pada akhir malam. Lut a.s. diminta berjalan di belakang pengikut-pengikutnya, agar dia dapat mengatur dan mempertahankan diri dari serangan kaumnya yang mengejar dari belakang. Ini juga bertujuan agar Lut a.s. dapat mendorong para pengikutnya berjalan secepatnya, karena azab yang akan ditimpakan hampir datang, dan ia dapat memperhatikan kaumnya yang tidak mau meneruskan perjalanan. Selanjutnya para malaikat memerintahkan agar tidak seorang pun dari pengikut Lut yang menoleh ke belakang pada waktu mendengar halilintar yang menghancurkan. Dengan demikian, mereka tidak dapat melihat peristiwa yang mengerikan yang dapat merusak dan menggoncangkan jiwa mereka, sehingga mereka selamat dan iman mereka bertambah kuat sampai ke tempat yang aman yang sedang dituju itu.\n\nPada ayat ini, disebutkan agar Lut berangkat beserta keluarga dan kaumnya yang setia. Kemudian para malaikat menguatkan perintah dan larangannya dengan mengatakan, \"Teruskanlah perjalananmu ke tempat yang telah diperintahkan kepadamu.\" Menurut suatu riwayat yang dimaksud dengan tempat yang diperintahkan dalam ayat ini ialah negeri Syam (Syria).\n\nPada Surah Hud, kisah Lut dikisahkan menurut urutan peristiwa yang pernah terjadi, sedang pada surah ini dikisahkan secara melompat-lompat, tidak menurut urutan kejadian yang sebenarnya. Perbedaan cara dalam mengutarakan kisah ini adalah karena tujuan Allah menyampaikan kisah ini pada kedua surah tersebut juga berbeda. Jika dihubungkan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka tujuan mengutarakan kisah Lut dalam Surah Hud ialah untuk menguatkan hati Nabi Muhammad saw beserta sahabat-sahabatnya, dalam menyampaikan agama Allah dan menyatakan keesaan dan kekuasaan Allah swt yang wajib disembah. Rasul-rasul yang diutus Allah sejak dahulu selalu mendapat tantangan dan ancaman dari kaumnya, tetapi mereka tetap tabah dan sabar melaksanakan tugas yang dibebankan Allah kepada mereka. Sedang tujuan kisah Lut dengan kaumnya pada Surah Al-hijr ini adalah untuk menjelaskan kepada orang-orang yang beriman akan rahmat dan nikmat Allah yang telah mereka terima. Juga nikmat yang telah diterima oleh orang-orang yang beriman dahulu kala kepada rasul-rasul yang diutus Allah kepada mereka. Di antaranya adalah nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim a.s. berupa putra-putra yang selalu diidam-idamkannya, dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Lut beserta pengikutnya. Juga untuk menerangkan azab Allah yang telah ditimpakan kepada orang-orang kafir dan ingkar kepada dakwah rasul yang diutus kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1867, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0642\u0650\u0637\u0652\u0639\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0641\u0650\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u0636\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa asri bi ahlika biqit'im minal laili wattabi' adbaarahum wa laa yaltafit minkum ahadunw wamdoo haisu tu'maroon" } }, "translation": { "en": "So set out with your family during a portion of the night and follow behind them and let not anyone among you look back and continue on to where you are commanded.\"", "id": "Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1867", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1867.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1867.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pernyataan para malaikat itu mampu menenangkan hati Nabi Lut sehingga tidak lagi meragukan maksud kedatangan mereka. Dalam keadaan demikian, mereka berpesan, \"Maka tinggalkanlah kaummu yang kafir, wahai Nabi Lut, dan pergilah kamu pada akhir malam, yakni menjelang Subuh, beserta keluargamu, dan ikuti serta awasi-lah mereka dengan sungguh-sungguh dari belakang, dan jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang agar perjalanan kamu lancar. Dan teruskanlah perjalanan hingga kamu semua sampai ke tempat yang diperintahkan kepadamu.\" (Lihat: Surah Hud/11: 81)", "long": "Para malaikat menerangkan maksud kedatangan mereka kepada Lut a.s. Mereka datang untuk menyampaikan kabar buruk yaitu azab yang akan ditimpakan kepada kaumnya yang telah mengingkari dan men-dustakannya.\n\nDalam ayat ini disebutkan jawaban para malaikat, \"Sesungguhnya kami datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.\" Bahkan dengan perkataan, \"Kami datang untuk mengazab mereka.\" Maksud jawaban para malaikat dengan perkataan yang demikian itu ialah untuk menyatakan kebenaran ancaman yang biasa disampaikan Lut kepada kaumnya selama ini. Nabi Lut a.s. selalu memperingatkan kaumnya agar mengikuti dan memeluk agama yang telah disampaikannya serta mengakui kerasulannya. Jika mereka tetap ingkar, mereka akan ditimpa azab Allah. Seruan dan pernyataan Lut ini mereka sambut dengan ejekan. Mereka tidak mempercayai keesaan dan kekuasaan Allah yang dapat mengazab orang-orang yang ingkar. Bahkan mereka menantang Lut agar segera menurunkan azab yang dijanjikan itu.\n\nKemudian para malaikat menegaskan kepada Lut bahwa maksud kedatangan mereka ialah untuk melaksanakan tugas yang telah dibebankan Allah swt kepada mereka untuk menyampaikan azab kepada kaumnya. Tugas ini pasti terlaksana dan segala yang mereka ucapkan itu adalah benar, karena mereka sendiri adalah para malaikat yang tidak pernah menyalahi perintah Allah.\n\nSetelah itu, para malaikat memberikan perintah kepada Lut a.s. tentang cara-cara yang harus dilaksanakannya beserta pengikut-pengikutnya untuk menghindarkan diri dari azab Allah yang akan datang. Lut beserta keluarga dan kaumnya yang telah beriman diperintahkan untuk segera meninggalkan negeri itu pada akhir malam. Lut a.s. diminta berjalan di belakang pengikut-pengikutnya, agar dia dapat mengatur dan mempertahankan diri dari serangan kaumnya yang mengejar dari belakang. Ini juga bertujuan agar Lut a.s. dapat mendorong para pengikutnya berjalan secepatnya, karena azab yang akan ditimpakan hampir datang, dan ia dapat memperhatikan kaumnya yang tidak mau meneruskan perjalanan. Selanjutnya para malaikat memerintahkan agar tidak seorang pun dari pengikut Lut yang menoleh ke belakang pada waktu mendengar halilintar yang menghancurkan. Dengan demikian, mereka tidak dapat melihat peristiwa yang mengerikan yang dapat merusak dan menggoncangkan jiwa mereka, sehingga mereka selamat dan iman mereka bertambah kuat sampai ke tempat yang aman yang sedang dituju itu.\n\nPada ayat ini, disebutkan agar Lut berangkat beserta keluarga dan kaumnya yang setia. Kemudian para malaikat menguatkan perintah dan larangannya dengan mengatakan, \"Teruskanlah perjalananmu ke tempat yang telah diperintahkan kepadamu.\" Menurut suatu riwayat yang dimaksud dengan tempat yang diperintahkan dalam ayat ini ialah negeri Syam (Syria).\n\nPada Surah Hud, kisah Lut dikisahkan menurut urutan peristiwa yang pernah terjadi, sedang pada surah ini dikisahkan secara melompat-lompat, tidak menurut urutan kejadian yang sebenarnya. Perbedaan cara dalam mengutarakan kisah ini adalah karena tujuan Allah menyampaikan kisah ini pada kedua surah tersebut juga berbeda. Jika dihubungkan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka tujuan mengutarakan kisah Lut dalam Surah Hud ialah untuk menguatkan hati Nabi Muhammad saw beserta sahabat-sahabatnya, dalam menyampaikan agama Allah dan menyatakan keesaan dan kekuasaan Allah swt yang wajib disembah. Rasul-rasul yang diutus Allah sejak dahulu selalu mendapat tantangan dan ancaman dari kaumnya, tetapi mereka tetap tabah dan sabar melaksanakan tugas yang dibebankan Allah kepada mereka. Sedang tujuan kisah Lut dengan kaumnya pada Surah Al-hijr ini adalah untuk menjelaskan kepada orang-orang yang beriman akan rahmat dan nikmat Allah yang telah mereka terima. Juga nikmat yang telah diterima oleh orang-orang yang beriman dahulu kala kepada rasul-rasul yang diutus Allah kepada mereka. Di antaranya adalah nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim a.s. berupa putra-putra yang selalu diidam-idamkannya, dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Lut beserta pengikutnya. Juga untuk menerangkan azab Allah yang telah ditimpakan kepada orang-orang kafir dan ingkar kepada dakwah rasul yang diutus kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1868, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u062f\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0642\u0652\u0637\u064f\u0648\u0639\u064c \u0645\u0651\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qadainaaa ilaihi zaalikal amra anna daabira haaa'ulaaa'i maqtoo'um musbiheen" } }, "translation": { "en": "And We conveyed to him [the decree] of that matter: that those [sinners] would be eliminated by early morning.", "id": "Dan telah Kami tetapkan kepadanya (Lut) keputusan itu, bahwa akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1868", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1868.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1868.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan pembinasaan atas kaum Nabi Lut sebagai berikut. Dan telah Kami tetapkan kepadanya, yakni Nabi Lut, keputusan pembinasaan itu yang sungguh mengerikan. Kami telah memutuskan bahwa akhirnya mereka yang durhaka akan ditumpas habis pada waktu Subuh. Tidak akan ada seorang pun dari mereka yang tersisa.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa sebelum kedatangan para malaikat, Allah telah mewahyukan kepada Lut a.s. tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sebelum dan sesudah azab yang ditimpakan kepada kaumnya. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa setelah para malaikat memberi penjelasan kepada Lut a.s. tentang beban yang ditugaskan Allah kepada mereka, dan mendengar perintah-perintah malaikat yang diberikan kepada beliau, dan sesuai dengan wahyu yang telah diturunkan Allah, beliau percaya bahwa azab yang akan ditimpakan pada kaumnya oleh para malaikat benar-benar akan terjadi. Sebab itu juga, beliau mengikuti dengan khidmat perintah-perintah dan petunjuk-petunjuk yang diberikan para malaikat itu dalam usaha menghindarkan orang-orang yang beriman dari malapetaka yang mengerikan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1869, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'a ahlul madeenati yastabshiroon" } }, "translation": { "en": "And the people of the city came rejoicing.", "id": "Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Lut) dengan gembira (karena kedatangan tamu itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1869", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1869.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1869.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menggambarkan peristiwa yang akan terjadi pada kaum Nabi Lut, melalui ayat-ayat berikut Allah menceritakan suasana sebelum dialog antara Nabi Lut dengan para tamunya. Kaum Nabi Lut melihat ada pria-pria tampan yang bertamu ke rumah Nabi Lut. Dan datanglah sejumlah pendurhaka dari penduduk kota itu, yakni Sodom yang menjadi tempat tinggal Nabi Lut, ke rumah Lut dengan gembira dan berduyunduyun karena kedatangan para tamu tampan itu. Mereka datang untuk mengajak para tamu itu melakukan hubungan homoseksual.", "long": "Ketika kaum Lut, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Lut kedatangan tamu-tamu yang gagah, mereka pun bergembira. Timbullah hawa nafsu jahat mereka untuk berbuat homoseksual dengan tamu-tamu itu, yang merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.\n\nMelihat tingkah laku kaumnya, Lut a.s. berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku. Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberi malu kepadaku. Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan-Nya, dan janganlah kamu memperkosa mereka.\"\n\nKaum Lut menentang dan mengancam Nabi Lut karena perkataannya itu dengan mengatakan, \"Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan dan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka.\"\n\nPerkataan kaum Lut ini memberikan isyarat bahwa kaum Lut itu selalu memaksa tamu-tamu yang datang ketika itu agar bersedia melakukan perbuatan homoseksual dengan mereka. Perbuatan keji itu dilarang oleh Lut. Akan tetapi, mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Lut dengan suatu hukuman, seandainya Lut masih mencampuri urusan mereka itu.\n\nTetapi Lut masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya untuk mereka nikahi, karena itulah yang sesuai dengan sunatullah. Beliau berkata, \"Hai kaumku, menikahlah dengan putri-putriku. Janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu, karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah. Lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan sunatullah. Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan memiliki keturunan. Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan memiliki keturunan dan jenis manusia akan punah dari muka bumi.\"\n\nDalam ayat ini, Lut a.s. menyebut \"putri-putriku\". Maksudnya ialah \"para pengikutnya yang wanita\" karena seorang nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri nabi adalah ibu dari umatnya sebagaimana firman Allah:\n\nNabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (al-Ahzab/33: 6)\n\nJika istri-istri nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1870, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0636\u064e\u064a\u0652\u0641\u0650\u064a \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0636\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala inna haaa'ulaaa'i daifee falaa tafdahoon" } }, "translation": { "en": "[Lot] said, \"Indeed, these are my guests, so do not shame me.", "id": "Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan kamu mempermalukan aku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1870", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1870.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1870.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat sikap dan gelagat para pendurhaka yang mendatangi rumahnya, Nabi Lut berkata, \"Sesungguhnya mereka yang ada di rumahku adalah tamuku yang harus kita hormati bersama. Maka, jangan kamu mempermalukan aku dengan mengajak mereka melakukan perbuatan yang tidak senonoh.\"", "long": "Ketika kaum Lut, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Lut kedatangan tamu-tamu yang gagah, mereka pun bergembira. Timbullah hawa nafsu jahat mereka untuk berbuat homoseksual dengan tamu-tamu itu, yang merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.\n\nMelihat tingkah laku kaumnya, Lut a.s. berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku. Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberi malu kepadaku. Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan-Nya, dan janganlah kamu memperkosa mereka.\"\n\nKaum Lut menentang dan mengancam Nabi Lut karena perkataannya itu dengan mengatakan, \"Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan dan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka.\"\n\nPerkataan kaum Lut ini memberikan isyarat bahwa kaum Lut itu selalu memaksa tamu-tamu yang datang ketika itu agar bersedia melakukan perbuatan homoseksual dengan mereka. Perbuatan keji itu dilarang oleh Lut. Akan tetapi, mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Lut dengan suatu hukuman, seandainya Lut masih mencampuri urusan mereka itu.\n\nTetapi Lut masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya untuk mereka nikahi, karena itulah yang sesuai dengan sunatullah. Beliau berkata, \"Hai kaumku, menikahlah dengan putri-putriku. Janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu, karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah. Lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan sunatullah. Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan memiliki keturunan. Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan memiliki keturunan dan jenis manusia akan punah dari muka bumi.\"\n\nDalam ayat ini, Lut a.s. menyebut \"putri-putriku\". Maksudnya ialah \"para pengikutnya yang wanita\" karena seorang nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri nabi adalah ibu dari umatnya sebagaimana firman Allah:\n\nNabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (al-Ahzab/33: 6)\n\nJika istri-istri nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1871, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0632\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wattaqul laaha wa laa tukhzoon" } }, "translation": { "en": "And fear Allah and do not disgrace me.\"", "id": "Dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1871", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1871.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1871.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan nasihatnya, Nabi Lut berpesan, \"Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Lindungi dan jagalah diri kamu dari siksa-Nya dengan menghindari perbuatan yang tidak senonoh itu. Dan janganlah sekalikali kamu membuat aku terhina akibat sikap dan perlakukan kalian kepada mereka.\"", "long": "Ketika kaum Lut, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Lut kedatangan tamu-tamu yang gagah, mereka pun bergembira. Timbullah hawa nafsu jahat mereka untuk berbuat homoseksual dengan tamu-tamu itu, yang merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.\n\nMelihat tingkah laku kaumnya, Lut a.s. berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku. Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberi malu kepadaku. Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan-Nya, dan janganlah kamu memperkosa mereka.\"\n\nKaum Lut menentang dan mengancam Nabi Lut karena perkataannya itu dengan mengatakan, \"Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan dan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka.\"\n\nPerkataan kaum Lut ini memberikan isyarat bahwa kaum Lut itu selalu memaksa tamu-tamu yang datang ketika itu agar bersedia melakukan perbuatan homoseksual dengan mereka. Perbuatan keji itu dilarang oleh Lut. Akan tetapi, mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Lut dengan suatu hukuman, seandainya Lut masih mencampuri urusan mereka itu.\n\nTetapi Lut masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya untuk mereka nikahi, karena itulah yang sesuai dengan sunatullah. Beliau berkata, \"Hai kaumku, menikahlah dengan putri-putriku. Janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu, karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah. Lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan sunatullah. Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan memiliki keturunan. Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan memiliki keturunan dan jenis manusia akan punah dari muka bumi.\"\n\nDalam ayat ini, Lut a.s. menyebut \"putri-putriku\". Maksudnya ialah \"para pengikutnya yang wanita\" karena seorang nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri nabi adalah ibu dari umatnya sebagaimana firman Allah:\n\nNabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (al-Ahzab/33: 6)\n\nJika istri-istri nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1872, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 14, "page": 265, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo awalam nanhaka 'anil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Have we not forbidden you from [protecting] people?\"", "id": "(Mereka) berkata, “Bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1872", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1872.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1872.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nasihat Nabi Lut tidak membuat para pendurhaka itu mengurungkan niat. Dengan angkuh dan sombong mereka berkata, \"Dan bukankah kami sejak awal telah melarangmu, wahai Lut, dari melindungi manusia; yakni para tamumu yang ingin kami ajak melakukan hubungan seksual?\"", "long": "Ketika kaum Lut, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Lut kedatangan tamu-tamu yang gagah, mereka pun bergembira. Timbullah hawa nafsu jahat mereka untuk berbuat homoseksual dengan tamu-tamu itu, yang merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.\n\nMelihat tingkah laku kaumnya, Lut a.s. berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku. Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberi malu kepadaku. Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan-Nya, dan janganlah kamu memperkosa mereka.\"\n\nKaum Lut menentang dan mengancam Nabi Lut karena perkataannya itu dengan mengatakan, \"Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan dan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka.\"\n\nPerkataan kaum Lut ini memberikan isyarat bahwa kaum Lut itu selalu memaksa tamu-tamu yang datang ketika itu agar bersedia melakukan perbuatan homoseksual dengan mereka. Perbuatan keji itu dilarang oleh Lut. Akan tetapi, mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Lut dengan suatu hukuman, seandainya Lut masih mencampuri urusan mereka itu.\n\nTetapi Lut masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya untuk mereka nikahi, karena itulah yang sesuai dengan sunatullah. Beliau berkata, \"Hai kaumku, menikahlah dengan putri-putriku. Janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu, karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah. Lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan sunatullah. Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan memiliki keturunan. Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan memiliki keturunan dan jenis manusia akan punah dari muka bumi.\"\n\nDalam ayat ini, Lut a.s. menyebut \"putri-putriku\". Maksudnya ialah \"para pengikutnya yang wanita\" karena seorang nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri nabi adalah ibu dari umatnya sebagaimana firman Allah:\n\nNabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (al-Ahzab/33: 6)\n\nJika istri-istri nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1873, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala haaa'ulaaa'i banaateee in kuntum faa'ileen" } }, "translation": { "en": "[Lot] said, \"These are my daughters - if you would be doers [of lawful marriage].\"", "id": "Dia (Lut) berkata, “Mereka itulah putri-putri (negeri)ku (nikahlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1873", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1873.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1873.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ucapan dan sikap kaumnya yang keras kepala, Nabi Lut berkata dalam rangka memberi alternatif, \"Mereka itulah putri-putriku dan putri-putri kaumku yang dapat kamu nikahi, jika kamu hendak berbuat, yakni melakukan hubungan seksual. Itulah cara yang halal dan terhormat bagi kalian sesuai fitrah yang Allah tetapkan.\"", "long": "Ketika kaum Lut, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Lut kedatangan tamu-tamu yang gagah, mereka pun bergembira. Timbullah hawa nafsu jahat mereka untuk berbuat homoseksual dengan tamu-tamu itu, yang merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.\n\nMelihat tingkah laku kaumnya, Lut a.s. berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku. Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberi malu kepadaku. Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan-Nya, dan janganlah kamu memperkosa mereka.\"\n\nKaum Lut menentang dan mengancam Nabi Lut karena perkataannya itu dengan mengatakan, \"Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan dan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka.\"\n\nPerkataan kaum Lut ini memberikan isyarat bahwa kaum Lut itu selalu memaksa tamu-tamu yang datang ketika itu agar bersedia melakukan perbuatan homoseksual dengan mereka. Perbuatan keji itu dilarang oleh Lut. Akan tetapi, mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Lut dengan suatu hukuman, seandainya Lut masih mencampuri urusan mereka itu.\n\nTetapi Lut masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya untuk mereka nikahi, karena itulah yang sesuai dengan sunatullah. Beliau berkata, \"Hai kaumku, menikahlah dengan putri-putriku. Janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu, karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah. Lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan sunatullah. Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan memiliki keturunan. Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan memiliki keturunan dan jenis manusia akan punah dari muka bumi.\"\n\nDalam ayat ini, Lut a.s. menyebut \"putri-putriku\". Maksudnya ialah \"para pengikutnya yang wanita\" karena seorang nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri nabi adalah ibu dari umatnya sebagaimana firman Allah:\n\nNabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (al-Ahzab/33: 6)\n\nJika istri-istri nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1874, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La'amruka innahum lafee sakratihim ya'mahoon" } }, "translation": { "en": "By your life, [O Muhammad], indeed they were, in their intoxication, wandering blindly.", "id": "(Allah berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1874", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1874.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1874.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebelum melanjutkan kisah kaum Nabi Lut, Allah berfirman, \"Demi umurmu, wahai Nabi Muhammad atau Nabi Nuh, sungguh mereka, yakni kaum Nabi Lut terus saja terombang-ambing dalam kemabukan sehingga tidak akan menyadari kesesatan mereka.\"", "long": "Ayat ini menerangkan penegasan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw bahwa perbuatan homoseksual dan lesbian yang dilakukan kaum Lut benar-benar perbuatan keji dan sesat, karena itu wajib dijauhi dan ditinggalkan.\n\nOrang Arab biasa bersumpah dengan menyebut umur seseorang. Dalam ayat ini Allah swt bersumpah dengan umur dan kehidupan Nabi Muhammad saw yang tujuannya ialah untuk menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad saw.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang bersumpah dalam ayat ini ialah para malaikat. Mereka menyatakan perbuatan kaum Lut yang demikian itu keterlaluan. Akan tetapi, pendapat ini dibantah oleh riwayat yang mengatakan bahwa Allah swt tidak pernah bersumpah dengan menyebut umur nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain, kecuali menyebut umur Nabi Muhammad saw. Hal ini semata-mata untuk menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 1875, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064f \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhazat humus saihatu mushriqeen" } }, "translation": { "en": "So the shriek seized them at sunrise.", "id": "Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1875", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1875.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1875.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam keadaan yang demikian itu maka mereka dibinasakan oleh Allah dengan suara keras yang mengguntur yang terjadi ketika matahari akan terbit.", "long": "Ayat ini menerangkan azab yang ditimpakan kepada kaum Lut, untuk menunjukkan akibat perbuatan mereka. Azab itu datang pada dini hari berupa suara halilintar yang menghancurkan kota Sodom. Pada ayat yang lain disebut bahwa azab itu datang pada waktu subuh dan berakhir pada waktu matahari terbit." } } }, { "number": { "inQuran": 1876, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0637\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u0650\u062c\u0651\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Faja'alnaa 'aaliyahaa saafilahaa wa amtamaa 'alaihim hijaaratam min sjijjeel" } }, "translation": { "en": "And We made the highest part [of the city] its lowest and rained upon them stones of hard clay.", "id": "Maka Kami jungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1876", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1876.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1876.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seiring datangnya suara keras yang mengguntur itu maka Kami jungkir balikkan kota Sodom dan Gomorah yang menjadi tempat tinggal kaum Nabi Lut, dan selain itu, Kami juga hujani mereka secara bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang keras sehingga mereka hancur dan binasa.", "long": "Allah menerangkan bentuk azab yang menimpa kaum Lut ada tiga macam:\n\n1. Berupa suara petir yang mengguntur dan menakutkan;\n\n2. Membalikkan kota Sodom, sehingga lapisan tanah yang semula di atas terbalik menjadi lapisan yang di bawah;\n\n3. Menghujani mereka dengan batu." } } }, { "number": { "inQuran": 1877, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0633\u0651\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la Aayaatil lilmutawassimeen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that are signs for those who discern.", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1877", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1877.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1877.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu berita-berita dan kisah-kisah yang Allah sampaikan, benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran, keagungan, dan kekuasaan Allah bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda yang diperlihatkan dan dihamparkan di alam semesta ini.", "long": "Ayat ini menerangkan perbuatan dan tingkah laku kaum Lut, kemudian mereka dihancurkan karena perbuatan-perbuatan mereka yang bertentangan dengan perintah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Mahakuasa, mengasihi dan menyayangi hamba-hamba-Nya yang beriman, dan mengazab orang-orang yang ingkar kepada-Nya. Orang-orang beriman, yang memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, menjadikan semuanya itu sebagai pelajaran, sebagaimana tersebut dalam hadis: \n\nRasulullah swt bersabda, \"Jagalah dirimu terhadap firasat orang-orang yang beriman karena sesungguhnya ia melihat dengan nur Allah,\" kemudian beliau membaca surah ini. (Riwayat at-Tirmidzi dan Ibnu Jarir ath-thabari dari Abu Sa'id al-Khudri)\n\nFirasat ini ada dua macam:\n\n1. Suatu kesan dan perasaan yang dijadikan Allah swt pada hati orang-orang yang saleh. Kemampuan yang diberikan kepadanya untuk membaca raut muka, tingkah laku dan keadaan orang lain.\n\n2. Firasat yang ditimbulkan oleh pengalaman, kehidupan yang luhur, dan budi pekerti yang mulia.\n\nDalam hadis disebutkan pula:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang mengetahui manusia dengan tanda-tanda.\" (Riwayat ath-thabrani dan al Bazzar dari Anas bin Malik)" } } }, { "number": { "inQuran": 1878, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa innahaa labi sabeelim muqeem" } }, "translation": { "en": "And indeed, those cities are [situated] on an established road.", "id": "dan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1878", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1878.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1878.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah pun menegaskan bahwa se-sungguh-nya kota itu, yakni Sodom dan Gomorah yang terletak di sebelah timur Laut Mati dan menjadi tempat tinggal kaum Nabi Lut, benar-benar terletak di jalan yang masih tetap dapat dilalui manusia, pun dapat disaksikan bekas-bekas kehancurannya.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa negeri kaum Lut yang telah dihancurkan itu terletak pada jalan-jalan yang biasa dilalui manusia. Reruntuhannya dapat dilihat sampai saat ini oleh orang-orang yang mengadakan perjalanan dari Medinah ke Syam. Hal ini ditegaskan oleh Allah swt dalam firman-Nya yang lain:\n\nDan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi, dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti? (as-shaffat/37: 137-138)\n\nOrang-orang Arab Mekah biasanya mengadakan perdagangan ke Syam. Mereka berangkat dalam kafilah. Dalam perjalanan mereka pulang balik dari Mekah ke Syam itu, mereka melalui negeri kaum Lut dan dapat menyaksikan bekas-bekasnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1879, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la Aayatal lilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a sign for the believers.", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1879", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1879.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1879.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam kisah-kisah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Lut bersama kaum mereka, benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah bagi orang yang beriman.", "long": "Kemudian Allah swt memperingatkan bahwa azab yang ditimpakan-Nya kepada kaum Lut sehingga mereka hancur binasa serta terhindarnya Lut beserta pengikutnya merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah. Dia akan mengazab setiap orang yang ingkar dan durhaka dan memberi pahala orang-orang yang beriman kepada-Nya. Sedang bagi orang-orang kafir, peristiwa yang menghancurkan kaum Lut itu hanyalah semata-mata akibat bencana alam. Adanya gempa bumi, panas terik sepanjang tahun, dan timbulnya wabah penyakit adalah suatu hal yang biasa terjadi di alam ini, tidak ada hubungan dengan kedurhakaan dan keingkaran manusia pada Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1880, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kaana Ashaabul Aikati lazaalimeen" } }, "translation": { "en": "And the companions of the thicket were [also] wrongdoers.", "id": "Dan sesungguhnya penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1880", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1880.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1880.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengisahkan pembinasaan kaum Nabi Lut karena kedurhakaan mereka pada ayat-ayat sebelumnya, pada ayat berikut Allah menuturkan kisah kaum Nabi Syu'aib dan kebinasaan mereka. Allah berfirman, \"Dan sesungguhnya penduduk Aikah itu, yakni sebuah lokasi di wilayah Madyan yang ditinggali oleh kaum Nabi Syu'aib, benar-benar kaum yang zalim. Mereka suka menyamun dan merampok orang-orang yang melewati negeri mereka serta curang dalam menakar dan menimbang.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa penduduk kota Aikah adalah penduduk yang zalim dan ingkar. Kepada mereka diutus Nabi Syuaib a.s., tetapi mereka mengingkari dan mendustakan dakwahnya.\n\nDalam hadis diterangkan hubungan penduduk Aikah dengan penduduk kota Madyan.\n\nRasulullah saw berkata, \"Sesungguhnya penduduk kota Madyan dan penduduk Aikah itu adalah dua umat yang kepada keduanya Allah mengutus Nabi Syuaib\". (Riwayat Ibnu Mardawaih dan Ibnu 'Asakir)\n\nArti dasar dari Aikah ialah hutan, kemudian menjadi nama suatu negeri karena negeri itu memiliki banyak hutan. Negeri itu terletak di daerah Madyan.\n\nPenduduk Aikah menganut kepercayaan politeisme, suka menyamun dan merampok orang yang lewat negeri mereka, serta berlaku curang dalam menimbang dan menakar. Kepada mereka diutus Nabi Syuaib a.s., tetapi mereka mengingkarinya." } } }, { "number": { "inQuran": 1881, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 222, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0642\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fantaqamnaa minhum wa innahumaa labi imaamim mubeen" } }, "translation": { "en": "So We took retribution from them, and indeed, both [cities] are on a clear highway.", "id": "maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua (negeri) itu terletak di satu jalur jalan raya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1881", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1881.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1881.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akibat dari sikap, perbuatan, dan kezaliman mereka itu maka Kami membinasakan mereka, yakni kaum Nabi Syu'aib. Dan sesungguhnya kedua negeri itu, yakni kota Sodom yang didiami kaum Nabi Lut dan kota Aikah yang didiami kaum Nabi Syu'aib, terletak di satu jalur jalan raya yang masih biasa dilalui manusia hingga saat ini.", "long": "Karena tindakan mereka yang melanggar larangan Allah dan meng-abaikan seruan rasul itu, mereka ditimpa azab berupa panas terik selama tujuh hari, tanpa sedikit pun awan yang menaungi. Allah kemudian mengirimkan awan, lalu mereka bernaung di bawahnya. Tiba-tiba dari dalam awan itu memancar nyala api yang menghanguskan mereka. Dalam Surah al-A'raf/7: 91, diterangkan bahwa mereka juga ditimpa gempa yang dahsyat.\n\nLalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka. (al-A'raf/7: 91)\n\nKemudian Allah swt menerangkan bahwa kota Sodom dan kota Aikah itu adalah dua kota yang berdekatan letaknya, sama-sama terletak di jalan yang biasa dilalui manusia. Bahkan, bekas peninggalan mereka masih dapat dilihat dan diteliti, agar dijadikan pelajaran oleh orang-orang yang mau menggunakan pikirannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1882, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u062c\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad kazzaba ashaabul Hijril mursaleen" } }, "translation": { "en": "And certainly did the companions of Thamud deny the messengers.", "id": "Dan sesungguhnya penduduk negeri Hijr benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1882", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1882.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1882.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menuturkan kisah kaum Nabi Lut dan Nabi Syu'aib, Allah lalu menceritakan kisah Kaum Samud, kaum Nabi Saleh. Allah berfirman, \"Dan sesungguhnya penduduk negeri aˆijr, yakni kaum Samud yang mendiami suatu wilayah di Wadi al-Qura antara Madinah dengan Suriah, benar-benar telah mendustakan Nabi Saleh sebagai salah seorang dari para rasul yang Allah utus kepada mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa penduduk kota al-Hijr telah men-dustakan para rasul. Dalam ayat ini disebutkan rasul-rasul padahal mereka hanya mendustakan seorang rasul, yaitu Nabi Saleh a.s., karena mendustakan seorang rasul hukumnya sama dengan mendustakan seluruh rasul Allah. Seluruh rasul yang diutus Allah membawa agama tauhid dan asas-asas agama yang sama. Walaupun mendustakan seorang rasul, tetapi mereka telah mendustakan ketauhidan dan asas-asas agama yang dibawa rasul itu, yang berarti mereka telah mendustakan seluruh rasul.\n\nKota al-Hijr adalah tempat tinggal kaum Samud yang terletak antara Mekah dan Syam, di dekat Wadil-Qura. Kepada mereka diutus Nabi Saleh yang diberi mukjizat sebagai bukti kerasulannya. Saleh menyatakan mukjizatnya berupa unta betina yang mereka kenal sebagai bukti kerasulan-nya. Unta itu tidak boleh diganggu dan disakiti. Jatah air minumnya ditentukan banyaknya secara bergantian, yaitu sehari untuk minum unta dan sehari untuk minum mereka semuanya. Tetapi mereka tidak mau mengikuti ketentuan Saleh itu, bahkan mereka menyembelih unta itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1883, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aatainaahum Aayaatinaa fakaanoo 'anhaa mu'rideen" } }, "translation": { "en": "And We gave them Our signs, but from them they were turning away.", "id": "dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1883", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1883.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1883.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami, yakni mukjizat kepada Nabi Saleh berupa unta betina yang membuktikan kerasulannya. Nabi Saleh mengingatkan kaumnya untuk tidak mengganggu apalagi menyakiti unta tersebut. Namun, mereka melanggar pesan Nabi Saleh dan menyembelih unta itu. Mukjizat itu telah mereka saksikan, tetapi mereka selalu berpaling darinya dengan selalu abai.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa penduduk kota al-Hijr telah men-dustakan para rasul. Dalam ayat ini disebutkan rasul-rasul padahal mereka hanya mendustakan seorang rasul, yaitu Nabi Saleh a.s., karena mendustakan seorang rasul hukumnya sama dengan mendustakan seluruh rasul Allah. Seluruh rasul yang diutus Allah membawa agama tauhid dan asas-asas agama yang sama. Walaupun mendustakan seorang rasul, tetapi mereka telah mendustakan ketauhidan dan asas-asas agama yang dibawa rasul itu, yang berarti mereka telah mendustakan seluruh rasul.\n\nKota al-Hijr adalah tempat tinggal kaum Samud yang terletak antara Mekah dan Syam, di dekat Wadil-Qura. Kepada mereka diutus Nabi Saleh yang diberi mukjizat sebagai bukti kerasulannya. Saleh menyatakan mukjizatnya berupa unta betina yang mereka kenal sebagai bukti kerasulan-nya. Unta itu tidak boleh diganggu dan disakiti. Jatah air minumnya ditentukan banyaknya secara bergantian, yaitu sehari untuk minum unta dan sehari untuk minum mereka semuanya. Tetapi mereka tidak mau mengikuti ketentuan Saleh itu, bahkan mereka menyembelih unta itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1884, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0652\u062d\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u0622\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kaanoo yanhitoona minal jibaali buyootan aamineen" } }, "translation": { "en": "And they used to carve from the mountains, houses, feeling secure.", "id": "dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu, (yang didiami) dengan rasa aman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1884", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1884.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1884.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, yakni kaum Samud, memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan rumah-rumah yang kokoh sebagai tempat tinggal. Rumahrumah itu mereka diami dengan rasa aman dari segala gangguan.", "long": "Kaum Samud adalah kaum yang kuat dan perkasa tubuhnya. Mereka memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan rumah-rumah mereka, sehingga kota mereka dinamakan \"kota al-hijr\" yang berarti kota pegunungan batu. Karena kemungkaran, Allah menimpakan kepada mereka azab berupa suara keras yang mengguntur dan menghancurkan mereka semuanya. Azab keras itu datang di waktu pagi pada hari keempat dari hari yang ditetapkan Saleh bagi mereka untuk berpikir. Tetapi mereka tidak mengindahkannya, sehingga mereka terkubur di dalam rumah-rumah mereka yang berupa gua-gua yang dipahat pada gunung-gunung batu itu. Keadaan mereka ini diterangkan Allah dalam firman-Nya yang lain:\n\nKemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud. (Hud/11: 67-68)\n\nKaum Samud tidak dapat menghindarkan diri dari azab Allah sedikit pun. Tidak ada faedah keperkasaan tubuh mereka, kemampuan mereka memahat gunung untuk dijadikan rumah yang seakan-akan merupakan benteng yang kokoh, serta harta dan jumlah mereka yang banyak. Semua hancur lebur bersama mereka, seakan-akan negeri itu tidak pernah dihuni manusia.\n\nTentang kedahsyatan azab yang dialami kaum Samud, tergambar dalam hadis Nabi saw:\n\nDari Ibnu Umar r.a. bahwasanya Nabi saw telah lewat di kota Hijr dalam perjalanan beliau menuju perang Tabuk, lalu beliau menundukkan kepalanya dan mempercepat perjalanannya seraya berkata kepada para sahabatnya, \"Janganlah kamu memasuki rumah-rumah kaum yang diazab (kaum Samud), kecuali kamu akan menangis. Jika kamu tidak menangis, maka hendaklah seakan-akan menangis karena kamu takut akan ditimpa azab nanti sebagaimana mereka telah ditimpa azab dahulu.\" (Riwayat al-Bukhari)" } } }, { "number": { "inQuran": 1885, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064f \u0645\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhazat humus saihatu musbiheen" } }, "translation": { "en": "But the shriek seized them at early morning.", "id": "Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1885", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1885.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1885.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keberpalingan mereka dari Allah dan kedurhakaan kepada-Nya kemudian membuat Allah murka. Mereka lalu dibinasakan oleh Allah pada hari keempat dari tenggat yang telah Nabi Saleh berikan kepada mereka untuk berpikir, dengan suatu azab berupa suara keras yang mengguntur pada pagi hari. Suara itu memicu gempa dahsyat yang membuat mereka terkubur dalam rumah-rumah mereka yang dipahat pada gunung-gunung batu itu.", "long": "Kaum Samud adalah kaum yang kuat dan perkasa tubuhnya. Mereka memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan rumah-rumah mereka, sehingga kota mereka dinamakan \"kota al-hijr\" yang berarti kota pegunungan batu. Karena kemungkaran, Allah menimpakan kepada mereka azab berupa suara keras yang mengguntur dan menghancurkan mereka semuanya. Azab keras itu datang di waktu pagi pada hari keempat dari hari yang ditetapkan Saleh bagi mereka untuk berpikir. Tetapi mereka tidak mengindahkannya, sehingga mereka terkubur di dalam rumah-rumah mereka yang berupa gua-gua yang dipahat pada gunung-gunung batu itu. Keadaan mereka ini diterangkan Allah dalam firman-Nya yang lain:\n\nKemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud. (Hud/11: 67-68)\n\nKaum Samud tidak dapat menghindarkan diri dari azab Allah sedikit pun. Tidak ada faedah keperkasaan tubuh mereka, kemampuan mereka memahat gunung untuk dijadikan rumah yang seakan-akan merupakan benteng yang kokoh, serta harta dan jumlah mereka yang banyak. Semua hancur lebur bersama mereka, seakan-akan negeri itu tidak pernah dihuni manusia.\n\nTentang kedahsyatan azab yang dialami kaum Samud, tergambar dalam hadis Nabi saw:\n\nDari Ibnu Umar r.a. bahwasanya Nabi saw telah lewat di kota Hijr dalam perjalanan beliau menuju perang Tabuk, lalu beliau menundukkan kepalanya dan mempercepat perjalanannya seraya berkata kepada para sahabatnya, \"Janganlah kamu memasuki rumah-rumah kaum yang diazab (kaum Samud), kecuali kamu akan menangis. Jika kamu tidak menangis, maka hendaklah seakan-akan menangis karena kamu takut akan ditimpa azab nanti sebagaimana mereka telah ditimpa azab dahulu.\" (Riwayat al-Bukhari)" } } }, { "number": { "inQuran": 1886, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaaa aghnaa 'anhum maa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "So nothing availed them [from] what they used to earn.", "id": "sehingga tidak berguna bagi mereka, apa yang telah mereka usahakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1886", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1886.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1886.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab itu datang dengan begitu dahsyat, sehingga tidak berguna lagi bagi mereka apa yang telah mereka usahakan. Mereka mengira bahwa rumah-rumah yang mereka pahat pada sisi tebing gunung yang kukuh itu akan menyelamatkan mereka, namun ternyata semua itu tidak mampu melindungi mereka dari azab Allah.\"", "long": "Kaum Samud adalah kaum yang kuat dan perkasa tubuhnya. Mereka memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan rumah-rumah mereka, sehingga kota mereka dinamakan \"kota al-hijr\" yang berarti kota pegunungan batu. Karena kemungkaran, Allah menimpakan kepada mereka azab berupa suara keras yang mengguntur dan menghancurkan mereka semuanya. Azab keras itu datang di waktu pagi pada hari keempat dari hari yang ditetapkan Saleh bagi mereka untuk berpikir. Tetapi mereka tidak mengindahkannya, sehingga mereka terkubur di dalam rumah-rumah mereka yang berupa gua-gua yang dipahat pada gunung-gunung batu itu. Keadaan mereka ini diterangkan Allah dalam firman-Nya yang lain:\n\nKemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud. (Hud/11: 67-68)\n\nKaum Samud tidak dapat menghindarkan diri dari azab Allah sedikit pun. Tidak ada faedah keperkasaan tubuh mereka, kemampuan mereka memahat gunung untuk dijadikan rumah yang seakan-akan merupakan benteng yang kokoh, serta harta dan jumlah mereka yang banyak. Semua hancur lebur bersama mereka, seakan-akan negeri itu tidak pernah dihuni manusia.\n\nTentang kedahsyatan azab yang dialami kaum Samud, tergambar dalam hadis Nabi saw:\n\nDari Ibnu Umar r.a. bahwasanya Nabi saw telah lewat di kota Hijr dalam perjalanan beliau menuju perang Tabuk, lalu beliau menundukkan kepalanya dan mempercepat perjalanannya seraya berkata kepada para sahabatnya, \"Janganlah kamu memasuki rumah-rumah kaum yang diazab (kaum Samud), kecuali kamu akan menangis. Jika kamu tidak menangis, maka hendaklah seakan-akan menangis karena kamu takut akan ditimpa azab nanti sebagaimana mereka telah ditimpa azab dahulu.\" (Riwayat al-Bukhari)" } } }, { "number": { "inQuran": 1887, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0622\u062a\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0641\u064e\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0641\u0652\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa khalaqnas samaawaati wal arda wa maa bainahumaaa illaa bilhaqq; wa innas Saa'ata la aatiyatun fasfahis safhal jameel" } }, "translation": { "en": "And We have not created the heavens and earth and that between them except in truth. And indeed, the Hour is coming; so forgive with gracious forgiveness.", "id": "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1887", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1887.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1887.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menceritakan kisah beberapa kaum yang durhaka kepada para rasul, melalui ayat ini Allah kembali menegaskan tentang penciptaan langit dan bumi. Allah menyatakan, \"Dan Kami tidak menciptakan langit dengan aneka bintang dan planet yang menghiasinya dan tidak pula kami ciptakan bumi dengan aneka makhluk di permukaannya maupun di perutnya, serta apa yang ada di antara keduanya, yakni antara langit dan bumi, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang diketahui maupun tidak diketahui oleh manusia, melainkan dengan kebenaran. Kami ciptakan itu semua sebagai bukti-bukti kekuasaan Kami agar manusia mau beriman. Dan sungguh, Kiamat yang menjadi saat ketika semua manusia dimintai pertanggungjawaban atas amalnya, pasti akan datang. Tidak ada keraguan sedikit pun tentangnya. Maka maafkanlah kaummu yang enggan beriman, wahai Nabi Muhammad, atas kecaman, gangguan, dan pendustaan mereka kepadamu. Maafkanlah mereka dengan cara yang baik.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan semua yang ada di langit dan di bumi ini, bukan untuk berbuat aniaya dan zalim kepada seluruh penduduk atau makhluk, seperti yang dilakukan terhadap umat dahulu yang durhaka. Allah menciptakan benda-benda tersebut dengan maksud dan tujuannya, sesuai dengan pengetahuan dan kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya. Demikian pula kisah-kisah umat yang dahulu disampaikan agar dijadikan iktibar, tamsil, dan ibarat bagi orang-orang yang mau percaya kepada kekuasaan dan kebesaran Allah.\n\nKemudian Allah swt menegaskan bahwa hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan sedikit pun, karena pada waktu itulah Allah menyem-purnakan balasannya kepada manusia sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan. Perbuatan baik dibalas dengan surga, sedang perbuatan buruk dibalas dengan azab neraka. \n\nAllah memperingatkan bahwa jika manusia tidak mau beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, serta tidak mau mengambil pelajaran dan pengalaman yang telah dialami umat-umat yang dahulu, maka Rasul diperintahkan untuk berpaling dari mereka, dan memperlihatkan sikap yang baik, budi pekerti yang tinggi, serta memaafkan tindak-tanduk mereka yang tidak wajar terhadapnya.\n\nAyat ini menerangkan sikap-sikap yang harus dimiliki oleh seorang dai khususnya dan seluruh kaum Muslimin pada umumnya dalam menyampai-kan agama Allah dan menghadapi orang-orang yang durhaka. Kaum Muslimin hanya berkewajiban menyampaikan agama Allah, dan tidak diharuskan untuk memaksa dan menjadikan mereka (orang-orang durhaka) beriman, yang menjadikan iman dan kafirnya seseorang hanyalah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1888, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Inna Rabbaka Huwal khallaaqul 'aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord - He is the Knowing Creator.", "id": "Sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1888", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1888.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1888.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Tuhan yang selalu memeliharamu dan membimbing-mu, wahai Nabi Muhammad, Dia-lah Tuhan Yang Maha Pencipta. Dia-lah pencipta segala sesuatu di alam raya ini. Dia juga Maha mengetahui segala sifat, ciri, dan keadaan makhluk-makhluk ciptaan-Nya.", "long": "Selanjutnya Allah menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta, dan Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak atau yang tidak, yang nyata dan yang disembunyikan dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati." } } }, { "number": { "inQuran": 1889, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062b\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaaka sab'am mnal masaanee wal Qur-aanal 'azeem" } }, "translation": { "en": "And We have certainly given you, [O Muhammad], seven of the often repeated [verses] and the great Qur'an.", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1889", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1889.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1889.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat-ayat sebelumnya Allah mengisahkan hinaan kaum pendurhaka kepada para rasul Allah dan siksaan yang ditimpakanNya kepada mereka, dalam ayat ini Allah menjelaskan anugerah yang diberikan-Nya kepada Nabi Muhammad. Allah berfirman, \"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dalam salat, yaitu Surah al-Fa tihah dan ayat-ayat lain dari Al-Qur'an yang agung.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kepada Nabi Muhammad \"as-sab'ul matsani\" (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan Al-Qur'an yang agung. Tidak diterangkan dalam ayat ini yang dimaksud dengan \"as-sab'ul matsani\" dan \"Al-Qur'an yang agung itu\". Tetapi, ada hadis menerangkan bahwa yang dimaksud dengan as-sab'ul matsani dan Al-Qur'an yang agung itu ialah Surah al-Fatihah. Hadis itu ialah:\n\nDari Abi Said Al-Mu'alla ia berkata, \"Telah lewat di hadapanku Nabi saw sedang saya dalam salat, maka dia memanggilku dan aku tidak mendatanginya hingga aku selesai salat. Kemudian aku datang kepadanya, kemudian Nabi berkata, \"Kenapa engkau tidak datang kepadaku.\" Aku menjawab, \"Aku sedang salat.\" Beliau berkata, \"Bukanlah Allah telah berfirman, \"Hai orang-orang yang beriman perkenankanlah seruan Allah dan rasul,\" kemudian beliau berkata, Ketahuilah! Aku akan mengajarkan kepadamu surah yang paling agung di dalam Al-Qur'an, sebelum aku keluar dari mesjid ini.\" Maka Nabi saw pergi untuk keluar lalu beliau kuingatkan, maka katanya,\"Al-hamdu lillahi rabbil-'alamin adalah \"as-sab'ul-matsani\" dan \"Al-Qur'an yang agung\" yang telah diberikannya kepadaku.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nPada hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda:\n\nUmmul-Qur'an itu ialah as-sab'ul-matsani dan Al-Qur'an yang Agung. (Riwayat al-Bukhari)\n\nBanyak hadis sahih lain yang menerangkan bahwa as-sab'ul-matsani dan Al-Qur'an yang Agung adalah nama-nama lain dari Surah al-Fatihah.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan as-sab'ul matsani dalam ayat di atas ialah as-sab'uth-thiwal (tujuh surah Al-Qur'an yang terpanjang ayat-ayatnya), yaitu Surah al-Baqarah, Ali 'Imran, al-Ma'idah, an-Nisa, al-A'raf, al-An'am, dan at-Taubah atau al-Anfal. Surah-surah yang tujuh itu disebut as-sab'ul-matsani, karena dalam surah yang tujuh itu diulang-ulang penyebutan kisah-kisah, hukum-hukum, ketauhidan, dan lain-lain. Akan tetapi, pendapat ini bertentangan dengan hadis-hadis sahih di atas. Sementara itu, sebagian dari surah as-sab'uth-thiwal diturunkan di Medinah, sedangkan ayat yang menerangkan tentang as-sab'ul-matsani ini adalah Makkiyah.\n\nDisebut as-sab'ul-matsani (tujuh berulang-ulang) karena Surah al-Fatihah itu terdiri atas tujuh ayat yang diulang-ulang membacanya pada tiap-tiap rakaat dalam salat. Seorang muslim sekurang-kurangnya salat tujuh belas rakaat dalam sehari semalam. Oleh karena itu, mereka sekurang-kurangnya membaca al-Fatihah tujuh belas kali dalam sehari semalam. Disebut Al-Qur'an yang agung karena isi Surah al-Fatihah itu merupakan pokok-pokok isi dari seluruh Al-Qur'an, dan sesuai pula dengan maksud hadis di atas." } } }, { "number": { "inQuran": 1890, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064f\u062f\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u0641\u0650\u0636\u0652 \u062c\u064e\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa tamuddanna 'ainaika ilaa maa matta 'naa biheee azwaajam minhum wa laa tahzan 'alaihim wakhfid janaahaka lilmu 'mineen" } }, "translation": { "en": "Do not extend your eyes toward that by which We have given enjoyment to [certain] categories of the disbelievers, and do not grieve over them. And lower your wing to the believers", "id": "Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1890", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1890.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1890.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Anugerah Allah kepada Nabi Muhammad dan kaum mukmin berupa Surah al-Fa tihah jauh lebih berharga daripada kenikmatan duniawi yang Allah berikan kepada kaum kafir. Allah mengingatkan Nabi Muhammad akan hal tersebut dengan firman-Nya, \"Wahai Nabi Muhammad, jangan sekali-kali engkau tujukan pandanganmu sehingga tergiur kepada kenikmatan hidup dan kemewahan duniawi yang fana dan sesaat yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka, yakni kaum kafir, dan jangan pula engkau bersedih hati terhadap mereka karena keengganan mereka menerima dakwahmu menuju iman. Dan berendah hatilah engkau terhadap orang-orang yang beriman serta jagalah hubungan baikmu dengan mereka.", "long": "Pada ayat di atas diterangkan bahwa Allah swt telah meng-anugerahikan sesuatu yang besar nilainya kepada orang-orang yang beriman, yaitu Surah al-Fatihah. Pemberian itu berupa petunjuk ke jalan yang benar dan tidak dapat dinilai dengan harta berapa pun banyaknya. Oleh karena itu, Allah swt memperingatkan orang-orang yang beriman agar jangan merasa berkecil hati dan bersedih atas kesenangan duniawi yang telah diberikan Allah kepada orang-orang kafir. Tidak pantas seseorang memalingkan perhatiannya dari sesuatu yang mulia dan tinggi nilainya kepada sesuatu yang kurang bernilai, apalagi jika kesenangan dunia itu diperoleh dengan cara yang tidak dibenarkan Allah. Semua itu adalah kesenangan yang bersifat sementara, kemudian mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Ayat ini senada dengan firman Allah swt yang melarang Rasul melihat kenikmatan yang diberikan kepada orang-orang kafir:\n\nDan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal. (thaha/20: 131)\n\nAllah swt melarang Nabi Muhammad saw bersedih hati terhadap orang kafir yang tidak mengindahkan seruannya. Larangan Allah ini disebabkan karena Nabi saw sangat mengharapkan agar seluruh manusia beriman dan mengharapkan agar orang-orang kafir tidak ditimpa siksa Allah di akhirat nanti karena keluasan rahmat-Nya. Larangan Allah juga mengingatkan Nabi saw bahwa tugasnya hanya menyampaikan agama Allah, bukan memaksa manusia untuk beriman. Kemudian Allah memutuskan agar Nabi saw berlaku lemah lembut dan mengatakan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan ditimpa azab Allah jika mereka terus-menerus dalam kekafiran dan kesesatan, sebagaimana yang telah ditimpakan kepada umat-umat sebelum mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1891, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa qul inneee anan nazeerul mubeen" } }, "translation": { "en": "And say, \"Indeed, I am the clear warner\" -", "id": "Dan katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1891", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1891.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1891.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah kepada orang kafir, wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas kepada kalian tentang hukuman atas keingkaran kalian.\"", "long": "Pada ayat di atas diterangkan bahwa Allah swt telah meng-anugerahikan sesuatu yang besar nilainya kepada orang-orang yang beriman, yaitu Surah al-Fatihah. Pemberian itu berupa petunjuk ke jalan yang benar dan tidak dapat dinilai dengan harta berapa pun banyaknya. Oleh karena itu, Allah swt memperingatkan orang-orang yang beriman agar jangan merasa berkecil hati dan bersedih atas kesenangan duniawi yang telah diberikan Allah kepada orang-orang kafir. Tidak pantas seseorang memalingkan perhatiannya dari sesuatu yang mulia dan tinggi nilainya kepada sesuatu yang kurang bernilai, apalagi jika kesenangan dunia itu diperoleh dengan cara yang tidak dibenarkan Allah. Semua itu adalah kesenangan yang bersifat sementara, kemudian mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Ayat ini senada dengan firman Allah swt yang melarang Rasul melihat kenikmatan yang diberikan kepada orang-orang kafir:\n\nDan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal. (thaha/20: 131)\n\nAllah swt melarang Nabi Muhammad saw bersedih hati terhadap orang kafir yang tidak mengindahkan seruannya. Larangan Allah ini disebabkan karena Nabi saw sangat mengharapkan agar seluruh manusia beriman dan mengharapkan agar orang-orang kafir tidak ditimpa siksa Allah di akhirat nanti karena keluasan rahmat-Nya. Larangan Allah juga mengingatkan Nabi saw bahwa tugasnya hanya menyampaikan agama Allah, bukan memaksa manusia untuk beriman. Kemudian Allah memutuskan agar Nabi saw berlaku lemah lembut dan mengatakan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan ditimpa azab Allah jika mereka terus-menerus dalam kekafiran dan kesesatan, sebagaimana yang telah ditimpakan kepada umat-umat sebelum mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1892, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 14, "page": 266, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0633\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kamaaa anzalnaa 'alal muqtasimeen" } }, "translation": { "en": "Just as We had revealed [scriptures] to the separators", "id": "Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang yang memilah-milah (Kitab Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1892", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1892.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1892.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Memperingatkan kaum kafir Mekah tentang datangnya azab akibat penolakan mereka terhadap dakwah Nabi Muhammad, Allah berfirman, \"Sebagaimana Kami telah memberi kamu peringatan, sesungguhnya Kami telah menurunkan azab kepada orang yang memilah-milah Kitab Allah dan menyifatinya dengan berbagai macam sifat yang batil, yaitu orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi ke dalam berbagai macam penamaan, seperti sihir, syair, tenung, atau lainnya, dan dengan berbagai sikap; sebagiannya mereka benarkan dan sebagian yang lain mereka ingkari.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sebagaimana Allah telah meng-anugerahkan as-sab'ul-matsani kepada umat Nabi Muhammad, Dia juga telah menganugerahkan yang serupa itu kepada umat-umat sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi yang telah diutus kepada mereka. Seperti halnya sikap dan tindakan umat yang terdahulu terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka, demikian pula sikap orang-orang musyrik di Mekah yang telah menamakan Al-Qur'an dengan nama yang bermacam-macam, seperti syair, sihir, dongeng-dongeng orang purbakala, buatan Muhammad, dan sebagainya.\n\nPara mufasir berbeda pendapat tentang yang dimaksud dengan perkataan \"al-muqtasimin\" (orang yang membagi-bagi).\n\nPendapat pertama mengartikan al-muqtasimin dengan orang-orang kafir yang telah bersumpah bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati. Perkataan ini sesuai dengan firman Allah swt:\n\nDan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, \"Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.\" Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (an-Nahl/16: 38)\n\nDan firman Allah swt:\n\nItukah orang-orang yang kamu telah bersumpah, bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah? (al-A'raf/7: 49)\n\nPendapat kedua mengartikan al-muqtasimin dengan \"orang-orang yang membagi-bagi\" kitab Allah, yaitu mengurangi, menukar, dan menambah isi kitab Allah yang telah diturunkan kepada para rasul-Nya. Dasar pendapat mereka ialah firman Allah swt:\n\n¦Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)?... (al-Baqarah/2: 85)\n\nDan firman Allah swt:\n\n(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya¦ (an-Nisa'/4: 46)\n\nPendapat ketiga mengartikan al-muqtasimin dengan \"orang-orang yang membagi-bagi\". Maksudnya ialah mereka menamakan Al-Qur'an sesuai dengan nama yang mereka ingini, sehingga orang tidak mempercayai sebagai kitab yang diturunkan Allah. Alasan mereka ialah firman Allah swt:\n\nBahkan mereka mengatakan, \"(Al-Qur'an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair. (al-Anbiya/21: 5)\n\nFirman Allah swt:\n\nLalu dia berkata, \"(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). (al-Muddatstsir/74: 24)\n\nSetiap pendapat di atas mempunyai dalil-dalil yang kuat, tetapi yang lebih tepat dan sesuai dengan ayat-ayat ini ialah pendapat ketiga, apalagi jika dihubungkan dengan ayat-ayat selanjutnya, yaitu firman Allah yang artinya: \"Yaitu orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi\".\n\nAl-Maragi, menukil pendapat Ibnu Abbas, mengatakan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani telah menjadikan pula Al-Qur'an itu terbagi-bagi, ada bagian yang mereka percayai, dan ada pula bagian yang mereka ingkari.\n\nHasan al-Basri berpendapat bahwa orang-orang musyrik Mekah telah membagi-bagi jalan yang akan dilalui manusia, kemudian mereka berdiri di jalan yang akan dilalui manusia dan menakut-nakuti orang-orang yang akan menempuh jalan yang telah dibentangkan oleh Nabi saw." } } }, { "number": { "inQuran": 1893, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0639\u0650\u0636\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena ja'alul Quraana'ideen" } }, "translation": { "en": "Who have made the Qur'an into portions.", "id": "(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1893", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1893.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1893.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Memperingatkan kaum kafir Mekah tentang datangnya azab akibat penolakan mereka terhadap dakwah Nabi Muhammad, Allah berfirman, \"Sebagaimana Kami telah memberi kamu peringatan, sesungguhnya Kami telah menurunkan azab kepada orang yang memilah-milah Kitab Allah dan menyifatinya dengan berbagai macam sifat yang batil, yaitu orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi ke dalam berbagai macam penamaan, seperti sihir, syair, tenung, atau lainnya, dan dengan berbagai sikap; sebagiannya mereka benarkan dan sebagian yang lain mereka ingkari.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sebagaimana Allah telah meng-anugerahkan as-sab'ul-matsani kepada umat Nabi Muhammad, Dia juga telah menganugerahkan yang serupa itu kepada umat-umat sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi yang telah diutus kepada mereka. Seperti halnya sikap dan tindakan umat yang terdahulu terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka, demikian pula sikap orang-orang musyrik di Mekah yang telah menamakan Al-Qur'an dengan nama yang bermacam-macam, seperti syair, sihir, dongeng-dongeng orang purbakala, buatan Muhammad, dan sebagainya.\n\nPara mufasir berbeda pendapat tentang yang dimaksud dengan perkataan \"al-muqtasimin\" (orang yang membagi-bagi).\n\nPendapat pertama mengartikan al-muqtasimin dengan orang-orang kafir yang telah bersumpah bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati. Perkataan ini sesuai dengan firman Allah swt:\n\nDan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, \"Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.\" Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (an-Nahl/16: 38)\n\nDan firman Allah swt:\n\nItukah orang-orang yang kamu telah bersumpah, bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah? (al-A'raf/7: 49)\n\nPendapat kedua mengartikan al-muqtasimin dengan \"orang-orang yang membagi-bagi\" kitab Allah, yaitu mengurangi, menukar, dan menambah isi kitab Allah yang telah diturunkan kepada para rasul-Nya. Dasar pendapat mereka ialah firman Allah swt:\n\n¦Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)?... (al-Baqarah/2: 85)\n\nDan firman Allah swt:\n\n(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya¦ (an-Nisa'/4: 46)\n\nPendapat ketiga mengartikan al-muqtasimin dengan \"orang-orang yang membagi-bagi\". Maksudnya ialah mereka menamakan Al-Qur'an sesuai dengan nama yang mereka ingini, sehingga orang tidak mempercayai sebagai kitab yang diturunkan Allah. Alasan mereka ialah firman Allah swt:\n\nBahkan mereka mengatakan, \"(Al-Qur'an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair. (al-Anbiya/21: 5)\n\nFirman Allah swt:\n\nLalu dia berkata, \"(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). (al-Muddatstsir/74: 24)\n\nSetiap pendapat di atas mempunyai dalil-dalil yang kuat, tetapi yang lebih tepat dan sesuai dengan ayat-ayat ini ialah pendapat ketiga, apalagi jika dihubungkan dengan ayat-ayat selanjutnya, yaitu firman Allah yang artinya: \"Yaitu orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi\".\n\nAl-Maragi, menukil pendapat Ibnu Abbas, mengatakan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani telah menjadikan pula Al-Qur'an itu terbagi-bagi, ada bagian yang mereka percayai, dan ada pula bagian yang mereka ingkari.\n\nHasan al-Basri berpendapat bahwa orang-orang musyrik Mekah telah membagi-bagi jalan yang akan dilalui manusia, kemudian mereka berdiri di jalan yang akan dilalui manusia dan menakut-nakuti orang-orang yang akan menempuh jalan yang telah dibentangkan oleh Nabi saw." } } }, { "number": { "inQuran": 1894, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fawa Rabbika lanas'a lannahum ajma'een" } }, "translation": { "en": "So by your Lord, We will surely question them all", "id": "Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1894", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1894.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1894.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas perbuatan kaum kafir yang demikian, Allah pun bersumpah, Maka demi Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, Kami pasti akan menanyai dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka semua di akhirat kelak tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu di dunia.", "long": "Ayat ini memerintahkan agar Nabi Muhammad memperingatkan orang-orang yang membagi-bagi Al-Qur'an dan tidak mempercayainya sebagai kitab suci bahwa Allah akan menurunkan azab kepada mereka sebagaimana Allah telah membinasakan umat-umat terdahulu karena perbuatan yang serupa dengan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1895, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Ammaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "About what they used to do.", "id": "tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1895", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1895.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1895.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas perbuatan kaum kafir yang demikian, Allah pun bersumpah, Maka demi Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, Kami pasti akan menanyai dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka semua di akhirat kelak tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu di dunia.", "long": "Ayat ini memerintahkan agar Nabi Muhammad memperingatkan orang-orang yang membagi-bagi Al-Qur'an dan tidak mempercayainya sebagai kitab suci bahwa Allah akan menurunkan azab kepada mereka sebagaimana Allah telah membinasakan umat-umat terdahulu karena perbuatan yang serupa dengan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1896, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u062f\u064e\u0639\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasda' bimaa tu'maru wa a'rid anil mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Then declare what you are commanded and turn away from the polytheists.", "id": "Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1896", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1896.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1896.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, jangan kaupedulikan sikap dan tindakan kaum kafir itu terhadap Al-Qur'an. Maka sampaikanlah saja kepada mereka secara terang-terangan dan sungguh-sungguh segala apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu dan berpalinglah dari orang yang musyrik. Jangan kauhiraukan gangguan mereka dan teruslah berdakwah menyampaikan pesan-pesan Allah karena Dia akan selalu melindungimu.", "long": "Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menyiarkan agama Islam dengan terang-terangan, tidak lagi dengan sembunyi-sembunyi, menantang orang-orang musyrik, tidak mempedulikan mereka dan apa yang mereka katakan, dan tidak takut kepada mereka yang menghalanginya dalam menyiarkan agama Allah, karena Allah melindunginya dari gangguan mereka.\n\nSebagian ahli tafsir menafsirkan \"Berpalinglah dari orang-orang musyrik\" maksudnya adalah janganlah mempedulikan segala macam tindak-tanduk orang-orang musyrik yang telah mendustakan, memperolok-olok, dan menentang kamu. Janganlah tindakan mereka itu menghalangimu menyiarkan agama Allah, karena Allah memelihara kamu dari gangguan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1897, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa kafainaakal mustahzi'een" } }, "translation": { "en": "Indeed, We are sufficient for you against the mockers", "id": "Sesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan (engkau)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1897", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1897.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1897.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun kaum kafir berusaha sekuat tenaga mengganggu dan menghalangimu dari menyampaikan dakwah, sesungguhnya Kami, yakni Allah, malaikat, dan orang yang dikehendaki-Nya akan selalu memelihara engkau, wahai Nabi Muhammad, dari gangguan dan kejahatan orang yang memperolok-olokkan engkau dan risalah yang kausampaikan.", "long": "Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menyiarkan agama Islam dengan terang-terangan, tidak lagi dengan sembunyi-sembunyi, menantang orang-orang musyrik, tidak mempedulikan mereka dan apa yang mereka katakan, dan tidak takut kepada mereka yang menghalanginya dalam menyiarkan agama Allah, karena Allah melindunginya dari gangguan mereka.\n\nSebagian ahli tafsir menafsirkan \"Berpalinglah dari orang-orang musyrik\" maksudnya adalah janganlah mempedulikan segala macam tindak-tanduk orang-orang musyrik yang telah mendustakan, memperolok-olok, dan menentang kamu. Janganlah tindakan mereka itu menghalangimu menyiarkan agama Allah, karena Allah memelihara kamu dari gangguan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1898, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u06da \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yaj'aloona ma'al laahi ilaahan aakhar; fasawfa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Who make [equal] with Allah another deity. But they are going to know.", "id": "(yaitu) orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah; mereka kelak akan mengetahui (akibatnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1898", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1898.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1898.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang memperolok-olokkanmu tidak lain hanyalah orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah. Anggapan mereka ini merupakan kesalahan besar. Karena itu, mereka kelak akan mengetahui akibat yang sangat pedih dari kedurhakaan dan kesyirikan mereka.\"", "long": "Ayat ini memberi jaminan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah swt memeliharanya dari tindakan orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok dan menyakitinya serta memelihara Al-Qur'an dari usaha-usaha orang-orang yang ingin mengotorinya.\n\nAth-thabari menyampaikan riwayat dari Sa'id bin Jubair bahwa orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok Al-Qur'an dan Nabi Muhammad ialah al-Walid bin Mugirah, al-'As bin Wa'il, Al-'Adi bin Qais, Aswad bin Abdu Yaguts, dan Aswad bin Muththalib. Mereka semua terkenal dalam sejarah, dan sebab-sebab kematian mereka adalah akibat tindakan mereka sendiri.\n\nMenurut suatu riwayat diterangkan bahwa suatu ketika Nabi saw berada di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi Muhammad saw, dan berkata sesamanya dengan maksud mengejek Nabi, \"Inikah orang yang mendakwakan dirinya nabi?\" Pada waktu itu, Jibril a.s. menyertai Nabi, lalu Jibril menusuk punggung orang-orang yang memperolok-olokkan itu dengan jarinya, sehingga menimbulkan bekas, luka, dan borok yang busuk baunya. Tiada seorang pun yang mendekati mereka karena baunya itu. Maka turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Nabi saw dilindungi Allah swt dari gangguan orang-orang kafir.\n\nAllah mengetahui bahwa Nabi saw merasa sedih karena olok-olokan dan tindakan orang-orang kafir. Untuk mengobati kesedihannya itu, Allah memerintahkan Nabi saw untuk bertasbih, mensucikan Allah dari segala sesuatu yang menyekutukan-Nya, salat, rukuk, sujud, banyak melakukan ibadah, berbuat baik, dan mengekang hawa nafsu. Hal ini berlaku pula bagi kaum Muslimin sampai akhir hayat mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1899, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0636\u0650\u064a\u0642\u064f \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad na'lamu annak yadeequ sadruka bimaa yaqooloon" } }, "translation": { "en": "And We already know that your breast is constrained by what they say.", "id": "Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1899", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1899.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1899.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kembali mengingatkan Nabi Muhammad, Allah berfirman, \"Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa engkau memiliki budi pekerti luhur dan toleransi yang tinggi dalam menghadapi gangguan mereka, tetapi engkau merasa sedih sehingga dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan kepadamu berupa pendustaan, hinaan, dan olok-olok mereka.", "long": "Ayat ini memberi jaminan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah swt memeliharanya dari tindakan orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok dan menyakitinya serta memelihara Al-Qur'an dari usaha-usaha orang-orang yang ingin mengotorinya.\n\nAth-thabari menyampaikan riwayat dari Sa'id bin Jubair bahwa orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok Al-Qur'an dan Nabi Muhammad ialah al-Walid bin Mugirah, al-'As bin Wa'il, Al-'Adi bin Qais, Aswad bin Abdu Yaguts, dan Aswad bin Muththalib. Mereka semua terkenal dalam sejarah, dan sebab-sebab kematian mereka adalah akibat tindakan mereka sendiri.\n\nMenurut suatu riwayat diterangkan bahwa suatu ketika Nabi saw berada di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi Muhammad saw, dan berkata sesamanya dengan maksud mengejek Nabi, \"Inikah orang yang mendakwakan dirinya nabi?\" Pada waktu itu, Jibril a.s. menyertai Nabi, lalu Jibril menusuk punggung orang-orang yang memperolok-olokkan itu dengan jarinya, sehingga menimbulkan bekas, luka, dan borok yang busuk baunya. Tiada seorang pun yang mendekati mereka karena baunya itu. Maka turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Nabi saw dilindungi Allah swt dari gangguan orang-orang kafir.\n\nAllah mengetahui bahwa Nabi saw merasa sedih karena olok-olokan dan tindakan orang-orang kafir. Untuk mengobati kesedihannya itu, Allah memerintahkan Nabi saw untuk bertasbih, mensucikan Allah dari segala sesuatu yang menyekutukan-Nya, salat, rukuk, sujud, banyak melakukan ibadah, berbuat baik, dan mengekang hawa nafsu. Hal ini berlaku pula bagi kaum Muslimin sampai akhir hayat mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1900, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasbbih bihamdi Rabbika wa kum minas saajideen" } }, "translation": { "en": "So exalt [Allah] with praise of your Lord and be of those who prostrate [to Him].", "id": "maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1900", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1900.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1900.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, maka janganlah kaupedulikan ucapan mereka betapapun menyakitkan hatimu, tetapi bertasbihlah kepada Allah dengan menyucikan-Nya dari segala kesyirikan dan kekurangan disertai dengan memuji Tuhanmu yang selalu mengawasi dan melindungimu dari gangguan kaum kafir serta membimbingmu ke jalan kebenaran, dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud, yakni taat, tekun, dan patuh kepada Allah, seperti yang telah kaulakukan selama ini.", "long": "Ayat ini memberi jaminan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah swt memeliharanya dari tindakan orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok dan menyakitinya serta memelihara Al-Qur'an dari usaha-usaha orang-orang yang ingin mengotorinya.\n\nAth-thabari menyampaikan riwayat dari Sa'id bin Jubair bahwa orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok Al-Qur'an dan Nabi Muhammad ialah al-Walid bin Mugirah, al-'As bin Wa'il, Al-'Adi bin Qais, Aswad bin Abdu Yaguts, dan Aswad bin Muththalib. Mereka semua terkenal dalam sejarah, dan sebab-sebab kematian mereka adalah akibat tindakan mereka sendiri.\n\nMenurut suatu riwayat diterangkan bahwa suatu ketika Nabi saw berada di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi Muhammad saw, dan berkata sesamanya dengan maksud mengejek Nabi, \"Inikah orang yang mendakwakan dirinya nabi?\" Pada waktu itu, Jibril a.s. menyertai Nabi, lalu Jibril menusuk punggung orang-orang yang memperolok-olokkan itu dengan jarinya, sehingga menimbulkan bekas, luka, dan borok yang busuk baunya. Tiada seorang pun yang mendekati mereka karena baunya itu. Maka turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Nabi saw dilindungi Allah swt dari gangguan orang-orang kafir.\n\nAllah mengetahui bahwa Nabi saw merasa sedih karena olok-olokan dan tindakan orang-orang kafir. Untuk mengobati kesedihannya itu, Allah memerintahkan Nabi saw untuk bertasbih, mensucikan Allah dari segala sesuatu yang menyekutukan-Nya, salat, rukuk, sujud, banyak melakukan ibadah, berbuat baik, dan mengekang hawa nafsu. Hal ini berlaku pula bagi kaum Muslimin sampai akhir hayat mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1901, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 223, "hizbQuarter": 106, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa'bud Rabbaka hattaa yaatiyakal yaqeen" } }, "translation": { "en": "And worship your Lord until there comes to you the certainty (death).", "id": "Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1901", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1901.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1901.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bersama dengan itu sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan dan menghidupkanmu, dan serahkanlah dirimu sepenuhnya kepadaNya sampai yakin, yaitu ajal, datang kepadamu. Dengan melakukan hal itu maka beban perasaan yang kaupikul akibat ucapan, sikap, dan tingkah laku kaum kafir akan terasa ringan dan jiwamu pun akan merasa tenteram.\"", "long": "Ayat ini memberi jaminan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah swt memeliharanya dari tindakan orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok dan menyakitinya serta memelihara Al-Qur'an dari usaha-usaha orang-orang yang ingin mengotorinya.\n\nAth-thabari menyampaikan riwayat dari Sa'id bin Jubair bahwa orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok Al-Qur'an dan Nabi Muhammad ialah al-Walid bin Mugirah, al-'As bin Wa'il, Al-'Adi bin Qais, Aswad bin Abdu Yaguts, dan Aswad bin Muththalib. Mereka semua terkenal dalam sejarah, dan sebab-sebab kematian mereka adalah akibat tindakan mereka sendiri.\n\nMenurut suatu riwayat diterangkan bahwa suatu ketika Nabi saw berada di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi Muhammad saw, dan berkata sesamanya dengan maksud mengejek Nabi, \"Inikah orang yang mendakwakan dirinya nabi?\" Pada waktu itu, Jibril a.s. menyertai Nabi, lalu Jibril menusuk punggung orang-orang yang memperolok-olokkan itu dengan jarinya, sehingga menimbulkan bekas, luka, dan borok yang busuk baunya. Tiada seorang pun yang mendekati mereka karena baunya itu. Maka turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Nabi saw dilindungi Allah swt dari gangguan orang-orang kafir.\n\nAllah mengetahui bahwa Nabi saw merasa sedih karena olok-olokan dan tindakan orang-orang kafir. Untuk mengobati kesedihannya itu, Allah memerintahkan Nabi saw untuk bertasbih, mensucikan Allah dari segala sesuatu yang menyekutukan-Nya, salat, rukuk, sujud, banyak melakukan ibadah, berbuat baik, dan mengekang hawa nafsu. Hal ini berlaku pula bagi kaum Muslimin sampai akhir hayat mereka." } } } ] }, { "number": 16, "sequence": 70, "numberOfVerses": 128, "name": { "short": "النحل", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u062d\u0644", "transliteration": { "en": "An-Nahl", "id": "An-Nahl" }, "translation": { "en": "The Bee", "id": "Lebah" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : \"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah.\" Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula \"An Ni'am\" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 1902, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ataaa amrullaahi falaa tasta'jilooh; Subhaanahoo wa Ta'aalaa 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "The command of Allah is coming, so be not impatient for it. Exalted is He and high above what they associate with Him.", "id": "Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1902", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1902.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1902.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan bahwa ketetapan Allah, yaitu hari kiamat dan masa ketika para pendurhaka akan menerima azab, pasti datang, maka janganlah kamu, wahai para pendurhaka, meminta agar dipercepat kedatangan-nya. Mahasuci Allah dari segala aib, kesyirikan, dan kekurangan, dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka sembah, berupa berhala atau apa pun juga yang mereka persekutukan dengan Dia.", "long": "Allah menegaskan bahwa ketetapan Allah pasti datang. Maksud ketetapan Allah dalam ayat ini ialah hari kiamat yang telah diancamkan kepada kaum musyrik dan orang-orang kafir. Mereka secara berolok-olok meminta kepada Nabi agar azab hari kiamat itu segera didatangkan. Itulah sebabnya, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan bahwa azab Allah yang akan dijatuhkan kepada mereka pasti terjadi. Allah swt melarang mereka agar tidak meminta azab itu disegerakan datangnya, karena azab hari kiamat itu akan datang pada waktu yang telah ditentukan dan diputuskan-Nya.\n\nDalam ayat ini, Allah swt memberitakan datangnya hari kiamat dengan menggunakan kata kerja bentuk lampau (fi'il madhi) padahal azab itu belum terjadi. Hal ini memberikan pengertian bahwa azab itu betul-betul akan terjadi. Ayat ini mengandung ancaman bagi orang-orang kafir dan sekaligus mengandung pemberitahuan kepada mereka bahwa azab yang akan ditimpakan kepada mereka dan kehancuran mereka telah dekat dan pasti datang.\n\nAllah swt menyatakan bahwa Dia Mahasuci dari apa yang mereka persekutukan. Dia tidak memerlukan sekutu dan pembantu untuk menjatuh-kan azab kepada mereka. Bantahan ini sebagai jawaban terhadap pernyataan mereka bahwa mereka akan meminta bantuan (syafa'at) kepada patung-patung yang mereka sembah." } } }, { "number": { "inQuran": 1903, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Yunazzilul malaaa 'ikata birroohi min amrihee 'alaa mai yashaaa'u min 'ibaadiheee an anzirooo annahoo laaa ilaaha illaaa ana fattaqoon" } }, "translation": { "en": "He sends down the angels, with the inspiration of His command, upon whom He wills of His servants, [telling them], \"Warn that there is no deity except Me; so fear Me.\"", "id": "Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, “Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1903", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1903.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1903.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjelaskan kesempurnaan ketetapan dan penciptaan-Nya, Allah berfirman, \"Dia menurunkan para malaikat, yakni Malaikat Jibril, membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki untuk diberi wahyu di antara hamba-hamba-Nya yang taat dan suci jiwanya. Inti wahyu itu ialah pesan yang berisi, \"Peringatkanlah oleh kalian, wahai hamba-hamba yang Aku beri wahyu, bahwa tidak ada tuhan, penguasa alam raya, pencipta langit dan bumi yang berhak disembah selain Aku Yang Mahaesa dan Mahakuasa, tidak ada sekutu bagi-Ku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku. Berimanlah kepada-Ku, laksanakanlah semua perintah-Ku, dan tinggalkanlah segala laranganKu.\" (Lihat: Surah Ga fir/40: 15 dan asy-Syura /42: 52)", "long": "Setelah ayat tersebut turun, orang-orang Quraisy menanyakan, \"Seandainya Allah memang berkuasa untuk mengazab para hamba-Nya yang lain, maka siapakah yang mengetahui hal yang sangat gaib ini yang tidak diketahui oleh siapa punjuga kecuali hanya Dia? Pertanyaan ini hanya menunjukkan pengingkaran mereka terhadap kejadian hari kiamat. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan bahwa berita itu diketahui dari wahyu yang diturunkan Allah melalui malaikat. Dari wahyu itulah berita-berita gaib dapat diketahui. Wahyu itu dibawa oleh malaikat dengan perintah Allah kepada hamba-Nya yang dikehendaki. Penjelasan itu dikemukakan agar mereka dapat mengetahui bahwa seseorang yang menerima wahyu berarti telah menerima tugas kenabian. Yang dimaksud dengan roh dalam ayat ini ialah wahyu sebagai-mana tampak jelas artinya di ayat yang lain:\n\n¦Yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya,¦ (al-Mu'min/40: 15)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nDan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami¦ (asy-Syura/42: 52)\n\nWahyu itu dibawa oleh para malaikat kepada para nabi semata-mata karena perintah Allah dan bukan kemauan malaikat itu sendiri. Seperti ditegaskan dalam ayat-ayat yang lain sebagai berikut:\n\nDan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali atas perintah Tuhanmu. (Maryam/19: 64)\n\nDan firman Allah swt:\n\nMereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (al-Anbiya'/21: 27)\n\nWahyu itu diberikan oleh Allah kepada para hamba-Nya yang terpilih dan mempunyai kesiapan mental untuk menerimanya. Gunanya sebagai sarana untuk memberikan peringatan kepada para hamba Allah. Antara lain, untuk menyampai-kan ajaran tauhid dan meyakinkan mereka tentang keesaan Allah, bahwa tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah dan Dialah Tuhan bagi segala makhluk, sedang tuhan-tuhan yang lain adalah tuhan ciptaan mereka yang jauh dari kebenaran. Dengan demikian, wajib bagi manusia untuk menghambakan diri semata-mata kepada-Nya karena dengan jalan demikian manusia akan selamat dari kehancuran dan terlepas dari kesesatan. Dalam ayat itu terdapat petunjuk bahwa wahyu itu turun dari Allah kepada nabi-Nya dengan perantaraan para malaikat. Dalam ayat yang lain disebutkan:\n\nSemua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (al-Baqarah/2: 285)\n\nMalaikat disebut lebih dahulu daripada rasul-rasul untuk menyatakan bahwa malaikat itu menerima wahyu dari Allah tanpa perantara. Sedangkan yang dimaksud dengan kitab-kitab ialah wahyu yang disampaikan oleh para malaikat kepada para nabi-Nya. \n\nDi akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa hendaklah manusia bertakwa hanya kepada-Nya. Ini adalah seruan yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman agar tetap bertakwa kepada-Nya. Juga ditujukan kepada orang-orang kafir Quraisy yang menentang akan terjadinya hari kiamat agar mereka menghentikan kemusyrikannya dan meninggalkan sifat-sifat yang menentang terhadap ketentuan yang datang dari Allah dikarenakan sifat tergesa-gesa menolak sesuatu yang belum diyakini kebenarannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1904, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Khalaqas samaawaati wal arda bilhaqq; Ta'aalaa 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "He created the heavens and earth in truth. High is He above what they associate with Him.", "id": "Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1904", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1904.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1904.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengingatkan manusia bahwa Dia adalah Tuhan yang telah menciptakan langit tempat kalian berteduh bersama benda-benda yang menghiasinya, dan menciptakan bumi tempat kalian berpijak bersama apa saja yang terhampar di atasnya dan terkandung di dalamnya. Semua itu Allah ciptakan dengan kebenaran, yaitu sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Mahatinggi Allah dalam segala hal, sifat, dan perbuatan-Nya, dari apa yang mereka persekutukan dengan-Nya berupa berhala-berhala itu.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa Dia menciptakan benda-benda yang ada di langit dan benda-benda yang ada di bumi dengan benar. Maksudnya ialah sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya dan tidak ada yang sia-sia. Dia menciptakan semuanya tanpa bantuan dan pertolongan siapa pun. Dia cukup menciptakan benda-benda dan hukum yang berlaku baginya, sehingga benda-benda itu berfungsi sesuai dengan hukumnya. Tidak ada zat yang lain yang berkuasa untuk mencipta, mengatur, dan mengendalikan langit, bumi dan semua isinya. Sebagai konsekuensinya, tidak layak apabila ada orang yang menghambakan dirinya kepada tuhan-tuhan yang lain selain-Nya. Oleh karena itu, Allah menyatakan di akhir ayat ini bahwa Dia Mahasuci dari apa yang mereka persekutukan. (Keterangan lebih lanjut bisa dilihat dalam tafsir Surah Ibrahim/14: 19).\n\nPenciptaan langit dan bumi dengan haq (benar) juga bisa bermakna bahwa Tuhan menciptakan bumi bukan dengan main-main. Semuanya begitu tepat untuk mulainya kehidupan di bumi ini. Bagaimana kenyamanan bumi dibandingkan dengan beberapa planet lain yang ada dalam tatasurya yang sama dapat kita lihat pada uraian di bawah ini. Dalam perbandingan yang dilakukan, terutama pada jarak antara matahari dan masing-masing planet, tampak akan efek jarak dengan masing-masing planet.\n\nApa yang tertulis di atas hanya sebagian dari \"keputusan rancangan\" yang dibuat Allah agar kehidupan di bumi dapat eksis dan bertahan. Namun yang sedikit ini pun sudah cukup untuk menunjukkan bahwa keberadaan bumi bukan karena kebetulan. Tidak juga terbentuk oleh serangkaian kejadian acak.\n\nHal tersebut dan detail lain yang tak berhingga meyakinkan kembali kebenaran yang sederhana dan murni. Allah dan hanya Allah yang menciptakan alam semesta, bintang, planet, pegunungan, dan laut dengan sempurna, memberikan kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, dan menempatkan ciptaan-Nya di bawah kendali manusia. Allah dan hanya Allah, sumber pengampunan dan kekuasaan, cukup berkekuatan untuk menciptakan sesuatu dari kehampaan." } } }, { "number": { "inQuran": 1905, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u0635\u0650\u064a\u0645\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Khalaqal insaana min nutfatin fa izaa huwa khaseemum mubeen" } }, "translation": { "en": "He created man from a sperm-drop; then at once, he is a clear adversary.", "id": "Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1905", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1905.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1905.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia Yang Mahaesa dan Mahakuasa itu juga telah menciptakan manusia dari setetes mani yang secara lahiriah tampak remeh, tidak berarti, dan tidak berdaya, ternyata dia berubah menjadi manusia yang kuat dan tangguh, bahkan dia berubah menjadi pembantah yang nyata tentang Tuhan dan hakikat dirinya.", "long": "Kemudian dalam ayat ini, Allah menjelaskan proses kejadian diri manusia bahwa Dia menciptakannya dari nuthfah. Dalam ayat yang lain dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari air yang lemah. Kejadian itu melalui proses perkembangan. Di dalam kandungan, mani berubah menjadi 'alaqah (sesuatu yang menggantung di dinding rahim), kemudian menjadi gumpalan daging. Setelah mengalami jangka waktu 4 bulan mulai terwujud janin yang sempurna, dan setelah 9 bulan kejadian, bayi itu dikeluarkan dari kandungan ibunya ke alam dunia. Setelah itu, bayi masih memerlukan bantuan dan perawatan ibunya untuk disusui, dirawat, dan dididik sampai dewasa dan dapat berpikir secara sempurna. \n\nManusia yang mengalami proses penciptaan yang rumit dan bertahap, dari makhluk yang lemah menjadi yang perkasa ini, tiba-tiba mengingkari keesaan penciptanya dan terjadinya hari kebangkitan, serta memusuhi para rasul Allah, padahal ia diciptakan hanya sebagai hamba. Manusia bahkan melupakan asal kejadiannya bahwa ia diciptakan dari setetes air yang tidak mempunyai kemampuan sedikit pun. Mereka berkata dengan terus-terang, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:\n\nDan tentu mereka akan mengatakan (pula), \"Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.\" (al-An'am/6: 29)\n\nMereka juga mengingkari kebangkitan kembali manusia setelah mati dan menjadi tulang-belulang. Firman Allah:\n\n¦Dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?\" (Yasin/36: 78)" } } }, { "number": { "inQuran": 1906, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062f\u0650\u0641\u0652\u0621\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wal an 'amaa khalaqahaa; lakum feehaa dif'unw wa manaafi'u wa minhaa taakuloon" } }, "translation": { "en": "And the grazing livestock He has created for you; in them is warmth and [numerous] benefits, and from them you eat.", "id": "Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya, untuk kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1906", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1906.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1906.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak saja menciptakan langit, bumi, dan manusia, hewan ternak juga telah diciptakan-Nya, untuk kamu padanya ada bulu dan kulit yang dapat kamu jadikan pakaian yang menghangatkan badan kamu dan berbagai manfaat lain yang dapat kamu ambil dalam kehidupan kamu, dan sebagian dari-nya juga dapat kamu makan.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menjelaskan aneka ragam kenikmatan yang disediakan untuk para hamba-Nya berupa binatang ternak, seperti unta, sapi, kambing, dan lain sebagainya. Nikmat yang diperoleh dari binatang itu seperti bulunya yang dapat dibuat kain wool, berguna untuk melindungi tubuh dari gangguan udara dingin, dan kulitnya dapat dijadikan sepatu dan peralatan lainnya. Begitu pula susu dan dagingnya bermanfaat bagi kesehatan manusia. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa binatang ternak itu diciptakan untuk manusia agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidupnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1907, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 14, "page": 267, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u064c \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lakum feehaa jamaalun heena tureehoona wa heena tasrahoon" } }, "translation": { "en": "And for you in them is [the enjoyment of] beauty when you bring them in [for the evening] and when you send them out [to pasture].", "id": "Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1907", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1907.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1907.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain manfaat-manfaat tersebut kamu juga dapat memperoleh keindahan padanya, yakni pada hewan ternak itu, ketika kamu membawanya kembali ke kandang pada sore hari dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan pada pagi hari.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa manusia memperoleh kepuasan batin dan pemandangan yang indah pada binatang ternak ketika mereka melepas dan menggiringnya di pagi hari menuju tempat penggembalaan. Perasaan yang sama juga dirasakan pada sore hari ketika mereka menghalau dan menggiring binatang ternak itu kembali ke kandangnya. Keindahan yang diperoleh manusia dari binatang ternak itu termasuk nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1908, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 14, "page": 268, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u0623\u064e\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0634\u0650\u0642\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa tahmilu asqaalakum ilaa baladil lam takoonoo baaligheehi illaa bishiqqil anfus; inna Rabbakum la Ra'oofur Raheem" } }, "translation": { "en": "And they carry your loads to a land you could not have reached except with difficulty to yourselves. Indeed, your Lord is Kind and Merciful.", "id": "Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1908", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1908.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1908.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kamu pun bisa memperoleh manfaat lain dari hewan ternak itu karena ia sanggup mengangkut beban-bebanmu yang berat dan tidak mampu kamu pikul sendiri ke suatu negeri nun jauh yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu yang telah menciptakan hewan ternak itu dan menyediakan berbagai manfaat darinya adalah Tuhan Yang Maha Pengasih kepada hamba yang taat dan mendekatkan diri kepada-Nya, Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.", "long": "Kemudian Allah menyebutkan nikmat-Nya yang lain yang diperoleh manusia dari binatang ternak, yakni mengangkut barang atau beban manusia yang berat dari satu tempat ke tempat yang lain dimana mereka tidak sanggup untuk membawanya sendiri.\n\nAllah berfirman:\n\nDan sesungguhnya pada hewan-hewan ternak, terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberi minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan. (al-Mu'minun/23: 21)\n\nDan firman-Nya:\n\nAllahlah yang menjadikan hewan ternak untukmu, sebagian untuk kamu kendarai dan sebagian lagi kamu makan. (al-Mu'min/40: 79)\n\nKemudian Allah swt menegaskan bahwa Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kasih sayang Allah disebutkan dalam ayat ini agar manusia dapat mensyukuri nikmat Allah yang diperolehnya dari binatang ternak, yang sangat bermanfaat bagi mereka sebagai alat pengangkut yang sangat penting artinya bagi kehidupan mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya? (Yasin/36: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 1909, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 14, "page": 268, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0631\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Walkhaila wal bighaala wal hameera litarkaboohaa wa zeenah; wa yakhluqu maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And [He created] the horses, mules and donkeys for you to ride and [as] adornment. And He creates that which you do not know.", "id": "dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1909", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1909.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1909.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia telah pula menciptakan untuk kalian kuda, bagal (yaitu binatang hasil perkawinan antara kuda dengan keledai), dan keledai. Itu semua diciptakan Allah untuk kamu tunggangi dan menjadi perhiasan. Allah menciptakan untuk kalian apa yang kamu ketahui dan apa yang tidak kamu ketahui pada saat ini namun kelak akan kamu ketahui manfaat dan kegunaannya.", "long": "Selanjutnya, Allah swt menyebutkan beberapa binatang ternak lainnya yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, yaitu Allah menciptakan kuda, bagal, dan keledai untuk dikendarai dan dijadikan sebagai binatang pelihara-an yang menyenangkan.\n\nAda segolongan ahli fikih yang mengharamkan daging kuda. Mereka mengemukakan alasan bahwa kuda diciptakan Allah untuk dijadikan kendaraan bukan untuk dimakan. Alasan ini diperkuat dengan teks ayat yang menyebutkan tiga jenis binatang ternak. Hal ini menunjukkan bahwa kuda, keledai, dan bagal hukumnya sama-sama haram dimakan. Sekiranya ketiga binatang ini boleh dimakan, tentulah disebutkan dalam ayat ini, sebab kebutuhan seseorang untuk makan lebih terasa daripada kebutuhan mereka terhadap kendaraan.\n\nAkan tetapi, alasan yang dikemukakan di atas tidak disetujui oleh kalangan ahli fikih yang lain dengan alasan bahwa seandainya ayat ini menunjukkan keharaman kuda, tentu keledai yang dipelihara termasuk ke dalamnya. Kalau memang demikian pengertiannya, tentu pada saat terjadi perang Khaibar tidak perlu ada penegasan keharaman memakan keledai piaraan karena ayat itu turun jauh sebelum perang Khaibar.\n\nDi samping itu, banyak dalil yang membolehkan memakan daging kuda, di antaranya adalah:\n\nDari Asma' r.a., \"Kami berkorban seekor kuda pada masa Rasulullah, lalu kami memakan dagingnya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDari Jabir r.a., \"Rasulullah menyuruh kami memakan daging kuda dan melarang kami memakan daging keledai piaraan.\" (Riwayat Abu 'Ubaid, Ibnu Abi Syaibah, at-Tirmizi, an-Nasa'i, dan lain-lain)\n\nDari Jabir r.a., \"Rasulullah melarang memakan daging keledai piaraan dan membolehkan memakan daging kuda.\" (Riwayat al-Bukhari dan Abu Dawud)\n\nDi samping hadis-hadis tersebut, memang ada hadis yang melarang memakan daging kuda bagal, dan keledai\n\nRasulullah melarang memakan daging tiap-tiap binatang buas yang bertaring, daging kuda bagal, dan keledai piaraan. (Riwayat Ahmad)\n\nHadis yang mengharamkan daging kuda ini daif karena dalam sanadnya tercantum nama shalah bin Yahya yang diragukan kekuatan hafalannya. Seandainya hadis ini dianggap sahih, nilai kekuatannya tidak melebihi hadis-hadis sahih lain yang lebih banyak jumlahnya yang membolehkan memakan daging kuda. \n\nSecara singkat dapat dikatakan bahwa hadis yang melarang memakan daging kuda bagal, dan keledai itu terjadi sebelum peristiwa Perang Khaibar. Oleh sebab itu, bisa dikatakan hadis ini dinasakh oleh hadis yang menerang-kan kebolehannya.\n\nDi akhir ayat, Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan semua makhluk yang belum diketahui oleh manusia, baik binatang darat, laut, ataupun angkasa, yang dapat diambil manfaatnya oleh mereka. Namun demikian, sampai saat ini akal manusia belum sampai pada pengetahuan tentang manfaat dari makhluk tersebut. Semua itu bertujuan agar manusia dapat memahami betapa luasnya nikmat Allah swt yang diberikan kepada mereka yang tiada putus-putusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1910, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 14, "page": 268, "manzil": 3, "ruku": 224, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0635\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064c \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'alal laahi qasdus sabeeli wa minhaa jaaa'ir; wa law shaaa'a lahadaakum ajma'een" } }, "translation": { "en": "And upon Allah is the direction of the [right] way, and among the various paths are those deviating. And if He willed, He could have guided you all.", "id": "Dan hak Allah menerangkan jalan yang lurus, dan di antaranya ada (jalan) yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1910", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1910.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1910.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan tanda-tanda yang menunjukkan betapa Dia Maha Pencipta dan Mahakuasa, Allah lalu beralih menjelaskan bahwa Dia juga Maha Memberi Petunjuk ke jalan yang benar. Karena itu, Dialah yang patut disembah, dan menjadi hak bagi Allah Yang Maha Mengetahui dan Memberi Petunjuk untuk menerangkan jalan yang lurus, yakni keimanan yang harus diikuti oleh manusia untuk membawa mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan menjadi hak Allah pula untuk menerangkan bahwa di antaranya ada jalan yang menyimpang, berkelok, dan berliku, yakni kekufuran, yang harus dijauhi karena menjerumuskan manusia ke jurang kesengsaraan di dunia dan akhirat. Dan jika Dia menghendaki untuk menjadikan semua manusia menempuh jalan yang lurus, maka tidak ada halangan bagi-Nya untuk melakukan hal itu karena Allah Mahakuasa, dan dalam keadaan demikian tentu Dia memberi petunjuk kamu semua ke jalan yang lurus tersebut.", "long": "Allah swt menyebutkan nikmat-Nya yang berguna untuk kepentingan jiwa manusia, agar mereka mengetahui dan mensyukuri Pencipta alam semesta dan nikmat yang sangat luas ini. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi untuk membimbing manusia melalui wahyu kepada para rasul-Nya dan memerintahkan mereka untuk menaatinya. Ini bertujuan agar manusia sampai pada kebenaran. Dengan demikian, barang siapa mengikuti bimbingan itu berarti ia akan memperoleh kebahagiaan yang sangat berguna bagi dirinya. Akan tetapi, barang siapa yang menempuh jalan sesat maka akibatnya akan diderita dan dirasakannya sendiri.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa. (al-An'am/6: 153)\n\nDan firman-Nya:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku.\" (al-hijr/15: 41)\n\nDan firman-Nya:\n\nSesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk. (al-Lail/92: 12)\n\nDi samping jalan lurus itu, ada jalan yang menyimpang dari kebenaran. Apabila manusia melalui jalan itu, mereka tidak akan mencapai kebahagiaan. Jalan itu adalah jalan kesesatan, yang membawa manusia pada perpecahan dan kehancuran.\n\nMenurut ayat ini, jalan lurus yang mengantarkan manusia untuk mem-peroleh kebahagiaan hanyalah agama Islam, yaitu agama yang hanif, disyariatkan Allah dan diwahyukan-Nya kepada Nabi Muhammad saw, serta sesuai dengan fitrah manusia.\n\nAllah swt berfirman:\n\nMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (ar-Rum/30: 30)\n\nSesungguhnya Allah berkuasa untuk membimbing manusia seluruhnya untuk beragama tauhid. Akan tetapi, Allah swt Maha Bijaksana. Ia memberi hak pilih kepada manusia karena mereka memiliki akal dan pikiran untuk digunakan sebagaimana mestinya. Allah juga memberikan bimbingan wahyu kepada manusia melalui rasul-Nya, agar mereka melaksanakan tuntunan itu berdasarkan pilihannya. Firman Allah:\n\nDan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. (Yunus/10: 99)\n\nUntuk mendorong minat manusia melakukan amal yang baik, Allah swt menjanjikan pahala. Sebagai upaya menghilangkan kecenderungan mereka melakukan amal yang jelek, Allah juga memberi peringatan dengan ancaman yang pedih. Hal ini dimaksudkan agar manusia mau mengikuti petunjuk-Nya dan menghindari larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1911, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 14, "page": 268, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064c \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0633\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazeee anzala minas samaaa'i maaa'al lakum minhu sharaabunw wa minhu shajarun feehi tuseemoon" } }, "translation": { "en": "It is He who sends down rain from the sky; from it is drink and from it is foliage in which you pasture [animals].", "id": "Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1911", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1911.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1911.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut menjelaskan berbagai nikmat yang Allah anugerahkan kepada manusia. Dialah yang telah menurunkan air hujan dari arah langit untuk kamu manfaatkan guna memenuhi kebutuhan kamu. Sebagiannya menjadi minuman bagi kamu dan binatang-binatang peliharaanmu, dan sebagiannya yang lain dapat kamu gunakan untuk menyirami tumbuhan, yang padanya, yaitu pada tumbuhan hijau itu, kamu menggembalakan ternakmu sehingga mereka dapat makan dan menghasilkan produk yang kamu butuhkan, seperti susu, daging, dan bulu.", "long": "Allah menyebutkan nikmat yang diperoleh manusia dari langit secara langsung atau tidak langsung. Nikmat Allah yang mereka peroleh secara langsung adalah air hujan yang dapat dijadikan air minum dan keperluan lainnya dalam kehidupan mereka sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, dan lain sebagainya. Turunnya air hujan juga membuat udara yang panas menjadi sejuk dan menyegarkan badan.\n\nSedang nikmat Allah yang diperoleh secara tidak langsung dari air hujan adalah air itu dapat mengairi sawah dan menghidupkan segala macam tumbuh-tumbuhan. Segala tumbuhan itu sangat bermanfaat bagi manusia dan makhluk lain, seperti manusia dapat menggembalakan binatang ternak mereka di padang rumput.\n\nAyat ini merupakan salah satu dari sekian banyak ayat yang berbicara mengenai hujan dan kesuburan yang diakibatkannya. Untuk rincian mengenai hujan lihat Surah an-Nur/24: 43 dan ar-Rum/30: 48-49. Sedang-kan uraian mengenai bagaimana hujan sangat berperan untuk kesuburan dapat dilihat pada Surah Qaf/50: 9-11." } } }, { "number": { "inQuran": 1912, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 14, "page": 268, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0646\u0628\u0650\u062a\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0631\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yumbitu lakum bihiz zar'a wazzaitoona wanna kheela wal-a'naaba wa min kullis samaraat, inna fee zaalika la Aayatal liqawminy yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "He causes to grow for you thereby the crops, olives, palm trees, grapevines, and from all the fruits. Indeed in that is a sign for a people who give thought.", "id": "Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1912", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1912.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1912.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan air hujan itu pula Dia menumbuhkan untuk kamu beragam tanam-tanaman yang dapat kamu manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kamu. Dengan air hujan itu pula Dia menumbuhkan pohonpohon penghasil buah, seperti zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan dari pohon-pohon yang tidak disebutkan. Sungguh, pada yang demikian itu, yakni turunnya hujan dan kenikmatan yang ditimbulkannya, benar-benar terdapat tanda yang nyata mengenai kebesaran, keagungan, dan kekuasaan Allah bagi orang yang berpikir. (Lihat: Surah ar-Ra'd/13: 4).", "long": "Dengan hujan itu pula, Allah swt menumbuhkan tanam-tanaman yang buahnya dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dari jenis rumput-rumputan, manusia memperoleh bahan makanan bagi ternak mereka, dari zaitun mereka memperoleh minyak yang diperlukan oleh tubuh, dan dari kurma dan anggur mereka dapat memperoleh buah-buahan sebagai penambah gizi makanan mereka. \n\nKemudian disebut pula segala macam buah-buahan, agar manusia dapat mengetahui kekuasaan-Nya yang tidak terbatas. Dari air yang sama, Allah swt berkuasa menumbuhkan tanam-tanaman yang beraneka ragam dan mengeluarkan buah-buahan yang beraneka ragam bentuk, warna, dan rasanya. Segala macam tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan bahan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka adalah nikmat yang diberikan oleh Allah dan sekaligus sebagai bukti keesaan-Nya bagi orang yang mengingkari-Nya.\n\nPada akhir ayat ini dijelaskan bahwa segala macam nikmat yang diturunkan baik secara langsung ataupun tidak langsung merupakan bukti kebenaran bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan kecuali Allah. Bukti-bukti itu dapat diketahui oleh orang-orang yang memperhatikan dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah serta memikirkan hukum-hukum yang berlaku di dalamnya. \n\nBukti-bukti kekuasaan Allah yang terdapat di alam ini cukup memberikan kepuasan pada orang yang benar-benar memperhatikan kekuasaan-Nya dan mempercayai keesaan-Nya. Sebagai contoh, perhatikanlah biji-bijian, baik biji tunggal ataupun berkeping dua, yang terletak di permukaan tanah yang dibasahi air hujan. Lama kelamaan biji itu merekah dan akarnya keluar menembus permukaan tanah. Kemudian tumbuh batang dan dedaunan, lalu berkembang menjadi besar, berbunga, dan berbuah. \n\nSatu hal yang menarik perhatian ialah biji-bijian yang hampir sama bentuknya menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan menghasilkan buah-buahan yang bermacam-macam bentuk, warna, dan rasanya. Orang yang menyaksikan hal tersebut tentu akan melihat bahwa pencipta dari segala macam tumbuh-tumbuhan itu pasti Zat Yang Mahasempurna yang tidak bisa disaingi oleh zat-zat yang lain. Dialah yang berhak dipertuhan dan disembah." } } }, { "number": { "inQuran": 1913, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 14, "page": 268, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u064f \u0645\u064f\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064c \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa sakkhkhara lakumul laila wannahaara wash shamsa walqamara wannujoomu musakhkharaatum bi amrih; inna fee zaalika la Aayaatil liqawminy ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And He has subjected for you the night and day and the sun and moon, and the stars are subjected by His command. Indeed in that are signs for a people who reason.", "id": "Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bin-tang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1913", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1913.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1913.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia pula yang telah menundukkan malam sehingga menjadi gelap agar kamu dapat beristirahat, dan menundukkan siang sehingga menjadi terang agar kamu dapat berkarya. Allah pula yang telah menundukkan matahari yang menghangatkan dan menyinari bumi, dan menundukkan bulan untukmu agar dapat kamu jadikan pedoman penanggalan dan perhitungan. Dan bintang-bintang di langit dikendalikan dengan perintahNya untuk kemaslahatan kamu. Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu penundukan dan pengendalian tersebut, benar-benar terdapat tanda-tanda yang nyata tentang keesaan dan kekuasaan Allah bagi orang yang mengerti.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa Dialah yang mengendalikan malam dan siang, serta matahari dan bulan. Semua itu untuk kepentingan manusia dan sebagai nikmat yang diciptakan Allah untuk mereka. Allah mengendali-kan siang dan malam secara berganti-ganti. Malam sebagai waktu untuk beristirahat dan tidur agar tenang pikirannya di siang hari. Sedang siang adalah waktu untuk berusaha mencari rezeki guna memenuhi kebutuhan hidup. \n\nAllah menyebutkan matahari dan bulan. Matahari sebagai penyebab adanya siang dan malam. Apabila matahari muncul di cakrawala di bagian langit sebelah timur berarti hari sudah mulai siang. Makin lama matahari makin meninggi bergerak di angkasa secara perlahan-lahan dan apabila telah tenggelam di bagian ufuk sebelah barat, berarti malam telah tiba. Matahari sebagai sumber tenaga sangat diperlukan bagi segenap makhluk hidup yang ada di permukaan bumi, seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.\n\nBulan berjalan lebih cepat dari matahari suatu saat ia berbentuk sabit, beberapa hari kemudian bertambah besar, dan akhirnya menjadi bulan purnama. Sesudah itu, cahayanya mulai berkurang dan bentuknya kembali menjadi bentuk sabit, dan akhirnya lenyap sama sekali. Dari berbagai perubahan bentuk bulan ini, orang dapat mengetahui penanggalan yang sangat bermanfaat bagi pelaksanaan ibadah. Secara singkat dapat dikatakan bahwa benda langit itu merupakan nikmat Allah yang sangat besar bagi manusia, dan bermanfaat bagi kehidupan ataupun pengetahuan mereka.\n\nAllah swt menyebutkan bahwa Dia mengendalikan bintang-bintang yang bergerak pada orbitnya sendiri-sendiri dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Gerakannya begitu teratur dan tetap, demikian pula posisinya. Hal ini memberikan petunjuk kepada manusia untuk mengetahui posisi mereka di muka bumi dengan berpedoman kepada kedudukan bintang-bintang itu, baik di daratan, di lautan, maupun di udara, terutama pada saat tanda-tanda dan rambu-rambu pengenal lainnya tak dapat dilihat.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menandaskan sekali lagi bahwa matahari, bulan, dan bintang itu menjadi tanda bukti yang jelas bagi mereka yang mau memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan dapat memahami hukum-hukum yang berlaku di alam ini. Hal ini mengandung pengertian bahwa memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat di angkasa tidaklah diperoleh dengan penglihatan selintas saja melainkan dengan merenungkan dan memikirkan dengan akal yang sehat. Ini disebabkan oleh letak benda-benda tersebut yang sangat jauh jaraknya dari bumi, sehingga manusia tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang. Berbeda dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat di permukaan bumi. Dalam hal ini dengan pandangan selintas terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di jangkauan mereka, manusia akan dapat mengetahui keagungan Penciptanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1914, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 14, "page": 268, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa zara a lakum fil ardi mukhtalifan alwaanuh; inna fee zaalika la Aayatal liqawminy yazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And [He has subjected] whatever He multiplied for you on the earth of varying colors. Indeed in that is a sign for a people who remember.", "id": "dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1914", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1914.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1914.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah pula yang menundukkan apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini, seperti binatang dan tumbuhan, dengan berbagai jenis dan macam warna serta bentuk-nya. Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu pengembangbiakan binatang dan tumbuhan ke dalam berbagai warna, bentuk, dan macamnya itu, benar-benar terdapat tanda keesaan dan kekuasaan Allah bagi kaum yang mau mengambil pelajaran.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dia juga mengendalikan segala macam benda yang diciptakan-Nya, baik benda-benda itu hanya terdapat di permukaan bumi seperti aneka ragam binatang ternak dan tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda yang terdapat dalam perut bumi, seperti mineral dan barang tambang. Semua itu diciptakan Allah beraneka ragam dalam jenis, bentuk, dan manfaatnya.\n\nDi akhir ayat dijelaskan bahwa sesungguhnya pada nikmat-nikmat yang telah diciptakan Allah yang beraneka ragam bentuk itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mengambil pelajaran. Yaitu bagi mereka yang memahami betapa besarnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka dan mensyukuri dengan memanfaatkannya sebagaimana mestinya dan sesuai dengan keperluan mereka menurut keridaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1915, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 14, "page": 268, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062d\u0650\u0644\u0652\u064a\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u062e\u0650\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee sakhkharal bahra litaakuloo minhu lahman tariyyanw wa tastakhrijoo minhu hilyatan talbasoonahaa wa taral fulka mawaakhira feehi wa litabtaghoo min fadlihee wa la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And it is He who subjected the sea for you to eat from it tender meat and to extract from it ornaments which you wear. And you see the ships plowing through it, and [He subjected it] that you may seek of His bounty; and perhaps you will be grateful.", "id": "Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1915", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1915.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1915.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia-lah yang menundukkan untukmu lautan yang terhampar luas dan menjadikannya tempat tinggal bagi binatang-binatang laut dan tumbuh kembang aneka perhiasan. Hal ini dimaksudkan agar kamu dapat menangkap ikan-ikannya dan memakan daging yang segar darinya, dan dari lautan itu pula kamu dapat mengeluarkan benda-benda yang bernilai tinggi, seperti mutiara, permata, dan semacamnya untuk menjadi perhiasan yang kamu pakai. Di samping itu, kamu juga melihat perahu pembawa barang-barang berat dan bahan-bahan makanan dapat berlayar padanya dengan mudah atas izin Allah. Dan Dia menundukkan laut agar kamu dapat memanfaatkannya dan mencari rezeki dari sebagian karunia-Nya yang terdapat di sana, dan agar kamu selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada kamu serta memanfaatkannya sesuai tujuan penciptaannya.", "long": "Selanjutnya, Allah swt menyebutkan nikmat-nikmat yang terdapat di lautan yang diberikan kepada hamba-Nya. Dijelaskan bahwa Dia yang telah mengendalikan lautan untuk manusia. Maksudnya ialah mengendalikan segala macam nikmat-Nya yang terdapat di lautan agar manusia dapat memperoleh makanan dari lautan itu berupa daging yang segar, yaitu segala macam jenis ikan yang diperoleh manusia dengan jalan menangkapnya.\n\nPenyerupaan ikan dengan daging yang segar agar dipahami bahwa yang boleh dimakan dari segala jenis ikan yang terdapat di dalam lautan itu ialah yang ditangkap dalam keadaan segar, meskipun binatang itu mati tanpa disembelih. Akan tetapi, apabila segala jenis ikan yang diperoleh itu dalam keadaan tidak segar, mati, apalagi telah membusuk, maka tidak boleh dimakan karena dikhawatirkan membahayakan kesehatan. Yang dimaksud dengan binatang yang mati di lautan ialah binatang yang mati dengan sendirinya atau karena sebab-sebab yang lain sehingga mengambang di permukaan air, bukan yang mati karena ditangkap oleh manusia.\n\nRasulullah bersabda:\n\nSemua binatang laut yang mati karena kehabisan air makanlah dan semua binatang laut yang terdampar ke daratan dari lautan makanlah, tetapi binatang yang terapung di lautan janganlah dimakan. (Hadis dhaif riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Jabir)\n\nIkan yang mati di laut boleh dimakan sebab Nabi Muhammad saw bersabda:\n\nLaut itu suci airnya dan halal bangkainya. (Riwayat Imam Empat dari Abu Hurairah)\n\nHendaklah dipahami sekali lagi bahwa bangkai binatang air laut yang halal dimakan ialah binatang yang ditangkap oleh manusia, yang terlempar ke daratan, yang mati karena kehabisan air, dan yang masih segar, bukan binatang yang mati terapung di lautan dan sudah membusuk.\n\nSelanjutnya Allah swt menyebutkan nikmat lain yang dapat diperoleh manusia dari lautan, yaitu berupa perhiasan. Di antaranya adalah mutiara dan marjan\n\n. \n\nMutiara adalah perhiasan yang diperoleh dari dalam tubuh sejenis lokan yang proses kejadiannya dimulai dengan masuknya semacam benda keras, pasir, atau benda asing lainnya ke dalam tubuh lokan. Karena sangat mengganggu bagi organ-organ tubuhnya, lokan mengeluarkan semacam cairan yang dapat mengeras untuk membungkus benda keras itu. Proses itu berlanjut terus-menerus sehingga lama-kelamaan terbentuk semacam benda bulat dan mengkilat, warnanya putih kebiru-biruan, kemerah-merahan, atau kekuning-kuningan yang sangat indah dipandang mata. Benda itu dikeluarkan oleh manusia dari lokan tadi, ada yang kecil dan ada yang besar sesuai dengan lamanya benda tersebut dalam tubuh lokan itu. Itulah yang dimaksud dengan mutiara. \n\nPerhiasan yang lain adalah marjan, sebangsa tumbuh-tumbuhan yang hidup di dasar laut dan mirip dengan karang. Marjan itu diambil oleh manusia dari lautan dan dibuat menjadi kalung, gelang, atau perhiasan lain yang sangat indah. Semua itu berupa nikmat Allah yang diberikan kepada manusia yang tiada ternilai harganya.\n\nNikmat lain yang diberikan kepada manusia dari lautan ialah mereka dapat menjadikannya sebagai sarana lalu lintas pelayaran, baik oleh kapal layar ataupun kapal mesin. Kapal-kapal itu hilir mudik dari suatu negara ke negara lain untuk mengangkut segala macam barang perdagangan sehingga mempermudah perdagangan antar negara tersebut. Dari perdagangan itu, manusia mendapat rezeki karena keuntungan yang diperolehnya. \n\nNikmat-nikmat Allah itu disebutkan agar manusia mensyukuri semua nikmat yang diberikan-Nya kepada mereka. Juga dimaksudkan agar manusia dapat memahami betapa besar nikmat Allah yang telah diberikan pada mereka dan memanfaatkan nikmat yang tiada tara itu untuk beribadah kepada-Nya dan kesejahteraan mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 1916, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa alqaa fil ardi rawaasiya an tameeda bikum wa anhaaranw wa sublulal la 'allakum tahtadoon" } }, "translation": { "en": "And He has cast into the earth firmly set mountains, lest it shift with you, and [made] rivers and roads, that you may be guided,", "id": "Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1916", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1916.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1916.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia Yang Mahakuasa itu pula yang telah menancapkan gunung dengan kukuh dan kuat di bumi tempat kamu tinggal agar bumi itu tidak goncang bersama kamu. Dan Dia pula yang menciptakan sungai-sungai yang mengalirkan air untuk dimanfaatkan oleh makhluk hidup, dan di atas bumi itu pula Allah menciptakan jalan-jalan yang terbentang agar kamu mendapat petunjuk, baik menuju arah yang benar maupun menuju pengakuan atas keesaan Allah.", "long": "Allah swt juga menyebutkan nikmat yang didapat manusia secara tidak langsung. Dia menciptakan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang. Dengan demikian, binatang-binatang serta manusia yang berada di permukaannya dapat hidup tenang. Gambaran yang dapat diambil dari ayat ini ialah bahwa gunung diciptakan oleh Allah sebagai pemelihara keseimbangan bumi sehingga dapat berputar dengan tenang. Mengenai ketenangan bumi karena adanya gunung itu dapat diumpamakan seperti tenangnya perahu di atas air. Apabila perahu itu tidak diberi beban, ia mudah tergoncang oleh gelombang ombak. Tetapi apabila diberi beban yang cukup berat, maka perahu itu tidak mudah oleng. \n\nAllah swt menciptakan sungai di permukaan bumi yang mengalir dari suatu tempat ke tempat lain sebagai nikmat yang diberikan pada hamba-Nya. Sungai itu berfungsi sebagai sumber pengairan yang dapat diatur untuk mengairi sawah dan ladang, sehingga manusia dapat bercocok tanam untuk memenuhi segala macam kebutuhannya. Di samping itu, sungai dapat juga dijadikan sebagai sarana lalu lintas guna kepentingan pengangkutan barang-barang dagangan manusia. \n\nAllah juga menciptakan daratan yang dapat digunakan sebagai sarana perhubungan dan transportasi dari suatu negeri ke negeri yang lain. Jalan-jalan itu terbentang mulai dari tepi pantai, menembus hutan-hutan, dan melingkari gunung-gunung, sehingga dengan demikian manusia dapat mencapai tujuannya tanpa tersesat ke tempat lain. Itulah sebabnya di akhir ayat ini, Allah swt menyebutkan bahwa manfaat dari jalan-jalan itu agar manusia mendapat petunjuk. Artinya tidak tersesat tanpa arah tujuan.\n\nFirman Allah:\n\nDan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. (al-Anbiya'/21: 31)\n\nAyat 15 Surah an-Nahl/16 ini juga menyiratkan bagaimana proses geologi berjalan, yang pada dasarnya berupa siklus yang tiada berhenti. Ketika proses erosi terjadi maka seluruh material hasil erosi dihamparkan dan diendapkan pada tempat-tempat yang lebih rendah, bahkan mencapai wilayah-wilayah terendah seperti palung-palung yang terdapat di sebelah barat pulau Sumatera ataupun di selatan pulau Jawa. Kumpulan material akibat erosi selama jutaan tahun ini secara bersamaan dihimpit oleh lempengan-lempengan yang terus bergerak dan lambat laun menghasilkan pegunungan. \n\nProses geologi selalu menuju ke keseimbangan yang terukur. Pada pegunungan yang menjulang tinggi, maka beban ini menekan kerak bumi di bawahnya dan menyebabkan kerakbumi menekuk lebih dalam, ibarat sebuah akar yang menunjam dalam dan membuat bumi stabil. Jadi, di bawah pegunungan terdapat akar yang ketebalannya prororsional dengan beratnya (terukur). Contoh dari fenomena adalah dibawah pengunungan Himalaya yang menjulang tinggi terdapat akar yang dalam." } } }, { "number": { "inQuran": 1917, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0645\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'alaamaat; wa bin najmi hum yahtadoon" } }, "translation": { "en": "And landmarks. And by the stars they are [also] guided.", "id": "dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1917", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1917.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1917.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah juga menciptakan tanda-tanda, yaitu penunjuk-penunjuk jalan, agar manusia dapat mencapai tujuannya dengan benar. Dan dengan bintang-bintang yang bertaburan dan gemerlapan di langit mereka, yakni para penghuni bumi tidak terkecuali kaum musyrik, mendapat petunjuk menuju arah yang benar.", "long": "Di samping itu, Allah swt menciptakan gunung-gunung itu sebagai tanda yang dapat digunakan manusia sebagai petunjuk untuk mengetahui di mana mereka berada. Apabila seseorang berlayar di lautan dan masih dapat melihat rambu-rambu darat maka gunung-gunung itulah sebagai tanda baginya untuk menentukan posisi dan kedudukan perahunya. \n\nSelanjutnya Allah swt menjelaskan pula bahwa Dia menciptakan bintang-bintang yang juga dapat dijadikan sebagai penunjuk arah. Bintang digunakan para musafir di darat, pelaut, dan penerbang sebagai petunjuk di waktu malam apabila rambu-rambu tak dapat dipergunakan lagi. Karena di waktu malam gelap, hanya cahaya-cahaya bintang itulah yang paling jelas bagi mereka. Manusia dapat mengambil petunjuk dari bintang dengan jalan mengenal gugusan bintang-bintang itu yang dalam ilmu falak telah diberi nama-nama tersendiri. Sudah tentu, yang dapat menggunakan bintang sebagai petunjuk ialah mereka yang telah dapat membedakan masing-masing gugusan bintang itu dan mengenal saat terbit dan tenggelamnya. Gugusan-gugusan bintang itu dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan kedudukan mereka di permukaan bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 1918, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afamany yakhluqu kamallaa yakhluq; afalaa tazak karoon" } }, "translation": { "en": "Then is He who creates like one who does not create? So will you not be reminded?", "id": "Maka apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak dapat menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1918", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1918.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1918.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menyebut berbagai nikmat dan bukti kekuasaan-Nya di alam semesta, Allah lalu menanyai manusia, \"Maka, wahai kaum kafir, apakah Allah yang menciptakan semua itu dengan kekuasaan-Nya sama keadaan dan kedudukannya dengan sesembahanmu yang tidak dapat menciptakan apa pun? Tentu tidak sama! Mengapa kamu tidak mau mengambil pelajaran dari apa yang kamu saksikan di alam raya ini?", "long": "Sesudah itu, Allah swt membungkam orang-orang musyrik dan mematahkan alasan-alasan yang mereka kemukakan karena mereka tidak mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah dan tetap bergelimang dalam kemusyrikannya. Allah swt menyuruh mereka agar memperhatikan apakah yang menciptakan segala macam nikmat yang diberikan kepada manusia sama dengan patung-patung yang mereka sembah yang tidak dapat menciptakan apa-apa. Mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari berbagai macam nikmat tadi sehingga mereka akan mengenal siapakah sebenarnya yang pantas memiliki kekuasaan tertinggi, dan menentukan segala macam bentuk kejadian menurut kehendaknya. \n\nSebenarnya apabila mereka mau merenungkan kejadian alam beserta seluruh isinya dan segala macam nikmat yang diperoleh, mereka tentu akan meninggalkan penyembahan patung-patung yang menjadi tradisi nenek moyang mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1919, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0639\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0635\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa in ta'uddoo ni'matal laahi laa tuhsoohaa; innal laaha la Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And if you should count the favors of Allah, you could not enumerate them. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1919", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1919.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1919.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu banyak nikmat dan karunia yang Allah anugerahkan kepada kalian, baik di langit, darat, air, maupun dalam diri manusia; semua demi kemaslahatan dan kebaikan manusia. Dan jika kamu, wahai manusia, berkumpul dan bersama-sama memakai alat-alat tercanggih sekalipun untuk menghitung nikmat Allah kepada kalian, niscaya kamu sampai kapan pun tidak akan mampu menghitung jumlah-nya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun atas kesalahan-kesalahanmu, Maha Penyayang kepadamu sehingga Dia tidak memutus nikmat-Nya kepadamu meski kamu mendurhakai dan mengingkari-Nya.", "long": "Allah lalu menegaskan bahwa apabila manusia mau menghitung nikmat-Nya, tentu mereka tak akan dapat menentukan jumlahnya karena pikiran manusia itu sangat terbatas, sedangkan nikmat Allah begitu luas. Oleh sebab itu, kewajiban manusia hanyalah mensyukuri nikmat-nikmat itu dan memanfaatkannya untuk memenuhi keperluan hidupnya dan berkhidmat kepada masyarakat sesuai dengan tuntunan dan keridaan Allah.\n\nDi akhir ayat ditegaskan bahwa sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Pengampunan disebut dalam ayat ini karena kebanyakan manusia mensyukuri sebagian kecil dari nikmat yang mereka terima, sedangkan nikmat-nikmat yang sangat luas mereka lupakan begitu saja. Penyebutan kata-kata Maha Penyayang menunjukkan bahwa Allah tidak akan memberikan hukuman kepada mereka dengan segera karena keingkaran mereka terhadap nikmat Allah yang Mahaluas itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1920, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaahu ya'lamu maa tusirroona wa maa tu'linoon" } }, "translation": { "en": "And Allah knows what you conceal and what you declare.", "id": "Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1920", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1920.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1920.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak saja Mahakuasa dan Maha Pencipta, ketahuilah wahai manusia bahwa Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan sembunyikan dalam hatimu, dan Dia mengetahui pula apa yang kamu lahirkan dan nyatakan dalam bentuk ucapan dan tindakan. Tidak satu hal pun yang dapat kamu sembunyikan dari Allah.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala apa yang dirahasiakan manusia. Maksudnya, Allah mengetahui apa yang ada dalam hati manusia, yang berbeda dengan apa yang mereka ucapkan dan kerjakan.\n\nMeskipun manusia merahasiakan dalam hati mereka apa yang sebenarnya terjadi dan tidak seorang pun yang dapat mengetahuinya, nanti di hari kiamat rahasia itu akan dibukakan Allah bagi siapa saja. Allah akan memberikan pahala kepada orang yang melakukan kebajikan sesuai dengan kebajikannya, dan menghukum orang-orang yang melakukan kejahatan sesuai dengan kejahatannya. Allah sendiri yang akan menanyakan kepada mereka apakah mereka mensyukuri atau bahkan mengingkari nikmat yang telah diberikan-Nya kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1921, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena yad'oona min doonil laahi laa yakhluqoona shai'anw wa hum yukhlaqoon" } }, "translation": { "en": "And those they invoke other than Allah create nothing, and they [themselves] are created.", "id": "Dan (berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1921", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1921.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1921.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berhala-berhala yang mereka seru, sembah, dan mintai pertolongan selain Allah itu tidak akan dapat membuat dan menciptakan sesuatu apa pun untuk mereka, sedang berhala-berhala itu dibuat oleh orang, bahkan tidak jarang oleh penyembahnya sendiri.", "long": "Sesudah itu, Allah swt menjelaskan kepada orang-orang musyrik bagaimana keadaan patung yang sebenarnya. Hal ini sebagai penegasan terhadap kebodohan mereka yang tidak dapat menilai keadaan yang sebenarnya dari patung-patung yang mereka sembah.\n\nAllah swt menyatakan bahwa orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah berarti menyembah sesuatu yang tidak dapat menciptakan suatu apapun. Apa yang mereka sembah itu hanyalah makhluk yang diciptakan oleh Allah. Jadi patung-patung dan sembahan-sembahan lainnya itu tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa karena hanya merupakan hasil pahatan manusia itu sendiri.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?Padahal Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.\" (as-shaffat/37: 95-96)\n\nPertanyaan ini adalah cetusan perasaan Nabi Ibrahim pada saat melihat kaumnya yang menyembah patung-patung. Hal ini menunjukkan kebenaran ungkapan Nabi Ibrahim karena patung-patung itu hanyalah ciptaan manusia belaka." } } }, { "number": { "inQuran": 1922, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 225, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Amwaatun ghairu ahyaaa'inw wa maa yash'uroona aiyaana yub'asoon" } }, "translation": { "en": "They are, [in fact], dead, not alive, and they do not perceive when they will be resurrected.", "id": "(Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1922", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1922.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1922.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berhala-berhala itu hanyalah benda mati, tidak hidup. Mereka tidak dapat mengetahui, merasa, tumbuh, bahkan untuk sekadar bergeser sendiri. Dan berhala-berhala itu juga tidak dapat mengetahui sedikit pun kapankah penyembahnya akan dibangkitkan.", "long": "Allah swt lalu menjelaskan bahwa berhala-berhala itu adalah benda mati. Berhala itu tidak dapat memikirkan bagaimana seharusnya mengabulkan doa-doa yang mereka minta. Allah swt menegaskan bahwa patung-patung itu bukanlah benda hidup yang dapat memberikan pengaruh, baik bagi dirinya maupun di luar dirinya. Berhala itu, baik disembah ataupun tidak, tidak akan memberikan faedah apa punjuga dan tidak akan pula menyebabkan kemudaratan.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa berhala-berhala itu tidak akan mengetahui dan merasakan bila penyembah-penyembahnya kelak dibangkitkan. Hanya Allah, pencipta jagat raya dan isinya saja yang mengetahuinya, sedang patung-patung itu tidak akan mengetahui apa-apa karena hanya merupakan benda-benda mati." } } }, { "number": { "inQuran": 1923, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 226, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illahukum Ilaahunw Waahid; fallazeena laa yu'minoona bil Aakhirati quloobuhum munkiratunw wa hum mustakbiroon" } }, "translation": { "en": "Your god is one God. But those who do not believe in the Hereafter - their hearts are disapproving, and they are arrogant.", "id": "Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1923", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1923.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1923.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjabarkan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya di langit dan bumi, Allah lalu menegaskan pada ayat ini bahwa Tuhan yang seharusnya kamu sembah adalah Tuhan Yang Maha Esa dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Jika demikian maka tidak ada alasan bagi orang yang menyaksikan bukti-bukti tersebut untuk tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Hati mereka yang tidak beriman mengingkari hakikat-hakikat kebenaran tentang keesaan Allah, dan mereka adalah orang yang sangat sombong karena mendustakan risalah Nabi Muhammad.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa Tuhan yang wajib disembah dan ditaati oleh seluruh manusia adalah Tuhan Yang Maha Esa. Penegasan dengan Yang Maha Esa, memberikan pengertian yang pantas disembah hanyalah Dia. Oleh sebab itu, Dia pulalah yang wajib ditaati oleh seluruh manusia dan tidak boleh mengangkat tuhan-tuhan yang lain sebagai sekutu-Nya.\n\nSesudah itu, dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain karena tidak mau mengakui keesaan Allah, janji dan ancaman-Nya, serta terjadinya hari akhir. Itulah sebabnya maka mereka membangkang terhadap apa saja yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, meskipun berita yang disampaikan itu mengandung berita tentang kekuasaan dan kebenaran Allah serta luasnya nikmat yang diberikan kepada manusia. Hati mereka telah tertutup, meskipun telah diberitakan kepada mereka bahwa peribadatan mereka itu tidak benar. Seharusnya yang berhak disembah ialah Allah Yang Maha Esa, namun mereka tetap tidak mau percaya. \n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang sombong dan tidak mau menerima kebenaran. Mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran, tetap mengingkarinya, dan bertaklid buta mengikuti nenek moyang mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nApakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan. (shad/38: 5)\n\nDan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira. (az-Zumar/39: 45)\n\nBahkan mereka berkata, \"Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.\" Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, \"Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.\" (az-Zukhruf/43: 22-23)\n\n(23) Tidak dapat diragukan lagi, sesungguhnya Allah telah mengetahui keingkaran orang-orang musyrik itu terhadap wahyu yang telah diberikan kepada Nabi Muhammad saw yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Allah juga mengetahui apa yang mereka nyatakan terhadap Nabi Muhammad saw serta tuduhan mereka bahwa beliau membuat berita-berita palsu.\n\nDi akhir ayat dijelaskan bahwa Allah tidak suka kepada orang-orang sombong yang tidak mau percaya kepada keesaan-Nya dan enggan mengikuti seruan para nabi dan rasul-Nya. Pernyataan ini menunjukkan betapa murka dan bencinya Allah kepada mereka dan sikap mereka yang tidak mengerti akan kedudukan diri mereka. Di ayat lain, Allah swt mengancam bahwa orang-orang yang sombong akan dimasukkan ke neraka Jahanam. Allah swt berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (al-Mu'min/40: 60)\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nTidak akan masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan sebiji sawi, dan tidak akan masuk neraka orang yang di hatinya ada iman sebiji sawi, kemudian berkatalah seorang laki-laki, \"Wahai Rasulullah, bagaimana kalau seorang laki-laki ingin agar bajunya bagus dan sandalnya bagus? Kemudian Rasulullah menjawab, \"Sesungguhnya Allah indah, menyukai keindahan. Kesombongan itu ialah tidak mau menerima kebenaran dan menghina manusia.\" (Riwayat Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Ibnu Mas'ud)" } } }, { "number": { "inQuran": 1924, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 226, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0631\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa jarama annal laaha ya'lamu maa yusirrona wa ma yu'linoon; innahoo laa yuhibbul mustakbireen" } }, "translation": { "en": "Assuredly, Allah knows what they conceal and what they declare. Indeed, He does not like the arrogant.", "id": "Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1924", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1924.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1924.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak diragukan lagi bahwa Allah Yang Maha Esa mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan sembunyikan dalam hati berupa kebohongan, dan apa yang mereka lahirkan dalam bentuk sikap dan perbuatan. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang tidak menyukai orang yang sombong dan tidak menganugerahkan ganjaran kepada orang yang congkak dalam ucapan dan tingkah laku mereka.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa Tuhan yang wajib disembah dan ditaati oleh seluruh manusia adalah Tuhan Yang Maha Esa. Penegasan dengan Yang Maha Esa, memberikan pengertian yang pantas disembah hanyalah Dia. Oleh sebab itu, Dia pulalah yang wajib ditaati oleh seluruh manusia dan tidak boleh mengangkat tuhan-tuhan yang lain sebagai sekutu-Nya.\n\nSesudah itu, dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain karena tidak mau mengakui keesaan Allah, janji dan ancaman-Nya, serta terjadinya hari akhir. Itulah sebabnya maka mereka membangkang terhadap apa saja yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, meskipun berita yang disampaikan itu mengandung berita tentang kekuasaan dan kebenaran Allah serta luasnya nikmat yang diberikan kepada manusia. Hati mereka telah tertutup, meskipun telah diberitakan kepada mereka bahwa peribadatan mereka itu tidak benar. Seharusnya yang berhak disembah ialah Allah Yang Maha Esa, namun mereka tetap tidak mau percaya. \n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang sombong dan tidak mau menerima kebenaran. Mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran, tetap mengingkarinya, dan bertaklid buta mengikuti nenek moyang mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nApakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan. (shad/38: 5)\n\nDan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira. (az-Zumar/39: 45)\n\nBahkan mereka berkata, \"Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.\" Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, \"Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.\" (az-Zukhruf/43: 22-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 1925, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 226, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d9 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahum maazaaa anzala Rabbukum qaaloo asaateerul awwaleen" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"What has your Lord sent down?\" They say, \"Legends of the former peoples,\"", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Dongeng-dongeng orang dahulu,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1925", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1925.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1925.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kesombongan mereka terbukti dengan penolakan mereka terhadap Al-Qur'an. Dan hal ini terbukti apabila dikatakan kepada mereka oleh Nabi Muhammad atau siapa pun, \"Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu yang telah menganugerahkan nikmat dan kebaikan-Nya untuk kemaslahatan kamu?\" Dengan penuh kesombongan dan keangkuhan mereka menjawab, \"Allah tidak menurunkan apa pun. Apa yang disampaikan oleh Muhammad hanyalah dongeng-dongeng orang dahulu.\"", "long": "Allah swt menjelaskan kesombongan orang-orang musyrik, yaitu apabila ditanyakan kepada mereka apakah yang telah diturunkan oleh Allah? Mereka pun menjawab bahwa Allah tidak menurunkan apa pun juga kepada Muhammad. Apa yang dibacakan oleh Muhammad itu tiada lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang ia ambil dari kitab kuno.\n\nUcapan seperti itu menggambarkan kesombongan mereka terhadap diri Rasulullah dan kepada firman Allah.\n\nAllah swt berfirman :\n\nDan mereka berkata, \"(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.\" (al-Furqan/25: 5)\n\nKesombongan mereka terhadap Nabi Muhammad digambarkan dengan kata-kata seperti tuduhan mereka bahwa Nabi Muhammad itu tukang sihir, penyair, dan tukang tenung. Bahkan ada yang secara berlebih-lebihan menuduhnya sebagai orang gila. Kesombongan mereka kepada Nabi Muhammad saw bukan saja terlihat dari ucapan-ucapan mereka akan tetapi betul-betul telah merasuki jiwa dan darah daging mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Kemudian dia (merenung) memikirkan, lalu berwajah masam dan cemberut, kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, \"(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia.\" (al-Muddatstsir/74: 18-25)" } } }, { "number": { "inQuran": 1926, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 226, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Liyahmilooo awzaarahum kaamilatany Yawmal Qiyaamati wa min awzaaril lazeena yudilloonahum bighairi 'ilm; alaa saaa'a maa yaziroon" } }, "translation": { "en": "That they may bear their own burdens in full on the Day of Resurrection and some of the burdens of those whom they misguide without knowledge. Unquestionably, evil is that which they bear.", "id": "(ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1926", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1926.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1926.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pengingkaran mereka terhadap Al-Qur'an menyebabkan mereka sesat dan kafir, sehingga pada hari Kiamat mereka akan memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna tanpa dikurangi, diampuni, maupun diringankan sedikit pun, dan mereka bahkan memikul sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun bahwa mereka telah disesatkan. Ingatlah, alangkah buruknya dosa yang mereka pikul itu karena tidak akan ada pengurangan dan pengampunan atasnya.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa ucapan mereka yang congkak itu menyebabkan mereka harus memikul dosa-dosa mereka sendiri dan dosa orang-orang yang secara taklid buta mengikuti ucapan itu. Orang yang mengikuti disamakan hukumnya dengan orang yang diikuti karena mereka masing-masing telah diberi akal untuk menilai ucapan orang-orang yang diikuti itu. Akan tetapi, mereka tidak menggunakan akal itu sehingga mereka mengikuti tanpa dasar pijakan sedikit pun. Sedangkan orang yang diikuti, di samping menanggung dosa sendiri, juga menanggung dosa orang yang disesatkan. Mereka dianggap sebagai penyesat dan penyebab orang-orang lain berkeyakinan seperti keyakinan mereka. Sabda Rasulullah saw:\n\nBarang siapa mengajak orang-orang kepada petunjuk (agama Islam), maka ia memperoleh pahala orang-orang yang mengikutinya, dan hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa mengajak kepada kesesatan ia memperoleh dosa seperti dosa-dosa yang mengikuti, yang hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun. (Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDan firman Allah:\n\nDan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan. (al-'Ankabut/29: 13)\n\nMereka diancam dengan ancaman yang berat karena menilai firman Allah yang disampaikan kepada Rasulullah dengan penilaian yang tidak wajar. Mereka telah mengotori pikiran dan jiwa mereka sendiri sehingga mereka berani berbuat berbagai macam tipu daya untuk menjatuhkan pribadi Rasul di hadapan para pengikutnya. Mereka diberi ancaman keras karena perbuatan dosa yang mereka lakukan. Bahkan mereka memikul dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya pada hari akhir. Lalu Allah menyatakan bahwa dosa yang mereka pikul itu adalah dosa yang paling berat." } } }, { "number": { "inQuran": 1927, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 14, "page": 269, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u0650 \u0641\u064e\u062e\u064e\u0631\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0642\u0652\u0641\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad makaral lazeena min qablihim fa atal laahu bunyaa nahum minal qawaa'idi fakharra 'alaihimus saqfu min fawqihim wa ataahumul 'azaabu min haisu laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Those before them had already plotted, but Allah came at their building from the foundations, so the roof fell upon them from above them, and the punishment came to them from where they did not perceive.", "id": "Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan siksa itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1927", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1927.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1927.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah membincang kesesatan kaum musyrik dan upaya mereka menyesatkan orang lain, Allah lalu mengancam mereka dengan hukuman dan azab yang pedih. Allah menegaskan bahwa sungguh, orang-orang yang kafir dan ingkar sebelum mereka telah mengadakan tipu daya untuk mengingkari dan menentang ajaran Allah, maka sebab perbuatan mereka itu Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya, lalu atap rumah-rumah itu jatuh menimpa mereka dari atas dan membuat mereka tertimbun, dan siksa itu datang kepada mereka secara tiba-tiba dari arah yang tidak mereka sadari, padahal mereka yakin rumah-rumah mereka begitu kuat dan dapat melindungi mereka dari ancaman apa pun.", "long": "Allah menjelaskan bahwa tipu daya orang-orang musyrik itu hanya akan mencelakakan diri mereka sendiri. Mereka akan mengalami penderitaan seperti yang dirasakan oleh umat-umat terdahulu dimana mereka juga mendustakan rasul-rasul mereka dengan berbagai macam tipu daya dan berbagai macam alasan. Sebagai contoh adalah apa yang dilakukan Fir'aun ketika ia meminta menterinya untuk membangun menara yang tinggi guna melihat Tuhan Musa a.s. \n\nFirman Allah:\n\nDan Firaun berkata, \"Wahai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi agar aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, agar aku dapat melihat Tuhannya Musa, tetapi aku tetap memandangnya seorang pendusta.\" Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Firaun perbuatan buruknya itu, dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Firaun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. (al-Mu'min/40: 36-37)\n\nKemudian Allah swt melukiskan bahwa tipu daya yang mereka lakukan terhadap Rasulullah saw bagaikan orang-orang yang membangun rumah. Setelah rumah itu jadi, Allah menghancurkan rumah itu dari fondasinya. Setelah pondasi itu hancur dan tiang-tiangnya mulai berjatuhan, berguguranlah atap dan seluruh bangunannya, sehingga menimpa diri mereka sendiri. Mereka sendiri tidak merasakan sebelumnya apa yang akan terjadi dan akibat apa yang harus mereka terima terhadap perbuatan yang mereka lakukan itu.\n\nAkibat dari perbuatan mereka itu tidak saja menghancurkan diri mereka sendiri, tetapi juga menghancurkan keluarga dan keturunan mereka. Hal itu merupakan gambaran yang tepat bagaimana Allah swt menggagalkan tipu daya mereka. \n\nKemudian Allah swt menjelaskan bahwa mereka itu akan mendapat azab pada saat yang tidak mereka duga sebelumnya dan tidak pula mereka sadari. Hal ini menunjukkan bahwa akibat yang mereka temui tidaklah seperti yang mereka duga sebelumnya. Apa yang terjadi pada umat terdahulu berlaku pula bagi umat Islam, di mana mereka mengira bahwa dengan berbagai macam tipu daya, mereka dapat menghalang-halangi dan menghancurkan dakwah Islam. Akan tetapi justru sebaliknya, dakwah Islam makin lama makin meluas dan semangat pengikut-pengikutnya makin lama makin membaja. Akhirnya mereka akan mengalami kehancuran di berbagai medan pertempuran terutama pada saat terjadinya perang Badar." } } }, { "number": { "inQuran": 1928, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 14, "page": 270, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0634\u064e\u0627\u0642\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa Yawmal Qiyaamati yukhzeehim wa yaqoolu aina shurakaaa'iyal lazeena kuntum tushaaaqqoona feehim; qaalal lazeena ootul 'ilma innal khizyal Yawma wassooo'a 'alal kaafireen" } }, "translation": { "en": "Then on the Day of Resurrection He will disgrace them and say, \"Where are My 'partners' for whom you used to oppose [the believers]?\" Those who were given knowledge will say, \"Indeed disgrace, this Day, and evil are upon the disbelievers\" -", "id": "Kemudian Allah menghinakan mereka pada hari Kiamat, dan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang yang beriman)?” Orang-orang yang diberi ilmu berkata, “Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1928", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1928.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1928.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak saja di dunia, azab dan hukuman bagi orang kafir dan durhaka juga diikuti oleh azab yang lebih pedih lagi di akhirat. Allah menjelaskan, \"Kemudian Allah menghinakan mereka pada hari Kiamat dengan siksaan yang pedih di neraka Jahanam, dan ketika itu Allah berfirman, 'Di manakah sesembahan yang kamu jadikan sekutu-sekutu-Ku itu yang karena membelanya kamu selalu memusuhi mereka, yakni para nabi yang Aku utus kepada kamu dan kaum mukmin?' Orang-orang yang diberi ilmu, yakni para malaikat, nabi, dan kaum mukmin dengan tegas berkata, \"Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari kiamat ini ditimpakan kepada orang yang kafir dan menentang ajaran Allah.\"", "long": "Malapetaka tersebut di atas merupakan azab dunia bagi mereka, sedangkan di akhirat Allah swt akan memberikan siksaan yang pedih dan mereka akan merasakan kehinaan yang tiada taranya. Kehinaan mereka digambarkan dengan keadaan mereka yang bingung, mencari sekutu-sekutu mereka yang dahulu pernah mengajak mereka untuk melakukan tipu daya. Mereka menyesal karena orang-orang yang dahulu mengajak mereka tidak lagi dapat memberikan dukungan kepada mereka untuk melepaskan diri mereka dari siksa Allah. Sebab pada saat itu, manusia tidak mempunyai kekuatan dan tidak pula ada yang dapat memberikan pertolongan.\n\nFirman Allah:\n\nMaka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong. (ath-thariq/86: 10)\n\nKemudian Allah swt menjelaskan bahwa pada hari kebangkitan, orang-orang yang telah diberi ilmu, yaitu orang-orang yang mengetahui dan mengikuti petunjuk-petunjuk wahyu dan yakin akan kebenaran hidayah yang diterimanya, serta meyakini keesaan Allah dan kerasulan Muhammad, akan tersenyum dengan penuh kepuasan. Mereka mengatakan bahwa kehinaan dan azab pada hari itu benar-benar ditimpakan kepada orang-orang kafir akibat mengingkari Allah, memusuhi para rasul-Nya, dan mendustakan akan terjadinya hari kebangkitan.\n\nFirman Allah:\n\nMaka pada hari ini, orang-orang yang berimanlah yang menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. (al-Muthaffifin/83: 34-35)" } } }, { "number": { "inQuran": 1929, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 14, "page": 270, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u06da \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena tatawaf faahu mul malaaa'ikatu zaalimeee anfusihim fa alqawus salama maa kunnaa na'malu min sooo'; balaaa innal laaha 'aleemum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "The ones whom the angels take in death [while] wronging themselves, and [who] then offer submission, [saying], \"We were not doing any evil.\" But, yes! Indeed, Allah is Knowing of what you used to do.", "id": "(yaitu) orang yang dicabut nyawanya oleh para malaikat dalam keadaan (berbuat) zalim kepada diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata), “Kami tidak pernah mengerjakan sesuatu kejahatan pun.” (Malaikat menjawab), “Pernah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1929", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1929.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1929.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang kafir yang mendapat kehinaan dan azab itu adalah orang yang pada saat dicabut nyawanya oleh para malaikat tetap dalam keadaan zalim kepada diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri kepada malaikat maut dalam keadaan tidak berdaya seraya membela diri, \"Kami tidak pernah mengerjakan sesuatu kejahatan pun.\" Malaikat menjawab, \"Pernah! Apa yang kamu katakan adalah dusta belaka. Kamu tidak dapat berbohong dan membela diri karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa, yaitu kejahatan dan dosa, yang telah kamu kerjakan.\"", "long": "Kemudian Allah swt melukiskan keadaan orang-orang musyrik pada akhir hayat mereka, yaitu ketika malaikat maut akan merenggut nyawa mereka sedangkan mereka masih tetap dalam keadaan menganiaya diri sendiri. Mereka tidak dapat mengelakkan diri dari kematian dan malaikat pencabut nyawa, padahal mereka telah mengingkari pencipta alam semesta.\n\nPada saat itu, mereka membayangkan siksaan yang akan mereka terima karena mengingkari Allah Yang Maha Esa dan menganiaya diri sendiri. Ketika itu, nurani merekalah yang berbicara, mereka mengakui kebenaran-Nya, seraya mengatakan kami tidak menyekutukan Allah dengan yang lain. Sebagaimana firman Allah:\n\nDemi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami menyekutukan Allah. (al-An'am/6: 23)\n\nPengakuan seperti itu sangat terlambat karena pada saat sebelum kematian, mereka di dunia mendustakan keesaan Allah dan bergelimang dalam kebatilan. Tidaklah benar apabila mereka mengharapkan kebahagiaan, karena mereka telah diberi akal yang dapat menilai baik dan buruk. Mereka sadar betapa besarnya dosa mendustakan keesaan Allah dan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, hukuman yang pantas bagi mereka ialah menerima siksaan yang sesuai dengan amal perbuatannya. Mereka tidak dapat lagi menutup-nutupi kejahatan yang mereka lakukan, karena sesungguhnya mereka sendiri telah menyadari dan mengakui kejahatan mereka dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." } } }, { "number": { "inQuran": 1930, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 14, "page": 270, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 107, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fadkhulooo abwaaba jahannama khaalideena feeha falabi'sa maswal mutakab bireen" } }, "translation": { "en": "So enter the gates of Hell to abide eternally therein, and how wretched is the residence of the arrogant.", "id": "Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1930", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1930.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1930.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka malaikat berkata kepada mereka, \"Wahai orang kafir, masukilah pintu-pintu neraka Jahanam yang telah dijanjikan dan disiapkan sebagai tempat kembalimu beserta siksa yang amat pedih di dalamnya. Kamu tinggal dengan kekal di dalamnya. Pasti, neraka Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.", "long": "Allah swt menegaskan bahwa yang akan mereka terima di akhirat tiada lain hanyalah neraka Jahanam dan merasakan berbagai macam azab. Mereka akan tinggal dalam neraka Jahanam itu selama-lamanya dan menerima azab sesuai dengan berat ringannya dosa yang mereka lakukan. Inilah hukuman yang pantas dan penderitaan yang sesuai bagi orang yang sombong, takabur, dan tidak mau mengikuti pedoman hidup dan petunjuk yang dibawa oleh Rasul. \n\nAllah berfirman:\n\nDan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. (Fathir/35: 36)" } } }, { "number": { "inQuran": 1931, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 14, "page": 270, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d7 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064c \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u062f\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qeela lillazeenat taqaw maazaaa anzala Rabbukum; qaaloo khairaa; lillazeena absanoo fee haazihid dunyaa hasanah; wa la Daarul Aakhirati khair; wa lani'ma daarul muttaqeen" } }, "translation": { "en": "And it will be said to those who feared Allah, \"What did your Lord send down?\" They will say, \"[That which is] good.\" For those who do good in this world is good; and the home of the Hereafter is better. And how excellent is the home of the righteous -", "id": "Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa, “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Kebaikan.” Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1931", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1931.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1931.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menyebut hukuman dan azab di dunia dan akhirat bagi orang kafir, Allah melalui ayat-ayat berikut menjelaskan pahala bagi orang yang bertakwa, baik di dunia maupun akhirat. Allah berfirman, \"Dan kemudian dikatakan oleh para malaikat kepada orang yang bertakwa yang selalu taat dan patuh kepada Allah, \"Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu kepada kamu?\" Mereka menjawab, \"Tuhan kami telah menurunkan kebaikan.\" Bagi orang yang berbuat baik dengan didasari iman dan takwa pada masa hidup mereka di dunia ini pasti mendapat balasan yang baik. Dan sesungguhnya balasan yang baik di dunia itu belumlah seberapa karena balasan di negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat tinggal bagi orang yang bertakwa. Mereka kekal di dalamnya.\"", "long": "Allah swt menggambarkan keadaan orang-orang mukmin apabila ditanya bagaimana kesannya terhadap apa yang diturunkan oleh Allah. Orang-orang yang mematuhi ayat-ayat Allah itu akan memberikan jawaban bahwa yang diturunkan itu adalah kebaikan dan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang menaati agamanya dan mempercayai rasul-Nya, serta mengamalkan ayat itu di tengah-tengah masyarakat. Mereka akan menjadi hamba Allah yang berbuat kebajikan dan menerima kebahagiaan hidup, sedangkan di akhirat akan mendapat pahala yang lebih baik lagi dari pahala yang mereka terima di dunia.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa kehidupan akhirat adalah lebih baik dan sebagai tempat yang paling baik bagi orang-orang yang bertakwa. Kebahagiaan yang akan mereka terima di akhirat itu sifatnya kekal, sedang kebahagiaan di dunia hanya sementara. Kebahagiaan di akhirat memberikan kepuasan dalam arti sebenar-benarnya, sedang kebahagiaan di dunia merupakan kebahagiaan yang sementara dan terbatas. Kebahagiaan yang akan diterima oleh orang-orang mukmin sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:\n\nMaka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (Ali 'Imran/3: 148)" } } }, { "number": { "inQuran": 1932, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 14, "page": 270, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Jannaatu 'Adniny yadkhuloonahaa tajree min tahtihal anhaaru lahum feehaa maa yashaaa'oon; kazaalika yajzil laahul muttaqeen" } }, "translation": { "en": "Gardens of perpetual residence, which they will enter, beneath which rivers flow. They will have therein whatever they wish. Thus does Allah reward the righteous -", "id": "(yaitu) surga-surga ‘Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1932", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1932.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1932.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ganjaran di negeri akhirat itu di antaranya berupa surga-surga 'Adn yang mereka masuki, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di dalam surga-surga itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa dengan sepenuh hati.", "long": "Allah swt menggambarkan keadaan orang-orang mukmin apabila ditanya bagaimana kesannya terhadap apa yang diturunkan oleh Allah. Orang-orang yang mematuhi ayat-ayat Allah itu akan memberikan jawaban bahwa yang diturunkan itu adalah kebaikan dan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang menaati agamanya dan mempercayai rasul-Nya, serta mengamalkan ayat itu di tengah-tengah masyarakat. Mereka akan menjadi hamba Allah yang berbuat kebajikan dan menerima kebahagiaan hidup, sedangkan di akhirat akan mendapat pahala yang lebih baik lagi dari pahala yang mereka terima di dunia.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa kehidupan akhirat adalah lebih baik dan sebagai tempat yang paling baik bagi orang-orang yang bertakwa. Kebahagiaan yang akan mereka terima di akhirat itu sifatnya kekal, sedang kebahagiaan di dunia hanya sementara. Kebahagiaan di akhirat memberikan kepuasan dalam arti sebenar-benarnya, sedang kebahagiaan di dunia merupakan kebahagiaan yang sementara dan terbatas. Kebahagiaan yang akan diterima oleh orang-orang mukmin sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:\n\nMaka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (Ali 'Imran/3: 148)" } } }, { "number": { "inQuran": 1933, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 14, "page": 270, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d9 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena tatawaf faahumul malaaa'ikatu taiyibeena yaqooloona salaamun 'alai kumud khulul Jannata bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "The ones whom the angels take in death, [being] good and pure; [the angels] will say, \"Peace be upon you. Enter Paradise for what you used to do.\"", "id": "(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), “Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1933", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1933.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1933.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang mendapat anugerah dari Allah berupa surga-surga adalah orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat baik. Di akhirat mereka, yakni para malaikat, mengatakan kepada mereka, \"Sala mun 'alaikum; keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian bagi kalian! Masuklah ke dalam surga yang telah Allah siapkan untuk kamu karena apa yang telah kamu kerjakan berupa amal-amal baik di dunia.\"", "long": "Allah swt melukiskan bahwa orang-orang yang bertakwa, yang senantiasa menaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, ketika malaikat maut datang untuk mencabut nyawanya, mereka mati dalam keadaan husnul khatimah dan mendapat salam sejahtera dari malaikat. Hal itu dikarenakan kebersihan mereka dari noda-noda kemusyrikan dan kemaksiatan, dan jiwanya tetap di bawah bimbingan wahyu Allah swt. Segenap perjalanan mereka dihiasi dengan akhlak yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela. Orang yang seperti ini menghadap Tuhannya dengan hati lapang dan berserah diri, karena ia merasa akan meninggalkan dunia yang fana, dan pergi untuk menerima ketentuan yang telah ditetapkan oleh Tuhannya. Ketika itu, ia menghadapi maut dengan tenang dan bahagia. Allah swt berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang berkata, \"Tuhan kami adalah Allah\" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), \"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.\" (Fussilat/41: 30)\n\nKemudian Allah swt menjelaskan bahwa para malaikat itu memberikan kabar gembira bahwa mereka akan memasuki surga yang disediakan bagi mereka, sesuai dengan amal perbuatan yang telah mereka lakukan. Berita gembira yang disampaikan oleh malaikat kepada mereka merupakan janji Allah yang akan mereka alami nanti sesudah hari kebangkitan. \n\nDiriwayatkan dari Muhammad bin Ka'ab Al-Quradhi ia berkata, \"Apabila seorang hamba yang mukmin telah tiba saat kematiannya datanglah malaikat seraya berkata, \"Salam sejahtera untukmu hai wali Allah, Allah mengirimkan salam untukmu dan memberikan berita gembira bahwa engkau akan masuk surga.\" (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari dan al-Baihaqi)" } } }, { "number": { "inQuran": 1934, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 14, "page": 270, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hal yanzuroona illaaa an taatiyahumul malaaa'ikatu aw yaatiya amru Rabbik; kazaalika fa'alal lazeena min qablihim; wa maa zalamahumul laahu wa laakin kaanoo anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "Do the disbelievers await [anything] except that the angels should come to them or there comes the command of your Lord? Thus did those do before them. And Allah wronged them not, but they had been wronging themselves.", "id": "Tidak ada yang ditunggu mereka (orang kafir) selain datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Allah tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1934", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1934.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1934.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah membandingkan azab bagi orang kafir dengan balasan pahala bagi orang yang bertakwa, Allah lalu menyusulinya dengan kembali membicarakan keadaan orang-orang kafir. Allah berfirman, \"Tidak ada yang ditunggu oleh mereka, yakni orang kafir, selain datangnya para malaikat yang membawa azab kepada mereka atau mencabut nyawa mereka, atau datangnya perintah, ketentuan, dan ketetapan Tuhanmu kepada mereka, wahai Nabi Muhammad. Sama halnya dengan perlakuan buruk kaum musyrik kepadamu, demikianlah pula yang telah diperbuat oleh orang-orang kafir sebelum mereka kepada rasul mereka. Allah tidak menzalimi mereka karena Allah telah menjelaskan kepada mereka petunjuk menuju jalan kebaikan, justru merekalah yang selalu menzalimi diri mereka sendiri karena enggan menerima petunjuk itu.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa tidak ada gunanya memberikan kesempatan kepada orang-orang musyrik Mekah untuk mengubah sikap mereka. Mereka tetap akan berpendirian demikian, sehingga tiba saatnya malaikat merenggut nyawa mereka, atau datang perintah Tuhan untuk menurunkan azab kepada mereka di dunia seperti dialami orang-orang kafir sebelum mereka.\n\nDi antara orang-orang musyrik yang tidak menaati nabi dan rasul ada yang dibinasakan oleh suara petir, dihancurkan oleh gempa bumi, dan ada pula yang diluluhlantakkan oleh banjir besar dan angin topan tanpa mereka duga kedatangannya. Ayat ini merupakan ancaman keras kepada mereka dengan maksud agar mereka beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta segera meninggalkan kebatilan dan kembali kepada kebenaran sebelum datang malapetaka seperti yang pernah menimpa orang-orang sebelum mereka.\n\nKemudian Allah swt menjelaskan bahwa nenek moyang mereka yang mempunyai sifat dan perilaku yang sama dengan mereka telah mengalami kehancuran lebih dulu karena azab Allah akibat tidak mau mendengarkan seruan para rasul dan nabi Allah yang membimbing mereka kepada ke-benaran. Mereka yang tetap bergelimang dalam kebatilan telah dimusnahkan oleh Allah dengan siksaan yang berat. Hal ini bukan berarti Allah telah menganiaya mereka, akan tetapi mereka sendiri yang menganiaya diri sendiri. Allah telah cukup memberikan bimbingan wahyu dan bukti-bukti yang jelas tentang kebenaran wahyu itu. Akan tetapi, mereka tetap saja membangkang dan mendustakan kebenaran dan mengotori jiwa mereka dengan menciptakan patung-patung sebagai tuhan-tuhan yang dipersekutu-kan kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1935, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 14, "page": 270, "manzil": 3, "ruku": 227, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa asaabahum saiyi aatu maa 'amiloo wa haaqa bihim maa kaano bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "So they were struck by the evil consequences of what they did and were enveloped by what they used to ridicule.", "id": "Maka mereka ditimpa azab (akibat) perbuatan mereka dan diliputi oleh azab yang dulu selalu mereka perolok-olokkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1935", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1935.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1935.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena keengganan mereka itulah maka wajar bila mereka ditimpa azab sebagai balasan atas perbuatan mereka dan diliputi oleh azab yang tidak mungkin mereka hindari sebagai akibat dari apa yang dulu selalu mereka perolok-olokkan.", "long": "Mereka ditimpa oleh bencana yang mengerikan karena kejahatan yang mereka lakukan. Tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat melepaskan diri dari bencana yang mengerikan itu karena semuanya berjalan menurut ketentuan dan sunnah Allah. Mereka telah diberikan peringatan berulang kali bahwa pada suatu saat akan datang azab Allah. Akan tetapi, mereka bukan menerima dengan kesadaran, justru malah mendustakan dan memperolok-olok rasul yang membawa berita tentang kehancuran yang akan mereka alami akibat perbuatan itu.\n\nDi akhirat, mereka pun akan merasakan sesuatu yang lebih mengerikan lagi yaitu pada saat mereka telah diputuskan untuk memasuki pintu-pintu Jahanam yang tidak dapat mereka hindari.\n\nAllah swt berfirman:\n\nInilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan. (as-shaffat/37: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 1936, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 14, "page": 271, "manzil": 3, "ruku": 228, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0628\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena ashrakoo law shaaa'al laahu ma 'abadnaa min doonihee min shai'in nahnu wa laaa aabaaa'unaa wa laa harramnaa min doonihee min shai'; kazaalika fa'alal lazeena min qablihim fahal 'alar Rusuli illal balaaghul mubeen" } }, "translation": { "en": "And those who associate others with Allah say, \"If Allah had willed, we would not have worshipped anything other than Him, neither we nor our fathers, nor would we have forbidden anything through other than Him.\" Thus did those do before them. So is there upon the messengers except [the duty of] clear notification?", "id": "Dan orang musyrik berkata, “Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya.” Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1936", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1936.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1936.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan betapa buruk ucapan orang musyrik itu. Mereka berkata, \"Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia. Baik kami maupun bapak-bapak kami tidak akan melakukan hal itu jika memang Allah menghendakinya. Dan jika Allah menghendaki, tidak pula kami akan mengharamkan sesuatu pun yang telah dihalalkan oleh-Nya tanpa izin dan kehendak-Nya.\" Ucapan, sikap, dan perbuatan kaum musyrik itu bukanlah hal baru, karena demikian pula-lah yang telah diperbuat oleh orang kafir sebelum mereka. Mereka selalu mencaricari alasan untuk menolak tuntunan Allah yang disampaikan oleh para rasul. Bukankah kewajiban para rasul itu hanya menyampaikan amanat dan tuntunan Allah dengan jelas kepada kaumnya?", "long": "Allah swt lalu menjelaskan tipu daya orang-orang musyrik dan alasan mereka untuk mendustakan Rasulullah saw dan pengikut-pengikutnya. Mereka mengemukakan alasan bahwa mereka menyembah berhala-berhala karena Allah telah merestui peribadatan itu. Kalau Allah menghendaki mereka menyembah Allah Yang Maha Esa, tentulah mereka tidak akan menyembah sesuatu apa punselain Allah swt.\n\nDemikian juga penetapan mereka terhadap: bahirah (unta betina yang telah beranak lima kali dan anak kelima itu jantan), sibah (unta betina yang dibiarkan pergi ke mana saja lantaran suatu nazar), wasilah (domba betina yang melahirkan anak kembar sedangkan anaknya jantan dan betina), dan ham (unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat lagi karena telah membuahi unta betina sepuluh kali), sebagai binatang yang haram, menurut mereka sudah direstui Allah. \n\nSekiranya Allah tidak menyukai apa yang telah mereka lakukan, tentu mereka diberi petunjuk ke jalan yang benar, atau Allah akan menimpakan hukuman kepada mereka dengan segera. Demikian beberapa alasan yang dikemukakan orang-orang musyrik untuk menolak wahyu yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Alasan yang mereka kemukakan itu sama halnya dengan tindakan orang-orang sebelum mereka dalam hal mendustakan rasul.\n\nAllah swt menyangkal alasan yang mereka kemukakan dan menolak dugaan mereka yang salah itu. Allah tidak membenarkan apa yang mereka kerjakan karena Allah telah menyampaikan petunjuk melalui rasul-Nya. Rasul telah menyampaikan bimbingan kepada kaumnya ke jalan yang benar melalui perantaraan wahyu-Nya.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiya'/21: 25)\n\nPetunjuk Allah yang disampaikan melalui rasul-Nya itu akan dinikmati oleh orang yang benar-benar berusaha untuk mendapatkannya.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. (al-'Ankabut/29: 69)\n\nOleh sebab itu, seandainya ada orang yang tidak mau mendengarkan ajakan rasul, maka bukanlah tugas rasul untuk memaksa mereka agar menerima dakwahnya. Yang demikian itu, bukanlah tugas dan tanggung jawab rasul serta bukan pula sifat dari agama Islam. Islam tidak memaksa mereka yang tidak mau menerima kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 1937, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 14, "page": 271, "manzil": 3, "ruku": 228, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064f \u06da \u0641\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad ba'asnaa fee kulli ummatir Rasoolan ani'budul laaha wajtanibut Taaghoota faminhum man hadal laahu wa minhum man haqqat 'alaihid dalaalah; faseeroo fil ardi fanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul mukazzibeen" } }, "translation": { "en": "And We certainly sent into every nation a messenger, [saying], \"Worship Allah and avoid Taghut.\" And among them were those whom Allah guided, and among them were those upon whom error was [deservedly] decreed. So proceed through the earth and observe how was the end of the deniers.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1937", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1937.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1937.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan bahwa Dia selalu mengirim utusan kepada setiap kaum untuk menjelaskan kebenaran. Allah berfirman, \"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat sebelum kamu, wahai Nabi Muhammad, untuk menuntun dan menyeru kaum masing-masing, 'Sembahlah Allah dengan penuh taat dan patuh dan jangan kamu menyekutukan-Nya dengan apa pun. Jauhilah ta gut, yakni perbuatan maksiat yang melampaui batas, sesuatu atau benda yang dijadikan sembahan, dan apa saja yang memalingkan kamu dari kebenaran.' Kemudian di antara mereka yang menerima pesan itu ada yang diberi petunjuk oleh Allah sehingga mereka beriman dan taat, dan ada pula yang keras kepala dan tetap dalam kesesatan karena keingkaran dan kesombongan mereka. Maka untuk membuktikan apa yang telah Allah timpakan kepada mereka, berjalanlah kamu di bumi, wahai umat Nabi Muhammad, dan perhatikanlah sekelilingmu serta renungkanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan para rasul itu.\"", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa para rasul itu diutus sesuai dengan sunatullah yang berlaku pada umat sebelumnya. Mereka itu adalah pembimbing manusia ke jalan yang lurus. Bimbingan rasul-rasul itu diterima oleh orang-orang yang dikehendaki oleh Allah dan membawa mereka kepada kesejahteraan dunia dan kebahagiaan akhirat.\n\nAllah swt menjelaskan bahwa Dia telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat yang terdahulu, seperti halnya Dia mengutus Nabi Muhammad saw kepada umat manusia seluruhnya. Oleh sebab itu, manusia hendaklah mengikuti seruannya dan meninggalkan segala larangannya.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan. (Fathir/35: 24)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, \"Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?\" (az-Zukhruf/43: 45)\n\nDari uraian tersebut dapat dipahami bahwa Allah tidak menghendaki hamba-Nya menjadi kafir, karena Allah swt telah melarang mereka mengingkari-Nya. Larangan itu telah disampaikan melalui para rasul-Nya. Akan tetapi, ditinjau dari tabiat manusia, mungkin saja ada di antara mereka yang mengingkari Allah, karena manusia telah diberi akal pikiran dan kebebasan untuk memilih sesuai dengan kehendaknya. Takdir Allah berlaku sesuai dengan pilihan mereka. Oleh karena itu, apabila ada di antara hamba-Nya yang tetap bergelimang dalam kekafiran dan dimasukkan ke neraka Jahanam, maka tidak ada alasan bagi mereka untuk membantah. Allah telah cukup memberikan akal pikiran dan kebebasan untuk memilih dan menentu-kan sikap jalan mana yang akan mereka tempuh. Sedang Allah sendiri tidak menghendaki apabila hamba-Nya menjadi orang-orang yang kafir.\n\nKemudian dijelaskan lebih lanjut bahwa Allah telah mengingatkan hamba-Nya yang mendustakan kebenaran rasul dengan ancaman hukuman di dunia apabila mereka tidak mau mengubah pendiriannya dan menerima petunjuk yang dibawa rasul. Oleh karena itu, Allah membinasakan mereka dengan hukuman-Nya yang sangat pedih. Tetapi ada pula di antara mereka yang diberi petunjuk oleh Allah, sehingga mereka menerima dan mengikuti petunjuk dan wahyu yang dibawa rasul-Nya. Mereka inilah orang-orang yang berbahagia dan selamat dari azab Allah.\n\nSesudah itu, Allah swt memerintahkan kepada mereka agar bepergian ke seantero muka bumi dan menyaksikan negeri-negeri yang didiami oleh orang-orang zalim. Mereka disuruh melihat bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang mendustakan agama Allah. Di dalam ayat ini, Allah swt menyuruh manusia agar mengadakan penelitian terhadap sejarah bangsa-bangsa lain dan membandingkan antara bangsa-bangsa yang menaati Allah dan rasul-Nya dengan yang mengingkari seruan Allah dan rasul-Nya. Hal ini tiada lain hanyalah karena Allah menginginkan agar mereka mau mengikuti seruan rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 1938, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 14, "page": 271, "manzil": 3, "ruku": 228, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u0635\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064f\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In tahris 'alaa hudaahum fa innal laaha laa yahdee mai yudillu wa maa lahum min naasireen" } }, "translation": { "en": "[Even] if you should strive for their guidance, [O Muhammad], indeed, Allah does not guide those He sends astray, and they will have no helpers.", "id": "Jika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan mereka tidak mempunyai penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1938", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1938.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1938.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Muhammad sangat berharap kaum kafir mendapat petunjuk. Allah lalu menegaskan, \"Jika engkau berusaha sekuat tenaga dan sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka itu tidak akan berhasil karena sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, yakni dibiarkan sesat karena lebih memilih jalan kesesatan itu, dan mereka tidak mempunyai penolong yang dapat menyelamatkan mereka.\" (Lihat: Surah al-Qashash/28: 56)", "long": "Allah swt lalu menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw agar jangan kecewa menghadapi keingkaran kaumnya dan pembangkangan yang berlebihan, padahal Rasul sendiri sangat menginginkan mereka menjadi orang-orang yang beriman. Allah swt menjelaskan kepada Rasulullah saw bahwa meskipun dia sangat mengharapkan agar kaumnya mendapat petunjuk dan mengikuti seruannya, harapan tersebut tidak ada gunanya apabila Allah tidak menghendaki mereka mendapat petunjuk karena mereka telah menentukan pilihannya sendiri. Mereka itu berpaling dari bimbingan wahyu dan tertarik kepada tipu daya setan sehingga terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan dan kemusyrikan.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (al-Qasas/28: 56)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.\" (Hud/11: 34)\n\nDan firman Allah:\n\nDan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk baginya. (ar-Ra'd/13: 33)\n\nKarena itulah Allah tidak akan memberikan petunjuk lagi kepada mereka, karena mereka telah memilih kesesatan dan telah diberi penjelasan akibat yang akan menimpa diri mereka.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menjelaskan bahwa apabila Ia berkehendak untuk menyiksa mereka, tidak ada seorang pun yang dapat memberikan pertolongan kepada mereka. Allah berkuasa kepada makhluk-Nya dan Allah yang menentukan nasib makhluk itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1939, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 14, "page": 271, "manzil": 3, "ruku": 228, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d9 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u06da \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqsamoo billaahi jahda aimaanihim laa yab'asul laahu mai yamoot; balaa wa'dan 'alaihi haqqanw wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And they swear by Allah their strongest oaths [that] Allah will not resurrect one who dies. But yes - [it is] a true promise [binding] upon Him, but most of the people do not know.", "id": "Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.” Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1939", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1939.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1939.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukti-bukti keesaan Allah yang telah disaksikan oleh orang kafir tidak membuat mereka beriman kepada Allah dan hari kebangkitan. Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sungguhsungguh, \"Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.\" Tidak demikian halnya! Allah pasti akan membangkitkannya sebagai suatu janji yang benar dari-Nya. Dia pasti akan menepatinya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.", "long": "Allah swt menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa mereka itu bersumpah dengan nama Allah dengan sikap yang bersungguh-sungguh bahwa mereka tetap berkeras hati tidak mau percaya akan terjadinya hari kebangkitan setelah kehidupan dunia ini. Pembangkangan mereka terhadap hari kebangkitan adalah akibat dari keingkaran mereka terhadap seruan rasul. Mereka berpendapat bahwa kematian itu tiada lain hanyalah kehancuran dan kemusnahan, maka bagaimana mungkin terjadi kebangkitan setelah tubuh hancur-lebur dan tulang-belulang menjadi lapuk. Mengembali-kan barang yang sudah hancur kepada bentuknya semula adalah mustahil. \n\nAllah swt mengoreksi keyakinan mereka yang salah itu dan menegaskan bahwa yang demikian itu tidak benar. Keyakinan yang benar ialah membangkitkan seluruh manusia yang telah mati adalah janji yang telah ditetapkan Allah dan pasti terjadi. Karena kebanyakan dari mereka tidak mengerti sifat-sifat Allah yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas, mereka tidak meyakini terjadinya hari kebangkitan dimana pada saat ini semua makhluk yang telah hancur lebur akan dibangkitkan kembali dari alam kuburnya. Mereka akan dihidupkan kembali untuk mempertanggung-jawabkan amal perbuatan mereka di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 1940, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 14, "page": 271, "manzil": 3, "ruku": 228, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Liyubaiyina lahumul lazee yakhtalifoona feehi wa liya'lamal lazeena kafarooo annahum kaanoo kaazibeen" } }, "translation": { "en": "[It is] so He will make clear to them [the truth of] that wherein they differ and so those who have disbelieved may know that they were liars.", "id": "agar Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang yang berdusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1940", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1940.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1940.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedatangan hari kebangkitan dimaksudkan agar Dia menjelaskan kepada mereka, yakni manusia, apa yang mereka perselisihkan itu, tentang berbagai hal, seperti keesaan Allah dan datangnya hari akhir, dan agar orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang yang berdusta akibat mengingkari tuntunan Allah yang disampaikan oleh para rasul.", "long": "Allah swt menjelaskan hikmah terjadinya hari kebangkitan, yaitu menjelaskan kepada mereka tentang kebenaran wahyu yang dibawa oleh rasul yang mereka ingkari dan perselisihkan. Pada hari itu, mereka dapat menyaksikan kebenaran wahyu dan menyadari kesalahan pendapat mereka terhadap ajaran yang disampaikan para rasul. Inilah penyesalan yang dialami oleh orang-orang yang menganiaya diri sendiri. Pada saat itu, mereka akan merasakan bahwa seruan rasul itu adalah bimbingan Allah yang benar, sedang mereka menyesali keingkaran mereka itu dengan penyesalan yang tidak berguna lagi.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa Ia membangkitkan mereka pada saat hari kiamat agar orang-orang yang mengingkari kebenaran wahyu-Nya dapat mengetahui bahwa hari kebangkitan dan pembalasan yang mereka dustakan itu betul-betul terjadi. Mereka ternyata orang-orang yang berdusta dan tidak ada yang mereka dustakan kecuali diri mereka sendiri. Pada hari itu, mereka benar-benar menyaksikan azab Allah yang diancamkan kepada mereka dan mereka tidak lagi dapat menghindar dari azab tersebut.\n\nAllah swt berfirman:\n\n(Dikatakan kepada mereka), \"Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya.\" (ath-thur/52: 14)\n\nFirman-Nya lagi:\n\nMasuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan. (ath-thur/52: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 1941, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 14, "page": 271, "manzil": 3, "ruku": 228, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Innamaa qawlunaa lisha y'in izaa aradnaahu an naqoola lahoo kun fa yakoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, Our word to a thing when We intend it is but that We say to it, \"Be,\" and it is.", "id": "Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1941", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1941.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1941.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak sulit bagi Allah untuk melakukan apa saja yang dikehendakiNya, tidak terkecuali membangkitkan manusia pada hari Kiamat. Allah menyatakan, \"Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya terjadi, Kami hanya mengatakan kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendak dan sunah Kami. Semudah itulah Kami mewujudkan apa yang Kami kehendaki.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa kekuasaan-Nya tidak terbatas dan tidak dapat dibatasi sedikit pun oleh semua makhluk, baik yang di langit maupun yang di bumi. Allah swt menyatakan bahwa apabila ia berkehendak untuk menghidupkan orang yang mati, Ia cukup mengatakan kepadanya, \"Jadilah.\" Jadilah ia sesuai dengan kehendak Allah itu.\n\nPada ayat lain, Allah swt menerangkan bahwa terwujudnya sesuatu yang dikehendaki itu tidaklah memerlukan waktu yang lama, akan tetapi cukup dalam waktu yang singkat.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata. (al-Qamar/54: 50)\n\nAllah juga menjelaskan bahwa membangkitkan orang-orang yang telah mati bagi-Nya sama halnya dengan menciptakan satu jiwa.\n\nAllah swt berfirman:\n\nMenciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (mudah). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. (Luqman/31: 28)" } } }, { "number": { "inQuran": 1942, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 14, "page": 271, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0638\u064f\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064f\u0628\u064e\u0648\u0651\u0650\u0626\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena haajaroo fil laahi mim ba'di maa zulimoo lanubawwi' annahum fiddunyaa hasanatanw wa la ajrul Aakhirati akbar; law kaanoo ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And those who emigrated for [the cause of] Allah after they had been wronged - We will surely settle them in this world in a good place; but the reward of the Hereafter is greater, if only they could know.", "id": "Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1942", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1942.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1942.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai berbicara tentang pengingkaran kaum musyrik Mekah dan kezaliman mereka kepada Nabi Muhammad dan kaum muslim, Allah lalu beralih menjelaskan ketentuan hijrah dan pahala bagi orang yang berhijrah, \"Dan orang yang berhijrah meninggalkan kerabat dan kampung halamannya karena mengikuti perintah Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat, suasana, dan ganjaran yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala yang Kami berikan kepada mereka di akhirat kelak pasti lebih besar dan baik. Sekiranya mereka, orang kafir, mengetahui betapa besar pahala yang Kami berikan kepada orang yang beriman dan berhijrah, niscaya mereka beriman dan berhijrah.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa orang-orang yang hijrah meninggal-kan kaum kerabat yang dicintai dan kampung halamannya semata-mata mengharapkan pahala dan keridaan Allah, pasti akan diberi tempat yang baik di sisi-Nya. Yang dimaksud dengan hijrah dalam ayat ini ialah hijrah kaum Muslimin dari Mekah ke Habasyah, hijrah pertama yang dilakukan 83 orang Muslimin. Pengertian ini didasarkan pada pendapat yang mengatakan bahwa ayat ini adalah ayat Makkiyyah, dan dikuatkan pula oleh riwayat dari Abdullah bin Humaid, Ibnu Jarir ath-thabari, dan Ibnu Munzir dari Qatadah yang mengatakan bahwa para sahabat Nabi saw teraniaya oleh penduduk Mekah. Mereka diusir dari kampung halamannya, sehingga sebagian dari mereka ikut hijrah ke negeri Habasyah. Sesudah itu, Allah menyuruh mereka mempersiapkan diri hijrah ke Medinah, lalu kota itu dijadikan kota hijrah dan mereka diberi penolong-penolong yang terdiri dari penduduk Medinah yang beriman.\n\nKemudian mereka dijanjikan kemenangan atas orang-orang yang telah menganiaya mereka dan tempat yang baik di dunia. Semua itu diperoleh karena mereka rela meninggalkan tempat tinggal dan harta benda mereka, semata-mata hanya mengharapkan keridaan Allah. Janji kemenangan yang diberikan kepada kaum Muslimin itu ialah mereka akan diberi tempat yang bebas dari kekuasaan orang-orang musyrik dan mereka dapat mengatur tata kemasyarakatan sendiri. Mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin yang takwa dan memerintah orang-orang yang takwa pula.\n\nDi samping itu, mereka dijanjikan pula pahala akhirat yang lebih besar. Apabila mereka mengetahui, tentu mereka akan mengatakan bahwa pahala akhirat itulah yang lebih utama bila dibandingkan dengan kebahagiaan yang mereka rasakan di dunia. Ibnu Jarir ath-thabari meriwayatkan dari Umar bin Khaththab bahwa apabila seorang Ansar memberi suatu pemberian kepada seorang laki-laki dari golongan Muhajirin, ia berkata, \"Terimalah pemberian ini, semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam menikmatinya. Ini yang telah Allah janjikan untukmu di dunia, sedang di akhirat kamu akan mendapatkan yang lebih baik lagi\"." } } }, { "number": { "inQuran": 1943, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 14, "page": 271, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena sabaroo wa 'alaa Rabbihim yatawak kaloon" } }, "translation": { "en": "[They are] those who endured patiently and upon their Lord relied.", "id": "(yaitu) orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1943", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1943.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1943.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pahala yang besar dan baik itu hanya diperoleh oleh orang yang sabar dalam melaksanakan tuntunan Allah dan menghadapi berbagai cobaan, dan orang yang hanya kepada Tuhan Yang Mahakuasa dan Maha Mengatur mereka bertawakal serta menyerahkan urusan mereka setelah berupaya mewujudkannya sekuat kemampuan.", "long": "Ayat ini menjelaskan sifat-sifat seorang Muslim yang dijanjikan Allah akan memperoleh kemenangan dunia dan kebahagiaan akhirat. Mereka adalah orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, seperti menerima siksaan orang-orang kafir Quraisy, menahan penderitaan karena kerinduannya terhadap kampung halaman yang ditinggalkan, dan memikul beban hidup di perantauan karena serba kekurangan dan dalam keadaan terkucil dari keluarga yang masih di Mekah.\n\nFirman Allah:\n\nOrang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. (at-Taubah/9: 20)\n\nDi akhir ayat, Allah swt menyebutkan sifat mereka sebagai orang-orang yang sabar dan menyerahkan urusan mereka kepada Allah. Yaitu orang-orang yang menyerahkan akhir perjuangannya kepada Allah karena perjuangan itulah yang mereka tempuh untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.\n\nSifat sabar dan tawakal termasuk sifat-sifat terpenting yang harus dimiliki orang-orang yang membela kebenaran. Sebab, kedua sifat itu yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya cita-cita." } } }, { "number": { "inQuran": 1944, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa min qablika illaa rijaalan nooheee ilaihim; fas'alooo ahlaz zikri in kuntum laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And We sent not before you except men to whom We revealed [Our message]. So ask the people of the message if you do not know.", "id": "Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1944", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1944.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1944.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pengutusan para nabi dan rasul adalah sesuatu yang hak dan benar adanya. Dan Kami tidak mengutus kepada umat manusia sebelum engkau, wahai Muhammad, melainkan orang laki-laki terpilih yang memiliki keistimewaan dan ketokohan dari kalangan manusia, bukan malaikat, yang Kami beri wahyu kepada mereka melalui utusan Kami, Jibril agar disampaikannya kepada umat mereka; maka bertanyalah, wahai orang yang meragukan keesaan Allah dan tidak mengetahui tuntunan-Nya, kepada orang yang mempunyai pengetahuan tentang nabi dan kitab-kitab Allah, jika kamu tidak mengetahui. (Lihat: Surah al-Anbiya /21: 7“8 dan al-Jinn/72: 6)", "long": "Allah menyatakan bahwa Dia tidak mengutus seorang rasul pun sebelum Nabi Muhammad kecuali manusia yang diberi-Nya wahyu. Ayat ini menggambarkan bahwa rasul-rasul yang diutus itu hanyalah laki-laki dari keturunan Adam a.s. sampai Nabi Muhammad saw yang bertugas mem-bimbing umatnya agar mereka beragama tauhid dan mengikuti bimbingan wahyu. Oleh karena itu, yang pantas diutus untuk melakukan tugas itu adalah rasul-rasul dari jenis mereka dan berbahasa mereka. Pada waktu Nabi Muhammad saw diutus, orang-orang Arab menyangkal bahwa Allah tidak mungkin mengutus utusan yang berjenis manusia seperti mereka. Mereka menginginkan agar yang diutus itu haruslah seorang malaikat, seperti firman Allah swt:\n\nDan mereka berkata, \"Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia.\" (al-Furqan/25: 7)\n\nDan firman-Nya:\n\nPantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka, \"Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan.\" Orang-orang kafir berkata, \"Orang ini (Muhammad) benar-benar penyihir.\" (Yunus/10: 2)\n\nMengenai penolakan orang-orang Arab terhadap kerasulan Muhammad karena ia seorang manusia biasa, dapat dibaca dari sebuah riwayat adh-ahhak yang disandarkan kepada Ibnu 'Abbas bahwa setelah Muhammad saw diangkat menjadi utusan, orang Arab yang mengingkari kenabiannya berkata, \"Allah lebih Agung bila rasul-Nya itu bukan manusia.\" Kemudian turun ayat-ayat Surah Yunus di atas.\n\nDalam ayat ini, Allah swt meminta orang-orang musyrik agar bertanya kepada orang-orang Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, apakah di dalam kitab-kitab mereka terdapat keterangan bahwa Allah pernah mengutus malaikat kepada mereka. Kalau memang disebutkan di dalam kitab mereka bahwa Allah pernah menurunkan malaikat sebagai utusan Allah, mereka boleh mengingkari kerasulan Muhammad. Akan tetapi, apabila disebutkan di dalam kitab mereka bahwa Allah hanya mengirim utusan kepada mereka seorang manusia yang sejenis dengan mereka, maka sikap mereka meng-ingkari kerasulan Muhammad saw itu tidak benar." } } }, { "number": { "inQuran": 1945, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0628\u064f\u0631\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bilbaiyinaati waz Zubur; wa anzalnaaa ilaikaz Zikra litubaiyina linnaasi maa nuzzila ilaihim wa la'allahum yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "[We sent them] with clear proofs and written ordinances. And We revealed to you the message that you may make clear to the people what was sent down to them and that they might give thought.", "id": "(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Ad-Dzikr (Al-Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1945", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1945.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1945.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para rasul itu kami utus dengan membawa keterangan-keterangan berupa mukjizat yang membuktikan kenabian dan kerasulan mereka. Dan sebagian dari mereka membawa kitab-kitab yang berisi hukum, nasihat, dan aturan yang menjadi pedoman bagi kehidupan kaumnya. Dan Kami turunkan adz-dzikr, yakni Al-Qur'an, kepadamu, wahai Nabi Muhammad, agar engkau menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka berupa tuntunan dan petunjuk dalam kitab tersebut agar mereka tahu dan mengikuti jalan yang benar dan agar mereka memikirkan hal-hal yang menjadi pelajaran untuk kemaslahatan mereka di dunia dan akhirat.", "long": "Sesudah itu Allah swt menjelaskan bahwa para rasul itu diutus dengan membawa bukti-bukti nyata tentang kebenaran mereka. Yang dimaksud dengan bukti-bukti yang nyata dalam ayat ini ialah mukjizat-mukjizat yang membuktikan kebenaran kerasulan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan az-zubur ialah kitab yang mengandung tuntunan hidup dan tata hukum yang diberikan oleh Allah kepada manusia.\n\nAyat ini juga menerangkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw supaya beliau menjelaskan kepada manusia mengenai ajaran, perintah, larangan, dan aturan hidup yang harus mereka perhatikan dan amalkan. Al-Qur'an juga mengandung kisah umat-umat terdahulu agar dijadikan suri teladan dalam menempuh kehidupan di dunia. Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk menjelaskan hukum-hukum yang terkandung dalam Al-Qur'an dan merinci ayat-ayat yang bersifat global mengkhususkan yang bersifat umum, membatasi yang mutlak dan lain-lain agar mudah dicerna dan sesuai dengan kemampuan berpikir mereka.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan agar mereka memikirkan kandungan isi Al-Qur'an dengan pemikiran yang jernih untuk memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat, terlepas dari berbagai macam azab dan bencana seperti yang menimpa umat-umat sebelumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1946, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0633\u0650\u0641\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afa aminal lazeena makarus saiyi aati ai yakhsifal laahu bihimul arda aw yaaa tiyahumul 'azaabu min haisu laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Then, do those who have planned evil deeds feel secure that Allah will not cause the earth to swallow them or that the punishment will not come upon them from where they do not perceive?", "id": "maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1946", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1946.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1946.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik Mekah menganggap Al-Qur'an tidak lebih dari sekadar sebagai syair yang digubah oleh Nabi Muhammad, maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat seperti itu dan tidak beriman kepada Nabi Muhammad dan Al-Qur'an merasa aman dari bencana akibat perbuatan mereka berupa dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, sehingga mereka tertimbun hidup-hidup di perut bumi? Atau-kah mereka merasa aman dari datangnya siksa secara tiba-tiba kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari pada saat mereka tinggal di rumah?", "long": "Allah memberi peringatan kepada orang-orang musyrik, yang selalu berusaha membuat rencana dan tipu muslihat yang jahat dan menghalangi dakwah Islam, bahwa mereka tidak akan pernah merasa aman dari ancaman-ancaman Allah yang akan ditimpakan kepada mereka. Ancaman-ancaman itu ialah:\n\nPertama: Allah akan menenggelamkan mereka dari permukaan bumi dan memusnahkan mereka dari alam ini, seperti yang dialami oleh Qarun.\n\nKedua: Allah akan menurunkan siksa bagi mereka dari langit pada saat yang tidak mereka duga sebelumnya, seperti yang dialami oleh kaum Nabi Lut.\n\nKetiga: Mereka ditimpa azab pada saat berada dalam perjalanan mencari rezeki atau sibuk dalam berdagang, sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menolaknya. Artinya, mereka tidak akan dapat lari untuk melindungi dagangan dan jiwa mereka, karena azab itu menyerang dengan tiba-tiba.\n\nKeempat: Mereka akan mengalami siksaan sebagai hukuman setelah mengalami kerugian harta benda dan nyawa, sehingga mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan itu.\n\nKemudian Allah swt mengakhiri firman-Nya dengan menyatakan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Allah tidak akan menghukum mereka dengan segera, tetapi mengancam mereka dengan siksaan yang berat. Hal ini untuk memberikan kesempatan berpikir dan waktu kepada mereka untuk mengubah sikap terhadap ajakan rasul. Ini adalah bukti rahmat Allah yang sangat luas bagi para hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1947, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u062a\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064f\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aw yaakhuzahum fee taqallubihim famaa hum bi mu'jizeen" } }, "translation": { "en": "Or that He would not seize them during their [usual] activity, and they could not cause failure?", "id": "atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak (azab itu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1947", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1947.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1947.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau-kah mereka merasa aman apabila Allah mengazab mereka dengan siksa yang tidak mereka sangka pada waktu mereka dalam perjalanan meninggalkan rumah? Jika Allah menghendaki niscaya azab itu akan menimpa mereka sehingga mereka tidak akan berdaya menolak-nya dengan cara apa pun.", "long": "Allah memberi peringatan kepada orang-orang musyrik, yang selalu berusaha membuat rencana dan tipu muslihat yang jahat dan menghalangi dakwah Islam, bahwa mereka tidak akan pernah merasa aman dari ancaman-ancaman Allah yang akan ditimpakan kepada mereka. Ancaman-ancaman itu ialah:\n\nPertama: Allah akan menenggelamkan mereka dari permukaan bumi dan memusnahkan mereka dari alam ini, seperti yang dialami oleh Qarun.\n\nKedua: Allah akan menurunkan siksa bagi mereka dari langit pada saat yang tidak mereka duga sebelumnya, seperti yang dialami oleh kaum Nabi Lut.\n\nKetiga: Mereka ditimpa azab pada saat berada dalam perjalanan mencari rezeki atau sibuk dalam berdagang, sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menolaknya. Artinya, mereka tidak akan dapat lari untuk melindungi dagangan dan jiwa mereka, karena azab itu menyerang dengan tiba-tiba.\n\nKeempat: Mereka akan mengalami siksaan sebagai hukuman setelah mengalami kerugian harta benda dan nyawa, sehingga mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan itu.\n\nKemudian Allah swt mengakhiri firman-Nya dengan menyatakan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Allah tidak akan menghukum mereka dengan segera, tetapi mengancam mereka dengan siksaan yang berat. Hal ini untuk memberikan kesempatan berpikir dan waktu kepada mereka untuk mengubah sikap terhadap ajakan rasul. Ini adalah bukti rahmat Allah yang sangat luas bagi para hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1948, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0648\u0651\u064f\u0641\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Aw yaakhuzahum 'alaa takhawwuf; fa inna Rabbakum la Ra'oofur Raheem" } }, "translation": { "en": "Or that He would not seize them gradually [in a state of dread]? But indeed, your Lord is Kind and Merciful.", "id": "atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1948", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1948.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1948.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau-kah mereka merasa aman jika Allah mengazab mereka dengan azab yang diturunkan secara berangsur-angsur sampai mereka binasa? Maka Allah tidak segera menurunkan azab-azab itu guna memberi mereka kesempatan untuk sadar dan bertobat, karena sungguh, Tuhanmu Yang Mahakuasa atas segala sesuatu adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang.", "long": "Allah memberi peringatan kepada orang-orang musyrik, yang selalu berusaha membuat rencana dan tipu muslihat yang jahat dan menghalangi dakwah Islam, bahwa mereka tidak akan pernah merasa aman dari ancaman-ancaman Allah yang akan ditimpakan kepada mereka. Ancaman-ancaman itu ialah:\n\nPertama: Allah akan menenggelamkan mereka dari permukaan bumi dan memusnahkan mereka dari alam ini, seperti yang dialami oleh Qarun.\n\nKedua: Allah akan menurunkan siksa bagi mereka dari langit pada saat yang tidak mereka duga sebelumnya, seperti yang dialami oleh kaum Nabi Lut.\n\nKetiga: Mereka ditimpa azab pada saat berada dalam perjalanan mencari rezeki atau sibuk dalam berdagang, sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menolaknya. Artinya, mereka tidak akan dapat lari untuk melindungi dagangan dan jiwa mereka, karena azab itu menyerang dengan tiba-tiba.\n\nKeempat: Mereka akan mengalami siksaan sebagai hukuman setelah mengalami kerugian harta benda dan nyawa, sehingga mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan itu.\n\nKemudian Allah swt mengakhiri firman-Nya dengan menyatakan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Allah tidak akan menghukum mereka dengan segera, tetapi mengancam mereka dengan siksaan yang berat. Hal ini untuk memberikan kesempatan berpikir dan waktu kepada mereka untuk mengubah sikap terhadap ajakan rasul. Ini adalah bukti rahmat Allah yang sangat luas bagi para hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1949, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u064a\u0651\u064e\u0623\u064f \u0638\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650 \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awa lam yaraw ilaa maa khalaqal laahu min shai'iny-yatafaiya'u zilaaluhoo 'anil yameeni washshamaaa' ili sujjadal lillaahi wa hum daakhiroon" } }, "translation": { "en": "Have they not considered what things Allah has created? Their shadows incline to the right and to the left, prostrating to Allah, while they are humble.", "id": "Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1949", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1949.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1949.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kaum musyrik tetap mengingkari kerasulan Nabi Muhammad dan menolak ayat-ayat yang beliau sampaikan, meski mereka telah menyaksikan bukti-bukti kekuasaan Allah. Apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, baik yang besar maupun kecil, yang bergerak maupun diam, yang hidup maupun mati; bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, semua dalam keadaan sujud dan tunduk kepada Allah. Mereka patuh terhadap hukum-hukum alam yang telah ditetapkan-Nya, dan mereka bersikap rendah hati menerima ketetapan itu. Tidakkah mereka memperhatikan sehingga mereka sadar dan mau beriman kepada Nabi Muhammad?", "long": "Kemudian Allah swt menyebutkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang berlaku bagi seluruh makhluk-Nya dengan maksud agar orang-orang yang selalu membuat tipu daya yang jahat itu memikirkan segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah swt, misalnya bayang-bayang. Pada waktu matahari terbit di ujung timur bayang-bayang dari semua benda memanjang ke arah barat, kemudian apabila matahari meninggi, bayangan itu pun menyusut, dan akhirnya pada saat matahari melintasi meridian, bayangan itu berubah arah. Ketika matahari mulai menurun, bayangan itu makin lama makin memanjang ke arah timur, sampai pada waktu matahari itu mendekati kaki langit pada ufuk bagian barat, bayangan itu telah memanjang ke timur. Bayang-bayang itu berubah-ubah demikian karena tunduk kepada hukum yang telah ditetapkan Allah. \n\nBayangan itu bukan hanya berubah arah ke barat dan ke timur, tetapi juga ke utara dan ke selatan setiap tahun. Apabila matahari berada di khatulistiwa persis pada meridian, tidak terdapat bayang-bayang sama sekali. Akan tetapi, untuk hari-hari berikutnya yaitu sesudah tanggal 21 Maret pada saat matahari di meridian, matahari membuat bayangan yang mengarah ke selatan. Kemudian pada tanggal 21 Juni pada saat yang sama yaitu pada saat matahari berada di meridian bayang-bayang setiap benda mengarah ke selatan sepanjang-panjangnya. Seterusnya makin hari makin memendek, hingga tanggal 23 September. Sejak itu matahari sudah mulai pindah ke arah selatan dan bayang-bayang mulai mengarah ke utara, makin hari makin memanjang hingga pada tanggal 22 Desember, matahari membuat bayang-bayang mengarah ke utara sepanjang-panjangnya. Kemudian pada hari berikutnya matahari mulai bergerak ke utara, bayang-bayang mulai memendek dari hari ke hari. Akhirnya pada tanggal 21 Maret, matahari kembali lagi ke daerah khatulistiwa sehingga pada saat matahari sampai ke meridian, bayang-bayang pada saat itu tidak terlihat sama sekali. Demikianlah untuk seterusnya. Hal itu terjadi karena gerak tahunan matahari itu tunduk kepada tata hukum yang diciptakan oleh Allah dan berlaku untuk setiap makhluk-Nya.\n\nPenjelasan Allah serupa itu ditujukan kepada manusia agar mereka mau meneliti sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa semua benda di alam ini tidak ada yang menentang hukum Allah melainkan tunduk di bawah kekuasaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1950, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi yasjudu maa fis samaawaati wa maa fil ardi min daaabbatinw walma laaa'ikatu wa hum laa yastakbiroon" } }, "translation": { "en": "And to Allah prostrates whatever is in the heavens and whatever is on the earth of creatures, and the angels [as well], and they are not arrogant.", "id": "Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1950", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1950.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1950.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah mereka memperhatikan pula bahwa segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah? Yaitu semua makhluk yang hidup dan bergerak di bumi ini, dan demikian juga para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak pernah menyombongkan diri dan membangkang perintah Allah.", "long": "Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa semua makhluk yang ada di langit dan di bumi tunduk kepada kekuasaan-Nya. Mereka itu sujud kepada Allah menurut cara masing-masing sesuai dengan fitrahnya yang alami. Bahkan malaikat pun yang berada di langit tidak mau menyombongkan dirinya dan tidak membangkang kepada ketentuan-ketentuan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1951, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 229, "hizbQuarter": 108, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u06e9", "transliteration": { "en": "yakhaafoona Rabbahum min fawqihim wa yaf'aloona maa yu'maroon" } }, "translation": { "en": "They fear their Lord above them, and they do what they are commanded.", "id": "Mereka takut kepada Tuhan yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1951", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1951.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1951.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, para malaikat, selalu takut kepada Tuhan yang kekuasaanNya berada di atas kekuasaan mereka, dan mereka senantiasa melaksanakan apa saja yang diperintahkan. Tidak pernah sekali pun mereka menyepelekan apalagi melanggarnya.", "long": "Di dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan ketaatan para malaikat secara khusus, yaitu bahwa para malaikat itu tunduk di bawah kekuasaan Allah dan tekun melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Makhluk yang ada di langit dan di bumi tidak dapat dan tidak mampu untuk menghindari hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah yang berlaku. \n\nDemikianlah, penjelasan ini diberikan kepada orang-orang yang mengingkari adanya Allah dan selalu membuat tipu daya itu, supaya mereka menyadari bahwa tidak ada ciptaan Allah yang dapat melepaskan diri dari kekuasaan-Nya. Allah berfirman:\n\nDia berfirman kepadanya dan kepada bumi, \"Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.\" Keduanya menjawab, \"Kami datang dengan patuh.\" (Fussilat/41: 11)\n\nDan firman-Nya lagi :\n\nDan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari. (ar-Ra'd/13: 15)\n\nDengan penjelasan ini diharapkan mereka dapat mengakhiri keingkaran mereka, dan kembali ke fitrah semula yaitu tunduk di bawah kekuasaan Allah dan mempercayai kebenaran wahyu yang diturunkan kepada hamba-Nya yang terpilih, yaitu Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 1952, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u064a\u064e \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaalal laahu laa tatta khizooo ilaahainis naini innamaa Huwa Ilaahunw Waahid; fa iyyaaya farhaboon" } }, "translation": { "en": "And Allah has said, \"Do not take for yourselves two deities. He is but one God, so fear only Me.\"", "id": "Dan Allah berfirman, “Janganlah kamu menyembah dua tuhan; hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1952", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1952.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1952.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukti-bukti ini menunjukkan betapa Allah Mahakuasa dan Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Allah memperingatkan manusia untuk mengesakan-Nya dengan berfirman, \"Janganlah sekali-kali kamu menyembah dua tuhan dengan menyekutukan Allah dengan yang lain. Ketahuilah bahwa hanyalah Dia Tuhan Yang hak dan Maha Esa dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut karena hanya Aku yang dapat memberi kamu kebaikan dan pertolongan. Janganlah kamu takut kepada yang lain, seperti berhala-berhala yang kamu sembah, karena mereka tidak berdaya menyelamatkan kamu dari azab-Ku.\"", "long": "Allah swt menjelaskan kepada para hamba-Nya agar jangan sekali-kali menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Dia, karena yang demikian itu berarti mempersekutukan Allah, padahal Allah Mahasuci dari sekutu. Tidak mungkin Allah swt yang Mahakuasa di jagat raya ini lebih dari satu. Dia itu tunggal, dan hanya Dia yang berhak disembah.\n\nAllah memerintahkan kepada manusia agar takut kepada ancaman dan hukuman-Nya. Dia juga melarang manusia mempersekutukan-Nya dan membuat sesembahan lain selain Dia. Secara jelas, larangan yang terdapat dalam ayat ini adalah menyembah dua Tuhan. Namun demikian, bilangan itu bukanlah menunjukkan bilangan dua saja, tetapi untuk menunjukkan bilangan yang paling sedikit. Sedang yang dimaksud ialah menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Allah dan supaya tidak terbayang dalam pikiran manusia ada tuhan-tuhan yang lain selain Dia." } } }, { "number": { "inQuran": 1953, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064f \u0648\u064e\u0627\u0635\u0650\u0628\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lahoo maa fis samaawaati wal ardi wa lahud deenu waasibaa; afaghairal laahi tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And to Him belongs whatever is in the heavens and the earth, and to Him is [due] worship constantly. Then is it other than Allah that you fear?", "id": "Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan kepada-Nyalah (ibadah dan) ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu takut kepada selain Allah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1953", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1953.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1953.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah, begitu besar kekuasaan Allah atas alam semesta. Milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, yang kamu ketahui maupun tidak, yang hidup maupun mati, yang besar maupun kecil. Dan hanya kepada-Nyalah kamu beribadah dan menyatakan ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu mesti takut kepada selain Allah, padahal kamu sudah menyaksikan tanda-tanda kekuasaan-Nya?", "long": "Allah swt lalu menjelaskan bahwa semua yang ada di alam ini adalah milik-Nya. Allah tidak membagi kekuasaan-Nya kepada yang lain dalam mengurus segala yang ada di langit dan di bumi. Ia tidak memerlukan pembantu ataupun serikat. Oleh sebab itu, yang berhak ditaati hanyalah Dia. Taat dalam arti yang sebenar-benarnya, ikhlas, dan tidak berkesudahan.\n\nDengan demikian, tidaklah benar apabila ada manusia yang bertakwa kepada selain-Nya karena tuhan-tuhan itu tidaklah mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan nikmat yang telah ada atau mendatangkan siksa. Oleh karena itu, takwa harus disandarkan hanya kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1954, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0623\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa bikum minni'matin faminal laahi summa izaa massakumud durru fa ilaihi taj'aroon" } }, "translation": { "en": "And whatever you have of favor - it is from Allah. Then when adversity touches you, to Him you cry for help.", "id": "Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1954", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1954.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1954.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bagaimana bisa kamu tidak beribadah dan taat kepada-Nya, padahal segala nikmat, baik yang ada pada diri-mu maupun yang kamu nikmati dalam kehidupanmu, bersumber dari Allah Yang Maha Pemurah? Jika Dia mencabut nikmat-nikmat itu, tentu kamu tidak akan bisa hidup. Kemudian apabila kamu ditimpa sedikit kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu segera meminta pertolongan agar kesengsaraan itu dihilangkan dari kamu.", "long": "Selanjutnya Allah swt menjelaskan mengapa yang wajib ditakuti hanyalah Allah. Hal itu karena semua nikmat yang mereka peroleh, seperti kesehatan dan kebahagiaan, semata-mata dari Allah. Maka kewajiban manusialah untuk mensyukuri nikmat dan memuji kebaikan-Nya yang tiada terputus kepada makhluk-makhluk-Nya.\n\nSebaliknya, apabila manusia ditimpa oleh kesukaran hidup, kesulitan, penyakit, dan sebagainya, kepada Allahlah mereka mengeluh dan meminta pertolongan. Hal ini merupakan tabiat manusia bahwa apabila mereka berada dalam kesulitan, terbayanglah dalam pikiran kelemahan mereka dan adanya kekuasaan di luar diri mereka yang menguasai mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1955, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 14, "page": 272, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summaa izaa kashafad durra 'ankum izaa fareequm minkum bi Rabbihim yushrikoon" } }, "translation": { "en": "Then when He removes the adversity from you, at once a party of you associates others with their Lord", "id": "Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebagian kamu mempersekutukan Tuhan dengan (yang lain)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1955", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1955.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1955.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian apabila Dia Yang Mahakuasa dan Maha Esa telah menghilangkan bencana dan kesengsaraan itu dari kamu, ketaatanmu kepadaNya bukannya bertambah, malah sebagian kamu berpaling lalu mempersekutukan Tuhan Penolongmu dengan yang lain.", "long": "Kemudian Allah swt mengungkapkan bahwa apabila Allah mengabulkan permintaan mereka yaitu menghilangkan kesulitan yang dideritanya, mereka segera berbalik mempersekutukan tuhan-tuhan yang lain kepada Allah, dan menyembah patung-patung itu kembali. Mereka tidak mau lagi mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Demikianlah tipu daya mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur). (al-Isra/17: 67)" } } }, { "number": { "inQuran": 1956, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Liyakfuroo bimaa aatainaahum; fatamatta'oo, faswfa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "So they will deny what We have given them. Then enjoy yourselves, for you are going to know.", "id": "Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1956", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1956.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1956.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu banyak nikmat yang Kami anugerahkan, tetapi biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Akan Kami katakan kepada mereka, \"Bersenang-senanglah kamu dengan nikmatnikmat itu dan berhala-berhala yang kamu sembah. Ketahuilah, kelak kamu pasti akan mengetahui akibat dari perbuatanmu.\"", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa Allah membiarkan orang-orang kafir dan musyrik mengingkari nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Allah juga membiarkan mereka mengingkari-Nya sebagai Zat yang Mahakuasa menghilangkan bahaya yang menimpa mereka, hingga meng-ingkari Allah yang Mahaperkasa melepaskan diri mereka dari bahaya itu.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa mereka dibiarkan menikmati kehidupan dunia dan memuaskan hawa nafsu mereka sampai tiba saatnya ajal merenggut mereka. Sesudah itu, mereka pasti akan kembali kepada Allah. Di saat itulah mereka mengetahui dengan seyakin-yakinnya akibat keingkaran dan pembangkangan mereka. Mereka akan menyesali perbuatan mereka dengan penyesalan yang tiada berguna." } } }, { "number": { "inQuran": 1957, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaj'aloona limaa laa ya'lamoona naseebam mimmaa razaqnnaahum; tallaahi latus'alunaa 'ammaa kuntum taftaroon" } }, "translation": { "en": "And they assign to what they do not know a portion of that which We have provided them. By Allah, you will surely be questioned about what you used to invent.", "id": "Dan mereka menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka, untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui (kekuasaannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1957", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1957.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1957.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak saja mengingkari nikmat dan keesaan Allah, mereka (kaum musyrik) menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka sebagai persembahan untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui kekuasaannya. Demi Allah Yang Mahakuasa, kamu, wahai orang musyrik, pasti akan ditanyai dan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah tentang apa yang telah kamu ada-adakan.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa di antara perbuatan orang-orang musyrik ialah menyediakan sesaji kepada berhala-berhala mereka, padahal sesaji-sesaji yang disediakan itu merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada mereka. Berbagai sesaji yang diberikan kepada berhala-berhala itu merupakan hasil pertanian atau binatang-binatang ternak mereka. Mereka berbuat demikian dengan maksud agar berhala-berhala itu dapat menolong mereka. Padahal mereka tidak mengetahui sedikit pun bahwa berhala-berhala itu tidak mampu memberi manfaat dan menghindarkan mereka dari bahaya yang akan menimpa. Perbuatan mereka ini adalah perbuatan syirik, yaitu mempertuhankan yang lain di samping Allah.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, \"Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.\" Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu. (al-An'am/6: 136)\n\nKemudian Allah mengancam mereka dengan ancaman yang keras. Allah bersumpah dengan nama-Nya, bahwa Ia benar-benar akan meminta pertanggungjawaban mereka atas perbuatan mereka mengada-adakan tuhan selain Allah. Kemudian mereka akan disiksa sesuai dengan keingkaran dan perbuatan mereka itu.\n\nAllah swt berfirman:\n\nMaka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, (al-hijr/15: 92)\n\nDi akhir ayat, Allah swt meminta pertanggungjawaban mereka terhadap apa yang mereka ada-adakan, memberikan pengertian bahwa Allah mencela mereka terhadap perkataan ataupun perbuatan yang mereka ada-adakan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1958, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u06d9 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaj'aloona lillaahil banaati Subhaanahoo wa lahum maa yashtahoon" } }, "translation": { "en": "And they attribute to Allah daughters - exalted is He - and for them is what they desire.", "id": "Dan mereka menetapkan anak perempuan bagi Allah. Mahasuci Dia, sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1958", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1958.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1958.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik meyakini para malaikat berjenis perempuan dan mereka menetapkan para malaikat itu sebagai anak perempuan bagi Allah. Mahasuci Dia dari apa yang mereka tetapkan; sedang untuk mereka sendiri mereka menetapkan apa yang mereka sukai, berupa anak laki-laki.", "long": "Kemudian Allah swt mengungkapkan bentuk kesyirikan mereka yang lain, yaitu memberi Allah anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak laki-laki.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban. (az-Zukhruf/43: 19)\n\nOrang-orang musyrik itu menganggap bahwa para malaikat itu anak-anak perempuan Allah. Perbuatan mereka yang demikian ini dinilai sebagai dosa besar, karena mereka menuduhkan sesuatu kepada Allah yang tidak semestinya, yaitu Allah mempunyai anak-anak perempuan, padahal mereka sendiri tidak senang mempunyai anak-anak perempuan.\n\nAllah swt berfirman:\n\nApakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (an-Najm/53: 21-22)\n\nDan firman-Nya:\n\nIngatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan, \"Allah mempunyai anak.\" Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. Apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan? (as-shaffat/37: 151-154)\n\nAllah swt menegaskan bahwa Dia Mahasuci dari segala tuduhan mereka. Sungguh, sangat keji bahwa mereka hanya menginginkan anak laki-laki dan tidak menginginkan anak-anak perempuan." } } }, { "number": { "inQuran": 1959, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0634\u0651\u0650\u0631\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0638\u064e\u0644\u0651\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064f\u0647\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u0648\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa izaa bushshira ahaduhum bil unsaa zalla wajhuhoo muswaddanw wa huwa kazeem" } }, "translation": { "en": "And when one of them is informed of [the birth of] a female, his face becomes dark, and he suppresses grief.", "id": "Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1959", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1959.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1959.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menisbatkan para malaikat sebagai putri-putri Allah, padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, ia malu dan kecewa sehingga wajahnya menjadi hitam, merah padam, dan kusut; dan dia sangat marah atas kabar tersebut.", "long": "Selanjutnya Allah swt mengungkapkan sikap mereka mengenai anak perempuan yaitu apabila mereka diberi kabar bahwa istri mereka melahirkan anak perempuan, muramlah muka mereka karena jengkel dan malu.\n\nPerasaan serupa itu disebabkan oleh perasaan mereka sendiri bahwa anak-anak perempuan itu hanya memberi malu kaumnya, karena anak-anak perempuan itu tidak dapat membantu dalam peperangan, dan apabila mereka kalah perang, anak-anak perempuan menjadi barang rampasan. Sebenarnya mereka dihukum oleh perasaan mereka sendiri karena anggapan bahwa wanita itu martabatnya tiada lebih dari barang yang boleh dipindah-tangankan." } } }, { "number": { "inQuran": 1960, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0634\u0651\u0650\u0631\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064e\u064a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064f\u0648\u0646\u064d \u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064f\u0633\u0651\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062a\u0651\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "yatawaaraa minal qawmimin sooo'i maa bushshira bih; a-yumsikuhoo 'alaa hoonin am yadussuhoo fit turaab; alaa saaa'a maa yahkumoon" } }, "translation": { "en": "He hides himself from the people because of the ill of which he has been informed. Should he keep it in humiliation or bury it in the ground? Unquestionably, evil is what they decide.", "id": "Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1960", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1960.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1960.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia lalu menyembunyikan diri dari orang banyak disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya berupa kelahiran anak perempuan. Dalam keadaan demikian, dia bingung apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung malu dan kehinaan dalam diri, martabat, dan kehormatannya, atau akan membenamkannya hidup-hidup ke dalam tanah? Ingatlah, alangkah buruknya putusan yang mereka tetapkan itu.", "long": "Allah swt menjelaskan lebih lanjut perilaku orang-orang musyrik pada saat mereka mendapatkan anak perempuan. Mereka menarik diri dari masyarakatnya karena mendapat kabar buruk dengan kelahiran anak perempuan itu. Mereka bersembunyi dari orang banyak karena takut mendapat hinaan, dan tidak menginginkan ada orang yang mengetahui aib yang menimpa dirinya. Kemudian terbayang dalam pikiran mereka apakah anak yang mendatangkan aib itu akan dipelihara dengan menanggung kehinaan yang berkepanjangan, karena anak perempuan itu tidak berhak mendapat warisan dan penghargaan masyarakat, serta hanya sebagai pelayan laki-laki, atau apakah mereka akan menguburnya ke dalam tanah hidup-hidup. Kebiasaan mereka mengubur anak perempuan hidup-hidup itu dipandang sebagai dosa besar yang harus mereka pertanggungjawabkan di hari perhitungan, karena perbuatan itu bertentangan dengan nurani manusia dan akal sehat. \n\nAllah swt berfirman:\n\nDan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apa dia dibunuh? (at-Takwir/81: 8-9)\n\nDi akhir ayat, Allah swt menyatakan bahwa alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan dan simpulkan itu, yaitu mereka malu memperoleh anak perempuan sehingga menyembunyikan dirinya dari orang banyak. Begitu malunya mereka sehingga mereka merasa harus memilih apakah akan tetap memelihara anak perempuan itu tetapi dengan menanggung malu, atau mereka kubur hidup-hidup. Allah menegaskan bahwa pandangan mereka mengenai anak perempuan itu sangat keliru." } } }, { "number": { "inQuran": 1961, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 230, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0648\u0652\u0621\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Lillazeena laa yu'minoona bil Aakhirati masalus saw'i wa lillaahil masalul a'laa; wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "For those who do not believe in the Hereafter is the description of evil; and for Allah is the highest attribute. And He is Exalted in Might, the Wise.", "id": "Bagi orang-orang yang tidak beriman pada (kehidupan) akhirat, (mempunyai) sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1961", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1961.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1961.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan bahwa bagi orang-orang yang tidak beriman pada kehidupan akhirat, ada sifat, sikap, dan perbuatan yang buruk; dan Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa mempunyai sifat Yang Mahatinggi. Ketinggian, kesucian, dan kekuasaan-Nya tidak dapat dijangkau oleh siapa pun dari makhluk-Nya. Dan Dia Mahaperkasa atas segala sesuatu, Mahabijaksana dalam kekuasaan-Nya dengan menempatkan sesuatu sesuai hikmah yang ditetapkan-Nya.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa nasib buruk itu justru dimiliki oleh orang-orang kafir itu, yaitu mereka akan terhina karena dimasukkan ke dalam neraka. Sedangkan Allah akan tetap mulia, tidak memerlukan anak atau siapa pundalam menciptakan dan mengelola alam ini. Bahkan bila semua manusia di alam ini membangkang kepada-Nya, tidak akan merusak kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya. Bahkan manusia itu sendiri yang rugi di dunia karena tidak menikmati keuntungan yang diperoleh dari pelaksana-an nilai-nilai mulia yang diajarkan-Nya dan di akhirat masuk neraka. Itulah yang ditegaskan Allah pada penutup ayat ini, bahwa ia Mahaperkasa dalam kemahakuasaan-Nya dan Mahabijaksana dalam menjatuhkan azab bagi yang ingkar. Artinya, azab itu memang sesuatu yang pantas bagi orang-orang yang ingkar itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1962, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 231, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u0650\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law yu'aakhizul laahun naasa bizulminhim maa taraka 'alaihaa min daaabbatinw wa laakiny yu'akhkhiruhum ilaaa ajalim musamman fa izaa jaaa'a ajaluhum laa yastaakhiroona saa'atanw wa laa yastaqdimoon" } }, "translation": { "en": "And if Allah were to impose blame on the people for their wrongdoing, He would not have left upon the earth any creature, but He defers them for a specified term. And when their term has come, they will not remain behind an hour, nor will they precede [it].", "id": "Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1962", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1962.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1962.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu bentuk kebijaksanaan Allah adalah tidak serta merta mengazab orang yang bersalah. Dan kalau Allah menghukum manusia secara langsung karena kezaliman dan dosa-nya, seperti syirik dan kufur, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya di bumi ini dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah tidak melakukan hal demikian. Dia mampu melakukannya, tetapi karena kebijaksanaan-Nya, Dia memilih untuk menangguhkan hukuman dan azab bagi mereka sampai waktu yang sudah ditentukan oleh-Nya. Maka apabila ajalnya tiba sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun atas azab itu.", "long": "Allah swt mengancam orang-orang musyrik yang bergelimang dosa. Ancaman itu ialah apabila Allah ingin menghukum manusia karena kezaliman mereka, Ia mampu untuk melakukannya. Mereka akan ditumpas dari permukaan bumi ini, tidak ada satupun yang tersisa. Akan tetapi, Allah tidak menghendaki yang demikian itu. Karena rahmat-Nya yang luas, Allah menangguhkan siksaan-Nya sampai pada suatu saat yang telah ditentukan, yaitu saat ajal telah merenggut mereka. Maksudnya adalah agar mereka dapat mengubah pandangan dan perilaku mereka. Akan tetapi, bila mereka tetap tidak berubah, Allah akan menurunkan azab ketika ajal mereka datang. Dan bila ajal itu telah datang, mereka tidak akan mampu mengundurkan atau mempercepatnya sesaat pun. Kemudian di akhirat mereka akan dimasukkan ke dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 1963, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 231, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f \u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0631\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaj'aloona lillaahi maa yakrahoona wa tasifu alsinatuhumul kaziba anna lahumul husnaa laa jarama anna lahumun Naara wa annahum mufratoon" } }, "translation": { "en": "And they attribute to Allah that which they dislike, and their tongues assert the lie that they will have the best [from Him]. Assuredly, they will have the Fire, and they will be [therein] neglected.", "id": "Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kebohongan, bahwa sesungguhnya (segala) yang baik-baik untuk mereka. Tidaklah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan (ke dalamnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1963", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1963.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1963.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, yaitu anak perempuan. Dan lidah mereka mengucapkan kebohongan-walaupun boleh jadi hati mereka sendiri tidak membenarkannya-bahwa sesungguhnya segala yang baik-baik dalam kehidupan dunia dan akhirat hanyalah untuk mereka. Allah menegaskan, tidaklah dapat diragukan bahwa nerakalah yang pantas menjadi tempat kembali dan tempat tinggal bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan ke dalamnya.", "long": "Sekali lagi Allah menjelaskan bahwa mereka selalu melemparkan segala hal yang tidak mereka senangi kepada Allah, di antaranya tentang anak perempuan. Mereka tidak mau memiliki anak perempuan, karena menurut mereka anak perempuan hanyalah bagi Allah. Jadi Allahlah yang hina. \n\nDijelaskan juga bahwa mereka selalu menyampaikan kata-kata dusta, yaitu mereka akan selalu bahagia baik di dunia maupun di akhirat, walaupun bergelimang dosa. Hal itu dibantah oleh Allah seraya mengatakan bahwa tempat mereka adalah neraka dan mereka dijebloskan dengan paksa ke dalamnya. \n\nDari informasi di atas, jelas bahwa mereka benar-benar tidak mau mempercayai hari kebangkitan dan tidak mau menyadari kejahatan mereka. Itulah sebabnya Allah swt menegaskan bahwa mereka tidak diragukan lagi akan menjadi penghuni neraka dan akan merasakan azab yang sangat pedih pada saat yang telah ditentukan, yaitu hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1964, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 231, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Tallaahi laqad arsalnaaa ilaaa umamim min qablika fazayyana lahumush Shaitaanu a'maalahum fahuwa waliyyuhumul yawma wa lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "By Allah, We did certainly send [messengers] to nations before you, but Satan made their deeds attractive to them. And he is the disbelievers' ally today [as well], and they will have a painful punishment.", "id": "Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau (Muhammad), tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk), sehingga dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1964", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1964.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1964.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum kafir Mekah bukanlah umat pertama yang berbuat demikian. Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus para rasul, seperti Hud, Salih, Musa, dan Isa kepada umat-umat mereka sebelum Kami mengutus engkau, wahai Nabi Muhammad, kepada umatmu. Meski kaum-kaum itu mendapat dakwah dari para rasul, tetapi setan menjadikan terasa indah dan baik bagi mereka perbuatan buruk mereka seperti yang umatmu lakukan kepadamu. Setan berhasil menipu mereka sehingga dia menjadi pemimpin dan panutan mereka pada hari ini sebagaimana dia juga menjadi pemimpin dan panutan kaummu yang durhaka. Dan mereka semua yang telah, sedang, dan akan melakukan keburukan pasti akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat kelak.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt bersumpah dengan nama-Nya sendiri bahwa Dia sungguh telah mengutus banyak rasul kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad. Para rasul itu mengajak mereka untuk beriman dan beribadah kepada Allah swt. Akan tetapi, umat-umat itu telah tertipu oleh tipu daya setan sehingga mereka menyangka perbuatan-perbuatan mereka baik, padahal sebetulnya perbuatan jahat. Setan itulah akhirnya yang menjadi teman mereka, dan akan menemani mereka masuk ke dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 1965, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 14, "page": 273, "manzil": 3, "ruku": 231, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa anzalnaa 'alaikal Kitaaba illaa litubaiyina lahumul lazikh talafoo feehi wa hudanw wa rahmatal liqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And We have not revealed to you the Book, [O Muhammad], except for you to make clear to them that wherein they have differed and as guidance and mercy for a people who believe.", "id": "Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur'an) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1965", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1965.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1965.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami mengutus para rasul untuk menjelaskan hukum-hukum Allah kepada kaum masing-masing, memberi mereka ketenangan batin, dan menyelesaikan perselisihan di antara mereka. Dan Kami tidak menurunkan Kitab Al-Qur'an ini kepadamu, wahai Nabi Muhammad, melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka (umatmu) apa yang mereka perselisihkan dalam hal agama, sehingga mereka dapat membedakan perkara yang benar dan yang salah. Kami menurunkan Al-Qur'an dengan tujuan tersebut serta menjadi petunjuk dan penuntun bagi manusia menuju jalan yang benar, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang sudah dan hendak beriman.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan fungsi Al-Qur'an, yaitu sebagai dasar dan pedoman yang dapat membuka pikiran mereka untuk dapat menilai kebenaran bimbingan wahyu. Allah swt menjelaskan bahwa Dia menurunkan kitab kepada Nabi Muhammad saw untuk dijadikan bimbingan bagi para umatnya. Juga agar Nabi saw dapat menjelaskan persoalan-persoalan yang mereka ragukan atau tidak percayai, sehingga mereka dapat melihat mana yang hak dan mana yang batil, mana yang benar dan mana yang salah.\n\nDi samping itu, Al-Qur'an berfungsi sebagai petunjuk yang dapat membimbing umatnya kepada kebenaran sehingga terhindar dari kesesatan. Al-Qur'an juga berfungsi sebagai rahmat Allah terbesar kepada hamba yang mau beriman. Dengan berpedoman kepada Al-Qur'an, mereka akan terbimbing dalam hidup di dunia dan akan berbahagia di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 1966, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 14, "page": 274, "manzil": 3, "ruku": 231, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaahu anzala minas samaaa'i maaa'an fa ahyaa bihil arda ba'da mawtihaa; inna fee zaalika la aayatal liqaw miny yasma'oon" } }, "translation": { "en": "And Allah has sent down rain from the sky and given life thereby to the earth after its lifelessness. Indeed in that is a sign for a people who listen.", "id": "Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1966", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1966.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1966.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah menurunkan air hujan dari arah langit sesuai kadar yang ditentukan-Nya. Dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi dengan tumbuhnya berbagai jenis tanaman dan tumbuhan di permukaannya yang tadinya sudah mati, kering, dan tampak tanpa tanda kehidupan. Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu turunnya air dari langit beserta proses yang terjadi padanya dan akibat yang ditimbulkannya terhadap permukaan bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran, kekuasaan, dan keesaan Allah bagi orang-orang yang mau mendengarkan dan mengambil pelajaran.", "long": "Allah swt mengajak para hamba-Nya untuk memperhatikan dalil dan bukti yang menunjukkan kebenaran bahwa Allah swt itu Maha Esa dan Dialah yang berhak dipertuhan dan pantas disembah. Dalam hal ini, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menurunkan hujan dari langit, yang dibutuhkan berbagai macam tanaman di permukaan bumi. Andaikan tidak ada hujan, tentulah bumi itu menjadi kering, tandus, dan tak mungkin ditumbuhi oleh tanam-tanaman dan rerumputan.\n\nHal itu menunjukkan bahwa Allah berkuasa menghidupkan tanah dan menyuburkannya setelah tidak adanya tanda-tanda kehidupan. Orang-orang yang memperhatikan kejadian itu tentu akan melihat bukti-bukti yang jelas dan tanda yang pasti tentang adanya Allah Yang Mahakuasa. Hal ini hanya dapat dipahami oleh orang yang mau mendengarkan penjelasan Allah, memperhatikan dan memikirkan tanda-tanda keesaan-Nya. Hal itu terkadang dapat dilakukan dengan penelitian secara langsung atau mendengarkan dan memahami pengalaman-pengalaman atau hasil penelitian orang lain dengan sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 1967, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 14, "page": 274, "manzil": 3, "ruku": 232, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0646\u0651\u064f\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0652\u062b\u064d \u0648\u064e\u062f\u064e\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0628\u064e\u0646\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0635\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u063a\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna lakum fil an'aami la'ibrah; nusqeekum mimmmaa fee butoonihee mim baini farsinw wa damil labanann khaalisan saaa'ighallish shaaribeen" } }, "translation": { "en": "And indeed, for you in grazing livestock is a lesson. We give you drink from what is in their bellies - between excretion and blood - pure milk, palatable to drinkers.", "id": "Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1967", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1967.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1967.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukan saja pada air hujan, sungguh, pada hewan ternak yang kamu pelihara itu, seperti unta, sapi, kambing, dan domba, juga benar-benar terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi kamu untuk mengakui kekuasan dan kebesaran-Nya jika kamu mau memperhatikan. Kami memberimu minum yang segar dan penuh gizi dari apa yang ada dalam perutnya, yakni hewan ternak betina, berupa susu murni yang tersarikan antara kotoran dan darah; susu yang bersih dari campuran keduanya, dan mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.", "long": "Selanjutnya Allah swt meminta perhatian para hamba-Nya agar memperhatikan binatang ternak karena sesungguhnya pada binatang ternak itu terdapat pelajaran yang berharga, yaitu bahwa Allah memisahkan susu dari darah dan kotoran. Binatang ternak itu memakan rerumputan, lalu dari makanan itu dihasilkan darah dan kotoran. Di antara keduanya, Allah memproduksi susu yang bersih dan bergizi. Itu menunjukkan bahwa Allah Mahakuasa dan Mahaluas Rahmat-Nya bagi para hamba-Nya.\n\nSecara ilmiah dapat dijelaskan bahwa pada buah dada binatang menyusui terdapat sebuah kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi air susu. Melalui urat-urat nadi atau arteri, kelenjar-kelenjar itu mendapatkan pasokan berupa zat yang terbentuk dari darah dan zat-zat dari sari makanan yang telah dicerna (chyle). Kedua komponen ini tidak dapat dikonsumsi secara langsung. Kelenjar air susu akan memproses kedua komponen ini dengan enzim-enzim yang ada, dan menghasilkan air susu yang dapat dikonsumsi secara langsung. Air susu yang dihasilkannya mempunyai warna dan aroma yang sama sekali berbeda dengan zat aslinya. \n\nAir susu ibu (ASI) memiliki komponen yang tepat guna memenuhi keperluan nutrisi bayi dan perlindungan terhadap penyakit yang mungkin timbul. Perimbangan nutrisi yang terkandung di dalam ASI sangatlah ideal bagi tubuh bayi yang masih sangat muda. Pada saat yang sama, susu bayi juga mengandung nutrien yang memacu perkembangan otak dan sistem syaraf. Susu bayi buatan yang dibuat berdasarkan teknologi tinggi saat ini tidak dapat menggantikan makanan bayi yang satu ini.\n\nUnsur anti-infeksi lainnya adalah bahwa ASI memberikan lingkungan yang baik untuk tumbuhnya bakteri yang \"baik\", yang diberi nama \"normal flora\". Peran dari bakteri ini adalah menjadi pelindung terhadap bakteri, virus dan parasit penyebab penyakit. Lebih lanjut, ASI juga mengatur terjadinya sistem imunitas (kekebalan tubuh) terhadap berbagai penyakit infeksi. Demikian penjelasan secara ilmiah." } } }, { "number": { "inQuran": 1968, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 14, "page": 274, "manzil": 3, "ruku": 232, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u0650 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0633\u064e\u0643\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min samaraatin nakheeli wal a'nnaabi tattakhizoona minhu sakaranw wa rizqann hasanaa; inna fee zaalika la Aayatal liqawminy ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And from the fruits of the palm trees and grapevines you take intoxicant and good provision. Indeed in that is a sign for a people who reason.", "id": "Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1968", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1968.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1968.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah pula kamu mengambil pelajaran dari buah kurma dan anggur yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kamu? Dari perasannya kamu dapat membuat minuman yang memabukkan, dan dari buah itu pula kamu bisa memperoleh rezeki yang baik, yakni tidak memabukkan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi orang yang mengerti.", "long": "Selanjutnya, Allah swt meminta para hamba-Nya agar memperhati-kan buah kurma dan anggur. Dari kedua buah-buahan itu, manusia dapat memproduksi sakar, yaitu minuman memabukkan yang diharamkan dan minuman baik yang dihalalkan. Sebuah riwayat dari Ibnu 'Abbas menjelaskan, \"Sakar ialah minuman yang diharamkan yang berasal dari buah kurma dan anggur. Rezeki yang baik ialah makanan halal yang bisa diproduksi dari kurma dan anggur.\n\nJadi dari kurma dan anggur, manusia dapat memproduksi berbagai jenis makanan. Di antaranya ada yang memudaratkan dan ada yang bermanfaat. Yang memudaratkan dilarang oleh agama, sedang yang bermanfaat dibolehkan untuk diproduksi. Dengan demikian, ayat ini sudah mengandung isyarat bagi mereka yang berpikiran suci bahwa meminum minuman keras haram hukumnya dan tidak boleh diproduksi.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa dalam penciptaan kedua macam tumbuh-tumbuhan itu terdapat tanda-tanda yang jelas untuk menunjukkan keesaan Tuhan bagi orang-orang yang mempergunakan pikirannya untuk meneliti, memperhatikan, dan mengambil pelajaran dari penciptaan tumbuh-tumbuhan yang disebutkan dalam ayat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1969, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 14, "page": 274, "manzil": 3, "ruku": 232, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa awhaa Rabbuka ilannnabli anit takhizee minal jabaali buyootanw wa minash shajari wa mimmaa ya'rishoon" } }, "translation": { "en": "And your Lord inspired to the bee, \"Take for yourself among the mountains, houses, and among the trees and [in] that which they construct.", "id": "Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1969", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1969.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1969.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara begitu banyak tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah di bumi ini adalah bahwa Tuhanmu yang selalu membimbing dan berbuat baik kepadamu mengilhamkan kepada lebah, \"Buatlah sarang dengan sungguh-sungguh di gua pada gunung-gunung, di lubang pada batang pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia berupa sarang buatan.\"", "long": "Kemudian Allah swt meminta perhatian para hamba-Nya agar memperhatikan lebah. Allah telah memberikan naluri kepada lebah sehingga mempunyai kemahiran untuk membuat sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang didirikan manusia. Seorang yang mau memperhatikan bagaimana kemahiran lebah membuat sarangnya, tentu ia akan takjub. Sarang lebah terbuat dari bahan serupa lilin dan mempunyai bentuk segi enam berangkai yang menurut para ahli struktur bangunan merupakan ruang yang paling banyak memuat isi dibanding dengan segi-segi lain. Apabila diperhatikan bobotnya, sarang lebah itu sangat ringan, tetapi dapat menahan beban yang berat yaitu madu, telur, dan embrio-embrionya. Hal ini juga menjadi bukti yang menunjukkan kekuasaan Allah Yang Maha Esa.\n\nAyat di atas menggambarkan perikehidupan lebah madu secara singkat namun akurat sebagai berikut.\n\n1.\"...Buatlah sarang-sarang pada sebagian pegunungan dan sebagian pepohonan, dan pada sebagian tempat-tempat tinggi yang mereka buat...\". Kelompok lebah diperkirakan terdiri atas, paling tidak, 20.000 jenis. Masing-masing jenis memiliki cara sendiri-sendiri dalam membuat sarangnya. Mereka menggunakan semua sarana, mulai dari gua-gua yang terletak di pegunungan, lubang-lubang pada pohon tua, atau membuat sarang sendiri dan menggantungnya pada cabang pohon. Mengingat ayat ini ditujukan khusus untuk lebah madu, maka uraian tentang sarang lebah madu akan diuraikan secara lebih rinci. \n\nSarang lebah madu, atau lebah pada umumnya, merupakan tempat yang strategis dan sentral untuk seluruh kehidupan kelompok. Mulai dari tempat mengasuh anakan (larva) sampai dengan pusat informasi, semuanya ada di sarang.\n\nSarang lebah madu terdiri atas bilik-bilik yang berupa lubang-lubang segi enam (hexagonal) yang nyaris sempurna. Para ahli konstruksi mengakui bahwa bentuk segi enam adalah bentuk yang paling kuat, menghemat bahan dan ruangan. Bentuk tersebut juga mencegah serangga lain masuk di sela-sela bilik dan membuat sarang. \n\n2.\"...Kemudian makanlah dari setiap buah-buahan¦.\" Bahan utama yang dijadikan makanan lebah madu adalah nektar, suatu cairan manis yang terdapat pada bunga. Sedangkan jenis-jenis lebah lainnya ada juga yang memperoleh makanan dari sari buah-buahan. \n\n3.\"...Dan tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu dalam keadaan mudah....\" Dalam proses pencarian lapangan bunga, beberapa lebah pekerja dikirim sebagai pemandu untuk mencari daerah yang potensial. Mereka dapat terbang sampai sejauh lima kilometer dan akan terus mencari sampai menemukan jumlah yang cukup untuk dipanen untuk kemudian disampaikan kepada lebah lainnya.\n\n\"Allah mewahyukan kepada lebah\" mengandung arti kiasan. Mengapa wahyu yang biasa diturunkan kepada manusia itu bisa diturunkan kepada bangsa lebah. Kita harus memahami ayat ini dengan memahami apa fungsi dan tujuan dari Allah menurunkan wahyu. Wahyu bertujuan untuk memberikan petunjuk. Jadi Allah memberikan petunjuk kepada bangsa lebah untuk ditaati sepanjang hidupnya oleh setiap lebah sampai kiamat. Berbeda dengan manusia, dimana ada yang taat dan ada pula yang membangkang bahkan dan yang mendustakan wahyu dari Allah swt. Lebah (dan binatang maupun tumbuhan lainnya) tanpa terkecuali akan menaati dan menjadikan-nya sebagai pegangan dan petunjuk hidupnya \n\nDalam ayat ini, petunjuk Allah adalah untuk membuat sarang (lebah) pada tempat-tempat yang dibuat manusia. Ini artinya bahwa Allah menolong manusia untuk membudidayakan dan memanfaatkannya seperti yang dijelaskan dalam An-Naḥl 16:69. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari dunia tumbuhan, dan beberapa di antaranya sangat bermanfaat setelah diproses lebih lanjut oleh binatang, misalnya madu yang diperoleh dari aktivitas lebah madu. \n\nAristoteles adalah orang pertama yang menekuni dan mempelajari lebah madu. Walaupun banyak teorinya yang tidak masuk akal, apabila dikaji dengan pengetahuan saat ini, namun harus diakui bahwa dialah pionir dalam penelitian dan pengungkapan perikehidupan lebah. Perhatian manusia diper-kirakan sudah dimulai antara 8.000 sampai 15.000 tahun yang lalu. Banyak lukisan-lukisan di dinding gua prehestorik yang memperlihatkan bagaimana manusia memanen madu dari sarang lebah madu. Pemeliharaan lebah diduga dimulai di Mesir sekitar tahun 2400 SM." } } }, { "number": { "inQuran": 1970, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 14, "page": 274, "manzil": 3, "ruku": 232, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064f\u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0644\u064f\u0643\u0650\u064a \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u0650 \u0630\u064f\u0644\u064f\u0644\u064b\u0627 \u06da \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064c \u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0634\u0650\u0641\u064e\u0627\u0621\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summma kulee min kullis samaraati faslukee subula Rabbiki zululaa; yakhruju mim butoonihaa sharaabum mukh talifun alwaanuhoo feehi shifaaa'ul linnaas, innna fee zaalika la Aayatal liqawminy yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "Then eat from all the fruits and follow the ways of your Lord laid down [for you].\" There emerges from their bellies a drink, varying in colors, in which there is healing for people. Indeed in that is a sign for a people who give thought.", "id": "kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1970", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1970.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1970.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan ilhamnya kepada lebah, Allah berfirman, \"Kemudian makanlah, yakni isaplah, dari segala macam bunga dari buah-buahan pada pepohonan yang besar maupun kecil, lalu tempuhlah jalan yang telah ditentukan oleh Tuhan Pencipta dan Pemelihara-mu, yang telah dimudahkan bagimu.\" Dengan izin dan kekuasaan Allah, dari perut lebah itu keluar sejenis minuman yang amat lezat berupa madu yang bermacam-macam warna dan rasa-nya. Di dalamnya terdapat kandungan yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh dan obat yang dapat menyembuhkan bagi beberapa penyakit manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang yang berpikir.", "long": "Allah lalu meminta perhatian para hamba-Nya agar memikirkan bagaimana Allah telah memberikan kemahiran kepada para lebah untuk mengumpulkan makanan dari berbagai macam bunga-bungaan dan meng-ubahnya menjadi madu yang tahan lama dan bergizi. Kemahiran ini diwariskan lebah secara turun-temurun.\n\nLebah-lebah mengisap makanan dari bunga-bungaan kemudian masuk ke dalam perutnya dan dari perutnya dikeluarkan madu yang bermacam-macam warnanya. Ada yang putih, ada yang kekuning-kuningan, dan ada pula yang kemerah-merahan, sesuai dengan jenis lebah itu dan bunga-bungaan yang ada di sekitarnya.\n\nDi antara manfaat madu ialah untuk ketahanan tubuh dan mungkin pula sebagai obat berbagai penyakit. Hal ini dapat diterima oleh ilmu pengetahu-an, antara lain karena madu mudah dicerna dan mengandung berbagai macam vitamin. \n\nPenjelasan tentang fungsi madu ini dapat dibaca dalam sebuah hadis:\n\nBahwa seseorang datang kepada Rasulullah saw seraya berkata, \"Sesungguhnya saudaraku perutnya mulas.\" Maka Rasulullah saw bersabda, \"Minumkan kepadanya madu,\" kemudian orang itu memberinya madu. Kemudian orang itu datang lagi kepada Rasulullah saw seraya berkata, \"Ya Rasulullah saya telah memberinya madu, tetapi perutnya bertambah mulas.\" Rasulullah saw bersabda, \"Pergilah dan minumkan (lagi) kepadanya madu.\" Maka orang itu pergi dan memberinya lagi madu, kemudian orang itu datang lagi kepada Rasulullah saw seraya berkata, \"Ya Rasulullah, perutnya justru tambah mulas,\" kemudian Rasulullah bersabda, \"Allah benar dan perut saudaramu berdusta. Pergilah dan beri lagi saudaramu itu madu.\" Lalu orang itu pergi dan memberinya lagi madu, kemudian ia pun sembuh. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri)\n\nDan hadis Nabi saw:\n\nObat itu ada tiga macam: mengeluarkan darah dengan bekam, minum madu dan membakar kulit dengan api (besi panas), dan aku melarang umatku membakar kulit. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas)\n\nBeberapa manfaat yang diberikan lebah sebagai berikut:\n\n1.Madunya merupakan minuman yang lezat berguna bagi kesehatan. Sarangnya dapat dibuat lilin, bahan untuk membatik, dan lain-lain.\n\n2.Lebah membantu penyerbukan bunga sehingga terjadi pembuahan." } } }, { "number": { "inQuran": 1971, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 14, "page": 274, "manzil": 3, "ruku": 232, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0630\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u0650 \u0644\u0650\u0643\u064e\u064a\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wallaahu khalaqakum suma tatawaffaakum; wa minkum many-yuradu ilaaa arzalil 'umuri likai laa ya'lama ba'da 'ilmin shai'aa; innal laaha 'Aleemun Qadeer" } }, "translation": { "en": "And Allah created you; then He will take you in death. And among you is he who is reversed to the most decrepit [old] age so that he will not know, after [having had] knowledge, a thing. Indeed, Allah is Knowing and Competent.", "id": "Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1971", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1971.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1971.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah bahwa Dia telah menciptakan kamu, wahai manusia, dari sumber yang satu yaitu tanah sehingga kamu ada dan dapat hidup di dunia ini. Kemudian dengan kekuasaan-Nya pula Dia mewafatkanmu dengan berbagai cara dan dalam usia yang berbeda sesuai waktu yang telah ditentukan-Nya. Di antara kamu ada yang dimatikan pada usia muda dan ada pula yang dikembalikan kepada usia yang tua renta, pikun, dan lemah kembali bagaikan bayi, sehingga pada usia itu dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang dulu pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan rahasia dari ciptaan-Nya, Mahakuasa melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan manusia dan menentukan usianya. Di antara manusia ada yang meninggal pada waktu masih berada dalam kandungan, ada yang meninggal pada waktu lahir, ada yang meninggal pada waktu kecil, ada yang meninggal ketika mencapai puncak kejayaan, dan ada pula yang meninggal setelah mencapai usia yang sangat lanjut, setelah lemah dan pikun. \n\nAllah swt berfirman:\n\nDan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti? (Yasin/36: 68)\n\nKebanyakan orang menginginkan umur yang panjang, tetapi tetap sehat, dan tidak ingin menjadi pikun. Dalam hadis Nabi saw disebutkan:\n\nBahwa Rasulullah saw, mengatakan di dalam doanya, \"Aku berlindung kepada-Mu ya Allah dari kebakhilan, kemalasan, tua renta (pikun), siksa kubur, fitnah (cobaan) Dajjal dan fitnah (cobaan) di waktu hidup dan di waktu mati.\" (Riwayat al-Bukhari dari Anas bin Malik)\n\nPada saat manusia diberi umur lanjut, kekuatan tubuh mereka berkurang secara bertahap sampai pada taraf dimana mereka seperti dikembalikan pada masa kecil lagi. Mereka menjadi lemah, pikun dan tidak bisa mengingat lagi apa yang pernah diketahuinya.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Maksudnya Dialah yang mengetahui hikmah dari penciptaan manusia dan hikmah diwafatkan. Allah juga Mahakuasa mewafatkan manusia saat masih bayi atau setelah lanjut usia." } } }, { "number": { "inQuran": 1972, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 14, "page": 274, "manzil": 3, "ruku": 233, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064f\u0636\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0627\u062f\u0651\u0650\u064a \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaahu faddala ba'dakum 'alaa ba'din fir rizq; famal lazeena fuddiloo biraaaddee rizqihim 'alaa maa malakat aimaanuhum fahum feehi sawaaa'; afabini'matil laahi yajhadoon" } }, "translation": { "en": "And Allah has favored some of you over others in provision. But those who were favored would not hand over their provision to those whom their right hands possess so they would be equal to them therein. Then is it the favor of Allah they reject?", "id": "Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1972", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1972.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1972.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, Allah berkuasa menciptakan perbedaan dalam umur manusia. Dan Allah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana, dan Mahakuasa pun berkuasa melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, kedudukan, jabatan, kekayaan, dan semisalnya. Allah telah membagi rezeki dengan cara demikian kepada manusia, tetapi di antara orang yang dilebihkan rezekinya ada yang tidak mau memberikan sebagian dari rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, padahal mereka sama-sama manusia, sehingga kalau saja mereka mau saling berbagai niscaya mereka sama-sama merasakan kenikmatan rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?", "long": "Setelah Allah menjelaskan perbedaan usia manusia dalam ayat ini, Ia menyebutkan perbedaan rezeki mereka. Allah swt menjelaskan bahwa Allah melebihkan rezeki sebagian manusia dari sebagian yang lain. Ada manusia yang kaya, ada pula yang fakir, ada manusia yang menguasai sumber-sumber rezeki, dan ada manusia yang tidak memperoleh rezeki yang memadai bagi kehidupannya. Semuanya bertujuan agar satu sama lain saling menolong karena saling membutuhkan.\n\nKemudian Allah swt menjelaskan bahwa di antara orang-orang yang diberi rezeki lebih, ada yang tidak mau memberikan sedikit pun rezekinya kepada orang-orang yang bekerja padanya yang semestinya mendapat bagian dari mereka. Padahal di antara orang-orang yang menguasai dan dikuasai, di antara tuan dan budak sama-sama berhak atas rezeki itu. Oleh karenanya, sepantasnyalah rezeki itu didistribusikan secara adil dan merata kepada semua pihak. Apabila pemilik modal merasa berhak mendapat keuntungan karena modal yang dimilikinya, pekerja hendaknya diberi penghasilan sesuai dengan kemampuannya, supaya pemilik modal dan pekerja sama-sama menikmati sumber-sumber penghasilan itu. \n\nAllah swt berfirman:\n\nDia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba-sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti. (ar-Rum/30: 28)\n\nDi akhir ayat, Allah mengingatkan bahwa semua itu adalah nikmat-Nya. Oleh karena itu, mereka seharusnya mensyukuri nikmat itu dengan tidak memonopoli sumber-sumber penghasilan itu untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu." } } }, { "number": { "inQuran": 1973, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 14, "page": 274, "manzil": 3, "ruku": 233, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u062d\u064e\u0641\u064e\u062f\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaahu ja'ala lakum min anfusikum azwaajanw wa ja'ala lakum min azwaajikum baneena wa hafadatanw wa razaqakum minat yaiyibaat; afabil baatili yu'minoona wa bini'matil laahi hum yakkfuroon" } }, "translation": { "en": "And Allah has made for you from yourselves mates and has made for you from your mates sons and grandchildren and has provided for you from the good things. Then in falsehood do they believe and in the favor of Allah they disbelieve?", "id": "Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1973", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1973.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1973.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda kekuasaan Allah adalah bahwa dia menjadikan bagimu pasangan suami atau istri dari jenis kamu sendiri agar kamu dapat menggapai ketenangan hidup. Dan Dia menjadikan anak dan kemudian cucu laki-laki dan perempuan dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari berbagai anugerah yang baik dan sesuai dengan kebutuhan hidup kamu. Jika manusia mengetahui kekuasaan Allah yang demikian besar, lalu mengapa mereka yang kafir tetap saja menyekutukan Allah dan beriman kepada yang batil, yakni berhala-berhala, dan mengingkari nikmat Allah yang telah mereka terima dan rasakan?", "long": "Kemudian Allah menjelaskan nikmat-Nya, yaitu bahwa Allah swt telah menciptakan pasangan untuk mereka dari jenis mereka sendiri. Pasangan-pasangan itu merupakan mitra dalam kerja sama membina keluarga dan masyarakat. Dengan pasangan itu, manusia dapat memiliki keturunan untuk memelihara dan mengembangkan jenis manusia dalam mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi ini. Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Dialah yang telah memberi mereka rezeki dalam makanan dan minuman yang baik dan berguna. Oleh karena itu, manusia tidak boleh takut akan kesulitan memperoleh rezeki karena anak. Sebaliknya, mereka harus mendidik anak-anak itu agar mampu nantinya setelah dewasa untuk menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi.\n\nDi akhir ayat, Allah swt mencela orang-orang kafir yang mempercayai berhala-berhala sebagai tuhan, padahal berhala-berhala itu tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan nikmat Allah mereka ingkari seakan-akan rezeki itu bukan dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 1974, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 14, "page": 275, "manzil": 3, "ruku": 233, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ya'budoona min doonil laahi maa laa yamliku lahum rizqam minas samaawaati wal ardi shai'anw wa laa yastatee'oon" } }, "translation": { "en": "And they worship besides Allah that which does not possess for them [the power of] provision from the heavens and the earth at all, and [in fact], they are unable.", "id": "Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka, dari langit dan bumi, dan tidak akan sanggup (berbuat apa pun)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1974", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1974.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1974.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang kafir serta musyrik tetap enggan menyembah Allah yang telah memberi mereka berbagai rezeki dan anugerah. Mereka justru menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezeki dalam bentuk apa pun kepada mereka, yang bersumber dari langit seperti air dan yang bersumber dari bumi, seperti tanah tempat mereka bercocok tanam dan menggembalakan ternak. Dan sesembahan mereka itu tidak akan sanggup mendatangkan mudarat bagi mereka dan tidak pula sanggup menolong dan melindungi mereka dari azab Allah.", "long": "Selanjutnya Allah swt menjelaskan bahwa orang-orang musyrik menyembah patung-patung atau tuhan-tuhan lain selain Allah, padahal tuhan-tuhan mereka itu tidak mampu memberi mereka rezeki dari langit seperti menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman, dan sebagainya. Patung-patung itu tidak memiliki kekuatan apa punkarena patung-patung itu adalah benda mati. Patung-patung tidak mungkin memberikan keuntungan apapun, bahkan seandainya dihancurkan, ia tidak dapat berbuat apa-apa." } } }, { "number": { "inQuran": 1975, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 14, "page": 275, "manzil": 3, "ruku": 233, "hizbQuarter": 109, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaa tadriboo lillaahil amsaal; innal laaha ya'lamu wa antum laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "So do not assert similarities to Allah. Indeed, Allah knows and you do not know.", "id": "Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1975", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1975.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1975.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka janganlah kamu, wahai manusia, mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah dengan menyembah dan mempertuhankan apa pun selain Dia serta menisbatkan sifat-sifat buruk kepada-Nya. Sungguh, Allah mengetahui segala sesuatu, sedang kamu tidak mengetahui kecuali yang telah Allah ajarkan kepada kamu. Karena itu, berbuatlah sesuai arahan Allah sebab hal itu tentu baik bagi kehidupanmu.", "long": "Allah melarang hamba-Nya menyamakan sifat-sifat Allah dengan makhluk-Nya, karena sifat-sifat Allah itu tidak dapat disamai dan ditandingi. Untuk memperkuat pengertian ayat ini, dapat dikemukakan sebuah riwayat dari Ibnu Mundzir dan Abi Hatim dari Ibnu 'Abbas bahwa dia berkata mengenai arti ayat itu bahwa Allah berfirman, \"Makanya jangan kamu beranggapan adanya tuhan-tuhan lain selain Aku, karena sesungguhnya tidak ada tuhan selain Aku.\"\n\nKemudian Allah swt menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui kejahatan yang dilakukan oleh makhluk-Nya dan Dia pulalah yang berkuasa untuk menghukum mereka dengan siksaan yang pedih. Mereka tidak mengetahui sedikit pun siksaan apa yang harus mereka rasakan." } } }, { "number": { "inQuran": 1976, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 14, "page": 275, "manzil": 3, "ruku": 233, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0645\u0652\u0644\u064f\u0648\u0643\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0633\u0650\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Darabal laahu masalan 'abdam mammlookal laa yaqdiru 'alaa shai'inw wa marrazaqnaahu mminnaa rizqan hasanan fahuwa yunfiqu minhu sirranw wa jahra; hal yasta-woon; alhamdu lillaah; bal aksaruhum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Allah presents an example: a slave [who is] owned and unable to do a thing and he to whom We have provided from Us good provision, so he spends from it secretly and publicly. Can they be equal? Praise to Allah! But most of them do not know.", "id": "Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya di bawah kekuasaan orang lain, yang tidak berdaya berbuat sesuatu, dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik, lalu dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1976", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1976.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1976.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai melarang manusia menyekutukan-Nya dan menetapkan sifat-sifat buruk bagi-Nya, Allah lalu membuat perumpamaan buruknya sikap dan sesatnya tindakan orang kafir bagaikan seorang hamba sahaya yang berada di bawah kekuasaan orang lain; seorang hamba sahaya yang tidak berdaya bertindak dan berbuat sesuatu, dan seorang yang merdeka yang Kami beri rezeki yang baik, halal, dan melebihi kebutuhannya lalu dia menginfakkan di jalan Kami sebagian dari rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka yang keadaannya bertolak belakang itu? Tentu tidak. Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Esa, Maha Mengetahui. Kamu, wahai kaum muslim, mengetahui bahwa segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka yang kafir tidak mengetahui hal itu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt membuat suatu perumpamaan tentang orang-orang musyrik sehubungan dengan kepercayaan mereka yang menyamakan kedudukan sembahan mereka yang berupa patung dan berhala dengan Allah Yang Maha Sempurna.\n\nKekeliruan dan kebatilan kepercayaan mereka itu sama halnya dengan kekeliruan orang-orang yang menyamakan seorang budak sahaya yang tidak memiliki hak dan kuasa apa pun dengan orang merdeka, yang punya hak untuk memiliki, mengembangkan, dan menafkahkan harta kekayaan menurut keinginannya, baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan.\n\nSetiap orang dengan mudah mengetahui bahwa keduanya jauh berbeda, baik dalam kemuliaan, kekuasaan, ataupun keluhurannya. Demikian pula halnya orang-orang musyrik. Mereka jadikan benda-benda mati sebagai tumpuan dan tujuan ketika memanjatkan doa dan menggantungkan harapan. Alangkah jauhnya kesesatan mereka yang menyamakan Tuhan pencipta alam semesta dengan makhluk yang punya keterbatasan.\n\nSegala puji hanya milik Allah swt. Dialah yang paling berhak untuk menerima segala macam pujian karena Dialah yang agung dan sempurna. Segala sifat-sifat terpuji terkumpul pada-Nya. Segala pujian hanya ditujukan kepada-Nya, tidak kepada patung-patung, berhala-berhala, ataupun sesuatu lainnya. Sembahan-sembahan selain Allah, tidak ada yang patut menerima pujian. Akan tetapi, manusia banyak yang tidak mengetahui atau sadar bahwa segala sifat kesempurnaan hanya milik Allah swt. Karena kejahilan, mereka memandang sifat kesempurnaan juga ada pada selain Allah. Mereka menjadikan makhluk itu sebagai tujuan dari pujaan atau sembahan." } } }, { "number": { "inQuran": 1977, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 14, "page": 275, "manzil": 3, "ruku": 233, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0643\u064e\u0645\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0644\u0651\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u064e\u062c\u0651\u0650\u0647\u0647\u0651\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u06d6 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa darabal laahu masalar rajulaini ahaduhumaaa abkamu laa yaqdiru 'alaa shai'inw wa huwa kallun 'alaa mawlaahu ainamaa yuwajjihhu laa yaati bikhairin hal yastawee huwa wa many-yaamuru bil'adli wa huwa 'alaa Siraatim MMustaqeem" } }, "translation": { "en": "And Allah presents an example of two men, one of them dumb and unable to do a thing, while he is a burden to his guardian. Wherever he directs him, he brings no good. Is he equal to one who commands justice, while he is on a straight path?", "id": "Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia disuruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1977", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1977.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1977.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain perumpamaan itu, Allah juga membuat perumpamaan yang lain, yaitu mengenai dua orang laki-laki yang seorang dari keduanya bisu dan tidak dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, serta tidak pula dapat memberi maupun menerima informasi. Dan di samping itu, dia menjadi beban bagi penanggungnya. Ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya dan apa pun yang diminta olehnya, dia sama sekali tidak dapat melaksanakannya dan tidak pula dapat mendatangkan suatu kebaikan pun. Samakah orang yang bisu itu dengan orang yang memiliki pikiran sehat, bijaksana dalam ucapan, dapat bertindak baik sesuai keinginannya, tidak menjadi beban bagi orang lain, dapat menyuruh orang lain berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus dengan mematuhi aturan Allah? Tentu tidak sama. Lalu bagaimana mungkin kamu, wahai kaum musyrik, menyamakan berhala yang bisu, tuli, dan tidak berkuasa apa pun dengan Allah yang Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Mahakuasa?", "long": "Seperti halnya ayat yang lalu, pada ayat ini Allah swt menjelaskan kembali perumpamaan bagi orang-orang musyrik dengan bentuk yang lebih jelas seputar kepercayaan mereka kepada patung sembahan mereka. Allah swt mengambil perumpamaan antara dua orang: yang seorang bisu, bodoh, dan tidak mengerti apa-apa dan seorang lagi mampu berbicara lagi cakap. Orang yang pertama adalah perumpamaan untuk patung sembahan orang-orang musyrik, sedangkan yang kedua perumpamaan untuk Allah. Patutkah dipersamakan antara keduanya? Jika hal demikian tidak patut, maka lebih tidak patut lagi menyamakan antara patung dengan Allah.\n\nAllah swt dalam ayat ini menerangkan persamaan sifat-sifat antara patung dengan orang yang bisu yang bukan saja tidak memiliki kemampuan berbicara, tetapi juga tidak memiliki kemampuan berpikir. Dia tidak mengerti maksud orang lain, dan orang lain juga tidak dapat memahami maksudnya. Karena itu, dia tidak dapat menyelesaikan urusannya sendiri apalagi urusan orang lain. Dia hanya jadi beban orang lain, di manapun dia ditempatkan, dan tugas apa punyang diberikan kepadanya tentulah tidak mendatangkan hasil yang baik.\n\nSifat Allah \"menyeru kepada keadilan atau kebenaran\", mengandung pengertian bahwa Dia mengetahui, mengajarkan, dan menyukai keadilan dan kebenaran serta memerintahkan kepada hamba-Nya agar bersifat adil. Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil dan bersifat adil serta tidak memerintahkan hamba-Nya kecuali menjunjung keadilan. Bahkan Allah swt Mahasuci dari sifat-sifat yang berlawanan dengan keadilan seperti sifat zalim, aniaya, jahil, dan bakhil. Perintah dan syariat-Nya bersifat adil seluruhnya. Mereka yang bersifat dan berbuat adil adalah kekasih dan wali-wali Allah. Mereka hidup di sisi Allah dan di bawah cahaya-Nya.\n\nSifat Allah swt \"di jalan yang lurus\" mengandung pengertian bahwa Allah tidak memerintahkan sesuatu selain kebenaran dan keadilan. Allah tidak mengadakan atau menciptakan sesuatu kecuali untuk kemaslahatan, rahmat, hikmah, dan keadilan. Allah selalu di atas kebenaran pada perkataan dan perbuatan-Nya.\n\nAllah tidak menjatuhkan hukuman dengan zalim kepada hamba-Nya, tidak menyiksa tanpa dosa yang dilakukan hamba itu, tidak pula mengurangi sedikit pun kebajikan yang diperbuatnya, dan tidak membebani seseorang dengan dosa orang lain. Tindakan dan perbuatan Allah selalu penuh hikmah dan berakhir dengan kebaikan. Semua itu disebabkan karena Allah selalu menginginkan hamba-hamba-Nya berada dalam keadaan yang lurus." } } }, { "number": { "inQuran": 1978, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 14, "page": 275, "manzil": 3, "ruku": 234, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi ghaibus samaawaati wal ard; wa maaa amrus Saa'ati illaa kalamhil basari aw huwa aqrab; innal laaha 'alaaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs the unseen [aspects] of the heavens and the earth. And the command for the Hour is not but as a glance of the eye or even nearer. Indeed, Allah is over all things competent.", "id": "Dan milik Allah (segala) yang tersembunyi di langit dan di bumi. Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1978", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1978.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1978.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hanya milik Allah-lah apa saja yang tersembunyi di langit dan di bumi, termasuk di dalamnya perihal kiamat. Kiamat adalah hal gaib, tetapi niscaya terjadi. Hanya Allah yang tahu kapan dan bagaimana kiamat terjadi. Urusan kejadian Kiamat itu bukanlah hal yang sulit bagiNya. Kejadiannya begitu cepat, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat lagi, dalam perkiraan dan pemikiran kamu. Bagi Allah, tidak ada perhitungan waktu dalam kejadian hari kiamat karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menegaskan kesempurnaan ilmu-Nya tentang hal-hal yang gaib dan kemahakuasaan-Nya. Di antara hal yang gaib itu ialah segala yang berada di luar jangkauan indra dan akal pikiran manusia, baik yang ada di langit, maupun yang ada di bumi. Hanya Allah swt yang mengetahui tentang apa yang ada di luar alam nyata ini.\n\nMeskipun pengetahuan umat manusia tentang angkasa luar dan keadaan bumi saat ini sangat maju, namun yang belum mereka ketahui jauh lebih besar. Ketika manusia sampai ke bulan, masih terbentang di muka mereka kegaiban dan kerahasiaan yang ada di planet Mars, Venus, dan lain-lain. Padahal planet-planet tersebut bagaikan butir-butir pasir di tengah sahara yang luas jika dibanding dengan keluasan alam semesta ini.\n\nDemikian pula mengenai keadaan bumi ini. Tidak seorang pun sarjana geologi yang dapat memperkirakan dengan tepat kapan terjadinya gempa bumi atau meletusnya gunung berapi. Bahkan pada diri manusia sendiri masih ada hal-hal yang merupakan misteri atau rahasia Allah yang belum diketahui manusia, walaupun sejak berabad-abad para ahli dalam bidang masing-masing berusaha memikirkan dan mengungkapkannya. Tidak se-orang pun yang dapat memastikan apa yang akan dialami besok, kapan kematian datang kepadanya, dan di manakah dia akan dikuburkan. Semua itu merupakan soal yang gaib bagi manusia. Namun demikian, ketidaktahuan itu adalah rahmat Allah yang besar bagi manusia. Mereka dapat menyusun rencana dan tindakan-tindakan yang sesuai dengan keinginan mereka.\n\nHari kiamat termasuk pula hal gaib. Allah swt menyebutkan secara khusus tentang hari kiamat karena masalah itu banyak mendapat penolakan dan sanggahan pada setiap zaman dan setiap bangsa. Bahkan banyak orang yang mengingkarinya, dan menyatakan sebagai suatu hal yang tidak mungkin terjadi.\n\nAllah merahasiakan waktu datangnya hari kiamat agar manusia tidak menghentikan kegiatan hidupnya. Seharusnya manusia tidak perlu memikir-kan kapan hari kiamat itu terjadi, karena hal itu adalah urusan Allah. Yang penting bagi mereka adalah menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang telah ditetapkan oleh Allah swt.\n\nPersoalan hari kiamat bagi Allah swt sangatlah mudah. Kecepatan waktu peristiwa itu berlangsung secepat kedipan mata atau lebih cepat lagi. Kecepatan ini menurut waktu yang bisa digambarkan oleh hitungan manusia karena pengaturan Allah terhadap alam semesta ini sesungguhnya tidak dapat dihubungkan dengan ruang dan waktu. Mudah atau sukar, dan cepat atau lambat adalah ukuran manusia. Allah sesungguhnya sangat kuasa atas segala perkara. Bila Allah berkehendak atas sesuatu, Dia pun berfirman, \"Kun (Jadilah),\" maka terciptalah sesuatu itu. Tidak satu pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 1979, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 14, "page": 275, "manzil": 3, "ruku": 234, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064e \u06d9 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaahu akhrajakum mim butooni ummahaatikum laa ta'lamoona shai'anw wa ja'ala lakumus sam'a wal absaara wal af'idata la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And Allah has extracted you from the wombs of your mothers not knowing a thing, and He made for you hearing and vision and intellect that perhaps you would be grateful.", "id": "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1979", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1979.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1979.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Mahakuasa dan Maha Mengetahui; tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya. Dan di antara bukti kekuasaan dan pengetahuan Allah adalah bahwa Dia telah mengeluarkan kamu, wahai manusia, dari perut ibumu. Kamu sebelumnya tidak ada, kemudian terjadilah suatu proses yang mewujudkanmu dalam bentuk janin yang hidup dalam kandungan ibu dalam waktu yang ditentukan-Nya. Ketika masanya telah tiba, Allah lalu mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, baik tentang dirimu sendiri maupun tentang dunia di sekelilingmu. Dan Dia memberimu pendengaran agar dapat mendengar bunyi, penglihatan agar dapat melihat objek, dan hati nurani agar dapat merasa dan memahami. Demikianlah, Allah menganugerahkan itu semua kepadamu agar kamu bersyukur.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan kegaiban dan keajaiban yang sangat dekat dengan manusia. Mereka mengetahui fase-fase pertumbuhan janin, tetapi tidak mengetahui bagaimana proses perkembangan janin yang terjadi dalam rahim sehingga mencapai kesempurnaan. Sejak bertemunya sel sperma dan sel telur sampai menjadi manusia baru yang membawa sifat-sifat kedua orang tua dan leluhurnya. Dalam proses kejadian ini, terdapat rahasia hidup yang tersembunyi. \n\nSesudah mencapai kesempurnaan, Allah mengeluarkan manusia dari rahim ibunya dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Tetapi sewaktu masih dalam rahim, Allah menganugerahkan potensi, bakat, dan kemampuan seperti berpikir, berbahagia, mengindra, dan lain sebagainya pada diri manusia. Setelah manusia lahir, dengan hidayah Allah segala potensi dan bakat itu berkembang. Akalnya dapat memikirkan tentang kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan, serta hak dan batil. Dengan pen-dengaran dan penglihatan yang telah berkembang itu, manusia mengenali dunia sekitarnya, mempertahankan hidupnya, dan mengadakan hubungan dengan sesama manusia. Dengan perantaraan akal dan indra, pengalaman dan pengetahuan manusia dari hari ke hari semakin bertambah dan berkembang. Semua itu merupakan rahmat dan anugerah Tuhan kepada manusia yang tidak terhingga. Oleh karena itu, seharusnyalah mereka bersyukur kepada-Nya, baik dengan cara beriman kepada keesaan Allah, dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain maupun dengan mempergunakan segala nikmat Allah untuk beribadah dan patuh kepada-Nya.\n\nHadis Nabi saw:\n\nDari Abu Hurairah r.a., ia berkata, \"Rasulullah bersabda, \"Sesungguhnya Allah swt berfirman, \"Siapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang kepadanya. Dan tiada mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada menjalankan pekerjaan yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku selalu mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan menjalankan ibadah-ibadah sunah sehingga Aku menyukainya. Apabila Aku telah menyukainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia pakai mendengar, penglihatannya yang ia pakai melihat, tangannya yang ia pakai memukul, dan kakinya yang ia pakai berjalan. Apabila ia memohon kepada-Ku, pasti akan Kukabulkan permohonannya, dan apabila ia minta perlindungan kepada-Ku, pasti Aku lindungi dia. (Riwayat al-Bukhari)" } } }, { "number": { "inQuran": 1980, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 14, "page": 275, "manzil": 3, "ruku": 234, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0645\u064f\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0648\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam yaraw ilat tairi musakhkharaatin fee jawwis samaaa'i maa yumsikuhunna illal laah; inna fee zaalika la Aayaatil liqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Do they not see the birds controlled in the atmosphere of the sky? None holds them up except Allah. Indeed in that are signs for a people who believe.", "id": "Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1980", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1980.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1980.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukti wujud dan kuasa Allah begitu banyak, tetapi mengapa tidak sedikit manusia yang tetap enggan beriman kepada-Nya? Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah atas izin dan kuasa-Nya. Tidak ada yang dapat menahannya tetap melayang di angkasa tanpa terjatuh selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.", "long": "Suatu keajaiban lain yang disaksikan sehari-hari oleh manusia dikemukakan Allah dalam ayat ini untuk menunjukkan kekuasaan-Nya. Keindahan pemandangan sewaktu burung-burung beterbangan di udara, melayang-layang, dan kadang-kadang seperti terapung-apung dipermainkan angin adalah pemandangan yang sangat mengesankan bagi orang yang beriman pada kebesaran dan keagungan Allah.\n\nHati orang beriman seperti hati penyair. Dia selalu terpesona terhadap keindahan makhluk dan kejadiannya. Keindahan itu menggetarkan perasaan dan menyentuh hati nuraninya. Seorang mukmin mengungkapkan perasaannya terhadap keindahan alam ini dengan iman, ibadah, dan mengucapkan tasbih kepada Tuhan. Jika seorang mukmin mempunyai bakat pengarang/penyiar, maka dia akan mengungkapkan perasaannya dengan bahasa atau gubahan kata-kata yang indah tentang keindahan dan kebesaran alam dan khaliknya. Hal ini tidak dapat diungkapkan oleh seorang penyair yang hatinya tidak pernah disentuh oleh kelezatan iman. \n\nOrang yang beriman dapat melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Tuhan seperti pada kemudahan seekor burung terbang di udara. Bahwa burung dapat terbang adalah mukjizat. Untuk dapat terbang dan lepas landas, burung seharusnya sangat ringan. Akan tetapi, pada saat yang sama, ia juga harus sangat kuat dan tangguh. Kekuatan diperlukan untuk dapat tetap terbang dalam waktu yang lama, dan bermanuver untuk menangkap mangsa atau saat turun ke tempat mereka hinggap.\n\nAgar tubuhnya ringan, maka tulang burung umumnya berlubang di tengahnya, dan berdinding tipis. Berat tubuh burung diletakkan di bagian tengah tubuh. Di bagian dada terdapat tulang dada yang besar yang melekat pada otot dada besar. Otot dada inilah yang menggerakkan sayap. Otot dada meliputi sekitar 25-30% dari keseluruhan berat badan burung.\n\nHal terpenting agar burung dapat terbang adalah terdapatnya organ sayap dan bulu. Sayap adalah semacam tangan yang mempunyai sendi peluru yang besar dan kuat di bagian bahu. Sendi ini sangat khusus, dan digunakan untuk melakukan mobilitas yang sangat rumit. Kegunaannya adalah agar burung dapat bermanuver dengan baik di udara. \n\nBulu sayap adalah ciptaan Tuhan yang sangat indah. Ringan, namun kuat, lentur, serba guna, mudah dirawat, berfungsi sebagai penyekat panas, kedap air, dan dapat diganti. Warna bulu sangat penting bagi burung. Beberapa burung mempunyai warna yang sesuai dengan lingkungannya sehingga berfungsi untuk kamuflase. Jenis lainnya menggunakan warnanya untuk menarik lawan jenisnya." } } }, { "number": { "inQuran": 1981, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 14, "page": 276, "manzil": 3, "ruku": 234, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0650\u0641\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0638\u064e\u0639\u0652\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0625\u0650\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d9 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0648\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0639\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062b\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wallaahu ja'ala lakum min juloodil an'aami buyootan tastakhif foonahaa yawma za'nikum wa yawma iqaamatikum wa min aswaafihaa wa awbaarihaa wa ash'aarihaaa asaasanw wa mataa'an ilaa been" } }, "translation": { "en": "And Allah has made for you from your homes a place of rest and made for you from the hides of the animals tents which you find light on your day of travel and your day of encampment; and from their wool, fur and hair is furnishing and enjoyment for a time.", "id": "Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1981", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1981.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1981.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada beberapa ayat sebelumnya Allah berbicara tentang burung-burung di angkasa sebagai tanda kekuasaan-Nya, pada ayatayat berikut Allah menunjukkan beberapa nikmat- Nya yang langsung manusia rasakan setiap saat. Dia menyatakan, \"Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu yang kamu buat dari berbagai bahan yang telah Allah siapkan untuk itu, seperti kayu, besi, batu, dan tanah; Allah menjadikannya sebagai tempat tinggal yang memberi kamu ketenangan dari berbagai gangguan lahir dan batin. Dan selain itu, Dia menjadikan bagimu rumah-rumah dalam bentuk kemah-kemah yang secara khusus terbuat dari kulit hewan ternak, seperti kulit unta, sapi, kambing, dan hewan-hewan halal lainnya, yang kamu merasa ringan dan mudah membawanya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim di tempat tertentu. Dan ingat pula bahwa Allah juga menjadikan bagi kamu dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga, seperti alas lantai, tikar, wadah air dan menjadi perhiasan-perhiasan, seperti tas, sepatu, dan dompet, yang dapat memberi kesenangan bagi kalian sampai waktu tertentu.", "long": "Ayat ini menjelaskan nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia untuk dijadikan tanda keesaan-Nya, seperti Allah menganugerahkan rumah bagi manusia. Rumah-rumah itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau berlindung dari hujan dan panas, tetapi juga tempat menciptakan suasana aman, damai, dan tenteram serta menumbuhkan kasih sayang dan rasa kesetiaan di antara penghuninya. Dari rumah tangga yang baik, lahir manusia yang baik. Agama Islam menetapkan aturan untuk menjamin kehormatan rumah sebagai tempat tinggal. Seseorang dilarang masuk ke rumah orang lain sebelum memberi salam dan minta izin dari penghuninya, meskipun dia petugas negara. Tidak dibenarkan seseorang memeriksa rumah orang lain dengan alasan apapun, dan tidak boleh mengintai-intai penghuninya sehingga menimbulkan rasa tidak aman bagi keluarga penghuni rumah itu.\n\nItulah pengertian rumah dan fungsinya bagi manusia yang berdiam di satu tempat. Kepada bangsa pengembara, Allah swt memberikan nikmat kepada mereka berupa kulit binatang ternak untuk keperluan tempat tinggal. Mereka membangun kemah-kemah dan pondok-pondok dari kulit dan bulu-bulu ternak itu sewaktu mengembara di padang pasir sambil menggembala ternak mereka. Benda-benda tersebut mudah dan ringan dibawa berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain.\n\nNikmat Allah lainnya kepada manusia ialah bulu dan kulit binatang ternak yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pakaian, alat-alat rumah tangga, dan lain-lain. Bulu domba (wool), kulit unta, dan kulit kambing merupakan barang-barang yang dapat mereka perdagangkan sejak zaman dahulu sampai sekarang. Dari ayat ini, dapat diambil suatu dalil hukum bahwa kulit dan bulu dari ternak yang halal dimakan adalah suci." } } }, { "number": { "inQuran": 1982, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 14, "page": 276, "manzil": 3, "ruku": 234, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0638\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064f \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaahu ja'ala lakum mimmaa khalaqa zilaalanw wa ja'ala lakum minal jibaali aknaananw wa ja'ala lakum saraabeela taqeekumul harra wa saraabeela taqeekum baasakum; kazaalika yutimmu ni'matahoo alaikum la'allakum tuslimoon" } }, "translation": { "en": "And Allah has made for you, from that which He has created, shadows and has made for you from the mountains, shelters and has made for you garments which protect you from the heat and garments which protect you from your [enemy in] battle. Thus does He complete His favor upon you that you might submit [to Him].", "id": "Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1982", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1982.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1982.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping itu, Allah juga menjadikan tempat-tempat bernaung dan berlindung bagimu dari berbagai bahaya dan situasi yang tidak menyenangkan, yang terbuat dari apa yang telah Dia ciptakan untuk kalian, seperti pepohonan yang rindang dan bangunan yang tinggi. Selain itu, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, seperti gua, lorong, dan terowongan yang dapat kamu jadikan tempat tinggal untuk waktu yang lama atau tempat berteduh untuk sementara waktu. Dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang terbuat dari bahan lunak yang telah diciptakan-Nya, seperti kapas dan katun dari tumbuh-tumbuhan dan wol dari bulu binatang, yang semuanya dapat memeliharamu dari panas dan dingin; dan Allah juga menjadikan bagimu pakaian yang terbuat dari bahan keras, seperti baju zirah yang dapat memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah, Allah menyempurnakan berbagai nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri kepada-Nya dengan tunduk dan mematuhi aturan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menyebutkan nikmat karunia-Nya selain nikmat yang telah disebutkan, yang memberikan rasa aman, damai, dan tenteram. Kepada bangsa yang sudah menetap atau maju, Allah memberikan karunia tempat berteduh seperti rumah, hotel, dan gedung yang secara umum dibuat dari kayu, besi, batu, dan lain-lain. Allah menyediakan bahan (material) dari gunung seperti batu dan pasir untuk membangun gedung, benteng, atau perlindungan tempat tinggal dalam gunung. Kesemuanya menimbulkan rasa aman dan tenang pada jiwa penghuninya. Allah swt menyediakan bagi mereka pakaian dari bulu domba atau dari kapas dan katun yang memelihara mereka dari panas dan dingin, serta pakaian dari besi untuk melindungi tubuh mereka dari senjata tajam ketika berperang.\n\nDemikianlah nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Allah akan menyempurnakan nikmat-nikmat duniawi kepada kaum Muslimin dengan memberikan kekuasaan dan kerajaan kepada mereka, serta menetapkan tujuan perjuangan mereka itu untuk mencari keridaan Allah dan menegakkan kemaslahatan bagi umat manusia. Maka hendaklah mereka menyadari segala kenikmatan yang besar dari Allah itu dan mengakui pula kewajiban terhadap pemberi nikmat itu, untuk kemudian beriman kepada-Nya, meninggalkan sembahan-sembahan lain, dan melakukan amal saleh.\n\nAllah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (al-Isra'/17: 70)\n\n(82) Sesudah Allah menjelaskan nikmat dan karunia-Nya kepada manusia, maka dalam ayat ini Allah menegaskan kepada Rasul saw bahwa jika orang-orang kafir itu tetap berpaling dari ajaran Rasul dan menolak segala penjelasan dan uraian bukti-bukti kebenaran agama yang disampaikan kepada mereka, hendaklah hal itu tidak menyedihkan beliau dan tidak menimbulkan rasa putus asa dalam jiwanya. Tugas Rasul hanya menyampai-kan dan beliau sudah menunaikannya dengan sempurna yaitu menyampaikan dan menjelaskan syariat agama Islam, cita-citanya, dan hikmah-hikmah yang terkandung dalam syariat itu. Menumbuhkan keimanan dalam jiwa manusia atau membuat orang menjadi mukmin sesungguhnya di luar kemampuan Rasul saw." } } }, { "number": { "inQuran": 1983, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 14, "page": 276, "manzil": 3, "ruku": 234, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Fa in tawallaw fa innamaa 'alaikal balaaghul mubeen" } }, "translation": { "en": "But if they turn away, [O Muhammad] - then only upon you is [responsibility for] clear notification.", "id": "Maka jika mereka berpaling, maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1983", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1983.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1983.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menghibur Nabi Muhammad, Allah melalui ayat ini mengingatkan beliau bahwa tugasnya hanya sekadar menyampaikan dakwah. Allah berfirman, \"Maka jika mereka berpaling dari tuntunan-tuntunan yang engkau sampaikan, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan amanat Allah dengan terang, dengan segala kemampuanmu, baik melalui lisan maupun keteladanan. Dengan begitu, pembangkangan mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri. Engkau tidak akan sedikit pun dituntut bertanggung jawab atas penolakan mereka tersebut.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menyebutkan nikmat karunia-Nya selain nikmat yang telah disebutkan, yang memberikan rasa aman, damai, dan tenteram. Kepada bangsa yang sudah menetap atau maju, Allah memberikan karunia tempat berteduh seperti rumah, hotel, dan gedung yang secara umum dibuat dari kayu, besi, batu, dan lain-lain. Allah menyediakan bahan (material) dari gunung seperti batu dan pasir untuk membangun gedung, benteng, atau perlindungan tempat tinggal dalam gunung. Kesemuanya menimbulkan rasa aman dan tenang pada jiwa penghuninya. Allah swt menyediakan bagi mereka pakaian dari bulu domba atau dari kapas dan katun yang memelihara mereka dari panas dan dingin, serta pakaian dari besi untuk melindungi tubuh mereka dari senjata tajam ketika berperang.\n\nDemikianlah nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Allah akan menyempurnakan nikmat-nikmat duniawi kepada kaum Muslimin dengan memberikan kekuasaan dan kerajaan kepada mereka, serta menetapkan tujuan perjuangan mereka itu untuk mencari keridaan Allah dan menegakkan kemaslahatan bagi umat manusia. Maka hendaklah mereka menyadari segala kenikmatan yang besar dari Allah itu dan mengakui pula kewajiban terhadap pemberi nikmat itu, untuk kemudian beriman kepada-Nya, meninggalkan sembahan-sembahan lain, dan melakukan amal saleh.\n\nAllah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (al-Isra'/17: 70)" } } }, { "number": { "inQuran": 1984, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 14, "page": 276, "manzil": 3, "ruku": 234, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0646\u0643\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ya'rifoona ni'matal laahi summa yunkiroonahaa wa aksaruhumul kaafiroon" } }, "translation": { "en": "They recognize the favor of Allah; then they deny it. And most of them are disbelievers.", "id": "Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1984", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1984.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1984.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketahuilah, wahai Nabi Muhammad, bahwa tuntunan yang kausampaikan kepada mereka sudah amat jelas. Mereka sendiri yang eng-gan mengikuti tuntunanmu itu. Mereka mengetahui bahwa semua nikmat yang mereka dapatkan bersumber dari Allah dan mereka mengakui itu hanya dengan lisan mereka, kemudian mereka mengingkarinya dengan sikap, tingkah laku, dan keyakinan mereka yang sesat. Dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah atas segala nikmat-Nya dan abai terhadap tuntunan-Nya.\"", "long": "Allah menjelaskan dalam ayat ini tentang kesombongan dan ketinggian hati kebanyakan manusia. Mereka mengetahui dengan gamblang bahwa benda-benda itu seperti batu, kayu, besi, dan lain-lain yang menjadi bahan bangunan tempat berteduh mereka, dan kapas, katun, bulu-bulu domba, dan kulit binatang lainnya menjadi bahan pakaian dan keperluan mereka sehari-hari, merupakan karunia yang datang dari Allah swt, bukan dari sembahan-sembahan mereka selain Allah, bahkan bukan pula dari usaha tangan mereka sendiri. Namun demikian, mereka mengingkari bahwa nikmat itu dari Allah swt, sehingga merasa tidak perlu berterima kasih, memanjatkan doa, menyembah, serta beribadah kepada Tuhan Yang Maha Pencipta dan Pemberi nikmat itu. Mereka memandang bahwa nikmat karunia itu berkat patung dan pujaan-pujaan selain Allah atau memandang sebagai hadiah alam semesta semata-mata, yang ada dengan sendirinya. Memang sesungguhnya kebanyakan manusia itu adalah orang-orang kafir yang menentang dan mendustakan wahyu yang disampaikan rasul. Mereka tidak mau beriman kepadanya walaupun mereka mengetahui kebenaran agama yang dibawanya, karena kesombongan dan ketinggian hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1985, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 14, "page": 276, "manzil": 3, "ruku": 235, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064e\u0646\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yawma nab'asu min kulli ummatin shaheedan summa laa yu'zanu lillazeena kafaroo wa laa hum yusta'taboon" } }, "translation": { "en": "And [mention] the Day when We will resurrect from every nation a witness. Then it will not be permitted to the disbelievers [to apologize or make excuses], nor will they be asked to appease [Allah].", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1985", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1985.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1985.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan keengganan kaum kafir mengikuti tuntunan Nabi Muhammad, pada ayat ini Allah memperingatkan semua orang akan apa yang dialami oleh orang-orang kafir pada suatu hari ketika mereka tidak dapat membela diri. Allah menyatakan, \"Dan ingatkanlah semua orang, wahai Nabi Muhammad, pada suatu hari ketika Kami bangkitkan seorang saksi, yakni rasul, yang dipilih dari setiap umat untuk memberi kesaksian terhadap apa yang telah orang-orang kafir lakukan. Kemudian pada hari itu tidak diizinkan kepada orang yang kafir untuk membela diri dan tidak pula mereka dibolehkan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Itu karena kesempatan untuk memohon ampun semasa hidup sudah mereka lewatkan.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa pada hari kiamat, para rasul menjadi saksi atas umat mereka masing-masing. Merekalah yang mengetahui sikap umatnya ketika mereka berdakwah, apakah umatnya menerima dengan baik ajakan dan seruan yang disampaikan, ataukah mereka kufur dan menolak-nya. Kesaksian para rasul atas penerimaan dan penolakan umatnya disertai dengan penjelasan yang cukup dan bukti yang benar. Berdasarkan kesaksian itu, hukuman dijatuhkan kepada mereka. Mereka tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan alasan untuk membela diri ataupun minta maaf akan segala perbuatan dan tindakan mereka pada masa hidup di dunia.\n\nAllah berfirman:\n\nInilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. (al-Mursalat/77: 35-36)\n\n\n\nDan firman Allah:\n\nDan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) \"umat pertengahan\" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. (al-Baqarah/2: 143)\n\nDan firman-Nya:\n\n(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun. (al-Isra'/17: 71)\n\nHari akhirat adalah hari pembalasan atas amal perbuatan di dunia dan bukan waktu bertobat serta melakukan amal kebaikan untuk menebus dosa. Pada hari kiamat, manusia hanya menerima keputusan dari Allah yang memberikan keputusan dengan seadil-adilnya, masuk surga atau masuk neraka.\n\nAllah berfirman:\n\nMaka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. (az-Zalzalah/99: 7-8)" } } }, { "number": { "inQuran": 1986, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 14, "page": 276, "manzil": 3, "ruku": 235, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra al lazeena zalamul 'azaaba falaa yukhaf fafu 'anhum wa laa hum yunzaroon" } }, "translation": { "en": "And when those who wronged see the punishment, it will not be lightened for them, nor will they be reprieved.", "id": "Dan apabila orang zalim telah menyaksikan azab, maka mereka tidak mendapat keringanan dan tidak (pula) diberi penangguhan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1986", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1986.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1986.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila orang zalim dengan berbuat syirik dan kufur semasa di dunia ini telah menyaksikan tempat azab dan siksaan yang telah Allah siapkan bagi mereka di akhirat, maka mereka merasa ketakutan dan menyesali keingkaran yang telah mereka lakukan. Dalam keadaan demikian, mereka tidak mendapat keringanan sedikit pun dari azab tersebut, dan tidak pula diberi penangguhan.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan tentang azab bagi orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang musyrik yang mendustakan rasul-rasul dan memusuhinya, seperti halnya kaum musyrikin Mekah. Sewaktu menyaksikan hukuman yang akan ditimpakan kepada mereka, mereka berusaha membela diri untuk meringankan azabnya. Akan tetapi, pembelaan mereka itu tidak diterima karena tidak ada alasan yang patut dikemukakan untuk mengurangi hukuman mereka. Waktu untuk bertobat sudah berlalu, dan hari kiamat adalah hari pengadilan. Setiap insan dihadapkan ke mahkamah Tuhan Yang Maha bijaksana dan Maha Mengetahui. Setiap orang dalam mahkamah harus berkata benar dan jujur, apakah dia menjadi saksi atau tertuduh. Bila saksi sudah berkata benar dengan bukti-bukti yang benar maka tertuduh harus berkata jujur dan benar pula, supaya hakim menentukan hukuman yang benar. Tidaklah benar jika hakim memberatkan atau meringankan hukuman dan tidak benar pula jika dia menunda-nundanya. Demikian pula halnya orang-orang kafir pada hari kiamat. Karena dosa mereka sudah jelas, maka azab segera ditimpakan kepada mereka, tidak diringankan, dan tidak pula ditangguhkan. Orang-orang berdosa yang berbuat zalim, melakukan kejahatan besar, dan melawan agama yang dibawa nabi-nabi tidak akan dapat melepaskan diri dari azab neraka.\n\nAllah berfirman:\n\nDan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya. (al-Kahf/18: 53)" } } }, { "number": { "inQuran": 1987, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 14, "page": 276, "manzil": 3, "ruku": 235, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra al lazeena ashrakoo shurakaaa'ahum qaaloo Rabbana haaa'ulaaa'i shurakaaa'unal lazeena kunnaa nad'oo min doonika fa alqaw ilaihimul qawla innakum lakaaziboon" } }, "translation": { "en": "And when those who associated others with Allah see their \"partners,\" they will say,\" Our Lord, these are our partners [to You] whom we used to invoke besides You.\" But they will throw at them the statement, \"Indeed, you are liars.\"", "id": "Dan apabila orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.” Lalu sekutu mereka menyatakan kepada mereka, “Kamu benar-benar pendusta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1987", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1987.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1987.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain siksaan, kepada orang yang berbuat syirik juga diperlihatkan sekutu-sekutu yang mereka sembah. Dalam kaitan itu Allah menyatakan, \"Dan apabila orang yang mempersekutukan Allah melihat sekutu-sekutu, yakni berhala atau sesembahan yang mereka persekutukan kepada Allah, mereka berkata, \"Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu-Mu dalam pandangan dan sangkaan kami yang di dunia dahulu kami sembah selain Engkau. Kami mengira dengan begitu mereka dapat mendekatkan kami kepada-Mu. Harapan itu ternyata tidak benar. Karena itu, ringankanlah siksa kami dan timpakanlah sebagian siksa itu kepada mereka.\" Mendengar ucapan tersebut, lalu sekutu mereka menyatakan dengan tegas kepada mereka, \"Kamu benar-benar pendusta. Kamu menjadikan kami sebagai sekutu Allah, padahal kami bukanlah sekutu-Nya. Kalianlah menyembah kami atas kehendak nafsu kalian sendiri.\"", "long": "Dalam ayat ini disebutkan bahwa ketika orang-orang yang menyekutukan Allah swt melihat sembahan-sembahan mereka pada hari kiamat, mereka pun berkata kepada Allah sambil menuduh sembahan-sembahan itu, \"Mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.\" Mereka menunjuk kepada sembahan itu untuk mengalihkan dosa yang mereka pikul kepadanya. Mereka mengira dengan berbuat demikian mereka dapat menghindarkan diri dari azab neraka atau menguranginya.\n\nSebenarnya mereka sudah mengetahui pasti akan dimasukkan ke dalam neraka, namun sudah menjadi sifat manusia, mereka masih mencari-cari jalan untuk membebaskan diri dari kebinasaan itu. Keadaan mereka seperti seorang yang akan tenggelam, sehingga akan memegang apa saja yang tersentuh oleh tangan untuk menyelamatkan diri. Ketika mereka berusaha mengalihkan penderitaan itu kepada sembahan-sembahan mereka, sembahan itu segera melontarkan tuduhan bahwa mereka benar-benar pendusta. Orang-orang musyrik menyembah selain Allah swt atas kesadaran dan kemauan sendiri, bukan karena perintah dari sembahan-sembahan itu.\n\nSeperti dalam firman Allah:\n\nDan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam/19: 81-82)" } } }, { "number": { "inQuran": 1988, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 14, "page": 276, "manzil": 3, "ruku": 235, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa alqaw ilal laahi yawma'izinis salama wa dalla 'anhum maa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "And they will impart to Allah that Day [their] submission, and lost from them is what they used to invent.", "id": "Dan pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1988", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1988.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1988.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batallah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.", "long": "Kemudian Allah swt dalam ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah swt menundukkan diri kepada Allah swt pada hari kiamat sebagai tanda penyesalan.\n\nDalam ayat yang lain Allah swt berfirman:\n\nDan (alangkah ngerinya), jika kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), \"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.\" (as-Sajdah/32: 12)\n\nOrang-orang musyrik pada akhirnya meyakini kesesatannya dan menyesali diri. Segala sembahan mereka selama ini seakan lenyap tanpa bekas. Padahal dulunya, mereka menganggap bahwa sembahan-sembahan itu merupakan sekutu Tuhan yang dapat memberi pertolongan kepada mereka.\n\nSebelum menyatakan ketundukan mereka kepada Allah swt, orang-orang musyrik pertama kali memungkiri bahwa mereka telah mempersekutukan-Nya, seperti diterangkan Allah swt:\n\n(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta. (al-Mujadalah/58: 18)\n\nPada hari kiamat, orang-orang musyrik pertama kali mungkir kemudian tunduk kepada Allah swt. Mungkir itu disebabkan ketebalan karat-karat kemusyrikan yang menutup jiwa mereka sehingga mereka jauh dari cahaya iman. Fitrah insaniah yang cenderung kepada pengakuan akan keesaan Tuhan menjadi tertutup oleh kegelapan tabir syirik sehingga cahaya fitrah insaniah itu tak berdaya menembusnya. Tetapi kemudian setelah melalui perkembangan dan waktu yang lama, karat-karat yang menutupi jiwa manusia itu semakin menipis, sedangkan sinar fitrah insaniah yang terus hidup berusaha menembus dinding-dinding itu, sehingga akhirnya kembali mengakui keesaan Allah dan menyerah tunduk kepada-Nya.\n\nDemikianlah perkembangan jiwa orang-orang musyrik, dari ingkar kepada keesaan Tuhan kemudian menjadi pengakuan akan keesaan-Nya. Namun demikian, pengakuan ini terlambat sehingga tidak bermanfaat lagi bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 1989, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 14, "page": 277, "manzil": 3, "ruku": 235, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0632\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena kafaroo wa saddoo 'an sabeelil laahi zidnaahum 'azaaban fawqal 'azaabi bimaa kaanoo yufsidoon" } }, "translation": { "en": "Those who disbelieved and averted [others] from the way of Allah - We will increase them in punishment over [their] punishment for what corruption they were causing.", "id": "Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1989", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1989.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1989.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang kafir dan menzalimi diri sendiri dengan mempersekutukan Allah dan mengingkari dakwah para rasul, dan menzalimi orang lain dengan menghalangi mereka dari mengikuti jalan Allah, yakni jalan kebaikan dan kebenaran yang membawa mereka menuju keselamatan, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan yang diberikan kepada orang kafir. Siksaan yang lebih itu ditimpakan kepada mereka disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan di bumi.", "long": "Sesudah menyebutkan azab atas orang-orang yang sesat, dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan azab bagi orang-orang sesat lagi menyesatkan. Mereka ialah orang-orang kafir yang menentang kenabian dan kerasulan Muhammad saw serta mendustakan Al-Qur'an. Selain itu, mereka dengan sengaja menghalang-halangi orang lain yang ingin masuk agama Islam, dan ingin beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Allah menimpakan azab yang lebih besar kepada mereka daripada azab orang-orang yang sesat saja, karena mereka tidak hanya kafir, tetapi juga membawa orang lain kepada kekafiran atau menghalangi orang lain untuk beriman. Jadi, mereka melakukan dua macam dosa: dosa yang disebabkan kekafiran dan dosa karena menyesatkan orang lain, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari. (al-An'am/6: 26)\n\nOleh karena itu, azab yang ditimpakan kepada mereka ada dua macam pula: azab atas kekafiran mereka sendiri dan azab atas perbuatan mereka menyesatkan orang lain. Pada ayat ini, terdapat dalil yang menunjukkan bahwa azab atas orang-orang kafir berbeda-beda seperti halnya orang-orang mukmin berbeda-beda kedudukan mereka dalam surga." } } }, { "number": { "inQuran": 1990, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 14, "page": 277, "manzil": 3, "ruku": 235, "hizbQuarter": 110, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064e \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u062a\u0650\u0628\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yawma nab'asu fee kulli ummmatin shaheedan 'alaihim min anfusihim wa ji'naa bika shaheedan 'alaa haaa'ulaaa'; wa nazzalnaa 'alaikal Kitaaba tibyaanal likulli shai'inw wa hudanw wa rahmatanw wa bushraa lilmuslimeen" } }, "translation": { "en": "And [mention] the Day when We will resurrect among every nation a witness over them from themselves. And We will bring you, [O Muhammad], as a witness over your nation. And We have sent down to you the Book as clarification for all things and as guidance and mercy and good tidings for the Muslims.", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1990", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1990.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1990.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah pada hari ketika Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka, yaitu seorang nabi atau tokoh yang diakui kesalehan dan ketakwaannya, dari golongan mereka sendiri, yang memberi kesaksian dengan jujur; dan Kami datangkan pula engkau, wahai Nabi Muhammad, menjadi saksi atas mereka semua. Dan Kami turunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu secara berangsur untuk menjelaskan kepada manusia prinsip-prinsip umum segala sesuatu, sebagai petunjuk menuju jalan kebenaran dan kedamaian, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri sepenuh hati kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan kembali apa yang akan terjadi pada hari kiamat atas setiap umat, yakni kehadiran seorang nabi dari kalangan mereka sendiri, yang akan menjadi saksi atas perbuatan mereka.\n\nNabi Muhammad saw menjadi saksi pula atas umatnya. Pada hari akhir itu, dia menjelaskan sikap kaumnya terhadap risalah yang dibawanya, apakah mereka beriman dan taat kepada seruannya, ataukah mereka melawan dan mendustakannya. Para nabi itulah yang paling patut untuk menjawab segala alasan dari kaumnya.\n\nKetika memberikan kesaksian, para rasul tentu berdasarkan penghayatan mereka sendiri atau dari keterangan Allah swt sebab mereka tidak lagi mengetahui apa yang terjadi atas umatnya sesudah mereka wafat. \n\nRasulullah mencucurkan air mata sewaktu sahabatnya, 'Abdullah bin Mas'ud, membaca ayat yang serupa maknanya dengan ayat di atas:\n\nDan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisa'/4: 41)\n\n'Abdullah bin Mas'ud berhenti membaca ketika sampai ayat ini, karena Rasul saw berkata kepadanya, \"Cukup.\" 'Abdullah bin Mas'ud kemudian menoleh kepada Rasul saw, dan melihatnya mencucurkan air mata.\n\nMenjadi saksi pada hari kiamat adalah kedudukan yang mulia, tetapi berat. Rasul saw akan menjelaskan kepada Allah pada hari kiamat keadaan umatnya sampai sejauh mana mereka mengamalkan petunjuk Al-Qur'an yang diwahyukan kepadanya. Pada hari itu, tak ada alasan lagi bagi umat untuk tidak mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka di dunia, sebab Al-Qur'an telah menjelaskan kepada mereka segala sesuatu, yang baik ataupun yang buruk, yang halal dan yang haram, serta yang benar dan yang salah. Al-Qur'an memberikan pedoman bagi manusia jalan mana yang lurus dan yang sesat, serta arah mana yang membawa bahagia dan mana yang membawa kesengsaraan.\n\nBarang siapa membenarkan Al-Qur'an dan mengamalkan segala petunjuk yang terdapat di dalamnya, tentulah ia memperoleh rahmat dalam kehidupan dunia dan akhirat. Al-Qur'an memberi kabar yang menyenangkan kepada orang yang taat dan bertobat kepada Allah dengan pahala yang besar di akhirat dan kemuliaan yang tinggi bagi mereka.\n\nRasul saw yang diberi tugas untuk menyampaikan Al-Qur'an, kelak akan dimintai pertanggungjawaban tentang tugas dan kewajibannya itu pada hari kiamat, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul. (al-A'raf/7: 6)\n\nDi antara tugas Rasulullah adalah menjelaskan Al-Qur'an kepada manusia tentang masalah-masalah agama karena ayat-ayat Al-Qur'an ada yang terperinci dan ada pula yang umum isinya. Rasulullah menjelaskan ayat-ayat Allah yang masih bersifat umum itu.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan Kami turunkan Adz-dzikr (Al-Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan. (an-Nahl/16: 44)\n\nSelain menjelaskan ayat-ayat yang masih bersifat umum, Rasulullah menetapkan pula petunjuk-petunjuk dan hukum-hukum yang bertalian dengan urusan agama dan akhlak." } } }, { "number": { "inQuran": 1991, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 14, "page": 277, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u062a\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u0650 \u06da \u064a\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal laaha yaamaru bil 'adli wal ihsaani wa eetaaa'i zil qurbaa wa yanhaa 'anil fahshaaa'i wal munkari walbagh-i' ya'izukum la'allakum tazakkkaroon" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah orders justice and good conduct and giving to relatives and forbids immorality and bad conduct and oppression. He admonishes you that perhaps you will be reminded.", "id": "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1991", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1991.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1991.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah penjelasan, petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri kepada Allah. Ayat ini kemudian mengiringinya dengan petunjuk-petunjuk dalam Al-Qur'an bagi mereka. Petunjuk pertama adalah perintah untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan. Allah menyatakan, \"Sesungguhnya Allah selalu menyuruh semua hamba-Nya untuk berlaku adil dalam ucapan, sikap, tindakan, dan perbuatan mereka, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, dan Dia juga memerintahkan mereka berbuat kebajikan, yakni perbuatan yang melebihi perbuatan adil; memberi bantuan apa pun yang mampu diberikan, baik materi maupun nonmateri secara tulus dan ikhlas, kepada kerabat, yakni keluarga dekat, keluarga jauh, bahkan siapa pun. Dan selain itu, Dia melarang semua hamba-Nya melakukan perbuatan keji yang tercela dalam pandangan agama, seperti berzina dan membunuh; melakukan kemungkaran yaitu hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam adat kebiasaan dan agama; dan melakukan permusuhan dengan sesama yang diakibatkan penzaliman dan penganiayaan. Melalui perintah dan larangan ini Dia memberi pengajaran dan tuntunan kepadamu tentang hal-hal yang terkait dengan kebajikan dan kemungkaran agar kamu dapat mengambil pelajaran yang berharga.\"", "long": "Allah swt memerintahkan kaum Muslimin untuk berbuat adil dalam semua aspek kehidupan serta melaksanakan perintah Al-Qur'an, dan berbuat ihsan (keutamaan). Adil berarti mewujudkan kesamaan dan keseimbangan di antara hak dan kewajiban. Hak asasi tidak boleh dikurangi disebabkan adanya kewajiban. Ayat ini termasuk ayat yang sangat luas dalam pengertiannya. Ibnu Mas'ud berkata:\n\nDan ayat paling luas lingkupnya dalam Al-Qur'an tentang kebaikan dan kejahatan ialah ayat dalam Surah An-Nahl (yang artinya): \"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan\". (Riwayat Bukhari dari Ibnu Masud dalam kitab al-Adab al-Mufrad)\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ikrimah bahwa Nabi Muhammad saw membacakan ayat ini kepada al-Walid. \"Ulang kembali hai saudaraku,\" kata al-Walid, maka Rasul saw mengulang kembali membaca ayat itu. Lalu al-Walid berkata, \"Demi Allah sungguh Al-Qur'an ini memiliki kelezatan dan keindahan, di atasnya berbuah, di bawahnya berakar, dan bukanlah dia kata-kata manusia. \n\nImam Ahmad meriwayatkan bahwa ada seorang sahabat yang semula kurang senang kepada Rasul saw. Sewaktu dibacakan kepadanya ayat ini oleh Rasul saw, maka iman dalam jiwanya menjadi teguh dan dia menjadi sayang kepada Nabi saw.\n\nPada ayat ini disebutkan tiga perintah dan tiga larangan. Tiga perintah itu ialah berlaku adil, berbuat kebajikan (ihsan), dan berbuat baik kepada kerabat. Sedangkan tiga larangan itu ialah berbuat keji, mungkar, dan permusuhan. \n\nKezaliman lawan dari keadilan, sehingga wajib dijauhi. Hak setiap orang harus diberikan sebagaimana mestinya. Kebahagiaan barulah dirasakan oleh manusia bilamana hak-hak mereka dijamin dalam masyarakat, hak setiap orang dihargai, dan golongan yang kuat mengayomi yang lemah. Penyimpangan dari keadilan adalah penyimpangan dari sunnah Allah dalam menciptakan alam ini. Hal ini tentulah akan menimbulkan kekacauan dan kegoncangan dalam masyarakat, seperti putusnya hubungan cinta kasih sesama manusia, serta tertanamnya rasa dendam, kebencian, iri, dengki, dan sebagainya dalam hati manusia.\n\nSemua yang disebutkan itu akan menimbulkan permusuhan yang menyebabkan kehancuran. Oleh karena itu, agama Islam menegakkan dasar-dasar keadilan untuk memelihara kelangsungan hidup masyarakat. Dalam Al-Qur'an banyak ditemukan ayat-ayat yang turun di Mekah maupun di Medinah, yang memerintahkan manusia berbuat adil dan melarang kezaliman. Di antaranya adalah:\n\nFirman Allah swt:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (al-Ma'idah/5: 8)\n\nAllah swt menetapkan keadilan sebagai landasan umum bagi kehidupan masyarakat untuk setiap bangsa di segala zaman. Keadilan merupakan tujuan dari pengutusan rasul-rasul ke dunia serta tujuan dari syariat dan hukum yang diturunkan kepada mereka.\n\nFirman Allah swt:\n\nSungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-hadid/57: 25)\n\nMenurut Mahmud Syaltut, Allah swt menyebutkan besi dalam rangkaian pembinaan keadilan, mengandung isyarat yang kuat dan jelas bahwa pembinaan dan pelaksanaan keadilan adalah ketentuan Ilahi yang wajib dikerjakan. Para pelaksananya dapat mempergunakan kekuatan yang dibenarkan Tuhan, seperti dengan peralatan besi (senjata) yang punya daya kekuatan yang dahsyat.\n\nAdapun macam-macam keadilan yang dikemukakan oleh Islam antara lain sebagai berikut:\n\nPertama: Keadilan dalam Kepercayaan\n\nMenurut Al-Qur'an kepercayaan syirik itu suatu kezaliman. Sebagaimana firman Allah swt:\n\nJanganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (Luqman/31: 13)\n\nMengesakan Tuhan adalah suatu keadilan, sebab hanya Dialah yang menjadi sumber hidup dan kehidupan. Dia memberi nikmat lahir dan batin. Segala ibadah, syukur, dan pujian hanya untuk Allah swt. Mengarahkan ibadah dan pujian kepada selain Allah adalah perbuatan yang tidak adil atau suatu kezaliman. Hak manusia mendapatkan rahmat dan nikmat dari Allah, karena itu manusia berkewajiban mengesakan Allah dalam itikad dan ibadah.\n\nKedua: Keadilan dalam Rumah Tangga\n\nRumah tangga merupakan bagian dari masyarakat. Bilamana rumah tangga sejahtera, masyarakat pun akan sejahtera dan negara akan kuat.\n\nDari rumah tangga yang baik lahir individu-individu yang baik pula. Oleh karena itu, Islam menetapkan peraturan-peraturan dalam pembinaan rumah tangga yang cukup luwes dan sempurna. Keadilan tidak hanya mendasari ketentuan-ketentuan formal yang menyangkut hak dan kewajiban suami istri, tetapi juga keadilan mendasari hubungan kasih sayang dengan istri.\n\nKetiga: Keadilan dalam Perjanjian\n\nDalam memenuhi kebutuhan hidup, setiap orang ataupun bangsa pasti memerlukan bantuan orang lain. Tolong-menolong dan bantu-membantu sesama manusia dalam usaha mencapai kebutuhan masing-masing merupakan ciri kehidupan kemanusiaan. Agama Islam memberikan tuntunan dalam menyelenggarakan hidup tolong-menolong itu. Umpamanya dalam soal muamalah, seperti utang piutang, jual beli, sewa menyewa, dan sebagainya, dengan suatu perjanjian, Islam memerintahkan agar perjanjian itu ditulis.\n\nFirman Allah swt:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. ¦ Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan¦. (al-Baqarah/2: 282)\n\nPada persaksian yang banyak terjadi dalam perjanjian-perjanjian, Islam menetapkan pula adanya keadilan. Keadilan dalam persaksian ialah melaksanakannya secara jujur isi kesaksian itu tanpa penyelewengan dan pemalsuan.\n\nFirman Allah swt:\n\n¦Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena barang siapa menyembunyikannya, sungguh, hatinya kotor (berdosa)¦. (al-Baqarah/2: 283)\n\nFirman Allah swt:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu¦. (an-Nisa'/4: 135)\n\nKeempat : Keadilan dalam Hukum\n\nDalam Islam semua manusia sama di hadapan Tuhan, tidak ada perbedaan orang kulit putih dan kulit hitam, antara anak raja dengan anak rakyat, semua sama dalam perlakuan hukum. Melaksanakan keadilan hukum dipandang oleh Islam sebagai melaksanakan amanat.\n\nFirman Allah swt:\n\nSungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil¦. (an-Nisa'/4: 58)\n\nHadis Nabi saw:\n\nSesungguhnya kehancuran umat sebelummu karena jika orang terpandang yang mencuri mereka tidak menghukumnya, namun jika orang lemah yang mencuri, mereka menghukumnya. Demi Allah, sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, pasti kupotong tangannya. (Riwayat Muslim)\n\nDi samping berlaku adil, Allah swt memerintahkan pula berbuat ihsan seperti membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang lebih baik/besar atau memaafkan orang lain.\n\nFirman Allah:\n\nDan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (peng-hormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu. (an-Nisa'/4: 86)\n\nAl-Ihsan terbagi dalam tiga kategori:\n\n1.Al-Ihsan dalam ibadah: engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya. Jika tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu.\n\nHadis Nabi Muhammad saw:\n\nIhsan itu ialah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, apabila kamu tidak melihat-Nya, Dia pasti melihatmu. (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)\n\n2.Al-Ihsan dalam balasan dan sanksi dengan seimbang, dan menyempurna-kan hak dalam pembunuhan dan luka dengan qisas.\n\n3.Al-Ihsan dalam menepati hak atau hutang dengan membayarnya tanpa mengulur waktu, atau disertai tambahan yang tidak bersyarat. \n\nTingkat al-ihsan yang tertinggi ialah berbuat kebaikan terhadap orang yang bersalah. Diriwayatkan bahwa Isa a.s. pernah berkata, \"Sesungguhnya al-ihsan itu ialah kamu berbuat baik kepada orang yang bersalah terhadapmu. Bukanlah al-ihsan bila kamu berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepadamu.\"\n\nAllah swt memerintahkan pula dalam ayat ini untuk memberikan sedekah kepada kerabat untuk kebutuhan mereka. Bersedekah kepada kerabat sebenarnya sudah termasuk dalam pengakuan berbuat adil dan al-ihsan. Namun disebutkan secara khusus untuk memberikan pengertian bahwa urusan memberikan bantuan kepada kerabat hendaklah diperhatikan dan diutamakan.\n\nSesudah menerangkan ketiga perkara yang diperintahkan kepada umat manusia, Allah swt meneruskan dengan menerangkan tiga perkara lagi yang harus ditinggalkan.\n\nPertama:Melarang berbuat keji (fahisyah), yaitu perbuatan-perbuatan yang didasarkan pada pemuasan hawa nafsu seperti zina, minuman-minuman yang memabukkan, dan mencuri.\n\nKedua:Melarang berbuat mungkar yaitu perbuatan yang buruk yang berlawanan dengan pikiran yang waras, seperti membunuh dan merampok hak orang lain.\n\nKetiga:Melarang permusuhan yang sewenang-wenang terhadap orang lain.\n\nDemikianlah dalam ayat ini, Allah swt memerintahkan tiga perkara yang harus dikerjakan, yaitu berbuat adil, al-ihsan, dan mempererat persaudaraan. Allah juga melarang tiga perkara, yaitu berbuat keji, mungkar, dan permusuhan.\n\nSemua itu merupakan pengajaran kepada manusia yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, maka sewajarnya mereka mengamalkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 1992, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 14, "page": 277, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0642\u064f\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u062a\u064e\u0648\u0652\u0643\u0650\u064a\u062f\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0641\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa awfoo bi Ahdil laahi izaa 'aahattum wa laa tanqudul aimaana ba'da tawkeedihaa wa qad ja'altumul laaha 'alaikum kafeelaa; innal laaha ya'lamu maa taf'aloon" } }, "translation": { "en": "And fulfill the covenant of Allah when you have taken it, [O believers], and do not break oaths after their confirmation while you have made Allah, over you, a witness. Indeed, Allah knows what you do.", "id": "Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah, setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1992", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1992.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1992.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Petunjuk berikutnya adalah perintah untuk menepati janji. Allah berpesan, \"Dan tepatilah janji yang telah kalian ikrarkan dengan Allah secara sungguh-sungguh apabila kamu berjanji, dan janganlah kamu melanggar sumpah, yaitu perjanjian yang kamu teguhkan setelah janji itu diikrarkan dengan menyebut nama-Nya. Bagaimana kamu tidak menepati janji dan sumpah yang telah diikrarkan dan diteguhkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu atas janji dan sumpah tersebut. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang kamu perbuat. Baik niat yang terpintas dalam hati maupun tindakan dan perbuatan yang kamu lakukan, baik yang rahasia maupun yang nyata, termasuk janji dan sumpah yang kamu ikrarkan, tidak ada yang samar bagi Allah.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt memerintahkan kaum Muslimin untuk menepati janji mereka dengan Allah jika mereka sudah mengikat janji itu. Menurut Ibnu Jarir, ayat-ayat ini diturunkan dengan bai'at (janji setia) kepada Nabi Muhammad saw yang dilakukan oleh orang-orang yang baru masuk Islam. Mereka diperintahkan untuk menepati janji setia yang telah mereka teguhkan dengan sumpah, dan mencegah mereka membatalkannya. Jumlah kaum Muslimin yang sedikit janganlah mendorong mereka untuk membatalkan bai'at itu setelah melihat jumlah kaum musyrikin yang besar.\n\nMenurut ayat ini, semua ikatan perjanjian yang dibuat dengan kehendak sendiri, wajib dipenuhi baik perjanjian itu sesama kaum Muslimin ataupun terhadap orang di luar Islam. Allah swt melarang kaum Muslimin melanggar sumpah yang diucapkan dengan mempergunakan nama Allah, karena dalam sumpah seperti itu, Allah telah ditempatkan sebagai saksi. Allah akan memberi pahala bagi mereka yang memenuhi apa yang diucapkannya dengan sumpah atau membalas dengan azab bagi mereka yang mengkhianati sumpah itu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala amal perbuatan manusia. Dialah yang mengetahui segala perjanjian yang mereka kuatkan dengan sumpah, dan mengetahui pula bagaimana mereka memenuhi janji dan sumpah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1993, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 14, "page": 277, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0646\u064e\u0642\u064e\u0636\u064e\u062a\u0652 \u063a\u064e\u0632\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0646\u0643\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064c \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa takoonoo kallatee naqadat ghazlahaa mim ba'di quwwatin ankaasaa; tattakhizoona aimaanakum dakhlalam bainakum an takoona ummatun hiya arbaa min ummah; innnamaa yablookumul laahu bih; wa la yubaiyinanna lakum yawmal Qiyaamati maa kuntum fee takhtalifoon" } }, "translation": { "en": "And do not be like she who untwisted her spun thread after it was strong [by] taking your oaths as [means of] deceit between you because one community is more plentiful [in number or wealth] than another community. Allah only tries you thereby. And He will surely make clear to you on the Day of Resurrection that over which you used to differ.", "id": "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1993", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1993.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1993.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu, dalam hal mengingkari janji yang telah diikrarkan dan sumpah yang telah diucapkan, seperti halnya seorang perempuan yang menguraikan kembali benangnya yang sudah dipintal dengan kuat sehingga menjadi cerai berai kembali. Sesungguhnya kamu tahu bahwa itu adalah tindakan bodoh dan buruk. Tindakan seperti itu sama halnya dengan kamu menjadikan sumpah dan perjanjian-mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya, lebih banyak hartanya, lebih kuat kedudukannya, atau lebih tinggi posisinya dari golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, yakni dengan adanya kelompok manusia yang lebih kaya dan berkedudukan lebih tinggi, dapatkah kamu tetap menepati janji dan memenuhi sumpahmu. Dan pasti pada hari Kiamat kelak akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. Allah akan memberi balasan sesuai perbuatan yang telah kamu lakukan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengumpamakan orang yang melanggar perjanjian dan sumpah itu sebagai seorang wanita yang mengurai benang yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Demikian itu adalah gambaran tingkah laku orang gila dan orang bodoh.\n\nPelanggaran terhadap bai'at perjanjian atau sumpah berarti menjadikan sumpah sebagai alat penipuan sesama manusia. Sebab jika satu golongan atau seseorang membuat perjanjian dengan golongan lain yang lebih besar dan kuat daripadanya untuk menenteramkan hati mereka, kemudian jika ada kesempatan, dia mengkhianati perjanjian itu, maka tingkah laku seperti demikian itu dipandang sebagai suatu penipuan.\n\nAllah swt melarang tingkah laku demikian karena termasuk perbuatan bodoh dan gila, walaupun dia dari golongan yang kecil berhadapan dengan golongan yang besar. Lebih terlarang lagi jika golongan besar membatalkan perjanjian terhadap golongan yang lebih kecil.\n\nDiriwayatkan bahwa Mu'awiyah, khalifah pertama Dinasti Bani Umaiyyah, pernah mengadakan perjanjian damai dengan Kaisar Romawi dalam jangka tertentu. Menjelang akhir perjanjian damai tersebut, Mu'awiyah membawa pasukannya ke perbatasan dengan rencana bila saat perjanjian itu berakhir dia langsung akan menyerang. Lalu seorang sahabat bernama Amr bin Anbasah berkata kepadanya, \"Allahu Akbar, wahai Mu'awiyah, tepatilah janji, jangan khianat, aku pernah mendengar Rasul saw bersabda:\n\nBarang siapa ada perjanjian waktu antara dia dengan golongan lain, maka sekali-kali janganlah dia membatalkan perjanjian itu sampai habis waktunya. (Riwayat Imam Ahmad)\n\nSetelah Mu'awiyah mendengarkan peringatan temannya itu, dia pun pulang membawa kembali pasukannya. Demikianlah Islam menetapkan ketentuan-ketentuan dalam tata pergaulan antara manusia untuk menguji di antara mereka siapakah yang paling kuat berpegang kepada perjanjian yang mereka adakan sendiri, baik perjanjian itu kepada Allah dan rasul-Nya seperti bai'at, ataupun kepada sesama manusia. Pada hari kiamat kelak akan kelihatan: mana yang hak dan mana yang batil serta mana yang jujur dan mana yang khianat. Segala perselisihan akan dijelaskan, masing-masing akan mendapat ganjaran dari Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 1994, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 14, "page": 277, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law shaaa'al laahu laja'alakum ummmatanw waahidatanw wa laakiny yudillu many-yashaaa'u wa yahdee many-yashaaa'; wa latus'alunna 'ammaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And if Allah had willed, He could have made you [of] one religion, but He causes to stray whom He wills and guides whom He wills. And you will surely be questioned about what you used to do.", "id": "Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1994", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1994.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1994.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengisyaratkan adanya perselisihan di antara umat manusia dalam beberapa persoalan kehidupan, pada ayat ini Allah menyatakan kekuasaannya untuk menghilangkan perselisihan itu seandainya Dia berkehendak. Dan jika Allah menghendaki kamu menjadi satu umat, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat yang memiliki satu pendapat saja, tanpa ada perselisihan sedikit pun di antara kamu, tetapi Allah tidak berbuat demikian karena Dia memberi manusia kebebasan untuk memilih jalan sesuai kemauannya: yang sesat atau yang lurus. Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki atas pilihannya memilih jalan kesesatan, dan memberi kemampuan untuk melaksanakan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, juga atas pilihannya memilih jalan petunjuk. Tetapi, kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. Kamu akan diminta pertanggungjawaban dan mendapat balasan atas amal perbuatan kamu.", "long": "Kemudian Allah swt dalam ayat ini mengemukakan bahwa sekiranya Dia berkehendak, tentu Dia mampu mempersatukan manusia ke dalam satu agama sesuai dengan tabiat manusia itu, dan meniadakan kemampuan ikhtiar dan pertimbangan terhadap apa yang dikerjakan. Dengan demikian, manusia hidup seperti halnya semut atau lebah, atau hidup seperti malaikat yang diciptakan bagaikan robot yang penuh ketaatan kepada Allah, sedikit pun tidak akan menyimpang dari ketentuan yang benar, atau tersesat ke jalan yang salah. Akan tetapi, Allah swt tidak berkehendak demikian dalam menciptakan manusia. Allah menciptakan manusia dengan menganugerah-kan kemampuan berikhtiar dan berusaha dengan penuh pertimbangan. Daya pertimbangan itu sejak azali diberikan kepada manusia. Pahala dan siksa berkaitan erat dengan pilihan dan pertimbangan manusia itu. Masing-masing diminta pertanggungjawaban terhadap segala perbuatan yang dihasilkan oleh pertimbangan dan pilihan mereka itu. Sebagaimana firman Allah:\n\nDan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40)" } } }, { "number": { "inQuran": 1995, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0632\u0650\u0644\u0651\u064e \u0642\u064e\u062f\u064e\u0645\u064c \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u062b\u064f\u0628\u064f\u0648\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u062f\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa tattakhizooo aimaanakum dakhalam bainakum ftazilla qadamum ba'da subootihaa wa tazooqus sooo'a bimmaa sadattum 'an sabeelil laahi wa lakum 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "And do not take your oaths as [means of] deceit between you, lest a foot slip after it was [once] firm, and you would taste evil [in this world] for what [people] you diverted from the way of Allah, and you would have [in the Hereafter] a great punishment.", "id": "Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki(mu) tergelincir setelah tegaknya (kukuh), dan kamu akan merasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mandapat azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1995", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1995.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1995.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu berkhianat dengan men-jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki-mu tergelincir dan terjatuh setelah tegak dan mantap-nya di jalan yang benar. Dan kamu akan terus merasakan keburukan di dunia karena dengan berkhianat maka kepercayaan kepadamu akan hilang. Bila hal itu terjadi maka kamu telah menghalangi siapa pun, baik dirimu sendiri maupun orang lain, dari jalan Allah, dan akibat dari perbuatan itu kamu akan mandapat azab yang besar di akhirat jika kamu tidak bertobat kepada Allah.", "long": "Allah swt menegaskan kembali kepada orang Islam tentang larangan-Nya menjadikan sumpah sebagai alat penipuan di antara mereka. Sesudah Allah swt melarang membatalkan perjanjian dan sumpah pada umumnya, dalam ayat ini, Allah swt secara khusus menegaskan larangan membatalkan perjanjian yang telah dibuat kaum Muslimin dengan Nabi Muhammad saw sewaktu masih di Mekah, menjelang hijrah ke Medinah.\n\nAllah swt tidak membenarkan jika membuat perjanjian hanya untuk mengelabui manusia. Timbulnya larangan ini disebabkan oleh adanya keinginan dari kaum Muslimin untuk membatalkan baiat mereka yang telah diperkuat dengan sumpah. Jika mereka melakukan hal demikian, berarti kaki mereka tergelincir sesudah berpijak di tempat yang mantap.\n\nMereka akan mengalami penderitaan disebabkan tindakan mereka yang menjadikan sumpah sebagai alat penipu di antara manusia. Ada tiga hukuman bagi yang melanggar jika melakukan tindakan demikian itu.\n\nPertama:Mereka bertambah jauh dari kebenaran dan hidayah Allah swt, meskipun sudah berada di dalam garis kebenaran itu.\n\nKedua:Mereka memberi contoh dalam penyelewengan dari jalan Allah. Dengan kebiasaan jelek itu, mereka patut mendapat azab di dunia, seperti pembunuhan, penangkapan, perampasan, dan pengusiran dari kampung halaman.\n\nKetiga:Mereka akan diazab di akhirat sebagai balasan atas kelancangan mereka menjauhi kebenaran. Mereka dimasukkan ke dalam golongan orang yang sengsara dan sesat." } } }, { "number": { "inQuran": 1996, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tashtaroo bi 'ahdil laahi samanan qaleelaa; innamaa 'indal laahi huwa khairul lakum in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And do not exchange the covenant of Allah for a small price. Indeed, what is with Allah is best for you, if only you could know.", "id": "Dan janganlah kamu jual perjanjian (dengan) Allah dengan harga murah, karena sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1996", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1996.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1996.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan, wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jual dan tukarkan perjanjian yang telah kamu ikrarkan dan kukuhkan dengan nama Allah dengan kenikmatan duniawi yang fana, sebanyak apa pun yang kamu dapatkan. Setinggi apa pun nilai yang kamu dapat dan sebanyak apa pun jumlah yang kamu peroleh dari penukaran itu, nilai dari semua itu adalah harga yang murah, sedikit, dan segera musnah, karena sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, yaitu pahala dan imbalan yang Dia siapkan untukmu sebagai balasan atas keteguhanmu menjaga perjanjian dengan-Nya, adalah lebih baik bagimu jika kamu adalah orang yang benar-benar mengetahui.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan lagi larangan-Nya tentang membatalkan janji setia itu (bai'at) dengan menyatakan bahwa perbuatan itu sama halnya dengan menukarkan perjanjian dengan Allah dengan harga yang murah. Misalnya, untuk memperoleh keuntungan duniawi dan harta yang sedikit, mereka membatalkan suatu perjanjian yang mereka adakan sendiri. Peringatan Allah ini berhubungan dengan ihwal orang-orang Mekah yang telah mem-bai'at Nabi saw kemudian mereka bermaksud membatalkan bai'at itu setelah melihat kekuatan orang Quraisy, serta penganiayaan mereka kepada orang Islam.\n\nKemudian orang-orang Quraisy menjanjikan pula kepada orang Islam akan memberikan sesuatu jika mereka mau kembali kepada agama kesyirikan. Oleh sebab itu, Allah memperingatkan mereka dengan ayat ini dan mencegah mereka agar jangan sampai membatalkan bai'at kepada Nabi itu, hanya untuk memperoleh harta duniawi. Karena apa yang ada pada Allah seperti pahala di akhirat dan agama yang dibawa Nabi saw untuk kehidupan duniawi, jauh lebih baik dari apa yang dijanjikan oleh pemimpin musyrik itu. Jika mereka mempergunakan akal pikiran dan merenungkan persoalan-persoalan itu, tentulah mereka lebih cenderung untuk tetap setia kepada Nabi saw dan menolak ajakan pemimpin-pemimpin musyrik itu." } } }, { "number": { "inQuran": 1997, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u062f\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0627\u0642\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "maa 'indakum yanfadu wa maa 'indal laahi baaq; wa lanajziyannal lazeena sabarooo ajjrahum bi ahsani maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Whatever you have will end, but what Allah has is lasting. And We will surely give those who were patient their reward according to the best of what they used to do.", "id": "Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1997", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1997.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1997.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketahuilah, wahai manusia, bahwa apa yang ada di sisimu, berupa kenikmatan duniawi, suatu saat nanti pasti akan lenyap, hancur, hilang, dan berakhir, dan apa yang ada di sisi Allah, berupa kenikmatan ukhrawi dan balasan amal baik yang akan kamu peroleh adalah kekal dan kamu akan senantiasa mendapatkannya secara abadi. Dan ketahuilah, wahai orang yang beriman, bahwa Kami pasti akan memberi balasan yang setimpal kepada orang yang sabar dalam melaksanakan tuntunan Allah dan meninggalkan larangan-Nya, dengan pahala yang berlipat ganda dan lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa segala apa yang dimiliki dan datang dari manusia, berupa pemberian harta benda duniawi, adalah terbatas dan ada akhirnya, sedang apa yang ada pada sisi Allah, berupa pahala dan ganjaran dalam surga, tidak ada batasnya, tak putus-putus bahkan selama-lamanya. Maka kepada mereka yang beriman, sabar menghadapi tugas-tugas agama, dan tabah menghadapi penderitaan, Allah pasti memberi ganjaran yang lebih dari apa yang mereka kerjakan. Tuhan menonjolkan sifat sabar atau tabah karena sifat itu merupakan asas dari segala amal perbuatan.\n\nFirman Allah: \n\nApa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (asy-Syura/42: 36)\n\nFirman Allah juga:\n\nHarta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (al-Kahf/18: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 1998, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064b \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Man 'amila saaliham min zakarin aw unsaa wa huwa mu'minun falanuhyiyannahoo hayaatan taiiyibatanw wa lanajzi yannnahum ajrahum bi ahsani maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Whoever does righteousness, whether male or female, while he is a believer - We will surely cause him to live a good life, and We will surely give them their reward [in the Hereafter] according to the best of what they used to do.", "id": "Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1998", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1998.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1998.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa mengerjakan kebajikan sekecil apa pun, baik dia laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman dan dilandasi keikhlasan, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik di dunia dan akan Kami beri dia balasan di akhirat atas kebajikannya dengan pahala yang lebih baik dan berlipat ganda dari apa yang telah mereka kerjakan.", "long": "Kemudian Allah swt dalam ayat ini berjanji bahwa Allah swt benar-benar akan memberikan kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia kepada hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengerjakan amal saleh yaitu segala amal yang sesuai petunjuk Al-Qur'an dan sunnah Rasul, sedang hati mereka penuh dengan keimanan.\n\nRasulullah bersabda:\n\nDari 'Abdullah bin 'Umar bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup dan menerima dengan senang hati atas pemberian Allah. (Riwayat Ahmad)\n\nKehidupan bahagia dan sejahtera di dunia ini adalah suatu kehidupan di mana jiwa manusia memperoleh ketenangan dan kedamaian karena merasakan kelezatan iman dan kenikmatan keyakinan. Jiwanya penuh dengan kerinduan akan janji Allah, tetapi rela dan ikhlas menerima takdir. Jiwanya bebas dari perbudakan benda-benda duniawi, dan hanya tertuju kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapatkan limpahan cahaya dari-Nya.\n\nJiwanya selalu merasa puas terhadap segala yang diperuntukkan baginya, karena ia mengetahui bahwa rezeki yang diterimanya itu adalah hasil dari ketentuan Allah swt. Adapun di akhirat dia akan memperoleh balasan pahala yang besar dan paling baik dari Allah karena kebijaksanaan dan amal saleh yang telah diperbuatnya serta iman yang bersih yang mengisi jiwanya." } } }, { "number": { "inQuran": 1999, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0631\u064e\u0623\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u0630\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fa izaa qara tal Quraana fasta'iz billaahi minashh Shai taanir rajeem" } }, "translation": { "en": "So when you recite the Qur'an, [first] seek refuge in Allah from Satan, the expelled [from His mercy].", "id": "Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1999", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1999.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1999.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan pahala yang disiapkan-Nya sebagai balasan amal saleh orang beriman, pada ayat ini Allah lalu menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an adalah salah satu dari amal saleh itu. Allah menyatakan, \"Apabila engkau hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan dengan tulus kepada Allah dengan mengucapkan kalimat a'udzu billa hi minasy syaitho nir rajim, baik secara keras maupun lirih, agar engkau dihindarkan oleh Allah dari bisikan, rayuan, dan godaan setan yang terkutuk karena dijauhkan dari rahmat Allah.\"", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah swt mengajarkan adab membaca Al-Qur'an agar dalam membaca dan memahaminya jauh dari gangguan setan. Al-Qur'an memberi petunjuk kepada manusia ke jalan kebahagiaan, dan menentukan mana amal perbuatan yang saleh yang berguna bagi kehidupan manusia dan mana pula perbuatan yang membawa ke jalan kesengsaraan. Akan tetapi, petunjuk Al-Qur'an itu akan dapat dimengerti dan dipahami dengan benar, apabila akal pikiran si pembaca bersih dari godaan setan.\n\nFirman Allah swt:\n\nSesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). (al-A'raf/7: 201)\n\nDan firman Allah:\n\nSungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (Fathir/35: 6)\n\nJika Rasulullah saja diperintahkan Allah untuk berlindung kepada-Nya ketika akan membaca Al-Qur'an, padahal sudah dinyatakan terpelihara, bagaimana halnya dengan manusia yang bukan rasul. Sungguh manusia itu lemah dan mudah terpengaruh oleh setan dalam memahami Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an adalah usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setan berusaha keras menjauhkan manusia dari petunjuk Allah dengan berbagai cara. Oleh karena itu, Allah memerintahkan untuk memohon pertolongan kepada-Nya dengan ucapan:\n\nAku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." } } }, { "number": { "inQuran": 2000, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahoo laisa lahoo sultaanun 'alal lazeena aamanoo wa 'alaa Rabbihim yatawakkaloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, there is for him no authority over those who have believed and rely upon their Lord.", "id": "Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2000", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2000.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2000.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan memohon perlindungan secara tulus, Allah pasti akan melindungimu. Sungguh, setan itu dengan segala bisikan, rayuan, dan godaannya tidak akan berpengaruh negatif terhadap orang yang beriman dengan mantap dan bertawakal kepada Tuhan, sebagai Pemelihara, Penjaga, dan Pelindung mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa setan tidak punya pengaruh terhadap orang-orang yang beriman, orang-orang yang berserah diri kepada Allah swt, serta sabar dan tawakal menahan derita dalam perjuangan menegakkan agama. Mereka mampu melawan godaan setan dan menolak untuk mengikuti langkah-langkahnya dan menjadi pengikutnya. Berkat cahaya iman dalam dada mereka, tipu daya setan itu dapat mereka ketahui dan atasi. Setan itu hanya berpengaruh atas orang-orang yang sudah patuh ke dalam wilayah kekuasaannya, orang-orang yang memandang setan itu sebagai pemimpin lalu mencintainya dan mengikutinya serta mematuhi segala perintahnya. Karena tipu daya dan godaan setan itu, mereka akhirnya mempersekutukan Tuhan atau menyembah setan di samping menyembah Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 2001, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 236, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innnamaa sultaanuhoo 'alal lazeena yatawallawnahoo wallazeena hum bihee mushrikoon" } }, "translation": { "en": "His authority is only over those who take him as an ally and those who through him associate others with Allah.", "id": "Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2001", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2001.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2001.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Betapapun setan berupaya menggoda dan menjerumuskan orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah, ia tidak akan berhasil. Kekuasaan dan pengaruhnya, yakni bisikan, rayuan, dan godaan setan hanyalah berdampak negatif terhadap orang yang menjadikannya pemimpin serta mendengar dan mengikuti bisik rayunya, dan berpengaruh negatif pula terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah, yakni menjadikan setan sebagai sekutu-sekutu bagi Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa setan tidak punya pengaruh terhadap orang-orang yang beriman, orang-orang yang berserah diri kepada Allah swt, serta sabar dan tawakal menahan derita dalam perjuangan menegakkan agama. Mereka mampu melawan godaan setan dan menolak untuk mengikuti langkah-langkahnya dan menjadi pengikutnya. Berkat cahaya iman dalam dada mereka, tipu daya setan itu dapat mereka ketahui dan atasi. Setan itu hanya berpengaruh atas orang-orang yang sudah patuh ke dalam wilayah kekuasaannya, orang-orang yang memandang setan itu sebagai pemimpin lalu mencintainya dan mengikutinya serta mematuhi segala perintahnya. Karena tipu daya dan godaan setan itu, mereka akhirnya mempersekutukan Tuhan atau menyembah setan di samping menyembah Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 2002, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u06d9 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064d \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa baddalnaaa Aayatam makaana Aayatinw wal laahu a'lamu bimaa yunazzilu qaalooo innamaa anta muftar; bal aksaruhum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And when We substitute a verse in place of a verse - and Allah is most knowing of what He sends down - they say, \"You, [O Muhammad], are but an inventor [of lies].\" But most of them do not know.", "id": "Dan apabila Kami mengganti suatu ayat dengan ayat yang lain, dan Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) hanya mengada-ada saja.” Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2002", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2002.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2002.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai meminta pembaca Al-Qur'an untuk memohon perlindungan Allah dari setan, melalui ayat ini Allah lalu meyakinkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya dengan menjelaskan bahwa penggantian suatu ayat dengan ayat yang lain adalah inisiatif dari Allah, bukan dari Nabi Muhammad. Allah menyatakan, \"Dan apabila Kami, Allah, mengganti suatu ayat Al-Qur'an dengan ayat yang lain, dan Allah Yang Maha Mengetahui lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, antara lain terkait kapan dan di mana ayat itu diturunkan, ayat yang diganti dan yang menggantikannya, serta maslahat apa yang terkandung dalam penggantian ayat tersebut. Allah menyatakan hal ini karena mereka, yakni orang-orang kafir, berkata, 'Sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, pembohong dan hanya mengada-ada saja. Engkau mengaku penggantian ayat bersumber dari Allah, padahal itu dari kemauanmu sendiri.' Ketahuilah, wahai Nabi Muhammad, bahwa sebenarnya kebanyakan mereka yang kafir dan musyrik tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan.\"", "long": "Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Allah telah mengganti ayat dalam Al-Qur'an dengan ayat lain. Penggantian itu dimaksudkan untuk kemasla-hatan manusia, karena hanya Allah yang mengetahui hukum yang mana yang lebih sesuai untuk suatu masa bagi suatu umat.\n\nKaum musyrikin mencela Nabi Muhammad saw karena menurut mereka, Nabi pada satu waktu memerintahkan suatu perkara, dan pada waktu yang lain melarangnya. Mereka mengatakan bahwa rasul suka mengada-ada. Sikap demikian timbul karena mereka tidak mengetahui hikmah yang ter-kandung dalam penggantian ayat. \n\nPenggantian ayat atau hukum Al-Qur'an hanya pada beberapa ayat saja, misalnya dalam masalah mengubah adat kebiasaan suatu kaum. Kalau perubahan itu dilakukan sekaligus, akan menimbulkan kegoncangan di kalangan mereka. Adalah sangat bijaksana dalam membina perubahan suatu masyarakat selalu diperhatikan segi-segi kejiwaan masyarakat itu. Tetapi bagi orang yang hatinya tertutup oleh kesombongan dan permusuhan terhadap Rasul, pergantian ayat yang mendukung dan mengandung hikmah itu dijadikan sumber fitnah bagi beliau. (Lih. Penafsiran al-Baqarah/2: 106)." } } }, { "number": { "inQuran": 2003, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 14, "page": 278, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0631\u064f\u0648\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u062f\u064f\u0633\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul nazzalahoo Roohul Qudusi mir Rabbika bilhaqqi liyusabbital lazeena aamanoo wa hudanw wa bushraa lilmuslimeen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"The Pure Spirit has brought it down from your Lord in truth to make firm those who believe and as guidance and good tidings to the Muslims.\"", "id": "Katakanlah, “Rohulkudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2003", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2003.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2003.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, \"Aku tidak mengada-ada, bukan pula pembohong seperti tuduhan kamu. Penggantian itu merupakan kehendak Allah.\" Katakanlah pula, \"Rohulkudus, yakni Jibril, menurunkan Al-Qur'an itu secara berangsur kepadaku, dari Tuhanmu, bukan dari Jibril sendiri dan bukan pula dari manusia. Dia menurunkan Al-Qur'an dengan benar, membawa dan berisi kebenaran, serta dengan tujuan yang benar, untuk meneguhkan hati orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk yang jelas menuju jalan kebenaran serta memberi kabar gembira tentang kebahagiaan di akhirat bagi orang yang berserah diri dengan ikhlas kepada Allah.\"", "long": "Allah swt dalam ayat ini memerintahkan Rasul saw untuk menjelaskan kepada kaum musyrikin bahwa ayat-ayat itu bukanlah rekayasa beliau, tetapi diturunkan oleh malaikat Jibril a.s. dari Allah Rabbul 'Alamin, kelompok demi kelompok dengan hikmah kebijaksanaan yang sempurna, sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhannya. Allah juga mengemukakan sifat rububiyah-Nya serta menghubungkannya kepada Nabi Muhammad saw (Rabbika = Tuhanmu), untuk memberikan pengertian bahwa bimbingan Allah kepada Rasul adalah dengan cara berangsur-angsur untuk menuju kesempurnaan. Allah akan melimpahkan pancaran sifat rububiyah itu kepada Nabi-Nya.\n\nAl-Qur'an diturunkan secara bertahap kepada Rasul untuk meneguhkan keimanan orang yang beriman, memberi pedoman bagi mereka dalam mengesakan Allah swt, dan menjadi petunjuk dalam mencari kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat.\n\nAl-Qur'an menjelaskan pula kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan memperoleh surga di akhirat sebagai balasan bagi amal kebajikan mereka di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2004, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 14, "page": 279, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u06d7 \u0644\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0644\u0652\u062d\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0651\u064c \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064c \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laqad na'lamu annahum yaqooloona innamaa yu'allimuhoo bashar; lisaanul lazee yulhidoona ilaihi a'ja miyyunw wa haaza lisaanun 'Arabiyyum mubeen" } }, "translation": { "en": "And We certainly know that they say, \"It is only a human being who teaches the Prophet.\" The tongue of the one they refer to is foreign, and this Qur'an is [in] a clear Arabic language.", "id": "Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, “Sesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).” Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa ‘Ajam, padahal ini (Al-Qur'an) adalah dalam bahasa Arab yang jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2004", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2004.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2004.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka yang tidak mempercayai datangnya Al-Qur'an dari Allah berkata, \"Sesungguhnya Al-Qur'an itu bukanlah kitab dari Allah yang dibawa turun oleh Jibril sebagaimana pengakuan Muhammad, melainkan hanya diajarkan oleh seorang manusia, yakni pria dari Romawi atau Persia, kepadanya, yakni Muhammad.\" Tuduhan mereka batil karena bahasa yang digunakan oleh orang yang mereka tuduhkan kepadanya adalah bahasa 'Ajam, bukan bahasa Arab, padahal Al-Qur'an ini adalah dalam bahasa Arab yang jelas dan memiliki keindahan susunan dan makna yang tidak mampu ditandingi bahkan oleh sastrawan hebat sekalipun.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa orang-orang musyrik Mekah menuduh Nabi Muhammad saw menerima pelajaran Al-Qur'an dari seseorang. Menurut mereka, orang itu seorang laki-laki asing, bukan bangsa Arab, yang selalu mengajarkan kitab-kitab lama di tengah-tengah mereka. Tetapi tuduhan itu tidak benar karena Al-Qur'an tersusun dalam bahasa Arab yang indah dan padat isinya, bagaimana orang asing menciptakannya? Sampai sejauh mana orang yang bukan bangsa Arab Quraisy merasakan keindahan bahasa Arab dan kemudian menyusunnya dalam bahasa yang indah dan padat seperti Al-Qur'an? Apalagi kalau dikatakan bahwa orang itu menjadi pengajar Nabi. Mengenai siapa orang asing itu, bermacam-macam riwayat menjelaskannya. Di antaranya ada yang mengatakan bahwa orang asing itu adalah seorang budak Romawi yang beragama Nasrani, yang dipelihara oleh Bani Hadrami. Namun demikian, dari riwayat yang bermacam-macam itu, tidak ada satu pun yang dapat menjadi pegangan.\n\nBesar kemungkinan tuduhan itu hanya tipu muslihat orang-orang musyrik yang sengaja dilontarkan kepada Nabi saw dan kaum Muslimin. Pemimpin-pemimpin Quraisy yang berdagang ke Syam (Syria) sedikit banyaknya sudah pernah mendengar isi Kitab Taurat dan Injil karena hubungan mereka dengan orang-orang Ahli Kitab. Karena Al-Qur'an itu memuat isi Taurat, lalu mereka mengira tentulah ada orang asing ('ajam) yang beragama Nasrani mengajarkan isi Al-Qur'an itu kepada Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 2005, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 14, "page": 279, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena laa yu'minoona bi Aayaatil laahi laa yahdehimul laahu wa lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who do not believe in the verses of Allah - Allah will not guide them, and for them is a painful punishment.", "id": "Sesungguhnya orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al-Qur'an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan mereka akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2005", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2005.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2005.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menceritakan keingkaran kaum kafir atas ayat-ayat yang Rasulullah sampaikan, Allah lalu menyebut azab bagi mereka, \"Sesungguhnya orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, yaitu Al-Qur'an dan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka menuju keimanan dan mengamalkan tuntunan-Nya, padahal Dia telah menganugerahi mereka potensi iman dan menjelaskan kepada mereka ayat-ayat itu melalui rasul-Nya. Dan akibat keingkaran mereka itu mereka akan mendapat azab yang pedih jika tidak bertobat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa tanpa iman kepada Allah swt dan Al-Qur'an sebagai wahyu-Nya, seseorang tidak akan mendapat petunjuk kepada kebenaran hakiki yang melepaskan dia dari azab. Orang-orang yang mengatakan bahwa Al-Qur'an itu buatan manusia atau dongeng-dongeng zaman kuno, tentu jauh dari hidayah Allah, dan tidak akan dapat menemukan jalan kebenaran.\n\nAl-Qur'an yang seharusnya menjadi penuntun ditinggalkannya, sehingga mereka menjadi sesat. Oleh karena itu, mereka mudah terjerumus ke dalam kejahatan sehingga jiwanya menjadi kotor dan tertutup oleh noda-noda dosa. Mereka itu pasti sengsara dan tersiksa di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2006, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 14, "page": 279, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa yaftaril kazibal lazeena laa yu'minoona bi Aayaatil laahi wa ulaaa'ika humul kaaziboon" } }, "translation": { "en": "They only invent falsehood who do not believe in the verses of Allah, and it is those who are the liars.", "id": "Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2006", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2006.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2006.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain menuduh Nabi Muhammad sebagai pembohong, orang kafir juga meyakini ayat-ayat yang beliau sampaikan adalah hasil karyanya sendiri, bukan dari Allah. Menepis tuduhan itu Allah menegaskan sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak mau beriman kepada ayat-ayat Allah, baik yang termaktub dalam Al-Qur'an maupun terbentang di alam semesta, dan mereka itulah pembohong sejati, bukan Nabi Muhammad.", "long": "Ayat ini menyanggah tuduhan orang-orang kafir yang mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah ciptaan Muhammad. Sesungguhnya yang membuat-buat kebohongan itu bukan Rasul saw, tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat kauniyah yang menjelaskan keesaan dan kekuasaan Allah yang terdapat pada alam semesta ini, maupun ayat-ayat qur'aniyah yang memberi petunjuk dalam kehidupan ini. Jadi sebenarnya mereka yang menjadi pendusta, bukan Rasul saw karena beliau adalah orang yang paling jujur, sempurna ilmu dan amal perbuatannya, kuat keyakinan, dan paling terpercaya. Karena kejujuran dan kebersihan jiwanya, ia diberi nama al-Amin (orang yang jujur)." } } }, { "number": { "inQuran": 2007, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 14, "page": 279, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f \u0645\u064f\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0631\u064e\u062d\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "man kafara billaahi mim ba'di eemaanihee illaa man ukriha wa qalbuhoo mutmma'innum bil eemaani wa laakim man sharaha bilkufri sadran fa'alaihim ghadabum minal laahi wa lahum 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Whoever disbelieves in Allah after his belief... except for one who is forced [to renounce his religion] while his heart is secure in faith. But those who [willingly] open their breasts to disbelief, upon them is wrath from Allah, and for them is a great punishment;", "id": "Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2007", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2007.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2007.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa kembali kafir kepada Allah setelah dia beriman kepada ajaran-Nya dengan bukti-bukti kebenaran-Nya-kecuali orang yang dipaksa kafir lalu menyatakan kekafirannya di bawah paksaan itu, padahal hatinya tetap tenang dalam beriman, maka dia tidaklah berdosa-tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran dan menyatakannya dengan suka rela, maka kemurkaan Allah yang amat besar akan menimpanya di dunia, dan mereka pun akan mendapat azab yang besar berupa siksa neraka di akhirat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan tentang ancaman keras terhadap riddah (murtad) yakni kufur kembali sesudah beriman, mengutama-kan kesesatan dari petunjuk (hidayah)-Nya. Mereka mendapat kemurkaan dan azab Allah, kecuali dalam kondisi terpaksa. Misalnya, mereka menyatakan murtad dengan lidah karena jiwanya terancam, namun hati mereka tetap penuh dengan keimanan. Tidak ada dosa dan tuntutan hukum kepadanya, selama ia tetap beriman.\n\nRasulullah bersabda:\n\nTidak dicatat amal umatku (karena) kekeliruan, lupa, dan mereka terpaksa. (Riwayat ath-thabrani dari sauban)" } } }, { "number": { "inQuran": 2008, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 14, "page": 279, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahumus tahabbul hayaatad dunyaa 'alal Aakhirati wa annal laaha laa yahdil qawmal kaafireen" } }, "translation": { "en": "That is because they preferred the worldly life over the Hereafter and that Allah does not guide the disbelieving people.", "id": "Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan di dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2008", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2008.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2008.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu, yaitu kemurtadan dan kekafiran mereka, disebabkan karena mereka lebih mencintai dan mengutamakan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, padahal kehidupan akhirat dengan segala kenikmatannya jauh lebih baik daripada kehidupan dunia, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.", "long": "Dalam ayat ini, dijelaskan sebab-sebab kemurkaan Allah kepada mereka yang benar-benar kembali kepada kekafiran, sesudah beriman. Mereka dianggap lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dengan segala kenikmatan yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan sudah teruji keimanannya dengan berbagai cobaan dan fitnah di dunia. Allah tidak akan memberikan hidayah-Nya bagi orang yang murtad, bukan karena terpaksa. Di akhirat mereka mendapatkan siksaan yang pedih. \n\nAllah tidak akan memberi taufik kepada orang yang ingkar kepada ayat-ayatnya, dan orang yang telah sengaja menghilangkan kesediaan jiwanya untuk menerima kebaikan lalu menukarkannya dengan dosa dan kejahatan." } } }, { "number": { "inQuran": 2009, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 14, "page": 279, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0637\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena taba'al laahu 'alaa quloobihim wa sam'ihim wa absaarihim wa ulaaa'ika humul ghaafiloon" } }, "translation": { "en": "Those are the ones over whose hearts and hearing and vision Allah has sealed, and it is those who are the heedless.", "id": "Mereka itulah orang yang hati, pendengaran, dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Mereka itulah orang yang lalai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2009", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2009.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2009.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang berpaling dari kebenaran dan mengesampingkan iman dan petunjuk itulah orang yang hati, pendengaran, dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Allah membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan kekufuran sesuai kemauan mereka sehingga hati mereka terkunci mati, pendengaran mereka tidak lagi mampu mendengar bimbingan, dan penglihatan mereka tidak dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Mereka itulah orang yang benar-benar lalai dari memperhatikan kehidupan mereka.", "long": "Hukuman lainnya bagi orang yang murtad dijelaskan Allah dalam ayat ini, yaitu Allah swt menutup hati (jiwa), pandangan, dan penglihatan mereka. Hati mereka tertutup disebabkan kekerasan dan kekafirannya, sehingga tidak dapat terbuka untuk memahami dan menanggapi tanda-tanda keberadaan Allah. Pandangan dan penglihatan mereka tertutup disebabkan pengertian dan kesan dari apa yang didengar dan dilihat mereka tidak sampai ke dalam hati.\n\nPancaran cahaya Ilahi dan ilmu tidak dapat menembus dan menyinari kalbu mereka menuju jalan Ilahi. Batin mereka juga tidak mampu menyerap fakta ilmiah sebagai tanda keesaan dan kebesaran Allah swt. Manusia serupa inilah yang dikatakan Allah swt seperti hewan, bahkan lebih jelek lagi.\n\nFirman Allah swt:\n\nBarang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 217)\n\nHukuman selanjutnya bagi mereka yang murtad ialah menjadikan mereka lalai terhadap hakikat kebenaran. Mereka memang tidak punya perhatian sama sekali kepada lingkungan, sehingga mereka menjadi pasif (jumud) dan terkucil.\n\nHukuman bagi orang Islam yang dengan sadar murtad dari Islam adalah hukum bunuh seperti yang dilakukan oleh Ali r.a. dan Mu'adz bin Jabal terhadap orang yang murtad di zamannya, berdasarkan riwayat Imam Ahmad. Kedua sahabat itu berpegang kepada sabda Rasul:\n\nBarang siapa mengganti agamanya (Islam) bunuhlah dia. (Riwayat Ahmad, al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 2010, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 14, "page": 279, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0631\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa jarama annnahum fil Aakhirati humul khassiroon" } }, "translation": { "en": "Assuredly, it is they, in the Hereafter, who will be the losers.", "id": "Pastilah mereka termasuk orang yang rugi di akhirat nanti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2010", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2010.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2010.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pastilah, tidak diragukan lagi, mereka yang kembali kepada kekafiran setelah menyatakan beriman itu termasuk orang yang rugi di akhirat nanti. Mereka akan menyesali apa yang telah diperbuatnya, padahal penyesalan di hari itu tidak lagi berguna.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa mereka yang murtad itu adalah orang yang sungguh merugi di akhirat karena telah menodai jiwa mereka sendiri dan menjerumuskan diri ke dalam jurang api neraka. Mereka mendapatkan hal-hal berikut:\n\n1.Murka Allah.\n\n2.Siksaan yang pedih.\n\n3.Tidak mendapat hidayah Allah.\n\n4.Hati, pendengaran, dan penglihatan mereka tertutup.\n\n5.Pada hari kiamat, mereka akan merugi.\n\nMereka kehilangan kenikmatan duniawi yang mereka kejar dengan mencurahkan tenaga dan menghabiskan umur. Di akhirat mereka tidak mendapatkan apa pun selain penderitaan. Mereka tidak menyadari bahwa modal utama untuk hidup di dunia adalah umur. Jika modal itu tidak dipergunakan untuk keperluan yang utama, tentulah modal itu akan habis dengan percuma." } } }, { "number": { "inQuran": 2011, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 14, "page": 279, "manzil": 3, "ruku": 237, "hizbQuarter": 111, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064f\u062a\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Summa inna Rabbaka lillazeena haajaroo mim ba'dimaa futinoo summma jaahadoo wa sabaroo inna Rabbaka mim ba'dihaa la Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Then, indeed your Lord, to those who emigrated after they had been compelled [to renounce their religion] and thereafter fought [for the cause of Allah] and were patient - indeed, your Lord, after that, is Forgiving and Merciful", "id": "Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar, sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2011", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2011.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2011.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengancam orang yang kembali kepada kekafiran, Allah lalu beralih menghibur Nabi Muhammad dengan balasan bagi orang yang berhijrah, \"Kemudian Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, adalah Pembimbing dan Pelindung bagimu dan bagi orang yang berhijrah demi menyelamatkan jiwa dan agama mereka setelah menderita cobaan dan penganiayaan dari orang kafir, kemudian mereka berjihad mempertahankan agama dan keyakinanan mereka dan bersabar menghadapi tantangan dan rintangan serta melaksanakan tugas keagamaan mereka. Sungguh, Tuhanmu setelah itu, yaitu setelah mereka diuji dengan cobaan yang berat, benar-benar Maha Pengampun atas dosa dan kesalahan mereka, Maha Penyayang atas pelanggaran mereka.\"", "long": "Allah menerangkan keadaan kaum Muslimin di Mekah yang sangat tertekan, sehingga tidak berani memperlihatkan keislaman mereka. Bilamana kelihatan melakukan ibadah, mereka dipaksa dan disiksa agar kembali kepada agama nenek moyang mereka yaitu agama syirik seperti apa yang dialami 'Ammar bin Yasir, Khabbab, dan lain-lain. Karena penghinaan dan ancaman penganiayaan itu, mereka lalu berpura-pura kembali kepada agama syirik. \n\nMereka mengikuti kemauan kaum Quraisy di bawah ancaman siksa. Ketika mendapatkan kesempatan hijrah meninggalkan kota Mekah, mereka pun pergi untuk hijrah. Dengan ikhlas mereka berpisah dengan sanak keluarga, harta benda, dan kampung halaman hanya karena mengharapkan rida Allah. Bermacam-macam penderitaan dan kesulitan yang mereka hadapi dalam hijrah itu, baik dalam perjalanan maupun begitu tiba di tempat yang dituju. Semua penderitaan dan kesulitan itu mereka hadapi dengan penuh kesabaran serta tawakal kepada Allah.\n\nTempat yang menjadi tujuan mereka adalah negeri Habasyah (Ethiopia) yang jaraknya sangat jauh dari Mekah. Jarak yang jauh itu mereka tempuh dengan jalan kaki. Ketika sampai di tempat tujuan, mereka harus berjuang lagi mempertahankan keimanan sambil berdakwah.\n\nSesudah mereka mengalami cobaan dan penderitaan itu, Allah mengampuni kesalahan yang mereka lakukan di bawah ancaman siksaan seperti mengucapkan kata-kata kufur kembali. Allah swt memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya dengan memberikan pahala yang besar bagi mereka pada hari akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 2012, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 14, "page": 280, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u062a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma taatee kullu nafsin tujaadilu 'an nafsihaa wa tuwaffaa kullu nafsim maa 'amilat wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "On the Day when every soul will come disputing for itself, and every soul will be fully compensated for what it did, and they will not be wronged.", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap orang diberi (balasan) penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2012", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2012.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2012.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatkanlah umatmu, wahai Nabi Muhammad, pada hari ketika setiap orang datang kepada Allah untuk membela dirinya sendiri dengan berbagai alasan dari kesalahan dan dosanya. Dan bagi setiap orang, baik mukmin maupun kafir, yang taat maupun yang durhaka, diberi balasan penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi atau dirugikan sedikit pun. Allah akan membalas sekecil apa pun amal baik dan buruk yang telah manusia lakukan.", "long": "Pada hari perhitungan, setiap orang akan diminta pertanggung-jawabannya atas setiap perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia, baik berupa kebajikan maupun kejahatan. Firman Allah swt:\n\n(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. (Ali 'Imran/3: 30)\n\nTidak seorang pun pada hari itu yang dapat membela orang lain. Masing-masing memikul bebannya sendiri dan tidak akan memikul dosa orang lain. Firman Allah swt:\n\nDan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Fathir/35: 18)\n\nSemua perbuatan yang bersifat kebajikan ataupun kejahatan pada hari itu akan mendapat balasan dan tidak ada seorang pun yang dirugikan. Setiap orang sepenuhnya akan memperoleh balasan dari setiap perbuatannya. Yang berbuat kebajikan diberi pahala dengan sempurna atas amal kebajikannya, dan yang berbuat maksiat diberi hukuman dengan sempurna atas perbuatan maksiatnya. Firman Allah swt:\n\nDan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)" } } }, { "number": { "inQuran": 2013, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 14, "page": 280, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064b \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064f\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u063a\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0641\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064f\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0630\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0648\u0639\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa darabal laahu masalan qaryatan kaanat aaminatam mutma'innatany yaaateehaa rizquhaa rghadam min kulli makaanin fakafarat bi an'umil laahi fa azaaqahal laahu libaasal joo'i walkhawfi bimaa kaanoo yasna'oon" } }, "translation": { "en": "And Allah presents an example: a city which was safe and secure, its provision coming to it in abundance from every location, but it denied the favors of Allah. So Allah made it taste the envelopment of hunger and fear for what they had been doing.", "id": "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (pen-duduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2013", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2013.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2013.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika ayat sebelumnya menjelaskan hukuman bagi orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam, maka pada ayat berikut Allah menyebut balasan bagi orang yang mengingkari nikmat-Nya. Allah berfirman, \"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan berupa sebuah negeri yang dahulu penduduk-nya merasa aman dari segala ancaman lagi tenteram dengan segala kesenangan hidup di dalamnya; rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat dengan berbagai cara, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, yakni tidak menggunakannya sesuai tuntunan Allah. Karena kedurhakaan itu, Allah mengubah kondisi mereka dengan menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.\"", "long": "Dalam sejarah umat masa lampau, banyak contoh-contoh yang seharusnya menjadi pelajaran bagi umat manusia sesudahnya. Satu kaum yang tinggal pada suatu negeri, semula hidup bahagia lahir dan batin, aman, dan tenteram. Mereka terpelihara dari ancaman musuh dan jauh dari bencana kelaparan dan kesengsaraan. Allah melimpahkan rezeki kepada mereka, baik rezeki yang terdapat di negeri mereka sendiri, maupun rezeki yang datang dari luar. Semuanya itu membuat mereka hidup makmur dan damai. Namun demikian, segala nikmat Allah yang melimpah itu tidak mereka syukuri bahkan mereka menjadi kafir dan ingkar kepada-Nya. Hidup mereka tidak lagi terikat dengan norma susila dan keagamaan. Mereka mabuk dengan kekayaan dan kemewahan sehingga lupa tanggung jawab mereka terhadap bangsa dan negara. Oleh karena itu, Allah menurunkan hukuman berupa bencana kelaparan dan kecemasan yang meliputi kehidupan mereka. itulah balasan bagi mereka.\n\nFirman Allah swt:\n\nTidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (Ibrahim/14: 28-29)\n\nSeharusnya mereka bersyukur atas segala nikmat yang besar itu, dan tidak berbuat sebaliknya. Karena kekafiran, Allah menukar suasana aman dan tenteram lagi penuh kemakmuran, menjadi suasana kelaparan dan ketakutan. Demikian juga keadaan kota Mekah dan penduduknya. Kota Mekah karena letaknya yang strategis, di tengah-tengah Jazirah Arab, telah menjadi kota lintas perdagangan antara bagian utara dan selatan. Tiga pasar yang termasyhur terdapat di sekitarnya, yaitu: Pasar Ukaz dekat Pasar Taif, Majannah dekat Mekah, dan dzulmajaz dekat Arafah. Pasar-pasar itu ramai dikunjungi pada bulan Zulkaidah dan Zulhijah oleh bangsa Arab dari segala kabilah. Di samping bulan-bulan itu untuk melakukan ibadah haji di Kabah, mereka mengadakan pula bermacam-macam kegiatan, seperti berdagang dan membaca syair-syair yang indah. Kota Mekah sejak sebelum Islam sudah merupakan kota yang ramai. Banyak orang yang berkunjung ke kota Mekah itu membawa rezeki dan kemakmuran. Al-Qur'an menceritakan letak kota Mekah yang berada di antara dua negeri yang besar yaitu Syam dan Yaman.\n\nFirman Allah swt:\n\nSungguh, bagi kaum Saba ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), \"Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.\" Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Asl dan sedikit pohon Sidr. (Saba'/34: 15-16)\n\nBahwa kota Mekah itu negeri yang aman dan damai, dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an dengan firman-Nya:\n\nDan mereka berkata, \"Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.\" (Allah berfirman) Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (al-Qasas/28: 57)" } } }, { "number": { "inQuran": 2014, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 14, "page": 280, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad jaaa'ahum Rasoolum minhum fakazzaboohu fa akhazahumul 'azaabu wa hum zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And there had certainly come to them a Messenger from among themselves, but they denied him; so punishment overtook them while they were wrongdoers.", "id": "Dan sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2014", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2014.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2014.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah tidak menimpakan azab itu secara tiba-tiba tanpa memberi peringatan sebelumnya. Allah menegaskan, \"Sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul yang berasal dari kalangan mereka sendiri untuk mengingatkan mereka. Mereka mengenalnya dengan baik; bagaimana asal-usulnya dan kepribadiannya yang mulia, tetapi mereka mendustakan, mengingkari, dan menolak peringatan yang disampaikan-nya sebagaimana kalian, wahai kaum musyrik Mekah, melakukan hal yang sama. Karena kedurhakaan itu mereka ditimpa azab, dan mereka adalah orang yang zalim kepada diri mereka sendiri.", "long": "Di antara perbuatan mereka yang menunjukkan kufur nikmat ialah mendustakan dan memusuhi Rasul seperti diterangkan Allah dalam ayat ini. Pada waktu Rasul datang kepada mereka memberikan pengajaran dan bimbingan, mereka mendustakan dan memusuhinya, padahal mereka itu mengetahui asal-usul Rasul serta akhlak dan pergaulannya. Mereka memahami pula bahwa ajaran yang diajarkan oleh Rasul itu benar, tetapi karena didorong oleh kepentingan dan kebencian tanpa alasan, mereka menolak dan menentangnya. Menurut sunnah Allah, setiap umat yang telah kedatangan Rasul, tetapi mereka mendustakan dan memusuhinya, akan ditimpa azab.\n\nFirman Allah swt:\n\n¦Tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15)\n\nKaum musyrikin Mekah tidak pula terhindar dari siksa Allah akibat perbuatan mereka memusuhi Nabi Muhammad saw sebagaimana umat-umat dahulu. Mereka mengalami penderitaan dan kesengsaraan akibat kelaparan bertahun-tahun lamanya. Allah menurunkan hukuman kepada mereka karena permohonan Nabi Muhammad saw setelah beliau banyak menderita kesusahan. Doa Nabi saw:\n\nYa Allah turunkanlah dengan keras hukuman-Mu kepada kaum Mudhar, (musyrikin Quraisy) dan jadikanlah hukuman atas mereka itu bertahun-tahun seperti tahun kelaparan pada zaman Nabi Yusuf as. (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu Mas'ud)\n\nSetahun lamanya kaum musyrikin Mekah menderita kelaparan yang menghabiskan kekayaan mereka, sehingga mereka terpaksa makan kulit unta, anjing, bangkai, dan tulang yang dibakar. Sebelumnya, mereka selalu memperoleh rezeki dan makanan melimpah ruah yang datang dari segala penjuru. Akan tetapi, semuanya telah berubah sehingga mereka harus hidup dalam kekurangan. Demikian pula kehidupan mereka yang semula aman dan tenteram berubah menjadi permusuhan dan ketakutan pada Rasul saw dan sahabat-sahabatnya. Ketakutan ini timbul sesudah Rasul dan sahabat hijrah ke Medinah. Mereka merasa cemas akan kekuatan pasukan Islam, yang pada suatu waktu dapat menyergap kabilah-kabilah dagang atau hewan ternak mereka. Begitulah azab Allah yang diturunkan kepada mereka, yaitu kelaparan dan ketakutan yang meliputi kehidupan mereka disebabkan kekufuran kepada nikmat Allah. Mereka adalah orang-orang zalim, berbuat aniaya, dan tidak mau mensyukuri nikmat Allah. Muhammad saw beserta sahabat-sahabat dan pengikutnya mengalami perubahan kehidupan. Mereka dulunya dalam ketakutan berubah menjadi tenteram dan damai, dan dari kesusahan berubah menjadi makmur dan bahagia. Mereka pada akhirnya menjadi pemimpin umat manusia dan penguasa di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2015, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 14, "page": 280, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakuloo mimmaa razaqa kumul laahu halaalan taiyibanw washkuroo ni'matal laahi in kuntum iyyaahu ta'budoon" } }, "translation": { "en": "Then eat of what Allah has provided for you [which is] lawful and good. And be grateful for the favor of Allah, if it is [indeed] Him that you worship.", "id": "Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2015", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2015.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2015.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar azab Allah tidak menimpa kamu lantaran tidak mensyukuri nikmat-Nya, maka janganlah kamu, wahai orang mukmin, berbuat seperti halnya orang musyrik, dan makanlah yang halal lagi baik, lezat, bergizi, sesuai, dan bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kamu dengan memanfaatkannya sesuai tuntunan Allah, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya sebagai perwujudan imanmu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyuruh kaum Muslimin untuk memakan makanan yang halal dan baik dari rezeki yang diberikan Allah swt kepada mereka, baik makanan itu berasal dari binatang maupun tanaman. Makanan yang halal ialah makanan dan minuman yang dibenarkan oleh agama untuk dimakan dan diminum. Makanan yang baik ialah makanan dan minuman yang dibenarkan untuk dimakan atau diminum oleh kesehatan, termasuk di dalamnya makanan yang bergizi, enak, dan sehat. Makanan yang halal lagi baik inilah yang diperintahkan oleh Allah untuk dimakan dan diminum. Makanan yang dibenarkan oleh ilmu kesehatan sangat banyak, dan pada dasarnya boleh dimakan dan diminum.\n\nFirman Allah swt:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu (al-Baqarah/2: 172)\n\nFirman Allah swt:\n\nMereka bertanya kepadamu (Muhammad), \"Apakah yang dihalalkan bagi mereka?\" Katakanlah,\"Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. (al-Ma'idah/5: 4)\n\nMakanan dan minuman yang baik-baik tidak haram dimakan, kecuali bilamana Allah swt atau rasul-Nya mengharamkannya.\n\nFirman Allah swt:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Ma'idah/5: 87)\n\nMakanan yang tersebar di muka bumi dari jenis hewan dan tanaman merupakan nikmat Allah swt yang besar. Manusia seharusnya mensyukuri-nya dengan jalan mengucapkan \"Alhamdulillah\" dan memanfaatkannya sesuai petunjuk Allah dan rasul-Nya, seperti memakan atau memperjual-belikannya. Nabi saw bersabda:\n\nSesungguhnya Allah benar-benar senang terhadap hamba yang mengucap-kan \"Alhamdulillah\". (Riwayat ath-thabrani dari al-Aswad bin Sari')\n\nTermasuk dalam arti bersyukur ialah memelihara dan mengembangkan sumber-sumber bahan makanan agar jangan sampai punah dari permukaan bumi dan untuk memenuhi kebutuhan gizi makanan umat manusia. Dalam memelihara dan mengembangkan hewan atau tanaman itu, kaum Muslimin hendaknya tunduk kepada hukum-hukum Allah yang berlaku, umpamanya tentang ketentuan zakat dan fungsi sosialnya.\n\nMensyukuri nikmat Allah berarti mengucapkan kalimat syukur ketika memanfaatkan, memelihara, dan mengembangkannya berdasarkan petunjuk-petunjuk Allah, karena Dialah yang memberi anugerah dan kenikmatan itu. Tiap orang mukmin hendaklah menaati ketentuan-ketentuan dan perintah Allah, serta menjauhi larangan-Nya jika benar-benar beriman kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2016, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 14, "page": 280, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0646\u0632\u0650\u064a\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0647\u0650\u0644\u0651\u064e \u0644\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0636\u0652\u0637\u064f\u0631\u0651\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0628\u064e\u0627\u063a\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innamaa harrma 'alai kumul maitata waddama wa lahmal khinzeeri wa maaa uhilla lighairil laahi bihee famanid turra ghaira baaghinw wa laa 'aadin fa innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "He has only forbidden to you dead animals, blood, the flesh of swine, and that which has been dedicated to other than Allah. But whoever is forced [by necessity], neither desiring [it] nor transgressing [its limit] - then indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah, tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2016", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2016.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2016.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketahuilah, wahai Nabi Muhammad dan orang mukmin, bahwa sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu memakan bangkai, yaitu binatang yang mati tanpa disembelih, kecuali binatang air dan belalang. Dia juga mengharamkan kamu meminum darah yang mengalir, bukan yang membeku seperti limpa dan hati; memakan daging babi dan seluruh bagian tubuhnya, dan memakan hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Meski ketentuan Allah ini ketat, tetapi Allah juga memberi kelonggaran, yaitu barang siapa terpaksa memakannya akibat mengalami kondisi darurat, bukan karena menginginkannya dan tidak pula makan secara berlebihan dan melampaui batas yang diperbolehkan dalam kondisi demikian, maka dia tidaklah berdosa, karena sungguh, Allah Maha Pengampun atas kesalahan yang dilakukannya tanpa karena keinginannya sendiri, Maha Penyayang atas kesalahan yang sengaja dilakukannya, bila ia bertobat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan makanan yang diharamkan bagi orang-orang Islam. Makanan yang diharamkan dalam ayat ini ialah bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih atas nama berhala atau lainnya selain nama Allah. Pengharaman terhadap makanan tersebut semata-mata hak dan kebijaksanaan Allah swt dalam membimbing hamba-hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah:\n\nSesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki. (al-Ma'idah/5: 1)\n\nDi antara hikmah atau maksud pelarangan terhadap makanan itu ada yang dapat dijangkau oleh akal (ta'aqquli), ada pula yang tidak terjangkau oleh akal (ta'abbudi). Bagi setiap orang Islam wajib menaati larangan Allah dengan ikhlas dan penuh keimanan. \n\nBangkai ialah hewan yang mati wajar oleh sebab alamiah, atau mati karena tidak disembelih menurut aturan Islam. Termasuk dalam pengertian bangkai di sini ialah binatang yang mati tercekik, mati terjepit (terpukul), mati terjatuh, ditanduk, dan dimakan oleh binatang buas.\n\nFirman Allah swt:\n\nDiharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih, dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. (al-Ma'idah/5: 3)\n\nSemua bangkai haram dimakan kecuali bangkai ikan, sebagaimana firman Allah swt:\n\nDihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan. (al-Ma'idah/5: 96)\n\nDarah yang diharamkan ialah darah yang mengalir atau darah yang dibekukan (marus). Hati dan ginjal tidak dipandang darah yang haram dimakan. Hadis Nabi saw:\n\nDihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan darah. Dua bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang, dan dua darah itu adalah hati dan limpa. (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dari Ibnu 'Umar)\n\nTermasuk dalam pengertian daging babi ialah lemak, tulang dan seluruh bagian-bagiannya serta semua produk yang dibuat dari unsur babi dan turunannya. Babi tergolong binatang ternak yang paling kotor cara hidup dan makannya. Dagingnya mengandung bibit cacing pita yang banyak menimbulkan penyakit pada tubuh manusia.\n\nAllah mengharamkan binatang yang disembelih yang dengan sengaja menyebut nama selain Allah, seperti nama patung, jin, dewa, wali, dan sebagainya. Pelarangan itu bertujuan untuk mencegah hal-hal yang cenderung kepada syirik.\n\nAn-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim mengatakan bahwa jika maksud penyembelih menyebut nama selain Allah itu untuk membesarkan nama tersebut dan meniatkannya sebagai ibadah kepadanya, maka perbuatan itu dipandang syirik. Jika penyembelih bersikap demikian, dapat dinilai keluar dari agama (murtad). Demikian penjelasan an-Nawawi ketika memberikan uraian pada Hadis Nabi saw:\n\nAllah mengutuk orang-orang yang menyembelih hewan untuk selain Allah. (Riwayat Muslim dari Ali bin Abi thalib)\n\nAgama Islam adalah agama yang selalu memberi kelapangan kepada penganutnya. Tidak ada dalam Islam hal-hal yang menyusahkan dan mempersulit keadaan. Oleh karena itu, segala makanan yang diharamkan boleh dimakan bilamana seseorang berada dalam keadaan terpaksa atau darurat. Misalnya, seorang pemburu di tengah hutan dalam keadaan perut kosong jika dibiarkan dapat membinasakan dirinya sedang makanan lainnya tidak ada, dia diizinkan memakan makanan yang haram untuk mengatasi keadaannya, dengan syarat tidak didorong oleh keinginan untuk memakan makanan yang haram itu sendiri. Jika dia memakan makanan itu melebihi apa yang diperlukan, tidak dibenarkan. Sebab, hal itu dapat menimbulkan kesulitan baru bertalian dengan makanan yang mengandung penyakit itu. Sesungguhnya Allah swt mengampuni apa yang diperbuat hamba-Nya sewaktu dalam kesulitan, dan mengasihi mereka dengan memberi kelonggaran dalam kehidupan mereka di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2017, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 14, "page": 280, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f \u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064c \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064c \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa taqooloo limaa tasifu alsinatukumul kaziba haaza halaalunw wa haazaa haraamul litaftaroo 'alal laahil kazib; innal lazeena yaftaroona 'alal laahil kaziba laa yuflihoon" } }, "translation": { "en": "And do not say about what your tongues assert of untruth, \"This is lawful and this is unlawful,\" to invent falsehood about Allah. Indeed, those who invent falsehood about Allah will not succeed.", "id": "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ”Ini halal dan ini haram,” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2017", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2017.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2017.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai merinci makanan yang diharamkan, Allah lalu melarang manusia mengatakan hal yang tidak berdasar atas nama Allah. Allah berfirman, \"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, baik tentang binatang maupun hal-hal lain, tanpa dasar dan tanpa merujuk pada ketentuan Allah dan rasulNya bahwa 'Ini halal dan ini haram.' Janganlah kamu mengatakan yang demikian itu untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung dan tidak akan membawa kebaikan bagi dirinya di dunia dan akhirat.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt melarang kaum Muslimin mengharam-kan atau menghalalkan makanan menurut selera dan hawa nafsu mereka, sebagaimana orang-orang musyrik. Mereka mempunyai kebiasaan meng-haramkan atau menghalalkan binatang semata-mata didasarkan nama istilah yang mereka tetapkan sendiri untuk binatang itu, misalnya: bahirah, sa'ibah, wasilah, dan ham, sebagaimana firman Allah swt:\n\nAllah tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah, sa'ibah, wasilah, dan ham. Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. (al-Ma'idah/5: 103)\n\nDalam menetapkan kehalalan atau keharaman suatu makanan atau minuman harus didasarkan pada dalil syara yang bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah. Penetapan hukum tanpa dalil-dalil syara tidak dibenarkan. Hal tersebut termasuk perbuatan yang mengada-ada dan melakukan kebohongan kepada Allah.\n\nDalam Al-Qur'an disebutkan tentang ucapan kaum musyrikin mengenai ketentuan anak hewan yang masih dalam kandungan induknya. Firman Allah swt:\n\nDan mereka berkata (pula), \"Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami.\" (al-An'am/6: 139)\n\nKarena berakibat sangat buruk terhadap kehidupan beragama, maka Allah memberikan ancaman yang keras kepada mereka yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Allah menegaskan bahwa mereka yang berbuat demikian tidak akan mencapai keberhasilan dalam kehidupan mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, mereka yang suka membuat-buat hukum tanpa dalil yang benar akan dikecam dan ditinggalkan oleh masyara-kat. Kebohongan mereka akan diketahui oleh masyarakat dan mereka akan menjadi sasaran ejekan dan penghinaan.\n\nDalam Tafsir Ibnu Katsir diungkapkan bahwa termasuk dalam pengertian ayat ini ialah setiap orang yang menciptakan bid'ah (urusan agama) yang tidak punya landasan syara, atau menghalalkan sesuatu yang diharamkan atau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah semata-mata berdasarkan pikiran dan seleranya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 2018, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 14, "page": 280, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Mata'un qaleelunw wa lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "[It is but] a brief enjoyment, and they will have a painful punishment.", "id": "(Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan mereka akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2018", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2018.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2018.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah lalu memperoleh kebaikan, ingatlah bahwa sesungguhnya itu hanyalah kesenangan yang sedikit dan segera musnah; dan ingatlah pula bahwa setelah itu mereka akan mendapat azab yang pedih sebagai balasan atasnya.", "long": "Allah menegaskan lagi bahwa mereka yang mengada-adakan ketentuan dan hukum yang sama sekali tidak ada dasarnya dari kitab Allah dan rasul-Nya, tapi semata-mata dari hawa nafsu, pasti tidak akan memperoleh keberhasilan dunia dan akhirat. Jika ada keuntungan dari kelakuan itu, maka keuntungannya sangatlah sedikit dibandingkan dengan kerugian dan bahaya yang diakibatkan dari perbuatan itu.\n\nDalam sejarah banyak peristiwa menyedihkan terjadi akibat pendapat-pendapat keagamaan yang tidak bersumber dari kitab suci. Pendapat itu kadang-kadang diadakan hanyalah untuk memenuhi keinginan dan kepentingan penguasa yang menjadikan agama sebagai alat memperkuat kekuasaan dan penguat hawa nafsunya. Yang halal diharamkan dan yang haram dihalalkan oleh orang yang hendak memperoleh keuntungan duniawi. Mereka lupa bahwa kesenangan duniawi itu sedikit dan terbatas pada umur mereka yang pendek. Tetapi di dalam kehidupan akhirat yang abadi, mereka akan menerima azab dari Allah disebabkan kelancangan lidah mereka ketika berbohong kepada Allah. Mereka telah melakukan tindak kejahatan, yang mengotori jiwa sendiri dengan dosa dan dusta terhadap Tuhan. Bahkan orang lain ikut jatuh ke dalam dosa dan kesalahan disebabkan fatwanya yang menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal itu. Dosa akan menumpuk ke pundak mereka karena menginginkan keuntungan dunia yang kecil." } } }, { "number": { "inQuran": 2019, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 14, "page": 280, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'alal lazeena haadoo harramnaa ma qasasnaa 'alaika min qablu wa maa zalamanaahum wa laakin kaanoo anfusahum wa laakin kaanoo anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "And to those who are Jews We have prohibited that which We related to you before. And We did not wrong them [thereby], but they were wronging themselves.", "id": "Dan terhadap orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu (Muhammad). Kami tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang menzalimi diri sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2019", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2019.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2019.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, bahwa terhadap orang Yahudi Kami haramkan banyak hal, di antaranya apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu di ayat yang lain (al-An'a m/6: 146). Kami tidak menzalimi mereka dengan mengharamkan semua itu, justru merekalah yang menzalimi diri sendiri dengan berbuat berbagai kemaksiatan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt mengingatkan kembali apa yang di-haramkan kepada orang Yahudi. Hal-hal yang halal dan haram dalam agama Yahudi sebenarnya tidak sama dengan apa yang diharamkan atau dihalalkan oleh kaum musyrik. Hal ini menunjukkan bahwa penentuan halal dan haram oleh kaum musyrik terhadap hewan ternak mereka tidak bersumber dari syariat agama-agama terdahulu. Beberapa makanan telah diharamkan Allah kepada orang Yahudi, seperti yang diterangkan dalam firman Allah:\n\nDan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Mahabenar. (al-An'am/6: 146)\n\nAllah mengharamkan daging dan lemak binatang ternak khusus kepada orang Yahudi sebagai hukuman atas perbuatan mereka yang aniaya seperti membunuh nabi-nabi, memakan riba, dan memperoleh harta dengan cara yang haram.\n\nFirman Allah swt:\n\nKarena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah. (an-Nisa'/4: 160)\n\nDari ayat ini, dapat dipahami perbedaan yang jelas antara alasan Allah mengharamkan beberapa jenis makanan kepada orang Yahudi dengan alasan yang diberlakukan kepada orang Islam. Kepada orang Islam, Allah swt tidak mengharamkan makanan-makanan kecuali karena pada makanan itu terdapat suatu kemudaratan yang bisa mencelakakan dirinya. Sedangkan kepada orang Yahudi, Allah mengharamkan makanan yang baik-baik itu sebagai hukuman bagi mereka.\n\nMaka tidaklah benar pendapat yang mengatakan bahwa Bani Israil sendiri yang mengharamkan makanan itu kepada diri mereka. Semua makanan, sebelum Taurat diturunkan kepada mereka, adalah halal, kecuali makanan yang diharamkan sendiri oleh Nabi Yakub (Israil) untuk dirinya. Menurut riwayat, makanan yang diharamkan oleh Nabi Yakub itu ialah daging dan susu unta. Beliau berbuat demikian untuk mengekang nafsu dalam usaha membersihkan jiwa dan untuk mendekatkan diri kepada Allah.\n\nFirman Allah swt:\n\nSemua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan. (Ali 'Imran/3: 93)\n\nAdapun makanan seperti daging binatang berkuku, lemak sapi, dan kambing, diharamkan kepada seluruh Bani Israil pada waktu Taurat sudah diturunkan sebagai hukuman kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2020, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 238, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u064e \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Summma inna Rabbaka lillazeena 'amilus sooo'a bijahaalatin summa taaboo mim ba'di zaaalika wa aslahoo inna Rabbaka mim ba'dihaa la Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Then, indeed your Lord, to those who have done wrong out of ignorance and then repent after that and correct themselves - indeed, your Lord, thereafter, is Forgiving and Merciful.", "id": "Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2020", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2020.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2020.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian ketahuilah, wahai Nabi, sesungguhnya Tuhan-mu selalu membuka pintu ampunan bagi orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohan dan kecerobohan mereka, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki dirinya dengan meninggalkan perbuatan dosa sembari mengerjakan amal saleh, sungguh, Tuhanmu setelah itu, yakni setelah mereka tobat, benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan kebesaran rahmat dan kasih sayang kepada hamba-Nya dengan memberi pengampunan bagi yang melakukan kejahatan pada umumnya, baik kejahatan berbuat nista kepada Allah maupun tindakan kejahatan dan maksiat lainnya. Akan tetapi, Allah swt mengaitkan beberapa ketentuan untuk memperoleh kasih dan pengampunan-Nya itu, seperti:\n\nPertama: Orang yang melakukan kejahatan karena kejahilan atau ketidaktahuannya terhadap hukum-hukum agama. Dia tidak tahu bahwa yang dilakukannya itu menyalahi perintah agama di samping memberi kemudaratan bagi dirinya sendiri.\n\nKedua: Timbul dalam dirinya rasa penyesalan yang mendalam sesudah melakukan kejahatan lalu mengucapkan istigfar dan segera bertobat kepada Allah swt. Tobat tidak boleh ditunda-tunda sesudah dia menyadari kesalahannya, karena hal demikian merusak iman dan jiwanya.\n\nFirman Allah swt:\n\nSesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (an-Nisa'/4: 17)\n\nKetiga: Melakukan amal saleh dan menjauhi larangan Allah sebagai bukti dari penyesalannya. Dengan niat yang kuat dan hati yang tegar berjanji tidak lagi mengulangi kejahatan yang pernah dilakukan serta bertekad untuk taat kepada Allah swt.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. (al-Furqan/25: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 2021, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna Ibraaheema kaana ummatan qaanital lillaahi Haneefanw wa lam yakuminal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, Abraham was a [comprehensive] leader, devoutly obedient to Allah, inclining toward truth, and he was not of those who associate others with Allah.", "id": "Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2021", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2021.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2021.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini dan ayat-ayat berikutnya menjelaskan keteladanan Nabi Ibrahim yang selalu patuh kepada Allah dan mengikuti tuntunan-Nya. Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam, pemimpin, dan sosok panutan bagi umat-umat sesudahnya. Ia patuh kepada Allah dan mempunyai sifat hanif, yakni memegang teguh dan melaksanakan kebenaran, dan dia sejak dahulu dan secara terus-menerus bukanlah termasuk orang musyrik. Ia tidak pernah sekalipun menyekutukan Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt memuji hamba-Nya, Ibrahim a.s., sebagai rasul dan khalil-Nya. Beliau adalah imam kaum hunafa atau pemimpin dari orang yang menyukai kebenaran dan bapak dari para nabi. Allah swt menyatakan dalam ayat ini ummah yang berarti pemimpin yang menjadi teladan. Menurut 'Abdullah bin Mas'ud, ummah berarti guru kebijaksanaan. Sedangkan menurut Ibnu Umar, ummah berarti yang mengajar manusia tentang agama mereka.\n\nGelar demikian menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim memiliki beberapa sifat yang mulia. Menurut ayat ini, sifat beliau sebagai berikut:\n\n1.Dialah sebenarnya satu-satunya Imam. Ibnu 'Abbas r.a. berkata, \"Se-sungguhnya beliau memiliki kebajikan sama dengan kebajikan yang dimiliki satu umat.\" Dia pemimpin dari orang-orang yang mengesakan Tuhan. Dia yang menghancurkan patung-patung, menentang orang-orang kafir, dan mencari hakikat Allah Sang Pencipta melalui ayat-ayat-Nya di cakrawala.\n\n2.Dia adalah seorang yang patuh dan tunduk kepada Allah serta melaksanakan segala perintah dan menjauhkan diri dari larangan-Nya.\n\n3.Dia adalah orang yang jauh dari kebatilan, selalu mengikuti kebenaran, dan tidak menyimpang dari kebenaran itu.\n\n4.Dia tidak mengikuti agama kaumnya yang syirik, tetapi seorang yang mengesakan Allah sejak kecil sampai tuanya. Dialah orang yang berani berkata lantang di muka raja yang beragama syirik, sebagaimana diceritakan Allah dalam Al-Qur'an:\n\nTuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan. (al-Baqarah/2: 258)\n\nDia pula yang menyatakan bahwa penyembahan patung dan bintang adalah keliru dengan kata-katanya yang dikutip dalam Al-Qur'an:\n\nMaka ketika bintang itu terbenam dia berkata, \"Aku tidak suka kepada yang terbenam.\" (al-An'am/6: 76)\n\nDengan penjelasan pribadi Nabi Ibrahim yang demikian, kaum musyrik Quraisy terdesak karena menyatakan bahwa mereka menganut agama Nabi Ibrahim, padahal kenyataannya, ibadah mereka jauh dari yang dicontohkan Nabi Ibrahim. Demikian pula orang Yahudi dan Nasrani yang memuliakan Nabi Ibrahim, ternyata mereka banyak menyimpang dari ajaran tauhid.\n\nPenjelasan Allah tentang Ibrahim mengungkap kebatilan dan kekeliruan kepercayaan mereka.\n\nFirman Allah swt:\n\nIbrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik. (Ali 'Imran/3: 67)\n\n5.Nabi Ibrahim a.s. adalah seorang yang mensyukuri nikmat Allah swt yang dianugerahkan kepadanya, sebagaimana dijelaskan pula dalam firman Allah:\n\nDan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (an-Najm/53: 37)\n\nMaksudnya bahwa Nabi Ibrahim itu adalah seorang yang selalu melaksanakan segala perintah Allah. Keterangan Allah tentang sifat ini merupakan sindiran yang tajam kepada orang Quraisy karena mereka mengingkari nikmat Allah, sehingga mereka diazab dengan kelaparan dan ketakutan.\n\n6.Dia sesungguhnya adalah pilihan Allah swt untuk kenabian, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, dan Kami telah mengetahui dia. (al-Anbiya'/21: 51)\n\n7.Bahwasanya Allah swt membimbing Ibrahim ke jalan yang lurus, yaitu menyembah hanya kepada-Nya, tiada patut disembah kecuali Dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Selanjutnya Ibrahim memberi pengajaran kepada manusia ke jalan tauhid dan mengajak manusia kepada agama Allah.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi). Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (as-shad/38: 45- 47)\n\n8.Ibrahim dijadikan Allah sebagai nabi kesayangan umat manusia dan diakui oleh semua penganut agama besar di dunia. Orang Yahudi, Nasrani, dan Islam mengakui kenabian Ibrahim a.s. Bahkan orang-orang kafir Quraisy sangat membanggakan doa Nabi Ibrahim agar menjadi kesayangan manusia di kemudian hari.\n\nFirman Allah swt:\n\n(Ibrahim berdoa), \"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. (asy-Syu'ara'/26: 83-84)\n\n9.Bahwasanya dia di akhirat dimasukkan ke dalam barisan orang-orang saleh dan menempati derajat yang tinggi dalam surga, sesuai dengan permohonannya sendiri. \n\nDemikian beberapa sifat yang sempurna dari pribadi Nabi Ibrahim. Secara singkat dapat dikatakan bahwa beliau mempunyai sifat kepemimpin-an, seorang yang patuh (disiplin), berakhlak mulia (moralis), teguh (konsekwen) dalam kebenaran, seorang muwahhid (monoteis) yang bersih, suka bersyukur dan tahu berterima kasih, seorang guru, dan punya nama yang harum dan masyhur di tengah-tengah umat manusia, dan termasuk orang-orang yang saleh.\n\nSelain sifat-sifat umum seperti tersebut di atas, masih ada sifat Nabi Ibrahim yang sangat menonjol, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur'an, yaitu:\n\n1.Orang yang berhasil menemukan keesaan Allah setelah proses pencarian yang panjang melalui tanda-tanda kekuasaan Allah di cakrawala. Oleh karena itu, beliau digelari dengan Bapak Tauhid (Monoteisme).\n\n2.Orang yang sangat gigih dan ulet dalam menegakkan ketauhidan dan menghancurkan kemusyrikan, tanpa mengenal lelah dan putus asa.\n\n3.Orang yang sangat pasrah dan menyerahkan diri kepada Allah swt. Sebagai contoh kepasrahannya yang sempurna kepada Allah swt ialah pada waktu dia menerima perintah untuk mengurbankan putranya, Ismail as, sedikit pun dia tidak ragu melaksanakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2022, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0634\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064f\u0645\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Shaakiral li an'umih; ijtabaahu wa hadaahu ilaa Siraatim Muustaqeem" } }, "translation": { "en": "[He was] grateful for His favors. Allah chose him and guided him to a straight path.", "id": "dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2022", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2022.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2022.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim bukan sekadar sosok panutan, dia juga senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat-Nya baik secara lisan maupun perbuatan. Allah telah memilihnya sebagai teladan dan panutan yang sempurna, baik sebagai imam maupun sebagai nabi dan rasul, dan menunjukinya dengan bimbingan dan petunjuk-Nya ke jalan yang lurus.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt memuji hamba-Nya, Ibrahim a.s., sebagai rasul dan khalil-Nya. Beliau adalah imam kaum hunafa atau pemimpin dari orang yang menyukai kebenaran dan bapak dari para nabi. Allah swt menyatakan dalam ayat ini ummah yang berarti pemimpin yang menjadi teladan. Menurut 'Abdullah bin Mas'ud, ummah berarti guru kebijaksanaan. Sedangkan menurut Ibnu Umar, ummah berarti yang mengajar manusia tentang agama mereka.\n\nGelar demikian menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim memiliki beberapa sifat yang mulia. Menurut ayat ini, sifat beliau sebagai berikut:\n\n1.Dialah sebenarnya satu-satunya Imam. Ibnu 'Abbas r.a. berkata, \"Se-sungguhnya beliau memiliki kebajikan sama dengan kebajikan yang dimiliki satu umat.\" Dia pemimpin dari orang-orang yang mengesakan Tuhan. Dia yang menghancurkan patung-patung, menentang orang-orang kafir, dan mencari hakikat Allah Sang Pencipta melalui ayat-ayat-Nya di cakrawala.\n\n2.Dia adalah seorang yang patuh dan tunduk kepada Allah serta melaksanakan segala perintah dan menjauhkan diri dari larangan-Nya.\n\n3.Dia adalah orang yang jauh dari kebatilan, selalu mengikuti kebenaran, dan tidak menyimpang dari kebenaran itu.\n\n4.Dia tidak mengikuti agama kaumnya yang syirik, tetapi seorang yang mengesakan Allah sejak kecil sampai tuanya. Dialah orang yang berani berkata lantang di muka raja yang beragama syirik, sebagaimana diceritakan Allah dalam Al-Qur'an:\n\nTuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan. (al-Baqarah/2: 258)\n\nDia pula yang menyatakan bahwa penyembahan patung dan bintang adalah keliru dengan kata-katanya yang dikutip dalam Al-Qur'an:\n\nMaka ketika bintang itu terbenam dia berkata, \"Aku tidak suka kepada yang terbenam.\" (al-An'am/6: 76)\n\nDengan penjelasan pribadi Nabi Ibrahim yang demikian, kaum musyrik Quraisy terdesak karena menyatakan bahwa mereka menganut agama Nabi Ibrahim, padahal kenyataannya, ibadah mereka jauh dari yang dicontohkan Nabi Ibrahim. Demikian pula orang Yahudi dan Nasrani yang memuliakan Nabi Ibrahim, ternyata mereka banyak menyimpang dari ajaran tauhid.\n\nPenjelasan Allah tentang Ibrahim mengungkap kebatilan dan kekeliruan kepercayaan mereka.\n\nFirman Allah swt:\n\nIbrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik. (Ali 'Imran/3: 67)\n\n5.Nabi Ibrahim a.s. adalah seorang yang mensyukuri nikmat Allah swt yang dianugerahkan kepadanya, sebagaimana dijelaskan pula dalam firman Allah:\n\nDan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (an-Najm/53: 37)\n\nMaksudnya bahwa Nabi Ibrahim itu adalah seorang yang selalu melaksanakan segala perintah Allah. Keterangan Allah tentang sifat ini merupakan sindiran yang tajam kepada orang Quraisy karena mereka mengingkari nikmat Allah, sehingga mereka diazab dengan kelaparan dan ketakutan.\n\n6.Dia sesungguhnya adalah pilihan Allah swt untuk kenabian, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, dan Kami telah mengetahui dia. (al-Anbiya'/21: 51)\n\n7.Bahwasanya Allah swt membimbing Ibrahim ke jalan yang lurus, yaitu menyembah hanya kepada-Nya, tiada patut disembah kecuali Dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Selanjutnya Ibrahim memberi pengajaran kepada manusia ke jalan tauhid dan mengajak manusia kepada agama Allah.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi). Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (as-shad/38: 45- 47)\n\n8.Ibrahim dijadikan Allah sebagai nabi kesayangan umat manusia dan diakui oleh semua penganut agama besar di dunia. Orang Yahudi, Nasrani, dan Islam mengakui kenabian Ibrahim a.s. Bahkan orang-orang kafir Quraisy sangat membanggakan doa Nabi Ibrahim agar menjadi kesayangan manusia di kemudian hari.\n\nFirman Allah swt:\n\n(Ibrahim berdoa), \"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. (asy-Syu'ara'/26: 83-84)\n\n9.Bahwasanya dia di akhirat dimasukkan ke dalam barisan orang-orang saleh dan menempati derajat yang tinggi dalam surga, sesuai dengan permohonannya sendiri. \n\nDemikian beberapa sifat yang sempurna dari pribadi Nabi Ibrahim. Secara singkat dapat dikatakan bahwa beliau mempunyai sifat kepemimpin-an, seorang yang patuh (disiplin), berakhlak mulia (moralis), teguh (konsekwen) dalam kebenaran, seorang muwahhid (monoteis) yang bersih, suka bersyukur dan tahu berterima kasih, seorang guru, dan punya nama yang harum dan masyhur di tengah-tengah umat manusia, dan termasuk orang-orang yang saleh.\n\nSelain sifat-sifat umum seperti tersebut di atas, masih ada sifat Nabi Ibrahim yang sangat menonjol, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur'an, yaitu:\n\n1.Orang yang berhasil menemukan keesaan Allah setelah proses pencarian yang panjang melalui tanda-tanda kekuasaan Allah di cakrawala. Oleh karena itu, beliau digelari dengan Bapak Tauhid (Monoteisme).\n\n2.Orang yang sangat gigih dan ulet dalam menegakkan ketauhidan dan menghancurkan kemusyrikan, tanpa mengenal lelah dan putus asa.\n\n3.Orang yang sangat pasrah dan menyerahkan diri kepada Allah swt. Sebagai contoh kepasrahannya yang sempurna kepada Allah swt ialah pada waktu dia menerima perintah untuk mengurbankan putranya, Ismail as, sedikit pun dia tidak ragu melaksanakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2023, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aatainaahu fid dunyaa hasanah; wa innahoo fil Aakhirati laminas saaliheen" } }, "translation": { "en": "And We gave him good in this world, and indeed, in the Hereafter he will be among the righteous.", "id": "Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2023", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2023.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2023.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain memberinya anugerah yang banyak, Kami juga telah berikan kepadanya kebaikan, yakni keagungan dan kelebihan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat kelak dia termasuk orang yang saleh yang akan mendapat kebahagiaan ukhrawi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt memuji hamba-Nya, Ibrahim a.s., sebagai rasul dan khalil-Nya. Beliau adalah imam kaum hunafa atau pemimpin dari orang yang menyukai kebenaran dan bapak dari para nabi. Allah swt menyatakan dalam ayat ini ummah yang berarti pemimpin yang menjadi teladan. Menurut 'Abdullah bin Mas'ud, ummah berarti guru kebijaksanaan. Sedangkan menurut Ibnu Umar, ummah berarti yang mengajar manusia tentang agama mereka.\n\nGelar demikian menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim memiliki beberapa sifat yang mulia. Menurut ayat ini, sifat beliau sebagai berikut:\n\n1.Dialah sebenarnya satu-satunya Imam. Ibnu 'Abbas r.a. berkata, \"Se-sungguhnya beliau memiliki kebajikan sama dengan kebajikan yang dimiliki satu umat.\" Dia pemimpin dari orang-orang yang mengesakan Tuhan. Dia yang menghancurkan patung-patung, menentang orang-orang kafir, dan mencari hakikat Allah Sang Pencipta melalui ayat-ayat-Nya di cakrawala.\n\n2.Dia adalah seorang yang patuh dan tunduk kepada Allah serta melaksanakan segala perintah dan menjauhkan diri dari larangan-Nya.\n\n3.Dia adalah orang yang jauh dari kebatilan, selalu mengikuti kebenaran, dan tidak menyimpang dari kebenaran itu.\n\n4.Dia tidak mengikuti agama kaumnya yang syirik, tetapi seorang yang mengesakan Allah sejak kecil sampai tuanya. Dialah orang yang berani berkata lantang di muka raja yang beragama syirik, sebagaimana diceritakan Allah dalam Al-Qur'an:\n\nTuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan. (al-Baqarah/2: 258)\n\nDia pula yang menyatakan bahwa penyembahan patung dan bintang adalah keliru dengan kata-katanya yang dikutip dalam Al-Qur'an:\n\nMaka ketika bintang itu terbenam dia berkata, \"Aku tidak suka kepada yang terbenam.\" (al-An'am/6: 76)\n\nDengan penjelasan pribadi Nabi Ibrahim yang demikian, kaum musyrik Quraisy terdesak karena menyatakan bahwa mereka menganut agama Nabi Ibrahim, padahal kenyataannya, ibadah mereka jauh dari yang dicontohkan Nabi Ibrahim. Demikian pula orang Yahudi dan Nasrani yang memuliakan Nabi Ibrahim, ternyata mereka banyak menyimpang dari ajaran tauhid.\n\nPenjelasan Allah tentang Ibrahim mengungkap kebatilan dan kekeliruan kepercayaan mereka.\n\nFirman Allah swt:\n\nIbrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik. (Ali 'Imran/3: 67)\n\n5.Nabi Ibrahim a.s. adalah seorang yang mensyukuri nikmat Allah swt yang dianugerahkan kepadanya, sebagaimana dijelaskan pula dalam firman Allah:\n\nDan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (an-Najm/53: 37)\n\nMaksudnya bahwa Nabi Ibrahim itu adalah seorang yang selalu melaksanakan segala perintah Allah. Keterangan Allah tentang sifat ini merupakan sindiran yang tajam kepada orang Quraisy karena mereka mengingkari nikmat Allah, sehingga mereka diazab dengan kelaparan dan ketakutan.\n\n6.Dia sesungguhnya adalah pilihan Allah swt untuk kenabian, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, dan Kami telah mengetahui dia. (al-Anbiya'/21: 51)\n\n7.Bahwasanya Allah swt membimbing Ibrahim ke jalan yang lurus, yaitu menyembah hanya kepada-Nya, tiada patut disembah kecuali Dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Selanjutnya Ibrahim memberi pengajaran kepada manusia ke jalan tauhid dan mengajak manusia kepada agama Allah.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi). Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (as-shad/38: 45- 47)\n\n8.Ibrahim dijadikan Allah sebagai nabi kesayangan umat manusia dan diakui oleh semua penganut agama besar di dunia. Orang Yahudi, Nasrani, dan Islam mengakui kenabian Ibrahim a.s. Bahkan orang-orang kafir Quraisy sangat membanggakan doa Nabi Ibrahim agar menjadi kesayangan manusia di kemudian hari.\n\nFirman Allah swt:\n\n(Ibrahim berdoa), \"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. (asy-Syu'ara'/26: 83-84)\n\n9.Bahwasanya dia di akhirat dimasukkan ke dalam barisan orang-orang saleh dan menempati derajat yang tinggi dalam surga, sesuai dengan permohonannya sendiri. \n\nDemikian beberapa sifat yang sempurna dari pribadi Nabi Ibrahim. Secara singkat dapat dikatakan bahwa beliau mempunyai sifat kepemimpin-an, seorang yang patuh (disiplin), berakhlak mulia (moralis), teguh (konsekwen) dalam kebenaran, seorang muwahhid (monoteis) yang bersih, suka bersyukur dan tahu berterima kasih, seorang guru, dan punya nama yang harum dan masyhur di tengah-tengah umat manusia, dan termasuk orang-orang yang saleh.\n\nSelain sifat-sifat umum seperti tersebut di atas, masih ada sifat Nabi Ibrahim yang sangat menonjol, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur'an, yaitu:\n\n1.Orang yang berhasil menemukan keesaan Allah setelah proses pencarian yang panjang melalui tanda-tanda kekuasaan Allah di cakrawala. Oleh karena itu, beliau digelari dengan Bapak Tauhid (Monoteisme).\n\n2.Orang yang sangat gigih dan ulet dalam menegakkan ketauhidan dan menghancurkan kemusyrikan, tanpa mengenal lelah dan putus asa.\n\n3.Orang yang sangat pasrah dan menyerahkan diri kepada Allah swt. Sebagai contoh kepasrahannya yang sempurna kepada Allah swt ialah pada waktu dia menerima perintah untuk mengurbankan putranya, Ismail as, sedikit pun dia tidak ragu melaksanakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2024, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summma awhainaa ilaika anit tabi' Millata Ibraaheema haneefaa; wa maa kaana minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Then We revealed to you, [O Muhammad], to follow the religion of Abraham, inclining toward truth; and he was not of those who associate with Allah.", "id": "Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2024", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2024.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2024.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, \"Ikutilah agama, yaitu sikap hidup dan akhlak Nabi Ibrahim yang lurus dan selalu dalam kebenaran, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.\"", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan hubungan yang erat antara agama Nabi Ibrahim dan agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. Firman Allah swt:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.\" (al-An'am/6: 161)\n\nDi antara syariat Nabi Ibrahim yang masih berlaku pada masa Nabi Muhammad saw ialah pelaksanaan khitan. Beberapa ulama menetapkan hukum wajib khitan karena syariat khitan ini tidak dihapus oleh syariat Nabi Muhammad saw.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat; tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. (al-hajj/22: 78)\n\nBerulang kali pula dalam Al-Qur'an, Allah swt menegaskan bahwa Ibrahim itu bukanlah orang musyrik sebagaimana halnya orang musyrikin Quraisy yang mengakui diri mereka pengikut dan keturunan Nabi Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 2025, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0639\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innnamaa ju'ilas Sabtu 'alal lazeenakhtalafoo feeh; wa inna Rabbaka la yahkumu bainahum Yawmal Qiyaamati feemaa kaanoo feehi yakhtalifoon" } }, "translation": { "en": "The sabbath was only appointed for those who differed over it. And indeed, your Lord will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ.", "id": "Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtu hanya diwajibkan atas orang (Yahudi) yang memperselisihkannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2025", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2025.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2025.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya pengagungan dan larangan berburu pada hari Sabtu bukanlah ajaran Nabi Ibrahim, melainkan hanya diwajibkan atas orang Yahudi yang memperselisihkannya, yakni menyangkut hari yang harus diagungkan. Dan sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Memberi petunjuk dan keputusan pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt mengecam orang Yahudi karena mereka berselisih tentang kedudukan hari Sabtu. Hari Sabtu adalah hari jatuhnya murka Allah kepada sebagian Bani Israil karena kedurhakaan mereka melanggar kewajiban pada hari itu, seperti diterangkan Allah swt:\n\nDan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, \"Jadilah kamu kera yang hina!\" (al-Baqarah/2: 65)\n\nAllah swt mewajibkan kepada Bani Israil untuk melaksanakan ibadah pada hari Sabtu serta melarang mereka dan hewan-hewan mereka melakukan pekerjaan lain. Akan tetapi, sebagian mereka tidak menaati larangan Allah dan mencari-cari jalan untuk membenarkan perbuatan mereka pada hari itu. Karena mereka menghalalkan yang haram, jatuhlah azab Tuhan dengan mengubah mereka menjadi seperti kera.\n\nKetetapan hari Sabtu sebagai hari mulia dan untuk ibadah bukanlah warisan dari syariat Nabi Ibrahim, tetapi ketentuan syariat Nabi Musa, sebagaimana hari Ahad bagi syariat Nabi Isa dan hari Jumat bagi syariat Nabi Muhammad saw.\n\nAllah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jumat, maka untuk orang Yahudi hari Sabtu dan untuk orang Nasrani hari Ahad, maka datanglah Allah kepada kita yang diberi-Nya kita petunjuk untuk hari Jumat lalu Allah menjadikan hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan demikianlah mereka menjadi pengikut kita pada hari kiamat. Kitalah orang yang terakhir dari penghuni dunia tapi orang pertama pada hari kiamat dan diadili di antara mereka sebelum makhluk-makhluk lain diadili. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hudzaifah)\n\nKeterangan hari-hari mulia itu tidak merupakan masalah pokok dari syariat yang diturunkan Allah kepada para nabi, tetapi termasuk masalah furuiyah (cabang). Masing-masing mereka mempunyai ketentuan sendiri. Nabi Muhammad saw tidaklah diperintahkan untuk mengikuti syariat Nabi Musa a.s., tetapi beliau diperintahkan mengikuti Nabi Ibrahim a.s.\n\nPerselisihan di antara golongan dalam agama Yahudi tidak dapat diselesaikan antara mereka sendiri, karena sudah mengakar dan meluas. Hanya Allah swt yang menentukan keputusan di antara mereka pada hari kiamat kelak, tentang masalah-masalah yang mereka perselisihkan." } } }, { "number": { "inQuran": 2026, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ud'u ilaa sabeeli Rabbika bilhikmati walmaw 'izatil hasanati wa jaadilhum billatee hiya ahsan; inna Rabbaka huwa a'almu biman dalla 'an sabeelihee wa Huwa a'lamu bilmuhtadeen" } }, "translation": { "en": "Invite to the way of your Lord with wisdom and good instruction, and argue with them in a way that is best. Indeed, your Lord is most knowing of who has strayed from His way, and He is most knowing of who is [rightly] guided.", "id": "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2026", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2026.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2026.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menyebut keteladanan Nabi Ibrahim sebagai imam, nabi, dan rasul, dan meminta Nabi Muhammad untuk mengikutinya, pada ayat ini Allah meminta beliau menyeru manusia ke jalan Allah dengan cara yang baik, \"Wahai Nabi Muhammad, seru dan ajak-lah manusia kepada jalan yang sesuai tuntunan Tuhanmu, yaitu Islam, dengan hikmah, yaitu tegas, benar, serta bijak, dan dengan pengajaran yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka, yaitu siapa pun yang menolak, menentang, atau meragukan seruanmu, dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Memberi petunjuk dan bimbingan, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dan menyimpang dari jalan-Nya, dan Dialah pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan berada di jalan yang benar.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt memberikan pedoman kepada Rasul-Nya tentang cara mengajak manusia (dakwah) ke jalan Allah. Jalan Allah di sini maksudnya ialah agama Allah yakni syariat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.\n\nAllah swt meletakkan dasar-dasar dakwah untuk pegangan bagi umatnya di kemudian hari dalam mengemban tugas dakwah.\n\nPertama, Allah swt menjelaskan kepada Rasul-Nya bahwa sesungguhnya dakwah ini adalah dakwah untuk agama Allah sebagai jalan menuju rida-Nya, bukan dakwah untuk pribadi dai (yang berdakwah) ataupun untuk golongan dan kaumnya. Rasul saw diperintahkan untuk membawa manusia ke jalan Allah dan untuk agama Allah semata.\n\nKedua, Allah swt menjelaskan kepada Rasul saw agar berdakwah dengan hikmah. Hikmah itu mengandung beberapa arti:\n\na.Pengetahuan tentang rahasia dan faedah segala sesuatu. Dengan pengetahuan itu sesuatu dapat diyakini keberadaannya.\n\nb.Perkataan yang tepat dan benar yang menjadi dalil (argumen) untuk menjelaskan mana yang hak dan mana yang batil atau syubhat (meragukan).\n\nc.Mengetahui hukum-hukum Al-Qur'an, paham Al-Qur'an, paham agama, takut kepada Allah, serta benar perkataan dan perbuatan.\n\nArti hikmah yang paling mendekati kebenaran ialah arti pertama yaitu pengetahuan tentang rahasia dan faedah sesuatu, yakni pengetahuan itu memberi manfaat.\n\nDakwah dengan hikmah adalah dakwah dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan rahasia, faedah, dan maksud dari wahyu Ilahi, dengan cara yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, agar mudah dipahami umat.\n\nKetiga, Allah swt menjelaskan kepada Rasul agar dakwah itu dijalankan dengan pengajaran yang baik, lemah lembut, dan menyejukkan, sehingga dapat diterima dengan baik.\n\nTidak patut jika pengajaran dan pengajian selalu menimbulkan rasa gelisah, cemas, dan ketakutan dalam jiwa manusia. Orang yang melakukan perbuatan dosa karena kebodohan atau ketidaktahuan, tidak wajar jika kesalahannya itu dipaparkan secara terbuka di hadapan orang lain sehingga menyakitkan hati.\n\nKhutbah atau pengajian yang disampaikan dengan bahasa yang lemah lembut, sangat baik untuk melembutkan hati yang liar dan lebih banyak memberikan ketenteraman daripada khutbah dan pengajian yang isinya ancaman dan kutukan-kutukan yang mengerikan. Namun demikian, menyampaikan peringatan dan ancaman dibolehkan jika kondisinya memungkinkan dan memerlukan.\n\nUntuk menghindari kebosanan dalam pengajiannya, Rasul saw menyisipkan dan mengolah bahan pengajian yang menyenangkan dengan bahan yang menimbulkan rasa takut. Dengan demikian, tidak terjadi kebosanan yang disebabkan uraian pengajian yang berisi perintah dan larangan tanpa memberikan bahan pengajian yang melapangkan dada atau yang merangsang hati untuk melakukan ketaatan dan menjauhi larangan.\n\nKeempat, Allah swt menjelaskan bahwa bila terjadi perdebatan dengan kaum musyrikin ataupun ahli kitab, hendaknya Rasul membantah mereka dengan cara yang baik.\n\nSuatu contoh perdebatan yang baik ialah perdebatan Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang mengajak mereka berpikir untuk memperbaiki kesalahan mereka sendiri, sehingga menemukan kebenaran.\n\nTidak baik memancing lawan dalam berdebat dengan kata yang tajam, karena hal demikian menimbulkan suasana yang panas. Sebaiknya dicipta-kan suasana nyaman dan santai sehingga tujuan dalam perdebatan untuk mencari kebenaran itu dapat tercapai dengan memuaskan.\n\nPerdebatan yang baik ialah perdebatan yang dapat menghambat timbulnya sifat manusia yang negatif seperti sombong, tinggi hati, dan berusaha mempertahankan harga diri karena sifat-sifat tersebut sangat tercela. Lawan berdebat supaya dihadapi sedemikian rupa sehingga dia merasa bahwa harga dirinya dihormati, dan dai menunjukkan bahwa tujuan yang utama ialah menemukan kebenaran kepada agama Allah swt.\n\nKelima, akhir dari segala usaha dan perjuangan itu adalah iman kepada Allah swt, karena hanya Dialah yang menganugerahkan iman kepada jiwa manusia, bukan orang lain ataupun dai itu sendiri. Dialah Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang tidak dapat mempertahankan fitrah insaniahnya (iman kepada Allah) dari pengaruh-pengaruh yang menyesatkan, hingga dia menjadi sesat, dan siapa pula di antara hamba yang fitrah insaniahnya tetap terpelihara sehingga dia terbuka menerima petunjuk (hidayah) Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 2027, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0642\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064f\u0648\u0642\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in 'aaqabtum fa'aaqiboo bimisli maa 'ooqibtum bihee wa la'in sabartum lahuwa khairul lissaabireen" } }, "translation": { "en": "And if you punish [an enemy, O believers], punish with an equivalent of that with which you were harmed. But if you are patient - it is better for those who are patient.", "id": "Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2027", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2027.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2027.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini memberi tuntunan kepada Nabi Muhammad tentang tata cara berdakwah dan membalas perbuatan orang yang menyakitinya, \"Dan jika kamu membalas terhadap siapa pun yang telah menyakiti atau menyiksamu dalam berdakwah, maka balas dan hukum-lah mereka dengan balasan yang sama, yakni setimpal, dengan siksaan atau kesalahan yang ditimpakan kepadamu; jangan kaubalas mereka lebih dari itu. Tetapi jika kamu bersabar dan tidak membalas apa yang mereka lakukan kepadamu, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.\"", "long": "Berdasarkan riwayat Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Nabi saw berdiri di hadapan Hamzah ketika terbunuh sebagai syahid dalam Perang Uhud. Tidak ada pemandangan yang paling menyakitkan hati Nabi daripada melihat jenazah Hamzah yang dicincang (mutilasi). Lalu Nabi bersabda, \"Semoga Allah mencurahkan rahmat kepadamu. Sesungguhnya engkau”sepengetahuanku”adalah orang yang senang silaturrahim dan banyak berbuat kebaikan. Kalau bukan karena kesedihan berpisah denganmu, sungguh aku lebih senang bersamamu sampai di Padang Mahsyar bersama para arwah. Demi Allah, aku akan membalas dengan balasan yang setimpal tujuh puluh orang dari mereka sebagai penggantimu.\" Maka Jibril turun dengan membawa ayat-ayat di akhir Surah an-Nahl, \"Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.\" Pada saat itu Rasulullah berdiri di hadapan jenazah Hamzah.\n\nDalam ayat ini Allah swt menegaskan kepada kaum Muslimin, yang akan mewarisi perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam, untuk menjadikan sikap Rasul di atas sebagai pegangan mereka dalam menghadapi lawan.\n\nPedoman dakwah yang diberikan Allah pada ayat yang lalu, adalah pedoman dalam medan dakwah dengan lisan, hujjah lawan hujjah. Dakwah berjalan dalam suasana damai. Akan tetapi, jika dakwah mendapat perlawanan yang kasar, misalnya para dai disiksa atau dibunuh, Islam menetapkan sikap tegas untuk menghadapi keadaan demikian dengan tetap menjunjung tinggi kebenaran. Dua macam jalan yang diterangkan Allah dalam ayat ini, pertama: membalas dengan balasan yang seimbang. Kedua: menerima tindakan permusuhan itu dengan hati yang sabar dan memaafkan kesalahan itu jika bisa memberi pengaruh yang lebih baik bagi jalannya dakwah.\n\nMenurut Ibnu Katsir, ayat ini mempunyai makna dan tujuan yang sama dengan beberapa ayat dalam Al-Qur'an yaitu mengandung keharusan adil dan dorongan berbuat keutamaan, seperti firman Allah:\n\nDan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim. (asy-Syura/42: 40)\n\nFirman Allah swt:\n\n¦Dan luka-luka (pun) ada qisasnya (balasan yang sama). Barang siapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. (al-Ma'idah/5: 45)" } } }, { "number": { "inQuran": 2028, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064f\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u064a\u0652\u0642\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wasbir wa maa sabruka illaa billaah; wa laa tahzan 'alaihim wa laa taku fee daiqim mimmaa yamkuroon" } }, "translation": { "en": "And be patient, [O Muhammad], and your patience is not but through Allah. And do not grieve over them and do not be in distress over what they conspire.", "id": "Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2028", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2028.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2028.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sabar adalah sikap yang mulia, karena itu Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk bersabar. Allah berfirman, \"Dan bersabarlah, wahai Nabi Muhammad, dalam menghadapi tantangan dan cobaan hidup serta penolakan orang kafir terhadap seruanmu, dan ketahuilah bahwa kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah. Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap penolakan dan kekafiran mereka, dan jangan pula engkau bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan untuk menghalagi seruanmu.\"", "long": "Allah mempertegas lagi perintah-Nya kepada Rasul agar bersifat sabar dan tabah dalam menghadapi gangguan orang kafir Quraisy dan hambatan mereka terhadap dakwahnya. Namun Allah menyatakan kepada Nabi bahwa kesabaran itu terwujud dalam batin disebabkan Allah memberikan pertolongan dan taufik kepadanya. Kesabaran merupakan daya perlawanan terhadap gejala emosi manusia dan perlawanan terhadap nafsu yang bergejolak. Itulah hidayah Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki.\n\nPernyataan Allah ini membesarkan hati Nabi saw, kesulitan-kesulitan menjadi terasa ringan berkat anugerah Allah. Rasul saw tidak perlu merasa risau, cemas dan bersedih hati terhadap sikap lawannya yang menjauh dari seruannya, atau sikap permusuhan mereka yang mendustakan dan mengingkari wahyu yang diturunkan kepada-Nya. Apalagi jika Rasul saw merasa kecil hati dan putus asa terhadap keingkaran yang mereka lakukan, seperti beliau dituduh penyihir, dukun, penyair dan sebagainya, hal demikian lebih tidak dibenarkan oleh Allah. Sebenarnya segala tuduhan itu bermaksud menghalangi orang lain untuk beriman kepada Rasul saw. Dalam ayat yang lain Allah melarang Nabi berkecil hati terhadap gangguan orang kafir. Firman-Nya:\n\n(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad) maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman. (al-A'raf/7: 2)\n\nMeskipun pelajaran-pelajaran di atas ditujukan kepada Nabi saw, namun berlaku bagi para pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2029, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 14, "page": 281, "manzil": 3, "ruku": 239, "hizbQuarter": 112, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal laaha ma'al lazeenat taqaw wal lazeena hum muhsinoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah is with those who fear Him and those who are doers of good.", "id": "Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2029", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2029.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2029.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketahuilah bahwa sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa, yang menjaga diri dari murka-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, dan bersama orang-orang yang berbuat kebaikan kepada orang lain yang pernah berbuat buruk kepada mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan alasan mengapa Nabi diperintahkan bersabar dan dilarang untuk cemas dan berkecil hati. Allah swt menegaskan bahwa Dia selalu ada bersama orang yang bertakwa dan orang yang berbuat kebaikan sebagai penolong mereka. Allah selalu memenuhi permintaan mereka, memperkuat, dan memenangkan mereka melawan orang-orang kafir.\n\nOrang-orang yang takwa selalu bersama Allah swt karena mereka terus menyucikan diri untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan melenyapkan kemasygulan yang ada pada jiwa mereka. Mereka tidak pernah merasa kecewa jika kehilangan kesempatan, tetapi juga tidak merasa senang bila memperoleh kesempatan. Demikian pula Allah selalu menyertai orang yang berbuat kebaikan, melaksanakan kewajiban mereka kepada-Nya, dan selalu menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Pernyataan Allah kepada mereka yang takwa dan berbuat ihsan (kebaikan) dalam ayat ini mempunyai pengertian yang sama dengan pernyataan Allah dalam firman-Nya kepada Nabi Musa dan Harun a.s.:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat. (thaha/20: 46)\n\nJuga mempunyai pengertian yang sama dengan firman Allah kepada malaikat:\n\n(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, \"Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.\" (al-Anfal/8: 12)" } } } ] }, { "number": 17, "sequence": 50, "numberOfVerses": 111, "name": { "short": "الإسراء", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0631\u0627\u0621", "transliteration": { "en": "Al-Israa", "id": "Al-Isra'" }, "translation": { "en": "The Night Journey", "id": "Memperjalankan Malam Hari" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan dengan Al Israa' yang berarti memperjalankan di malam hari, berhubung peristiwa Israa' Nabi Muhammad s.a.w. di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini. Penuturan cerita Israa' pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad s.a.w. beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar. Surat ini dinamakan pula dengan Bani Israil artinya keturunan Israil berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah s.w.t. Dihubungkannya kisah Israa' dengan riwayat Bani Israil pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2030, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 15, "page": 282, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u0635\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Subhaanal lazeee asraa bi'abdihee lailam minal Masjidil Haraami ilal Masjidil Aqsal-lazee baaraknaa haw lahoo linuriyahoo min aayaatinaa;innahoo Huwas Samee'ul-Baseer" } }, "translation": { "en": "Exalted is He who took His Servant by night from al-Masjid al-Haram to al-Masjid al-Aqsa, whose surroundings We have blessed, to show him of Our signs. Indeed, He is the Hearing, the Seeing.", "id": "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2030", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2030.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2030.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir Surah an-Nahl mengandung pesan kepada Nabi Muhammad agar bersabar dan tidak bersedih hati disebabkan tipu daya dan penolakan orang-orang yang menentang dakwahnya. Di saat beliau mengalami kesulitan menghadapi orang-orang kafir yang menolak dakwahnya, ayat pertama dari surah ini menyatakan bahwa beliau mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah, di mana Allah memperjalankannya dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsha dan memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasaan dan kebesaranNya. Ayat pertama ini menyatakan, Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya, yakni Nabi Muhammad, pada malam hari dari Masjidilharam, yang berada di Mekah ke Masjidil Aqsa, yang berada di Palestina, yang telah Kami berkahi sekelilingnya, dengan tanahnya yang subur yang menghasilkan aneka tanaman dan buah-buahan serta menjadi tempat turunnya para nabi, agar kami perlihatkan kepadanya dengan mata kepala atau mata hati sebagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Kami. Sesungguhnya Dia, yaitu Allah adalah Maha Mendengar perkataan hamba-Nya, Maha Mengetahui tingkah laku dan perbuatannya.", "long": "Allah swt menyatakan kemahasucian-Nya dengan firman \"subhana\", agar manusia mengakui kesucian-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak dan meyakini sifat-sifat keagungan-Nya yang tiada tara. Ungkapan itu juga sebagai pernyataan tentang sifat kebesaran-Nya yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam, dengan perjalanan yang sangat cepat.\n\nAllah swt memulai firman-Nya dengan subhana dalam ayat ini, dan di beberapa ayat yang lain, sebagai pertanda bahwa ayat itu mengandung peristiwa luar biasa yang hanya dapat terlaksana karena iradah dan kekuasaan-Nya.\n\nDari kata asra' dapat dipahami bahwa Isra' Nabi Muhammad saw terjadi di waktu malam hari, karena kata asra dalam bahasa Arab berarti perjalanan di malam hari. Penyebutan lailan, dengan bentuk isim nakirah, yang berarti \"malam hari\", adalah untuk menggambarkan bahwa kejadian Isra' itu mengambil waktu malam yang singkat dan juga untuk menguatkan pengertian bahwa peristiwa Isra' itu memang benar-benar terjadi di malam hari. Allah swt meng-isra'-kan hamba-Nya di malam hari, karena waktu itulah yang paling utama bagi para hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan waktu yang paling baik untuk beribadah kepada-Nya.\n\nPerkataan 'abdihi (hamba-Nya) dalam ayat ini maksudnya ialah Nabi Muhammad saw yang telah terpilih sebagai nabi yang terakhir. Beliau telah mendapat perintah untuk melakukan perjalanan malam, sebagai penghormat-an kepadanya.\n\nDalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Nabi Muhammad saw kembali ke tempat tinggalnya di Mekah. Hanya saja yang diterangkan bahwa Isra' Nabi Muhammad saw dimulai dari Masjidilharam, yaitu masjid yang terkenal karena Kabah (Baitullah) terletak di dalamnya, menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Makdis. Masjid itu disebut Masjidil Aqsa yang berarti \"terjauh\", karena letaknya jauh dari kota Mekah.\n\nSelanjutnya Allah swt menjelaskan bahwa Masjidil Aqsa dan daerah-daerah sekitarnya mendapat berkah Allah karena menjadi tempat turun wahyu kepada para nabi. Tanahnya disuburkan, sehingga menjadi daerah yang makmur. Di samping itu, masjid tersebut termasuk di antara masjid yang menjadi tempat peribadatan para nabi dan tempat tinggal mereka.\n\nSesudah itu, Allah menyebutkan alasan mengapa Nabi Muhammad saw diperjalankan pada malam hari, yaitu untuk memperlihatkan kepada Nabi tanda-tanda kebesaran-Nya. Tanda-tanda itu disaksikan oleh Muhammad saw dalam perjalanannya dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa, berupa pengalaman-pengalaman yang berharga, ketabahan hati dalam menghadapi berbagai macam cobaan, dan betapa luasnya jagat raya serta alangkah Agungnya Allah Maha Pencipta. Pengalaman-pengalaman baru yang disaksikan Nabi Muhammad sangat berguna untuk memantapkan hati beliau menghadapi berbagai macam rintangan dari kaumnya, dan meyakini kebenaran wahyu Allah, baik yang telah diterima maupun yang akan diterimanya.\n\nDi akhir ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa Dia Maha Mendengar bisikan batin para hamba-Nya dan Maha Melihat semua perbuatan mereka. Tak ada detak jantung, ataupun gerakan tubuh dari seluruh makhluk yang ada di antara langit dan bumi ini yang lepas dari pengamatan-Nya.\n\nAyat ini menyebutkan terjadinya peristiwa Isra', yaitu perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa di waktu malam. Sedangkan peristiwa Mi'raj, yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (Mustawa) tidak diisyaratkan oleh ayat ini, tetapi diisyaratkan dalam Surah an-Najm.\n\nHampir seluruh ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa Isra' terjadi setelah Nabi Muhammad diutus menjadi rasul. Peristiwanya terjadi satu tahun sebelum hijrah. Demikian menurut Imam az-Zuhri, Ibnu Sa'ad, dan lain-lainnya. Imam Nawawi pun memastikan demikian. Bahkan menurut Ibnu hazm, peristiwa Isra' itu terjadi di bulan Rajab tahun kedua belas setelah pengangkatan Muhammad menjadi nabi. Sedangkan al-hafidh 'Abdul Gani al-Maqdisi memilih pendapat yang mengatakan bahwa Isra' dan Mi'raj tersebut terjadi pada 27 Rajab, dengan alasan pada waktu itulah masyarakat melaksanakannya. \n\nAdapun hadis-hadis yang menjelaskan terjadinya Isra' itu sebagai berikut:\n\nPertama:\n\nAnas bin Malik menuturkan bahwa pada malam diperjalankannya Rasulullah saw dari Masjidilharam, datanglah kepadanya tiga orang pada saat sebelum turunnya wahyu, sedangkan Rasul pada waktu itu sedang tidur di Masjidilharam. Kemudian berkatalah orang yang pertama, \"Siapakah dia ini?\" Kemudian orang kedua menjawab, \"Dia adalah orang yang terbaik di antara mereka (kaumnya).\" Setelah itu berkatalah orang ketiga, \"Ambillah orang yang terbaik itu.\" Pada malam itu Nabi tidak mengetahui siapa mereka, sehingga mereka datang kepada Nabi di malam yang lain dalam keadaan matanya tidur sedangkan hatinya tidak tidur. Demikianlah para nabi, meskipun mata mereka terpejam, namun hati mereka tidaklah tidur. Sesudah itu rombongan tadi tidak berbicara sedikit pun kepada Nabi hingga mereka membawa Nabi dan meletakkannya di sekitar sumur Zamzam. Di antara mereka ada Jibril yang menguasai diri Nabi, lalu Jibril membelah bagian tubuh, antara leher sampai ke hatinya, sehingga kosonglah dadanya. Sesudah itu Jibril mencuci hati Nabi dengan air Zamzam dengan menggunakan tangannya, sehingga bersihlah hati beliau. Kemudian Jibril membawa bejana dari emas yang berisi iman dan hikmah. Kemudian dituangkanlah isi bejana itu memenuhi dada beliau dan urat-urat tenggorokannya lalu ditutupnya kembali. (Riwayat al-Bukhari)\n\nKedua: \n\nBahwa Nabi saw bersabda, \"Tiba-tiba datang kepadaku seseorang (Jibril). Kemudian ia membedah dan mengeluarkan hatiku. Setelah itu dibawalah kepadaku bejana yang terbuat dari emas yang penuh dengan iman, lalu ia mencuci hatiku. Setelah itu menuangkan isi bejana itu kepadaku. Kemudian hatiku dikembalikannya seperti sediakala\". (Riwayat al-Bukhari dari Sa'sha'ah)\n\nKetiga: \n\nBahwa Rasulullah saw bersabda, \"Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu binatang putih lebih besar dari himar, dan lebih kecil dari bigal. Ia melangkahkan kakinya sejauh pandangan mata. Kemudian saya mengendarainya, lalu ia membawaku sehingga sampai ke Baitul Makdis. Kemudian saya mengikatnya pada tempat para nabi mengikatkan kendaraannya. Kemudian saya salat dua rakaat di dalamnya, lalu saya keluar. Kemudian Jibril membawa kepadaku sebuah bejana yang berisi minuman keras (khamar) dan sebuah lagi berisi susu; lalu saya pilih yang berisi susu, lantas Jibril berkata, \"Engkau telah memilih fitrah sebagai pilihan yang benar.\" (Riwayat Ahmad dari Anas bin Malik)\n\nDari hadis-hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad diperjalankan pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa atas izin Allah di bawah bimbingan malaikat Jibril. Sebelum Nabi Muhammad saw diperjalankan pada malam itu, hatinya diisi iman dan hikmah, agar beliau tahan menghadapi segala macam cobaan dan tabah dalam melaksanakan perintah-Nya. Perjalanan itu dilakukan dengan mengendarai Buraq yang mempunyai kecepatan luar biasa sehingga Isra' dan Mi'raj hanya memerlu-kan waktu kurang dari satu malam.\n\nDalam ayat ini tidak dijelaskan secara terperinci, apakah Nabi saw Isra' dengan roh dan jasadnya, ataukah rohnya saja. Itulah sebabnya para mufasir berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Mayoritas mereka berpendapat bahwa Isra' dilakukan dengan roh dan jasad dalam keadaan sadar, bukan dalam keadaan tidur. Mereka itu mengajukan beberapa alasan untuk menguatkan pendapatnya di antaranya:\n\na. Kata subhana menunjukkan adanya peristiwa yang hebat. Jika Nabi di-isra'-kan dalam keadaan tidur, tidak perlu diungkapkan dengan meng-gunakan ayat yang didahului dengan tasbih.\n\nb. Andaikata Isra' itu dilakukan dalam keadaan tidur, tentulah orang Quraisy tidak dengan serta merta mendustakannya. Banyaknya orang muslim yang murtad kembali karena peristiwa Isra' menunjukkan bahwa peristiwa itu bukanlah hal yang biasa. Kata-kata Ummu Hani yang melarang Nabi menceritakan kepada siapapun pengalaman-pengalaman yang dialami ketika Isra' agar mereka tidak menganggap Nabi saw berdusta, juga menguatkan bahwa Isra' itu dilakukan Nabi dengan roh dan jasadnya. Peristiwa ini yang menyebabkan Abu Bakar diberi gelar as-shiddiq karena dia membenarkan Nabi, dengan cepat dan tanpa ragu, ber-Isra' dengan roh dan jasadnya, sedangkan orang-orang lain berat menerimanya.\n\nc. Firman Allah yang menggunakan bi'abdihi menunjukkan bahwa Nabi Isra' dengan roh dan jasad karena kata seorang hamba mengacu pada kesatuan jasad dan roh.\n\nPerkataan Ibnu 'Abbas bahwa orang-orang Arab menggunakan kata ru'ya dalam arti penglihatan mata, maka kata ru'ya yang tersebut dalam firman Allah berikut ini mesti dipahami sebagai penglihatan dengan mata.\n\nDan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia. (al-Isra'/17: 60)\n\ne. Yang diperlihatkan kepada Nabi waktu Isra' dan Mi'raj adalah penglihatan mata yang mungkin terjadi karena kecepatan yang serupa telah dibuktikan oleh manusia dengan teknologi modern.\n\nBeberapa mufassir yang lain berpendapat bahwa Isra' dilakukan Nabi dengan rohnya saja. Mereka ini menguatkan pendapatnya dengan perkataan Mu'awiyah bin Abi Sufyan ketika ditanya tentang Isra' Nabi Muhammad saw, beliau menjawab:\n\nIsra Nabi itu adalah mimpi yang benar yang datangnya dari Allah. \n\nPendapat yang mengatakan bahwa Isra' hanya dilakukan dengan roh saja lemah, karena sanad hadis yang dijadikan hujjah atau pegangan tidak jelas." } } }, { "number": { "inQuran": 2031, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 15, "page": 282, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa aatainaa Moosal-Kitaaba wa ja'alnaahu hudal-liBaneee Israaa'eel;" } }, "translation": { "en": "And We gave Moses the Scripture and made it a guidance for the Children of Israel that you not take other than Me as Disposer of affairs,", "id": "Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2031", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2031.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2031.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila Allah memuliakan Nabi Muhammad dengan memperjalalankannya dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa, maka Dia memuliakan Nabi Musa dengan menganugerahkan kepadanya kitab Taurat agar menjadi petunjuk bagi Bani Israil. Dan Kami berikan kepada Nabi Musa Kitab, yaitu Taurat, dan Kami menjadikannya sebagai petunjuk yang khusus bagi Bani Israil, yaitu anak keturunan Nabi Yakub, agar mereka tidak menyembah kepada selain-Ku. Kepada mereka Aku berfirman, \"Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, yakni janganlah menyembah dan menggantungkan segala urusan kepada selain-Ku.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa a.s. sebagai pedoman hidup bagi Bani Israil. Allah swt menyuruh Musa a.s. agar mengatakan kepada kaumnya, \"Janganlah kamu mengambil selain Allah sebagai penolong yang memberikan perlindungan dan menyelesaikan urusan-urusan kamu.\" Larangan yang ditujukan kepada kaumnya itu adalah larangan yang juga pernah disampaikan oleh rasul-rasul sebelumnya dengan perantaraan wahyu Allah. Terkandung pula dalam larangan di atas perintah agar manusia menyembah kepada Allah semata dan larangan menyekutukan sesuatu yang lain dengan-Nya. Terdapat juga larangan meminta bantuan dalam segala urusan kecuali kepada-Nya.\n\nPemberian kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s. sebagai pedoman untuk kaumnya adalah untuk memberikan pengertian kepada kaum Muslimin, bahwa di antara tugas-tugas para rasul ialah menyampaikan agama tauhid, sebagaimana tugas Nabi saw kepada mereka. Juga untuk mengingatkan mereka agar jangan meniru sikap umat-umat terdahulu, dimana sepeninggal rasul-rasulnya, mereka membuat-buat takwil terhadap firman-firman Allah menurut kehendaknya, dan bergelimang dalam lembah dosa dan kesesatan yang nyata.\n\nItulah sebabnya maka Allah swt menyebutkan berulang kali dalam Al-Qur'an keistimewaan Musa a.s. dan kelebihan Bani Israil dari bangsa-bangsa lain yang ada pada masa itu. Allah menyebutkan pula nikmat yang diberikan kepada mereka, dengan maksud agar hati nurani mereka tergugah, lalu kembali ke jalan yang benar, dan hidup sesuai dengan petunjuk-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2032, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 15, "page": 282, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Zurriyyata man hamalnaa ma'a Nooh innahoo kaana 'abdan shakooraa" } }, "translation": { "en": "O descendants of those We carried [in the ship] with Noah. Indeed, he was a grateful servant.", "id": "(Wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2032", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2032.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2032.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai keturunan dari orang yang Kami bawa bersama Nuh, yaitu orang-orang yang diselamatkan Allah dari bencana banjir, jadikanlah nenek moyangmu, yaitu Nabi Nuh sebagai teladan bagimu, sesungguhnya dia adalah hamba Allah yang banyak bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya. Maka bersyukurlah kamu sekalian atas nikmat diutusnya rasul kepadamu, sebagaimana mereka mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya.\"", "long": "Allah swt menyebutkan juga nenek moyang mereka, yaitu orang-orang yang telah diselamatkan Allah bersama-sama Nuh a.s. dari topan. Mereka diselamatkan Allah dengan perantaraan wahyu-Nya kepada Nuh a.s. Nuh diperintahkan untuk membuat perahu, agar dia dan kaumnya yang setia terhindar dari azab Allah yang akan ditimpakan kepada kaumnya yang mengingkari kenabiannya. Hal ini mengandung peringatan bagi Bani Israil agar mengambil contoh dan pelajaran dari peristiwa itu, dan mengikuti jalan yang ditempuh oleh Nabi Nuh. Hal itu juga sebagai pelajaran bagi kaum Muslimin agar tetap memelihara tauhid seperti Nuh a.s. dan pengikut-pengikutnya, serta orang-orang yang mensyukuri nikmat Allah.\n\nSebagai penjelasan dari penafsiran tersebut, perlu dikemukakan beberapa hadis yang menjelaskan bahwa Nabi Nuh a.s. adalah nabi yang sangat mensyukuri nikmat Allah, sebagaimana tersebut dalam hadis:\n\nPertama: \n\nDiriwayatkan Muadz bin Anas Al-Juhaniy bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah menamakan Nuh sebagai hamba yang sangat mensyukuri nikmat Allah karena apabila telah datang waktu sore dan pagi hari, dia berkata, Mahasuci Allah ketika kamu berada di waktu sore dan di waktu Subuh dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan bumi ketika berada di petang hari dan ketika kamu berada di waktu Zuhur.\" (Riwayat Ibnu Mardawaih)\n\nKedua: \n\nApabila Nabi Nuh telah mengenakan baju dan menyantap makanan dia memuji Allah swt. Maka dinamakanlah dia \"hamba yang sangat mensyukuri nikmat Allah. (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari, al-Baihaqi, dan al-hakim dari Salman al-Farisi).\n\nDemikianlah doa dan tasbih yang diucapkan oleh Nabi Nuh a.s. yang patut dicontoh dan diamalkan oleh kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 2033, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 15, "page": 282, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qadainaaa ilaa Baneee Israaa'eela fil Kitaabi latufsidunna fil ardi marratain; wa lata'lunna'uluwwan kabeeraa" } }, "translation": { "en": "And We conveyed to the Children of Israel in the Scripture that, \"You will surely cause corruption on the earth twice, and you will surely reach [a degree of] great haughtiness.", "id": "Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2033", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2033.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2033.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menganugerahkan kepada Bani Israil kitab Taurat agar menjadi petunjuk, tetapi mereka enggan berpedoman padanya. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil, yakni anak-cucu Nabi Yakub, melalui wahyu yang Kami turunkan kepada Nabi Musa yang termaktub dalam kitab itu, yakni Taurat, bahwa kamu pasti akan membuat kerusakan di muka bumi ini, yakni Baitul Maqdis, sebanyak dua kali, tetapi Allah tidak segera menjatuhkan siksa kepadamu, dan dengan demikian pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah mewahyukan kepada Musa a.s., sebagaimana termaktub dalam Kitab Taurat, bahwa Bani Israil akan membuat keonaran dua kali di bumi Palestina, sehingga Allah meng-gerakkan musuh-musuh mereka untuk membunuh, merampas, dan meng-hancurkan negeri mereka.\n\nSesudah bertobat, mereka dilepaskan Allah dari kesengsaraan ini, kerajaan mereka dikembalikan, dan dianugerahi kekayaan dan kekuatan, baik dalam bidang harta benda, maupun kekuatan dalam bidang keturunan dan pertahanan negara.\n\nAkan tetapi, mereka kembali membuat keonaran, maka Allah swt mengerahkan kembali musuh-musuh mereka untuk menghancurkannya. Ini sebagai azab di dunia, dan di akhirat kelak mereka akan mendapat azab neraka Jahanam.\n\nDi antara pembangkangan mereka ialah:\n\nPertama, tidak mengindahkan perintah Allah dan mengubah isi kitab Taurat.\n\nKedua, Kekejian mereka membunuh Zakaria dan Yahya serta usaha mereka untuk membunuh Nabi Isa a.s.\n\nMereka melakukan pembangkangan itu dengan menyombongkan diri dan menampakkan keangkuhan. Ini menunjukkan bahwa kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan itu telah melampaui batas peri kemanusiaan.\n\nAllah lalu menjelaskan akibat yang akan menimpa mereka, karena pembangkangan yang pertama, yaitu mereka akan mengalami kehancuran pada saat hukuman yang telah dijanjikan Allah tiba sebagai balasan yang setimpal atas kejahatan-kejahatan mereka.\n\nBaik juga diterangkan di sini, bahwa Bani Israil mulai tahun 975 SM telah terbagi menjadi dua kerajaan. Pertama, kerajaan Yahudza di bagian selatan, yang terdiri atas dua suku Bani Israil, yaitu suku Yahudza dan Benyamin. Rajanya yang pertama ialah Rehoboam, putera Nabi Sulaiman. Kedua, kerajaan Israil di bagian utara yang terdiri atas 10 suku lainnya. Rajanya yang pertama bernama Jeroboam bin Nebat.\n\nPada tahun 70 SM kerajaan Israil diserang oleh raja 'Asyur yang bernama Sanharib. Raja ini dapat memasuki kota Samurra ibu kota kerajaan Israil, menawan Bani Israil, dan membawa mereka ke 'Asyur. Dengan demikian, runtuhlah kerajaan Bani Israil sesudah hidup selama 250 tahun. \n\nDisebabkan oleh keonaran Bani Israil yang tidak juga berhenti, maka Allah mengerahkan tentara Babilonia di bawah pimpinan rajanya Bukhtanashshar yang dikenal juga dengan nama Nebukadnezar. Tentara ini memperluas negerinya dengan jalan membunuh, merampas, dan merampok penduduk-penduduk negeri yang ditaklukkan. Mereka menyerang Bani Israil, membunuh para ulama dan pembesar dari kalangan mereka, merusak dan membakar kitab Taurat, dan bahkan menghancurkan kota suci mereka, Baitul Makdis (Yerusalem). \n\nItulah nasib yang diderita Bani Israil karena telah menyimpang dari bimbingan wahyu Allah, dan cenderung menuruti kehendak hawa nafsu. Bahkan mereka mengalami nasib yang lebih jelek lagi, yaitu di antara Bani Israil ada yang dibawa ke Babilonia. Tiga kali mereka ditawan oleh Nebukadnezar. Penawanan yang ketiga dan terakhir terjadi pada tahun 558 SM. Akibat dari serangan Nebukadnezar ini runtuhlah kerajaan Yahudza." } } }, { "number": { "inQuran": 2034, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 15, "page": 282, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064d \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d \u0641\u064e\u062c\u064e\u0627\u0633\u064f\u0648\u0627 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa-izaa jaaa'a wa'duoolaahumaa ba'asnaaa 'alykurr 'ibaadai-lanaaa ulee baasin shadeedin fajaasoo khilaalad diyaar; wa kaana wa'dam maf'oolaa" } }, "translation": { "en": "So when the [time of] promise came for the first of them, We sent against you servants of Ours - those of great military might, and they probed [even] into the homes, and it was a promise fulfilled.", "id": "Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2034", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2034.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2034.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apabila datang saat hukuman bagi kejahatan pertama yang kamu perbuat dari kedua kejahatan itu, yang telah ditetapkan kepadamu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar untuk menguasai negerimu dan menaklukanmu, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, memasuki rumahmu untuk mengejar, menyiksa, dan membunuhmu, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Inilah ketetapan Allah atas kaum Bani Israil disebabkan mereka meninggalkan hukum Taurat dan membunuh para nabi. Maka datanglah hukuman Allah.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah mewahyukan kepada Musa a.s., sebagaimana termaktub dalam Kitab Taurat, bahwa Bani Israil akan membuat keonaran dua kali di bumi Palestina, sehingga Allah meng-gerakkan musuh-musuh mereka untuk membunuh, merampas, dan meng-hancurkan negeri mereka.\n\nSesudah bertobat, mereka dilepaskan Allah dari kesengsaraan ini, kerajaan mereka dikembalikan, dan dianugerahi kekayaan dan kekuatan, baik dalam bidang harta benda, maupun kekuatan dalam bidang keturunan dan pertahanan negara.\n\nAkan tetapi, mereka kembali membuat keonaran, maka Allah swt mengerahkan kembali musuh-musuh mereka untuk menghancurkannya. Ini sebagai azab di dunia, dan di akhirat kelak mereka akan mendapat azab neraka Jahanam.\n\nDi antara pembangkangan mereka ialah:\n\nPertama, tidak mengindahkan perintah Allah dan mengubah isi kitab Taurat.\n\nKedua, Kekejian mereka membunuh Zakaria dan Yahya serta usaha mereka untuk membunuh Nabi Isa a.s.\n\nMereka melakukan pembangkangan itu dengan menyombongkan diri dan menampakkan keangkuhan. Ini menunjukkan bahwa kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan itu telah melampaui batas peri kemanusiaan.\n\nAllah lalu menjelaskan akibat yang akan menimpa mereka, karena pembangkangan yang pertama, yaitu mereka akan mengalami kehancuran pada saat hukuman yang telah dijanjikan Allah tiba sebagai balasan yang setimpal atas kejahatan-kejahatan mereka.\n\nBaik juga diterangkan di sini, bahwa Bani Israil mulai tahun 975 SM telah terbagi menjadi dua kerajaan. Pertama, kerajaan Yahudza di bagian selatan, yang terdiri atas dua suku Bani Israil, yaitu suku Yahudza dan Benyamin. Rajanya yang pertama ialah Rehoboam, putera Nabi Sulaiman. Kedua, kerajaan Israil di bagian utara yang terdiri atas 10 suku lainnya. Rajanya yang pertama bernama Jeroboam bin Nebat.\n\nPada tahun 70 SM kerajaan Israil diserang oleh raja 'Asyur yang bernama Sanharib. Raja ini dapat memasuki kota Samurra ibu kota kerajaan Israil, menawan Bani Israil, dan membawa mereka ke 'Asyur. Dengan demikian, runtuhlah kerajaan Bani Israil sesudah hidup selama 250 tahun. \n\nDisebabkan oleh keonaran Bani Israil yang tidak juga berhenti, maka Allah mengerahkan tentara Babilonia di bawah pimpinan rajanya Bukhtanashshar yang dikenal juga dengan nama Nebukadnezar. Tentara ini memperluas negerinya dengan jalan membunuh, merampas, dan merampok penduduk-penduduk negeri yang ditaklukkan. Mereka menyerang Bani Israil, membunuh para ulama dan pembesar dari kalangan mereka, merusak dan membakar kitab Taurat, dan bahkan menghancurkan kota suci mereka, Baitul Makdis (Yerusalem). \n\nItulah nasib yang diderita Bani Israil karena telah menyimpang dari bimbingan wahyu Allah, dan cenderung menuruti kehendak hawa nafsu. Bahkan mereka mengalami nasib yang lebih jelek lagi, yaitu di antara Bani Israil ada yang dibawa ke Babilonia. Tiga kali mereka ditawan oleh Nebukadnezar. Penawanan yang ketiga dan terakhir terjadi pada tahun 558 SM. Akibat dari serangan Nebukadnezar ini runtuhlah kerajaan Yahudza." } } }, { "number": { "inQuran": 2035, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 15, "page": 282, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0631\u064e\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0646\u064e\u0641\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa radadnaa lakumul karrata 'alaihim wa amdad-naakum-bi amwaalinuw wa baneen; wa ja'alnaakum aksara nafeeraa" } }, "translation": { "en": "Then We gave back to you a return victory over them. And We reinforced you with wealth and sons and made you more numerous in manpower", "id": "Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2035", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2035.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2035.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketetapan Allah menakdirkan bahwa mereka dapat mengalahkan musuh-musuhnya dan membangun kembali kerajaannya yang besar. Allah menyatakan, \"Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali, setelah negerimu dikuasai dan ditaklukkan oleh mereka, dan Kami membantumu untuk membangun kembali negerimu dan mengokohkan kekuasaanmu dengan harta kekayaan serta anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar dari kelompok kamu sebelumnya.\"", "long": "Kemudian dijelaskan bahwa Allah memberikan giliran bagi orang-orang Bani Israil untuk berkuasa kembali. Sesudah Cyrus Kisra Persia yang pertama dari keluarga Sasan dapat mengalahkan Babilonia, dia memerdeka-kan para tawanan dari Bani Israil yang berada di sana, dan mengirimkan mereka kembali ke Palestina pada tahun 536 SM. Dengan demikian, orang-orang Bani Israil menguasai kembali negerinya. Karunia Allah itu diberikan kepada Bani Israil ketika mereka telah bertobat, mematuhi kembali ajaran Taurat, dan menyadari kecerobohan yang telah dilakukan. Mereka dapat membangun kembali negerinya dan menyelamatkan keluarga dan harta benda mereka.\n\nDengan demikian, mereka kembali menjadi bangsa yang merdeka serta dapat menguasai kembali negerinya dan menjadi bangsa yang kuat dan bersatu seperti sediakala, yang mereka namai dengan kerajaan Yahudi. Hal itu adalah karena ampunan dan rahmat Allah semata.\n\nAyat ini menjelaskan bahwa selama manusia berada di bawah bimbingan wahyu dan berjalan sesuai petunjuk-Nya, mereka akan dapat merasakan nikmat Allah yang disediakan di dunia ini. Mereka juga dapat merasakan ketenangan dan kebahagiaan, ketenteraman hidup, ataupun kemakmuran negeri.\n\nSebaliknya, apabila manusia menyimpang dari tuntunan wahyu dan lebih mengikuti kehendak hawa nafsu, tentu mereka akan mengalami nasib yang buruk. Mereka tidak lagi merasakan nikmat yang disediakan Allah di alam dunia ini, bahkan nikmat-nikmat itu akan berubah menjadi bencana. Mereka tidak akan mengalami kebahagiaan dan kemakmuran dalam hidup ber-masyarakat, tetapi akan menjadi umat yang tertindas dan terusir dari negeri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 2036, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 15, "page": 282, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0633\u064f\u0648\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u062a\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0652\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asaatum falahaa; fa izaa jaaa'a wa'dul aakhirati liyasooo'oo wujoo hakum wa liyadkhulul masjida kamaa dakhaloohu awwala marratinw wa liyutabbiroo mass'alaw tatbeera" } }, "translation": { "en": "[And said], \"If you do good, you do good for yourselves; and if you do evil, [you do it] to yourselves.\" Then when the final promise came, [We sent your enemies] to sadden your faces and to enter the temple in Jerusalem, as they entered it the first time, and to destroy what they had taken over with [total] destruction.", "id": "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2036", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2036.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2036.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu berbuat baik dengan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya serta melakukan kebijakan kepada sesamanya, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri,karena balasan yang kamu peroleh dari kebaikan itu. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu juga untuk dirimu sendiri, karena akibat dari kejahatan akan menimpamu.\" Selanjutnya dinyatakan kejahatan yang kedua yang diperbuat oleh kaum Bani Israil dan azab Allah yang ditimpakan atas mereka dinyatakan dalam firmanNya, \"Dan apabila datang saat hukuman kejahatan yang kedua, yang telah Kami tetapkan di dalam Kitab itu, Kami datangkan orang-orang lain untuk menyiksamu sehingga menyuramkan wajah-wajahmu, akibat kesedihan dan penderitaan yang kamu alami, dan mereka, yakni musuhmusuhmu masuk ke dalam masjid, yakni Masjidil Aqsa, guna menyiksa dan membunuhmu sebagaimana mereka memasukinya pada kali pertama guna menyiksa dan membunuhmu akibat kejahatan kamu yang pertama, dan mereka memasukinya dengan tujuan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.", "long": "Allah menegaskan bahwa apabila Bani Israil berbuat baik, maka hasil kebaikan itu untuk mereka sendiri. Namun demikian, ketentuan yang terdapat dalam ayat ini tidak khusus untuk mereka sendiri, melainkan berlaku umum untuk seluruh manusia sepanjang masa. Dengan demikian, apabila manusia berbuat baik atau berbuat kebajikan, maka balasan dari kebajikan itu akan dirasakannya, baik di dunia maupun di akhirat. \n\nKebaikan yang akan mereka terima di dunia ialah mereka akan menjadi umat yang kuat mempertahankan diri dari maksud jahat yang direncanakan oleh para musuh mereka. Mereka akan memperoleh kesempatan untuk melipatgandakan harta sebagai sarana hidup, dan melanjutkan keturunan sebagai khalifah di muka bumi. Mereka akan menjadi bangsa yang kuat, yang dapat mewujudkan budaya yang tinggi untuk lebih menggairahkan kehidupan mereka, dan menjamin kelancaran usaha dan ibadah mereka kepada Allah swt. Sedangkan kebahagiaan yang abadi adalah surga yang penuh dengan kenikmatan yang disediakan dan dijanjikan kepada mereka, sebagai bukti keridaan Allah swt atas kebajikan yang mereka lakukan. \n\nApabila mereka berbuat jahat dengan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan wahyu dan fitrah kejadian mereka sendiri, seperti menentang kebenaran dan norma-norma dalam tata kehidupan mereka sendiri, maka akibat dari perbuatan mereka itu adalah kemurkaan Allah kepada mereka.\n\nDengan demikian, mereka akan menjadi bangsa yang bercerai-berai karena diperbudak hawa nafsu, sehingga kelompok yang satu berusaha menundukkan kelompok yang lain. Itulah sebabnya mereka tidak dapat mempertahankan kelangsungan hidup dan diri mereka dari kehancuran dan maksud-maksud jahat musuh. Mereka akan menjadi bangsa yang tertindas dan terjajah. Sedang keburukan yang mereka rasakan di akhirat ialah azab api neraka sebagai siksaan yang paling pedih.\n\nLalu Allah mengungkapkan kembali hukuman sebagai akibat kejahatan yang dilakukan Bani Israil untuk kedua kalinya. Pada saat itu, Allah membiarkan mereka dalam keadaan kacau-balau ketika musuh-musuh datang untuk menaklukkan mereka. Kekalahan kedua ini benar-benar mereka rasakan sebagai penderitaan yang tiada tara dan mempermalukan mereka. Musuh memasuki Masjidil Aqsa secara paksa dan sewenang-wenang untuk merampas kekayaan yang mereka simpan dan menghancurkan syiar-syiar agama mereka, seperti yang dilakukan pada penaklukan pertama. Dengan demikian, mereka merasakan penderitaan yang berlipat ganda. Mereka mengalami penderitaan materil berupa kehilangan kekuasaan, harta benda, dan wanita-wanita yang dijadikan tawanan oleh musuh. Mereka juga mengalami penderitaan moril karena tempat-tempat suci dan lambang-lambang kesucian agama mereka dilecehkan dan dihancurkan.\n\nMenurut sejarah, yang menghancurkan mereka untuk kedua kalinya adalah bangsa Romawi yang kemudian menguasai Palestina. Mereka membunuh dan menawan orang-orang Yahudi serta menghancurkan Baitul Makdis dan kota-kota yang lain. Kaisar Romawi pertama yang memasuki Baitul Makdis adalah Kaisar Titus pada tahun 70 Masehi. Ia membakar Masjidil Aqsa, dan merampas barang-barang berharga yang terdapat di dalamnya, sehingga dalam peristiwa ini kurang lebih 1 juta orang Yahudi tewas. Selanjutnya Kaisar Hadrianus yang memerintah dari tahun 117 sampai dengan 158 Masehi, juga menguasai Baitul Makdis dan melakukan berbagai tindakan perusakan di masjid itu.\n\nHadrianus mengubah kota ini menjadi Aelina Capitolian (kota Aelina). Masjidil Aqsa diruntuhkan dan di atasnya didirikan sebuah bangunan yang dinamai Yupiter Capitolina. Lalu kerajaan Yahudi juga dihancurkan sehingga bangsa Yahudi tidak mempunyai kerajaan lagi. Mereka bercerai-berai ke segenap penjuru dunia. Peristiwa ini terjadi tahun 132 Masehi." } } }, { "number": { "inQuran": 2037, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064f\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064f\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d8 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "'Asaa rabbukum anyyarhamakum; wa in 'uttum 'udnaa; wa ja'alnaa jahannama lilkaafireena haseera" } }, "translation": { "en": "[Then Allah said], \"It is expected, [if you repent], that your Lord will have mercy upon you. But if you return [to sin], We will return [to punishment]. And We have made Hell, for the disbelievers, a prison-bed.\"", "id": "Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2037", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2037.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2037.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Yang Maha Pengasih tidak menutup rahmat-Nya kepada siapa yang mau bertobat dari kejahatan dan kembali kepada jalan yang benar. Allah menyatakan, \"Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat kepadamu, setelah kali yang kedua kejahatan yang kamu lakukan, dan kamu sungguh-sungguh bertobat kepada Allah, tetapi jika kamu kembali kepada kedurhakaan dengan melakukan kejahatan lagi, niscaya Kami kembali mengazabmu di dunia dan kelak di akhirat Kami jadikan neraka Jahanam penjara atau hamparan tempat duduk bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.", "long": "Kemudian Allah swt memerintahkan agar mereka benar-benar sadar, bertobat, dan berpegang pada ajaran Taurat serta menjauhi perbuatan maksiat. Dengan demikian, Allah akan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka. Janji Allah seperti ini tentu akan terlaksana dan pasti mereka rasakan.\n\nTersebut dalam sejarah bahwa pada tahun 614 M yakni sesudah 483 tahun dari peristiwa penghancuran Yerusalem oleh Hadrianus, bangsa Persia di bawah pimpinan Kisra Barwiz merebut kota-kota di Palestina dari tangan bangsa Romawi. Mereka melawan orang Romawi menindas orang Yahudi, dan membatalkan kebiasaan orang-orang Nasrani membuang sampah ke Kuil Sulaeman. Mereka juga menjual orang-orang Nasrani yang berdiam di Yerusalem ke kota orang-orang Yahudi, dan membakar gereja-gereja mereka.\n\nKemudian pada tahun 624 M, bangsa Romawi di bawah pimpinan Kaisar Heraclius I dapat merebut Palestina kembali dari tangan bangsa Persia. Bahkan, Heraclius dapat memasuki pedalaman kerajaan Persia, dan memadamkan api yang disembah Persia.\n\nKemenangan bangsa Romawi ini bertepatan dengan kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar melawan kaum musyrikin Mekah (Ramadan tahun 2 H) atau Januari 624 M, kurang lebih 9 tahun sesudah bangsa Romawi dikalahkan oleh bangsa Persia. Akan tetapi, perdamaian antara bangsa Romawi dan Persia baru terjadi pada tahun 928 M, sesudah Kisra Evermiz dibunuh oleh perwiranya sendiri. Pada tahun tersebut, seluruh Palestina kembali berada di bawah kekuasaan Romawi dan palang salib pun dikembalikan ke Yerusalem.\n\nNabi Muhammad saw, yang diutus sejak tahun 610 M sebagai nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam, pada tahun 622 M hijrah ke Medinah. Setibanya di Medinah, beliau mengadakan perjanjian dengan orang-orang Yahudi yang ada di kota itu. Perjanjian itu yang dikenal dengan Piagam Medinah. Isinya menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi adalah warga kota Medinah di samping kaum Ansar dan Muhajirin. Mereka dibiarkan tetap menganut agama mereka. Akan tetapi, mereka berkhianat dan mengadakan makar untuk membunuh Rasulullah. Mereka lalu diperangi oleh Rasulullah, dan di antaranya ada yang diusir dari Medinah, yaitu Bani Nadhir.\n\nSetelah Umar bin Khaththab menjadi khalifah, beliau menaklukkan negeri Syam (Suria) pada tahun 636 Masehi. Penduduk Yerusalem (Baitul Makdis) di bawah pimpinan Patrip Suverianus menyerahkan kota itu kepadanya, dan piagam perdamaian disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Umar bin Khaththab lalu mendirikan masjid di tempat Kiblat Masjidil Aqsa (Kuil Sulaeman), dan membersihkan kota Yerusalem. Maka kota Yerusalem yang sudah hilang selama ini muncul kembali dengan megah.\n\nSetelah negeri Syam seluruhnya termasuk Palestina jatuh ke tangan kaum Muslimin, Kaisar Romawi Heraclius I naik ke suatu bukit dan menghadap ke Suria. Lalu ia melambaikan tangannya dengan mengucapkan, \"Selamat tinggal Suria untuk selama-lamanya.\"\n\nDengan demikian, bangsa Yahudi lepas dari cengkeraman, aniaya, dan penindasan bangsa Romawi. Mereka kembali bebas beribadah di sekeliling Kuil Sulaiman (Masjidil Aqsa). Inilah rahmat dari Allah swt yang Maha Besar.\n\nDemikianlah keterangan yang disebutkan dalam buku-buku sejarah. Adapun dalam Al-Qur'an, tidak diterangkan dengan rinci, karena Al-Qur'an bukan buku sejarah. \n\nSementara itu Allah swt tetap mengingatkan bahwa apabila mereka kembali mengulangi kedurhakaan mereka, seperti yang pernah dilakukan oleh nenek moyang mereka, niscaya Allah swt akan menurunkan azab-Nya kembali dengan yang lebih pedih.\n\nDi samping itu, Allah menyediakan azab api neraka Jahanam sebagai penjara yang abadi bagi mereka di akhirat, karena hukuman itulah yang pantas dijatuhkan terhadap orang-orang yang tidak mau beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 2038, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna haazal Quraana yahdee lillatee hiya aqwamu wa yubashshirul mu'mineenal lazeena ya'maloonas saalihaati anna lahum ajran kabeeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, this Qur'an guides to that which is most suitable and gives good tidings to the believers who do righteous deeds that they will have a great reward.", "id": "Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2038", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2038.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2038.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad agar menjadi petunjuk bagi umat manusia guna meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sungguh, Al-Qur'an ini memberikan petunjuk bagi umat manusia ke jalan yang paling lurus yang mengantarkan keselamatan dan kebahagiaan mereka dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan sebagai bukti dari keimanannya itu bahwa bagi mereka ada pahala yang besar sebagai imbalan dari iman dan apa yang diamalkannya itu.", "long": "Allah swt menyatakan keistimewaan-keistimewaan kitab-Nya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yaitu kitab Al-Qur'an, dengan menunjukkan fungsi dari kitab itu sendiri serta faedahnya bagi seluruh umat manusia. Di antara faedah Al-Qur'an yang disebutkan dalam ayat ini adalah:\n\nPertama, Al-Qur'an memberi petunjuk kepada orang yang mau menjadi-kannya sebagai pedoman ke jalan yang lurus. Yang dimaksud jalan yang lurus dalam ayat ini ialah agama Islam, yang berpangkal pada ajaran tauhid, yaitu keyakinan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menciptakan dan menguasai alam semesta ini kecuali Allah swt. Kekuasaan-Nya tidak dapat ditandingi oleh siapapun. Dia adalah Penguasa alam yang sebenarnya, dan Zat yang mempunyai kekuasaan Yang Mahabesar.\n\nKedua, Al-Qur'an memberi kabar gembira kepada orang-orang yang percaya kepada Allah swt dan rasul-Nya, berbuat amal baik, melakukan apa saja yang diperintahkan Allah, dan menghindarkan diri dari berbuat sesuatu yang dilarang-Nya. Kabar gembira itu berupa pahala yang berlimpah yang akan diterima di akhirat, sebagai imbalan dari amal saleh yang mereka lakukan di dunia.\n\nKetiga, Al-Qur'an adalah peringatan bagi orang-orang yang tidak mem-percayai hari pembalasan dan tidak mengakui adanya pahala dan siksa yang akan diberikan Allah di hari kiamat sebagai balasan bagi perbuatan mereka ketika hidup di dunia. Ancaman yang ditujukan kepada mereka ialah azab yang pedih sebagai balasan dari perbuatan maksiat yang menodai jiwa mereka. Termasuk di dalamnya orang-orang ahli kitab yang tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 2039, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 240, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annal lazeena laa yu'minoona bil aakhirati a'tadnaa lahum 'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "And that those who do not believe in the Hereafter - We have prepared for them a painful punishment.", "id": "dan bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2039", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2039.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2039.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan memberi kabar buruk serta ancaman bahwa sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka kelak di hari kiamat azab yang pedih yaitu neraka.", "long": "Allah swt menyatakan keistimewaan-keistimewaan kitab-Nya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yaitu kitab Al-Qur'an, dengan menunjukkan fungsi dari kitab itu sendiri serta faedahnya bagi seluruh umat manusia. Di antara faedah Al-Qur'an yang disebutkan dalam ayat ini adalah:\n\nPertama, Al-Qur'an memberi petunjuk kepada orang yang mau menjadi-kannya sebagai pedoman ke jalan yang lurus. Yang dimaksud jalan yang lurus dalam ayat ini ialah agama Islam, yang berpangkal pada ajaran tauhid, yaitu keyakinan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menciptakan dan menguasai alam semesta ini kecuali Allah swt. Kekuasaan-Nya tidak dapat ditandingi oleh siapapun. Dia adalah Penguasa alam yang sebenarnya, dan Zat yang mempunyai kekuasaan Yang Mahabesar.\n\nKedua, Al-Qur'an memberi kabar gembira kepada orang-orang yang percaya kepada Allah swt dan rasul-Nya, berbuat amal baik, melakukan apa saja yang diperintahkan Allah, dan menghindarkan diri dari berbuat sesuatu yang dilarang-Nya. Kabar gembira itu berupa pahala yang berlimpah yang akan diterima di akhirat, sebagai imbalan dari amal saleh yang mereka lakukan di dunia.\n\nKetiga, Al-Qur'an adalah peringatan bagi orang-orang yang tidak mem-percayai hari pembalasan dan tidak mengakui adanya pahala dan siksa yang akan diberikan Allah di hari kiamat sebagai balasan bagi perbuatan mereka ketika hidup di dunia. Ancaman yang ditujukan kepada mereka ialah azab yang pedih sebagai balasan dari perbuatan maksiat yang menodai jiwa mereka. Termasuk di dalamnya orang-orang ahli kitab yang tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 2040, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u0650 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0639\u064e\u062c\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yad'ul insaanu bishsharri du'aaa 'ahoo bilkhayr; wa kaanal insaanu 'ajoola" } }, "translation": { "en": "And man supplicates for evil as he supplicates for good, and man is ever hasty.", "id": "Dan Manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2040", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2040.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2040.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan manusia terkadang berdoa untuk kejahatan, seperti mengharapkan kematiannya, kematian anak dan keluarganya, atau untuk kehancuran harta bendanya dalam keadaan marah atau putus asa sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Allah menyatakan, Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. Sifat itulah yang menyebabkan manusia berdoa untuk kejahatan, tanpa disadari bahwa doanya itu jika dikabulkan akan membawa kerugian bagi dirinya. Oleh karena itu, janganlah tergesagesa di dalam mengambil keputusan.", "long": "Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa di antara manusia ada yang mengutuk dirinya, keturunannya, bahkan hartanya dengan sumpah serapah dan doa yang berisi keinginan-keinginan yang jelek pada saat marah, seperti doa, \"Wahai Tuhan! Turunkanlah laknat kepadaku, binasakanlah aku!\" Mereka mengucapkannya sebagaimana ketika berdoa kepada Allah dengan doa yang baik, agar diberikan kesehatan dan dilimpahkan keselamatan kepadanya, keturunan, dan harta bendanya.\n\nSeandainya Allah swt mengabulkan doa mereka yang jelek itu, niscaya mereka tidak bisa menghindarkan diri dari akibatnya. Akan tetapi, Allah swt tidak berbuat demikian. Hal ini tidak lain hanyalah karena kasih sayang Allah yang Mahabesar. Allah swt berfirman:\n\nDan kalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka. (Yunus/10: 11)\n\nDi akhir ayat, Allah swt menjelaskan bahwa manusia mempunyai sifat tergesa-gesa. Apabila ia menginginkan sesuatu sesuai kehendak hatinya, pikirannya tertutup untuk menilai apa yang diinginkannya itu, apakah bermanfaat bagi dirinya atau merugikan. Hal itu semata-mata didorong oleh sifat tergesa-gesa untuk mencapai tujuannya, tanpa dipikirkan dengan matang terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan bahwa pada umumnya manusia tertarik pada keadaan lahiriah dari sesuatu tanpa meneliti lebih mendalam hakikat dan rahasia dari sesuatu itu.\n\nDalam ayat ini terdapat sindiran terhadap orang-orang musyrik Arab yang mendustakan kebenaran Al-Qur'an, karena mereka tidak mau mempercayai adanya Hari Pembalasan. Mereka lebih menyenangi dunia yang dapat mereka nikmati langsung, daripada memikirkan janji dan ancaman yang akan mereka terima di Hari Pembalasan." } } }, { "number": { "inQuran": 2041, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0622\u064a\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u062d\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0645\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u062f\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnal laila wannahaara Aayatayni famahawnaaa Aayatal laili wa ja'alnaaa Aayatan nahaari mubsiratal litabtaghoo fadlam mir Rabbikum wa lita'lamoo 'adadas sineena walhisaab; wa kulla shai'in fassalnaahu tafseelaa" } }, "translation": { "en": "And We have made the night and day two signs, and We erased the sign of the night and made the sign of the day visible that you may seek bounty from your Lord and may know the number of years and the account [of time]. And everything We have set out in detail.", "id": "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2041", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2041.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2041.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kami jadikan malam dan siang dan silih bergantinya keduanya itu sebagai dua tanda untuk menunjukkan kekuasaan Kami, lalu Kami hapuskan tanda malam, Kami hapus cahayanya sehingga terjadilah kegelapan dan engkau tidak dapat melihat segala sesuatu di sekitarmu, dan Kami jadikan tanda siang itu terang, yakni Kami jadikan siang dapat menerangi, sehingga kamu dapat melihat segala sesuatu di sekitarmu. Demikian itu agar kamu dapat mencari kurnia dari Tuhanmu dengan melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi kehidupanmu. Dan agar dengan kehadiran malam dan siang itu kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan waktu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.\" Sebagai penutup, ayat ini menyatakan, \"Dan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupanmu telah Kami terangkan dengan jelas, tidak ada sesuatu yang terlewati agar menjadi pelajaran bagimu.\"", "long": "Kemudian Allah swt menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada di alam semesta, dengan maksud agar manusia memikirkan dan merenungkan semua ciptaan-Nya di alam ini. Allah swt menjelaskan bahwa Dia menciptakan malam dan siang, masing-masing sebagai tanda kekuasaan-Nya. Siang dan malam merupakan dua peristiwa yang selalu silih berganti yang sangat berguna bagi kemaslahatan hidup manusia dalam menjalankan kewajiban agama dan urusan-urusan duniawi. Pergantian yang teratur seperti itu merupakan tanda kekuasaan Allah yang sangat jelas bagi manusia. Barang siapa yang memperhatikan dan memikirkan pergantian siang dan malam tentu yakin bahwa alam semesta ini ada yang mengaturnya dengan aturan-aturan yang sangat baik dan tepat, dan juga menunjukkan bahwa pengaturnya sangat teliti. Dengan demikian, manusia akan terbimbing untuk mengakui adanya Pencipta jagat raya ini dan seluruh isinya.\n\nDi samping itu, adanya pergantian siang dan malam merupakan anugerah yang dapat dirasakan secara langsung oleh manusia dalam kehidupan mereka sehari-hari. Di waktu malam mereka dapat beristirahat untuk melepaskan lelah. Allah juga menjadikan tanda-tanda malam datang yaitu hilangnya cahaya matahari dari ufuk barat, sehingga lama kelamaan hari menjadi gelap gulita. Hal ini merupakan tanda kekuasaan-Nya. Allah menjadikan siang yang terang benderang sebagai tanda kekuasaan-Nya pula guna memberikan kesempatan kepada manusia untuk mencari kebutuhan hidup diri mereka sendiri dan keluarganya. Di sisi lain, perubahan siang dan malam itu sangat berguna bagi manusia untuk mengetahui bilangan tahun, bulan, dan hari serta perhitungannya, terkecuali di daerah kutub utara dan selatan.\n\nDalam Al-Qur'an, Allah tidak saja memberitahu manusia mengenai ciptaan-Nya, namun juga memberikan indikasi-indikasi untuk memanfaat-kannya untuk kesejahteraan manusia. Dalam kaitan dengan matahari dan bulan, Allah memberikan petunjuk yang sangat jelas bahwa siang dan malam, atau dengan kata lain peredaran matahari dan bulan, akan sangat berguna untuk dijadikan patokan dalam membuat penanggalan atau kalender. Ayat yang secara jelas menyatakan mengenai penganggalan adalah ayat 36 Surah at-Taubah/9, yang penggalannya berikut: \n\n\"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya terdapat empat bulan haram. Itulah agama yang lurus......\" \n\nSatu ayat lain yang serupa adalah ayat 5 dari Surah Yunus/10: \n\n\"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan waktu ............\" \n\nSiang dan malam terjadi karena perputaran bumi pada porosnya yang bergerak dari barat ke timur, yang memberikan kesan kepada manusia seolah-olah matahari bergerak dari timur ke barat. Apabila matahari muncul di ufuk timur disebut hari telah siang dan apabila matahari terbenam di ufuk barat disebut hari telah malam.\n\nDari saat matahari terbenam pada suatu saat, hingga matahari terbenam pada hari berikutnya disebut satu hari satu malam menurut kebiasaan dan anggapan dalam perhitungan tahun qamariah. Tetapi dalam perhitungan tahun syamsiah, yang disebut sehari semalam ialah waktu dari pertengahan malam hingga pertengahan malam berikutnya. \n\nDengan ditegaskannya tentang pergantian siang dan malam sebagai dasar untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungannya dalam mengharap keutamaan Allah, jelaslah bahwa ayat ini menyiratkan keluwesan penang-galan dalam Islam. Sistem penanggalan yang didasari pada penggantian siang dan malam disusun berdasarkan hanya pergerakan (semu) dari matahari terhadap bumi. Sistem ini sama sekali tidak melibatkan pergerakan bulan terhadap bumi. Ini adalah sistem penanggalan matahari (tahun syamsiah/ solar year) yang menyatakan bahwa satu tahun sama dengan 365 ditambah seperempat kali malam berganti siang dan sebaliknya. Oleh karena itu, menurut sistem ini satu tahun lamanya 365 hari untuk tahun-tahun basithah dan 366 hari untuk tahun-tahun kabisah. Secara umum, satu tahun syamsiah adalah lamanya waktu dari tanggal 1 Januari hingga tanggal 31 Desember. Penghitungannya didasarkan pada waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari. Sistem penanggalan ini identik dengan tahun Masehi yang sekarang digunakan secara meluas dalam pergaulan internasional.\n\nSatu tahun dalam perhitungan tahun qamariah ialah lama waktu dari tanggal 1 Muharram hingga tanggal 30 Zulhijjah, yang lamanya 354 hari untuk tahun-tahun basithah atau 355 hari untuk tahun-tahun kabisah. Perhitungan serupa ini dinamakan hisab urfi. Perhitungan tahun qamariah didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Dari bulan sabit ke bulan sabit berikutnya disebut 1 bulan, dan apabila telah 12 kali terjadi bulan sabit dianggap telah genap satu tahun qamariah. \n\nAyat ini menegaskan bahwa sistem penanggalan Masehi atau tahun syamsiah boleh digunakan umat Islam dalam pergaulan internasional, terutama dalam melakukan transaksi dan bisnis (muamalah) seperti biasa dengan umat manapun secara nasional. Sistem penanggalan Hijriah yang bersifat tahun bulan (lunar year) secara terbatas dapat digunakan untuk menentukan saat-saat beribadah, yaitu penentuan waktu 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijah. Tidak perlu dipaksakan penggunaan tahun Hijriah ini untuk kehidupan muamalah dalam pergaulan dan transaksi sehari-hari secara nasional dan internasional.\n\nPada kenyataannya penanggalan atau tahun Masehi juga dipakai untuk menentukan waktu ibadah lain, yaitu waktu salat, karena waktu salat ini sepenuhnya ditentukan oleh pergerakan (semu) matahari dan sama sekali tidak berurusan dengan pergerakan bulan terhadap bumi.\n\nJadi walaupun ada ayat Al-Qur'an yang menyiratkan penggunaan tahun Hijriah (yang notabene tahun qamariah) tetapi ayat ini memfirmankan perintah Allah untuk menggunakan tahun matahari yang manapun untuk muamalah dan secara umum untuk pergaulan dengan umat lain." } } }, { "number": { "inQuran": 2042, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064d \u0623\u064e\u0644\u0652\u0632\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0639\u064f\u0646\u064f\u0642\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0634\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kulla insaanin alzamnaahu taaa'irahoo fe 'unuqihee wa nukhriji lahoo Yawmal Qiyaamati kitaabany yalqaahu manshooraa" } }, "translation": { "en": "And [for] every person We have imposed his fate upon his neck, and We will produce for him on the Day of Resurrection a record which he will encounter spread open.", "id": "Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2042", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2042.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2042.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu ditutup dengan pernyataan bahwa segala sesuatu telah kami rinci dan jelaskan. Salah satu yang dirinci dan dijelaskannya berupa amal-amal perbuatannya. Ayat ini menyatakan, \"Dan setiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya sebagaimana tetapnya kalung pada lehernya, tidak dapat terpisah satu dengan lainnya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang mencatat semua amalnya di dunia yang dijumpainya kitab itu terbuka, tidak ada sesuatu yang ditutupi atau tersembunyi.\"", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa masing-masing manusia dicatat amal perbuatannya dalam suatu buku catatan dan tetap tercatat di dalamnya seperti kalung yang tetap berada di leher mereka. Amal perbuatan tersebut mencakup amal baik dan amal buruk, besar maupun kecil, yang diperbuat manusia atas dasar pilihannya sendiri.\n\nPerumpamaan tetapnya catatan-catatan mereka dalam kitab itu dengan tetapnya kalung pada leher manusia, sebagai kiasan bahwa catatan itu akan tetap terpelihara, tidak akan hilang atau terhapus, dan selalu dinisbahkan pada seseorang.\n\nSelanjutnya Allah swt menegaskan bahwa kitab yang mengandung catatan amal perbuatan manusia itu akan dikeluarkan dari simpanannya pada hari kiamat, dan akan diperlihatkan kepada mereka, sehingga mereka dapat mengetahui isinya secara terbuka.\n\nDalam ayat yang lain dijelaskan bahwa tugas pencatatan amal perbuatan manusia itu diurus oleh malaikat. Allah swt berfirman:\n\nDan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Infithar/82: 10-12)\n\nHadis Nabi Muhammad berikut menerangkan lebih jelas hal yang sama: \n\nDiriwayatkan dari Al-hasan bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Allah berfirman kepada Bani Adam, \"Hai Bani Adam! Kami telah membuka lembaran-lembaran Kitab, dan telah ditunjuk dua malaikat yang mulia sebagai wakil: satu di sebelah kanan, dan satu lagi di sebelah kiri. Adapun yang di sebelah kanan, pekerjaannya mencatat amal baikmu, sedang yang di sebelah kiri mencatat amal perbuatan burukmu. Maka berbuatlah menurut kesukaanmu amal perbuatan yang banyak atau yang sedikit sehingga ajal datang merenggutmu. Dan apabila engkau telah mati, Aku lipat lembaran-lembaran kitab itu dan Aku kalungkan ke lehermu dan tetap bersamamu dalam kubur hingga hari kiamat. Pada hari itu, kitab itu akan dikeluarkan dan engkau menemuinya dalam keadaan terbuka. Bacalah kitab catatan itu niscaya pada hari itu engkau akan mengetahui bahwa kitab itu cukup sebagai penghisab amal perbuatanmu. (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari)" } } }, { "number": { "inQuran": 2043, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0642\u0652\u0631\u064e\u0623\u0652 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u062d\u064e\u0633\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Iqra kitaabak kafaa binafsikal Yawma 'alaika haseebaa" } }, "translation": { "en": "[It will be said], \"Read your record. Sufficient is yourself against you this Day as accountant.\"", "id": "“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2043", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2043.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2043.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada saat itu akan dinyatakan kepadanya, \"Bacalah kitabmu yang terbuka di hadapanmu dan cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu yang menghitung dan menilai perbuatanmu di dunia. Kamu tidak dapat mengingkari perbuatanmu karena semuanya telah ditampakkan dengan nyata di dalam kitabmu.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat, manusia tidak dapat memungkiri catatan-catatan itu, karena pencatatnya adalah para malaikat yang memang ditunjuk oleh Allah, yang pekerjaannya khusus mencatat amal perbuatan manusia. Itulah sebabnya maka Allah swt menegaskan di akhir ayat bahwa cukuplah pada hari itu diri mereka sendiri sebagai penghisab amal perbuatan mereka. Maksudnya semua catatan yang termuat dalam kitab itu cukup akurat sebagai bukti karena apa yang tercatat dalam kitab itu merupakan rekaman dari amal perbuatan mereka. Seolah-olah mereka sendirilah yang membuat catatan-catatan itu. Firman Allah:\n\nDan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)\n\nDengan demikian, tidak perlu adanya bukti-bukti lain sebagai penguat karena semua catatan yang tergores dalam kitab itu menjadi bukti yang sangat meyakinkan, sehingga tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 2044, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Manihtadaa fa innamaa yahtadee linafsihee wa man dalla fa innamaa yadillu 'alaihaa; wa laa taziru waaziratunw wizra ukhraa; wa maa kunnaa mu'azzibeena hatta nab'asa Rasoola" } }, "translation": { "en": "Whoever is guided is only guided for [the benefit of] his soul. And whoever errs only errs against it. And no bearer of burdens will bear the burden of another. And never would We punish until We sent a messenger.", "id": "Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2044", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2044.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2044.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barang siapa mendapat hidayah sehingga ia berbuat sesuai dengan petunjuk Allah, maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk keselamatan dan kebahagiaan dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat tidak mendapat petunjuk Allah maka sesungguhnya ia tersesat dari jalan yang benar dan yang demikian itu mendatangkan kerugian bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, yakni setiap orang memikul dosanya sendiri yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Perbuatan yang baik mendapat ganjaran dan perbuatan yang buruk mendapat siksaan yang pedih. Dan Kami tidak akan berbuat aniaya dengan menyiksa manusia sebelum Kami mengutus seorang rasul yang menunjukkan kepada mereka jalan yang benar dan mencegah dari kesesatan.", "long": "Dalam sebuah riwayat yang berasal dari Ibnu 'Abbas dinyatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Walid bin Mugirah ketika ia berkata kepada penduduk Mekah, \"Ingkarilah Muhammad dan sayalah yang menanggung dosamu.\"\n\nDalam ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah Allah dan tuntunan Rasulullah, yaitu melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, berarti dia telah berbuat untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Ia akan memperoleh catatan tentang amal perbuatan baiknya di dalam kitabnya. Ia akan merasa bahagia karena akan mendapatkan keridaan Allah, dan menerima imbalan yang berlimpah, yaitu surga dengan berbagai kenikmatan yang serba menyenang-kan. Akan tetapi, barang siapa yang sesat, yaitu orang yang menyimpang dari bimbingan Al-Qur'an, akan mengalami kerugian. Ia akan mendapatkan catatan tentang amal perbuatan buruknya di dalam kitab itu. Ia akan merasakan penyesalan yang tidak ada gunanya dan akan dimasukkan ke dalam neraka, sebagai balasan yang pantas baginya.\n\nSelanjutnya, Allah swt menegaskan bahwa pada hari itu orang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain. Tiap-tiap orang bertanggung jawab terhadap perbuatan buruknya sendiri, sehingga tidak mungkin sese-orang dibebani dosa selain dosanya sendiri. Mereka akan menerima balasan amal sesuai dengan berat ringan kejahatan yang mereka lakukan.\n\nApabila ada orang yang disiksa karena menyesatkan orang lain, sehingga dijatuhi hukuman sesuai dengan dosa orang yang disesatkan, bukan berarti orang yang menyesatkan itu menanggung dosa orang yang disesatkan. Akan tetapi, orang yang menyesatkan itu dianggap berdosa karena menyesatkan orang lain. Oleh sebab itu, ia dihukum sesuai dengan dosanya sendiri, dan ditambah dengan dosa menyesatkan orang.\n\nAllah swt berfirman:\n\n(Ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). (an-Nahl/16: 25)\n\nDan firman Allah:\n\nDan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka. (al-'Ankabut/29: 13)\n\nDi akhir ayat ini, disebutkan bahwa Allah tidak akan mengazab seseorang atau suatu kaum sebelum mengutus seorang rasul. Maksudnya Allah tidak akan membebankan hukuman kepada orang-orang yang melakukan suatu perbuatan kecuali setelah mengutus seorang rasul untuk membacakan dan menerangkan ketentuan hukumannya. Dengan demikian, ayat ini dipandang sebagai asas legalitas dalam pidana Islam. Artinya, semua perbuatan yang diancam dengan hukuman haruslah terlebih dahulu diundangkan melalui sarana perundang-perundangan yang dapat menjamin bahwa peraturan ini dapat diketahui oleh seluruh rakyat. Hal itu juga berarti bahwa sosialisasi perundang-undangan merupakan hal yang penting.\n\nAyat ini juga mengandung maksud bahwa Allah tidak akan membinasa-kan umat karena dosanya, sebelum mengutus seorang utusan yang memberi peringatan dan menyampaikan syariat Allah kepada mereka, dan memberi ancaman jika mereka membangkang dan tetap dalam pembangkangannya.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSetiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, \"Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?\" Mereka menjawab, \"Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, \"Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya dalam kesesatan yang besar.\" (al-Mulk/67: 8-9)\n\nDan firman-Nya:\n\nBukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun. (Fathir/35: 37)" } } }, { "number": { "inQuran": 2045, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0641\u064e\u0633\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u062f\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0645\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaaa aradnaaa an nuhlika qaryatan amarnaa mutrafeehaa fafasaqoo feehaa fahaqqa 'alaihal qawlu fadammarnaahaa tadmeeraa" } }, "translation": { "en": "And when We intend to destroy a city, We command its affluent but they defiantly disobey therein; so the word comes into effect upon it, and We destroy it with [complete] destruction.", "id": "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2045", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2045.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2045.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, yang durhaka sesuai ketetapan kami, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu agar menaati Allah, tetapi mereka tidak mau menaati-Nya, bahkan mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu dengan melakukan penganiayaan dan pengrusakan, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan, yakni ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, sehingga mereka tidak dapat bangkit lagi.", "long": "Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa apabila Dia berkehendak untuk membinasakan suatu negeri, maka Allah swt memerintahkan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di negeri itu supaya menaati Allah. Maksudnya apabila suatu kaum telah melakukan kemaksiatan dan kejahatan secara merata, dan pantas dijatuhi siksaan, maka Allah swt karena keadilan-Nya, tidaklah segera menjatuhkan siksaan sebelum memberikan peringatan kepada para pemimpin mereka untuk menghentikan kemaksiatan dan kejahatan kaumnya dan segera kembali taat kepada ajaran Allah.\n\nAkan tetapi, dari sejarah kita mengetahui bahwa orang-orang yang jauh dari hidayah Allah tidak mau mendengarkan peringatan itu, bahkan mereka menjadi pembangkang dan penentangnya. Allah lalu memusnahkan mereka dari muka bumi dengan berbagai azab, baik berupa bencana alam, maupun bencana-bencana lainnya. Itulah ketentuan Allah yang tak dapat dielakkan. Allah menghancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, sehingga tidak ada sedikit pun yang tersisa, baik rumah-rumah maupun harta kekayaan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2046, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 15, "page": 283, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kam ahlaknaa minal qurooni mim ba'di Nooh; wa kafaa bi Rabbika bizunoobi 'ibaadihee Khabeeram Baseeraa" } }, "translation": { "en": "And how many have We destroyed from the generations after Noah. And sufficient is your Lord, concerning the sins of His servants, as Acquainted and Seeing.", "id": "Dan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui, Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2046", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2046.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2046.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesuai dengan ketetapan itu dinyatakan, \"Berapa banyaknya kaum setelah kebinasaan kaum Nuh, telah Kami binasakan disebabkan oleh kedurhakaan mereka. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui, Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya. Tidak ada yang tersembunyi dan terluput dari pembalasan-Nya.", "long": "Allah lalu mengisahkan kaum-kaum yang mengalami nasib yang sama setelah Nuh. Mereka dibinasakan karena pembangkangan mereka terhadap utusan-utusan Allah yang ditugasi untuk menghentikan mereka dan mengajak untuk kembali menaati Allah. Ayat ini sebagai penegasan terhadap ayat yang lalu, bahwa tiap kaum yang tetap membangkang setelah datangnya rasul yang memberi peringatan kepada mereka, pasti akan mengalami nasib buruk yang sama dengan umat-umat terdahulu.\n\nDi akhir ayat ini, Allah swt menyebutkan bahwa balasan yang serupa itu adalah balasan yang bijaksana dan adil, karena Allah telah memberi peringatan dan mengetahui tindak-tanduk mereka. Allah Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2047, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0644\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u062c\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0630\u0652\u0645\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062f\u0652\u062d\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Man kaana yureedul 'aajilata 'ajjalnaa lahoo feehaa maa nashaaa'u liman nureedu summa ja'alnaa lahoo Jahannama yaslaahaa mazmoomammad hooraa" } }, "translation": { "en": "Whoever should desire the immediate - We hasten for him from it what We will to whom We intend. Then We have made for him Hell, which he will [enter to] burn, censured and banished.", "id": "Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2047", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2047.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2047.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memberikan pembalasan berupa ganjaran atau siksaan kepada manusia sesuai amal perbuatannya. Ayat ini menyatakan, \"Barang siapa yang hanya menghendaki kehidupan sekarang, yaitu kehidupan duniawi dan ia tidak beriman kepada kehidupan akhirat, maka Kami segerakan baginya di dunia ini apa yang Kami kehendaki dari apa yang diharapkannya, seperti kedudukan sosial yang tinggi atau harta yang banyak, bagi orang yang Kami kehendaki, yaitu mereka yang berusaha meraihnya dengan memenuhi syarat dan ketentuan, bukan untuk semua orang yang menghendakinya. Kemudian Kami sediakan baginya di akhirat neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir dari rahmat Allah.", "long": "Allah swt mengelompokkan manusia ke dalam dua golongan: golongan yang mencintai kehidupan dunia, dan golongan yang mencintai kehidupan akhirat.\n\nDalam ayat ini, Allah swt menyebutkan golongan yang pertama, sedangkan golongan yang kedua disebutkan dalam ayat berikutnya. Ketika menyebutkan golongan yang pertama, Allah swt menyatakan bahwa barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dengan kenikmatannya yang dapat mereka rasakan, maka Allah swt menyegerakan keinginan mereka itu di dunia sesuai dengan kehendaknya. Tetapi di akhirat, mereka tidak mendapat apapun kecuali azab neraka.\n\nPernyataan ini ditujukan kepada orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, sehingga mereka yakin bahwa tidak ada lagi kehidupan sesudah kehidupan di dunia ini. Itulah sebabnya mengapa mereka terlalu rakus terhadap kekayaan dunia dan kemewahannya, padahal kehidupan dunia serta kenikmatannya bersifat sementara. Oleh karena itu, kehidupan di dunia dan kemewahannya itu digambarkan Allah sebagai suatu yang segera dapat diperoleh dan dirasakan, tetapi segera pula musnah dan berakhir. Firman Allah:\n\nDan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan. (ali 'Imran/3: 178)\n\nKemudian Allah swt mengancam mereka dengan ancaman neraka Jahanam sebagai balasan yang pantas bagi mereka. Di dunia, mereka akan mengalami kesedihan yang mendalam karena berpisah dengan kemewahan dunia yang sangat mereka cintai ketika ajal datang merenggut. Sedangkan di akhirat, mereka akan mengalami penderitaan yang seberat-beratnya dan menyesali perbuatan tercela yang mereka lakukan di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2048, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa man araadal Aakhirata wa sa'aa lahaa sa'yahaa wa huwa mu'minun fa ulaaa'ika kaana sa'yuhum mashkooraa" } }, "translation": { "en": "But whoever desires the Hereafter and exerts the effort due to it while he is a believer - it is those whose effort is ever appreciated [by Allah].", "id": "Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2048", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2048.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2048.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa yang menghendaki dengan amal perbuatannya pembalasan kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu, yakni untuk memperoleh kehidupan akhirat dengan sungguh-sungguh dengan melakukan amal salih, sedangkan dia beriman kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik di sisi Allah dan mendapat ganjaran sesuai dengan amalnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menyebutkan golongan yang kedua. Allah swt menyatakan bahwa barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh serta tetap beriman, maka dialah orang yang usahanya mendapat balasan yang baik. Yang dimaksud dengan orang-orang yang menghendaki kehidupan akhirat ialah orang-orang yang mencita-citakan kebahagiaan hidup di akhirat, dan berusaha untuk mendapatkannya dengan mematuhi bimbingan Allah serta menjauhi tuntutan hawa nafsunya. Orang yang demikian ini selama hidupnya di dunia menganggap bahwa kenikmatan hidup di dunia serta kemewahannya adalah nikmat Allah yang harus disyukuri dan digunakan sebagai sarana untuk beribadah kepada-Nya.\n\nItulah sebabnya di akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa orang yang demikian itulah yang akan mendapat balasan dari Allah dengan pahala yang berlimpah-limpah, sebagai imbalan dari amalnya yang saleh dan ketabahannya melawan kehendak hawa nafsu. Ia akan dimasukkan ke dalam surga Firdaus dan kekal selama-lamanya di sana.\n\nDalam ayat ini disebut tiga syarat yang harus dipenuhi agar seseorang itu mencapai kebahagiaan yang abadi yakni: \n\n1. Adanya kehendak untuk melakukan suatu perbuatan dengan meng-utamakan kebahagiaan akhirat di atas kepentingan duniawi.\n\n2. Melakukan amal saleh sebagai perwujudan niatnya mendapatkan kebahagiaan akhirat dengan jalan menaati perintah Allah dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya.\n\n3. Menjadi orang mukmin, karena iman merupakan dasar untuk diterima atau tidaknya amal perbuatan. Seseorang yang hatinya kosong dari iman, tidak akan mungkin menerima kebahagiaan yang abadi itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2049, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0645\u0650\u062f\u0651\u064f \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0637\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0637\u064e\u0627\u0621\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u062d\u0652\u0638\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kullan numiddu haaa 'ulaaa'i wa haaa'ulaaa'i min 'ataaa'i rabbik; wa maa kaana 'ataaa'u rabbika mahzooraa" } }, "translation": { "en": "To each [category] We extend - to these and to those - from the gift of your Lord. And never has the gift of your Lord been restricted.", "id": "Kepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat), Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2049", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2049.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2049.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini yang mengharapkan pembalasan dunia maupun golongan itu yang mengharapkan pembalasan akhirat, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu, yakni Kami berikan bagi keduanya itu pembalasan sesuai dengan amal perbuatannya. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi oleh siapa pun. Pembalasan di dunia Kami berikan kepada siapa saja yang berusaha meraihnya, baik kafir maupun mukmin, sedangkan pembalasan berupa pahala di akhirat, khusus Kami anugerahkan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan sungguh-sungguh sesuai dengan ketentuan Tuhanmu.", "long": "Kemudian Allah swt menegaskan bahwa kedua golongan itu akan dilimpahi kemurahan-Nya. Maksudnya, baik golongan yang mencintai kehi-dupan duniawi, ataupun golongan yang lebih menyukai kebahagiaan akhirat, akan diberi rezeki dan dibiarkan mengembangkan keturunan. Kemurahan Allah Yang Mahaluas tidak terhalang karena keingkaran seseorang kepada-Nya. Oleh sebab itu, kedua golongan itu sama-sama dapat mencicipi kelezat-an hidup di dunia, sesuai dengan usaha mereka masing-masing. Akan tetapi, kedua golongan itu tidak akan merasakan kasih sayang Allah yang sama. Mereka yang mengutamakan kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akhirat, akan masuk neraka Jahanam sebagai tempat yang pantas untuk mereka. Sedangkan mereka yang lebih mengutamakan kehidupan akhirat dan tidak melupakan kehidupan dunia, akan masuk surga sebagai tempat yang penuh kebahagiaan dan kenikmatan yang tiada putusnya. Firman Allah:\n\nDan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. (al-Qashash/28: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 2050, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u062a\u064e\u0641\u0652\u0636\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Unzur kaifa faddalnaa ba'dahum 'alaa ba'd; wa lal Aakhiratu akbaru darajaatinw wa akbaru tafdeelaa" } }, "translation": { "en": "Look how We have favored [in provision] some of them over others. But the Hereafter is greater in degrees [of difference] and greater in distinction.", "id": "Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2050", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2050.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2050.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menyatakan kepada kedua golongan itu, \"Perhatikanlah dan ambillah pelajaran bagimu bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain, dari kesenangan duniawi maupun kesenangan ukhrawi yang diperoleh sebagai ganjaran dari amal perbuatannya. Dan pasti pembalasan berupa kesenangan dalam kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaanya dibandingkan dengan pembalasan di dunia.\"", "long": "Selanjutnya, Allah swt memerintahkan kepada seluruh manusia agar memperhatikan kemurahan yang diberikan-Nya kepada kedua golongan tersebut. Allah swt melebihkan sebagian golongan atas sebagian yang lain. Dari masing-masing golongan, manusia akan mendapat pelajaran, karena meskipun masing-masing berusaha untuk mencari rezeki dan kenikmatan dunia, namun hasilnya berbeda-beda. Nikmat Allah yang diberikan kepada mereka yang mengutamakan kehidupan dunia menyebabkan mereka bertambah ingkar kepada Zat yang memberikan nikmat itu. Sebaliknya, nikmat yang diberikan kepada mereka yang mengutamakan kehidupan akhirat membuat mereka semakin mensyukuri Zat yang memberikan nikmat itu.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. (al-An'am/6: 165)\n\nDan firman-Nya:\n\nKamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. (az-Zukhruf/43: 32)\n\nDari uraian di atas, dapat diketahui bahwa setiap orang harus mengutama-kan kehidupan akhirat karena lebih tinggi derajatnya dan lebih utama dari kehidupan dunia. Mengenai kehidupan di akhirat ini digambarkan dalam hadis:\n\nBersabda Nabi saw, \"Sesungguhnya orang yang memiliki derajat yang tinggi akan melihat tempat yang mulia di akhirat, seperti engkau melihat bintang di ketinggian langit.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri)" } } }, { "number": { "inQuran": 2051, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 241, "hizbQuarter": 113, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064e \u0645\u064e\u0630\u0652\u0645\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062e\u0652\u0630\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa taj'al ma'al laahi ilaahan aakhara fataq'uda mazoomam makhzoolaa" } }, "translation": { "en": "Do not make [as equal] with Allah another deity and [thereby] become censured and forsaken.", "id": "Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2051", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2051.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2051.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh karena itu, janganlah engkau adakan tuhan yang lain di samping Allah, yakni jangan mempersekutukan-Nya, nanti engkau menjadi tercela dan terhina karena perbuatanmu itu, sehingga engkau menyesal karena tidak ada siapa pun yang dapat menolongmu.", "long": "Allah swt melarang manusia menuhankan sesuatu selain Allah, seperti menyembah patung dan arwah nenek moyang walaupun dengan maksud mendekatkan diri kepada-Nya. Termasuk yang dilarang ialah mengakui adanya kekuatan lain selain Allah yang dapat mempengaruhi dirinya, atau melakukan perbuatan nyata, seperti memuja benda-benda, ataupun kekuatan gaib lain yang dianggap sebagai tuhan. Larangan ini ditujukan kepada seluruh manusia agar tidak sesat dan menyesal karena melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan terhadap Penciptanya. Mereka seharusnya mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, bukan menyekutukan-Nya karena tidak ada penolong manusia selain Allah.\n\nAllah swt berfirman:\n\nJika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? (ali 'Imran/3: 160)" } } }, { "number": { "inQuran": 2052, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 242, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u0650\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0641\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qadaa Rabbuka allaa ta'budooo illaaa iyyaahu wa bilwaalidaini ihsaanaa; immaa yablughanna 'indakal kibara ahaduhumaaa aw kilaahumaa falaa taqul lahumaaa uffinw wa laa tanharhumaa wa qullahumaa qawlan kareemaa" } }, "translation": { "en": "And your Lord has decreed that you not worship except Him, and to parents, good treatment. Whether one or both of them reach old age [while] with you, say not to them [so much as], \"uff,\" and do not repel them but speak to them a noble word.", "id": "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2052", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2052.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2052.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan penggolongan manusia menjadi dua golongan; ada yang menghendaki kehidupan dunia saja dan ada yang menghendaki kehidupan akhirat di samping kehidupan dunia, kelompok ayat ini selanjutnya menjelaskan tatakrama pergaulan antar manusia dalam kehidupannya. Ayat ini menyatakan, \"Dan Tuhanmu telah menetapkan dan memerintahkan agar kamu wahai sekalian manusia jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaikbaiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dan mereka berada dalam pemeliharaanmu, maka sekalikali janganlah kamu menyakiti keduanya, misalnya dengan mengatakan kepada keduanya perkataan \"ah\", yakni perkataan yang mengandung makna kemarahan atau kejemuan, dan janganlah engkau membentak keduanya jika mereka merepotkan kamu atau berbuat sesuatu yang kamu tidak menyukainya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, yakni perkataan yang baik, yang mengandung penghormatan dan kasih sayang.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada seluruh manusia, agar mereka memperhatikan beberapa faktor yang terkait dengan keimanan. Faktor-faktor itu ialah:\n\nPertama, agar manusia tidak menyembah tuhan selain Allah. Termasuk pada pengertian menyembah tuhan selain Allah ialah mempercayai adanya kekuatan lain yang dapat mempengaruhi jiwa dan raga selain yang datang dari Allah. \n\nSemua benda yang ada, yang kelihatan ataupun yang tidak, adalah makhluk Allah. Oleh sebab itu, yang berhak mendapat penghormatan tertinggi hanyalah Zat yang menciptakan alam dan semua isinya. Dialah yang memberikan kehidupan dan kenikmatan kepada seluruh makhluk-Nya. Maka apabila ada manusia yang memuja benda ataupun kekuatan gaib selain Allah, berarti ia telah sesat, karena semua benda-benda itu adalah makhluk-Nya, yang tak berkuasa memberikan manfaat dan tak berdaya untuk menolak kemudaratan, sehingga tak berhak disembah.\n\nKedua, agar manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapak mereka. Penyebutan perintah ini sesudah perintah beribadah hanya kepada Allah mempunyai maksud agar manusia memahami betapa pentingnya berbuat baik terhadap ibu bapak. Juga bermaksud agar mereka mensyukuri kebaikan kedua ibu bapak, betapa beratnya penderitaan yang telah mereka rasakan, baik pada saat melahirkan maupun ketika kesulitan dalam mencari nafkah, mengasuh, dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang. Maka pantaslah apabila berbuat baik kepada kedua ibu bapak dijadikan sebagai kewajiban yang paling penting di antara kewajiban-kewajiban yang lain, dan diletakkan Allah dalam urutan kedua sesudah kewajiban manusia beribadah hanya kepada-Nya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua. (an-Nisa'/4: 36)\n\nSebaliknya, anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya dinyatakan sebagai orang yang berbuat maksiat, yang dosanya diletakkan pada urutan kedua, sesudah dosa orang yang mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain.\n\nAllah swt berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, dan berbuat baik kepada ibu bapak. (al-An'am/6: 151)\n\nAllah swt memerintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tua karena beberapa alasan berikut:\n\n1. Kasih sayang dan usaha kedua ibu bapak telah dicurahkan kepada anak-anaknya agar mereka menjadi anak-anak yang saleh, dan terhindar dari jalan yang sesat. Maka sepantasnyalah apabila kasih sayang yang tiada taranya itu, dan usaha yang tak mengenal susah payah itu mendapat balasan dari anak-anak mereka dengan memperlakukan mereka dengan baik dan mensyukuri jasa baik mereka.\n\n2. Anak-anak adalah belahan jiwa dari kedua ibu bapak.\n\n3. Sejak masih bayi hingga dewasa, pertumbuhan dan pendidikan anak-anak menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Maka seharusnyalah anak-anak menghormati dan berbuat baik kepada orang tuanya.\n\nSecara singkat dapat dikatakan bahwa nikmat yang paling banyak diterima oleh manusia ialah nikmat Allah, sesudah itu nikmat yang diterima dari kedua ibu bapak. Mereka juga penyebab kedua adanya anak, sedangkan Allah adalah penyebab pertama (hakiki). Itulah sebabnya maka Allah swt meletakkan kewajiban berbuat baik kepada ibu bapak pada urutan kedua sesudah kewajiban manusia beribadah hanya kepada Allah.\n\nSesudah itu Allah swt menetapkan bahwa apabila salah seorang di antara kedua ibu bapak atau kedua-duanya telah berumur lanjut, sehingga mengalami kelemahan jasmani, dan tak mungkin lagi berusaha mencari nafkah, mereka harus hidup bersama dengan anak-anaknya, agar mendapatkan nafkah dan perlindungan. Menjadi kewajiban bagi anak-anaknya untuk memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang dan kesabaran, serta menghormati mereka sebagai rasa syukur terhadap nikmat yang pernah diterima dari keduanya.\n\nDalam ayat ini terdapat beberapa ketentuan dan sopan santun yang harus diperhatikan anak terhadap kedua ibu bapaknya, antara lain:\n\n1. Seorang anak tidak boleh mengucapkan kata kotor dan kasar meskipun hanya berupa kata \"ah\" kepada kedua ibu bapaknya, karena sikap atau perbuatan mereka yang kurang disenangi. Keadaan seperti itu seharusnya disikapi dengan sabar, sebagaimana perlakuan kedua ibu bapaknya ketika merawat dan mendidiknya di waktu masih kecil.\n\n2. Seorang anak tidak boleh menghardik atau membentak kedua ibu bapaknya, sebab bentakan itu akan melukai perasaan keduanya. Menghardik kedua ibu bapak ialah mengeluarkan kata-kata kasar pada saat si anak menolak atau menyalahkan pendapat mereka, sebab tidak sesuai dengan pendapatnya. Larangan menghardik dalam ayat ini adalah sebagai penguat dari larangan mengatakan \"ah\" yang biasanya diucapkan oleh seorang anak terhadap kedua ibu bapaknya pada saat ia tidak menyetujui pendapat mereka.\n\n3. Hendaklah anak mengucapkan kata-kata yang mulia kepada kedua ibu bapak. Kata-kata yang mulia ialah kata-kata yang baik dan diucapkan dengan penuh hormat, yang menggambarkan adab sopan santun dan penghargaan penuh terhadap orang lain. Oleh karena itu, jika seorang anak berbeda pendapat dengan kedua ibu bapaknya, hendaklah ia tetap menunjukkan sikap yang sopan dan penuh rasa hormat.\n\n(24) Kemudian Allah swt memerintahkan kepada kaum Muslimin agar bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang kepada kedua orang tua. Yang dimaksud dengan sikap rendah hati dalam ayat ini ialah menaati apa yang mereka perintahkan selama perintah itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan agama. Taat anak kepada kedua orang tua merupakan tanda kasih sayang dan hormatnya kepada mereka, terutama pada saat keduanya sangat memerlukan pertolongan anaknya.\n\nDitegaskan bahwa sikap rendah hati itu haruslah dilakukan dengan penuh kasih sayang, tidak dibuat-buat untuk sekadar menutupi celaan atau menghindari rasa malu pada orang lain. Sikap rendah hati itu hendaknya betul-betul dilakukan karena kesadaran yang timbul dari hati nurani.\n\nDi akhir ayat, Allah swt memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk mendoakan kedua ibu bapak mereka, agar diberi limpahan kasih sayang Allah sebagai imbalan dari kasih sayang keduanya dalam mendidik mereka ketika masih kanak-kanak.\n\nAda beberapa hadis Nabi saw yang memerintahkan agar kaum Muslimin berbakti kepada kedua ibu bapaknya:\n\nDiriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa sesungguhnya telah datang seorang laki-laki kepada Nabi saw meminta izin kepadanya, agar diperbolehkan ikut berperang bersamanya, lalu Nabi bersabda, \"Apakah kedua orang tuamu masih hidup?\" Orang laki-laki itu menjawab, \"Ya.\" Nabi bersabda, \"Maka berjihadlah kamu dengan berbakti kepada kedua orang tuamu.\" (Riwayat Muslim dan al-Bukhari dalam bab al-adab)\n\nSeorang anak belumlah dianggap membalas jasa kedua ibu bapaknya, kecuali apabila ia menemukan mereka dalam keadaan menjadi budak, kemudian ia menebus mereka dan memerdekakannya. (Riwayat Muslim dan lainnya dari Abu Hurairah)\n\nSaya bertanya kepada Rasulullah saw, \"Amal yang manakah yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya?\" Rasulullah menjawab, \"Melakukan salat pada waktunya.\" Saya bertanya, \"Kemudian amal yang mana lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Berbuat baik kepada kedua ibu bapak.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)\n\nDi dalam ayat yang ditafsirkan di atas tidak diterangkan siapakah yang harus didahulukan mendapat bakti antara kedua ibu bapak. Akan tetapi, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa berbakti kepada ibu didahulukan daripada kepada bapak, seperti diriwayatkan dalam shahih al-Bukhari dan Muslim:\n\nDiriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw ditanya, \"Siapakah yang paling berhak mendapat perlakuan yang paling baik dariku?\" Rasulullah menjawab, \"Ibumu.\" Orang itu bertanya, \"Siapa lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Ibumu.\" Orang itu bertanya, \"Siapa lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Ibumu.\" Orang itu bertanya, \"Siapa lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Bapakmu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nBerbakti kepada kedua orang tua, tidak cukup dilakukan pada saat mereka masih hidup, akan tetapi terus berlanjut meskipun keduanya sudah meninggal dunia. Adapun tata caranya disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah:\n\nBahwa Rasulullah saw ditanya, \"Masih adakah kebaktian kepada kedua orang tuaku, setelah mereka meninggal dunia?\" Rasulullah saw menjawab, \"Ya, masih ada empat perkara, mendoakan ibu bapak itu kepada Allah, memintakan ampun bagi mereka, menunaikan janji mereka, dan meng-hormati teman-teman mereka serta menghubungkan tali persaudaraan dengan orang-orang yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan kamu kecuali dari pihak mereka. Maka inilah kebaktian yang masih tinggal yang harus kamu tunaikan, sebagai kebaktian kepada mereka setelah mereka meninggal dunia.\" (Riwayat Ibnu Majah dari Abu Usaid)" } } }, { "number": { "inQuran": 2053, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 242, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u0641\u0650\u0636\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0635\u064e\u063a\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wakhfid lahumaa janaahaz zulli minar rahmati wa qur Rabbir hamhumaa kamaa rabbayaanee sagheera" } }, "translation": { "en": "And lower to them the wing of humility out of mercy and say, \"My Lord, have mercy upon them as they brought me up [when I was] small.\"", "id": "Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2053", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2053.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2053.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah menyatakan, \"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang karena rasa hormat yang tulus kepada keduanya, dan ucapkanlah, yakni berdoalah, \"Wahai Tuhanku, yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, sayangilah keduanya, karena mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil dengan penuh kasih sayang.", "long": "Kemudian Allah swt memerintahkan kepada kaum Muslimin agar bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang kepada kedua orang tua. Yang dimaksud dengan sikap rendah hati dalam ayat ini ialah menaati apa yang mereka perintahkan selama perintah itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan agama. Taat anak kepada kedua orang tua merupakan tanda kasih sayang dan hormatnya kepada mereka, terutama pada saat keduanya sangat memerlukan pertolongan anaknya. Ditegaskan bahwa sikap rendah hati itu haruslah dilakukan dengan penuh kasih sayang, tidak dibuat-buat untuk sekadar menutupi celaan atau menghindari rasa malu pada orang lain. Sikap rendah hati itu hendaknya betul-betul dilakukan karena kesadaran yang timbul dari hati nurani. Di akhir ayat, Allah swt memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk mendoakan kedua ibu bapak mereka, agar diberi limpahan kasih sayang Allah sebagai imbalan dari kasih sayang keduanya dalam mendidik mereka ketika masih kanak-kanak. Ada beberapa hadis Nabi saw yang memerintahkan agar kaum Muslimin berbakti kepada kedua ibu bapaknya: Diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa sesungguhnya telah datang seorang laki-laki kepada Nabi saw meminta izin kepadanya, agar diperbolehkan ikut berperang bersamanya, lalu Nabi bersabda, \"Apakah kedua orang tuamu masih hidup?\" Orang laki-laki itu menjawab, \"Ya.\" Nabi bersabda, \"Maka berjihadlah kamu dengan berbakti kepada kedua orang tuamu.\" (Riwayat Muslim dan al-Bukhari dalam bab al-adab) Seorang anak belumlah dianggap membalas jasa kedua ibu bapaknya, kecuali apabila ia menemukan mereka dalam keadaan menjadi budak, kemudian ia menebus mereka dan memerdekakannya. (Riwayat Muslim dan lainnya dari Abu Hurairah) Saya bertanya kepada Rasulullah saw, \"Amal yang manakah yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya?\" Rasulullah menjawab, \"Melakukan salat pada waktunya.\" Saya bertanya, \"Kemudian amal yang mana lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Berbuat baik kepada kedua ibu bapak.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud) Di dalam ayat yang ditafsirkan di atas tidak diterangkan siapakah yang harus didahulukan mendapat bakti antara kedua ibu bapak. Akan tetapi, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa berbakti kepada ibu didahulukan daripada kepada bapak, seperti diriwayatkan dalam shahih al-Bukhari dan Muslim: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw ditanya, \"Siapakah yang paling berhak mendapat perlakuan yang paling baik dariku?\" Rasulullah menjawab, \"Ibumu.\" Orang itu bertanya, \"Siapa lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Ibumu.\" Orang itu bertanya, \"Siapa lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Ibumu.\" Orang itu bertanya, \"Siapa lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Bapakmu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) Berbakti kepada kedua orang tua, tidak cukup dilakukan pada saat mereka masih hidup, akan tetapi terus berlanjut meskipun keduanya sudah meninggal dunia. Adapun tata caranya disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah: Bahwa Rasulullah saw ditanya, \"Masih adakah kebaktian kepada kedua orang tuaku, setelah mereka meninggal dunia?\" Rasulullah saw menjawab, \"Ya, masih ada empat perkara, mendoakan ibu bapak itu kepada Allah, memintakan ampun bagi mereka, menunaikan janji mereka, dan meng-hormati teman-teman mereka serta menghubungkan tali persaudaraan dengan orang-orang yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan kamu kecuali dari pihak mereka. Maka inilah kebaktian yang masih tinggal yang harus kamu tunaikan, sebagai kebaktian kepada mereka setelah mereka meninggal dunia.\" (Riwayat Ibnu Majah dari Abu Usaid)" } } }, { "number": { "inQuran": 2054, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 242, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0646\u064f\u0641\u064f\u0648\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rabbukum a'lamu bimaa fee nufoosikum; in takoonoo saaliheena fa innahoo kaana lil awwaabeena Ghafoooraa" } }, "translation": { "en": "Your Lord is most knowing of what is within yourselves. If you should be righteous [in intention] - then indeed He is ever, to the often returning [to Him], Forgiving.", "id": "Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2054", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2054.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2054.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam keadaan kedua orang tua sudah berumur lanjut dan berada dalam pemeliharaanmu, boleh jadi suatu waktu engkau berbuat kesalahan, secara tidak sengaja atau karena terpaksa. Dalam keadaan demikian itu, ketahuilah bahwa Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik dan tulus mengasihi kedua orang tuamu dan berbakti kepada keduanya dengan sepenuh hatimu. Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, maka sungguh, Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat dan menyertainya dengan berbuat kebaikan.", "long": "Allah swt lalu memperingatkan kaum Muslimin agar benar-benar memperhatikan urusan berbakti kepada kedua ibu bapak dan tidak menganggapnya sebagai urusan yang remeh. Dijelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang tergerak dalam hati mereka, apakah benar-benar berbakti kepada kedua ibu bapak dengan rasa kasih sayang dan penuh kesadaran, ataukah hanya pernyataan lahiriah saja, sedangkan di dalam hati mereka sebenarnya durhaka dan membangkang. Itulah sebabnya, Allah menjanjikan bahwa apabila mereka benar-benar berbuat baik, yaitu benar-benar menaati tuntutan Allah dan berbakti kepada kedua ibu bapak, maka Dia akan memberikan ampunan kepada mereka atas perbuatan yang melampaui batas-batas ketentuan-Nya. Allah Maha Pengampun kepada siapa saja yang mau bertobat dan kembali menaati perintah-Nya.\n\nDalam ayat ini terdapat janji baik yang ditujukan kepada orang-orang yang hatinya terbuka untuk berbakti kepada ibu bapaknya. Sebaliknya, terdapat ancaman keras yang ditujukan kepada orang-orang yang meremehkannya, apalagi yang sengaja mendurhakai kedua ibu bapaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 2055, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 242, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u0650 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u0652 \u062a\u064e\u0628\u0652\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa aati zal qurbaa haqqahoo walmiskeena wabnas sabeeli wa laa tubazzir tabzeeraa" } }, "translation": { "en": "And give the relative his right, and [also] the poor and the traveler, and do not spend wastefully.", "id": "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2055", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2055.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2055.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berikanlah haknya kepada keluarga-keluarga yang dekat, dari pihak ibu maupun bapak, berupa bantuan, kebajikan, dan silaturahim. Demikian juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, berikanlah zakat yang diwajibkan atas kamu, sedekah yang dianjurkan atau bantuan lainnya yang diperlukan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros dengan membelanjakannya pada halhal yang tidak ada kemaslahatan.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan kepada kaum Muslimin agar memenuhi hak keluarga dekat, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan. Hak yang harus dipenuhi itu ialah: mempererat tali persaudaraan dan hubungan kasih sayang, mengunjungi rumahnya dan bersikap sopan santun, serta membantu meringankan penderitaan yang mereka alami. Sekiranya ada di antara keluarga dekat, ataupun orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan itu memerlukan biaya untuk keperluan hidupnya maka hendaklah diberi bantuan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Orang-orang yang dalam perjalanan yang patut diringankan penderitaannya ialah orang yang melakukan perjalanan karena tujuan-tujuan yang dibenarkan oleh agama. Orang yang demikian keadaannya perlu dibantu dan ditolong agar bisa mencapai tujuannya.\n\nDi akhir ayat, Allah swt melarang kaum Muslimin bersikap boros yaitu membelanjakan harta tanpa perhitungan yang cermat sehingga menjadi mubazir. Larangan ini bertujuan agar kaum Muslimin mengatur pengeluar-annya dengan perhitungan yang secermat-cermatnya, agar apa yang dibelanjakan sesuai dengan keperluan dan pendapatan mereka. Kaum Muslimin juga tidak boleh menginfakkan harta kepada orang-orang yang tidak berhak menerimanya, atau memberikan harta melebihi dari yang seharusnya.\n\nKeterangan lebih lanjut tentang bagaimana seharusnya kaum Muslimin membelanjakan hartanya disebutkan dalam firman Allah swt:\n\nDan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar. (al-Furqan/25: 67)\n\nAdapun keterangan yang menjelaskan makna yang terkandung dalam ayat tentang larangan boros yang berarti mubazir dapat diperhatikan dalam hadis-hadis Nabi sebagai berikut:\n\nDiriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ia berkata, \"Rasulullah saw bertemu Saad pada waktu berwudu, lalu Rasulullah bersabda, \"Alangkah borosnya wudumu itu hai Saad!\" Saad berkata, \"Apakah di dalam berwudu ada pemborosan?\" Rasulullah saw bersabda, \"Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir.\" (Riwayat Ibnu Majah)\n\nDiriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ia berkata, \"Datanglah seorang laki-laki dari Bani Tamim kepada Rasulullah saw seraya berkata, \"Wahai Rasulullah! Saya adalah seorang yang berharta, banyak keluarga, anak, dan tamu yang selalu hadir, maka terangkanlah kepadaku bagaimana saya harus membelanjakan harta, dan bagaimana saya harus berbuat.\" Maka Rasulullah saw bersabda, \"Hendaklah kamu mengeluarkan zakat dari hartamu jika kamu mempunyai harta, karena sesungguhnya zakat itu penyucian yang menyucikan kamu, peliharalah silaturrahim dengan kaum kerabatmu, dan hendaklah kamu ketahui tentang hak orang yang meminta pertolongan, tetangga, dan orang miskin. Kemudian lelaki itu berkata, \"Wahai Rasulullah! Dapatkah engkau mengurangi kewajiban itu kepadaku?\" Rasulullah saw membacakan ayat: Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Lalu lelaki itu berkata, \"Cukuplah bagiku wahai Rasulullah, apabila aku telah menunaikan zakat kepada amil zakatmu, lalu aku telah bebas dari kewajiban zakat yang harus dibayarkan kepada Allah dan Rasul-Nya,\" lalu Rasulullah saw bersabda, \"Ya, apabila engkau telah membayar zakat itu kepada amilku, engkau telah bebas dari kewajiban itu dan engkau akan menerima pahalanya, dan orang yang menggantikannya dengan yang lain akan berdosa.\" (Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 2056, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 15, "page": 284, "manzil": 4, "ruku": 242, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u064e\u0630\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal mubazzireena kaanoo ikhwaanash shayaateeni wa kaanash shaytaanu li Rabbihee kafooraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, the wasteful are brothers of the devils, and ever has Satan been to his Lord ungrateful.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2056", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2056.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2056.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mencela perbuatan membelanjakan harta secara boros, dengan menyatakan, \"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan, mereka berbuat boros dalam membelanjakan harta karena dorongan setan, oleh karena itu, perilaku boros termasuk sifat setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada nikmat dan anugerah Tuhannya.", "long": "Kemudian Allah swt menyatakan bahwa para pemboros adalah saudara setan. Ungkapan serupa ini biasa dipergunakan oleh orang-orang Arab. Orang yang membiasakan diri mengikuti peraturan suatu kaum atau mengikuti jejak langkahnya, disebut saudara kaum itu. Jadi orang-orang yang memboroskan hartanya berarti orang-orang yang mengikuti langkah setan. Sedangkan yang dimaksud pemboros dalam ayat ini ialah orang-orang yang menghambur-hamburkan harta bendanya dalam perbuatan maksiat yang tentunya di luar perintah Allah. Orang-orang yang serupa inilah yang disebut kawan-kawan setan. Di dunia mereka tergoda oleh setan, dan di akhirat mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur'an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya. (az-Zukhruf/43: 36)\n\nDan firman Allah swt:\n\n(Diperintahkan kepada malaikat), \"Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah. (ash-shaffat/37: 22)\n\nDi akhir ayat, dijelaskan bahwa setan sangat ingkar kepada Tuhannya, maksudnya sangat ingkar kepada nikmat Allah yang diberikan kepadanya, dan tidak mau mensyukurinya. Bahkan, setan membangkang tidak mau menaati perintah Allah, dan menggoda manusia agar berbuat maksiat. \n\nAl-Karkhi menjelaskan keadaan orang yang diberi kemuliaan dan harta berlimpah. Apabila orang itu memanfaatkan harta dan kemuliaan itu di luar batas-batas yang diridai Allah, maka dia telah mengingkari nikmat Allah. Orang yang berbuat seperti itu, baik sifat ataupun perbuatannya, dapat disamakan dengan perbuatan setan.\n\nAyat ini diturunkan Allah dalam rangka menjelaskan perbuatan orang-orang Jahiliah. Telah menjadi kebiasaan orang-orang Arab menumpuk harta yang mereka peroleh dari rampasan perang, perampokan, dan penyamunan. Harta itu kemudian mereka gunakan untuk berfoya-foya supaya mendapat kemasyhuran. Orang-orang musyrik Quraisy pun menggunakan harta mereka untuk menghalangi penyebaran agama Islam, melemahkan pemeluk-pemeluknya, dan membantu musuh-musuh Islam. Ayat itu turun untuk menyatakan betapa jeleknya usaha mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2057, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 242, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa immaa turidanna 'anhumub tighaaa'a rahmatim mir rabbika tarjoohaa faqul lahum qawlam maisooraa" } }, "translation": { "en": "And if you [must] turn away from the needy awaiting mercy from your Lord which you expect, then speak to them a gentle word.", "id": "Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2057", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2057.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2057.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian kepada orang yang karena suatu keadaan tidak dapat memberi bantuan kepada orang yang memerlukan, ayat ini memberi tuntunan; dan jika engkau benar-benar berpaling dari mereka, tidak dapat memberikan bantuan kepada keluarga dekat, orang miskin atau orang yang sedang dalam perjalanan, bukan karena engkau enggan membantu tetapi karena keadaanmu pada waktu itu tidak memungkinkan memberi bantuan kepada mereka, dalam arti materi atau sebab-sebab lainnya, maka engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, sehingga suatu waktu engkau dapat membantu mereka jika keadaanmu memungkinkan. Dalam keadaan ini, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas, baik, dan memberi harapan, bukan penolakan dengan kata-kata yang kasar.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bagaimana sikap yang baik terhadap orang-orang yang sangat memerlukan pertolongan, sedangkan orang yang dimintai pertolongan itu tidak mempunyai kemampuan untuk menolong. Apabila hal itu terjadi pada seseorang, maka hendaklah ia mengatakan kepada orang itu dengan perkataan yang sopan dan lemah lembut. Jika ia mempunyai kesanggupan di waktu yang lain, maka hendaklah berjanji dengan janji yang bisa dilaksanakan dan memuaskan hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2058, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 242, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u063a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0644\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064f\u0646\u064f\u0642\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0633\u0652\u0637\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064e \u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0652\u0633\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa taj'al yadaka maghloolatan il 'unuqika wa laa tabsut haa kullal basti fataq'uda maloomam mahsooraa" } }, "translation": { "en": "And do not make your hand [as] chained to your neck or extend it completely and [thereby] become blamed and insolvent.", "id": "Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2058", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2058.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2058.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenngu pada lehermu, yakni janganlah enggan mengulurkan tanganmu memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan, dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya, yakni janganlah kamu boros dalam membelanjakan harta, karena itu kamu menjadi tercela karena kekikiranmu, dan menyesal karena keborosanmu dalam membelanjakan harta.", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan cara-cara yang baik dalam membelanjakan harta. Allah menerangkan keadaan orang-orang yang kikir dan pemboros dengan menggunakan ungkapan jangan menjadi-kan tangan terbelenggu pada leher, tetapi juga jangan terlalu mengulurkan-nya. Kedua ungkapan ini lazim digunakan orang-orang Arab. Yang pertama berarti larangan berlaku bakhil atau kikir, sehingga enggan memberikan harta kepada orang lain, walaupun sedikit. Ungkapan kedua berarti melarang orang berlaku boros dalam membelanjakan harta, sehingga melebihi kemampuan yang dimilikinya. Kebiasaan memboroskan harta akan meng-akibatkan seseorang tidak mempunyai simpanan atau tabungan yang bisa digunakan ketika dibutuhkan.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa cara yang baik dalam membelanja-kan harta ialah dengan cara yang hemat, layak dan wajar, tidak terlalu bakhil dan tidak terlalu boros. Terlalu bakhil akan menjadikan seseorang tercela, sedangkan terlalu boros akan mengakibatkan pelakunya pailit atau bangkrut.\n\nAdapun keterangan-keterangan yang didapat dari hadis-hadis Nabi dapat dikemukakan sebagai berikut:\n\nImam Ahmad dan ahli hadis yang lain meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nTidak akan menjadi miskin orang yang berhemat.\n\nHadis ini menjelaskan pentingnya berhemat, sehingga Nabi mengatakan bahwa orang yang selalu berhemat tidak akan menjadi beban orang lain atau menjadi miskin.\n\nImam al-Baihaqi meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu 'Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nBerlaku hemat dalam membelanjakan harta, separuh dari penghidupan." } } }, { "number": { "inQuran": 2059, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 242, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna Rabbaka yabsuturrizqa limai yashaaa'u wa yaqdir; innahoo kaana bi'ibaadihee Khabeeram Baseera" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord extends provision for whom He wills and restricts [it]. Indeed He is ever, concerning His servants, Acquainted and Seeing.", "id": "Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2059", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2059.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2059.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebab utama sifat kikir manusia adalah karena takut terjerumus ke dalam kemiskinan. Ayat ini mengingatkan bahwa sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki untuk dilapangkan rezekinya dan menyempitkannya kepada siapa yang Dia kehendaki untuk disempitkan rezekinya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha melihat akan hamba-hambanya. Dia memberikan kepada hamba-Nya segala sesuatu yang menjadi kebutuhan dan kemaslahatannya apabila ia menjalani sebab-sebab untuk mendapatkannya.", "long": "Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa Dialah yang melapangkan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang membatasi-nya. Semuanya berjalan menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah terhadap para hamba-Nya dalam usaha mencari harta dan cara mengembang-kannya. Hal ini berhubungan erat dengan alat dan pengetahuan tentang pengolahan harta itu. Yang demikian adalah ketentuan Allah yang bersifat umum dan berlaku bagi seluruh hamba-Nya. Namun demikian, hanya Allah yang menentukan menurut kehendak-Nya.\n\nDi akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui para hamba-Nya, siapa di antara mereka yang memanfaatkan kekayaan demi kemaslahatan dan siapa pula yang menggunakannya untuk kemudaratan. Dia juga mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Nya yang dalam kemiskinan tetap bersabar dan tawakal kepada Allah, dan siapa yang karena kemiskinan, menjadi orang-orang yang berputus asa, dan jauh dari rahmat Allah. Allah Maha Melihat bagaimana mereka mengurus dan mengatur harta benda, apakah mereka itu membelanjakan harta pemberian Allah itu dengan boros ataukah bakhil.\n\nOleh sebab itu, kaum Muslimin hendaknya tetap berpegang kepada ketentuan-ketentuan Allah, dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam membelanjakan harta hendaklah berlaku wajar. Hal itu termasuk sunnah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2060, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0645\u0652\u0644\u064e\u0627\u0642\u064d \u06d6 \u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u0650\u0637\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa taqtulooo awlaadakum khashyata imlaaq; nahnu narzuquhum wa iyyaakum; inna qatlahum kaana khitan kabeeraa" } }, "translation": { "en": "And do not kill your children for fear of poverty. We provide for them and for you. Indeed, their killing is ever a great sin.", "id": "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2060", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2060.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2060.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah melarang kaum muslim membunuh anak-anak mereka seperti yang dilakukan beberapa suku dari kaum Arab Jahiliyah. Allah berfirman, \"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan akan menimpa mereka. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka, bukan kamu yang memberi rezeki kepada mereka, dan Kami juga yang memberi rezeki kepadamu. Janganlah kamu mencemaskan mereka karena kemiskinan, maka oleh sebab itu kamu membunuhnya. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.", "long": "Kemudian Allah swt melarang kaum Muslimin membunuh anak-anak mereka, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa suku dari bangsa Arab Jahiliah. Mereka menguburkan anak-anak perempuan karena dianggap tidak mampu mencari rezeki, dan hanya menjadi beban hidup saja. Berbeda dengan anak laki-laki yang dianggap mempunyai kemampuan untuk mencari harta, berperang, dan menjaga kehormatan keluarga. Anak perempuan dipandang hanya akan memberi malu karena bisa menyebabkan kemiskinan dan menurunkan martabat keluarga karena kawin dengan orang yang tidak sederajat dengan mereka. Apalagi dalam peperangan, anak perempuan tentu akan menjadi tawanan, sehingga tidak mustahil akan mengalami nasib yang hina lantaran menjadi budak. Oleh karena itu, Allah swt melarang kaum Muslimin meniru kebiasaan Jahiliah tersebut, dengan memberikan alasan bahwa rezeki itu berada dalam kekuasaan-Nya. Dia yang memberikan rezeki kepada mereka. Apabila Dia kuasa memberikan rezeki kepada anak laki-laki, maka Dia kuasa pula untuk memberikannya kepada anak perempuan. Allah menyatakan bahwa takut pada kemiskinan itu bukanlah alasan untuk membunuh anak-anak perempuan mereka.\n\nDi akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa membunuh anak-anak itu adalah dosa besar, karena hal itu menghalangi tujuan hidup manusia. Tidak membiarkan anak itu hidup berarti memutus keturunan, yang berarti pula menumpas kehidupan manusia itu sendiri dari muka bumi. Hadis Nabi saw berikut ini menggambarkan betapa besarnya dosa membunuh anak:\n\nDiriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud bahwa ia bertanya, \"Wahai Rasulullah, dosa manakah yang paling besar? Rasulullah menjawab, \"Bila engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Allah itulah yang menciptakanmu.\" Saya bertanya lagi, \"Kemudian dosa yang mana lagi?\" Rasulullah saw menjawabnya, \"Bila engkau membunuh anakmu karena takut anak itu makan bersamamu.\" Saya bertanya lagi, \"Kemudian dosa yang mana lagi?\" Rasulullah saw menjawabnya, \"Engkau berzina dengan istri tetanggamu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDi samping itu, dapat dikatakan bahwa tindakan membunuh anak karena takut kelaparan adalah termasuk berburuk sangka kepada Allah. Bila tindakan itu dilakukan karena takut malu, maka tindakan itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, karena mengarah pada upaya menghancur-kan kesinambungan eksistensi umat manusia di dunia.\n\nSelain mengungkapkan kebiasaan jahat yang dilakukan oleh orang-orang Arab di masa Jahiliah, ayat ini juga mengungkapkan tabiat mereka yang sangat bakhil." } } }, { "number": { "inQuran": 2061, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa taqrabuz zinaaa innahoo kaana faahishatanw wa saaa'a sabeelaa" } }, "translation": { "en": "And do not approach unlawful sexual intercourse. Indeed, it is ever an immorality and is evil as a way.", "id": "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2061", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2061.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2061.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu mendekati zina dengan melakukan perbuatan yang dapat merangsang atau menjerumuskan kepada perbuatan zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, yang mendatangkan penyakit dan merusak keturunan, dan suatu jalan yang buruk yang menyebabkan pelakunya disiksa dalam neraka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt melarang para hamba-Nya mendekati perbuatan zina. Maksudnya ialah melakukan perbuatan yang membawa pada perzinaan, seperti pergaulan bebas tanpa kontrol antara laki-laki dan perempuan, membaca bacaan yang merangsang, menonton tayangan sinetron dan film yang mengumbar sensualitas perempuan, dan merebaknya pornografi dan pornoaksi. Semua itu benar-benar merupakan situasi yang kondusif bagi terjadinya perzinaan. \n\nLarangan melakukan zina diungkapkan dengan larangan mendekati zina untuk memberikan kesan yang tegas, bahwa jika mendekati perbuatan zina saja sudah dilarang, apa lagi melakukannya. Dengan pengungkapan seperti ini, seseorang akan dapat memahami bahwa larangan melakukan zina adalah larangan yang keras, sehingga benar-benar harus dijauhi.\n\nYang dimaksud dengan perbuatan zina ialah hubungan kelamin yang dilakukan oleh pria dengan wanita di luar pernikahan, baik pria ataupun wanita itu sudah pernah melakukan hubungan kelamin yang sah ataupun belum, dan bukan karena sebab kekeliruan.\n\nSelanjutnya Allah memberikan alasan mengapa zina dilarang. Alasan yang disebut di akhir ayat ini ialah karena zina benar-benar perbuatan yang keji yang mengakibatkan banyak kerusakan, di antaranya:\n\n1. Merusak garis keturunan, yang mengakibatkan seseorang akan menjadi ragu terhadap nasab anaknya, apakah anak yang lahir itu keturunannya atau hasil perzinaan. Dugaan suami bahwa istrinya berzina dengan laki-laki lain mengakibatkan timbulnya berbagai kesulitan, seperti perceraian dan kesulitan dalam pendidikan dan kedudukan hukum si anak. Keadaan seperti itu menyebabkan terganggunya pertumbuhan jiwa anak dan menghancurkan tatanan kemasyarakatan.\n\n2. Menimbulkan kegoncangan dan kegelisahan dalam masyarakat, karena tidak terpeliharanya kehormatan. Betapa banyaknya pembunuhan yang terjadi dalam masyarakat yang disebabkan karena anggota masyarakat itu melakukan zina.\n\n3. Merusak ketenangan hidup berumah tangga. Nama baik seorang perempuan atau laki-laki yang telah berbuat zina akan ternoda di tengah-tengah masyarakat. Ketenangan hidup berumah tangga tidak akan pernah terjelma, dan hubungan kasih sayang antara suami istri menjadi rusak.\n\n4. Menghancurkan rumah tangga. Istri bukanlah semata-mata sebagai pemuas hawa nafsu, akan tetapi sebagai teman hidup dalam berumah tangga dan membina kesejahteraan rumah tangga. Oleh sebab itu, apabila suami sebagai penanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka si istri adalah sebagai penanggung jawab dalam memeliharanya, baik harta maupun anak-anak dan ketertiban rumah tangga itu. Jadi jika si istri atau suami ternoda karena zina, kehancuran rumah tangga itu sukar untuk dielakkan lagi. \n\n5. Merebaknya perzinaan di masyarakat menyebabkan berkembangnya berbagai penyakit kelamin seperti sifilis (raja singa). Di samping itu, juga meningkatkan penyebaran penyakit AIDS atau penyakit yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh (immunity) penderitanya, sehingga dia akan mati perlahan-lahan.\n\nSecara singkat dapat dikemukakan bahwa perbuatan zina adalah perbuat-an yang sangat keji, yang menyebabkan hancurnya garis keturunan, menimbulkan kegoncangan dan kegelisahan dalam masyarakat, merusak ketenangan hidup berumah tangga, menghancurkan rumah tangga itu sendiri, dan merendahkan martabat manusia. Jika perbuatan itu dibiarkan merajalela di tengah-tengah masyarakat berarti manusia sama derajatnya dengan binatang.\n\nAyat ini mengandung larangan berbuat zina dan isyarat akan perilaku orang-orang Arab Jahiliah yang berlaku boros. Perzinaan adalah penyebab keborosan." } } }, { "number": { "inQuran": 2062, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e \u0645\u064e\u0638\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641 \u0641\u0651\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0635\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa taqtulun nafsal latee harramal laahu illaa bilhaqq; wa man qutila mazlooman faqad ja'alnaa liwaliyyihee sultaanan falaa yusrif fil qatli innahoo kaana mansooraa" } }, "translation": { "en": "And do not kill the soul which Allah has forbidden, except by right. And whoever is killed unjustly - We have given his heir authority, but let him not exceed limits in [the matter of] taking life. Indeed, he has been supported [by the law].", "id": "Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2062", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2062.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2062.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali dengan suatu alasan yang benar, misalnya atas dasar menjatuhkan hukum qisas. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, bukan karena sebab yang bersifat syariat, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, untuk menuntut kisas atau meminta ganti rugi kepada pembunuhnya, atau memaafkannya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh, yakni dalam menuntut membunuh apalagi melakukan pembunuhan dengan main hakim sendiri. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan dari sisi Allah dengan ketetapan hukum-Nya yang adil.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt melarang hamba-Nya membunuh jiwa yang diharamkan Allah. Maksud \"membunuh jiwa\" ialah menghilangkan nyawa manusia. Sedangkan yang dimaksud dengan \"yang diharamkan Allah membunuhnya\" ialah membunuh dengan alasan yang tidak sah atau tidak dibenarkan agama.\n\nAdapun sebab mengapa Allah swt melarang para hamba-Nya menghilangkan nyawa manusia dengan alasan yang tidak dibenarkan ialah:\n\n1. Pembunuhan menimbulkan kerusakan. Islam melarang setiap tindakan yang menimbulkan kerusakan. Larangan itu berlaku umum untuk segala macam tindakan yang menimbulkan kerusakan, maka pembunuhan pun termasuk tindakan yang terlarang. Allah swt berfirman:\n\n¦janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. (al-A'raf/7: 85)\n\n2. Pembunuhan itu membahayakan orang lain. Ketentuan pokok dalam agama ialah semua tindakan yang menimbulkan mudarat bagi diri sendiri dan orang lain itu terlarang. Allah swt berfirman:\n\n¦bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. (al-Ma'idah/5: 32)\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nHilangnya dunia bagi Allah lebih rendah nilainya dibanding membunuh seorang muslim. (Riwayat at-Tirmidzi dari 'Abdullah bin 'Umar)\n\n3. Mengganggu keamanan masyarakat yang membawa kepada musnahnya masyarakat itu sendiri. Karena apabila pembunuhan diperbolehkan, tidak mustahil akan terjadi tindakan saling membunuh di antara manusia, yang pada akhirnya manusia itu akan binasa.\n\nDan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya. (an-Nisa'/4: 93)\n\nDalam ayat ini Allah swt memberikan pengecualian siapa yang boleh dibunuh melalui firman-Nya, \"melainkan dengan sesuatu alasan yang dibenarkan agama.\" Di antaranya ialah pria atau wanita yang berzina setelah terikat dalam hukum akad pernikahan dan orang yang dengan sengaja membunuh orang beriman yang dilindungi hukum.\n\nPengecualian seperti tersebut di atas, disebutkan dalam hadis Nabi: \n\nTidak halal darah orang yang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat, kecuali karena salah satu dari tiga perkara: Orang dibunuh karena ia membunuh, janda atau duda yang berzina, dan orang yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari kaum Muslimin. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah)\n\nKemudian Allah swt menjelaskan tindakan apa yang harus dilakukan oleh ahli waris dari yang terbunuh, dan siapa yang harus melaksanakan tindakan itu apabila secara kebetulan si terbunuh itu tidak mempunyai ahli waris.\n\nAllah swt menetapkan bahwa barang siapa yang dibunuh secara zalim, yakni tanpa alasan yang benar, maka Allah telah memberikan kewenangan atau hak kepada ahli warisnya untuk menentukan pilihan hukuman bagi si pembunuh, yaitu antara hukum qishash atau menerima diyat (tebusan), seperti yang telah ditetapkan dalam firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. (al-Baqarah/2: 178). (lebih lanjut lihat penafsiran ayat ini pada jilid I).\n\nDan sabda Nabi Muhammad saw ketika penaklukan kota Mekah:\n\nBarang siapa membunuh, maka keluarga yang terbunuh diberi hak memilih antara dua hal, apabila mereka mau, mereka dapat menuntut hukuman bunuh, dan bila mereka mau, mereka dapat menuntut diyat (tebusan). (Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa'i dari Abu Syuraih al-Khuza'i)\n\nKemudian apabila secara kebetulan yang terbunuh tidak mempunyai ahli waris, maka yang bertindak menggantikan kedudukannya dalam menentukan pilihan hukuman ialah penguasa. Dalam hal ini penguasa boleh melimpahkan kekuasaannya kepada para qadhi (hakim) setempat, apabila dipandang perlu.\n\nDalam melaksanakan qishash, para penguasa yang diberi wewenang untuk melaksanakannya diperintahkan untuk tidak melampaui batas yang ditentu-kan, seperti yang telah terjadi di zaman Jahiliah. Orang-orang di zaman Jahiliah tidak puas dengan hanya menuntut balas dengan kematian orang yang membunuh, akan tetapi menuntut pula kematian orang lain, apabila yang terbunuh dari kalangan bangsawan. Kalau yang terbunuh itu seorang bangsawan, sedang yang membunuh dari kalangan biasa, maka yang dituntut kematiannya dari kalangan bangsawan juga sebagai pengganti diri si pembunuh.\n\nPada ayat 178 Surah al-Baqarah terdapat isyarat yang kuat bahwa hukuman yang paling utama bagi keluarga si terbunuh adalah cukup dengan menuntut diyat atau memaafkan, bukan menuntut balas kematian.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menjelaskan bahwa ahli waris atau penguasa dalam melaksanakan hukuman kisas tidak boleh melampaui batas karena mereka mendapat pertolongan Allah, berupa pembalasan untuk memilih hukuman kisas atau hukuman diyat. Oleh sebab itu, para hakim hendaknya berpedoman pada ketentuan tersebut dalam memutuskan perkara. Jangan sampai memutuskan perkara yang bertentangan dengan peraturan Allah atau melebihi ketentuan yang berlaku.\n\nAyat ini tergolong ayat Makkiyah dan termasuk dalam bagian ayat hukum yang pertama diturunkan. Dengan demikian, wajar apabila ayat ini hanya mengatur hukum bagi pembunuhan secara garis besarnya saja. Adapun keterangan secara terperinci diatur dalam ayat-ayat yang lain, yang penafsirannya telah dikemukakan pada jilid I." } } }, { "number": { "inQuran": 2063, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e \u0623\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0633\u0652\u0626\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa taqraboo maalal yateemi illaa billatee hiya ahsanu hattaa yablugha ashuddah; wa awfoo bil'ahd, innal 'ahda kaana mas'oolaa" } }, "translation": { "en": "And do not approach the property of an orphan, except in the way that is best, until he reaches maturity. And fulfill [every] commitment. Indeed, the commitment is ever [that about which one will be] questioned.", "id": "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2063", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2063.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2063.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, yakni mengelolanya atau membelanjakannya kecuali dengan cara yang lebih baik, yang bermanfaat bagi anak yatim itu sampai dia dewasa dan mampu mengelola sendiri hartanya dengan baik, dan penuhilah janji, baik kepada Allah maupun sesama manusia; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya, oleh karena itu janji harus dipenuhi dan ditunaikan dengan sempurna.", "long": "Kemudian Allah swt melarang para hamba-Nya mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang baik. Mendekati harta anak yatim maksudnya ialah mempergunakan harta anak-anak yatim tidak pada tempatnya atau tidak memberikan perlindungan kepada harta itu, sehingga habis sia-sia. Allah swt memberikan perlindungan pada harta anak yatim karena mereka sangat memerlukannya, sedangkan ia belum dapat mengurusi hartanya, dan belum dapat mencari nafkah sendiri.\n\nNamun demikian, Allah swt memberikan pengecualian, yaitu apabila untuk pemeliharaan harta itu diperlukan biaya, atau dengan maksud untuk mengembangkannya, maka diperbolehkan bagi orang yang mengurus anak yatim untuk mengambilnya sebagian dengan cara yang wajar. \n\nOleh sebab itu, diperlukan orang yang bertanggung jawab untuk mengurus harta anak yatim. Orang yang bertugas melaksanakannya disebut washiy (pengampu) dan diperlukan pula badan atau lembaga yang mengurusi harta anak yatim. Badan atau lembaga tersebut hendaknya diawasi aktivitasnya oleh pemerintah, agar tidak terjadi penyalahgunaan atau penyelewengan terhadap harta anak yatim tersebut.\n\nKemudian dalam ayat ini dijelaskan bahwa apabila anak yatim itu telah dewasa dan mempunyai kemampuan untuk mengurus dan mengembangkan hartanya, berarti sudah saatnya harta itu diserahkan kembali oleh pengampu kepadanya. \n\nSetelah ayat itu turun, para sahabat Rasulullah yang mengasuh anak-anak yatim merasa takut, sehingga tidak mau makan dan bergaul dengan mereka. Oleh sebab itu, Allah menurunkan ayat ini:\n\nDan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. (al-Baqarah/2: 220)\n\nDari ayat ini jelas bahwa membelanjakan harta anak yatim dilarang apabila digunakan untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, apabila dibelanja-kan untuk pemeliharaan harta itu sendiri, atau untuk keperluan anak yatim, dan si pengampu betul-betul orang yang tidak mampu, maka hal itu tidak dilarang. Allah swt berfirman:\n\nDan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. (an-Nisa'/4: 6)\n\nAllah swt memerintahkan kepada hamba-Nya agar memenuhi janji, baik janji kepada Allah ataupun janji yang dibuat dengan sesama manusia, yaitu akad jual beli dan sewa menyewa yang termasuk dalam bidang muamalah.\n\nAz-Zajjaj menjelaskan bahwa semua perintah Allah dan larangan-Nya adalah janji Allah yang harus dipenuhi, termasuk pula janji yang harus diikrarkan kepada Tuhannya, dan janji yang dibuat antara hamba dengan hamba. \n\nYang dimaksud dengan memenuhi janji ialah melaksanakan apa yang telah ditentukan dalam perjanjian itu, dengan tidak menyimpang dari ketentuan agama dan hukum yang berlaku.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa sesungguhnya janji itu harus dipertanggungjawabkan. Orang-orang yang mengkhianati janji, ataupun membatalkan janji secara sepihak akan mendapat pembalasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 2064, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0632\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa awful kaila izaa kiltum wa zinoo bilqistaasil mustaqeem; zaalika khairunw wa ahsanu taaweelaa" } }, "translation": { "en": "And give full measure when you measure, and weigh with an even balance. That is the best [way] and best in result.", "id": "Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2064", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2064.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2064.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, jangan mengurangi takaran untuk orang atau melebihkannya untuk dirimu, dan timbanglah dengan timbangan yang benar sesuai dengan ukuran yang ditetapkan. Itulah yang lebih utama bagimu, karena dengan demikian orang akan percaya kepadamu dan tenteram dalam bermuamalah denganmu dan lebih baik akibatnya bagi kehidupan manusia pada umumnya di dunia dan bagi kehidupanmu di akhirat kelak.", "long": "Selanjutnya Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar menyempurnakan takaran bila menakar barang dagangan. Maksudnya ialah pada waktu menakar barang hendaknya dilakukan dengan setepat-tepatnya dan secermat-cermatnya. Oleh karena itu, seseorang yang menakar barang dagangan yang akan diserahkan kepada orang lain sesudah dijual tidak boleh dikurangi takarannya karena merugikan orang lain. Demikian pula kalau seseorang menakar barang dagangan orang lain yang akan ia terima sesudah dibeli, tidak boleh dilebihkan, karena juga merugikan orang lain. \n\nAllah swt juga memerintahkan kepada mereka agar menimbang barang dengan neraca (timbangan) yang benar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Neraca yang benar ialah neraca yang dibuat seteliti mungkin, sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada orang yang melakukan jual beli, dan tidak memungkinkan terjadinya penambahan dan pengurangan secara curang.\n\nAllah swt mengancam orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan ini dengan ancaman keras. Allah swt berfirman:\n\nCelakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. (al-Muthaffifin/83: 1-3)\n\nDi akhir ayat, Allah swt menjelaskan bahwa menakar atau menimbang barang dengan teliti lebih baik akibatnya bagi mereka karena di dunia mereka mendapat kepercayaan dari anggota masyarakat, dan di akhirat nanti akan mendapat pahala dari Allah dan keridaan-Nya, serta terhindar dari api neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 2065, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0624\u064e\u0627\u062f\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0633\u0652\u0626\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa taqfu maa laisa laka bihee 'ilm; innas sam'a walbasara walfu'aada kullu ulaaa'ika kaana 'anhu mas'oolaa" } }, "translation": { "en": "And do not pursue that of which you have no knowledge. Indeed, the hearing, the sight and the heart - about all those [one] will be questioned.", "id": "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2065", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2065.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2065.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Jangan mengatakan sesuatu yang engkau tidak ketahui, jangan mengaku melihat apa yang tidak engkau lihat, jangan pula mengaku mendengar apa yang tidak engkau dengar, atau mengalami apa yang tidak engkau alami. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, adalah amanah dari Tuhanmu, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya, apakah pemiliknya menggunakan untuk kebaikan atau keburukan?", "long": "Allah swt melarang kaum Muslimin mengikuti perkataan atau perbuatan yang tidak diketahui kebenarannya. Larangan ini mencakup seluruh kegiatan manusia itu sendiri, baik perkataan maupun perbuatan.\n\nUntuk mendapat keterangan lebih jauh dari kandungan ayat ini, berikut ini dikemukakan berbagai pendapat dari kalangan sahabat dan tabiin:\n\n1. Ibnu 'Abbas berkata, \"Jangan memberi kesaksian, kecuali apa yang telah engkau lihat dengan kedua mata kepalamu, apa yang kau dengar dengan telingamu, dan apa yang diketahui oleh hati dengan penuh kesadaran.\"\n\n2. Qatadah berkata, \"Jangan kamu berkata, \"Saya telah mendengar,\" padahal kamu belum mendengar, dan jangan berkata, \"Saya telah melihat,\" padahal kamu belum melihat, dan jangan kamu berkata, \"Saya telah mengetahui,\" padahal kamu belum mengetahui.\"\n\n3. Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan larangan mengatakan sesuatu yang tidak diketahui ialah perkataan yang hanya berdasarkan prasangka dan dugaan, bukan pengetahuan yang benar, seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. (al-Hujurat/49: 12)\n\nDan seperti tersebut dalam hadis:\n\nJauhilah olehmu sekalian prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah ucapan yang paling dusta. (Riwayat Muslim, Ahmad, dan at-Tirmizi dari Abu Hurairah)\n\n4. Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah larangan kepada kaum musyrikin mengikuti kepercayaan nenek moyang mereka, dengan taklid buta dan mengikuti keinginan hawa nafsu. Di antaranya adalah mengikuti kepercayaan nenek moyang mereka menyembah berhala, dan memberi berhala itu dengan berbagai macam nama, seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nItu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya. (an-Najm/53: 23)\n\nAllah swt lalu mengatakan bahwa sesungguhnya pendengaran, peng-lihatan, dan hati akan ditanya, apakah yang dikatakan oleh seseorang itu sesuai dengan apa yang didengar suara hatinya. Apabila yang dikatakan itu sesuai dengan pendengaran, penglihatan, dan suara hatinya, ia selamat dari ancaman api neraka, dan akan menerima pahala dan keridaan Allah. Tetapi apabila tidak sesuai, ia tentu akan digiring ke dalam api neraka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nPada hari, (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (an-Nur/24: 24)\n\nDan hadis yang diriwayatkan oleh Syakal bin Humaid, ia berkata:\n\nSaya mengunjungi Nabi saw, kemudian saya berkata, \"Wahai Nabi, ajarilah aku doa minta perlindungan yang akan aku baca untuk memohon perlindungan kepada Allah. Maka Nabi memegang tanganku seraya bersabda, \"Katakanlah, \"Aku berlindung kepada-Mu (Ya Allah) dari kejahatan telingaku, kejahatan mataku, kejahatan hatiku, dan kejahatan maniku (zina).\" (Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 2066, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062d\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0637\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa tamshi fil ardi marahan innaka lan takhriqal arda wa lan tablughal jibaala toola" } }, "translation": { "en": "And do not walk upon the earth exultantly. Indeed, you will never tear the earth [apart], and you will never reach the mountains in height.", "id": "Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2066", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2066.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2066.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan sombong, untuk menampakkan kekuasaan dan kekuatanmu, karena sesungguhnya sekuat apa pun hentakan kakimu, kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan setinggi apa pun kepalamu, sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang lemah dan rendah di hadapan Allah, kamu tidak memiliki kekuatan dan kemuliaan, melainkan apa yang dianugerahkan oleh-Nya.", "long": "Allah melarang kaum Muslimin berjalan di muka bumi dengan sombong. Berjalan dengan sombong di muka bumi bukanlah sikap yang wajar, karena bagaimanapun kerasnya derap kaki yang dihentakkan di atas bumi, tidak akan menembus permukaannya dan bagaimanapun juga tingginya ia mengangkat kepalanya, tidaklah dapat melampaui tinggi gunung. Bahkan ditinjau dari segi ilmu jiwa, orang yang biasa berjalan dengan penuh kesombongan, berarti dalam jiwanya terdapat kelemahan. Ia merasa rendah diri, sehingga untuk menutupi kelemahan dirinya, ia berjalan dengan sombong dan berlagak dengan maksud menarik perhatian orang lain.\n\nAllah swt menegaskan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dapat menembus bumi dan menyamai tinggi gunung. Hal ini bertujuan agar kaum Muslimin menyadari kelemahan-kelemahan yang terdapat pada diri mereka, bersikap rendah hati, dan tidak bersikap takabur. Sebab, sebagai manusia yang memiliki kemampuan terbatas, mereka tidak akan sanggup mencapai sesuatu di luar kemampuan dirinya.\n\nDi dalam ayat ini terdapat juga celaan bagi orang-orang musyrik yang suka bermegah-megah, menyombongkan diri karena harta kekayaan dan menghambur-hamburkannya, suka bermabuk-mabukan, dan berzina." } } }, { "number": { "inQuran": 2067, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 15, "page": 285, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064f\u0648\u0647\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kullu zaalika kaana sayyi'uhoo inda Rabbika makroohaa" } }, "translation": { "en": "All that - its evil is ever, in the sight of your Lord, detested.", "id": "Semua itu kejahatannya sangat dibenci di sisi Tuhanmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2067", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2067.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2067.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua itu, yakni keburukan-keburukan yang disebutkan dalam ayata-yat sebelum ini, kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu.", "long": "Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa semua larangan-Nya yang disebutkan sebelum ayat ini, seperti mengadakan tuhan selain Allah, durhaka kepada kedua ibu bapak, berlaku boros, membunuh anak perempuan, berbuat zina, membunuh manusia yang diharamkan membunuhnya, memakan harta anak yatim, mengurangi atau melebihkan takaran dan timbangan, mengikuti perkataan dan perbuatan yang tidak diketahui kebenarannya, dan bersikap sombong adalah perbuatan-perbuatan yang sangat dibenci-Nya. Para pelakunya patut diancam dengan hukuman yang keras dan harus dirasakan di dunia. Di akhirat mereka akan mendapat azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 2068, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u062a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062f\u0652\u062d\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Zaalika mimmaaa awhaaa ilaika Rabbuka minal hikmah; wa laa taj'al ma'allaahi ilaahan aakhara fatulqaa fee Jahannama maloomam mad hooraa" } }, "translation": { "en": "That is from what your Lord has revealed to you, [O Muhammad], of wisdom. And, [O mankind], do not make [as equal] with Allah another deity, lest you be thrown into Hell, blamed and banished.", "id": "Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2068", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2068.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2068.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah sebagian hikmah, hukum-hukum yang mengandung kebenaran yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu, yakni Nabi Muhammad, melalui malaikat Jibril. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela oleh dirimu sendiri dan orang lain dan dijauhkan dari rahmat Allah.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa bimbingan Allah berupa perintah-Nya yang harus diikuti, dan semua larangan yang harus dijauhi, yang disebutkan dalam ayat-ayat yang lalu, apabila ditaati niscaya akan membimbing manusia kepada kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Sebab, semua itu adalah sebagian dari hikmah yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, yang berupa peraturan-peraturan agama. \n\nSelanjutnya Allah swt mengulangi kembali larangan mengadakan tuhan selain Allah. Pengulangan larangan mempersekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Allah, yang berarti perintah untuk beragama tauhid, menunjukkan kepada pengertian bahwa tauhid adalah inti dari semua agama samawi, dan sebagai titik tolak dan tujuan akhir dari segala macam urusan seluruh makhluk. Semua makhluk adalah milik Allah dan kepada-Nya pula semuanya akan kembali.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa akibat yang akan dirasakan oleh kaum musyrikin ialah mereka dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela, baik celaan itu datang dari pihak lain, ataupun datang dari dirinya sendiri, serta dijauhkan dari rahmat Allah. Mereka tidak akan mendapat pertolongan dari siapapun." } } }, { "number": { "inQuran": 2069, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 243, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0641\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Afa asfaakum rabbukum bilbaneena wattakhaza minal malaaa'ikati inaasaa; innakum lataqooloona qawlan 'azeema" } }, "translation": { "en": "Then, has your Lord chosen you for [having] sons and taken from among the angels daughters? Indeed, you say a grave saying.", "id": "Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2069", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2069.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2069.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengingatkan umat Islam agar tidak mengikuti perkataan dan perbuatan yang tidak diketahui kebenarannya, pada ayat ini Allah menjelaskan kesalahan kaum musyrik yang menyembah patung-patung sebagai perantara mendekatkan diri mereka kepada Tuhan. Allah menyatakan, \"Maka apakah pantas, apa yang engkau katakan bahwa Tuhanmu memilihkan anak-anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat, yang menurut pandanganmu lebih rendah derajatnya daripada anak laki-laki? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar dosanya, yaitu bahwa Tuhan mempunyai anak dan para malaikat berjenis kelamin perempuan, sungguh perkataan itu adalah kebohongan yang nyata.", "long": "Allah swt membantah anggapan kaum musyrikin Mekah bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah, dengan menanyakan apakah patut Tuhanmu memilih bagimu anak laki-laki, sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara malaikat. Pertanyaan ini mengandung arti penyangkalan terhadap anggapan mereka bahwa Allah swt mempunyai anak-anak perempuan yang berupa malaikat. Bantahan Allah, dalam ayat ini, dengan cara menunjukkan kesalahan jalan pikiran mereka, bertujuan agar mereka dapat memahami kesalahannya. Bagaimana mungkin Allah swt yang menciptakan langit dan bumi serta benda-benda yang berada di antara keduanya dikatakan mempunyai anak-anak perempuan yang berupa malaikat, sedangkan mereka sendiri lebih suka mempunyai anak-anak laki-laki dan membenci anak perempuan. Mereka bahkan menguburkan anak perempuan itu hidup-hidup. Dalam hal ini, mereka memberi suatu sifat kepada Allah yang mereka sendiri tidak menyukainya. Jalan pikiran mereka benar-benar kacau. Mereka menyifati Zat Yang Maha Esa dan Mulia dengan sifat yang rendah menurut pandangan mereka sendiri. Anggapan seperti ini mengakibatkan tiga macam kesalahan.\n\n1. Mereka menganggap bahwa para malaikat itu anak-anak perempuan.\n\n2. Mereka menganggap bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah.\n\n3. Mereka menyembah malaikat-malaikat itu.\n\nAllah swt berfirman:\n\nMaka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), \"Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?\" Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)? Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan, \"Allah mempunyai anak.\" Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. (ash-shaffat/37: 149-152)\n\nAllah swt menegaskan bahwa dengan ucapan itu, kaum musyrikin telah mengatakan ucapan yang besar dosanya. Mereka telah mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan karenanya diancam dengan siksaan yang pedih. Mereka juga telah menyia-nyiakan akal pikiran mereka sendiri, karena memutarbalikkan kebenaran yang semestinya mereka junjung tinggi.\n\nDan mereka berkata, \"(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.\" Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar, hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu), karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. (Maryam/19: 88-92) (Lihat juga al-Baqarah/2: 116)" } } }, { "number": { "inQuran": 2070, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad sarrafnaa fee haazal Quraani liyazzakkaroo wa maa yazeeduhum illaa nufooraa" } }, "translation": { "en": "And We have certainly diversified [the contents] in this Qur'an that mankind may be reminded, but it does not increase the disbelievers except in aversion.", "id": "Dan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (peringatan) itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2070", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2070.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2070.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami jelaskan berulang-ulang peringatan dengan beraneka macam perupamaan, janji, dan ancaman agar mereka selalu ingat dan mengambil pelajaran. Tetapi peringatan yang berulang-ulang itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari semakin jauh dari kebenaran.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa dalam Al-Qur'an, Allah telah memberikan peringatan berkali-kali, baik berupa bukti-bukti kebenaran eksistensi Allah melalui ciptaan-ciptaan-Nya, ataupun alasan-alasan yang menunjukkan kebenaran tauhid, Al-Qur'an juga berisi beberapa kisah tentang nasib umat yang menyekutukan Allah dengan yang lain, agar kaum musyrikin Mekah dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa tersebut dan menghentikan kemusyrikan dan kebiasaan mereka yang jelek. Semestinya keterangan dan peringatan yang berulang-ulang itu dapat melunakkan hati dan menyadarkan pikiran mereka, agar mau mengikuti seruan Al-Qur'an. Namun demikian, keterangan-keterangan itu ternyata hanya membuat mereka lari dari Al-Qur'an. Mereka tidak mau mendengarkan dan menerima kebenarannya karena jiwa mereka telah dikotori oleh kebiasaan-kebiasaan buruk. mereka tidak bisa lagi menilai suatu kebenaran sebagai kebenaran, bahkan mereka menjauh darinya dan lebih memilih bergelimang dalam kebatilan." } } }, { "number": { "inQuran": 2071, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064c \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul law kaana ma'ahooo aalihatun kamaa yaqooloona izal labtaghaw ilaa zil 'Arshi Sabeela" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"If there had been with Him [other] gods, as they say, then they [each] would have sought to the Owner of the Throne a way.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2071", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2071.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2071.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada kaum musyrik, \"Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, dan mustahil adanya yang demikian itu sebagaimana yang mereka katakan, dan mereka percaya, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan Yang mempunyai 'Arsy, untuk menyaingi, mengalahkan, atau berbagi kekuasaan dengan-Nya.", "long": "Kemudian Allah swt membantah kepercayaan kaum musyrikin Mekah dengan memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada mereka bahwa jika ada tuhan-tuhan selain Dia, niscaya tuhan-tuhan yang mereka persekutukan itu akan mencari jalan untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan kepada Allah yang mempunyai Arasy, yang kekuasaan-Nya meliputi langit, bumi, dan benda-benda lainnya. Sudah tentu tuhan-tuhan yang mereka persekutukan itu memohon lebih dulu dan menghambakan dirinya kepada-Nya. Maka cara mereka meminta kepada Allah dengan perantaraan tuhan-tuhan itu sudah menempuh jalan yang berliku-liku. Mengapa mereka tidak langsung menyembah dan memohon saja kepada Allah Yang Maha Esa.\n\nAyat ini mengandung sindiran kepada kaum musyrikin Mekah agar mereka menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, dan melarang mereka mengada-adakan tuhan yang lain sebagai perantara yang dapat menyampaikan keinginan mereka kepada Zat Yang Maha Esa. Allah tidak menyukai adanya perantara-perantara seperti yang mereka yakini, bahkan Allah telah melarang manusia mengadakan perantara-perantara seperti itu melalui wahyu yang telah disampaikan oleh para rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2072, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Subhaanahoo wa Ta'aalaa 'ammaa yaqooloona 'uluwwan kabeeraa" } }, "translation": { "en": "Exalted is He and high above what they say by great sublimity.", "id": "Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan, luhur dan agung (tidak ada bandingannya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2072", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2072.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2072.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan, bahwa ada tuhan-tuhan selain Dia, Pemilik 'Arasy Yang Agung. Apa yang mereka katakan adalah dusta. Sungguh, Dia Mahatinggi, dengan ketinggian yang sebesar-besarnya, jauh sekali dari apa yang mereka katakan.", "long": "Selanjutnya Allah swt menyatakan kemahasucian-Nya dari sifat yang diada-adakan oleh kaum musyrikin Mekah. Allah swt menegaskan bahwa Dia Mahasuci dan Mahatinggi dari semua sifat yang mereka ada-adakan itu. Apa yang mereka katakan hanyalah berdasarkan dugaan dan anggapan semata. Dia adalah Allah Yang Maha Esa yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.\n\nDalam ayat itu terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa Allah swt itu Mahasempurna, baik zat atau sifat-Nya, dan Mahasuci dari sifat kekurangan, dalam arti yang sebenar-benarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2073, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u064a\u062d\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Tusabbihu lahus samaawaatus sab'u wal ardu wa man feehinn; wa im min shai'in illaa yusabbihu bihamdihee wa laakil laa tafqahoona tasbeehahum; innahoo kaana Haleeman Ghafooraa" } }, "translation": { "en": "The seven heavens and the earth and whatever is in them exalt Him. And there is not a thing except that it exalts [Allah] by His praise, but you do not understand their [way of] exalting. Indeed, He is ever Forbearing and Forgiving.", "id": "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2073", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2073.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2073.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya yakni para malaikat, manusia, jin, dan makhluk lainnya baik yang berakal maupun yang tidak berakal senantiasa dan terus-menerus bertasbih kepada Allah dengan ucapan maupun keadaan yang menunjukkan kepatuhan dan ketundukan kepada hukum Allah. Dan tidak ada sesuatu pun dari mereka yang ada di langit dan di bumi melainkan bertasbih dengan memujiNya, dengan caranya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun kepada hamba-Nya yang berbuat dosa dan mau bertobat kepada-Nya.", "long": "Kemudian Allah swt menjelaskan betapa luasnya kerajaan-Nya dan betapa tinggi kekuasaan-Nya. Langit yang tujuh, bumi, dan semua makhluk yang ada di dalamnya bertasbih dan mengagungkan asma-Nya, serta me-nyaksikan bukti-bukti keesaan-Nya. Tidak ada satu makhluk pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. Siapapun yang mau memperhatikan makhluk atau benda yang ada di sekelilingnya, tentu akan mengetahui bahwa baik makhluk hidup ataupun benda-benda mati seluruhnya tunduk dan takluk pada ketetapan atau ketentuan Allah yang tidak bisa dihindari. \n\nSebagai contoh adalah hukum gaya tarik (gravitasi). Hukum ini berlaku umum dan mempengaruhi semua benda yang ada, apakah benda itu gas, barang cair, benda padat, ataupun makhluk hidup. Semuanya terpengaruh hukum gaya tarik itu. Hal ini menunjukkan bahwa hukum gaya tarik yang mempunyai kekuatan yang begitu besar pengaruhnya tidak mungkin terjadi secara kebetulan saja, melainkan ada yang menciptakan dan mengontrolnya setiap saat. Penciptanya tentu Yang Mahaperkasa dan Mahakuasa, yaitu Allah swt.\n\nHukum gaya tarik ini cukup menjadi bukti bahwa semua benda dan makhluk yang ada di muka bumi ini tunduk dan takluk pada hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah. Apabila seseorang ingin melepaskan diri dari pengaruh gaya tarik (gravitasi) bumi, ia harus mempergunakan ilmu pengetahuan yang dapat melepaskan dirinya dari gaya tarik itu. Untuk menguasai ilmu itu, ia harus menguasai hukum aksi dan reaksi, yaitu aksi yang dapat mengatasi gaya tarik bumi itu, sehingga ia bisa melepaskan diri dari pengaruh kekuatannya. Keberhasilan orang melepaskan diri dari gaya tarik bumi bukan berarti bahwa ia tidak tunduk pada hukum Allah, melainkan ia dapat melepaskan dirinya lantaran tunduk pada hukum alam yang lain. Hal ini menunjukkan betapa luas kekuasaan Allah yang menciptakan hukum-hukum alam. Itupun baru hukum-hukum alam yang telah diketahui manusia, belum lagi hukum-hukum alam yang lain yang masih belum diketahui manusia.\n\nKhusus bagi manusia, makhluk yang berakal, karena terdiri dari jasmani dan rohani, maka jasmaninya tunduk kepada hukum-hukum alam tersebut, baik dikehendaki atau tidak. Sedangkan rohaninya dituntut mengikuti bimbingan Allah yang disampaikan melalui wahyu kepada rasul-Nya.\n\nPara ulama ahli ilmu kalam mengatakan bahwa Allah, Pencipta alam, adalah wajibul wujud (wajib ada-Nya), sedang makhluk-makhluk disebut mumkinat al-wujud (yang mungkin adanya). Al-Mumkinat ini dibagi menjadi berakal dan yang tidak berakal. Makhluk yang berakal mengakui keesaan Allah karena mereka dapat memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit, di bumi, dan pada semua benda-benda yang ada pada keduanya. Oleh karena itu, bibir manusia yang beriman selalu bertasbih memuji Allah. Sedang makhluk yang tidak berakal tunduk kepada aḥkam kauniyyah (yaitu hukum-hukum alam yang diciptakan Allah yang berlaku terhadap benda-benda alam itu). Mereka bertasbih memuji Allah dengan berperilaku sesuai dengan keadaan yang ditakdirkan bagi mereka masing-masing.\n\nAllah lalu menjelaskan bahwa kaum musyrikin Mekah tidak mengetahui bahwa benda-benda alam dan semua makhluk yang ada bertasbih memuji-Nya, karena mereka tidak mau mengakui keesaan Allah. Bahkan, mereka mengadakan tuhan-tuhan yang lain yang dipersekutukan dengan Allah. Kaum musyrikin tidak mau melihat dan memikirkan ketundukan alam semesta dan segala benda-benda serta makhluk di bumi kepada hukum-hukum alam itu, sebagai pencerminan bagi tasbih mereka memuji Allah swt.\n\nMelihat pada beberapa Surah Al-Qur'an (al-Baqarah/2: 29; al-An'am/6: 125), maka langit terbagi dalam tujuh lapis. Apabila kita asumsikan secara ilmiah bahwa kata \"langit\" di sini adalah atmosfer, langit yang paling dekat dengan bumi, dan bukan langit antariksa, maka ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia saat ini mengkonfirmasikannya. \n\nPembagian menjadi tujuh lapis didasarkan pada perbedaan kandungan kimia dan suhu udara yang berbeda-beda di tiap lapisan. Ketujuh lapisan tersebut dinamakan Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Thermosfer, Exosfer, Ionosfer dan Magnetosfer. Penyebutan tujuh lapis langit ini juga diungkapkan pada Surah Nuh/71: 15 dan al- Naba'/78: 12. Selanjutnya dalam Surah Fushshilat/41: 11-12 dinyatakan bawa tiap lapis langit mempunyai urusannya sendiri-sendiri. Hal ini dikonfirmasi ilmu pengetahuan, misalnya ada lapisan yang bertugas untuk membuat hujan, mencegah kerusakan akibat radiasi, memantulkan gelombang radio, sampai kepada lapisan yang mencegah agar meteor tidak merusak bumi.\n\nAyat ini secara simbolik menunjukkan bahwa tasbihnya benda-benda di alam secara fisik adalah kepatuhannya (secara sukarela) terhadap hukum Allah yang mengaturnya atau disebut juga dengan sunatullah. Hukum Allah itu dikenal manusia sebagai hukum alam atau kaidah ilmu pengetahuan yang diketahui manusia (para ahli) dan berlaku pada semua makhluk termasuk manusia (secara fisik). \n\nAdapun yang dimaksud dengan \"kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka\" adalah sebagian besar manusia tidak mengerti sunatullah atau hukum alam yang hanya dimengerti oleh para ahlinya. Jadi hanya orang yang berakal budi dan berpengetahuanlah yang bisa mengerti hukum alam dan dengan demikian juga bisa mengerti akan tasbih dari benda-benda antara langit yang tujuh dan bumi semuanya.\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa sesungguhnya Dia Maha Penyantun. Oleh karena itu, Dia tidak segera menurunkan azab atas kemusyrikan kaum musyrikin Mekah dan atas kelalaian mereka tidak mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah Yang Maha Pengampun. Di antara sifat-sifat kemahapengampunan Allah ialah masih membuka pintu tobat selebar-lebarnya kepada siapa saja yang meminta ampunan-Nya. Allah tidak akan menghukum mereka karena dosa-dosa yang mereka lakukan, jika bertobat dan menyesali perbuatan mereka dengan penyesalan yang sebenar-benarnya, betul-betul menghentikan kemusyrikan, kembali kepada agama tauhid, dan mengikuti bimbingan wahyu yang diturunkan kepada rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2074, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0631\u064e\u0623\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa qaraatal Quraana ja'alnaa bainaka wa bainal lazeena laa yu'minoona bil aakhirati hijaabam mastooraa" } }, "translation": { "en": "And when you recite the Qur'an, We put between you and those who do not believe in the Hereafter a concealed partition.", "id": "Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Qur'an, Kami adakan suatu dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2074", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2074.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2074.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah menyatakan bahwa kaum musyrik tidak memperoleh manfaat dari kehadiran Al-Qur'an walaupun telah berulang kali peringatan dijelaskan di dalamnya. Terkait dengan ini, Allah berfirman kepada Nabi, \"Dan apabila engkau wahai Nabi Muhammad membaca Al-Qur'an yang merupakan petunjuk bagi sekalian manusia, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup, yang menjadi penghalang bagi mereka di dalam memahami tuntunan Al-Qur'an.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa apabila Rasulullah saw membacakan Al-Qur'an kepada kaum musyrikin dengan maksud agar terbuka hati mereka untuk menerima kebenaran yang terkandung di dalamnya, maka Allah swt membuat dinding yang tidak tampak yang menutupi antara Rasulullah dan kaum musyrikin yang tidak beriman kepada hari akhirat.\n\nDinding yang menutupi dan tidak tampak itu ialah sesuatu yang menghalangi hati kaum musyrikin untuk memahami kandungan Al-Qur'an, sehingga tidak dapat mengambil manfaat dan petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya. Hal itu adalah sebagai akibat dari keingkaran mereka kepada hari kebangkitan dan hari pembalasan, serta akibat dari noda-noda kemusyrikan yang telah menyelubungi jiwa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2075, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa 'alaa quloo bihim akinnatan any yafqahoohu wa feee aazaanihim waqraa; wa izaa zakarta Rabbaka fil Quraani wahdahoo wallaw 'alaaa adbaarihim nufooraa" } }, "translation": { "en": "And We have placed over their hearts coverings, lest they understand it, and in their ears deafness. And when you mention your Lord alone in the Qur'an, they turn back in aversion.", "id": "Dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2075", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2075.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2075.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami adakan penutup-penutup di atas hati mereka dan penyumbat di telinga mereka, sesuai dengan kehendak mereka yang tidak percaya kepada kebenaran Al-Qur'an, sehingga mereka tidak dapat memahaminya, yakni memahami tuntunan Al-Qur'an. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam al-Qur'an, tanpa menyebut tuhan-tuhan mereka, niscaya mereka berpaling dan lari menjauh ke belakang karena benci dan enggan mendengar tuntunan Al-Qur'an.", "long": "Selanjutnya Allah swt menjelaskan bahwa pada saat Rasulullah membaca Al-Qur'an, Allah swt memasang tutup yang menyelubungi hati kaum musyrikin, sehingga hati mereka tidak bisa memahami Al-Qur'an, dan memasang sumbat di telinga mereka, sehingga tidak dapat mendengarnya. Kalau dalam ayat 45 di atas, Allah menyebutkan sebab-sebab yang meng-halangi mereka memahami Al-Qur'an yang datang dari luar, dalam ayat ini Allah swt menyebutkan sebab-sebab yang datang dari dalam atau yang terdapat pada diri mereka sendiri. Mereka telah mengalami kerusakan mental yang berat, sehingga tidak dapat lagi mengendalikan jiwanya. Oleh karena itu, mereka terhalang dari memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang benar-benar meminta perhatian dan pemusatan pikiran. Kerusakan mental ini disebabkan kebiasaan mereka mengikuti jejak nenek moyang, meskipun apa yang diikuti itu tidak benar. Mereka sendiri mengakui kerusakan mental mereka, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah pada ayat yang lain:\n\nDan mereka berkata, \"Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu), sesung-guhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami).\" (Fushshilat/41: 5) (Perhatikan pula Fushshilat/41: 44 dan al-An'am/6: 25)\n\nSelanjutnya dijelaskan bahwa apabila Rasulullah menyebutkan nama Allah Yang Maha Esa dalam Al-Qur'an, tanpa menyebutkan nama-nama tuhan mereka, mereka berpaling ke belakang, dan menjauhinya dengan sikap yang sombong dan takabur. Mereka merasa tersinggung sebab Rasulullah hanya menyebut nama Allah Yang Maha Esa saja dan tidak menyebutkan nama berhala-berhala mereka dalam Al-Qur'an yang dibaca. Mereka benar-benar membenci Nabi yang tidak hanya tampak pada ucapan dan sikap mereka, akan tetapi diikuti dengan tindakan-tindakan penyiksaan kepada kaum Muslimin. Mereka juga merintangi kegiatan menyebarkan dakwah Islamiyah di kalangan penduduk Mekah dan sekitarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2076, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u062d\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "nahnu a'lamu bimaa yastami'oona biheee iz yastami'oona ilaika wa iz hum najwaaa iz yaqooluz zaalimoona in tattabi'oona illaa rajulam mas hooraa" } }, "translation": { "en": "We are most knowing of how they listen to it when they listen to you and [of] when they are in private conversation, when the wrongdoers say, \"You follow not but a man affected by magic.\"", "id": "Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad), dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2076", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2076.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2076.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang dilakukan kaum musyrik itu tidak luput dari pengetahuan Allah. Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau, bahwa mereka melecehkan kamu dan mencari-cari celah untuk menolak kebenaran Al-Qur'an, dan sewaktu mereka berbisik-bisik di antara mereka sendiri untuk mendustakan Al-Qur'an, yaitu ketika orang-orang zalim itu berkata, \"Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.\"", "long": "Allah swt menjelaskan kepada Rasul-Nya bahwa Dialah yang mengetahui sikap mereka ketika mendengarkan Rasulullah membacakan Al-Qur'an. Mereka memperolok-olok dan mendustakannya. Allah yang menge-tahui ketika mereka berbisik-bisik satu sama lain dengan mengatakan, \"Muhammad itu orang gila.\" Ada pula yang mengatakan, \"Dia tukang tenung,\" dan ada yang mengatakan, \"Muhammad itu tiada lain kecuali orang yang kena sihir sebab pikirannya berubah-ubah dan tidak konsisten lagi, apakah kita pantas mengikuti orang gila semacam Muhammad itu?\"\n\nFirman Allah swt:\n\nDan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata, \"Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.\" (al-Qalam/68: 51)" } } }, { "number": { "inQuran": 2077, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Unzur kaifa daraboo lakal amsaala fadalloo falaa yastatee'oona sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Look how they strike for you comparisons; but they have strayed, so they cannot [find] a way.", "id": "Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan untukmu (Muhammad); karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2077", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2077.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2077.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memerintahkan kepada Rasul, \"Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu, dengan menggunakan kata-kata seperti dukun, penyair, penyihir, gila, dan sebagainya, karena itu mereka menjadi sesat, jauh dari petunjuk Tuhan, dan tidak dapat lagi menemukan jalan yang benar menuju kepadanya.\"", "long": "Allah swt lalu memerintahkan Rasulullah agar memperhatikan bagaimana kaum musyrikin membuat perumpamaan bagi dirinya, seperti mengatakan bahwa beliau gila, penyair, kena sihir, dan sebagainya. Dengan demikian, mereka telah menjadi sesat, dan tidak akan mendapat petunjuk karena telah menyimpang dari jalan yang benar. Berbagai perumpamaan yang mereka berikan kepada Nabi Muhammad saw ketika mendengarkannya membacakan Al-Qur'an, adalah pernyataan yang lahir dari sikap mental mereka terhadap wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Mereka sebenarnya tidak mau mengakui kebenaran wahyu yang dibacakan Rasulullah, karena membawa keterangan-keterangan yang bertentangan dengan kepercayaan yang diwarisi secara membabi buta dari nenek moyang mereka. Oleh sebab itu, mereka tidak bisa diharapkan lagi untuk mendapat petunjuk dan bimbingan dari wahyu, karena hati mereka telah diselubungi oleh noda-noda kemusyrikan yang luar biasa." } } }, { "number": { "inQuran": 2078, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 15, "page": 286, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 114, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0641\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064b\u0627 \u062c\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaalooo'a izaa kunnaa 'izaamanw wa rufaatan 'a innaa lamab'oosoona khalqan jadeedaa" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When we are bones and crumbled particles, will we [truly] be resurrected as a new creation?\"", "id": "Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2078", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2078.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2078.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu, Allah membicarakan perkara kenabian dan bantahan kepada kaum musyrik yang memperolok-olokkan Nabi dan mendustakan Al-Qur'an. Kemudian pada ayat ini Allah membantah keragu-raguan mereka terhadap akhirat, kebangkitan dan pembalasan. Allah menyatakan, \"Dan mereka, orang-orang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan, berkata, \"Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang yang berserakan dan benda-benda yang hancur, terpisah satu dengan yang lain apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?\"", "long": "Allah swt menjelaskan kepada Rasul-Nya apa yang dikatakan oleh kaum musyrikin Mekah mengenai hari kebangkitan. Mereka mengatakan bahwa apabila mereka telah mati dan menjadi tulang belulang yang lapuk dan tidak utuh lagi, apakah benar mereka akan dibangkitkan kembali seperti makhluk semula. Dari perkataan mereka ini tampak bahwa mereka tidak mau mempercayai adanya hari kebangkitan.\n\nMenurut kepercayaan mereka, apabila manusia telah mati dan menjadi tulang belulang yang bercerai-berai, apalagi telah hancur luluh, tidak mungkin akan terkumpul kembali dan menjadi makhluk semula yang hidup seperti sediakala. Inilah yang menjadi sebab utama mengapa mereka menolak kebenaran wahyu dan kerasulan Muhammad saw. Keingkaran mereka terhadap hari kebangkitan ini disebabkan oleh sikap mereka yang menyamakan sesuatu yang berada di luar kemampuan pikiran mereka dengan kejadian yang biasa dialami sehari-hari. Padahal kekuasaan untuk membangkitkan kembali semua makhluk berada di tangan Allah swt yang semula menciptakannya. Semua itu berada di luar kemampuan pikiran atau akal mereka. Jika mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah di langit, di bumi, dan di semua benda-benda di sekeliling mereka, pasti mereka akan membenarkan kejadian hari kebangkitan itu.\n\nAllah swt berfirman:\n\n(Orang-orang kafir) berkata, \"Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?\" Mereka berkata, \"Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.\" (an-Nazi'at/79: 10-12)\n\nDan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)" } } }, { "number": { "inQuran": 2079, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul koonoo jijaaratan aw hadeedaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Be you stones or iron", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Jadilah kamu batu atau besi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2079", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2079.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2079.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Jadilah kamu sekalian, apa saja, batu atau besi, niscaya Tuhan akan mengembalikan kamu kepada keadaan semula ketika diciptakan.", "long": "Allah swt memerintahkan Rasul-Nya untuk memberikan jawaban dan menerangkan kepada kaum musyrikin Mekah bahwa Allah swt berkuasa membangkitkan mereka kembali setelah mereka mati seperti keadaan pada saat pertama kali diciptakan, bagaimanapun juga keadaan mereka, apakah ia berupa tulang, bangkai, batu, besi, atau apa saja menurut pemahaman mereka. Allah swt memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengatakan kepada mereka, \"Jadilah kamu sekalian batu atau besi.\" Maksudnya ialah meskipun mereka telah menjadi batu atau besi, atau menjadi benda apapun menurut dugaan mereka jauh kemungkinannya untuk hidup kembali, sebenarnya Allah swt berkuasa menghidupkan mereka kembali. Itulah sebabnya Allah swt memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menjawab keraguan mereka dengan tegas bahwa yang akan menghidup-kan mereka ialah Zat yang menciptakan mereka pertama kali. Apabila Allah swt berkuasa menciptakan mereka pada kali yang pertama dari tanah, Dia pun berkuasa untuk menghidupkan mereka kembali setelah menjadi tanah.\n\nKemudian dijelaskan bahwa mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mendengar penjelasan Rasulullah sebagai tanda bahwa mereka mendustakannya dan betul-betul tidak dapat menerima terjadinya hari kebangkitan. Sikap ini juga sebagai tanda bahwa mereka akan menanyakan kapan terjadinya hari kebangkitan, dan kapan mereka akan dibangkitkan sebagai makhluk baru. Pertanyaan yang serupa dinyatakan dalam ayat-ayat yang lain. Allah berfirman:\n\nDan mereka (orang-orang kafir) berkata, \"Kapan janji (hari kebangkitan) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?\" (Yasin/36: 48)\n\nOrang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat, meminta agar hari itu segera terjadi. (asy-Syura/42: 18)\n\nPada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan dengan disusun kembali dari tulang ekornya. Nabi Muhammad bersabda:\n\n\"Sesungguhnya pada diri manusia ada tulang yang tidak akan termakan tanah selamanya. Dari tulang itu manusia akan disusun kembali pada hari kiamat.\" Para sahabat bertanya, \"Tulang apakah itu, wahai Rasulullah?\" beliau menjawab, \"Tulang ekor.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDi akhir ayat, Allah swt memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaum musyrikin bahwa mereka harus bersiap-siap untuk menghadapi hari kebangkitan, karena waktunya sudah dekat, dan memang pasti datang. Orang Arab biasanya mengatakan sesuatu yang akan datang dan pasti terjadi, dengan mengatakan waktunya sudah dekat meskipun berselang lama. Dalam hal ini, Allah swt tidak memastikan kapan hari kebangkitan itu datang kepada semua makhluk-Nya, baik kepada malaikat ataupun Rasul-Nya. Dia hanya memberitahukan hari kebangkitan pasti datang dalam waktu dekat." } } }, { "number": { "inQuran": 2080, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064f\u0631\u064f \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u06da \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064f\u0646\u0652\u063a\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "aw khalqam mimmaa yakburu fee sudoorikum; fasa yaqooloona mai yu'eedunaa qulil lazee fatarakum awwala marrah; fasa yunghidoona ilaika ru'oosahum wa yaqooloona mataa huwa qul 'asaaa any yakoona qareeba" } }, "translation": { "en": "Or [any] creation of that which is great within your breasts.\" And they will say, \"Who will restore us?\" Say, \"He who brought you forth the first time.\" Then they will nod their heads toward you and say, \"When is that?\" Say, \"Perhaps it will be soon -", "id": "atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, “Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah, “Barang kali waktunya sudah dekat,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2080", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2080.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2080.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau jadilah kamu suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin mengalami hidup kembali menurut pikiranmu, karena lebih keras dari batu ataupun besi, niscaya Tuhan akan menghidupkanmu dan membangkitkanmu. Maka setelah mendengar penjelasan itu, mereka akan bertanya, \"Siapa yang akan menghidupkan kami kembali sesudah kami mati.\" Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama.\" Lalu setelah mendengar jawaban Nabi, mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu karena tidak percaya dan berkata seakan-akan menantang, \"Kapan kebangkitan itu akan terjadi?\" Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat,\" dan pasti datang saat yang dijanjikan itu.", "long": "Allah swt memerintahkan Rasul-Nya untuk memberikan jawaban dan menerangkan kepada kaum musyrikin Mekah bahwa Allah swt berkuasa membangkitkan mereka kembali setelah mereka mati seperti keadaan pada saat pertama kali diciptakan, bagaimanapun juga keadaan mereka, apakah ia berupa tulang, bangkai, batu, besi, atau apa saja menurut pemahaman mereka. Allah swt memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengatakan kepada mereka, \"Jadilah kamu sekalian batu atau besi.\" Maksudnya ialah meskipun mereka telah menjadi batu atau besi, atau menjadi benda apapun menurut dugaan mereka jauh kemungkinannya untuk hidup kembali, sebenarnya Allah swt berkuasa menghidupkan mereka kembali. Itulah sebabnya Allah swt memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menjawab keraguan mereka dengan tegas bahwa yang akan menghidup-kan mereka ialah Zat yang menciptakan mereka pertama kali. Apabila Allah swt berkuasa menciptakan mereka pada kali yang pertama dari tanah, Dia pun berkuasa untuk menghidupkan mereka kembali setelah menjadi tanah.\n\nKemudian dijelaskan bahwa mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mendengar penjelasan Rasulullah sebagai tanda bahwa mereka mendustakannya dan betul-betul tidak dapat menerima terjadinya hari kebangkitan. Sikap ini juga sebagai tanda bahwa mereka akan menanyakan kapan terjadinya hari kebangkitan, dan kapan mereka akan dibangkitkan sebagai makhluk baru. Pertanyaan yang serupa dinyatakan dalam ayat-ayat yang lain. Allah berfirman:\n\nDan mereka (orang-orang kafir) berkata, \"Kapan janji (hari kebangkitan) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?\" (Yasin/36: 48)\n\nOrang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat, meminta agar hari itu segera terjadi. (asy-Syura/42: 18)\n\nPada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan dengan disusun kembali dari tulang ekornya. Nabi Muhammad bersabda:\n\n\"Sesungguhnya pada diri manusia ada tulang yang tidak akan termakan tanah selamanya. Dari tulang itu manusia akan disusun kembali pada hari kiamat.\" Para sahabat bertanya, \"Tulang apakah itu, wahai Rasulullah?\" beliau menjawab, \"Tulang ekor.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDi akhir ayat, Allah swt memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaum musyrikin bahwa mereka harus bersiap-siap untuk menghadapi hari kebangkitan, karena waktunya sudah dekat, dan memang pasti datang. Orang Arab biasanya mengatakan sesuatu yang akan datang dan pasti terjadi, dengan mengatakan waktunya sudah dekat meskipun berselang lama. Dalam hal ini, Allah swt tidak memastikan kapan hari kebangkitan itu datang kepada semua makhluk-Nya, baik kepada malaikat ataupun Rasul-Nya. Dia hanya memberitahukan hari kebangkitan pasti datang dalam waktu dekat." } } }, { "number": { "inQuran": 2081, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 244, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma yad'ookum fatastajeeboona bihamdihee wa tazunnoona il labistum illaa qaleela" } }, "translation": { "en": "On the Day He will call you and you will respond with praise of Him and think that you had not remained [in the world] except for a little.\"", "id": "yaitu pada hari (ketika) Dia memanggil kamu, dan kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, (rasanya) hanya sebentar saja kamu berdiam (di dalam kubur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2081", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2081.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2081.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu pada hari ketika Dia memanggil kamu melalui malaikat, lalu kamu mematuhi-Nya dengan bersungguh-sungguh sambil memuji-Nya atas kuasa-Nya membangkitkan kamu, dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam di dalam kubur atau di dunia kecuali sebentar saja, walaupun kamu berada di sana bertahun-tahun lamanya.", "long": "Kemudian dijelaskan bahwa hari kebangkitan itu adalah hari ketika Allah swt memanggil semua manusia, lalu mereka akan mematuhi panggilan itu sambil memuji-Nya. Maksudnya ialah bahwa pada hari itu Allah dengan kemahakuasaan-Nya memanggil seluruh manusia. Lalu mereka bangkit dari kuburnya sambil memuji kekuasaan Allah yang telah membangkitkan mereka sesuai dengan janji yang telah ditetapkan.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan dengarkanlah (seruan) pada hari (ketika) penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. (Yaitu) pada hari (ketika) mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenarnya. Itulah hari keluar (dari kubur). (Qaf/50: 41-42)\n\nDiriwayatkan dalam sebuah hadis marfu dari Anas bahwa beliau berkata, \"Orang-orang yang mengucapkan, \"Tiada tuhan selain Allah,\" tidaklah merasa kesepian di alam kubur. Seolah aku bersama mereka keluar dari kuburnya dengan menyeka debu tanah dari kepala mereka, seraya berkata, \"Tiada tuhan selain Allah.\" Dalam riwayat ath-thabrani dari Ibnu Umar bahwa mereka berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan kami.\" (Riwayat ath-thabrani)\n\nPada saat bangkit dari kubur, mereka mengira bahwa mereka hidup di dunia tidak lama, tetapi hanya sebentar saja.\n\nAllah swt berfirman:\n\nPada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari. (an-Nazi'at/79: 46) (Perhatikan pula Yunus/10: 45)\n\nAl-hasan al-Bashri memberi penjelasan bahwa yang dimaksud dengan dekatnya hari kebangkitan itu ialah di hari itu kamu merasa seolah-olah pernah berada di dunia, (padahal kamu sekian lama berada di sana), dan tiba-tiba kamu sekarang telah berada di akhirat dan dalam menjalani proses penghitungan amal baik dan buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 2082, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 245, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0646\u0632\u064e\u063a\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qul li'ibaadee yaqoolul latee hiya ahsan; innash shaitaana yanzaghu bainahum; innash shaitaana kaana lil insaani 'aduwwam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "And tell My servants to say that which is best. Indeed, Satan induces [dissension] among them. Indeed Satan is ever, to mankind, a clear enemy.", "id": "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2082", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2082.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2082.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman apabila mereka berkata kepada kaum musyrikin, \"Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik dan benar walaupun mereka bersikap keras dan berkata kasar kepadamu. Sungguh, setan itu senantiasa mencari peluang dan berusaha menimbulkan perselisihan di antara mereka, yakni orang-orang yang beriman. Sungguh, setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasulullah agar mengatakan kepada semua hamba-Nya supaya mengucapkan perkataan yang lebih baik pada saat berbicara atau berdebat dengan orang-orang musyrik ataupun yang lainnya. Agar mereka tidak menggunakan kata-kata yang kasar dan caci-maki yang akan menimbulkan kebencian, tetapi hendaklah menggunakan kata-kata yang benar dan mengandung pelajaran yang baik.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik. (an-Nahl/16: 125). Perhatikan pula al-'Ankabut/29: 46.\n\nAllah swt menjelaskan alasan larangan-Nya itu, yaitu setan bisa merusak suasana dan menyebarkan bencana di antara kaum Mukminin dengan orang-orang musyrik ketika mereka berbicara kasar dan berselisih. Perselisihan di kalangan mereka bisa menimbulkan pertentangan, bahkan perkelahian. Dalam hal ini, Rasulullah saw pernah melarang seorang laki-laki Muslim menudingnya dengan menggunakan sepotong besi, karena khawatir kalau-kalau setan melepaskan senjata itu dari tangannya lalu meluncur mengenai Rasul. Hal ini akan menyebabkan orang itu berdosa dan dimasukkan ke dalam neraka.\n\nDiriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nJanganlah seorang di antara kamu mengacung- acungkan senjata kepada saudaranya, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui, boleh jadi setan melepaskan senjata dari tangannya, sehingga dia akan masuk ke lembah neraka. (Riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah)\n\nKemudian Allah menegaskan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Permusuhan di antara keduanya sudah berlangsung lama. Dalam ayat lain Allah swt berfirman:\n\nKemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. (al-A'raf/7: 17)" } } }, { "number": { "inQuran": 2083, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 245, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rabbukum a'lamu bikum iny yashaaa yarhamkum aw iny yashaa yu'azzibkum; wa maaa arsalnaaka 'alaihim wakeelaa" } }, "translation": { "en": "Your Lord is most knowing of you. If He wills, He will have mercy upon you; or if He wills, He will punish you. And We have not sent you, [O Muhammad], over them as a manager.", "id": "Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepadamu, dan jika Dia menghendaki, pasti Dia akan mengazabmu. Dan Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi penjaga bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2083", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2083.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2083.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu wahai kaum musyrik. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepadamu, dengan memberi petunjuk kepadamu sehingga kamu beriman, dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengazabmu, disebabkan karena keburukan perbuatanmu dan kekufuranmu, sehingga kamu mati dalam kekufuran. Dan Kami tidaklah mengutusmu wahai Nabi Muhammad untuk menjadi penjaga bagi mereka yang mencegah mereka dari kekufuran atau memaksa mereka kepada iman.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa Dialah yang lebih mengetahui tentang keadaan orang-orang musyrik itu. Bila Allah menghendaki, tentu Dia akan memberikan rahmat-Nya dengan jalan memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada mereka, sehingga selamat dari kesesatan dan menjadi manusia yang patuh. Tetapi bila Dia menghendaki untuk menyiksanya, tentu mereka tidak akan memperoleh hidayah untuk beriman.\n\nDalam ayat ini terdapat isyarat bahwa kaum Muslimin tidak boleh menghina kaum musyrikin, dan mengatakan mereka sebagai ahli neraka. Kepastian seseorang masuk neraka ataupun tidak, termasuk masalah gaib yang hanya diketahui Allah swt. Kaum Muslimin juga tidak boleh melaku-kan sesuatu yang membuat mereka malu, karena yang demikian itu hanya menyebabkan mereka dengki dan menimbulkan permusuhan.\n\nDi akhir ayat ditegaskan bahwa Allah tidak mengutus Rasul-Nya untuk memaksa mereka melakukan apa yang diridai-Nya. Akan tetapi, Allah mengutusnya sebagai pemberi berita gembira dan peringatan. Itulah sebab-nya Allah melarang Rasulullah melakukan pemaksaan terhadap mereka, dan memerintahkan agar semua sahabatnya bersikap lapang dada." } } }, { "number": { "inQuran": 2084, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 245, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0632\u064e\u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Rabbuka a'lamu biman fis samaawaati wal lard; wa laqad faddalnaa ba'dan Nabiyyeena 'alaa ba'dinw wa aatainaaa Daawooda Zabooraa" } }, "translation": { "en": "And your Lord is most knowing of whoever is in the heavens and the earth. And We have made some of the prophets exceed others [in various ways], and to David We gave the book [of Psalms].", "id": "Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2084", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2084.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2084.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan di bumi dari sekalian makhluk-Nya, dan dia memilih di antara makhluk-Nya itu nabi-nabi yang diutus untuk memberikan peringatan dan petunjuk kepada kaumnya. Dan sungguh, telah Kami lebihkan keutamaan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian yang lain, dan di antara kelebihan itu ialah Kami berikan kitab Zabur kepada Nabi Dawud.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah swt lebih mengetahui keadaan hamba-Nya yang di langit atau di bumi, yang tampak ataupun yang tidak. Dia memilih di antara hamba-Nya, siapa yang pantas menerima tugas kenabian dan pengetahuan agama. Dia pula yang melebihkan hamba yang satu dari hamba yang lainnya, sesuai dengan ilmu dan kuasa-Nya semata.\n\nAyat ini juga merupakan sanggahan terhadap kaum musyrikin yang mengatakan bahwa jauh kemungkinannya Muhammad yang hanya seorang anak yatim piatu dan diasuh oleh pamannya, Abu thalib, menjadi seorang nabi. Kalau pengikut-pengikutnya hanyalah orang-orang kelaparan, dan berpakaian compang-camping, tidak mungkin orang bangsawan dan pemuka-pemuka Quraisy mau menjadi pengikutnya.\n\nPenyebutan bahwa Allah lebih mengetahui makhluk-Nya yang ada di langit dan di bumi pada ayat ini merupakan sanggahan terhadap dugaan dan keinginan mereka bahwa sepatutnya Allah mengirim malaikat atau orang besar dari Mekah atau Taif, untuk menjadi utusan-Nya. Firman Allah:\n\nMengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita. (al-Furqan/25: 21)\n\nFirman Allah pula:\n\nDan mereka (juga) berkata, \"Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?\" (az-Zukhruf/43: 31)\n\nDi antara hamba Allah yang dipilih untuk menjadi utusan-Nya ialah mereka yang mempunyai keutamaan rohani dan jiwa yang bersih. Allah swt melebihkan sebagian nabi atas sebagian yang lain sesuai dengan pilihan-Nya juga, seperti Nabi Ibrahim diberi keistimewaan sehingga diberi gelar Khalilullah dan Nabi Musa diberi keistimewaan pula sehingga diberi gelar Kalimullah. Nabi Muhammad diberi mukjizat yang tertinggi di antara semua mukjizat yaitu Al-Qur'an dan diberi kemuliaan menghadap langsung ke hadirat-Nya ketika Isra' dan Mi'raj.\n\nAllah swt berfirman:\n\nRasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus. (al-Baqarah/2: 253)\n\nDi akhir ayat, Allah menyebutkan bahwa Dia telah memberikan Zabur kepada Daud a.s. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa keutamaan Nabi Daud, bukan hanya karena menjadi raja, tetapi karena ia juga memperoleh kitab dari Allah.\n\nPenyebutan Zabur secara khusus dalam ayat ini karena dalam kitab itu disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah nabi penutup dan umatnya adalah umat yang baik pula.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauḥ Maḥfudh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh. (al-Anbiya'/21: 105)\n\nYang dimaksud dengan hamba-hamba-Ku yang saleh dalam ayat di atas adalah Nabi Muhammad dan umatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2085, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 245, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0634\u0652\u0641\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qulid 'ul lazeena za'amtum min doonihee falaa yamlikoona kashfad durri'ankum wa laa tahweelaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Invoke those you have claimed [as gods] besides Him, for they do not possess the [ability for] removal of adversity from you or [for its] transfer [to someone else].\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2085", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2085.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2085.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada kaum musyrik, \"Panggillah mereka yang kamu anggap sebagai tuhan selain Allah,seperti Nabi Isa, Nabi Uzair, para malaikat, atau siapa pun yang dianggap oleh sebagian orang sebagai tuhan mereka selain Allah, dan mintalah kepadanya agar mendatangkan manfaat kepadamu atau menghilangkan bahaya yang menimpamu, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan sedikit pun untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula mampu memindahkannya sehingga tidak menimpa kamu.", "long": "Sabab nuzul ayat ini ialah sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu Mas'ud bahwa ada manusia yang menyembah manusia dan jin. Jin tersebut sebagian masuk Islam, dan sebagian lagi tetap dalam keyakinannya. Maka turunlah ayat ini. \n\nDalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasul-Nya agar mengatakan ke-pada kaum musyrikin Mekah ucapan berikut ini, \"Pada saat kamu ditimpa bahaya, seperti kemiskinan dan serangan penyakit, cobalah panggil mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah, apakah tuhan-tuhan itu mampu menghilangkan bahaya yang menimpa kamu?\" Maka dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mereka anggap tuhan itu tidak akan mampu menolak bahaya atau memindahkannya kepada orang lain. Sebab, mereka memang tidak mempunyai kekuasaan untuk melakukan yang demikian. Yang mempunyai kekuasaan dan kemampuan untuk menghilang-kan bahaya itu ialah Pencipta alam semesta ini dan sekaligus Pencipta mereka, yaitu Allah Yang Maha Esa. Oleh karena itu, Allah itulah yang harus disembah." } } }, { "number": { "inQuran": 2086, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 245, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0633\u0650\u064a\u0644\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u062d\u0652\u0630\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena yad'oona yabtaghoona ilaa Rabbihimul waseelata ayyuhum aqrabu wa yarjoona rahmatahoo wa yakhaafoona 'azaabah; inna 'azaaba rabbika kaana mahzooraa" } }, "translation": { "en": "Those whom they invoke seek means of access to their Lord, [striving as to] which of them would be nearest, and they hope for His mercy and fear His punishment. Indeed, the punishment of your Lord is ever feared.", "id": "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2086", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2086.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2086.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang mereka seru itu, yaitu orang-orang yang mereka anggap sebagai tuhan selain Allah, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, dan berusaha siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah. Dan mereka senantiasa mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu adalah sesuatu yang harus ditakuti oleh siapa pun makhluk-Nya.", "long": "Di atas telah disebutkan bahwa kaum musyrik menyembah para malaikat, jin, Nabi Isa, dan 'Uzair. Mereka menganggapnya sebagai tuhan yang dapat menghilangkan bahaya dan kemudaratan mereka. Lalu Allah menyebutkan bahwa yang mereka sembah itu sendiri sebenarnya mencari wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jalan itu tidak lain ialah taat kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.\n\nImam at-Tirmidzi dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah, ia berkata:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Mohonkanlah wasilah untukku kepada Allah.\" Mereka bertanya, \"Apakah wasilah itu? Nabi pun berkata, \"Mendekatkan diri kepada Allah.\" Kemudian Nabi membaca ayat ini (ayat 57).\n\nLebih lanjut Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang paling dekat sekalipun, di antara para malaikat, jin, Nabi Isa, dan 'Uzair, kepada Allah tetap mencari wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dengan menaati dan menghambakan diri kepada-Nya. Oleh karena itu, apakah mereka layak disembah? Mengapa kamu tidak langsung saja menyembah Allah?\n\nPada bagian akhir ayat ini, Allah swt menyebutkan bahwa sesungguhnya azab Tuhan adalah hal yang (harus) ditakuti oleh siapa pun, baik para malaikat, para rasul dan nabi-Nya, maupun manusia seluruhnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2087, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 15, "page": 287, "manzil": 4, "ruku": 245, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0637\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa im min qaryatin illaa Nahnu muhlikoohaa qabla Yawmil Qiyaamati aw mu'az ziboohaa 'azaaban shadeedaa; kaana zaalika fil Kitaabi mastooraa" } }, "translation": { "en": "And there is no city but that We will destroy it before the Day of Resurrection or punish it with a severe punishment. That has ever been in the Register inscribed.", "id": "Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuzh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2087", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2087.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2087.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada suatu negeri pun yang durhaka penduduknya karena kekufuran atau kejahatan perbuatannya, melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat dengan kematian atau Kami siksa penduduknya dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu, yakni kebinasaan dan siksa yang menimpa mereka, telah tertulis di dalam kitab Lauh Mahfudh.", "long": "Allah swt memberikan peringatan kepada kaum musyrikin Mekah yang mengingkari terjadinya hari kebangkitan, hari pembalasan, dan kerasulan Muhammad, bahwa tidak ada suatu negeri pun yang penduduknya durhaka, melainkan dibinasakan keseluruhannya, sebelum hari kiamat datang atau ditimpa bencana yang hebat karena dosa dan keingkaran mereka kepada nabi-nabi yang pernah diutus kepada mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan (di akhirat). Sehingga mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan mereka, itu adalah kerugian yang besar. (ath-thalaq/65: 8-9)\n\nAllah swt menjelaskan bahwa yang demikian itu telah tercantum dalam kitab Allah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari 'Ubadah bin shamit ia berkata, \"Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda:\n\nSebenarnya yang diciptakan pertama kali oleh Allah ialah qalam (pena), kemudian Allah swt berfirman pada qalam itu, \"Catatlah,\" lalu qalam itu berkata, \"Apa yang akan saya catat?\" Allah swt berfirman, \"Catatlah hal-hal yang telah ditentukan, dan apa yang akan terjadi hingga hari kiamat.\" (Riwayat Imam at-Tirmidzi dari 'Ubadah bin shamit)" } } }, { "number": { "inQuran": 2088, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 15, "page": 288, "manzil": 4, "ruku": 245, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u064e \u0645\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0648\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa mana'anaaa an nursila bil aayaati illaaa an kazzaba bihal awwaloon; wa aatainaa Samoodan naaqata mubsiratan fazalamoo bihaa; wa maa nursilu bil aayaati illaa takhweefaa" } }, "translation": { "en": "And nothing has prevented Us from sending signs except that the former peoples denied them. And We gave Thamud the she-camel as a visible sign, but they wronged her. And We send not the signs except as a warning.", "id": "Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2088", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2088.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2088.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir Mekah berkata bahwa nabi-nabi dahulu dapat melakukan perbuatan yang luar biasa, seperti mengarahkan angin menurut kehendaknya atau menghidupkan orang mati, lalu mereka meminta kepada Nabi Muhammad agar menunjukkan bukti kenabiannya dengan mengubah bukit Safa menjadi emas, maka turunlah wahyu Allah, Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan Kami yang dapat dilihat, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan di antara tanda-tanda yang telah Kami berikan kepada umat terdahulu yaitu tanda-tanda yang Kami berikan kepada kaum Å amud, kaumnya Nabi Saleh, berupa unta betina sebagai mukjizat yang dapat dilihat, sebagaimana yang diusulkan oleh mereka, tetapi mereka menganiaya unta betina itu dengan membunuhnya. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti agar mereka beriman. Akan tetapi mereka tidak mau beriman, walaupun telah Kami tunjukkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami yang bersifat indrawi yang mereka minta. Jika Kami menunjukkan tanda-tanda itu kepadamu niscaya kamu akan mendustakan pula, dan dengan demikian akan berlaku pula ketentuan kami menghancurkan penduduk negeri yang durhaka sebagaimana berlaku kepada kaum sebelum kamu.", "long": "Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa ia berkata, \"Penduduk Mekah meminta kepada Nabi saw agar mengubah gunung Safa menjadi gunung emas, dan menghilangkan bukit agar tanahnya bisa diguna-kan untuk pertanian. Malaikat mengatakan kepada Nabi, \"Jika engkau mau memenuhi permintaan mereka, penuhilah. Apabila mereka mengingkari, mereka dapat dibinasakan seperti umat-umat terdahulu.\" Nabi bersabda, \"Tetapi saya ingin menunda permintaan mereka.\" Kemudian Allah menurun-kan ayat ini.\"\n\nAllah menjelaskan bahwa tidak ada yang mampu menghalangi ter-laksananya mukjizat yang diberikan kepada rasul-Nya. Orang-orang dahulu yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan-Nya (mukjizat) seperti yang telah diberikan kepada para rasul-Nya yang terdahulu, akan dimusnahkan. Begitu pula orang-orang Quraisy yang meminta kepada Nabi Muhammad saw, supaya Allah menurunkan pula tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada mereka. Akan tetapi, Allah tidak mengabulkannya, karena bila tanda-tanda kekuasaan Allah itu diturunkan, pasti mereka mendustakannya juga dan tentulah mereka akan dibinasakan seperti umat-umat yang dahulu. Sedang Allah tidak akan membinasakan orang-orang Quraisy, karena di antara keturunan mereka ada yang diharapkan menjadi orang-orang yang beriman.\n\nAllah swt menjelaskan bahwa Dia telah memberikan tanda-tanda kekuasaan-Nya (mukjizat-Nya) kepada Nabi Saleh, seperti yang diminta oleh kaum Samud yaitu unta betina yang dapat mereka saksikan sendiri.\n\nRasulullah bersabda:\n\nDiriwayatkan dari ar-Rabi' bin Anas, ia berkata, \"Orang-orang Quraisy berkata kepada Rasulullah saw, \"(Kami mau beriman), seandainya didatangkan kepada kami tanda-tanda kekuasaan Allah, seperti yang didatangkan oleh Nabi Saleh dan para nabi (kepada umat mereka).\" Kemudian Rasulullah saw bersabda, \"Kalau kamu sekalian menginginkan agar saya berdoa kepada Allah, tentulah Allah akan menurunkan (tanda-tanda kekuasaan itu) kepadamu. Tetapi apabila kamu membangkang juga, tentulah kamu akan dibinasakan.\" Kemudian mereka berkata, \"Kami tidak menginginkan.\" (Riwayat al-Baihaqi) \n\nAllah menjelaskan bahwa pada akhirnya kaum Samud tetap tidak menjadi orang-orang yang beriman, bahkan mereka menganiaya unta betina yang menjadi mukjizat Nabi Saleh itu dan menyembelihnya. Allah swt lalu membinasakan mereka karena dosa-dosa mereka, dan menyamaratakan mereka dengan tanah.\n\nDi akhir ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa Dia memberikan tanda-tanda kekuasaan itu untuk mengingatkan manusia agar mengambil pelajaran darinya, sehingga mereka bertobat dan kembali mengikuti bimbingan Allah swt seperti yang diserukan oleh para nabi dan rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2089, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 15, "page": 288, "manzil": 4, "ruku": 245, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u0637\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0624\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0646\u064f\u062e\u064e\u0648\u0651\u0650\u0641\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iz qulnaa laka inna rabbaka ahaata binnaas; wa maa ja'alnar ru'yal lateee arainaaka illaa fitnatal linnaasi washshajaratal mal'oonata fil quraan; wa nukhaw wifuhum famaa yazeeduhum illa tughyaanan kabeeraa" } }, "translation": { "en": "And [remember, O Muhammad], when We told you, \"Indeed, your Lord has encompassed the people.\" And We did not make the sight which We showed you except as a trial for the people, as was the accursed tree [mentioned] in the Qur'an. And We threaten them, but it increases them not except in great transgression.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, “Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2089", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2089.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2089.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad agar tidak ragu-ragu menyampaikan risalah-Nya, dan tidak bersedih hati karena penolakan orang-orang kafir terhadap ayat-ayat Allah. Dan ingatlah ketika Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, \"Sungguh, ilmu dan kekuasaan Tuhanmu meliputi seluruh manusia.\" Sampaikanlah ini kepada semua manusia dan janganlah bersedih hati karena penolakan mereka terhadap ayat-ayat Kami. Dan ketahuilah Kami tidak menjadikan mimpi, atau penglihatan dalam keadaan sadar, yang telah Kami perlihatkan kepadamu, pada malam Isra Mikraj melainkan sebagai ujian bagi manusia agar menjadi jelas siapa di antara mereka yang percaya dan siapa yang tidak percaya dan begitu pula apa yang Kami wahyukan kepadamu tentang pohon yang terkutuk dalam Al-Qur'an agar menjadi ujian bagi manusia siapa di antara mereka yang percaya dan siapa yang tidak percaya. Dan dengan kedua macam tanda itu Kami menakut-nakuti mereka, supaya mereka beriman tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.", "long": "Abu Ya'la dari Ummi Hani meriwayatkan bahwa pagi hari setelah Isra', sebagian orang-orang Quraisy memperolok-olokkan Rasulullah dan meminta buktinya. Lalu beliau menggambarkan keadaan Baitul Maqdis serta menceritakan kepada mereka tentang kisah isra'. Kemudian Walid bin Mugirah berkata, Orang ini adalah penyihir.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nAllah swt memberi dukungan kepada Rasulullah dalam melaksanakan tugas-tugas kerasulannya dan akan melindunginya dari tipu daya orang-orang yang mengingkari risalahnya dengan mengingatkan Rasul dan mewahyukan kepadanya bahwa ilmu Tuhan meliputi segala hal ihwal manusia. Maksudnya ialah Allah Mahakuasa terhadap seluruh hamba-Nya. Mereka berada di bawah genggaman-Nya sehingga tidak dapat bergerak kecuali menurut ketentuan-Nya. Allah berkuasa melindungi Rasul-Nya dari orang-orang yang memusuhinya, sehingga mereka tidak mungkin secara semena-mena menyakiti hatinya.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. (al-Ma'idah/5: 67)\n\nMenurut keterangan al-Hasan, Allah swt akan menghalangi setiap usaha mereka untuk membunuh Nabi. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (al-Anfal/8: 30)\n\nAllah menjelaskan juga pengingkaran orang-orang Quraisy terhadap apa yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad pada malam Isra' dan Mi'raj, seperti pohon zaqqum yang tumbuh di neraka. Hal ini sebagai ujian, siapakah di antara umatnya yang benar-benar beriman dan siapa yang ingkar. Mereka yang benar-benar beriman bertambah kuat imannya, akan tetapi mereka yang imannya hanya di mulut saja, bertambah ingkar. Pohon zaqqum yang disebutkan dalam Al-Qur'an juga menjadi ujian kepada mereka, pada saat mereka mendengar kaum Muslimin membacakan ayat:\n\nSungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)\n\nMereka memperselisihkannya; orang yang imannya kuat, bertambah kuat imannya, tetapi orang yang mengingkari kerasulan Muhammad saw bertambah kekafirannya. Abu Jahal, misalnya, termasuk orang yang mengingkarinya. Ketika itu ia berkata, \"Sebenarnya anak Abu Kabsyah (Muhammad saw) mengancam kamu dengan ancaman neraka, yang bahan bakarnya batu, kemudian ia mengira di neraka itu tumbuh pohon, padahal kamu tahu bahwa api itu membakar pohon.\" 'Abdullah bin az-Zibara ber-kata, \"Sebenarnya Muhammad menakut-nakuti kami dengan pohon zaqqum itu tiada lain kecuali kurma dan keju, maka telanlah.\" Mereka lalu makan kurma dan keju itu.\n\nOrang-orang musyrik Quraisy tidak mempercayai bahwa di neraka ada tumbuh-tumbuhan yang disebut pohon zaqqum, karena mereka beranggapan bahwa api memusnahkan segalanya. Mereka tidak mengetahui bahwa di dunia ini juga terdapat keajaiban-keajaiban yang mencengangkan, terlebih-lebih lagi di akhirat. Misalnya di dunia ada semacam serat yang tak terbakar oleh api (asbes). Bahan ini sering dipergunakan untuk bahan baju yang tahan api. Bumi ini mengandung api (yaitu magma) di dalam perut bumi yang akan terlihat pada saat gunung api meletus, tetapi di atasnya tumbuh pohon-pohon yang menghijau. Kayu atau batu pun dapat mengeluarkan api pada saat digosok-gosokkan. Di dalam air pun terdapat unsur oksigen yang menyebabkan api menyala. Singkatnya, hati orang-orang kafir Quraisy tidak mau menerima kebenaran Al-Qur'an. Keingkaran mereka kepada ar-ru'ya (mimpi atau yang dilihat Nabi saw pada waktu isra') dan pohon zaqqum merupakan bukti yang jelas akan keingkaran mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim. Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim, mayangnya seperti kepala-kepala setan. (ash-shaffat/37: 63-65)\n\nDi akhir ayat ditegaskan bahwa Allah hendak mengingatkan mereka akan siksaan-Nya, tetapi yang demikian itu hanya akan menambah mereka bergelimang dalam kedurhakaan dan kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 2090, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 15, "page": 288, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e \u0637\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iz qulnaa lilma laaa'ikatis judoo li Aadama fasajadooo illaaa Ibleesa qaala 'a-asjudu liman khalaqta teena" } }, "translation": { "en": "And [mention] when We said to the angles, \"Prostrate to Adam,\" and they prostrated, except for Iblees. He said, \"Should I prostrate to one You created from clay?\"", "id": "Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2090", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2090.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2090.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penolakan orang-orang kafir kepada para rasul itu bukanlah sesuatu yang baru. Para rasul sebelum Nabi Muhammad juga mendapatkan perlakuan yang sama dari kaumnya. Permusuhan kepada para nabi bahkan telah dimulai semenjak permusuhan Iblis kepada Nabi Adam. Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, \"Sujudlah kamu semua kepada Adam,\" yakni sujud dengan tujuan penghormatan bukan menyembah, lalu mereka semuanya sujud, kecuali Iblis yang enggan bersujud karena keangkuhan dan kedurhakaannya. Ia (Iblis) berkata, \"Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah yang rendah derajatanya daripadaku yang Engkau ciptakan dari api?", "long": "Allah swt memerintahkan Rasulullah agar mengingatkan kaumnya akan permusuhan Iblis kepada Adam dan keturunannya. Permusuhan itu telah berlangsung lama sejak penciptaan Adam. Ketika Allah swt memerintahkan kepada para malaikat agar sujud untuk memberikan penghormatan kepada Adam, mereka lalu sujud kepadanya, kecuali Iblis. Ia merasa lebih mulia dan menolak perintah Allah. Sikap seperti itu disebabkan oleh kesombongannya, seperti tergambar dalam kata-katanya, \"Apakah saya akan sujud kepada Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan aku diciptakan dari api.\" Menurut anggapan Iblis, api lebih mulia daripada tanah.\n\nKata-kata Iblis serupa itu diungkapkan dalam ayat lain, seperti tersebut dalam firman Allah: \n\n(Iblis) berkata, \"Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.\" (shad/38: 76)\n\nIblis menjadi kafir karena tidak menaati perintah Allah dan bersikap sombong. Ia beranggapan bahwa Allah swt telah memerintahkan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Anggapan Iblis yang demikian hanyalah khayalannya sendiri. Anggapannya bahwa api lebih mulia dari tanah adalah anggapan yang tidak benar, karena api dan tanah sama-sama makhluk Allah. Allah yang menciptakannya dari tiada, kemudian melebihkan kegunaannya dari yang satu atas yang lain, sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Api bisa membakar, sementara tanah bisa menumbuhkan. Keduanya menjadi penunjang kehidupan manusia. Jadi secara kodrati, keduanya tidak bisa dilebihkan antara satu dengan yang lain. Keduanya mempunyai kelebihan masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 2091, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 15, "page": 288, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0643\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0643\u064e\u0646\u0651\u064e \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala ara'aytaka haazal lazee karramta 'alaiya la'in akhhartani ilaa Yawmil Qiyaamati la-ah tanikanna zurriyyatahooo illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "[Iblees] said, \"Do You see this one whom You have honored above me? If You delay me until the Day of Resurrection, I will surely destroy his descendants, except for a few.\"", "id": "Ia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2091", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2091.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2091.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ia, yaitu Iblis, berkata, \"Terangkanlah kepadaku, inikah yang yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Terangkanlah mengapa Adam yang diciptakan dari tanah lebih Engkau muliakan daripadaku yang Engkau ciptakan dari api? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku untuk menggoda dan menyesatkan mereka sampai hari kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, sehingga mereka sesat dan durhaka kepada-Mu, kecuali sebagian kecil saja dari mereka, yaitu orang-orang yang mendapat perlindungan dari-Mu, maka aku tidak dapat menyesatkan mereka.", "long": "Kemudian dijelaskan bahwa kelancangan dan pembangkangan Iblis terhadap perintah Allah ketika ia meminta agar Allah menerangkan kepada-nya, apa alasan yang menyebabkan dia harus sujud kepada Adam. Perminta-an Iblis itu diungkapkan dalam bentuk kalimat tanya dimaksudkan untuk menunjukkan sikapnya yang merasa heran mendengar perintah Allah agar sujud kepada Adam. Karena pengingkarannya ini, Iblis mendapat murka, dan menjadi jauh dari rahmat Allah.\n\nItulah sebabnya mengapa Iblis memohon kepada Allah agar menangguh-kan hukuman dan kematiannya sampai hari kiamat dan diberi kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan keturunan Adam, kecuali sebagian kecil saja dari keturunannya yang memang kuat imannya.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat. (al-hijr/15: 42)" } } }, { "number": { "inQuran": 2092, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 15, "page": 288, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaalaz hab faman tabi'aka minhum fa inna Jahannama jazaaa'ukum jazaaa'am mawfooraa" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Go, for whoever of them follows you, indeed Hell will be the recompense of you - an ample recompense.", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2092", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2092.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2092.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, yaitu Allah, berfirman, \"Pergilah, yakni lakukan apa yang engkau mampu untuk menyesatkan mereka, tetapi barang siapa di antara mereka, yaitu anak cucu Adam yang mengikuti kamu menempuh jalan yang sesat, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, iblis dan anak cucu Adam yang mengikuti ajakannya sebagai pembalasan yang cukup dan setimpal dengan perbuatannya.", "long": "Allah mengabulkan permintaan Iblis dan membiarkan ia pergi menuruti keinginan dan melaksanakan tipu dayanya hingga hari kiamat datang. Namun demikian, Allah memberi syarat bahwa barang siapa di antara keturunan Adam yang teperdaya mengikuti Iblis, balasannya adalah neraka Jahanam sebagai hukuman yang harus ditimpakan kepadanya. Demikian juga hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang mengikuti ajakannya, karena berani menyimpang dari perintah Allah dan melanggar larangan-Nya.\n\nAllah swt berfirman:\n\nAllah berfirman, \"(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, sampai hari yang telah ditentukan (kiamat).\" (al-hijr/15: 37-38)" } } }, { "number": { "inQuran": 2093, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 15, "page": 288, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u0632\u0650\u0632\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0635\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0644\u0650\u0628\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u062c\u0650\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0634\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0639\u0650\u062f\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wastafziz manis tat'ta minhum bisawtika wa ajlib 'alaihim bikhailika wa rajilika wa shaarik hum fil amwaali wal awlaadi wa 'idhum; wa maa ya'iduhumush Shaitaanu illaa ghurooraa" } }, "translation": { "en": "And incite [to senselessness] whoever you can among them with your voice and assault them with your horses and foot soldiers and become a partner in their wealth and their children and promise them.\" But Satan does not promise them except delusion.", "id": "Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2093", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2093.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2093.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka anak cucu Adam yang engkau, yakni Iblis sanggup melakukannya dengan suaramu yang memukau dan ajakanmu yang menggoda, dan lakukanlah dengan segala kemampuanmu, kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dengan menggoda agar mereka mencari dan menginfakkan hartanya dengan jalan yang haram, dan berserikatlah dengan mereka pada anak-anak dengan berbuat zina sehingga melahirkan anak-anak sebagai hasil dari perbuatannya atau menguburkannya anak perempuan mereka hiduphidup, lalu beri janjilah kepada mereka bahwa mereka tidak akan mendapat siksaan dengan perbuatannya itu.\" Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.", "long": "Ayat ini menjelaskan lebih jauh, sampai di mana kemampuan Iblis untuk menggoda keturunan Adam di muka bumi ini. Allah swt membiarkan Iblis menghasut siapa saja di antara keturunan Adam, sesuai kesanggupan dan kemampuannya dengan bujukan dan tipu dayanya. Tipu daya Iblis untuk menggoda keturunan Adam digambarkan seakan-akan panglima yang sedang mengerahkan bala tentara berkuda dan diperkuat dengan tentara yang berjalan kaki. Mereka menyerang musuhnya dengan iringan suara yang gegap gempita guna mengejutkan musuh-musuhnya agar segera tunduk dan takluk di bawah kekuasaannya.\n\nSehubungan dengan penafsiran ayat ini, Imam Mujahid menjelaskan bahwa setiap tentara berkuda yang digunakan menyerang musuh dengan melanggar hukum-hukum Allah, adalah bala tentara yang tergoda Iblis. Dan bala tentara yang berjalan kaki yang berperang dengan melanggar ketentuan Allah termasuk bala tentara Iblis.\n\nMufasir lain menjelaskan bahwa setan tidak lagi mempunyai bala tentara berkuda dan bala tentara yang berjalan kaki. Maksud perumpamaan itu ialah sebagai gambaran pengikut-pengikut Iblis dan pendukung-pendukungnya, tanpa mempedulikan keadaannya, apakah yang bertindak sebagai pendukung atau pengikut itu tentara berkuda atau tentara yang berjalan kaki.\n\nSebagai gambaran yang jelas, Allah mengumpamakan Iblis dan pengikut-pengikutnya dalam menggoda keturunan Adam sebagai orang yang berserikat mengumpulkan harta kekayaan dan anak-anak, yang mendorong mereka terjerumus kepada kemaksiatan dan menuruti hawa nafsu.\n\nSecara singkat dapat dikatakan bahwa Iblis berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggoda keturunan Adam, agar mereka terjerumus ke dalam larangan Allah. Iblis menggoda hati mereka agar tertarik pada agama yang tidak diridai Allah, menggodanya supaya berzina, atau senang membunuh dan menguburkan anaknya hidup-hidup.\n\nAllah juga membiarkan Iblis memberikan janji-janji kepada keturunan Adam dengan janji yang dapat memperdayakan mereka sehingga terlena dari perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya. Akan tetapi, janji-janji setan hanya tipuan belaka, tidak ada satu pun godaan yang bisa mencegah hukum-an Allah yang akan ditimpakan kepada mereka. Janji-janji setan itu hanya tipuan yang memukau sehingga mereka tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan mana yang batil.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. (Ibrahim/14: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 2094, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 15, "page": 288, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064c \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna 'ibaadee laisa laka 'alaihim sultaan; wa kafaa bi Rabbika Wakeelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, over My [believing] servants there is for you no authority. And sufficient is your Lord as Disposer of affairs.", "id": "“Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2094", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2094.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2094.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Sesungguhnya terhadap hamba-hamba-Ku yang taat dan berbuat kebajikan menuruti perintah-Ku, engkau wahai Iblis, tidaklah dapat berkuasa atas mereka, engkau tidak dapat menyesatkan mereka walaupun engkau kerahkan segenap kemampuanmu untuk menggoda mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga bagi mereka sehingga engkau tidak dapat menyesatkannya.\"", "long": "Selanjutnya Allah swt menjelaskan keterbatasan godaan Iblis terhadap keturunan Adam dengan menegaskan bahwa sebenarnya hamba-hamba Allah yang selalu menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tidak akan terpengaruh oleh godaannya. Iblis tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksa agar mereka tunduk di bawah tipu dayanya. Kemampuan Iblis hanyalah menggoda saja. Orang-orang yang dapat dipengaruhi ialah mereka yang tidak mempunyai iman yang kuat. Oleh karena itu, Allah swt menegaskan pada akhir ayat ini bahwa bagi mereka yang mempunyai iman yang kuat itu cukup berserah diri kepada Allah, dan meminta perlindungan kepada-Nya agar terlepas dari godaan dan tipu daya setan.\n\nDalam ayat ini, terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya tidak mempunyai kekebalan terhadap godaan setan dan tidak mempunyai kontrol pribadi yang menyelamatkan dirinya dari kesesatan. Kekebalan dan kontrol pribadi itu hanyalah perlindungan dan limpahan rahmat Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 2095, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 15, "page": 288, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0632\u0652\u062c\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rabbukumul lazee yuzjee lakumul fulka fil bahri litabtaghoo min fadlih; innahoo kaana bikum Raheemaa" } }, "translation": { "en": "It is your Lord who drives the ship for you through the sea that you may seek of His bounty. Indeed, He is ever, to you, Merciful.", "id": "Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Penyayang terhadapmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2095", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2095.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2095.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pada ayat yang lalu bahwa Allah menjadi penjaga atas hamba-Nya dari godaan iblis, pada ayat ini Allah menyebutkan sebagian dari nikmat-Nya yang dianugerahkan kepada hamba-Nya agar nikmat tersebut disyukuri. Tuhanmulah yang senantiasa memelihara dan berbuat baik kepadamu adalah Dia yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, dengan menciptakan hukum-hukumnya sehingga dengan mudah kapal-kapal itu berlayar di samudra yang luas agar kamu mencari karunia-Nya, mencari kekayaan-kekayaan lautan, seperti ikan dan mutiara atau berdagang dari satu tempat ke tempat lain. Sungguh, Dia Allah Maha Penyayang terhadapmu wahai orang-orang yang beriman.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah yang menggerakkan kapal-kapal di lautan untuk para hamba-Nya, agar mereka dapat memanfaatkan kapal-kapal itu sebagai alat pengangkut kebutuhan hidup dari suatu negeri ke negeri lain. Dengan pengangkutan itulah kemakmuran yang terdapat di suatu negeri dapat beralih ke negeri yang lain. \n\nDi akhir ayat, ditegaskan bahwa Allah benar-benar Maha Penyayang terhadap seluruh hamba-Nya, karena ke mana saja manusia mengarahkan pandangannya, tentu akan menyaksikan berbagi nikmat Allah yang tak terhingga, yang menjadi tanda kebesaran kekuasaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2096, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa massakumuddurru fil bahri dalla man tad'oona illaaa iyyaahu falammaa najjaakum ilal barri a'radtum; wa kaanal insaanu kafooraa" } }, "translation": { "en": "And when adversity touches you at sea, lost are [all] those you invoke except for Him. But when He delivers you to the land, you turn away [from Him]. And ever is man ungrateful.", "id": "Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (bi-asa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2096", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2096.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2096.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, diterpa angin kencang atau ombak yang besar, niscaya hilang dari ingatanmu semua berhala dan tuhan-tuhan yang biasa kamu seru, kecuali Dia, kamu hanya mengingat Dia dan bermohon kepada-Nya agar menyelamatkan kamu dari bahaya yang menimpa. Tetapi ketika Dia, Allah, telah menyelamatkan kamu sehingga kamu dapat kembali dengan selamat ke daratan, kamu berpaling dari-Nya, tidak lagi mengesakan-Nya dan tidak lagi bergantung kepada-Nya, karena kamu merasa telah bebas dari bahaya. Dan manusia memang selalu ingkar, tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepada-Nya, kecuali orang-orang yang taat dan mendapat petunjuk-Nya.", "long": "Kemudian Allah mengungkapkan keadaan orang-orang kafir ketika ditimpa mara bahaya yang mengancam jiwanya. Mereka tidak dapat mengharapkan pertolongan kecuali dari Allah, yang berkuasa mendatangkan manfaat dan menolak bahaya. Allah swt menyatakan bahwa apabila orang kafir ditimpa mara bahaya di lautan, niscaya hilang harapan mereka untuk meminta bantuan dan pertolongan kepada berhala-berhala, jin, malaikat, pohon-pohon, dan batu-batu yang mereka sembah. Pada saat yang gawat itu, yang mereka ingat hanyalah Allah Yang Maha Esa yang berkuasa dan mampu menghilangkan bahaya itu, maka mereka meminta pertolongan kepada-Nya. Namun, apabila Allah telah mengabulkan permintaan mereka, yakni mereka telah terlepas dari bencana topan dan badai yang hampir menenggelamkan mereka, dan tiba di darat dengan selamat, mereka pun kembali berpaling menjadi orang-orang yang mengingkari nikmat-nikmat Allah dan kembali menyekutukan-Nya dengan tuhan yang lain.\n\nAllah menegaskan bahwa tabiat manusia cenderung melupakan nikmat yang mereka terima dan selalu tidak beriman atau tidak mau berterima kasih kepada Zat yang memberikan nikmat itu. Ini adalah keanehan yang terdapat pada diri manusia kecuali hamba-Nya yang selalu berada dalam bimbingan dan perlindungan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2097, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0633\u0650\u0641\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0635\u0650\u0628\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Afa amintum any yakhsifa bikum jaanibal barri aw yursil 'alaikum haasiban summa laa tajidoo lakum wakeelaa" } }, "translation": { "en": "Then do you feel secure that [instead] He will not cause a part of the land to swallow you or send against you a storm of stones? Then you would not find for yourselves an advocate.", "id": "Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2097", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2097.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2097.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apakah kamu benar-benar telah merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu, sebelum kamu tiba dengan selamat ke pantai, atau Dia meniupkan angin keras yang membawa batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun, yang dapat melindungi kamu dari bahaya yang menimpamu.", "long": "Allah mengancam orang-orang yang mengingkari nikmat-nikmat-Nya, yang mengira bahwa dengan selamatnya mereka dari ancaman topan dan badai itu, mereka aman dari hukuman Allah Yang berkuasa menjungkirbalikkan sebagian daratan, sehingga mereka terpendam ke perut bumi. Apabila berkehendak, Allah berkuasa meniupkan angin keras dan menghujani mereka dengan batu-batu kecil sehingga mereka lenyap dalam waktu yang sangat singkat dari permukaan bumi ini. Dalam keadaan seperti itu, mereka tidak akan mendapatkan seorang pelindung yang mampu menyelamatkan mereka dari bencana tersebut kecuali Allah Yang Mahakuasa menghidupkan dan mematikan seluruh makhluk-Nya.\n\nSecara singkat dapat dikatakan bahwa bencana itu bisa terjadi di mana-mana, meskipun selamat dari bencana yang mengancam mereka di lautan, yang berupa topan dan badai, di daratan bencana yang lebih dahsyat mungkin saja terjadi, seperti gempa bumi, hujan batu, banjir, dan sebagainya. Semuanya berada dalam kekuasaan Allah yang menciptakan langit dan bumi serta seluruh makhluk yang berada di antara keduanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2098, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 115, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0635\u0650\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u063a\u0652\u0631\u0650\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d9 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0628\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Am amintum any yu'eedakum feehi taaratan ukhraa fa yursila 'alaikum qaasifam minar reehi fa yugh riqakum bimaa kafartum summa laa tajidoo lakum 'alainaa bihee tabee'aa" } }, "translation": { "en": "Or do you feel secure that He will not send you back into the sea another time and send upon you a hurricane of wind and drown you for what you denied? Then you would not find for yourselves against Us an avenger.", "id": "ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia tiupkan angin topan kepada kamu dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2098", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2098.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2098.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah kamu merasa aman bahwa Dia suatu waktu dengan kehendak dan kekuasaan-Nya akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu setelah kamu berada di tengah lautan, Dia tiupkan angin topan kepada kamu dan ditenggelamkan-Nya kamu di tengah lautan atau di tempat kamu diselamatkan dahulu disebabkan kekafiranmu? Kemudian walaupun kamu berusaha dengan mengerahkan segenap kemampuanmu, kamu tidak akan mendapatkan seorang penuntut pun yang dapat menuntut balas atau menolong kamu dalam menghadapi siksaan Kami.", "long": "Selanjutnya dijelaskan bahwa Allah berkuasa untuk mengembalikan orang-orang yang mengingkari nikmat-Nya itu ke lautan kembali, setelah mereka merasa aman di darat. Apakah mereka merasa aman dari bencana yang akan menimpa mereka di lautan setelah mereka sampai ke daratan. Allah berkuasa mengembalikan mereka ke lautan kembali, dengan mengirim angin topan dan tsunami yang sangat dahsyat. Angin itu menyapu mereka dari daratan, sehingga mereka akan digulung oleh gelombang yang dapat menenggelamkan mereka. Pada saat-saat mengalami musibah yang sangat dahsyat itu, mereka tidak akan mendapatkan seorang pun yang dapat menolong untuk melepaskan mereka dari siksa Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2099, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 246, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0636\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad karramnaa Baneee aadama wa hamalnaahum fil barri walbahri wa razaqnaahum minat taiyibaati wa faddalnaahum 'alaa kaseerim mimman khalaqnaa tafdeelaa" } }, "translation": { "en": "And We have certainly honored the children of Adam and carried them on the land and sea and provided for them of the good things and preferred them over much of what We have created, with [definite] preference.", "id": "Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2099", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2099.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2099.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, yaitu golongan manusia pada umumnya dengan tubuh yang bagus, kemampuan berpikir, kebebasan berkehendak, dan ilmu pengetahuan, dan Kami angkut mereka di darat dengan kendaraan seperti onta atau lainnya, dan di laut, dengan kapal, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, berupa minuman dan makanan yang lezat rasanya, dan Kami lebihkan keutamaan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.", "long": "Allah memuliakan Bani Adam yaitu manusia dari makhluk-makhluk yang lain, baik malaikat, jin, semua jenis hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Kelebihan manusia dari makhluk-makhluk yang lain berupa fisik maupun non fisik, sebagaimana firman Allah:\n\nSungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya. (at-Tin/95: 4-6)\n\nSelain diberi panca indera yang sempurna, manusia juga diberi hati yang berfungsi untuk menimbang dan membuat keputusan. Firman Allah:\n\nDan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (an-Nahl/16: 78)\n\nKemuliaan manusia ini sesuai dengan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Firman Allah:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Dia berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.\" (al-Baqarah/2: 30)\n\nMeskipun demikian, banyak manusia yang tidak menyadari akan ketinggian derajatnya sehingga tidak melaksanakan fungsinya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:\n\nDan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. (al-A'raf/7: 179)" } } }, { "number": { "inQuran": 2100, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 247, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0623\u064f\u0646\u064e\u0627\u0633\u064d \u0628\u0650\u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma nad'oo kulla unaasim bi imaamihim faman ootiya kitaabahoo bi yameenihee fa ulaaa'ika yaqra'oona kitaabahum wa laa yuzlamoona fateelaa" } }, "translation": { "en": "[Mention, O Muhammad], the Day We will call forth every people with their record [of deeds]. Then whoever is given his record in his right hand - those will read their records, and injustice will not be done to them, [even] as much as a thread [inside the date seed].", "id": "(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2100", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2100.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2100.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah, pada hari ketika Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya; kepada setiap anggota dari umat itu diberikan catatan amalnya, dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka itulah orang-orang yang berbahagia, mereka akan berulang-ulang membaca catatannya dengan baik disebabkan karena kegembiraannya, dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun dengan dikurangi pahala dari amal yang dilakukannya.", "long": "Allah swt mengingatkan para hamba-Nya akan hari perhitungan. Pada hari itu, Allah swt memanggil manusia dengan membawa kitab mereka masing-masing yang memuat catatan yang lengkap tentang amal perbuatan mereka. Ketika itu, mereka akan mendapatkan keputusan yang adil, sesuai dengan amal yang mereka lakukan di dunia, yang semuanya telah tercatat dalam kitab itu. Maka berbahagialah mereka yang ketika diberikan kitab amalannya diterima dengan tangan kanannya. Mereka ini akan membaca kitab itu dengan penuh kegembiraan, karena mereka berbahagia melihat catatan amal saleh mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nAdapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, \"Ambillah, bacalah kitabku (ini).\" (al-haqqah/69: 19)\n\nJuga firman-Nya:\n\nMaka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. (al-Insyiqaq/84: 7-8)\n\nAllah lalu menegaskan bahwa mereka tidak dianiaya sedikit pun. Maksudnya ialah tidak akan dikurangi sedikit pun pahala yang harus mereka terima, karena yang menciptakan alam akhirat ialah Yang Menciptakan alam ini juga, sehingga mustahil bagi-Nya untuk mengurangi pahala yang harus diterimanya. Allah swt Mahaadil dan keadilan-Nya itu tampak pada ciptaan-Nya di alam dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2101, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 247, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa man kaana fee haaziheee a'maa fahuwa fil aakhirati a'maa wa adallu sabeelaa" } }, "translation": { "en": "And whoever is blind in this [life] will be blind in the Hereafter and more astray in way.", "id": "Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2101", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2101.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2101.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa buta hatinya di dunia ini, menempuh jalan yang sesat dan durhaka kepada Tuhan, maka di akhirat dia akan buta pula hatinya dan tersesat jauh dari jalan yang benar. Tidak ada waktu lagi untuk bertobat dan mencari keselamatan dari azab Tuhan. Kepada mereka diberikan catatan amalnya di tangan kirinya. Mereka itulah orang-orang yang celaka disebabkan karena kesesatan dan kedurhakaannya kepada Tuhan.", "long": "Kemudian dijelaskan bahwa barang siapa yang buta hatinya di dunia, yakni yang tidak mau melihat kebenaran petunjuk Allah, dan tidak mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya, niscaya di akhirat nanti ia lebih buta dan tidak dapat mencari jalan untuk menyelamatkan dirinya dari siksaan neraka. Bahkan, mereka lebih sesat lagi dari keadaannya di dunia, karena roh mereka pada waktu itu ialah roh pada waktu di dunia juga. Roh yang dibangkitkan Allah swt di akhirat ialah roh yang keluar dari jasadnya ketika meninggal dunia seperti buah-buahan yang muncul dari batangnya. Buah dan batang mempunyai sifat yang sama. Demikian pula roh manusia pada waktu itu, dia bangkit dengan membawa seluruh sifat, akhlak, dan amalnya. Ia mengetahui keadaan dirinya. Ia merasa bahagia ataupun celaka sesuai dengan keadaan dirinya. Apabila keadaan roh manusia itu lalai di dunia, di akhirat pun akan lalai karena ia telah mengabaikan berbagai sarana dan alat untuk menguasai ilmu, dan terbiasa malas mengamalkan perintah Allah. Ia pun akan mengumpat-umpat dan mencerca dirinya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 2102, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 247, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0643\u064e \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa in kaadoo la yaftinoonaka 'anil lazeee awhainaaa ilaika litaftariya 'alainaaa ghairahoo wa izallat takhazooka khaleelaa" } }, "translation": { "en": "And indeed, they were about to tempt you away from that which We revealed to you in order to [make] you invent about Us something else; and then they would have taken you as a friend.", "id": "Dan mereka hampir memalingkan engkau (Muhammad) dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami; dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2102", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2102.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2102.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir berupaya agar Nabi Muhammad mau menuruti keinginan mereka, menyampaikan sesuatu yang lain dari apa yang diwahyukan oleh Allah. Nabi terdorong oleh harapannya yang sangat kuat agar mereka masuk Islam, hampir saja tergoda oleh bujuk rayu orang-orang kafir itu, akan tetapi Allah meneguhkan hatinya sehingga keinginan orang kafir itu tidak terlaksana. Dan mereka, orang-orang kafir, hampir memalingkan engkau wahai Nabi Muhammad dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, yaitu menyangkut perintah dan larangan, janji dan ancaman yang terkandung dalam Al-Qur'an, dan menyuruhmu agar engkau mengada-ada menyampaikan sesuatu yang lain dari apa yang termaktub dalam Al-Qur'an itu terhadap Kami; dan jika engkau berbuat demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia, sebab engkau menuruti kehendaknya dan melaksanakan perintahnya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan usaha yang dilakukan kaum musyrikin Quraisy untuk menipu Nabi Muhammad saw, sehingga beliau hampir saja teperdaya, berpaling dari wahyu yang telah diterimanya dari Allah swt, dan memenuhi permintaan mereka agar mengakui tuhan-tuhan mereka. Karena perlindungan Allah, Nabi tetap bisa teguh pendiriannya dalam menyebarkan dakwah, walaupun tekanan dari orang-orang Quraisy semakin hebat.\n\nAllah mengingatkan Rasul-Nya, kalau ia mengikuti apa yang mereka kehendaki, mereka tentu akan mengambilnya sebagai sahabat atau mengangkatnya menjadi pemimpin. Mereka juga akan menyatakan di hadapan manusia bahwa Nabi saw telah menyetujui dan mengakui agama mereka. Dengan demikian, Nabi saw akan terjauh dari petunjuk dan bimbingan Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 2103, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 247, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062b\u064e\u0628\u0651\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u0650\u062f\u062a\u0651\u064e \u062a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0646\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa law laaa an sabbatnaaka laqad kitta tarkanu ilaihim sha'an qaleela" } }, "translation": { "en": "And if We had not strengthened you, you would have almost inclined to them a little.", "id": "Dan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2103", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2103.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2103.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekiranya Kami tidak memperteguh hatimu, untuk menolak kehendak dan keinginan mereka niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka, disebabkan karena mereka berupaya sangat keras membujukmu agar engkau menyampaikan sesuatu yang lain dari apa yang Kami wahyukan kepadamu.", "long": "Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad hampir ter-pengaruh bila Allah tidak memperkuat hatinya menghadapi tekanan dan tipu daya orang-orang Quraisy itu, sehingga beliau tidak berpaling sedikit pun. \n\nDari keterangan ayat ini dapat dipahami bahwa Rasulullah cenderung untuk mendekati orang-orang Quraisy. Hal itu bukan karena hati Nabi saw lemah, tetapi menunjukkan bahwa tekanan dan tipu daya itu sangat hebat. Hanya karena pertolongan Allah, maka Rasul tidak jadi mendekati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2104, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 15, "page": 289, "manzil": 4, "ruku": 247, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0623\u064e\u0630\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0636\u0650\u0639\u0652\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0636\u0650\u0639\u0652\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Izal la azaqnaaka di'falhayaati wa di'fal mamaati summa laa tajidu laka 'alainaa naseeraa" } }, "translation": { "en": "Then [if you had], We would have made you taste double [punishment in] life and double [after] death. Then you would not find for yourself against Us a helper.", "id": "Jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) dua kali lipat di dunia ini dan dua kali lipat setelah mati, dan engkau (Muhammad) tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2104", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2104.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2104.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika demikian, yakni jika engkau menuruti kehendak dan keinginannya, tentu akan Kami rasakan kepadamu siksaan dua kali lipat di dunia ini dan dua kali lipat setelah mati, dibandingkan dengan siksaan yang kami timpakan kepada selain engkau, dan engkau wahai Nabi Muhammad tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami. Tetapi Kami telah kuatkan hatimu sehingga engkau tidak tergoda oleh tipu daya orang-orang kafir itu dan tidak condong sedikit pun untuk menuruti keinginannya.", "long": "Allah swt mengingatkan Rasul-Nya bahwa jika ia sempat ter-pengaruh oleh tekanan orang-orang kafir itu, Allah akan menimpakan siksaan berlipat ganda kepadanya, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan demikian, kadar hukuman terhadap Rasulullah dua kali lipat dari hukuman terhadap orang lain, begitu juga bagi para istri Nabi. Dalam hal ini, Allah swt berfirman:\n\nWahai istri-istri Nabi! Barang siapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu, mudah bagi Allah. (al-Ahzab/33: 30)\n\nIstri-istri Nabi bila sampai tergelincir menuruti ajakan hawa nafsu, hukumannya dua kali lipat dari istri-istri orang kebanyakan. Dari ayat itu dipahami bahwa hukuman bagi ulama, cendikiawan, dan pemimpin umat lainnya bila bersalah, akan lebih besar daripada hukuman bagi orang kebanyakan.\n\nDan mereka berkata, \"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.\" (al-Ahzab/33: 67-68)\n\nAllah swt mengingatkan Nabi saw bahwa apabila memenuhi keinginan orang-orang musyrik itu, Allah akan mengazabnya berlipat ganda, baik di dunia ataupun di akhirat. Ia tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat melepaskannya dari azab itu. Menjadi keharusan bagi setiap kaum Muslimin agar menjadikan ayat ini sebagai pedoman dalam setiap langkahnya dalam beragama." } } }, { "number": { "inQuran": 2105, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 247, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0650\u0632\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa in kaadoo la yastafizzoonaka minal ardi liyukhri jooka minhaa wa izal laa yalbasoona khilaafaka illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "And indeed, they were about to drive you from the land to evict you therefrom. And then [when they do], they will not remain [there] after you, except for a little.", "id": "Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar dari negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2105", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2105.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2105.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, mereka orang-orang kafir itu hampir membuatmu wahai Nabi Muhammad gelisah di negeri Mekah karena mereka menyuruh engkau harus keluar dari negeri itu, akan tetapi Allah mencegahnya sehingga tidak terlaksana keinginan orang-orang kafir itu, dan kalau terjadi demikian, yakni jika mereka benar-benar mengusirmu dari Mekah niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal di sana melainkan sebentar saja, kemudian mereka akan hancur binasa.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bagaimana berbagai tekanan yang dihadapi Rasulullah dan kaum Muslimin hampir berhasil membuat beliau tidak tahan lagi berdiam di Mekah, apalagi setelah orang-orang kafir Quraisy membuat rencana untuk membunuhnya. Peristiwa itulah yang melatarbelakangi ter-jadinya peristiwa Hijrah ke Medinah.\n\nAllah menyampaikan ancaman-Nya melalui Rasulullah kepada kaum kafir Quraisy bahwa jika Nabi dan kaum Muslimin terusir dari Mekah, maka itu tidak akan dibiarkan oleh Allah. Dalam waktu singkat mereka akan dibinasakan Allah dan selanjutnya negeri Mekah akan dikuasai kembali oleh kaum Mukminin. Janji Allah itu terbukti dengan terbunuhnya para pemimpin Quraisy dalam perang Badar yang terjadi pada tahun kedua sesudah Nabi hijrah ke Medinah, dan ditaklukkannya kota Mekah pada tahun ke-8 Hijrah." } } }, { "number": { "inQuran": 2106, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 247, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0644\u0650\u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Sunnata man qad arsalnaa qablakamir Rusulinaa wa laa tajidu lisunnatinaa tahhweelaa" } }, "translation": { "en": "[That is Our] established way for those We had sent before you of Our messengers; and you will not find in Our way any alteration.", "id": "(Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2106", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2106.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2106.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu, yakni kehancuran bagi umat yang mengusir para rasul Kami dari negerinya, merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami. Setiap umat yang mengusir para rasul dari negerinya pasti akan dibinasakan oleh Allah. Demikianlah ketetapan Allah yang ditetapkan, dan tidak ada perubahan bagi ketetapan itu selamalamanya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan tentang hukum-hukum Allah yang berlaku umum, sebagaimana yang telah dialami oleh para rasul dan nabi sebelum-nya. Mereka mengalami tekanan-tekanan yang berat dan diusir oleh kaum-nya. Tetapi akhirnya, Allah memenangkan kaum Muslimin dan menghukum mereka yang ingkar. Demikian pula Rasulullah saw dan para pengikutnya, mereka tidak luput dari tekanan dan penganiayaan kaum musyrikin Mekah. Namun, hal itu tidak mempengaruhi keteguhan hati Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, meskipun mereka terpaksa hijrah. Janji kemenangan dari Allah akan datang pada waktunya, dan musuh-musuh Allah akan mengalami kekalahan yang besar.\n\nPerlu dijelaskan bahwa hukuman dengan memusnahkan mereka yang durhaka seperti yang terjadi pada kaum 'Ad, Samud, kaum Lut, dan lain-lain yang dikenal dengan istilah azab al-isti'shal (hukuman dengan pemusnahan) tidak diberlakukan lagi setelah Rasulullah Muhammad saw diutus karena beliau pembawa rahmat ke seluruh umat manusia, dan adanya harapan bahwa kaum kafir Quraisy atau keturunannya akan masuk Islam.\n\nAllah swt berfirman:\n\nTetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (al-Anfal/8: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 2107, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 248, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0644\u0650\u062f\u064f\u0644\u064f\u0648\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u063a\u064e\u0633\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Aqimis Salaata liduloo kish shamsi ilaa ghasaqil laili wa quraanal Fajri inna quraa nal Fajri kaana mashhoodaa" } }, "translation": { "en": "Establish prayer at the decline of the sun [from its meridian] until the darkness of the night and [also] the Qur'an of dawn. Indeed, the recitation of dawn is ever witnessed.", "id": "Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2107", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2107.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2107.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir, condong dari pertengahan langit ke arah barat, sampai gelapnya malam dan laksanakan pula salat Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan oleh malaikat, baik malaikat siang maupun malaikat malam. Perintah salat pada ayat ini mencakup salat lima waktu. Sesudah tergelincir matahari adalah waktu untuk salat Zuhur dan Asar, sesudah gelapnya malam untuk waktu salat Magrib, Isya dan Subuh.", "long": "Ayat ini memerintahkan agar Rasulullah saw mendirikan salat sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan mendirikan salat Subuh. Maksudnya ialah mendirikan salat lima waktu, yaitu salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh.\n\nMelaksanakan salat lima waktu ialah mengerjakan dan menunaikannya lengkap dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, terus menerus dikerjakan, sesuai dengan perintah Allah, lahiriah maupun batiniah. Yang dimaksud lahiriah ialah mengerjakan salat sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan agama. Sedangkan batiniah ialah mengerjakan salat dengan penuh kekhu-syukan, karena merasakan keagungan dan kekuasaan Allah yang menguasai dan menciptakan seluruh alam ini. Rasulullah saw memerintahkan kaum Muslimin menyembah Allah dalam keadaan seakan-akan melihat Allah swt. Itulah ihsan sebagaimana sabda Rasulullah:\n\nIhsan adalah bahwa engkau menyembah Allah, seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nApabila seorang hamba Allah mengerjakan salat lima waktu, berarti ia telah mengerjakan salah satu rukun Islam, sesuai hadis Nabi saw:\n\nIslam didirikan di atas lima: syahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, puasa Ramadan, dan berhaji ke Baitullah bagi yang mampu melakukan perjalanan. (Riwayat Muslim dari 'Abdullah bin 'Umar r.a.)\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa salat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat. Maksudnya ialah pada waktu subuh itu malaikat penjaga malam bertemu dengan malaikat penjaga siang untuk pergantian tugas, dan kedua-nya melaporkan kepada Allah bahwa orang yang bersangkutan sedang melakukan salat ketika mereka tinggalkan, sebagaimana diterangkan dalam hadis Nabi saw:\n\nDari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi saw bersabda, \"Malaikat malam dan siang bergantian dalam tugasnya. Mereka berkumpul pada waktu salat Subuh dan salat Asar. Maka naiklah malaikat yang menjagamu pada malam hari, dan Tuhan bertanya kepada mereka (padahal Allah lebih mengetahui tentang kamu), \"Bagaimana keadaan hamba-Ku waktu engkau tinggalkan?\" Para malaikat menjawab, \"Kami datang kepada mereka, mereka dalam keadaan salat dan kami tinggalkan mereka, mereka pun dalam keadaan salat pula.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) )\n\nMengenai keutamaan mengerjakan salat Subuh pada awal waktunya, ar-Razi berkata, \"Sesungguhnya pada waktu subuh itu manusia menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah dan kebesaran hikmah-Nya di langit dan di bumi. Pada waktu itu, sinar matahari yang terang benderang menyapu kegelapan malam, waktu itu bangunlah orang yang sedang tidur dan panca inderanya kembali bekerja setelah terlena selama mereka tidur.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2108, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 248, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u062c\u0651\u064e\u062f\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064e\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa minal laili fatahajjad bihee naafilatal laka 'asaaa any yab'asaka Rabbuka Maqaamam Mahmoodaa" } }, "translation": { "en": "And from [part of] the night, pray with it as additional [worship] for you; it is expected that your Lord will resurrect you to a praised station.", "id": "Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2108", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2108.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2108.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada sebagian malam, yaitu pada sepertiga malam yang terakhir, bangunlah dan lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu wahai Nabi Muhammad, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji di mana engkau memberikan syafaat agung kelak di hari kiamat.", "long": "Ayat ini memerintahkan Rasulullah dan kaum Muslimin agar bangun di malam hari untuk mengerjakan salat tahajud. Ayat ini merupakan ayat yang pertama kali memerintahkan Rasulullah mengerjakan salat malam sebagai tambahan atas salat yang wajib. Salat malam ini diterangkan oleh hadis Nabi saw:\n\nBahwasanya Nabi saw ditanya orang, \"Salat manakah yang paling utama setelah salat yang diwajibkan (salat lima waktu).\" Rasulullah saw menjawab, \"Salat tahajud.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDari hadis-hadis Nabi yang sahih, yang diriwayatkan dari 'A'isyah dan Ibnu 'Abbas dipahami bahwa Nabi Muhammad saw bangun untuk mengerja-kan salat tahajud, setelah beliau tidur. Kebiasaan Nabi ini dapat dijadikan dasar hukum bahwa salat tahajud itu sunat dikerjakan oleh seseorang, setelah tidur beberapa saat di malam hari, kemudian pada pertengahan malam hari ia bangun untuk salat tahajud.\n\nKemudian Allah swt menerangkan bahwa hukum salat tahajud itu adalah sebagai ibadah tambahan bagi Rasulullah di samping salat lima waktu. Oleh karena itu, hukumnya bagi Rasulullah adalah wajib, sedang bagi umatnya adalah sunat.\n\nDalam ayat ini, diterangkan tujuan salat tahajud bagi Nabi Muhammad ialah agar Allah swt dapat menempatkannya pada maqaman mahmudan (di tempat yang terpuji).\n\nYang dimaksud dengan maqaman mahmudan ialah syafaat Rasulullah saw pada hari kiamat. Pada hari itu manusia mengalami keadaan yang sangat susah yang tiada taranya. Yang dapat melapangkan dan meringankan manusia dari keadaan yang sangat susah itu hanyalah permohonan Nabi Muhammad saw kepada Tuhannya, agar orang itu dilapangkan dan diringankan dari penderitaannya. \n\nDiriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw berkata, \"Maksud maqaman mahmudan dalam ayat ini ialah syafaatku.\" (hadis hasan sahih) \n\nIbnu Jarir ath-thabari mengatakan bahwa kebanyakan para ahli berkata, \"Yang dimaksud dengan maqaman mahmudan itu ialah suatu kedudukan yang dipergunakan oleh Rasulullah saw pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada manusia, agar Allah swt meringankan kesusahan dan kesulitan yang mereka alami pada hari itu.\"\n\nDiriwayatkan oleh an-Nasa'i, al-hakim, dan segolongan ahli hadis dari Hudzaifah, \"Allah mengumpulkan manusia pada suatu daratan yang luas pada hari kiamat, mereka semua berdiri dan tidak seorang pun yang berbicara pada hari itu kecuali dengan izin-Nya. Orang-orang yang mula-mula diseru namanya ialah Muhammad, maka Muhammad berdoa kepada-Nya. Inilah yang dimaksud dengan maqaman mahmudan dalam ayat ini.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dari Jabir bin 'Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda: \n\nBarang siapa yang membaca doa setelah selesai mendengar azan, \"Wahai Tuhanku, Tuhan Yang memiliki seruan yang sempurna dan salat yang dikerjakan ini, berilah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan dan angkatlah ia kepada al-maqam al-mahmud (kedudukan yang terpuji) yang telah Engkau janjikan kepadanya,\" maka dia memperoleh syafaatku.\n\nDiriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa Rasulullah saw berkata, \"Aku adalah pemimpin anak cucu Adam pada hari kiamat. Aku tidak membanggakan diri, dan di tangankulah terpegang liwa'ul hamdi (bendera pujian) aku tidak membanggakan diri. Tidak ada seorang nabi pun pada hari itu, sejak dari Adam sampai nabi-nabi yang lain, kecuali berada di bawah benderaku itu, aku adalah orang yang pertama kali keluar dari bumi, dan aku tidak membanggakan diri. Manusia saat itu ditakutkan oleh tiga hal yang menakutkan. Kemudian mereka mendatangi Adam. Mereka berkata, \"Kamu adalah bapak kami, tolonglah kami kepada Tuhanmu.\" Adam menjawab, \"Saya punya dosa yang menyebabkan saya diturunkan ke bumi. Datanglah kepada Nuh!\" maka mereka mendatangi Nuh. (setelah mereka mengadukan masalahnya kepada Nuh), Nuh berkata, \"Saya telah mendoakan penghuni bumi sehingga mereka dihancurkan. Tetapi datanglah kepada Ibrahim. Maka mereka mendatangi Ibrahim. Ibrahim kemudian menyuruh mereka mendatangi Musa.\n\nMusa berkata, \"Saya pernah membunuh orang. Datanglah kepada Isa.\" Isa kemudian berkata, \"Saya pernah disembah selain Allah. Datang sajalah kepada Muhammad.\" Maka mereka mendatangi aku. Aku kemudian pergi bersama mereka, lalu aku pegang lingkaran pintu surga, kemudian aku tarik. Kemudian aku ditanya, \"Siapa itu?\" aku menjawab, \"Muhammad.\" Kemudian mereka membukakan pintu untukku, dan berkata, \"Selamat datang.\" lalu aku tersungkur bersujud. Kemudian Allah mengilhami aku untuk memuji, bertahmid, dan mengagungkan-Nya. Lalu aku diperintah, \"Angkatlah kepalamu, mintalah! Kamu akan diberi. Mintalah hak syafaat, maka kamu akan diizinkan untuk memberi syafaat. Dan berkatalah, akan didengar perkataanmu.\n\nItulah maqam yang terpuji, yang difirmankah Allah, \"Semoga Tuhanmu memberikan maqam yang terpuji kepadamu.\" (Riwayat at-Tirmidzi)\n\nDari ayat dan hadis-hadis di atas dipahami bahwa Nabi Muhammad saw dengan mengerjakan salat tahajud akan diangkat oleh Allah swt ke tempat dan kedudukan yang dipuji oleh umat manusia, para malaikat, dan Allah Tabaraka wa Taala, yaitu kedudukan untuk memintakan syafaat bagi umat manusia pada waktu berada di Padang Mahsyar dengan izin Allah. Umat manusia memang berhak mendapat syafaat karena amal saleh dan budi pekerti mereka semasa di dunia, yaitu diampuni dosanya oleh Tuhan atau dinaikkan derajatnya.\n\nPada firman Allah yang lain diterangkan bahwa bangun di tengah malam untuk salat tahajud dan membaca Al-Qur'an dengan khusyuk akan dapat membuat iman jadi kuat dan membina diri pribadi. Allah swt berfirman:\n\nWahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil. (Yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan. (al-Muzzammil/73: 1-6)" } } }, { "number": { "inQuran": 2109, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 248, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u064e \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064d \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qur Rabbi adkhilnee mudkhala sidqinw wa akhrijnee mukhraja sidqinw waj'al lee milladunka sultaanan naseeraa" } }, "translation": { "en": "And say, \"My Lord, cause me to enter a sound entrance and to exit a sound exit and grant me from Yourself a supporting authority.\"", "id": "Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2109", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2109.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2109.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan dengan cara yang benar, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dan keluarkan pula aku ke tempat keluar yang benar dan dengan cara yang benar pula, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolongku menghadapi orang yang memusuhiku.\" Ayat ini berkaitan dengan hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah. Di dalamnya terkandung perintah agar Nabi memohon kepada Allah agar memasuki Madinah dengan cara yang benar, dan keluar dari Mekah dengan cara yang benar pula. Ada juga yang menafsirkan agar kita memasuki kubur dengan baik dan keluar darinya pada hari berbangkit dengan baik pula.", "long": "At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa Nabi berada di Mekah, lalu diperintahkan Allah untuk hijrah. Maka turunlah ayat ini.\n\nAllah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengucap-kan doa yang tersebut dalam ayat ini, yang maksudnya \"Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat yang Engkau kehendaki, baik di dunia maupun di akhirat, dan tempatkan aku ke tempat yang Engkau kehendaki, baik di dunia maupun di akhirat.\"\n\nDi antara contoh masuknya Rasulullah ke suatu tempat dengan benar ialah beliau dan para sahabat memasuki kota Medinah sebagai orang-orang yang hijrah dari Mekah, memasuki kota Mekah di waktu penaklukan kota itu, masuk kubur setelah mati, dan memasuki tempat yang diridai Allah, seperti masuk masjid, rumah sendiri, rumah sahabat, dan kenalan setelah minta izin darinya, dan sebagainya. Keluar dari semua tempat yang dikehendaki Allah, seperti keluar dari kota Mekah waktu hijrah, keluar dari kubur waktu hari kebangkitan, atau keluar dari semua tempat yang dikehendaki Allah, seperti kota-kota yang menjadi tempat melakukan perbuatan maksiat dan sebagainya.\n\nAllah swt juga memerintahkan kepada Nabi agar berdoa kepada-Nya supaya dijadikan orang yang menguasai hujah dan alasan yang dapat diterima dan ketika berdakwah, dapat memuaskan orang-orang yang mendengarkannya sehingga bertambah kuat imannya. Jika yang mendengar orang kafir, hati mereka menjadi lunak dan mau masuk Islam. Sebagai jawaban terhadap doa Nabi Muhammad itu, Allah menerangkan bahwa Dia memelihara Nabi dari segala macam tipu daya manusia dan akan me-menangkannya terhadap orang-orang kafir, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (al-Ma'idah/5: 67)" } } }, { "number": { "inQuran": 2110, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 248, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0632\u064e\u0647\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0632\u064e\u0647\u064f\u0648\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qul jaaa'al haqqu wa zahaqal baatil; innal baatila kaana zahooqaa" } }, "translation": { "en": "And say, \"Truth has come, and falsehood has departed. Indeed is falsehood, [by nature], ever bound to depart.\"", "id": "Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2110", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2110.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2110.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Kebenaran, yaitu agama yang mengajarkan tauhid kepada Allah telah datang, dan yang batil, yaitu kemusyrikan dan kekufuran kepada Allah telah lenyap.\" Sungguh, yang batil itu pasti lenyap, tidak dapat bertahan lama di muka bumi.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik bahwa sesungguhnya telah datang yang hak, yaitu Al-Qur'an, iman, dan Islam. Sedangkan yang batil yaitu kesyirikan dan kekafiran akan hancur. Kebatilan tidak akan bertahan lama, karena tidak mempunyai landasan yang benar.\n\nDalam ayat yang lain Allah swt berfirman:\n\nSebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya). (al-Anbiya'/21: 18)\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Mas'ud, ketika Rasulullah saw memasuki kota Mekah pada waktu penaklukan kota itu, ada 360 buah patung di sekitar Ka'bah. Maka Rasulullah saw menusuk patung itu dengan sepotong kayu yang ada di tangannya, dan berkata:\n\nTelah datang yang hak dan telah lenyap yang batil, sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap. Telah datang yang hak, dan yang batil tidak akan datang lagi dan tidak akan kembali. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 2111, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 248, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u0650\u0641\u064e\u0627\u0621\u064c \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d9 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0633\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa nunazzilu minal quraani maa huwa shifaaa'unw wa rahmatul lilmu;mineena wa laa yazeeduz zaalimeena illaa khasaaraa" } }, "translation": { "en": "And We send down of the Qur'an that which is healing and mercy for the believers, but it does not increase the wrongdoers except in loss.", "id": "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2111", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2111.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2111.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami turunkan Al-Qur'an kepadamu wahai Nabi Muhammad, sebagai obat penawar berbagai macam penyakit hati dan rahmat bagi orang-orang yang beriman yang mengamalkan tuntunannya, sedangkan bagi orang-orang yang zalim, Al-Qur'an itu hanya akan menambah kerugian disebabkan oleh kekufuran mereka. Setiap kali mendengar bacaan AlQur'an semakin bertambah kekufurannya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad sebagai obat dari penyakit hati, yaitu kesyirikan, kekafiran, dan kemunafikan. Al-Qur'an juga merupakan rahmat bagi kaum Muslimin karena memberi petunjuk kepada mereka, sehingga mereka masuk surga dan terhindar dari azab Allah.\n\nAl-Qur'an telah membebaskan kaum Muslimin dari kebodohan sehingga mereka menjadi bangsa yang menguasai dunia pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah. Kemudian mereka kembali menjadi umat yang terbelakang karena mengabaikan ajaran-ajaran Al-Qur'an. Dahulu mereka menjadi umat yang disegani, tetapi kemudian menjadi pion-pion yang dijadikan umpan oleh musuh dalam percaturan dunia. Karena mereka dulu melaksanakan ajaran Al-Qur'an, negeri mereka menjadi pusat dunia ilmu pengetahuan, perdagangan dunia, dan sebagainya, serta pernah hidup makmur dan bahagia. Ayat ini memperingatkan kaum Muslimin bahwa mereka akan dapat memegang peranan kembali di dunia, jika mau mengikuti Al-Qur'an dan berpegang teguh pada ajarannya dalam semua bidang kehidupan.\n\nSebaliknya jika mereka tidak mau melaksanakan ajaran Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh, mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan agama dan masyarakat, serta hanya mementingkan kehidupan dunia, maka Allah akan menjadikan musuh-musuh mereka sebagai penguasa atas diri mereka, sehingga menjadi orang asing atau budak di negeri sendiri.\n\nCukup pahit pengalaman kaum Muslimin akibat mengabaikan ajaran Al-Qur'an. Al-Qur'an menyuruh mereka bersatu dan bermusyawarah, tetapi mereka berpecah belah karena masalah-masalah khilafiah yang kecil dan remeh, sedangkan masalah-masalah yang penting dan besar diabaikan.\n\nAyat ini juga mengingatkan kaum Muslimin bahwa bagi orang-orang yang zalim, yaitu yang ingkar, syirik, dan munafik, Al-Qur'an hanya akan menambah kerugian bagi diri mereka, karena setiap ajaran yang dibawa Al-Qur'an akan mereka tolak. Padahal, jika diterima, pasti akan menguntungkan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2112, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 248, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0626\u064f\u0648\u0633\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaaa an'amnaa 'alal insaani a'rada wa na-aa bijaani bihee wa izaa massahush sharru kaana ya'oosaa" } }, "translation": { "en": "And when We bestow favor upon the disbeliever, he turns away and distances himself; and when evil touches him, he is ever despairing.", "id": "Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2112", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2112.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2112.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila Kami berikan kenikmatan kepada manusia, seperti kesehatan atau kekayaan niscaya dia berpaling tidak bersyukur kepada Allah dan menjauhkan diri dari mengingat Allah dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, seperti sakit atau kemiskinan niscaya dia berputus asa kehilangan harapan dari rahmat Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan sifat umum manusia, yaitu apabila diberi kenikmatan, seperti harta, kekuasaan, kemenangan dan sebagainya, mereka tidak mau lagi tunduk dan patuh kepada-Nya, bahkan mereka menjauhkan diri. Sebaliknya, apabila ditimpa kesukaran, kesengsara-an, kemiskinan, dan kekalahan, mereka berputus asa dan merasa tidak akan memperoleh apa-apa lagi. Seharusnya mereka tidak berputus asa, melainkan tetap beramal dan berusaha untuk mendapatkan pertolongan Allah, karena menurut ajaran Al-Qur'an, orang yang berputus asa dari rahmat Allah berarti telah mengingkari rahmat-Nya.\n\nAyat-ayat lain yang menerangkan keadaan manusia ketika menerima rahmat Allah, ialah firman-Nya:\n\nDan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. (Yunus/10: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 2113, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 248, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u0627\u0643\u0650\u0644\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul kulluny ya'malu 'alaa shaakilatihee fa rabbukum a'lamu biman huwa ahdaa sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Each works according to his manner, but your Lord is most knowing of who is best guided in way.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2113", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2113.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2113.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Setiap orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing-masing, yakni sesuai pembawaannya, caranya dan kecenderungannya dalam mencari petunjuk dan menempuh jalan menuju kebenaran.\" Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya dan siapa yang lebih sesat jalannya. Kepada setiap orang dari kedua golongan itu Tuhan memberikan balasan sesuai dengan perbuatannya.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada umatnya agar mereka bekerja menurut potensi dan kecenderungan masing-masing. Semuanya dipersilakan bekerja menurut tabiat, watak, kehendak, dan kecenderungan masing-masing. Allah swt sebagai Penguasa semesta alam mengetahui siapa di antara manusia yang mengikuti kebenaran dan siapa di antara mereka yang mengikuti kebatilan. Semuanya nanti akan diberi keputusan yang adil.\n\nAllah berfirman tentang perintah bekerja:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung. (al-An'am/6: 135)" } } }, { "number": { "inQuran": 2114, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yas'aloonaka 'anirrooh; qulir roohu min amri rabbee wa maaa ooteetum minal 'ilmi illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "And they ask you, [O Muhammad], about the soul. Say, \"The soul is of the affair of my Lord. And mankind have not been given of knowledge except a little.\"", "id": "Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2114", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2114.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2114.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, yakni orang-orang kafir Mekah bertanya kepadamu wahai Nabi Muhammad tentang roh, apakah hakikat roh itu. Katakanlah, \"Roh itu termasuk urusan Tuhanku, hanya Dia yang mengetahui hakikat roh itu dan tidaklah kamu wahai manusia diberi pengetahuan kecuali sedikit dibandingkan dengan keluasan objek yang diketahui atau dibandingkan dengan ilmu Allah.", "long": "Orang-orang Yahudi bertanya kepada Nabi Muhammad tentang roh yang dapat menghidupkan jasmani, apakah hakikatnya dan apakah dapat dibangkitkan kembali. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi untuk menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa masalah roh adalah urusan Allah, hanya Dialah yang mengetahui segala sesuatu, dan Dia sendirilah yang menciptakannya.\n\nKata ruh dalam Al-Qur'an mempunyai tiga arti, yaitu:\n\nPertama: Yang dimaksud dengan ruh adalah Al-Qur'an. Sebagaimana firman Allah:\n\nDan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. (asy-Syura/42: 52)\n\nPengertian ini sesuai dengan isi ayat 82 Surah al-Isra', dimana diterangkan bahwa Al-Qur'an menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Juga sesuai dengan ayat 87 surah yang sama yang menerangkan bahwa jika Allah menghendaki, niscaya Dia akan melenyapkan Al-Qur'an yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dengan demikian, Nabi tidak akan memperoleh pembelaan.\n\nKedua: Malaikat Jibril. Dalam Al-Qur'an banyak perkataan ruh yang diartikan dengan Jibril a.s., seperti dalam firman Allah swt.\n\nYang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan. (asy-Syu'ara'/26: 193-194)\n\nDan firman Allah swt:\n\n¦lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna. (Maryam/19: 17)\n\nKetiga: Berarti roh yang ada dalam badan, yang merupakan sumber kehidupan dari makhluk hidup. Menurut Jumhur Ulama, kata ruh dalam ayat ini adalah roh yang ada dalam badan (nyawa). Firman Allah:\n\nDan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam. (al-Anbiya'/21: 91)\n\nPendapat yang menyamakan ruh dengan nafs (roh/nyawa) ini adalah pendapat yang banyak dianut ulama (jumhur) dan sesuai dengan sebab ayat ini diturunkan. Allah berfirman:\n\nMaka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (al-hijr/15: 29)\n\nAyat-ayat tersebut di atas mengajak umat manusia supaya memahami isi Al-Qur'an dengan sebenar-benarnya, agar tidak tersesat ke jalan yang tidak benar. Sebaliknya mereka yang tidak berusaha untuk memahami isi Al-Qur'an tidak akan bisa memanfaatkannya sebagai pedoman hidup, bahkan mereka melakukan tindakan dan perbuatan yang dapat menjauhkan mereka dari pemahaman terhadap ayat-ayatnya dengan benar. Mereka menanyakan kepada Nabi saw hal-hal yang tidak mungkin diketahui manusia, yang sebetulnya tidak ada gunanya untuk diketahui, kecuali hanya sekedar untuk menguji Nabi.\n\nAllah swt dalam ayat ini menyatakan bahwa Ia hanya memberi manusia sedikit sekali pengetahuan mengenai roh. Akan tetapi, di antara ulama ada yang telah mencoba mendalami hakikat roh itu. Di antaranya ialah:\n\n1. Roh itu ialah semacam materi cahaya (jisim, nurani) yang turun ke dunia dari alam tinggi, sifatnya berbeda dengan materi yang dapat dilihat dan diraba.\n\n2. Roh itu mengalir dalam tubuh manusia, sebagaimana mengalirnya air dalam bunga, atau sebagaimana api dalam bara. Roh memberi kehidupan ke dalam tubuh seseorang selama tubuh itu sanggup dan mampu menerimanya, dan tidak ada yang menghalangi alirannya. Bila tubuh tidak sanggup dan mampu lagi menerima roh itu, sehingga alirannya terhambat dalam tubuh, maka tubuh itu menjadi mati. Pendapat ini dikemukakan oleh ar-Razi dan Ibnul Qayyim. Sedangkan Imam al-Gazali dan Abu Qasim ar-Ragib al-Asfahani berpendapat bahwa roh itu bukanlah materi dan sesuatu yang berbentuk, tetapi ia hanyalah sesuatu yang bergantung pada tubuh untuk mengurus dan menyelesaikan kepentingan-kepentingan tubuh.\n\nSikap kaum Muslimin yang paling baik tentang roh ialah mengikuti firman Allah ini, bahwa hakikat roh itu tidak dapat dijangkau oleh pikiran manusia, karena hanya Allah yang mengetahuinya dengan pasti. Yang perlu dipercayai adalah bahwa roh itu ada. Allah hanya memberikan gejala-gejalanya kepada manusia sendiri pun mengetahui adanya roh itu, serta menghayati gejala-gejalanya. Maka yang perlu diteliti dan dipelajari dengan sungguh-sungguh ialah gejala-gejala roh itu, yang dilakukan dalam psikologi. Mempelajari gejala-gejala jiwa ini bahkan termasuk hal yang diminta oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nDan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? adz-dzariyat/51: 21)\n\nKarena hanya Allah yang mengetahui tentang hakikat roh, maka pada ayat ini Allah swt menegaskan kepada manusia bahwa ilmu Allah itu Maha Luas, tidak dapat diperkirakan, meliputi segala macam ilmu, baik ilmu tentang alam yang nyata, maupun yang tidak nyata, baik yang dapat dicapai oleh pancaindera, maupun yang tidak. Karena kasih sayang Allah kepada manusia, maka dianugerahkan-Nya sebagian kecil ilmu itu kepada manusia, tidak ada artinya sedikit pun bila dibanding dengan kadar ilmu Allah.\n\nDiriwayatkan bahwa tatkala ayat ini diturunkan, orang-orang Yahudi menjawab, \"Kami telah diberi ilmu yang banyak. Kami telah diberi kitab Taurat. Siapa yang telah diberi kitab Taurat, berarti dia telah diberi kebaikan yang banyak.\" Maka turunlah ayat 109 Surah al-Kahf. Allah swt berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).\" (al-Kahf/18: 109)" } } }, { "number": { "inQuran": 2115, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 15, "page": 290, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0634\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa la'in shi'naa lanaz habanna billazeee awhainaaa ilaika summa laa tajidu laka bihee 'alainaa wakeelaa" } }, "translation": { "en": "And if We willed, We could surely do away with that which We revealed to you. Then you would not find for yourself concerning it an advocate against Us.", "id": "Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2115", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2115.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2115.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan, kami hapus dari hatimu apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap keputusan Kami, melenyapkan apa yang Kami wahyukan kepadamu. Tetapi pelenyapan itu tidak akan terjadi, dan yang demikian itu tidak lain,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa jika Allah swt menghendaki untuk menarik kembali Al-Qur'an yang telah diturunkan dan menghapusnya dari hati Nabi Muhammad dan dari lembaran-lembaran yang telah ditulis, hal itu pasti dengan mudah dapat dilaksanakan-Nya, sedikit pun tidak akan ada bekasnya. \n\nMudahnya bagi Allah swt menghapus Al-Qur'an itu diterangkan dalam hadis Nabi saw:\n\nDiriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Al-Qur'an ini akan diangkat (dihapus).\" Seseorang berkata, \"Bagaimana mungkin, sesungguhnya Allah telah mengokohkannya di dalam hati kita, dan kita telah mengabadikan (menulisnya) di dalam lembar-lembar bertulis.\" Ia berkata, \"Diangkat Al-Qur'an di satu malam maka tidak ada yang ditinggalkan seayat pun darinya dalam hati dan tidak pula pula di dalam mushaf, kecuali semua diangkat. Maka pada waktu paginya tidak satu ayat pun lagi yang tinggal padamu.\" Lalu Nabi membaca ayat ini. (Riwayat Sa'id bin Manshur dan al-hakim serta dinyatakan sahih oleh ath-thabrani dan al-Baihaqi).\n\nSetelah Al-Qur'an dihapus dari hati dan yang tertulis dalam mushaf, maka pada saat itu tidak ada lagi yang dapat dijadikan pegangan dan petunjuk ke jalan yang benar. Tidak seorangpun yang sanggup mengembalikannya, baik dalam bentuk mushaf maupun hafalan." } } }, { "number": { "inQuran": 2116, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illaa rahmatam mir Rabbik; inna fadlahoo kaana 'alaika kabeeraa" } }, "translation": { "en": "Except [We have left it with you] as a mercy from your Lord. Indeed, His favor upon you has ever been great.", "id": "kecuali karena rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, karunia-Nya atasmu (Muhammad) sangat besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2116", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2116.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2116.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali karena rahmat dari Tuhanmu yang dicurahkan kepadamu dan semua makhluk-Nya. Sungguh, karunia-Nya atasmu, wahai Nabi Muhammad, yang Aku cintai dan Aku pilih sebagai utusan-Ku, sangat besar.", "long": "Akan tetapi, Allah tidak bermaksud menghapus Al-Qur'an dari hati Nabi dan mushaf-mushaf, karena rahmat-Nya yang besar yang dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya. Al-Qur'an adalah nikmat yang paling besar yang diberikan Allah kepada manusia. Dia menetapkan Al-Qur'an dalam hati manusia serta menjaganya dari campur tangan mereka.\n\nMenurut ar-Razi, ada dua macam nikmat besar yang diberikan Allah kepada ulama: pertama, memudahkan mereka memperoleh ilmu, dan kedua, tetapnya ilmu dalam pikiran dan ingatan mereka. Dengan kedua macam nikmat itu, maka manusia mudah mencerna kandungan ayat-ayat Al-Qur'an dan kemudian melaksanakan yang diperintahkan-Nya dan menghentikan yang dilarang-Nya. Dengan demikian, terjagalah mereka dari kehancuran di dunia dan azab neraka di akhirat.\n\nPada ayat ini Allah menjelaskan bahwa keutamaan yang diberikan-Nya kepada Nabi Muhammad sangat besar sehingga Allah tidak menginginkan terhapusnya wahyu yang telah diturunkan kepadanya. Wahyu ini merupakan nikmat Allah yang terbesar kepada Rasulullah dan orang-orang beriman karena berisi hidayah dan penyembuh dari berbagai penyakit." } } }, { "number": { "inQuran": 2117, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0626\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0638\u064e\u0647\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul la'inij tama'atil insu waljinnu 'alaaa any yaatoo bimisli haazal quraani laa yaatoona bimislihee wa law kaana ba'duhum liba 'din zaheeraa" } }, "translation": { "en": "Say, \"If mankind and the jinn gathered in order to produce the like of this Qur'an, they could not produce the like of it, even if they were to each other assistants.\"", "id": "Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2117", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2117.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2117.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul bersama-sama dan mengerahkan semua upaya untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, dalam kesempurnaan isinya dan keindahan bahasanya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.\"", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir dari Sa'id dari Ibnu 'Abbas, bahwa Salam bin Misykam dan kawan-kawannya sesama orang Yahudi datang menghadap Rasulullah saw dan berkata, \"Bagaimana kami akan mengikuti engkau Muhammad, padahal engkau telah meninggalkan kiblat kami dan Al-Qur'an yang engkau bawa itu susunannya tidak seperti kitab Taurat. Karena itu turunkanlah kepada kami sebuah kitab yang dapat kami periksa. Kalau kamu tidak sanggup mendatangkannya, maka kami akan mendatangkan kepada kamu sesuatu yang sama dengan yang engkau bawa itu. Maka Allah swt menurunkan ayat ini yang menegaskan kepada mereka bahwa mereka semuanya tidak akan sanggup membuat kitab seperti Al-Qur'an.\n\nSabab nuzul ayat ini tidak disepakati oleh para ulama karena surah ini termasuk surah Makkiyah dan sasarannya adalah orang-orang Quraisy, sedangkan orang Yahudi tinggal di Medinah.\n\nPada ayat ini, Allah swt menegaskan mukjizat Al-Qur'an dan keutamaan-nya, yaitu Al-Qur'an benar-benar dari Allah dan diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Sebagai bukti bahwa Al-Qur'an itu dari Allah, bukan buatan Muhammad sebagaimana yang didakwakan oleh orang-orang kafir Mekah dan ahli kitab, Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menyampaikan tantangan kepada mereka yang mengabaikan dan meman-dang Al-Qur'an itu bukan wahyu Allah untuk membuat tandingan Al-Qur'an. Tetapi Allah menegaskan bahwa mereka tidak akan mampu membuat kitab yang sama. Allah berfirman: \n\nDan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (al-Baqarah/2: 23-24)\n\nSejarah menunjukkan bahwa banyak pemimpin dan ahli sastra Arab yang mencoba menandingi dan meniru Al-Qur'an, bahkan ada yang mendakwakan dirinya sebagai seorang nabi, seperti Musailamah al-Kadzdzab, thulaiḥah, Habalah bin Kaab, dan lain-lain. Akan tetapi, mereka semua gagal dalam usahanya bahkan mendapat cemooh dan hinaan dari masyarakat. Sebagai contoh ialah apa yang telah dibuat oleh Musailamah al-Kadzdzab yang dianggapnya dapat menandingi ayat-ayat Al-Qur'an:\n\nHai katak, anak dari dua katak, pekikkan suaramu apa yang ingin kamu pekikkan. Bagian atas engkau di air dan bagian bawah engkau di tanah.\n\nPara ahli menyatakan bahwa perkataan Musailamah itu tidak ada yang mengandung sesuatu makna. Di antara yang memberi komentar ialah al-Jahiz, seorang sastrawan Arab yang mashyur yang mengatakan, \"Saya tidak mengerti apakah gerangan yang menggerakkan jiwa Musailamah menyebut-kan katak dan sebagainya, alangkah buruknya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al-Qur'an yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.\n\nKemungkinan kerjasama jin dan manusia disebutkan di sini adalah untuk mengimbangi Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad yang memperoleh Al-Qur'an dari Allah. Mereka tidak mungkin menandinginya karena Al-Qur'an berasal dari Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 2118, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qa laqad sarrafnaa linnaasi fee haazal quraani min kulli masalin fa abaaa aksarun naasi illaa kufooraa" } }, "translation": { "en": "And We have certainly diversified for the people in this Qur'an from every [kind] of example, but most of the people refused [anything] except disbelief.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2118", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2118.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2118.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Allah bersumpah, Kami telah menjelaskan kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, yakni dengan bermacam-macam cara dan gaya bahasa, seperti penyampaian kebenaran dengan disertai bukti-bukti, dengan janji dan ancaman, kisah dan perumpamaan yang disampaikan berulang-ulang agar manusia beriman, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkarinya. Mereka tidak tersentuh hatinya sedikit pun untuk dapat menerima tuntunan Al-Qur'an walaupun disampaikan dengan bermacam-macam cara dan gaya bahasa karena kesombongan dan kedengkian mereka.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah menyampaikan segala macam bukti dan argumen kepada manusia agar mereka beriman. Berbagai bukti dan argumen itu diungkapkan dalam bentuk penjelasan dengan berbagai macam gaya bahasa, ada dalam bentuk perintah, berita, dan cerita. Demikian pula isinya yang bermacam-macam, seperti akidah, hukum, budi pekerti, ibadah, kisah, dan sebagainya yang tidak dapat dibantah kebenaran-nya. \n\nSekalipun Allah swt telah menyampaikan dalam bentuk dan cara yang berbeda-beda, juga isinya yang mengandung nilai-nilai yang tinggi untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, namun orang-orang kafir tidak mengimaninya. Mereka tetap mengingkari dan menentangnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2119, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062c\u064f\u0631\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064e\u0646\u0628\u064f\u0648\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo lan nu'mina laka hattaa tafjura lanaa minal ardi yamboo'aa" } }, "translation": { "en": "And they say, \"We will not believe you until you break open for us from the ground a spring.", "id": "Dan mereka berkata, “Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2119", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2119.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2119.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka orang-orang musyrik Mekah berkata, \"Kami tidak akan percaya kepadamu wahai Muhammad sebelum engkau memancarkan dengan deras mata air dari bumi dan mengalirkannya secara terus-menerus untuk kami,", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan sikap para pemimpin Quraisy menghadapi seruan Nabi Muhammad saw, mereka itu di antaranya Uthbah, Syaibah, Abu Sufyan, Nadhar, dan lain-lain. Sikap mereka itu menunjukkan tampak tanda-tanda keingkaran dan keengganan mereka menerima seruan tersebut. Akibatnya, apa saja bukti yang dikemukakan kepada mereka, mereka tetap tidak akan beriman. Mereka meminta kepada Rasulullah hal-hal yang mustahil karena mereka tahu bahwa Rasulullah tidak akan sanggup mengerjakannya. Dengan demikian ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti seruan Rasul itu.\n\nDi antara permintaan orang-orang kafir itu ialah:\n\n1. Agar Rasulullah saw memancarkan mata air dari bumi, padahal negeri mereka padang pasir.\n\n2. Agar Rasulullah mewujudkan sebuah kebun kurma atau anggur yang dialiri sungai-sungai. Dengan air yang tetap mengalir, akan bertambah suburlah pohon korma dan anggur itu dan memberi hasil yang berlipat ganda.\n\n3. Agar Rasulullah menjatuhkan langit berkeping-keping sehingga menim-pa mereka. Permintaan mereka yang seperti ini diterangkan pada ayat yang lain. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nPermintaan mereka ini adalah seperti permintaan penduduk Aikah (Madyan) kepada Nabi Syuaib dahulu, sebagaimana Allah berfirman:\n\nMaka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.\" (asy-Syu'ara'/26: 187)\n\n4. Agar Rasulullah saw mendatangkan Allah dan malaikat secara kasat mata (bisa dilihat secara nyata) kepada mereka untuk menyatakan secara langsung bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus-Nya.\n\n5. Agar Rasulullah saw mendirikan rumah yang terbuat dari emas. Orang-orang musyrik berpendapat bahwa seorang rasul yang diutus Allah hendaklah seorang penguasa, kaya raya, dan terhormat. Oleh karena itu, menurut pendapat mereka, mustahil Muhammad sebagai anak yatim piatu lagi miskin diangkat menjadi rasul.\n\n6. Agar Rasulullah saw naik ke langit melalui sebuah tangga yang dapat mereka lihat, kemudian turun kembali ke dunia melalui tangga yang sama dengan membawa sebuah kitab yang dapat mereka baca dan menggunakan bahasa mereka yang menerangkan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.\n\nSebenarnya semua yang diminta oleh orang musyrikin itu amatlah mudah bagi Allah mengabulkannya, tidak ada satu pun yang sukar dan mustahil bagi Allah mengadakan dan melakukannya. Namun Allah tahu bahwa semua permintaan itu hanyalah mengada-ada, sebagai alasan untuk tidak beriman kepada Nabi Muhammad. Sikap orang-orang musyrik itu dijelaskan dalam firman Allah swt:\n\nSungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus/10: 96-97)\n\nDan firman Allah:\n\nDan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran). (al-An'am/6: 111)\n\nAllah swt memerintahkan kepada Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu bahwa ia hanyalah manusia yang diangkat sebagai seorang rasul dan diberi wahyu. Allah mampu mewujudkan semua permintaan mereka itu, tetapi permintaan mereka itu tidak dikabulkan-Nya karena tidak diperlukan. Seandainya dikabulkan pun, mereka tetap tidak akan beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 2120, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062e\u0650\u064a\u0644\u064d \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u064e\u0628\u064d \u0641\u064e\u062a\u064f\u0641\u064e\u062c\u0651\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062c\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Aw takoona laka jannatum min nakheelinw wa 'inabin fatufajjiral anhaara khilaalahaa tafjeeraa" } }, "translation": { "en": "Or [until] you have a garden of palm tress and grapes and make rivers gush forth within them in force [and abundance]", "id": "atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2120", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2120.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2120.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau engkau mempunyai di negeri Mekah ini sebuah kebun kurma dan anggur yang luas tanahnya dan indah pemandangannya, lalu engkau alirkan di celah-celahnya, yakni dicelah-celah kebun itu sungai-sungai yang deras alirannya,", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan sikap para pemimpin Quraisy menghadapi seruan Nabi Muhammad saw, mereka itu di antaranya Uthbah, Syaibah, Abu Sufyan, Nadhar, dan lain-lain. Sikap mereka itu menunjukkan tampak tanda-tanda keingkaran dan keengganan mereka menerima seruan tersebut. Akibatnya, apa saja bukti yang dikemukakan kepada mereka, mereka tetap tidak akan beriman. Mereka meminta kepada Rasulullah hal-hal yang mustahil karena mereka tahu bahwa Rasulullah tidak akan sanggup mengerjakannya. Dengan demikian ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti seruan Rasul itu.\n\nDi antara permintaan orang-orang kafir itu ialah:\n\n1. Agar Rasulullah saw memancarkan mata air dari bumi, padahal negeri mereka padang pasir.\n\n2. Agar Rasulullah mewujudkan sebuah kebun kurma atau anggur yang dialiri sungai-sungai. Dengan air yang tetap mengalir, akan bertambah suburlah pohon korma dan anggur itu dan memberi hasil yang berlipat ganda.\n\n3. Agar Rasulullah menjatuhkan langit berkeping-keping sehingga menim-pa mereka. Permintaan mereka yang seperti ini diterangkan pada ayat yang lain. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nPermintaan mereka ini adalah seperti permintaan penduduk Aikah (Madyan) kepada Nabi Syuaib dahulu, sebagaimana Allah berfirman:\n\nMaka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.\" (asy-Syu'ara'/26: 187)\n\n4. Agar Rasulullah saw mendatangkan Allah dan malaikat secara kasat mata (bisa dilihat secara nyata) kepada mereka untuk menyatakan secara langsung bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus-Nya.\n\n5. Agar Rasulullah saw mendirikan rumah yang terbuat dari emas. Orang-orang musyrik berpendapat bahwa seorang rasul yang diutus Allah hendaklah seorang penguasa, kaya raya, dan terhormat. Oleh karena itu, menurut pendapat mereka, mustahil Muhammad sebagai anak yatim piatu lagi miskin diangkat menjadi rasul.\n\n6. Agar Rasulullah saw naik ke langit melalui sebuah tangga yang dapat mereka lihat, kemudian turun kembali ke dunia melalui tangga yang sama dengan membawa sebuah kitab yang dapat mereka baca dan menggunakan bahasa mereka yang menerangkan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.\n\nSebenarnya semua yang diminta oleh orang musyrikin itu amatlah mudah bagi Allah mengabulkannya, tidak ada satu pun yang sukar dan mustahil bagi Allah mengadakan dan melakukannya. Namun Allah tahu bahwa semua permintaan itu hanyalah mengada-ada, sebagai alasan untuk tidak beriman kepada Nabi Muhammad. Sikap orang-orang musyrik itu dijelaskan dalam firman Allah swt:\n\nSungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus/10: 96-97)\n\nDan firman Allah:\n\nDan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran). (al-An'am/6: 111)\n\nAllah swt memerintahkan kepada Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu bahwa ia hanyalah manusia yang diangkat sebagai seorang rasul dan diberi wahyu. Allah mampu mewujudkan semua permintaan mereka itu, tetapi permintaan mereka itu tidak dikabulkan-Nya karena tidak diperlukan. Seandainya dikabulkan pun, mereka tetap tidak akan beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 2121, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0642\u0650\u0637\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0643\u0650\u0633\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Aw tusqitas samaaa'a kamaa za'amta 'alainaa kisafan aw taatiya billaahi walma laaa'ikati qabeelaa" } }, "translation": { "en": "Or you make the heaven fall upon us in fragments as you have claimed or you bring Allah and the angels before [us]", "id": "atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan, atau (sebelum) engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2121", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2121.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2121.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan dalam ancamanmu kepada kami, atau engkau datangkan Allah dan para malaikat datang ke muka bumi berhadapan muka dengan kami, dan kami pun melihatnya dengan mata kepala,", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan sikap para pemimpin Quraisy menghadapi seruan Nabi Muhammad saw, mereka itu di antaranya Uthbah, Syaibah, Abu Sufyan, Nadhar, dan lain-lain. Sikap mereka itu menunjukkan tampak tanda-tanda keingkaran dan keengganan mereka menerima seruan tersebut. Akibatnya, apa saja bukti yang dikemukakan kepada mereka, mereka tetap tidak akan beriman. Mereka meminta kepada Rasulullah hal-hal yang mustahil karena mereka tahu bahwa Rasulullah tidak akan sanggup mengerjakannya. Dengan demikian ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti seruan Rasul itu.\n\nDi antara permintaan orang-orang kafir itu ialah:\n\n1. Agar Rasulullah saw memancarkan mata air dari bumi, padahal negeri mereka padang pasir.\n\n2. Agar Rasulullah mewujudkan sebuah kebun kurma atau anggur yang dialiri sungai-sungai. Dengan air yang tetap mengalir, akan bertambah suburlah pohon korma dan anggur itu dan memberi hasil yang berlipat ganda.\n\n3. Agar Rasulullah menjatuhkan langit berkeping-keping sehingga menim-pa mereka. Permintaan mereka yang seperti ini diterangkan pada ayat yang lain. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nPermintaan mereka ini adalah seperti permintaan penduduk Aikah (Madyan) kepada Nabi Syuaib dahulu, sebagaimana Allah berfirman:\n\nMaka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.\" (asy-Syu'ara'/26: 187)\n\n4. Agar Rasulullah saw mendatangkan Allah dan malaikat secara kasat mata (bisa dilihat secara nyata) kepada mereka untuk menyatakan secara langsung bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus-Nya.\n\n5. Agar Rasulullah saw mendirikan rumah yang terbuat dari emas. Orang-orang musyrik berpendapat bahwa seorang rasul yang diutus Allah hendaklah seorang penguasa, kaya raya, dan terhormat. Oleh karena itu, menurut pendapat mereka, mustahil Muhammad sebagai anak yatim piatu lagi miskin diangkat menjadi rasul.\n\n6. Agar Rasulullah saw naik ke langit melalui sebuah tangga yang dapat mereka lihat, kemudian turun kembali ke dunia melalui tangga yang sama dengan membawa sebuah kitab yang dapat mereka baca dan menggunakan bahasa mereka yang menerangkan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.\n\nSebenarnya semua yang diminta oleh orang musyrikin itu amatlah mudah bagi Allah mengabulkannya, tidak ada satu pun yang sukar dan mustahil bagi Allah mengadakan dan melakukannya. Namun Allah tahu bahwa semua permintaan itu hanyalah mengada-ada, sebagai alasan untuk tidak beriman kepada Nabi Muhammad. Sikap orang-orang musyrik itu dijelaskan dalam firman Allah swt:\n\nSungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus/10: 96-97)\n\nDan firman Allah:\n\nDan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran). (al-An'am/6: 111)\n\nAllah swt memerintahkan kepada Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu bahwa ia hanyalah manusia yang diangkat sebagai seorang rasul dan diberi wahyu. Allah mampu mewujudkan semua permintaan mereka itu, tetapi permintaan mereka itu tidak dikabulkan-Nya karena tidak diperlukan. Seandainya dikabulkan pun, mereka tetap tidak akan beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 2122, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 249, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0632\u064f\u062e\u0652\u0631\u064f\u0641\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0631\u064f\u0642\u0650\u064a\u0651\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0624\u064f\u0647\u064f \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Aw yakoona laka baitum min zukhrufin aw tarqaa fis samaaa'i wa lan nu'mina liruqiyyika hatta tunazzila 'alainaa kitaaban naqra'uh; qul Subhaana Rabbee hal kuntu illaa basharar Rasoolaa" } }, "translation": { "en": "Or you have a house of gold or you ascend into the sky. And [even then], we will not believe in your ascension until you bring down to us a book we may read.\" Say, \"Exalted is my Lord! Was I ever but a human messenger?\"", "id": "atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.” Katakanlah (Muhammad), “Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2122", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2122.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2122.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau engkau mempunyai sebuah rumah yang terbuat dari emas, atau kami lihat engkau naik ke langit tingkat demi tingkat. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu ke langit itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?\" Aku hanya diutus untuk menyampaikan wahyu Allah kepadamu, dan tidak ada kemampuan bagi seorang rasul berbuat sesuatu kecuali atas izin Allah.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan sikap para pemimpin Quraisy menghadapi seruan Nabi Muhammad saw, mereka itu di antaranya Uthbah, Syaibah, Abu Sufyan, Nadhar, dan lain-lain. Sikap mereka itu menunjukkan tampak tanda-tanda keingkaran dan keengganan mereka menerima seruan tersebut. Akibatnya, apa saja bukti yang dikemukakan kepada mereka, mereka tetap tidak akan beriman. Mereka meminta kepada Rasulullah hal-hal yang mustahil karena mereka tahu bahwa Rasulullah tidak akan sanggup mengerjakannya. Dengan demikian ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti seruan Rasul itu.\n\nDi antara permintaan orang-orang kafir itu ialah:\n\n1. Agar Rasulullah saw memancarkan mata air dari bumi, padahal negeri mereka padang pasir.\n\n2. Agar Rasulullah mewujudkan sebuah kebun kurma atau anggur yang dialiri sungai-sungai. Dengan air yang tetap mengalir, akan bertambah suburlah pohon korma dan anggur itu dan memberi hasil yang berlipat ganda.\n\n3. Agar Rasulullah menjatuhkan langit berkeping-keping sehingga menim-pa mereka. Permintaan mereka yang seperti ini diterangkan pada ayat yang lain. Allah swt berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nPermintaan mereka ini adalah seperti permintaan penduduk Aikah (Madyan) kepada Nabi Syuaib dahulu, sebagaimana Allah berfirman:\n\nMaka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.\" (asy-Syu'ara'/26: 187)\n\n4. Agar Rasulullah saw mendatangkan Allah dan malaikat secara kasat mata (bisa dilihat secara nyata) kepada mereka untuk menyatakan secara langsung bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus-Nya.\n\n5. Agar Rasulullah saw mendirikan rumah yang terbuat dari emas. Orang-orang musyrik berpendapat bahwa seorang rasul yang diutus Allah hendaklah seorang penguasa, kaya raya, dan terhormat. Oleh karena itu, menurut pendapat mereka, mustahil Muhammad sebagai anak yatim piatu lagi miskin diangkat menjadi rasul.\n\n6. Agar Rasulullah saw naik ke langit melalui sebuah tangga yang dapat mereka lihat, kemudian turun kembali ke dunia melalui tangga yang sama dengan membawa sebuah kitab yang dapat mereka baca dan menggunakan bahasa mereka yang menerangkan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.\n\nSebenarnya semua yang diminta oleh orang musyrikin itu amatlah mudah bagi Allah mengabulkannya, tidak ada satu pun yang sukar dan mustahil bagi Allah mengadakan dan melakukannya. Namun Allah tahu bahwa semua permintaan itu hanyalah mengada-ada, sebagai alasan untuk tidak beriman kepada Nabi Muhammad. Sikap orang-orang musyrik itu dijelaskan dalam firman Allah swt:\n\nSungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus/10: 96-97)\n\nDan firman Allah:\n\nDan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran). (al-An'am/6: 111)\n\nAllah swt memerintahkan kepada Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu bahwa ia hanyalah manusia yang diangkat sebagai seorang rasul dan diberi wahyu. Allah mampu mewujudkan semua permintaan mereka itu, tetapi permintaan mereka itu tidak dikabulkan-Nya karena tidak diperlukan. Seandainya dikabulkan pun, mereka tetap tidak akan beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 2123, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 250, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa mana'an naasa any yu'minooo iz jaaa'ahumul hudaaa illaaa an qaalooo aba'asal laahu basharar Rasoolaa" } }, "translation": { "en": "And what prevented the people from believing when guidance came to them except that they said, \"Has Allah sent a human messenger?\"", "id": "Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2123", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2123.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2123.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk, yakni wahyu Allah yang dibawa oleh para rasul datang kepadanya, baik pada zaman dahulu maupun sekarang, selain perkataan mereka, \"Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?\" Mereka menolak siapa pun manusia sebagai utusan Allah, karena menurut pendapatnya yang pantas menjadi rasul Allah adalah para malaikat.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tidak ada yang menghalangi orang-orang musyrik Mekah beriman kepada Nabi Muhammad ketika wahyu diturunkan Allah kepadanya disertai dengan bermacam-macam mukjizat, kecuali keinginan mereka bahwa jika Allah swt mengutus seorang rasul-Nya kepada manusia, maka rasul itu haruslah seorang malaikat, bukan seorang manusia biasa.\n\nOrang-orang kafir Mekah khususnya dan orang-orang kafir pada umumnya heran mengapa wahyu itu diturunkan kepada seorang manusia biasa seperti Muhammad, bahkan seorang anak yatim. Kenapa tidak diturunkan kepada yang terpandai atau terkaya di antara mereka atau manusia yang mempunyai kekuatan gaib, malaikat, dan sebagainya. Sikap orang musyrik Mekah seperti itu sama dengan sikap orang-orang yang terdahulu terhadap para rasul yang diutus kepada mereka.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa, sehingga kamu mendapat rahmat? (al-A'raf/7: 63)" } } }, { "number": { "inQuran": 2124, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 250, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul law kaana fil ardi malaaa 'ikatuny yamshoona mutma'inneena lanazzalnaa 'alaihim minas samaaa'i malakar Rasoolaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"If there were upon the earth angels walking securely, We would have sent down to them from the heaven an angel [as a] messenger.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2124", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2124.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2124.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, dan melakukan aneka kegiatan di muka bumi ini, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul bagi mereka. Itulah ketetapan Allah yang berlaku baik dahulu mapun sekarang, yaitu mengutus para rasul dari jenis makhluk yang sama dengan jenis makhluk kepada siapa ia diutus menyampaikan wahyu kepadanya.", "long": "Allah membantah sikap orang-orang musyrik Mekah itu dengan menyatakan bahwa sekiranya di bumi ini terdapat malaikat-malaikat yang berjalan, berpikir, bertempat tinggal, hidup bermasyarakat, mempunyai hawa nafsu, berkebudayaan, berorganisasi, dan sebagainya, tentulah Allah swt akan mengutus malaikat sebagai rasul-Nya, bukan manusia.\n\nAyat ini seakan-akan memperingatkan orang-orang kafir bahwa rasul yang diutus Allah adalah seorang manusia biasa tetapi sanggup menyampai-kan ajaran agama-Nya kepada mereka, mengerti apa yang mereka inginkan, apa yang mereka rasakan, apa yang baik bagi mereka, dan sebagainya. Bukan seperti malaikat yang tidak mempunyai ambisi dalam hidup seperti manusia dan hanya melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka.\n\nAllah swt berfirman:\n\nSungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (ali 'Imran/3: 164)" } } }, { "number": { "inQuran": 2125, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 15, "page": 291, "manzil": 4, "ruku": 250, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul kafaa billaahi shaheedam bainee wa bainakum; innahoo kaana bi'ibaadihee Khabeeram Baseeraa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Sufficient is Allah as Witness between me and you. Indeed he is ever, concerning His servants, Acquainted and Seeing.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2125", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2125.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2125.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada orang-orang yang tidak mau beriman, \"Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian bahwa aku adalah seorang manusia yang diutus oleh Allah menyampaikan wahyu kepadamu. Sungguh, Dia Maha Mengetahui keadaan setiap makhluk-Nya, Maha Melihat akan tingkah laku dan perbuatan hamba-hamba-Nya baik yang tampak maupun yang tersembunyi.\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan ancaman-Nya kepada orang-orang kafir bahwa Allah akan menjadi saksi atas apa yang diperselisihkan antara Nabi dan orang-orang musyrik Mekah. Allah akan menjadi hakim yang akan mengadili perkara mereka dengan adil di akhirat nanti karena Dia mengetahui semua yang mereka kerjakan, bahkan yang terkandung dalam hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2126, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 15, "page": 292, "manzil": 4, "ruku": 250, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064f\u0645\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064f\u0645\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0645\u0651\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0632\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai yahdil laahu fahuwal muhtad; wa mai yudlil falan tajida lahum awliyaaa'a min doonih; wa nahshuruhum Yawmal Qiyaamati 'alaa wujoohihim umyanw wa bukmanw wa summaa; maa waahum Jahannamu kullamaa khabat zidnaahum sa'eeraa" } }, "translation": { "en": "And whoever Allah guides - he is the [rightly] guided; and whoever He sends astray - you will never find for them protectors besides Him, and We will gather them on the Day of Resurrection [fallen] on their faces - blind, dumb and deaf. Their refuge is Hell; every time it subsides We increase them in blazing fire.", "id": "Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2126", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2126.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2126.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, disebabkan kecenderungan hatinya untuk mendapat petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk, tidak ada siapa pun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa Dia sesatkan, disebabkan oleh penolakannya terhadap ayat-ayat Allah, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka yang dapat menunjukkan kepada jalan yang benar selain Dia, Allah Yang Mahakuasa. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat dengan wajah tersungkur, ditarik malaikat ke dalam neraka dalam keadaan buta, tidak dapat melihat sesuatu yang terjadi, bisu, tidak dapat mengutarakan kepedihan, dan tuli, tidak dapat mendengar sesuatu yang menyenangkan hati. Keadaan mereka di akhirat adalah sebagaimana sikap mereka terhadap ayat-ayat Allah ketika mereka di dunia. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, disebabkan punah bahan bakarnya yang berupa manusia, Kami tambah lagi nyalanya dengan mengembalikan kulitnya dan menumbuhkan kembali tulangnya bagi mereka. Setiap kali kulit mereka hangus terbakar oleh api neraka, Allah mengganti kulit yang lain sehingga tidak putus-putusnya kepedihan menimpa mereka.", "long": "Allah swt menerangkan dalam ayat ini bahwa Dialah yang menguasai dan menentukan segala sesuatu. Dia yang memberi petunjuk dan taufik kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Orang yang tidak menerima petunjuk dan taufik-Nya, adalah orang yang sesat dan tidak akan memperoleh penolong selain Allah.\n\nOrang-orang sesat itu akan dikumpulkan Allah pada hari kiamat di suatu tempat untuk dihisab. Mereka dibangkitkan dari kubur dalam keadaan buta, bisu, dan tuli, sebagaimana mereka dahulu di dunia tidak melihat dan mendengarkan kebenaran yang disampaikan.\n\nNabi saw bersabda:\n\nSeorang bertanya kepada Rasulullah saw, \"Ya Rasulullah bagaimana manusia berjalan dengan wajah mereka?\" Rasulullah menjawab, \"Dia yang menjalankan mereka dengan kaki mereka, tentu berkuasa pula menjalankan mereka dengan wajah mereka\". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)\n\nAbu Dawud dan at-Tirmidzi meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah:\n\nBahwa manusia itu ada tiga macam pada hari berkumpul di padang Mahsyar, ada yang berjalan, ada yang berkendaraan dan ada pula yang berjalan dengan wajah mereka.\n\nSetelah selesai dihisab, mereka dimasukkan ke dalam neraka Jahanam dan dibakar dengan api yang menyala-nyala karena setiap akan padam, nyala api itu ditambah lagi. Setiap kali kulit dan tubuh menjadi hangus, dan daging-daging mereka menjadi musnah, Allah menggantinya kembali dengan kulit, daging, dan tubuh yang baru, sehingga mereka kembali merasakan azab yang tidak putus-putusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2127, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 15, "page": 292, "manzil": 4, "ruku": 250, "hizbQuarter": 116, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0641\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064b\u0627 \u062c\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Zaalika jazaa'uhum biannahum kafaroo bi aayaatinaa wa qaalooo 'a izaa kunnaa 'izaamanw wa rufaatan'a innaa lamaboosoona khalqan jadeedaa" } }, "translation": { "en": "That is their recompense because they disbelieved in Our verses and said, \"When we are bones and crumbled particles, will we [truly] be resurrected [in] a new creation?\"", "id": "Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2127", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2127.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2127.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah neraka Jahanam balasan bagi mereka, disebabkan karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami, baik ayat-ayat yang diturunkan melalui wahyu, yakni Kitab Suci, maupun ayat-ayat yang terhampar di alam raya dan karena mereka menolak hari kebangkitan dengan berkata, \"Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, bagaikan debu yang beterbangan apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang kafir itu diazab karena mengingkari ayat-ayat Allah dan hari kebangkitan dengan mengatakan, \"Apakah mungkin kita dibangkitkan kembali, setelah kita mati, tubuh kita sudah hancur dan lumat bersama tanah, kemudian tulang-belulang kita berserakan menjadi bahagian yang terpisah-pisah. Apakah bagian-bagian tubuh itu dapat dikumpulkan dan dihidupkan kembali, sehingga kita menjadi makhluk hidup yang baru?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2128, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 15, "page": 292, "manzil": 4, "ruku": 250, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Awalam yaraw annal laahal lazee khalaqas samaawaati wal arda qaadirun 'alaaa any yakhluqa mislahum wa ja'ala lahum ajalal laa raiba fee; fa abaz zaalimoona illaa kufooraa" } }, "translation": { "en": "Do they not see that Allah, who created the heavens and earth, is [the one] Able to create the likes of them? And He has appointed for them a term, about which there is no doubt. But the wrongdoers refuse [anything] except disbelief.", "id": "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu tertentu (mati atau dibangkitkan) bagi mereka, yang tidak diragukan lagi? Maka orang zalim itu tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2128", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2128.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2128.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjawab pertanyaan mereka dengan menyatakan, \"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, melihat dengan mata hatinya, bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala keharmonisan dan ketelitian sistemnya adalah Mahakuasa pula menciptakan yang serupa dengan mereka, tidak sulit bagi Allah menjadikan kulit dan tulang belulang yang hancur menjadi makhluk yang baru, dan Dia telah menetapkan waktu tertentu, yakni waktu kematian dan kebangkitan bagi mereka, yang tidak diragukan lagi, walau sedikit pun kedatangannya? Maka orang zalim itu, yaitu orang-orang yang tidak percaya kepada ayat-ayat Kami dan menolak hari kebangkitan, mereka tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran, meskipun telah jelas bukti-bukti dipaparkan kepada mereka.", "long": "Allah swt membantah pendapat orang-orang yang tidak mem-percayai adanya hari kebangkitan dengan mengatakan bahwa apakah mereka tidak melihat dan memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan mereka dari tidak ada menjadi ada, begitu juga langit dan semua isinya, dan bumi dengan segala benda dan makhluk yang ada di dalamnya, termasuk manusia sendiri. Apakah mereka tidak memperhatikan segala kejadian yang ada di langit dan di bumi? Semuanya diciptakan dari tiada menjadi ada. Jika Allah swt sanggup menciptakan semuanya untuk kali yang pertama, tentu sanggup pula menciptakannya untuk kali yang kedua karena merancang ulang biasanya lebih mudah dibandingkan dengan menciptakan pertama kali. Allah telah menciptakan bagi manusia jangka waktu yang tidak ada keraguan padanya, menetapkan masa hidup mereka di dunia dan dalam kubur, dan masa mereka dibangkitkan kembali. Hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui penentuan masa-masa itu.\n\nMeskipun bukti-bukti tentang hari kebangkitan, kebesaran, dan kekuasaan Allah telah dikemukakan dan dijelaskan kepada orang-orang kafir yang zalim itu, mereka tetap ingkar dan tidak percaya kepada bukti-bukti tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 2129, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 15, "page": 292, "manzil": 4, "ruku": 250, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0632\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0641\u064e\u0627\u0642\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0642\u064e\u062a\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul law antum tamlikoona khazaaa'ina rahmati Rabbeee izal la amsaktum khash yatal infaaq; wa kaanal insaanu qatooraa" } }, "translation": { "en": "Say [to them], \"If you possessed the depositories of the mercy of my Lord, then you would withhold out of fear of spending.\" And ever has man been stingy.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan manusia itu memang sangat kikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2129", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2129.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2129.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini merupakan lanjutan dari jawaban terhadap tuntutan kaum musyrik. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, berupa harta benda atau apa saja yang dianugerahkan Allah kepada makhluk-Nya, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, tidak kamu berikan kepada siapa yang membutuhkan karena takut membelanjakannya, yakni takut kemiskinan karena membelanjakan apa yang dianugerahkan oleh Tuhanmu.\" Dan manusia itu memang sangat kikir. Demikianlah Allah tidak akan mengabulkan tuntutan mereka karena seperti itulah ketetapan Allah menyangkut hikmah dan maslahat dalam penciptaan makhluk-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah swt menerangkan sebab-sebab mengapa Dia tidak memperkenankan permintaan orang-orang zalim itu, yaitu walaupun diperkenankan, mereka tetap tidak akan beriman, berlaku kikir, dan tidak mau memberikan sebagian kecil hartanya kepada orang lain yang memerlukannya. Mereka takut kenikmatan-kenikmatan yang telah diperoleh akan lenyap dari mereka. Padahal nikmat Allah tidak akan pernah habis seberapa pun manusia mengambilnya. Allah juga telah menjanjikan orang-orang yang menginfakkan harta mereka dengan imbalan yang berlipat ganda dari apa yang mereka infakkan.\n\nSifat kikir adalah watak dan tabiat manusia dengan kadar yang berbeda. Watak dan tabiat yang tidak baik itulah yang menyebabkan manusia mendurhakai perintah Allah dan enggan memperhatikan larangan-larangan-Nya. Firman Allah:\n\nDan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan. (al-Fajr/89: 20)\n\nDan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. (al-'adiyat/100: 8)" } } }, { "number": { "inQuran": 2130, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 15, "page": 292, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0633\u0652\u062d\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosaa tis'a Aayaatim baiyinaatin fas'al Baneee Israaa'eela iz jaaa'ahum faqaala lahoo Fir'awnu inee la azunnuka yaa Moosaa mas hooraa" } }, "translation": { "en": "And We had certainly given Moses nine evident signs, so ask the Children of Israel [about] when he came to them and Pharaoh said to him, \"Indeed I think, O Moses, that you are affected by magic.\"", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata maka tanyakanlah kepada Bani Israil, ketika Musa datang kepada mereka lalu Fir‘aun berkata kepadanya, “Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2130", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2130.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2130.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menjelaskan bahwa kaum musyrik enggan menerima kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad meskipun telah ditunjukkan bukti-bukti yang sangat banyak. Hal ini sangat menyedihkan hati Nabi yang sangat ingin agar umatnya beriman. Ayat ini memberikan hiburan kepada Nabi dengan menguraikan kisah Bani Israil dengan kaumnya, sekaligus mengisyaratkan bahwa seandainya kaum musyrikin di Mekah diberikan ayat-ayat yang mereka minta, niscaya mereka tetap tidak akan percaya sebagaimana keadaan kaum Nabi Musa. Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa, yang Kami utus kepada Bani Israil dan kepada Fir'aun dengan membawa sembilan mukjizat yang nyata, sebagai bukti atas kerasulannya, akan tetapi Fir'aun tetap ingkar dan tidak mau beriman kepadanya, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, yang hidup pada masamu apa yang terjadi ketika Musa datang kepada mereka, yakni kepada nenek moyang mereka. Ketahuilah bahwa ketika itu Nabi Musa menemui Fir'aun menyampaikan risalah dan bukti-bukti kebenarannya, lalu Fir'aun berkata kepadanya, \"Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir.\" Demikian dituduhkan Fir'aun kepada Nabi Musa.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt telah memberikan sembilan macam mukjizat kepada Musa a.s. sebagai bukti kerasulannya, ketika diutus kepada Fir'aun dan kaumnya. Namun demikian, Fir'aun dan kaumnya tetap menolak seruan Nabi Musa untuk beriman pada Allah Sang Pencipta. Dalam ayat yang lain diterangkan bagaimana Fir'aun dan kaumnya mengingkari seruan Musa.\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)-nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (an-Naml/27: 14)\n\nPara mufasir berbeda pendapat tentang maksud dari sembilan ayat tersebut di atas. Menurut Ibnu Abbas, sebagaimana diriwayatkan oleh 'Abd Razzaq, Sa'id bin Manshur, Ibnu Jarir ath-thabari, dan Ibnu Mundzir, bahwa sembilan ayat tersebut adalah tongkat, tangan, topan, belalang, kutu, katak, darah, musim kemarau, dan kekurangan buah-buahan. Pendapat ini disetujui oleh jumhur ulama.\n\nMufasir yang lain, seperti ar-Razi, berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sembilan ayat tersebut di atas adalah berbagai larangan. Ia mendasar-kan pendapatnya dengan hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, al-Baihaqi, Ath-thabrani, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah dari shafwan bin Asal al-Muradi, ketika beliau ditanya oleh orang Yahudi, bahwa yang dimaksud dengan sembilan ayat di sini ialah sembilan macam larangan, yaitu: jangan mempersekutukan Allah, jangan membunuh jiwa kecuali dengan hak, jangan berzina, jangan mencuri, jangan menyihir, jangan makan riba, jangan memfitnah orang yang tidak bersalah kepada penguasa, jangan menuduh wanita yang baik berzina, dan melanggar aturan pada hari Sabat. Ibnu Syihab Al-Khafaji mengatakan, \"Inilah tafsir yang diikuti dalam menafsirkan ayat ini.\"\n\nAllah memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menanyakan tentang kisah Musa kepada orang-orang Yahudi yang hidup di masanya, seperti Abdullah bin Salam dan lain-lain, niscaya mereka akan membenarkannya. Pengakuan mereka terhadap kebenaran risalah Nabi Musa akan menambah iman dan keyakinannya. Hal itu juga bertujuan agar Nabi saw yakin bahwa kisah itu juga terdapat dalam kitab mereka.\n\nTanyakanlah kepada orang-orang Yahudi, tentu mereka akan menerangkan bahwa Musa a.s. telah datang kepada Fir'aun membawa agama tauhid dan mengemukakan berbagai mukjizatnya. Akan tetapi, Fir'aun mengingkarinya, bahkan mengatakan bahwa Musa adalah orang yang rusak akalnya, sehingga mengaku-ngaku sebagai seorang rasul Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2131, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 15, "page": 292, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u064e\u0635\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u062b\u0652\u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala laqad 'alimta maaa anzala haaa'ulaaa'i illaa Rabbus samaawaati wal ardi basaaa'ira wa innee la azun nuka yaa Fir'awnu masbooraa" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"You have already known that none has sent down these [signs] except the Lord of the heavens and the earth as evidence, and indeed I think, O Pharaoh, that you are destroyed.\"", "id": "Dia (Musa) menjawab, ”Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir‘aun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2131", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2131.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2131.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar tuduhan Fir'aun itu, lalu Dia, yakni Nabi Musa menjawab, \"Sungguh, engkau wahai Fir'aun telah mengetahui bahwa yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu ialah Allah, karena tidak ada yang kuasa menurunkan itu kecuali Allah Tuhan Pemelihara langit dan bumi. Dia menurunkannya sebagai bukti-bukti yang nyata yang dapat mengantar orang percaya kepada Allah. Akan tetapi engkau, wahai Fir'aun, menolak bukti-bukti itu dan sungguh aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir'aun, jika engkau tidak percaya kepada Allah dan tidak mau menerima tuntunan yang kusampaikan.", "long": "Musa mengatakan kepada Fir'aun bahwa sesungguhnya Fir'aun telah mengetahui bahwa yang menurunkan ayat-ayat ini adalah Tuhan yang memiliki langit dan bumi. Hal itu dijelaskan Nabi Musa sebagai bukti dan keterangan bahwa yang diserukannya itu adalah suatu kebenaran. Hanya orang yang bersih hatinya yang dapat menerima seruan tersebut. Lebih lanjut Nabi Musa mengatakan kepada Fir'aun bahwa hatinya yang kotor dan tidak mempunyai kesediaan untuk menerima seruan itu. Kebenaran apapun yang dikemukakan kepadanya tetap tidak akan membuatnya menerima seruan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 2132, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 15, "page": 292, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0650\u0632\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa araada any yastafizzahum minal ardi fa aghraqnaahu wa mam ma'ahoo jamee'aa" } }, "translation": { "en": "So he intended to drive them from the land, but We drowned him and those with him all together.", "id": "Kemudian dia (Fir‘aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikutnya) dari bumi (Mesir), maka Kami tenggelamkan dia (Fir‘aun) beserta orang yang bersama dia seluruhnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2132", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2132.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2132.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban Nabi Musa, sikap Fir'aun tetap tidak percaya bahkan semakin durhaka. Kemudian dia, yakni Fir'aun hendak mengusir mereka, yaitu Nabi Musa dan pengikutnya dari bumi Mesir, maka ketika ia benar-benar mengusir Nabi Musa dan pengikutnya, Kami tenggelamkan dia, yakni Fir'aun, beserta orang yang bersama dia seluruhnya ketika menyeberangi Laut Merah dalam perjalanan dari Mesir menuju Sinai.", "long": "Setelah Fir'aun melihat kegigihan Musa dalam menyampaikan risalahnya, dan hal itu akan membahayakan diri dan kekuasaannya, maka Fir'aun berencana untuk mengeluarkan Musa dan pengikut-pengikutnya dari bumi Mesir, baik dengan cara mengusir atau melenyapkan mereka. Akan tetapi, Allah swt lebih dahulu menenggelamkan Fir'aun beserta pengikut-pengikutnya ke dalam laut Qulzum." } } }, { "number": { "inQuran": 2133, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 15, "page": 292, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qulnaa mim ba'dihee li Baneee Israaa'eelas kunul arda faizaa jaaa'a wa'dulaakhirati ji'naa bikum lafeefaa" } }, "translation": { "en": "And We said after Pharaoh to the Children of Israel, \"Dwell in the land, and when there comes the promise of the Hereafter, We will bring you forth in [one] gathering.\"", "id": "Dan setelah itu Kami berfirman kepada Bani Israil, “Tinggallah di negeri ini, tetapi apabila masa berbangkit datang, niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2133", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2133.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2133.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah itu, yakni setelah penenggelaman itu, Kami berfirman kepada Bani Israil, \"Tinggallah di negeri ini, Palestina dan sekitarnya, tetapi apabila masa berbangkit datang kelak di hari kiamat, niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur dengan orang-orang kafir dan semua musuh-musuhmu. Dan kami akan memperhitungkan amal perbuatanmu dan memberikan pembalasan yang setimpal sesuai apa yang mereka lakukan.", "long": "Kemudian Allah swt menyelamatkan Musa dan Bani Israil serta memerintahkan mereka agar mendiami negeri yang telah dijanjikan kepada mereka sampai waktu yang ditentukan. Jika telah sampai waktunya, mereka akan diwafatkan kemudian dibangkitkan kembali pada hari kiamat, untuk menetapkan keputusan yang paling adil di antara mereka. Ketika itu, mereka beserta musuh-musuhnya bercampur baur dan menyatu untuk menerima balasan dari Allah. Perbuatan baik akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedangkan perbuatan mungkar akan dibalas dengan siksa neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 2134, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0646\u064e\u0632\u064e\u0644\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa bilhaqqi anzalnaahu wa bilhaqqi nazal; wa maaa arsalnaaka illaa mubash shiranw wa nazeeraa" } }, "translation": { "en": "And with the truth We have sent the Qur'an down, and with the truth it has descended. And We have not sent you, [O Muhammad], except as a bringer of good tidings and a warner.", "id": "Dan Kami turunkan (Al-Qur'an) itu dengan sebenarnya dan (Al-Qur'an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus engkau (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2134", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2134.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2134.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menguraikan kisah Nabi Musa dan kaumnya serta kaum musyrik yang enggan menerima kebenaran yang disampaikan Nabi Muhammad, ayat selanjutnya menjelaskan tujuan diturunkan kitab suci Al-Qur'an untuk menyatakan bukti-bukti kebenaran itu. Dan Kami turunkan Al-Qur'an itu dengan benar, yakni benar Al-Qur'an itu datang dari Allah, dan Al-Qur'an itu turun dengan membawa kebenaran, dalam kandungannya. Dan Kami tidaklah mengutus engkau wahai Nabi Muhammad, melainkan sebagai pembawa berita gembira bagi orang-orang yang taat akan masuk surga dan pemberi peringatan bagi orang-orang yang durhaka akan masuk neraka.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menegaskan kepada Rasul saw bahwa Allah benar-benar telah menurunkan Al-Qur'an dari sisi-Nya. Maka manusia tidak boleh meragukan dan berpaling darinya. \n\nDalam ayat yang lain Allah swt berfirman:\n\nTetapi Allah menjadi saksi atas (Al-Qur'an) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi. (an-Nisa'/4: 166)\n\nAl-Qur'an membawa berbagai ajaran yang benar yang mendatangkan ketertiban dan kesejahteraan bagi umat manusia. Di dalamnya terdapat ajaran tentang moral, akidah ketuhanan, peraturan-peraturan, hukum, sejarah, dan ilmu pengetahuan. Segala isinya senantiasa terpelihara, baik lafal maupun maknanya tidak akan ternoda dengan penambahan atau pengurangan yang menyebabkan kekacauan dan kesimpangsiuran, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nSesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya. (al-hijr/15: 9)\n\nFirman-Nya lagi:\n\n(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji. (Fushshilat/41: 42)\n\nDemikianlah Allah menerangkan sifat-sifat Al-Qur'an dengan segala jaminan akan kesuciannya dari tangan-tangan manusia yang berusaha mengotorinya. Dia diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang diutus kepada umat manusia untuk memberikan kabar gembira tentang pahala dan surga bagi orang-orang yang beriman dan taat kepada ajaran agama, dan memberikan peringatan tentang azab dan neraka bagi yang kafir dan berbuat dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 2135, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0644\u0650\u062a\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0643\u0652\u062b\u064d \u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa quraanan faraqnaahu litaqra ahoo 'alan naasi 'alaa muksinw wa nazzalnaahu tanzeelaa" } }, "translation": { "en": "And [it is] a Qur'an which We have separated [by intervals] that you might recite it to the people over a prolonged period. And We have sent it down progressively.", "id": "Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2135", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2135.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2135.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya dijelaskan tentang cara turunnya Al-Qur'an. Dan Al-Qur'an Kami turunkan berangsur-angsur, ayat demi ayat dalam masa lebih kurang 23 tahun, tidak Kami turunkan secara sekaligus agar engkau wahai Nabi Muhammad membacakannya kepada manusia perlahan-lahan, dengan demikian dapat dipahami tuntunannya dengan sebaik-baiknya dan mudah dihafalkan, dan Kami menurunkannya secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kemaslahatan manusia.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa Al-Qur'an diwahyu-kan kepada Nabi Muhammad saw secara berangsur-angsur sebagian demi sebagian, agar ia dapat membacakannya kepada umatnya, serta memberi pemahaman secara perlahan-lahan. Ayat Al-Qur'an pertama kali diwahyukan di bulan Ramadan, pada malam qadar, kemudian seterusnya diturunkan kepada Nabi berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi dalam tempo kurang dari duapuluh tiga tahun. Dengan penurunan secara berangsur-angsur itu, umat Islam memperoleh keutamaan dan manfaat yang besar, antara lain:\n\nPertama: Kaum Muslimin mudah menghafalnya ketika diturunkan.\n\nKedua: Kaum Muslimin berkesempatan untuk memahami setiap kelompok ayat yang diturunkan, karena jangkauan maknanya yang luas memerlukan waktu yang cukup untuk memahaminya agar mendapat pemahaman yang tepat dan benar.\n\nKetiga: Kaum Muslimin tidak mengalami kegoncangan jiwa yang berarti dalam menghadapi berbagai perubahan yang dibawa oleh Islam. Sebelum kedatangan agama Islam, mereka menganut kepercayaan animis yang bermacam-macam, dan tidak memiliki peraturan dan tata kehidupan yang dipatuhi. Penurunan Al-Qur'an secara berangsur-angsur mempermudah mereka menyesuaikan diri dengan ajaran-ajaran yang baru, baik ajaran yang berhubungan dengan akidah, maupun yang berhubungan dengan ibadah dan kemasyarakatan.\n\nKeempat: Sebagian ayat-ayat Al-Qur'an merupakan penjelasan yang berhubungan dengan suatu peristiwa yang terjadi.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik. (al-Furqan/25: 33)\n\nDengan demikian, kaum Muslimin merasakan bahwa mereka selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah swt ketika menghadapi setiap peristiwa yang terjadi di antara mereka.\n\nBagi Nabi Muhammad saw, penurunan Al-Qur'an secara berangsur-angsur itu amat besar manfaatnya dalam memperteguh hatinya, seperti dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang kafir berkata, \"Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?\" Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Mu-hammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar). (al-Furqan/25: 32)\n\nPada umumnya ayat-ayat yang diturunkan berkisar antara lima sampai dengan sepuluh ayat sesuai dengan kebutuhan, sebagaimana Umar bin Khaththab berkata:\n\nDiriwayatkan dari Umar r.a., dia berkata, \"Pelajarilah Al-Qur'an lima ayat lima ayat. Karena sesungguhnya Jibril menurunkannya lima ayat lima ayat. (Riwayat al-Baihaqi)." } } }, { "number": { "inQuran": 2136, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0623\u064e\u0630\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul aaaniminoo biheee aw laa tu'minoo; innal lazeena ootul 'ilma min qabliheee izaa yutlaa 'alaihim yakhirroona lil azqaani sujjadaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Believe in it or do not believe. Indeed, those who were given knowledge before it - when it is recited to them, they fall upon their faces in prostration,", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur'an) atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur'an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, bersujud,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2136", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2136.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2136.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika demikian sifat dan ciri-ciri Al-Qur'an sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat yang lalu, maka wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir Mekah dan kepada manusia seluruhnya, \"Berimanlah kamu kepadanya, yakni Al-Qur'an, atau tidak usah beriman, itu sama saja bagi Allah. Jika engkau beriman, engkau mendapat manfaat dari keimananmu. Dan jika engkau ingkar, engkau juga yang mendapat kerugian. Tidak ada manfaat sedikit pun bagi Allah dari keimanan kamu, dan tidak ada pula mudarat bagi Allah dari keingkaran kamu. Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, yakni ulama Ahli Kitab yang beriman kepada Nabi Muhammad, mereka diberi pengetahuan tentang wahyu Allah sebelum turunnya Al-Qur'an, apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, yakni menjatuhkan wajahnya untuk bersujud mengakui kebesaran Allah dan kebenaran firman-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk menyatakan dengan tegas kepada kaum musyrikin yang ingkar kepada kebenaran Al-Qur'an itu, bahwa sekiranya mereka beriman maka keimanan mereka itu tidaklah memperkaya perbendaharaan rahmat-Nya. Demikian pula sebaliknya, sekiranya mereka tetap ingkar, tidak mau beriman kepada Al-Qur'an, keingkaran dan penolakan mereka itu tidaklah mengurangi keagungan Allah swt. Firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami. (al-Isra'/17: 90)\n\nPernyataan Rasul saw ini merupakan celaan dan kecaman kepada kaum musyrikin, serta mengandung penghinaan kepada mereka. Bagaimanapun sikap mereka terhadap Al-Qur'an, tidak patut dipedulikan. Kebenaran Al-Qur'an tidak tergantung kepada sikap orang-orang yang ingkar itu. Tidak mengherankan kalau mereka menolak kebenaran Al-Qur'an, karena mereka memang orang Jahiliah. Tetapi orang-orang baik dan terpelajar di antara mereka tentu beriman dan tunduk sepenuhnya bila mendengar ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan. Seperti Zaid bin Amru bin Nufail dan Waraqah bin Naufal yang telah membacakan kitab-kitab suci yang terdahulu sebelum Al-Qur'an diturunkan, dan mereka mengetahui kelak pada waktunya akan lahir seorang rasul akhir zaman. Mereka sujud dan bersyukur kepada Allah swt yang telah memenuhi janji-Nya, yaitu mengutus Muhammad saw sebagai rasul terakhir. Dengan turunnya ayat ini, Nabi Muhammad saw merasa terhibur hatinya, karena keimanan orang-orang yang terpelajar lebih berarti dari keimanan orang-orang jahil, meskipun keimanan orang-orang jahil itu tetap diharapkan." } } }, { "number": { "inQuran": 2137, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona Subhaana Rabbinaaa in kaana wa'du Rabbinaa lamaf'oolaa" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Exalted is our Lord! Indeed, the promise of our Lord has been fulfilled.\"", "id": "dan mereka berkata, “Mahasuci Tuhan kami; sungguh, janji Tuhan kami pasti dipenuhi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2137", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2137.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2137.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dalam kondisi bersujud mereka berkata, \"Mahasuci Tuhan kami dari segala kekurangan dan ketidaksempurnaan; sungguh, janji Tuhan kami bahwa Dia akan menurunkan wahyu dan mengutus Rasul-Nya pasti dipenuhi, dan telah dipenuhi janji itu dengan diutusnya Nabi Muhammad dan diturunkannya Al-Qur'an.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang telah diberi ilmu itu mengucapkan tasbih, yaitu lafal Subhanallah (Mahasuci Allah), sewaktu sujud tanda syukur kepada Allah swt. Mereka menyucikan Tuhan dari sifat-sifat yang tidak patut bagi-Nya, seperti menyalahi janji-Nya kepada umat manusia untuk mengutus seorang rasul. Mereka juga mengatakan bahwa sebenarnya janji Allah itu telah datang dan menjadi kenyataan.\n\nAyat ini menunjukkan kebaikan membaca tasbih dalam sujud. 'Aisyah r.a. berkata, \"Adalah Rasul saw banyak membaca dalam sujud dan rukuknya:\n\nMahasuci Engkau ya Allah Tuhan kami, kami bertasbih dengan memuji-Mu. Ya Allah ampunilah aku. (Riwayat Muslim dalam Sahihnya)" } } }, { "number": { "inQuran": 2138, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0623\u064e\u0630\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064f\u0634\u064f\u0648\u0639\u064b\u0627 \u06e9", "transliteration": { "en": "Wa yakhirroona lil azqaani yabkoona wa yazeeduhum khushoo'aa" } }, "translation": { "en": "And they fall upon their faces weeping, and the Qur'an increases them in humble submission.", "id": "Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2138", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2138.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2138.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka menyungkurkan wajah sekali lagi dan demikian seterusnya sambil menangis karena takut kepada Allah dan mereka bertambah khusyuk memohon kepada Allah setiap kali dibacakan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur'an.", "long": "Kemudian Allah swt menambahkan dalam ayat ini sifat-sifat yang terpuji pada orang-orang yang diberi ilmu itu. Mereka menelungkupkan muka, bersujud kepada Allah sambil menangis disebabkan bermacam-macam perasaan yang menghentak dada mereka, seperti perasaan takut kepada Allah, dan perasaan syukur atas kelahiran rasul yang dijanjikan. Pengaruh ajaran-ajaran Al-Qur'an meresap ke dalam jiwa mereka ketika mendengar ayat-ayat yang dibacakan, serta menambah kekhusyukan dan kerendahan hati mereka. Dengan demikian, mereka merasakan betapa kecilnya manusia di sisi Allah swt. Demikianlah sifat orang berilmu yang telah mencapai martabat yang mulia. Hatinya menjadi tunduk dan matanya mencucurkan air mata ketika Al-Qur'an dibacakan kepadanya. Mencucurkan air mata ketika mendengar atau membaca Al-Qur'an sangat terpuji dalam pandangan Islam.\n\nBersabda Rasulullah saw:\n\nBacalah Al-Qur'an dan menangislah, jika kamu tidak bisa menangis, maka usahakanlah sekuat-kuatnya agar dapat menangis.(Riwayat at-Tirmidzi dari Saad bin Abi Waqash)\n\nSabda Rasulullah saw lagi:\n\nDua mata yang tidak disentuh api neraka, yaitu yang menangis karena takut kepada Allah swt, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari pada jalan Allah (jihad). (Riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu 'Abbas)\n\nTidaklah masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, kecuali bila air susu sapi dapat kembali ke dalam kantong susunya, dan tidaklah berkumpul pada seorang hamba, debu dalam peperangan di jalan Allah dengan asap api neraka. (Riwayat Muslim dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2139, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u064e\u0627\u0641\u0650\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qulid'ul laaha awid'ur Rahmaana ayyam maa tad'oo falahul asmaaa'ul Husnaa; wa laa tajhar bi Salaatika wa laa tukhaafit bihaa wabtaghi baina zaalika sabeela" } }, "translation": { "en": "Say, \"Call upon Allah or call upon the Most Merciful. Whichever [name] you call - to Him belong the best names.\" And do not recite [too] loudly in your prayer or [too] quietly but seek between that an [intermediate] way.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma‘ul husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2139", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2139.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2139.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik Mekah, \"Serulah Allah atau serulah ar-Rahma n, Dia Yang Maha Pengasih. Jangan ragu engkau menyeru dengan kedua nama itu, sebab keduanya adalah nama Tuhan. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik, yakni Asma ul-aˆusna , sebutlah salah satu dari nama itu atau semuanya tidaklah berarti engkau mengakui berbilangnya Zat Tuhan, sebab berbilangnya nama tidak berarti berbilangnya Zat Tuhan, dan selanjutnya katakanlah kepada mereka janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat, agar orangorang musyrik Mekah tidak menyakitimu dan menghina agamamu, dan janganlah pula merendahkannya sehingga tidak terdengar suaramu sama sekali, dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu, yakni tidak mengeraskan suara dalam salat dan tidak pula merendahkan suaranya.", "long": "Sabab nuzul ayat ini, menurut riwayat Ibnu Jarir ath-thabari dari Ibnu 'Abbas, bahwa Rasul saw pada suatu hari salat di Mekah, lalu beliau berdoa. Dalam doanya itu, beliau mengucapkan kata-kata, \"Ya Allah Ya Rahman.\" Orang-orang musyrik yang mendengar ucapan Nabi itu berkata, \"Perhatikanlah orang yang telah keluar dari agamanya ini, dilarangnya kita berdoa kepada dua Tuhan sedangkan dia sendiri berdoa kepada dua Tuhan. Maka turunlah ayat ini.\n\nMenurut riwayat Adh-ahhak, sebab turun ayat ini ialah bahwa orang Yahudi bertanya kepada Rasul mengapa kata ar-Rahman sedikit beliau sebutkan, padahal di dalam Taurat, Allah banyak menyebutnya.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nBilamana latar belakang turun ayat ini menurut riwayat yang pertama, maka Allah menjelaskan kepada kaum musyrikin bahwa kedua lafal itu (Allah dan ar-Rahman) walaupun berbeda namun sama-sama mengungkap-kan Zat Yang Maha Esa, Tuhan satu-satunya yang disembah. Pemahaman yang demikian sesuai dengan keterangan ayat 111.\n\nBila latar belakang turunnya ayat ini adalah riwayat yang kedua, maka Allah menjelaskan kepada orang Yahudi bahwa lafal itu sama-sama baik untuk mengutarakan apa yang dimaksud. Orang Yahudi memandang kata ar-Rahman lebih baik, karena sifat itu yang paling disukai Allah, sehingga banyak disebut dalam Taurat. Ar-Rahman banyak sekali disebut dalam Taurat karena Nabi Musa a.s. berwatak keras dan pemarah. Oleh karena itu, Allah banyak menyebutkan kata-kata ar- Rahman agar beliau bergaul dengan umatnya dengan kasih sayang, dan beliau sebagai seorang nabi tentulah mencontoh sifat-sifat Allah.\n\nPada ayat ini, Allah swt menjelaskan tentang keesaan Zat-Nya dengan nama-nama yang baik. Nama-nama yang baik itu hanyalah menggambarkan sifat-sifat kesempurnaan-Nya, bukan wujud Allah yang berdiri sendiri sebagai-mana anggapan kaum musyrikin.\n\nSesudah menyatakan kesamaan kedua kata itu, Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa kedua lafal itu baik digunakan untuk berdoa, karena Tuhan mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang paling baik). Tuhan memberikan keterangan dengan al-husna (paling baik) untuk nama-nama-Nya, karena mengandung pengertian yang mencakup segala sifat-sifat kesempurnaan, kemuliaan, dan keindahan yang tidak satu makhluk pun yang menyerupai.\n\nOrang-orang Yahudi sesungguhnya tidaklah memungkiri nama-nama Allah yang baik itu. Hanya saja mereka memandang ar-Rahman nama yang terbaik di antara nama-nama Tuhan lainnya. Inilah yang tidak dibenarkan dalam ayat ini karena kedua nama tersebut termasuk al-asma'ul husna. Pendapat seperti di atas juga dianut oleh kaum Muslimin, dimana menurut mereka, ada nama yang lebih tinggi di antara al-asma'ul husna. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw mendengar seorang laki-laki membaca doa:\n\nYa Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, supaya aku benar-benar bersaksi bahwasanya Engkau Allah yang tiada tuhan melainkan Engkau, Yang Esa lagi tempat bergantung segala makhluk. Yang tiada beranak dan tiada dilahirkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (Riwayat at-Tirmidzi dari Abdullah bin Buraidah al-Aslami dari ayahnya)\n\nSetelah mendengar doa itu Nabi saw bersabda:\n\nDemi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, benar-benar laki-laki itu berdoa dengan nama Tuhan Yang Agung (al-asma' al-A'dham), yang bila Allah diseru dengan (menyebut) nama itu niscaya Dia menyempurnakannya, dan bila Allah diminta dengan (menyebut) nama itu niscaya Dia memberi. (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari dari Sa'ad)\n\nDiriwayatkan pula oleh Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Abi Hatim dari Asma' binti Yazid bahwa Nabi saw bersabda:\n\nNama Allah Ta'ala Yang Maha Agung terletak pada dua ayat ini, yaitu:\n\nDan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (al-Baqarah/2: 163)\n\nDan ayat yang kedua ialah pada pembukaan Surah ali 'Imran:\n\nAlif Lam Mim. Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus-mengurus (makhluk-Nya). (ali 'Imran/3: 1-2)\n\nKemudian pada akhir ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasul agar di waktu salat jangan membaca ayat dengan suara keras dan jangan pula dengan suara yang rendah, tetapi di antara keduanya. Yang dimaksud dengan membaca ayat ini mencakup membaca basmalah dan ayat lainnya. Jika Rasul membaca dengan suara yang keras, tentu didengar oleh orang-orang musyrik dan mereka lalu mengejek, mengecam, dan mencaci-maki Al-Qur'an, Nabi, dan sahabat-sahabatnya. Namun jangan pula membaca dengan suara yang terlalu rendah sehingga para sahabat tidak dapat mendengarnya dengan jelas. Larangan ini turun ketika Rasul masih berada di Mekah berdasarkan riwayat Ibnu 'Abbas.\n\nMenurut riwayat Ibnu 'Abbas, ketika Rasul berada di Mekah disuruh membaca ayat dengan suara yang tidak terlalu keras, tetapi juga tidak terlalu rendah, dilarang membaca dengan suara yang pelan dan rendah sehingga tidak terdengar. Tetapi sesudah hijrah ke Medinah, persoalan itu tidak dibahas lagi kecuali membaca ayat dalam salat dengan suara yang keras di luar batas tetap tidak dibenarkan." } } }, { "number": { "inQuran": 2140, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 251, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0643\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u064f\u0644\u0651\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f \u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qulil hamdu lillaahil lazee lam yattakhiz waladanw wa lam yakul lahoo shareekun fil mulki wa lam yakul lahoo waliyyum minaz zulli wa kabbirhu takbeeraa" } }, "translation": { "en": "And say, \"Praise to Allah, who has not taken a son and has had no partner in [His] dominion and has no [need of a] protector out of weakness; and glorify Him with [great] glorification.\"", "id": "Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2140", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2140.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2140.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak, sebagaimana dikatakan orang-orang Yahudi bahwa malaikat adalah anak-anak Allah, dan demikian pula dipercaya oleh orang-orang Nasrani bahwa Nabi Isa adalah anak Allah, dan tidak pula mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, sebagaimana dipercaya oleh kaum musyrik yang percaya kepada tuhan-tuhan selain Allah, dan dengan demikian, Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan yang dilontarkan oleh siapa pun yang menghina-Nya. Hanya Dia saja yang Mahaagung dan oleh karena itu agungkanlah Dia seagung-agungnya.", "long": "Pada ayat ini Nabi diajari cara memuji Allah swt yang memiliki sifat-sifat kemahaesaan, kesempurnaan, dan keagungan. Oleh karena itu, hanya Allah yang berhak menerima segala macam pujian-pujian dan rasa syukur dari hamba dan makhluk-Nya atas segala nikmat yang diberikan kepada mereka.\n\nAyat ini menjelaskan tiga sifat bagi Allah swt:\n\nPertama: Bahwa sesungguhnya Allah tidak memiliki anak, karena siapa yang memiliki anak tentu tidak menikmati segala nikmat yang dia miliki, tetapi sebagian nikmat itu dipersiapkan untuk anaknya yang ditinggalkannya bilamana dia sudah meninggal dunia. Mahasuci Allah swt dari sifat demikian. Orang yang punya anak terhalang untuk menikmati seluruh haknya dalam segala keadaan. Oleh sebab itu, manusia tidak patut menerima pujian dari segala makhluk. Dengan ayat ini, Allah swt menjelaskan dan membantah pandangan orang Yahudi yang mengatakan 'Uzair putra Tuhan, juga pendapat orang Nasrani yang mengatakan bahwa Al-Masih putra Tuhan, atau anggapan orang-orang musyrikin bahwa malaikat-malaikat adalah putri-putri Tuhan.\n\nKedua: Bahwa sesungguhnya Allah swt tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya. Jika sekutu-Nya ada, tentu sulit untuk menentukan mana di antara keduanya yang berhak menerima pujian, rasa syukur, dan pengabdian para makhluk. Salah satu di antara dua tuhan tadi tentu memerlukan pertolongan dari yang lainnya dan akhirnya tidak ada satupun tuhan yang berdiri sendiri dan berdaulat secara mutlak di atas alam ini.\n\nKetiga: Bahwa sesungguhnya tak seorang pun di antara orang-orang yang hina diberi Allah kekuasaan yang akan melindunginya dari musuh yang mengancamnya.\n\nDemikianlah Allah swt suci dari segala sifat-sifat yang mengurangi kesempurnaan-Nya, agar para hamba-Nya tidak ragu memanjatkan doa, syukur, dan pujian kepada-Nya. Kemudian Nabi saw diperintahkan untuk mengagungkan-Nya, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan. Mengagungkan dan mensucikan Allah itu adalah sebagai berikut:\n\nPertama: Mengagungkan Allah swt pada Zat-Nya dengan meyakini bahwa Allah itu wajib ada-Nya karena Zat-Nya sendiri tidak membutuhkan sesuatu yang lain. Dia tidak memerlukan sesuatu dari wujud ini.\n\nKedua: Mengagungkan Allah swt pada sifat-Nya, dengan meyakini bahwa hanya Dialah yang memiliki segala sifat-sifat kesempurnaan dan jauh dari sifat-sifat kekurangan.\n\nKetiga: Mengagungkan Allah swt pada af'al-Nya (perbuatan-Nya) dengan meyakini bahwa tidak ada suatu pun yang terjadi dalam alam ini, melainkan sesuai dengan hikmah dan kehendak-Nya.\n\nKeempat: Mengagungkan Allah swt pada hukum-hukum-Nya, dengan meyakini bahwa hanya Dialah yang menjadi Penguasa yang ditaati di alam semesta ini, dimana perintah dan larangan bersumber darinya. Tidak ada seorang pun yang dapat membatasi dan membatalkan segala ketentuan-Nya atas sesuatu. Dialah yang memuliakan dan Dia pula yang menghinakan orang-orang yang Dia kehendaki.\n\nKelima: Mengagungkan nama-nama-Nya, yaitu menyeru dan menyebut Allah dengan nama-nama yang baik (al-asma'ul husna). Tidak menyifati Tuhan melainkan dengan sifat-sifat kesucian dan kesempurnaan." } } } ] }, { "number": 18, "sequence": 69, "numberOfVerses": 110, "name": { "short": "الكهف", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0643\u0647\u0641", "transliteration": { "en": "Al-Kahf", "id": "Al-Kahf" }, "translation": { "en": "The Cave", "id": "Goa" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai Al-Kahfi artinya Gua dan Ashhabul Kahfi yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pelajaran-pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. Banyak hadist-hadist Rasulullah s.a.w. yang menyatakan keutamaan membaca surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2141, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064b\u0627 \u06dc", "transliteration": { "en": "Alhamdu lillaahil lazeee anzala 'alaa 'abdihil kitaaba wa lam yaj'al lahoo 'iwajaa" } }, "translation": { "en": "[All] praise is [due] to Allah, who has sent down upon His Servant the Book and has not made therein any deviance.", "id": "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2141", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2141.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2141.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir Surah al-Isra , Rasulullah diperintah agar memuji Allah dan menyucikannya dari segala kekurangan. Surah ini dimulai dengan menyampaikan kewajaran Allah menyandang pujian itu dengan mengingatkan tentang keharusan memuji dan menaati perintahnya sesuai dengan yang digariskan agama dalam kitab suci Al-Qur'an. Segala puji hanya tertuju bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya, yaitu Nabi Muhammad Al-Kitab, yakni Al-Qur'an, dan Dia tidak membuat padanya kebengkokan, baik redaksi maupun maknanya. Ayat demi ayatnya saling menjelaskan tidak ada pertentangan satu dengan lainnya.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt memuji diri-Nya, sebab Dialah yang menurunkan kitab suci Al-Qur'an kepada Rasul saw sebagai pedoman hidup yang jelas. Melalui Al-Qur'an, Allah memberi petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Ayat Al-Qur'an saling membenarkan dan mengukuh-kan ayat-ayat lainnya, sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan. Nabi Muhammad saw yang menerima amanat-Nya menyampaikan Al-Qur'an kepada umat manusia, disebut dalam ayat ini dengan kata 'hamba-Nya untuk menunjukkan kehormatan yang besar kepadanya, sebesar amanat yang dibebankan ke pundaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 2142, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u064a\u0651\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaiyimal liyunzira baasan shadeedam mil ladunhu wa yubashshiral mu'mineenal lazeena ya'maloonas saalihaati anna lahum ajran hasanaa" } }, "translation": { "en": "[He has made it] straight, to warn of severe punishment from Him and to give good tidings to the believers who do righteous deeds that they will have a good reward", "id": "sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2142", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2142.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2142.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur'an diturunkan sebagai bimbingan yang lurus dan sempurna, tidak berlebihan dan tidak kurang di dalam tuntutan dan hukum-hukumnya, dengan tujuan untuk memperingatkan umat manusia akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya yang menimpa mereka yang tidak percaya, dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang kokoh imannya yang senantiasa mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik, yaitu surga beserta kenikmatannya.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa Al-Qur'an itu lurus, yang berarti tidak cenderung untuk berlebih-lebihan dalam memuat peraturan-peraturan, se-hingga memberatkan para hamba-Nya. Tetapi juga tidak terlalu singkat sehingga manusia memerlukan kitab yang lain untuk menetapkan peraturan-peraturan hidupnya. Al-Qur'an diturunkan kepada Muhammad saw agar beliau memperingatkan orang-orang kafir akan azab yang besar dari Allah, karena keingkaran mereka kepada Al-Qur'an. Juga memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bahwa mereka akan memperoleh pahala yang besar dari-Nya, karena keimanan mereka kepada Allah dan rasul-Nya, serta amal kebajikan yang mereka lakukan selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2143, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Maakiseena feehi abadaa" } }, "translation": { "en": "In which they will remain forever", "id": "mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2143", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2143.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2143.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka kekal di dalamnya, yakni di dalam surga, untuk selama-lamanya.", "long": "Pahala yang besar itu tidak lain adalah surga yang mereka tempati untuk selama-lamanya, mereka tidak akan pindah atau dipindahkan dari surga itu, sesuai dengan janji Allah swt kepada mereka.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan. (az-Zukhruf/43: 72)" } } }, { "number": { "inQuran": 2144, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 15, "page": 293, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yunziral lazeena qaalut takhazal laahu waladaa" } }, "translation": { "en": "And to warn those who say, \"Allah has taken a son.\"", "id": "Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2144", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2144.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2144.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kitab suci Al-Qur'an juga diturunkan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, \"Allah telah mengambil seorang anak sebagaimana kepercayaan orang Yahudi dan Nasrani.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah kembali menyebutkan tugas Rasulullah untuk memberikan peringatan kepada kaum kafir, karena kekufuran mereka dipandang perkara besar oleh Allah, terutama orang-orang kafir yang mengatakan Allah itu mempunyai anak.\n\nMereka itu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu: pertama, golongan musyrikin Mekah (Arab) yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu putri Tuhan; kedua, golongan orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair putra Tuhan; dan ketiga, golongan orang Nasrani yang mengatakan bahwa Isa putra Tuhan.\n\nAl-Qur'an diturunkan ke dunia untuk mengembalikan kepercayaan umat manusia kepada tauhid yang murni. Banyak ayat-ayat yang mengancam berbagai kepercayaan kepada selain Allah yang dianggap sebagai keyakinan yang sangat keliru.\n\nFirman Allah swt:\n\nDan orang-orang Yahudi berkata, \"Uzair putra Allah,\" dan orang-orang Nasrani berkata, \"Al-Masih putra Allah.\" Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (at-Taubah/9: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2145, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0628\u064f\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Maa lahum bihee min 'ilminw wa laa li aabaaa'ihim; kaburat kalimatan takhruju min afwaahihim; iny yaqooloona illaa kazibaa" } }, "translation": { "en": "They have no knowledge of it, nor had their fathers. Grave is the word that comes out of their mouths; they speak not except a lie.", "id": "Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2145", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2145.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2145.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, yak-ni apa yang mereka ucapkan bahwa Allah mempunyai anak, begitu pula nenek moyang mereka, yang menjadi panutan mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang apa yang mereka ucapkan. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, itulah kata-kata yang menyatakan kekufuran dan mereka dengan ucapannya itu tidak lain hanya mengatakan kebohongan belaka. Tidak ada dasar sedikit pun dan tidak ada alasan yang membenarkan apa yang diucapkannya.", "long": "Anggapan mereka bahwa Allah mempunyai anak sama sekali tidak didasarkan atas pengetahuan dan keyakinan mereka sendiri, tetapi didasarkan atas persangkaan yang tidak benar atau taklid buta kepada nenek moyang mereka. Padahal, nenek moyang mereka itu juga tidak mempunyai pengetahuan dan dasar keyakinan tentang kepercayaan yang demikian.\n\nSungguh terlalu jelek ucapan mereka itu, yang tidak lahir dari pikiran yang sehat, tetapi begitu saja keluar dari mulut yang lancang. Allah menegaskan bahwa apa yang diucapkan mereka itu adalah kekafiran yang sangat besar, karena tidak didasarkan atas keyakinan, dan tidak patut diucapkan oleh seorang manusia. Kelancangan mereka mengucapkan kalimat kufur itu ditegaskan Allah sebagai suatu kebohongan, yang tidak mengandung kebenaran. Allah swt mengingatkan Rasul untuk memerintah-kan kepada umatnya supaya kembali kepada agama tauhid, sebagaimana yang diajarkan Al-Qur'an.\n\nFirman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. (ali 'Imran/3: 64)" } } }, { "number": { "inQuran": 2146, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u064e\u0627\u062e\u0650\u0639\u064c \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fala'allaka baakhi'un nafsaka 'alaaa aasaarihim illam yu;minoo bihaazal hadeesi asafaa" } }, "translation": { "en": "Then perhaps you would kill yourself through grief over them, [O Muhammad], if they do not believe in this message, [and] out of sorrow.", "id": "Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2146", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2146.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2146.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka akibat ucapan dan perbuatan kaum musyrikin itu, barangkali engkau wahai Nabi Muhammad akan membunuh dirimu sendiri karena bersedih hati dan sangat kecewa setelah mereka berpaling dari dirimu dan menolak tuntunan yang engkau sampaikan, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini, yakni Al-Qur'an. Wahai Nabi Muhammad, janganlah bersedih hati karena perkataan dan perbuatan mereka. Engkau hanya diutus menyampaikan wahyu kepada mereka, dan tidak dibebankan kepadamu menjadikan mereka beriman.", "long": "Menurut riwayat Ibnu 'Abbas bahwa 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, an-Nadhar bin Harits, Umayyah bin Khalaf, al-Asya bin Wa'il, al-Aswad bin Muththalib, dan Abu Buhturi di hadapan beberapa orang Quraisy mengadakan pertemuan. Rasul saw merasa susah melihat perlawanan kaumnya kepadanya dan pengingkaran mereka terhadap ajaran-ajaran yang dibawanya, sehingga sangat menyakitkan hatinya. Lalu turunlah ayat ini.\n\nDalam ayat ini, Allah swt mengingatkan Rasul saw agar tidak bersedih hati, hingga merusak kesehatan dirinya, hanya karena kaumnya tidak mau beriman kepada Al-Qur'an dan kenabiannya. Hal demikian itu tidak patut membuat Nabi sedih karena tugas beliau hanyalah menyampaikan wahyu Ilahi kepada mereka, sedangkan kesediaan jiwa mereka untuk menerima kebenaran ayat-ayat tersebut tergantung kepada petunjuk Allah swt.\n\nFirman Allah swt:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272)\n\nSesungguhnya Nabi Muhammad bersedih hati karena hasratnya yang besar dan kecintaannya yang dalam terhadap kaumnya supaya mereka beriman, tidak tercapai. Beliau diberi gelar habibullah artinya kekasih Allah, maka sifat kasih sayang beliau yang sangat menonjol kepada sesama manusia itu adalah pencerminan dari cintanya kepada Allah. Semakin kuat cinta kepada Allah, semakin besar pula kasihnya kepada manusia, bahkan manusia itu dirasakan sebagai dirinya. Oleh karena itu, ketika kaumnya menjauhkan diri dari bimbingan Allah swt dan rasul-Nya, beliau merasakan kejadian itu sebagai pukulan berat bagi dirinya. Bukankah kaum yang jauh dari hidayah Allah pada akhirnya akan hancur, dan beliau sendiri akan menyaksikan kehancuran mereka itu. Hati yang sangat iba terhadap mereka menjadi penghalang kebenaran, apapun pendorongnya, dan dapat mengham-bat jalan kebenaran itu sendiri. Maka Allah swt mengingatkan Rasul saw agar tidak mengindahkan tanggapan kaum musyrikin yang menjadi peng-halang tersebarnya agama Islam, tetapi terus menyampaikan dakwahnya dengan bijaksana. Sebab mereka itu adalah manusia yang telah dikaruniai akal pikiran. Dengan akal pikiran itu, manusia dapat merenungkan kebenar-an ayat-ayat Al-Qur'an dan ayat-ayat kauniyah (alam) seperti benda-benda yang terdapat dalam alam ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2147, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa ja'alnaa ma 'alal ardi zeenatal lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have made that which is on the earth adornment for it that We may test them [as to] which of them is best in deed.", "id": "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2147", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2147.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2147.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi, yakni beraneka macam hewan, tumbuh-tumbuhan dan kekayaan alam yang tersimpan di dalamnya sebagai perhiasan baginya, yakni bagi bumi dan indah dipandang oleh manusia, untuk Kami menguji mereka, di dalam menyikapi keindahan bumi dengan segala isinya. Dengan demikian, Kami mengetahui secara nyata siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya, dan siapa yang jahat dan durhaka kepada Tuhannya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa segala yang ada di atas bumi ini diciptakan sebagai perhiasan bagi bumi itu, baik binatang dan tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari berbagai jenis di lautan dan di daratan, maupun barang-barang tambang yang beraneka ragam dan sebagainya. Semua itu untuk menguji manusia apakah mereka dapat memahami dengan akal pikiran bahwa perhiasan-perhiasan bumi itu dapat memberi gambaran akan adanya Sang Pencipta, untuk kemudian menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Bilamana mereka menggunakan segala benda-benda alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan itu untuk pengabdian diri kepada Allah dan kemaslahatan manusia, maka Allah akan memberi mereka pahala yang sebesar-besarnya. Akan tetapi, bilamana mereka menggunakannya untuk mendurhakai Allah dan merusak peradaban dan kemanusiaan, maka Allah swt akan menimpakan kepada mereka azab yang besar pula. Sejarah umat manusia membuktikan bahwa mereka selalu berlomba-lomba untuk mem-peroleh benda-benda perhiasan bumi itu, karena merupakan benda-benda ekonomi yang menjadi sumber penghidupan umat manusia. Karena benda-benda itu pula, mereka saling berbunuh-bunuhan satu sama lain yang akhirnya menimbulkan kehancuran. Hal itu tidak akan terjadi jika mereka menyadari bahwa benda-benda hiasan bumi itu adalah anugerah Allah, dan dimanfaatkan untuk kemanusiaan dan pengabdian kepada Tuhan Rabbul Alamin.\n\nDemikianlah, barang siapa yang dapat memahami dan mengambil pelajaran serta hikmah dari benda-benda hiasan bumi itu akan berbahagia di dunia dan di akhirat. Semua benda alam ini memang diperuntukkan bagi manusia, terserah kepada mereka mau melakukan apa saja terhadap benda-benda hiasan di permukaan bumi itu?\n\nFirman Allah swt:\n\nTidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. (al-hajj/22: 65)\n\nSabda Nabi Muhammad saw:\n\nSesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah menunjuk kamu sebagai penguasa di atasnya, lalu Dia melihat apa yang kamu kerjakan. (Riwayat Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri)" } } }, { "number": { "inQuran": 2148, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u062c\u064f\u0631\u064f\u0632\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa innaa lajaa 'iloona maa 'alaihaa sa'aeedan juruzaa" } }, "translation": { "en": "And indeed, We will make that which is upon it [into] a barren ground.", "id": "Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2148", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2148.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2148.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kelak di hari kiamat, Kami benar-benar akan menjadikan apa yang di atasnya, yakni apa yang ada di atas bumi menjadi tanah yang tandus lagi kering, tidak ada lagi keindahannya. Demikianlah Allah menjadikan bumi dengan segala isinya yang dipandang indah oleh manusia sebagai sarana untuk menguji siapa di antara manusia itu yang baik perbuatannya dan siapa yang berbuat jahat. Kelak di hari kiamat kebaikan dan kejahatan itu akan mendapat pembalasan yang seadil-adilnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah benar-benar mampu untuk membuat apa yang ada di atas bumi ini menjadi tanah yang datar dan tandus, tidak ada tumbuh-tumbuhan yang menghiasinya. Keindahan yang semula memikat penglihatan berubah menjadi pemandangan yang kering dan pudar. Perubahan demikian itu dapat terjadi disebabkan perubahan iklim, dan dapat pula disebabkan oleh tangan manusia sendiri yang tidak mempertimbangkan akibat dari perbuatan mereka sendiri, seperti tata kota yang salah, peng-gundulan hutan, pemakaian tanah berlebih-lebihan tanpa pemeliharaan, peperangan, dan sebagainya. \n\nDengan demikian, tidak patut bagi Nabi Muhammad untuk berduka cita bagi mereka yang anti terhadap ajaran-ajaran Islam yang dibawanya, karena Allah swt akan menguji mereka dengan menciptakan keindahan di muka bumi ini dengan menciptakan bermacam-macam benda seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral. Siapa di antara manusia yang beramal baik, Allah akan memberi pahala bagi mereka yang paling baik karena mempergunakan benda hiasan bumi itu sesuai dengan petunjuk Tuhan untuk kemanusiaan. Tetapi jika mereka mempergunakan benda-benda hiasan bumi ini untuk tidak mengikuti petunjuk-Nya, maka Allah swt kelak menjadikan bumi ini datar dan tandus. Setiap manusia akan diberi ganjaran terhadap perbuatannya yang durhaka.\n\nDengan ayat ini Nabi Muhammad saw menjadi terhibur. Bagi Rasul saw sudah jelas, jalan yang ditempuh oleh masing-masing golongan manusia, baik yang beriman kepada Al-Qur'an dan maupun yang berpaling dari-Nya.\n\nBerbahagialah mereka yang lulus dalam ujian Tuhan itu dan sengsaralah mereka yang gagal. Tugas Rasul saw hanyalah menyampaikan petunjuk-petunjuk Allah swt. Apakah manusia beriman kepada petunjuk-petunjuk itu ataukah berpaling dari-Nya, Allahlah yang menentukannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2149, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0647\u0652\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062c\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Am hasibta anna Ashaabal Kahfi war Raqeemi kaanoo min Aayaatinaa 'ajabaa" } }, "translation": { "en": "Or have you thought that the companions of the cave and the inscription were, among Our signs, a wonder?", "id": "Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2149", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2149.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2149.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah engkau mengira bahwa Ashha bul-Kahfi, yaitu orang-orang yang mendiami gua, dan yang mempunyai ar-raqim itu, yaitu nama anjing mereka atau tulisan-tulisan yang memuat nama-nama mereka termasuk tanda-tanda kebesaran Kami yang menakjubkan? Ya, memang Ashha bul-Kahf dan ar-raqim adalah menakjubkan, tetapi janganlah engkau mengira bahwa itu satu-satunya tanda kebesaran Kami yang menakjubkan. Sesungguhnya banyak sekali tanda-tanda kebesaran kami yang sangat menakjubkan. Penciptaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang berada di antara keduanya adalah tanda kekuasaan Kami yang sangat menakjubkan apabila engkau memperhatikannya.", "long": "Allah menerangkan bahwa apakah Nabi Muhammad mengira bahwa kisah Ashhabul Kahf beserta raqim (batu tertulis) sebagaimana yang tersebut dalam kitab-kitab lama adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang paling menakjubkan.\n\nMemang jika dilihat, peristiwa Ashhabul Kahf berlawanan dengan hukum alam. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan berbagai kejadian pada tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang, dan segala mineral yang merupakan perhiasan di atas bumi ini, maka kejadian ini memang menakjubkan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah. Namun demikian, peristiwa Ashhabul Kahf itu bukan satu-satunya tanda kekuasaan Allah, tetapi hanya sebagian kecil dari bukti keagungan-Nya. Sekiranya para ulama agama lain merasa kagum dan terpesona oleh peristiwa tersebut, maka Rasulullah dan umatnya seharusnya lebih terpesona lagi oleh berbagai fenomena alam semesta dengan segala keajaibannya. Kejadian langit dan bumi, pergantian siang dan malam, peredaran matahari, bulan, planet, dan bintang-bintang atau bagaimana Allah menghidupkan kembali segala sesuatu yang telah mati, semua itu merupakan bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan Allah. Dia berbuat menurut kehendak-Nya, tidak seorang pun yang menolak ketetapan-Nya. Oleh karena itu, Al-Qur'an selalu mengajak manusia untuk menyelidiki rahasia alam semesta ini.\n\nMenurut riwayat Israiliyat, orang-orang Nasrani telah banyak melakukan kesalahan. Raja-raja mereka berlaku aniaya sampai menyembah berhala, bahkan memaksa rakyatnya untuk juga menyembahnya. Seorang raja mereka yang bernama Decyanus mengeluarkan perintah keras kepada rakyatnya untuk menyembah berhala-berhala itu dan menyiksa siapa yang menentang-nya. Beberapa orang pemuda dari kalangan bangsawan dipaksanya turut menyembah berhala-berhala itu, bahkan diancam akan dibunuh jika berani menolak perintah itu. Namun mereka menolaknya dan tetap bertahan dalam agama mereka. Lalu Decyanus melucuti pakaian dan perhiasan mereka. Karena masih sayang kepada remaja-remaja itu, raja membiarkan mereka hidup dengan harapan agar mau mengikuti perintahnya nanti. Raja itu juga pergi ke negeri-negeri lain untuk memaksa penduduknya menyembah berhala dan siapa yang menolak perintahnya dibunuh.\n\nPemuda-pemuda itu kemudian pergi ke sebuah gua, yang terletak di sebuah gunung yang disebut Tikhayus, dekat kota mereka, Afasus. Di gua itu mereka beribadah menyembah Allah. Sekiranya diserang oleh raja Decyanus dan dibunuh, maka mereka mati dalam ketaatan. Jumlah mereka tujuh orang. Di tengah perjalanan ke gua, mereka bertemu seorang peng-gembala dengan seekor anjingnya yang kemudian ikut bersama mereka. Di gua itulah mereka tekun menyembah Allah. Di antara mereka ada seorang yang bernama Tamlikha. Dia bertugas membeli makanan dan minuman untuk teman-temannya dan menyampaikan kabar bahwa Decyanus masih mencari mereka. Setelah kembali dari perjalanannya, raja itu segera mencari ahli-ahli ibadah kepada Allah untuk dibunuh, kecuali bila mereka mau menyembah berhala. Berita ini terdengar oleh Tamlikha ketika dia sedang berbelanja lalu disampaikan kepada teman-temannya. Mereka menangis. Allah swt kemudian menutup pendengaran mereka sehingga mereka tertidur.\n\nSementara itu, Decyanus teringat kembali kepada para pemuda di atas, lalu memaksa orang-orang tua mereka untuk mendatangkannya. Para orang tua itu akhirnya menunjukkan gua tempat mereka beribadah. Decyanus segera pergi ke sana dan menutup mulut gua itu agar mereka mati di dalamnya. Dalam staf pengiring raja, ada dua orang laki-laki yang tetap menyembunyikan imannya, namanya Petrus dan Runas. Kisah para pemuda yang beriman dalam gua itu diabadikan dengan tulisan di atas dua keping batu yang lalu disimpan dalam peti dari tembaga. Peti itu ditanamkan ke dalam bangunan supaya di kemudian hari menjadi teladan dan peringatan bagi umat manusia.\n\nWaktu berjalan terus, zaman silih berganti, raja Decyanus sudah dilupakan orang. Seorang raja saleh yang juga bernama Petrus memerintah negeri itu selama 68 tahun. Pada masa pemerintahannya, terjadi pertikaian pendapat di kalangan rakyat tentang hari kiamat sehingga mereka terbagi ke dalam dua golongan, yaitu golongan yang percaya dan yang mengingkari-nya. Raja sangat bersedih hati karena persoalan ini. Dia berdoa kepada Tuhan agar Dia memperlihatkan kepada rakyatnya tanda-tanda yang meyakinkan mereka bahwa kiamat itu pasti terjadi.\n\nSementara itu, seorang pengembala kambing bernama Ulyas bermaksud membangun kandang untuk kambingnya di gua tempat para pemuda tadi. Lalu dipecahkannya tutup yang menutup pintu gua itu. Seketika itu juga, pemuda-pemuda yang beriman itu terbangun serentak dari tidurnya. Mereka duduk dengan wajah berseri-seri lalu mereka salat. Berkatalah mereka satu sama lain, \"Berapa lama kalian tidur?\" Dijawab oleh yang lain, \"Sehari atau setengah hari.\" Yang lain mengatakan, \"Tuhan lebih mengetahui berapa lama kalian tidur. Cobalah salah seorang dari kalian pergi ke kota dengan membawa uang perak ini dan membeli makanan yang baik dan menghidang-kannya kepada kita.\" \n\nMaka Tamlikha berangkat, sebagaimana biasanya sejak dahulu, untuk berbelanja secara sembunyi-sembunyi karena takut terhadap raja Decyanus. Sewaktu dia berjalan, terdengar olehnya orang-orang menyeru Isa al-Masih di segala penjuru kota. Dia berkata dalam hati, \"Alangkah anehnya, mengapa orang mukmin itu tidak dibunuh oleh Decyanus?\" Dia masih merasa heran, \"Barangkali aku bermimpi atau kota ini bukan kotaku dahulu,\" katanya dalam hati. Lalu dia bertanya kepada seorang laki-laki tentang nama kota itu. Lelaki menjawab, \"Ini kota Afasus.\" \n\nPada akhir perjalanan, dia datang kepada seorang laki-laki dan memberikan uang logam untuk membeli makanan. Laki-laki itu kaget setelah melihat uang logam tersebut karena belum pernah melihatnya. Dia membolak-balik uang logam itu kemudian diperlihatkannya kepada kawan-kawannya. Mereka merasa heran dan berkata, \"Apakah uang ini dari harta yang kamu temukan tersimpan dalam tanah? Uang logam ini dari zaman raja Decyanus, satu zaman yang sudah lewat berabad-abad lamanya.\" Kemudian Tamlikha dibawa ke hadapan dua orang hakim di kota itu. Mulanya Tamlikha mengira dia akan dibawa kepada raja Decyanus sehingga ia menangis. Tetapi setelah mengetahui raja telah berganti, lenyaplah kesedihannya. Kedua hakim kota itu, Areus dan Tanteus, bertanya kepada Tamlikha, \"Di manakah harta terpendam yang kamu temukan itu, wahai anak muda?\" Sesudah terjadi pembicaraan antara mereka, maka Tamlikha menceritakan kisah para pemuda itu dengan raja Decyanus, dan dia mengajak kedua hakim itu pergi menengok ke gua untuk membuktikan kebenaran kisahnya. Lalu keduanya pergi bersama-sama Tamlikha, hingga sampai ke pintu gua itu, dan mereka mendengarkan semua kisah tentang penghuni gua itu dari Tamlikha. Kedua hakim tersebut merasa heran setelah mengetahui bahwa mereka tidur dalam gua itu selama 309 tahun. Mereka dibangunkan dari tidur untuk menjadi tanda kekuasaan Tuhan kepada manusia. Kemudian Areus masuk dan melihat sebuah peti dari tembaga, tertutup dengan segel. Di dalamnya terdapat dua batu bertulis yang menceritakan kisah pemuda itu, sejak mereka melarikan diri dari kerajaan Decyanus demi memelihara akidah dan agama mereka, sampai kemudian Decyanus menutup pintu gua itu dengan batu.\n\nSetelah Areus dan kawan-kawannya membaca kisah ini, mereka bersyukur dan langsung sujud kepada Allah dan mereka segera mengirim utusan kepada raja Petrus agar cepat-cepat datang untuk menyaksikan tanda kekuasaan Allah yang ada pada pemuda-pemuda yang dibangkitkan sesudah tertidur 300 tahun. Raja kemudian berangkat beserta rombongan pengawal dan penduduk negerinya menuju negeri Afasus. Hari ini merupakan hari penetapan keputusan tentang hari kebangkitan, hari yang yang tak terlupakan.\n\nKetika raja melihat pemuda-pemuda itu, dia langsung sujud kepada Allah, memeluk pemuda-pemuda itu, lalu menangis. Pemuda-pemuda itu terus memuji Tuhan. Mereka berkata kepada raja, \"Wahai Raja, selamat tinggal, semoga Allah melindungi kamu dari kejahatan manusia dan jin.\" Lalu mereka kembali ke pembaringan dan ketika itu Allah swt mencabut rohnya. Untuk memberikan penghormatan kepada arwah para hamba Allah suci ini, raja memerintahkan agar masing-masing mereka dibuatkan peti jenazah dari emas. Tetapi pada malam harinya raja bermimpi melihat mereka, dan berpesan kepadanya:, \"Biarkanlah kami sebagaimana adanya dalam gua ini, kami tidur di atas tanah sampai hari kiamat datang.\" Oleh karenanya, raja memerintahkan agar jenazah-jenazah itu dihamparkan di dalam sebuah peti kayu dan melarang setiap orang untuk masuk ke dalam gua itu. Raja memerintahkan pula agar di pintu gua dibangun tempat ibadah, dan hari wafatnya dijadikan hari besar. \n\nOrang-orang Nasrani menjadikan kisah ini sebagai bukti kekuasaan Allah untuk menunjukkan adanya hari kiamat. Tetapi Al-Qur'an menjelaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah untuk mengadakan hari kebangkitan dan mengembalikan roh kepada jasadnya sesudah mati bukanlah terbatas pada kisah itu saja. Ayat-ayat yang menunjukkan kekuasaan-Nya untuk menun-jukkan adanya hari kiamat, tidak terhitung jumlahnya. Oleh karena itu, perhatikanlah alam semesta ini dengan segala isinya." } } }, { "number": { "inQuran": 2150, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u064a\u064e\u0629\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0647\u0652\u0641\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0647\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0634\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Iz awal fityatu ilal Kahfi faqaaloo Rabbanaaa aatinaa mil ladunka rahmatanw wa haiyi' lanaa min amrinaa rashadaa" } }, "translation": { "en": "[Mention] when the youths retreated to the cave and said, \"Our Lord, grant us from Yourself mercy and prepare for us from our affair right guidance.\"", "id": "(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2150", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2150.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2150.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua, meninggalkan negerinya karena menjaga iman dan tauhidnya dari penindasan penguasa negerinya, lalu mereka berdoa, \"Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, lindungilah kami dari orang-orang yang memfitnah kami, dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus yang dapat mengantarkan kepada keselamatan dan kebahagiaan bagi kami dalam urusan kami, baik urusan duniawi maupun ukhrawi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt mulai menguraikan kisah Ashhabul Kahf kepada Rasul saw. Allah swt mengingatkan kepada Rasul-Nya bahwa ketika zaman dahulu beberapa pemuda keturunan bangsawan di suatu negeri, karena takut penganiayaan rajanya, pergi mencari perlindungan ke dalam gua pada sebuah gunung. Di dalam gua inilah mereka membulatkan tekadnya, menghabiskan masa remajanya untuk mengabdi kepada Allah swt.\n\nMereka berdoa kepada Allah semoga dilimpahi rahmat dari sisi-Nya. Mereka mengharapkan pengampunan, ketenteraman, dan rezeki dari Allah sebagai anugerah yang besar atas diri mereka. Selain itu, mereka juga memohon agar Allah memudahkan bagi mereka jalan yang benar untuk menghindari godaan dan kezaliman orang-orang kafir dan memperoleh ketabahan dalam menaati Tuhan sehingga tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sungguh Allah telah menolong mereka. Ketika raja kafir itu berhasil menemukan jejak mereka pada pintu gua itu, lalu masuk ke dalamnya, maka Allah swt menutup penglihatan mereka sehingga tidak dapat melihat para pemuda tersebut. Oleh karena itu, akhirnya raja memutuskan menutup pintu gua dengan perkiraan bahwa mereka akan mati kelaparan dan kehausan." } } }, { "number": { "inQuran": 2151, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0647\u0652\u0641\u0650 \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u062f\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fadarabnaa 'alaaa aazaanihim fil Kahfi seneena 'adadaa" } }, "translation": { "en": "So We cast [a cover of sleep] over their ears within the cave for a number of years.", "id": "Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2151", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2151.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2151.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Kami kami mengabulkan doa mereka, Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, agar mereka tidak dapat mendengar suara, maka mereka tertidur lelap di dalam gua itu selama beberapa tahun, yaitu sekitar tiga ratus tahun seperti yang akan disebutkan pada ayat 25.", "long": "Allah mengabulkan doa para pemuda itu dengan menutup penglihatan dan pendengaran mereka, hingga mereka tidur nyenyak dan tidak ada suara yang akan membangunkan mereka dari tidur di dalam gua itu selama ratusan tahun. Sangat besar rahmat Allah yang diberikan kepada mereka. Tidak mudah bagi seseorang untuk tidur, di waktu jiwanya sedang gelisah dan takut. Dengan tidur, seseorang mendapatkan ketenteraman hati.\n\nDalam ayat ini dikatakan \"menutup telinga\" karena telinga itulah tempat masuknya suara yang menjadi sebab bangunnya seseorang dari tidur. Seseorang dapat dikatakan tidur, bilamana telinganya tidak mendengar sesuatu lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 2152, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 252, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa ba'asnaahum lina'lama ayyul hizbaini ahsaa limaa labisooo amadaa" } }, "translation": { "en": "Then We awakened them that We might show which of the two factions was most precise in calculating what [extent] they had remained in time.", "id": "Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara ke dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2152", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2152.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2152.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian apabila telah tiba waktunya, Kami bangunkan mereka dari tidur yang lelap agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang berselisih pendapat tentang berapa lamanya mereka tertidur di dalam gua, yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal dalam gua itu. Tidak ada siapa pun di antara mereka yang dapat menghitungnya dengan tepat, maka mereka pun menyerahkan urusan ini kepada Allah. Hanya Allah yang mengetahui berapa lamanya mereka tinggal di dalam gua itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sesudah para pemuda itu tidur dalam gua selama 300 tahun, Allah lalu membangunkan mereka. Pendengaran mereka dipulihkan kembali oleh Allah swt. Ketika seorang penggembala kambing menggempur dinding batu yang menutup mulut gua itu, suara reruntuhan membuat mereka terbangun dari tidur yang panjang. Ayat ini memberitahukan bahwa Allah mengetahui yang mana di antara dua golongan yang berselisih itu yang dapat menghitung dengan tepat berapa lamanya mereka tinggal dalam gua itu.\n\nTetapi akhirnya mereka menyadari bahwa mereka tidaklah mengetahui secara pasti berapa lama para pemuda itu tinggal dalam gua. Lalu mereka mengakui bahwa Allah yang memelihara tubuh mereka sehingga tidak hancur, dan bertambah yakin akan kesempurnaan kekuasaan Allah serta ilmu-Nya. Oleh karena itu, dengan peristiwa yang dialami, mereka dapat merenungkan perkara hari kiamat. Bagi orang-orang yang beriman pada zaman itu, peristiwa tersebut menambah keteguhan iman mereka, sedang bagi orang kafir peristiwa itu menjadi bukti nyata bagi kekuasaan Allah.\n\nAhli tafsir berbeda pendapat dalam menjelaskan maksud kata \"dua golongan\" dalam ayat ini. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua golongan itu ialah golongan pertama adalah para pemuda penghuni gua itu, dan golongan kedua adalah penduduk kota yang mengetahui sejarah menghilangnya pemuda-pemuda itu.\n\nPendapat lain mengatakan bahwa kedua golongan yang berselisih pendapat itu ialah para pemuda penghuni gua dan raja-raja yang memerintah silih berganti di negeri Afasus. \n\nPendapat yang mendekati kebenaran ialah yang berpendapat bahwa kedua golongan itu adalah para pemuda penghuni gua itu sendiri. Setelah bangun dari tidur, mereka saling bertanya satu sama lain. Sebagian mengatakan, \"Kita tinggal dalam gua ini sehari atau setengah hari.\" Sebagian yang lain mengatakan, \"Tuhanmu lebih mengetahui berapa lamanya kamu tinggal dalam gua ini.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2153, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 253, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u062a\u0652\u064a\u064e\u0629\u064c \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0632\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649", "transliteration": { "en": "Nahnu naqussu 'alaika naba ahum bilhaqq; innahum fityatun aamanoo bi Rabbihim wa zidnaahum hudaa" } }, "translation": { "en": "It is We who relate to you, [O Muhammad], their story in truth. Indeed, they were youths who believed in their Lord, and We increased them in guidance.", "id": "Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2153", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2153.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2153.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami akan ceritakan kepadamu dengan rinci wahai Nabi Muhammad kisah mereka yang penting dan menakjubkan itu dengan sebenarnya, tidak ada keraguan maupun kesamaran agar engkau jelaskan kepada orang-orang yang bertanya dan menjadi pelajaran bagimu dan bagi umatmu. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dengan keimanan yang benar, tetapi mereka ditindas oleh penguasa pada masanya maka Kami kukuhkan iman mereka dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka kepada jalan yang benar.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mulai menguraikan kisah Ashhabul Kahf, yang pada ayat-ayat sebelumnya telah disampaikan secara global. Allah mengata-kan kepada Rasul saw bahwa kisah yang disampaikan ini mengandung kebenaran. Maksudnya diceritakan menurut kejadian, tidak seperti yang dikenal oleh bangsa Arab. Mereka telah mengenal kisah pemuda-pemuda penghuni gua ini, akan tetapi dalam bentuk yang berbeda. Umayyah bin Abi Salt, seorang penyair Arab zaman permulaan Islam dari Bani Umayyah (w. 9 H), pernah dalam sebuah baitnya menyebut gua ini, yang menunjukkan bahwa bangsa Arab telah mengenal kisah ini. Baitnya berbunyi:\n\nTidak ada di situ kecuali ar-Raqim (batu bertulis) yang berada di dekatnya serta anjingnya. Sedang kaum itu tidur dalam gua.\n\nKemudian Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya para penghuni gua itu adalah para pemuda yang beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan penuh keyakinan. Meskipun masyarakat mereka menganut agama syirik, tetapi mereka dapat mempertahankan keimanan mereka dari pengaruh kemusyrikan. Memang para pemuda pada umumnya mempunyai sifat mudah menerima kebenaran, mereka lebih cepat menerima petunjuk ke jalan yang benar dibandingkan dengan orang-orang tua yang sudah tenggelam dalam ajaran-ajaran yang batil. Oleh karena itu, dalam sejarah, terutama sejarah perkembangan Islam, para pemuda yang lebih banyak pertama kali menerima ajaran Allah dan Rasul-Nya.\n\nAdapun orang tua, seperti tokoh-tokoh Quraisy, tetap mempertahankan ajaran agama yang salah, sedikit sekali di antara mereka yang menerima ajaran Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 2154, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 253, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u0637\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0634\u064e\u0637\u064e\u0637\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa rabatnaa 'alaa quloo bihim iz qaamoo faqaaloo Rabbunaa Rabbus samaawaati wal ardi lan nad'uwa min dooniheee ilaahal laqad qulnaaa izan shatataa" } }, "translation": { "en": "And We made firm their hearts when they stood up and said, \"Our Lord is the Lord of the heavens and the earth. Never will we invoke besides Him any deity. We would have certainly spoken, then, an excessive transgression.", "id": "Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2154", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2154.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2154.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri tampil di hadapan kaumnya atau di hadapan penguasa yang menindas dan memaksa agar mereka menyekutukan Allah, akan tetapi mereka menolaknya lalu mereka berkata, menyatakan keteguhan hatinya, \"Tuhan kami adalah Tuhan Pencipta dan Pemelihara langit dan bumi; kami tidak menyeru tuhan selain Dia dan tidak menyembah-Nya. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, yakni kalau kami menyeru dan menyembah tuhan selain Allah, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran.\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah swt meneguhkan hati para pemuda itu dengan kekuatan iman, membulatkan tekad mereka kepada agama tauhid, dan memberikan keberanian untuk mengatakan kebenaran agama itu di hadapan raja Decyanus yang kafir dan sewenang-wenang. Ketika raja itu mencela dan memaksa mereka untuk menyembah berhala, mereka dengan lantang berkata, \"Tuhan kami adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia.\" Dalam pernyataan mereka ini, terkandung dua pengakuan tentang kekuasaan Tuhan. Pertama, pengakuan mereka tentang keesaan Tuhan dalam memelihara dan menciptakan alam semesta ini. Kedua, pengakuan mereka tentang keesaan Tuhan dan hak-Nya untuk disembah oleh makhluk. Orang-orang musyrik mengakui keesaan Tuhan dalam menciptakan dan memelihara alam semesta ini, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan jika engkau bertanya kepada mereka, \"Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?\" Pasti mereka akan menjawab, \"Allah.\" Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebe-naran). (al-'Ankabut/29: 61)\n\nNamun demikian, orang musyrikin tidak mengakui keesaan Tuhan dan hak-Nya untuk disembah oleh para hamba-Nya. Mereka menyembah berhala sebagai sekutu Tuhan yang akan mendekatkan mereka kepada-Nya, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah swt:\n\n¦Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.\" (az-Zumar/39: 3)\n\nSesudah para pemuda itu menyatakan pengakuan mereka tentang keesaan Tuhan, lalu mereka memberikan alasan penolakan terhadap penyembahan berhala-berhala sebagaimana yang dikehendaki oleh raja Decyanus. Mereka menyatakan bahwa jika mereka menyembah dan berdoa kepada selain Allah, itu berarti mengerjakan sesuatu yang jauh dari kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 2155, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 15, "page": 294, "manzil": 4, "ruku": 253, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Haaa'ulaaa'i qawmunat takhazoo min dooniheee aalihatal law laa yaatoona 'alaihim bisultaanim baiyin; faman azlamu mimmaniftaraa 'alal laahi kazibaa" } }, "translation": { "en": "These, our people, have taken besides Him deities. Why do they not bring for [worship of] them a clear authority? And who is more unjust than one who invents about Allah a lie?\"", "id": "Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2155", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2155.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2155.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu mereka menunjukkan kepada kaumnya bahwa mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mereka menyekutukan Allah tanpa suatu bukti dan alasan yang jelas. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas tentang kepercayaan mereka, sebagaimana kami tunjukkan bukti-bukti yang nyata tentang kekuasaan Allah, Tuhan kami? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Sungguh, mereka itulah orang-orang yang zalim karena mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menceritakan percakapan di antara para pemuda itu. Mereka mengatakan bahwa kaumnya yang berada di bawah kekuasaan Decyanus, meskipun lebih tua dan memiliki banyak pengalaman, namun menyekutukan Tuhan tanpa mempergunakan akal pikiran. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang benar, atau bukti yang kuat dan jelas untuk memperkuat kebenaran yang mereka katakan dan percayai. Pemuda-pemuda itu menyatakan bahwa kaum mereka seharusnya berbuat seperti yang mereka lakukan, yaitu menunjukkan bukti-bukti kebenaran agama yang mereka anut. \n\nAnak-anak muda itu juga menyatakan bahwa tidak ada kezaliman yang lebih besar kecuali kezaliman orang yang berbuat dusta terhadap Allah, seperti mengatakan bahwa Tuhan itu mempunyai sekutu. Kaum mereka telah mempersamakan martabat berhala-berhala dengan martabat Tuhan yang tinggi, tetapi mereka tidak dapat memberikan alasan yang benar, padahal agama seharusnya berdasarkan kepercayaan atau alasan yang benar. Mereka mengada-adakan nama-nama untuk sebutan Tuhan dengan hanya menuruti hawa nafsu mereka.\n\nFirman Allah swt:\n\nItu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)-nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka. (an-Najm/53: 23)\n\nNama-nama yang diberikan kepada sekutu-sekutu Allah itu bermacam-macam seperti al-Lata, al-Manat, al-Uzza, yaitu nama-nama untuk berhala-berhala yang diberikan oleh orang-orang Arab Jahiliah." } } }, { "number": { "inQuran": 2156, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 15, "page": 295, "manzil": 4, "ruku": 253, "hizbQuarter": 117, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0632\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0623\u0652\u0648\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0647\u0652\u0641\u0650 \u064a\u064e\u0646\u0634\u064f\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0647\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0631\u0652\u0641\u064e\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izi'tazal tumoohum wa maa ya'budoona illal laaha faawooo ilal kahfi yanshur lakum Rabbukum mir rahmatihee wa yuhaiyi' lakum min amrikum mirfaqa" } }, "translation": { "en": "[The youths said to one another], \"And when you have withdrawn from them and that which they worship other than Allah, retreat to the cave. Your Lord will spread out for you of His mercy and will prepare for you from your affair facility.\"", "id": "Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2156", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2156.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2156.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menghadapi kaumnya yang menyekutukan Allah dan penindasan penguasa negeri yang memaksa agar mereka meninggalkan kepercayaannya, maka salah satu dari pemuda itu atau beberapa dari mereka mengusulkan agar mereka meninggalkan negerinya ke tempat yang jauh. Sebagian dari mereka itu berkata, \"Dan apabila kamu bermaksud hendak meninggalkan mereka, yakni kaumnya yang durhaka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, yakni sebuah gua yang telah mereka kenal dan ketahui sebelumnya, guna memelihara keyakinanmu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu guna memelihara dan melindungi kamu dari penganiayaan mereka dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu yang berkaitan dengan kebutuhan hidupmu maupun yang berkaitan dengan keyakinanmu.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa percakapan di antara mereka terus berlanjut, sebagian dari mereka berkata kepada yang lain, \"Bilamana kamu menjauhkan diri dari kaum dan kampung halamanmu lahir dan batin, menolak untuk mengikuti adat-istiadat mereka, dan tidak mau menyembah selain Allah, sehingga menimbulkan kemarahan mereka terhadap kamu, maka seharusnya kamu mencari tempat berlindung seperti gua.\"\n\n\"Di tempat tersebut kamu dapat melakukan ibadah dengan tekun dan khusyuk serta terhindar dari gangguan kaummu. Bilamana kamu sudah menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah, serta memohon pemeliharaan-Nya, maka Dia tentu akan mencurahkan rahmat-Nya kepadamu. Kamu tidak akan mati kelaparan atau kehausan dalam gua itu. Allah swt akan memberi jalan keluar kepadamu dalam mengatasi kesukaran makan dan minum ataupun lainnya. Allah akan melapangkan jalan beribadah dengan sempurna kepada-Nya sehingga kamu bisa merasakan kelezatan ibadah yang melebihi kelezatan lainnya.\" Demikian isi percakapan mereka. Apa yang mereka ucapkan itu lahir dari keyakinan dan harapan mereka akan anugerah Allah dan berkat kepasrahan dan keimanan mereka yang sempurna kepada-Nya. Allah swt telah menggerakkan hati para pemuda itu untuk menjadi orang-orang yang saleh, penghuni gua. Kisah mereka akhirnya selalu dikenang dalam sejarah umat beragama. Demikian sifat para pemuda itu, selamanya hati mereka lebih suci dan lebih cinta kepada kebenaran, yaitu sifat yang amat baik yang diperlukan bagi seseorang pemimpin.\n\nIbnu 'Abbas berkata:\n\n\r\n\nTidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali dia seorang pemuda, dan tiada diberikan ilmu kepada seorang alim, kecuali dia pemuda.\n\nKemudian beliau membaca potongan ayat-ayat tersebut sebagai berikut:\n\nMereka (yang lain) berkata, \"Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.\" (al-Anbiya/21: 60)\n\nDan firman Allah swt:\n\nDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya. (al-Kahf/18: 60)\n\nDan firman Allah swt:\n\nSesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka. (al-Kahf/18: 13)\n\nAyat ini menunjukkan ketabahan hidup para pemuda Ashhabul Kahf ketika menyepi di dalam gua karena menyembunyikan agamanya. Al-Gazali, dalam kitabnya Ihya' 'Ulumuddin, menolak menggunakan ayat ini untuk dijadikan dalil bagi keutamaan hidup uzlah. Beliau berkata, \"Ashhabul Kahf tidak mengasingkan diri mereka sendiri antara satu dengan yang lain. Mereka seluruhnya adalah orang-orang yang beriman. Mereka mengasingkan diri dari orang-orang kafir.\" Jadi wajarlah kalau mereka ber-uzlah agar terpelihara dari penyiksaan orang-orang kafir dan raja yang hendak membunuh mereka. Hidup menyepi dalam arti mengasingkan diri dari kejahatan dan kebatilan yang tidak dapat diperbaiki atau mereka tidak sanggup memperbaikinya, maka uzlah semacam ini dibenarkan. As-Suyuti dalam kitabnya Al-Iklil berpendapat bahwa dari ayat ini dapat dipahami bahwa uzlah, mengasingkan diri, lari dari kezaliman, dan tinggal dalam gua disyariatkan ketika situasi beragama tidak kondusif atau rusak. Pendapat beliau ini perlu penjelasan karena masih kabur. Zaman manakah yang bersih dari kerusakan? Sebenarnya yang dapat dipahami dari ayat ini ialah para pemuda itu mengasingkan diri karena adanya pemerkosaan terhadap hak hidup beragama.\n\nHidup uzlah karena frustasi dan keputusasaan dalam menghadapi kenyataan hidup tidak dibenarkan oleh agama. Untuk memahami ayat ini, harus diperhatikan suasana di kala terjadinya peristiwa uzlah-nya pemuda itu. Mereka menyepi dengan melarikan diri ke dalam gua karena akan dibunuh oleh raja yang sewenang-wenang. Suasana saat itu juga tidak mendukung untuk berjuang melawan kesewenang-wenangan raja, dan memperlihatkan keimanan mereka.\n\nDi masa permulaan Islam, Nabi menyuruh sahabat-sahabatnya berhijrah ke negeri Habsyah, kemudian ke Madinah, dan beliau sendiri lalu juga hijrah ke sana disebabkan oleh keganasan kaum musyrikin Quraisy, sedang kaum Muslimin tidak dapat berbuat apa-apa menghadapinya, karena masih lemah. Bahkan, bagi Nabi saw khususnya, mereka telah bersiap untuk membunuh-nya. Mereka mengepung rumah Nabi di malam hari untuk melaksanakan rencana pembunuhan itu.\n\nKarena kaum musyrikin telah mengadakan persekongkolan untuk membunuh Nabi, maka Allah memerintahkan agar Nabi hijrah. Atas dasar perintah itulah, Nabi hijrah. Jadi, bukan karena lari dari medan peperangan, menyendiri atau uzlah, dan sebagainya. Hidup uzlah dalam arti mengasingkan diri dari kemewahan hidup dan perbudakan harta dan hawa nafsu, lalu hidup sederhana di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana yang diperlihatkan sahabat Nabi Abu dzar Al-Gifari, tidak tercela, bahkan dibenarkan oleh agama Islam. Ibnu Katsir berkata, \"Abu dzar berpendapat bahwa tidaklah patut seorang muslim memiliki harta melebihi dari persediaan makanannya sehari semalam, atau dari sesuatu yang diperguna-kannya untuk berperang, atau dari suatu yang disediakan untuk tamu. Beliau berpegang kepada dhahir ayat:\n\nDan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih. (at-Taubah/9: 34)\n\nAbu dzar hidup dalam kesederhanaan karena tidak mau terlibat dalam kehidupan mewah yang mulai merebak pada zaman khalifah Usman r.a. Demikian contoh kehidupan uzlah yang terdapat di kalangan sahabat Rasulullah saw\"." } } }, { "number": { "inQuran": 2157, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 15, "page": 295, "manzil": 4, "ruku": 253, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u062a \u062a\u0651\u064e\u0632\u064e\u0627\u0648\u064e\u0631\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0647\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0630\u064e\u0627\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u062a \u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064e\u0627\u062a\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0641\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0631\u0652\u0634\u0650\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa tarash shamsa izaa tala'at tazaawaru 'an kahfihim zaatal yameeni wa izaa gharabat taqriduhum zaatash shimaali wa hum fee fajwatim minh; zaalika min Aayaatillaah; mai yahdil laahu fahuwal muhtad, wa mai yudlil falan tajida lahoo waliyyam murshidaa" } }, "translation": { "en": "And [had you been present], you would see the sun when it rose, inclining away from their cave on the right, and when it set, passing away from them on the left, while they were [laying] within an open space thereof. That was from the signs of Allah. He whom Allah guides is the [rightly] guided, but he whom He leaves astray - never will you find for him a protecting guide.", "id": "Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2157", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2157.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2157.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan engkau, yakni siapa pun yang melihat posisi gua itu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, sehingga melalui pintu gua itu cahayanya dapat masuk dan apabila matahari itu terbenam, cahayanya menjauhi mereka ke sebelah kiri sehingga mereka tidak tersengat oleh sinarnya yang panas. Posisi gua itu tidak menghadap secara langsung ke arah matahari terbit maupun terbenam, sehingga sinarnya yang panas tidak menyengat mereka, sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam gua itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah untuk menjaga dan melindungi hambaNya yang taat dan mendapat petunjuk. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, karena kecenderungan hatinya untuk mendapat petunjuk maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya, karena kecenderungan hatinya mengingkari ayat-ayat Allah maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya dan membimbingnya kepada jalan yang benar.", "long": "Sesudah para pemuda itu berbincang-bincang tentang kaumnya serta diri sendiri, mereka memutuskan untuk uzlah ke dalam gua di sebuah gunung yang mereka sepakati. Dalam ayat ini, Allah menerangkan keadaan tempat perlindungan mereka itu. Pintu gua tersebut menghadap ke utara. Di pagi hari matahari terbit dari arah timur dan di sore hari matahari condong ke barat menyilang pintu gua itu. Dengan demikian, cahaya matahari hanya mengenai langsung pintu gua dari samping kiri dan kanan. Penghuni-penghuni gua itu sendiri tidak terkena sinar matahari meskipun mereka berada di tempat yang luas. Ruangan gua itu mendapat cahaya matahari yang membias dari mulut gua. Maka ruangan itu tidaklah gelap dan selalu memperoleh udara yang sejuk. Mengenai di mana lokasi gua ini, para ahli tafsir berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa gua itu di daerah dekat Aela (Yerusalem) di Palestina. Ibnu Ishak mengatakan di Nainawa, yaitu suatu kota lama di daerah Mousul. Ada pula yang mengatakan di negeri Romawi. Dalam keterangan di atas disebutkan bahwa kisah-kisah ini terjadi di kota Ephesus, berdasarkan riwayat dari bangsa Arab. Akan tetapi, sampai sekarang tidak terdapat bukti yang kuat di mana sebenarnya tempat gua itu. Sekiranya ada faedahnya, tentu Rasul saw akan memberitahu kita dimana tempat itu.\n\nItulah tanda-tanda kekuasaan Allah yang diperlihatkan kepada para hamba-Nya yang beriman. Segala peristiwa yang dialami oleh para pemuda itu, sejak mereka memperoleh hidayah ke jalan tauhid, bermusuhan dengan kaumnya dan keluarganya tanpa mengindahkan kepentingan pribadi, padahal mereka masih muda, kemudian mereka memilih dengan tepat sebuah gua yang sehat untuk tempat tinggal, selanjutnya mereka terbangun kembali sesudah 300 tahun lebih lamanya berada dalam keadaan tertidur di dalam gua itu, menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat dalam alam ini. Tetapi semua tanda-tanda itu hanya dapat dihayati oleh mereka yang diberi taufik oleh Allah swt untuk menerima petunjuk kepada jalan kebenaran seperti pemuda-pemuda penghuni gua itu. Merekalah orang-orang yang memperoleh petunjuk dan dengan tepat memilih jalan kebenaran, sehingga mereka berbahagia dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi. Mereka telah mencapai dan menghayati segala rahmat dan pertolongan Allah swt yang sebelumnya selalu mereka harap-harapkan. \n\nBerbeda halnya dengan mereka ialah orang-orang yang tidak memperoleh petunjuk. Mereka ini adalah orang-orang yang sesat karena salah memilih jalan yang harus ditempuh. Kecondongan kepada nafsu duniawi menyebab-kan mereka salah dalam memilih jalan kebenaran. Mereka terjerumus ke dalam kesesatan jalan yang tidak membawa kebahagiaan. Allah menyesat-kan mereka karena memang demikian keadaannya. Bagi mereka sangat sukar untuk menemukan pembimbing yang mengembalikan mereka ke jalan yang lurus dan melepaskan dari kesesatan, karena iman dan ingkar itu terletak pada kehendak Allah. Dia memberi taufik kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dan membiarkan orang yang dikehendaki-Nya dalam kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 2158, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 15, "page": 295, "manzil": 4, "ruku": 254, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0642\u064e\u0627\u0638\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0642\u064f\u0648\u062f\u064c \u06da \u0648\u064e\u0646\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064e\u0627\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0630\u064e\u0627\u062a\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0644\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0627\u0633\u0650\u0637\u064c \u0630\u0650\u0631\u064e\u0627\u0639\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0635\u0650\u064a\u062f\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0644\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0639\u0652\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa tahsabuhum ayqaazanw wa hum ruqood; wa nuqallibuhum zaatal yameeni wa zaatash shimaali wa kalbuhum baasitun ziraa'ayhi bilwaseed; lawit tala'ta 'alaihim la wallaita minhum firaaranw wa lamuli'ta minhum rubaa" } }, "translation": { "en": "And you would think them awake, while they were asleep. And We turned them to the right and to the left, while their dog stretched his forelegs at the entrance. If you had looked at them, you would have turned from them in flight and been filled by them with terror.", "id": "Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2158", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2158.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2158.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan engkau, yakni siapa pun yang melihat keadaan mereka di dalam gua, mengira mereka itu tidak tidur, sebab dilihat dari pandangan matanya keadaan mereka seperti terjaga, padahal mereka tidur lelap; dan Kami bolak-balikkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri, sehingga tidak rusak oleh tanah sedang anjing mereka seakan-akan menjaga mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan keadaan mereka ketika itu, tentu kamu akan berpaling melarikan diri dari mereka dan penuh tanda tanya apa yang sesungguhnya terjadi pada mereka, dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka sebab kamu melihat sesuatu yang sangat menakjubkan yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya.", "long": "Setelah mendapat tempat yang aman dalam gua, mereka beribadah dengan tekun di dalamnya sampai Tuhan menutup pendengaran mereka, sehingga mereka tertidur. Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan keadaan mereka sewaktu tidur. Mereka tampaknya bangun, tetapi sebenarnya mereka tidur. Ibnu Katsir berkata, \"Sebagian ahli ilmu menerangkan bahwa tatkala Allah menutup pendengaran mereka dengan jalan menidurkan mereka, mata mereka tidak tertutup rapat agar udara tetap bisa masuk. Karena mata mereka terbuka, mereka disangka tetap terjaga; seolah-olah mereka melihat siapa yang berdiri di hadapan mereka. Padahal mereka itu benar-benar tertidur, tetapi berbeda dengan tidur manusia biasa. Umumnya, pada waktu tidur biasa terdapat tanda-tanda istirahat dari organ-organ tubuh terutama pada mata dan wajah. Tidur para penghuni gua itu menyimpang dari sunatullah yang berlaku, karena Pencipta Alam berkehendak untuk memper-lihatkan kekuasaan dan kedaulatan-Nya atas alam semesta ini kepada manusia yang ingkar.\n\nMeskipun dalam keadaan tidur, mereka digerakkan Allah dengan membalikkan mereka ke kiri dan ke kanan, sebagaimana lazimnya orang hidup yang sedang tidur. Namun, hal itu tidak mengurangi keluarbiasaan peristiwa tidur itu sendiri. Berbalik mereka tidak dapat disamakan dengan berbalik seseorang yang tidur biasa supaya badan tetap terpelihara. Allah Mahakuasa memelihara badan mereka, walaupun mereka tidak membalik ke kiri dan ke kanan. Allah menggerakkan mereka pada waktu tertentu untuk menunjukkan adanya kehidupan dan membedakan mereka dari patung atau mummi yang merupakan benda mati. Walaupun misalnya mereka berbalik ke kiri dan ke kanan sekali dalam setahun, sudah cukup menunjukkan keajaiban yang luar biasa bagi orang-orang yang menyaksikan karena mereka tidur lebih dari tiga ratus tahun.\n\nPendapat ahli tafsir beragam dalam hal itu. Ada yang mengatakan enam bulan sekali mereka berbalik, ada yang mengatakan sekali setahun pada hari Asyura, ada pula yang mengatakan sembilan tahun, dan sebagainya. Per-hitungan waktu itu tidak penting untuk diketahui. Anjing peliharaan mereka dalam keadaan membujurkan badan dengan kedua kaki depannya berada di dekat pintu gua. Suasana dalam gua itu sangat menyeramkan. Siapa saja yang ingin masuk hendak melihat keadaannya, mereka tentu akan merasa takut, dan melarikan diri. Tidak seorangpun yang berani masuk ke dalam gua itu. Tuhan menciptakan suasana seram dan menakutkan dalam gua itu, menurut Ibnu Katsir, agar jangan seorangpun yang mendekat dan menyentuh mereka sampai kelak datang ketentuan yang telah ditetapkan Allah swt. Sebab, peristiwa itu mengandung hikmah yang besar, dan alasan yang kuat bahwa janji Allah itu benar dan hari kiamat pasti datang." } } }, { "number": { "inQuran": 2159, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 15, "page": 295, "manzil": 4, "ruku": 254, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0631\u0650\u0642\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0643\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0637\u0651\u064e\u0641\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0639\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika ba'asnaahum liyatasaaa'aloo bainahum; qaala qaaa'ilum minhum kam labistum qaaloo labisnaa yawman aw ba'da yawm; qaaloo Rabbukum a'almu bimaa labistum fab'asooo ahadakum biwariqikum haazihee ilal madeenati falyanzur ayyuhaaa azkaa ta'aaman falyaatikum birizqim minhu walyatalattaf wa laa yush'iranna bikum ahadaa" } }, "translation": { "en": "And similarly, We awakened them that they might question one another. Said a speaker from among them, \"How long have you remained [here]?\" They said, \"We have remained a day or part of a day.\" They said, \"Your Lord is most knowing of how long you remained. So send one of you with this silver coin of yours to the city and let him look to which is the best of food and bring you provision from it and let him be cautious. And let no one be aware of you.", "id": "Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi), “Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2159", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2159.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2159.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikianlah setelah kami tidurkan mereka dalam waktu yang lama dan Kami jaga mereka di dalam tidurnya itu, Kami bangunkan mereka agar di antara mereka saling bertanya tentang keadaan mereka. Salah seorang di antara mereka berkata, \"Sudah berapa lama kamu berada di sini?\" Mereka menjawab, \"Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.\" Mereka mengira baru satu atau setengah hari di dalam gua, sebab mereka masuk ke dalam gua pada pagi hari dan bangun dari tidur pada sore hari. Melihat keadaan di dalam gua itu dan di sekitarnya berbeda dengan apa yang disaksikan dahulu, mereka ragu berapa lama tinggal di dalam gua. Maka timbullah perbedaan pendapat di antara mereka. Kemudian berkata seorang di antara mereka, \"Tak usah kita perdebatkan berapa lama kita di sini, Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada di sini. Meraka merasa lapar maka salah seorang di antara mereka berkata, suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota untuk membeli makanan dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia mencari tempat menjual makanan dan lihat manakah makanan yang lebih baik, maka belilah makanan itu dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut kepada siapa saja di kota itu dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun agar mereka tidak mengetahui keadaanmu dan tempatmu bersembunyi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan tentang para pemuda Ashhabul Kahf ketika bangun dari tidur. Keadaan mereka, baik badan, kulit, rambut, maupun yang lainnya masih sama dengan waktu sebelum mereka tidur. Semuanya sehat dan semuanya masih utuh, bahkan pakaian yang melekat di badan mereka tetap utuh. Allah swt memperlihatkan kepada mereka keagungan, kebesaran, dan kekuasaan-Nya, serta keajaiban dan keluarbiasaan perbuatan-Nya terhadap makhluk-Nya. Oleh karena itu, iman mereka bertambah kuat untuk melepaskan diri dari penyembahan dewa-dewa, dan bertambah ikhlas hati mereka untuk semata-mata menyembah Allah Yang Maha Esa.\n\nSetelah bangun dari tidur yang lama, mereka saling bertanya satu sama lain untuk mengetahui keadaan mereka. Salah seorang dari mereka berkata kepada kawan-kawannya, \"Berapa lama kalian tinggal dalam gua ini?\" Dia menyatakan ketidaktahuannya tentang keadaan dirinya sendiri selama tidur, lalu meminta kepada yang lainnya untuk memberikan keterangan. Kawan-kawannya menjawab, \"Kita tinggal dalam gua ini sehari atau setengah hari.\" Yang menjawab itupun tidak dapat memastikan berapa lama mereka tinggal, sehari atau setengah hari, karena pengaruh tidur masih belum lenyap dari jiwa mereka. Mereka belum melihat tanda-tanda yang menunjukkan sudah berapa lama mereka berada di gua itu. Kebanyakan ahli tafsir mengatakan bahwa waktu mereka datang memasuki gua itu dulu adalah pada pagi hari, kemudian waktu Tuhan membangunkan mereka dari tidur adalah pada sore hari. Karena itulah orang yang menjawab ini menyangka bahwa mereka berada di gua itu satu atau setengah hari. Kemudian kawan-kawannya yang lain berkata, \"Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lama kamu tinggal di sini.\" Perkataan pemuda yang terakhir ini sangat bijaksana untuk membantah pernyataan dan jawaban kawan-kawannya yang terdahulu. Pernyataan itu seakan-akan diilhami oleh Allah swt, atau didasarkan atas bukti-bukti nyata. Sesungguhnya masa yang panjang itu hanya dapat diketahui dan ditentukan secara pasti oleh Allah swt. Mereka akhirnya menyadari keterbatasan kemampuan mereka untuk mengetahui yang gaib. \n\nSetelah sadar, barulah perhatian mereka beralih kepada kebutuhan yang pokok, yakni makan dan minum. Salah seorang di antara mereka disuruh pergi ke kota dengan membawa uang perak untuk membeli makanan. Menurut riwayat namanya Tamlikha. Sebelum membeli, ia diminta terlebih dahulu memperhatikan makanan itu, mana yang halal dan mana yang haram, serta mana yang baik dan mana yang kurang baik. Makanan yang halal dan baik itulah yang dibawa kembali ke tempat perlindungan mereka. Tamlikha diminta agar berhati-hati dalam perjalanan, baik sewaktu masuk ke kota maupun kembali dari kota, jangan sampai dia memberitahukan kepada seorang pun tentang keadaan dan tempat bersembunyi mereka. \n\nDari potongan ayat \"fab'atsu ahadakum biwariqikum hadzih(i)\", yang artinya \"(maka suruhlah) salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini\", terdapat istimbat hukum yang berhubungan dengan wakalah (berwakil). Yakni seseorang dibolehkan menyerahkan kepada orang lain, sebagai ganti dirinya, urusan harta dan hak semasa hidupnya. Ibnu al-'Arabi berpendapat bahwa ayat ini menjadi dasar paling kuat untuk wakalah (berwakil)." } } }, { "number": { "inQuran": 2160, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 15, "page": 295, "manzil": 4, "ruku": 254, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0645\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innahum iny yazharoo 'alaikum yarjumookum aw yu'eedookum fee millatihim wa lan tuflihooo izan abadaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, if they come to know of you, they will stone you or return you to their religion. And never would you succeed, then - ever.\"", "id": "Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2160", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2160.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2160.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya jika mereka, yakni penduduk kota tempat kamu membeli makanan itu dapat mengetahui tempatmu, lalu mereka menguasai kamu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, jika kamu tetap mempertahankan keimanan kamu, atau mereka akan memaksamu kembali kepada agama mereka, yakni menyekutukan Allah dengan tuhantuhan yang lain, dan jika demikian, yakni jika kamu memeluk agama mereka, niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya baik di dunia maupun di akhirat.\"", "long": "Kemudian para penghuni gua itu memperingatkan Tamlikha jika sampai penduduk kota itu, yang menurut perkiraannya masih orang-orang kafir, mengetahui tempat persembunyian mereka, mereka tentu akan dipaksa untuk mengikuti agama berhala. Jika mereka menolak, tentu akan dibunuh dengan lemparan batu, cara pembunuhan pada masa dahulu bagi mereka yang berani melawan kebijakan politik raja atau agama negara. Kota yang akan didatangi itu ialah kota Ephesus dan rajanya menurut persangkaan mereka masih Decyanus yang zalim itu. Padahal raja itu sudah tidak ada karena dia berkuasa pada tiga abad yang silam. Jika mereka dipaksa kembali untuk memeluk agama Decyanus itu, mereka tidak akan memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan untuk selama-lamanya, baik dalam kehidupan duniawi ataupun ukhrawi. Jiwa orang yang menganut suatu agama karena dipaksa, pada mulanya, akan menolak segala ketentuan-ketentuan dari agama itu. Akan tetapi, lama-kelamaan kemungkinan besar jiwanya tidak akan menolak dan seterusnya memandang baik agamanya yang baru itu. Jika terjadi hal yang demikian, dia akan sesat dan sengsara untuk selama-lamanya. Akan tetapi, bilamana seseorang dipaksa dengan ancaman untuk pindah kepada kekafiran, lalu dia menunjukkan kekafiran, tetapi batinnya tetap Islam, dan sampai akhir hayatnya tidak pernah memandang baik agama yang dipaksakan itu, maka dia tetap dalam Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 2161, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 15, "page": 296, "manzil": 4, "ruku": 254, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u062b\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika a'sarnaa 'alaihim liya'lamooo anna wa'dal laahi haqqunw wa annas Saa'ata laa raiba feehaa iz yatanaaza'oona bainahum amrahum faqaalub noo 'alaihim bunyaanaa; Rabbuhum a'lamu bihim; qaalal lazeena ghalaboo 'alaaa amrihim lanat takhizanna 'alaihim masjidaa" } }, "translation": { "en": "And similarly, We caused them to be found that they [who found them] would know that the promise of Allah is truth and that of the Hour there is no doubt. [That was] when they disputed among themselves about their affair and [then] said, \"Construct over them a structure. Their Lord is most knowing about them.\" Said those who prevailed in the matter, \"We will surely take [for ourselves] over them a masjid.\"", "id": "Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka, agar mereka tahu, bahwa janji Allah benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, maka mereka berkata, “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.” Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2161", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2161.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2161.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikian pula sebagai tanda kekuasaan Kami, Kami perlihatkan, yakni kami pertemukan penduduk negeri dengan mereka, agar mereka mengetahui, bahwa janji Allah tentang kebangkitan sesudah kematian kiamat itu benar, dan bahwa kedatangan hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka penduduk negeri itu berselisih tentang urusan mereka, yakni tentang siapa sebenarnya pemuda-pemuda itu dan berapa lama mereka tertidur di dalam gua, maka mereka bersepakat untuk mengabadikan peristiwa ini, mereka berkata, \"Dirikanlah sebuah bangunan di atas gua yang menjadi tempat persembunyian mereka, tidak usah kita persoalkan siapa mereka dan berapa lama mereka tertidur di dalam gua, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka, siapa mereka dan bagaimana keadaannya baik lahir maupun batin. Orang yang berkuasa atas urusan mereka, yakni penguasa dari penduduk negeri itu berkata, \"Kami pasti akan mendirikan sebuah bangunan untuk mengabadikan peristiwa ini berupa rumah ibadah, yang kami bangun di atasnya, yakni di atas gua itu.", "long": "Dalam ayat ini, dijelaskan keadaan mereka selanjutnya. Setelah Tamlikha pergi ke kota untuk berbelanja dengan membawa uang perak dari kawan-kawannya, ia melihat suasana kota Ephesus yang jauh berbeda dari apa yang diperkirakan. Saat datang ke kota itu, dia menemukan rakyatnya sudah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun demikian, di antara rakyatnya ada beriman penuh kepada kejadian hari kiamat, dan ada yang masih ragu. Ada yang mengatakan kiamat itu dengan roh saja, ada pula yang mengatakan kiamat itu dengan roh dan jasad.\n\nSebagaimana Allah membangkitkan Ashhabul Kahf itu dari tidurnya, supaya saling bertanya satu sama lain tentang diri mereka, sehingga keimanan mereka bertambah sempurna, demikian pulalah Tuhan mempertemukan penduduk kota itu dengan Ashhabul Kahf, ketika mereka berselisih tentang masalah hari kiamat. Dengan peristiwa Ashhabul Kahf, perselisihan mereka akan lenyap dan keimanan mereka kepada kekuasaan Tuhan akan menjadi sempurna. Mereka yakin bahwa hari kiamat itu benar-benar akan terjadi dan manusia akan dibangkitkan dari kubur dengan tubuh dan rohnya, seperti kebangkitan Ashhabul Kahf itu.\n\nMenurut riwayat Israiliyat, pangkal pertemuan mereka dengan Tamlikha terjadi ketika dia mengeluarkan uang peraknya untuk membayar harga makanan yang dibelinya. Pada uang perak itu terdapat gambar raja Decyanus. Penjual bahan makanan itu menjadi heran dan kaget. Ia lalu membawa mata uang logam tersebut kepada pejabat di kota itu, Tamlikha ditanya dan diperiksa. Akhir dari pemeriksaan itu adalah pengakuan tamlikha mengenai siapa dirinya dan menunjukkan gua tempat mereka bersembunyi. Peristiwa ini menimbulkan kegemparan dalam masyarakat. Rakyat dan raja menyaksikan kejadian luar biasa yang membawa mereka kepada keyakinan akan terjadinya hari kebangkitan. Golongan yang sebelumnya ragu terhadap hari kiamat, dengan kesaksian mereka terhadap peristiwa ini, berubah menjadi beriman dengan iman yang sempurna bahwa Allah swt kuasa menghidupkan orang yang sudah mati, dan mengembalikan jasad mereka sebagaimana bentuk semula ketika roh itu meninggalkan jasad. Maka dalam ayat ini, Allah swt menyatakan bahwa dipertemukannya Ashhabul Kahf dengan penduduk kota Ephesus itu supaya mereka mengetahui dengan yakin bahwa janji Allah itu benar dan kedatangan hari kiamat (hari kebangkitan) tidak diragukan lagi.\n\nSetelah pertemuan antara raja dan pemuka masyarakat dengan Ashhabul Kahf itu berakhir, maka Ashhabul Kahf kembali ke tempat pembaringanya. Pada waktu itulah, Allah swt mencabut roh mereka untuk diangkat ke sisi-Nya. Kemudian raja dan para pemuka masyarakat itu mengadakan musyawarah. Sebagian dari mereka berkata kepada yang lain, \"Dirikanlah sebuah bangunan besar sebagai peringatan di dekat mulut gua itu.\" Orang yang berkuasa di antara mereka berkata, \"Kami benar-benar akan mem-bangun sebuah tempat ibadah di dekat mulut gua mereka.\" Kedua pihak ingin memuliakan Ashhabul Kahf itu, tetapi mereka berbeda pendapat tentang caranya. Satu pihak menghendaki mendirikan sebuah bangunan besar, sedang pihak yang lainnya ingin mendirikan sebuah masjid untuk tempat beribadah bagi mereka. Tentang apakah penduduk Ephesus mendirikan sebuah bangunan untuk peringatan atau mereka mendirikan sebuah masjid untuk tempat beribadah di atas gua itu hanya Allah yang mengetahuinya.\n\nMembangun masjid dekat kuburan tidak dilarang oleh agama. Tetapi agama sangat melarang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, sebagaimana sabda Rasulullah saw:\n\nAllah mengutuk orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan Nabi mereka menjadi tempat ibadah\". (Riwayat al-Bukhari dari 'aisyah dan 'Abdullah bin 'Abbas)\n\nIslam sangat melarang umatnya menjadikan kuburan sebagai tempat beribadah untuk memuliakan orang-orang yang dikubur itu. Bahkan sebagian ulama, seperti Ibnu Hajar dalam kitabnya az-Zawajir memandang perbuatan itu sebagai dosa besar, berdasarkan hadis-hadis yang disebutkan. Dalam sejarah terbukti kuburan para nabi atau wali yang dibangun dalam tempat ibadah cenderung membawa orang kepada penghormatan yang berlebih-lebihan terhadap kuburan itu. Hal ini membuka peluang terjadinya perbuatan syirik." } } }, { "number": { "inQuran": 2162, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 15, "page": 296, "manzil": 4, "ruku": 254, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064c \u0631\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0629\u064c \u0633\u064e\u0627\u062f\u0650\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062c\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u062b\u064e\u0627\u0645\u0650\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u06d7 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0645\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0631\u064e\u0627\u0621\u064b \u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Sa yaqooloona salaasatur raabi'uhum kalbuhum wa yaqooloona khamsatun saadisuhum kalbuhum rajmam bilghaib; wa yaqooloona sab'atunw wa saaminuhum kalbuhum; qur Rabbeee a'lamu bi'iddatihim maa ya'lamuhum illaa qaleel; falaa tumaari feehim illaa miraaa'an zaahiranw wa laa tastafti feehim minhum ahadaa" } }, "translation": { "en": "They will say there were three, the fourth of them being their dog; and they will say there were five, the sixth of them being their dog - guessing at the unseen; and they will say there were seven, and the eighth of them was their dog. Say, [O Muhammad], \"My Lord is most knowing of their number. None knows them except a few. So do not argue about them except with an obvious argument and do not inquire about them among [the speculators] from anyone.\"", "id": "Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, ”(Jumlah mereka) tiga (orang), yang ke empat adalah anjingnya,” dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang ke delapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2162", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2162.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2162.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan perbedaan pendapat penduduk negeri tentang penghuni gua itu, ayat selanjutnya menguraikan perbedaan pendapat orang-orang yang datang kemudian, termasuk kaum musyrik Mekah, kaum Yahudi dan Nasrani pada masa Nabi Muhammad. Nanti ada orang yang memperbincangkan berapa jumlah penghuni gua itu. Mereka mengatakan, \"Jumlah mereka itu tiga orang, yang keempat adalah anjingnya,\" dan yang lain mengatakan, \"Jumlah mereka lima orang, yang ke enam adalah anjingnya,\" Perkataan itu mereka ucapkan sebagai terkaan terhadap sesuatu yang gaib tanpa dasar atau alasan apa pun; dan yang lain lagi mengatakan, \"Jumlah mereka tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya.\" Katakanlah wahai Nabi Muhammad, terhadap mereka yang mengatakan itu, \"Tuhanku yang memelihara dan membimbingku lebih mengetahui dari siapa pun jumlah mereka secara pasti; tidak ada yang mengetahui bilangan mereka kecuali yang diberitahu oleh Allah, dan mereka yang diberi tahu oleh Allah itu sedikit.\" Karena itu janganlah engkau wahai Nabi Muhammad dan wahai kaum muslim berbantah tentang hal mereka, yakni Ashhabul-Kahf kecuali perbantahan lahir saja yang disertai bukti-bukti yang jelas dan jangan engkau menanyakan tentang mereka pemuda-pemuda Ashhabul-Kahf itu kepada siapa pun, setelah datang berita yang pasti dari Tuhanmu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan perselisihan pendapat yang terjadi pada masa Rasulullah saw mengenai kisah ini. Orang Nasrani dari aliran Malkaniyah berkata, \"Mereka itu berjumlah tiga orang, yang keempat adalah anjingnya.\" Orang Nasrani dari aliran Ya'qubiyah berpendapat, \"Mereka itu berjumlah lima orang dan yang keenam adalah anjingnya.\" Sedangkan golongan Nasthuriyah mengatakan, \"Mereka itu tujuh orang dan yang kedelapan adalah anjingnya.\" Dalam hal ini Allah berfirman bahwa mereka mengatakan tiga atau lima orang itu hanyalah perkiraan semata, dan tidak disertai dengan pengetahuan, seperti melemparkan batu di malam hari ke suatu sasaran yang tidak tampak oleh mata. Tetapi Allah tidak menyatakan terhadap orang yang mengatakan tujuh orang sebagai perkiraan yang tidak menentu. Oleh karena itu, menurut Ibnu 'Abbas, pendapat yang mengatakan bahwa jumlah mereka itu tujuh orang dan yang kedelapan adalah anjingnya inilah yang benar. Sebab Allah swt menyatakan kedua pendapat sebelumnya sebagai perkiraan yang tidak menentu, namun tidak mengatakan hal yang sama untuk pendapat yang ketiga. Hal ini menunjuk-kan bahwa perkataan yang ketiga itulah yang benar dan menunjukkan pula bahwa ucapan itu berdasarkan pengetahuan, keyakinan, dan kemantapan batin.\n\nMengenai nama-nama mereka yang tujuh itu, yang bermacam-macam pengucapannya, menurut al-hafidh Ibnu hajar dalam Kitab Tarikh karya Bukhari, tidak ada yang dapat dijadikan rujukan, karena bukan nama Arab. Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan nama-nama mereka sebagai berikut: Maksalmina (yang tertua), Tamlikha (yang kedua), Marthunus, Birunus, Dominus, Yathbunus, Falyastathyunus, dan nama anjingnya Hamran atau Qitmir. Nama-nama ini diambil dari Ahli Kitab, sehingga kebenarannya masih diragukan. Hanya Allah yang lebih mengetahui.\n\nKemudian Allah swt memerintahkan Rasul-Nya untuk mengemukakan kepada mereka yang berselisih tentang berapa jumlah pemuda penghuni gua itu bahwa Allah swt lebih mengetahui jumlah mereka. Tidak perlu mem-bicarakan hal seperti itu tanpa pengetahuan, lebih baik menyerahkannya kepada Allah. Seandainya Allah memberitahu Rasul-Nya tentang hal itu, tentu beliau akan menyampaikannya kepada umatnya jika bermanfaat untuk kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Jika hal itu tidak disebutkan, seharusnya tidak perlu membuang-buang tenaga untuk memikirkannya.\n\nTetapi kemudian, Allah menegaskan \"tidak ada orang yang mengetahui jumlah mereka kecuali sedikit\". Di sini Allah mengisyaratkan adanya segelintir manusia yang diberi Allah ilmu untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang penghuni-penghuni gua itu. Siapakah yang sedikit itu? Ibnu 'Abbas, seorang sahabat yang masih muda pada zamannya dan dipandang sebagai tokoh ilmiah di segala bidang, mengatakan bahwa dia termasuk di antara yang sedikit itu. Ahli-ahli sejarah, ahli-ahli ilmu purbakala, mungkin dimasukkan ke dalam golongan yang kecil itu bilamana mereka dengan kegiatan penelitiannya memperoleh fakta-fakta sejarah tentang umat masa lampau. Akan tetapi, yang terpenting untuk umat Islam dari ayat ini bukanlah mencari keterangan tentang jumlah pemuda-pemuda itu, melainkan bagaimana mengambil iktibar dan pelajaran dari peristiwa ini, yang bermanfaat untuk membina iman dan takwa kepada Allah swt.\n\nSetelah Allah menyebutkan kisah ini, Allah melarang Nabi dua hal: Pertama tidak boleh memperdebatkan tentang Ashhabul Kahf kepada Ahli Kitab. Nabi dilarang berdebat tentang hal itu kecuali dengan cara yang lembut, tanpa menentukan bilangan jumlah Ashhabul Kahf, dan tidak membodoh-bodohkan mereka karena hal itu tidak bermanfaat. Tujuan utama kisah ini adalah mengimani bahwa hari kebangkitan pasti terjadi. \n\nDi lain surah dengan maksud yang sama Allah berfirman:\n\nDan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka. (al-'Ankabut/29: 46)\n\nLarangan kedua, Allah swt memerintahkan kepada Nabi saw agar tidak meminta keterangan tentang pemuda-pemuda itu kepada orang-orang Nasrani karena mereka juga tidak punya dasar pengetahuan tentang itu. Mereka hanya memperkirakan saja dan tanpa dalil yang kuat." } } }, { "number": { "inQuran": 2163, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 15, "page": 296, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064c \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u063a\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa taqoolanna lishai'in innee faa'ilun zaalika ghadaa" } }, "translation": { "en": "And never say of anything, \"Indeed, I will do that tomorrow,\"", "id": "Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2163", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2163.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2163.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi tentang roh, kisah penghuni gua dan kisah Zulkarnain. Nabi Muhammad menyuruh mereka datang besok pagi dan beliau menjanjikan akan menceritakan kepada meraka peristiwa ini. Allah memberi pelajaran dalam ayat ini, dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, yakni menjanjikan akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan atau melakukan sesuatu dengan berkata \"Aku pasti melakukan itu besok pagi,", "long": "Sewaktu kaum musyrikin mengajukan tiga buah pertanyaan kepada Nabi Muhammad saw, atas saran dari pendeta-pendeta Yahudi di Madinah, yaitu tentang Ashhabul Kahf, dzul Qarnain, dan roh, maka beliau mengatakan, \"Besok pagi saya akan menjawab apa yang kalian tanyakan.\" Beliau tidak menyebutkan dalam perkataannya kata-kata insya Allah. Sebelum mengakhiri kisah Ashhabul Kahf, dalam ayat ini, Allah swt mengingatkan Rasul-Nya supaya beliau tidak mengucapkan janji atau suatu pernyataan untuk suatu pekerjaan dengan pasti dengan berkata, \"Besok pagi akan kukerjakan.\" Seharusnya beliau mengetahui bahwa tidak seorangpun yang tahu dengan pasti apa yang akan terjadi besok pagi.\n\nFirman Allah:\n\nDan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. (Luqman/31: 34)\n\nApa yang beliau janjikan kepada kaum musyrikin itu ternyata lima belas hari kemudian baru dapat beliau penuhi, yakni sesudah wahyu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu diturunkan." } } }, { "number": { "inQuran": 2164, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 15, "page": 296, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u062a\u064e \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0646\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u0650\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0634\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illaaa any yashaaa'al laah; wazkur Rabbaka izaa naseeta wa qul 'asaaa any yahdiyani Rabbee li aqraba min haazaa rashadaa" } }, "translation": { "en": "Except [when adding], \"If Allah wills.\" And remember your Lord when you forget [it] and say, \"Perhaps my Lord will guide me to what is nearer than this to right conduct.\"", "id": "kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2164", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2164.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2164.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali engkau janjikan hal itu dengan mengatakan Insya Allah, yakni jika dikehendaki Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa mengaitkan janjimu dengan kehendak Allah, begitu engkau ingat, kaitkanlah janjimu itu dengan mengatakan Insya Allah dan katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku untuk menjelaskan sesuatu kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini, yakni dari kisah penghuni gua dalam memberi petunjuk kepada kenabianku.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa jawaban Nabi terhadap pertanyaan orang-orang musyrik Mekah hendaklah disertai dengan kata-kata \"insya Allah\" yang artinya \"jika Allah mengizinkan\". Sebab ada kemungkinan seseorang akan meninggal dunia sebelum hari besok itu datang dan barangkali ada suatu halangan, sehingga dia tidak dapat mengerjakan apa yang diucapkannya itu. Bilamana dia menyertainya dengan kata insya Allah, tentulah dia tidak dipandang pendusta dalam janjinya.\n\nSekiranya seseorang terlupa mengucapkan kata-kata insya Allah dalam janjinya, hendaklah dia mengucapkan kalimat itu sewaktu dia teringat kapan saja. Sebagai contoh pernah Rasul saw mengucapkan kata insya Allah setelah dia teringat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa beliau mengucapkan, \"Demi Allah pasti akan memerangi Quraisy,\" kemudian beliau diam lalu berkata, \"Insya Allah ........\"\n\nAllah swt kemudian menyuruh Rasul-Nya supaya mengharapkan dengan sangat kepada-Nya supaya Allah memberikan petunjuk kepada beliau ke jalan yang lebih dekat kepada kebaikan dan lebih kuat untuk dijadikan alasan bagi kebenaran agama. Allah swt telah memenuhi harapan Nabi saw tersebut dengan menurunkan kisah nabi-nabi beserta umat mereka masing-masing pada segala zaman. Dari kisah nabi-nabi dan umatnya itu, umat Islam memperoleh pelajaran yang sangat berfaedah bagi kehidupan mereka dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2165, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 15, "page": 296, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064e\u0647\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064d \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa labisoo fee kahfihim salaasa mi'atin sineena wazdaadoo tis'aa" } }, "translation": { "en": "And they remained in their cave for three hundred years and exceeded by nine.", "id": "Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2165", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2165.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2165.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memberikan tuntunan kepada Nabi Muhammad, ayat ini meneruskan kembali kisah penghuni gua. Dan mereka tinggal dalam gua dalam keadaan tertidur di dalamnya selama tiga ratus tahun menurut perhitungan tahun Syamsiah yang digunakan kaum Yahudi dan Nasrani dan ditambah sembilan tahun jika dihitung menurut perhitungan tahun Qamariah yang digunakan oleh penduduk negeri Mekah saat itu.", "long": "Allah lalu menjelaskan tentang berapa lama Ashhabul Kahf tinggal dalam gua sesudah ditutup pendengaran mereka. Mereka tidur dalam gua itu selama tiga ratus tahun menurut perhitungan ahli kitab berdasarkan tahun matahari (syamsiah) atau tiga ratus tahun lebih sembilan tahun menurut perhitungan orang Arab berdasar bilangan tahun bulan (qamariah).\n\nPenjelasan Allah tentang berapa lama Ashhabul Kahf tidur di dalam gua merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad. Beliau tidak belajar ilmu falak tapi mengetahui selisih hitungan sembilan tahun antara perhitungan dengan sistem matahari selama 300 tahun dengan sistem perhitungan tahun bulan. Setiap seratus tahun matahari, tiga tahun selisih hitungannya dengan tahun bulan. Setiap tiga puluh tahun matahari, selisih hitungannya satu tahun dengan tahun bulan dan setiap satu tahun matahari berselisih sebelas hari dengan tahun bulan.\n\nPengetahuan di atas tentu datang dari Allah. Allah pula yang mengalih-kan perhatian manusia kepada keindahan yang terdapat di permukaan bumi seperti matahari, cahaya bulan, dan segala keindahan yang ditimbulkan oleh sinar matahari itu. Pertukaran musim melahirkan berbagai keindahan, dan pertukaran musim itu sendiri disebabkan perubahan letak matahari. Demi-kian pula tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang, yang beraneka ragam dalam hidupnya, tergantung kepada sinar matahari yang dipancarkan ke bumi. Nabi Muhammad saw diutus kepada umat manusia agar menerangkan bahwa mempelajari segala keindahan yang ada di bumi ini lebih mendekat-kan diri kepada kebenaran dan keesaan Allah. Penciptaan alam raya ini lebih rumit daripada penciptaan manusia itu sendiri. Allah berfirman:\n\nSungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Gafir/40: 57)" } } }, { "number": { "inQuran": 2166, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 15, "page": 296, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u0652 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0641\u0650\u064a \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qulil laahu a'lamu bimaa labisoo lahoo ghaibus samaawaati wal ardi absir bihee wa asmi'; maa lahum min doonihee minw waliyyinw wa laa yushriku fee hukmihee ahadaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Allah is most knowing of how long they remained. He has [knowledge of] the unseen [aspects] of the heavens and the earth. How Seeing is He and how Hearing! They have not besides Him any protector, and He shares not His legislation with anyone.\"", "id": "Katakanlah, “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2166", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2166.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2166.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah kepada siapa yang tidak percaya atau membantah keterangan ini, \"Allah yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal di dalam gua; betapa tidak, sebab milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi, tidak ada sesuatu pun yang terluput dari pengetahuan-Nya. Alangkah terang penglihatan-Nya terhadap segala sesuatu dan alangkah tajam pendengaran-Nya terhadap suara; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka penduduk langit maupun bumi selain Dia Yang Mahakuasa atas segala sesuatu; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan, sebab Dia tidak membutuhkan siapa pun menjadi sekutu bagi-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt memerintahkan Rasul saw agar menyatakan kepada mereka yang masih berselisih tentang berapa lama Ashhabul Kahf tidur di dalam gua, bahwa Tuhan lebih mengetahui lamanya mereka tidur dalam gua itu. Apa yang diterangkan Allah itu pasti benar, tidak ada keraguan padanya. Para ahli kitab berselisih tentang lamanya waktu mereka tidur seperti halnya mereka berselisih tentang jumlahnya. Hanya Allah yang mengetahui berapa lama mereka tidur, karena memang Dialah Yang Maha Mengetahui dan memiliki ilmu pengetahuan tentang segala yang gaib, baik di bumi maupun di langit. Dialah Yang Maha Mengetahui segala hal ihwal manusia yang tersembunyi, dan tidak ada sesuatupun yang tertutup bagi-Nya. Oleh karena itu, manusia tidak perlu lagi membicarakan berapa lama penghuni gua itu tidur di tempatnya, tetapi serahkan hal itu kepada Allah, karena Dia itulah yang mengetahui hal-hal yang gaib, apalagi hal-hal yang nyata. Sungguh alangkah terangnya penglihatan Allah atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, dan alangkah tajamnya pendengaran-Nya terhadap segala macam suara dan bunyi dari makhluk-Nya. Tidak ada seorangpun yang dapat menjadi pelindung bagi penghuni-penghuni gua itu selain Allah. Dialah yang memelihara dan mengurus segala hal ihwal mereka dengan sebaik-baiknya. Dan Dia tidak bersekutu dengan seorangpun dalam menetapkan keputusan." } } }, { "number": { "inQuran": 2167, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 15, "page": 296, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0652\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e \u0644\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Watlu maaa oohiya ilaika min Kitaabi Rabbika laa mubaddila li Kalimaatihee wa lan tajida min doonihee multahadaa" } }, "translation": { "en": "And recite, [O Muhammad], what has been revealed to you of the Book of your Lord. There is no changer of His words, and never will you find in other than Him a refuge.", "id": "Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur'an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2167", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2167.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2167.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah selesai menceritakan kisah penguni gua, ayat ini kembali menyampaikan pesan-pesan yang disampaikan pada permulaan surah ini. Dan bacakanlah wahai Nabi Muhammad apa yang diwahyukan Allah kepadamu, yaitu Al-Qur'an, Kitab Tuhanmu. Tidak ada siapa pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya, yakni wahyu-Nya atau ketetapanketetapan-Nya. Dan ketahuilah engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya. Oleh karena itu, janganlah engkau lalai melaksanakan tuntunan Tuhanmu.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt memerintahkan Rasul-Nya agar mem-bacakan Al-Qur'an yang diwahyukan kepadanya, mengamalkan isinya, menyampaikan kepada umat manusia, dan mengikuti perintah dan larangan yang tercantum di dalamnya. Tugas Rasul saw adalah menyampaikan wahyu Allah itu kepada umat manusia, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nWahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (al-Ma'idah/5: 67)\n\nRasulullah tidak perlu mempedulikan perkataan orang-orang yang menghendaki agar ayat-ayat Al-Qur'an itu didatangkan sesuai dengan kepentingan mereka. Mereka berkata, \"Datangkan ayat Al-Qur'an yang lain daripada ini atau ganti dengan yang lain.\" Sesungguhnya tidak ada seorangpun yang dapat mengganti ataupun mengubah kalimat-kalimat Al-Qur'an, baik kalimat perintah ataupun larangan, baik kalimat ancaman terhadap mereka yang melakukan kemaksiatan ataupun janji Allah kepada mereka yang taat dan berbuat kebaikan. Hanya Allah Yang Kuasa mengubah atau mengganti kalimatnya berdasarkan hikmah-Nya. Firman Allah swt:\n\nAllah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfudh). (ar-Ra'd/13: 39)\n\nPergantian ayat oleh Allah dalam Al-Qur'an dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang lebih besar manfaatnya, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan apabila Kami mengganti suatu ayat dengan ayat yang lain, dan Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya¦. (an-Nahl/16: 101)\n\nSegala ketentuan atau hukum yang telah ditetapkan Allah haruslah dipatuhi. Jika tidak, pasti akan ada hukuman yang diberikan Allah sesuai dengan apa yang sebelumnya telah diancamkan kepada orang-orang yang melanggar garis-garis yang ditetapkan-Nya. Tak seorang pun yang dapat menjadi pelindung, kecuali Allah swt karena kekuasaan-Nya meliputi makhluk-Nya. Tak seorangpun yang dapat lolos dari hukuman yang telah ditetapkan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2168, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 15, "page": 297, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0641\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0641\u064f\u0631\u064f\u0637\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wasbir nafsaka ma'al lazeena yad'oona Rabbahum bilghadaati wal'ashiyyi yureedoona Wajhahoo wa laa ta'du 'aynaaka 'anhum tureedu zeenatal hayaatid dunyaa wa laa tuti' man aghfalnaa qalbahoo 'an zikrinaa wattaba'a hawaahu wa kaana amruhoo furutaa" } }, "translation": { "en": "And keep yourself patient [by being] with those who call upon their Lord in the morning and the evening, seeking His countenance. And let not your eyes pass beyond them, desiring adornments of the worldly life, and do not obey one whose heart We have made heedless of Our remembrance and who follows his desire and whose affair is ever [in] neglect.", "id": "Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2168", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2168.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2168.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bersabarlah engkau wahai Nabi Muhammad bersama orang-orang yang beriman yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan berzikir dan berdoa dengan mengharap keridaan-Nya,bukan karena mengharap kesenangan duniawi; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka walaupun mereka miskin, lalu mengarah perhatianmu kepada orang-orang kafir karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, sebab keengganannya mengikuti tuntunan yang Kami wahyukan serta menuruti keinginannya yang teperdaya oleh kesenangan duniawi dan keadaannya yang demikian itu sudah melewati batas.", "long": "Diriwayatkan bahwa 'Uyainah bin Hishn al-Fazary datang kepada Nabi Muhammad saw sebelum dia masuk Islam. Ketika itu beberapa orang sahabat Nabi yang fakir berada di sampingnya, di antaranya adalah Salman al-Farisi yang sedang berselimut jubah dan tubuhnya mengeluarkan keringat, karena sedang menganyam daun korma. 'Uyainah berkata kepada Rasul saw, \"Apakah bau mereka (sahabat-sahabat yang fakir) tidak mengganggumu? Kami ini pemuka-pemuka bangsawan suku Mudar. Jika kami masuk Islam, maka semua suku Mudar akan masuk Islam. Tidak ada yang mencegah kami untuk mengikutimu, kecuali kehadiran mereka. Oleh karena itu, jauhkanlah mereka agar kami mengikutimu atau adakan untuk mereka majelis tersendiri, dan kami majelis tersendiri pula.\" Kemudian turunlah ayat ini. Dalam ayat ini, Allah swt memerintahkan Rasul-Nya agar bersabar dan dapat menahan diri untuk duduk bersama dengan beberapa orang sahabatnya yang tekun dalam ibadah sepanjang hari karena mengharapkan rida Allah swt semata. Para sahabat itu hidup dalam kesederhanaan jauh dari kenikmatan duniawi. Mereka itu antara lain ialah: Ammar bin Yasir, Bilal, shuhaib, Ibnu Mas'ud, dan sahabat-sahabat lainnya. Di surah yang lain, Allah berfirman: Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim. (al-An'am/6: 52) Sikap kaum musyrikin terhadap sahabat-sahabat Nabi yang fakir itu sama halnya dengan sikap kaum Nuh terhadap pengikut-pengikut Nabi Nuh a.s. sebagaimana difirmankan Allah swt: Mereka berkata, \"Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?\" (asy-Syu'ara'/26: 111) Sudah semestinya Rasul saw tidak mengindahkan sikap orang kafir itu. Allah swt memperingatkan beliau agar jangan sampai meninggalkan dan meremehkan sahabat-sahabatnya yang fakir, karena hanya didorong oleh kepentingan duniawi atau disebabkan adanya harapan terhadap keimanan orang-orang yang kaya dari kaum musyrikin. Para sahabat itu adalah orang-orang yang dengan ikhlas hatinya memilih jalan hidup sederhana dan rela meninggalkan segala kelezatan duniawi semata-mata untuk mencari rida Allah. Rasul saw mengucapkan syukur kepada Allah atas kehadiran mereka itu di tengah-tengah umatnya. Katanya: Segala puji bagi Allah yang telah menghadirkan di kalangan umatku orang yang aku diperintahkan untuk sabar menahan diriku bersama dia. (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari, Ath-thabrani, dan Ibnu Mardawaih) Dengan demikian, memandang rendah dan meremehkan orang-orang yang hidup miskin dan melarat, tidak dibenarkan oleh agama Islam, terutama bila mereka orang ahli ibadah dan takwa. Allah dengan tegas melarang Muhammad saw menuruti keinginan para pemuka kaum musyrikin untuk menyingkirkan orang-orang yang fakir dari majelisnya. Orang yang meng-ajukan permintaan seperti itu adalah orang-orang yang sudah tertutup jiwa mereka untuk kembali kepada Tuhan, dan memiliki tabiat yang buruk. Perbuatan mereka yang melampaui batas, kefasikan, dan kemaksiatan menambah gelap hati mereka, sehingga akhirnya mereka bergelimang dalam dosa.\n\n(29) Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan Rasul-Nya supaya menegaskan kepada orang-orang kafir bahwa kebenaran yang disampaikan kepada mereka itu berasal dari Allah, Tuhan semesta alam. Kewajiban mereka adalah mengikuti kebenaran itu dan mengamalkannya. Manfaat dari kebenaran itu, tentulah kembali kepada mereka yang mengamalkannya. Demikian pula sebaliknya, akibat buruk dari pengingkaran terhadap kebenar-an itu kembali kepada mereka yang mengingkarinya. Oleh karena itu, barang siapa yang ingin beriman kepada-Nya dan masuk ke dalam barisan orang-orang yang beriman, hendaklah segera berbuat tanpa mengajukan syarat-syarat dan alasan-alasan yang dibuat-buat sebagaimana halnya pemuka-pemuka musyrikin yang memandang rendah orang-orang mukmin yang fakir. Juga demikian halnya bagi siapa yang ingkar dan meremehkan kebenaran. Rasulullah saw tidak akan memperoleh kerugian apa-apa karena keingkaran itu, sebagaimana halnya beliau tidak akan memperoleh ke-untungan apapun jika mereka beriman. Allah swt berfirman:\n\nJika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (al-Isra'/17: 7)\n\nTetapi jika manusia memilih kekafiran dan melepaskan keimanan, berarti mereka telah melakukan kezaliman, yakni meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Oleh karena itu, Allah memberikan ancaman yang keras kepada mereka, yaitu akan melemparkan mereka ke dalam neraka. Mereka tidak akan lolos dari neraka itu, karena api neraka yang bergejolak itu mengepung mereka dari segala penjuru, sehingga mereka laksana orang yang tertutup dalam kurungan. Bilamana dalam neraka itu mereka saling meminta minum karena dahaga, maka akan diberi air yang panasnya seperti cairan besi yang mendidih yang menghanguskan muka mereka. Sungguh sangat jelek air yang mereka minum itu. Tidak mungkin air minum yang panasnya seperti itu dapat menyegarkan kerongkongan, dan menghilangkan dahaga orang yang sedang kepanasan, bahkan sebaliknya, menghancurkan diri mereka. Neraka yang mereka tempati itu adalah tempat yang paling buruk dan penuh dengan siksaan." } } }, { "number": { "inQuran": 2169, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 15, "page": 297, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u0637\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0631\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a\u062b\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u063a\u064e\u0627\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e \u06da \u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064f\u0631\u0652\u062a\u064e\u0641\u064e\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qulil haqqu mir Rabbikum faman shaaa'a falyu minw wa man shaaa'a falyakfur; innaaa a'tadnaa lizzaalimeena Naaran ahaata bihim suraadiquhaa; wa iny yastagheesoo yaghaasoo bimaaa'in kalmuhli yashwil wujooh' bi'sash-sharaab; wa saaa'at murtafaqaa" } }, "translation": { "en": "And say, \"The truth is from your Lord, so whoever wills - let him believe; and whoever wills - let him disbelieve.\" Indeed, We have prepared for the wrongdoers a fire whose walls will surround them. And if they call for relief, they will be relieved with water like murky oil, which scalds [their] faces. Wretched is the drink, and evil is the resting place.", "id": "Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barangsiapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2169", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2169.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2169.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah wahai Nabi Muhammad, kepada siapa saja bahwa Kebenaran, yakni Al-Qur'an yang kusampaikan kepadamu itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa di antara kamu yang ingin beriman kepada wahyu yang kusampaikan hendaklah dia beriman, keuntungan dan manfaatnya akan kembali kepada diri mereka sendiri, dan barang siapa di antara kamu yang ingin kafir, menolak kebenaran itu, biarlah dia kafir, kerugian dan mudaratnya akan kembali kepada diri mereka sendiri. Allah menerangkan kerugian yang akan menimpa mereka dengan menyatakan, \"Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yakni mereka yang angkuh dan menolak kebenaran yang kusampaikan, yang gejolaknya mengepung mereka dari segala penjuru. Jika mereka meminta pertolongan dari panasnya api neraka itu, mereka akan diberi minum dengan air seperti cairan besi atau minyak yang keruh yang mendidih yang panasnya menghanguskan wajah bila didekatkan kepadanya. Itulah minuman yang paling buruk dan neraka tempat dihidangkan minuman itu adalah tempat istirahat yang paling jelek.", "long": "Diriwayatkan bahwa 'Uyainah bin Hishn al-Fazary datang kepada Nabi Muhammad saw sebelum dia masuk Islam. Ketika itu beberapa orang sahabat Nabi yang fakir berada di sampingnya, di antaranya adalah Salman al-Farisi yang sedang berselimut jubah dan tubuhnya mengeluarkan keringat, karena sedang menganyam daun korma. 'Uyainah berkata kepada Rasul saw, \"Apakah bau mereka (sahabat-sahabat yang fakir) tidak mengganggumu? Kami ini pemuka-pemuka bangsawan suku Mudar. Jika kami masuk Islam, maka semua suku Mudar akan masuk Islam. Tidak ada yang mencegah kami untuk mengikutimu, kecuali kehadiran mereka. Oleh karena itu, jauhkanlah mereka agar kami mengikutimu atau adakan untuk mereka majelis tersendiri, dan kami majelis tersendiri pula.\" Kemudian turunlah ayat ini.\n\nDalam ayat ini, Allah swt memerintahkan Rasul-Nya agar bersabar dan dapat menahan diri untuk duduk bersama dengan beberapa orang sahabatnya yang tekun dalam ibadah sepanjang hari karena mengharapkan rida Allah swt semata. Para sahabat itu hidup dalam kesederhanaan jauh dari kenikmatan duniawi. Mereka itu antara lain ialah: Ammar bin Yasir, Bilal, shuhaib, Ibnu Mas'ud, dan sahabat-sahabat lainnya.\n\nDi surah yang lain, Allah berfirman:\n\nJanganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim. (al-An'am/6: 52)\n\nSikap kaum musyrikin terhadap sahabat-sahabat Nabi yang fakir itu sama halnya dengan sikap kaum Nuh terhadap pengikut-pengikut Nabi Nuh a.s. sebagaimana difirmankan Allah swt:\n\nMereka berkata, \"Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?\" (asy-Syu'ara'/26: 111)\n\nSudah semestinya Rasul saw tidak mengindahkan sikap orang kafir itu. Allah swt memperingatkan beliau agar jangan sampai meninggalkan dan meremehkan sahabat-sahabatnya yang fakir, karena hanya didorong oleh kepentingan duniawi atau disebabkan adanya harapan terhadap keimanan orang-orang yang kaya dari kaum musyrikin. Para sahabat itu adalah orang-orang yang dengan ikhlas hatinya memilih jalan hidup sederhana dan rela meninggalkan segala kelezatan duniawi semata-mata untuk mencari rida Allah. Rasul saw mengucapkan syukur kepada Allah atas kehadiran mereka itu di tengah-tengah umatnya. Katanya:\n\nSegala puji bagi Allah yang telah menghadirkan di kalangan umatku orang yang aku diperintahkan untuk sabar menahan diriku bersama dia. (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari, Ath-thabrani, dan Ibnu Mardawaih)\n\nDengan demikian, memandang rendah dan meremehkan orang-orang yang hidup miskin dan melarat, tidak dibenarkan oleh agama Islam, terutama bila mereka orang ahli ibadah dan takwa. Allah dengan tegas melarang Muhammad saw menuruti keinginan para pemuka kaum musyrikin untuk menyingkirkan orang-orang yang fakir dari majelisnya. Orang yang meng-ajukan permintaan seperti itu adalah orang-orang yang sudah tertutup jiwa mereka untuk kembali kepada Tuhan, dan memiliki tabiat yang buruk. Perbuatan mereka yang melampaui batas, kefasikan, dan kemaksiatan menambah gelap hati mereka, sehingga akhirnya mereka bergelimang dalam dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 2170, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 15, "page": 297, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0636\u0650\u064a\u0639\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati innaa laa nudee'u ajra man ahsana 'amalaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed and done righteous deeds - indeed, We will not allow to be lost the reward of any who did well in deeds.", "id": "Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2170", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2170.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2170.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan sesuai tuntunan Kami. Kepada mereka Kami memberikan pahala yang besar. Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan pahala bagi orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an dan mengamalkan segala perintah Allah dan Rasul dengan sebaik-baiknya, yaitu diberi pahala yang besar. Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala dari amal kebajikan yang mereka lakukan, dan tidak pula mengurangi hak-hak mereka sedikit pun. Banyak janji Allah dalam Al-Qur'an kepada orang-orang mukmin di antaranya bilamana mereka melakukan amal kebajikan, sedikit pun Allah tidak akan menyia-nyiakannya. Setiap amal kebajikan, meskipun hanya sebesar biji sawi, tentu diberi ganjaran oleh Allah swt, sebagaimana firman-Nya:\n\nMaka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (al-Zalzalah/99: 7-8)" } } }, { "number": { "inQuran": 2171, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 15, "page": 297, "manzil": 4, "ruku": 255, "hizbQuarter": 118, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u064a\u064f\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e \u062b\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u062e\u064f\u0636\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0646\u062f\u064f\u0633\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0642\u064d \u0645\u0651\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u0650 \u06da \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u062d\u064e\u0633\u064f\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064f\u0631\u0652\u062a\u064e\u0641\u064e\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika lahum Jannaatu 'Adnin tajree min tahtihimul anhaaru yuhallawna feehaa min asaawira min zahabinw wa yalbasoona siyaaban khudram min sundusinw wa istabraqim muttaki'eena feehaa 'alal araaa'ik; ni'mas sawaab; wa hasunat murtafaqaa" } }, "translation": { "en": "Those will have gardens of perpetual residence; beneath them rivers will flow. They will be adorned therein with bracelets of gold and will wear green garments of fine silk and brocade, reclining therein on adorned couches. Excellent is the reward, and good is the resting place.", "id": "Mereka itulah yang memperoleh Surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2171", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2171.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2171.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah orang-orang yang tinggi kedudukannya yang memperoleh Surga 'Adn, yang mengalir di antara pepohonan yang tumbuh di bawahnya sungai-sungai; di dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang yang terbuat dari emas dan mereka memakai pakaian berwarna hijau yang terbuat dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka di dalam menikmati keindahan itu duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang diberi bantal dan tirai yang indah. Itulah sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah yang memberikan manfaat dan kebahagiaan yang sebesar-besarnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menguraikan ganjaran bagi orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an dan mengerjakan amal saleh. Allah swt menyediakan untuk mereka surga 'Adn yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Surga 'Adn itu sangat luas, sehingga taman-taman yang ada di dalamnya bagaikan surga tersendiri. Mereka juga dianugerahi perhiasan-perhiasan yang indah, yaitu gelang mas yang menghiasi tangan mereka. Perhiasan yang gemerlap itu hanya memenuhi tangan mereka yang dahulu disentuh air wudu.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nPerhiasan orang-orang yang beriman itu (di surga) memenuhi tempat yang dicapai oleh wuduk. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDi samping perhiasan tersebut, mereka juga mengenakan pakaian sutra yang halus dan tebal berwarna hijau dan berlapiskan benang-benang emas. Sungguh pakaian itu terhitung pakaian yang sangat mewah dalam kehidupan duniawi. Warna hijau adalah warna alami, warna yang menyejukkan pandangan dan perasaan. Untuk tempat mereka beristirahat dalam surga disediakan beberapa buah arikah (sofa) sejenis tempat duduk sambil bertelekan menikmati istirahatnya. Demikian itulah surga, pahala yang paling baik dan tempat yang indah, yang disediakan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 2172, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 15, "page": 297, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u062d\u064e\u0641\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0646\u064e\u062e\u0652\u0644\u064d \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0631\u0652\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wadrib lahum masalar rajulaini ja'alnaa li ahadihimaa jannataini min a'naabinw wa hafafnaahumaa binakhilinw wa ja'alnaa bainahumaa zar'aa" } }, "translation": { "en": "And present to them an example of two men: We granted to one of them two gardens of grapevines, and We bordered them with palm trees and placed between them [fields of] crops.", "id": "Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2172", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2172.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2172.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berikanlah wahai Nabi Muhammad kepada mereka, yakni orangorang musyrik yang teperdaya oleh kesenangan dunia sebuah perumpamaan yang menggambarkan dua orang laki-laki; seorang dari keduanya beriman kepada Tuhan dan seorang lagi tidak; Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya, yakni kepada orang yang tidak beriman dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang yang subur.", "long": "Dalam ayat ini, dua orang laki-laki dijadikan Allah sebagai per-umpamaan untuk menjelaskan kepada para pemuka musyrik yang kaya itu tentang perbedaan antara iman dan kufur, atau antara hamba yang mulia di sisi-Nya dengan yang hina. Ulama berbeda pendapat, apakah cerita dalam ayat ini hanya perumpamaan saja, tidak ada dalam kenyataan sejarah, atau hal ini merupakan kisah nyata. \n\nMereka yang berpendapat bahwa kisah ini merupakan kisah nyata berbeda tentang siapa yang dimaksudkan dengan dua orang ini. Menurut riwayat yang disebutkan Imam al-Qurthubi, ada yang mengatakan kedua laki-laki itu adalah penduduk Mekah dari kabilah Bani Makhzum. Mereka berdua bersaudara, yang mukmin bernama Yahuza dan yang kafir bernama Qurthus. Keduanya semula bersama-sama dalam suatu usaha, kemudian berpisah dan membagi kekayaan mereka. Masing-masing menerima ribuan dinar. Yahuza menggunakan uangnya seribu dinar untuk membebaskan budak, seribu dinar untuk membelikan makanan bagi orang-orang yang terlantar, dan seribu dinar untuk membelikan pakaian orang-orang yang lapar. Adapun Qurthus menggunakan uangnya untuk kawin dengan seorang wanita kaya, dan membeli hewan ternak, sehingga harta kekayaan berkembang. Sisa uang yang lain digunakan untuk berdagang dan selalu membawa laba, sehingga dia menjadi orang yang terkaya di negerinya pada saat itu. \n\nSebuah riwayat menyebutkan bahwa kisah ini adalah tentang orang kaya dengan kebun dan tanamannya yang luas. Dia memiliki dua buah kebun anggur yang dikelilingi oleh pohon-pohon korma dan di antara keduanya terdapat sebidang ladang tempat bermacam-macam tanaman dan buah-buahan." } } }, { "number": { "inQuran": 2173, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 15, "page": 297, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0650\u0644\u0652\u062a\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0622\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u0643\u064f\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0641\u064e\u062c\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0647\u064e\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kiltal jannataini aatat ukulahaa wa lam tazlim minhu shai'anw wa fajjarnaa khi laalahumaa naharaa" } }, "translation": { "en": "Each of the two gardens produced its fruit and did not fall short thereof in anything. And We caused to gush forth within them a river.", "id": "Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2173", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2173.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2173.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedua kebun itu menghasilkan buahnya yang banyak, dan ia tidak menzalimi pemiliknya sedikit pun, tidak pernah berkurang buahnya sepanjang masa dan Kami mengalirkan sungai di celah-celah keduanya untuk menambah keindahannya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan tentang keadaan kedua kebun yang penuh dengan buah-buahan sepanjang tahun itu. Pohon-pohonnya selalu rindang dan lebat. Sedikit pun kedua kebun itu tidak pernah mengalami kemunduran dan kekurangan sepanjang musim. Keduanya selalu memberikan hasil yang membawa kemakmuran kepada pemiliknya. Di tengah-tengah kebun itu mengalir sebuah sungai yang setiap waktu dapat mengairi tanah dan ladang-ladang di sekitarnya. Pengairan yang teratur menyebabkan tanaman selalu subur, dan sungai yang mengalir itu benar-benar menambah keindahannya. Itulah kenikmatan besar yang telah dilimpahkan Allah kepada pemiliknya." } } }, { "number": { "inQuran": 2174, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 15, "page": 297, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u064c \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u064e\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kaana lahoo samarun faqaala lisaahibihee wa huwa yuhaawiruhoo ana aksaru minka maalanw wa a'azzu nafaraa" } }, "translation": { "en": "And he had fruit, so he said to his companion while he was conversing with him, \"I am greater than you in wealth and mightier in [numbers of] men.\"", "id": "dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2174", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2174.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2174.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain kebun-kebun itu yang dimilikinya, dia juga memiliki kekayaan besar, seperti emas, perak dan kekayaan lainnya yang berlimpahlimpah sehingga membuat dirinya angkuh, maka dia berkata kepada temannya yang beriman ketika bercakap-cakap dengan dia, Hartaku lebih banyak daripada hartamu yang terdiri dari kebun-kebun dan kekayaan lainnya sebagaimana engkau lihat, dan pengikutku, yakni anak-anakku, keluargaku dan pembantuku lebih kuat daripada pengikutmu, mereka pasti akan membantu dan menolongku kapan saja.", "long": "Allah swt menjelaskan dalam ayat ini bahwa pemilik kebun itu masih memiliki kekayaan lain berupa harta perdagangan emas, perak, dan lain-lainnya yang diperoleh dari penjualan hasil kebun dan ladang. Qurthus benar-benar berada dalam kehidupan yang mewah, dengan harta kekayaan yang melimpah ruah, dan memiliki pembantu-pembantu, buruh-buruh, dan pengawal-pengawal dalam jumlah yang besar. Keadaan yang demikian membuat dirinya sombong dan ingkar kepada Tuhan yang memberikan nikmat itu kepadanya. Dia berkata kepada temannya yang beriman, yang sebelumnya telah menyeru kepadanya agar beriman kepada Allah dan hari kebangkitan, \"Aku mempunyai harta yang lebih banyak daripada kamu, seperti yang kamu saksikan, dan pengikut-pengikutku lebih banyak. Sewaktu-waktu mereka siap mempertahankan diri dan keluargaku dari musuh-musuhku, serta memelihara dan membela hartaku.\" Dengan perkataan ini, dia mengisyaratkan bahwa seseorang dapat hidup bahagia dan jaya tanpa beriman kepada Tuhan seru sekalian alam. Dia beranggapan bahwa segala kejayaan yang dimilikinya dan kenikmatan yang diperolehnya semata-mata berkat kemampuan dirinya. Tiada Tuhan yang dia rasakan turut membantu dan memberi rezeki dan kenikmatan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2175, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064c \u0644\u0651\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0650\u064a\u062f\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa dakhala jannatahoo wa huwa zaalimul linafsihee qaala maaa azunnu an tabeeda haaziheee abadaa" } }, "translation": { "en": "And he entered his garden while he was unjust to himself. He said, \"I do not think that this will perish - ever.", "id": "Dan dia memasuki kebunnya dengan sikap merugikan dirinya sendiri (karena angkuh dan kafir); dia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2175", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2175.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2175.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dia memasuki salah satu dari dua kebunnya mengajak temannya yang mukmin untuk melihat sambil membanggakan kekayaannya sedang ia zalim terhadap dirinya sendiri karena keangkuhan dan kekufurannya atas nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya; ia berkata kepada temannya dengan penuh keangkuhan, \"Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, ia terus membuahkan hasilnya sepanjang masa tidak putus-putusnya,", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa ketika dia memasuki kebunnya bersama saudaranya, dia mengatakan kepada saudaranya yang mukmin, sambil menunjuk kebunnya, bahwa kebun-kebun itu tidak akan binasa selama-lamanya.\n\nAda dua sebab yang mendorongnya berkata demikian:\n\nPertama: Kepercayaan penuh terhadap kemampuan tenaga manusia untuk memelihara kebun-kebun itu, sehingga selamat dari kebinasaan. Dengan kekayaan berupa mas dan perak sebagai modal, dan sumber daya manusia yang berpengalaman dan berpengetahuan tentang perawatan dan pemeliharaan tanaman dan kebun, dia percaya sanggup menjaga kelestarian, keindahan, dan kesuburan kebun dan tanamannya. Ia sama sekali tidak menyadari keterbatasan daya dan akal sehat manusia dan tidak percaya bahwa ada kekuatan gaib yang kuasa berbuat sesuatu terhadap segala kekayaan itu.\n\nKedua: Kepercayaan akan keabadian alam dan zaman serta ketidak-percayaan terhadap hari kiamat. Dia berkeyakinan bahwa segala yang ada ini kekal abadi. Tidak ada yang akan musnah dari alam ini, yang terjadi hanyalah perubahan dan pergantian menurut hukum yang berlaku. Air, tumbuh-tumbuhan, tanah dan lain-lainnya akan terus tersedia dan tidak akan ada putusnya. \n\nDemikianlah pandangan pemilik kebun itu. Sesungguhnya dia telah berbuat zalim dan tidak jujur terhadap dirinya sendiri. Seharusnya dia bersyukur kepada Allah yang telah memberikan segala kenikmatan kepadanya. Tidak ada seorangpun yang hidup bahagia dalam dunia ini dengan hanya berdiri di atas kaki sendiri, tanpa bantuan atau kerjasama dengan orang lain. Mengapa dia menyombongkan diri, padahal dia sebenarnya menyadarinya. Mengapa dia ingkar kepada Tuhan, padahal dia menyadari ikut terlibat dalam perubahan alam itu sendiri, mengapa dia tidak mau mengakui siapakah sebenarnya yang menciptakan semua perubahan dalam alam ini dan yang menciptakan hukum-hukumnya. Mengapa dia tidak jujur terhadap pengakuan hati nuraninya sendiri akan adanya Tuhan Yang Maha Pencipta? Sesungguhnya sikap demikian merupakan kezaliman yang besar." } } }, { "number": { "inQuran": 2176, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u062f\u0650\u062f\u062a\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maaa azunnus Saa'ata qaaa'imatanw wa la'ir rudittu ilaa Rabbee la ajidanna khairam minhaa munqalabaa" } }, "translation": { "en": "And I do not think the Hour will occur. And even if I should be brought back to my Lord, I will surely find better than this as a return.\"", "id": "dan aku kira hari Kiamat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2176", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2176.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2176.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan aku tidak mengira bahwa hari Kiamat itu akan datang dan tidak percaya kepada kebangkitan, dan sekiranya hari kiamat dan kebangkitan itu benar-benar datang seperti yang engkau katakan, lalu aku dikembalikan kepada Tuhanku pada hari kebangkitan, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini, yakni lebih baik daripada keadaanku di dunia pada saat ini.", "long": "Ayat ini mengungkapkan ucapan pemilik kebun itu kepada saudaranya yang mukmin tentang ketidakpercayaannya bahwa hari kiamat itu akan datang. Sekiranya hari kiamat itu datang dan dia dikembalikan kepada Tuhan, dia tentu akan kembali mendapatkan yang lebih baik daripada kebun-kebun yang dimilikinya di dunia ini.\n\nSikap pemilik kebun itu menunjukkan keingkaran akan adanya hari kiamat (hari akhir). Dugaannya bahwa akan mendapatkan kebun-kebun yang lebih baik daripada kebun-kebunnya di dunia ini pada hari kiamat didasarkan atas pengalamannya bahwa kedua kebun yang dimilikinya dan dipercayakan Tuhan kepadanya terus berbuah dan berkembang hanya karena kesanggupan dan usaha yang memilikinya. Oleh karena itu, dimana dan kapan saja, kemusnahan itu selalu menyertainya. Allah swt menggambarkan pula sifat orang kafir ini dalam ayat yang lain dengan firman-Nya:\n\n\"¦Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.....\" (Fushshilat/41: 50)\n\nUcapan yang membawa kepada kekafiran ialah: pertama, pengakuannya tentang keabadian alam; kedua, tentang tidak adanya kebangkitan manusia dari kubur; dan ketiga, anggapannya bahwa ganjaran di akhirat dicerminkan oleh keadaan di dunia. Pandangan terhadap keabadian alam ini meniadakan keputusan dan kehendak Tuhan Pencipta Alam. Keingkarannya terhadap kebangkitan manusia dari kubur menunjukkan bahwa dia meniadakan kekuasaan Allah untuk mengembalikan manusia ke bentuk aslinya. Pandang-an bahwa ganjaran di akhirat dicerminkan oleh kehidupan dunia, misalnya bilamana seseorang di dunia hidup sebagai pemilik kebun, maka ganjaran di akhirat pun baginya sebagai pemilik kebun. Ini adalah kepercayaan primitif, atau kepercayaan yang berdasarkan kebudayaan. Kepercayaan seperti itu berlawanan dengan agama yang bersumber pada wahyu Allah swt yang mempunyai kebijaksanaan dalam memberikan ganjaran kepada hamba-hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2177, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala lahoo saahibuhoo wa huwa yuhaawiruhooo akafarta billazee khalaqaka min turaabin summa min nutfatin summa sawwaaka rajulaa" } }, "translation": { "en": "His companion said to him while he was conversing with him, \"Have you disbelieved in He who created you from dust and then from a sperm-drop and then proportioned you [as] a man?", "id": "Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, “Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2177", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2177.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2177.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Temannya yang beriman berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya untuk menanggapi perkataanya yang sombong dan tidak percaya kepada Tuhan, ia berkata, \"Apakah engkau kafir kepada Tuhan yang menciptakan engkau dari tanah, yakni engkau berasal dari Adam yang diciptakan dari tanah, kemudian dari setetes air mani, yakni engkau sendiri sebagaimana keturunan Adam berasal dari setetes air mani yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan dan makanan yang tumbuh di tanah, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna? Adalah aneh jika engkau tetap ingkar kepada Tuhan dan hari kebangkitan, serta tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Tuhanmu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan jawaban Yahuza untuk membantah pemikiran saudaranya itu. Qurthus, pemilik kebun yang kaya itu, memandang Yahuza rendah karena kemiskinannya. Sebaliknya, Yahuza memandang Qurthus rendah karena kekafirannya. Dalam percakapannya dengan Qurthus, dia menyatakan bahwa tidak patut dia mengingkari kekuasaan Allah yang menciptakan dirinya dari tanah? Bukankah makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau hewan itu dari tanah juga? Dari makanan dan minuman itu terbentuk sel-sel yang akhirnya menjadi nuthfah. Nuthfah berkembang tahap demi tahap karena mendapat makanan, baik dari protein nabati ataupun hewani, sehingga menjadi seorang laki-laki seperti Qurthus. Bagaimana seseorang dapat mengingkari kekuasaan Allah, sedangkan kejadiannya menunjukkan dengan jelas akan adanya kekuasaan itu. Setiap insan sadar akan dirinya, bahwa pada mulanya dia tidak ada, kemudian menjadi ada. Tidak mungkin kehadirannya ke alam wujud ini dihubungkan oleh dirinya sendiri. Satu-satunya Zat yang bisa menghubungkan kejadiannya itu ialah Penciptanya yaitu Allah Rabbul Alamin.\n\nUntuk meyakinkan adanya hari kebangkitan, Allah menjelaskan proses kejadian manusia, sebagaimana firman-Nya:\n\nWahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani. (al-hajj/22: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 2178, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laakinaa Huwal laahu Rabbee wa laa ushriku bi Rabbeee ahadaa" } }, "translation": { "en": "But as for me, He is Allah, my Lord, and I do not associate with my Lord anyone.", "id": "Tetapi aku (percaya bahwa), Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2178", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2178.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2178.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi aku berbeda dengan engkau, aku percaya kepada Tuhan, Dialah Allah, Tuhanku, yang menciptakan, memelihara dan menganugerahkan kepadaku berbagai macam kebaikan. Hanya Dia yang aku sembah, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan pernyataan Yahuza kepada saudaranya yang kafir itu bahwa dia tidak sependapat dengannya. Dia berkeyakinan tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Allah yang memelihara makhluk, Yang Maha Esa, dan Mahakuasa. Yahuza juga mengatakan bahwa dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Pendirian saudaranya bahwa Allah tidak kuasa membangkitkannya dari kubur sama sekali tidak dapat diterima Yahuza karena menganggap Allah lemah dan sama dengan makhluk. Hal demikian, menurutnya, sama dengan syirik. Sikap Yahuza yang tegas di hadapan saudaranya yang kaya itu sangat terpuji, meskipun dia dalam keadaan fakir yang berkedudukan sebagai seorang yang meminta pekerjaan, namun dengan penuh keberanian, dia menyatakan perbedaan identitas (hakikat) pribadinya, yaitu perbedaan yang menyangkut akidah atau keimanan kepada Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 2179, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa law laaa iz dakhalta jannataka qulta maa shaaa'al laahu laa quwwata illaa billaah; in tarani ana aqalla minka maalanw wa waladaa" } }, "translation": { "en": "And why did you, when you entered your garden, not say, 'What Allah willed [has occurred]; there is no power except in Allah '? Although you see me less than you in wealth and children,", "id": "Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, la quwwata illa billah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2179", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2179.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2179.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mengapa engkau tidak mengucapkan, ketika engkau memasuki kebunmu yang subur dan penuh dengan berbagai macam buah dan tanaman \"Ma sya  Alla h, la  quwwata illa  billa h, Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Semestinya engkau ucapkan kalimat itu sebagai tanda syukur kepada Allah yang menciptakan dan menganugerahkan kebaikan kepadamu. Sekiranya engkau melihat harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu, tidaklah mengapa, itulah anugerah Tuhan yang diberikan untukku.", "long": "Yahuza lalu meneruskan kata-katanya kepada Qurthus, \"Seharusnya kamu mengucapkan syukur kepada Allah ketika memasuki kebun-kebunmu dan merasakan kagum terhadap keindahannya. Mengapa kamu tidak mengucapkan pujian kepada Allah atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepadamu, berupa harta dan anak yang banyak yang belum pernah diberikan-Nya kepada orang lain.\"\n\n\"Katakanlah \"masya Allah\" ketika itu, sebagai tanda pengakuan atas kelemahanmu di hadapan-Nya, dan bahwa segala yang ada itu tidak mungkin terwujud tanpa izin dan kemurahan-Nya. Di tangan-Nya nasib kebun-kebun itu, disuburkan menurut kehendak-Nya ataupun dihancurkan menurut kehendak-Nya pula. Mengapa kamu tidak mengucapkan la quwwata illa billahi (tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) sebagai tanda pengakuan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat memakmurkan dan mengurusnya kecuali dengan pertolongan Allah swt.\" Ayat ini mengandung pelajaran tentang zikir yang baik diamalkan. Nabi Muhammad saw berkata kepada sahabatnya, Abu Hurairah:\n\nMaukah aku tunjukkan kepadamu salah satu perbendaharaan surga yang terletak di bawah Arasy? Aku menjawab, \"Ya, saya mau.\" Rasul berkata, \"Kamu membaca la quwwata illa billahi.\" (Riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah)\n\nDemikian pula banyak hadis-hadis Rasul saw yang mengajarkan kepada umatnya sewaktu mendapat nikmat dari Allah supaya dia mengucapkan bacaan itu, Rasulullah saw bersabda:\n\nSetiap Allah swt memberikan kepada seorang hamba nikmat pada keluarga, harta, atau anak lalu dia mengucapkan \"masya' Allah, la quwwata illa billah\", tentu Allah menghindarkan dia dari segala bencana sampai kematiannya, lalu Rasulullah membaca ayat 39 Surah al-Kahf ini. (Riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Mardawaih dari Anas r.a.)\n\nSetelah Yahuza selesai menasehati saudaranya supaya beriman, dan sudah menjelaskan tentang kekuasaan Allah swt, mulailah dia menanggapi perkataan saudaranya yang membanggakan harta dan orang-orangnya. Yahuza berkata, \"Jika kamu memandang aku lebih miskin daripada kamu, baik mengenai harta kekayaan, maupun mengenai anak buah, maka tidaklah mengapa bagiku.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2180, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064e \u0635\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0632\u064e\u0644\u064e\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa'asaa Rabeee any yu'tiyani khairam min jannatika wa yursila 'alaihaa husbaanam minas samaaa'i fatusbiha sa'eedan zalaqaa" } }, "translation": { "en": "It may be that my Lord will give me [something] better than your garden and will send upon it a calamity from the sky, and it will become a smooth, dusty ground,", "id": "Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2180", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2180.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2180.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikan kepadaku kebun yang lebih baik dari kebunmu sekarang ini; dan janganlah engkau membanggakan kekayaanmu, boleh jadi, Dia suatu waktu mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, dan memporak porandakan kebunmu sehingga kebun itu menjadi tanah yang licin, dan hilang kesuburan tanahnya,", "long": "Namun aku mengharapkan agar Allah mengubah keadaanku, memberi aku kekayaan, dan menganugerahkan kepadaku kebun yang lebih baik daripada kebunmu karena imanku kepada-Nya. Sebaliknya, Allah swt akan melenyapkan kenikmatan yang diberikan-Nya kepadamu karena kekafiranmu, dan Dia akan menghancurkan kebun-kebunmu dengan mengirim petir dari langit yang membakar habis semuanya, sehingga menjadi tanah tandus yang licin." } } }, { "number": { "inQuran": 2181, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064e \u0645\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0648\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0637\u064e\u0644\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Aw yusbiha maaa'uhaaa ghawran falan tastatee'a lahoo talabaa" } }, "translation": { "en": "Or its water will become sunken [into the earth], so you would never be able to seek it.\"", "id": "atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2181", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2181.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2181.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau airnya menjadi surut meresap ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi, yakni tidak dapat menemukan lagi sumber air yang dapat mengairi kebunmu.", "long": "\"Atau Allah menghancurkan kebun-kebun itu dengan bencana dari bumi dengan jalan menghisap air yang mengalirinya dan masuk ke dalam perut bumi, sehingga kamu tak dapat berbuat apa-apa untuk mencari air itu lagi.\"\n\nDemikianlah harapan Yahuza yang mukmin itu, agar Allah memperlihat-kan kekuasaan-Nya secara nyata kepada orang yang kafir dan sombong itu. Dengan turunnya hukuman itu, baik berupa bencana dari langit ataupun dari bumi, manusia yang kafir itu bisa menjadi sadar." } } }, { "number": { "inQuran": 2182, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064e \u0628\u0650\u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062e\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0634\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa uheeta bisamarihee faasbaha yuqallibu kaffaihi 'alaa maaa anfaqa feehaa wa hiya khaawiyatun 'alaa 'urooshihaa wa yaqoolu yaalaitanee lam ushrik bi Rabbeee ahadaa" } }, "translation": { "en": "And his fruits were encompassed [by ruin], so he began to turn his hands about [in dismay] over what he had spent on it, while it had collapsed upon its trellises, and said, \"Oh, I wish I had not associated with my Lord anyone.\"", "id": "Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2182", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2182.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2182.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan harta kekayaannya dibinasakan, kebunnya hancur dan semua kekayaannya punah, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya karena sedih dan menyesal terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu yang tak terhitung banyaknya, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya, lalu dia berkata, \"Betapa sekiranya dahulu aku menuruti saran temanku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.\" Ia menyesal, tetapi penyesalannya itu terlambat datangnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa apa yang diharapkan Yahuza akan segera menjadi kenyataan. Allah swt kemudian membinasakan segala harta kekayaan Qurthus. Tadinya ia mengatakan dengan penuh kesombongan bahwa kebun-kebunnya tidak akan binasa selama-lamanya. Tetapi setelah dia menyaksikan kehancuran harta kekayaannya, timbullah kesedihan dan penyesalan yang mendalam, sambil membolak-balikkan dua telapak tangannya sebagai tanda menyesal terhadap lenyapnya segala biaya yang dibelanjakannya untuk membangun kebun-kebunnya selama ini. Semua tanaman dan pohon anggur yang ada dalam kebun itu runtuh bersama penyangganya. Pada saat kesedihannya memuncak, dia teringat kepada nasihat dan ajaran saudaranya, sehingga ia mengerti bahwa bencana itu datang karena kemusyrikan dan kezalimannya terhadap diri sendiri. Lalu keluarlah kata-kata penyesalan dari mulutnya, \"Aduhai, kiranya aku beriman dan bersyukur, tentulah Tuhan tidak akan menghancurkan kebun-kebunku.\"\n\nKata-kata penyesalan yang demikian lahir dari seorang yang sudah berada dalam kesulitan besar yang tak terelakkan lagi. Semua orang bila terjepit dan berada dalam bencana, dia mengeluh dan dari mulutnya keluar kata-kata yang mencerminkan penyesalannya yang mendalam. Sedangkan jika tidak terjepit atau tidak dalam kesengsaraan, dia tidak akan mengeluarkan kata-kata demikian.\n\nFirman Allah swt:\n\nMaka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, \"Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.\" (al-Mu'min/40: 84)" } } }, { "number": { "inQuran": 2183, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lam takul lahoo fi'atuny yansuroonahoo min doonil laahi wa maa kaana muntasiraa" } }, "translation": { "en": "And there was for him no company to aid him other than Allah, nor could he defend himself.", "id": "Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2183", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2183.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2183.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada lagi baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah, padahal sebelumnya dia membanggakan anak-nya, keluarganya dan pengikutnya yang diharapkan menjadi pembela dan penolongnya ketika ditimpa bencana; dan dia pun ketika itu dalam keadaan sangat lemah tidak akan dapat membela dirinya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa tidak ada segolongan orang pun yang sanggup menolong pemilik kebun itu, baik keluarganya, pengawal, buruh-buruh, anak-anak, atau siapa saja yang tadinya menjadi kebanggaannya. Hanya Allah yang dapat menolongnya dari kehancuran dan kebinasaan. Sedangkan orang itu sendiri tidak dapat menolong dirinya sendiri dengan kekuatan yang ada padanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2184, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 256, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hunaalikal walaayatu lillaahil haqq; huwa khairun sawaabanw wa khairun 'uqbaa" } }, "translation": { "en": "There the authority is [completely] for Allah, the Truth. He is best in reward and best in outcome.", "id": "Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2184", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2184.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2184.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di sana, ia menyadari bahwa pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar. Dialah sebaik-baik pemberi pahala, dan sebaik-baik pemberi balasan kepada siapa yang berbuat kebajikan.", "long": "Kemudian Allah swt menegaskan dalam ayat ini bahwa dalam kesulitan dan kesengsaraan seperti yang dialami oleh pemilik kebun itu, benar-benar hanya Allah sendiri yang mempunyai hak dan kekuatan untuk memberikan pertolongan. Akan tetapi, pertolongan itu hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, dan taat serta patuh kepada perintah-Nya. Allah akan membela, menenteramkan hati, dan menyelamatkan mereka dari segala macam muslihat dan tipu daya musuh-musuh mereka. Dialah yang paling baik dalam memberi pahala dan balasan." } } }, { "number": { "inQuran": 2185, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 15, "page": 298, "manzil": 4, "ruku": 257, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0637\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u0647\u064e\u0634\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wadrib lahum masalal hayaatid dunyaa kamaaa'in anzalnaahu minas samaaa'i fakhtalata bihee nabaatul ardi fa asbaha hasheeman tazroo hur riyaah; wa kaanal laahu 'alaa kulli shai'im muqtadiraa" } }, "translation": { "en": "And present to them the example of the life of this world, [its being] like rain which We send down from the sky, and the vegetation of the earth mingles with it and [then] it becomes dry remnants, scattered by the winds. And Allah is ever, over all things, Perfect in Ability.", "id": "Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2185", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2185.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2185.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berilah perumpamaan kepada mereka, semua manusia, bahwa kehidupan dunia adalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu menyirami tumbuh-tumbuhan maka bercampurlah dengannya tumbuhtumbuhan di muka bumi, dengan siraman air, tumbuh-tumbuhan itu menjadi subur, kemudian tidak lama sesudah itu tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia Mahakuasa menyuburkan tumbuh-tumbuhan dan Mahakuasa pula menjadikannya layu dan kering kerontang. Demikianlah perumpamaan kehidupan dunia. Kesenangan dan kebahagiaan tidak kekal di dalamnya dan tidak berlangsung selama-lamanya.", "long": "Allah swt mengumpamakan suasana kehidupan dalam dunia ini beserta segala keindahan dan kemegahannya, yang kemudian secara ber-angsur-angsur akan lenyap, seperti keadaan air hujan yang diturunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan yang menghijau, berbunga, dan berbuah. Kehijauan itu secara berangsur-angsur berubah menjadi kuning kering, dan akhirnya lenyap dihembus angin. Semua yang ada di atas bumi ini tentu menempuh suatu proses perubahan dari lahir, tumbuh, kembang, layu, dan lenyap. Oleh karena itu, manusia yang menjadi penghuni bumi ini jangan tertipu oleh kemegahan dunia. Mereka yang mempunyai kekayaan yang besar janganlah membangga-banggakan hartanya dan jangan pula merendahkan orang lain yang tak punya harta benda. Sesungguhnya harta benda itu, cepat atau lambat, akan lenyap. Allah Yang Mahasempurna dan Mahamulia yang menciptakan segala benda dan memeliharanya, menum-buhkan, melenyapkan, lalu mengembalikan lagi ke bumi. Dialah Yang Mahakuasa dan menetapkan hukum-hukum perubahan itu.\n\nDalam Al-Qur'an, banyak ayat-ayatnya yang mengumpamakan kehidup-an duniawi ini dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan, antara lain firman Allah swt:\n\nKetahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (al-Hadid/57: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 2186, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 15, "page": 299, "manzil": 4, "ruku": 257, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0623\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Almaalu walbanoona zeenatul hayaatid dunya wal baaqiyaatus saalihaatu khairun 'inda Rabbika sawaabanw wa khairun amalaa" } }, "translation": { "en": "Wealth and children are [but] adornment of the worldly life. But the enduring good deeds are better to your Lord for reward and better for [one's] hope.", "id": "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2186", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2186.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2186.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, baik dan indah sifatnya serta bermanfaat bagi manusia, tetapi dapat memperdaya dan tidak kekal; tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh yang dilakukan karena Allah dan sesuai tuntunan agama adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan yang dapat membawa kepada kebahagiaan yang kekal sampai di akhirat nanti.", "long": "Allah menjelaskan bahwa yang menjadi kebanggaan manusia di dunia ini adalah harta benda dan anak-anak, karena manusia sangat mem-perhatikan keduanya. Banyak harta dan anak dapat memberikan kehidupan dan martabat yang terhormat kepada orang yang memilikinya. Seperti halnya 'Uyainah, pemuka Quraisy yang kaya itu, atau Qurthus, yang mempunyai kedudukan mulia di tengah-tengah kaumnya, karena memiliki kekayaan dan anak buah yang banyak. Karena harta dan anak pula, orang menjadi takabur dan merendahkan orang lain. Allah menegaskan bahwa keduanya hanyalah perhiasan hidup duniawi, bukan perhiasan dan bekal untuk ukhrawi. Padahal manusia sudah menyadari bahwa keduanya akan segera binasa dan tidak patut dijadikan bahan kesombongan. Dalam urutan ayat ini, harta didahulukan dari anak, padahal anak lebih dekat ke hati manusia, karena harta sebagai perhiasan lebih sempurna daripada anak. Harta dapat menolong orang tua dan anak setiap waktu dan dengan harta itu pula kelangsungan hidup keturunan dapat terjamin. Kebutuhan manusia terhadap harta lebih besar daripada kebutuhannya terhadap anak, tetapi tidak sebaliknya. \n\nKemudian Allah swt menjelaskan bahwa yang patut dibanggakan hanyalah amal kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia sepanjang zaman sampai akhirat, seperti amal ibadah salat, puasa, zakat, jihad di jalan Allah, serta amal ibadah sosial seperti membangun sekolah, rumah anak yatim, rumah orang-orang jompo, dan lain sebagainya. Amal kebajikan ini lebih baik pahalanya di sisi Allah daripada harta dan anak-anak yang jauh dari petunjuk Allah swt, dan tentu menjadi pembela dan pemberi syafaat bagi orang yang memilikinya di hari akhirat ketika harta dan anak tidak lagi bermanfaat." } } }, { "number": { "inQuran": 2187, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 15, "page": 299, "manzil": 4, "ruku": 257, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064f\u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0632\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u062d\u064e\u0634\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064f\u063a\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yawma nusaiyirul jibaala wa taral arda baariza tanw wa hasharnaahum falam nughaadir minhum ahadaa" } }, "translation": { "en": "And [warn of] the Day when We will remove the mountains and you will see the earth prominent, and We will gather them and not leave behind from them anyone.", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2187", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2187.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2187.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah pada hari yang ketika itu Kami perjalankan gunung-gunung, yakni Kami hancurkan sehingga ia menjadi bagai kapas yang beterbangan, dan engkau akan melihat bumi itu rata karena tidak ada lagi gunung, tanaman ataupun bangunan, dan Kami kumpulkan mereka di Padang Mahsyar, tempat berkumpulnya seluruh manusia baik yang hidup dahulu maupun kemudian, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka di dalam kuburnya, yakni di alam barzakh.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan berbagai peristiwa yang terjadi pada hari kiamat. Peristiwa-peristiwa itu antara lain:\n\nPada hari itu, Allah swt mencabut gunung-gunung dari cengkeraman bumi, sehingga hancur menjadi debu lalu diterbangkan ke udara sebagai-mana Allah menerbangkan awan. Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:\n\nApabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan. (al-Waqi'ah/56: 4-6)\n\nKeadaan permukaan bumi ketika itu tampak polos. Tidak ada lagi sisa-sisa benda peradaban manusia, pohon-pohon kayu, sungai-sungai, dan laut yang selama ini terdapat di permukaan bumi. Semua manusia tampak jelas di hadapan Tuhan, tidak ada satu pun yang menutupi keadaan mereka seperti diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, \"Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya, kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali, (Sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.\" (thaha/20: 105-107)\n\nPada hari itu, Allah swt mengumpulkan umat manusia dari zaman awal sampai akhir, sesudah dibangkitkan dari kuburnya masing-masing. Tidak seorang pun pada hari itu yang ketinggalan untuk diperiksa, baik raja maupun rakyat. Keadaan demikian diterangkan Allah swt dalam firman-Nya:\n\nKatakanlah, \"(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian, pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi. (al-Waqi'ah/56: 49-50)\n\nFirman Allah swt:\n\n¦ Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). (Hud/11: 103)\n\nRasulullah saw menceritakan pula keadaan hari yang dahsyat itu sebagai berikut:\n\nDiriwayatkan dari 'Aisyah ra bahwa dia berkata, \"Aku dengar Rasulullah saw bersabda, \"Pada hari kiamat itu manusia dikumpulkan (di Padang Mahsyar) berkaki telanjang, bertelanjang bulat, lagi tidak berkhitan.\" Aku lalu bertanya, \"Wahai Rasulullah, apakah antara laki-laki dan perempuan saling melihat satu sama lain?\" Rasul saw menjawab, \"Ya 'Aisyah, urusan hari kiamat itu lebih dahsyat dari melihat satu sama lain.\" (Riwayat Muslim dalam sahihnya)" } } }, { "number": { "inQuran": 2188, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 15, "page": 299, "manzil": 4, "ruku": 257, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064f\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0635\u064e\u0641\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa 'uridoo 'alaa Rabbika saffaa, laqad ji'tumoonaa kamaa khalaqnaakum awala marrah; bal za'amtum allannaj'ala lakum maw'idaa" } }, "translation": { "en": "And they will be presented before your Lord in rows, [and He will say], \"You have certainly come to Us just as We created you the first time. But you claimed that We would never make for you an appointment.\"", "id": "Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman), “Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2188", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2188.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2188.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka pasti akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris satu saf atau banyak saf. Ketika itu Allah berfirman kepada orangorang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan, \"Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sesudah Kami bangkitkan dari kematianmu sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali. Kamu datang kepada Kami dalam keadaan sendiri-sendiri, tanpa harta, anak, pakaian dan alas kaki, seperti ketika kamu dilahirkan, bahkan ketika kamu di dunia kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu berbangkit untuk memenuhi perjanjian, yakni janji Allah untuk memberi setiap manusia balasan sesuai dengan amal perbuatannya.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan lagi apa yang terjadi pada hari kiamat itu, yaitu malaikat dan manusia dihadapkan kepada Allah dengan berbaris saf demi saf (barisan) seperti dalam salat jamaah, satu sama lain tidak saling menutupi, masing-masing dalam deretannya. Suasana mereka seperti pasukan di hadapan raja. Lalu Allah menyatakan kepada mereka yang kafir dan ingkar kepada hari kiamat dengan pernyataan yang menggentarkan hati mereka, bahwa mereka didatangkan di hadapan Tuhan tanpa harta dan anak, bahkan tanpa pakaian dan sepatu seperti halnya pada waktu mereka diciptakan pertama kali. Sebagaimana diterangkan Allah pada ayat yang lain dengan firman-Nya:\n\nDan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). (al-An'am/6: 94)\n\nRasulullah saw menerangkan pula tentang peristiwa hari kiamat ini dengan sabdanya: \n\nSesungguhnya Allah Yang Maha Tinggi memanggil pada hari kiamat, \"Hai hamba-hamba-Ku. Aku Allah tiada Tuhan kecuali Aku, yang Maha Pengasih di antara yang pengasih, yang Mahabijaksana di antara yang bijaksana, dan yang paling segera mengambil perhitungan. Siapkan alasan-alasanmu, mudahkanlah jawaban-jawabanmu. Kamu sekalian akan ditanya dan akan dihisab. Wahai malaikat-malaikat, aturlah hamba-hamba-Ku berdiri dalam barisan yang rapat untuk dihisab.\" (Riwayat Ibnu Mandah dari Mu'adz bin Jabal)\n\nAllah mencerca mereka karena dahulu menganggap bahwa hari kebang-kitan yang dijanjikan Tuhan itu tidak akan terjadi. Dulu mereka selalu menyombongkan diri di hadapan orang-orang Islam dengan harta kekayaan dan anak-anak mereka sambil mengingkari hari kiamat. Tapi pada saat hari kiamat itu terjadi, mereka tidak berkutik lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 2189, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 15, "page": 299, "manzil": 4, "ruku": 257, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064f\u0636\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064f\u0634\u0652\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064f \u0635\u064e\u063a\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0627\u0636\u0650\u0631\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa wudi'al kitaabu fataral mujrimeena mushfiqeena mimmaa feehi wa yaqooloona yaa wailatanaa maa lihaazal kitaabi laa yughaadiru saghee ratanw wa laa kabeeratan illaaa ahsaahaa; wa wajadoo maa 'amiloo haadiraa; wa laa yazlimu Rabbuka ahadaa" } }, "translation": { "en": "And the record [of deeds] will be placed [open], and you will see the criminals fearful of that within it, and they will say, \"Oh, woe to us! What is this book that leaves nothing small or great except that it has enumerated it?\" And they will find what they did present [before them]. And your Lord does injustice to no one.", "id": "Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2189", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2189.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2189.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan diletakkanlah, yakni diberikan kepada semua manusia kitab yang merinci amal perbuatan mereka di dunia baik yang besar maupun yang kecil, lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya. Mereka menyesal atas kejahatan perbuatannya ketika di dunia, dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, betapa menakjubkan, karena tidak ada yang tertinggal di dalamnya, yang kecil dan yang besar dari amal perbuatan manusia melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka mendapati semua apa yang telah mereka kerjakan di dunia tertulis di dalamnya. Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. Amal perbuatan mereka semuanya tercatat secara sempurna dan mendapatkan pembalasan yang sesuai.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menambahkan keterangan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di hari kiamat, yaitu buku catatan amal perbuatan seseorang semasa hidupnya di dunia diberikan kepadanya. Isi catatan itu ada yang baik dan ada yang buruk, dan ada yang diberikan dari sebelah kanan, ada pula yang dari sebelah kiri. Orang-orang mukmin dan beramal saleh menerimanya dari sebelah kanan, lalu ia melihat isinya. Ternyata kebaikannya lebih besar dari kejahatannya, dan kejahatan itu segera diampuni oleh Allah swt. Maka dia dimasukkan ke dalam surga, sebagaimana firman Allah swt:\n\nAdapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, \"Ambillah, bacalah kitabku (ini).\" Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai, dalam surga yang tinggi. (al-haqqah/69: 19-22)\n\nKepada orang kafir dan orang yang bersalah, kitab catatan amal mereka di dunia diberikan dari sebelah kiri. Lalu mereka melihat isinya, dan ternyata penuh dengan catatan dari berbagai kejahatan, baik berupa perbuatan ataupun perkataan. Bukti-bukti demikian itu menimbulkan rasa ketakutan di hati mereka terhadap hukuman Allah dan kecaman-kecaman manusia. Dengan penuh penyesalan mereka berkata, \"Aduhai, celaka kami, mengapa buku catatan ini sedikit pun tidak meninggalkan kesalahan kami yang kecil apalagi yang besar, semuanya dicatatnya.\" Keadaan mereka diterangkan Allah lebih jauh dengan firman-Nya:\n\nDan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, \"Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku, sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku, Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku.\" (Allah berfirman), \"Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.\" Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. (al-haqqah/69: 25-31)\n\nMereka mendapatkan segala tindakan mereka yang melanggar aturan agama dan kemanusiaan tertulis di hadapan mereka. Mereka lupa bahwa selama hidup di dunia ada malaikat-malaikat yang selalu mencatat dengan teliti segala perbuatan dan perkataan mereka. Firman Allah swt:\n\nDan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Infithar/82: 10-12)\n\nSemua perbuatan manusia sengaja ditulis dalam buku catatan amal untuk diperlihatkan kepada mereka pada hari kiamat. Firman Allah swt:\n\n(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan.... (ali 'Imran/3: 30)\n\nTidak ada seorangpun pada hari kiamat itu yang teraniaya. Setiap amal perbuatan akan ditimbang betapapun kecilnya. Allah swt menjamin tegaknya keadilan pada hari itu. Firman-Nya:\n\nDan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit ; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. (al-Anbiya'/21: 47)\n\nAllah swt tidak akan merugikan hamba-hambanya, sebaliknya akan memberikan pengampunan kepada mereka yang bersalah, kecuali dosa kekufuran. Dia memberikan hukuman kepada mereka berdasar hikmah dan keadilan-Nya. Allah memberikan pahala bagi mereka yang taat, dan menjatuhkan hukuman bagi yang berbuat maksiat." } } }, { "number": { "inQuran": 2190, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 15, "page": 299, "manzil": 4, "ruku": 258, "hizbQuarter": 119, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0641\u064e\u0633\u064e\u0642\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u06da \u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u064e\u062f\u064e\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iz qulnaa lilma laaa'ikatis judoo li Aadama fasajadooo illaaa Ibleesa kaana minal jinni fafasaqa 'an amri Rabbih; afatattakhizoonahoo wa zurriyatahooo awliyaaa'a min doonee wa hum lakum 'aduww; bi'sa lizzaalimeena badalaa" } }, "translation": { "en": "And [mention] when We said to the angels, \"Prostrate to Adam,\" and they prostrated, except for Iblees. He was of the jinn and departed from the command of his Lord. Then will you take him and his descendants as allies other than Me while they are enemies to you? Wretched it is for the wrongdoers as an exchange.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2190", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2190.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2190.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika Kami berfirman kepada para malaikat, \"Sujudlah kamu kepada Adam!\" Maka mereka pun sujud memberi penghormatan kepada Adam, kecuali Iblis yang enggan bersujud walaupun diperintah oleh Allah. Dia, yakni iblis, adalah dari golongan jin, yang diciptakan Allah dari api oleh karenanya merasa lebih mulia dari Adam yang diciptakan Allah dari tanah. Dengan keengganannya bersujud kepada Adam maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Demikianlah Iblis telah menjadi musuh manusia sejak dahulu, maka pantaskah kamu, wahai manusia, menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal engkau mengetahui mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah Iblis itu sebagai pengganti Allah, yang dijadikannya panutan dan sesembahan, bagi orang yang zalim.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan ketika Allah memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Adam, mereka menaati perintah itu dan sujud kepada-nya. Hanya Iblis yang menolak perintah itu. Malaikat yang selalu taat kepada Allah termasuk makhluk gaib, tidak seorangpun yang mengetahui hakikat-nya. Menurut penjelasan Al-Qur'an, malaikat terbagi menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan mempunyai tugas masing-masing. Dalam Islam, yang memberi ilham kepada manusia untuk cenderung kepada kebenaran dan kebaikan adalah malaikat, sebagaimana yang terjadi pada kisah Maryam a.s. Sedangkan yang menggoda dan menimbulkan was-was dalam hati manusia ialah setan. Dia ingin mendorong manusia berbuat kejahatan, sebagaimana firman Allah swt:\n\nSetan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir). (al-Baqarah/2: 268)\n\nMalaikat dan setan adalah makhluk rohani yang memiliki hubungan dengan jiwa manusia, namun tidak diketahui hakikatnya. Manusia harus beriman sebagaimana yang diperintahkan dalam rukun iman tanpa menambah dan menguranginya. Semua manusia bisa merasakan bahwa jika ia bermaksud mengerjakan sesuatu, terjadi pergolakan dalam jiwanya antara cenderung kepada kebaikan atau kejahatan, hingga keinginan yang satu mengalahkan yang lain. Jika kita cenderung kepada kebaikan, itu adalah akibat dorongan malaikat, dan jika cenderung kepada kejahatan, maka itu adalah dorongan setan.\n\nDilihat dari segi kejadian, keduanya berasal dari unsur yang berbeda. Malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan jin atau setan diciptakan dari lidah api. Firman Allah swt:\n\nDan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap. (ar-Rahman/55: 15)\n\nSabda Rasulullah saw:\n\nMalaikat diciptakan dari cahaya, Iblis diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan seperti yang diceritakan kepadamu. (Riwayat Muslim dari 'a'isyah r.a.)\n\nIblis menolak sujud kepada Adam karena menurutnya, unsur api lebih tinggi dari tanah. Karena Adam dibuat dari unsur tanah, Iblis merasa hina jika disuruh sujud dan hormat kepadanya, sebagaimana yang diceritakan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Allah) berfirman, \"Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?\" (Iblis) menjawab, \"Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.\" (al-A'raf/7: 12)\n\nPendapat Iblis ini sangat keliru karena ketinggian derajat dan kemuliaan tidak tergantung pada asal usul, melainkan pada ketaatan kepada Allah. Karena tidak mau sujud kepada Adam, maka Iblis menjadi fasik dalam artian tidak taat kepada perintah Tuhan. Iblis menolak untuk taat karena isi perintah Allah tersebut berlawanan dengan jalan pikirannya. Jadi, dia keberatan untuk sujud kepada Adam. Iblis memiliki bakat suka membang-kang dan selalu melakukan perlawanan sesuai dengan dasar kejadiannya dari nyala api.\n\nSesudah menjelaskan kefasikan Iblis, Tuhan mengingatkan manusia agar jangan sampai menempatkan Iblis dan keturunannya sebagai pemimpin, karena mereka adalah musuh manusia dan musuh Tuhan. Banyak riwayat, baik yang datang dari Nabi Muhammad saw maupun dari sahabat, yang menunjukkan Iblis dan keturunannya (setan) terus-menerus berkembang-biak, dan umat manusia diingatkan agar tidak tergoda rayuannya untuk mengikutinya.\n\nSetan bertebaran di muka bumi ini untuk menggoda manusia. Hanya manusia yang zalim yang tunduk kepada godaan setan dan menjadikan mereka sebagai pemimpin dan pelindung. Sungguh, setan itu seburuk-buruk makhluk Allah. Orang-orang yang mengikuti setan dikatakan zalim karena Allah swt yang telah menurunkan rahmat dan kenikmatan kepada mereka ditinggalkan dan lebih memilih ajakan setan." } } }, { "number": { "inQuran": 2191, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 15, "page": 299, "manzil": 4, "ruku": 258, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0636\u064f\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Maaa ash hattuhum khalqas samaawaati wal ardi wa laa khalqa anfusihim wa maa kuntu muttakizal mudilleena 'adudaa" } }, "translation": { "en": "I did not make them witness to the creation of the heavens and the earth or to the creation of themselves, and I would not have taken the misguiders as assistants.", "id": "Aku tidak menghadirkan mereka (Iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2191", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2191.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2191.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagaimana mungkin Iblis engkau jadikan sebagai pengganti, padahal Aku, yakni Allah, tidak menghadirkan mereka, yakni Iblis dan anak cucunya untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak pula menghadirkan sebagian dari mereka untuk menyaksikan penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan para penyesat itu sebagai penolong. Karena itu janganlah sekali-kali engkau jadikan iblis sebagai penolong, sebab ia hanya akan membuat dirimu celaka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan tentang kekuasaan-Nya, dan menyatakan bahwa setan tidak berhak untuk menjadi pembimbing atau pelindung bagi manusia. Setan tidak mempunyai hak sebagai pelindung, tidak hanya disebabkan kejadiannya dari nyala api saja tetapi juga karena mereka tidak mempunyai saham dalam menciptakan langit dan bumi ini. Allah swt menegaskan bahwa Iblis dan setan tidak dihadirkan untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi ketika Allah menciptakannya, bahkan tidak pula penciptaan diri mereka sendiri, dan tidak pula sebagian mereka menyaksikan penciptaan sebagian yang lain. Bilamana mereka tidak punya andil dalam penciptaan itu, bagaimana mungkin mereka memberikan pertolongan dalam penciptaan tersebut. Dengan demikian, patutkah setan-setan itu dijadikan sekutu Allah? Allah swt dalam menciptakan langit dan bumi ini tidak pernah sama sekali menjadikan setan-setan, berhala-berhala, dan sembahan-sembahan lainnya sebagai penolong. Hanya Allah yang menciptakan alam semesta ini, tanpa pertolongan siapapun. Oleh karena itu, setan-setan dan berhala-berhala tidak patut dijadikan sekutu bagi Allah dalam peribadatan seorang hamba-Nya. Sebab, yang disembah hanyalah yang ikut menciptakan bumi dan langit. Sekutu dalam penciptaan, sekutu pula dalam menerima ibadah. Dan sebaliknya tidak bersekutu dalam penciptaan, tidak bersekutu pula dalam menerima ibadah. Maka yang berhak menerima ibadah hanyalah Allah swt. \n\nAllah swt berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.\" (Saba/34: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 2192, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 15, "page": 299, "manzil": 4, "ruku": 258, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0646\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0628\u0650\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yaqoolu naadoo shurakaaa'i yal lazeena za'amtum fada'awhum falam yastajeeboo lahum wa ja'alnaa bainahum maw biqaa" } }, "translation": { "en": "And [warn of] the Day when He will say, \"Call 'My partners' whom you claimed,\" and they will invoke them, but they will not respond to them. And We will put between them [a valley of] destruction.", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman, “Panggillah olehmu sekutu-sekutu-Ku yang kamu anggap itu.” Mereka lalu memanggilnya, tetapi mereka (sekutu-sekutu) tidak membalas (seruan) mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2192", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2192.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2192.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah pula pada hari ketika Dia berfirman kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah, \"Panggillah olehmu sekutu-sekutuku yang kamu anggap itu, yakni berhala-berhala yang dijadikan sesembahan oleh mereka, agar mereka memberimu syafaat.\" Mereka lalu memanggilnya, tetapi mereka, yakni sekutu-sekutu itu tidak membalas panggilan dan seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka, yakni yang menyembah dan yang disembah, tempat kebinasaan, yaitu neraka Jahanam, siapa pun yang masuk ke dalamnya akan binasa.", "long": "Allah dalam ayat ini mengingatkan Rasulullah tentang hari kiamat. Allah menyeru kaum musyrikin dengan seruannya, \"Cobalah panggil orang-orang atau sembahan-sembahan yang kamu muliakan ketika di dunia, dan kamu anggap sebagai sekutu-Ku. Barangkali mereka sanggup memberikan perlindungan dan syafaat kepadamu, lalu melepaskan kamu dari azab yang sedang kamu hadapi saat ini.\" Lalu mereka segera memanggil sembahan-sembahan itu untuk meminta pertolongan dan memberi syafaat kepada mereka. Akan tetapi, ternyata sedikit pun sembahan-sembahan itu tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong mereka, bahkan tidak menjawab panggilan itu. Allah menjadikan antara orang-orang kafir itu dengan sembahan-sembahan mereka, tempat kebinasaan (maubiq/api neraka). Maubiq dalam ayat ini dapat pula berarti permusuhan, maksudnya terjadi permusuhan antara sembahan-sembahan itu dan penyembah-penyembahnya, sebagaimana dalam firman Allah swt:\n\nDan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam/19: 81-82)" } } }, { "number": { "inQuran": 2193, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 15, "page": 299, "manzil": 4, "ruku": 258, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0641\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ra al mujrimoonan Naara fazannooo annahum muwaaqi'oohaa wa lam yajidoo 'anhaa masrifaa" } }, "translation": { "en": "And the criminals will see the Fire and will be certain that they are to fall therein. And they will not find from it a way elsewhere.", "id": "Dan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2193", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2193.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2193.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang yang berdosa, yaitu para pendurhaka yang ketika di dunia berbuat maksiat kepada Allah melihat neraka, lalu mereka menduga, yakni percaya bahwa mereka akan jatuh dan masuk ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling untuk menghindar darinya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang berdosa, yakni penyembah-penyembah berhala atau selain Allah, menyaksi-kan api neraka pada hari kiamat. Mereka menyadari bahwa mereka akan memasuki neraka itu, dan tidak ada jalan keluar dari ancaman itu sama sekali. Allah telah menetapkan azab kepada mereka. Tidak ada kemungkinan lagi bagi mereka untuk menghindarkan diri dari azab, karena sudah terkepung dari segala penjuru. Alangkah besar duka cita mereka itu ketika menunggu hukuman yang dijatuhkan atas diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2194, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 15, "page": 300, "manzil": 4, "ruku": 259, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064d \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062c\u064e\u062f\u064e\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad sarrafnaa fee haazal quraani linnaasi mn kulli masal; wa kaanal insaanu aksara shai'in jadalaa" } }, "translation": { "en": "And We have certainly diversified in this Qur'an for the people from every [kind of] example; but man has ever been, most of anything, [prone to] dispute.", "id": "Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2194", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2194.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2194.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, baik dalam bentuk perbandingan maupun dalam bentuk kisah. Binatangbinatang yang kecil seperti nyamuk, lalat, dan lebah serta benda-benda alam yang besar seperti gunung dan samudra, dijadikan contoh untuk menarik perhatian manusia. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah. Mereka senantiasa mencari dalih untuk membantah kebenaran ayat-ayat Allah.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa berbagai macam perumpamaan dikemukakan Allah di dalam Al-Qur'an, baik berupa perbandingan terhadap sesuatu ataupun berbentuk kisah. Hal ini dimaksudkan sebagai cermin perbandingan bagi manusia, sebab ia mempunyai akal pikiran. Dari binatang kecil, seperti nyamuk, semut, lalat, dan lebah, sampai benda-benda alam yang besar, seperti gunung dan samudera, dijadikan contoh untuk menarik perhatian manusia. Namun demikian, manusia adalah makhluk yang paling suka membantah. Artinya, ketika Allah menyadarkan akal pikiran dan budi luhurnya dengan berbagai macam perumpamaan itu, mereka pun mencari-cari dalih untuk mengingkari dan tidak mau mematuhinya. Hal itu disebabkan oleh pengaruh hawa nafsu, kesombongan, dan tipu daya setan dan Iblis.\n\nDalam suatu hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah saw datang kepada Ali dan Fatimah pada suatu malam dan bertanya:\n\n\"Apakah kamu berdua salat?\" Maka saya (Ali) menjawab, \"Hai Rasulullah, diri kami ini sesungguhnya ada di tangan Allah, kalau dia mau membangkitkan kami, tentu Dia sanggup membangkitkan kami.\" Maka beliau berpaling ketika saya mengucapkan itu, dan beliau tidak menjawab perkataan saya sedikit pun. Kemudian saya mendengar beliau memukul pahanya sendiri sambil berpaling dan mengucapkan, \"Tetapi manusia itu adalah makhluk yang paling banyak membantah.\" (Riwayat al-Bukhari dari Ali bin Abu thalib)" } } }, { "number": { "inQuran": 2195, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 15, "page": 300, "manzil": 4, "ruku": 259, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0642\u064f\u0628\u064f\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa mana'an naasa any yu'minooo iz jaaa'ahumul hudaa wa yastaghfiroo Rabbahum illaaa an taatiyahum sunnatul awwaleena aw yaatiyahumul 'azaabu qubulaa" } }, "translation": { "en": "And nothing has prevented the people from believing when guidance came to them and from asking forgiveness of their Lord except that there [must] befall them the [accustomed] precedent of the former peoples or that the punishment should come [directly] before them.", "id": "Dan tidak ada (sesuatu pun) yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2195", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2195.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2195.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia, yakni kaum musyrik Mekah untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan tidak ada juga yang menghalangi mereka memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali keinginan menanti datangnya hukum Allah berupa sunah atau ketetapan-Nya yang telah berlaku pada umat yang terdahulu, yakni datangnya mukjizat yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.\" Mereka tidak akan beriman kecuali apabila datang azab kepada mereka sebagaimana yang ditimpakan kepada umat terdahulu. Allah sungguh tidak menghendaki keimanan seseorang dilakukan dengan terpaksa. Allah menghehendaki keimanan yang tulus, yang dilakukan dengan kesadaran, tanpa paksaan.", "long": "Setelah cukup banyak macam perumpamaan dan kias perbandingan dipaparkan dalam Al-Qur'an, tetapi ternyata manusia banyak yang ingkar, maka Allah kembali memberikan penjelasan tentang kesombongan orang-orang kafir pada masa dahulu. Mereka mendustakan rasul dan tidak mau mengikuti petunjuk-petunjuk yang dibawanya. Kendati mereka telah menyaksikan sendiri tanda-tanda dan bukti-bukti yang jelas tentang kebenaran petunjuk-petunjuk itu, tetapi mereka tidak juga insaf dan tetap tidak mau mengikutinya. Padahal kalau mereka mau mengikuti petunjuk para rasul dan meninggalkan kemusyrikan, mau mohon ampun kepada Allah, dan bertobat atas kemaksiatan yang dilakukannya pada waktu yang silam, niscaya mereka akan diberi ampunan. Tetapi semua itu tidak mereka kerjakan.\n\nDemikian pula kaum musyrikin Quraisy, mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al-Qur'an, karena sifat ingkar dan keras kepala yang telah mengakar pada jiwa mereka. Sifat inilah yang mendorong mereka meminta ditimpakan siksaan atas mereka, sebagaimana yang pernah ditimpakan kepada orang-orang yang terdahulu, yaitu azab yang membinasakan mereka sampai ke akar-akarnya (azab istishal), atau azab yang ditimpakan kepada mereka berturut-turut, azab demi azab dengan nyata.\n\nPermintaan orang-orang musyrik Quraisy yang menentang Allah dan mengejek Rasulullah saw itu diterangkan oleh Allah swt dalam firman-Nya:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nSikap mereka yang demikian itu menunjukkan kekafiran yang berlebihan yang mencelakakan bagi diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 2196, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 15, "page": 300, "manzil": 4, "ruku": 259, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u062f\u0652\u062d\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa nursilul mursaleena illaa mubashshireena wa munzireen; wa yujaadilul lazeena kafaroo bilbaatili liyudhidoo bihil haqqa wattakhazooo Aayaatee wa maaa unziroo huzuwaa" } }, "translation": { "en": "And We send not the messengers except as bringers of good tidings and warners. And those who disbelieve dispute by [using] falsehood to [attempt to] invalidate thereby the truth and have taken My verses, and that of which they are warned, in ridicule.", "id": "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran), dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olokan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2196", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2196.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2196.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul termasuk engkau wahai Nabi Muhammad, melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada manusia agar mereka beriman, tetapi orang yang kafir terus-menerus membantah para rasul itu dengan cara yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, yakni kebenaran ayat-ayat Allah dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka oleh para rasul sebagai olok-olokan. Mereka berkata bahwa para rasul hanyalah seorang manusia dan apa yang dikatakan oleh mereka hanyalah kebohongan belaka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tugas para rasul-Nya, yaitu menyampaikan petunjuk dan menyadarkan manusia untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan dua cara:\n\nPertama: dengan cara tabsyir, yaitu menyampaikan berita-berita yang menggembirakan. Barang siapa yang menuruti dan menaati petunjuk Allah, niscaya Dia akan memberikan keselamatan di dunia dan di akhirat.\n\nKedua: dengan cara indzar, yaitu menyampaikan berita-berita yang berisi ancaman. Barang siapa yang tidak mau mematuhi petunjuk Allah, tetapi menuruti setan dan hawa nafsu, maka dia akan mendapatkan kerugian dan kecelakaan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. \n\nPetunjuk yang dibawa para rasul adalah petunjuk kebenaran yang mutlak karena dan datang dari Allah. Barang siapa membantahnya seperti yang dilakukan oleh orang-orang kafir, berarti ia membantah kebenaran mutlak. Dengan kata lain, orang-orang kafir itu membuat kesalahan mutlak. Apalagi cara yang mereka tempuh adalah cara yang salah. Mereka tidak menempuh jalan yang lurus, berarti mereka berada pada jalan yang bengkok. Mereka menentang kesucian, berarti mereka menempuh jalan yang kotor. Keinginan mereka untuk menumpas kebenaran hanya akan sia-sia. Sebab kebenaran akan tetap tegak.\n\nInilah yang selalu dialami oleh setiap rasul dalam mengemban tugasnya menyampaikan kebenaran dan petunjuk-petunjuk Allah. Para rasul mendapat tantangan dan perlawanan dari orang-orang yang sombong. Seruan kebenar-an dan ancaman Allah hanya jadi bahan ejekan dan olok-olokan mereka. Bahkan tidak jarang terjadi, kalau orang-orang kafir itu terdesak dan kewalahan, mereka mengeluarkan ancaman-ancaman yang langsung ditujukan kepada para rasul atau pengikut-pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2197, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 15, "page": 300, "manzil": 4, "ruku": 259, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa man azlamu mimman zukkira bi ayaati Rabbihee fa-a'rada 'anhaa wa nasiya maa qaddamat yadaah; innaa ja'alnaa 'alaa quloobihim akinnatan any yafqahoohu wa feee aazaanihim waqraa; wa in tad'uhum ilal hudaa falany yahtadooo izan abadaa" } }, "translation": { "en": "And who is more unjust than one who is reminded of the verses of his Lord but turns away from them and forgets what his hands have put forth? Indeed, We have placed over their hearts coverings, lest they understand it, and in their ears deafness. And if you invite them to guidance - they will never be guided, then - ever.", "id": "Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendatipun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2197", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2197.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2197.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan siapakah yang lebih zalim, yakni tidak ada yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya dengan bermacam-macam cara, lalu dia berpaling darinya tidak mau memikirkan dan merenungkannya, dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya, yakni kejahatan yang mereka lakukan. Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup sehingga mereka tidak memahaminya, dan Kami letakkan pula sumbatan di telinga mereka, sehingga mereka terhalang dari mendengar dan memahami ayat-ayat Allah yang terkandung dalam Kitab Suci. Kendatipun engkau wahai Nabi Muhammad menyeru mereka kepada petunjuk agar mereka beriman dan taat kepada Allah, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya karena kerasnya hati mereka dalam mengingkari ayat-ayat Allah.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa menolak kebenaran adalah suatu kezaliman yang sangat besar. Allah telah memperingatkan dengan cara yang menyenangkan hati, berupa kabar gembira, ataupun dengan cara ancaman, namun orang-orang kafir dan orang-orang musyrik itu tetap keras kepala, dan tetap memilih kekafiran dan perbuatan maksiat yang terus mereka kerjakan.\n\nDengan sikap keras kepala dan menolak kebenaran itu berarti mereka telah menganiaya atau menzalimi diri sendiri. Kezaliman pada diri sendiri yang mereka lakukan mengundang hukuman Allah yang datang beruntun atas diri mereka. Setelah mereka menolak kebenaran yang dibawa oleh rasul, mereka pun lupa atas tindakan kekafiran dan kemaksiatannya. Penolakan mereka terhadap kebenaran menyebabkan mereka terseret kepada tindakan-tindakan kemaksiatan.\n\nKesalahan-kesalahan yang dilakukan itu menyebabkan mereka lupa atas nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. Akhirnya, mereka sama sekali tidak dapat memikirkan akibat apa yang akan menimpa diri mereka sendiri. Hatinya telah membatu, sehingga tidak dapat memahami kebenaran manapun. Seruan kebenaran syariat Islam tidak mereka dengar lagi, kian hari mereka bertambah parah, sehingga obat apapun yang diberikan tidak akan dapat menolong. Ayat ini sangat tepat diberlakukan pada orang musyrik Mekah yang mati dalam kekafiran." } } }, { "number": { "inQuran": 2198, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 15, "page": 300, "manzil": 4, "ruku": 259, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u062c\u0651\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u06da \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064c \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0626\u0650\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Rabbukal Ghafooru zur rahmati law yu'aakhi zuhum bimaa kasaboo la'ajala lahumul 'azaab; bal lahum maw'idul lany yajidoo min doonihee maw'ilaa" } }, "translation": { "en": "And your Lord is the Forgiving, full of mercy. If He were to impose blame upon them for what they earned, He would have hastened for them the punishment. Rather, for them is an appointment from which they will never find an escape.", "id": "Dan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. Jika Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung dari-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2198", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2198.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2198.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. Jika Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka, sesuai dengan hak dan keadilan-Nya. Allah dengan kasih sayang-Nya tidak menyegerakan siksaan untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu untuk mendapat siksa yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung dari-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa Dia Maha Pengampun, dan rahmat-Nya Maha Luas, meliputi seluruh alam, seluruh apa yang ada di langit dan di bumi. Salah satu bukti atas sifat pemurah dan rahmat Allah Yang Maha Luas itu ialah Dia tidak segera menjatuhkan azab atas orang-orang kafir musyrik. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi mereka kembali menjadi sadar, karena setiap manusia mempunyai benih kebaikan di dalam dirinya. Diharapkan pikirannya yang jernih akan menyuburkan fitrah manusiawinya untuk berkembang dan ingat kembali kepada Tuhan. Sehingga kalau mereka mau memohon ampun, meskipun dosa-dosanya menumpuk dan menggunung, niscaya akan di-ampuni oleh Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih. Memang ada di antara orang-orang yang sesat itu yang dapat melepaskan diri dari kesesatan, kemudian kembali ke jalan yang benar.\n\nMeskipun Allah memiliki sifat menahan murka, Maha Pengampun dan Mahaluas Rahmat-Nya, namun kalau tenggang waktu yang sudah diberikan tidak juga digunakan untuk menyadari diri, maka akan datang waktu yang sudah dijanjikan Allah untuk mengazab para musyrikin dan orang-orang kafir itu. Kalau ketentuan batas waktu itu sudah tiba, mereka harus mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya. Mereka harus menanggung azab Allah akibat perbuatan mereka sendiri. Pada waktu itu, tidak ada seorang pun yang dapat membelanya, dan tidak ada suatu tempat pun yang dapat dijadikan untuk berlindung." } } }, { "number": { "inQuran": 2199, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 15, "page": 300, "manzil": 4, "ruku": 259, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa tkal quraaa ahlak nahum lammaa zulamoo wa ja'alnaa limahlikihim maw'idaa" } }, "translation": { "en": "And those cities - We destroyed them when they wronged, and We made for their destruction an appointed time.", "id": "Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2199", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2199.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2199.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah azab dan siksa yang Allah timpakan kepada umat-umat terdahulu. Dan penduduk negeri itu, misalnya kaum 'Ad dan kaum Å amud, telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. Apa yang telah terjadi pada kaum 'Ad dan Å amud itu dapat pula terjadi bagi siapa pun yang durhaka apabila Allah menghendaki.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kembali negeri-negeri yang telah dibinasakan beserta penduduknya, karena tetap berbuat zalim dan kufur kepada ayat-ayat Allah, kendatipun telah diberi peringatan dan ancaman oleh para rasul yang diutus kepada mereka. Negeri-negeri beserta penduduknya itu antara lain: Madyan (negeri kaum Syuaib), hijr (negeri kaum samud), al-Ahqaf (negeri kaum 'ad), dan Sodom (negeri kaum Luth).\n\nKebinasaan mereka itu sengaja disebutkan kembali dengan maksud bahwa kendati Allah memiliki sifat Pengampun dan Mahaluas Rahmat-Nya, namun kalau suatu bangsa atau penduduk suatu negeri tetap berbuat zalim dan kufur kepada ayat-ayat Allah, mereka akan dihancurkan beserta negerinya.\n\nSelain dari sifat tersebut di atas, Allah juga memiliki sifat Maha Adil. Dia akan menjatuhkan azab dan hukuman sesuai dengan tindak perbuatan hamba-Nya itu sendiri. Hal ini pun berlaku atas kaum kafir dan musyrikin Quraisy. Kalau sudah datang waktunya, maka para pemuka kaum Quraisy Mekah itu dihancurkan Tuhan, yaitu pada Perang Badar.\n\nPeringatan ini dimaksudkan juga untuk menambah kuat dan mantap keimanan orang-orang yang sudah beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 2200, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 15, "page": 300, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e \u0645\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0636\u0650\u064a\u064e \u062d\u064f\u0642\u064f\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iz qaalaa Moosaa lifataahu laaa abrahu hattaaa ablugha majma'al bahrayni aw amdiya huqubaa" } }, "translation": { "en": "And [mention] when Moses said to his servant, \"I will not cease [traveling] until I reach the junction of the two seas or continue for a long period.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2200", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2200.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2200.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika Nabi Musa berkata kepada pembantunya yang juga muridnya, \"Aku tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan terus sampai bertahun-tahun lamanya tanpa henti.\" Terdapat perbedaan pendapat tentang siapa yang dimaksud dengan pembantu atau murid Nabi Musa yang disebut dalam ayat ini. Menurut sebagian besar ulama, ia adalah seorang pemuda bernama Yusya' bin Nun, ia adalah salah seorang dari keturunan Nabi Yusuf. Ada juga yang berpendapat bahwa pemuda itu itu adalah kemenakan Nabi Musa, yakni anak saudara perempuannya. Demikian juga terdapat perbedaaan pendapat tentang apa yang dimaksud \"pertemuan dua laut\" pada ayat ini. Di antara pendapat itu mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua laut ialah Laut Merah dan Laut Putih, dan tempat pertemuan itu ialah Danau at-Timsah dan Danau Murrah, yang merupakan pertemuan antara Teluk Aqabah dan Suez di Laut Merah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menceritakan betapa gigihnya tekad Nabi Musa a.s. untuk sampai ke tempat bertemunya dua laut. Berapa tahun dan sampai kapan pun perjalanan itu harus ditempuh, tidak menjadi soal baginya, asal tempat itu ditemukan dan yang dicari didapatkan.\n\nPenyebab Nabi Musa a.s. begitu gigih untuk mencari tempat itu ialah beliau mendapat teguran dan perintah dari Allah, seperti yang diriwayatkan dalam hadis yang antara lain berbunyi sebagai berikut:\n\nBahwasanya Musa a.s. (pada suatu hari) berkhutbah di hadapan Bani Israil. Kemudian ada orang bertanya kepada beliau, \"Siapakah manusia yang paling alim.\" Beliau menjawab, \"Aku.\" Maka Allah menegurnya karena dia tidak mengembalikan ilmu itu kepada Allah Taala. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya, \"Aku mempunyai seorang hamba di tempat pertemuan dua laut yang lebih alim daripadamu.\" (Riwayat al-Bukhari dari Ubay bin Ka'ab)\n\nDalam wahyu tersebut, Allah menyuruh Nabi Musa agar menemui orang itu dengan membawa seekor ikan dalam kampil (keranjang), dan dimana saja ikan itu lepas dan hilang di situlah orang itu ditemukan. Lalu Musa a.s. pergi menemui orang yang disebutkan itu, dan dalam hadis tidak diterangkan di mana tempatnya. Demikianlah kebulatan tekad yang dimiliki oleh seorang yang berhati dekat dengan Tuhannya. Dengan tangkas dan giat, dia melaksanakan seruan-Nya.\n\nKebanyakan ulama berpendapat bahwa yang dimaksud Musa dalam ayat ini adalah Nabi Musa bin Imran, nabi Bani Israil yang Allah turunkan kepadanya kitab Taurat yang berisi syariat. Nabi Musa adalah seorang nabi yang mempunyai berbagai mukjizat yang luar biasa. Alasan mereka antara lain ialah Musa yang disebut-sebut dalam Al-Qur'an ialah Musa yang menerima Kitab Taurat. Dengan demikian, Musa di sini pun tentu Musa yang menerima Taurat itu pula. Jika yang dimaksud dalam ayat ini adalah Musa yang lain, tentu ada penjelasannya.\n\nMenurut Nauf al-Bukali, yang dimaksud Musa di sini ialah Musa bin Misya bin Yusuf bin Yakub, yaitu seorang nabi yang diangkat sebelum Nabi Musa bin Imran. Alasan mereka antara lain:\n\n1. Tidak masuk akal kalau yang dimaksud dengan Musa di sini ialah Nabi Musa bin Imran. Sebab beliau adalah seorang nabi yang telah pernah berbicara langsung dengan Allah, menerima kitab Taurat dari-Nya, dan dapat mengalahkan musuhnya dengan mukjizat yang luar biasa. Bagaimana mungkin dapat diterima akal, seorang yang luar biasa seperti itu disuruh Allah pergi menemui orang lain dan masih harus berguru kepadanya.\n\n2. Musa bin Imran, nabi Bani Israil itu, setelah keluar dari Mesir dan pergi ke Gurun Pasir Sinai, tidak pernah meninggalkan tempat itu dan beliau wafat di sana.\n\nAlasan-alasan mereka ini dapat dibantah. Seseorang bagaimanapun tinggi ilmu pengetahuannya, tentu saja masih ada segi kelemahannya. Demikian pula halnya dengan Nabi Musa, tentu ada segi kekurangan dan kelemahannya. Pada segi inilah kelebihan Nabi Khidir dari Nabi Musa. Inilah yang harus dipelajari Nabi Musa darinya, yaitu hal-hal yang diceritakan Allah swt pada ayat-ayat berikut.\n\nKepergian Nabi Musa dari Semenanjung Sinai boleh jadi tidak diberi-tahukan kepada Bani Israil, sehingga mereka menyangka kepergiannya untuk bermunajat kepada Allah. Setelah kembali, Nabi Musa tidak menceritakan peristiwa pertemuannya dengan Khidir karena peristiwa itu boleh jadi belum dapat dipahami kaumnya. Oleh karena itu, dipesankan kepada pemuda yang ikut bersamanya agar merahasiakannya.\n\nPemuda yang menyertai Nabi Musa ini bernama Yusya bin Nun bin Afratim bin Yusuf a.s. Dia adalah pembantu dan muridnya. Yusya inilah yang memimpin Bani Israil memasuki Palestina ketika Nabi Musa telah meninggal dunia.\n\nDalam ayat ini, Allah telah memberikan contoh tentang kesopanan menurut ajaran Islam, yaitu untuk memanggil bujang atau pembantu rumah tangganya dengan sebutan fata (pemuda) bagi pembantu lelaki, dan fatat bagi pembantu perempuan. Nabi Muhammad saw pernah bersabda: \n\nJanganlah seseorang di antara kamu memanggil hambaku atau hamba perempuanku, tetapi hendaklah memanggil fataya atau fatati. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nMengenai orang yang hendak dijumpai oleh Nabi Musa a.s. adalah Balya bin Malkan. Kebanyakan para ahli tafsir menjulukinya dengan sebutan Khidir. Mereka juga berpendapat bahwa beliau seorang nabi dengan alasan firman Allah swt:\n\n¦yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami. Musa berkata kepadanya, \"Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?\" (al-Kahf/18: 65-66)\n\nYang dimaksud dengan rahmat dalam ayat ini ialah wahyu kenabian. Sebab sambungan (akhir) ayat ini menyebutkan rahmat itu langsung diajarkan dari sisi Allah tanpa perantara dan yang berhak menerima seperti itu hanyalah para nabi. Lagi pula dalam ayat berikutnya disebutkan supaya (Nabi) Khidir mengajarkan ilmu yang benar kepada Nabi Musa. Tidak ada nabi yang belajar kepada bukan nabi. Bahkan pada ayat 82 juga disebutkan:\n\nApa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. (al-Kahf/18: 82) \n\nMaksud ayat di atas adalah setelah Nabi Musa dan Yusya mengikutinya, Nabi Khidir melakukan yang aneh-aneh dan tidak masuk akal. Tetapi waktu Nabi Musa bertanya kepadanya, demikianlah jawabannya. Ini berarti bahwa tindakan Nabi Khidir itu berdasarkan wahyu dari Allah, dan ini adalah satu bukti yang kuat bagi kenabiannya.\n\nDari uraian-uraian di atas dapat diambil kesimpulan dan pelajaran bahwa rendah hati itu mempunyai nilai yang jauh lebih baik daripada sombong." } } }, { "number": { "inQuran": 2201, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 15, "page": 300, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0648\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0633\u064e\u0631\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falammaa balaghaa majma'a bainihimaa nasiyaa hootahumaa fattakhaza sabeelahoo fil bahri sarabaa" } }, "translation": { "en": "But when they reached the junction between them, they forgot their fish, and it took its course into the sea, slipping away.", "id": "Maka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengambil jalannya ke laut itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2201", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2201.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2201.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika mereka, yakni Nabi Musa dan pembantunya sampai ke suatu tempat yang merupakan pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, yaitu bekal yang mereka bawa dalam perjalanan. Ketika keduanya lupa akan bekal yang mereka bawa, lalu ikan itu tiba-tiba hidup kemudian melompat dan mengambil jalannya ke laut itu menceburkan diri dan hilang tak dapat ditemukan lagi. Sungguh menakjubkan peristiwa itu. Persitiwa tersebut merupakan pertanda yang telah diketahui sebelumnya oleh Nabi Musa bahwa apa yang dituju telah dekat dan yang dicari hampir ditemukan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menceritakan bahwa setelah Nabi Musa dan Yusya sampai ke pertemuan dua laut, mereka berhenti, tetapi tidak tahu bahwa tempat itulah yang harus dituju. Sebab, Allah tidak memberi tahu dengan pasti tempat itu. Hanya saja Allah memberi petunjuk ketika ditanya oleh Nabi Musa sebelum berangkat, sebagaimana sabda Rasul saw ketika menceritakan pertanyaan Nabi Musa itu :\n\nYa Tuhanku, bagaimana saya dapat menemukannya? Allah berfirman, \"Bawalah seekor ikan dan masukkan pada sebuah kampil, manakala ikan itu hilang, di situlah tempatnya.\" (Riwayat al-Bukhari dari Ubay bin Ka'ab)\n\nDi atas sebuah batu besar di tempat itu, Nabi Musa dan muridnya merasa mengantuk dan lelah. Keduanya pun tertidur dan lupa pada ikannya. Ketika itu, ikan yang ada dalam kampil tersebut hidup kembali dan menggelepar-gelepar, lalu keluar dan meluncur menuju laut. Padahal kampil waktu itu ada di tangan Yusya. Kejadian ini, yaitu ikan mati menjadi hidup kembali, merupakan mukjizat bagi Nabi Musa a.s..\n\nSetelah bangun tidur, mereka pun melanjutkan perjalanan. Yusya pun lupa tidak menceritakan kepada Nabi Musa kejadian yang aneh tentang ikan yang sudah mati hidup kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 2202, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0648\u064e\u0632\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f \u0622\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u063a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falammaa jaawazaa qaala lifataahu aatinaa ghadaaa'anaa laqad laqeena min safarinaa haazaa nasabaa" } }, "translation": { "en": "So when they had passed beyond it, [Moses] said to his boy, \"Bring us our morning meal. We have certainly suffered in this, our journey, [much] fatigue.\"", "id": "Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2202", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2202.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2202.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa dan pembantunya meneruskan perjalanan, maka ketika mereka telah melewati tempat hilangnya ikan itu dan keduanya hendak beristirahat sambil menyantap bekal yang mereka bawa, Nabi Musa berkata kepada pembantunya, \"Bawalah kemari makanan (ikan) kita, sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita yang jauh pada hari ini.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menceritakan bahwa keduanya terus melanjut-kan perjalanannya siang dan malam. Nabi Musa pun merasa lapar dan berkata kepada muridnya, \"Bawalah kemari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan ini.\"\n\nPerasaan lapar dan lelah setelah melampaui tempat pertemuan dua laut itu ternyata mengandung hikmah, yaitu mengembalikan ingatan Nabi Musa a.s. kepada ikan yang mereka bawa.\n\nDalam ayat ini, Allah mengungkapkan betapa luhurnya budi pekerti Musa a.s. dalam bersikap kepada muridnya. Apa yang dibawa oleh muridnya sebagai bekal itu merupakan milik bersama, bukan hanya milik sendiri. Betapa halus perasaannya ketika menyadari bahwa letih dan lapar itu tidak hanya dirasakan dirinya, tetapi juga dirasakan orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 2203, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0648\u062a\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0639\u064e\u062c\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala ara'ayta iz awainaaa ilas sakhrati fa innee naseetul hoota wa maaa ansaaneehu illash Shaitaanu an azkurah; wattakhaza sabeelahoo fil bahri'ajabaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"Did you see when we retired to the rock? Indeed, I forgot [there] the fish. And none made me forget it except Satan - that I should mention it. And it took its course into the sea amazingly\".", "id": "Dia (pembantunya) menjawab, “Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan, dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2203", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2203.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2203.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, yaitu pembantunya, menjawab, \"Tahukah engkau wahai guru ketika kita tengah mencari tempat berlindung di batu tadi, untuk beristirahat, maka aku lupa meninggalkan ikan itu lalu ikan itu hilang mencebur ke laut, dan tidak ada yang membuat aku lupa, yakni lupa kepada ikan dan menyebabkan aku meninggalkannya, atau aku lupa tidak menceritakan peristiwa ini kepadamu, kecuali setan, dan sungguh ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.\" Sungguh aneh, bagaimana ikan itu hidup lagi, lalu hilang mencebur ke laut, sehingga tak dapat ditemukan lagi.", "long": "Dalam ayat ini, Yusya menjawab secara jujur bahwa ketika mereka beristirahat dan berlindung di batu tempat bertemunya dua laut, ikan itu telah hidup kembali dan menggelepar-gelepar, lalu masuk ke laut dengan cara yang sangat mengherankan. Namun, dia lupa dan tidak menceritakan kepada Nabi Musa a.s.. Kekhilafan ini bukan karena ia tidak bertanggung jawab, tetapi setan yang menyebabkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2204, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala zaalika maa kunnaa nabgh; fartaddaa 'alaa aasaari him maa qasasaa" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"That is what we were seeking.\" So they returned, following their footprints.", "id": "Dia (Musa) berkata, “Itulah (tempat) yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2204", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2204.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2204.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, Nabi Musa, berkata, \"Itulah tempat yang kita cari.\" Nabi Musa menjelaskan kepada pembantunya bahwa tempat hilangnya ikan adalah tempat beliau akan bertemu dengan seorang hamba yang saleh yang dituju dalam perjalanan ini. Lalu keduanya kembali menuju tempat hilangnya ikan itu, mengikuti jejak mereka semula. Keduanya menelusuri jejak kaki yang telah dilewati sebelumnya agar tidak tersesat jalan menuju ke semula.", "long": "Mendengar jawaban seperti tersebut di atas, Nabi Musa menyambut-nya dengan gembira seraya berkata, \"Itulah tempat yang kita cari. Di tempat itu, kita akan bertemu dengan orang yang kita cari, yaitu Nabi Khidir.\" Mereka pun kembali mengikuti jejak semula, untuk mendapatkan batu yang mereka jadikan tempat berlindung. Menurut al-Biqa'i, firman Allah dalam ayat ini menunjukkan bahwa mereka itu berjalan di padang pasir, sehingga tidak ada tanda-tanda, akan tetapi ada jejak mereka. Maka ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dalam firman Allah tentang pertemuan dua laut itu ialah pertemuan air tawar (sungai Nil) dengan air asin (Laut Tengah) yaitu kota di Dimyath atau Rasyid di negeri Mesir." } } }, { "number": { "inQuran": 2205, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa wajadaa 'abdam min 'ibaadinaaa aatainaahu Rahmatam min 'indinaa wa 'allamnaahu mil ladunnaa 'ilmaa" } }, "translation": { "en": "And they found a servant from among Our servants to whom we had given mercy from us and had taught him from Us a [certain] knowledge.", "id": "Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2205", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2205.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2205.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu ketika keduanya telah sampai ke tempat hilangnya ikan itu, mereka menuju ke arah batu tempat mereka beristirahat beberapa waktu atau beberapa hari yang lalu. Di tempat itulah mereka berdua bertemu dengan seorang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, berupa kenabian atau aneka macam nikmat lainnya, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya secara langsung dari sisi Kami, yaitu ilmu tentang perkaraperkara gaib yang tidak dimengerti oleh manusia pada umumnya. Menurut sebagian besar mufasir yang dimaksud dengan hamba yang saleh itu adalah Nabi Khidr. Keunggulan ilmu yang dimiliki oleh Nabi Khidr, mendorong Nabi Musa ingin tertemu dan belajar kepadanya.", "long": "Dalam ayat ini, dikisahkan bahwa setelah Nabi Musa dan Yusya menelusuri kembali jalan yang dilalui tadi, mereka sampai pada batu yang pernah dijadikan tempat beristirahat. Di tempat ini, mereka bertemu dengan seseorang yang berselimut kain putih bersih. Orang ini disebut Khidir, sedang nama aslinya adalah Balya bin Mulkan. Ia digelari dengan nama Khidir karena ia duduk di suatu tempat yang putih, sedangkan di belakangnya terdapat tumbuhan menghijau. Keterangan ini didasarkan pada hadis berikut: \n\nDiriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, \"Dinamakan Khidir karena ia duduk di atas kulit binatang yang putih. Ketika tempat itu bergerak, di belakangnya tampak tumbuhan yang hijau.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nDalam ayat ini, Allah swt juga menyebutkan bahwa Khidir itu ialah orang yang mendapat ilmu langsung dari Allah. Ilmu itu tidak diberikan kepada Nabi Musa, sebagaimana juga Allah telah menganugerahkan ilmu kepada Nabi Musa yang tidak diberikan kepada Khidir.\n\nMenurut Hujjatul Islam al-Gazali, bahwa pada garis besarnya, ada dua cara bagi seseorang untuk mendapatkan ilmu:\n\n1. Proses pengajaran dari manusia, disebut at-ta'lim al-insani, yang dibagi lagi menjadi dua, yaitu:\n\na. Belajar kepada orang lain (di luar dirinya).\n\nb. Belajar sendiri dengan menggunakan kemampuan akal pikiran.\n\n2. Pengajaran yang langsung diberikan Allah kepada seseorang yang disebut at-ta'lim ar-rabbani, yang dibagi menjadi dua juga, yaitu :\n\na. Diberikan dengan cara wahyu, yang ilmunya disebut: 'ilm al-anbiya' (ilmu para nabi) dan ini khusus untuk para nabi.\n\nb. Diberikan dengan cara ilham yang ilmunya disebut 'ilm ladunni (ilmu dari sisi Tuhan). 'Ilm ladunni ini diperoleh dengan cara langsung dari Tuhan tanpa perantara. Kejadiannya dapat diumpamakan seperti sinar dari suatu lampu gaib yang langsung mengenai hati yang suci bersih, kosong lagi lembut. Ilham ini merupakan perhiasan yang diberikan Allah kepada para kekasih-Nya (para wali)." } } }, { "number": { "inQuran": 2206, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064f\u0644\u0651\u0650\u0645\u0652\u062a\u064e \u0631\u064f\u0634\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala lahoo Moosaa hal attabi'uka 'alaaa an tu'allimani mimmaa 'ullimta rushdaa" } }, "translation": { "en": "Moses said to him, \"May I follow you on [the condition] that you teach me from what you have been taught of sound judgement?\"", "id": "Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2206", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2206.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2206.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa berkata kepadanya, \"Bolehkah aku mengikutimu, yakni menjadi pengikut dan muridmu yang senantiasa bersamamu ke mana pun engkau pergi, agar engkau mengajarkan kepadaku sebagian dari ilmu yang telah diajarkan Allah kepadamu untuk menjadi petunjuk bagiku?\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan maksud Nabi Musa a.s. datang menemui Khidir, yaitu untuk berguru kepadanya. Nabi Musa memberi salam kepada Khidir dan berkata kepadanya, \"Saya adalah Musa.\" Khidir bertanya, \"Musa dari Bani Israil?\" Musa menjawab, \"Ya, benar!\" Maka Khidir memberi hormat kepadanya seraya berkata, \"Apa keperluanmu datang kemari?\" Nabi Musa menjawab bahwa beliau datang kepadanya supaya diperkenankan mengikutinya dengan maksud agar Khidir mau mengajarkan kepadanya sebagian ilmu yang telah diajarkan Allah kepadanya, yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.\n\nDalam ayat ini, Allah menggambarkan secara jelas sikap Nabi Musa sebagai calon murid kepada calon gurunya dengan mengajukan permintaan berupa bentuk pertanyaan. Itu berarti bahwa Nabi Musa sangat menjaga kesopanan dan merendahkan hati. Beliau menempatkan dirinya sebagai orang yang bodoh dan mohon diperkenankan mengikutinya, supaya Khidir sudi mengajarkan sebagian ilmu yang telah diberikan kepadanya. Menurut al-Qadhi, sikap demikian memang seharusnya dimiliki oleh setiap pelajar dalam mengajukan pertanyaan kepada gurunya." } } }, { "number": { "inQuran": 2207, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064e \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaalaa innaka lan tastatee'a ma'iya sabraa" } }, "translation": { "en": "He said, \"Indeed, with me you will never be able to have patience.", "id": "Dia menjawab, “Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2207", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2207.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2207.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar keinginan Nabi Musa itu, dia, yakni Nabi Khidr, menjawab, \"Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar, menahan diri bersamaku ketika engkau menyaksikan sesuatu yang aku perbuat di hadapanmu.", "long": "Dalam ayat ini Khidir menjawab pertanyaan Nabi Musa sebagai berikut, \"Hai Musa, kamu tak akan sabar mengikutiku. Karena saya memiliki ilmu yang telah diajarkan oleh Allah kepadaku yang kamu tidak mengetahuinya, dan kamu memiliki ilmu yang telah diajarkan Allah kepadamu yang aku tidak mengetahuinya.\"\n\nKemampuan Khidir meramal sikap Nabi Musa kalau sampai menyertainya didasarkan pada ilmu ladunni yang telah beliau terima dari Allah di samping ilmu anbiya' yang dimilikinya, seperti tersebut dalam ayat 65 di atas. Dan memang demikianlah sifat dan sikap Nabi Musa yang keras dalam menghadapi kenyataan-kenyataan yang bertentangan dengan syariat yang telah beliau terima dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2208, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0637\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064f\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kaifa tasbiru 'alaa maa lam tuhit bihee khubraa" } }, "translation": { "en": "And how can you have patience for what you do not encompass in knowledge?\"", "id": "Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2208", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2208.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2208.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Khidr bertanya kepada Nabi Musa, dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu yang aku lakukan ketika engkau menyaksikannya, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu, yakni engkau tidak mengetahui hakikat tentang perbuatan yang saya lakukan itu.\"", "long": "Dalam ayat ini, Khidir menegaskan kepada Nabi Musa tentang sebab beliau tidak akan sabar nantinya kalau terus menerus menyertainya. Di sana Nabi Musa akan melihat kenyataan bahwa pekerjaan Khidir secara lahiriah bertentangan dengan syariat Nabi Musa a.s. Oleh karena itu, Khidir berkata kepada Nabi Musa, \"Bagaimana kamu dapat bersabar terhadap perbuatan-perbuatan yang lahirnya menyalahi syariatmu, padahal kamu seorang nabi. Atau mungkin juga kamu akan mendapati pekerjaan-pekerjaanku yang secara lahiriah bersifat mungkar, sedang pada hakikatnya kamu tidak mengetahui maksud atau kemaslahatannya.\n\nSebenarnya memang demikian sifat orang yang tidak bersabar terhadap perbuatan mungkar yang dilihatnya. Bahkan segera ia mengingkarinya." } } }, { "number": { "inQuran": 2209, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala satajiduneee in shaa 'al laahu saabiranw wa laaa a'see laka amraa" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"You will find me, if Allah wills, patient, and I will not disobey you in [any] order.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2209", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2209.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2209.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehendak Nabi Musa untuk bersama Nabi Khidr dan menjadi muridnya sangat kuat, maka dia berkata, \"Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun, yang aku saksikan ketika aku bersamamu.\"", "long": "Dalam ayat ini, Nabi Musa berjanji tidak akan mengingkari dan tidak akan menyalahi apa yang dikerjakan oleh Khidir. Beliau juga berjanji akan melaksanakan perintah Khidir selama perintah itu tidak bertentangan dengan perintah Allah. Janji yang beliau ucapkan dalam ayat ini didasari dengan kata-kata \"insya Allah\" karena beliau sadar bahwa sabar itu perkara yang sangat besar dan berat, apalagi ketika melihat kemungkaran." } } }, { "number": { "inQuran": 2210, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 260, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u062d\u0652\u062f\u0650\u062b\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala fa init taba'tanee falaa tas'alnee 'an shai'in hattaaa uhdisa laka minhu zikraa" } }, "translation": { "en": "He said, \"Then if you follow me, do not ask me about anything until I make to you about it mention.\"", "id": "Dia berkata, “Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2210", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2210.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2210.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Khidr memperkenankan permintaan Nabi Musa, tetapi dengan sebuah syarat. Dia berkata, \"Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun yang aku lakukan walaupun engkau tidak mengerti atau tidak menyetujuinya, sampai aku menerangkannya kepadamu bagaimana sebenarnya peristiwa itu terjadi menurut pengetahuan yang diberitahukan Allah kepadaku.\"", "long": "Dalam ayat ini, Khidir dapat menerima Musa a.s. dengan pesan, \"Jika kamu (Nabi Musa) berjalan bersamaku (Khidir) maka janganlah kamu bertanya tentang sesuatu yang aku lakukan dan tentang rahasianya, sehingga aku sendiri menerangkan kepadamu duduk persoalannya. Jangan kamu menegurku terhadap sesuatu perbuatan yang tidak dapat kau benarkan hingga aku sendiri yang mulai menyebutnya untuk menerangkan keadaan yang sebenarnya.\"\n\nNabi Musa mau menerima syarat itu, memang sebenarnya sikap Nabi Musa yang demikian itu merupakan sopan-santun orang yang terpelajar terhadap cendekiawan, sikap sopan-santun murid dengan gurunya atau sikap pengikut dengan yang diikutinya. Kadang-kadang rahasia guru atau orang yang diikuti belum tentu dipahami oleh murid atau pengikutnya ketika itu juga, tetapi baru dapat dipahami kelak di kemudian hari." } } }, { "number": { "inQuran": 2211, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u0637\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0643\u0650\u0628\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u062e\u064e\u0631\u064e\u0642\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062a\u064f\u063a\u0652\u0631\u0650\u0642\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fantalaqaa hattaaa izaa rakibaa fis safeenati kharaqahaa qaala akharaqtahaa litughriqa ahlahaa laqad ji'ta shai'an imraa" } }, "translation": { "en": "So they set out, until when they had embarked on the ship, al-Khidh r tore it open. [Moses] said, \"Have you torn it open to drown its people? You have certainly done a grave thing.\"", "id": "Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia melubanginya. Dia (Musa) berkata, “Mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya?” Sungguh, engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2211", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2211.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2211.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka berjalanlah keduanya menelusuri pantai, hingga ketika keduanya menjumpai sebuah perahu yang sedang berlayar, keduanya menaiki perahu, lalu sampai di tengah laut, dia, yakni Nabi Khidr, melubanginya. Dia, yakni Nabi Musa, tidak sabar ketika melihat Nabi Khidr melubangi perahu itu dan tidak dapat menyetujuinya, maka ia berkata, \"Mengapa engkau melubangi perahu itu, sungguh perbuatan itu sangat berbahaya. Apakah engkau bermaksud untuk menenggelamkan penumpangnya?\" Sungguh, aku bersumpah, engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar, yang tidak dapat dibenarkan menurut syariat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengisahkan bahwa keduanya (Nabi Musa dan Khidir) telah berjalan di tepi pantai untuk mencari sebuah kapal, dan kemudian mendapatkannya. Keduanya lalu menaiki kapal itu dengan tidak membayar upahnya, karena para awak kapal sudah mengenal Khidir dan pembebasan upah itu sebagai penghormatan kepadanya.\n\nKetika kapal itu sedang melaju di laut dalam, tiba-tiba Khidir mengambil kampak lalu melubangi dan merusak sekeping papan di dinding kapal itu. Melihat kejadian seperti itu, dengan serta merta Nabi Musa berkata kepada Khidir, \"Mengapa kamu lobangi perahu itu? Hal itu dapat menenggelamkan seluruh penumpangnya yang tidak berdosa? Sungguh kamu telah mendatangkan kerusakan yang besar dan tidak mensyukuri kebaikan hati para awak kapal yang telah membebaskan kita dari uang sewa kapal ini.\" Kemudian Nabi Musa mengambil kainnya untuk menutup lubang itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2212, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064e \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala alam aqul innaka lan tastatee'a ma'iya sabraa" } }, "translation": { "en": "[Al-Khidh r] said, \"Did I not say that with me you would never be able to have patience?\"", "id": "Dia berkata, “Bukankah sudah aku katakan, bahwa sesungguhnya engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2212", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2212.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2212.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar pertanyaan Nabi Musa, lalu Nabi Khidr mengingatkan Nabi Musa akan syarat yang telah mereka sepakati. Dia, yakni Nabi Khidr, berkata, \"Bukankah sudah aku katakan sebelum ini bahwa sesungguhnya engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?\"", "long": "Dalam ayat ini, Khidir mengingatkan kepada Nabi Musa tentang persyaratan yang harus dipenuhinya kalau masih ingin menyertai Khidir dalam perjalanan. Khidir juga mengingatkan bahwa Nabi Musa takkan sanggup bersabar atas perbuatan-perbuatan yang dikerjakannya, bahkan beliau akan melawan dan menamakan perbuatan-perbuatan yang dikerjakan-nya itu sebagai kesalahan yang besar, karena Nabi Musa tidak memiliki pengetahuan untuk mengetahui rahasia apa yang terkandung dibalik perbuatan-perbuatan itu. Khidir berkata kepada Nabi Musa, \"Bukankah telah kukatakan bahwasanya kamu sekali-kali tidak akan sanggup bersabar bersamaku?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2213, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u062a\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u0652\u0647\u0650\u0642\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u064a \u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala laa tu'aakhiznee bimaa naseetu wa laa turhiqnee min amree 'usraa" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"Do not blame me for what I forgot and do not cover me in my matter with difficulty.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebani aku dengan suatu kesulitan dalam urusanku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2213", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2213.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2213.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa menyadari kesalahannya maka dia berkata, \"Maafkanlah kesalahanku, janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku menanyakan sesuatu kepadamu sebelum engkau menerangkan kepadaku peristiwa sebenarnya, dan janganlah engkau membebani aku dengan suatu kesulitan yang tidak dapat kupikul dalam urusanku, yakni keinginanku mengikuti engkau agar aku mempelajari ilmu yang diajarkan Allah kepadamu.\"", "long": "Dalam ayat ini, Nabi Musa insaf dan mengetahui kealpaannya atas janjinya. Oleh karena itu, dia meminta kepada Khidir agar tidak menghukumnya karena kealpaannya, dan tidak pula memberatkannya dengan pekerjaan yang sulit dilakukan. Nabi Musa juga meminta kepada Khidir agar diberi kesempatan untuk mengikutinya kembali supaya memperoleh ilmu darinya, dan memaafkan kesalahannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2214, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 15, "page": 301, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 120, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u0637\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0632\u064e\u0643\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fantalaqaa hattaa izaa laqiyaa ghulaaman faqatalahoo qaala aqatalta nafsan zakiy yatam bighairi nafs; laqad ji'ta shai'an nukraa" } }, "translation": { "en": "So they set out, until when they met a boy, al-Khidh r killed him. [Moses] said, \"Have you killed a pure soul for other than [having killed] a soul? You have certainly done a deplorable thing.\"", "id": "Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata, “Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2214", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2214.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2214.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Khidr memaafkan Nabi Musa, lalu keduanya meninggalkan perahu dengan selamat dan turun ke pantai. Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia dengan serta merta membunuhnya. Melihat Nabi Khidr membunuh anak muda itu, Nabi Musa tidak dapat menahan keinginannya untuk bertanya. Dia berkata, \"Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, yang suci dari kedurhakaan, bukan karena dia melakukan kedurhakaan dengan membunuh orang lain? Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengisahkan bahwa keduanya mendarat dengan selamat dan tidak tenggelam, kemudian keduanya turun dari kapal dan meneruskan perjalanan menyusuri pantai. Kemudian terlihat oleh Khidir seorang anak yang sedang bermain dengan kawan-kawannya, lalu dibunuhnya anak itu. Ada yang mengatakan bahwa Khidir itu membunuhnya dengan cara memenggal kepalanya, ada yang mengatakan dengan mencekiknya. Akan tetapi, Al-Qur'an tidak menyebutkan bagaimana cara Khidir membunuh anak itu, apakah dengan memenggal kepalanya, membenturkan kepalanya ke dinding batu, atau cara lain. Kita tidak perlu memperhatikan atau menyelidikinya.\n\nMelihat peristiwa itu, dengan serta merta Nabi Musa berkata kepada Khidir, \"Mengapa kamu bunuh jiwa yang masih suci dari dosa dan tidak pula karena dia membunuh orang lain? Sungguh kamu telah berbuat sesuatu yang mungkar, yang bertentangan dengan akal yang sehat.\n\nDalam ayat ini, pembunuh disebut dengan kata nukr (mungkar), sedangkan melubangi perahu dalam ayat 71 disebut kata imr (kesalahan yang besar). Penyebabnya adalah pembunuhan terhadap anak itu lebih keji dibandingkan dengan melubangi perahu. Melubangi perahu tidak menghilangkan nyawa apabila tidak tenggelam. Tetapi pembunuhan atau menghilangkan nyawa yang tidak sejalan dengan ajaran agama itu nyata-nyata suatu perbuatan mungkar. Pembunuhan yang dapat dibenarkan oleh ajaran agama hanyalah karena murtad, zina muhsan, atau karena qishash." } } }, { "number": { "inQuran": 2215, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064e \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala alam aqul laka innaka lan tastatee'a ma'iya sabraa" } }, "translation": { "en": "[Al-Khidh r] said, \"Did I not tell you that with me you would never be able to have patience?\"", "id": "Dia berkata, “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2215", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2215.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2215.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memperingatkan Nabi Musa untuk tidak mempertanyakan hal yang dia lakukan, hamba yang saleh (Nabi Khidir) kembali memperingatkan Nabi Musa yang mempertanyakan perbuatan Nabi Khidir membunuh seorang anak tanpa sebab yang dibenarkan. Dia berkata, “Bukankah sudah pernah kukatakan kepadamu bahwa engkau tidak akan mampu bersikap sabar bersamaku saat melihat apa yang kulakukan?.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bagaimana Khidir mengingkari pertanyaan Musa, seraya berkata kepada Musa as, \"Bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya kau tidak akan dapat sabar untuk mempelajari ilmu hakikat bersamaku.\" Memang sudah dua kali Musa membantah dan tidak menyetujui perbuatan Khidir, padahal Musa telah berjanji tidak akan mengadakan sangkalan apa-apa terhadap apa yang diperbuat oleh Nabi Khidir. Peringatan Khidir kepada Musa itu adalah peringatan yang terakhir." } } }, { "number": { "inQuran": 2216, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0652\u0646\u0650\u064a \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064f\u0630\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala in sa altuka 'an shai'im ba'dahaa falaa tusaahibnee qad balaghta mil ladunnee 'uzraa" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"If I should ask you about anything after this, then do not keep me as a companion. You have obtained from me an excuse.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2216", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2216.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2216.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar peringatan kedua itu, Nabi Musa merasa tidak enak dan malu. Namun, karena keinginan untuk memperoleh ilmu darinya sangat kuat, dia memohon agar diberi kesempatan lagi. Dia berkata kepadanya, “Jika aku bertanya lagi kepadamu tentang sesuatu yang kaulakukan setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu dalam perjalanan ini. Sesungguhnya engkau sudah cukup bersabar terhadapku yang terlalu banyak bertanya dan engkau juga mau menerima alasan dariku dan memaafkan aku.”", "long": "Selanjutnya Musa berkata, \"Kalau sekiranya aku bertanya lagi kepadamu tentang suatu perbuatanmu yang aneh-aneh itu yang telah aku saksikan, karena aku ingin mengetahui hikmahnya bukan untuk sekedar bertanya saja. Maka jika aku bertanya sekali lagi sesudah kali ini, maka janganlah kamu mengizinkan aku menyertaimu lagi, karena kamu sudah cukup memberikan maaf kepadaku.\" Inilah kata-kata Musa yang penuh dengan penyesalan atas perbuatannya yang terpaksa dia akui dan insafi.\n\nDiriwayatkan dalam suatu hadis yang sahih bahwa Nabi Muhammad saw bersabda tentang keadaan Nabi Musa itu sebagai berikut: \n\nSemoga Allah memberi rahmat kepada kita dan kepada Musa. Seandainya beliau sabar pada sahabatnya (Khidir), tentu beliau banyak menyaksikan keajaiban tentang ilmu hakikat, tetapi karena beliau merasa malu untuk menghadapi celaan lagi dari sahabatnya (Khidir), maka beliau berkata, \"Kalau aku bertanya lagi kepadamu tentang sesuatu sesudah ini, maka janganlah kamu menemani aku. Sesungguhnya kamu sudah cukup memberi maaf kepadaku.\" (Riwayat Muslim dari Ubay bin Ka'ab)" } } }, { "number": { "inQuran": 2217, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u0637\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u064e\u064a\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062c\u0650\u062f\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0636\u0651\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fantalaqaa hattaaa izaaa atayaaa ahla qaryatinis tat'amaaa ahlahaa fa abaw any yudaiyifoohumaa fawajadaa feehaa jidaarany yureedu any yanqadda fa aqaamah; qaala law shi'ta lattakhazta 'alaihi ajraa" } }, "translation": { "en": "So they set out, until when they came to the people of a town, they asked its people for food, but they refused to offer them hospitality. And they found therein a wall about to collapse, so al-Khidh r restored it. [Moses] said, \"If you wished, you could have taken for it a payment.\"", "id": "Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, “Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2217", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2217.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2217.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Permohonan Nabi Musa dikabulkan oleh hamba yang saleh itu, maka keduanya berjalan meneruskan pengembaraan hingga suatu ketika keduanya sampai di suatu negeri. Mereka datang kepada penduduk setempat dan bertanya tentang negeri itu. Rasa lapar yang mendera memaksa mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka tidak mau menjamu mereka. Karena tidak dijamu, kemudian keduanya melanjutkan perjalanan. Tidak lama sesudah itu mereka mendapatkan dinding sebuah rumah yang hampir roboh di negeri itu. Tanpa disuruh, lalu dia, hamba yang saleh itu, menegakkannya. Dengan terheran, dia, yaitu Musa, berkata kepadanya, “Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk pekerjaan yang telah kaulakukan itu.”", "long": "Lalu Musa dan Khidir meneruskan perjalanan mereka berdua sampai ke suatu negeri. Mereka minta agar penduduk negeri itu menjamunya tetapi penduduk negeri itu sangat kikir tidak mau memberi jamuan kepada mereka. Mereka sangat rendah akhlaknya, sebab menurut kebiasaan waktu itu, bilamana ada seorang hartawan tidak mau memberi derma kepada seorang peminta-minta, maka hal seperti itu sangat dicela dan jika ia menolak untuk memberi jamuan kepada tamunya maka hal itu menunjukkan kemerosotan akhlak yang rendah sekali. Dalam hal ini orang-orang Arab menyatakan celaannya yang sangat keras dengan kata-kata. Si pulan menolak tamu (mengusir) dari rumahnya. Qatadah berkata, \"Sejelek-jelek negeri ialah yang penduduknya tidak suka menerima tamu dan tidak mau mengakui hak Ibnu Sabil (orang yang dalam perjalanan kehabisan bekal).\" Di negeri itu Musa dan Khidir menemukan sebuah dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidir memperbaikinya dengan tangannya, sehingga dinding itu tegak menjadi lurus kembali. Keanehan itu termasuk mukjizatnya. Musa yang melihat dinding itu ditegakkan kembali oleh Khidir tanpa mengambil upah apa-apa, Musa ingin mengusulkan kepada Khidir supaya menerima bayaran atas jasanya menegakkan dinding itu, yang dengan bayaran itu ia dapat membeli makanan dan minuman yang sangat dibutuhkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2218, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0631\u064e\u0627\u0642\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0643\u064e \u06da \u0633\u064e\u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u0639 \u0639\u0651\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala haazaa firaaqu bainee wa bainik; sa unabi 'uka bitaaweeli maa lam tastati' 'alaihi sabraa" } }, "translation": { "en": "[Al-Khidh r] said, \"This is parting between me and you. I will inform you of the interpretation of that about which you could not have patience.", "id": "Dia berkata, “Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2218", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2218.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2218.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar komentar Nabi Musa, dia, hamba yang saleh itu, berkata, “Inilah saat perpisahan antara aku dengan engkau sebagaimana janjimu sebelumnya. Sebelum kita berpisah, aku akan memberikan penjelasan secara rinci kepadamu atas semua perbuatan yang telah aku lakukan dan membuat engkau tidak mampu bersikap sabar terhadapnya.\r\nKesabaran dalam menuntut ilmu harus dimiliki oleh semua penuntut ilmu. Tanpa kesabaran niscaya muncul ketergesa-gesaan yang pada akhirnya akan menyebabkan kegagalan.", "long": "Ayat ini menjelaskan jawaban Khidir kepada Musa, \"Pertanyaanmu yang ketiga kalinya ini adalah penyebab perpisahan antara aku dan kamu.\" Sebagian Ulama Tafsir mengatakan bahwa sebab perpisahan itu tidak terjadi pada pertanyaan yang pertama dan kedua, oleh karena pertanyaan pertama dan kedua itu menyangkut perbuatan yang munkar yaitu membunuh anak yang tidak berdosa dan membuat lubang (merusak) pada dinding kapal, maka wajarlah bila dimaafkan. Adapun pertanyaan yang ketiga adalah Khidir berbuat baik kepada orang yang kikir, yang tidak mau memberikan jamuan kepadanya, dan perbuatan itu adalah perbuatan yang baik yang tidak perlu disangkal dan dipertanyakan.\n\nKhidir berkata, \"Aku akan memberitahukan kepadamu berbagai hikmah perbuatanku, yang kamu tidak sabar terhadapnya, yaitu membunuh anak, melubangi kapal dan menegakkan dinding rumah. Tujuannya ialah untuk menyelamatkan kapal dari penyitaan orang yang zalim, menyelamatkan ibu-bapak anak yang dibunuh itu dari kekafiran andaikata ia hidup dan menggantinya dengan adiknya yang saleh serta menyelamatkan harta pusaka kepunyaan dua anak yatim yang berada di bawah dinding yang akan roboh itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2219, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0650\u064a\u0628\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0644\u0650\u0643\u064c \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0633\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064d \u063a\u064e\u0635\u0652\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ammas safeenatu fakaanat limasaakeena ya'maloona fil bahri fa arattu an a'eebahaa wa kaana waraaa' ahum malikuny yaakhuzu kulla safeenatin ghasbaa" } }, "translation": { "en": "As for the ship, it belonged to poor people working at sea. So I intended to cause defect in it as there was after them a king who seized every [good] ship by force.", "id": "Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2219", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2219.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2219.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah memutuskan berpisah dengan Nabi Musa, hamba yang saleh itu menjelaskan perbuatannya satu per satu. Dia mengatakan, “Adapun perahu yang aku lubangi itu adalah milik orang miskin yang dipergunakan untuk bekerja di laut guna mencari nafkah. Aku bermaksud merusaknya agar perahu itu tampak cacat. Aku berbuat demikian karena di hadapan mereka ada seorang raja zalim yang akan merampas setiap perahu yang masih bagus.”", "long": "Khidir menerangkan sebab ia mengerjakan berbagai tindakan yang telah dilakukannya. Adapun perbuatan Khidir melubangi perahu karena perahu itu kepunyaan satu kaum yang lemah dan miskin. Mereka tidak mampu menolak kezaliman raja yang akan merampas perahunya itu, dan mereka mempergunakan perahu itu untuk menambah penghasilannya dengan mengangkut barang-barang dagangan atau menyewakannya pada orang-orang lain. Khidir sengaja membuat cacat pada perahu itu dengan jalan melubanginya karena di hadapannya ada seorang raja zalim yang suka merampas dan menyita setiap perahu yang utuh dan tidak mau mengambil perahu yang cacat, sehingga karena adanya cacat tersebut perahu itu akan selamat.\n\nPara Nabi biasanya menetapkan sesuatu sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang nampak di hadapannya, sedangkan soal-soal yang merupakan rahasia intern diserahkan kepada kebijaksanaan Allah sesuai dengan bunyi sebuah hadis yang dikutip dari Kitab Tafsir al-Maragi jilid VI halaman 7 sebagai berikut:\n\n\"Kami (para Nabi) menetapkan sesuatu sesuai dengan fakta yang nampak dalam pandangan mata, sedangkan Allah mengetahui hakikatnya.\"\n\nHukum-hukum yang berlaku di dunia ini berlandaskan kepada sebab-sebab yang hakiki yaitu fakta-fakta yang sebenarnya dan hal ini hanya diperlihatkan Allah kepada beberapa orang hamba-Nya saja. Oleh karena itu Nabi Musa menyangkal atas perbuatan Khidir dan beliau tidak mengetahui bahwa Khidir telah diberi ilmu laduni yang dapat mengetahui rahasia-rahasia perkara gaib. Martabat Nabi Musa adalah di dalam bidang ilmu syariat dan hukum-hukum yang berlandaskan kepada alam yang nyata, sedangkan Khidir diberi pengetahuan ilmu hakekat sehingga mengetahui rahasia-rahasia perkara gaib. Pada pertanyaan Nabi Musa yang pertama dan yang kedua ada penerapan sebuah kaidah dalam ilmu usul fiqih yang maksudnya, apabila terjadi dua kemudaratan yang tidak dapat dihindarkan lagi, maka ambillah kemudaratan yang paling ringan untuk menghindari kemudaratan yang lebih besar. Seandainya perahu itu tidak dilubangi dindingnya tentu akan disita oleh raja suatu negara yang zalim yang bakal melaluinya." } } }, { "number": { "inQuran": 2220, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u062e\u064e\u0634\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0647\u0650\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa aammal ghulaamu fakaana abawaahu mu'minaini fakhasheenaaa any yurhiqa humaa tughyaananw wa kufraa" } }, "translation": { "en": "And as for the boy, his parents were believers, and we feared that he would overburden them by transgression and disbelief.", "id": "Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2220", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2220.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2220.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun anak yang aku bunuh itu adalah putra dari kedua orang tua mukmin yang kuat dan teguh imannya, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran, lalu keduanya tidak kuasa menolak paksaan anaknya itu karena besarnya kasih sayang mereka kepadanya.", "long": "Adapun anak yang dibunuh itu, adalah anak yang kafir sedangkan kedua orang tuanya termasuk orang yang sungguh-sungguh beriman. Maka kami khawatir karena kecintaan kedua orang tuanya kepada anak itu keduanya akan tertarik kepada kekafiran. Qatadah berkata, \"Kedua orang tuanya gembira ketika anak itu dilahirkan, dan keduanya bersedih ketika anak itu terbunuh.\" Dan seandainya dia masih hidup akan mengakibatkan kesusahan dan kebinasaan pada kedua orang tuanya. Oleh sebab itu hendaklah setiap orang menerima ketentuan Allah dengan senang hati karena ketentuan Allah bagi seorang mukmin dalam hal yang tidak disukainya adalah lebih baik daripada ketentuan Allah terhadapnya dalam hal-hal yang disukainya. Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Nabi saw bersabda: \n\n\"Allah tidak menetapkan kepada seorang mukmin suatu ketetapan, kecuali ketetapan itu terdapat kebaikan baginya.\" (Riwayat Ahmad dan Abu Ya'la)\n\nSesuai pula dengan firman Allah: \n\n\"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.\" (al-Baqarah/2: 216)\n\nKhidir berkata, \"Kami telah mengetahui, bahwa anak itu jika sudah dewasa, akan mengajak ibu bapaknya kepada kekafiran dan mereka berdua akan mengikuti ajakannya karena sangat cinta kepada anaknya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2221, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0632\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e \u0631\u064f\u062d\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Faradnaa any yubdila humaa Rabbuhumaa khairam minhu zakaatanw wa aqraba ruhmaa" } }, "translation": { "en": "So we intended that their Lord should substitute for them one better than him in purity and nearer to mercy.", "id": "Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak) lain yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2221", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2221.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2221.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan membunuhnya, maka kami, yaitu Allah dan aku dengan berbekal petunjuk dari Nya, menghendaki kiranya Tuhan mereka, dengan kehendak dan takdir-Nya, menggantinya dengan anak lain yang lebih baik sifat, perilaku, dan kesuciannya daripada anak yang telah aku bunuh itu dan lebih sayang kepada ibu bapaknya.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Khidir mengharapkan supaya Allah memberi rezeki kepada kedua orang tuanya itu dan seorang anak laki-laki yang lebih baik dari anaknya yang telah dibunuh itu, dan lebih banyak kasih sayangnya kepada ibu bapaknya. Tindakan Khidir membunuh anak tersebut dilandasi oleh keinginan agar pada waktunya Allah dapat menggantikan anak itu dengan yang lebih baik akhlaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 2222, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 261, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u062f\u064e\u0627\u0631\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0646\u0632\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0646\u0632\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u064a \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0637\u0650\u0639 \u0639\u0651\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ammal jidaaru fakaana lighulaamaini yateemaini fil madeenati wa kaana tahtahoo kanzul lahumaa wa kaana aboohumaa saalihan fa araada Rabbuka any yablughaaa ashuddahumaa wa yastakhrijaa kanzahumaa rahmatam mir Rabbik; wa maa fa'altuhoo 'an amree; zaalika taaweelu maa lam tasti' 'alaihi sabra" } }, "translation": { "en": "And as for the wall, it belonged to two orphan boys in the city, and there was beneath it a treasure for them, and their father had been righteous. So your Lord intended that they reach maturity and extract their treasure, as a mercy from your Lord. And I did it not of my own accord. That is the interpretation of that about which you could not have patience.\"", "id": ". Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2222", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2222.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2222.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun dinding rumah yang aku tegakkan tanpa meminta upah itu sebetulnya adalah milik dua anak yatim di kota itu. Di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, peninggalan kedua orang tua mereka. Bila tidak aku tegakkan, lalu dinding itu roboh, aku khawatir harta itu diketahui keberadaannya dan diambil oleh orang yang tidak berhak. Dan ketahuilah bahwa ayahnya adalah seorang yang saleh yang menyimpan hartanya untuk kedua anaknya. Maka Tuhanmu menghendaki harta itu tetap terjaga di tempat penyimpanannya agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu untuk bekal kehidupan mereka. Itu semua adalah sebagai rahmat dari Tuhanmu bagi kedua anak yatim itu. Apa saja yang kuperbuat, seperti halnya yang kaulihat, bukan-lah menurut keinginan dan kemauanku sendiri, melainkan atas perintah Allah. Itulah makna dan keterangan dari perbuatan-perbuatan yang engkau tidak dapat sabar terhadapnya.”\r\nKesalehan orang tua, seperti yang dicontohkan dalam ayat ini, pasti akan dibalas oleh Allah. Salah satu bentuk balasan Allah adalah memberi anugerah kepada anak keturunannya.", "long": "Adapun yang menjadi pendorong bagi Khidir untuk menegakkan dinding itu adalah karena dibawahnya ada harta simpanan milik dua orang anak yatim di kota itu, sedangkan ayahnya seorang yang saleh. Allah memerintahkan kepada Khidir supaya menegakkan dinding itu, karena jika dinding itu jatuh (roboh) niscaya harta simpanan tersebut akan nampak terlihat dan dikhawatirkan akan dicuri orang. Allah menghendaki agar kedua anak yatim itu mencapai umur dewasa dan mengeluarkan simpanannya itu sendiri dari bawah dinding, sebagai rahmat dari pada-Nya. Khidir tidak mengerjakan semua pekerjaan itu atas dorongan dan kemauannya sendiri melainkan semata-mata atas perintah Allah, karena sesuatu tindakan yang berakibat merugikan harta benda manusia dan pertumpahan darah tidak boleh dikerjakan kecuali dengan izin dan wahyu dari Allah. Demikianlah penjelasan Khidir tentang berbagai tindakannya yang tidak biasa yang membuat Nabi Musa tidak bisa sabar, sehingga mempertanyakannya.\n\nUsaha Khidir untuk menegakkan dinding yang hampir roboh, dapat pula dipahami kebijaksanaannya karena robohnya dinding itu mengakibatkan harta benda simpanan dua anak yatim itu diambil orang. Allah telah memberikan kepada Khidir ilmu hakekat dan hal ini tidak mungkin dimilikinya kecuali setelah membersihkan dirinya dan hatinya dari ikatan syahwat jasmani. Nabi Musa ketika telah sempurna ilmu syariatnya diutus oleh Tuhan untuk menemui Khidir supaya belajar dari padanya ilmu hakekat, sehingga sempurnalah ilmu yang wajib dituntut oleh setiap orang yang beriman yaitu ilmu tauhid, fiqih dan tasawuf atau iman, Islam dan ihsan." } } }, { "number": { "inQuran": 2223, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 16, "page": 302, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yas'aloonaka 'an Zil Qarnaini qul sa atloo 'alaikum minhu zikraa" } }, "translation": { "en": "And they ask you, [O Muhammad], about Dhul-Qarnayn. Say, \"I will recite to you about him a report.\"", "id": "Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, “Akan kubacakan kepadamu kisahnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2223", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2223.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2223.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan kisah perjalanan Nabi Musa dalam rangka mencari ilmu kepada seorang hamba yang saleh, pada ayat-ayat berikut Allah menceritakan kisah perjalanan jihad Zulkarnain. Cerita itu dikisahkan untuk menjawab pertanyaan kaum kafir Mekah kepada Nabi Muhammad. Wahai Nabi Muhammad, mereka bertanya kepadamu tentang jati diri Zulkarnain. Katakanlah kepada mereka, “Dengan izin Allah, akan kubacakan kepadamu kisahnya agar kamu dapat memperoleh pelajaran darinya.”", "long": "Orang-orang Quraisy bertanya kepada Muhammad setelah mereka mengadakan pembicaraan lebih dahulu dengan orang-orang Yahudi tentang apa yang harus mereka tanyakan kepada Muhammad untuk menguji kebenaran kenabiannya. Mereka bertanya kepada Muhammad tentang Zulkarnain, maka Allah menyuruh Muhammad menyatakan kepada mereka itu, \"Akan kubacakan padamu cerita-cerita yang lengkap tentang apa yang kamu tanyakan itu karena aku telah diberi keterangan oleh Tuhanku.\" Kemudian beliau memberikan perinciannya sebagaimana dijelaskan ayat berikut:" } } }, { "number": { "inQuran": 2224, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa makkannaa lahoo fil ardi wa aatainaahu min kulli shai'in sababaa" } }, "translation": { "en": "Indeed We established him upon the earth, and We gave him to everything a way.", "id": "Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2224", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2224.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2224.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami telah memberi kedudukan yang tinggi dan kekuasaan yang besar kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan pula jalan kepadanya untuk meraih segala sesuatu yang dia perlukan guna mewujudkan harapannya.", "long": "Sesungguhnya Tuhan telah memberikan kekuasaan kepada Zulkarnain untuk menjelajahi alam ini sebagaimana yang dia kehendaki sehingga dia sampai kepada semua pelosok dunia dan menguasai kerajaan-kerajaan bumi, dan Tuhan telah memberikan kepadanya cara-cara untuk mencapai segala maksud dan tujuannya karena Tuhan telah memberikan kepadanya ilmu pengetahuan yang cukup, kekuasaan yang luas dan alat perlengkapan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2225, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa atba'a sababaa" } }, "translation": { "en": "So he followed a way", "id": "maka dia pun menempuh suatu jalan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2225", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2225.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2225.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Zulkarnain ingin memperluas wilayah kekuasaannya, maka untuk mewujudkannya dia pun menempuh suatu jalan dengan menggunakan cara yang telah Kami ajarkan kepadanya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Zulkarnain menempuh jalan ke arah Barat. Setelah dia menempuh jalan itu, maka sampailah ia ke ujung bumi sebelah barat di mana kelihatan matahari terbenam seolah-olah masuk ke dalam lautan Atlantik. Di mana dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang tampak kehitam-hitaman seperti lumpur. Dia telah melalui negeri Tunis dan Maroko dan sampailah ke pantai Afrika sebelah barat, dan di sana menjumpai beberapa kaum kafir. Allah telah menyuruhnya untuk memilih di antara dua hal, yaitu menyiksa mereka dengan pertumpahan darah atau mengajak mereka supaya beriman kepada Allah. Yang demikian ini dijelaskan dalam firman Allah yang disampaikan kepada Zulkarnain secara ilham. Zulkarnain disuruh supaya membunuh mereka jika mereka tidak mau mengakui Keesaan Allah dan tidak mau tunduk kepada ajakannya, atau mengajarkan kepada mereka petunjuk-petunjuk sehingga mereka mengenal hukum dan syariat agama dengan penuh keyakinan." } } }, { "number": { "inQuran": 2226, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0631\u064f\u0628\u064f \u0641\u0650\u064a \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u062d\u064e\u0645\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa balagha maghribash shamsi wajadahaaa taghrubu fee 'aynin hami'a tinw wa wajada 'indahaa qawmaa; qulnaa yaa Zal Qarnaini immaaa an tu'az ziba wa immaaa an tattakhiza feehim husnaa" } }, "translation": { "en": "Until, when he reached the setting of the sun, he found it [as if] setting in a spring of dark mud, and he found near it a people. Allah said, \"O Dhul-Qarnayn, either you punish [them] or else adopt among them [a way of] goodness.\"", "id": "Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, “Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2226", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2226.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2226.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Zulkarnain melanjutkan perjalanannya hingga ketika dia telah sampai di suatu tempat yang sangat jauh di wilayah barat, yaitu lokasi matahari terbenam, dia melihatnya terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di wilayah sana ditemukannya suatu kaum yang kafir dan durhaka. Kami berfirman kepadanya,“Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum mereka karena kedurhakaan mereka, atau kamu boleh berbuat kebaikan kepada mereka dengan mengajak mereka beriman dan berbuat kebajikan sehingga mereka menyadari kesesatan mereka dari jalan Allah.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Zulkarnain menempuh jalan ke arah Barat. Setelah dia menempuh jalan itu, maka sampailah ia ke ujung bumi sebelah barat di mana kelihatan matahari terbenam seolah-olah masuk ke dalam lautan Atlantik. Di mana dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang tampak kehitam-hitaman seperti lumpur. Dia telah melalui negeri Tunis dan Maroko dan sampailah ke pantai Afrika sebelah barat, dan di sana menjumpai beberapa kaum kafir. Allah telah menyuruhnya untuk memilih di antara dua hal, yaitu menyiksa mereka dengan pertumpahan darah atau mengajak mereka supaya beriman kepada Allah. Yang demikian ini dijelaskan dalam firman Allah yang disampaikan kepada Zulkarnain secara ilham. Zulkarnain disuruh supaya membunuh mereka jika mereka tidak mau mengakui Keesaan Allah dan tidak mau tunduk kepada ajakannya, atau mengajarkan kepada mereka petunjuk-petunjuk sehingga mereka mengenal hukum dan syariat agama dengan penuh keyakinan." } } }, { "number": { "inQuran": 2227, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala amaa man zalama fasawfa nu'azzibuhoo summa yuraddu ilaa Rabbihee fa yu 'azzibuhoo azaaban nukraa" } }, "translation": { "en": "He said, \"As for one who wrongs, we will punish him. Then he will be returned to his Lord, and He will punish him with a terrible punishment.", "id": "Dia (Zulkarnain) berkata, “Barangsiapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2227", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2227.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2227.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, yakni Zulkarnain, berkata, “Siapa saja yang berbuat zalim dan tetap kafir, kami akan menghukumnya dengan hukuman duniawi, kemudian saat kematian menjemputnya, dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian di kala itu Tuhan akan mengazabnya dengan azab yang sangat keras sebagai balasan atas kedurhakaan dan keingkarannya.", "long": "Zulkarnain berkata kepada sebagian komandan pasukannya, \"Adapun orang yang berbuat aniaya terhadap dirinya dan terus-menerus hidup dalam kemusyrikan kepada Allah maka kami akan mengazabnya dan kemudian di akhirat akan dikembalikan kepada Tuhannya untuk diazab dengan azab yang tidak ada taranya dalam neraka Jahannam.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2228, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ammaa man aamana wa 'amila saalihan falahoo jazaaa'anil husnaa wa sanaqoolu lahoo min amrinaa yusraa" } }, "translation": { "en": "But as for one who believes and does righteousness, he will have a reward of Paradise, and we will speak to him from our command with ease.\"", "id": "Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2228", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2228.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2228.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun orang yang beriman dan membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan, maka dia akan mendapat pahala yang terbaik sebagai balasan atas apa yang telah diperbuatnya, dan selanjutnya akan kami sampaikan kepadanya, yaitu orang-orang beriman, perintah kami yang mudah-mudah dan tidak memberatkannya.”", "long": "Adapun orang yang membenarkan Allah dan Keesaan-Nya dan beramal saleh, maka baginya disediakan pahala yang terbaik sebagai balasan atas segala kebijaksanaannya yang telah diperbuatnya selama dia hidup di dunia, dan akan kamu titahkan kepadanya di dunia perintah-perintah yang mudah dikerjakannya yaitu beberapa amalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah seperti salat, zakat, jihad dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 2229, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa atba'a sababaa" } }, "translation": { "en": "Then he followed a way", "id": "Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2229", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2229.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2229.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Zulkarnain berhasil menaklukkan barat. Kemudian, untuk memperluas kekuasaannya, dia dengan cara yang sama menempuh suatu jalan yang mengarahkannya ke belahan dunia yang lain, ke arah timur.", "long": "Adapun orang yang membenarkan Allah dan Keesaan-Nya dan beramal saleh, maka baginya disediakan pahala yang terbaik sebagai balasan atas segala kebijaksanaannya yang telah diperbuatnya selama dia hidup di dunia, dan akan kamu titahkan kepadanya di dunia perintah-perintah yang mudah dikerjakannya yaitu beberapa amalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah seperti salat, zakat, jihad dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 2230, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0645\u064e\u0637\u0652\u0644\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0637\u0652\u0644\u064f\u0639\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062a\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa balagha matli'ash shamsi wajdahaa tatlu'u alaa qawmil lam naj'al lahum min doonihaa sitraa" } }, "translation": { "en": "Until, when he came to the rising of the sun, he found it rising on a people for whom We had not made against it any shield.", "id": "Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari) itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2230", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2230.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2230.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Zulkarnain melanjutkan perjalanan hingga suatu ketika dia sampai di kawasan timur, yaitu tempat terbit matahari. Di daerah itu didapatinya matahari bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari terik dan panasnya cahaya matahari itu.", "long": "Ayat menjelaskan bahwa Zulkarnain menempuh jalan ke arah Timur. Setelah ia sampai ke pantai Afrika sebelah barat, lalu ia kembali menuju ke arah timur sehingga sampailah ia ke tempat terbitnya matahari di sekitar negeri Tiongkok di mana ia menjumpai segolongan umat manusia yang hidupnya tidak di bawah bangunan rumah dan tidak ada pula pohon-pohon menaunginya dari panasnya matahari. Mereka langsung mendapat sorotan cahaya matahari karena tidak terlindung oleh atap atau bukit-bukit yang berada di sekitarnya. Mereka pada siang hari berada dalam lubang-lubang di bawah tanah dan baru muncul di atas permukaan bumi setelah matahari terbenam, untuk mencari penghidupannya. Keadaan mereka jauh berbeda sekali dengan penghuni dunia yang lainnya, karena mereka hidupnya masih primitif dan tidak mempunyai bangunan untuk tempat tinggal." } } }, { "number": { "inQuran": 2231, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0637\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062e\u064f\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kazaalika wa qad ahatnaa bimaa ladaihi khubraa" } }, "translation": { "en": "Thus. And We had encompassed [all] that he had in knowledge.", "id": "demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Zulkarnain)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2231", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2231.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2231.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kisah perjalanan Zulkarnain dan semua perilakunya, baik ketika dia menuju ke barat maupun timur. Dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya dan diperbuatnya.", "long": "Selanjutnya perjalanan Zulkarnain itu seperti yang telah diterangkan di atas, sampai ke ujung Barat dan Timur dan telah sampai ke puncak kebesarannya dalam pemerintahannya yang jarang ada bandingannya. Sungguh Kami mengetahui apa saja yang ada padanya dan apa-apa yang diperbuatnya bersama bala tentaranya, walaupun mereka tersebar luas di seluruh permukaan bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 2232, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa atba'a sababaa" } }, "translation": { "en": "Then he followed a way", "id": "Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2232", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2232.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2232.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah berhasil menguasai kawasan timur, Zulkarnain melanjutkan perjalanannya. Kemudian dia menempuh suatu jalan menuju daerah yang lain lagi.", "long": "Kemudian dia menempuh suatu jalan lain lagi yaitu jalan antara Masyriq (arah timur) dan Maghrib (arah barat) membelok ke arah utara. Yakni ke arah dua gunung di Armenia dan Ajerbaijan." } } }, { "number": { "inQuran": 2233, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062f\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa balagha bainas saddaini wajada min doonihimaa qawmal laa yakaa doona yafqahoona qawlaa" } }, "translation": { "en": "Until, when he reached [a pass] between two mountains, he found beside them a people who could hardly understand [his] speech.", "id": "Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2233", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2233.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2233.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Zulkarnain melanjutkan perjalanan hingga ketika dia sampai di suatu daerah di antara dua gunung tinggi dan terjal hingga sulit dilalui, didapatinya di belakang kedua gunung itu suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan Zulkarnain karena perbedaan bahasa mereka.", "long": "Ketika dia sampai ke suatu tempat di antara dua buah gunung yang terletak di belakang sungai Jihun di negeri Balkh dekat kota Tirmiz. Dia menjumpai segolongan manusia yang hampir tidak mengerti pembicaraan kawan-kawannya sendiri apalagi bahasa lain, karena bahasa mereka sangat berbeda dengan bahasa-bahasa yang dikenal oleh umat manusia dan taraf kecerdasan mereka pun sangat rendah." } } }, { "number": { "inQuran": 2234, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0648\u062c\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0648\u062c\u064e \u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u062e\u064e\u0631\u0652\u062c\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Zal qarnaini inna Yaajooja wa Maajooja mufsidoona fil ardi fahal naj'alu laka kharjan 'alaaa an taj'ala bainanaa wa bainahum saddas" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Dhul-Qarnayn, indeed Gog and Magog are [great] corrupters in the land. So may we assign for you an expenditure that you might make between us and them a barrier?\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Zulkarnain! Sungguh, Yakjuj dan Makjuj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2234", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2234.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2234.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di hadapan Zulkarnain, mereka berkata melalui penerjemah, “Wahai Zulkarnain! Sungguh saat ini kami terancam oleh suatu kaum yang bernama Yakjuj dan Makjuj. Keduanya itu selalu melakukan penindasan dan berbuat kerusakan di bumi. Untuk menghindarkan kami dari kekejaman mereka, maka bolehkah kami membayarmu dengan sejumlah harta sebagai imbalan agar engkau membuatkan dinding yang kuat sebagai penghalang antara kami dan mereka? Kami ingin lepas dari penindasan dan kekejaman mereka.”", "long": "Mereka melalui juru bicaranya berkata, \"Wahai Zulkarnain sesungguhnya Yakjuj dan Makjuj oleh sebagian peneliti ditengarai sebagai bangsa Tartar dan Mongol, sangat membuat kerusakan di muka bumi dengan pembunuhan, perampasan dan segala macam keganasan, maka bersedialah kamu menerima sesuatu upah dari kami yang kami kumpulkan dari harta benda kami supaya kamu membuatkan benteng untuk menjaga kami dari serbuan mereka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2235, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062f\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala maa makkannee feehi Rabbee khairun fa-a'eenoonee biquwwatin aj'al bainakum wa bainahum radmaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"That in which my Lord has established me is better [than what you offer], but assist me with strength; I will make between you and them a dam.", "id": "Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2235", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2235.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2235.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar tawaran umat yang terancam itu, dia, yaitu Zulkarnain yang bijaksana itu, kemudian berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku yang meliputi kekuasaan, keluasan wilayah, dan kekayaan harta benda lebih baik daripada imbalanmu yang kau tawarkan kepadaku, maka sebagai gantinya bantulah aku dengan seluruh kekuatan yang ada, agar aku dapat membuatkan dinding yang kuat sebagai penghalang antara kamu dan mereka, sehingga kamu semua akan merasa aman karena terhindar dari serangan mereka.", "long": "Zulkarnain menjawab, \"Apa-apa yang telah Allah karuniakan kepadaku yaitu ilmu, pengetahuan yang cukup, kerajaan besar, kekuasaan yang luas dan kekayaan yang melimpah ruah itu adalah lebih baik dari pada upah yang kamu sodorkan kepadaku, maka kami ucapkan terima kasih atas segala kebaikanmu itu dan aku hanya memerlukan bantuan kekuatan tenaga manusia dan alat-alat agar aku dapat membuatkan benteng antara kamu dan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2236, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0622\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0632\u064f\u0628\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0646\u0641\u064f\u062e\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0622\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0623\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u063a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0642\u0650\u0637\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Aatoonee zubaral hadeed, hattaaa izaa saawaa bainas sadafaini qaalan fukhoo hattaaa izaa ja'alahoo naaran qaala aatooneee ufrigh 'alaihi qitraa" } }, "translation": { "en": "Bring me sheets of iron\" - until, when he had leveled [them] between the two mountain walls, he said, \"Blow [with bellows],\" until when he had made it [like] fire, he said, \"Bring me, that I may pour over it molten copper.\"", "id": "Berilah aku potongan-potongan besi!” Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2236", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2236.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2236.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Zulkarnain berkata, “Berilah aku potongan-potongan besi untuk aku jadikan bahan membuat dinding penghalang yang kuat!” Hingga ketika potongan-potongan besi itu telah terpasang dengan kukuh dan ketinggiannya sama rata dengan kedua puncak gunung itu, dia meminta mereka menyalakan api dan berkata, “Tiuplah api itu dengan kuat supaya besi itu panas!” Ketika besi itu sudah menjadi panas dan berwarna merah seperti api karena api pembakaran yang begitu besar, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga yang sudah dipanaskan hingga meleleh agar dapat kutuangkan ke atasnya, yaitu besi-besi panas itu sehingga menjadi bangunan dinding yang kukuh.”", "long": "\"Bawalah kepadaku potongan-potongan besi.\" Dan setelah mereka membawa potongan-potongan besi itu, lalu Zulkarnain merangkai dan memasang besi-besi itu sehingga tingginya sama rata dengan kedua puncak gunung itu. Lalu ia berkata kepada pekerja-pekerjanya, \"Gerakkanlah alat-alat peniup angin untuk menyalakan api dan memanaskan besi-besi itu.\" Sehingga bilamana besi itu telah merah seperti api, maka dia berkata pula, \"Sekarang berilah aku tembaga yang mendidih agar kutuangkan ke atas besi yang panas itu,\" sehingga lubang-lubangnya tertutup rapat dan terbentuklah sebuah benteng besi yang kokoh dan kuat." } } }, { "number": { "inQuran": 2237, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 16, "page": 303, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0642\u0652\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Famas taa'ooo any yazharoohu wa mastataa'oo lahoo naqbaa" } }, "translation": { "en": "So Gog and Magog were unable to pass over it, nor were they able [to effect] in it any penetration.", "id": "Maka mereka (Yakjuj dan Makjuj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2237", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2237.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2237.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seiring selesainya pembangunan dinding yang kuat dan tinggi itu, maka mereka, yaitu Yakjuj dan Makjuj dan bangsa lain, tidak akan dapat mendakinya karena bentuk dinding itu yang tinggi dan tegak, dan mereka tidak akan dapat pula melubanginya karena dinding itu begitu tebal dan kuat.", "long": "Dan tatkala Yakjuj dan Makjuj mengadakan penyerbuan ke tempat tersebut, mereka tidak bisa mendakinya karena tingginya yang luar biasa dan mereka tidak bisa pula melubanginya karena keras dan tebal sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 2238, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 121, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u062f\u064e\u0643\u0651\u064e\u0627\u0621\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala haaza rahmatummir Rabbee fa izaa jaaa'a wa'du Rabbee ja'alahoo dakkaaa'a; wa kaana; wa du Rabbee haqqaa" } }, "translation": { "en": "[Dhul-Qarnayn] said, \"This is a mercy from my Lord; but when the promise of my Lord comes, He will make it level, and ever is the promise of my Lord true.\"", "id": "Dia (Zulkarnain) berkata, “(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2238", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2238.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2238.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pembangunan dinding itu selesai, dia bersyukur kepada Allah dan berkata, “Sesungguhnya dinding ini dan kemampuan untuk membuatnya adalah rahmat dari Tuhanku bagi hamba-Nya yang saleh. Dinding ini akan menjadi penghalang dari orang atau bangsa lain yang akan menyerang. Bangunan ini akan terus berdiri tegak sampai waktu yang Allah janjikan. Maka apabila janji Tuhanku tentang keruntuhannya sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya sampai berkeping-keping; dan ketahuilah bahwa janji Tuhanku itu pasti benar dan akan terjadi, karena tidak ada satu pun benda yang tidak hancur pada akhirnya.”", "long": "Selanjutnya Zulkarnain berkata, \"Benteng ini adalah merupakan rahmat karunia dari Tuhanku kepada hamba-Nya, karenanya ia menjadi benteng yang kokoh yang menjaga mereka dari serbuan Yakjuj dan Makjuj. Tetapi apabila telah datang janji Tuhanku tentang keluarnya mereka dari belakang benteng, maka Dia akan menjadikannya hancur luluh lantak rata dengan tanah karena Allah memberi kuasa kepada suatu kaum untuk menghancurkannya, dan janji Tuhanku itu adalah benar tidak dapat diragukan.\n\nMenurut ahli sejarah, ucapan Zulkarnain ini terbukti dengan kasus munculnya raja Jengis Khan yang telah membuat kerusakan di muka bumi dari Timur sampai ke Barat dan mengadakan penyerangan yang menghancurkan benteng besi dan kerajaan Islam di Baghdad. Adapun sebabnya raja Jengis Khan ini mengadakan penyerbuan ke negeri Baghdad, oleh karena Sultan Khuwarazmi dari Bani Saljuk telah membunuh beberapa utusan dan pedagang-pedagang yang diutus dari negerinya. Harta benda mereka dirampas dan diadakan pula serbuan-serbuan ke tapal batas negerinya sehingga menimbulkan kemarahan raja Jengis Khan. Lalu ia menulis surat kepada Sultan Bagdad dengan kata-kata yang pedas sebagai berikut, \"Mengapa kamu berani membunuh sahabat-sahabatku dan merampas harta benda perniagaanku. Apakah kamu membangunkan singa yang sedang tidur dan menimbulkan kejahatan-kejahatan yang tersembunyi.\"\n\nTidakkah Nabimu memberikan wasiat kepadamu agar tidak berbuat aniaya. Oleh karena itu tinggalkanlah bangsa Turki selagi mereka tidak mengganggu kamu. Mengapa kamu sakiti tetanggamu padahal Nabimu sendiri telah berwasiat untuk menghormati tetangga. Dan inilah wasiatku kepadamu, \"Peliharalah baik-baik dan pertimbangkanlah kebijaksanaanmu sebelum timbulnya rasa dendam dan sebelum terbukanya benteng besi. Dan Allah pasti akan menolong setiap orang yang dianiaya, karena itu tunggulah kedatangan Yakjuj dan Makjuj yang akan turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi.\"\n\n\"Dari Umu Habibah ra dari Zainab binti Jahsyin ra, bahwa Rasulullah saw pada suatu hari masuk ke rumah istrinya, Siti Zaenab bint Jahsy dan dengan terkejut beliau mengatakan, \"La ilaha illallah, celakalah bagi orang Arab dari suatu kejahatan yang telah mendekat, hari ini terbuka dari Benteng Yakjuj dan Makjuj lubang besar seperti ini.\" Dan beliau melingkarkan ibu jarinya dengan jari telunjuknya. Lalu Zaenab bertanya, \"Ya Rasulullah apakah kami akan binasa padahal di kalangan kami terdapat banyak orang-orang yang saleh.\" Beliau menjawab, \"Ya, apabila kejahatan sudah banyak jumlahnya.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nSejak hari itu lubang di dalam benteng semakin lama semakin besar. Pada abad ke-7 Hijri, datanglah tentara raja Jengis Khan menyerbu dan menimbulkan berbagai kerusakan di muka bumi terutama di negeri Baghdad." } } }, { "number": { "inQuran": 2239, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062c\u064f \u0641\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0641\u0650\u062e\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa taraknaa ba'dahum Yawma'iziny yamooju fee ba'dinw wa nufikha fis Soori fajama'naahum jam'aa" } }, "translation": { "en": "And We will leave them that day surging over each other, and [then] the Horn will be blown, and We will assemble them in [one] assembly.", "id": "Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Yakjuj dan Makjuj) berbaur antara satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala ditiup (lagi), akan Kami kumpulkan mereka semuanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2239", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2239.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2239.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila saat itu tiba, semua yang ada di bumi akan hancur, dan pada hari itu Kami biarkan mereka, yaitu Yakjuj dan Makjuj, berbaur antara satu dengan yang lain tanpa penghalang apa pun karena dinding kukuh itu telah hancur. Ketika mereka sudah bercampur baur dan sangkakala ditiup untuk yang kedua kali, akan Kami kumpulkan mereka semuanya di Padang Mahsyar, tempat pertemuan semua makhluk ketika itu.", "long": "Pada hari hancurnya benteng besi itu, maka keluarlah Yakjuj dan Makjuj muncul dari belakang benteng gelombang demi gelombang, merusak tanaman dan harta benda seperti yang tersebut dalam firman Allah:\n\n\"Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.\" (al-Anbiya'/21: 96)\n\nPada hari terbukanya tembok itu Kami biarkan mereka bercampur aduk dalam keadaan kacau balau, kemudian situasi itu akan mengingatkan penghuni bumi ketika ditiup sangkakala oleh malaikat Israfil pada hari Kiamat, lalu dikumpulkan mereka di padang Mahsyar untuk diadili. Sesuai dengan firman Allah:\n\nKatakanlah, \"(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian, pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.\" (al-Waqi'ah/56: 49-50)\n\nDan firman Allah:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka. (al-Kahf/18: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 2240, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa 'aradnaa jahannama Yawma'izil lilkaafireena 'ardaa" } }, "translation": { "en": "And We will present Hell that Day to the Disbelievers, on display -", "id": "Dan Kami perlihatkan (neraka) Jahanam dengan jelas pada hari itu kepada orang kafir," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2240", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2240.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2240.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peniupan sangkakala kedua menandakan dimulainya hari kebangkitan. Pada saat itu, Yakjuj-Makjuj dan semua manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Banyak peristiwa yang terjadi setelah itu. Dan Kami perlihatkan neraka Jahanam sebagai tempat pembalasan kepada semua orang kafir tanpa terkecuali, dengan gambaran yang jelas pada hari itu agar mereka mengetahui balasan atas perbuatan mereka dahulu.", "long": "Dan Kami tampakkan neraka Jahanam pada hari ditiupnya sangkakala kepada orang-orang kafir sehingga mereka melihat kedahsyatannya dan keganasannya yang luar biasa dan mereka mendengar pula suaranya dan semburan apinya yang sangat menakutkan, di mana mereka yakin bahwa mereka segera akan dijerumuskan ke dalamnya dan tidak dapat menghindarkan diri daripadanya.\n\nDiriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Bagaimana aku dapat bersenang-senang padahal malaikat Israfil sudah mendekatkan mulutnya pada ujung sangkakala dan telah menundukkan dahi dan telinganya telah siap-siap untuk mendengar kapan datangnya perintah dari Allah untuk meniup sangkakala itu. Dan seandainya jamaah haji yang berkumpul di Mina bersama-sama akan mengangkat sangkakala itu dari bumi niscaya mereka tidak mampu (karena sangat beratnya).\" Maka terdiamlah sahabat Rasulullah dan merasa berat mendengar berita itu. Maka Rasulullah saw bersabda, \"Bacalah (cukuplah) Allah sebagai penyelamat kami, dan Dia adalah sebaik penolong. Hanya kepada Allahlah (kami bertawakal).\" (Riwayat Ahmad dan at-Tirmidzi)" } } }, { "number": { "inQuran": 2241, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 262, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u063a\u0650\u0637\u064e\u0627\u0621\u064d \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u064a \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazeena kaanat a'yunuhum fee ghitaaa'in 'an zikree wa kaanoo la yastatee'oona sam'aa" } }, "translation": { "en": "Those whose eyes had been within a cover [removed] from My remembrance, and they were not able to hear.", "id": "(yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2241", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2241.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2241.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang kafir itu adalah orang-orang yang mata kepala dan hatinya tidak digunakan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, baik yang terdapat di alam semesta maupun yang tertulis dalam Kitab Suci. Mata mereka selalu dalam keadaan tertutup sehingga mereka terdorong untuk berpaling dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku yang tersebar di jagad raya, dan mereka juga tidak sanggup dan enggan mendengar apalagi mematuhi seruan yang mengajak menuju kebenaran.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa azab yang pedih itu disediakan untuk orang-orang yang mata hatinya selalu tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di dunia ini. Mereka tidak pernah memikirkan bukti-bukti kekuasaan-Nya, tidak pernah bertobat kepada Tuhannya, tidak pernah mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, seolah-olah mereka menutup telinga tidak mau mendengar peringatanperingatan dari Allah itu. Azab yang demikian itu ditimpakan kepada mereka sebagai akibat perbuatan mereka berkecimpung (bergelimangan) dalam dosa dan pelanggaran, mengikuti godaan setan masuk dalam perangkap-perangkap yang dipasang oleh setan, sehingga hati mereka dikunci mati oleh Tuhan sehingga tidak dapat lagi mempergunakan mata dan telinganya untuk menerima petunjuk dan kebenaran. Dan Allah menjelaskan bahwa apa-apa yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi manfaat kepada mereka sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 2242, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Afahasibal lazeena kafarooo any yattakhizoo 'ibaadee min dooneee awliyaaa'; innaaa a'tadnaa jahannama lilkaafi reena nuzulaa" } }, "translation": { "en": "Then do those who disbelieve think that they can take My servants instead of Me as allies? Indeed, We have prepared Hell for the disbelievers as a lodging.", "id": "Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh, Kami telah menyediakan (neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2242", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2242.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2242.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena sikap yang buruk itu, maka Allah mengkritik keras mereka, yang diungkapkan dalam bentuk pertanyaan. Apakah orang-orang kafir itu menyangka bahwa mereka dapat mengambil dan menjadikan hamba-hamba-Ku yang saleh, seperti Nabi Isa dan Uzair sebagai tuhan yang disembah dan menjadi penolong mereka di akhirat selain Aku? Sungguh, sikap mereka itu merupakan perilaku yang sesat. Sebagai balasannya, Kami telah menyediakan neraka Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir yang terus mengingkari keesaan dan kekuasaan-Ku.”", "long": "Apakah orang-orang kafir yang mempersekutukan Aku dengan yang lain menyangka bahwa hamba-hamba-Ku yang ada dalam genggaman kekuasaan-Ku, seperti para malaikat, Isa putra Maryam dan berhala-berhala yang mereka sembah, dapat mereka jadikan penolong untuk menyelamatkan diri dari kemurkaan dan azab-Ku? Sangkaan mereka itu adalah sesat dan salah belaka dan Allah dengan tegas menyatakan lagi, \"Kami telah menyediakan neraka Jahannam bagi orang-orang kafir sebagai tempat tinggal dan sebagai ganti dari apa-apa yang mereka sajikan untuk sembahan-sembahannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2243, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0652\u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul hal nunabbi'ukum bilakhsareena a'maalaa" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Shall we [believers] inform you of the greatest losers as to [their] deeds?", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2243", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2243.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2243.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir itu, “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya karena jerih payah mereka hanya akan mendatangkan kesia-siaan dan tanpa ganjaran?”", "long": "Ayat ini menjelaskan perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada orang-orang yang membantahnya di antara Ahliahli Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani, \"Maukah kamu diberi tahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya yaitu orang-orang yang telah bersusah payah mengerjakan suatu perbuatan yang dengan perbuatan itu ia mengharap pahala dan karunia, tetapi yang mereka peroleh hanyalah malapetaka dan kebinasaan, seperti orang-orang yang telah membeli barang dengan mengharapkan keuntungan, tetapi yang diperolehnya hanyalah kerugian belaka." } } }, { "number": { "inQuran": 2244, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0635\u064f\u0646\u0652\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazeena dalla sa'yuhum fil hayaatid dunyaa wa hum yahsaboona annahum yuhsinoona sun'aa" } }, "translation": { "en": "[They are] those whose effort is lost in worldly life, while they think that they are doing well in work.\"", "id": "(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2244", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2244.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2244.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang paling merugi itu adalah orang-orang yang sia-sia perbuatan yang telah dilakukan-nya dalam kehidupan mereka di dunia, sedangkan ketika itu mereka mengira telah berbuat dan beramal dengan sebaik-baiknya.", "long": "Yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam menghimpun kebaikan di dunia, mereka melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perbuatan yang diridai Allah dan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya. Kemudian ternyata mereka telah berbuat keliru dan menempuh jalan yang sesat sehingga amal perbuatan yang telah mereka kerjakan itu tidak memberi manfaat sedikit pun bagaikan debu yang terbang habis dihembus angin." } } }, { "number": { "inQuran": 2245, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062d\u064e\u0628\u0650\u0637\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0632\u0652\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena kafaroo bi aayaati Rabbihim wa liqaaa'ihee fahabitat a'maaluhum falaa nuqeemu lahum Yawmal Qiyaamati waznaa" } }, "translation": { "en": "Those are the ones who disbelieve in the verses of their Lord and in [their] meeting Him, so their deeds have become worthless; and We will not assign to them on the Day of Resurrection any importance.", "id": "Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2245", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2245.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2245.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang akan sia-sia usahanya dan tidak mendapat ganjaran di akhirat itu adalah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat yang menunjukkan kebesaran, kekuasaan, dan keesaan Tuhan mereka, dan mereka juga ingkar terhadap pertemuan dengan-Nya kelak di akhirat untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Karena kekafiran dan keingkaran itu, maka sia-sia-lah semua amal mereka di dunia, dan karenanya Kami tidak memberikan penimbangan terhadap amal mereka kelak pada hari Kiamat. Tidak ada amal perbuatan mereka yang layak dipertimbangkan akibat kekufuran dan keingkaran mereka.", "long": "Mereka yang sia-sia usahanya itu ialah orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan dan kufur pula terhadap hari kebangkitan padahal di hari itu mereka akan dihadapkan kepada hari perjumpaan dengan Allah. Oleh karena itu segala amal mereka akan hapus sehingga tidak ada lagi amal kebajikan yang akan ditimbang di atas neraca timbangan mereka. Karena yang akan memberatkan timbangan pada hari Kiamat hanyalah amal saleh yang bersih dari kemusyrikan." } } }, { "number": { "inQuran": 2246, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u064a \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Zaalika jazaaa'uhum jahannamu bimaa kafaroo wattakhazooo Aayaatee wa Rusulee huzuwaa" } }, "translation": { "en": "That is their recompense - Hell - for what they denied and [because] they took My signs and My messengers in ridicule.", "id": "Demikianlah, balasan mereka itu neraka Jahanam, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai bahan olok-olok." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2246", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2246.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2246.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah penjelasan dan ancaman yang Kami siapkan bagi mereka. Balasan yang paling tepat bagi mereka itu adalah neraka Jahanam. Hal itu karena kekafiran yang telah mereka lakukan dan karena mereka telah menjadikan ayat-ayat-Ku yang menunjukkan kekuasaan, kebesaran, dan keesaan-Ku yang amat jelas dan rasul-rasul-Ku yang mengajak mereka ke jalan yang benar sebagai bahan olok-olok.", "long": "Balasan yang demikian itu diakibatkan kekafiran mereka kepada utusan-utusan Allah dan mukjizat-mukjizat yang dibawanya yang selalu mereka jadikan sebagai olok-olok. Mereka bukan hanya tidak percaya saja tetapi juga memperolok-olok dan menghinakan utusan-utusan Allah yang berarti pula menghinakan Allah yang mengutusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2247, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652\u062f\u064e\u0648\u0652\u0633\u0650 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati kaanat lahum Jannaatul Firdawsi nuzulaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed and done righteous deeds - they will have the Gardens of Paradise as a lodging,", "id": "Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2247", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2247.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2247.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan membuktikan iman mereka dengan mengerjakan kebajikan yang disertai niat untuk mendapat rida Allah, maka untuk mereka telah disediakan surga Firdaus yang penuh kenikmatan sebagai ganjaran dan tempat tinggal bagi mereka.", "long": "Sesungguhnya orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membenarkan risalah para rasul dan berbuat amal saleh semata-mata untuk mencapai keridaan-Nya, bagi mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra, bersabda Rasulullah saw:\n\nApabila kamu memohon kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena ia itu surga yang paling mulia dan yang paling tinggi dan di atasnya terdapat Arsy Ar Rahma n, dan dari surga Firdaus itu mengalirlah sungai-sungai surga. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2248, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u0650\u0648\u064e\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Khaalideena feeha la yabghoona 'anhaa hiwalaa" } }, "translation": { "en": "Wherein they abide eternally. They will not desire from it any transfer.", "id": "mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2248", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2248.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2248.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan rahmat Allah yang demikian besar kepada hamba-Nya yang mematuhi ajaran-Nya, mereka akan kekal di dalamnya. Karena nikmat yang demikian banyak dan kepuasan di dalam surga itu mereka tidak ingin pindah dari sana untuk mendapatkan kenikmatan yang lain.", "long": "Mereka kekal di dalam surga dan tidak ingin pindah ke tempat lain, karena tidak ada tempat yang lebih mulia dan lebih agung pada sisi mereka kecuali surga Firdaus." } } }, { "number": { "inQuran": 2249, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f \u0645\u0650\u062f\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0646\u064e\u0641\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064e\u062f\u064e \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u062f\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul law kaanal bahru midaadal lik Kalimaati Rabbee lanafidal bahru qabla an tanfada Kalimaatu Rabbee wa law ji'naa bimislihee madadaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"If the sea were ink for [writing] the words of my Lord, the sea would be exhausted before the words of my Lord were exhausted, even if We brought the like of it as a supplement.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2249", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2249.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2249.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada bagian sebelumnya banyak informasi yang Allah sampaikan, seperti kisah Ashabul Kahfi, Khidir, dan Zulkarnain. Kemudian, pada bagian akhir surah ini Allah menjelaskan betapa ilmu-Nya sangat luas. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir itu, “Seandainya semua lautan di dunia ini menjadi tinta untuk menulis kalimat- kalimat Tuhanku yang mencakup semua pengetahuan, maka pasti akan habislah seluruh air lautan itu sebelum selesai penulisan kalimat-kalimat Tuhanku. Demikian juga keadaannya meskipun Kami datangkan tambahan lautan sebanyak itu pula untuk menuliskannya, kalimat-kalimat itu tidak akan habis.", "long": "Diriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad, \"Engkau mengatakan bahwa kami telah diberi oleh Allah hikmah, sedang dalam kitab engkau (Al-Qur'an) terdapat ayat:\n\nDan barangsiapa dianugerahkan al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. (al-Baqarah/2: 269)\n\nKemudian engkau mengatakan pula sebagaimana tersebut dalam Al-Qur'an:\n\nDan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. (al-Isra/17: 85)\n\nMereka berpendapat, ada pertentangan antara kedua ayat ini, maka turunlah ayat ini sebagai jawaban atas kritikan mereka. Rasul diperintahkan untuk mengatakan kepada mereka, \"Katakanlah kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menuliskan (dengan pena) kalimat-kalimat Tuhanku dan ilmu-ilmu-Nya, maka akan habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku meskipun air laut itu ditambahkan sebanyak itu pula, karena lautan itu terbatas sedangkan ilmu dan hikmah Allah tidak terbatas.\"\n\nSeperti firman Allah:\n\n\"Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.\" (Luqman/31: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 2250, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 16, "page": 304, "manzil": 4, "ruku": 263, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul innamaaa ana basharum mislukum yoohaaa ilaiya annamaa ilaahukum Ilaahunw Waahid; faman kaana yarjoo liqaaa'a Rabbihee falya'mal 'amalan saalihanw wa laa yushrik bi'ibaadati Rabbiheee ahadaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"I am only a man like you, to whom has been revealed that your god is one God. So whoever would hope for the meeting with his Lord - let him do righteous work and not associate in the worship of his Lord anyone.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2250", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2250.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2250.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memerintah Nabi untuk menjelaskan jati dirinya. Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah diwahyukan kepadaku sesuai kehendak Allah bahwa sesungguhnya Tuhan kamu yang menjadi tujuan ibadah adalah Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Maka, barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya dan menghendaki ganjaran atas amal perbuatannya di akhirat kelak, maka hendaklah dia selalu mengerjakan kebajikan dan menjauhi semua hal keji dan mungkar serta janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya. Hendaklah dia beribadah kepada-Nya dengan tulus, bukan karena ria, dan dilandasi niat untuk menggapai rida-Nya.”", "long": "Katakanlah kepada mereka, \"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, mengakui bahwa semua ilmuku tidak sebanding dengan ilmu Allah, aku mengetahui sekedar apa yang diwahyukan Allah kepadaku, dan tidak tahu yang lainnya kecuali apa yang Allah ajarkan kepadaku. Allah telah mewahyukan kepadaku bahwa, \"Yang disembah olehku dan oleh kamu hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.\" Oleh karena itu barangsiapa yang mengharapkan pahala dari Allah pada hari perjumpaan dengan-Nya, maka hendaklah ia tulus ikhlas dalam ibadahnya, mengesakan Allah dalam rububiyah dan uluhiyah-Nya dan tidak syirik baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi seperti riya, karena berbuat sesuatu dengan motif ingin dipuji orang itu termasuk syirik yang tersembunyi. Setelah membersihkan iman dari kemusyrikan itu hendaklah selalu mengerjakan amal saleh yang dikerjakannya semata-mata untuk mencapai keridaan-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda:\n\nSesungguhnya Allah berfirman, \"Saya adalah yang paling kaya di antara semua yang berserikat dari sekutunya. Dan siapa yang membuat suatu amalan dengan mempersekutukan Aku dengan yang lain, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)" } } } ] }, { "number": 19, "sequence": 44, "numberOfVerses": 98, "name": { "short": "مريم", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0645\u0631\u064a\u0645", "transliteration": { "en": "Maryam", "id": "Maryam" }, "translation": { "en": "Mary", "id": "Maryam" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi. Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.Surat ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa a.s. yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya lsa a.s., sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun. Kelahiran Isa a.s. tanpa bapa, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah s.w.t. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya doa Zakaria a.s. oleh Allah s.w.t., agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2251, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0647\u064a\u0639\u0635", "transliteration": { "en": "Kaaaf-Haa-Yaa-'Ayyyn-Saaad" } }, "translation": { "en": "Kaf, Ha, Ya, 'Ayn, Sad.", "id": "Kaf Ha Ya ‘Ain Shad." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2251", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2251.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2251.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila Surah al-Kahf ditutup dengan penegasan tentang luasnya ilmu Allah dan perintah untuk berbuat kebajikan dan bertauhid dalam ibadah kepada-Nya, maka Surah Maryam mengingatkan kembali manusia tentang ilmu Allah lainnya yang terkandung dalam berbagai ayat Al-Qur’an, seperti Kàf Hà Yà ‘Ain Sàd. Makna sesungguhnya dari ayat ini hanya diketahui oleh Allah. Tujuannya adalah menggugah perhatian manusia tentang Al-Qur’an yang penuh hikmah dan tuntunan.", "long": "Telah diterangkan dalam tafsir permulaan Surah al-Baqarah bahwa permulaan Surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah seperti Alif Lam Mim, Kaf Ha Ya 'Ain shad dan sebagainya termasuk ayat \"Mutasyabihat\" yang arti sesungguhnya hanya diketahui oleh Allah tujuannya agar jadi peringatan dan menambah perhatian tentang Al-Qur'an yang banyak mengandung hikmah dan rahasia yang mendalam." } } }, { "number": { "inQuran": 2252, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0632\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Zikru rahmati Rabbika 'abdahoo Zakariyya" } }, "translation": { "en": "[This is] a mention of the mercy of your Lord to His servant Zechariah", "id": "Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2252", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2252.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2252.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, apa yang dibacakan kepadamu ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu Yang Maha Pengasih kepada hamba-Nya, Zakaria, insan pilihan yang saleh dan taat beribadah.", "long": "Yang dibaca ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu yang dilimpahkan kepada seorang hamba-Nya yang sudah tua, yaitu Nabi Zakaria a.s. ketika beliau berdoa supaya diberi seorang anak yang saleh. Nabi Zakaria berasal dari keturunan Bani Israil yang menjadi nabi setelah Nabi Yunus untuk memimpin kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2253, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u0650\u062f\u064e\u0627\u0621\u064b \u062e\u064e\u0641\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Iz naadaa Rabbahoo nidaaa'an khafiyyaa" } }, "translation": { "en": "When he called to his Lord a private supplication.", "id": "(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2253", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2253.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2253.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu rahmat Tuhanmu kepadanya ketika dia berdoa dengan khusyuk kepada Tuhannya dan mengajukan permohonan yang disampaikannya dengan suara yang lembut dan penuh pengharapan.", "long": "Yaitu tatkala beliau berdoa dengan suara lembut lagi menyendiri dalam mihrabnya, supaya diberi keturunan yang akan melanjutkan tugas kerasulan. Doanya itu sengaja diucapkan dengan suara yang lembut dan dalam keadaan sunyi, supaya terasa lebih ikhlas dan terkabul. Kemudian Al-Qur'an menyebutkan bagaimana bunyi doanya itu. Berdoa memang diperintahkan Allah kepada kita semua dengan tawadhu, yaitu rendah hati serta dengan suara yang lembut, tidak menjerit-jerit, seperti disebutkan dalam firman Allah:\n\nBerdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-A'raf/7: 55)" } } }, { "number": { "inQuran": 2254, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0647\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0652\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0628\u0650\u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0634\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi innee wahanal'azmu minnee washta'alar raasu shaibanw wa lam akum bidu'aaa'ika Rabbi shaqiyyaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, indeed my bones have weakened, and my head has filled with white, and never have I been in my supplication to You, my Lord, unhappy.", "id": "Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2254", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2254.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2254.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan santun dan suara yang lembut dia berkata, “Ya Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Maha Pemelihara, sungguh kini tulang belulangku telah menjadi lemah sehingga aku sering merasa letih, dan rambut kepalaku telah memutih seperti perak karena dipenuhi uban, pertanda bahwa aku telah berusia senja. Namun, aku tidak pernah putus asa dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Engkau adalah Zat yang tidak pernah mengecewakan siapa pun.", "long": "Nabi Zakaria dalam doanya antara lain mengemukakan, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memohon terkabulnya doaku ini, karena beberapa sebab yang aku yakini akan membuka rahmat karunia-Mu. Pertama, aku telah mencapai usia yang sangat tua yaitu hampir sembilan puluh tahun, di mana aku sudah merasa tulang-tulangku sudah lemah, dan kelemahan kerangka badan itu mengakibatkan pula kelemahan yang menyeluruh dalam seluruh tubuhku, dan seorang yang sudah tua seperti aku ini, sangat pantas untuk disayangi dan dikasihani. Kedua, di kepalaku sudah penuh dengan uban, sehingga siapapun yang memandang kepadaku pasti menaruh belas kasihan dan tergerak hatinya untuk memenuhi permohonanku. Ketiga, aku selama ini belum pernah dikecewakan dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhan, sejak aku masih muda, apalagi sekarang di mana kelemahanku telah nampak secara keseluruhan.\" \n\nNabi Zakaria sendiri mengetahui bahwa jika doanya dikabulkan, akan membawa banyak perbaikan dalam bidang agama dan kemasyarakatan. Karena itu beliau melanjutkan doanya seperti disebutkan pada ayat berikut ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2255, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u0650\u064a \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa innee khiftul mawaa liya minw waraaa'ee wa kaana tim ra atee 'aairan fahab lee mil ladunka waliyyaa" } }, "translation": { "en": "And indeed, I fear the successors after me, and my wife has been barren, so give me from Yourself an heir", "id": "Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2255", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2255.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2255.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, di masa tuaku ini aku selalu merasa khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku kelak bila Engkau memanggilku, padahal istriku seorang yang mandul sejak masa mudanya, maka anugerahilah aku dengan rahmat dan kasih sayang-Mu seorang anak dari sisi-Mu yang akan melanjutkan keturunanku dan menggantikanku menyebarkan hukum dan ajaran-Mu.", "long": "Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap orang-orang yang akan mengendalikan dan memimpin umatku, karena tidak ada seorang pun yang dapat dipercaya di antara mereka itu, oleh sebab itu aku mohon dianugerahi seorang anak. Walaupun istriku mandul dan aku sendiri telah sangat tua, tetapi hal ini tidak menyebabkan aku berputus asa, karena percaya atas kebijaksanaan dan kekuasaan Allah Yang Mahaagung. Berputus asa memang dilarang oleh Allah, seperti pada beberapa firman-Nya, yaitu:\n\n\"¦dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.\" (Yusuf/12: 87)\n\nDan firman Allah: \n\n\"Dia (Ibrahim) berkata, \"Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang yang sesat.\" (al-hijr/15: 56)" } } }, { "number": { "inQuran": 2256, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0644\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yarisunee wa yarisu min aali Ya'qoob, waj'alhu Rabbi radiyya" } }, "translation": { "en": "Who will inherit me and inherit from the family of Jacob. And make him, my Lord, pleasing [to You].\"", "id": "yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2256", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2256.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2256.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Tuhanku, aku berharap anak itu kelak menjadi penerusku yang akan mewarisi aku dalam tugas-tugasku sebagai penyeru umat dan mewarisi dari keluarga Yakub yang melanjutkan tradisi dan agama Nabi Ibrahim. Kabulkanlah doaku dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang selalu diridai dan dirahmati.”", "long": "Ayat ini menyebutkan isi doa Nabi Zakariya, Ya Tuhan, berikanlah kepadaku keturunan yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Yakub dan jadikanlah ia seorang yang patut lagi taat dan diridai oleh-Mu, karena mempunyai akhlak dan budi yang luhur lagi mulia, dapat dijadikan suri tauladan oleh sekalian pengikutnya.\n\nDoa memohon keturunan yang saleh dan kelak menjadi pemimpin bagi orang yang bertakwa memang diperintahkan Allah, seperti pada firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang berkata, \"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.\" (al-Furqan/25 :74)" } } }, { "number": { "inQuran": 2257, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaa Zakariyyaaa innaa nubashshiruka bighulaami nismuhoo Yahyaa lam naj'al lahoo min qablu samiyyaa" } }, "translation": { "en": "[He was told], \"O Zechariah, indeed We give you good tidings of a boy whose name will be John. We have not assigned to any before [this] name.\"", "id": "(Allah berfirman), “Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2257", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2257.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2257.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria. Allah berfirman, “Wahai Zakaria, Kami memperkenankan doamu. Melalui perantaraan Jibril, Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan menganugerahimu seorang anak laki-laki yang namanya Yahya. Nama ini merupakan sebutan yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya kepada siapa pun.”", "long": "Dalam ayat ini Allah memberitahukan tentang dikabulkannya doa Zakaria a.s. dan pemberian nama putranya langsung dari Allah sendiri. Allah berfirman kepada Zakaria, bahwa sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepadanya, bahwa permohonannya untuk dianugerahi seorang putra akan terkabul, dan telah disiapkan pula supaya anaknya itu jika lahir diberi nama Yahya dan nama itu belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelum dia." } } }, { "number": { "inQuran": 2258, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u0650\u064a \u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u0650\u064a \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u0652\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u064e\u0631\u0650 \u0639\u0650\u062a\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi annaa yakoonu lee ghulaamunw wa kaanatim ra atee aaqiranw wa qad balaghtu minal kibari 'itiyyaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, how will I have a boy when my wife has been barren and I have reached extreme old age?\"", "id": "Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2258", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2258.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2258.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar berita gembira itu Nabi Zakaria heran dan bertanya pada diri sendiri tentang kemungkinannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku Yang Maha Pemurah, bagaimana mungkin aku akan bisa mempunyai anak seperti yang Engkau beritakan, padahal istriku sejak masa mudanya dahulu adalah seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua yang pada lazimnya tidak mungkin memperoleh anak lagi?”", "long": "Nabi Zakaria a.s. setelah diberitahu akan mempunyai seorang putra bertanya kepada Allah. Pertanyaan itu timbul bukan karena keragu-raguan tentang kekuasaan Allah, akan tetapi untuk mendapat penjelasan tentang caranya, karena beliau merasa sudah tidak mampu lagi untuk memiliki putra, dan istrinya mandul. Apakah beliau akan dijadikan seperti seorang pemuda lagi dengan kekuatan fisik yang cukup, atau istrinya akan dikembalikan menjadi seorang perempuan muda yang dapat melahirkan seorang anak, ataukah beliau harus kawin lagi dengan seorang perempuan lain yang tidak mandul? Karena Zakaria sangat gembira dengan berita akan mendapat seorang anak itu, dan beliau penuh dengan rasa keheranan tentang cara-cara pelaksanaannya, maka beliau tidak dapat menahan diri untuk menanyakan hal itu kepada Tuhannya. Maka dijawab dengan firman Allah pada ayat berikut ini:" } } }, { "number": { "inQuran": 2259, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0647\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064c \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala kazaalika qaala Rabbuka huwa 'alaiya haiyinunw wa qad khalaqtuka min qablu wa lam taku shai'aa" } }, "translation": { "en": "[An angel] said, \"Thus [it will be]; your Lord says, 'It is easy for Me, for I created you before, while you were nothing.' \"", "id": "(Allah) berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2259", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2259.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2259.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab keheranan Zakaria, Allah berfirman, “Demikianlah. Benar bahwa engkau telah lanjut usia dan istrimu mandul.” Memastikan kehendak-Nya, Tuhanmu berfirman, “Wahai Zakaria, sungguh hal itu, yaitu memberimu anak dalam kondisimu yang seperti itu, adalah hal mudah bagi-Ku sebagaimana Aku menciptakan manusia dalam keadaan normalnya. Sungguh, engkau tidak perlu heran karena engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal pada waktu itu engkau sama sekali belum berwujud sebagai apa pun.”", "long": "Ayat menjelaskan bahwa Zakariya akan dianugerahi seorang putra, walaupun ia sudah sangat tua dan istrinya mandul. Hal itu adalah mudah bagi Tuhan. Kalau Allah mampu menciptakan Adam dari yang tidak ada sama sekali kemudian menjadi ada, maka menciptakan seorang anak dari yang ada, yaitu Zakaria dan istrinya adalah lebih mudah bagi Allah. Beberapa firman Allah berikut ini menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan sedikitpun bagi Allah untuk menciptakan segala yang dikehendaki-Nya antara lain yaitu :\n\nTidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfudz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah. (al-hajj/22: 70)\n\nDan firman Allah :\n\nDan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (al-'Ankabut/29: 19)" } } }, { "number": { "inQuran": 2260, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0622\u064a\u064e\u062a\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0627\u0644\u064d \u0633\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbij 'al leee Aayah; qaala Aayatuka allaa tukalliman naasa salaasa layaalin sawiyyaa" } }, "translation": { "en": "[Zechariah] said, \"My Lord, make for me a sign.\" He said, \"Your sign is that you will not speak to the people for three nights, [being] sound.\"", "id": "Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2260", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2260.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2260.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berita itu menggembirakan sekaligus mengejutkan Nabi Zakaria. Untuk memastikannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda yang menambah keyakinanku pada berita itu. Bukan aku tidak percaya akan kekuasaan-Mu, namun ini adalah hal yang luar biasa bagiku.” Menjawab permohonan Nabi Zakaria, Allah berfirman, “Tanda yang Aku berikan kepada-mu agar kaupercaya sepenuhnya ialah bahwa engkau tidak akan dapat bercakap-cakap dengan manusia di sekelilingmu selama tiga hari tiga malam, kecuali dengan memberi isyarat, padahal sesungguhnya engkau sehat dan tidak menderita penyakit apa pun.”", "long": "Kemudian Nabi Zakaria memohon kembali kepada Allah supaya diberi tanda-tanda bahwa anaknya itu segera akan dilahirkan, agar hatinya tambah tenteram dan rasa syukurnya bertambah dalam. Beliau berkata, \"Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda yang dapat menambah ketenteraman hatiku tentang terlaksananya janji engkau itu.\" Hal seperti ini pernah terjadi pula pada Nabi Ibrahim a.s. ketika ditanya, \"Apakah engkau belum percaya bahwa Allah kuasa menghidupkan yang telah mati?\" Beliau menjawab, \"Sungguh aku percaya, akan tetapi aku bertanya supaya bertambah tenteram hatiku.\" Sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nDan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, \"Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.\" Allah berfirman, \"Belum percayakah engkau?\" Dia (Ibrahim) menjawab, \"Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).\" Dia (Allah) berfirman, \"Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.\" Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (al-Baqarah/2: 260)" } } }, { "number": { "inQuran": 2261, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 16, "page": 305, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fakharaja 'alaa qawmihee minal mihraabi fa-awhaaa ilaihim an sabbihoo bukratanw wa 'ashiyyaa" } }, "translation": { "en": "So he came out to his people from the prayer chamber and signaled to them to exalt [Allah] in the morning and afternoon.", "id": "Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2261", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2261.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2261.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar janji dan anugerah Allah, maka dia keluar dari mihrab tempatnya berdoa menuju kaumnya yang sudah lama menunggu, lalu dia memberi isyarat kepada mereka tanpa berbicara sepatah kata pun karena Allah telah menahan kemampuannya untuk berbicara. Dengan isyarat itu dia memberi pesan kepada kaumnya, “Bertasbihlah kamu kepada Allah dengan ketundukan hati dan ketulusan niat pada waktu pagi dan petang.”", "long": "Nabi Zakaria a.s. keluar dari mihrab menuju kaumnya, yang sudah lama menunggu karena kebiasaan mereka ikut salat berjamaah bersama di tempat beribadatnya pada pagi dan petang hari. Mereka bertanya, \"Gerangan apa yang menyebabkan beliau terlambat membuka pintu mihrabnya.\" Lalu beliau memberi isyarat kepada mereka, supaya bertasbih mensucikan Allah dari kemusyrikan dan dari tuduhan mempunyai anak dan dari setiap sifat yang tidak layak bagi Allah. Mereka diperintahkan supaya banyak bertasbih di waktu pagi dan petang." } } }, { "number": { "inQuran": 2262, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649\u0670 \u062e\u064f\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064e \u0635\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaa Yahyaa khuzil Kitaaba biquwwatinw wa aatainaahul hukma saiyyaa" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"O John, take the Scripture with determination.\" And We gave him judgement [while yet] a boy", "id": "”Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2262", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2262.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2262.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan tanda-tanda yang meyakinkan Nabi Zakaria tentang anugerah berupa anak yang diberi nama Yahya, pada ayat ini Allah beralih menguraikan kejadian setelah anak ini dewasa. Allah berfirman, “Wahai Yahya! Ambillah dan pelajarilah Kitab Taurat itu. Pahami kandungannya dan laksanakan tuntunannya dengan sungguh-sungguh.” Kami telah mengajarinya isi Taurat dan Kami berikan hikmah kepadanya selagi dia masih kanak-kanak, sehingga saat dewasa ia telah paham betul Kitab itu dan tidak pernah lalai dalam melaksanakannya.", "long": "Allah memerintahkan kepada Yahya supaya mengambil kitab Taurat yang merupakan nikmat terbesar dari Allah kepada Bani Israil dengan penuh perhatian dan sungguh-sungguh dan mengamalkan isinya dengan tulus ikhlas. Kemudian Allah mengungkapkan sifat-sifat Nabi Yahya yang sangat terpuji yang patut ditiru oleh sekalian pengikutnya. Di antaranya, Allah telah memberikan kepadanya hikmah dan pengertian yang sangat mendalam tentang agama dan kegairahan untuk mengamalkan segala amal kebaikan walaupun ketika itu Yahya masih sangat muda. Diriwayatkan bahwa beliau pernah dikerumuni oleh anak-anak sebayanya dan diajak supaya main bersama-sama, lalu beliau menjawab, \"Kita ini diciptakan Tuhan bukan untuk bermain-main. Marilah ikut bersama saya salat.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2263, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064e\u0646\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa hanaanam mil ladunnaa wa zakaatanw wa kaana taqiyyaa" } }, "translation": { "en": "And affection from Us and purity, and he was fearing of Allah", "id": "dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2263", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2263.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2263.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain pemahaman tentang kandungan Taurat, Kami jadikan pula dia pemuda yang santun dan memiliki rasa kasih sayang kepada sesama. Inilah anugerah dari Kami dan Kami jadikan dia orang yang bersih dari dosa. Dan dia pun seorang yang bertakwa dan taat pada aturan-aturan Allah.", "long": "Allah menjadikan Nabi Yahya itu seorang yang memiliki rasa belas kasihan kepada sesama manusia terutama fakir miskin sebagaimana Allah menjadikan Nabi Muhammad saw memiliki perasaan yang sama, seperti tercantum dalam firman Allah:\n\nMaka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. (Ali 'Imran/3: 159)\n\nDan firman Allah:\n\nSungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. (at-Taubah/9: 128)\n\nSifat Nabi Yahya juga bersih dari syirik dan selalu menjauhkan diri dari setiap perbuatan yang menyebabkan kemurkaan Allah. Beliau selalu bertakwa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2264, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa barram biwaalidayhi wa lam yakum jabbaaran 'asiyyaa" } }, "translation": { "en": "And dutiful to his parents, and he was not a disobedient tyrant.", "id": "dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2264", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2264.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2264.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dia juga sangat berbakti kepada kedua orang tuanya sehingga mereka sangat menyayanginya, dan dia juga bukan orang yang sombong dan membanggakan nasabnya, dan bukan pula orang yang durhaka.", "long": "Ayat ini menjelaskan sifat Nabi Yahya yang selalu berbakti kepada kedua orang tuanya, karena berbakti kepada mereka itu dijadikan amal kebajikan setelah beribadah kepada Allah, sesuai dengan firman-Nya:\n\nDan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.(al-Isra/17: 23)\n\nDi antara sifat Nabi Yahya lainnya ialah tidak sombong terhadap manusia yang lain, selalu rendah hati, seperti sifat yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw dalam firman Allah:\n\nDan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. (asy-Syu'ara/26: 215)\n\nDan firman Allah:\n\nSekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. (Ali 'Imran/3: 159)\n\nOleh karena sifat sombong ini sangat buruk, sehingga menyebabkan Iblis dikutuk karena ia berlaku sombong, tidak mau sujud menghormati kepada Nabi Adam as, atas perintah Allah. Sifat yang terakhir di antara sifat Nabi Yahya yang terpuji adalah tidak pernah menentang perintah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2265, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 264, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0648\u064f\u0644\u0650\u062f\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f \u062d\u064e\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa salaamun 'alaihi yawma wulida wa yawma yamootu wa yawma yub'asu haiyaa" } }, "translation": { "en": "And peace be upon him the day he was born and the day he dies and the day he is raised alive.", "id": "Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2265", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2265.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2265.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena sifat terpujinya itu, Yahya didoakan agar keselamatan dan kesejahteraan selalu diperuntukkan bagi dirinya serta terhindar dari keburukan dan kekurangan pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali di Padang Mahsyar setelah hari kebangkitan kelak.", "long": "Allah menerangkan pahala kebajikan Nabi Yahya itu karena ketaatan dan kesalehannya, keselamatan, kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan ke dunia, dan pada hari ia wafat meninggalkan dunia yang fana ini serta pada hari ia dibangkitkan hidup lagi pada hari Kiamat. Disebutkannya tiga peristiwa ini, karena setiap manusia pada ketiga masa itu sangat membutuhkan rahmat dan karunia Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 2266, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0646\u062a\u064e\u0628\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0634\u064e\u0631\u0652\u0642\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wazkur fil Kitaabi Marya; izin tabazat min ahlihaa makaanan shariqyyaa" } }, "translation": { "en": "And mention, [O Muhammad], in the Book [the story of] Mary, when she withdrew from her family to a place toward the east.", "id": "Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur'an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2266", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2266.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2266.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari kisah Nabi Yahya, Allah lalu berbicara tentang kisah Maryam. Wahai Nabi Muhammad, “Ingatkan dan ceritakanlah kisah Maryam binti Imran yang terdapat di dalam Kitab Al-Qur’an. Kisahkan kepada mereka ketika dia bersungguh-sungguh ingin mengasingkan diri dari keluarganya, bahkan dari semua manusia, untuk memperoleh ketenangan dalam beribadah, menuju ke suatu tempat yang terletak di sebelah timur Baitulmakdis.”", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya menceritakan kisah Maryam yang diterangkan dalam Al-Qur'an ketika Maryam ibunda Nabi Isa menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat yang berada di sebelah timur Baitul Makdis untuk mendapatkan ketenangan dalam beribadat kepada Allah. Maryam ingin melepaskan diri dari rutinitas kegiatan hidup sehari-hari.\n\nSehubungan dengan ayat ini, Ibnu Abbas berkata, \"Di antara semua orang aku paling mengetahui tentang apa sebab kaum Nasrani menjadikan kiblat mereka ke arah Timur; yaitu sesuai dengan firman Allah bahwa Maryam menenangkan dan menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah Timur, lalu mereka menjadikan tempat kelahiran Nabi Isa a.s. itu sebagai kiblat.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2267, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064f\u0648\u062d\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u062b\u0651\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fattakhazat min doonihim hijaaban fa arsalnaaa ilaihaa roohanaa fatamassala lahaa basharan sawiyyaa" } }, "translation": { "en": "And she took, in seclusion from them, a screen. Then We sent to her Our Angel, and he represented himself to her as a well-proportioned man.", "id": "lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2267", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2267.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2267.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sampai di tempat yang diinginkan, lalu dia memasang tabir yang memisahkan dan melindunginya dari mereka. Lalu Kami mengutus roh Kami, yaitu Jibril, kepadanya untuk menyampaikan pesan Kami. Begitu Jibril sampai, maka dia menjelma atau menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna, anggun, berwibawa, dan simpatik.", "long": "Maka Maryam membuat tabir (dinding) yang melindunginya dari pandangan keluarganya dan manusia lainnya. Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril kepadanya dalam bentuk seorang laki-laki yang gagah dan rupawan untuk memberitahukan kepada Maryam bahwa ia akan melahirkan seorang putra tanpa ayah. Adapun hikmatnya kedatangan Jibril dalam bentuk manusia itu agar supaya tidak menimbulkan ketakutan pada diri Maryam." } } }, { "number": { "inQuran": 2268, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaalat inneee a'oozu bir Rahmaani minka in kunta taqiyyaa" } }, "translation": { "en": "She said, \"Indeed, I seek refuge in the Most Merciful from you, [so leave me], if you should be fearing of Allah.\"", "id": "Dia (Maryam) berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2268", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2268.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2268.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maryam terkejut dan takut melihat Jibril datang ke tempatnya menyendiri. Dia berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Pemelihara terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa, menjauhlah dan jangan menggangguku.”", "long": "Tatkala Maryam melihat ada seorang laki-laki di tempatnya yang terasing itu, beliau berlindung kepada Allah Ta'ala dari kejahatan yang mungkin timbul seraya berkata, \"Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah; jangan sekali-kali kamu mengganggu aku jika kamu bertakwa kepada-Nya, sebab setiap orang yang bertakwa itu selalu menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2269, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u0650 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0644\u064e\u0643\u0650 \u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0632\u064e\u0643\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala innamaa ana rasoolu Rabbiki li ahaba laki ghulaaman zakiyyaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"I am only the messenger of your Lord to give you [news of] a pure boy.\"", "id": "Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2269", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2269.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2269.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jibril menyadari ketakutan Maryam. Dia lalu memperkenalkan diri dan berkata, “Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Tuhanmu yang menjaga dan melindungimu. Aku mendapat tugas untuk menyampaikan berita tentang anugerah yang akan dikaruniakan Allah kepadamu, yaitu seorang anak laki-laki yang suci dari segala dosa dan noda.”", "long": "Untuk menenteramkan hati Maryam dan menghilangkan ke-curigaannya Malaikat Jibril berkata, \"Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan dari Tuhanmu untuk menyampaikan berita kepadamu akan lahir seorang anak laki-laki yang suci dari segala macam noda.\" Malaikat Jibril menyebutkan bahwa dia sendiri yang akan menyampaikan berita tentang anak laki-laki itu, karena ia diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk meniupkan roh ke dalam tubuh Maryam." } } }, { "number": { "inQuran": 2270, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u0650\u064a \u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f \u0628\u064e\u063a\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaalat anna yakoonu lee ghulaamunw wa lam yamsasnee bashrunw wa lam aku baghiyyaa" } }, "translation": { "en": "She said, \"How can I have a boy while no man has touched me and I have not been unchaste?\"", "id": "Dia (Maryam) berkata, “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2270", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2270.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2270.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar perkataan Jibril tentang anak tersebut, dia berkata keheranan, “Bagaimana mungkin aku melahirkan dan mempunyai anak laki-laki, padahal selama ini tidak pernah ada satu orang pun pria yang menyentuhku, yaitu berhubungan suami istri secara halal denganku, dan aku juga bukan seorang pezina.”", "long": "Maryam merasa sangat terkejut mendengar berita itu dan dengan nada keheranan ia berkata, \"Bagaimana aku akan mendapat seorang anak laki-laki padahal belum pernah ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku; dan aku bukan pula seorang pezina.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2271, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 122, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0647\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala kazaaliki qaala Rabbuki huwa 'alaiya yaiyimunw wa linaj 'alahooo Aayatal linnaasi wa rahmatam minnaa; wa kaana amram maqdiyyaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"Thus [it will be]; your Lord says, 'It is easy for Me, and We will make him a sign to the people and a mercy from Us. And it is a matter [already] decreed.' \"", "id": "Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2271", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2271.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2271.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab keheranan Maryam, dia, yaitu Jibril, berkata, “Demikianlah. Benarlah semua yang kaukatakan. Namun, Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu, yakni kelahiran anak tanpa hubungan suami istri, adalah hal mudah bagi-Ku. Ini adalah anugerah bagimu dan sekaligus agar Kami dapat menjadikannya sebagai suatu tanda yang nyata tentang kebesaran dan kekuasaan-Ku bagi manusia, dan sebagai rahmat dari Kami untuk orang yang mau menjadikan peristiwa ini sebagai petunjuk. Apa saja yang terjadi, dan demikian juga hal ini, yaitu kelahiran anak tanpa melalui hubungan seksual, adalah suatu urusan yang sudah diputuskan. Karena itu, terimalah ketentuan ini dengan ikhlas.”", "long": "Jibril menjawab pertanyaan Maryam dengan mengatakan bahwa Maryam akan mendapat seorang anak laki-laki walaupun tidak bersuami ataupun tidak mengadakan hubungan dengan laki-laki; karena yang demikian itu adalah kehendak Allah Yang Mahakuasa dan yang demikian itu mudah bagi-Nya. Allah menjadikan seorang putra dari Maryam itu agar menjadi bukti bagi manusia atas kekuasaan-Nya. Pemberian putra kepada Maryam sebagai rahmat dari Allah karena kelak anak laki-laki itu akan menjadi seorang Nabi yang menyeru kepada jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan itu adalah keputusan Allah yang tidak dapat dirubah lagi.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2272, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0628\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fahamalat hu fantabazat bihee makaanan qasiyyaa" } }, "translation": { "en": "So she conceived him, and she withdrew with him to a remote place.", "id": "Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2272", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2272.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2272.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut menguraikan kondisi psikologis Maryam ketika hamil. Proses kehamilannya dimulai ketika Jibril meniupkan roh ke tubuh Maryam, maka sesudah itu dia mengandung. Mengetahui dirinya hamil, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh dari tempatnya menetap selama ini.", "long": "Setelah Jibril menerangkan maksud kedatangannya itu, maka Maryam menjawab, \"Aku berserah diri kepada ketetapan Allah.\" Lalu Jibril meniupkan roh Nabi Isa ke Maryam sehingga mengakibatkan Maryam mengandung; lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya ke suatu tempat yang jauh dari orang banyak untuk menghindari tuduhan dan cemoohan dari Bani Israil." } } }, { "number": { "inQuran": 2273, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062e\u064e\u0627\u0636\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u0650\u0630\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u062a\u0651\u064f \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0646\u064e\u0633\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0633\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa ajaaa 'ahal makhaadu ilaa jiz'in nakhlati qaalat yaa laitanee mittu qabla haazaa wa kuntu nasyam mansiyyaa" } }, "translation": { "en": "And the pains of childbirth drove her to the trunk of a palm tree. She said, \"Oh, I wish I had died before this and was in oblivion, forgotten.\"", "id": "Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2273", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2273.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2273.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah beberapa lama tinggal di tempatnya yang baru, kemudian Maryam mulai merasakan rasa sakit akibat kontraksi yang menjadi pertanda dia akan melahirkan. Keadaan ini memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma. Ketika itu, dia membayangkan cemoohan orang-orang di sekelilingnya saat mereka tahu dia melahirkan anak tanpa suami. Dia berkata, “Wahai, betapa baiknya bila aku mati sebelum kehamilanku ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan selamanya.”", "long": "Ketika Maryam merasa sakit karena akan melahirkan anaknya, maka ia terpaksa bersandar pada pangkal pohon kurma untuk memudahkan kelahiran; dengan penuh kesedihan ia berkata, \"Aduhai, alangkah baiknya jika aku mati saja sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan.\" Ia mengharapkan seandainya mati saja sebelum melahirkan karena merasa beratnya penderitaan akibat melahirkan seorang anak tanpa seorang ayah yang berakibat timbulnya tuduhan dan cemoohan dari kaumnya yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya; atau beliau mengharapkan menjadi sesuatu benda yang tidak berarti dalam pandangan manusia, lagi dilupakan daripada menderita perasaan tertekan dan malu yang luar biasa." } } }, { "number": { "inQuran": 2274, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u0650\u064a \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u0650 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0643\u0650 \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fanaadaahaa min tahtihaan allaa tahzanee qad ja'ala Rabbuki tahtaki sariyyaa" } }, "translation": { "en": "But he called her from below her, \"Do not grieve; your Lord has provided beneath you a stream.", "id": "Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2274", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2274.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2274.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keluhan Maryam terdengar oleh Jibril. Selang beberapa lama kemudian Maryam pun melahirkan. Maka dia, yaitu Jibril, berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Wahai Maryam, janganlah engkau bersedih hati karena kondisimu ini. Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu agar kamu dapat membersihkan diri setelah melahirkan.", "long": "Maka datanglah Jibril dan berseru dari suatu tempat yang rendah, \"Janganlah kamu bersedih hati, karena sesungguhnya Tuhanmu telah mengalirkan sebuah anak sungai di bawahmu.\" Ini merupakan suatu rahmat bagi Maryam karena di tempat itu pada mulanya kering tidak ada air yang mengalir, tetapi kemudian terdapat aliran air yang bersih." } } }, { "number": { "inQuran": 2275, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 16, "page": 306, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0632\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u0650 \u0628\u0650\u062c\u0650\u0630\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0629\u0650 \u062a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0642\u0650\u0637\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u0650 \u0631\u064f\u0637\u064e\u0628\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa huzzeee ilaiki bijiz 'in nakhlati tusaaqit 'alaiki rutaban janiyyaa" } }, "translation": { "en": "And shake toward you the trunk of the palm tree; it will drop upon you ripe, fresh dates.", "id": "Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2275", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2275.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2275.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pegang dan goyanglah sekuat tenagamu pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buahnya yang masak kepadamu agar kamu dapat memakannya.", "long": "Jibril kemudian menyuruh Maryam untuk menggoyang pohon kurma dan nanti pohon itu akan menjatuhkan buah kurma yang telah masak kepadanya. Dan ini adalah rahmat yang lain untuk Maryam karena pada mulanya pohon kurma itu telah kering, dengan kehendak Allah menjadi hijau dan subur kembali serta berbuah sebagai rezeki untuk Maryam." } } }, { "number": { "inQuran": 2276, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u064a\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0646\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0635\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0625\u0650\u0646\u0633\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fakulee washrabee wa qarree 'ainaa; fa immaa tarayinnna minal bashari ahadan faqooleee innee nazartu lir Rahmaani sawman falan ukallimal yawma insiyyaa" } }, "translation": { "en": "So eat and drink and be contented. And if you see from among humanity anyone, say, 'Indeed, I have vowed to the Most Merciful abstention, so I will not speak today to [any] man.' \"", "id": "Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2276", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2276.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2276.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka makan-lah buah kurma yang berjatuhan itu dan minum-lah air dari anak sungai tersebut. Nikmatilah dan bersenanghatilah engkau dengan kelahiran putramu. Jika engkau melihat seseorang dengan kondisimu sekarang, maka katakanlah kepadanya dengan isyarat, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa, yakni menahan diri untuk tidak berbicara, untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”", "long": "Maka Jibril menyuruh Maryam supaya makan, minum dan ber-senang hati karena mendapat rezeki itu dan menghilangkan kesedihan hatinya karena Allah berkuasa untuk membersihkannya dari segala tuduhan yang tidak pantas, sehingga Maryam tetap dianggap sebagai wanita yang suci tidak pernah ternoda. Jika kamu melihat seorang manusia yang bertanya tentang persoalannya dan persoalan anaknya, maka isyaratkanlah kepadanya, \"Sesungguhnya aku telah bernazar atas diriku untuk berpuasa semata-mata untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, dan aku tidak akan berbicara langsung dengan seorang manusia pun pada hari ini, karena ucapanku itu mungkin ditolak dan tidak dipercayai." } } }, { "number": { "inQuran": 2277, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064f \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa atat bihee qawmahaa tahmiluhoo qaaloo yaa Maryamoo laqad ji'ti shai'an fariyyaa" } }, "translation": { "en": "Then she brought him to her people, carrying him. They said, \"O Mary, you have certainly done a thing unprecedented.", "id": "Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2277", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2277.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2277.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar kata-kata Jibril yang meneduhkan, hati Maryam menjadi tenang dan kesedihannya hilang. Kemudian dia membawanya, yaitu bayi Isa, kepada kaumnya dengan menggendongnya secara terang-terangan tanpa malu sedikit pun. Ketika kaumnya melihat hal itu, mereka berkata, “Wahai Maryam, sungguh engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar bagi diri dan keluargamu karena engkau telah melahirkan bayi tanpa suami.”", "long": "Setelah Maryam diperintahkan untuk berpuasa pada hari melahirkan putranya dan tidak berbicara dengan seorang pun dan setelah ada jaminan dari Allah bahwa kehormatannya tetap terpelihara; maka Maryam menyerahkan seluruh nasibnya pada ketetapan Allah, Maryam menggendong anaknya dan membawanya kepada kaumnya, hal itu menyebabkan kaumnya mencela perbuatannya seraya berkata, \"Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu perbuatan yang amat mungkar.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2278, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648\u0643\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e \u0633\u064e\u0648\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064f\u0643\u0650 \u0628\u064e\u063a\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa ukkhta Haaroona maa kaana abokim ra-a saw'inw wa maa kaanat ummuki baghiyyaa" } }, "translation": { "en": "O sister of Aaron, your father was not a man of evil, nor was your mother unchaste.\"", "id": "Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2278", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2278.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2278.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak puas mencemoohan Maryam, mereka pun merendahkannya dengan menyebut keluarganya. Mereka berkata, “Wahai saudara perempuan Harun! Ayahmu dalam kehidupannya bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan pula seorang perempuan pezina. Bagaimana mungkin engkau melakukan hal yang memalukan ini?”", "long": "Kemudian mereka menambah celaan dan cemoohan serta tuduhan kepada Maryam seraya berkata, \"Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang wanita tuna susila. Bagaimana kamu sampai mendapatkan anak ini.\" Maryam dipanggil dengan sebutan \"Saudara perempuan Harun\", oleh karena telah menjadi kebiasaan Bani Israil untuk menyebutkan nama-nama para nabi dan orang-orang saleh sebelumnya.\n\nDiriwayatkan oleh al-Mugirah bin Syu'bah yang diutus oleh Rasulullah saw, ke Najran di negeri Yaman di mana terdapat orang-orang Nasrani dan mereka bertanya kepadanya, \"Mengapa kamu membaca di dalam Al-Qur'an, \"hai saudara perempuan Harun,\" padahal Harun dan Musa itu hidupnya lama sekali sebelum lahirnya Isa putra Maryam?\" al-Mugirah tidak sempat memberikan jawaban dan ketika beliau pulang ke Medinah dan menghadap Rasulullah beliau mengemukakan pertanyaan itu. Oleh Rasulullah saw dijawab: \n\n\"Mengapa kamu tidak memberitahu mereka, bahwa kebiasaan mereka (Bani Israil) itu suka menyebut-nyebut nama para nabi dan orang-orang saleh sebelum mereka.\" (Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 2279, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0634\u064e\u0627\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0635\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa ashaarat ilaih; qaaloo kaifa nukallimu man kaana fil mahdi sabiyyaa" } }, "translation": { "en": "So she pointed to him. They said, \"How can we speak to one who is in the cradle a child?\"", "id": "Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2279", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2279.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2279.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maryam tidak gentar menghadapi cemoohan kaumnya, maka untuk menjawabnya dia menunjuk kepada anak yang sedang digendongnya. Melihat isyaratnya untuk bertanya kepada anak tersebut, mereka berkata, “Bagaimana mungkin kami akan berbicara dengan bayi yang masih dalam ayunan itu?”", "long": "Maryam menunjuk kepada putranya supaya berbicara dan menjelaskan tentang keadaannya, karena Maryam sudah bernazar untuk tidak berbicara dengan siapa pun dan sudah merasa yakin bahwa anaknya mengerti isyarat itu. Orang-orang Yahudi bertanya dengan keheranan, \"Bagaimana kami akan berbicara dengan seorang bayi yang masih di dalam gendongan?\" Mereka menduga bahwa Maryam memperolok-olok mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2280, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0646\u0650\u064a \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala innee 'abdullaahi aataaniyal Kitaaba wa ja'alanee Nabiyyaa" } }, "translation": { "en": "[Jesus] said, \"Indeed, I am the servant of Allah. He has given me the Scripture and made me a prophet.", "id": "Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2280", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2280.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2280.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Isa yang berada dalam gendongan ibunya mendengar pembicaraan kaumnya. Dia berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah Yang Mahakasih. Dia akan memberiku sebuah Kitab Injil sesuai ketetapan-Nya, dan Dia juga akan menjadikan aku seorang nabi untuk menyampaikan ajaran-ajaran-Nya kepada Bani Israil.", "long": "Isa a.s. yang masih dalam gendongan ibunya kemudian berkata, \"Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia yang akan memberikan aku kitab suci Injil dan Dia yang akan menjadikan aku seorang Nabi.\" Ucapan ini mengandung penjelasan bahwa ibunya adalah seorang wanita yang suci karena seorang Nabi harus dari keturunan orang yang saleh dan suci." } } }, { "number": { "inQuran": 2281, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0635\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0645\u0652\u062a\u064f \u062d\u064e\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ja'alanee mubaarakan aina maa kuntu wa awsaanee bis Salaati waz Zakaati maa dumtu haiyaa" } }, "translation": { "en": "And He has made me blessed wherever I am and has enjoined upon me prayer and zakah as long as I remain alive", "id": "Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2281", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2281.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2281.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah bahwa Dia juga menjadikan aku seorang yang diberkahi dengan berbagai rahmat di mana dan kapan saja aku berada, dan Dia juga memerintahkan kepadaku untuk menunaikan salat dan membayar zakat dari rezeki yang kudapatkan, selama aku hidup.", "long": "Selanjutnya Isa kecil mengatakan, Allah akan menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, karena aku memberi manfaat kepada manusia dan memberi petunjuk kepada mereka ke jalan kebahagiaan; Allah telah memerintahkan aku untuk mendirikan salat karena dalam mendirikan salat itu terkandung perbuatan membersihkan diri dari berbagai macam dosa lahir dan batin, Allah juga memerintahkan aku untuk menunaikan zakat selama aku hidup di dunia. Zakat bertujuan untuk membersihkan harta, jiwa dan memberi bantuan kepada fakir miskin." } } }, { "number": { "inQuran": 2282, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0634\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa barram biwaalidatee wa lam yaj'alnee jabbaaran shaqiyyaa" } }, "translation": { "en": "And [made me] dutiful to my mother, and He has not made me a wretched tyrant.", "id": "dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2282", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2282.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2282.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah juga memerintahkan aku untuk santun, taat, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia juga tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka, karena hal itu merupakan sifat dan sikap yang tercela.”", "long": "Isa yang masih bayi menjelaskan lebih lanjut, bahwa Allah memerintahkan kepadanya supaya berbakti kepada ibunya, tunduk dan selalu berbuat kebaikan kepadanya. Ucapan ini menunjukkan pula kesucian Maryam, karena apabila tidak demikian maka Nabi Isa tidak akan diperintah untuk berbakti kepada ibunya. Keterangan selanjutnya Isa mengatakan, \"Allah tidak menjadikan aku seorang yang sombong karena aku selalu taat menyembah Allah dan tidak pula menjadikan aku seorang yang celaka karena aku selalu berbuat baik kepada ibuku.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2283, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0648\u064f\u0644\u0650\u062f\u062a\u0651\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0623\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f \u062d\u064e\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wassalaamu 'alaiya yawma wulittu wa yawma amootu wa yawma ub'asu baiyaa" } }, "translation": { "en": "And peace is on me the day I was born and the day I will die and the day I am raised alive.\"", "id": "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2283", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2283.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2283.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Isa mengakhiri perkataanya dengan doa, “Keselamatan dan kesejahteraan semoga selalu dilimpahkan kepadaku. Semoga aku terhindar pula dari aib dan kekurangan, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali di Padang Mahsyar.”", "long": "Selanjutnya Isa berdoa, Semoga kesejahteraan dan keselamatan dilimpahkan kepadanya pada tiga peristiwa yaitu pada hari ia dilahirkan, pada hari ia wafat dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali pada hari Kiamat. Maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi mudarat kepadanya dalam tiga peristiwa ini yang merupakan peristiwa-peristiwa paling sulit dan kritis bagi setiap hamba Allah yang hidup di dunia. \n\nOrang-orang Yahudi dan Nasrani mengingkari bahwa Isa a.s. pernah berbicara ketika masih bayi dan masih dalam gendongan. Mereka mengemukakan bahwa seandainya hal ini betul-betul terjadi tentu beritanya tersebar luas di kalangan masyarakat ramai, karena peristiwa itu merupakan hal yang sangat aneh dan sangat menarik perhatian. Mereka telah mengadakan penyelidikan ke mana-mana dan tidak menjumpai keterangan itu dalam kitab-kitabnya. \n\nBagi kaum Muslimin peristiwa ini tetap menjadi suatu keyakinan karena tersebut di dalam Al-Qur'an yang pasti kebenarannya karena seandainya Isa a.s., tidak berbicara waktu kecilnya dan membersihkan ibunya dari segala tuduhan yang kotor tentu orang Yahudi akan melaksanakan hukuman rajam kepada Maryam, besar kemungkinan bahwa yang menyaksikan ucapan bayi itu beberapa orang saja yang jumlahnya terbatas sehingga tidak sampai tersebar luas di kalangan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2284, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u06da \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika 'Eesab-nu Marya; qawlal haqqil lazee feehi yamtaroon" } }, "translation": { "en": "That is Jesus, the son of Mary - the word of truth about which they are in dispute.", "id": "Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2284", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2284.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2284.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah proses kelahiran Isa dan tanggapannya atas keraguan Bani Israil. Pada ayat ini, Allah lalu menerangkan kedudukannya sebagai hamba Allah. Itulah sifat dan ucapan Isa putra Maryam yang mengungkap semuanya dengan perkataan yang benar. Namun demikian, kaum Yahudi itu tetap tidak memercayainya karena menganggapnya sebagai hal yang tidak wajar dan merupakan bukti yang mereka ragukan kebenarannya, kendati semuanya merupakan fakta yang sangat nyata.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Isa adalah seorang hamba Allah yang akan menjadi nabi dan akan diturunkan kepadanya Al-Kitab, yang mempunyai sifat-sifat dan akhlak yang mulia bukan sebagaimana yang dituduhkan oleh kaumnya, bukan anak zina dan bukan pula anak Allah sebagaimana yang diucapkan dan dipercayai oleh kaumnya di belakang hari. Apa yang diucapkannya sewaktu ia masih bayi dalam gendongan itulah ucapan yang benar dan tak dapat diragukan lagi meskipun kaumnya masih meragukan ucapan-ucapan itu dan menuduhnya sebagai tukang sihir. Dia bukan tukang sihir sebagaimana dikatakan orang Yahudi, bukan putra Allah sebagaimana didakwahkan oleh kaum Nasrani dan bukan pula Tuhan sebagaimana dikatakan golongan yang lain. Dia adalah hamba Allah yang akan diangkat menjadi nabi dan rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 2285, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064d \u06d6 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Maa kaana lillaahi ai yattakhiza minw waladin Subhaanah; izaa qadaaa amran fa innamaa yaqoolu lahoo kun fa yakoon" } }, "translation": { "en": "It is not [befitting] for Allah to take a son; exalted is He! When He decrees an affair, He only says to it, \"Be,\" and it is.", "id": "Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2285", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2285.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2285.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh mustahil dan tidak patut bagi Allah mempunyai anak. Mahasuci Dia dari kemungkinan mempunyai anak, dari segala kekurangan, dan dari butuh pada sesuatu. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. Karenanya, Dia tidak memerlukan apa pun, termasuk kebutuhan terhadap anak.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan kembali bahwa Isa itu bukan anak Allah. Tidak wajar dan tidak mungkin Allah mempunyai anak karena Allah tidak memerlukan keturunan seperti manusia yang di masa tuanya sangat membutuhkan pertolongan dan perawatan dan membutuhkan orang yang akan melanjutkan dan memelihara hasil usahanya atau mengharumkan namanya sesudah ia meninggal. Allah tidak memerlukan semua itu karena Dia Mahakuasa, senantiasa berdiri sendiri tidak membutuhkan bantuan orang lain sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nAllah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya). (Ali 'Imran/3: 2)\n\nMahasuci Allah dari segala sifat kekurangan dan dari segala tuduhan yang diucapkan oleh kaum kafir. Apabila Dia hendak menciptakan sesuatu, cukuplah Dia menfirmankan \"Kun\" (jadilah) maka terciptalah dia. Baginya tidak sulit untuk menciptakan seorang anak tanpa bapak atau menciptakan manusia tanpa ibu dan bapak seperti menciptakan Adam dan Allah berfirman:\n\nSesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Ali 'Imran/3: 59)\n\nAllah Yang Maha Sempurna dan demikian besar kekuasaan-Nya tidaklah mungkin membutuhkan seorang anak karena yang demikian itu menunjukkan kepada kelemahan dan sifat-sifat kekurangan." } } }, { "number": { "inQuran": 2286, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa innal laaha Rabbee wa Rabbukum fa'budooh; haazaa Siraatum Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "[Jesus said], \"And indeed, Allah is my Lord and your Lord, so worship Him. That is a straight path.\"", "id": "(Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2286", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2286.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2286.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Isa menegaskan bahwa Allah tidak memerlukan anak, “Dan sesungguhnya Allah Yang Maha Esa itu tidak mempunyai anak. Dia adalah Tuhanku Yang memelihara dan merahmatiku, dan Dia adalah juga Tuhanmu dan Tuhan semua makhluk. Maka, sembahlah Dia. Ketahuilah bahwa ini adalah jalan yang lurus dan telah Allah wahyukan kepada para nabi-Nya.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan lagi ucapan Isa di waktu dia masih bayi dalam buaian di samping ucapan-ucapannya pada ayat 30-33 Surah ini yaitu, \"Bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyembah-Nya.\" Isa menegaskan kepada kaumnya bahwa dia hanya hamba Allah seperti mereka juga meskipun dia dilahirkan dengan cara yang luar biasa tanpa bapak. Hal ini tidak menunjukkan bahwa dia adalah putra Allah, atau dia adalah Tuhan yang patut disembah. Dia hanya manusia biasa diciptakan Allah. Oleh sebab itu dia mengajak kaumnya supaya menyembah Allah Yang menciptakannya dan menciptakan semua makhluk. Yang patut mereka sembah hanyalah Allah Pencipta segala sesuatu. \n\nSelanjutnya Isa menerangkan kepada mereka, bahwa manusia sepatutnya menyembah Allah bukan menyembah setan dan berhala. Inilah jalan yang lurus yang akan membawa mereka pada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ini pula jalan yang ditunjukkan oleh nabi-nabi sebelum dia. Barangsiapa yang menempuh jalan itu ia akan berbahagia dan barangsiapa yang menempuh jalan selain itu akan sesat dan celaka." } } }, { "number": { "inQuran": 2287, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fakhtalafal ahzaabu mim bainihim fawailul lillazeena kafaroo mim mashhadi Yawmin 'azeem" } }, "translation": { "en": "Then the factions differed [concerning Jesus] from among them, so woe to those who disbelieved - from the scene of a tremendous Day.", "id": "Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2287", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2287.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2287.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keterangan yang dikemukakan oleh Nabi Isa sangat jelas, namun Bani Israil tetap ingkar. Maka, berawal dari sikap ini berselisihlah golongan-golongan yang ada di antara mereka, yaitu antara Yahudi dan Nasrani, tentang Isa dan Maryam. Akibat keingkaran itu maka celakalah orang-orang kafir, termasuk mereka yang mempertuhankan Isa, pada waktu menyaksikan hari yang agung, yaitu hari pembalasan.", "long": "Kemudian pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum Nabi Isa tidak mengindahkan petunjuk-petunjuk yang diberikan kepada mereka. Mereka telah jatuh ke dalam lembah kesesatan dan perselisihan yang hebat. Mereka terpecah-pecah menjadi beberapa golongan; Golongan \"Yakubiyah\" yaitu golongan yang mengikuti ajaran seorang pendeta bernama Yakub, yang mengatakan bahwa Isa adalah tuhan yang diturunkan ke bumi tetapi kemudian naik lagi ke langit. Golongan \"Nasturiah\" yang mengikuti ajaran seorang pendeta bernama Nastur yang mengatakan bahwa Isa adalah putra Tuhan yang diturunkan ke bumi kemudian diangkat-Nya kembali ke langit. Golongan ini mengatakan bahwa Isa adalah salah satu dari oknum yang tiga yaitu: Bapak, putra dan Ruhulkudus. Golongan lain mengatakan bahwa Isa adalah salah satu dari Tuhan yang tiga, yaitu: Allah, Isa anak-Nya dan Maryam ibu Isa. Di samping golongan-golongan yang sesat itu, ada pula golongan yang benar dan beriman sesuai dengan ajaran dan petunjuk Isa yang beriman bahwa Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, golongan ini bernama \"Malakania\". \n\nTerhadap golongan-golongan yang sesat itu Allah mengancam mereka bahwa mereka akan menyaksikan sendiri bagamana dahsyatnya hari kiamat nanti dan bagaimana pedihnya siksaan yang disediakan untuk mereka. Semua anggota badan mereka akan menjadi saksi atas kekufuran dan keingkaran mereka. Allah menangguhkan siksaan terhadap mereka sampai hari Kiamat dan tidak menyegerakan siksaan mereka semata-mata karena rahmat dan kasih sayang-Nya sebagaimana tersebut dalam sabda Nabi saw:\n\nSesungguhnya Allah menangguhkan penyiksaan bagi orang zalim sehingga apabila Dia menyiksanya, dia tidak akan dapat lepas dari siksaan itu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)\n\nMengenai sikap kaum Nabi Isa ini Nabi Muhammad saw bersabda:\n\nTak ada seorang pun yang tahan, mendengar kata-kata yang menyakitkan kecuali Allah. Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak sedang Allah tetap memberi mereka rezeki dan kesehatan. (Riwayat al-Bukhari dari Abdullah bin Qais)" } } }, { "number": { "inQuran": 2288, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 16, "page": 307, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Asmi' bihim wa absir Yawma yaatoonanaa laakiniz zaalimoonal yawma fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "How [clearly] they will hear and see the Day they come to Us, but the wrongdoers today are in clear error.", "id": "Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2288", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2288.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2288.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami, yaitu pada hari pembalasan. Tetapi, orang-orang yang zalim dan berbuat mungkar karena enggan menggunakan pendengaran untuk menyimak nasihat menuju jalan yang lurus dan penglihatan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, pada hari ini mereka akan berada dalam kesesatan yang nyata. Walaupun penglihatan dan pendengaran mereka tajam, semuanya tidak akan bermanfaat.", "long": "Pada hari kiamat nanti orang-orang kafir itu karena memikirkan nasib mereka yang malang telinganya menjadi sangat peka dan peng-lihatannya sangat tajam apa saja yang terjadi segera menjadi perhatian mereka. Maka Allah lalu berfirman, \"Alangkah pekanya telinga mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka di kala mereka menghadap Kami. Padahal mereka di dunia seakan-akan tuli tidak dapat mendengarkan petunjuk yang di bawa Nabi, dan seakan-akan buta tidak dapat melihat kebenaran dan mukjizat yang diberikan kepada para rasul. Mereka tidak melihat atau merasakan kekuasaan Allah yang tampak dengan nyata di alam semesta.\"\n\nSeandainya mereka semasa di dunia mempergunakan pendengaran dan penglihatan seperti keadaan mereka di akhirat itu tentulah mereka tidak akan tetap dalam kekafiran, mereka akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Tetapi tidak ada gunanya lagi telinga yang peka dan mata yang tajam pada waktu itu, karena nasib mereka sudah ditentukan dan pastilah mereka masuk neraka. Mereka pada waktu itu merasa sangat menyesal dan berangan-angan agar mereka dapat dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki kesalahan dan kedurhakaan mereka, tetapi apa hendak dikata nasi telah menjadi bubur. Angan-angan kosong itu tidak akan terkabul karena mereka akan dibelenggu, dirantai, dan dimasukkan ke neraka sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\n(Allah berfirman), \"Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.\" Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar. (al-haqqah/69: 30-33)\n\nDemikianlah nasib mereka di akhirat nanti karena mereka adalah orang-orang yang benar-benar telah sesat dari jalan yang lurus." } } }, { "number": { "inQuran": 2289, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anzirhum Yawmal hasrati iz qudiyal amr; wa hum fee ghaflatinw wa hum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And warn them, [O Muhammad], of the Day of Regret, when the matter will be concluded; and [yet], they are in [a state of] heedlessness, and they do not believe.", "id": "Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2289", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2289.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2289.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Balasan bagi orang-orang yang ingkar pada hari kebangkitan sangat mengerikan. Karena itu Allah memerintahkan nabi-Nya untuk memperingatkan mereka, “Wahai Nabi Muhammad, dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan atas kelalaian mereka. Penyesalan tersebut tidak berarti ketika itu karena segala perkara telah diputus dan ditetapkan balasannya. Peringatan itu perlu disampaikan, sedang mereka di dunia dalam kelalaian tentang adanya hari pembalasan, dan karenanya mereka tetap tidak beriman pada ajakan bertauhid dan mematuhi perintah Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar dia memberi peringatan kepada manusia khususnya kaum musyrik Mekah tentang hari Kiamat mereka mati dalam keadaan kafir, orang-orang kafir akan menyesali diri mereka karena tidak mau beriman dan selalu berusaha menegakkan yang batil semasa hidup di dunia.\n\nPara mukmin dibawa ke surga dan orang-orang kafir digiring ke neraka. Kepada kedua golongan ini diberitahukan bahwa masing-masing mereka tidak akan keluar selama-lamanya dari tempat yang telah disediakan bagi mereka, dan mereka tidak akan mengalami kematian selama-lamanya. Diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Abu Sa'id, Rasulullah saw bersabda, \"Pada waktu itu dibawalah \"kematian\" berbentuk seekor biri-biri yang bagus rupanya, lalu datang orang yang menyerukan, Hai penghuni surga! Lalu mereka tertegun memperhatikan. Maka penyeru itu bertanya, \"Tahukah kamu apa ini?\" Mereka menjawab, Ya, itu adalah \"Kematian.\" Semua mereka melihatnya. Kemudian penyeru yang lain berseru pula. Hai penghuni neraka! Tahukah kamu apakah ini? Mereka menjawab, ya! Itu adalah \"kematian.\" Mereka melihatnya pula. Maka \"kematian\" yang berbentuk biri-biri itu disembelihkan di antara surga dan neraka, lalu penyeru itu berkata, \"Hai penghuni surga kamu kekal di dalam surga dan kamu tidak akan mengalami kematian lagi. Hai penghuni neraka, kamu kekal di dalam neraka dan tidak akan mengalami kematian lagi.\" Kemudian Rasulullah membacakan ayat ini. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nKetika itu sadarlah orang-orang kafir akan keteledoran mereka dan mereka menyesal mengapa mereka di dunia dahulu mengingkari hari ke-bangkitan, mengapa mereka tidak mau memikirkan ajakan dan petunjuk ke jalan yang benar, tetapi sesalan itu tidak berguna lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 2290, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 265, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa NNahnu narisul arda wa man 'alaihaa wa ilainaa yurja'oon" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is We who will inherit the earth and whoever is on it, and to Us they will be returned.", "id": "Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2290", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2290.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2290.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah adalah Pencipta segala yang ada, maka semuanya adalah milik-Nya. Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya. Tidak satu pun makhluk yang berhak memilikinya. Semua ciptaan itu pun akan mati dan kemudian hanya kepada Kami mereka dikembalikan untuk menghadapi hisab.", "long": "Pada ayat ini Allah menghibur Nabi Muhammad, meminta Nabi untuk tidak bersedih hati karena kaum musyrik tidak mau beriman dan selalu mendustakannya. Karena mereka kelak akan kembali kepada Allah dan akan dibalas kekafiran mereka dengan balasan yang setimpal karena Kamilah Yang Mahakuasa. Kamilah yang mewarisi bumi dan segala isinya pada hari Kiamat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 2291, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0635\u0650\u062f\u0651\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wazkur fil Kitaabi Ibraaheem; innahoo kaana siddeeqan Nabiyyaa" } }, "translation": { "en": "And mention in the Book [the story of] Abraham. Indeed, he was a man of truth and a prophet.", "id": "Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2291", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2291.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2291.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selesai dari penuturan kisah Nabi Isa, Allah beralih menceritakan kisah Nabi Ibrahim yang mengajak kaumnya bertauhid. Wahai Nabi Muhammad, dan ceritakanlah kepada umatmu kisah Ibrahim di dalam Kitab Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepadamu bahwa sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, di mana sikap, ucapan, dan perbuatannya selalu dalam kebenaran. Dia pun seorang nabi yang diutus untuk menuntun kaumnya ke jalan Allah.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasulullah agar ia menerangkan kepada kaum musyrik Mekah kisah Nabi Ibrahim yang mereka anggap sebagai bapak bangsa Arab. Mereka sendiri menganggap diri mereka anak cucunya dan mendakwahkan bahwa mereka adalah pengikutpengikut agamanya. Padahal Nabi Ibrahim adalah seorang mukmin seorang kekasih Allah dan seorang Nabi penyembah Tuhan Yang Maha Esa bukan seorang musyrik penyembah berhala. Allah memerintahkan kepada Muhammad agar dia menceritakan kepada mereka ketika Nabi Ibrahim melarang kaumnya menyembah berhala dan mengatakan kepada bapaknya sebagai berikut, \"Mengapa engkau menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendengar pujian penyembahnya ketika disembah, tidak dapat melihat bagaimana khusyuknya engkau menyembahnya, tidak dapat menolong orang yang menyembahnya dan memberikan manfaat barang sedikit pun dan tidak dapat menolak bahaya bila si penyembah itu meminta tolong kepadanya.\" \n\nDengan kata-kata yang lemah lembut dan dapat diterima akal Nabi Ibrahim menyeru bapaknya kepada tauhid dan meninggalkan penyembahan berhala benda mati yang tidak berdaya. Sedangkan manusia saja yang dapat mendengar dan melihat serta dapat memberikan pertolongan, tidaklah patut disembah, apalagi benda mati yang kita buat sendiri, bila kita hendak merusaknya atau menghancurkannya dia tidak berdaya apa-apa untuk mempertahankan dirinya. Benda yang demikian halnya yang tidak mungkin memberikan manfaat atau pertolongan kepada manusia, tidaklah patut menjadi sembahan manusia. Hal ini sesuai dengan perumpamaan yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\n\"Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.\" (al-hajj/22: 73)" } } }, { "number": { "inQuran": 2292, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Iz qaala li abeehi yaaa abati lima ta'budu maa laa yasma'u wa laa yubsiru wa laa yughnee 'anka shai'aa" } }, "translation": { "en": "[Mention] when he said to his father, \"O my father, why do you worship that which does not hear and does not see and will not benefit you at all?", "id": "(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2292", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2292.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2292.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dakwah tauhid Nabi Ibrahim diawali dengan mempertanyakan akidah ayahnya. Ingatlah ketika dia dengan lembut dan santun berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, seperti berhala dan patung itu, yang juga tidak dapat melihat apa pun di sekitarnya, dan tidak pula dapat menolongmu dari segala mudarat atau mendatangkan manfaat sedikit pun kepadamu?”", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasulullah agar ia menerangkan kepada kaum musyrik Mekah kisah Nabi Ibrahim yang mereka anggap sebagai bapak bangsa Arab. Mereka sendiri menganggap diri mereka anak cucunya dan mendakwahkan bahwa mereka adalah pengikutpengikut agamanya. Padahal Nabi Ibrahim adalah seorang mukmin seorang kekasih Allah dan seorang Nabi penyembah Tuhan Yang Maha Esa bukan seorang musyrik penyembah berhala. Allah memerintahkan kepada Muhammad agar dia menceritakan kepada mereka ketika Nabi Ibrahim melarang kaumnya menyembah berhala dan mengatakan kepada bapaknya sebagai berikut, \"Mengapa engkau menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendengar pujian penyembahnya ketika disembah, tidak dapat melihat bagaimana khusyuknya engkau menyembahnya, tidak dapat menolong orang yang menyembahnya dan memberikan manfaat barang sedikit pun dan tidak dapat menolak bahaya bila si penyembah itu meminta tolong kepadanya.\" \n\nDengan kata-kata yang lemah lembut dan dapat diterima akal Nabi Ibrahim menyeru bapaknya kepada tauhid dan meninggalkan penyembahan berhala benda mati yang tidak berdaya. Sedangkan manusia saja yang dapat mendengar dan melihat serta dapat memberikan pertolongan, tidaklah patut disembah, apalagi benda mati yang kita buat sendiri, bila kita hendak merusaknya atau menghancurkannya dia tidak berdaya apa-apa untuk mempertahankan dirinya. Benda yang demikian halnya yang tidak mungkin memberikan manfaat atau pertolongan kepada manusia, tidaklah patut menjadi sembahan manusia. Hal ini sesuai dengan perumpamaan yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\n\"Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.\" (al-hajj/22: 73)" } } }, { "number": { "inQuran": 2293, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0643\u064e \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa abati innee qad jaaa'anee minal 'ilmi maa lam yaatika fattabi'neee ahdika siraatan Sawiyyaa" } }, "translation": { "en": "O my father, indeed there has come to me of knowledge that which has not come to you, so follow me; I will guide you to an even path.", "id": "Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2293", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2293.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2293.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk lebih meyakinkan ayahnya bahwa berhala tidak layak disembah, Ibrahim berkata dengan santun, “Wahai ayahku, sungguh telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, yaitu tentang tauhid atau keyakinan kepada Tuhan yang layak disembah, maka ikutilah aku dengan penuh keikhlasan dan berimanlah kepada Allah Yang Esa, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus, yaitu jalan yang akan membawamu menuju kebenaran dan kebahagiaan.”", "long": "Selanjutnya Nabi Ibrahim a.s. mengatakan kepada bapaknya bahwa dia telah diberi ilmu oleh Allah yang belum diketahui oleh bapaknya. Dengan ilmu itu Ibrahim dapat memimpin manusia kepada jalan yang lurus dan membebaskannya dari perbuatan yang merendahkan derajatnya seraya membawanya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Meskipun ia adalah anaknya dan jauh lebih muda tetapi Allah telah menurunkan rahmat-Nya kepada Ibrahim dengan memberikan ilmu itu. Ibrahim sangat ingin agar bapaknya mengikutinya, dengan demikian ia dapat membawa ayahnya ke jalan yang lurus." } } }, { "number": { "inQuran": 2294, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0635\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa abati laa ta'budish Shaitaana innash Shaitaana kaana lir Rahmaani 'asiyyaa" } }, "translation": { "en": "O my father, do not worship Satan. Indeed Satan has ever been, to the Most Merciful, disobedient.", "id": "Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2294", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2294.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2294.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim menerangkan betapa tidak bermanfaatnya ibadah ayahnya selama ini. Dia berkata, “Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan, yaitu patung dan berhala itu atau lainnya, dan jangan engkau ikuti bisikan makhluk pengingkar itu. Setan selalu ingin manusia tersesat dan mengingkari Allah. Sesungguhnya setan itu sejak dulu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.", "long": "Wahai bapakku, janganlah engkau mengikuti ajaran setan yang membawamu kepada menyembah berhala, karena setan itu selalu memperdayakan manusia agar ia tersesat dari jalan yang benar. Sesungguhnya setan itu adalah makhluk yang durhaka kepada Tuhannya makhluk yang sangat sombong dan takabur, karena itu Allah melaknatinya dan menjauhkannya dari rahmat-Nya. Karena setan itu telah dimurkai oleh Allah dia bertekad akan selalu berusaha menyesatkan manusia. Janganlah bapak termasuk golongan orang-orang yang terkena tipu daya setan dan masuk ke dalam perangkapnya. Aku khawatir sekiranya bapak tetap mengikuti ajarannya bapak akan ditimpa kemurkaan Allah seperti kemurkaan yang telah menimpa setan itu dan tentulah bapak akan termasuk golongannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2295, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa abati innee akhaafu ai yamssaka 'azaabum minar Rahmaani fatakoona lish Shaitaani waliyyaa" } }, "translation": { "en": "O my father, indeed I fear that there will touch you a punishment from the Most Merciful so you would be to Satan a companion [in Hellfire].\"", "id": "Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2295", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2295.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2295.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Memperingatkan orang tuanya, Nabi Ibrahim berkata, “Wahai ayahku, aku sungguh khawatir bila engkau terus menyembah berhala dan tidak bertobat serta beribadah kepada Allah, engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih yang telah menganugerahkan rahmat dan kasih-Nya kepada kita, sehingga karena siksa-Nya yang pedih itu engkau menjadi teman bagi setan di neraka dan kekal di dalamnya.”", "long": "Wahai bapakku, janganlah engkau mengikuti ajaran setan yang membawamu kepada menyembah berhala, karena setan itu selalu memperdayakan manusia agar ia tersesat dari jalan yang benar. Sesungguhnya setan itu adalah makhluk yang durhaka kepada Tuhannya makhluk yang sangat sombong dan takabur, karena itu Allah melaknatinya dan menjauhkannya dari rahmat-Nya. Karena setan itu telah dimurkai oleh Allah dia bertekad akan selalu berusaha menyesatkan manusia. Janganlah bapak termasuk golongan orang-orang yang terkena tipu daya setan dan masuk ke dalam perangkapnya. Aku khawatir sekiranya bapak tetap mengikuti ajarannya bapak akan ditimpa kemurkaan Allah seperti kemurkaan yang telah menimpa setan itu dan tentulah bapak akan termasuk golongannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2296, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u063a\u0650\u0628\u064c \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u064a \u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0647\u0652\u062c\u064f\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala araaghibun anta 'an aalihatee yaaa Ibraaheemu la 'il lam tantahi la arjumannaka wahjumee maliyyaa" } }, "translation": { "en": "[His father] said, \"Have you no desire for my gods, O Abraham? If you do not desist, I will surely stone you, so avoid me a prolonged time.\"", "id": "Dia (ayahnya) berkata, “Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2296", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2296.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2296.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peringatan Ibrahim yang disampaikan dengan lembut, santun, dan berkali-kali tetap tidak mampu menyadarkan ayahnya. Karena keyakinan salah itu sudah mendarah daging pada diri ayahnya, dia berkata dengan kesal, “Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim, sehingga engkau terus mengajakku meninggalkan sesembahan itu dan memintaku beribadah hanya kepada Tuhan Yang Esa? Jika engkau tidak berhenti dari permintaanmu dan tetap mencela tuhanku, pasti engkau akan kurajam, kulempari dirimu dengan batu sampai mati. Bila engkau tidak ingin hal ini terjadi, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama agar amarahku reda dan engkau tidak lagi mencela sesembahanku.”", "long": "Bapak Nabi Ibrahim menolak ajakan anaknya yang diucapkan dengan nada lemah lembut itu dengan kata-kata yang keras dan tajam yang menampakkan keingkaran dan kemarahan yang amat sangat. Bapaknya berkata, \"Apakah engkau membenci berhala-berhala yang aku sembah, yang aku muliakan dan yang aku agungkan hai Ibrahim? Apakah engkau tidak menyadari kesalahan pengertianmu? Bukankah berhala-berhala yang aku sembah itu sembahan semua kaummu? Bukankah tuhan-tuhan yang aku muliakan itu sembahan nenek moyangmu sejak dahulu kala? Apakah engkau telah gila atau kemasukan setan dengan dakwahmu bahwa engkau telah mendapat ilmu dari Tuhan sesungguhnya? Jika engkau tidak menghentikan seruanmu itu, aku akan melemparimu dengan batu sampai mati, atau pergilah engkau dari sisiku bahkan dari negeri ini dan tidak usah kembali lagi.\" Mendengar bantahan dan jawaban yang amat keras itu hancur luluhlah hati Ibrahim karena dia sangat sayang dan santun kepada bapaknya dan sangat menginginkan agar dia bebas dari kesesatan menyembah berhala dan menerima petunjuk ke jalan yang benar, serta mau beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa. Dia ingin agar dengan beriman itu bapaknya akan mendapat karunia dan rahmat dari Tuhannya. Tetapi apa yang akan dilakukan dan dikatakannya, sedang bapaknya sudah kalap dan mengusirnya dari rumah dan kampung halamannya bahkan tidak menginginkan kembalinya seakan-akan dia bukan anaknya lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 2297, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u064a \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala salaamun 'alaika sa astaghfiru laka Rabbeee innahoo kaana bee hafiyyaa" } }, "translation": { "en": "[Abraham] said, \"Peace will be upon you. I will ask forgiveness for you of my Lord. Indeed, He is ever gracious to me.", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2297", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2297.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2297.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendapat ancaman itu Ibrahim sadar ayahnya sudah tidak dapat diperingatkan. Dengan tetap santun, dia berkata, “Selamat berpisah, ayah tercinta. Semoga keselamatan selalu dilimpahkan kepadamu. Ketahuilah bahwa aku akan terus memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku Yang Maha Pengampun. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku dan mengabulkan doaku.", "long": "Tak ada jawaban dari Ibrahim terhadap bentakan-bentakan bapaknya yang kasar itu kecuali mengucapkan, \"selamat sejahtera atasmu.\" Aku berdoa agar bapak selalu berada dalam sehat dan afiat. Aku tidak akan membalas kata-kata yang kasar itu dengan kasar pula karena engkau adalah bapakku yang kucintai. Aku tidak akan melakukan sesuatu pun yang merugikan atau mencelakakan bapak, biarlah aku pergi dari negeri ini meninggalkan bapak, meninggalkan rumah dan kampung halaman. Aku meminta kepada Tuhan agar bapak diampuni-Nya dan selalu berada dalam naungan rahmat-Nya, mendapat petunjuk kepada jalan yang lurus yang membawa kepada kebaikan dan kebahagiaan. Memang Nabi Ibrahim a.s. telah mendoakannya sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\n\"Dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,\" (Asy-Syu'ara/26: 86)\n\nNabi Ibrahim a.s. yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan doanya karena biasanya di masa lalu doanya selalu dikabulkannya. Nabi Ibrahim berdoa untuk bapaknya karena dia telah menjanjikan kepadanya akan beriman sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nAdapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (at-Taubah/9: 114)" } } }, { "number": { "inQuran": 2298, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0632\u0650\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0634\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa a'tazilukum wa maa tad'oona min doonil laahi wa ad'o Rabbee 'asaaa allaaa akoona bidu'aaa'i Rabbee shaqiyyaa" } }, "translation": { "en": "And I will leave you and those you invoke other than Allah and will invoke my Lord. I expect that I will not be in invocation to my Lord unhappy.\"", "id": "Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2298", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2298.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2298.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai ayah, aku akan pergi dan aku akan menjauhkan diri darimu, dan dari kaum penyembah berhala serta dari apa saja yang engkau sembah selain Allah, dan aku akan terus berdoa kepada Tuhanku agar petunjuk- Nya terlimpah kepadamu. Mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku. Aku yakin Dia Maha Pemurah dan mengabulkan doa hamba-Nya.”", "long": "Selanjutnya Ibrahim berkata kepada bapaknya, \"Aku akan pergi meninggalkanmu, meninggalkan kaummu, meninggalkan berhala-berhala yang kamu sembah. Aku akan pergi dari sini agar aku bebas beribadat kepada Tuhanku yang akan menolongku dan melepaskan aku dari bahaya yang menimpaku, karena semua petunjuk dan nasehatku kamu tolak mentah- mentah bahkan mengancamku dengan ancaman yang mengerikan. Aku akan menyembah dan berdoa hanya kepada Tuhanku saja dan sekali-kali aku tidak akan menyembah selain Dia.\"\n\nMenurut riwayat, Ibrahim hijrah ke negeri Syam dan di sana dia menikah dengan Siti Sarah. Ia berharap dengan berdoa dan menyembah Tuhan, ia tidak akan menjadi orang yang kecewa seperti ayahnya yang selalu menyembah dan berdoa kepada berhala-berhala itu, tetapi ternyata berhala-berhala itu tidak dapat berbuat sesuatu apapun apalagi akan melaksanakan apa yang diminta kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2299, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0632\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falamma' tazalahum wa maa ya'budoona min doonil laahi wahabnaa lahoo is-haaqa wa ya'qoob, wa kullan ja'alnaa Nabiyyaa" } }, "translation": { "en": "So when he had left them and those they worshipped other than Allah, We gave him Isaac and Jacob, and each [of them] We made a prophet.", "id": "Maka ketika dia (Ibrahim) sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Yakub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2299", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2299.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2299.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah minta izin kepada orang tuanya, maka Nabi Ibrahim pun pergi. Ketika dia sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami muliakan dia dan limpahkan rahmat kepadanya. Kami anugerahkan kepadanya Ishak sebagai anak yang sekian lama dirindukan kehadirannya, dan Kami anugerahkan pula kepadanya Yakub sebagai cucu yang melanjutkan keturunan dan perjuangannya. Keduanya adalah orang-orang saleh dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi yang menyeru umatnya untuk menaati perintah Allah.", "long": "Setelah Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan negerinya Ur Kildan (Irak) dan menetap di negeri Syam, dikaruniai Tuhan kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Allah mengaruniakan kepadanya anak-anak dan cucu-cucu yang sebahagian dari mereka diangkat Allah menjadi nabi di kalangan Bani Israil. Allah mengaruniakan kepadanya Ishak, dan Ishak ini pun mendapat anak bernama Yakub yang menggantikan kedudukannya sebagai Nabi. Adapun anak pertamanya Ismail yang ditinggalkannya di sekitar Ka'bah diangkat pula menjadi Nabi yang telah meninggikan dan menyemarakkan syiar agama di sana.\n\nDemikianlah balasan Tuhan kepada Nabi Ibrahim yang bersedia meninggalkan bapaknya, kaumnya dan tanah airnya demi untuk keselamatan akidahnya dan menyebarkan agama tauhid yang diperintahkan Allah kepadanya. Allah tidak mengabaikan dan tidak menyia-nyiakan bahkan mengganti kesedihan meninggalkan keluarga dan tanah airnya dengan kebahagiaan keluarga dan bertanah air yang baru dan menerima ajaran dan petunjuknya serta memberikan kepadanya anak cucu yang baik-baik yang sebahagiannya menjadi penegak agama Allah bahkan banyak pula yang menjadi nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 2300, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 266, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa wahabnaa lahum mirrahmatinaa wa ja'alnaa lahum lisaana sidqin 'aliyyaa" } }, "translation": { "en": "And We gave them of Our mercy, and we made for them a reputation of high honor.", "id": "Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2300", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2300.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2300.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami limpahkan mereka nikmat dan Kami anugerahkan pula kepada mereka sebagian dari rahmat Kami di dunia dan akhirat, seperti keturunan yang saleh, kenabian bagi anak cucunya, dan lainnya. Kami angkat derajat mereka dan Kami jadikan mereka buah tutur bagi orang-orang sesudahnya sehingga mereka meninggalkan kesan dan nama yang baik dan mulia sepanjang masa.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa hampir semua anak-anak Nabi Ibrahim dan cucu-cucunya diangkat-Nya menjadi nabi dan dilimpahkan kepada mereka rahmat dan karunia-Nya serta memberkahi hidup mereka dengan kesenangan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat nanti. Mereka semuanya meninggalkan nama yang baik dan mengharumkan serta meninggikan nama Nabi Ibrahim sehingga diakui kemuliaan dan ketinggiannya oleh semua pihak baik dari kalangan umat Yahudi umat Nasrani maupun kaum musyrik sendiri. Ini adalah fakta yang nyata bagi terkabulnya doa Nabi Ibrahim seperti tersebut pada ayat:\n\nDan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. (asy-Syu'ara'/26: 84)\n\nWajarlah bila Allah mengangkat derajat dan menamakan dia \"Khalilullah\" (kesayangan-Nya) seperti tersebut dalam ayat:\n\nDan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya). (an-Nisa'/4: 125)\n\nDan menjadikan bekas telapak kakinya di waktu membangun Ka'bah tempat yang diberkahi, dan disunatkan salat di sana seperti tersebut dalam ayat:\n\n\"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Kabah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat.\" (al-Baqarah/2: 125)" } } }, { "number": { "inQuran": 2301, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 16, "page": 308, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wazkur fil Kitaabi Moosaaa; innahoo kaana mukhlasanw wa kaana Rasoolan Nabiyyaa" } }, "translation": { "en": "And mention in the Book, Moses. Indeed, he was chosen, and he was a messenger and a prophet.", "id": "Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Musa di dalam Kitab (Al-Qur'an). Dia benar-benar orang yang terpilih, seorang rasul dan nabi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2301", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2301.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2301.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selesai bertutur tentang kisah Nabi Ibrahim, Allah beralih menjelaskan kisah Nabi Musa. Wahai Nabi Muhammad, dan ceritakanlah kisah Nabi Musa sesuai wahyu di dalam kitab Al-Qur’an. Jelaskan bahwa dia benar-benar orang yang terpilih karena keteguhan sikap dan ketulusan hatinya. Dia juga terpilih sebagai seorang rasul yang diutus kepada Bani Israil dan nabi yang mulia dan tinggi kedudukannya.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menerangkan kepada kaum musyrik kisah mengenai Nabi Musa a.s. dan keutamaan sifat-sifatnya agar Nabi sendiri beserta kaumnya dapat mengetahui bagaimana Allah menghargai dan memuliakannya. Keistimewaan-keistimewaan Nabi Musa a.s. itu di antaranya adalah dia orang yang dipilih Allah dan diikhlaskan-Nya untuk semata-mata menyampaikan dakwah agama tauhid seperti dakwahnya kepada Firaun beserta kaumnya, sebagaimana tersebut pada ayat ini:\n\n(Allah) berfirman, \"Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.\" (al-A'raf/7: 144)\n\nAllah mengangkatnya sebagai rasul di samping menjadi nabi. Perbedaan antara rasul dan nabi ialah rasul yang mempunyai risalah yang harus disampaikan kepada manusia dan diturunkan kepadanya kitab yang mengandung akidah, hukum-hukum dan sebagainya, sedang nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah tentang agama yang benar dan memberitahukan hal itu kepada manusia tetapi tidak mempunyai risalah yang harus disampaikan kepada manusia dan tidak pula diturunkan kitab kepadanya. Di kalangan Bani Israil banyak nabi yang tugas mereka hanya memelihara dan menyampaikan syariat yang dibawa Nabi Musa yang tersebut dalam kitab Taurat, seperti Yusa', Ilyas dan lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2302, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0646\u064e\u062c\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa naadainaahu min jaanibit Tooril aimani wa qarrabnaahu najiyyaa" } }, "translation": { "en": "And We called him from the side of the mount at [his] right and brought him near, confiding [to him].", "id": "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung (Sinai) dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2302", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2302.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2302.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah memilih Nabi Musa dan memanggilnya dari sebelah kanan gunung Sinai ketika dia sedang bepergian menuju Mesir, dan saat itu Kami tetapkan dia sebagai nabi dan rasul untuk memberi peringatan kepada Fir‘aun dan kaumnya. Kami dekatkan dia kepada Kami untuk menerima amanat kerasulan dan Kami ajak dia bercakap-cakap secara langsung dari balik hijab berupa api yang menyala.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bagaimana Allah memanggil Musa a.s. dan berbicara langsung dengannya di sebelah kanan bukit Tur, yaitu sebuah bukit yang terletak di semenanjung Sinai. Ketika itu Musa sedang menuju ke Mesir dari Madyan untuk menyampaikan dakwahnya kepada Firaun. Di bukit Tursina itulah Musa diberitahukan oleh Allah bahwa dia telah diangkat menjadi rasul dan menjanjikan kepadanya bahwa dia akan menang dalam menghadapi Firaun yang zalim yang mendakwahkan dirinya sebagai Tuhan. Tuhan juga menjanjikan kepadanya akan menurunkan rahmat kepada keluarga Bani Israil dengan menurunkan kitab Taurat. \n\nAllah menerangkan pula bahwa Dia telah mendekatkan Musa kepada-Nya di waktu berbicara itu dengan arti memuliakannya dan memilihnya sebagai Rasul-Nya seakan-akan Musa di waktu itu dekat kepada Tuhan sebagaimana dekatnya seorang raja di waktu berbicara dengan menterinya. Kita tidak dapat mengetahui bagaimana caranya Tuhan berbicara langsung dengan Musa. Apakah Musa benar-benar mendengar suara ataukah Musa hanya merasa bahwa dia telah berada di alam rohani yang tinggi seakan-akan mendengar wahyu Ilahi. Kita tidak dapat mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya, semua itu harus kita serahkan kepada Allah Yang Mahakuasa. Kewajiban kita sebagai orang mukmin hanya mempercayainya, karena hal itu dikisahkan di dalam Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 2303, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa wahabnaa lahoo mir rahmatinaaa akhaahu Haaroona Nabiyyaa" } }, "translation": { "en": "And We gave him out of Our mercy his brother Aaron as a prophet.", "id": "Dan Kami telah menganugerahkan sebagian rahmat Kami kepadanya, yaitu (bahwa) saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2303", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2303.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2303.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah menganugerahkan kepada Nabi Musa sebagian rahmat Kami kepadanya sesuai permintaan yang dipanjatkan kepada Kami, yaitu ketika dia memohon agar saudaranya, Harun, diizinkan untuk membantunya dalam melaksanakan tugas kerasulan. Kami tetapkan saudaranya itu menjadi seorang nabi.”", "long": "Di antara rahmat Allah kepada Musa ialah Allah telah mengabulkan permintaannya agar Harun saudara seibu diangkat pula menjadi nabi untuk membantunya dalam menyampaikan risalah Tuhannya sebagai tersebut dalam ayat:\n\nDan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku. (thaha/20: 29-30-31-32)\n\nDan dalam ayat:\n\nDan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.\" (al-Qashash/28: 34)\n\nSebagai karunia dan rahmat dari Allah kepada Musa Allah mem-perkenankan permintaan Musa itu seperti tersebut dalam ayat:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa! (thaha/20: 36)\n\nMengenai permohonan Nabi Musa a.s. untuk Nabi Harun ini sebagian Ulama salaf (terdahulu) di antaranya Ibnu Jarir ath-thabari mengatakan, \"Tidak ada seorang pun yang dapat memberikan syafaat kepada orang lain lebih besar dari syafaat yang diberikan kepada Harun dengan perantaraan Nabi Musa.\" Menurut riwayat Ibnu Abbas, Harun di waktu itu lebih tua dari Musa sekitar 4 tahun." } } }, { "number": { "inQuran": 2304, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wazkur fil Kitaabi ismaa'eel; innahoo kaana saadiqal wa'di wa kaana Rasoolan Nabiyyaa" } }, "translation": { "en": "And mention in the Book, Ishmael. Indeed, he was true to his promise, and he was a messenger and a prophet.", "id": "Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Qur'an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2304", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2304.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2304.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai berkisah tentang Nabi Musa, Allah beralih menceritakan kisah Nabi Ismail. Wahai Nabi Muhammad, dan ceritakanlah kepada umatmu kisah Nabi Ismail putra Nabi Ibrahim seperti yang diwahyukan kepadamu di dalam kitab Al-Qur’an. Terangkanlah bahwa dia betul-betul seorang yang benar perkataannya dan selalu menepati janjinya. Dia telah Kami tetapkan pula sebagai seorang rasul bagi kaumnya, yaitu suku Jurhum, salah satu kabilah Arab yang berasal dari Yaman, dan dia juga diangkat sebagai nabi yang dianugerahi kedudukan dan derajat tinggi.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw supaya menceritakan tentang Ismail nenek moyang bangsa Arab yang diangkat Allah menjadi nabi dan rasul agar dapat menjadi contoh teladan bagi mereka pada sifat-sifatnya, kesetiaan dan kejujurannya ketabahan dan kesabarannya dalam menjalankan perintah Tuhannya dan ketaatan serta kepatuhannya. Salah satu di antara sifat yang sangat menonjol ialah menepati janji. Menepati janji adalah sifat yang dipunyai oleh setiap rasul dan nabi, tetapi sifat ini pada diri Ismail sangat menonjol sehingga Allah menjadikan sifat ini sebagai keistimewaan Ismail. \n\nDi antara janji-janji yang ditepatinya walaupun janji itu membahayakan jiwanya ialah kesediaannya disembelih sebagai kurban untuk melaksanakan perintah Allah kepada ayahnya Ibrahim yang diterimanya dengan perantaraan ar-ruyah ash-shadiqah (mimpi yang benar) yang senilai dengan wahyu. Tatkala Ibrahim membicarakan dengan Ismail tentang perintah Allah untuk menyembelihnya, Ismail dengan tegas menyatakan bahwa dia bersedia disembelih demi untuk mentaati perintah Allah dan dia akan tabah dan sabar menghadapi maut bagaimana pun pedih dan sakitnya. Hal ini tersebut dalam ayat:\n\nMaka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, \"Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!\" Dia (Ismail) menjawab, \"Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.\" (ash-shaffat/37: 102)\n\nItulah janji Ismail kepada bapaknya Ibrahim. Janji itu benar-benar ditepati oleh Ismail dan dia menyerahkan dirinya kepada bapaknya yang telah siap dengan pisau yang tajam untuk menyembelihnya. Ibrahim pun walau dengan perasaan sangat iba dan kasihan merebahkan Ismail untuk memudahkan penyembelihan dan pisau pun telah ditujukan ke lehernya. Ketika itu Allah memanggil Ibrahim dan mengganti Ismail dengan seekor biri-biri yang besar dan gemuk. Hal ini diceritakan Allah dalam firman-Nya:\n\nMaka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pipi(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). Lalu Kami panggil dia, \"Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.\" Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (ash-shaffat/37: 103-107)\n\nDi samping sifat yang menonjol itu Ismail diangkat Allah menjadi nabi dan rasul kepada kabilah Jurhum yang menetap di Mekah bersama ibunya. Sebagai rasul, Ismail ditugaskan Allah menyampaikan risalah yaitu risalah yang pernah disampaikan oleh ayahnya Nabi Ibrahim kepada kabilah Jurhum itu. Memang sebelum Nabi Muhammad diutus sebagai rasul terdapat di kalangan bangsa Arab orang-orang yang menganut paham tauhid dan besar kemungkinan paham tauhid yang dianut mereka adalah paham yang dibawa dan disampaikan oleh Ismail kepada kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2305, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kaana yaamuru ahlahoo bis Salaati waz zakaati wa kaana 'inda Rabbihee mardiyyaa" } }, "translation": { "en": "And he used to enjoin on his people prayer and zakah and was to his Lord pleasing.", "id": "Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridai di sisi Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2305", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2305.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2305.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan kerasulan itu Nabi Ismail mengajak kaumnya mematuhi Allah dan dia selalu menyuruh keluarganya untuk melaksanakan salat sebagai ibadah dan ungkapan syukur kepada-Nya dan menunaikan zakat kepada mereka yang berhak mendapatkannya. Dengan ketulusan dan keteguhannya memegang janji, dia menjadi salah seorang yang diridai di sisi Tuhannya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Ismail selalu menyuruh keluarganya tetap mengerjakan salat dan menunaikan zakat, karena salat dan zakat itu telah disyariatkan semenjak Nabi Ibrahim. Risalah yang disampaikan oleh Nabi Ismail adalah risalah yang dibawa oleh bapaknya Ibrahim. Meskipun yang diterangkan di sini hanya mengenai keluarganya tetapi perintah itu mencakup seluruh kaumnya karena rasul itu diutus bukan untuk keluarga semata tetapi diutus untuk semua umatnya. Nabi Muhammad sendiri pada mulanya hanya disuruh menyampaikan ajaran Islam kepada keluarganya dan kemudian baru diperintahkan mengajak seluruh manusia mengikuti ajaran yang dibawanya. Hal ini terdapat dalam firman Allah:\n\nDan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,(asy- Syu'ara'/26: 214)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. (thaha/20: 132)\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa Ismail itu adalah orang yang diridai Allah karena dia tidak pernah lalai menaati perintah Tuhannya, dan selalu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 2306, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0625\u0650\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a\u0633\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0635\u0650\u062f\u0651\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wazkur fil Kitaabi Idrees; innahoo kaana siddeeqan Nabiyyaa" } }, "translation": { "en": "And mention in the Book, Idrees. Indeed, he was a man of truth and a prophet.", "id": "Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2306", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2306.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2306.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kisah Nabi Ismail disusul dengan kisah Nabi Idris. Wahai Nabi Muhammad, dan ceritakanlah kepada umatmu kisah Idris seperti yang diwahyukan kepadamu di dalam kitab Al-Qur’an. Jelaskanlah bahwa sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai dan melaksanakan kebenaran dalam kehidupannya. Kami memberinya anugerah dan menetapkannya sebagai seorang nabi yang memiliki kedudukan tinggi,", "long": "Pada kedua ayat ini Nabi Muhammad diperintahkan supaya menerangkan pula sekelumit berita tentang Nabi Idris. Menurut sementara riwayat mengatakan bahwa Nabi Idris adalah nenek Nabi Nuh a.s. Menurut riwayat yang termasyhur ia adalah nenek bapak Nabi Nuh. Ia adalah orang yang pertama menyelidiki ilmu bintang-bintang dan ilmu hisab, sebagai salah satu mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Ia adalah rasul pertama yang diutus Allah sesudah Adam a.s., dan diturunkan kepadanya kitab yang terdiri atas tiga puluh lembar. Ia dianggap pula sebagai orang yang mula-mula menciptakan timbangan dan takaran, pena untuk menulis, pakaian berjahit sebagai ganti pakaian kulit binatang dan senjata untuk berperang. Allah menerangkan pada ayat ini posisi yang tinggi bagi Nabi Idris karena ia adalah seorang yang beriman membenarkan kekuasaan dan keesaan Allah dan diangkat-Nya menjadi nabi dan meninggikan derajatnya ke tingkat yang paling tinggi, baik di dunia maupun di akhirat. Adapun di dunia ialah dengan diterimanya risalah yang dibawanya oleh kaumnya dan keharuman namanya di kalangan umat manusia. Hal ini sama dengan karunia Allah kepada Nabi Muhammad seperti tersebut dalam firman Allah:\n\n\"Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.\" (asy-Syarh/94: 4)\n\nDi akhirat nanti ia ditempatkan di surga pada tempat yang paling tinggi dan mulia, tempat para nabi dan para shiddiqin seperti tersebut dalam ayat:\n\nDan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (an-Nisa'/4: 69)." } } }, { "number": { "inQuran": 2307, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa rafa'naahu makaanan 'aliyyaa" } }, "translation": { "en": "And We raised him to a high station.", "id": "dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2307", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2307.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2307.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena sifat-sifat dan akhlaknya yang terpuji, Kami muliakan dia dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi sehingga kelak Kami tempatkan dia di surga.", "long": "Pada kedua ayat ini Nabi Muhammad diperintahkan supaya menerangkan pula sekelumit berita tentang Nabi Idris. Menurut sementara riwayat mengatakan bahwa Nabi Idris adalah nenek Nabi Nuh a.s. Menurut riwayat yang termasyhur ia adalah nenek bapak Nabi Nuh. Ia adalah orang yang pertama menyelidiki ilmu bintang-bintang dan ilmu hisab, sebagai salah satu mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Ia adalah rasul pertama yang diutus Allah sesudah Adam a.s., dan diturunkan kepadanya kitab yang terdiri atas tiga puluh lembar. Ia dianggap pula sebagai orang yang mula-mula menciptakan timbangan dan takaran, pena untuk menulis, pakaian berjahit sebagai ganti pakaian kulit binatang dan senjata untuk berperang. Allah menerangkan pada ayat ini posisi yang tinggi bagi Nabi Idris karena ia adalah seorang yang beriman membenarkan kekuasaan dan keesaan Allah dan diangkat-Nya menjadi nabi dan meninggikan derajatnya ke tingkat yang paling tinggi, baik di dunia maupun di akhirat. Adapun di dunia ialah dengan diterimanya risalah yang dibawanya oleh kaumnya dan keharuman namanya di kalangan umat manusia. Hal ini sama dengan karunia Allah kepada Nabi Muhammad seperti tersebut dalam firman Allah:\n\n\"Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.\" (asy-Syarh/94: 4)\n\nDi akhirat nanti ia ditempatkan di surga pada tempat yang paling tinggi dan mulia, tempat para nabi dan para shiddiqin seperti tersebut dalam ayat:\n\nDan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (an-Nisa'/4: 69)." } } }, { "number": { "inQuran": 2308, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 123, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u062e\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064f\u0643\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u06e9", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena an'amal laahu 'alaihim minan Nabiyyeena min zurriyyati Aadama wa mimman hamalnaa ma'a Noohinw wa min zurriyyati Ibraaheema wa Israaa'eela wa mimman hadainaa wajta bainaaa; izaa tutlaa 'alaihim Aayaatur Rahmaani kharroo sujjadanw wa bukiyyaa" } }, "translation": { "en": "Those were the ones upon whom Allah bestowed favor from among the prophets of the descendants of Adam and of those We carried [in the ship] with Noah, and of the descendants of Abraham and Israel, and of those whom We guided and chose. When the verses of the Most Merciful were recited to them, they fell in prostration and weeping.", "id": "Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Yakub) dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2308", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2308.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2308.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kisah beberapa rasul pada ayat-ayat sebelumnya disusul dengan uraian tentang sifat-sifat mereka. Mereka yang dianugerahi kedudukan yang tinggi itulah orang-orang yang telah diberi nikmat duniawi dan ukhrawi oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Nabi Adam, dan dari keturunan orang-orang yang Kami bawa dan selamatkan dalam kapal bersama Nabi Nuh ketika terjadi banjir besar, dan dari keturunan Nabi Ibrahim dan Israil, yaitu Nabi Yakub, dan selain mereka ada juga di antaranya yang mendapat anugerah, yaitu dari orang yang telah Kami beri petunjuk sehingga selalu menaati ajaran Kami dan telah Kami pilih untuk berdakwah dan mengajak umat pada kebaikan. Mereka memiliki sifatsifat terpuji. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih atau diperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada mereka, maka mereka segera tunduk, ber-sujud, dan menangis dengan tulus dan khusyuk kepada-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa para nabi dan rasul yang telah disebutkan namanya pada ayat-ayat yang lalu mereka itulah orang-orang yang telah diberi karunia dan nikmat oleh Allah dengan meninggikan derajat mereka dan mengharumkan nama mereka di kalangan umat manusia. Pada umumnya semua nabi dan rasul mendapat karunia seperti itu semenjak dari Nabi Adam bapak pertama sampai kepada Nabi Nuh bapak kedua, sampai kepada Nabi Ibrahim dan anak cucunya termasuk Ishak, Yakub, Ismail, Musa, Harun, Zakaria, Isa dan semua orang pilihan-Nya, semuanya mempunyai sifat yang jarang dimiliki oleh orang lain yaitu apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah mereka segera menjatuhkan diri (tersungkur) untuk sujud dan menangis serta merendahkan diri karena mengingat kebesaran Allah. Mereka adalah manusia yang penuh takwa, sangat tajam pendengaran dan perasaan mereka bila mendengar nama Allah dan bergetar hati mereka bila dibacakan ayat-ayat-Nya tidak memiliki kata-kata yang akan mereka ucapkan untuk melukiskan apa yang terasa dalam hati sehingga meneteskan air mata di pipi mereka dan tersungkur bersujud kehadirat Allah Yang Mahabesar, Mahakuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Demikianlah sifat yang dimiliki oleh para nabi dan rasul itu dan wajarlah bila Allah memberikan kepada mereka karunia dan nikmat yang besar. Hal ini disebutkan pula dalam firman Allah:\n\nSesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (an-Anfal/8: 2)\n\nRasulullah saw, bersabda:\n\nBacalah Al-Qur'an dan menangislah, jika kamu tidak bisa menangis, berusahalah menangis. (Riwayat Ibnu Majah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2309, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064c \u0623\u064e\u0636\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fakhalafa mim ba'dihim khalfun adaa'us Salaata wattaba'ush shahawaati fasawfa yalqawna ghaiyaa" } }, "translation": { "en": "But there came after them successors who neglected prayer and pursued desires; so they are going to meet evil -", "id": "Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2309", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2309.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2309.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan sifat para nabi, rasul, dan orang yang mendapat karunia Allah, pada ayat ini Allah menerangkan balasan bagi orang yang sesat dan ganjaran bagi orang yang bertobat. Kemudian datanglah setelah mereka pengganti mereka, yaitu generasi baru yang berperangai buruk. Mereka termasuk golongan yang mengabaikan salat, baik dengan meninggalkannya atau melaksanakannya secara menyimpang dari ajaran para nabi dan rasul, dan mereka selalu mengikuti keinginan hawa nafsu-nya sehingga terjerumus ke dalam dosa. Karena perbuatan dan perilaku mereka yang buruk, maka mereka kelak di akhirat akan termasuk kelompok orang yang tersesat dan mendapat balasan neraka.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa banyak di antara orang-orang datang kemudian sesudah meninggalnya para nabi dan rasul yang disebutkan pada ayat-ayat yang lalu, menyimpang dari jalan yang lurus, meninggalkan ajaran yang dibawa para rasul sebelumnya sehingga mereka tidak lagi mengerjakan salat dan selalu memperturutkan kehendak hawa nafsu dan dengan terang-terangan melanggar larangan Allah seperti meminum minuman keras, berjudi, berzina, dan mengadakan persaksian palsu. Mereka ini diancam oleh Allah dengan ancaman yang keras, kepada mereka akan ditimpakan kecelakaan dan kerugian baik di dunia maupun di akhirat. Sehubungan dengan ayat ini Abu Sa'id al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: \n\n\"Akan datang suatu generasi sesudah enam puluh tahun, mereka melalaikan salat dan memperturutkan hawa nafsu, maka orang-orang ini akan menemui kecelakaan dan kerugian. Kemudian datang lagi suatu generasi, mereka membaca Al-Qur'an tetapi hanya di kerongkongan (mulut) saja (tidak masuk ke hati) dan semua membaca Al-Qur'an, orang mukmin, orang munafik dan orang-orang jahat dan fasik (tidak dapat lagi dibedakan mana orang mukmin sejati dan mana orang yang berpura-pura beriman).\" (Riwayat Ahmad, Ibnu hibban dan al-hakim)\n\nKemudian Rasulullah membaca ayat ini (sebagaimana tersebut di atas).\n\n'Uqbah bin 'Amir meriwayatkan pula bahwa aku mendengar Rasulullah bersabda: \n\n\"Akan rusak binasalah sebahagian dari umatku yaitu \"Ahlul Kitab\" dan \"Ahlullaban\". Aku bertanya, \"Siapakah \"Ahlul Kitab\" wahai Rasulullah?\" Beliau menjawab, \"Mereka ialah orang-orang yang mempelajari Al-Qur'an untuk berdebat dengan orang-orang mukmin.\" \"Lalu siapa pula \"Ahlullaban\" itu?\" Rasulullah menjawab, \"Mereka ialah orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu dan meninggalkan salat.\" (Riwayat Ahmad dan al-hakim dari 'Uqbah bin 'Amir al-Juhhani)\n\nDemikian nasib orang-orang yang melalaikan salat dan memperturutkan hawa nafsu dan menyia-nyiakannya, mereka pasti merugi meskipun yang mereka derita tidak dapat dilihat dengan mata dan pasti akan menerima balasan yang setimpal di akhirat kelak. Di sini tampak dengan jelas bahwa salat yang telah menjadi syariat semenjak Nabi Ibrahim adalah amat penting sekali dan tidak boleh disia-siakan apalagi ditinggalkan. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:\n\n\"Salat itu adalah tiang agama. Barangsiapa yang mendirikannya maka ia telah menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah meruntuhkan agama.\" (Riwayat al-Baihaqi dari Umar r.a.)" } } }, { "number": { "inQuran": 2310, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illaa man taaba wa aamana wa 'amila saalihan fa ulaaa'ika yadkhuloonal jannata wa laa yuzlamoona shai'aa" } }, "translation": { "en": "Except those who repent, believe and do righteousness; for those will enter Paradise and will not be wronged at all.", "id": "Kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizalimi (dirugikan) sedikit pun," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2310", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2310.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2310.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang sesat dan berbuat maksiat akan mendapat balasan sesuai perbuatannya, kecuali orang yang bertobat dengan sepenuh hati dan tidak mengulangi keburukannya, sedang mereka beriman dan membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga sebagai balasan atas kebaikannya, dan mereka tidak dizalimi dan dirugikan sedikit pun.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang tersebut pada ayat 59 bila mereka bertobat dan kembali mengerjakan amal yang saleh maka Allah akan mengampuni dosa mereka dan akan dimasukkan ke dalam surga dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Demikianlah ketetapan Allah Yang Mahaadil, Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Meskipun seseorang telah berlarut-larut terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan karena tertipu dan teperdaya dengan kelezatan duniawi yang fana, tetapi bila mereka insaf dan kembali ke jalan yang benar dan bertobat kepada Allah sebenar-benar tobat Allah akan menerima tobat mereka dengan ketentuan dan syarat-syarat yang diterangkan pada ayat-ayat lain." } } }, { "number": { "inQuran": 2311, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Jannaati 'adninil latee wa'adar Rahmaanu ibaadahoo bilghaib; innahoo kaana wa'duhoo maatiyyaa" } }, "translation": { "en": "[Therein are] gardens of perpetual residence which the Most Merciful has promised His servants in the unseen. Indeed, His promise has ever been coming.", "id": "yaitu surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak tampak. Sungguh, (janji Allah) itu pasti ditepati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2311", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2311.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2311.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami beri mereka anugerah, yaitu surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya yang taat dan melaksanakan ajaran-Nya. Mereka mengimani eksistensinya, sekalipun surga itu tidak tampak dan tidak mereka lihat di dunia. Sungguh, mereka meyakini bahwa janji Allah itu pasti ditepati. Mereka tahu Allah tidak pernah mengingkari janji.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa surga yang dijanjikan Allah akan menjadi tempat kediaman bagi orang yang bertobat dan bertakwa itu, ialah surga 'Adn. Meskipun surga yang dijanjikan tidak dapat dilihat oleh manusia di dunia ini, karena masih bersifat gaib dan kapan manusia itu pasti masuk ke dalamnya tidak pula dapat diketahui dengan pasti karena semua itu hanya diketahui oleh Allah. Tetapi bagi orang yang beriman dan yakin akan terjadinya hari kebangkitan dan hisab, hal itu tidak diragukan sedikit pun karena itu adalah janji Allah Yang Mahasempurna, Mahaadil dan Maha Bijaksana. Pastilah janji itu akan dipenuhi-Nya dan akan dilaksanakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2312, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa yasma'oona feehaa laghwan illaa salaamaa; wa lahum rizquhum feehaa bukratanw wa 'ashiyyaa" } }, "translation": { "en": "They will not hear therein any ill speech - only [greetings of] peace - and they will have their provision therein, morning and afternoon.", "id": "Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali (ucapan) salam. Dan di dalamnya bagi mereka ada rezeki pagi dan petang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2312", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2312.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2312.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surga yang Kami janjikan itu penuh kesenangan. Di dalamnya mereka tidak pernah berbicara atau mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali ucapan salam yang menyejukkan dan mendamaikan. Banyak nikmat Allah di dalamnya, dan di dalamnya bagi mereka ada rezeki pagi dan petang, yang telah Allah tetapkan sebagai pahala atas kebaikan mereka.", "long": "Allah menerangkan pula bahwa di dalam surga tidak akan terjadi pertengkaran, tidak akan terdengar kata-kata yang tidak berguna seperti yang terjadi di dunia di mana manusia untuk kepentingan dirinya sendiri atau untuk kepentingan keluarga dan kelompoknya selalu berselisih, bertengkar, dakwa- mendakwa dan tuduh-menuduh yang tiada akhirnya, mengakibatkan mereka kehilangan ketenteraman dan kesejahteraan. Bahkan mereka diliputi kecemasan dan kekhawatiran. Lain halnya dengan surga karena manusia telah memasuki dunia yang lain, semua keinginan dapat dicapai dan dinikmati, tidak ada lagi permusuhan atau adu kekuatan antara sesama mereka untuk mencapai sesuatu, maka yang terdengar hanya ucapan salam (selamat sejahtera), baik ucapan itu datang dari malaikat atau dari sesama mereka. Semuanya merasa aman dan tenteram karena pada setiap pagi dan petang mereka diberi rezeki oleh Tuhan mereka, rezeki yang tidak dapat dibayangkan dalam pikiran seseorang bagaimana nikmat dan lezat cita rasanya. Allah melukiskan nikmat yang disediakan bagi penghuni surga, sebagaimana disebut dalam Hadis Qudsi:\n\nAku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh nikmat-nikmat yang belum pernah di lihat oleh mata, yang belum pernah di dengar oleh telinga dan tidak dapat dibayangkan dalam lintasan hati manusia. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2313, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0646\u064f\u0648\u0631\u0650\u062b\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Tilkal jannatul latee oorisu min 'ibaadinaa man kaana taqiyyaa" } }, "translation": { "en": "That is Paradise, which We give as inheritance to those of Our servants who were fearing of Allah.", "id": "Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2313", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2313.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2313.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah surga yang Kami janjikan kepada mereka yang taat. Surga itu akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa dengan sepenuh hati.", "long": "Demikianlah suasana di dalam surga aman dan tenteram, suasana bahagia dan sejahtera. Penghuninya merasa lega dan puas dengan nikmat dan karunia yang dilimpahkan Tuhan kepada mereka, dan Allah pun rida terhadap mereka karena mereka di dunia selalu patuh dan taat kepada-Nya, sabar dalam menghadapi cobaan-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nAllah berfirman, \"Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.\" (al-Ma'idah/5: 119)\n\nDemikian keadaan dan sifat surga yang akan diwariskan-Nya kepada hamba-Nya yang benar-benar beriman dan selalu bertakwa kepada-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nTeman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa. \"Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.\" Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan. Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan. (az-Zukhruf/43: 63-73)" } } }, { "number": { "inQuran": 2314, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 16, "page": 309, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa natanazzalu illaa bi amri Rabbika lahoo maa baina aideenaa wa maa khalfanaa wa maa baina zaalik; wa maa kaana Rabbuka nasiyyaa" } }, "translation": { "en": "[Gabriel said], \"And we [angels] descend not except by the order of your Lord. To Him belongs that before us and that behind us and what is in between. And never is your Lord forgetful -", "id": "Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita, dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2314", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2314.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2314.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keterangan tentang keadaan surga yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa disusul dengan penjelasan bahwa turunnya Jibril merupakan kehendak dan perintah Allah. Ketika Rasulullah mengharapkan Jibril lebih sering datang, dia menjawab, “Wahai Nabi Muhammad, tidaklah kami, para malaikat, turun kecuali atas perintah Tuhanmu. Ketahuilah bahwa hanya milik-Nya segala yang ada di alam semesta, apa saja yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita, dan segala yang ada di antara keduanya, dan ketahui pula bahwa Tuhanmu tidak pernah lupa sedikit pun.", "long": "Pada ayat ini Jibril menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa para malaikat tidak akan dapat turun membawa wahyu kepada rasul-rasul kecuali bila mereka telah mendapat perintah dari Allah sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya, sesuai dengan kepentingan hamba-Nya, baik mengenai urusan duniawi maupun mengenai urusan akhirat. Dialah yang memiliki semua yang ada di hadapan dan di belakang kita dan yang ada di antara keduanya, Dialah yang mengurus dan mengaturnya. Karena itu Dia pulalah yang lebih mengetahui tentang yang baik dan yang tidak baik bagi makhluk-Nya. Dialah yang menetapkan kapan para malaikat akan turun kepada rasul-Nya untuk membawa wahyu, dan untuk berapa lama Dia membiarkan malaikat tidak turun kepada mereka sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Jadi kalau malaikat terlambat menurunkan wahyu kepada Rasul, bukanlah itu karena Allah telah meninggalkan Rasul, murka atau Dia telah lupa kepadanya. Mustahil Allah bersifat lalai dan lupa." } } }, { "number": { "inQuran": 2315, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 267, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rabbus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa fa'bud hu wastabir li'ibaadatih; hal ta'lamu lahoo samiyyaa" } }, "translation": { "en": "Lord of the heavens and the earth and whatever is between them - so worship Him and have patience for His worship. Do you know of any similarity to Him?\"", "id": "(Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguhhatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2315", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2315.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2315.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Tuhan yang telah menciptakan segala yang ada, menguasai langit dan bumi, dan mengatur serta memelihara segala yang ada di antara keduanya. Maka, sembahlah Dia karena hanya Dia yang layak disembah, dan berteguhhatilah dalam beribadah kepada-Nya karena hanya Dia yang layak menjadi tujuan ibadah. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu di alam semesta ini yang setara atau yang sama dengan-Nya, baik sebagai pencipta maupun sebagai sembahan?", "long": "Bagaimana mungkin Tuhan akan bersifat lalai dan lupa padahal Dialah yang memiliki dan mengurus serta mengendalikan semua yang ada di langit dan di bumi dan semua yang ada di antara keduanya. Allah Yang Mahakuasa dan Mahabijaksana sekali-kali tidak akan lalai atau lupa mengurus dan mengatur semua makhluk-Nya. Oleh sebab itu jangan sampai Rasul menyangka bahwa Allah telah murka kepadanya dengan terlambatnya wahyu. Semua itu berlaku sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Rasul diperintahkan untuk menunggu dengan sabar dan terus beribadah kepada-Nya walau apapun ocehan yang diucapkan oleh kaum musyrik itu. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada sesuatu yang dapat menyamai-Nya karena itu kepada-Nyalah manusia harus berserah diri, patuh dan taat mengerjakan perintah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2316, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062a\u0651\u064f \u0644\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f \u062d\u064e\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yaqoolul insaanu 'aizaa maa mittu lasawfa ukhraju haiyaa" } }, "translation": { "en": "And the disbeliever says, \"When I have died, am I going to be brought forth alive?\"", "id": "Dan orang (kafir) berkata, “Betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan hidup kembali?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2316", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2316.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2316.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menerangkan sikap orang-orang yang tidak beriman pada hari kebangkitan, Allah berfirman, “Dan orang kafir itu, meski mengetahui adanya akhirat, tetap saja berkata, ‘Betulkah apabila aku telah mati, dikuburkan, dan tulang belulangku hancur, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan dari kubur dan hidup kembali? Hal ini mustahil terjadi.”", "long": "Al-Wahidi meriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan dalam kasus Ubay bin Khalaf. Dia mengambil sepotong tulang yang telah hampir remuk dan dihancurkannya dengan tangan seperti tepung, kemudian ditebarkannya ke angin kencang, maka bertebaranlah tulang itu. Kemudian dia berkata, \"Ada orang mengatakan bahwa kita akan dibangkitkan sesudah kita mati dan sesudah kita menjadi seperti tulang ini.\" Apakah mungkin apabila saya telah mati akan dibangkitkan dan dihidupkan kembali? Pertanyaan seperti itu terdapat pula pada ayat-ayat yang lain:\n\nDan mereka berkata, \"Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?\"\n\n(al-Waqi'ah/56: 47)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan mereka berkata, \"Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?\" (al-Isra'/17: 49)\n\nDemikian pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan oleh orang yang dangkal pikirannya dan tidak mau memikirkan secara mendalam kekuasaan Allah, karena mata hati mereka telah ditutupi oleh kesesatan dan kesenangan hidup dunia, sehingga tidak tampak lagi bagi mereka cahaya kebenaran yang terang benderang. Oleh sebab itu Allah menolak pertanyaan-pertanyaan mereka. Apakah manusia yang berpikiran seperti itu tidak pernah tahu bahwa Allah telah menciptakannya dari tiada. Apakah ada yang dapat menciptakan sesuatu dari tiada, dapat pula menciptakannya dari sesuatu yang ada walaupun berupa tulang belulang atau benda-benda yang hancur. Ini adalah suatu pemikiran yang aneh yang tidak akan timbul kecuali dari orang-orang yang hatinya telah diselubungi oleh keingkaran dan tidak mau memikirkan persoalan dengan teliti dan mendalam. Pada ayat lain Allah berfirman:\n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (ar-Rum/30: 27)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)\n\nDalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman: \n\n\"Anak Adam telah mendustakan-Ku sedang dia tidak berhak mendusta-kan-Ku. Anak Adam telah menyakiti-Ku sedang dia tidak berhak menya-kiti-Ku. Adapun pendustaannya terhadap-Ku ialah ucapannya bahwa Aku tidak akan menghidupkannya kembali sebagaimana Aku telah menciptakannya pertama kali. Menciptakannya pertama kali tidaklah lebih mudah bagi-Ku dari menciptakan kemudian (maksudnya sama mudah). Adapun yang menyakiti-Ku ialah ucapannya: Sesungguhnya Aku mempunyai anak, sedang Aku adalah Tuhan Yang Maha Esa Yang tergantung kepada-Ku segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula dilahirkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Aku.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2317, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "awalaa yazkurul insaanu annaa khalaqnaahu min qablu wa lam yaku shai'aa" } }, "translation": { "en": "Does man not remember that We created him before, while he was nothing?", "id": "Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia belum berwujud sama sekali?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2317", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2317.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2317.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah keingkaran orang-orang kafir. Tidakkah manusia yang ingkar itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu sebelum dilahirkan, padahal sebelumnya dia belum berwujud sama sekali? Bila dia menyadari hal itu, niscaya dia mengetahui bahwa dia telah diciptakan dan Pencipta itu adalah Allah.", "long": "Al-Wahidi meriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan dalam kasus Ubay bin Khalaf. Dia mengambil sepotong tulang yang telah hampir remuk dan dihancurkannya dengan tangan seperti tepung, kemudian ditebarkannya ke angin kencang, maka bertebaranlah tulang itu. Kemudian dia berkata, \"Ada orang mengatakan bahwa kita akan dibangkitkan sesudah kita mati dan sesudah kita menjadi seperti tulang ini.\" Apakah mungkin apabila saya telah mati akan dibangkitkan dan dihidupkan kembali? Pertanyaan seperti itu terdapat pula pada ayat-ayat yang lain:\n\nDan mereka berkata, \"Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?\"\n\n(al-Waqi'ah/56: 47)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan mereka berkata, \"Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?\" (al-Isra'/17: 49)\n\nDemikian pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan oleh orang yang dangkal pikirannya dan tidak mau memikirkan secara mendalam kekuasaan Allah, karena mata hati mereka telah ditutupi oleh kesesatan dan kesenangan hidup dunia, sehingga tidak tampak lagi bagi mereka cahaya kebenaran yang terang benderang. Oleh sebab itu Allah menolak pertanyaan-pertanyaan mereka. Apakah manusia yang berpikiran seperti itu tidak pernah tahu bahwa Allah telah menciptakannya dari tiada. Apakah ada yang dapat menciptakan sesuatu dari tiada, dapat pula menciptakannya dari sesuatu yang ada walaupun berupa tulang belulang atau benda-benda yang hancur. Ini adalah suatu pemikiran yang aneh yang tidak akan timbul kecuali dari orang-orang yang hatinya telah diselubungi oleh keingkaran dan tidak mau memikirkan persoalan dengan teliti dan mendalam. Pada ayat lain Allah berfirman:\n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (ar-Rum/30: 27)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)\n\nDalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman: \n\n\"Anak Adam telah mendustakan-Ku sedang dia tidak berhak mendusta-kan-Ku. Anak Adam telah menyakiti-Ku sedang dia tidak berhak menya-kiti-Ku. Adapun pendustaannya terhadap-Ku ialah ucapannya bahwa Aku tidak akan menghidupkannya kembali sebagaimana Aku telah menciptakannya pertama kali. Menciptakannya pertama kali tidaklah lebih mudah bagi-Ku dari menciptakan kemudian (maksudnya sama mudah). Adapun yang menyakiti-Ku ialah ucapannya: Sesungguhnya Aku mempunyai anak, sedang Aku adalah Tuhan Yang Maha Esa Yang tergantung kepada-Ku segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula dilahirkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Aku.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2318, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064f\u062d\u0652\u0636\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062c\u0650\u062b\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fawa Rabbika lanahshu rannahum wash shayaateena summa lanuhdirannahum hawla jahannama jisiyyaa" } }, "translation": { "en": "So by your Lord, We will surely gather them and the devils; then We will bring them to be present around Hell upon their knees.", "id": "Maka demi Tuhanmu, sungguh, pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan, kemudian pasti akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2318", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2318.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2318.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, bila mereka tetap mengingkari kebangkitan di akhirat, maka demi Tuhanmu yang menciptakan dan membangkitkan, sungguh mereka kelak akan Kami bangkitkan dan pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan yang telah memperdaya mereka di dunia, kemudian pasti akan Kami datangkan mereka dengan paksa ke sekeliling Jahanam yang menjadi tempat siksa mengerikan, dan mereka akan melihatnya dengan berlutut karena ketakutan dan kengerian yang meliputi hati mereka.", "long": "Karena itu Allah mengancam manusia semacam itu dengan bersumpah bahwa Dia akan mengumpulkan mereka di padang mahsyar bersama-sama dengan setan yang mereka anggap sebagai pemimpin mereka. Mereka akan melihat dan mengalami bagaimana dahsyat dan hebatnya suasana ketika itu, sehingga tidak ada yang dipikirkan oleh seseorang kecuali keselamatan dirinya sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nPada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 34-37)\n\nDalam suasana yang amat gawat dan kritis itulah mereka digiring ke neraka dalam keadaan berlutut dan hina tidak dapat berdiri lagi karena pengalaman yang amat pahit dan penderitaan yang tak terperikan." } } }, { "number": { "inQuran": 2319, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0646\u0632\u0650\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u0650\u064a\u0639\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0639\u0650\u062a\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa lananzi 'anna min kulli shee'atin aiyuhum ashaddu 'alar Rahmaani 'itiyyaa" } }, "translation": { "en": "Then We will surely extract from every sect those of them who were worst against the Most Merciful in insolence.", "id": "Kemudian pasti akan Kami tarik dari setiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2319", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2319.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2319.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian untuk lebih meyakinkan, pasti akan Kami tarik dengan kasar dan paksa dari setiap golongan yang ingkar itu siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, yang selalu mencurahkan rahmat dan kasih-Nya kepada mereka.", "long": "Karena itu Allah mengancam manusia semacam itu dengan bersumpah bahwa Dia akan mengumpulkan mereka di padang mahsyar bersama-sama dengan setan yang mereka anggap sebagai pemimpin mereka. Mereka akan melihat dan mengalami bagaimana dahsyat dan hebatnya suasana ketika itu, sehingga tidak ada yang dipikirkan oleh seseorang kecuali keselamatan dirinya sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nPada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 34-37)\n\nDalam suasana yang amat gawat dan kritis itulah mereka digiring ke neraka dalam keadaan berlutut dan hina tidak dapat berdiri lagi karena pengalaman yang amat pahit dan penderitaan yang tak terperikan." } } }, { "number": { "inQuran": 2320, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa lanahnu a'lamu billazeena hum awlaa bihaa siliyyaa" } }, "translation": { "en": "Then, surely it is We who are most knowing of those most worthy of burning therein.", "id": "Selanjutnya Kami sungguh lebih mengetahui orang yang seharusnya (dimasukkan) ke dalam neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2320", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2320.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2320.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya, dengan semua yang terjadi dan demikian banyaknya manusia yang menyaksikan tempat hukuman itu, Kami sungguh lebih mengetahui siapa saja orang yang paling tepat dan seharusnya dimasukkan ke dalam neraka sebagai balasan atas perbuatan buruk dan keingkarannya.", "long": "Orang-orang kafir itu dikumpulkan secara berkelompok-kelompok sesuai dengan tingkat kedurhakaan mereka, lalu Allah menyisihkan yang paling ingkar, paling sombong dan durhaka dan paling banyak menyesatkan manusia di muka bumi dari masing-masing kelompok itu untuk dilemparkan lebih dahulu ke dalam neraka. Bagi Allah Yang Mahatahu Mahaluas Ilmu-Nya tidaklah sulit menentukan orang-orang yang seperti itu karena semua amal perbuatannya di dunia telah tercatat di dalam buku masing-masing, seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nPada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatupun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah). (al-haqqah/69: 18)\n\nMereka akan dibelenggu, dilemparkan ke neraka dan dalam neraka pun mereka akan dirantai seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\n(Allah berfirman), \"Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.\" Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. (al-haqqah/69: 30-32) \n\nSesudah itu barulah tiba giliran yang lain untuk dilemparkan pula ke neraka sesuai dengan tingkat kekufuran dan kedurhakaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2321, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062f\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u062a\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa im minkum illaa waa riduhaa; kaana 'alaa Rabbika hatmam maqdiyyaa" } }, "translation": { "en": "And there is none of you except he will come to it. This is upon your Lord an inevitability decreed.", "id": "Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2321", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2321.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2321.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah memperingatkan orang-orang kafir, Allah lantas mengarahkan peringatannya kepada semua manusia. Wahai manusia, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak menyaksikan neraka itu dan mendatanginya. Hal itu, yakni membuatmu datang dan menyaksikan neraka, bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan dan tidak akan diubah.", "long": "Kemudian Allah mengarahkan firman-Nya kepada manusia seluruhnya dan menerangkan bahwa semua orang akan dibawa ke tempat di mana neraka berada. Mereka didekatkan ke neraka itu dan berdiri di sekelilingnya. Hal ini sudah menjadi ketetapan-Nya yang tidak dapat diubah lagi dan harus terlaksana. \n\nDalam hadis Muslim dari Abu Sa'id al-Khudriy diterangkan (¦ kemudian dipancangkan jembatan di atas Jahanam, dan syafaat diperbolehkan, mereka berkata ya Allah selamatkan kami “ selamatkan kami, Rasulullah ditanya, apakah jembatan itu? Rasulullah menjawab, \"tempat berpijak yang licin ada alat penyambar dan pecantol, dan duri (seperti) yang ada di Najd, yang memiliki duri kecil yang diberi nama as-Sa'dan. Ada orang mukmin yang berjalan sekejap mata seperti kilat, angin, burung yang terbang, kuda pacuan dan seperti orang yang berkendaraan, maka ada yang selamat, tertangkap dan lolos, ada pula yang terlempar ke dalam neraka jahannam.\")" } } }, { "number": { "inQuran": 2322, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u064a \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0646\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062c\u0650\u062b\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa nunajjil lazeenat taqaw wa nazaruz zaalimeena feehaa jisiyyaa" } }, "translation": { "en": "Then We will save those who feared Allah and leave the wrongdoers within it, on their knees.", "id": "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2322", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2322.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2322.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah peristiwa itu kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membuktikan ketakwaannya dengan menaati syariat, dan Kami akan membiarkan orang-orang yang zalim dan ingkar tetap di dalam neraka dalam keadaan berlutut karena pedihnya hukuman yang mereka rasakan.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah dikala itu melepaskan orang-orang yang bertakwa dari siksaan neraka dan membiarkan orang-orang kafir jatuh ke dalamnya dalam keadaan berlutut. Allah menerangkan bahwa yang dilepaskan dari siksaan neraka itu ialah orang-orang yang bertakwa bukan orang-orang yang beriman saja, karena orang-orang yang beriman saja belum tentu termasuk orang-orang yang bertakwa, karena banyak di antara orang-orang yang beriman melanggar perintah Allah dan mengerjakan larangannya. Apabila dosanya lebih banyak dari amal kebaikannya maka ia akan disiksa lebih dahulu dalam neraka sesuai dengan dosa yang diperbuatnya kemudian barulah dikeluarkan dari neraka setelah menerima siksaan yang sepadan dengan dosanya, lalu dimasukan ke surga. Adapun orang-orang yang amal kebaikannya lebih banyak dari dosanya, maka dia dimasukkan ke dalam surga setelah dosa-dosanya itu diampuni oleh Allah dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. Hal yang demikian tersebut dalam firman Allah:\n\nMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (al-Qari'ah/101: 6-11)" } } }, { "number": { "inQuran": 2323, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0646\u064e\u062f\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa tutlaa 'alaihim Aayaatunaa baiyinaatin qaalal lazeena kafaroo lillazeena aamanooo aiyul fareeqaini khairum maqaamanw wa ahsanu nadiyyaa" } }, "translation": { "en": "And when Our verses are recited to them as clear evidences, those who disbelieve say to those who believe, \"Which of [our] two parties is best in position and best in association?\"", "id": "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2323", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2323.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2323.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penjelasan mengenai ancaman Allah kepada orang-orang kafir dikuti dengan uraian tentang tanggapan mereka atas ajakan untuk beriman. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas maksud, kebenaran, dan petunjuk-nya, orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman dengan angkuh dan sombong karena merasa memiliki kelebihan atas mereka guna mengalihkan pembicaraan, \"Manakah di antara kedua golongan di antara kita yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan-nya? Bukankah ini membuktikan bahwa Tuhan lebih sayang kepada kami?”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sikap orang-orang kafir itu bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur'an yang nyata kebenarannya dan tidak dapat disangkal lagi, ucapan yang keluar dari mulut mereka untuk menentang kebenaran ayat-ayat itu adalah cemoohan dan olok-olok. Mereka mengatakan kepada orang mukmin siapa di antara kita yang paling senang hidupnya, paling tenang pikirannya, paling bagus rumahnya, paling tinggi kedudukannya dan paling banyak jumlahnya. Bagaimana kami yang jauh lebih tinggi dan lebih mulia dari kamu semua, akan berada dalam kebatilan dan menempuh jalan yang sesat. Hal ini adalah sesuatu yang mustahil. Maka kami menganggap kamulah yang berada dalam kesesatan karena golongan kamu selain lemah, sengsara dan sedikit jumlahnya, kamu hanya dapat berkumpul dengan sembunyi-sembunyi membicarakan hal ihwalnya di tempat-tempat yang tersisih dan sepi seperti Darul Arqam dan sebagainya. Tidak mungkin agama yang kamu anut itu agama yang benar dan tidak mungkin ayat-ayat Al-Qur'an itu baik dan berguna. Karena kalau demikian halnya tentu kamilah yang lebih dahulu beriman dan mempercayainya. Hanya itulah alasan dan keterangan yang dapat dikemukakan oleh orang kafir kepada orang mukmin dan keterangan mereka seperti ini terdapat pula pada ayat yang lain:\n\nDan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, \"Sekiranya Al-Qur'an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.\" Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, \"Ini adalah dusta yang lama.\" (al-Ahqaf/46: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 2324, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064d \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0623\u064e\u062b\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0626\u0652\u064a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kam ahlaknaa qablahum min qarnin hum ahsanu asaasanw wa ri'yaa" } }, "translation": { "en": "And how many a generation have We destroyed before them who were better in possessions and [outward] appearance?", "id": "Dan berapa banyak umat (yang ingkar) yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal mereka lebih bagus perkakas rumah tangganya dan (lebih sedap) dipandang mata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2324", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2324.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2324.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Anggapan orang kafir bahwa mereka lebih baik dan disayang Tuhan adalah keliru. Kemuliaan dan kemakmuran mereka tidak membuktikan rida Allah. Dan berapa banyak umat yang hidup sejahtera, tetapi karena ingkar maka mereka termasuk kaum yang telah Kami binasakan seperti orang-orang sebelum mereka, padahal mereka lebih bagus dan indah perkakas rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata penampilan dan keadaannya.", "long": "Allah menolak cemoohan orang-orang kafir itu dengan menjelaskan bahwa Dia di masa yang lalu telah banyak membinasakan beberapa kaum karena kedurhakaan mereka, seperti kaum 'Ad dan samud padahal mereka itu lebih kaya dan lebih mewah dari kaum kafir Mekah dan negeri mereka pun adalah negeri yang subur, dan mempunyai panorama yang indah. Jadi kekayaan, kemewahan panduduk dan keindahan suatu negeri bukanlah acuan untuk menilai suatu kaum bahwa ia adalah di pihak yang benar dan menjadi kesayangan Allah. Yang menjadi ukuran ialah keimanan kepada Allah serta ketaatan dan kepatuhan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Kalau benar kekayaan dan kemewahan itu yang menjadi ukuran, tentulah mereka tidak dibinasakan Allah. Sebenarnya ayat ini adalah suatu ancaman dari Allah terhadap kaum musyrik Mekah, kalau mereka tidak juga sadar dan insaf dan tetap membangkang tidak mustahil mereka akan dihancurkan pula seperti umat-umat terdahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 2325, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0645\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627 \u06da \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u064f \u062c\u064f\u0646\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul man kaana fidda laalati falyamdud lahur Rahmaanu maddaa; hattaaa izaa ra aw maa yoo'adoona immal 'azaaba wa immas Saa'ata fasa ya'lamoona man huwa sharrum makaananw wa ad'afu jundaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Whoever is in error - let the Most Merciful extend for him an extension [in wealth and time] until, when they see that which they were promised - either punishment [in this world] or the Hour [of resurrection] - they will come to know who is worst in position and weaker in soldiers.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu) baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2325", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2325.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2325.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi cemoohan mereka, katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Barang siapa berada dalam kesesatan dan keingkaran yang membuatnya sombong dan enggan beriman, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang baginya umur dan kesempatan untuk menikmati kehidupan duniawi. Mereka dibiarkan sehingga terlena dalam keingkarannya. Kelak apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab yang mereka dapatkan dari musuh yang lebih perkasa maupun kedahsyatan kiamat yang menjadi awal pembalasan atas keingkaran mereka, maka saat itu mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya akibat siksa Allah dan lebih lemah bala tentaranya yang selama ini mereka andalkan untuk membela kepentingannya.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya menjawab cemoohan dan olok-olok kaum musyrik yang membanggakan kekayaannya itu dengan mengatakan bahwa orang-orang yang sesat dari kaumnya tidak akan dibinasakan oleh Allah saat ini, karena rahmat dan kasih sayangnya dan karena di kalangan mereka berada Nabi Muhammad serta orang-orang yang beriman. Hal ini tersebut pada firman-Nya: \n\nTetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (al-Anfal/8: 33)\n\nAllah akan membiarkan mereka dan menangguhkan serta memberi kesempatan kepada mereka untuk berlarut-larut dalam kekafiran dan kedurhakaan sampai tiba saatnya mereka akan melihat sendiri siksaan Allah di dunia dengan kekalahan total yang dialami mereka (seperti Perang Badar dan terusirnya kaum musyrik Mekah) dan di akhirat mereka akan melihat siapa sebenarnya yang lebih mulia, mendapat rahmat dan karunia Allah dan siapa yang akan mendapat siksaan yang menghinakan sehingga begitu hina dan begitu rendahlah kedudukan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2326, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 16, "page": 310, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yazeedul laahul lazeenah tadaw hudaa; wal baaqiyaatus saalihaatu khairun 'inda Rabbika sawaabanw wa khairum maraddaa" } }, "translation": { "en": "And Allah increases those who were guided, in guidance, and the enduring good deeds are better to your Lord for reward and better for recourse.", "id": "Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2326", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2326.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2326.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berbanding terbalik dengan kondisi orang kafir, bagi orang yang beriman dan meyakini keagungan-Nya, Allah akan terus menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk sehingga mereka semakin taat dan tekun berbuat baik. Dan amal kebajikan yang kekal itu tentu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik pula kesudahannya bagi mereka yang mengerjakannya.", "long": "Sebagai hiburan bagi kaum Muslimin yang dihina dan dicemoohkan itu, karena memang mereka tidak berdaya menjawab tantangan kaum musyrik yang menyombongkan kekayaannya. Allah menjanjikan akan memberi mereka tambahan petunjuk di samping petunjuk-petunjuk yang telah mereka terima. Dengan petunjuk-petunjuk itu mereka akan lebih bertakwa dan lebih bahagia. Biarkanlah orang-orang kafir itu berbangga-bangga dengan kekayaan dan kedudukan dan selalu berada dalam keangkuhan dan kesombongan. Biarkanlah mereka berlarut-larut dalam kesesatan dan kedurhakaan. Pada suatu saat Allah akan menimpakan siksa-Nya yang keras kepada mereka. Di waktu itulah nanti mereka akan sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan yang besar dan menyesal dengan amat sangat, tetapi penyesalan itu tidak akan menolong mereka sedikit pun, karena ibarat nasi sudah menjadi bubur, sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tidak berguna. Dalam menghadapi kesombongan kaum musyrik itu hendaklah kaum Muslimin sabar dan tabah, selalu mengamalkan petunjuk-petunjuk Allah, taat dan patuh kepada perintah-Nya. Dengan demikian hati mereka akan lapang, pikiran mereka akan tenang, amal baik mereka akan bertambah. Mereka senantiasa akan berada dalam lindungan rahmat dan kasih sayang-Nya. Allah akan menyediakan bagi mereka pahala yang berlipat ganda." } } }, { "number": { "inQuran": 2327, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0623\u064f\u0648\u062a\u064e\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Afara'aytal lazee kafara bi Aayaatinaa wa qaala la oota yanna maalanw wa waladaa" } }, "translation": { "en": "Then, have you seen he who disbelieved in Our verses and said, \"I will surely be given wealth and children [in the next life]?\"", "id": "Lalu apakah engkau telah melihat orang yang mengingkari ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, “Pasti aku akan diberi harta dan anak.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2327", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2327.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2327.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Uraian tentang sikap orang yang mengingkari hari kebangkitan dilanjutkan dengan tanggapan atas keingkaran mereka. Wahai Nabi Muhammad, lalu apakah engkau telah melihat sikap dan jawaban orang yang mengingkari ayat-ayat Kami karena lebih memilih persoalan duniawi sehingga mengingkari hari kebangkitan, dan dia dengan angkuh mengatakan, “Pasti aku akan diberi harta yang banyak untuk memenuhi semua keperluan dan anak yang aku banggakan dan akan menolongku dari semua persoalan.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw supaya memperhatikan bagaimana sombong dan angkuhnya orang kafir itu yang berani mengatakan bahwa di akhirat nanti mereka akan dianugerahi harta dan anak yang banyak. Meskipun ucapan itu seakan-akan menunjukkan bahwa mereka mempercayai hari kebangkitan tetapi sebenarnya mereka tidak percaya sama sekali akan adanya hari kebangkitan. Ucapan seperti itu hanya sebagai cemoohan dan olok-olok terhadap kepercayaan orang mukmin dengan pengertian bahwa jika benar-benar Khabab bin Arat percaya akan hari kebangkitan biarlah utangnya itu dibayar pada hari kebangkitan. Sekarang dia tidak mau membayarnya karena Khabbab beriman dengan Muhammad. Cemoohan itu ditambah lagi dengan mengatakan bahwa dia akan kaya dan banyak anak nanti di akhirat. Alangkah beraninya dia mengada-adakan sesuau yang tidak diketahuinya sama sekali, sedang dia sendiri mengingkari hal-hal yang gaib." } } }, { "number": { "inQuran": 2328, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Attala'al ghaiba amitta khaza'indar Rahmaani 'ahdaa" } }, "translation": { "en": "Has he looked into the unseen, or has he taken from the Most Merciful a promise?", "id": "Adakah dia melihat yang gaib atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2328", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2328.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2328.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keangkuhan mereka direspons dengan pertanyaan berikut. Adakah dia, yaitu orang kafir, melihat yang gaib sehingga dapat berkata demikian atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih sehingga dia dapat memastikan kebenaran perkataannya?", "long": "Oleh sebab itu maka pada ayat ini Allah mengecamnya dengan mengatakan, \"Apakah dia mengetahui hal-hal yang gaib ataukah dia telah berjanji dengan Allah bahwa Dia akan memberinya rezeki dan anak yang banyak?\" Kedua kemungkinan itu amat jauh sekali, karena tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui yang gaib apalagi yang berhubungan dengan hari akhirat. Dan tidak mungkin pula dia berjanji dengan Tuhan bahwa dia akan diberi rezeki yang banyak di akhirat sedangkan dia sendiri mengingkari hari itu dan mempersekutukan Allah dengan berhala-berhala. Tempat orang seperti ini adalah neraka dan siksaan yang akan ditimpakan kepadanya tentu berat sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 2329, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06da \u0633\u064e\u0646\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0645\u064f\u062f\u0651\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kallaa; sanaktubu maa yaqoolu wa namuddu lahoo minal 'azaabi maddaa" } }, "translation": { "en": "No! We will record what he says and extend for him from the punishment extensively.", "id": "Sama sekali tidak! Kami akan menulis apa yang dia katakan, dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2329", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2329.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2329.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sama sekali tidak! Dia tidak mengetahui hal gaib, apalagi membuat perjanjian dengan Allah. Jika dia tidak menghentikan kebohongannya, Kami akan menulis dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang dia katakan dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna sampai batas tertentu, dan Kami akan mewarisi serta membinasakan apa yang dia katakan dan banggakan itu, berupa harta dan keturunan, dan dia akan datang kepada Kami seorang diri setelah kematiannya tanpa ditemani harta atau anaknya.", "long": "Pada ayat ini Allah mengancam mereka dengan ancaman yang keras karena kelancangannya menisbahkan sesuatu terhadap Allah tanpa ilmu dan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Allah akan mengambil semua harta mereka sebagai balasan yang setimpal dengan keingkaran dan kedurhakaannya dan menyiksanya dengan siksaan yang tiada putus-putusnya. Allah akan mengambil semua harta dan anak-anaknya yang ditinggalkannya ketika dia mati sehingga di akhirat nanti dia datang menghadap Allah sendirian, tidak ada yang akan membela dan menolongnya. Memang pada hari itu tak ada sesuatu pun yang dapat menolong manusia kecuali iman dan amal perbuatannya sesuai dengan firman Allah:\n\n(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (asy- Syu'ara/26: 88-89)\n\nDan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman), \"Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian.\" (al-Kahf/18: 48)" } } }, { "number": { "inQuran": 2330, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa narisuhoo maa yaqoolu wa yaateenaa fardaa" } }, "translation": { "en": "And We will inherit him [in] what he mentions, and he will come to Us alone.", "id": "dan Kami akan mewarisi apa yang dia katakan itu, dan dia akan datang kepada Kami seorang diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2330", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2330.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2330.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sama sekali tidak! Dia tidak mengetahui hal gaib, apalagi membuat perjanjian dengan Allah. Jika dia tidak menghentikan kebohongannya, Kami akan menulis dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang dia katakan dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna sampai batas tertentu, dan Kami akan mewarisi serta membinasakan apa yang dia katakan dan banggakan itu, berupa harta dan keturunan, dan dia akan datang kepada Kami seorang diri setelah kematiannya tanpa ditemani harta atau anaknya.", "long": "Pada ayat ini Allah mengancam mereka dengan ancaman yang keras karena kelancangannya menisbahkan sesuatu terhadap Allah tanpa ilmu dan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Allah akan mengambil semua harta mereka sebagai balasan yang setimpal dengan keingkaran dan kedurhakaannya dan menyiksanya dengan siksaan yang tiada putus-putusnya. Allah akan mengambil semua harta dan anak-anaknya yang ditinggalkannya ketika dia mati sehingga di akhirat nanti dia datang menghadap Allah sendirian, tidak ada yang akan membela dan menolongnya. Memang pada hari itu tak ada sesuatu pun yang dapat menolong manusia kecuali iman dan amal perbuatannya sesuai dengan firman Allah:\n\n(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (asy- Syu'ara/26: 88-89)\n\nDan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman), \"Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian.\" (al-Kahf/18: 48)" } } }, { "number": { "inQuran": 2331, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0632\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wattakhazoo min doonil laahi aalihatal liyakoonoo lahum 'izzaa" } }, "translation": { "en": "And they have taken besides Allah [false] deities that they would be for them [a source of] honor.", "id": "Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2331", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2331.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2331.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang kafir akan dibangkitkan dalam keadaan hina dan sendiri. Mereka kecewa pada sesembahannya. Dan mereka telah memilih tuhantuhan selain Allah sebagai sesembahan. Mereka berharap agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung dan penolong bagi mereka kelak di akhirat dari azab Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa maksud dan tujuan dari orang-orang musyrik menyembah berhala dan sembahan-sembahan lainnya, ialah agar berhala-berhala dan sembahansembahan itu dapat menolong mereka, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Mereka mempersembahkan berbagai macam barang dan uang kepada berhala-berhala itu dengan harapan agar berhala-berhala itu dapat mengabulkan permintaan mereka, diberi restu dan diberkahi dalam kehidupan, usaha dan pekerjaan, dan agar mereka tetap berbahagia mulia dan terhormat. Di kalangan mereka seakan-akan berhala itulah yang paling berkuasa, berhak melimpahkan rahmat dan nikmat, berhak menimpakan siksa dan kesengsaraan. Di akhirat nanti (menurut paham mereka) berhala-berhala itu akan dapat memintakan syafaat bagi mereka dan akan menolong mereka bila mereka menghadapi kesulitan atau mengalami penderitaan." } } }, { "number": { "inQuran": 2332, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 268, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06da \u0633\u064e\u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0636\u0650\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kallaa; sa yakfuroona bi'ibaadatihim wa yakoonoona 'alaihim diddaa" } }, "translation": { "en": "No! Those \"gods\" will deny their worship of them and will be against them opponents [on the Day of Judgement].", "id": "Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2332", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2332.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2332.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang orang kafir yakini sama sekali tidak benar! Harapan mereka akan sia-sia. Kelak berhala sesembahan mereka itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan sesembahan itu akan menjadi musuh bagi mereka dan justru memohon agar orang kafir itu disiksa karena perilakunya.", "long": "Ayat ini menolak paham yang salah itu terutama mengenai kemampuan berhala itu memberi pertolongan di akhirat. Berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu sekali-kali tidak akan dapat menolong mereka bahkan mereka akan mengingkari di hadapan Allah bahwa mereka disembah oleh orang-orang musyrik itu sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:\n\nDan apabila orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata, \"Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.\" Lalu sekutu mereka menyatakan kepada mereka, \"Kamu benar-benar pendusta.\" (an-Nahl/16: 86)\n\nDan firman-Nya:\n\n(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus. Dan orang-orang yang mengikuti berkata, \"Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.\" Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka. (al-Baqarah/2: 166-167)" } } }, { "number": { "inQuran": 2333, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0624\u064f\u0632\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam tara annaaa arsalnash Shayaateena 'alal kaafireena ta'uzzuhum azzaa" } }, "translation": { "en": "Do you not see that We have sent the devils upon the disbelievers, inciting them to [evil] with [constant] incitement?", "id": "Tidakkah engkau melihat, bahwa sesungguhnya Kami telah mengutus setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat maksiat) dengan sungguh-sungguh?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2333", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2333.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2333.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, tidakkah engkau melihat bahwa sesungguhnya Kami telah mengutus setan-setan itu kepada orang-orang kafir yang selalu ingkar dan engggan bertobat untuk mendorong mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh sehingga mereka semakin terperosok dalam kesesatannya?", "long": "Pada ayat ini Allah memperingatkan Nabi Muhammad bahwa Dia telah melepaskan setan dan memberi kesempatan kepadanya untuk menipu, membujuk serta memperdayakan manusia yang terkena bujuk rayu setan itu termasuk orang-orang kafir Mekah sehingga Mereka akan tetap dalam kesesatan dan tidak akan kembali ke jalan yang benar bagaimanapun Muhammad mengajak dan menyeru mereka. Hal ini dijelaskan Allah sebagai penawar hati Nabi Muhammad yang berduka karena dia telah bersungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati memberikan petunjuk dan peringatan kepada mereka, tetapi mereka tetap juga ingkar dan tidak mau beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 2334, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u064f\u062f\u0651\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falaa ta'jal alaihim innamaa na 'uddu lahum 'addaa" } }, "translation": { "en": "So be not impatient over them. We only count out to them a [limited] number.", "id": "Maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (memintakan azab) terhadap mereka, karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2334", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2334.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2334.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, apa yang terjadi merupakan ketetapan Allah, maka janganlah engkau gelisah dengan sikap mereka sehingga engkau tergesa-gesa meminta jatuhnya azab terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami membiarkan mereka dalam keadaan ini sampai waktu tertentu. Kami lakukan hal itu agar Kami terus menghitung dosa-dosa dan penyimpangan mereka dengan hitungan teliti sampai datangnya hari siksaan diakhirat untuk mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah melarang Nabi Muhammad merasa sedih dan marah kepada orang kafir dan meminta supaya azab kepada mereka disegerakan karena saat untuk menimpakan azab itu sudah dekat, hanya tinggal menghitung-hitung harinya saja. Di dunia mereka akan menerima balasan dengan kekalahan mereka dalam Perang Badar dan di akhirat walaupun dalam pikiran kita masih jauh tetapi bagi Allah hari itu adalah dekat. Karena satu hari di akhirat dalam perhitungan Allah bukanlah 24 jam seperti perhitungan kita, mungkin seribu tahun atau mungkin lebih, sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.(al-hajj/22: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 2335, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0641\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma nahshurul muttaqeena ilar Rahmaani wafdaa" } }, "translation": { "en": "On the Day We will gather the righteous to the Most Merciful as a delegation", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, bagaikan kafilah yang terhormat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2335", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2335.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2335.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Balasan Allah pasti akan terjadi. Wahai manusia, ingatlah pada hari ketika Kami bersama para malaikat mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Allah Yang Maha Pengasih dan membawa mereka ke tempat yang dijanjikan sebagai balasan atas ketaatan mereka. Kemudian Kami sambut mereka bagaikan kafilah yang terhormat.", "long": "Pada hari itu Allah mengumpulkan orang-orang yang bertakwa untuk menghadap kehadirat-Nya sebagai rombongan yang dimuliakan karena iman dan amal mereka di dunia. Mereka dibawa dengan kendaraan yang bagus dan indah sebagai tamu yang dihormati. Ali bin Abi thalib mengatakan bahwa rombongan itu bukanlah rombongan biasa yang berjalan kaki atau digiring tetapi dibawa dengan kendaraan yang belum pernah dilihat keindahannya oleh manusia, di atasnya ada tempat duduk dari emas dan tali lesnya bertahtakan permata zamrud sehingga sampailah mereka di muka pintu surga." } } }, { "number": { "inQuran": 2336, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0648\u0650\u0631\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa nasooqul mujrimeena ilaa Jahannama wirdaa" } }, "translation": { "en": "And will drive the criminals to Hell in thirst", "id": "dan Kami akan menggiring orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2336", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2336.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2336.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebaliknya, orang yang ingkar akan Kami kumpulkan bersama sejawat mereka, dan Kami akan menggiring orang yang durhaka dan enggan bertobat ke neraka Jahanam untuk menerima hukuman atas keingkarannya tanpa diberi minum sehingga kondisi yang panas menyebabkan mereka dalam keadaan dahaga.", "long": "Sebaliknya orang durhaka yang tetap ingkar dan kafir digiring ke neraka. Dalam perjalanan ke neraka itu mereka menderita berbagai macam penderitaan yang tidak terperikan seperti haus dan lapar karena panasnya udara padang mahsyar. Mereka digiring seperti hewan-hewan yang hina dina yang tidak berdaya bukan ke tempat yang teduh atau ke mata air yang jernih untuk melepaskan haus dan dahaga tetapi ke neraka yang amat panas." } } }, { "number": { "inQuran": 2337, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa yamlikoonash shafaa'ta illaa manittakhaza 'indar Rahmaani 'ahdaa" } }, "translation": { "en": "None will have [power of] intercession except he who had taken from the Most Merciful a covenant.", "id": "Mereka tidak berhak mendapat syafaat, (pertolongan) kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi (Allah) Yang Maha Pengasih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2337", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2337.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2337.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di akhirat mereka tidak berhak mendapat syafaat atau pertolongan dari siapa pun untuk selamat dari azab Allah, kecuali orang yang dengan sungguh-sungguh telah mengadakan perjanjian di sisi Allah Yang Maha Pengasih dengan cara bertobat dan menaati ajaran-Nya.", "long": "Orang kafir tidak akan memperoleh syafaat dari siapa pun untuk menolong mereka atau meringankan penderitaan yang mereka alami. Karena yang berhak menerima syafaat pada hari itu hanyalah orang-orang yang telah dijanjikan Allah akan mendapat syafaat yaitu orang-orang mukmin yang di masa hidupnya di dunia telah mempersiapkan diri untuk mendapat syafaat dengan amal ibadahnya dan perjuangannya menegakkan kalimah Allah. Syafaat pada hari itu hanya dimiliki oleh para nabi, ulama dan para syuhada sesuai dengan amal dan bakti mereka masing-masing. Di antara amal ibadat yang menjadikan seseorang berhak memperoleh syafaat itu ialah memelihara salat lima waktu dengan sebaik-baiknya. \n\nRasulullah bersabda, \"Barangsiapa yang datang pada hari kiamat membawa salatnya yang lima waktu dengan sempurna yaitu disempurnakan wudunya dipeliharanya waktunya, ruku' dan sujudnya, tidak pernah ditinggalkannya barang sekalipun maka Allah berjanji tidak akan menyiksanya. Tetapi orang yang pernah meninggalkan salatnya, tidak akan memperoleh janji Allah itu. Terserahlah kepada Tuhan apakah Dia akan memberinya rahmat atau menimpakan azab kepadanya.\"(Diriwayatkan oleh ath-thabrani dalam kitab \"al-Ausath\" dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2338, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaalut takhazar Rahmaanu waladaa" } }, "translation": { "en": "And they say, \"The Most Merciful has taken [for Himself] a son.\"", "id": "Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2338", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2338.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2338.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain menampik kepercayaan kaum musyrik bahwa berhala dapat memberi syafaat, Allah juga menegasikan keyakinan mereka bahwa Allah memiliki anak. Dan mereka, kaum Yahudi, Nasrani, dan sebagian masyarakat Arab, berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak,” yaitu ‘Uzair dalam kepercayaan Yahudi, Isa dalam anggapan umat Nasrani, dan malaikat dalam keyakinan sebagian masyarakat Arab.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrik Mekah, orang Yahudi, orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang-orang yang sesat karena telah mengucapkan ucapan yang sangat tidak menyenangkan dan telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah. Perkataan itu sangat mungkar, tidak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Mahakuasa dan Mahaperkasa. Allah sangat murka terhadap mereka karena kelancangan mulut mereka merendahkan martabat Yang Mahatinggi seakan-akan Allah disamakan dengan manusia dan makhluk-makhluk-Nya yang lain yang membutuhkan keturunan yang akan melanjutkan kelangsungan eksistensinya di kemudian hari dan yang akan menolong membantunya di kala ia telah menjadi lemah tak berdaya. Padahal Dia-lah Yang Hidup Kekal, senantiasa berdiri sendiri tidak memerlukan pertolongan atau bantuan dari selain-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nAllah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus-mengurus (makhluk-Nya). (Ali 'Imran/3: 2)\n\nAllah mencela mereka dengan keras dan mengatakan bahwa mereka dengan ucapan seperti itu telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar sekali, ucapan yang tidak sepatutnya keluar dari mulut makhluk-Nya yang diciptakan-Nya sendiri, makhluknya yang telah dianugerahi-Nya akal dan pikiran agar dia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil." } } }, { "number": { "inQuran": 2339, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0625\u0650\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laqad ji'tum shai'an iddaa" } }, "translation": { "en": "You have done an atrocious thing.", "id": "Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2339", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2339.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2339.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang kafir yang berkeyakinan demikian, sadarlah bahwa sesungguhnya kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar dan bertentangan dengan akal sehat dan hati nurani.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrik Mekah, orang Yahudi, orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang-orang yang sesat karena telah mengucapkan ucapan yang sangat tidak menyenangkan dan telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah. Perkataan itu sangat mungkar, tidak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Mahakuasa dan Mahaperkasa. Allah sangat murka terhadap mereka karena kelancangan mulut mereka merendahkan martabat Yang Mahatinggi seakan-akan Allah disamakan dengan manusia dan makhluk-makhluk-Nya yang lain yang membutuhkan keturunan yang akan melanjutkan kelangsungan eksistensinya di kemudian hari dan yang akan menolong membantunya di kala ia telah menjadi lemah tak berdaya. Padahal Dia-lah Yang Hidup Kekal, senantiasa berdiri sendiri tidak memerlukan pertolongan atau bantuan dari selain-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nAllah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus-mengurus (makhluk-Nya). (Ali 'Imran/3: 2)\n\nAllah mencela mereka dengan keras dan mengatakan bahwa mereka dengan ucapan seperti itu telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar sekali, ucapan yang tidak sepatutnya keluar dari mulut makhluk-Nya yang diciptakan-Nya sendiri, makhluknya yang telah dianugerahi-Nya akal dan pikiran agar dia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil." } } }, { "number": { "inQuran": 2340, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0637\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u0634\u064e\u0642\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u062e\u0650\u0631\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0647\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Takaadus samaawaatu yatafattarna minhu wa tanshaq qul ardu wa takhirrul jibaalu haddaa" } }, "translation": { "en": "The heavens almost rupture therefrom and the earth splits open and the mountains collapse in devastation", "id": "hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2340", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2340.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2340.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akibat ucapan kamu yang mungkar itu hampir saja terjadi bencana hebat di alam ini; langit yang demikian kukuh pecah, dan bumi tempat kamu berpijak terbelah, dan gunung-gunung yang tegak berdiri runtuh dan hancur berkeping-keping.", "long": "Bila bumi, langit dan gunung-gunung dapat mendengar dan memahami ucapan orang-orang kafir itu, meskipun ia tidak diberi akal dan pikiran oleh Allah, maka langit, bumi dan gunung-gunung yang besar itu akan terguncang dengan dahsyatnya karena terkejut dan mungkin akan menjadi hancur lebur, karena tidak dapat menerima ucapan yang sangat berat tanggung jawabnya, dan sangat menghina serta merendahkan martabat Penciptanya. Untunglah bumi langit dan gunung-gunung itu tidak dapat mendengar apalagi memahami ucapan orang-orang kafir yang sangat keliru itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2341, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "An da'aw lir Rahmaani waladaa" } }, "translation": { "en": "That they attribute to the Most Merciful a son.", "id": "karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2341", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2341.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2341.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bencana mengerikan itu bisa saja terjadi karena mereka menganggap bahwa Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak. Anggapan ini jelas tidak benar dan tidak pula layak ditujukan kepada-Nya.", "long": "Bila bumi, langit dan gunung-gunung dapat mendengar dan memahami ucapan orang-orang kafir itu, meskipun ia tidak diberi akal dan pikiran oleh Allah, maka langit, bumi dan gunung-gunung yang besar itu akan terguncang dengan dahsyatnya karena terkejut dan mungkin akan menjadi hancur lebur, karena tidak dapat menerima ucapan yang sangat berat tanggung jawabnya, dan sangat menghina serta merendahkan martabat Penciptanya. Untunglah bumi langit dan gunung-gunung itu tidak dapat mendengar apalagi memahami ucapan orang-orang kafir yang sangat keliru itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2342, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0628\u064e\u063a\u0650\u064a \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa yambaghee lir Rahmaani ai yattakhiza waladaa" } }, "translation": { "en": "And it is not appropriate for the Most Merciful that He should take a son.", "id": "Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2342", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2342.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2342.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, tidak mungkin bagi Allah Yang Maha Pengasih mempunyai atau mengangkat anak. Allah Yang Mahakaya tidak membutuhkan apa pun. Jika Dia mempunyai anak, pasti anak itu serupa dengan-Nya, dan hal ini akan menghilangkan esensi keesaan-Nya.", "long": "Allah dalam ayat ini membantah dengan firman-Nya, \"Tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah memungut anak.\" Demikianlah jawaban Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang terhadap ucapan hamba-Nya yang sangat dimurkai-Nya itu. Dia tidak membentak dan menghukum mereka secara langsung, tetapi menjawabnya dengan kata-kata yang seharusnya dipikirkan dalam-dalam agar mereka kembali kepada kebenaran dan mensucikan Tuhannya dari segala sifat yang bertentangan dengan keesaan dan keagungan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2343, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0622\u062a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "In kullu man fis samaawaati wal ardi illaaa aatir Rahmaani 'abdaa" } }, "translation": { "en": "There is no one in the heavens and earth but that he comes to the Most Merciful as a servant.", "id": "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2343", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2343.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2343.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menguatkan tidak adanya anak bagi-Nya, Allah menyatakan bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, yaitu di alam semesta ini, melainkan kelak di hari kiamat akan datang dan menghadap kepada Allah Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. Mereka datang dengan tunduk dan patuh.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan pula bahwa semua yang ada di langit dan di bumi baik malaikat, jin, maupun manusia, semuanya akan datang menghadap kehadirat Allah (Tuhannya) pada hari kiamat sebagai hamba, patuh dan tunduk kepada semua putusan dan hukuman yang diputuskan-Nya bagi masing-masing makhluk-Nya. Tiada seorang pun yang dapat menyangkal putusan-Nya pada waktu itu karena putusan itu adalah putusan yang adil. Ada yang berhak menerima azab dan siksaan sesuai dengan kedurhakaan dan kejahatan yang dilakukan, ada pula yang berhak menerima ganjaran dan pahala sesuai dengan ketakwaan dan amal kebaikan yang diusahakan." } } }, { "number": { "inQuran": 2344, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laqad ahsaahum wa addahum 'addaa" } }, "translation": { "en": "He has enumerated them and counted them a [full] counting.", "id": "Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2344", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2344.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2344.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua manusia akan kembali pada Allah dan Dia benar-benar telah mengetahui mereka dengan rinci, bagaimana kepribadian, kejiwaan, perbuatan, dan perkataan mereka secara lahir maupun batin. Dia juga akan memeriksa dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti sehingga tidak ada satu pun yang terlewat.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa semua amal dan takwa mereka itu telah tercatat dalam kitab yang amat teliti dan terperinci tidak seorang pun terluput dalam catatan itu, semua amal perbuatan mereka baik yang kecil maupun yang besar. Semua ucapan mereka yang nyata dan tersembunyi telah ditulis dan diperhitungkan secermat-cermatnya dan mereka semua menunggu balasan apa yang akan diterimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2345, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 16, "page": 311, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kulluhum aateehi Yawmal Qiyaamati fardaa" } }, "translation": { "en": "And all of them are coming to Him on the Day of Resurrection alone.", "id": "Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari Kiamat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2345", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2345.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2345.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setiap orang dari mereka akan datang dan menghadap kepada Allah untuk menerima perhitungan dan putusan tentang perbuatannya di dunia secara sendiri-sendiri kelak pada hari kiamat. Tidak ada teman yang membantu dan tidak ada pula orang tua atau anak yang menolong.", "long": "Pada hari Kiamat orang kafir datang menghadap kehadirat Allah untuk menerima perhitungan dan putusan mengenai perbuatan mereka masing-masing seorang diri tidak ditemani oleh orang yang paling dekat sekalipun seperti anak atau istrinya. \n\nDemikianlah ketentuan yang telah ditetapkan Allah bagi setiap hamba-Nya pada hari itu, tiada seorang pun yang dapat lolos dari pengadilan-Nya, setiap orang pasti menghadapi peristiwa yang hebat dan dahsyat itu dengan perasaan harap-harap cemas, apakah ia akan termasuk dalam golongan orang-orang yang celaka yang akan digiring ke neraka dalam keadaan hina dina atau termasuk golongan orang yang berbahagia yang akan dipersilakan masuk ke dalam surga dengan terhormat dan mulia." } } }, { "number": { "inQuran": 2346, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0633\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0648\u064f\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati sa yaj'alu lahumur Rahmaanu wuddaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed and done righteous deeds - the Most Merciful will appoint for them affection.", "id": "Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2346", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2346.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2346.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menegasikan keyakinan orang musyrik bahwa Allah mempunyai anak dan perhitungan yang akan mereka peroleh, Dia lalu beralih menerangkan balasan bagi orang mukmin dan beramal saleh. Sungguh, orang-orang yang beriman dengan teguh dan membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan, kelak Allah Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang dalam dirinya kepada sesama orang beriman.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan menanamkan rasa kasih sayang dalam hati sesama hamba-hamba-Nya yang mukmin, bertakwa dan tetap mengerjakan amal saleh. Ini berarti bahwa setiap orang yang benar-benar beriman dan selalu mengerjakan perbuatan yang baik pasti akan mendapat tempat yang baik dalam hati setiap muslim. Walaupun orang yang beriman itu tidak pernah berusaha menarik hati orang lain namun orang itu pasti tertarik kepadanya, karena tertanamnya rasa simpati dan kasih sayang kepada orang mukmin itu bukan hanya berupa mulut manis dan tutur kata yang baik tetapi karena Allah sendiri yang menanamkan rasa kasih sayang itu ke dalam dada hamba-hamba-Nya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:\n\nSesungguhnya Allah bila mengasihi seorang hamba-Nya. Dia panggil Malaikat Jibril lalu Dia berkata kepadanya, \"Sesungguhnya Aku mengasihi si fulan maka hendaknya engkau mengasihi dia pula.\" Maka diserukanlah (hal itu) di langit kemudian turunlah kepadanya kasih sayang di bumi. (Riwayat al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)\n\nMengenai ayat ini Ibnu Mardawaih dan ad-Dailami meriwayatkan dari al-Bara' ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Ali Karramallahu wajhah:\n\nKatakanlah, \"Ya Allah berikanlah kepadaku janji Engkau (agar aku diselamatkan di akhirat nanti) dan tanamkanlah dalam hati orang-orang yang beriman rasa cinta kepadaku.\" Maka turunlah ayat ini. (Riwayat Ibnu Mardawaih dan ad-Dailami)\n\nMemang apabila kita perhatikan kehidupan manusia dalam masyarakat akan terbukti kebenaran ayat ini. Setiap orang yang benar-benar beriman, benar-benar ikhlas dalam amal baiknya, benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakatnya tidak mengharapkan uang, pangkat atau kedudukan, dan semata-mata mengharapkan keridaan Ilahi, pastilah orang itu dicintai masyarakatnya walaupun dia sendiri tidak berusaha ke arah itu. Bila ada orang yang benci atau marah kepadanya pastilah orang yang marah itu orang yang tidak baik niatnya, tidak berakhlak mulia dan tergoda oleh tipu daya setan dan Iblis." } } }, { "number": { "inQuran": 2347, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064f\u062f\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa innamaa yassarnaahu bilisaanika litubashshira bihil muttaqeena wa tunzira bihee qawmal luddaa" } }, "translation": { "en": "So, [O Muhammad], We have only made Qur'an easy in the Arabic language that you may give good tidings thereby to the righteous and warn thereby a hostile people.", "id": "Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur'an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2347", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2347.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2347.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, maka sampaikanlah janji Allah kepada umatmu bahwa sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu. Yang demikian ini agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira tentang janji dan rahmat Allah kepada orang-orang yang bertakwa yang selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan agar engkau dapat memberi peringatan tentang murka dan hukuman-Nya kepada kaum yang membangkang dan mengingkari ajaran-Nya.", "long": "Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai oleh Nabi Muhammad dan kaumnya gunanya adalah agar mudah bagi Nabi untuk menyampaikan isi dan maksudnya dan mudah pula dipahami oleh kaumnya, karena kepada merekalah pertama kali seruan Islam disampaikan kemudian baru kepada manusia seluruhnya dari berbagai jenis suku dan bahasanya. Al-Qur'an yang berisi peringatan dan kabar gembira, perintah dan larangan, bertujuan memberi hidayah kepada manusia agar bertakwa kepada Allah yaitu beriman kepada-Nya tanpa mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun dan menaati perintahNya, menghentikan larangan-Nya dan selalu mencari keridaan-Nya. Orang-orang yang demikian sifatnya akan dikaruniai Allah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. \n\nAdapun orang-orang yang ingkar kepada-Nya dan mendustakan Rasul-Nya, mereka akan menerima balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaannya itu baik di dunia maupun di akhirat kelak. Keingkaran umat-umat yang dahulu mendapat balasan di dunia ini dengan menghancurkan dan membinasakan mereka dengan berbagai macam siksa, ada yang berupa gempa yang dahsyat, angin topan, suara keras yang mengguntur dan lain sebagainya, seperti yang ditimpakan kepada kaum 'Ad, samud dan kaum Nabi Nuh. Sedangkan bagi umat Muhammad siksaan di dunia ini tidaklah berupa penghancuran dan pembinasaan tetapi dengan menurunkan cobaan dan malapetaka, dengan harapan mereka akan sadar dan insaf lalu kembali kepada kebenaran. Pembalasan di akhirat ialah dengan melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang mukmin yang bertakwa dengan memasukkan mereka ke dalam surga Jannatun Na'im yang penuh nikmat dan kesenangan serta mendapat kasih sayang dan keridaan-Nya. \n\nBagi orang-orang yang ingkar dan kafir disediakan azab yang pedih yaitu neraka. Sebagai bukti kebenaran ancaman-Nya. Allah menerangkan bahwa telah banyak umat-umat dahulu yang durhaka yang dimusnahkan dan bekas-bekas peninggalan mereka ada yang masih dapat dilihat dan disaksikan sampai sekarang dan ada pula yang tidak ada bekasnya sama sekali. Tetapi yang jelas umat-umat itu telah hancur binasa tiada seorang pun yang tersisa sampai masa kini yang ada hanya beritanya yang dihikayatkan orang secara turun temurun. Berita tentang mereka diceritakan dalam Al-Qur'an dengan jelas, maka kita wajib meyakininya karena sumbernya adalah wahyu Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2348, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 269, "hizbQuarter": 124, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064d \u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0633\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0643\u0652\u0632\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kam ahlaknaa qabla hum min qarnin hal tuhissu minhum min ahadin aw tasma'u lahum rikzaa" } }, "translation": { "en": "And how many have We destroyed before them of generations? Do you perceive of them anyone or hear from them a sound?", "id": "Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2348", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2348.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2348.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, sebagai peringatan dan pelajaran bagi para pembangkang itu, kabarkan kepada mereka berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka akibat keingkaran dan kedurhakaan mereka. Kami hancurkan mereka, lalu adakah engkau melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka? Tidak! Maka, sebagaimana Kami binasakan umat terdahulu itu, Kami pasti akan membinasakan kaummu yang ingkar.", "long": "Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai oleh Nabi Muhammad dan kaumnya gunanya adalah agar mudah bagi Nabi untuk menyampaikan isi dan maksudnya dan mudah pula dipahami oleh kaumnya, karena kepada merekalah pertama kali seruan Islam disampaikan kemudian baru kepada manusia seluruhnya dari berbagai jenis suku dan bahasanya. Al-Qur'an yang berisi peringatan dan kabar gembira, perintah dan larangan, bertujuan memberi hidayah kepada manusia agar bertakwa kepada Allah yaitu beriman kepada-Nya tanpa mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun dan menaati perintahNya, menghentikan larangan-Nya dan selalu mencari keridaan-Nya. Orang-orang yang demikian sifatnya akan dikaruniai Allah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. \n\nAdapun orang-orang yang ingkar kepada-Nya dan mendustakan Rasul-Nya, mereka akan menerima balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaannya itu baik di dunia maupun di akhirat kelak. Keingkaran umat-umat yang dahulu mendapat balasan di dunia ini dengan menghancurkan dan membinasakan mereka dengan berbagai macam siksa, ada yang berupa gempa yang dahsyat, angin topan, suara keras yang mengguntur dan lain sebagainya, seperti yang ditimpakan kepada kaum 'Ad, samud dan kaum Nabi Nuh. Sedangkan bagi umat Muhammad siksaan di dunia ini tidaklah berupa penghancuran dan pembinasaan tetapi dengan menurunkan cobaan dan malapetaka, dengan harapan mereka akan sadar dan insaf lalu kembali kepada kebenaran. Pembalasan di akhirat ialah dengan melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang mukmin yang bertakwa dengan memasukkan mereka ke dalam surga Jannatun Na'im yang penuh nikmat dan kesenangan serta mendapat kasih sayang dan keridaan-Nya. \n\nBagi orang-orang yang ingkar dan kafir disediakan azab yang pedih yaitu neraka. Sebagai bukti kebenaran ancaman-Nya. Allah menerangkan bahwa telah banyak umat-umat dahulu yang durhaka yang dimusnahkan dan bekas-bekas peninggalan mereka ada yang masih dapat dilihat dan disaksikan sampai sekarang dan ada pula yang tidak ada bekasnya sama sekali. Tetapi yang jelas umat-umat itu telah hancur binasa tiada seorang pun yang tersisa sampai masa kini yang ada hanya beritanya yang dihikayatkan orang secara turun temurun. Berita tentang mereka diceritakan dalam Al-Qur'an dengan jelas, maka kita wajib meyakininya karena sumbernya adalah wahyu Allah." } } } ] }, { "number": 20, "sequence": 45, "numberOfVerses": 135, "name": { "short": "طه", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0637\u0647", "transliteration": { "en": "Taa-Haa", "id": "Taha" }, "translation": { "en": "Taa-Haa", "id": "Taha" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamai Thaahaa, diambil dari perkataan yang berasal dan ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf thaahaa dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:" }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2349, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0637\u0647", "transliteration": { "en": "Taa-Haa" } }, "translation": { "en": "Ta, Ha.", "id": "Thaha" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2349", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2349.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2349.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila surah sebelumnya ditutup dengan berita kebinasaan umat terdahulu karena kedurhakaan mereka, surah ini diawali dengan penjelasan bahwa Al-Qur’an turun untuk kebaikan, bukan kesusahan, bagi umat. Taha.", "long": "thaha termasuk huruf-huruf hijaiyyah yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para Mufassirin berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Untuk jelasnya dipersilahkan menela'ah kembali uraian yang ada pada permulaan surah al-Baqarah jilid I \"Al-Qur'an dan tafsirnya\" dengan judul \"Fawatihus Suwar\"." } } }, { "number": { "inQuran": 2350, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0634\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Maaa anzalnaa 'alaikal Qur-aana litashqaaa" } }, "translation": { "en": "We have not sent down to you the Qur'an that you be distressed", "id": "Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2350", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2350.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2350.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, Kami, yakni Allah melalui Jibril, tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar engkau menjadi susah akibat ditolak dan dimusuhi kaummu atau dituntut untuk melaksanakan kewajiban di luar batas kemampuanmu.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan bukanlah untuk menyusahkan dan mencelakakan. Bagi Nabi Muhammad saw, ayat ini adalah sebagai hiburan. Ditegaskan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan kepadanya bukanlah untuk menyusahkan, juga bukan untuk dipaksakan kepada orang-orang yang keras kepala, tetapi Al-Qur'an diturunkan kepadanya untuk disampaikan kepada umatnya dan untuk menjadi peringatan kepada mereka tentang perbuatannya yang sesat. Kalau tugas Nabi Muhammad itu telah dilaksanakan dan dakwahnya telah dilakukan, tetapi umatnya masih juga membangkang dan tidak mau taat kepadanya, maka itu diserserahkan kepada Allah, karena kewajiban Nabi hanya menyampaikan apa yang menjadi tugasnya, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka jika mereka berpaling, maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (an-Nahl/16: 82)\n\nOleh karena itu, Nabi Muhammad tidak perlu merasa gelisah, apalagi menghancurkan diri sendiri karena manusia tidak mau mengikuti seruannya, sebagaimana digambarkan Allah di dalam firman-Nya:\n\nMaka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an). (al-Kahf/18: 6)\n\nBegitu juga Nabi Muhammad tidak perlu merasa susah dalam menyampaikan Al-Qur'an kepada manusia, sebagaimana firman Allah:\n\n(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman. (al-A'raf/7: 2)\n\nAl-Qurthubi menjelaskan tentang masuk Islamnya Umar bin al-Khaththab, saat itu Umar bin al-Khaththab masuk ke rumah iparnya Sa'id bin Zaid, ia sedang membaca Surah thaha bersama isterinya Fatimah binti al-Khaththab (adik Umar), dan Umar memintanya namun tidak diberikan sehingga ia marah dan merampas naskah tersebut. Ketika Umar membacanya, lunak dan lembutlah hatinya untuk menerima Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 2351, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Illaa tazkiratal limany yakshaa" } }, "translation": { "en": "But only as a reminder for those who fear [Allah] -", "id": "melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2351", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2351.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2351.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami tidak menurunkan Al-Qur’an kepadamu melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah dan ikhlas menaati ajaran dan perintah-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan untuk menjadi peringatan dan pelajaran bagi manusia. Manusia yang takut kepada Allah akan segera menerimanya dan memanfaatkan peringatan dan pelajaran itu baginya. Sedang orang yang tidak takut kepada Allah, karena jiwanya beku, mempunyai hati yang keras seperti batu atau lebih keras lagi, tidak akan membekas sedikit pun peringatan dan pelajaran yang terkandung di dalam Al-Qur'an itu kepadanya. Mereka itu seakan-akan tuli, bisu dan buta tidak berakal, seperti halnya makhluk-makhluk yang lain. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka kelak. Seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nDan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (al-A'raf/7: 179)" } } }, { "number": { "inQuran": 2352, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0644\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Tanzeelam mimman khalaqal arda was samaawaatil 'ulaa" } }, "translation": { "en": "A revelation from He who created the earth and highest heavens,", "id": "diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2352", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2352.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2352.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, Al-Qur’an ini diturunkan kepadamu dari Allah Yang Mahaagung yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. Kandungannya merupakan petunjuk bagi mereka yang mau meyakini.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu berasal dari Allah, Tuhan yang menciptakan alam, Yang Mahakuasa atas segala apa yang Dia kehendaki. Dialah yang menciptakan bumi dan semua apa yang terdapat di dalamnya. Dialah yang menciptakan langit yang amat luas beserta segala isinya." } } }, { "number": { "inQuran": 2353, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Ar-Rahmaanu 'alal 'Arshis tawaa" } }, "translation": { "en": "The Most Merciful [who is] above the Throne established.", "id": "(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2353", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2353.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2353.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuhan yang menurunkan Al-Qur’an ini adalah Yang Maha Pengasih terhadap semua makhuk tanpa terkecuali; yang bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur semua urusan makhluk-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Pencipta langit dan bumi itu, adalah Yang Maha Pemurah yang bersemayam di atas 'Arsy. Allah bersemayam di atas 'Arsy, janganlah sekali-kali digambarkan seperti halnya seorang raja yang duduk di atas singgasananya, karena menggambarkan yang seperti itu, berarti telah menyerupakan Khaliq dengan makhluk-Nya. Anggapan seperti ini, tidak dibenarkan sama sekali oleh ajaran Islam, sesuai dengan firman Allah:\n\nTidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (asy-Syura/42: 11)\n\nIbnu Kasir berkata di dalam kitab tafsirnya, bahwa cara yang paling baik dalam memahami ayat ini ialah cara yang telah ditempuh oleh Ulama Salaf, yaitu mempercayai ungkapan sebagaimana tercantum di atas 'Arsy (duduk di atas tahta) tetapi cara atau kaifiatnya (duduk di atas tahta) tidak boleh disamakan dengan cara duduknya makhluk, seperti seseorang yang duduk di atas kursi. Hal itu sepenuhnya adalah wewenang Allah semata-mata, manusia tidak dapat mengetahui hakikatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2354, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Lahoo maa fis samaawaati wa maa fil ardi wa maa bainahumaa wa maa tahtassaraa" } }, "translation": { "en": "To Him belongs what is in the heavens and what is on the earth and what is between them and what is under the soil.", "id": "Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2354", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2354.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2354.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah adalah Pencipta semua yang ada, karena itu milik-Nya lah apa saja yang ada di langit seperti matahari, bulan, dan planet, serta apa saja yang ada di bumi seperti tumbuhan, hewan, dan manusia, apa saja yang ada di antara keduanya seperti awan, dan apa saja yang ada di bawah tanah, seperti bahan tambang dan sumber mineral.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa semua yang ada di langit, di bumi, di antara langit dan bumi, begitu juga semua yang ada di dalam tanah, baik yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui adalah kepunyaan Allah. Dialah yang menguasai semuanya, dan mengatur sekehendak-Nya. Dialah yang mengetahui segala yang ada, baik yang gaib maupun yang nyata. Tidak ada sesuatu yang bergerak, diam, berubah, tetap, dan lain-lain sebagainya kecuali dengan izin-Nya, sesuai dengan kodrat iradat-Nya. Firman Allah:\n\nMilik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Baqarah/2: 284)" } } }, { "number": { "inQuran": 2355, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0631\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Wa in tajhar bilqawli fainnahoo ya'lamus sirra wa akhfaa" } }, "translation": { "en": "And if you speak aloud - then indeed, He knows the secret and what is [even] more hidden.", "id": "Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2355", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2355.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2355.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia mengetahui apa saja yang terjadi di alam semesta. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu saat menyampaikan sesuatu, sungguh Dia mengetahui apa yang engkau ucapkan. Dia juga mengetahui apa saja yang rahasia atau yang sengaja kausembunyikan dalam hatimu, dan apa saja yang lebih tersembunyi, yang tidak kausadari dan tidak kauketahui lagi setelah lama mengendap di dasar hatimu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di waktu mengucapkan doa atau zikir, tidak perlu dengan suara keras. Bagi Allah sama saja baik itu dengan suara keras atau tidak. Allah mengetahui apa-apa yang dirahasiakan begitu juga yang lebih tersembunyi dari rahasia itu, seperti bisikan hati, atau sesuatu yang melintas di dalam pikiran. Doa dan zikir itu diucapkan dengan lidah hanya untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hati kita. Allah berfirman:\n\nDan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (al-Mulk/67: 13)\n\nSejalan dengan ayat ini, firman Allah:\n\nDan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. (al- A'raf/7: 205)" } } }, { "number": { "inQuran": 2356, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Allaahu laaa ilasha illaa Huwa lahul Asmaaa'ul Husnaa" } }, "translation": { "en": "Allah - there is no deity except Him. To Him belong the best names.", "id": "(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2356", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2356.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2356.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Allah yang tidak ada tuhan penguasa alam semesta yang patut disembah selain Dia. Hanya Dia pula yang mempunyai nama-nama yang terbaik.", "long": "Allah yang menurunkan Al-Qur'an itu adalah yang menciptakan dan Pemilik alam ini, karena itu Al-Qur'an itu tidak diragukan kebenarannya. Allah Mahakuasa dan tempat manusia meminta. Untuk memanggil-Nya, Allah memiliki banyak nama. Semua nama itu baik, karena menunjukkan kepada kesempurnaan-Nya, keperkasaan dan keagungan-Nya. Namun demikian, zat-Nya tetap, tidak terbilang. Di dalam hadis yang mutawatir, disebutkan bahwa Allah mempunyai 99 nama. Sabda Nabi Muhammad saw:\n\nSesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu. Barangsiapa menghafalkannya (menyesuaikannya) masuk surga. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDiriwayatkan bahwa ketika Abu Jahal mendengar Nabi Muhammad saw di dalam seruannya menyebut, \"Ya Allah! Ya Rahman!\" Berkata Abu Jahal kepada Walid bin Mugirah, \"Muhammad melarang kita menyeru bersama Allah dengan Tuhan yang lain, padahal dia sendiri menyeru Allah bersama Ar Rahman.\" Maka turunlah ayat yang menegaskan bahwa Allah itu mempunyai banyak nama, sebagaimana firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma'ul husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.\". (al-Isra'/17: 110)" } } }, { "number": { "inQuran": 2357, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa hal ataaka hadeesu Moosa" } }, "translation": { "en": "And has the story of Moses reached you? -", "id": "Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2357", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2357.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2357.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan keagungan Al-Qur’an dan tugas berat yang diamanahkan kepada Rasulullah, pada ayat-ayat berikut Allah menguraikan kisah Nabi Musa yang juga diberi amanah berat, yaitu berdakwah kepada Fir‘aun yang sangat ingkar. Kisah ini dimaksudkan untuk menguatkan Nabi Muhammad dalam berdakwah. Dan apakah telah sampai kepadamu, wahai Nabi Muhammad, kisah Musa saat akan menerima tugas kerasulan?", "long": "Pada ayat ini Allah memulai kisah Nabi Musa a.s. dengan ungkapan seakan-akan bertanya kepada Nabi Muhammad saw, apakah telah sampai kepadanya peristiwa dan kisah Nabi Musa ketika berdakwah kepada umatnya? Cara yang demikian biasa dilakukan untuk memfokuskan perhatian, dalam hal ini perhatian Nabi Muhammad saw dan juga umatnya kepada apa yang akan disampaikan. Telah menjadi kebiasaan orang Arab, apabila akan dikemukakan suatu berita atau kisah, maka didahului dengan ungkapan berbentuk pertanyaan, untuk menarik perhatian supaya pendengar mengikuti berita atau kisah itu dengan penuh perhatian." } } }, { "number": { "inQuran": 2358, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0643\u064f\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0622\u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0622\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0628\u064e\u0633\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649", "transliteration": { "en": "Iz ra aa naaran faqaala li alhlihim kusooo inneee aanastu naaral la'alleee aateekum minhaa biqabasin aw ajidu 'alan naari hudaa" } }, "translation": { "en": "When he saw a fire and said to his family, \"Stay here; indeed, I have perceived a fire; perhaps I can bring you a torch or find at the fire some guidance.\"", "id": "Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2358", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2358.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2358.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika dalam perjalanan menuju Mesir, dia melihat api yang menyala terang, lalu dia berkata kepada keluarganya yang menyertainya dalam perjalanan itu,“Tinggallah kamu di sini sampai aku kembali. Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu agar kita dapat menghangatkan badan pada malam yang dingin ini, atau aku akan mendapat petunjuk dari seseorang yang ada di sekitar tempat api itu.”", "long": "Setelah habis masa perjanjian, Musa menggembalakan kambing Syekh Madyan, sebagai mahar yang harus dibayarkan Musa kepada mertuanya di Madyan, dia minta izin untuk kembali ke Mesir, menemui ibunya yang telah ditinggalkan selama sepuluh tahun lebih. Setelah mendapat izin, berangkatlah Musa a.s. bersama keluarganya menuju Mesir, dengan menghindari jalan biasa dan mengambil jalan di lereng, karena takut kalau-kalau keluarganya mendapat gangguan dari raja Syam. Dalam tafsir ar-Razi dan al-Qurthubi disebutkan bahwa setelah sampai di lembah Tuwa sebelah Barat dari gunung Tursina, istrinya melahirkan seorang anak, pada malam yang gelap gulita, berhawa dingin dan dalam keadaan tersesat. Untuk menghangatkan rasa dingin yang menusuk sampai ke tulang itu, dan mendapat penerangan di dalam suasana gelap gulita, Musa a.s. berusaha mendapatkan api, tetapi usahanya itu belum juga berhasil. Kemudian secara tidak disangka-sangka, terlihat olehnya api dari jauh di sebelah kiri jalan. Maka berkatalah ia kepada keluarganya dengan rasa gembira, \"Tinggallah kalian di sini dulu, saya melihat api dari jauh, dan sekarang saya akan ke sana. Mudah-mudahan saya dapat membawa api itu ke sini, atau mendapat petunjuk daripadanya, untuk dapat keluar dari kesesatan jalan kita ini.\" Peristiwa seperti ini, dicantumkan juga dalam ayat yang lain di dalam Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung, dia berkata kepada keluarganya, \"Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan.\" (al-Qashash/28: 29)" } } }, { "number": { "inQuran": 2359, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062f\u0650\u064a\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Falammaaa ataahaa noodiya yaa Moosaa" } }, "translation": { "en": "And when he came to it, he was called, \"O Moses,", "id": "Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, “Wahai Musa!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2359", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2359.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2359.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai berpesan kepada keluarganya, maka Musa berjalan mendekati api itu. Ketika dia mendatanginya, tiba-tiba dia dipanggil oleh suara yang berasal dari arah api itu, “Wahai Musa!”", "long": "Ketika Musa a.s., sampai di tempat api, dia melihat api itu bercahaya putih bersih mengitari sebuah pohon berwarna hijau. Musa keheran-heranan melihat kejadian itu, karena cahaya api yang putih bersih itu, tidak mengurangi kehijauan warna pohon, begitu pula sebaliknya, warna hijau pohon itu tidak mengurangi cahaya putih api itu. Di kala itulah Musa a.s., mendengar suara memanggil, \"Hai Musa.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2360, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 16, "page": 312, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u0644\u064e\u0639\u0652 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0633\u0650 \u0637\u064f\u0648\u064b\u0649", "transliteration": { "en": "Inneee Ana Rabbuka fakhla' na'laika innaka bilwaadil muqaddasi Tuwaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, I am your Lord, so remove your sandals. Indeed, you are in the sacred valley of Tuwa.", "id": "Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2360", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2360.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2360.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Sungguh, Aku yang memanggilmu adalah Tuhanmu yang memelihara dan membimbingmu. Maka, sebagai penghormatan, hendaknya engkau lepaskan kedua terompahmu karena saat ini sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa.”", "long": "Mendengar panggilan itu, Musa terkejut dan ragu, dari mana datangnya suara itu. Suara panggilan itu disusul kemudian dengan suara, yang menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan yang telah menciptakan manusia dengan sempurna, kemudian suara itu memintanya agar Musa menanggalkan kedua alas kakinya karena ia berada di suatu lembah bernama \"thuwa\", lembah yang suci dan sangat dihormati." } } }, { "number": { "inQuran": 2361, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa anakhtartuka fastami' limaa yoohaa" } }, "translation": { "en": "And I have chosen you, so listen to what is revealed [to you].", "id": "Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2361", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2361.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2361.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu Musa melepas terompahnya, Allah berfirman, “Dan ketahuilah, wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilih engkau sebagai nabi dan rasul untuk memberi peringatan kepada mereka yang ingkar. Maka, dengarkanlah apa yang akan diwahyukan kepadamu, lalu laksanakanlah untuk memberi pengajaran kepada kaummu.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia telah memilih dan menetapkan Musa a.s. menjadi nabi dan rasul lalu ia diminta untuk mendengarkan wahyu yang akan disampaikan kepadanya. Sejalan dengan ayat ini firman Allah:\n\n(Allah) berfirman, \"Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku., sebab itu berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.\" (al-A'raf/7: 144)" } } }, { "number": { "inQuran": 2362, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0644\u0650\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Innaneee Anal laahu laaa ilaaha illaa Ana fa'budnee wa aqimis-salaata lizikree" } }, "translation": { "en": "Indeed, I am Allah. There is no deity except Me, so worship Me and establish prayer for My remembrance.", "id": "Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2362", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2362.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2362.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Musa, ketahuilah sesungguhnya Aku ini adalah Allah, Tuhanmu, dan sungguh tidak ada tuhan pencipta alam raya yang layak disembah selain Aku, maka berimanlah kepada-Ku, sembahlah Aku, dan laksanakanlah salat untuk mengingat-Ku dan bersyukur kepada-Ku.” Inilah prinsip pertama akidah, yaitu keesaan Tuhan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa wahyu yang utama dan yang disampaikan ialah bahwa tiada Tuhan yang sebenarnya melainkan Allah dan tiada sekutu bagi-Nya, untuk menanamkan rasa tauhid, mengesakan Allah, memantapkan pengakuan yang disertai dengan keyakinan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Oleh karena itu hanya Dialah satu-satunya yang wajib disembah, ditaati peraturan-peraturan-Nya. Tauhid ini, adalah pokok dari segala yang pokok, dan tauhid ini juga merupakan kewajiban pertama dan harus diajarkan lebih dahulu kepada manusia, sebelum pelajaran-pelajaran agama yang lain.\n\nPada akhir ayat ini Allah menekankan supaya salat didirikan. Tentunya salat yang sesuai dengan perintah-Nya, lengkap dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, untuk mengingat Allah dan berdoa memohon kepada-Nya dengan penuh ikhlas. Salat disebut di sini secara khusus, untuk menunjukkan keutamaan ibadat salat itu dibanding dengan ibadat-ibadat wajib yang lain, seperti puasa, zakat, haji dan lain-lain. Keutamaan ibadat salat itu antara lain ialah apabila dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tata tertib yang telah digariskan untuknya, ia akan mencegah seseorang dari perbuatan yang keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah:\n\nBacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-'Ankabut/29: 45)\n\nSebagian ahli Tafsir berpendapat bahwa penutup ayat ini, ditujukan kepada orang yang tidak menunaikan salat pada waktunya, apakah karena lupa atau yang lainnya, supaya melaksanakannya apabila ia sudah sadar dan mengingat perintah Allah yang ditinggalkan itu sebagaimana sabda Rasulullah saw.\n\nBarang siapa yang tertidur dari salat atau lupa, maka imbangannya (kafaratnya) adalah salat ketika ia ingat. Tidak ada imbangan lain selain itu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)\n\nDan sabdanya pula:\n\nApabila salah seorang kamu tidur sehingga tidak salat atau lupa salat hendaklah ia menunaikannya apabila ia telah mengingatnya, karena sesungguhnya Allah berfirman, \"Dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas)\n\nSalah satu fungsi salat adalah untuk mengingat Allah, namun bukan berarti boleh tidak menunaikan salat hanya cukup ingat kepada Allah, karena zikir itu dengan hati, lisan dan anggota badan." } } }, { "number": { "inQuran": 2363, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0622\u062a\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0623\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u0623\u064f\u062e\u0652\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Innas Saa'ata aatiyatun akaadu ukhfeehaa litujzaa kullu nafsim bimaa tas'aa" } }, "translation": { "en": "Indeed, the Hour is coming - I almost conceal it - so that every soul may be recompensed according to that for which it strives.", "id": "Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2363", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2363.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2363.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menyusuli dengan prinsip berikutnya, yaitu keniscayaan kiamat. \"Sungguh, hari kiamat itu akan datang tanpa ada keraguan sedikit pun tentangnya, namun Aku merahasiakan waktu kedatangannya. Karena itu, siapkanlah dirimu untuk menghadapinya. Hari kiamat itu merupakan suatu keniscayaan agar setiap orang yang mukalaf dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan dalam kehidupannya di dunia ini.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa hari Kiamat itu pasti datang, tetapi Allah sengaja merahasiakan dan tidak menjelaskan waktunya, kapan hari Kiamat itu terjadi. Sengaja Allah merahasiakan waktu terjadinya hari Kiamat, agar dengan demikian manusia selalu berhati-hati dan waspada serta siap untuk menghadapinya. Dirahasiakannya kedatangan hari Kiamat sama halnya dengan dirahasiakannya kapan ajalnya seseorang itu tiba. Tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui kapan dan di mana ia akan mati, sebagaimana firman Allah:\n\nDan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. (Luqman/31: 34)\n\nApabila seseorang mengetahui kapan ajalnya tiba tentunya ia akan berbuat semau hatinya, menurutkan hawa nafsunya, mengerjakan segala macam maksiat yang dikehendakinya. Sesudah ajalnya dekat barulah ia tobat dan Allah akan menerima tobatnya sesuai dengan janji-Nya. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, sebagaimana firman-Nya:\n\nSungguh, Allah tidak menyalahi janji. (Ali Imran/3: 9)\n\nTetapi kalau ia tidak tahu kapan ajalnya tiba, tentunya ia selalu hati-hati, perintah dikerjakannya, larangan dijauhinya. Apabila ia berbuat masiat, segera ia bertobat karena takut kalau ajalnya datang mendadak sebelum ia bertobat. Jadi, gunanya kiamat dirahasiakan adalah supaya manusia giat berbuat baik, bila manusia yang seharusnya berbuat baik tetapi ia berbuat jahat, maka sangat pantaslah orang itu dihukum. Oleh karena itulah sangat adil bila yang berbuat baik itu diberi imbalan dan yang berbuat jahat diberi azab. Firman Allah:\n\nMaka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (az-Zalzalah/99: 7-8)\n\nDan firman-Nya:\n\nSesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan. (ath-thur/52: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 2364, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Falaa yasuddannnaka 'anhaa mal laa yu'minu bihaa wattaba'a hawaahu fatardaa" } }, "translation": { "en": "So do not let one avert you from it who does not believe in it and follows his desire, for you [then] would perish.", "id": "Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat itu) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2364", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2364.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2364.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka setelah engkau mengetahui keniscayaan kiamat, janganlah sekali-kali engkau dipalingkan dari-nya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, sehingga engkau menjadi lengah dan tidak siap menghadapinya. Ketahuilah, jika engkau dipalingkan, hal itulah yang menyebabkan engkau binasa.”", "long": "Sekalipun ayat ini ditujukan kepada Nabi Musa a.s., tetapi itu merupakan pelajaran bagi kaum Muslimin. Allah meminta agar kita tidak terpengaruh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada hari Kiamat dan orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya. Kalau kita ikuti keinginan orang-orang itu, maka kita akan merugi dan menyesal. Harta kekayaan, kemewahan tidak akan dapat menolong kita dari azab Allah, sebagaimana firman Allah:\n\n\"Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.\" (al- Lail/92: 11)\n\nJuga keluarga kita tidak akan bisa dan mungkin menolong sebagaimana firman Allah:\n\nPada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 34-37)" } } }, { "number": { "inQuran": 2365, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa maa tilka bi yamee nika yaa Moosaa" } }, "translation": { "en": "And what is that in your right hand, O Moses?\"", "id": "”Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa? ”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2365", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2365.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2365.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan memberi mukjizat kepada Nabi Musa. Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah menanyakan kepada Nabi Musa a.s., apa yang ada di tangan kanannya, padahal Allah mengetahuinya; maksudnya ialah untuk menjelaskan bahwa tongkat yang terbuat dari kayu itu yang pada hakekatnya tidak mempunyai arti yang penting dan manfaat yang banyak akan dijadikan oleh-Nya benda yang mempunyai kelebihan dan manfaat yang besar yang tidak pernah terlintas dalam pikiran, yaitu sebagai mukjizat baginya. Tongkat itu bisa menjadi ular besar, dan bila dipukulkan ke laut maka laut itu akan terbelah dan bila dipukulkan ke batu maka batu itu akan memancarkan air atas izin Allah. Kejadian-kejadian itu menunjukkan atas kesempurnaan, kekuasaan dan kebesaran Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2366, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u064a\u064e \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0623\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u064f\u0634\u0651\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u063a\u064e\u0646\u064e\u0645\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0622\u0631\u0650\u0628\u064f \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala hiya 'asaaya atawakka'u alaihaa wa ahushshu bihaa 'alaa ghanamee wa liya feehaa ma aaribu ukhraa" } }, "translation": { "en": "He said, \"It is my staff; I lean upon it, and I bring down leaves for my sheep and I have therein other uses.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2366", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2366.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2366.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia berkata, “Ini adalah tongkatku. Aku bertumpu padanya saat letih atau ingin bersandar, dan aku merontokkan daun dari ranting-ranting pohon dengannya untuk pakan kambingku atau menghalaunya pergi dan pulang kandang. Dan selain itu, bagiku masih ada lagi manfaat yang lain dari tongkat ini.”", "long": "Ayat ini Allah menjelaskan jawaban Nabi Musa a.s. atas pertanyaan-Nya bahwa, \"Tongkat yang biasa ia pergunakan untuk bertelekan, di waktu berjalan atau lelah, menggugurkan daun-daunan untuk dimakan kambingnya, dan masih banyak lagi keperluan-keperluan yang lain, seperti membawa bekal untuk mengusir binatang buas yang akan memakan kambingnya. Jawaban Musa akhirnya dipersingkat dengan mengatakan, \"Dan ada lagi untuk keperluan-keperluanku yang lain,\" karena dia mengharapkan supaya pembicaraannya dengan Tuhannya dapat berlangsung lebih lama, dan untuk menjaga sopan santun di depan Tuhan karena kemungkinan adanya pertanyaan lain dari Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 2367, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala alqihaa yaa Moosaa" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Throw it down, O Moses.\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Lemparkanlah ia, wahai Musa!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2367", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2367.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2367.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia berfirman, “Lemparkanlah ia, yaitu tongkatmu itu, wahai Musa!”", "long": "Setelah Nabi Musa menjawab pertanyaan Allah tentang fungsi tongkat yang dipegangnya, di antaranya menopang tubuhnya, menggiring binatang gembalaannya, dan fungsi-fungsi lain yang membantu pekerjaannya sehari-hari. Maka Allah ingin menunjukkan kepada Nabi Musa fungsi lain dari tongkatnya yang tidak pernah terbayangkan oleh Nabi Musa. Tongkat itu menjadi mukjizat yang akan membuktikan kenabiannya dan membantu fungsinya sebagai nabi. Allah memerintahkan Nabi Musa supaya melemparkan tongkatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2368, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u062d\u064e\u064a\u0651\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa-alqaahaa fa -izaa hiya haiyatun tas'aa" } }, "translation": { "en": "So he threw it down, and thereupon it was a snake, moving swiftly.", "id": "Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2368", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2368.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2368.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanpa menunggu lama, selanjutnya Nabi Musa segera melemparkan tongkat itu ke tanah, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap ke sana ke mari dengan cepat.", "long": "Begitu Musa memenuhi perintah Allah, tongkatnya itupun berubah menjadi ular besar yang menakutkan, merayap dengan lincahnya dari suatu tempat ke tempat lain, tidak ubahnya ular kecil yang gesit, melihat kenyataan ini Nabi Musa ketakutan, berniat untuk lari, tetapi akibat begitu besarnya ketakutan, beliau hanya terpaku di tempatnya berdiri, sebagaimana firman Allah:\n\nDan lemparkanlah tongkatmu!\" Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. \"Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku, para rasul tidak perlu takut. (an-Naml/27: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 2369, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062e\u064f\u0630\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u06d6 \u0633\u064e\u0646\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0633\u0650\u064a\u0631\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala khuzhaa wa laa ta khaf sanu'eeduhaa seeratahal oolaa" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Seize it and fear not; We will return it to its former condition.", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2369", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2369.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2369.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat perubahan wujud tongkatnya menjadi ular, Nabi Musa merasa takut. Dia berfirman untuk menenangkan hati Nabi Musa, “Wahai Musa, peganglah ia. Ambillah ular itu dan jangan takut. Kami akan mengembalikan wujud-nya kepada keadaannya semula, dari ular menjadi tongkat kembali.”", "long": "Karena Musa ketakutan maka Allah memerintahkan kepada Nabi Musa untuk menangkap ular itu tanpa ragu-ragu dan takut, sebab ular besar yang ada dihadapannya akan dikembalikan bentuknya menjadi tongkat kembali seperti semula." } } }, { "number": { "inQuran": 2370, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0636\u0652\u0645\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0646\u064e\u0627\u062d\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wadmum yadaka ilaa janaahika takhruj baidaaa'a min ghairi sooo'in Aayatan ukhraa" } }, "translation": { "en": "And draw in your hand to your side; it will come out white without disease - another sign,", "id": "dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih (bercahaya) tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2370", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2370.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2370.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah juga memberi Nabi Musa mukjizat yang lain. Dia berfirman, “Dan kepitlah tangan kanan-mu melalui leher bajumu ke ketiak kiri-mu, kemudian tariklah keluar, niscaya ia keluar menjadi putih cemerlang dan bercahaya tanpa cacat, bagai sinar matahari yang benderang. Kami berikan itu kepadamu sebagai mukjizat yang lain, selain tongkat yang berubah menjadi ular.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan Musa a.s. supaya memasukkan tangan kanannya dari lengan bajunya dan meletakkannya di bawah ketiak kirinya, maka setelah dikeluarkan tangannya itu akan menjadi putih bersih bercahaya dan tanpa cacat sedikit pun. Ini adalah mukjizat kedua sesudah mukjizat pertama yang mengubah tongkat menjadi ular yang gesit, untuk menunjukkan kebenaran kerasulannya bagi umat yang ia diutus kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2371, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0628\u0652\u0631\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Linuriyaka min Aayaatinal Kubra" } }, "translation": { "en": "That We may show you [some] of Our greater signs.", "id": "untuk Kami perlihatkan kepadamu (sebagian) dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2371", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2371.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2371.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Musa, kedua mukjizat Kami anugerahkan untuk Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar. Kami juga menjadikan keduanya sebagai penguat hatimu dalam berdakwah.”", "long": "Allah melakukan itu semua untuk memperlihatkan bukti-bukti kesempurnaan kekuasaan-Nya dan keajaiban perbuatan-Nya di langit dan di bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 2372, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 270, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0637\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Izhab ilaa Fir'awna innahoo taghaa" } }, "translation": { "en": "Go to Pharaoh. Indeed, he has transgressed.\"", "id": "Pergilah kepada Fir‘aun; dia benar-benar telah melampaui batas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2372", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2372.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2372.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai membekali Nabi Musa dengan dua mukjizat, Allah memerintahnya untuk berdakwah. Wahai Nabi Musa, pergilah kepada Fir‘aun. Sesungguhnya dia benar-benar telah melampaui batas dalam kedurhakaannya kepada-Ku dan kesewenangan terhadap sesama manusia.”", "long": "Setelah Allah menampakkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya, kemudian Ia memerintahkan Musa untuk pergi kepada Firaun yang kejam dan mengajaknya agar ia mau menyembah Allah serta mengancamnya akan mendapat murka dan siksa dari Allah jika ia membangkang, dan melampaui batas, durhaka dan sombong, bahkan ia berani mengaku bahwa dirinya adalah tuhan dengan ucapannya,\"Sayalah tuhan kalian yang tinggi.\"\n\nDiriwayatkan dari Wahb bin Munabbih bahwa setelah perintah itu datang, Musa diam tidak berkata-kata selama tujuh hari memikirkan beratnya tugas yang dibebankan kepadanya. Setelah ia didatangi malaikat dengan ucapan, \"Taatilah Tuhanmu sesuai dengan perintah-Nya,\" barulah ia bangkit melaksanakan perintah dan mengharapkan agar Allah melapangkan dadanya untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan berani dalam menghadapi Firaun. Ia merasa bahwa beban yang dipikulkan atasnya adalah suatu urusan besar dan amat berat, tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan keberanian yang mantap dan dada yang lapang. Ia diperingatkan untuk menghadapi seorang raja yang kekuasaannya paling besar, paling kejam, sangat ingkar sangat banyak tentaranya, makmur kerajaannya, berlebihan dalam segala hal. Puncak kesombongan itu ialah dia tidak mengenal tuhan selain dirinya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 2373, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u062d\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbish rah lee sadree" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"My Lord, expand for me my breast [with assurance]", "id": "Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2373", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2373.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2373.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya. Dia memohon kepada-Nya seraya berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, dan mudahkanlah untukku urusanku sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu agar mereka mengerti perkataanku dengan baik. ”", "long": "Perintah Allah kepada Musa untuk menghadap dan menemui Firaun adalah merupakan tugas yang sangat berat, oleh sebab itu Musa berdoa dan memohon kepada Allah untuk dilapangkan dadanya dan dikuatkan mentalnya ketika ia berhadapan dengan Firaun. Firman Allah :\n\nSehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku). (asy-Su'ara/26: 13)\n\nDi samping itu, ia juga memohon kepada Allah supaya dimudahkan segala urusannya, terutama dalam menyampaikan berita kerasulannya kepada Firaun, serta diberi kekuatan yang cukup untuk dapat menyebarkan agama dan memperbaiki keadaan umat, sebab tanpa bantuan dan pertolongan Allah, Musa tidak akan mampu untuk berbuat sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 2374, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Wa yassir leee amree" } }, "translation": { "en": "And ease for me my task", "id": "dan mudahkanlah untukku urusanku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2374", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2374.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2374.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya. Dia memohon kepada-Nya seraya berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, dan mudahkanlah untukku urusanku sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu agar mereka mengerti perkataanku dengan baik. ”", "long": "Perintah Allah kepada Musa untuk menghadap dan menemui Firaun adalah merupakan tugas yang sangat berat, oleh sebab itu Musa berdoa dan memohon kepada Allah untuk dilapangkan dadanya dan dikuatkan mentalnya ketika ia berhadapan dengan Firaun. Firman Allah :\n\nSehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku). (asy-Su'ara/26: 13)\n\nDi samping itu, ia juga memohon kepada Allah supaya dimudahkan segala urusannya, terutama dalam menyampaikan berita kerasulannya kepada Firaun, serta diberi kekuatan yang cukup untuk dapat menyebarkan agama dan memperbaiki keadaan umat, sebab tanpa bantuan dan pertolongan Allah, Musa tidak akan mampu untuk berbuat sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 2375, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062d\u0652\u0644\u064f\u0644\u0652 \u0639\u064f\u0642\u0652\u062f\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Wahlul 'uqdatam milli saanee" } }, "translation": { "en": "And untie the knot from my tongue", "id": "dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2375", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2375.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2375.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya. Dia memohon kepada-Nya seraya berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, dan mudahkanlah untukku urusanku sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu agar mereka mengerti perkataanku dengan baik. ”", "long": "Musa memohon agar lidahnya fasih dan tidak kelu, sehingga ia lancar dan tegas dalam berbicara, supaya kata-katanya mudah dicerna dan dipahami oleh pendengarnya, hingga mereka memperoleh hidayah Allah. Sebab jika lidah Musa kelu mengakibatkan ia tidak lancar bicaranya.\n\nPara mufassir berbeda pendapat tentang sebab ketidakfasihan (kelunya) lisan Musa, sebagai berikut:\n\na.Bahwa Musa di waktu kecilnya, ia mencabut selembar rambut dari dagu Firaun, maka marahlah Firaun dan ia berencana untuk melampiaskan kemarahannya itu. Kemudian ia meminta kepada istrinya supaya membawakan balah (kurma mentah) dan se-onggok bara api. Istri Firaun membela Musa dengan mengatakan, \"Musa masih kecil, belum tahu apa-apa.\" Sekalipun ada pembelaan, tetapi Firaun tetap melaksanakan maksud jahatnya, dan bara itu diletakkan di atas lidah Musa. Sejak itulah lidah Musa menjadi kaku. Oleh karena itu Musa a.s. meminta kepada Allah supaya kekeluan lidahnya itu dihilangkan.\n\nb.Kekeluan lidahnya diakibatkan karena faktor psykologis yang membebani Musa, akibat dari tindakan dan perbuatannya menampar dan membunuh seorang Qibty.\n\nc.Menurut pendapat lain, bahwa kekeluan tersebut akibat bawaan sejak lahir." } } }, { "number": { "inQuran": 2376, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Yafqahoo qawlee" } }, "translation": { "en": "That they may understand my speech.", "id": "agar mereka mengerti perkataanku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2376", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2376.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2376.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya. Dia memohon kepada-Nya seraya berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, dan mudahkanlah untukku urusanku sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu agar mereka mengerti perkataanku dengan baik. ”", "long": "Musa memohon agar lidahnya fasih dan tidak kelu, sehingga ia lancar dan tegas dalam berbicara, supaya kata-katanya mudah dicerna dan dipahami oleh pendengarnya, hingga mereka memperoleh hidayah Allah. Sebab jika lidah Musa kelu mengakibatkan ia tidak lancar bicaranya.\n\nPara mufassir berbeda pendapat tentang sebab ketidakfasihan (kelunya) lisan Musa, sebagai berikut:\n\na.Bahwa Musa di waktu kecilnya, ia mencabut selembar rambut dari dagu Firaun, maka marahlah Firaun dan ia berencana untuk melampiaskan kemarahannya itu. Kemudian ia meminta kepada istrinya supaya membawakan balah (kurma mentah) dan se-onggok bara api. Istri Firaun membela Musa dengan mengatakan, \"Musa masih kecil, belum tahu apa-apa.\" Sekalipun ada pembelaan, tetapi Firaun tetap melaksanakan maksud jahatnya, dan bara itu diletakkan di atas lidah Musa. Sejak itulah lidah Musa menjadi kaku. Oleh karena itu Musa a.s. meminta kepada Allah supaya kekeluan lidahnya itu dihilangkan.\n\nb.Kekeluan lidahnya diakibatkan karena faktor psykologis yang membebani Musa, akibat dari tindakan dan perbuatannya menampar dan membunuh seorang Qibty.\n\nc.Menurut pendapat lain, bahwa kekeluan tersebut akibat bawaan sejak lahir." } } }, { "number": { "inQuran": 2377, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Waj'al lee wazeeram min ahlee" } }, "translation": { "en": "And appoint for me a minister from my family -", "id": "dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2377", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2377.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2377.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah memohon penyempurnaan dirinya, Nabi Musa memohon pengukuhan diri melalui keluarganya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku guna meringankan tugasku menyampaikan risalah-Mu. Aku berharap Engkau mengangkat Harun, saudaraku, sebagai penyokongku. Teguhkanlah kekuatanku dalam berdakwah dengan adanya dia di sampingku, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku menyampaikan risalah kepada Fir‘aun dan kaumnya.", "long": "Oleh karena Musa merasa bahwa tugas yang diamanatkan kepadanya cukup besar dan berat, ia meminta supaya Allah mengangkat seorang pembantu dari keluarganya sendiri, untuk bersama-sama melancarkan dakwah, senasib dan sepenanggungan di dalam suka duka yang akan dihadapinya dari kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2378, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Haaroona akhee" } }, "translation": { "en": "Aaron, my brother.", "id": "(yaitu) Harun, saudaraku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2378", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2378.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2378.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah memohon penyempurnaan dirinya, Nabi Musa memohon pengukuhan diri melalui keluarganya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku guna meringankan tugasku menyampaikan risalah-Mu. Aku berharap Engkau mengangkat Harun, saudaraku, sebagai penyokongku. Teguhkanlah kekuatanku dalam berdakwah dengan adanya dia di sampingku, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku menyampaikan risalah kepada Fir‘aun dan kaumnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Musa a.s. mengusulkan agar yang diangkat menjadi pembantunya itu ialah Harun, saudaranya sendiri yang lebih tua dari dia, Musa memilih Harun antara lain karena Harun itu seorang yang saleh, ucapannya fasih, intonasi bicaranya seperti orang Mesir, karena ia banyak bergaul dengan orang-orang Mesir, tempat untuk melaksanakan dakwahnya bersama Musa a.s., Perbuatan Musa ini adalah satu hal yang baik dicontoh dan diteladani, karena seorang pemimpin atau penguasa hendaknya mempunyai pembantu untuk melaksanakan tanggung jawabnya, tetapi tentunya pembantu yang baik yang dapat diandalkan i'tikad baiknya di dalam melaksanakan tugasnya sebagai pembantu. Nabi Muhammad saw sendiri mempunyai pembantu sebagaimana sabdanya:\n\nSesungguhnya saya mempunyai dua pembantu di langit dan dua pembantu di bumi, Adapun dua pembantu saya di langit ialah Jibril dan Mikail, dan dua pembantu saya di bumi Abu Bakar dan Umar. (Riwayat al-hakim dari Abi Sa'id)" } } }, { "number": { "inQuran": 2379, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0634\u0652\u062f\u064f\u062f\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0631\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Ushdud biheee azree" } }, "translation": { "en": "Increase through him my strength", "id": "teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2379", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2379.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2379.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah memohon penyempurnaan dirinya, Nabi Musa memohon pengukuhan diri melalui keluarganya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku guna meringankan tugasku menyampaikan risalah-Mu. Aku berharap Engkau mengangkat Harun, saudaraku, sebagai penyokongku. Teguhkanlah kekuatanku dalam berdakwah dengan adanya dia di sampingku, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku menyampaikan risalah kepada Fir‘aun dan kaumnya.", "long": "Musa a.s. memohon kepada Allah, agar dengan ditunjuknya Harun sebagai pembantunya diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuannya. Juga supaya Harun selalu bersama dengan dia di dalam segala urusannya, bahu membahu di dalam melaksanakan tugasnya yang berat dan suci itu, agar berhasil baik, tidak meleset dari sasaran yang dituju, dan tercapai cita-cita yang diidam-idamkan dengan baik." } } }, { "number": { "inQuran": 2380, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Wa ashrik hu feee amree" } }, "translation": { "en": "And let him share my task", "id": "dan jadikanlah dia teman dalam urusanku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2380", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2380.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2380.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah memohon penyempurnaan dirinya, Nabi Musa memohon pengukuhan diri melalui keluarganya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku guna meringankan tugasku menyampaikan risalah-Mu. Aku berharap Engkau mengangkat Harun, saudaraku, sebagai penyokongku. Teguhkanlah kekuatanku dalam berdakwah dengan adanya dia di sampingku, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku menyampaikan risalah kepada Fir‘aun dan kaumnya.", "long": "Musa a.s. memohon kepada Allah, agar dengan ditunjuknya Harun sebagai pembantunya diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuannya. Juga supaya Harun selalu bersama dengan dia di dalam segala urusannya, bahu membahu di dalam melaksanakan tugasnya yang berat dan suci itu, agar berhasil baik, tidak meleset dari sasaran yang dituju, dan tercapai cita-cita yang diidam-idamkan dengan baik." } } }, { "number": { "inQuran": 2381, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u064a\u0652 \u0646\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kai nusabbihaka kaseeraa" } }, "translation": { "en": "That we may exalt You much", "id": "agar kami banyak bertasbih kepada-Mu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2381", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2381.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2381.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Allah, aku ajukan permohonan itu kepada-Mu agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, menyucikan-Mu dari segala hal yang tidak layak bagi-Mu, dan banyak mengingat-Mu atas anugerah dan nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Melihat dan Mengetahui keadaan kami.”", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menerangkan latar belakang dari permohonan Musa a.s., supaya ia selalu ditemani dan didampingi oleh Harun di dalam mensukseskan tugas kenabiannya, ialah agar dapat banyak bertasbih kepada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya dari sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan yang tidak layak bagi-Nya, seperti pengakuan Firaun yang mengumumkan dirinya sebagai tuhan. Di samping itu, agar dia selalu ingat kepada Allah, serta selalu mengharapkan rida-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2382, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa nazkuraka kaseeraa" } }, "translation": { "en": "And remember You much.", "id": "dan banyak mengingat-Mu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2382", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2382.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2382.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Allah, aku ajukan permohonan itu kepada-Mu agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, menyucikan-Mu dari segala hal yang tidak layak bagi-Mu, dan banyak mengingat-Mu atas anugerah dan nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Melihat dan Mengetahui keadaan kami.”", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menerangkan latar belakang dari permohonan Musa a.s., supaya ia selalu ditemani dan didampingi oleh Harun di dalam mensukseskan tugas kenabiannya, ialah agar dapat banyak bertasbih kepada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya dari sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan yang tidak layak bagi-Nya, seperti pengakuan Firaun yang mengumumkan dirinya sebagai tuhan. Di samping itu, agar dia selalu ingat kepada Allah, serta selalu mengharapkan rida-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2383, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaka kunta binaa baseeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, You are of us ever Seeing.\"", "id": "sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2383", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2383.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2383.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Allah, aku ajukan permohonan itu kepada-Mu agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, menyucikan-Mu dari segala hal yang tidak layak bagi-Mu, dan banyak mengingat-Mu atas anugerah dan nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Melihat dan Mengetahui keadaan kami.”", "long": "Pada ayat ini Musa a.s. menandaskan bahwa segala apa yang dimohonkannya kepada Allah, Dia lebih mengetahui hakekat dan tujuannya. Semoga bersama Harun penyebaran agama dapat dilaksanakan dengan baik, lancar, sukses, serta dapat melumpuhkan berbagai usaha dari orang-orang yang sesat dan menyesatkan, dapat membimbing mereka ke jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 2384, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064e \u0633\u064f\u0624\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala qad ooteeta su'laka yaa Moosaa" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"You have been granted your request, O Moses.", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2384", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2384.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2384.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengabulkan permohonan Nabi Musa, Dia berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan semua permintaanmu itu, wahai Musa. Terimalah anugerah besar Kami itu kepadamu.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia telah memperkenankan semua permohonan Musa yaitu supaya dilapangkan dadanya, dimudahkan urusannya dihilangkan kekakuan dan gangguan lidahnya, dijadikan Harun saudaranya sebagai pembantu baginya, sehingga kekuatan dan kemampuannya bertambah, bahu membahu dengan Harun dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga ia banyak membaca tasbih dan senantiasa ingat dan zikir kepada Allah. Enam macam permohonan sebagaimana dalam ayat sebelumnya, diperkenankan oleh Allah demi suksesnya pelaksanaan amanat yang berat dan sulit itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2385, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 16, "page": 313, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064b \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa laqad manannaa 'alaika marratan ukhraaa" } }, "translation": { "en": "And We had already conferred favor upon you another time,", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2385", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2385.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2385.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan wahai Musa, ketahuilah bahwa sesungguhnya tanpa engkau minta pun, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain sebelum ini, yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesudah kelahiranmu sesuatu yang diilhamkan, yaitu cara menyelamatkanmu dari rencana keji Fir‘aun.", "long": "Pada ayat ini diungkapkan bahwa Allah telah menganugerahkan kepada Musa beberapa nikmat yang dianugerahkan tanpa permohonan, jauh sebelum Musa memajukan permohonan di atas. Kalau Allah telah berkenan atas kemurahan-Nya memberi Musa banyak nikmat sejak kecilnya tanpa permohonan lebih dahulu, maka setelah Musa memohonkan beberapa hal yang sangat diperlukan untuk memperlancar jalan dakwahnya, menuju sasaran yang ditujunya, tentulah Allah akan memperkenankan permohonannya itu. Delapan karunia telah diberikan kepada Musa sejak kecilnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2386, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Iz awhainaaa ilaaa ummika maa yoohaaa" } }, "translation": { "en": "When We inspired to your mother what We inspired,", "id": "(yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2386", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2386.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2386.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan wahai Musa, ketahuilah bahwa sesungguhnya tanpa engkau minta pun, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain sebelum ini, yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesudah kelahiranmu sesuatu yang diilhamkan, yaitu cara menyelamatkanmu dari rencana keji Fir‘aun.", "long": "Ayat ini mengingatkan bahwa ketika Allah akan menganugerahkan delapan macam karunia kepada Nabi Musa a.s., maka Allah memberi ilham kepada ibu Musa di antaranya memberitahukan dan mengajarkan ibu Musa bagaimana caranya menyelamatkan anaknya dari kezaliman Firaun, yang memerintahkan tentaranya untuk membunuh semua bayi laki-laki yang ada di bawah kekuasaannya dibunuh semuanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2387, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0642\u0652\u0630\u0650\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u0630\u0650\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0644\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0644\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064f\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Aniqzifeehi fit Taabooti faqzifeehi fil yammi fal yul qihil yammu bis saahili yaakhuzhu 'aduwwul lee wa 'aduwwul lah; wa alqaitu 'alaika mahabbatam minnee wa litusna'a 'alaa 'ainee" } }, "translation": { "en": "[Saying], 'Cast him into the chest and cast it into the river, and the river will throw it onto the bank; there will take him an enemy to Me and an enemy to him.' And I bestowed upon you love from Me that you would be brought up under My eye.", "id": "(yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir‘aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2387", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2387.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2387.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami ilhamkan kepada ibumu, ‘Letakkanlah dia, yaitu bayi Musa, di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai Nil yang mengalir tidak begitu deras. Ketika arus menghanyutkannya, maka biarlah aliran air sungai itu membawanya ke tepi sungai yang melewati istana Fir‘aun. Ketika saat itu tiba, dia akan diambil oleh Fir‘aun, penguasa Mesir yang merupakan musuh-Ku dan musuhnya.’ Wahai Nabi Musa, ketahuilah bahwa Aku telah melimpahkan kepadamu begitu banyak kasih sayang yang datang dari-Ku sehingga siapa saja yang memandangmu akan tertarik dan menyayangimu. Kami anugerahkan itu semua kepadamu untuk kebaikanmu dan agar engkau diasuh dengan cara terhormat di bawah pengawasan-Ku.", "long": "Ketika ibu Musa dalam keadaan panik, maka ia diperintahkan Allah supaya menaruh anaknya di dalam peti yang dibuat rapi dan kuat, kemudian melemparkannya ke sungai Nil. Perintah ini dilaksanakan oleh Ibu Musa dengan segera yang akhirnya peti itu jatuh ke tangan Firaun, musuh Allah dan musuh Musa sendiri pada waktu mendatang. \n\nDiriwayatkan bahwa pada suatu senja Firaun dan istrinya duduk santai di tepi sungai Nil, tiba-tiba terlihat olehnya sebuah peti tidak jauh dari tempatnya. Disuruhnyalah dayang-dayangnya mengambil peti itu dan membawanya ke hadapannya. Ketika peti itu dibuka kelihatanlah seorang bayi laki-laki yang rupawan. Alangkah senangnya istri Firaun melihat bayi itu. Kasih sayang dan cintanya pun kepada bayi itu sangat mendalam. Maka diambilnyalah bayi itu dan dipelihara serta dididik di istananya. Inilah karunia yang pertama. Karunia yang kedua ialah, bahwa Allah telah melimpahkan kasih sayang yang tulus kepada Musa dan kasih itu telah ditanamkan ke dalam setiap hati orang. Siapapun yang memandang kepada Musa akan merasa kasih sayang kepadanya. Jadi tidak heran kalau Firaun dan istrinya merasa sayang dan cinta kepada Musa, sehingga isterinya berkata kepada suaminya, sebagaimana tercantum di dalam Al-Qur'an:\n\nDan istri Firaun berkata, \"(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak,\" sedang mereka tidak menyadari. (al-Qashash/ 28: 9)\n\nKarunia ketiga ialah diasuhnya Musa di istana Firaun di bawah pengawasan dan pengamatan Allah serta dijaganya dari segala hal yang akan mengganggunya, ketika ia diasuh oleh keluarga Firaun manusia kejam yang tidak mengenal perikemanusiaan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2388, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062f\u064f\u0644\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e \u0641\u064f\u062a\u064f\u0648\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064e \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Iz tamsheee ukhtuka fataqoolu hal adullukum 'alaa mai yakfuluhoo faraja 'naaka ilaaa ummika kai taqarra 'ainuhaa wa laa tahzan; wa qatalta nafsan fanajjainaaka minal ghammi wa fatannaaka futoonaa; falabista sineena feee ahli Madyana summa ji'ta 'alaa qadariny yaa Moosa" } }, "translation": { "en": "[And We favored you] when your sister went and said, 'Shall I direct you to someone who will be responsible for him?' So We restored you to your mother that she might be content and not grieve. And you killed someone, but We saved you from retaliation and tried you with a [severe] trial. And you remained [some] years among the people of Madyan. Then you came [here] at the decreed time, O Moses.", "id": "(Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir‘aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2388", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2388.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2388.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Musa, ingatlah ketika saudara perempuanmu berjalan di sekitar istana tempat engkau berada setelah dipungut dari sungai, untuk mencari berita tentang dirimu. Ketika ia tahu engkau enggan menyusu, lalu dia berkata kepada keluarga Fir‘aun, ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan menyusui dan memeliharanya?’ Mereka setuju, lalu saudaramu mengajak ibumu untuk menyusuimu. Maka, Kami mengembalikanmu kepada ibumu agar senang hatinya karena dapat memeliharamu dan tidak bersedih hati karena jauh darimu. Dan ingatlah wahai Nabi Musa pada anugerah Kami yang lain, yaitu ketika engkau setelah menginjak dewasa pernah membunuh seseorang dari penduduk Mesir, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan yang menimpamu akibat pembunuhan itu. Kami keluarkan engkau dari Mesir dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan yang berat di tempat tinggalmu yang baru. Dengan rahmat Kami engkau berhasil mengatasinya, lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan dan menjadi menantu Nabi Syuaib. Kemudian saat ini engkau, wahai Nabi Musa, datang ke tempat ini menurut waktu yang telah ditetapkan oleh Allah.", "long": "Ketika Musa berada di bawah asuhan keluarga Firaun, mereka sibuk mencari wanita yang akan menyusukannya. Setiap wanita yang telah ditunjuk untuk menyusukannya, Musa tidak mau menyusu kepadanya. Ini adalah satu petunjuk dari Allah :\n\nDan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu. (al-Qashash/28: 12)\n\nSebelum mereka menemukan perempuan yang Musa mau menyusu kepadanya, datanglah Maryam saudara perempuan Musa yang disuruh oleh ibunya mengikuti peti adiknya secara diam-diam dan menawarkan kepada keluarga Firaun perempuan yang akan menyusukan Musa dan mengasuhnya sebagaimana dikisahkan di dalam firman Allah:\n\n\"Maukah aku tunjukkan kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?\" (al- Qashash/28: 12)\n\nTawaran Maryam itu diterima dengan baik oleh keluarga Firaun, maka didatangkanlah ibunya, yaitu ibu Musa sendiri, dan menyusulah Musa kepada ibunya. Dengan demikian Musa kembali diasuh oleh ibunya sendiri dan hilanglah kecemasan dan duka cita ibunya, bahkan alangkah senang hatinya memandang anaknya di dalam keadaan selamat, segar dan bugar. Ini adalah karunia yang keempat. Karunia yang kelima, yaitu ketika Musa memasuki negeri Manuf, negeri Firaun, di siang hari yang sedang sepi karena penduduknya sedang istirahat. Dilihatnya ada dua orang berkelahi, yang satu dari Bani Israil yaitu golongannya, dan yang satu lagi bangsa Kibti dari golongan Firaun, bahkan ia adalah tukang masak Firaun. Ketika Bani Israil itu minta tolong, Musa lalu meninju lawan musuh Bani Israil itu. Di luar dugaan, akibat dari tinju Musa, orang Kibti itu meninggal dunia. Atas kejadian yang tidak disengaja itu, Musa merasa cemas dan takut, sebagaimana dikisahkan di dalam firman Allah:\n\nKarena itu, dia (Musa) menjadi ketakutan berada di kota itu sambil menunggu (akibat perbuatannya). (al-Qashash/28: 18)\n\nKetika peristiwa itu diketahui Firaun, dia sangat marah dan berusaha membunuh Musa. Kemarahan dan niat jahat Firaun ini diberitahukan kepada Musa oleh seorang dari golongan Firaun yang telah beriman kepada Musa, maka pergilah Musa menghindar sampai ke negeri Madyan. Dengan demikian selamatlah ia dari penganiayaan Firaun. Musa tidak saja diselamatkan dari penganiayaan dan pembunuhan di dunia ini, tetapi juga selamat dari azab akhirat, karena dosa orang yang membunuh dengan tidak sengaja telah diampuni oleh Allah, atas doanya, sebagaimana dikisahkan Allah di dalam firman-Nya:\n\nDia (Musa) berdoa, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.\" Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Qashash/28: 16)\n\nAllah memberikan cobaan yang bertubi-tubi kepada Musa, untuk mengetahui sampai di mana ketahanan mental Musa, sebagaimana lazimnya seseorang yang dipersiapkan untuk menerima kerasulan dari Allah, tetapi semuanya itu dapat dilaluinya dengan selamat, seperti diselamatkannya Musa dari penyembelihan bayi secara masal atas perintah Firaun, diselamatkannya ketika ia hendak dibunuh oleh Firaun karena ia mencabut jenggot Firaun, Musa dibela oleh istri Firaun dengan alasan dia masih kecil, belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, maka redalah kemarahan Firaun dan selamatlah Musa dari pembunuhan Firaun dan berbagai cobaan lainnya. Ini karunia yang keenam. \n\nKarunia ketujuh yaitu pelarian Musa ke Madyan, ia tinggal lama di sana, lebih kurang sepuluh tahun. Pada mulanya mengalami hidup yang pahit di tengah-tengah penduduk negeri Madyan, merasakan pedihnya hidup sebagai seorang pendatang yang membutuhkan banyak keperluan. Akhirnya terpaksa ia menjadi buruh, menggembalakan kambing mertuanya, untuk mendapat imbalan sekedarnya, guna menutupi keperluannya, yang kemudian dinikahkan dengan Safura putri Syekh Madyan. Demikianlah Musa, sampai ia mencapai umur yang telah ditentukan, tidak lebih dan tidak kurang untuk dijadikan rasul, yaitu ketika ia mencapai umur empat puluh tahun." } } }, { "number": { "inQuran": 2389, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0646\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Wastana' tuka linafsee" } }, "translation": { "en": "And I produced you for Myself.", "id": "dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2389", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2389.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2389.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah, wahai Nabi Musa, sungguh Aku telah memilihmu, memeliharamu, dan mempersiapkanmu untuk diri-Ku. Aku jadikan engkau nabi dan rasul-Ku untuk menyampaikan risalah-Ku kepada umatmu.”", "long": "Karunia kedelapan ialah, Allah telah menjatuhkan pilihan kepada Musa menjadi rasul, menegakkan hujjah atas kebenaran yang dibawanya, memimpin umat manusia bertauhid mengesakan Allah dan sebagai perantara antara Khalik dan makhluk-Nya, menyampaikan agama-Nya yang lurus, yang membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2390, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064f\u0648\u0643\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Izhab anta wa akhooka bi Aayaatee wa laa taniyaa fee zikree" } }, "translation": { "en": "Go, you and your brother, with My signs and do not slacken in My remembrance.", "id": "Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2390", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2390.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2390.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah melanjutkan perintah-Nya kepada Nabi Musa, “Wahai Nabi Musa, pergilah engkau beserta saudaramu, Harun, dengan membawa tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Ku, yaitu mukjizat yang pernah engkau saksikan, dan janganlah kamu berdua lalai, bosan, dan enggan mengingat- Ku, baik dalam perjalanan atau saat berada di Mesir.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah memerintahkan Musa bersama saudaranya Harun agar pergi kepada Firaun dan kaumnya dengan membawa bukti-bukti dan mukjizat-mukjizat yang telah diperlihatkan kepadanya seperti berubahnya tongkat menjadi ular besar yang gesit, merayap kesana kemari, keluarnya tangan Musa dari ketiaknya dalam keadaan putih bersih bercahaya seperti matahari tak bercacat untuk dijadikan hujjah dan alasan atas kebenaran kenabiannya.\n\nDalam ayat ini pun Allah memperingatkan Musa dan Harun supaya dalam melaksanakan dakwah dan menyampaikan risalah Tuhannya kepada Firaun dan kaumnya hendaklah bersungguh-sungguh dan jangan lalai. Musa diperintahkan untuk menjelaskan kepada mereka bahwa Allah mengutus keduanya kepada mereka ialah untuk memberikan kabar gembira atas pahala yang telah disediakan bagi orang yang menyambut baik seruannya, dan memberi ancaman yang pedih bagi orang yang membangkang dan tidak mau menerimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2391, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0637\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Izhabaaa ilaa Fir'awna innahoo taghaa" } }, "translation": { "en": "Go, both of you, to Pharaoh. Indeed, he has transgressed.", "id": "pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2391", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2391.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2391.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Musa dan Harun, pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun yang sombong itu dengan bekal mukjizat dari-Ku karena dia benar-benar telah melampaui batas dalam kedurhakannya. Begitu berhadapan dengannya, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Ajaklah dia beriman kepada Allah dan serulah pada kebenaran dengan cara yang baik. Mudah-mudahan dengan cara demikian dia menjadi sadar atau takut pada azab Allah bila terus durhaka.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah memerintahkan Musa a.s. dan Harun a.s. pergi kepada Firaun untuk mengemukakan bukti-bukti kebenaran kenabiannya yang dianugerahkan Allah, dan menjelaskan kesesatan Firaun, karena Firaun itu sudah keterlaluan sepak terjangnya melampaui batas, sampai-sampai mengaku bahwa dia adalah tuhan. Dia menyatakan kepada kaumnya dengan ucapan, \"Saya tuhanmu yang paling tinggi.\" \n\nAyat ini mengkhususkan dakwah dan seruan kepada Firaun sedang pada ayat sebelumnya dakwah diserukan untuk umum, karena kalau Firaun sudah beriman kepada ajaran yang dibawa Nabi Musa a.s., dan Nabi Harun tentunya segenap orang-orang Mesir akan mengikutinya sebagaimana pepatah: \n\n'Rakyat itu menurut agama rajanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2392, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Faqoolaa lahoo qawlal laiyinal la allahoo yatazakkkaru 'aw yakhshaa" } }, "translation": { "en": "And speak to him with gentle speech that perhaps he may be reminded or fear [Allah].\"", "id": "maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2392", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2392.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2392.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Musa dan Harun, pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun yang sombong itu dengan bekal mukjizat dari-Ku karena dia benar-benar telah melampaui batas dalam kedurhakannya. Begitu berhadapan dengannya, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Ajaklah dia beriman kepada Allah dan serulah pada kebenaran dengan cara yang baik. Mudah-mudahan dengan cara demikian dia menjadi sadar atau takut pada azab Allah bila terus durhaka.”", "long": "Allah mengajarkan kepada Musa dan Harun a.s. bagaimana cara menghadapi Firaun, yaitu dengan kata-kata yang halus dan ucapan yang lemah lembut. Seseorang yang dihadapi dengan cara demikian, akan terkesan di hatinya dan akan cenderung menyambut baik dan menerima dakwah dan ajakan yang diserukan kepadanya. Cara yang bijaksana seperti ini telah diajarkan pula kepada Nabi Muhammad oleh Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\n\"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.\" (an-Nahl/16: 125)\n\nSebaliknya kalau seseorang itu dihadapi dengan kekerasan dan dengan bentakan, jangankan akan takluk dan tunduk, justeru dia akan menentang dan menjauhkan diri, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:\n\nSekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. (Ali 'Imran/3: 159)\n\nSelain petunjuk Allah kepada Musa dan saudaranya, agar mereka bersikap santun menghadapi Firaun, juga diajarkan kata-kata yang akan disampaikan Musa kepada Firaun, sebagaimana dikisahkan Allah di dalam firman-Nya:\n\nMaka katakanlah (kepada Firaun), \"Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan), dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?\" (an-Nazi'at/79: 18-19)\n\nDengan cara dan kata-kata yang demikian itu diharapkan Firaun dapat menyadari kesesatannya, dan takut kepada azab yang akan ditimpakan kepadanya apabila dia tetap membangkang." } } }, { "number": { "inQuran": 2393, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064f\u0637\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0637\u0652\u063a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaalaa Rabbanaaa innanaa nakhaafu ai yafruta 'alainaaa aw ai yatghaa" } }, "translation": { "en": "They said, \"Our Lord, indeed we are afraid that he will hasten [punishment] against us or that he will transgress.\"", "id": "Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2393", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2393.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2393.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa dan Harun tahu benar kekejaman dan kesombongan Fir‘aun. Karena itu, setelah mendengar perintah ini keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir dia akan segera menyiksa kami sebelum kami selesai mengajaknya beriman kepada-Mu, atau dia justru akan bertambah melampaui batas, melebihi kedurhakaannya selama ini.”", "long": "Sebelum Musa dan Harun a.s. melaksanakan perintah Allah untuk mendatangi Firaun dan menyampaikan seruan kepadanya, mereka berdua berterus terang kepada Allah, bahwa mereka merasa takut dan cemas menghadapi Firaun, kalau-kalau mereka akan disiksa oleh Firaun, atau sebelum menyampaikan dakwah dan menjelaskan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran dakwahnya itu, Firaun sudah bertindak, me-ngeluarkan kata-kata yang tidak pantas terhadap Allah, karena dia adalah orang yang kejam, keras hati, tidak mempunyai perikemanusiaan sedikitpun." } } }, { "number": { "inQuran": 2394, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala laa takhaafaaa innanee ma'akumaa asma'u wa araa" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Fear not. Indeed, I am with you both; I hear and I see.", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2394", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2394.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2394.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menenangkan Nabi Musa dan Harun, Dia berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir menghadapi Fir‘aun dan para pengikutnya. Sesungguhnya Aku selalu bersama kamu berdua. Aku akan melindungimu dan menolongmu. Aku mendengar ucapan dan ajakanmu serta mendengar pula apa pun yang dikatakan Fir‘aun. Dan Aku juga melihat apa yang kamu lakukan untuk menjalankan perintah-Ku serta melihat apa yang diperbuat oleh Fir‘aun.", "long": "Allah menghibur Musa dan Harun a.s. supaya mereka berdua tidak perlu takut kepada Firaun, karena Allah akan menolongnya. Dialah yang menguatkan dan menjaganya dari kejahatan Firaun. Dia senantiasa mendengar dan melihat apa yang terjadi di antara mereka berdua dengan Firaun, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dialah yang akan memelihara mereka berdua dari kejahatan yang mungkin ditimpakan Firaun kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2395, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Faatiyaahu faqoolaaa innaa Rasoolaa Rabbika fa arsil ma'anaa Banee Israaa'eela wa laa tu'azzibhum qad ji'naaka bi Aayatim mir Rabbika wassa laamu 'alaa manit taba'al hudaa" } }, "translation": { "en": "So go to him and say, 'Indeed, we are messengers of your Lord, so send with us the Children of Israel and do not torment them. We have come to you with a sign from your Lord. And peace will be upon he who follows the guidance.", "id": "Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah, “Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2395", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2395.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2395.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu berdua ada dalam lindungan-Ku, maka janganlah takut. Pergilah kamu berdua kepadanya dan katakanlah, ‘Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu yang telah menganugerahkan beragam nikmat kepadamu, wahai Fir‘aun. Dia juga Tuhan kami dan Bani Israil. Kami mengajakmu beriman kepada-Nya, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami agar kita semua menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, dan janganlah engkau menyiksa mereka seperti yang selama ini kaulakukan. Sesungguhnya kami datang kepadamu dengan membawa bukti nyata tentang risalah kami dari Tuhanmu, yakni berupa tongkat yang dapat berubah wujud menjadi ular dan tangan yang bersinar. Dan ketahuilah, wahai Fir‘aun, keselamatan itu akan dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan oleh rasul-Nya.", "long": "Allah memerintahkan lagi supaya Musa dan Harun a.s. pergi kepada Firaun dan memberitahukan bahwa mereka berdua adalah Rasul Allah yang diutus kepadanya untuk menyampaikan risalah yang hak supaya Firaun mengetahui kedudukan dan tugas keduanya. Sebelum Musa dan Harun mengajak Firaun beriman kepada Allah, keduanya meminta kepada Firaun, supaya dia membebaskan Bani Israil dari penyiksaan dan penindasannya, membebaskan dari kerja berat, seperti menggali, membangun, mengangkat batu, baik laki-laki maupun perempuan. Firaun agar membiarkan Bani Israil pergi ke Palestina. \n\nSesudah itu barulah Musa dan Harun a.s. menjelaskan tugas dan ke-wajiban dari Allah bahwa keduanya datang untuk menjelaskan hujjah-hujjah dan bukti-bukti yang nyata atas kebenaran kerasulan mereka. Kebahagiaan, kesejahteraan di dunia dan di akhirat bagi orang-orang yang taat kepada rasul-rasul Allah, dan mempercayai tanda-tanda kekuasaan-Nya, serta menjauhi hal-hal yang buruk dan menyesatkan. Ucapan seperti tersebut dipergunakan juga oleh Nabi Muhammad ketika mengirim surat berisi dakwah ke Heraclius raja Rumawi, sebagai berikut:\n\n\"Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad hamba dan utusan Allah kepada Heraclius, penguasa negeri Romawi. Keselamatan dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. Adapun sesudah itu, sesungguhnya saya menyerumu kepada Islam. Anutlah agama Islam supaya engkau selamat, Allah akan memberimu pahala dua kali lipat.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 2396, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Innaa qad oohiya ilainaaa annnal 'azaaba 'alaa man kaz zaba wa tawalla" } }, "translation": { "en": "Indeed, it has been revealed to us that the punishment will be upon whoever denies and turns away.' \"", "id": "Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak mempedulikannya).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2396", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2396.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2396.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami tidak berdusta. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa Allah itu akan ditimpakan kepada siapa pun yang tidak beriman pada-Nya, mendustakan ajaran yang kami bawa, dan berpaling darinya serta enggan melaksanakannya.’”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kepada Musa dan Harun telah diwahyukan bahwa siksaan akan ditimpakan baik di dunia maupun di akhirat kepada orang-orang yang mendustakan dakwah dan seruan rasul yang mengajak kepada tauhid, dan berpaling serta tidak memperdulikan pelajaran dan petunjuk rasul. Sejalan dengan ayat-ayat ini, firman Allah:\n\nMaka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.(an-Nazi'at/79: 37-38 dan 39)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala, yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). (al-Lail/92: 14-15 dan 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 2397, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala famar Rabbu kumaa yaa Moosa" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"So who is the Lord of you two, O Moses?\"", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata, “Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2397", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2397.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2397.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir‘aun ingin mendapat kejelasan tentang Allah, Tuhan Yang Mahakuasa tersebut. Dia berkata, “Siapakah Tuhanmu berdua yang mengutusmu untuk menyampaikan dakwah itu, wahai Musa?”", "long": "Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa setelah Musa dan Harun a.s. sampai di depan istana Firaun keduanya berdiri di sana, menunggu izin untuk masuk. Setelah tertahan cukup lama, karena penjagaan yang amat ketat, keduanya baru diizinkan masuk untuk menemui Firaun; dan terjadilah dialog antara keduanya dan Firaun. Pada ayat ini Allah mengisahkan dialog itu. Firaun bertanya, \"Kalau engkau berdua betul-betul utusan Tuhanmu yang mengutus kamu kemari, saya harap engkau beritahukan kepada saya, siapa Tuhanmu?\" Di dalam ayat ini, seakan-akan Musalah yang ditanya oleh Firaun, karena hanya nama Musa yang dipanggil, sekalipun pertanyaan itu ditujukan kepada Musa dan Harun, karena memang Musalah yang pokok, sedang Harun hanyalah pembantu baginya." } } }, { "number": { "inQuran": 2398, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0637\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbunal lazeee a'taa kulla shai'in khalqahoo summa hadaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"Our Lord is He who gave each thing its form and then guided [it].\"", "id": "Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2398", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2398.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2398.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa menjawab, “Tuhan kita semua ialah Tuhan yang telah menciptakan semua makhluk dan memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu di alam semesta ini, kemudian memberinya petunjuk dan potensi untuk dapat melakukan segala sesuatu sesuai fungsinya.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan jawaban Musa atas pertanyaan Firaun bahwa yang mengutus keduanya ialah Tuhan yang telah melengkapi makhluk yang diciptakannya dengan anggota tubuh sesuai dengan kepentingannya masing-masing, seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, begitu juga tangan, kaki, hidung dan lain-lain anggota tubuh menurut fungsinya masing-masing sesuai dengan petunjuk dari Allah. Firman Allah:\n\nDan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (an-Nahl/16 : 78)\n\nKemudian Allah-lah yang membimbing dengan memberinya fungsi anggota tersebut untuk dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sejalan dengan ayat ini.\n\nFirman Allah:\n\nDemi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, (asy-Syams/91: 7 dan 8)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). (al-Balad/90: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 2399, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 16, "page": 314, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala famaa baalul quroonil oolaa" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"Then what is the case of the former generations?\"", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata, “Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2399", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2399.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2399.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban Nabi Musa tentang kekuasaan Allah, Fir‘aun berkata, “Jadi, bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu yang telah meninggal dunia, seperti kaum Nabi Nuh, Hud, dan Saleh, yang lebih dulu ingkar?”", "long": "Untuk mengalihkan Musa dari dakwahnya ke suasana yang lain, Firaun bertanya kepadanya, \"Wahai Musa, bagaimanakah kira-kira nasibnya di akhirat nanti umat-umat yang dahulu seperti kaum 'Ad, kaum Samud yang tidak menyembah Allah, tetapi mereka menyembah selain Allah. Mereka mempunyai sembahan-sembahan benda mati seperti batu, pohon kayu dan lainnya. Apakah mereka akan dimasukkan ke dalam surga ataukah mereka akan dimasukkan ke dalam neraka, disiksa dan diazab?\" Firaun sengaja berbuat demikian, agar supaya Musa menghentikan dari mengemukakan hujjahnya serta alasan-alasan kuat lainnya yang membenarkan dakwahnya, karena Firaun khawatir kalau-kalau dakwah Musa termakan oleh kaumnya, lalu mereka beriman kepada Musa dan meninggalkan kepercayaannya yang sesat yang mempercayai bahwa Firaun itu adalah tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 2400, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0633\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Qaala 'ilmuhaa 'inda Rabee fee kitaab, laa yadillu Rabbee wa laa yansaa" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"The knowledge thereof is with my Lord in a record. My Lord neither errs nor forgets.\"", "id": "Dia (Musa) menjawab, “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuzh), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2400", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2400.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2400.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa menjawab pertanyaan Fir‘aun, “Pengetahuan tentang itu secara rinci hanya ada pada Tuhanku. Hanya Dia yang mengetahuinya. Semua hal yang berkaitan dengan makhluk tercatat di dalam sebuah Kitab, yaitu Lauh Mahfuz. Tuhanku tidak akan pernah salah ataupun lupa pada apa pun yang terjadi di alam semesta ini.", "long": "Pertanyaan Firaun itu dijawab oleh Musa a.s. bahwa pertanyaan yang dikemukakannya itu, adalah pertanyaan mengenai hal yang gaib, sedang hal yang gaib itu, tiada yang mengetahuinya kecuali Allah sebagaimana yang ditegaskan di dalam firman-Nya:\n\nDialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. (al-hasyr/59: 22)\n\nDia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu. (al-Jin/72: 26)\n\nNasib kaum penyembah berhala, kaum yang mempunyai sembahan-sembahan selain dari Allah, sepenuhnya berada di dalam pengetahuan Allah, tiada seorang manusia pun yang mengetahuinya. Semua perbuatan manusia termasuk nasib kaum yang ditanyakan Firaun itu, telah tercatat dan tersimpul di dalam suatu kitab yaitu \"Lauh Mahfudz\". Tiada satu hal yang ketinggalan, baik yang besar maupun yang kecil, kecuali di dalam kitab itu, sebagaimana yang dijelaskan di dalam firman Allah:\n\nKitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). (al-Kahf/18: 49)\n\nBerdasarkan catatan itulah mereka akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya di dunia ini. Ayat ini ditutup dengan satu penegasan bahwa Allah itu tidak akan salah dan tidak akan lupa, untuk mencegah sangkaan dan tuduhan yang bukan-bukan, bahwa catatan yang ada di dalam kitab itu bisa saja keliru, salah catat, atau ada hal-hal yang ketinggalan tidak dicatat oleh penguasa karena lupa, sehingga terjadilah sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2401, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u064e\u0647\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064d \u0634\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Allazee ja'ala lakumul arda mahdanw wa salaka lakum feehaa subulanw wa anzala minas samaaa'i maaa'an fa akhrajnaa biheee azwaajam min nabaatin shatta" } }, "translation": { "en": "[It is He] who has made for you the earth as a bed [spread out] and inserted therein for you roadways and sent down from the sky, rain and produced thereby categories of various plants.", "id": "(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2401", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2401.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2401.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Fir‘aun, Allah adalah Tuhan yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, juga bagi seluruh manusia, dan menjadikan jalan-jalan yang rata dan lebar di atasnya bagimu agar kamu mudah bepergian, dan Dia pula yang menurunkan air hujan dari langit untuk menyuburkan tanah di sekitarmu.” Allah beralih menggunakan kalimat langsung dari- Nya, “Kemudian, Kami tumbuhkan dengannya, yakni dengan air hujan itu, berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan dengan beragam bentuk, rasa, dan kegunaan.", "long": "Untuk memperkuat bahwa Allah itu tidak akan salah dan lupa, dan untuk menolak kemungkinan timbulnya sangkaan bahwa catatan yang ada di \"Lauh Mahfudz\" itu bisa salah dan ada yang tidak tercatat karena lupa, maka pada ayat ini ditegaskan bahwa Tuhan yang menguasai pencatatan itu, ialah Tuhan Yang menjadikan bumi ini sebagai hamparan bagi manusia yang terbentang luas untuk dipergunakan sebagai tempat tinggal, bangun, tidur dan berpergian dengan bebas ke mana-mana, sebagaimana firman Allah:\n\nAllah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap. (al- Mu'min/40: 64)\n\nDan firman-Nya:\n\nDialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya. (al-Mulk/67: 15)\n\nTuhanlah yang telah menjadikan jalan-jalan di bumi ini, baik di gunung-gunung maupun di tempat-tempat yang rendah untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lain, antara satu kota dengan kota yang lain, antar satu desa dengan desa yang lain, guna memudahkan melaksanakan keperluan-keperluan manusia. Sejalan dengan firman Allah:\n\nDan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas. (Nuh/71: 19-20)\n\nDan firman-Nya:\n\n\"Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.\" (al-Anbiya'/21: 31)\n\nTuhanlah, yang menurunkan air hujan dari langit yang menyebabkan tumbuhnya tanam-tanaman dan buah-buahan yang bermacam-macam cita rasanya, ada yang masam, ada yang manis, bermacam ragam dan jenis dan manfaatnya. Ada yang layak untuk manusia, dan ada yang baik untuk binatang yang kesemuanya itu menunjukkan atas besarnya karunia dan banyaknya nikmat yang dilimpahkan Allah kepada semua hamba-Nya. Sejalan dengan firman Allah:\n\nDialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. (al-Baqarah/2: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 2402, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 271, "hizbQuarter": 125, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0647\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Kuloo war'aw an'aamakum; inna fee zaalika la Aayaatil li ulin nuhaa" } }, "translation": { "en": "Eat [therefrom] and pasture your livestock. Indeed, in that are signs for those of intelligence.", "id": "Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2402", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2402.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2402.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami telah menganugerahkan kepadamu berjenis-jenis tetumbuhan, maka makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal.", "long": "Allah menyuruh supaya buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan yang berjenis-jenis dan beraneka ragam itu, kita makan dan kita berikan kepada binatang untuk dimakannya. Mana saja yang layak bagi manusia untuk dimakan, seperti beras, ubi, jagung, sagu dan lain-lain, maka makanlah sesuai dengan firman Allah:\n\nDan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik. (al-Ma'idah/5: 88)\n\nMana saja yang sesuai untuk binatang seperti rumput yang diberikan pada binatang-binatang. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa semua sifat-sifat tersebut di atas menunjukkan kekuasaan Allah dan kebesaran kerajaan-Nya, adalah bukti yang nyata atas keesaan-Nya dan menunjukkan bahwa tiada Tuhan melainkan Dia. Orang-orang yang berakal sehat dan berpikiran waras, tentu akan mengakui dan meyakini keesaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2403, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Minhaa khalaqnaakum wa feehaa nu'eedukum wa minhaa nukhrijukum taaratan ukhraa" } }, "translation": { "en": "From the earth We created you, and into it We will return you, and from it We will extract you another time.", "id": "Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2403", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2403.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2403.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami hamparkan tanah untuk kamu. Sesungguhnya darinya Kami menciptakan kamu, wahai Fir‘aun dan seluruh manusia, dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu setelah mati, dan dari sanalah pula Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain, yaitu pada hari kebangkitan.”", "long": "Selain dari guna dan manfaat bumi dan yang telah disebutkan di atas, pada ayat ini Allah menerangkan guna dan manfaatnya yang lain, yaitu bahwa dari bumi setiap manusia itu dijadikan Allah, sejak Nabi Adam yaitu manusia pertama di dunia ini. Juga kepada tanah, manusia akan dikembalikan sesudah mati, dan menjadi tanah kembali seperti sebelum diciptakan. Dari itu pula manusia akan dibangkitkan kembali sesudah ia mati dan disusun kembali anggota tubuhnya yang telah hancur bercampur dengan tanah, sebagai bentuknya yang semula yang kemudian dikembalikan ruhnya. Sejalan dengan ayat ini, firman Allah:\n\n(Allah) berfirman, \"Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan.\" (al-A'raf/7: 25)\n\nDi dalam hadis diterangkan sebagai berikut:\n\n\"Sesungguhnya Rasulullah saw menghadiri suatu jenazah. Setelah mayat itu dikubur, beliau mengambil segenggam tanah lalu dilemparkannya ke kubur itu sambil mengucapkan \"minha khalaqnakum\" (daripadanya Kami jadikan kamu), kemudian mengambil lagi yang lain dan mengucapkan \"fiha nu'idukum\" (padanyalah Kami kembalikan kamu), kemudian mengambil pula yang lain untuk ketiga kalinya dan mengucapkan \"minha nukhrijukum taratan ukhra\" (dan daripadanya Kami keluarkan kamu pada kali yang lain). (Riwayat Ahmad dan al-hakim dari Abu Umamah)\n\nDi dalam satu hadis yang lain diterangkan bahwa setelah jenazah Ummu Kulsum binti Rasulullah saw diletakkan ke kuburnya, Rasulullah saw mengucapkan:\n\n\"Daripadanya (tanah) Kami jadikan kamu, dan kepadanya Kami kembalikan kamu, serta daripadanya Kami keluarkan kamu sekali lagi dengan nama Allah, dan di jalan Allah serta atas agama Rasulullah.\" (Riwayat Ahmad dan al-hakim dari Abu Umamah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2404, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa laqad arainaahu Aayaatinaa kullahaa fakaz zaba wa abaa" } }, "translation": { "en": "And We certainly showed Pharaoh Our signs - all of them - but he denied and refused.", "id": "Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir‘aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya, ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2404", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2404.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2404.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski mendapat bukti nyata yang menguatkan dakwah Nabi Musa, Fir‘aun tetap enggan beriman. Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Kami semuanya. Namun, ternyata dia keras kepala dan terus mendustakan dan enggan menerima kebenaran. Ia pun tidak mau patuh pada risalah yang disampaikan kepadanya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah memperlihatkan dan memperkenalkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dan bukti-bukti kebenaran kenabian Musa berupa mukjizat yang telah diberikan kepada Musa, namun Firaun dan pengikut-pengikutnya tetap ingkar dan mendustakan Musa dan tidak mau beriman kepada apa yang disampaikan kepadanya, sekalipun mereka itu pada hakekatnya telah meyakini kebenarannya, sebagaimana firman Allah:\n\n\"Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya.\" (an-Naml/27: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 2405, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala aji'tanaa litukhri janaa min ardinaa bisihrika yaa Moosa" } }, "translation": { "en": "He said, \"Have you come to us to drive us out of our land with your magic, O Moses?", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2405", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2405.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2405.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kesombongan telah mendorong Fir‘aun mengabaikan peringatan Nabi Musa. Dia berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kelahiran kami sendiri, yaitu Mesir, dengan sihirmu itu, wahai Musa?", "long": "Pada ayat ini diterangkan cara pengingkaran Firaun, dan bagaimana Firaun menjelek-jelekkan usaha dan pekerjaan Musa. Firaun berkata, \"Wahai Musa! Apakah kedatanganmu kemari ke tempat di mana engkau pernah tinggal, sesudah lama tidak kelihatan, dengan maksud untuk menanamkan pengertian kepada khalayak ramai bahwa engkau adalah seorang Nabi, dan mereka wajib mengikutimu dan mempercayai agama yang engkau bawa, sehingga engkaulah yang berada di pihak yang menang, lalu mengusir kami keluar dari tempat kami ini dengan sihirmu itu yang engkau namakan mukjizat, dan engkaulah yang menjadi berkuasa sebagai raja?\" Firaun sengaja mengeluarkan kata-kata yang demikian itu adalah dengan maksud untuk membawa dan menjadikan kaumnya marah dan benci kepada Musa. Dia menjelaskan kedatangan Musa itu bukanlah untuk sekedar menyelamatkan Bani Israil dari kekuasaannya, tetapi maksud yang sebenarnya ialah akan mengusir bangsa Mesir keluar dari tanah tumpah darahnya, kemudian menguasai semua harta benda yang dimilikinya. Dengan demikian gagallah usaha Musa, karena tak seorang pun yang akan mendengar dan memperhatikan dakwahnya, tidak memperdulikan mukjizat yang dibawanya. Mereka akan mempertahankan mati-matian negerinya dengan mempergunakan segala kekuatan yang ada padanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2406, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0647\u064f \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0633\u064f\u0648\u064b\u0649", "transliteration": { "en": "Falanaatiyannaka bisihrim mislihee faj'al bainanaa wa bainaka maw'idal laa nukhlifuhoo nahnu wa laaa anta makaanan suwaa" } }, "translation": { "en": "Then we will surely bring you magic like it, so make between us and you an appointment, which we will not fail to keep and neither will you, in a place assigned.\"", "id": "Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2406", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2406.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2406.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila itu tujuanmu, maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu. Kami akan mengumpulkan para penyihir andal untuk mengalahkanmu. Maka, wahai Musa, buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau. Tentukanlah waktu dan tempat pertemuan itu. Mari kita buat kesepakatan yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula engkau. Adakanlah pertemuan itu di suatu tempat yang terbuka sehingga tidak menyulitkan salah satu pihak dari kita atau orang-orang yang ingin menonton.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Firaun berjanji dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan ahli sihir untuk menandingi sihir Musa. Firaun meminta kepada Musa supaya ia menentukan tempat dan waktu untuk berhadapan dengan ahli-ahli sihirnya, serta berjanji supaya dia maupun Musa tidak akan menyalahi ketentuan yang telah disepakati itu. Ini dilakukan Firaun untuk menunjukkan bahwa dia betul-betul mempunyai hati yang keras dan persiapan yang mantap untuk bertanding menghadapi sihir Musa, dengan keyakinan bahwa ia akan menang dalam pertandingan nanti. Juga Firaun menganjurkan supaya Musa memilih tempat yang luas, tidak berbukit-bukit supaya penonton dapat menyaksikan dan melihat pertandingan itu dengan jelas, tidak terhalang oleh suatu apapun." } } }, { "number": { "inQuran": 2407, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0632\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0636\u064f\u062d\u064b\u0649", "transliteration": { "en": "Qaala maw'idukum yawmuz zeenati wa ai yuhsharan naasu duhaa" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"Your appointment is on the day of the festival when the people assemble at mid-morning.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2407", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2407.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2407.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa tidak gentar menghadapi tantangan Fir‘aun. Dia berkata, “Kesepakatan yang menyangkut waktu untuk pertemuan kami dengan para penyihirmu itu ialah pada hari raya, di tempat kamu dan rakyatmu biasa berkumpul, dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari supaya mereka dapat menyaksikan sejak awal.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sesuai dengan permintaan Firaun, Musa menentukan waktu pertemuan yang dimaksud untuk mengadu kemukjizatannya dengan sihir Firaun yaitu pada hari Syam an-Nasim yang biasanya diadakan pada akhir tahun. Mereka pada hari itu berkumpul semuanya dengan pakaian yang bagus dan hiasan yang indah, hampir tidak ada yang ketinggalan. Juga oleh Musa ditentukan waktu berkumpul yaitu pada waktu matahari sepenggalahan naik, waktu yang sudah agak terang oleh sinar matahari yang telah terbit, supaya segenap penonton dapat menyaksikan dan melihat pertandingan nanti itu dengan jelas." } } }, { "number": { "inQuran": 2408, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0641\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fatawallaa Fir'awnu fajjama'a kaidahoo summa ataa" } }, "translation": { "en": "So Pharaoh went away, put together his plan, and then came [to Moses].", "id": "Maka Fir‘aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2408", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2408.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2408.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kesepakatan untuk mengadu mukjizat Musa dengan sihir para penyihir Fir‘aun terjalin. Maka Fir‘aun meninggalkan tempat pertemuan itu, lalu dengan segera dia mengatur tipu dayanya untuk mengalahkan Nabi Musa. Setelah waktu yang disepakati tiba, kemudian dia datang kembali bersama para penyihir dan orang-orang yang akan menyaksikan peristiwa tersebut.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa tercapai persetujuan antara Musa dan Firaun tentang tempat, hari dan waktu diadakannya pertandingan nanti, pergilah Firaun meninggalkan tempat perdebatan itu, untuk mengatur tipu dayanya. Ahli-ahli sihir dikumpulkan, alat-alat perlengkapan mereka disempurnakan, penyokong dan pembantu-pembantunya serta yang lain-lain dipersiapkan. Pada hari yang telah ditetapkan bersama yaitu pada hari raya Syam an-Nasim, berangkatlah Firaun bersama rombongannya ke tempat yang telah disepakatinya dengan Musa. Duduklah ia di atas kursi kebesarannya, didampingi oleh penjabat-penjabat terasnya, diapit oleh rakyatnya di sebelah kiri dan kanannya. Tidak lama kemudian datang pula Musa dengan tongkatnya ditemani oleh saudaranya Harun. Firaun menggembleng tukang-tukang sihirnya yang telah berdiri dan berbaris rapi di depannya, mengharapkan supaya mereka melaksanakan tugasnya, mendemonstrasikan keahliannya dengan sebaik-baiknya, menjanjikan akan memenuhi segala permintaan mereka, apabila mereka menang, sebagaimana diterangkan di dalam firman Allah:\n\nDan para pesihir datang kepada Firaun. Mereka berkata, \"(Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?\" Dia (Firaun) menjawab, \"Ya, bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku).\" (al-A'raf/7: 113 dan 114)" } } }, { "number": { "inQuran": 2409, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0633\u0652\u062d\u0650\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala lahum Moosaa wailakum laa taftaroo 'alal laahi kaziban fa yus hitakum bi 'azaab, wa qad khaaba manif taraa" } }, "translation": { "en": "Moses said to the magicians summoned by Pharaoh, \"Woe to you! Do not invent a lie against Allah or He will exterminate you with a punishment; and he has failed who invents [such falsehood].\"", "id": "Musa berkata kepada mereka (para pesihir), “Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab.” Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kedustaan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2409", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2409.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2409.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah berhadapan dengan para penyihir itu, Nabi Musa berkata kepada mereka, “Wahai para penyihir, celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, seperti menuhankan Fir‘aun, meremehkan rasul Allah, dan menganggap mukjizatku sebagai sihir. Ingatlah, nanti Dia akan membinasakan kamu dengan azab yang sangat pedih.” Dan sungguh, akan rugi orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah.", "long": "Ketika Musa berhadap-hadapan dengan ahli-ahli sihir Firaun, Musa memperingatkan kepada mereka, supaya jangan mengikuti ajakan Firaun, mengada-adakan dusta kepada Allah, mengatakan yang bukan-bukan kepada-Nya seperti menganggap mukjizat yang dibawanya itu adalah sihir, padahal merupakan salah satu kebesaran dan kekuasaan-Nya. Kalau kamu berpendirian demikian seperti halnya Firaun Allah akan menyiksa kamu, menghabiskan keturunan kamu sehingga tidak ada yang tinggal, sebagai balasan atas perbuatan kalian yang sesat itu. Firman Allah:\n\nKelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan. (al-An'am/6: 138)\n\nOrang-orang yang mengada-adakan dusta kepada Allah adalah orang yang merugi. Ia tidak akan beruntung dalam usahanya, tidak akan mencapai cita-citanya, karena ia adalah yang paling aniaya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung. (al-An'am/6: 21)\n\nOleh karena itu, sadarlah kamu dan insaflah. Tinggalkan perbuatan mengada-adakan dusta kepada Allah. Jalan yang sesat yang kalian tempuh itu, supaya kamu selamat dari azab yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang mengada-adakan dusta kepada Allah. orang-orang yang telah sesat jalannya di dunia ini, tetapi ia tetap menyangka bahwa perbuatannya itulah yang baik dan benar." } } }, { "number": { "inQuran": 2410, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fatanaaza'ooo amrahum bainahum wa asarrun najwaa" } }, "translation": { "en": "So they disputed over their affair among themselves and concealed their private conversation.", "id": "Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2410", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2410.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2410.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peringatan Nabi Musa membuat sebagian penyihir ketakutan, sementara sebagian yang lain tetap tidak acuh. Maka mereka pun berbantah- bantahan tentang urusan mereka. Masing-masing mengemukakan pendapatnya terkait peringatan Nabi Musa dan cara menghadapinya, dan mereka merahasiakan percakapan mereka agar Fir‘aun dan para pembesarnya tidak mendengarnya.", "long": "Setelah ahli-ahli sihir Firaun itu mendengar peringatan dan ancaman Musa, mereka menjadi bingung, masing-masing mempunyai tanggapan sendiri-sendiri yang berbeda-beda. Lalu mereka mengadakan rapat khusus, bertukar pikiran, apa yang kira-kira seharusnya mereka perbuat. Percakapan mereka sangat dirahasiakan supaya jangan bocor. Memang begitulah pada galibnya, sesuatu rapat diadakan untuk mencari taktik mengalahkan lawan, percakapan dan keputusan rapat itu, harus dirahasiakan, jangan sampai lawan mengetahuinya. Demikian pula halnya ahli-ahli sihir Firaun, karena khawatir kalau-kalau percakapan mereka didengar dan diketahui oleh Musa dan Harun, lalu keduanya mengadakan persiapan, dan perlengkapan yang cukup tangguh untuk menghadapi sihirnya yang sukar untuk dikalahkan." } } }, { "number": { "inQuran": 2411, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0644\u064e\u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062b\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaalooo in haaazaani lasaahiraani yureedaani ai yukhrijaakum min ardikum bisihrihimaa wa yazhabaa bitareeqatikumul muslaa" } }, "translation": { "en": "They said, \"Indeed, these are two magicians who want to drive you out of your land with their magic and do away with your most exemplary way.", "id": "Mereka (para pesihir) berkata, “Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir‘aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua, dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2411", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2411.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2411.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagian dari mereka berkata, “Wahai penduduk Mesir, sesungguhnya dua orang ini, yaitu Nabi Musa dan Harun, adalah penyihir yang hendak mengusirmu dari Mesir, dari negerimu dan tanah kelahiranmu, dengan menampilkan sihir mereka berdua, dan mereka juga hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama dan kamu yakini, yaitu kepercayaan yang kamu anut dan kedudukan yang kamu nikmati.", "long": "Di antara percakapan mereka yang dirahasiakan yang dapat dicatat ialah kalau yang ditampilkan Musa nanti betul-betul sihir, jelas mereka akan mengalahkannya. Tetapi kalau yang ditampilkannya itu mukjizat dari Allah belum tentu mereka dapat mengalahkannya. Kalau dia mengalahkan kita di dalam pertandingan nanti itu, apa boleh buat, kita menyerah saja, dan mengikuti dia.\" Akhirnya mereka sepakat mengatakan bahwa Musa dan Harun itu adalah ahli sihir yang sangat pandai, akan mengusir kita dari negeri kita dengan sihirnya itu, dan akan mencopot kedudukan kita yang mulia itu.\n\nSengaja mereka menyusun satu rumusan begitu rupa yang mengandung tiga faktor tersebut yang dapat mengakibatkan dibencinya Musa dan Harun dan hilanglah pengaruh keduanya, namun akal sehat dan pikiran waras, tidak akan menerima alasan-alasan ahli-ahli sihir, orang-orang yang mau memperkosa hak asasi seseorang dengan mengusirnya dari tempat tinggalnya, begitu juga orang-orang yang akan menghilangkan kedudukannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2412, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 16, "page": 315, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0626\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0641\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa ajmi'oo kaidakum summma'too saffaa; wa qad aflahal yawma manis ta'laa" } }, "translation": { "en": "So resolve upon your plan and then come [forward] in line. And he has succeeded today who overcomes.\"", "id": "Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh, beruntung orang yang menang pada hari ini.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2412", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2412.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2412.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, maka bersatulah menghadapi kedua orang itu. Kumpulkanlah segala tipu daya kamu, baik berupa sihir maupun yang lain, kemudian datanglah kamu semua dengan berbaris rapi dan kompak agar kita dapat mengalahkan mereka berdua, dan sesungguhnya beruntung orang yang menang pada hari ini, yaitu hari ketika kita dan mereka berdua unjuk keahlian masing-masing.”", "long": "Menurut para ahli sihir Firaun, Musa dan Harun adalah ahli sihir yang ingin mengusir mereka dari tanah tumpah darah mereka serta mau merebut kekuasaan, maka untuk menghadapi bahaya yang mengancam itu, mereka bersama-sama, bahu-membahu mengumpulkan segala tenaga yang ada, mengeluarkan segala siasat dan tipu daya serta menunjukkan segala kepintaran yang dimiliki pada hari berlangsungnya pertandingan nanti. Dengan demikian, mudahlah bagi mereka untuk mengalahkan sihir Musa dan Harun saudaranya. Alangkah berbahagianya mereka pada hari itu seandainya kemenangan nanti itu berada di pihak kita. Firman Allah:\n\nMaka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Firaun, \"Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?\" Dia (Firaun) menjawab, \"Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (kepadaku).\" (asy-Syu'ara/26: 41 dan 42)" } } }, { "number": { "inQuran": 2413, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa Moosaaa immaaa an tulqiya wa immaaa an nakoona awala man alqaa" } }, "translation": { "en": "They said, \"O Moses, either you throw or we will be the first to throw.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2413", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2413.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2413.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu para penyihir berhadapan dengan Nabi Musa, mereka berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan lebih dulu untuk menun-jukkan kemampuanmu, atau kami yang lebih dahulu melemparkan?”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah ahli-ahli sihir Firaun merasa telah cukup persiapannya, telah lengkap segala persediaannya, datanglah mereka ke tempat pertandingan yang telah ditentukan dengan berbaris rapi. Setelah mereka berhadapan dengan Musa, mereka memberikan pilihan agar Musa memilih, apakah Musa lebih dahulu melemparkan tongkat? Ataukah para ahli sihir yang lebih dahulu melemparkannya? Tindakan ahli-ahli sihir ini adalah satu kebijaksanaan yang mewujudkan adab yang baik dan tawadu mereka kepada Musa, seakan-akan mereka mendapat ilham dari Allah. Musa setelah berpikir sejenak lalu memilih supaya merekalah yang lebih dahulu melemparkan tongkat mereka, dengan pertimbangan bahwa kalau-kalau ahli-ahli sihir telah mendemonstrasikan sihirnya dengan kesungguhan dan kesanggupannya, pada waktu itulah nanti Allah akan memperlihatkan kekuasaan-Nya, dengan memenangkan yang hak atas yang batil, memenangkan mukjizat atas ilmu sihir dan lenyaplah sihir yang batil itu. Sesuai dengan firman Allah:\n\nSebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. (al-Anbiya'/21: 18)" } } }, { "number": { "inQuran": 2414, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0635\u0650\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u064e\u064a\u0651\u064e\u0644\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala bal alqoo fa izaa hibaaluhum wa 'isiyyuhum yuhaiyalu ilaihi min sihrihim annahaa tas'aa" } }, "translation": { "en": "He said, \"Rather, you throw.\" And suddenly their ropes and staffs seemed to him from their magic that they were moving [like snakes].", "id": "Dia (Musa) berkata, “Silakan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2414", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2414.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2414.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia berkata, “Silakan kamu melemparkan lebih dulu!” Para penyihir itu lantas melemparkan alat sihir mereka ke tengah arena, maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya seakan-akan menjadi ular yang merayap dengan cepat, karena sihir mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah Musa menetapkan pilihannya, berkatalah ia kepada ahli-ahli sihir Firaun, \"Engkaulah yang lebih dahulu memulai, supaya kami dapat melihat sihirmu, dan mengetahui apa yang sebenarnya kamu perbuat. Setelah itu mereka melemparkan tali dan tongkatnya seraya berkata, \"Demi kemuliaan Firaun, sesungguhnya kamilah yang akan menang.\"\n\nDengan tidak disangka-sangka, tiba-tiba tali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan mereka itu, terlihat oleh Musa, seakan-akan ia merayap cepat, kelihatannya seakan-akan ular yang bergerak gesit ke sana ke mari" } } }, { "number": { "inQuran": 2415, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0633\u064e \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u062e\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa awjasa fee nafsihee kheefatam Moosa" } }, "translation": { "en": "And he sensed within himself apprehension, did Moses.", "id": "Maka Musa merasa takut dalam hatinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2415", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2415.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2415.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat peristiwa mengagetkan itu, maka Nabi Musa merasa takut.", "long": "Kali ini, ahli-ahli sihir Firaun mendemonstrasikan ilmu sihirnya yang istimewa, sehingga Musa merasa takut di dalam hatinya melihat kejadian itu. Bukan saja Musa yang merasa takut, tetapi penonton merasa takut, karena mata mereka telah tersulap, dengan sihir yang istimewa itu, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan). (al-A'raf/7: 116)" } } }, { "number": { "inQuran": 2416, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qulnaa laa takhaf innaka antal a'laa" } }, "translation": { "en": "Allah said, \"Fear not. Indeed, it is you who are superior.", "id": "Kami berfirman, “Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2416", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2416.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2416.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menenangkan hati Nabi Musa, Kami berfirman, “Wahai Nabi Musa, jangan takut pada ular-ular itu! Sungguh, engkaulah yang unggul dan akan menang dalam pertandingan ini.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah menghibur Musa. Dia berkata kepada Musa, \"Wahai Musa! Janganlah engkau takut dan cemas, tenangkanlah hatimu dan tenteramkanlah pikiranmu, jangan terpengaruh dengan sihir mereka. Itu bukan hal yang sebenarnya, tetapi hanyalah khayalan belaka. Engkaulah yang akan unggul dan menang nanti dalam pertandingan ini. Mereka akan kalah dan tak berkutik.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2417, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0641\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f \u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064f \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0623\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa alqi maa fee yamee nika talqaf maa sana'oo; innamaa sana'oo kaidu saahir; wa laa yuflihus saahiru haisu ataa" } }, "translation": { "en": "And throw what is in your right hand; it will swallow up what they have crafted. What they have crafted is but the trick of a magician, and the magician will not succeed wherever he is.\"", "id": "Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2417", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2417.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2417.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, yaitu tongkat yang biasa engkau pakai untuk menggembala kambing, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat, yakni ular-ular yang berasal dari sihir mereka. Ketahuilah, apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya penyihir belaka, dan tidak akan menang penyihir itu, dari mana pun ia datang.”", "long": "Setelah itu Allah memerintahkan Musa supaya melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya. Musa dengan segera melaksanakan perintah itu. Dengan kodrat dan iradat Allah, tongkat Musa itu menjadi ular besar dan menelan semua yang dibuat oleh ahli-ahli sihir Firaun itu, yaitu tali dan tongkatnya kelihatan seperti ular yang bergerak. Sebenarnya apa yang diperbuat mereka itu adalah khayalan belaka dan hanyalah tipu daya tukang-tukang sihir itu, sebagai hasil dari latihan yang tertib dan cukup lama, sama sekali tidak mempunyai hakekat dan tidak akan bertahan lama. Bagaimanapun juga tukang sihir itu tidak akan menang dengan sihirnya yang mengelabui itu. Yang demikian itu adalah perbuatan dosa, dan tidak akan beruntung orang-orang yang berbuat dosa. Sebagaimana firman Allah:\n\nSesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung. (Yunus/10: 17)" } } }, { "number": { "inQuran": 2418, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa ulqiyas saharatu sujjadan qaalooo aamannaa bi Rabbi Haaroona wa Moosa" } }, "translation": { "en": "So the magicians fell down in prostration. They said, \"We have believed in the Lord of Aaron and Moses.\"", "id": "Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, “Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2418", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2418.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2418.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah melihat ular-ular hasil sihir mereka ditelan oleh ular yang berasal dari tongkat Nabi Musa, lalu para penyihir itu ditiarapkan oleh rasa takut pada Allah dan kagum pada kehebatan mukjizat Nabi Musa. Mereka segera merunduk bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa seraya berkata, “Kami telah percaya dan beriman kepada Tuhan Harun dan Musa.”", "long": "Di dalam ayat ini dikisahkan bahwa setelah Musa melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya, tongkat itu menjadi ular besar dan menelan semua apa yang diperbuat ahli-ahli sihir Firaun. Ahli-ahli sihir Firaun setelah melihat keagungan kejadian itu, dan mengetahui bahwa apa yang diperbuat Musa itu, bukanlah sihir, melainkan mukjizat, bukan berasal dari ilmu-ilmu sihir yang mereka ketahui, dan bukan pula tipu daya yang mereka kenal, dan itu adalah kebenaran yang tidak dapat diragukan, serta tidak ada yang dapat melakukan seperti itu, kecuali yang mempunyai kekuasaan yang apabila Dia menghendaki sesuatu, cukup mengatakan, \"jadilah,\" maka jadilah sesuatu itu; mereka segera menyungkurkan diri, bersujud disertai ikrar bahwa mereka telah beriman kepada Tuhan seluruh alam. Tuhan Musa dan Harun." } } }, { "number": { "inQuran": 2419, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u0642\u064e\u0637\u0651\u0650\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u062c\u064f\u0630\u064f\u0648\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala aamantum lahoo qabla an aazana lakum; innahoo lakabeerukumul lazee 'allama kumus sihra fala uqatti'anna aidiyakum wa arjulakum min khilaafinw wa la usallibannakum fee juzoo'in nakhli wa lata'lamunna aiyunaaa ashaddu 'azaabanw wa abqaa" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"You believed him before I gave you permission. Indeed, he is your leader who has taught you magic. So I will surely cut off your hands and your feet on opposite sides, and I will crucify you on the trunks of palm trees, and you will surely know which of us is more severe in [giving] punishment and more enduring.\"", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata, “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2419", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2419.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2419.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir‘aun murka melihat kekalahan dan keimanan para penyihirnya. Dia berkata, “Wahai para penyihir, apakah kamu telah beriman kepadanya, yaitu kepada Nabi Musa, sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu. Dia tidak lebih dari sekadar penyihir pandai yang mengajarkan sihir kepadamu. Dengan beriman, kamu telah melakukan makar dan melanggar janji setiamu kepadaku, maka sungguh, aku akan memotong tangan kanan dan kaki kiri kamu secara bersilang, dan sungguh akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma. Akan aku gantung tubuh-tubuhmu dan aku ikat kaki dan tanganmu di sana agar orang-orang tahu hukuman bagi orang yang melanggar perintahku. Dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita, di antara aku dan Tuhan Nabi Musa, yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Firaun, setelah mengetahui bahwa ahli-ahli sihirnya telah menyerah kalah dan beriman kepada Tuhan Musa dan Harun, sangat marah kepada mereka, karena mereka telah berbuat dua kesalahan yang besar. Pertama, mereka dengan gegabah beriman kepada Musa, sebelum mereka memikirkan secara mendalam dan sebelum ada izin daripadanya. Kedua, karena dia menyangka bahwa mereka adalah murid Musa dalam ilmu sihir, maka sepakatlah mereka menunjukkan kelemahannya, demi untuk menjadikan dakwah Musa semakin kuat dan dapat diterima orang banyak sehingga Firaun merasa urusannya dipandang makin besar dan hebat. \n\nUntuk membendung jangan sampai kelak ahli-ahli sihir itu diikuti orang banyak, Firaun mengancam akan memotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang secara timbal balik, dengan demikian mereka tidak dapat lagi berbuat apa-apa. Juga Firaun mengancam akan menyalib mereka pada pangkal pohon kurma. Firaun mengancam siksaan yang berat kepada ahli-ahli sihirnya yang telah beriman kepada Musa, supaya ahli-ahli sihir itu membandingkan antara siksaanya dan siksaan Tuhan Musa yang tidak memotong tangan dan kaki dengan bersilang secara timbal balik, supaya mereka itu kembali lagi kepada kepercayaannya yang semula dan meninggalkan kepercayaannya kepada Musa, karena Firaun menyangka bahwa ahli-ahli sihirnya beriman kepada Musa, hanya karena takut kepada siksaan dan azab Tuhan Musa yang pedih dan berkepanjangan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2420, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0624\u0652\u062b\u0650\u0631\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0642\u064e\u0627\u0636\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Qaaloo lan nu'siraka 'alaa maa jaaa'anaa minal baiyinaati wallazee fataranaa faqdi maaa anta qaad; innamaa taqdee haazihil hayaatad dunyaa" } }, "translation": { "en": "They said, \"Never will we prefer you over what has come to us of clear proofs and [over] He who created us. So decree whatever you are to decree. You can only decree for this worldly life.", "id": "Mereka (para pesihir) berkata, “Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2420", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2420.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2420.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para penyihir tidak takut pada ancaman Fir‘aun. Mereka berkata, “Wahai Fir‘aun, kami tidak akan memilih untuk lebih tunduk kepadamu daripada sebagian bukti-bukti nyata atau mukjizat yang telah datang kepada kami melalui Nabi Musa. Dan kami juga tidak akan mengutamakanmu sebagai sesembahan atas Allah yang telah menciptakan kami. Maka, putuskanlah yang hendak engkau putuskan dan lakukanlah apa saja yang ingin kaulakukan terhadap kami. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini. Kekuasaanmu tidak akan berlanjut hingga akhirat nanti.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ancaman Firaun itu tidak digubris oleh ahli-ahli sihir yang telah beriman kepada Musa, dan tidak ada pengaruhnya sedikit pun kepada mereka. Mereka tidak akan kembali menganut kepercayaan yang sesat, tetapi mereka akan tetap beriman kepada Musa berdasarkan bukti-bukti yang nyata yaitu mukjizat yang disaksikannya pada tongkat Musa yang datangnya dari Allah, Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka tidak akan goyah dan bergeser dari kepercayaan yang dianutnya sekarang ini apapun yang akan diperbuat Firaun terhadap mereka. Mereka berpendirian bahwa kalaupun Firaun dapat melaksanakan ancamannya itu hanya di dunia ini, karena Firaun hanya dapat melakukan kekejaman dan kezalimannya di dunia yang fana ini, tetapi mereka lebih mengutamakan dan mengharapkan balasan yang menyenangkan di akhirat nanti, tempat yang kekal dan abadi." } } }, { "number": { "inQuran": 2421, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062d\u0652\u0631\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Innaaa aamannaa bi Rabbinaa liyaghfira lanaa khataayaanaa wa maaa akrahtanaa 'alaihi minas sihr; wallaahu khairunw waabqaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, we have believed in our Lord that He may forgive us our sins and what you compelled us [to do] of magic. And Allah is better and more enduring.\"", "id": "Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2421", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2421.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2421.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Fir‘aun, kami benar-benar telah beriman dan akan memegang teguh kepercayaan kami kepada Tuhan Pencipta kami yang selama ini kami durhakai dan ingkari. Kami beriman dengan harapan agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami yang telah mempersekutukan-Nya dan mengampuni dosa kami karena telah mempelajari dan mempraktikkan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik pahala-Nya kepada orang yang taat daripada balasanmu kepada kami, dan Dia lebih kekal kekuasaan serta azab-Nya bagi pendurhaka dibanding siksamu.", "long": "Ahli-ahli sihir Firaun telah bertekad bulat untuk beriman kepada Allah. Tuhan seru sekalian alam, Tuhan yang telah banyak berbuat baik kepada mereka selama hidupnya. Apapun yang akan terjadi, apapun yang akan menimpa diri mereka, mereka berharap mudah-mudahan Allah mengampuni segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya, terutama dosa sihir yang telah diperintahkan oleh Firaun melakukannya. Ayat ini ditutup dengan satu penegasan bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi pahala kepada orang-orang yang taat kepada perintah-Nya, dan lebih pedih serta kekal azab-Nya kepada orang yang berbuat maksiat, melanggar perintah-Nya, dan sekaligus sebagai jawaban dari ucapan Firaun yaitu, \"Sesungguhnya akan kamu ketahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2422, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Innahoo mai yaati Rabbahoo mujriman fa inna lahoo Jahannama laa yamotu feehaa wa laa yahyaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, whoever comes to his Lord as a criminal - indeed, for him is Hell; he will neither die therein nor live.", "id": "Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (tidak dapat bertobat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2422", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2422.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2422.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya barang siapa meninggal dunia dan datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa dan tidak bertobat, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati di dalamnya sehingga akan terus merasakan azab, dan tidak pula hidup dengan nyaman.” Demikianlah kondisi orang yang durhaka dan kafir.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa siapa yang datang kepada Tuhannya di akhirat kelak dalam keadaan berdosa, karena pada waktu di dunia ia ingkar, tidak mau percaya kepada ayat-ayat Allah, dan banyak berbuat maksiat meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya, ia akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam. Ia tidak akan mati di dalamnya dan terus menerus disiksa tiada berkesudahan. Sejalan dengan ayat ini, firman Allah:\n\nDan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. (Fathir/35: 36)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka), selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup. (al-A'la/87: 11-12 dan 13)" } } }, { "number": { "inQuran": 2423, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa mai yaatihee mu'minan qad 'amilas saalihaati fa ulaaa'ika lahumud dara jaatul 'ulaa" } }, "translation": { "en": "But whoever comes to Him as a believer having done righteous deeds - for those will be the highest degrees [in position]:", "id": "Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2423", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2423.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2423.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi, sebaliknya, barang siapa meninggal dunia dan datang kepada-Nya dalam keadaan beriman dan telah mengerjakan kebajikan sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi dan mulia. Mereka akan mendapatkan surga-surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya, yaitu di antara pepohonannya, sungai-sungai. Mereka kekal selama-lamanya di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan dan menjauhkan diri dari kekafiran dan kemungkaran.", "long": "Sebaliknya, pada ayat ini Allah menerangkan bahwa siapa yang datang kepada Tuhannya di hari kemudian nanti dalam keadaan beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa oleh utusan-Nya seperti mukjizat dan lainnya, serta telah berbuat amal saleh dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, ia akan memperoleh tempat yang tinggi lagi mulia, disebabkan iman dan amal salehnya. Tiap-tiap orang di akhirat nanti akan memperoleh derajat sesuai dengan amalnya, sebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah:\n\nDan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (al-An'am/6: 132)" } } }, { "number": { "inQuran": 2424, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 16, "page": 316, "manzil": 4, "ruku": 272, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0632\u064e\u0643\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Jannaatu 'Adnin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa; wa zaalika jazaaa'ua man tazakka" } }, "translation": { "en": "Gardens of perpetual residence beneath which rivers flow, wherein they abide eternally. And that is the reward of one who purifies himself.", "id": "(yaitu) surga-surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2424", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2424.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2424.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi, sebaliknya, barang siapa meninggal dunia dan datang kepada-Nya dalam keadaan beriman dan telah mengerjakan kebajikan sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi dan mulia. Mereka akan mendapatkan surga-surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya, yaitu di antara pepohonannya, sungai-sungai. Mereka kekal selama-lamanya di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan dan menjauhkan diri dari kekafiran dan kemungkaran.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tempat yang tinggi dan mulia ialah Jannatu 'Adn yaitu surga tempat menetap. Di surga mengalir sungai-sungai, isinya antara lain khamar, madu, susu dan air, penghuninya kekal di dalamnya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang-orang yang bersih dari kekafiran dan kemaksiatan. Alangkah beruntungnya mereka sebagaimana firman Allah:\n\nSungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman). (al-A'la/87: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 2425, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0641\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u064a\u064e\u0628\u064e\u0633\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u062f\u064e\u0631\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa laqad awhainaaa ilaa Moosaaa an asri bi'ibaadee fadrib lahum tareeqan fil bahri yabasal laa takhaafu darakanw wa laa takhshaa" } }, "translation": { "en": "And We had inspired to Moses, \"Travel by night with My servants and strike for them a dry path through the sea; you will not fear being overtaken [by Pharaoh] nor be afraid [of drowning].\"", "id": "Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2425", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2425.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2425.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa berhasil mengalahkan para penyihir itu dan mengajak mereka beriman. Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa suatu pesan berisi, “Tinggalkanlah Mesir. Pergilah bersama hamba-hamba-Ku, yaitu Bani Israil, pada malam hari, dan pukullah tongkatmu untuk menyediakan bagi mereka jalan yang kering di laut. Dengan kuasa Allah, terbentanglah jalan yang kering di laut sehingga engkau tidak perlu takut akan tersusul oleh Fir‘aun dan tentaranya, dan juga tidak perlu khawatir akan tenggelam di laut itu.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa tidak ada tanda-tanda Firaun akan menerima alasan dan bukti yang dikemukakan kepadanya, ia tetap saja di dalam keangkuhan dan kesombongannya, Allah mewahyukan kepada Nabi Musa supaya dia pergi meninggalkan Mesir negeri Firaun di malam hari supaya tidak dilihat oleh Firaun dan tentaranya, bersama hamba-hamba Allah yaitu yang ia diutus untuk menyelamatkan mereka dari kezaliman Firaun. Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir, ketika sampai di tepi laut Merah, Bani Israil berkata kepada Musa, \"Wahai Musa, Firaun dan tentaranya menyusul kita dari belakang, di depan kita lautan yang membentang luas, apa yang harus kita perbuat, untuk melintasi lautan itu.\" \n\nAllah memerintahkan Musa supaya ia memukul laut dengan tongkatnya. Setelah Musa melaksanakan perintah ini, lautan terbelah sampai ke tepi seberang. Belahan lautan itu sebanyak jumlah kabilah pada Bani Israil yakni dua belas dan merupakan jalan kering di tengah-tengah laut tidak berlumpur dan tidak berair. Di antara belahan itu, air tegak seperti gunung yang besar. Tiap kabilah melalui hanya satu jalan. Mereka dapat pandang memandang, dapat melihat satu kabilah kepada kabilah yang lain. Musa bersama Bani Israil berjalan melalui jalannya masing-masing dengan perasaan aman, tidak merasa cemas akan tersusul oleh Firaun dan tentaranya, dan tidak merasa takut akan tenggelam hingga sampailah ke tepi seberang lautan dengan selamat sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nLalu Kami wahyukan kepada Musa, \"Pukullah laut itu dengan tongkatmu.\" Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar. (asy-Syu'ara/26: 63)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya. (asy-Syu'ara/26: 65)" } } }, { "number": { "inQuran": 2426, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u063a\u064e\u0634\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0634\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Fa atba'ahum Fir'awnu bijunoodihee faghashiyahum minal yammmi maa ghashi yahum" } }, "translation": { "en": "So Pharaoh pursued them with his soldiers, and there covered them from the sea that which covered them,", "id": "Kemudian Fir‘aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2426", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2426.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2426.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengetahui Nabi Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir, kemudian Fir‘aun dengan bala tentaranya mengejar mereka melalui jalan kering di laut itu, tetapi sebelum berhasil menyusul Nabi Musa dan Bani Israil, mereka digulung ombak laut yang datang tiba-tiba dan kemudian menenggelamkan mereka. Itulah balasan bagi orang yang sesat dan durhaka kepada Tuhan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah Firaun mengetahui kepergian Musa bersama Bani Israil meninggalkan Mesir ia mengirimkan orang-orang ke kota-kota untuk mengumpulkan tentaranya dengan maksud untuk menyusul Musa dan rombongannya. Firaun sangat marah sehingga ia memerintahkan tentaranya mengejar Musa dan kaumnya, karena mereka dianggap selalu berbuat hal-hal yang menyebabkannya murka. Sebagaimana firman Allah:\n\nKemudian Firaun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya). (Firaun berkata), \"Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil, dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita. (asy-Syu'ara/26: 53-54 dan 55)\n\nSetelah itu Firaun dan bala tentaranya segera mengejar Musa dan rombongannya. Setelah sampai di pinggir laut dan melihat banyak jalan terbentang di hadapan mereka, dengan tidak ada kecurigaan sedikit pun mereka melalui jalan-jalan yang telah dilalui Musa dan rombongannya, karena disangkanya jalan biasa. Setelah Firaun dengan bala tentaranya berada di tengah-tengah lautan, sedang Musa bersama rombongannya telah sampai ke seberang dan telah mendarat dengan selamat, tiba-tiba air laut bersatu kembali menutup Firaun dan bala tentaranya, maka mereka tenggelam semuanya. Firaun sebelum tenggelam dan ketika melihat keadaan yang berbahaya serta tidak mungkin menyelamatkan diri dari bahaya tenggelam, baru ia sadar dan mengucapkan kata-kata yang menunjukkan bahwa ia mengakui dan percaya bahwa tiada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan ia adalah orang yang berserah diri kepada Allah. Pengakuan Firaun itu tidak berguna lagi, karena ia telah berbuat dosa besar dan melakukan kerusakan di bumi. Firaun mati tenggelam namun demikian tubuhnya diselamatkan untuk menjadi bukti atas kekuasaan Allah bagi generasi yang akan datang, sebagaimana firman Allah:\n\nSehingga ketika Firaun hampir tenggelam dia berkata, \"Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri).\" Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami. (Yunus/10: 90-91 dan 92)" } } }, { "number": { "inQuran": 2427, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "wa adalla fir'awnu qawmahoo wa maa hadaa" } }, "translation": { "en": "And Pharaoh led his people astray and did not guide [them].", "id": "Dan Fir‘aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2427", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2427.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2427.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sejak dulu sampai meninggalnya Fir‘aun memang telah menyesatkan kaumnya dan tidak pernah memberi petunjuk ke jalan yang benar.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Firaun telah menyesatkan kaumnya. Ia menyangka bahwa Musa dan Bani Israil tidak akan bisa luput dari kejarannya karena lautan membentang luas di depannya. Setelah mereka sampai ke tepi pantai, ia berlagak seakan-akan karena kehebatannya laut itu terbelah membentuk jalan-jalan, maka diajaknya tentaranya memasuki jalan-jalan itu hingga akhirnya mereka tenggelam semua. Firaun tidak dapat petunjuk sama sekali untuk menghindarkan diri dari bahaya tenggelam, maka binasalah ia dan bala tentaranya." } } }, { "number": { "inQuran": 2428, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Yaa Baneee Israaa'eela qad anjainaakum min 'aduw wikum wa wa'adnaakum jaanibat Tooril aimana wa nazzalnaa 'alaikumul Manna was Salwaa" } }, "translation": { "en": "O Children of Israel, We delivered you from your enemy, and We made an appointment with you at the right side of the mount, and We sent down to you manna and quails,", "id": "Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu mann dan salwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2428", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2428.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2428.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengingatkan betapa besar nikmat-Nya kepada Bani Israil, Allah berfirman, “Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, yaitu Fir‘aun dan tentaranya, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu melalui Nabi Musa untuk bermunajat dan berada di tempat yang telah ditetapkan, yaitu di sebelah kanan gunung Sinai, dan Kami telah menurunkan kepada kamu mann dan salwa sebagai bahan akanan untuk kelangsungan hidupmu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengaruniakan kepada Bani Israil tiga macam nikmat.\n\n1. Mereka diselamatkan-Nya dari kekejaman musuhnya yaitu Firaun dan kaumnya. Ketika Firaun menimpakan kepada Bani Israil siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan, dan ketika Allah menenggelamkan Firaun dan tentaranya sedang Musa melihatnya. Sebagaimana firman Allah:\n\nDan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Firaun dan) pengikut-pengikut Firaun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Firaun dan) pengikut-pengikut Firaun, sedang kamu menyaksikan. (al-Baqarah/2: 49 dan 50)\n\n2. Musa berbicara langsung dengan Tuhannya di sebelah kanan gunung Sinai dan Allah menurunkan Taurat kepadanya yang merinci dengan jelas syariat-Nya.\n\n3. Mereka dianugerahi Mann yaitu makanan seperti madu, rasanya manis sekali, warnanya putih seperti es, dan Salwa yaitu burung sebangsa puyuh yang enak dagingnya, ketika mereka tersesat di padang luas. Makanan ini tersedia dari fajar sampai matahari terbit." } } }, { "number": { "inQuran": 2429, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0637\u0652\u063a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u0650\u064a \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Kuloo min taiyibaati maa razaqnaakum wa laa tatghaw feehi fa yahilla 'alaikum ghadabee wa mai yahlil 'alaihi ghadabee faqad hawaa" } }, "translation": { "en": "[Saying], \"Eat from the good things with which We have provided you and do not transgress [or oppress others] therein, lest My anger should descend upon you. And he upon whom My anger descends has certainly fallen.\"", "id": "Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2429", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2429.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2429.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan semua anugerah itu, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, yaitu mann dan salwa, dan janganlah melampaui batas. Jangan langgar tuntunan-Ku yang pada akhirnya menyebabkan kemurkaan-Ku akan menimpamu. Ketahuilah, barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh binasalah dia akibat siksa itu.", "long": "Pada ayat ini Allah menyuruh supaya mereka memakan di antara rezeki yang baik, yang lezat cita rasanya dan yang telah Allah karuniakan kepada mereka, jangan sekali-kali mereka menyalahgunakannya, seperti menafkahkannya dengan boros, tidak mensyukurinya, mendermakan kepada kemaksiatan, dan lain-lain sebagainya, karena kalau demikian berarti mereka telah mengundang kemurkaan Allah yang akan menimpakan siksa-Nya. Celaka dan binasalah orang-orang yang telah ditimpa kemurkaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2430, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 126, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa innee la Ghaffaarul liman taaba wa aamana wa 'amila saalihan summah tadaa" } }, "translation": { "en": "But indeed, I am the Perpetual Forgiver of whoever repents and believes and does righteousness and then continues in guidance.", "id": "Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2430", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2430.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2430.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi siapa saja yang bertobat dari kekafiran yang dilakukannya, dan beriman kepada-Ku serta selalu berbuat kebajikan sesuai tuntunan-Ku dan rasul-Ku, kemudian tetap konsisten dalam petunjuk dan teguh melaksanakannya.”", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia Maha Pengampun bagi orang yang bertobat dari perbuatan syirik, membersihkan dirinya dari dosa, ikhlas dan amalnya dikerjakan semata-mata karena Allah, menunaikan kewajiban-Nya, mejauhi kemaksiatan, istiqamah ibadahnya sampai ia meninggal, dan memenuhi perintah Allah, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nDan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu. (al- hijr/15: 99)" } } }, { "number": { "inQuran": 2431, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa maaa a'jalaka 'an qawmika yaa Moosa" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"And what made you hasten from your people, O Moses?\"", "id": "“Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2431", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2431.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2431.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegur Nabi Musa karena tergesa-gesa meninggalkan kaumnya. Mendapat janji Allah yang sangat menggembirakan itu, Nabi Musa bergegas menuju tempat yang ditetapkan sehingga Allah menegurnya, “Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa? Bukanlah akan lebih baik bila engkau datang bersama mereka?”", "long": "Allah memberi teguran kepada Musa, karena ia cepat-cepat mendaki gunung itu dan meninggalkan kaumnya di bawah, padahal Allah telah memerintahkan supaya dia naik ke bukit itu bersama-sama dengan kaumnya untuk menerima sebagian dari kitab Taurat yang berupa kepingan dan lembaran-lembaran. Sebenarnya dia sudah ingin sekali bermunajat dengan Tuhannya untuk menerima kepingan-kepingan Taurat. Karena keinginan yang amat sangat itulah dia berangkat tanpa mengajak kaumnya hingga dia naik seorang diri ke bukit itu. Ia tinggalkan kaumnya di bawah dan dia berpesan kepada Harun supaya menjaga dan mengawasi mereka selama dia tidak berada di antara mereka. Sesampainya di atas bukit itu dia mengonsentrasikan jiwa dan pikiran menunggu-nunggu apa yang akan diwahyukan Tuhan kepadanya sebagaimana telah dijanjikan-Nya. Tiba-tiba Allah berfirman menanyakan dengan nada teguran atau celaan. Mengapa dia bergegas-gegas naik ke bukit seorang diri tanpa membawa kaumnya bersama dengan dia, padahal dia telah diperintahkan supaya datang bersama mereka. \n\nMemang tepat teguran Allah atas kekhilafannya itu, karena selain tidak melaksanakan perintah Allah secara keseluruhan, Musa telah meninggalkan kaumnya tanpa pimpinan meskipun ada saudaranya Harun yang akan mengawasi mereka. Seakan-akan Musa karena didorong oleh keinginan yang kuat untuk bermunajat dengan Tuhannya telah melepaskan tanggung jawabnya terhadap kaumnya dan tidak memperdulikan lagi apa yang akan terjadi dengan mereka selama ditinggalkannya. Hal ini bagi seorang Nabi yang diserahi Allah memimpin dan mengawasi kaumnya adalah suatu kelalaian atau pengabaian terhadap tugasnya yang utama yang patut disesalkan dan pantaslah dia menerima teguran atau celaan dari Tuhannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2432, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062b\u064e\u0631\u0650\u064a \u0648\u064e\u0639\u064e\u062c\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala hum ulaaa'i 'alaaa asaree wa 'ajiltu ilaika Rabbi litardaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"They are close upon my tracks, and I hastened to You, my Lord, that You be pleased.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2432", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2432.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2432.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa menduga Bani Israil mengikutinya di belakang. Dia berkata, “Itu mereka sedang menyusul aku. Tidak lama lagi mereka akan tiba. Dan aku bersegera datang kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida dan memberiku restu-Mu.”", "long": "Musa menjawab teguran Tuhannya dengan mengatakan bahwa kaumnya itu ada di belakangnya dan jarak antara dia dan kaumnya tidak begitu jauh. Jika ia mendahului naik ke atas gunung ini beberapa langkah bukanlah dengan maksud meninggalkan mereka dan kalau mereka dipanggil pasti dalam waktu yang singkat akan dapat berkumpul bersamanya. Memang ia bergegas-gegas menaiki bukit ini, karena ingin melaksanakan perintah Allah dengan segera, tepat pada waktunya sebagaimana yang telah ditetapkan, yaitu sesudah ia dan kaumnya berada di sekitar bukit Tur ini selama 40 malam. Ia datang dengan tergesa-gesa karena ingin cepat-cepat memperoleh keridaan Allah. Karena keinginan yang kuat untuk mencapai keridaan itulah ia menjadi lalai dan alpa terhadap perintah Allah supaya datang bersama-sama mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2433, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650\u0631\u0650\u064a\u0651\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala fa innaa qad fatannaa qawmaka mim ba'dika wa adallahumus Saamiriyy" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"But indeed, We have tried your people after you [departed], and the Samiri has led them astray.\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2433", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2433.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2433.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia berfirman, “Begitu engkau pergi mendahului mereka, sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan mereka. Mereka gagal melalui ujian-Ku sehingga terjerumus dalam kesesatan dengan menyembah patung anak sapi. Dan mereka menjadi kafir karena telah disesatkan oleh Samiri.”", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa setelah Musa pergi meninggalkan kaumnya untuk bermunajat dengan Tuhannya, kaumnya telah menyeleweng dari agama Tauhid dan telah menyembah patung anak sapi buatan Samiri. Memang Allah hendak menguji iman kaum Nabi Musa apakah benar-benar mereka telah mempunyai iman yang kuat dan membaja ataukah masih terdapat dalam hati dan jiwa mereka bekas-bekas syirik atau kepercayaan menyembah berhala. Ternyata keimanan mereka belum begitu kuat dan mendalam karena hanya beberapa hari saja mereka ditinggalkan Musa dan masih dalam pengawasan Harun, mereka dengan mudah teperdaya dan masuk perangkap Samiri yang berasal dari kaum penyembah sapi. Namun Allah tidak akan membiarkan atau menerima begitu saja bila manusia menyatakan dirinya beriman tanpa diuji lebih dahulu sesuai dengan firman-Nya:\n\nApakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, \"Kami telah beriman,\" dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (al-'Ankabut/29: 2 dan 3)\n\nTernyata kaum Musa itu tidaklah termasuk orang-orang yang kuat dan mendalam imannya karena baru sebentar saja mereka ditinggalkan Musa (menurut riwayat hanya 20 hari) mereka telah meninggalkan agama tauhid dan kembali menganut agama penyembah-penyembah berhala. Hal ini tidak dapat disesalkan dan mungkin sekali terjadi karena mereka telah lama di bawah kekuasaan Firaun. Karena itu mental mereka sudah rusak dan moral mereka pun menjadi lemah sehingga tidak bisa diharapkan dari mereka kesetiaan dan kesabaran mempertahankan suatu prinsip. Maka dengan mudah Samiri memperdayakan mereka dengan membuat patung berbentuk anak sapi dari emas yang dapat berbunyi sendiri seperti suara anak sapi, maka mereka tertarik dengan omongan Samiri bahwa inilah Tuhan yang sebenarnya. Adapun Tuhan Musa dan Harun yang tidak dapat dilihat mengapa kita mau menyembahnya?" } } }, { "number": { "inQuran": 2434, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u063a\u064e\u0636\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0633\u0650\u0641\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0637\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Faraja's Moosaaa ilaa qawmihee ghadbaana asifaa; qaala yaa qawmi alam ya'idkum Rabbukum wa'dan hasanaa; afataala 'alaikumul 'ahdu am arattum ai yahilla 'alaikum ghadabum mir Rabbikum fa akhlaftum maw'idee" } }, "translation": { "en": "So Moses returned to his people, angry and grieved. He said, \"O my people, did your Lord not make you a good promise? Then, was the time [of its fulfillment] too long for you, or did you wish that wrath from your Lord descend upon you, so you broke your promise [of obedience] to me?\"", "id": "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata, “Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2434", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2434.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2434.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Nabi Musa kembali kepada kaumnya dengan marah karena menyaksikan mereka menyembah patung anak sapi. Dia marah dan bersedih hati karena kekafiran mereka setelah dia berusaha memberi mereka petunjuk. Dia berkata, “Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik bila kamu beriman, yaitu dengan menjamin keselamatanmu di dunia dan kebahagiaanmu di akhirat? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu sehingga kamu tidak sabar dan akhirnya menyembah patung anak sapi ini, atau kamu memang sengaja menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu? Mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku yang telah kamu teguhkan sebelumnya?”", "long": "Mendengar firman Tuhannya yang menerangkan bahwa kaumnya telah disesatkan oleh Samiri dengan cepat dia kembali kepada kaumnya dalam keadaan sangat jengkel dan marah. Didapatinya kaumnya sedang berlutut di hadapan patung emas berbentuk anak sapi, menyembah dan memujanya. Mereka berkata di antara sesama mereka, \"Inilah tuhan kita dan juga tuhan Musa. Sesungguhnya Musa telah lupa sehingga ia pergi menemui Tuhannya ke puncak bukit, padahal Tuhannya ada di sini.\" Tidaklah dapat dilukiskan betapa sedihnya hati Musa melihat kaumnya dengan sekejap saja dan dengan mudah dapat disesatkan oleh Samiri dan betapa hebatnya kemarahan di dalam dadanya melihat suasana dan keadaan kaumnya.\n\nMenurut satu riwayat setelah melihat kaumnya menyembah berhala dia lalu mendengar suara hiruk pikuk dan berbagai macam teriakan dari kaumnya dan melihat mereka menari-nari di sekeliling patung itu. Qurtubi meriwayatkan bahwa Abu Bakar ath-Turthusy pernah ditanya orang tentang sekumpulan orang berdzikir menyebut nama Allah dan berselawat menyebut nama Nabi Muhammad dengan cara menari-nari serta memukul gendang dan karena asyiknya ada di antara mereka yang jatuh pingsan, kemudian mereka mengambil makanan yang mereka bawa dan telah disiapkan, bagaimanakah hukum perbuatan mereka? Apakah hal itu dibolehkan oleh Islam atau tidak? ath-Turthusy menjawab, \"Mazhab Sufi, yang seperti itu adalah batil, suatu kejahilan dan kesesatan. Islam itu adalah (ajaran) kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Adapun memukul gendang (dan menari-nari) sampai seperti orang kesurupan maka orang yang mula-mula mengadakannya ialah Samiri di waktu dia membuat patung anak sapi untuk disembah kaum Musa dengan menari-nari di sekelilingnya. Maka perbuatan seperti itu adalah perbuatan orang-orang kafir dan penyembah anak sapi.\"\n\nSelanjutnya Musa berkata kepada kaumnya, \"Mengapa kamu menyembah patung itu padahal Allah telah menjanjikan kepadamu janji-janji yang baik dan menguntungkan sesudah mengaruniakan kepadamu berbagai nikmat seperti membebaskan kamu dari kaum Firaun menempatkan kamu di tempat ini, memberimu makanan yang lezat dan berkhasiat. Allah menjanjikan akan menurunkan Al-Kitab kepadamu, di dalamnya terdapat syariat dan peraturan untuk kebaikan dan kebahagiaan kamu di dunia dan di akhirat. Dia menjanjikan pula akan memberikan pahala yang banyak kepadamu kalau kamu tetap beriman dan beramal saleh dan menjanjikan pula bahwa kamu akan memasuki tanah suci Palestina dengan mengalahkan penghuni-penghuninya yang kuat dan perkasa. Kenapa kamu cepat sekali berpaling dari agama Allah padahal belum berapa lama janji itu dinyatakan Allah kepadamu, dan tanda-tanda janji itu pasti akan terwujud dan terlaksana seperti yang kamu lihat dan kamu alami sendiri? Apakah kamu menyangka bahwa kamu telah lama menunggu-nunggu terwujudnya janji itu ataukah kamu sengaja menunggu kemurkaan Allah atasmu dengan perbuatan ini. Bukankah kamu telah berjanji kepadaku bahwa kamu akan tetap beriman sampai aku kembali kepadamu, dan tidak akan mengada-adakan sesuatu yang merusak akidah kamu atau bertentangan dengan akidah itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2435, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 16, "page": 317, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0644\u0652\u0643\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0645\u0651\u0650\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0630\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650\u0631\u0650\u064a\u0651\u064f", "transliteration": { "en": "Qaaloo maaa akhlafnaa maw'idaka bimalkinna wa laakinna hummilnaaa awzaaram min zeenatil qawmi faqazafnaahaa fakazaalika alqas Saamiriyy" } }, "translation": { "en": "They said, \"We did not break our promise to you by our will, but we were made to carry burdens from the ornaments of the people [of Pharaoh], so we threw them [into the fire], and thus did the Samiri throw.\"", "id": "Mereka berkata, “Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir‘aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2435", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2435.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2435.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan penuh penyesalan mereka berkata, “Wahai Nabi Musa, kami memang bersalah, namun kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat ketika meninggalkan Mesir yang terdiri dari perhiasan kaum itu, yaitu orang-orang Mesir, kemudian kami melemparkannya ke dalam api, dan demikian pula Samiri melemparkannya ke api itu.”", "long": "Kaumnya menjawab, \"Kami melanggar janji itu bukanlah dengan kemauan dan kehendak kami, karena kami tidak dapat menguasai diri kami. Andaikata kami dibiarkan saja menurut kemauan kami, tentulah kami tidak akan berbuat seperti ini. Tetapi Samiri telah memperdayakan kami yang bodoh ini sehingga kami tertarik oleh kata-kata dan bujuk rayunya yang mempesona hati kami. Samiri telah memaksa kami memikul beban yang berat yang terdiri dari perhiasan-perhiasan yang dipinjamkannya dari bangsa Mesir sewaktu kami akan berangkat meninggalkan Mesir. Dia mengatakan bahwa nanti akan diadakan hari raya, karena perhiasan-perhiasan itu harus dibawa dan kamilah yang diperintahkan untuk memikulnya. Hal ini disembunyikannya terhadapmu hai Musa karena dia takut akan dilarang membawanya. Sepeninggal engkau kami disuruhnya menggali lubang yang besar di tanah dan menyalakan api untuk membakar perhiasan itu, maka kami lemparkan semua perhiasan yang kami bawa.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2436, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0633\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064f\u0648\u064e\u0627\u0631\u064c \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhraja lahum 'ijlan jasadal lahoo khuwaarun faqaaloo haazaaa ilaahukum wa ilaahu Moosaa fanasee" } }, "translation": { "en": "And he extracted for them [the statue of] a calf which had a lowing sound, and they said, \"This is your god and the god of Moses, but he forgot.\"", "id": "kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, “Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2436", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2436.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2436.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dia, yaitu Samiri, mengeluarkan dan menciptakan patung anak sapi yang bertubuh dan bersuara dari perhiasan itu untuk mereka, maka mereka berkata sambil menunjuk ke arah patung anak sapi itu, “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi dia pergi dan telah lupa bila Tuhannya ada di sini.”", "long": "Kemudian Samiri mengeluarkan dari lubang itu sebongkah emas berbentuk anak sapi dan mengeluarkan bunyi seperti suara sapi. Memang Samiri adalah seorang ahli; dan dia dapat membuat pipa dalam patung itu sehingga apabila angin berhembus keluarlah suara anak sapi. Samiri mengatakan kepada kami bahwa inilah tuhan yang sebenarnya tuhan kita semua dan juga tuhan Musa, dialah yang akan kita sembah dan kita puja, kepadanyalah kita memohonkan sesuatu bila kita menginginkan atau memerlukannya. Samiri mengatakan pula bahwa engkau hai Musa naik ke gunung itu untuk menemui Tuhan padahal tuhan yang akan ditemui Musa itu ada di sini. Sungguh Musa itu amat pelupa sehingga ia berpayah-payah mencari sesuatu ke tempat yang jauh padahal yang dia cari itu berada di sini." } } }, { "number": { "inQuran": 2437, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 273, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Afalaa yarawna allaa yarji'u ilaihim qawlanw wa laa yamliku lahum darranw wa laa naf'aa" } }, "translation": { "en": "Did they not see that it could not return to them any speech and that it did not possess for them any harm or benefit?", "id": "Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak kuasa menolak mudarat mau-pun mendatangkan manfaat kepada mereka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2437", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2437.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2437.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap mereka itu sungguh sangat buruk. Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa patung anak sapi itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka atas pertanyaan yang mereka ajukan dan tidak pula kuasa menolak mudarat yang menimpa mereka maupun mendatangkan manfaat yang diinginkan kepada mereka?", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bagaimana bodohnya kaum Musa itu karena tidak dapat mempertimbangkan sesuatu dengan seksama apakah ia buruk atau baik, dapat diterima akal atau suatu yang mustahil. Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung itu adalah benda mati yang tidak berdaya apa-apa tidak dapat berbicara dan tidak dapat menjawab pertanyaan apalagi akan memberikan pertolongan atau menolak suatu bahaya. Sedangkan sapi yang sebenarnya yang bernyawa, bergerak sendiri dapat menanduk dan menyepak dapat mengangkat barang atau menarik gerobak tak ada orang yang berakal sehat yang mau menyembahnya, tetapi mereka menerima dan mau saja disuruh menyembah patung anak sapi yang berupa benda mati itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2438, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064f\u062a\u0650\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Wa laqad qaala lahum Haaroonu min qablu yaa qawmi innamaa futintum bihee wa inna Rabbakumur Rahmaanu fattabi'oonee wa atee'ooo amree" } }, "translation": { "en": "And Aaron had already told them before [the return of Moses], \"O my people, you are only being tested by it, and indeed, your Lord is the Most Merciful, so follow me and obey my order.\"", "id": "Dan sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, “Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2438", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2438.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2438.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, sebelumnya, yaitu sebelum kepulangan Nabi Musa, Nabi Harun telah mengingatkan dan berkata kepada mereka yang menyembah patung anak sapi itu, “Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekadar diberi cobaan dengan patung anak sapi itu. Dan sungguh Tuhanmu yang hakiki ialah Allah Yang Maha Pengasih, maka ikutilah dengan sungguh-sungguh nasihat dan peringatan yang aku berikan kepadamu dan taatilah perintahku untuk beriman dan beribadah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.”", "long": "Harun pernah memberi nasehat dan peringatan kepada mereka tatkala ia melihat kaumnya itu berpaling dari menyembah Allah kepada menyembah berhala dan mengadakan upacara peribadatan yang bertentangan dengan tauhid yang telah mereka anut selama ini dan berjanji dengan Musa bahwa mereka akan tetap menyembah Allah sampai dia kembali kepada mereka dari atas bukit Tur. Harun berkata kepada mereka, \"Hai kaumku, Sesungguhnya kamu telah diuji keimananmu dengan patung anak sapi itu, apakah kamu benar-benar beriman dan berpegang teguh kepada agamamu, sehingga tidak dapat diragukan dengan bujukan apapun, ataukah iman kamu itu hanya di bibir saja sehingga bila ada sesuatu yang menarik perhatianmu atau memperdayakan kamu, maka kamu tinggalkan agama dan kepercayaanmu yang benar itu. Tuhan kamu sebenarnya ialah Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Pencipta, Yang menciptakan segala sesuatu Yang membuktikan rahmat dan kasih sayang-Nya dapat dilihat pada alam semesta dan dapat dirasakan oleh makhluk-makhluk-Nya. Dia telah menganugerahkan kepadamu kesempurnaan jasmani dan rohani dan memberikan kepadamu syariat dan peraturan yang menjamin keselamatan dan kebahagiaanmu di dunia dan akhirat. Dia telah mengaruniakan kepadamu nikmat iman dan membebaskan kamu dari kekejaman dan keganasan Firaun. Mengapa kamu sekarang dapat diperdayakan dan ditipu oleh Samiri dengan patung emas berupa anak sapi yang mengeluarkan suara seperti anak sapi yang sebenarnya? Kamu sungguh menyimpang dari jalan yang benar dan telah melanggar janjimu dengan saudaraku Musa tatkala ia akan naik ke atas bukit untuk menerima lembaran-lembaran Taurat sebagai petunjuk dari Tuhanmu. Tinggalkanlah menyembah patung yang tidak bisa memberi manfaat dan menolak kemudaratan itu dan kembalilah kepada agama tauhid dan bertobatlah niscaya Allah akan menerima tobatmu dan mengampuni kesalahanmu karena Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Ikutilah nasehatku dan seruanku ini agar kamu menjadi hamba Allah yang diridai-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2439, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0627\u0643\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaaloo lan nabraha 'alaihi 'aakifeena hattaa yarji'a ilainaa Moosaa" } }, "translation": { "en": "They said, \"We will never cease being devoted to the calf until Moses returns to us.\"", "id": "Mereka menjawab, “Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2439", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2439.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2439.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak menghiraukan nasihat Nabi Harun seraya menjawab, “Sungguh, kami tidak akan meninggalkannya, yaitu patung anak sapi itu. Kami tetap akan menyembahnya sampai Musa kembali kepada kami.”", "long": "Semua nasehat Harun itu walaupun dikemukakan dengan lemah lembut dan dengan hujjah dan alasan yang dapat diterima akal, tidak mendapat sambutan yang baik di kalangan mereka. Mereka lebih tertarik kepada bujuk rayu tipu daya Samiri mereka berkata kepada Harun, \"Kami akan tetap menyembah patung itu sampai Musa kembali kepada kami dan dialah yang akan memutuskan apa kami dalam kesesatan dan penyelewengan ataukah patung yang kami sembah itu hanya tipu daya Samiri saja." } } }, { "number": { "inQuran": 2440, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala Yaa Haaroonu maa mana 'aka iz ra aitahum dallooo" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"O Aaron, what prevented you, when you saw them going astray,", "id": "Dia (Musa) berkata, “Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2440", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2440.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2440.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat kesesatan kaumnya, Nabi Musa marah dan menegur Nabi Harun karena dianggap tidak mampu memimpin Bani Israil dengan baik. Sambil memegang kepala dan janggut saudaranya itu, dia berkata, “Wahai Harun! Allah mengutusmu untuk membantuku. Apa yang menghalangimu untuk menegur ketika engkau melihat mereka telah sesat dengan menyembah patung anak sapi? Apa yang menyebabkan engkau tidak mengikuti aku dalam berdakwah dan mengajak mereka untuk mengesakan Allah? Apakah engkau telah sengaja melanggar perintahku sehingga engkau membiarkan mereka sesat?”", "long": "Musa sangat menyesal atas sikap Harun yang tidak bertindak tegas terhadap penyelewengan kaumnya. Kenapa dia hanya menegur dan menasehati kaumnya, padahal menyembah patung adalah syirik yang tidak bisa diampuni, dan tidak dapat dibiarkan apapun alasan yang dikemukakan kaumnya. Mengapa dia tidak menyusul Musa bersama orang-orang yang beriman untuk memberitahukan hal itu dan mengambil sikap tegas terhadap orang-orang yang membangkang. Kalau Harun mengambil tindakan seperti ini tentulah kaumnya yang kafir itu akan merasa takut dan mungkin akan meninggalkan penyembahan patung itu karena khawatir akan kehilangan pemimpin yang mereka cintai." } } }, { "number": { "inQuran": 2441, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0646\u0650 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Allaa tattabi'ani afa'asaita amree" } }, "translation": { "en": "From following me? Then have you disobeyed my order?\"", "id": "(sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2441", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2441.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2441.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat kesesatan kaumnya, Nabi Musa marah dan menegur Nabi Harun karena dianggap tidak mampu memimpin Bani Israil dengan baik. Sambil memegang kepala dan janggut saudaranya itu, dia berkata, “Wahai Harun! Allah mengutusmu untuk membantuku. Apa yang menghalangimu untuk menegur ketika engkau melihat mereka telah sesat dengan menyembah patung anak sapi? Apa yang menyebabkan engkau tidak mengikuti aku dalam berdakwah dan mengajak mereka untuk mengesakan Allah? Apakah engkau telah sengaja melanggar perintahku sehingga engkau membiarkan mereka sesat?”", "long": "Musa kembali membentak Harun dengan ucapan yang agak keras, \"Apakah engkau telah mendurhakai dan melanggar perintahku. Aku telah mengamanatkan kepadamu supaya engkau menggantikan kedudukanku sepeninggalku, bertindak dan mencegah mengikuti jalan orang-orang yang hendak membuat kerusakan.\" Pengarang tafsir Al-Kasysyaf menerangkan hal ini sebagai berikut, \"Musa adalah orang yang keras dan kadang-kadang bertindak keras terhadap hal yang berhubungan dengan hak Allah dan agama. Karena itu ia tidak dapat menguasai dirinya ketika melihat kaumnya telah menyeleweng dari agama tauhid sehingga ia melemparkan lembaran-lembaran Taurat yang dibawanya karena kaget dan tercengang melihat penyelewengan kaumnya. Dia membentak dan menghardik saudaranya Harun sambil menarik rambut dan janggut seakan-akan saudaranya musuhnya bukan saudara dan pembantunya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2442, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u0652 \u0628\u0650\u0644\u0650\u062d\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062e\u064e\u0634\u0650\u064a\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0642\u064f\u0628\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Qaala yabna'umma laa taakhuz bilihyatee wa laa biraasee innee khashetu an taqoola farraqta baina Baneee Israaa'eela wa lam tarqub qawlee" } }, "translation": { "en": "[Aaron] said, \"O son of my mother, do not seize [me] by my beard or by my head. Indeed, I feared that you would say, 'You caused division among the Children of Israel, and you did not observe [or await] my word.' \"", "id": "Dia (Harun) menjawab, “Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), ‘Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku.’”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2442", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2442.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2442.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menghadapi kemarahan Nabi Musa, dia dengan lembut menjawab, “Wahai putra ibuku! Jangan marah kepadaku. Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan pula engkau tarik kepalaku. Aku sungguh khawatir bila bersikap keras kepada para penyembah patung anak sapi itu, akan terjadi pertumpahan darah di antara mereka. Ketika itu terjadi, pasti engkau akan berkata kepadaku, ‘Wahai Harun, engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku untuk menggantikanku memimpin Bani Israil dan menjaga mereka dari kesesatan.’”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Harun seorang yang bertabiat tenang dan lemah-lembut tidak membalas kata-kata saudaranya yang keras dan kasar itu dengan keras dan kasar pula, tetapi dengan tenang dia berkata kepada Musa. \"Hai anak ibuku, janganlah engkau menarik-narik janggut dan rambutku. Memang aku tidak melakukan tindakan tegas sebagaimana yang engkau inginkan karena kalau aku bertindak demikian tentulah mereka akan terpecah-belah menjadi dua golongan. Golongan yang beriman dan golongan yang membangkang, terjadilah permusuhan dan mungkin peperangan antara kedua golongan itu. Andaikata hal ini terjadi tentulah engkau akan menyalahkanku pula dengan menuduhku memecah belah antara Bani Israil. Oleh sebab itu kami mengambil sikap berhati-hati sambil menunggu kembalimu dari atas bukit.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2443, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u0652\u0628\u064f\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0645\u0650\u0631\u0650\u064a\u0651\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala famaa khatbuka yaa Saamiriyy" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"And what is your case, O Samiri?\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2443", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2443.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2443.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menegur Nabi Harun, Nabi Musa meluapkan kemarahannya kepada Samiri yang telah menyesatkan Bani Israil. Dia berkata, “Apakah yang mendorongmu menyesatkan Bani Israil dengan membuat patung anak sapi untuk disembah, wahai Samiri?”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Musa menghardik Samiri dengan pertanyaan, \"Mengapa engkau melakukan perbuatan yang sangat tercela dan dimurkai Allah itu sehingga sebagian Bani Israil telah menjadi kafir setelah beriman dan menyembah berhala yang sengaja engkau bikinkan untuk mereka, engkau telah merusak akidah kaumku yang benar dan telah menyesatkan mereka. Tahukah engkau apa akibat perbuatanmu yang sangat mungkar itu?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2444, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u0635\u064f\u0631\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f \u0642\u064e\u0628\u0652\u0636\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062b\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0628\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Qaala basurtu bimaa lam yabsuroo bihee faqabadtu qabdatam min asarir Rasooli fanabaztuhaa wa kazaalika sawwalat lee nafsee" } }, "translation": { "en": "He said, \"I saw what they did not see, so I took a handful [of dust] from the track of the messenger and threw it, and thus did my soul entice me.\"", "id": "Dia (Samiri) menjawab, “Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2444", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2444.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2444.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendapat pertanyaan dari Nabi Musa, dia menjawab, “Aku melihat dan mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui. Aku melihat Jibril menunggang kuda ketika Bani Israil keluar dari laut dan Fir‘aun tenggelam. Jadi, aku ambil segenggam tanah dari jejak tapal kuda rasul itu, lalu aku melemparkannya ke arah perhiasan-perhiasan yang aku jadikan bahan membuat patung anak sapi itu hingga patung itu mampu mengeluarkan suara. Aku tahu mereka pernah memintamu untuk membuat Tuhan yang berjasad untuk mereka sembah, maka demikianlah nafsuku membujukku untuk menciptakan patung anak sapi ini sebagai tuhan mereka.”", "long": "Samiri menjawab bentakan dan hardikan Musa. Aku telah mengetahui sesuatu yang belum diketahui oleh kaummu, maka aku buatlah sebuah patung dari emas yang dibawa dari Mesir berbentuk anak sapi dan aku jadikan patung itu seindah-indahnya untuk menarik perhatian mereka. Demikianlah pendapatku dan tindakan itulah yang paling baik menurut pikiranku. Menurut sebagian Mufasirin, Samiri menjawab bentakan Musa dengan jawaban yang aneh sehingga dapat meninggalkan kesan seolah-olah dia telah mendapat wahyu pula dari Tuhan dan telah berhubungan dengan Jibril serta telah mengenalnya. Samiri mengatakan bahwa ia membakar emas yang dibawa mereka dari Mesir di dalam lubang yang mereka buat sendiri dia mengambil segenggam tanah bekas jejak telapak kaki Jibril maka keluarlah dari lubang itu sesuatu yang serupa anak sapi. Dengan demikian tertariklah sebagian Bani Israil kepada bujukan dan tipu daya Samiri untuk menyembah patung berbentuk anak sapi itu. Karena patung anak sapi itu bukanlah sembarang patung, tetapi benar-benar telah dikirim Allah untuk disembah dan dipujanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2445, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0633\u064e\u0627\u0633\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0641\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0638\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0627\u0643\u0650\u0641\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0646\u0633\u0650\u0641\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0646\u064e\u0633\u0652\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala fazhab fa inna laka fil hayaati an taqoola laa misaasa wa inna laka maw'idal lan tukhlafahoo wanzur ilaaa ilaahikal lazee zalta 'alaihi 'aakifaa; lanuharriqannnahoo summa lanansifanahoo fil yammi nasfaa" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"Then go. And indeed, it is [decreed] for you in [this] life to say, 'No contact.' And indeed, you have an appointment [in the Hereafter] you will not fail to keep. And look at your 'god' to which you remained devoted. We will surely burn it and blow it into the sea with a blast.", "id": "Dia (Musa) berkata, “Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (aku),’. Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak akan dapat engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2445", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2445.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2445.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa semakin marah usai mendengar jawaban Samiri. Dia berkata, “Wahai Samiri, pergilah kau! Maka sebagai hukuman atas perbuatanmu, sesungguhnya engkau akan dikucilkan di dalam kehidupan ini sehingga engkau akan selalu mengatakan kepada orang lain, ‘Janganlah menyentuh atau mendekatiku, sebagaimana aku tidak akan menyentuh atau mendekatimu.’ Dan selain itu engkau pasti akan mendapat hukuman di akhirat yang telah dijanjikan, yang tidak akan dapat engkau hindari. Dan lihatlah tuhanmu itu yang beberapa saat lalu engkau tetap bersikeras menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya, yaitu abu sisa pembakarannya, ke dalam laut hingga bertebaran dan berserakan.”", "long": "Musa berkata kepada Samiri pergilah engkau jauh-jauh dari sini, engkau tidak berhak bergaul dengan siapapun dan tak ada seorang pun yang dibolehkan bergaul dengan engkau. Bila ada orang yang bertanya kepadamu mengenai halmu maka engkau harus menjawab \"Aku tidak dibolehkan mendekat seseorang dan siapapun tidak boleh mendekatiku.\" Inilah tindakan Musa yang amat keras dan tegas terhadapnya. Ke mana Samiri akan pergi, tak ada tempat yang akan didiami karena sekeliling tempat itu hanya ada padang pasir yang amat luas dan tandus, tak ada sebidang tanah pun di gurun sahara itu yang dapat didiami manusia. Sedang binatang liar dan buas pun akan merasa sulit dan akan menderita tinggal di padang pasir yang tak bertepi itu. Diriwayatkan bahwa Samiri setelah diusir oleh Musa, dia pergi dari tempat itu tanpa diketahuinya ke mana arah dan tujuan yang akan dicapainya. Dia berpetualang di gurun sahara yang amat luas itu dan tidak ada yang dijumpainya kecuali binatang-binatang buas dan liar. Maka terbuktilah apa yang dikatakan Musa kepadanya bila ia bertemu dengan seseorang menanyakan halnya dia harus menjawab \"La misasa\".\n\nBiarpun dia tidak pernah mengucapkan kata \"La misasa\" itu tetapi dalam praktek pengalamannya bertualang di padang pasir seakan-akan dia sendiri meneriakkan kata itu sehingga tak ada seorang pun yang berani mendekat kepadanya. Kemudian Musa mengucapkan kata-kata perpisahan kepadanya bahwa dia akan menemui hari yang tidak dapat dihindarinya yaitu hari kiamat, hari pembalasan di mana dia akan menerima balasan amal perbuatannya setimpal dengan besar dosa yang diperbuatnya. Kemudian Musa memerintahkan kepada Samiri supaya dia menoleh kepada tuhan buatannya yang disembah dan dipujanya dan berkata, \"Patung ini akan aku hancur leburkan sampai menjadi debu dan debunya akan aku sebarkan ke laut sehingga hilang lenyap tidak berbekas.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2446, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 16, "page": 318, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0648\u064e\u0633\u0650\u0639\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innamaaa ilaahukkumul laahul lazee laa ilaaha illaa Hoo; wasi'a kulla shai'in ilmaa" } }, "translation": { "en": "Your god is only Allah, except for whom there is no deity. He has encompassed all things in knowledge.\"", "id": "Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2446", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2446.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2446.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memutuskan untuk membakar patung anak sapi itu, Nabi Musa berpidato di depan kaumnya, “Sungguh, Tuhanmu yang layak disembah itu hanyalah Allah Yang Esa. Tidak ada tuhan Pencipta dan Pengatur alam semesta selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu yang ada di alam ini.”", "long": "Dalam ayat ini Musa mengatakan bahwa patung itu bukanlah tuhan, Tuhan mereka ialah Tuhan Yang Maha Esa. Yang tiada Tuhan selain Allah. Dialah yang patut disembah dan dimuliakan hanya kepada-Nya sajalah dipanjatkan segala doa dan permohonan, semua makhluk berkehendak kepada-Nya karena Dialah Yang Maha Pencipta dan Mahakuasa. Ilmunya sangat luas tiada batasnya meliputi segala sesuatu, tak ada yang luput dari ilmunya baik di bumi di langit maupun yang ada di antara keduanya, sesuai dengan firman-Nya:\n\nTidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfudz),\" (Saba'/34: 3)" } } }, { "number": { "inQuran": 2447, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kazaalika naqussu 'alaika min ambaaa'i maa qad sabaq; wa qad aatainaaka mil ladunnaa Zikraa" } }, "translation": { "en": "Thus, [O Muhammad], We relate to you from the news of what has preceded. And We have certainly given you from Us the Qur'an.", "id": "Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Al-Qur'an) dari sisi Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2447", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2447.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2447.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, demikianlah Kami kisahkan kepadamu sebagian kisah umat yang telah lalu agar menjadi ibrah dan pelajaran bagi umatmu. Dan selain itu, sesungguhnya telah Kami berikan pula kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan, yaitu Al-Qur’an, sebagai tuntunan dan petunjuk menuju kesejahteraan hidup mereka di dunia dan akhirat.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa kisah-kisah yang diberitakan pada ayat-ayat yang lalu seperti kisah Musa bersama Firaun dan Samiri itu, demikian pula kisah nabi-nabi sebelumnya patut menjadi contoh teladan baginya dalam menghadapi kaumnya yang sangat ingkar dan durhaka. Karena memang demikianlah keadaan setiap rasul walaupun telah diturunkan kepadanya kitab-kitab dan mukjizat-mukjizat untuk menyatakan kebenaran dakwahnya namun kaumnya tetap juga ingkar dan berusaha sekuat tenaga menentang seruannya dan tetap memusuhi bahkan ingin membunuhnya untuk melenyapkannya sehingga tidak terdengar lagi suara kebenaran yang disampaikannya. \n\nSebagaimana Allah telah menurunkan Kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s. Taurat kepada Nabi Musa a.s. dan Injil kepada Nabi Isa a.s., Allah telah menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad, Kitab yang patut mereka terima dengan baik karena ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya adalah untuk kemaslahatan dan kebahagian mereka di dunia dan di akhirat. Al-Qur'an adalah Kitab suci yang lengkap mengandung berbagai pedoman tentang hukum-hukum, pergaulan, ekonomi, akhlak dan sebagainya. Selain itu Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar bagi Nabi. Tiada seorang pun sanggup menandingi keindahan bahasanya dan ketinggian sastranya. Oleh sebab itu hendaklah Nabi bersabar dan jangan sekali-kali berputus asa atau bersedih hati, tetap berjuang sampai tercapai kemenangan dan semua kebatilan lenyap dari muka bumi, tidak ada yang patut disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, dan Mahakuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 2448, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Man a'rada 'anhu, fa innahoo yahmilu Yawmal Qiyaamati wizraa" } }, "translation": { "en": "Whoever turns away from it - then indeed, he will bear on the Day of Resurrection a burden,", "id": "Barangsiapa berpaling darinya (Al-Qur'an), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari Kiamat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2448", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2448.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2448.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan tuntunan dan petunjuk bagi mereka yang menginginkan kebaikan dunia dan akhirat. Tuntunan dan petunjuk itu harus mereka ikuti dan pegang teguh. Barang siapa berpaling dari tuntunan dan petunjuk Al-Qur’an, maka sesungguhnya dia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat yang akan menyebabkannya menerima azab.", "long": "Siapa yang berpaling dari ajaran Al-Qur'an padahal sudah jelas baginya bahwa ia adalah wahyu dari Allah dan tidak dapat disangkal lagi kebenarannya maka penolakannya terhadap ajaran itu adalah semata-mata karena memperturutkan hawa nafsu, atau karena takut kehilangan pengaruh, kedudukan dan sebagainya. Orang-orang seperti itu sudah wajar bila dianggap sebagai orang yang keras kepala, orang-orang yang sesat dan tidak mau menerima kebenaran, maka Allah tidak akan mengampuninya dan pada hari Kiamat nanti dia akan memikul dosa keingkaran dan kesombongannya, dosa yang paling besar dan paling berat dan hampir-hampir tidak sanggup dia memikulnya. Dia akan dilemparkan ke neraka Jahanam, dia kekal di sana selama-lamanya, dan ditimpakan kepadanya azab yang amat pedih sesuai dengan keingkaran dan kedurhakaannya. Sungguh amat beratlah dosa yang dipikulnya dan amat pedihlah siksaan yang diterimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2449, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u062d\u0650\u0645\u0652\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Khaalideena feehi wa saaa'a lahum Yawmal Qiyaamati himlaa" } }, "translation": { "en": "[Abiding] eternally therein, and evil it is for them on the Day of Resurrection as a load -", "id": "mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2449", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2449.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2449.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang berpaling dari tuntunan Al-Qur’an itu akan kekal di dalam keadaan yang penuh penderitaan itu, dan ketahuilah bahwa amat buruklah dosa yang telah mereka lakukan itu. Keingkaran itu akan mereka bawa sebagai beban bagi mereka di hari kiamat.", "long": "Siapa yang berpaling dari ajaran Al-Qur'an padahal sudah jelas baginya bahwa ia adalah wahyu dari Allah dan tidak dapat disangkal lagi kebenarannya maka penolakannya terhadap ajaran itu adalah semata-mata karena memperturutkan hawa nafsu, atau karena takut kehilangan pengaruh, kedudukan dan sebagainya. Orang-orang seperti itu sudah wajar bila dianggap sebagai orang yang keras kepala, orang-orang yang sesat dan tidak mau menerima kebenaran, maka Allah tidak akan mengampuninya dan pada hari Kiamat nanti dia akan memikul dosa keingkaran dan kesombongannya, dosa yang paling besar dan paling berat dan hampir-hampir tidak sanggup dia memikulnya. Dia akan dilemparkan ke neraka Jahanam, dia kekal di sana selama-lamanya, dan ditimpakan kepadanya azab yang amat pedih sesuai dengan keingkaran dan kedurhakaannya. Sungguh amat beratlah dosa yang dipikulnya dan amat pedihlah siksaan yang diterimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2450, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u064e\u062e\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0632\u064f\u0631\u0652\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma yunfakhu fissoori wa nahshurul mujrimeena Yawma 'izin zurqaa" } }, "translation": { "en": "The Day the Horn will be blown. And We will gather the criminals, that Day, blue-eyed.", "id": "pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2450", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2450.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2450.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hari kiamat itu adalah hari ketika ditiup sangkakala yang kedua kali sebagai pertanda dibangkitkannya seluruh manusia dari kubur, dan selanjutnya Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram, menandakan kecemasan dan ketakutan mereka terhadap balasan atas keingkarannya.", "long": "Hal itu akan terjadi pada hari Kiamat yaitu pada waktu tiupan sangkakala yang kedua sebagai tanda agar semua manusia berkumpul di padang Mahsyar untuk menerima perhitungan tentang amal dan usahanya sewaktu dia masih di dunia. Amal yang baik akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda dan amal yang jahat akan dibalas dengan pembalasan yang setimpal. Pada hari itu Allah mengumpulkan orang-orang yang berdosa sedang wajah mereka sudah pucat dan biru warnanya, disebabkan beratnya penderitaan yang mereka rasakan serta hebat dan dahsyatnya suasana di kala itu, apalagi setelah memikirkan nasib buruk yang menimpa mereka, kenapa mereka dahulu tidak mau menerima kebenaran dan tetap saja memperturutkan hawa nafsu dan kemauan setan." } } }, { "number": { "inQuran": 2451, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064e\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yatakhaafatoona bainahum il labistum illaa 'ashraa" } }, "translation": { "en": "They will murmur among themselves, \"You remained not but ten [days in the world].\"", "id": "mereka saling berbisik satu sama lain, “Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sepuluh (hari).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2451", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2451.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2451.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menunggu giliran untuk penimbangan amal perbuatan masing-masing, mereka saling berbisik-bisik di antara mereka untuk meringankan ketakutan dan kekalutan, “Kamu tidak berdiam di dunia melainkan hanyalah sepuluh hari, dan ini merupakan waktu yang sangat singkat.”", "long": "Mereka saling berbisik dan saling bertanya dengan suara yang hampir-hampir tidak terdengar karena sangat merasa takut dan khawatir. \"Kita baru sepuluh hari saja hidup di dunia ini? Mengapa kita telah dikumpulkan di padang Mahsyar ini sedang kita belum mendapat kesempatan sedikit pun untuk beramal dan bersiap-siap guna menghadapi hari ini?\" Memang demikianlah halnya setiap orang yang dilanda malapetaka yang berat, terbayanglah di dalam pikirannya liku-liku kehidupannya di masa silam, semuanya berlalu dengan amat cepatnya, seakan-akan hidup yang dinikmatinya berpuluh tahun lamanya terjadi hanya dalam beberapa saat saja." } } }, { "number": { "inQuran": 2452, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 274, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "nahnu a'lamu bimaa yaqooloona iz yaqoolu amsaluhum tareeqatan illabistum illaa yawmaa" } }, "translation": { "en": "We are most knowing of what they say when the best of them in manner will say, \"You remained not but one day.\"", "id": "Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, “Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2452", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2452.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2452.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Maha Mendengar perkataan makhluk-Nya. Kami lebih mengetahui dari siapa saja tentang apa yang mereka katakan, walaupun dengan cara berbisik. Demikian pula ketika orang yang paling lurus jalannya diantara mereka, yaitu mereka yang ucapannya paling mendekati kebenaran, berkata, “Kamu tidak hidup dan tinggal di dunia melainkan hanyalah sehari saja.”", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui semua yang mereka perbincangkan dengan cara berbisik-bisik, ketika salah seorang yang paling pandai di antara mereka mengatakan bahwa mereka tinggal di bumi hanya satu hari saja. Mungkin maksudnya mengatakan satu hari saja agar mereka dibebaskan dari siksa kedurhakaan mereka dan dari balasan amal perbuatan mereka karena mereka hanya sebentar saja tinggal di dunia, tidak diberi kesempatan lebih lama untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh. Tetapi tak ada gunanya lagi membicarakan yang demikian, karena yang sebenarnya mereka telah diberi kesempatan yang luas sekali semasa hidup di dunia untuk kembali kepada kebenaran, tetapi kesempatan itu tidak mereka pergunakan sama sekali. Pada ayat lain Allah menerangkan keadaan mereka yaitu:\n\nDan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). (ar-Rum/30: 55)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (Yunus/10: 45)" } } }, { "number": { "inQuran": 2453, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0633\u0650\u0641\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0646\u064e\u0633\u0652\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yas'aloonaka 'anil jibaali faqul yansifuhaa Rabbee nasfaa" } }, "translation": { "en": "And they ask you about the mountains, so say, \"My Lord will blow them away with a blast.", "id": "Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2453", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2453.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2453.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang mengingkari hari kiamat menyatakan keraguan mereka dengan bertanya tentang gunung-gunung yang kukuh. Dan mereka bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang gunung- gunung di sekitar mereka. Maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya sehancur-hancurnya di hari kiamat sehingga tidak ada satu pun yang masih utuh.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrik kepada Muhammad saw bahwa gunung-gunung pada hari Kiamat itu dihancurluluhkan sehingga beterbangan di udara, bagaikan debu di bawa angin ke mana-mana sehingga tidak ada bekasnya sama sekali. Dengan ditemukannya bom atom pada abad kedua puluh ini dapat dibayangkan bagaimana hebatnya dan dahsyatnya kehancuran dan kebinasaan pada hari Kiamat. Sedang dengan sebuah bom atom saja yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki masih dianggap kecil daya ledaknya dibanding dengan daya ledak bom nuklir sekarang, sudah demikian hebatnya kehancuran yang timbul karenanya, apalagi kehancuran yang timbul pada hari Kiamat tentu beribu kali hebat dan dahsyatnya dari kehancuran yang ditimbulkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki itu. Pada ayat lain Allah menerangkan pula bagaimana keadaan gunung-gunung pada hari Kiamat itu firman-Nya:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (an-Naml/27: 87 dan 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 2454, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u064a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0641\u0652\u0635\u064e\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa yazaruhaa qaa'an safsafaa" } }, "translation": { "en": "And He will leave the earth a level plain;", "id": "kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2454", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2454.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2454.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah itu maka Dia akan menjadikan area bekas gunung-gunung itu datar sama sekali sehingga kondisinya berbeda dari sebelumnya. Pada saat itu permukaan bumi menjadi rata; tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah karena adanya lembah, dan tidak pula tempat yang tinggi-tinggi karena adanya perbukitan.", "long": "Sesudah gunung-gunung itu dihancurluluhkan dan beterbangan dibawa angin ke mana-mana, maka tempat berdiri gunung-gunung itu menjadi rata dan berubahlah wajah bumi yang dahulunya indah dipandang mata, karena ada lembah dan bukit ada dataran tinggi, ada pohon-pohon yang rindang dan tanam-tanaman yang hijau, semua itu telah tiada, semuanya telah kembali ke alam fana. Pada hari itu semua manusia menjadi panik berlari kesana kemari untuk menyelamatkan dirinya tak tentu arah dan tujuan seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nPada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (al-Qari'ah/101: 4 dan 5)\n\nManusia bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan bumi seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan manusia bertanya, \"Apa yang terjadi pada bumi ini?\" Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. (az-Zalzalah/99: 3-4 dan 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 2455, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa taraa feehaa 'iwajanw wa laaa amtaa" } }, "translation": { "en": "You will not see therein a depression or an elevation.\"", "id": "(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2455", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2455.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2455.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah itu maka Dia akan menjadikan area bekas gunung-gunung itu datar sama sekali sehingga kondisinya berbeda dari sebelumnya. Pada saat itu permukaan bumi menjadi rata; tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah karena adanya lembah, dan tidak pula tempat yang tinggi-tinggi karena adanya perbukitan.", "long": "Sesudah gunung-gunung itu dihancurluluhkan dan beterbangan dibawa angin ke mana-mana, maka tempat berdiri gunung-gunung itu menjadi rata dan berubahlah wajah bumi yang dahulunya indah dipandang mata, karena ada lembah dan bukit ada dataran tinggi, ada pohon-pohon yang rindang dan tanam-tanaman yang hijau, semua itu telah tiada, semuanya telah kembali ke alam fana. Pada hari itu semua manusia menjadi panik berlari kesana kemari untuk menyelamatkan dirinya tak tentu arah dan tujuan seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nPada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (al-Qari'ah/101: 4 dan 5)\n\nManusia bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan bumi seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan manusia bertanya, \"Apa yang terjadi pada bumi ini?\" Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. (az-Zalzalah/99: 3-4 dan 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 2456, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0634\u064e\u0639\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0635\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0645\u0652\u0633\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma iziny yattabi'oonad daa'iya laa 'iwaja lahoo wa khasha'atil aswaatu lir Rahmaani falaa tasma'u illaa hamsaa" } }, "translation": { "en": "That Day, everyone will follow [the call of] the Caller [with] no deviation therefrom, and [all] voices will be stilled before the Most Merciful, so you will not hear except a whisper [of footsteps].", "id": "Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2456", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2456.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2456.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari kiamat itu seluruh manusia bergerak mengikuti penyeru yang menggiring mereka ke satu arah dengan lurus, tidak berbelok-belok; semua begitu tenang dan khusyuk, dan merendahlah semua suara yang mengagungkan dan memohon kepada Tuhan yang Maha Pemurah, maka pada saat itu kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.", "long": "Dalam suasana huru-hara dan dalam keadaan panik itu mereka mendengar suara seorang penyeru yaitu malaikat yang menarik perhatian mereka seluruhnya dan tanpa disadari mereka tunduk dan patuh mengikuti perintah penyeru itu tanpa dipikirkan lagi akibat dari perintah itu sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nDengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, \"Ini adalah hari yang sulit.\" (al-Qamar/54: 8)\n\nMereka semua diseru untuk menghadap kehadirat Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa untuk menerima perhitungan amal perbuatan mereka selama hidup di dunia. Tak ada seorang pun yang dapat menghindar atau membebaskan diri dari perhitungan itu. Di kala itu terdiamlah semua makhluk, tak ada suara yang terdengar kecuali bisik-bisikan yang terjadi antara sesama mereka. Tak ada yang berani mengangkat suaranya karena hebatnya suasana di kala itu, suasana menghadap kehadirat Allah untuk menerima perhitungan. Siapa yang beriman dan baik amalnya, tentu akan menerima ganjaran berlipat ganda dan akan dimasukkan ke dalam surga dan siapa yang kafir dan banyak dosanya akan menerima balasan yang setimpal dan akan dilemparkan ke neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 2457, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma 'izil laa tanfa'ush shafaa'atu illaa man azina lahur Rahmaanu wa radiya lahoo qawlaa" } }, "translation": { "en": "That Day, no intercession will benefit except [that of] one to whom the Most Merciful has given permission and has accepted his word.", "id": "Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2457", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2457.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2457.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari itu juga tidak berguna syafaat dan pertolongan orang tua, anak, atau kerabat, kecuali syafaat dari orang yang dicintai dan telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan orang itu juga telah Dia ridai perkataannya.", "long": "Pada hari itu tak ada yang dapat menolong seseorang atau memberi syafa'at kepadanya baik dari malaikat maupun dari manusia kecuali orang yang telah diberi izin oleh Allah bahwa dia akan memberikan syafaat dapat diterima pula oleh Allah sesuai dengan bunyi ayat:\n\nDan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai. (an-Najm/53: 26)\n\nMalaikat yang tidak berdosa saja tidak diterima syafa'atnya untuk menolong seseorang di waktu itu kalau tidak seizin Allah apalagi setan-setan, berhala-berhala atau pemimpin-pemimpin musyrik lainnya tentulah mereka tidak dapat sedikit pun menolong pengikut-pengikutnya. Sedangkan untuk menolong diri mereka sendiri mereka tidak berdaya, apalagi untuk menolong orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 2458, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 127, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ya'lamu maa bainaa aideehim wa maa khalfahum wa laa yauheetoona bihee 'ilmaa" } }, "translation": { "en": "Allah knows what is [presently] before them and what will be after them, but they do not encompass it in knowledge.", "id": "Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2458", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2458.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2458.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah Tuhan Yang Maha Pengasih. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka, yaitu kehidupan duniawi, dan apa yang ada di belakang mereka, yaitu kondisi mereka di akhirat. Dia juga mengetahui apa saja yang belum terjadi, sedang ilmu mereka sangat terbatas sehingga tidak dapat meliputi ilmu-Nya yang serba terinci.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sebab-sebab mengapa syafaat tidak bermanfaat kalau tidak dengan izin-Nya. Sebab-sebab itu ialah karena Allah mengetahui semua perbuatan manusia, iman dan kufurnya, tak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Dialah sebenarnya yang dapat menentukan apakah seseorang berhak mendapat syafa'at, karena iman dan amalnya selama hidup di dunia dan Dia pulalah yang berhak dan dapat menetapkan bahwa seseorang tidak dapat diberi syafaat karena kufur dan dosa-dosanya yang tidak dapat diampuni. Sedangkan malaikat atau manusia yang walaupun telah diizinkan oleh-Nya untuk memberi syafaat tidak mengetahui hal itu secara terperinci." } } }, { "number": { "inQuran": 2459, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0645\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa 'anatil wujoohu lil Haiiyil Qaiyoomi wa qad khaaba man hamala zulmaa" } }, "translation": { "en": "And [all] faces will be humbled before the Ever-Living, the Sustainer of existence. And he will have failed who carries injustice.", "id": "Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2459", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2459.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2459.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang beriman mengakui keagungan Allah tersebut dan tunduklah semua muka dengan rendah diri kepada Tuhan yang hidup kekal lagi berdiri sendiri dalam mengurus makhluk-Nya. Sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman dengan mengingkari petunjuk Allah dan tuntunan rasul-Nya.", "long": "Di kala itu tunduklah semua muka merasa rendah diri di hadapan Allah Yang Mahakuasa dan Maha Perkasa Yang akan memberikan putusan terakhir mengenai nasib mereka masing-masing sesuai dengan iman dan amal mereka, putusan dari Yang Mahaadil yang tidak dapat dibantah dan disangkal dan harus dilaksanakan. Di kala itu menyesallah orang-orang yang ingkar dan berdosa mengapa dia di dunia dahulu mengikuti kemauan setan dan hawa nafsu, mementingkan duniawi tanpa menghiraukan sedikit pun bahwa mereka akan menemui hari perhitungan, menghina serta memperolok-olokan seruan para nabi dan rasul untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2460, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0636\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai ya'mal minas saalihaati wa huwa mu'minun falaa yakhaafu zulmanw wa laa hadmaa" } }, "translation": { "en": "But he who does of righteous deeds while he is a believer - he will neither fear injustice nor deprivation.", "id": "Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2460", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2460.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2460.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan siapa saja mengerjakan amal-amal yang saleh dengan niat tulus dan ia dalam keadaan beriman, maka dia tidak akan merasa khawatir akan perlakuan yang tidak adil terhadapnya dan tidak pula dia akan merasa takut terhadap pengurangan haknya sesuai apa yang telah ditetapkan dan dilakukannya.", "long": "Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sebagai persiapan untuk menghadapi hari perhitungan ini, mereka merasa bahagia dan bersyukur serta terbayanglah dalam pikiran mereka ganjaran yang akan dianugerahkan Allah kepada mereka sesuai dengan janji-Nya, sesuai dengan keadilan dan rahmat-Nya. Mereka yakin dengan sepenuhnya bahwa mereka tidak akan teraniaya, tidak akan dirugikan sedikit pun, mereka akan dimasukkan ke dalam surga Jannatun Na'im yang di dalamnya tersedia nikmat dan kesenangan yang tiada putus-putusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2461, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 16, "page": 319, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u062d\u0652\u062f\u0650\u062b\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika anzalnaahu Qur-aanan 'Arabiyyanw wa sarrafnaa fee hi minal wa'eedi la'allahum yattaqoona aw yuhdisu lahum zikraa" } }, "translation": { "en": "And thus We have sent it down as an Arabic Qur'an and have diversified therein the warnings that perhaps they will avoid [sin] or it would cause them remembrance.", "id": "Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (Al-Qur'an) itu memberi pengajaran bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2461", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2461.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2461.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an mengandung ancaman bagi orang kafir dan tuntunan bagi semua manusia. Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab sebagai pengingat, dan Kami telah menerangkan pula dengan berulang kali di dalamnya sebagian dari ancaman yang telah disebutkan. Yang demikian ini dimaksudkan agar mereka bertakwa atau agar Al-Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka yang membaca dan melaksanakan petunjuknya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab agar mudah dipahami oleh orang-orang musyrik Mekah dan agar mereka tertarik untuk memperhatikan isinya dan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian mereka diharapkan akan kembali kepada kebenaran dan meninggalkan kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan seperti menyembah kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan seperti menyembah berhala dan dapat hidup dengan tenteram dan bahagia dengan menjalankan peraturan-peraturan yang terkandung di dalamnya karena semua perintah dan larangan di dalamnya adalah semata-mata untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.\n\nDi dalam Al-Qur'an diutarakan pula beberapa peringatan dan ancaman kepada orang-orang yang durhaka yang tidak mau memperhatikan seruan nabi-nabi dan rasul-rasul bahkan tetap menolaknya, karena bertentangan dengan keinginan hawa nafsu mereka, seperti kisah umat-umat yang terdahulu yang telah dibinasakan karena kedurhakaan mereka dan keterangan mengenai nasib orang-orang kafir dan berdosa di akhirat nanti. Untuk mengembalikan orang-orang Arab yang demikian keras hatinya dan mendalam syirik dan akidahnya kepada kebenaran tidak cukup hanya dengan dakwah dan penerangan saja, tetapi dakwah dan penerangan itu harus pula disertai dengan peringatan dan ancaman. Hal ini bukan saja berlaku pada kaum musyrik Mekah tetapi berlaku pula untuk semua manusia. \n\nBila dakwah dan penjelasan tidak juga bermanfaat maka tibalah waktunya untuk memberikan peringatan dengan menerangkan fakta-fakta sejarah dan contoh-contoh umat yang terdahulu, malapetaka dan musibah yang terjadi dalam masyarakat disebabkan kerusakan akhlak dan kehancuran norma-norma keadilan dan kebenaran. Dengan demikian dapat diharapkan manusia akan menjadi sadar dan insaf, menjadi orang yang bertakwa kepada Allah mengakui kebesaran dan kekuasaan-Nya, tunduk kepada peraturan-peraturan yang dibuat-Nya untuk kepentingan umat manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 2462, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0642\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u062d\u0652\u064a\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0632\u0650\u062f\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fata'aalal laahul Malikul Haqq; wa laa ta'jal bil Quraani min qabli ai yuqdaaa ilaika wahyuhoo wa qur Rabbi zidnee 'ilmaa" } }, "translation": { "en": "So high [above all] is Allah, the Sovereign, the Truth. And, [O Muhammad], do not hasten with [recitation of] the Qur'an before its revelation is completed to you, and say, \"My Lord, increase me in knowledge.\"", "id": "Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur'an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2462", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2462.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2462.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan semua sifat itu, maka sesungguhnya Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan karena itu, janganlah kamu, wahai Nabi Muhammad, tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan pewahyuannya kepadamu agar kamu tidak salah memahami dan mengajarkannya, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan yang bermanfaat.”", "long": "Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw ketika Jibril membacakan kepadanya beberapa ayat yang diturunkan, dia cepat-cepat membacanya kembali padahal Jibril belum selesai membacakan seluruh ayat yang akan disampaikan pada Nabi. Hal ini karena Nabi takut kalau dia tidak cepat-cepat mengulanginya, mungkin dia lupa dan tidak dapat mengingat kembali. Oleh sebab itu Allah melarangnya bertindak seperti itu, karena tindakan seperti itu mungkin akan lebih mengacaukan hafalannya sebab di waktu dia mengulangi membaca apa yang telah dibacakan kepadanya perhatiannya tertuju kepada pengulangan bacaan itu tidak kepada ayat-ayat selanjutnya yang akan dibacakan jibril padahal Allah menjamin akan memelihara Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya, jadi tidak mungkin Nabi Muhammad lupa atau dijadikan Allah lupa kalau dia mendengarkan baik-baik lebih dahulu semua ayat-ayat yang dibacakan Jibril kemudian bila Jibril telah selesai membacakan seluruhnya, barulah Nabi membacanya kembali.\n\nAyat ini menegaskan bahwa Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar amat Luas Ilmu-Nya yang dengan Ilmu-Nya itu Dia mengatur segala sesuatu dan membuat peraturan-peraturan yang sesuai dengan kepentingan makhluk-Nya, tidak terkecuali peraturan-peraturan untuk keselamatan dan kebahagiaan umat manusia. Dialah yang mengutus para nabi dan para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci seperti Zabur, Taurat dan Injil serta Dia pulalah yang menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan berangsur-angsur bukan sekaligus sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya. Kadang-kadang diturunkan hanya beberapa ayat pendek saja atau surah yang pendek pula dan kadang-kadang diturunkan ayat-ayat yang panjang sesuai dengan keperluan dan kebutuhan pada waktu itu.\n\nMengenai hal ini Allah berfirman:\n\nJangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur'an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya. (al-Qiyamah/75: 16-19)\n\nMengenai jaminan Allah dan terpeliharanya Al-Qur'an tersebut dalam ayat:\n\nSesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya. (al-hijr/15: 9)\n\nKemudian Allah menyuruh Nabi Muhammad saw agar berdoa supaya Dia memberikan kepadanya tambahan ilmu. Diriwayatkan oleh at-Tirmizi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berdoa seperti berikut:\n\nYa Allah. Jadikanlah ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku bermanfaat bagiku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang berguna untukku dan berikanlah kepadaku tambahan ilmu. Segala puji bagi Allah atas segala hal, aku berlindung kepada Allah dari keadaan dan segala hal yang dilakukan oleh penghuni neraka. (at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Bazzar)" } } }, { "number": { "inQuran": 2463, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 275, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0647\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad 'ahidnaaa ilaaa Aadama min qablu fanasiya wa lam najid lahoo 'azmaa" } }, "translation": { "en": "And We had already taken a promise from Adam before, but he forgot; and We found not in him determination.", "id": "Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2463", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2463.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2463.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut mengisahkan peristiwa yang terjadi pada Adam dan pembangkangan Iblis terhadap perintah Allah. Kisah ini diawali dengan peringatan Allah atas tipu daya iblis. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu untuk menjauhi iblis yang selalu berusaha menyesatkannya. Tetapi karena iblis pandai merayu maka dia lupa akan perintah itu. Dia lalu mengikuti ajakan iblis dan terjerumus sehingga melanggar larangan Allah. Dan saat itu tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat untuk menolak rayuan iblis.”", "long": "Pada ayat ini Allah telah menerangkan bahwa Dia telah mengamanatkan kepada Adam supaya selalu waspada terhadap Iblis yang merupakan musuhnya dan musuh istrinya Hawa. Memang Iblis telah memperdayakannya dengan bujuk rayunya dan mengatakan kepadanya bahwa pohon khuldi (keabadian) itu pohon yang paling baik, barang siapa memakan buahnya pastilah dia akan kekal di dalam surga. Karena keinginannya yang sangat agar dia kekal di dalam surga menikmati karunia Allah yang tiada putus-putusnya, maka Adam lupa akan amanat Allah dan larangan-Nya untuk tidak makan buah khuldi itu. Adam lupa bahwa Iblis itu musuhnya yang hendak menjerumuskannya ke lembah dosa. Adam lupa bahwa Allah melarangnya memakan buah yang dilarang itu sehingga dimakannya buah itu. Di sini tampak bahwa Adam yang sudah memiliki pengetahuan tentang niat buruk Iblis masih dapat diperdayakan dengan janji-janji yang menarik dikemukakan Iblis kepadanya apalagi manusia biasa, oleh sebab itu seseorang harus mempunyai kemauan yang kuat dan tekad yang membaja tidak akan dapat dipengaruhi oleh siapapun dan janji apapun, dia harus selalu ingat dan waspada dan mati-matian mempertahankan pendirian dan kepercayaannya agar tidak bisa digoda oleh Iblis." } } }, { "number": { "inQuran": 2464, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa iz qulnaa lilma laaa'ikatis judoo li Aadama fasajadooo illaaa Iblees; abaa" } }, "translation": { "en": "And [mention] when We said to the angels, \"Prostrate to Adam,\" and they prostrated, except Iblees; he refused.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2464", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2464.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2464.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan awal peristiwa ini. Dan ingatlah ketika Kami berkata kepada malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” lalu mereka pun sujud sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya, kecuali iblis. Dengan takabur dia menolak perintah Allah tersebut.", "long": "Sebagai penjelasan yang terperinci mengenai teperdayanya Adam oleh Iblis sehingga dia memakan buah yang dilarang memakannya. Allah menerangkan kisah tersebut sejak awal yaitu ketika Dia memerintahkan kepada malaikat supaya sujud kepada Adam. Dengan taat dan patuh malaikat pun sujud kepada-Nya tanpa membantah, tanpa rasa iri dalam hati, tak ada mempunyai perasaan sombong dan takabur tidak ada enggan sedikit pun melaksanakan perintah Tuhannya. Berlainan dengan Iblis yang sombong dan takabur, dia enggan dan tidak mau sujud kepada Adam karena menganggap dirinya lebih tinggi dan lebih mulia dari Adam. Mengapa mesti dia yang sujud kepada Adam padahal seharusnya Adamlah yang sujud kepadanya. Hal ini tersebut dalam firman Allah:\n\nLalu para malaikat itu bersujud semuanya. Kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir. (Allah) berfirman, \"Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?\" (Iblis) berkata, \"Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.\" (shad/38: 73-76)" } } }, { "number": { "inQuran": 2465, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0634\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Faqulnaa yaaa Aadamu inna haazaa 'aduwwul laka wa lizawjika falaa yukhrijan nakumaa minal Jannati fatashqaa" } }, "translation": { "en": "So We said, \"O Adam, indeed this is an enemy to you and to your wife. Then let him not remove you from Paradise so you would suffer.", "id": "Kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2465", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2465.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2465.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk memperingatkan Adam tentang penolakan iblis, kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguh iblis ini adalah musuh nyata bagimu dan bagi istrimu. Maka, sekali-kali janganlah sampai dia berhasil menggelincirkan dan mengeluarkan kamu berdua dari surga. Ketahuilah, hal itulah yang menyebabkan kamu menjadi celaka.", "long": "Karena Iblis tidak mau sujud kepada Adam disebabkan kesombongannya dan iri hati atas kemuliaan dan kehormatan yang diberikan kepada Adam. Allah menegaskan kepadanya bahwa Iblis itu adalah musuhnya dan musuh istrinya. Oleh sebab itu ia harus berhati-hati dan waspada terhadap tindak tanduknya, janganlah sekali-kali ia mengikuti bujuk rayunya yang mungkin berupa nasehat atau anjuran. Tidak ada tujuannya kecuali menimpakan musibah atau malapetaka kepadanya. Jika ia teperdaya dengan mulut manisnya yang bila diikutinya mungkin akan menyebabkan Adam terusir dari surga yang penuh rahmat dan karunia-Nya. Bila hal ini terjadi tentulah Iblis akan tertawa gembira sedangkan Adam akan menderita kehidupan yang berat di dunia, di mana dia harus berjuang dan bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya sedang di dalam surga dia hidup serba cukup tak ada kekurangan satu apapun, semua keinginannya dengan mudah tercapai dan terlaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 2466, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u064f\u0648\u0639\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Innaa laka allaa tajoo'a feeha wa laa ta'raa" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is [promised] for you not to be hungry therein or be unclothed.", "id": "Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2466", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2466.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2466.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Adam, sungguh, ada jaminan untukmu di surga sana bahwa engkau tidak akan kelaparan di dalamnya. Allah telah menyediakan bagimu di sana buah-buahan dan makanan lain. Dan kamu di surga itu juga tidak akan telanjang karena Allah telah menyiapkan pakaian untukmu. Dan sungguh, di surga sana engkau tidak akan merasa dahaga karena ada mata air yang selalu memancarkan air yang jernih di sana. Dan di sana tidak pula kamu akan ditimpa panas matahari di dalamnya karena rimbunnya dedaunan dari beragam pepohonan di sana.”", "long": "Allah menjanjikan kepada Adam bahwa selama di dalam surga dia tidak akan merasa lapar dan haus karena berbagai macam makanan yang enak, minuman yang beragam serta buah-buahan selalu disediakan baginya. Dia tidak akan pernah merasa haus karena disediakan pula untuknya beraneka ragam minuman yang lezat dan tidak akan terkena sengatan matahari yang panas karena selalu berada di tempat yang teduh dengan angin yang menghembus sepoi-sepoi basah. Dia tidak akan telanjang karena Allah telah memberinya pakaian yang sangat bagus dan indah. Semua yang disenangi dan disukai dapat dinikmati dalam surga seperti dalam firman-Nya:\n\nKamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Fushshilat/41: 31-32)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. (az-Zukhruf/43: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 2467, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0638\u0652\u0645\u064e\u0623\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0636\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa annaka laa tazma'u feehaa wa laa tadhaa" } }, "translation": { "en": "And indeed, you will not be thirsty therein or be hot from the sun.\"", "id": "Dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2467", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2467.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2467.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Adam, sungguh, ada jaminan untukmu di surga sana bahwa engkau tidak akan kelaparan di dalamnya. Allah telah menyediakan bagimu di sana buah-buahan dan makanan lain. Dan kamu di surga itu juga tidak akan telanjang karena Allah telah menyiapkan pakaian untukmu. Dan sungguh, di surga sana engkau tidak akan merasa dahaga karena ada mata air yang selalu memancarkan air yang jernih di sana. Dan di sana tidak pula kamu akan ditimpa panas matahari di dalamnya karena rimbunnya dedaunan dari beragam pepohonan di sana.”", "long": "Setelah Iblis melihat bagaimana senangnya Adam dan istrinya di dalam surga menikmati berbagai macam anugerah Ilahi, timbul rasa iri dan dengki dalam hatinya dan dia ingin sekali agar nikmat dan karunia yang dilimpahkan Allah itu dengan segera tercabut dari keduanya. Dia melihat tak ada cara yang lebih tepat dan ampuh untuk mewujudkan keinginan itu selain menggoda keduanya, supaya memakan buah khuldi yang terlarang memakannya. Dengan demikian tentulah Allah akan murka kepada Adam dan mengusirnya dari surga karena telah melanggar perintah-Nya. Lalu Iblis mendatangi Adam berpura-pura sebagai sahabat yang setia yang selalu mementingkan kebaikan dan kebahagiaannya, dan berceritalah dia bahwa pohon khuldi itu adalah pohon yang istimewa, buahnya amat lezat sekali rasanya, tak ada buah-buahan di dalam surga yang lebih lezat dari khuldi itu. Barang siapa memakannya pastilah dia akan kekal hidup selama-lamanya dan kekal pula tinggal di dalam surga. Jika Adam ingin tetap selama-lamanya di dalam surga ini maka ia harus makan buah itu, niscaya ia akan kekal hidup selama-lamanya dalam surga yang tidak akan runtuh selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2468, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0633\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064f \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062f\u064f\u0644\u0651\u064f\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u0652\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa waswasa ilaihish Shaitaanu qaala yaaa Aadamu hal adulluka 'alaa shajaratil khuldi wa mulkil laa yablaa" } }, "translation": { "en": "Then Satan whispered to him; he said, \"O Adam, shall I direct you to the tree of eternity and possession that will not deteriorate?\"", "id": "Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2468", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2468.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2468.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setan yang iri pada anugerah besar yang Allah berikan kepada Nabi Adam itu membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata, “Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian yang bisa membuatmu hidup abadi di surga, dan kerajaan yang terus berada dalam genggamanmu sehingga tidak akan binasa?”", "long": "Ayat ini menjelaskan keadaan Adam dan istrinya Hawa, ketika Iblis merayu mereka maka tanpa mengingat amanat Tuhan bahwa Iblis itu adalah musuh yang ingin mencelakakannya dan dia dilarang Allah memakan buah larangan itu, Adam dan Hawa memetik buah itu dan langsung memakannya dengan penuh harapan bahwa ia bersama istrinya akan hidup kekal di dalam surga. Tidak lama setelah Adam dan Hawa memakan buah larangan itu aurat mereka masing-masing terbuka, padahal sebelum memakan buah larangan itu tidak ada sedikit pun perhatian mereka terhadap aurat itu, lalu mereka merasa malu dan cepat-cepar memetik daun-daunan dalam surga untuk menutupinya. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa akibat memakan buah khuldi timbullah pada Adam dan Hawa dorongan (insting) seksual, karena itu mereka merasa malu melihat aurat masing-masing. Demikianlah karena didorong oleh keinginan yang sangat, Adam lupa akan amanat Tuhan sampai ia melanggar perintah-Nya. Ia gagal menghadapi ujian Tuhannya, menjadi lemah tekad dan kemauannya disebabkan godaan Iblis dan disebabkan godaan nafsu dan keinginannya sendiri sehingga jatuh ke jurang pelanggaran." } } }, { "number": { "inQuran": 2469, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0643\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0628\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0652\u0622\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0641\u0650\u0642\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0635\u0650\u0641\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062f\u064e\u0645\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u063a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa akalaa minhaa fabadat lahumaa saw aatuhumaa wa tafiqaa yakhsifaani 'alaihimaa minw waraqil jannah; wa 'asaaa Aadamu Rabbahoo faghawaa" } }, "translation": { "en": "And Adam and his wife ate of it, and their private parts became apparent to them, and they began to fasten over themselves from the leaves of Paradise. And Adam disobeyed his Lord and erred.", "id": "Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2469", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2469.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2469.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bujuk rayu iblis berhasil melenakan Adam dan Hawa. Lalu keduanya memakan buah-nya. Begitu mereka memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan ketika itu muncullah rasa malu sehingga mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun dari pepohonan surga. Dan akibat dari kelenaan ini telah durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah dia karenanya.", "long": "Setelah menyadari bahwa ia dan istrinya telah melanggar perintah Allah dengan memakan buah larangan itu ia pun menyesal atas keterlanjurannya itu, merasa kecewa karena membenarkan bujukan Iblis dan teperdaya dengan kata-kata manis dari musuhnya. Ia sangat khawatir terhadap nasibnya bersama istrinya karena telah mendurhakai Tuhannya. Ia merasa berdosa dan minta ampun atas kesalahannya itu seperti tersebut pada ayat:\n\nKeduanya berkata, \"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.\" (al-A'raf/7: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 2470, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Summaj tabbahu Rabbuhoo fataaba 'alaihi wa hadaa" } }, "translation": { "en": "Then his Lord chose him and turned to him in forgiveness and guided [him].", "id": "Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2470", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2470.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2470.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Maha Pengasih kepada makhluk-Nya, tidak terkecuali kepada Adam. Meski dia telah melakukan kesalahan karena terbujuk setan, namun kemudian Tuhannya tetap memilih dia sebagai khalifah. Ketika dia bertobat dan memohon ampun, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.", "long": "Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang terhadap hamba-Nya apalagi terhadap orang yang diangkat menjadi khalifah di bumi, oleh sebab itu Allah tidak akan membalas keterlanjuran Adam memakan buah larangan itu dengan menimpakan siksaan atas dirinya, dalam keadaan lupa sehingga ia teperdaya dengan bujukan musuhnya, meskipun Adam telah melanggar larangan Tuhan yang telah memerintahkan supaya dia jangan sampai teperdaya oleh setan musuhnya itu, sehingga Adam dikeluarkan dari surga. Adam dan istrinya sangat menyesali perbuatannya dan telah bertobat meminta ampun kepada-Nya. Karena itu Allah mengampuni dosanya dan memilihnya menjadi orang yang dekat kepadanya. Akibat melanggar perintah Tuhan, Adam diperintahkan keluar dari surga dan turun ke bumi, dengan demikian ketetapan Allah bahwa Adam akan dijadikan Khalifah di muka bumi ini terlaksana, sebagaimana tersebut di dalam firman-Nya:\n\n\"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" (al-Baqarah/2: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2471, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0647\u0652\u0628\u0650\u0637\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06d6 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0647\u064f\u062f\u064e\u0627\u064a\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaalah bita minhaa jamee'am ba'dukum liba'din 'aduww; fa immaa yaati yannakum minnee hudan famanit taba'a hudaaya falaa yadillu wa laa yashhqaa" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Descend from Paradise - all, [your descendants] being enemies to one another. And if there should come to you guidance from Me - then whoever follows My guidance will neither go astray [in the world] nor suffer [in the Hereafter].", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2471", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2471.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2471.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah berfirman, “Wahai Adam dan Hawa, turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama. Ketahuilah, sebagian dari kamu akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka, jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku untuk menjadi pedoman dalam kehidupanmu, lalu siapa saja yang mengikuti petunjuk-Ku dan melaksanakan ajaran-Ku, dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan pula celaka dalam kehidupan akhirat.”", "long": "Bukan saja Adam yang harus turun ke bumi tetapi Iblis musuh yang memperdayakannya harus turun pula ke dunia. Kedua jenis makhluk ini akan menjadi musuh satu sama lain, permusuhan Iblis terhadap manusia adalah permusuhan yang abadi dan berkesinambungan sampai datangnya hari Kiamat. Iblis akan selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang benar dengan berbagai macam tipu dayanya. Oleh sebab itu Allah mengingatkan kepada anak cucu Adam agar ia selalu waspada terhadap musuh utamanya itu. Apabila telah datang petunjuk dari Tuhan dengan perantaraan nabi dan rasul-Nya maka hendaklah manusia mengikuti petunjuk seperti yang diajarkan rasul. Dengan demikian dia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka. Ibnu Abbas berkata mengenai ayat ini bahwa Allah melindungi orang-orang yang mengikuti ajaran Al-Qur'an dari kesesatan di dunia dan dari kecelakaan dan malapetaka di akhirat. \n\nDari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda, \"Siapa yang mengikuti kitabullah, Allah akan memberikan petunjuk kepadanya untuk menghindari kesesatan di dunia dan memeliharanya dari keburukan hisab pada hari Kiamat.\" (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan ath-thabrani)" } } }, { "number": { "inQuran": 2472, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u064a \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0634\u064e\u0629\u064b \u0636\u064e\u0646\u0643\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa man a'rada 'an Zikree fa inna lahoo ma'eeshatan dankanw wa nahshuruhoo Yawmal Qiyaamati a'maa" } }, "translation": { "en": "And whoever turns away from My remembrance - indeed, he will have a depressed life, and We will gather him on the Day of Resurrection blind.\"", "id": "Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2472", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2472.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2472.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah memberi peringatan dan ancaman bagi mereka yang berpaling dari petunjuk-Nya. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku dan enggan mengikuti petunjuk-Ku, maka sungguh dia akan mendapat balasan dengan menjalani kehidupan yang sempit sehingga selalu merasa kurang meski sudah memperoleh banyak rezeki di dunia, dan Kami akan mengumpulkannya kelak pada hari kiamat dalam keadaan buta sehingga tidak dapat meniti jalan ke surga.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang-orang yang berpaling dari ajaran Al-Qur'an tidak mengindahkannya dan menentang petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya maka sebagai hukumannya dia akan selalu hidup dalam kesempitan dan kesulitan. Dia akan selalu bimbang dan gelisah walaupun dia memiliki kekayaan, pangkat dan kedudukan karena selalu diganggu oleh pikiran dan khayalan yang bukan-bukan mengenai kekayaan dan kedudukannya itu. Dia akan selalu dibayangi oleh momok kehilangan kesenangan yang telah dicapainya, sehingga ia melakukan tindakan-tindakan yang menimbulkan kebencian dan kerugian dalam masyarakatnya. Kemudian di akhirat nanti ia akan dikumpulkan Allah bersama manusia lain dalam keadaan buta mata hatinya. Sebagaimana dia di dunia selalu menolak petunjuk-petunjuk Allah yang terang benderang dan memicingkan matanya agar petunjuk itu jangan terlihat olehnya sehingga ia berlarut-larut dalam kesesatan, demikian pula di akhirat ia tidak dapat melihat suatu alasan pun untuk membela dirinya dari ketetapan Allah Yang Mahaadil. \n\nSebagian ahli tafsir mengatakan bahwa orang yang berpaling dari ajaran Allah itu memang menjadi buta panca indera tidak melihat suatu apapun sebagai tambahan siksaan atasnya. Seseorang yang buta di kala terjadi huru-hara dan melapetaka akan lebih kalang-kabut pikirannya karena tidak tahu apa yang akan dibuat dan tidak tentu arah yang akan dituju untuk menyelamatkan dirinya karena tidak melihat dari mana datangnya bahaya yang mengancam. Tetapi sesudah itu matanya akan menjadi terang kembali karena melihat sendiri buku catatan amalnya dan bagaimana hebat dan dahsyatnya siksaan neraka sebagaimana tersebut dalam ayat:\n\nDan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya. (al-Kahf/18: 53)" } } }, { "number": { "inQuran": 2473, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 16, "page": 320, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062d\u064e\u0634\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi lima hashar tanee a'maa wa qad kuntu baseeraa" } }, "translation": { "en": "He will say, \"My Lord, why have you raised me blind while I was [once] seeing?\"", "id": "Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2473", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2473.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2473.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika orang yang ingkar itu merasakan balasan Allah, dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta sehingga tidak dapat melihat, padahal di dunia dahulu aku dapat melihat?”", "long": "Orang-orang yang kafir itu akan bertanya kepada Allah mengapa Engkau jadikan aku buta sedang mataku dahulu terang dapat melihat. Allah menjawab, bahwa hal itu memang demikian! Karena di dunia ketika datang kepadanya rasul-rasul membawa petunjuk-petunjuk-Nya dia berpaling darinya seakan-akan matanya telah buta dan seakan-akan ia telah melupakannya karena tidak mengindahkan dan memperhatikannya. Oleh sebab itu Allah jadikan mata hatinya buta pada hari Kiamat sehingga engkau tidak dapat mengemukakan suatu alasan untuk membela dirimu dari azab yang telah disediakan baginya sebagai balasan atas kebutaan mereka selama di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2474, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u0646\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qaala kazaalika atatka Aayaatunaa fanaseetahaa wa kazaalikal Yawma tunsaa" } }, "translation": { "en": "[Allah] will say, \"Thus did Our signs come to you, and you forgot them; and thus will you this Day be forgotten.\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2474", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2474.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2474.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab aduan itu Allah berfirman, “Demikianlah yang terjadi. Dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami untuk mengajakmu mengikuti petunjuk Kami, maka kamu melupakannya dan enggan menaati perintah Kami, dan sebagai balasannya, begitu pula pada hari ini kamu pun dilupakan.”", "long": "Orang-orang yang kafir itu akan bertanya kepada Allah mengapa Engkau jadikan aku buta sedang mataku dahulu terang dapat melihat. Allah menjawab, bahwa hal itu memang demikian! Karena di dunia ketika datang kepadanya rasul-rasul membawa petunjuk-petunjuk-Nya dia berpaling darinya seakan-akan matanya telah buta dan seakan-akan ia telah melupakannya karena tidak mengindahkan dan memperhatikannya. Oleh sebab itu Allah jadikan mata hatinya buta pada hari Kiamat sehingga engkau tidak dapat mengemukakan suatu alasan untuk membela dirimu dari azab yang telah disediakan baginya sebagai balasan atas kebutaan mereka selama di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2475, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0641\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika najzee man asrafa wa lam yu'mim bi Aayaati Rabbih; wa la'azaabul Aakhirati ashaddu wa abqaa" } }, "translation": { "en": "And thus do We recompense he who transgressed and did not believe in the signs of his Lord. And the punishment of the Hereafter is more severe and more enduring.", "id": "Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2475", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2475.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2475.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikianlah, sebagai hukuman atas keengganan itu, Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak menghiraukan petunjuk yang datang kepadanya dan tidak pula mau percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan ketahuilah, sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat daripada hukuman di dunia dan selain itu, azab di akhirat juga lebih kekal.", "long": "Demikianlah Allah membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada bukti-bukti kekuasaan-Nya. Di dunia dia menemui berbagai kesulitan selalu bimbang dan gelisah, karena tidak ada pegangan dalam hidupnya kecuali kekayaan pangkat dan kedudukannya saja. Bila ia ditimpa suatu kesulitan atau marabahaya dia segera menjadi panik dan tidak tahu apa yang akan diperbuatnya dan kadang-kadang tanpa disadarinya ia melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Dia tidak pernah merasakan ketenteraman dan ketenangan hati. Ini berarti dia tidak pernah merasakan kebahagiaan yang hakiki. \n\nDi akhirat dia akan disiksa dengan berbagai siksaan di antaranya siksaan hati karena mata hatinya telah buta tidak dapat memberikan alasan atau hujjah-hujjah untuk membebaskan dirinya dari hukuman Allah atau dia memang dijadikan benar-benar buta matanya agar dia lebih tersiksa lagi karena tidak berdaya sama sekali untuk mengatasi suasana yang penuh huru-hara dan kedahsyatan. Sesungguhnya azab di akhirat jauh lebih berat dan dahsyat, terutama azab di neraka yang bersifat kekal selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2476, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 276, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0647\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Afalam yahdi lahum kam ahlaknaa qablahum minal qurooni yamshoona fee masaakinihim; inna fee zaalika la Aayaatil li ulinnuhaa" } }, "translation": { "en": "Then, has it not become clear to them how many generations We destroyed before them as they walk among their dwellings? Indeed in that are signs for those of intelligence.", "id": "Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2476", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2476.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2476.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat berikut Allah menerangkan peringatan-Nya kepada orang kafir dan enggan mengikuti petunjuk-Nya. Sungguh, semua ancaman itu pasti terjadi, maka tidakkah apa yang terjadi pada kaum kafir terdahulu menjadi petunjuk bagi mereka yang musyrik itu; berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka. Sungguh mengherankan bila mereka tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu, padahal mereka telah berjalan di lokasi tersebut dan melihat bekas-bekas tempat tinggal umat-umat yang dibinasakan itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu, yaitu bukti-bukti yang dapat disaksikan, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal dan mau memperhatikan kejadian di masa lalu.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah meminta perhatian orang-orang kafir agar mereka memikirkan dengan tenang bagaimana kesudahan umat-umat yang telah lalu, mereka telah dibinasakan oleh Allah karena kekafirannya dengan menurunkan berbagai macam malapetaka, ada yang berupa angin topan, gempa yang dahsyat dan ada pula yang berupa suara keras yang mengguntur. Mereka dapat melihat dengan mata kepala sendiri bekas-bekas yang ditinggalkan oleh umat-umat yang telah binasa itu. Bekas-bekas itu menunjukkan bahwa mereka adalah umat-umat yang kuat dan jaya pada masanya memiliki bangunan-bangunan yang besar dan kokoh, mempunyai kebudayaan yang tinggi lebih dari apa yang dimiliki orang-orang kafir Mekah. Tetapi karena keingkaran dan kedurhakaan, mereka dibinasakan Allah dengan sekejap mata, tak seorang pun yang selamat dari malapetaka itu. Yang dapat dilihat sekarang hanya puing-puing bekas istana dan benteng-benteng pertahanan mereka. \n\nKaum musyrik Mekah dalam perjalanan dagang mereka di musim panas dan di musim dingin melalui bekas-bekas kerajaan yang telah runtuh itu, tetapi mereka tidak pernah memikirkan apa sebabnya maka kerajaan-kerajaan itu hancur dan musnah, dan menganggap hal itu adalah akibat bencana alam belaka. Seharusnya mereka dapat mengambil pelajaran dari umat-umat yang dahulu dan menginsafi bahwa bagaimanapun kuat dan jayanya satu umat, bila Allah menghendaki kehancuran mereka, karena kedurhakaan dan kekafiran tak ada yang dapat mempertahankan atau membela mereka. Mengapa hal ini semua tidak menjadi perhatian mereka. Sebenarnya kalau mereka mau berpikir, amat banyak pelajaran dan bukti-bukti kekuasaan Allah yang terdapat pada umat-umat yang telah hancur binasa itu, tetapi anehnya mereka tidak mengindahkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2477, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 277, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0632\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649", "transliteration": { "en": "Wa law laa Kalimatun sabaqat mir Rabbika lakaana lizaamanw wa ajalum musammaa" } }, "translation": { "en": "And if not for a word that preceded from your Lord, punishment would have been an obligation [due immediately], and [if not for] a specified term [decreed].", "id": "Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2477", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2477.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2477.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang terjadi pada manusia merupakan akibat perbuatan mereka. Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang telah diputuskan pada masa terdahulu, yaitu sebelum zaman Rasulullah, atau tidak ada ajal dan batas akhir yang telah ditentukan oleh Allah, pasti azab yang serupa juga menimpa mereka yang kafir itu.", "long": "Kalau tidak karena rahmat dan kasih sayang Allah atau karena ketetapan yang telah diputuskan-Nya bahwa umat Muhammad saw yang ingkar tidak akan dihancurbinasakan seperti umat-umat dahulu itu, dan balasan atas kekafiran mereka ditangguhkan sampai hari Kiamat tentulah mereka telah mengalami kehancuran pula. Hal ini tersebut dalam firman-Nya:\n\nSebenarnya hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (al-Qamar/54: 46)\n\nPara Ulama mengatakan bahwa hikmah penangguhan siksa umat Muhammad saw yang durhaka sampai hari Kiamat ialah memberi kesempatan bagi mereka untuk bertobat atau ada di antara keturunan mereka yang beriman. Hal itu merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan bagi Nabi Muhammad saw dan rahmat serta kasih sayang Allah terhadap umatnya, dengan demikian pengikut-pengikut ajarannya akan bertambah banyak. Ini sesuai dengan harapan beliau sebagaimana disebutkan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah:\n\nApa yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan kepadaku oleh Allah. Maka aku berharap agar aku menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya di antara para Nabi. (Riwayat asy-Syaikhan)" } } }, { "number": { "inQuran": 2478, "inSurah": 130 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 277, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0637\u064f\u0644\u064f\u0648\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0646\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0652\u0631\u064e\u0627\u0641\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fasbir 'alaa maa yaqooloona wa sabbih bihamdi Rabbika qabla tuloo'ish shamsi wa qabla ghuroobihaa wa min aanaaa'il laili fasbbih wa atraafan nahaari la 'allaka tardaa" } }, "translation": { "en": "So be patient over what they say and exalt [Allah] with praise of your Lord before the rising of the sun and before its setting; and during periods of the night [exalt Him] and at the ends of the day, that you may be satisfied.", "id": "Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2478", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2478.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2478.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, bila orang kafir terus menentang dakwahmu maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan. Untuk meneguhkan pendirianmu, berdoalah kepada Allah dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu. Lakukan itu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dengan salat lail, dan pada waktu-waktu di siang hari. Yang demikian itu supaya kamu merasa senang dan hatimu tenteram.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar dia tetap bersabar menghadapi tindakan-tindakan kaumnya yang kafir itu serta cemoohan dan penghinaan mereka terhadapnya seperti menuduhnya sebagai tukang sihir, orang gila, penyair dan sebagainya. Di samping itu hendaklah dia senantiasa mengingat dan mensucikan Tuhan dengan bertasbih dan salat sebelum terbit matahari, sebelum terbenam matahari dan di tengah malam. Memang dengan mengingat Allah dan dengan salat seseorang dapat membebaskan dirinya dari kekalutan pikiran, kesedihan dan kebimbangan. Nabi Muhammad sendiri pernah berkata tentang faedah salat untuk menenteramkan hatinya.\n\nDan dijadikan ketenangan hatiku ketika salat. (Riwayat Ahmad dan an-Nasai dari al-Mugirah)\n\nPada ayat lain Allah memerintahkan untuk menanggulangi suatu masalah yang pelik hendaknya kita bersikap sabar dan mendirikan salat.\n\nDan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (al- Baqarah/2: 45)\n\nDalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Rasulullah saw bersabda:\n\nBersabdalah Rasulullah saw: \"Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan ini, kamu tidak dihalang-halangi waktu melihat-Nya. Jika kamu sanggup berusaha agar kamu jangan ketinggalan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nKemudian Nabi membaca ayat 130 ini. \n\nDiriwayatkan dari Abu Hurairah. Bersabda Nabi Muhammad saw, \"Allah berfirman, Hai anak Adam gunakanlah waktumu untuk beribadah kepadaKu, maka Aku akan mengisi dadamu dengan kekayaan (batin) dan menghapus kefakiranmu. Tetapi bila kamu tidak mau mengerjakannya maka Aku akan mengisi dadamu dengan kesibukan dan tidak akan menutupi kefakiranmu.\" (Riwayat Ahmad dan at-Tirmidzi)\n\nKemudian Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad saw bila engkau telah mengerjakan apa yang telah Aku perintahkan kepadamu yaitu salat sebelum matahari terbit, sebelum terbenamnya, dan di tengah-tengah malam, niscaya jiwamu akan damai dan tenteram, dan engkau akan rida terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepadamu sebagaimana tersebut dalam ayat:\n\nDan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. (adh-dhuha/93: 5)\n\nMengenai rida dan kepuasan batin ini, sebuah hadis sahih mengungkapkan sebagai berikut:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Allah berkata kepada penghuni surga, Hai para penghuni surga. Mereka menjawab, Kami siap mendengarkan firman Engkau Ya Tuhan kami, selamat dan bahagia atas Engkau, lalu Allah berfirman apakah kamu telah rida dan puas? Mereka menjawab: Bagaimana kami tidak akan rida dan puas Engkau telah menganugerahkan kepada kami nikmat-nikmat yang tidak Engkau berikan kepada selain kami di antara makhluk-makhluk Engkau. Maka Allah berfirman, Aku akan menganugerahkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu. Mereka bertanya: Apakah itu ya Tuhan kami, yang lebih baik dari anugerah yang telah kami terima? Allah berfirman, Allah berfirman, Aku akan memberikan kepada kamu keridaanKu, maka Aku tidak akan marah kepadamu setelah itu untuk selama-lamanya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDemikianlah halnya bila seseorang yang telah mencapai rida Allah berkat ketaatan dan kepatuhannya, terhadap Tuhannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2479, "inSurah": 131 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 277, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064f\u062f\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0632\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa laa tamuddanna 'ainaika ilaa ma matta'na biheee azwajam minhum zahratal hayaatid dunya linaftinahum feeh; wa rizqu Rabbika khairunw wa abqaa" } }, "translation": { "en": "And do not extend your eyes toward that by which We have given enjoyment to [some] categories of them, [its being but] the splendor of worldly life by which We test them. And the provision of your Lord is better and more enduring.", "id": "Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2479", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2479.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2479.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Banyak orang kafir yang mendapat rezeki dan kenikmatan duniawi berlimpah. Allah mengingatkan kaum mukmin untuk tergiur dengan hal tersebut. Wahai orang beriman, janganlah kamu terpesona oleh apa yang orang kafir itu peroleh dan janganlah pula kamu tujukan kedua matamu dengan antusias dan penuh harap kepada apa yang telah Kami berikan, berupa kenikmatan duniawi, kepada golongan-golongan dari mereka. Sungguh, semua itu tidak lain sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya, dan ketahuilan bahwa karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal dari segala sisinya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa untuk menguatkan hati Rasulullah dan meneguhkan pendiriannya dalam menghadapi perjuangan menegakkan kalimah Allah, Allah mengamanatkan kepadanya agar dia jangan mengalihkan perhatiannya kepada kesenangan, kemewahan dan kekayaan yang dinikmati oleh sebagian orang kafir karena hal itu akan melemahkan semangatnya bila matanya telah disilaukan oleh kilauan perhiasan dunia dan ingin mempunyai apa yang dimiliki orang-orang kaya. Semua nikmat yang diberikan kepada orang-orang kafir hanyalah sementara, ibarat bunga yang sedang berkembang, tetapi tak lama kemudian bunga yang harum semerbak itu akan layu dan berguguran daunnya satu persatu dan hilanglah segala keindahan dan daya tariknya. Nikmat kekayaan yang diberikan kepada orang-orang kafir itu hanyalah buat sementara saja sebagai ujian bagi mereka, apakah dengan nikmat Tuhan itu mereka akan bersyukur kepada-Nya dengan beriman dan mempergunakannya untuk mencapai keridaan-Nya ataukah mereka akan tetap kafir dan bertambah tenggelam dalam kesesatan, sehingga harta benda itu menjadi sebab kecelakaan mereka sendiri. Allah telah menganugerahkan kepada Nabi sebagai ganti nikmat lahiriyah itu nikmat yang lebih baik yaitu ketenangan hati dan kebahagiaan yang berupa keridaan Ilahi.\n\nDiriwayatkan oleh Abu Rafi', seorang tamu datang mengunjungi Rasulullah, sedang di rumahnya tidak ada yang patut disuguhkan kepada tamu itu. Rasulullah menyuruh saya meminjam sedikit tepung gandum kepada orang Yahudi dan akan dibayar nanti pada bulan Rajab. Orang Yahudi itu tidak mau meminjamkan kecuali dengan jaminan. Aku kembali kepada Rasulullah memberitakan hal itu. Rasulullah berkata:\n\n\"Demi Allah, saya adalah orang yang dapat dipercaya di antara penghuni langit dan orang yang dapat dipercaya di antara penghuni bumi. Seandainya ia meminjami atau menjual padaku, tentu aku membayarnya. Bawalah baju perangku ini. (Riwayat al-Bazzar). \n\nKemudian turunlah ayat ini (thaha/20: 131)." } } }, { "number": { "inQuran": 2480, "inSurah": 132 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 277, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064e \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u06d6 \u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0643\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Waamur ahlaka bis Salaati wastabir 'alaihaa la nas'aluka rizqaa; nahnu narzuquk; wal 'aaqibatu littaqwaa" } }, "translation": { "en": "And enjoin prayer upon your family [and people] and be steadfast therein. We ask you not for provision; We provide for you, and the [best] outcome is for [those of] righteousness.", "id": "Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2480", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2480.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2480.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memahami apa yang akan terjadi pada orang musyrik dan kafir, maka taatlah kepada-Nya dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Wahai nabi Muhammad, Kami tidak meminta rezeki kepadamu, melainkan Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Orang yang taat akan mendapat pahala, dan akibat yang baik itu adalah balasan yang paling layak bagi orang yang bertakwa.", "long": "Ayat ini menjelaskan amanat berikutnya yang tidak kurang pen-tingnya dari perintah sebelumnya ialah perintah Allah kepada Nabi saw menyuruh untuk keluarganya mengerjakan salat dan sabar dalam melaksanakan salat dengan menjaga waktu dan kesinambungannya. Perintah itu diiringi dengan perintah yang kedua yaitu dengan peringatan bahwa Allah tidak minta rezeki kepada Nabi, sebaliknya Allah yang akan memberi rezeki kepadanya, sehingga Nabi tidak perlu memikirkan soal rezeki keluarganya. Oleh sebab itu keluarganya agar jangan terpengaruh atau menjadi silau matanya melihat kekayaan dan kenikmatan yang dimiliki oleh istri-istri orang kafir itu. Demikianlah amanat Allah kepada Rasul-Nya sebagai bekal untuk menghadapi perjuangan berat, yang patut menjadi contoh teladan bagi setiap pejuang yang ingin menegakkan kebenaran di muka bumi. Mereka harus lebih dahulu menjalin hubungan yang erat dengan Khaliknya yaitu dengan tetap mengerjakan salat dan memperkokoh batinnya dengan sifat tabah dan sabar. Di samping itu haruslah seisi rumah tangganya mempunyai sifat seperti yang dimilikinya. Dengan demikian ia akan tabah berjuang tidak diombangambingkan oleh perhiasan kehidupan dunia seperti kekayaan, pangkat dan kedudukan. \n\nAmanat-amanat inilah yang dipraktekkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya sehingga mereka benar-benar sukses dalam perjuangan mereka sehingga dalam masa kurang lebih 23 tahun saja Islam telah berkembang dengan pesatnya di seluruh jazirah Arab dan jadilah kalimah Allah kalimah yang paling tinggi dan mulia.\n\nJika Rasul dan keluarganya menghadapi berbagai kesuliltan, beliau mengajak keluarganya untuk salat, sebagaimana diriwayatkan dari sabit, ia berkata : \n\nApabila keluarga Nabi ditimpa kesusahan, beliau memerintahkan mereka, \"Ayo salatlah, salatlah,\" sabit berkata, \"Para nabi jika tertimpa kesusahan mereka segera menunaikan salat.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim)" } } }, { "number": { "inQuran": 2481, "inSurah": 133 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 277, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062d\u064f\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo law laa yaateenaa bi Aayatim mmir Rabbih; awalam taatihim baiyinatu maa fis suhufil oolaa" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Why does he not bring us a sign from his Lord?\" Has there not come to them evidence of what was in the former scriptures?", "id": "Dan mereka berkata, “Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2481", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2481.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2481.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut berisi uraikan tentang tuntutan orang kafir dan peringatan yang Allah sampaikan kepada mereka melalui Rasulullah. Orang kafir mengeluhkan hukuman yang mereka terima dan mereka berkata, “Mengapa dia, Muhammad, tidak membawa tanda bukti kepada kami dari Tuhannya agar kami percaya dan menaati ajaran-Nya?” Sungguh aneh perkataan mereka karena mereka telah diberi peringatan. Bukankan telah datang kepada mereka bukti nyata tentang azab yang Allah timpakan kepada umat-umat terdahulu yang ingkar, sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu, yakni Taurat dan Injil?”", "long": "Orang-orang kafir Mekah mencemoohkan Nabi Muhammad saw dengan mengatakan bahwa seruannya kepada agama yang dibawanya adalah omong kosong belaka. Kalau agama yang dibawanya benar tentulah dia membuktikannya dengan mukjizat-mukjizat seperti yang diberikan kepada Nabi Saleh yaitu unta betina, yang diberikan kepada Nabi Musa seperti tongkat dan yang diberikan kepada Isa yaitu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan penyakit sopak. Andaikata ada pada diri mereka sedikit saja kemauan untuk berpikir dan kecenderungan untuk menerima kebenaran tentulah mereka tidak akan mengucapkan kata-kata yang demikian, karena Al-Qur'an sendiri yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah mukjizatnya yang paling besar di antara mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw. \n\nBerbagai bukti telah menunjukkan bahwa mereka tidak dapat meniru keindahan susunan kalimat dan kosakata Al-Qur'an, mereka juga tidak dapat mendatangkan satu Surah pendek pun yang setaraf balagah dan fashahah-nya dengan Surah-surah dalam Al-Qur'an. Bukankah di dalam Al-Qur'an terdapat kisah-kisah mengenai umat-umat yang terdahulu sedangkan Nabi Muhammad sendiri tidak mengenal kisah-kisah itu sebelumnya. Bukankah di dalam Al-Qur'an terdapat syariat-syariat dan peraturan-peraturan yang maksud dan tujuannya sama dengan syariat yang dibawa Nabi-nabi sebelumnya yaitu syariat-syariat untuk kepentingan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. Sebenarnya Al-Qur'an itu saja sudah cukup menjadi bukti bagi kebenaran Muhammad saw dan sudah cukup sebagai mukjizat besar yang kekal dan abadi. Allah sangat menyesalkan sikap mereka yang menolak Al-Qur'an begitu saja tanpa alasan yang benar dan tidak mau memikirkannya walau sedikit pun. Pada ayat lain Allah berfirman pula:\n\nSebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami. Dan mereka (orang-orang kafir Mekah) berkata, \"Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?\" Katakanlah (Muhammad), \"Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas.\" Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (al-'Ankabut/29: 49-51)" } } }, { "number": { "inQuran": 2482, "inSurah": 134 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 277, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u0644\u0651\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u062e\u0652\u0632\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa law annaaa ahlaknaahum bi'azaabim min qablihee laqaaloo Rabbanaa law laaa arsalta ilainaa Rasoolan fanattabi's Aayaatika min qabli an nazilla wa nakhzaa" } }, "translation": { "en": "And if We had destroyed them with a punishment before him, they would have said, \"Our Lord, why did You not send to us a messenger so we could have followed Your verses before we were humiliated and disgraced?\"", "id": "Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Al-Qur'an itu diturunkan), tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2482", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2482.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2482.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah sikap orang kafir. Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya, yakni sebelum Kami turunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad, tentulah mereka di akhirat nanti berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa di dunia dulu tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami untuk mengingatkan kami sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina akibat siksa ini dan rendah karena kedurhakaan kami?”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa andaikata Allah membinasakan mereka sebelum mengutus Nabi Muhammad kepada mereka, mereka akan mengatakan pada hari Kiamat, bahwa Allah tidak mengutus kepada mereka seorang rasul yang akan diikuti ajaran-ajarannya sehingga mereka menjadi orang-orang yang beriman sebelum menemui hari perhitungan ini. Oleh sebab itu Allah tidak membinasakan mereka seperti umat-umat yang dahulu agar tidak ada alasan bagi mereka ketika menghadapi hari Perhitungan pada hari Kiamat. Karena Allah telah mengutus kepada mereka rasul yang akan menerangkan kepada mereka ayat-ayat Allah. Kemudian terserah kepada mereka apakah mereka akan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah ataukah mereka akan tetap dalam kekafiran dan selalu menghina dan memperolok-olokan Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 2483, "inSurah": 135 }, "meta": { "juz": 16, "page": 321, "manzil": 4, "ruku": 277, "hizbQuarter": 128, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0635\u064c \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qul kullum mutarabbisun fatarabbasoo fasta'lamoona man Ashaabus Siraatis Sawiyyi wa manih tadaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Each [of us] is waiting; so wait. For you will know who are the companions of the sound path and who is guided.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2483", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2483.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2483.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, tanda keengganan orang kafir mengikuti petunjuk Allah telah jelas. Karena itu, katakanlah kepada mereka, “Masing-masing dari kita, yaitu umat beriman di satu pihak dan kaum kafir di pihak lain, menanti apa yang akan dilakukan Allah kelak. Jika demikian, maka nantikanlah ketetapan Allah itu olehmu! Dan kelak ketika keputusan-Nya datang, kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah terhindar dari kesesatan dengan mendapat petunjuk dari Allah Yang Mahabenar.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada orang kafir Mekah sebagai jawaban atas berbagai alasan dan cemoohan mereka terhadapnya. Kalau seandainya mereka tidak mau menerima petunjuk Allah dan tetap ingkar dan durhaka, maka Rasulullah bersama mereka menunggu keputusan Allah pada hari Kiamat. Tentu mereka akan mengetahui siapa yang berada di jalan yang benar dan yang mendapat petunjuk. Mereka akan mengetahui bahwa merekalah yang sesat dan akan dilemparkan ke neraka Jahanam. Hal ini tersebut dalam firman Allah:\n\nDan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. (al-Furqan/25: 42)\n\nDan firman-Nya:\n\nKelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu. (al-Qamar/54: 26)" } } } ] }, { "number": 21, "sequence": 73, "numberOfVerses": 112, "name": { "short": "الأنبياء", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0623\u0646\u0628\u064a\u0627\u0621", "transliteration": { "en": "Al-Anbiyaa", "id": "Al-Anbiya'" }, "translation": { "en": "The Prophets", "id": "Para Nabi" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Anbiyaa' yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah. Dinamai surat ini dengan al anbiyaa'(nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi. Permulaan surat Al Anbiyaa' menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya. Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti. Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya. Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad s.a.w supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2484, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iqtaraba linnaasi hisaa buhum wa hum fee ghaflatim mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "[The time of] their account has approached for the people, while they are in heedlessness turning away.", "id": "Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2484", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2484.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2484.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Telah semakin dekat kepada manusia, yang kafir dan yang menyekutukan Allah, perhitungan amal mereka, pada hari Kiamat tentang semua yang mereka kerjakan di dunia, sedang mereka dalam keadaan lalai tentang dahsyatnya hari Kiamat, karena kesibukan mereka tentang dunia, mereka berpaling dari iman terhadap akhirat.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa hari hisab atau perhitungan amal untuk manusia sudah dekat. Pada hari hisab itu kelak akan diperhitungkan semua perbuatan yang telah mereka lakukan selagi mereka hidup di dunia. Selain itu, semua nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka diminta pertanggungjawabannya, baik nikmat yang ada pada diri mereka sendiri, seperti akal pikiran, makanan dan minuman, serta anak keturunan dan harta benda. Mereka akan ditanya, apa yang telah mereka perbuat dengan semua nikmat itu? Apakah karunia Allah tersebut mereka gunakan untuk berbuat kebajikan dalam rangka ketaatan kepada-Nya, ataukah semuanya itu digunakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang membuktikan keingkaran dan kedurhakaan mereka kepada-Nya?\n\nAllah menegaskan bahwa manusia sesungguhnya lalai terhadap apa yang akan diperbuat Allah kelak terhadap mereka di hari Kiamat. Kelalaian itulah yang menyebabkan mereka tidak mau berpikir mengenai hari Kiamat, sehingga mereka tidak mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjaga keselamatan diri mereka dari azab Allah.\n\nOrang-orang yang dimaksud dalam ayat ini adalah kaum musyrikin. Mereka adalah orang-orang yang tidak beriman tentang adanya hari Kiamat, dan mengingkari adanya hari kebangkitan dan hari hisab. Namun demikian, ayat ini memperingatkan kepada mereka bahwa hari hisab sudah dekat. Ini adalah untuk menekankan, bahwa hari Kiamat, termasuk hari kebangkitan dan hari hisab, pasti akan datang, walaupun mereka itu tidak mempercayainya; dan hari hisab itu akan diikuti pula oleh hari-hari pembalasan terhadap amal-amal yang baik atau pun yang buruk.\n\nKaum musyrikin itu lalai dan tidak mau berpikir tentang nasib jelek yang akan mereka temui kelak pada hari hisab dan hari pembalasan itu. Padahal, dengan akal sehat semata, orang dapat meyakini, bahwa perbuatan yang baik sepantasnya dibalas dengan kebaikan, dan perbuatan yang jahat sepatutnya dibalas dengan azab dan siksa. Akan tetapi karena mereka itu tidak mau memikirkan akibat buruk yang akan mereka terima di akhirat kelak, maka mereka senantiasa memalingkan muka dan menutup telinga, setiap kali mereka diperingatkan dengan ayat-ayat Al-Qur'an, yang berisi ancaman dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 2485, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062d\u0652\u062f\u064e\u062b\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa yaateehim min zikrim mir Rabbihim muhdasin illas tama'oohu wa hum yal'aboon" } }, "translation": { "en": "No mention comes to them anew from their Lord except that they listen to it while they are at play", "id": "Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2485", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2485.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2485.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setiap diturunkan kepada mereka, orang-orang kafir dan musyrik, ayat-ayat Al-Qur'an yang baru diturunkan dari Tuhan, yang mengingatkan mereka tentang prinsip hidup yang berguna bagi mereka, mereka mendengarkannya sambil bermain-main, sibuk tentang permainan yang tak berguna bagi mereka; mereka bermain seperti lazimnya anak-anak bermain.", "long": "Dalam ayat ini Allah menunjukkan bukti-bukti kelalaian dan sikap masa bodoh kaum musyrikin, seperti ketika mereka mendengar ayat-ayat yang diturunkan Allah, yang disampaikan kepada mereka oleh Rasulullah saw, mereka tidak menggubrisnya, bahkan mereka memperolok-olokkannya. Dengan demikian, ayat ini merupakan peringatan tidak hanya bagi kaum kafir tetapi juga merupakan peringatan keras bagi siapa saja yang tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat yang disampaikan kepada mereka. Pelajaran, peringatan dan ancaman yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut tidak menyentuh hati nurani mereka. Mereka hanya sekedar mendengar, akan tetapi tidak memperhatikannya atau merenungkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2486, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laahiyatan quloobuhum; wa asarrun najwal lazeena zalamoo hal haazaa illaa basharum mislukum afataa toonas sihra wa antum tubsiroon" } }, "translation": { "en": "With their hearts distracted. And those who do wrong conceal their private conversation, [saying], \"Is this [Prophet] except a human being like you? So would you approach magic while you are aware [of it]?\"", "id": "Hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, “(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerima sihir itu padahal kamu menyaksikannya?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2486", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2486.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2486.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hati mereka dalam keadaan lalai dari Al-Qur’an, sibuk dengan kehi-dupan dunia yang tak bermakna. Mereka tidak memikirkan pesan Al-Qur’an. Dan orang-orang yang zalim di antara pemuka Quraisy itu merahasiakan pembicaraan mereka, yang menggambarkan penolakan mereka beriman kepada Nabi Muhammad, “Orang ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia juga seperti kamu. Apakah kamu menerima sihir Muhammad itu, ayat-ayat Al-Qur’an, padahal kamu menyaksikan bahwa yang diucapkannya itu benar-benar sihir?”", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka, yaitu pembicaraan di antara mereka yang disembunyikan terhadap orang lain, mengenai Rasulullah, di mana mereka mengatakan kepada sesamanya, bahwa Muhammad adalah manusia biasa seperti mereka, dan bahwa apa yang disampaikannya kepada mereka hanyalah sihir belaka. Ini merupakan salah satu dari usaha mereka untuk menghasut orang banyak agar tidak memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan Rasulullah kepada mereka. Karena menurut anggapan mereka, Muhammad saw adalah manusia biasa, seperti manusia yang lain. Ia juga makan, minum serta hidup berkeluarga, bekerja dan berusaha untuk mencari rezeki, sedang ayat-ayat yang disampaikannya adalah sihir belaka, oleh sebab itu dia tidak patut untuk didengar, diperhatikan dan ditaati.\n\nAkan tetapi dari ucapan mereka bahwa ayat-ayat itu adalah sihir, sebenarnya mencerminkan suatu pengakuan, bahwa ayat-ayat tersebut adalah suatu yang menakjubkan mereka, dan mereka merasa tidak mampu untuk menandinginya. Hanya saja, karena mereka ingin menghalangi orang lain untuk mendengarkan ayat-ayat tersebut serta mengambil pelajaran daripadanya, maka mereka menamakannya sihir, supaya orang lain menjauhinya.\n\nUcapan orang musyrikin di atas menunjukkan bahwa mereka menolak kenabian Muhammad dengan dua cara. Pertama, dengan mengatakan bahwa Rasul haruslah dari kalangan malaikat, bukan dari kalangan manusia, padahal Muhammad adalah manusia juga, karena mempunyai sifat dan tingkah laku yang sama dengan manusia lainnya. Kedua, dengan mengatakan bahwa ayat-ayat yang disampaikannya adalah semacam sihir, bukan wahyu dari Allah.\n\nKedua macam tuduhan itu mereka rahasiakan di antara sesama mereka, sebagai usaha untuk mencari jalan yang paling tepat untuk meruntuhkan agama Islam. Hal itu mereka rahasiakan karena sudah menjadi kecenderungan bagi manusia, bahwa mereka tidak akan mengajak musuh-musuh mereka berunding dalam mencari upaya untuk merusak dan membinasakan musuh-musuh itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2487, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbee ya'lamul qawla fis samaaa'i wal ardi wa Huwas Samee'ul Aleem" } }, "translation": { "en": "The Prophet said, \"My Lord knows whatever is said throughout the heaven and earth, and He is the Hearing, the Knowing.\"", "id": "Dia (Muhammad) berkata, “Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit dan di bumi, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2487", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2487.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2487.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Muhammad, berkata kepada orang-orang kafir, “Tuhanku mengetahui secara detail semua perkataan para malaikat di langit dan mengetahui pula semua pembicaraan manusia di bumi, meskipun mereka merahasiakannya; dan Dia Maha Mendengar semua pembicaraan makhluk-Nya, Maha Mengetahui semua peristiwa yang sudah, sedang, dan akan terjadi di jagat raya!”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa dalam menanggapi tuduhan dan serangan kaum musyrikin, Rasulullah saw menegaskan bahwa Allah mengetahui semua perkataan yang diucapkan makhluk-makhluk-Nya, baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi, baik kata-kata yang diucapkan dengan terang-terangan maupun yang dirahasiakan, karena Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Oleh sebab itu walaupun kaum musyrik itu merahasiakan rencana jahat mereka, Allah tetap mengetahuinya dan Dia akan memberikan balasan kepada mereka berupa azab dan siksa. Dengan demikian ayat ini berisi ancaman terhadap kaum musyrikin." } } }, { "number": { "inQuran": 2488, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0636\u0652\u063a\u064e\u0627\u062b\u064f \u0623\u064e\u062d\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u064e\u0627\u0639\u0650\u0631\u064c \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal qaalooo adghaasu ahlaamim balif taraahu bal huwa shaa'irun falyaatinaa bi Aayatin kamaa ursilal awwaloon" } }, "translation": { "en": "But they say, \"[The revelation is but] a mixture of false dreams; rather, he has invented it; rather, he is a poet. So let him bring us a sign just as the previous [messengers] were sent [with miracles].\"", "id": "Bahkan mereka mengatakan, “(Al-Qur'an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2488", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2488.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2488.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan, mereka orang-orang kafir itu, menolak kebenaran Al-Qur’an, dengan berkata, bahwa “Al-Qur’an itu buah mimpi-mimpi Muhammad yang kacau, atau hasil rekayasanya, atau bahkan dia bukan nabi dan rasul, melainkan hanya seorang penyair yang pandai menggubah puisi yang kacau. Jika dia ingin kita membenarkannya, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda, bukti fisik yang meyakinkan, seperti halnya mukjizat rasul-rasul yang diutus terdahulu seperti unta betina Nabi Saleh atau mukjizat Nabi Musa dan Isa.\"", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan, bahwa kejahatan kaum musyrikin itu tidak hanya sekedar mengatakan bahwa Muhammad bukan Rasul dan Al-Qur'an itu adalah sihir, tetapi mereka juga mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah merupakan mimpi-mimpi yang kacau. Bahkan yang lain berkata bahwa Al-Qur'an hanyalah sesuatu yang diada-adakan oleh Muhammad sendiri. Bahkan di antara mereka ada pula yang mengatakan, bahwa Muhammad adalah seorang penyair. Mereka juga menuntut Muhammad saw untuk mendatangkan mukjizat selain Al-Qur'an, seperti yang diperlihatkan oleh rasul-rasul yang terdahulu. Padahal Al-Qur'an itulah mukjizat terbesar Nabi Muhammad. \n\nDengan demikian mereka tidak mengetahui bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah kepada Muhammad saw. Dan mereka tidak mengakui bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang dikaruniakan Allah kepadanya sebagai bukti kebenaran kenabian dan kerasulannya.\n\nBarangsiapa yang berhati jujur serta mempunyai pengetahuan tentang bahasa Arab dan sastranya yang tinggi, niscaya akan mengakui bahwa bahasa dan isi ayat-ayat Al-Qur'an sangat menakjubkan. Akan tetapi, kaum musyrikin telah memutarbalikkan kenyataan ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2489, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maaa aaamanat qablahum min qaryatin ahlaknaahaa a-fahum yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Not a [single] city which We destroyed believed before them, so will they believe?", "id": "Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, mereka itu tidak beriman (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka akan beriman?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2489", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2489.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2489.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penduduk suatu negeri, seperti kaum ‘Ad dan Samud, sebelum mereka, yakni orang-orang kafir Mekah, yang telah Kami binasakan, meminta mukjizat fisik kepada para nabi. Mereka itu tetap tidak beriman, padahal telah Kami kirimkan bukti itu kepada mereka. Apakah mereka, kafir Mekah, akan beriman jika mukjizat fisik yang diminta itu dipenuhi?", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa andaikata tuntutan mereka dikabulkan, mereka tetap tidak akan beriman. Kenyataan ini telah terjadi pada kaum musyrikin pada masa-masa sebelumnya. Mereka juga tidak beriman kendati pun tuntutan mereka dikabulkan. Itulah sebabnya Allah telah membinasakan mereka. Lalu apa alasannya untuk mengabulkan tuntutan kaum musyrikin yang ada sekarang. Allah telah mengetahui bahwa mereka juga tidak akan beriman. Dan sunnatullah tidak akan berubah, siapa yang zalim, pasti akan binasa. Maka kaum musyrikin Quraisy yang tidak beriman kepada Muhammad, dan yang berlaku zalim, juga pasti akan binasa." } } }, { "number": { "inQuran": 2490, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa qablaka illaa rijaalan nooheee ilaihim fas'aloo ahlaz zikri in kuntum laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And We sent not before you, [O Muhammad], except men to whom We revealed [the message], so ask the people of the message if you do not know.", "id": "Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2490", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2490.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2490.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami, wahai Muhammad, tidak mengutus para rasul sebelum engkau, melainkan beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang Kami beri wahyu kepada mereka. Kami tidak mengutus para malaikat untuk menjadi rasul bagi manusia. Maka tanyakanlah, wahai kaum kafir Mekah, kepada orang yang berilmu tentang kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Qur’an, jika kamu tidak mengetahui persoalan ini.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Allah sejak dahulu tidak pernah mengutus rasul kecuali selalu dari kalangan manusia biasa yang diberi-Nya wahyu. Kalau mereka benar-benar tidak mengetahui bahwa para rasul yang diutus Allah adalah manusia bukan malaikat, mereka bisa bertanya kepada orang-orang yang mengetahui baik dari kalangan kaum Yahudi maupun Nasrani, sebab mereka itu mengetahui masalah tersebut, dan tidak pernah mengingkarinya.\n\nDalam ayat yang lain Allah menyuruh Nabi Muhammad mengatakan kepada kaum musyrikin bahwa dia adalah manusia. Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatupun dalam beribadah kepada Tuhannya.\" (al-Kahf/18:110)\n\nJadi Nabi Muhammad bukanlah pengecualian dari para rasul se-belumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2491, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0633\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa ja'alnaahum jasadal laa yaakuloonat ta'aama wa maa kaanoo khaalideen" } }, "translation": { "en": "And We did not make the prophets forms not eating food, nor were they immortal [on earth].", "id": "Dan Kami tidak menjadikan mereka (rasul-rasul) suatu tubuh yang tidak memakan makanan dan mereka tidak (pula) hidup kekal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2491", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2491.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2491.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tidak menjadikan mereka, para rasul sebelum engkau, wahai Muhammad, manusia yang menyalahi sifat kemanusiaan, yaitu suatu tubuh yang tidak memakan makanan, tidak membutuhkan minuman sebagai asupan untuk menjaga kelangsungan hidup; dan mereka, para rasul itu, tidak hidup kekal di dunia ini. Mereka pun mati sebagimana manusia pada umumnya.", "long": "Kaum musyrikin menyerang Rasulullah, di mana mereka menyinggung sifat-sifat kemanusiaan yang terlihat pada diri Rasulullah saw. Mereka mengatakan, mengapa rasul itu memakan makanan seperti manusia lainnya, dan berjalan di pasar (untuk berdagang), sebagaimana disebutkan dalam Surah al-Furqan, ayat 7. Maka dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia menjadikan rasul-rasul itu orang-orang yang memakan makanan, dan tidak pula mereka hidup kekal di dunia, karena mereka itu adalah manusia juga, yang memerlukan makanan, minuman, tidur dan hidup berumah tangga. Hanya saja Allah telah memilih mereka untuk menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia, dan diberinya wahyu yang berisi petunjuk dan bimbingan, untuk mengeluarkan umat manusia dari kegelapan kekufuran kepada cahaya iman yang terang benderang. Rasul sebagai pembimbing adalah manusia biasa yang tidak memiliki kualitas supranatural, melainkan hanya diberi wahyu." } } }, { "number": { "inQuran": 2492, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "summa sadaqnaa humul wa'da fa-anjainaahum wa man nashaaa'u wa ahlaknal musrifeen" } }, "translation": { "en": "Then We fulfilled for them the promise, and We saved them and whom We willed and destroyed the transgressors.", "id": "Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2492", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2492.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2492.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kami tepati janji, yang telah Kami janjikan tentang pertolongan dan keselamatan kepada mereka, para rasul dan pengikut-pengikutnya yang beriman. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki di antara umat para rasul itu karena keimanannya; dan Kami binasakan dengan bencana alam orang-orang yang melampaui batas, karena kekafiran mereka kepada Allah.", "long": "Allah menjanjikan kepada setiap rasul yang diutus-Nya, bahwa Dia akan menyelamatkan rasul bersama para pengikutnya yang telah beriman. Di samping itu, Allah juga berjanji akan membinasakan kaum kafir dan para pendurhaka di antara kaumnya. Hal ini seperti diterangkan dalam Surah Hud, yang berisi kisah-kisah tentang para nabi dan rasul. Maka dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia telah menepati janji-Nya kepada rasul-rasul yang terdahulu, sehingga mereka bersama umatnya telah diselamatkan-Nya dari kezaliman kaum kafir dan musyrik yang mengingkari agama-Nya, serta mendustakan rasul-rasul-Nya. Demikianlah balasan yang layak untuk mereka. Janji semacam itu akan ditepati-Nya pula terhadap Nabi Muhammad beserta kaum Muslimin yang setia." } } }, { "number": { "inQuran": 2493, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 17, "page": 322, "manzil": 4, "ruku": 278, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad anzalnaaa ilaikum Kitaaban feehi zikrukum afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "We have certainly sent down to you a Book in which is your mention. Then will you not reason?", "id": "Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur'an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Maka apakah kamu tidak mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2493", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2493.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2493.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami telah menurunkan kepada kalian, melalui seorang utusan Allah, sebuah Kitab Al-Qur’an, agar menjadi pedoman hidup kalian, yang di dalamnya terdapat peringatan bagi kalian tentang tindakan yang menyelamatkan dan mencelakakan kalian. Maka apakah kalian tidak mengerti tujuan Allah menurunkan Kitab Al-Qur’an ini?", "long": "Dalam ayat ini Allah mengarahkan firman-Nya kepada seluruh umat manusia, bahwa Dia telah menurunkan kitab Al-Qur'an ini, yang berisi ajaran dan nilai-nilai yang membahwa kepada kemuliaan mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sebab itu selayaknyalah mereka memahami isinya serta mengamalkan dengan cara yang sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 2494, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0635\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kam qasamnaa min qaryatin kannat zaalimatanw wa anshadnaa ba'dahaa qawman aakhareen" } }, "translation": { "en": "And how many a city which was unjust have We shattered and produced after it another people.", "id": "Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2494", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2494.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2494.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berapa banyak penduduk negeri yang berbuat zalim seperti kaum ‘Ad dan Samud, dengan mengingkari ajaran para rasul yang diutus kepada mereka yang telah Kami binasakan dengan azab yang menimpa mereka. Dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka musnah sebagai pengganti.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa banyak negeri-negeri yang penduduknya zalim, telah dibinasakan, kemudian digantinya penduduk negeri itu dengan kaum yang beriman dan beramal saleh.\n\nSehubungan dengan ini, Allah telah berfirman dalam ayat yang lain sebagai berikut:\n\nDan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. (al-Isra'/17: 17)\n\nDan firman-Nya dalam ayat yang lain:\n\nMaka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya¦ (al-Hajj/22: 45)" } } }, { "number": { "inQuran": 2495, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0633\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064f\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa ahassoo baasanaaa izaaa hum minhaa yarkudoon" } }, "translation": { "en": "And when its inhabitants perceived Our punishment, at once they fled from it.", "id": "Maka ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negerinya) itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2495", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2495.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2495.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika mereka, penduduk negeri yang zalim tersebut, melihat dan merasakan azab Kami yang ditimpakan kepada mereka, tiba-tiba mereka berusaha melarikan diri dari negerinya itu karena ketakutan dan hendak menyelamatkan diri, tetapi mereka tetap binasa.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bagaimana keadaan kaum kafir pada waktu terjadinya malapetaka tersebut, setelah mereka yakin bahwa azab Allah pasti akan menimpa diri mereka sebagaimana yang telah diperingatkan oleh para nabi dan rasul, maka mereka lari dalam keadaan tunggang langgang, padahal dahulunya mereka dengan penuh kesombongan berkata kepada rasul-rasul mereka, \"Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami ini, atau kamu akan kembali kepada agama kami.\" Sekarang sebaliknya merekalah yang terpaksa meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka, melarikan diri dari azab Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2496, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064f\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062a\u0652\u0631\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa tarkudoo warji'ooo ilaa maaa utriftum feehe wa masaakinikum la'allakum tus'aloon" } }, "translation": { "en": "[Some angels said], \"Do not flee but return to where you were given luxury and to your homes - perhaps you will be questioned.\"", "id": "Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu dapat ditanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2496", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2496.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2496.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam keadaan sudah binasa, lalu dikumandangkan kepada mereka, “Janganlah kamu lari tergesa-gesa meninggalkan negeri kamu. Lebih baik kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu di negeri kamu itu, dan nikmatilah hidup mewah di tempat-tempat kediamanmu dengan fasilitas yang lengkap, agar kamu dapat ditanya tentang segala hal mengenai asal-usul kemewahan itu.” Hal ini merupakan bentuk penghinaan dan sindiran tajam terhadap mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan, bahwa ketika mereka lari untuk menyelamatkan diri dari malapetaka yang datang, mereka diperintahkan kembali ke tempat semula, di mana mereka telah merasakan nikmat Allah, untuk kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada mereka, sebagai pertanggung jawaban mereka kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2497, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa wailanaaa innaa kunnaa zaalimeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"O woe to us! Indeed, we were wrongdoers.\"", "id": "Mereka berkata, “Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2497", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2497.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2497.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada jawaban mereka selain pengakuan dengan penuh kesadaran bahwa mereka telah ingkar kepada Allah. Mereka berkata, “Betapa celaka kami, sungguh, kami selama hidup di dunia termasuk orang-orang yang zalim dengan menolak ajaran para rasul.”", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan apa jawaban kaum kafir itu terhadap perintah di atas, ketika itu barulah mereka menyesal dan mengakui kezaliman yang telah mereka perbuat selama ini. Mereka berkata, \"Aduhai, celaka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.\" Akan tetapi, pengakuan dan penyesalan itu sudah tidak berguna lagi. Azab Allah tidak dapat dielakkan lagi. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna." } } }, { "number": { "inQuran": 2498, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a \u062a\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0635\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa zaalat tilka da'waahum hattaa ja'alnaahum haseedan khaamideen" } }, "translation": { "en": "And that declaration of theirs did not cease until We made them [as] a harvest [mowed down], extinguished [like a fire].", "id": "Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan, sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2498", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2498.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2498.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka demikianlah keluhan mereka. Orang-orang kafir, di akhirat, menyatakan bahwa dirinya celaka dan mengaku dirinya telah berbuat zalim selama hidup di dunia. Pengakuan mereka terus berkepanjangan sehingga mereka, orang-orang yang zalim itu, Kami jadikan hancur lebur seperti tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi seperti kehidupan di dunia.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa mereka senantiasa mengulangi keluhan yang semacam itu, namun azab Allah telah menimpa dan membinasakan mereka, sehingga jadilah mereka seperti tanaman yang telah dituai, rusak binasa, dan tidak mungkin hidup kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 2499, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627\u0639\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa khalaqnas samaaa'a wal arda wa maa bainahumaa laa'ibeen" } }, "translation": { "en": "And We did not create the heaven and earth and that between them in play.", "id": "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2499", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2499.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2499.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami, tidak menciptakan langit dan bumi sejak awal penciptaan hingga sekarang, dan segala apa yang ada di antara keduanya, termasuk hukum alam yang terjadi di langit dan di bumi dengan main-main, tanpa perencanaan, tujuan, dan pemeliharaan untuk kepentingan manusia sehingga tidak pantas manusia menghindar dari iman dan ibadah kepada Allah.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak menciptakan langit dan bumi serta semua yang terdapat di antara keduanya, untuk maksud yang sia-sia atau main-main, melainkan dengan tujuan yang benar, yang sesuai dengan hikmah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna.\n\nPernyataan ini merupakan jawaban terhadap sikap dan perbuatan kaum kafir yang mengingkari kenabian Muhammad saw, serta kemukjizatan Al-Qur'an. Karena tuduhan-tuduhan yang dilemparkan kepadanya yaitu, bahwa Al-Qur'an adalah buatan Muhammad, bukan wahyu dan mukjizat yang diturunkan Allah kepadanya. Sikap ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengakui ciptaan Allah, seakan-akan Allah menciptakan sesuatu hanya untuk main-main, tidak mempunyai tujuan yang benar dan luhur. Padahal Allah menciptakan langit, bumi dan seisinya, dan yang ada di antara keduanya, adalah agar manusia menyembah-Nya dan berusaha untuk mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya itu. Akan tetapi maksud tersebut baru dapat tercapai dengan sempurna apabila penciptaan alam itu diikuti dengan penurunan Kitab yang berisi petunjuk dan dengan mengutus para rasul untuk membimbing manusia. Al-Qur'an selain menjadi petunjuk bagi manusia, juga berfungsi sebagai mukjizat terbesar bagi Muhammad saw, untuk membuktikan kebenaran kerasulannya. Oleh sebab itu, orang-orang yang mengingkari kerasulan Muhammad adalah juga orang-orang yang menganggap bahwa Allah menciptakan alam ini dengan sia-sia, tanpa adanya tujuan dan hikmat yang luhur, tanpa ada manfaat dan kegunaannya.\n\nApabila manusia mau memperhatikan semua yang ada di bumi ini, baik yang tampak di permukaannya, maupun yang tersimpan dalam perut bumi itu, niscaya ia akan menemukan banyak keajaiban yang menunjukkan kekuasaan Allah. Jika ia yakin bahwa kesemuanya itu diciptakan Allah untuk kemaslahatan dan kemajuan hidup manusia sendiri, maka ia akan merasa bersyukur kepada Allah, dan meyakini bahwa semuanya itu diciptakan Allah berdasarkan tujuan yang luhur karena semuanya memberikan faedah yang tidak terhitung banyaknya. Bila manusia sampai kepada keyakinan semacam itu, sudah pasti ia tidak akan mengingkari Al-Qur'an dan tidak akan menolak kerasulan Nabi Muhammad saw.\n\nSenada dengan isi ayat ini, Allah telah berfirman dalam ayat-ayat yang lain.\n\nDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (shad/38: 27)\n\nDan firman Allah lagi:\n\nTidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (ad- Dukhan/44: 39)" } } }, { "number": { "inQuran": 2500, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law aradnaaa an nattakhiza lahwal lat takhaznaahu mil ladunnaaa in kunnaa faa'ileen" } }, "translation": { "en": "Had We intended to take a diversion, We could have taken it from [what is] with Us - if [indeed] We were to do so.", "id": "Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2500", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2500.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2500.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seandainya Kami, hendak membuat suatu permainan dalam kehidupan ini dengan mengambil istri dan anak, sebagaimana tuduhan orang-orang kafir, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, dari segi cara, pilihan dan jumlah yang Kami kehendaki, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian, namun tindakan ini mustahil bagi Allah.", "long": "Untuk memahami dengan tuntas anggapan orang-orang kafir yang keliru itu, maka dalam ayat ini Allah menambah keterangan bahwa jika seandainya Allah menciptakan alam ini dengan maksud main-main, niscaya Allah dapat saja menciptakan permainan-permainan yang sesuai dengan keinginan-Nya, seperti perbuatan raja-raja yang mendirikan istana yang megah-megah dengan singgasana dan tempat-tempat tidur yang empuk. Akan tetapi Allah tidak bermaksud demikian, dan tidak akan berbuat semacam itu. Allah menciptakan langit dan bumi itu adalah untuk kebahagiaan hidup manusia, dan untuk dijadikan sarana berpikir bagi manusia agar mereka meyakini keagungan khalik-Nya dan taat kepada-Nya. Maka Allah menciptakan langit dan bumi adalah dengan hikmat dan tujuan yang tinggi, sesuai dengan ketinggian martabatnya. Sifat main-main dan bersantai-santai adalah sifat makhluk, bukan sifat Allah.\n\nManusia juga termasuk ciptaan Allah yang telah diciptakan-Nya berdasarkan hikmah dan tujuan yang mulia, dan diberinya kelebihan dari makhluk-makhluk-Nya yang lain. Oleh karena itu manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatannya, dan Allah akan memberinya balasan pahala atau siksa, sesuai dengan baik dan buruknya perbuatan manusia itu.\n\nSebagian mufasirin menafsirkan dalam ayat ini dengan arti \"anak\". Jadi menurut mereka, Jika Allah hendak mengambil anak tentu diambil-Nya dari golongan makhluk-Nya yang sesuai dengan sifat-sifat-Nya, yaitu dari golongan malaikat, umpamanya sebagaimana firman Allah dalam ayat-ayat lain:\n\nSekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. (az-Zumar/39: 4)\n\nSementara mufasir yang lain menafsirkan lahwan dengan arti \"istri\".\n\nAkan tetapi mempunyai anak istri dan keturunan bukanlah sifat Allah, melainkan sifat-sifat makhluk-Nya; sedang Allah tidak sama dengan makhluk-Nya. Dengan adanya istri dan anak berarti Allah membutuhkan orang lain sementara Allah sama sekali tidak membutuhkan kepada selain-Nya, sehingga adanya istri dan anak menjadi sesuatu yang mustahil bagi-Nya. Maka anggapan sebagian manusia bahwa Allah mempunyai anak, adalah anggapan yang sesat." } } }, { "number": { "inQuran": 2501, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u0642\u0652\u0630\u0650\u0641\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u062f\u0652\u0645\u064e\u063a\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0632\u064e\u0627\u0647\u0650\u0642\u064c \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal naqzifu bilhaqqi 'alal baatili fa yadmaghuhoo fa izaa huwa zaahiq; wa lakumul wailu mimmaa tasifoon" } }, "translation": { "en": "Rather, We dash the truth upon falsehood, and it destroys it, and thereupon it departs. And for you is destruction from that which you describe.", "id": "Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2501", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2501.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2501.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebenarnya Kami, dengan mengutus nabi dan rasul, serta menurunkan wahyu, Al-Qur’an, hendak melemparkan dan melenyapkan ajaran yang batil dengan menampilkan ajaran yang hak, kebenaran di tengah-tengah manusia; lalu yang hak itu menghancurkannya, ajaran yang batil. Jika manusia beriman kepada Allah, nabi dan rasul, serta memegang teguh ajaran Allah dan mengamalkannya secara murni dan konsekuen, maka seketika itu ajaran yang batil itu akan lenyap. Dan celaka kamu, wahai orang-orang kafir, karena kamu menyifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya, terutama dengan menuduh Allah memiliki istri dan anak.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia menghancurkan kebatilan dengan kebenaran, sehingga kebenaran itu menghancurkan kebatilan tersebut, sampai lenyap sama sekali. Yang dimaksud dengan kebatilan di sini ialah sifat-sifat dan perbuatan yang sia-sia dan tidak berguna, termasuk sifat main-main dan berolok-olok. Sedang yang dimaksud dengan kebenaran di sini, ialah sifat-sifat dan perbuatan yang bersungguh-sungguh dan bermanfaat.\n\nPada akhir ayat ini Allah memberikan peringatan keras kepada kaum kafir, bahwa azab dan malapetaka disediakan untuk mereka, karena mereka telah menghubungkan sifat-sifat yang jelek kepada Allah yaitu sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, misalnya bermain-main dalam menciptakan makhluk-Nya, Allah mempunyai anak, istri, dan lain-lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2502, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lahoo man fis samaawaati wal ard; wa man 'indahoo laa yastakbiroona 'an 'ibaada tihee wa laa yastahsiroon" } }, "translation": { "en": "To Him belongs whoever is in the heavens and the earth. And those near Him are not prevented by arrogance from His worship, nor do they tire.", "id": "Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2502", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2502.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2502.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan milik-Nya, diciptakan dan tunduk kepada-Nya, semua makhluk Allah yang berada di langit seperti para malaikat, dan makhluk Allah yang berada di bumi. Dan para malaikat yang berada di sisi-Nya, tidak menyombongkan diri dengan menolak beribadah kepada-Nya dan para malaikat itu tidak pula merasa letih dalam beribadah kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengingatkan kembali tentang kekuasaan-Nya yang mutlak, baik di langit maupun di bumi, yaitu bahwa Dialah yang menciptakan, menguasai, mengatur, mengelola, menghidupkan, mematikan, memberikan pahala dan menimpakan azab kepada makhluk-Nya. Tidak ada selain Allah yang mempunyai wewenang dan hak untuk campur tangan dalam masalah tersebut. Demikian pula kekuasaan-Nya terhadap makhlukmakhluk-Nya yang berada di sisi-Nya, yaitu para malaikat muqarrabin, yang diberi-Nya kedudukan yang mulia, patuh dan taat serta beribadah kepada-Nya tanpa henti-hentinya, dan tidak merasa lelah atau letih dalam mengabdi kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2503, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yusabbihoona laila wannahaara laa yafturoon" } }, "translation": { "en": "They exalt [Him] night and day [and] do not slacken.", "id": "Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2503", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2503.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2503.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, para malaikat itu, senantiasa bertasbih dengan cara mereka, menyucikan Allah dengan tidak ada henti-hentinya malam dan siang, karena mereka tidak beristri dan beranak serta tidak membutuhkan makan dan minum.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bagaimana caranya para malaikat itu beribadah kepada-Nya, yaitu dengan senantiasa bertasbih siang dan malam dengan tidak putus-putusnya.\n\nDalam ayat lain Allah berfirman tentang para malaikat ini:\n\nYang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 2504, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Amit takhazooo aalihatam minal ardi hum yunshiroon" } }, "translation": { "en": "Or have men taken for themselves gods from the earth who resurrect [the dead]?", "id": "Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2504", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2504.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2504.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa orang-orang kafir tidak beriman kepada Allah dan beribadah kepada-Nya dengan ikhlas? Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, seperti patung dan berhala yang mereka duga dapat menghidupkan orang-orang yang mati?", "long": "Dalam ayat ini Allah menunjukkan kesesatan dan kebodohan kaum musyrikin, karena mereka tidak berpegang kepada ajaran tauhid, bahkan menyembah \"tuhan-tuhan yang berasal dari bumi,\" yaitu patung-patung yang merupakan benda mati, yang dibuat oleh tangan mereka sendiri yang berasal dari benda-benda bumi. Sudah pasti, bahwa benda mati tidak akan dapat memelihara dan mengelola makhluk hidup apalagi menghidupkan orang-orang yang sudah mati. Sedang Tuhan kuasa berbuat demikian.\n\nPatung-patung yang mereka sembah itu dalam ayat ini disebut sebagai 'tuhan-tuhan dari bumi. Ini menunjukkan betapa rendahnya martabat tuhan mereka itu, sebab tuhan-tuhan tersebut mereka buat dari tanah, atau dari benda-benda yang lain yang terdapat di bumi ini, dan hanya disembah oleh manusia. Sedang Tuhan yang sebenarnya, disembah oleh seluruh makhluk, baik di bumi maupun di langit.\n\nDengan demikian jelaslah betapa sesatnya kepercayaan dan perbuatan kaum musyrikin itu, karena mereka mempertuhankan apa-apa yang tidak sepantasnya untuk dipertuhankan." } } }, { "number": { "inQuran": 2505, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0641\u064e\u0633\u064e\u062f\u064e\u062a\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law kaana feehimaaa aalihatun illal laahu lafasadataa; fa-Subhaanal laahi Rabbil 'Arshi 'ammaa yasifoon" } }, "translation": { "en": "Had there been within the heavens and earth gods besides Allah, they both would have been ruined. So exalted is Allah, Lord of the Throne, above what they describe.", "id": "Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2505", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2505.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2505.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seandainya pada keduanya, langit dan bumi, ada tuhan-tuhan selain Allah, yang mengelola langit dan bumi sebagaimana dugaan orang-orang kafir, tentu keduanya telah binasa karena perselisihan pengelolaan di antara dua tuhan ini. Dengan demikian, jelaslah kepalsuan dugaan orang kafir yang meyakini ada dua tuhan atau lebih. Mahasuci Allah dengan kesucian yang mutlak, Tuhan yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan kepada-Nya dengan tanpa dasar.", "long": "Pada ayat ini Allah memberikan bukti yang rasional berdasarkan kepada benarnya kepercayaan tauhid dan keimanan kepada Allah Yang Maha Esa, yaitu seandainya di langit dan di bumi ada dua tuhan, niscaya rusaklah keduanya, dan binasalah semua makhluk yang ada di antara keduanya. Sebab, jika seandainya ada dua tuhan, maka ada dua kemungkinan yang terjadi:\n\nPertama, Bahwa kedua tuhan itu mungkin tidak sama pendapat dan keinginan mereka dalam mengelola dan mengendalikan alam ini, lalu keinginan mereka yang berbeda itu semuanya terlaksana, di mana yang satu ingin menciptakan, sedang yang lain tidak ingin menciptakan, sehingga alam ini terkatung-katung antara ada dan tidak. Atau hanya keinginan pihak yang satu saja yang terlaksana, maka tuhan yang satu lagi tentunya menganggur dan berpangku tangan. Keadaan semacam ini tidak pantas bagi tuhan.\n\nKedua, Bahwa tuhan-tuhan tersebut selalu sepakat dalam menciptakan sesuatu, sehingga setiap makhluk diciptakan oleh dua pencipta. Ini menunjukkan ketidak mampuan masing-masing tuhan itu untuk menciptakan sendiri makhluk-makhluknya. Ini juga tidak patut bagi tuhan. Oleh sebab itu, kepercayaan yang benar adalah mengimani tauhid yang murni kepada Allah, tidak ada sesuatu yang berserikat dengan-Nya dalam mencipta dan memelihara alam ini. Kepercayaan inilah yang paling sesuai dengan akal yang sehat.\n\nDengan demikian, keyakinan dalam Islam bertentangan baik dengan ajaran atheisme maupun ajaran polytheisme.\n\nSetelah mengemukakan dalil yang rasional, maka Allah menegaskan bahwa Dia Mahasuci dari semua sifat-sifat yang tidak layak yang dihubungkan kepada-Nya oleh kaum musyrikin, misalnya bahwa Dia mempunyai anak, atau sekutu dalam menciptakan, mengatur, mengelola dan memelihara makhluk-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2506, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yus'alu 'ammaa yaf'alu wa hum yus'aloon" } }, "translation": { "en": "He is not questioned about what He does, but they will be questioned.", "id": "Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2506", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2506.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2506.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, Allah, tidak ditanya atau dievaluasi dan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dikerjakan-Nya terhadap makhluk, karena Allah Tuhan Yang Maha Berkuasa, yang kekuasaan-Nya mutlak. Tidak pernah salah atau keliru sedikit pun dalam semua perbuatan-Nya. Tetapi sebaliknya manusia, merekalah yang akan ditanya atau dievaluasi dan dimintai pertanggung jawaban tentang semua yang mereka kerjakan di dunia, baik karena kelemahan atau kebodohan maupun karena dorongan hawa nafsu yang tidak terkendali.", "long": "Untuk memperkuat keterangan bahwa Allah Mahasuci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi Tuhan, maka dalam ayat ini Allah menyebutkan kekuasaan-Nya yang mutlak atas segala makhluk-Nya, sehingga tidak seorang pun berwenang untuk menanyakan, memeriksa atau meminta pertanggung jawaban-Nya atas setiap perbuatannya. Bahkan ditegaskan, bahwa manusialah yang akan diminta pertanggungjawabannya atas setiap perbuatannya. Hal ini disebabkan Allah-lah Hakim dan Penguasa yang sebenarnya. Allah menciptakan segala sesuatu senantiasa berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya yang tinggi, serta kasih sayang dan keadilan-Nya kepada hamba-Nya.\n\nDalam hubungan ini, Allah telah berfirman dalam ayat lain:\n\nMaka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. (al-Hijr/15: 92-93)\n\nFirman-Nya lagi:\n\nDia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab-Nya), jika kamu mengetahui? (al-Mu'minun/23: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 2507, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 17, "page": 323, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a \u06d7 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Amit takhazoo min doonihee aalihatan qul haatoo burhaanakum haaza zikru mam ma'iya wa zikru man qablee; bal aksaruhum laa ya'lamoonal haqqa fahum mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "Or have they taken gods besides Him? Say, [O Muhammad], \"Produce your proof. This [Qur'an] is the message for those with me and the message of those before me.\" But most of them do not know the truth, so they are turning away.", "id": "Atau apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), “Kemukakanlah alasan-alasanmu! (Al-Qur'an) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang sebelumku.” Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran), karena itu mereka berpaling." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2507", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2507.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2507.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau apakah orang-orang yang menyekutukan Allah tidak mengenal hak Allah atas manusia, sehingga mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia untuk dijadikan sembahan tanpa argumentasi yang benar dan masuk akal. Katakanlah, wahai Rasulullah kepada orang-orang yang menyekutukan Allah itu, “Kemukakanlah alasan-alasanmu bahwa Allah memiliki mitra dalam kekuasaan-Nya, sehingga mitra Allah itu setara dengan Allah dan berhak juga untuk diibadati! Al-Qur’an ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, yakni umatku, tentang hak Allah atas manusia dan kewajiban manusia kepada Allah. Dan Al-Qur’an pun peringatan bagi orang sebelumku, umat para nabi terdahulu, tentang prinsip tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Tetapi kebanyakan mereka, karena kebodohan dan ketaklidannya, tidak mengetahui yang hak, yakni kebenaran, yang dibawa Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya; karena itu mereka berpaling dari iman kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan kembali bantahan-Nya terhadap kaum musyrikin mengenai kepercayaan mereka bahwa Allah mempunyai sekutu, atau ada tuhan yang lain selain Allah. Setelah mereka diberikan bukti-bukti dan dalil-dalil yang jelas tentang kemahaesaan Allah, mereka kemudian ditanya, apakah mereka masih belum percaya, dan masih mengambil tuhan-tuhan selain Allah? Ini menunjukkan kebodohan dan keingkaran mereka yang bukan kepalang. Sebab, kalau bukan demikian, niscaya mereka segera menganut kepercayaan tauhid dan membuang kepercayaan syirik, setelah memperoleh keterangan dan bukti-bukti yang begitu jelas.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menyampaikan tantangan kepada kaum musyrik itu, bahwa jika mereka masih saja memegang kepercayaan syirik dan menolak ajaran tauhid, hendaklah mereka mengemukakan pula dalil dan keterangan yang membuktikan kebenaran kepercayaan mereka itu.\n\nAkan tetapi, tantangan itu tidak akan pernah mereka jawab, baik berdasarkan dalil-dalil yang berdasarkan akal (rasionil), maupun dengan bukti-bukti yang berupa ajaran yang terdapat dalam Injil, Taurat, atau pun Zabur.\n\nTantangan itu mengandung pengertian bahwa jika orang-orang musyrik berpendapat bahwa kepercayaannya itu benar, hendaklah mereka menunjukkan bukti dan dalilnya, karena pada mereka ada Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, dan Taurat yang diturunkan-Nya kepada Nabi Musa, serta Zabur yang diturunkan-Nya kepada Nabi Daud. Tunjukkanlah sebuah ayat yang terdapat dalam kitab-kitab suci tersebut yang membenarkan kepercayaan syirik.\n\nSudah pasti, mereka tidak akan dapat menunjukkan bukti yang dimaksudkan itu, karena semua kitab suci tersebut hanyalah mengajarkan kepercayaan tauhid, dan tidak membenarkan kepercayaan syirik. Ini membuktikan, bahwa agama Islam dan semua agama yang disampaikan oleh para rasul sebelum Muhammad, dasarnya adalah sama, yaitu kepercayaan tauhid yang murni kepada Allah. Hanya saja, setelah para rasul itu wafat, sebagian umatnya meninggalkan kepercayaan tauhid, dan kembali kepada kepercayaan syirik, karena kebanyakan mereka tidak mengetahui yang benar, oleh sebab itulah mereka berpaling dari kebenaran kitab suci mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2508, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa min qablika mir Rasoolin illaa nooheee ilaihi annahoo laaa ilaaha illaaa Ana fa'budoon" } }, "translation": { "en": "And We sent not before you any messenger except that We revealed to him that, \"There is no deity except Me, so worship Me.\"", "id": "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2508", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2508.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2508.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tugas para rasul sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad adalah menyampaikan wahyu kepada umat. Dan Kami, tidak mengutus seorang rasul pun, baik yang disebutkan namanya di dalam Al-Qur’an maupun yang tidak disebutkan, sebelum engkau, Muhammad, melainkan Kami wahyukan kepadanya ajaran tauhid yang menjadi ajaran dasar para nabi, bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku dengan mengikuti petunjuk-Ku.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan, bahwa setiap rasul yang diutus sebelum Muhammad saw adalah manusia yang telah diberi-Nya wahyu yang bertugas mengajarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Oleh sebab itu menjadi kewajiban bagi manusia untuk menyembah Allah semata-mata. Dan tidak ada satu dalil pun, baik dalil berdasarkan akal, atau pun dalil yang diambilkan dari kitab-kitab suci yang disampaikan oleh semua rasul-rasul Allah, yang membenarkan kepercayaan selain kepercayaan tauhid kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2509, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d7 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064c \u0645\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalut takhazar Rahmaanu waladan Subhaanah; bal 'ibaadum mkkramoon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"The Most Merciful has taken a son.\" Exalted is He! Rather, they are [but] honored servants.", "id": "Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2509", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2509.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2509.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi ajaran tauhid itu, mereka, orang-orang musyrik Mekah berkata tanpa argumentasi yang masuk akal, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan para malaikat sebagai anak tuhan.” Allah pun membantah pandangan sesat itu dengan menyatakan, bahwa Mahasuci Dia dari segala sifat yang dinisbahkan kepada Allah. Sebenarnya mereka, para malaikat itu, adalah hamba-hamba yang dimuliakan, senantiasa bertasbih, memuji Allah, mematuhi perintah-Nya, tanpa pernah membantah sedikit pun.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyebutkan tuduhan kaum musyrik yang mengatakan bahwa para malaikat adalah anak-anak Allah. Kemudian Allah membantah tuduhan itu dengan menegaskan bahwa Dia Mahasuci dari tuduhan itu, dan para malaikat itu adalah hamba-hamba-Nya yang diberi kemuliaan.\n\nMempunyai anak adalah salah satu gejala alam atau makhluk yang bersifat “baru” sedang Allah adalah bersifat “Qid?m” (dahulu). Dan juga merupakan gejala adanya hajat terhadap kehidupan berkeluarga dan berke¬turun¬an, yang juga merupakan salah satu sifat yang ada pada makhluk, sedang Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya.\n\nDi samping itu, anak tentu mempunyai persamaan dengan ayahnya dalam satu segi, dan mempunyai perbedaan dalam segi lain. Sebab itu, jika benar malaikat adalah anak Allah, maka ia juga ikut disembah, padahal Allah telah menegaskan bahwa hanya Allah-lah yang patut disembah dan para malaikat itu selalu menyembah atau beribadat kepada Allah.\n\nRingkasnya, malaikat bukanlah anak Allah, melainkan hamba¬hamba-Nya, hanya saja mereka itu merupakan hamba-hamba Allah yang di¬beri kemuliaan dan tempat yang dekat kepada Allah serta diberi kelebihan atas semua makhluk, karena ketaatan mereka dalam beribadah kepada-Nya me¬lebihi makhluk-makhluk yang lain. Tetapi manusia yang beriman, taat dan saleh lebih mulia daripada malaikat." } } }, { "number": { "inQuran": 2510, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yasbiqoonahoo bil qawli wa hum bi amrihee ya'maloon" } }, "translation": { "en": "They cannot precede Him in word, and they act by His command.", "id": "mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2510", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2510.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2510.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah juga menerangkan sifat-sifat malaikat. Mereka tidak berbicara mendahului-Nya, hanya mengucapkan kata-kata yang diperintahkan-Nya. Dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya tanpa membantah sedikit pun.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyebutkan tuduhan kaum musyrik yang mengatakan bahwa para malaikat adalah anak-anak Allah. Kemudian Allah membantah tuduhan itu dengan menegaskan bahwa Dia Mahasuci dari tuduhan itu, dan para malaikat itu adalah hamba-hamba-Nya yang diberi kemuliaan.\n\nMempunyai anak adalah salah satu gejala alam atau makhluk yang bersifat \"baru\" sedang Allah adalah bersifat \"Qidam\" (dahulu). Dan juga merupakan gejala adanya hajat terhadap kehidupan berkeluarga dan berketurunan, yang juga merupakan salah satu sifat yang ada pada makhluk, sedang Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya.\n\nDi samping itu, anak tentu mempunyai persamaan dengan ayahnya dalam satu segi, dan mempunyai perbedaan dalam segi lain. Sebab itu, jika benar malaikat adalah anak Allah, maka ia juga ikut disembah, padahal Allah telah menegaskan bahwa hanya Allah-lah yang patut disembah dan para malaikat itu selalu menyembah atau beribadat kepada Allah.\n\nRingkasnya, malaikat bukanlah anak Allah, melainkan hamba-hamba-Nya, hanya saja mereka itu merupakan hamba-hamba Allah yang diberi kemuliaan dan tempat yang dekat kepada Allah serta diberi kelebihan atas semua makhluk, karena ketaatan mereka dalam beribadah kepada-Nya melebihi makhluk-makhluk yang lain. Tetapi manusia yang beriman, taat dan saleh lebih mulia daripada malaikat." } } }, { "number": { "inQuran": 2511, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 129, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ya'lamu maa baina aideehim wa maa khalfahum wa laa yashfa'oona illaa limanir tadaa wa hum min khash yatihee mushfiqoon" } }, "translation": { "en": "He knows what is [presently] before them and what will be after them, and they cannot intercede except on behalf of one whom He approves. And they, from fear of Him, are apprehensive.", "id": "Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2511", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2511.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2511.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para malaikat demikian patuh dan taat kepada Allah karena mereka yakin bahwa Dia, senantiasa mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka, yakni apa yang sedang mereka kerjakan dan mengetahui segala sesuatu yang di belakang mereka, yakni apa yang telah mereka kerjakan; sehingga para malaikat yakin tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan dan pengawasan-Nya. Dan mereka para malaikat, tidak memberi syafaat kepada manusia di akhirat dengan mendoakannya, melainkan kepada orang yang diridai Allah, karena beriman dan beramal saleh; dan mereka, para malaikat itu, selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Oleh karena itu, mereka senantiasa menjauhkan diri dari mendurhakai atau menyalahi perintah dan larangan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan mengapa para malaikat itu demikian patuh dan taat kepada-Nya ialah karena para malaikat itu yakin bahwa Allah senantiasa mengetahui apa-apa yang telah ada dan sedang mereka kerjakan, sehingga tidak satu pun yang luput dari pengetahuan dan pengawasan-Nya. Oleh karena itu mereka senantiasa beribadah dan mematuhi segala perintah-Nya.\n\nSelanjutnya, dalam ayat ini Allah menerangkan sifat lainnya dari para malaikat itu ialah mereka tidak akan memberikan syafaat kepada siapa pun, kecuali kepada orang-orang yang diridai Allah. Oleh sebab itu, janganlah seseorang mengharap akan memperoleh syafaat atau pertolongan dari malaikat pada hari akhirat kelak, bila ia tidak memperoleh rida Allah terlebih dahulu.\n\nDi samping itu, para malaikat tersebut senantiasa berhati-hati, disebabkan takut pada murka Allah dan siksa-Nya. Oleh sebab itu, mereka senantiasa menjauhkan diri dari mendurhakai-Nya atau menyalahi perintah dan larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2512, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 279, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa mai yaqul minhum inneee ilaahum min doonihee fazaalika najzeehi Jahannam; kazaalika najziz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And whoever of them should say, \"Indeed, I am a god besides Him\"- that one We would recompense with Hell. Thus do We recompense the wrongdoers.", "id": "Dan barangsiapa di antara mereka berkata, “Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah,” maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2512", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2512.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2512.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjamin tidak ada malaikat yang mengaku tuhan selain Allah. Dan Barang siapa di antara mereka, para malaikat, berkata, “Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah,” maka Kami akan memberi balasan kepadanya, baik malaikat maupun manusia yang mengaku tuhan, dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim, karena mengaku dirinya tuhan, padahal sebenarnya hamba Allah. Pengakuan semacam ini merupakan kemusyrikan yang sangat besar. Selain mempersekutukan Allah, juga menyamakan derajat dirinya dengan Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan ketentuan-Nya yang berlaku terhadap para malaikat dan siapa saja di antara makhluk-Nya yang mengaku dirinya sebagai tuhan selain Allah. Ketentuannya ialah bahwa siapa saja di antara mereka itu berkata, \"Aku adalah tuhan selain Allah,\" maka dia akan diberi balasan siksa dengan api neraka Jahannam, karena pengakuan semacam itu adalah kemusyrikan yang sangat besar, karena selain mempersekutukan Allah, juga menyamakan derajat dirinya dengan Allah. Demikianlah caranya Allah membalas perbuatan orang-orang yang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 2513, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062a\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062d\u064e\u064a\u0651\u064d \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yaral lazeena kafarooo annas samaawaati wal arda kaanataa ratqan faftaqnaahumaa wa ja'alnaa minal maaa'i kulla shai'in haiyin afalaa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Have those who disbelieved not considered that the heavens and the earth were a joined entity, and We separated them and made from water every living thing? Then will they not believe?", "id": "Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2513", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2513.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2513.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir tidak berpikir jernih dalam mengamati fenomena alam, padahal peristiwa yang ada di alam ini merupakan bukti adanya Allah dan kekuasaan-Nya yang mutlak. Allah bertanya, \"Dan apakah orang-orang kafir, kapan dan di mana saja mereka hidup, tidak memperhatikan secara mendalam bahwa langit dan bumi sebelum terjadi ledakan besar, keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya dengan mengangkat langit ke atas dan membiarkan bumi seperti apa adanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; –kehidupan dimulai dari air (laut), makhluk hidup berasal dari cairan sperma dan air bagian yang penting bagi makhluk hidup– maka mengapa mereka, orang-orang kafir itu tidak tergerak hatinya untuk beriman kepada Allah?\"", "long": "Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa kaum musyrikin dan kafir Mekah tidak memperhatikan keadaan alam ini, dan tidak memperhatikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam yang luas ini, padahal dari berbagai peristiwa yang ada di alam ini dapat diperoleh bukti-bukti tentang adanya Allah serta kekuasaan-Nya yang mutlak. Langit dan bumi yang dulunya merupakan suatu kesatuan yang padu, kemudian Allah pisahkan keduanya. Bumi sebelum menjadi tempat hidupnya berbagai makhluk hidup adalah sebuah satelit yaitu benda angkasa yang mengitari matahari. Satelit bumi yang semula panas sekali ini karena berputar terus menerus maka lama kelamaan menjadi dingin dan berembun. Embun yang lama menjadi gumpalan air. Inilah yang menjadi sumber kehidupan makhluk.\n\nMenurut para Ilmuan sains dan teknologi, ada tiga pendapat yang terkait dengan kehidupan yang dimulai dari air, yaitu: Pertama, Kehidupan dimulai dari air, dalam hal ini laut. Teori modern tentang asal mula kehidupan belum secara mantap disetujui sampai sekitar dua atau tiga abad yang lalu. Sebelum itu, teori yang mengemuka mengenai asal mula kehidupan adalah suatu konsep yang diberi nama \"generasi spontan\". Dalam konsep ini disetujui bahwa mahluk hidup ada dengan spontan ada dari ketidakadaan. Teori ini kemudian ditentang oleh beberapa ahli di sekitar tahun 1850-an, antara lain oleh Louis Pasteur. Dimulai dengan penelitian yang dilakukan oleh Huxley dan sampai penelitian masa kini, teori lain ditawarkan sebagai alternatif.\n\nTeori ini percaya bahwa kehidupan muncul dari rantai reaksi kimia yang panjang dan komplek. Rantai kimia ini dipercaya dimulai dari dalam air laut, karena kondisi atmosfer saat itu belum berkembang menjadi kawasan yang dapat dihuni mahluk hidup karena radiasi ultraviolet yang terlalu kuat. Diperkirakan, kehidupan bergerak menuju daratan pada 425 juta tahun yang lalu saat lapisan ozon mulai ada untuk melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet.\n\nKedua, Peran air bagi kehidupan dapat juga diekspresikan dalam bentuk bahwa semua benda hidup, terutama kelompok hewan, berasal dari cairan sperma. Diindikasikan bahwa keanekaragaman binatang \"datangnya\" dari air tertentu (sperma) yang khusus dan menghasilkan yang sesuai dengan ciri masing-masing binatang yang dicontohkan\n\nKetiga, Pengertian ketiga adalah bahwa air merupakan bagian yang penting agar makhluk dapat hidup. Pada kenyataannya, memang sebagian besar bagian tubuh makhluk hidup terdiri dari air. Misalnya saja pada manusia, 70% bagian berat tubuhnya tubuhnya terdiri dari air. Manusia tidak dapat bertahan lama apabila 20% saja dari sediaan air yang ada di tubuhnya hilang. Manusia dapat bertahan hidup selama 60 hari tanpa makan, akan tetapi mereka akan segera mati dalam waktu 3-10 hari tanpa minum. Juga diketahui bahwa air merupakan bahan pokok dalam pembentukan darah, cairan limpa, kencing, air mata, cairan susu dan semua organ lain yang ada di dalam tubuh manusia.\n\nDari uraian di atas, sangat jelas peran air bagi kehidupan, dari mulai adanya makhluk hidup di bumi (berasal dari kedalaman laut), bagi ke-langsungan hidupnya (air diperlukan untuk pembentukan organ dan menjalankan fungsi organ) dan memulai kehidupan (terutama bagi kelompok hewan “ air tertentu yang khusus “ sperma).\n\nAkan tetapi, perlu diberikan catatan di sini, bahwa Al-Qur'an bukanlah memberikan peluang khusus untuk mendukung teori evolusi. Walaupun semua ayat di atas memberikan indikasi yang tidak meragukan bahwa Allah menciptakan semua mahluk hidup dari air. Ayat terkait an-Nur/24:25, al-Furqan/25: 54.\n\nDari keterangan ini dapat dipahami bahwa Al-Qur'an benar-benar merupakan mukjizat yang besar. Kemukjizatannya tidak hanya terletak pada gaya bahasa dan rangkuman yang indah, melainkan juga pada isi yang terkandung dalam ayat-ayatnya, yang mengungkapkan bermacam-macam ilmu pengetahuan yang tinggi nilainya, terutama mengenai alam, dengan berbagai jenis dan sifat serta kemanfaatannya masing-masing. Apalagi jika diingat bahwa Al-Qur'an telah mengemukakan semuanya itu pada abad yang keenam sesudah wafatnya Nabi Isa, di saat manusia di dunia ini masih diliputi suasana ketidaktahuan dan kesesatan. Lalu dari manakah Nabi Muhammad dapat mengetahui semuanya itu, kalau bukan dari wahyu yang diturunkan Allah kepadanya?\n\nPerkembangan ilmu pengetahuan modern dalam berbagai bidang membenarkan dan memperkokoh apa yang telah diungkapkan oleh Al-Qur'an sejak lima belas abad yang lalu. Dengan demikian, kemajuan ilmu pengetahuan itu seharusnya mengantarkan manusia kepada keimanan terhadap apa yang diajarkan oleh Al-Qur'an, terutama keimanan tentang adanya Allah serta semua sifat-sifat kesempurnaan-Nya.\n\nSetelah menghidangkan ilmu pengetahuan tentang kejadian alam ini, yaitu langit dan bumi, selanjutnya dalam ayat ini Allah mengajarkan pula suatu prinsip ilmu pengetahuan yang lain, yaitu mengenai kepentingan fungsi air bagi kehidupan semua mahluk yang hidup di alam ini, baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Maka Allah berfirman, \"... dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.\"\n\nPada masa sekarang ini, tidak ada orang yang akan mengingkari pentingnya air bagi manusia, baik untuk bermacam-macam keperluan hidup manusia sendiri, maupun untuk keperluan binatang ternaknya, atau pun untuk kepentingan tanam-tanaman dan sawah ladangnya, sehingga orang melakukan bermacam-macam usaha irigasi, untuk mencari sumber air dan penyimpanan serta penyalurannya. Banyak bendungan-bendungan dibuat untuk mengumpulkan dan menyimpan air, yang kemudian disalurkan ke berbagai tempat untuk berbagai macam keperluan. Bahkan di negeri-negeri yang tidak banyak mempunyai sumber air, mereka berusaha untuk mengolah air laut menjadi air tawar, untuk mengairi sawah ladang dan memberi minum binatang ternak mereka. Ringkasnya manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup tanpa air.\n\nManusia dan hewan sanggup bertahan hidup berhari-hari tanpa makan, asalkan ia mendapat minum. Akan tetapi ia tidak akan dapat hidup tanpa mendapatkan minum beberapa hari saja. Demikian pula halnya tumbuh-tumbuhan. Apabila ia tidak mendapat air, maka akar dan daunnya akan menjadi kering, dan akhirnya mati sama sekali. Di samping itu, manusia dan hewan, selain memerlukan air untuk hidupnya, ia juga berasal dari air, yang disebut \"nuthfah\".\n\nDengan demikian air adalah merupakan suatu unsur yang sangat vital bagi kejadian dan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, apabila manusia sudah meyakini pentingnya air bagi kehidupannya, dan meyakini pula bahwa air tersebut adalah salah satu dari nikmat Allah, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak beriman kepada Allah serta untuk mengingkari nikmat-Nya yang tidak ternilai harganya.\n\nPada akhir ayat ini Allah mengingatkan kita semua, apakah dengan kemahakuasaan Allah ini manusia masih tidak mau beriman? Manusia yang memiliki akal dan mau mempergunakan akalnya seharusnya dapat memahami isi alam ini dan kemudian menjadi orang yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 2514, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u062c\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa fil ardi rawaasiya an tameeda bihim wa ja'alnaa feehaa fijaajan subulal la'allahum yahtadoon" } }, "translation": { "en": "And We placed within the earth firmly set mountains, lest it should shift with them, and We made therein [mountain] passes [as] roads that they might be guided.", "id": "Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2514", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2514.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2514.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah mengarahkan pandangan manusia kepada gunung-gunung dan jalan-jalan, serta daratan yang luas di bumi. Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh dengan maksud agar ia, bumi dengan putarannya yang cepat sekali itu, tetap mantap, tidak terjadi guncangan bersama mereka, manusia dan makhluk hidup lainnya. Dan Kami jadikan pula di bumi jalan-jalan yang luas supaya semua makhluk dapat dengan tenang menjalani kehidupan, dan pada akhirnya agar mereka mendapat petunjuk Allah, baik yang diberikan melalui wahyu maupun petunjuk Allah berupa fenomena alam yang membentang luas ini.", "long": "Pada ayat ini Allah mengarahkan pandangan manusia kepada gunung-gunung dan jalan-jalan serta dataran-dataran luas yang ada di bumi ini. Allah menerangkan bahwa diciptakannya gunung-gunung yang kokoh supaya bumi dalam putarannya yang cepat sekali itu tetap mantap dengan terpelihara dan terjaganya manusia dan semua makhluk di muka bumi ini. Permukaan bumi yang luasnya 510 juta kilometer persegi yang terdiri dari daratan 29% yaitu seluas 153 juta kilometer persegi dan 71% yaitu seluas 357 juta kilometer persegi adalah air. Maka gunung-gunung yang tingginya sampai 3-5 km dari permukaan laut dapat menjaga ketenangan penghuni bumi meskipun berputar dengan cepat sekali. \n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan semua makhluk dapat dengan tenang menjalani kehidupan, berbagai jalan telah dibuat sehingga siang maupun malam manusia dapat berjalan menelusuri lembah maupun dataran tinggi. Semua itu diharapkan manusia dapat memperoleh petunjuk yang benar, yaitu dapat memahami petunjuk-petunjuk Allah baik yang diberikan melalui wahyu yang tertulis maupun petunjuk Allah yang berupa alam yang luas membentang ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2515, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0633\u064e\u0642\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0652\u0641\u064f\u0648\u0638\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnas samaaa'a saqfam mahfoozanw wa hum 'an Aayaatihaa mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "And We made the sky a protected ceiling, but they, from its signs, are turning away.", "id": "Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2515", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2515.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2515.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengarahkan manusia agar memperhatikan benda-benda langit yang diciptakan-Nya dengan teratur. Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, tanpa tiang, tetapi tidak jatuh bergugur-an atau bertabrakan satu sama lainnya, namun mereka, orang-orang yang pikiran dan sanubarinya tertutup, tetap berpaling dari tanda-tanda kebesaran Allah itu berupa matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain sehingga mereka tetap tidak beriman kepada Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah mengarahkan perhatian manusia kepada benda-benda langit, yang diciptakan-Nya sedemikian rupa sehingga masing-masing berjalan dan beredar dengan teratur, tanpa jatuh berguguran atau bertabrakan satu sama lainnya. Semua itu dipelihara dengan suatu kekuatan yang disebut \"daya tarik menarik\" antara benda-benda langit itu, termasuk matahari dan bumi. Ini juga merupakan bukti yang nyata tentang wujud dan kekuasaan Allah. Akan tetapi banyak orang tidak memperhatikan bukti-bukti tersebut.\n\nPadahal kalau kita naik pesawat terbang di atas ketinggian 10.000 mil, kita melihat awan di bawah kita, hujan yang turun pun di bawah kita, sehingga tampak jelas bumi ini dilapisi langit yang sangat kuat dan atmosfir bumi serta zat oksigen yang diperlukan manusia dan berbagai makhluk tumbuh-tumbuhan dan hewan tetap terpelihara dibatasi oleh langit yang sangat kuat terjaga itu.\n\nMenurut para saintis, ayat ini menegaskan bahwa langit adalah atap yang terpelihara. Sebagaimana layaknya sebuah atap, langit berfungsi untuk melindungi segala sesuatu yang ada di bawahnya, termasuk manusia. Berbeda dengan bulan, karena ia tidak memiliki pelindung, maka kita mendapatkan permukaan bulan sangat tidak rata, dipenuhi dengan kawah-kawah akibat tumbukan dengan meteor. Atmosfer bumi menghancurkan semua meteor yang mendekati bumi dan memfilter sinar yang berbahaya, yang berasal dari ledakan energi fusi di matahari. Atmosfer hanya membiarkan masuk sinar, gelombang radio yang tidak berbahaya. Sinar ultra violet misalnya. Sinar ini hanya dibiarkan masuk dalam kadar tertentu yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesa, dan pada gilirannya memberikan manfaat bagi manusia. Dalam lapisan atmosfer, terdapat sebuah pelindung yang disebut \"Sabuk radiasi Van Allen\" yang melindungi bumi dari benda-benda langit yang menuju bumi. Demikianlah, langit telah berperan sebagai atap pelindung bagi mahluk di muka bumi.\n\nAtap langit ini akan terus terpelihara selama bumi ini ada, karena lapisan-lapisan pelindung ini terkait dengan struktur inti bumi. Sabuk Van Allen dihasilkan dari interaksi medan magnet yang dihasilkan oleh inti bumi. Inti bumi banyak mengandung logam-logam magnetik, seperti besi dan nikel. Nukleusnya sendiri terdiri dari dua bagian, inti dalamnya padat dan inti luarnya cair. Kedua lapisan ini masing-masing berputar seiring dengan rotasi bumi. Perputaran ini menimbulkan efek magnetik pada logam-logam dalam struktur bumi yang pada gilirannya membentuk medan magnetik. Sabuk Van Allen merupakan perpanjangan dari medan magnet ini yang terbentang sampai lapisan atmosfer terluar.\n\nBetapa ilmu dan kebijaksanaan Allah yang selalu melindungi mahluk ciptaan-Nya. Mengapa hal-hal demikian tidak dipahami oleh banyak manusia, sehingga mereka masih berpaling dari kebenaran dan kekuasaan Allah, padahal begitu jelas tanda-tanda kekuasaan Allah di alam ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2516, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0641\u0650\u064a \u0641\u064e\u0644\u064e\u0643\u064d \u064a\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee khalaqal laila wannahaara washshamsa wal qamara kullun fee falakiny yashbahoon" } }, "translation": { "en": "And it is He who created the night and the day and the sun and the moon; all [heavenly bodies] in an orbit are swimming.", "id": "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2516", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2516.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2516.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu mengarahkan perhatian manusia agar memperhatikan kekuasaan-Nya dalam menciptakan waktu malam dan siang. Dan Dialah, yang telah menciptakan malam untuk istirahat, dan siang untuk mencari penghidupan; dan Allah telah menciptakan matahari yang bersinar di waktu siang dan bulan yang bercahaya di waktu malam. Masing-masing beredar pada garis edarnya dengan setia, patuh dan tunduk kepada hukum alam ciptaan Allah.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengarahkan perhatian manusia kepada kekuasaan-Nya dalam menciptakan waktu malam dan siang, serta matahari yang bersinar di waktu siang, dan bulan bercahaya di waktu malam. Masing-masing beredar pada garis edarnya dalam ruang cakrawala yang amat luas yang hanya Allahlah yang mengetahui batas-batasnya.\n\nAdanya waktu siang dan malam disebabkan karena perputaran bumi pada sumbunya, di samping peredarannya mengelilingi matahari. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami waktu siang, sedang bagiannya yang tidak mendapatkan sinar matahari tersebut mengalami waktu malam. Sedang cahaya bulan adalah sinar matahari yang dipantulkan bulan ke bumi. Di samping itu, bulan juga beredar mengelilingi bumi.\n\nAyat ini menegaskan kembali apa yang telah Allah firmankan dalam Surah Ibrahim/14:33. Secara luas telah diketahui bahwa matahari dan bulan memiliki \"garis edar\". Akan tetapi untuk \"masing-masing dari keduanya (siang dan malam) beredar pada garis edarnya\", merupakan sesuatu yang baru dipahami. Mengapa siang dan malam harus beredar pada garis edar (orbit- manzilah), dan apa bentuk garis orbitnya ?\n\nSetelah dipelajari, ternyata bahwa yang dimaksud dengan \"garis edar\" ialah tempat kedudukan dari tempat-tempat di bumi yang mengalami pergantian siang ke malam, atau mengalami terbenamnya matahari (gurub). Sepanjang garis khatulistiwa garis ini bergeser dari Timur ke Barat seiring dengan urutan tempat-tempat terbenamnya matahari atau pergantian siang ke malam.\n\nWaktu terbenamnya matahari juga akan bergeser seiring dengan gerakan semu matahari terhadap bumi dari utara ke selatan dan sebaliknya. Pergeseran waktu magrib ini juga bergeser dan membentuk tempat kedudukannya sendiri yang dapat dikatakan sebagai garis edar tahunan dari pergantian siang ke malam. Pada hari-hari tertentu (pada awal bulan) saat terbenam matahari itu juga merupakan awal dari terlihatnya hilal (sabit awal bulan). Sabit ini sangat tipis dan suram sehingga sangat sulit diamati (ruyah). Waktu terbitnya hilal ini akan bergeser dari Timur ke Barat, dan sebagaimana halnya pergantian siang ke malam, garis edarnya juga berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lainnya di permukaan bumi. Bila dipetakan maka tempat kedudukan tempat-tempat waktu terbitnya hilal itu sama dengan waktu terbenamnya matahari itu akan membentuk spiral yang memotong permukaan bumi dua bahkan sampai tiga\n\nKeterangan yang terdapat dalam ayat-ayat di atas adalah untuk menjadi bukti-bukti alamiyah, di samping dalil-dalil yang rasional dan keterangan-keterangan yang terdapat dalam kitab-kitab suci terdahulu, tentang wujud dan kekuasaan Allah, untuk memperkuat apa yang telah disebutkan-Nya dalam firman-Nya yang terdahulu, bahwa \"apabila\" di langit dan di bumi ini ada tuhan-tuhan selain Allah niscaya rusak binasalah keduanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2517, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u0652\u062f\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u062a\u0651\u064e \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa ja'alnaa libasharim min qablikal khuld; afaimmitta fahumul khaalidoon" } }, "translation": { "en": "And We did not grant to any man before you eternity [on earth]; so if you die - would they be eternal?", "id": "Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2517", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2517.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2517.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad sebagai manusia sama dengan manusia lainnya, tidak akan kekal hidup di dunia. Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi sebagai suatu sunatullah bagi seorang manusia sebelum engkau Muhammad, siapa, dan bagaimana pun dia. Maka jika engkau wafat, apakah mereka, yang hidup sezaman dengan engkau atau yang hidup di zaman modern, akan kekal?", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Muhammad sebagai manusia adalah sama halnya dengan manusia lainnya, yaitu bahwa ia tidak akan kekal hidup di dunia ini. Allah belum pernah memberikan kehidupan duniawi yang kekal kepada siapa pun sebelum lahirnya Nabi Muhammad. Walaupun dia adalah Nabi dan Rasul-Nya, namun ia pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini apabila ajalnya sudah datang. Dan mereka pun demikian pula, tidak akan kekal di dunia ini selama-lamanya. Inilah salah satu segi dari keadilan Allah terhadap semua mahluk-Nya, dan merupakan Sunnah-Nya yang berlaku sepanjang masa.\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nDan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul.... (Ali 'Imran/3: 144)\n\nMaka ayat ini menyatakan lebih tegas, bahwa Nabi Muhammad akan meninggalkan dunia yang fana ini, sebagaimana halnya rasul-rasul yang telah ada sebelumnya. Akan tetapi, walaupun ia suatu ketika meninggal dunia, namun agama Islam yang telah dikembangkannnya akan tetap ada dan semakin berkembang, karena Allah telah memberikan jaminan untuk kemenangannya. Sebab itu adalah sangat keliru, bila kaum musyrikin mengharapkan bahwa dengan wafatnya Nabi Muhammad maka agama Islam akan terhenti perkembangannya, dan dakwah Islamiah akan mereda. Kenyataan sejarah kemudian menunjukkan bahwa setelah wafatnya Nabi Muhammad dakwah Islamiah berjalan terus sehingga agama Islam berkembang jauh melampaui batas-batas jazirah Arab, baik ke Timur, Utara, maupun ke Barat dan Selatan." } } }, { "number": { "inQuran": 2518, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 17, "page": 324, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0630\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kullu nafsin zaaa'iqatul mawt; wa nablookum bishsharri walkhairi fitnatanw wa ilainaa turja'oon" } }, "translation": { "en": "Every soul will taste death. And We test you with evil and with good as trial; and to Us you will be returned.", "id": "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2518", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2518.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2518.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena hidup manusia di dunia tidak kekal, maka ketetapan Allah berlaku bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Allah kemudian menetapkan garis bahwa hidup adalah ujian. Kami akan menguji kamu dengan dua macam ujian, keburukan dan kebaikan, sebagai cobaan untuk mengukur kualitas iman dan kesabaran manusia. Dan kamu, seluruh manusia, akan dikembalikan hanya kepada Kami untuk mempertanggungjawabkan hidup di dunia dan mendapatkan hasilnya, keridaan Allah atau murka-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyatakan lebih tegas lagi, bahwa setiap mahluk-Nya yang hidup atau bernyawa pasti akan merasakan mati. Tidak satu pun yang kekal, kecuali dia sendiri, dalam hubungan ini, Allah berfirman dalam ayat yang lain:\n\nSegala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. (al-Qashash/28: 88)\n\nSelanjutnya dalam ayat ini Allah menjelaskan cobaan yang ditimpakan Allah kepada manusia tidak hanya berupa hal-hal yang buruk, atau musibah yang tidak disenangi, bahkan juga ujian tersebut dapat pula berupa kebaikan atau keberuntungan. Apabila ujian atau cobaan itu berupa musibah, maka tujuannya adalah untuk menguji sikap dan keimanan manusia, apakah ia sabar dan tawakkal dalam menerima cobaan itu. Dan apabila cobaan itu berupa suatu kebaikan, maka tujuannya adalah untuk menguji sikap mental manusia, apakah ia mau bersyukur atas segala rahmat yang dilimpahkan Allah kepadanya.\n\nJika seseorang bersikap sabar dan tawakkal dalam menerima cobaan atau musibah, serta bersyukur kepada-Nya dalam menerima suatu kebaikan dan keberuntungan, maka dia adalah termasuk orang yang memperoleh kemenangan dan iman yang kuat serta mendapat keridaan-Nya. Sebaliknya, bila keluh kesah dan rusak imannya dalam menerima cobaan Allah, atau lupa daratan ketika menerima rahmat-Nya sehingga ia tidak bersyukur kepada-Nya, maka orang tersebut adalah termasuk golongan manusia yang merugi dan jauh dari rida Allah. Inilah yang dimaksudkan dalam firman-Nya pada ayat lain:\n\nSungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat. (al-Ma'arij/70: 19-22)\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa bagaimana pun juga tingkah laku manusia dalam menghadapi cobaan atau dalam menerima rahmat-Nya, namun akhirnya segala persoalan kembali kepada-Nya juga. Dialah yang memberikan balasan, baik pahala maupun siksa, atau memberikan ampunan kepada siapa yang dikehendaki-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2519, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0622\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra aakal lazeena kafarooo iny-yattakhizoonaka illa huzuwaa; ahaazal lazee yazkuru aalihatakum wa hum bi zikrir Rahmaani hum kaafiroon" } }, "translation": { "en": "And when those who disbelieve see you, [O Muhammad], they take you not except in ridicule, [saying], \"Is this the one who insults your gods?\" And they are, at the mention of the Most Merciful, disbelievers.", "id": "Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?” Padahal mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2519", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2519.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2519.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menerangkan sikap dan kelakuan orang-orang kafir terhadap Rasulullah. Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau, Muhammad, kapan dan di mana saja mereka bertemu, mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. Mereka mengatakan kepada se-samanya, “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu, yang dihormati dan disembah oleh leluhur kita?” Mereka tidak menyadari bahwa sebenar-nya merekalah yang selayaknya menerima ejekan, karena menyembah berhala yang tidak kuasa berbuat apa pun. Sejatinya mereka orang yang ing-kar mengingat Allah Yang Maha Pengasih. Mereka menolak ajakan Rasulullah untuk beriman kepada Allah yang menciptakan mereka dan memberi hidup dan kehidupan ini.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan sikap dan kelakuan orang-orang kafir terhadap Nabi Muhammad, yaitu bahwa setiap kali mereka melihatnya, maka mereka menjadikan Nabi sebagai sasaran olok-olokan dan ejekan mereka, seraya berkata kepada sesama mereka, \"Inikah orangnya yang mencela tuhan kamu? Padahal merekalah orang-orang yang ingkar dari mengingat Allah.\"\n\nDemikianlah ejekan mereka terhadap Rasulullah. Dan mereka tidak menginsafi bahwa yang sebenarnya merekalah yang selayaknya menerima ejekan, karena mereka menyembah patung-patung dan berhala, yang tidak kuasa berbuat apapun untuk mereka, bahkan tangan mereka sendirilah yang membuat tuhan-tuhan mereka itu sehingga mereka yang menjadi khalik sedang tuhan-tuhan mereka menjadi makhluk yang diciptakan. Dengan demikian, keadaan menjadi terbalik daripada yang semestinya, karena tuhan semestinya sebagai pencipta bukan yang diciptakan." } } }, { "number": { "inQuran": 2520, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u06da \u0633\u064e\u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Khuliqal insaanu min 'ajal; sa ureekum Aayaatee falaa tasta'jiloon" } }, "translation": { "en": "Man was created of haste. I will show you My signs, so do not impatiently urge Me.", "id": "Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2520", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2520.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2520.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menerangkan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang bertabiat tergesa-gesa dan terburu-buru. Allah memperingatkan kaum kafir agar mereka jangan meminta disegerakan azab yang diancamkan kepada mereka sebelum Allah memperlihatkan tanda-tanda dari azab-Nya itu. \"Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Ku. Kami memberikan kesempatan kepada kamu untuk mempertimbangkan dengan matang ajakan Rasulullah untuk beriman kepada Allah dan meyakini akhirat. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya di dunia, sebab ini menunjukkan ketidakpercayaan kamu terhadap adanya azab di akhirat,\" demikian Allah mengingatkan.", "long": "Pada ayat ini, mula-mula Allah menerangkan bahwa manusia dijadikan sebagai mahluk yang bertabiat suka tergesa-gesa dan terburu nafsu. Kemudian Allah memperingatkan kaum kafir agar mereka jangan meminta disegerakannya azab yang diancamkan kepada mereka, karena Allah pasti akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda dari azab-Nya itu.\n\nDi sini dapat kita ketahui bahwa Allah melarang manusia untuk bersifat tergesa-gesa, meminta segera didatangkannya sesuatu yang belum tiba saatnya, dan pasti datangnya. Di samping itu Allah menerangkan bahwa walaupun sifat tergesa-gesa itu sudah dijadikan-Nya sebagai salah satu sifat pada manusia, namun manusia telah diberi kemampuan untuk menahan diri dan mengatasi sifat tersebut, dengan cara membiasakan diri bersikap tenang, sabar, dan mawas diri.\n\nSifat tergesa-gesa dan terburu nafsu selalu menimbulkan akibat yang tidak baik serta merugikan baik diri sendiri atau orang lain, yang akhirnya akan menimbulkan rasa penyesalan yang tidak berkesudahan. Sebaliknya, sikap tenang, sabar, berhati-hati dan mawas diri dapat menyampaikan seseorang kepada apa yang ditujunya, dan mencapai sukses yang gemilang dalam hidupnya. Itulah sebabnya Al-Qur'an selalu memuji orang-orang yang bersifat sabar, dan menjanjikan kepada mereka bahwa Allah senantiasa akan memberikan perlindungan, petunjuk dan pertolongan kepada mereka. Sedang orang-orang yang suka terburu-buru, lekas marah, mudah teperdaya oleh godaan iblis yang akan menjerumuskannya ke jurang kebinasaan, dan menyeleweng dari kebenaran akan mendapat kerugian.\n\nPermintaan orang-orang kafir agar azab Allah segera didatangkan kepada mereka, dengan jelas menunjukkan ketidakpercayaan mereka terhadap adanya azab tersebut, serta keingkaran mereka bahwa Allah kuasa menimpakan azab kepada orang-orang yang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 2521, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona mataa haazal wa'du in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When is this promise, if you should be truthful?\"", "id": "Dan mereka berkata, “Kapankah janji itu (akan datang), jika kamu orang yang benar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2521", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2521.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2521.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena orang-orang kafir itu tidak meyakini akhirat, maka dalam ayat ini terlihat betapa nekatnya mereka berkata kepada Rasulullah dengan sikap menantang. Dan mereka berkata, wahai Muhammad, Kapankah janji itu, azab neraka yang kamu sebut-sebut itu akan datang menimpa kami, jika kamu orang yang benar mengaku utusan Allah dan sanggup mendatangkan azab?”", "long": "Dalam ayat ini Allah memperlihatkan betapa nekadnya kaum kafir itu, ketika mereka berkata kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dengan sikap menantang, \"Kapankah azab akhirat yang dijanjikan itu akan datang? Jika ancaman itu benar, cobalah perlihatkan sekarang juga!\"\n\nMereka meminta segera didatangkan azab Allah kepadanya, ucapan itu menunjukkan bahwa mereka sebenarnya tidak percaya sama sekali tentang adanya azab tersebut. Dengan sendirinya, mereka juga tidak percaya tentang hari akhirat, serta kekuasaan Allah untuk memperhitungkan dan membalas perbuatan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 2522, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0641\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law ya'lamul lazeena kafaroo heena laa yakuffoona 'anw wujoohihimun Naara wa laa 'an zuhoorihim wa laa hum yunsaroon" } }, "translation": { "en": "If those who disbelieved but knew the time when they will not avert the Fire from their faces or from their backs and they will not be aided...", "id": "Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2522", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2522.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2522.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seandainya orang kafir itu mengetahui dengan pengetahuan yang meyakinkan bahwa azab neraka itu ada, ketika mereka melihatnya da-lam keadaan tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan, tentulah mereka tidak akan menantang Rasulullah dengan meminta azab itu disegera-kan.", "long": "Dalam ayat ini Allah memperlihatkan betapa nekadnya kaum kafir itu, ketika mereka berkata kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dengan sikap menantang, \"Kapankah azab akhirat yang dijanjikan itu akan datang? Jika ancaman itu benar, cobalah perlihatkan sekarang juga!\"\n\nMereka meminta segera didatangkan azab Allah kepadanya, ucapan itu menunjukkan bahwa mereka sebenarnya tidak percaya sama sekali tentang adanya azab tersebut. Dengan sendirinya, mereka juga tidak percaya tentang hari akhirat, serta kekuasaan Allah untuk memperhitungkan dan membalas perbuatan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 2523, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u0647\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u062f\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal taateehim baghtatan fatabhatuhum falaa yastatee'oona raddahaa wa laa hum yunzaroon" } }, "translation": { "en": "Rather, it will come to them unexpectedly and bewilder them, and they will not be able to repel it, nor will they be reprieved.", "id": "Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2523", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2523.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2523.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tantangan orang-orang kafir agar azab itu didatangkan segera kepada mereka muncul dari kebodohan dan keingkaran, karena mereka menutup diri dari ajaran Rasulullah. Sebenarnya hari Kiamat itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, sangat cepat dan tak terduga, lalu mereka menjadi panik menghadapinya; mereka pun tidak sanggup menolaknya, karena dahsyatnya peristiwa Kiamat itu; dan tidak pula mereka diberi penangguhan waktu dan kesempatan untuk menyelamatkan diri.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa seandainya kaum kafir itu mengetahui, bahwa kelak mereka tidak akan berdaya untuk mengelakkan diri dari azab api neraka yang akan menyerbu mereka dari segala arah, niscaya mereka tidak akan berkata demikian. Oleh sebab itu, tantangan mereka agar azab tersebut didatangkan segera kepada mereka, adalah betul-betul timbul dari kebodohan dan keingkaran mereka, karena mereka menutup diri terhadap ajaran-ajaran yang benar, yang disampaikan oleh Rasulullah.\n\nAdanya azab dan hari Kiamat yang datang secara tiba-tiba itu agar dijadikan peringatan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan untuk tetap mengfokuskan perhatian kepada pengamalan agama, sebagaimana firman Allah:\n\nOleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah. (ar-Rum/30: 43)" } } }, { "number": { "inQuran": 2524, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 280, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064e \u0628\u0650\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqadis tuhzi'a bi-Rusulim min qablika fahaaqa billazeena sakhiroo minhum maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And already were messengers ridiculed before you, but those who mocked them were enveloped by what they used to ridicule.", "id": "Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2524", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2524.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2524.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap orang-orang kafir terhadap para rasul itu sama, baik umat Nabi Muhammad maupun umat terdahulu. Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau, Muhammad, pun telah diperolok-olokkan oleh mereka, karena kebodohan dan keingkaran mereka. Maka, turunlah hukuman Allah kepada orang-orang yang mencemoohkan para rasul itu dengan jenis azab di dunia yang selalu mereka perolok-olokkan sehingga mereka binasa.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa azab akhirat yang diancamkan kepada kaum kafir itu pasti akan terjadi, bahkan akan datang kepada mereka secara tiba-tiba dan tak terduga, sehingga menyebabkan mereka menjadi panik tidak sanggup menyelamatkan diri. Dan mereka benar-benar tidak akan diberi tenggang waktu dan kesempatan untuk bersiap-siap guna menyelamatkan diri daripadanya.\n\nPada akhir ayat ini Allah memberikan hiburan kepada Nabi Muhammad yang selalu mendapat ejekan dari kaum kafir, Allah menegaskan bukan dia saja yang pernah diejek oleh kaum kafir itu. Bahkan semua rasul yang diutus Allah sebelumnya juga menjadi sasaran ejekan kaumnya. Akan tetapi azab yang dahulu mereka perolok-olokkan itu akhirnya datang melanda mereka. Dan tidak seorang pun dapat menyelamatkan mereka dari azab yang dahsyat." } } }, { "number": { "inQuran": 2525, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0644\u064e\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u06d7 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul mai yakla 'ukum billaili wannahaari minar Rahmaan; bal hum 'an zikri Rabbihim mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Who can protect you at night or by day from the Most Merciful?\" But they are, from the remembrance of their Lord, turning away.", "id": "Katakanlah, “Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) Allah Yang Maha Pengasih?” Tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2525", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2525.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2525.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, sebagai jawaban atas ejekan orang-orang kafir dengan pertanyaan, “Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari siksaan Allah Yang Maha Pengasih di dunia?” Pertanyaan ini dimaksudkan untuk menyadarkan mereka bahwa tidak seorang pun berkuasa melindungi mereka dari azab Allah; tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka dengan beriman dan beribadah kepada-Nya.", "long": "Dengan ayat ini Allah menyuruh Nabi untuk menjawab ejekan itu dengan cara mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang siapakah yang dapat memelihara dan melindungi mereka dari azab Allah, baik pada waktu malam maupun pada waktu siang?\n\nPertanyaan itu dimaksudkan untuk menyadarkan mereka, bahwa tidak seorang pun kuasa untuk melindungi mereka dari siksa dan azab Allah, karena Dia Mahakuasa untuk berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Andaikata mereka selalu ingat tentang iradah dan kekuasaan Allah, niscaya mereka tidak akan mengejek atau menantang semacam itu. Akan tetapi karena mereka adalah orang-orang yang telah berpaling dari mengingat Allah dan kekuasaan-Nya, maka itulah sebabnya mengapa mereka mengejek Rasul-Nya dan menantang dengan sikap yang angkuh agar azab tersebut segera ditimpakan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2526, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u062d\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am lahum aalihatun tamna'ulum min dooninaa; laa yastatee'oona nasra anfusihim wa laa hum minnna yus-haboon" } }, "translation": { "en": "Or do they have gods to defend them other than Us? They are unable [even] to help themselves, nor can they be protected from Us.", "id": "Ataukah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2526", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2526.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2526.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pertanyaan kedua dimaksudkan untuk menyadarkan mereka tentang kemampuan tuhan-tuhan mereka. Ataukah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari azab Kami di dunia maupun akhirat? Allah kemudian menegaskan bahwa tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri apa lagi menolong orang-orang kafir yang menyembahnya; dan tidak pula mereka, baik yang disembah maupun yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah, dilindungi dari (azab) Kami di akhirat.", "long": "Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya, di mana Allah menyuruh Rasul-Nya untuk mengajukan pertanyaan kepada kaum kafir, untuk menyadarkan mereka tentang kekuasaan Allah. Isi pertanyaan yang disebutkan dalam ayat ini adalah, \"Apakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari azab Allah? Tuhan-tuhan yang mereka sembah sudah pasti tidak mampu menolong mereka, bahkan menolong dirinya sendiri pun tidak mampu. Pada akhir ayat ini Allah menegaskan kembali, bahwa tuhan-tuhan yang disembah mereka itu tidak akan luput dari azab Allah. Kalau demikian halnya, bagaimana mereka akan mampu untuk melindungi para penyembahnya?\n\nDengan demikian, ayat ini mengemukakan dua macam kelemahan tuhan-tuhan yang disembah kaum kafir itu, yang menyebabkan tidak pantasnya disembah dan dipertuhan. Pertama, mereka tidak mampu untuk menolong diri sendiri. Kedua, bahwa mereka pun tidak luput dari azab Allah. Dengan demikian, keadaannnya lebih lemah dari penyembahnya.\n\nDengan adanya dua kenyataan itu, seharusnya mereka dapat mengambil kesimpulan, bahwa benda-benda yang mereka sembah itu tidak mempunyai kemampuan apa pun untuk melindungi mereka dari azab Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2527, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 17, "page": 325, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u064f \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0646\u064e\u0646\u0642\u064f\u0635\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0637\u0652\u0631\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal matta'naa haaa'ulaaa'i wa aabaaa'ahum hattaa taala 'alaihimul 'umur; afalaa yarawna anna naatil arda nanqusuhaa min atraafihaa; afahumul ghaaliboon" } }, "translation": { "en": "But, [on the contrary], We have provided good things for these [disbelievers] and their fathers until life was prolonged for them. Then do they not see that We set upon the land, reducing it from its borders? So it is they who will overcome?", "id": "Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2527", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2527.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2527.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memberi mereka kemewahan dan kenikmatan hidup bukan karena Allah tidak kuasa menurunkan azab. Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup di dunia hingga panjang usia mereka untuk menguji apa mereka beriman atau tidak. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami, melalui Nabi dan kaum muslim yang menyebarkan ajaran Islam, mendatangi negeri yang berada di bawah kekuasaan orang kafir seperti Persia dan Romawi, lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri, karena sebagian besar penduduknya masuk Islam? Apakah mereka yang menang dalam menunjukkan kebenaran agama Allah?", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah memberikan kenikmatan hidup dan harta kekayaan kepada kaum kafir itu, sehingga mereka dapat hidup enak dengan usia panjang. Akan tetapi kaum Muslimin tidak perlu iri hati dan merasa silau melihat kenikmatan hidup mereka itu, karena semua kekayaan dan kemewahan itu diberikan Allah kepada mereka sebagai ujian, jika harta itu akan menyebabkan hati mereka menjadi sombong, dan tabiat mereka menjadi kasar sehingga menjerumuskan mereka kepada perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Semuanya itu mengakibatkan dosa-dosa mereka bertambah banyak, dan azab yang akan mereka terima bertambah berat.\n\nDengan demikian dapat dipahami bahwa Allah memberi mereka kemewahan dan kenikmatan hidup bukanlah karena Allah tidak kuasa menurunkan azab kepada mereka, tetapi sebaliknya kemewahan itu adalah ujian bagi mereka yang dapat menjerumuskan mereka kepada kebinasaan lahir batin, serta azab yang pedih.\n\nDalam ayat ini disebutkan pula bentuk kerugian lain yang ditimpakan Allah kepada mereka, yaitu berkurangnya jumlah para pengikut mereka lantaran banyak yang masuk Islam, dan akibatnya daerah kekuasaan mereka pun makin berkurang pula karena agama Islam telah tersebar ke daerah-daerah yang semula termasuk daerah kekuasaan mereka. Dengan susutnya jumlah pengikut dan daerah kekuasaan mereka, berarti kekuatan mereka pun semakin berkurang.\n\nSetelah menggambarkan keadaan mereka itu yang telah menjadi rapuh karena kemewahan, dan telah menjadi lemah karena berkurangnya jumlah pengikut dan kekuasaan mereka, maka Allah pada akhir ayat tersebut mengajukan satu pertanyaan yaitu dalam keadaan semacam itu siapakah yang dapat memperoleh kemenangan, apakah mereka masih memiliki harapan?\n\nSudah tentu mereka tidak akan memperoleh kemenangan. Di samping keadaan mereka telah rapuh dan lemah, kekuasaan Allah adalah mutlak atas hamba-Nya, dan Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Tidak sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya" } } }, { "number": { "inQuran": 2528, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0645\u0651\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innamaaa unzirukum bilwahyi; wa laa yasma'us summud du'aaa'a izaa maa yunzaroon" } }, "translation": { "en": "Say, \"I only warn you by revelation.\" But the deaf do not hear the call when they are warned.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan wahyu.” Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2528", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2528.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2528.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Muhammad, kepada orang-orang kafir dan musyrik tentang tugas pokok dan fungsi seorang utusan Allah, “Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan kepada seluruh umat manusia sesuai dengan wahyu yang disampaikan Allah kepadaku.” Tetapi orang tuli pikiran, perasaan dan ruhaninya, tidak mendengar seruan yang disampaikan seorang utusan Allah, apabila mereka diberi peringatan dengan cara yang masuk akal, lembut, dan santun sekalipun.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyuruh Nabi Muhammad saw untuk menegaskan kepada kaum kafir dan musyrik itu tugas pokoknya sebagai Rasul, yaitu sekedar menyampaikan peringatan Allah kepada mereka dengan perantaraan wahyu, yaitu Al-Qur'an, serta menerangkan kepada mereka akibat dari kekufuran, dengan menerangkan kisah-kisah tentang umat yang terdahulu. Adapun perhitungan dan pembalasan atas perbuatan mereka adalah menjadi kekuasaan Allah, bukan kekuasaan Rasul.\n\nDalam ayat ini juga terdapat sindiran terhadap kaum kafir itu, bahwa mereka adalah seperti orang-orang tuli, tidak mendengarkan dan tidak memperhatikan peringatan yang disampaikan kepada mereka. Hati mereka seperti telah tertutup, dan tidak menerima kebenaran dan petunjuk Allah yang disampaikan Rasul kepada mereka. Hal ini merupakan tanda-tanda orang-orang yang ingkar pada Tuhan, sebagaimana firman Allah:\n\n(Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti. (al-Baqarah/2: 171)" } } }, { "number": { "inQuran": 2529, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u062d\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'im massat hum nafhatum min 'azaabi Rabbika la yaqoolunna yaawailanaaa innnaa kunnaa zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And if [as much as] a whiff of the punishment of your Lord should touch them, they would surely say, \"O woe to us! Indeed, we have been wrongdoers.\"", "id": "Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, “Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2529", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2529.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2529.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir ketika hidup di dunia bersikap sombong, keras kepala, dan menantang azab Allah, tetapi di akhirat ketika mereka sadar, mereka menyesali perbuatannya. Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, di dalam neraka, pastilah mereka berkata, dengan sangat menyesal, “Celakalah kami, berada dalam azab yang pedih! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi diri sendiri dengan tidak beriman, sombong, keras kepala, dan menantang azab Allah.”", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini salah satu dari sifat kaum kafir, yaitu bila mereka ditimpa oleh azab Allah, walaupun hanya sedikit saja, mereka mengeluh dan menyesali diri, dengan mengatakan, \"Aduhai, celakalah kami, bahwasannya kami adalah orang-orang yang menganiaya diri sendiri.\"\n\nSebelum azab itu datang menimpa, mereka tidak mempercayainya, bahkan mereka menantang, agar azab tersebut didatangkan segera kepada mereka, karena keingkaran dan keangkuhan mereka. Tetapi setelah azab itu datang menimpa barulah mereka tahu tentang kekuasaan Allah sehingga timbullah penyesalan dalam hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2530, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062d\u064e\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0631\u0652\u062f\u064e\u0644\u064d \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0627\u0633\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nada'ul mawaazeenal qista li Yawmil Qiyaamati falaa tuzlamu nafsun shai'aa; wa in kaana misqaala habbatim min khardalin atainaa bihaa; wa kafaa binaa haasibeen" } }, "translation": { "en": "And We place the scales of justice for the Day of Resurrection, so no soul will be treated unjustly at all. And if there is [even] the weight of a mustard seed, We will bring it forth. And sufficient are We as accountant.", "id": "Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2530", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2530.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2530.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam menilai perbuatan hamba-hamba-Nya di akhirat, Allah menjamin akan menegakkan keadilan yang sebenarnya. Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, dengan data yang objektif dan akurat; maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit, sehingga tidak ada seorang hamba yang amal kebaikannya dikurangi atau kejahatannya dilebih-lebihkan, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkan pahala untuk perbuatan baik dan hukuman untuk perbuatan jahat. Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan terhadap perbuatan manusia dengan seadil-adilnya, objektif, tepat, dan akurat.", "long": "Dengan tegas Allah menyatakan dalam ayat ini, bahwa dalam menilai perbuatan hamba-Nya kelak di hari Kiamat. Allah akan menegakkan neraca keadilan yang benar-benar adil, sehingga tidak seorang pun akan dirugikan dalam penilaian itu. \n\nMaksudnya penilaian itu akan dilakukan setepat-tepatnya, sehingga tidak akan ada seorang hamba yang amal kebaikannya akan dikurangi sedikit pun, sehingga menyebabkan pahalanya dikurangi dari yang semestinya ia terima. Sebaliknya tidak seorang pun di antara mereka yang kejahatannya dilebih-lebihkan, sehingga menyebabkan ia mendapat azab yang lebih berat daripada yang semestinya, walaupun Allah kuasa berbuat demikian.\n\nAdapun memberikan pahala yang berlipat ganda dari jumlah kebaikannya atau menimpakan azab yang lebih ringan dari kejahatannya adalah terserah kepada kehendak Allah, dan Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. \n\nDalam keadilan Allah dijelaskan bahwa semua kebajikan manusia, betapapun kecilnya niscaya dibalas-Nya dengan pahala, dan semua kejahatannya betapapun kecilnya niscaya dibalas-Nya dengan azab atau siksa-Nya. Dalam hubungan ini, Allah berfirman dalam ayat yang lain:\n\nMaka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.(az-Zilzal/99: 7-8)\n\nKemampuan teknologi saat ini telah mampu mencatat segala peristiwa dengan teliti dan menyimpan dalam waktu yang lama, apalagi kemampuan Allah.\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa cukuplah Dia sebagai saksi pembuat perhitungan yang paling adil. Ini merupakan jaminan bahwa penilaian yang akan dilakukan terhadap segala perbuatan hamba-Nya akan dilakukan-Nya kelak di hari perhitungan dengan penilaian yang seadil-adilnya, sehingga tidak seorang pun hamba yang dirugikan atau dianiaya ketika menerima pahala dari kebaikannya atau menerima azab dari kejahatan yang telah dilakukannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2531, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosa wa haaroonal Furqaana wa diyaa'anw wa zikral lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And We had already given Moses and Aaron the criterion and a light and a reminder for the righteous", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2531", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2531.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2531.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menurunkan Kitab Taurat kepada Nabi Musa dan Nabi Harun sebagaimana Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad. Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Furqan, Kitab Taurat yang berisi syariah (hukum-hukum) yang memisahkan salah dan benar; dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa sehingga kita memahami tiga pokok ajaran Taurat, hukum yang memisahkan salah dan benar, penerangan dan pelajaran yang menjadi pedoman hidup bagi orang-orang yang bertakwa.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa dan Harun. Kitab Taurat tersebut adalah merupakan penerangan dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah. Kitab Taurat juga disebut al-Furqan, sebagaimana halnya Al-Qur'an, karena Kitab Taurat tersebut juga berisi syariat, yaitu hukum-hukum dan peraturanperaturan yang membedakan antara hak dan batil, antara baik dan buruk secara hukum, sehingga setiap tingkah laku dan perbuatan manusia, baik atau buruk, dijelaskan akibat hukum atau sangsinya. Tidak demikian halnya kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Ia tidak membawa syariat.\n\nPada akhir ayat tersebut ditegaskan bahwa kitab Taurat yang berfungsi sebagai pembawa syariat, dan sebagai sinar petunjuk dan peringatan, hanyalah berguna bagi orang-orang yang bertakwa. Ini berarti kitab Taurat bagi orang-orang yang tidak bertakwa, yaitu yang tidak bersedia melaksanakan perintah-perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya, maka Taurat itu tidaklah menjadi petunjuk. Untuk itu mereka disediakan azab yang dahsyat, karena mengingkari petunjuk Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2532, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yakhshawna Rabbahum bilghaibi wa hum minas Saa'ati mushfiqoon" } }, "translation": { "en": "Who fear their Lord unseen, while they are of the Hour apprehensive.", "id": "(Yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari Kiamat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2532", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2532.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2532.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Baik Taurat maupun Al-Qur’an berfungsi sebagai pembeda (al-Furqàn), penerangan dan pelajaran berharga bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, tetapi meyakini dan meresapkan ke dalam kalbunya; dan mereka merasa takut akan tibanya hari Kiamat yang berlangsung cepat dan dahsyat.", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini Allah menjelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa, yaitu Pertama, mereka senantiasa takut kepada azab Allah, walaupun azab tersebut merupakan salah satu dari hal-hal yang gaib. Kedua, orang-orang bertakwa yang disebutkan dalam ayat ini adalah mereka yang senantiasa merasa takut akan datangnya hari Kiamat, berusaha mempersiapkan diri menghadapi hal-hal yang akan terjadi kelak di hari Kiamat itu antara lain hari perhitungan dan hari pembalasan.\n\nOleh karena rasa takut mereka terhadap azab Allah pada hari Kiamat yang akan menimpa orang-orang yang tidak bertakwa, maka mereka yang bertakwa ini selalu menjaga diri terhadap hal-hal dan perbuatan yang mengakibatkan dosa dan azab maka mereka senantiasa melaksanakan perintah Allah, serta menjauhi segala larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2533, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 281, "hizbQuarter": 130, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064c \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0646\u0643\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa haazaa Zikrum Mubaarakun anzalnaah; afa antum lahoo munkiroon" } }, "translation": { "en": "And this [Qur'an] is a blessed message which We have sent down. Then are you with it unacquainted?", "id": "Dan ini (Al-Qur'an) adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2533", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2533.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2533.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bani Israil, umat Nabi Musa dan Harun, sebagian besar mengingkari Taurat yang berisi pembeda, penerangan dan pelajaran bagi yang bertakwa. Dan Al-Qur’an ini bagi kamu sekalian, umat Nabi Muhammad adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan untuk umat akhir zaman. Maka apakah kamu mengingkarinya sebagaimana Bani Israil mengingkari Taurat?", "long": "Dalam ayat ini Allah mengalihkan perhatian kepada Al-Qur'an yang diturunkan-Nya kepada Nabi dan Rasul-Nya yang terakhir, Allah menegaskan bahwa Al-Qur'an itu merupakan peringatan dan pelajaran yang sangat bermanfaat untuk orang-orang yang bertakwa, sehingga sepatutnyalah perintah dan larangan diikuti dan dijadikan pegangan dalam meniti jalan hidup.\n\nPada akhir ayat ini Allah mencela sikap kaum yang masih mengingkari Al-Qur'an, padahal tidak ada satu alasan pun bagi mereka untuk mengingkarinya, memang Al-Qur'an hanya memberi pelajaran dan tuntunan yang bermanfaat bagi mereka yang mau mengikutinya. Lagi pula, kebaikan dan manfaat Al-Qur'an itu sudah dijelaskan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2534, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0631\u064f\u0634\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaaa Ibraaheema rushdahoo min qablu wa kunnaa bihee 'aalimeen" } }, "translation": { "en": "And We had certainly given Abraham his sound judgement before, and We were of him well-Knowing", "id": "Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, dan Kami telah mengetahui dia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2534", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2534.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2534.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada Surah al-Anbiyà’ ayat 48 dijelaskan bahwa Allah telah memberikan al-Furqàn, yang membedakan hak dan batil, sebagai penerangan, dan pelajaran kepada Musa dan Harun. Sementara pada ayat ini, Allah menjelaskan ketokohan Ibrahim, pejuang tauhid dan ayahanda para nabi dan rasul. Dan sungguh, sebelum dia, Musa dan Harun yang diutus menghadapi Fir‘aun guna membebaskan Bani Israil, telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, sejak remaja; dan Kami telah mengetahui sifat, karakter, dan kegigihan dia, Ibrahim, dalam menghapuskan penyem-bahan kepada patung dan berhala guna menegakkan ajaran tauhid.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah telah mengutus Nabi Ibrahim a.s., dan Dia telah mengkaruniakan hidayah kepadanya dan menjadikannya pemimpin umatnya dalam mencapai keselamatan dunia dan akhirat. Dengan hidayah tersebut ia telah dapat menyelamatkan dirinya dan umatnya dari kepercayaan yang sesat dan dari penyembahan kepada selain Allah, seperti patung dan berhala.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah benar-benar mengetahui hal ihwal Ibrahim, baik sebelum diutus menjadi rasul, maupun sesudahnya. Artinya; Allah mengetahui benar kepribadian, watak dan budi pekertinya. Ibrahim adalah seorang yang menganut kepercayaan tauhid kepada Allah, tanpa dicampuri oleh kemusyrikan sedikit pun, disamping itu ia juga mempunyai sifat-sifat dan budi pekerti luhur, sehingga tepatlah kalau ia dipilih dan diangkat menjadi nabi dan rasul.\n\nKebanyakan para mufasir mengatakan bahwa Allah telah memberikan petunjuk kebenaran itu kepada Ibrahim sejak sebelum ia diangkat menjadi Rasul, sehingga dengan petunjuk itu ia dapat memperhatikan alam ini sehingga ia sampai kepada keyakinan tentang adanya Allah Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, perjuangannya dalam membasmi kemusyrikan berupa penyembahan patung dan berhala di kalangan kaumnya telah dilakukannya sebelum ia diangkat menjadi rasul.\n\nSebagai penjelasan layak diterangkan di sini bahwa menurut sejarah Nabi Ibrahim berasal dari Ur al-Kaldaniyah (Ur Kaldea) ibu kota Kerajaan Kaldan (Kaldea) di Mesopotamia Selatan. Kerajaan Kaldea itu diperintah oleh seorang raja yang bernama Namruz memerintah tahun 2300 SM, sebelum pemerintahan Hammurabi yang memerintah tahun 2000 SM. Raja Namruz ini terkenal sebagai seorang raja yang amat kejam dan mengaku dirinya sebagai tuhan. Orang-orang Kaldan di samping menyembah tuhan-tuhan yang berupa patung-patung, diperintahkan juga agar menyembah Namruz.\n\nRaja Namruz inilah yang menyuruh membakar Nabi Ibrahim. Akhirnya Nabi Ibrahim bersama istrinya yang bernama Sarah dan saudara laki-lakinya yang bernama Lut meninggalkan kota Ur, berhijrah ke Harran dan kemudian ke Palestina.\n\nPada suatu ketika terjadi kelaparan di Palestina, maka Ibrahim bersama istrinya dan Lut bersama istrinya pergi ke Mesir. Di Mesir Ibrahim menghadap Firaun. Firaun memberi mereka hadiah-hadiah, di antara hadiah-hadiah itu seorang perempuan yang bernama Hajar untuk Sarah istri Ibrahim. Setelah kembali ke Palestina, Lut berpisah dan pergi ke Sodom, sebuah kota dekat Laut Mati di Yordania.\n\nOleh karena Sarah dan Ibrahim belum mempunyai putra, maka Hajar dihadiahkan oleh Sarah kepada Nabi Ibrahim untuk dijadikan istri. Dengan Hajar, Ibrahim mendapat putra, yaitu Ismail. Kemudian oleh Ibrahim Siti Hajar dan Ismail dipindahkan ke Mekah. Di Mekah Nabi Ibrahim mendirikan kembali Ka'bah, dan Ismail bermukim di Mekah.\n\nNabi Ibrahim di masa tuanya dikaruniai seorang putra lainnya dari istri pertamanya Sarah, yaitu Ishak. Nabi Ibrahim meninggal dunia dan dikuburkan di Hebron, yaitu tempat di mana Sarah telah dikuburkan lebih dahulu. Dari keturunan Ibrahim a.s., banyak terdapat nabi-nabi, imam-imam, orang-orang yang saleh dan pemimpin yang menyeru kepada agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2535, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u062b\u0650\u064a\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0643\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala li abeehi wa qawmihee maa haazihit tamaaseelul lateee antum lahee 'aakifoon" } }, "translation": { "en": "When he said to his father and his people, \"What are these statues to which you are devoted?\"", "id": "(Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2535", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2535.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2535.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perjuangan Nabi Ibrahim dalam menegakkan ajaran tauhid dimulai sejak remaja, ketika dia berkata kepada ayahnya yang bernama Azar, dan kaumnya, di Kota Ur, Kaldea, Mesopotamia Timur. Wahai ayahku dan kaumku, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya, padahal patung-patung itu benda mati yang tidak bergerak dan tidak mendengar doa kamu?”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah mengaruniakan petunjuk kepada Ibrahim, sehingga ia bertanya kepada ayahnya Azar yang sedang berkumpul bersama kaumnya, tentang patung-patung yang mereka buat dan mereka sembah dengan tekun.\n\nPertanyaan itu mengandung arti bahwa Azar dan kaumnya seharusnya menggunakan akal pikiran mereka untuk merenungkan bahwa benda-benda tersebut tidak patut disembah, karena tidak mempunyai sifat-sifat sebagai Tuhan yang layak untuk disembah. Mereka menyembah barang-barang yang dicipta, bukan pencipta, serta tidak dapat mendatangkan manfaat untuk dirinya, apalagi untuk orang lain. Mereka tidak mau menyembah Allah padahal Allah adalah Pencipta, Pemelihara, Pendidik, Pelindung, dan Penguasa seluruh mahluk. Andaikata mereka mau memikirkannya, niscaya mereka tidak akan berbuat demikian. Jadi mereka itu sebenarnya adalah orang-orang yang tidak mau menggunakan akal pikiran yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2536, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo wajadnaaa aabaaa'anaa lahaa 'aabideen" } }, "translation": { "en": "They said, \"We found our fathers worshippers of them.\"", "id": "Mereka menjawab, “Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2536", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2536.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2536.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menjawab pertanyaan pemuda Ibrahim yang logis dan masuk akal itu dengan jawaban pembelaan terhadap tradisi yang sudah mengakar, “Kami mendapati nenek moyang kami, dari generasi ke gene-rasi memproduksi dan menyembahnya.”", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Azar dan kaumnya menjawab pertanyaan Ibrahim dengan pernyataan bahwa mereka menyembah patung hanyalah sekedar mengikuti perbuatan nenek moyang mereka. Jawaban tersebut menunjukkan berbagai kelemahan. Pertama, mereka tidak dapat menjawab pertanyaan Ibrahim dengan menggunakan alasan-alasan yang masuk akal, yang didasarkan atas kebenaran. Kedua, mereka dalam hidup beragama hanya didasarkan rasa ta'ashshub (fanatik) kepada tradisi nenek moyang, bukan berdasarkan keyakinan dan pemikiran yang sehat. Ketiga, mereka menutup diri terhadap hal-hal yang berbeda dari kebiasaan mereka, walaupun nyata kebenarannya. Seolah-olah telinga mereka telah tersumbat, dan hati mereka telah tertutup rapat.\n\nSikap ta'ashshub (fanatik) dan taklid buta adalah ciri khas orang-orang yang tidak mampu mempertahankan prinsip mereka dengan bukti yang benar dan hujjah yang kuat, karena memang prinsip yang mereka anut itu tidak benar. Mereka menganutnya hanya sekedar menjaga tradisi yang mereka pusakai dari nenek moyang. Sikap tersebut sangat menghambat kemajuan manusia, dan menjerumuskan mereka kepada keingkaran terhadap kebenaran, bahkan membawa kepada kekufuran terhadap Allah.\n\nDalam kalangan kaum Muslimin kita dapati orang-orang yang taklid buta terhadap satu mazhab, atau terhadap seorang imam, sehingga mereka tak mau menerima kebenaran yang datang dari orang lain. Sikap semacam itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, yang selalu menganjurkan agar manusia menggunakan akal pikirannya dalam mencari kebenaran.\n\nPara imam dari berbagai mazhab fiqh Islam melarang para pengikutnya untuk bertaklid buta kepadanya, dan menganjurkan agar mereka terbuka menerima pendapat orang lain, bila ternyata pendapat itu lebih benar dari pendapat yang dianutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2537, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala laqad kuntum antum wa aabaaa'ukum fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"You were certainly, you and your fathers, in manifest error.\"", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2537", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2537.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2537.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, Ibrahim, menyadarkan mereka dengan berkata secara tegas dan lugas, “Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu yang terus-menerus mengukir dan menyembah patung-patung itu, berada dalam kesesatan yang nyata, karena penyembahan itu tidak masuk akal dan merendahkan martabat manusia.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Ibrahim membalas jawaban mereka itu dengan menunjukkan keburukan perbuatan nenek moyang mereka yang menyembah selain Allah. Ibrahim mengatakan kepada ayahnya dan juga kaumnya, bahwa mereka semuanya berada dalam kesesatan, karena mereka menyembah patung dan berhala. Dengan perbuatan itu mereka telah jauh dari kebenaran dan menyimpang dari jalan yang benar. Mereka tidak berpegang kepada agama yang benar dan akal sehat. Yang menjadi pegangan mereka hanyalah keinginan hawa nafsu dan bisikan iblis." } } }, { "number": { "inQuran": 2538, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo aji'tanaa bil haqqi am anta minal laa'ibeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Have you come to us with truth, or are you of those who jest?\"", "id": "Mereka berkata, “Apakah engkau da-tang kepada kami membawa kebenaran atau engkau main-main?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2538", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2538.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2538.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialog Ibrahim dengan kaumnya bertambah panas. Mereka pun berkata dengan mengajukan pertanyaan mendasar, wahai Ibrahim, \"Apakah engkau benar-benar datang kepada kami membawa kebenaran tentang Tuhan dan ajaran kemanusiaan atau engkau hanya main-main saja?”", "long": "Dalam ayat ini disebutkan jawaban Azar dan kaumnya kepada Ibrahim yaitu, apakah Ibrahim datang kepada mereka dengan membawa kebenaran, ataukah hanya ingin berolok-olok saja.\n\nDari ucapan mereka dapat disimpulkan beberapa pertanyaan seputar sikap mereka. Pertama, bahwa mereka setelah mendengarkan ucapan Ibrahim yang bersifat merendahkan martabat tuhan-tuhan mereka, dan menyatakan sesatnya perbuatan mereka, maka hati mereka mulai tergugah, karena ucapan semacam itu belum pernah terdengar di kalangan mereka. Kedua, karena melihat sikap Ibrahim yang bersungguh-sungguh dan keras dalam ucapannya, maka hati mereka mulai ragu terhadap kebenaran dan perbuatan mereka sendiri sebagai penyembah patung. Ketiga, mereka meminta kepada Ibrahim agar memberikan bukti-bukti dan alasan-alasan yang menunjukkan kebenaran ucapan Ibrahim kepada mereka. Keempat, jika Ibrahim tidak dapat memberikan bukti-bukti tersebut, maka mereka menganggap Ibrahim hanya memperolok-olok mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2539, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala bar Rabbukum Rabbus samaawaati wal ardil lazee fatarahunna wa ana 'alaa zaalikum minash shaahideen" } }, "translation": { "en": "He said, \"[No], rather, your Lord is the Lord of the heavens and the earth who created them, and I, to that, am of those who testify.", "id": "Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2539", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2539.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2539.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi pertanyaan tersebut, dia, Ibrahim, menjawab, “Sebenarnya Tuhan kamu yang patut disembah ialah Tuhan pemilik langit dan bumi, yang menjaga keseimbangan dan keteraturan keduanya. Dialah Allah yang telah menciptakannya. Dan ketahuilah bahwa aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu secara rasional dan empiris bahwa Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, yang mengatur langit dan bumi.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah Ibrahim memahami adanya kenyataan tersebut di atas, maka dia membalas jawaban mereka dengan ucapan yang tidak lagi mengungkap kesesatan mereka dalam penyembahan terhadap patung dan berhala, melainkan ia beralih kepada menerangkan kebenaran dan menyebutkan Tuhan yang sesungguhnya patut disembah. Maka Ibrahim menerangkan kepada mereka bahwa ia datang membawa kebenaran, bukan berolok-olok, bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan Langit dan Bumi. Dialah yang patut disembah, karena Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi itu dan menciptakan diri mereka, serta memberikan rahmat dan perlindungan-Nya kepada semua makhluk-Nya, karena Ia Mahakuasa dan Maha Pengasih.\n\nDengan demikian mereka sadar bahwa menyembah Allah adalah tindakan yang benar, sedang menyembah patung dan berhala adalah kesesatan yang besar.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan, bahwa untuk memantapkan keyakinan mereka kepada akidah tauhid, maka Ibrahim mengulas ucapannya tadi dengan menegaskan bahwa ia dapat dan bertanggungjawab penuh untuk memberikan bukti-bukti atas kebenaran apa yang disampaikannya kepada mereka. Keterangan ini dimaksudkan untuk melenyapkan prasangka mereka bahwa Ibrahim hanya berolok-olok kepada mereka dengan ucapan-ucapan yang tersebut di atas." } } }, { "number": { "inQuran": 2540, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 17, "page": 326, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0643\u0650\u064a\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u062f\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tallaahi la akeedanna asnaamakum ba'da an tuwalloo mudbireen" } }, "translation": { "en": "And [I swear] by Allah, I will surely plan against your idols after you have turned and gone away.\"", "id": "Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2540", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2540.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2540.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim tidak hanya berkata lugas kepada ayah dan kaumnya yang terus menerus menyembah patung-patung itu dengan menyatakan, “Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata,” tetapi juga bersumpah dalam hatinya bahwa beliau akan menghancurkan berhala itu, setelah mereka me-ninggalkan tempat itu. “Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya, tindakan yang membongkar kepalsuan, terhadap berhala-berhalamu dengan menghancurkannya guna menyadarkan mereka bahwa penyembahan patung-patung itu perbuatan keliru, setelah kamu pergi meninggalkannya.\"", "long": "Ayat ini menerangkan apa yang terkandung dalam hati Ibrahim yang diucapkan dan didengar oleh sebagian kaumnya yaitu ia bertekad untuk menghancurkan patung-patung yang menjadi sesembahan kaumnya, apabila mereka sudah pergi meninggalkan tempat tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 2541, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0630\u064e\u0627\u0630\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faja'alahum juzaazan illaa kabeeral lahum la'allahum ilaihi yarji'oon" } }, "translation": { "en": "So he made them into fragments, except a large one among them, that they might return to it [and question].", "id": "Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2541", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2541.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2541.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sumpah Ibrahim tidak hanya dalam hati, tetapi benar-benar dilaksanakannya. Maka dia menghancurkan berhala-berhala itu berkeping-keping hingga patung-patung itu tidak berbentuk lagi, kecuali yang terbesar, induknya, agar mereka kembali mempertanyakan argumentasi mereka mempertahankan penyembahan benda-benda mati itu kepadanya, yakni patung-patung itu.", "long": "Dalam ayat ini disebutkan bahwa apa yang menjadi tekad Ibrahim itu untuk memanfaatkan perayaan besar itu untuk menghancurkan patung-patung itu benar-benar dilaksanakannya, sehingga sepeninggal kaumnya, patung-patung itu dirusaknya sehingga hancur berkeping-keping, kecuali sebuah patung yang terbesar. Patung itu tidak dirusaknya, karena ia berharap bila mereka kembali ke sana dan bertanya kepadanya tentang siapa orang yang merusak patung-patung yang lain itu, maka ia akan menyuruh mereka bertanya kepada patung yang terbesar itu, yang tentu saja tidak dapat menjawab pertanyaan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2542, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo man fa'ala haazaa bi aalihatinaaa innahoo laminaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Who has done this to our gods? Indeed, he is of the wrongdoers.\"", "id": "Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2542", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2542.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2542.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat patung-patung mereka hancur berkeping-keping, maka mereka pun berkata dengan mengajukan pertanyaan, “Siapakah yang berani melakukan penghancuran terhadap tuhan-tuhan kami ini? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim, karena telah menghancurkan simbol kesucian agama.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa apa yang diharapkan oleh Ibrahim, benar-benar terjadi. Setelah mendengar berita bahwa patung-patung mereka telah rusak, mereka datang kembali ke tempat itu dan bertanya kepada Ibrahim, siapakah yang telah melakukan perbuatan jahat ini terhadap tuhan-tuhan mereka? Sungguh dia benar-benar termasuk orang yang zalim.\"\n\nDari ucapan ini dapat kita pahami bahwa sampai saat itu mereka masih belum menerima sepenuhnya apa yang disampaikan Ibrahim kepada mereka, dan mereka masih menyembah dan mengagungkan berhala-berhala itu, dan masih menyebutnya sebagai tuhan-tuhan mereka. Hal ini menimbulkan kemarahan terhadap orang yang membinasakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2543, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064b\u0649 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaaloo sami'naa fatany yazkuruhum yuqaalu lahooo Ibraaheem" } }, "translation": { "en": "They said, \"We heard a young man mention them who is called Abraham.\"", "id": "Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2543", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2543.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2543.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tindakan Ibrahim menghancurkan patung-patung itu dilihat dan didengar oleh mereka. Oleh karena itu, di antara mereka ada yang berkata, “Kami mendengar dari beberapa sumber yang meyakinkan, ada seorang pemuda nekat yang mencela dan menghancurkan berhala-berhala ini, namanya Ibrahim.”", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa orang-orang yang berada di dekat penyembahan patung-patung itu menjawab pertanyaan di atas dengan mengatakan bahwa mereka mendengar seorang pemuda yang bernama Ibrahim telah menghancurkan berhala-berhala itu.\n\nDari sini kita pahami pada saat itu Ibrahim masih sebagai seorang pemuda (± 16 tahun), dan belum diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul-Nya. Maka tindakannya dalam membinasakan patung-patung itu bukan dalam rangka tugasnya sebagai Rasul, melainkan timbul dari dorongan kepercayaannya kepada Allah, berdasarkan petunjuk kepada kebenaran yang telah dilimpahkan Allah kepadanya, sebelum ia diangkat menjadi Rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 2544, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo faatoo bihee 'alaaa a'yunin naasi la'allahum yash hadoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Then bring him before the eyes of the people that they may testify.\"", "id": "Mereka berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2544", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2544.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2544.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar laporan masyarakat ini, pemerintah Babilonia bersikap tegas. Mereka berkata dan memerintahkan kepada penegak hukum, “Kalau demikian, bawalah dia, pemuda nekat yang bertindak subversif ini ke pusat kota dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka melihat wajahnya dan menyaksikan hukuman yang akan dijatuhkan kepadanya.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa setelah mereka mendapat jawaban bahwa yang merusakkan patung-patung itu adalah seorang pemuda yang bernama Ibrahim, maka mereka menyuruh agar pemuda itu dihadapkan kepada orang banyak, dengan harapan kalau-kalau ada orang lain yang menyaksikan pemuda tersebut melakukan pengrusakan itu, sehingga kesaksian itu akan dapat dijadikan bukti.\n\nHal ini memberikan pengertian bahwa di kalangan mereka pada masa itu sudah berlaku suatu peraturan, bahwa mereka tidak akan menindak secara langsung seseorang yang dituduh sebelum ada bukti-bukti, baik berupa persaksian dari seseorang, maupun berupa pengakuan dari pihak yang tertuduh." } } }, { "number": { "inQuran": 2545, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaalooo 'a-anta fa'alta haazaa bi aalihatinaa yaaa Ibraaheem" } }, "translation": { "en": "They said, \"Have you done this to our gods, O Abraham?\"", "id": "Mereka bertanya, “Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2545", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2545.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2545.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam pengadilan terbuka, penegak hukum mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Ibrahim. Mereka bertanya, “Apakah engkau, yang melakukan penghancuran ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?”", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa setelah Ibrahim mereka hadapkan kepada orang banyak, maka mereka mengadakan penyelidikan dan pemeriksaan terhadapnya dengan mengajukan pertanyaan, apakah betul dia yang melakukan pengrusakan terhadap berhala-berhala itu. Pertanyaan ini mereka ajukan dengan harapan bahwa Ibrahim akan mengakui bahwa dialah yang melakukan pengrusakan itu. Pengakuan itu akan mereka jadikan alasan untuk menghukum Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 2546, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala bal fa'alahoo kabeeruhum haazaa fas'aloohum in kaanoo yantiqoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Rather, this - the largest of them - did it, so ask them, if they should [be able to] speak.\"", "id": "Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2546", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2546.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2546.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ibrahim menjawab dengan jawaban yang mengejutkan untuk memberi pelajaran kepada mereka. Beliau berpura-pura tidak mengaku dirinya yang merusak patung-patung itu. Dia menjawab, “Sebenarnya patung besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.” Melalui jawaban ini pemuda Ibrahim menyadarkan mereka bahwa patung itu tidak patut disembah.", "long": "Diterangkan dalam ayat ini jawaban Ibrahim atas tuduhan itu. Dimana jawaban Ibrahim ternyata sangat mengagetkan mereka, sebab tidak sesuai dengan harapan mereka, karena Ibrahim tidak memberikan pengakuan bahwa ia yang melakukan pengrusakan, tetapi ia mengatakan bahwa yang melakukan pengrusakan terhadap patung-patung itu justru adalah patung terbesar yang masih utuh.\n\nJawaban semacam itu dimaksudkan Ibrahim untuk mencapai tujuannya, yaitu untuk menyadarkan kaumnya bahwa patung-patung itu tidak patut untuk disembah, karena ia tidak dapat berbuat apa-apa. Apalagi untuk membela dirinya.\n\nJelas bahwa kaumnya tidak akan percaya bahwa patung terbesar itulah yang melakukan pengrusakan terhadap patung-patung yang lain. Sebab, mereka menyadari bahwa hal itu mustahil akan terjadi, karena patung tidak dapat berbuat apa pun, sebab dia adalah benda mati. Jika mereka telah menginsafi hal tersebut, sudah sepatutnya mereka berhenti menyembah patung.\n\nPada akhir ayat ini disebutkan ucapan Ibrahim selanjutnya terhadap kaumnya, yang menyuruh mereka menanyakan kepada patung-patung itu sendiri, siapakah yang telah merusak mereka.\n\nUcapan ini menyebabkan kaumnya semakin terpojok, karena seandainya mereka bertanya kepada patung-patung itu, niscaya mereka tidak akan memperoleh jawaban, sebab patung-patung tersebut tidak mendengar dan tidak dapat berbicara. Kalau demikian keadaannya, patutkah patung-patung itu disembah? Jika masih ada orang yang menyembahnya, pastilah orang tersebut tidak mempergunakan pikirannya yang sehat." } } }, { "number": { "inQuran": 2547, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faraja'ooo ilaaa anfusihim faqaalooo innakum antumuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "So they returned to [blaming] themselves and said [to each other], \"Indeed, you are the wrongdoers.\"", "id": "Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, “Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2547", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2547.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2547.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, setelah mendengar jawaban tersebut, mereka kembali kepada kesadaran mereka yang jernih sesuai akal sehat dan nurani bahwa patung-patung itu tidak layak disembah. Dan pemimpin mereka pun berkata, “Sesungguhnya kamu sekalianlah yang menzalimi diri sendiri, terus-menerus menyembah patung yang tidak bisa bicara, tidak bisa membela diri, apalagi menyelamatkan manusia.”", "long": "Diterangkan dalam ayat ini jawaban Ibrahim atas tuduhan itu. Dimana jawaban Ibrahim ternyata sangat mengagetkan mereka, sebab tidak sesuai dengan harapan mereka, karena Ibrahim tidak memberikan pengakuan bahwa ia yang melakukan pengrusakan, tetapi ia mengatakan bahwa yang melakukan pengrusakan terhadap patung-patung itu justru adalah patung terbesar yang masih utuh.\n\nJawaban semacam itu dimaksudkan Ibrahim untuk mencapai tujuannya, yaitu untuk menyadarkan kaumnya bahwa patung-patung itu tidak patut untuk disembah, karena ia tidak dapat berbuat apa-apa. Apalagi untuk membela dirinya.\n\nJelas bahwa kaumnya tidak akan percaya bahwa patung terbesar itulah yang melakukan pengrusakan terhadap patung-patung yang lain. Sebab, mereka menyadari bahwa hal itu mustahil akan terjadi, karena patung tidak dapat berbuat apa pun, sebab dia adalah benda mati. Jika mereka telah menginsafi hal tersebut, sudah sepatutnya mereka berhenti menyembah patung.\n\nPada akhir ayat ini disebutkan ucapan Ibrahim selanjutnya terhadap kaumnya, yang menyuruh mereka menanyakan kepada patung-patung itu sendiri, siapakah yang telah merusak mereka.\n\nUcapan ini menyebabkan kaumnya semakin terpojok, karena seandainya mereka bertanya kepada patung-patung itu, niscaya mereka tidak akan memperoleh jawaban, sebab patung-patung tersebut tidak mendengar dan tidak dapat berbicara. Kalau demikian keadaannya, patutkah patung-patung itu disembah? Jika masih ada orang yang menyembahnya, pastilah orang tersebut tidak mempergunakan pikirannya yang sehat." } } }, { "number": { "inQuran": 2548, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064f\u0643\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa nukisoo 'alaa ru'oosihim laqad 'alimta maa haaa'ulaaa'i yantiqoon" } }, "translation": { "en": "Then they reversed themselves, [saying], \"You have already known that these do not speak!\"", "id": "Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), “Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2548", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2548.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2548.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menyesali kesalahan dan kebodohan mereka, menyembah patung-patung yang tidak bisa berbicara. Kemudian mereka pun menundukkan kepala, merenung, dan menyesali perbuatan bodoh mereka. Setelah mendapat bisikan setan, mereka lalu mengangkat kepala dan berkata, “Mengapa engkau, Ibrahim menyuruh kami bertanya kepada patung besar itu, engkau pasti tahu bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara? Kami mengetahui patung-patung itu tidak dapat berbicara, tetapi kami menyembahnya karena ini keyakinan kami.\"", "long": "Pada ayat ini diterangkan keadaan mereka setelah menyesali kesalahan dan kebodohan diri mereka. Mereka lalu menekurkan kepala dan berdiam diri. Pada saat itulah setan kembali menggoda mereka, sehingga kesadaran mereka yang tadinya telah mulai bersemi lalu lenyap dan mereka kembali kepada kepercayaan semula, dan ingin membela patung-patung yang menjadi kepercayaan mereka. Oleh sebab itu mereka lalu berkata kepada Ibrahim, \"Mengapa Ibrahim menyuruh mereka bertanya kepada patung-patung ini, padahal dia sudah mengetahui bahwa patung-patung itu tidak dapat berbicara.\"\n\nUcapan ini merupakan pengakuan mereka bahwa mereka pun mengetahui bahwa patung-patung itu tidak dapat mendengar, berpikir dan berbicara, akan tetapi mereka tetap menyembah dan mempertuhankannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2549, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Qaala afata'budoona min doonil laahi maa laa yanfa'ukum shai'anw wa laa yadurrukum" } }, "translation": { "en": "He said, \"Then do you worship instead of Allah that which does not benefit you at all or harm you?", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2549", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2549.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2549.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi pernyataan tersebut, Ibrahim, berkata di depan para pembesar Kota Ur, Kaldea, Babilonia, Mesopotamia Selatan, “Mengapa kamu sekalian menyembah tuhan selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dengan menyembahnya, dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada kamu dengan tidak menyembahnya?\" Ibrahim kemudian menegaskan tanggapannya, \"Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah di dunia dan di akhirat! Apakah kamu tidak memikirkan, apakah kamu akan terus menyembah patung-patung itu atau berhenti?”", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini, bahwa setelah mereka mengakui bahwa patung-patung itu tidak dapat mendengar, berpikir dan berbicara, maka Ibrahim segera menjawab dengan mengatakan mengapa mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun, dan tidak pula dapat mendatangkan mudarat kepada mereka, bahkan ia tidak dapat berbicara dan mempertahankan diri." } } }, { "number": { "inQuran": 2550, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0641\u0651\u064d \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Uffil lakum wa limaa ta'budoona min doonil laah; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "Uff to you and to what you worship instead of Allah. Then will you not use reason?\"", "id": "Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2550", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2550.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2550.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi pernyataan tersebut, Ibrahim, berkata di depan para pembesar Kota Ur, Kaldea, Babilonia, Mesopotamia Selatan, “Mengapa kamu sekalian menyembah tuhan selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dengan menyembahnya, dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada kamu dengan tidak menyembahnya?\" Ibrahim kemudian menegaskan tanggapannya, \"Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah di dunia dan di akhirat! Apakah kamu tidak memikirkan, apakah kamu akan terus menyembah patung-patung itu atau berhenti?”", "long": "Dalam ayat ini disebutkan lanjutan dari ucapan Ibrahim kepada mereka, bahwa mereka akan celaka bersama patung-patung yang mereka sembah selain Allah. Apakah mereka tidak memahami keburukan dan kesesatan perbuatan mereka?\n\nUcapan itu telah menyebabkan para penyembah patung itu sungguh-sungguh terpojok, dan mengobarkan kemarahan mereka yang amat sangat\n\n66-67. Menanggapi pernyataan tersebut, Dia, Ibrahim, berkata di depan para pembesar Kota Ur, Kaldea, Babilonia, Mesopotamia Selatan, “Mengapa kamu sekalian menyembah tuhan selain Allah, menyembah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dengan menyembahnya, dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada kamu dengan tidak menyembahnya?\" Ibrahim kemudian menegaskan tanggapannya, \"Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah di dunia dan di akhirat! Apakah kamu tidak memikirkan, apakah kamu akan terus menyembah patung-patung itu atau berhenti?”" } } }, { "number": { "inQuran": 2551, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo harriqooho wansurooo aalihatakum in kuntum faa'ileen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Burn him and support your gods - if you are to act.\"", "id": "Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2551", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2551.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2551.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanggapan Ibrahim yang tegas dan lugas tersebut direspon oleh para pembesar Kota Ur, Kaldea dengan sangat marah. Mereka berkata, “Bakarlah dia, Ibrahim, hidup-hidup di tengah alun-alun, dan bantulah tuhan-tuhan kamu dengan menyiapkan kayu bakar yang cukup untuk membakar dia selama satu bulan, jika kamu benar-benar hendak berbuat untuk tuhan kamu.”", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa setelah mereka kehabisan akal dan alasan untuk menjawab ucapan Ibrahim, dan kemarahan mereka memuncak, maka mereka sepakat untuk membakar Ibrahim, dan membela tuhan-tuhan mereka, jika mereka benar-benar ingin balas dendam.\n\nDengan demikian mereka memutuskan untuk membinasakan Ibrahim, tindakan itu mereka pandang sebagai cara yang terbaik untuk membela kehormatan tuhan-tuhan mereka, dan untuk melenyapkan rintangan yang menghalangi mereka dalam menyembah patung-patung. Mereka memilih cara yang paling kejam untuk membinasakan Ibrahim, yaitu dengan membakarnya dalam sebuah api unggun. Dengan cara ini Ibrahim dapat dilenyapkan, agar mereka dapat mencapai kemenangan untuk harga diri dan tuhan-tuhan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2552, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064f \u0643\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u064e\u0631\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Qulnaa yaa naaru koonee bardanw wa salaaman 'alaaa Ibraaheem" } }, "translation": { "en": "Allah said, \"O fire, be coolness and safety upon Abraham.\"", "id": "Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2552", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2552.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2552.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir di Kota Ur dan Kaldea melemparkan Ibrahim ke dalam api yang menyala, namun Allah berkehendak menyelamatkan Ibrahim dengan mengubah sifat api. Kami, berfirman kepada api, “Wahai api! Jadilah kamu dingin,” api dikecualikan dari sifatnya yang alamiahnya yang panas dan membakar, tetapi bukan dingin yang membahayakan. Allah melanjutkan firman-Nya kepada api, “Dan jadilah kamu penyelamat bagi Ibrahim dengan menjadi sejuk!”", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan tindakan Allah untuk melindungi dan menolong Ibrahim dari kekejaman kaumnya, yaitu membakar Ibrahim dalam api yang sedang berkobar-kobar.\n\nSebagaimana diketahui bahwa Allah telah memberikan sifat-sifat tertentu bagi setiap mahluk-Nya. Sifat itu tetap berlaku baginya sebagai Sunnah Allah di dunia. Antara lain ialah api, yang bersifat panas dan membakar, sehingga logam-logam yang amat kuat pun dapat dicairkan dengan api, apalagi tubuh manusia. Maka Allah melindungi Ibrahim dari panas api tersebut dengan cara mencabut sifat panas dan membakar, dari api yang sedang menyala sehingga Ibrahim tidak merasa panas ketika dibakar dan tidak terbakar dalam api unggun yang menyala-nyala.\n\nAllah berfirman, \"Hai api, jadilah engkau dingin, dan memberi keselamatan bagi Ibrahim.\" Dengan adanya perintah Allah kepada api tersebut, maka sifatnya berubah dari panas menjadi dingin, dan tidak merusak terhadap Ibrahim sampai api itu padam. Ini menambah bukti tentang kekuasaan Allah yang seharusnya disadari oleh orang-orang kafir.\n\nDalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas disebutkan bahwa ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api, ia membaca:\n\n\"Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nDemikianlah pertolongan dan perlindungan yang biasa diberikan Allah kepada para nabi, wali-wali dan hamba-hamba-Nya yang saleh. Walaupun pada waktu itu Ibrahim belum menjadi nabi dan rasul, namun ia tetap merupakan seorang hamba Allah yang saleh.\n\nPatut kiranya diingat bahwa Nabi Muhammad juga mengalami makar dari kaum kafir Quraisy yang berusaha untuk membinasakannya, seperti peristiwa sebelum dan sesudah hijrah. Akan tetapi walaupun mereka telah membuat rencana yang rapi untuk mencapai maksud tertentu, namun pelaksanaannya tidaklah membawa hasil seperti yang mereka harapkan, karena Allah telah memberikan pertolongan dan perlindungan-Nya kepada Rasul-Nya, sebagai pelaksanaan dari janji-Nya:\n\nDan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. (al-Ma'idah/5: 67)" } } }, { "number": { "inQuran": 2553, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0652\u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa araadoo bihee kaidan faja'alnaahumul akhsareen" } }, "translation": { "en": "And they intended for him harm, but We made them the greatest losers.", "id": "Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2553", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2553.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2553.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Raja Namrud dan seluruh rakyat Babilonia, Mesopotamia Timur, mengumpulkan kayu bakar dan membakar Ibrahim hidup-hidup karena mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim. Ini disebabkan keberanian Ibrahim menghancurkan patung dan menyadarkan mereka bahwa menyembah patung itu sesat. Ketahuilah, maka Kami, menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi, baik di dunia karena tidak bisa berpikir jernih, mengikuti akal sehat dan nurani, maupun di akhirat karena mendapatkan murka Allah dan kekal di dalam neraka.", "long": "Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa makar yang dilaksanakan kaum musyrik terhadap para nabi untuk membinasakannya, telah menimbulkan akibat yang sebaliknya, yaitu menyebabkan mereka itu menjadi orang-orang yang paling merugi.\n\nDengan ucapan dan perbuatan itu, mareka ingin memadamkan cahaya kebenaran yang disampaikan Ibrahim, dengan cara menyalakan api unggun untuk membinasakannya. Tetapi akhirnya api yang mereka nyalakan itulah yang padam tanpa menimbulkan bekas apa pun terhadap Ibrahim a.s., berkat perlindungan Allah Yang Mahakuasa. Hal ini menunjukkan dengan jelas batilnya kepercayaan yang mereka anut, dan jahatnya cara yang mereka tempuh untuk mencapai kemenangan. Sebaliknya Ibrahim berada pada pihak yang benar, karena ia menyampaikan patunjuk Allah untuk membasmi kebatilan dan kezaliman." } } }, { "number": { "inQuran": 2554, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa najjainaahu wa Lootan ilal ardil latee baaraknaa feehaa lil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And We delivered him and Lot to the land which We had blessed for the worlds.", "id": "Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2554", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2554.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2554.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah menyelamatkan dia, Ibrahim, dari kejahatan warga Kota Ur yang membakarnya hidup-hidup. Lalu dia hijrah ke Harran, kemudian ke Palestina. Dan Kami juga telah menyelamatkan Lut dari bencana alam yang menimpa Kota Sodom dan Gomorah. Keduanya, Ibrahim dan Luth, pergi ke Palestina, sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam. Palestina adalah tanah kelahiran para nabi, kelahiran Nabi Ismail yang merupakan leluhur Nabi Muhammad, dan Nabi Ishak yang merupakan leluhur Bani Israil. Yerusalem, kota penting di Palestina, menjadi kota suci tiga agama, Yahudi, Nasrani dan Islam; dan tempat Rasulullah mikraj.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah melengkapi rahmat-Nya kepada Ibrahim. Allah telah menyelamatkannya dari kobaran api. Dalam sejarah diterangkan bahwa Allah telah menyelamatkannya dari kejahatan penduduk kota Ur di Mesopotamia Selatan, yaitu negeri asalnya, lalu ia hijrah ke negeri Harran, kemudian ke Palestina di daerah Syam.\n\nDalam ayat ini disebutkan bahwa negeri Syam adalah negeri yang telah diberi Allah keberkahan yang banyak untuk semua manusia. Sehingga negeri tersebut amat subur, banyak air dan tumbuh-tumbuhannya, sehingga memberikan banyak manfaat bagi penduduknya. Selain itu, negeri tersebut juga merupakan tempat lahir para nabi yang membawa sinar petunjuk bagi umat manusia. Baitul Makdis yang terletak di Palestina juga termasuk daerah Syam, dan kiblat pertama bagi umat Islam.\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa Nabi Lut juga berhijrah bersama ke negeri Syam itu. Menurut keterangan sejarah Nabi Lut adalah anak saudara lelaki Ibrahim a.s" } } }, { "number": { "inQuran": 2555, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 17, "page": 327, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa wahabnaa lahooo Ishaaq; wa Ya'qooba naafilah; wa kullan ja'alnaa saaliheen" } }, "translation": { "en": "And We gave him Isaac and Jacob in addition, and all [of them] We made righteous.", "id": "Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Yakub, sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2555", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2555.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2555.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya, Ibrahim, kenikmatan lain yang sangat berharga, yaitu kelahiran Ishak pada saat usia beliau sudah lanjut, dan darinya lahir Yakub, yang melahirkan Bani Israil. Di antaranya banyak terpilih menjadi nabi dan rasul, sebagai suatu anugerah yang sangat berharga. Dan masing-masing dari keturunan Ishak dan Yakub, Kami jadikan orang-orang yang saleh. Namun demikian, ada juga di antara keturunan keduanya yang menjadi orang zalim dan kufur.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyebutkan nikmat-Nya yang lain kepada Ibrahim a.s. sebagai tambahan atas nikmat-Nya yang telah lalu, yaitu bahwa Allah telah menganugerahkan seorang putra yaitu Ishak, sedang Yakub adalah putra dari Ishak, jadi sebagai cucu Ibrahim yang melahirkan keturunan Bani Israil. Di samping itu Ibrahim juga mempunyai seorang putra lainnya, yaitu Ismail, dari Siti Hajar. Allah telah menjadikan kesemuanya, yaitu Ibrahim, Ismail, Ishak dan Yakub sebagai nabi-nabi dan orang-orang yang saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 2556, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0626\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u0639\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u062a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaahum a'immatany yahdoona bi amrinaa wa awhainaaa ilaihim fi'lal khairaati wa iqaamas Salaati wa eetaaa'az Zakaati wa kaanoo lanaa 'aabideen" } }, "translation": { "en": "And We made them leaders guiding by Our command. And We inspired to them the doing of good deeds, establishment of prayer, and giving of zakah; and they were worshippers of Us.", "id": "Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2556", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2556.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2556.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami jadikan mereka itu, para nabi dan rasul keturunan Ishak dan Yakub sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk kepada Bani Israil dengan perintah Kami dalam Kitab Taurat, Zabur, dan Injil, dan Kami wahyukan kepada mereka, para nabi dan rasul itu, agar berbuat kebaikan, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, dan Kami tegaskan kepada mereka bahwa hanya kepada Kami mereka menyembah dan hanya kepada Kami pula mereka memohon pertolongan.", "long": "Allah menyebutkan dalam ayat ini tambahan karunia-Nya kepada Ibrahim, selain karunia yang telah diterangkan pada ayat yang lalu, yaitu bahwa keturunan Ibrahim itu tidak hanya merupakan orang-orang yang saleh, bahkan juga menjadi imam atau pemimpin umat yang mengajak orang untuk menerima dan melaksanakan agama Allah, dan mengajak kepada perbuatan-perbuatan yang baik dan bermanfaat, berdasarkan perintah dan izin Allah.\n\nNabi Ibrahim yang diberi gelar \"Khalilullah\" (kekasih Tuhan) juga merupakan bapak dari beberapa nabi karena banyak di antara nabi-nabi yang datang sesudahnya adalah dari keturunannya, sampai dengan Nabi dan Rasul yang terakhir, yaitu Muhammad saw adalah termasuk cucu-cucu Ibrahim a.s. melalui Nabi Ismail. Mereka memperoleh wahyu Allah yang berisi ajaranajaran dan petunjuk ke arah bermacam-macam kebajikan, terutama menaati perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.\n\nDi samping itu Allah juga mewahyukan kepada mereka agar mendirikan salat dan membayarkan zakat. Kedua macam ibadah ini disebutkan Allah secara khusus, sebab ibadah salat memiliki keistimewaan sebagai ibadah jasmaniah maupun sebagai sarana yang mengokohkan hubungan hamba dengan Tuhannya, sedang zakat mempunyai keistimewaan baik sebagai ibadah harta yang paling utama yang mempererat hubungan dengan sesama hamba, lebih-lebih bila diingat bahwa harta benda sangat penting kedudukannya dalam kehidupan manusia.\n\nKedua macam ibadah ini, walaupun harus dilengkapi dengan ibadahibadah lainnya, namun ia telah mencerminkan dua sifat utama pada diri manusia yaitu taat kepada Allah, dan kasih sayang kepada sesama manusia.\n\nAkhirnya, pada ujung ayat ini Allah menerangkan bahwa keturunan Nabi Ibrahim itu adalah orang-orang yang beribadat kepada Allah semata-mata dengan penuh rasa khusyuk dan tawadu." } } }, { "number": { "inQuran": 2557, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a \u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u062b\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0633\u064e\u0648\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Lootan aatainaahu hukmanw wa 'ilmanw wa najjainaahu minal qaryatil latee kaanat ta'malul khabaaa'is; innahum kaanoo qawma saw'in faasiqeen" } }, "translation": { "en": "And to Lot We gave judgement and knowledge, and We saved him from the city that was committing wicked deeds. Indeed, they were a people of evil, defiantly disobedient.", "id": "Kepada Lut, Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji. Sungguh, mereka orang-orang yang jahat lagi fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2557", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2557.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2557.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kepada Lut, yang berdomisili di Sodom, Palestina, Kami berikan hikmah dan kearifan dalam memutuskan perkara dan menetapkan hukuman, dan ilmu yang bermanfaat dalam melaksanakan kewajiban kepada Allah dan kewajiban kepada sesama manusia. Dan Kami pun telah menyelamatkan dia dari azab yang menimpa penduduk kota Sodom dan Gomorah yang telah melakukan perbuatan keji, homoseksual dan menyamun dengan terang-terangan. Sungguh mereka, umat Nabi Lut yang berbuat homoseksual dan menyamun itu adalah orang-orang yang jahat kepada sesama manusia, lagi fasik, menyalahi perintah Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan tiga macam rahmat yang dikaruniakan kepada Nabi Lut:\n\nPertama, Nabi Lut telah dikaruniai-Nya hikmah dan kearifan memberi putusan atau hukuman, sehingga dengan itu ia dapat memberikan penyelesaian dan keputusan dengan baik dalam perkara-perkara yang terjadi di kalangan umatnya.\n\nKedua, Ia juga dikaruniai ilmu pengetahuan yang sangat berguna terutama ilmu agama, sehingga ia dapat mengetahui dan melaksanakan dengan baik kewajiban-kewajibannya terhadap Allah dan terhadap sesama makhluk. Kedua syarat ini sangat penting bagi orang-orang yang akan diutus Allah sebagai Nabi dan Rasul-Nya.\n\nKetiga, Ia telah diselamatkan Allah ketika negeri tempat tinggalnya, yaitu Sodom ditimpa azab Allah karena penduduknya banyak berbuat kejahatan dan kekejian secara terang-terangan. Perbuatan-perbuatan keji yang mereka kerjakan di antaranya melakukan hubungan kelamin antara sesama lelaki (homosex), mengganggu lalulintas perniagaan dengan merampok barang-barang perniagaan itu, mendurhakai Lut dan tidak mengindahkan ancaman Allah dan lain-lain. Maka kota Sodom itu dimusnahkan Allah. Nabi Lut beserta keluarganya diselamatkan Allah kecuali istrinya yang ikut mendurhakai Allah.\n\nPada akhir ayat ini Allah menjelaskan apa sebabnya kaum Lut sampai melakukan perbuatan jahat dan keji semacam itu, ialah karena mereka telah menjadi orang-orang jahat dan fasik, sudah tidak mengindahkan hukum-hukum Allah, dan suka melakukan hal-hal yang terlarang, sehingga mereka bergelimang dalam perbuatan-perbuatan dosa dan ucapan-ucapan yang tidak senonoh yang semuanya dilakukan mereka dengan terang-terangan, tanpa rasa malu." } } }, { "number": { "inQuran": 2558, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 282, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa adkhalnaahu fee rahmatinaa innahoo minas saalihee" } }, "translation": { "en": "And We admitted him into Our mercy. Indeed, he was of the righteous.", "id": "Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2558", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2558.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2558.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walaupun Nabi Lut hidup di tengah masyarakat homoseksual, beliau tidak terpengaruh, karena mendapat rahmat Allah. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami yang membentenginya dari pengaruh buruk. Sesungguhnya dia terlindungi dari kejahatan, karena dirinya termasuk golongan orang yang saleh, beriman, dan senantiasa menaati perintah Allah.", "long": "Allah menjelaskan dalam ayat ini rahmat-Nya kepada Nabi Lut a.s., dengan memasukkannya ke dalam lingkungan rahmat-Nya. Maksudnya ialah bahwa Nabi Lut termasuk orang-orang yang dikasihi dan disayangi Allah, sehingga ia menjadi salah seorang penghuni surga-Nya.\n\nAllah berfirman kepada surga, \"Kamu adalah rahmat-Ku, dengan kaulah Aku rahmati orang-orang yang Aku kehendaki di antara hamba-hambaKu.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nAkhirnya, pada ujung ayat ini Allah menjelaskan apa sebabnya dia mengaruniakan rahmat yang begitu besarnya kepada Nabi Lut yaitu karena dia termasuk dalam golongan hamba-hamba Allah yang saleh yang selalu menaati perintah dan larangan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2559, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0631\u0652\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa noohan iz naadaa min qablu fastajabnaa lahoo fanajjainaahu wa ahlahoo minal karbil 'azeem" } }, "translation": { "en": "And [mention] Noah, when he called [to Allah] before [that time], so We responded to him and saved him and his family from the great flood.", "id": "Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2559", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2559.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2559.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingat serta jadikanlah pelajaran kisah Nuh, sebelum Ibrahim dan Lut, ketika dia berdoa, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi,” (Lihat Surah Nùh/71: 26) karena mereka menolak beriman kepada Allah. Kami mengabulkan doa-nya, dengan menurunkan hujan dan banjir besar hingga orang-orang kafir itu tenggelam. Lalu Kami menyelamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana, banjir, yang besar, kecuali istri dan seorang anaknya.", "long": "Dengan ayat ini Allah mengingatkan Rasulullah dan kaum Muslimin kepada kisah Nabi Nuh a.s., yang disebut sebagai bapak kedua bagi umat manusia. Jauh sebelum Nabi Muhammad, bahkan sebelum Nabi Ibrahim dan Lut, Nabi Nuh telah diutus Allah sebagai Rasul-Nya. Karena keingkaran kaumnya yang amat sangat, sehingga mereka tidak memperdulikan seruannya kepada agama Allah, akhirnya ia berdoa kepada Tuhan:\n\nDan Nuh berkata, \"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Nuh/71: 26)\n\nDan doanya lagi:\n\n\"Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).\" (al-Qamar/54: 10)\n\nAkan tetapi doa-doa tersebut diucapkannya setelah 950 tahun lamanya ia melakukan dakwahnya, namun kaumnya tetap juga ingkar dan tidak memperdulikan seruannya kepada agama Allah.\n\nMenurut riwayat, Nabi Nuh a.s. diutus Allah menjadi Rasul-Nya pada waktu itu ia berusia 40 tahun. Sesudah terjadinya azab Allah berupa angin taufan dan banjir besar Nabi Nuh masih hidup selama 40 tahun. Dengan demikian, maka diperkirakan usianya mencapai ±1050 tahun.\n\nDalam ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah Nuh a.s. mengucapkan doa-doa tersebut maka Allah mengabulkannya, yaitu dengan menimpakan banjir yang amat dahsyat, sehingga air laut meluap tinggi dan membinasakan negeri tersebut bersama orang-orang yang tidak beriman.\n\nAdapun Nabi Nuh dan keluarganya kecuali istri dan anaknya yang durhaka, serta kaumnya yang beriman, telah diselamatkan Allah dari malapetaka yang dahsyat itu, yaitu dengan sebuah perahu besar yang dibuat Nabi Nuh sebelum terjadinya banjir atas perintah dan petunjuk Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2560, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0633\u064e\u0648\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nasarnaahu minal qawmil lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa; innahum kkaanoo qawma saw'in fa-aghraq naahum ajma'een" } }, "translation": { "en": "And We saved him from the people who denied Our signs. Indeed, they were a people of evil, so We drowned them, all together.", "id": "Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2560", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2560.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2560.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah menolongnya, Nuh dan orang-orang beriman yang setia kepada beliau, dari orang-orang kafir yang telah mendustakan ayat-ayat Kami yang diwahyukan kepada Nuh dan disampaikan kepada mereka. Sesungguhnya mereka dengan menolak beriman kepada Allah, menghina utusan Allah, dan mengancamnya adalah orang-orang yang berbuat jahat kepada sesama manusia, maka Kami menenggelamkan mereka semuanya termasuk istri dan anak Nabi Nuh.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah telah menurunkan pertolongan kepada Nabi Nuh dan pengikutnya yang beriman terhadap kejahatan orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat-Nya, dan tidak menerima bukti-bukti dan keterangan yang disampaikan Rasul-Nya.\n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan alasan mengapa Dia menolong Nabi Nuh sehingga kaum kafir itu dimusnahkan oleh azab yang dahsyat karena kejahatan kaumnya seperti syirik, baik perkataan maupun perbuatan mereka. Mendurhakai Allah, dan menyalahi perintah-perintah-Nya adalah perbuatan jahat kaumnya turun temurun. Maka sepantasnyalah mereka menerima balasan dari Allah.\n\nKisah-kisah yang dikemukakan dalam Al-Qur'an ini haruslah menjadi pelajaran bagi umat manusia, setelah diutusnya Nabi Muhammad saw, kepada seluruh umat manusia. Allah berfirman:\n\nMaka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan! (al-Hasyr/59: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 2561, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0641\u064e\u0634\u064e\u062a\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u063a\u064e\u0646\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Daawooda wa Sulaimaana iz yahkumaani fil harsi iz nafashat feehi ghanamul qawmi wa kunnaa lihukmihim shaahideen" } }, "translation": { "en": "And [mention] David and Solomon, when they judged concerning the field - when the sheep of a people overran it [at night], and We were witness to their judgement.", "id": "Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2561", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2561.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2561.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perhatikan kisah Dawud dan Sulaiman, dua orang nabi dan rasul yang juga raja di Palestina, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai kasus sebuah ladang milik seorang petani yang diajukan kepada beliau, karena ladang itu dirusak oleh kambing-kambing milik peternak kaumnya. Nabi Dawud berpendapat bahwa kambing-kambing itu diserahkan kepada pemilik kebun, karena harganya dinilai sama dengan tanaman yang dirusaknya sebagai ganti tanaman yang rusak. Nabi Sulaiman memutuskan agar kambing-kambing itu diserahkan sementara kepada pemilik tanaman untuk diambil manfaatnya, minyak dan bulunya, dan pemilik kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanaman yang baru. Apabila tanaman yang baru telah dapat diambil hasilnya, pemilik kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali sehingga keduanya tidak kehilangan milik mereka masing-masing. Dan Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu tepat, namun keputusan Sulaiman lebih memenuhi rasa keadilan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan keadaan Daud dan Sulaiman ketika mereka memberi keputusan dalam suatu perkara yang terjadi di antara rakyat mereka.\n\nDalam suatu riwayat Ibnu Abbas yang dikutip dari tafsir Ibnu Kashir disebutkan bahwa sekelompok domba telah merusak tanaman seorang petani pada waktu malam, lalu terjadilah sengketa antara pemilik tanaman dan pemilik domba, dan kemudian mereka datang kepada Daud a.s. untuk minta diadili. Setelah mengadakan pemeriksaan maka Daud a.s. memberi keputusan agar domba-domba itu diserahkan kepada pemilik tanaman, karena dinilai harganya sama dengan nilai tanaman yang dirusaknya. Sulaiman a.s. yang juga mendengarkan putusan itu mempunyai pendapat yang lain, yang lebih tepat dan lebih adil. Lalu Nabi Sulaiman berkata dalam majelis tersebut bahwa \"Sebaiknya domba-domba itu diserahkan dulu kepada pemilik tanaman sehingga ia dapat mengambil manfaat dari susu, minyak dan bulunya, sementara kebun itu diserahkan kepada pemilik domba untuk diolahnya sendiri. Apabila nanti tanamannya sudah kembali kepada keadaannya seperti sebelum dirusak oleh domba-domba tersebut, maka kebun itu diserahkan kepada pemiliknya, domba-domba itu pun dikembalikan pula kepada pemiliknya.\"\n\nPendapat Sulaiman jelas lebih tepat, karena akhirnya maing-masing dari kedua pihak yang berperkara akan mendapatkan kembali miliknya dalam keadaan utuh.\n\nPerbedaan pandangan antara ayah dan anak dalam mengambil keputusan atas perkara tersebut adalah bahwa Daud a.s. lebih menitik beratkan perhatiannya kepada nilai kerusakan tanaman itu, yang dilihatnya sama dengan nilai domba yang merusaknya lalu ia memutuskan agar domba-domba itu diserahkan sepenuhnya kepada pemilik tanaman. Sedang Sulaiman a.s. lebih menitik beratkan pandangannya kepada manfaat domba dan manfaat tanaman itu, maka ia mengambil keputusan yang demikian itu. Bagaimana pun juga, masing-masing mereka mendasarkan keputusannya kepada ijtihad, bukan kepada wahyu, sehingga lahirlah dua keputusan yang berbeda.\n\nSelanjutnya Nabi Daud pun mengakui pendapat anaknya itu lebih tepat, sehingga itulah yang ditetapkannya kemudian sebagai keputusannya, dan membatalkan pendapatnya yang semula.\n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia menyaksikan dan mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Daud dan Sulaiman dalam memeriksa dan memutuskan perkara tersebut, sehingga tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2562, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0641\u064e\u0647\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fafahhamnaahaa sulaimaan; wa kullan aatainaa hukmanw wa'ilmanw wa sakh kharnaa ma'a Daawoodal jibaala yusabbihna wattayr; wa kunnaa faa'ileen" } }, "translation": { "en": "And We gave understanding of the case to Solomon, and to each [of them] We gave judgement and knowledge. And We subjected the mountains to exalt [Us], along with David and [also] the birds. And We were doing [that].", "id": "Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2562", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2562.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2562.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah memberikan pengertian yang mendalam kepada Sulaiman tentang keputusan yang lebih tepat dan lebih memenuhi rasa keadilan dalam sengketa petani dan pemilik domba. Dan kepada masing-masing, Dawud dan Sulaiman, Kami berikan hikmah, pemaham-an agama yang mendalam, dan ilmu pengetahuan tentang hidup dan kehidupan duniawi. Dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung agar mengikuti perintah Dawud; semua gunung dan burung itu, senantiasa bertasbih kepada Allah bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukan semua itu sebagai rahmat kepada-nya.", "long": "Pada permulaan ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia telah mengaruniakan kepada Sulaiman kemampuan yang lebih tinggi dalam memahami berbagai masalah.\n\nHal ini memang terbukti dalam keputusan yang mereka berikan kepada masing-masing pihak dalam perkara yang terjadi antara pemilik domba dan pemilik tanaman seperti tersebut di atas, dimana keputusan yang diberikan Sulaiman dirasa lebih tepat, dan lebih memenuhi keadilan.\n\nSesudah menyebutkan hal itu, maka Allah menerangkan selanjutnya rahmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka berdua, yaitu hukum-hukum dan ilmu pengetahuan, baik mengenai agama, atau pun masalah duniawi.\n\nRahmat seperti itu juga diberikan Allah kepada nabi-nabi-Nya yang lain, karena itu merupakan syarat pokok untuk menjadi Nabi.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini Allah menjelaskan nikmat yang khusus dikaruniakan-Nya kepada Nabi Daud a.s. yaitu: bahwa Allah telah menjadikan gunung-gunung dan burung-burung tunduk kepada Daud a.s., semuanya bertasbih bersamanya.\n\nPara akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia kuasa untuk memberikan karunia semacam ini kepada hamba-Nya, karena Dialah Pencipta dan Pemilik seluruh alam ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2563, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0635\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0633\u064d \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u062a\u064f\u062d\u0652\u0635\u0650\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'allamanaahu san'ata laboosil lakum lituhsinakum mim baasikum fahal antum shaakiroon" } }, "translation": { "en": "And We taught him the fashioning of coats of armor to protect you from your [enemy in] battle. So will you then be grateful?", "id": "Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperangan. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2563", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2563.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2563.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami ajarkan pula kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu dan prajurit-prajurit kamu guna melindungi kamu dan mereka dalam peperangan yang kamu pimpin. Apakah kamu dengan menerima karunia Allah yang besar ini termasuk hamba yang bersyukur kepada Allah?", "long": "Pada ayat ini Allah menyebutkan karunianya yang lain, yang diberikannya kepada Daud a.s., yaitu bahwa Daud telah diberi-Nya pengetahuan dan keterampilan dalam kepandaian menjadikan besi lunak di tangannya tanpa dipanaskan, karena keistimewaan ini Daud bisa membuat baju besi yang dipergunakan orang-orang di zaman itu sebagai pelindung diri dalam peperangan.\n\nKepandaian itu dimanfaatkan pula oleh umat-umat yang datang kemudian berabad-abad lamanya. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang dikaruniakan Allah kepada Nabi Daud a.s. itu telah tersebar luas dan bermanfaat bagi orang-orang dari bangsa lain. Di samping menjadi mukjizat Nabi Daud.\n\nSebab itu, pada akhir ayat ini Allah mengajukan pertanyaan kepada umat Nabi Muhammad, apakah turut bersyukur atas karunia tersebut? Sudah tentu, semua umat yang beriman kepada-Nya, senantiasa mensyukuri segala karunia yang dilimpahkan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2564, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 17, "page": 328, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u064e \u0639\u064e\u0627\u0635\u0650\u0641\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa li Sulaimaanar reeha 'aasifatan tajree bi amriheee ilal ardil latee baaraknaa feehaa; wa kunnaa bikulli shai'in 'aalimeen" } }, "translation": { "en": "And to Solomon [We subjected] the wind, blowing forcefully, proceeding by his command toward the land which We had blessed. And We are ever, of all things, Knowing.", "id": "Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2564", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2564.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2564.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tundukkan untuk Sulaiman sebagai anugerah dan fasilitas, angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya dengan hembusan yang keras dan kencang atau pun lunak dan lambat ke negeri yang Kami beri berkah padanya sebagai moda transportasi Sulaiman dari kota yang satu ke kota lainnya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi. Dan Kami tundukkan pula kepada Sulaiman segolongan setan-setan yang menyelam ke dasar laut untuk mengambil sesuatu yang diperlukan-nya. Dan mereka, setan-setan yang menjadi pelayan Nabi Sulaiman itu mengerjakan pekerjaan selain itu seperti mendirikan bangunan dan membuat kolam raksasa; dan Kami yang memelihara mereka agar setan-setan itu tidak merusak dan tidak bermain-main dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.", "long": "Pada ayat ini Allah mulai menyebutkan nikmat-Nya yang khusus dilimpahkan-Nya kepada Nabi Sulaiman a.s., yaitu bahwa Dia telah menundukkan angin bagi Sulaiman a.s., sehingga angin tersebut dengan patuh melakukan apa yang diperintahkannya. Misalnya, angin tersebut berhembus ke arah negeri tertentu, dengan hembusan yang keras dan kencang atau pun lunak dan lambat, sesuai dengan kehendak Nabi Sulaiman a.s.. Allah berfirman: \n\nKemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya. (shad/38: 36)\n\nMenurut pendapat ulama lainnya Sulaiman menggunakan angin sebagai alat transportasi yang mengangkutnya dari satu kota ke kota lain. Firman Allah:\n\nDan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula). (Saba'/34: 12)\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan, bahwa Dia senantiasa mengetahui segala sesuatu, sehingga tidak sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2565, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 131, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627 \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minash Shayaateeni mai yaghoosoona lahoo wa ya'maloona 'amalan doona zaalika wa kunna lahum baafizeen" } }, "translation": { "en": "And of the devils were those who dived for him and did work other than that. And We were of them a guardian.", "id": "Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2565", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2565.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2565.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tundukkan untuk Sulaiman sebagai anugerah dan fasilitas, angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya dengan hembusan yang keras dan kencang atau pun lunak dan lambat ke negeri yang Kami beri berkah padanya sebagai moda transportasi Sulaiman dari kota yang satu ke kota lainnya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi. Dan Kami tundukkan pula kepada Sulaiman segolongan setan-setan yang menyelam ke dasar laut untuk mengambil sesuatu yang diperlukan-nya. Dan mereka, setan-setan yang menjadi pelayan Nabi Sulaiman itu mengerjakan pekerjaan selain itu seperti mendirikan bangunan dan membuat kolam raksasa; dan Kami yang memelihara mereka agar setan-setan itu tidak merusak dan tidak bermain-main dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.", "long": "Ayat ini menjelaskan rahmat Allah yang lain yang dikarunia-kan-Nya khusus kepada Nabi Sulaiman a.s., yaitu bahwa Allah juga menundukkan segolongan setan yang patuh melakukan apa yang diperintahkan Sulaiman a.s. kepada mereka, misalnya: menyelam ke dalam laut untuk mengambil segala sesuatu yang diperlukannya, atau melakukan hal-hal untuk keperluan Sulaiman a.s. seperti mengerjakan bangunan dan sebagainya.\n\nPada ayat ini Allah menegaskan pula bahwa Dia senantiasa menjaganya sehingga setan tersebut tidak merusak dan tidak bermain-main dalam melakukan tugasnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2566, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0628\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Ayyooba iz naadaa Rabbahooo annee massaniyad durru wa Anta arhamur raahimeen" } }, "translation": { "en": "And [mention] Job, when he called to his Lord, \"Indeed, adversity has touched me, and you are the Most Merciful of the merciful.\"", "id": "Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2566", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2566.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2566.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah kisah Ayub, seorang nabi dan rasul yang mendapat cobaan berat dalam hidupnya, ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan berserah dan bertawakal kepada-Nya. “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit yang terasa sangat berat; tetapi aku yakin bahwa Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang, sehingga cobaan ini merupakan bentuk kasih sayang-Mu kepadaku.”", "long": "Dengan ayat ini Allah mengingatkan Rasul-Nya dan kaum Muslimin kepada kisah Nabi Ayyub a.s. yang ditimpa suatu penyakit yang berat sehingga berdoa memohon pertolongan Tuhannya untuk melenyapkan penyakitnya itu, karena ia yakin bahwa Allah amat penyayang.\n\nPendapat ulama lain mengatakan bahwa Nabi Ayyub pada ayat ini hanya mencurahkan isi hatinya kepada Allah seraya mengagungkan kebesaran Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. \n\nWalaupun berbeda-beda riwayat yang diperoleh tentang Nabi Ayyub, baik mengenai pribadinya, masa hidupnya dan macam penyakit yang dideritanya, namun ada hal-hal yang dapat dipastikan tentang dirinya, yaitu bahwa dialah seorang hamba Allah yang saleh, telah mendapat cobaan dari Allah, baik mengenai harta benda, keluarga, dan anak-anaknya, maupun cobaan yang menimpa dirinya sendiri. Dan penyakit yang dideritanya adalah berat. Meskipun demikian semua cobaan itu dihadapinya dengan sabar dan tawakkal serta memohon pertolongan dari Allah dan sedikit pun tidak mengurangi keimanan dan ibadahnya kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2567, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0636\u064f\u0631\u0651\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fastajabnaa lahoo fakashaf naa maa bihee min durrinw wa aatainaahu ahlahoo wa mislahum ma'ahum rahmatam min 'indinaa wa zikraa lil'aabideen" } }, "translation": { "en": "So We responded to him and removed what afflicted him of adversity. And We gave him [back] his family and the like thereof with them as mercy from Us and a reminder for the worshippers [of Allah].", "id": "Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2567", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2567.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2567.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena sikap Nabi Ayub yang sabar, berserah dan bertawakal kepada Allah dalam menyikapi penyakit yang menimpa dirinya, maka Kami mengabulkan doa-nya, lalu Kami melenyapkan berbagai penyakit yang ada padanya sehingga penyakitnya sembuh lahir batin; dan Kami pun mengembalikan keluarganya kepadanya untuk lebih menyempurnakan kebahagiaannya. Dan Kami pun melipatgandakan jumlah keturunan Nabi Ayub sebagai suatu rahmat dari Kami kepada hamba-Nya yang sabar, dan sekaligus kisah Nabi Ayub ini untuk menjadi peringatan bagi semua orang beriman yang menyembah Kami agar bersabar, bertawakal dan berserah kepada Allah dalam menghadapi berbagai cobaan yang menimpa dirinya.", "long": "Oleh sebab itu, dalam ayat ini Allah mengabulkan doanya dan menyembuhkannya dari penyakit itu, serta mengaruniainya rahmat yang lebih banyak dari apa yang telah hilang dari tangannya, dan kemudian Allah mengangkatnya menjadi nabi.\n\nSetelah Nabi Ayyub sembuh dari penyakitnya beliau hidup bersama keluarganya kembali, dan keluarganya itu berkembang biak pula dengan subur, sehingga jumlahnya menjadi dua kali lipat dari jumlah semula.\n\nKesemuanya itu adalah rahmat Allah kepadanya, atas keimanan, kesabaran, ketakwaan dan kesalehannya, Al-Qur'an mengungkapkan kisah ini untuk menjadi peringatan dan pelajaran bagi semua orang yang beriman dan beribadah kepada Allah, bahwa:\n\na. Allah memberi rahmat dan pertolongan kepada hamba-Nya yang mukmin, bertakwa, saleh dan sabar.\n\nb. Orang-orang yang mukmin pun tidak luput dari cobaan, berat atau pun ringan, sebagai ujian bagi mereka.\n\nc. Orang yang beriman tidak boleh berputus asa dari rahmat Tuhannya.\n\nSemakin tinggi kedudukan dan tanggung jawab manusia, semakin berat pula cobaan yang diterimanya. Dalam hubungan ini Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Sa'ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasulullah, \"Siapa orang yang paling berat cobaannya, Rasulullah menjawab, Orang yang paling berat cobaannya adalah para nabi, orang-orang yang mirip para nabi, kemudian orang-orang yang mirip mereka.\" (Riwayat Ibnu Majah dari Sa'ad bin Abi Waqash)" } } }, { "number": { "inQuran": 2568, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a\u0633\u064e \u0648\u064e\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0641\u0652\u0644\u0650 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Ismaa'eela wa Idreesa wa Zal Kifli kullum minas saabireen" } }, "translation": { "en": "And [mention] Ishmael and Idrees and Dhul-Kifl; all were of the patient.", "id": "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2568", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2568.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2568.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah kisah para nabi yang berikut: Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua, bukan hanya Nabi Ayub, termasuk orang-orang yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah dan dalam menghadapi cobaan. Dan karena kesabaran mereka teruji dengan baik, maka Kami memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami di dunia dan akhirat. Sungguh, mereka dengan kesabarannya yang mantap, termasuk orang-orang yang saleh, karena kesalehan hanya akan terwujud dengan kesabaran.", "long": "Allah memperingatkan Rasulullah dan kaum Muslimin kepada kisah Nabi Ismail, Idris dan Zulkifli, yang kesemuanya adalah orang-orang yang sabar pula dalam menghadapi musibah yang menimpa diri mereka masing-masing. Berkat kesabaran dan kesalehan mereka maka Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada mereka.\n\nNabi Ismail as, putra Nabi Ibrahim dari istrinya Siti Hajar, telah terbukti kesabarannya ketika ia hendak disembelih ayahnya sebagai korban atas perintah Allah. Ia juga sabar dan ulet untuk hidup di daerah tandus dan gersang, setelah ayahnya menempatkan dia bersama ibunya di Mekah, di tengah-tengah jazirah Arab yang gersang. Kemudian ia dengan sabar pula menunaikan tugasnya yang berat membangun Ka'bah dan Baitullah bersama ayahnya. Maka Allah memberikan penghormatan dan kemulian yang tinggi kepada Nabi Ismail, yaitu dengan diangkatnya salah seorang keturunannya menjadi Nabi dan Rasul Allah terakhir, yaitu Muhammad saw.\n\nAdapun Nabi Idris, adalah juga seorang yang saleh dan sabar. Ia diutus menjadi Rasul sesudah Nabi Syis dan Nabi Adam as. Banyak orang mengatakan bahwa Nabi Idris ini yang mula-mula pandai menjahit pakaian, dan mula-mula memakai pakaian yang dijahit, sedang orang-orang yang sebelumnya hanya memakai pakaian dari kulit binatang dan tidak dijahit. Selain itu dia pulalah orang yang mula-mula membuat dan memakai senjata api sebagai alat perlengkapan. Kisah Nabi Idris ini terdapat dalam Surah Maryam. (Maryam/19: 56-57)\n\nMengenai Zulkifli, menurut pendapat kebanyakan ahli tafsir, dia adalah seorang Nabi pula, dan putra dari Nabi Ayyub a.s. Allah mengutusnya menjadi Nabi sesudah ayahnya. Ia menjalankan dakwahnya mengesakan Allah baik dalam akidah maupun dalam ibadah. Selama hidupnya ia berdiam di negeri Syam, dan merupakan Nabi yang saleh dan sabar. Dan dia adalah dari kalangan Bani Israil.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Nabi Ismail, Idris dan Zulkifli telah dimasukkan-Nya dalam lingkungan rahmat-Nya, dan ditempatkan-Nya dalam surga Jannatuna'im, sebagai balasan atas kesabaran dan kesalehan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2569, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa adkhalnaahum fee rahmatinaa innahum minas saaliheen" } }, "translation": { "en": "And We admitted them into Our mercy. Indeed, they were of the righteous.", "id": "Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2569", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2569.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2569.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah kisah para nabi yang berikut: Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua, bukan hanya Nabi Ayub, termasuk orang-orang yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah dan dalam menghadapi cobaan. Dan karena kesabaran mereka teruji dengan baik, maka Kami memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami di dunia dan akhirat. Sungguh, mereka dengan kesabarannya yang mantap, termasuk orang-orang yang saleh, karena kesalehan hanya akan terwujud dengan kesabaran.", "long": "Allah memperingatkan Rasulullah dan kaum Muslimin kepada kisah Nabi Ismail, Idris dan Zulkifli, yang kesemuanya adalah orang-orang yang sabar pula dalam menghadapi musibah yang menimpa diri mereka masing-masing. Berkat kesabaran dan kesalehan mereka maka Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada mereka.\n\nNabi Ismail as, putra Nabi Ibrahim dari istrinya Siti Hajar, telah terbukti kesabarannya ketika ia hendak disembelih ayahnya sebagai korban atas perintah Allah. Ia juga sabar dan ulet untuk hidup di daerah tandus dan gersang, setelah ayahnya menempatkan dia bersama ibunya di Mekah, di tengah-tengah jazirah Arab yang gersang. Kemudian ia dengan sabar pula menunaikan tugasnya yang berat membangun Ka'bah dan Baitullah bersama ayahnya. Maka Allah memberikan penghormatan dan kemulian yang tinggi kepada Nabi Ismail, yaitu dengan diangkatnya salah seorang keturunannya menjadi Nabi dan Rasul Allah terakhir, yaitu Muhammad saw.\n\nAdapun Nabi Idris, adalah juga seorang yang saleh dan sabar. Ia diutus menjadi Rasul sesudah Nabi Syis dan Nabi Adam as. Banyak orang mengatakan bahwa Nabi Idris ini yang mula-mula pandai menjahit pakaian, dan mula-mula memakai pakaian yang dijahit, sedang orang-orang yang sebelumnya hanya memakai pakaian dari kulit binatang dan tidak dijahit. Selain itu dia pulalah orang yang mula-mula membuat dan memakai senjata api sebagai alat perlengkapan. Kisah Nabi Idris ini terdapat dalam Surah Maryam. (Maryam/19: 56-57)\n\nMengenai Zulkifli, menurut pendapat kebanyakan ahli tafsir, dia adalah seorang Nabi pula, dan putra dari Nabi Ayyub a.s. Allah mengutusnya menjadi Nabi sesudah ayahnya. Ia menjalankan dakwahnya mengesakan Allah baik dalam akidah maupun dalam ibadah. Selama hidupnya ia berdiam di negeri Syam, dan merupakan Nabi yang saleh dan sabar. Dan dia adalah dari kalangan Bani Israil.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Nabi Ismail, Idris dan Zulkifli telah dimasukkan-Nya dalam lingkungan rahmat-Nya, dan ditempatkan-Nya dalam surga Jannatuna'im, sebagai balasan atas kesabaran dan kesalehan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2570, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0630 \u0630\u0651\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0645\u064f\u063a\u064e\u0627\u0636\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Zan Nooni iz zahaba mughaadiban fazaanna al lan naqdira 'alaihi fanaanna al lan naqdira 'alaihi fanaadaa fiz zulumaati al laaa ilaaha illaaa Anta Subhaanaka innee kuntu minaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And [mention] the man of the fish, when he went off in anger and thought that We would not decree [anything] upon him. And he called out within the darknesses, \"There is no deity except You; exalted are You. Indeed, I have been of the wrongdoers.\"", "id": "Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2570", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2570.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2570.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah kisah Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah, karena mereka berpaling dari dirinya dan tidak mau menerima ajaran Allah ketika ia berdakwah kepada mereka. Lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya karena sikapnya yang tidak sabar itu. Lalu ia naik perahu, namun beban perahu yang ditumpanginya terlalu berat sehingga harus ada seorang yang dilemparkan ke laut. Setelah diundi tiga kali, Nabi Yunus yang harus dilemparkan ke laut. Allah segera mendatangkan seekor ikan menelan beliau. Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, di dalam perut ikan, di dalam laut, dan pada malam hari dengan kesadaran, “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim, karena aku marah meninggalkan kaum yang seharusnya dibimbing olehku.”", "long": "Pada ayat ini Allah mengingatkan Rasul-Nya dan kaum Muslimin semuanya, kepada kisah Nabi Yunus, yang pada permulaan ayat ini disebutkan dengan nama \"dzun Nun\".\n\ndzu berarti \"yang mempunyai\", sedang an-Nun berarti \"ikan besar\". Maka dzu an-Nun berarti \"Yang empunya ikan besar\". Ia dinamakan demikian, karena pada suatu ketika ia pernah dijatuhkan ke laut dan ditelan oleh seekor ikan besar. Kemudian, karena pertolongan Allah, maka ia dapat keluar dari perut ikan tersebut dengan selamat dan dalam keadaan utuh.\n\nPerlu diingat, bahwa kisah Nabi Yunus di dalam Al-Qur'an terdapat pada dua buah surah, yaitu Surah al-Anbiya' dan Surah shad. Apabila kita bandingkan antara ayat-ayat yang terdapat pada kedua Surah tersebut yang mengandung kisah Nabi Yunus ini, terdapat beberapa persamaan, misalnya dalam ungkapan-ungkapan yang berbunyi:\n\nBetapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. (shad/38: 3)\n\nUngkapan tersebut terdapat dalam Surah al-Anbiya' ini, dan terdapat pula dalam ayat Surah shad. Perhatikan pula al-Anbiya'/21:11 dan Yunus/10: 13.\n\nDalam ayat ini Allah berfirman, mengingatkan manusia pada kisah Nabi Yunus, ketika ia pergi dalam keadaan marah. Yang dimaksud ialah bahwa pada suatu ketika Nabi Yunus sangat marah kepada kaumnya, karena mereka tidak juga beriman kepada Allah. Ia telah diutus Allah sebagai Rasul-Nya untuk menyampaikan seruan kepada umatnya, untuk mengajak mereka kepada agama Allah. Tetapi hanya sedikit saja di antara mereka yang beriman, sedang sebagian besar mereka tetap saja ingkar dan durhaka. Keadaan yang demikian itu menjadikan ia marah, lalu pergi ke tepi laut, menjauhkan diri dari kaumnya.\n\nKisah ini memberi kesan bahwa Nabi Yunus tidak dapat berlapang hati dan sabar menghadapi umatnya. Akan tetapi memang demikianlah keadaannya, ia termasuk nabi-nabi yang sempit dada. Memang dari sekian banyak Nabi dan Rasul yang diutus Allah, hanya lima orang saja yang disebut \"Ulul Azmi\", yaitu rasul-rasul yang amat sabar dan ulet. Mereka adalah Nabi Ibrahim, Musa, Isa, Nuh dan Muhammad saw. Sedang yang lain-lainnya, walaupun mereka ma'shum dari dosa besar dan sifat-sifat yang tercela, namun pada saat-saat tertentu sempit juga dada mereka menghadapi kaum yang ingkar dan durhaka kepada Allah.\n\nAkan tetapi, walaupun Nabi Yunus pada suatu ketika marah kepada kaumnya, namun kemarahannya itu dapat dipahami, karena ia sangat ikhlas kepada mereka, dan sangat ingin agar mereka memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat dengan menjalankan agama Allah yang disampaikannya kepada mereka. Tetapi ternyata sebagian besar dari mereka itu tetap ingkar dan durhaka. Inilah yang menyakitkan hatinya, dan mengobarkan kemarahannya.\n\nNabi Muhammad sendiri, walaupun sudah termasuk ulul 'azmi, namun Allah beberapa kali memberi peringatan kepada beliau agar jangan sampai marah dan bersempit hati menghadapi kaumnya yang ingkar. Allah berfirman dalam ayat yang lain:\n\nMaka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan. (al- Qalam/68: 48)\n\nFirman-Nya lagi kepada Nabi Muhammad saw:\n\nMaka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya. (Hud/11: 12)\n\nRingkasnya sifat marah yang terdapat pada Nabi Yunus bukanlah timbul dari sifat yang buruk, melainkan karena kekesalan hatinya melihat keingkaran kaumnya yang semula diharapkannya untuk menerima dan melaksanakan agama Allah yang disampaikannya.\n\nSelanjutnya dalam ayat ini Allah menjelaskan kesalahan Nabi Yunus dimana kemarahannya itu menimbulkan kesan bahwa seolah-olah dia mengira bahwa sebagai Nabi dan Rasul Allah tidak akan pernah dibiarkan menghadapi kesulitan, sehingga jalan yang dilaluinya akan selalu indah tanpa halangan.\n\nAkan tetapi dalam kenyatan tidak demikian. Pada umumnya para rasul dan nabi banyak menemui rintangan, bahkan siksaan dan ejekan terhadap dirinya dari orang-orang yang ingkar. Hanya saja dalam keadaan yang sangat gawat, baik dimohon atau tidak oleh yang bersangkutan, Allah mendatangkan pertolongan-Nya, sehingga Rasul-Nya selamat dan umatnya yang ingkar itu mengalami kebinasaan.\n\nMenurut riwayat yang dinukil dari Ibnu Kashir, bahwa ketika Nabi Yunus dalam keadaan marah, ia lalu menjauhkan diri dari kaumnya pergi ke tepi pantai. Di sana ia menjumpai sebuah perahu, lalu ia ikut serta naik ke perahu itu dengan wajah yang muram. Di kala perahu itu hendak berlayar, datanglah gelombang besar yang menyebabkan perahu itu terancam tenggelam apabila muatannya tidak segera dikurangi. Maka nahkoda perahu itu berkata, \"Tenggelamnya seseorang lebih baik daripada tenggelamnya kita semua.\" Lalu diadakan undian untuk menentukan siapakah di antara mereka yang harus dikeluarkan dari perahu itu. Setelah diundi, ternyata bahwa Nabi Yunuslah yang harus dikeluarkan. Akan tetapi, penumpang kapal itu merasa keberatan mengeluarkannya dari pertahu itu. Maka undian dilakukan sekali lagi, tetapi hasilnya tetap demikian. Bahkan undian yang ketiga kalinya pun demikian pula. Akhirnya Yunus melepaskan pakaiannya, lalu ia terjun ke laut atas kemauannya sendiri. Allah mengirim seekor ikan besar yang berenang dengan cepat lalu menelan Yunus.\n\nDalam ayat ini selanjutnya Allah menerangkan bahwa setelah Nabi Yunus berada dalam tiga tingkat \"kegelapan berbeda\", maka ia berdoa kepada Allah, \"Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.\"\n\nYang dimaksud dengan tiga kegelapan berbeda di sini ialah bahwa Nabi Yunus sedang berada di dalam perut ikan yang gelap, dalam laut yang dalam dan gelap, dan di malam hari yang gelap gulita pula.\n\nPengakuan Nabi Yunus bahwa dia \"termasuk golongan orang-orang yang zalim\", berarti dia sadar atas kesalahannya yang telah dilakukannya sebagai Nabi dan Rasul, yaitu tidak sabar dan tidak berlapang dada menghadapi kaumnya, seharusnya ia bersabar sampai menunggu datangnya ketentuan Allah atas kaumnya yang ingkar itu.\n\nKarena kesadaran itu maka ia mohon ampun kepada Allah, dan mohon pertolongan-Nya untuk menyelamatkan dirinya dari malapetaka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2571, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0646\u062c\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fastajabnaa lahoo wa najjainaahu minal ghamm; wa kazaalika nunjil mu'mineen" } }, "translation": { "en": "So We responded to him and saved him from the distress. And thus do We save the believers.", "id": "Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2571", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2571.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2571.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena ia berdoa dengan ikhlas serta menyadari kesalahannya, maka Kami kabulkan (doa)-nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan dan kesedihan, karena berada dalam perut ikan besar. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman dari segala kesulitan yang dihadapinya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mengabulkan doa Nabi Yunus, lalu diselamatkannya dari rasa duka yang amat sangat. Duka karena rasa bersalah, duka karena keingkaran umatnya, dan duka karena malapetaka yang menimpa dirinya.\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa demikianlah Dia menyelamatkan mereka dari azab duniawi dan mengaruniakan mereka kebahagiaan ukhrawi. Hal ini diterangkan Allah dalam firman-Nya pada ayat yang lain:\n\nMaka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu. (Yunus/10: 98)\n\nSesuai dengan kisah Yunus ini Nabi mengajarkan umatnya yang sedang mengalami kesulitan untuk berdoa seperti doa Nabi Yunus. Mus'ab bin Umair meriwayatkan dari Rasulullah bersabda:\n\nSiapa yang berdoa dengan doa Nabi Yunus, maka akan dikabulkan. (Riwayat at-Tirmidzi)" } } }, { "number": { "inQuran": 2572, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0632\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0631\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Zakariyyaaa iz naadaa Rabbahoo Rabbi laa tazarnee fardanw wa Anta khairul waariseen" } }, "translation": { "en": "And [mention] Zechariah, when he called to his Lord, \"My Lord, do not leave me alone [with no heir], while you are the best of inheritors.\"", "id": "Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2572", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2572.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2572.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah kisah Zakaria, seorang rasul yang terus berusaha dan berdoa agar diberi keturunan, ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan khusyuk, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri tanpa keturunan yang akan melanjutkan tugasku membimbing umat; dan aku yakin, sekiranya Engkau tidak memberikan keturunan kepadaku, Engkaulah ahli waris yang terbaik yang akan memelihara agama ini setelah aku wafat.", "long": "Pada ayat ini Allah mengarahkan perhatian Nabi Muhammad saw dan umatnya kepada kisah Nabi Zakaria. Karena ia tidak mempunyai anak, maka ia merasa kesepian dan tidak mempunyai seorang pun keturunan yang akan menggantikan dan melanjutkan perjuangannya bila ia telah meninggal dunia. Sebab itu ia berdoa kepada Allah agar Dia tidak membiarkannya hidup tanpa keturunan.\n\nPada akhir ayat ini disebutkan ucapan Nabi Zakaria setelah ia mengucapkan doanya itu. Lalu ia berkata, \"Dan Engkau adalah ahli waris yang paling baik?\" Maksudnya ialah bahwa apabila Allah menghendaki tidak akan menganugerahkan keturunan kepadanya, maka ia pun rela dan tidak berkecil hati, karena ia yakin bahwa Allah akan tetap memelihara agamanya, dan tidak akan menyia-nyiakan agamanya dan Allah tentu akan memilih orang yang paling tepat sebagai pengganti Zakaria setelah wafatnya.\n\nKisah ini telah dibahas lebih luas dalam Surah Ali 'Imran dan Surah Maryam." } } }, { "number": { "inQuran": 2573, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 17, "page": 329, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u063a\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0647\u064e\u0628\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fastajabnaa lahoo wa wahabnaa lahoo Yahyaa Wa aslahnaa lahoo zawjah; innahum kaanoo yusaari'oona fil khairaati wa yad'oonanaa raghabanw wa rahabaa; wa kaanoo lanaa khaashi'een" } }, "translation": { "en": "So We responded to him, and We gave to him John, and amended for him his wife. Indeed, they used to hasten to good deeds and supplicate Us in hope and fear, and they were to Us humbly submissive.", "id": "Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2573", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2573.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2573.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena Zakaria terus berusaha dan tekun berdoa memohon keturunan, maka Kami kabulkan doa-nya, meskipun istrinya sudah tua dan mandul. Dan Kami pun menganugerahkan kepadanya Yahya, seorang anak yang cerdas dan saleh; dan Kami jadikan istrinya yang tua dan mandul itu dapat mengandung. Sungguh, mereka, Zakaria dan istrinya, senantiasa bersegera dalam mengerjakan berbagai kebaikan yang menyebabkan doanya dikabulkan; dan mereka senantiasa berdoa kepada Kami untuk mendapatkan keturunan dengan penuh harap akan dikabulkan dan cemas karena menyadari istrinya tua dan mandul. Dan mereka orang-orang yang khusyuk, dalam beribadah dan berdoa kepada Kami.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah memperkenankan doa Nabi Zakaria itu, dan mengaruniakan kepadanya seorang putra bernama Yahya. Untuk itu Allah telah mengaruniakan kesehatan yang baik kepada istri Zakaria, sehingga memungkinkan untuk mengandung, padahal sebelum itu ia adalah perempuan yang mandul.\n\nPada lanjutan ayat ini Allah menjelaskan apa alasan-Nya untuk mengabulkan permohonan Zakaria itu, ialah karena mereka semua senantiasa bersegera dalam berbuat kebajikan, terutama dalam memelihara keturunan dengan sebaik-baiknya. Selain itu juga, karena senantiasa berdoa kepada Allah dengan hati yang harap-harap cemas, harap akan ampunan Tuhan dan cemas terhadap kemurkaan dan siksaan Allah. Dan alasan ketiga ialah karena mereka selalu khusyuk dan tawadu' kepada-Nya, dan tidak pernah sombong atau takabur dan mengingkari karunia-Nya.\n\nJadi, sifat-sifat yang mulia itulah yang menyebabkan mereka memperoleh karunia dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2574, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0641\u064e\u0631\u0652\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0641\u064e\u062e\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallateee ahsanat farjahaa fanafakhnaa feehaa mir roohinaa wa ja'alnaahaa wabnahaaa Aayatal lil'aalameen" } }, "translation": { "en": "And [mention] the one who guarded her chastity, so We blew into her [garment] through Our angel [Gabriel], and We made her and her son a sign for the worlds.", "id": "Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2574", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2574.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2574.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah kisah Maryam, seorang perempuan salehah, yang memelihara kehormatannya dari berbuat zina, bahkan dari sentuhan laki-laki. Lalu Kami tiupkan roh dari Kami ke dalam rahim-nya sehingga ia hamil; dan Kami jadikan dia dan anaknya sejak lahir sebagai tanda kebesaran Allah bagi seluruh alam, karena anak itu lahir tanpa ayah, bisa berbicara sejak bayi dan menyatakan dirinya hamba Allah, serta menjadi nabi dan rasul Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan kisah Maryam secara ringkas, yaitu bahwa dia adalah seorang perempuan yang memelihara kehormatan dirinya, maka suatu ketika Allah mengutus malaikat Jibril untuk memberitahukan Maryam bahwa Allah meniupkan ruh ke dalam tubuh Maryam sehingga ia mengandung, kemudian Maryam melahirkan Isa as tanpa ayah. Oleh karena Isa lahir tanpa ayah, maka Maryam dan Isa lalu menjadi salah satu bukti bagi seluruh isi alam ini, tentang kekuasaan dan kemahaesaan Allah. Kelahiran Isa mengandung bukti dan tanda kekuasaan Allah sebagaimana halnya Nabi Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu, sedang Isa lahir tanpa ayah saja.\n\nHal yang membuat heran adalah karena Maryam belum pernah mengadakan hubungan apa pun dengan kaum lelaki, baik secara halal melalui perkawinan, apalagi secara tidak halal. Allah menyebutkan ucapan Maryam mengenai dirinya sendiri sebagai berikut:\n\nTidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!\" (Maryam/19: 20)\n\nFirman Allah dalam ayat lain;\n\nDan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya. (at-Tahrim/66: 12)\n\nKeheranan Maryam yang disampaikan kepada Malaikat Jibril dijawab degan firman Allah:\n\nDia (Jibril) berkata, \"Demikianlah.\" Tuhanmu berfirman, \"Hal itu mudah bagi-Ku. (Maryam/19 : 21)\n\nTanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang diperlihatkan kepada diri Maryam ialah bahwa dia hamil tanpa melalui hubungan kelamin dengan siapa pun, dan malaikat senantiasa menyediakan makanan untuknya.\n\nMengenai hal ini Al-Qur'an menceritakan pertanyaan Zakaria kepada Maryam dan jawaban Maryam kepadanya:\n\n\"Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?\" Dia (Maryam) menjawab, \"Itu dari Allah.\" (Ali 'Imran/3: 37)\n\nAdapun tanda-tanda kebesaran dan kemahakuasaan Allah yang terlihat melalui diri Isa as, sudah diterangkan dengan panjang lebar dalam Surah Ali 'Imran dan Surah Maryam." } } }, { "number": { "inQuran": 2575, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Inna haaziheee ummatukum ummatanw waahidatanw wa Ana Rabbukum fa'budoon" } }, "translation": { "en": "Indeed this, your religion, is one religion, and I am your Lord, so worship Me.", "id": "Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2575", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2575.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2575.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya dijelaskan kisah para nabi seperti Nabi Ibrahim, Lut, Ishak, Yakub, Nuh, Dawud, Sulaiman, Ayub, Ismail, Idris, Zulkifli, Yunus, Zakaria, dan Yahya. Mereka mengajarkan prinsip tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Sungguh, agama tauhid yang diajarkan oleh para nabi inilah agama kamu, agama yang sama dengan yang diajarkan Rasulullah berdasarkan Al-Qur’an, yaitu agama yang satu untuk seluruh umat, agama penyerahan diri kepada Allah. Dan Aku, Allah, adalah Tuhanmu, yang menciptakan langit dan bumi; maka sembahlah Aku sepanjang hayat kamu, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan kamu.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa agama tauhid ini adalah agama untuk seluruh manusia, dan merupakan agama yang satu, yaitu sama dalam akidah, meskipun berbeda dalam syariat.\n\nRasulullah bersabda, \"Kami para nabi seperti ibarat saudara-saudara se ayah, agama kami satu.\" (Riwayat al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Hurairah.)\n\nKemudian pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah adalah Tuhan bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu kepada-Nya sajalah mereka harus menyembah." } } }, { "number": { "inQuran": 2576, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 283, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taqatta'ooo amrahum bainahum kullun ilainaaa raaji'oon" } }, "translation": { "en": "And [yet] they divided their affair among themselves, [but] all to Us will return.", "id": "Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2576", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2576.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2576.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun misi para nabi itu mengajarkan satu agama kepada manusia, yaitu agama tauhid, tetapi mereka, manusia, terpecah belah dalam urusan agama mereka di antara sesama mereka ke dalam berbagai agama. Ada yang lurus memegang prinsip tauhid dan ada pula yang menyimpang. Masing-masing golongan itu semua akan kembali kepada Kami di akhirat untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka selama hidup di dunia.", "long": "Dalam ayat ini Allah memperingatkan kaum Muslimin atas perpecahan yang timbul antara umat manusia. Seluruh umat manusia itu seharusnya menganut agama tauhid, karena agama yang diturunkan Allah adalah satu, yaitu agama tauhid (agama Islam). Akan tetapi mereka telah berpecah belah, sehingga kesatuan mereka menjadi terkotak-kotak kecil yang dipisahkan dengan ketat oleh perbedaan pandangan, baik mengenai masalah-masalah yang tidak prinsip dalam agama maupun masalah-masalah duniawi semata. Perbedaan-perbedaan paham itu pada umumnya disertai taklid kepada imam atau pemimpin sehingga kelompok yang satu menutup diri terhadap kelompok yang lain. Dengan demikian mereka sudah melalaikan ajaran agama, yang menyuruh mereka bersatu dan memelihara kesatuan umat. Akan tetapi mereka berbuat sebaliknya, yaitu berpecah belah.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan, bahwa umat manusia yang sudah berpecah belah itu, seluruhnya akan kembali kepada-Nya juga. Maka Allah akan melakukan hisab dan memberikan balasan atas keimanan dan amal mereka masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 2577, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u062a\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famai ya'mal minas saalihaati wa huwa mu'minun falaa kufraana lisa'yihee wa innaa lahoo kaatiboon" } }, "translation": { "en": "So whoever does righteous deeds while he is a believer - no denial will there be for his effort, and indeed We, of it, are recorders.", "id": "Barangsiapa mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2577", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2577.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2577.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah sangat tergantung kepada pilihan hidupnya di dunia. Barang siapa mengerjakan kebajikan kepada Allah, sesama manusia, dan alam, dan dia melakukan kebajikan itu sebagai orang beriman, atas dasar keimanannya yang mantap, maka usahanya sekecil apa pun juga dalam mewujudkan kebajikan itu tidak akan diingkari, disia-siakan hingga terbuang percuma, tetapi akan tetap tersimpan; dan sungguh, Kamilah yang mencatat perbuatan baik itu untuknya. Demikian juga, perbuatan buruk sekecil apa pun tercatat dengan akurat dan akan diperlihatkan kepada tiap-tiap manusia dengan objektif.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjamin bahwa amal kebajikan yang dilakukan oleh seseorang yang beriman, betapapun kecilnya, namun Allah akan membalasnya dengan kebaikan pula. Amal kebajikan itu tidak akan hilang percuma, dan tidak akan diingkari karena Allah telah menuliskannya untuk orang yang melakukannya.\n\nJaminan Allah untuk memberikan balasan atas setiap kebajikan hamba-Nya terdapat dalam firman-Nya:\n\nDan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik. (al-Isra'/17: 19)\n\nFirman-Nya lagi pada ayat yang lain:\n\nSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu. (al-Kahf/18: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2578, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa haraamun 'alaa qaryatin ahlaknaahaaa annahum laa yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And there is prohibition upon [the people of] a city which We have destroyed that they will [ever] return", "id": "Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2578", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2578.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2578.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara umat manusia ada yang dibinasakan sebagai hukuman atas kekufurannya, dan ada juga yang dibiarkan. Dan tidak mungkin bagi penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan, baik di masa silam, sekarang, maupun di masa depan, bahwa mereka tidak akan kembali kepada Kami guna mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa tidak mungkinlah bagi penduduk suatu negeri yang telah dibinasakan dengan azab-Nya, bahwa mereka tidak akan kembali kepada-Nya.\n\nMaksudnya, kaum yang ingkar dan kafir itu, walaupun sudah dibinasakan dengan azab yang berat di dunia, namun mereka pasti akan kembali kepada Allah di akhirat kelak, lalu dihisab semua amalannya, dan diberi balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 2579, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064f\u062a\u0650\u062d\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0648\u062c\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0648\u062c\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062d\u064e\u062f\u064e\u0628\u064d \u064a\u064e\u0646\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa futihat Yaajooju wa Maajooju wa hum min kulli hadabiny yansiloon" } }, "translation": { "en": "Until when [the dam of] Gog and Magog has been opened and they, from every elevation, descend", "id": "Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2579", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2579.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2579.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kebinasaan suatu negeri bisa jadi karena serangan bangsa biadab seperti Yakjuj dan Makjuj, Tartar dan Mongol, yang membuat kerusakan di bumi. Lalu Zulkarnain, seorang raja yang kuat, membuat benteng kokoh dari besi dan tembaga guna melindungi bangsa yang lemah dari keganasan Yakjuj dan Makjuj. Hingga apabila benteng yang menghalangi Yakjuj dan Makjuj dibukakan seperti yang terjadi pada serangan Jengis Khan dan Hulagu Khan, keturunan bangsa Tartar dan Mongol, maka terjadilah kehancuran sejak Asia Tengah hingga Bagdad tahun 1258. Dan mereka, Yakjuj dan Makjuj, turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi melakukan kerusakan di bumi dengan membunuh, merampas, dan melakukan segala macam keganasan. (Lihat Surah al-Kahf/18: 94-99)", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum kafir telah dibinasakan dengan azab yang berat di dunia ini, sehingga mereka menemui kemusnahan, mereka tidak akan kembali lagi ke dunia, mereka akan tetap dalam kemusnahan sampai hari Kiamat kelak. Sebagai salah satu dari tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat adalah terbukanya tembok Yakjuj dan Makjuj, sehingga Yakjuj dan Makjuj berdatangan, meluncur dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi. Mereka membuat keonaran dan kebinasaan di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2580, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0634\u064e\u0627\u062e\u0650\u0635\u064e\u0629\u064c \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waqtarabal wa'dul haqqu fa-izaa hiya shaakhisatun absaarul lazeena kafaroo yaawailanaa qad kunna fee ghaflatim min haaza bal kunnaa zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And [when] the true promise has approached; then suddenly the eyes of those who disbelieved will be staring [in horror, while they say], \"O woe to us; we had been unmindful of this; rather, we were wrongdoers.\"", "id": "Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), ”Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2580", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2580.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2580.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjanjikan bahwa kehidupan dunia ini akan binasa dengan terjadinya Kiamat. Dan apabila janji yang benar, Kiamat itu telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak karena panik, terkejut, dan bingung apa yang harus dilakukan. Mereka berkata dengan jujur, ”Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, tidak percaya akan terjadi Kiamat dan tidak mempersiapkan diri dengan beriman dan beramal saleh, bahkan kami benar-benar orang yang zalim, karena kami mendustakan Kiamat dan terus berbuat maksiat.”", "long": "Pada ayat ini ditegaskan, bahwa pada waktu keluarnya Yakjuj dan Makjuj itu, dan di waktu telah dekatnya saat kedatangan janji yang benar, yaitu hari kebangkitan dan hisab, maka dengan serta merta terbelalaklah mata kaum kafir karena terkejut, seraya berteriak dengan nada penyesalan, \"Aduhai celakalah kami, benar-benar kami lalai tentang kedatangan hari kebangkitan dan hisab, sehingga kami tidak mempersiapkan diri kami dengan baik. Bahkan kami ini adalah orang-orang yang zalim atas diri kami dan terhadap orang lain, karena kami telah diberi peringatan bahwa hari kebangkitan dan hisab itu benar-benar akan datang, tetapi kami tidak mengindahkan peringatan itu, bahkan mendustakannya.\n\nAkan tetapi, betapa pun mereka menyesali dirinya pada saat itu namun penyesalan itu sudah tidak berguna lagi, karena saat kebangkitan dan hisab itu memang benar-benar datang, sedang mereka tidak percaya sedikitpun." } } }, { "number": { "inQuran": 2581, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0635\u064e\u0628\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innakum wa maa ta'budoona min doonil laahi hasabu Jahannama antum lahaa waaridoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, you [disbelievers] and what you worship other than Allah are the firewood of Hell. You will be coming to [enter] it.", "id": "Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2581", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2581.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2581.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya menggambarkan keadaan orang kafir yang terbe-lalak, panik, terkejut, dan bingung menyaksikan Kiamat. Ayat ini men-jelaskan keadaan orang yang menyekutukan Allah. Sungguh, kamu—orang yang menyekutukan Allah—dan apa yang kamu sembah selain Allah, baik berupa manusia, patung, setan, jin maupun roh leluhur adalah bahan bakar Jahanam yang menyebabkan api Jahanam terus menyala. Kamu, karena menyekutukan Allah, pasti akan masuk ke dalamnya dan menjadi bahan bakarnya.", "long": "Ayat ini menegaskan kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, selama mereka hidup di dunia, seperti patung, binatang, benda-benda mati, pohon atau tempat keramat dan sebagainya akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam. Hal ini merupakan janji Allah kepada mereka, yang pasti ditepati-Nya.\n\nDalam ayat ini disebutkan bahwa orang-orang musyrik beserta sembahan-sembahan mereka akan dimasukkan ke dalam neraka, padahal yang berdosa dan memperserikatkan Tuhan dalam hal ini ialah penyembah-penyembahnya. Adapun sembahan-sembahan itu mereka tidak tahu menahu apa yang diperbuat oleh penyembah-penyembahnya. Hikmah menyertakan sembahan-sembahan itu beserta penyembah-penyembahnya ialah untuk memperlihatkan kepada mereka bahwa kepercayaan mereka terhadap sembahan-sembahan itu sewaktu di dunia adalah tidak benar. Mereka waktu di dunia dahulu mempercayai bahwa patung-patung dan segala apa yang mereka sembah itu akan memberi syafaat kepada mereka di hari Kiamat, sehingga mereka terhindar dari azab Allah. Dengan perantara sembahan-sembahan itu mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Setelah hari Kiamat datang dan setelah mereka masuk ke dalam neraka bersama-sama dengan sembahan-sembahan yang mereka sembah itu, ternyata sembahan-sembahan itu tidak dapat berbuat sesuatu pun terhadap mereka. Dengan demikian terbuktilah kesalahan kepercayaan yang mereka anut dan kebenaran risalah yang pernah disampaikan Muhammad kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2582, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062f\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law kaana haaa'ulaaa'i aalihatam maa waradoohaa wa kullun feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Had these [false deities] been [actual] gods, they would not have come to it, but all are eternal therein.", "id": "Seandainya (berhala-berhala) itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka). Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2582", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2582.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2582.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seandainya benar keyakinan mereka bahwa berhala-berhala yang disembah itu tuhan, mereka berhala-berhala itu, tidak akan memasuki neraka. Akan tetapi, karena keyakinan sesat, mereka semuanya, baik yang menyembah maupun yang disembah akan kekal di dalamnya, karena Allah mengekalkannya.", "long": "Ayat ini menerangkan seandainya sembahan-sembahan yang disembah orang-orang musyrik itu benar tuhan di samping Allah sebagaimana kepercayaan mereka, tentulah sembahan itu akan selamat bersama-sama mereka, karena jika ia tuhan tentulah ia mahakuasa dan perkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat menyiksanya, bahkan ia sendirilah yang akan menyiksa orang-orang yang durhaka padanya. Akan tetapi yang terjadi ialah bahwa semuanya itu baik penyembah-penyembah berhala, maupun sembahan-sembahan yang disembah akan kekal di dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 2583, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0641\u0650\u064a\u0631\u064c \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lahum feehaa zafeerunw wa hum feehaa laa yasma'oon" } }, "translation": { "en": "For them therein is heavy sighing, and they therein will not hear.", "id": "Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka), dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2583", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2583.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2583.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para penghuni neraka tidak kuat berada di dalamnya. Mereka merintih dan menjerit merasakan penderitaan di dalamnya yang tiada ber-akhir. Dan mereka pun di dalamnya tidak dapat mendengar sedikit pun suara indah, lembut, dan damai yang membawa ketenangan dan kenikmatan.", "long": "Kemudian Allah menerangkan keadaan penyembah berhala- berhala itu beserta sembahan-sembahan mereka di dalam neraka, yaitu:\n\n1. Mereka di dalam neraka mengeluh dan merintih dan nafas mereka menjadi sesak menanggung azab yang tiada terperikan dahsyatnya.\n\nMaka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih. (Hud/11:106)\n\n2. Penyembah-penyembah berhala yang sedang diazab itu tidak dapat mengetahui keadaan temannya yang lain yang juga diazab, karena mereka tidak sempat memikirkannya, masing-masing mereka sibuk menghadapi azab yang selalu menimpa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2584, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 17, "page": 330, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena sabaqat lahum minnal husnaaa ulaaa'ika 'anhaa mub'adoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those for whom the best [reward] has preceded from Us - they are from it far removed.", "id": "Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2584", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2584.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2584.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, merupakan ketetapan Kami yang mutlak, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada ketetapan yang baik dari Kami, yang terpadu dengan pilihan, sikap, dan perbuatan mereka yang baik pula, mereka itu dengan seizin-Nya akan dijauhkan dari neraka.", "long": "Pada ayat ini diterangkan keadaan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta orang-orang yang telah diberi Allah taufik untuk taat kepada-Nya, bahwa mereka tidak dimasukkan ke dalam neraka bahkan mereka sedikit pun tidak didekatkan kepadanya.\n\nDiriwayatkan oleh al-Hakim dari Ibnu Abbas, bahwa waktu ayat 98 diturunkan, orang-orang musyrik Quraisy merasa terpukul karenanya. Mereka berkata, \"Muhammad telah memaki-maki tuhan-tuhan kita. Lalu mereka pergi kepada Ibnu az-Ziba'ra dan menceritakan tentang ayat yang diturunkan itu, dia menjawab, \"Kalau saya berhadapan dengan Muhammad tentulah saya dapat membantahnya.\" Orang-orang musyrik Quraisy itu berkata, \"Apakah yang kamu katakan.\" Dia menjawab, \"Aku mengatakan kepadanya, \"Al- Masih disembah orang-orang Nasrani, 'Uzair disembah orang Yahudi, apakah Al-Masih dan 'Uzair itu akan menjadi bahan bakar api neraka? Orang-orang Quraisy tertarik hatinya mendengar ucapan Ibnu az-Ziba'ra dan merasa telah dapat mengalahkan Muhammad. Maka turunlah ayat 99 sampai 101 Surah ini, yang menegaskan ayat 98 di atas.\n\nDengan turunnya ayat-ayat ini Ibnu az-Ziba'ra bungkam dan bimbanglah kembali hati orang-orang musyrik. Tetapi karena kedengkian mereka kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin, maka mereka tetap dalam kemusyrikan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2585, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u064e\u0633\u0650\u064a\u0633\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0634\u0652\u062a\u064e\u0647\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yasma'oona hasee sahaa wa hum fee mash tahat anfusuhum khaalidoon" } }, "translation": { "en": "They will not hear its sound, while they are, in that which their souls desire, abiding eternally.", "id": "Mereka tidak mendengar bunyi desis (api neraka), dan mereka kekal dalam (menikmati) semua yang mereka ingini." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2585", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2585.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2585.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berbeda dengan penghuni neraka yang tidak mendengar sedikit pun suara lembut yang membawa ketenangan dan kedamaian; para penghuni surga berada dalam kenikmatan. Mereka tidak mendengar bunyi desis api neraka yang menakutkan, dan mereka pun kekal dalam menikmati semua yang mereka ingini.", "long": ". Allah menerangkan keadaan penduduk surga, yaitu:\n\n1. Mereka tidak mendengar suara api neraka yang ditimbulkan oleh gejolak apinya dan bunyi menghanguskan barang-barang yang sedang dibakar.\n\n2. Mereka berada dalam kesenangan dan kegembiraan yang tidak putusputusnya, menikmati segala yang mereka inginkan, mendengar segala yang menyenangkan hati dan melihat apa yang disenangi mata mereka.\n\n3. Mereka tidak dirisaukan oleh bunyi sangkakala yang terakhir, yaitu bunyi sangkakala yang menandakan kebangkitan manusia dari kubur untuk dihisab, Allah berfirman:\n\nDan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah). (az-Zumar/39: 68)\n\n4. Mereka disambut para malaikat dengan menyampaikan kabar gembira atas kemenangan mereka. Seakan-akan malaikat menyampaikan kepada mereka, \"Inilah hari yang pernah dijanjikan Allah kepadamu hai orang-orang yang beriman sewaktu di dunia dahulu, pada saat ini Allah melimpahkan pahala yang besar dan kesenangan yang abadi sebagai balasan atas keimanan, ketaatan, dan kesucian dirimu dari perbuatan dosa dengan mengerjakan amal-amal saleh dan dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2586, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0632\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yahzunuhumul faza'ul akbaru wa tatalaq qaahumul malaaa'ikatu haazaa Yawmukumul lazee kuntum too'adoon" } }, "translation": { "en": "They will not be grieved by the greatest terror, and the angels will meet them, [saying], \"This is your Day which you have been promised\" -", "id": "Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2586", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2586.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2586.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kejutan yang dahsyat ketika bumi dan langit hancur dan ketika manusia bangkit dari alam kubur, tidak membuat mereka, para calon penghuni surga, merasa sedih, karena mereka berada dalam kenikmatan; dan para malaikat pun akan menyambut mereka dengan ucapan yang menye-nangkan, “Inilah hari kebahagianmu yang telah dijanjikan kepadamu untuk memasuki surga, negeri penuh kedamaian.”", "long": ". Allah menerangkan keadaan penduduk surga, yaitu:\n\n1. Mereka tidak mendengar suara api neraka yang ditimbulkan oleh gejolak apinya dan bunyi menghanguskan barang-barang yang sedang dibakar.\n\n2. Mereka berada dalam kesenangan dan kegembiraan yang tidak putusputusnya, menikmati segala yang mereka inginkan, mendengar segala yang menyenangkan hati dan melihat apa yang disenangi mata mereka.\n\n3. Mereka tidak dirisaukan oleh bunyi sangkakala yang terakhir, yaitu bunyi sangkakala yang menandakan kebangkitan manusia dari kubur untuk dihisab, Allah berfirman:\n\nDan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah). (az-Zumar/39: 68)\n\n4. Mereka disambut para malaikat dengan menyampaikan kabar gembira atas kemenangan mereka. Seakan-akan malaikat menyampaikan kepada mereka, \"Inilah hari yang pernah dijanjikan Allah kepadamu hai orang-orang yang beriman sewaktu di dunia dahulu, pada saat ini Allah melimpahkan pahala yang besar dan kesenangan yang abadi sebagai balasan atas keimanan, ketaatan, dan kesucian dirimu dari perbuatan dosa dengan mengerjakan amal-amal saleh dan dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2587, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u0637\u0652\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0643\u064e\u0637\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062c\u0650\u0644\u0651\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064f\u062a\u064f\u0628\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u062f\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u0646\u0651\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma natwis samaaa'a kataiyis sijilli lilkutub; kamaa badaanaa awwala khalqin nu'eeduh; wa'dan 'alainaa; innaa kunna faa'ileen" } }, "translation": { "en": "The Day when We will fold the heaven like the folding of a [written] sheet for the records. As We began the first creation, We will repeat it. [That is] a promise binding upon Us. Indeed, We will do it.", "id": "(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2587", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2587.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2587.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh karena itu, manusia hendaklah mengingat hari Kiamat, yaitu pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas sehingga kehidupan dunia ini hancur. Keadaannya sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama, ketika kehidupan dunia ini tidak ada. Begitulah Kami akan mengulanginya lagi sehingga kehidupan ini pun kembali tidak ada. Hal ini merupakan janji yang pasti Kami tepati dengan tepat dan akurat; sungguh, Kami akan melaksanakannya, tetapi Kami tetap merahasiakan waktunya.", "long": "Orang-orang yang mendapat sambutan para malaikat itu tidak merasa gentar dan terkejut dengan datangnya hari Kiamat, di waktu langit dilipat dan diganti dengan langit yang lain, seakan-akan langit yang lama dilipat untuk disimpan dan langit yang baru dikembangkan. Allah berfirman:\n\nDan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (az-Zumar/39: 67)\n\nDemikianlah Allah membangkitkan manusia setelah mereka mati dan berada di dalam kubur, untuk dikumpulkan di padang mahsyar, agar dapat dihisab amal perbuatan mereka. Membangkitkan manusia setelah mati dan hancur menjadi tanah adalah mudah bagi Allah. Jika Allah menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada, tentulah mengulangi kembali menciptakannya adalah lebih mudah dari menciptakan pertama kali. Membangkitkan manusia kembali untuk dihisab itu adalah suatu janji dari Allah yang pasti ditepati-Nya.\n\nSecara saintis, sebagaimana telah dijelaskan dalam ayat 30 dari surah ini, penciptaan alam semesta dimulai dari ketiadaan (keadaan singularitas: massa tak terhingga besarnya, volume tak terhingga kecilnya) yang kemudian meledak dahsyat dan kemudian membentuk alam semesta yang terus mengembang sampai dengan saat ini. Bukti tentang alam semesta yang mengembang ini dapat ditemukan pada hasil pengamatan dengan teleskop yang menunjukkan bahwa dengan berjalannya waktu, jarak antara benda-benda langit semakin menjauh. Para ilmuwan mengatakan bahwa alam semesta akan terus mengembang sampai dengan dicapainya massa kritis alam semesta. Apabila massa kritis ini telah tercapai, maka gaya tarik menarik (gravitasi) antara massa berbagai benda langit akan menahan proses pengembangan alam semesta. \n\nBahkan akan tercapai keadaan kontraksi alam semesta. Alam semesta yang semula mengembang akan mengkerut (berkontraksi) mengecil dan suatu saat akan hancur dan kembali pada keadaan awal (singularitas); keadaan seperti inilah yang disebut hari kiamat. Hari kiamat dalam ayat ini digambarkan sebagai hari di mana Allah akan \"menggulung langit\", bagaikan menggulung lembaran-lembaran kertas, sebagaimana halnya awal penciptaan yang pertama. Istilah \"menggulung langit\" adalah ungkapan yang tepat, karena sesungguhnya alam semesta tidak bundar melainkan datar terdiri dari trilyunan galaksi yang membentuk \"gulungan\"." } } }, { "number": { "inQuran": 2588, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u064a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad katabnaa fiz Zaboori mim ba'diz zikri annal arda yarisuhaa 'ibaadi yas saalihoon" } }, "translation": { "en": "And We have already written in the book [of Psalms] after the [previous] mention that the land [of Paradise] is inherited by My righteous servants.", "id": "Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2588", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2588.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2588.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah menerangkan keadaan orang kafir dan orang beriman di akhirat. Pada ayat ini Allah menerangkan ketetapan-Nya tentang orang-orang yang mewarisi bumi. Dan sungguh, telah Kami tulis sebagai suatu ketetapan di dalam Zabur, yang diturunkan kepada Nabi Dawud dan Sulaiman, setelah tertulis di dalam Az-Zikr, yaitu di Lauh Mahfuz, bahwa bumi ini milik-Ku dan akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh, yaitu sanggup mengelola bumi dan memakmurkannya, mengambil manfaat dari kekayaan alamnya, serta sanggup memimpin masyarakat dan membangunnya dengan mengikuti petunjuk-Ku.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kitab kepada para Rasul, seperti Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an. Dalam kitab-kitab itu diterangkan bahwa bumi ini adalah kepunyaan Allah, diwariskan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Allah telah menetapkan juga dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba yang mewarisi bumi itu ialah hamba-hamba yang sanggup mengolah bumi dan memakmurkannya, selama dia mengikuti petunjuk Allah.\n\nJika diperhatikan sejarah dunia dan sejarah umat manusia, maka orang-orang yang dijadikan Allah sebagai penguasa di bumi ini, ialah orang-orang yang sanggup mengatur dan memimpin masyarakat, mengolah bumi ini untuk kepentingan umat manusia, sanggup mempertahankan diri dari serangan luar dan dapat mengokohkan persatuan rakyat yang ada di negaranya. Pemberian kekuasaan oleh Allah kepada orang-orang tersebut bukanlah berarti Allah telah meridai tindakan-tindakan mereka; karena kehidupan duniawi lain halnya dengan kehidupan ukhrawi. Ada orang yang bahagia hidup di akhirat saja, dan ada pula yang bahagia hidup di dunia saja. Sedangkan yang dicita-citakan seorang muslim ialah bahagia hidup di dunia dan di akhirat.\n\nApabila orang muslim ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat, mereka harus mengikuti Sunnatullah di atas, yaitu taat beribadah kepada Allah, sanggup memimpin umat manusia dengan baik, sanggup mengolah bumi ini untuk kepentingan umat manusia, menggalang persatuan dan kesatuan yang kuat di antara meraka sehingga tidak mudah dipecah belah oleh musuh.\n\nPara mufasir berbeda pendapat dalam menafsirkan kata \"bumi\" dalam ayat ini, di antaranya:\n\na. Sebagian ahli tafsir mengartikan \"bumi\" dalam ayat ini dengan \"surga\". Karena \"surga\" itu diwariskan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.\" Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (az-Zumar/39: 74)\n\nb. Sebagian yang lain mengartikan kata \"bumi\" dengan bumi yang sekarang ditempati umat manusia. Firman Allah: \n\nAllah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. (an-Nur/24: 55)\n\n\"Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.\" (al-A'raf/7: 128)\n\nc. Sebagian mufasir lain mengartikan \"bumi\" dengan tanah suci yang diwarisi oleh orang yang saleh, firman Allah:\n\nDan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. (al-A'raf/7: 137)" } } }, { "number": { "inQuran": 2589, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee haaza labalaa ghal liqawmin 'aabideen" } }, "translation": { "en": "Indeed, in this [Qur'an] is notification for a worshipping people.", "id": "Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur'an) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2589", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2589.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2589.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, semua kisah para nabi yang disebutkan di dalam surah ini, bahkan di dalam Al-Qur’an ini benar-benar menjadi petunjuk yang lengkap dan pelajaran yang berharga guna mencapai kebahagiaan hidup dunia akhirat bagi orang-orang yang menyembah Allah dengan pikiran, perasaan dan rohani yang bersih.", "long": "Allah menerangkan bahwa segala kisah yang diterangkan dalam surah ini adalah pelajaran dan peringatan yang disampaikan sejak awal sampai akhir surah ini, cukup menjadi pelajaran dan banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, sebagai bekal dan bahan bagi orang yang ingin mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Bahkan ayat-ayat dalam surah ini merupakan peringatan dan ancaman yang keras dari Allah kepada orang-orang yang mengingkari seruan para rasul. Mereka akan ditimpa oleh malapetaka yang besar, sebagaimana telah ditimpakan kepada umat-umat dahulu.\n\nKarena itu kaum Muslimin wajib mengambil pelajaran dan mengamalkan ayat-ayat tersebut agar tidak terkena ancaman Allah yang berupa azab dan malapetaka yang sangat dahsyat." } } }, { "number": { "inQuran": 2590, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaaka illaa rahmatal lil'aalameen" } }, "translation": { "en": "And We have not sent you, [O Muhammad], except as a mercy to the worlds.", "id": "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2590", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2590.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2590.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tujuan Allah mengutus Nabi Muhammad membawa agama Islam bukan untuk membinasakan orang-orang kafir, melainkan untuk menciptakan perdamaian. Dan Kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Perlindungan, kedamaian, dan kasih sayang yang lahir dari ajaran dan pengamalan Islam yang baik dan benar.", "long": "Tujuan Allah mengutus Nabi Muhammad yang membawa agama-Nya itu, tidak lain adalah memberi petunjuk dan peringatan agar mereka bahagia di dunia dan di akhirat. Rahmat Allah bagi seluruh alam meliputi perlindungan, kedamaian, kasih sayang dan sebagainya, yang diberikan Allah terhadap makhluk-Nya. Baik yang beriman maupun yang tidak beriman, termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan.\n\nJika dilihat sejarah manusia dan kemanusiaan, maka agama Islam adalah agama yang berusaha sekuat tenaga menghapuskan perbudakan dan penindasan oleh manusia terhadap manusia yang lain. Seandainya pintu perbudakan masih terbuka, itu hanyalah sekedar untuk mengimbangi perbuatan orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin. Sedangkan jalan-jalan untuk menghapuskan perbudakan disediakan, baik dengan cara memberi imbalan yang besar bagi orang yang memerdekakan budak maupun dengan mengaitkan kafarat/hukuman dengan pembebasan budak. Perbaikanperbaikan tentang kedudukan perempuan yang waktu itu hampir sama dengan binatang, dan pengakuan terhadap kedudukan anak yatim, perhatian terhadap fakir dan miskin, perintah melakukan jihad untuk memerangi kebodohan dan kemiskinan, semuanya diajarkan oleh Al-Qur'an dan Hadis. Dengan demikian seluruh umat manusia memperoleh rahmat, baik yang langsung atau tidak langsung dari agama yang dibawa Nabi Muhammad. Tetapi kebanyakan manusia masih mengingkari padahal rahmat yang mereka peroleh adalah rahmat dan nikmat Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2591, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innamaa yoohaa ilaiya annamaaa ilaahukum illaahunw Waahid, fahal antum muslimoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"It is only revealed to me that your god is but one God; so will you be Muslims [in submission to Him]?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2591", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2591.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2591.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya diterangkan bahwa Allah mengutus Nabi Muhammad membawa agama Islam agar menjadi rahmat bagi manusia dan lingkungan hidup. Pada ayat ini Allah meminta Nabi Muhammad menjelaskan ajaran dasar agama Islam. Katakanlah wahai Muhammad, “Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku yang menjadi ajaran pokok agama yang dibawa para nabi, ialah bahwa Tuhanmu Allah adalah Tuhan Yang Esa, yang melahirkan prinsip tauhid, tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya; maka apakah kamu telah berserah diri kepada-Nya dengan beriman, beribadah dan mematuhi ajaran-Nya?”", "long": "Allah memerintahkan kepada Muhammad agar menyampaikan kepada orang kafir dan kepada orang yang telah sampai seruan kepadanya, bahwa pokok wahyu yang disampaikan kepadanya ialah tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Karena itu hendaklah manusia menyembah-Nya, jangan sekali-kali mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun seperti mengakui adanya tuhan-tuhan yang lain selain Dia, atau mempercayai bahwa selain Allah ada lagi sesuatu yang mempunyai kekuatan gaib seperti kekuatan Allah. Dan serahkanlah dirimu kepada Allah dengan memurnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada-Nya saja, dan ikutilah segala wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 2592, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0646\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0623\u064e\u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c \u0623\u064e\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in tawallaw faqul aazantukum 'alaa sawaaa'; wa in adreee aqareebun am ba'eedum maa too'adoon" } }, "translation": { "en": "But if they turn away, then say, \"I have announced to [all of] you equally. And I know not whether near or far is that which you are promised.", "id": "Maka jika mereka berpaling, maka katakanlah (Muhammad), “Aku telah menyampaikan kepadamu (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2592", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2592.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2592.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tugas pokok rasul adalah menyampaikan ajaran Allah kepada manusia dan mengajak manusia mengikuti ajaran Allah. Maka jika mereka berpaling dari ajaran Allah, maka katakanlah, wahai Muhammad, kepada mereka, baik Yahudi maupun Nasrani, “Aku telah menyampaikan kepadamu ajaran agama yang sama di antara kita, yaitu tidak ada tuhan selain Allah, tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya, dan tidak mempertuhankan manusia. Jika kamu menolak ajaran ini, kamu akan mendapat murka Allah; dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh, karena murka Allah yang paling dahsyat itu dalam kehidupan sesudah mati.”", "long": "Kemudian Allah mengingatkan Muhammad, akan tugasnya sebagai seorang Rasul, yaitu hanya menyampaikan agama Allah kepada manusia. Karena itu juga mereka tidak mengindahkan seruanmu, tidak mengikuti wahyu yang disampaikan kepada mereka, maka janganlah kamu bersedih hati, dan katakanlah kepada mereka bahwa kamu telah menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus, menuju kebahagiaan yang sempurna. Jika mereka tidak mau mengikuti dan menempuh jalan yang telah dibentangkan itu berati mereka ingin mendapat azab dari Allah.\n\nPada ayat lain Allah berfirman:\n\nDan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, \"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.\" (Yunus/10: 41)\n\nJika orang-orang kafir menanyakan kepada kamu Muhammad tentang kapan azab yang dijanjikan itu akan ditimpakan, maka katakanlah kepada mereka bahwa engkau tidak tahu menahu tentang waktunya, kapan azab itu akan ditimpakan, karena wewenang sepenuhnya berada di tangan Allah, dan tidak seorang pun yang mengetahuinya." } } }, { "number": { "inQuran": 2593, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahoo ya'lamul jahra minal qawli wa ya'lamu maa taktumoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, He knows what is declared of speech, and He knows what you conceal.", "id": "Sungguh, Dia (Allah) mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan, dan mengetahui (pula) apa yang kamu rahasiakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2593", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2593.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2593.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap kamu menolak ajaran Allah terbuka maupun tertutup dalam hati kamu bagi Allah sama saja. Sungguh, Dia, mengetahui perkataan yang kamu ucapkan dengan terang-terangan, dan mengetahui pula apa yang kamu rahasiakan dalam hati kamu seperti sikap orang munafik.", "long": "Allah Maha Mengetahui segala yang dikatakan oleh orang-orang kafir tentang agama Islam, baik dikatakan secara terang-terangan atau pun dikatakan secara berbisik, dan Allah mengetahui tentang kebencian hati orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin. Karena itu Dia akan memberikan balasan yang setimpal kepada orang-orang yang demikian." } } }, { "number": { "inQuran": 2594, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa in adree la'allahoo fitnatul lakum wa mataa'un ilaaheen" } }, "translation": { "en": "And I know not; perhaps it is a trial for you and enjoyment for a time.\"", "id": "Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2594", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2594.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2594.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku tidak tahu sedikit pun mengapa azab yang diancamkan kepada kamu, orang-orang kafir itu, ditunda datangnya. Boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu sehingga kamu bertambah sombong dalam menolak ajaran Allah dan boleh jadi penundaan itu Allah memberi kesempatan kepada kamu merasakan kesenangan yang singkat di dunia sampai waktu yang ditentukan kemudian kamu dikembalikan kepada azab yang kekal di akhirat.", "long": "Allah memerintahkan pula agar Muhammad memberitahukan kepada orang kafir bahwa ia tidak mengetahui sedikit pun mengapa azab itu ditunda datangnya. Boleh jadi agar mereka menikmati segala kesenangan duniawi sampai kepada waktu yang ditentukan Allah, maka Allah akan menimpakan azab secara tiba-tiba tanpa diketahui darimana datangnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2595, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 17, "page": 331, "manzil": 4, "ruku": 284, "hizbQuarter": 132, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbih kum bil haqq; wa Rabbunar Rahmaa nul musta'aanu 'alaa maa tasifoon" } }, "translation": { "en": "[The Prophet] has said, \"My Lord, judge [between us] in truth. And our Lord is the Most Merciful, the one whose help is sought against that which you describe.\"", "id": "Dia (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2595", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2595.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2595.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selama 13 tahun di Mekah Rasulullah bersikap diam tanpa perla-wanan menghadapi penindasan, pengusiran, pemboikotan dan rencana pembunuhan orang-orang kafir Mekah kepada beliau dan para sahabat hingga akhirnya setelah hijrah ke Madinah, Dia, Muhammad, berkata dalam doanya kepada Allah, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil di antara kami dan orang-orang kafir itu supaya tampak kebenaran dan kebatilan. Dan, kami yakin, Tuhan kami Maha Pengasih, kepada hamba-hamba-Nya; Allah tempat memohon segala pertolongan dalam menghadapi semua yang kamu katakan kepada kami, orang-orang beriman, secara bodoh, keji, dan tidak berdasar tentang Allah, malaikat, Al-Qur’an, Rasulullah, dan hidup sesudah mati.”", "long": "Karena orang musyrik Mekah semakin hari bertambah-tambah kezaliman mereka, maka Muhammad berdoa kepada Tuhan agar Dia segera menimpakan azab kepada mereka. Permohonan Muhammad ini dikabulkan Allah dengan kekalahan orang musyrik pada beberapa peperangan yang terjadi antara kaum Muslimin dengan kaum musyrik.\n\nQatadah berkata, \"Para nabi dahulu berdoa\":\n\nYa Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.\" (al-A'raf/7: 89)\n\nMaka Rasulullah saw diperintahkan Allah untuk mengucapkan doa yang demikian itu." } } } ] }, { "number": 22, "sequence": 103, "numberOfVerses": 78, "name": { "short": "الحج", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062d\u062c", "transliteration": { "en": "Al-Hajj", "id": "Al-Hajj" }, "translation": { "en": "The Pilgrimage", "id": "Haji" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Hajj, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, terdiri atas 78 ayat, sedang menurut pendapat sebahagian ahli tafsir termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Sebab perbedaan ini ialah karena sebahagian ayat-ayat surat ini ada yang diturunkan di Mekah dan sebahagian lagi diturunkan di Madinah. Dinamai surat ini Al Hajj, karena surat ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji. Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan di masa Nabi Ibrahim a.s., dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim a.s. bersama puteranya Ismail a.s.Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat- surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2596, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 17, "page": 332, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0632\u064e\u0644\u0652\u0632\u064e\u0644\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan naasuttaqoo Rabbakum; inna zalzalatas Saa'ati shai'un 'azeem" } }, "translation": { "en": "O mankind, fear your Lord. Indeed, the convulsion of the [final] Hour is a terrible thing.", "id": "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2596", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2596.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2596.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengimbau agar manusia mawas diri serta menjaga diri-nya dari azab Allah pada hari Kiamat dengan beriman dan bertakwa. Wahai manusia! Saatnya kamu menyimak pesan Allah, Bertakwalah kepada Tuhanmu dengan beriman dan melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya; sungguh, meskipun kamu belum mengalami, guncangan hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar, menyebabkan manusia takut, panik dan tak tahu harus berbuat apa.", "long": "Ayat ini menghimbau agar manusia mawas diri serta menjaga dirinya dari azab Allah, dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Perintah itu berlaku sejak ayat ini diturunkan sampai datangnya hari Kiamat, yang ditandai dengan terjadinya gempa bumi yang amat dahsyat, menghancurleburkan seluruh yang ada dalam jagat raya ini. Allah memerintahkan yang demikian adalah karena guncangan dan malapetaka yang terjadi pada hari yang sangat hebat itu tiada taranya. Dalam firman Allah yang lain diterangkan guncangan dan gempa bumi yang terjadi pada hari itu. Allah berfirman:\n\n\"Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya\". (az-Zalzalah/99: 1-2)\n\nDan firman Allah:\n\n\"Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan. Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat\". (al-Haqqah/69: 14-15)\n\nDari ayat itu dipahami bahwa orang-orang yang bertakwa, tidak merasa ngeri dan takut pada hari Kiamat itu, karena mereka telah percaya bahwa hari Kiamat itu pasti terjadi, bahwa mereka telah yakin benar akan mendapat perlindungan dan pertolongan Allah pada hari itu, serta yakin pula bahwa tidak seorang pun yang dapat memberi perlindungan dan pertolongan pada hari itu selain dari Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya. Sebaliknya orang-orang yang ingkar kepada Allah; tidak mengikuti perintah-Nya dan tidak menghentikan larangan-larangan-Nya akan merasakan akibat guncangan bumi dan kehancuran dunia pada waktu itu, sebagai siksaan yang tiada taranya. Mereka tidak dapat menghindarkan diri daripadanya sedikit pun dan tidak ada seorang pun yang dapat menolong mereka, karena Allah hanya akan menolong dan melindungi hamba-hamba-Nya.\n\nMenurut suatu riwayat, bahwa ayat ini diturunkan pada malam hari, pada waktu terjadi peperangan Bani Mustalik, lalu Nabi Muhammad saw membacakan ayat ini kepada para sahabat. Setelah beliau membacakan ayat ini, beliau pun menangis dan para sahabat juga ada yang ikut menangis, ada yang gundah gulana dan ada pula yang merenungi ayat ini. Hal ini menunjukkan bagaimana kekhawatiran Nabi Muhammad saw dan para sahabat terhadap malapetaka yang besar yang terjadi pada hari Kiamat itu, sekalipun dalam diri mereka telah terpatri dengan kokoh iman dan kesabaran, dan mereka pun telah percaya bahwa Allah pasti menolong kaum Muslimin.\n\nHari Kiamat adalah hari kehancuran dunia, merupakan masa peralihan dari masa kehidupan dunia yang fana ini beralih ke masa kehidupan akhirat yang kekal lagi abadi. Pada waktu itu terjadi suatu kejadian yang amat mengerikan, seluruh planet dan benda-benda angkasa satu dengan yang lain berbenturan, sehingga pecah berserakan menjadi kepingan-kepingan yang halus. Pada waktu itu lenyaplah segala yang ada di alam ini. Hanya yang tidak lenyap waktu itu ialah Tuhan Yang Mahakuasa, Maha Perkasa. Setelah alam fana ini lenyap semuanya, Allah menggantikannya dengan alam yang lain, yaitu alam akhirat. Pada waktu itu seluruh manusia dibangkitkan kembali dari kuburnya untuk ditimbang amal perbuatannya. Perbuatan baik dibalas dengan surga yang penuh kenikmatan, sedang perbuatan jahat dan buruk dibalas dengan siksa yang pedih di dalam neraka yang menyala-nyala. Pada waktu itulah manusia memperoleh keadilan yang hakiki dari Tuhannya, yang selama hidup di dunia mereka tidak memperolehnya.\n\nKepercayaan akan adanya hari Kiamat termasuk salah satu dari rukun iman yang wajib diimani dan diyakini oleh setiap orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad saw yang telah diutusnya. Hari Kiamat itu termasuk salah satu dari perkara yang gaib, karena itu sukar untuk mengemukakan bukti-bukti yang nyata tentang hari Kiamat. Akan tetapi jika seseorang telah percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Allah Mahakuasa dan Mahaadil, Dia cinta dan kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, maka orang itu akan sampai kepada kepercayaan akan adanya hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 2597, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 17, "page": 332, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0644\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0645\u064f\u0631\u0652\u0636\u0650\u0639\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062d\u064e\u0645\u0652\u0644\u064d \u062d\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0633\u064f\u0643\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0643\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Yawma tarawnahaa tazhalu kullu murdi'atin 'ammaaa arda'at wa tada'u kullu zaati hamlin hamlahaa wa tarannaasa sukaaraa wa maa hum bisukaaraa wa lakinaa 'azaabal laahi shadeed" } }, "translation": { "en": "On the Day you see it every nursing mother will be distracted from that [child] she was nursing, and every pregnant woman will abort her pregnancy, and you will see the people [appearing] intoxicated while they are not intoxicated; but the punishment of Allah is severe.", "id": "(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2597", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2597.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2597.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah wahai manusia, pada hari ketika kamu melihatnya, goncangan dahsyat pada hari Kiamat itu, semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, karena terkejut dan panik; dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, karena goncangan dahsyat itu; dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, seperti orang yang tidak sadar, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk tetapi azab Allah yang terjadi pada hari Kiamat itu sangat keras dirasakan oleh orang-orang kafir.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan betapa dahsyatnya peristiwa yang terjadi pada hari Kiamat itu dan betapa besar pengaruhnya kepada seseorang, di antaranya:\n\n1. Pada hari itu ibu yang sedang menyusukan anaknya lalai dari anaknya. Padahal hubungan antara ibu dan anak adalah hubungan yang paling dekat dibandingkan dengan hubungan manusia dengan manusia yang lain. Demikian pula hubungan kasih sayang ibu dengan anaknya adalah hubungan kasih sayang yang tidak akan putus-putusnya. Di antara perwujudan hubungan kasih sayang ibu dengan anaknya itu ialah ibu menyusukan tanpa pamrih anaknya yang masih kecil dan air susu ibu itu merupakan makanan pokok bagi si bayi. Tanpa adanya makanan itu si bayi bisa mati kelaparan dan hal ini benar-benar disadari akibatnya oleh setiap ibu. Karena itu ibu berkewajiban menyusukan anaknya yang merupakan jantung hatinya itu, setiap saat yang diperlukan. Pada hari Kiamat yang demikian mengerikan dan dahsyatnya peristiwa yang terjadi, seakan hubungan yang demikian itu terputus. Di dalam diri si ibu waktu itu timbul rasa takut dan ngeri melihat suasana yang kacau balau itu, sehingga si ibu lupa menyusukan anaknya, dan lupa segala-galanya termasuk anaknya yang sedang menyusu.\n\n2. Pada hari Kiamat itu gugurlah semua kandungan perempuan yang hamil. Biasanya keguguran kandungan perempuan yang hamil terjadi, jika terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan dan menakutkan hati atau karena terjatuh atau mengalami guncangan yang keras, seperti guncangan kendaraan dan sebagainya. Pada hari Kiamat itu terjadi gempa bumi dan guncangan yang hebat yang menghancurkan manusia yang hidup, termasuk di dalamnya perempuan-perempuan yang hamil beserta anak yang sedang dikandungnya.\n\nAl-Hasan berkata, yang dimaksud dengan \"lalailah semua perempuan yang menyusukan anak dari anak yang disusukannya\", ialah kelalaian yang bukan disebabkan karena menyapih anak itu, dan yang dimaksud dengan \"gugurlah semua kandungan perempuan yang hamil\" ialah anak yang dikandung itu lahir sebelum sempurna waktunya.\n\n3. Pada hari itu manusia kelihatan seperti orang yang sedang mabuk, padahal ia bukan sedang mabuk. Hal ini menunjukkan kebingungan mereka tidak tahu apa yang harus mereka kerjakan, semua dalam keadaan takut, dalam keadaan mencari-cari tempat berlindung, dan berusaha menghindarkan diri dari malapetaka yang sedang menimpa itu.\n\nKeadaan dan peristiwa yang diterangkan di atas adalah untuk melukiskan dan menggambarkan kepada manusia, betapa dahsyatnya malapetaka yang terjadi pada hari Kiamat itu, sehingga gambaran itu dapat menjadi pelajaran dan peringatan bagi mereka, kendati pun kejadian yang sebenarnya lebih dahsyat lagi dari yang digambarkan itu. Sedang kejadian yang sebenarnya yang terjadi pada hari Kiamat itu tidak dapat digambarkan kedahsyatannya, karena tidak ada suatu kejadian yang terjadi sebelumnya yang dapat dijadikan sebagai perbandingan." } } }, { "number": { "inQuran": 2598, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 17, "page": 332, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi mai yujaadilu fil laahi bighairi 'ilminw wa yattabi'u kullaa shaitaanim mareed" } }, "translation": { "en": "And of the people is he who disputes about Allah without knowledge and follows every rebellious devil.", "id": "Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu dan hanya mengikuti para setan yang sangat jahat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2598", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2598.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2598.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun Allah telah menjelaskan azab yang sangat keras pada hari Kiamat bagi orang kafir dan mengajak manusia untuk bertakwa kepada-Nya, tetapi di antara manusia, yang kafir dan keras kepala, ada yang saling membantah tentang Allah, mengingkari agama Allah, tidak meyakini kehidupan sesudah mati, dan tidak meyakini adanya surga dan neraka, tanpa dilandasi ilmu yang benar; dan mereka mengingkari Allah itu hanya mengikuti bisikan para setan yang sangat jahat membujuk dan menipu manusia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sekalipun Allah telah menerangkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada hari Kiamat, namun banyak manusia yang mengingkarinya, bahkan mereka bertindak lebih dari itu. Mereka tidak saja mengatakan bahwa Allah tidak kuasa membangkitkan dan menghidupkan manusia kembali setelah hancur dan berserakan menjadi tanah, Allah mempunyai anak dan mempunyai syarikat, Al-Qur'an isinya tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang purbakala, tetapi mereka berbuat lebih dari itu yaitu menantang Allah. Mereka berkata, \"Seandainya Allah itu benar-benar Mahakuasa cobalah turunkan azab yang pedih yang pernah dijanjikan itu,\" dan tantangan-tantangan yang lain.\n\nMenurut Ibnu Abi Hatim, ayat ini diturunkan berhubungan dengan Nadhar bin Harish, ia membantah keesaan dan kekuasaan Allah dengan mengatakan, \"Malaikat itu adalah putri-putri Allah, Al-Qur'an itu tidak lain adalah dongengan orang-orang purbakala saja. Allah tidak kuasa menghidupkan orang-orang yang telah mati yang tubuhnya telah hancur luluh menjadi tanah.\"\n\nMenurut Zamakhsyari, \"Sekalipun ayat ini ditujukan kepada Nadhar bin Haris pada waktu turunnya, tetapi ayat ini berlaku umum dan ditujukan kepada semua orang yang membantah Allah, tanpa pengetahuan dan menetapkan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.\"\n\nAllah mencela orang yang berdebat tentang Allah, mengingkari keesaan dan kekuasaan-Nya, tanpa dasar pengetahuan yang benar dan bukti yang kuat. Jika mereka hendak mengemukakan sesuatu tentang Allah, hendaklah mereka menggunakan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat. Dalam pada itu Allah memperingatkan bahwa akal dan pikiran manusia tidak akan sanggup untuk mengenal dan memikirkan zat Allah, karena zat Allah merupakan sesuatu yang gaib. Tetapi jika ingin mengetahui adanya Tuhan, keesaan dan kekuasaan-Nya pikirkanlah makhluk-makhluk yang telah diciptakan-Nya seperti jagat raya dan segala isinya, hukum-hukum yang mengaturnya, bumi dengan segala isinya, gunung-gunung dengan lembah-lembahnya, lautan yang luas dengan segala kandungannya dan diri mereka sendiri serta semua makhluk yang telah diciptakan Allah.\n\nAllah berfirman:\n\nDan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya. (ar-Rum/30: 8)\n\nDan firman Allah:\n\nDan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk. Maka apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak dapat menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (an-Nahl/16: 15-17)\n\nAllah mencela orang yang buruk budi pekertinya, yaitu orang yang mengikuti setan. Setan itu mempunyai budi pekerti yang buruk karena ia mengikuti dan memperturutkan hawa nafsunya, karena keangkuhannya ia enggan sujud kepada Adam sebagaimana yang diperintahkan Allah. Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, menginginkan orang lain mengikuti perbuatan-perbuatannya yang tercela itu, berusaha dengan segala tipu dayanya agar manusia memandang baik segala perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah, seperti mempersekutukan Tuhan, meminum khamar, berjudi, berzina, menumpuk harta untuk kepentingan diri sendiri, menindas orang lain dan sebagainya. Setan itu ada yang berupa setan jin dan ada pula yang berupa setan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 2599, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 17, "page": 332, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u062a\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Kutiba 'alaihi annahoo man tawallaahu fa annahoo yudil lauhoo wa yahdeehi ilaa 'azaabis sa'eer" } }, "translation": { "en": "It has been decreed for every devil that whoever turns to him - he will misguide him and will lead him to the punishment of the Blaze.", "id": "(Tentang setan), telah ditetapkan bahwa siapa yang berkawan dengan dia, maka dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2599", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2599.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2599.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengingatkan manusia tentang setan, Telah ditetapkan di Lauh Mahfuz, bahwa siapa yang berkawan dengannya dengan mengikuti bisikannya, maka dia akan menyesatkannya, dari jalan Allah yang lurus, dan membawanya dengan tidak sadar ke dalam azab neraka yang apinya senantiasa menyala.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah memberi kesempatan bagi setan melakukan segala macam usaha untuk menyesatkan dan memperdayakan manusia, agar manusia menjadi sesat dan ingkar sebagaimana yang telah ia lakukan. Tetapi usaha itu hanyalah dapat dilakukannya terhadap orang-orang kafir dan tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sedang hamba-hamba Allah yang mukmin dan mukhlis tidak dapat mereka ganggu dan perdayakan sedikit pun.\n\nAllah berfirman:\n\nIa (Iblis) berkata, \"Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.\" (al-Hijr/15: 39-40)\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah mengingatkan agar manusia waspada terhadap godaan setan. Barang siapa yang memperturutkan godaan setan dan menempuh jalannya, maka Allah menyesatkan mereka pula dengan melapangkan jalan yang dibentangkan setan itu sehingga mereka mudah melaluinya. Karena itu mereka akan dimasukkan ke dalam neraka bersama-sama setan yang menggodanya itu. Seorang yang telah terbiasa mengikuti jalan setan itu amat sulit baginya kembali ke jalan yang benar, karena hatinya telah ditutupi oleh keinginan setan itu.\n\nAllah berfirman:\n\nBarang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan. (al-A'raf/7: 186)" } } }, { "number": { "inQuran": 2600, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 17, "page": 332, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0639\u0652\u062b\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0636\u0652\u063a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0645\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u0650\u0646\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0646\u064f\u0642\u0650\u0631\u0651\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0637\u0650\u0641\u0652\u0644\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0630\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u0650 \u0644\u0650\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0647\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u0632\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u0628\u064e\u0647\u0650\u064a\u062c\u064d", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan naasu in kuntum fee raibim minal ba'si fa innaa khalaqnaakum min turaabin summa min nutfatin summaa min 'alaqatin summa mim mud ghatim mukhal laqatinw wa ghairi mukhalla qatil linubaiyina lakum; wa nuqirru fil arhaami maa nashaaa'u ilaaa ajalim musam man summa nukhrijukum tiflan summa litablughooo ashud dakum wa minkum mai yutawaffa wa minkum mai yuraddu ilaaa arzalil 'umuri likailaa ya'lama mim ba'di 'ilmin shai'aa; wa taral arda haamidatan fa izaaa anzalnaa 'alaihal maaa'ah tazzat wa rabat wa ambatat min kulli zawjim baheej" } }, "translation": { "en": "O People, if you should be in doubt about the Resurrection, then [consider that] indeed, We created you from dust, then from a sperm-drop, then from a clinging clot, and then from a lump of flesh, formed and unformed - that We may show you. And We settle in the wombs whom We will for a specified term, then We bring you out as a child, and then [We develop you] that you may reach your [time of] maturity. And among you is he who is taken in [early] death, and among you is he who is returned to the most decrepit [old] age so that he knows, after [once having] knowledge, nothing. And you see the earth barren, but when We send down upon it rain, it quivers and swells and grows [something] of every beautiful kind.", "id": "Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2600", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2600.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2600.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia! Hidup sesudah mati itu suatu keniscayaan. Jika kamu meragukan hari kebangkitan dari alam kubur, maka perhatikanlah perkembangan hidup kamu. Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, yakni saripati makanan yang berasal dari tanah. Kemudian dari setetes mani, yang sudah bercampur dengan sel telur. Kemudian dari segumpal darah, yang berkembang menjadi segumpal daging dalam beberapa minggu. Kemudian dari segumpal daging itu ada yang sempurna kejadian dan pertumbuhan-nya, tanpa cacat apa pun, dan ada yang tidak sempurna, karena ada cacat fisik maupun mental sejak dari kandungan, agar Kami jelaskan kepada kamu bahwa kamu berada dalam kekuasaan Kami. Dan Kami tetapkan kamu sewaktu embrio dalam rahim ibumu menurut kehendak Kami hingga tiap orang berbeda rentang waktu berada dalam kandungan ibunya sampai waktu yang sudah ditentukan, biasanya setelah 36 minggu. Kemudian Kami keluarkan kamu dari rahim ibu kamu sebagai bayi, kemudian dengan berangsur-angsur kamu tumbuh-kembang sampai kepada usia dewasa. Dan di antara kamu ada yang diwafatkan dalam usia muda, bahkan masih bayi; dan ada pula yang diberi umur panjang, serta dikembalikan kepada usia pikun karena sangat tua, sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya karena penyakit ketuaannya. Dan ada contoh lain bagimu betapa mudah bagi Allah membangkitkan manusia dari alam kubur, kamu lihat bumi ini kering, karena kekurangan air di musim kemarau, kemudian apabila telah Kami turunkan air hujan di atasnya, maka hiduplah bumi yang kering kerontang itu dan menjadi subur dan bumi yang subur itu menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah. Demikianlah paparan empiris tentang argumentasi betapa mudah bagi Allah membangkitkan manusia dari alam kubur menuju mahsyar.", "long": "Pada ayat ini Allah menentang orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari Kiamat dan hari kebangkitan. Seandainya mereka tetap tidak mempercayainya hendaklah mereka mengemukakan alasan-alasan dan bukti-bukti yang dapat menguatkan pendapat mereka itu. Tetapi mereka tidak dapat mengemukakannya. Karena itu Allah memberikan contoh diri mereka sendiri, yaitu mulai dari sperma-ovum, kemudian menjadi zygat, 'alaqah, janin, kemudian lahir menjadi besar dan kemudian mati, bila menciptakan dari tiada Allah mampu, tentu saja mengulang penciptaan manusia kembali adalah lebih mudah dari penciptaan pertama kali.\n\nOrang yang tidak percaya akan adanya hari kebangkitan menganggap kebangkitan itu merupakan suatu kejadian yang mustahil terjadi. Dalam pandangan mereka tidak mungkin tulang belulang yang telah lapuk berserakan, dan daging-daging yang telah hancur luluh menjadi tanah akan kembali bersatu dalam bentuk seperti semula. Kesanggupan dan kekuasaan Allah mereka ukur sama dengan kesanggupan dan kekuasaan mereka sendiri. Jika mereka merasa tidak sanggup melakukan sesuatu pekerjaan, tentu Allah tidak pula akan sanggup melakukannya. Mereka yang tidak percaya itu semata-mata karena keingkaran saja, karena dikuasai hawa nafsu dan godaan setan, sedangkan hati dan akal pikiran mereka sebenarnya mengakuinya. Mereka khawatir kedudukan dan pangkat mereka akan terancam jika mereka mengikuti kepercayaan dan agama yang dibawa oleh Muhammad saw. Karena itu mereka membantah Allah tanpa berdasar ilmu pengetahuan yang benar.\n\nPada ayat ini Allah mengemukakan petunjuk tentang adanya hari kebangkitan dengan mengemukakan dua macam alasan. Pertama ialah berhubungan dengan proses kejadian manusia dan yang kedua berhubungan dengan proses kehidupan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan.\n\nProses kejadian manusia di dalam rahim ibunya dan kehidupannya dari lahir sampai mati sebagai berikut:\n\n1. Allah telah menciptakan manusia pertama, yaitu Adam as, dari tanah. Kemudian dari Adam diciptakan istrinya Hawa, dan dari kedua makhluk itu berkembangbiaklah manusia melalui proses yang cukup panjang. Dapat pula berarti bahwa manusia diciptakan Allah melalui pembuahan ovum oleh sperma di dalam rahim perempuan. Kedua sel itu berasal dari darah, darah berasal dari makanan yang dimakan manusia, dan makanan manusia berasal dari tumbuh-tumbuhan dan ada yang berasal dari binatang ternak atau hewan-hewan yang lain. Semuanya itu berasal dari tanah sekalipun telah melalui beberapa proses. Karena itu tidaklah salah jika dikatakan bahwa manusia itu berasal dari tanah.\n\n2. Dalam ayat ini disebutkan bahwa manusia itu berasal dari nuthfah. Yang dimaksud dengan nuthfah ialah zygat, yaitu ovum yang sudah dibuahi oleh sperma.\n\n3. 'Alaqah, yaitu zygat yang sudah menempel di rahim perempuan.\n\n4. Mudhgah, yaitu 'alaqah yang telah berbentuk kumpulan sel-sel daging, sebesar yang dikunyah. (mudhgah artinya mengunyah). Mudhgah itu ada yang tumbuh sempurna, tidak cacat dan ada pula yang tumbuh tidak sempurna dan cacat. Kejadian sempurna dan tidak sempurna inilah yang menimbulkan kesempurnan fisik manusia, cacat atau keguguran. Proses kejadian nuthfah menjadi 'alaqah adalah empat puluh hari, dari 'alaqah menjadi mudhgah\" juga empat puluh hari. Kemudian setelah lewat empat puluh hari itu, Allah, meniupkan roh, menetapkan rezeki, amal, bahagia dan sengsara, menetapkan ajal dan sebagainya, sebagaimana tersebut dalam hadis: Sesungguhnya penciptaan seseorang di antara kamu disatukan dalam perut ibunya selama 40 malam dalam bentuk nuthfah, kemudian menjadi 'alaqah selama itu pula lalu menjadi mudhgah selama itu pula. Kemudian Allah mengutus malaikat, lalu meniupkan roh ke dalamnya, maka (malaikat itu) diperintahkan menulis empat kalimat, yaitu menuliskan rezekinya, amalnya, ajalnya, bahagia atau sengsara. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)\n\nDalam hadis yang lain diterangkan:\n\nBersabda Rasulullah saw, \"Malaikat mendatangi nuthfah setelah menetap di dalam rahim 40 atau 45 hari, maka ia berkata, \"Wahai Tuhanku: Burukkah atau untungkah?\" (Lalu Allah memfirmankan buruk atau baiknya), maka ditulislah keduanya (yakni buruk atau baiknya). Maka Malaikat berkata pula, \"Wahai Tuhanku laki-lakikah dia atau perempuan?\" (Lalu Allah memfirmankan tentang laki-lakikah dia atau perempuan), maka ditulislah keduanya (yakni laki-laki atau perempuan), dan ditulislah kerja, peninggalan, ajal dan rezekinya. Kemudian ditutuplah lembaran-lembaran itu, maka apa yang telah dituliskan di dalamnya tidak dapat ditambah atau dikurangi lagi. (Riwayat Ibnu Abi Hatim dan Muslim)\n\nAllah menetapkan proses kejadian yang demikian, yaitu membiarkan nuthfah, 'alaqah, mudhgah sampai berbentuk janin yang sempurna dalam waktu yang ditentukan itu, adalah untuk menerangkan kepada manusia tanda-tanda kekuasaan, kebesaran dan kekokohan aturan-aturan yang dibuat-Nya, dan untuk menjadi bahan pemikiran bagi manusia, bahwa jika Allah kuasa menciptakan manusia pada kali yang pertama, tentulah Dia kuasa pula menciptakannya pada kali yang kedua, dan menciptakan sesuatu pada kali yang kedua itu biasanya lebih mudah dari menciptakannya pada kali yang pertama. Membangkitkan manusia dari kubur pada hakikatnya adalah menciptakan manusia pada kali yang kedua. Tentu hal itu sangat mudah bagi Allah. Bahkan jika Allah menghendaki kejadian sesuatu tidak melalui proses yang demikian, tidaklah sukar bagi Allah. Karena jika Dia menghendaki adanya sesuatu, cukuplah Dia mengatakan kepadanya, \"Jadilah.\" Maka terwujud sesuatu itu.\n\nSebagaimana firman-Nya: \n\nSesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36: 82)\n\n5. Kemudian janin itu dikandung ibunya selama waktu yang ditentukan Allah. Masa kandungan normal adalah sembilan bulan lebih sepuluh hari. Sekurang-kurangnya usia kandungan adalah enam bulan, sebagaimana dipahami dari ayat bahwa lama mengandung dan menyusui itu tiga puluh bulan, sedangkan lama menyusui saja dua tahun atau dua puluh empat bulan.\n\n6. Selanjutnya datanglah waktu kelahiran. Bayi dari hari ke hari tumbuh menjadi kanak-kanak.\n\n7. Kanak-kanak terus tumbuh menjadi dewasa sampai kondisi sempurna, baik jasmani maupun rohani.\n\n8. Di antara manusia ada yang meninggal sebelum kondisi ideal itu. Tetapi ada manusia yang baru meninggal setelah usia lanjut sampai pikun sehingga tidak dapat mengingat apa-apa lagi.\n\nProses perkembangan manusia dari kondisi lemah menjadi kuat dari kondisi kuat menjadi lemah kembali atau sejak lahir, menjadi dewasa dan menjadi tua dilukiskan dalam firman Allah:\n\nAllah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa. (ar-Rum/30: 54)\n\nSelanjutnya setelah manusia meninggal, kehidupan tidaklah berakhir. Tetapi mereka akan dibangkitkan kembali untuk diperiksa amal perbuatan mereka. Kemudian mereka akan diberi balasan atau ganjaran. Allah berfirman:\n\nKemudian setelah itu, sesungguhnya kamu pasti mati. Kemudian, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat. (al-Mu'minun/23: 15-16)\n\nKemudian Allah mengemukakan petunjuk adanya hari Kiamat dan hari kebangkitan, selain yang telah dikemukakan di atas dengan memberikan contoh kehidupan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di permukaan bumi. Perhatikanlah bumi yang tandus dan kering, tiada ditumbuhi tumbuh-tumbuhan apa pun. Kemudian turunlah hujan membasahi permukaan bumi itu. Maka permukaan bumi itu mulai gembur dan subur lalu mulai ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan. Semakin lama tumbuh-tumbuhan itu semakin besar, bahkan daun-daunnya telah menutupi permukaan bumi yang semulanya tandus, dengan warna-warni yang beraneka ragam ada yang hijau, ada yang keputih-putihan, ada yang merah dan sebagainya. Perpaduan warna-warni daun-daunan itu sangat indah dan menakjubkan dan semakin indah oleh warna-warni bunga-bungaan yang bermacam corak warnanya. Maka permukaan bumi yang dahulunya tandus telah berubah menjadi hamparan pohon-pohon dan tanaman-tanaman yang beraneka ragam warnanya.\n\nSetelah sampai masanya bunga-bunga itu berubah menjadi putik-putik yang berangsur-angsur besar pula, sampai menjadi buah. Pada saat buah telah masak siap untuk dipetik, maka berdatanganlah manusia yang akan memetiknya. Buah-buahan itu merupakan rezeki yang halal bagi manusia, baik untuk dimakannya maupun untuk dijadikan keperluan yang lain yang bermanfaat baginya. Setelah itu datang lagi musim kemarau, bumi kembali menjadi kering dan tandus seperti sediakala.\n\nDemikianlah keadaan bumi itu, yang berubah keadaannya setiap pergantian musim, dari mati dan tandus menjadi hidup dan subur ketika disirami hujan, menghasilkan buah yang bermanfaat bagi manusia, kemudian tumbuh-tumbuhan itu mati pada musim panas dan kering untuk dihidupkan kembali pada musim hujan. Manusia yang berpikir, tentulah akan memikirkan proses hidup dan kematian bumi dan segala yang ada di permukaanya itu. Pikirannya tentu akan sampai kepada Zat yang menentukan kehidupan dan kematian itu. Manusia yang beriman dan berpikir, tentulah baginya semua proses kejadian itu menambah kuat imannya kepada kekuasaan dan keesaan Tuhan, yang menghidupkan dan mematikan makhluk-makhluk-Nya, menurut yang dikehendaki-Nya. Jika Allah telah berbuat demikian, tentulah Dia mampu pula menciptakan dan membangkitkan manusia kembali di kemudian hari, karena mengulang penciptaan sesuatu kembali adalah lebih mudah dari menciptakannya buat pertama kalinya." } } }, { "number": { "inQuran": 2601, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annal laaha Huwal haqqu wa annahoo yuhyil mawtaa wa annahoo 'alaakulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "That is because Allah is the Truth and because He gives life to the dead and because He is over all things competent", "id": "Yang demikian itu karena sungguh, Allah, Dialah yang hak dan sungguh, Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2601", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2601.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2601.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun yang demikian itu, membangkitkan manusia dari alam kubur, sangat mudah bagi Allah, karena sungguh Allah, Dialah yang hak, satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, dan sungguh, Dialah Tuhan yang kekuasaan-Nya terasa dalam kehidupan ini, yaitu menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia, Tuhan, Yang Mahakuasa atas segala sesuatu, sehingga tak ada satu pun makhluk yang sanggup melawan kekuasaan-Nya.", "long": "Setelah Allah mengemukakan proses perkembangan manusia dan tumbuh-tumbuhan itu pada ayat-ayat yang lalu, maka pada ayat-ayat berikut ini disimpulkan lima hal:\n\n1. Tuhan yang diterangkan pada ayat-ayat di atas adalah Tuhan yang sebenarnya, Tuhan Yang Mahakuasa, yang menentukan segala sesuatu. Tidak ada seorang pun yang sanggup menciptakan manusia dengan proses yang demikian itu, yaitu menciptakan manusia dari tanah, kemudian menjadi mani, nutfah (zygat), sel-sel, mudhgah, janin, kemudian lahir ke dunia, lalu menjadi dewasa, berketurunan, bertambah tua, akhirnya meninggal dunia menjadi makhluk yang mati kembali. Siapakah yang sanggup membuat proses kejadian manusia seperti itu. Siapakah yang sanggup merubah tanah yang mati dan tandus menjadi tanah yang subur serta ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam. Siapakah yang membuat ketentuan dan aturan-aturan yang demikian rapi dan teliti itu, selain dari Allah yang wajib disembah?\n\n2. Dialah yang menghidupkan yang mati. Menghidupkan yang mati berarti memberi nyawa kepada yang mati itu, di samping memberi kelengkapan untuk kelangsungan hidup makhluk itu, baik kelangsungan hidup makhluk itu sendiri atau pun kelangsungan hidup jenisnya. Kemudian Dia mematikannya kembali. Zat yang dapat menghidupkan yang mati, kemudian mematikannya, tentu Zat itu sanggup pula menghidupkannya kembali pada hari Kebangkitan. Menghidupkan makhluk kembali itu adalah lebih mudah dari menciptakannya pada kali yang pertama.\n\n3. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya; tidak ada sesuatu pun yang dapat mengubah dan menghalangi kehendak-Nya itu.\n\n4. Hari Kiamat yang dijanjikan itu pasti datang; tidak ada keraguan sedikit pun, agar orang-orang yang ingkar itu mengetahui. \n\n5. Bahwa setelah kiamat manusia akan dihidupkan kembali untuk diperiksa amal-amalnya dan menerima balasan amal-amal itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2602, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0622\u062a\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa annas Saa'ata aatiya tul laa raiba feeha wa annal laaha yab'asuman fil quboor" } }, "translation": { "en": "And [that they may know] that the Hour is coming - no doubt about it - and that Allah will resurrect those in the graves.", "id": "Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2602", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2602.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2602.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah, wahai manusia, sesungguhnya hari Kiamat itu pasti datang, meskipun Allah merahasiakan waktunya. Oleh karena itu, tidak ada keraguan padanya, karena Kiamat itu ketetapan Allah; dan sungguh, pada hari Kiamat itu Allah akan membangkitkan semua yang berada di dalam kubur untuk dikumpulkan di Mahsyar.", "long": "Setelah Allah mengemukakan proses perkembangan manusia dan tumbuh-tumbuhan itu pada ayat-ayat yang lalu, maka pada ayat-ayat berikut ini disimpulkan lima hal:\n\n1. Tuhan yang diterangkan pada ayat-ayat di atas adalah Tuhan yang sebenarnya, Tuhan Yang Mahakuasa, yang menentukan segala sesuatu. Tidak ada seorang pun yang sanggup menciptakan manusia dengan proses yang demikian itu, yaitu menciptakan manusia dari tanah, kemudian menjadi mani, nutfah (zygat), sel-sel, mudhgah, janin, kemudian lahir ke dunia, lalu menjadi dewasa, berketurunan, bertambah tua, akhirnya meninggal dunia menjadi makhluk yang mati kembali. Siapakah yang sanggup membuat proses kejadian manusia seperti itu. Siapakah yang sanggup merubah tanah yang mati dan tandus menjadi tanah yang subur serta ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam. Siapakah yang membuat ketentuan dan aturan-aturan yang demikian rapi dan teliti itu, selain dari Allah yang wajib disembah?\n\n2. Dialah yang menghidupkan yang mati. Menghidupkan yang mati berarti memberi nyawa kepada yang mati itu, di samping memberi kelengkapan untuk kelangsungan hidup makhluk itu, baik kelangsungan hidup makhluk itu sendiri atau pun kelangsungan hidup jenisnya. Kemudian Dia mematikannya kembali. Zat yang dapat menghidupkan yang mati, kemudian mematikannya, tentu Zat itu sanggup pula menghidupkannya kembali pada hari Kebangkitan. Menghidupkan makhluk kembali itu adalah lebih mudah dari menciptakannya pada kali yang pertama.\n\n3. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya; tidak ada sesuatu pun yang dapat mengubah dan menghalangi kehendak-Nya itu.\n\n4. Hari Kiamat yang dijanjikan itu pasti datang; tidak ada keraguan sedikit pun, agar orang-orang yang ingkar itu mengetahui. \n\n5. Bahwa setelah kiamat manusia akan dihidupkan kembali untuk diperiksa amal-amalnya dan menerima balasan amal-amal itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2603, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi mai yujaadilu fil laahi bighairi 'ilminw wa laa hudanw wa laa Kitaabim Muneer" } }, "translation": { "en": "And of the people is he who disputes about Allah without knowledge or guidance or an enlightening book [from Him],", "id": "Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2603", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2603.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2603.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia ada yang bertindak melampaui batas. Allah menegaskan, bahwa di antara manusia ada yang berbantah tentang Allah, mengingkari agama-Nya, tidak meyakini kehidupan sesudah mati, dan tidak meyakini adanya akhirat tanpa ilmu yang benar dan meyakinkan, juga tanpa petunjuk dari Allah, dan tanpa sumber dari kitab wahyu yang disampaikan kepada para rasul yang memberi penerangan dari kegelapan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia itu ada yang benar-benar bertindak dan berbuat melampaui batas, ada yang membantah serta mengingkari Allah dan sifat-sifat-Nya, tanpa dasar pengetahuan, tanpa argumen yang kuat dan tanpa bimbingan wahyu yang benar. Sikap mereka yang demikian itu semata-mata karena kesombongannya sehingga memalingkan muka dari manusia, yaitu membelakangi orang lain. Hati mereka sudah mati dan tertutup. Sebagaimana firman Allah:\n\nSebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (al-Hajj/22: 46)\n\nOrang yang demikian itu, jika diberi peringatan mereka tidak akan menerimanya, bahkan mereka bertambah ingkar dan sombong.\n\nAllah berfirman:\n\nDan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih. (Luqman/31: 7)\n\nOrang yang buta mata hatinya dan menyombongkan dirinya, mereka itulah yang telah mengingkari Allah dan adanya Hari Kemudian itu. Maksud mereka adalah untuk menyesatkan dari jalan yang benar sehingga jauh dari Allah.\n\nMenurut sebagian mufasir ayat ini diturunkan sebagai penegasan dan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang mengingkari dan membantah-Nya, sebagaimana disebutkan pada ayat-ayat yang lalu. Pada ayat 3 dan 4 Surah ini dinyatakan bahwa pemuka-pemuka kaum musyrikin Mekah, terutama Nadhar bin Haris, telah membantah dan mengingkari Allah, tanpa pengetahuan, serta mengikuti godaan setan. Pada ayat ini ditegaskan bahwa Nadhar bin Haris dan kawan-kawannya, serta orang-orang yang bertingkah laku seperti mereka itu, benar-benar membantah dan mengingkari Allah. Dengan demikian ayat ini sesunguhnya memberikan peringatan dan ancaman yang keras kepada mereka, bahwa tindakan-tindakan mereka itu akan menimbulkan akibat yang sangat buruk bagi diri mereka sendiri, yaitu kehinaan di dunia dan di akhirat.\n\nDari ayat-ayat ini dan ayat-ayat sebelumnya dapat dipahami bahwa ada dua hal pokok yang diingkari oleh orang-orang musyrik Mekah itu. Pada ayat yang sebelumnya disebutkan bahwa mereka mengingkari dan membantah adanya hari Kiamat dan hari kebangkitan, sedang pada ayat-ayat ini mereka membantah dan mengingkari adanya Allah dan segala sifat-sifat keagungan dan kebesaran-Nya. Kedua hal ini termasuk rukun iman yang merupakan pokok-pokok yang wajib dipercayai dan diyakini. Karena itu, tindakan mereka tidak saja menimbulkan kerugian bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menyesatkan manusia yang lain dari jalan Allah, karena perbuatan mereka itu langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi manusia yang lain.\n\nMereka itu di dunia akan memperoleh kehinaan, seperti kehinaan yang dialami Abu Lahab dan istrinya, dan di akhirat akan ditimpa azab neraka yang sangat panas yang menghanguskan tubuh mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2604, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e \u0639\u0650\u0637\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064f\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Saaniya 'itfihee liyudilla 'an sabeelil laahi lahoo fiddun yaa khizyunw wa nuzeequhoo Yawmal Qiyaamati 'azaabal lhareeq" } }, "translation": { "en": "Twisting his neck [in arrogance] to mislead [people] from the way of Allah. For him in the world is disgrace, and We will make him taste on the Day of Resurrection the punishment of the Burning Fire [while it is said],", "id": "Sambil memalingkan lambungnya (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia mendapat kehinaan di dunia, dan pada hari Kiamat Kami berikan kepadanya rasa azab neraka yang membakar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2604", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2604.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2604.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia yang mengingkari Allah dengan hatinya yang gelap, sambil memalingkan lambungnya dengan congkak berusaha dengan segala cara untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia sebenarnya mendapat kehinaan di dunia karena hidup tanpa kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual hingga hidupnya dibiarkan tanpa bimbingan Allah; dan pada hari Kiamat sebagai balasan atas kekufurannya, Kami berikan kepadanya rasa azab neraka yang membakar hingga kulitnya hangus, kemudian kulitnya diperbarui supaya terus bisa merasakan azab yang membakar.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia itu ada yang benar-benar bertindak dan berbuat melampaui batas, ada yang membantah serta mengingkari Allah dan sifat-sifat-Nya, tanpa dasar pengetahuan, tanpa argumen yang kuat dan tanpa bimbingan wahyu yang benar. Sikap mereka yang demikian itu semata-mata karena kesombongannya sehingga memalingkan muka dari manusia, yaitu membelakangi orang lain. Hati mereka sudah mati dan tertutup. Sebagaimana firman Allah:\n\nSebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (al-Hajj/22: 46)\n\nOrang yang demikian itu, jika diberi peringatan mereka tidak akan menerimanya, bahkan mereka bertambah ingkar dan sombong.\n\nAllah berfirman:\n\nDan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih. (Luqman/31: 7)\n\nOrang yang buta mata hatinya dan menyombongkan dirinya, mereka itulah yang telah mengingkari Allah dan adanya Hari Kemudian itu. Maksud mereka adalah untuk menyesatkan dari jalan yang benar sehingga jauh dari Allah.\n\nMenurut sebagian mufasir ayat ini diturunkan sebagai penegasan dan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang mengingkari dan membantah-Nya, sebagaimana disebutkan pada ayat-ayat yang lalu. Pada ayat 3 dan 4 Surah ini dinyatakan bahwa pemuka-pemuka kaum musyrikin Mekah, terutama Nadhar bin Haris, telah membantah dan mengingkari Allah, tanpa pengetahuan, serta mengikuti godaan setan. Pada ayat ini ditegaskan bahwa Nadhar bin Haris dan kawan-kawannya, serta orang-orang yang bertingkah laku seperti mereka itu, benar-benar membantah dan mengingkari Allah. Dengan demikian ayat ini sesunguhnya memberikan peringatan dan ancaman yang keras kepada mereka, bahwa tindakan-tindakan mereka itu akan menimbulkan akibat yang sangat buruk bagi diri mereka sendiri, yaitu kehinaan di dunia dan di akhirat.\n\nDari ayat-ayat ini dan ayat-ayat sebelumnya dapat dipahami bahwa ada dua hal pokok yang diingkari oleh orang-orang musyrik Mekah itu. Pada ayat yang sebelumnya disebutkan bahwa mereka mengingkari dan membantah adanya hari Kiamat dan hari kebangkitan, sedang pada ayat-ayat ini mereka membantah dan mengingkari adanya Allah dan segala sifat-sifat keagungan dan kebesaran-Nya. Kedua hal ini termasuk rukun iman yang merupakan pokok-pokok yang wajib dipercayai dan diyakini. Karena itu, tindakan mereka tidak saja menimbulkan kerugian bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menyesatkan manusia yang lain dari jalan Allah, karena perbuatan mereka itu langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi manusia yang lain.\n\nMereka itu di dunia akan memperoleh kehinaan, seperti kehinaan yang dialami Abu Lahab dan istrinya, dan di akhirat akan ditimpa azab neraka yang sangat panas yang menghanguskan tubuh mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2605, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 285, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika bimaa qaddamat yadaaka wa annal laaha laisa bizallaamil lil'abeed" } }, "translation": { "en": "\"That is for what your hands have put forth and because Allah is not ever unjust to [His] servants.\"", "id": "(Akan dikatakan kepadanya), “Itu karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu, dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2605", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2605.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2605.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari Kiamat akan dikatakan kepada orang kafir, “Hukuman itu diberikan kepada kamu, karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu, menolak agama Allah dan berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah, dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya dengan menghukum mereka yang tidak bersalah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa azab yang diterima oleh orang-orang kafir itu adalah seimbang dengan perbuatan mungkar yang pernah mereka kerjakan di dunia dahulu, sesuai dengan firman Allah:\n\nDia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (an-Najm/53: 31)\n\nAllah mengazab manusia yang durhaka itu bukanlah karena Dia bermaksud untuk menganiaya hamba-Nya, tetapi semata-mata karena dosa hamba-hamba itu sendiri, mengazab mereka yang berdosa sesuai dengan keadilan Allah" } } }, { "number": { "inQuran": 2606, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u0631\u0652\u0641\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0627\u0637\u0652\u0645\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0627\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi mai ya'budul laaha 'alaa harfin fa in asaabahoo khairunit maanna bihee wa in asaabat hu fitnatunin qalaba 'alaa wajhihee khasirad dunyaa wal aakhirah; zaalika huwal khusraanul mubeen" } }, "translation": { "en": "And of the people is he who worships Allah on an edge. If he is touched by good, he is reassured by it; but if he is struck by trial, he turns on his face [to the other direction]. He has lost [this] world and the Hereafter. That is what is the manifest loss.", "id": "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2606", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2606.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2606.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara umat Islam, ada yang beragama secara total, tetapi ada pula yang beragama di pinggirannya saja. Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi, karena rasa beragamanya tidak meresap ke dalam hati dan tidak mengakar ke dalam jiwa. Maka jika dia memperoleh kebajikan duniawi karena keislamannya, dia merasa puas, dan sebaliknya jika dia ditimpa suatu cobaan, baik dirinya maupun keluarganya, dia segera berbalik ke belakang, kembali kepada agama lama. Dia menjadi orang murtad, sehingga mendapat ke-rugi-an di dunia, karena dinilai tidak punya pendirian dan kerugian di akhirat, karena kekal di dalam neraka. Kerugian di akhirat itulah kerugian yang nyata.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ada pula sebagian manusia yang menyatakan beriman dan menyembah Allah dalam keadaan bimbang dan ragu-ragu; mereka berada dalam kekhawatiran dan kecemasan; apakah agama Islam yang telah mereka anut itu benar-benar dapat memberikan kebahagiaan kepada mereka di dunia dan di akhirat. Mereka seperti keadaan orang yang ikut pergi perang, sedang hati mereka ragu-ragu untuk ikut itu. Jika nampak bagi mereka tanda-tanda pasukan mereka akan memperoleh kemenangan dan akan memeroleh harta rampasan yang banyak, maka mereka melakukan tugas dengan bersungguh-sungguh, seperti orang-orang yang benar-benar beriman. Sebaliknya jika nampak bagi mereka tanda-tanda bahwa pasukannya akan menderita kekalahan dan musuh akan menang, mereka cepat-cepat menghindarkan diri, bahkan kalau ada kesempatan mereka berusaha untuk menggabungkan diri dengan pihak musuh.\n\nKeadaan mereka itu dilukiskan Allah dalam ayat ini. Jika mereka memperoleh kebahagiaan hidup, rezeki yang banyak, kekuasaan atau kedudukan, mereka gembira memeluk agama Islam, mereka beribadat sekhusyu-khusyunya, mengerjakan perbuatan baik dan sebagainya. Tetapi jika mereka memperoleh kesengsaraan, kesusahan hidup, cobaan atau musibah, mereka menyatakan bahwa semuanya itu mereka alami karena mereka menganut agama Islam. Mereka masuk Islam bukanlah karena keyakinan bahwa agama Islam itulah satu-satunya agama yang benar, agama yang diridai Allah, tetapi mereka masuk Islam dengan maksud mencari kebahagiaan duniawi, mencari harta yang banyak, mencari pangkat dan kedudukan atau untuk memperoleh kekuasaan yang besar. Karena itulah mereka kembali menjadi kafir, jika tujuan yang mereka inginkan itu tidak tercapai. Pada ayat-ayat yang lain Allah menerangkan perilaku mereka:\n\n(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, \"Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?\" Dan jika orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, \"Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin?\" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman. (an-Nisa'/4: 141)\n\nTujuan mereka melakukan tindakan-tindakan yang demikian itu dijelaskan Allah dengan ayat berikut:\n\nSesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. (an-Nisa'/4: 142)\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang telah menyia-nyiakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri baik di dunia, apalagi di akhirat. Akibatnya di dunia mereka mendapat bencana, kesengsaraan dan penderitaan lahir dan batin, dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh siksa yang amat berat dengan dimasukkan ke dalam api neraka. Karena ketidaksabaran dan tidak tabah itu mereka akan memperoleh kerugian yang besar dan menimbulkan penyesalan selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2607, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Yad'oo min doonil laahi maa laa yadurruhoo wa maa laa yanfa'uh' zaalika huwad dalaalul ba'ed" } }, "translation": { "en": "He invokes instead of Allah that which neither harms him nor benefits him. That is what is the extreme error.", "id": "Dia menyeru kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2607", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2607.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2607.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, orang-orang yang murtad kembali menyeru kepada selain Allah, baik benda, manusia, roh leluhur, jin maupun setan, yang semuanya merupakan sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana, baik bagi dirinya maupun lingkungan sosialnya, dan tidak pula semua yang disembah itu memberi manfaat kepadanya. Mengambil kekufuran dan melepaskan iman dengan murtad itulah kesesatan yang jauh dari kebenaran.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bentuk kerugian yang besar yang akan mereka alami, yaitu mereka menyembah tuhan-tuhan selain Allah atau mereka mengakui adanya kekuatan gaib selain Allah lalu mereka sembah, atau mereka menganggap bahwa ada mahluk yang dapat dijadikan perantara untuk menyampaikan sesuatu permohonan atau doa kepada Allah, padahal tuhan-tuhan itu tidak memberikan mudarat atau manfaat bagi mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Perbuatan yang demikian itu adalah perbuatan yang amat jauh menyimpang dari kebenaran. Mereka seperti seorang yang telah jauh tersesat di tengah padang pasir, akan kembali ke jalan yang semula amat jauh dan melelahkan." } } }, { "number": { "inQuran": 2608, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Yad'oo laman darruhooo aqrabu min naf'ih; labi'salmawlaa wa labi'sal 'asheer" } }, "translation": { "en": "He invokes one whose harm is closer than his benefit - how wretched the protector and how wretched the associate.", "id": "Dia menyeru kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh, itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2608", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2608.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2608.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, orang kafir dan orang murtad itu, menyeru dalam ritual dan doanya kepada suatu sembahan yang sebenarnya bencananya dalam persembahan itu, lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh, jika mereka menyadari bahwa sembahan selain Allah itu adalah seburuk-buruk penolong karena menolong kepada kebinasaan, dan sejahat-jahat kawan karena berkawan dengan yang mencelakakan.", "long": "Orang-orang kafir sebagaimana disebutkan dalam ayat ini adalah orang-orang yang menyembah sesuatu yang lebih banyak mudaratnya dari manfaatnya. Mereka menyembah sesuatu selain Allah, baik berupa manusia, maupun benda atau patung-patung. Disebabkan kekafirannya itu Allah menimpakan azab kepada mereka di dunia dan di akhirat. Di akhirat mereka akan mengetahui bahwa semua yang mereka puja dan sembah selama hidup di dunia, dan semua yang mereka anggap sebagai penolong, sebagai sesuatu yang dapat mengabulkan segala permintaan mereka dan sebagai teman yang baik, di akhirat nanti tidak mempunyai arti sedikitpun, bahkan semuanya itu akan menjadi teman-teman yang sama-sama ditimpa kemurkaan dan azab Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2609, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Innal laaha yudkhilul laeena aamanoo wa 'amilus saalihaati jannaatin tajree min tahtihal anhaar; innal laaha yaf'alu maa yureed" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah will admit those who believe and do righteous deeds to gardens beneath which rivers flow. Indeed, Allah does what He intends.", "id": "(Sungguh,) Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2609", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2609.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2609.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berbeda dengan perlakuan Allah terhadap orang kafir dan murtad di atas, sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman yang menjaga imannya hingga akhir hayat dan mengerjakan kebajikan dengan ikhlas ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai kenikmatan yang tiada terhingga. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki kepada hamba-hamba-Nya dengan adil.", "long": "Terhadap orang-orang yang hanya menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mengikuti ajaran yang disampaikan Nabi-Nya, mengerjakan amal-amal yang saleh, maka Allah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka, dengan menyediakan tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dengan pohon-pohon yang rindang dan menyejukkan, sebagai balasan dari Allah atas semua ibadah dan amal saleh yang telah mereka lakukan itu. Karunia yang berupa kebahagiaan hidup itu mereka nikmati untuk selama-lamanya.\n\nAllah, Tuhan Yang Mahakuasa, yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, yang melakukan sesuatu menurut kehendak-Nya sendiri, akan memberikan kemuliaan bagi orang-orang yang beriman dan menaati-Nya serta akan memberikan kehinaan dan kesengsaraan bagi orang-orang ingkar dan durhaka kepada-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang dapat merubah, menambah, mengurangi atau menghilangkan ketetapan-ketetapan dan kekuasaan-Nya itu" } } }, { "number": { "inQuran": 2610, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 17, "page": 333, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f\u062f\u0652 \u0628\u0650\u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u064d \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0639\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0650\u064a\u0638\u064f", "transliteration": { "en": "Man kaana yazunnu allai yansurahul laahu fid dunyaa wal aakhirati fal yamdud bisababin ilas samaaa'i summal yaqta' falyanzur hal yuzhibanna kaiduhoo maa yagheez" } }, "translation": { "en": "Whoever should think that Allah will not support [Prophet Muhammad] in this world and the Hereafter - let him extend a rope to the ceiling, then cut off [his breath], and let him see: will his effort remove that which enrages [him]?", "id": "Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, ) lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2610", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2610.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2610.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat di atas Allah menerangkan sikap orang murtad dan hu-kuman atas mereka, serta balasan bagi orang beriman. Pada ayat ini Allah mempersilakan orang kafir yang tidak menyukai perkembangan Islam untuk menghentikan pertolongan-Nya. Barang siapa menyangka atau berpendapat bahwa Allah tidak akan menolongnya, Muhammad, di dunia dengan memperoleh kebebasan dari tekanan mereka di Mekah serta menemukan tempat yang tepat untuk menyebarkan Islam di Madinah, dan mendapat balasan kebaikan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit, lalu menggantung dirinya di langit, kemudian dari ketinggian itu berusahalah menghentikan pertolongan Allah kepada Rasul-Nya. Kemudian, lalu pikirkanlah apakah langkah tersebut dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya, pesatnya perkembangan Islam atas pertolongan Allah kepada kaum muslim.", "long": "Para mufasir berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat ini. Menurut Abu Ja'far an-Nahhas tafsir ayat ini yang paling baik ialah, \"Siapa yang berpendapat bahwa Allah tidak akan menolong Muhammad di dunia dan di akhirat atau ingin menghentikan pertolongan Allah yang akan diberikan-Nya itu, maka hendaklah ia naik ke langit dan berusahalah dari sana menghentikan pertolongan itu. Hendaklah mereka lihat, apakah usaha itu berhasil atau tidak. Dan usaha yang seperti itu pun mustahil dapat dilakukannya.\" \n\nAz-Zamakhsyari menafsirkan, \"Allah pasti menolong Rasul-Nya di dunia dan di akhirat. Jika musuh-musuh Muhammad mengira bahwa Allah tidak akan menolongnya atau bermaksud tidak akan menolongnya, sedang mereka mengetahui jaminan Allah terhadap pertolongan-Nya itu, tentulah mereka akan marah. Mereka berusaha dengan segala cara untuk menghilangkan kemarahan mereka itu, yaitu melakukan apa saja bahkan menggantung diri. Setelah itu hendaklah dia memperhatikan apakah tindakannya dengan menggantung diri itu dapat menghentikan pertolongan Allah kepada Muhammad.\"\n\nSebagian ahli tafsir menafsirkan, \"Siapa yang berpendapat bahwa Allah tidak menolong Muhammad, maka hendaklah ia merentangkan tali ke loteng rumahnya, kemudian menggantung diri dengan tali itu. Mereka akan mengetahui bahwa segala usaha dan tipu daya mereka itu tidak berguna sedikit pun.\n\nSekalipun para mufasir berbeda pendapat tentang tafsir ayat di atas namun itu hanyalah lahiriyah, sedangkan maksudnya sama, yaitu seandainya orang-orang yang memusuhi Nabi Muhammad tidak merasa senang akan kemajuan Islam dan kaum Muslimin maka mereka disilahkan naik ke langit lalu akan melihat keadaan dari sana akan kemajuan Islam dan kaum Muslimin.\n\nSebagaimana diketahui dalam sejarah bahwa dengan berkembangnya agama Islam dalam waktu yang singkat di kota Mekah, dan semakin banyak penganutnya maka timbullah usaha di kalangan orang-orang musyrik Mekah untuk menghambat perkembangan Islam atau melenyapkan agama Islam itu. Segala macam usaha untuk mencapai maksud itu, mereka lakukan seperti memutuskan hubungan, mengadakan pemboikotan, mengadakan penganiayaan terhadap orang-orang yang masuk Islam, terutama terhadap budak-budak yang masuk Islam, sehingga kaum Muslimin merasa teraniaya dan tersiksa. Dalam pada itu orang-orang musyrik sendiri menyatakan bahwa Allah tidak menolong Muhammad dan kaum Muslimin, karena agama yang dibawanya itu bukanlah agama yang diridai Allah. Dalam keadaan yang demikian turunlah ayat ini memberikan semangat dan harapan kepada kaum Muslimin. Sehingga timbullah keyakinan dalam diri mereka bahwa agama yang telah mereka anut adalah agama yang benar, karena itu mereka wajib melanjutkan untuk menyebarkannya, dan Tuhan pasti akan menolong mereka itu.\n\nMenurut Muqatil, ayat ini turun berkaitan dengan Bani Asad dan Bani Gathfan yang telah masuk Islam, mereka khawatir bahwa Allah tidak menolong Muhammad, lalu terputuslah hubungan mereka dengan pemimpin-pemimpin Yahudi yang menyebabkan kehidupan mereka tidak dibantu lagi. Dengan turunnya ayat ini, hilanglah segala kekhawatiran yang timbul dalam hati mereka itu.\n\nDari ayat di atas dipahami bahwa musuh-musuh Islam tidak mempunyai kemampuan sedikit pun untuk mematahkan perjuangan Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dalam usaha menyebarluaskan agama Islam karena mereka selalu mendapat pertolongan Allah di dunia dan di akhirat. Pertolongan Allah ini ditegaskan pada ayat yang lain:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat). (al-Mu'min/40: 51)" } } }, { "number": { "inQuran": 2611, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 17, "page": 334, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika anzalnaahu aayaatim baiyinaatinw wa annal laaha yahdee mai yureed" } }, "translation": { "en": "And thus have We sent the Qur'an down as verses of clear evidence and because Allah guides whom He intends.", "id": "Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) yang merupakan ayat-ayat yang nyata; sesungguhnya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2611", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2611.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2611.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikianlah Kami telah menurunkannya, Al-Qur’an, kepada Nabi Muhammad, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya, sebab Al-Qur’an itu yang merupakan ayat-ayat yang nyata, mudah dipahami, masuk akal, dan menyentuh hati bagi orang yang akal dan hatinya terbuka. Sesungguhnya Allah memberikan petunjuk dengan memudahkan memahami Al-Qur’an kepada siapa saja di antara umat manusia yang Dia kehendaki.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan bukti-bukti dan dalil-dalil yang kuat kepada Muhammad untuk membantah orang kafir yaitu Al-Qur'an. Makna dan petunjuknya cukup jelas, mudah dimengerti bagi orang-orang yang mau mencari kebenaran. Karena itu hendaklah manusia mengikuti dan mengamalkan ajaran Islam yaitu ajaran-ajaran Al-Qur'an agar mereka diberi Allah pertolongan dan kemenangan di dunia dan akhirat.\n\nAl-Qur'an berguna bagi orang-orang yang tidak ada rasa dengki dalam hatinya, jiwa dan hatinya bersih, ingin mencari kebenaran dan mempunyai kesediaan beriman kepada yang gaib. Orang seperti yang dilukiskan itu, jika mereka membaca Al-Qur'an pasti ia akan beriman, semakin banyak membaca dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an semakin bertambah pula imannya.\n\nHal ini senada dengan firman Allah:\n\nDan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya. (Maryam/19: 76)\n\nSebaliknya orang yang dengki, hatinya berpenyakit, tidak ingin mencari kebenaran dan tidak mempunyai kesediaan beriman kepada yang gaib, maka ayat-ayat Al-Qur'an tidak akan berfaedah baginya bahkan akan menambah keingkaran dan kekafirannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2612, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 17, "page": 334, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062c\u064f\u0648\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u0644\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wallazeena haadoo was saabi'eena wan nasaaraa wal Majoosa wallazeena ashrakooo innal laaha yafsilu bainahum yawmal qiyaamah; innal laaha 'alaa kulli shai'in shaheed" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed and those who were Jews and the Sabeans and the Christians and the Magians and those who associated with Allah - Allah will judge between them on the Day of Resurrection. Indeed Allah is, over all things, Witness.", "id": "Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2612", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2612.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2612.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam kehidupan dunia perbedaan agama dan keyakinan itu kadang-kadang tidak terlihat pengaruhnya terhadap keberhasilan dan kegagalan hidup, tetapi berbeda dengan di akhirat. Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, nasib mereka di akhirat berbeda. Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat, orang beriman mendapat rida Allah dan masuk surga, sedangkan orang-orang yang tidak ber-iman mendapat murka Allah dan masuk neraka. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu yang terjadi pada diri mereka selama hidup di dunia.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa semua orang yang beriman, Yahudi, shabi'in, Nasrani, Majusi dan musyrik, akan diberi keputusan yang adil oleh Allah pada hari Kiamat.\n\nOrang-orang yang beriman dalam ayat ini ialah orang-orang yang beriman kepada apa yang diajarkan Nabi Muhammad saw, yaitu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul yang telah diutus-Nya, hari Kiamat dan kepada adanya kadar baik dan kadar buruk. Yang dimaksud dengan orang-orang Yahudi ialah anak cucu Nabi Yakub as yang berkembangbiak di Mesir kemudian dibawa kembali oleh Nabi Musa as ke Palestina. Mereka adalah pengikut Nabi Musa as dan ajaran-ajarannya termuat dalam kitab Taurat. shabi'in ialah orang-orang yang mengakui keesaan Allah tetapi mereka bukan mukmin, bukan Yahudi dan bukan pula Nasrani. Orang-orang Nasrani ialah pengikut-pengikut Nabi Isa as dengan kitab suci mereka Injil. Dan mereka yang syirik, yaitu yang menyembah selain Allah, baik berupa benda, manusia atau berhala, seperti yang disembah kaum musyrikin Mekah sebelum Islam. Terhadap semua golongan di atas Allah akan memberikan keputusan dengan adil di hari Kiamat, siapa yang benar-benar mengikuti Allah dan Rasul-rasul-Nya selama hidup di dunia, dan siapa pula yang mengada-ada sesuatu dalam agama Allah dan siapa pula yang mengingkari agama Allah itu. \n\nKeadilan yang sebenarnya belum didapat lagi oleh manusia selama hidup di dunia yang fana ini. Betapa banyak orang yang dengan kehendak hatinya mengubah-ubah agama Allah lalu dipaksakannya agama itu agar diikuti oleh orang-orang lain. Betapa banyaknya agama-agama yang menyimpang dari ajaran Allah, tetapi agama itu dapat hidup dan subur dengan pengikut-pengikutnya yang banyak, sehingga jika dilihat sepintas lalu agama itulah yang benar dan diridai Allah, sebaliknya agama Allah sendiri hanya dianut oleh mereka yang terhimpit kemiskinan serta tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun atau tertindas di dalam negerinya, seakan-akan agama itu bukanlah agama yang diridai Allah. Semuanya itu belum memperoleh keadilan yang sebenarnya selama hidup di dunia. Karena itu di akhirat nanti Allah akan memberikan keadilan yang sesungguhnya. Semuanya akan mendapat balasan sesuai dengan iman, amal dan perbuatan yang telah dikerjakannya. \n\nMenetapkan keputusan dengan adil dan melaksanakan keadilan itu bukanlah suatu yang mustahil bagi Allah, karena Allah Mahakuasa terhadap semua makhluk-Nya, Dia menyaksikan dan mengetahui segala perbuatan dan apa saja yang terjadi atas makhluk, baik yang nampak maupun yang tidak nampak, baik yang besar atau pun yang kecil, bahkan Dia mengetahui segala yang tergores di dalam hati." } } }, { "number": { "inQuran": 2613, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 17, "page": 334, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 133, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0651\u064f \u0648\u064e\u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0647\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u0650\u0645\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06e9", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha yasjudu lahoo man fis samaawaati wa man fil ardi wash shamsu walqamaru wan nu joomu wal jibaalu wash shajaru wad dawaaabbu wa kaseerum minan naasi wa kaseerun haqqa 'alaihil 'azaab; wa mai yuhinil laahu famaa lahoo mim mukrim; innallaaha yaf'alu maa yashaaa" } }, "translation": { "en": "Do you not see that to Allah prostrates whoever is in the heavens and whoever is on the earth and the sun, the moon, the stars, the mountains, the trees, the moving creatures and many of the people? But upon many the punishment has been justified. And he whom Allah humiliates - for him there is no bestower of honor. Indeed, Allah does what He wills.", "id": "Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapatkan azab. Barangsiapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2613", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2613.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2613.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah kamu tidak memperhatikan semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi bersujud kepada Allah, tunduk dan patuh kepada hukum alam ciptaan-Nya, seperti matahari, bulan, dan bintang yang setia beredar pada porosnya. Dan juga gunung-gunung, pepohonan, dan hewan-hewan melata, semuanya menjalani kehidupan secara alamiah mematuhi hukum alam yang berlaku. Dan demikian juga, banyak di antara manusia yang mematuhi hukum Allah karena kesadarannya, tetapi lebih banyak lagi manusia yang pantas mendapatkan azab Allah di dunia maupun akhirat, karena sikapnya yang menolak agama Allah. Barang siapa dihinakan Allah, karena sikap mereka yang lebih hina dari binatang, maka terhadap manusia yang bersikap demikian, tidak seorang pun yang akan memuliakannya selain Allah. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, memuliakan yang layak dimuliakan atau menghinakan yang menutup diri dari petunjuk Allah.", "long": "Sujud dalam ayat ini berarti mengikuti kehendak dan mengikuti hukum-hukum yang telah digariskan dan ditetapkan Allah. Dapat pula berarti menghambakan diri, beribadat dan menjalankan segala yang diperintahkan Allah dan menjauhi semua yang dilarang. Sujud bila dihubungkan dengan makhluk Tuhan selain dari manusia, jin dan malaikat berarti tunduk mengikuti kehendak dan hukum-hukum atau kodrat yang ditentukan Allah, mereka tidak dapat lepas dari ketentuan-ketentuan itu, baik secara sukarela maupun terpaksa. Sedang bagi manusia, jin dan malaikat, sujud berarti taat dan patuh kepada hukum-hukum Allah, taat melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya.\n\nPada ayat ini Allah menegaskan lagi kekuasaan-Nya terhadap semua makhluk, yaitu semua yang di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang- bintang, gunung-gunung, tumbuh-tumbuhan dan semua binatang melata tunduk dan mengikuti aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang diberikan-Nya. \n\nAllah menciptakan jagat raya ini dan mengaturnya dengan hukum dan ketentuan-Nya. Seperti adanya garis edar pada tiap-tiap planet yang ada di ruang angkasa. Tiap-tiap planet mengikuti garis edar yang telah ditentukan. Jika ia keluar dari garis edarnya itu maka ia akan berbenturan dengan planet-planet yang lain. Demikian pula tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang tumbuh menjadi besar dan berkembang mengikuti ketentuan-ketentuan Allah.\n\nDalam tafsir al-Maragi disebutkan bahwa dalam ayat ini disebut matahari, bulan, bintang-bintang dan sebagainya secara khusus adalah untuk mengingatkan bahwa makhluk-makhluk itu termasuk makhluk yang disembah manusia selain Allah, seperti penduduk Himyar menyembah matahari, Bani Kinanah menyembah bulan, bintang Syi'ra disembah oleh Bani Lahm, bintang Surayya disembah oleh orang thayyai, penduduk Mesir kuno menyembah patung anak sapi atau burung Ibis. Seakan-akan ayat ini menegaskan bahwa semuanya itu tidak pantas disembah karena semuanya itu termasuk makhluk-makhluk Tuhan yang mengikuti kehendak dan hukum-hukum Allah. Hanya Allah saja yang berhak disembah.\n\nAllah menerangkan bahwa banyak manusia yang beriman, taat dan patuh kepada Allah dengan benar, karena merasakan kebesaran dan kekuasaan atas diri mereka. Karena itu mereka beribadat dengan sungguh-sungguh, melaksanakan semua perintah Allah dan menghentikan semua larangan-Nya. Mereka melakukan semua perbuatan yang menyebabkan Allah sayang kepada mereka, sehingga Allah memberikan pahala dan memuliakan mereka. Ada pula manusia yang tidak beriman dengan benar kepada Allah atau tidak mau merasakan kebesaran dan kekuasaan-Nya, ia melakukan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan Allah marah kepadanya, karena itu mereka pantas mendapat kemurkaan dan kehinaan dari Allah.\n\nSiapa yang mendapat kehinaan dan murka Allah akan masuk neraka, tidak ada seorang pun yang dapat membela dan melepaskannya dari azab Allah, karena segala kekuasaan berada di tangan Allah. Sebaliknya Allah memuliakan orang yang beriman dengan benar, berbuat baik, Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga." } } }, { "number": { "inQuran": 2614, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 17, "page": 334, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650 \u062e\u064e\u0635\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064f\u0637\u0651\u0650\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u064a\u064f\u0635\u064e\u0628\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650 \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Haazaani khasmaanikh tasamoo fee Rabbihim fal lazeena kafaroo qutti'at lahum siyaabum min naar; yusabbu min fawqi ru'oosihimul hameem" } }, "translation": { "en": "These are two adversaries who have disputed over their Lord. But those who disbelieved will have cut out for them garments of fire. Poured upon their heads will be scalding water", "id": "Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2614", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2614.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2614.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat 17 Surah al-Èajj disebutkan enam golongan manusia, orang beriman, Yahudi, Nasrani, Sabiin, Majusi, dan orang-orang musyrik. Mereka sebenarnya terbagi dua. Inilah dua golongan, mukmin dan kafir, yang bertengkar tentang keyakinan. Mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir yang menolak prinsip tauhid dari lima golongan di atas, akan dibuatkan untuk mereka di akhirat pakaian-pakaian dari api neraka yang membalut tubuh mereka. Selain itu, ke atas kepala mereka di dalam neraka itu akan disiramkan air yang mendidih hingga tubuh mereka terkelupas.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa enam golongan manusia tersebut di atas dapat dibagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin. Yang termasuk golongan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang shabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara mereka terjadi pertikaian pendapat yang kadang-kadang meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan, sebagaimana yang dilukiskan dan sabab nuzul ayat di atas.\n\nDalam ayat ini dan ayat berikutnya akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh orang-orang mukmin kelak.\n\nAzab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:\n\n1. Orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala, sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya.\n\nPada ayat lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka. Allah berfirman:\n\nBagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A'raf/7: 41)\n\nSebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari cairan aspal sangat panas, sebagaimana firman Allah:\n\nPakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka. (Ibrahim/14: 50)\n\n2. Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas. Hadis Nabi Muhammad saw menjelaskan pula hal ini\n\nDari Abi Hurairah, sesungguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, \"Sesungguhnya air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu menembus ubun-ubunnya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu ke tumitnya dan dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali seperti semula. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\n3. Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya. Dari Abi Sa'id al-Khudriy, dari Rasulullah bersabda, \"Seandainya cambuk dan besi diletakkan di bumi kemudian berkumpul manusia dan jin, mereka tidak bisa mengangkatnya dari bumi. (Riwayat Ahmad)\n\n4. Setiap mereka mencoba lari keluar dari neraka, mereka dihalau dan dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, \"Rasakanlah olehmu azab ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan kedurhakaan.\"\n\nInilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah kepada manusia. Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari Kiamat, sehingga gambaran itu merupakan kabar yang menakutkan baginya. Hal ini sebagai salah satu cara Al-Qur'an meyakinkan manusia dan menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya. Bagaimana hakekat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui, mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani." } } }, { "number": { "inQuran": 2615, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 17, "page": 334, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0635\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Yusharu bihee maa fee butoonihim waljulood" } }, "translation": { "en": "By which is melted that within their bellies and [their] skins.", "id": "Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2615", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2615.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2615.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan air mendidih yang disiramkan ke atas kepala orang-orang kafir itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka; kemudian setiap kulit mereka hancur, maka Allah memperbaruinya agar mereka terus merasakan azab Allah. Dan juga azab untuk mereka adalah cambuk-cambuk dari besi untuk memukuli mereka hingga hancur luluh.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa enam golongan manusia tersebut di atas dapat dibagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin. Yang termasuk golongan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang shabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara mereka terjadi pertikaian pendapat yang kadang-kadang meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan, sebagaimana yang dilukiskan dan sabab nuzul ayat di atas.\n\nDalam ayat ini dan ayat berikutnya akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh orang-orang mukmin kelak.\n\nAzab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:\n\n1. Orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala, sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya.\n\nPada ayat lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka. Allah berfirman:\n\nBagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A'raf/7: 41)\n\nSebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari cairan aspal sangat panas, sebagaimana firman Allah:\n\nPakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka. (Ibrahim/14: 50)\n\n2. Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas. Hadis Nabi Muhammad saw menjelaskan pula hal ini\n\nDari Abi Hurairah, sesungguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, \"Sesungguhnya air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu menembus ubun-ubunnya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu ke tumitnya dan dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali seperti semula. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\n3. Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya. Dari Abi Sa'id al-Khudriy, dari Rasulullah bersabda, \"Seandainya cambuk dan besi diletakkan di bumi kemudian berkumpul manusia dan jin, mereka tidak bisa mengangkatnya dari bumi. (Riwayat Ahmad)\n\n4. Setiap mereka mencoba lari keluar dari neraka, mereka dihalau dan dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, \"Rasakanlah olehmu azab ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan kedurhakaan.\"\n\nInilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah kepada manusia. Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari Kiamat, sehingga gambaran itu merupakan kabar yang menakutkan baginya. Hal ini sebagai salah satu cara Al-Qur'an meyakinkan manusia dan menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya. Bagaimana hakekat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui, mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani." } } }, { "number": { "inQuran": 2616, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 17, "page": 334, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u0650\u0639\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa lahum maqaami'u min hadeed" } }, "translation": { "en": "And for [striking] them are maces of iron.", "id": "Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2616", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2616.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2616.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan air mendidih yang disiramkan ke atas kepala orang-orang kafir itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka; kemudian setiap kulit mereka hancur, maka Allah memperbaruinya agar mereka terus merasakan azab Allah. Dan juga azab untuk mereka adalah cambuk-cambuk dari besi untuk memukuli mereka hingga hancur luluh.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa enam golongan manusia tersebut di atas dapat dibagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin. Yang termasuk golongan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang shabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara mereka terjadi pertikaian pendapat yang kadang-kadang meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan, sebagaimana yang dilukiskan dan sabab nuzul ayat di atas.\n\nDalam ayat ini dan ayat berikutnya akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh orang-orang mukmin kelak.\n\nAzab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:\n\n1. Orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala, sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya.\n\nPada ayat lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka. Allah berfirman:\n\nBagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A'raf/7: 41)\n\nSebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari cairan aspal sangat panas, sebagaimana firman Allah:\n\nPakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka. (Ibrahim/14: 50)\n\n2. Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas. Hadis Nabi Muhammad saw menjelaskan pula hal ini\n\nDari Abi Hurairah, sesungguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, \"Sesungguhnya air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu menembus ubun-ubunnya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu ke tumitnya dan dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali seperti semula. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\n3. Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya. Dari Abi Sa'id al-Khudriy, dari Rasulullah bersabda, \"Seandainya cambuk dan besi diletakkan di bumi kemudian berkumpul manusia dan jin, mereka tidak bisa mengangkatnya dari bumi. (Riwayat Ahmad)\n\n4. Setiap mereka mencoba lari keluar dari neraka, mereka dihalau dan dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, \"Rasakanlah olehmu azab ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan kedurhakaan.\"\n\nInilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah kepada manusia. Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari Kiamat, sehingga gambaran itu merupakan kabar yang menakutkan baginya. Hal ini sebagai salah satu cara Al-Qur'an meyakinkan manusia dan menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya. Bagaimana hakekat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui, mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani." } } }, { "number": { "inQuran": 2617, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 17, "page": 334, "manzil": 4, "ruku": 286, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u0645\u0651\u064d \u0623\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Kullamaa araadooo any yakhrujoo minhaa min ghammin u'eedoo feeha wa zooqoo 'azaabal hareeq" } }, "translation": { "en": "Every time they want to get out of Hellfire from anguish, they will be returned to it, and [it will be said], \"Taste the punishment of the Burning Fire!\"", "id": "Setiap kali mereka hendak keluar darinya (neraka) karena tersiksa, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasakanlah azab yang membakar ini!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2617", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2617.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2617.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setiap kali mereka, para penghuni neraka, berusaha hendak keluar darinya, yakni neraka, karena tersiksa oleh api yang membalut tubuh, air yang mendidih, dan cambuk yang menghancurkan badan, mereka segera dikembalikan lagi ke dalamnya, karena tidak ada jalan untuk keluar dari neraka, apa lagi kembali ke dunia. Lalu kepada mereka akan dikatakan, “Rasakanlah azab yang membakar ini sebagai balasan atas kekufuran kamu di dunia!”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa enam golongan manusia tersebut di atas dapat dibagi kepada dua golongan saja, yaitu golongan kafir dan golongan mukmin. Yang termasuk golongan kafir ialah orang-orang Yahudi, orang-orang shabi'in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kelima golongan ini mempunyai asas-asas kepercayaan yang berbeda, golongan yang satu tidak mengakui bahkan mengingkari pokok-pokok kepercayaan golongan yang lain, sehingga antara mereka terjadi pertikaian pendapat yang kadang-kadang meningkat menjadi permusuhan. Golongan kedua ialah golongan mukmin yaitu golongan yang taat kepada Allah. Antara golongan pertama dan golongan kedua sering terjadi perdebatan dan permusuhan, sebagaimana yang dilukiskan dan sabab nuzul ayat di atas.\n\nDalam ayat ini dan ayat berikutnya akan digambarkan bentuk-bentuk hukuman dan azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir serta bentuk-bentuk nikmat yang akan diterima oleh orang-orang mukmin kelak.\n\nAzab yang akan diterima oleh orang-orang kafir diterangkan Allah sebagai berikut:\n\n1. Orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api neraka yang panas menyala-nyala, sehingga api itu meliputi seluruh badan mereka, seperti pakaian yang membungkus dan meliputi seluruh badan orang yang memakainya.\n\nPada ayat lain diterangkan pula keadaan orang-orang kafir di dalam neraka; mereka diliputi api neraka sampai meliputi seluruh badan mereka. Allah berfirman:\n\nBagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A'raf/7: 41)\n\nSebagian ulama berpendapat bahwa pakaian yang menutupi seluruh badan mereka itu, terbuat dari cairan aspal sangat panas, sebagaimana firman Allah:\n\nPakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka. (Ibrahim/14: 50)\n\n2. Dituangkan ke atas kepala mereka air yang mendidih yang sangat panas. Hadis Nabi Muhammad saw menjelaskan pula hal ini\n\nDari Abi Hurairah, sesungguhnya dia membaca ayat ini, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda, \"Sesungguhnya air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka (orang-orang kafir), lalu air panas itu menembus ubun-ubunnya sampai ke rongga perutnya, maka dihancurkannya apa yang berada dalam rongga perut itu, hingga sampailah air panas itu ke tumitnya dan dalam keadaan cair, kemudian (tubuh orang itu) kembali seperti semula. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\n3. Mereka dicambuk dengan cemeti-cemeti yang terbuat dari besi, hingga mengenai muka, kepala dan seluruh tubuhnya. Dari Abi Sa'id al-Khudriy, dari Rasulullah bersabda, \"Seandainya cambuk dan besi diletakkan di bumi kemudian berkumpul manusia dan jin, mereka tidak bisa mengangkatnya dari bumi. (Riwayat Ahmad)\n\n4. Setiap mereka mencoba lari keluar dari neraka, mereka dihalau dan dicambuk dengan cemeti itu, seraya dikatakan kepada mereka, \"Rasakanlah olehmu azab ini, sebagai balasan bagi keingkaran dan kedurhakaan.\"\n\nInilah gambaran azab ukhrawi yang diterangkan Allah kepada manusia. Dengan keterangan itu manusia dapat membayangkan bagaimana hebat dan pedihnya azab yang diterima orang-orang kafir di hari Kiamat, sehingga gambaran itu merupakan kabar yang menakutkan baginya. Hal ini sebagai salah satu cara Al-Qur'an meyakinkan manusia dan menyadarkannya dari keingkaran dan kedurhakaan yang telah diperbuatnya. Bagaimana hakekat yang sebenarnya dari azab ukhrawi itu, adalah termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui, mungkin sesuai dengan yang dilukiskan itu yang berupa azab jasmani atau mungkin pula berupa azab jasmani dan azab rohani." } } }, { "number": { "inQuran": 2618, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 17, "page": 334, "manzil": 4, "ruku": 287, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u064a\u064f\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064d \u0648\u064e\u0644\u064f\u0624\u0652\u0644\u064f\u0624\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Innal laaha yudkhilul lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati jannaatin tajree min tahtihal anhaaru yuhallawna feehaa min asaawira min zahabinw wa lu'lu'aa; wa libaasuhum feehaa hareer" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah will admit those who believe and do righteous deeds to gardens beneath which rivers flow. They will be adorned therein with bracelets of gold and pearl, and their garments therein will be silk.", "id": "Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka dari sutera." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2618", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2618.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2618.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berbeda dengan nasib orang-orang kafir di akhirat, sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman yang tidak murtad dan mengerjakan kebajikan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang merupakan kenikmatan abadi. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka terbuat dari sutera, simbol kebahagiaan dan kenikmatan. Mereka juga mendapat keridaan Allah dan perjum-paan dengan-Nya merupakan kenikmatan tertinggi.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan berbagai kenikmatan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang membersihkan diri dan hatinya serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Berbagai kenikmatan yang akan diterima ialah:\n\n1. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.\n\n2. Mereka diberi perhiasan yang indah, seperti gelang-gelang dari emas, mahkota yang bertahtakan permata dan mutiara yang indah.\n\n3. Bagi mereka disediakan pakaian sutera yang indah.\n\n4. Mereka diberi petunjuk dan pelajaran, sehingga mereka mengucapkan perkataan yang sopan dan sedap didengar, mengerjakan perbuatan yang menyenangkan hati orang, dapat bergaul dengan baik dengan penduduk surga yang lain, hidup bersaudara, dan saling kasih mengasihi.\n\nSebagaimana keterangan Allah tentang azab di atas, maka gambaran kenikmatan dan kesenangan yang digambarkan pada ayat ini, sebagai pahala yang akan diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti adalah sama dengan kenikmatan dan kesenangan yang selalu diimpikan oleh manusia selama mereka hidup di dunia. Pada umumnya manusia waktu hidup di dunia menginginkan kekayaan yang berlimpah-ruah, mempunyai kedudukan yang terhormat dan kekuasaan yang tidak terbatas, mempunyai istri-istri yang cantik dan perkakas rumah tangga yang serba mewah.\n\nSekalipun Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat-Nya hal-hal yang demikian itu, namun masalah surga dan neraka itu termasuk hal yang gaib bagi manusia, hanya Allah sajalah yang mengetahui hakikat yang sebenarnya, tetapi kaum Muslimin wajib percaya bahwa surga dan neraka itu pasti ada. Gambaran yang diberikan Allah itu, merupakan sebagian dari kesenangan yang dijanjikan itu. Kesenangan yang sebenarnya lebih dari gambaran itu karena bagi manusia sendiri tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai perbandingan. Yang jelas ialah bahwa orang-orang yang beriman akan mengalami kesenangan dan kenikmatan yang tiada taranya, belum pernah dirasakan selama hidup di dunia, semua menyenangkan hati, perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 2619, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 17, "page": 335, "manzil": 4, "ruku": 287, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa hudooo ilat taiyibi minal qawli wa hudooo ilaaa siraatil hameed" } }, "translation": { "en": "And they had been guided [in worldly life] to good speech, and they were guided to the path of the Praiseworthy.", "id": "Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan diberi petunjuk (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2619", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2619.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2619.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, para penghuni surga diberi petunjuk dan bimbingan kepada ucapan-ucapan yang baik dan santun, serta diberi petunjuk dan bimbingan pula kepada jalan Allah yang Maha Terpuji, berjumpa dan melihat-Nya, karena selama di dunia berakhlak mulia dan berhati bersih.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan berbagai kenikmatan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang membersihkan diri dan hatinya serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Berbagai kenikmatan yang akan diterima ialah:\n\n1. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.\n\n2. Mereka diberi perhiasan yang indah, seperti gelang-gelang dari emas, mahkota yang bertahtakan permata dan mutiara yang indah.\n\n3. Bagi mereka disediakan pakaian sutera yang indah.\n\n4. Mereka diberi petunjuk dan pelajaran, sehingga mereka mengucapkan perkataan yang sopan dan sedap didengar, mengerjakan perbuatan yang menyenangkan hati orang, dapat bergaul dengan baik dengan penduduk surga yang lain, hidup bersaudara, dan saling kasih mengasihi.\n\nSebagaimana keterangan Allah tentang azab di atas, maka gambaran kenikmatan dan kesenangan yang digambarkan pada ayat ini, sebagai pahala yang akan diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti adalah sama dengan kenikmatan dan kesenangan yang selalu diimpikan oleh manusia selama mereka hidup di dunia. Pada umumnya manusia waktu hidup di dunia menginginkan kekayaan yang berlimpah-ruah, mempunyai kedudukan yang terhormat dan kekuasaan yang tidak terbatas, mempunyai istri-istri yang cantik dan perkakas rumah tangga yang serba mewah.\n\nSekalipun Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat-Nya hal-hal yang demikian itu, namun masalah surga dan neraka itu termasuk hal yang gaib bagi manusia, hanya Allah sajalah yang mengetahui hakikat yang sebenarnya, tetapi kaum Muslimin wajib percaya bahwa surga dan neraka itu pasti ada. Gambaran yang diberikan Allah itu, merupakan sebagian dari kesenangan yang dijanjikan itu. Kesenangan yang sebenarnya lebih dari gambaran itu karena bagi manusia sendiri tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai perbandingan. Yang jelas ialah bahwa orang-orang yang beriman akan mengalami kesenangan dan kenikmatan yang tiada taranya, belum pernah dirasakan selama hidup di dunia, semua menyenangkan hati, perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 2620, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 17, "page": 335, "manzil": 4, "ruku": 287, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064b \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0643\u0650\u0641\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u062f\u064d \u0628\u0650\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064d \u0646\u0651\u064f\u0630\u0650\u0642\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo wa yasuddoona 'an sabeelil laahi wal Masjidil Haraamil lazee ja'alnaahu linnaasi sawaaa'anil 'aakifu feehi walbaad; wa mai yurid feehi bi ilhaadim bizulmin nuziqhu min 'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have disbelieved and avert [people] from the way of Allah and [from] al-Masjid al-Haram, which We made for the people - equal are the resident therein and one from outside; and [also] whoever intends [a deed] therein of deviation [in religion] or wrongdoing - We will make him taste of a painful punishment.", "id": "Sungguh, orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidilharam yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2620", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2620.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2620.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang kafir Mekah seperti Abu Sufyan bin Èarb dan kawan-kawannya yang menghalangi manusia dari jalan Allah untuk memeluk Islam dan menghalangi Rasulullah dan para sahabat melaksanakan ibadah umrah di Masjidilharam yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia yang beriman, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar daerah yang jauh; dan siapa saja yang berada di Masjidilharam yang bermaksud melakukan kejahatan seperti membunuh, mengintimidasi, menghalangi manusia masuk Islam, dan berbuat kerusuhan secara zalim di dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih di akhirat berupa api yang terus membakar, air mendidih, dan cambuk yang menghancurluluhkan tubuh.", "long": "Menurut riwayat Ibnu 'Abbas ra ayat ini sesungguhnya diturunkan berhubungan dengan Abi Sufyan bin Harb dan kawan-kawannya. Mereka itu menghalang-halangi Rasulullah saw dan para sahabat memasuki Masjidil Haram untuk melakukan ibadah umrah di tahun \"perdamaian Hudaibiyah\". Karena itu Rasulullah enggan untuk memerangi mereka karena Rasulullah berada dalam keadaan ihram. Kemudian terjadilah kesepakatan yang melahirkan perjanjian Hudaibiyah, yang di dalamnya tercantum bahwa Rasulullah tidak jadi umrah di tahun itu, akan tetapi ditangguhkan sampai tahun depan dan mereka tidak akan menghalangi Nabi dan sahabatnya masuk Masjidil Haram untuk mengerjakan ibadah, pada tahun yang akan datang.\n\nAyat ini menerangkan bahwa semua orang yang mengingkari keesaan dan kekuasaan Allah, mendustakan rasul dan meningkari agama yang dibawanya, menghalang-halangi manusia masuk agama Islam dan menegakkan kalimat Allah, menghalang-halangi kaum Muslimin masuk Masjidil Haram untuk beribadat, baik orang-orang penduduk Mekah asli maupun pendatang dari negeri lain dan menghalang-halangi orang beribadat di dalamnya, niscaya Allah akan menimpakan kepada mereka azab yang sangat pedih.\n\nDari ayat di atas dipahami bahwa Masjidil Haram yang terletak di sekitar Ka'bah adalah suatu tempat bagi kaum Muslimin untuk mengerjakan ibadah haji, umrah serta ibadah-ibadah yang lain, seperti tawaf, salat, i'tikaf, zikir, dan sebagainya, baik mereka yang berasal dari Mekah sendiri maupun yang berasal dari luar Mekah. Dengan perkataan lain, bahwa semua kaum Muslimin berhak melakukan ibadah di tempat itu, darimana pun mereka datang. Allah mengancam dengan azab yang keras terhadap orang-orang yang mencegah dan menghalang-halanginya. Karena itu ada di antara para ulama yang mempersoalkan kedudukan tanah yang berada di sekitar Masjidil Haram itu, apakah tanah itu dapat dimiliki oleh perseorangan atau pemerintah, atau tanah itu merupakan hak seluruh kaum Muslimin. Untuk pengaturannya sekarang diserahkan kepada Kerajaan Arab Saudi, karena Masjidil Haram terletak di negara ini, selama negara tersebut melaksanakan perintah-perintah Allah melayani orang-orang yang ingin beribadah di sana.\n\nMenurut Imam Mujahid dan Malik, Masjidil Haram itu adalah milik kaum Muslimin seluruhnya, tidak seorang pun atau sesuatu negara pun yang boleh memilikinya. Pendapat ini juga diikuti oleh Imam Abu Hanifah, alasan mereka ialah perkataan baik \"yang bermukim maupun yang berkunjung\" berarti Masjidil Haram dijadikan bagi manusia, agar mereka menghormatinya, beribadah di sana baik bagi orang-orang Mekah maupun orang-orang yang berasal dari luar Mekah.\n\nKarena itu tidak dapat dikatakan bahwa penduduk Mekah lebih berhak atas Masjidil Haram itu dari penduduk dari luar Mekah.\n\nAlasan-alasan mereka yang lain ialah:\n\n1. Menurut riwayat, bahwa Umar, Ibnu 'Abbas dan banyak sahabat berpendapat, \"Para pengunjung Masjidil Haram boleh menempati rumah-rumah yang didapatinya kosong, belum berpenghuni di Mekah, dan orang-orang Mekah sendiri yang mempunyai rumah kosong itu, hendaklah mengizinkannya.\"\n\n2. Hadis Nabi Muhammad saw:\n\nDari Abdullah bin Umar, ia berkata, \"Rasulullah berkata, \"Mekah itu pemberian, tidak boleh dijual hasilnya dan tidak boleh disewakan rumahnya. (Riwayat ad-Daruquthni)\n\n3. Dan hadis Nabi saw lagi: Dari 'Aisyah ra ia berkata, \"Ya Rasulullah, bolehkah aku buatkan untukmu rumah di Mina atau rumah yang dapat melindungi engkau dari terik panas matahari? Beliau menjawab, \"Tidak, sesungguhnya tanah itu adalah hadiah bagi orang yang lebih dahulu mendapatkannya.\" (Riwayat Abu Daud)\n\n4. Menurut suatu riwayat, pada permulaan Islam, Masjidil Haram tidak mempunyai pintu-pintu masuk, sehingga sampai pada suatu masa, banyak pencuri berdatangan, lalu seorang laki-laki membuat pintu-pintu, tetapi Umar melarangnya dan berkata, \"Apakah kamu menutup pintu-pintu orang-orang berhaji ke Baitullah? Laki-laki itu menjawab, Aku membuat pintu-pintu untuk memelihara barang-barang pengunjung dari pencuri.\" Karena itu Umar ra membiarkannya.\n\nImam Syafi'i berpendapat bahwa tanah sekitar Masjidil Haram itu boleh dimiliki dan diperjual-belikan, asal tidak menghalangi kaum Muslimin beribadah di sana.\n\nDari Umamah bin Zaid, dia berkata, \"Wahai Rasulullah bolehkah aku besok berkunjung ke rumahmu di Mekah? Rasulullah menjawab, \"Apakah keluarga Aqil meninggalkan rumah? (Riwayat asy-Syaikhan) \n\nPerbedaan pendapat ini berpangkal pada persoalan; Apakah Nabi Muhammad dan para sahabat pada saat penaklukan kota Mekah (fathu Makkah) dengan cara kekerasan atau dengan cara damai? Jika direbut dari tangan orang-orang musyrik dengan kekerasan, tentulah tanah sekitar Masjidil Haram itu merupakan harta rampasan bagi kaum Muslimin yang harus dibagi-bagi sesuai dengan ketentuan agama. Tetapi Rasulullah tidak membagi-baginya, sehingga tetaplah tanah itu merupakan milik bagi kaum Muslimin sampai saat ini. Hal seperti ini pernah pula dilakukan oleh Sayidina 'Umar pada suatu daerah yang telah direbutnya dari orang-orang kafir. Pendapat kedua menyatakan bahwa tanah Mekah itu direbut Nabi Muhammad saw dengan cara damai, karena itu ia bukan merupakan barang rampasan, dan tetap menjadi milik empunya waktu itu. Kemudian diwariskan atau dijual oleh pemiliknya yang dahulu, sehingga menjadi milik dari pembeli pada saat ini.\n\nSekalipun ada perbedaan pendapat yang demikian, namun para ulama sependapat bahwa Masjidil Haram merupakan tempat beribadah bagi seluruh kaum Muslimin yang datang dari seluruh penjuru dunia. Mereka boleh datang kapan saja mereka kehendaki, tanpa seorang pun yang boleh mengganggu dan menghalanginya. Jika berlawanan kepentingan pribadi atau golongan dengan kepentingan agama Islam, maka kepentingan agama Islam yang harus diutamakan dan diprioritaskan. Tentu saja kaum Muslimin yang telah bermukim dan menjadi penduduk Mekah itu berhak dan boleh mencari nafkah dari hasil usaha mereka melayani dan mengurus jama'ah haji yang datang dari segenap penjuru dunia. Sekalipun demikian, usaha mengurus dan melayani jama'ah haji itu, tidak boleh dikomersilkan, tetapi semata-mata dilakukan untuk mencari pahala yang besar.\n\nMasjidil Haram sebagai tempat yang suci dan kiblat umat Islam, memiliki keistimewaan dan kelebihan-kelebihan, di antaranya adalah:\n\na.Di tempat tersebut orang yang baru berencana saja untuk berbuat maksiat/makar, maka Allah akan mengazabnya. Ibnu Mas'ud, Ibnu 'Umar, ad-dhahhak dan Ibnu Zaid, menyatakan bahwa bila seseorang sedang berada di Masjidil Haram, kemudian dia berencana untuk membunuh seseorang yang tinggal di Aden, maka Allah akan mengazabnya.\n\nb.Ibadah yang dilakukan di Masjidil Haram mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan ibadah di tempat-tempat lain, bahkan satu kali salat di Masjidil Haram nilainya sama dengan seratus ribu kali salat di luar Masjidil Haram. Rusulullah bersabda: Dari Jabir bahwa Rasulullah berkata, \"Salat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali dibandingkan dengan salat di luar masjidku, kecuali di Masjidil Haram. Dan salat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali dibandingkan salat di luar Masjidil Haram. (Riwayat Ahmad dengan sanad sahih)" } } }, { "number": { "inQuran": 2621, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 17, "page": 335, "manzil": 4, "ruku": 288, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0644\u0650\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0643\u0651\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa iz bawwaanaa li Ibraaheema makaanal Baiti allaa tushrik bee shai'anw wa tahhir Baitiya litaaa'ifeena walqaaa' imeena warrukka 'is sujood" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when We designated for Abraham the site of the House, [saying], \"Do not associate anything with Me and purify My House for those who perform Tawaf and those who stand [in prayer] and those who bow and prostrate.", "id": "Dan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), “Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2621", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2621.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2621.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, ketika Kami tempatkan Ibrahim yang lahir di Kaldea dan menetap di Palestina berada di tempat Baitullah, lalu bersama put-ranya, Ismail, meninggikan fondasi Kakbah. Kami menyatakan kepada Ibrahim, “Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan suatu apa pun, karena menyekutukan Allah itu kezaliman yang dahsyat. Dan sucikanlah rumah-Ku, Kakbah, dari berhala, kemusyrikan, dan perilaku tidak terpuji, serta peruntukkanlah Kakbah itu bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadah, dan orang yang rukuk dan sujud kepada Allah guna mendekatkan diri dan menyucikan jiwa.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengingatkan kepada orang-orang musyrik Mekah yang menghalang-halangi manusia masuk agama Islam dan masuk Masjidil Haram tentang peristiwa yang pernah terjadi dahulu, ialah pada waktu Allah menunjukkan kepada Nabi Ibrahim as, letak Baitullah yang akan dibangun kembali dan waktu ia memaklumkan kepada seluruh manusia di dunia atas perintah Allah bahwa Baitullah menjadi pusat peribadatan bagi seluruh manusia. Dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa itu diharapkan orangorang musyrik Mekah tidak lagi menghalang-halangi manusia masuk agama Islam dan masuk Masjidil Haram, karena agama Islam itu adalah agama nenek moyang mereka Ibrahim dan Masjidil Haram itu didirikan oleh nenek moyang mereka pula.\n\nMenurut ayat ini, Ibrahimlah orang yang pertama kali membangun Ka'bah. Tetapi menurut suatu riwayat bahwa Ibrahim hanyalah bertugas membangun Ka'bah itu kembali bersama putranya Ismail as, sebelumnya telah didirikan Ka'bah itu, kemudian runtuh dan bekasnya tertimbun oleh pasir. Menurut riwayat tersebut, setelah Ismail putra Ibrahim dan istrinya Hajar yang ditinggalkannya di Mekah menjadi dewasa maka Ibrahim datang ke Mekah dari Palestina, untuk melaksanakan perintah-perintah Allah yaitu mendirikan kembali Ka'bah bersama putranya Ismail. Allah memberitahukan kepada Ibrahim bekas tempat berdirinya Ka'bah yang telah runtuh itu dengan meniupkan angin kencang ke tempat itu, menjadi bersih, lalu Ibrahim as dan putranya Ismail as mendirikan Ka'bah di tempat itu.\n\nKemudian Allah memerintahkan kepada Ibrahim as dan umatnya agar mentauhidkan Allah; tidak mempersekutukannya dengan sesuatu pun, membersihkan Ka'bah dari segala macam perbuatan yang mengandung unsur-unsur syirik, mensucikannya dari segala macam najis dan kotoran, menjadikan Ka'bah itu sebagai pusat peribadatan bagi orang-orang yang beriman, seperti mengerjakan tawaf (berjalan mengelilingi Ka'bah).\n\nPerkataan \"salat, ruku' dan sujud\", merupakan isyarat bahwa Ka'bah itu didirikan untuk umat Islam, karena salat, ruku' sujud itu, merupakan ciri khas ibadah umat Islam yang dilakukan dengan menghadap Ka'bah. \n\nAllah telah melimpahkan karunia-Nya yang besar kepada kaum Muslimin, yang telah mempersiapkan pusat peribadatan mereka sejak lama sebelum diutus rasul mereka yang membawa risalah Islamiyah. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa pendirian Ka'bah yang dilaksanakan Nabi Ibrahim atas perintah Allah itu, merupakan persiapan penyampaian risalah Islamiyah. Karena di kemudian hari Ka'bah itu dijadikan Allah sebagai kiblat salat kaum Muslimin dan tempat mereka mengerjakan ibadah haji dan umrah." } } }, { "number": { "inQuran": 2622, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 17, "page": 335, "manzil": 4, "ruku": 288, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0630\u0651\u0650\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0643\u064e \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0636\u064e\u0627\u0645\u0650\u0631\u064d \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0641\u064e\u062c\u0651\u064d \u0639\u064e\u0645\u0650\u064a\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Wa azzin fin naasi bil Hajji yaatooka rijaalanw wa 'alaa kulli daamiriny yaateena min kulli fajjin 'ameeq" } }, "translation": { "en": "And proclaim to the people the Hajj [pilgrimage]; they will come to you on foot and on every lean camel; they will come from every distant pass -", "id": "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2622", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2622.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2622.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan serulah manusia, wahai Ibrahim, untuk mengerjakan haji mengunjungi Baitullah guna melaksanakan rangkaian manasik haji setelah engkau meninggikan fondasi Kakbah dan membebaskannya dari kemusyrikan, niscaya mereka akan datang kepada seruan-mu sesuai kemampuannya, dengan berjalan kaki bagi yang berjarak dekat, atau mengendarai setiap kuda atau unta yang kurus, karena jauhnya perjalanan menuju Kakbah hingga kehabisan bekal. Mereka datang untuk menunaikan ibadah haji dari segenap penjuru dunia, baik yang dekat maupun yang jauh.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim as agar menyeru manusia untuk mengerjakan ibadah haji ke Baitullah dan menyampaikan kepada mereka bahwa ibadah haji itu termasuk ibadah yang diwajibkan bagi kaum Muslimin.\n\nKebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa perintah Allah dalam ayat ini ditujukan kepada Nabi Ibrahim as yang baru saja selesai membangun Ka'bah. Pendapat ini sesuai dengan ayat ini, terutama jika diperhatikan hubungannya dengan ayat-ayat yang sebelumnya. Pada ayat-ayat yang lalu disebutkan perintah Allah kepada Nabi Muhammad saw agar mengingatkan orang-orang musyrik Mekah akan peristiwa waktu Allah memerintah Ibrahim supaya membangun Ka'bah, sedang ayat-ayat ini menyuruh orang-orang musyrik itu mengingat peristiwa ketika Allah memerintahkan Ibrahim menyeru manusia agar menunaikan ibadah haji.\n\nPendapat ini sesuai pula dengan riwayat Ibnu 'Abbas dari Jubair yang menerangkan, bahwa tatkala Ibrahim as selesai membangun Ka'bah, Allah memerintahkan kepadanya, \"Serulah manusia untuk mengerjakan ibadah haji.\"\n\nIbrahim as menjawab, \"Wahai Tuhan, apakah suaraku akan sampai kepada mereka?\" Allah berkata, \"Serulah mereka, Aku akan menyam-paikannya.\" Maka Ibrahim naik ke atas bukit Abi Qubais, lalu mengucapkan dengan suara yang keras, \"Wahai sekalian manusia, se-sungguhnya Allah benar-benar telah memerintahkan kepadamu sekalian mengunjungi rumah ini, supaya Dia memberikan kepadamu surga dan melindungi kamu dari azab neraka, karena itu tunaikanlah olehmu ibadah haji itu.\" Maka suara itu diperkenalkan oleh orang-orang yang berada dalam tulang sulbi laki-laki dan orang-orang yang telah berada dalam rahim perempuan, dengan jawaban, \"Labbaika, Allahumma labbaika\". Maka berlakulah \"talbiyah\" dengan cara yang demikian itu. Talbiyah ialah doa yang diucapkan orang yang sedang mengerjakan ibadah haji atau umrah, doa itu ialah, \"Labbaika, Allahumma Labbaika.\"\n\nAl-Hasan berpendapat bahwa perintah Allah dalam ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. Alasan beliau ialah semua perkataan dan pembicaraan dalam ayat-ayat Al-Qur'an itu ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, termasuk di dalamnya perintah melaksanakan ibadah haji ini. Perintah ini telah dilaksanakan oleh Rasulullah bersama para sahabat dengan mengerjakan haji wada' (haji yang penghabisan), sebagaimana tersebut dalam hadis:\n\nDari Abi Hurairah, ia berkata, \"Rasulullah telah berkhotbah dihadapan kami, beliau berkata, \"Wahai sekalian manusia Allah telah mewajibkan atasmu ibadah haji, maka kerjakanlah ibadah haji.\" (Riwayat Ahmad)\n\nJika diperhatikan, maka sebenarnya kedua pendapat ini tidaklah berlawanan. Karena perintah menunaikan ibadah haji itu ditujukan kepada Nabi Ibrahim dan umatnya diwaktu beliau selesai membangun Ka'bah. Kemudian setelah Nabi Muhammad saw diutus, maka perintah itu diberikan pula kepadanya, sehingga Nabi Muhammad saw dan umatnya diwajibkan pula menunaikan ibadah haji itu, bahkan ditetapkan sebagai rukun Islam yang kelima.\n\nDalam ayat ini terdapat perkataan, \"...niscaya mereka akan datang kepadamu...\" Dari perkataan ini dipahami, seakan-akan Tuhan mengatakan kepada Ibrahim as bahwa jika Ibrahim menyeru manusia untuk menunaikan ibadah haji, niscaya manusia akan memenuhi panggilannya itu, mereka akan berdatangan dari segenap penjuru dunia walaupun dengan menempuh perjalanan yang sulit dan sukar. Siapapun yang memenuhi panggilan itu, baik waktu itu maupun kemudian hari, maka berarti ia telah datang memenuhi panggilan Allah seperti Ibrahim dahulu telah memenuhi pula. Ibrahim dahulu pernah Allah perintahkan datang ke Mekah yang masih sepi, Ibrahim memenuhinya walaupun perjalanannya sukar, melalui terik panas padang pasir yang terbentang antara Mekah dan Syiria. Perintah itu telah dilaksanakan dengan baik, bahkan Ibrahim bersedia menyembelih anak kandungnya Ismail, semata-mata untuk melaksanakan perintah Allah, karena itu Allah akan menyediakan pahala yang besar untuk Ibrahim, dan pahala yang seperti itu akan Allah berikan pula kepada siapa yang berkunjung ke Baitullah ini, terutama bagi orang yang sengaja datang ke Mekah ini untuk melaksanakan ibadah haji. Perkataan ini merupakan penghormatan bagi Ibrahim dan menunjukkan betapa besar pahala yang disediakan Allah bagi orang-orang yang menunaikan ibadah haji semata-mata karena Allah.\n\nPara ulama sependapat bahwa datang ke Baitullah untuk mengerjakan ibadah haji dibolehkan mempergunakan kendaraan dan cara-cara apa saja yang dihalalkan, seperti dengan berjalan kaki, dengan kapal laut atau dengan pesawat terbang atau dengan kendaraan melalui darat dan sebagainya. Tetapi Imam Malik dan Imam Asy-Syafi'i berpendapat bahwa pergi menunaikan ibadah haji dengan menggunakan kendaraan melalui perjalanan darat itu lebih baik dan lebih besar pahalanya, karena cara yang demikian itu mengikuti perbuatan Rasulullah. Dengan cara yang demikian diperlukan perbelanjaan yang banyak, menempuh perjalanan yang sukar serta menambah syi'ar ibadah haji, terutama di waktu melalui negara-negara yang ditempuh selama dalam perjalanan. Sebagian ulama berpendapat bahwa berjalan kaki lebih utama dari berkendaraan, karena dengan berjalan kaki lebih banyak ditemui kesulitankesulitan daripada dengan berkendaraan. Dalam masalah ini berkendaraan atau tidak adalah masalah teknis saja. Secara umum Islam tidak menghendaki kesukaran tetapi kemudahan. Islam juga tidak membebani seseorang sesuatu yang dia tidak mampu melakukannya.\n\nMelaksanakan ibadah haji baik dengan kendaraan atau pun dengan berjalan kai, pasti akan memperoleh pahala yang besar dari Allah, jika ibadah itu semata-mata dilaksanakan karena Allah. Yang dinilai adalah niat dan keikhlasan seseorang serta cara-cara melaksanakannya. Sekalipun sulit perjalanan yang ditempuh, tetapi niat mengerjakan haji itu bukan karena Allah maka ia tidak akan memperoleh sesuatu pun dari Allah, bahkan sebaliknya ia akan diazab dengan azab yang sangat pedih karena niatnya itu.\n\nJika seseorang telah sampai di Mekah dan melihat Baitullah, disunnahkan mengangkat tangan, sebagaimana tersebut dalam hadis:\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas ra dari Nabi saw, beliau bersabda, \"Diangkat kedua tangan pada tujuh tempat, yaitu pada pembukaan salat, waktu menghadap Baitullah, waktu menghadap bukit Safa dan bukit Marwah, waktu menghadap dua tempat (Arafah dan Muzdalifah) dan waktu melempar dua jamrah.\" (Riwayat Ahmad)\n\nHadis ini diamalkan oleh Ibnu Umar ra." } } }, { "number": { "inQuran": 2623, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 17, "page": 335, "manzil": 4, "ruku": 288, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064e\u0627\u062a\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Li yashhadoo manaafi'a lahum wa yazkurus mal laahi feee ayyaamimma'loomaatin 'alaa maa razaqahum mim baheematil an'aami fakuloo minhaa wa at'imul baaa'isal faqeer" } }, "translation": { "en": "That they may witness benefits for themselves and mention the name of Allah on known days over what He has provided for them of [sacrificial] animals. So eat of them and feed the miserable and poor.", "id": "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mere-ka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2623", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2623.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2623.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan memenuhi seruan Nabi Ibrahim, mengunjungi Baitullah guna menunaikan ibadah haji, kaum muslim mendapat keuntungan dunia akhirat, yakni agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka, terutama menguatkan perasaan bersaudara di antara umat muslim, dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan dalam rangkaian manasik haji seperti berkurban dengan mengumandangkan takbir pada hari raya haji atau hari Tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya, sebagai tanda bersyukur dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir sebagai tanda peduli dan berbagi dengan kaum duafa hingga perasaan gembira itu dirasakan bersama.", "long": "Ayat ini menerangkan tujuan disyariatkan ibadah haji, yaitu untuk memperoleh kemanfaatan. Tidak disebutkan dalam ayat ini bentuk-bentuk manfaat itu, hanya disebut secara umum saja. Penyebutan secara umum kemanfaatan-kemanfaatan yang akan diperoleh orang yang mengerjakan ibadah haji dalam ayat ini, menunjukkan banyaknya macam dan jenis kemanfaatan yang akan diperoleh itu. Kemanfaatan-kemanfaatan itu sukar menerangkannya secara terperinci, hanya yang dapat menerangkan dan merasakannya ialah orang yang pernah mengerjakan ibadah haji dan melaksanakannya dengan niat ikhlas.\n\nKemanfaatan itu ada yang berhubungan dengan rohani dan ada pula dengan jasmani, dan ada yang langsung dirasakan oleh individu yang melaksanakannya, dan ada pula yang dirasakan oleh masyarakat, baik yang berhubungan dengan dunia maupun yang berhubungan dengan akhirat.\n\nPara ulama banyak yang mencoba mengungkap bentuk-bentuk manfaat yang mungkin diperoleh oleh para jamaah haji, setelah mereka mengalami dan mempelajarinya kebanyakan mereka itu menyatakan bahwa mereka belum sanggup mengungkap semua manfaat itu. Di antara manfaat yang diungkapkan itu ialah:\n\n1. Melatih diri dengan mempergunakan seluruh kemampuan mengingat Allah dengan khusyu' pada hari-hari yang telah ditentukan dengan memurnikan kepatuhan dan ketundukan hanya kepada-Nya saja. Pada waktu seseorang berusaha mengedalikan hawa nafsunya dengan mengikuti perintah-perintah Allah dan menjuahi larangan-larangan-Nya walau apapun yang menghalangi dan merintanginya. Latihan-latihan yang dikerjakan selama mengerjakan ibadah haji itu diharapkan membekas di dalam sanubari kemudian dapat diulangi lagi mengerjakannya setelah kembali dari tanah suci, sehingga menjadi kebiasaan yang baik dalam penghidupan dan kehidupan.\n\n2. Menimbulkan rasa perdamaian dan rasa persaudaraan di antara sesama kaum Muslimin. Sejak seorang calon haji mengenakan pakaian ihram, pakaian yang putih yang tidak berjahit, sebagai tanda ia sedang mengerjakan ibadah haji, maka sejak itu ia telah menanggalkan pakaian duniawi, pakaian kesukaannya, pakaian kebesaran, pakaian kemewahan dan sebagainya. Semua manusia kelihatan sama dalam pakaian ihram itu; tidak dapat dibedakan antara si kaya dengan si miskin, antara penguasa dengan rakyat jelata, antara yang pandai dengan yang bodoh, antara tuan dengan budak, semuanya sama tunduk dan menghambakan diri kepada Tuhan semesta alam, sama-sama tawaf, sama-sama berlari antara bukit Safa dan bukit Marwa, sama-sama berdesakan melempar Jamrah, sama-sama tunduk dan tafakkur di tengah-tengah padang Arafah. Dalam keadaan demikian akan terasa bahwa diri kita sama saja dengan orang yang lain. Yang membedakan derajat antara seorang dengan yang lain hanyalah tingkat ketakwaan dan ketaatan kepada Allah. Karena itu timbullah rasa ingin tolong menolong, rasa seagama, rasa senasib dan sepenanggungan, rasa hormat menghormati sesama manusia.\n\n3. Mencoba membayangkan kehidupan di akhirat nanti, yang pada waktu itu tidak seorang pun yang dapat memberikan pertolongan kecuali Allah, Tuhan Yang Mahakuasa. Wukuf di Arafah ditempat berkumpulnya manusia yang banyak pada hari Arafah, merupakan gambaran kehidupan di Padang Mahsyar nanti. Semua itu menggambarkan saat-saat ketika manusia berdiri di hadapan Mahkamah Allah di akhirat.\n\n4. Menghilangkan rasa harga diri yang berlebih-lebihan. Seseorang waktu berada di negerinya, biasanya terikat oleh adat istiadat yang biasa mereka lakukan sehari-hari dalam pergaulan mereka. Sedikit saja perubahan dapat menimbulkan kesalahpahaman, perselisihan dan pertentangan. Pada waktu melaksanakan ibadah haji, bertemulah kaum Muslimin yang datang dari segala penjuru dunia, dari negeri yang berbeda-beda, masing-masing mempunyai adat istiadat dan kebiasaan hidup dan tata cara yang berbeda-beda pula maka terjadilah persinggungan antara adat istiadat dan kebiasaan hidup itu. Seperti cara berbicara, cara makan, cara berpakaian, cara menghormati tamu dan sebagainya. Di waktu menunaikan ibadah haji terjadi persinggungan dan perbenturan badan antara jama'ah dari suatu negeri, dengan jama'ah dari negara yang lain, seperti waktu tawaf, waktu sa'i, waktu wukuf di Arafah, waktu melempar jumrah dan sebagainya. Waktu salat di Masjidil Haram, tubuh seorang yang duduk dilangkahi oleh temannya yang lain karena ingin mendapatkan saf yang paling depan, demikian pula persoalan bahasa dan isyarat, semua itu mudah menimbulkan kesalahpahaman dan perselisihan. Bagi seorang yang sedang melakukan ibadah haji, semuanya itu harus dihadapi dengan sabar, dengan dada yang lapang, harus dihadapi dengan berpangkal kepada dugaan bahwa semua jamaah haji itu melakukan yang demikian itu bukanlah untuk menyakiti temannya dan bukan untuk menyinggung perasaan orang lain, tetapi semata-mata untuk mencapai tujuan maksimal dari ibadah haji. Mereka semua ingin memperoleh haji mabrur, apakah ia seorang kaya atau seorang miskin dan sebagainya.\n\n5. Menghayati kehidupan dan perjuangan Nabi Ibrahim beserta putranya Nabi Ismail dan Nabi Muhammad beserta para sahabatnya. Waktu Ibrahim pertama kali datang di Mekah bersama istrinya Hajar dan putranya Ismail yang masih kecil, kota Mekah masih merupakan padang pasir yang belum didiami oleh seorang manusia pun. Dalam keadaan demikianlah Ibrahim meninggalkan istri dan putranya di sana, sedang ia kembali ke Palestina. Hajar dan putranya yang masih kecil merasakan berbagai penderitaan, tidak ada tempat mengadu dan minta tolong kecuali hanya kepada Tuhan saja. Sesayup-sayup mata memandang, yang ada hanyalah gunung batu, tanpa tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan tempat berlindung. Dapat dirasakan kesusahan Hajar berlari antara Safa dan Marwa mencari setetes air untuk diminum anaknya. Dapat direnungkan dan dijadikan teladan tentang ketaatan dan kepatuhan Ibrahim kepada Allah. Setelah itu beliau menyembelih putra tercintanya, Ismail, sebagai kurban, semata-mata untuk memenuhi dan melaksanakan perintah Allah. Kaum Muslimin selama mengerjakan ibadah haji dapat melihat bekas-bekas dan tempat-tempat yang ada hubungannya dengan perjuangan Nabi Muhammad beserta sahabatnya dalam menegakkan agama Allah. Sejak dari Mekah di saat beliau mendapat halangan, rintangan bahkan siksaan dari orang-orang musyrik Mekah, kemudian beliau hijrah ke Medinah, berjalan kaki, dalam keadaan dikejar-kejar orang-orang kafir. Demikianlah pula usaha-usaha yang beliau lakukan di Medinah, berperang dengan orang kafir, menghadapi kelicikan dan fitnah orang munafik dan Yahudi. Semuanya itu dapat diingat dan dihayati selama menunaikan ibadah haji dan diharapkan dapat menambah iman ketakwaan kepada Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.\n\n6. Setiap Muktamar Islam seluruh dunia. Pada musim haji berdatanganlah kaum Muslimin dari seluruh dunia. Secara tidak langsung terjadilah pertemuan antara sesama Muslim, antara suku bangsa dengan suku bangsa dan antara bangsa dengan bangsa yang beraneka ragam coraknya itu. Antara mereka itu dapat berbincang dan bertukar pengalaman dengan yang lain, sehingga pengalaman dan pikiran seseorang dapat diambil dan dimanfaatkan oleh yang lain, terutama setelah masing-masing mereka sampai di negeri mereka nanti. Jika pertemuan yang seperti ini diorganisir dengan baik, tentulah akan besar manfaatnya, akan dapat memecahkan masalah-maslaah yang sulit yang dihadapi oleh umat Islam di negara mereka masing-masing. Semuanya itu akan berfaedah pula bagi individu, masyarakat dan agama. Alangkah baiknya jika pada waktu itu diadakan pertemuan antara kepala negara yang menunaikan ibadah haji, pertemuan para ahli, para ulama, para pemuka masyarakat, para usahawan dan sebagainya.\n\nWalaupun amat banyak manfaat yang akan diperoleh oleh orang yang mengerjakan ibadah haji, tetapi hanyalah Allah yang dapat mengetahui dengan pasti semua manfaat itu. Dari pengalaman orang-orang yang pernah mengerjakan haji didapat keterangan bahwa keinginan mereka menunaikan ibadah haji bertambah setelah mereka selesai menunaikan ibadah haji yang pertama. Makin sering seseorang menunaikan ibadah haji, makin bertambah pula keinginan tersebut. Rahasia dan manfaat dari ibadah haji itu dapat dipahamkan pula dari doa Nabi Ibrahim kepada Allah, sebagaimana yang tersebut dalam firman-Nya: \n\nMaka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka. (Ibrahim/14: 37)\n\nManfaat lain dari ibadah haji, yaitu agar manusia menyebut nama Allah pada hari-hari yang ditentukan dan melaksanakan kurban dengan menyembelih binatang kurban atau hadyu (dam) bagi jamaah haji yang melanggar kewajiban haji. Adapun pelaksanaannya yaitu sesudah melempar jamrah 'aqabah dan hanya dilaksanakan di tanah Haram Mekah. Sedangkan daging hadyu (dam) hanya diperuntukan bagi fakir miskin Mekah, kecuali jika sudah tidak ada fakir miskin di kota Mekah, maka daging tersebut boleh diberikan kepada orang miskin di kota/negara lain. \n\nYang dimaksud dengan hari-hari yang ditentukan ialah hari raya haji dan hari-hari tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Pada hari-hari ini dilakukan penyembelihan binatang kurban. Waktu menyembelih binatang kurban ialah setelah pelaksanaan salat Idul Adha sampai dengan terbenamnya matahari tanggal 13 Zulhijjah. Rasulullah saw bersabda:\n\nSiapa yang menyembelih kurban sebelum salat Idul Adha maka sesungguhnya ia hanyalah menyembelih untuk dirinya sendiri dan siapa yang menyembelih sesudah salat Idul Adha (dan setelah membaca dua Khutbah) maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya dan telah melaksanakan sunnah kaum Muslimin. (Riwayat al-Bukhari dari al-Barra)\n\nDan sabda Rasulullah saw:\n\n\"Semua hari-hari tasyriq adalah waktu dilakukannya penyembelihan kurban.\" (Riwayat Ahmad dari Jubair bin Muth'im)\n\nSetelah binatang kurban itu disembelih, maka dagingnya boleh dimakan oleh yang berkurban dan sebagiannya disedekahkan kepada orang-orang fakir dan miskin. Menurut jumhur ulama, sebaiknya orang-orang yang berkurban memakan daging kurban sebagian kecil saja, sedang sebagian besarnya disedekahkan kepada fakir miskin. Orang yang berkurban dibolehkan untuk menyedekahkan seluruh daging kurbannya itu kepada fakir miskin." } } }, { "number": { "inQuran": 2624, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 17, "page": 335, "manzil": 4, "ruku": 288, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0641\u064e\u062b\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0648\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064f\u0630\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0637\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062a\u0650\u064a\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Summal yaqdoo tafasahum wal yoofoo nuzoorahum wal yattawwafoo bil Baitil 'Ateeq" } }, "translation": { "en": "Then let them end their untidiness and fulfill their vows and perform Tawaf around the ancient House.\"", "id": "Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2624", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2624.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2624.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah wukuf dilakukan, bermalam di Muzdalifah dan melontar jumrah usai dilaksanakan, maka kemudian para tamu Allah hendaklah menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dengan tahalul awal, memotong rambut, kemudian hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka, jika mereka bernazar, dan melakukan tawaf ifadah sekeliling rumah tua, Baitullah, yang dibangun sejak zaman Adam, kemudian melakukan tahalul kedua yang membolehkan melakukan semua larangan berihram.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah orang yang mengerjakan ibadah haji selesai mnyembelih binatang kurbannya, hendaklah mereka melakukan tiga hal:\n\n1. Menghilangkan dengki atau kotoran yang ada pada diri mereka, yaitu dengan menggunting kumis, menggunting rambut, memotong kuku dan sebagainya. Hal ini diperintahkan karena perbuatan-perbuatan itu dilarang melakukannya selama mengerjakan ibadah haji. \n\n2. Melaksanakan nazar yang pernah diikrarkan, karena pada waktu, tempat dan keadaan inilah yang paling baik untuk menyempurnakan nazar.\n\n3. Melakukan tawaf di Ka'bah. Yang dimaksud dengan tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Tawaf ada tiga macam, yaitu:\n\na.Tawaf qudum, yaitu tawaf yang dilakukan ketika pertama kali memasuki/datang di Mekah.\n\nb.Tawaf Wada' yaitu tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekah setelah selesai melaksanakan ibadah haji.\n\nc.Tawaf Ifadhah yaitu tawaf yang dilakukan dalam rangka melaksanakan rukun haji. \n\nDalam ayat ini Baitullah disebut Baitul 'Atiq, yang berarti \"rumah tua\" karena Baitullah adalah rumah ibadah pertama kali didirikan oleh Nabi Ibrahim as beserta putranya Nabi Ismail as kemudian barulah didirikan Baitul Maqdis Palestina oleh Nabi Daud as beserta Nabi Sulaiman as." } } }, { "number": { "inQuran": 2625, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 17, "page": 335, "manzil": 4, "ruku": 288, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0638\u0651\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0631\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u062b\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika wa mai yu'azzim hurumaatil laahi fahuwa khairul lahoo 'inda Rabbih; wa uhillat lakumul an'aamu illaa maa yutlaa 'alaikum fajtanibur rijsa minal awsaani wajtaniboo qawlaz zoor" } }, "translation": { "en": "That [has been commanded], and whoever honors the sacred ordinances of Allah - it is best for him in the sight of his Lord. And permitted to you are the grazing livestock, except what is recited to you. So avoid the uncleanliness of idols and avoid false statement,", "id": "Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat) maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya), maka jauhilah olehmu (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2625", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2625.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2625.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah perintah Allah kepada kaum muslim untuk melak-sanakan ibadah haji. Dan Barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah dengan melaksanakan rangkaian manasik haji dan menjauhi semua larangan ketika berihram, baik ihram untuk haji maupun umrah, maka sikap yang demikian itu lebih baik baginya, tamu Allah, di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak, baik ketika menunaikan ibadah haji maupun tidak sedang berhaji, kecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya di dalam Al-Qur’an dan Sunah. Maka, jauhilah olehmu, wahai orang-orang beriman, penyembahan berhala-berhala yang najis itu karena tidak sesuai dengan kesucian dan kemurnian tauhid yang diajarkan para nabi dan rasul; dan jauhilah perkataan dusta, baik ketika berihram untuk haji atau umrah, lebih-lebih ketika sudah menyandang predikat haji.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa semua yang tersebut pada ayat-ayat yang lalu, seperti mencukur rambut, memotong kuku, memenuhi nazar, tawaf mengelilingi Ka'bah, termasuk kewajiban yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang yang menunaikan ibadah haji. Siapa yang melaksanakan semua yang diperintahkan itu selama mereka berihram, karena ingin mengagungkan dan mencari keridaan Allah, maka perbuatan itu adalah perbuatan yang paling baik di sisi Allah dan akan dibalasnya dengan pahala yang berlipat ganda serta surga yang penuh kenikmatan.\n\nMenurut Ibnu 'Abbas yang dimaksud dengan \"hurumatillah\", ialah apa yang dilarang dilakukannya oleh orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji, seperti berlaku fasik, bertengkar, bersetubuh dengan istri, berburu dan sebagainya. Menghormati \"hurumatillah\", ialah menjauhi semua larangan itu. Sedang menurut riwayat Zaid bin Aslam, yang dimaksud dengan \"hurumatillah\", ialah al-Masy'aril Haram, Masjidil Haram, Baitul Haram (Ka'bah), Bulan-bulan Haram dan Tanah Haram. Menghormati \"hurumatillah\" itu adalah berbuat baik di tempat-tempat tersebut, tidak berbuat maksiat dan hal itu merupakan perbuatan yang paling baik di sisi Allah.\n\nDalam ibadah haji terdapat dua macam ibadah, yaitu ibadah yang berhubungan dengan anggota badan, disebut ibadah \"badaniyah\", seperti tawaf, sa'i, melempar jumrah dan sebagainya. Yang kedua ialah ibadah yang berhubungan dengan harta, disebut \"maliyah\", seperti menyembelih binatang kurban dan sebagainya. Dalam ayat ini disebutkan makanan yang dihalalkan, dan perintah menjauhi perkataan dusta. Sekalipun perintah itu ditujukan kepada semua kaum Muslimin, tetapi orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji sangat diutamakan melaksanakannya. \n\nAllah menerangkan bahwa dihalalkan bagi orang-orang yang beriman memakan dan menyembelih unta, lembu dan sebagainya, kecuali binatang-binatang yang telah ditetapkan keharamannya, sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nDiharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih, dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala.... (al-Ma'idah/5: 3)\n\nDan firman Allah:\n\nKatakanlah, \"Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi “ karena semua itu kotor “ atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah.... (al-An'am/6: 145)\n\nAllah tidak pernah mengharamkan memakan daging binatang seperti yang diharamkan oleh kaum musyrik Mekah, perbuatan itu adalah perbuatan yang mereka ada-adakan saja. Mereka mengharamkan Bahirah, Sa'ibah, Washilah, Ham dan sebagainya, sebagaimana firman Allah:\n\nAllah tidak pernah mensyariatkan adanya Bahirah, Saibah, Washilah dan Ham. Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. (al-Ma'idah/5: 103)\n\nDalam ayat ini disebutkan dua macam perintah Allah, yaitu:\n\n1. Perintah menjauhi perbuatan menyembah patung atau berhala, karena perbuatn itu adalah perbuatan yang menimbulkan kekotoran dalam diri dan sanubari seseorang yang mengerjakannya dan perbuatan itu berasal dari perbuatan setan. Setan selalu berusaha mengotori jiwa dan diri manusia.\n\n2. Perintah menjauhi perkataan dusta dan melakukan persaksian yang palsu.\n\nDalam ayat ini penyebutan persaksian palsu dan penyembahan berhala secara bersamaan, karena kedua perbuatan itu pada hakekatnya adalah sederajat, semua sama berdusta dan mengingkari kebenaran. Dari ayat ini dapat dipahami pula betapa besar dosanya mengadakan persaksian palsu itu karena disebutkan setelah larangan menyekutukan Allah.\n\nDalam hadis Nabi Muhammad saw pun diterangkan bahwa persaksian palsu itu sama beratnya dengan menyekutukan Allah:\n\nDari Nabi saw bahwa beliau salat Subuh, setelah selesai memberi salam, beliau berdiri dan menghadap kepada manusia dan berkata, \"Persaksian palsu sama beratnya dengan mempersekutukan Allah, persaksian palsu sama beratnya dengan mempersekutukan Allah, persaksian palsu sama beratnya dengan mempersekutukan Allah.\" (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan ath-thabarani)" } } }, { "number": { "inQuran": 2626, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 17, "page": 336, "manzil": 4, "ruku": 288, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064f\u0646\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0631\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062e\u0652\u0637\u064e\u0641\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0647\u0652\u0648\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u064f \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0633\u064e\u062d\u0650\u064a\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Hunafaaa'a lillaahi ghaira mushrikeena bih; wa mai yushrik billaahi faka annamaa kharra minas samaaa'i fatakh tafuhut tairu aw tahwee bihir reehu bee makaanin saheeq" } }, "translation": { "en": "Inclining [only] to Allah, not associating [anything] with Him. And he who associates with Allah - it is as though he had fallen from the sky and was snatched by the birds or the wind carried him down into a remote place.", "id": "(Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah, tanpa mempersekutukan-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2626", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2626.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2626.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menunaikan ibadah haji ke Baitullah hendaklah dengan landasan tauhid yang lurus, niat beribadah dengan ikhlas kepada Allah, semata-mata mengharapkan keridaan-Nya, tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Barang siapa mempersekutukan Allah, kapan dan di mana pun, selama menunaikan ibadah haji maupun sebelumnya, maka seakan-akan dia jatuh dari langit, karena terputus dari tali Allah hingga ibadahnya tidak diterima, lalu disambar oleh burung hingga dirinya makin jauh dari Allah, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh seperti layang-layang putus.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa manusia harus menjauhi berhala dan perkataan dusta dengan memurnikan ketaatan kepada Allah, tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya. Kemudian Allah menjelaskan tentang besarnya dosa akibat mengerjakan perbuatan syirik. Siapa yang menyekutukan Allah, berarti telah membinasakan dirinya sendiri, karena orang yang berbuat syirik itu akan memperoleh malapetaka yang besar di dunia dan akhirat, tidak ada lagi harapan untuk memperoleh keselamatan bagi dirinya.\n\nAyat ini menyerupakan orang yang berbuat syirik dengan seorang yang jatuh dari langit yang tinggi, kemudian tubuhnya disambar oleh burung-burung buas yang beterbangan di angkasa, burung-burung itu memperebutkan tubuhnya, sehingga terkoyak-koyak menjadi bagian-bagian yang kecil, lalu dagingnya dimakan oleh burung-burung itu, atau tubuhnya itu diterbangkan angin sampai terlempar ke tempat yang jauh, ada yang jatuh ke dalam laut, ada yang jatuh ke dalam jurang yang dalam dan sebagainya. Maka tidak ada sesuatu pun yang dapat diharapkan lagi dari orang itu, kecuali menerima kesengsaraan dan azab yang kekal.\n\nAllah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. (an-Nisa'/4: 167)\n\nDan firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan.\" (al-An'am/6: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 2627, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 17, "page": 336, "manzil": 4, "ruku": 288, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0638\u0651\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika wa mai yu'azzim sha'aaa'iral laahi fa innahaa min taqwal quloob" } }, "translation": { "en": "That [is so]. And whoever honors the symbols of Allah - indeed, it is from the piety of hearts.", "id": "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2627", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2627.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2627.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah perintah Allah agar seorang muslim menunaikan ibadah haji dengan landasan tauhid yang lurus. Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah dengan menyempurnakan manasik haji yang dilakukan pada tempat-tempat mengerjakannya dengan hati yang bersih, semata-mata mengharap keridaan-Nya, maka sesungguhnya hal itu, hanya akan terlaksana bila menunaikan ibadah haji timbul dari ketakwaan hati.", "long": "Siapa yang menghormati syi'ar-syi'ar Allah, memilih binatang kurban yang baik, gemuk dan besar, maka sesungguhnya yang demikian adalah perbuatan orang yang benar-benar takwa kepada Allah dan perbuatan yang berasal dari hati sanubari orang yang mengikhlaskan ketaatannya kepada Allah.\n\nDalam hadis diterangkan binatang yang biasa disembelih para sahabat.\n\nDari Abu Umamah bin Sahal, \"Kami menggemukan hewan kurban di Medinah, dan kaum Muslimin mengemukkannya pula.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nDan hadis Nabi Muhammad saw:\n\nDari al-Bara, ia berkata telah bersabda Rasulullah saw, \"Empat macam yang tidak boleh ada pada binatang kurban, yaitu yang buta matanya sebelah, yang jelas kebutaannya, yang sakit dan jelas sakitnya, yang pincang dan jelas pincangnya dan yang patah kakinya, dan yang tidak dapat membersihkan diri (yang parah).\"(Riwayat al-Bukhari dan Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 2628, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 17, "page": 336, "manzil": 4, "ruku": 288, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062a\u0650\u064a\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Lakum feehaa manaafi'u ilaaa ajalim musamman summa mahilluhaaa ilal Baitil 'Ateeq" } }, "translation": { "en": "For you the animals marked for sacrifice are benefits for a specified term; then their place of sacrifice is at the ancient House.", "id": "Bagi kamu padanya (hewan hadyu) ada beberapa manfaat, sampai waktu yang ditentukan, kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul Atiq (Baitullah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2628", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2628.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2628.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi kamu yang sedang menunaikan ibadah haji, padanya, yakni pada hewan hadyu yang disembelih sebagai pengganti (dam) pekerjaan wajib haji yang ditinggalkan; atau sebagai denda karena melanggar hal-hal yang terlarang mengerjakannya di dalam ibadah haji, ada beberapa manfaat yang bisa diambil seperti untuk dikendarai, diambil susunya, dan sebagainya, hingga waktu yang ditentukan, yakni hingga hari nahar, tanggal 10 Zulhijah, kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul Atiq, Baitullah, di kawasan tanah haram.", "long": "Pada ayat ini ditegaskan bahwa binatang kurban itu dapat diambil manfaatnya sebelum disembelih, yaitu dapat digunakan sebagai kendaraan dalam perjalanan menuju tanah suci, dapat diminum air susunya dan sebagainya. Setelah disembelih bulunya dapat dimanfaatkan, dagingnya dapat dimakan, disedekahkan kepada fakir dan miskin, sebagaimana yang diterangkan pada hadis Nabi saw:\n\nDari Anas bahwasanya Rasulullah saw melihat seorang menggiring seekor badanah (unta yang digemukkan untuk dijadikan kurban) maka beliau bersabda, Naikilah!\" Orang itu menjawab, \"Dia digemukkan untuk dijadikan kurban! Maka Nabi bersabda, \"Naikilah! Rugilah kamu!\" pada yang kedua atau ketiga. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nTempat penyembelihan binatang kurban itu ialah di sekitar daerah Haram atau di tempat sekitar Ka'bah. Allah berfirman:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh hewan buruan, ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu yang dibawa ke Kabah, atau kafarat (membayar tebusan dengan) memberi makan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Dan Allah Mahaperkasa, memiliki (kekuasaan untuk) menyiksa. (al-Ma'idah/5: 95)\n\nMaksud dibawa sampai ke Ka'bah menurut ayat di atas ialah membawanya ke daerah Haram untuk disembelih di tempat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2629, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 17, "page": 336, "manzil": 4, "ruku": 289, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0633\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d7 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0628\u0650\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa likulli ummatin ja'alnaa mansakal liyazkurus mal laahi 'alaa maa razaqahum mim baheematil an'aam; failaahukum ilaahunw Waahidun falahooo aslimoo; wa bashshiril mukhbiteen" } }, "translation": { "en": "And for all religion We have appointed a rite [of sacrifice] that they may mention the name of Allah over what He has provided for them of [sacrificial] animals. For your god is one God, so to Him submit. And, [O Muhammad], give good tidings to the humble [before their Lord]", "id": "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2629", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2629.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2629.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bagi setiap umat di antara umat para nabi terdahulu telah Kami syariatkan penyembelihan hewan kurban guna mendekatkan diri kepada Allah, agar mereka menyebut nama Allah saat menyembelih hewan kurban, atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak yang dikurbankan. Maka mantapkanlah dalam ucapan, pikiran, dan perasaan bahwa Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya dengan salat yang khusyuk. Dan sampaikanlah olehmu, Muhammad, kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah bahwa mereka akan mendapat surga.", "long": "Allah telah menetapkan syariat bagi tiap-tiap manusia termasuk di dalamnya syariat kurban. Seseorang yang berkurban berarti ia telah menumpahkan darah binatang untuk mendekatkan dirinya kepada Allah dan ingin mencari keridaan Allah. Allah memerintahkan kepada orang-orang yang berkurban itu agar mereka menyebut dan mengagungkan nama Allah waktu menyembelih binatang kurban itu, dan agar mereka mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka. Di antara nikmat Allah itu ialah berupa binatang ternak, seperti unta, lembu, kambing dan sebagainya yang merupakan rezeki dan makanan yang halal bagi mereka.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa orang-orang yang beriman dilarang mengagungkan nama apapun selain daripada nama Allah. Setelah datangnya Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir yang membawa risalah bagi seluruh umat manusia, maka agama yang benar dan harus diikuti oleh seluruh umat manusia hanyalah agama Islam yang bersumber pada Al-Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad. Firman Allah:\n\nSesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab. (Ali 'Imran/3: 19)\n\nLebih jelas lagi siapapun yang mencari atau berpegang pada agama selain Islam maka tidak akan diterima Allah dan termasuk orang yang rugi. Firman Allah:\n\nDan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi. (Ali 'Imran/3: 85)\n\nRasulullah saw menyembelih binatang kurban dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, sebagaimana tersebut dalam hadis beliau:\n\nDari Anas, ia berkata, \"Rasulullah saw dibawakan dua ekor domba yang bagus (pada kedua domba itu terdapat warna putih yang bercampur hitam) yang bertanduk bagus, lalu beliau menyebut nama Allah dan bertakbir (waktu menyembelihnya) dan meletakkan kakinya di atas rusuk binatang itu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nPada akhir ayat ditegaskan bahwa Allah yang berhak disembah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan kepercayaan tauhid itu telah dianut pula oleh orang-orang dahulu, karena itu patuh dan taat hanya kepada Allah, mengikuti semua perintah-perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya dan melakukan semua pekerjaan semata-mata karena-Nya dan untuk mencari keridaan-Nya.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang tunduk, patuh, taat, bertobat dan merendahkan dirinya kepada-Nya bahwa bagi mereka disediakan pahala yang berlipat ganda, berupa surga di akhirat nanti.\n\nPerkataan \"maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa\" memberi peringatan bahwa kurban, menghormati syi'ar-syi'ar Allah, dan beribadah sesuai dengan petunjuk para rasul yang diutus kepada mereka, sekalipun ibadah dan syariat itu berbeda pada tiap-tiap umat, namun termasuk dalam agama Allah, termasuk jalan yang lurus yang harus ditempuh oleh setiap yang mengaku sebagai hamba Allah, dalam menaati dan mencari rida-Nya. Perbedaan cara-cara beribadah antara umat-umat yang dahulu dengan umat-umat yang datang kemudian, di dalamnya umat Nabi Muhammad, janganlah dijadikan alasan yang dapat menimbulkan perpecahan di antara orang-orang yang beriman. Semuanya itu dilakukan dengan tujuan untuk menghambakan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa." } } }, { "number": { "inQuran": 2630, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 17, "page": 336, "manzil": 4, "ruku": 289, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062c\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena izaa zukiral laahu wajilat quloobuhum wassaabireena 'alaa maaa asaabahum walmuqeemis Salaati wa mimmaa razaqnaahum yunfiqoon" } }, "translation": { "en": "Who, when Allah is mentioned, their hearts are fearful, and [to] the patient over what has afflicted them, and the establishers of prayer and those who spend from what We have provided them.", "id": "(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2630", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2630.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2630.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang mantap ketauhidan dan ketundukannya kepada Allah adalah orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar karena kerinduan mereka kepada-Nya; orang-orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, meskipun terasa pahit dan memberatkan punggung mereka; dan orang-orang yang melaksanakan salat wajib dan sunah dengan khusyuk; dan orang-orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka, baik waktu lapang maupun waktu kekurangan.", "long": "Dalam ayat ini disebutkan tanda-tanda orang yang taat dan patuh kepada Allah, yaitu:\n\n1. Apabila disebutkan nama Allah di hadapan mereka, gemetarlah hati mereka, karena merasakan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Mendengar nama Allah itu timbul rasa harap dan takut dalam hati mereka. Mereka mengharapkan keridaan-Nya, sebagaimana mereka pula mengharapkan ampunan dan pahala yang disediakan Allah bagi orang yang takwa. Mereka sangat ingin agar dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang bertakwa itu. Mereka takut mendengar nama Allah, karena mereka belum mempunyai persiapan yang cukup untuk menghadap-Nya, seperti ibadah yang mereka kerjakan, perbuatan baik dan jihad yang telah mereka lakukan, semuanya itu dirasakan mereka belum cukup dikerjakan, karena itu mereka takut kepada siksa Allah, yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir. Mereka ingin terhindar dari siksa itu.\n\n2. Mereka sabar menghadapi segala cobaan dari Allah. Di saat mereka memperoleh rezeki dan karunia yang banyak dari Allah, mereka ingat bahwa di dalam harta mereka itu terdapat hak orang fakir dan orang miskin, karena itu mereka mengeluarkan zakat dan sedekah. Di saat mereka menjadi miskin, mereka sadar bahwa itu adalah cobaan terhadap iman mereka, karena itu kemiskinan tidak menggoyahkan iman mereka sedikitpun. Mereka yakin bahwa cobaan dari Allah itu bermacam-macam bentuk dan ragamnya, ada yang berupa kesenangan dan ada pula berupa kesengsaraan. Hanyalah hamba Allah yang sabar dan tabahlah yang akan memperoleh keberuntungan.\n\n3. Mereka selalu mendirikan salat yang difardukan atas mereka pada waktu-waktu yang telah ditentukan.\n\n4. Mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Tindakan menginfakkan harta itu mereka lakukan semata-mata untuk mencari keridaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2631, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 17, "page": 336, "manzil": 4, "ruku": 289, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u062f\u0652\u0646\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0648\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u0631\u0651\u064e \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Walbudna ja'alnaahaa lakum min sha'aaa'iril laahi lakum feehaa khairun fazkurusmal laahi 'alaihaa sawaaff; fa izaa wajabat junoobuhaa fakuloo minhaa wa at'imul qaani'a walmu'tarr; kazaalika sakhkharnaahaa lakum la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And the camels and cattle We have appointed for you as among the symbols of Allah; for you therein is good. So mention the name of Allah upon them when lined up [for sacrifice]; and when they are [lifeless] on their sides, then eat from them and feed the needy and the beggar. Thus have We subjected them to you that you may be grateful.", "id": "Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2631", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2631.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2631.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan unta-unta yang digemukkan dan diberi kalung untuk dikurbankan itu Kami jadikan untuk kamu, para tamu Allah, sebagai bagian dari syiar agama Allah, dalam pelaksanaan ibadah haji; kamu banyak memperoleh kebaikan padanya untuk alat transportasi, mengangkut barang, mengambil susu, dan berkurban. Maka sebutlah nama Allah ketika kamu akan menyembelihnya dalam keadaan unta-unta itu berdiri, karena lazimnya unta disembelih dalam posisi berdiri, dan kaki-kaki-nya telah terikat dengan kuat. Kemudian apabila unta-unta itu telah rebah, selesai disembelih, maka makanlah oleh kamu sebagian dagingnya dan beri makanlah dengan daging unta itu orang-orang fakir dan miskin yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya, yang tidak meminta-minta karena menjaga kehormatan dirinya, dan orang-orang fakir dan miskin yang meminta-minta karena kebutuhan mendesak untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Demikianlah Kami tundukkan unta-unta itu untukmu, hingga unta-unta itu tidak berontak ketika kamu akan menyembelihnya agar kamu bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya yang diberikan kepada kamu.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa dia menciptakan unta agar diambil manfaatnya oleh manusia dan menjadikan unta itu sebagai salah satu syi'ar-syi'ar Allah dengan menyembelihnya sebagai binatang kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kemudian Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berkurban pahala yang berlipat ganda di akhirat.\n\nMenurut Imam Abu Hanifah yang berasal dari pendapat Atha' dan Sa'id bin Musayyab dari golongan tabi'in bahwa yang dimaksud dengan, \"Budna\" yang tersebut dalam ayat, ialah unta atau sapi. Pendapat ini dikuatkan pula oleh pendapat Ibnu Umar bahwa tidak dikenal arti \"badanah\" (mufrad budna) selain arti unta dan sapi.\n\nSeekor unta atau lembu dapat dijadikan kurban oleh tujuh orang berdasarkan hadis Rasulullah saw:\n\nBerkata Jabir ra, \"Kami menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah saw, maka kami berkurban seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.\" (Riwayat Muslim)\n\nJika seseorang tidak mendapatkan unta/sapi, ia boleh menggantinya dengan tujuh ekor kambing berdasarkan hadis:\n\n\"Dari Ibnu 'Abbas ra bahwa Nabi saw telah didatangi seseorang, ia berkata, \"Sesungguhnya telah wajib atasku menyembelih unta/sapi, sedangkan aku orang yang sanggup melakukannya, tetapi aku tidak mendapatkannya untuk kubeli. Maka Rasulullah saw menyuruhnya membeli tujuh ekor kambing, kemudian ia menyembelihnya.\" (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih)\n\nAllah memerintahkan agar menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa haram hukumnya menyebut nama selain Allah diwaktu menyembelihnya.\n\nApabila binatang kurban telah disembelih, telah roboh dan diyakini telah benar-benar mati, maka kulitilah, makanlah sebagian dagingnya, dan berikanlah sebagian yang lain kepada fakir miskin yang meminta dan yang tidak meminta karena mereka malu melakukannya. Tentu saja memberikan (daging) seluruhnya adalah lebih baik dan lebih besar pahalanya.\n\nOrang-orang Arab jahiliyah tidak mau memakan daging kurban yang telah mereka sembelih, maka dalam ayat ini Allah membolehkan kaum Muslimin memakan daging kurban mereka.\n\nDemikianlah Allah telah memudahkan penguasaan binatang kurban bagi orang-orang yang beriman, padahal binatang itu lebih kuat dari mereka. Yang demikian itu dapat dijadikan pelajaran agar manusia bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah dilimpahkan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2632, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 17, "page": 336, "manzil": 4, "ruku": 289, "hizbQuarter": 134, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064f\u062d\u064f\u0648\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062f\u0650\u0645\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u062a\u064f\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lany yanaalal laaha luhoo muhaa wa laa dimaaa'uhaa wa laakiny yanaaluhut taqwaa minkum; kazaalika sakhkharhaa lakum litukabbirul laaha 'alaa ma hadaakum; wa bashshirul muhsineen" } }, "translation": { "en": "Their meat will not reach Allah, nor will their blood, but what reaches Him is piety from you. Thus have We subjected them to you that you may glorify Allah for that [to] which He has guided you; and give good tidings to the doers of good.", "id": "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2632", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2632.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2632.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa daging hewan kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, karena kurban itu bukan sesajen dan Allah tidak membutuhkan darah dan daging, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu, yaitu sikap kamu melawan rasa cinta terhadap harta dan kikir dengan berkurban, peduli, dan berbagi kepada fakir miskin dan duafa guna mendekatkan diri kepada Allah. Demikianlah salah satu tujuan Dia menundukkannya untuk kamu dengan menjinakkan unta-unta itu untuk disembelih agar kamu mengagungkan Allah dengan mengumandangkan takbir ketika menyembelih hewan kurban itu atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu dengan mensyariatkan tata cara berkurban, tujuan, dan waktunya. Dan sampaikanlah, oleh kamu Muhammad kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik yang beriman, berkurban, serta peduli dan berbagi terhadap fakir miskin dan duafa dengan tujuan mengharap keridaan Allah.", "long": "Allah menegaskan lagi tujuan berkurban, ialah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keridaan-Nya. Dekat kepada Allah dan keridaan-Nya tidak akan diperoleh dari daging-daging binatang yang disembelih itu dan tidak pula dari darahnya yang telah ditumpahkan, akan tetapi semuanya itu akan diperoleh bila kurban itu dilakukan dengan niat yang ikhlas, dilakukan semata-mata karena Allah dan sebagai syukur atas nikmat-nikmat yang tidak terhingga yang telah dilimpahkan-Nya kepada hamba-Nya.\n\nMujahid berkata, \"Kaum Muslimin pernah bermaksud meniru perbuatan orang-orang musyrik Mekah. Jika menyembelih binatang kurban, mereka menebarkan daging-daging binatang itu disekitar Ka'bah, sedang darahnya mereka lumurkan ke dinding-dinding Ka'bah dengan maksud mencari keridaan tuhan-tuhan yang mereka sembah. Dengan turunnya ayat ini, maka kaum Muslimin mengurungkan maksudnya itu.\"\n\nAllah menegaskan pula bahwa Dia telah memudahkan binatang kurban bagi manusia, mudah didapat, mudah dikuasai, dan mudah pula disembelih. Dengan kemudahan itu manusia seharusnya tambah mensyukuri nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka serta mengagungkan-Nya, karena petunjuk-petunjuk yang telah diberikan-Nya.\n\nPada akhir ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, serta orang-orang yang melakukan kurban dengan ikhlas bahwa mereka akan memperoleh rida dan karunia-Nya.\n\nPada ayat yang lalu Allah memerintahkan agar menyebut nama-Nya di waktu menyembelih binatang kurban, sedang pada ayat ini diperintahkan membaca takbir di waktu menyembelih binatang kurban.\n\nKebanyakan ahli tafsir mengumpulkan kedua bacaan ini, yaitu dengan menyebut nama Allah dan mengucapkan takbir.\n\nUcapan yang diucapkan itu ialah:\n\nDengan nama Allah, Allah Maha Besar, dari Engkau dan untuk Engkau!\n\nAlasan dari mufasir itu ialah hadis Nabi Muhammad saw.\n\nDari Jabir bin Abdillah, ia berkata, \"Nabi saw menyembelih pada hari raya kurban dua ekor domba yang mempunyai tanduk yang tajam dan berwarna putih kehitam-hitaman. Tatkala beliau menghadapkan keduanya ke kiblat, beliau mengucapkan, (artinya) \"Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan cenderung kepada agama yang benar,\" sampai kepada perkataan, 'dan aku adalah orang yang pertama kali yang menyerahkan diri. Wahai Tuhan! Dari Engkau untuk Engkau, dari Muhammad dan umatnya, dengan nama Allah dan Allah Mahabesar, kemudian beliau menyembelihnya.\" (Riwayat Abu Daud)" } } }, { "number": { "inQuran": 2633, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 17, "page": 336, "manzil": 4, "ruku": 289, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062f\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u062e\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0646\u064d \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Innal laaha yudaafi' 'anil lazeena aamanoo; innal laaha laa yuhibbu kulla khawwaanin kafoor" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah defends those who have believed. Indeed, Allah does not like everyone treacherous and ungrateful.", "id": "Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2633", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2633.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2633.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir Mekah dengan segala cara berusaha menghalangi tersebarnya ajaran Islam. Pada ayat ini dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah membela orang yang beriman dengan menguatkan hati mereka untuk bersabar, memiliki daya tahan, menghadapi segala cobaan dan rintangan yang dilakukan orang-orang kafir Mekah tersebut. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang beriman yang berkhianat terhadap agama, sesama orang beriman, serta perjuangan Islam; dan Allah pun sangat tidak menyukai orang-orang yang kufur atas nikmat-Nya.", "long": "Ayat ini mengisyaratkan bahwa orang-orang beriman selalu mendapat cobaan dan rintangan dari musuh-musuh Allah dan orang-orang yang menginginkan agar agama Allah lenyap dari permukan bumi. \n\nSekalipun demikian, Allah tetap membela orang-orang yang beriman dengan menguatkan hati mereka, memantapkan langkah-langkah mereka untuk mengikuti jalan yang lurus yang telah dibentangkan Allah, dan memperkuat kesabaran dan ketabahan hati mereka.\n\nJaminan Allah terhadap pembelaan-Nya pada orang Mukmin ditegaskan dalam firman-Nya:\n\nAllah telah menetapkan, \"Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.\" Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadalah/58: 21)\n\nKarena itu diwajibkan atas orang-orang yang telah beriman yang telah ditolong Allah, membela dan menegakkan agama Allah, sebagai tanda bersyukur atas pertolongan-Nya.\n\nAllah membela orang-orang yang beriman karena mereka telah menepati janjinya untuk menegakkan agama Allah, oleh sebab itu, Allah membenci orang-orang yang khianat dan orang-orang kafi yang telah mengkhianati janji Allah yang telah ditetapkan-Nya, sebagaimana yang telah diterangkan dalam firman Allah:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), \"Bukankah Aku ini Tuhanmu?\" Mereka menjawab, \"Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.\" (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, \"Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.\" (al-A'raf/7: 172)\n\nMereka mengingkari perintah Allah dan tidak mengindahkan larangan-larangan-Nya, mendustakan ayat-ayat Allah, sehingga mereka tidak diacuhkan Allah di akhirat nanti, Allah beriman:\n\nSungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya, dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih. (al-Baqarah/2: 174)" } } }, { "number": { "inQuran": 2634, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 17, "page": 337, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0630\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064f\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Uzina lillazeena yuqaataloona bi annahum zulimoo; wa innal laaha 'alaa nasrihim la Qaderr" } }, "translation": { "en": "Permission [to fight] has been given to those who are being fought, because they were wronged. And indeed, Allah is competent to give them victory.", "id": "Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sung-guh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2634", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2634.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2634.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selama 13 tahun di Mekah Allah membela orang yang beriman dengan menguatkan hati mereka untuk bersabar dalam menghadapi hinaan, boikot, pengusiran dan percobaan pembunuhan yang dilakukan orang-orang kafir. Kini, setelah hijrah ke Madinah, diizinkan kepada orang-orang yang diperangi untuk berperang guna membela diri dan kehormatan agama dalam Perang Badar, karena sesungguhnya mereka dizalimi selama di Mekah. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu pada Perang Badar dengan menurunkan para malaikat untuk mengalahkan orang-orang kafir Mekah.", "long": "Ayat ini memperbolehkan orang-orang yang beriman memerangi orang-orang kafir, jika mereka telah berbuat aniaya di muka bumi, menganiaya orang beriman dan menentang agama Allah.\n\nSejak Nabi Muhammad saw menyampaikan risalahnya dan melakukan dakwahnya kepada orang-orang Quraisy, maka sejak itu pula sikap orang musyrik Mekah berubah terhadap Nabi dan para sahabat. Semula mereka menganggap Muhammad sebagai orang yang bisa dipercaya, orang yang adil yang dapat menyelesaikan perkara-perkara yang terjadi di antara mereka dengan adil. Tetapi setelah Nabi Muhammad saw menyampaikan risalahnya, mereka lalu mengancam, menyakiti dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan Nabi saw, para sahabat dan sebagainya. Pernah juga mereka melempari Nabi dengan kotoran binatang dan menganiaya para sahabat, sehingga penderitaan yang dialami Nabi dan para sahabat hampir-hampir tidak tertahankan lagi. \n\nPara sahabat pernah mengadukan hal itu kepada Nabi saw dan memohon kepadanya agar kepada mereka diizinkan untuk membalas tindakan-tindakan orang-orang kafir itu. Rasulullah berusaha menenangkan dan menyabarkan hati para sahabat, karena belum ada perintah dari Allah atau ayat yang diturunkan untuk mengadakan perlawanan dan mempertahankan diri. Semakin hari penderitaan itu dirasakan semakin berat dan untuk menghindarkan diri dari terjadinya bentrokan dengan orang-orang kafir, maka pernah beberapa kali kaum Muslimin melakukan hijrah, seperti hijrah ke Habasyah, ke thaif yang akhirnya Rasulullah dan para sahabat bersama-sama hijrah ke Medinah.\n\nSetelah kaum Muslimin hijrah ke Medinah, barulah turun ayat-ayat yang memerintahkan kaum Muslimin memerangi orang-orang yang berbuat aniaya terhadap orang yang beriman dan berusaha menghancurkan agama Islam. Ayat ini adalah ayat yang pertama kali diturunkan yang berhubungan dengan perintah berperang. Ayat kedua yang berkaitan dengan perintah berperang adalah diperbolehkannya Kaum Muslimin memerangi orang kafir namun secara terbatas yaitu: \n\nDan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Baqarah/2: 190)\n\nAyat ketiga perintah berperang adalah:\n\nPerangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (at-Taubah/9: 29)\n\ndhahhak berkata, \"Para sahabat minta izin kepada Rasulullah saw untuk memerangi orang-orang kafir yang menyakiti mereka di Mekah, maka turunlah ayat 38 Surah ini. Setelah hijrah ke Medinah maka turunlah ayat 39 ini, yang merupakan ayat qital yang pertama kali diturunkan.\n\nDengan ayat ini kaum Muslimin diizinkan berperang. Ayat ini turun setelah Allah melarang orang-orang beriman berperang dalam waktu yang lama dan setelah Rasulullah berusaha beberapa kali menyabarkan, dan menahan semangat orang-orang beriman menghadapi segala macam tindakan orang-orang kafir yang menyakitkan hati mereka. Karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa izin berperang itu diberikan kepada kaum Muslimin, jika perang itu merupakan satu-satunya jalan keluar bagi kesulitan yang tidak dapat diatasi lagi. Dengan perkataan yang lain: Bahwa peperangan itu dibolehkan untuk mempertahankan diri dan untuk menegakkan dan membela kalimat Allah.\n\nSebenarnya Allah Mahakuasa membela dan memenangkan orang-orang yang beriman, tanpa melakukan sesuatu peperangan dan tanpa mengalami kesengsaraan dan penderitaan. Akan tetapi Allah hendak menguji hati para hamba-Nya yang mukmin, sampai di mana ketabahan dan kesabaran mereka dalam menghadapi cobaan-cobaan Allah, sampai di mana ketaatan dan kepatuhan mereka dalam melaksanakan perintah-perintah Allah. Betapa banyak orang yang semula dianggap baik imannya, tetapi setelah mengalami sedikit cobaan saja, mereka kembali menjadi kafir. Dengan adanya perintah jihad itu, maka ada kesempatan bagi orang-orang yang beriman untuk memperoleh balasan Allah yang paling besar, yaitu balasan yang disediakan bagi orang-orang yang mati syahid dalam mempertahankan agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2635, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 17, "page": 337, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u062f\u0651\u0650\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0635\u064e\u0648\u064e\u0627\u0645\u0650\u0639\u064f \u0648\u064e\u0628\u0650\u064a\u064e\u0639\u064c \u0648\u064e\u0635\u064e\u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u064f \u064a\u064f\u0630\u0652\u0643\u064e\u0631\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c", "transliteration": { "en": "Allazeena ukhrijoo min diyaarihim bighairi haqqin illaaa any yaqooloo rabbunallaah; wa law laa daf'ul laahin naasa ba'dahum biba'dil lahuddimat sawaami'u wa biya'unw wa salawaatunw wa masaajidu yuzkaru feehasmul laahi kaseeraa; wa layansurannal laahu mai yansuruh; innal laaha la qawiyyun 'Azeez" } }, "translation": { "en": "[They are] those who have been evicted from their homes without right - only because they say, \"Our Lord is Allah.\" And were it not that Allah checks the people, some by means of others, there would have been demolished monasteries, churches, synagogues, and mosques in which the name of Allah is much mentioned. And Allah will surely support those who support Him. Indeed, Allah is Powerful and Exalted in Might.", "id": "(yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah.” Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2635", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2635.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2635.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang beriman yang diizinkan untuk berperang itu adalah orang-orang yang diusir dari kampung halamannya di Mekah tanpa alasan yang benar, baik menurut akal sehat maupun nurani. Alasan satu-satunya dari tindakan tersebut adalah hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah,” lalu istikamah dalam keyakinannya. Seandainya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia kepada sebagian yang lain yang menumpahkan darah dan saling menghancurkan, dengan diizinkan berperang kepada orang-orang beriman guna membela diri dan menyadarkan penyerang untuk menghentikan serangannya dan bersedia hidup berdampingan dengan toleran, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah akibat keganasan perang. Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya dengan mencegah perang dan memperjuangkan perdamaian. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa atas segala sesuatu.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan keadaan orang-orang yang diizinkan berperang, karena orang-orang musyrik Mekah telah melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan terhadap kaum Muslimin. Mereka disiksa, dianiaya, disakiti dan sebagainya, bukanlah karena sesuatu kesalahan atau kejahatan yang telah mereka perbuat, tetapi semata-mata karena mereka telah berkeyakinan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah, selain Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka tidak mempercayai lagi kepercayaan nenek moyang mereka. Mereka telah berserah diri kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan mereka telah menjadi orang-orang muslim.\n\nTindakan orang musyrik Mekah terhadap kaum Muslimin itu diterangkan dalam firman Allah:\n\n\"...mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu...\" (al-Mumtahanah/60: 1)\n\nPenderitaan dan kesengsaraan yang dialami Nabi dan para sahabat karena mereka beriman kepada Allah, telah dialami pula oleh para rasul dan umatnya yang telah diutus dahulu. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, \"Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami.\" (Ibrahim/14: 13)\n\nMereka yang diizinkan berperang itu telah diusir sebelumnya oleh kaum musyrikin dari kampung halaman mereka, telah disiksa dan disakiti tanpa alasan yang benar. Seandainya perbuatan kaum musyrik itu dibiarkan, tentulah kezaliman mereka semakin bertambah, semakin lama mereka bertambah gila kekuasaan, mereka akan menghancurkan biara-biara, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah dan mesjid-mesjid yang ada didalamnya disebut dan diagungkan nama Allah. Karena itu Allah mensyariatkan dalam agama-Nya agar tiap-tiap orang yang beriman dihalangi menyembah Tuhannya itu membela agamanya, berperang dijalan Allah, tetapi membela kebenaran, menolak kebatilan dan kezaliman.\n\nPada hakekatnya perang yang terjadi itu adalah perang antara yang hak dan yang batil, perang antar orang yang telah mendapat petunjuk dari Allah dengan orang yang mengingkari petunjuk itu. Perang yang seperti itu adalah peperangan yang tujuannya untuk membina kehidupan manusia, yaitu kehidupan dunia yang sejahtera yang diridai Allah dan kehidupan ukhrawi yang bahagia dan abadi.\n\nAyat ini juga mengisyaratkan agar setiap kelompok kaum Muslimin mempunyai sebuah mesjid yang didirikan oleh para anggota kelompok itu. Di dalam mesjid tersebut diagungkan asma Allah, dilaksanakan salat berjamaah setiap waktu, diperbincangkan hidup dan kehidupan kaum Muslimin, dijadikan mesjid itu tempat berkumpul dan tempat bermusyawarah.\n\nPada ayat ini Allah menguatkan perintah berperang pada ayat di atas, dengan memberikan perintah dan janji. Yang diperintahkan Allah adalah agar kaum Muslimin menolong dan membela agama Allah, berjihad dan melaksanakan perintah Allah. Yang dijanjikan, ialah barangsiapa yang membela agama Allah, ia berhak mendapat pertolongan Allah, berupa kemenangan dan pahala di akhirat nanti.\n\nAllah berfirman:\n\nDan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman. (ar- Rum/30: 47)\n\nJanji Allah itu pasti ditepatinya, karena Dia Mahakuasa dan Maha Perkasa. Allah berfirman:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad/47: 7)\n\nPada permulaan ayat di atas Allah menjanjikan kemenangan bagi orng-orang yang beriman. Kemudian pada akhir ayat, Allah menegaskan lagi bahwa kemenangan itu pasti diperoleh orang-orang yang beriman. Pada permulaannya kaum Muslimin belum meyakini kebenaran janji itu maka perlu dikuatkan oleh pernyataan kedua. Maksudnya ialah untuk menenangkan dan menenteramkan hati, mengokohkan pendirian pada saat kaum Muslimin sedang mendapat cobaan dari Allah.\n\nPada akhir ayat Allah menepati janji yang telah dijanjikan-Nya kepada orang-orang yang beriman. Dia Mahakuasa melakukan segala sesuatu dan tidak seorang pun yang dapat menghalangi terjadinya sesuatu kehendak-Nya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang. (ash-shaffat/37: 171-173)" } } }, { "number": { "inQuran": 2636, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 17, "page": 337, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0647\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Allazeena im makkan naahum fil ardi aqaamus Salaata wa aatawuz Zakaata wa amaroo bilma'roofi wa nahaw 'anil munkar; wa lillaahi 'aaqibatul umoor" } }, "translation": { "en": "[And they are] those who, if We give them authority in the land, establish prayer and give zakah and enjoin what is right and forbid what is wrong. And to Allah belongs the outcome of [all] matters.", "id": "(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2636", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2636.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2636.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para sahabat Nabi yang diusir dari kampung halamannya hanya karena mereka meyakini tidak ada tuhan selain Allah itu adalah orang-orang yang jika Kami beri kedudukan kepada mereka di bumi dengan menjadi umara, mereka akan menggunakan kekuasaannya untuk mengajak umat melaksanakan salat berjamaah, di masjid, awal waktu; menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan manajemen yang baik untuk kesejahteraan umat, dan menyuruh berbuat yang makruf kepada seluruh lapisan masyarakat dan mencegah dari yang mungkar dari siapa saja yang mengindikasikan melanggar hukum dan menyimpang dari aturan yang berlaku; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan dengan seadil-adilnya mengenai nasib manusia di akhirat.", "long": "Kemudian Allah menerangkan sifat-sifat orang yang diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar itu. Mereka ialah para sahabat beserta Nabi Muhammad saw, yang kepada mereka Allah telah menjanjikan kemenangan. Jika kemenangan telah mereka peroleh, mereka tidak seperti orang-orang musyrik dan orang-orang yang gila kekuasaan tetapi mereka akan tetap melaksanakan:\n\n1. Salat pada setiap waktu yang telah ditentukan sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Mereka benar-benar telah yakin, bahwa salat itu tiang agama, merupakan tali penghubung yang langsung antara Allah dengan hamba-Nya, mensucikan jiwa dan raga, mencegah manusia dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar serta merupakan perwujudan takwa yang sebenarnya.\n\n2. Mereka menunaikan zakat. Mereka meyakini bahwa di dalam harta si kaya terdapat hak orang-orang fakir dan miskin. Karena itu mereka dalam menunaikan zakat itu bukanlah karena mereka mengasihi orang-orang fakir dan miskin, tetapi semata-mata untuk menyerahkan hak orang fakir dan miskin yang terdapat dalam harta mereka. Jika mereka diangkat sebagai penguasa, mereka berusaha agar hak orang-orang fakir dan miskin itu benar-benar sampai ke tangan mereka.\n\n3. Perintah untuk menyuruh manusia berbuat makruf dan mencegah perbuatan mungkar. Mereka mendorong manusia mengerjakan amal saleh, memimpin manusia melalui jalan lurus yang dibentangkan Allah. Mereka sangat benci kepada orang-orang yang biasa melanggar larangan-larangan Allah.\n\nAmat benarlah janji Allah. Mereka memperoleh kemenangan yang telah dijanjikan itu. Mereka ditetapkan Allah sebagai pengurus urusan duniawi dan pemimpin umat beragama dengan baik. Dalam waktu yang singkat kaum Muslimin telah dapat menguasai daerah-daerah di luar Jazirah Arab.\n\nTindakan mereka sesuai dengan firman Allah:\n\nKamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (Ali 'Imran/3: 110)" } } }, { "number": { "inQuran": 2637, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 17, "page": 337, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa iny yukazzibooka faqad kazzabat qablahum qawmu Nooinw wa Aadunw wa Samood" } }, "translation": { "en": "And if they deny you, [O Muhammad] - so, before them, did the people of Noah and 'Aad and Thamud deny [their prophets],", "id": "Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, ‘Ad, dan Samud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2637", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2637.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2637.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka, orang-orang musyrik yang kaya dan berkuasa di Mekah, mendustakan ajaran engkau, Muhammad, yang bersumber dari wahyu Allah, maka sungguh begitulah sikap kaum sebelum mereka, mendustakan ajaran yang dibawa oleh para nabi mereka seperti kaum Nuh, ‘Ad, dan Samud, dan demikian juga sifat dan karakter kaum Ibrahim dan kaum Lut yang secara terbuka menantang dan mendustakan ajaran para nabi yang diutus kepada mereka.", "long": "Ayat-ayat ini merupakan penawar hati Nabi Muhammad saw dan hati para sahabat yang sedang susah dan gundah akibat tindakan sewenang-wenang yang dilakukan orang-orang musyrik Mekah terhadap mereka. Seakan-akan Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad, hai Muhammad jika orang-orang musyrik Mekah mendustakanmu, tidak mengindahkanmu, bahkan menentang seruan engkau, berbuat kerusakan di muka bumi, menyakiti dan menyiksa para sahabatmu dengan cara yang beraneka ragam, janganlah kamu bersedih hati, janganlah putus asa dan kuatkanlah hatimu dalam menghadapi mereka, karena umat-umat dahulu pun telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, tetapi Aku memberikan pertolongan kepada mereka, sehingga kemenangan berada pada mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nSehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa. (Yusuf/12: 110)\n\nDemikianlah Nuh as telah didustakan oleh kaumnya, mereka mengancam dan mendurhakainya, termasuk anaknya sendiri. Nabi Hud as telah didustakan oleh kaumnya, yaitu kaum 'Ad, Nabi Saleh oleh kaumnya, yaitu kaum Samud, begitu pula Ibrahim, Lut, Syu'aib. Semuanya didustakan oleh kaumnya, disakiti dan disiksa, tetapi mereka tetap tabah dan sabar. Semakin keras siksa dan penentangan dari kaumnya, semakin bertambah kuat iman mereka. Akhirnya kemenangan berada di pihak mereka.\n\nMusa telah didustakan oleh Fir'aun dan kaumnya, mereka tidak mempercayai semua mukjizat yang diperlihatkan Musa, sekalipun mereka tidak dapat mengalahkan Musa as atau mendatangkan mukjizat seperti mukjizat Nabi Musa itu. Karena mereka tetap ingkar, maka sunnah Allah berlaku bagi mereka, yaitu Allah menolong orang-orang yang beriman dan menghancurkan semua orang kafir yang durhaka kepada-Nya, pada saat yang ditentukan-Nya.\n\nPerhatikanlah sejarah umat-umat dahulu yang menentang para rasul yang diutus kepada mereka, akhirnya semua ditimpa malapetaka yang dahsyat, sehingga kesombongan, kegembiraan dan kesenangan yang ada pada mereka beralih seketika menjadi kesedihan dan kesengsaraan yang tiada taranya. Kemudian setelah mengalami malapetaka yang dahsyat itu, di akhirat mereka akan ditimpa azab yang pedih. Mengubah suatu kemewahan dan kesenangan menjadi suatu kesengsaraan dan penderitaan, suatu kemenangan berubah menjadi suatu kekalahan dalam waktu yang sangat singkat amatlah mudah bagi Allah Yang Mahakuasa dan Maha Bijaksana melakukannya.\n\nAllah berfirman:\n\nSungguh, azab Tuhanmu sangat keras. (al-Buruj/85: 12)\n\nDan firman Allah:\n\nDan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat. (Hud/11: 102)" } } }, { "number": { "inQuran": 2638, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 17, "page": 337, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qawmu Ibraaheema wa qawmu Loot" } }, "translation": { "en": "And the people of Abraham and the people of Lot", "id": "dan (demikian juga) kaum Ibrahim dan kaum Lut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2638", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2638.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2638.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka, orang-orang musyrik yang kaya dan berkuasa di Mekah, mendustakan ajaran engkau, Muhammad, yang bersumber dari wahyu Allah, maka sungguh begitulah sikap kaum sebelum mereka, mendustakan ajaran yang dibawa oleh para nabi mereka seperti kaum Nuh, ‘Ad, dan Samud, dan demikian juga sifat dan karakter kaum Ibrahim dan kaum Lut yang secara terbuka menantang dan mendustakan ajaran para nabi yang diutus kepada mereka.", "long": "Ayat-ayat ini merupakan penawar hati Nabi Muhammad saw dan hati para sahabat yang sedang susah dan gundah akibat tindakan sewenang-wenang yang dilakukan orang-orang musyrik Mekah terhadap mereka. Seakan-akan Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad, hai Muhammad jika orang-orang musyrik Mekah mendustakanmu, tidak mengindahkanmu, bahkan menentang seruan engkau, berbuat kerusakan di muka bumi, menyakiti dan menyiksa para sahabatmu dengan cara yang beraneka ragam, janganlah kamu bersedih hati, janganlah putus asa dan kuatkanlah hatimu dalam menghadapi mereka, karena umat-umat dahulu pun telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, tetapi Aku memberikan pertolongan kepada mereka, sehingga kemenangan berada pada mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nSehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa. (Yusuf/12: 110)\n\nDemikianlah Nuh as telah didustakan oleh kaumnya, mereka mengancam dan mendurhakainya, termasuk anaknya sendiri. Nabi Hud as telah didustakan oleh kaumnya, yaitu kaum 'Ad, Nabi Saleh oleh kaumnya, yaitu kaum Samud, begitu pula Ibrahim, Lut, Syu'aib. Semuanya didustakan oleh kaumnya, disakiti dan disiksa, tetapi mereka tetap tabah dan sabar. Semakin keras siksa dan penentangan dari kaumnya, semakin bertambah kuat iman mereka. Akhirnya kemenangan berada di pihak mereka.\n\nMusa telah didustakan oleh Fir'aun dan kaumnya, mereka tidak mempercayai semua mukjizat yang diperlihatkan Musa, sekalipun mereka tidak dapat mengalahkan Musa as atau mendatangkan mukjizat seperti mukjizat Nabi Musa itu. Karena mereka tetap ingkar, maka sunnah Allah berlaku bagi mereka, yaitu Allah menolong orang-orang yang beriman dan menghancurkan semua orang kafir yang durhaka kepada-Nya, pada saat yang ditentukan-Nya.\n\nPerhatikanlah sejarah umat-umat dahulu yang menentang para rasul yang diutus kepada mereka, akhirnya semua ditimpa malapetaka yang dahsyat, sehingga kesombongan, kegembiraan dan kesenangan yang ada pada mereka beralih seketika menjadi kesedihan dan kesengsaraan yang tiada taranya. Kemudian setelah mengalami malapetaka yang dahsyat itu, di akhirat mereka akan ditimpa azab yang pedih. Mengubah suatu kemewahan dan kesenangan menjadi suatu kesengsaraan dan penderitaan, suatu kemenangan berubah menjadi suatu kekalahan dalam waktu yang sangat singkat amatlah mudah bagi Allah Yang Mahakuasa dan Maha Bijaksana melakukannya.\n\nAllah berfirman:\n\nSungguh, azab Tuhanmu sangat keras. (al-Buruj/85: 12)\n\nDan firman Allah:\n\nDan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat. (Hud/11: 102)" } } }, { "number": { "inQuran": 2639, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 17, "page": 337, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0646\u064e\u0643\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa as haabu Madyana wa kuzziba Moosaa fa amlaitu lilkaafireena summa akhaztuhum fakaifa kaana nakeer" } }, "translation": { "en": "And the inhabitants of Madyan. And Moses was denied, so I prolonged enjoyment for the disbelievers; then I seized them, and how [terrible] was My reproach.", "id": "dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan, namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir, kemudian Aku siksa mereka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2639", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2639.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2639.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikian pula penduduk Madyan telah menustakan ajaran Nabi Syu‘aib. Dan ajaran Nabi Musa juga telah didustakan oleh Firaun dan Bani Israil, maka Aku telah memberikan tenggang waktu kepada orang-orang kafir dengan memanjangkan umur mereka di dunia, kemudian Aku menyiksa mereka di akhirat dengan merasakan azab-Ku di dalam neraka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku yang dirasakan oleh mereka yang menolak ajaran-Ku yang dibawa oleh para rasul.", "long": "Ayat-ayat ini merupakan penawar hati Nabi Muhammad saw dan hati para sahabat yang sedang susah dan gundah akibat tindakan sewenang-wenang yang dilakukan orang-orang musyrik Mekah terhadap mereka. Seakan-akan Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad, hai Muhammad jika orang-orang musyrik Mekah mendustakanmu, tidak mengindahkanmu, bahkan menentang seruan engkau, berbuat kerusakan di muka bumi, menyakiti dan menyiksa para sahabatmu dengan cara yang beraneka ragam, janganlah kamu bersedih hati, janganlah putus asa dan kuatkanlah hatimu dalam menghadapi mereka, karena umat-umat dahulu pun telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, tetapi Aku memberikan pertolongan kepada mereka, sehingga kemenangan berada pada mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nSehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa. (Yusuf/12: 110)\n\nDemikianlah Nuh as telah didustakan oleh kaumnya, mereka mengancam dan mendurhakainya, termasuk anaknya sendiri. Nabi Hud as telah didustakan oleh kaumnya, yaitu kaum 'Ad, Nabi Saleh oleh kaumnya, yaitu kaum Samud, begitu pula Ibrahim, Lut, Syu'aib. Semuanya didustakan oleh kaumnya, disakiti dan disiksa, tetapi mereka tetap tabah dan sabar. Semakin keras siksa dan penentangan dari kaumnya, semakin bertambah kuat iman mereka. Akhirnya kemenangan berada di pihak mereka.\n\nMusa telah didustakan oleh Fir'aun dan kaumnya, mereka tidak mempercayai semua mukjizat yang diperlihatkan Musa, sekalipun mereka tidak dapat mengalahkan Musa as atau mendatangkan mukjizat seperti mukjizat Nabi Musa itu. Karena mereka tetap ingkar, maka sunnah Allah berlaku bagi mereka, yaitu Allah menolong orang-orang yang beriman dan menghancurkan semua orang kafir yang durhaka kepada-Nya, pada saat yang ditentukan-Nya.\n\nPerhatikanlah sejarah umat-umat dahulu yang menentang para rasul yang diutus kepada mereka, akhirnya semua ditimpa malapetaka yang dahsyat, sehingga kesombongan, kegembiraan dan kesenangan yang ada pada mereka beralih seketika menjadi kesedihan dan kesengsaraan yang tiada taranya. Kemudian setelah mengalami malapetaka yang dahsyat itu, di akhirat mereka akan ditimpa azab yang pedih. Mengubah suatu kemewahan dan kesenangan menjadi suatu kesengsaraan dan penderitaan, suatu kemenangan berubah menjadi suatu kekalahan dalam waktu yang sangat singkat amatlah mudah bagi Allah Yang Mahakuasa dan Maha Bijaksana melakukannya.\n\nAllah berfirman:\n\nSungguh, azab Tuhanmu sangat keras. (al-Buruj/85: 12)\n\nDan firman Allah:\n\nDan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat. (Hud/11: 102)" } } }, { "number": { "inQuran": 2640, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 17, "page": 337, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062e\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0634\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u064f\u0639\u064e\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0642\u064e\u0635\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0634\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Faka ayyim min qaryatin ahlaknaahaa wa hiya zaalimatun fahiya khaawiyatun 'alaa 'urooshihaa wa bi'rim mu'at talatinw wa qasrim masheed" } }, "translation": { "en": "And how many a city did We destroy while it was committing wrong - so it is [now] fallen into ruin - and [how many] an abandoned well and [how many] a lofty palace.", "id": "Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (ti-dak ada penghuninya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2640", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2640.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2640.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menurunkan adzabnya kepada umat-umat terdahulu yang telah mendustakan dan mengingkari ajaran para rasul-Nya yang diutus kepada mereka. \"Maka, betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, karena penduduknya dalam keadaan zalim terhadap diri mereka sendiri dengan tidak beriman dan bertindak sewenang-wenang terhadap para rasul, menghina, mendustakan, dan membunuh mereka, lalu kami mengazab mereka sehingga runtuhlah bangunan-bangunannya; dan betapa banyak pula sumur yang telah ditinggalkan, karena penduduk negeri itu telah binasa; dan istana yang tinggi, mewah dan indah telah menjadi rumah tua yang tidak ada penghuninya,\" demikian Allah menjelaskan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa banyak negeri yang telah dibinasakan Allah, karena penduduknya menyekutukan Allah, membuat kerusakan di muka bumi dan berlaku zalim. Banyak negeri yang dihancur luluhkan, atap-atap rumahnya roboh, kemudian ditimpa oleh reruntuhan dindingdindingnya. Banyak sumur-sumur yang tidak dipergunakan lagi oleh pemiliknya disebabkan para pemiliknya telah meninggal atau musnah bersamasama dengan musnahnya negeri-negeri itu, karena kedurhakaan mereka kepada Allah. Demikian pula banyak istana-istana dan mahligai-mahligai menjulang tinggi yang telah kosong, tidak berpenghuni lagi, karena penghuni-penghuninya yang angkuh dan sewenang-wenang itu telah musnah. Semuanya itu bagi mereka merupakan imbalan dari kedurhakaan dan keganasan mereka dan menjadi pelajaran yang berharga, bagi manusia yang datang kemudian, yang ingin memperoleh kebahagian di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2641, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 17, "page": 337, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064c \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u064c \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Afalam yaseeroo fil ardi fatakoona lahum quloobuny ya'qiloona bihaaa aw aazaanuny yasm'oona bihaa fa innahaa laa ta'mal absaaru wa laakin ta'mal quloobul latee fissudoor" } }, "translation": { "en": "So have they not traveled through the earth and have hearts by which to reason and ears by which to hear? For indeed, it is not eyes that are blinded, but blinded are the hearts which are within the breasts.", "id": "Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2641", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2641.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2641.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu bertanya kepada orang-orang yang menolak ajaran Allah yang dibawa Rasulullah, \"Maka apakah mereka tidak pernah berjalan di bumi menyaksikan peninggalan umat terdahulu atau mengkajinya secara mendalam sehingga kalbu, kecerdasan emosi, dan spiritual mereka dapat memahami atau merenungkan ajaran Al-Qur’an atau telinga mereka dapat mendengar ajakan Rasul untuk beriman kepada Allah?\" Mata, telinga, dan pikiran mereka tertutup. Oleh sebab itu, sejatinya bukan mata lahiriah mereka itu yang buta sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti kebenaran ajaran Rasulullah, tetapi yang buta adalah mata hati mereka yang ada di dalam dada mereka.", "long": "Orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan ayat-ayat Allah, dan mengingkari seruan Nabi Muhammad saw sebenarnya mereka sering melakukan perjalanan antara Mekah dan Syiria, serta ke negeri-negeri yang berada di sekitar Jazirah Arab. Mereka membawa barang dagangan dalam perjalanan melihat bekas-bekas reruntuhan negeri umat-umat yang dahulu telah dihancurkan Allah, seperti bekas-bekas negeri kaum 'Ad dan kaum samud, bekas reruntuhan negeri kaum Lut dan kaum Syu'aib dan sebagainya. Orang-orang musyrik Mekah telah pula mendengar kisah tragis kaum yang durhaka itu. Apakah semua peristiwa dan kejadian itu tidak mereka pikirkan dan renungkan bahwa tindakan mereka mengingkari seruan Muhammad dan menyiksa para sahabat itu sama dengan tindakan-tindakan umat-umat dahulu terhadap para rasul yang diutus kepada mereka? Jika tindakan itu sama, tentu akibatnya akan sama pula, yaitu mereka akan memperoleh malapetaka dan azab yang keras dari Allah. Allah Mahakuasa melakukan segala yang dikehendaki-Nya, tidak seorang pun yang sanggup menghalanginya.\n\nMelihat sikap orang-orang musyrik Mekah yang demikian, ternyata mata mereka tidaklah buta, karena mereka dapat melihat bekas-bekas reruntuhan negeri kaum yang durhaka itu, tetapi sebenarnya hati merekalah yang telah buta, telah tertutup untuk menerima kebenaran. Yang menutup hati mereka itu ialah pengaruh adat kebiasaan dan kepercayaan mereka dari nenek moyang mereka dahulu. Oleh karena itu mereka merasa dengki kepada Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya, sehingga mereka tidak dapat lagi memikirkan dan merenungkan segala macam peristiwa duka yang telah terjadi dan menimpa umat-umat terdahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 2642, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yasta'juloonaka bil'azaabi wa lany yukhlifal laahu wa'dah; wa inna yawman 'inda Rabbika ka'alfi sanatim mimmaa ta'uddoon" } }, "translation": { "en": "And they urge you to hasten the punishment. But Allah will never fail in His promise. And indeed, a day with your Lord is like a thousand years of those which you count.", "id": "Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2642", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2642.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2642.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena mata hati mereka buta dan telinga mereka tertutup, dan mereka dengan sombong dan menantang meminta kepadamu, Muhammad, agar azab yang dijanjikan kepada orang-orang kafir itu disegerakan di dunia ini. Mereka tidak mengetahui bahwa Allah tidak akan pernah menyalahi janji-Nya bahwa azab yang pedih bagi orang-orang kafir itu akan diberikan di akhirat. Dan sungguh, jika mereka menyadari bahwa sehari di sisi Tuhanmu di akhirat seperti seribu tahun menurut perhitunganmu di dunia sehingga merasakan azab sehari saja di dalam neraka sebanding dengan seribu tahun di dunia. Betapa dah-syatnya azab Allah, mengapa mereka menantang?", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan ayat-ayat Allah, mengingkari seruan Nabi Muhammad saw, tidak percaya kepada adanya hari Kiamat, mereka meminta kepada Nabi Muhammad saw agar kepada mereka ditimpakan pula azab seperti yang telah ditimpakan kepada umat-umat terdahulu. Permintaan itu mereka lakukan, karena yakin bahwa azab itu tidak akan datang.\n\nPermintaan mereka dijawab Allah bahwa azab yang mereka minta itu pasti datang, karena hal itu merupakan Sunnatullah. Allah sekali-kali tidak akan memungkiri janji-Nya. Hanya saja azab itu ditimpakan kepada mereka pada waktu yang telah ditentukan Allah, tidak menurut waktu yang mereka kehendaki. Waktu kedatangan azab itu hanya Allah sajalah yang mengetahuinya, sebagaimana waktu kedatangan azab kepada umat-umat ter- dahulu, yang datang secara tiba-tiba, tanpa diketahui oleh seorang pun darimana dan kapan azab itu datang.\n\nSebagaimana firman Allah:\n\nMaka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? (al-A'raf/7: 97-98)\n\nJika orang-orang musyrik Mekah merasa bahwa telah lama masa berlalu, tetapi azab yang dijanjikan itu belum datang, sehingga mereka berpendapat bahwa azab itu tidak akan datang lagi, maka hendaklah mereka ingat bahwa seribu tahun menurut perasaan mereka adalah sama dengan sehari di sisi Allah. Karena itu hendaklah mereka ingat bahwa Allah pasti menepati janji-Nya setelah berjalan waktu yang lama menurut perasaan mereka. Allah melambatkan kedatangan azab itu bukanlah berarti bahwa Dia telah menyalahi janji yang telah dijanjikan-Nya.\n\nSecara saintis, Ayat ini mensiratkan konsep relativitas waktu. Sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Albert Einstein melalui Teori Relativitas. Sebelumnya, selama hampir 200 tahun, dunia fisika didominasi oleh fisika Newton yang menyatakan bahwa waktu adalah konstan; satu jam adalah sama di mana pun dalam kondisi apa pun. \n\nContoh berikut akan memberikan ilustrasi tentang konsep waktu yang konstan. Misalkan, Hamzah dan Wildan telah menyamakan waktu di jam tangannya masing-masing. Kemudian, dengan menggunakan sebuah pesawat yang memiliki kecepatan yang tinggi, mendekati kecepatan cahaya, Hamzah berangkat meninggalkan Wildan. Setelah satu jam (menurut jam tanganya) Hamzah kembali dari perjalanannya dan menemui Wildan. Maka, Newton akan mengatakan bahwa Wildan pun akan merasakan bahwa dia telah menunggu Hamzah selama satu jam. Jam tangan Wildan akan menunjukkan waktu yang sama dengan jam tangan Hamzah.\n\nEinstein tidak akan sependapat dengan hal ini. Menurut dia, waktu adalah relatif, bergantung pada kecepatan bergerak dari seseorang atau sesuatu. Jika Hamzah yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya merasa telah meninggalkan Wildan selama satu jam (menurut jam di tangannya), maka jam tangan Wildan akan menunjukkan bahwa Hamzah telah pergi selama 10 jam. Jika Hamzah pergi pada pukul 8 pagi, maka ketika dia kembali, jam tangan Hamzah akan menunjukkan waktu pukul 9 pagi, sementara jam tangan Wildan akan menunjukkan jam 18.00 atau jam 6 sore. Demikian pula, apabila pada saat Hamzah dan Wildan sama-sama berumur 20 tahun, kemudian Hamzah bepergian meninggalkan Wildan dengan kecepatan mendekati cahaya selama 5 tahun (menurut waktu Hamzah), maka pada saat mereka bertemu, Hamzah akan berumur 25 tahun, sementara Wildan telah berumur 70 tahun. Demikianlah waktu bersifat relatif.\n\nAl-Qur'an telah mengisyaratkan hal ini semenjak 14 abad yang lalu. Allah mengatur urusan dari langit ke bumi dan kembali lagi ke langit dengan kecepatan yang sangat tinggi sedemikian sehingga semua ini hanya berlangsung satu hari yang lamanya sama dengan 1000 tahun menurut hitungan waktu kita. Relativitas waktu seperti ini juga terdapat dalam as-Sajdah/32:5; al-Ma'arij/70: 4.\n\nDalam ayat ini, satu hari setara dengan 50.000 tahun. Hal ini bisa saja terjadi, bergantung kepada kecepatan bergerak dari malaikat." } } }, { "number": { "inQuran": 2643, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 290, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa ka ayyim min qaryatin amlaitu lahaa wa hiya zaalimatun summa akhaztuhaa wa ilaiyal maseer" } }, "translation": { "en": "And for how many a city did I prolong enjoyment while it was committing wrong. Then I seized it, and to Me is the [final] destination.", "id": "Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancuran)nya, karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala sesuatu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2643", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2643.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2643.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tantangan orang kafir agar disegerakan pemberian azab bagi me-reka dijawab Allah dengan berfirman, \"Dan perhatikanlah, berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan penghancurannya, meskipun penduduknya meminta agar azab yang dijanjikan itu disegerakan. Karena penduduknya berbuat zalim, tidak beriman, menghina, dan mengusir utusan Allah, kemudian Aku azab mereka saat mereka merasa aman dari azab-Ku. Dan hanya kepada-Kulah tempat kembali setiap orang dalam kehidupan sesudah mati, baik yang beriman maupun yang kufur.", "long": "Allah melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Dalam pada itu manusia juga harus ingat akan salah satu dari sifat-sifat Allah, yaitu Dia tidak segera mengazab hamba-hamba-Nya yang berdosa sebelum memberi kesempatan bertobat kepada mereka dengan cara beriman dan beramal saleh. Apabila kesempatan bertobat itu tidak juga digunakan oleh hamba-Nya, barulah mereka ditimpa azab yang dijanjikan itu. Karena itu berapa banyak negeri yang penduduknya berlaku zalim, setelah beberapa lama, mereka tidak bertobat, bahkan bertambah zalim maka Allah menimpakan azab kepada mereka dengan tiba-tiba dari arah yang tidak mereka ketahui. Hendaklah manusia ingat, bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah kepunyaan Allah, termasuk apa yang ada di dalamnya, semuanya akan kembali kepada Allah. Di waktu kembali kepada-Nya, ditimbanglah seluruh amal perbuatan mereka, amal baik dibalas dengan surga yang penuh kenikmatan, sedang amal buruk dan perbuatan jahat akan dibalas dengan neraka yang apinya menyala-nyala." } } }, { "number": { "inQuran": 2644, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qul yaaa ayyuhan naasu innamaaa ana lakum nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"O people, I am only to you a clear warner.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku (diutus) kepadamu sebagai pemberi peringatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2644", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2644.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2644.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang musyrik Mekah, sebagaimana disebutkan pada ayat di atas, mengolok-olok Rasulullah dengan meminta disegerakan datangnya azab. Pada ayat ini disebutkan bahwa tugas beliau adalah menyampaikan peringatan. Katakanlah olehmu, Muhammad, “Wahai manusia! Urusan menurunkan azab itu wewenang Allah. Sesungguhnya aku diutus kepadamu dan seluruh manusia hingga hari Kiamat sebagai pemberi peringatan yang nyata bahwa beriman akan mendapatkan rida Allah, sedangkan mendustakan akan mendapatkan murka-Nya.”", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyampaikan kepada orang-orang yang minta disegerakan datangnya azab bahwa yang menimpakan azab itu bukanlah tugas para rasul. Tugas para rasul hanyalah menyampaikan peringatan dan ancaman Allah kepada manusia, termasuk mereka sendiri. Tugas para rasul juga menyampaikan bahwa tindakan-tindakan yang telah dilakukan orang-orang musyrik itu telah membawa mereka ke ambang pintu azab yang diancamkan itu. Para rasul tidak berwenang menilai perbuatan hamba karena yang memberi taufik dan hidayah itu hanyalah Allah sendiri. Allah berfirman:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272)\n\nSeandainya Allah berkehendak menimpakan azab yang dijanjikan itu, tentu Dia telah melakukannya, dan melakukannya itu adalah mudah bagi-Nya, karena itu janganlah sekali-kali meminta kepada rasul agar azab itu disegerakan atau ditangguhkan, karena semuanya itu adalah wewenang Allah.\n\nDengan adanya penyampaian ancaman dan peringatan itu, manusia yang hatinya terbuka untuk menerima petunjuk Allah, mempunyai kesempatan untuk menghindarkan diri dari azab Allah yang diancamkan itu, yaitu dengan melakukan semua yang diperintahkan Allah, menghentikan semua yang dilarang dan berusaha menghapuskan segala dosanya dengan mengerjakan amal yang saleh. Jika mereka tetap dalam kekafiran, tentulah Allah akan melaksanakan ancaman-Nya dengan menimpakan azab yang pedih kepada mereka kapan saja dikehendaki." } } }, { "number": { "inQuran": 2645, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fallazeena aamanoo wa 'amilu saalihaati lahum maghfiratunw wa rizqun kareem" } }, "translation": { "en": "And those who have believed and done righteous deeds - for them is forgiveness and noble provision.", "id": "Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2645", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2645.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2645.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta mengharumkan Islam dan mengerjakan kebajikan yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan, mereka akan memperoleh ampunan dari Allah atas dosa-dosa yang dilakukannya dan akan memperoleh rezeki yang mulia di akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga, tempat penuh kenikmatan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bentuk peringatan dan ancaman itu dengan menyebutkan balasan yang baik bagi orang-orang yang beriman, dan ancaman siksa bagi orang-orang yang kafir. Orang-orang yang beriman dengan arti yang sebenarnya dan perwujudan imannya itu tampak dalam tindakannya mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya, membalas perbuatan baik mereka dengan pahala yang berlipat ganda dan rezeki yang mulia. Di akhirat mereka akan dimasukkan ke dalam surga, tempat dimana mereka akan memperoleh semua yang mereka inginkan, sebagaimana firman Allah:\n\nMasuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan. Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya. (az-Zukhruf/43: 70-71)\n\nBahkan dalam hadis diterangkan bahwa dalam surga itu terdapat kesenangan dan kebahagiaan yang belum pernah dirasakan oleh manusia semasa hidup di dunia sebagaimana firman Allah dalam hadis qudsi:\n\nDi dalam surga itu terdapat apa yang belum pernah dilihat mata, dan apa yang belum pernah di dengar telinga, dan apa yang belum pernah terlintas di dalam hati manusia. (Riwayat ath-thabrani)" } } }, { "number": { "inQuran": 2646, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena sa'aw feee Aayaatinaa mu'aajizeena ulaaa ika As-haabul jaheem" } }, "translation": { "en": "But the ones who strove against Our verses, [seeking] to cause failure - those are the companions of Hellfire.", "id": "Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan (kemauan untuk beriman), mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka Jahim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2646", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2646.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2646.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan segala cara dengan maksud melemahkan niat dan dorongan penduduk Mekah yang akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itu di akhirat adalah calon penghuni neraka Jahim.", "long": "Adapun orang-orang yang tetap berusaha menentang para rasul, ingin menghancurkan Islam dan kaum Muslimin, mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka, dan itulah tempat yang paling buruk yang disediakan Allah untuk mereka, Allah berfirman:\n\nOrang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (an-Nahl/16: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 2647, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u0652\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0633\u064e\u062e\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u0643\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa min qablika mir Rasoolinnw wa laa Nabiyyin illaaa izaaa tamannaaa alqash Shaitaanu feee umniy yatihee fa yansakhul laahu maa yulqish Shaitaanu summa yuhkimul laahu aayaatih; wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And We did not send before you any messenger or prophet except that when he spoke [or recited], Satan threw into it [some misunderstanding]. But Allah abolishes that which Satan throws in; then Allah makes precise His verses. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), mela-inkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2647", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2647.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2647.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bagaimana orang kafir menantang ayat-ayat Allah, pada ayat ini dijelaskan usaha setan melemahkan ayat-Nya, ketika ayat itu diwahyukan kepada para nabi dan rasul. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun di antara rasul-rasul Allah, dan tidak pula seorang nabi sebelum engkau Muhammad, melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan untuk memberi peringatan kepada orang-orang kafir, mereka segera mengikuti bacaan Nabi dengan tambahan kata-kata yang membenarkan keyakinan mereka melalui usaha setan memasukkan kata-kata sesat ke dalam bacaan itu. Akan tetapi usaha ini tidak akan pernah berhasil. karena Allah segera menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu dengan cepat; dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya pada jiwa Rasulullah dengan melindungi beliau dari kemungkinan menyampaikan kata-kata setan. Dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu, lagi Mahabijaksana dalam semua perbuatan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah memperingatkan orang-orang yang beriman akan usaha-usaha yang dilakukan oleh setan; baik setan dalam bentuk jin, maupun setan dalam bentuk manusia untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.\n\nDi antara usaha-usaha setan itu ialah apabila Rasul membicarakan ayat-ayat Allah, atau menjelaskan dan menyampaikan syariat yang dibawanya kepada para sahabatnya, maka bangunlah setan-setan itu dan berusahalah mereka memasukkan ke dalam hati para pendengar sesuatu tafsiran yang salah, sehingga mereka meyakini bahwa ayat-ayat atau syariat yang disampaikan Rasul itu, bukan berasal dari Allah, tetapi semata-mata ucapan Rasul saja, yang dibuat-buat untuk meyakinkan manusia akan kenabian dan kerasulannya. Ada pula di antara setan-setan itu menyisipkan tafsir yang salah terhadap ayat-ayat itu, sehingga tanpa disadari oleh para pendengar, mereka telah menyimpang dengan tafsir itu sendiri dari maksud ayat yang sebenarnya.\n\nUsaha setan itu tidak saja dilakukan terhadap Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi, tetapi juga telah dilakukannya terhadap agama dan kitab-kitab suci yang pernah diturunkan kepada para rasul. Usaha-usaha setan itu ada yang berhasil. Bila dipelajari dengan sungguh-sungguh sejarah agama yang dibawa para rasul dan sejarah kitab-kitab suci yang diturunkan Allah kepada mereka. Telah banyak dimasukkan oleh setan ke dalam agama-agama itu sesuatu yang dapat menyesatkan manusia dari jalan Allah. Yang disisipkan itu bukan saja hal yang ringan dan bukan prinsip, tetapi banyak pula yang telah berhasil disisipkan itu sesuatu yang dapat mengubah azas dan pokok agama itu, Allah berfirman:\n\nMereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). (al-Ma'idah/5: 13)\n\nAgama yang diturunkan Allah kepada para rasul terdahulu yang telah banyak dicampuri oleh perbuatan setan, di antaranya ialah agama Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Daud dan Nabi Isa as.\n\nDalam sejarah kaum Muslimin setelah Rasulullah saw dan para sahabat terdekat meninggal dunia, nampak dengan jelas usaha-usaha untuk merusak dan mengubah agama Islam meskipun usaha untuk mengubah, menambah atau mengurangi ayat-ayat Al-Qur'an tidak berhasil, karena Al-Qur'an dipelihara oleh Allah, tetapi mereka hampir saja berhasil memasukkan hadis-hadis palsu ke dalam kumpulan hadis-hadis Nabi. Di samping itu juga mereka hampir berhasil menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan tafsir atau takwil yang jauh dari makna Al-Qur'an yang dikehendaki.\n\nDi samping usaha-usaha mereka untuk mengubah ayat-ayat suci Al-Qur'an, hadis Nabi dan syariat Islam, mereka juga berusaha untuk merusak hidup dan kehidupan manusia, seperti jika seorang mencita-citakan adanya sesuatu kebaikan pada dirinya, maka ditimbulkanlah oleh setan di dalam diri dan pikiran orang itu pendapat atau keyakinan bahwa cita-cita yang diinginkan itu sulit memperolehnya, sehingga timbul pada diri dan kemauan orang itu rasa takut dan rasa tidak sanggup mencapai cita-cita yang baik itu.\n\nMengenai Al-Qur'an banyak sekali usaha-usaha untuk meniru-nirunya, memasukkan tafsir dan takwilan yang salah ke dalamnya, memasukkan khurafat-khurafat dan sebagainya, namun semua usaha itu mengalami kegagalan. Hal ini sesuai dengan jaminan Allah tehadap pemeliharaan Al-Qur'an itu, Allah berfirman:\n\nSesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya. (al-Hijr/15: 9)\n\nJika diperhatikan sejarah Al-Qur'an, amat banyak cara yang telah dilakukan untuk menjaga otensitas Al-Qur'an itu, di antaranya ialah: \n\n1. Di masa Rasulullah masih hidup, setiap ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan beliau menyuruh menuliskan dan menghafalnya.\n\n2. Tidak lama setelah Rasulullah saw meninggal dunia, seluruh Al-Qur'an telah dapat dikumpulkan dan ditulis pada lembaran-lembaran yang kemudian diikat dan disimpan oleh Abu Bakar, sepeninggal Abu Bakar disimpan oleh Umar, kemudian oleh Hafsah binti Umar. Di masa Usman Al-Qur'an yang ditulis pada lembaran-lembaran itu dibukukan. Al-Qur'an dinamai \"Mushaf\". Ada lima buah mushaf yang ditulis di masa Usman itu. Dari mushaf yang lima itulah kaum Muslimin di seluruh dunia Islam di masa itu menyalin Al-Qur'an.\n\n3. Mendorong dan menambah semangat orang-orang yang berilmu, agar memperdalam ilmunya. Dengan kemampuan ilmu yang ada, mereka dapat mempertahankan kemurnian Al-Qur'an dari segala macam subhat dan penafsiran yang salah.\n\n4. Sejak masa Nabi saw sampai saat ini, selalu ada orang yang hafal seluruh Al-Qur'an, sehingga sukar dilakukan penyisipan-penyisipan ke dalamnya. Bahkan kesalahan tulisan yang sedikit saja pada ayat-ayat Al-Qur'an telah dapat menimbulkan reaksi yang kuat dari kalangan kaum Muslimin.\n\nDalam setiap kurun sejarah Islam, selalu ada tokoh-tokoh ulama yang sanggup membela dan mempertahankan ajaran Islam dari serangan yang datang dari luar Islam yang beraneka ragam bentuknya.\n\nPada saat banyak timbul usaha-usaha pemalsuan hadis pada permulaan abad kedua hijriyah, tampillah Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau berusaha mengumpulkan dan membukukan hadis-hadis Nabi saw yang masih berada dalam hafalan para tabi'in, dan sebagian telah dituliskan oleh para sahabat. Beliau memerintahkan para pejabat di daerah-daerah, dan para ulama agar mengumpulkan hadis-hadis Nabi di daerah mereka masing-masing. Di antara para ulama yang menulisnya ialah Imam az-Zuhri. Maka oleh Imam az- Zuhri dikumpulkan hadis-hadis Nabi itu. Sekalipun pada masa itu belum lagi dilakukan penelitian dan pemisahan hadis-hadis mana yang palsu dan mana yang benar-benar berasal dari Nabi, tetapi usaha ini merupakan landasan dan dasar dari usaha-usaha yang akan dilakukan oleh para Imam hadis yang datang kemudian sesudah angkatan az-Zuhri ini, seperti Imam al-Bukhari, Muslim, an-Nasa'i, Abu Daud dan lain-lain. Imam-imam inilah yang melakukan penelitian terhadap hadis-hadis yang telah dikumpulkan di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu.\n\nDemikian pula Imam al-Asy'ari telah berhasil mempertahankan kemurnian ajaran Islam dari pengaruh filsafat Yunani yang banyak dipelajari oleh ulama-ulama Islam waktu itu. Kemudian al-Gazali telah berhasil pula mempertahankan ajaran Islam dari pengajaran atau pengaruh yang kuat dari filsafat Neoplatonisme. Ibnu Taimiyah telah membersihkan ajaran Islam dari berbagai khufarat yang menyesatkan. \n\nAllah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk segala macam bentuk usaha setan untuk merusak dan merubah ajaran Islam, semua yang terbesit di dalam hati manusia, semua yang nampak dan semua yang tersembunyi. Dengan pengetahuan-Nya itu pula Dia melumpuhkan tipu daya setan yang ingin merusak agama-Nya, kemudian menimpakan pembalasan yang setimpal bagi mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2648, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0634\u0650\u0642\u064e\u0627\u0642\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Liyaj'ala maa yulqish Shaitaanu fitnatal lillazeena fee quloobihim maradunw walqaasiyati quloobuhum; wa innaz zaalimeena lafee shiqaaqim ba'eed" } }, "translation": { "en": "[That is] so He may make what Satan throws in a trial for those within whose hearts is disease and those hard of heart. And indeed, the wrongdoers are in extreme dissension.", "id": "Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permu-suhan yang jauh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2648", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2648.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2648.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengizinkan setan menyisipkan kata-kata sesat ke dalam ayat-ayat-Nya ketika diwahyukan, karena Dia ingin menjadikan kata-kata sesat yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan yang bisa menyesatkan, bagi orang-orang yang lemah iman yaitu bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit kemunafikan dan orang yang berhati keras sehingga tertutup dari cahaya Allah. Dan sungguh orang-orang yang zalim itu, karena meyakini kata-kata setan itu bagian dari wahyu Allah, benar-benar dalam permusuhan terhadap Allah dan Rasul-Nya yang jauh dari kebenaran.", "long": "Allah menjelaskan berbagai usaha setan-setan beserta pengikutpengikutnya untuk memperdayakan manusia dengan menambah pengertian yang salah dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan dalam agama Islam. Perbuatan mereka itu menjadi cobaan bagi manusia, terutama bagi orang-orang yang beriman, orang-orang yang ingkar dan sesat hatinya serta orang-orang munafik. Godaan setan itu menambahkan sesat dan menimbulkan penyakit dalam hatinya, sehingga kekafiran dan kemunafikan mereka bertambah.\n\nSedang orang-orang yang kuat imannya tidak akan tertipu oleh setan, setiap godaan setan yang datang kepadanya akan menambah kuat imannya. Sebaliknya orang-orang yang sesat hatinya dan ada penyakit di dalamnya akan jauh menyimpang dari jalan yang benar, karena itu sukar bagi mereka kembali ke jalan yang benar. Mereka tidak dapat lagi mengharapkan keridaan Allah dan tidak akan lepas dari siksaan Allah" } } }, { "number": { "inQuran": 2649, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064f\u062e\u0652\u0628\u0650\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa liya'lamal lazeena ootul 'ilma annahul haqqu mir Rabbika fa yu'minoo bihee fatukhbita ahoo quloobuhum; wa innal laaha lahaadil lazeena aamanoo ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And so those who were given knowledge may know that it is the truth from your Lord and [therefore] believe in it, and their hearts humbly submit to it. And indeed is Allah the Guide of those who have believed to a straight path.", "id": "dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwa (Al-Qur'an) itu benar dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2649", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2649.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2649.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penjelasan Allah di dua ayat di atas bertujuan agar orang-orang yang telah diberi ilmu akal dan ilmu kalbu meyakini bahwa Al-Qur’an itu benar dari Tuhanmu, tidak akan pernah bisa disusupi kata-kata setan; lalu mereka beriman kepada Al-Qur’an dengan mantap; dan hati mereka pun tunduk kepadanya tanpa ada keraguan sedikit pun. Dan sungguh, Allah adalah Maha Pemberi Petunjuk bagi orang-orang beriman kepada jalan yang lurus, agama Islam yang hanif, karena pikiran, perasaan, dan ruhaninya tercerahkan dengan cahaya Allah.", "long": "Allah melakukan yang demikian itu agar orang-orang yang berilmu pengetahuan mengetahui dan merenungkan segala macam hukum yang telah ditetapkan Allah, pokok-pokok sunnatullah, segala macam subhat dan penafsiran ayat-ayat dengan cara yang salah yang dibuat oleh setan dan pengikut-pengikutnya. Dengan pengetahuan dan pengalaman itu diharapkan iman mereka bertambah, meyakini bahwa Al-Qur'an itu benar-benar berasal dari Allah. sebagaimana mereka meyakini bahwa Allah menjamin keaslian Al-Qur'an dari campur tangan manusia di dalamnya dan dari penafsiran yang salah.\n\nKarena itu hendaklah orang-orang yang beriman yang telah dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, antara iman dan kufur menundukkan dan menyerahkan diri kepada Allah. Membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh, melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya, menghentikan segala larangan-Nya, baik yang berhubungan dengan ibadah, muamalat, budi pekerti, hukum dan tata cara bergaul dalam kehidupan masyarakat.\n\nKemudian ditegaskan bahwa Allah benar-benar akan memberi petunjuk dan taufik kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengikuti semua rasul. Petunjuk dan taufik yang diberikan Allah kepada hamba-Nya dilakukan dengan bermacam cara. Ada cara yang langsung dan ada pula dengan cara yang tidak langsung, kadang-kadang manusia sendiri menyadari bahwa ia telah menerima petunjuk itu.\n\nDalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw banyak didapati saat-saat Allah memberikan petunjuk yang langsung kepadanya. Di antaranya petunjuk-petunjuk Allah kepadanya adalah teguran Allah kepada Nabi, ketika Nabi melakukan perbuatan yang dianggap tidak layak dilakukan oleh rasul, misalnya teguran-Nya kepada Nabi karena meremehkan seorang sahabat yang bertanya kepadanya, Nabi sedang sibuk dengan pembesar Quriasy. Di antara contoh-contohnya ialah sebagai berikut:\n\nImam Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat Nabi yang buta dan miskin. Pada suatu hari ia datang menghadap Nabi dan ia berkata, \"Ya Rasulullah, bacakan dan ajarkanlah kepadaku apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.\" Ia mengulangi perkataan itu tiga kali. Waktu Ibnu Ummi Maktum bertanya, Rasul saw sedang menerima pembesar Quraisy, yaitu Walid bin Mugirah dan konon musuh umat Islam, sedang Ibnu Ummi Maktum tidak melihat dan mengetahui pula bahwa Rasulullah sedang sibuk menerima tamu-tamunya. Karena itu Rasulullah saw merasa kurang senang dengan permintaan Ibnu Ummi Maktum, beliau bermuka masam dan berpaling daripadanya. Sikap Rasulullah terhadap Ibnu Ummi Maktum itu ditegur Allah dengan firman-Nya:\n\nDia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling, karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum). Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy), maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya, padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang dia takut (kepada Allah), engkau (Muhammad) malah mengabaikannya. Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan. ('Abasa/80: 1-11)\n\nDengan teguran Allah itu Rasulullah menjadi sadar akan kesalahannya, sejak waktu itu beliau tambah menghormati sahabat-sahabat beliau, termasuk menghormati Ibnu Ummi Maktum sendiri. Teguran Allah inilah yang membedakan posisi Nabi dengan manusia biasa." } } }, { "number": { "inQuran": 2650, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 17, "page": 338, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u064e\u0627\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laa yazaalul lazeena kafaroo fee miryatim minhu hattaa taatiyahumus Saa'atu baghtatan aw yaatiyahum 'azaabu Yawmin 'aqeem" } }, "translation": { "en": "But those who disbelieve will not cease to be in doubt of it until the Hour comes upon them unexpectedly or there comes to them the punishment of a barren Day.", "id": "Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Al-Qur'an), hingga saat (kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari Kiamat yang datang kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2650", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2650.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2650.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berbeda dengan orang-orang yang diberi ilmu, lalu beriman kepada Al-Qur’an dengan mantap, bahwa orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai Al-Qur’an dengan keraguan yang terus-menerus hingga saat kematian datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau bahkan keraguan mereka itu terbawa hingga merasakan azab hari Kiamat yang datang kepada mereka dengan cepat.", "long": "Ayat ini menjelaskan sikap orang kafir terhadap Al-Qur'an, mereka tidak percaya terhadap Al-Qur'an, mekipun telah datang bukti-bukti kebenaran Al-Qur'an sebagai kalamullah bukan ciptaan Muhammad.\n\nDengan teguran Allah kepada Nabi yang tidak layak di atas, orang kafir tetap ragu dan tidak mau beriman kepada Allah sampai hari Kiamat atau sampai datang azab kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2651, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Almulku Yawma'izil lillaahi yahkumu bainahum; fallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati fee jannaatin Na'eem" } }, "translation": { "en": "[All] sovereignty that Day is for Allah; He will judge between them. So they who believed and did righteous deeds will be in the Gardens of Pleasure.", "id": "Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di an-tara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan berada dalam surga-surga yang penuh kenikmatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2651", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2651.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2651.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini ditegaskan, baik orang yang beriman kepada Al-Qur’an maupun yang kufur, pada hari Kiamat kehilangan kekuasaannya. Kekuasaan pada hari itu hanya ada pada Allah. Pada hari itu dengan keadilan-Nya, Dia memberi keputusan di antara mereka yang beriman dan yang kufur dengan seadil-adilnya. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan selama hidupnya di dunia berada dalam surga-surga yang penuh kenikmatan yang kekal selama-lamanya.", "long": "Allah menerangkan bahwa apabila telah datang hari Kiamat, maka segalanya berada di tangan Allah. Dialah yang berkuasa pada waktu itu dan berkuasa menyelesaikan segala sesuatu dengan memberikan balasan yang layak kepada manusia, sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia.\n\nOrang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an, mengamalkan segala yang terkandung di dalamnya, beriman kepada Muhammad sebagai Rasul Allah, mengamalkan hadis-hadisnya melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya, akan diberi balasan surga yang penuh kenikmatan. Mereka memperoleh apa yang dikehendakinya, merasakan kebahagiaan, kesenangan yang belum pernah mereka rasakan selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2652, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 291, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo wa kazzaboo bi Aayaatinaa fa ulaaa'ika lahum 'azaabum muheen" } }, "translation": { "en": "And they who disbelieved and denied Our signs - for those there will be a humiliating punishment.", "id": "Dan orang-orang kafir dan yang men-dustakan ayat-ayat Kami, maka mere-ka akan merasakan azab yang meng-hinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2652", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2652.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2652.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedangkan orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dengan mengolok-olokkannya, maka mereka di akhirat akan merasakan azab yang menghinakan dan mereka kekal selama-lamanya.", "long": "Orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, memasukkan penafsiran yang salah dan membuat keraguan ke dalam ayat-ayat-Nya, mendakwahkan bahwa Al-Qur'an adalah buatan Muhammad, mereka akan ditimpa azab yang sangat keras, tidak dapat dibandingkan keras dan beratnya itu dengan siksa atau malapetaka yang pernah terjadi selama mereka hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2653, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 292, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0632\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena haajaroo fee sabeelil laahi summa qutilooo law maatoo la yarzuqan nahumul laahu rizqan hasanaa; wa innal laaha la Huwa khairur raaziqeen" } }, "translation": { "en": "And those who emigrated for the cause of Allah and then were killed or died - Allah will surely provide for them a good provision. And indeed, it is Allah who is the best of providers.", "id": "Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2653", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2653.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2653.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu diterangkan bahwa Allah selalu menjaga Rasul, kemurnian Al-Qur’an, dan memberi balasan yang adil di akhirat. Pada ayat ini dijelaskan balasan bagi orang yang meninggal ketika hijrah pada jalan Allah. Dan orang-orang beriman yang berhijrah di jalan Allah, mengubah pola hidup yang buruk dengan pola hidup Islami, kemudian mereka terbunuh ketika memperjuangkan perubahan itu atau mati secara normal; sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka, baik yang terbunuh maupun yang meninggal biasa, rezeki yang baik, berupa surga de-ngan segala kenikmatannya, yang kekal. Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang beriman dan berhijrah pada jalan Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa semua orang yang hijrah di jalan Allah, meninggalkan kampung halamannya, meninggalkan keluarga dan harta bendanya, hanya untuk mencari rida Allah, dengan tujuan menegakkan agama Islam bersama Nabi Muhammad saw. Kemudian mereka terbunuh dalam peperangan atau meninggal secara normal dalam keadaan yang demikian itu, maka Allah akan membukakan rezeki yang mulia kepada mereka di akhirat.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa pada hakikatnya orang yang terbunuh atau mati biasa dalam keadaan hijrah untuk mempertahankan dan membela agama Allah adalah sama-sama akan diberi rezeki yang mulia di sisi Allah. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini, dan juga disebutkan dalam firman Allah:\n\nDan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (an-Nisa'/4: 100)\n\nDan dalam hadis Nabi saw: \n\nDari Salman al-Farisi ia berkata, \"Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, \"Barangsiapa yang mati dalam keadaan bertugas (siap bertempur pada jalan Allah), dia diberi rezeki, dan aman dari segala yang memfitnah dia. Dan bacalah olehmu jika kamu menghendaki (ayat ini).\" (Riwayat Ibnu Abi Hatim)\n\nDari ayat ini dapat pula ditetapkan hukum, bahwa apabila ada perbuatan baik, sesuai dengan apa yang diperintahkan agama dan dikerjakan oleh beberapa orang, dalam pelaksanaan pekerjaan itu ada kaum Muslimin yang meninggal karena pekerjaan itu, dan ada yang mati secara normal di waktu melaksanakan pekerjaan itu, maka orang-orang yang mati secara normal itu diberi pahala yang sama oleh Allah.\n\nDalam ayat ini terdapat perkataan \"rezeki\" yang mulia, Allah tidak menerangkan apa yang dimaksud dengan rezeki yang mulia itu, dan kapan rezeki itu diberikan. Hal ini akan diterangkan pada ayat berikutnya (ayat 59).\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa Dia adalah pemberi rezeki yang paling baik. Maksudnya ialah Allah memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya itu, semata-mata karena kasih sayangnya kepada mereka, sehingga ia memberikannya tiada terhingga kepada siapa yang dikehendaki-Nya, tanpa mengharapkan sesuatu balasan dari hamba-Nya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2654, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 292, "hizbQuarter": 135, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "La yudkhilan nahum mud khalany yardawnah; wa innal laaha la 'Aleemun Haleem" } }, "translation": { "en": "He will surely cause them to enter an entrance with which they will be pleased, and indeed, Allah is Knowing and Forbearing.", "id": "Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2654", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2654.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2654.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rezeki baik yang disebut ayat di atas adalah surga. Sungguh, Allah pasti akan memasukkan mereka, orang beriman yang berhijrah pada jalan-Nya, ke tempat masuk, yakni surga dengan segala kenikmatannya yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.", "long": "Allah akan memasukkan semua orang yang terbunuh di jalan-Nya dan orang-orang yang meninggal dalam keadaan hijrah itu ke dalam surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak, sebagai balasan bagi apa yang telah mereka lakukan.\n\nInilah yang dimaksud dengan rezeki pada ayat 58, dan kapan rezeki itu diberikan-Nya. Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui semua perbuatan yang telah dilakukan oleh orang-orang yang hijrah, mengetahui segala amal yang telah mereka perbuat, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Sebagaimana Allah mengetahui pula perbuatan-perbuatan orang yang zalim. Sekalipun demikian Allah tidak segera menimpakan siksa kepada orang-orang yang zalim, karena Dia juga Maha Penyantun, Allah selalu memberi kesempatan kepada manusia yang berdosa untuk bertobat dan kembali mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2655, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 292, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0642\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064f\u0648\u0642\u0650\u0628\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064f\u063a\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0651\u064c \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Zaalika wa man 'aaqaba bimisli maa 'ooqiba bihee summa bughiya 'alaihi la yansurannahul laah; innal laaha la 'Afuwwun Ghafoor" } }, "translation": { "en": "That [is so]. And whoever responds [to injustice] with the equivalent of that with which he was harmed and then is tyrannized - Allah will surely aid him. Indeed, Allah is Pardoning and Forgiving.", "id": "Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan (kezaliman) penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia dizalimi (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2655", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2655.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2655.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang beriman boleh melakukan perlawanan atau pembelaan diri jika dizalimi. Demikianlah, Allah mengizinkan kepada orang-orang beriman untuk membela diri dengan adil, dan barang siapa membalas perlakuan zalim sebanding dengan kezaliman atau penganiayaan yang pernah dia derita di masa lalu, kemudian dia dizalimi lagi, karena mempertahankan hak, pasti Allah akan menolongnya di dunia maupun di akhirat. Sungguh, Allah Maha Pemaaf kepada hamba-hamba-Nya yang memaafkan kesalahan orang lain, Maha Pengampun kepada mereka yang bertobat.", "long": "Demikianlah, Allah akan memberikan rezeki yang baik dan surga yang penuh kenikmatan kepada orang-orang yang meninggal dalam keadaan hijrah dan berjihad di jalan Allah, dalam memerangi musuh-musuh mereka.\n\nKemudian Allah menegaskan jaminan pertolongan-Nya kepada orangorang yang hijrah dan berjihad, yaitu siapa di antara orang-orang yang beriman membalas siksaan orang-orang kafir, karena mereka telah diperangi, kemudian musuh-musuhnya itu memaksa mereka untuk hijrah meninggalkan kampung halaman mereka, pastilah Allah akan menolong mereka dan akan membalas perbuatan itu kembali.\n\nDalam pada itu Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Karena itu janganlah orang-orang yang beriman memerangi musuh-musuh mereka yang telah menyerah dan hendaklah mereka melindungi orang-orang yang minta perlindungan kepada mereka. Jika orang-orang kafir membiarkan kaum Muslimin menjalankan agamanya, tidak mengganggu dan menyakiti mereka, Allah melarang memerangi orang-orang kafir itu. Allah memerintahkan untuk memaafkan kesalahan mereka, sebagaimana Allah telah memaafkan pula kesalahan orang-orang yang beriman. Allah berfirman:\n\nDan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim. (asy-Syura/42: 39-40)" } } }, { "number": { "inQuran": 2656, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 292, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annal laaha yoolijul laila fin nahaari wa yoolijun nahaara fil laili wa annal laaha Samee'um Baseer" } }, "translation": { "en": "That is because Allah causes the night to enter the day and causes the day to enter the night and because Allah is Hearing and Seeing.", "id": "Demikianlah karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2656", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2656.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2656.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk memberi pertolongan kepada orang-orang beriman yang dizalimi pasti akan ditepati. Demikianlah, janji Allah, karena Allah berkuasa memasukkan malam ke dalam siang sehingga siang di musim panas lebih panjang, dan memasukkan siang ke dalam malam sehingga malam lebih panjang di musim dingin; dan sungguh, Allah Maha Mendengar doa setiap hamba dan Maha Melihat keberadaan seluruh makhluk-Nya.", "long": "Memberikan pertolongan dan menjamin kemenangan bagi orang-orang yang beriman itu adalah suatu janji yang pasti dari Allah. Karena Dia Maha Menguasai segala sesuatu. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya itu, Dia pada suatu musim panas memasukkan malam ke dalam siang, maka siang menjadi panjang, dan pada suatu musim dingin memasukkan siang ke dalam malam, maka malam menjadi panjang. Di daerah khatulistiwa perbedaan waktu malam dan waktu siang ini tidak begitu dirasakan. Tetapi di daerah sub-tropis dan daerah kutub Utara atau Selatan, perbedaan ini sangat kelihatan. Pada musim dingin kelihatan malam amat panjang, sedang di musim panas waktu sianglah yang lebih panjang dari waktu malam.\n\nAyat di atas merupakan salah satu ayat dari sekian ayat dalam Al-Qur'an yang mengungkapkan secara berulang perkara kejadian siang dan malam. (QS 10;67, 16:12, 17;12, 21:33, dst). Dan itu terjadi semata karena kuasa-Nya yang tercermin dari bunyi awal ayat.\n\nMenurut para saintis, malam dan siang merupakan fenomena alam yang terjadi karena posisi bumi yang bergerak mengelilingi matahari pada lintasan yang tetap \"hampir berbentuk\" lingkaran. Karena itu pula bumi terhindar dari mengalami suhu-suhu ekstrem yang mematikan. Bumi yang bulat ketika mengelilingi matahari tadi sambil terus berputar pada sumbunya. Malam terjadi pada bagian bumi yang tidak tersinari oleh sinar matahari dan siang ketika bagian bumi lainnya terkena sinar matahari. Malam itu gelap dan siang itu terang. \n\nMengenai perputaran(rotasi) bumi pada sumbunya, data menunjukkan bahwa kecepatannya adalah 1.670 km per jam. Bandingkan dengan kecepatan peluru ketika dilepaskan dari senjata modern yaitu 1.800 km per jam. Betapa cepatnya rotasi bumi. \n\nSementara kecepatan orbit bumi terhadap matahari adalah 60 kali kecepatan peluru, yakni sekitar 108.000 km per jam. Dengan kecepatan demikian sebuah pesawat akan dapat mengelilingi bumi dalam waktu 22 menit saja.\n\nPerputaran bumi pada sumbunya terjadi satu kali dalam sehari yang menurut pengamatan para ahli merupakan kecepatan yang tepat untuk menghasilkan suhu yang sedang dan nyaman untuk kehidupan di atas permukaan bumi. Dan lebih mencengangkan adalah besarnya sudut sumbu putar bumi ini telah memungkinkan untuk terjadinya 4 musim di belahan utara dan selatan garis equator dan hanya 2 musim di daerah yang terletak tepat di garis equator bumi. \n\nKetepatan perputaran (rotasi) yang mengakibatkan keteraturan terjadinya siang dan malam di bumi ini ditegaskan oleh ayat ini,....Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang, dan masing-masing beredar pada garis edarnya\" (Yasin/36:40) \n\nDengan pergantian siang dan malam yang secara berkala dan teratur suatu ketetapan Allah untuk menjadi perhitungan waktu bagi kehidupan manusia di bumi. Satu putaran siang dan malam lamanya Allah SWT tentukan 24 jam. Ini yang kita kenal dengan hitungan hari. Satu hari adalah 24 jam. Sementara satu putaran bulan (sebagai satelit bumi) yang mengelilingi bumi memerlukan waktu 29 atau 30 hari. Atau disebut satu bulan.. Sedangkan lamanya bumi mengelilingi atau mengorbit matahari satu putaran penuh dibutuhkan selama 360 hari, dan dikenal dengan satu tahun. Semua ini adalah dasar disusunnya perhitungan waktu atau kalender. \n\nMemasukkan malam kepada siang, dan memasukkan siang kepada malam itu menurut ukuran manusia adalah lebih sulit melakukannya dari memberi kemenangan. Karena itu memberikan kemenangan kepada orang-orang teraniaya sangat mudah dilakukan Allah. Allah mendengarkan segala doa yang dimohonkan hamba kepada-Nya dan melihat semua perbuatan yang dilakukan hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2657, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 292, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annal laaha Huwal haqqu wa anna maa yad'oona min doonihee huwal baatilu wa annal laaha Huwal 'Aliyyul kabeer" } }, "translation": { "en": "That is because Allah is the Truth, and that which they call upon other than Him is falsehood, and because Allah is the Most High, the Grand.", "id": "Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2657", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2657.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2657.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, karena Allah, Dialah Tuhan yang Hak sehingga hanya Dia yang berhak disembah. Dan sungguh apa saja yang mereka seru selain Dia yang dianggap tuhan dan disembah, itulah tuhan dan persembahan yang batil, salah, sesat, dan jauh dari kebenaran; dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi dari semua tuhan-tuhan yang dianggap tinggi oleh manusia; Mahabesar, kekuasaan-Nya atas segala sesuatu.", "long": "Sifat-sifat yang demikian itu, yaitu kekuasaan yang sempurna, ilmu yang luas dan sempurna, meliputi segala macam ilmu ada pada Allah, karena Dialah yang wajibul-wujud, pasti adanya, mempunyai segala macam sifat kesempurnaan, tidak mempunyai kekurangan sedikit pun. Dialah yang memiliki agama yang benar, yang disampaikan nabi-nabi dan rasul-rasul yang diutus-Nya, yang paling akhir ialah Nabi Muhammad saw. Dialah Tuhan Yang Maha Esa, tiada seorang pun yang menjadi syarikat bagi-Nya. Karena itu beribadah kepada-Nya adalah suatu yang wajib, sesuatu yang paling benar, demikian pula pertolongan-Nya, janji-Nya adalah suatu yang hak. Segala yang disembah selain Allah adalah sembahan yang salah, dan ibadah itu merupakan ibadah yang tidak ada dasarnya. Dia berkuasa menciptakan segala yang dikehendaki-Nya. Jika Dia ingin menciptakan sesuatu, cukuplah Dia mengatakan, \"Jadilah\". Maka terwujudlah barang itu.\n\nSesungguhnya Allah Mahatinggi, semua berada dibawah-Nya da Dia di atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang menyamainya dalam kekuatan, ketinggian dan kebesaran serta pengetahuan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2658, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 292, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u062a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0636\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064b \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0637\u0650\u064a\u0641\u064c \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha anzala minas samaaa'i maaa'an fatusbihul ardu mukhdarrah; innal laaha Lateefun Khabeer" } }, "translation": { "en": "Do you not see that Allah has sent down rain from the sky and the earth becomes green? Indeed, Allah is Subtle and Acquainted.", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit, sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahahalus, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2658", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2658.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2658.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah engkau memperhatikan fenomena alam semesta, termasuk siklus air yang terjadi dalam kehidupan kita, bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit, kemudian sebagian air itu tersimpan pada pepohonan sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahahalus kasih sayang-Nya dengan menyediakan oksigen dan protein nabati yang diperlukan seluruh makhluk hidup, Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk yang paling dibutuhkan mereka.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyebutkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang juga merupakan nikmat yang telah dilimpahkan kepada manusia, yaitu apakah manusia tidak melihat dan memperhatikan bahwa Allah mengedarkan awan, lalu dari awan itu turunlah hujan di atas bumi, air hujan itu menyuburkan bumi, maka timbullah beraneka macam tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang indah bentuknya, seakan-akan bumi menghiasi dirinya dengan tumbuhnya tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang beraneka warna. Di antara yang tumbuh itu ada yang dapat dimakan manusia, sehingga terpelihara kelangsungan hidupnya, ada yang dapat dijadikan bahan-bahan pakaian, bahan kecantikan, dan beraneka keperluan manusia yang lain.\n\nSesungguhnya Allah Mahaluas ilmu-Nya, karena pengetahuan-Nya meliputi seluruh makhluk-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, sejak dari yang kecil sampai kepada yang besar, sejak dari yang mudah sampai kepada yang sulit dan rumit yang kadang-kadang tidak diketahui oleh manusia. Karena itu Allah mengatur, menjaga kelangsungan hidup dan kelangsungan adanya makhluk-Nya itu. Maka ditetapkan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan untuk mengatur makhluk-Nya. \n\nTentang pengetahuan Allah terhadap makhluk-Nya, diterangkan dalam firman-Nya:\n\nTidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah baik di bumi atau pun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). (Yunus/10: 61)" } } }, { "number": { "inQuran": 2659, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 17, "page": 339, "manzil": 4, "ruku": 292, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Lahoo ma fis samaawaati wa ma fil ard; wa innal laaha la Huwal Ghaniyyul Hameed" } }, "translation": { "en": "To Him belongs what is in the heavens and what is on the earth. And indeed, Allah is the Free of need, the Praiseworthy.", "id": "Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah benar-benar Mahakaya, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2659", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2659.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2659.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh karena itu, Allah benar-benar Tuhan Yang Mengelola dan Maha Berkuasa atas jagat raya. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi sehingga tidak satu pun peristiwa yang terjadi di keduanya di luar kekuasaan-Nya. Dan Allah benar-benar Mahakaya, karena Dia pemilik mutlak langit dan bumi dengan segala isinya, Maha Terpuji, karena Dia sangat lembut kepada makhluk-Nya dan sangat teratur ciptaan-Nya.", "long": "Hanya Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan segala apa yang di bumi, tidak ada sesuatu pun yang berserikat dengan-Nya dalam pemilikan itu. Karena itu hanya Dia pulalah yang menentukan apa yang dilakukan-Nya terhadap makhluk-Nya itu, tidak ada sesuatu pun yang menghalangi kehendak-Nya. Dia tidak memerlukan sesuatu, hanya makhluk-Nyalah yang memerlukan-Nya. Dia Maha Terpuji karena kebaikan dan nikmat yang tiada terhingga yang telah diberikan kepada makhluk-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2660, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 17, "page": 340, "manzil": 4, "ruku": 293, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha sakhkhara lakum maa fil ardi wal fulka tajree fil bahri bi amrihee wa yumsikus samaaa'a an taqa'a 'alal ardi illaa biiznih; innal laaha binnaasi la Ra'oofur Raheem" } }, "translation": { "en": "Do you not see that Allah has subjected to you whatever is on the earth and the ships which run through the sea by His command? And He restrains the sky from falling upon the earth, unless by His permission. Indeed Allah, to the people, is Kind and Merciful.", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2660", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2660.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2660.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Disamping mengajak Nabi untuk memperhatikan dan memikirkan proses turunnya hujan dari langit, Allah juga mengajak Nabi untuk memperhatikan kekuasaan-Nya yang lain dengan bertanya, \"Tidakkah engkau, Muhammad, memperhatikan dengan nalar dan kalbu bahwa Allah menundukkan bagimu, manusia, apa yang ada di perut bumi, maupun yang di permukaannya, di darat maupun laut, berbagai jenis hewan, tumbuh-tumbuhan, dan berbagai jenis makhluk hidup bagi kepentingan kamu. Dan apakah kamu tidak memperhatikan kapal yang berlayar di lautan, terapung meskipun membawa beban yang berat menempuh jarak ribuan mil dengan mematuhi perintah-Nya, hukum alam ciptaan Allah? Dan, apakah kamu tidak memperhatikan bahwa Dia, Allah, menahan benda-benda langit, matahari, bulan, bintang, dan berbagai planet agar tidak jatuh ke bumi, yang akan menghancurkan kehidupan manusia, kecuali dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Penyantun kepada seluruh makhluk, Maha Penyayang kepada manusia yang beriman dengan memasukkan mereka ke dalam surga.\"", "long": "Di antara nikmat yang telah diberikan Allah kepada hamba-Nya ialah Dia menundukkan dan memudahkan bagi manusia untuk memanfaatkan segala yang terkandung di dalam bumi dan segala yang ada di permukaannya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup dan kehidupan manusia. Manusia diberi pengetahuan dan kemampuan menanam dan menyuburkan tanaman, menggali barang-barang tambang yang beraneka ragam macamnya. Kemudian Allah menunjukkan cara-cara memanfaatkan semuanya itu. Allah berfirman:\n\nDan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. (al-Jashiyah/45: 13)\n\nManusia telah dianugerahi Allah ilmu yang banyak. Kadang-kadang sebagian mereka menjadi angkuh dan sombong dengan ilmu yang dimilikinya itu, hendaklah manusia ingat bahwa ilmu yang diberikan itu, hanyalah sedikit bila dibandingkan dengan ilmu Allah yang belum diketahui manusia. Ilmu manusia tidak ada artinya sama sekali bila dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana firman Allah:\n\nDan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, \"Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.\" (al-Isra'/17: 85)\n\nDemikianlah Allah menundukkan dan memudahkan penguasaan kapal dan laut kepada manusia. Dimudahkan kapal berlayar ke samudera, membawa manusia dan keperluan manusia ke segenap penjuru dunia. Dengan kapal itu pula manusia mencari rezeki di lautan berupa ikan, mutiara, barang tambang dan khazanah lautan berupa ikan yang tidak terhitung banyaknya.\n\nAllah menciptakan alam semesta, yang terdiri atas ruang angkasa dan planet-planetnya yang tidak terhitung banyaknya. Semua terapung dan beredar melalui garis edar yang telah ditentukan Allah. Masing-masing planet itu mempunyai daya tarik, sehingga ia tidak jatuh berantakan, kecuali jika Allah menghendaki-Nya. Firman Allah:\n\nApabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan. (al- Infithar/82: 1-2)\n\nSemuanya itu tidak dijadikan Allah dengan cara kebetulan saja, tetapi dengan maksud tertentu, dengan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang rapi dan teliti. Dengan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan itu manusia dapat mengambil manfaat daripadanya, mereka dapat terbang di jagat raya, naik ke planet lain, mereka dapat meramalkan keadaan cuaca. Mereka dapat berpergian dari suatu negeri ke negeri yang lain dalam waktu yang tidak lama, dan banyak lagi manfaat lain yang dapat mereka ambil dengan menggunakan ketentan-ketentuan dan hukum-hukum Allah itu. Semuanya itu menunjukkan kasih sayang Tuhan kepada manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 2661, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 17, "page": 340, "manzil": 4, "ruku": 293, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee ahyaakum summa yumeetukum summma yuheekum; innal insaana lakafoor" } }, "translation": { "en": "And He is the one who gave you life; then He causes you to die and then will [again] give you life. Indeed, mankind is ungrateful.", "id": "Dan Dialah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali (pada hari kebangkitan). Sungguh, manusia itu sangat kufur nikmat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2661", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2661.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2661.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak hanya menjadikan alam sebagai fasilitas bagi hidup dan kehidupan manusia dan menahan benda-benda langit agar tidak berjatuhan, tetapi juga menegaskan, “Dan Dia-lah yang menghidupkan kamu dengan meniupkan roh ke dalam dirimu, ketika kamu masih berupa janin, lalu kamu tumbuh dan berkembang; kemudian mematikan kamu dengan mencabut roh dari diri kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali dalam kehidupan baru pada hari kebangkitan. Sungguh, manusia itu sangat kufur dan menutup diri dari nikmat Allah.", "long": "Di antara nikmat Allah yang paling besar yang dianugerahkan kepada manusia ialah menciptakan manusia hidup dari benda-benda mati, memberi roh, jiwa, akal pikiran dan perasaan, sehingga manusia dapat hidup dan menikmati kehidupan, dapat mengolah bumi untuk kesenangan mereka. Dengan jiwa, akal pikiran dan perasaan itu pula, manusia dapat melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya, sehingga di akhirat mereka dilimpahkan lagi nikmat yang paling besar yang tiada taranya, yaitu berupa surga yang telah dijanjikan-Nya.\n\nSekalipun demikian banyaknya nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada manusia, tetapi sedikit manusia yang mensyukuri-Nya, bahkan banyak di antara mereka yang mengingkari-Nya, bahkan ada yang mendurhakai dan menyekutukan-Nya dengan makhluk yang lain. Allah berfirman:\n\nBagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (al-Baqarah/2: 28)\n\nDan firman Allah:\n\nKatakanlah, \"Allah yang menghidupkan kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.\" (al-Jashiyah/45: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 2662, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 17, "page": 340, "manzil": 4, "ruku": 293, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0633\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0633\u0650\u0643\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u0632\u0650\u0639\u064f\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Likulli ummatin ja'alnaa mansakan hum naasikoohu falaa yunaazi 'unnaka fil amr; wad'u ilaa Rabbika innaka la 'alaa hudam mustaqeem" } }, "translation": { "en": "For every religion We have appointed rites which they perform. So, [O Muhammad], let the disbelievers not contend with you over the matter but invite them to your Lord. Indeed, you are upon straight guidance.", "id": "Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2662", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2662.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2662.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi setiap umat, seperti Yahudi dan Nasrani, telah Kami tetapkan melalui para utusan Allah cara beribadah yang harus mereka amalkan guna mendekatkan diri kepada-Nya. Maka tidak sepantasnya mereka, kaum Yahudi dan Nasrani, berbantahan dengan engkau, Muhammad, dalam urusan cara beribadah kepada Allah ini; dan serulah kaum Yahudi dan Nasrani itu kepada Tuhanmu untuk beriman kepada Al-Qur’an. Sungguh, engkau Muhammad, berada di jalan yang lurus, baik dalam bidang akidah, ibadah (syariah), maupun akhlak.", "long": "Allah telah mengutus para rasul kepada tiap-tiap umat sampai kepada masa Nabi Muhammad saw. Tiap-tiap rasul membawa syariat yang berbeda dengan syariat rasul yang lain, sesuai dengan keadaan, tempat dan masa dimana umat itu berada sehingga syariat itu dapat mereka lakukan dengan baik dan sesuai dengan kesanggupan, kemanfaatan dan kebutuhan hidup mereka.\n\nKitab Taurat diturunkan kepada Musa as, yang akan disampaikan kepada Bani Israil. Bani Israil di waktu itu sedang terjangkit paham materialisme dan kehidupan yang materialistis. Hidupnya didasarkan kepada kebendaan. Baginya hidup ini adalah serba benda. Bani Israil tatkala ditinggalkan Nabi Musa yaitu dikala beliau naik ke bukit Tursina untuk menerima Taurat, mereka membuat patung anak sapi dari emas untuk disembah. Isi Taurat banyak memberi petunjuk kepada manusia tentang cara-cara membina diri dan umat agar terhindar dari paham materialisme dan kehidupan yang materialistis itu. Demikian pula Injil diturunkan kepada Nabi Isa as, banyak memberi petunjuk cara-cara pembinaan kejiwaan, rohani, sesuai pula dengan keadaan orang Yahudi di waktu itu. \n\nPada akhirnya Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Syariat yang dikandung Al-Qur'an itu adalah syariat untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman. Di dalam Al-Qur'an banyak ayat-ayat yang memberi petunjuk kepada manusia agar mereka di samping memikirkan kehidupan rohani juga memikirkan kehidupan duniawi, kehidupan duniawi merupakan persiapan kehidupan akhirat.\n\nDemikianlah ketetapan Allah yang berlaku bagi seluruh umat manusia sejak dahulu sampai sekarang. Maka seharusnya orang-orang kafir itu tidak menentang seruan Nabi Muhammad yang disampaikan kepada mereka. Karena itu Allah memperingatkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya agar jangan terpengaruh oleh tantangan dan pembangkangan orang-orang kafir. Tetaplah melakukan dakwah, menyeru mereka dengan hikmat dan kebijaksanaan, mengajak mereka kepada ketauhidan, yang menunjukkan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2663, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 17, "page": 340, "manzil": 4, "ruku": 293, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u062f\u064e\u0644\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in jaadalooka faqulil laahu a'lamu bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And if they dispute with you, then say, \"Allah is most knowing of what you do.", "id": "Dan jika mereka membantah engkau, maka katakanlah, “Allah lebih tahu tentang apa yang kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2663", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2663.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2663.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka, kaum Yahudi dan Nasrani, membantah engkau, Muhammad, ketika engkau mengajarkan tauhid yang lurus, ibadah yang sempurna, dan akhlak yang mulia; maka katakanlah kepada ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang membantah kamu itu, “Allah lebih tahu tentang apa yang kamu kerjakan,” karena Allah benar-benar mengetahui yang tampak maupun yang tersembunyi.", "long": "Seandainya orang-orang kafir itu menentang dan mengingkari dakwah Nabi, padahal telah disampaikan kepada mereka bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang menunjukkan kebenaran agama yang disampaikan kepada mereka, maka tugas Nabi Muhammad adalah menyampaikan agama, bukan untuk menjadikan seseorang itu menjadi kafir atau beriman. Semuanya menjadi wewenang Allah. Allah berfirman:\n\nDan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, \"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.\" (Yunus/10: 41)\n\nKatakanlah kepada mereka bahwa Allah lebih mengetahui tentang apa yang mereka kerjakan dan akan membalas mereka terhadap pekerjaan-pekerjaan yang telah mereka kerjakan di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2664, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 17, "page": 340, "manzil": 4, "ruku": 293, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahu yahkumu bainakum Yawmal Qiyaamati feemaa kuntum feehi takhtalifoon" } }, "translation": { "en": "Allah will judge between you on the Day of Resurrection concerning that over which you used to differ.\"", "id": "Allah akan mengadili di antara kamu pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu kamu memperselisihkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2664", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2664.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2664.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak hanya mengetahui perbuatan kamu yang tampak maupun yang tersembunyi, tetapi juga mengadili di antara kamu pada hari Kiamat sehingga terungkap siapa yang salah dan siapa yang benar tentang apa yang dahulu, seperti waktu kamu hidup bersama Rasulullah di Madinah, kamu perselisihkan tentang kebenaran Al-Qur’an sebagai wahyu Allah dan kerasulan Nabi Muhammad.", "long": "Setelah Allah memerintahkan pada ayat-ayat yang lalu agar Rasulullah berpaling dari orang-orang yang kafir, maka pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Allah akan menentukan keputusan dan hukum pada hari Kiamat antara mereka yang berselisih dalam persoalan agama itu, sehingga terbukti mana yang benar dan mana yang salah.\n\nOrang-orang yang beriman mereka bersabar, dan menguatkan keimanan mereka, sebagaimana firman Allah:\n\nKarena itu serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, \"Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. (asy-Syura/42: 15)" } } }, { "number": { "inQuran": 2665, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 17, "page": 340, "manzil": 4, "ruku": 293, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Alam ta'lam annal laaha ya'lamu maa fis samaaa'i wal ard; inna zaalika fee kitaab; inna zaalika 'alal laahi yaseer" } }, "translation": { "en": "Do you not know that Allah knows what is in the heaven and earth? Indeed, that is in a Record. Indeed that, for Allah, is easy.", "id": "Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2665", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2665.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2665.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah engkau, Muhammad, tahu dengan ilmu yakin bahwa Allah mengetahui apa yang di langit, seperti malaikat dan benda-benda langit, dan seluruh makhluk Allah yang berada di bumi, baik yang kasat mata maupun tersembunyi bagi manusia? Sungguh, yang demikian itu bahwa Allah mengetahui secara detil dan terperinci semua ciptaan-Nya di langit maupun di bumi, sudah terdapat dalam sebuah Kitab induk yang tersimpan di Lauh Mahfuzh Sesungguhnya yang demikian itu, tercatatnya data seluruh ciptaan Allah pada sebuah buku induk, sangat mudah bagi Allah, karena Allah Tuhan Yang Memelihara seluruh alam.", "long": "Ayat ini menegaskan kepada Nabi Muhammad saw, tentang keluasan ilmu Allah. Sekalipun Nabi Muhammad yang dituju tetapi dalam ayat ini termasuk di dalamnya seluruh umatnya. Seakan-akan Allah mengatakan kepadanya, \"Apakah engkau tidak mengetahui hai Muhammad, bahwa ilmu Allah itu amat luas, meliputi segala apa yang ada di langit dan segala apa yang ada di bumi, tidak ada sesuatu pun yang luput dari ilmu-Nya itu, walaupun barang itu sebesar zarroh (atom) atau lebih kecil lagi dari atom itu, bahkan Dia mengetahui segala yang terbetik di dalam hati manusia.\"\n\nSemua ilmu Allah itu tertulis di Lauh Mahfuz, ialah suatu kitab yang di dalamnya disebutkan segala yang ada dan kitab itu telah ada dan lengkap, mempunyai catatan sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Menurut Abu Muslim al-Ashfah±ni, yang dimaksud dengan kitab dalam ayat ini ialah pemeliharaan sesuatu dan pencatatannya yang sempurna. Tidak ada sesuatu yang tidak tercatat di dalamnya. Hal inilah yang merupakan ilmu Allah.\n\nPengetahuan yang amat sempurna dan pencatatan yang lengkap tentang segala sesuatu serta penetapan hukum yang dijadikan bahan pengadilan di akhirat kelak tidaklah sukar bagi Allah untuk menetapkannya. Dia menetapkan sesuatu di akhirat nanti dengan seadil-adilnya, karena segala macam yang dijadikan bahan pertimbangan telah ada catatan-Nya, tidak ada yang kurang sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 2666, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 17, "page": 340, "manzil": 4, "ruku": 293, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa ya'budoona min doonil laahi maa lam yunazzil bihee sultaananw wa maa laisa lahum bihee 'ilm; wa maa lizzaalimeena min naseer" } }, "translation": { "en": "And they worship besides Allah that for which He has not sent down authority and that of which they have no knowledge. And there will not be for the wrongdoers any helper.", "id": "Dan mereka menyembah selain Allah, tanpa dasar yang jelas tentang itu, dan mereka tidak mempunyai pengetahuan (pula) tentang itu. Bagi orang-orang yang zalim tidak ada seorang penolong pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2666", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2666.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2666.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, orang-orang kafir itu, menyembah tuhan selain Allah dengan bangga, tanpa merasa bersalah, tanpa dasar yang jelas tentang itu, baik yang bersumber dari akal sehat, nurani, apa lagi dari wahyu; dan mereka pun tidak mempunyai pengetahuan yang menjadi dasar penyembahan tuhan selain Allah itu. Allah menegaskan bahwa bagi orang-orang yang zalim, yakni orang-orang yang menyembah tuhan selain Allah, akan kekal di dalam neraka. Tidak ada seorang penolong pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab yang pedih itu.", "long": "Allah menerangkan bahwa kepercayaan orang-orang musyrik itu salah, baik ditinjau dari segi wahyu, akal pikiran, maupun dari sikap orang-orang musyrik itu sendiri di kala mereka mendengar ayat-ayat Allah.\n\n1. Orang-orang musyrik Mekah menyembah selain Allah, dengan menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri. Kepercayaan mereka itu tidak berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, padahal suatu kepercayaan yang benar adalah kepercayaan yang berdasarkan wahyu dari Allah. Kepercayaan mereka itu hanyalah berdasarkan adat kebiasaan nenek moyang mereka dahulu, kemudian mereka mengikuti dan mempercayainya.\n\n2. Mereka menyembah selain Allah, hal itu tidak berdasarkan pemikiran yang benar, dan tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Mereka membuat sendiri berhala-berhala yang mereka sembah itu. Oleh karena itu mereka tidak akan mendapat seorang penolong pun yang akan menolong mereka untuk menegakkan pendapat dan pikiran mereka, atau yang akan menolakkan azab dari mereka di akhirat kelak.\n\n3. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, maka tampaklah pada air muka mereka tanda-tanda keangkuhan, kesombongan dan kekerasan hati, serta ucapan marah yang timbul di hati mereka. Manakala dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an kepada mereka, mereka ingin menyerang dan memukul orang-orang yang sedang membaca ayat itu. Seandainya mereka ingin mencari kebenaran, tentulah mereka mendengarkan ayat-ayat yang dibacakan itu, kemudian mereka merenungkan dan memikirkannya, dan kalau ada sesuatu yang tidak berkenan di hati mereka tentulah mereka menanyakan atau mencari alasan-alasan yang kuat untuk mematahkan kebenaran ayat-ayat Allah.\n\nKemudian Allah mengancam mereka bahwa kebencian dan kemarahan mereka karena mendengar ayat-ayat Allah itu sebenarnya adalah lebih kecil dari kepedihan azab yang akan mereka rasakan nanti di hari Kiamat.\n\nAllah menegaskan ancaman-Nya kepada orang-orang musyrik itu dengan memerintahkan nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada mereka, \"Hai orang-orang musyrik, apakah kamu hendak mendengarkan berita yang lebih besar dan lebih jahat lagi dari kemarahan hatimu kepada orang-orang yang membaca ayat-ayat Allah, sehingga hampir saja kamu menyerang dan memukul mereka?\"\n\nKemudian pertanyaan di atas langsung dijawab, bahwa berita besar dan lebih buruk dari kemarahannya itu ialah azab neraka yang telah dijanjikan kepada orang-orang kafir sebagai balasan dari perbuatan mereka itu waktu hidup di dunia. Neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali yang disediakan bagi orang-orang musyrik." } } }, { "number": { "inQuran": 2667, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 17, "page": 340, "manzil": 4, "ruku": 293, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f \u0641\u0650\u064a \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0634\u064e\u0631\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u06d7 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa izaa tutlaa 'laihim Aayaatunaa baiyinaatin ta'rifu fee wujoohil lazeena kafarul munkara yakaadoona yastoona bil lazeena yatloona 'alaihim Aayaatinaa; qul afa unab bi'ukum bisharrim min zaalikum; an Naaru wa 'adahal laahul lazeena kafaroo wa bi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "And when Our verses are recited to them as clear evidences, you recognize in the faces of those who disbelieve disapproval. They are almost on the verge of assaulting those who recite to them Our verses. Say, \"Then shall I inform you of [what is] worse than that? [It is] the Fire which Allah has promised those who disbelieve, and wretched is the destination.\"", "id": "Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya engkau akan melihat (tanda-tanda) keingkaran pada wajah orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), “Apakah akan aku kabarkan kepada-mu (mengenai sesuatu) yang lebih buruk dari itu, (yaitu) neraka?” Allah telah mengancamkannya (neraka) kepada orang-orang kafir. Dan (neraka itu) seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2667", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2667.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2667.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir tidak hanya menyembah tuhan selain Allah, tetapi juga apabila dibacakan di hadapan mereka, oleh Nabi atau para sahabat, ayat-ayat Kami yang berisi ajaran tauhid, ibadah, dan akhlak yang terang, karena rasional atau masuk akal, niscaya engkau akan melihat tanda-tanda keingkaran pada wajah orang-orang yang kafir itu terhadap ajaran tauhid, ibadah, dan akhlak. Kemarahan mereka kepada orang yang membacakan ayat itu demikian dahsyat. Hampir-hampir mereka menyerang para mubalig, orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka sehingga mengancam keselamatan mereka. Katakanlah, wahai Muhammad kepada orang-orang kafir itu, “Apakah kamu bersedia mendengarkan, akan aku kabarkan kepada kamu sesuatu yang lebih buruk dari itu, yaitu neraka?” Allah telah menjadikan neraka ancaman yang membahayakan kepada orang-orang kafir. Dan neraka itu seburuk-buruk tempat kembali di akhirat.", "long": "Allah menerangkan bahwa kepercayaan orang-orang musyrik itu salah, baik ditinjau dari segi wahyu, akal pikiran, maupun dari sikap orang-orang musyrik itu sendiri di kala mereka mendengar ayat-ayat Allah.\n\n1. Orang-orang musyrik Mekah menyembah selain Allah, dengan menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri. Kepercayaan mereka itu tidak berdasarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, padahal suatu kepercayaan yang benar adalah kepercayaan yang berdasarkan wahyu dari Allah. Kepercayaan mereka itu hanyalah berdasarkan adat kebiasaan nenek moyang mereka dahulu, kemudian mereka mengikuti dan mempercayainya.\n\n2. Mereka menyembah selain Allah, hal itu tidak berdasarkan pemikiran yang benar, dan tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Mereka membuat sendiri berhala-berhala yang mereka sembah itu. Oleh karena itu mereka tidak akan mendapat seorang penolong pun yang akan menolong mereka untuk menegakkan pendapat dan pikiran mereka, atau yang akan menolakkan azab dari mereka di akhirat kelak.\n\n3. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, maka tampaklah pada air muka mereka tanda-tanda keangkuhan, kesombongan dan kekerasan hati, serta ucapan marah yang timbul di hati mereka. Manakala dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an kepada mereka, mereka ingin menyerang dan memukul orang-orang yang sedang membaca ayat itu. Seandainya mereka ingin mencari kebenaran, tentulah mereka mendengarkan ayat-ayat yang dibacakan itu, kemudian mereka merenungkan dan memikirkannya, dan kalau ada sesuatu yang tidak berkenan di hati mereka tentulah mereka menanyakan atau mencari alasan-alasan yang kuat untuk mematahkan kebenaran ayat-ayat Allah.\n\nKemudian Allah mengancam mereka bahwa kebencian dan kemarahan mereka karena mendengar ayat-ayat Allah itu sebenarnya adalah lebih kecil dari kepedihan azab yang akan mereka rasakan nanti di hari Kiamat.\n\nAllah menegaskan ancaman-Nya kepada orang-orang musyrik itu dengan memerintahkan nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada mereka, \"Hai orang-orang musyrik, apakah kamu hendak mendengarkan berita yang lebih besar dan lebih jahat lagi dari kemarahan hatimu kepada orang-orang yang membaca ayat-ayat Allah, sehingga hampir saja kamu menyerang dan memukul mereka?\"\n\nKemudian pertanyaan di atas langsung dijawab, bahwa berita besar dan lebih buruk dari kemarahannya itu ialah azab neraka yang telah dijanjikan kepada orang-orang kafir sebagai balasan dari perbuatan mereka itu waktu hidup di dunia. Neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali yang disediakan bagi orang-orang musyrik." } } }, { "number": { "inQuran": 2668, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 17, "page": 341, "manzil": 4, "ruku": 294, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0636\u064f\u0631\u0650\u0628\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064c \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0630\u064f\u0628\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0650 \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0644\u064f\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u064f\u0628\u064e\u0627\u0628\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0642\u0650\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0636\u064e\u0639\u064f\u0641\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0637\u0652\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan naasu duriba masalun fastami'oo lah; innal lazeena tad'oona min doonil laahi lai yakhluqoo zubaabanw wa lawijtama'oo lahoo wa iny yaslub humuz zubbabu shai'al laa yastan qizoohu minh; da'ufat taalibu walmatloob" } }, "translation": { "en": "O people, an example is presented, so listen to it. Indeed, those you invoke besides Allah will never create [as much as] a fly, even if they gathered together for that purpose. And if the fly should steal away from them a [tiny] thing, they could not recover it from him. Weak are the pursuer and pursued.", "id": "Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2668", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2668.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2668.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bagaimana kualitas tuhan-tuhan selain Allah yang disembah oleh orang-orang kafir. Wahai manusia! Perhatikanlah dengan cermat, telah dibuat suatu perumpamaan yang harus dijadikan renungan oleh kamu. Maka dengarkanlah dengan saksama! Sesungguhnya semua tuhan selain Allah yang kamu seru dalam ritual kamu tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, yang menunjukkan ketidakpantasan tuhan-tuhan selain Allah itu dijadikan tuhan, walaupun mereka bersatu dalam sebuah tim untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tuhan-tuhan selain Allah itu tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu, karena patung-patung yang disembah itu benda mati. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah, karena keduanya sama-sama makhluk Allah yang tidak mampu menciptakan apapun baik makhluk hidup maupun benda mati.", "long": "Ayat ini menyeru manusia terutama orang-orang yang mem-persekutukan Allah dengan menyembah patung yang terbuat dari benda mati dan dibuat oleh mereka sendiri, agar mereka memperhatikan perumpamaan yang dibuat Allah bagi mereka, kemudian merenungkan dan memikirkannya dengan sebaik-baiknya. Apakah yang telah mereka lakukan itu sesuai dengan akal pikiran yang benar, hendaklah direnungkan kembali ayat-ayat Allah yang dibacakan itu, agar mereka mendapat petunjuk.\n\nPerumpamaan itu ialah segala berhala yang mereka sembah itu, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan mereka memohonkan sesuatu kepadanya, meski patung-patung itu tidak dapat menciptakan sesuatu. Begitu pula sekiranya patung itu mempunyai suatu barang, kemudian barang itu disambar oleh seekor lalat kecil, lemah dan tidak ada kekuatannya, niscaya patung-patung yang mereka sembah itu tidak akan sanggup merebut barang itu kembali dari lalat yang kecil itu.\n\nPerumpamaan yang dikemukakan Allah dalam ayat ini, seakan-akan memperingatkan orang-orang yang menyembah patung atau benda mati itu, bahwa Tuhan yang berhak disembah ialah Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pencipta, tidak ada sesuatu kekuatan pun yang dapat mengatasi kekuatan-Nya. Jika orang-orang kafir menyembah patung, berarti mereka menyembah benda mati, yang tidak tahu suatu apapun, bahkan ia tidak dapat mempertahankan apa yang dimilikinya, seandainya seekor lalat kecil yang tidak berdaya merampas kepunyaannya itu daripadanya. Apakah patung yang demikian itu layak disembah? Tindakan orang-orang musyrik itu menunjukkan kebodohan-nya. Alangkah kelirunya orang-orang yang menyembah patung itu, demikian pula patung yang disembah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2669, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 17, "page": 341, "manzil": 4, "ruku": 294, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c", "transliteration": { "en": "Maa qadrul laaha haqqa qadrih; innal laaha la Qawiyyun 'Azeez" } }, "translation": { "en": "They have not appraised Allah with true appraisal. Indeed, Allah is Powerful and Exalted in Might.", "id": "Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2669", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2669.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2669.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia yang menyembah tuhan selain Allah sejatinya mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya, bahkan merendahkan-Nya dengan tidak mengibadati-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat meskipun tidak dijadikan tuhan oleh mereka dan Mahaperkasa untuk mengalahkan tuhan-tuhan selain Dia.", "long": "Orang-orang musyrik mengaku bahwa mereka menyembah berhala atau patung itu adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tetapi pengakuan mereka itu dibantah Allah bahwa cara yang mereka lakukan itu, tidak saja menghina Allah, bahkan menganggap bahwa Allah tidak dapat langsung menerima permohonan dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya, sehingga perlu adanya sesuatu yang membantunya sebagai perantara.\n\nSungguh Allah yang berhak disembah itu Mahakuat dan Kuasa, Maha Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya. Dia berbuat menurut yang dikehendaki-Nya, tidak seperti patung yang disembah oleh orang-orang musyrik itu, yang tidak dapat merebut kembali, benda yang telah direbut lalat daripadanya. Allah berfirman:\n\nSungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (adz-dzariyat/51: 58)" } } }, { "number": { "inQuran": 2670, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 17, "page": 341, "manzil": 4, "ruku": 294, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Allahu yastafee minal malaaa'ikati Rusulanw wa minan naas; innal laaha Samee'um Baseer" } }, "translation": { "en": "Allah chooses from the angels messengers and from the people. Indeed, Allah is Hearing and Seeing.", "id": "Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2670", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2670.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2670.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memilih para utusan-Nya dari malaikat untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, dan juga memilih dari manusia, sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad, karena kasih sayang-Nya kepada manusia untuk menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan tidak layak beribadah kecuali kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar semua pembi-caraan makhluk, baik yang terucap maupun yang tersimpan dalam hati; Maha Melihat seluruh ciptaan-Nya, baik yang di langit maupun di perut bumi.", "long": "Diriwayatkan bahwa Walid bin Mugirah pernah berkata, \"Apakah pernah diturunkan wahyu atasnya di antara kita?\" Maka Allah menurunkan ayat ini.\n\nPada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah memilih beberapa orang di antara para malaikat, untuk menjadi perantara antara Dia dengan para Rasul yang diutusnya, untuk menyampaikan wahyu, seperti malaikat jibril. Demikian pula Allah telah memilih beberapa orang rasul yang akan menyampaikan agama-Nya kepada manusia. Hak memilih para rasul adalah hak Allah, tidak seorang pun yang berwenang menetapkannya selain dari Dia. Allah Maha Mendengar semua yang diucapkan oleh hamba-hamba-Nya, melihat keadaan dan mengetahui kadar kemampuan mereka, sehingga Dia dapat menetapkan dan memilih siapa yang patut menjadi rasul atau nabi di antara mereka.\n\nHadis Nabi saw, beliau bersabda:\n\nSesungguhnya Allah telah memilih Musa sebagai Kalimullah dan Ibrahim sebagai Khalilullah. (Riwayat al-Hakim dalam al-Mustadrak dari Ibnu 'Abbas)." } } }, { "number": { "inQuran": 2671, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 17, "page": 341, "manzil": 4, "ruku": 294, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Ya'lamu maa baina aydeehim wa maa khalfahum; wa ilal laahi turja'ul umoor" } }, "translation": { "en": "He knows what is [presently] before them and what will be after them. And to Allah will be returned [all] matters.", "id": "Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2671", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2671.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2671.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak hanya Maha Mendengar dan Maha Melihat, tetapi Dia juga mengetahui apa yang di hadapan mereka, yang belum terjadi, karena pengetahuan Allah tidak terikat oleh ruang dan waktu, dan mengetahui pula apa yang di belakang mereka, yang sudah terjadi di masa silam. Oleh karena itu, manusia harus meyakini dengan penuh keinsafan bahwa hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan, karena sesungguhnya Allah yang mengurus seluruh alam dan seluruh manusia akan kembali menghadap Allah di akhirat.", "long": "Allah Maha Mengetahui keadaan para malaikat dan keadaan manusia, baik sebelum mereka diciptakan maupun sesudah mereka diciptakan dan mengetahui pula keadaan mereka sesudah tiada nanti. Allah Maha Mengetahui apa yang akan terjadi, apa yang telah terjadi, dan mengetahui pula akhir segala sesuatu nanti, karena kepada-Nyalah kembalinya urusan segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 2672, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 17, "page": 341, "manzil": 4, "ruku": 294, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0631\u0652\u0643\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u06e9", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanur ka'oo wasjudoo wa'budoo Rabbakum waf'alul khaira la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, bow and prostrate and worship your Lord and do good - that you may succeed.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2672", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2672.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2672.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang beriman diperintahkan untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Mengetahui keadaan manusia. Wahai orang-orang yang beriman, karena kamu sudah membenarkan dan meyakini bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah, maka rukuklah, sujudlah, dan beribadahlah kepada Tuhanmu dengan melaksanakan salat wajib dan berbagai salat sunah, dan sebagai dampak ketekunan beribadah tersebut, maka berbuatlah kebaikan kepada sesama manusia agar kamu beruntung dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar:\n\n1. Mengerjakan salat pada waktu-waktu yang telah ditentukan, lengkap dengan syarat-syarat dan rukun-rukunnya. Pada ayat ini salat disebut dengan \"ruku'\" dan \"sujud\", karena ruku' dan sujud itu merupakan ciri khas dari salat dan termasuk dalam rukun-rukunnya.\n\n2. Menghambakan diri, bertobat kepada Allah, dan beribadah kepada-Nya merupakan perwujudan dari keimanan di hati sanubari yang telah merasakan kebesaran, kekuasaan dan keagungan Allah, karena diri manusia sangat tergantung kepada-Nya. Hanya Dialah yang menciptakan, memelihara kelangsungan hidup dan mengatur seluruh makhluk-Nya. Beribadah kepada Tuhan ada yang dilakukan secara langsung, seperti salat, puasa bulan Ramadan, menunaikan zakat dan menunaikan ibadah haji. Ada pula ibadah yang dilakukan tidak secara langsung, seperti berbuat baik kepada sesama manusia, tolong menolong, mengolah alam yang diciptakan Allah untuk kepentingan manusia.\n\n3. Mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik, seperti memperkuat hubungan silaturrahmi, berbudi pekerti yang baik, hormat menghormati, kasih-mengasihi sesama manusia. Termasuk melaksanakan perintah Allah.\n\nJika manusia mengerjakan tiga macam perintah di atas, maka mereka akan berhasil dalam kehidupan memperoleh kebahagiaan ketentraman hidup, dan di akhirat mereka akan memperoleh surga yang penuh kenikmatan." } } }, { "number": { "inQuran": 2673, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 17, "page": 341, "manzil": 4, "ruku": 294, "hizbQuarter": 136, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u062c\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064d \u06da \u0645\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa jaahidoo fil laahi haqqa jihaadih; Huwaj tabaakum wa maa ja'ala 'alaikum fid deeni min haraj; Millata abeekum Ibraaheem; Huwa sammaakumul muslimeena min qablu wa fee haaza li yakoonar Rasoolu shaheedan 'alaikum wa takoonoo shuhadaaa'a 'alan naas; fa aqeemus salaata wa aatuz zakaata wa'tasimoo billaahi Huwa mawlaakum fani'mal mawlaa wa ni'man naseer" } }, "translation": { "en": "And strive for Allah with the striving due to Him. He has chosen you and has not placed upon you in the religion any difficulty. [It is] the religion of your father, Abraham. Allah named you \"Muslims\" before [in former scriptures] and in this [revelation] that the Messenger may be a witness over you and you may be witnesses over the people. So establish prayer and give zakah and hold fast to Allah. He is your protector; and excellent is the protector, and excellent is the helper.", "id": "Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat; tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2673", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2673.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2673.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan pada ayat di atas bahwa untuk meraih keberuntungan, orang beriman diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia, pada ayat ini dijelaskan bahwa untuk meraih keberuntungan, orang beriman diperintahkan untuk berjihad pada jalan Allah. Untuk meraih keberuntungan itu, beribadahlah kamu, wahai orang-orang yang beriman, dan berjihadlah kamu di jalan Allah, yakni mencurahkan seluruh potensi dan kemampuan untuk mengharumkan Islam dan kaum muslim dengan jihad yang sebenar-benarnya, perjuangan yang total dalam menggali seluruh potensi dan kemampuan. Dia telah memilih kamu, wahai Muhammad untuk menjadi nabi dan rasul pamungkas; dan Dia, Allah, tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama, yakni dalam melaksanakan ajaran Islam ini, karena Islam menekankan prinsip memudahkan, meminimalkan beban, dan bertahap dalam menetapkan syariah, hukum agama. Memeluk Islam dan menjadi muslim itu merupakan kelanjutan dari agama nenek moyangmu Ibrahim, yakni meyakini tidak ada tuhan selain Allah dan tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Dia (Allah) telah menamakan kamu, orang-orang yang meyakini prinsip tauhid itu, adalah orang-orang muslim, berserah diri kepada Allah, sejak dahulu, dan begitu pula kamu dinamakan muslim dalam Al-Qur’an ini, agar Rasul, Nabi Muhammad itu menjadi saksi atas diri kamu semua dalam mengamalkan ajaran Islam dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia dalam mewujudkan prinsip tidak ada tuhan selain Allah dan tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Maka, sejalan dengan prinsip tersebut, laksanakanlah salat dengan baik dan benar sesuai syarat dan rukunnya, serta tepat waktu; tunaikanlah zakat dengan sempurna, dan berpegangteguhlah kepada Allah dalam pikiran dan perasaan. Dialah Pelindungmu dari segala bencana dunia-akhirat; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong bagi manusia dan seluruh makhluk.", "long": "Di samping perintah-perintah di atas, Allah juga memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh, semata-mata dilaksanakan karena Allah dan janganlah kaum Muslimin merasa khawatir dan takut kepada siapa pun dalam berjihad selain kepada Allah.\n\nAda empat macam jihad di jalan Allah yaitu:\n\n1. Jihad dalam arti mempertahankan diri dari serangan musuh, sebagaimana firman Allah:\n\nDan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. (al-Baqarah/2: 190)\n\n2. Jihad dalam arti menegakkan agama Allah dan untuk meninggikannya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (al- Anfal/8: 39)\n\n3. Jihad dengan arti berusaha melepaskan diri dari godaan setan, yang mengarah kepada masalah kemanusiaan seperti menolong orang, bertugas untuk kebaikan dan lain sebagainya, sebagaimana firman Allah:\n\nOrang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah. (an-Nisa'/4:76)\n\n4. Jihad dengan arti memerangi hawa nafsu, sebagaimana diterangkan dalam hadis Nabi: Dari Jabir ia berkata, \"Telah datang kepada Rasulullah saw suatu kaum yang baru dari peperangan. Maka beliau bersabda, \"Kamu datang dengan kedatangan yang baik, kamu telah datang dari jihad yang kecil dan akan memasuki jihad yang besar.\" Seseorang berkata, \"Apakah jihad yang besar itu?\" Rasulullah menjawab, \"Perjuangan hamba melawan hawa nafsu.\" (Riwayat al-Khatib al-Baghdadi)\n\nPada mulanya peperangan itu dibenci oleh kaum Muslimin, sebagaimana firman Allah:\n\nDiwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. (al-Baqarah/2: 216)\n\nSekalipun perang itu dibenci oleh kaum Muslimin, tetapi karena tujuannya untuk mempertahankan diri dan menegakkan agama Allah, maka peperangan itu dibolehkan dan kaum Muslimin harus melakukannya. Dalam pada itu Allah melarang kaum Muslimin melakukan perbuatan-perbuatan yang melampaui batas dalam peperangan.\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa Allah telah memilih umat Muhammad untuk melakukan jihad. Perintah itu datang karena agama yang dibawa Muhammad adalah agama yang telah disempurnakan Allah, yang di dalamnya terdapat ketentuan-ketentuan tentang Jihad. Hal ini merupakan pertolongan Allah kepada Nabi Muhammad beserta umatnya.\n\nAllah menerangkan bahwa agama yang telah diturunkan-Nya kepada Muhammad itu bukanlah agama yang sempit dan sulit, tetapi adalah agama yang lapang dan tidak menimbulkan kesulitan kepada hamba yang melakukannya. Semua perintah dan larangan yang terdapat dalam agama Islam bertujuan untuk melapangkan dan memudahkan hidup manusia, agar mereka hidup berbahagia di dunia dan di akhirat. Hanya saja hawa nafsu manusialah yang mempengaruhi dan menimbulkan dalam pikiran mereka bahwa perintah-perintah dan larangan-larangan Allah itu terasa berat dikerjakan.\n\nRasulullah saw mengatakan bahwa agama Islam itu mudah, orang-orang yang memberat-beratkan beban dalam agama akan dikalahkan oleh agama sendiri, sebagaimana tersebut dalam hadis:\n\nDari Abi Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda, \"Sesungguhnya agama itu mudah dan sekali-kali tidak akan ada seorang pun yang memberatkan agama, kecuali agama itu akan mengalahkannya. Karena itu kerjakanlah dengan benar, dekatkanlah dirimu, gembiralah, dan mohonlah pertolongan di pagi dan petang hari serta waktu berpergian awal malam.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nRasulullah saw pernah memberikan suatu peringatan yang keras kepada suatu golongan yang memberatkan beban dalam agama, sebagaimana tersebut dalam hadis.\n\nDari 'Aisyah ra, ia berkata, \"Rasulullah saw pernah membuat sesuatu, lalu beliau meringankannya, lalu sampailah hal yang demikian kepada beberapa orang sahabat beliau. Seolah-olah mereka tidak menyukainya dan meninggalkannya. Maka sampailah persoalan itu pada beliau. Beliau lalu berdiri berpidato dan berkata: Apakah gerangan keadaan orang-orang yang telah sampai kepada mereka tentang sesuatu perbuatan yang aku meringankannya, lalu mereka tidak menyukainya dan meninggalkannya? Demi Allah (kata Rasululah): Sesungguhnya aku adalah orang yang paling tahu di antara mereka tentang Allah dan orang yang paling takut di antara mereka kepada-Nya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDiriwayatkan bahwa beberapa orang sahabat Rasul ingin menandingi beliau, sehingga ada yang berkata, \"Aku akan puasa setiap hari.\" Yang lain lagi berkata, \"Aku tidak akan mengawini perempuan.\" Maka sampailah hal itu kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda:\n\nApakah gerangan keadaan orang yang telah mengharamkan perempuan, makan dan tidur? Ketahuilah, sesungguhnya aku salat dan tidur, berpuasa dan berbuka puasa serta menikahi perempuan-perempuan. Barangsiapa yang benci kepada sunnahku, maka ia bukanlah termasuk umatku. (Riwayat an-Nasa'i)\n\nDengan keterangan hadis-hadis di atas nyatalah bahwa agama Islam adalah agama yang lapang, meringankan beban, tidak picik dan tidak mempersulit. Seandainya ada praktek dan amalan agama Islam yang memberatkan, picik dan sempit, maka hal itu bukanlah berasal dari agama Islam, tetapi berasal dari orang yang tidak mengetahui hakikat Islam itu.\n\nDalam kehidupan sehari-hari terlihat masih banyak kaum Muslimin yang belum memahami dengan baik tujuan Allah menurunkan syariat-Nya kepada Nabi saw. Seperti Allah mensyariatkan salat dengan tujuan agar manusia terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, tetapi sebagian kaum Muslimin merasa berat mengerjakan salat yang lima waktu itu, bahkan ada di antara mereka yang mengatakan bahwa salat itu menganggu waktu berharga bagi mereka. Demikian pula pendapat mereka tentang ibadah-ibadah lainnya.\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa agama yang dibawa Muhammad itu adalah sesuai dengan agam Ibrahim, nenek moyang bangsa Arab dan kedua agama itu sama-sama bersendikan ketauhidan. Seakan-akan Allah memperingatkan kepada bangsa Arab waktu itu, \"Hai bangsa Arab, kamu mengaku memeluk agama yang dibawa nenek moyangmu Ibrahim, karena itu ikutilah agama yang dibawa Muhammad, agama yang berazaskan tauhid, tidak ada kesempitan dan kepicikan di dalamnya. Dan Allah menamakan orang-orang yang memeluk agama tauhid dengan \"muslim\".\"\n\nDalam ayat ini disebutkan bahwa Rasulullah saw menjadi saksi di hari Kiamat atas umatnya. Maksudnya ialah dia bersaksi bahwa ia telah menyampaikan risalah Allah kepada mereka, menyeru mereka agar beriman kepada Allah dan agar mereka tetap berpegang teguh kepada agama Allah, serta beribadah kepada Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhkan larangan-larangan-Nya. Sedangkan kaum Muslimin menjadi saksi atas manusia di hari Kiamat kelak, maksudnya ialah mereka telah melakukan seperti yang telah dilakukan Rasul atas mereka, yaitu mereka telah menyeru manusia agar beriman, menyampaikan agama Allah, melakukan tugas yang dibebankan Allah dan Rasul kepada mereka dengan sebaik-baiknya. Setelah itu mereka menyerahkan urusan mereka kepada Allah, apakah ajakan mereka diterima atau ditolak.\n\nSebagian Ahli tafsir dalam menafsirkan ayat ini menyatakan bahwa kaum Muslimin menjadi saksi atas manusia termasuk di dalam persaksian mereka atas umat-umat terdahulu, yang telah diutus kepada mereka Rasul-rasul. Mereka mengetahui hal itu dari Allah melalui Al-Qur'an yang menerangkan bahwa Rasul dahulu telah menyampaikan agama yang bedasar tauhid kepada mereka.\n\nSemua perintah Allah yang disebutkan itu dapat dilaksanakan dengan baik, agar umat Muhammad yang ditugaskan menjadi saksi terhadap manusia pada hari Kiamat dapat melakukan persaksian itu dengan sebaik-baiknya, maka Allah memerintahkan kepada mereka:\n\n1. Selalu melaksanakan salat yang lima waktu, karena salat menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan mungkar dan merupakan penghubung yang kuat antara Tuhan yang disembah dengan hamba-Nya.\n\n2. Menunaikan zakat, agar dapat membersihkan jiwa dan harta, agar mempersempit jurang antara si kaya dan si miskin.\n\n3. Berpegang teguh dengan tali Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya." } } } ] }, { "number": 23, "sequence": 74, "numberOfVerses": 118, "name": { "short": "المؤمنون", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0624\u0645\u0646\u0648\u0646", "transliteration": { "en": "Al-Muminoon", "id": "Al-Mu'minun" }, "translation": { "en": "The Believers", "id": "Orang-Orang Mukmin" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Mu'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai Al Mu'minuun, karena permulaan ayat ini manerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2674, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad aflahal mu'minoon" } }, "translation": { "en": "Certainly will the believers have succeeded:", "id": "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2674", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2674.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2674.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pasti beruntung orang-orang mukmin yang telah mantap imannya dan terbukti dengan mengerjakan amal-amal saleh. Orang yang demikian itu ialah orang yang khusyuk dalam salatnya, yakni tumakninah, rendah hati, fokus, serta menyadari dengan sepenuuhnya bahwa dia sedang menghadap Sang Penciptanya (Lihat juga: al-Baqarah/2: 45–46).", "long": "Beriman kepada Allah dan rukun iman yang enam. Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa sungguh berbahagia dan beruntung orang-orang yang beriman, dan sebaliknya sangat merugi orang-orang kafir yang tidak beriman, karena walaupun mereka menurut perhitungan banyak mengerja-kan amal kebajikan, akan tetapi semua amalnya itu akan sia-sia saja di akhirat nanti, karena tidak berlandaskan iman kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2675, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena hum fee Salaatihim khaashi'oon" } }, "translation": { "en": "They who are during their prayer humbly submissive", "id": "(yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2675", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2675.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2675.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pasti beruntung orang-orang mukmin yang telah mantap imannya dan terbukti dengan mengerjakan amal-amal saleh. Orang yang demikian itu ialah orang yang khusyuk dalam salatnya, yakni tumakninah, rendah hati, fokus, serta menyadari dengan sepenuuhnya bahwa dia sedang menghadap Sang Penciptanya (Lihat juga: al-Baqarah/2: 45–46).", "long": "Khusyuk dalam salat. Dalam ayat ini Allah menjelaskan sifat yang kedua, yaitu seorang mukmin yang beruntung, jika salat benar-benar khusyuk dalam salatnya, pikirannya selalu mengingat Allah, dan memusatkan semua pikiran dan panca inderanya untuk bermunajat kepada-Nya. Dia menyadari dan merasakan bahwa orang yang salat itu benar-benar sedang berhadapan dengan Tuhannya, oleh karena itu seluruh anggota tubuh dan jiwanya dipenuhi kekhusyukan, kekhidmatan dan keikhlasan, diselingi dengan rasa takut dan diselubungi dengan penuh harapan kepada Tuhannya. Untuk dapat memenuhi syarat kekhusyukan dalam salat, harus memperhati-kan tiga perkara, yaitu:\n\na) Paham apa yang dibaca, supaya apa yang diucapkan lidahnya dapat dipahami dan dimengerti, sesuai dengan ayat:\n\nMaka tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci? (Muhammad/47: 24)\n\nb) Ingat kepada Allah, sesuai dengan firman-Nya:\n\nDan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (thaha/20: 14)\n\nc) Salat berarti munajat kepada Allah, pikiran dan perasaan orang yang salat harus selalu mengingat dan jangan lengah atau lalai. Para ulama berpendapat bahwa salat yang tidak khusyuk sama dengan tubuh tidak bernyawa. Akan tetapi ketiadaan khusyuk dalam salat tidak membatalkan salat, dan tidak wajib diulang kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 2676, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u0648\u0650 \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum 'anillaghwimu'ridoon" } }, "translation": { "en": "And they who turn away from ill speech", "id": "dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2676", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2676.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2676.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara mereka yang akan memperoleh keberuntungan adalah orang yang menjauhkan diri, atau tidak memberi perhatian secara lahir dan batin, dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, yaitu sesuatu yang sebenarnya di satu sisi tidak dilarang, namun di sisi lain tidak ada mendatangkan manfaat.", "long": "Menjauhkan diri dari setiap perbuatan atau perkataan yang tidak berguna. Dalam ayat ini Allah menjelaskan sifat yang ketiga, yaitu bahwa seorang mukmin yang bahagia itu ialah yang selalu menjaga waktu dan umurnya supaya jangan sia-sia. Sebagaimana ia khusyuk dalam salatnya, berpaling dari segala sesuatu kecuali dari Tuhan penciptanya, demikian pula ia berpaling dari segala perkataan yang tidak berguna bagi dirinya atau orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 2677, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum liz Zakaati faa'iloon" } }, "translation": { "en": "And they who are observant of zakah", "id": "dan orang yang menunaikan zakat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2677", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2677.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2677.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang yang juga akan beruntung dan berbahagia adalah orang yang menunaikan zakat secara sempurna dan tulus ikhlas.", "long": "Menunaikan zakat wajib dan derma yang dianjurkan. Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa sifat keempat dari orang mukmin yang beruntung itu, ialah suka mengeluarkan zakat dan memberi derma yang dianjurkan, yang oleh mereka dipandang sebagai usaha untuk membersihkan harta dan dirinya dari sifat kikir, tamak serakah, hanya mengutamakan diri sendiri (egois), dan juga untuk meringankan penderitaan hamba-hamba Allah yang kekurangan, sesuai dengan firman-Nya:\n\nSungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). (asy- Syams/91: 9)" } } }, { "number": { "inQuran": 2678, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum lifuroo jihim haafizoon" } }, "translation": { "en": "And they who guard their private parts", "id": "dan orang yang memelihara kemaluannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2678", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2678.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2678.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain orang-orang yang disebut pada ayat-ayat sebelumnya, berbahagialah orang yang memelihara kemaluannya dan tidak menya-lurkan kebutuhan biologisnya melalui hal dan cara yang tidak dibenarkan, kecuali terbatas dalam melakukannya terhadap pasangan-pasangan mereka yang sah secara agama atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam menyalurkan kebutuhan biologis terhadap pasangan dan budak mereka itu tidak tercela, selama mereka tidak melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh agama. Tetapi, barang siapa mencari pelampiasan hawa nafsu di balik itu, di antaranya dengan berbuat zina, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas ajaran agama dan moral, sehingga pantas menerima celaan atau siksa.", "long": "Menjaga kemaluan dari perbuatan keji. Dalam ayat ini Allah menerangkan sifat kelima dari orang mukmin yang berbahagia, yaitu suka menjaga kemaluannya dari setiap perbuatan keji seperti berzina, mengerjakan perbuatan kaum Lut (homoseksual), onani, dan sebagainya. Bersanggama yang diperbolehkan oleh agama hanya dengan istri yang telah dinikahi dengan sah atau dengan jariahnya (budak perempuan) yang di-peroleh dari jihad fisabilillah, karena dalam hal ini mereka tidak tercela.\n\nAkan tetapi, barangsiapa yang berbuat di luar yang tersebut itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dalam ayat ini dan yang sebelumnya Allah menjelaskan bahwa kebahagiaan seorang hamba Allah itu tergantung kepada pemeliharaan kemaluannya dari berbagai penyalahgunaan supaya tidak termasuk orang yang tercela dan melampaui batas.\n\nMenahan ajakan hawa nafsu, jauh lebih ringan daripada menanggung akibat dari perbuatan zina itu. Allah telah memerintahkan Nabi-Nya supaya menyampaikan perintah itu kepada umatnya, agar mereka menahan pan-dangannya dan memelihara kemaluannya dengan firman:\n\nKatakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (an-Nur/24: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2679, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'alaaa azwaajihim aw maa malakat aimaanuhum fa innahum ghairu maloomeen" } }, "translation": { "en": "Except from their wives or those their right hands possess, for indeed, they will not be blamed -", "id": "kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2679", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2679.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2679.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain orang-orang yang disebut pada ayat-ayat sebelumnya, berbahagialah orang yang memelihara kemaluannya dan tidak menya-lurkan kebutuhan biologisnya melalui hal dan cara yang tidak dibenarkan, kecuali terbatas dalam melakukannya terhadap pasangan-pasangan mereka yang sah secara agama atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam menyalurkan kebutuhan biologis terhadap pasangan dan budak mereka itu tidak tercela, selama mereka tidak melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh agama. Tetapi, barang siapa mencari pelampiasan hawa nafsu di balik itu, di antaranya dengan berbuat zina, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas ajaran agama dan moral, sehingga pantas menerima celaan atau siksa.", "long": "Menjaga kemaluan dari perbuatan keji. Dalam ayat ini Allah menerangkan sifat kelima dari orang mukmin yang berbahagia, yaitu suka menjaga kemaluannya dari setiap perbuatan keji seperti berzina, mengerjakan perbuatan kaum Lut (homoseksual), onani, dan sebagainya. Bersanggama yang diperbolehkan oleh agama hanya dengan istri yang telah dinikahi dengan sah atau dengan jariahnya (budak perempuan) yang di-peroleh dari jihad fisabilillah, karena dalam hal ini mereka tidak tercela.\n\nAkan tetapi, barangsiapa yang berbuat di luar yang tersebut itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dalam ayat ini dan yang sebelumnya Allah menjelaskan bahwa kebahagiaan seorang hamba Allah itu tergantung kepada pemeliharaan kemaluannya dari berbagai penyalahgunaan supaya tidak termasuk orang yang tercela dan melampaui batas.\n\nMenahan ajakan hawa nafsu, jauh lebih ringan daripada menanggung akibat dari perbuatan zina itu. Allah telah memerintahkan Nabi-Nya supaya menyampaikan perintah itu kepada umatnya, agar mereka menahan pan-dangannya dan memelihara kemaluannya dengan firman:\n\nKatakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (an-Nur/24: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2680, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famanib taghaa waraaa'a zaalika fa ulaaa'ika humul 'aadoon" } }, "translation": { "en": "But whoever seeks beyond that, then those are the transgressors -", "id": "Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2680", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2680.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2680.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain orang-orang yang disebut pada ayat-ayat sebelumnya, berbahagialah orang yang memelihara kemaluannya dan tidak menya-lurkan kebutuhan biologisnya melalui hal dan cara yang tidak dibenarkan, kecuali terbatas dalam melakukannya terhadap pasangan-pasangan mereka yang sah secara agama atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam menyalurkan kebutuhan biologis terhadap pasangan dan budak mereka itu tidak tercela, selama mereka tidak melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh agama. Tetapi, barang siapa mencari pelampiasan hawa nafsu di balik itu, di antaranya dengan berbuat zina, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas ajaran agama dan moral, sehingga pantas menerima celaan atau siksa.", "long": "Menjaga kemaluan dari perbuatan keji. Dalam ayat ini Allah menerangkan sifat kelima dari orang mukmin yang berbahagia, yaitu suka menjaga kemaluannya dari setiap perbuatan keji seperti berzina, mengerjakan perbuatan kaum Lut (homoseksual), onani, dan sebagainya. Bersanggama yang diperbolehkan oleh agama hanya dengan istri yang telah dinikahi dengan sah atau dengan jariahnya (budak perempuan) yang di-peroleh dari jihad fisabilillah, karena dalam hal ini mereka tidak tercela.\n\nAkan tetapi, barangsiapa yang berbuat di luar yang tersebut itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dalam ayat ini dan yang sebelumnya Allah menjelaskan bahwa kebahagiaan seorang hamba Allah itu tergantung kepada pemeliharaan kemaluannya dari berbagai penyalahgunaan supaya tidak termasuk orang yang tercela dan melampaui batas.\n\nMenahan ajakan hawa nafsu, jauh lebih ringan daripada menanggung akibat dari perbuatan zina itu. Allah telah memerintahkan Nabi-Nya supaya menyampaikan perintah itu kepada umatnya, agar mereka menahan pan-dangannya dan memelihara kemaluannya dengan firman:\n\nKatakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (an-Nur/24: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2681, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum li amaanaatihim wa 'ahdihim raa'oon" } }, "translation": { "en": "And they who are to their trusts and their promises attentive", "id": "Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2681", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2681.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2681.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perkawinan adalah amanat, maka setiap orang harus memeliharanya dengan baik. Meski begitu, tidak hanya amanat perkawinan yang harus dipelihara, melainkan semua amanat. Dan beruntunglah orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulkan atas mereka dan memelihara janjinya yang dijalin dengan pihak lain.", "long": "Memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan menepati janjinya. Dalam ayat ini Allah menerangkan sifat keenam dari orang mukmin yang beruntung itu, ialah suka memelihara amanat-amanat yang dipikulnya, baik dari Allah ataupun dari sesama manusia, yaitu bilamana kepada mereka dititipkan barang atau uang sebagai amanat yang harus disampaikan kepada orang lain, maka mereka benar-benar menyampaikan amanat itu sebagaimana mestinya, dan tidak berbuat khianat. Demikian pula bila mereka mengadakan perjanjian, mereka memenuhinya dengan sempurna. Mereka menjauhkan diri dari sifat kemunafikan seperti tersebut dalam sebuah hadis yang masyhur, yang menyatakan bahwa tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu kalau berbicara suka berdusta, jika menjanjikan sesuatu suka menyalahi janji dan jika diberi amanat suka berkhianat." } } }, { "number": { "inQuran": 2682, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum 'alaa Salawaatihim yuhaafizoon" } }, "translation": { "en": "And they who carefully maintain their prayers -", "id": "serta orang yang memelihara salatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2682", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2682.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2682.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Serta beruntung pulalah orang yang memelihara salatnya, di antaranya dengan memelihara waktu salat yang utama, yaitu awal waktu, serta memelihara pula rukun, wajib, dan sunahnya.", "long": "Memelihara salat yang lima waktu. Dalam ayat ini Allah menerangkan sifat yang ketujuh, yaitu orang mukmin yang berbahagia itu selalu memelihara dan memperhatikan salat lima waktu secara sempurna, tepat waktu, dan memenuhi persyaratan dan rukun-rukun. Ayat ini tidak sama dengan ayat kedua di atas, sebab di sana disebutkan bahwa mereka khusyuk dalam salatnya, sedangkan di sini disebutkan, bahwa mereka selalu memelihara salat dengan tertib dan teratur. Kelompok ayat-ayat ini dimulai dengan menyebutkan salat dan disudahi pula dengan menyebut salat, hal ini memberi peringatan betapa pentingnya salat yang telah dijadikan tiang agama. Rasulullah pernah bersabda, \"Barang siapa yang mendirikan salat sungguh ia telah mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkan salat, sungguh ia telah merobohkan agama.\" Berikut penjelasan hadis mengenai keutamaan salat:\n\nDari Abdullah bin Mas'ud berkata, saya bertanya kepada Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah, Nabi menjawab, salat pada waktunya, kemudian apa? Nabi menjawab, birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua). Kemudian apa lagi? Nabi bersabda, jihad di jalan Allah. (Riwayat asy-Syaikhan)\n\nTersebut pula dalam sebuah hadis Nabi saw:\n\nDari sauban, Nabi bersabda, \"Istiqamahlah kamu dan jangan menghitung-hitung. Ketahuilah bahwa perbuatanmu yang paling baik ialah salat, dan tidak ada orang yang menjaga salat melainkan orang yang beriman. (Riwayat Ahmad, al-hakim dan al-Baihaqi)" } } }, { "number": { "inQuran": 2683, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika humul waarisoon" } }, "translation": { "en": "Those are the inheritors", "id": "Mereka itulah orang yang akan mewarisi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2683", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2683.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2683.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah sifat-sifat orang mukmin yang akan meraih keberuntungan. Sebagai ganjarannya, mereka itulah orang yang akan mewarisi, yakni mewarisi dan memperoleh surga Firdaus. Mereka akan kekal di dalam kenikmatan dan kebahagiaan-nya.", "long": "Memelihara salat yang lima waktu. Dalam ayat ini Allah menerangkan sifat yang ketujuh, yaitu orang mukmin yang berbahagia itu selalu memelihara dan memperhatikan salat lima waktu secara sempurna, tepat waktu, dan memenuhi persyaratan dan rukun-rukun. Ayat ini tidak sama dengan ayat kedua di atas, sebab di sana disebutkan bahwa mereka khusyuk dalam salatnya, sedangkan di sini disebutkan, bahwa mereka selalu memelihara salat dengan tertib dan teratur. Kelompok ayat-ayat ini dimulai dengan menyebutkan salat dan disudahi pula dengan menyebut salat, hal ini memberi peringatan betapa pentingnya salat yang telah dijadikan tiang agama. Rasulullah pernah bersabda, \"Barang siapa yang mendirikan salat sungguh ia telah mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkan salat, sungguh ia telah merobohkan agama.\" Berikut penjelasan hadis mengenai keutamaan salat:\n\nDari Abdullah bin Mas'ud berkata, saya bertanya kepada Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah, Nabi menjawab, salat pada waktunya, kemudian apa? Nabi menjawab, birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua). Kemudian apa lagi? Nabi bersabda, jihad di jalan Allah. (Riwayat asy-Syaikhan)\n\nTersebut pula dalam sebuah hadis Nabi saw:\n\nDari sauban, Nabi bersabda, \"Istiqamahlah kamu dan jangan menghitung-hitung. Ketahuilah bahwa perbuatanmu yang paling baik ialah salat, dan tidak ada orang yang menjaga salat melainkan orang yang beriman. (Riwayat Ahmad, al-hakim dan al-Baihaqi)" } } }, { "number": { "inQuran": 2684, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652\u062f\u064e\u0648\u0652\u0633\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yarisoonal Firdawsa hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Who will inherit al-Firdaus. They will abide therein eternally.", "id": "(yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2684", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2684.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2684.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah sifat-sifat orang mukmin yang akan meraih keberuntungan. Sebagai ganjarannya, mereka itulah orang yang akan mewarisi, yakni mewarisi dan memperoleh surga Firdaus. Mereka akan kekal di dalam kenikmatan dan kebahagiaan-nya.", "long": "Mereka yang memiliki tujuh sifat mulia itu akan mewarisi surga, disebabkan amal kebajikan mereka selama hidup di dunia, yaitu surga Firdaus yang paling tinggi, yang di atasnya berada 'Arsy Allah Yang Maha Pemurah, dan mereka kekal di dalamnya. Umar meriwayatkan sebuah hadis, dimana Rasulullah saw bersabda:\n\nDari Umar bin al-Khattab, Rasulullah bersabda, \"Telah diturunkan kepadaku sepuluh ayat: Barang siapa yang menegakkannya akan masuk surga, lalu ia membaca sepuluh ayat ini dari permulaan Surah al-Mu'minun. (Riwayat at-Tirmidzi)" } } }, { "number": { "inQuran": 2685, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0637\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad khalaqnal insaana min sulaalatim minteen" } }, "translation": { "en": "And certainly did We create man from an extract of clay.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2685", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2685.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2685.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menguraikan keberuntungan orang mukmin beserta sifat mereka, Allah lalu menyusulinya dengan uraian tentang proses kejadian manusia yang amat mengagumkan; suatu proses yang semestinya mendorong setiap manusia untuk beriman. Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia bermula dari suatu saripati yang berasal dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya, yaitu saripati itu, air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh, yakni rahim.", "long": "Sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Ada segolongan ahli tafsir menyatakan, bahwa yang dimaksud dengan manusia di sini ialah keturunan Adam termasuk kita sekalian, yang berasal dari air mani. Dari hasil penelitian ilmiah, sebenarnya air mani itu pun berasal dari tanah setelah melalui beberapa proses perkembangan. Makanan yang merupakan hasil bumi, yang dimakan oleh manusia, dan alat pencernaannya berubah menjadi cairan yang bercampur dengan darah yang menyalurkan bahan-bahan hidup dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia ke seluruh bagian anggotanya. Jika manusia itu meninggal dunia dan dimasukkan ke dalam kubur di dalam tanah, maka badannya akan hancur lebur dan kembali menjadi tanah lagi, sesuai dengan firman Allah:\n\nDarinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu, dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain. (thaha/20: 55)" } } }, { "number": { "inQuran": 2686, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0646\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Summa ja'alnaahu nutfatan fee qaraarim makeen" } }, "translation": { "en": "Then We placed him as a sperm-drop in a firm lodging.", "id": "Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2686", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2686.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2686.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menguraikan keberuntungan orang mukmin beserta sifat mereka, Allah lalu menyusulinya dengan uraian tentang proses kejadian manusia yang amat mengagumkan; suatu proses yang semestinya mendorong setiap manusia untuk beriman. Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia bermula dari suatu saripati yang berasal dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya, yaitu saripati itu, air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh, yakni rahim.", "long": "Kemudian Kami (Allah) tempatkan saripati air mani itu dalam tulang rusuk sang suami yang dalam persetubuhan dengan istrinya ditumpahkan ke dalam rahimnya, suatu tempat penyimpanan yang kukuh bagi janin sampai saat kelahirannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2687, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0629\u064e \u0645\u064f\u0636\u0652\u063a\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0636\u0652\u063a\u064e\u0629\u064e \u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064e \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u06da \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa khalaqnan nutfata 'alaqatan fakhalaqnal 'alaqata mudghatan fakhalaq nal mudghata 'izaaman fakasawnal 'izaama lahman summa anshaanaahu khalqan aakhar; fatabaarakal laahu ahsanul khaaliqeen" } }, "translation": { "en": "Then We made the sperm-drop into a clinging clot, and We made the clot into a lump [of flesh], and We made [from] the lump, bones, and We covered the bones with flesh; then We developed him into another creation. So blessed is Allah, the best of creators.", "id": "Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2687", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2687.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2687.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah berada di rahim, kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, yang bergantung di dinding rahim, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, setelah Kami tiupkan roh kepadanya, Kami menjadikannya makhluk yang berbentuk lain yang sepenuhnya berbeda dari unsur-unsur kejadiannya di atas, bahkan berbeda dari makhluk-mahluk lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.", "long": "Kemudian air mani itu Kami (Allah) kembangkan dalam beberapa minggu sehingga menjadi al-'alaq (yang menempel di dinding rahim), dari al-'alaq dijadikan segumpal daging, dan segumpal daging dijadikan tulang belulang, dan ada bagian yang dijadikan daging, kemudian tulang belulang itu dibungkus dengan daging, laksana pakaian penutup tubuh, kemudian dijadikan makhluk yang (berbentuk) lain, setelah ditiupkan Roh ke dalamnya, sehingga menjadi manusia yang sempurna, dapat berbicara, melihat, mendengar, berpikir yang tadinya hanya merupakan benda mati. Maka Mahasuci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.\n\nMenurut para saintis, Tahapan-tahapan dalam embriologi manusia sebagai berikut: \n\n¢Nutfah, atau dalam bahasa Arabnya 'nutfa, mempunyai arti 'sedikit air, atau 'setetes air. Hal ini jelas mendeskripsikan air yang sedikit yang dipancarkan lelaki saat bersanggama. Air yang sedikit ini mengandung sperma. Sperma atau spermatozoa terdapat di dalam air yang menjijikan dan berbentuk ikan yang berekor panjang (ini adalah salah satu arti kata sulalah. Dalam surah As-Sajdah/32 ayat 8, air mani disebut sebagai \"..... Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang diremehkan....\" Surah al-Insan/76 ayat 2 dan as-Sajdh/32 ayat 8 berkaitan dengan kandungan dari air mani. Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa air mani terdiri atas empat macam lendir yang berbeda yang dihasilkan oleh empat kelenjar yang berbeda, yaitu kelenjar biji pelir, kelenjar saluran seminal, kelenjar prostat, dan kelenjar saluran kencing. \n\n¢Sperma dibentuk di dalam buah pelir. Buah pelir sendiri dibentuk, sebagaimana dibuktikan ilmu pengetahuan, oleh sel-sel yang ada di bawah bakal ginjal, di bagian punggung embrio. Kelompok sel ini kemudian turun sampai di bawah tulang rusuk, pada saat beberapa minggu sebelum kelahiran bayi. Diperkirakan jumlah sperma dalam satu kali ejakulasi adalah 500 “ 600 juta ekor. Akan tetapi dari jumlah tersebut, hanya satu yang dapat melakukan pembuahan. Setelah terjadi pembuahan, maka terjadi perubahan cepat dari indung telur. Ia segera menghasilkan membran yang mencegah sperma lain untuk ikut membuahi.\n\n¢Setelah sel telur dibuahi, dan menempelkan diri di dinding uterus dan memperoleh makanan dari ibunya, maka ia akan tumbuh cepat. Pada waktu dua sampai tiga minggu kemudian, apabila dilihat dengan mata telanjang, ia akan berubah dari bentukan 'lintah atau 'alaqah ke bentukan 'mudhgah atau 'daging yang telah dikunyah. Pola yang terakhir ini sebetulnya dibentuk oleh adanya tonjolan dan lekukan, yang pada waktunya nanti akan menjadi organ-organ dalam (jantung, usus) dan luar (kaki, tangan). Surah al-hajj/22: 5 menambahkan satu catatan dari embrio. Dalam ayat ini, mudghah dideskripsikan dengan tambahan \"yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna kejadiannya .....\" Ini menggambarkan hal yang terjadi pada tahap 'diferensiasi, dimana banyak organ mulai berkembang dalam waktu yang tidak bersamaan. Sehingga menimbulkan situasi antara selesai di bagian lain namun belum sempurna di bagian lainnya.\n\n¢Dua tahapan terakhir yang disebutkan pada surah al-Muminun/23: 14 bercerita tentang 'pembentukan tulang belulang setelah tahap mudgah. Pada akhirnya, ceritera diakhiri dengan memberinya \"baju\", yang terdiri atas daging dan otot. Apabila kita mengikuti pertumbuhan embrio, maka kira-kira pada umur empat minggu suatu proses 'diferensiasi mulai berjalan. Dalam proses ini kelompok-kelompok sel pada embrio akan berubah bentuk dan mulai membentuk organ-organ berukuran besar. Salah satu yang berkembang pertama kali adalah tulang tengkorak. Proses ini akan disusul kemudian oleh pembentukan calon otot, telinga, mata, ginjal, jantung dan banyak lagi.\n\nImam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah bin Masud, bahwa Rasulullah mengatakan:\n\n\"Sesungguhnya seseorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya empat puluh hari, kemudian menjadi 'alaqah seperti itu, kemudian menjadi mudhgah (gumpalan daging) seperti itu. Kemudian malaikat diutus kepadanya, lalu ia meniupkan ruh padanya. Dan ia diperintahkan kepada empat kalimat, rizqinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia seorang yang celaka atau bahagia. Demi Zat yang tidak ada tuhan selain-Nya, sesungguhnya seseorang di antara kamu beramal amalan penghuni surga, sehingga antara dia dan surga hanya tinggal satu hasta saja. Namun dia sudah tercatat sebagai penghuni neraka, maka ia mengakhiri amalnya dengan amalan penghuni neraka, sehingga ia masuk neraka. Dan sesungguhnya seseorang di antara kamu beramal amalan penghuni neraka, sehingga antara dia dengan neraka hanya tinggal satu hasta saja. Namun ia sudah tercatat sebagai penghuni surga, maka ia mengakhiri amalnya dengan amalan penghuni surga, sehingga ia masuk surga.\" (Riwayat Ahmad) \n\nAnas bin Malik meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab berkata: Keinginanku bersesuaian dengan kehendak Allah pada empat perkara.\n\nPertama: Saya usulkan pada Rasulullah saw supaya di belakang Maqam Ibrahim dijadikan tempat salat maka turunlah firman Allah:\n\nDan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. (al-Baqarah/2: 125)\n\nKedua: Saya usulkan kepada Rasulullah saw supaya istri-istrinya memasang tabir (hijab) bila kedatangan tamu laki-laki, yang kadang-kadang tidak saleh semuanya, maka turunlah firman Allah:\n\nApabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (al-Ahzab/33: 53)\n\nKetiga: Saya berkata kepada istri-istri Nabi supaya berhenti menimbulkan kesulitan kepada beliau, karena mungkin Allah akan memberi ganti dengan istri-istri yang lebih baik, maka turunlah firman Allah:\n\nJika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu. (at-Tahrim/66: 5)\n\nKeempat: Setelah turun ayat 12, 13 dan 14 Surah al-Mu'minun, maka saya ucapkan fatabarakallahu aḥsanul Khaliqin, dan Rasululah saw bersabda, \"Demikian itu sesuai dengan yang diturunkan-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2688, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa innakum ba'da zaalika la maaiyitoon" } }, "translation": { "en": "Then indeed, after that you are to die.", "id": "Kemudian setelah itu, sesungguhnya kamu pasti mati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2688", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2688.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2688.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah manusia lahir dan mengalami pertumbuhan, kemudian setelah itu, yakni setelah melalui proses kehidupan di dunia, sesungguhnya kamu, wahai manusia, pasti mati. Kemudian, setelah kamu mati dan dikuburkan, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan dari kuburmu pada hari Kiamat untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu di dunia.", "long": "Kemudian sesudah penciptaanmu yang pertama itu, kamu sekalian pasti akan menemui ajalmu yang telah ditentukan. Allah berfirman:\n\nSetiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami. (al-Anbiya'/21: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 2689, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa innakum Yawmal Qiyaamati tub'asoon" } }, "translation": { "en": "Then indeed you, on the Day of Resurrection, will be resurrected.", "id": "Kemudian, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2689", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2689.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2689.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah manusia lahir dan mengalami pertumbuhan, kemudian setelah itu, yakni setelah melalui proses kehidupan di dunia, sesungguhnya kamu, wahai manusia, pasti mati. Kemudian, setelah kamu mati dan dikuburkan, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan dari kuburmu pada hari Kiamat untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu di dunia.", "long": "Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan dari kuburmu pada hari Kiamat, untuk dihisab segala amal perbuatanmu selama berada di dunia ini, yang baik akan diberi pahala, yang buruk akan diberi siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 2690, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 18, "page": 342, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0637\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad khalaqnaa fawqakum sab'a taraaa'iqa wa maa kunnaa 'anil khalqi ghaafileen" } }, "translation": { "en": "And We have created above you seven layered heavens, and never have We been of [Our] creation unaware.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan tujuh (lapis) langit di atas kamu, dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2690", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2690.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2690.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kuasa Allah untuk menciptakan manusia melalui tahapan-tahapan yang sangat mengagumkan. Begitu besar nikmat yang Allah karuniakan kepada manusia. Dan di antara nikmat itu adalah bahwa sungguh, Kami telah menciptakan tujuh lapis langit di atas kamu, dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan Kami. Kami akan selalu menjaganya untuk kebaikan manusia dan makhluk hidup lainnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menciptakan di atas manusia tujuh lapis langit, sebagian berada di atas sebagian lain yang menjadi tempat peredaran bintang-bintang, yang telah dikenal orang sejak dahulu kala, dan telah ditemukan lagi beberapa bintang lainnya oleh ulama falak pada masa kini. Allah sekali-kali tidaklah lengah terhadap semua ciptaan itu, baik terhadap peredaran-peredaran maupun terhadap yang lainnya, karena peredaran semua planet di angkasa luar itu mengikuti peraturan tertentu. Seandainya Allah lengah terhadapnya, niscaya akan terjadi benturan-benturan planet itu satu sama lain, yang mengakibatkan timbulnya bencana yang tidak dapat diperkirakan kedahsyatannya. Memang itu pun akan terjadi, akan tetapi waktunya nanti pada hari Kiamat, di mana segala sesuatunya telah direncanakan di Lauh Mahfuz." } } }, { "number": { "inQuran": 2691, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0643\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0627\u0628\u064d \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anzalnaa minas samaaa'i maaa'am biqadarin fa-askannaahu fil ardi wa innaa 'alaa zahaabim bihee laqaa diroon" } }, "translation": { "en": "And We have sent down rain from the sky in a measured amount and settled it in the earth. And indeed, We are Able to take it away.", "id": "Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2691", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2691.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2691.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara bentuk pemeliharaan Kami adalah bahwa Kami turunkan air tawar dalam berbagai bentuk, dari yang cair hingga butiran es, dari langit dengan suatu ukuran bagi makhluk ciptaan Kami; lalu untuk memudahkan pemanfaatannya, Kami jadikan air itu menetap dan tersimpan di bumi, dan pasti Kami berkuasa pula untuk melenyapkannya, namun Kami tidak melakukannya karena rahmat Kami kepada para makhluk.", "long": "Lalu Allah menurunkan dari langit air hujan dengan kadar yang diperlukan, tidak terlalu lebat sehingga menimbulkan bencana banjir dan tidak terlalu sedikit sehingga cukup untuk mengairi kebun-kebun yang memerlukannya. Ada pula tanah-tanah yang memerlukan banyak air, akan tetapi tidak tahan menerima hujan yang lebat, maka air yang diperlukan itu didatangkan dari negeri lain melalui sungai-sungai yang besar seperti sungai Nil di Mesir yang bersumber di tengah-tengah benua Afrika. Di samping membawa air yang diperlukan, juga membawa lumpur yang sangat bermanfaat untuk menambah kesuburan. Air dapat tersimpan baik sebagai sungai-sungai, danau-danau dan bahkan sebagian tersimpan dalam bumi sebagai air tanah dangkal maupun air tanah dalam atau sering disebut sebagai groundwater. \n\nSebagian dari air itu dijadikan Allah menetap dalam bumi untuk mengisi sumur-sumur dan parit-parit yang berfungsi dalam bidang irigasi, dan karena air dalam bumi itu bersentuhan pula dengan lapisan-lapisan logam dan zat kimia lainnya, air itu mengandung unsur-unsur kimiawi yang menambah kesuburan tanah, dan bila lewat di lereng gunung-gunung berapi dapat pula menjadi sumber-sumber air panas yang mengandung belerang, dan dapat dijadikan tempat pemandian air panas yang sangat berguna untuk menyembuhkan penyakit kulit dan sebagainya. \n\nSemua sumber penggunaan air itu, jika dimanfaatkan dengan rasa syukur kehadirat Allah, niscaya akan dapat dinikmati, akan tetapi jika manusia serakah dan merusaknya, maka sesungguhnya Allah berkuasa pula untuk menghilangkannya, terutama bila tempat-tempat itu dipakai untuk perbuatan maksiat." } } }, { "number": { "inQuran": 2692, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062e\u0650\u064a\u0644\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064d \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064f \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa anshaanaa lakum bihee Jannaatim min nakheelinw wa a'naab; lakum feehaa fawaakihu kaseeratunw wa minhaa taakuloon" } }, "translation": { "en": "And We brought forth for you thereby gardens of palm trees and grapevines in which for you are abundant fruits and from which you eat.", "id": "Lalu dengan (air) itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di sana kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2692", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2692.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2692.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami jadikan air itu tersimpan di bumi, lalu dengan air itu Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur serta kebun-kebun yang lain; di sana, yakni dalam kebun-kebun tersebut, kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan, dan menjadi salah satu jenis makanan yang baik dan menyehatkan.", "long": "Lalu dengan sebab air hujan itu Allah menumbuhkan untuk manusia kebun-kebun kurma dan anggur dan buah-buahan lain yang beraneka warna yang dapat di makan. Ada pula dari tanam-tanaman itu yang menjadi sumber penghidupan, seperti dari hasil pohon lada, pala, cengkeh dan sebagainya.\n\nDijadikan pula untuk manusia sejenis pohon kayu yang keluar dari gunung Sinai yaitu pohon zaitun yang banyak tumbuh di sekitar gunung itu, yang banyak menghasilkan minyak dan sering digunakan untuk melezatkan hidangan dan pada akhir-akhir ini dapat pula dijadikan bahan kosmetik dan obat-obatan karena minyak zaitun tidak mengandung kolesterol yang berbahaya bagi tubuh." } } }, { "number": { "inQuran": 2693, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0633\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e \u062a\u064e\u0646\u0628\u064f\u062a\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0647\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0635\u0650\u0628\u0652\u063a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0622\u0643\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa shajaratan takhruju min Toori Sainaaa'a tambutu bidduhni wa sibghil lil aakileen" } }, "translation": { "en": "And [We brought forth] a tree issuing from Mount Sinai which produces oil and food for those who eat.", "id": "dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2693", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2693.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2693.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan atas rahmat Kami pula Kami tumbuhkan pohon zaitun yang tumbuh pertama kali dari gunung Sinai dengan berbagai manfaatnya; buah yang menghasilkan minyak dan menjadi bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.", "long": "Lalu dengan sebab air hujan itu Allah menumbuhkan untuk manusia kebun-kebun kurma dan anggur dan buah-buahan lain yang beraneka warna yang dapat di makan. Ada pula dari tanam-tanaman itu yang menjadi sumber penghidupan, seperti dari hasil pohon lada, pala, cengkeh dan sebagainya.\n\nDijadikan pula untuk manusia sejenis pohon kayu yang keluar dari gunung Sinai yaitu pohon zaitun yang banyak tumbuh di sekitar gunung itu, yang banyak menghasilkan minyak dan sering digunakan untuk melezatkan hidangan dan pada akhir-akhir ini dapat pula dijadikan bahan kosmetik dan obat-obatan karena minyak zaitun tidak mengandung kolesterol yang berbahaya bagi tubuh." } } }, { "number": { "inQuran": 2694, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0646\u0651\u064f\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna lakum fil an'aami la'ibrah; nusqeekum mimmaa fee butoonihaa wa lakum feehaa manaafi'u kaseeratunw wa minhaa taakuloon" } }, "translation": { "en": "And indeed, for you in livestock is a lesson. We give you drink from that which is in their bellies, and for you in them are numerous benefits, and from them you eat.", "id": "Dan sesungguhnya pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberi minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2694", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2694.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2694.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping air serta kebun-kebun yang tumbuh dengannya, sesungguhnya pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami juga memberi minum kamu dari air susu yang penuh nutrisi yang ada dalam perutnya, dan padanya, yakni pada binatang-binatang ternak itu, juga terdapat banyak manfaat untukmu, seperti daging, kulit, bulu, dan tenaganya. Semua itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Dan sebagian darinya dapat kamu makan sebagai makanan yang lezat dan bergizi. Dan sebagian darinya dapat kamu tunggangi dengan cara naik di atas punggug-nya. Dan manfaat yang sama juga dapat kamu peroleh dengan naik di atas kapal-kapal. Dengan moda transportasi itu, kamu diangkut atas izin Allah menuju tempat-tempat yang dituju.", "long": "Sesungguhnya pada penciptaan binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran yang sangat penting bagi manusia di samping manfaatnya yang besar sebagai nikmat pemberian Allah. Binatang ternak bisa menjadi sumber pembelajaran dan bahan riset, misalnya bagaimana sapi yang makanan utamanya, setelah dikunyah dan masuk dalam perutnya, saripatinya kemudian bercampur dengan darah bisa menghasilkan susu yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Dari perutnya kemudian, Allah berkuasa untuk me-misahkan air susu dari percampuran dua benda yang kotor itu, yaitu darah dan kotoran sapi yang ada diperutnya, sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nDan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya (an-Nahl/16: 66)\n\nKemudian Allah menggambarkan dalam ayat lain kebahagiaan yang dirasakan pemilik sapi ketika melepaskan sapi-sapinya ke padang rumput di pagi hari. Kebahagiaan yang sama juga dirasakannya ketika ternak-ternak itu kembali ke kandangnya pada sore hari. Firman Allah:\n\nDan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan). (an-Nahl/16: 6)\n\nJika diperinci, terdapat banyak manfaat yang diperoleh manusia dari binatang ternak itu:\n\n1. Air susu yang sangat lezat untuk diminum dan mengandung berbagai unsur yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat, juga dapat dijadikan mentega, keju, dan lain-lain.\n\n2. Bulu atau rambutnya dapat dijadikan bahan pakaian dan selimut yang sangat berguna terutama di musim dingin.\n\n3. Dagingnya dapat dimakan segera atau diawetkan dalam kaleng.\n\n4. Dijadikan kendaraan, terutama untuk pergi ke tempat yang jauh yang sulit dicapai dengan kendaraan lain seperti tersebut dalam ayat 21.\n\nDan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. (an-Nahl/16: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 2695, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 295, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'alaihaa wa'alal fulki tuhmaloon" } }, "translation": { "en": "And upon them and on ships you are carried.", "id": "di atasnya (hewan-hewan ternak) dan di atas kapal-kapal kamu diangkut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2695", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2695.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2695.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping air serta kebun-kebun yang tumbuh dengannya, sesungguhnya pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami juga memberi minum kamu dari air susu yang penuh nutrisi yang ada dalam perutnya, dan padanya, yakni pada binatang-binatang ternak itu, juga terdapat banyak manfaat untukmu, seperti daging, kulit, bulu, dan tenaganya. Semua itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Dan sebagian darinya dapat kamu makan sebagai makanan yang lezat dan bergizi. Dan sebagian darinya dapat kamu tunggangi dengan cara naik di atas punggug-nya. Dan manfaat yang sama juga dapat kamu peroleh dengan naik di atas kapal-kapal. Dengan moda transportasi itu, kamu diangkut atas izin Allah menuju tempat-tempat yang dituju.", "long": "Di atas punggung binatang ternak itu, terutama unta, dapat dijadikan sarana untuk mengangkut manusia atau barang ke tempat yang sangat jauh melalui padang pasir yang sulit untuk dilalui oleh kendaraan lain, di samping dapat mempergunakan kapal-kapal sebagai kendaraan di laut.\n\nDan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui. (an-Nahl/16: 8)" } } }, { "number": { "inQuran": 2696, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Noohan ilaa qawmihee faqaala yaa qawmi'budul laaha maa lakum min ilahin ghairuhoo afalaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And We had certainly sent Noah to his people, and he said, \"O my people, worship Allah; you have no deity other than Him; then will you not fear Him?\"", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, (karena) tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2696", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2696.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2696.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penyebutan kapal pada akhir ayat sebelumnya disambungkan de-ngan uraian tentang kisah Nabi Nuh. Dan sungguh ada pelajaran pen-ting yang dapat kamu petik dari kisah para nabi. Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, karena tidak ada tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya, yakni menghindarkan diri dari siksa-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya yang kusampaikan kepadamu?”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk memberi peringatan kepada mereka tentang azab Allah, bila mereka membuat kemusyrikan kepada-Nya dan mendustakan Rasul-Nya, seraya berkata dengan lemah lembut kepada mereka, \"Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah Yang Esa, jangan sekali-kali mempersekutukan-Nya, karena tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak merasa takut akan azab-Nya, dan menjauhkan diri dari menyekutukan-Nya?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2697, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqaalal mala'ul lazeena kafaroo min qawmihee maa haazaaa illaa basharum mislukum yureedu ai yatafaddala 'alaikum wa law shaaa'al laahu la anzala malaaa'ikatam maa sami'naa bihaazaa feee aabaaa'inal awwaleen" } }, "translation": { "en": "But the eminent among those who disbelieved from his people said, \"This is not but a man like yourselves who wishes to take precedence over you; and if Allah had willed [to send a messenger], He would have sent down angels. We have not heard of this among our forefathers.", "id": "Maka berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya, “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang ingin menjadi orang yang lebih mulia daripada kamu. Dan seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada (masa) nenek moyang kami dahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2697", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2697.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2697.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka tanpa berpikir panjang, berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya kepada para pengikut mereka sebagai respons atas ajakan Nabi Nuh, “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu. Dia tidak punya keistimewaan apa pun untuk menjadi utusan Tuhan. Dia hanyalah orang yang ingin menjadi lebih mulia daripada kamu dengan mencitrakan diri agar dapat menjadi pemimpin kamu dengan mengaku sebagai utusan Tuhan. Dan seandainya Allah menghendaki mengutus seorang rasul, tentu Dia mengutus malaikat, bukan manusia seperti Nuh. Belum pernah kami mendengar seruan seperti ini pada masa nenek moyang kami dahulu.”", "long": "Seruan Nabi Nuh yang lemah lembut ini dijawab dengan cemoohan kaumnya, bahwa Nuh tidak lain hanya seorang manusia biasa seperti mereka, tidak mempunyai kelebihan apa-apa, baik fisik maupun mental sehingga ia pantas untuk menjadi utusan Allah dan menerima wahyu. Nuh dituduh hanya ingin menjadi orang yang kedudukannya lebih dari mereka, dan ingin lebih berkuasa. Untuk mencapai tujuannya itu, ia mengaku menjadi utusan Allah, padahal sebenarnya ia tidak pantas. Lalu mereka menyebutkan dua hal yang menjadi alasan untuk tidak mengakui Nuh sebagai utusan Allah.\n\nPertama, seandainya Allah menghendaki mengutus seorang rasul yang memerintahkan beribadah hanya kepada Allah saja, tentu Dia mengutus beberapa malaikat, dan bukan mengutus seorang manusia biasa.\n\nKedua, mereka belum pernah mendengar dari nenek moyang mereka sendiri apa yang dikemukakan oleh Nuh, tentang penyembahan hanya kepada Allah, Tuhan Yang Esa. Seruan kepada ketauhidan itu tidak ada dalam tradisi nenek moyang mereka, maka mereka menentang keras dakwah Nabi Nuh. Hal demikian menunjukkan bahwa mereka telah terseret dalam taklid buta dan kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 2698, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "In huwa illaa rajulum bihee jinnatun fatarabbasoo bihee hattan heen" } }, "translation": { "en": "He is not but a man possessed with madness, so wait concerning him for a time.\"", "id": "Dia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu yang ditentukan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2698", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2698.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2698.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pemuka orang kafir itu melanjutkan, “Dia, yakni Nuh, hanyalah seorang laki-laki yang gila sehingga dia ingin menonjolkan diri, maka tunggulah terhadapnya, yakni bersabarlah kamu, sampai waktu yang ditentukan di mana dia sembuh atau meninggal dunia.”", "long": "Ayat ini menerangkan sikap orang-orang kafir akibat pandangan mereka yang meremehkan posisi Nuh sebagai rasul. Mereka mengatakan bahwa Nuh tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang miring otaknya, yang berbicara seenaknya, dan apa yang diucapkannya tidak beralasan sama sekali, sehingga tidak perlu dilayani. Oleh karena itu, mereka meminta kepada kaumnya untuk sabar sampai Nuh pada suatu waktu sadar dan kembali ke keadaannya yang normal dan kembali memeluk agama nenek moyang mereka. Ucapan mereka itu menunjukkan keingkarannya, padahal mereka mengetahui, bahwa Nuh orang yang paling cerdas pikirannya di antara mereka. \n\nMenyimak perkataan kaum Nabi Nuh, yang menolak kedudukannya sebagai rasul, bisa dikatakan bahwa setiap rasul seharusnya memiliki kelebihan dari umatnya dari segi akhlak dan mukjizat. Seorang rasul kedudukannya harus lebih tinggi karena dengan demikian semua petunjuknya akan diikuti. Di samping itu seorang rasul harus berwibawa, supaya dengan wibawanya ia dapat memimpin umatnya ke jalan yang benar, dan rasul itu maksum, yakni terpelihara dari segala dosa termasuk kesombongan. Ucapan mereka bahwa seruan kepada ketauhidan itu belum pernah mereka terima dari nenek moyang mereka dahulu. Padahal ucapan mereka itu tidak cukup untuk dijadikan alasan menolak risalah Nuh. Tuduhan mereka bahwa Nabi Nuh menderita sakit ingatan, bertentangan dengan kenyataan yang mereka lihat dan alami sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 2699, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbin surnee bimaa kazzaboon" } }, "translation": { "en": "[Noah] said, \"My Lord, support me because they have denied me.\"", "id": "Dia (Nuh) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2699", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2699.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2699.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah sekian kali mendengar pemuka kaumnya yang kafir berkata demikian, dan terbukti bahwa mereka menolak dakwahnya, Dia, yakni Nabi Nuh, berdoa, “Ya Tuhanku, penolong dan pembimbingku, tolonglah aku karena mereka telah sekian kali mendustakan aku.”", "long": "Setelah Nuh melihat keingkaran kaumnya yang tidak mau menyadari kesesatan mereka, padahal Nuh cukup lama melaksanakan kewajiban dakwahnya, maka Allah mewahyukan kepadanya bahwa kaumnya tidak akan pernah beriman. Pengikutnya yaitu orang-orang yang sudah beriman tidak akan bertambah lagi jumlahnya. Nuh kemudian berdoa kepada Tuhan supaya diberi pertolongan, seraya berdoa, \"Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.\" Doa Nuh itu disebutkan dalam firman Allah:\n\nMaka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, \"Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).\" (al-Qamar/54: 10)\n\nDan seperti dalam firman-Nya:\n\nDan Nuh berkata, \"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Nuh/71: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 2700, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 18, "page": 343, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u064f \u06d9 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0644\u064f\u0643\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0628\u0652\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa awhainaaa ilaihi anis na'il fulka bi a'yuninaa wa wahyinaa fa izaa jaaa'a amrunaa wa faarat tannooru fasluk feehaa min kullin zawjainis naini wa ahlaka illaa man sabaqa 'alaihil qawlu minhum wa laa tukhaat ibnee fil lazeena zalamooo innaahum mughraqoon" } }, "translation": { "en": "So We inspired to him, \"Construct the ship under Our observation, and Our inspiration, and when Our command comes and the oven overflows, put into the ship from each [creature] two mates and your family, except those for whom the decree [of destruction] has proceeded. And do not address Me concerning those who have wronged; indeed, they are to be drowned.", "id": "Lalu Kami wahyukan kepadanya, “Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis, juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2700", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2700.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2700.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memperkenankan doa Nabi Nuh tersebut. Lalu Kami wahyukan kepadanya, “Buatlah kapal untuk menyelamatkan dirimu dan para pengikutmu, yang prosesnya di bawah pengawasan dan petunjuk Kami. Maka apabila perintah dan siksa yang Kami siapkan untuk kaummu yang kafir datang, engkau pun telah menyelesaikan perahu itu, dan tanur yakni dapur telah memancarkan air, maka masukanlah ke dalam kapal itu sepasang-sepasang, yakni jantan dan betina, dari setiap jenis hewan, dan naikkan juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan sebagai penerima siksa Kami di antara mereka. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim. Jangan kaumohon agar mereka diselamatkan, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan, dan tidak ada yang dapat mengubah ketetapan-Ku.", "long": "Setelah doa Nuh diperkenankan, maka Allah mewahyukan kepada-nya, agar ia mulai membuat perahu di bawah pengawasan dan petunjuk wahyu-Nya, supaya perahu itu kokoh dan tidak mudah mengalami kerusakan dan supaya Nuh mengetahui teknik pembuatannya, sebab pembuatan sebuah perahu yang besar dan kukuh tentu saja memerlukan keahlian. Apabila perintah Allah sudah datang untuk membinasakan kaumnya dengan topan yang besar, dan tanda-tandanya sudah tampak, yaitu tannur tempat membakar roti di bawah tanah sudah mulai memancarkan air, maka Allah menyuruh Nabi Nuh memasukkan ke dalam perahu itu sepasang jantan dan betina dari tiap-tiap jenis binatang. Dalam perahu dibuat bertingkat-tingkat. Tingkat yang paling bawah untuk binatang buas seperti singa, harimau, dan sebagainya. Di tingkat kedua binatang ternak seperti: sapi, kambing, dan sebagainya. Di tingkat ketiga semua jenis burung sepasang-pasang dan di tingkat yang paling atas sekali Nabi Nuh dengan sekalian keluarganya yang selamat, di antaranya tiga orang putranya: Sam, Ham dan Yafis. Adapun putra beliau yang bernama Kanan termasuk orang yang tenggelam, karena ia tidak mau ikut bersama ayahnya.\n\nDengan dimasukkannya setiap jenis binatang yang ada pada waktu itu, maka perahu Nuh merupakan kebun binatang yang lengkap. Semua binatang yang tidak masuk ke dalam perahu dan orang kafir yang tidak mengikuti ajakan Nabi Nuh ditenggelamkan dalam topan besar itu, sesuai dengan ancaman Allah bahwa mereka akan ditimpa azab. Allah sebelumnya melarang Nuh supaya jangan memberitahukan rencana Allah dan maksud pembuatan perahu kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka semuanya akan ditenggelamkan." } } }, { "number": { "inQuran": 2701, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa izas tawaita ata wa mam ma'aka 'alal fulki faqulil hamdu lillaahil lazee najjaanaa minal qawmiz zalimeen" } }, "translation": { "en": "And when you have boarded the ship, you and those with you, then say, 'Praise to Allah who has saved us from the wrongdoing people.'", "id": "Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2701", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2701.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2701.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan arahan-Nya kepada Nabi Nuh, Allah berfirman, “Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kejahatan dan gangguan orang-orang kafir yang zalim.’ Dan berdoalah pula terutama ketika engkau turun dari bahtera itu, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku di kapal ini atau di mana pun yang Engkau kehendaki pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat dan pemberi kemuliaan bagi hamba-Mu.”", "long": "Allah memerintahkan kepada Nuh, jika ia bersama orang-orang yang beriman telah berada di atas perahu, maka ia harus mengucapkan pujian kepada Allah sebagai rasa syukur atas keselamatan mereka semuanya yang berada dalam perahu itu, \"Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.\" Ayat ini memberi petunjuk bahwa kita tidak boleh merasa gembira dengan turunnya azab kepada orang atau golongan lain, kecuali bila di dalamnya mengandung keselamatan bagi kaum mukminin, terhindarnya mereka dari bahaya kemusnahan, dan tersapu bersihnya dunia dari segala bentuk kemusyrikan dan kemaksiatan.\n\nMenurut keterangan Ibnu 'Abbas ra bahwa yang berada dalam perahu Nuh itu selain semua jenis binatang itu ada 80 orang manusia, yaitu Nuh beserta tiga orang putranya beserta istri-istrinya dan 72 orang mukmin umat Nuh yang setia kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2702, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0632\u0650\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u0646\u0632\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qur Rabbi anzilnee munzalam mubaarakanw wa Anta khairul munzileen" } }, "translation": { "en": "And say, 'My Lord, let me land at a blessed landing place, and You are the best to accommodate [us].' \"", "id": "Dan berdoalah, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2702", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2702.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2702.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan arahan-Nya kepada Nabi Nuh, Allah berfirman, “Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kejahatan dan gangguan orang-orang kafir yang zalim.’ Dan berdoalah pula terutama ketika engkau turun dari bahtera itu, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku di kapal ini atau di mana pun yang Engkau kehendaki pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat dan pemberi kemuliaan bagi hamba-Mu.”", "long": "Nuh disuruh berdoa pula, \"Ya Tuhanku, turunkanlah aku, bila topan sudah berakhir, pada tempat yang diberkati dan hanya Engkaulah yang dapat memberi tempat yang sebaik-baiknya, yang mengetahui tempat-tempat yang cocok lagi selaras bagi kami.\" Qatadah berkata, Allah mengajarkan kepada kita supaya membaca doa ini ketika naik kapal:\n\nDan dia berkata, \"Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. (Hud/11: 41)\n\nDan ketika berada di atas kendaraan membaca:\n\nMahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.\" (az-Zukhruf/43: 13-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 2703, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la Aayaatinw wa in kunnaa lamubtaleen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that are signs, and indeed, We are ever testing [Our servants].", "id": "Sungguh, pada (kejadian) itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah); dan sesungguhnya Kami benar-benar menimpakan siksaan (kepada kaum Nuh itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2703", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2703.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2703.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada kisah Nabi Nuh itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah dan kesempurnaan kekuasaan-Nya; dan sesungguhnya Kami benar-benar menguji hamba-hamba Kami dengan menimpakan siksaan kepada yang ingkar, di antaranya kaum Nabi Nuh yang mendustakan risalahnya.", "long": "Sesungguhnya dalam peristiwa topan besar yang membinasakan kaum Nuh yang mendustakan Rasul-Nya, dengan mengingkari keesaan Allah dan menyembah berhala-berhala, terdapat pelajaran bagi kaum Quraisy yang mendustakan kerasulan Muhammad saw, bahwa peristiwa yang menimpa kaum Nuh itu dapat pula menimpa kaum Quraisy yang berani mendustakan Rasulullah dan memusuhinya. Pada kejadian itu benar-benar terdapat beberapa azab yang sangat besar kepada kaum Nuh itu, supaya orang-orang yang datang kemudian mengambil pelajaran daripadanya, sesuai dengan firman Allah:\n\nDan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan sebagai tanda (pelajaran). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (al-Qamar/54: 15)" } } }, { "number": { "inQuran": 2704, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summaa anshaana mim ba'dihim qarnan aakhareen" } }, "translation": { "en": "Then We produced after them a generation of others.", "id": "Kemudian setelah mereka, Kami ciptakan umat yang lain (kaum ‘Ad)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2704", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2704.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2704.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab atas orang-orang yang membangkang terhadap dakwah Nabi Nuh bukanlah suatu kebetulan, melainkan ketetapan dari Allah. Allah berfirman, “Kemudian setelah mereka binasa, Kami ciptakan umat yang lain, yaitu kaum ‘Ad. Lalu Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Hud. Dia menyeru kaumnya, ‘Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya, yakni menjauhkan diri dari siksa-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?’”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan umat yang lain setelah kaum Nuh, yaitu Kaum 'Ad kaumnya Nabi Hud, kaum samud kaumnya Nabi Saleh, dan kaum Madyan yaitu kaumnya Nabi Syuaib. Dari tiga kaum ini pendapat yang paling kuat yang sesuai dengan ayat ini kaum 'Ad karena dalam sejarah kenabian setelah Nabi Nuh yang diutus kemudian adalah Nabi Hud. Jadi, yang dimaksud dengan qarnan akharin adalah kaum 'Ad, samud dan Madyan." } } }, { "number": { "inQuran": 2705, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 296, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa arsalnaa feehim Rasoolam minhum ani'budul laaha maa lakum min ilaahin ghairuhoo afalaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "And We sent among them a messenger from themselves, [saying], \"Worship Allah; you have no deity other than Him; then will you not fear Him?\"", "id": "Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), “Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2705", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2705.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2705.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab atas orang-orang yang membangkang terhadap dakwah Nabi Nuh bukanlah suatu kebetulan, melainkan ketetapan dari Allah. Allah berfirman, “Kemudian setelah mereka binasa, Kami ciptakan umat yang lain, yaitu kaum ‘Ad. Lalu Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Hud. Dia menyeru kaumnya, ‘Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya, yakni menjauhkan diri dari siksa-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?’”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mengutus kepada kaum 'Ad itu seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Hud yang melaksanakan dakwah kepada mereka seraya menyerukan, \"Hai kaumku, sembahlah Allah dan tinggalkanlah semua berhala-berhalamu, karena sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Dia. Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2706, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0631\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal mala-u min qawmihil lazeena kafaroo wa kazzaboo bi liqaaa'il Aakhirati wa atrafnaahum fil hayaatid dunyaa maa haazaaa illaa basharum mislukum yaakulu mimmaa taakuloona minhu wa yashrabu mimmaa tashraboon" } }, "translation": { "en": "And the eminent among his people who disbelieved and denied the meeting of the Hereafter while We had given them luxury in the worldly life said, \"This is not but a man like yourselves. He eats of that from which you eat and drinks of what you drink.", "id": "Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia, “(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia minum apa yang kamu minum.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2706", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2706.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2706.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum ‘Ad menolak dakwah Nabi Hud. Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya, yaitu tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat di mana mereka akan mendapat balasan atas segala amal perbuatan mereka, serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia berupa harta yang melimpah, keturunan yang banyak, “Orang ini, yakni Nabi Hud, tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia minum apa yang kamu minum. Tidak ada keistimewaan pada dirinya yang memantaskan dia menjadi utusan Tuhan.”", "long": "Pemuka-pemuka kaumnya yang kafir mengingkari ketauhidan kepada Allah, dan adanya kebangkitan dan hisab pada hari Kiamat karena terlalu cinta pada kemewahan hidup di dunia. Mereka menjawab seruan Nabi Hud dengan berkata, \"Orang ini (Hud) tidak lain hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu, tidak mempunyai kelebihan, makan minum biasa seperti kita. Karena itu seruannya tak usah dihiraukan sama sekali.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2707, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in at'atum basharam mislakum innakum izal lakhaasiroon" } }, "translation": { "en": "And if you should obey a man like yourselves, indeed, you would then be losers.", "id": "Dan sungguh, jika kamu menaati manusia seperti kamu, niscaya kamu pasti rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2707", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2707.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2707.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan ucapan tersebut, para pemuka kaum ‘Ad yang kafir itu berkata, “Dan sungguh demi Tuhan kita, jika kamu menaati manusia seperti kamu dalam apa yang ia perintahkan dan ia larang, dan kamu meninggalkan tuhan-tuhan kalian, niscaya kamu pasti akan rugi. Adakah dia menjanjikan kepada kamu bahwa apabila kamu telah mati dan dikubur, kemudian sebagian menjadi tanah dan/atau tulang belulang, lalu sesungguhnya kamu akan dikeluarkan dari kubur kamu untuk menerima balasan?”", "long": "Pemuka orang kafir itu melanjutkan ucapannya, \"Jika kamu sekalian menaati manusia biasa seperti kamu, dan mengikuti saja seruan Hud tanpa penelitian lebih dahulu, niscaya kamu akan menjadi manusia yang merugi dan tertipu.\" Mereka tidak mau jika rasul itu hanya manusia biasa. Mereka ingin rasul itu dari malaikat sehingga tampak hebat dan luar biasa. Padahal jika rasul itu malaikat mereka pasti tidak mampu mengikutinya, karena karakter malaikat tidak sama dengan karakter manusia. Manusia tidak mungkin dapat mengikuti cara beribadah dan cara hidup malaikat yang tidak memiliki nafsu sehingga hidupnya selalu dan hanya untuk beribadah. Sedangkan manusia lemah, memiliki nafsu dan mudah tergoda oleh iblis dan setan." } } }, { "number": { "inQuran": 2708, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 137, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "A-Ya'idukum annakum izaa mittum wa kuntum turaabanw wa izaaman annakum mukhrajoon" } }, "translation": { "en": "Does he promise you that when you have died and become dust and bones that you will be brought forth [once more]?", "id": "Adakah dia menjanjikan kepada kamu, bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, sesungguhnya kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2708", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2708.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2708.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan ucapan tersebut, para pemuka kaum ‘Ad yang kafir itu berkata, “Dan sungguh demi Tuhan kita, jika kamu menaati manusia seperti kamu dalam apa yang ia perintahkan dan ia larang, dan kamu meninggalkan tuhan-tuhan kalian, niscaya kamu pasti akan rugi. Adakah dia menjanjikan kepada kamu bahwa apabila kamu telah mati dan dikubur, kemudian sebagian menjadi tanah dan/atau tulang belulang, lalu sesungguhnya kamu akan dikeluarkan dari kubur kamu untuk menerima balasan?”", "long": "Kemudian mereka menambah alasan keingkaran mereka kepada rasul yang diutus Allah, yaitu Nabi Hud dengan mengatakan bagaimana mungkin Nabi Hud menjanjikan kepada pengikutnya bahwa jika manusia sudah mati, dan badannya telah hancur dalam kubur dan hanya tinggal tulang-belulang saja, akan dibangkitkan lagi dalam keadaan utuh dari kuburannya itu untuk dihisab pada hari Kiamat. Mereka tidak mempercayainya karena hanya mengikuti pemikirannya yang dangkal, padahal dalam Surah Yasin Allah telah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 79)" } } }, { "number": { "inQuran": 2709, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0647\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627\u062a\u064e \u0647\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627\u062a\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haihaata haihaata limaa too'adoon" } }, "translation": { "en": "How far, how far, is that which you are promised.", "id": "Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2709", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2709.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2709.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pemuka yang kafir itu berkata dengan sinis sambil menggelengkan kepala, “Jauh! Jauh sekali apa yang diancamkan kepada kamu. Hal itu hanya omong kosong belaka. Ancaman itu tidak akan pernah terlaksanan. Kehidupan yang ada tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini. Di sinilah kita menyaksikan sebagian dari kita mati dan sebagiannya lagi dilahirkan untuk hidup, dan sekali-kali kita tidak akan dibangkitkan lagi setelah mati.” Tidak cukup dengan mendurhakai dan menolak dakwah Nabi Hud, para pemuka kafir itu bahkan berbuat lebih jahat lagi dengan berkata, “Dia, Hud, tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan sudah semestinya kita tidak akan pernah memercayainya atas segala yang dikatakannya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa apa yang dikatakan Nabi Hud tentang kebangkitan, menurut mereka mustahil terjadi. Mereka tidak mau beranjak dari pikirannya yang sederhana untuk melihat kenyataan bahwa ada kekuasaan Allah di luar kekuasaan manusia. Allah yang telah menciptakan alam semesta dan seluruh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 2710, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In hiya illaa hayaatunad dunyaa namootu wa nahyaa wa maa nahnu bimab'ooseen" } }, "translation": { "en": "Life is not but our worldly life - we die and live, but we will not be resurrected.", "id": "(kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2710", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2710.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2710.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pemuka yang kafir itu berkata dengan sinis sambil menggelengkan kepala, “Jauh! Jauh sekali apa yang diancamkan kepada kamu. Hal itu hanya omong kosong belaka. Ancaman itu tidak akan pernah terlaksanan. Kehidupan yang ada tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini. Di sinilah kita menyaksikan sebagian dari kita mati dan sebagiannya lagi dilahirkan untuk hidup, dan sekali-kali kita tidak akan dibangkitkan lagi setelah mati.” Tidak cukup dengan mendurhakai dan menolak dakwah Nabi Hud, para pemuka kafir itu bahkan berbuat lebih jahat lagi dengan berkata, “Dia, Hud, tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan sudah semestinya kita tidak akan pernah memercayainya atas segala yang dikatakannya.", "long": "Kemudian mereka mempertegas keingkaran mereka dengan ucapan, \"Kehidupan yang sebenarnya hanya kehidupan dunia ini saja. Sebagian kita ada yang hidup kemudian mati, disusul pula oleh yang lain secara silih berganti, generasi demi generasi, tak beda seperti tanaman, di sana ada yang bercocok tanam dan di situ ada yang panen. Kita sekalian tidak akan dibangkitkan lagi setelah mati.\"\n\nOrang-orang kafir hanya memandang kehidupan manusia seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang yang dari waktu ke waktu hanya mengalami pergantian generasi, dan tidak ada perkembangan pikiran dan kebudayaan, serta tidak ada tanggung jawab dalam perbuatannya sehari-hari." } } }, { "number": { "inQuran": 2711, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In huwa illaa rajulunif taraa 'alal laahi kazibanw wa maa nahnuu lahoo bimu'mineen" } }, "translation": { "en": "He is not but a man who has invented a lie about Allah, and we will not believe him.\"", "id": "Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kita tidak akan mempercayainya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2711", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2711.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2711.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pemuka yang kafir itu berkata dengan sinis sambil menggelengkan kepala, “Jauh! Jauh sekali apa yang diancamkan kepada kamu. Hal itu hanya omong kosong belaka. Ancaman itu tidak akan pernah terlaksanan. Kehidupan yang ada tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini. Di sinilah kita menyaksikan sebagian dari kita mati dan sebagiannya lagi dilahirkan untuk hidup, dan sekali-kali kita tidak akan dibangkitkan lagi setelah mati.” Tidak cukup dengan mendurhakai dan menolak dakwah Nabi Hud, para pemuka kafir itu bahkan berbuat lebih jahat lagi dengan berkata, “Dia, Hud, tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan sudah semestinya kita tidak akan pernah memercayainya atas segala yang dikatakannya.", "long": "Mereka tidak saja mengingkari kebangkitan setelah mati, tetapi juga melemparkan tuduhan kepada Hud bahwa ia berbuat dusta kepada Allah. Mereka berkata, \"Orang itu memang mengadakan kedustaan terhadap Allah dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2712, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbin surnee bimaa kazzaboon" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, support me because they have denied me.\"", "id": "Dia (Hud) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2712", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2712.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2712.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar pendustaan dan pengingkaran kaumnya yang sungguh terlalu, Dia, yaitu Nabi Hud, berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku untuk mengalahkan mereka, karena mereka telah mendustakan aku.”", "long": "Ketika Hud mendengar ucapan kaumnya, bahwa mereka sama sekali tidak akan beriman kepadanya, maka beliau berdoa kepada Allah, \"Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku, walaupun aku telah menjalankan segala daya upaya untuk memberi petunjuk kepada mereka, tetapi mereka telah menutup semua pintu-pintu hidayah, sehingga aku merasa berputus asa dari keimanan mereka itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2713, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064d \u0644\u0651\u064e\u064a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064f\u0646\u0651\u064e \u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala 'ammaa qaleelil la yusbihunna naadimeen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"After a little, they will surely become regretful.\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2713", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2713.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2713.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengabulkan doa Nabi Hud. Dia berfirman, “Bersabarlah, wahai Nabi Hud. Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal.” Lalu setelah tiba waktunya, mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur. Mereka pantas mendapat azab itu sehingga kedatangan azab itu hak adanya. Dan Kami jadikan mereka seperti sampah yang dibawa banjir akibat kezaliman mereka sendiri. Maka, binasalah bagi orang-orang yang zalim.", "long": "Allah berfirman, \"Tunggulah, tidak lama lagi orang-orang yang mendustakanmu itu semuanya akan menjadi orang-orang yang menyesal. Azab-Ku akan menimpa mereka dan pada waktu itu semua penyesalan tidak akan berguna lagi.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2714, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064f\u062b\u064e\u0627\u0621\u064b \u06da \u0641\u064e\u0628\u064f\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhazat humus saihatu bilhaqqi faja'alnaahum ghusaaa'aa; fabu;dal lilqaw miz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "So the shriek seized them in truth, and We made them as [plant] stubble. Then away with the wrongdoing people.", "id": "Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur, dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir. Maka binasalah bagi orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2714", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2714.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2714.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengabulkan doa Nabi Hud. Dia berfirman, “Bersabarlah, wahai Nabi Hud. Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal.” Lalu setelah tiba waktunya, mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur. Mereka pantas mendapat azab itu sehingga kedatangan azab itu hak adanya. Dan Kami jadikan mereka seperti sampah yang dibawa banjir akibat kezaliman mereka sendiri. Maka, binasalah bagi orang-orang yang zalim.", "long": "Maka mereka dimusnahkan dengan azab yang tidak ada bandingannya, yaitu dihancurkan oleh air dan suara yang mengguntur dengan dahsyat. Mereka dijadikan sebagai sampah banjir besar yang tidak berfaedah sama sekali, maka orang-orang yang zalim itu menjadi binasa." } } }, { "number": { "inQuran": 2715, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 18, "page": 344, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa anshaanaa mim ba'dihim quroonan aakhareen" } }, "translation": { "en": "Then We produced after them other generations.", "id": "Kemudian setelah mereka Kami ciptakan umat-umat yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2715", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2715.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2715.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Habis sudah para pendurhaka dari kaum Nabi Hud. Kemudian Kami ciptakan lagi sesudah mereka yang binasa itu umat-umat yang lain, di antaranya kaum Nabi Salih, Lut, dan Syu’aib.", "long": "Setelah kehancuran kaum 'Ad, pada ayat ini diterangkan tentang kaum samud, kaum negeri Madyan dan negeri Aikah, serta negeri Sodom. Kepada kaum samud Allah mengutus Nabi Saleh, tetapi kaum samud menolaknya, bahkan sampai membunuh unta Nabi Saleh yang merupakan mukjizatnya. \n\nSedangkan kepada penduduk Madyan dan Aikah, Allah mengutus Nabi Syuaib. Mereka juga durhaka dan menolak Nabi Syuaib, serta mereka suka mengurangi timbangan. Penduduk Sodom juga mengingkari Nabi Lut dan banyak yang melakukan homoseksual." } } }, { "number": { "inQuran": 2716, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u0642\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa tasbiqu min ummatin ajalahaa wa maa yastaakhiroon" } }, "translation": { "en": "No nation will precede its time [of termination], nor will they remain [thereafter].", "id": "Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak (pula) menangguhkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2716", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2716.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2716.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memberi batas waktu bagi kehidupan, kematian, atau kebinasaan umat para nabi tersebut. Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan atau mendahuli ajalnya, yaitu batas waktu kematian atau kebinasaan yang telah Allah tetapkan berdasar sunatullah yang berlaku umum, dan tidak dapat pula mereka menangguhkannya.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa tidak ada satu umat pun yang dapat mempercepat ajal atau kehancuran mereka, dan tidak pula dapat menundanya. Semua itu berlaku sesuai dengan ketentuan Allah Yang Mahakuasa, yang mengatur alam ini dengan segala isinya dengan tertib, teratur dan lancar. Oleh karena itu, umat-umat yang telah binasa itu tidak dapat mendahului ajalnya yang telah ditentukan dan tidak pula mereka dapat mengundurkannya atau menundanya, sebab setiap umat telah ada ketetapan lebih dahulu di Lauh Mahfuz, berapa lama mereka akan mengalami hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2717, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u062b\u064e \u06da \u0641\u064e\u0628\u064f\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa arsalnaa Rusulanaa tatraa kulla maa jaaa'a ummatar Rasooluhaa kazzabooh; fa atba'naa ba'dahum ba'danw wa ja'alnaahum ahaadees; fabu'dal liqawmil laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Then We sent Our messengers in succession. Every time there came to a nation its messenger, they denied him, so We made them follow one another [to destruction], and We made them narrations. So away with a people who do not believe.", "id": "Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya, maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2717", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2717.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2717.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, Kami utus kepada kaum-kaum itu rasul-rasul Kami secara berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat untuk mengajak mereka menghamba dan bertauhid kepada Allah, mereka mendustakannya, maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain, yakni Kami musnahkan mereka secara silih berganti. Dan Kami jadikan mereka bahan cerita bagi kaum sesudahnya. Maka, kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman kepada risalah para rasul.", "long": "Kemudian Allah mengutus kepada umat-umat itu para rasul-Nya secara berturut-turut dalam beberapa masa yang berbeda. Pada setiap periode ada rasul Allah yang berfungsi menyampaikan risalah-Nya. Demikianlah mereka datang silih berganti sampai kepada nabi penutup yaitu Nabi Muhammad, setiap diutus rasul kepada umatnya, umat itu mendustakannya. Oleh karena masing-masing umat itu mendustakan rasul-Nya, maka Allah membinasakan mereka berturut-turut dan Allah menjadikan kisah mereka buah tutur manusia yang datang kemudian. Kisah mereka sering disebut, baik dalam percakapannya sehari-hari maupun dalam pelajaran sejarah umat-umat yang pernah mendustakan nabi-nabi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2718, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Summa arsalnaa Moosaa wa akhaahu Haaroona bi Aayaatinaa wa sultaanim mubeen" } }, "translation": { "en": "Then We sent Moses and his brother Aaron with Our signs and a clear authority", "id": "Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2718", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2718.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2718.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Generasi demi generasi telah dibinasakan akibat kedurhakaan mereka, kemudian setelah itu Kami utus Nabi Musa dan saudaranya, Harun, dengan membawa tanda-tanda kebesaran Kami dan bukti yang nyata berupa argumentasi kebenaran yang tidak terbantahkan. Mereka membawanya kepada Fir’aun dan para pemuka kaum-nya, tetapi tanpa berpikir panjang mereka bersikap angkuh sehingga enggan menyambut ajakan kedua rasul tersebut, dan mereka sejak dahulu memang kaum yang sombong, melecehkan kebenaran, dan memandang rendah orang lain.", "long": "Allah mengutus Musa dan saudaranya Harun (sebagai pembantu-nya) kepada Fir'aun dan kaumnya dengan membawa sembilan macam mukjizat seperti yang telah tersebut dalam Surah al-A'raf dan hujjah yang nyata atas kerasulannya, agar mereka hanya menyembah kepada Allah dan meninggalkan kemusyrikan kepada-Nya, dan agar mereka jangan menyiksa Bani Israil yang berada di Mesir, dan membolehkan mereka dibawa kembali oleh Musa dan Harun kembali ke negeri asal Nabi Yakub di Palestina. Musa dan Harun datang kepada Fir'aun dengan seruan yang lemah lembut sebagaimana dalam firman-Nya:\n\nMaka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. (thaha/20: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 2719, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ilaa Fir'awna wa mala'ihee fastakbaroo wa kaanoo qawman 'aaleem" } }, "translation": { "en": "To Pharaoh and his establishment, but they were arrogant and were a haughty people.", "id": "kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka angkuh dan mereka memang kaum yang sombong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2719", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2719.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2719.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Generasi demi generasi telah dibinasakan akibat kedurhakaan mereka, kemudian setelah itu Kami utus Nabi Musa dan saudaranya, Harun, dengan membawa tanda-tanda kebesaran Kami dan bukti yang nyata berupa argumentasi kebenaran yang tidak terbantahkan. Mereka membawanya kepada Fir’aun dan para pemuka kaum-nya, tetapi tanpa berpikir panjang mereka bersikap angkuh sehingga enggan menyambut ajakan kedua rasul tersebut, dan mereka sejak dahulu memang kaum yang sombong, melecehkan kebenaran, dan memandang rendah orang lain.", "long": "Musa dan Harun datang kepada Fir'aun dan pembesar-pembesar kaumnya disertai dengan alasan dan hujjah yang kuat, namun mereka tidak juga menyadari, bahkan mereka bersikap sombong sebagaimana kebiasaan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2720, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0644\u0650\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqaaloo annu'minu libasharaini mislinaa wa qawmuhumaa lanaa 'aabidoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Should we believe two men like ourselves while their people are for us in servitude?\"", "id": "Maka mereka berkata, “Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita, padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2720", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2720.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2720.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dengan angkuh mereka berkata, “Apakah pantas kita percaya kepada Allah Yang Maha Esa dengan membenarkan ucapan dua orang manusia seperti kita, padahal kaum mereka, yaitu Bani Israil, adalah orang-orang yang menghambakan diri secara hina kepada kita, orang Mesir? Sungguh tidak pantas!”", "long": "Mereka berkata, \"Apakah kita pantas percaya kepada dua orang manusia seperti kita juga? Apakah patut kita tunduk pada keduanya, padahal mereka itu adalah golongan hamba-hamba dan pembantu-pembantu yang tunduk kepada kita sebagai majikan dan tuannya?\" Mereka menyamakan misi menyampaikan tugas risalah dari Allah yang berdasarkan keikhlasan, kepercayaan dan kejujuran, seperti jabatan keduniaan yang bersumber kepada kepangkatan dan kekayaan. Pandangan mereka itu juga dipegang oleh orang kafir Quraisy, sebagaimana dijelaskan dalam ayat ini:\n\nDan mereka (juga) berkata, \"Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?\" (az-Zukhruf/43: 31)\n\nMereka mengingkari wahyu dan kenabian Muhammad saw, karena menurut jalan pikiran mereka, orang yang diangkat menjadi rasul itu hendaklah orang yang kaya dan berpengaruh. Mereka tidak mengetahui bahwa pilihan Allah untuk kerasulan itu tidak didasarkan kepada kekayaan atau kepangkatan, akan tetapi semata-mata kepada karunia Allah, yang sudah ada ketetapannya di alam azali, dan hubungannya dengan keluhuran budi pekerti, kesucian dan kejujuran serta kesayangan kepada umatnya. \n\nPara nabi karena kesucian batin mereka tidak terpengaruh oleh alam kebendaan. Mereka menerima wahyu dengan perantaraan malaikat, dan melayani segala kepentingan umatnya. Mereka tetap berhubungan dengan Tuhan mereka. Apabila orang-orang kafir merasa aneh dan mempertanyakan mengapa Allah mengutus utusan-Nya dari kalangan manusia sendiri, maka lebih aneh dan ajaib lagi, jika dipertanyakan mengapa mereka menjadikan kayu dan batu, yang dibuat dan diukir oleh tangan mereka sendiri sebagai Tuhan. Sungguh tepat apa yang difirmankan dalam ayat:\n\nSebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (al-hajj/22: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 2721, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakazzaboohumaa fakaanoo minal mmuhlakeen" } }, "translation": { "en": "So they denied them and were of those destroyed.", "id": "Maka mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka termasuk orang yang dibinasakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2721", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2721.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2721.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka mendustakan keduanya, yaitu Nabi Musa dan Harun, sehingga karenanya mereka termasuk orang yang dibinasakan dengan ditenggelamkan di Laut Merah.", "long": "Fir'aun dan para pembesar kaumnya tetap mendustakan Musa dan Harun. Dengan demikian, mereka termasuk orang-orang yang dibinasakan dengan cara ditenggelamkan di Laut Merah." } } }, { "number": { "inQuran": 2722, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosal Kitaaba la'allahum yahtadoon" } }, "translation": { "en": "And We certainly gave Moses the Scripture that perhaps they would be guided.", "id": "Dan sungguh, telah Kami anugerahi kepada Musa Kitab (Taurat), agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2722", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2722.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2722.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menceritakan dakwah Nabi Musa kepada Fir’aun, Allah lalu menyusulinya dengan paparan tentang dakwah Nabi Musa kepada Bani Israil. Dan sungguh, Kami telah menganugerahkan kepada Musa Kitab Taurat, agar mereka, yakni Bani Israil, mendapat petunjuk ke jalan yang benar dan sungguh-sungguh menjalankannya.", "long": "Kemudian setelah musuh-musuh Musa dan Harun ditenggelamkan (dibinasakan), Allah menerangkan karunia-Nya yang dilimpahkan kepada para utusan-Nya, bahwa Dia telah menurunkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa, yang di dalamnya berisi hukum-hukum syariat, beberapa perintah dan larangan, dengan harapan agar Bani Israil mendapat petunjuk ke jalan yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2723, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 297, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064f \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0622\u0648\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0629\u064d \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnab na Maryama wa ummahooo aayatannw wa aawainaahumaaa ilaa rabwatin zaati qaraarinw wa ma'een" } }, "translation": { "en": "And We made the son of Mary and his mother a sign and sheltered them within a high ground having level [areas] and flowing water.", "id": "Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi (kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi, (tempat yang tenang, rindang dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2723", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2723.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2723.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan telah Kami jadikan dengan kuasa Kami Isa putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi kekuasaan dan kebesaran Kami, dan Kami melindungi mereka dari berbagai keadaan yang meresahkan di sebuah dataran tinggi, tempat yang tenang, rindang, dan banyak buah-buahan untuk dimakan, dan di sana juga tersedia mata air yang mengalir untuk diminum.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menjadikan Isa putra Maryam sebagai tanda kekuasaan Allah yang dapat menciptakan seorang manusia hanya dari seorang ibu saja tanpa ayah, dan memberi kemampuan kepada seorang bayi berbicara sebelum waktunya, dan memberi mukjizat kepadanya, dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir, menghidupkan orang yang sudah mati dari kuburannya, membuat burung dari tanah liat yang bisa terbang, dan sebagainya. Kelahiran Isa dari seorang ibu yaitu Maryam dijadikan bukti kekuasaan Allah, karena hamil tanpa disentuh manusia. Maryam dan putranya menjadi tanda kekuasaan Allah bagi seluruh manusia sebagaimana dalam firman-Nya:\n\nDan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam. (al- Anbiya'/21: 91)\n\nAllah menjelaskan bahwa Isa dan ibunya diberi tempat kediaman dan dilindungi di suatu dataran yang tinggi di daerah Palestina yang mempunyai padang rumput dan sumber air jernih yang mengalir. Nabi Isa dan Maryam selama hidupnya tidak pernah keluar dari Palestina atau Syam. Ada yang mengatakan bahwa Nabi Isa pergi ke Rabwah dekat Lahore di Pakistan dan meninggal dunia di sana, tetapi pendapat ini tidak mempunyai dasar sama sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 2724, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhar Rusulu kuloo minat taiyibaati wa'maloo saalihan innee bimaa ta'maloona 'Aleem" } }, "translation": { "en": "[Allah said], \"O messengers, eat from the good foods and work righteousness. Indeed, I, of what you do, am Knowing.", "id": "Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2724", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2724.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2724.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menguraikan kisah para rasul, Allah lalu berbicara tentang para rasul secara umum. “Wahai para rasul! Makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan sesuai dengan syariat, baik amalan wajib maupun sunah. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, karena tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Ku.”", "long": "Allah memerintahkan kepada para nabi supaya memakan rezeki yang halal dan baik yang dikaruniakan Allah kepadanya dan sekali-kali tidak dibolehkan memakan harta yang haram, selalu mengerjakan perbuatan yang baik, dan menjauhi perbuatan yang keji dan mungkar. Para nabi itulah orang yang pertama yang harus mematuhi perintah Allah, karena mereka akan menjadi teladan bagi umat di mana mereka diutus untuk menyampaikan risalah Tuhannya. Perintah ini walaupun hanya ditunjukkan kepada para nabi, tetapi ia berlaku pula terhadap umat mereka tanpa terkecuali, karena para nabi itu menjadi panutan bagi umatnya kecuali dalam beberapa hal yang dikhususkan untuk para nabi saja, karena tidak sesuai jika diwajibkan pula kepada umatnya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nHai manusia, sesungguhnya Allah Ta'ala adalah baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah Ta'ala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apa yang diperintahkan-Nya kepada Rasul-rasul-Nya. Maka Rasulullah saw membaca ayat ini (ya ayyuhar-rusulu kulu minath-thayyibati wa'malu saliha inni bima ta'malu 'alim, \"Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.). Kemudian Rasulullah saw membaca lagi ayat ya ayyuhalladzina amanu kulu min thayyibati ma razaqnakum¦Kemudian Nabi menerangkan keadaan seseorang yang telah melakukan perjalanan panjang (lama), rambutnya tidak teratur dan penuh debu, dan makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram dan pakaiannya dari yang haram pula. Orang itu berkata sambil menadahkan tangan ke langit, \"Ya Tuhanku! Ya Tuhanku! Bagaimana mungkin doanya itu akan terkabul?\" (Riwayat Muslim dan at-Tirmidzi)\n\nPada ayat ini Allah mendahulukan perintah memakan makanan yang halal dan baik baru beramal saleh. Hal ini berarti amal yang saleh itu tidak akan diterima oleh Allah kecuali bila orang yang mengerjakannya memakan harta yang halal dan baik dan menjauhi harta yang haram. Menurut riwayat yang diterima dari Rasulullah, beliau pernah bersabda:\n\nSesungguhnya Allah tidak menerima ibadah orang yang dalam perutnya terdapat sesuap makanan yang haram. Dan diriwayatkan dengan sahih pula bahwa Nabi saw bersabda, \"Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram maka neraka lebih berhak membakarnya.\" (Riwayat Muslim dan at-Tirmizi)\n\nDi dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dan Ibnu Mardawaih dari Ummi Abdillah saudara perempuan Syaddad bin Aus ra: \n\nBahwa Ummi Abdillah mengirimkan seteko susu kepada Rasulullah ketika beliau akan berbuka puasa. Susu itu ditolak oleh Rasulullah dan beliau menyuruh pembawa susu itu kembali dan menanyakan kepadanya dari mana susu itu didapatnya. Ummi Abdillah menjawab, \"Itu susu dari kambingku sendiri.\" Kemudian susu itu ditolak lagi dan pesuruh Ummi Abdillah disuruh lagi menanyakan dari mana kambing itu didapat. Ummi Abdillah menjawab, ' saya beli kambing itu dengan uangku sendiri.\" Kemudian barulah Rasulullah menerima susu itu. Keesokan harinya Ummi Abdillah datang menemui Rasulullah dan bertanya, \"Wahai Rasulullah, mengapa engkau selalu menolak susu itu?\" Rasulullah menjawab, \"Para rasul diperintahkan supaya jangan memakan kecuali yang baik-baik dan jangan berbuat sesuatu kecuali yang baik-baik pula.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim dan Ibnu Mardawaih)\n\nDemikianlah perintah Allah kepada para Rasul-Nya yang harus dipatuhi oleh umat manusia karena Allah Maha Mengetahui amal perbuatan manusia, tak ada satu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Dia akan membalas perbuatan yang baik dengan berlipat ganda dan perbuatan jahat dengan balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 2725, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa inna haaziheee ummatukum ummatanw waahidatanw wa Ana Rabbukum fattaqoon" } }, "translation": { "en": "And indeed this, your religion, is one religion, and I am your Lord, so fear Me.\"", "id": "Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2725", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2725.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2725.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah melanjutkan firman-Nya kepada para rasul, “Dan sungguh, agama tauhid yaitu Islam, inilah agama kamu, agama yang satu; dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku dengan melaksanakan perintah-Ku dan menjauhi larangan-Ku.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan agama para rasul itu adalah agama yang satu yaitu agama tauhid yang menyembah Allah yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada seorang rasul pun yang menyimpang dari prinsip ini. Kalau dalam suatu agama terdapat sedikit saja penyimpang-an dari prinsip ini maka agama itu bukanlah agama yang dibawa oleh seorang rasul, berarti agama itu telah diubah-ubah oleh pengikutnya dan tidak orisinil lagi. Mustahil Allah Yang Maha Esa memilih dan mengangkat seorang rasul dengan membawa agama yang bertentangan dengan kebenaran dan kemurnian keesaan-Nya. Meskipun syariat dan peraturan-peraturan yang dibawa para nabi dan rasul berbeda-beda sesuai dengan masa dan tempat di mana mereka diutus, tetapi mengenai dasar tauhid tidak ada sedikit pun perbedaan antara mereka. Oleh sebab itu Allah menegaskan lagi dalam ayat ini bahwa Dia adalah Tuhan Semesta Alam, hendaknya semua manusia menyembah dan bertakwa hanya kepada-Nya dan sekali-kali jangan menyekutukan-Nya dengan siapa pun dan sesuatu apapun.\n\nRasulullah saw bersabda, \"Kami para nabi adalah (ibarat) saudara-saudara seayah, agama kami adalah satu.\" (Riwayat al-Bukhari, Muslim dan Dawud)" } } }, { "number": { "inQuran": 2726, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0632\u064f\u0628\u064f\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fataqatta'ooo amrahum bainahum zuburaa; kullu hizbim bimaa ladaihim farihoon" } }, "translation": { "en": "But the people divided their religion among them into sects - each faction, in what it has, rejoicing.", "id": "Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2726", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2726.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2726.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setelah sekian lama mereka, yakni pengikut para rasul, menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa golongan yang berbeda dan saling bermusuhan. Setiap golongan dari mereka bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka sendiri. Demikianlah manusia, suka menonjolkan egonya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa umat para rasul itu telah menyimpang dari ajaran rasul-rasul mereka sehingga terpecah belah menjadi beberapa golongan. Masing-masing golongan menganggap bahwa golongannyalah yang benar, sedang golongan yang lain adalah salah. Demikianlah sejarah agama-agama samawi yang dibawa para nabi dan rasul. Pada mulanya agama-agama itu tetap suci dan murni, tak sedikit pun dimasuki oleh dasar-dasar kesyirikan, tetapi dengan berangsur-angsur sedikit demi sedikit paham tauhid yang murni itu dimasuki oleh paham-paham lain yang berbau syirik atau menyimpang sama sekali dari dasar tauhid. Akibatnya, manusia terjatuh ke jurang kesesatan, bahkan ada di antara mereka yang menyembah manusia, binatang, dan benda-benda seperti patung dan berhala. Namun demikian, kita dapat mengetahui suci dan murninya suatu agama jika masih berpegang teguh kepada paham tauhid. Bila dalam agama itu tidak terdapat sedikit pun penyimpangan dari dasar tauhid, maka agama itu pastilah agama yang asli dan murni. Tetapi bila terdapat di dalamnya paham yang menyimpang dari dasar itu, maka agama itu tidak murni lagi dan telah kemasukan paham-paham yang sesat. Paham-paham yang sesat inilah yang telah dianut oleh kaum musyrikin Mekah sekalipun mereka mendakwahkan bahwa mereka adalah pengikut Nabi Ibrahim. Mereka telah jauh tersesat dari ajaran Nabi Ibrahim, tetapi mereka tetap membanggakan bahwa agama merekalah yang benar, walaupun yang mereka sembah adalah benda-benda mati yang tidak bermanfaat sedikit pun dan tidak pula berdaya menolak kemudaratan. Mereka menentang dengan keras ajaran tauhid yang dibawa Nabi Muhammad saw dan mengancam akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang menentang mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2727, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fazarhum fee ghamratihim hattaa heen" } }, "translation": { "en": "So leave them in their confusion for a time.", "id": "Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2727", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2727.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2727.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka atas perpecahan mereka dan pembangkangan mereka terhadap dakwah dan peringatan kamu, wahai para rasul, biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan, yaitu saat kemusnah-an mereka atau jatuhnya siksa neraka atas mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar membiarkan orang-orang yang keras kepala yang tidak mau menerima kebenaran itu sampai tiba saatnya Allah akan menyiksa mereka baik di dunia maupun di akhirat nanti, di mana mereka akan menyaksikan sendiri bagaimana hebat dan dahsyatnya siksaan yang disediakan untuk mereka. Adapun siksaan di dunia ialah malapetaka yang menimpa mereka pada waktu Perang Badar dimana mereka mengalami kekalahan besar dan kehancuran. Perintah seperti ini terdapat pula pada ayat lain, seperti firman Allah:\n\nKarena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu. (ath-thariq/86: 17)\n\nDan firman-Nya:\n\nBiarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya). (al-hijr/15: 3)" } } }, { "number": { "inQuran": 2728, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0645\u0650\u062f\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "A-yahsaboona annnamaa numiduhum bihee mimmaalinw wa baneen" } }, "translation": { "en": "Do they think that what We extend to them of wealth and children", "id": "Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2728", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2728.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2728.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara kaum yang durhaka itu ada yang diberi kehidupan mewah. Ini menjadikan mereka menduga bahwa Allah menyayangi mereka sehingga mereka tidak akan diazab. Allah menampik dugaan tersebut dengan pertanyaan bernada kecaman, “Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu berarti Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak! Kami tidak melakukan hal itu dengan maksud demikian, tetapi kami biarkan mereka hanyut dalam kesenangan semu supaya mereka makin banyak berbuat dosa, sedang mereka tidak menyadarinya.\"", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu telah ditipu dan diperdayakan oleh harta dan anak-anak mereka padahal harta kekayaan dan anak-anak yang banyak itu bukanlah tanda bahwa Allah meridai mereka. Mereka membangga-banggakan harta dan kekayaan mereka terhadap kaum Muslimin yang di kala itu dalam keadaan serba kekurangan, seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba/34: 35)\n\nSebenarnya Allah memberikan kelapangan rezeki kepada orang kafir hanya semata-mata untuk menjerumuskan mereka ke lembah kemaksiatan dan kedurhakaan karena sikap mereka yang sangat congkak dan sombong terhadap ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw. Dengan harta dan anak-anak yang banyak itu mereka akan menjadi lupa daratan seakan-akan merekalah yang benar dan berkuasa. Apa saja yang mereka lakukan adalah hak mereka walaupun dengan perbuatan itu mereka menginjak-injak hak orang lain dan menganiaya kaum yang lemah. Tetapi pada suatu saat Allah pasti akan menyiksa mereka, karena menjadi sunnatullah bahwa kezaliman dan penganiayaan itu tidak akan kekal, bahkan akan hancur dan musnah. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nMaka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir. (at-Taubah/9: 55)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan. (Ali 'Imran/3: 178)\n\nQatadah, seorang mufassir telah memberikan ulasannya mengenai ayat ini sebagai berikut, \"Allah telah memperdayakan orang-orang kafir itu dengan harta dan anak-anak mereka. Hai anak Adam, janganlah kamu menganggap seseorang terhormat karena harta kekayaan dan anak-anaknya, tetapi hormatilah dia karena iman dan amal saleh.\" Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nSesungguhnya Allah telah membagi-bagi akhlak di antara kamu sebagai-mana Dia telah membagi-bagikan rezeki di antara kamu. Sesungguhnya Allah memberikan nikmat dunia kepada orang yang diridai-Nya dan kepada orang yang tidak diridai-Nya. Dan Dia tidak memberikan keteguhan beragama melainkan kepada yang Ia rida. Dan barangsiapa yang Allah berikan kepadanya keteguhan beragama, berarti Allah meridainya. Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak Islam seorang hamba kecuali bila telah Islam pula batin dan lidahnya, tidak beriman dia kecuali tetangganya merasa aman terhadap kejahatannya. Para sahabat bertanya, \"Apakah kejahatannya itu, ya Rasulullah?\" Rasulullah menjawab, \"Penipuan dan kezalimannya.\" (Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 2729, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Nusaari'u lahum fil khairaat; bal laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Is [because] We hasten for them good things? Rather, they do not perceive.", "id": "Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2729", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2729.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2729.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara kaum yang durhaka itu ada yang diberi kehidupan mewah. Ini menjadikan mereka menduga bahwa Allah menyayangi mereka sehingga mereka tidak akan diazab. Allah menampik dugaan tersebut dengan pertanyaan bernada kecaman, “Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu berarti Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak! Kami tidak melakukan hal itu dengan maksud demikian, tetapi kami biarkan mereka hanyut dalam kesenangan semu supaya mereka makin banyak berbuat dosa, sedang mereka tidak menyadarinya.\"", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu telah ditipu dan diperdayakan oleh harta dan anak-anak mereka padahal harta kekayaan dan anak-anak yang banyak itu bukanlah tanda bahwa Allah meridai mereka. Mereka membangga-banggakan harta dan kekayaan mereka terhadap kaum Muslimin yang di kala itu dalam keadaan serba kekurangan, seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba/34: 35)\n\nSebenarnya Allah memberikan kelapangan rezeki kepada orang kafir hanya semata-mata untuk menjerumuskan mereka ke lembah kemaksiatan dan kedurhakaan karena sikap mereka yang sangat congkak dan sombong terhadap ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw. Dengan harta dan anak-anak yang banyak itu mereka akan menjadi lupa daratan seakan-akan merekalah yang benar dan berkuasa. Apa saja yang mereka lakukan adalah hak mereka walaupun dengan perbuatan itu mereka menginjak-injak hak orang lain dan menganiaya kaum yang lemah. Tetapi pada suatu saat Allah pasti akan menyiksa mereka, karena menjadi sunnatullah bahwa kezaliman dan penganiayaan itu tidak akan kekal, bahkan akan hancur dan musnah. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nMaka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir. (at-Taubah/9: 55)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan. (Ali 'Imran/3: 178)\n\nQatadah, seorang mufassir telah memberikan ulasannya mengenai ayat ini sebagai berikut, \"Allah telah memperdayakan orang-orang kafir itu dengan harta dan anak-anak mereka. Hai anak Adam, janganlah kamu menganggap seseorang terhormat karena harta kekayaan dan anak-anaknya, tetapi hormatilah dia karena iman dan amal saleh.\" Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nSesungguhnya Allah telah membagi-bagi akhlak di antara kamu sebagai-mana Dia telah membagi-bagikan rezeki di antara kamu. Sesungguhnya Allah memberikan nikmat dunia kepada orang yang diridai-Nya dan kepada orang yang tidak diridai-Nya. Dan Dia tidak memberikan keteguhan beragama melainkan kepada yang Ia rida. Dan barangsiapa yang Allah berikan kepadanya keteguhan beragama, berarti Allah meridainya. Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak Islam seorang hamba kecuali bila telah Islam pula batin dan lidahnya, tidak beriman dia kecuali tetangganya merasa aman terhadap kejahatannya. Para sahabat bertanya, \"Apakah kejahatannya itu, ya Rasulullah?\" Rasulullah menjawab, \"Penipuan dan kezalimannya.\" (Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 2730, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0634\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena hum min khashyati Rabbihim mushfiqoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, they who are apprehensive from fear of their Lord", "id": "Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2730", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2730.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2730.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab Tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka; mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya.", "long": "Salah satu di antara sifat-sifat orang yang benar-benar beriman itu pertama ialah takut kepada Tuhan. Karena itu mereka selalu mencari keridaan-Nya dengan bersungguh-sungguh mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Yang menjadi pedoman bagi hidup mereka ialah ajaran agama karena ajaran itulah prinsip mereka. Apa saja yang bertentangan dengan prinsip-prinsip itu tetap mereka tolak bagaimana pun akibatnya. Iman mereka tidak dapat digoyahkan oleh bujuk rayu atau ancaman apa pun." } } }, { "number": { "inQuran": 2731, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum bi Aayaati Rabbihim yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And they who believe in the signs of their Lord", "id": "dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2731", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2731.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2731.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab Tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka; mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya.", "long": "Sifat yang kedua ialah percaya sepenuhnya kepada bukti-bukti Keesaan dan kekuasaan Allah yang terbentang luas dalam alam semesta sebagaimana difirmankan oleh Allah:\n\nSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), \"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Ali 'Imran/3: 190-191)\n\nMereka percaya pula sepenuhnya kepada semua ayat yang diturunkan kepada Rasul-Nya. Apa yang tersebut dalam ayat-ayat itu adalah kebenaran mutlak yang tak dapat ditawar-tawar lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 2732, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 18, "page": 345, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum bi Rabbihim laa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "And they who do not associate anything with their Lord", "id": "dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2732", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2732.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2732.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab Tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka; mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya.", "long": "Sifat yang ketiga ialah memelihara kemurnian tauhid dengan benar-benar menyembah Allah semata tanpa mempersekutukan-Nya dengan sembahan-sembahan lain. Orang yang beriman tidak akan mau menyembah berhala-berhala atau minta tolong kepadanya, walaupun berhala-berhala itu dianggap oleh kaum musyrik sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nPadahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). (al-Bayyinah/98: 5)\n\nMereka tidak akan meminta tolong kepada kuburan-kuburan karena mereka yakin sepenuhnya bahwa perbuatan itu sama saja dengan meminta tolong kepada berhala-berhala dan itu termasuk perbuatan syirik yang sangat dimurkai Allah. Mereka tidak pula akan meminta tolong kepada arwah-arwah, jin dan setan, karena yang demikian pun termasuk syirik pula. Demikianlah semua perbuatan yang membawa kepada mempersekutukan Allah mereka hindari sejauh-jauhnya, sehingga kepercayaan mereka benar-benar murni, tidak dikotori sedikit pun oleh hal-hal yang berbau syirik." } } }, { "number": { "inQuran": 2733, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0650\u0644\u064e\u0629\u064c \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena yu'toona maaa aataw wa quloobuhum wajilatun annahum ilaa Rabbihim raaji'oon" } }, "translation": { "en": "And they who give what they give while their hearts are fearful because they will be returning to their Lord -", "id": "dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2733", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2733.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2733.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab Tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka; mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya.", "long": "Sifat yang keempat ialah takut kepada Allah, karena mereka yakin akan kembali kepada-Nya pada hari berhisab di mana akan diperhitungkan segala amal perbuatan manusia. Meskipun mereka telah mengerjakan segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya dan menafkahkan hartanya di jalan Allah, namun mereka merasa takut kalau-kalau amal baik mereka tidak diterima, karena mungkin ada di dalamnya unsur-unsur riya' atau lainnya yang menyebabkan ditolaknya amal itu. Oleh sebab itu mereka selalu terdorong untuk selanjutnya berbuat baik karena kalau amal yang sebelumnya tidak diterima, mungkin amal yang sesudah itu menjadi amal yang makbul yang diberi ganjaran yang berlipat ganda.\n\nDalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abi hatim dari 'Aisyah pernah bertanya kepada Nabi:\n\nSiti Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai ayat ini (alladzina yu'tuna ma ataw waqulubuhum wajilah), apakah yang dimaksud dengan ayat ini ialah orang berzina dan meminum khamar atau mencuri, dan karena itu ia takut kepada Tuhan dan siksa-Nya? Pertanyaan ini dijawab oleh Rasulullah, \"Bukan demikian maksudnya, hai puteri Abu Bakar as-shiddiq. Yang dimaksud dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengerjakan salat, berpuasa dan menafkahkan hartanya, namun dia merasa takut kalau-kalau amalnya itu termasuk amal yang tidak diterima (mardud). (Riwayat Ahmad dan at-Tirmidzi)" } } }, { "number": { "inQuran": 2734, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0633\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika yusaari'oona fil khairaati wa hum lahaa saabiqoon" } }, "translation": { "en": "It is those who hasten to good deeds, and they outstrip [others] therein.", "id": "mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2734", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2734.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2734.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab Tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka; mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang mempunyai sifat-sifat tersebut, selalu bersegera berbuat kebaikan bila ada kesempatan untuk itu dan selalu berupaya agar amal baiknya selalu bertambah. Baru saja ia selesai melaksanakan amal yang baik ia ingin agar dapat segera berbuat amal yang lain dan demikianlah seterusnya. Orang yang demikian sifatnya akan diberi pahala oleh Allah amalnya yang baik di dunia maupun di akhirat seperti yang pernah diberikan kepada Nabi Ibrahim yang tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang saleh. (an-Nahl/16: 122)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (Ali 'Imran/3: 148)" } } }, { "number": { "inQuran": 2735, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064f\u0633\u0652\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa wa ladainaa kitaabuny yantiqu bilhaqqi w ahum la yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And We charge no soul except [with that within] its capacity, and with Us is a record which speaks with truth; and they will not be wronged.", "id": "Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2735", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2735.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2735.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pendurhaka yang disebut pada ayat sebelumnya boleh jadi menganggap bahwa ajaran agama sangat memberatkan. Menyanggah anggapan ini Allah berfirman, “Dan Kami tidak membebani seseorang dengan amalan-amalan ibadah melainkan menurut kesanggupannya, maka tidak sewajarnya bila seseorang merasa tidak mampu; dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya apa saja yang dilakukan oleh manusia, dan mereka tidak dizalimi atau dirugikan dengan bertambahnya dosa atau berkurangnya pahala. Allah tidak akan pernah berbuat zalim kepada manusia, tetapi manusialah yang menzalimi diri sendiri (Lihat juga: Surah Yùnus/10: 44).", "long": "Dengan ayat ini Allah menjelaskan bahwa sudah menjadi sunnah dan ketetapan-Nya, Dia tidak akan membebani seseorang dengan suatu kewajiban atau perintah kecuali perintah itu sanggup dilaksanakannya dan dalam batas-batas kemampuannya. Tidak ada syariat yang diwajibkan-Nya yang berat dilaksanakan oleh hamba-Nya dan di luar batas kemampuannya, hanya manusialah yang memandangnya berat karena keengganannya atau ia disibukkan oleh urusan dunianya atau tugas tersebut menghalanginya dari melaksanakan keinginannya.\n\nPadahal perintah itu, seperti salat umpamanya amat ringan dan mudah bagi orang yang telah biasa mengerjakannya, bahkan salat itu pun dapat meringankan beban dan tekanan hidup yang dideritanya bila ia benar-benar mengerjakannya dengan tekun dan khusyuk. Muqatil berkata, \"Barang siapa tidak sanggup mengerjakan salat dengan berdiri ia boleh mengerjakannya dalam keadaan duduk, dan kalaupun tidak sanggup duduk maka dengan isyarat saja pun sudah cukup.\" Karena itu tidak ada alasan sama sekali bagi orang mukmin untuk membebaskan diri dari kewajiban salat, demikian pula kewajiban-kewajiban lainnya, karena semua kewajiban itu adalah dalam batas-batas kemampuannya. Hanya nafsu dan keinginan manusialah yang menjadikan kewajiban-kewajiban itu berat baginya. Maka orang yang seperti ini telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dan akan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan atas keingkaran dan keengganannya. Setiap pelanggaran terhadap perintah Allah akan dicatat dalam buku catatan amalnya, demikian pula amal perbuatan yang baik, kecil maupun besar semuanya tercatat dalam buku itu sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\n(Allah berfirman), \"Inilah Kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.\" (al-Jatsiyah/45: 29)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)\n\nMereka akan diberi balasan sesuai dengan perbuatannya yang tertera dalam buku catatan itu dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 2736, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal quloobuhum fee ghamratim min haazaa wa lahum a'maalum min dooni zaalika hum lahaa 'aamiloon" } }, "translation": { "en": "But their hearts are covered with confusion over this, and they have [evil] deeds besides disbelief which they are doing,", "id": "Tetapi, hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kesesatan dari (memahami Al-Qur'an) ini, dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang terus mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2736", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2736.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2736.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi meski ajaran Allah demikian jelas dan mudah, orang-orang kafir itu tetap durhaka sehingga hati mereka itu dalam kesesatan terkait hakikat yang Kami sampaikan ini, dan mereka mempunyai kebiasaan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang buruk yang terus mereka kerjakan. Mereka melampaui batas dalam melakukannya sehingga mereka pantas menerima siksa.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa hati kaum musyrikin telah berpaling dan lalai dari memperhatikan petunjuk-petunjuk yang dibawa Al-Qur'an. Mereka tidak mau mengambil manfaat daripadanya. Padahal petunjuk-petunjuk itulah yang dapat membawa mereka kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Seandainya mereka mau membaca dan memperhatikan Al-Qur'an tentulah hati mereka akan terbuka dan melihat bahwa ajaran Al-Qur'an itu memang amat berguna dan semua yang terkandung di dalamnya adalah benar. Mereka akan mengakui bahwa semua perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah tanpa kecuali. Inilah kesalahan mereka yang pertama yang menyeret mereka kepada kesalahan-kesalahan lain dan menyebabkan mereka tidak mempedulikan lagi norma-norma akhlak yang mulia, berbuat sekehendak hati tanpa memperhatikan hak-hak orang-orang lain. Apa saja yang mereka inginkan mereka rebut walaupun dengan merampas dan menganiaya kaum lemah. Karena itu pula mereka telah tenggelam dalam kemusyrikan dan mata hati mereka telah buta tidak dapat lagi membedakan mana yang benar dan mana yang sesat, telinga mereka telah tuli, tidak dapat lagi mendengar ajaran agama. Hadis yang diriwayatkan Ibnu Masud, Nabi saw, bersabda:\n\n....Demi Zat yang tidak ada tuhan selain-Nya, sesungguhnya seseorang di antara kamu beramal amalan penghuni surga, sehingga antara dia dan surga hanya tinggal satu hasta saja. Namun dia sudah tercatat sebagai penghuni neraka, maka ia mengakhiri amalnya dengan dengan amalan penghuni neraka, sehingga ia masuk neraka. Dan sesungguhnya seseorang di antara kamu beramal amalan penghuni neraka, sehingga antara dia dengan neraka hanya tinggal satu hasta saja. Namun ia sudah tercatat sebagai penghuni surga, maka ia mengakhiri amalnya dengan amalan penghuni surga, sehingga ia masuk surga.\" (Riwayat Ahmad)\n\nMereka menganggap apa yang mereka warisi dari nenek moyang mereka sajalah yang benar. Menurut mereka Al-Qur'an itu hanya dongengan orang-orang dahulu yang dibawa oleh orang yang gila atau hanya gubahan seorang penyair atau ajaran yang diterima Muhammad dari ahli kitab. Apabila diberikan kepada mereka keterangan yang nyata tentang kebenaran Al-Qur'an yang tidak dapat dibantah sehingga mereka mengatakan, kami tak dapat menerimanya karena bertentangan dengan apa yang dianut dan dipercayai moyang kami, seperti tersebut dalam ayat:\n\nBahkan mereka berkata, \"Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.\" (az-Zukhruf/43: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 2737, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0623\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaaa akhznaa mutrafeehim bil'azaabi izaa hum yaj'aroon" } }, "translation": { "en": "Until when We seize their affluent ones with punishment, at once they are crying [to Allah] for help.", "id": "Sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka, seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2737", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2737.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2737.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka terus-menerus larut dalam kedurhakaan, sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka dan para pengikut mereka, seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong dengan penuh kehinaan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum musyrikin dan semua orang yang ingkar dan durhaka akan disiksa dengan siksaan yang pedih. Pada saat mereka telah dikepung oleh azab yang dahsyat dan mengerikan sebagai balasan atas keingkaran dan kedurhakaan mereka, mereka berteriak-teriak meminta tolong dan sangat menyesali nasib mereka yang buruk itu, terutama pemimpin-pemimpin dan orang-orang kaya mereka yang pernah hidup di dunia dengan senang dan penuh kenikmatan. Tetapi tidak ada yang dapat menolong mereka pada waktu itu, karena semua urusan dan keputusan berada di tangan Allah. Penyesalan mereka tiada berguna lagi karena ibarat pepatah \"nasi sudah menjadi bubur,\" kesalahan dan kedurhakaan mereka tak dapat diampuni lagi. Firman Allah:\n\nBetapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. (shad/38:3)" } } }, { "number": { "inQuran": 2738, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0623\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa taj'arul yawma innakum minnaa laa tunsaroon" } }, "translation": { "en": "Do not cry out today. Indeed, by Us you will not be helped.", "id": "Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2738", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2738.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2738.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menolak permintaan tolong mereka, Allah berfirman, “Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami dan tidak pula dapat menghindari siksa Kami. Sesungguhnya ayat-ayat-Ku, yaitu Al-Qur’an, selalu dibacakan kepada kamu, wahai para pendurhaka, supaya kamu merenungi dan mengimaninya, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang dan enggan mendengarkannya; kamu berpaling dengan menyombong­kan diri atas kaum mukmin dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya, yaitu Al-Qur’an, pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.", "long": "Allah berfirman kepada mereka untuk tidak berteriak-teriak meminta tolong pada hari itu, karena tak ada gunanya. Hari itu adalah hari pembalasan terhadap apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu. Inilah ketetapan yang sudah pasti dari Allah yang harus mereka terima, tak ada yang dapat menolong atau membebaskan mereka dari azab dan mereka tak dapat menghindarkan diri daripadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2739, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad kaanat Aayaatee tutlaa 'alaikum fakuntum 'alaaa a'qaabikum tankisoon" } }, "translation": { "en": "My verses had already been recited to you, but you were turning back on your heels", "id": "Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al-Qur'an) selalu dibacakan kepada kamu, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2739", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2739.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2739.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menolak permintaan tolong mereka, Allah berfirman, “Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami dan tidak pula dapat menghindari siksa Kami. Sesungguhnya ayat-ayat-Ku, yaitu Al-Qur’an, selalu dibacakan kepada kamu, wahai para pendurhaka, supaya kamu merenungi dan mengimaninya, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang dan enggan mendengarkannya; kamu berpaling dengan menyombong­kan diri atas kaum mukmin dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya, yaitu Al-Qur’an, pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.", "long": "Ayat selanjutnya menjelaskan bahwa tatkala di dunia telah dibaca-kan kepada mereka ayat-ayat Allah oleh seorang rasul yang diutus kepada mereka, tetapi mereka mendustakannya, memperolok-olokkan dan menghinanya karena kesombongan dan kecongkakan, padahal petunjuk dan ajaran yang dibawanya adalah benar dan sangat bermanfaat bagi mereka kalau mereka mau memperhatikan dan mendengarkannya. Firman Allah:\n\nYang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya. Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar. (al-Mumin/40: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 2740, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0627\u0645\u0650\u0631\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062c\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Mustakbireena bihee saamiran tahjuroon" } }, "translation": { "en": "In arrogance regarding it, conversing by night, speaking evil.", "id": "dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur'an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2740", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2740.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2740.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menolak permintaan tolong mereka, Allah berfirman, “Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami dan tidak pula dapat menghindari siksa Kami. Sesungguhnya ayat-ayat-Ku, yaitu Al-Qur’an, selalu dibacakan kepada kamu, wahai para pendurhaka, supaya kamu merenungi dan mengimaninya, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang dan enggan mendengarkannya; kamu berpaling dengan menyombong­kan diri atas kaum mukmin dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya, yaitu Al-Qur’an, pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa mereka menolak semua ajaran yang dibawa Nabi Muhammad dan menganggap diri mereka lebih mulia daripada-nya karena mereka penguasa, pembela, dan penjaga Baitullah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih mulia dari mereka. Mereka menggunjingkan dan mencela Nabi saw habis-habisan di waktu bersantai di malam hari. Mereka menuduh Nabi sebagai tukang sihir, penyair, tukang tenung, dan lain sebagainya. Tindakan mereka itu tidak benar, karena Muhammad seorang rasul dan Allah akan mengeluarkan orang kafir dari tanah haram karena kejahatan mereka kepada Rasulullah." } } }, { "number": { "inQuran": 2741, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062f\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afalam yaddabbarrul qawla am jaaa'ahum maa lam yaati aabaaa'ahumul awwaleen" } }, "translation": { "en": "Then have they not reflected over the Qur'an, or has there come to them that which had not come to their forefathers?", "id": "Maka tidakkah mereka menghayati firman (Allah), atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2741", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2741.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2741.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka keberpalingan dan perlakukan para pendurhaka itu kepada ayat-ayat Kami sungguh keterlaluan. Tidakkah mereka menggunakan akalnya sehingga dapat menghayati firman Kami, ataukah mereka mendustakan rasul dengan alasan telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu, yaitu risalah kenabian yang tidak dikenal oleh leluhur mereka? Jelas bukan itu alasannya! Risalah Nabi Muhamamd sama dengan risalah nabi-nabi terdahulu (Lihat juga: Surah al-Anbiyà’/21: 25). Ataukah mereka ingkar dengan dalih bahwa mereka tidak mengenal Rasul mereka, yaitu Nabi Muhammad, karena itu mereka mengingkarinya? Ini pun bukanlah alasan yang dapat diterima karena mereka mengenal dengan baik Nabi Muhammad, bahkan mereka mengakui integritasnya dengan menggelarinya “al-Amin”? Atau apakah mereka menolak dakwah Nabi Muhamamd dengan berkata, “Orang itu gila!”? Sungguh, tuduhan itu tidak masuk akal karena mereka tahu pasti Nabi Muhammad adalah orang yang paling lurus akalnya. Sebenarnya, pangkal penolakan adalah karena dia telah datang membawa kebenaran, yaitu Al-Qur’an, kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran karena bertentangan dengan hawa nafsu dan syahwat mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah mencerca perbuatan dan ucapan mereka yang tak sopan dan tak masuk akal itu. Apakah mereka tidak memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an bagaimana indah dan tinggi susunan kata-katanya, padahal mereka mempunyai kesempatan yang luas untuk memperhatikannya. Tidak terdapat di dalam Al-Qur'an itu kelemahan, pertentangan atau sesuatu yang mengurangi nilai sastranya atau merendahkan pengertian yang terdapat di dalamnya. Bahkan Al-Qur'an berisi dalil-dalil dan hujjah-hujjah yang nyata yang tidak dapat dibantah, baik yang terkait dengan dasar-dasar akhlak yang mulia, maupun dengan syariat dan peraturan yang dapat membawa mereka ke derajat yang paling tinggi bila mereka mau mengamalkan dan mematuhinya. Ataukah mereka menganggap kedatangan Muhammad sebagai rasul suatu hal yang mustahil yang belum pernah terjadi pada umat-umat yang terdahulu, padahal mereka mengetahui adanya rasul-rasul yang terdahulu itu dan bagaimana nasib umat-umat yang mengingkari mereka, bahkan mereka melihat sendiri bekas-bekas kehancuran yang ditinggalkan umat-umat yang durhaka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2742, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0646\u0643\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am lam ya'rifoo Rasoolahum fahum lahoo munkiroon" } }, "translation": { "en": "Or did they not know their Messenger, so they are toward him disacknowledging?", "id": "Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2742", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2742.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2742.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka keberpalingan dan perlakukan para pendurhaka itu kepada ayat-ayat Kami sungguh keterlaluan. Tidakkah mereka menggunakan akalnya sehingga dapat menghayati firman Kami, ataukah mereka mendustakan rasul dengan alasan telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu, yaitu risalah kenabian yang tidak dikenal oleh leluhur mereka? Jelas bukan itu alasannya! Risalah Nabi Muhamamd sama dengan risalah nabi-nabi terdahulu (Lihat juga: Surah al-Anbiyà’/21: 25). Ataukah mereka ingkar dengan dalih bahwa mereka tidak mengenal Rasul mereka, yaitu Nabi Muhammad, karena itu mereka mengingkarinya? Ini pun bukanlah alasan yang dapat diterima karena mereka mengenal dengan baik Nabi Muhammad, bahkan mereka mengakui integritasnya dengan menggelarinya “al-Amin”? Atau apakah mereka menolak dakwah Nabi Muhamamd dengan berkata, “Orang itu gila!”? Sungguh, tuduhan itu tidak masuk akal karena mereka tahu pasti Nabi Muhammad adalah orang yang paling lurus akalnya. Sebenarnya, pangkal penolakan adalah karena dia telah datang membawa kebenaran, yaitu Al-Qur’an, kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran karena bertentangan dengan hawa nafsu dan syahwat mereka.", "long": "Ayat ini mempertanyakan apakah mereka tidak mengenal siapa Muhammad, rasul mereka sehingga mereka mengingkarinya. Padahal, mereka mengenal Muhammad sejak kecil, sebagai orang yang baik budi pekerti, paling terpercaya di kalangan mereka, dan keturunan dari Bani Hasyim yang mereka hormati dan segani, sehingga mereka sendiri memberikan julukan terhadapnya dengan al-Amin (seorang yang paling dipercaya). Abu Sufyan sebagai kepala perutusan mereka kepada Kaisar Romawi, ketika ditanya bagaimana sifat-sifat Muhammad, dia menjawab Muhammad berasal dari keturunan keluarga yang mulia, terkenal dengan kebenaran ucapannya dan amanahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2743, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064c \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am yaqooloona bihee jinnnah; bal jaaa'ahum bilhaqqi wa aksaruhum lil haqqi kaarihoon" } }, "translation": { "en": "Or do they say, \"In him is madness?\" Rather, he brought them the truth, but most of them, to the truth, are averse.", "id": "Atau mereka berkata, “Orang itu (Muhammad) gila.” Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2743", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2743.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2743.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka keberpalingan dan perlakukan para pendurhaka itu kepada ayat-ayat Kami sungguh keterlaluan. Tidakkah mereka menggunakan akalnya sehingga dapat menghayati firman Kami, ataukah mereka mendustakan rasul dengan alasan telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu, yaitu risalah kenabian yang tidak dikenal oleh leluhur mereka? Jelas bukan itu alasannya! Risalah Nabi Muhamamd sama dengan risalah nabi-nabi terdahulu (Lihat juga: Surah al-Anbiyà’/21: 25). Ataukah mereka ingkar dengan dalih bahwa mereka tidak mengenal Rasul mereka, yaitu Nabi Muhammad, karena itu mereka mengingkarinya? Ini pun bukanlah alasan yang dapat diterima karena mereka mengenal dengan baik Nabi Muhammad, bahkan mereka mengakui integritasnya dengan menggelarinya “al-Amin”? Atau apakah mereka menolak dakwah Nabi Muhamamd dengan berkata, “Orang itu gila!”? Sungguh, tuduhan itu tidak masuk akal karena mereka tahu pasti Nabi Muhammad adalah orang yang paling lurus akalnya. Sebenarnya, pangkal penolakan adalah karena dia telah datang membawa kebenaran, yaitu Al-Qur’an, kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran karena bertentangan dengan hawa nafsu dan syahwat mereka.", "long": "Penjelasan selanjutnya mengatakan bahwa mereka menganggap Muhammad saw sebagai orang gila yang tidak menyadari semua ucapannya. Sebetulnya, mereka tahu benar bahwa Muhammad tidak gila, dan mengakui bahwa dia adalah seorang yang paling cerdas di antara mereka, seorang cendekiawan yang bijaksana. Mereka sendiri pernah mengangkatnya sebagai hakim yang memutuskan perkara di antara mereka, ketika berselisih tentang siapa yang akan meletakkan hajar aswad di tempatnya semula setelah bangunan Kabah dirombak dan diperbaiki.\n\nPada ayat ini Allah menegaskan bahwa Muhammad adalah pembawa kebenaran dari Tuhannya, bukan seperti yang mereka tuduhkan. Dia mengajak mereka supaya meninggalkan berbagai sembahan dan berhala serta kembali kepada agama tauhid yang murni, agama nenek moyang mereka Nabi Ibrahim. Dia adalah pembawa agama yang mempunyai syariat dan peraturan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. Tetapi kebanyakan mereka benci kepada kebenaran yang dia serukan, karena hati mereka telah tertutup oleh syirik, dosa, dan kedurhakaan. Oleh sebab itu, mereka berpaling dari jalan yang benar, selalu menempuh jalan yang sesat, dan tak dapat lagi memahami kebenaran, bahkan mereka membencinya. Memang ada di antara mereka yang sadar dan insaf, mengakui dalam hatinya bahwa agama yang dibawa Muhammad itu adalah agama yang benar dan baik, tetapi karena takut dicemooh kaumnya yang kafir mereka tidak mau beriman seperti halnya paman Nabi sendiri yaitu Abu Talib. Ia pernah mengatakan, \"Kalau tidak karena takut akan dicerca oleh pemimpin-pemimpin kabilah kami, tentulah kami benar-benar telah menjadi pengikutnya dalam segala hal.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2744, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u064e\u0633\u064e\u062f\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lawit taba'al haqqu ahwaaa'ahum lafasadatis samaawaatu wal ardu wa man feehinnn; bal atainaahum bizikrihim fahum 'an zikrihim mu'ridon" } }, "translation": { "en": "But if the Truth had followed their inclinations, the heavens and the earth and whoever is in them would have been ruined. Rather, We have brought them their message, but they, from their message, are turning away.", "id": "Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2744", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2744.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2744.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya mengisyaratkan bahwa kaum kafir ingin hawa nafsu mereka dituruti. Dengan tegas Allah menolak keinginan itu, “Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka yang penuh kebatilan dan mengabaikan kebenaran, pasti binasalah langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya. Rusaklah keteraturan sistemnya karena kejahatan akan merajalela, penindasan orang yang kuat kepada yang lemah, dan sebagainya. Bahkan, sebenarnya Kami telah memberikan Al-Qur’an yang berisi peringatan, kebanggaan, dan kemuliaan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa kalau Al-Qur'an mengikuti kemauan orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, yang menye-kutukan Allah dan mengatakan bahwa Dia mempunyai anak, serta membenarkan segala perbuatan dosa dan munkar, tentulah dunia ini akan rusak binasa sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nSeandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.(al-Anbiya'/21: 22)\n\nKalau Al-Qur'an membolehkan perbuatan zalim, aniaya, dan mening-galkan keadilan tentu akan terjadi kekacauan dan keguncangan hebat dalam masyarakat. Kalau Al-Qur'an membolehkan pelanggaran hak, perampasan harta sehingga si lemah menjadi santapan yang empuk bagi si kuat, tentulah dunia ini tidak akan aman dan tenteram selama-lamanya. Hal ini telah terbukti pada diri mereka sendiri. Hampir saja masyarakat Arab pada masa Jahiliah rusak binasa, karena tidak mempunyai norma-norma akhlak yang mulia, tidak ada syariat dan peraturan yang mereka patuhi. Mereka hanya membangga-banggakan kekayaan dan kekuatan sehingga untuk memperebutkannya mereka jatuh dalam jurang perselisihan dan peperangan yang tidak habis-habisnya. \n\nAllah kembali menerangkan bahwa Dia telah mengaruniakan kepada mereka sesuatu yang seharusnya menjadi kebanggaan bagi mereka yaitu Al-Qur'an. Mengapa mereka berpaling daripadanya, menolak, menganggap hina, dan memperolok-olokkannya. Kalau mereka sadar dan insaf tentulah mereka tidak akan berbuat seperti itu. Padahal terbukti kemudian bahwa Al-Qur'an itu menjadikan mereka bangsa yang mulia dan mereka bangga karena Al-Qur'an turun pertama kali kepada mereka dan menggunakan bahasa mereka, sesuai dengan firman Allah:\n\nDan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban. (az-Zukhruf/43: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 2745, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0631\u0652\u062c\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e\u0627\u062c\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0632\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am tas'aluhum kharjan fakharaaju Rabbika khairunw wa Huwa khairur raaziqeen" } }, "translation": { "en": "Or do you, [O Muhammad], ask them for payment? But the reward of your Lord is best, and He is the best of providers.", "id": "Atau engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka? Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2745", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2745.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2745.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menyebutkan empat alasan penolakan orang kafir terhadap dakwah Nabi beserta sanggahan atas keempatnya. Pada ayat ini Allah lalu menyebut alasan kelima. Atau-kah mereka menolak dakwahmu, wahai Nabi Muhammad, karena engkau meminta imbalan kepada mereka atas dakwahmu, sedangkan engkau yakin bahwa imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik? Tidak! Engkau tidak pernah berbuat demikian.", "long": "Pada ayat ini Allah mempertanyakan mengapa mereka tidak mau menerima ajaran-ajaran Al-Qur'an padahal Nabi Muhammad tidak pernah meminta kepada mereka imbalan jasa atas penyampaian ajaran Al-Qur'an. Nabi Muhammad menyadari bahwa penyampaian risalah itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya atas perintah Tuhannya. Kalau ada sesuatu yang diharapkannya maka harapan itu tiada lain hanyalah keridaan Allah yang dengan keridaan-Nya ia akan berbahagia dan dengan keridaan Allah itu ia akan mendapat balasan karunia yang tidak akan putus-putusnya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.\" (Saba'/34: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 2746, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa innaka latad'oohum ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And indeed, you invite them to a straight path.", "id": "Dan sesungguhnya engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2746", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2746.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2746.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus. Orang-orang kafir itu menolak seruan Nabi karena mereka tidak meyakini adanya hari Pembalasan. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan yang lurus menuju jalan kesesatan. Tidak ada jalan menuju kebahagiaan selain jalan Allah. Allah mengazab dan membinasakan mereka akibat bersikap keras kepala. Namun, seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka akan tetap pada kekufuran dan kedurhakaan mereka seperti sediakala.", "long": "Kemudian pada ayat ini Allah meyakinkan Nabi Muhammad saw bahwa dia benar-benar seorang rasul yang menyeru kaumnya kepada jalan yang lurus yang membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah menghimbau Muhammad agar tidak terpengaruh dengan kata-kata orang-orang kafir itu yang menghina dan mencemoohkannya. Semua ucapan-ucapan mereka itu adalah bohong belaka yang keluar dari mulut mereka karena dengki dan sakit hati." } } }, { "number": { "inQuran": 2747, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 18, "page": 346, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 138, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627\u0643\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innnal lazeena laa yu'minoona bil Aakhirati 'anis siraati lanaakiboon" } }, "translation": { "en": "But indeed, those who do not believe in the Hereafter are deviating from the path.", "id": "Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan (yang lurus)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2747", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2747.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2747.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus. Orang-orang kafir itu menolak seruan Nabi karena mereka tidak meyakini adanya hari Pembalasan. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan yang lurus menuju jalan kesesatan. Tidak ada jalan menuju kebahagiaan selain jalan Allah. Allah mengazab dan membinasakan mereka akibat bersikap keras kepala. Namun, seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka akan tetap pada kekufuran dan kedurhakaan mereka seperti sediakala.", "long": "Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa orang-orang yang tidak mau beriman itu dan tidak percaya kepada hari akhirat, benar-benar telah menyimpang dari jalan yang benar. Kepada mereka telah diberikan berbagai alasan dan perumpamaan yang jelas. Seandainya mereka mau mendengarkan dan memikirkannya tentulah mereka akan sadar dan kembali kepada kebenaran. Tetapi hati dan pikiran mereka telah ditutupi oleh kesombongan, kedurhakaan dan perbuatan dosa yang selalu mereka lakukan. Mereka tidak berhak sama sekali atas rahmat dan kasih sayang Allah karena semua perbuatan baik tidak ada gunanya sama sekali buat orang-orang yang bersifat demikian." } } }, { "number": { "inQuran": 2748, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0636\u064f\u0631\u0651\u064d \u0644\u0651\u064e\u0644\u064e\u062c\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0637\u064f\u063a\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law rahimnaahum wa kashafnaa maa bihim min durril lalajjoo fee tughyaanihim ya'mahoon" } }, "translation": { "en": "And even if We gave them mercy and removed what was upon them of affliction, they would persist in their transgression, wandering blindly.", "id": "Dan seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2748", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2748.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2748.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus. Orang-orang kafir itu menolak seruan Nabi karena mereka tidak meyakini adanya hari Pembalasan. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan yang lurus menuju jalan kesesatan. Tidak ada jalan menuju kebahagiaan selain jalan Allah. Allah mengazab dan membinasakan mereka akibat bersikap keras kepala. Namun, seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka akan tetap pada kekufuran dan kedurhakaan mereka seperti sediakala.", "long": "Ayat ini mengatakan bahwa walaupun Allah memberi rahmat kepada mereka dan menyingkirkan bahaya yang mengancam, mereka tetap tidak akan mensyukuri rahmat itu, bahkan mereka akan bertambah durhaka dan tetap akan melakukan maksiat dan kezaliman. Tidak ada satu kebaikan pun yang dapat diharapkan dari mereka. Bahkan, sebagaimana dijelaskan Al-Qur'an, di akhirat nanti setelah melihat dahsyatnya siksaan yang akan ditimpakan kepada diri mereka, kemudian permintaan mereka untuk dikembalikan ke dunia dikabulkan guna memperbaiki kesalahan mereka, namun mereka akan tetap juga melakukan maksiat dan akan tetap juga menjadi orang-orang yang ingkar dan durhaka. Allah berfirman pada ayat lain:\n\nDan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, \"Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.\" Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta. (al-An'am/6: 27-28)" } } }, { "number": { "inQuran": 2749, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0636\u064e\u0631\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad akhaznaahum bil'azaabi famastakaanoo li Rabbihim wa maa yatadarra'oon" } }, "translation": { "en": "And We had gripped them with suffering [as a warning], but they did not yield to their Lord, nor did they humbly supplicate, [and will continue thus]", "id": "Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2749", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2749.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2749.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan semenjana kepada mereka, seperti penyakit, kelaparan, dan lainnya, tetapi mereka tetap tidak mau tunduk kepada Tuhannya yang telah berbuat baik kepada mereka; dan tidak juga mereka mau merendahkan diri untuk bertobat dari kedurhakaan mereka. Sehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, saat itulah mereka bingung, takut, dan seketika itu juga mereka menjadi putus asa karena tidak menemukan jalan untuk melarikan diri.", "long": "Allah telah menimpakan azab kepada mereka pada Perang Badar sehingga banyak pemimpin dan pembesar mereka yang mati terbunuh tetapi mereka tak pernah tunduk kepada Allah dan tak pernah patuh mengikuti ajaran dan perintah-Nya. Mereka tidak pernah mau berendah hati kepada-Nya, bahkan tetap sombong dan takabur dan tidak pernah berhenti melakukan kezaliman dan perbuatan dosa. Mereka bertambah sesat dan bertambah giat memerangi agama Allah sehingga mereka menyiapkan tentara dan alat-alat perang yang lebih banyak dan lebih besar lagi untuk memerangi Rasulullah. Allah berfirman:\n\nTetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan. (al-Anam/6:43)" } } }, { "number": { "inQuran": 2750, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 298, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0628\u0652\u0644\u0650\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa fatahnaa 'alaihim baaban zaa 'azaabin shadeedin izaa hum feehi mublisoon" } }, "translation": { "en": "Until when We have opened before them a door of severe punishment, immediately they will be therein in despair.", "id": "Sehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, seketika itu mereka menjadi putus asa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2750", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2750.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2750.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan semenjana kepada mereka, seperti penyakit, kelaparan, dan lainnya, tetapi mereka tetap tidak mau tunduk kepada Tuhannya yang telah berbuat baik kepada mereka; dan tidak juga mereka mau merendahkan diri untuk bertobat dari kedurhakaan mereka. Sehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, saat itulah mereka bingung, takut, dan seketika itu juga mereka menjadi putus asa karena tidak menemukan jalan untuk melarikan diri.", "long": "Sebenarnya mereka yang telah jauh tersesat dari jalan yang benar itu tidak akan sadar dan insaf kecuali bila datang hari Kiamat, dan dibukakan untuk mereka pintu siksaan yang berat. Pada waktu itulah baru mereka menyesal dan mengharapkan ampunan dari Allah, tetapi saat itu bukanlah saat untuk bertobat. Penyesalan mereka tak ada gunanya lagi dan tobat mereka pun tidak akan diterima. Mereka pasti dijerumuskan ke dalam neraka sebagai balasan atas keingkaran dan kedurhakaan mereka di dunia sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nYang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). (Dikatakan kepada mereka), \"Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.\" (al-Mu'min/40: 75-76)" } } }, { "number": { "inQuran": 2751, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064e \u06da \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazeee ansha a-lakumus sam'a wal absaara wal af'idah; qaleelam maa tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And it is He who produced for you hearing and vision and hearts; little are you grateful.", "id": "Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2751", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2751.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2751.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan penyebutan anugerah-anugerah pada ayat-ayat sebelumnya, Allah menyatakan sebagai berikut, Wahai manusia, bagaimana kamu mengingkari dan mendurhakai Allah, sedang Dia-lah yang telah menciptakan bagimu pendengaran agar kamu mendengar kebenaran, penglihatan agar kamu mengamati tanda-tanda kebesaran Allah, dan hati nurani agar kamu dapat berpikir lalu beriman dan bersyukur kepada Allah, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur. Dan Dia-lah juga yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan di akhirat nanti untuk menerima balasan.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah mengaruniakan kepada manusia pendengaran, pengelihatan dan hati nurani. Sekiranya manusia mau memperhatikan dan memikirkan karunia Allah tersebut, niscaya dia akan mengakui betapa besarnya nikmat Allah yang amat ajaib itu, betapa teliti dan halusnya ciptaan-Nya. Telinga yang tampak amat sederhana bentuknya dapat menangkap berbagai macam suara yang berbeda-beda. Suara binatang, burung-burung, suara yang terjadi pada alam sekitar seperti suara angin yang menderu, suara petir yang mengguntur dan beraneka ragam suara yang ditimbulkan oleh peradaban manusia seperti suara kendaraan dan mesin-mesin, suara musik yang mengalun, dan suara yang merdu. Telinga dapat membedakan suara itu satu per satu sehingga manusia dapat menentukan sikap terhadap apa yang didengarnya. Mata dapat menangkap cahaya dan bentuk sesuatu, dapat membedakan berbagai macam warna, dapat melihat keindahan alam, dapat menyelidiki mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya. Kemudian hati yang dapat merasakan dan menghayati berbagai macam perasaan, meneliti setiap kejadian, dan mengambil kesimpulan darinya untuk menentukan sikap terhadapnya. Kalau manusia benar-benar mempergunakan ketiga nikmat itu sebaik-baiknya tentulah dia akan mendapat manfaat yang banyak sekali dan akhirnya mereka sampai kepada kesimpulan bahwa pemberi nikmat dan karunia itu adalah Mahaluas ilmu-Nya. Mahakuasa atas segala sesuatu, Dia patut dipuji dan disyukuri atas segala anugerah-Nya itu. Tetapi ternyata sedikit sekali manusia yang sampai kepada derajat itu. Seperti yang difirmankan Allah:\n\nDan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka. (al-Ahqaf/46: 26)\n\nAllah menjelaskan kepada Nabi Muhammad sikap kebanyakan manusia yang tidak mau bersyukur kepada-Nya, seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Yusuf/12:103)" } } }, { "number": { "inQuran": 2752, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0630\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee zara akum fil ardi wa ilaihi tuhsharoon" } }, "translation": { "en": "And it is He who has multiplied you throughout the earth, and to Him you will be gathered.", "id": "Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2752", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2752.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2752.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan penyebutan anugerah-anugerah pada ayat-ayat sebelumnya, Allah menyatakan sebagai berikut, Wahai manusia, bagaimana kamu mengingkari dan mendurhakai Allah, sedang Dia-lah yang telah menciptakan bagimu pendengaran agar kamu mendengar kebenaran, penglihatan agar kamu mengamati tanda-tanda kebesaran Allah, dan hati nurani agar kamu dapat berpikir lalu beriman dan bersyukur kepada Allah, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur. Dan Dia-lah juga yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan di akhirat nanti untuk menerima balasan.", "long": "Di antara karunia Allah kepada manusia ialah menciptakan manusia dengan sempurna, dibekali dengan pendengaran, penglihatan dan mata hati dan potensi lainnya sehingga dia dapat memanfaatkan semua yang diciptakan Allah di bumi dan di langit yang memang diciptakan oleh Allah untuk manusia sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nDialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu. (al- Baqarah/2: 29)\n\nDan firman-Nya:\n\nTidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. (Luqman/31: 20)\n\nDia menciptakan manusia lengkap dengan indera, potensi dan kecenderungan serta hati nurani agar dia benar-benar bisa menjadi khalifah di bumi. Tak ada makhluk di bumi ini yang lebih sempurna penciptaannya daripada manusia seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nSungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, (at-Tin/95: 4)\n\nDengan keistimewaan itu manusia harus bersyukur kepada Penciptanya dengan memanfaatkan karunianya itu dengan sebaik-baiknya, beramal dan bekerja untuk kemaslahatan dunia dan akhiratnya. Karena nanti Allah akan mengumpulkan manusia seluruhnya di padang Mahsyar untuk menerima perhitungan amal perbuatannya selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2753, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee yuhyee wa yumeetu wa lahukh tilaaful laili wannahaar; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "And it is He who gives life and causes death, and His is the alternation of the night and the day. Then will you not reason?", "id": "Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang. Tidakkah kamu mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2753", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2753.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2753.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya kuasa untuk menciptakan dan mengembangbiakkan makhluk hidup, Allah kuasa pula untuk menghidupkan dan mematikan mereka. Dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan makhluk hidup, termasuk manusia, dan Dia-lah juga yang mengatur pergantian malam dan siang serta perbedaan keduanya. Tidakkah kamu mengerti dan memahami ciptaan Allah serta memikirkan kekuasaan-Nya?", "long": "Di antara karunia Allah ialah menghidupkan dan mematikan, manusia tidak akan dapat menikmati kehidupan dunia kalau Allah tidak mengaruniakan roh kepadanya. Dengan adanya roh di dalam jasadnya barulah manusia dapat berusaha, berikhtiar dan berpikir untuk mencapai apa yang diinginkan dan dicita-citakannya. Tidak ada yang mengetahui rahasia hidup mati ini kecuali Allah. Telah berabad-abad bahkan beribu tahun manusia berusaha untuk mengetahui rahasia roh ini agar dia dapat hidup selamanya, tetapi sampai sekarang tidak ada seorang ilmuwan pun yang sanggup mengungkap rahasia itu. Karena soal roh itu adalah rahasia yang gaib yang tidak diketahui kecuali oleh Allah sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, \"Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.\" (al-Isra'/17: 85)\n\nSelanjutnya Dialah yang menjadikan pergantian antara malam dan siang. Malam dijadikan waktu untuk istirahat dan siang dijadikan waktu untuk berusaha dan bekerja. Dapat dibayangkan bagaimana jadinya dunia ini kalau yang ada hanya siang saja, demikian pula sebaliknya. Mungkin dunia ini dan segala makhluk yang ada di atasnya akan mati terbakar karena selalu ditimpa terik matahari yang amat panas atau mungkin dunia ini akan mati dengan segala isinya kalau yang ada hanya malam saja sepanjang waktu, karena tidak ada matahari yang menjadi sumber energi dan menjadi sebab hidupnya makhluk di dunia ini. Allah menegur sikap dan tindakan manusia yang tidak mau mengingat betapa besar karunia-Nya kepada mereka. Mengapa mereka tidak memikirkan dan memperhatikannya, agar mereka bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya atas segala nikmat dan karunia-Nya itu?" } } }, { "number": { "inQuran": 2754, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal qaaloo misla maa qaalal awwaloon" } }, "translation": { "en": "Rather, they say like what the former peoples said.", "id": "Bahkan mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2754", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2754.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2754.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir enggan memikirkan fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah, bahkan mereka mengikuti jejak para pendurhaka terdahulu. Mereka mengingkari hari Kebangkitan dan mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, dan kaum-kaum sesudahnya. Mereka berkata untuk menolak adanya hari Kebangkitan, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? Tidak! Itu tidak mungkin. Sungguh, yang demikian ini, yaitu ancaman dan siksa pada hari Kebangkitan, sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu oleh orang-orang yang mengaku rasul. Ini hanyalah mitos dan dongeng orang-orang terdahulu belaka!”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan keingkaran orang-orang kafir Mekah itu sehingga mereka mengulang kembali apa yang diucapkan oleh orang-orang kafir dahulu seakan-akan mata mereka telah buta, telinga mereka telah tuli dan hati mereka telah terkunci mati untuk memperhatikan dan memikirkan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Muhammad saw, yang tidak dapat mereka bantah lagi. Mereka mengatakan bahwa hari kebangkitan itu hanyalah omong kosong belaka yang selalu diada-adakan oleh Nabi Muhammad dan para rasul sebelumnya. Semenjak dahulu kala telah ada nabi-nabi dan rasul-rasul yang mengucapkan kata-kata seperti yang diucapkan Muhammad, tetapi nyatanya sampai sekarang telah berlalu masa yang demikian panjang hari Kiamat dan hari kebangkitan itu belum juga datang. \n\nAllah menggambarkan ucapan nenek moyang mereka tentang hari kebangkitan dengan firman-Nya:\n\nSungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!\" (al-Mu'minun/23: 83" } } }, { "number": { "inQuran": 2755, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo 'a-izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa 'izaaman 'a-innaa lamab 'oosoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"When we have died and become dust and bones, are we indeed to be resurrected?", "id": "Mereka berkata, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2755", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2755.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2755.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir enggan memikirkan fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah, bahkan mereka mengikuti jejak para pendurhaka terdahulu. Mereka mengingkari hari Kebangkitan dan mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, dan kaum-kaum sesudahnya. Mereka berkata untuk menolak adanya hari Kebangkitan, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? Tidak! Itu tidak mungkin. Sungguh, yang demikian ini, yaitu ancaman dan siksa pada hari Kebangkitan, sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu oleh orang-orang yang mengaku rasul. Ini hanyalah mitos dan dongeng orang-orang terdahulu belaka!”", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bagaimana mereka mengulang-ulang ucapan nenek moyang mereka dahulu. Jika mereka sudah mati dan tulang belulang hancur luluh menjadi tanah, apakah mereka akan dibangkitkan kembali? Menurut mereka, ini adalah suatu hal yang mustahil dan tak mungkin terjadi, karena sampai sekarang belum ada seorang pun nenek moyang mereka yang telah mati dan menjadi tanah itu dapat hidup kembali. Ucapan mereka ini sangat keliru." } } }, { "number": { "inQuran": 2756, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0648\u064f\u0639\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad wu'idnaa nahnu wa aabaaa'unaa haazaa min qablu in haazaaa illaaa asaateerul awwaleen" } }, "translation": { "en": "We have been promised this, we and our forefathers, before; this is not but legends of the former peoples.\"", "id": "Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2756", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2756.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2756.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir enggan memikirkan fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah, bahkan mereka mengikuti jejak para pendurhaka terdahulu. Mereka mengingkari hari Kebangkitan dan mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, dan kaum-kaum sesudahnya. Mereka berkata untuk menolak adanya hari Kebangkitan, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? Tidak! Itu tidak mungkin. Sungguh, yang demikian ini, yaitu ancaman dan siksa pada hari Kebangkitan, sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu oleh orang-orang yang mengaku rasul. Ini hanyalah mitos dan dongeng orang-orang terdahulu belaka!”", "long": "Ayat ini menjelaskan bagaimana orang-orang kafir itu menghina dan memperolok-olokkan Muhammad dengan mengatakan bahwa mereka sudah diberi janji yang tidak ada kebenarannya sama sekali sebagaimana kepada nenek moyang mereka yang telah dijanjikan seperti janji-janji Muhammad ini, tetapi tak ada satu pun janji-janji para rasul yang terdahulu itu yang telah terbukti. Bagaimana mereka akan percaya dan menerima saja ucapan-ucapan Muhammad yang telah gila itu yang tak ada buktinya sama sekali dan mungkin ucapan-ucapannya itu hanya dongengan orang dahulu kala. Pada ayat-ayat lain terdapat penjelasan mengenai ucapan-ucapan mereka beserta bantahan dan penolakan terhadap ucapan-ucapan itu seperti firman Allah:\n\n(Orang-orang kafir) berkata, \"Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?\" Mereka berkata, \"Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.\" Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (an-Nazi'at/79: 10-14)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)\n\nDan firman-Nya:\n\nAdakah dia menjanjikan kepada kamu, bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, sesungguhnya kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu)? Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu, (kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi), Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kita tidak akan mempercayainya. (al-Mu'minun/23: 35-38)" } } }, { "number": { "inQuran": 2757, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul limanil ardu wa man feehaaa in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"To whom belongs the earth and whoever is in it, if you should know?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2757", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2757.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2757.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Wahai Nabi Muhammad! Katakanlah kepada orang-orang yang keras kepala dan mengingkari hari Kiamat, \"Milik siapakah bumi dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?\" Pasti mereka akan menjawab dengan spontan, \"Milik Allah.\" Katakanlah, \"Jika demikian maka apakah kamu tidak ingat dan sadar bahwa Tuhan yang memiliki sifat dan kekuasaan demikian pasti mudah bagi-Nya untuk membangkitkan manusia setelah mati?”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw supaya menanyakan kepada orang-orang kafir yang mengatakan bahwa tidak mungkin Allah kuasa menghidupkan kembali orang yang telah mati sedang tulang belulangnya telah remuk menjadi tanah dan tak mungkin Dia mengumpulkan mereka di padang Mahsyar nanti. Siapakah yang memiliki bumi dan segala yang ada padanya? Orang-orang kafir diminta untuk menjawab pertanyaan ini. Pada dasarnya mereka akan menjawab bahwa pemiliknya dan yang berkuasa atasnya ialah Allah, karena demikianlah kepercayaan nenek moyang mereka. Hanya mereka telah jauh menyimpang dari agama tauhid yang murni dan akidah mereka telah dikotori kepercayaan yang tidak benar dan menyesatkan. Oleh sebab itu, Allah mengemukakan pertanyaan ini kepada mereka seakan-akan mereka tidak mengetahuinya sama sekali atau telah melupakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2758, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sa-yaqooloona lillaah; qul afalaa tazakkkaroon" } }, "translation": { "en": "They will say, \"To Allah.\" Say, \"Then will you not remember?\"", "id": "Mereka akan menjawab, “Milik Allah.” Katakanlah, “Maka apakah kamu tidak ingat?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2758", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2758.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2758.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Wahai Nabi Muhammad! Katakanlah kepada orang-orang yang keras kepala dan mengingkari hari Kiamat, \"Milik siapakah bumi dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?\" Pasti mereka akan menjawab dengan spontan, \"Milik Allah.\" Katakanlah, \"Jika demikian maka apakah kamu tidak ingat dan sadar bahwa Tuhan yang memiliki sifat dan kekuasaan demikian pasti mudah bagi-Nya untuk membangkitkan manusia setelah mati?”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw supaya menanyakan kepada orang-orang kafir yang mengatakan bahwa tidak mungkin Allah kuasa menghidupkan kembali orang yang telah mati sedang tulang belulangnya telah remuk menjadi tanah dan tak mungkin Dia mengumpulkan mereka di padang Mahsyar nanti. Siapakah yang memiliki bumi dan segala yang ada padanya? Orang-orang kafir diminta untuk menjawab pertanyaan ini. Pada dasarnya mereka akan menjawab bahwa pemiliknya dan yang berkuasa atasnya ialah Allah, karena demikianlah kepercayaan nenek moyang mereka. Hanya mereka telah jauh menyimpang dari agama tauhid yang murni dan akidah mereka telah dikotori kepercayaan yang tidak benar dan menyesatkan. Oleh sebab itu, Allah mengemukakan pertanyaan ini kepada mereka seakan-akan mereka tidak mengetahuinya sama sekali atau telah melupakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2759, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0652\u0639\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Qul mar Rabbus samaawaatis sab'i wa Rabbul 'Arshil 'Azeem" } }, "translation": { "en": "Say, \"Who is Lord of the seven heavens and Lord of the Great Throne?\"", "id": "Katakanlah, “Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki ‘Arsy yang agung?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2759", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2759.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2759.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, “Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki ‘Arsy yang agung?” Mereka pasti juga akan menjawab, “Milik Allah.” Katakanlah, “Jika kamu mengakui hal itu maka mengapa kamu tidak bertakwa dan berusaha menghindari siksa-Nya dengan menaati ajaran-Nya?”", "long": "Kemudian Allah memerintahkan pula agar Nabi Muhammad saw menanyakan kembali kepada mereka, bahwa siapakah yang mencipta-kan langit yang tujuh dan yang menciptakan 'arsy yang besarnya meliputi langit dan bumi sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\n\"Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.\" (al-Baqarah/2: 255)\n\nSiapakah yang mengatur dan mengurusnya sehingga segalanya berjalan menurut aturan yang demikian teliti dan baik. Allah menetapkan langsung jawaban atas pertanyaan ini karena pastilah jawaban orang-orang kafir ini sama yaitu pencipta itu semua adalah Allah Yang memiliki dan menguasainya. Tidak akan ada jawaban mereka selain itu karena itulah pada dasarnya kepercayaan mereka. Hanya saja mereka di samping mengakui kekuasaan Allah mereka menyembah pula sembahan-sembahan seperti berhala dan sebagainya. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada mereka, \"Kalau benar Allah yang menciptakan langit yang tujuh dan menciptakan 'arsy yang mahabesar, dan Allah-lah yang mengatur dan mengurusnya, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya dan tidak mau mengikuti ajaran dan perintah-Nya? Kenapa kamu tetap saja menyembah berhala, sedang penyembahan selain Allah itu sangat dimurkai oleh-Nya?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2760, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sa yaqooloona lillaah; qul afalaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "They will say, \"[They belong] to Allah.\" Say, \"Then will you not fear Him?\"", "id": "Mereka akan menjawab, “(Milik) Allah.” Katakanlah, “Maka mengapa kamu tidak bertakwa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2760", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2760.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2760.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, “Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki ‘Arsy yang agung?” Mereka pasti juga akan menjawab, “Milik Allah.” Katakanlah, “Jika kamu mengakui hal itu maka mengapa kamu tidak bertakwa dan berusaha menghindari siksa-Nya dengan menaati ajaran-Nya?”", "long": "Kemudian Allah memerintahkan pula agar Nabi Muhammad saw menanyakan kembali kepada mereka, bahwa siapakah yang mencipta-kan langit yang tujuh dan yang menciptakan 'arsy yang besarnya meliputi langit dan bumi sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\n\"Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.\" (al-Baqarah/2: 255)\n\nSiapakah yang mengatur dan mengurusnya sehingga segalanya berjalan menurut aturan yang demikian teliti dan baik. Allah menetapkan langsung jawaban atas pertanyaan ini karena pastilah jawaban orang-orang kafir ini sama yaitu pencipta itu semua adalah Allah Yang memiliki dan menguasainya. Tidak akan ada jawaban mereka selain itu karena itulah pada dasarnya kepercayaan mereka. Hanya saja mereka di samping mengakui kekuasaan Allah mereka menyembah pula sembahan-sembahan seperti berhala dan sebagainya. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada mereka, \"Kalau benar Allah yang menciptakan langit yang tujuh dan menciptakan 'arsy yang mahabesar, dan Allah-lah yang mengatur dan mengurusnya, mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya dan tidak mau mengikuti ajaran dan perintah-Nya? Kenapa kamu tetap saja menyembah berhala, sedang penyembahan selain Allah itu sangat dimurkai oleh-Nya?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2761, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0648\u062a\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062c\u0650\u064a\u0631\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0631\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul mam bi yadihee malakootu kulli shai'inw wa Huwa yujeeru wa laa yujaaru 'alaihi in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"In whose hand is the realm of all things - and He protects while none can protect against Him - if you should know?\"", "id": "Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab-Nya), jika kamu mengetahui?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2761", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2761.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2761.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad! pengingkaran orang-orang kafir itu sama sekali tidak berdasar, maka katakanlah kepada mereka, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, memelihara, dan memenangkan siapa yang dikehendaki-Nya, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya apabila Allah sudah menetapkan siksa baginya? Jawablah pertanyaan itu jika kamu mengetahui?” Mereka pasti akan menjawab, “Milik Allah.” Maka, jelas sudah apa yang sebenarnya ada di benak mereka. Katakanlah lagi, “Bila demikian maka bagaimana kamu sampai tertipu oleh hawa nafsu dan bujukan setan untuk mendurhakai-Nya dan meyakini hari Kebangkitan tidak akan terjadi?”", "long": "Lalu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad menanyakan pula kepada mereka, siapakah yang menguasai segala sesuatu dan mengaturnya. Yang di tangan-Nya terletak kekuasaan mutlak. Bila Allah melindungi seseorang, tak ada satu kekuasaan pun yang dapat menimpakan malapetaka atasnya atau membinasakannya. Sebaliknya bila Dia hendak menimpakan bahaya kepada seseorang tak ada pula satu kekuatan pun yang dapat melindungi orang itu. Siapakah yang mempunyai sifat demikian Yang Mahakuasa lagi Maha Perkasa? Rasul meminta orang-orang kafir itu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini jika mereka benar-benar mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 2762, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 18, "page": 347, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0633\u0652\u062d\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sa yaqooloona lillaah; qul fa annaa tus haroon" } }, "translation": { "en": "They will say, \"[All belongs] to Allah.\" Say, \"Then how are you deluded?\"", "id": "Mereka akan menjawab, “(Milik) Allah.” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka bagaimana kamu sampai tertipu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2762", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2762.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2762.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad! pengingkaran orang-orang kafir itu sama sekali tidak berdasar, maka katakanlah kepada mereka, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, memelihara, dan memenangkan siapa yang dikehendaki-Nya, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya apabila Allah sudah menetapkan siksa baginya? Jawablah pertanyaan itu jika kamu mengetahui?” Mereka pasti akan menjawab, “Milik Allah.” Maka, jelas sudah apa yang sebenarnya ada di benak mereka. Katakanlah lagi, “Bila demikian maka bagaimana kamu sampai tertipu oleh hawa nafsu dan bujukan setan untuk mendurhakai-Nya dan meyakini hari Kebangkitan tidak akan terjadi?”", "long": "Mereka pasti akan menjawab bahwa yang demikian itu sifatnya adalah Allah semata. Oleh sebab itu, Allah memastikan bahwa mereka akan menjawab seperti itu dan memerintahkan kepada Nabi untuk menanyakan kembali kepada mereka. Kalau mereka mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa, mengapa mereka sampai tertipu dan berpaling dari agama tauhid dan selalu menentang Allah dan durhaka kepada-Nya? Dengan menyembah berhala atau lainnya seakan-akan mereka telah kena sihir dan pikiran mereka tak dapat mempercayai lagi sehingga akidah mereka menjadi kacau balau, mencampur aduk yang benar dengan yang salah, sehingga mereka mempersekutukan Allah dengan lain-Nya. Padahal Allah tidak akan membenarkan tindakan mereka itu bahkan sangat murka." } } }, { "number": { "inQuran": 2763, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal atainaahum bil haqqi wa innahum lakaaziboon" } }, "translation": { "en": "Rather, We have brought them the truth, and indeed they are liars.", "id": "Padahal Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mere-ka benar-benar pendusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2763", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2763.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2763.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Padahal, Kami melalui para rasul yang Kami utus telah membawa kebenaran yang mutlak, sempurna, dan tidak mengandung keraguan apalagi kebatilan, kepada mereka, yaitu orang-orang kafir itu, tetapi mereka benar-benar pendusta.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan kepada orang-orang kafir itu, karena semua pertanyaan yang dikemukakan kepada mereka mengenai Allah sebagai Pencipta, Pemilik dan Pengatur segalanya, mereka jawab dengan jawaban yang benar dan positif, bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk memperbaiki dan meluruskan akidah mereka yang telah sesat, adalah benar dan tuduhan-tuduhan yang mereka kemukakan terhadap Muhammad dan Al-Qur'an yang dibawanya adalah keliru dan bohong. Al-Qur'an bukanlah dongengan-dongengan orang dahulu, tetapi benar-benar wahyu dan petunjuk dari Allah Yang Maha Pencipta, Mahakuasa dan Yang Mengatur segala sesuatu, baik di bumi maupun di langit dengan hikmat dan kebijaksanaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2764, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u06da \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Mat takhazal laahu minw waladinw wa maa kaana ma'ahoo min ilaah; izal lazahaba kullu ilaahim bimaa khalaqa wa la'alaa ba'duhum 'alaa ba'd; Subhaannal laahi 'ammaa yasifoon" } }, "translation": { "en": "Allah has not taken any son, nor has there ever been with Him any deity. [If there had been], then each deity would have taken what it created, and some of them would have sought to overcome others. Exalted is Allah above what they describe [concerning Him].", "id": "Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2764", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2764.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2764.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu kedustaan kaum kafir terhadap Allah adalah menuduh Allah memiliki sekutu dan anak; suatu tuduhan yang Allah bantah melalui ayat ini. Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan pencipta dan penguasa alam raya yang lain bersama-Nya. Sekiranya tuhan lebih dari satu, maka masing-masing tuhan itu pasti akan membawa apa, yakni makhluk, yang diciptakannya untuk diaturnya sendiri, dan sebagian dari tuhan-tuhan yang kuat akan mengalahkan sebagian tuhan yang lain yang lebih lemah. Dia berbuat demikian untuk memperluas kekuasaan-Nya, seperti halnya yang terjadi pada para penguasa di dunia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu. Sifat-sifat yang kaum kafir lekatkan kepada Allah bertentangan dengan kebenaran.", "long": "Ayat ini menolak dakwaan kaum musyrik bahwa para malaikat itu adalah putri-putri Allah dengan menerangkan bahwa Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, karena Dia Mahakaya, Mahakuasa dan Mahakekal, tidak memerlukan keturunan seperti halnya manusia. Manusia memang banyak memerlukan anak yang akan melanjutkan keturunannya, dan bila dia sudah tua dan tidak berdaya lagi maka anak-anaknya itulah yang akan membantu dan menolongnya. Dan bila dia mati maka anak-anaknya pulalah yang akan melanjutkan usaha dan profesinya dan mengangkat namanya di kalangan masyarakatnya. Allah Yang Mahakuasa, Mahakaya dan Mahakekal tidak memerlukan semua itu.\n\nAllah tidak ditimpa kelelahan karena Dia Mahakuat, tidak akan ditimpa kematian karena Dia Mahakekal, Dia tidak akan ditimpa kemiskinan karena Dia Mahakaya, milik-Nyalah semua yang ada di langit dan di bumi. Alangkah bodohnya kaum musyrikin yang menyamakan Allah dengan manusia yang amat lemah dan miskin, atau kalau mereka tidak bodoh maka mereka adalah pendusta besar karena yang diucapkannya itu bertentangan sama sekali dengan pikiran orang-orang berakal.\n\nSungguh amat lemah pikiran orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak atau mempunyai sekutu. Mahasuci Allah dari segala anggapan dan tuduhan yang tidak masuk akal itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2765, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 299, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Aalimil Ghaibi wash shahhaadati fata'aalaa 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "[He is] Knower of the unseen and the witnessed, so high is He above what they associate [with Him].", "id": "(Dialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi (Allah) dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2765", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2765.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2765.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Tuhan yang mengetahui semua yang gaib dari pandangan manusia dan semua yang tampak. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan seperti kepercayaan kaum musyrik tersebut.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Yang Mahatahu segala yang gaib yang tidak dapat dilihat dan dirasakan dengan panca indera, Maha Mengetahui segala yang tampak dan nyata dan dapat dilihat dan dirasakan. Apapun yang terjadi di alam ini baik alam langit ataupun alam bumi semuanya terjadi dengan sepengetahuan-Nya, tak ada yang besar maupun yang kecil kecuali ada dalam ilmu-Nya yang Mahaluas, seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan tidakkah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). (Yunus/10: 61)\n\nDemikianlah luas dan mencakupnya ilmu Allah. Mahasuci Allah dari segala tuduhan orang kafir yang mengatakan bahwa Dia mempunyai anak dan sekutu." } } }, { "number": { "inQuran": 2766, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qur Rabbi immmaa turiyannee maa yoo'adoon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"My Lord, if You should show me that which they are promised,", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku apa (azab) yang diancamkan kepada mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2766", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2766.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2766.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kezaliman kaum musyrik dengan menolak kebenaran itu meng-undang datangnya siksa Allah. Allah lalu mengajari Nabi doa berikut. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku sebelum kematianku azab yang diancamkan kepada mereka, Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku termasuk dalam golongan orang-orang zalim, dan jauhkanlah aku dari mereka.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar berdoa memohon kepada-Nya supaya dijauhkan dari orang-orang kafir yang aniaya itu bila Dia hendak mengazab mereka, jangan dibinasakan bersama mereka, agar diselamatkan dari siksaan dan kemurkaan-Nya, dan menjadikannya golongan orang yang diridai. Perintah supaya berdoa seperti ini diajarkan Allah karena musibah dan malapetaka yang ditimpakan Allah kepada orang-orang durhaka dan aniaya kadang-kadang juga menimpa orang-orang yang tidak bersalah, karena mereka hidup bersama dalam masyarakat atau suatu negara. Ini sesuai dengan firman Allah:\n\nDan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.\n\n(al-Anfal/8: 25)\n\nMenurut riwayat Imam Ahmad dan at-Tirmidzi doa Nabi Muhammad saw dalam hal ini berbunyi:\n\nAllah) apabila Engkau hendak menimpa siksaan kepada kaum (yang aniaya) maka wafatkan aku dalam keadaan tidak ikut disiksa. (Riwayat Ahmad dan at-Tirmid" } } }, { "number": { "inQuran": 2767, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbi falaa taj'alnee fil qawmiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "My Lord, then do not place me among the wrongdoing people.\"", "id": "Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam golongan orang-orang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2767", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2767.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2767.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kezaliman kaum musyrik dengan menolak kebenaran itu meng-undang datangnya siksa Allah. Allah lalu mengajari Nabi doa berikut. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku sebelum kematianku azab yang diancamkan kepada mereka, Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku termasuk dalam golongan orang-orang zalim, dan jauhkanlah aku dari mereka.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar berdoa memohon kepada-Nya supaya dijauhkan dari orang-orang kafir yang aniaya itu bila Dia hendak mengazab mereka, jangan dibinasakan bersama mereka, agar diselamatkan dari siksaan dan kemurkaan-Nya, dan menjadikannya golongan orang yang diridai. Perintah supaya berdoa seperti ini diajarkan Allah karena musibah dan malapetaka yang ditimpakan Allah kepada orang-orang durhaka dan aniaya kadang-kadang juga menimpa orang-orang yang tidak bersalah, karena mereka hidup bersama dalam masyarakat atau suatu negara. Ini sesuai dengan firman Allah:\n\nDan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.\n\n(al-Anfal/8: 25)\n\nMenurut riwayat Imam Ahmad dan at-Tirmidzi doa Nabi Muhammad saw dalam hal ini berbunyi:\n\nAllah) apabila Engkau hendak menimpa siksaan kepada kaum (yang aniaya) maka wafatkan aku dalam keadaan tidak ikut disiksa. (Riwayat Ahmad dan at-Tirmid" } } }, { "number": { "inQuran": 2768, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innaa 'alaaa an nuriyaka maa na'iduhum laqaadiroon" } }, "translation": { "en": "And indeed, We are able to show you what We have promised them.", "id": "Dan sungguh, Kami kuasa untuk memperlihatkan kepadamu (Muhammad) apa yang Kami ancamkan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2768", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2768.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2768.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengajari Nabi doa tersebut bukan karena Allah tidak kuasa menjatuhkan siksa saat Nabi masih hidup, namun Dia hanya menundanya sebagaimana ditegaskan dalam ayat ini. Dan sungguh, Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, apa yang Kami ancamkan kepada mereka. Karena itu, janganlah engkau berduka atas pendustaan mereka kepadamu.", "long": "Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad, bahwa Dia Kuasa memperlihatkan kepadanya siksaan yang akan ditimpakan kepada orang kafir itu sehingga Nabi Muhammad dapat melihat sendiri bagaimana dahsyatnya dan hebatnya siksaan Allah. Tetapi karena rahmat dan kasih sayang-Nya kepada umat Muhammad, Allah tidak menjatuhkan siksa itu dengan segera (di dunia ini), tetapi sudah menjadi ketetapan-Nya bahwa siksaan itu akan menimpa mereka di akhirat, karena mungkin kelak ada di antara mereka atau keturunan mereka yang akan sadar dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad jangan terlalu bersedih hati atas tindakan dan perlakuan orang kafir terhadapnya dan kaum Muslimin yang memang dalam keadaan lemah dan tak berdaya." } } }, { "number": { "inQuran": 2769, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062f\u0652\u0641\u064e\u0639\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064e \u06da \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Idfa' billate hiya ahsanus saiyi'ah; nahnu a'lamu bimaa yasifoon" } }, "translation": { "en": "Repel, by [means of] what is best, [their] evil. We are most knowing of what they describe.", "id": "Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2769", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2769.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2769.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah dalam ayat ini mengajari Nabi cara menghadapi pendustaan kaum musyrik. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan cara yang lebih baik, antara lain dengan tetap berbuat baik kepada mereka semampumu, memaafkan kesalahan mereka yang berkaitan dengan hak pribadimu, atau tidak menanggapi ejekan dan cemoohan mereka. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan kepada Allah.", "long": "Kemudian Allah memberikan tuntunan kepada Nabi Muhammad bagaimana cara yang sebaik-baiknya menghadapi sikap kaum musyrik itu. Di antaranya, Nabi harus tetap bersikap lemah lembut terhadap mereka dan jangan sekali-kali membalas kejahatan dengan kejahatan, kekerasan dengan kekerasan karena memang belum waktunya bersikap demikian. Bila mereka mencemooh dan mencaci maki hendaknya Nabi memaafkan ucapan-ucapan mereka yang tidak pada tempatnya itu, karena ucapan itu tidak mengenai sasarannya tetapi hendaklah dibalas dengan kata-kata yang mengandung patunjuk dan ajaran dengan mengemukakan dalil-dalil dan alasan yang masuk akal. Bila mereka hendak melakukan tindakan penganiayaan, hindari mereka dan jauhi sedapat mungkin kesempatan yang membawa kepada tindakan seperti itu dan hendaklah dihadapi dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Nabi juga diperintahkan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa beliau memang seorang ksatria yang tidak ada niat sedikit pun untuk mencelakakan mereka. Dengan sikap lemah lembut dan kebijaksanaan itu, mereka tidak akan merajalela terhadap kaum Muslimin. Lambat laun mereka yang keras seperti batu itu akan menjadi lembut dan menyadari sendiri kesalahan yang sudah mereka lakukan. Nabi juga diminta untuk meyakini dalam hati bahwa Allah mengetahui semua ucapan dan tindakan mereka. Allah lebih mengetahui apa saja yang mereka lakukan dan apa saja yang tersembunyi dalam dada mereka.\n\nSesuai dengan petunjuk ini Allah berfirman dalam ayat yang lain:\n\nDan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. (Fussilat/41: 34)\n\nAnas bin Malik berkata mengomentari ayat ini, \"Seorang laki-laki mengatakan terhadap saudaranya hal yang tidak-tidak.\" Maka dia menjawab, \"Jika ucapanmu itu bohong maka saya memohon kepada Allah supaya Dia mengampuni kebohonganmu itu. Jika ucapanmu itu benar maka saya memohon kepada Allah supaya mengampuniku.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2770, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0645\u064e\u0632\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qur Rabbi a'oozu bika min hamazaatish Shayaateen" } }, "translation": { "en": "And say, \"My Lord, I seek refuge in You from the incitements of the devils,", "id": "Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2770", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2770.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2770.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku dalam segala aktivitasku.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya dia selalu berlindung kepada-Nya dari bisikan-bisikan setan dan dari godaan-godaannya, dan supaya setan itu selalu jauh daripadanya dan tidak dapat masuk ke dalam hatinya untuk memperdayakannya.\n\nDemikianlah seharusnya sikap setiap pejuang untuk menegakkan kebenaran. Mereka harus benar-benar menjaga supaya tidak sekalipun dipengaruhi hawa nafsunya dan terdorong untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak benar dan tidak jujur. Setan amat mudah sekali menjerumuskan manusia ke jurang kesalahan, penghinaan dan kejahatan apabila ia dapat memasuki hawa nafsu manusia. Karena itu hendaklah kita selalu berlindung kepada Allah dari tipu daya setan. Memang apabila seseorang benar-benar telah berserah diri kepada Tuhannya dalam segala tindakannya dan selalu memohon perlindungan-Nya dari tipu daya dan godaan setan, dirinya menjadi bersih dan hati nuraninya akan terketuk untuk selalu berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan. Rasulullah selalu berlindung kepada Tuhannya supaya dijauhkan daripadanya campur tangan setan dalam segala perbuatannya terutama dalam salat ketika membaca Al-Qur'an dan pada saat ajalnya akan tiba.\n\nDiriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Baihaqi dari 'Amr bin Syu'aib dan ayahnya dari kakeknya ia berkata, \"Rasulullah saw mengajarkan \n\nDengan menyebut nama Allah, aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari siksa-Nya. Dari kejahatan hamba-Nya, dari bisikan-bisikan setan dan dari kahadiran setan kepadaku. (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi)" } } }, { "number": { "inQuran": 2771, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0636\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa a'oozu bika Rabbi ai-yahduroon" } }, "translation": { "en": "And I seek refuge in You, my Lord, lest they be present with me.\"", "id": "dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2771", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2771.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2771.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku dalam segala aktivitasku.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya dia selalu berlindung kepada-Nya dari bisikan-bisikan setan dan dari godaan-godaannya, dan supaya setan itu selalu jauh daripadanya dan tidak dapat masuk ke dalam hatinya untuk memperdayakannya.\n\nDemikianlah seharusnya sikap setiap pejuang untuk menegakkan kebenaran. Mereka harus benar-benar menjaga supaya tidak sekalipun dipengaruhi hawa nafsunya dan terdorong untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak benar dan tidak jujur. Setan amat mudah sekali menjerumuskan manusia ke jurang kesalahan, penghinaan dan kejahatan apabila ia dapat memasuki hawa nafsu manusia. Karena itu hendaklah kita selalu berlindung kepada Allah dari tipu daya setan. Memang apabila seseorang benar-benar telah berserah diri kepada Tuhannya dalam segala tindakannya dan selalu memohon perlindungan-Nya dari tipu daya dan godaan setan, dirinya menjadi bersih dan hati nuraninya akan terketuk untuk selalu berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan. Rasulullah selalu berlindung kepada Tuhannya supaya dijauhkan daripadanya campur tangan setan dalam segala perbuatannya terutama dalam salat ketika membaca Al-Qur'an dan pada saat ajalnya akan tiba.\n\nDiriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Baihaqi dari 'Amr bin Syu'aib dan ayahnya dari kakeknya ia berkata, \"Rasulullah saw mengajarkan \n\nDengan menyebut nama Allah, aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari siksa-Nya. Dari kejahatan hamba-Nya, dari bisikan-bisikan setan dan dari kahadiran setan kepadaku. (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi)" } } }, { "number": { "inQuran": 2772, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa jaaa'a ahada humul mawtu qaala Rabbir ji'oon" } }, "translation": { "en": "[For such is the state of the disbelievers], until, when death comes to one of them, he says, \"My Lord, send me back", "id": "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2772", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2772.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2772.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir itu akan terus membangkang, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka untuk mengakhiri kehi-dupannya di dunia dan menghentikan kenikmatan yang dirasakannya, hingga pada akhirnya ia melihat siksa yang akan diterimanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Allah tidak akan memenuhi permohonan mereka karena Allah tahu bahwa mereka tidak akan menepati janji. Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan serta di belakang mereka ada barzakh, yaitu dinding pemisah antara kehidupan dunia dan akhirat, yang menghalangi mereka kembali ke dunia sampai pada hari mereka dibangkitkan.", "long": "Pada ayat ini Allah memberitahukan tentang kata-kata yang diucapkan oleh orang kafir ketika menghadapi maut, walaupun kata-kata itu tidak dapat didengar oleh orang-orang yang hadir ketika itu. Orang kafir itu meminta kepada Allah supaya dia jangan dimatikan dahulu dan dibiarkan hidup seperti sediakala agar dia dapat bertobat dari kesalahan dan kedurhakaannya dan dapat beriman dan mengerjakan amal yang baik yang tidak dikerjakannya selama hidupnya.\n\nDemikianlah keadaan orang-orang kafir itu pada waktu dia masih sehat walafiat dan mempunyai kesanggupan untuk beriman dan beramal saleh, dia enggan menerima kebenaran, takabur dan sombong terhadap orang-orang yang beriman, selalu durhaka kepada Allah bahkan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan perintah Allah dan mengucapkan kata-kata yang tidak benar terhadap-Nya. Akan tetapi, ketika dalam keadaan sakaratul maut, mereka teringat pada dosa dan kesalahan yang telah mereka lakukan. Ketika itu juga mereka menjadi insaf dan sadar lalu meminta dengan sepenuh hati kepada Allah agar diberi umur panjang untuk berbuat baik guna menutupi semua kedurhakaan dan kejahatan yang telah mereka lakukan. Namun demikian, saat sakaratul maut bukan waktu untuk meminta ampun dan bertobat sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: \"Sesungguhnya saya bertobat sekarang.\" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam keadaan kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (an-Nisa'/4: 17-18)\n\nLalu Allah menegaskan bahwa permintaan orang-orang kafir itu hanyalah ucapan yang keluar dari mulut mereka saja dan tidak akan dikabulkan. Kalaupun benar-benar diberi umur panjang, mereka tidak juga akan kembali beriman dan tidak akan mau mengerjakan amal saleh sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, \"Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.\" Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta. (al-An'am/6: 27-28)\n\nDemikianlah ucapan yang mereka lontarkan sebagai penghibur hati mereka sendiri, suatu ucapan yang tidak ada nilainya sama sekali karena tidak mungkin mereka akan hidup kembali karena ajal mereka telah tiba. Di hadapan mereka terbentang dinding yang menghalangi mereka kembali ke dunia sampai hari kiamat.\n\nKesimpulan" } } }, { "number": { "inQuran": 2773, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f \u06da \u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0647\u064f\u0648\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064e\u0631\u0652\u0632\u064e\u062e\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La'alleee a'malu saalihan feemaa taraktu kallaa; innahaa kalimatun huwa qaaa'iluhaa wa minw waraaa'him barzakhun ilaa Yawmi yub'asoon" } }, "translation": { "en": "That I might do righteousness in that which I left behind.\" No! It is only a word he is saying; and behind them is a barrier until the Day they are resurrected.", "id": "agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2773", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2773.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2773.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir itu akan terus membangkang, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka untuk mengakhiri kehi-dupannya di dunia dan menghentikan kenikmatan yang dirasakannya, hingga pada akhirnya ia melihat siksa yang akan diterimanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Allah tidak akan memenuhi permohonan mereka karena Allah tahu bahwa mereka tidak akan menepati janji. Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan serta di belakang mereka ada barzakh, yaitu dinding pemisah antara kehidupan dunia dan akhirat, yang menghalangi mereka kembali ke dunia sampai pada hari mereka dibangkitkan.", "long": "Pada ayat ini Allah memberitahukan tentang kata-kata yang diucapkan oleh orang kafir ketika menghadapi maut, walaupun kata-kata itu tidak dapat didengar oleh orang-orang yang hadir ketika itu. Orang kafir itu meminta kepada Allah supaya dia jangan dimatikan dahulu dan dibiarkan hidup seperti sediakala agar dia dapat bertobat dari kesalahan dan kedurhakaannya dan dapat beriman dan mengerjakan amal yang baik yang tidak dikerjakannya selama hidupnya.\n\nDemikianlah keadaan orang-orang kafir itu pada waktu dia masih sehat walafiat dan mempunyai kesanggupan untuk beriman dan beramal saleh, dia enggan menerima kebenaran, takabur dan sombong terhadap orang-orang yang beriman, selalu durhaka kepada Allah bahkan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan perintah Allah dan mengucapkan kata-kata yang tidak benar terhadap-Nya. Akan tetapi, ketika dalam keadaan sakaratul maut, mereka teringat pada dosa dan kesalahan yang telah mereka lakukan. Ketika itu juga mereka menjadi insaf dan sadar lalu meminta dengan sepenuh hati kepada Allah agar diberi umur panjang untuk berbuat baik guna menutupi semua kedurhakaan dan kejahatan yang telah mereka lakukan. Namun demikian, saat sakaratul maut bukan waktu untuk meminta ampun dan bertobat sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: \"Sesungguhnya saya bertobat sekarang.\" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam keadaan kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (an-Nisa'/4: 17-18)\n\nLalu Allah menegaskan bahwa permintaan orang-orang kafir itu hanyalah ucapan yang keluar dari mulut mereka saja dan tidak akan dikabulkan. Kalaupun benar-benar diberi umur panjang, mereka tidak juga akan kembali beriman dan tidak akan mau mengerjakan amal saleh sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, \"Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.\" Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta. (al-An'am/6: 27-28)\n\nDemikianlah ucapan yang mereka lontarkan sebagai penghibur hati mereka sendiri, suatu ucapan yang tidak ada nilainya sama sekali karena tidak mungkin mereka akan hidup kembali karena ajal mereka telah tiba. Di hadapan mereka terbentang dinding yang menghalangi mereka kembali ke dunia sampai hari kiamat.\n\nKesimpulan" } } }, { "number": { "inQuran": 2774, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0641\u0650\u062e\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0633\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa izaa nufikha fis Soori falaaa ansaaba bainahum yawma'izinw wa laa yatasaaa'aloon" } }, "translation": { "en": "So when the Horn is blown, no relationship will there be among them that Day, nor will they ask about one another.", "id": "Apabila sangkakala ditiup maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2774", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2774.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2774.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan alam barzakh hingga hari Kebangkitan, Allah lalu memberi uraian tentang peristiwa hari Kebangkitan itu. Apabila sangkakala ditiup dengan tiupan pertama maka semua yang bernyawa segera mati, dan dalam tiupan kedua semua dibangkitkan, maka setiap orang akan menghadap Tuhan secara sendiri-sendiri (Lihat juga: Surah Maryam/19: 95); tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu, dan tidak pula mereka saling bertanya. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing dan diliputi ketakutan yang begitu mencekam.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila sangkakala ditiup untuk kedua kalinya dan arwah dikembalikan kepada tubuhnya masing-masing pada hari kebangkitan nanti, maka pada waktu itu tidak ada lagi manfaat pertalian nasab. Seseorang tidak dapat lagi membanggakan nasabnya, bahwa dia berasal dari keturunan bangsawan sebagaimana halnya pada waktu ia masih berada di dunia. Tidak ada perbedaan antara seseorang dengan yang lain, semua terpengaruh suasana yang meliputinya. Mereka kebingungan dan diliputi perasaan takut karena kedahsyatan hari itu, sehingga hilanglah rasa cinta dan kasih sayang. Masing-masing memikirkan dirinya sendiri dan tidak mau tahu orang lain, sebagaimana yang dilukiskan di dalam firman Allah:\n\nMaka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 33-37)\n\nMereka tidak lagi saling tegur dan bertanya. Tidak seorang pun di antara mereka yang menanyakan keadaan keluarga dan keturunannya, sebagaimana halnya di dunia. Mereka seolah-olah tidak saling mengenal lagi. Firman Allah:\n\nDan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya. (al- Ma'arij/70: 10)\n\nMereka kebingungan seperti orang-orang yang sedang mabuk, padahal mereka tidak mabuk. Firman Allah:\n\n(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (al-hajj/22: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 2775, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062b\u064e\u0642\u064f\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faman saqulat mawaazee nuhoo fa ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "And those whose scales are heavy [with good deeds] - it is they who are the successful.", "id": "Barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2775", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2775.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2775.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di hadapan Allah setiap individu akan diperiksa dan ditimbang amalnya, maka barangsiapa berat timbangan kebaikan-nya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan sebaliknya, barang siapa ringan timbangan kebaikan-nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri karena gagal meraih keberuntungan dan membuat mereka kekal di dalam neraka Jahanam. Wajah mereka, demikian juga anggota tubuh yang lain, dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat sehingga kondisi mereka amat miris.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang berat timbangan amal kebaikannya yaitu orang-orang yang beriman dan banyak beramal saleh di dunia, adalah orang-orang yang beruntung dan berbahagia. Pada hari Kiamat nanti, seseorang sebelum ditetapkan nasibnya, apakah ia dimasukkan ke dalam surga atau ke dalam neraka, lebih dahulu ia akan diajukan ke pengadilan yang akan memberi keputusan yang seadil-adilnya. Tidak akan terjadi kecurangan dalam proses pengadilan itu karena yang menjadi hakimnya ialah Allah sendiri. Berbeda halnya dengan pengadilan di dunia ini, orang yang bersalah adakalanya diputuskan tidak bersalah, karena pintarnya bersilat lidah, memutarbalikkan keadaan atau karena kelicikan pembelanya, sehingga hakim menjadi terkecoh. Begitu pula sebaliknya, orang yang tidak bersalah ada kemungkinan diputuskan bersalah karena tidak mampu membayar pembela yang pintar dan sebagainya. Setiap keputusan di dunia yang tidak adil akan dimentahkan kembali dan akan diputuskan sekali lagi di akhirat dengan seadil-adilnya. Segala sangkut paut yang belum selesai di dunia ini akan diselesaikan nanti di akhirat dengan seadil-adilnya. Setelah melalui proses pengadilan dan sangkut paut masing-masing telah diselesaikan maka untuk mengetahui kadar kebaikan dan kejahatan masing-masing diadakan timbangan, sebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah:\n\nDan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit. (al- Anbiya'/21: 47)\n\nBarangsiapa yang berat timbangan amal kebaikannya, berbahagialah ia. Sejalan dengan ayat 102 ini firman Allah:\n\nMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). (al-Qari'ah/101: 6-7)" } } }, { "number": { "inQuran": 2776, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man khaffat mawaa zeenuhoo fa ulaaa'ikal lazeena khasiroon anfusahum fee Jahannnama khaalidoon" } }, "translation": { "en": "But those whose scales are light - those are the ones who have lost their souls, [being] in Hell, abiding eternally.", "id": "Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2776", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2776.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2776.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di hadapan Allah setiap individu akan diperiksa dan ditimbang amalnya, maka barangsiapa berat timbangan kebaikan-nya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan sebaliknya, barang siapa ringan timbangan kebaikan-nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri karena gagal meraih keberuntungan dan membuat mereka kekal di dalam neraka Jahanam. Wajah mereka, demikian juga anggota tubuh yang lain, dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat sehingga kondisi mereka amat miris.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan kerugian orang yang ringan timbangan kebaikannya. Mereka itu ketika masih berada di dunia banyak berbuat maksiat menuruti kehendak hawa nafsunya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah yang menyebabkan amal-amal mereka tidak bernilai di hari kemudian, sebagaimana firman Allah:\n\nMereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat. (al-Kahf/18: 105)\n\nMereka itu akan kekal di dalam neraka Jahanam. Sejalan dengan ayat 103 ini firman Allah:\n\nDan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (al-Qari'ah/101: 8-9)\n\nBukan demikian! Barang siapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 81)" } } }, { "number": { "inQuran": 2777, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 18, "page": 348, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u064f \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Talfahu wujoohahumun Naaru wa hum feehaa kaalihood" } }, "translation": { "en": "The Fire will sear their faces, and they therein will have taut smiles.", "id": "Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2777", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2777.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2777.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di hadapan Allah setiap individu akan diperiksa dan ditimbang amalnya, maka barangsiapa berat timbangan kebaikan-nya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan sebaliknya, barang siapa ringan timbangan kebaikan-nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri karena gagal meraih keberuntungan dan membuat mereka kekal di dalam neraka Jahanam. Wajah mereka, demikian juga anggota tubuh yang lain, dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat sehingga kondisi mereka amat miris.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu akan dibakar mukanya dengan api sehingga kelihatan jelek sekali dan cacat. Dagingnya hancur, meleleh sampai ke kakinya. Mereka mengeluh atas azab yang menimpanya, dan menyadari perbuatannya ketika masih di dunia, sebagaimana firman Allah:\n\nDan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, \"Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri).\" (al-Anbiya'/21: 46)\n\nSeandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan). (al-Anbiya'/21: 39)" } } }, { "number": { "inQuran": 2778, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam takun Aayaatee tutlaa 'alaikum fakuntum bihaa tukazziboon" } }, "translation": { "en": "[It will be said]. \"Were not My verses recited to you and you used to deny them?\"", "id": "Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu, tetapi kamu selalu mendustakannya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2778", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2778.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2778.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seiring dengan siksa lahiriah itu, mereka juga mendapat kecaman dari Allah yang membuat batin mereka merana. Kepada mereka dikatakan, “Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu, tetapi kamu selalu mendustakannya?”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa berbagai pertanyaan yang sifatnya mengejek diajukan kepada para penghuni neraka. Hal itu mengingatkan mereka kembali bahwa telah diutus para rasul untuk membimbing mereka, dan diturunkan kitab-kitab samawi untuk menjadi pedoman mereka, supaya tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk tidak taat dan patuh kepada ajaran-ajaran yang dibawa para rasul itu, sebagaimana firman Allah:\n\nAgar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. (an-Nisa'/4: 165)\n\nDan firman-Nya:\n\nTetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al- Isra'/17: 15)\n\nTetapi mereka itu mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak mempercayainya sedikit pun, bahkan rasul-rasul yang diutus kepada mereka disiksa dan dianiayanya. Sejalan dengan ayat 105 ayat ini, firman Allah:\n\nHampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, \"Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?\" Mereka menjawab, \"Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, \"Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya didalam kesesatan yang besar.\" (al-Mulk/67: 8-9)" } } }, { "number": { "inQuran": 2779, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0644\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0634\u0650\u0642\u0652\u0648\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0636\u064e\u0627\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo Rabbanaa ghalabat 'alainaa shiqwatunaa wa kunnaa qawman daaalleen" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Our Lord, our wretchedness overcame us, and we were a people astray.", "id": "Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2779", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2779.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2779.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab pertanyaan itu, mereka berkata dengan penuh penyesalan, “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami. Hawa nafsu telah menjerumuskan kami ke dalam kedurhakaan sehingga membuat kami menderita, dan kami di dunia dulu adalah orang-orang yang sesat.” Dengan pengakuan dan penyesalan itu mereka berharap ampunan dan keringanan siksa. Mereka pun memohon, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya, yaitu dari siksa neraka dan kesengsaraan ini, kembalikanlah kami ke dunia. Jika Engkau memperkenankan permohonan kami ini lalu setelah itu kami masih juga kembali kepada kekafiran dan kedurhakaan maka sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan pengakuan penghuni neraka atas kesesatan mereka, sekalipun telah diutus kepada mereka rasul-rasul untuk membimbing mereka, dan diturunkan kitab-kitab samawi untuk menjadi pedoman mereka. Akan tetapi, mereka telah dikalahkan oleh kejahatan mereka, dan dikendalikan oleh hawa nafsu, maka tidak ada jalan bagi mereka untuk berbuat kebaikan dan menghindarkan diri dari jalan kesesatan. Sejalan dengan ayat ini firman Allah:\n\nLalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)? (al-Mu'min/40: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 2780, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064f\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbanaa akhrijnaa minhaa fa in 'udnaa fa innaa zaalimoon" } }, "translation": { "en": "Our Lord, remove us from it, and if we were to return [to evil], we would indeed be wrongdoers.\"", "id": "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2780", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2780.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2780.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab pertanyaan itu, mereka berkata dengan penuh penyesalan, “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami. Hawa nafsu telah menjerumuskan kami ke dalam kedurhakaan sehingga membuat kami menderita, dan kami di dunia dulu adalah orang-orang yang sesat.” Dengan pengakuan dan penyesalan itu mereka berharap ampunan dan keringanan siksa. Mereka pun memohon, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya, yaitu dari siksa neraka dan kesengsaraan ini, kembalikanlah kami ke dunia. Jika Engkau memperkenankan permohonan kami ini lalu setelah itu kami masih juga kembali kepada kekafiran dan kedurhakaan maka sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”", "long": "Ayat ini menerangkan permohonan penghuni neraka kepada Allah, yaitu agar mereka dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia. Mereka berjanji bahwa kalau permohonan mereka dikabulkan, mereka akan mengubah kekafiran mereka kepada keimanan dan taat kepada segala apa yang diperintahkan Allah kepada mereka. Jika mereka masih tetap saja berbuat maksiat sebagaimana halnya dahulu, maka mereka benar-benar orang yang aniaya dan mereka layak menerima azab dan siksa yang amat pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 2781, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u062e\u0652\u0633\u064e\u0626\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaalakh sa'oo feehaa wa laa tukallimoon" } }, "translation": { "en": "He will say, \"Remain despised therein and do not speak to Me.", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2781", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2781.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2781.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar permohonan para pendurhaka, Dia berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, yakni neraka, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku karena tidak ada lagi kesempatan untuk tawar-menawar. Kalian, wahai para pendurhaka, tidak pula akan memperoleh kehormatan untuk berdialog dengan-Ku.” Mengingatkan kembali salah satu kedurhakaan mereka, Allah berfirman, “Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa, “Ya Tuhan kami, kami telah ber-iman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.”", "long": "Ayat ini menerangkan jawaban Allah terhadap permintaan penghuni neraka untuk dapat dikembalikan ke dunia menebus kesalahan dan dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Allah menegaskan kepada mereka supaya tetap berada di dalam neraka, meringkuk dalam keadaan hina dan tidak mempunyai harga diri sedikit pun. Mereka harus diam dan tidak melanjutkan pembicaraannya dengan Allah serta tidak mengulangi lagi perbuatannya karena mereka tak mungkin lagi dapat dikembalikan ke dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2782, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahoo kaana fareequm min 'ibaadee yaqooloona Rabbanaaa aamannaa faghfir lanaa warhamnaa wa Anta khairur raahimeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, there was a party of My servants who said, 'Our Lord, we have believed, so forgive us and have mercy upon us, and You are the best of the merciful.'", "id": "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2782", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2782.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2782.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar permohonan para pendurhaka, Dia berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, yakni neraka, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku karena tidak ada lagi kesempatan untuk tawar-menawar. Kalian, wahai para pendurhaka, tidak pula akan memperoleh kehormatan untuk berdialog dengan-Ku.” Mengingatkan kembali salah satu kedurhakaan mereka, Allah berfirman, “Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa, “Ya Tuhan kami, kami telah ber-iman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sebab musabab mereka disiksa dan diazab, serta jawaban yang menghina atas permintaan mereka kembali ke dunia. Hinaan itu muncul karena mereka menghina hamba-hamba Allah yang telah beriman, seperti Bilal, Khabbab, shuhaib dan orang-orang mukmin yang lemah lainnya, selalu mendekatkan diri kepada Allah, menegaskan ikrar dan pengakuan keimanan mereka kepada-Nya, membenar-kan para rasul yang telah diutus-Nya, senantiasa meminta ampunan dan memohon rahmat kepada-Nya karena Dialah pemberi rahmat yang sebaik-baiknya. Orang-orang kafir menghadapi orang-orang mukmin itu dengan sikap mengejek, menertawakan, dan menghina. Ayat ini juga menerangkan bahwa kesibukan orang-orang kafir itu mereka mengejek dan menertawakan orang-orang mukmin, membuat mereka lupa mengingat Allah. Sejalan dengan ayat ini, Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya, dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria. Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, \"Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,\" padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin). (al-Muthaffifin/83: 29-33)" } } }, { "number": { "inQuran": 2783, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u0650\u062e\u0652\u0631\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0633\u064e\u0648\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u064a \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0636\u0652\u062d\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fattakhaztumoohum sikhriyyan hattaaa ansawkum zikree wa kuntum minhum tadhakoon" } }, "translation": { "en": "But you took them in mockery to the point that they made you forget My remembrance, and you used to laugh at them.", "id": "Lalu kamu jadikan mereka buah ejekan, sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu (selalu) menertawakan mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2783", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2783.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2783.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu, wahai para pendurhaka, mendengar orang-orang mukmin tulus berdoa demikian, lalu kamu jadikan mereka buah ejekan. Begitu sibuk kamu mengejek mereka sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu pun selalu menghina dan menertawakan mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sebab musabab mereka disiksa dan diazab, serta jawaban yang menghina atas permintaan mereka kembali ke dunia. Hinaan itu muncul karena mereka menghina hamba-hamba Allah yang telah beriman, seperti Bilal, Khabbab, shuhaib dan orang-orang mukmin yang lemah lainnya, selalu mendekatkan diri kepada Allah, menegaskan ikrar dan pengakuan keimanan mereka kepada-Nya, membenar-kan para rasul yang telah diutus-Nya, senantiasa meminta ampunan dan memohon rahmat kepada-Nya karena Dialah pemberi rahmat yang sebaik-baiknya. Orang-orang kafir menghadapi orang-orang mukmin itu dengan sikap mengejek, menertawakan, dan menghina. Ayat ini juga menerangkan bahwa kesibukan orang-orang kafir itu mereka mengejek dan menertawakan orang-orang mukmin, membuat mereka lupa mengingat Allah. Sejalan dengan ayat ini, Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya, dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria. Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, \"Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,\" padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin). (al-Muthaffifin/83: 29-33)" } } }, { "number": { "inQuran": 2784, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062c\u064e\u0632\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0626\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inee jazaituhumul Yawma bimaa sabarooo annahum humul faaa'izoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, I have rewarded them this Day for their patient endurance - that they are the attainers [of success].\"", "id": "sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2784", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2784.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2784.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk membangkitkan penyesalan yang lebih dalam di hati para pendurhaka itu, Allah berfirman, “Sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan yang sempurna dan menyenangkan kepada mereka, yakni kaum mukmin yang kamu ejek itu, karena kesabaran mereka dalam melaksanakan ajaran-Ku dan menghadapi gangguan kamu; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan sejati, yaitu derajat yang tinggi di surga.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah akan memberi balasan kepada orang-orang mukmin pada hari Kiamat nanti, karena kesabaran dan ketabahan mereka menghadapi ejekan dan tertawaan orang-orang kafir, , serta ketaatan dan kepatuhan mereka kepada perintah-Nya. Sesungguhnya orang-orang mukmin, itulah orang-orang yang menang dan beruntung. Di akhirat kelak, mereka duduk di atas dipan-dipan sambil memandang santai, menertawakan orang-orang kafir yang menertawakan mereka dahulu di dunia. Inilah ganjaran bagi orang-orang kafir atas apa yang telah dikerjakannya di dunia, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat? (al-Muthaffifin/83: 34-36)" } } }, { "number": { "inQuran": 2785, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0639\u064e\u062f\u064e\u062f\u064e \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala kam labistum fil ardi 'adada sineen" } }, "translation": { "en": "[Allah] will say, \"How long did you remain on earth in number of years?\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2785", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2785.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2785.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan pertanyaan bernada kecaman yang Allah tujukan kepada para pendurhaka, Dia berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi hanya sehari atau setengah hari, Kami tidak tahu persis.\" Allah melanjutkan, “Maka tanyakanlah kepada mereka, yaitu para malaikat, yang menghitung dan mencatat umur manusia, atau tanyakan kepada manusia yang memahami perhitungan untuk membuktikan kebenaran Kami.” Dia berfirman, “Kamu tidak tinggal di bumi melainkan hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.”", "long": "Setelah permintaan penghuni neraka untuk dikembalikan ke dunia ditolak Allah dengan penegasan bahwa mereka akan tetap meringkuk di neraka dan supaya tidak meminta-minta kepada-Nya, mereka ditanya lagi berapa lama mereka hidup di bumi, sejak dilahirkan sampai meninggalkan dunia fana itu ke alam baka." } } }, { "number": { "inQuran": 2786, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo labisnaa yawman aw ba'da yawmin fas'alil 'aaaddeen" } }, "translation": { "en": "They will say, \"We remained a day or part of a day; ask those who enumerate.\"", "id": "Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2786", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2786.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2786.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan pertanyaan bernada kecaman yang Allah tujukan kepada para pendurhaka, Dia berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi hanya sehari atau setengah hari, Kami tidak tahu persis.\" Allah melanjutkan, “Maka tanyakanlah kepada mereka, yaitu para malaikat, yang menghitung dan mencatat umur manusia, atau tanyakan kepada manusia yang memahami perhitungan untuk membuktikan kebenaran Kami.” Dia berfirman, “Kamu tidak tinggal di bumi melainkan hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.”", "long": "Oleh karena besarnya pengaruh bencana yang menimpa penghuni neraka dan hebatnya siksaan dan azab yang dideritanya, maka mereka yang malang itu tidak lagi bisa mengingat berapa lama mereka tinggal di dunia. Mereka merasa sebentar sekali, bahkan mereka menyangka bahwa mereka tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Pada ayat ini Allah menganjurkan kepada mereka untuk menanyakan berapa lama mereka tinggal di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2787, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala il labistum illaa qaleelal law annakum kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "He will say, \"You stayed not but a little - if only you had known.", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2787", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2787.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2787.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan pertanyaan bernada kecaman yang Allah tujukan kepada para pendurhaka, Dia berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi hanya sehari atau setengah hari, Kami tidak tahu persis.\" Allah melanjutkan, “Maka tanyakanlah kepada mereka, yaitu para malaikat, yang menghitung dan mencatat umur manusia, atau tanyakan kepada manusia yang memahami perhitungan untuk membuktikan kebenaran Kami.” Dia berfirman, “Kamu tidak tinggal di bumi melainkan hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa mereka memang tinggal di dunia hanya sebentar. Andaikata mereka menyadari hal itu ketika mereka tinggal di dunia, sedang kehidupan yang dihadapinya di akhirat adalah kehidupan yang tiada batasnya, tentu mereka akan berbuat hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Akan tetapi, mereka lalai menyadarinya, sehingga mereka layak mendapat azab dari Allah. Rasulullah bersabda:\n\nKetika Ibnu Abi hatim meriwayatkan dari Aiqa' bin Abd al-Kalai, Rasulullah bersabda bahwa apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka ke dalam neraka; Allah berfirman, \"Wahai penghuni surga! Berapa lama engkau hidup di dunia?\" Mereka menjawab, \"Kami tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari.\" Allah berfirman, \"Alangkah baiknya engkau sekalian menginvestasikan waktu yang sehari itu, atau tidak sampai satu hari itu. Engkau sekalian memperoleh rahmat-Ku, rida-Ku dan surga-Ku. Tinggallah kamu sekalian di dalam surga untuk selama-lamanya.\" Sesudah itu Allah berfirman, \"Wahai penghuni neraka! Berapa lamakah kamu tinggal hidup di dunia?\" Mereka menjawab, \"Kami tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari.\" Allah berfirman, \"Alangkah buruknya kamu sekalian menginvestasikan waktu yang sehari atau tidak sampai satu hari itu. Kamu sekalian menerima murka-Ku dan memasuki neraka-Ku. Tinggallah di dalam neraka untuk selama-lamanya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2788, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0628\u064e\u062b\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afahsibtum annamaa khalaqnaakum 'abasanw wa annakum ilainaa laa turja'oon" } }, "translation": { "en": "Then did you think that We created you uselessly and that to Us you would not be returned?\"", "id": "Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2788", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2788.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2788.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengingatkan para pendurhaka terkait kelengahan mereka, Allah berfirman, “Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main, yakni tanpa tujuan yang jelas; dan apakah kamu juga mengira bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kamu? Adalah keliru bila kamu me-ngira demikan.” Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang mulia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa keingkaran para penghuni neraka tentang adanya hari kebangkitan berkaitan dengan keyakinan mereka bahwa kehidupan berakhir dengan kematian, sehingga Allah perlu mengingatkan mereka dengan pertanyaan, \"Apakah mereka menyangka bahwa mereka Kami ciptakan dengan main-main, dibiarkan begitu saja seperti halnya binatang, tidak diberi pahala dan tidak diazab? Ataukah mereka mengira bahwa mereka itu tidak akan dikembalikan kepada Kami?\" Tidak, sekali lagi tidak. Mereka diciptakan sebagai hamba Allah dan diberi kewajiban. Siapa yang melaksanakan kewajiban, mereka diberi pahala, dan bagi yang menyia-nyiakan kewajiban, mereka akan diazab dan dikembalikan kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan segala per-buatan mereka di dunia, sesuai firman Allah:\n\nApakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja? (Tanpa pertanggungjawaban?) (al-Qiyamah/75: 36)" } } }, { "number": { "inQuran": 2789, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fata'aalal laahul Malikul Haqq; laaa ilaaha illaa Huwa Rabbul 'Arshil Kareem" } }, "translation": { "en": "So exalted is Allah, the Sovereign, the Truth; there is no deity except Him, Lord of the Noble Throne.", "id": "Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2789", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2789.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2789.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengingatkan para pendurhaka terkait kelengahan mereka, Allah berfirman, “Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main, yakni tanpa tujuan yang jelas; dan apakah kamu juga mengira bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kamu? Adalah keliru bila kamu me-ngira demikan.” Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang mulia.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Mahasuci dari apa yang dituduhkan orang-orang musyrik kepada-Nya, begitu pula sangkaan bahwa Dia menciptakan manusia secara sia-sia, karena Dia adalah Tuhan yang sebenarnya. Tiada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang memiliki 'Arsy yang mulia. Dialah yang mengatur alam raya ini, baik yang di atas maupun yang di bawah, begitu pula semua makhluk ciptaan-Nya. Firman Allah:\n\nDan tidaklah Kami bermain-main menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (ad-Dukhan/44:38-39)" } } }, { "number": { "inQuran": 2790, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064f\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa mai yad'u ma'allaahi ilaahan aakhara laa burhaana lahoo bihee fa innnamaa hisaabuhoo 'inda Rabbih; innahoo laa yuflihul kaafiroon" } }, "translation": { "en": "And whoever invokes besides Allah another deity for which he has no proof - then his account is only with his Lord. Indeed, the disbelievers will not succeed.", "id": "Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2790", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2790.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2790.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang kebenaran penyembahan itu, maka perhitungannya, yaitu balasannya, hanya pada Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung. Melalui ayat ini Allah secara tersirat mengingatkan bahwa orang yang menyembah-Nya dengan tulus ikhlas akan memperoleh keberuntungan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah Allah dan menyekutukan-Nya dengan tuhan yang lain, padahal tidak ada yang pantas disembah melainkan Allah, pada hakikatnya tidak ada alasan sama sekali yang dapat membenarkan perbuatan mereka itu. Mereka akan diajukan ke hadapan Allah, untuk memperhitungkan dan mempertanggung-jawabkan segala perbuatan mereka. Allah yang akan menyempurnakan ganjaran atas perbuatan mereka. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung selama-lamanya, dan tidak akan luput dari azab yang menyiksanya." } } }, { "number": { "inQuran": 2791, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 18, "page": 349, "manzil": 4, "ruku": 300, "hizbQuarter": 139, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qur Rabbigh fir warham wa Anta khairur raahimeen" } }, "translation": { "en": "And, [O Muhammad], say, \"My Lord, forgive and have mercy, and You are the best of the merciful.\"", "id": "Dan katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2791", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2791.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2791.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Ya Tuhanku, berilah ampunan kepadaku dan umatku, dan berilah rahmat kepada kami semua. Engkau adalah Maha Pengampun dan Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik.”[]", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah menjelaskan keadaan orang-orang kafir, kebodohan mereka di dunia dan siksaan yang disediakan bagi mereka di akhirat, Allah memerintahkan Rasul-Nya supaya memohon kepada-Nya agar dimaafkan semua kesalahan yang diperbuatnya, diberi rahmat dengan diterima tobatnya, dan dibebaskan dari azab atas kelalaian dan kekeliruan yang telah diperbuatnya, karena Dialah Pemberi rahmat yang paling baik. Perintah Allah kepada Rasul-Nya seperti tersebut di atas, adalah untuk menjadi contoh yang baik bagi umatnya. Setiap kali mereka berbuat kesalahan, supaya mereka beristigfar, dan setiap mereka berbuat maksiat, supaya cepat-cepat bertobat, jangan sampai kesalahan dan maksiat itu bertumpuk-tumpuk, karena yang demikian itu akan menjadi beban yang berat nanti di hari akhirat." } } } ] }, { "number": 24, "sequence": 102, "numberOfVerses": 64, "name": { "short": "النور", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u0648\u0631", "transliteration": { "en": "An-Noor", "id": "An-Nur" }, "translation": { "en": "The Light", "id": "Cahaya" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyah. Dinamai An Nuur yang berarti Cahaya, diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah s.w.t. menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Al Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta. Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2792, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064c \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sooratun anzalnaahaa wa faradnaahaa wa anzalnaa feehaaa Aayaatim baiyinaatil la'allakum tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "[This is] a surah which We have sent down and made [that within it] obligatory and revealed therein verses of clear evidence that you might remember.", "id": "(Inilah) suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum)nya, dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas, agar kamu ingat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2792", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2792.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2792.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah ini dibuka dengan penegasan bahwa ketentuan hukum Allah wajib dilaksanakan. “Inilah suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan bagi kamu untuk menjalankan hukum-hukum di dalam-nya, dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda yang jelas tentang kekuasaan dan keesaan Kami agar kamu selalu ingat dan mengambil pelajaran darinya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa surah ini mengandung dua hal. Pertama, hukum-hukum yang wajib dipatuhi seperti yang akan disampaikan dalam ayat-ayat berikutnya mengenai zina, menuduh perempuan berzina, dan sebagainya. Hukum-hukum itu, bila dipikirkan oleh manusia dengan pikiran yang obyektif, pasti akan diakui bahwa ketentuan-ketentuan itu benar dan berasal dari Allah bukan buatan manusia. Semua itu diturunkan untuk ditaati dan dijalankan dalam kehidupan. Kedua, bukti-bukti nyata yang menunjuk-kan kekuasaan dan keesaan Allah di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2793, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064e \u062c\u064e\u0644\u0652\u062f\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u0652\u0641\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Azzaaniyatu wazzaanee fajlidoo kulla waahidim minhumaa mi'ata jaldatinw wa laa taakhuzkum bihimaa raafatun fee deenil laahi in kuntum tu'minoona billaahi wal Yawmil Aakhiri wal yashhad 'azaabahumaa taaa'ifatum minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "The [unmarried] woman or [unmarried] man found guilty of sexual intercourse - lash each one of them with a hundred lashes, and do not be taken by pity for them in the religion of Allah, if you should believe in Allah and the Last Day. And let a group of the believers witness their punishment.", "id": "Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2793", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2793.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2793.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah ini mengandung ketentuan hukum yang pasti, salah satunya hukum perzinaan. Kepada pezina perempuan yang belum pernah menikah dan demikian pula pezina laki-laki yang belum pernah menikah, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali jika perziaan keduanya terbukti sesuai dengan syarat-syaratnya, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama dan hukum Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Salah satu konsekuensi iman adalah melaksanakan hukum Allah. Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman, sedikitnya tiga atau empat orang, agar hukuman itu menjadi pelajaran bagi pihak-pihak yang melihat dan mendengarnya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Islam yang berzina baik perempuan maupun laki-laki yang sudah akil balig, merdeka, dan tidak muhsan hukumnya didera seratus kali dera, sebagai hukuman atas perbuatannya itu. Yang dimaksud dengan muhsan ialah perempuan atau laki-laki yang pernah menikah dan bersebadan. Tidak muhsan berarti belum pernah menikah dan bersebadan, artinya gadis dan perjaka. Mereka bila berzina hukumannya adalah dicambuk seratus kali. Pencambukan itu harus dilakukan tanpa belas kasihan yaitu tanpa henti dengan syarat tidak mengakibatkan luka atau patah tulang. \n\nBagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, tidak dibenarkan bahkan dilarang menaruh belas kasihan kepada pelanggar hukum itu yang tidak menjalankan ketentuan yang telah digariskan di dalam agama Allah. Nabi Muhammad harus dijadikan contoh atau teladan dalam menegakkan hukum. Beliau pernah berkata: \n\nDari 'Aisyah berkata Rasulullah bersabda, \"Andaikata Fatimah binti Muhammad mencuri, pasti saya potong tangannya.\" (Riwayat asy-Syaikhan) \n\nHukuman cambuk itu hendaklah dilaksanakan oleh yang berwajib dan dilakukan di tempat umum dan terhormat, seperti di masjid, sehingga dapat disaksikan oleh orang banyak, dengan maksud supaya orang-orang yang menyaksikan pelaksanaan hukuman dera itu mendapat pelajaran, sehingga mereka benar-benar dapat menahan dirinya dari perbuatan zina. Adapun pezina-pezina muhsan baik perempuan maupun laki-laki hukumannya ialah dilempar dengan batu sampai mati, yang menurut istilah dalam Islam dinamakan \"rajam\". Hukuman rajam ini juga dilaksanakan oleh orang yang berwenang dan dilakukan di tempat umum yang dapat disaksikan oleh orang banyak. Hukum rajam ini didasarkan atas sunnah Nabi saw yang mutawatir.\n\nDiriwayatkan dari Abu Bakar, Umar, Ali, Jabir bin Abdillah, Abu Said Al-Khudri, Abu Hurairah, Zaid bin Khalid dan Buraidah al-Aslamy, bahwa seorang sahabat Nabi yang bernama Ma'iz telah dijatuhi hukuman rajam berdasarkan pengakuannya sendiri bahwa ia berzina. Begitu pula dua orang perempuan dari Bani Lahm dan Bani Hamid telah dijatuhi hukuman rajam, berdasarkan pengakuan keduanya bahwa mereka telah berzina. Hukuman itu dilakukan di hadapan umum. Begitulah hukuman perbuatan zina di dunia. Adapun di akhirat nanti, pezina itu akan masuk neraka jika tidak bertaubat, sebagaimana sabda Nabi saw.\n\n\"Jauhilah zina karena di dalam zina ada empat perkara. Menghilangkan kewibawaan wajah, memutus rezeki, membikin murka Allah, dan menyebabkan kekal di neraka.\" (Riwayat ath-thabrani dalam Mu'jam al-Ausath, dari Ibnu 'Abbas)\n\nKenyataannya adalah bahwa budaya pergaulan bebas laki-laki dan perempuan telah menimbulkan penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan, yaitu HIV/AIDS, hilangnya sistem kekebalan tubuh pada manusia pada akhirnya yang bersangkutan akan mati secara perlahan. Juga telah memunculkan banyaknya bayi lahir di luar nikah, sehingga mengacaukan keturunan dan pada gilirannya mengacaukan tatanan hukum dan sosial. \n\nPerbuatan zina telah disepakati sebagai dosa besar yang berada pada posisi ketiga sesudah musyrik dan membunuh, sebagaimana dijelaskan di dalam hadis Nabi saw:\n\nBerkata Abdullah bin Mas'ud, \"Wahai Rasulullah! Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?\" Rasulullah menjawab, \"Engkau jadikan bagi Allah sekutu padahal Dialah yang menciptakanmu,\" Berkata Ibnu Mas'ud, \"Kemudian dosa apalagi?\", jawab Rasulullah, \"Engkau membunuh anakmu karena takut akan makan bersamamu.\" Berkata Ibnu Mas'ud, \"Kemudian dosa apalagi?\" Rasulullah menjawab, \"Engkau berzina dengan istri tetanggamu.\" \n\nSenada dengan hadis ini, firman Allah:\n\nDan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, serta tidak berzina. (al-Furqan/25: 68)\n\nHukuman di dunia itu baru dilaksanakan bila tindakan perzinaan itu benar-benar terjadi. Kepastian terjadi atau tidaknya perbuatan zina ditentukan oleh salah satu dari tiga hal berikut: bukti (bayyinah), hamil, dan pengakuan yang bersangkutan, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Huzaifah:\n\nHukum rajam dalam Kitabullah jelas atas siapa yang berzina bila dia muhsan, baik laki-laki maupun perempuan, bila terdapat bukti, hamil atau pengakuan. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nYang dimaksud dengan \"bukti\" dalam hadis tersebut adalah kesaksian para saksi yang jumlahnya paling kurang empat orang laki-laki yang menyaksikan dengan jelas terjadinya perzinaan. Bila tidak ada atau tidak cukup saksi, diperlukan pengakuan yang bersangkutan, bila yang bersangkutan tidak mengaku, maka hukuman tidak bisa dijatuhkan.\n\nHukuman di akhirat, yaitu azab di dalam neraka sebagaimana diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan Huzaifah di atas, terjadi bila yang bersangkutan tidak tobat. Bila yang bersangkutan tobat dan bersedia menjalankan hukuman di dunia, maka ia terlepas dari hukuman akhirat, sebagaimana hadis yang mengisahkan seorang sahabat yang bernama Hilal yang menuduh istrinya berzina tetapi si istri membantahnya. Nabi mengatakan bahwa hukuman di akhirat lebih dahsyat dari hukuman di dunia, yaitu rajam, jauh lebih ringan. Tetapi perempuan itu malah mengingkari bahwa ia telah berzina.\n\nDari peristiwa itu dipahami bahwa bila orang yang berzina telah bertobat dan bersedia menjalankan hukuman di dunia, ia terlepas dari hukuman di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2794, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u0646\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064c \u06da \u0648\u064e\u062d\u064f\u0631\u0651\u0650\u0645\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Azzaanee laa yankihu illaa zaaniyatan aw mushrikatanw wazzaaniyatu laa yankihuhaaa illaa zaanin aw mushrik; wa hurrima zaalika 'alal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "The fornicator does not marry except a [female] fornicator or polytheist, and none marries her except a fornicator or a polytheist, and that has been made unlawful to the believers.", "id": "Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2794", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2794.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2794.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan hukuman atas pezina, ayat ini mengingatkan keharusan menghindari pezina, khususnya untuk dijadikan pasangan hidup. Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan atau dengan perempuan musyrik; dan demikian juga sebaliknya, pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu, yaitu menikah dengan pezina, diharamkan bagi orang-orang mukmin.", "long": "Diriwayatkan oleh Mujahid dan Ata  bahwa pada umumnya orang-orang Muhajirin yang datang dari Mekah ke Medinah adalah orang-orang miskin yang tidak mempunyai harta dan keluarga, sedang pada waktu itu di Medinah banyak perempuan tuna susila yang menyewakan dirinya, sehingga penghidupannya lebih lumayan dibanding dengan orang-orang yang lain. Di pintu rumah perempuan-perempuan tersebut, ada tanda-tanda untuk memperkenalkan dirinya sebagai wanita tuna susila. Maka berdatanganlah laki-laki hidung belang ke rumah mereka.\n\nMelihat kondisi ekonomi perempuan tuna susila itu yang agak lumayan, maka timbullah keinginan sebagian dari orang-orang Muslim yang miskin itu untuk mengawini perempun-perempuan tersebut, supaya penghidupan mereka lumayan, maka turunlah ayat ini sebagai teguran untuk tidak melaksanakan keinginannya itu.\n\nPada ayat ini Allah menerangkan bahwa laki-laki pezina tidak boleh menikahi perempuan kecuali perempuan pezina atau perempuan musyrik. Begitu juga perempuan pezina itu tidak boleh dinikahi kecuali oleh laki-laki pezina pula atau laki-laki musyrik. Artinya tidak pantas sama sekali seorang laki-laki baik-baik, mengawini perempuan pezina yang akan mencemarkan dan merusak nama baiknya. Sebaliknya, seorang perempuan baik-baik, tidak pantas dinikahi oleh laki-laki pezina yang dikenal oleh lingkungannya sebagai laki-laki yang bejat dan tidak bermoral, karena pernikahan itu akan merendahkan martabat perempuan tersebut dan mencemarkan nama baik keluarganya. Kecuali bila laki-laki atau perempuan pezina itu sudah bertobat, maka boleh menikah atau dinikahi oleh laki-laki atau perempuan baik-baik." } } }, { "number": { "inQuran": 2795, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u062c\u064e\u0644\u0652\u062f\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena yarmoonal muhsanaati summa lam yaatoo bi-arba'ati shuhadaaa'a fajlidoohum samaaneena jaldatanw wa laa taqbaloo lahum shahaadatan abadaa; wa ulaaa'ika humul faasiqoon" } }, "translation": { "en": "And those who accuse chaste women and then do not produce four witnesses - lash them with eighty lashes and do not accept from them testimony ever after. And those are the defiantly disobedient,", "id": "Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2795", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2795.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2795.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan hukuman bagi pezina dan hukum menikahinya, Allah lalu menguraikan sanksi hukum terhadap orang yang menuduh orang lain berbuat zina. Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik telah berbuat zina, dan mereka tidak dapat mendatangkan empat orang saksi yang menjadi saksi atas kebenaran tuduhannya di hadapan pengadilan, maka deralah mereka, wahai kaum mukmin melalui penguasa kamu, sebanyak delapan puluh kali. Hukuman ini berlaku jika penuduh adalah orang merdeka. Jika ia adalah seorang hamba sahaya maka deralah ia empat puluh kali (Lihat juga: an-Nisà’/4: 25). Dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Ketentuan ini berlaku atas semua orang yang berbuat demikian, kecuali mereka yang bertobat, menyesali perbuatannya, dan bertekad tidak akan mengulanginya setelah itu, yaitu setelah menerima hukuman itu, dan mereka membuktikan tobat mereka dengan memperbaiki diri dan beramal saleh. Jika mereka melakukannya maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menuduh perempuan yang baik-baik (muhsanat) berzina, kemudian mereka itu tidak dapat membuktikan kebenaran tuduhan mereka, dengan mendatangkan empat orang saksi yang adil yang menyaksikan dan melihat sendiri dengan mata kepala mereka perbuatan zina itu, maka hukuman untuk mereka ialah didera delapan puluh kali, karena mereka itu telah membuat malu dan merusak nama baik orang yang dituduh, begitu juga keluarganya. Yang dimaksud dengan perempuan muhsanat di sini ialah perempuan-perempuan muslimat yang baik sesudah akil balig dan merdeka. Penuduh-penuduh itu tidak dapat dipercayai ucapannya dan tidak dapat diterima kesaksiannya dalam hal apapun selamanya, karena mereka itu pembohong dan fasik, yaitu sengaja melanggar hukum-hukum Allah.\n\nDisebutkan secara jelas perempuan di sini tidaklah berarti bahwa ketentuan itu hanya berlaku bagi perempuan. Bentuk hukuman seperti itu disebut aglabiyah, yaitu bahwa ketentuan itu menurut kebiasaan mencakup pihak-pihak lain. Dengan demikian laki-laki juga termasuk yang dikenai hukum tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 2796, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Illal lazeena taaboo mim ba'di zaalika wa aslahoo fa innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Except for those who repent thereafter and reform, for indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2796", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2796.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2796.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan hukuman bagi pezina dan hukum menikahinya, Allah lalu menguraikan sanksi hukum terhadap orang yang menuduh orang lain berbuat zina. Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik telah berbuat zina, dan mereka tidak dapat mendatangkan empat orang saksi yang menjadi saksi atas kebenaran tuduhannya di hadapan pengadilan, maka deralah mereka, wahai kaum mukmin melalui penguasa kamu, sebanyak delapan puluh kali. Hukuman ini berlaku jika penuduh adalah orang merdeka. Jika ia adalah seorang hamba sahaya maka deralah ia empat puluh kali (Lihat juga: an-Nisà’/4: 25). Dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Ketentuan ini berlaku atas semua orang yang berbuat demikian, kecuali mereka yang bertobat, menyesali perbuatannya, dan bertekad tidak akan mengulanginya setelah itu, yaitu setelah menerima hukuman itu, dan mereka membuktikan tobat mereka dengan memperbaiki diri dan beramal saleh. Jika mereka melakukannya maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang menuduh itu apabila tobat, yaitu menarik kembali tuduhan mereka, menyesali perbuatan mereka, memperbaiki diri dan memulihkan nama baik yang dituduh, maka mereka itu kesaksian mereka dapat diterima kembali. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa kesaksian mereka tetap tidak dapat diterima selamanya walaupun mereka sudah bertobat, namun tidak lagi digolongkan sebagai orang-orang fasik. Allah Maha Pengampun dan Maha Pengasih bagi mereka yang benar-benar tobat (taubat nasuha), yaitu menyesal dan meninggalkan perbuatan jahat mereka selamanya, serta memperbaiki diri dari kerusakan yang mereka timbulkan." } } }, { "number": { "inQuran": 2797, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d9 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena yarmoona azwaajahum wa lam yakul lahum shuhadaaa'u illaaa anfusuhum fashahaadatu ahadihim arb'u shahaadaatim billaahi innahoo laminas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And those who accuse their wives [of adultery] and have no witnesses except themselves - then the witness of one of them [shall be] four testimonies [swearing] by Allah that indeed, he is of the truthful.", "id": "Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2797", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2797.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2797.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan ketentuan hukum terhadap penuduh zina secara umum, Allah lalu menguraikan hukum apabila seorang suami menuduh istrinya berzina. Dan orang-orang yang menuduh istrinya berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi yang menguatkan tuduhan itu selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu, yaitu suami, ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar. Dan sumpah yang kelima adalah bahwa laknat Allah akan menimpanya jika dia termasuk orang yang berdusta dalam tuduhan yang dialamatkan kepada istrinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa suami yang menuduh istrinya berzina, dan ia tidak dapat mendatangkan empat orang saksi yang melihat sendiri perbuatan zina yang dituduhkan itu, maka ia diminta untuk bersumpah demi Allah sebanyak empat kali bahwa istrinya itu benar-benar telah berzina. Sumpah empat kali itu untuk pengganti empat orang saksi yang diperlukan bagi setiap orang yang menuduh perempuan berzina.\n\nSeorang suami menuduh istrinya berzina adakalanya karena ia melihat sendiri istrinya berbuat mesum dengan laki-laki lain, atau karena istrinya hamil, atau melahirkan, padahal ia yakin bahwa janin yang ada di dalam kandungan istrinya atau anak yang dilahirkan istrinya itu bukanlah dari hasil hubungan dengan istrinya itu.\n\nUntuk menyelesaikan kasus semacam ini, suami membawa istrinya ke hadapan yang berwenang dan di sanalah dinyatakan tuduhan kepada istrinya. Maka yang berwenang menyuruh suaminya bersumpah empat kali, sebagai pengganti atas empat orang saksi yang diperlukan bagi setiap penuduh perempuan berzina, bahwa ia adalah benar dengan tuduhannya. Kata-kata sumpah itu atau terjemahannya adalah:\n\n(Demi Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa sesungguhnya saya benar di dalam tuduhanku terhadap istriku \"si Anu\" bahwa dia berzina)\n\nSumpah ini diulang empat kali." } } }, { "number": { "inQuran": 2798, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0645\u0650\u0633\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wal khaamisatu anna la'natal laahi 'alaihi in kaana minal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "And the fifth [oath will be] that the curse of Allah be upon him if he should be among the liars.", "id": "Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah akan menimpanya, jika dia termasuk orang yang berdusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2798", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2798.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2798.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan ketentuan hukum terhadap penuduh zina secara umum, Allah lalu menguraikan hukum apabila seorang suami menuduh istrinya berzina. Dan orang-orang yang menuduh istrinya berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi yang menguatkan tuduhan itu selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu, yaitu suami, ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar. Dan sumpah yang kelima adalah bahwa laknat Allah akan menimpanya jika dia termasuk orang yang berdusta dalam tuduhan yang dialamatkan kepada istrinya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah suami mengucapkan empat kali sumpah itu, pada kali kelima ia perlu menyatakan bahwa ia bersedia menerima laknat Allah, bila ia berdusta dengan tuduhannya itu. Redaksi pernyataan itu atau terjemahannya adalah:\n\n(Laknat Allah ditimpakan atasku, apabila aku berdusta dalam tuduhanku itu)\n\nDengan demikian, terhindarlah ia dari hukuman menuduh orang berzina." } } }, { "number": { "inQuran": 2799, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0623\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d9 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yadra'u anhal 'azaaba an tashhada arba'a shahaa daatim billaahi innahoo laminal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "But it will prevent punishment from her if she gives four testimonies [swearing] by Allah that indeed, he is of the liars.", "id": "Dan istri itu terhindar dari hukuman apabila dia bersumpah empat kali atas (nama) Allah bahwa dia (suaminya) benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2799", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2799.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2799.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan langkah yang harus ditempuh oleh suami jika menuduh istrinya berzina, Allah lalu memberi kesempatan bagi istri untuk menunjukkan kesuciannya dan kedustaan tuduhan sang suami. Bila istri tidak membantah tuduhan suami maka ia dianggap bersalah dan berhak dijatuhi hukuman zina. Dan istri itu terhindar dari hukuman zina apabila dia bersumpah empat kali atas nama Allah dalam sumpahnya bahwa dia, yaitu suaminya, benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta dalam tuduhannya, dan sumpah yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya, yaitu istri, jika dia, yaitu suami, itu termasuk orang yang berkata benar. Dan seandainya bukan karena karunia Allah yang menurunkan Al-Qur’an dan rahmat-Nya dalam menerima tobat hamba-Nya dan menetapkan hukum yang bijaksana kepadamu, niscaya kamu akan menemui kesulitan. Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Mahabijaksana.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa untuk menghindarkan istri dari hukuman akibat tuduhan suaminya itu, maka ia harus mengajukan kesaksian mengangkat sumpah pula demi Allah empat kali yang menegaskan kesaksiannya bahwa suaminya itu berbohong dengan tuduhannya. Redaksi sumpah dan terjemahannya sebagai berikut:\n\n(Demi Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa sesungguhnya si anu ini, suamiku, adalah bohong di dalam tuduhannya kepadaku bahwa saya telah berzina)\n\nSumpah ini diulang empat k" } } }, { "number": { "inQuran": 2800, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0645\u0650\u0633\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wal khaamisata anna ghadabal laahi 'alaihaaa in kaana minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And the fifth [oath will be] that the wrath of Allah be upon her if he was of the truthful.", "id": "dan (sumpah) yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya (istri), jika dia (suaminya) itu termasuk orang yang berkata benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2800", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2800.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2800.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan langkah yang harus ditempuh oleh suami jika menuduh istrinya berzina, Allah lalu memberi kesempatan bagi istri untuk menunjukkan kesuciannya dan kedustaan tuduhan sang suami. Bila istri tidak membantah tuduhan suami maka ia dianggap bersalah dan berhak dijatuhi hukuman zina. Dan istri itu terhindar dari hukuman zina apabila dia bersumpah empat kali atas nama Allah dalam sumpahnya bahwa dia, yaitu suaminya, benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta dalam tuduhannya, dan sumpah yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya, yaitu istri, jika dia, yaitu suami, itu termasuk orang yang berkata benar. Dan seandainya bukan karena karunia Allah yang menurunkan Al-Qur’an dan rahmat-Nya dalam menerima tobat hamba-Nya dan menetapkan hukum yang bijaksana kepadamu, niscaya kamu akan menemui kesulitan. Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Mahabijaksana.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa setelah mengucapkan sumpah itu empat kali, pada kali kelima ia harus menyampaikan penegasan bahwa ia bersedia menerima laknat Allah bila suaminya itu benar dengan tuduhannya kepadanya. Redaksi sumpah dan terjemahannya sebagai berikut:\n\n(Murka Allah ditimpakan atasku apabila suamiku itu benar)\n\nKalau suami istri telah mengucapkan sumpah dan sudah saling melaknat (mulaanah) seperti itu, maka terjadilah perceraian paksa dan perceraian itu selama-lamanya, artinya suami istri itu tidak dibenarkan lagi rujuk kembali sebagai suami istri untuk selama-lamanya, sebagaimana dijelaskan oleh Ali dan Ibnu Mas'ud dengan katanya:\n\n(Telah berlaku Sunnah (Nabi saw) bahwa dua (suami istri) yang telah saling melaknat, bahwa mereka tidak boleh berkumpul lagi sebagai suami istri untuk selama-lamanya)\n\nIni, didasarkan hadis:\n\nDua orang (suami istri) yang saling melaknat apabila telah bercerai keduanya tidak boleh lagi berkumpul sebagai suami istri untuk selama-lamanya. (Riwayat ad-Daruquthni dari Ibnu 'Umar)\n\nIstri diberi oleh Allah hak untuk membela diri dari tuduhan suaminya menunjukkan bahwa Allah menutup aib seseorang. Tetapi perlu diingat bahwa seandainya sang istri memang telah berzina, namun ia membantahnya maka ia memang terlepas dari hukuman di dunia, tetapi tidak akan terlepas dari azab di akhirat yang tentunya lebih keras dan pedih. Oleh karena itu, ia perlu bertobat maka Allah akan menerimanya sebagaimana dimaksud ayat berikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2801, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 18, "page": 350, "manzil": 4, "ruku": 301, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062a\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa law laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhoo wa annal laaha Tawwaabun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And if not for the favor of Allah upon you and His mercy... and because Allah is Accepting of repentance and Wise.", "id": "Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan menemui kesulitan). Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2801", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2801.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2801.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan langkah yang harus ditempuh oleh suami jika menuduh istrinya berzina, Allah lalu memberi kesempatan bagi istri untuk menunjukkan kesuciannya dan kedustaan tuduhan sang suami. Bila istri tidak membantah tuduhan suami maka ia dianggap bersalah dan berhak dijatuhi hukuman zina. Dan istri itu terhindar dari hukuman zina apabila dia bersumpah empat kali atas nama Allah dalam sumpahnya bahwa dia, yaitu suaminya, benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta dalam tuduhannya, dan sumpah yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya, yaitu istri, jika dia, yaitu suami, itu termasuk orang yang berkata benar. Dan seandainya bukan karena karunia Allah yang menurunkan Al-Qur’an dan rahmat-Nya dalam menerima tobat hamba-Nya dan menetapkan hukum yang bijaksana kepadamu, niscaya kamu akan menemui kesulitan. Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Mahabijaksana.", "long": "Maksud ayat ini adalah bahwa dimudahkannya penyelesaian kemelut rumah tangga dengan membolehkan saling laknat yang mengakibatkan perceraian selamanya, ditutupnya aib dalam rumah tangga, tidak dilaksanakan segera di dunia hukuman bagi orang yang berzina, dan diberikannya kesempatan bagi yang berdosa itu untuk bertobat dari perbuatan zinanya. Itu semua merupakan karunia Allah dan rahmat-Nya. Bila ia benar-benar tobat dari perbuatan dosanya itu Allah menerima tobatnya. Allah Mahabijaksana dengan menutup aib seseorang, tidak segera menghukumnya di dunia ini, dan memberinya kesempatan untuk bertobat.\n\nSeorang suami yang memergoki istrinya berbuat mesum dengan laki-laki lain tindakan apakah yang akan ia lakukan? Kalau ia membunuh laki-laki itu, tentunya ia akan dibunuh pula (sebagai qisas baginya). Kalau ia diamkan saja kejadian itu, maka itu adalah satu tindakan yang salah. Dan kalau ia beberkan peristiwa itu dan menuduh istrinya berzina padahal ia tidak punya saksi, maka ia akan di-had, dikenakan hukuman dera dan tidak akan diterima kesaksiannya dan ucapannya selama-lamanya, apabila ia tidak dapat mendatangkan empat orang saksi yang melihat dengan matanya sendiri peristiwa itu.\n\nApakah ia akan pergi mencari empat orang saksi untuk diajak menyaksikan perbuatan mesum istrinya itu? Suatu hal yang tidak mungkin. Maka atas karunia dan rahmat Allah Yang Maha Pengampun dan Bijaksana, suami yang melihat istrinya berzina dengan laki-laki lain itu, tidak lagi dibebani mencari empat orang saksi untuk turut bersama-sama dia menyaksikan peristiwa perzinaan itu, tetapi cukuplah ia bersumpah dan mengemukakan kesaksiannya empat kali, kemudian ditambah satu kali dengan pernyataan kesediaan menerima laknat Allah bila dia berbohong, sebagaimana tersebut di atas yang dikenal dengan istilah \"li'an\". Dengan demikian terhindarlah ia dari hukuman menuduh, yaitu hukuman dera delapan puluh kali. Untuk menghindarkan istrinya yang dituduh itu dari hukuman zina, maka ia hanya perlu melakukan hal yang sama, yaitu mengajukan sumpah dan kesaksiannya empat kali kemudian ditambah satu kali kesediaan menerima laknat bila suaminya benar dengan tuduhannya, sebagaimana tersebut di atas." } } }, { "number": { "inQuran": 2802, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0641\u0652\u0643\u0650 \u0639\u064f\u0635\u0652\u0628\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0634\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u0650\u0626\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0643\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena jaaa'oo bilifki 'usbatum minkum; laa tahsaboohu sharral lakum bal huwa khairul lakum; likul limri'im minhum mak tasaba minal-ism; wallazee tawallaa kibrahoo minhum lahoo 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who came with falsehood are a group among you. Do not think it bad for you; rather it is good for you. For every person among them is what [punishment] he has earned from the sin, and he who took upon himself the greater portion thereof - for him is a great punishment.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2802", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2802.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2802.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari penjelasan hukum li‘àn, Allah lalu mengisahkan salah satu kasus yang menimpa keluarga Nabi, yang lazim disebut Èadìš al-Ifk (berita bohong). Ayat ini mengecam mereka yang tanpa bukti menuduh ‘Aisyah berbuat zina dengan Ëafwàn bin Mu‘aííal. Sesungguhnya orang-orang yang membawa dan dengan sengaja menyebarluaskan berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu mengira berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu karena kamu dapat membedakan siapa yang munafik dan siapa mukmin sejati. Setiap orang dari mereka yang menyebarkan berita bohong tersebut akan mendapat balasan sesuai kadar dari dosa yang diperbuatnya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar dari dosa yang diperbuatnya, yakni orang yang menjadi sumber utama berita bohong itu, dia mendapat azab yang besar di akhirat nanti.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang membuat-buat berita bohong atau fitnah mengenai rumah tangga Rasulullah itu adalah dari kalangan kaum Muslimin sendiri. Sumbernya dari Abdullah bin Ubay bin Salul, pemuka kaum munafik di Medinah, shafw±n bin Muaththal, keponakan Nabi, dan Hassan bin sabit. \n\nAllah menghibur hati mereka, agar mereka jangan menyangka bahwa peristiwa itu buruk dan merupakan bencana bagi mereka, tetapi pada hakikatnya kejadian itu adalah suatu hal yang baik bagi mereka karena dengan kejadian itu, mereka akan memperoleh pahala besar dan kehormatan dari Allah dengan diturunkannya ayat-ayat yang menyatakan kebersihan mereka dari berita bohong itu, suatu bukti autentik yang dapat dibaca sepanjang masa. Setiap orang yang menyebarkan berita bohong itu akan mendapat balasan, sesuai dengan usaha dan kegiatannya tentang tersiar luasnya berita bohong itu. Sedang orang yang menjadi sumber pertama dan menyebarluaskan berita bohong ini, ialah Abdullah bin Ubay bin Salul, sebagai seorang tokoh munafik yang tidak jujur, di akhirat kelak akan diazab dengan azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 2803, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0641\u0652\u0643\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Law laaa iz sami'tumoohu zannal mu'minoona walmu'minaatu bi anfusihim khairanw wa qaaloo haazaaa ifkum mmubeen" } }, "translation": { "en": "Why, when you heard it, did not the believing men and believing women think good of one another and say, \"This is an obvious falsehood\"?", "id": "Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, “Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2803", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2803.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2803.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika isu itu merebak, sebagian kaum muslim tidak percaya berita tersebut dan meyakini kesucian ‘Aisyah. Sebagian yang lain terdiam, tidak membenarkan dan tidak pula membantah­nya. Di satu sisi ayat ini mengecam mereka yang diam seakan membenarkan isu itu, dan di sisi lain menganjurkan mereka bersikap proaktif dan mengambil langkah positif. Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat ketika mendengar berita bohong itu tidak berbaik sangka terhadap saudara-saudara mereka yang dicemarkan namanya, padahal orang itu adalah bagian dari diri mereka sendiri, yakni sesama muslim; dan mengapa juga saat kamu mendengar berita bohong itu kamu tidak berkata, “Ini adalah berita bohong yang nyata.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mencela tindakan orang-orang mukmin yang mendengar berita bohong itu yang seakan-akan mempercayainya. Mengapa mereka tidak menolak fitnahan itu secara spontan? Mengapa mereka tidak mendahulukan baik sangkanya? Iman mereka, semestinya membawa mereka untuk berbaik sangka, dan mencegah mereka berburuk sangka kepada sesama orang mukmin, karena baik atau buruk sesama mukmin, pada hakikatnya adalah juga baik atau buruk juga bagi dia sendiri, sebagaimana firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al-hujurat/49: 12)\n\nMaksudnya, janganlah orang mukmin mencela sesama orang mukmin, karena orang mukmin itu seperti satu badan.\n\nRasulullah sendiri mencegah para sahabat melakukan sangkaan yang tidak baik itu ketika beliau menjemput kedatangan Aisyah dengan mempergunakan unta shafw±n bin Muaththal di tengah hari bolong dan disaksikan oleh orang banyak, agar mencegah adanya sangkaan-sangkaan yang tidak sehat. Kalau ada desas-desus yang sifatnya negatif, sebenarnya hal itu adalah luapan prasangka mereka yang disembunyikan dan kebencian yang ditutupi selama ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2804, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0634\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law laa jaaa'oo 'alaihi bi-arba'ati shuhadaaa'; fa iz lam yaatoo bishshuhadaaa'i fa ulaaa 'ika 'indal laahi humul kaaziboon" } }, "translation": { "en": "Why did they [who slandered] not produce for it four witnesses? And when they do not produce the witnesses, then it is they, in the sight of Allah, who are the liars.", "id": "Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak datang membawa empat saksi? Oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi, maka mereka itu dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang berdusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2804", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2804.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2804.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengecam umat Islam yang pasif atas berita bohong itu, Allah lalu beralih berbicara tentang penyebar berita bohong itu. Diskursus pada ayat ini tidak diarahkan secara langsung kepada mereka untuk mengisyaratkan betapa besarnya kemurkaan Allah. Mengapa mereka yang menuduh itu tidak datang membawa empat saksi yang bersaksi atas kebenaran tuduhan mereka? Oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi maka mereka itu dalam pandangan Allah, yaitu dalam ketetapan hukum-Nya, khususnya dalam kasus ini, adalah orang-orang yang berdusta.", "long": "Ayat ini menunjukkan kemarahan Allah kepada para penyebar berita bohong itu, mengapa mereka tidak mendatangkan empat orang saksi atas kebenaran fitnahan yang disebarkan dan dituduhkan kepada Aisyah r.a. itu? Tidak didatangkannya empat orang saksi oleh mereka itu, berarti bahwa mereka itu bohong, baik di sisi Allah maupun di kalangan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 2805, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa law laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhoo fiddunyaa wal aakhirati lamassakum fee maaa afadtum feehi 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "And if it had not been for the favor of Allah upon you and His mercy in this world and the Hereafter, you would have been touched for that [lie] in which you were involved by a great punishment", "id": "Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2805", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2805.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2805.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan seandainya bukan karena karunia Allah sehingga Dia tidak menyegerakan siksa-Nya, dan seandainya pula tidak ada rahmat-Nya yang berlimpah kepadamu di dunia dengan menerima tobat kamu, dan di akhirat dengan mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya, niscaya kamu ditimpa azab yang besar disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal bohong itu.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa andaikata bukan karena karunia di dunia ini kepada para penyebar berita bohong itu dengan banyaknya nikmat yang telah diberikan kepada mereka antara lain diberinya kesempatan bertobat, dan rahmat-Nya di akhirat dengan dimaafkan mereka dari perbuatan dosa dan maksiat mereka sesudah tobat maka akan ditimpakan dengan segera oleh Allah azab kepada mereka di dunia atas perbuatannya menyebarkan fitnahan dan berita bohong." } } }, { "number": { "inQuran": 2806, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u0648\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0647\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "iz talaqqawnahoo bi alsinatikum wa taqooloona bi afwaahikum maa laisa lakum bihee 'ilmunw wa tahsaboo nahoo haiyinanw wa huwa 'indl laahi 'azeem" } }, "translation": { "en": "When you received it with your tongues and said with your mouths that of which you had no knowledge and thought it was insignificant while it was, in the sight of Allah, tremendous.", "id": "(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2806", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2806.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2806.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kelompok ayat ini menggambarkan situasi ketika kabar bohong itu tersebar. Ingatlah ketika kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu sendiri, bukan dengan isyarat, apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun duduk persoalannya, dan kamu menganggapnya sesuatu yang remeh dan tidak penting, padahal dalam pandangan Allah berita bohong itu adalah soal besar dan perbuatan yang sangat buruk.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa andaikata bukan karena karunia dan rahmat Allah, pasti mereka yang menyebarkan berita bohong itu akan ditimpa azab; penyebaran berita bohong melalui berbagai cara, yaitu pertama, mereka itu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut lalu berbincang-bincang tentang hal itu, kemudian turut menyebarluaskannya sehingga tidak satu rumah atau suatu tempat pertemuan yang luput dari berita bohong itu; kedua, mereka turut mempercakapkan suatu berita bohong yang mereka tidak tahu sama sekali seluk beluknya; ketiga, mereka menganggap enteng saja berita bohong itu, seakan-akan tidak berarti, padahal berita bohong itu adalah suatu hal yang sangat buruk akibatnya dan dosa besar di sisi Allah. Allah berfirman: \n\nSesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka. (al-Ahzab/33: 57)" } } }, { "number": { "inQuran": 2807, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u0627\u0646\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa law laaa iz sami'tu moohu qultum maa yakoonu lanaaa an natakallama bihaazaa Subhaanaka haaza buhtaanun 'azeem" } }, "translation": { "en": "And why, when you heard it, did you not say, \"It is not for us to speak of this. Exalted are You, [O Allah]; this is a great slander\"?", "id": "Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, “Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2807", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2807.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2807.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mengapa kamu tidak berkata dengan tegas dan secara langsung ketika mendengarnya, “Tidak pantas bagi kita membicarakan berita bohong ini, lebih-lebih terhadap istri Nabi. Mahasuci Engkau ya Allah, ini adalah kebohongan yang besar.”", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah menyayangkan sikap sebagian kaum Muslimin yang tidak menyetop membicarakan fitnah itu dan tidak merasa layak memperkatakan dan menyambung-nyambungnya. Mereka seharusnya menyucikan Allah, bahwa Allah tidak akan mungkin membiarkan kekejian seperti itu menimpa istri seorang nabi apalagi Nabi yang paling dimuliakan-Nya. Seharusnya mereka menyikapinya bahwa berita itu adalah bohong besar." } } }, { "number": { "inQuran": 2808, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ya'izukumul laahu an ta'oodoo limisliheee abadan in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Allah warns you against returning to the likes of this [conduct], ever, if you should be believers.", "id": "Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali mengulangi seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang beriman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2808", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2808.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2808.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah memperingatkan kamu agar tunduk dan patuh pada ketentuan-Nya, dan melarang kamu kembali mengulangi perbuatan seperti itu untuk selama-lamanya, jika kamu benar-benar orang beriman. Dan Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya serta bentuk-bentuk akhlak yang mulia kepada kamu agar kamu melaksanakannya. Dan Allah Maha Mengetahui keadaan kamu, Mahabijaksana dalam segala aturan-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada orang-orang mukmin supaya tidak mengulangi kembali perbuatan yang jahat dan dosa yang besar itu pada masa-masa yang akan datang. Hal itu bila mereka memang beriman. Orang yang beriman tentunya mengambil pelajaran dari apa yang diajarkan Allah, mengerjakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Allah sudah mengajarkan sikap yang harus diambil menghadapi berita yang tidak jelas ujung pangkalnya, yang merugikan seorang atau kaum Muslimin, bahwa berita itu tidak boleh disambung-sambung, tetapi disikapi sebagai berita bohong." } } }, { "number": { "inQuran": 2809, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa yubaiyinul laahu lakumul Aayaat; wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And Allah makes clear to you the verses, and Allah is Knowing and Wise.", "id": "dan Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2809", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2809.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2809.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengarahkan ayat ini kepada pihak-pihak yang merasa senang dengan tersebarnya isu negatif tersebut. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji, yaitu berita bohong itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, maka mereka akan mendapat azab yang pedih di dunia dengan hukuman yang tepat, dan demikian pula akan mendapat siksa yang pedih di akhirat apabila mereka tidak bertobat. Dan Allah mengetahui segala sesuatu, termasuk niat buruk para penyebar kebohongan itu, sedang kamu tidak mengetahui secara pasti motif mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menjelaskan di dalam kitab-Nya secara terperinci mengenai syariat-Nya, akhlak dan adab yang baik, perbuatan dan kelakuan yang diridai-Nya. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi-Nya bagaimana pun kecilnya, Allah membalas dengan baik amal orang yang berbuat baik, dan membalas dengan siksa orang-orang yang berbuat jahat, Allah Mahabijaksana mengatur kepentingan hamba-hamba-Nya membebankan di atas pundak mereka hal-hal yang mendatangkan kebahagiaan kepada mereka di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2810, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u0650\u064a\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yuhibboona an tashee'al faahishatu fil lazeena aamanoo lahum 'azaabun aleemun fid dunyaa wal Aakhirah; wallaahu ya'lamu wa antum laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who like that immorality should be spread [or publicized] among those who have believed will have a painful punishment in this world and the Hereafter. And Allah knows and you do not know.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2810", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2810.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2810.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengarahkan ayat ini kepada pihak-pihak yang merasa senang dengan tersebarnya isu negatif tersebut. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji, yaitu berita bohong itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, maka mereka akan mendapat azab yang pedih di dunia dengan hukuman yang tepat, dan demikian pula akan mendapat siksa yang pedih di akhirat apabila mereka tidak bertobat. Dan Allah mengetahui segala sesuatu, termasuk niat buruk para penyebar kebohongan itu, sedang kamu tidak mengetahui secara pasti motif mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang senang menyiarkan perbuatan keji dan memalukan seperti perbuatan zina di kalangan orang-orang mukmin muhsan baik laki-laki maupun perempuan, mereka akan mendapat hukuman di dunia ini dan di akhirat, bila mereka tidak tobat dan tidak menjalankan hukuman di dunia, ia akan di azab di neraka. \n\nPenyebaran berita yang tidak patut disebarkan dilarang dalam agama Islam. Yang diminta seharusnya adalah berita tentang pelanggaran etika harus disimpan, sebagaimana sabda Nabi:\n\nOrang Islam yang sebenarnya, ialah orang-orang Islam selamat dari kejahatan lidah dan tangannya, dan orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan larangan Allah. (Riwayat al-Bukhari, Abu Daud dan an-Nasa'i)\n\nDan sabdanya:\n\nTidaklah seorang hamba mukmin, menutupi cacat seorang hamba mukmin kecuali ditutupi juga cacatnya oleh Allah di hari akhirat. Dan barangsiapa menggagalkan kejahatan seorang muslim, akan digagalkan pula kejahatannya oleh Allah, di akhirat nanti. (Riwayat Ahmad bin Hanbal)\n\nAllah Maha Mengetahui hakikat dan rahasia sesuatu hal yang manusia tidak mengetahuinya. Oleh karena itu, kembalikanlah segala sesuatunya kepada Allah dan janganlah kita suka memperkatakan sesuatu yang kita tidak mengetahui sedikit pun seluk beluknya, terutama hal-hal yang menyangkut diri atau keluarga Rasulullah, karena yang demikian itu akan membawa kepada kebinasaan.\n\nPemberitaan perbuatan zina atau pornografi akan berdampak buruk yaitu mendorong orang secara luas untuk berzina. Karena itu dampak buruknya luar biasa. Mengenai hal itu manusia tidak perlu meragukannya, karena Allah-lah yang lebih tahu daripada manusia. Sebagai contoh adalah terancamnya umat manusia oleh penyakit AIDS dengan virus HIV yang belum ditemukan obatnya sampai sekarang." } } }, { "number": { "inQuran": 2811, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 18, "page": 351, "manzil": 4, "ruku": 302, "hizbQuarter": 140, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa law laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhoo wa annal laaha Ra'oofur Raheem" } }, "translation": { "en": "And if it had not been for the favor of Allah upon you and His mercy... and because Allah is Kind and Merciful.", "id": "Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Sungguh, Allah Maha Penyantun, Ma-ha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2811", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2811.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2811.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar akibat kedurhakaan kamu, tetapi bencana itu tidak segera Allah jatuhkan karena Dia memberi kamu kesempatan untuk bertobat. Sungguh, Allah Maha Penyantun dengan menangguhkan siksa-Nya, Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman, utamanya di akhirat.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa larangan-Nya terhadap penyebaran pornografi dan perzinaan adalah karena kasih sayang-Nya terhadap umat manusia. Allah memberikan karunia dan rahmat-Nya kepada mereka penyebar berita bohong, yang masih memberi kepada mereka hidup dengan segala kelengkapannya. Dan sekiranya Dia tidak Maha Penyantun dan Maha Penyayang, tentulah mereka itu sudah hancur binasa. Tetapi Dia senantiasa berbuat kepada hamba-Nya mana yang mendatangkan maslahat kepada mereka, sekalipun mereka itu telah melakukan pelanggaran-pelanggaran dan dosa serta maksiat kepada-Nya. Berkat larangan itulah dunia masih selamat sampai sekarang, karena sebagian besar manusia terutama kaum Muslimin mematuhinya." } } }, { "number": { "inQuran": 2812, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 18, "page": 352, "manzil": 4, "ruku": 303, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064f\u0637\u064f\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u062e\u064f\u0637\u064f\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0643\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tattabi'oo khutuwaatish Shaitaan; wa many-yattabi' khutuwaatish Shaitaani fa innahoo yaamuru bilfahshaaa'i walmunkar; wa law laa fadlul laahi 'alaikum wa rahmatuhoo maa zakaa minkum min ahadin abadanw wa laakinnal laaha yuzakkee many-yashaaa'; wallaahu Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not follow the footsteps of Satan. And whoever follows the footsteps of Satan - indeed, he enjoins immorality and wrongdoing. And if not for the favor of Allah upon you and His mercy, not one of you would have been pure, ever, but Allah purifies whom He wills, and Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2812", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2812.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2812.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuduhan kepada ‘Aisyah, seperti yang telah dibantah pada ayat-ayat sebelumnya, adalah ulah setan. Karena itu, ayat ini melarang kaum mukmin mengikuti langkah-langkah setan. Wahai orang-orang yang beriman, bentengi dirimu dengan keimanan dan janganlah kamu memaksakan diri menentang fitrah kamu dengan mengikuti langkah-langkah setan yang membisikkan kejahatan, di antaranya menyebarkan berita bohong. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan dengan penuh kesadaran, bukan karena lalai atau tidak tahu, maka dia telah berbuat keji dan mungkar karena sesungguhnya setan menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji, yaitu ucapan dan perbuatan yang tidak sejalan dengan tuntunan agama dan akal sehat, seperti zina dan tuduhan berzina, dan perbuatan mungkar, yaitu perbuatan buruk yang dicela oleh adat istiadat dan bertentangan dengan nilai-nilai agama. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, di antaranya menunjukkan kepadamu jalan tobat, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar itu selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki dari dosa-dosa itu. Dan Allah Maha Mendengar permohonan siapa pun, Maha Mengetahui isi hati dan ketulusannya.", "long": "Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, agar mereka itu jangan menuruti ajakan setan, mengikuti jejak dan langkahnya, seperti suka dan senang menyebarluaskan aib dan perbuatan keji di antara orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang senang mengikuti langkah-langkah setan, pasti ia akan terjerumus ke lembah kehinaan, berbuat yang keji dan mungkar, karena setan itu memang suka berbuat yang demikian. Oleh karena itu jangan sekali-kali mau mencoba-coba mengikuti jejak dan langkahnya. Sekiranya Allah tidak memberikan karunia dan rahmat kepada hamba-Nya dan yang selalu membukakan kesempatan sebesar-besarnya untuk bertobat dari maksiat yang telah diperbuat mereka, tentunya mereka tidak akan bersih dari dosa-dosa mereka yang mengakibatkan kekecewaan dan kesengsaraan, bahkan akan disegerakan azab yang menyiksa mereka itu di dunia ini, sebagaimana firman Allah:\n\nDan Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya Dia tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. (an- Nahl/16: 61)\n\nAllah Yang mempunyai kekuasaan yang tertinggi, bagaimana pun juga, Dia tetap akan membersihkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dari hamba-Nya, dengan menerima tobat mereka seperti halnya Hassan, Mistah bin Utsatsah dan lainnya. Mereka itu telah dibersihkan dari penyakit nifak, sekalipun mereka itu telah berperang secara aktif di dalam penyebaran berita bohong yang dikenal dengan \"haditsul-ifki\", Allah Maha Mendengar segala apa yang diucapkan yang sifatnya menuduh dan ketentuan kebersihan yang dituduh, Maha Mengetahui apa yang terkandung dan tersembunyi di dalam hati mereka yang senang menyebarkan berita-berita keji yang memalukan orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 2813, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 18, "page": 352, "manzil": 4, "ruku": 303, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0635\u0652\u0641\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa yaatali ulul fadli minkum wassa'ati ai yu'tooo ulil qurbaa walmasaakeena walmuhaajireena fee sabeelillaahi walya'foo walyasfahoo; alaa tuhibboona ai yaghfiral laahu lakum; wal laahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And let not those of virtue among you and wealth swear not to give [aid] to their relatives and the needy and the emigrants for the cause of Allah, and let them pardon and overlook. Would you not like that Allah should forgive you? And Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2813", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2813.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2813.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu bentuk godaan setan adalah mencarikan dalih agar seseorang enggan membantu orang lain. Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dalam kesalehan beragama serta keutamaan akhlak yang luhur dan kelapangan rezeki di antara kamu, wahai orang-orang yang beriman, bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kerabat-nya, orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah hanya karena orang-orang itu pernah berbuat kesalahan kepadanya atau membuat pribadinya tersinggung. Sebaiknya mereka berbesar hati dengan tetap mengulurkan bantuan, dan hendaklah mereka memaafkan orang yang pernah melukai hatinya, dan berlapang dada sehingga dapat membuka lembaran baru dalam hubungan mereka. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampuni kesalahan dan kekurangan kamu? Tentu kamu suka. Karena itu, maafkanlah mereka agar Allah memaafkan dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun sehingga akan menghapus dosa kamu, Maha Penyayang dengan mencurahkan nikmat lebih banyak lagi kepada kamu.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang percaya kepada Allah, janganlah mereka itu bersumpah untuk tidak mau memberikan bantuan kepada karib kerabatnya yang memerlukan bantuan karena berbuat salah, seperti Mistah anak dari saudara perempuan Ibunya Abu Bakar ra. ia seorang fakir miskin, berhijrah dari Mekah ke Medinah yang turut bersama Rasulullah saw, memperkuat pasukan kaum Muslimin di Perang Badar.\n\nOleh karena itu, sesudah turun wahyu yang menunjukkan atas kebersihan Aisyah dari hal yang dituduhkan kepadanya, dan setelah Allah mengampuni orang-orang yang semestinya diampuni, serta diberi hukuman kepada orang-orang yang semestinya menerima yang demikian itu, maka Abu Bakar ra, kembali ramah dan berbuat baik serta memberi bantuan kepada kerabatnya Mistah. Mistah adalah sepupunya, anak dari saudara perempuan ibunya. Orang-orang mukmin hendaklah memaafkan dan berlapang dada kepada segenap oknum yang terlibat atau dilibatkan di dalam peristiwa hadisul ifki. Pemaafan dan kembali membantu mereka itu merupakan sarana untuk memperoleh ampunan dari Allah. Adakah manusia yang tidak ingin bahwa dosa-dosanya diampuni Allah? Siapakah yang tidak berdosa dalam hidupnya? Bila mereka melakukannya, yaitu memaafkan dan membantu mereka yang kekurangan, maka Allah akan mengampuni dosa mereka dan menyayangi mereka. Mereka akan masuk surga." } } }, { "number": { "inQuran": 2814, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 18, "page": 352, "manzil": 4, "ruku": 303, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064f\u0639\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yarmoonal muhsanaatil ghaafilaatil mu'minaati lu'inoo fid dunyaa wal Aakhirati wa lahum 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who [falsely] accuse chaste, unaware and believing women are cursed in this world and the Hereafter; and they will have a great punishment", "id": "Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2814", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2814.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2814.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang menuduh berzina kepada perempuan-perempuan yang baik, menjaga kehormatannya, dan menjauhi perbuatan maksiat; yang lengah, yaitu tidak pernah berpikir untuk berbuat keji; dan wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka, yakni para penuduh itu, dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar pada hari Kiamat ketika Allah menjadikan lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan, termasuk tuduhan bohong mereka. Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka secara setimpal, dan ketika itu mereka tahu dan sadar bahwa Allah Mahabenar atas segala firman-Nya, Maha Menjelaskan segala sesuatu.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang saleh dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan dijauhkan dari rahmat Allah di dunia dan di akhirat, dan di akhirat nanti akan ditimpakan kepada mereka azab yang amat pedih, sebagai balasan dari kejahatan yang telah diperbuat mereka. Merekalah yang menjadi sumber dari berita yang menyakitkan hati perempuan-perempuan yang beriman, menyebarkan berita itu di antara orang-orang yang beriman. Mereka telah menjadi buruk bagi orang-orang yang turut menyiarkan berita-berita keji itu, dan mereka itu akan menanggung dosa atas perbuatannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2815, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 18, "page": 352, "manzil": 4, "ruku": 303, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma tashhhadu 'alaihim alsinatuhum wa aideehim wa arjuluhum bimaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "On a Day when their tongues, their hands and their feet will bear witness against them as to what they used to do.", "id": "pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2815", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2815.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2815.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang menuduh berzina kepada perempuan-perempuan yang baik, menjaga kehormatannya, dan menjauhi perbuatan maksiat; yang lengah, yaitu tidak pernah berpikir untuk berbuat keji; dan wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka, yakni para penuduh itu, dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar pada hari Kiamat ketika Allah menjadikan lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan, termasuk tuduhan bohong mereka. Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka secara setimpal, dan ketika itu mereka tahu dan sadar bahwa Allah Mahabenar atas segala firman-Nya, Maha Menjelaskan segala sesuatu.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa ketika orang-orang jahat yang bergelimang dosa di dunia akan diazab di akhirat nanti, mereka membantah dan mengingkari perbuatan jahat mereka, maka anggota tubuhnya menjadi saksi. Lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi dan menceritakan apa-apa yang telah dikerjakan di dunia. Dengan kekuasaan Allah anggota-anggota tubuh itu bisa berbicara dan bercerita, sebagaimana firman Allah:\n\nDan mereka berkata kepada kulit mereka, \"Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?\" (Kulit) mereka menjawab, \"Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat\n\nberbicara. (Fussilat/41: 21)\n\nDan sabda Rasulullah saw: \n\nPada hari Kiamat nanti, diperkenalkanlah orang kafir dengan perbuatannya. Ia menyangkal dan membantah (tidak mengakui perbuatannya itu). Dikatakan kepadanya, \"Mereka tetanggamu menjadi saksi atas perbuatanmu itu.\" Jawabnya, \"Mereka itu dusta.\" Dikatakan lagi, \"Keluargamu dan karib keluargamu menjadi saksi.\" Jawabnya, \"Mereka juga itu bohong.\" Saksi-saksi itu disuruh bersumpah. Mereka bersumpah (memperkuat kesaksian mereka) kemudian Allah menutup persoalan orang-orang kafir itu dan bersaksilah lidah, tangan dan kaki mereka, lalu mereka dimasukkan ke dalam neraka. (Riwayat Ibnu Abi hatim dan Ibnu Jarir dari Abu Sa'id al- Khudri)\n\nSebagian ahli tafsir memberi penjelasan bahwa kesaksian yang dimaksud di sini bukan berupa ucapan, tetapi kesaksian berupa gerakan. Kalau mengenai ucapannya, lidahnya yang bergerak. Kalau mengenai perbuatan tangan atau kaki, bergeraklah tangan dan kaki sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2816, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 18, "page": 352, "manzil": 4, "ruku": 303, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Yawma'iziny yuwaf feehimul laahu deenahumul haqqa wa ya'lamoona annal laaha Huwal Haqqul Mubeen" } }, "translation": { "en": "That Day, Allah will pay them in full their deserved recompense, and they will know that it is Allah who is the perfect in justice.", "id": "Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah Maha-benar, Maha Menjelaskan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2816", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2816.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2816.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang menuduh berzina kepada perempuan-perempuan yang baik, menjaga kehormatannya, dan menjauhi perbuatan maksiat; yang lengah, yaitu tidak pernah berpikir untuk berbuat keji; dan wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka, yakni para penuduh itu, dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar pada hari Kiamat ketika Allah menjadikan lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan, termasuk tuduhan bohong mereka. Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka secara setimpal, dan ketika itu mereka tahu dan sadar bahwa Allah Mahabenar atas segala firman-Nya, Maha Menjelaskan segala sesuatu.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa di akhirat nanti, akan disempurnakan balasan amal perbuatan tiap-tiap manusia oleh Allah. Di sanalah mereka akan mengetahui bahwa azab yang dijanjikan kepada mereka yang berbuat dosa dan maksiat di dunia ini, benar-benar akan menjadi kenyataan dan tidak ada keragu-raguan, Allah benar-benar menepati janji-Nya, dan menjelaskan sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya. Firman Allah:\n\nDan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)\n\nOleh karena itu setiap manusia hendaklah berhati-hati dalam berbuat sesuatu dan sedapat mungkin menghindari hal-hal yang menyebabkan dia binasa dan di azab nanti di akhirat, sebagaimana sabda Nabi saw:\n\nJauhilah tujuh macam yang membinasakan. Ditanya apakah yang tujuh itu wahai Rasulullah? Jawab beliau, \"Menyekutukan Allah, sihir, membunuh (manusia) yang diharamkan Allah, kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta benda anak yatim, lari membelakang dari pertempuran (fi sabilillah) dan menuduh perempuan-perempuan yang baik yang bersih hatinya dan beriman.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2817, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 18, "page": 352, "manzil": 4, "ruku": 303, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064f\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Alkhabeesaatu lilkha beeseena walkhabeesoona lilkhabeesaati wattaiyibaatu littaiyibeena wattaiyiboona littaiyibaat; ulaaa'ika mubar ra'oona maimma yaqooloona lahum maghfiratunw wa rizqun kareem" } }, "translation": { "en": "Evil words are for evil men, and evil men are [subjected] to evil words. And good words are for good men, and good men are [an object] of good words. Those [good people] are declared innocent of what the slanderers say. For them is forgiveness and noble provision.", "id": "Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2817", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2817.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2817.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ketiga dari surah ini Allah menegaskan bahwa pezina tidak layak mengawini kecuali pezina. Sudah menjadi sunatullah bahwa seseorang selalu cenderung kepada orang yang memiliki kesamaan dengannya. Hal itu kembali ditegaskan pada ayat ini. Perempuan-perempuan yang keji jiwanya dan buruk perangainya adalah untuk laki-laki yang keji layaknya perempuan itu, dan laki-laki yang keji jiwanya dan buruk perangainya untuk perempuan-perempuan yang keji seperti itu pula; dan sebaliknya, perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula. Rasulullah adalah manusia terbaik, maka istri-istrinya pastilah wanita yang baik dan terhormat. Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan atas kekhilafan mereka dan mendapat rezeki yang mulia di dunia dan akhirat.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa perempuan-perempuan yang tidak baik biasanya menjadi istri laki-laki yang tidak baik pula. Begitu pula laki-laki yang tidak baik adalah untuk perempuan-perempuan yang tidak baik pula, karena bersamaan sifat-sifat dan akhlak itu, mengandung adanya persahabatan yang akrab dan pergaulan yang erat. Perempuan-perempuan yang baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik-baik pula sebagaimana diketahui bahwa keramah-tamahan antara satu dengan yang lain terjalin karena adanya persamaan dalam sifat-sifat, akhlak, cara bergaul dan lain-lain. Begitu juga laki-laki yang baik-baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik-baik pula, ketentuan itu tidak akan berubah dari yang demikian itu. \n\nOleh karena itu, kalau sudah diyakini bahwa Rasulullah adalah laki-laki yang paling baik, dan orang pilihan di antara orang-orang dahulu dan orang kemudian, maka tentulah istri Rasulullah Aisyah r.a. adalah perempuan yang paling baik pula. Ini merupakan kebohongan dan tuduhan yang dilontarkan kepada diri Aisyah r.a. Mereka yang baik-baik, baik laki-laki maupun perempuan termasuk Safwan bin Muattal dan Aisyah r.a. adalah bersih dari tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang yang keji, baik laki-laki maupun perempuan, mereka itu memperoleh ampunan dari Allah dan rezeki yang mulia di sisi Allah dalam surga." } } }, { "number": { "inQuran": 2818, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 18, "page": 352, "manzil": 4, "ruku": 304, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0646\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tadkhuloo buyootan ghaira buyootikum hatta tastaanisoo wa tusallimoo 'allaa ahlihaa; zaalikum khairul lakum la'allakum tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not enter houses other than your own houses until you ascertain welcome and greet their inhabitants. That is best for you; perhaps you will be reminded.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2818", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2818.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2818.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut ini berbicara tentang etika berkunjung. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah tinggal yang bukan rumah tinggal-mu sebelum meminta izin kepada orang yang berada di dalamnya, dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu daripada masuk tanpa izin, agar kamu selalu ingat bahwa cara itulah yang terbaik bagi kamu.", "long": "Pada ayat ini Allah mengajarkan kepada orang-orang mukmin tata cara bergaul untuk memelihara dan memupuk cinta dan kasih sayang serta pergaulan yang baik di antara mereka, yaitu janganlah memasuki rumah orang lain kecuali sesudah diberi izin dan memberi salam terlebih dahulu, agar tidak sampai melihat aib orang lain, melihat hal-hal yang tidak pantas orang lain melihatnya, tidak menyaksikan hal-hal yang biasanya disem-bunyikan orang dan dijaga betul untuk tidak dilihat orang lain. Seseorang yang meminta izin untuk memasuki rumah orang, yang ditandai dengan memberi salam, jika tidak mendapat jawaban sebaiknya dilakukan sampai tiga kali. Kalau sudah ada izin, barulah masuk dan kalau tidak sebaik ia pulang.\n\nCara yang demikian itulah yang lebih baik, yaitu apabila akan memasuki rumah orang lain, harus lebih dahulu minta izin, memberi salam dan menunggu sampai ada izin, kalau tidak, lebih baik pulang saja." } } }, { "number": { "inQuran": 2819, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 18, "page": 353, "manzil": 4, "ruku": 304, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0643\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fa il lam tajidoo feehaaa ahadan falaa tadkhuloohaa hattaa yu'zana lakum wa in qeela lakumurji'oo farji'oo huwa azkaa lakum; wallaahu bimaa ta'maloona 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And if you do not find anyone therein, do not enter them until permission has been given you. And if it is said to you, \"Go back,\" then go back; it is purer for you. And Allah is Knowing of what you do.", "id": "Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2819", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2819.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2819.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, yaitu jika di dalam rumah yang kamu kunjungi itu tidak ada orang sama sekali atau tidak ada yang berwenang mengizinkan atau melarang kamu masuk, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan oleh penghuni rumah kepadamu, “Kembalilah!” maka hendaklah kamu kembali dan tidak bersikeras meminta izin. Yang demikian itu lebih suci bagimu karena menjauhkan kamu dari prasangka negatif. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, dan Dia pun akan membalasnya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila hendak memasuki rumah orang lain dan tidak menemukan seorang di dalamnya yang berhak memberi izin atau tidak ada penghuninya, janganlah sekali-kali memasukinya, sebelum ada izin, kecuali ada hal yang mendesak seperti ada kebakaran di dalamnya, yang mengkhawatirkan akan menjalar ke tempat lain, atau untuk mencegah suatu perbuatan jahat yang akan terjadi di dalamnya, maka bolehlah memasukinya meskipun tidak ada izin. Tetapi kalau orang yang berhak memberi izin untuk masuk, menganjurkan supaya pulang, karena ada hal-hal di dalam rumah yang oleh pemilik rumah merasa malu dilihat orang lain, maka ia harus pulang karena yang demikian itu lebih menjamin keselamatan bersama. Allah Maha Mengetahui isi hati dan niat yang terkandung di dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2820, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 18, "page": 353, "manzil": 4, "ruku": 304, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laisa 'alaikum junaahun ann tadkhuloo buyootan ghaira maskoonatin feeha mataa'ul lakum; wallaahu ya'lamu maa tubdoona wa maa taktumoon" } }, "translation": { "en": "There is no blame upon you for entering houses not inhabited in which there is convenience for you. And Allah knows what you reveal and what you conceal.", "id": "Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni, yang di dalamnya ada kepentingan kamu; Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2820", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2820.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2820.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan etika memasuki rumah yang berpenghuni pada ayat-ayat sebelumnya, Allah lalu menguraikan etika memasuki rumah yang tak berpenghuni atau bangunan yang disediakan untuk umum. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni yang tidak dibuat untuk tempat tinggal pribadi secara tetap, seperti masjid, kedai, dan pasar, yang di dalamnya ada kepentingan kamu, misalnya untuk beristirahat atau keperluan lain. Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan dalam dada, termasuk niat baik atau buruk kamu.", "long": "Diriwayatkan oleh al-Wahidi, bahwa Abu Bakar Siddiq pernah berkata, \"Wahai Rasulullah sesungguhnya Allah telah menurunkan kepada engkau ayat yang memerintahkan supaya meminta izin untuk memasuki suatu rumah. Di dalam melakukan perdagangan, kami adakalanya tinggal di penginapan. Apakah tidak boleh juga memasuki penginapan tanpa izin?\" Maka turunlah ayat ini.\n\nPada ayat ini Allah menerangkan bahwa tempat-tempat yang tidak disediakan khusus untuk tempat tinggal, tetapi hanya untuk menginap sementara bagi orang yang memerlukannya, seperti hotel, losmen, tempat rekreasi, peristirahatan dan sebagainya, tidak ada halangan dan dosa memasukinya tanpa izin, karena ada sesuatu keperluan di dalamnya. Hal-hal yang biasanya kurang layak dan tidak sopan dilihat orang lain di suatu rumah tempat tinggal, tidak terdapat di tempat tersebut di atas.\n\nAllah mengetahui apa yang dinyatakan dalam ucapan seseorang ketika meminta izin untuk memasuki rumah tempat tinggal, dan mengetahui apa yang disembunyikan di dalam hati untuk melihat aib dan hal-hal yang tidak wajar dan memalukan pemilik rumah." } } }, { "number": { "inQuran": 2821, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 18, "page": 353, "manzil": 4, "ruku": 304, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u063a\u064f\u0636\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0641\u064e\u0638\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0643\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul lilmu' mineena yaghuuddoo min absaarihim wa yahfazoo furoojahum; zaalika azkaa lahum; innallaaha khabeerum bimaa yasna'oon" } }, "translation": { "en": "Tell the believing men to reduce [some] of their vision and guard their private parts. That is purer for them. Indeed, Allah is Acquainted with what they do.", "id": "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2821", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2821.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2821.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan etika berkunjung pada ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah menguraikan etika berinteraksi antarsesama, baik saat di dalam rumah maupun di luar rumah. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada laki-laki yang beriman dengan mantap agar mereka menjaga pandangannya dari melihat sesuatu yang tidak halal dilihat, dan perintahlah mereka memelihara kemaluannya dari apa yang tidak halal untuknya. Yang demikian itu lebih suci bagi jiwa mereka agar tidak terjatuh pada perbuatan haram. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, agar mereka memelihara dan menahan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan kepada mereka untuk melihatnya, kecuali terhadap hal-hal tertentu yang boleh dilihatnya. Bila secara kebetulan dan tidak disengaja pandangan mereka terarah kepada sesuatu yang diharamkan, maka segera dialihkan pandangan tersebut guna menghindari melihat hal-hal yang di haramkan. Sebagaimana sabda rasulullah Saw. \n\nDari Jarir bin Abdullah al-Bajali dia bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang pandangan/penglihatan (terhadap perempuan) secara tiba-tiba, kemudian beliau memerintahkan untuk memalingkan pandanganku (Riwayat Muslim, Abu Daud, Ahmad, at-Tirmizi dan an-Nasai)\n\nBegitu pula sabda Rasulullah kepada Ali r.a.\n\nWahai Ali, janganlah kamu susulkan pandangan pertamamu dengan pandangan kedua, karena yang dibolehkan untukmu hanya pandangan pertama (yang tidak disengaja) sedang pandangan yang kedua tidak lagi dibolehkan (Riwayat Abu Daud dari Buraidah)\n\nDi samping itu, Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menganjurkan kepada laki-laki yang beriman supaya mereka memelihara kemaluannya dari perbuatan asusila seperti perbuatan zina, homoseksual dan lain sebagainya. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan ashabus-sunan. \n\nJagalah auratmu (jangan sampai terlihat orang lain) kecuali oleh istrimu atau hamba sahayamu. (Riwayat Ahmad dan Ashabus-Sunan)\n\nMenjaga mata untuk tidak melihat hal-hal yang diharamkan dan memelihara kemaluan untuk tidak berbuat zina atau homoseksual merupakan perbuatan yang baik dan suci, baik terhadap jiwa maupun agamanya. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Umamah :\n\nSetiap muslim yang melihat kecantikan seorang perempuan, kemudian dia menundukkan dan memejamkan matanya, Allah mengganti sebagai suatu ibadah. (Riwayat Ahmad dari Abu Umamah)" } } }, { "number": { "inQuran": 2822, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 18, "page": 353, "manzil": 4, "ruku": 304, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0636\u064f\u0636\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0641\u064e\u0638\u0652\u0646\u064e \u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u062e\u064f\u0645\u064f\u0631\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064f\u064a\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0628\u064f\u0639\u064f\u0648\u0644\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u064f\u0639\u064f\u0648\u0644\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u064f\u0639\u064f\u0648\u0644\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0631\u0652\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u0650\u0641\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u064a\u064f\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qul lilmu'minaati yaghdudna min absaarihinna wa yahfazna furoojahunna wa laa yubdeena zeenatahunna illaa maa zahara minhaa walyadribna bikhumurihinna 'alaa juyoobihinna wa laa yubdeena zeenatahunna illaa libu'oolatihinna aw aabaaa'i hinna aw aabaaa'i bu'oolati hinna aw abnaaa'ihinaa aw abnaaa'i bu'oolatihinnna aw ikhwaanihinnna aw baneee ikhwaanihinna aw banee akhawaatihinna aw nisaaa'i hinna aw maa malakat aimaanuhunna awit taabi'eena ghairi ilil irbati minar rijaali awit tiflillazeena lam yazharoo 'alaa 'awraatin nisaaa'i wala yadribnna bi arjulihinna min zeenatihinn; wa toobooo ilallaahi jammee'an aiyuhal mu'minoona la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "And tell the believing women to reduce [some] of their vision and guard their private parts and not expose their adornment except that which [necessarily] appears thereof and to wrap [a portion of] their headcovers over their chests and not expose their adornment except to their husbands, their fathers, their husbands' fathers, their sons, their husbands' sons, their brothers, their brothers' sons, their sisters' sons, their women, that which their right hands possess, or those male attendants having no physical desire, or children who are not yet aware of the private aspects of women. And let them not stamp their feet to make known what they conceal of their adornment. And turn to Allah in repentance, all of you, O believers, that you might succeed.", "id": "Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2822", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2822.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2822.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah pula, wahai Nabi Muhammad, kepada para perempuan yang beriman dengan mantap, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dari yang haram, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa terlihat darinya menurut kebiasaan dan sulit untuk mereka sembunyikan, seperti baju luar, wajah, dan telapak tangan. Dan hendaklah mereka menutupkan jilbab atau kain kerudung ke kepala, leher, dan dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya atau auratnya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, termasuk cucu, cicit, dan seterusnya, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan mereka sesama muslim, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki tua yang tidak lagi mempunyai keinginan dan syahwat kepada perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman dari segala dosa, khususnya pandangan terlarang, agar kamu beruntung dan mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.", "long": "Pada ayat ini Allah menyuruh Rasul-Nya agar mengingatkan perempuan-perempuan yang beriman supaya mereka tidak memandang hal-hal yang tidak halal bagi mereka, seperti aurat laki-laki ataupun perempuan, terutama antara pusat dan lutut bagi laki-laki dan seluruh tubuh bagi perempuan. Begitu pula mereka diperintahkan untuk memelihara kemaluannya (farji) agar tidak jatuh ke lembah perzinaan, atau terlihat oleh orang lain. \n\nSabda Rasulullah Saw. \n\nDari Ummu Salamah, bahwa ketika dia dan Maimunah berada di samping Rasulullah datanglah Abdullah bin Umi Maktum dan masuk ke dalam rumah Rasulullah (pada waktu itu telah ada perintah hijab). Rasulullah memerintahkan kepada Ummu Salamah dan Maimunah untuk berlindung (berhijab) dari Abdullah bin Umi Maktum, Ummu Salamah berkata, wahai Rasulullah bukankah dia itu buta tidak melihat dan mengenal kami?, Rasulullah menjawab, apakah kalian berdua buta dan tidak melihat dia?. (Riwayat Abu Daud dan at-Tirmidzi) \n\nBegitu pula mereka para perempuan diharuskan untuk menutup kepala dan dadanya dengan kerudung, agar tidak terlihat rambut dan leher serta dadanya. Sebab kebiasaan perempuan mereka menutup kepalanya namun kerudungnya diuntaikan ke belakang sehingga nampak leher dan sebagian dadanya, sebagaimana yang dilakukan oleh perempuan-perempuan jahiliah. \n\nDi samping itu, perempuan dilarang untuk menampakkan perhiasannya kepada orang lain, kecuali yang tidak dapat disembunyikan seperti cincin, celak/sifat, pacar/inai, dan sebagainya. Lain halnya dengan gelang tangan, gelang kaki, kalung, mahkota, selempang, anting-anting, kesemuanya itu dilarang untuk ditampakkan, karena terdapat pada anggota tubuh yang termasuk aurat perempuan, sebab benda-benda tersebut terdapat pada lengan, betis, leher, kepala, dan telinga yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. \n\nPerhiasan tersebut hanya boleh dilihat oleh suaminya, bahkan suami boleh saja melihat seluruh anggota tubuh istrinya, ayahnya, ayah suami (mertua), putra-putranya, putra-putra suaminya, saudara-saudaranya, putra-putra saudara laki-lakinya, putra-putra saudara perempuannya, karena dekatnya pergaulan di antara mereka, karena jarang terjadi hal-hal yang tidak senonoh dengan mereka. Begitu pula perhiasan boleh dilihat oleh sesama perempuan muslimah, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau pelayan/pembantu laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, baik karena ia sudah lanjut usia, impoten, ataupun karena terpotong alat kelaminnya. Perhiasan juga boleh ditampakkan dan dilihat oleh anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan, sehingga tidak akan timbul nafsu birahi karena mereka belum memiliki syahwat kepada perempuan.\n\nDi samping para perempuan dilarang untuk menampakkan perhiasan, mereka juga dilarang untuk menghentakkan kakinya, dengan maksud memperlihatkan dan memperdengarkan perhiasan yang dipakainya yang semestinya harus disembunyikan. Perempuan-perempuan itu sering dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam gelang kaki mereka, supaya berbunyi ketika ia berjalan, meskipun dengan perlahan-lahan, guna menarik perhatian orang. Sebab sebagian manusia kadang-kadang lebih tertarik dengan bunyi yang khas daripada bendanya sendiri, sedangkan benda tersebut berada pada betis perempuan.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menganjurkan agar manusia bertobat dan sadar kembali serta taat dan patuh mengerjakan perintah-Nya menjauhi larangan-Nya, seperti membatasi pandangan, memelihara kemaluan/kelamin, tidak memasuki rumah oranglain tanpa izin dan memberi salam, bila semua itu mereka lakukan, pasti akan bahagia baik di dunia maupun di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2823, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 18, "page": 354, "manzil": 4, "ruku": 304, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064f\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa ankihul ayaamaa minkum was saaliheena min 'ibaadikum wa imaa'kum; iny-yakoonoo fuqaraaa'a yughni himul laahu min fadlih; wal laahu Waasi'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And marry the unmarried among you and the righteous among your male slaves and female slaves. If they should be poor, Allah will enrich them from His bounty, and Allah is all-Encompassing and Knowing.", "id": "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2823", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2823.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2823.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah uraian tersebut, datanglah perintah untuk menikah sebagai salah satu cara memelihara kesucian nasab. Dan nikahkanlah, yaitu bantulah supaya bisa menikah, orang-orang yang masih membujang di antara kamu agar mereka dapat hidup tenang dan terhindar dari zina serta perbuatan haram lainnya, dan bantulah juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas pemberian-Nya; tidak akan berkurang khazanah-Nya seberapa banyak pun Dia memberi hamba-Nya keka-yaan, lagi Maha Mengetahui.", "long": "Pada ayat ini Allah menyerukan kepada semua pihak yang memikul tanggung jawab atas kesucian dan kebersihan akhlak umat, agar mereka menikahkan laki-laki yang tidak beristri, baik duda atau jejaka dan perempuan yang tidak bersuami baik janda atau gadis. Demikian pula terhadap hamba sahaya laki-laki atau perempuan yang sudah patut dinikahkan, hendaklah diberikan pula kesempatan yang serupa. Seruan ini berlaku untuk semua para wali (wali nikah) seperti bapak, paman dan saudara yang memikul tanggung jawab atas keselamatan keluarganya, berlaku pula untuk orang-orang yang memiliki hamba sahaya, janganlah mereka menghalangi anggota keluarga atau budak yang di bawah kekuasaan mereka untuk nikah, asal saja syarat-syarat untuk nikah itu sudah dipenuhi. Dengan demikian terbentuklah keluarga yang sehat bersih dan terhormat. Dari keluarga inilah akan terbentuk suatu umat dan pastilah umat atau bangsa itu menjadi kuat dan terhormat pula. Oleh sebab itu Rasulullah saw bersabda:\n\nNikah itu termasuk Sunnahku. Barangsiapa yang membenci Sunnahku maka dia tidak termasuk golonganku.(Riwayat Muslim)\n\nBila di antara orang-orang yang mau nikah itu ada yang dalam keadaan miskin sehingga belum sanggup memenuhi semua keperluan pernikahannya dan belum sanggup memenuhi segala kebutuhan rumh tangganya, hendaklah orang-orang seperti itu didorong dan dibantu untuk melaksanakan niat baiknya itu. Janganlah kemiskinan seseorang menjadi alasan untuk mengurungkan pernikahan, asal saja benar-benar dapat diharapkan daripadanya kemauan yang kuat untuk melangsungkan pernikahan. Siapa tahu di belakang hari Allah akan membukakan baginya pintu rezeki yang halal, baik, dan memberikan kepadanya karunia dan rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Mahaluas rahmat-Nya dan kasih sayang-Nya, Mahaluas Ilmu pengetahuan-Nya. Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki sesuai dengan hikmat kebijaksanaan-Nya.\n\nIbnu Abbas berkata, Allah menganjurkan pernikahan dan menggalakkannya, serta menyuruh manusia supaya mengawinkan orang-orang yang merdeka dan hamba sahaya, dan Allah menjanjikan akan memberikan kecukupan kepada orang-orang yang telah berkeluarga itu kekayaan. \n\nDiriwayatkan dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda:\n\nAda tiga macam orang yang Allah berkewajiban menolongnya: orang yang nikah dengan maksud memelihara kesucian dirinya, hamba sahaya yang berusaha memerdekakan dirinya dengan membayar tebusan kepada tuannya, dan orang yang berperang di jalan Allah.(Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 2824, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 18, "page": 354, "manzil": 4, "ruku": 304, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u0641\u0650\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u0650\u0643\u064e\u0627\u062d\u064b\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u062a\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e \u062a\u064e\u062d\u064e\u0635\u0651\u064f\u0646\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u0647\u0651\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0625\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wal yasta'fifil lazeena laa yajidoona nikaahan hata yughniyahumul laahu mi fadlih; wallazeena yabtaghoonal kitaaba mimmaa malakat aimaanukum fakaatiboohum in 'alimtum feehim khairanw wa aatoohum mimmaalil laahil lazeee aataakum; wa laa tukrihoo fatayaatikum 'alal bighaaa'i in aradna tahassunal litabtaghoo 'aradal hayaatid dunyaa; wa mai yukrihhunna fa innal laaha mim ba'di ikraahihinna Ghafoor Raheem" } }, "translation": { "en": "But let them who find not [the means for] marriage abstain [from sexual relations] until Allah enriches them from His bounty. And those who seek a contract [for eventual emancipation] from among whom your right hands possess - then make a contract with them if you know there is within them goodness and give them from the wealth of Allah which He has given you. And do not compel your slave girls to prostitution, if they desire chastity, to seek [thereby] the temporary interests of worldly life. And if someone should compel them, then indeed, Allah is [to them], after their compulsion, Forgiving and Merciful.", "id": "Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2824", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2824.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2824.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila arahan pada ayat sebelumnya ditujukan kepada para wali atau pihak yang dapat membantu pernikahan, arahan pada ayat ini ditujukan kepada pria agar tidak mendesak wali untuk buru-buru menikahkannya. Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian diri-nya dengan berpuasa atau aktivitas lain, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya dan memberi mereka kemudahan untuk menikah. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian, yaitu kesepakatan untuk memerdekakan diri dengan membayar tebusan, hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, yaitu jika kamu tahu mereka akan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban mereka, mampu menjaga diri, serta mampu menjalankan tuntunan agama mereka; dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu berupa zakat untuk membantu pembebasan mereka dari perbudakan. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, hanya karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi dari pelacuran itu. Barang siapa memaksa mereka untuk melakukan perbuatan tercela itu maka sungguh, Allah Maha Pengampun terhadap perempuan-perempuan yang dipaksa itu, Maha Penyayang kepada mereka setelah mereka dipaksa, dan Dia akan memikulkan dosa kepada orang yang memaksa mereka.", "long": "Bagi orang-orang yang benar-benar tidak mampu untuk membiayai keperluan pernikahan dan kebutuhan hidup berkeluarga sedangkan wali dan keluarga mereka tidak pula sanggup membantunya, maka hendaklah ia menahan diri sampai mempunyai kemampuan untuk itu. Menahan diri artinya menjauhi segala tindakan yang bertentangan dengan kesusilaan apalagi melakukan perzinaan karena perbuatan itu adalah sangat keji dan termasuk dosa besar. \n\nDi antara tujuan anjuran untuk mengawinkan pria dan perempuan yang tidak beristri atau bersuami adalah untuk memelihara moral umat dan bersihnya masyarakat dari tindakan-tidakan asusila. Bila pria atau perempuan belum dapat nikah tidak menjaga dirinya dan memelihara kebersihan masyarakatnya, tentulah tujuan tersebut tidak akan tercapai. Sebagai suatu cara untuk memelihara diri agar jangan jatuh ke jurang maksiat, Nabi Besar memberikan petunjuk dengan sabdanya:\n\nHai para pemuda! Siapa di antara kamu sanggup nikah, hendaklah ia nikah karena pernikahan itu lebih menjamin terpeliharanya mata dan terpeliharanya kehormatan. Dan barangsiapa yang tidak sanggup, maka hendaklah berpuasa, karena berpuasa itu mengurangi naluri seksnya. (Riwayat shahihain dari Ibnu Mas'ud)\n\nDi masa dahulu kesempatan melakukan tindakan asusila amat sempit sekali karena masyarakat sangat ketat menjaga kemungkinan terjadinya dan bila diketahui hukuman yang ditimpakan kepada pelakunya amat berat sekali. Oleh sebab itu, perbuatan asusila itu jarang terjadi.\n\nBerlainan dengan masa sekarang di mana masyarakat terutama di kota-kota besar tidak begitu mengindahkan masalah ini bahkan di daerah-daerah tertentu dilokalisir sehingga banyak pemuda-pemuda kita yang kurang kuat imannya jatuh terperosok ke dunia hitam itu. Oleh sebab itu dianjurkan kepada pemuda-pemuda bahkan kepada semua pria yang tidak beristri dan perempuan yang tidak bersuami yang patuh dan taat kepada ajaran agamanya, agar benar-benar menjaga kebersihan diri dan moralnya dari perbuatan terkutuk itu, terutama dengan berpuasa sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah dan dengan menyibukkan diri pada pekerjaan dan berbagai macam urusan yang banyak faedahnya atau melakukan berbagai macam hobby yang disenangi seperti olahraga, musik dan sebagainya. \n\nKemudian Allah menyuruh kepada para pemilik hamba sahaya agar memberikan kesempatan kepada budak mereka yang ingin membebaskan dirinya dari perbudakan dengan menebus dirinya dengan harta, bila ternyata budak itu bermaksud baik dan mempunyai sifat jujur dan amanah. Biasanya pembayaran itu dilakukan berangsur-angsur sehingga apabila jumlah pembayaran yang ditentukan sudah lunas maka budak tersebut menjadi merdeka. Ini adalah suatu cara yang disyariatkan Islam untuk melenyapkan perbudakan, sebab pada dasarnya Islam tidak mengakui perbudakan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan bertentangan pula dengan harga diri seseorang yang dalam Islam sangat dihormati, karena semua Bani Adam telah dimuliakan oleh Allah, sebagai tersebut dalam firman-Nya.\n\nDan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (al-Isra'/17: 70)\n\nTetapi karena pada masa Rasulullah itu semua bangsa mempraktikkan perbudakan, maka diakuinya perbudakan itu oleh Nabi Muhammad sebagai hukum darurat dan sementara. Karena musuh-musuh kaum Muslimin bila mereka mengalahkan kaum Muslimin dalam suatu peperangan mereka menganggap tawanan-tawanan yang terdiri dari kaum Muslimin itu dianggap sebagai budak pula. Karena perbudakan itu bertentangan dengan pokok ajaran Islam, maka dimulailah memberantasnya, di antaranya seperti yang tersebut dalam ayat ini. Banyak lagi cara untuk memerdekakan budak itu, seperti kaffarat bersetubuh di bulan puasa atau di waktu ihram, kaffarat membunuh, kaffarat melanggar sumpah dan sebagainya.\n\nDi samping seruan kepada pemilik hamba sahaya agar memberikan kesempatan kepada budak mereka untuk memerdekakan dirinya, diserukan pula kepada kaum Muslimin supaya membantu para budak itu dengan harta benda baik berupa zakat atau sedekah agar budak itu dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat memerdekakan dirinya. Sebenarnya adanya perbudakan dan banyaknya budak itu dalam suatu masyarakat membawa kepada merosotnya moral masyarakat itu sendiri, dan membawa kepada terjadinya pelacuran, karena budak merasa dirinya jauh lebih rendah dari orang yang merdeka. Dengan demikian mereka tidak menganggap mempertahankan moral yang tinggi sebagai kewajiban mereka dan dengan mudah mereka menjadi permainan orang-orang merdeka dan menjadi sarana bagi pemuasan hawa nafsu. \n\nSelanjutnya sebagai satu cara untuk memberantas kemaksiatan dan memelihara masyarakat agar tetap bersih dari segala macam perbuatan yang bertentangan dengan moral dan susila, Allah melarang para pemilik hamba sahaya perempuan memaksa mereka melakukan perbuatan pelacuran, sedang budak-budak itu sendiri tidak ingin melakukannya dan ingin supaya tetap bersih dan terpelihara dari perbuatan kotor itu. Banyak di antara pemilik budak perempuan yang karena tamak akan harta benda dan kekayaan mereka tidak segan-segan dan merasa tidak malu sedikit pun melacurkan budak-budak itu kepada siapa saja yang mau membayar. Bila terjadi pemaksaan seperti ini sesudah turunnya ayat ini maka berdosa besarlah para pemilik budak itu. Sedang para budak yang dilacurkan itu tidak bersalah karena mereka harus melaksanakan perintah para pemilik mereka. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun mengampuni mereka, karena mereka melakukan perbuatan maksiat itu bukan atas kemauan mereka sendiri, tetapi karena dipaksa oleh pemilik mereka.\n\nDiriwayatkan oleh Muslim dan Abu Daud dari Jabir ra bahwa Abdullah bin Ubay bin Salul mempunyai dua amat (hamba sahaya perempuan), yaitu Musaikah dan Umaimah. Lalu dia memaksanya untuk melacur, kemudian mereka mengadukan hal itu kepada Rasulullah, maka turunlah ayat ini: \n\nDemikian peraturan yang diturunkan Allah untuk keharmonisan dan kebersihan suatu masyarakat, bila dijalankan dengan sebaik-baiknya akan terciptalah masyarakat yang bersih, aman dan bahagia jauh dari hal-hal yang membahayakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2825, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 18, "page": 354, "manzil": 4, "ruku": 304, "hizbQuarter": 141, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad anzalnaaa ilaikum Aayaatim mubaiyinaatinw wa masalam minnal lazeena khalaw min qablikum wa maw'izatal lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And We have certainly sent down to you distinct verses and examples from those who passed on before you and an admonition for those who fear Allah.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2825", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2825.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2825.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menutup uraian kelompok ayat-ayat tentang kabar bohong yang menimpa keluarga Nabi serta petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan isu tersebut. Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, tuntunan hidup, dan contoh-contoh yang serupa dengan apa yang kamu alami dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu, seperti Maryam dan Yusuf yang dituduh berzina dan menerima pembebasan dari tuduhan itu; dan sebagai pelajaran bagi mereka yang mau membuka pikiran dan hatinya, yaitu orang-orang yang bertakwa.", "long": "Allah telah menurunkan ayat-ayat-Nya yang jelas baik yang menyangkut hukum yang sangat berguna bagi kebahagiaan masyarakat manusia. Begitu pula Allah telah menurunkan kisah-kisah yang dapat menjadi contoh dan teladan yaitu kisah rasul-rasul dan umat-umat yang terdahulu seperti kisah Nabi Yusuf, kisah Maryam dan sebagainya, selanjutnya tergantung kepada manusia itu sendiri apakah ia akan mengambil manfaat dari syariat dan kisah-kisah itu ataukah dia akan tetap berpaling tidak mengindahkan ajaran dan contoh teladan itu. Tetapi ajaran dan kisah-kisah itu tentu sangat berguna dan bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.\n\nAli bin Abi thalib berkata tentang Al-Qur'an, \"Di dalamnya terdapat hukum-hukum (yang dapat dijadikan pedoman) kisah-kisah umat dahulu, dan berita tentang yang akan terjadi kemudian. Dialah yang membedakan (antara yang hak dan yang batil) bukan kata-kata yang tidak berguna (sekadar untuk main-main saja). Siapa saja mengabaikannya meski bagaimana pun kuatnya akan dipatahkan oleh Allah. Siapa saja yang mencari petunjuk (dengan berpedoman) kepada selain Al-Qur'an, Allah akan menyesatkannya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2826, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 18, "page": 354, "manzil": 4, "ruku": 305, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0646\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0645\u0650\u0634\u0652\u0643\u064e\u0627\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0635\u0652\u0628\u064e\u0627\u062d\u064c \u06d6 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0635\u0652\u0628\u064e\u0627\u062d\u064f \u0641\u0650\u064a \u0632\u064f\u062c\u064e\u0627\u062c\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u062c\u064e\u0627\u062c\u064e\u0629\u064f \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e\u0628\u064c \u062f\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064c \u064a\u064f\u0648\u0642\u064e\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e\u0629\u064d \u0632\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0631\u0652\u0642\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0631\u0652\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u0632\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0636\u0650\u064a\u0621\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0633\u0652\u0647\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064c \u06da \u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064d \u06d7 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Allaahu noorus samaawaati wal ard; masalu noorihee kamishkaatin feehaa misbaah; almisbaahu fee zujaajatin azzujaajatu ka annahaa kawkabun durriyyuny yooqadu min shajaratim mubaarakatin zaitoonatil laa shariqiyyatinw wa laa gharbiyyatiny yakaadu zaituhaa yudeee'u wa law alm tamsashu naar; noorun 'alaa noor; yahdil laahu linoorihee mai yashaaa'; wa yadribul laahul amsaala linnaas; wallaahu bikulli shai'in Aleem" } }, "translation": { "en": "Allah is the Light of the heavens and the earth. The example of His light is like a niche within which is a lamp, the lamp is within glass, the glass as if it were a pearly [white] star lit from [the oil of] a blessed olive tree, neither of the east nor of the west, whose oil would almost glow even if untouched by fire. Light upon light. Allah guides to His light whom He wills. And Allah presents examples for the people, and Allah is Knowing of all things.", "id": "Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2826", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2826.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2826.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah adalah pemberi cahaya, karenanya Dia menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi cahaya bagi kehidupan manusia. Allah adalah pemberi cahaya pada langit dan bumi, baik cahaya material yang kasat mata maupun cahaya immaterial seperti keimanan, pengetahuan, dan lainnya. Perumpamaan kecerlangan cahaya-Nya yang menerangi hati orang-orang mukmin seperti sebuah lubang yang tidak tembus sehingga tidak diterpa angin yang dapat memadamkan cahaya, dan membantu mengumpulkan cahaya lalu memantulkannya; yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca dan tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun, yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, sehingga pohon itu selalu mendapat sinar matahari sepanjang hari. Kejernihan minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, berlapis-lapis; pelita adalah cahaya, demikian pula kaca dan minyak yang begitu jernih, sehingga sempurnalah sinarnya. Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, yaitu siapa saja yang mengikuti petunjuk Al-Qur’an, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia agar mereka mudah memahami kandungannya dan mengambil pela-jaran darinya hingga akhirnya mau beriman. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu; tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah adalah Pemberi cahaya kepada langit dan bumi dan semua yang ada pada keduanya. Dengan cahaya itu segala sesuatu berjalan dengan tertib dan teratur, tak ada yang menyimpang dari jalan yang telah ditentukan baginya, ibarat orang yang berjalan di tengah malam yang gelap gulita dan di tangannya ada sebuah lampu yang terang benderang yang menerangi apa yang ada di sekitarnya. Tentu dia akan aman dalam perjalanannya tidak akan tersesat atau terperosok ke jurang yang dalam, walau bagaimana pun banyak liku-liku yang dilaluinya. Berbeda dengan orang yang tidak mempunyai lampu, tentu akan banyak menemui kesulitan. Meraba-raba kesana kemari berjalan tertegun-tegun karena tidak tahu arah, maka pastilah orang ini akan tersesat atau mendapat kecelakaan karena tidak melihat alam sekitarnya. Amat besarlah faedahnya cahaya yang diberikan Allah kepada alam semesta ini. Cahaya yang dikaruniakan Allah itu bukan sembarang cahaya. Ia adalah cahaya yang istimewa yang tidak ada bandingannya, karena cahaya itu bukan saja menerangi alam lahiriah, tetapi menerangi batiniah. \n\nAllah memberikan perumpamaan bagi cahaya-Nya dengan sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan oleh manusia pada waktu diturunkannya ayat ini, yaitu dengan cahaya lampu yang dianggap pada masa itu merupakan cahaya yang paling cemerlang. Mungkin bagi kita sekarang ini cahaya lampu itu kurang artinya bila dibandingkan dengan cahaya lampu listrik seribu watt apalagi cahaya yang dapat menembus lapisan-lapisan yang ada di depannya. Sebenarnya cahaya yang menjadi sumber kekuatan bagi alam semesta tidak dapat diserupakan dengan cahaya apa pun yang dapat ditemukan manusia seperti cahaya laser umpamanya. \n\nAllah memberikan perumpamaan bagi cahaya-Nya dengan cahaya sebuah lampu yang terletak pada suatu tempat di dinding rumah yang sengaja dibuat untuk meletakkan lampu sehingga cahayanya amat terang sekali, berlainan dengan lampu yang diletakkan di tengah rumah, maka cahayanya akan berkurang karena luasnya ruangan yang menyerap cahayanya. Sumbu lampu itu berada dalam kaca yang bersih dan jernih. Kaca itu sendiri sudah cemerlang seperti kristal. Minyaknya diperas dari buah zaitun yang ditanam di atas bukit, selalu disinari cahaya matahari pagi dan petang. Maka pada ayat ini diibaratkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak tumbuh di timur dan tidak pula di barat, karena kalau pohon itu tumbuh di sebelah timur, mungkin pada sorenya tidak ditimpa cahaya matahari lagi, demikian pula sebaliknya. Minyak lampu itu sendiri karena jernihnya dan baik mutunya hampir-hampir bercahaya, walaupun belum disentuh api, apalagi kalau sudah menyala tentulah cahaya yang ditimbulkannya akan berlipat ganda. \n\nDi samping cahaya lampu itu sendiri yang amat cemerlang, cahaya itu juga dipantulkan oleh tempat letaknya, maka cahaya yang dipantulkan lampu itu menjadi berlipat ganda. Demikianlah perumpamaan bagi cahaya Allah meskipun amat jauh perbedaan antara cahaya Allah dan cahaya yang dijadikan perumpamaan.\n\nAllah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya untuk mendapat cahaya itu sehingga dia selalu menempuh jalan yang lurus yang menyampaikannya kepada cita-citanya yang baik dan selalu bertindak bijaksana dalam menghadapi berbagai macam persoalan dalam hidupnya. Berbahagialah orang yang mendapat pancaran Nur Ilahi itu, karena dia telah mempunyai pedoman yang tepat yang tidak akan membawanya kepada hal-hal yang tidak benar dan menyesatkan. Untuk memperoleh Nur Ilahi itu seseorang harus benar-benar beriman dan taat kepada perintah Allah serta menjauhi segala perbuatan maksiat. \n\nImam Syafi'i pernah bertanya kepada gurunya yang bernama Waki' tentang hafalannya yang tidak pernah mantap dan cepat lupa, maka gurunya itu menasehatinya supaya ia menjauhi segala perbuatan maksiat, karena ilmu itu adalah Nur Ilahi, dan Nur Ilahi itu tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat. Seperti dalam syair di bawah ini: \n\nAku mengadu kepada Waki' tentang buruknya hafalanku, \n\nLalu ia menasihatiku agar meninggalkan kemaksiatan.\n\nIa memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya, \n\nDan Cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.\n\nYahya bin Salam pernah berkata, \"Hati seorang mukmin dapat mengetahui mana yang benar sebelum diterangkan kepadanya, karena hatinya itu selalu sesuai dengan kebenaran.\" Inilah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw. \n\nBerhati-hatilah terhadap firasat orang mukmin, karena ia melihat dengan Nur Allah. (Riwayat al-Bukhari dalam kitab at-Tarikh al-Kabir dari Abu Sa'id al-Khudri)\n\nTentu saja yang dimaksud dengan orang mukmin di sini ialah orang-orang yang benar beriman dan bertakwa kepada Allah dengan sepenuhnya.\n\nIbnu 'Abbas berkata tentang ayat ini, \"Inilah contoh bagi Nur Allah dan petunjuk-Nya yang berada dalam hati orang mukmin. Jika minyak lampu dapat bercahaya sendiri sebelum disentuh api, dan bila disentuh oleh api bertambah cemerlang cahayanya, maka seperti itu pula hati orang mukmin, dia selalu mendapat petunjuk dalam tindakannya sebelum dia diberi ilmu. Apabila dia diberi ilmu, akan bertambahlah keyakinannya, dan bertambah pula cahaya dalam hatinya. Demikianlah Allah memberikan perumpamaan kepada manusia tentang Nur-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2827, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 18, "page": 354, "manzil": 4, "ruku": 305, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064d \u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0630\u0652\u0643\u064e\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u0635\u064e\u0627\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Fee buyootin azinal laahu an turfa'a wa yuzkara feehasmuhoo yusabbihu lahoo feehaa bilghuduwwi wal aasaal" } }, "translation": { "en": "[Such niches are] in mosques which Allah has ordered to be raised and that His name be mentioned therein; exalting Him within them in the morning and the evenings", "id": "(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2827", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2827.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2827.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Cahaya itu Allah pancarkan di langit dan bumi, seperti disebutkan dalam ayat sebelumnya. Namun, tidak semua orang dapat meraih cahaya itu. Cahaya itu di rumah-rumah ibadah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya; di sana bertasbih-lah orang-orang yang menyucikan nama-Nya melalui berbagai ibadah, seperti azan, salat, dan tilawah Al-Qur’an, pada waktu pagi dan petang,", "long": "Di antara orang-orang yang akan diberi Allah pancaran Nur Ilahi itu ialah orang-orang yang selalu menyebut nama Allah di masjid-masjid pada pagi dan petang hari serta bertasbih menyucikan-Nya. Mereka tidak lalai mengingat Allah dan mengerjakan salat walaupun melakukan urusan perniagaan dan jual beli, mereka tidak enggan mengeluarkan zakat karena tamak mengumpulkan harta kekayaan, mereka selalu ingat akan hari akhirat yang karena dahsyatnya banyak hati menjadi guncang dan mata menjadi terbelalak. Ini bukan berarti mereka mengabaikan sama sekali urusan dunia dan menghabiskan waktu dan tenaganya untuk berzikir dan bertasbih, karena hal demikian tidak disukai oleh Nabi Muhammad dan bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.\n\nNabi Muhammad telah bersabda:\n\nBerusahalah seperti usaha orang yang mengira bahwa ia tidak akan mati selama-lamanya dan waspadalah seperti kewaspadaan orang yang takut akan mati besok. (Riwayat al-Baihaqi dari Ibnu Auz)\n\nUrusan duniawi dan urusan ukhrawi keduanya sama penting dalam Islam. Seorang muslim harus pandai menciptakan keseimbangan antara kedua urusan itu, jangan sampai salah satu di antara keduanya dikalahkan oleh yang lain. Melalaikan urusan akhirat karena mementingkan urusan dunia adalah terlarang, sebagaimana disebut dalam firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (al-Munafiqun/63: 9)\n\nDan firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (al-Jumu'ah/62: 9)\n\nTetapi apabila kewajiban-kewajiban terhadap agama telah ditunaikan dengan sebaik-baiknya, seorang muslim diperintahkan untuk kembali mengurus urusan dunianya dengan ketentuan tidak lupa mengingat Allah agar dia jangan melanggar perintah-Nya atau mengerjakan larangan-Nya sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nApabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. (al-Jumu'ah/62: 10)\n\nSebaliknya melalaikan urusan dunia dan hanya mementingkan urusan akhirat juga tercela, karena orang muslim diperintahkan Allah supaya berusaha mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhannya, dan kebutuhan keluarganya. Orang-orang yang berusaha menyeimbangkan antara urusan duniawi dan urusan ukhrawi itulah orang-orang yang diridai oleh Allah. Dia bekerja untuk dunianya karena taat dan patuh kepada perintah dan petunjuk-Nya. Dia beramal untuk akhirat karena taat dan patuh kepada perintah serta petunjuk-Nya, sebagai persiapan untuk menghadapi hari akhirat yang amat dahsyat dan penuh kesulitan, sebagaimana disebut dalam firman-Nya:\n\nSungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.\" Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera. (al-Insan/76: 10-12)" } } }, { "number": { "inQuran": 2828, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 18, "page": 355, "manzil": 4, "ruku": 305, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0644\u0652\u0647\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062a\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0639\u064c \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0642\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u062a\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u0650 \u06d9 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064e\u0628\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Rinjaalul laa tulheehim tijaaratunw wa laa bai'un 'an zikril laahi wa iqaamis Salaati wa eetaaa'iz Zakaati yakkhaafoona Yawman tataqallabu feehil quloobu wal absaar" } }, "translation": { "en": "[Are] men whom neither commerce nor sale distracts from the remembrance of Allah and performance of prayer and giving of zakah. They fear a Day in which the hearts and eyes will [fearfully] turn about -", "id": "orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2828", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2828.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2828.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang bertasbih itu adalah orang-orang yang hatinya tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, betapa pun besar dan penting usaha mereka; dan tidak pula lalai dari melaksanakan salat dengan baik, benar, serta konsisten, dan demikian pula menunaikan zakat secara sempurna. Mereka takut kepada hari ketika pada hari itu hati bergoncang antara harap dan cemas, dan penglihatan menjadi gelap akibat kecemasan dan ketakutan yang amat besar terkait tempat kembali yang belum diketahuinya, antara surga atau neraka. Itulah hari Kiamat.", "long": "Di antara orang-orang yang akan diberi Allah pancaran Nur Ilahi itu ialah orang-orang yang selalu menyebut nama Allah di masjid-masjid pada pagi dan petang hari serta bertasbih menyucikan-Nya. Mereka tidak lalai mengingat Allah dan mengerjakan salat walaupun melakukan urusan perniagaan dan jual beli, mereka tidak enggan mengeluarkan zakat karena tamak mengumpulkan harta kekayaan, mereka selalu ingat akan hari akhirat yang karena dahsyatnya banyak hati menjadi guncang dan mata menjadi terbelalak. Ini bukan berarti mereka mengabaikan sama sekali urusan dunia dan menghabiskan waktu dan tenaganya untuk berzikir dan bertasbih, karena hal demikian tidak disukai oleh Nabi Muhammad dan bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.\n\nNabi Muhammad telah bersabda:\n\nBerusahalah seperti usaha orang yang mengira bahwa ia tidak akan mati selama-lamanya dan waspadalah seperti kewaspadaan orang yang takut akan mati besok. (Riwayat al-Baihaqi dari Ibnu Auz)\n\nUrusan duniawi dan urusan ukhrawi keduanya sama penting dalam Islam. Seorang muslim harus pandai menciptakan keseimbangan antara kedua urusan itu, jangan sampai salah satu di antara keduanya dikalahkan oleh yang lain. Melalaikan urusan akhirat karena mementingkan urusan dunia adalah terlarang, sebagaimana disebut dalam firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (al-Munafiqun/63: 9)\n\nDan firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (al-Jumu'ah/62: 9)\n\nTetapi apabila kewajiban-kewajiban terhadap agama telah ditunaikan dengan sebaik-baiknya, seorang muslim diperintahkan untuk kembali mengurus urusan dunianya dengan ketentuan tidak lupa mengingat Allah agar dia jangan melanggar perintah-Nya atau mengerjakan larangan-Nya sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nApabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. (al-Jumu'ah/62: 10)\n\nSebaliknya melalaikan urusan dunia dan hanya mementingkan urusan akhirat juga tercela, karena orang muslim diperintahkan Allah supaya berusaha mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhannya, dan kebutuhan keluarganya. Orang-orang yang berusaha menyeimbangkan antara urusan duniawi dan urusan ukhrawi itulah orang-orang yang diridai oleh Allah. Dia bekerja untuk dunianya karena taat dan patuh kepada perintah dan petunjuk-Nya. Dia beramal untuk akhirat karena taat dan patuh kepada perintah serta petunjuk-Nya, sebagai persiapan untuk menghadapi hari akhirat yang amat dahsyat dan penuh kesulitan, sebagaimana disebut dalam firman-Nya:\n\nSungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.\" Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera. (al-Insan/76: 10-12)" } } }, { "number": { "inQuran": 2829, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 18, "page": 355, "manzil": 4, "ruku": 305, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Liyajziyahumul laahu ahsana maa 'amiloo wa yazeedahum min fadlih; wal laahu yarzuqu mai yashaaa'u bighairi hisaab" } }, "translation": { "en": "That Allah may reward them [according to] the best of what they did and increase them from His bounty. And Allah gives provision to whom He wills without account.", "id": "(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2829", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2829.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2829.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang hatinya tidak terlalaikan oleh kesibukan duniawi itu berbuat demikian agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan balasan yang terbaik atas apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka selain balasan yang telah dijanjikan itu. Dan Allah dengan segala keagungan dan kesempurnaan-Nya melebihkan anugerah-Nya kepada hamba-hamba dan memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tanpa batas.", "long": "Orang-orang yang demikian sifatnya, selalu bertakwa dan bertawakkal kepada Allah, mereka itu diridai Allah dan mendapat pancaran Nur Ilahi dalam hidupnya karena mereka selalu berpedoman kepada ajaran-Nya dan banyak melakukan perbuatan yang baik, mengerjakan amal saleh baik yang wajib maupun yang sunnah. Mereka akan mendapat ganjaran berlipat ganda dari Allah sesuai dengan firman-Nya:\n\nBarang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi). (al-An'am/6: 160)\n\nRasulullah menerangkan janji Allah kepada orang yang saleh dalam sebuah hadis qudsi. \n\nAku (Allah) menyediakan bagi hamba-hambaKu yang saleh nikmat-nikmat yang belum dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terlintas dalam hati manusia. (Riwayat asy-Syaikhan, Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)\n\nDemikianlah Allah memberi balasan kepada hamba-Nya yang saleh yang beriman dan bertakwa dengan nikmat serta karunia yang tak terhingga." } } }, { "number": { "inQuran": 2830, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 18, "page": 355, "manzil": 4, "ruku": 305, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u0628\u0650\u0642\u0650\u064a\u0639\u064e\u0629\u064d \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0645\u0652\u0622\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafarooo a'maaluhum kasaraabim biqee'atiny yahsabuhuz zamaanu maaa'an hattaaa izaa jaaa'ahoo lam yajid hu shai'anw wa wajadal laaha 'indahoo fa waffaahu hisaabah; wallaahu saree'ul hisaab" } }, "translation": { "en": "But those who disbelieved - their deeds are like a mirage in a lowland which a thirsty one thinks is water until, when he comes to it, he finds it is nothing but finds Allah before Him, and He will pay him in full his due; and Allah is swift in account.", "id": "Dan orang-orang yang kafir, amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila (air) itu didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2830", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2830.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2830.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan sifat orang-orang yang mendapat pancaran cahaya Ilahi, pada ayat berikut Allah beralih menguraikan sifat-sifat orang kafir. Dan orang-orang yang kafir yang menutup mata hati mereka sehingga tidak memperoleh cahaya ilahi, sesungguhnya amal perbuatan mereka, yang secara lahir tampak baik dan mereka harapkan untuk dibalas dengan ganjaran, kelak di hari Kiamat seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila itu didatangi, yakni ketika dia sampai di tempat fatamorgana itu tampak, dia tidak mendapati apa pun. Dan didapatinya ketetapan Allah baginya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan sempurna; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.", "long": "Pada ayat ini Allah memberikan perumpamaan bagi amal-amal orang kafir yang tampaknya baik dan besar manfaatnya seperti mendirikan panti asuhan bagi anak-anak yatim, rumah sakit atau poliklinik untuk mengobati orang-orang yang tidak mampu, menolong fakir miskin dengan memberikan pakaian dan makanan, mendirikan perkumpulan sosial atau yayasan, dan amal-amal sosial lainnya yang sangat dianjurkan oleh agama Islam dan dipandang sebagai amal yang besar pahalanya. Amal-amal orang-orang kafir itu meskipun besar faedahnya bagi masyarakat, tetapi amal mereka itu tidak ada nilainya di sisi Allah, karena syarat utama bagi diterimanya suatu amal ialah iman kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun, apalagi menganggap makhluk-Nya baik yang bernyawa ataupun benda mati sebagai Tuhan yang diharapkan rahmat dan kasih sayangnya atau yang ditakuti murkanya. \n\nAllah menyerupakan amal-amal orang-orang kafir itu sebagai fatamorgana di padang pasir, tampak dari kejauhan seperti air jernih yang dapat melepaskan dahaga dan menyegarkan tubuh yang telah ditimpa terik matahari. Dengan bergegas-gegas orang yang melihatnya berjalan menuju arah fatamorgana itu, tetapi tatkala mereka sampai di sana, semua harapan itu sirna berganti dengan rasa kecewa dan putus asa karena yang dilihatnya seperti air jernih itu tidak lain hanyalah bayangan belaka. Mereka tidak hanya merasa kecewa dan putus asa, karena tidak mendapat minuman yang segar, tetapi mereka juga dihantui oleh nasib yang buruk karena di hadapan mereka telah menunggu penderitaan yang tidak tertangguhkan yaitu haus dan dahaga akibat ditimpa panasnya matahari sedang yang kelihatan di sekeliling mereka hanya pasir belaka yang luas tidak bertepi.\n\nDemikian halnya orang-orang kafir di akhirat nanti, mereka mengira bahwa amal mereka di dunia akan menolong dan melepaskan mereka dari kedahsyatan dan kesulitan di padang mahsyar, tetapi nyatanya semua itu tak ada gunanya sama sekali karena tidak dilandasi oleh iman, keikhlasan, dan kejujuran. Bukan saja mereka dikecewakan oleh harapan-harapan palsu, tetapi di hadapan mereka telah tersedia pula balasan atas segala dosa dan keingkaran mereka, yaitu neraka Jahanam yang amat panas dan menyala-nyala. Allah telah memberitahukan kepada mereka perhitungan amal mereka dan Malaikat Zabaniah telah siap sedia menggiring mereka ke neraka. Allah berfirman:\n\nDan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.(al-Furqan/25: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 2831, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 18, "page": 355, "manzil": 4, "ruku": 305, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u0650\u064a \u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064d \u0644\u0651\u064f\u062c\u0651\u0650\u064a\u0651\u064d \u064a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u0648\u0652\u062c\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062c\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u064c \u06da \u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064c \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Aw kazulumaatin fee bahril lujjiyyiny yaghshaahu mawjum min fawqihee mawjum min fawqihee mawjum min fawqihee sahaab; zulumatum ba'duhaa fawqa ba'din izaaa akhraja yadahoo lam yakad yaraahaa wa mal lam yaj'alil laahu lahoo noora famaa lahoo min noor" } }, "translation": { "en": "Or [they are] like darknesses within an unfathomable sea which is covered by waves, upon which are waves, over which are clouds - darknesses, some of them upon others. When one puts out his hand [therein], he can hardly see it. And he to whom Allah has not granted light - for him there is no light.", "id": "Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2831", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2831.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2831.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyajikan perumpamaan lain terkait betapa sia-sianya amal orang kafir itu. Atau keadaan orang-orang kafir itu seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang tidak dapat dijangkau kedalamannya, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya yaitu di atas gelom-bang yang bertumpuk dan bergulung-gulung itu ada lagi awan gelap yang menutupi sinar matahari. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis; perpaduan antara laut yang begitu dalam, ombak yang bergulung-gulung, dan awan yang kelam. Begitu pekat kegelapan itu hingga apabila dia mengeluarkan tangannya untuk didekatkannya ke mata, hampir saja dia tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya petunjuk oleh Allah maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.", "long": "Pada ayat ini Allah memberi perumpamaan bagi amal orang-orang kafir dengan kegelapan yang hitam kelam yang berlapis-lapis sebagaimana kelamnya suasana di laut yang dalam di malam hari di mana ombak sambung-menyambung dengan hebatnya menambah kegelapan dalam laut itu, ditambah lagi dengan awan tebal yang hitam menutupi langit sehingga tidak ada sekelumit cahaya pun yang nampak. Semua bintang yang kecil maupun yang besar tidak dapat menampakkan dirinya ke permukaan laut itu karena dihalangi oleh awan tebal dan hitam itu. Tidak ada satu pun yang dapat dilihat ketika itu, sehingga apabila seseorang mengeluarkan tangannya di hadapan mukanya tangan itu tidak nampak sama sekali meskipun sudah dekat benar ke matanya. Demikianlah hitam kelamnya amal-amal orang kafir itu. Jangankan amal itu akan dapat menolong dalam menghadapi bahaya dan kesulitan di akhirat yang amat dahsyat itu, melihat amal itu saja pun mustahil, karena semua amal yang dikerjakannya tidak diterima dan tidak diridai oleh Allah karena akidahnya yang sesat dan ucapan-ucapan yang mengandung kesombongan atau tindakan mereka yang zalim.\n\nAl-hasan al-Basri berkata tentang hal ini, \"Orang kafir berada dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan akidah, kegelapan ucapan dan kegelapan amal perbuatan.\" Sedangkan Ibnu 'Abbas menyatakan, \"Kegelapan hati, penglihatan dan pendengarannya.\"\n\nDemikianlah keadaan orang-orang kafir, mereka berada dalam kegelapan yang pekat sekali, karena mereka sedikit pun tidak mendapat pancaran Nur Ilahi. Allah tidak akan memberikan kepada mereka pancaran Nur-Nya, karena itulah mereka selalu berada dalam kegelapan. Tidak ada pedoman yang dapat dijadikan pedoman karena memang mereka sudah sesat sangat jauh sekali tersesat dan tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk kembali ke jalan yang benar sebagaimana firman-Nya:\n\nDan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim/14: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 2832, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 18, "page": 355, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0635\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u064a\u062d\u064e\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha yusabbihu lahoo man fissamaawaati wal ardi wat tairu saaaffaatim kullun qad 'alima Salaatahoo wa tasbeehah; wallaahu 'aleemum bimaa yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "Do you not see that Allah is exalted by whomever is within the heavens and the earth and [by] the birds with wings spread [in flight]? Each [of them] has known his [means of] prayer and exalting [Him], and Allah is Knowing of what they do.", "id": "Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh, telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2832", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2832.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2832.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menguraikan bukti kebesaran dan kekuasaan-Nya pada ayat berikut agar manusia beribadah kepada-Nya dan mengakui keesaan-Nya. Tidakkah engkau tahu, wahai Nabi Muhammad, bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi dengan keadaan atau cara masing-masing, dan bersama mereka bertasbih juga burung yang mengembangkan sayapnya; tidak ada yang mencegahnya jatuh kecuali atas kuasa dan izin Allah. Masing-masing makhluk itu sungguh telah me-ngetahui cara berdoa dan bertasbih-nya sendiri, tetapi kamu tidak me-ngetahuinya (Lihat juga: Surah al-Isrà’/17: 44). Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Allah pada ayat ini secara istimewa menyebut burung karena penciptaan burung dan kemampuannya terbang terasa nyata menunjukkan keajaiban penciptaan dan kesempurnaan Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah mengarahkan pikiran Nabi Muhammad pada khususnya dan pikiran manusia pada umumnya untuk memperhatikan alam, baik di langit maupun di bumi agar dia menyadari bahwa di samping manusia sebagai makhluk Allah, ada bermacam-macam makhluk-Nya di alam ini. Bila diperhatikan pasti akan membawa kepada keyakinan akan kekuasaan Khaliknya dan kebijaksanaan-Nya mengatur segala sesuatu dengan rapi dan seimbang. Semua makhluk itu, walaupun tidak disadari oleh manusia tunduk patuh dan bertasbih menyucikan-Nya menurut segala ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Kalaulah ada sebuah bintang saja keluar dari garis edarnya dan tidak mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan Allah, tentu akan terjadi benturan di antara bintang-bintang yang mengakibatkan rusaknya susunan alam atau tata surya yang harmonis dan hancurlah sebagian dari bintang-bintang itu dan tidak mustahil bumi kita akan terkena malapetaka besar sebagai dampaknya. Akan tetapi, ternyata tidak pernah ada kejadian seperti itu dan semua makhluk yakin bahwa Allah senantiasa menjaga semua tata tertib yang telah ditetapkan-Nya. \n\nAllah menyuruh manusia memperhatikan setiap makhluk-Nya yang kecil lagi lemah, yaitu burung yang dapat terbang melayang di udara dan kadang-kadang kelihatan seakan-akan dia berhenti sejenak di awang-awang tidak terpengaruh oleh gravitasi bumi. Firman Allah:\n\nTidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman. (an-Nahl/16: 79)\n\nSetiap barang yang mempunyai berat pasti akan jatuh ke bumi. Tetapi burung-burung itu sekalipun demikian tetap bermain-main di udara dengan aman tanpa ada sedikit pun kekhawatiran akan jatuh ke bumi. Hal ini karena Allah telah mengatur bentuk burung-burung itu yang dilengkapi dengan sayap yang dapat dikembangkan dan dikatupkan. Dengan bentuk dan susunan seperti itu, burung dapat mengatasi gravitasi bumi terhadap sesuatu yang berbobot dan mempunyai berat. Kita tak dapat melihat bahwa burung-burung itu sedang menikmati karunia Allah baginya, bersyukur, dan bertasbih kepada Allah Penciptanya. \n\nBertasbih bagi makhluk selain manusia bukanlah seperti manusia bertasbih yaitu berzikir dengan menyebut nama Allah tetapi makhluk-makhluk itu ada cara-cara tertentu yang tidak dapat kita ketahui. Allah-lah Yang Maha Mengetahui bagaimana cara mereka bertasbih dan salat. Bila kita sadari bahwa semua makhluk Allah mulai dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya bertasbih menyucikan nama-Nya dan mensyukuri nikmat dan karunia-Nya, sungguh amat mengherankan mengapa di antara manusia yang telah dianugerahi akal pikiran dan perasaan, masih ingkar dan durhaka kepada-Nya. Masih ada di antara mereka yang menyembah selain-Nya dan menyekutukan-Nya dengan berhala atau benda-benda ciptaan-Nya. Mereka tidak pernah bertasbih kepada-Nya, menyucikan-Nya dan mensyukuri nikmat-Nya.\n\nAlangkah bodohnya orang-orang seperti itu padahal makhluk yang tidak berakal selalu bertasbih menyucikan nama Allah. Pada suatu ketika Nabi muhammad saw dengan rahmat Tuhannya mendengar batu kerikil di bawah telapak kakinya bertasbih kepada Allah. Pernah pula ketika Nabi Daud membaca Kitab Zabur dengan suara yang merdu Allah memerintahkan kepada gunung-gunung dan burung-burung supaya bertasbih bersama Nabi Dawud menyucikan nama-Nya seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan sungguh, Telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), \"Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud,\" dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (Saba'/34: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 2833, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 18, "page": 355, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi mulkus samaawaati wal ardi wa ilal laahil maseer" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth, and to Allah is the destination.", "id": "Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan hanya kepada Allah-lah kembali (seluruh makhluk)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2833", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2833.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2833.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah contoh kecil dari kekuasaan dan kepemilikan Allah. Dan sesungguhnya hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia yang menciptakan, memiliki, dan mengaturnya. Dengan demikian, Allah adalah sumber segala sesuatu dan hanya kepada Allah-lah seluruh makhluk akan kembali.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah yang mempunyai langit dan bumi, Dialah yang mengatur dan berkuasa atas segala yang ada di antara keduanya. Kepada-Nyalah nanti semua makhluk ciptaan-Nya akan kembali. Oleh sebab itu, hendaklah manusia tunduk dan patuh kepada-Nya dan selalu bersyukur memuji-Nya atas segala nikmat dan karunia-Nya. Hendaklah manusia memikirkan dan merenungkan kebesaran dan kekuasaan-Nya yang dapat dibuktikan dengan memperhatikan dan menganalisa ciptaan-Nya di langit dan di bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 2834, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 18, "page": 355, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0632\u0652\u062c\u0650\u064a \u0633\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0624\u064e\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0631\u064f\u0643\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u062f\u0652\u0642\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0631\u064e\u062f\u064d \u0641\u064e\u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u0633\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha yuzjee sahaaban summa yu'allifu bainahoo summa yaj'aluhoo rukaaman fataral wadqa yakhruju min khilaalihee wa yunazzilu minas samaaa'i min jibaalin feehaa mim barain fa yuseebu bihee mai yashaaa'u wa yasrifuhoo 'am mai yashaaa'u yakkaadu sanaa barqihee yazhabu bil absaar" } }, "translation": { "en": "Do you not see that Allah drives clouds? Then He brings them together, then He makes them into a mass, and you see the rain emerge from within it. And He sends down from the sky, mountains [of clouds] within which is hail, and He strikes with it whom He wills and averts it from whom He wills. The flash of its lightening almost takes away the eyesight.", "id": "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2834", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2834.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2834.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu bukti bahwa semua makhluk akan kembali kepada Allah adalah kuasa-Nya mengatur hujan yang airnya bermula dari laut dan sungai di darat, kemudian menguap, lalu turun kembali ke darat. Tidakkah engkau melihat bahwa Allah Yang Mahakuasa menjadikan awan bergerak perlahan ke tempat yang Dia kehendaki, kemudian Dia mengumpulkan bagian-bagian-nya yang ringan itu, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk sehingga menjadi berat, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan turun ke bumi; dan Dia juga menurunkan butiran-butiran es dari langit, yaitu dari gumpalan-gumpalan awan yang serupa gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya butiran-butiran es atau hujan itu kepada siapa yang Dia kehendaki sebagai rahmat atau azab, dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya yang timbul akibat gesekan arus listrik di awan itu begitu cemerlang dan menyilaukan sehingga hampir-hampir saja ia menghilangkan penglihatan.", "long": "Pada ayat ini Allah mengarahkan pula perhatian Nabi saw dan manusia agar memperhatikan dan merenungkan bagaimana Dia menghalau awan dengan kekuasaan-Nya dari satu tempat ke tempat lain kemudian mengumpulkan awan-awan yang berarak itu pada suatu daerah, sehingga terjadilah tumpukan awan yang berat berwarna hitam, seakan-akan awan itu gunung-gunung besar yang berjalan di angkasa. Dari awan ini turunlah hujan lebat di daerah itu dan kadang-kadang hujan itu bercampur dengan es. Bagi yang berada di bumi ini jarang sekali melihat awan tebal yang berarak seperti gunung, tetapi bila kita berada dalam pesawat akan terlihat di bawah pesawat yang kita tumpangi awan-awan yang bergerak perlahan itu memang seperti gunung-gunung yang menjulang di sana sini dan bila awan itu menurunkan hujan nampak dengan jelas bagaimana air itu turun ke bumi. Hujan yang lebat itu memberi rahmat dan keuntungan yang besar bagi manusia, karena sawah dan ladang yang sudah kering akibat musim kemarau, menjadi subur kembali dan berbagai macam tanaman tumbuh dengan subur sehingga manusia dapat memetik hasilnya dengan senang dan gembira.\n\nTetapi ada pula hujan yang lebat dan terus-menerus turun sehingga menyebabkan terjadinya banjir di mana-mana. Sawah ladang terendam bahkan kampung seluruhnya terendam, maka hujan lebat itu menjadi malapetaka bagi manusia dan bukan sebagai rahmat yang menguntungkan. Semua itu terjadi adalah menurut iradah dan kehendak-Nya. Sampai sekarang belum ada satu ilmu pun yang dapat mengatur perputaran angin dan perjalanan awan sehingga bisa mencegah banjir dan malapetaka itu. Di mana-mana terjadi topan dan hujan lebat yang membahayakan tetapi para ahli ilmu pengetahuan tidak dapat mengatasinya. Semua ini menunjukkan kekuasaan Allah, melimpahkan rahmat dan nikmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan menimpakan musibah dan malapetaka kepada siapa yang dikehendaki-Nya pula.\n\nMenurut para ilmuwan sains dan teknologi, persyaratan bagaimana hujan dapat turun, dimulai dari adanya awan yang membawa uap air. Awan ini disebut dengan awan cumulus. Gumpalan-gumpalan awan cumulus yang semula letaknya terpencar-pencar, akan \"dikumpulkan\" oleh angin. Pada saat awan sudah menyatu, akan terjadi gerakan angin yang mengarah ke atas dan membawa kumpulan awan ini, yang sekarang disebut awan cumulus nimbus, ke atas. Gerakan ke atas ini sampai dengan ketinggian (dan suhu) yang ideal, di mana uap air akan berubah menjadi kristal-kristal es. Pada saat kristal es turun ke bumi, dan suhu berubah menjadi lebih tinggi, mereka akan berubah menjadi butiran air hujan. \n\nDi antara keanehan alam yang dapat dilihat manusia ialah terjadinya kilat yang sambung menyambung pada waktu langit mendung dan sebelum hujan turun. Meskipun ahli ilmu pengetahuan dapat menganalisa sebab musabab kejadian itu, tetapi mereka tidak dapat menguasai dan mengendalikannya. Bukankah ini suatu bukti bagi kekuasaan Allah di alam semesta ini?" } } }, { "number": { "inQuran": 2835, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Yuqallibul laahul laila wannahaar; inna fee zaalika la'ibratal li ulil absaar" } }, "translation": { "en": "Allah alternates the night and the day. Indeed in that is a lesson for those who have vision.", "id": "Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2835", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2835.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2835.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mempergantikan secara terus-menerus malam yang penuh kegelapan dan siang yang terang benderang, sehingga pergantian itu melahirkan panas dan dingin. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran yang berharga tentang kekuasaan dan anugerah Allah, bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan mata hati dan pikiran yang tajam.", "long": "Di antara hal-hal yang menunjukkan kekuasaan Allah ialah beralihnya siang menjadi malam dan malam menjadi siang. Para ahli falak, hanya dapat menganalisa sebab terjadinya malam di suatu daerah demikian pula siang. Hal ini berpangkal dari perjalanan matahari dan perputaran bumi. Tetapi mereka tidak mampu sama sekali untuk mengubah ketentuan dan ketetapan Allah. Mereka tidak dapat memperpanjang atau memperpendek siang atau malam di suatu daerah karena perputaran malam dan siang itu suatu ketentuan dari yang Mahakuasa. Semua ini seharusnya menjadi perhatian dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikir bahwa manusia sebagai makhluk Allah, dengan ilmunya yang sedikit hanya dapat menganalisa kejadian-kejadian dalam alam ini tetapi mereka tidak dapat menguasainya karena kekuasaan yang sebenarnya ada di tangan Allah.\n\nMenurut saintis, penggantian siang ke malam secara optis (penglihatan) adalah pergeseran dari warna dari cahaya yang dilenturkan (diffracted) dari mula-mula cahaya kuning, ke jingga ke merah (menjelang waktu salat Isya) sampai ke infra merah pada waktu salat Isya. Setelah itu semakin larut malam, maka bumi dihujani oleh gelombang yang lebih pendek yang bisa membahayakan manusia. \n\nEfek dari berbagai gelombang dari sinar matahari dengan panjang gelombang yang makin pendek belum diketahui secara mendalam. Tetapi yang jelas bahwa gelombang yang sangat pendek, kearah gelombang X atau gelombang rontgen cukup berbahaya bagi tubuh manusia apalagi jika dayanya tinggi. Oleh karena itu dianjurkan manusia untuk tinggal di rumah dan beristirahat sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 2836, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0637\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064d \u06da \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wallaahu khalaqa kulla daaabbatim mim maaa'in faminhum mai yamshee 'alaa batnihee wa minhum mai yamshee 'alaa rijlaine wa minhum mai yamshee 'alaaa arba'; yakhluqul laahu maa yashaaa'; innal laaha 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Allah has created every [living] creature from water. And of them are those that move on their bellies, and of them are those that walk on two legs, and of them are those that walk on four. Allah creates what He wills. Indeed, Allah is over all things competent.", "id": "Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2836", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2836.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2836.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain bukti-bukti kekuasaan Allah yang telah dikemukakan sebelumnya, Allah juga menciptakan semua jenis hewan dari air yang memancar sebagaimana Dia menciptakan tumbuhan dari air yang tercurah, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dengan merayap, seperti ular, ulat, dan hewan melata lainnya, dan sebagian berjalan dengan dua kaki seperti manusia dan unggas, sedang sebagian yang lain berjalan dengan empat kaki seperti sapi, kambing, dan lainnya. Allah Yang Mahakuasa menciptakan apa yang Dia kehendaki dari makhluk yang disebutkan dan yang tidak disebutkan pada ayat ini, se-perti hewan yang berjalan dengan lebih dari empat kaki seperti kalajengking dan laba-laba. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu; tiada sesuatu pun yang sulit bagi-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah mengarahkan perhatian manusia supaya memperhatikan hewan-hewan yang bermacam-macam jenis dan bentuknya. Dia telah menciptakan semua jenis hewan itu dari air. Ternyata memang air itulah yang menjadi pokok kehidupan hewan karena sebagian besar dari unsur-unsur yang terkandung dalam tubuhnya adalah air. Hewan tidak dapat bertahan hidup tanpa air. Di antara binatang-binatang itu ada yang melata, bergerak dan berjalan dengan perutnya seperti ular. Di antaranya ada yang berjalan dengan dua kaki dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki, bahkan kita lihat pula di antara binatang-binatang itu yang banyak kakinya, tetapi tidak disebutkan dalam ayat ini karena Allah menerangkan bahwa Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya bukan saja binatang-binatang yang berkaki banyak tetapi mencakup semua binatang dengan berbagai macam bentuk. Masing-masing binatang itu diberinya naluri, anggota tubuh, dan alat-alat pertahanan agar ia dapat menjaga kelestarian hidupnya. Ahli-ahli ilmu hewan merasa kagum memperhatikan susunan anggota tubuh masing-masing hewan itu sehingga ia dapat bertahan atau menghindarkan diri dari musuhnya yang hendak membinasakannya. Hal itu semua menunjukkan kekuasaan Allah, ketelitian dan kekukuhan ciptaan-Nya. Manusia bagaimana pun tinggi ilmu dan teknologinya tidak dapat menciptakan sesuatu seperti ciptaan Allah, sebagaimana disebut dalam firman-Nya:\n\n(Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (an- Naml/27: 88)\n\nMenurut ilmu sains dan teknologi, kaitan antara air dan kehidupan dapat diketahui di bawah ini: \n\n1.Air ditengarai sangat dekat dengan makhluk hidup, karena, khususnya untuk kebanyakan hewan, berasal dari cairan sperma. Diindikasikan bahwa keanekaragaman binatang \"datangnya\" dari air tertentu yang khusus (sperma) dan menghasilkan yang sesuai dengan ciri masing-masing binatang yang dicontohkan dalam ayat tersebut.\n\n2.Pengertian kedua mengenai air sebagai asal muasal kehidupan, diduga karena air merupakan bagian yang penting agar makhluk dapat hidup. Pada kenyataannya, memang sebagian besar bagian tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Misal saja pada manusia, 70% bagian berat tubuhnya terdiri dari air. Manusia tidak dapat bertahan lama apabila 20% saja dari persediaan air yang ada di tubuhnya hilang. Akan tetapi, manusia masih dapat bertahan hidup selama 60 hari tanpa makan. Sedangkan mereka akan mati dalam waktu 3-10 hari tanpa minum. Juga diketahui bahwa air merupakan bahan pokok dalam pembentukan darah, cairan limpa, kencing, air mata, cairan susu dan semua organ lain yang ada di dalam tubuh manusia.\n\nBahwa semua kehidupan dimulai dari air. Air di sini lebih tepat bila diartikan sebagai laut. Teori modern tentang asal mula kehidupan belum secara mantap disetujui sampai sekitar dua atau tiga abad yang lalu. Sebelum itu, teori yang mengemuka adalah suatu konsep yang dikenal dengan nama \"spontaneous generation\". Dalam konsep ini dipercaya bahwa makhluk hidup itu ada dengan sendirinya dan muncul dari ketiadaan. Teori ini kemudian ditentang oleh beberapa ahli di sekitar tahun 1850-an, antara lain oleh Louis Pasteur.\n\nDimulai dengan penelitian yang dilakukan oleh Huxley, dan sampai penelitian masa kini, teori lain ditawarkan sebagai alternatif. Teori ini percaya bahwa kehidupan muncul dari rantai reaksi kimia yang panjang dan komplek. Rantai kimia ini dipercaya dimulai dari kedalaman lautan. Dugaan bahwa di lautlah mulainya kehidupan disebabkan karena kondisi atmosfer pada saat itu belum berkembang menjadi kawasan yang dapat dihuni makhluk hidup. Radiasi ultraviolet yang terlalu kuat akan mematikan setiap makhluk hidup yang ada di daratan. Diperkirakan, kehidupan baru bergerak menuju daratan pada 425 juta tahun yang lalu, saat lapisan ozon mulai terbentuk dan melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet.\n\nProtoplasma adalah dasar dari semua makhluk untuk dapat hidup. Sedangkan kerja dari protoplasma dalam menunjang kehidupan sangat bergantung pada kehadiran air. Kembali air menjadi segalanya.\n\nDari uraian ini peran air bagi kehidupan sangat jelas, dari mulai adanya makhluk hidup di bumi (berasal dari kedalaman laut), bagi kelangsungan hidupnya (air diperlukan untuk pembentukan organ dan menjalankan fungsi organ) dan memulai kehidupan (terutama bagi kelompok hewan “ air tertentu yang khusus “ sperma).\n\nDi luar protoplasma, yang menjadi dasar terjadinya kehidupan, sebagian besar bagian tubuh mengandung air. Indikasi ini menyatakan bahwa walaupun hidup di daratan, semuanya masih berhubungan dengan tempat dimulainya kehidupan, yaitu lautan. Pada binatang bertulang belakang (binatang menyusui, burung, dan lain-lain), terlihat kaitannya dengan laut pada beberapa tahap perkembangan janin (embriologi). Beberapa organ sebagaimana dimiliki oleh ikan dimiliki oleh mereka.\n\nUraian di atas tampaknya menyetujui teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Akan tetapi, perlu diberikan catatan di sini, bahwa Al-Qur'an tidak memberikan peluang khusus untuk mendukung teori evolusi. Walaupun semua ayat di atas memberikan indikasi yang tidak meragukan bahwa Allah menciptakan semua makhluk hidup dari air, masih banyak ayat lainnya yang menekankan akan Kekuasaan-Nya terhadap semua yang ada di alam semesta, seperti, antara lain, dua penggalan ayat 47 Surah Ali 'Imran/3 (\" ........ Ia hanya berkata \"jadilah\" maka .....\" ) dan Surah Fussilat/41:39." } } }, { "number": { "inQuran": 2837, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Laqad anzalnaaa Aayaatim mubaiyinaat; wallaahu yahdee mai yashaaa'u ilaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "We have certainly sent down distinct verses. And Allah guides whom He wills to a straight path.", "id": "Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2837", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2837.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2837.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menutup uraian tentang bukti-bukti kekuasaan-Nya pada ayat-ayat yang lalu, Allah menyatakan sebagai berikut, Sungguh, Kami telah menurunkan baik pada surah ini maupun surah yang lain, ayat-ayat yang memberi penjelasan berupa bukti, hukum, nasihat, dan permisalan yang dibutuhkan oleh manusia untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang luas, lurus dan tidak menyimpang.", "long": "Semua yang tersebut pada ayat-ayat sebelum ini menunjukkan kekuasaan Allah dan kesempurnaan ciptaan-Nya. Bagi ahli-ahli ilmu pengetahuan dalam segala bidang terbuka lapangan yang seluas-luasnya untuk meneliti dan menyelidiki berbagai macam ciptaan Allah, dan mengagumi bagaimana kukuh dan sempurnanya ciptaan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat bukti-bukti yang nyata tentang adanya Maha Pencipta, namun banyak juga di antara manusia walaupun ia mengagumi semua ciptaan Allah itu, tidak mengambil manfaat dari penelitiannya kecuali sekadar penelitian saja dan tidak membawanya kepada keimanan. Memang demikianlah halnya, karena Allah hanya menunjukkan siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus." } } }, { "number": { "inQuran": 2838, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona aamannaa billaahi wa bir Rasooli wa ata'naa summa yatawallaa fareequm minhum mim ba'di zaalik; wa maaa ulaaa'ika bilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "But the hypocrites say, \"We have believed in Allah and in the Messenger, and we obey\"; then a party of them turns away after that. And those are not believers.", "id": "Dan mereka (orang-orang munafik) berkata, “Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul (Muhammad), dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2838", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2838.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2838.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, yakni orang-orang munafik, berkata, “Kami telah beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan Rasul Muhammad, dan kami menaati perintah dan tuntunan keduanya.” Kemudian sungguh mengherankan, apabila mereka diperintahkan untuk melaksanakan suatu kewajiban maka sebagian dari mereka berpaling setelah ucapan dan pengakuannya itu. Sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang beriman karena keengganan mereka menerima hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan ciri-ciri orang munafik, mereka selalu mengatakan kami beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi mereka selalu mengerjakan hal-hal yang bertentangan dengan Islam dan tidak pernah patuh dan taat kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Sebenarnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Iman mereka hanya di mulut saja, tetapi hati mereka tetap kafir, dan dipenuhi oleh kekotoran hawa nafsu. Bila ada sesuatu yang menguntungkan mereka, mereka berani bersumpah bahwa mereka benar-benar orang-orang yang beriman. Tetapi bila ada sesuatu yang merugikan dengan pernyataan beriman itu mereka lari berpihak kepada musuh-musuh Islam. Firman Allah:\n\nDan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, \"Kami telah beriman.\" Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, \"Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.\" (al-Baqarah/2: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 2839, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa du'ooo ilal laahi wa Rasoolihee li yahkuma bainahum izaa fareequm minhum mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "And when they are called to [the words of] Allah and His Messenger to judge between them, at once a party of them turns aside [in refusal].", "id": "Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya, agar (Rasul) memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak (untuk datang)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2839", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2839.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2839.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah perilaku kaum munafik. Dan apabila mereka diajak oleh siapa pun kepada tuntunan dan hukum Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka, yaitu mengadili perselisihan di antara mereka, maka tiba-tiba dan tanpa berpikir panjang sebagian dari mereka menolak menerima hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah jika itu merugikan mereka. Akan tetapi, jika kebenaran itu di pihak mereka dan mendatangkan keuntungan, mereka akan datang kepada Rasulullah dengan patuh dan sangat gembira.", "long": "Di antara sifat-sifat orang-orang munafik itu, bila mereka dipanggil untuk menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya mereka berpaling tak mau menerima ketetapan itu. Mereka lebih senang menerima ketetapan siapa pun selain Allah dan Rasul-Nya asal saja ketetapan itu menguntungkan mereka. Mereka tegas-tegas menolak ketetapan Allah dan Rasul-Nya walaupun ketetapan itu nyata-nyata berdasarkan keadilan dan kebenaran dan dikuatkan pula oleh bukti-bukti yang jelas. Dalam ayat lain Allah berfirman menjelaskan sifat orang munafik itu.\n\nTidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. Dan apabila dikatakan kepada mereka, \"Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,\" (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (an-Nisa'/4: 60-61)" } } }, { "number": { "inQuran": 2840, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0630\u0652\u0639\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iny-yakul lahumul haqqu yaatooo ilaihi muz'ineen" } }, "translation": { "en": "But if the right is theirs, they come to him in prompt obedience.", "id": "Tetapi, jika kebenaran di pihak mereka, mereka datang kepadanya (Rasul) dengan patuh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2840", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2840.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2840.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah perilaku kaum munafik. Dan apabila mereka diajak oleh siapa pun kepada tuntunan dan hukum Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka, yaitu mengadili perselisihan di antara mereka, maka tiba-tiba dan tanpa berpikir panjang sebagian dari mereka menolak menerima hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah jika itu merugikan mereka. Akan tetapi, jika kebenaran itu di pihak mereka dan mendatangkan keuntungan, mereka akan datang kepada Rasulullah dengan patuh dan sangat gembira.", "long": "Di antara sifat-sifat orang-orang munafik itu, bila mereka dipanggil untuk menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya mereka berpaling tak mau menerima ketetapan itu. Mereka lebih senang menerima ketetapan siapa pun selain Allah dan Rasul-Nya asal saja ketetapan itu menguntungkan mereka. Mereka tegas-tegas menolak ketetapan Allah dan Rasul-Nya walaupun ketetapan itu nyata-nyata berdasarkan keadilan dan kebenaran dan dikuatkan pula oleh bukti-bukti yang jelas. Dalam ayat lain Allah berfirman menjelaskan sifat orang munafik itu.\n\nTidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. Dan apabila dikatakan kepada mereka, \"Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,\" (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (an-Nisa'/4: 60-61)" } } }, { "number": { "inQuran": 2841, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 306, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062d\u0650\u064a\u0641\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afee quloobihim ma radun amirtaabooo am yakhaafoona ani yaheefallaahu 'alaihim wa Rasooluh; bal ulaaa'ika humuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "Is there disease in their hearts? Or have they doubted? Or do they fear that Allah will be unjust to them, or His Messenger? Rather, it is they who are the wrongdoers.", "id": "Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2841", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2841.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2841.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perilaku mereka sungguh mengherankan. Apakah keberpalingan mereka dari hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah itu karena dalam hati mereka ada penyakit, atau karena mereka ragu-ragu terkait keadilan dan kebenaran hukum Rasulullah itu, ataukah karena mereka takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, keberpalingan mereka itu adalah kezaliman yang nyata karena mereka itu adalah orang-orang yang zalim dengan sesungguh­nya.", "long": "Kemudian Allah mengemukakan pertanyaan mengenai sebab-sebab yang menjadikan orang-orang munafik itu bersifat demikian. Apakah karena memang dalam hati mereka ada penyakit sehingga mereka selalu ragu terhadap segala putusan yang merugikan mereka walaupun bukti-bukti dan dalil-dalil menguatkan putusan itu? Ataukah memang mereka pada dasarnya ragu-ragu terhadap kerasulan dan kenabian Muhammad saw. Ataukah mereka khawatir Allah dan Rasul-Nya akan berlaku zalim terhadap mereka? Itulah akhlak, tingkah laku, dan sifat-sifat mereka. Sifat-sifat orang yang telah sesat, tidak mau menerima kebenaran bila akan merugikan mereka. Itulah sifat-sifat orang-orang kafir yang telah tersesat. Mereka itulah orang-orang yang zalim yang suka merugikan orang lain dan zalim pula terhadap diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 2842, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 307, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa kaana qawlal mu'mineena izaa du'ooo ilal laahi wa Rasoolihee li yahkuma bainahum ai yaqooloo sami'naa wa ata'naa; wa ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "The only statement of the [true] believers when they are called to Allah and His Messenger to judge between them is that they say, \"We hear and we obey.\" And those are the successful.", "id": "Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2842", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2842.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2842.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lain halnya dengan penolakan kaum munafik saat diajak berhukum kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya ucapan orang-orang mukmin yang beriman dengan mantap apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat pada keputusan apa pun yang ditetapkan oleh Rasul.” Mereka itulah orang-orang mukmin sejati, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung dalam kehidupan dunia dan akhirat.", "long": "Orang-orang yang benar-benar beriman apabila diajak bertahkim kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka tunduk dan patuh menerima putusan, baik putusan itu menguntungkan atau merugikan mereka. Mereka yakin dengan sepenuh hati tidak merasa ragu sedikit pun bahwa putusan itulah yang benar, karena putusan itu adalah putusan Allah dan Rasul-Nya. Tentu putusan siapa lagi yang patut diterima dan dipercayai kebenaran dan keadilannya selain putusan Allah dan Rasul-Nya? Demikianlah sifat-sifat orang-orang yang beriman benar-benar percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan yakin sepenuhnya bahwa Allah Yang Mahabenar dan Mahaadil." } } }, { "number": { "inQuran": 2843, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 307, "hizbQuarter": 142, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0626\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa mai yuti'il laaha wa Rasoolahoo wa yakhshal laaha wa yattaqhi fa ulaaa'ika humul faaa'izoon" } }, "translation": { "en": "And whoever obeys Allah and His Messenger and fears Allah and is conscious of Him - it is those who are the attainers.", "id": "Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2843", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2843.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2843.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala hal, tidak hanya dalam menerima keputusan Nabi terkait hal yang mereka perselisihkan, serta takut kepada Allah dengan seluruh jiwanya terkait dosa-dosa yang pernah dilakukan, dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan karena memperoleh ampun-an dari Allah dan surga-Nya.", "long": "Siapa yang menaati semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya karena meyakini bahwa mengerjakan perintah Allah itulah yang akan membawa kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, meninggalkan semua larangan-Nya, akan menjauhkan mereka dari bahaya dan malapetaka di dunia dan di akhirat dan selalu bertakwa kepada-Nya, dan berbuat baik terhadap sesama manusia, maka mereka itu termasuk golongan orang-orang yang mencapai keridaan Ilahi dan bebas dari segala siksaan-Nya di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 2844, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 18, "page": 356, "manzil": 4, "ruku": 307, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0637\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064e\u0629\u064c \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqsamoo billaahi jahda aimaanihim la'in amartahum la yakhrujunna qul laa tuqsimoo taa'atum ma'roofah innal laaha khabeerum bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And they swear by Allah their strongest oaths that if you ordered them, they would go forth [in Allah 's cause]. Say, \"Do not swear. [Such] obedience is known. Indeed, Allah is Acquainted with that which you do.\"", "id": "Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah sungguh-sungguh, bahwa jika engkau suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah (Muhammad), “Janganlah kamu bersumpah, (karena yang diminta) adalah ketaatan yang baik. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2844", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2844.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2844.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain sikap orang munafik yang menolak hukum darimu, wahai Nabi Muhammad, mereka juga bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah sungguh-sungguh bahwa jika engkau suruh mereka untuk berperang, pastilah mereka akan pergi. Demikian sumpah mereka. Untuk merespons sumpah mereka, katakanlah wahai Nabi, \"Janganlah kamu bersumpah palsu karena yang diminta oleh Allah dari kamu adalah ketaatan yang baik dan tulus, bukan ketaatan di mulut saja. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan, baik pekerjaan lahir maupun batin.\"", "long": "Pada ayat ini Allah kembali menerangkan tingkah laku orang-orang munafik yaitu mereka dengan mudah mengucapkan janji-janji yang muluk-muluk dan diperkuat dengan sumpah, tetapi tidak pernah mereka tepati. Mereka bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa bila mereka diminta untuk ikut berperang bersama orang-orang mukmin mereka pasti akan ikut dan tidak akan menolak, bagaimana pun keadaan dan situasi mereka dan tidak akan memikirkan apa yang akan terjadi dalam peperangan itu, seakan-akan mereka yakin benar bahwa perintah berperang itu adalah untuk kepentingan bersama dan untuk menegakkan agama Allah. Tetapi Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati mereka, bahwa mereka bila benar-benar diajak untuk berperang melawan musuh, mereka akan mencari dalih dan alasan agar mereka tidak ikut pergi dan tinggal saja di Medinah. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar melarang mereka bersumpah, karena sumpah seperti itu berat resikonya. Mereka tidak perlu bersumpah karena Allah sudah mengetahui bahwa ketaatan dan kepatuhan mereka hanya di mulut saja dan tidak timbul dari hati nurani yang bersih. Senada dengan ayat ini Allah berfirman:\n\nMereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik. (at-Taubah/9: 96)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-orang yang sangat takut (kepadamu). (at-Taubah/9: 56)\n\nOleh karena itu Allah mengingatkan mereka terhadap sumpah palsu yang mereka ucapkan itu dan mengancam akan menimpakan balasan yang setimpal atas perbuatan mereka yang jahat itu, dan menjelaskan bahwa Dia mengetahui segala tingkah laku mereka dan niat jahat mereka serta tipu daya yang mereka atur untuk menipu kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 2845, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 18, "page": 357, "manzil": 4, "ruku": 307, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0645\u0651\u0650\u0644\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0645\u0651\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Qul atee'ul laaha wa atee'ur Rasoola fa in tawallaw fa innamaa 'alaihi maa hummila wa 'alaikum maa hummiltum wa in tutee'oohu tahtadoo; wa maa'alar Rasooli illal balaaghul mubeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Obey Allah and obey the Messenger; but if you turn away - then upon him is only that [duty] with which he has been charged, and upon you is that with which you have been charged. And if you obey him, you will be [rightly] guided. And there is not upon the Messenger except the [responsibility for] clear notification.\"", "id": "Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2845", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2845.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2845.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah itu Allah mengingatkan orang-orang mukmin agar tidak teperdaya oleh ulah orang-orang munafik. “Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dalam semua perintah dan larangan mereka dengan ketaatan yang tulus. Jika kamu berpaling maka kamu akan tersesat dan merugi, karena sesungguhnya kewajiban Rasul itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, yaitu menyampaikan risalah Allah, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu, yaitu menerima dengan tulus tuntunan Rasul tersebut. Jika kamu taat kepadanya dan melaksanakan tuntunannya, niscaya kamu mendapat petunjuk menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan amanat Allah dengan jelas melalui ucapan, pembenaran, dan keteladanannya.”", "long": "Kemudian Allah memerintahkan lagi kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada mereka untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan sungguh-sungguh. Jangan selalu berpura-pura beriman, tetapi perbuatan dan tingkah laku mereka bertentangan dengan kata-kata yang mereka ucapkan. Ini adalah sebagai peringatan terakhir kepada mereka. Bila mereka tetap juga berpaling dari kebenaran dan melakukan hal-hal yang merugikan perjuangan kaum Muslimin maka katakanlah kepada mereka bahwa dosa perbuatan mereka itu akan dipikulkan di atas pundak mereka sendiri dan tidak akan membahayakan Nabi dan kaum Muslimin sedikit pun. Mereka akan mendapat kemurkaan Allah dan siksaan-Nya. Bila mereka benar-benar taat dan keluar dari kesesatan dengan menerima petunjuk Allah dan Rasul-Nya niscaya mereka akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Kewajiban Rasul hanya menyampaikan petunjuk dan nasihat. Menerima atau menolak adalah keputusan masing-masing, di luar tanggung jawab Rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 2846, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 18, "page": 357, "manzil": 4, "ruku": 307, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064f\u0645\u064e\u0643\u0651\u0650\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0646\u064b\u0627 \u06da \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa'adal laahul lazeena aamanoo minkum wa 'amilus saalihaati la yastakhlifan nahum fil ardi kamastakh lafal lazeena min qablihim wa la yumakkinanna lahum deenahumul lazir tadaa lahum wa la yubaddilannahum mim ba'di khawfihim amnaa; ya'budoonanee laayushrikoona bee shai'aa; wa man kafara ba'da zaalika fa ulaaa'ika humul faasiqoon" } }, "translation": { "en": "Allah has promised those who have believed among you and done righteous deeds that He will surely grant them succession [to authority] upon the earth just as He granted it to those before them and that He will surely establish for them [therein] their religion which He has preferred for them and that He will surely substitute for them, after their fear, security, [for] they worship Me, not associating anything with Me. But whoever disbelieves after that - then those are the defiantly disobedient.", "id": "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2846", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2846.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2846.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjanjikan hidayah bagi mereka yang taat kepada-Nya dan Rasul-Nya. Melalui ayat ini Allah menegaskan janji lainnya bagi yang beriman dan beramal salih. Allah telah menjanjikan secara pasti kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan, yaitu semua aktivitas yang bermanfaat sesuai tuntunan agama, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi seperti kuasa raja atas kerajaannya, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah keadaan mereka setelah berada dalam ketakutan yang mencekam menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun, baik secara nyata atau tersembunyi. Tetapi, barang siapa tetap kafir setelah janji yang pasti itu maka mereka itulah orang-orang yang fasik dan keluar dari koridor agama.\r\nMelalui ayat ini Allah menetapkan dua syarat bagi orang-orang yang ingin memperoleh kekuasaan dan rasa aman, yaitu beriman dengan benar dan berbuat kebajikan. Bila kedua syarat itu terpenuhi dalam suatu masyarakat, pasti janji Allah itu akan menjadi nyata.", "long": "Rabi' bin Anas pernah berkata mengenai ayat ini, \"Nabi Muhammad saw berada di Mekah selama sepuluh tahun menyeru orang-orang kafir Mekah kepada agama tauhid, menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya sedang orang-orang yang beriman selalu berada dalam ketakutan dan kekhawatiran. Mereka belum diperintah untuk berperang. Kemudian mereka diperintah hijrah ke Medinah. Setelah perintah itu dilaksanakan turunlah perintah untuk berperang. Mereka selalu dalam ketakutan dan kekuatiran, tetap menyandang senjata pagi dan petang, dan mereka tetap tabah dan sabar. Kemudian datanglah seorang sahabat menemui Nabi dan berkata, \"Ya Rasulullah apakah untuk selama-lamanya kita harus berada dalam kekhawatiran dan kewaspadaan ini? Kapanlah akan datang waktunya kita dapat merasa aman dan bebas dari memanggul senjata?\" Maka Rasulullah saw menjawab, \"Kamu tidak akan lama menunggu keadaan itu. Tidak lama lagi akan tiba waktunya di mana seseorang dapat duduk di suatu pertemuan besar yang tidak ada sepucuk senjata pun terdapat dalam pertemuan itu. Lalu turunlah ayat ini.\n\nAllah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. Akan menjadikan agama mereka agama yang kokoh dan kuat, dan akan memberikan kepada mereka nikmat keamanan dan kesejahteraan. Itulah janji Allah dan janji itu adalah janji yang pasti terlaksana karena mustahil Allah memungkiri janji-Nya selama mereka berpegang teguh kepada perintah dan ajaran-Nya. Memang janji itu telah terlaksana dengan kemenangan beruntun yang dicapai kaum Muslimin di masa Nabi saw dan di masa Khulafa'urrasyidin dan sesudahnya. Di masa Nabi Muhammad, kaum Muslimin telah dapat menaklukkan kota Mekah, Khaibar, Bahrain dan seluruh Jazirah Arab.\n\nSesudah Nabi saw wafat dan pemerintahan dikendalikan oleh para sahabat (Khulafaurrasyidin) mereka selalu mengikuti jejak Rasulullah saw dalam segala urusan. Dengan demikian kekuasaan mereka meluas baik ke timur, ke barat, ke utara, maupun ke selatan, maka tersebarlah agama Islam dengan pesatnya sehingga dianut oleh penduduk negeri-negeri yang berhasil dikuasai tanpa paksaan dan ancaman. Mereka benar-benar menikmati keamanan dan kesejahteraan. Pemerintahan Islam benar-benar telah menjadi kuat, disegani oleh kawan dan lawan.\n\nAllah telah mengingatkan kaum Muslimin yang telah sukses mencapai kemenangan, keamanan dan kesejahteraan itu dengan firman-Nya:\n\nDan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Medinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur. (al-Anfal/8: 26)\n\nDemikianlah kaum Muslimin menjadi kuat dan disegani, menikmati keamanan dan kesejahteraan pada masa Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman, sampai timbul pertentangan yang hebat antara kaum Muslimin pada masa pemerintahan Ali bin Abi thalib sehingga terjadi perang saudara antara sesama mereka padahal perang sesama Muslim itu sangat bertentangan dengan firman Allah:\n\nDan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ali 'Imran/3: 103)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat. (Ali 'Imran/3: 105)\n\nSemenjak itu terjadilah pasang surut dalam pemerintahan Islam. Pada satu waktu mereka jaya dan mulia dan pada waktu yang lain mereka lemah tak berdaya bahkan menjadi mangsa bagi kaum yang lain sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka dalam mempraktekkan ajaran Islam, menaati perintah Allah dan Rasul-Nya, menegakkan keadilan dan kebenaran serta menjaga kesatuan umat agar jangan terpecah belah." } } }, { "number": { "inQuran": 2847, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 18, "page": 357, "manzil": 4, "ruku": 307, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqeemus Salaata wa aatuz Zakaata wa atee'ur Rasoola la'allakum turhamoon" } }, "translation": { "en": "And establish prayer and give zakah and obey the Messenger - that you may receive mercy.", "id": "Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2847", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2847.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2847.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan perintah Allah kepada orang-orang mukmin untuk menaati Allah dan Rasul-Nya, Allah berfirman, “Dan laksanakanlah salat dengan khusyuk, berkesinambungan, dan memenuhi semua rukun, syarat, dan sunnahnya; tunaikanlah zakat secara sempurna sesuai tuntunan agama, dan taatlah kepada Rasul agar kamu diberi rahmat.", "long": "Pada ayat ini Allah mengiringi janji akan mencapai kemenangan itu dengan perintah mendirikan salat, menunaikan zakat dan menaati Allah dan Rasul-Nya. Itulah syarat pertama untuk mencapai kemenangan dan memeliharanya. Kadang-kadang mencapai sesuatu tidaklah begitu berat, tetapi memelihara kelestarian apa yang telah dicapai itu lebih berat daripada mencapainya. Oleh sebab itu kaum Muslimin harus memperkuat diri dan memupuk pertahanan dengan tiga macam senjata yang sangat ampuh itu yaitu pertama menguatkan batin dengan selalu berhubungan dengan Yang Mahakuasa. Kedua zakat yang membersihkan diri dari sifat bakhil dan kikir, sehingga apabila tiba waktu untuk seseorang tidak segan mengorbankan harta, tenaga bahkan jiwanya. Ketiga taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya di mana segala tindak tanduknya disesuaikan dengan ajaran-Nya dan bila terdapat perbedaan pendapat hendaklah dikembalikan kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Itulah yang menjadi pedoman bagi segala gerak dan langkah. Dengan memenuhi ketiga syarat itu akan dapat dibina kekuatan umat dan ketahanannya terhadap segala bahaya yang mengancam dan kejayaan yang telah dicapai dapat dipertahankan dan dipelihara ." } } }, { "number": { "inQuran": 2848, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 18, "page": 357, "manzil": 4, "ruku": 307, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Laa tahsabannal lazeena kafaroo mu'jizeena fil ard; wa maawaahumun Naaru wa labi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "Never think that the disbelievers are causing failure [to Allah] upon the earth. Their refuge will be the Fire - and how wretched the destination.", "id": "Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan Allah di bumi; sedang tempat kembali mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2848", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2848.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2848.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan Allah di bumi, sehingga mereka dapat menghindar dari siksa dan ketetapan-Nya. Ketahuilah bahwa hal itu mustahil terjadi, sedang tempat kembali mereka di akhirat nanti adalah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa orang-orang kafir itu tidak akan dapat menghindarkan diri dari siksa Allah bila Allah menghendaki kebinasaan mereka atau keruntuhan kekuasaan mereka. Oleh sebab itu janganlah terlalu memperhitungkan kekuatan mereka selama kaum Muslimin tetap memelihara kondisi mereka dengan ketiga syarat yang dikemukakan pada ayat 56. Mereka pasti menemui akibat dari kedurhakaan dan keingkaran mereka baik di dunia maupun di akhirat. Di akhirat mereka akan ditempatkan dalam neraka Jahanam dan itu seburuk-buruk tempat kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 2849, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 18, "page": 357, "manzil": 4, "ruku": 308, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u062b\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0647\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0634\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064f \u0639\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06da \u0637\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo li yastaazinkumul lazeena malakat aimaanukum wallazeena lam yablughul huluma minkum salaasa marraat; min qabli Salaatil Fajri wa heena tada'oona siyaa bakum minaz zaheerati wa mim ba'di Salaatil Ishaaa'; salaasu 'awraatil lakum; laisa 'alaikum wa laa 'alaihim junaahum ba'dahunn; tawwaafoona 'alaikum ba'dukum 'alaa ba'd; kazaalika yubaiyinul laahu lakumul aayaat wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, let those whom your right hands possess and those who have not [yet] reached puberty among you ask permission of you [before entering] at three times: before the dawn prayer and when you put aside your clothing [for rest] at noon and after the night prayer. [These are] three times of privacy for you. There is no blame upon you nor upon them beyond these [periods], for they continually circulate among you - some of you, among others. Thus does Allah make clear to you the verses; and Allah is Knowing and Wise.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan) yaitu, sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah salat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2849", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2849.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2849.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kembali berbicara tentang etika dalam pergaulan, Allah menegaskan, “Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya yang kamu miliki, baik laki-laki maupun perempuan yang telah atau hampir balig, dan orang-orang yaitu anak-anak yang sudah paham tentang aurat meskipun belum balig di antara kamu, hendaklah mereka semua meminta izin kepada kamu pada tiga kali atau tiga kesempatan dalam satu hari, yaitu sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian luarmu di tengah hari untuk sekadar berbaring atau beristirahat, dan setelah salat Isya hingga sepanjang malam karena ketika itu kamu bersiap atau sedang tidur. Itulah tiga waktu yang biasa kamu gunakan untuk mengganti pakaian sehingga kemungkinan aurat terlihat bagi kamu. Tidak ada dosa bagi kamu dan tidak pula bagi mereka bila masuk tanpa meminta izin selain dari tiga waktu itu; mereka sering keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu ada keperluan atas sebagian yang lain, dan interaksi semacam ini tidak mudah dihindari. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang bermanfaat bagi hamba-Nya, Mahabijaksana dalam ketentuan dan bimbingan-Nya.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari Muqatil Ibnu hayyan, bahwasannya seorang laki-laki dari kaum Ansar bersama istrinya Asma' binti Musyidah membuat makanan untuk Nabi Saw, kemudian Asma' berkata, \"Wahai Rasulullah, alangkah jeleknya ini. Sesungguhnya masuk pada (kamar) isteri dan suaminya sedang keduanya berada dalam satu sarung masing-masing dari keduanya tanpa izin, lalu turunlah ayat ini. \n\nSebagaimana kita ketahui, pada masa kini sebuah rumah biasanya terdiri atas beberapa kamar, dan tiap-tiap kamar ditempati oleh anggota keluarga dan orang lain yang ada di rumah itu. Ada kamar untuk kepala keluarga dan istrinya, ada kamar untuk anak-anak dan kamar untuk pembantu dan lain sebagainya. Biasanya masing-masing anggota keluarga dapat masuk ke kamar yang bukan kamarnya itu bila ada keperluan dan tidak perlu minta izin kepada penghuni kamar itu. Akan tetapi, Islam memberikan batas-batas waktu untuk kebebasan memasuki kamar orang lain. Maka para hamba sahaya, dan anak-anak yang belum balig tidak dibenarkan memasuki kamar orang tua atau kamar anggota keluarga yang sudah dewasa dan berkeluarga pada waktu-waktu yang ditentukan kecuali meminta izin lebih dahulu, seperti dengan mengetuk pintu dan sebagainya. Bila ada jawaban dari dalam \"Silahkan masuk\", barulah mereka boleh masuk. Waktu-waktu yang ditentukan itu ialah pertama pada waktu pagi hari sebelum salat Subuh, kedua pada waktu sesudah Zuhur, dan ketiga pada waktu sesudah salat Isya'. \n\nWaktu-waktu itu disebut dalam ayat ini \"aurat\", karena pada waktu-waktu itu biasanya orang belum mengenakan pakaiannya dan aurat mereka belum ditutupi semua dengan pakaian. Pada pagi hari sebelum bangun untuk salat subuh biasanya orang masih memakai pakaian tidur. Demikian pula halnya pada waktu istirahat sesudah zuhur dan istirahat panjang sesudah Isya'. Pada waktu-waktu istirahat seperti itu suami istri mungkin melakukan hal-hal yang tidak pantas dilihat oleh orang lain, pembantu, atau anak-anak. \n\nAdapun di luar tiga waktu yang telah ditentukan itu maka amat berat rasanya kalau diwajibkan meminta izin dahulu sebelum memasuki kamar-kamar itu, karena para pembantu dan anak-anak sudah sewajarnya bergerak bebas dalam rumah karena banyak yang akan diurus dan banyak pula yang perlu diambil dari kamar-kamar tersebut. Para pembantu biasa memasuki kamar untuk membersihkan kamar atau untuk mengambil sesuatu yang diperintahkan oleh tuan atau nyonya rumah dan demikian pula halnya dengan anak-anak.\n\nAllah menjelaskan adab sopan santun dalam rumah tangga yang harus dipatuhi dan dilaksanakan. Para ahli ilmu jiwa setelah mengadakan penelitian yang mendalam berpendapat bahwa anak-anak di bawah umur (sebelum balig) tidak boleh melihat hal-hal yang belum patut dilihatnya karena akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa mereka dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam penyakit kejiwaan. Amat besar hikmah adab sopan santun ini bagi ketenteraman rumah tangga, dan memang demikianlah halnya karena adab ini diperintahkan oleh Allah Yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 2850, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 18, "page": 358, "manzil": 4, "ruku": 308, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0637\u0652\u0641\u064e\u0627\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa izaa balaghal atfaalu minkumul huluma fal yastaazinoo kamas taazanal lazeena min qablihim; kazaalika yubaiyinul laahu lakum Aayaatih; wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And when the children among you reach puberty, let them ask permission [at all times] as those before them have done. Thus does Allah make clear to you His verses; and Allah is Knowing and Wise.", "id": "Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2850", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2850.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2850.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila anak-anak kamu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka juga meminta izin untuk masuk ke kamar kamu, seperti halnya orang-orang yang lebih dewasa harus meminta izin seperti ketentuan yang telah dijelaskan sebelumnya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.", "long": "Bila anak-anak itu sudah mencapai usia balig maka mereka diperlakukan seperti orang dewasa lainnya, bila hendak memasuki kamar harus meminta izin lebih dahulu bukan pada waktu yang ditentukan itu saja tetapi untuk setiap waktu. Kemudian Allah mengulangi penjelasan-Nya bahwa petunjuk dalam ayat ini adalah ketetapan-Nya yang mengandung hikmah dan manfaat bagi keharmonisan dalam rumah tangga. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu dan Mahabijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 2851, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 18, "page": 358, "manzil": 4, "ruku": 308, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u0650\u0643\u064e\u0627\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e \u062b\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064f\u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u0641\u0650\u0641\u0652\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Walqawaa'idu minan nisaaa'il laatee laa yarjoona nikaahan falisa 'alaihinna junaahun ai yada'na siyaabahunna ghaira mutabar rijaatim bizeenah; wa ai yasta'fifna khairul lahunn; wallaahu Samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And women of post-menstrual age who have no desire for marriage - there is no blame upon them for putting aside their outer garments [but] not displaying adornment. But to modestly refrain [from that] is better for them. And Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi), maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2851", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2851.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2851.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila sebelumnya Allah melarang para perempuan secara umum untuk menampakkan hiasan mereka, maka pada ayat ini Allah memberi pengecualian kepada perempuan tua. Dan para perempuan tua yang telah berhenti dari haid dan hamil, yang tidak ingin menikah lagi, maka tidak ada dosa bagi mereka untuk menanggalkan pakaian luar yang biasa mereka pakai di atas pakaian lain yang menutup aurat mereka, asalkan hal itu dilakukan dengan tidak ditujukan untuk menampakkan perhiasan yang tersembunyi pada anggota tubuh yang wajib ditutup; tetapi memelihara kehormatan dengan memakai pakaian lengkap adalah lebih baik bagi mereka daripada menanggalkannya. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.", "long": "Bagi perempuan-perempuan yang sudah tua yang tidak lagi mempunyai keinginan bersenggama dan tidak lagi memiliki daya tarik diizinkan menanggalkan sebagian pakaiannya yang biasa dipakai perempuan untuk menutupi seluruh aurat seperti hauscoat (pakaian lapang yang menutupi seluruh badan) dan lain sebagainya. Tetapi tidak boleh membuka aurat yang biasa tertutup rapi seperti dada, betis, paha dan lain-lainnya. Bila perempuan tua itu tetap ingin berpakaian lengkap seperti biasa, maka hal itu lebih baik baginya. Bagaimanapun seorang perempuan meskipun telah tua lebih terhormat bila dia masih memperhatikan dan mementingkan apa yang baik dipakai baginya sebagai perempuan. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui semua tingkah laku hamba-Nya dan apa yang tersimpan dalam hatinya." } } }, { "number": { "inQuran": 2852, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 18, "page": 358, "manzil": 4, "ruku": 308, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u062c\u0650 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u0650 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0645\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0635\u064e\u062f\u0650\u064a\u0642\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062d\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e\u0629\u064b \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064b \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laisa 'alal a'maa barajunw wa laa 'alal a'raji barajunw wa laa 'alal mareedi barajun wa laa 'alaa anfusikum an taakuloo mim buyootikum aw buyooti aabaaa'ikum aw buyooti ummahaatikum aw buyooti ikhwaanikum aw buyooti akhawaatikum aw buyooti a'maamikum aw buyooti 'ammaatikum aw buyooti akhwaalikum aw buyooti khaalaatikum aw maa malaktum mafaatihahooo aw sadeeqikum; laisa 'alaikum junaahun an taakuloo jamee'an aw ashtaata; fa izaa dakhaltum buyootan fasallimoo 'alaaa anfusikum tahiyyatam min 'indil laahi mubaarakatan taiyibah; kazaalika yubai yinul laahu lakumul Aayaati la'allakum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "There is not upon the blind [any] constraint nor upon the lame constraint nor upon the ill constraint nor upon yourselves when you eat from your [own] houses or the houses of your fathers or the houses of your mothers or the houses of your brothers or the houses of your sisters or the houses of your father's brothers or the houses of your father's sisters or the houses of your mother's brothers or the houses of your mother's sisters or [from houses] whose keys you possess or [from the house] of your friend. There is no blame upon you whether you eat together or separately. But when you enter houses, give greetings of peace upon each other - a greeting from Allah, blessed and good. Thus does Allah make clear to you the verses [of ordinance] that you may understand.", "id": "Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara-saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya atau (di rumah) kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2852", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2852.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2852.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai memberi kemudahan kepada perempuan tua dalam hal berpakaian, pada ayat ini Allah menjalankan prinsip kemudahan kepada orang yang memiliki halangan tertentu. Tidak ada halangan, yakni tidak ada dosa dan tidak pula menjadi kemaksiatan bagi orang buta, tidak pula bagi orang pincang, tidak pula bagi orang sakit, dan tidak pula bagi dirimu untuk makan bersama mereka di rumah kamu atau di rumah bapak-bapak kamu, di rumah ibu-ibu kamu, di rumah saudara-saudara kamu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara kamu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapak kamu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapak kamu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibu kamu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibu kamu yang perempuan, demikian juga di rumah yang kamu miliki atau dititipi kuncinya, atau di rumah kawan-kawan kamu, karena seorang kawan tentu tidak berkeberatan menjamu kawannya. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya, yang itu berarti kamu memberi salam kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah, bukan seperti salam pada masa jahiliah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya bagimu agar kamu mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dengan baik.", "long": "Menurut kebiasaan orang Arab semenjak masa Jahiliah mereka tidak merasa keberatan apa-apa meskipun tanpa diundang di rumah kaum kerabat dan kadang-kadang mereka membawa serta famili yang cacat makan bersama-sama. Pada ayat ini telah disusun urutan kaum kerabat itu dimulai dari yang paling dekat, kemudian yang dekat bahkan termasuk pula pemegang kuasa atau harta dan teman-teman akrab, karena tidak jarang seorang teman dibiarkan di rumah kita tanpa diundang atau meminta izin lebih dahulu. Urutan susunan kaum kerabat itu adalah sebagai berikut:\n\n1. Yang paling dekat kepada seseorang ialah anak dan istrinya, tetapi dalam ayat ini tidak ada disebutkan anak dan istri karena cukuplah dengan menyebut \"di rumah kamu\" karena biasa seorang tinggal bersama anak dan istrinya. Maka di rumah anak istri tidak perlu ada izin atau ajakan untuk makan lebih dahulu, baru boleh makan. Demikian pula kalau anak itu telah mendirikan rumah tangga sendiri maka bapaknya boleh saja datang ke rumah anaknya untuk makan tanpa undangan atau ajakan, karena rumah anak itu sebenarnya rumah bapaknya juga karena Nabi Muhammad saw pernah bersabda: \"Engkau sendiri dan harta kekayaanmu adalah milik bapakmu.\" (Riwayat Ahmad dan Ashabus-Sunan)\n\n2. Ayah. Anak tidaklah perlu meminta izin lebih dahulu kepada bapak untuk makan, karena memang sudah menjadi kewajiban bagi bapak untuk menafkahi anaknya. Bila anak sudah berkeluarga dan berpisah rumah dengan bapaknya tidak juga perlu meminta izin untuk makan meskipun tidak tinggal lagi di rumah bapaknya.\n\n3. Ibu. Kita sudah mengetahui bagaimana kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Walaupun anaknya sudah besar dan sudah beranak cucu sekalipun, namun kasih ibu tetap seperti sediakala. Benarlah pepatah yang mengatakan, \"kasih anak sepanjang penggalah dan kasih ibu sepanjang jalan.\" Tidaklah menjadi soal baginya bila anaknya makan di rumahnya tanpa ajakan, bahkan dia akan sangat bahagia melihat anaknya bertingkah laku seperti dahulu di kala masih belum dewasa.\n\n4. Saudara laki-laki. Hubungan antara seorang dengan saudaranya adalah hubungan darah yang tidak bisa diputuskan, meskipun terjadi perselisihan dan pertengkaran. Maka sebagai memupuk rasa persaudaraan di dalam hati masing-masing maka janganlah hendaknya hubungan itu dibatasi dengan formalitas etika dan protokol yang berlaku bagi orang lain. Alangkah akrabnya hubungan sesama saudara bila sewaktu-waktu seseorang datang ke rumah saudaranya dan makan bersama di sana.\n\n5. Saudara perempuan hal ini sama dengan makan di rumah saudara laki-laki.\n\n6. Saudara laki-laki ayah (paman).\n\n7. Saudara perempuan ayah (bibi).\n\n8. Saudara laki-laki dari ibu.\n\n9. Saudara perempuan dari ibu.\n\n10. Orang yang diberi kuasa memelihara harta benda seseorang.\n\n11. Teman akrab.\n\nDemikianlah Allah menyatakan janganlah seseorang baik yang memiliki maupun tidak memiliki cacat tubuh merasa keberatan untuk makan di rumah kaum kerabatnya selama kaum kerabatnya itu benar-benar tidak merasa keberatan atas hal itu, karena hubungan kerabat harus dipupuk dan disuburkan. Sedang hubungan dengan orang lain seperti dengan tetangga baik yang dekat maupun yang jauh harus dijaga sebaik-baiknya, apalagi hubungan dengan kaum kerabat.\n\nMeskipun demikian seseorang janganlah berbuat semaunya terhadap kaum kerabatnya apalagi bila kaum kerabatnya itu sedang kesulitan dalam rumah tangganya dan hidup serba kekurangan kemudian karena kita ada hubungan kerabat beramai-ramai makan di rumahnya. Rasa tenggang menenggang dan rasa bantu membantu haruslah dibina sebaik-baiknya. Bila kita melihat salah seorang kerabat dalam kekurangan hendaklah kaum kerabatnya bergotong royong menolong dan membantunya. Lalu Allah menerangkan lagi tidak mengapa seorang makan bersama-sama atau sendiri-sendiri.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, adh-ahhaq dan Qatadah bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Bani Lais bin Amr bin Kinanah, mereka merasa keberatan sekali makan sendiri-sendiri. Pernah terjadi seseorang di antara mereka tidak makan sepanjang hari karena tidak ada tamu yang akan makan bersama dia. Selama belum ada orang yang akan menemaninya makan dia tidak mau makan. Kadang-kadang ada pula di antara mereka yang sudah tersedia makanan di hadapannya tetapi dia tidak mau menyentuh makanan itu sampai sore hari. Ada pula di antara mereka yang tidak mau meminum susu untanya padahal untanya sedang banyak air susunya karena tidak ada tamu yang akan minum bersama dia. Barulah apabila hari sudah malam dan tidak juga ada tamu dia mau makan sendirian.\n\nHatim Ath-th±i seorang yang paling terkenal sangat pemurah mengucapkan satu bait syair kepada istrinya: \n\nApabila engkau memasak makanan, maka carilah orang yang akan memakannya bersamaku, karena aku tidak akan memakan makanan itu sendirian.\n\nMaka untuk menghilangkan kebiasaan yang mungkin tampaknya baik karena menunjukkan sifat pemurah pada seseorang, tetapi kadang-kadang tidak sesuai dengan keadaan semua orang, Allah menerangkan bahwa seseorang boleh makan bersama dan boleh makan sendirian.\n\nJanganlah seseorang memberatkan dirinya dengan kebiasaan makan bersama tamu, lalu karena tidak ada tamu dia tidak mau makan. Kemudian Allah menyerukan kepada setiap orang mukmin agar apabila dia masuk ke rumah salah seorang dari kaum kerabatnya, hendaklah dia mengucapkan salam lebih dahulu kepada seisi rumah itu, yaitu salam yang ditetapkan oleh Allah, salam yang penuh berkat dan kebaikan yaitu, \"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.\" Dengan demikian karib kerabat yang ada di rumah itu akan senang dan gembira dan menerimanya dengan hati terbuka.\n\nAl-Hafiz, Abu Bakar al-Bazzar meriwayatkan bahwa Anas berkata: Rasulullah mengajarkan kepadaku lima hal. Rasulullah bersabda, \"Hai Anas! Berwudulah dengan sempurna tentu umurmu akan bertambah, beri salamlah kepada siapa yang kamu temui di antara umatku, tentu kebaikanmu akan bertambah banyak, apabila engkau memasuki rumahmu, ucapkanlah salam kepada keluargamu; tentu rumahmu itu akan penuh dengan berkah, kerjakanlah salat duha karena salat duha itu adalah salat orang-orang saleh di masa dahulu. Hai Anas sayangilah anak-anak dan hormatilah orang tua, niscaya engkau akan termasuk teman-temanku pada hari Kiamat nanti.\" \n\nDemikianlah Allah menerangkan ayat-Nya sebagai petunjuk bagi hamba-Nya, bukan saja petunjuk mengenai hal-hal yang besar, melainkan juga petunjuk mengenai hal-hal yang kecil. Semoga dengan mengamalkan petunjuk itu kita dapat memikirkan bagaimana baik dan berharganya petunjuk itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2853, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 18, "page": 359, "manzil": 4, "ruku": 309, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d \u062c\u064e\u0627\u0645\u0650\u0639\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064f\u0648\u0643\u064e \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innamal mu'minoonal lazeena aamanoo billaahi wa Rasoolihee wa izaa kaanoo ma'ahoo 'alaaa amrin jaami'il lam yazhaboo hataa yastaazinooh; innal lazeena yastaa zinookana ulaaa'ikal lazeena yu'minoona billaahi wa Rasoolih; fa izas taazanooka liba'di shaanihim faazal liman shi'ta minhum wastaghfir lahumul laah; innal laaha Gahfoor Raheem" } }, "translation": { "en": "The believers are only those who believe in Allah and His Messenger and, when they are [meeting] with him for a matter of common interest, do not depart until they have asked his permission. Indeed, those who ask your permission, [O Muhammad] - those are the ones who believe in Allah and His Messenger. So when they ask your permission for something of their affairs, then give permission to whom you will among them and ask forgiveness for them of Allah. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "(Yang disebut) orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad), dan apabila mereka berada bersama-sama dengan dia (Muhammad) dalam suatu urusan bersama, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2853", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2853.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2853.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan izin dan etika pertemuan, kini Allah meng-uraikan etika perpisahan. Orang mukmin sejati adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad, dan apabila mereka berada bersama-sama dengan beliau dalam suatu urusan bersama, mereka tidak meninggalkan beliau sebelum meminta izin kepadanya lalu diizinkan olehnya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dalam urusan penting, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka dan tidak mengapa jika engkau tidak memberi izin sesuai maslahat yang engkau perhitungkan, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah atas kepergian mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun kepada orang-orang yang engkau mintakan ampunan untuknya, Maha Penyayang kepada mereka yang engkau mintakan rahmat untuknya. Demikian mulia kedudukan Nabi sehingga para sahabat harus meminta izin apabila hendak meninggalkan majelis beliau.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ialah orang-orang yang bila berada bersama Rasulullah untuk membicarakan suatu hal yang penting mengenai urusan kaum muslim, mereka tidak mau meninggalkan pertemuan itu sebelum mendapatkan izin dari Rasulullah. Setelah mendapat izin barulah mereka meninggalkan pertemuan itu dan memberi salam kepada para hadirin yang masih tinggal bersama Rasulullah. \n\nDari Abu Hurairah dari Rasulullah, beliau bersabda, \"Bila salah seorang di antara kamu telah sampai ke suatu majlis, hendaklah ia memberi salam. Bila ia hendak duduk, maka duduklah. Kemudian bila hendak pergi, hendaklah memberi salam. Orang yang dahulu tidak lebih berhak dari yang belakangan. (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibnu hibban dan al-hakim)\n\nOrang-orang yang sifat tingkah lakunya seperti itu, itulah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasulullah, bila ada seseorang yang memajukan permohonan untuk meninggalkan suatu pertemuan bersama Rasululah, maka Rasulullah berhak sepenuhnya untuk menerima permohonan itu atau menolaknya sesuai dengan keadaan orang yang meminta izin itu dan untuk keperluan apa dia meninggalkan sidang itu.\n\nPernah Umar bin al-Khaththab meminta izin kepada Rasulullah kembali ke Medinah untuk menemui keluarganya dalam suatu perjalanan bersama-sama sahabat lainnya menuju Tabuk, maka Rasulullah memberi izin kepada Umar dan berkata kepadanya. Kembalilah! Engkau bukanlah seorang munafik. Rasulullah diperintahkan pula setelah memberi izin kepada orang yang memohonkannya agar ia meminta ampun kepada Allah untuk orang-orang meminta izin itu. Ini adalah satu isyarat bahwa meminta izin itu meskipun dibolehkan meninggalkan pertemuan dengan Rasulullah, namun Rasulullah disuruh meminta ampunan kepada Allah bagi orang itu. Hal ini menunjukkan, bahwa permintaan izin dan meninggalkan pertemuan itu adalah suatu hal yang tidak layak atau tercela. Seakan-akan orang itu lebih mengutamakan kepentingan pribadinya sendiri daripada kepentingan bersama di hadapan Rasulullah. Demikian salah satu di antara adab sopan santun dalam bergaul dengan Rasulullah saw. Rasulullah adalah seorang Rasul yang dimuliakan Allah, karena itu tidak layak seorang muslim memperlakukannya seperti kepada pemimpin lainnya yang mungkin saja mempunyai kesalahan dan kekhilafan." } } }, { "number": { "inQuran": 2854, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 18, "page": 359, "manzil": 4, "ruku": 309, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0648\u064e\u0627\u0630\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "La taj'aloo du'aaa'ar Rasooli bainakum kadu'aaa'i badikum ba'daa; qad ya'lamul laahul lazeena yatasallaloona minkum liwaazaa; fal yahzaril lazeena yukhaalifoona 'an amriheee an tuseebahum fitnatun aw yuseebahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Do not make [your] calling of the Messenger among yourselves as the call of one of you to another. Already Allah knows those of you who slip away, concealed by others. So let those beware who dissent from the Prophet's order, lest fitnah strike them or a painful punishment.", "id": "Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2854", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2854.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2854.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan tata cara berpamitan kepada Nabi, Allah lalu menegaskan keharusan memenuhi undangan dari Nabi. Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan panggilan Rasul Muhammad di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain. Kamu harus memenuhi panggilan beliau, tidak dibenarkan bagi kamu mengabaikannya sebagaimana kamu diperkenankan tidak memenuhi panggilan orang lain. Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar dari majelis Nabi secara sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung kepada kawannya. Maka, hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya, yakni berpaling dari perintahnya dan meninggalkannya tanpa izin, takut akan mendapat cobaan berat di dunia atau ditimpa azab yang pedih di akhirat.", "long": "Diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa ada di antara orang-orang munafik yang merasa tidak senang mendengarkan khutbah. Apalagi dilihatnya ada seorang muslim meminta izin keluar dan diberi izin oleh Rasulullah, dia pun ikut saja keluar bersama orang yang telah mendapat izin itu dengan berlindung kepadanya. Maka turunlah ayat ini.\n\nKemudian sebagai penghormatan kepada Rasulullah, seorang muslim dilarang oleh Allah memanggil Rasulullah dengan menyebut namanya saja seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab antara sesama mereka. Maka tidak boleh seorang muslim memanggilnya \"hai Muhammad \" atau \"hai ayah si Qasim.\" Dan sebagai adab dan sopan santun kepada Rasulullah hendaklah beliau dipanggil sesuai dengan jabatan yang dikaruniakan Allah kepadanya yaitu Rasul Allah atau Nabi Allah. Kemudian Allah mengancam orang-orang yang keluar dari suatu pertemuan bersama Nabi dengan cara sembunyi-sembunyi karena takut akan dilihat orang. Perbuatan semacam ini walaupun tidak diketahui oleh Nabi, tetapi Allah mengetahuinya dan mengetahui sebab-sebab yang mendorong mereka meninggalkan pertemuan itu. \n\nAllah memberi peringatan kepada orang-orang semacam itu yang suka melanggar perintah, bahwa mereka akan mendapat musibah atau siksa yang pedih. Meskipun di dunia mereka tidak ditimpa musibah apapun tetapi di akhirat mereka akan masuk neraka dan itulah seburuk-buruknya kesudahan." } } }, { "number": { "inQuran": 2855, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 18, "page": 359, "manzil": 4, "ruku": 309, "hizbQuarter": 143, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Alaaa inna lillaahi maa fis samaawaati wal ardi qad ya'lamu maaa antum 'alaihi wa Yawma yurja'oona ilaihi fa yunaabi 'uhum bimaa 'amiloo; wallaahu bikulli shai'in 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, to Allah belongs whatever is in the heavens and earth. Already He knows that upon which you [stand] and [knows] the Day when they will be returned to Him and He will inform them of what they have done. And Allah is Knowing of all things.", "id": "Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan kamu sekarang. Dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2855", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2855.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2855.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Ketahuilah bahwa sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi serta segala isinya. Sungguh, Dia mengetahui keadaan kamu sekarang, baik kamu beriman maupun kamu ingkar. Dan Dia mengetahui pula keadaan manusia di hari ketika mereka dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan selama di dunia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu di alam semesta. []", "long": "Diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa ada di antara orang-orang munafik yang merasa tidak senang mendengarkan khutbah. Apalagi dilihatnya ada seorang muslim meminta izin keluar dan diberi izin oleh Rasulullah, dia pun ikut saja keluar bersama orang yang telah mendapat izin itu dengan berlindung kepadanya. Maka turunlah ayat ini.\n\nKemudian sebagai penghormatan kepada Rasulullah, seorang muslim dilarang oleh Allah memanggil Rasulullah dengan menyebut namanya saja seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab antara sesama mereka. Maka tidak boleh seorang muslim memanggilnya \"hai Muhammad \" atau \"hai ayah si Qasim.\" Dan sebagai adab dan sopan santun kepada Rasulullah hendaklah beliau dipanggil sesuai dengan jabatan yang dikaruniakan Allah kepadanya yaitu Rasul Allah atau Nabi Allah. Kemudian Allah mengancam orang-orang yang keluar dari suatu pertemuan bersama Nabi dengan cara sembunyi-sembunyi karena takut akan dilihat orang. Perbuatan semacam ini walaupun tidak diketahui oleh Nabi, tetapi Allah mengetahuinya dan mengetahui sebab-sebab yang mendorong mereka meninggalkan pertemuan itu. \n\nAllah memberi peringatan kepada orang-orang semacam itu yang suka melanggar perintah, bahwa mereka akan mendapat musibah atau siksa yang pedih. Meskipun di dunia mereka tidak ditimpa musibah apapun tetapi di akhirat mereka akan masuk neraka dan itulah seburuk-buruknya kesudahan.\n\n(64) Allah menutup Surah an-Nur ini setelah menerangkan bahwa Dialah Pemberi cahaya bagi langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dan memberi petunjuk kepada hamba-Nya dengan perantaraan rasul-rasul-Nya, dan mengancam orang-orang yang melanggar perintah-Nya dengan menegaskan bahwa milik-Nyalah semua yang ada di langit dan di bumi itu dan Dia mengetahui keadaan semua hamba-Nya dan akan memperhitungkan semua amal perbuatan mereka serta membalasnya. Perbuatan jahat diberi balasan yang setimpal dengan kejahatan yang dikerjakan dan perbuatan baik dibalas dengan berlipat ganda, seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan tidakkah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudh).(Yunus/10: 61)\n\nSelanjutnya dalam sebuah hadis riwayat ath-thabari dijelaskan sebagai berikut:\n\nDiriwayatkan dari 'Uqbah bin Amir, \"Aku melihat Rasulullah saw di waktu sedang membaca ayat terakhir dari Surah an- Nur ini, beliau meletakkan dua buah jari tangannya di bawah pelupuk matanya dan bersabda: Allah Maha Melihat segala sesuatu.\" (Riwayat ath-thabari dan lainnya)" } } } ] }, { "number": 25, "sequence": 42, "numberOfVerses": 77, "name": { "short": "الفرقان", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0641\u0631\u0642\u0627\u0646", "transliteration": { "en": "Al-Furqaan", "id": "Al-Furqan" }, "translation": { "en": "The Criterion", "id": "Pembeda" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 77 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Dinamai Al Furqaan yang artinya pembeda, diambil dari kata Al Furqaan yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan Al Furqaan dalam ayat ini ialah Al Quran. Al Quran dinamakan Al Furqaan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil. MAka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t. dengan kebatilan kepercayaan syirik." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2856, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 18, "page": 359, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Tabaarakal lazee nazzalal Furqaana 'alaa 'abdihee li yakoona lil'aalameena nazeera" } }, "translation": { "en": "Blessed is He who sent down the Criterion upon His Servant that he may be to the worlds a warner -", "id": "Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2856", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2856.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2856.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqàn, yaitu Al-Qur’an yang menjelaskan dengan gamblang perbedaan antara hak dan batil. Dia menurunkannya kepada hamba-Nya, Nabi Muhammad, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, baik jin maupun manusia, dan tidak dikhususkan bagi kelompok tertentu.", "long": "Pada ayat ini Allah memuji diri-Nya dengan menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw yang disebutnya \"hamba-Nya\" untuk menjadi peringatan bagi alam semesta (manusia dan jin). Dengan pujian terhadap diri-Nya karena Dia menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad dapatlah dipahami bahwa Al-Qur'an itu adalah suatu kitab yang amat penting dan amat tinggi nilainya di sisi Allah, karena Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan pedoman hidup bagi makhluk-Nya yang dimuliakan-Nya yaitu manusia, sedangkan ciptaan-ciptaan lainnya baik di langit maupun di bumi adalah untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pada ayat ini Allah tidak menyebut Al-Qur'an tetapi al-Furqan karena Al-Qur'an itu adalah pembeda yang hak dan yang batil antara petunjuk dan kesesatan. Al-Qur'an diturunkan untuk seluruh umat manusia di masa Nabi Muhammad dan masa sesudahnya sampai hari Kiamat, karena nabi-nabi sebelum Muhammad saw hanya diutus untuk kaumnya sedang Nabi Muhammad diutus untuk manusia di segala masa dan di semua tempat. \n\nDemikian pula Allah tidak menyebut nama Muhammad atau Rasul-Nya tetapi menyebut \"hamba-Nya\" karena hendak memuliakan-Nya dengan gelar itu. Manusia yang benar-benar memperhambakan dirinya kepada Allah mengaku keesaan dan kekuasaan-Nya, taat dan patuh menjalankan perintah-Nya selalu menjadikan petunjuk-Nya sebagai pedoman hidupnya, mencintai Allah secara hakiki lebih daripada apa pun di dunia ini, itulah hamba Allah yang hakiki, hamba Allah terkandung di dalam Surah al-Furqan ini. Di dalam ayat-ayat lain Allah menyebut Nabi Muhammad saw dengan predikat \"hamba-Nya\" seperti firman-Nya:\n\nMahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya. (al-Isra'/17: 1)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya. (al-Jin/72: 19)\n\nDan firman-Nya:\n\nSegala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok. (al-Kahf/18: 1)\n\nSetelah Allah menyebutkan diri-Nya Yang menurunkan al-Furqan kepada hamba-Nya, barulah Dia mensifati diri-Nya bahwa Dialah pemilik langit dan bumi dan yang berkuasa atas keduanya, mengutus dan mengurusnya menurut hikmah kebijaksanaan-Nya sesuai dengan kepentingan dan kemaslahatan masing-masing ciptaan-Nya itu. Allah menyatakan pula bahwa Dia tidak mempunyai anak sebagaimana dituduhkan oleh kaum Nasrani, orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang Yahudi berkata, \"Uzair putra Allah,\" dan orang-orang Nasrani berkata, \"Al-Masih putra Allah.\" Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (at-Taubah/9: 30)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), \"Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?\" atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)? Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan, \"Allah mempunyai anak.\" Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. Apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? (as-shaffat/37: 149-153)\n\nSelanjutnya Allah menyatakan lagi bahwa Dia tidak bersekutu dengan lainnya dalam kekuasaan-Nya, hanya Dialah yang patut disembah dan kepada-Nya sajalah manusia harus memohonkan sesuatu, bukan seperti yang dilakukan oleh manusia-manusia yang telah sesat yang menyembah makhluk-Nya seperti menyembah manusia, berhala dan benda-benda lainnya. Kemudian Allah menyatakan pula bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya dan mengaturnya menurut kehendak dan Ilmu-Nya.\n\nRingkasnya segala sesuatu dalam alam ini baik di langit maupun di bumi adalah makhluk-Nya. Dialah Penciptanya tidak ada Pencipta selain Dia tidak ada sekutu bagi-Nya yang patut disembah, semua berada di bawah kekuasaan-Nya dan tunduk patuh kepada sunnah dan peraturan yang telah ditetapkan-Nya. Janganlah sekali-kali terbayang atau terlintas dalam pikiran manusia bahwa Dia mempunyai anak atau mempunyai sekutu." } } }, { "number": { "inQuran": 2857, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 18, "page": 359, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0643\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazee lahoo mulkus samaawaati wal ardi wa lam yattakhiz waladanw wa lam yakul lahoo shareekun filmulki wa khalaqa kulla shai'in faqaddarahoo taqdeeraa" } }, "translation": { "en": "He to whom belongs the dominion of the heavens and the earth and who has not taken a son and has not had a partner in dominion and has created each thing and determined it with [precise] determination.", "id": "Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2857", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2857.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2857.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah yang menurunkan “Furqàn” itu adalah Dia yang memiliki ke-rajaan langit dan bumi. Kekuasaan-Nya begitu sempurna dan kemampuan-Nya tidak berbatas dalam mengurus keduanya. Dia tidak mempunyai anak karena Dia tidak membutuhkannya, dan tidak pula ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya karena Dia Mahakuasa sehingga tidak memerlukan bantuan, dan Dia menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat, teliti, dan penuh hikmah.", "long": "Pada ayat ini Allah memuji diri-Nya dengan menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw yang disebutnya \"hamba-Nya\" untuk menjadi peringatan bagi alam semesta (manusia dan jin). Dengan pujian terhadap diri-Nya karena Dia menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad dapatlah dipahami bahwa Al-Qur'an itu adalah suatu kitab yang amat penting dan amat tinggi nilainya di sisi Allah, karena Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan pedoman hidup bagi makhluk-Nya yang dimuliakan-Nya yaitu manusia, sedangkan ciptaan-ciptaan lainnya baik di langit maupun di bumi adalah untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pada ayat ini Allah tidak menyebut Al-Qur'an tetapi al-Furqan karena Al-Qur'an itu adalah pembeda yang hak dan yang batil antara petunjuk dan kesesatan. Al-Qur'an diturunkan untuk seluruh umat manusia di masa Nabi Muhammad dan masa sesudahnya sampai hari Kiamat, karena nabi-nabi sebelum Muhammad saw hanya diutus untuk kaumnya sedang Nabi Muhammad diutus untuk manusia di segala masa dan di semua tempat. \n\nDemikian pula Allah tidak menyebut nama Muhammad atau Rasul-Nya tetapi menyebut \"hamba-Nya\" karena hendak memuliakan-Nya dengan gelar itu. Manusia yang benar-benar memperhambakan dirinya kepada Allah mengaku keesaan dan kekuasaan-Nya, taat dan patuh menjalankan perintah-Nya selalu menjadikan petunjuk-Nya sebagai pedoman hidupnya, mencintai Allah secara hakiki lebih daripada apa pun di dunia ini, itulah hamba Allah yang hakiki, hamba Allah terkandung di dalam Surah al-Furqan ini. Di dalam ayat-ayat lain Allah menyebut Nabi Muhammad saw dengan predikat \"hamba-Nya\" seperti firman-Nya:\n\nMahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya. (al-Isra'/17: 1)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya. (al-Jin/72: 19)\n\nDan firman-Nya:\n\nSegala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok. (al-Kahf/18: 1)\n\nSetelah Allah menyebutkan diri-Nya Yang menurunkan al-Furqan kepada hamba-Nya, barulah Dia mensifati diri-Nya bahwa Dialah pemilik langit dan bumi dan yang berkuasa atas keduanya, mengutus dan mengurusnya menurut hikmah kebijaksanaan-Nya sesuai dengan kepentingan dan kemaslahatan masing-masing ciptaan-Nya itu. Allah menyatakan pula bahwa Dia tidak mempunyai anak sebagaimana dituduhkan oleh kaum Nasrani, orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang Yahudi berkata, \"Uzair putra Allah,\" dan orang-orang Nasrani berkata, \"Al-Masih putra Allah.\" Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (at-Taubah/9: 30)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), \"Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?\" atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)? Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan, \"Allah mempunyai anak.\" Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. Apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? (as-shaffat/37: 149-153)\n\nSelanjutnya Allah menyatakan lagi bahwa Dia tidak bersekutu dengan lainnya dalam kekuasaan-Nya, hanya Dialah yang patut disembah dan kepada-Nya sajalah manusia harus memohonkan sesuatu, bukan seperti yang dilakukan oleh manusia-manusia yang telah sesat yang menyembah makhluk-Nya seperti menyembah manusia, berhala dan benda-benda lainnya. Kemudian Allah menyatakan pula bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya dan mengaturnya menurut kehendak dan Ilmu-Nya.\n\nRingkasnya segala sesuatu dalam alam ini baik di langit maupun di bumi adalah makhluk-Nya. Dialah Penciptanya tidak ada Pencipta selain Dia tidak ada sekutu bagi-Nya yang patut disembah, semua berada di bawah kekuasaan-Nya dan tunduk patuh kepada sunnah dan peraturan yang telah ditetapkan-Nya. Janganlah sekali-kali terbayang atau terlintas dalam pikiran manusia bahwa Dia mempunyai anak atau mempunyai sekutu." } } }, { "number": { "inQuran": 2858, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0634\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wattakhazoo min dooniheee aahihatal laa yakhluqoona shai'anw wa hum yukhlaqoona wa laa yamlikoona li anfusihim darranw wa laa naf'anw wa laa yamlikoona mawtanw wa laa hayaatanw wa laa nushooraa" } }, "translation": { "en": "But they have taken besides Him gods which create nothing, while they are created, and possess not for themselves any harm or benefit and possess not [power to cause] death or life or resurrection.", "id": "Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2858", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2858.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2858.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanda-tanda kekuasaan Allah begitu nyata, sehingga keengganan kaum kafir untuk bertauhid amat mengherankan. Dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, padahal tuhan-tuhan itu tidak dapat menciptakan apa pun, bahkan tuhan-tuhan itu sendiri diciptakan dan juga sangat lemah sehingga tidak kuasa untuk menolak bahaya terhadap dirinya sendiri dan tidak pula dapat mendatangkan manfaat, serta tidak kuasa mematikan apa pun, menghidupkan apa pun, dan tidak dapat pula membangkitkan sesuatu yang telah mati.", "long": "Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa berhala-berhala sembahan orang-orang kafir tidak ada sedikit pun mempunyai arti, dan tidak sedikit pun mempunyai sifat kesempurnaan bahkan sifat-sifat yang dimiliki berhala itu hanyalah sifat-sifat kekurangan belaka. Sungguh amat aneh jalan pikiran orang-orang yang menjadikan berhala sebagai tuhan, menyembahnya dan memohonkan pertolongan kepadanya. \n\nDi antara sifat-sifat berhala yang tercela ialah:\n\na.Berhala-berhala itu tidak dapat menciptakan sesuatu apapun, sedang yang patut disembah ialah Allah Yang Maha Pencipta. \n\nb.Berhala-berhala itu sendiri dibuat oleh para penyembahnya. Alangkah bodohnya manusia-manusia yang menyembah buatan mereka sendiri yang lebih rendah derajatnya daripada diri mereka.\n\nc.Berhala-berhala itu tak berdaya dan tak mempunyai tenaga untuk melakukan suatu tindakan, tidak dapat mendatangkan manfaat apapun bagi dirinya sendiri apalagi bagi penyembah-penyembahnya, tidak dapat membela dirinya apalagi untuk membela dan menolong orang lain. Memang tidak ada gunanya menyembah patung-patung yang demikian sifatnya. \n\nd.Berhala-berhala itu tidak dapat menghidupkan atau mematikan atau mengumpulkan manusia untuk memperhitungkan amal perbuatan mereka. Sedangkan untuk dirinya sendiri berhala itu tidak dapat memberika kehidupan karena ternyata dia tetap saja sebagai benda mati, apalagi untuk memberikan kehidupan kepada orang lain. Inilah sifat-sifat berhala yang disembah oleh orang-orang musyrikin Mekah itu. Mengapa mereka tidak menyembah Allah yang mempunyai sifat kesempurnaan Yang Maha Esa, Mahakuasa atas segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 2859, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0641\u0652\u0643\u064c \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0622\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0632\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafarooo in haazaaa illaaa ifkunif taraahu wa a'aanahoo 'alaihi qawmun aakharoona faqad jaaa'oo zulmanw wa zooraa" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieve say, \"This [Qur'an] is not except a falsehood he invented, and another people assisted him in it.\" But they have committed an injustice and a lie.", "id": "Dan orang-orang kafir berkata, “(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain,” Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2859", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2859.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2859.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya menolak keesaan Allah, kaum kafir juga melecehkan Al-Qur’an. Dan orang-orang kafir berkata dengan nada menghina, “Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan secara sengaja oleh Muhammad, dan dalam menciptakannya dia dibantu oleh orang-orang lain yang memiliki kemampuan untuk itu.” Menanggapi tuduhan ini Allah menegaskan, “Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar, yang menjauhkan mereka dari kebenaran.\"", "long": "Orang-orang kafir mengatakan bahwa Al-Qur'an itu bukanlah kitab yang diturunkan Allah. Al-Qur'an itu hanyalah suatu kebohongan yang dibuat-buat oleh Muhammad dan dalam membuat Al-Qur'an itu dia dibantu oleh sekelompok ahli kitab yang telah beriman. Muhammad menurut mereka, selalu menemui kelompok ahli kitab itu dan mereka mengajarkan kepadanya kisah-kisah tentang umat-umat yang terdahulu kemudian Muhammad menyusun kisah-kisah itu dalam bahasa Arab yang baik susunan redaksinya.\n\nDiriwayatkan bahwa ayat-ayat ini turun mengenai Nadr bin al-Haris dan orang-orang yang membantu Muhammad ialah Addas budak Khuwatih bin Abdul Uzza, Yasar budak al-A'la bin al-Khadrami dan Abu Fukaihah ar-Rumi. Semula mereka adalah penganut agama Yahudi yang pandai membaca Taurat dan banyak bercerita tentang kisah umat terdahulu. Kemudian mereka masuk Islam dan banyak berhubungan dengan Nabi Muhammad. Oleh sebab itulah Nadr bin Haris berani mengadakan tuduhantuduhan palsu itu. Maka Allah menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa orang-orang yang membuat tuduhan palsu itu telah berbuat zalim dan berdusta. Jelaslah bahwa tuduhan itu dibuat-buat karena Al-Qur'an sendiri dengan ayat-ayatnya telah menantang orang-orang Arab untuk membuat satu surah yang sama fasahah dan balagahnya dengan suatu surah dari Al-Qur'an. Kalau mereka tidak berhasil pastilah Al-Qur'an itu bukan bikinan Muhammad tetapi benar-benar wahyu dari Allah. Hal itu tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (al-Baqarah/2: 23)\n\nKarena tidak ada seorang pun di antara mereka yang dapat menjawab tantangan itu walaupun mereka telah berusaha dengan sekuat tenaga, maka benarlah bahwa Al-Qur'an itu bukan buatan manusia melainkan wahyu dari Allah. Tetapi karena tidak ada jalan bagi mereka untuk menentang Al-Qur'an, mereka mencari berbagai alasan untuk mendustakannya dan mereka membuat berita-berita seperti tersebut di atas." } } }, { "number": { "inQuran": 2860, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062a\u064f\u0645\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaalooo asaateerul awwaleenak tatabahaa fahiya tumlaa 'alaihi bukratanw wa aseelaa" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Legends of the former peoples which he has written down, and they are dictated to him morning and afternoon.\"", "id": "Dan mereka berkata, “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2860", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2860.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2860.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka juga berkata, “Al-Qur’an itu hanya dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan secara sungguh-sungguh, lalu dibacakanlah dongeng itu kepada Nabi Muhammad setiap pagi dan petang, yakni secara terus-menerus.", "long": "Orang-orang kafir itu mengatakan bahwa Al-Qur'an itu hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu yang mereka tulis di dalam buku-buku, dan Nabi Muhammad minta kepada orang-orang Yahudi supaya disalinkan dan dibacakan kepadanya agar dia dapat menghafalnya pagi dan petang. Setelah dihafal barulah dia bacakan kepada para sahabat dan pengikutnya sebagai Al-Qur'an yang turun dari langit. Alangkah beraninya mereka mengada-adakan sesuatu yang tidak pernah terjadi pada Nabi Muhammad saw. Kalau benar demikian tentulah para sahabatnya akan mengetahui hal itu dan tentulah mereka tidak akan percaya lagi kepadanya. Padahal Nabi Muhammad dikenal oleh mereka semenjak kecilnya sebagai orang yang paling dipercaya, jujur dan tidak pernah dusta. Apakah mungkin seorang yang demikian sifatnya sejak dari kecil akan menipu orang yang setia kepadanya dan mendakwahkan hal-hal yang bukan-bukan.\n\n(6) Oleh karena orang-orang kafir itu keterlaluan mengadakan tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal, sedang mereka sudah ditantang sedemikian rupa dan tidak dapat menjawab tantangan itu, maka Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya menyatakan kepada mereka dengan tegas bahwa Al-Qur'an itu bukanlah sebagaimana yang mereka tuduhkan. Al-Qur'an itu benar-benar diturunkan oleh Allah yang mengetahui segala rahasia yang tersembunyi di langit dan di bumi. Oleh karena itu terdapat di dalamnya hukum-hukum syariat dan peraturan yang sangat baik dan dalam bahasa yang amat tinggi nilai sastranya sehingga tidak ada seorang pun di antara mereka yang bisa menirunya. Al-Qur'an banyak yang mengandung hal-hal yang tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah Yang Mahaluas Ilmu-Nya.\n\nSesungguhnya Tuhan yang menurunkan Al-Qur'an itu, Maha Pengampun dan Penyayang kepada hamba-Nya. Sebenarnya mereka harus bersyukur dan berterima kasih atas rahmat dan kasih sayang-Nya kepada mereka dengan menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan pembimbing mereka ke jalan yang benar. Tetapi mereka tetap ingkar dan durhaka dan menentang ajaran-ajaran-Nya. Kalau tidaklah karena rahmat dan kasih sayang-Nya tentulah telah ditimpakan kepada mereka azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 2861, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0631\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul anzalhul lazee ya'lamus sirra fis samaawaati wal-ard; innahoo kaana Ghafoorar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"It has been revealed by He who knows [every] secret within the heavens and the earth. Indeed, He is ever Forgiving and Merciful.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “(Al-Qur'an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2861", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2861.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2861.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengajari Nabi Muhammad untuk menjawab tuduhan kaum kafir itu, Allah berfirman, “Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka bahwa Al-Qur’an itu diturunkan oleh Allah yang mengetahui segala rahasia di langit dan di bumi.\" Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang, sehingga dia menunda turunnya azab kepada manusia yang durhaka.", "long": "Oleh karena orang-orang kafir itu keterlaluan mengadakan tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal, sedang mereka sudah ditantang sedemikian rupa dan tidak dapat menjawab tantangan itu, maka Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya menyatakan kepada mereka dengan tegas bahwa Al-Qur'an itu bukanlah sebagaimana yang mereka tuduhkan. Al-Qur'an itu benar-benar diturunkan oleh Allah yang mengetahui segala rahasia yang tersembunyi di langit dan di bumi. Oleh karena itu terdapat di dalamnya hukum-hukum syariat dan peraturan yang sangat baik dan dalam bahasa yang amat tinggi nilai sastranya sehingga tidak ada seorang pun di antara mereka yang bisa menirunya. Al-Qur'an banyak yang mengandung hal-hal yang tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah Yang Mahaluas Ilmu-Nya.\n\nSesungguhnya Tuhan yang menurunkan Al-Qur'an itu, Maha Pengampun dan Penyayang kepada hamba-Nya. Sebenarnya mereka harus bersyukur dan berterima kasih atas rahmat dan kasih sayang-Nya kepada mereka dengan menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan pembimbing mereka ke jalan yang benar. Tetapi mereka tetap ingkar dan durhaka dan menentang ajaran-ajaran-Nya. Kalau tidaklah karena rahmat dan kasih sayang-Nya tentulah telah ditimpakan kepada mereka azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 2862, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650 \u06d9 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo maa li haazar Rasooli yaakulut ta'aama wa yamshee fil aswaaq; law laaa unzila ilaihi malakun fa yakoona ma'ahoo nazeeraa" } }, "translation": { "en": "And they say, \"What is this messenger that eats food and walks in the markets? Why was there not sent down to him an angel so he would be with him a warner?", "id": "Dan mereka berkata, “Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2862", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2862.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2862.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang kafir tidak merasa cukup dengan menuduh Al-Qur’an sebagai hasil karya Nabi Muhammad. Mereka juga berkata, “Mengapa pria yang mengaku Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar untuk mencari rezeki seperti halnya kita? Kalaulah rasul itu manusia, mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya agar malaikat itu memberikan peringatan bersama dia sehingga kita mengetahui kebenaran perkataannya,", "long": "Orang-orang kafir mengatakan bahwa tidak mungkin Muhammad itu menjadi Rasul karena tidak terdapat padanya tanda-tanda bahwa dia diangkat menjadi Rasul. Dia hanyalah orang biasa seperti mereka bahkan jika dilihat bagaimana kehidupannya tambah nyatalah bahwa dia berbohong mendakwahkan dirinya sebagai Rasul karena dia sama dengan mereka bahkan sebagai manusia dia lebih rendah kedudukannya dan lebih miskin dari mereka. Kritik-kritik itu dapat disimpulkan, sebagai berikut:\n\n1. Mereka berkata, \"Kenapa Muhammad itu makan minum juga seperti manusia biasa dan tidak ada kelebihannya sedikit pun dari kita, tidak akan mungkin dia berhubungan dengan Tuhan. Orang yang dapat berhubungan dengan Tuhan hanya orang-orang yang jiwanya suci dan tinggi sehingga tidak mementingkan makan dan minum lagi.\"\n\n2. Mengapa tidak diturunkan malaikat bersamanya yang dapat menjadi bukti bagi kerasulannya dan membantunya dalam memberi peringatan dan petunjuk kepada manusia.\n\n3. Mengapa Muhammad itu pergi ke pasar untuk mencari nafkah hidupnya seperti orang biasa? Di mana letak kelebihannya sehingga ia diangkat Allah sebagai Rasul.\n\n4. Mengapa Allah tidak menurunkan saja kepadanya perbendaharaan dari langit agar dia dapat menumpahkan seluruh perhatiannya kepada dakwah untuk menyebarkan agamanya, sehingga dia tidak perlu lagi pergi ke pasar melakukan jual beli untuk mencari nafkah hidupnya.\n\n5. Atau kenapa tidak diberikan kepadanya kebun yang luas yang hasilnya dapat menutupi kebutuhannya.\n\nSetelah mereka berputus asa karena semua tawaran mereka ditolak oleh Muhammad tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali menuduhnya sebagai orang yang kena sihir sehingg tidak dapat lagi membedakan antara yang baik dan yang buruk. Menurut mereka orang-orang seperti itu tidaklah pantas untuk dipercaya apalagi untuk diangkat Allah sebagai Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 2863, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0646\u0632\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u062d\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Aw yulqaaa ilaihi kanzun aw takoonu lahoo jannatuny yaakulu minhaa; wa qaalaz zaalimoona in tattabi'oona illaa rajulam mas hooraa" } }, "translation": { "en": "Or [why is not] a treasure presented to him [from heaven], or does he [not] have a garden from which he eats?\" And the wrongdoers say, \"You follow not but a man affected by magic.\"", "id": "atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2863", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2863.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2863.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau kalau hal itu pun tidak terpenuhi, mengapa tidak diturunkan kepadanya khazanah dari langit berupa harta kekayaan sehingga dia tidak perlu bersusah payah mencari rezeki, atau mengapa tidak ada kebun baginya sehingga dia dapat makan dari hasil-nya dan tidak perlu lagi berpayah-payah bekerja?” Demikian ucapan mereka yang sangat keterlaluan. Dan orang-orang zalim itu dengan lancangnya berkata, “Kamu, wahai para pengikut Muhammad, hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”", "long": "Orang-orang kafir mengatakan bahwa tidak mungkin Muhammad itu menjadi Rasul karena tidak terdapat padanya tanda-tanda bahwa dia diangkat menjadi Rasul. Dia hanyalah orang biasa seperti mereka bahkan jika dilihat bagaimana kehidupannya tambah nyatalah bahwa dia berbohong mendakwahkan dirinya sebagai Rasul karena dia sama dengan mereka bahkan sebagai manusia dia lebih rendah kedudukannya dan lebih miskin dari mereka. Kritik-kritik itu dapat disimpulkan, sebagai berikut:\n\n1. Mereka berkata, \"Kenapa Muhammad itu makan minum juga seperti manusia biasa dan tidak ada kelebihannya sedikit pun dari kita, tidak akan mungkin dia berhubungan dengan Tuhan. Orang yang dapat berhubungan dengan Tuhan hanya orang-orang yang jiwanya suci dan tinggi sehingga tidak mementingkan makan dan minum lagi.\"\n\n2. Mengapa tidak diturunkan malaikat bersamanya yang dapat menjadi bukti bagi kerasulannya dan membantunya dalam memberi peringatan dan petunjuk kepada manusia.\n\n3. Mengapa Muhammad itu pergi ke pasar untuk mencari nafkah hidupnya seperti orang biasa? Di mana letak kelebihannya sehingga ia diangkat Allah sebagai Rasul.\n\n4. Mengapa Allah tidak menurunkan saja kepadanya perbendaharaan dari langit agar dia dapat menumpahkan seluruh perhatiannya kepada dakwah untuk menyebarkan agamanya, sehingga dia tidak perlu lagi pergi ke pasar melakukan jual beli untuk mencari nafkah hidupnya.\n\n5. Atau kenapa tidak diberikan kepadanya kebun yang luas yang hasilnya dapat menutupi kebutuhannya.\n\nSetelah mereka berputus asa karena semua tawaran mereka ditolak oleh Muhammad tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali menuduhnya sebagai orang yang kena sihir sehingg tidak dapat lagi membedakan antara yang baik dan yang buruk. Menurut mereka orang-orang seperti itu tidaklah pantas untuk dipercaya apalagi untuk diangkat Allah sebagai Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 2864, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 310, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Unzur kaifa daraboo lakal amsaala fadalloo falaa yastatee'oona sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Look how they strike for you comparisons; but they have strayed, so they cannot [find] a way.", "id": "Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau, maka sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2864", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2864.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2864.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memaparkan kesesatan dan kebodohan kaum kafir, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad, “Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau; mereka menyebutmu penyair, pria yang terkena sihir, pesihir, dan lain-lain, maka sesatlah mereka dari jalan yang benar sehingga mereka tidak mendapatkan satu jalan pun yang masuk akal untuk menentang kerasulanmu.", "long": "Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi dan umatnya memperhatikan kecaman-kecaman yang dikemukakan oleh orang-orang kafir itu. Dengan memperhatikan kecaman-kecaman itu nampak jelas bahwa mereka telah kehabisan alasan dan keterangan untuk menolak seruan Nabi Muhammad kepada tauhid dan meninggalkan sembahan-sembahan mereka yang menyesatkan itu. Mereka tidak sanggup menolak alasan-alasan dan bukti-bukti yang dikemukakan oleh Nabi Muhammad berupa ayat-ayat Al-Qur'an dan lainnya. Mereka tidak sanggup menjawab tantangan membuat satu surah saja yang sama nilainya dengan satu surah dalam Al-Qur'an, baik dari segi isi, makna maupun sastranya. Oleh sebab itu mereka mengalihkan kecaman mereka kepada pribadi Nabi Muhammad sendiri. Hal itu banyak terjadi pada orang-orang yang telah dikalahkan hujjahnya. Oleh sebab itu Allah tidak langsung menjawab kecaman-kecaman itu dan menyuruh memperlihatkannya agar jelas bagi semua orang bahwa mereka itu telah terlempar ke sudut karena mereka memang telah sesat dari jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 2865, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0642\u064f\u0635\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Tabaarakal lazeee in shaaa'a ja'ala laka khairam min zaalika jannaatin tajree min tahtihal anhaaru wa yaj'al laka qusooraa" } }, "translation": { "en": "Blessed is He who, if He willed, could have made for you [something] better than that - gardens beneath which rivers flow - and could make for you palaces.", "id": "Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2865", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2865.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2865.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci Allah yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan atau anugerahkan secara khusus bagimu sesuatu yang lebih baik daripada apa yang mereka usulkan itu, yaitu kebun-kebun atau surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sehingga kebun itu tidak akan mengalami kekeringan, dan Dia jadikan pula istana-istana yang besar dan megah untukmu.", "long": "Sebagai hiburan kepada Nabi yang selalu dihina dan direndahkan oleh orang-orang kafir itu, Allah menjelaskan bahwa kalau Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberikan kepadanya kebun-kebun yang lebih baik dari yang diminta oleh orang-orang kafir itu dan akan memberikan pula istana-istana yang paling megah dan indah. Hal itu amat mudah bagi Allah tetapi bukan demikian yang dikehendaki-Nya. Allah menghendaki agar Rasul pembawa risalah-Nya sebagai manusia biasa yang menjadi ikutan dan teladan bagi umatnya dalam memperjuangkan suatu cita-cita, memperjuangkan kebenaran dan meninggikan kalimat Allah. \n\nDi samping perjuangan yang amat berat itu Nabi harus pula memikirkan keperluan dan hajat pribadinya. Begitulah seharusnya seorang Rasul yang akan menjadi contoh dan teladan. Kalaulah Nabi Muhammad itu seorang kaya mempunyai kebun-kebun dan istana serta perbendaharaan yang berlimpah-limpah tentulah tidak akan sebesar itu nilai perjuangannya dan tentulah tidak akan dapat dicontoh oleh pengikut-pengikutnya di belakang hari. Apa arti istana, apa arti kebun-kebun dan apa arti perbendaharaan yang berlimpah-limpah bila seorang berhadapan dengan Khaliknya Yang Mahakuasa, Mahakaya dan Maha Perkasa? Demikianlah Nabi Muhammad rida dengan keadaannya. meskipun miskin, lemah dan menerima berbagai hinaan dan cemoohan kaumnya, tetapi dia senang dan bahagia karena dia mengemban tugas suci dari Tuhannya. Pernah beliau berkata, \"Ya Tuhanku apapun yang terjadi pada diriku dan bagaimana pun beratnya penderitaanku tetapi aku tetap bahagia selama Engkau rida terhadapku.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2866, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 18, "page": 360, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Bal kazzaboo bis Saa'ati wa a'tadnaa liman kazzaba bis Saa'ati sa'eeraa" } }, "translation": { "en": "But they have denied the Hour, and We have prepared for those who deny the Hour a Blaze.", "id": "Bahkan mereka mendustakan hari Kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2866", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2866.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2866.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebetulnya bukan alasan-alasan terdahulu itu yang menjadikan kaum kafir menolak risalah Nabi Muhammad. Yang paling memotivasi mereka untuk menolak risalah beliau adalah karena mereka mendustakan hari Kiamat. Dan Kami telah menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat sebagai balasan atas perbuatan mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan lagi bahwa orang-orang kafir itu telah jauh tersesat dari jalan yang benar, bahkan mereka mendustakan pula datangnya hari Kiamat, hari pembalasan di mana semua amal perbuatan manusia dibalas dengan adil. Perbuatan baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, perbuatan jahat dibalas dengan azab yang pedih. Mereka mendustakan hari Kiamat itu agar mereka berbuat sewenang-wenang terhadap kaum yang lemah, bersimaharajalah melakukan kezaliman, oleh sebab itu Allah mengancam mereka dengan api neraka yang menyala-nyala akibat keingkaran dan kedurhakaan mereka, akibat perbuatan jahat mereka di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2867, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u064e\u064a\u0651\u064f\u0638\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0632\u064e\u0641\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Izaa ra'at hum mim ma kaanim ba'eedin sami'oo lahaa taghaiyuzanw wa zafeeraa" } }, "translation": { "en": "When the Hellfire sees them from a distant place, they will hear its fury and roaring.", "id": "Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2867", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2867.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2867.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Neraka yang Allah sediakan bagi para pendusta hari Kiamat amat mengerikan. Apabila neraka melihat para pendurhaka dari tempat yang jauh, meski para pendurhaka itu tidak melihatnya, mereka mendengar suaranya yang gemuruh bagai air mendidih yang siap menyambut mereka karena kemarahannya yang meluap-luap.", "long": "Apabila orang-orang kafir itu telah digiring ke neraka, seakan-akan neraka melihat mereka dari jauh, terdengarlah suaranya yang gemuruh karena kemarahan melihat orang-orang kafir itu, seakan-akan neraka itu seekor singa yang lapar melihat mangsanya mendekatinya. Ibnu Munzir dan Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ubaid bin Umair berkata, \"Sesungguhnya Jahanam itu bergemuruh suaranya sehingga para malaikat dan nabi-nabi gemetar persendiannya mendengar suara itu, sehingga Nabi Ibrahim jatuh berlutut dan berkata, \"Ya Tuhanku tidak ada yang aku mohonkan hari ini kecuali keselamatan diriku.\" Dapatlah dibayangkan bagaimana seramnya keadaan di waktu itu dan bagaimana dahsyatnya siksa yang akan diterima oleh mereka dan bagaimana beratnya penderitaan yang akan mereka rasakan pada waktu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2868, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0636\u064e\u064a\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u062b\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaaa ulqoo minhaa makaanan daiyiqam muqar raneena da'aw hunaalika subooraa" } }, "translation": { "en": "And when they are thrown into a narrow place therein bound in chains, they will cry out thereupon for destruction.", "id": "Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2868", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2868.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2868.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila mereka, yakni orang-orang kafir itu, dilemparkan dengan kasar dan hina ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu tangan dan lehernya, mereka di sana berteriak mengharapkan datangnya kebinasaan yang akan mengakhiri pedihnya siksa yang mereka terima. Ketika itu dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu berteriak mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan saja, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak dan berulang-ulang. Berharaplah demikian karena tiap kali binasa, kamu akan dihidupkan kembali untuk merasakan kebinasaan yang lain lagi.” Pada akhirnya, harapan akan datangnya kebinasaan yang benar-benar mengakhiri azab mereka di neraka tidak akan pernah mereka peroleh.", "long": "Bila mereka dilemparkan ke suatu tempat yang sempit di neraka itu dengan tangan terbelenggu di sanalah mereka akan berseru \"Celakalah aku! Kenapa aku dahulu mengacuhkan petunjuk yang diturunkan Allah dengan perantaraan Rasul-Nya, kenapa aku membantah dan menolaknya benar-benar aku ini seorang yang celaka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2869, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062b\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa tad'ul yawma subooranw waahidanw wad'oo subooran kaseeraa" } }, "translation": { "en": "[They will be told], \"Do not cry this Day for one destruction but cry for much destruction.\"", "id": "(Akan dikatakan kepada mereka), “Janganlah kamu mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2869", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2869.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2869.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila mereka, yakni orang-orang kafir itu, dilemparkan dengan kasar dan hina ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu tangan dan lehernya, mereka di sana berteriak mengharapkan datangnya kebinasaan yang akan mengakhiri pedihnya siksa yang mereka terima. Ketika itu dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu berteriak mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan saja, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak dan berulang-ulang. Berharaplah demikian karena tiap kali binasa, kamu akan dihidupkan kembali untuk merasakan kebinasaan yang lain lagi.” Pada akhirnya, harapan akan datangnya kebinasaan yang benar-benar mengakhiri azab mereka di neraka tidak akan pernah mereka peroleh.", "long": "Di waktu itu diucapkan kepada mereka agar tidak mengucapkan kata itu (celaka aku) sekali saja. Ucapkanlah kata itu berkali-kali karena yang mereka lihat dan alami itu baru satu macam dari siksa yang akan ditimpakan kepadanya. Banyak lagi macam siksaan yang akan mereka derita. Oleh sebab itu berteriak-teriaklah berkali-kali, memang mereka akan ditimpa siksaan yang dahsyat dan hebat." } } }, { "number": { "inQuran": 2870, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0623\u064e\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064f\u0639\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul azaalika khairun am Jannatul khuldil latee wu'idal muttaqoon; kaanat lahum jazaaa'anw wa maseeraa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Is that better or the Garden of Eternity which is promised to the righteous? It will be for them a reward and destination.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2870", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2870.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2870.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menguraikan kebinasaan yang menanti para pendurhaka, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan pesan kepada mereka. “Katakanlah kepada para pendurhaka, “Apakah azab seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan oleh Allah Yang Maha Menepati janji kepada orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya takwa?\" Surga itu Allah janjikan sebagai balasan dan tempat kembali yang baik dan nyaman bagi mereka?”", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang kafir itu, apakah siksaan yang demikian hebat dan dahsyat itu lebih baik dari surga yang penuh nikmat dan rahmat yang disediakan bagi orang-orang mukmin yang bertakwa. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Surga itu dijadikan untuk mereka karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta taat dan patuh menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2871, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u0626\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Lahum feehaa maa yashaaa'oona khaalideen; kaana 'alaa Rabbika wa'dam mas'oolaa" } }, "translation": { "en": "For them therein is whatever they wish, [while] abiding eternally. It is ever upon your Lord a promise [worthy to be] requested.", "id": "Bagi mereka segala yang mereka kehendaki ada di dalamnya (surga), mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2871", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2871.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2871.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi orang-orang yang bertakwa itu segala yang mereka kehendaki ada di dalam surga tersebut. Di sana tersedia kenikmatan abadi dan berbagai kelezatan. Mereka kekal di dalamnya dan mereka pun enggan beranjak darinya. Itulah janji pasti dari Tuhanmu yang pantas dimohonkan kepada-Nya.", "long": "Di dalam surga itu mereka diberi apa yang mereka minta dan mereka inginkan berupa pakaian, makanan dan minuman serta segala kenikmatan yang tak dapat dibayangkan oleh manusia di dunia ini. Selain dari itu mereka selalu berada dalam keridaan Ilahi dan inilah suatu nikmat rohani yang tidak ada taranya, karena keridaan Ilahi itulah yang menimbulkan rasa tenteram dan bahagia di dalam hati sanubari setiap hamba Allah sebagaimana tersebut dalan firman-Nya.\n\nAllah berfirman, \"Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.\" (al-Ma'idah/5: 119)\n\nDemikianlah janji Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa dan janji Allah itu pasti terlaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 2872, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0636\u0652\u0644\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yahshuruhum wa maa ya'budoona min doonil lahi fa yaqoolu 'a-antum adlaltum 'ibaadee haaa'ulaaa'i am hum dallus sabeel" } }, "translation": { "en": "And [mention] the Day He will gather them and that which they worship besides Allah and will say, \"Did you mislead these, My servants, or did they [themselves] stray from the way?\"", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2872", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2872.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2872.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan kesudahan yang sangat kontras bagi kaum kafir dan kaum mukmin, pada ayat ini Allah menjelaskan kesudahan sesembahan kaum kafir. Dan ingatlah pula pada hari ketika Allah mengumpulkan kaum musyrik bersama apa yang mereka sembah selain Allah, baik malaikat, jin, manusia, maupun makhluk tak bernyawa seperti berhala, lalu Dia berfirman kepada sesembahan itu, “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu dengan paksaan dan tipu daya kamu, atau mereka sendirikah yang sesat dan menyimpang dari jalan yang benar?”", "long": "Pada hari Kiamat orang-orang musyrik dikumpulkan bersama-sama dengan sembahan-sembahan mereka. Lalu Allah mengemukakan pertanyaan-pertanyaan kepada sembahan-sembahan itu. Benarkah mereka dahulu di dunia menyuruh mereka itu menyembahnya sehingga mereka telah sesat dari jalan yang benar, mempersekutukan Allah dengan sesembahan itu sehingga mereka mengingkari ajaran-ajaran Allah dan ajaran-ajaran Rasul-Nya. Di antara sembahan-sembahan yang disembah orang-orang kafir itu termasuk beberapa malaikat, Nabi Isa dan Uzair. Mereka merasa sangat heran dan tercengang mendengar pertanyaan-pertanyaan itu karena mereka tidak pernah menyuruh manusia menyembah mereka, bahkan mereka selalu menyeru kepada tauhid, menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun. Dalam ayat ini disebutkan pertanyaan Allah yang khusus dihadapkan kepada Nabi Isa yaitu firman-Nya:\n\nDan (ingatlah) ketika Allah berfirman, \"Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, \"Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?\" (Isa) menjawab, \"Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.\" (al-Ma'idah/5: 116)" } } }, { "number": { "inQuran": 2873, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0646\u0628\u064e\u063a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaaloo Subhaanaka maa kaana yambaghee lanaaa an nattakhiza min doonika min awliyaaa'a wa laakim matta'tahum wa aabaaa'ahum hattaa nasuz zikra wa kaanoo qawmam booraa" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Exalted are You! It was not for us to take besides You any allies. But You provided comforts for them and their fathers until they forgot the message and became a people ruined.\"", "id": "Mereka (yang disembah itu) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau, tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sehingga mereka melupakan peringatan; dan mereka kaum yang binasa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2873", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2873.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2873.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, yakni sesembahan itu, menjawab dengan bahasa masing-masing, “Mahasuci Engkau dari segala kekurangan dan sifat buruk. Tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau. Maka, mustahil bagi kami memaksa mereka menyembah kami, tetapi mereka sendirilah yang sesat dan tidak tahu berterima kasih. Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, namun mereka lena karenanya sehingga mereka melupakan peringatan dari-Mu; dan mereka adalah kaum yang benar-benar binasa dan pantas mendapat siksa.”", "long": "Dengan spontan mereka menjawab pertanyaan Allah yang tidak mereka duga sedikit pun akan dimajukan kepadanya. Mereka serentak menjawab, \"Mahasuci Engkau Ya Tuhan kami, tidaklah patut bagi kami mengambil perlindungan selain Engkau. Inilah kepercayaan kami karena tidak ada yang berhak disembah dan diambil jadi pelindung kecuali engkau sajalah. Bagaimana pula kami akan menyuruh orang lain menyembah selain Engkau sedangkan hal itu bertentangan dengan akidah dan iman kami. Mungkin Engkau Ya Tuhan kami telah melimpahkan kepada mereka nikmat dan rahmat-Mu agar mereka bersyukur kepada-Mu tetapi mereka pergunakan nikmat dan rahmat itu untuk kepuasan hawa nafsu mereka, sehingga mereka telah tenggelam dalam kesenangan dan kelezatan. Akhirnya mereka melupakan-Mu dan jatuh ke jurang kesesatan dan tidak dapat ditolong lagi dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang binasa.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2874, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0635\u064e\u0631\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0630\u0650\u0642\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Faqad kazzabookum bimaa taqooloona famaa tastatee'oona sarfanw wa laa nasraa; wa mai yazlim minkum nuziqhu 'azaaban kabeeraa" } }, "translation": { "en": "So they will deny you, [disbelievers], in what you say, and you cannot avert [punishment] or [find] help. And whoever commits injustice among you - We will make him taste a great punishment.", "id": "Maka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu berbuat zalim, niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2874", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2874.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2874.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan kepada kaum musyrik yang berdalih bahwa kesesatan mereka disebabkan oleh ajakan dan tipu daya sesembahan me-reka, Maka sungguh kamu telah berbohong! Tuhan-tuhan yang kamu sembah itu telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak azab akibat perbuatan kamu sendiri, dan tidak dapat pula menolong dirimu. Dan barang siapa di antara kamu berbuat zalim, utamanya syirik, niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.", "long": "Allah mengarahkan firman-Nya kepada orang-orang musyrik itu. Kamu telah mendengar sendiri jawaban orang-orang yang kamu sembah itu. Nyatalah sekarang bahwa bukan mereka yang menyesatkan kamu, mereka tidak pernah menyuruh kamu supaya menyembah mereka. Jadi kamu sendirilah yang mengada-adakan sembahan selain Aku. Sekarang kamu sekali-kali tidak akan dapat lepas dari siksaan-Ku dan tak ada seorang jua pun yang dapat memberikan pertolongan kepadamu. Kamu telah menganiaya dirimu sendiri dengan membuat-buat sembahan selain Aku, dan nasib orang-orang yang menganiaya dirinya dengan menyembah selain Aku, pasti akan Aku masukkan ke dalam siksaan yang pedih dan berat." } } }, { "number": { "inQuran": 2875, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 18, "page": 361, "manzil": 4, "ruku": 311, "hizbQuarter": 144, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u062a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa qablaka minal mursaleena illaaa innahum la yaakuloonat ta'aama wa yamshoona fil aswaaq; wa ja'alnaa ba'dakum liba'din fitnatan atasbiroon; wa kaana Rabbuka Baseera" } }, "translation": { "en": "And We did not send before you, [O Muhammad], any of the messengers except that they ate food and walked in the markets. And We have made some of you [people] as trial for others - will you have patience? And ever is your Lord, Seeing.", "id": "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2875", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2875.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2875.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini kembali menegaskan sisi kemanusiaan seorang rasul un-tuk membantah keberatan kaum musyrik. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, wahai Nabi Muhammad, melainkan mereka adalah manusia-manusia juga sepertimu, dan karenanya mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar seperti halnya manusia pada umumnya. Demikianlah keadaan semua nabi dan rasul. Dan ingatlah wahai manusia, Kami sengaja menjadikan keadaan rasul-rasul seperti itu karena telah menjadi ketetapan Kami bahwa sebagian kamu akan menjadi cobaan bagi sebagian yang lain. Nabi menjadi cobaan bagi umatnya, demikian juga sebaliknya; orang kaya menjadi cobaan bagi orang miskin, begitupun sebaliknya; kaum musyrik menjadi cobaan bagi kaum mukmin, demikian sebaliknya, dan begitulah seterusnya. Maukah kamu bersabar dalam menghadapi cobaan itu? Dan ingatlah juga wahai manusia, Tuhanmu Maha Melihat lagi Maha Mengetahui segala sesuatu.[]", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa rasul-rasul sebelumnya juga makan dan minum seperti dia. Kecaman-kecaman orang kafir terhadap dirinya amat menyakitkan hati Muhammad, kecaman-kecaman itu bukan semata-mata kecaman saja, bahkan mengandung hinaan yang sangat merendahkan dirinya padahal dia adalah seorang Rasul yang dimuliakan Allah. Maka untuk menghibur dan meringankan tekanan batin yang diderita Nabi Muhammad saw yang disebabkan kecaman dan hinaan itu, Allah menyatakan kepadanya bahwa Dia tidak pernah mengutus seorang rasul sebelumnya seperti yang dikehendaki oleh orang-orang kafir Mekah itu.\n\nSemua Rasul yang diutusnya adalah manusia yang tidak bebas dari sifat-sifat manusiawinya, tetapi membutuhkan makanan dan minuman, tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan firman-Nya pada ayat-ayat yang lain.\n\nDan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. Dan Kami tidak menjadikan mereka (rasul-rasul) suatu tubuh yang tidak memakan makanan dan mereka tidak (pula) hidup kekal. (al-Anbiya'/21: 7-8)\n\nJadi perbedaan antara manusia sebagai Rasul dan manusia umumnya terletak pada keutamaan pribadinya, ketinggian akhlaknya, kesucian hati dan keikhlasannya dalam menunaikan tugasnya, karena itu diturunkanlah wahyu Allah kepadanya dan dikuatkan pula dengan mukjizat-mukjizat yang tidak dapat manusia menandinginya apalagi mengalahkannya. Maka ejekan dan kecaman orang kafir itu amat jauh dari sasarannya, tidak wajar dilontarkan kepada Nabi Muhammad saw. Kalau mereka benar-benar hendak membatalkan kebenaran yang dibawanya bukannya dengan kecaman seperti itu yang harus mereka kemukakan. \n\nMereka telah ditantang untuk menandingi mukjizat yang diberikan Allah kepadanya yaitu membuat satu surah pendek saja yang serupa nilainya dengan surah pendek dari Al-Qur'an. Tetapi mereka tidak berdaya dan tidak sanggup membuatnya walaupun mereka sudah termasuk golongan orang yang pintar dan tinggi sastranya. Hanya rasa benci dan dengki telah menggelapkan hati nurani mereka dan rasa takut akan kehilangan pengaruh dan kedudukan telah meluapkan amarah mereka. Karena itu mereka tetap menantang walaupun dalam hati mereka telah menyadari kekhilafan mereka.\n\nKemudian Allah menjelaskan pula bahwa manusia diuji dengan berbagai macam ujian. Masing-masing manusia diberi kebebasan untuk apakah dia akan tabah dan sabar menghadapi ujian itu ataukah dia akan berpaling dari kebenaran karena tidak tahan menanggung amarah dan rasa dengki di dalam hatinya. Allah menjadikan sebagian manusia sebagai Nabi dan Rasul, pembawa risalah Tuhan-Nya, sebagian lain dijadikan-Nya raja dan penguasa yang berkuasa atas manusia lainnya, sebagian lagi dijadikan-Nya kaya dan kuat, miskin dan lemah dan demikian seterusnya. Orang-orang yang mempergunakan akal dan pikirannya, terutama orang-orang yang beriman tidaklah akan terpengaruh oleh perbedaan tingkat, derajat, kekayaan dan kedudukan, tetapi dia akan tetap menerima yang benar dan menolak yang salah tanpa memperhitungkan darimana datangnya kebenaran itu, apakah kebenaran itu datangnya dari seorang kepala negara atau menteri atau dari seorang hina dina tidak mempunyai pengaruh apa-apa. \n\nAli bin Abi Talib pernah berkata, \"Perhatikanlah apa yang dikatakan dan janganlah kamu memperhatikan siapa yang mengatakannya.\" Si miskin diuji ketabahan hatinya menghadapi keadaannya yang serba kurang, tidak seperti orang kaya yang dapat menikmati berbagai macam kesenangan jasmani dengan kekayaannya itu.\n\nOrang-orang kafir Mekah itu diuji kebersihan hati mereka dengan memberikan karunia kerasulan kepada Nabi Muhammad, sedang dia adalah seorang biasa saja di antara mereka, bukan dari orang-orang kaya atau dari pemimpin kabilah yang berpengaruh besar. Semua manusia diuji kekuatan mentalnya menghadapi perbedaan dan jurang pemisah antara berbagai macam golongan dalam masyarakat. Barang siapa yang menang dalam menghadapi ujian itu dialah yang akan mendapatkan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Lihatlah kepada orang yang rendah derajatnya dari kamu, dan janganlah melihat orang yang lebih tinggi dari kamu, karena melihat kepada orang yang lebih tinggi itu akan membawamu kepada merendahkan nilai nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadamu.\" (Riwayat Muslim)\n\nDemikianlah ujian yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan Dia Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya itu yang tabah dan sabar menghadapi ujian itu sehingga ia termasuk orang-orang yang lulus dan menang. Dia akan memberi balasan sebaik-baiknya kepada pemenangpemenang itu dan akan menimpakan siksaan kepada orang-orang yang kalah yang karena ketidaksabarannya dan karena kesombongannya dia sampai mendurhakai nikmat yang telah diberikan-Nya kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2876, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064f\u062a\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena laa yarjoona liqaaa'anaa law laaa unzila 'alainal malaaa'ikatu awnaraa Rabbanaa; laqadistakbaroo feee anfusihim wa 'ataw 'utuwwan kabeeraa" } }, "translation": { "en": "And those who do not expect the meeting with Us say, \"Why were not angels sent down to us, or [why] do we [not] see our Lord?\" They have certainly become arrogant within themselves and [become] insolent with great insolence.", "id": "Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, “Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2876", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2876.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2876.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan tentang alasan lainnya yang dibuat-buat kaum musyrik Mekah karena keengganan mereka beriman kepada Nabi Muhammad. Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami di akhirat karena keingkaran mereka terhadap adanya hari akhir, atau karena ketidaktakutan mereka terhadapnya, mereka berkata, “Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita dalam wujudnya yang nyata, yang memberitahukan tentang kebenaran Nabi Muhammad, atau mengapa kita tidak melihat Tuhan kita dengan mata kepala kita yang juga memberitahukan tentang kebenaran Nabi Muhammad?.\" Permintaan-permintaan tersebut jelas mengada-ada, sama dengan apa yang dilakukan Bani Israil dahulu. Hal itu jelas muncul dari hati mereka yang penuh kedengkian. Sungguh, mereka telah me-nyombongkan diri mereka karena terbujuk oleh hawa nafsu. Mereka menganggap bahwa merekalah yang lebih mulia, baik karena kekayaan atau kedudukan mereka di masyarakat. Dan mereka benar-benar telah melampaui batas dalam melakukan kezaliman. Demikianlah jika hati telah tertutup oleh kekafiran, semua kebenaran yang ada di hadapan, walau sudah terang benderang, tidak diacuhkan sama sekali.", "long": "Orang-orang yang tidak percaya hari kebangkitan atau mengingkari hari Kiamat, di mana mereka akan dihadapkan ke hadirat Allah untuk diadili segala perbuatannya di dunia, dengan penuh kesombongan bertanya kenapa tidak diturunkan kepada mereka malaikat yang menjadi saksi atas kebenaran Muhammad sebagai nabi, untuk menghilangkan keraguan mereka tentang kebenaran wahyu yang diturunkan kepadanya. Jika hal itu sulit untuk dilaksanakan, mengapa mereka tidak langsung saja melihat Tuhan yang akan menerangkan kepada mereka bahwa Muhammad itu benar-benar diutus oleh-Nya untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan. Jika yang demikian itu terlaksana, mereka mengatakan akan beriman kepada Muhammad. Ucapan demikian itu tidak lain hanyalah karena kesombongan mereka sendiri, dan karena kezaliman mereka dengan mendustakan seorang utusan Allah. \n\nMereka sama sekali tidak menghiraukan mukjizat nyata yang telah diperlihatkan oleh Rasulullah kepada mereka. Setiap orang yang berakal sehat pasti akan tercengang mendengar ucapan-ucapan mereka itu dan menganggapnya sebagai ucapan orang yang tidak berakal. Seandainya Allah mengabulkan keinginan itu, mereka tetap tidak akan beriman kepada Allah dan rasul-Nya, sebagaimana tercantum dalam firman Allah:\n\nDan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran). (al-An'am/6: 111)\n\n21. Ayat ini menjelaskan tentang alasan lainnya yang dibuat-buat kaum musyrik Mekah karena keengganan mereka beriman kepada Nabi Muhammad. Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami di akhirat karena keingkaran mereka terhadap adanya hari akhir, atau karena ketidaktakutan mereka terhadapnya, mereka berkata, “Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita dalam wujudnya yang nyata, yang memberitahukan tentang kebenaran Nabi Muhammad, atau mengapa kita tidak melihat Tuhan kita? dengan mata kepala kita yang juga memberitahukan tentang kebenaran Nabi Muhammad.\" Permintaan-permintaan tersebut jelas mengada-ada, sama dengan apa yang dilakukan Bani Israil dahulu. Hal itu jelas muncul dari hati mereka yang penuh kedengkian. Sungguh, mereka telah me-nyombongkan diri mereka karena terbujuk oleh hawa nafsu. Mereka meng-anggap bahwa merekalah yang lebih mulia, baik karena kekayaan atau kedudukan mereka di masyarakat. Dan mereka benar-benar telah melampaui batas dalam melakukan kezaliman. Demikianlah jika hati telah tertutup oleh kekafiran, semua kebenaran yang ada di hadapan, walau sudah terang benderang, tidak diacuhkan sama sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 2877, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u0650\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0652\u062c\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma yarawnal malaaa 'ikata laa bushraa Yawma'izil lilmujrimeena wa yaqooloona hijram mahjooraa" } }, "translation": { "en": "The day they see the angels - no good tidings will there be that day for the criminals, and [the angels] will say, \"Prevented and inaccessible.\"", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, “Hijran mahjura.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2877", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2877.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2877.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah pada hari ketika mereka melihat para malaikat, yang dahulu mereka mintakan kepada Nabi Muhammad didatangkan, ternyata yang datang kepada mereka adalah malaikat penyiksa. Pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa sementara kaum mukmin mendapatkan kabar gembira itu dari para malaikat bahwa dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah, dan mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Dan mereka para malaikat itu berkata, kepada orang kafir “Hijran mahjura\". yang berarti: terlarang bagi kalian mendapatkan berita gembira itu.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan keadaan orang-orang kafir dan musyrik ketika berjumpa dengan malaikat di akhirat. Malaikat yang mereka inginkan sebagai rasul di dunia, atau sebagai saksi dari kebenaran kenabian Muhammad, akan mereka temui di akhirat. Namun demikian, pertemuan itu tidak seperti yang mereka harapkan karena mereka tidak akan mendengar kabar gembira dari para malaikat itu, baik berupa ampunan dari dosa, atau perintah masuk surga. Mereka hanya mendengar perkataan yang sangat menyakitkan hati, yaitu hijran mahjuran, yang berarti \"(surga) haram dan diharamkan bagi mereka\". Ucapan malaikat itu dianggap sangat menyakitkan, karena biasa diucapkan orang Arab ketika mendapatkan kesulitan.\n\nAdapun orang-orang mukmin disambut baik oleh para malaikat yang datang menyongsong mereka dan memberi kabar gembira untuk masuk surga. Hal ini digambarkan dalam firman Allah:\n\nSesungguhnya orang-orang yang berkata, \"Tuhan kami adalah Allah,\" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), \"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.\" (Fussilat/41: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2878, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064d \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0647\u064e\u0628\u064e\u0627\u0621\u064b \u0645\u0651\u064e\u0646\u062b\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qadimnaaa ilaa maa 'amiloo min 'amalin faja'alnaahu habaaa'am mansooraa" } }, "translation": { "en": "And We will regard what they have done of deeds and make them as dust dispersed.", "id": "Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2878", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2878.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2878.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menjelaskan tentang nasib dari amal kebajikan yang telah diperbuat oleh orang kafir di akhirat nanti. Dan Kami akan perlihatkan segala amal kebajikan yang mereka kerjakan, seperti membantu orang miskin dan amal sosial lainnya. lalu Kami akan jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan. Sebab, perbuatan baik tidak akan diterima Allah jika pelakunya kafir. Hasil dari kebajikan itu hanya bermanfaat di dunia saja seperti mendapat pujian dan penghargaan dari masyarakat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan sebab-sebab kemalangan dan kerugian orang kafir. Allah akan memperlihatkan segala perbuatan yang mereka anggap baik yang pernah dikerjakan selama hidup di dunia, seperti silaturrahim, menolong orang yang menderita, memberikan derma untuk meringankan bencana alam, memberi bantuan kepada rumah sakit dan yatim piatu, membebaskan atau menebus tawanan, dan sebagainya. Sebanyak apa pun kebaikan mereka, tidak akan memperoleh imbalan apa pun di sisi Allah. Mereka hanya dapat memandang kebaikan itu tanpa dapat mengambil manfaatnya sedikit pun. Kebaikan-kebaikan mereka itu lalu dijadikan Allah bagaikan debu yang beterbangan di angkasa karena tidak dilandasi iman yang benar kepada Allah. Mereka hanya bisa duduk termenung penuh dengan penyesalan. Itulah yang mereka rasakan sebagai akibat kekafiran dan kesombongan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2879, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0645\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "As haabul jannati yawma'izin khairum mustaqar ranw wa ahsanu maqeela" } }, "translation": { "en": "The companions of Paradise, that Day, are [in] a better settlement and better resting place.", "id": "Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2879", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2879.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2879.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sementara itu, penghuni-penghuni surga, yaitu orang yang ketika di dunia beriman kepada Allah dan beramal salih, pada hari itu yaitu pada hari Kiamat, merekalah yang paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya, yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Mereka berada di surga yang sangat indah, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan berbagai hidangan yang beraneka macam rasanya. Mereka mendapatkan kebahagiaan abadi. Dan pada puncaknya, adalah mereka memandang wajah Allah dengan penuh ketakjuban, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.", "long": "Berbeda dengan nasib orang-orang yang disebut di atas, orang-orang yang beriman menjadi penghuni surga di akhirat. Mereka mendapatkan tempat tinggal yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tempat kediaman kaum musyrikin di dunia yang selalu mereka jadikan lambang kemegahan dan kemewahan. Tempat kediaman ahli surga merupakan tempat istirahat yang paling nyaman. Kenikmatan di dunia hanya sementara karena hanya dapat dirasakan selama hidup di dunia dan kesenangannya pun bisa memperdaya, seperti tersebut dalam firman Allah.\n\nSetiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (ali 'Imran/3: 185)." } } }, { "number": { "inQuran": 2880, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0634\u064e\u0642\u0651\u064e\u0642\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Yawma tashaqqaqus samaaa'u bilghamaami wa nuzzilal malaaa'ikatu tanzeela" } }, "translation": { "en": "And [mention] the Day when the heaven will split open with [emerging] clouds, and the angels will be sent down in successive descent.", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2880", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2880.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2880.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad pada saat datangnya hari Kiamat, yaitu ketika langit pecah dan benda-benda langit pun saling bertabrakan dengan sangat dahsyatnya, sehingga mengeluarkan kabut putih semuanya menjadi debu yang beterbangan dan akhirnya menghilang. Dan ketika itu para malaikat pun diturunkan secara bergelombang dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka membawa catatan amal setiap manusia. Merekalah yang menjadi saksi atas semua tindakan manusia di dunia.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Muhammad untuk menjelaskan kepada kaumnya kedahsyatan hari Kiamat. Ketika itu, langit akan pecah, dan semua benda angkasa yang berada di dalamnya akan hancur bagaikan kabut yang beterbangan, akibat benturan planet-planet dan bintang-bintang yang tidak lagi mengorbit menurut ketentuannya masing-masing, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:\n\nDan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu, dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana. (an-Naba'/78: 19-20)\n\nApabila langit terbelah; dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan; dan apabila lautan dijadikan meluap; dan apabila kuburan-kuburan dibongkar; (maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya). (al-Infithar/82: 1-5)\n\nPada hari yang dahsyat itu, malaikat diturunkan secara bergelombang sambil membawa kitab-kitab yang berisi catatan semua amal hamba-hamba Allah yang mereka saksikan dan catat ketika di dunia. Kitab-kitab itu menjadi bahan bukti ketika mereka diadili Allah di Padang Mahsyar.\n\nMenurut para ilmuwan, ayat ini, seperti banyak ayat lainnya dalam Al-Qur'an, menegaskan adanya kejadian-kejadian astronomis yang luar biasa kedahsyatannya yang akan terjadi pada hari Kiamat. Semuanya menunjukkan adanya kerusakan dan kehancuran secara menyeluruh dalam sistem yang mengaitkan bagian-bagian dari alam semesta. Termasuk perubahan total dalam kedudukan, bentuk, dan kaitan-kaitan antar elemen dalam semesta jagad raya ini. Suatu gambaran akhir dan perubahan total yang tidak hanya terjadi di bumi, tetapi juga mencakup keseluruhan benda-benda langit yang ada di alam semesta ini. Bintang-bintang 'berjatuhan, saling bertabrakan, karena rusaknya (hilangnya) gaya gravitasi, langit pecah-belah dan planet-planet saling berbenturan dan berhamburan. \n\nKabut putih menggambarkan semua benda-benda langit yang jumlahnya triliunan, seolah terlihat seperti kabut. Kala itu benda-benda langit tersebut \"melejit\" keluar dari langit seperti didesak dari dalam oleh tekanan besar yang memaksa mereka keluar dari \"balon\" langit. Bintang, planet, dan benda langit lainnya tak ubahnya seperti debu yang kecil dan ringan “ yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Keseimbangan dan keteraturan antar komponen sistem dalam semesta pada saat itu sudah tidak ada lagi. Benda-benda langit saling berbenturan dan meledak. Bisa jadi kabut putih pun adalah awan-awan yang terkumpul dari uap-uap yang dihasilkan dari ledakan-ledakan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 2881, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Almulku Yawma'izinil haqqu lir Rahmaan; wa kaana Yawman'alal kaafireena 'aseeraa" } }, "translation": { "en": "True sovereignty, that Day, is for the Most Merciful. And it will be upon the disbelievers a difficult Day.", "id": "Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2881", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2881.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2881.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada saat itu semua kekuasaan yang mutlak hanya berada di tangan Allah. Kerajaan yang hak pada hari itu adalah hanya milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Kekuasaan itu kini berada dalam genggaman-Nya. Dialah yang menentukan nasib setiap manusia dengan seadil-adilnya, karena Dialah Yang Maha Rahman. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir. Tidak lagi bermanfaat atas mereka harta benda, anak-anak dan lainnya. Mereka akan menghadapi satu pengadilan yang sebenar-benarnya. Mereka tidak lagi didampingi oleh penolong, pelindung, sebagaimana ketika di dunia.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kerajaan yang benar dan sejati pada hari Kiamat adalah milik Allah, sedangkan kerajaan-kerajaan yang pernah ada di dunia tidak ada yang abadi.\n\nMilik siapakah kerajaan pada hari ini?\" Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. (al-Mu'min/40: 16)\n\nSebagai pemilik kerajaan yang sejati, Allah Maha Pemurah, Maha Pengasih, dan Mahaadil ketika mengadili para hamba-Nya terutama yang beriman dan patuh melaksanakan perintah-Nya. Sebaliknya bagi orang kafir, hari akhirat merupakan hari yang sangat sulit, karena tuhan-tuhan yang menjadi sembahan mereka tidak dapat memberi syafaat atau pertolongan. Berbagai kesukaran yang mereka hadapi itu membuat mereka putus asa. Situasi yang dihadapi orang-orang kafir digambarkan dalam Al-Qur'an:\n\nDan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi. (Yunus/10: 54)" } } }, { "number": { "inQuran": 2882, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0639\u064e\u0636\u0651\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Yawma ya'adduz zaalimu 'alaa yadaihi yaqoolu yaa laitanit takhaztu ma'ar Rasooli sabeelaa" } }, "translation": { "en": "And the Day the wrongdoer will bite on his hands [in regret] he will say, \"Oh, I wish I had taken with the Messenger a way.", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2882", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2882.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2882.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kekecewaan itu tergambarkan dalam sikap fisik dan gumaman mereka. Dan ingatlah pada hari ketika orang-orang zalim kepada diri sendiri, seperti melakukan kemusyrikan dan kekafiran, menggigit dua jarinya, sebagai tanda bahwa mereka menyesali perbuatannya, seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) ketika aku masih di dunia aku mengambil jalan bersama Rasul, dengan mengimaninya, mengikuti semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya.\" Namun penyesalan itu sudah tak bermanfaat lagi. Nasi sudah menjadi bubur.", "long": "Pada hari itu, orang-orang yang zalim akan menggigit jari mereka dengan penuh penyesalan karena telah melalaikan kewajiban-kewajibannya selama hidup di dunia. Dengan sombong, mereka telah berpaling dari kebenaran yang dibawa oleh utusan Allah kepada mereka. Mereka menangis tersedu-sedu menyesali diri seandainya dulu ketika hidup di dunia mereka mengikuti ajakan Rasulullah kepada jalan yang lurus yang membawa keselamatan dunia dan akhirat. Mereka berkata dengan penuh penyesalan, \"Seandainya aku di dunia dulu mengikuti Muhammad, bersama-sama beliau menuju jalan yang benar. Andaikan aku dulu dapat menahan kesombongan sehingga dengan tulus ikhlas memeluk agama Islam, niscaya aku tidak merasakan kesulitan ini.\" Hanya sayang penyesalan itu tidak berguna lagi. \n\nMereka menyesal karena keliru mencari kawan. Ini kecelakaan dan kebinasaan yang besar. \"Seandainya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku, tentu dia tidak dapat menjerumuskan aku ke dalam kesesatan.\" Memang yang menjerumuskan manusia ke dalam kecelakaan dan kesesatan itu ada kalanya setan sendiri atau setan yang berbentuk manusia, seperti seorang musyrik Arab yang bernama Ubay bin Khalaf.\n\nPersahabatan 'Uqbah bin Abi Mu'aith dengan Ubay bin Khalaf sangat berpengaruh baginya. 'Uqbah bin Abi Mu'aith sering menghadiri pengajian Nabi Muhammad sehingga menjadi kenalan yang baik. Pada suatu hari, ia mengundang Nabi Muhammad untuk makan di rumahnya. Ketika itu, Nabi tidak mau makan kecuali jika 'Uqbah bin Abi Mu'aith mau masuk Islam, lalu 'Uqbah membaca dua kalimat syahadat.\n\nNamun sahabat 'Uqbah bin Abi Mu'aith yang bernama Ubay bin Khalaf tidak senang dan marah kepadanya. 'Uqbah bin Abi Mu'aith lalu mengatakan bahwa ia masuk Islam hanya pura-pura saja. Ubay bin Khalaf menyuruh agar 'Uqbah bin Abi Mu'aith meludahi wajah Nabi Muhammad. Hal itu lalu dilakukannya ketika beliau sedang melaksanakan salat di Dar an-Nadwah, dekat Baitullah. 'Uqbah bin Abi Mu'aith mematuhi apa yang dikehendaki sahabatnya. Demikianlah akibat persahabatan dengan orang yang tidak baik akan membawa akibat yang tidak baik pula. \n\nNabi Muhammad memberi pedoman agar selalu mencari sahabat atau teman akrab yang baik. Sabda beliau:\n\nSeseorang akan mengikuti perilaku temannya, maka perhatikanlah siapa temanmu. (Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Abu Hurairah)\n\nDan sabda Rasulullah saw:\n\nPerumpamaan teman duduk yang baik dan yang jahat ialah seperti pembawa minyak kasturi dan pandai besi. Pembawa minyak kasturi itu adakalanya kamu menerima atau membeli minyak daripadanya. Dan paling sedikit kamu mendapatkan bau harum daripadanya. Adapun pandai besi kadang-kadang ia membakar pakaianmu (karena semburan apinya) atau kamu menjumpai bau yang tidak sedap.\" (Riwayat asy-Syaikhan dari Abu Musa al-Asy'ari)." } } }, { "number": { "inQuran": 2883, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0652 \u0641\u064f\u0644\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaa wailataa laitanee lam attakhiz fulaanan khaleelaa" } }, "translation": { "en": "Oh, woe to me! I wish I had not taken that one as a friend.", "id": "Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2883", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2883.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2883.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Wahai, celaka aku! Sekiranya dulu ketika di dunia aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab-ku, temanku itulah yang ikut mempengaruhiku, sehingga aku menjadi pendosa dengan kekafiran dan kemusyrikan\".", "long": "Pada hari itu, orang-orang yang zalim akan menggigit jari mereka dengan penuh penyesalan karena telah melalaikan kewajiban-kewajibannya selama hidup di dunia. Dengan sombong, mereka telah berpaling dari kebenaran yang dibawa oleh utusan Allah kepada mereka. Mereka menangis tersedu-sedu menyesali diri seandainya dulu ketika hidup di dunia mereka mengikuti ajakan Rasulullah kepada jalan yang lurus yang membawa keselamatan dunia dan akhirat. Mereka berkata dengan penuh penyesalan, \"Seandainya aku di dunia dulu mengikuti Muhammad, bersama-sama beliau menuju jalan yang benar. Andaikan aku dulu dapat menahan kesombongan sehingga dengan tulus ikhlas memeluk agama Islam, niscaya aku tidak merasakan kesulitan ini.\" Hanya sayang penyesalan itu tidak berguna lagi. \n\nMereka menyesal karena keliru mencari kawan. Ini kecelakaan dan kebinasaan yang besar. \"Seandainya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku, tentu dia tidak dapat menjerumuskan aku ke dalam kesesatan.\" Memang yang menjerumuskan manusia ke dalam kecelakaan dan kesesatan itu ada kalanya setan sendiri atau setan yang berbentuk manusia, seperti seorang musyrik Arab yang bernama Ubay bin Khalaf.\n\nPersahabatan 'Uqbah bin Abi Mu'aith dengan Ubay bin Khalaf sangat berpengaruh baginya. 'Uqbah bin Abi Mu'aith sering menghadiri pengajian Nabi Muhammad sehingga menjadi kenalan yang baik. Pada suatu hari, ia mengundang Nabi Muhammad untuk makan di rumahnya. Ketika itu, Nabi tidak mau makan kecuali jika 'Uqbah bin Abi Mu'aith mau masuk Islam, lalu 'Uqbah membaca dua kalimat syahadat.\n\nNamun sahabat 'Uqbah bin Abi Mu'aith yang bernama Ubay bin Khalaf tidak senang dan marah kepadanya. 'Uqbah bin Abi Mu'aith lalu mengatakan bahwa ia masuk Islam hanya pura-pura saja. Ubay bin Khalaf menyuruh agar 'Uqbah bin Abi Mu'aith meludahi wajah Nabi Muhammad. Hal itu lalu dilakukannya ketika beliau sedang melaksanakan salat di Dar an-Nadwah, dekat Baitullah. 'Uqbah bin Abi Mu'aith mematuhi apa yang dikehendaki sahabatnya. Demikianlah akibat persahabatan dengan orang yang tidak baik akan membawa akibat yang tidak baik pula. \n\nNabi Muhammad memberi pedoman agar selalu mencari sahabat atau teman akrab yang baik. Sabda beliau:\n\nSeseorang akan mengikuti perilaku temannya, maka perhatikanlah siapa temanmu. (Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Abu Hurairah)\n\nDan sabda Rasulullah saw:\n\nPerumpamaan teman duduk yang baik dan yang jahat ialah seperti pembawa minyak kasturi dan pandai besi. Pembawa minyak kasturi itu adakalanya kamu menerima atau membeli minyak daripadanya. Dan paling sedikit kamu mendapatkan bau harum daripadanya. Adapun pandai besi kadang-kadang ia membakar pakaianmu (karena semburan apinya) atau kamu menjumpai bau yang tidak sedap.\" (Riwayat asy-Syaikhan dari Abu Musa al-Asy'ari)." } } }, { "number": { "inQuran": 2884, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u0650\u064a \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laqad adallanee 'aniz zikri ba'da iz jaaa'anee; wa kaanash Shaitaanu lil insaani khazoolaa" } }, "translation": { "en": "He led me away from the remembrance after it had come to me. And ever is Satan, to man, a deserter.\"", "id": "sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2884", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2884.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2884.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Sungguh, dia si fulan tadi, telah menyesatkan aku dari peringatan Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Semestinya aku tersadar, beriman, membacanya, menghayatinya dan mengamalkannya, tapi aku lalai dan terkesima dengan kehidupan duniaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” Dia berusaha dengan tipu muslihat yang sangat halus untuk menyingkirkan manusia dari jalan yang benar\".", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir itu berkata, \"Seseorang telah menyesatkan aku dari ajaran Al-Qur'an dan dari beriman kepada Muhammad setelah petunjuk itu datang kepadaku.\" Adalah kebiasaan setan menipu manusia dan me-malingkannya dari kebenaran dan tidak mau menolong manusia yang telah disesatkannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2885, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u064a \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0645\u064e\u0647\u0652\u062c\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaalar Rasoolu yaa Rabbi inna qawmit takhazoo haazal Qur-aana mahjooraa" } }, "translation": { "en": "And the Messenger has said, \"O my Lord, indeed my people have taken this Qur'an as [a thing] abandoned.\"", "id": "Dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2885", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2885.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2885.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Muhammad sendiri mengeluhkan lingkungan masyarakat Quraisy yang buruk. Mereka lalai terhadap kitab suci Al-Qur’an yang berisi peringatan-peringatan. Dan Rasul Muhammad berkata, dengan segala keluh kesahnya “Ya Tuhanku Yang Maha Rahman dan Rahim! Sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini diabaikan. Mereka tidak mau mendengarkan, apalagi mengamalkannya.\" Ayat ini mengisyaratkan bahwa lingkungan ikut mempengaruhi jalan hidup seseorang. Allah lalu ingin menenangkan hati Nabi Muhammad, bahwa setiap nabi dari masa lalu adalah sama. Selalu saja berhadapan dengan para pengingkar.", "long": "Pada ayat ini, Rasulullah mengadu kepada Allah dengan berkata, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang tidak perlu dihiraukan. Mereka tidak beriman kepadanya, tidak memperhatikan janji dan peringatan-nya. Bahkan mereka berpaling darinya dan menolak mengikuti-nya. Kemudian Allah menyuruh rasul-Nya berlaku sabar dan tabah menghadapi kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2886, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika ja'alnaa likulli Nabiyyin 'aduwwam minal mujrimeen; wa kafaa bi Rabbika haadiyanw wa naseeraa" } }, "translation": { "en": "And thus have We made for every prophet an enemy from among the criminals. But sufficient is your Lord as a guide and a helper.", "id": "Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2886", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2886.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2886.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitulah, bagi setiap nabi, semenjak masa lalu, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa, baik dari kalangan Jin atau manusia (Lihat: al-An’am/7: 112). Manusia gampang terpedaya oleh rayuan setan. Dengan itu Allah ingin mengetahui siapa di antara mereka yang taat kepada-Nya dan mana yang tidak. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong bagi siapa yang dikehendaki-Nya yaitu mereka yang ikhlas berada di jalan yang benar.", "long": "Allah telah menjadikan bagi setiap nabi musuh dari setan dan orang-orang jahat yang selalu mencemoohkan kesucian agama dan meremehkan petunjuk yang dibawa oleh para rasul kepada mereka. Oleh karena itu, Allah berpesan agar Nabi tidak berputus asa ataupun merasa sendirian menghadapi tantangan-tantangan seperti itu, karena cukuplah Allah yang menjadi pemberi petunjuk dan penolong. Sesuai dengan firman Allah:\n\nDan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. (al-An'am/6: 112)" } } }, { "number": { "inQuran": 2887, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 19, "page": 362, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u062c\u064f\u0645\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0646\u064f\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064f\u0624\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062a\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u0631\u0652\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafaroo law laa nuzzila 'alaihil Quraanu jumlatanw waahidah; kazaalika linusabbita bihee fu'aadaka wa rattalnaahu tarteelaa" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieve say, \"Why was the Qur'an not revealed to him all at once?\" Thus [it is] that We may strengthen thereby your heart. And We have spaced it distinctly.", "id": "Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2887", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2887.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2887.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat berikut diceritakan lagi permintaan lainnya yang mengada-ada yang dikemukakan oleh orang kafir kepada Nabi Muhammad. Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus sebagaimana kitab-kitab samawi dulu seperti kitab Taurat, Zabur,dan Injil, bukan berangsur-angsur sebagaimana Al-Qur’an?\" Demikianlah, Kami turunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur agar Kami memperteguh hatimu Muhammad dengannya karena setiap kali ayat Al-Qur’an turun, nabi merasa tenang karena Allah selalu menyertainya dalam suka maupun duka dan Kami membacakannya secara tartil berangsur-angsur, perlahan dan benar, selama kurang lebih 23 tahun. Membaca Al-Qur’an dengan tartil, sangat di dianjurkan. Diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur, agar mudah dihafal, dihayati, dan diamalkan sedikit demi sedikit.", "long": "Orang-orang kafir dan orang-orang Yahudi bertanya mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan kepada Muhammad sekali turun, seperti kitab-kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab Taurat kepada Musa dan Zabur kepada Daud. Allah menolak pertanyaan mereka itu dan menerangkan mengapa Al-Qur'an diturunkan secara ber-angsur-angsur. Al-Qur'an diturunkan berangsur-angsur agar Allah memudahkan dan menguatkan hati Nabi Muhammad. Allah berfirman:\n\nDan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap. (al-Isra'/17: 106)\n\nTurunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur memang mengandung banyak hikmah, di antaranya:\n\n1. Nabi Muhammad sering berjumpa dengan malaikat Jibril sehingga banyak menerima nasihat guna menambah semangat, kesabaran, dan ketabahan dalam menunaikan risalah-Nya.\n\n2. Karena Nabi Muhammad tidak dapat membaca dan menulis (ummi) maka seandainya Al-Qur'an itu diturunkan sekaligus, tentu ia akan kesulitan untuk menghafalnya. \n\n3. Supaya hafalannya lebih mantap, sempurna, dan terhindar dari segala kealpaan.\n\n4. Seandainya Al-Qur'an itu diturunkan sekaligus, tentu syariat-syariatnya pun diturunkan sekaligus. Hal yang demikian itu pasti mengakibatkan banyak kesulitan. Akan tetapi, karena turunnya berangsur-angsur maka syariat pun diberlakukan secara berangsur-angsur sehingga mudah dilaksanakan, baik oleh Rasul maupun umatnya.\n\n5. Karena turunnya Al-Qur'an banyak berkaitan dengan sebab-sebab turunnya seperti adanya berbagai pertanyaan, peristiwa, atau kejadian, maka turunnya secara bertahap lebih berkesan dalam hati para sahabat karena mereka bisa menghayatinya peristiwa demi peristiwa.\n\n6. Kalau dengan turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur saja, mereka tidak mampu meniru Al-Qur'an walaupun satu ayat, apalagi jika diturunkan sekaligus.\n\n7. Sebagian hukum syariat Islam turun sesuai dengan perkembangan kaum Muslimin pada waktu itu. Kemudian setelah mereka bertambah cerdas dan mantap keimanannya, barulah diterapkan syariat Islam yang lebih sempurna dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang turun kemudian. Seandainya Al-Qur'an diturunkan sekaligus tentu hal demikian itu tidak mungkin terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 2888, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u062a\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa yaatoonaka bimasainn illaa ji'naaka bilhaqqi wa ahsana tafseeraa" } }, "translation": { "en": "And they do not come to you with an argument except that We bring you the truth and the best explanation.", "id": "Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2888", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2888.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2888.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menghibur Nabi Muhammad agar beliau bertambah semangat dalam berdakwah, dan tidak peduli dengan semua permintaan orang musyrik yang mengada-ada itu. Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, seperti permintaan mereka yang mengada-ada, dengan tujuan mencederai kenabianmu. Melainkan Kami datangkan kepadamu suatu jawaban yang benar dan tepat, akan melemahkan sanggahan-sanggahan mereka yang batil dan penjelasan yang paling baik, sehingga akan jelas mana yang benar dan mana yang salah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia tidak akan membiarkan orang-orang kafir itu datang kepada Nabi membawa sesuatu yang batil yang mereka ada-adakan untuk menodai kerasulannya. Allah hanya akan mendatangkan kepada Nabi suatu yang benar untuk menolak tuduhan mereka dan memberikan penjelasan yang paling baik. Hal seperti ini tersebut pula dalam firman Allah:\n\nSebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. (al-Anbiya'/21: 18)" } } }, { "number": { "inQuran": 2889, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 312, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazeena yuhsharoona 'alaa wujoohim ilaa jahannama ulaaa'ika sharrum makaananw wa adallu sabeelaa )section 3)" } }, "translation": { "en": "The ones who are gathered on their faces to Hell - those are the worst in position and farthest astray in [their] way.", "id": "Orang-orang yang dikumpulkan ke neraka Jahanam dengan diseret wajahnya, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2889", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2889.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2889.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut ini berisi peringatan keras kepada orang kafir tentang nasib mereka di akhirat nanti. Orang-orang yang dikumpulkan ke nera-ka Jahanam dengan diseret wajahnya secara hakiki. Wajah adalah anggota badan yang paling mulia. Pada hari Kiamat diputarbalikan oleh Allah sehingga berada di bawah dan dengan kondisi seperti itu mereka berjalan, sebagai balasan atas dosa-dosa mereka. Mereka itulah yang paling buruk tempatnya dibanding dengan tempat mana pun dan paling sesat jalannya. Kemudian Allah kembali menghibur nabi dengan menceritakan nasib kaum yang durhaka di masa lalu.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang digiring ke neraka Jahanam, dengan cara menyeret wajah mereka dengan rantai-rantai dan belenggu, adalah orang-orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk mengucapkan kata-kata ini kepada orang-orang kafir yang mengemukakan beberapa sifat yang ganjil untuk menodai kerasulannya, dengan maksud seolah-olah beliau ini menyuruh mereka untuk mengadakan perbandingan siapakah di antara mereka yang mendapat petunjuk dan siapa yang berada dalam kesesatan. Sesuai dengan firman Allah:\n\nDan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. (Saba'/34: 24)\n\nJuga tersebut dalam hadis Rasulullah saw:\n\nAkan dikumpulkan manusia pada hari Kiamat dalam tiga golongan, segolongan berjalan kaki, segolongan lagi berkendaraan, dan segolongan lagi berjalan dengan wajahnya. Rasulullah ditanya, \"Bagaimana mereka berjalan dengan wajahnya?\" Beliau menjawab, \"Sesungguhnya Tuhan yang dapat memperjalankan mereka dengan kedua kakinya mampu pula memperjalankan mereka dengan wajahnya. Ingatlah, mereka menjaga wajah mereka dari benda-benda yang tajam dan berduri.\" (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu Hurairah).\n\nYang dimaksud di sini bahwa malaikat menyeret wajah orang-orang kafir ke dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 2890, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosal Kitaaba wa ja'alnaa ma'ahooo akhaahu Haaroona wazeeraa" } }, "translation": { "en": "And We had certainly given Moses the Scripture and appointed with him his brother Aaron as an assistant.", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2890", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2890.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2890.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab Taurat kepada Musa bin Imran, salah satu nabi dari Ulul ‘Azmi, sebagai pembimbing bagi kaumnya Bani Israil dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, sebagai anugerah yang Kami berikan kepadanya atas permintaannya. Harun Kami angkat juga sebagai nabi dan menyertai dia sebagai wazir, yaitu pembantu yang ikut memperkuat kedudukannya dan menjadi juru bicaranya di hadapan raja Fir’aun.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa seperti menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad. Dia juga telah menjadikan Harun, saudaranya, menyertai dia sebagai seorang wazir (pembantu) yang selalu diajak musyawarah untuk diminta pendapatnya. Dalam ayat lain diterangkan bahwa Harun itu diperbantukan kepada Musa sebagai seorang nabi. Hal ini tidak bertentangan karena walaupun Harun seorang nabi, tetapi dalam bidang syariat ia mengikuti syariat Musa dan mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Musa dan Harun diperintahkan supaya menyampaikan risalah-Nya kepada Fir'aun dengan jaminan bahwa kemenangan terakhir pasti berada di pihak mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2891, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062f\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0645\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Faqulnaz habaaa ilal qawmil lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa fadammarnaahum tadmeeraa" } }, "translation": { "en": "And We said, \"Go both of you to the people who have denied Our signs.\" Then We destroyed them with [complete] destruction.", "id": "Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), “Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2891", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2891.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2891.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kami berfirman kepada keduanya, “Pergilah kamu berdua kepada raja Fir’aun di Mesir yang mengaku dirinya sebagai tuhan dan kepada kaumnya yaitu kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” berupa mukjizat-mukjizat yang Kami berikan kepada Musa. Mereka bahkan menganggap Nabi Musa dan Harun sebagai penyihir yang ulung Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya. Kami tenggelamkan mereka di laut Qalzum (laut merah), sebagai balasan atas dosa-dosa mereka.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Musa dan Harun untuk pergi dan berdakwah kepada Fir'aun dan kaumnya yang telah mendustakan tanda-tanda keesaan Allah yang terdapat di alam semesta. Setelah mereka menunaikan tugasnya yaitu menyampaikan risalahnya dengan lemah lembut, ternyata sikap Fir'aun tetap tidak berubah, sehingga Allah membinasakan mereka. Seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nAllah telah membinasakan mereka, dan bagi orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa itu. (Muhammad/47: 10).\n\nDengan peristiwa ini, Allah menghibur Nabi Muhammad dan mendidiknya supaya berlaku sabar, karena beliau bukanlah nabi pertama yang didustakan oleh kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2892, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e \u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qawma Noohil lammaa kazzabur Rusula aghraqnaahum wa ja'alnaahum linnaasi Aayatanw wa a'tadnaa lizzaalimeena 'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "And the people of Noah - when they denied the messengers, We drowned them, and We made them for mankind a sign. And We have prepared for the wrongdoers a painful punishment.", "id": "Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2892", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2892.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2892.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah juga menceritakan nasib dari kaumnya Nabi Nuh. Dan telah Kami binasakan kaum Nuh ketika mereka mendustakan Nabi Nuh yang telah berdakwah kepada mereka selama 950 tahun, namun yang beriman kepadanya hanya sebagian kecil saja. Mendustakan satu rasul berarti sama saja dengan mendustakan para rasul. Karena para utusan Allah adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Kami tenggelamkam mereka setelah Kami genangi bumi mereka dengan banjir besar melebihi tingginya gunung-gunung mereka, dan Kami jadikan cerita mereka itu pelajaran bagi manusia. Azab Allah akan turun kembali dalam bentuk lain, jika ada kaum yang kembali mendustakan para nabi mereka. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih; melebihi dari pada apa yang mereka duga.", "long": "Demikian pula Allah telah membinasakan kaum Nuh yang telah mendustakan para rasul. Setelah Nabi Nuh menunaikan risalahnya dengan menyampaikan dakwah kepada kaumnya, tetapi yang beriman kepadanya hanya sedikit sekali, Allah lalu menenggelamkan mereka dengan topan dan banjir besar yang membinasakan semua manusia dan binatang kecuali yang berada dalam kapal Nabi Nuh. Allah menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran bagi umat manusia supaya mereka selalu ingat dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang telah menyelamatkan mereka dari bencana yang mengancam. Hal ini sesuai dengan firman Allah:\n\nSesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal, agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (al-haqqah/69: 11-12).\n\nLalu Allah menerangkan akibat orang-orang yang mendustakan risalah Nabi dengan firman-Nya bahwa Ia telah menyediakan bagi orang-orang zalim siksa yang pedih. Ayat ini mengandung peringatan pada orang-orang Quraisy supaya mereka jangan sampai mendustakan kenabian Muhammad karena besar kemungkinan mereka pun akan ditimpa azab seperti umat-umat terdahulu yang telah mendustakan para rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 2893, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa 'Aadanw Samooda wa As haabar Rassi wa quroonam baina zaalika kaseeraa" } }, "translation": { "en": "And [We destroyed] 'Aad and Thamud and the companions of the well and many generations between them.", "id": "dan (telah Kami binasakan) kaum ‘Ad dan samud dan penduduk Rass serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2893", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2893.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2893.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan telah Kami binasakan kaum ‘Ad yaitu kaumnya nabi Hud di kawasan Yaman dan Samud yaitu kaum Nabi Saleh di Mada’in dan penduduk Rass yaitu penduduk sumur tempat seorang nabi di buang di dalamnya, atau pengikut Nabi Isa yang dimasukkan ke dalam parit lalu dibakar oleh raja yang musyrik serta banyak lagi generasi di antara kaum-kaum itu yang telah dibinasakan oleh Allah karena dosa-dosa mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah membinasakan kaum 'ad, kaum Nabi Hud, dengan angin yang bertiup dengan kekuatan yang sangat besar dan sangat dingin, membinasakan kaum Samud, kaum Nabi Saleh, dengan suara keras yang menggelegar, dan juga membinasakan penduduk Rass yang ada di negeri Yamamah yang telah membunuh nabi. Nasib yang sama juga telah menimpa generasi-generasi berikutnya akibat pembangkangan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2894, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0652\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kullandarabnaa lahul amsaala wa kullan tabbarnaa tatbeera" } }, "translation": { "en": "And for each We presented examples [as warnings], and each We destroyed with [total] destruction.", "id": "Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2894", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2894.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2894.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan bagi yang lain. Kami telah jelaskan kepada mereka akan kebenaran para rasul Kami dengan dalil yang sangat jelas dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya dengan cara Kami sendiri, baik dengan air bah, angin kencang yang panas, hujan batu, suara yang menggelegar, bumi yang ambles, penjungkirbalikan bumi, dan lain sebagainya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan agar kisah umat dahulu itu diceritakan nabi kepada kaum musyrikin sebagai tamsil atau ibarat, dan menjelaskan kepada mereka dalil-dalil keesaan Allah. Akan tetapi, ternyata mereka terus-menerus mendustakan dan mengingkarinya sehingga Allah membinasakan mereka sampai hancur-lebur. Allah lalu memerintahkan kepada Muhammad agar mengingatkan orang-orang musyrik Mekah agar mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa itu. Tempat-tempat kaum yang telah dibinasakan itu selalu mereka lalui ketika dalam perjalanan dagangnya, yaitu bekas-bekas kawasan kaum Lut dan Samud ketika mereka pergi ke Syam, dan bekas kawasan kaum 'ad (Ahqaf) yang mereka lewati ketika pergi menuju Yaman." } } }, { "number": { "inQuran": 2895, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u0652\u0637\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0648\u0652\u0621\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064f\u0634\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad ataw 'alal qaryatil lateee umtirat mataras saw'; afalam yakoonoo yarawnahaa; bal kaanoo laa yarjoona nushooraa" } }, "translation": { "en": "And they have already come upon the town which was showered with a rain of evil. So have they not seen it? But they are not expecting resurrection.", "id": "Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2895", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2895.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2895.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, mereka, yaitu kaum musyrik Mekah pada saat me-reka berniaga ke tanah Syam telah melalui negeri kaum nabi Lut, yakni Sodom yang dulu karena perbuatan mereka yang diluar batas, yaitu melakukan sodomi, dijatuhi hujan batu yang buruk. Negeri mereka dijungkirbalikkan. Tidakkah mereka menyaksikannya? Mereka pasti melalui negeri itu. Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan. Mereka menganggap bahwa hari kebangkitan adalah omong kosong belaka.", "long": "Sesungguhnya kaum musyrikin Mekah sering melewati negeri Sodom yang dahulu pernah dihujani dengan batu dan bekas kediaman kaum Nabi Lut yang terkenal dengan perbuatan homoseksual. Apakah mereka tidak menyaksikan bekas reruntuhan itu sebagai azab akibat mendustakan seorang utusan Allah. Kemudian Allah menjelaskan bahwa sebab utama yang menutup mata hati mereka terhadap sebab-sebab turunnya azab itu bukan karena mereka tidak melihat, tetapi karena mereka tidak percaya akan adanya hari kebangkitan pada hari Kiamat, sesudah mereka mati." } } }, { "number": { "inQuran": 2896, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra awka iny yattakhizoonaka illaa huzuwan ahaazal lazee ba'asal laahu Rasoolaa" } }, "translation": { "en": "And when they see you, [O Muhammad], they take you not except in ridicule, [saying], \"Is this the one whom Allah has sent as a messenger?", "id": "Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2896", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2896.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2896.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan tentang sikap orang musyrik terhadap Nabi Muhammad. Dan karena kedengkian mereka terhadap engkau Muhammad, apabila mereka melihat engkau, mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan dengan berbagai cara. Ada yang menuduhnya sebagai orang gila, tukang tenung, penyair. Mereka terus mengejek mu dengan mengatakan, “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa orang kafir selalu mengejeknya dengan mengatakan, \"Apakah ini orang yang diutus sebagai rasul?\" Itulah ejekan kaum kafir setiap kali mereka melihat Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 2897, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u062f\u064e \u0644\u064e\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "In kaada la yudillunaa 'an aalihatinaa law laaa an sabarnaa 'alaihaa; wa sawfa ya'lamoona heena yarawnal 'azaaba man adallu sabeela" } }, "translation": { "en": "He almost would have misled us from our gods had we not been steadfast in [worship of] them.\" But they are going to know, when they see the punishment, who is farthest astray in [his] way.", "id": "Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya.” Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2897", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2897.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2897.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Padahal mereka tahu bahwa Nabi Muhammad tidaklah pernah berdusta. Mereka merasa bahwa Nabi Muhammad telah melakukan upaya maksimal dalam berdakwah, sehingga di antara mereka saling berbisik, \"Sungguh, hampir saja dia yakni Nabi Muhammad, menyesatkan, membelokkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan menyembah-nya”. Mereka tetap dengan sesembahannya  walaupun dengan dalih yang dibuat-buat, mengelabui orang lain, atau dengan jalan menakut nakuti. Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, baik di dunia maupun di akhirat siapa yang paling sesat jalannya, apakah Nabi Muhammad yang berada pada jalur kebenaran atau mereka sendiri. Pada waktu perang Badar, hal tersebut terbukti.", "long": "Ucapan orang-orang musyrik bahwa Muhammad hampir saja menyesatkan mereka dari sembahan-sembahannya, seandainya mereka tidak tekun dan sabar menyembahnya, menunjukkan bahwa Nabi Muhammad telah menyampaikan dakwahnya dengan sungguh-sungguh disertai dengan hujah-hujah yang nyata. Nabi saw juga memperlihatkan berbagai mukjizat sehingga mereka hampir-hampir meninggalkan agama nenek moyangnya dan memasuki agama Islam. Ucapan mereka itu menunjukkan pula adanya pertentangan yang hebat dalam hati sanubari mereka, dari satu sisi mereka mencemoohkan Nabi saw, dan dari sisi lain mereka merasa khawatir akan terpengaruh oleh dakwah Nabi saw yang sangat kuat dan logis itu. \n\nSelanjutnya, ayat ini menerangkan bahwa mereka akan mengetahui tentang siapa yang sesat jalannya pada saat mereka melihat azab. Menurut riwayat, ayat ini terkait dengan ulah yang dilakukan Abu Jahal pada setiap kali ia bertemu dengan Rasulullah. Cara serupa itu dilakukan oleh umat terdahulu kepada para rasul Allah seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nDan sungguh, beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan olok-olokan mereka. (al-An'am/6: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 2898, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 19, "page": 363, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e\u0647\u064f \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ara'aita manit takhaza ilaahahoo hawaahu afa anta takoonu 'alaihi wakeelaa" } }, "translation": { "en": "Have you seen the one who takes as his god his own desire? Then would you be responsible for him?", "id": "Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2898", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2898.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2898.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sudahkah engkau, wahai Rasul melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya, dengan selalu mengikuti hawa nafsunya. Orang-orang jahiliah, seperti dituturkan oleh Ibnu Abbas, selalu berganti sesembahan. Manakala ada sesembahan yang dipandang lebih baik, mereka akan mengganti sesembahan yang lama dengan yang baru. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? Engkau, wahai Rasul, tidak akan bisa menahan mereka dari kesesatan, karena tugas kamu adalah menyampaikan ajaran.", "long": "Ibnu 'Abbas r.a. berkata, \"Orang-orang pada zaman Jahiliah pernah menyembah batu yang putih selama beberapa masa. Akan tetapi, jika melihat sembahan lain yang lebih baik, maka ia meninggalkan batu putih itu dan memilih sembahan kedua yang lebih baik menurut ukuran hawa nafsunya. Sehubungan dengan itu turunlah ayat ini.\"\n\nPada ayat ini, Allah mencela orang-orang kafir Mekah yang mempertuhankan hawa nafsunya sehingga dijadikan landasan untuk semua urusan agamanya. Mereka tidak mendengarkan hujah yang nyata, dan penjelasan-penjelasan yang terang. Allah menasihatkan supaya Muhammad tidak terlalu memikirkan sikap mereka, karena beliau tidak ditugaskan untuk menyadarkan mereka agar beriman selamanya, apalagi jika mereka tidak mau melepaskan diri dari belenggu hawa nafsunya dan mengikuti petunjuk kepada kebenaran. Allah mengatakan bahwa Muhammad tidak menjadi pemelihara dan penjamin bagi mereka. Kewajiban Nabi saw hanya menyampaikan risalah saja. Hal ini sesuai dengan firman Allah:\n\nEngkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (al-Gasyiyah/88: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 2899, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 313, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Am tahsabu annna aksarahum yasma'oona aw ya''qiloon; in hum illaa kal an'aami bal hum adallu sabeelan" } }, "translation": { "en": "Or do you think that most of them hear or reason? They are not except like livestock. Rather, they are [even] more astray in [their] way.", "id": "Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2899", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2899.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2899.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau apakah engkau, wahai Rasul, mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar apa yang engkau katakan kepada mereka berupa petunjuk ke jalan yang benar? Atau, apakah mereka memahami maksud dari apa yang kau katakan, dengan pemahaman yang benar, dan dari hati sanubari mereka, sehingga mereka bersedia melakukan apa yang kau katakan? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya. Bahkan hewan ternak lebih baik lagi, karena hewan akan loyal kepada yang berbuat baik kepadanya. Sementara kaum musyrik sama sekali tidak tahu diri terhadap Zat Yang memberikan kehidupan dan rezeki kepada mereka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menasihati Nabi Muhammad supaya jangan menganggap bahwa kebanyakan orang-orang musyrik mendengarkan ayat dan memahami kebenaran yang terkandung dalam ayat itu sehingga mereka dapat mengamalkan petunjuknya untuk melakukan amal saleh dan memperbaiki akhlak. Allah mengingatkan yang demikian karena mereka itu seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat. Jika dibandingkan dengan hewan ternak, maka binatang tunduk kepada majikannya, yang dirasakan mencintainya, tahu siapa yang berbuat kebaikan dan yang berbuat kejahatan kepadanya, dapat mencari sendiri tempat di mana ada rumput makanannya dan air minumannya, dan jika malam hari tahu kembali ke kandangnya, berbeda sekali dengan kaum musyrikin itu sendiri. Mereka tidak mau mengenal Pencipta dan Pemberi rezeki, mereka tidak merasakan berbagai nikmat yang dilimpahkan Tuhan kepadanya. \n\nOrang-orang musyrik tidak merasa tertipu oleh setan, yang selalu memandang baik bujukan hawa nafsunya. Kebodohan binatang ternak terbatas hanya pada dirinya sendiri, tetapi kebodohan mereka menjalar sampai menimbulkan berbagai fitnah dan kebinasaan serta menghalangi orang lain dari jalan kebenaran, sampai menimbulkan perpecahan dan peperangan di antara sesama manusia. Walaupun binatang itu tidak mengetahui ketauhidan dan kenabian, namun mereka tidak menentangnya, berbeda dengan orang-orang musyrik yang mengingkari ketauhidan karena kesombongan dan kefanatikan terhadap ajaran keliru yang diwarisi dari nenek moyangnya. Binatang ternak tidak menyia-nyiakan insting yang dikaruniakan Allah kepadanya. Lain halnya dengan kaum musyrikin, mereka dianugerahi akal dan naluri yang baik sejak lahir, tetapi mereka menyia-nyiakan akal yang sehat itu untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.\n\nDi dalam ayat disebutkan bahwa sebagian besar mereka tidak mendengar atau memahami kebenaran. Memang ada sebagian kecil di antara mereka yang mengakui kebenaran, tetapi tidak sanggup mengikutinya karena khawatir akan kehilangan kedudukan." } } }, { "number": { "inQuran": 2900, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0645\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062f\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam tara ilaa Rabbika kaifa maddaz zilla wa law shaaa'a laja'alahoo saakinan summa ja'alnash shamsa 'alaihe daleelaa" } }, "translation": { "en": "Have you not considered your Lord - how He extends the shadow, and if He willed, He could have made it stationary? Then We made the sun for it an indication.", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2900", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2900.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2900.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat di bawah ini dijelaskan enam fenomena alam seluruh sebagai bukti kekuasaan dan anugerah Allah. Ke enam fenomena tersebut adalah suasana teduh, terjadinya malam dan siang, kisaran angin, turunnya hujan, tidak bercampurnya air tawar dan air asin, dan terciptanya manusia dari air mani. Tidakkah engkau, wahai Rasul, memperhatikan penciptaan Tuhanmu, dengan mata kepalamu atau dengan pikiranmu, akan besarnya kekuasaan Tuhanmu dan anugerah-Nya yang demikian besar kepada makhluk-Nya, bagaimana Dia memanjangkan dan memendekkan bayang-bayang atau keteduhan yaitu situasi antara terang benderang dan gelap, hal itu terjadi setelah terbit fajar sampai terbit matahari, dan waktu setelah matahari terbenam sebelum gelapnya malam. Dan sekiranya Dia Allah menghendaki untuk melakukan sebaliknya, niscaya Dia jadikannya bayang-bayang dan suasana teduh itu tetap, tidak bergeser dari tempatnya. Jika hal itu terjadi, semua makhluk akan menderita. Jika matahari terus menerus menyoroti bumi, manusia dan makhluk lainnya akan terbakar. kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk akan adanya bayang-bayang dan situasi teduh tersebut. Jika tidak ada matahari, tidak akan terjadi bayang-bayang di bumi. Inilah fenomena alam yang harus direnungkan oleh manusia, bahwa dibelakang semua gerakan alam seluruh ada Zat yang sangat berkuasa yaitu Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan rasul-Nya supaya memperhatikan ciptaan-Nya, bagaimana Dia memanjangkan dan memendekkan bayang-bayang dari tiap-tiap benda yang terkena sinar matahari, dari mulai terbit sampai terbenam. Allah sengaja menjadikan panas dari terik cahaya matahari. Kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan bayang-bayang itu tetap, tidak berpindah-pindah. Allah menjadikan bayang-bayang itu memanjang atau memendek untuk dipergunakan manusia sebagai pengukur waktu, seperti di Mesir mempergunakan alat yang diberi nama al-Misallat untuk mengukur waktu pada siang hari dan menentukan musim-musim selama setahun. Sejak dahulu kala, bangsa Arab pun telah mempergunakan alat yang diberi nama al-Mazawil untuk menentukan waktu salat dengan bayang-bayang. Mereka dapat memastikan tibanya waktu Zuhur bila bayangan jarumnya sudah berpindah dari arah barat ke timur, dan tiba waktu Asar bila bayangan setiap benda yang berdiri sudah menyamainya. Hanya Imam Abu Hanifah yang berpendapat bahwa bayangan itu harus dua kali dari panjang benda itu sendiri. Jadi jelas bahwa menurut ayat ini, Allah menjadikan bayang-bayang dari sinar matahari sebagai petunjuk waktu." } } }, { "number": { "inQuran": 2901, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064e\u0628\u064e\u0636\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0636\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa qabadnaahu ilainaa qabdany yaseeraa" } }, "translation": { "en": "Then We hold it in hand for a brief grasp.", "id": "kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami sedikit demi sedikit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2901", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2901.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2901.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Allah menjelaskan fenomena alam berikutnya. Kemudian Kami menariknya bayang-bayang itu, kepada Kami sesuai dengan kebijakan Kami, sedikit demi sedikit, tidak sekaligus sesuai dengan kecepatan gerakan matahari yang demikian cermat dan terukur. Suasana teduh di pagi hari digantikan oleh terangnya cahaya matahari. Kemudian pada saat sore hari, diwaktu matahari bergerak ke ufuk barat, sedikit demi sedikit, sorot matahari digantikan oleh suasana redup dan teduh kembali dalam rentang waktu yang sangat pendek, sampai datang waktu malam yang gelap gulita.", "long": "Kemudian Allah menghapus bayang-bayang itu dengan perlahan-lahan sejalan dengan proses terbenam matahari sedikit demi sedikit. Menurut para ilmuwan, ayat ini berbicara mengenai presisi keteraturan alam semesta. Ayat ini menerangkan fungsi gerakan dan \"panjang\" bayang-bayang yang bergerak dari pagi, siang, dan sore hari. Memanjangkan bayangan suatu benda dalam ilmu fisika adalah peristiwa mengecilnya sudut datang cahaya dan memendeknya panjang bayangan dikarenakan semakin besarnya sudut datang cahaya. Peristiwa ini sering kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada pagi hari, bayang-bayang benda akibat terkena sinar matahari yang jatuh ke bumi akan tampak panjang. Semakin siang hari dan sampai posisi matahari pada titik kulminasi, bayangan akan tampak semakin memendek. Sebaliknya ketika matahari mulai bergeser ke arah barat sampai menjelang sore hari, akan terlihat bayang-bayang pun kembali menjadi panjang. Hal ini terjadi dikarenakan sudut datang sinar matahari menjadi semakin kecil kembali.\n\nApa yang terjadi manakala bayang-bayang panjangnya tetap atau tidak berubah? Ini peristiwa luar biasa. Secara sederhana dapat diartikan bahwa posisi matahari dan bumi dalam keadaan tetap tidak berubah, maka matahari akan menyinari bumi secara terus menerus. Artinya permukaan bumi (yang terang) akan mengalami proses pemanasan. Suhu permukaan akan terus meningkat selama penyinaran berlangsung. Air laut akan menggelegak dan mendidih. Apabila hal ini terus berlangsung dalam tempo yang lama maka bumi akan terbakar dan hancur akibat suhu yang meningkat. Sedangkan permukaan bumi yang tidak menghadap matahari, akan mengalami proses sebaliknya, yaitu mengalami pendinginan yang luar biasa. Boleh jadi permukaan laut akan beku, dan kehidupan akan mati. Keadaan ekstrem suhu di kedua belahan bumi ini mungkin dapat menjurus ke arah punahnya kehidupan. Kiamatkah? Wallahu a'lam. Allah Mahakuasa atas segala ciptaan-Nya.\n\nPeristiwa panjang dan pendek atau arah barat dan arah timur bayang-bayang tadi terhadap posisi matahari dapat menjadi petunjuk waktu bagi manusia yang berada di bumi. Lenyapnya bayang-bayang terjadi secara perlahan merupakan gambaran sederhana sebagaimana peristiwa kejadian matahari terbenam secara perlahan. \n\nHal kedua yang dapat diperoleh adalah bahwa ayat di atas sudah mengindikasikan akan adanya perputaran bumi pada sumbunya. Ayat di bawah ini juga dapat digunakan untuk indikasi tersebut.\n\nDan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yasin/36: 38-40).\n\nAyat di atas dapat juga digunakan untuk memperlihatkan adanya keteraturan di alam semesta. Kalimat terakhir dari ayat tersebut secara jelas menyatakannya. Hal serupa dapat pula ditemui pada Surah al-Anbiya'/21: 33, az-Zumar/39: 5, dan ar-Rahman/55: 1-5.\n\nDalam Surah Yasin/36: 38-40 di atas disebutkan bahwa matahari beredar pada garis lintasannya. Astronomi modern membuktikan kebenaran pernyataan Al-Qur'an ini. Seperti diketahui, matahari terletak di sisi terluar dari piringan galaksi Bima Sakti. Galaksi ini berbentuk piringan, yang mempunyai jari-jari sekitar 10 kiloparsecs. Jika dihitung dalam dimensi mil, sama dengan 2 dengan 17 angka nol. Penelitian astronomi menunjukkan bahwa galaksi Bima Sakti ini melakukan perputaran pada sumbunya (revolusi), dan satu revolusi membutuhkan waktu selama 250 juta tahun. Karena matahari berada pada piringan terluar galaksi ini, maka matahari turut pula beredar sesuai dengan garis edar sisi terluar dari piringan galaksi tersebut.\n\nKata yasbahun yang terdapat pada Surah Yasin/36: 40, lebih tepat bila diterjemahkan dengan berenang, dibanding beredar. Sebab, dalam astronomi modern, antariksa ini tidaklah kosong sama sekali, tetapi berisi dan dipenuhi oleh partikel-partikel sub-atomik yang dikenal dengan neutrino. Jadi semua benda langit di jagad-raya ini sesungguhnya 'berenang pada gelombang neutrino.\n\nMengenai rotasi bumi, data memperlihatkan bahwa bumi berputar pada sumbunya dengan kecepatan 1.670 km per jam. Kecepatan ini mendekati kecepatan peluru yang dilepaskan dari senjata modern, yaitu 1.800 km per jam. Maka dapat dibayangkan, betapa cepatnya rotasi bumi. Yang melakukan rotasi secepat ini bukan benda berukuran kecil dan ringan seperti peluru, tetapi suatu benda dengan ukuran dan massa yang sangat besar. Kecepatan orbit bumi terhadap matahari adalah sekitar 60 kali kecepatan peluru, yaitu sekitar 108.000 km per jam. Dengan kecepatan demikian, sebuah pesawat akan dapat mengelilingi bumi dalam waktu 22 menit. \n\nKetepatan rotasi yang mengakibatkan terjadinya siang dan malam di bumi ini, dikonfirmasi oleh ayat di bawah ini.\n\nTidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yasin/36: 40)" } } }, { "number": { "inQuran": 2902, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0633\u064f\u0628\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0646\u064f\u0634\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee ja'ala lakumul laila libaasanw wannawma subaatanw wa ja'alan nahaara nushooraa" } }, "translation": { "en": "And it is He who has made the night for you as clothing and sleep [a means for] rest and has made the day a resurrection.", "id": "Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2902", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2902.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2902.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dialah yang menjadikan malam yang gelap gulita untukmu wahai sekalian manusia, sebagai pakaian yang sama-sama menutupi badanmu, dan Dia menjadikan tidur untuk istirahat mu dari semua kegiatan, agar jika kamu bangun di pagi hari, badanmu kembali segar bugar. Dan Dia juga menjadikan siang terang benderang untuk bangkit berusaha mencari rezeki buat kehidupanmu dan keluargamu. Terciptanya siang dan malam karena perputaran bumi mengitari matahari, demikian pula matahari yang terus berputar dan berjalan pada garis edarnya. Semua keajaiban alam seluruh ini tidak ada yang sanggup melakukannya kecuali Allah.", "long": "Allah lalu menyebutkan kekuasaan-Nya yang kedua yaitu menjadikan malam itu bermanfaat bagi manusia seperti manfaatnya pakaian yang menutup badan. Allah juga menjadikan tidur nyenyak bagi manusia sehingga ia seperti mati, karena seseorang pada waktu tidur tidak sadar sama sekali, dan anggota badannya berhenti bekerja kecuali jantung dan beberapa organ lainnya. Dengan demikian, dia dapat beristirahat dengan sempurna seperti dalam firman Allah:\n\nDan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari. (al-An'am/6: 60).\n\nAllah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur. (az-Zumar/39: 42)\n\nAllah menjadikan siang untuk berusaha dan beraktivitas. Sebagaimana tidur pada malam hari yang diserupakan dengan mati, maka bangun pada siang hari diserupakan dengan bangun lagi dari mati. Demikian pula manusia setelah berakhir masa hidupnya di dunia ini dan mati, akan dibangkitkan kembali setelah matinya, untuk diadili oleh Allah segala yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 2903, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u064e \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0637\u064e\u0647\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazeee arsalar riyaaha bushram baina yadai rahmatih; wa anzalnaa minas samaaa'i maaa'an tahooraa" } }, "translation": { "en": "And it is He who sends the winds as good tidings before His mercy, and We send down from the sky pure water", "id": "Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2903", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2903.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2903.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dialah Allah yang memerintahkan para malaikat-Nya untuk meniupkan angin menggiring awan dari berbagai penjuru, sebagai pembawa kabar gembira bagi segenap manusia sebelum kedatangan rahmat-Nya berupa hujan sebagai kasih sayang kepada makhluk-Nya, dan Kami turunkan dari langit yang sudah dipenuhi uap air, air yang sangat bersih, yang bisa dipergunakan untuk berbagai macam keperluan hidup.", "long": "Kekuasaan Allah yang ketiga ialah Dia yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira terutama bagi para petani bahwa hujan yang merupakan rahmat-Nya akan segera turun. Dia pula yang menurunkan air hujan yang amat jernih untuk membersihkan badan dan pakaian, terutama untuk minum dan keperluan lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 2904, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0646\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0644\u0652\u062f\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Linuhyiya bihee balda tam maitanw wa nusqiyahoo mimmaa khalaqnaaa an'aa manw wa anaasiyya kaseeraa" } }, "translation": { "en": "That We may bring to life thereby a dead land and give it as drink to those We created of numerous livestock and men.", "id": "agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2904", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2904.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2904.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manfaat dari adanya hujan adalah agar dengan air hujan itu Kami menghidupkan negeri yang tadinya mati kering kerontang, tandus, menjadi negeri yang hijau menyegarkan, karena ditumbuhi berbagai tanaman, dan dengan hujan itu pula Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, berupa hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak. Semua binatang yang melata di bumi ini sangat memerlukan air. Tanpa air, mereka tidak akan mampu bertahan hidup. Inilah anugerah Allah yang perlu direnungkan manusia, tetapi tidak semua manusia menyadarinya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa hujan diturunkan untuk menyuburkan negeri-negeri atau tanah yang mati dan tandus. Dengan air hujan pula, Allah memberi minum sebagian besar makhluk-Nya, seperti binatang ternak dan manusia. Dalam ayat lain diterangkan:\n\nDan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah. (al-hajj/22: 5)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. (ar-Rum/30: 50)\n\nMenurut para ilmuwan, dari ayat di atas dapat dibahas dua hal, yaitu:\n\n1.Mengenai terjadinya hujan\n\n2.Mengenai indikasi bahwa air hujan membawa kehidupan, sehingga dapat \".... menghidupkan dengannya negeri yang mati...\"\n\nMengenai terjadinya hujan, kisahnya dimulai dengan air yang mengalir di sepanjang anak sungai yang akan bergabung dengan anak sungai lainnya membentuk sungai yang jauh lebih besar, yang akhirnya mengalir ke laut. Sementara air mengalir melalui anak sungai dan sungai, sebagian akan menguap karena panas sinar matahari (berubah menjadi gas) tetapi sebagian besar terus mengalir sampai ke laut. Di laut inilah proses penguapan atau evaporasi selanjutnya berlangsung. \n\nSemua air yang menguap, baik yang berasal dari anak sungai, sungai, atau laut, membentuk uap air di atmosfer. Uap ini naik dan akan menjadi dingin saat mencapai atmosfer yang lebih tinggi. Jika terdapat banyak gas di atmosfer maka uap air ini akan memadat menjadi kelompok gas yang disebut awan. Jika awan tersebut ditiup angin sehingga berkumpul sesamanya, dan naik ke atas sehingga mencapai bagian yang lebih tinggi lagi di lapisan atmosfer, maka uap air akan berubah menjadi tetes-tetes es. \n\nKetika awan menjadi lebih dingin karena suhu atmosfer yang lebih rendah, air menjadi padat (es) dan jatuh, awalnya seperti tetes-tetes es yang sangat kecil, yang biasanya mencair sebelum mencapai tanah. Dengan demikian, tetes air akan jatuh ke bumi sebagai hujan. (lihat juga ar-Ra'd/13: 17; an-Naml/27: 60; al-'Ankabut/29: 63; Luqman/31: 34; as-Sajdah/32: 27; Fathir/35: 27; az-Zumar/39: 21; Qaf/50: 9-11)." } } }, { "number": { "inQuran": 2905, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad sarrafnaahu bainahum li yazzakkaroo fa abaaa aksarun naasi illaa kufooraa" } }, "translation": { "en": "And We have certainly distributed it among them that they might be reminded, but most of the people refuse except disbelief.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2905", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2905.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2905.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara mereka pada waktu-waktu tertentu, dan di beberapa tempat, sesuai dengan kebijakan Kami, agar mereka mengambil pelajaran dari perkisaran tersebut. Tetapi kebanyakan manusia tidak mau bersyukur kepada Kami dengan hati, ucapan dan tindakan, bahkan mereka mengingkari nikmat-nikmat Kami yang tak terhitung banyaknya. Sifat takabur, sombong, angkuh, menyebabkan mereka lupa atas semua anugerah-Nya itu.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah telah mengatur turunnya hujan secara bergiliran bagi manusia. Kadang-kadang ia turun siang atau malam, kadang-kadang ditujukan untuk menyirami tanah satu kaum yang baru melaksanakan salat Istisqa, kadang-kadang dipalingkan dari kaum yang banyak melakukan kedurhakaan dan kemaksiatan. Semua itu bertujuan agar manusia mengambil pelajaran darinya, dan agar mereka mengerti bahwa Tuhanlah yang mengatur giliran hujan itu seperti mengatur peredaran bintang-bintang dan planet di angkasa luar. \n\nAir hujan itu bukan hanya turunnya saja yang diatur dengan bergiliran, akan tetapi bentuk dan keadaannya juga. Kadang-kadang air itu membeku jika suhu udara jauh di bawah nol dan merupakan es batu. Kemudian jika dipanaskan berubah menjadi cair, dan jika dipanaskan berubah menjadi uap. Air merupakan unsur yang terdapat dalam semua makhluk hidup, dalam tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia, seperti dalam firman Allah:\n\nDan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. (al-Anbiya'/21: 30)\n\nSemua ini harus jadi bahan pemikiran bagi manusia agar dapat mensyukuri nikmat Allah. Akan tetapi, kebanyakan manusia enggan bahkan mengingkari nikmat-nikmat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2906, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa law shi'naa laba'asnaa fee kulli qar yatin nazeeraa" } }, "translation": { "en": "And if We had willed, We could have sent into every city a warner.", "id": "Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2906", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2906.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2906.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut ini menjelaskan anugerah Allah yang besar kepada Nabi Muhammad yang diutus untuk seluruh manusia. Dan sekiranya Kami menghendaki, untuk mengutus banyak utusan, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri. Tapi kebijakan Kami pada akhir zaman, adalah mengutus seorang rasul untuk seluruh negeri, agar beban Nabi Muhammad bertambah, dan dengan begitu akan bertambah derajatnya di sisi Allah.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa seandainya Allah menghendaki, Dia akan mengutus seorang utusan untuk setiap negeri, yang akan memberi peringatan. Akan tetapi, Allah mengirimkan Muhammad sebagai nabi penutup kepada seluruh umat manusia, sebagaimana firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua.\" (al-A'raf/7: 158)\n\nDan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (Saba'/34: 28)\n\nJika para nabi lain diutus kepada umat-umat tertentu, maka Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai rasul kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan memberi peringatan. Oleh karena itu, mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad tidak lagi bersifat temporal, yang hanya sesuai untuk suatu kaum dan tempat tertentu. Akan tetapi, ia diberi Al-Qur'an yang bersifat universal, nilai-nilai yang dikandungnya sesuai untuk diterapkan di mana pun dan kapan pun." } } }, { "number": { "inQuran": 2907, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 145, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062c\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falaa tuti'il kaafireena wa jaahidhum bihee jihaadan kabeeraa" } }, "translation": { "en": "So do not obey the disbelievers, and strive against them with the Qur'an a great striving.", "id": "Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur'an) dengan (semangat) perjuangan yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2907", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2907.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2907.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Betapa pun beratnya beban itu, nabi dilarang untuk tunduk kepada kemauan orang kafir. Maka janganlah engkau, wahai Rasul, taati orang-orang kafir akan kemauan mereka, karena mereka berada pada jalur kehidupan yang salah, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya yaitu Al-Qur’an, dengan membacanya, menghayatinya, mengamalkannya dan menjelaskan isinya kepada mereka, dengan semangat perjuangan yang besar. Hadapilah mereka dengan ketegasan dengan kesungguhan hati. Bantahlah ucapan-ucapan mereka dengan dalil-dalil yang kuat. Engkau berhadapan dengan manusia yang sangat angkuh. Jangan engkau berhenti dari berjuang di jalan Allah, karena, walaupun hal itu menjadikan kamu lelah, tapi akan menambah derajatmu di sisi tuhanmu dan akan bisa memberikan kemanfaatan yang sangat besar bagi kehidupan di alam seluruh.", "long": "Nabi Muhammad diperintahkan Allah untuk menyampaikan risalahnya dengan sungguh-sungguh, melaksanakan jihad dan perjuangan dengan penuh kebijaksanaan, kesabaran, ketabahan, dan tidak takut atau gentar terhadap musuh. Nabi saw harus yakin bahwa Allah pasti menolong, sehingga kemenangan berada di tangannya dan kaum Mukminin. Dalam ayat ini, Allah melarang Nabi Muhammad mengikuti orang-orang kafir yang mengajaknya mengadakan kompromi dengan mereka dalam hal agama. Ia harus tetap bersikap tegas dan konsekuen dalam melaksanakan dakwah dan berjihad menyebarkan Al-Qur'an. \n\nSecara bahasa, jihad ialah berusaha sungguh-sungguh, jika perlu dengan mengorbankan apa saja, harta ataupun jiwa. Jihad dapat dilaksanakan dalam keadaan perang maupun damai. Dalam keadaan perang, jihad dilaksanakan dengan qital, yaitu berperang di jalan Allah. Sedangkan jihad dalam keadaan damai dapat dilaksanakan di bidang ekonomi, pendidikan, budaya, dan lain-lain.\n\nAyat 52 ini termasuk dalam kelompok ayat Makkiyyah, diturunkan sebelum hijrah dalam keadaan damai. Maka jihad di sini lebih ditekankan pada kesungguhan melaksanakan dakwah, pendidikan, maupun usaha-usaha sosial untuk memperbaiki kondisi masyarakat. Allah menjanjikan kepada orang yang berjihad dengan sungguh-sungguh akan selalu diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama orang-orang yang berbuat baik. (al-'Ankabut/29: 69)" } } }, { "number": { "inQuran": 2908, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0645\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u0652\u0628\u064c \u0641\u064f\u0631\u064e\u0627\u062a\u064c \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0644\u0652\u062d\u064c \u0623\u064f\u062c\u064e\u0627\u062c\u064c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0652\u0632\u064e\u062e\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062d\u0650\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0652\u062c\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee marajal bahraini haazaa 'azbun furaatunw wa haazaa milhun ujaaj; wa ja'ala bainahumaa barzakhanw wa hijram mahjooraa" } }, "translation": { "en": "And it is He who has released [simultaneously] the two seas, one fresh and sweet and one salty and bitter, and He placed between them a barrier and prohibiting partition.", "id": "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2908", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2908.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2908.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menampilkan kembali kemahakuasa-Nya di alam seluruh agar manusia merenungkannya. Dan Dialah yang membiarkan dua laut yaitu air sungai dan laut, mengalir berdampingan; yang ini tawar dan segar enak untuk diminum dan yang lain sangat asin lagi pahit yang sangat berguna bagi hewan-hewan di laut dan kehidupan manusia lainnya. Dan Dia jadikan antara keduanya dinding yang demikian lentur dan canggih dan batas yang tidak tembus. Dengan adanya dinding itu kedua air tersebut tidak akan pernah bercampur. Masing-masing masih membawa sifat-sifat dirinya. Inilah fenomena alam yang luar biasa.", "long": "Ayat ini berisi tanda kekuasaan Allah yang keempat, yaitu Dia yang membiarkan dua macam air mengalir berdampingan, yang satu tawar dan segar, sedangkan yang lain asin dan pahit, seperti yang terjadi di muara sungai-sungai besar. Namun demikian, walaupun berdekatan rasa airnya tidak bercampur seolah-olah ada dinding yang membatasi di antara keduanya, sehingga yang satu tidak merusak rasa yang lainnya. Walaupun menurut pandangan mata kedua lautan itu bercampur, namun pada kenyataannya air yang tawar terpisah dari yang asin dengan kekuasaan Allah seperti dalam firman-Nya:\n\nDia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (ar-Rahman/55: 19-20).\n\nMenurut para ilmuwan, Allah telah menciptakan pemisah air laut dan sungai, walaupun air sungai terjun dengan derasnya dari tempat tinggi. Barzakh (pemisah) ini berfungsi menghalangi kedua air untuk tidak saling menghapus ciri-cirinya. Laut asin dan tawar seolah-olah sudah ada dinding pembatas di antara keduanya, sehingga tidak bercampur aduk. Manusia dapat menentukan pilihannya karena baik air asin maupun tawar ada gunanya. \n\nPada tahun 1873, para pakar ilmu kelautan Inggris (dengan kapal Challenger) menemukan perbedaan ciri-ciri laut dari segi kadar garam, temperatur, jenis ikan/binatang, dan sebagainya. Setiap jenis air berkelompok dengan sendirinya dalam bentuk tertentu, terpisah dari jenis air yang lain betapapun ia mengalir jauh. Air Sungai Amazon yang mengalir deras ke laut Atlantik sampai batas 200 mil, masih tetap tawar. Mata air-mata air di Teluk Persia mempunyai ikan-ikan yang khas dan masing-masing tidak hidup kecuali di lokasinya.\n\nKedua laut dimaksud adalah lautan yang memenuhi sekitar ¾ bumi ini serta sungai yang ditampung oleh tanah dan yang memancarkan mata air-mata air serta sungai-sungai besar yang kemudian mengalir ke lautan. Barzakh (pemisah) adalah penampungan air yang terdapat di bumi itu dan saluran-saluran bumi yang menghalangi air laut bercampur dengan air sungai sehingga tidak mengubahnya menjadi asin.\n\nKeadaan air asin yang merambah atau mengalir dari lautan ke batu-batuan di dekat pantai, namun ia tidak bercampur dengan air tawar yang merambah atau mengalir ke laut dari daratan. Posisi aliran sungai yang lebih tinggi dari permukaan laut, memungkinkan air tawar yang relatif sedikit menembus air laut yang asin tetapi tidak berbaur total. Ayat lain yang terkait adalah: \n\nDia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (ar-Rahman/55: 19-20)." } } }, { "number": { "inQuran": 2909, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0633\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0635\u0650\u0647\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee khalaqa minal maaa'i basharran fa ja'alahoo nasaban wa sihraa; wa kaana Rabbuka Qadeeraa" } }, "translation": { "en": "And it is He who has created from water a human being and made him [a relative by] lineage and marriage. And ever is your Lord competent [concerning creation].", "id": "Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan musaharah dan Tuhanmu adalah Mahakuasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2909", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2909.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2909.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fenomena kekuasaan Allah lainnya adalah terciptanya manusia dari air mani. Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air mani seorang lelaki yang bercampur dengan indung telur perempuan, lalu setelah melewati masa-masa tertentu Dia jadikan manusia itu mempunyai keturunan beranak-pinak dengan cara yang sama. Ada keturunan yang lelaki yang kelak menjadi garis keturunan bagi anak-anaknya dan ada pula keturunan perempuan yang kelak terjadi persemendaan atau mushaharah semua keluarga pihak perempuan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan suaminya dan Tuhanmu adalah Mahakuasa. Dialah yang menentukan jenis anak-anak yang lahir, apakah lelaki atau perempuan dari air mani tersebut. Allah menjadikan air mani kaum lelaki terdiri dari ratusan juta sel yang mempunyai dua unsur kelelakian dan keperempuanan, yang akan menjadi cikal bakal manusia. Semuanya itu menjadi tanda atas kebesaran Allah.", "long": "Tanda kekuasaan Allah yang kelima, yaitu Dia yang menciptakan manusia dari sperma. Dia lalu jadikan manusia mempunyai keturunan dan musaharah (perbesanan) atau hubungan kekeluargaan akibat perkawinan anak kandung dengan orang lain, sehingga muncul istilah kekeluargaan, seperti menantu, ipar, mertua, dan sebagainya. Firman Allah:\n\nBukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. (al-Qiyamah/75: 37-39)\n\nAllah menciptakan manusia yang sangat indah susunan tubuhnya dilengkapi dengan pancaindra, disempurnakan dengan akal dan kemampuan untuk berpikir. Manusia juga diberi segala fasilitas sehingga semua yang berada di atas permukaan bumi, diperuntukkan bagi mereka. Firman Allah:\n\nTidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. (Luqman/31: 20\n\nDitinjau dari segi sains, beberapa ayat yang terkait dengan ayat di atas adalah: \n\nDan apakah orang-orang yang kafir tidak melihat bahwa langit dan bumi keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman. (al-Anbiya'/21: 30).\n\nDan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari mereka ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (an-Nur/24: 45).\n\nKetiga ayat di atas mengindikasikan hubungan yang erat antara air dan adanya kehidupan. \n\n1.Air ditengarai sangat dekat dengan makhluk hidup. Manusia dan kebanyakan hewan berasal dari cairan sperma. \n\n2.Semua kehidupan dimulai dari air. Air di sini lebih tepat bila diartikan sebagai laut. Rantai kimia ini dipercaya dimulai dari kedalaman lautan. Dugaan bahwa di lautlah mulainya kehidupan disebabkan karena kondisi atmosfer pada saat itu belum berkembang menjadi kawasan yang dapat dihuni makhluk hidup. \n\nDari uraian ini, peran air bagi kehidupan sangat jelas, dari mulai adanya makhluk hidup di bumi (berasal dari kedalaman laut), bagi kelangsungan hidupnya (air diperlukan untuk pembentukan organ dan menjalankan fungsi organ), serta memulai kehidupan (terutama bagi kelompok hewan”air tertentu yang berasal dari sperma)." } } }, { "number": { "inQuran": 2910, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 19, "page": 364, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0638\u064e\u0647\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ya'budoona min doonil laahi maa laa yanfa'uhum wa laa yadurruhum; wa kaanal kaafiru 'alaa Rabbihee zaheeraa" } }, "translation": { "en": "But they worship rather than Allah that which does not benefit them or harm them, and the disbeliever is ever, against his Lord, an assistant [to Satan].", "id": "Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2910", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2910.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2910.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Betapa pun demikian, masih banyak orang-orang yang tak mau menyembah Allah, tapi menyembah sesuatu yang tidak mempunyai kekuasaan apa pun. Dan mereka orang-orang kafir itu menyembah benda-benda selain Allah, baik berupa patung-patung dan lainnya apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka baik di dunia, seperti mendatangkan rezeki, menurunkan hujan, dan lain-lainnya, apalagi di akhirat, dan tidak pula mendatangkan bencana kepada mereka jika mereka tidak menyembah patung-patung itu, seperti kematian, kelaparan dan lainnya. Orang-orang kafir adalah penolong bagi setan untuk berbuat durhaka terhadap Tuhannya dengan menyekutukan-Nya dalam beribadah. Padahal Tuhannya yang telah memberikan kepadanya kehidupan, rezeki, dan anugerah lainnya yang demikian besar. Inilah bentuk kezaliman yang sangat besar.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang musyrik itu menyembah tuhan selain Allah, yaitu patung-patung dan berhala yang tidak memberi manfaat kepada mereka. Mereka menyembahnya hanya sekadar mengikuti hawa nafsu dan melanjutkan tradisi nenek moyang mereka saja, dan meninggalkan ibadah kepada Allah yang menciptakan mereka dan telah melimpahkan berbagai kenikmatan. Di samping itu, mereka telah membuat kemungkaran dengan membantu setan dalam tindakannya memusuhi Allah, rasul-Nya dan kaum Mukminin, seperti digambarkan dalam firman-Nya:\n\nDan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan. (al-A'raf/7: 202)\n\nKata dhahir dalam ayat lain diartikan penolong. Sebagian ahli tafsir mengartikan terhina atau tersia-sia sehingga arti ayat itu menjadi: Dan orang-orang kafir pada sisi Tuhannya sangat hina dan sia-sia." } } }, { "number": { "inQuran": 2911, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa arsalnaaka illaa mubashshiranw wa nazeeraa" } }, "translation": { "en": "And We have not sent you, [O Muhammad], except as a bringer of good tidings and a warner.", "id": "Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2911", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2911.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2911.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidaklah Kami mengutus engkau, wahai Rasul-Ku, melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira bagi mereka yang beriman dan beramal saleh, bahwa mereka akan mendapatkan pahala dan mereka akan masuk surga. Di sisi lain, engkau pemberi peringatan kepada mereka yang ingkar terhadap Allah dan rasul-Nya, bahwa mereka akan mendapatkan siksaan dari Allah di dalam neraka. Bukan merupakan tugas rasul, memaksa mereka untuk beriman kepada Allah.", "long": "Mengapa kaum musyrikin itu membantu setan berbuat durhaka terhadap Allah, padahal Dia telah mengutus rasul-Nya memberi berita gembira bagi orang yang beriman dan beramal saleh, dan memberi peringatan kepada mereka. Mereka juga mengetahui bahwa rasul itu diutus untuk membawa kabar gembira dan memberi peringatan. Alangkah bodohnya orang-orang yang memusuhi rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 2912, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul maaa as'alukum 'alaihi min ajrin illaa man shaaa'a ai yattakhiza ilaa Rabbihee sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"I do not ask of you for it any payment - only that whoever wills might take to his Lord a way.\"", "id": "Katakanlah, “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2912", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2912.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2912.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kemudian memberikan arahan kepada nabi-Nya. Katakanlah, wahai Rasul-Ku kepada orang-orang kafir itu: “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu baik berupa materi atau manfaat lainnya, dalam menyampaikan risalah itu, melainkan mengharap agar orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya dengan berinfak pada jalan Allah dan amalan saleh lainnya. Jika mereka mau melakukan hal itu, lakukanlah.\" Keimanan dan amal saleh mereka, sudah cukup bagi rasul sebagai imbalan atas tugasnya sebagai seorang rasul.", "long": "Allah memerintahkan Nabi supaya menerangkan kepada kaumnya bahwa walaupun beliau diutus untuk keselamatan mereka, namun beliau sama sekali tidak mengambil keuntungan untuk diri pribadinya. Beliau tidak meminta upah sedikit pun kepada mereka dalam menyampaikan risalah ini, kecuali bagi orang yang dengan kemauannya sendiri ingin berbuat amal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengeluarkan sedekah atau bantuan suka rela, itulah yang baik baginya." } } }, { "number": { "inQuran": 2913, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa tawakkal 'alal Haiyil lazee laa yamootu wa sabbih bihamdih; wa kafaa bihee bizunoobi 'ibaadihee khabeeraa" } }, "translation": { "en": "And rely upon the Ever-Living who does not die, and exalt [Allah] with His praise. And sufficient is He to be, with the sins of His servants, Acquainted -", "id": "Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2913", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2913.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2913.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Rasul-Ku, teruskan dakwahmu dan bertawakallah dengan menyerahkan segala keputusan akhir kepada Allah Yang Mahahidup, Yang tidak mati, jangan kepada yang selain-Nya! Dan bertasbihlah dengan menjauhkan-Nya dari semua sifat kekurangan dan memuji-Nya karena hanya Dialah yang berhak dipuji, karena kesempurnaan Zat-Nya dan SifatNya. Dan jika ada hamba-Nya yang berbuat dosa, maka cukuplah Dia Yang Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.", "long": "Ayat ini memerintahkan manusia agar bertawakal kepada Allah yang Hidup Kekal tidak mati, Tuhan seru sekalian alam, berserah diri kepada-Nya, dan bersabar dalam segala musibah yang menimpa dirinya. Tuhanlah yang memberi kecukupan kepada manusia, yang menyampaikan kepada tujuan kebahagiaan. Manusia juga diperintahkan untuk bertasbih dengan memuji Allah, mensucikan-Nya dari segala sekutu, anak, istri, dan segala sifat yang tidak pantas, seperti yang dituduhkan oleh kaum musyrikin kepada-Nya. Perintah Allah bertawakal kepada-Nya itu bukan berarti bahwa manusia tidak perlu berusaha lagi, atau tidak perlu memikirkan sebab-sebab yang menimbulkan usaha itu, tetapi maksudnya ialah agar manusia menyerahkan kepada Allah segala sesuatu yang telah diusahakannya. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan supaya bertawakal hanya kepada-Nya Yang Mahahidup, karena semua makhluk akan mati, maka tidak patut bertawakal kepada selain Allah. Hanya Allah-lah Yang Maha Hidup Kekal, yang mengetahui segala amal perbuatan dan dosa-dosa hamba-Nya dan yang mampu memberi balasan amal-amalnya. Amalan yang baik dibalas dengan pahala, dan amalan yang buruk dibalas dengan siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 2914, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u06da \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazee khalaqas samaawaati wal arda wa maa bainahumaa fee sittati aiyaamin summmmastawaa 'alal 'Arsh; ar Rahmaanu fas'al bihee khabeeraa" } }, "translation": { "en": "He who created the heavens and the earth and what is between them in six days and then established Himself above the Throne - the Most Merciful, so ask about Him one well informed.", "id": "yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2914", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2914.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2914.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Tuhan yang menciptakan langit yang tujuh beserta benda-benda angkasa lainnya dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya yaitu segala benda yang kita tidak mengetahui secara pasti dalam enam masa. Dua masa pertama untuk menciptakan badan bumi, dua masa berikutnya untuk menciptakan langit dan dua masa terakhir untuk mengisi bumi dengan segala kandungannya. Kemudian Allah bersemayam dengan cara yang sesuai dengan sifat keagungan-Nya di atas singgasana-Nya yaitu ‘Arsy. Dialah Yang Maha Pengasih yang demikian besar dan luas sehingga tercurahkan kepada seluruh makhluknya tanpa kecuali. Maka tanyakanlah olehmu wahai Nabi tentang ciptaan Allah yang disebutkan di atas, kepada yang lebih mengetahui yaitu Allah sendiri. Dialah yang paling tahu tentang ciptaan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah yang menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya dalam waktu enam masa. Kata yaum biasanya diterjemahkan sebagai \"hari\", tetapi \"hari\" dalam ayat ini bukanlah hari yang lamanya 24 jam, tetapi yaum diartikan sebagai \"masa\". Kemudian Allah bersemayam di atas 'Arasy (lihat Surah al-A'raf/7: 54).\n\nSetiap mukmin meyakini bahwa Allah Maha Esa, hidup kekal, yang menciptakan langit, bumi, dan segala yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Allah Maha Pemurah karena rahmat dan karunia-Nya amat besar kepada manusia, baik yang beriman maupun tidak. \n\nBagi orang-orang yang beriman hendaklah mengenal sifat-sifat Allah, karena hal itu akan menambah kemantapan iman. Bagi orang yang belum mengenal sifat-sifat-Nya tersebut hendaklah bertanya kepada orang yang betul-betul mengetahui urusan agama. Allah berfirman:\n\nMaka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. (an-Nahl/16: 43; Lihat juga Surah al-Anbiya'/21: 7) \n\nPada masa Rasulullah, jika ada persoalan terkait dengan agama, para sahabat dapat bertanya langsung kepada beliau. Setelah Rasul wafat, kaum muslimin hendaknya bertanya kepada para ulama yang mendalami urusan agama." } } }, { "number": { "inQuran": 2915, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 314, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u06e9", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahumus judoo lir Rahmaani qaaloo wa mar Rahmaanu anasjudu limaa taamurunaa wa zaadahum nufooraa" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Prostrate to the Most Merciful,\" they say, \"And what is the Most Merciful? Should we prostrate to that which you order us?\" And it increases them in aversion.", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih”, mereka menjawab, “Siapakah yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2915", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2915.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2915.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah menjelaskan tentang sikap orang kafir yang terus ingkar terhadap Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka, yakni kepada orang-orang kafir itu, “Sujudlah dan tunduklah kamu kepada Tuhan Yang Maha Pengasih”, mereka menjawab, dengan sinis “Siapakah yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau, wahai Muhammad, perintahkan kami bersujud kepada-Nya padahal kami tidak mengetahui dan mengenal-Nya?\" Mereka sangat angkuh dan mereka makin jauh lari dari kebenaran. Hati mereka sudah terkunci rapat oleh kedengkian, kesombongan, dan kekafiran.", "long": "Setelah menjelaskan betapa besar karunia dan nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada mereka, Allah menerangkan pula sikap orang-orang kafir yang seharusnya bersyukur dan berterima kasih, tetapi mereka berbuat sebaliknya. Apabila mereka yang menyembah selain Allah diperintahkan untuk sujud kepada Tuhan Yang Maha Penyayang, mereka menjawab, \"Siapakah Tuhan Yang Maha Penyayang?\" Pertanyaan mereka seperti pertanyaan Bani Israil kepada Musa ketika ia mengatakan, \"Sesungguhnya aku adalah seorang utusan dari Rabbul 'alamin.\" Bani Israil bertanya, \"Siapakah Rabbul 'alamin itu?\" Kaum musyrikin itu dalam bantahannya mengatakan, \"Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang dikatakan Maha Penyayang, tetapi kami belum kenal sama sekali?\" Perintah sujud itu menambah mereka ingkar dan jauh dari iman.\n\nDiriwayatkan oleh adh-ahhaq bahwa Nabi Muhammad beserta para sahabat bersujud ketika selesai membaca ayat ini, karena ia termasuk di antara ayat-ayat yang disunatkan bersujud bagi para pembaca dan pendengarnya. Sujudnya dinamakan sujud tilawah. Ayat-ayat yang disunatkan sujud tilawah ada 15 buah, dua buah di antaranya berada dalam Surah al-hajj dan yang 13 lagi tersebar dalam Surah-surah al-A'raf, ar-Ra'd, an-Nahl, al-Isra', Maryam, al-Furqan, an-Naml, as-Sajdah, sad, Fussilat, an-Najm, al-Insyiqaq, dan al-'Alaq. Yang berada dalam Surah sad bukan saja sujud tilawah, tetapi juga sujud syukur. Setelah Allah menerangkan sikap orang-orang kafir yang menjauhkan diri dari sujud kepada-Nya, maka Dia menerangkan sikap penolakan orang-orang untuk sujud, bahkan mereka bertambah keras kepala dan menjauh dari Tuhannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2916, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0633\u0650\u0631\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Tabaarakal lazee ja'ala fis samaaa'i buroojanw wa ja'ala feehaa siraajanw wa qamaram muneeraa" } }, "translation": { "en": "Blessed is He who has placed in the sky great stars and placed therein a [burning] lamp and luminous moon.", "id": "Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2916", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2916.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2916.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Padahal jika mereka mengetahui kekuasaan Allah di alam seluruh, mereka pasti bersujud kepada-Nya. Mahasuci Allah dan Maha banyak kebaikan-Nya kepada makhluk-Nya, yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dalam jumlah milyaran. Semuanya berjalan secara teratur, tak pernah ada benturan antara satu dengan lainnya. Dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar. Matahari mempunyai energi panas yang luar biasa besarnya yang terus menyala-nyala sehingga bisa bersinar dengan kekuatannya sendiri. Sementara bulan bersinar dengan sinar yang lembut dan redup, karena mendapatkan pancaran dari cahaya matahari. Matahari dan bulan memberikan manfaat yang luar biasa kepada manusia.", "long": "Mahasuci Allah yang menjadikan di langit bintang-bintang yang jumlahnya tidak terhitung. Allah menjadikan pula matahari yang bersinar terang dan bulan yang bercahaya. \n\nMenurut para ilmuwan, dalam membicarakan benda-benda angkasa, Al-Qur'an juga sudah membedakan bintang dari planet. Bintang adalah benda langit yang memancarkan sinar. Sedangkan planet hanya memantulkan sinar yang diterima dari bintang. Dengan demikian, bintang mempunyai sumber sinar, sedangkan planet tidak (Lihat Yunus/10: 5 dan al-hijr/15: 16)." } } }, { "number": { "inQuran": 2917, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u062e\u0650\u0644\u0652\u0641\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0634\u064f\u0643\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa huwal lazee ja'alal laila wannahaara khilfatal liman araada ai yazzakkara aw araadaa shookooraa" } }, "translation": { "en": "And it is He who has made the night and the day in succession for whoever desires to remember or desires gratitude.", "id": "Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2917", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2917.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2917.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bentuk kekuasaan Allah lainnya adalah bahwa Dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti sesuai dengan perputaran bumi mengelilingi matahari. Siang dan malam saling berkejaran. Kejadian alam seluruh ini haruslah menjadi bahan renungan bagi orang yang ingin mengambil pelajaran bahwa semua ciptaan Allah pasti mempunyai hikmah yang besar bagi makhluk-Nya, atau bagi yang ingin bersyukur dengan hati, lisan dan anggota badannya untuk mencari rida Allah.", "long": "Allah pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang selalu mengingat nikmat-Nya dan bertafakur tentang keajaiban ciptaan-Nya. Dengan demikian, timbul dorongan untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah itu. Jika seandainya malam dan siang tidak bergiliran, dan matahari terus saja bersinar, niscaya hal itu menimbulkan perasaan jemu atau bosan dan lelah karena tidak dapat beristirahat di malam hari. Demikian pula jika malam terus berlangsung tanpa diselingi dengan sinar matahari, niscaya membawa kerusakan bagi makhluk yang membutuhkannya. Adanya pergantian siang dan malam itu memberikan kesempatan untuk menyempurnakan kekurangan dalam ibadah yang sunah yaitu bilamana seseorang karena kesibukan bekerja pada siang harinya tidak sempat berdoa atau membaca wirid, maka dapat dilaksanakan pada malam harinya, seperti tersebut dalam sebuah hadis sahih:\n\nSesungguhnya Allah mengulurkan tangan-Nya di malam hari supaya orang yang berbuat dosa pada siang hari dapat bertobat dan mengulurkan tangan-Nya pada siang hari supaya dapat bertobat orang yang berdosa pada malam harinya, sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya. (Riwayat Muslim dari Abu Musa). \n\nDiriwayatkan bahwa Umar bin Khaththab pernah salat Duha lama sekali. Tatkala beliau ditegur oleh salah seorang sahabat, beliau menjawab bahwa ia meninggalkan beberapa wirid hari ini, karena kesibukan, maka ia bermaksud mengganti kekurangan itu dengan salat Duha, lalu beliau membaca ayat 62 ini.\n\nMalam, siang, matahari, dan bulan merupakan empat nikmat Allah. Allah menciptakan malam sehingga manusia dapat beristirahat akibat gelapnya malam. Siang diciptakan oleh Allah dengan terbitnya matahari untuk bekerja. Allah menciptakan matahari dan bulan masing-masing mempunyai poros dan garis edarnya sendiri-sendiri. Tanpa kenal lelah, dan tidak pernah diam, semuanya terus beredar.\n\nPergantian siang dengan malam bisa hanya berupa perubahan terang menjadi gelap. Akan tetapi, secara psikologis pergantian dari terang menjadi gelap itu memberikan dampak suasana hati yang sama sekali berbeda dengan suasana siang. Berbagai percobaan telah dilakukan untuk mengamati bagaimana pengaruh psikis terhadap pekerja malam. Teramati gejala psikosomatis (gejala fisik yang disebabkan oleh penyebab psikis) mulai dari hanya mual-mual sampai yang agak berat yaitu depresi mental. Ini baru pengaruh jangka pendek terhadap fisik dan kejiwaan manusia. Pengaruh jangka panjang bisa memberikan efek yang lebih berat. Oleh sebab itu, Allah menggariskan malam untuk istirahat dan siang untuk bekerja. Jadi bekerja malam hari yang disebut lembur itu bertentangan dengan kodrat manusia seperti yang digariskan Allah.\n\nKondisi ini tak mengherankan karena pada siang hari bumi mendapatkan paparan (exposure) sinar tampak, mulai bergeser ke warna kuning saat matahari terbenam, bergeser ke infra-merah saat salat Isya, ke ultraviolet jika malam telah larut, dan mendekati gelombang gamma yang berbahaya mendekati subuh. Paparan ini yang menyebabkan manusia menderita psikosomatik jika tidak beristirahat dan terpaksa harus bekerja." } } }, { "number": { "inQuran": 2918, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0647\u064e\u0648\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0637\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa 'ibaadur Rahmaanil lazeena yamshoona 'alal ardi hawnanw wa izaa khaata bahumul jaahiloona qaaloo salaamaa" } }, "translation": { "en": "And the servants of the Most Merciful are those who walk upon the earth easily, and when the ignorant address them [harshly], they say [words of] peace,", "id": "Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2918", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2918.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2918.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika pada ayat-ayat yang lalu disebutkan sifat-sifat orang kafir yang tidak mau bersujud kepada Allah, pada ayat berikut ini disebutkan ciri dan sifat ‘Ibàdurrahmàn atau para pengabdi Allah. Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati tidak dibuat-buat, tapi berjalan secara wajar, tidak menyombongkan diri, dalam sikap dan tindakan, karena dia tahu bahwa sikap itu tidak terpuji, akan mengakibatkan hal-hal yang negatif dalam pergaulan. Dan apabila orang-orang bodoh yang tidak tahu nilai-nilai sosial kemasyarakatan menyapa mereka dengan kata-kata yang menghina, atau kasar, mereka tidak membalasnya dengan ucapan yang semisal, namun dengan penuh sopan dan rendah hati mereka mengucapkan “salàm,” yang berarti mudah-mudahan kita berada dalam keselamatan, damai, dan sejahtera. Nabi Muhammad telah memberikan contoh sendiri, bahwa semakin dikasari, beliau semakin santun, arif dan bijaksana.", "long": "Sifat-sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih dijelaskan mulai ayat 63 ini dan ayat-ayat berikutnya. Sifat-sifat itu semua dapat disimpulkan menjadi 9 sifat yang bila dimiliki oleh seorang muslim, dia akan mendapat keridaan Allah di dunia dan di akhirat, serta akan ditempatkan di posisi yang tinggi dan mulia yaitu di surga Na'im. Sifat-sifat tersebut ialah:\n\nPertama: Apabila mereka berjalan, terlihat sikap dan sifat kesederhanaan, mereka jauh dari sifat kesombongan, langkahnya mantap, teratur, dan tidak dibuat-buat dengan maksud menarik perhatian orang atau untuk menunjukkan siapa dia. Itulah sifat dan sikap seorang mukmin bila ia berjalan. Allah berfirman:\n\nDan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong. (al-Isra'/17: 37)\n\nKedua: Apabila ada orang yang mengucapkan kata-kata yang tidak pantas atau tidak senonoh terhadap mereka, mereka tidak membalas dengan kata-kata yang serupa. Akan tetapi, mereka menjawab dengan ucapan yang baik, dan mengandung nasihat dan harapan semoga mereka diberi petunjuk oleh Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih, dan Penyayang. Demikian pula dengan sikap Rasulullah bila ia diserang dan dihina dengan kata-kata yang kasar, beliau tetap berlapang dada dan tetap menyantuni orang-orang yang tidak berakhlak itu. \n\nAl-hasan al-Basri menjelaskan bahwa orang-orang mukmin senantiasa berlapang hati, dan tidak pernah mengucapkan kata-kata kasar. Bila kepada mereka diucapkan kata-kata yang kurang sopan, mereka tidak emosi dan tidak membalas dengan kata-kata yang tidak sopan pula. Mungkin ada orang yang menganggap bahwa sifat dan sikap seperti itu menunjukkan kelemahan dan tidak tahu harga diri, karena wajar bila ada orang yang bertindak kurang sopan dibalas dengan tindakan kurang sopan pula. Akan tetapi, bila direnungkan secara mendalam, pasti hal itu akan membawa pertengkaran dan perselisihan yang berkepanjangan. Setiap mukmin harus mencegah perselisihan dan permusuhan yang berlarut-larut. Salah satu cara yang paling tepat dan ampuh untuk membasminya ialah dengan membalas tindakan yang tidak baik dengan tindakan yang baik sehingga orang yang melakukan tindakan yang tidak baik itu akan merasa malu, dan sadar bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang tidak wajar. Sikap seperti ini dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nDan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Fussilat/41: 34-35).\n\nDemikianlah sifat dan sikap orang-orang mukmin di kala mereka berada di siang hari di mana mereka selalu ingat dengan sesama hamba Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2919, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0628\u0650\u064a\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena yabeetoona li Rabbihim sujjadanw wa qiyaamaa" } }, "translation": { "en": "And those who spend [part of] the night to their Lord prostrating and standing [in prayer]", "id": "dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2919", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2919.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2919.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sifat ‘ibàdurahman berikutnya adalah senantiasa salat malam, dan orang-orang yang menghabiskan atau menggunakan sebagian waktu malamnya terutama waktu sepertiga malam terakhir, untuk beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan mereka yang telah memelihara mereka dengan bersujud dan berdiri. Beribadah pada saat itu betul-betul mencerminkan keikhlasan, hati lebih khusyuk, lebih konsentrasi kepada Sang Khalik.", "long": "Ketiga: Kemudian Allah menjelaskan pula sikap dan sifat mereka ketika berhubungan dengan Tuhan Pencipta alam pada malam hari. Apabila malam telah sunyi sepi, manusia lelap dibuai oleh tidur nyenyak, mereka mengerjakan salat Tahajud dan berdiri menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tinggalkan kesenangan dan kenyamanan tidur, mereka resapkan dengan sepenuh jiwa dan raga bagaimana nikmat dan tenteramnya bermunajat dengan Tuhan. Mereka mengerjakan salat malam salat Tahajud seperti yang dilakukan Rasulullah karena dengan salat di malam hari itu jiwa mereka menjadi suci dan bersih. Iman mereka bertambah, keyakinan menjadi mantap bahwa tiada Tuhan selain Dia, rahmat dan kasih sayang-Nya Maha Luas meliputi semua makhluk-Nya. Di sanalah mereka memohon dan berdoa dengan penuh khusyuk dan tawaduk agar diampuni dosa dan kesalahan mereka dan dilimpahkan rahmat dan keridaan-Nya. Setelah melakukan salat malam itu, barulah mereka tidur dengan perasaan bahagia penuh tawakal dan takwa.\n\nIbnu 'Abbas berkata, \"Barang siapa yang melakukan salat dua rakaat atau lebih sesudah salat Isya berarti dia telah salat sepanjang malam.\" \n\nDalam ayat lain, Allah menjelaskan pula sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengerjakan salat malam ini:\n\nLambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (as-Sajdah/32: 16).\n\nDan firman-Nya:\n\n(Apakah kamu oran(64) Ketiga: Kemudian Allah menjelaskan pula sikap dan sifat mereka ketika berhubungan dengan Tuhan Pencipta alam pada malam hari. Apabila malam telah sunyi sepi, manusia lelap dibuai oleh tidur nyenyak, mereka mengerjakan salat Tahajud dan berdiri menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tinggalkan kesenangan dan kenyamanan tidur, mereka resapkan dengan sepenuh jiwa dan raga bagaimana nikmat dan tenteramnya bermunajat dengan Tuhan. Mereka mengerjakan salat malam salat Tahajud seperti yang dilakukan Rasulullah karena dengan salat di malam hari itu jiwa mereka menjadi suci dan bersih. Iman mereka bertambah, keyakinan menjadi mantap bahwa tiada Tuhan selain Dia, rahmat dan kasih sayang-Nya Maha Luas meliputi semua makhluk-Nya. Di sanalah mereka memohon dan berdoa dengan penuh khusyuk dan tawaduk agar diampuni dosa dan kesalahan mereka dan dilimpahkan rahmat dan keridaan-Nya. Setelah melakukan salat malam itu, barulah mereka tidur dengan perasaan bahagia penuh tawakal dan takwa.\n\nIbnu 'Abbas berkata, \"Barang siapa yang melakukan salat dua rakaat atau lebih sesudah salat Isya berarti dia telah salat sepanjang malam.\" \n\nDalam ayat lain, Allah menjelaskan pula sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengerjakan salat malam ini:\n\nLambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (as-Sajdah/32: 16).\n\nDan firman-Nya:\n\n(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? (az-Zumar/39: 9).\n\nDan firman-Nya:\n\n\"Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).\" (adz-dzariyat/51: 17“18)\n\ng musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? (az-Zumar/39: 9).\n\nDan firman-Nya:\n\n\"Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).\" (adz-dzariyat/51: 17“18)" } } }, { "number": { "inQuran": 2920, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0635\u0652\u0631\u0650\u0641\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena yaqooloona Rabbanas rif 'annnaa 'azaaba Jahannama inn 'azaabahaa kaana gharaamaa" } }, "translation": { "en": "And those who say, \"Our Lord, avert from us the punishment of Hell. Indeed, its punishment is ever adhering;", "id": "Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2920", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2920.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2920.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sifat berikutnya adalah takut akan siksaan api neraka. Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam yang sangat pedih itu dari kami, kami sangat takut, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal.” Inilah kerugian yang sangat besar bagi kami. Apalah arti kehidupan ini jika pada akhirnya kami tersiksa, karena dosa-dosa kami. Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.\"", "long": "Keempat: Mereka selalu mengingat hari akhirat dan hari perhitungan. Mereka yakin bahwa semua amal perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hari itu, yang baik diberi ganjaran berlipat ganda, dan yang jahat akan dibalas dengan balasan yang setimpal. Di kala mereka bermunajat dengan Tuhan di malam hari tergambarlah dalam pikiran mereka bagaimana dahsyatnya suasana di waktu itu seakan-akan mereka benar-benar melihat bagaimana ganasnya api neraka yang selalu menanti para hamba Allah yang durhaka untuk menjadi mangsa dan santapannya. Di kala itu meneteslah air mata mereka dan mereka memohon dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan agar dibebaskan dari siksaan api neraka yang pedih itu. \n\nOrang-orang yang demikian kuat keyakinannya kepada hari akhirat tentu akan mempergunakan kesempatan hidup di dunia ini untuk berbuat amal kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan melakukan perbuatan jahat karena yakin perbuatannya itu akan dibalas dengan siksaan yang pedih. Betapa pun baiknya suatu peraturan yang dibuat manusia dan betapa ketatnya pengawasan dalam pelaksanaannya, tetapi manusia yang tidak sadar akan pengawasan Allah dapat saja meloloskan diri dari ikatan peraturan dan undang-undang itu. Akan tetapi, manusia yang beriman, andaikata tidak ada peraturan dan undang-undang, tidak akan melakukan satu kejahatan pun, karena dia sadar walaupun dapat bebas dari hukuman di dunia, namun tidak akan dapat melepaskan diri dari azab di akhirat. Kesadaran dan keinsyafan inilah yang tertanam dengan kuat di dalam hati setiap muslim yang mendapat julukan \"hamba Allah Yang Maha Penyayang.\"\n\nAyat ini menjelaskan bagaimana seorang mukmin benar-benar takut jatuh ke dalam siksaan neraka karena siksaannya amat pedih dan dahsyat. Neraka itu merupakan seburuk-buruk tempat yang disediakan bagi hamba Allah yang ingkar dan durhaka. Orang-orang kafir kekal di dalamnya selama-lamanya, menderita berbagai macam siksaan. Meskipun kulit mereka telah hangus terbakar dan panasnya api neraka telah menembus ke dalam daging dan tulang belulang, namun mereka tetap hidup untuk merasakan siksaan itu sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nSungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (an-Nisa'/4: 56)." } } }, { "number": { "inQuran": 2921, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0642\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innahaa saaa'at mustaqarranw wa muqaamaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is evil as a settlement and residence.\"", "id": "sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2921", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2921.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2921.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sifat berikutnya adalah takut akan siksaan api neraka. Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam yang sangat pedih itu dari kami, kami sangat takut, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal.” Inilah kerugian yang sangat besar bagi kami. Apalah arti kehidupan ini jika pada akhirnya kami tersiksa, karena dosa-dosa kami. Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.\"", "long": "Keempat: Mereka selalu mengingat hari akhirat dan hari perhitungan. Mereka yakin bahwa semua amal perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hari itu, yang baik diberi ganjaran berlipat ganda, dan yang jahat akan dibalas dengan balasan yang setimpal. Di kala mereka bermunajat dengan Tuhan di malam hari tergambarlah dalam pikiran mereka bagaimana dahsyatnya suasana di waktu itu seakan-akan mereka benar-benar melihat bagaimana ganasnya api neraka yang selalu menanti para hamba Allah yang durhaka untuk menjadi mangsa dan santapannya. Di kala itu meneteslah air mata mereka dan mereka memohon dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan agar dibebaskan dari siksaan api neraka yang pedih itu. \n\nOrang-orang yang demikian kuat keyakinannya kepada hari akhirat tentu akan mempergunakan kesempatan hidup di dunia ini untuk berbuat amal kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan melakukan perbuatan jahat karena yakin perbuatannya itu akan dibalas dengan siksaan yang pedih. Betapa pun baiknya suatu peraturan yang dibuat manusia dan betapa ketatnya pengawasan dalam pelaksanaannya, tetapi manusia yang tidak sadar akan pengawasan Allah dapat saja meloloskan diri dari ikatan peraturan dan undang-undang itu. Akan tetapi, manusia yang beriman, andaikata tidak ada peraturan dan undang-undang, tidak akan melakukan satu kejahatan pun, karena dia sadar walaupun dapat bebas dari hukuman di dunia, namun tidak akan dapat melepaskan diri dari azab di akhirat. Kesadaran dan keinsyafan inilah yang tertanam dengan kuat di dalam hati setiap muslim yang mendapat julukan \"hamba Allah Yang Maha Penyayang.\"\n\nAyat ini menjelaskan bagaimana seorang mukmin benar-benar takut jatuh ke dalam siksaan neraka karena siksaannya amat pedih dan dahsyat. Neraka itu merupakan seburuk-buruk tempat yang disediakan bagi hamba Allah yang ingkar dan durhaka. Orang-orang kafir kekal di dalamnya selama-lamanya, menderita berbagai macam siksaan. Meskipun kulit mereka telah hangus terbakar dan panasnya api neraka telah menembus ke dalam daging dan tulang belulang, namun mereka tetap hidup untuk merasakan siksaan itu sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nSungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (an-Nisa'/4: 56)." } } }, { "number": { "inQuran": 2922, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 19, "page": 365, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0648\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena izaaa anfaqoo lam yusrifoo wa lam yaqturoo wa kaana baina zaalika qawaamaa" } }, "translation": { "en": "And [they are] those who, when they spend, do so not excessively or sparingly but are ever, between that, [justly] moderate", "id": "Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2922", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2922.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2922.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sifat berikutnya adalah tidak berlebih-lebihan dalam berinfak. Dan di antara sifat hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang apabila menginfakkan harta, mereka tidak berlebihan dengan menghambur-hamburkannya, karena perilaku seperti inilah yang dikehendaki setan dan tidak pula kikir yang menyebabkan dibenci oleh masyarakat. Mereka berinfak di antara keduanya secara wajar, inilah agama yang pertengahan, moderat, seimbang antara kepentingan individu dan masyarakat.", "long": "Kelima: Sifat baik lainnya dari orang-orang mukmin adalah mereka dalam menafkahkan harta tidak boros dan tidak pula kikir, tetapi tetap memelihara keseimbangan antara kedua sifat yang buruk itu. Sifat boros pasti akan membawa kemusnahan harta benda dan kerusakan masyarakat. Seseorang yang boros walaupun kebutuhan pribadi dan keluarganya telah terpenuhi dengan hidup secara mewah, tetap akan menghambur-hamburkan kekayaannya pada kesenangan lain, seperti main judi, main perempuan, minum-minuman keras, dan lain sebagainya. Dengan demikian, dia merusak diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya. Padahal, kekayaan yang dititipkan Allah kepadanya harus dipelihara sebaik-baiknya sehingga dapat bermanfaat untuk dirinya, keluarga, dan masyarakat. \n\nSifat kikir dan bakhil pun akan membawa kepada kerugian dan kerusakan. Orang yang bakhil selalu berusaha menumpuk kekayaan walaupun dia sendiri hidup sebagai seorang miskin dan dia tidak mau mengeluarkan uangnya untuk kepentingan masyarakat. Kalau untuk kepentingan dirinya dan keluarganya saja, dia merasa segan mengeluarkan uang, apalagi untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian, akan tertumpuklah kekayaan itu pada diri seorang atau beberapa gelintir manusia yang serakah dan tamak. Orang yang sifatnya seperti ini diancam Allah dengan api neraka sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nCelakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. (al-Humazah/104: 1-4).\n\nDemikianlah sifat orang mukmin dalam menafkahkan hartanya. Dia tidak bersifat boros sehingga tidak memikirkan hari esok dan tidak pula bersifat kikir sehingga menyiksa dirinya sendiri karena hendak mengumpulkan kekayaan. Keseimbangan antara kedua macam sifat yang tercela itulah yang selalu dipelihara dan dijaga. Kalau kaya, dia dapat membantu masyarakatnya sesuai dengan kekayaannya, dan kalau miskin, dia dapat menguasai hawa nafsu dirinya dengan hidup secara sederhana. \n\nYazid bin Abi habib berkata, \"Demikianlah sifat para sahabat Nabi Muhammad saw. Mereka bukan makan untuk bermewah-mewah dan menikmati makanan yang enak-enak, mereka berpakaian bukan untuk bermegah-megah dengan keindahan. Akan tetapi, mereka makan sekadar untuk menutup rasa lapar dan untuk menguatkan jasmani karena hendak beribadah melaksanakan perintah Allah. Mereka berpakaian sekadar untuk menutup aurat dan memelihara tubuh mereka terhadap angin dan panas. \n\n'Abdul Malik bin Marwan, pada waktu mengawinkan Fathimah (putrinya) dengan 'Umar bin 'Abdul 'Aziz, bertanya kepada calon menantunya, \"Bagaimana engkau memberi nafkah kepada anakku?\" Umar menjawab, \"Aku memilih yang baik di antara dua sifat yang buruk\" (maksudnya sifat yang baik di antara dua sifat yang buruk yaitu boros dan kikir). Kemudian dia membacakan ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 2923, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u0623\u064e\u062b\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena laa yad'oona ma'al laahi ilaahan aakhara wa laa yaqtuloonan nafsal latee harramal laahu illaa bilhaqqi wa laa yaznoon; wa mai yaf'al zaalika yalqa asaamaa" } }, "translation": { "en": "And those who do not invoke with Allah another deity or kill the soul which Allah has forbidden [to be killed], except by right, and do not commit unlawful sexual intercourse. And whoever should do that will meet a penalty.", "id": "dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2923", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2923.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2923.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sifat berikutnya adalah menghindarkan diri dari dosa-dosa besar. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain apa pun itu dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah, karena kehidupan itu sangatlah mahal, hanya Allah saja yang berhak mengakhiri kehidupan seseorang, kecuali dengan alasan yang di-benar-kan oleh syariat, seperti karena membunuh lagi, atau murtad atau berzina padahal dia sudah menikah. Dan mereka tidak berzina karena akan membawa dampak negatif yang sangat serius dalam kehidupan. Dan barangsiapa melakukan tiga hal demikian itu, yaitu syirik, membunuh dan berzina niscaya dia mendapat hukuman yang berat. Hal itu karena sesuai dengan besarnya dampak yang ditimbulkan dari perilaku buruk tersebut.", "long": "Keenam: Pada ayat ini, Allah menerangkan lagi sifat-sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yaitu dia tidak menyembah selain Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dia benar-benar menganut tauhid yang murni. Bila dia beribadah, maka ibadahnya itu hanya semata-mata karena Allah, dan bila dia berbuat kebajikan, perbuatannya itu karena Allah bukan karena dia atau ingin dipuji orang. Bila dia berdoa, benar-benar doanya langsung dipanjatkan ke hadirat Allah tidak melalui perantara. Dia yakin sepenuhnya bahwa yang sanggup mengabulkan doanya hanya Allah semata. \n\nMereka tidak melakukan pembunuhan terhadap siapa pun karena menyadari bahwa jiwa seseorang menjadi hak atas dirinya. Ia tidak boleh dibunuh kecuali dengan hak yang telah ditetapkan oleh Allah seperti murtad atau membunuh orang tanpa hak. Mereka tidak akan melakukan perbuatan zina karena menyadari bahwa berzina itu termasuk dosa besar, suatu perbuatan yang sangat terkutuk dan dimurkai Allah. Dengan memelihara kemurnian tauhid yang menjadi dasar bagi akidah, seseorang akan bersih jiwanya, jernih pikirannya, dan tidak dapat diombang-ambingkan oleh kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan. Dengan menjauhi pembunuhan tanpa hak, akan bersihlah dirinya dari perbuatan zalim dan bersihlah masyarakat dari kekacauan. Hak setiap warga masyarakat akan terpelihara dengan baik sehingga mereka benar-benar dapat menikmati keamanan dan ketenteraman. Dengan memelihara dirinya dari perbuatan zina akan bersihlah dirinya dari kekotoran dan bersih pula masyarakat dari keonaran dan kekacauan nasab yang menimbulkan berbagai kesulitan dan ketidakstabilan. \n\nSehubungan dengan hal ini, dalam sebuah hadis Nabi saw dijelaskan:\n\n'Abdullah bin Mas'ud berkata, \"Aku bertanya kepada Rasulullah, 'Dosa apakah yang paling besar? Rasulullah menjawab, 'Engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia yang menciptakan kamu. Aku bertanya pula, 'Dosa apakah lagi? Rasulullah menjawab, 'Dosa membunuh anakmu karena takut (miskin) karena dia akan makan bersamamu. Kemudian aku bertanya lagi, 'Dosa apakah lagi? Rasulullah menjawab, 'Dosa berzina dengan istri tetanggamu. Allah menurunkan ayat ini untuk membenarkan sabda Nabi Muhammad.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nKemudian Allah mengancam orang-orang yang melakukan perbuatan dosa itu dengan ancaman yang amat keras, yaitu neraka di hari Kiamat sebagai balasan atas semua dosa yang telah mereka perbuat di dunia. Bahkan Allah akan melipatgandakan azab bagi mereka karena dosa besar yang mereka lakukan itu. Mereka akan dilemparkan ke neraka dan akan tetap di sana. Di samping menderita siksaan jasmani seperti minuman yang sangat panas yang membakar kerongkongan dan usus mereka, mereka juga mendapat siksaan batin atau rohani, karena selalu mendapat penghinaan dan selalu menyesali kesalahan mereka sewaktu di dunia dahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 2924, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0641\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u062f\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yudaa'af lahul 'azaabu Yawmal Qiyaamati wa yakhlud feehee muhaanaa" } }, "translation": { "en": "Multiplied for him is the punishment on the Day of Resurrection, and he will abide therein humiliated -", "id": "(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2924", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2924.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2924.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi orang yang melakukan tiga perbuatan buruk diatas akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina. Inilah siksaan yang luar biasa besarnya, meliputi siksa lahir, berupa panasnya api neraka, dan batin berupa kehidupan yang hina.", "long": "Keenam: Pada ayat ini, Allah menerangkan lagi sifat-sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yaitu dia tidak menyembah selain Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dia benar-benar menganut tauhid yang murni. Bila dia beribadah, maka ibadahnya itu hanya semata-mata karena Allah, dan bila dia berbuat kebajikan, perbuatannya itu karena Allah bukan karena dia atau ingin dipuji orang. Bila dia berdoa, benar-benar doanya langsung dipanjatkan ke hadirat Allah tidak melalui perantara. Dia yakin sepenuhnya bahwa yang sanggup mengabulkan doanya hanya Allah semata. \n\nMereka tidak melakukan pembunuhan terhadap siapa pun karena menyadari bahwa jiwa seseorang menjadi hak atas dirinya. Ia tidak boleh dibunuh kecuali dengan hak yang telah ditetapkan oleh Allah seperti murtad atau membunuh orang tanpa hak. Mereka tidak akan melakukan perbuatan zina karena menyadari bahwa berzina itu termasuk dosa besar, suatu perbuatan yang sangat terkutuk dan dimurkai Allah. Dengan memelihara kemurnian tauhid yang menjadi dasar bagi akidah, seseorang akan bersih jiwanya, jernih pikirannya, dan tidak dapat diombang-ambingkan oleh kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan. Dengan menjauhi pembunuhan tanpa hak, akan bersihlah dirinya dari perbuatan zalim dan bersihlah masyarakat dari kekacauan. Hak setiap warga masyarakat akan terpelihara dengan baik sehingga mereka benar-benar dapat menikmati keamanan dan ketenteraman. Dengan memelihara dirinya dari perbuatan zina akan bersihlah dirinya dari kekotoran dan bersih pula masyarakat dari keonaran dan kekacauan nasab yang menimbulkan berbagai kesulitan dan ketidakstabilan. \n\nSehubungan dengan hal ini, dalam sebuah hadis Nabi saw dijelaskan:\n\n'Abdullah bin Mas'ud berkata, \"Aku bertanya kepada Rasulullah, 'Dosa apakah yang paling besar? Rasulullah menjawab, 'Engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia yang menciptakan kamu. Aku bertanya pula, 'Dosa apakah lagi? Rasulullah menjawab, 'Dosa membunuh anakmu karena takut (miskin) karena dia akan makan bersamamu. Kemudian aku bertanya lagi, 'Dosa apakah lagi? Rasulullah menjawab, 'Dosa berzina dengan istri tetanggamu. Allah menurunkan ayat ini untuk membenarkan sabda Nabi Muhammad.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nKemudian Allah mengancam orang-orang yang melakukan perbuatan dosa itu dengan ancaman yang amat keras, yaitu neraka di hari Kiamat sebagai balasan atas semua dosa yang telah mereka perbuat di dunia. Bahkan Allah akan melipatgandakan azab bagi mereka karena dosa besar yang mereka lakukan itu. Mereka akan dilemparkan ke neraka dan akan tetap di sana. Di samping menderita siksaan jasmani seperti minuman yang sangat panas yang membakar kerongkongan dan usus mereka, mereka juga mendapat siksaan batin atau rohani, karena selalu mendapat penghinaan dan selalu menyesali kesalahan mereka sewaktu di dunia dahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 2925, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illaa man taaba wa 'aamana wa 'amila 'amalan saalihan fa ulaaa'ika yubad dilul laahu saiyi aatihim hasanaat; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "Except for those who repent, believe and do righteous work. For them Allah will replace their evil deeds with good. And ever is Allah Forgiving and Merciful.", "id": "kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2925", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2925.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2925.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Betapa pun demikian, Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang terhadap makhluk-Nya, senantiasa membukakan pintu tobat-Nya. Kecuali orang-orang yang ketika masih hidup di dunia bertobat dengan tobat yang benar, dan beriman dan mengerjakan kebajikan, sebagai bukti akan kebenaran tobatnya seperti banyak melaksanakan salat, zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, membantu mereka yang perlu dibantu dan kebajian lainnya. Maka kejahatan yakni dosa yang telah mereka lakukan akan diganti Allah dengan kebaikan, yaitu dengan gemar melakukan ketaatan dan membeci kemaksiatan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang bagi mereka yang ingin kembali lagi ke jalan yang benar.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang mengerjakan perbuatan dosa seperti tersebut pada ayat di atas, lalu bertobat dengan sebenar-benar tobat, kembali beriman, serta selalu berbuat amal saleh, perbuatan mereka yang jahat itu akan diganti dengan kebaikan dan pahala yang berlipat ganda karena Allah adalah Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Menurut sebagian mufasir, penggantian dosa kejahatan dengan pahala kebaikan itu ialah dengan menghapuskan segala dosa yang telah dikerjakan di masa yang lalu karena tobat yang benar, kemudian amal kebaikan yang dikerjakannya sesudah bertobat dilipatgandakan pahalanya sehingga bisa menghapus dosa yang telah dilakukan dahulu. \n\nMufasir-mufasir lain mengatakan bahwa Allah memberikan kepada orang yang bertobat itu pahala yang seimbang banyaknya dengan dosa yang telah dikerjakan. Kemudian dia bertobat dan mengerjakan amal yang baik, maka amal yang baik itu akan diberi pahala yang berlipat ganda pula. Jadi orang yang bertobat itu mendapat dua kebaikan yaitu dosa-dosanya yang terdahulu dihapuskan dan kemudian diberi pula pahala yang sama banyaknya dengan dosa yang telah dikerjakannya itu.\n\nDalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa:\n\nDari Abu thawil Syathab al-Mamdud, ia menghadap Nabi saw dan bertanya, \"Apakah pendapat anda tentang seseorang yang mengerjakan segala dosa, tidak ada perbuatan dosa kecuali ia lakukan. Apakah tobatnya diterima? Nabi saw menjawab, \"Apakah kamu sudah masuk Islam?\" Dia menjawab, \"Saya sendiri bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan engkau adalah utusan Allah.\" Nabi saw berkata, \"Ya, benar. Kamu mengerjakan kebajikan dan meninggalkan keburukan. Maka Allah akan menjadikan untukmu kebaikan semuanya.\" Dia bertanya lagi, \"Semua kesalahanku diampuni?\" \"Ya,\" jawab Nabi saw. \"Allahu Akbar,\" kata orang tadi, dan dia terus bertakbir sampai pergi tidak kelihatan. (Riwayat al-thabrani)\n\nKemudian Allah menyatakan bahwa tobat yang diterima itu haruslah diiringi dengan perbuatan baik. Tobat dimulai dengan penyesalan atas perbuatan jahat yang telah dilaksanakan, dan berhenti dari berbuat maksiat, diiringi dengan perbuatan baik untuk menjadi bukti bahwa tobat itu adalah tobat yang sebenarnya dan dilakukan dengan sungguh-sungguh (nasuha)." } } }, { "number": { "inQuran": 2926, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa man taaba wa 'amila saalihan fa innnahoo yatoobu ilal laahi mataabaa" } }, "translation": { "en": "And he who repents and does righteousness does indeed turn to Allah with [accepted] repentance.", "id": "Dan barangsiapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2926", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2926.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2926.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barangsiapa bertobat dengan hati yang ikhlas dan mengerjakan kebajikan, sebagai bukti pertobatannya, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. Dia menyesal dengan penyesalan yang mendalam atas perbuatannya, mengakhiri perilaku buruknya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu. Inilah tobat yang akan diterima oleh Allah.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang mengerjakan perbuatan dosa seperti tersebut pada ayat di atas, lalu bertobat dengan sebenar-benar tobat, kembali beriman, serta selalu berbuat amal saleh, perbuatan mereka yang jahat itu akan diganti dengan kebaikan dan pahala yang berlipat ganda karena Allah adalah Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Menurut sebagian mufasir, penggantian dosa kejahatan dengan pahala kebaikan itu ialah dengan menghapuskan segala dosa yang telah dikerjakan di masa yang lalu karena tobat yang benar, kemudian amal kebaikan yang dikerjakannya sesudah bertobat dilipatgandakan pahalanya sehingga bisa menghapus dosa yang telah dilakukan dahulu. \n\nMufasir-mufasir lain mengatakan bahwa Allah memberikan kepada orang yang bertobat itu pahala yang seimbang banyaknya dengan dosa yang telah dikerjakan. Kemudian dia bertobat dan mengerjakan amal yang baik, maka amal yang baik itu akan diberi pahala yang berlipat ganda pula. Jadi orang yang bertobat itu mendapat dua kebaikan yaitu dosa-dosanya yang terdahulu dihapuskan dan kemudian diberi pula pahala yang sama banyaknya dengan dosa yang telah dikerjakannya itu.\n\nDalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa:\n\nDari Abu thawil Syathab al-Mamdud, ia menghadap Nabi saw dan bertanya, \"Apakah pendapat anda tentang seseorang yang mengerjakan segala dosa, tidak ada perbuatan dosa kecuali ia lakukan. Apakah tobatnya diterima? Nabi saw menjawab, \"Apakah kamu sudah masuk Islam?\" Dia menjawab, \"Saya sendiri bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan engkau adalah utusan Allah.\" Nabi saw berkata, \"Ya, benar. Kamu mengerjakan kebajikan dan meninggalkan keburukan. Maka Allah akan menjadikan untukmu kebaikan semuanya.\" Dia bertanya lagi, \"Semua kesalahanku diampuni?\" \"Ya,\" jawab Nabi saw. \"Allahu Akbar,\" kata orang tadi, dan dia terus bertakbir sampai pergi tidak kelihatan. (Riwayat al-thabrani)\n\nKemudian Allah menyatakan bahwa tobat yang diterima itu haruslah diiringi dengan perbuatan baik. Tobat dimulai dengan penyesalan atas perbuatan jahat yang telah dilaksanakan, dan berhenti dari berbuat maksiat, diiringi dengan perbuatan baik untuk menjadi bukti bahwa tobat itu adalah tobat yang sebenarnya dan dilakukan dengan sungguh-sungguh (nasuha)." } } }, { "number": { "inQuran": 2927, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u0648\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0643\u0650\u0631\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena laa yash hadoonaz zoora wa izaa marroo billaghwi marroo kiraamaa" } }, "translation": { "en": "And [they are] those who do not testify to falsehood, and when they pass near ill speech, they pass by with dignity.", "id": "Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2927", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2927.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2927.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sifat-sifat utama lainnya dari 'ibadurrahman adalah orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, yang sengaja dilakukan seseorang padahal dia tahu bahwa hal itu bohong belaka. Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, baik perkataan ataupun perbuatan yang sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya. Mereka tidak menghiraukannya dan tidak memedulikannya. Sebagai seorang muslim, setiap langkahnya harus membawa kemanfaatan bagi kehidupannya yang akan dibawa setelah dia meninggal.", "long": "Ketujuh: Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa di antara sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih adalah tidak mau dan tidak pernah melakukan sumpah palsu. Apabila lewat di hadapan orang-orang yang suka mengucapkan kata-kata yang tidak karuan dan tidak ada faedahnya sama sekali, dia berlalu tanpa ikut bergabung dengan mereka. Dia menyadari bahwa seorang mukmin tidak layak melayani orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya yang sangat berharga dengan omong kosong, apalagi bila waktu itu dipergunakan untuk membicarakan hal-hal yang membawa kepada perbuatan dosa seperti mempergunjingkan orang atau menuduh orang-orang yang tidak bersalah dan lain-lain sebagainya. \n\nBersumpah palsu sangat dilarang dalam agama Islam, karena ketika bersumpah itu, seseorang telah berdusta dan tidak menyatakan yang sebenarnya. Banyak sekali orang yang melakukan sumpah palsu untuk membela orang-orang yang tidak benar agar orang itu dapat merampas atau memiliki hak orang lain dan melakukan kezaliman. Padahal, kalau ia tidak ikut bersumpah, tentulah yang hak itu akan nyata dan jelas, serta tidak akan terjadi kezaliman atau perampasan hak. Sebagai seorang mukmin, dia harus berdiri di pihak yang benar dan harus merasa bertanggung jawab untuk menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman. \n\nUmar bin Khaththab sangat marah kepada orang yang melakukan sumpah palsu dan dia pernah mendera orang yang bersumpah palsu 40 kali dera, mencorengi mukanya dengan warna hitam, mencukur semua rambut kepalanya, dan kemudian mengaraknya di tengah pasar. \n\nSifat dan sikap hamba-hamba Allah yang terpuji ini digambarkan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, \"Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.\" (al-Qasas/28: 55)." } } }, { "number": { "inQuran": 2928, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0635\u064f\u0645\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064f\u0645\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena izaa zukkiroo bi Aayaati Rabbihim lam yakhirroo 'alaihaa summanw wa'umyaanaa" } }, "translation": { "en": "And those who, when reminded of the verses of their Lord, do not fall upon them deaf and blind.", "id": "dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2928", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2928.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2928.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sifat ‘ibàdurrahmàn berikutnya adalah orang-orang yang apabila diberi peringatan oleh Allah atau nabi-Nya dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta, tapi mereka mendengar peringatan tersebut dengan penuh perhatian dan sikap yang penuh kepedulian.", "long": "Kedelapan: Pada ayat ini, Allah menerangkan sifat para hamba-Nya, yaitu mereka dapat menanggapi peringatan yang diberikan Allah bila mereka mendengar peringatan itu. Hati mereka selalu terbuka untuk menerima nasihat dan pelajaran, pikiran mereka pun selalu merenungkan ayat-ayat Allah untuk dipahami dan diamalkan, sehingga bertambahlah keimanan dan keyakinan mereka bahwa ajaran-ajaran yang diberikan Allah kepada mereka benar-benar ajaran yang tinggi nilai dan mutunya, ajaran yang benar yang tidak dapat dibantah lagi. Tidaklah mengherankan apabila mereka sangat fanatik kepada ajaran itu, karena mereka sangat meyakini kebaikannya. \n\nSangat jauh perbedaan antara mereka dengan kaum musyrikin yang juga fanatik kepada sembahan-sembahannya. Kefanatikan mereka adalah fanatik buta karena tidak mau menerima kebenaran walaupun telah jelas dan nyata bahwa akidah yang mereka anut itu salah dan bertentangan dengan akal yang sehat. Bagaimana pun kuat dan jelasnya alasan-alasan yang dikemukakan kepada mereka tentang ketidakbenaran faham yang dianut mereka tidak akan mau menerimanya karena hatinya telah tertutup dan matanya telah buta untuk memikirkan mana yang benar dan mana yang salah." } } }, { "number": { "inQuran": 2929, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0651\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064d \u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena yaqooloona Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyaatinaa qurrata a'yuninw waj 'alnaa lilmuttaqeena Imaamaa" } }, "translation": { "en": "And those who say, \"Our Lord, grant us from among our wives and offspring comfort to our eyes and make us an example for the righteous.\"", "id": "Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2929", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2929.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2929.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sifat ‘ibàdurrahmàn berikutnya adalah orang-orang yang berkata yakni memanjatkan doa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami yang menjadi pendamping kami dalam melaksanakan kehidupan ini dan anugerahkanlah juga kepada keturunan kami yang akan melanjutkan kehidupan diri kami sebagai penyenang hati kami, karena perbuatan mulia mereka, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin dan panutan bagi orang-orang lain yang bertakwa.”", "long": "Kesembilan: Di antara sifat-sifat hamba Allah ialah mereka selalu bermunajat dan memohon kepada-Nya agar dianugerahi keturunan yang saleh dan baik. Istri dan anak-anaknya benar-benar menyenangkan hati dan menyejukkan perasaan karena keluarga mereka terdiri dari orang-orang yang saleh dan bertakwa kepada Tuhan. Dengan demikian, akan bertambah banyaklah di muka bumi ini hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. \n\nDi samping itu, mereka bermunajat kepada Allah agar keturunannya menjadi orang-orang yang bertakwa seluruhnya, menjadi penyeru manusia untuk bertakwa, dan menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Ini adalah cahaya iman yang telah memenuhi hati mereka dan meneranginya dengan petunjuk dan hidayah sehingga mereka ingin sekali supaya orang-orang yang bertakwa yang mendapat petunjuk kian lama kian bertambah juga. Keinginan mereka agar anak cucu dan keturunannya menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa bukanlah karena ingin kedudukan yang tinggi atau kekuasaan mutlak, tetapi semata-mata karena keinginan yang tulus ikhlas agar penduduk dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang beriman dan bertakwa. Juga bertujuan agar anak cucu mereka melanjutkan perjuangannya menegakkan keadilan dan kebenaran. Dengan demikian, walaupun mereka sendiri telah mati, tetapi mereka tetap menerima pahala perjuangan anak cucu mereka sesuai dengan sabda Rasulullah:\n\n\"Apabila seseorang mati, maka putuslah segala amalnya kecuali dari tiga macam: sedekah yang dapat dimanfaatkan orang, ilmu pengetahuan yang ditinggalkannya yang dapat diambil manfaatnya oleh orang lain sesudah matinya, anak yang saleh yang selalu mendoakannya.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).\n\nDemikianlah sembilan sifat baik yang dimiliki oleh hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang. Bila sifat-sifat itu telah dimiliki oleh seseorang, maka mereka berhak mendapat julukan demikian itu. Orang-orang yang mendapat julukan pasti akan disayang Allah dan di akhirat nanti akan mendapat karunia dan rahmat yang sangat mulia dan besar." } } }, { "number": { "inQuran": 2930, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0631\u0652\u0641\u064e\u0629\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika yujzawnal ghurfata bimaa sabaroo wa yulaqqawna feehaa tahiyyatanw wa salaamaa" } }, "translation": { "en": "Those will be awarded the Chamber for what they patiently endured, and they will be received therein with greetings and [words of] peace.", "id": "Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2930", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2930.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2930.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itu yakni orang-orang yang memiliki sifat di atas, akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi dalam surga, yang penuh dengan segala kenikmatan lahir maupun batin atas kesabaran mereka melaksanakan semua perintah Allah. Dan di sana mereka akan disambut oleh para malaikat penjaga surga dengan penghormatan yang agung layaknya pahlawan yang kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan yang gilang-gemilang. Dan sebagai penghormatan kepada mereka, para malaikat mengucapkan, \"Salam\", keselamatan akan selalu bersama kalian, selama-lamanya.", "long": "Pada dua ayat ini, Allah menerangkan ganjaran dan karunia yang akan diberikan kepada \"hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang itu\", hamba-hamba Allah yang mempunyai sifat-sifat yang sempurna dan akhlak yang mulia berkat kesabaran dan keuletan mereka dalam mematuhi segala perintah Allah, berkat kesabaran dan keuletan mereka melawan hawa nafsu dalam menjauhi segala larangan-Nya. Mereka ditempatkan di tempat yang paling mulia dan tinggi dalam surga. Mereka disambut oleh para malaikat dengan salam sebagai penghormatan kepada mereka. Hal ini tergambar dalam firman Allah:\n\n\"Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), 'Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.\" (ar-Ra'd/13: 23-24).\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa karunia dan nikmat yang mereka terima itu adalah karunia dan nikmat yang kekal abadi yang tiada putus-putusnya. Tidak diragukan lagi bahwa tempat itu adalah sebaik-baik tempat menetap dan sebaik-baik tempat kediaman." } } }, { "number": { "inQuran": 2931, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u062d\u064e\u0633\u064f\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0642\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Khaalideena feehaa; hasunat mustaqarranw wa muqaamaa" } }, "translation": { "en": "Abiding eternally therein. Good is the settlement and residence.", "id": "Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2931", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2931.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2931.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. Di dalamnya penuh dengan segala kenikmatan lahir dan batin. Inilah penghargaan dari Allah kepada hamba yang taat kepada-Nya ketika hidup di dunia.", "long": "Pada dua ayat ini, Allah menerangkan ganjaran dan karunia yang akan diberikan kepada \"hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang itu\", hamba-hamba Allah yang mempunyai sifat-sifat yang sempurna dan akhlak yang mulia berkat kesabaran dan keuletan mereka dalam mematuhi segala perintah Allah, berkat kesabaran dan keuletan mereka melawan hawa nafsu dalam menjauhi segala larangan-Nya. Mereka ditempatkan di tempat yang paling mulia dan tinggi dalam surga. Mereka disambut oleh para malaikat dengan salam sebagai penghormatan kepada mereka. Hal ini tergambar dalam firman Allah:\n\n\"Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), 'Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.\" (ar-Ra'd/13: 23-24).\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa karunia dan nikmat yang mereka terima itu adalah karunia dan nikmat yang kekal abadi yang tiada putus-putusnya. Tidak diragukan lagi bahwa tempat itu adalah sebaik-baik tempat menetap dan sebaik-baik tempat kediaman." } } }, { "number": { "inQuran": 2932, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 19, "page": 366, "manzil": 4, "ruku": 315, "hizbQuarter": 146, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064e\u0623\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u0650\u0632\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul maa ya'ba'u bikum Rabbee law laa du'aaa'ukum faqad kazzabtum fasawfa yakoonu lizaamaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"What would my Lord care for you if not for your supplication?\" For you [disbelievers] have denied, so your denial is going to be adherent.", "id": "Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2932", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2932.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2932.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir surah ini, Allah menjelaskan tentang kemahabesar dan kemahakayaan-Nya. Katakanlah, wahai Rasul, pada orang-orang musyrik itu, “Tuhanku tidak akan mengindahkan dan mempedulikan kamu, kalau tidak karena ibadahmu dan munajatmu kepada-Nya, padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya, mendustakan rasul-Nya dan adanya hari akhirat? Karena itu, kelak azab pasti menimpamu.”", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang kafir bahwa karena kekufuran, kesombongan, dan keangkuhannya, Allah tidak akan mempedulikan mereka sedikit pun. Mereka sekali-kali tidak akan mendapat karunia yang diberikan kepada orang-orang yang beriman bahkan mereka akan mendapat balasan yang setimpal yaitu neraka Jahanam. Mereka akan dilemparkan ke dalamnya dan mendapat siksaan yang tidak dapat digambarkan bagaimana pedihnya dan akan kekal abadi dalam neraka itu." } } } ] }, { "number": 26, "sequence": 47, "numberOfVerses": 227, "name": { "short": "الشعراء", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0634\u0639\u0631\u0627\u0621", "transliteration": { "en": "Ash-Shu'araa", "id": "Asy-Syu'ara'" }, "translation": { "en": "The Poets", "id": "Para Penyair" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 2933, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0637\u0633\u0645", "transliteration": { "en": "Taa-Seeen-Meeem" } }, "translation": { "en": "Ta, Seen, Meem.", "id": "Tha Sin Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2933", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2933.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2933.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tà Sìn Mìm. Nama-nama huruf yang dengannya Al-Qur’an tersusun. Susunan Al-Qur’an tidak mampu disaingi oleh manusia. Inilah yang menjadikan Al-Qur’an menjadi mukjizat sepanjang zaman.", "long": "Lihat keterangan ayat ini pada jilid I yang menerangkan tentang fawatihus-suwar (al-Baqarah/2: 1)." } } }, { "number": { "inQuran": 2934, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Tilka Aayaatul Kitaabil Mubeen" } }, "translation": { "en": "These are the verses of the clear Book.", "id": "Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2934", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2934.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2934.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang men-jelas-kan yang menjelaskan hal-hal benar yang harus diikuti, dan yang batil yang harus dijauhi, yang baik dan mana yang buruk. Semuanya dijelaskan secara gamblang. Walaupun demikian gamblang, masih banyak manusia yang mengingkarinya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an ini menerangkan yang benar dan salah, yang baik dan buruk dengan jelas dan mudah dipahami, sebagai pedoman bagi manusia dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi. Dengan mengamalkan isi dan kandungan ayat-ayat itu, manusia pasti akan mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Hal ini diyakini benar oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya yang telah beriman. Akan tetapi, orang kafir Mekah selalu menolak ajaran-ajaran itu dan memperolok-olokkan bila Nabi Muhammad menyeru mereka untuk beriman. Bahkan mereka mencemooh, menghina, dan menuduhnya dengan berbagai macam tuduhan, seperti menyatakan bahwa Muhammad saw gila atau seorang yang kena sihir atau seorang penyair." } } }, { "number": { "inQuran": 2935, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u064e\u0627\u062e\u0650\u0639\u064c \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La'allaka baakhi'un nafsaka allaa yakoonoo mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Perhaps, [O Muhammad], you would kill yourself with grief that they will not be believers.", "id": "Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2935", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2935.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2935.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Boleh jadi engkau, wahai Rasul, akan membinasakan dirimu dengan kesedihan yang mendalam karena mereka penduduk Mekah itu tidak mau beriman denganmu, padahal kamu sangat menginginkan mereka untuk beriman.", "long": "Nabi Muhammad adalah seorang yang cinta kepada kaumnya dan selalu mengharapkan supaya mereka beriman semuanya. Dia yakin dengan memeluk Islam, mereka pasti akan bahagia dan selamat dari malapetaka yang biasa diturunkan Allah kepada orang-orang yang kafir dahulu. Hampir saja beliau berputus asa karena setelah sekian lama beliau menyeru mereka dengan mengemukakan alasan-alasan dan hujah-hujah yang kuat yang tidak bisa dibantah, mereka tetap membangkang dan menghinakannya. Sungguh amat tragis dan menyedihkan sekali bagi seorang pemuka agama yang cinta kepada umatnya dan berusaha untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka, tetapi selalu dicemoohkan oleh kaumnya.\n\nPada ayat ini, Allah menegur Nabi Muhammad yang sedang berada dalam puncak kesedihan dan duka-cita dengan mengatakan apakah Nabi akan membinasakan diri hanya karena kaumnya tidak mau menerima petunjuk dan ajaran yang benar? Seakan-akan Allah memberikan teguran kepadanya, mengapa Nabi terlalu berharap agar kaumnya beriman semuanya? Padahal kewajibannya yang utama hanyalah menyampaikan risalah Allah sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nBukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas. (an-Nahl/16: 35)\n\nSebenarnya dengan teguran ini Allah melarangnya berbuat demikian seperti tersebut dalam firman-Nya pada surah yang lain:\n\nSesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (Fathir/35: 8)" } } }, { "number": { "inQuran": 2936, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u0646\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0636\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In nashaa nunazzil 'alaihim minas samaaa'i Aayatan fazallat a'naaquhum lahaa khaadi'een" } }, "translation": { "en": "If We willed, We could send down to them from the sky a sign for which their necks would remain humbled.", "id": "Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2936", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2936.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2936.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika Kami menghendaki agar mereka beriman kepadamu, niscaya Kami turunkan kepada mereka suatu kejadiaan yang luar biasa, yaitu berupa mukjizat dari langit yang turun kepada mereka yang akan memaksa mereka dan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya. Akan tetapi, Kami tidak menghendaki cara pemaksaan seperti itu. Kami ingin mereka beriman dengan suka rela, tanpa ada satu paksaan apa pun kepada mereka. Iman dengan sukarela akan membuahkan hasil yang baik dan berkelanjutan. Sebaliknya keimanan dengan secara terpaksa, akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik pula.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa jika Allah hendak memaksa mereka supaya beriman, hal itu amat mudah bagi-Nya. Namun demikian, Allah hendak memberlakukan sunah-Nya kepada kaum Quraisy bahwa beriman itu bukanlah dengan paksaan dan kekerasan, tetapi dengan kesadaran dan kemauan sendiri. Memaksa orang agar beriman bertentangan dengan ayat Al-Qur'an (al-Baqarah/2: 256) dan sunah Allah. Hal itu tidak boleh dilakukan oleh para rasul sesuai dengan firman Allah:\n\nDan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman? (Yunus/10: 99).\n\nOleh karena itu, Allah dengan hikmat dan ketetapan-Nya mengutus para rasul yang akan menyeru umat kepada kebenaran dan tauhid yang murni, serta menuntun mereka kepada jalan yang lurus, dan syariat yang membawa mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. \n\nDemikianlah Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad sebagai mukjizat. Kemukjizatan Al-Qur'an akan tetap berlaku sepanjang masa sampai hari Kiamat sesuai dengan risalah yang dibawa Muhammad untuk seluruh umat manusia di segala zaman dan tempat. Mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para nabi sebelum Muhammad hanya berlaku untuk masa dan tempat di mana nabi itu menyebarkan risalahnya. Sesudah itu, mukjizat-mukjizat itu hanya menjadi berita yang ditulis di dalam sejarah dan tidak dapat disaksikan lagi oleh generasi yang datang kemudian. Berbeda dengan Al-Qur'an, sampai saat ini dengan semakin bertambahnya pengetahuan manusia, dan semakin maju teknologi mereka, akan semakin bertambah jelas kebenaran Al-Qur'an. Isyarat-isyarat ilmiah yang disebutkan di dalam Al-Qur'an secara ringkas, yang mungkin belum dapat dipahami pada masa-masa sebelumnya, semakin terungkap, sehingga umat Islam bertambah yakin akan kebenaran Al-Qur'an. Berkaitan dengan itu, bertambah banyak pula orang-orang yang sadar dengan sendirinya bahwa Al-Qur'an itu memang kitab yang diturunkan Allah untuk menuntun manusia ke jalan yang benar, sehingga mereka beriman dan menganut agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 2937, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0645\u064f\u062d\u0652\u062f\u064e\u062b\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yaateehim min zikrim minar Rahmaani muhdasin illaa kaanoo 'anhu mu'rideen" } }, "translation": { "en": "And no revelation comes to them anew from the Most Merciful except that they turn away from it.", "id": "Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur'an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2937", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2937.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2937.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru yakni ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya. Mereka tidak mau mendengarkan, tidak mau memedulikannya, bahkan menertawakannya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan watak dan tabiat kaum musyrikin. Hati mereka telah tertutup untuk menerima kebenaran, karena telah dikotori oleh sifat takabur dan sombong. Mereka sangat mencintai kedudukan, pangkat, dan harta. Bila mendengar ayat-ayat Allah, yang menyeru mereka untuk beriman dan mematuhi ajaran-ajarannya, mereka dengan spontan menolak dan berpaling daripadanya. Padahal kalau mereka mau memperhatikan dan merenungkannya, mereka tentu akan mendapat banyak pelajaran yang dapat mengingatkan mereka bahwa paham yang mereka anut dan tindakan yang mereka lakukan telah jauh menyimpang dari kebenaran yang disampaikan Al-Qur'an. \n\nDemikianlah watak dan tabiat orang-orang musyrik. Mereka dengan serta merta menolak ayat-ayat itu dan mendustakannya bahkan memperolok-olokan dan mencemoohkannya. Oleh karena itu, Allah mengancam dengan mengatakan bahwa mereka di akhirat nanti akan melihat dan merasakan sendiri akibat dari cemoohan dan olok-olokan mereka. Mereka akan disiksa dalam neraka Jahanam dengan siksaan yang amat pedih dan sangat menghinakan, sesuai dengan firman Allah pada ayat yang lain:\n\nSungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, \"Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu,\" sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu. (al-An'am/6: 31)\n\nDan firman-Nya:\n\nAlangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya. (Yasin/36: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2938, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqad kazzaboo fasa yaateehim ambaaa'u maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "For they have already denied, but there will come to them the news of that which they used to ridicule.", "id": "Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur'an), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2938", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2938.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2938.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, mereka telah mendustakan Al-Qur’an, bahkan memperolok-olokkannya. Maka, kelak di hari Kiamat akan datang kepada mereka kebenaran berita-berita mengenai apa, yakni azab, yang dulu mereka perolok-olokkan. Pada saat itulah mereka baru tersadarkan diri atas kesalahan mereka. Tapi sudah tidak berguna lagi penyesalan itu.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan watak dan tabiat kaum musyrikin. Hati mereka telah tertutup untuk menerima kebenaran, karena telah dikotori oleh sifat takabur dan sombong. Mereka sangat mencintai kedudukan, pangkat, dan harta. Bila mendengar ayat-ayat Allah, yang menyeru mereka untuk beriman dan mematuhi ajaran-ajarannya, mereka dengan spontan menolak dan berpaling daripadanya. Padahal kalau mereka mau memperhatikan dan merenungkannya, mereka tentu akan mendapat banyak pelajaran yang dapat mengingatkan mereka bahwa paham yang mereka anut dan tindakan yang mereka lakukan telah jauh menyimpang dari kebenaran yang disampaikan Al-Qur'an. \n\nDemikianlah watak dan tabiat orang-orang musyrik. Mereka dengan serta merta menolak ayat-ayat itu dan mendustakannya bahkan memperolok-olokan dan mencemoohkannya. Oleh karena itu, Allah mengancam dengan mengatakan bahwa mereka di akhirat nanti akan melihat dan merasakan sendiri akibat dari cemoohan dan olok-olokan mereka. Mereka akan disiksa dalam neraka Jahanam dengan siksaan yang amat pedih dan sangat menghinakan, sesuai dengan firman Allah pada ayat yang lain:\n\nSungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, \"Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu,\" sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu. (al-An'am/6: 31)\n\nDan firman-Nya:\n\nAlangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya. (Yasin/36: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2939, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Awa lam yaraw ilal ardi kam ambatnaa feehaa min kulli zawjin kareem" } }, "translation": { "en": "Did they not look at the earth - how much We have produced therein from every noble kind?", "id": "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam pasangan (tumbuh-tumbuhan) yang baik?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2939", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2939.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2939.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kemudian mengajak mereka untuk belajar dari alam seluruh, agar mereka tahu bahwa hanya Allah saja yang berhak untuk disembah. Dan apakah mereka yaitu orang musyrik itu tidak memperhatikan apa yang mereka lihat di hamparan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam pasangan tumbuh-tumbuhan yang baik dan membawa banyak sekali kemanfaatan bagi manusia. Bukankah itu pertanda atas kekuasaan Allah, dan anugerah-Nya yang tak terhingga kepada manusia?", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan watak dan tabiat kaum musyrikin. Hati mereka telah tertutup untuk menerima kebenaran, karena telah dikotori oleh sifat takabur dan sombong. Mereka sangat mencintai kedudukan, pangkat, dan harta. Bila mendengar ayat-ayat Allah, yang menyeru mereka untuk beriman dan mematuhi ajaran-ajarannya, mereka dengan spontan menolak dan berpaling daripadanya. Padahal kalau mereka mau memperhatikan dan merenungkannya, mereka tentu akan mendapat banyak pelajaran yang dapat mengingatkan mereka bahwa paham yang mereka anut dan tindakan yang mereka lakukan telah jauh menyimpang dari kebenaran yang disampaikan Al-Qur'an. \n\nDemikianlah watak dan tabiat orang-orang musyrik. Mereka dengan serta merta menolak ayat-ayat itu dan mendustakannya bahkan memperolok-olokan dan mencemoohkannya. Oleh karena itu, Allah mengancam dengan mengatakan bahwa mereka di akhirat nanti akan melihat dan merasakan sendiri akibat dari cemoohan dan olok-olokan mereka. Mereka akan disiksa dalam neraka Jahanam dengan siksaan yang amat pedih dan sangat menghinakan, sesuai dengan firman Allah pada ayat yang lain:\n\nSungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, \"Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu,\" sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu. (al-An'am/6: 31)\n\nDan firman-Nya:\n\nAlangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya. (Yasin/36: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 2940, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inn fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2940", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2940.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2940.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda kebesaran Allah yang mampu menghidupkan tanah yang gersang, menciptakan berbagai ragam tanaman, dan tetumbuhan. Akan tetapi, Betapa pun banyaknya bukti-bukti kekuasaan Allah yang ada di hadapan mereka, kebanyakan mereka tidak beriman, karena kedengkian, takabur, dan ingin mempertahankan status sosial mereka. Akhirnya Allah mengunci hati, pengelihatan dan pendengaran mereka.", "long": "Kemudian Allah mencela orang-orang kafir yang tidak mau mempergunakan akal pikiran mereka untuk memperhatikan bahwa apa yang terjadi di alam ini menunjukkan kekuasaan Allah. Seandainya mereka mau memikirkan dan merenungkan ciptaan Allah, tentu mereka akan menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka tidak akan lagi menyembah berhala yang tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun dan tidak pula menolak bahaya dan kemudaratan, baik bagi dirinya sendiri maupun para penyembahnya. \n\nOrang kafir itu memang tidak memperhatikan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang beraneka warna, masing-masing mempunyai kekhususan sendiri baik daun, bunga, dan buahnya. Padahal semuanya tumbuh di tanah yang sejenis dan diairi dengan air yang sama, tetapi menghasilkan buah-buahan yang berlainan bentuk, warna, dan rasanya. Tidakkah yang demikian itu menunjukkan kekuasaan dan kebijaksanaan Pencipta-Nya? Namun kalau hati sudah tertutup perasaan sombong dan takabur, pikiran sudah dipengaruhi oleh ketamakan untuk memperoleh pangkat, kedudukan, dan kekayaan, maka tertutuplah semua jalan untuk mencapai kebenaran. Apa saja yang bertentangan dengan kemauan mereka semuanya jahat dan jelek dalam pandangan mereka. \n\nInilah faktor-faktor yang memalingkan mereka dari berpikir dan merenungkan kekuasaan Allah. Oleh karena itu, kebanyakan mereka tetap dalam keingkaran, kekafiran, dan selalu menantang risalah dan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Mereka selalu mengingkari hari Kiamat, hari kebangkitan, dan hari perhitungan, karena tidak mau memikirkannya. Mereka hanya mau bersenang-senang saja di dunia ini, sehingga merasa tidak ada gunanya memikirkan bagaimana keadaan sesudah mati. Menurut mereka, jasad yang mati itu pasti hancur menjadi tanah dan tidak akan kembali.\n\nSebenarnya Allah kuasa untuk menghancurkan mereka dengan berbagai macam cara seperti Allah menghancurkan umat-umat dahulu yang durhaka. Ada yang dihancurkan dengan topan dan banjir besar, ada yang dimusnahkan dengan gempa yang dahsyat, dan ada pula dengan suara keras yang mengguntur. Namun demikian, Allah mempunyai sifat rahmat dan kasih sayang. Oleh sebab itu, Allah tidak menimpakan kepada kaum musyrik Mekah siksa azab yang ditimpakan kepada umat-umat terdahulu, dengan harapan mungkin ada di antara orang-orang kafir yang membangkang dan menantang itu atau anak cucunya yang akan beriman.\n\nAl-Quran menyatakan bahwa semua benda mati dan makhluk hidup di alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. Dalam ayat di atas dicontohkan mengenai tumbuhan. Namun demikian, sebenarnya konsep berpasangan tidak saja hanya pada tumbuhan, tetapi di hampir semua ciptaannya. Dalam Al-Qur'an dinyatakan, di antaranya:\n\n\"Maha Suci Dia yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.\" (Yasin/36: 36).\n\n\"Dan segala sesuatu telah Kami ciptakan berpasang-pasangan...\" (adz-dzariyat/51: 49)." } } }, { "number": { "inQuran": 2941, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 316, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2941", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2941.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2941.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, tidak akan terku-rangi kekuasaan-Nya oleh banyaknya orang-orang yang ingkar kepada-Nya, namun demikian, Dia juga Maha Penyayang dengan tidak cepat menyiksa makhluk-Nya yang durhaka, tapi memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.", "long": "Kemudian Allah mencela orang-orang kafir yang tidak mau mempergunakan akal pikiran mereka untuk memperhatikan bahwa apa yang terjadi di alam ini menunjukkan kekuasaan Allah. Seandainya mereka mau memikirkan dan merenungkan ciptaan Allah, tentu mereka akan menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka tidak akan lagi menyembah berhala yang tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun dan tidak pula menolak bahaya dan kemudaratan, baik bagi dirinya sendiri maupun para penyembahnya. \n\nOrang kafir itu memang tidak memperhatikan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang beraneka warna, masing-masing mempunyai kekhususan sendiri baik daun, bunga, dan buahnya. Padahal semuanya tumbuh di tanah yang sejenis dan diairi dengan air yang sama, tetapi menghasilkan buah-buahan yang berlainan bentuk, warna, dan rasanya. Tidakkah yang demikian itu menunjukkan kekuasaan dan kebijaksanaan Pencipta-Nya? Namun kalau hati sudah tertutup perasaan sombong dan takabur, pikiran sudah dipengaruhi oleh ketamakan untuk memperoleh pangkat, kedudukan, dan kekayaan, maka tertutuplah semua jalan untuk mencapai kebenaran. Apa saja yang bertentangan dengan kemauan mereka semuanya jahat dan jelek dalam pandangan mereka. \n\nInilah faktor-faktor yang memalingkan mereka dari berpikir dan merenungkan kekuasaan Allah. Oleh karena itu, kebanyakan mereka tetap dalam keingkaran, kekafiran, dan selalu menantang risalah dan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Mereka selalu mengingkari hari Kiamat, hari kebangkitan, dan hari perhitungan, karena tidak mau memikirkannya. Mereka hanya mau bersenang-senang saja di dunia ini, sehingga merasa tidak ada gunanya memikirkan bagaimana keadaan sesudah mati. Menurut mereka, jasad yang mati itu pasti hancur menjadi tanah dan tidak akan kembali.\n\nSebenarnya Allah kuasa untuk menghancurkan mereka dengan berbagai macam cara seperti Allah menghancurkan umat-umat dahulu yang durhaka. Ada yang dihancurkan dengan topan dan banjir besar, ada yang dimusnahkan dengan gempa yang dahsyat, dan ada pula dengan suara keras yang mengguntur. Namun demikian, Allah mempunyai sifat rahmat dan kasih sayang. Oleh sebab itu, Allah tidak menimpakan kepada kaum musyrik Mekah siksa azab yang ditimpakan kepada umat-umat terdahulu, dengan harapan mungkin ada di antara orang-orang kafir yang membangkang dan menantang itu atau anak cucunya yang akan beriman.\n\nAl-Quran menyatakan bahwa semua benda mati dan makhluk hidup di alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. Dalam ayat di atas dicontohkan mengenai tumbuhan. Namun demikian, sebenarnya konsep berpasangan tidak saja hanya pada tumbuhan, tetapi di hampir semua ciptaannya. Dalam Al-Qur'an dinyatakan, di antaranya:\n\n\"Maha Suci Dia yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.\" (Yasin/36: 36).\n\n\"Dan segala sesuatu telah Kami ciptakan berpasang-pasangan...\" (adz-dzariyat/51: 49)." } } }, { "number": { "inQuran": 2942, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0626\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz naadaa Rabbuka Moosaaa ani'-til qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And [mention] when your Lord called Moses, [saying], \"Go to the wrongdoing people -", "id": "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zalim itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2942", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2942.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2942.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai hiburan kepada Nabi Muhammad dan sebagai pelajaran bagi penduduk Mekah, Allah menceritakan kembali sejarah nabi-nabi terdahulu dan keingkaran kaumnya terhadap mereka. Dan ingatlah, wahai Rasul, ketika Tuhanmu di lembah Tuwa menyeru Nabi Musa dengan firman-Nya, “Datangilah dan berserulah, atas nama-Ku kepada kaum yang zalim, yang melampaui batas-batas kemanusiaan itu, seperti menyembah kepada selain Allah dan membunuhi bayi-bayi lelaki.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad menceritakan kepada kaumnya yang kafir cerita Nabi Musa a.s. yang berhadapan dengan Fir'aun. Kisah ini dimulai ketika Nabi Musa masih di bukit Sinai, dia menerima perintah supaya pergi ke Mesir menyeru Fir'aun bersama kaumnya yang telah sesat. Mereka adalah kaum yang senantiasa berbuat zalim yang telah lama memperbudak Bani Israil dan berlaku sewenang-wenang terhadap mereka. Nabi Musa diperintahkan menyampaikan risalah kepada Fir'aun dan kaumnya yang demikian congkak dan sombong. Kaum yang menganggap diri mereka keturunan dewa-dewa, sedangkan bangsa lain adalah bangsa yang hina, termasuk bangsa Israil, kaum Musa sendiri.\n\nFir'aun mempunyai kerajaan yang kuat serta tentara yang berani dan lengkap persenjataannya. Kepada Fir'aun dan kaumnya itu, Musa diperintahkan Allah untuk menyeru mereka agar mengubah kepercayaan yang telah mendarah daging menjadi orang yang beriman dan bertakwa dengan meninggalkan segala perbuatan dan kepercayaan yang tidak benar itu. Tentu saja Musa agak merasa cemas dan khawatir akan nasibnya berhadapan dengan kaum yang kasar dan sombong itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2943, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qawma Fir'awn; alaa yattaqoon" } }, "translation": { "en": "The people of Pharaoh. Will they not fear Allah?\"", "id": "(yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2943", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2943.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2943.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Yaitu kaum Fir‘aun di Mesir. Datangilah mereka hai Musa, dan tanyalah mereka mengapa mereka tidak bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad menceritakan kepada kaumnya yang kafir cerita Nabi Musa a.s. yang berhadapan dengan Fir'aun. Kisah ini dimulai ketika Nabi Musa masih di bukit Sinai, dia menerima perintah supaya pergi ke Mesir menyeru Fir'aun bersama kaumnya yang telah sesat. Mereka adalah kaum yang senantiasa berbuat zalim yang telah lama memperbudak Bani Israil dan berlaku sewenang-wenang terhadap mereka. Nabi Musa diperintahkan menyampaikan risalah kepada Fir'aun dan kaumnya yang demikian congkak dan sombong. Kaum yang menganggap diri mereka keturunan dewa-dewa, sedangkan bangsa lain adalah bangsa yang hina, termasuk bangsa Israil, kaum Musa sendiri.\n\nFir'aun mempunyai kerajaan yang kuat serta tentara yang berani dan lengkap persenjataannya. Kepada Fir'aun dan kaumnya itu, Musa diperintahkan Allah untuk menyeru mereka agar mengubah kepercayaan yang telah mendarah daging menjadi orang yang beriman dan bertakwa dengan meninggalkan segala perbuatan dan kepercayaan yang tidak benar itu. Tentu saja Musa agak merasa cemas dan khawatir akan nasibnya berhadapan dengan kaum yang kasar dan sombong itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2944, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi inneee akhaafu ai yukazziboon" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, indeed I fear that they will deny me", "id": "Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2944", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2944.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2944.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendengar perintah dari Allah, dia yakni Nabi Musa berkata, “Ya Tuhanku yang memelihara diriku, aku tahu kezaliman mereka perilaku dan sifat mereka yang sangat buruk. Oleh karena itu sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku ketika aku menyampaikan pesan-pesan-Mu.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bagaimana tanggapan Musa a.s. terhadap perintah Tuhannya. Musa a.s. menyadari sepenuhnya bahwa dia harus melaksanakan perintah Allah karena merupakan tugasnya sebagai rasul. Akan tetapi, Musa a.s. membayangkan bagaimana kaum Fir'aun itu telah tersesat dari jalan yang benar. Ia juga tahu bagaimana keras dan kasarnya sikap mereka terhadap orang yang menentang kepercayaan mereka, sedangkan dia sendiri merasa sebagai seorang yang lemah tak berdaya. Musa merasa sangat khawatir kalau kaum Fir'aun itu menuduhnya sebagai seorang pembohong dan pendusta. Apalagi jika terjadi perdebatan yang sengit dengan Fir'aun dan kaumnya, Musa yang tidak begitu fasih lidahnya akan menjadi gugup dalam memberikan alasan yang tepat dan kuat, sehingga menjadi sempitlah dadanya ketika menghadapi mereka. \n\nMusa mengadukan semua yang dirasakannya kepada Allah dan memohon agar Dia mengangkat Harun a.s., saudaranya, menjadi rasul untuk membantu dan menolongnya. Harun adalah seorang yang fasih lidahnya dan pandai mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya dengan bahasa yang baik dan menarik. Hal ini disebutkan pula pada ayat lain:\n\nDia (Musa) berkata, \"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku. (thaha/20: 25-32).\n\nDemikian pula disebutkan dalam firman-Nya yang lain yaitu:\n\nDan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.\" (al-Qasas/28: 34).\n\nMusa merasa khawatir kalau dia menghadapi Fir'aun dan kaumnya seorang diri karena pernah membunuh seorang Qibthi (penduduk Mesir asli) dengan tidak sengaja. Hal itu terjadi ketika Musa melihat perkelahian yang terjadi antara orang Qibthi itu dengan seorang Bani Israil. Ia berniat membantu anggota kaumnya tersebut dan memukul orang Qibthi itu dengan kuat sehingga jatuh dan langsung meninggal. Musa khawatir akan dibunuh oleh kaum Fir'aun karena peristiwa tersebut, sehingga dia tidak dapat menyampaikan dakwahnya. Akan tetapi, seandainya Harun di sampingnya dan dia mati terbunuh, maka saudaranya itu dapat melanjutkan risalahnya. Jadi permintaan Musa supaya Harun diangkat menjadi rasul untuk membantunya bukan karena ia takut mati dalam menyampaikan dakwah dan risalahnya, tetapi agar dakwah dan risalahnya itu jangan terhenti kalau dia meninggal, karena dilanjutkan oleh saudaranya, Harun." } } }, { "number": { "inQuran": 2945, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0636\u0650\u064a\u0642\u064f \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0637\u064e\u0644\u0650\u0642\u064f \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yadeequ sadree wa laa yantaliqu lisaanee fa arsil ilaa Haaroon" } }, "translation": { "en": "And that my breast will tighten and my tongue will not be fluent, so send for Aaron.", "id": "sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2945", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2945.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2945.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sehingga, karenanya dadaku terasa sempit, sedih dan kesal karena ulah mereka, dan lidahku tidak lancar, tidak fasih untuk memberikan penjelasan kepada mereka seperti apa yang ada di dalam hatiku. Maka, aku memohon kepada-Mu ya Rabbi, utuslah dan angkatlah Harun sebagai rasul agar dia bisa bersamaku untuk menyampaikan pesan-pesan-Mu kepada mereka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bagaimana tanggapan Musa a.s. terhadap perintah Tuhannya. Musa a.s. menyadari sepenuhnya bahwa dia harus melaksanakan perintah Allah karena merupakan tugasnya sebagai rasul. Akan tetapi, Musa a.s. membayangkan bagaimana kaum Fir'aun itu telah tersesat dari jalan yang benar. Ia juga tahu bagaimana keras dan kasarnya sikap mereka terhadap orang yang menentang kepercayaan mereka, sedangkan dia sendiri merasa sebagai seorang yang lemah tak berdaya. Musa merasa sangat khawatir kalau kaum Fir'aun itu menuduhnya sebagai seorang pembohong dan pendusta. Apalagi jika terjadi perdebatan yang sengit dengan Fir'aun dan kaumnya, Musa yang tidak begitu fasih lidahnya akan menjadi gugup dalam memberikan alasan yang tepat dan kuat, sehingga menjadi sempitlah dadanya ketika menghadapi mereka. \n\nMusa mengadukan semua yang dirasakannya kepada Allah dan memohon agar Dia mengangkat Harun a.s., saudaranya, menjadi rasul untuk membantu dan menolongnya. Harun adalah seorang yang fasih lidahnya dan pandai mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya dengan bahasa yang baik dan menarik. Hal ini disebutkan pula pada ayat lain:\n\nDia (Musa) berkata, \"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku. (thaha/20: 25-32).\n\nDemikian pula disebutkan dalam firman-Nya yang lain yaitu:\n\nDan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.\" (al-Qasas/28: 34).\n\nMusa merasa khawatir kalau dia menghadapi Fir'aun dan kaumnya seorang diri karena pernah membunuh seorang Qibthi (penduduk Mesir asli) dengan tidak sengaja. Hal itu terjadi ketika Musa melihat perkelahian yang terjadi antara orang Qibthi itu dengan seorang Bani Israil. Ia berniat membantu anggota kaumnya tersebut dan memukul orang Qibthi itu dengan kuat sehingga jatuh dan langsung meninggal. Musa khawatir akan dibunuh oleh kaum Fir'aun karena peristiwa tersebut, sehingga dia tidak dapat menyampaikan dakwahnya. Akan tetapi, seandainya Harun di sampingnya dan dia mati terbunuh, maka saudaranya itu dapat melanjutkan risalahnya. Jadi permintaan Musa supaya Harun diangkat menjadi rasul untuk membantunya bukan karena ia takut mati dalam menyampaikan dakwah dan risalahnya, tetapi agar dakwah dan risalahnya itu jangan terhenti kalau dia meninggal, karena dilanjutkan oleh saudaranya, Harun." } } }, { "number": { "inQuran": 2946, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0630\u064e\u0646\u0628\u064c \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa lahum 'alaiya zambun fa akhaafu ai yaqtuloon" } }, "translation": { "en": "And they have upon me a [claim due to] sin, so I fear that they will kill me.\"", "id": "Sebab aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2946", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2946.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2946.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku berdosa terhadap mereka karena aku pernah membunuh salah seorang di antara mereka. Maka, aku takut mereka akan membunuhku, karena aku yakin mereka masih menaruh dendam kepadaku.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bagaimana tanggapan Musa a.s. terhadap perintah Tuhannya. Musa a.s. menyadari sepenuhnya bahwa dia harus melaksanakan perintah Allah karena merupakan tugasnya sebagai rasul. Akan tetapi, Musa a.s. membayangkan bagaimana kaum Fir'aun itu telah tersesat dari jalan yang benar. Ia juga tahu bagaimana keras dan kasarnya sikap mereka terhadap orang yang menentang kepercayaan mereka, sedangkan dia sendiri merasa sebagai seorang yang lemah tak berdaya. Musa merasa sangat khawatir kalau kaum Fir'aun itu menuduhnya sebagai seorang pembohong dan pendusta. Apalagi jika terjadi perdebatan yang sengit dengan Fir'aun dan kaumnya, Musa yang tidak begitu fasih lidahnya akan menjadi gugup dalam memberikan alasan yang tepat dan kuat, sehingga menjadi sempitlah dadanya ketika menghadapi mereka. \n\nMusa mengadukan semua yang dirasakannya kepada Allah dan memohon agar Dia mengangkat Harun a.s., saudaranya, menjadi rasul untuk membantu dan menolongnya. Harun adalah seorang yang fasih lidahnya dan pandai mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya dengan bahasa yang baik dan menarik. Hal ini disebutkan pula pada ayat lain:\n\nDia (Musa) berkata, \"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku. (thaha/20: 25-32).\n\nDemikian pula disebutkan dalam firman-Nya yang lain yaitu:\n\nDan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.\" (al-Qasas/28: 34).\n\nMusa merasa khawatir kalau dia menghadapi Fir'aun dan kaumnya seorang diri karena pernah membunuh seorang Qibthi (penduduk Mesir asli) dengan tidak sengaja. Hal itu terjadi ketika Musa melihat perkelahian yang terjadi antara orang Qibthi itu dengan seorang Bani Israil. Ia berniat membantu anggota kaumnya tersebut dan memukul orang Qibthi itu dengan kuat sehingga jatuh dan langsung meninggal. Musa khawatir akan dibunuh oleh kaum Fir'aun karena peristiwa tersebut, sehingga dia tidak dapat menyampaikan dakwahnya. Akan tetapi, seandainya Harun di sampingnya dan dia mati terbunuh, maka saudaranya itu dapat melanjutkan risalahnya. Jadi permintaan Musa supaya Harun diangkat menjadi rasul untuk membantunya bukan karena ia takut mati dalam menyampaikan dakwah dan risalahnya, tetapi agar dakwah dan risalahnya itu jangan terhenti kalau dia meninggal, karena dilanjutkan oleh saudaranya, Harun." } } }, { "number": { "inQuran": 2947, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala kallaa fazhabaa bi Aayaatinaaa innaa ma'akum mustami'oon" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"No. Go both of you with Our signs; indeed, We are with you, listening.", "id": "(Allah) berfirman, “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2947", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2947.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2947.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar keluhan Nabi Musa, Allah berfirman, \"Hai Musa! Jangan takut terhadap mereka seperti yang kau katakan! Mereka tidak akan pernah dapat membunuhmu. Aku akan tetap memeliharamu dan menolongmu Maka pergilah kamu berdua menghadap mereka dengan membawa ayat-ayat Kami yaitu mukjizat-mukjizat yang telah Kami berikan kepadamu seperti tongkat dan tanganmu. Sungguh, Kami bersamamu memeliharamu dan menolongmu. Aku akan mendengarkan apa yang mereka katakan.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menegaskan kepada Musa a.s. bahwa semua yang dikhawatirkannya itu tidak akan terjadi. Dia tidak akan dapat dibunuh oleh Fir'aun karena Fir'aun tidak akan dapat berlaku sewenang-wenang terhadapnya. Adapun permintaan Musa agar saudaranya, Harun, diangkat menjadi rasul telah dikabulkan oleh Allah. Dengan begitu, perintah untuk pergi berdakwah kepada Fir'aun dan kaumnya dibebankan kepada Musa dan Harun. Di dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa permintaan Musa itu dikabulkan yaitu:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa! (thaha/20: 36).\n\nAllah menceritakan kepergian Musa dan Harun menyeru Fir'aun dan kaumnya kepada agama tauhid dengan membawa mukjizat yang akan menguatkan seruannya yaitu tongkat Musa yang dapat menjadi ular, dan tangannya bila dimasukkan ke ketiaknya akan menjadi putih bercahaya. Untuk menghilangkan segala was-was dan kekhawatiran dalam hati Musa dan Harun, Allah menegaskan bahwa Ia selalu akan mendengar dan memperhatikan apa yang akan terjadi di kala keduanya telah berhadapan dengan Fir'aun. Hal ini dengan jelas diterangkan pada ayat lain yaitu:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat. (thaha/20: 46).\n\nAllah menyuruh Musa dan Harun agar mengatakan dengan tegas kepada Fir'aun bahwa mereka datang menghadap kepadanya untuk menyampaikan bahwa mereka berdua adalah rasul yang diutus Allah, Tuhan semesta alam, kepadanya dan kaumnya. Selain itu keduanya harus meminta kepada Fir'aun agar membebaskan Bani Israil yang telah diperbudak selama ini. Keduanya ingin membawa mereka kembali ke tanah suci Baitul Makdis, tanah tumpah darah mereka, di mana nenek moyang mereka semenjak dahulu kala telah berdiam di sana. Hal ini bertujuan agar mereka dapat dengan bebas memeluk agama tauhid tanpa ada tekanan atau hambatan dari siapa pun.\n\nDalam Tafsir al-Maragi diterangkan bahwa menurut riwayat, Bani Israil yang tinggal di Mesir diperbudak oleh Fir'aun dan kaumnya dalam waktu yang lama, yaitu selama 400 tahun. Fir'aun memang sangat berkuasa dan berbuat sewenang-wenang terhadap rakyatnya, terutama Bani Israil. Menurut al-Qurtubi, sebagaimana dikutip oleh al-Maragi, Musa dan Harun harus menunggu satu tahun untuk dapat menghadap Fir'aun." } } }, { "number": { "inQuran": 2948, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faatiyaa Fir'awna faqoolaaa innaa Rasoolu Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Go to Pharaoh and say, 'We are the messengers of the Lord of the worlds,", "id": "maka datanglah kamu berdua kepada Fir‘aun dan katakan, “Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2948", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2948.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2948.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka datanglah kamu berdua kepada Fir‘aun tanpa dihinggapi rasa takut dan katakanlah dengan kesungguhan hati dan kepercayaan diri, “Sesungguhnya kami berdua adalah para rasul Tuhan seluruh alam.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menegaskan kepada Musa a.s. bahwa semua yang dikhawatirkannya itu tidak akan terjadi. Dia tidak akan dapat dibunuh oleh Fir'aun karena Fir'aun tidak akan dapat berlaku sewenang-wenang terhadapnya. Adapun permintaan Musa agar saudaranya, Harun, diangkat menjadi rasul telah dikabulkan oleh Allah. Dengan begitu, perintah untuk pergi berdakwah kepada Fir'aun dan kaumnya dibebankan kepada Musa dan Harun. Di dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa permintaan Musa itu dikabulkan yaitu:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa! (thaha/20: 36).\n\nAllah menceritakan kepergian Musa dan Harun menyeru Fir'aun dan kaumnya kepada agama tauhid dengan membawa mukjizat yang akan menguatkan seruannya yaitu tongkat Musa yang dapat menjadi ular, dan tangannya bila dimasukkan ke ketiaknya akan menjadi putih bercahaya. Untuk menghilangkan segala was-was dan kekhawatiran dalam hati Musa dan Harun, Allah menegaskan bahwa Ia selalu akan mendengar dan memperhatikan apa yang akan terjadi di kala keduanya telah berhadapan dengan Fir'aun. Hal ini dengan jelas diterangkan pada ayat lain yaitu:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat. (thaha/20: 46).\n\nAllah menyuruh Musa dan Harun agar mengatakan dengan tegas kepada Fir'aun bahwa mereka datang menghadap kepadanya untuk menyampaikan bahwa mereka berdua adalah rasul yang diutus Allah, Tuhan semesta alam, kepadanya dan kaumnya. Selain itu keduanya harus meminta kepada Fir'aun agar membebaskan Bani Israil yang telah diperbudak selama ini. Keduanya ingin membawa mereka kembali ke tanah suci Baitul Makdis, tanah tumpah darah mereka, di mana nenek moyang mereka semenjak dahulu kala telah berdiam di sana. Hal ini bertujuan agar mereka dapat dengan bebas memeluk agama tauhid tanpa ada tekanan atau hambatan dari siapa pun.\n\nDalam Tafsir al-Maragi diterangkan bahwa menurut riwayat, Bani Israil yang tinggal di Mesir diperbudak oleh Fir'aun dan kaumnya dalam waktu yang lama, yaitu selama 400 tahun. Fir'aun memang sangat berkuasa dan berbuat sewenang-wenang terhadap rakyatnya, terutama Bani Israil. Menurut al-Qurtubi, sebagaimana dikutip oleh al-Maragi, Musa dan Harun harus menunggu satu tahun untuk dapat menghadap Fir'aun." } } }, { "number": { "inQuran": 2949, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "An arsil ma'anaa Baneee Israaa'eel" } }, "translation": { "en": "[Commanded to say], \"Send with us the Children of Israel.\"'\"", "id": "lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2949", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2949.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2949.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lepaskanlah bangsa kami yaitu Bani Israil biarkan mereka pergi bersama kami ketempat yang kami kehendaki. Jangan lagi kau perbudak mereka.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menegaskan kepada Musa a.s. bahwa semua yang dikhawatirkannya itu tidak akan terjadi. Dia tidak akan dapat dibunuh oleh Fir'aun karena Fir'aun tidak akan dapat berlaku sewenang-wenang terhadapnya. Adapun permintaan Musa agar saudaranya, Harun, diangkat menjadi rasul telah dikabulkan oleh Allah. Dengan begitu, perintah untuk pergi berdakwah kepada Fir'aun dan kaumnya dibebankan kepada Musa dan Harun. Di dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa permintaan Musa itu dikabulkan yaitu:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa! (thaha/20: 36).\n\nAllah menceritakan kepergian Musa dan Harun menyeru Fir'aun dan kaumnya kepada agama tauhid dengan membawa mukjizat yang akan menguatkan seruannya yaitu tongkat Musa yang dapat menjadi ular, dan tangannya bila dimasukkan ke ketiaknya akan menjadi putih bercahaya. Untuk menghilangkan segala was-was dan kekhawatiran dalam hati Musa dan Harun, Allah menegaskan bahwa Ia selalu akan mendengar dan memperhatikan apa yang akan terjadi di kala keduanya telah berhadapan dengan Fir'aun. Hal ini dengan jelas diterangkan pada ayat lain yaitu:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat. (thaha/20: 46).\n\nAllah menyuruh Musa dan Harun agar mengatakan dengan tegas kepada Fir'aun bahwa mereka datang menghadap kepadanya untuk menyampaikan bahwa mereka berdua adalah rasul yang diutus Allah, Tuhan semesta alam, kepadanya dan kaumnya. Selain itu keduanya harus meminta kepada Fir'aun agar membebaskan Bani Israil yang telah diperbudak selama ini. Keduanya ingin membawa mereka kembali ke tanah suci Baitul Makdis, tanah tumpah darah mereka, di mana nenek moyang mereka semenjak dahulu kala telah berdiam di sana. Hal ini bertujuan agar mereka dapat dengan bebas memeluk agama tauhid tanpa ada tekanan atau hambatan dari siapa pun.\n\nDalam Tafsir al-Maragi diterangkan bahwa menurut riwayat, Bani Israil yang tinggal di Mesir diperbudak oleh Fir'aun dan kaumnya dalam waktu yang lama, yaitu selama 400 tahun. Fir'aun memang sangat berkuasa dan berbuat sewenang-wenang terhadap rakyatnya, terutama Bani Israil. Menurut al-Qurtubi, sebagaimana dikutip oleh al-Maragi, Musa dan Harun harus menunggu satu tahun untuk dapat menghadap Fir'aun." } } }, { "number": { "inQuran": 2950, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064e \u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u0650\u0643\u064e \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala alam nurabbika feenaa waleedanw wa labista feenaa min 'umurika sineen" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"Did we not raise you among us as a child, and you remained among us for years of your life?", "id": "Dia (Fir‘aun) menjawab, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2950", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2950.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2950.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ucapan Nabi Musa, dia Fir‘aun, menjawab dengan nada marah dan mengungkit jasanya terhadap Nabi Musa di masa lalu, “Bukankah kami telah mengasuhmu, memeliharamu dengan sebaik-baiknya dalam lingkungan keluarga kami, yaitu waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu yaitu semenjak engkau masih bayi sampai engkau menjadi pemuda?\"", "long": "Tatkala Musa dan Harun diperkenankan menghadap Fir'aun dan menegaskan kepadanya bahwa mereka berdua adalah rasul Allah Pencipta alam semesta dan meminta supaya Bani Israil dibebaskan dari perbudakan dan diizinkan meninggalkan Mesir, Fir'aun sangat terkejut dan merasa tercengang. Ia menjadi heran mengapa keduanya begitu berani menentang kekuasaannya, sedangkan dia sendiri menganggap dirinya sebagai tuhan bagi rakyatnya, termasuk dalam hal ini Bani Israil. Kemudian Musa dan Harun juga menuntut pembebasan semua Bani Israil dari cengkeraman perbudakan. \n\nFir'aun heran mengapa Musa sampai berani mengemukakan dua hal yang amat tidak masuk akal itu? Fir'aun mengetahui benar bahwa Musa adalah anak asuhnya sendiri. Semenjak kecil, dia dididik dan dibesarkan dalam istananya. Fir'aun mengetahui pula bahwa setelah dewasa, Musa pernah membunuh seorang rakyatnya yang dekat dengannya, yaitu tukang masaknya sendiri ketika ia berkelahi dengan salah seorang Bani Israil. Fir'aun juga heran mengapa Musa dengan riwayat hidup seperti itu, berani menentang kekuasaannya dan menuntut hal yang tidak masuk akal menurut pendapatnya. \n\nDengan nada yang keras dan rasa amarah yang tak tertahankan, Fir'aun menjawab, \"Bukankah engkau telah kami asuh dan kami didik semenjak kecil? Kami selamatkan kamu dari pembunuhan di mana pada waktu itu kami memerintahkan agar setiap anak laki-laki Bani Israil harus dibunuh. Kami didik dan kami besarkan di istana kami, kami sayangi dan santuni seperti menyayangi dan menyantuni anak kami sendiri. Akan tetapi, sekarang kamu meminta kepada kami dua hal yang tak mungkin terjadi yaitu agar aku turun dari singgasana ketuhananku serta mengakui bahwa kamu adalah rasul dari Tuhan yang tidak kami kenal. Kemudian kamu meminta pula agar Bani Israil yang telah berabad-abad tinggal di negeri Mesir ini dibebaskan dan kamu bawa ke negeri yang kamu anggap tanah leluhurmu. Ini adalah suatu lelucon yang tidak lucu dan suatu kebodohan dan ketololan yang menunjukkan bahwa kamu berdua adalah manusia yang tak berbudi bahkan mungkin manusia yang telah gila.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2951, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 19, "page": 367, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa fa'alta fa'latakal latee fa'alta wa anta minal kaafireen" } }, "translation": { "en": "And [then] you did your deed which you did, and you were of the ungrateful.\"", "id": "Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2951", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2951.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2951.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir’aun melanjutkan bicaranya dengan mengungkit kesalahan Nabi Musa, \"Dan engkau, Musa, telah melakukan kesalahan pada perbuatan yang telah engkau lakukan dengan membunuh salah seorang bangsaku dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih.\"", "long": "Tatkala Musa dan Harun diperkenankan menghadap Fir'aun dan menegaskan kepadanya bahwa mereka berdua adalah rasul Allah Pencipta alam semesta dan meminta supaya Bani Israil dibebaskan dari perbudakan dan diizinkan meninggalkan Mesir, Fir'aun sangat terkejut dan merasa tercengang. Ia menjadi heran mengapa keduanya begitu berani menentang kekuasaannya, sedangkan dia sendiri menganggap dirinya sebagai tuhan bagi rakyatnya, termasuk dalam hal ini Bani Israil. Kemudian Musa dan Harun juga menuntut pembebasan semua Bani Israil dari cengkeraman perbudakan. \n\nFir'aun heran mengapa Musa sampai berani mengemukakan dua hal yang amat tidak masuk akal itu? Fir'aun mengetahui benar bahwa Musa adalah anak asuhnya sendiri. Semenjak kecil, dia dididik dan dibesarkan dalam istananya. Fir'aun mengetahui pula bahwa setelah dewasa, Musa pernah membunuh seorang rakyatnya yang dekat dengannya, yaitu tukang masaknya sendiri ketika ia berkelahi dengan salah seorang Bani Israil. Fir'aun juga heran mengapa Musa dengan riwayat hidup seperti itu, berani menentang kekuasaannya dan menuntut hal yang tidak masuk akal menurut pendapatnya. \n\nDengan nada yang keras dan rasa amarah yang tak tertahankan, Fir'aun menjawab, \"Bukankah engkau telah kami asuh dan kami didik semenjak kecil? Kami selamatkan kamu dari pembunuhan di mana pada waktu itu kami memerintahkan agar setiap anak laki-laki Bani Israil harus dibunuh. Kami didik dan kami besarkan di istana kami, kami sayangi dan santuni seperti menyayangi dan menyantuni anak kami sendiri. Akan tetapi, sekarang kamu meminta kepada kami dua hal yang tak mungkin terjadi yaitu agar aku turun dari singgasana ketuhananku serta mengakui bahwa kamu adalah rasul dari Tuhan yang tidak kami kenal. Kemudian kamu meminta pula agar Bani Israil yang telah berabad-abad tinggal di negeri Mesir ini dibebaskan dan kamu bawa ke negeri yang kamu anggap tanah leluhurmu. Ini adalah suatu lelucon yang tidak lucu dan suatu kebodohan dan ketololan yang menunjukkan bahwa kamu berdua adalah manusia yang tak berbudi bahkan mungkin manusia yang telah gila.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2952, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala fa'altuhaaa izanw wa ana minad daaaleen" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"I did it, then, while I was of those astray.", "id": "Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2952", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2952.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2952.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa berkata, “Aku telah melakukannya, yakni pembunuhan terhadap seorang Qibti tanpa aku sengaja dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf bahwa pukulanku terhadapnya akan mengakibatkan kematiannya, padahal aku memukulnya dengan tujuan untuk memberikan pelajaran kepadanya.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan jawaban Musa atas cercaan dan penghinaan Fir'aun terhadapnya, setelah kekakuan pada lidahnya hilang. Musa menjelaskan bahwa pembunuhan yang dilakukannya terhadap tukang roti Fir'aun yang bertengkar dengan seorang dari Bani Israil adalah suatu ketidaksengajaan dan tidak direncanakan. Dia hanya ingin melerai dan memberi pelajaran kepada tukang roti itu agar tidak berlaku kasar dan menghina Bani Israil. Dia memang memukulnya tetapi tidak bermaksud untuk membunuh, karena tidak tahan melihat tukang roti itu begitu sombong dan menghina kaumnya, Bani Israil. Kalau itu dianggap kesalahan, maka Musa mengakui bahwa waktu itu dia betul-betul khilaf.\n\nSekarang dia sudah berubah, Musa telah menjadi rasul yang diberi tugas oleh Allah untuk mengajak Fir'aun dan kaumnya kepada kehidupan beragama yang benar. Musa juga diberi tugas untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan yang tidak benar, yaitu perbudakan manusia oleh manusia.\n\nJika Fir'aun menyebut-nyebut jasa baiknya yang telah mengasuh Musa dan mendidiknya di istana, hal itu disebabkan kebijaksanaan Fir'aun atas keinginan istrinya untuk menyelamatkannya ketika ia dibuang ibunya ke Sungai Nil. Keluarga Fir'aun kemudian mengambilnya dan memelihara serta membesarkannya. Di sisi lain, Fir'aun telah mengeksploitasi Bani Israil dengan memperlakukan mereka sebagai budak." } } }, { "number": { "inQuran": 2953, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0644\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fafarartu minkum lam maa khiftukum fawahaba lee Rabbee hukmanw wa ja'alanee minal mursaleen" } }, "translation": { "en": "So I fled from you when I feared you. Then my Lord granted me wisdom and prophethood and appointed me [as one] of the messengers.", "id": "Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2953", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2953.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2953.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Lalu aku lari darimu menuju ke negeri Madyan, karena aku takut kepadamu pada pembalasan-mu. Kemudian Tuhanku yang memeliharaku menganugerahkan ilmu yang bermanfaat kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara para rasul sebagaimana para rasul yang lain sebelumku.\"", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan jawaban Musa atas cercaan dan penghinaan Fir'aun terhadapnya, setelah kekakuan pada lidahnya hilang. Musa menjelaskan bahwa pembunuhan yang dilakukannya terhadap tukang roti Fir'aun yang bertengkar dengan seorang dari Bani Israil adalah suatu ketidaksengajaan dan tidak direncanakan. Dia hanya ingin melerai dan memberi pelajaran kepada tukang roti itu agar tidak berlaku kasar dan menghina Bani Israil. Dia memang memukulnya tetapi tidak bermaksud untuk membunuh, karena tidak tahan melihat tukang roti itu begitu sombong dan menghina kaumnya, Bani Israil. Kalau itu dianggap kesalahan, maka Musa mengakui bahwa waktu itu dia betul-betul khilaf.\n\nSekarang dia sudah berubah, Musa telah menjadi rasul yang diberi tugas oleh Allah untuk mengajak Fir'aun dan kaumnya kepada kehidupan beragama yang benar. Musa juga diberi tugas untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan yang tidak benar, yaitu perbudakan manusia oleh manusia.\n\nJika Fir'aun menyebut-nyebut jasa baiknya yang telah mengasuh Musa dan mendidiknya di istana, hal itu disebabkan kebijaksanaan Fir'aun atas keinginan istrinya untuk menyelamatkannya ketika ia dibuang ibunya ke Sungai Nil. Keluarga Fir'aun kemudian mengambilnya dan memelihara serta membesarkannya. Di sisi lain, Fir'aun telah mengeksploitasi Bani Israil dengan memperlakukan mereka sebagai budak." } } }, { "number": { "inQuran": 2954, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u0645\u064f\u0646\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0628\u0651\u064e\u062f\u062a\u0651\u064e \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tilka ni'matun tamun nuhaa 'alaiya an 'abbatta Baneee Israaa'eel" } }, "translation": { "en": "And is this a favor of which you remind me - that you have enslaved the Children of Israel?\"", "id": "Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2954", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2954.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2954.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Nabi Musa membandingkan antara kebaikan yang dia terima dari Fir’aun dengan kekejaman Fir’aun terhadap Bani Israil. Musa berkata lagi, \"Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, engkau pelihara diriku ketika aku masih bayi sampai aku dewasa. Sementara itu engkau telah memperbudak Bani Israil, kaumku sendiri. Engkau perlakukan mereka dengan tidak berperikemanusiaan. Sungguh ini dua hal yang tidak sebanding. Jika bukan karena kekejamanmu, ibuku tidak akan melemparkan aku ke sungai, dan tidak akan kau pelihara diriku.\"", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan jawaban Musa atas cercaan dan penghinaan Fir'aun terhadapnya, setelah kekakuan pada lidahnya hilang. Musa menjelaskan bahwa pembunuhan yang dilakukannya terhadap tukang roti Fir'aun yang bertengkar dengan seorang dari Bani Israil adalah suatu ketidaksengajaan dan tidak direncanakan. Dia hanya ingin melerai dan memberi pelajaran kepada tukang roti itu agar tidak berlaku kasar dan menghina Bani Israil. Dia memang memukulnya tetapi tidak bermaksud untuk membunuh, karena tidak tahan melihat tukang roti itu begitu sombong dan menghina kaumnya, Bani Israil. Kalau itu dianggap kesalahan, maka Musa mengakui bahwa waktu itu dia betul-betul khilaf.\n\nSekarang dia sudah berubah, Musa telah menjadi rasul yang diberi tugas oleh Allah untuk mengajak Fir'aun dan kaumnya kepada kehidupan beragama yang benar. Musa juga diberi tugas untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan yang tidak benar, yaitu perbudakan manusia oleh manusia.\n\nJika Fir'aun menyebut-nyebut jasa baiknya yang telah mengasuh Musa dan mendidiknya di istana, hal itu disebabkan kebijaksanaan Fir'aun atas keinginan istrinya untuk menyelamatkannya ketika ia dibuang ibunya ke Sungai Nil. Keluarga Fir'aun kemudian mengambilnya dan memelihara serta membesarkannya. Di sisi lain, Fir'aun telah mengeksploitasi Bani Israil dengan memperlakukan mereka sebagai budak." } } }, { "number": { "inQuran": 2955, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Fir'awnu wa maa Rabbul 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Said Pharaoh, \"And what is the Lord of the worlds?\"", "id": "Fir‘aun bertanya, “Siapa Tuhan seluruh alam itu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2955", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2955.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2955.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir’aun penasaran terhadap perkataan Nabi Musa bahwa dia dan sudaranya Harun diutus oleh Allah Rabbul ‘alamin. Fir‘aun bertanya kepada Musa, “Siapa Tuhan pencipta dan pemelihara seluruh alam itu?\"", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan jawaban Musa atas cercaan dan penghinaan Fir'aun terhadapnya, setelah kekakuan pada lidahnya hilang. Musa menjelaskan bahwa pembunuhan yang dilakukannya terhadap tukang roti Fir'aun yang bertengkar dengan seorang dari Bani Israil adalah suatu ketidaksengajaan dan tidak direncanakan. Dia hanya ingin melerai dan memberi pelajaran kepada tukang roti itu agar tidak berlaku kasar dan menghina Bani Israil. Dia memang memukulnya tetapi tidak bermaksud untuk membunuh, karena tidak tahan melihat tukang roti itu begitu sombong dan menghina kaumnya, Bani Israil. Kalau itu dianggap kesalahan, maka Musa mengakui bahwa waktu itu dia betul-betul khilaf.\n\nSekarang dia sudah berubah, Musa telah menjadi rasul yang diberi tugas oleh Allah untuk mengajak Fir'aun dan kaumnya kepada kehidupan beragama yang benar. Musa juga diberi tugas untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan yang tidak benar, yaitu perbudakan manusia oleh manusia.\n\nJika Fir'aun menyebut-nyebut jasa baiknya yang telah mengasuh Musa dan mendidiknya di istana, hal itu disebabkan kebijaksanaan Fir'aun atas keinginan istrinya untuk menyelamatkannya ketika ia dibuang ibunya ke Sungai Nil. Keluarga Fir'aun kemudian mengambilnya dan memelihara serta membesarkannya. Di sisi lain, Fir'aun telah mengeksploitasi Bani Israil dengan memperlakukan mereka sebagai budak." } } }, { "number": { "inQuran": 2956, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa in kuntum mooqineen" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"The Lord of the heavens and earth and that between them, if you should be convinced.\"", "id": "Dia (Musa) menjawab, “Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2956", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2956.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2956.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Musa menjawab dengan tiga jawaban. Pertama: “Tuhan yang mengutusku adalah Tuhan pencipta, pengurus, pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya seperti benda-benda langit dan lainnya. Hal berbeda dengan dirimu yang hanya meguasai negeri Mesir dengan kekuatanmu. Aku katakan hal ini kepadamu dengan sebenar-benarnya, jika kamu mempercayai-Nya.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir'aun mendengar kata-kata Musa dan melihat sikapnya yang meyakinkan serta kesungguhannya menyampaikan dakwah terutama yang berhubungan dengan ketauhidan, yaitu supaya Fir'aun dan kaumnya menyembah Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan mereka, maka Fir'aun bangkit menentang. Ia bertanya dengan nada marah, \"Wahai Musa, engkau mengaku sebagai rasul Tuhan semesta alam. Apakah Tuhan semesta alam itu?\" Fir'aun sangat heran dan merasa tersinggung atas pengakuan Musa tentang kekuasaan dan keesaan Allah karena ia telah memproklamirkan kepada kaumnya bahwa dia satu-satunya tuhan, tiada tuhan selain dia, sebagaimana yang dijelaskan Allah di dalam firman-Nya:\n\nDan Fir'aun berkata, \"Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. (al-Qasas/28: 38)\n\n(24) Pada ayat ini, Allah menerangkan jawaban Musa atas pertanyaan Fir'aun tentang Tuhan yang diakui Musa itu sebagai Tuhan yang mengutusnya. Untuk memudahkan pengertian Fir'aun tentang yang ditanyakan itu, maka Musa menjelaskan sebagian sifat-sifat yang menunjukkan kekuasaan Tuhan seru sekalian alam, sesuai dengan maksud pertanyaan Fir'aun. Musa mengatakan bahwa Tuhan yang mengutusnya adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dengan sebaik-baiknya. Tuhan yang menjadikan matahari, bulan, bintang-bintang yang gemerlapan di langit, sungai-sungai, lautan, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan di bumi, angin, hawa, dan lain-lain yang ada di antara langit dan bumi. Kalau memang Fir'aun dan kaumnya adalah orang-orang yang berkepala dingin, berpikiran sehat, dan memiliki hati yang terbuka, maka dengan jawaban Musa itu, tentu ia akan percaya dan meyakini keesaan Allah yang mengutus Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 2957, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala liman hawlahooo alaa tastami'oon" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said to those around him, \"Do you not hear?\"", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, “Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2957", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2957.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2957.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban Nabi Musa ini, Fir’aun terasa mulai tersentak. Dia, yakni Fir‘aun, berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, yaitu para pembesar kerajaan, “Apakah kamu tidak mendengar apa yang dikatakannya?”", "long": "Pada ayat ini dijelaskan tentang reaksi Fir'aun atas jawaban Musa di atas. Setelah mendengar jawaban Musa, ia cepat-cepat menoleh kepada kaumnya yang ada di sekelilingnya, dan menampakkan keheranannya. Fir'aun berkata kepada mereka dengan nada menyindir dan mengejek, \"Wahai kaumku, kamu sekalian telah mendengar ucapan-ucapan Musa yang mengatakan bahwa ada Tuhan selain aku? Apakah itu bukan suatu hal yang aneh dan suatu hal yang merupakan penyelewengan?\" Hal ini dilakukan oleh Fir'aun karena ia khawatir kalau-kalau kaumnya terpengaruh oleh jawaban Musa. Kalau begitu, mereka akan berbalik tidak mempercayai dan mengakuinya lagi sebagai Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 2958, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbukum wa Rabbu aabaaa'ikumul awwaleen" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"Your Lord and the Lord of your first forefathers.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2958", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2958.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2958.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jawaban kedua, \"Dia yakni Musa berkata kepada Fir’aun, “Dia itu adalah Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.” Tuhanku itu satu, tidak ada yang lain. Dialah pencipta alam seluruh dan pencipta manusia dari dahulu sampai kini dan sampai kapan pun, termasuk engkau Fir’aun dan kaummu.", "long": "Musa melihat Fir'aun dengan kaumnya belum juga puas atas jawabannya, sehingga mereka belum mau mengakui dan mempercayai bahwa yang mengutus Musa itu, Tuhan seru sekalian alam. Musa lalu menambah penjelasannya dengan harapan semoga dengan penjelasan tambahan ini, mereka menyadari dan menginsyafi pendirian mereka yang sesat itu. \n\nMusa mengatakan bahwa Tuhan yang mengutusnya ialah Tuhan Fir'aun dan nenek moyangnya dahulu. Musa mengalihkan pandangan mereka kepada hal penting, yaitu bahwa Tuhan yang sebenarnya ialah Tuhan yang menciptakan mereka, nenek moyang mereka, dan Fir'aun. Dengan kejadian tersebut, mereka akan berpikir bahwa mereka dan alam ini ada karena ada Pencipta dan ada yang mengaturnya, kuasa berbuat menurut kehendak-Nya. Tuhan alam semesta itulah yang mengaturnya, yaitu Tuhan yang hakiki dan tetap ada, sekali pun semua makhluk-Nya sudah tidak ada lagi dan Dia Qadim tidak bermula. Dia juga Tuhan yang mengutus Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 2959, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala inna Rasoolakumul lazee ursila ilaikum lamajnoon" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"Indeed, your 'messenger' who has been sent to you is mad.\"", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2959", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2959.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2959.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir’aun semakin geram dan marah. Dia yakni Fir‘aun berkata kepada para pembesar itu dengan penuh kemarahan, “Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.” Dia mengatakan sesuatu yang tidak biasa aku dengar.", "long": "Setelah Musa menjelaskan bukti-bukti atas ketuhanan Allah yang mengutusnya, Fir'aun bungkam seribu bahasa, tidak dapat memberi jawaban. Ia lalu mengeluarkan kata-kata yang ditujukan kepada kaumnya untuk meragukan mereka terhadap alasan dan bukti-bukti yang telah dikemukakan Nabi Musa. Fir'aun berkata, \"Wahai kaumku. Sesungguhnya rasul yang mengaku bahwa ia diutus kepada kamu sekalian, sebenarnya adalah orang gila. Ia mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dipahami dan dimengerti sama sekali karena mengatakan bahwa ada Tuhan selain aku.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2960, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbul mashriqi wal maghribi wa maa baina humaa in kuntum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"Lord of the east and the west and that between them, if you were to reason.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2960", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2960.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2960.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jawaban terakhir, merupakan jawaban yang telak dan sulit bagi Fir’aun untuk mengelak darinya. Nabi Musa, berkata kepada Fir’aun dengan perkataan yang pernah diucapkan juga oleh Nabi Ibrahim kepada penguasa yang zalim (Lihat: Al-Baqarah/2: 258), “Ketiga, Dialah Tuhan yang menguasai ufuk timur tempat terbit matahari dan ufuk barat tempat terbenamnya matahari dan apa yang ada di antara ke-duanya, seperti gunung-gunung, lautan dan lain sebagainya, jika kamu mengerti, dan menggunakan akalmu dengan baik dan benar. Janganlah kau terus menerus dengan kebatilan, padahal kau tahu kebenaran. Apakah kamu mampu melakukan apa yang dilakukan Tuhanku?", "long": "Pada ayat ini, Musa mengemukakan lagi sifat-sifat Tuhan seru sekalian alam yang mengutusnya. Dia adalah Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya. Dia adalah Tuhan yang menjadikan timur tempat matahari terbit, dan barat tempat matahari terbenam. Dia juga yang menjadikan perjalanan bintang-bintang itu dalam peredaran yang teratur. Bagi orang yang mau mempergunakan akalnya tentu dapat mengerti bahwa kejadian-kejadian yang demikian itu adalah bukti nyata yang menunjukkan adanya Tuhan yang mengatur segala-galanya dengan rapi dan baik sekali. Musa pada mulanya menghadapi dan menjawab pertanyaan Fir'aun itu dengan nada lembut dan ucapan yang mantap: \"jika kamu mempergunakan akal\". Ucapan itulah yang sesuai untuk menolak tuduhan Fir'aun kepadanya bahwa ia orang gila." } } }, { "number": { "inQuran": 2961, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala la'init takhazta ilaahan ghairee la aj'alannaka minal masjooneen" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"If you take a god other than me, I will surely place you among those imprisoned.\"", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2961", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2961.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2961.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir’aun semakin berang mendengar perkataan Nabi Musa dan mulai menggunakan kekuatannya, sebagaimana juga penguasa yang zalim, untuk membungkam musuh-musuh mereka. Fir‘aun berkata dengan nada mengancam, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara. Sebagaimana orang-orang yang telah aku penjarakan. Aku akan siksa dirimu dengan siksaan yang amat pedih.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah mengisahkan bahwa ketika Fir'aun tidak dapat melumpuhkan keterangan dan bukti-bukti yang dikemukakan oleh Musa kepadanya, ia lalu berlaku kasar dan mengancam Musa. Fir'aun berkata, \"Wahai Musa. Kalau engkau berani menyembah Tuhan selain aku, maka aku akan memasukkan kamu ke dalam penjara. Di sana akan kamu rasakan siksaan yang amat pedih, perlakuan yang kejam, dan tidak ada belas kasihan sedikit pun.\" Siksaan yang diderita orang-orang yang dipenjarakan Fir'aun lebih berat dari pembunuhan, sebab ia memenjarakan seseorang sampai yang bersangkutan mati." } } }, { "number": { "inQuran": 2962, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala awalw ji'tuka bishai'im mubeen" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"Even if I brought you proof manifest?\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (bukti) yang nyata?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2962", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2962.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2962.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Musa sama sekali tidak gentar dengan ancaman itu, karena yakin Allah selalu bersamanya. Dengan hati yang tenang, Nabi Musa menawarkan kepada Fir’aun satu tawaran. Dia Musa berkata, “Apakah engkau tetap akan memenjarakanku sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu bukti yang nyata sebagai tanda bahwa aku adalah benar-benar utusan Tuhanku?\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa ketika Musa melihat perlakuan Fir'aun yang mengancam keselamatan jiwanya, ia terpaksa tidak mengemukakan bukti-bukti yang biasanya dapat diterima akal. Ia beralih kepada mukjizat-mukjizat dan hal yang luar biasa. Musa berkata kepada Fir'aun, \"Wahai Fir'aun, apakah engkau akan memenjarakan aku sekalipun aku mengemukakan hujah yang nyata atas kebenaran pengakuanku? Hujah itu ialah mukjizat yang membuktikan adanya Tuhan Yang Mahakuasa, dan kebenaran kenabianku.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2963, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala faati biheee in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"Then bring it, if you should be of the truthful.\"", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata, “Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2963", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2963.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2963.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir‘aun berkata, baiklah kalau begitu. Aku tidak akan memenjarakanmu, tetapi tunjukkan sesuatu bukti yang nyata yang kau janjikan itu jika engkau termasuk orang yang benar terhadap pengakuanmu itu bahwa engkau adalah benar-benar utusan Tuhan!\" Tidak berselang lama, Nabi Musa memperlihatkan kepada Fir’aun apa yang ditawarkannya, yaitu tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan tangan yang mengeluarkan sinar yang berkilauan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa ketika Fir'aun mendengar ucapan Nabi Musa itu, ia berkata, \"Wahai Musa, kalau memang engkau benar di dalam pengakuanmu bahwa engkau seorang rasul, maka datangkanlah kepada kami sesuatu yang nyata itu. Seseorang yang mengaku dirinya seorang rasul, tentu mempunyai bukti yang membenarkan pengakuannya.\" Fir'aun mengemukakan ajakan itu karena yakin bahwa Musa tidak akan dapat memenuhi permintaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 2964, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u062b\u064f\u0639\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Fa alqaa 'asaahu fa izaaa hiya su'baanum mubeen" } }, "translation": { "en": "So [Moses] threw his staff, and suddenly it was a serpent manifest.", "id": "Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2964", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2964.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2964.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Musa melemparkan tongkatnya yang dahulu dia gunakan untuk menggembala kambing di negeri Madyan, tiba-tiba tongkat itu atas izin Allah berubah menjadi ular besar yang sebenarnya. Bukan tipuan sebagaimana yang dilakukan oleh para pesihir. Dengan peristiwa ini, Allah mampu mengubah benda mati menjadi benda yang hidup. Maka kebangkitan manusia di hari Kiamat bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir'aun mengemukakan tuntutan supaya Musa mendatangkan bukti yang nyata atas kebenaran dakwahnya, maka Musa segera melemparkan tongkatnya yang dengan tiba-tiba menjelma menjadi ular yang sesungguhnya. Disebutkan dalam Tafsir ar-Razi bahwa setelah tongkat Musa itu berubah menjadi ular, ular itu melenting ke atas, kemudian turun kembali ke bumi langsung menuju Fir'aun. Fir'aun berkata, \"Demi yang mengutusmu Musa, ambillah ular itu, kalau tidak saya sendiri akan mengambilnya.\" Musa lalu mengambilnya dan kembalilah ular itu menjadi tongkat lagi seperti biasa." } } }, { "number": { "inQuran": 2965, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 317, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u064e\u0639\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naza'a yadahoo faizaa hiya baidaaa'u linnaa zireen" } }, "translation": { "en": "And he drew out his hand; thereupon it was white for the observers.", "id": "Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2965", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2965.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2965.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir’aun mencoba memengaruhi para pembesarnya agar jangan terpengaruh oleh ajakan Nabi Musa. Fir‘aun, berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, “Sesungguhnya dia ini pasti seorang pesihir yang sangat pandai, maka janganlah kamu sekalian tertipu olehnya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Musa selesai menunjukkan bukti yang nyata itu, Fir'aun berkata, \"Apakah masih ada mukjizat selain itu?\" Musa menjawab, \"Ada.\" Musa lalu memasukkan tangan ke dalam kantong bajunya, kemudian mengeluarkannya kembali. Tiba-tiba tangan itu bercahaya menerangi keadaan di sekelilingnya, karena cahayanya yang sangat terang. Ibnu 'Abbas berkata, \"Ketika Musa mengeluarkan tangan dari dalam bajunya, maka tiba-tiba tangan itu menjadi putih bercahaya menyinari orang-orang yang melihatnya, bagaikan sinar matahari yang menyilaukan penglihatan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2966, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0625\u0650 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala lilmala-i hawlahooo inna haazaa lasaahirun 'aleem" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said to the eminent ones around him, \"Indeed, this is a learned magician.", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, “Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang pesihir yang pandai," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2966", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2966.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2966.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia hendak mengusir kamu dari negerimu yang subur makmur ini, di mana kamu hidup enak dan tenang di dalamnya, dengan ilmu sihirnya. Oleh karena itu apakah yang kamu sarankan kepadaku sehingga aku bisa melaksanakannya?” Fir’aun merasa terdesak sehingga meminta pertimbangan dari para pembesarnya. Pengusiran seorang dari negerinya adalah sebuah prahara kehidupan, karena mereka harus meninggalkan apa yang mereka cintai. Fir’aun menggunakan taktik ini agar mereka merasa tersentak dan akhirnya melawan Nabi Musa.", "long": "Ketika Fir'aun melihat dan menyaksikan bukti-bukti yang diperlihatkan Musa, yang menunjukkan kebenaran dakwahnya, ia tetap mengingkari dan menentang Musa dengan keras. Ia kemudian mengemukakan tiga hal kepada para pemuka kaumnya. Pertama, untuk melegakan hati para pembesar dan pemuka kaum yang ada di sekelilingnya, Fir'aun berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya Musa ini, benar-benar ahli sihir yang ulung, bukan rasul Tuhan seru sekalian alam sebagaimana pengakuannya. Yang dipertunjukkannya itu bukan mukjizat, tetapi sihir belaka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2967, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yureedu ai yukhrijakum min ardikum bisihrihee famaazaa taamuroon" } }, "translation": { "en": "He wants to drive you out of your land by his magic, so what do you advise?\"", "id": "dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2967", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2967.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2967.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pembesar itu menawarkan kepada Fir’aun agar diadakan perang tanding antara Nabi Musa dan para pesihir Mesir. Mereka menjawab, “Tahanlah untuk sementara, jangan kau bunuh dia yaitu Musa dan saudaranya yaitu nabi Harun, dan utuslah ke seluruh negeri Mesir orang-orang yang akan mengumpulkan penyihir, niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”", "long": "Kedua, untuk menghasut dan menanamkan rasa benci ke dalam hati para pembesar dan pemuka kaumnya, agar tidak percaya kepada Musa, Fir'aun berkata kepada mereka, \"Sebenarnya maksud dari sihir yang ditampakkan Musa itu adalah untuk mengambil hati rakyat. Hal itu bertujuan agar pendukung dan pengikutnya bertambah banyak untuk mengalahkan pembesar-pembesar dan pemuka-pemuka kamu sekalian. Akhirnya, mereka akan merampas dan mengusirmu dari negerimu sendiri.\" \n\nKetiga, Fir'aun meminta pertimbangan, ide-ide, dan saran-saran dari pembesar negerinya dan pemuka-pemuka kaumnya, tentang apa yang ia harus perbuat, dan bagaimana cara yang mesti dilakukan untuk membendung dan menggagalkan keinginan Musa itu. Abu as-Su'ud, pengarang Tafsir Irsyad al-'Aql as-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim, menganggap permintaan Fir'aun kepada pembesar negerinya tersebut adalah akibat kebingungan dan keheranannya menghadapi mukjizat yang telah ditunjukkan Musa. Hal itu menyebabkan Fir'aun mengubah sikapnya dalam tiga hal yang merendahkan martabatnya dan menurunkan kedudukannya:" } } }, { "number": { "inQuran": 2968, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0647\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0627\u0634\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo arjih wa akhaahu wab'as filmadaaa'ini haashireen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Postpone [the matter of] him and his brother and send among the cities gatherers", "id": "Mereka menjawab, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (pesihir)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2968", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2968.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2968.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pembesar itu menawarkan kepada Fir’aun agar diadakan perang tanding antara Nabi Musa dan para pesihir Mesir. Mereka menjawab, “Tahanlah untuk sementara, jangan kau bunuh dia yaitu Musa dan saudaranya yaitu nabi Harun, dan utuslah ke seluruh negeri Mesir orang-orang yang akan mengumpulkan penyihir, niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan jawaban para pembesar dan pemuka kaum Fir'aun atas saran yang dimintanya. Mereka menyarankan agar urusan Musa dan saudaranya, Harun, ditunda karena mereka akan mengumpulkan semua ahli sihir ulung yang ada di negeri mereka. Para ahli sihir itu dikumpulkan dan diperintahkan supaya datang mengadakan pertandingan sihir dengan Musa. Pada hari dan tempat yang telah ditentukan, para ahli sihir itu harus memperlihatkan kelebihannya di hadapan Fir'aun dan Musa. Menurut mereka, pada saat itu kemenangan akan berada di pihak mereka sehingga rakyat kembali mendukungnya. Saran ini diterima baik oleh Fir'aun dan akan dilaksanakan pada waktunya. Sebagai imbalan, ia juga akan memenuhi segala tuntutan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2969, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0643\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0633\u064e\u062d\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yaatooka bikulli sah haarin 'aleem" } }, "translation": { "en": "Who will bring you every learned, skilled magician.\"", "id": "niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2969", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2969.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2969.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pembesar itu menawarkan kepada Fir’aun agar diadakan perang tanding antara Nabi Musa dan para pesihir Mesir. Mereka menjawab, “Tahanlah untuk sementara, jangan kau bunuh dia yaitu Musa dan saudaranya yaitu nabi Harun, dan utuslah ke seluruh negeri Mesir orang-orang yang akan mengumpulkan penyihir, niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan jawaban para pembesar dan pemuka kaum Fir'aun atas saran yang dimintanya. Mereka menyarankan agar urusan Musa dan saudaranya, Harun, ditunda karena mereka akan mengumpulkan semua ahli sihir ulung yang ada di negeri mereka. Para ahli sihir itu dikumpulkan dan diperintahkan supaya datang mengadakan pertandingan sihir dengan Musa. Pada hari dan tempat yang telah ditentukan, para ahli sihir itu harus memperlihatkan kelebihannya di hadapan Fir'aun dan Musa. Menurut mereka, pada saat itu kemenangan akan berada di pihak mereka sehingga rakyat kembali mendukungnya. Saran ini diterima baik oleh Fir'aun dan akan dilaksanakan pada waktunya. Sebagai imbalan, ia juga akan memenuhi segala tuntutan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2970, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064f\u0645\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fa jumi'as saharatu limeeqaati Yawmim ma'loom" } }, "translation": { "en": "So the magicians were assembled for the appointment of a well-known day.", "id": "Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2970", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2970.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2970.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu pagi pada hari yang telah ditentukan, yaitu pada hari raya mereka, di mana mereka berhias diri untuk bersenang-senang (Lihat: Surah Thaha/20: 59).", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir'aun mendapat saran dari pembesar dan pemuka kaumnya supaya tidak gegabah menindak Musa, dan lebih baik mengumpulkan ahli-ahli sihir, maka Fir'aun melaksanakan saran itu. Ia memerintahkan agar para ahli sihir sudah siap pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu pada hari yang diumumkan sebagai hari raya." } } }, { "number": { "inQuran": 2971, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 19, "page": 368, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qeela linnaasi hal antum mujtami'oon" } }, "translation": { "en": "And it was said to the people, \"Will you congregate", "id": "dan diumumkan kepada orang banyak, “Berkumpullah kamu semua," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2971", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2971.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2971.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan diumumkan kepada orang banyak untuk segera berkumpul menyaksikan pertandingan yang sangat menentukan nasib para petarung, apakah Nabi Musa atau para penyihir itu. “Berkumpullah kamu semua, jangan ada di antara kamu yang tertinggal.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa Fir'aun menyuruh rakyatnya berkumpul, untuk menyaksikan peristiwa yang akan terjadi pada hari yang ditetapkan sebagai hari raya itu. Fir'aun yakin bahwa pihaknya yang akan mendapatkan kemenangan. Ia berpendapat bahwa tak seorang pun dari rakyatnya itu yang akan beriman kepada Musa. Fir'aun sengaja mengumpulkan semua rakyatnya untuk menyaksikan adu kekuatan antara para pesihirnya dengan Musa, supaya mereka tetap mengikuti para pesihir itu dan berpegang teguh kepada agama mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2972, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La'allanaa nattabi'us saharata in kaanoo humul ghaalibeen" } }, "translation": { "en": "That we might follow the magicians if they are the predominant?\"", "id": "agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2972", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2972.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2972.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Tujuannya adalah agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang dalam perang tanding ini.\" Untuk mengalahkan Nabi Musa, Ternyata Fir’aun yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan, masih menggunakan orang lain, seperti penyihir, bukan kekuatan dirinya.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa Fir'aun menyuruh rakyatnya berkumpul, untuk menyaksikan peristiwa yang akan terjadi pada hari yang ditetapkan sebagai hari raya itu. Fir'aun yakin bahwa pihaknya yang akan mendapatkan kemenangan. Ia berpendapat bahwa tak seorang pun dari rakyatnya itu yang akan beriman kepada Musa. Fir'aun sengaja mengumpulkan semua rakyatnya untuk menyaksikan adu kekuatan antara para pesihirnya dengan Musa, supaya mereka tetap mengikuti para pesihir itu dan berpegang teguh kepada agama mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2973, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'as saharatu qaaloo li Fir'awna a'inna lanaa la ajjran in kunnaa nahnul ghaalibeen" } }, "translation": { "en": "And when the magicians arrived, they said to Pharaoh, \"Is there indeed for us a reward if we are the predominant?\"", "id": "Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2973", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2973.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2973.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun untuk meminta janji imbalan, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang melawan Musa?\" Demikianlah para pesihir bersedia membela Fir’aun bukan karena mempertahankan kebenaran tapi menginginkan imbalan yang besar.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah berkumpul di ruangan tempat Fir'aun, para ahli sihir itu meminta kebijaksanaan Fir'aun supaya mau memberikan bayaran dan menjadikan mereka lebih dekat dengannya apabila menang nanti. Fir'aun menerima baik permintaan itu, bahkan ia berjanji akan menjadikan mereka penasihat yang selalu diajak duduk bersama, dan dijadikan orang-orang yang terdekat dengannya. Setelah ada pengertian bersama antara ahli-ahli sihir dengan Fir'aun tentang bayaran dan fasilitas lainnya, mereka kemudian mengadu kekuatan dengan Musa. Mereka bertanya kepadanya, \"Wahai Musa! Engkaukah yang lebih dahulu menampilkan dan mendemonstrasikan sihirmu atau kami yang lebih dahulu?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2974, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0646\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala na'am wa innakum izal laminal muqarrabeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"Yes, and indeed, you will then be of those near [to me].\"", "id": "Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (kepadaku).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2974", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2974.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2974.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir‘aun menjawab, “Ya, kalian akan mendapatkan imbalan yang besar dan bahkan di samping itu, kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat kepadaku, dengan kedudukan itu kamu pasti akan mendapatkan fasilitas-fsilitas terbaik dariku.\"", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah berkumpul di ruangan tempat Fir'aun, para ahli sihir itu meminta kebijaksanaan Fir'aun supaya mau memberikan bayaran dan menjadikan mereka lebih dekat dengannya apabila menang nanti. Fir'aun menerima baik permintaan itu, bahkan ia berjanji akan menjadikan mereka penasihat yang selalu diajak duduk bersama, dan dijadikan orang-orang yang terdekat dengannya. Setelah ada pengertian bersama antara ahli-ahli sihir dengan Fir'aun tentang bayaran dan fasilitas lainnya, mereka kemudian mengadu kekuatan dengan Musa. Mereka bertanya kepadanya, \"Wahai Musa! Engkaukah yang lebih dahulu menampilkan dan mendemonstrasikan sihirmu atau kami yang lebih dahulu?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2975, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala lahum Moosaaa alqoo maaa antum mulqoon" } }, "translation": { "en": "Moses said to them, \"Throw whatever you will throw.\"", "id": "Dia (Musa) berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2975", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2975.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2975.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pesihir mempersilakan Nabi Musa memperlihatkan kehebatannya terlebih dahulu (Lihat: Surah Al-A’ràf/7: 115). Namun sebelumnya Nabi Musa mengingatkan mereka agar tidak meneruskan perang tanding ini karena mereka pasti kalah (Lihat: Surah Tàha:61). Akan tetapi, mereka tetap dengan pendirian mereka. Perang tanding pun dimulai. Musa, berkata kepada mereka para pesihir itu, \"Sekarang aku berikan kesempatan kepada kalian, Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan, agar nanti bisa terlihat mana yang benar dan mana yang batil.\" Lain halnya jika Nabi Musa terlebih dahulu yang beraksi.", "long": "Ayat ini menggambarkan suasana adu kekuatan antara para pesihir Fir'aun dengan mukjizat Nabi Musa. Musa menawarkan kepada para pesihir itu untuk memulai sihirnya, yang mereka yakini bisa menggugurkan pengakuan Musa sebagai seorang rasul Allah. Para pesihir Fir'aun segera melemparkan tali-tali yang mereka siapkan seraya menyebut nama Fir'aun, dan mereka merasa yakin akan menang. Dengan kecepatan gerak tangan dan ilmu sihir mereka, tali-tali itu seolah-olah bergerak, mengecoh orang-orang yang menyaksikannya, sehingga mereka menyangka tali-tali itu berubah menjadi ular sesungguhnya, yang merayap ke sana kemari. Hal ini digambarkan dalam firman Allah:\n\nMaka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka. (thaha/20: 66)\n\nDengan sihirnya, para pesihir itu telah menakut-nakuti dan mengelabui mata orang banyak. Mereka mengeluarkan segenap kemampuan yang ada pada mereka, dan menganggap telah cukup untuk memperoleh kemenangan dalam adu kekuatan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2976, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u062d\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0635\u0650\u064a\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa alqaw hibaalahum wa 'isiyyahum wa qaaloo bi'izzati Fir'awna innaa lanahnul ghaaliboon" } }, "translation": { "en": "So they threw their ropes and their staffs and said, \"By the might of Pharaoh, indeed it is we who are predominant.\"", "id": "Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, pasti kamilah yang akan menang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2976", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2976.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2976.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata dan bersumpah dengan penuh keyakinan, “Demi kekuasaan Fir‘aun, pasti kamilah yang akan menang.” Tongkat dan tali temali yang dilemparkan para pesihir itu terlihat oleh pengunjung seperti ular-ular yang berkeliaran ke sana ke mari yang menakutkan. Inilah puncak prestasi sihir mereka. Melihat gelagat ini, Nabi Musa merasa takut, tapi Allah menentramkannya, \"Wahai Musa, jangan takut, kamu pasti menang” Allah kemudian memerintahkan Nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya.", "long": "Ayat ini menggambarkan suasana adu kekuatan antara para pesihir Fir'aun dengan mukjizat Nabi Musa. Musa menawarkan kepada para pesihir itu untuk memulai sihirnya, yang mereka yakini bisa menggugurkan pengakuan Musa sebagai seorang rasul Allah. Para pesihir Fir'aun segera melemparkan tali-tali yang mereka siapkan seraya menyebut nama Fir'aun, dan mereka merasa yakin akan menang. Dengan kecepatan gerak tangan dan ilmu sihir mereka, tali-tali itu seolah-olah bergerak, mengecoh orang-orang yang menyaksikannya, sehingga mereka menyangka tali-tali itu berubah menjadi ular sesungguhnya, yang merayap ke sana kemari. Hal ini digambarkan dalam firman Allah:\n\nMaka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka. (thaha/20: 66)\n\nDengan sihirnya, para pesihir itu telah menakut-nakuti dan mengelabui mata orang banyak. Mereka mengeluarkan segenap kemampuan yang ada pada mereka, dan menganggap telah cukup untuk memperoleh kemenangan dalam adu kekuatan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2977, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u062a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0641\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa alqaa Moosaa 'asaahu fa izaa hiya talqafu maa yaafikoon" } }, "translation": { "en": "Then Moses threw his staff, and at once it devoured what they falsified.", "id": "Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2977", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2977.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2977.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba saja tongkat itu berubah menjadi ular besar yang sangat menakutkan, kemudian ia, ular besar itu menelan benda-benda yang kelihatan seperti ular itu, padahal itu adalah benda-benda yang palsu yang mereka ada-adakan itu, karena berasal dari sihir, dan sihir itu berasal dari setan.", "long": "Setelah semua pesihir Fir'aun melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, yang dalam bayangan orang banyak seakan-akan menjadi ular, maka tibalah giliran Musa. Ketika Musa menjatuhkan tongkatnya yang menjelma menjadi ular sesungguhnya, tiba-tiba ular itu memakan habis ular-ular palsu yang mereka ada-adakan itu. Dengan demikian jelaslah mana yang benar dan mana yang batil sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nMaka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia. (al-A'raf/7: 118)\n\nDan firman-Nya:\n\nSebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. (al-Anbiya'/21: 18)" } } }, { "number": { "inQuran": 2978, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ulqiyas saharatu saajideen" } }, "translation": { "en": "So the magicians fell down in prostration [to Allah].", "id": "Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2978", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2978.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2978.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sehabis menelan “ular-ular” para pesihir, Nabi Musa mengambil tongkatnya kembali. Melihat kejadian yang sangat dramatis ini, para pesihir tertegun, terpana, dan merasa terkalahkan. Mereka yakin bahwa Nabi Musa bukanlah penyihir. Lalu serta merta mereka bersujud. Maka, tanpa menunggu lebih lama lagi menyungkurlah para pesihir itu, bersujud di tanah tanpa ragu-ragu, karena mereka telah menemukan kebenaran.", "long": "Setelah semua pesihir Fir'aun melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, yang dalam bayangan orang banyak seakan-akan menjadi ular, maka tibalah giliran Musa. Ketika Musa menjatuhkan tongkatnya yang menjelma menjadi ular sesungguhnya, tiba-tiba ular itu memakan habis ular-ular palsu yang mereka ada-adakan itu. Dengan demikian jelaslah mana yang benar dan mana yang batil sebagaimana tersebut dalam firman Allah:\n\nMaka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia. (al-A'raf/7: 118)\n\nDan firman-Nya:\n\nSebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. (al-Anbiya'/21: 18)" } } }, { "number": { "inQuran": 2979, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo aamannaa bi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "They said, \"We have believed in the Lord of the worlds,", "id": "Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2979", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2979.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2979.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pesihir berkata dengan penuh keyakinan “Kami beriman, yakin, dan percaya kepada Tuhan pencipta seluruh alam sebagaimana yang diyakini oleh Musa, yaitu Tuhan Musa dan Harun, Tuhan seluruh alam.\"", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah menyaksikan apa yang terjadi, ahli-ahli sihir Fir'aun itu menyerah kalah. Mereka tersungkur dan lalu bersujud kepada Allah Tuhan Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa, sambil berikrar, \"Kami telah beriman kepada Tuhan semesta alam, yaitu Tuhan yang disembah Musa dan Harun.\" Mereka berbuat demikian karena sadar bahwa apa yang mereka perlihatkan kepada orang banyak hanyalah khayalan dan tipuan semata. Adapun apa yang diperlihatkan Musa adalah mukjizat, dan betul-betul bukan sihir. Itu adalah suatu kekuasaan yang jauh lebih unggul dari apa yang mereka ketahui, dan datangnya dari langit untuk memperkuat Musa di dalam pengakuannya sebagai seorang rasul Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2980, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbi Moosaa wa Haaroon" } }, "translation": { "en": "The Lord of Moses and Aaron.\"", "id": "(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2980", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2980.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2980.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pesihir berkata dengan penuh keyakinan “Kami beriman, yakin, dan percaya kepada Tuhan pencipta seluruh alam sebagaimana yang diyakini oleh Musa. yaitu Tuhan Musa dan Harun, Tuhan seluruh alam.\"", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah menyaksikan apa yang terjadi, ahli-ahli sihir Fir'aun itu menyerah kalah. Mereka tersungkur dan lalu bersujud kepada Allah Tuhan Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa, sambil berikrar, \"Kami telah beriman kepada Tuhan semesta alam, yaitu Tuhan yang disembah Musa dan Harun.\" Mereka berbuat demikian karena sadar bahwa apa yang mereka perlihatkan kepada orang banyak hanyalah khayalan dan tipuan semata. Adapun apa yang diperlihatkan Musa adalah mukjizat, dan betul-betul bukan sihir. Itu adalah suatu kekuasaan yang jauh lebih unggul dari apa yang mereka ketahui, dan datangnya dari langit untuk memperkuat Musa di dalam pengakuannya sebagai seorang rasul Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 2981, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0644\u064e\u0623\u064f\u0642\u064e\u0637\u0651\u0650\u0639\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala aamantum lahoo qabla an aazana lakum innahoo lakabeerukumul lazee 'alla makumus sihra falasawfa ta'lamoon; la uqatti'anna aidiyakum wa arjulakum min khilaafinw wa la usallibanna kum ajma'een" } }, "translation": { "en": "[Pharaoh] said, \"You believed Moses before I gave you permission. Indeed, he is your leader who has taught you magic, but you are going to know. I will surely cut off your hands and your feet on opposite sides, and I will surely crucify you all.\"", "id": "Dia (Fir‘aun) berkata, “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2981", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2981.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2981.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan dikalahkannya para pesihir itu, posisi Fir’aun semakin terdesak. Padahal kejadian ini disaksikan banyak sekali penduduk yang berkerumun. Fir’aun lalu berkata kapada para pesihir dengan suara lantang dan menggertak dengan nada geram, “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Padahal aku adalah pemimpin yang ditaati dan ditakuti. Sesungguhnya dia, Musa, pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu.\" Lalu Fir’aun mengancam mereka, \"Nanti kamu pasti akan tahu akibat perbuatanmu. Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya di tiang sampai kamu mati di tiang salib itu.", "long": "Setelah para ahli sihir itu berikrar bahwa mereka menjadi beriman kepada Tuhan semesta alam, yang berarti tidak lagi mengakui Fir'aun sebagai tuhan mereka, Fir'aun menjadi sangat marah. Dengan sombong, ia mengancam akan menindak mereka, tetapi ancaman itu tidak diindahkan oleh mereka. Bahkan dengan ancaman itu, iman mereka makin bertambah mantap karena tabir kekafiran telah terbuka dan telah kelihatan jelas oleh mereka cahaya kebenaran. \n\nIkrar yang diucapkan oleh ahli-ahli sihir itu membuat Fir'aun merasa dilecehkan haknya sebagai seorang yang berkuasa dan mengakui dirinya sebagai tuhan, karena mereka telah beriman kepada Musa tanpa minta izin lebih dahulu kepadanya. Menurut Fir'aun, sebelum mereka memeluk agama Musa, mereka itu harus lebih dahulu minta izin padanya, karena ia adalah seorang penguasa yang harus dipatuhi. Untuk mengelabui dan menyesatkan orang banyak, Fir'aun menuduh antara Musa dan para ahli sihir itu ada persekongkolan, karena Musa yang mengajarkan kepada mereka ilmu sihir. Tuduhan itu tentu tidak berdasar, karena sebelum adu kekuatan, mereka tidak bertemu dengan Musa. Puncak dari kemarahan Fir'aun, ia mengancam mereka akan merasakan siksaan, sebagai akibat dari perbuatan mereka itu. Ia mengancam akan memotong tangan dan kaki mereka secara bersilang bahkan akan membunuh mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2982, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0636\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo la daira innaaa ilaa Rabbinaa munqalliboon" } }, "translation": { "en": "They said, \"No harm. Indeed, to our Lord we will return.", "id": "Mereka berkata, “Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2982", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2982.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2982.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun ancaman Fir’aun tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus beriman kepada Allah. Demikianlah hati jika sudah tenteram dengan keimanan tidak akan mudah goyah dengan ancaman apa pun. Para pesihir itu bahkan berani berterus terang dengan keimanan mereka. Mereka berkata, “Tidak ada sama sekali yang kami takutkan dengan semua yang engkau ancamkan kepada kami, karena pada akhirnya kami semua akan mati, kami akan kembali kepada Tuhan kami dan kami harus mempertanggungjawabkan perbuatan kami di hadapan Tuhan kami.", "long": "Ancaman Fir'aun yang cukup berat itu, tidak digubris sama sekali oleh para ahli sihir itu. Mereka bahkan berharap dapat merasakan ancaman itu karena bagi mereka semua orang yang hidup pada suatu waktu pasti mati, tidak ada daya upaya untuk mengelak daripadanya. Firman Allah:\n\nSetiap yang bernyawa akan merasakan mati. (al-Anbiya'/21: 35)\n\nDan firman-Nya:\n\nKatakanlah, \"Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu,\" (al-Jumu'ah/62: 8)\n\nMereka itu hanya memikirkan dua hal, sebagai penghibur hati mereka:\n\nPertama, mereka akan kembali kepada ajaran Tuhan semesta alam, Tuhan yang disembah Musa dan Harun dan mengikuti agama Nabi Musa a.s. Dengan demikian, mereka akan selamat dari azab akhirat yang amat pedih dan berkepanjangan, yang jauh lebih berat dibanding dengan siksaan yang diancamkan Fir'aun kepada mereka.\n\nKedua, mereka sangat mengharapkan agar Tuhan semesta alam mau mengampuni dosa mereka karena melakukan perbuatan sihir dan kekafiran. Merekalah yang pertama kali beriman kepada Tuhan yang disembah Musa, dari sekian banyak orang yang turut menyaksikan adu kekuatan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2983, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 147, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa natma'u ai yaghfira lanaa Rabbunna khataa yaanaaa an kunnaaa awwalal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, we aspire that our Lord will forgive us our sins because we were the first of the believers.\"", "id": "Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2983", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2983.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2983.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka terus berkata, \"Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni segala kesalahan yang kami perbuat karena perbuatan sihir kami, ketaatan kami kepada Fir’aun, dan lain-lainnya, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman kepada Tuhan Musa dan Harun.\"", "long": "Ancaman Fir'aun yang cukup berat itu, tidak digubris sama sekali oleh para ahli sihir itu. Mereka bahkan berharap dapat merasakan ancaman itu karena bagi mereka semua orang yang hidup pada suatu waktu pasti mati, tidak ada daya upaya untuk mengelak daripadanya. Firman Allah:\n\nSetiap yang bernyawa akan merasakan mati. (al-Anbiya'/21: 35)\n\nDan firman-Nya:\n\nKatakanlah, \"Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu,\" (al-Jumu'ah/62: 8)\n\nMereka itu hanya memikirkan dua hal, sebagai penghibur hati mereka:\n\nPertama, mereka akan kembali kepada ajaran Tuhan semesta alam, Tuhan yang disembah Musa dan Harun dan mengikuti agama Nabi Musa a.s. Dengan demikian, mereka akan selamat dari azab akhirat yang amat pedih dan berkepanjangan, yang jauh lebih berat dibanding dengan siksaan yang diancamkan Fir'aun kepada mereka.\n\nKedua, mereka sangat mengharapkan agar Tuhan semesta alam mau mengampuni dosa mereka karena melakukan perbuatan sihir dan kekafiran. Merekalah yang pertama kali beriman kepada Tuhan yang disembah Musa, dari sekian banyak orang yang turut menyaksikan adu kekuatan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 2984, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 318, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa awhainaaa ilaa Moosaaa an asri bi'ibaadeee innakum muttaba'oon" } }, "translation": { "en": "And We inspired to Moses, \"Travel by night with My servants; indeed, you will be pursued.\"", "id": "Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2984", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2984.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2984.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walaupun Fir’aun telah kalah dalam pertarungan, tapi tetap saja dia angkuh dan sombong, dan bahkan terus menindas Bani Israil di Mesir. Nabi Musa terus berdakwah beberapa tahun lamanya. Sampai pada puncaknya, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk keluar dari tanah Mesir menuju ke negeri yang dijanjikan yaitu di baitul Maqdis. Dan Kami wahyukan serta Kami perintahkan kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa serta hamba-hamba-Ku, yaitu Bani Israil, keluar dari tanah Mesir, agar mereka lepas dari kezaliman raja Fir’aun, sebab pasti kamu akan dikejar. Jika kamu keluar pada malam hari, kamu akan sampai di tepi laut pada pagi harinya. Mereka yang mengejar di pagi hari tidak akan mampu mengejarmu, karena saat itu kamu sudah berada di laut.\" Mendengar Nabi Musa dan Bani Israil keluar dari Mesir, Fir’aun memerintahkan kaumnya untuk mengejar Nabi Musa dan Bani Israil.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mewahyukan kepada Musa supaya pergi bersama Bani Israil meninggalkan Mesir pada malam hari. Allah juga mengabarkan bahwa ketika Fir'aun mendengar berita ini, dia dan tentaranya pasti akan menyusul dan memaksa mereka untuk kembali menjadi budak-budak yang melayani keinginan dan kebutuhan mereka. Kepergian orang-orang Bani Israil akan memberi kerugian besar bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2985, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0627\u0634\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa arsala Fir'awnu filmadaaa'ini haashireen" } }, "translation": { "en": "Then Pharaoh sent among the cities gatherers", "id": "Kemudian Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota (untuk mengumpulkan bala tentaranya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2985", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2985.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2985.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk memobilisasi umum bala tentaranya dan pengikutnya dalam rangka mengejar Nabi Musa kemudian membunuhnya. Setelah Fir’aun melihat jumlah bala tentaranya demikian besar, dia menganggap remeh Nabi Musa dan Bani Israil. Tapi sebenarnya Fir’aun sudah merasa panik dan galau.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ketika Fir'aun mengetahui bahwa Musa dan Bani Israil telah berangkat, ia lalu menyebarkan beberapa orang pejabatnya ke segenap negeri Mesir. Ia juga mengumpulkan tentaranya untuk menyusul Musa dan Bani Israil, mengembalikan mereka ke Mesir, dan menyiksa mereka dengan siksaan yang berat. Untuk membangkitkan semangat dan membesarkan hati tentaranya, Fir'aun mengemukakan bahwa tugas yang harus mereka lakukan itu mudah untuk dilaksanakan karena Musa dan Bani Israil, jumlahnya sedikit sekali. Oleh karena itu, mereka tidak perlu ragu-ragu. Dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat, mereka akan dapat menyusul Musa dan rombongannya serta mengembalikan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2986, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0644\u064e\u0634\u0650\u0631\u0652\u0630\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna haaa'ulaaa'i lashir zimatun qaleeloon" } }, "translation": { "en": "[And said], \"Indeed, those are but a small band,", "id": "(Fir‘aun berkata), “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2986", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2986.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2986.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir‘aun berkata kepada para pembesarnya, “Sesungguhnya mereka Bani Israil itu hanya sekelompok kecil. Jumlah mereka sangat tidak sebanding dengan tentara kita. Kita akan dengan mudah bisa mengalahkan mereka.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ketika Fir'aun mengetahui bahwa Musa dan Bani Israil telah berangkat, ia lalu menyebarkan beberapa orang pejabatnya ke segenap negeri Mesir. Ia juga mengumpulkan tentaranya untuk menyusul Musa dan Bani Israil, mengembalikan mereka ke Mesir, dan menyiksa mereka dengan siksaan yang berat. Untuk membangkitkan semangat dan membesarkan hati tentaranya, Fir'aun mengemukakan bahwa tugas yang harus mereka lakukan itu mudah untuk dilaksanakan karena Musa dan Bani Israil, jumlahnya sedikit sekali. Oleh karena itu, mereka tidak perlu ragu-ragu. Dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat, mereka akan dapat menyusul Musa dan rombongannya serta mengembalikan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2987, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innahum lanaa laghaaa'izoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, they are enraging us,", "id": "dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2987", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2987.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2987.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya mereka, Bani Israil itu, telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, seperti ajakan mereka kepada kita untuk menyembah Tuhan mereka, padahal mereka adalah bawahan dan rakyat jelata kita.", "long": "Fir'aun mencari alasan memusuhi Bani Israil dengan mengatakan bahwa mereka adalah musuh yang selalu mengacau sehingga keamanan tidak terjamin. Bani Israil juga dikatakan senantiasa membangkitkan amarah, menganut agama baru, dan meninggalkan agama nenek moyang mereka. Mereka berani meninggalkan Mesir tanpa lebih dahulu minta izin, membawa kabur harta benda yang mereka pinjam dari Fir'aun dan rakyatnya. Fir'aun mengatakan kepada kaumnya untuk selalu hati-hati dan waspada menjaga agar jangan sampai perbuatan mereka berakibat jauh. Mereka mempunyai persenjataan yang cukup dan lengkap untuk mengalahkan Bani Israil." } } }, { "number": { "inQuran": 2988, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u062d\u064e\u0627\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innaa lajamee'un haaziroon" } }, "translation": { "en": "And indeed, we are a cautious society... \"", "id": "dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2988", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2988.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2988.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan sesungguhnya kita semua, tanpa kecuali, harus selalu waspada, mawas diri terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi yang diperbuat oleh Musa dan Bani Israil.\" Kemudian Fir’aun bergerak mengejar Nabi Musa dan meninggalkan Mesir.", "long": "Fir'aun mencari alasan memusuhi Bani Israil dengan mengatakan bahwa mereka adalah musuh yang selalu mengacau sehingga keamanan tidak terjamin. Bani Israil juga dikatakan senantiasa membangkitkan amarah, menganut agama baru, dan meninggalkan agama nenek moyang mereka. Mereka berani meninggalkan Mesir tanpa lebih dahulu minta izin, membawa kabur harta benda yang mereka pinjam dari Fir'aun dan rakyatnya. Fir'aun mengatakan kepada kaumnya untuk selalu hati-hati dan waspada menjaga agar jangan sampai perbuatan mereka berakibat jauh. Mereka mempunyai persenjataan yang cukup dan lengkap untuk mengalahkan Bani Israil." } } }, { "number": { "inQuran": 2989, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fa akhrajnaahum min Jannaatinw wa 'uyoon" } }, "translation": { "en": "So We removed them from gardens and springs", "id": "Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2989", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2989.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2989.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, Kami keluarkan mereka, yaitu Fir‘aun dan kaumnya, dari taman-taman dan mata air, yang sangat indah yang mereka punyai demi untuk sesuatu tujuan yang batil. Dan Kami keluarkan mereka juga dari harta kekayaan dan kedudukan yang mulia yang mereka dapatkan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah akan mengeluarkan Fir'aun dan kaumnya dari kesenangan ke dalam kesusahan dan kebinasaan. Mereka akan meninggalkan rumah yang mewah dan menjulang tinggi, meninggalkan taman-taman yang indah tempat mereka berekreasi sepuas hati. Mereka juga akan meninggalkan sungai-sungai yang mengalir dengan jernih seperti sungai Nil yang menjadi bagian dari kehidupan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 2990, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0632\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064d \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa kunoozinw wa ma qaamin kareem" } }, "translation": { "en": "And treasures and honorable station -", "id": "dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2990", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2990.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2990.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, Kami keluarkan mereka, yaitu Fir‘aun dan kaumnya, dari taman-taman dan mata air, yang sangat indah yang mereka punyai demi untuk sesuatu tujuan yang batil. Dan Kami keluarkan mereka juga dari harta kekayaan dan kedudukan yang mulia yang mereka dapatkan.", "long": "Allah menerangkan bahwa Fir'aun dan kaumnya akan meninggalkan harta benda, kerajaan, dan kedudukan yang tinggi dan mulia yang tidak ada bandingannya. Ibnu Umar, Ibnu 'Abbas, dan Mujahid menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kedudukan yang mulia di sini ialah mimbar-mimbar untuk para pembesar Fir'aun. \n\nBeberapa mufasir berbeda pendapat mengenai kedudukan yang tinggi ini. Ada yang berpendapat itu adalah rumah-rumah yang indah, dan ada yang berpendapat mimbar-mimbar dan mahligai para pembesar Fir'aun. Allah berfirman:\n\n\"Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan, juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah, dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana.\" (ad-Dukhan/44: 25-27)" } } }, { "number": { "inQuran": 2991, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalika wa awrasnaahaa Baneee Israaa'eel" } }, "translation": { "en": "Thus. And We caused to inherit it the Children of Israel.", "id": "demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2991", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2991.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2991.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya itu kepada Bani Israil. Merekalah pada akhirnya yang mewarisi kekayaan Fir’aun dan peng-ikutnya setelah semuanya binasa.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa semua taman dan tempat yang indah, sungai, harta kekayaan, dan kedudukan tinggi yang akan ditinggalkan oleh Fir'aun dan kaumnya, akan dianugerahkan kepada Bani Israil di Palestina sesuai dengan janji Allah kepada mereka. Firman Allah:\n\n\"Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.\" (al-A'raf/7: 137)" } } }, { "number": { "inQuran": 2992, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 19, "page": 369, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa atba'oohum mushriqeen" } }, "translation": { "en": "So they pursued them at sunrise.", "id": "Lalu (Fir‘aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2992", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2992.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2992.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Fir‘aun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka Musa dan Bani Israil, pada waktu matahari terbit di pagi hari. Kedua kekuatan berada pada jarak yang semakin dekat. Situasi sudah sangat menegangkan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Fir'aun beserta segenap aparat pemerintahan dan bala tentaranya, baru bisa ke luar meninggalkan Mesir untuk menyusul Musa dan Bani Israil pada waktu pagi. Mengenai keterlambatan mereka ada dua pendapat:\n\nPertama: Sebagaimana disebut dalam kitab Perjanjian Lama (Keluaran 11-12), mereka ditimpa musibah maut pada malam keberangkatan Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir. Pada pertengahan malam itu, banyak perawan Mesir mati, baik manusia maupun binatang, sehingga menyebabkan mereka sibuk mengubur jenazah-jenazah itu sampai pagi. Kedua: Karena pada malam itu mereka diliputi kabut yang tebal dan udara yang sangat dingin sampai pagi." } } }, { "number": { "inQuran": 2993, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u062f\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa taraaa'al jam'aani qaala as haabu Moosaaa innaa lamudrakoon" } }, "translation": { "en": "And when the two companies saw one another, the companions of Moses said, \"Indeed, we are to be overtaken!\"", "id": "Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Kita benar-benar akan tersusul.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2993", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2993.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2993.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa dengan nada gemetar dan takut “Kita benar-benar akan tersusul, oleh Fir’aun dan bala tentaranya.\"", "long": "Ketika Musa beserta Bani Israil dan Fir'aun bersama bala tentaranya berada dalam jarak yang dekat, Bani Israil merasa cemas dan khawatir kalau mereka tersusul oleh Fir'aun dan bala tentaranya. Mereka berkata kepada Musa, \"Fir'aun dan tentaranya telah menyiksa anak-anak kami sebelum kami berangkat, dan setelah tersusul, kami semua akan dibunuh oleh mereka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 2994, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0633\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala kallaaa inna ma'iya Rabbee sa yahdeen" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"No! Indeed, with me is my Lord; He will guide me.\"", "id": "Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2994", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2994.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2994.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia Musa menjawab dengan tenang dan meyakinkan, “Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Tuhanku yang menyuruhku keluar dari Mesir, maka pasti Tuhanku jualah yang akan melindungi kita dengan cara-Nya sendiri.\"", "long": "Atas kecemasan dan kekhawatiran Bani Israil itu, Musa menghibur hati mereka dengan ucapan yang tegas bahwa mereka sekali-kali tidak akan tersusul oleh Fir'aun. Perbuatannya mengajak dan membawa pergi Bani Israil keluar dari Mesir menuju Palestina adalah perintah dan kehendak Allah. Dengan demikian, Allah akan menunjukkan kepada mereka jalan keluar, sehingga mereka selamat dari segala bahaya yang mengancam. Allah pula yang akan memberinya pertolongan dan kemenangan serta menjamin keselamatan mereka dari kekejaman Fir'aun dan bala tentaranya." } } }, { "number": { "inQuran": 2995, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628 \u0628\u0651\u0650\u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0641\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0641\u0650\u0631\u0652\u0642\u064d \u0643\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0648\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fa awhainaaa ilaa Moosaaa anidrib bi'asaakal bahra fanfalaqa fakaana kullu firqin kattawdil 'azeem" } }, "translation": { "en": "Then We inspired to Moses, \"Strike with your staff the sea,\" and it parted, and each portion was like a great towering mountain.", "id": "Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2995", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2995.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2995.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada saat genting seperti inilah, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Allah sebenarnya bisa membelahkan laut tanpa harus ada penyebab berupa pukulan tongkat, tapi Allah ingin agar manusia tetap berusaha. Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Lalu Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut, Maka seketika itu, terbelahlah lautan itu menjadi daratan yang bisa dilalui oleh Nabi Musa. Daratan itu terdiri dari dua belas belahan, sesuai dengan kelompok yang ada pada Bani Israil. Dan setiap belahan seperti gunung yang besar.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mewahyukan kepada Musa dan menunjukkan jalan keluar dari bahaya yang mengancam itu. Musa diperintahkan untuk memukulkan tongkatnya ke laut sehingga lautan itu terbelah dan membentuk jalan yang akan dilalui setiap keturunan Bani Israil. Setiap belahan dari air laut itu merupakan gunung besar dan tinggi, serta membentuk jalan yang kering dan bisa dilalui Bani Israil, sebagaimana firman Allah:\n\nDan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, \"Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).\" (thaha/20: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 2996, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0644\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062b\u064e\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa azlafnaa sammal aakhareen" } }, "translation": { "en": "And We advanced thereto the pursuers.", "id": "Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2996", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2996.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2996.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain, yaitu Fir’aun dan bala tentaranya, sebagai cara Kami sebelum menenggelamkan mereka. Lalu Fir’aun dan bala tentaranya mengejar Nabi Musa melalui jalan yang terbelah itu. Kemudian setelah semuanya berada di tengah laut, Kami kembalikan daratan itu menjadi laut kembali, sehingga Fir’aun dan semua bala tentaranya mati tenggelam.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir'aun melihat Bani Israil dari dekat berjalan mengarungi lautan itu, ia dan tentaranya pun mengikuti jejak mereka dan memasuki lautan. Ketika Fir'aun dan tentaranya berada di tengah-tengah laut, sedang Musa dan Bani Israil sudah sampai di seberang lautan dan semuanya selamat sampai di darat, air laut pun bertaut kembali seperti biasa. Dengan demikian, Fir'aun yang sedang meniti jalan yang sama terjebak air dan tenggelam bersama tentaranya, sehingga tidak ada seorang pun yang selamat." } } }, { "number": { "inQuran": 2997, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anjainaa Moosaa wa mam ma'ahooo ajma'een" } }, "translation": { "en": "And We saved Moses and those with him, all together.", "id": "Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2997", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2997.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2997.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya sebagai balasan atas kesabaran mereka dalam mengahadapi Fir’aun dan kekejamannya, dan atas kesabaran taat kepada ajakan Nabi Musa untuk berhijrah dari negeri Mesir.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir'aun melihat Bani Israil dari dekat berjalan mengarungi lautan itu, ia dan tentaranya pun mengikuti jejak mereka dan memasuki lautan. Ketika Fir'aun dan tentaranya berada di tengah-tengah laut, sedang Musa dan Bani Israil sudah sampai di seberang lautan dan semuanya selamat sampai di darat, air laut pun bertaut kembali seperti biasa. Dengan demikian, Fir'aun yang sedang meniti jalan yang sama terjebak air dan tenggelam bersama tentaranya, sehingga tidak ada seorang pun yang selamat." } } }, { "number": { "inQuran": 2998, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa aghraqnal aakhareen" } }, "translation": { "en": "Then We drowned the others.", "id": "Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2998", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2998.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2998.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain yaitu Fir’aun dan bala tentaranya, sebagai balasan atas kesombongan dan kekafiran mereka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir'aun melihat Bani Israil dari dekat berjalan mengarungi lautan itu, ia dan tentaranya pun mengikuti jejak mereka dan memasuki lautan. Ketika Fir'aun dan tentaranya berada di tengah-tengah laut, sedang Musa dan Bani Israil sudah sampai di seberang lautan dan semuanya selamat sampai di darat, air laut pun bertaut kembali seperti biasa. Dengan demikian, Fir'aun yang sedang meniti jalan yang sama terjebak air dan tenggelam bersama tentaranya, sehingga tidak ada seorang pun yang selamat." } } }, { "number": { "inQuran": 2999, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la Aayaah; wa maa kaana aksaru hu mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/2999", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/2999.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/2999.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu binasanya orang yang durhaka dan selamatnya orang yang beriman, terdapat suatu tanda kekuasaan Allah yang demikian besar, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.", "long": "Keberhasilan Musa dan semua pengikutnya sampai ke daratan seberang dengan selamat, dan tenggelamnya Fir'aun bersama seluruh tentaranya di tengah lautan merupakan satu tanda yang nyata atas kekuasaan Allah dan kebenaran Nabi Musa sebagai rasul-Nya. Allah senantiasa memberikan pertolongan dan kemenangan kepada para hamba-Nya yang beriman dengan sungguh-sungguh. Allah juga selalu membinasakan dan menyiksa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya terutama di akhirat kelak. Firman Allah:\n\nAllah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Maha Perkasa. (al-hajj/22: 40)\n\nDemikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. (Fussilat/41: 28)\n\nManusia yang keras dan hatinya telah membatu seperti Fir'aun dan kaumnya tidak akan mau beriman, meskipun melihat dengan nyata kebenaran sesuatu. Peristiwa ini juga menjadi penghibur bagi Rasulullah karena dengan hal itu, beliau mengetahui bahwa bukan hanya dia yang mengalami cobaan seperti itu, tetapi juga para nabi dan rasul Allah yang terdahulu. Semuanya berakhir dengan kemenangan bagi para nabi dan rasul Allah, dan kekalahan bagi musuh-musuh mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3000, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3000", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3000.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3000.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa Mahakuat atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya, Disisi lain, Dia Maha Penyayang bagi mereka yang beriman dan mau kembali ke jalan Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah Mahaperkasa dan Mahakuasa. Dia akan mengazab para musuh-Nya dan musuh para nabi dan rasul. Akan tetapi, Allah Maha Penyayang kepada para pendukung dan pembela agama-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3001, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 319, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Watlu 'alaihim naba-a Ibraaheem" } }, "translation": { "en": "And recite to them the news of Abraham,", "id": "Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3001", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3001.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3001.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut ini menyebutkan beberapa kisah Nabi Ibrahim ketika menyeru kaumnya untuk mengesakan Allah. Dan bacakanlah kepada mereka, kaum musyrik Mekah, kisah perjuangan Nabi Ibrahim. Kaum musyrik menganggap bahwa mereka adalah penerus agama Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail, padahal hal itu sama sekali bertentangan dengan agama Ibrahim yang sebenarnya, yaitu agama tauhid.", "long": "Allah menyuruh Nabi Muhammad menceritakan kepada kaum musyrik Mekah kisah Nabi Ibrahim sebagai pengajaran bagi seluruh umatnya. Mereka diharapkan supaya mencontoh dan meneladani sifat-sifat mulia yang menghiasi pribadi Nabi Ibrahim. Beliau adalah seorang yang ikhlas dalam beramal, tawakal, dan senantiasa menyembah Allah Yang Maha Esa. Beliau dianugerahi Allah kecerdasan otak sejak kecil sebagai suatu pemberian yang layak diterima oleh seorang rasul. Hal itulah yang menyebabkan Ibrahim selalu menentang kaumnya (termasuk bapaknya) yang menyembah berhala yang mereka perlakukan sebagai tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 3002, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala li abeehi wa qawmihee maa ta'budoon" } }, "translation": { "en": "When he said to his father and his people, \"What do you worship?\"", "id": "Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3002", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3002.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3002.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika dia Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, yang menyembah berhala di Irak selatan, “Apakah yang kamu sembah? bukankah itu benda mati yang dibuat dengan tanganmu sendiri?\"", "long": "Ibrahim menganggap penyembahan berhala itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Ia menanyakan kepada bapak dan kaumnya apa alasan mereka mengabdikan diri kepada tuhan-tuhan yang tidak mengerti apa-apa. Sebenarnya beliau bukan tidak mengetahui apa sesungguhnya hakikat berhala yang disembah itu, namun Ibrahim ingin sekadar mendengar dari mulut mereka alasan kongkrit dari penyembahan semacam itu. Menurut ahli sejarah, patung-patung sembahan mereka itu terbuat dari emas dan perak, dan ada juga dari tembaga dan besi. Oleh karena itu, mereka merasa bangga dengan tuhan hasil ciptaannya. \"Apa sebabnya kamu mempertuhankan patung-patung itu?\" tanya Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 3003, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0623\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0638\u064e\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0643\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo na'budu asnaaman fanazallu lahaa 'aakifeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"We worship idols and remain to them devoted.\"", "id": "Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3003", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3003.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3003.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menjawab, \"Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya setiap saat.\" Nabi Ibrahim mencoba berdialog dengan mereka dan mengajak mereka berpikir secara rasional, tidak secara emosional.", "long": "Pertanyaan itu dijawab kaumnya dengan sikap sombong, \"Memang kami ini adalah penyembah berhala. Seluruh hidup dan kehidupan kami, dengan rela kami baktikan kepadanya.\" Menurut ahli tafsir, kaum Nabi Ibrahim tersebut melakukan penyembahan terhadap berhala pada siang hari saja. Mereka sangat tekun dan khusyuk menyembahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3004, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala hal yasma'oona kum iz tad'oon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Do they hear you when you supplicate?", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3004", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3004.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3004.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ibrahim berkata dalam bentuk kalimat tanya agar mereka mulai berpikir, “Apakah mereka, tuhan yang kamu sembah itu, mendengarmu ketika kamu berdoa kepadanya sehingga kamu pantas untuk menyembahnya?\". Alasan seorang menyembah sesuatu adalah dalam rangka mendatangkan kemanfaatan dan menolak bahaya.", "long": "Mendengar keterangan itu, bertambah yakinlah Ibrahim bahwa kepercayaan tersebut bukanlah berdasarkan alasan yang masuk akal. Mulailah beliau berpikir bagaimana caranya untuk meluruskan kembali jalan pikiran kaumnya yang telah sesat itu. Tugas beliau yang utama ialah mengembalikan mereka kepada ajaran tauhid. \n\nIbrahim bertanya lagi, apakah berhala-berhala tersebut dapat mendengar permohonan yang diucapkan mereka. Hal demikian beliau persoalkan untuk menguji sampai di manakah logika mereka dapat dipergunakan untuk memahami ucapan dan perbuatan dalam bentuk doa-doa kepada berhala tersebut. Sebab andaikata yang disembah itu saja tidak mendengar, bagaimana pula ia bisa mengabulkan permohonan yang diajukan kepadanya. Tegasnya bagaimana mungkin dipahami dengan benar hakikat peribadatan seperti itu kalau otak mereka tidak bisa mencerna dengan baik tujuan penyembahan terhadap berhala-berhala itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3005, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aw yanfa'oonakum aw yadurroon" } }, "translation": { "en": "Or do they benefit you, or do they harm?\"", "id": "Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3005", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3005.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3005.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Atau, dapatkah mereka memberi manfaat kepada kamu seperti rezeki, jika kamu menyembahnya atau mencelakakan kamu jika kamu tidak menyembahnya?\" lanjut Nabi Ibrahim", "long": "Rangkaian pertanyaan Ibrahim itu selanjutnya ialah apakah betul tuhan-tuhan yang mereka sembah itu dapat mendatangkan faedah dalam kehidupan. Bisakah ia memberi rezeki, makan, dan minum andaikata ia betul-betul tuhan yang mahakuasa? Sebaliknya bisa pulakah ia melepaskan kaum pemujanya dari bala dan musibah yang menimpa mereka?" } } }, { "number": { "inQuran": 3006, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo bal wajadnaaa aabaaa 'anaa kazaalika yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "They said, \"But we found our fathers doing thus.\"", "id": "Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3006", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3006.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3006.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menjawab, “Tidak, mereka tidak memberikan kemanfaatkan dan mendatangkan bahaya, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.” Mereka berbangga dengan perilaku seperti itu. Inilah bentuk taklid buta, yaitu mengikuti cara beribadah orang lain walaupun hal itu salah.", "long": "Pertanyaan-pertanyaan itu mereka jawab sesuai dengan apa yang mereka ketahui. Namun demikian, pada akhirnya Ibrahim mengetahui motif sesungguhnya dari penyembahan itu, yaitu merupakan tradisi yang diwarisi dari nenek moyang mereka. \"Kami hanya mendapati nenek moyang kami berbuat demikian, dan kebiasaan itulah yang kami ikuti,\" jawab mereka dengan tegas kepada Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 3007, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala afara 'aitum maa kuntum ta'budoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Then do you see what you have been worshipping,", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3007", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3007.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3007.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ibrahim berkata, “Apakah kamu memperhatikan dengan sebenar-benarnya apa yang kamu sembah, apakah hal itu pantas kamu lakukan?", "long": "Jawaban tersebut tidak memuaskan beliau. Perbuatan-perbuatan taklid yang tidak ada dasarnya itu harus diberantas. Cara membasminya dengan jalan menyadarkan pikiran mereka akan kekeliruan mereka dan nenek moyangnya. Ibrahim mengingatkan apakah hal itu tidak pernah terpikirkan dan tidak pernah terlintas dalam ingatan untuk menganalisa dan merenungkan perbuatan yang hanya semata-mata mencontoh itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3008, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u062f\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Antum wa aabaaa'ukumul aqdamoon" } }, "translation": { "en": "You and your ancient forefathers?", "id": "kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3008", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3008.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3008.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?\" Nabi Ibrahim lantas memperlihatkan sikapnya yang tegas dan bernada permusuhan, karena dalam hal keimanan dan ibadah tidak ada kompromi dengan siapa pun.", "long": "Dalam ayat ini, beliau menegaskan bahwa mereka atau para leluhurnya adalah manusia-manusia yang tidak mau mempergunakan pikiran. Sebab ternyata patung-patung yang dipuja itu tidak dapat mendengar, apalagi memahami apa yang diminta kepadanya. Lebih dari itu, patung-patung itu tidak bisa mendatangkan manfaat atau menolak bahaya. Fungsinya semata-mata barang ciptaan manusia belaka yang tidak seyogyanya dijadikan sebagai sesembahan." } } }, { "number": { "inQuran": 3009, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0644\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa innahum 'aduwwwul leee illaa Rabbal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, they are enemies to me, except the Lord of the worlds,", "id": "Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3009", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3009.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3009.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Sesungguhnya mereka, yakni apa yang kamu sembah, itu musuhku, karena mereka adalah setan dalam bentuk berhala lain halnya Tuhan seluruh alam yang banyak sekali memberikan anugerah kepadaku dan kepada kamu sekalian.\" demikian Nabi Ibrahim menyebutkan satu persatu anugerah Tuhannya agar mereka sadar akan kekeliruan mereka dan mengikuti ajakan Nabi Ibrahim.", "long": "Kemudian Nabi Ibrahim menegaskan pendiriannya. Pendirian seorang rasul Tuhan yang membawa risalah untuk menyebarkan paham tauhid (monoteisme) di kalangan kaumnya. Beliau memproklamasikan diri sebagai musuh utama dari tuhan-tuhan mereka. Menurutnya, yang berhak disembah hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan alam semesta. Kepada-Nyalah manusia harus mengabdikan diri. Keyakinan tauhid itu didasarkan pada beberapa alasan yang masuk akal. \n\nMisi yang dibawa Nabi Ibrahim, juga pernah dibawa oleh nabi sebelumnya yakni Nuh. Semua para nabi dan rasul membawa tugas pokok seperti itu. Mereka di samping mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah, juga dengan terang-terangan memusuhi setiap bentuk penyembahan yang pada prinsipnya mempersekutukan Allah. Nabi Nuh juga menentang kaumnya yang bermaksud mencelakakannya akibat seruannya untuk beriman, sebagaimana yang dilukiskan dalam firman Allah:\n\nKarena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi. (Yunus/10: 71)\n\nDemikian juga firman Allah menerangkan ucapan Nabi Hud a.s.:\n\nDia (Hud) menjawab, \"Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (Ha¼d/11: 54)" } } }, { "number": { "inQuran": 3010, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Allazee khalaqanee fa Huwa yahdeen" } }, "translation": { "en": "Who created me, and He [it is who] guides me.", "id": "(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3010", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3010.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3010.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim melanjutkan keterangannnya, Dia adalah Zat yang telah menciptakan aku dalam sebaik-baiknya bentuk dan aku diberi kesempatan dalam hidupku untuk menyembah Allah, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, menuju ke jalan yang benar melalui wahyu yang diberikan kepadaku.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Nabi Ibrahim menjelaskan sebagian dari dalil-dalil keesaan Tuhan, yang merupakan sebagian dari sifat-sifat Allah Rabbul 'alamin. Allah adalah pencipta manusia, dengan ciptaan yang sebaik-baiknya. Dia pula yang memberi petunjuk (hidayah). \n\nSeperti diketahui, hidayah itu bermacam-macam. Ada hidayah yang disebut dengan hidayah pancaindra, hidayah akal (pikiran), hidayah insting (kepandaian yang dibawa sejak lahir), dan hidayah agama (ad-din). Akal adalah hidayah Tuhan yang sangat berharga, sebab dengan akal manusia sanggup membedakan yang buruk dengan yang baik. Akal pula yang membedakan manusia dengan hewan. \n\nNamun demikian, akal saja belum merupakan jaminan bagi keselamatan manusia. Oleh sebab itu, Allah melengkapi nikmatnya dengan memberikan kepada mereka agama. Hidayah agama itu hanya Tuhan sajalah yang memberinya. Bila seseorang dikehendaki Allah memperoleh hidayah (agama), tidak seorang pun yang dapat menghalanginya. Sebaliknya jika Allah belum menghendaki yang demikian, tidak ada yang bisa memberikan petunjuk. Bahkan nabi dan rasul sendiri pun yang ditugaskan membawa hidayah itu juga tidak punya wewenang untuk memberi hidayah seperti terlihat dalam kisah Nabi Ibrahim pada ayat yang lain (Surah al-An'am/6: 74-88) yang menceritakan dialog antara beliau dengan bapaknya (azar) dan kaumnya. Ibrahim berusaha mengislamkan bapaknya, tetapi Allah tidak memberi hidayah, sehingga dia tetap dalam kemusyrikan. \n\nDemikian juga halnya paman Nabi Muhammad, Abu thalib, yang sudah banyak berjasa dalam mengembangkan dakwah Nabi di Mekah. Nabi sangat menginginkan pamannya masuk Islam, tetapi Allah belum memberi hidayah sehingga ia tetap musyrik sampai akhir hayatnya. Allah berfirman:\n\nSungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (al-Qasas/28: 56)" } } }, { "number": { "inQuran": 3011, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazee Huwa yut'imunee wa yasqeen" } }, "translation": { "en": "And it is He who feeds me and gives me drink.", "id": "dan Yang memberi makan dan minum kepadaku;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3011", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3011.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3011.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Yang memberi makan dan minum kepadaku, melalui rezeki dari air hujan yang menyuburkan tanah sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Dari situlah aku makan dan minum.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah memberi manusia makan dan minum. Makan dan minum itu merupakan rezeki dari Allah. Caranya Allah memberi rezeki itu dengan jalan memudahkan bagi manusia untuk memperolehnya. Semuanya itu bergantung kepada kecakapan dan pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing manusia. Allah menurunkan hujan dari langit sebagai minuman bagi manusia, binatang, dan hewan ternak. Dengan air hujan itu, bumi menjadi subur dan menghasilkan beraneka ragam tumbuh-tumbuhan untuk dapat dinikmati. Begitu juga Allah menyediakan seribu macam benda-benda berharga dalam perut bumi seperti besi, minyak, emas, aluminium, dan sebagainya. Semuanya dengan maksud agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Allah berfirman:\n\n(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (al-Baqarah/2: 22)." } } }, { "number": { "inQuran": 3012, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u062a\u064f \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0634\u0652\u0641\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa izaa mardtu fahuwa yashfeen" } }, "translation": { "en": "And when I am ill, it is He who cures me", "id": "dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3012", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3012.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3012.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila aku sakit, Dialah pada hakikatnya yang menyembuhkan aku, baik melalui sebab atau tidak.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah yang menyembuhkan manusia apabila ia sakit. Allah berkuasa menyembuhkan penyakit apa saja yang diderita oleh seseorang. Meskipun begitu, manusia juga harus mencari tahu cara untuk memperoleh kesembuhan itu.\n\nImam Jamaluddin al-Qasimi dalam tafsirnya menguraikan bahwa ayat ini menggambarkan tata susila seorang hamba Allah kepada Khaliknya. Sebab penyakit itu kadang-kadang akibat dari perbuatan manusia sendiri, umpamanya disebabkan oleh pelanggaran terhadap norma-norma kesehatan, atau pola hidup sehari-hari, maka serangan penyakit terhadap tubuh tidak dapat dielakkan. Sebaliknya yang berhak menyembuhkan penyakit adalah Allah semata. Bila orang sakit merasakan yang demikian waktu ia menderita sakit, maka ia akan menghayati benar nikmat-nikmat Allah setelah ia sembuh dari penyakit tersebut. Kenyataan memang membuktikan, kebanyakan manusia terserang penyakit disebabkan kurang memperhatikan norma-norma kesehatan yang berlaku." } } }, { "number": { "inQuran": 3013, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f\u0646\u0650\u064a \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazee yumeetunee summa yuhyeen" } }, "translation": { "en": "And who will cause me to die and then bring me to life", "id": "dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3013", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3013.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3013.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Yang akan mematikan aku kemudian akan menghidupkan aku kembali, pada hari akhirat nanti. Inilah Tuhan yang patut kamu sembah, karena kekuasaan-Nya yang mutlak.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah yang mematikan manusia, kemudian Dia pula yang menghidupkan dan membangkitkan kembali. Tidak seorang pun yang berhak dan sanggup berbuat itu, kecuali Dia sendiri. Dimaksudkan dengan menghidupkan dalam ayat ini adalah membangkitkan kembali sesudah mati. Antara datangnya kematian dan kehidupan baru ditandai dengan waktu yang lama dan tidak bisa diketahui oleh manusia ketentuan datangnya. Kalau dipersoalkan, mati juga kadang-kadang akibat perbuatan manusia itu sendiri, sedang dalam ayat ini Allah menegaskan Dia sendirilah yang mematikan manusia, maka bagaimana kita membedakan mati yang dinisbahkan kepada Allah dan sakit yang disebabkan oleh manusia? Mati adalah suatu ketetapan yang pasti berlaku bagi semua orang tanpa kecuali, sedangkan sakit khusus menimpa seseorang. Artinya belum tentu semua orang menderita suatu macam penyakit, masing-masing mereka menderita penyakit yang berbeda pula. Sering pula orang mati secara mendadak, tanpa didahului oleh sakit. Jelaslah mati itu umum sifatnya, sebaliknya sakit khusus menimpa diri seseorang." } } }, { "number": { "inQuran": 3014, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u0650\u064a \u062e\u064e\u0637\u0650\u064a\u0626\u064e\u062a\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeee atma'u ai yaghfira lee khateee' atee Yawmad Deen" } }, "translation": { "en": "And who I aspire that He will forgive me my sin on the Day of Recompense.\"", "id": "dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3014", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3014.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3014.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat,” hari di mana aku harus mempertanggungjawabkan atas semua amalku.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa hanya Allah semata yang mengampuni dosa seseorang di hari akhirat (lihat pula Surah ali 'Imran/3: 135). Tidak ada seorang pun yang dapat menanggung dosa orang lain, tetapi masing-masing bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri. Allah berfirman: \n\nDan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. (al-An'am/6: 164)" } } }, { "number": { "inQuran": 3015, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 19, "page": 370, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u0650\u064a \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062d\u0650\u0642\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbi hab lee hukmanw wa alhiqnee bis saaliheen" } }, "translation": { "en": "[And he said], \"My Lord, grant me authority and join me with the righteous.", "id": "Ibrahim berdoa), “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3015", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3015.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3015.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim lantas berdoa untuk kebaikan dirinya, orang tuanya, dan orang lain, baik di dunia maupun akhirat, “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan pemahaman terhadap rahasia agama dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh yang selalu berada pada jalan yang benar.", "long": "Ibrahim bermohon agar dianugerahi hikmah. Hikmah berarti ilmu pengetahuan yang diamalkan dengan baik. Dalam hubungannya dengan kepribadian orang yang saleh, hikmah diartikan sebagai petunjuk Tuhan dalam beramal, dengan taufik Allah ia terlepas dari segala perbuatan dosa besar maupun dosa kecil. Sementara itu ahli tafsir yang lain ada yang mengartikan hikmah dengan perlakuan yang adil terhadap sesama manusia dalam memutuskan suatu perkara. Dalam kaitannya dengan doa Ibrahim ini, hikmah ditafsirkan sebagai pengetahuan tentang sifat-sifat ketuhanan dan ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang akan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, beliau berdoa pula agar dimasukkan ke dalam lingkungan orang-orang yang baik-baik, dan pada golongan yang senantiasa bertawakal kepada-Nya. Permohonan tersebut dikabulkan oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:\n\nDan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh. (al-Baqarah/2: 130)\n\nDiriwayatkan dalam sebuah hadis, Rasulullah berdoa seperti doa Nabi Ibrahim, yakni:\n\n\"Ya Allah, matikanlah kami dalam keadaan muslim, hidupkanlah kami dalam keadaan muslim, dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang saleh, bukan golongan orang-orang yang hina dan tertimpa musibah (fitrah).\" (Riwayat Ahmad dari Rifa'ah bin Rafi')" } } }, { "number": { "inQuran": 3016, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waj'al lee lisaana sidqin fil aakhireen" } }, "translation": { "en": "And grant me a reputation of honor among later generations.", "id": "dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3016", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3016.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3016.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian, Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim. Namanya tetap bersinar, sikapnya tetap diagungkan, keturunannya adalah para nabi dari Bani Israil yang terakhir adalah Nabi Muhammad Sallallàhu ‘alaihi wa sallam.", "long": "Selanjutnya Ibrahim berdoa agar nama baik beliau menjadi buah bibir yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian, sehingga beliau menjadi suri teladan yang utama sampai hari Kiamat, ini pun dikabulkan Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, \"Selamat sejahtera bagi Ibrahim.\" Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (as-saffat/37: 108-110).\n\nJanji Allah dalam ayat di atas dibuktikan kebenarannya dalam lembaran sejarah kenabian. Banyak sekali dari keturunan Nabi Ibrahim yang menjadi nabi dan rasul Allah, baik dari keturunan Ismail ataupun dari keturunan Ishak. Agama-agama besar di dunia (Islam, Kristen dan Yahudi) masing-masing menggolongkan agamanya kepada Nabi Ibrahim. Oleh sebab itu, beliau dimuliakan dan dihormati oleh berbagai agama menurut caranya masing-masing. Berdasarkan keterangan ini, wajarlah andaikata mereka menganggap Ibrahim adalah seorang Yahudi (menurut pengakuan orang Yahudi). Demikianlah pula halnya Ibrahim dipandang sebagai orang Nasrani (menurut kepercayaan agama Nasrani), sebab Isa Almasih putra Maryam juga masih keturunan Nabi Ibrahim. Tegasnya dalam sejarah kenabian, ia dianggap sebagai bapak para nabi. Akan tetapi, semua dugaan bahwa Ibrahim penganut Yahudi atau penganut agama tertentu tidak benar. Al-Qur'an membantah keyakinan demikian:\n\nIbrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik. (ali 'Imran/3: 67)\n\nAdapun pengertian buah tutur yang baik dalam doa ini ialah Nabi Muhammad. Beliau memang keturunan Nabi Ibrahim (dari pihak Ismail) yang terakhir yang diangkat sebagai nabi dan rasul. Risalah Nabi Muhammad (dan juga para nabi) adalah risalah agama tauhid. Rasulullah sendiri dalam sebuah hadis mengatakan:\n\nAku ini (pelaksanaan bagi terkabulnya) doa Ibrahim. (Riwayat Muslim dari 'Aisyah)\n\nPada hakikatnya agama yang disampaikan Nabi Muhammad merupakan lanjutan dari ajaran yang disampaikan Nabi Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 3017, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062b\u064e\u0629\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Waj'alnee minw warasati Jannnatin Na'eem" } }, "translation": { "en": "And place me among the inheritors of the Garden of Pleasure.", "id": "dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3017", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3017.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3017.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan yang tiada habis-habisnya, sebagai anugerah yang tak terhingga dari-Mu, ya Allah.\" lanjut doa Nabi Ibrahim", "long": "Setelah Nabi Ibrahim memohon pahala keduniawian, yakni dengan dijadikan nama baiknya sebagai suri teladan bagi orang-orang sesudahnya, ia pun berdoa pula agar menikmati balasan amalnya di akhirat. Yakni nikmat kesenangan surga beserta orang-orang yang diperkenankan masuk ke dalamnya. Ungkapan ayat ini memakai kata-kata \"yang mewarisi surga\", karena diserupakan dengan kesenangan yang diperoleh seorang raja dalam kerajaan yang diwarisi dari bapaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 3018, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waghfir li abeee innahoo kaana mind daalleen" } }, "translation": { "en": "And forgive my father. Indeed, he has been of those astray.", "id": "dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3018", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3018.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3018.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim adalah seorang yang sangat santun kepada orang tuanya, walaupun kafir. Dia berdoa untuk kebaikan ayahnya.\"Dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat, penyembah berhala.\" Namun karena Allah melarang seseorang mendoakan orang kafir yang telah meninggal, Nabi Ibrahim tidak lagi melanjutkan doa untuk ayahnya.", "long": "Kemudian ia berdoa pula untuk kesejahteraan dan keselamatan bapaknya (azar) yang tetap musyrik. Namun setelah Nabi Ibrahim mengetahui bahwa ayahnya adalah musuh Allah karena menyekutukan-Nya, akhirnya Ibrahim berlepas diri dari ayahnya. Firman Allah:\n\nAdapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (at-Taubah/9: 114)." } } }, { "number": { "inQuran": 3019, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u0646\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tukhzinee Yawma yub'asoon" } }, "translation": { "en": "And do not disgrace me on the Day they are [all] resurrected -", "id": "dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3019", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3019.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3019.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, di hadapan manusia lain bersamaku, tapi tutupilah kesalahanku, hanya Engkau sajalah yang mengetahui keadaanku yang sebenarnya.", "long": "Selanjutnya Ibrahim bermunajat kepada Allah agar ia tidak mengalami penghinaan di hari Kiamat kelak. Ini memberi kesan betapa rendah hatinya seorang nabi, sekalipun ia telah memperoleh derajat yang begitu tinggi di sisi Allah, namun ia masih bermohon agar tidak dihinakan pada hari Kiamat. Ibrahim mengadu kepada Tuhan seraya berkata, \"Wahai Tuhan, bukankah engkau telah menjanjikan bahwa aku tidak akan dihinakan di hari Kiamat. Manakah penghinaan yang lebih berat lagi rasanya bagiku daripada penghinaan bertemu dengan bapakku dalam keadaan begini?\" Allah merespon doanya dengan berfirman, \"Hai Ibrahim, sesungguhnya aku haramkan surga bagi orang-orang kafir.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3020, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0645\u064e\u0627\u0644\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma laa yanfa'u maalunw wa laa banoon" } }, "translation": { "en": "The Day when there will not benefit [anyone] wealth or children", "id": "(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3020", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3020.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3020.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, untuk menebus semua dosa-dosa yang ada,\" demikian Nabi Ibrahim menutup doanya. Allah tidak membutuhkan semua itu, karena Allah Mahakaya.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang kehebatan hari Kiamat. Tiada yang selamat pada hari itu dari siksaan Allah, kecuali orang yang bebas dari dosa dan kesalahan. Harta dan anak keturunan yang dimiliki waktu di dunia tidak satu pun yang bisa menolong. Secara khusus Allah menyebutkan \"anak\" dalam ayat ini, karena anak-anak itulah yang paling dekat dan paling banyak memberi manfaat kepada orang tuanya di dunia. Pada ayat lain, Allah menerangkan bahwa anak-anak adalah harta perhiasan kehidupan keduniawian. Sebaliknya amal yang saleh dan baik pahalanya akan kekal sampai kiamat. Ketika Allah menurunkan ayat tentang emas dan perak (Surah at-Taubah/9: 34), para sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang harta apakah yang sebaiknya dimiliki agar mendatangkan faedah (untuk kehidupan ukhrawi). Rasulullah menjawab: \n\n(Kekayaan) yang paling baik ialah lidah yang selalu zikir kepada Allah, hati yang senantiasa bersyukur, dan istri yang saleh menolong suaminya tetap beriman.\" (Riwayat Ahmad dan at-Tirmidzi dari sauban)" } } }, { "number": { "inQuran": 3021, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064d \u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Illaa man atal laaha biqalbin saleem" } }, "translation": { "en": "But only one who comes to Allah with a sound heart.\"", "id": "kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3021", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3021.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3021.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, yang selamat dari noda dan dosa.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa kesenangan yang bakal diperoleh di akhirat, tidak dapat dibeli dengan harta yang banyak. Juga tidak mungkin ditukar dengan anak dan keturunan yang banyak. Sebab masing-masing manusia hanya diselamatkan oleh amal dan hatinya yang bersih. Tetapi orang yang diselamatkan hanyalah mereka yang akidahnya bersih dari unsur-unsur kemusyrikan dan akhlaknya mulia." } } }, { "number": { "inQuran": 3022, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u0632\u0652\u0644\u0650\u0641\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa uzlifatil Jannatu lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And Paradise will be brought near [that Day] to the righteous.", "id": "dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3022", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3022.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3022.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa yang selalu menjaga diri dari kemaksiatan, agar terhindar dari murka Allah. Surga diperlihatkan kepada mereka, sehingga mereka bisa menikmati pemandangan yang sangat indah di dalamnya. Inilah kenikmatan permulaan sebelum mereka masuk ke dalamnya.", "long": "Surga itu didekatkan sedemikian rupa kepada orang-orang yang bertakwa, sehingga dapat dilihat dengan nyata. Bagaimana surga itu didekatkan, diterangkan pada ayat lain:\n\nSedangkan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka). (Qaf/50: 31)\n\nMendekatkan surga kepada orang-orang bertakwa akan menggembirakan mereka karena ketaatan yang telah mereka kerjakan selama di dunia, segera akan membuahkan hasil. Mereka akan segera memasukinya." } } }, { "number": { "inQuran": 3023, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064f\u0631\u0651\u0650\u0632\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa burrizatil Jaheemu lilghaaween" } }, "translation": { "en": "And Hellfire will be brought forth for the deviators,", "id": "dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3023", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3023.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3023.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebaiknya neraka Jahim yang sangat panas dan menakutkan diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang memilih jalan sesat,” yaitu jalan kehidupan yang tidak diridai oleh Allah seperti kekafiran dan kesyirikan.", "long": "Sebaliknya, neraka juga diperlihatkan kepada orang-orang yang sesat. Mereka menyaksikan kedahsyatan kobaran apinya. Dalam Al-Qur'an dilukiskan bahwa kobaran api neraka itu dari jauh saja sudah terdengar gejolaknya. Itulah yang akan menjadi tempat kediaman mereka, tanpa dapat mengelak lagi. Ayat itu menggambarkan betapa cepat siksaan tersebut menimpa mereka. Sungguh hal itu tidak pernah mereka bayangkan ketika masih ada di dunia ini, karena mereka tidak peduli dengan azab Allah, seperti dijelaskan dalam ayat ini:\n\nDan kepada mereka dikatakan, \"Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tidak akan ada penolong bagimu. (al-Jatsiyah/45: 34)" } } }, { "number": { "inQuran": 3024, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qeela lahum aina maa kuntum ta'budoon" } }, "translation": { "en": "And it will be said to them, \"Where are those you used to worship", "id": "dan dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3024", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3024.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3024.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada saat itu dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah. Mestinya berhala-berhala itu berada di sini untuk menolongmu dari siksaan api neraka.", "long": "Kemudian pada saat menghadapi neraka yang siap menerima orang-orang kafir dan musyrik, dilontarkan pertanyaan untuk mencemoohkan mereka, \"Di manakah tuhan-tuhan berhala yang kamu sembah itu kini berada? Sanggupkah mereka menyelamatkan kamu dari siksaan Allah?\" Jangankan untuk menyelamatkan orang lain, melepaskan diri mereka saja, tuhan-tuhan berhala itu tidak sanggup." } } }, { "number": { "inQuran": 3025, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Min doonil laahi hal yansuroonakum aw yantasiroon" } }, "translation": { "en": "Other than Allah? Can they help you or help themselves?\"", "id": "selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3025", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3025.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3025.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?” Mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan berhala-berhala itu dan yang menyembahnya akan masuk neraka bersama-sama.", "long": "Kemudian pada saat menghadapi neraka yang siap menerima orang-orang kafir dan musyrik, dilontarkan pertanyaan untuk mencemoohkan mereka, \"Di manakah tuhan-tuhan berhala yang kamu sembah itu kini berada? Sanggupkah mereka menyelamatkan kamu dari siksaan Allah?\" Jangankan untuk menyelamatkan orang lain, melepaskan diri mereka saja, tuhan-tuhan berhala itu tidak sanggup." } } }, { "number": { "inQuran": 3026, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064f\u0628\u0652\u0643\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakubkiboo feehaa hum walghaawoon" } }, "translation": { "en": "So they will be overturned into Hellfire, they and the deviators", "id": "Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3026", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3026.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3026.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka, sesembahan itu, dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat, berkali-kali.", "long": "Kemudian orang-orang yang sesat dan telah ditetapkan sebagai penghuni neraka dijungkirkan bersama-sama pimpinan mereka dan tentara iblis seluruhnya. Tentara iblis dalam ayat ini dimaksudkan ialah orang-orang yang suka mengikuti perbuatan maksiat. Baik mereka yang mengikuti atau pemimpin yang diikuti sama-sama dilemparkan ke dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3027, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa junoodu Ibleesa ajma'oon" } }, "translation": { "en": "And the soldiers of Iblees, all together.", "id": "dan bala tentara Iblis semuanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3027", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3027.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3027.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan juga bala tentara Iblis semuanya. Iblis sebagai penggoda, manusia kafir yang tergoda, dan berhala-berhala yang dijadikan sesembahan, semuanya akan masuk neraka. Semuanya adalah simbol-simbol pengingkaran terhadap Allah. Pada saat mereka di neraka, terjadilah aksi saling menghujat di antara Iblis dan pengikutnya.", "long": "Kemudian orang-orang yang sesat dan telah ditetapkan sebagai penghuni neraka dijungkirkan bersama-sama pimpinan mereka dan tentara iblis seluruhnya. Tentara iblis dalam ayat ini dimaksudkan ialah orang-orang yang suka mengikuti perbuatan maksiat. Baik mereka yang mengikuti atau pemimpin yang diikuti sama-sama dilemparkan ke dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3028, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo wa hum feehaa yakkhtasimoon" } }, "translation": { "en": "They will say while they dispute therein,", "id": "Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3028", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3028.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3028.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka para penghuni neraka itu berkata sambil bertengkar di dalamnya. Penghuni neraka mengakui atas kesesatannya.", "long": "Dalam neraka, para pemimpin yang menyesatkan dan para pengikutnya saling menyalahkan. Mereka saling mempertanyakan siapa yang telah membawa mereka melakukan kejahatan sehingga masuk neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3029, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Tallaahi in kunnaa lafee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "\"By Allah, we were indeed in manifest error", "id": "”Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3029", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3029.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3029.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berkata, \"Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu di dunia dalam kesesatan yang nyata,\" yaitu memilih jalan kekafiran.", "long": "Setelah bertengkar, mereka pun sama-sama menyadari bahwa tiada yang patut disalahkan kecuali diri mereka sendiri. Mereka mengakui bahwa kesesatan mereka sangat parah, yaitu mempersekutukan Allah" } } }, { "number": { "inQuran": 3030, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz nusawweekum bi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "When we equated you with the Lord of the worlds.", "id": "karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3030", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3030.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3030.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena kita mempersamakan kamu yaitu berhala-berhala itu, dengan Tuhan seluruh alam.\" Penyamaan Allah pencipta dan pengurus alam seluruh dengan berhala yang tidak mempunyai andil apa-apa dalam kehidupan adalah satu kezaliman yang nyata. Penghuni neraka tahu siapa sebenarnya yang menyesatkan mereka.", "long": "Mereka sangat menyesali kenapa menganggap berhala itu sama kekuasaannya dengan Allah, sehingga mereka menyembahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3031, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa adallanaaa illal mujrimoon" } }, "translation": { "en": "And no one misguided us except the criminals.", "id": "Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3031", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3031.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3031.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa, yang terdiri dari setan yang berujud jin dan manusia yang tidak henti-hentinya menggoda ke jalan yang sesat.\"", "long": "Di samping karena kesalahan sendiri, mereka juga terpengaruh oleh ajakan-ajakan jahat dari para pemimpin mereka. Para pemimpin itu selalu berpropaganda melakukan berbagai perbuatan yang melanggar agama sehingga mereka mengikutinya. Ini dikatakan lagi oleh Allah dalam ayat lain:\n\nDan mereka berkata, \"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). (al-Ahzab/33: 67)\n\nSusunan ayat ini sangat lugas menjelaskan penyesalan dari orang-orang yang mengikuti seorang pemimpin tanpa menyadari ke mana mereka dibawa. Jadi, kita tidak harus menaati seorang pemimpin jika yakin bahwa pemimpin tersebut justru membawa kepada kedurhakaan." } } }, { "number": { "inQuran": 3032, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa lanaa min shaa fi'een" } }, "translation": { "en": "So now we have no intercessors", "id": "Maka sehingga (sekarang) kita tidak mempunyai pemberi syafaat (penolong)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3032", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3032.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3032.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Maka sehingga kita tidak mempunyai pemberi syafaat yaitu penolong, yang dapat menolong kita dari kesusahan saat ini.\"", "long": "Orang-orang kafir dan musyrik itu baru menyadari bahwa di akhirat ini, tidak ada orang lain ataupun malaikat yang akan membantu mereka melepaskan diri dari azab Allah yang sudah di depan mata. Seandainya, di dunia dulu mereka beriman dan beramal saleh, pasti hal itu akan memberi syafaat kepada mereka.." } } }, { "number": { "inQuran": 3033, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0635\u064e\u062f\u0650\u064a\u0642\u064d \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laa sadeeqin hameem" } }, "translation": { "en": "And not a devoted friend.", "id": "dan tidak pula mempunyai teman yang akrab," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3033", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3033.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3033.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab, yang bisa memberikan sedikit pertolongan.\" sesal mereka. Setelah tidak ada lagi yang membantu, mereka lantas menginginkan kembali lagi ke dunia agar bisa melakukan amal saleh.", "long": "Teman dekat atau keluarga sendiri juga mereka sadari tidak akan dapat menolong. Dalam ayat lain disebutkan:\n\nMaka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu? (al-A'raf/7: 53)." } } }, { "number": { "inQuran": 3034, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaw anna lanaa karratan fanakoona minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Then if we only had a return [to the world] and could be of the believers... \"", "id": "Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3034", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3034.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3034.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Maka seandainya kita dapat kembali ke dunia niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman, dan beramal saleh.\" demikian mereka mengungkapkanpenyesalannya. Tapi hal itu mustahil mereka dapatkan, karena hidup di dunia cuma sekali.", "long": "Mereka berharap dapat dikembalikan ke dunia. Jika keinginan itu terkabul, mereka berjanji akan beriman dan beramal saleh. Akan tetapi, hal itu tidak mungkin. Itu hanya alasan mereka, sebab sekiranya dikembalikan ke dunia sekalipun, mereka tetap akan ingkar kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 3035, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la Aayatanw wa maa kaana aksaruhum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3035", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3035.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3035.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada yang demikian itu yaitu pada kisah Nabi Ibrahim jika direnungkan dengan saksama, terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.", "long": "Demikianlah beberapa keterangan Tuhan yang disampaikan Ibrahim kepada kaumnya. Dengan dalil-dalil di atas tadi, nyatalah bahwa inti ajaran yang beliau sampaikan kepada kaumnya adalah paham ketauhidan dan percaya akan adanya hari kebangkitan. Tidak ada zat yang patut disembah melainkan Allah Yang Maha Esa. Hanya kebanyakan orang tidak mau mengerti atau tidak mau menerima kebenaran itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3036, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 320, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3036", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3036.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3036.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, yang mampu mempercepat siksa-Nya, Maha Penyayang dengan mengakhirkan siksa sampai di akhirat nanti.", "long": "Allah dengan keperkasaan dan sifat Yang Maha Penyayang-Nya, senantiasa mengingatkan orang-orang yang sesat dan tidak mau beriman dengan ayat-ayat-Nya. Allah mengirimkan rasul kepada mereka supaya memperoleh hidayah dari-Nya. Allah mengutus para rasul itu dengan membawa ajaran-ajaran dan hukum-hukum agama, supaya dapat diikuti oleh mereka dan anak keturunannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3037, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazzabat qawmu Noohinil Mursaleen" } }, "translation": { "en": "The people of Noah denied the messengers", "id": "Kaum Nuh telah mendustakan para rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3037", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3037.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3037.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Nabi Nuh telah mendustakan para rasul. Para rasul Allah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Mendustakan satu rasul sama saja dengan mendustakan semua rasul.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa Nabi Nuh telah didustakan kaumnya ketika ia menyampaikan agama Allah kepada mereka. Sekalipun yang mereka dustakan itu hanyalah Nabi Nuh sendiri, tetapi tindakan itu berarti mendustakan para rasul Allah yang lain, baik yang diutus sebelum maupun sesudah Nabi Nuh nanti. Ini disebabkan karena risalah yang dibawa para rasul pada dasarnya sama, yaitu akidah tauhid.\n\nNabi Nuh adalah nabi ketiga yang diutus Allah, setelah Nabi Adam dan Nabi Idris. Nabi Nuh juga merupakan rasul pertama, berdasarkan hadis qudsi: \n\nDari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw bersabda, \"Allah berfirman, 'Ya Nuh, engkau adalah rasul yang pertama yang diutus ke bumi.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah) \n\nMaksud rasul pertama di sini ialah rasul Allah yang pertama diutus sesudah Nabi Adam dan Nabi Idris. Ia juga disebut bapak manusia kedua setelah Adam, karena sebagian mufasir berpendapat bahwa seluruh manusia musnah dan mati karena topan dan banjir, kecuali orang-orang yang berada di atas perahu bersama Nabi Nuh. Di antara yang selamat itu, terdapat tiga orang putranya, yaitu Sam, Ham, dan Yafits. Maka semua manusia yang ada sampai sekarang berasal dari keturunan ketiga putra Nabi Nuh itu. \n\nTidak ada keterangan yang pasti tentang jarak waktu antara Adam dan Idris dengan Nabi Nuh. Hanya terdapat beberapa keterangan yang berbeda-beda dalam Taurah Ibriyah, Taurah Samiriyah, dan terjemahan Taurat dalam bahasa Yunani. \n\nNabi Nuh diutus kepada saudaranya, maksudnya orang-orang yang masih dianggap kerabat dengan Nuh. Dalam surah-surah yang lain disebutkan bahwa Nuh diutus kepada kaumnya.\n\nKaum Nabi Nuh menyembah patung-patung dan berhala yang mereka anggap sebagai tuhan. Oleh karena itu, Nabi Nuh mengingatkan mereka agar bertakwa kepada Allah dan takut kepada azab-Nya yang dahsyat. Azab itu akan ditimpakan Allah kepada orang-orang yang mengingkari seruan nabi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3038, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064c \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala lahum akhoohum Noohun alaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "When their brother Noah said to them, \"Will you not fear Allah?", "id": "Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3038", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3038.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3038.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika saudara mereka yaitu Nabi Nuh, saudara senegeri, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Pertanyaan itu terlontar mengingat bahwa mereka adalah penyembah patung-patung Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr (Lihat: Surah: Nuh: 23).", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa Nabi Nuh telah didustakan kaumnya ketika ia menyampaikan agama Allah kepada mereka. Sekalipun yang mereka dustakan itu hanyalah Nabi Nuh sendiri, tetapi tindakan itu berarti mendustakan para rasul Allah yang lain, baik yang diutus sebelum maupun sesudah Nabi Nuh nanti. Ini disebabkan karena risalah yang dibawa para rasul pada dasarnya sama, yaitu akidah tauhid.\n\nNabi Nuh adalah nabi ketiga yang diutus Allah, setelah Nabi Adam dan Nabi Idris. Nabi Nuh juga merupakan rasul pertama, berdasarkan hadis qudsi: \n\nDari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw bersabda, \"Allah berfirman, 'Ya Nuh, engkau adalah rasul yang pertama yang diutus ke bumi.\" (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah) \n\nMaksud rasul pertama di sini ialah rasul Allah yang pertama diutus sesudah Nabi Adam dan Nabi Idris. Ia juga disebut bapak manusia kedua setelah Adam, karena sebagian mufasir berpendapat bahwa seluruh manusia musnah dan mati karena topan dan banjir, kecuali orang-orang yang berada di atas perahu bersama Nabi Nuh. Di antara yang selamat itu, terdapat tiga orang putranya, yaitu Sam, Ham, dan Yafits. Maka semua manusia yang ada sampai sekarang berasal dari keturunan ketiga putra Nabi Nuh itu. \n\nTidak ada keterangan yang pasti tentang jarak waktu antara Adam dan Idris dengan Nabi Nuh. Hanya terdapat beberapa keterangan yang berbeda-beda dalam Taurah Ibriyah, Taurah Samiriyah, dan terjemahan Taurat dalam bahasa Yunani. \n\nNabi Nuh diutus kepada saudaranya, maksudnya orang-orang yang masih dianggap kerabat dengan Nuh. Dalam surah-surah yang lain disebutkan bahwa Nuh diutus kepada kaumnya.\n\nKaum Nabi Nuh menyembah patung-patung dan berhala yang mereka anggap sebagai tuhan. Oleh karena itu, Nabi Nuh mengingatkan mereka agar bertakwa kepada Allah dan takut kepada azab-Nya yang dahsyat. Azab itu akan ditimpakan Allah kepada orang-orang yang mengingkari seruan nabi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3039, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Innee lakum Rasoolun ameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, I am to you a trustworthy messenger.", "id": "Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3039", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3039.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3039.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh melanjutkan dakwahnya, \"Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus kepadamu, untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhanku kepadamu.\"", "long": "Nabi Nuh memberitahu kaumnya bahwa ia adalah seorang rasul Allah yang diutus kepada mereka. Dia dipercaya untuk menyampaikan perintah dan larangan Allah, tanpa menambah atau mengurangi sedikit pun.\n\nPada Surah Hud/11: 31 diterangkan bahwa Nabi Nuh tidak mempunyai kekayaan yang akan diberikan kepada kaumnya. Oleh karena itu, ia tidak dapat menjanjikan harta dan kekayaan untuk mereka. Ia juga tidak mengetahui hal-hal yang gaib, tidak pernah mengatakan bahwa ia adalah malaikat, dan tidak menjanjikan kesenangan dan kebahagiaan kepada orang-orang yang mengikuti seruannya. Semuanya itu hanya Allah yang mengetahui, memiliki, dan menentukan, karena Dialah Yang Mahakuasa. Nuh hanya bertugas untuk menyampaikannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3040, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fattaqullaaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah and obey me.", "id": "Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3040", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3040.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3040.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan menjaga diri agar tidak mendapat murka Allah dan taatlah kepadaku atas semua yang aku sampaikan kepadamu.", "long": "Ayat ini menerangkan isi risalah yang disampaikan Nabi Nuh kepada kaumnya, yaitu agar bertakwa kepada Allah dan hanya menyembah kepada-Nya. Pada ayat 3 Surah Nuh disebutkan tiga hal yang diperintahkan Allah, yaitu agar menyembah hanya kepada Allah, bertakwa kepada-Nya, dan taat kepada Nabi Nuh\n\nPada ayat-ayat yang lain diterangkan bahwa risalah yang dibawa Nabi Nuh menyebutkan pula hal-hal sebagai berikut:\n\n1. Akibat baik yang akan diperoleh orang-orang yang bertakwa. Allah akan menambah rezeki mereka, dan menurunkan hujan. Kemudian dengan air itu, Allah menyuburkan bumi, dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.\n\n2. Mengemukakan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan Allah, serta menerangkan bukti-bukti kebenaran risalah yang dibawanya. Di antaranya adalah tentang penciptaan manusia dalam beberapa proses kejadian mulai dari setetes mani sampai lahir sebagai manusia. Allah menciptakan langit dan bumi, bulan yang bersinar dan matahari yang bercahaya, menghidupkan dan mematikan manusia, kemudian seluruh manusia akan kembali kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3041, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And I do not ask you for it any payment. My payment is only from the Lord of the worlds.", "id": "Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3041", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3041.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3041.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu baik berupa materi atau jasa, atas ajakan itu, karena imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam yang jauh lebih baik dari semua imbalan yang ada karena Allah Mahakaya, pemilik alam seluruh.\"", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas menyampaikan agama Allah, Nabi Nuh tidak akan meminta upah kepada siapa pun, dan tidak mengharapkan harta kekayaan, kekuasaan, dan kemegahan sedikit pun. Ia hanya mencari keridaan dan pahala dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3042, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 148, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fattaqul laaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah and obey me.\"", "id": "Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3042", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3042.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3042.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan mengerjakan semua perintahnya dan menjauhi semua larangan-Nya dan taatlah kepadaku, atas semua yang aku sampaikan kepadamu.\" Kaum Nabi Nuh langsung memberikan reaksi secara negatif.", "long": "Pada ayat ini, Nabi Nuh mengulang dan menegaskan kembali perintah Allah agar kaumnya bertakwa dan taat kepada-Nya. Pengulangan ini adalah untuk menegaskan kepada kaumnya bahwa takwa kepada Allah itu merupakan hal yang sangat penting dan wajib dilakukan oleh setiap manusia, sebagai tanda syukur atas nikmat-nikmat yang tidak terhingga yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. Takwa itu merupakan sumber segala kebaikan dan merupakan kunci pembuka pintu gerbang kesenangan dan kebahagiaan yang ada di akhirat nanti.\n\nNabi Nuh berusaha sekuat tenaga menyampaikan risalahnya dengan mengemukakan janji dan ancaman Allah bagi orang-orang yang tidak mengikuti seruan rasul. Ia juga mengemukakan bukti-bukti kebenaran risalah yang dibawanya kepada mereka. Namun demikian, kaumnya tetap tidak menerimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3043, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 19, "page": 371, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0630\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo anu'minu laka wattaba 'akal arzaloon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Should we believe you while you are followed by the lowest [class of people]?\"", "id": "Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3043", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3043.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3043.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?” Pengikut Nabi Nuh banyak dari golongan rakyat jelata, karena merekalah yang banyak terzalimi dari sistem yang ada, bukan dari kalangan bangsawan yang senang dengan kedudukan mereka. Begitulah mereka melihat persoalan bukan dari ajarannya tapi dari orang yang mengikuti ajaran itu.", "long": "Ayat ini menjelaskan sikap kaumnya terhadap seruan Nabi Nuh. Mereka mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi mereka untuk mengikuti seruan Nuh karena orang-orang yang cerdik pandai dan berakal di antara mereka tidak ada yang tertarik dengan seruan itu apalagi para pemimpin mereka. Hanya orang-orang yang bodoh dan lemah atau orang-orang yang menginginkan sesuatu yang mau menjadi pengikut Nabi Nuh. Allah berfirman:\n\nMaka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, \"Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina-dina di antara kamu yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta.\" (Hud/11: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 3044, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala wa maa 'ilmee bimaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "He said, \"And what is my knowledge of what they used to do?", "id": "Dia (Nuh) menjawab, “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3044", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3044.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3044.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ejekan kaumnya, dia, yakni Nabi Nuh, menjawab, “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka orang-orang yang hina dina itu kerjakan. Aku hanya mengetahui hal-hal yang lahir saja dari mereka saja.", "long": "Pada ayat ini, Nabi Nuh menjawab bantahan kaumnya dengan mengatakan bahwa ia tidak mengetahui keadaan sebenarnya dari orang-orang yang mengikuti seruannya. Ia tidak ditugaskan Allah untuk menyelidiki asal-usul mereka atau kedudukan masing-masing di masyarakat. Dia hanya ditugaskan menyampaikan agama Allah kepada kaumnya. Jika ada di antara mereka yang beriman, maka dia hanya memandang mereka menurut lahirnya saja, bukan menurut kedudukan mereka dalam masyarakat, kecakapan dan kepandaian mereka, dan bukan pula menurut kekayaan dan kemiskinan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3045, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In hisaabuhum illaa 'alaa Rabbee law tash'uroon" } }, "translation": { "en": "Their account is only upon my Lord, if you [could] perceive.", "id": "Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3045", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3045.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3045.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perhitungan amal perbuatan mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, karena Tuhanku yang mengetahui secara hakiki niat dari perbuatan mereka, jika kamu menyadari terhadap apa yang aku katakan. Semestinya kamu memahami persoalan ini dengan akal sehatmu.", "long": "Nabi Nuh menyerahkan perhitungan tentang segala perbuatan yang dilakukan oleh para pengikutnya yang beriman sepenuhnya kepada Allah, karena Dialah Yang Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang berwenang menilai perbuatan hamba-hamba-Nya, dan Dia pulalah yang memberi balasannya. Perbuatan yang baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedang perbuatan buruk dibalas dengan hukuman yang setimpal. Itulah hukum Allah. Mereka seharusnya mengetahui hukum Allah tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3046, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0637\u064e\u0627\u0631\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa ana bitaaridil mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And I am not one to drive away the believers.", "id": "Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3046", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3046.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3046.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu dengan lantang Nabi Nuh mengatakan kepada kaumnya tentang pengikut-pengikutnya yang setia. \"Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Tidak terkecuali apakah mereka terdiri dari orang-orang miskin, dari kalangan bawah atau lainnya. orang-orang itu pastilah memahami apa yang aku dakwahkan kepada mereka.", "long": "Sekalipun Nabi Nuh telah berusaha siang dan malam menyeru kaumnya, namun mereka tetap tidak mengindahkannya. Menurut kaumnya, beriman dengan Nuh berarti merendahkan diri ikut bersama-sama orang-orang yang hina dina. Bahkan mereka memaksa Nuh segera mengusir orang-orang yang beriman dari negeri mereka, agar tidak merendahkan martabat dan agama nenek moyang mereka.\n\nNabi Nuh menjawab permintaan kaumnya dengan mengatakan bahwa dia tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman, sekalipun mereka itu orang-orang miskin, atau berasal dari golongan rendah menurut pandangan kaumnya. Mereka semua menurut pandangan Allah adalah orang-orang yang bertakwa. Keimanan dan ketaatan seseoranglah yang dijadikan ukuran, apakah ia orang yang baik dan mulia atau dia adalah orang yang hina." } } }, { "number": { "inQuran": 3047, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "In ana illaa nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "I am only a clear warner.\"", "id": "Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3047", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3047.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3047.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku, Nabi Nuh, ini hanyalah pemberi peringatan yang jelas terhadap mereka yang selalu berdusta kepadaku, bahwa nasib mereka pastilah akan jelek.", "long": "Selanjutnya Nuh mengatakan kepada kaumnya bahwa dia hanyalah seorang rasul yang diutus Allah kepada mereka untuk menyampaikan agama-Nya. Ia juga menyampaikan peringatan dan ancaman bahwa azab Allah akan ditimpakan kepada orang-orang yang ingkar dan durhaka, serta orang-orang yang mengingkari seruan rasul. Sedangkan orang-orang yang mengikuti seruan rasul, dan mengindahkan perkataan dan ancaman itu, baik kaya atau miskin, bangsawan atau rakyat biasa, akan dibalas Allah dengan surga yang penuh kenikmatan." } } }, { "number": { "inQuran": 3048, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064f \u0644\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo la'il lam tantahi yaa Noohu latakoonanna minal marjoomeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"If you do not desist, O Noah, you will surely be of those who are stoned.\"", "id": "Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3048", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3048.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3048.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban Nabi Nuh yang demikian tegas dan masuk akal, kaumnya mengintimidasinya. Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak mau berhenti dari ajakanmu, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam yaitu dilempari batu sampai mati.” Demikianlah sikap orang-orang zalim pada setiap zaman. Mereka akan menggunakan kekuatan jika kalah dalam adu argumentasi. Mendengar ancaman kaumnya, Nabi Nuh mengadu kepada Tuhannya.", "long": "Demikianlah Nabi Nuh melaksanakan tugasnya sebagai seorang rasul Allah. Ia berusaha sekuat tenaga menyampaikan seruan Allah, siang dan malam, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Semakin giat Nabi Nuh menyeru mereka, semakin kuat pula halangan dan rintangan yang diberikan kaumnya. Sikap mereka itu dilukiskan dalam firman Allah:\n\nDan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. (Nuh/71: 7).\n\nAkhirnya mereka mengancam Nabi Nuh untuk segera menghentikan usahanya mengajak mereka mengikuti agama yang didakwahkannya. Jika ia masih melanjutkan usahanya itu dan tidak menghentikannya, mereka akan merajam dan membinasakan Nabi Nuh." } } }, { "number": { "inQuran": 3049, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u064a \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi inna qawmee kazzaboon" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, indeed my people have denied me.", "id": "Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3049", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3049.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3049.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, Nabi Nuh, berkata, “Ya Tuhanku sungguh kaumku telah mendustakan aku. Mereka telah memilih jalan kesesatan, padahal aku, sesuai dengan perintah-Mu, telah mengajak mereka dengan baik-baik, siang dan malam, selama ratusan tahun, untuk kembali ke jalan-Mu.", "long": "Mendapat ancaman seperti itu, Nabi Nuh tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengadu kepada Allah bahwa kaumnya telah mendustakannya. Ia berharap dengan doa itu akan mendapat pertolongan dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3050, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faftab bainee wa bai nahum fat hanw wa najjinee wa mam ma'iya minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Then judge between me and them with decisive judgement and save me and those with me of the believers.\"", "id": "maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3050", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3050.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3050.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka berilah keputusan antara aku dengan mereka wahai Tuhanku, di Tangan-Mu-lah nasib mereka dan aku memohon kepada-Mu, selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku dari siksaan-Mu yang akan Engkau timpakan kepada kaumku.", "long": "Selanjutnya Nabi Nuh berdoa agar Allah memberikan keputusan yang adil mengenai permasalahan yang terjadi antara dirinya dan kaumnya. Ia telah mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk membawa mereka ke jalan yang benar, tetapi sambutan mereka justru berupa ancaman untuk mencederainya. Nabi Nuh yakin ancaman itu tidak main-main. Oleh karena itu, Nabi Nuh betul-betul berdoa agar ia dan kaum mukminin pengikutnya diselamatkan Allah dari ancaman tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3051, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u062d\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fa anjainaahu wa mamma'ahoo fil fulkil mashhoon" } }, "translation": { "en": "So We saved him and those with him in the laden ship.", "id": "Kemudian Kami menyelamatkannya Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3051", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3051.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3051.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah pun mengabulkan doa Nabi Nuh. Kemudian Kami menyelamatkannya yakni Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan yaitu berupa kebutuhan pokok mereka.", "long": "Allah mengabulkan doa Nabi Nuh dan memerintahkan agar ia bersama orang-orang yang beriman membuat sebuah kapal besar yang dapat mengangkut mereka semua, beserta barang-barang keperluan dan alat-alat perlengkapan mereka. \n\nNabi Nuh bersama para pengikutnya mulai membuat kapal. Kaumnya heran dan tercengang melihat apa yang dilakukannya. Mereka tidak mengetahui apa yang sedang dibuat Nabi Nuh itu. Kaumnya menganggap Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman, terutama yang ikut membantunya membuat kapal itu, telah gila. Setiap orang yang lewat di dekat Nabi Nuh membuat kapal itu mengejek dan mencemooh perbuatannya.\n\nPerintah Allah agar Nabi Nuh membuat kapal dan sikap kaum Nabi Nuh itu dijelaskan dalam firman-Nya:\n\n\"Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.\" Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, \"Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami). Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa) yang akan ditimpa azab yang kekal.\" (Hud/11: 37-39).\n\nEjekan itu dijawab Nabi Nuh dengan mengingatkan mereka akan azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir yang tidak mengindahkan seruan rasul-Nya. Jika mereka selalu bersikap demikian, maka azab itu akan segera datang. Pada saat menerima azab dan malapetaka itu, mereka akan menyesal untuk selama-lamanya. Namun demikian, penyesalan itu tak ada gunanya lagi karena semua pintu tobat telah tertutup bagi mereka. Allah mengingatkan Nabi Nuh agar tidak lagi melayani orang-orang yang zalim itu, karena keimanan mereka tidak bisa diharapkan lagi, dan telah menjadi ketetapan Allah untuk membinasakan mereka.\n\nNabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya telah berusaha dengan sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah membuat kapal itu. Setelah selesai, tibalah saat-saat yang dijanjikan Allah, yaitu membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang yang beriman. Pada saat itu, bumi memancarkan air dari segala penjuru dan meluap, seperti luapan air yang sedang mendidih di dalam kuali tempat memasak. Dalam waktu yang singkat, air itu telah menenggelamkan permukaan bumi.\n\nPada saat itu, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh menyuruh orang-orang yang beriman naik ke atas kapal dengan membawa perlengkapan yang diperlukan. Allah juga memerintahkan untuk membawa binatang-binatang piaraan mereka, masing-masing seekor jantan dan betina, agar dapat berkembang biak nanti setelah topan dan banjir berhenti.\n\nMenurut sebagian mufasir, keluarga Nabi Nuh yang ikut masuk ke dalam kapal itu hanyalah seorang istri yang beriman dan tiga orang putranya, yaitu Sam, Ham, dan Yafits. Demikianlah Nabi Nuh mulai berlayar dengan menyebut nama Allah, mengarungi banjir seperti laut itu, menempuh ombak yang menjulang seperti gunung." } } }, { "number": { "inQuran": 3052, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa aghraqnaa ba'dul baaqeen" } }, "translation": { "en": "Then We drowned thereafter the remaining ones.", "id": "Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3052", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3052.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3052.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setelah penyelamatan itu, Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal yaitu mereka yang durhaka.", "long": "Dalam Al-Qur'an dilukiskan bagaimana besarnya gelombang itu dan bagaimana Nabi Nuh berusaha menyelamatkan anaknya yang kafir. Ia memanggilnya agar naik ke kapal bersama-sama orang-orang yang beriman. Akan tetapi, ajakan itu tidak diindahkannya sehingga putra Nabi Nuh itu tenggelam bersama orang-orang kafir yang lain. Kisah itu disebutkan dalam firman Allah:\n\nDan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, \"Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.\" Dia (anaknya) menjawab, \"Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!\" (Nuh) berkata, \"Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.\" Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan. (Hud/11: 42-43).\n\nKapal Nabi Nuh berlayar ke arah yang tidak diketahui oleh penumpang-penumpangnya. Hanya Allah yang mengetahui tujuannya itu.\n\nPada saat yang telah ditentukan Allah, topan itu berhenti dan banjir pun surut, seakan-akan airnya ditelan bumi. Kapal Nabi Nuh terdampar di puncak bukit yang bernama Judi. Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa Bukit Judi itu terletak di Armenia Selatan yang berbatasan dengan Mesopotamia yang terkenal dengan Bukit Arafat.\n\nDengan berakhirnya topan dan banjir besar itu, serta berlabuhnya kapal Nabi Nuh dengan selamat di atas Bukit Judi, berarti Allah telah menepati janji-Nya. Dia menyelamatkan orang-orang yang beriman, yang mengikuti seruan Nabi Nuh, dan menghancurkan orang-orang kafir, yang mengingkari seruannya.\n\nSetelah kapal itu berlabuh, Nabi Nuh ingat kembali kepada putranya yang tenggelam. Ia memohonkan keselamatan untuk putranya karena termasuk keluarganya. Akan tetapi, Allah mengingatkan Nabi Nuh bahwa putranya itu bukan lagi keluarganya karena telah menjadi orang kafir. Allah berfirman:\n\nDan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil.\" Dia (Allah) berfirman, \"Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh.\" (Hud/11: 45-46).\n\nOrang-orang yang beriman bersama Nabi Nuh yang selamat dari topan dan banjir lalu berkembang biak, sampai kepada manusia sekarang. Di antara mereka ada yang mukmin dan ada pula yang kafir. Ada yang ditimpa azab di dunia ini sehingga musnah, dan ada pula yang diselamatkan. Ada yang bahagia dan ada yang sengsara, ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Allah berfirman:\n\nDifirmankan, \"Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab Kami yang pedih.\" (Hud/11: 48)." } } }, { "number": { "inQuran": 3053, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la Aayaah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3053", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3053.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3053.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada kejadian yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah yang demikian nyata, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.", "long": "Setelah menerangkan kisah Nabi Nuh dan kaumnya, kebinasaan yang dialami orang-orang yang mengingkari seruan rasul dan kemenangan yang diperoleh orang-orang yang beriman, Allah lalu mengarahkan firman-Nya ini kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin. Allah mengingatkan bahwa peristiwa di atas hendaklah menjadi iktibar atau pelajaran. Umat manusia seharusnya beriman kepada Nabi Muhammad dan menerima seruannya. Bila mereka mengingkarinya, maka hal yang sama dapat terjadi pada mereka. Allah mampu melaksanakan ancaman-Nya apabila Dia menghendaki. Akan tetapi, Allah masih memberi kesempatan kepada umat manusia, karena Ia Maha Pengasih dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 3054, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 321, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3054", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3054.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3054.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa yang tidak berku-rang kekuasaan-Nya walaupun banyaknya orang yang ingkar kepada-Nya, Maha Penyayang dengan tidak cepat membinasakan orang yang durhaka kepada-Nya, tapi masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.", "long": "Setelah menerangkan kisah Nabi Nuh dan kaumnya, kebinasaan yang dialami orang-orang yang mengingkari seruan rasul dan kemenangan yang diperoleh orang-orang yang beriman, Allah lalu mengarahkan firman-Nya ini kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin. Allah mengingatkan bahwa peristiwa di atas hendaklah menjadi iktibar atau pelajaran. Umat manusia seharusnya beriman kepada Nabi Muhammad dan menerima seruannya. Bila mereka mengingkarinya, maka hal yang sama dapat terjadi pada mereka. Allah mampu melaksanakan ancaman-Nya apabila Dia menghendaki. Akan tetapi, Allah masih memberi kesempatan kepada umat manusia, karena Ia Maha Pengasih dan Maha Penyayang." } } }, { "number": { "inQuran": 3055, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazzabat 'Aadunil mursaleen" } }, "translation": { "en": "'Aad denied the messengers", "id": "(Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3055", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3055.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3055.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum ‘Ad yang mendiami tanah Yaman telah mendustakan para rasul. Mendustakan satu rasul, sama saja dengan mendustakan seluruh rasul, karena mereka adalah satu kesatuan, yaitu sebagai utusan Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus Nabi Hud a.s. kepada kaum 'Ad tetapi mereka mendustakan dan mengingkari seruannya. 'Ad adalah nama suatu kaum, yang diambil dari nama nenek moyang mereka yang bernama 'ad. 'ad adalah salah seorang keturunan Sam bin Nuh. Nabi Hud sendiri termasuk salah seorang keturunan 'ad, yaitu Hud bin Abdullah bin Rabah bin Khulud bin 'ad. Itulah sebabnya di dalam ayat ini Nabi Hud disebut saudara dari kaum 'ad, yang maksudnya Nabi Hud termasuk salah seorang warga kaum 'ad.\n\nKaum 'ad bertempat tinggal di al-Ahqaf, yang sekarang dikenal dengan nama Sahara al-Ahqaf. Sekarang daerah ini termasuk salah satu bagian dari kerajaan Arab Saudi bagian selatan. Al-Ahqaf terletak di sebelah utara Hadramaut, sebelah timur laut Yaman, sebelah selatan Nejed dan sebelah barat Oman. Sekarang tempat itu dinamai juga ar-Rab' al-Khali artinya \"tempat yang kosong\" karena memang tempat itu telah kosong, tidak didiami orang. Dalam peta biasanya ditulis Rub' al-Khali, itu salah, yang betul Rab' bukan Rub'.\n\nKaum 'ad pada mulanya beragama tauhid, agama yang dianut nenek moyang mereka dan sesuai pula dengan fitrah manusia. Akan tetapi, setelah kerajaan mereka meluas dan membesar akibat penaklukan bangsa-bangsa lain di sekitarnya, mereka menjadi sombong dan menyembah patung-patung. Patung-patung yang disembah itu adalah patung-patung pemimpin mereka, yang pada mulanya dibuat hanya untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa mereka. Namun demikian, lama-kelamaan patung itu mereka sembah. Ada tiga buah patung yang mereka sembah, yaitu Saba', Samud, dan Haba. Untuk mengembalikan mereka kepada agama yang benar, Allah mengutus seorang rasul kepada mereka, yaitu Nabi Hud, yang termasuk salah seorang dari warga mereka juga." } } }, { "number": { "inQuran": 3056, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0648\u062f\u064c \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala lahum akhoohum Hoodun alaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "When their brother Hud said to them, \"Will you not fear Allah?", "id": "Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3056", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3056.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3056.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika saudara mereka sendiri yang satu negeri dan satu kabilah yaitu Hud berkata kepada mereka dengan tulus ikhlas mengajak mereka ke jalan yang benar, “Mengapa kamu tidak bertakwa?\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus Nabi Hud a.s. kepada kaum 'Ad tetapi mereka mendustakan dan mengingkari seruannya. 'Ad adalah nama suatu kaum, yang diambil dari nama nenek moyang mereka yang bernama 'ad. 'ad adalah salah seorang keturunan Sam bin Nuh. Nabi Hud sendiri termasuk salah seorang keturunan 'ad, yaitu Hud bin Abdullah bin Rabah bin Khulud bin 'ad. Itulah sebabnya di dalam ayat ini Nabi Hud disebut saudara dari kaum 'ad, yang maksudnya Nabi Hud termasuk salah seorang warga kaum 'ad.\n\nKaum 'ad bertempat tinggal di al-Ahqaf, yang sekarang dikenal dengan nama Sahara al-Ahqaf. Sekarang daerah ini termasuk salah satu bagian dari kerajaan Arab Saudi bagian selatan. Al-Ahqaf terletak di sebelah utara Hadramaut, sebelah timur laut Yaman, sebelah selatan Nejed dan sebelah barat Oman. Sekarang tempat itu dinamai juga ar-Rab' al-Khali artinya \"tempat yang kosong\" karena memang tempat itu telah kosong, tidak didiami orang. Dalam peta biasanya ditulis Rub' al-Khali, itu salah, yang betul Rab' bukan Rub'.\n\nKaum 'ad pada mulanya beragama tauhid, agama yang dianut nenek moyang mereka dan sesuai pula dengan fitrah manusia. Akan tetapi, setelah kerajaan mereka meluas dan membesar akibat penaklukan bangsa-bangsa lain di sekitarnya, mereka menjadi sombong dan menyembah patung-patung. Patung-patung yang disembah itu adalah patung-patung pemimpin mereka, yang pada mulanya dibuat hanya untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa mereka. Namun demikian, lama-kelamaan patung itu mereka sembah. Ada tiga buah patung yang mereka sembah, yaitu Saba', Samud, dan Haba. Untuk mengembalikan mereka kepada agama yang benar, Allah mengutus seorang rasul kepada mereka, yaitu Nabi Hud, yang termasuk salah seorang dari warga mereka juga." } } }, { "number": { "inQuran": 3057, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Innee lakum Rasoolun ameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, I am to you a trustworthy messenger.", "id": "Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3057", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3057.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3057.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan Allah yang diutus kepadamu, agar kamu taat kepada-Nya.\"", "long": "Nabi Hud a.s. menyeru mereka agar menyembah Allah dan bertakwa kepada-Nya, serta melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pada Surah Hud/11: 50-54 diterangkan bahwa Nabi Hud meminta kaumnya agar menyembah Allah dan tidak menyembah patung-patung, karena tidak ada tuhan selain Allah. Artinya bahwa tidak ada yang menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, berkuasa, membangkitkan dari kubur dan memiliki sifat-sifat ketuhanan, kecuali Allah. Penyembahan terhadap patung-patung itu adalah perbuatan yang mereka ada-adakan sendiri, tidak berdasarkan keterangan dari kitab suci dan bukti nyata sedikit pun. Hud juga menyatakan bahwa dia adalah rasul Allah yang sebenarnya. Segala yang disampaikannya itu berasal dari Allah.\n\nNabi Hud menerangkan bahwa ia tidak mengharapkan upah dalam pekerjaannya menyeru manusia kepada agama tauhid. Upahnya semata-mata dari Allah yaitu pahala yang ia harapkan nanti di akhirat. \n\nNabi Hud menyeru kaumnya agar memohon ampun dan bertobat kepada Allah. Kalau mereka berbuat demikian, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa mereka, menurunkan hujan yang akan menjadikan negeri mereka bertambah subur, dan menambah rezeki mereka. Di samping itu, Allah akan menjadikan mereka semakin kuat, baik fisik maupun kekuasaan. Nabi Hud mengingatkan agar mereka menghentikan perbuatan dosa yang mereka lakukan dan memohon ampunan Allah.\n\nDan (Hud berkata), \"Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.\" (Hud/11: 52).\n\nKaum 'ad tidak mengindahkan seruan Nabi Hud, bahkan mereka menyatakan bahwa Nabi Hud tidak membawa satu kebenaran pun dalam dakwahnya. Mereka menegaskan untuk tidak akan meninggalkan penyembahan berhala, dan tidak mempercayai seruan Nabi Hud. Allah berfirman:\n\nMereka (kaum 'Ad) berkata, \"Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu. (Hud/11: 53).\n\nMereka menuduh bahwa Nabi Hud telah dihinggapi penyakit gila yang ditimpakan oleh patung-patung mereka. Allah berfirman:\n\nKami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.\" (Hud/11: 54)." } } }, { "number": { "inQuran": 3058, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fattaqullaaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah and obey me.", "id": "karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3058", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3058.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3058.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Karena itu bertakwalah kepada Allah dengan menaati semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan taatlah kepadaku atas apa yang aku katakan kepada kamu.", "long": "Nabi Hud a.s. menyeru mereka agar menyembah Allah dan bertakwa kepada-Nya, serta melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pada Surah Hud/11: 50-54 diterangkan bahwa Nabi Hud meminta kaumnya agar menyembah Allah dan tidak menyembah patung-patung, karena tidak ada tuhan selain Allah. Artinya bahwa tidak ada yang menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, berkuasa, membangkitkan dari kubur dan memiliki sifat-sifat ketuhanan, kecuali Allah. Penyembahan terhadap patung-patung itu adalah perbuatan yang mereka ada-adakan sendiri, tidak berdasarkan keterangan dari kitab suci dan bukti nyata sedikit pun. Hud juga menyatakan bahwa dia adalah rasul Allah yang sebenarnya. Segala yang disampaikannya itu berasal dari Allah.\n\nNabi Hud menerangkan bahwa ia tidak mengharapkan upah dalam pekerjaannya menyeru manusia kepada agama tauhid. Upahnya semata-mata dari Allah yaitu pahala yang ia harapkan nanti di akhirat. \n\nNabi Hud menyeru kaumnya agar memohon ampun dan bertobat kepada Allah. Kalau mereka berbuat demikian, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa mereka, menurunkan hujan yang akan menjadikan negeri mereka bertambah subur, dan menambah rezeki mereka. Di samping itu, Allah akan menjadikan mereka semakin kuat, baik fisik maupun kekuasaan. Nabi Hud mengingatkan agar mereka menghentikan perbuatan dosa yang mereka lakukan dan memohon ampunan Allah.\n\nDan (Hud berkata), \"Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.\" (Hud/11: 52).\n\nKaum 'ad tidak mengindahkan seruan Nabi Hud, bahkan mereka menyatakan bahwa Nabi Hud tidak membawa satu kebenaran pun dalam dakwahnya. Mereka menegaskan untuk tidak akan meninggalkan penyembahan berhala, dan tidak mempercayai seruan Nabi Hud. Allah berfirman:\n\nMereka (kaum 'Ad) berkata, \"Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu. (Hud/11: 53).\n\nMereka menuduh bahwa Nabi Hud telah dihinggapi penyakit gila yang ditimpakan oleh patung-patung mereka. Allah berfirman:\n\nKami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.\" (Hud/11: 54)." } } }, { "number": { "inQuran": 3059, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And I do not ask you for it any payment. My payment is only from the Lord of the worlds.", "id": "Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3059", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3059.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3059.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian agar kaumnya tidak mencurigai missinya sebagai missi yang komersial, Nabi Hud berkata, \"Dan aku tidak meminta imbalan apa pun kepadamu, baik materi maupun jasa atas ajakan itu; karena imbalanku hanyalah dari Tuhan yang mengatur seluruh alam seluruh karena aku adalah utusan-Nya.\"", "long": "Nabi Hud a.s. menyeru mereka agar menyembah Allah dan bertakwa kepada-Nya, serta melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pada Surah Hud/11: 50-54 diterangkan bahwa Nabi Hud meminta kaumnya agar menyembah Allah dan tidak menyembah patung-patung, karena tidak ada tuhan selain Allah. Artinya bahwa tidak ada yang menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, berkuasa, membangkitkan dari kubur dan memiliki sifat-sifat ketuhanan, kecuali Allah. Penyembahan terhadap patung-patung itu adalah perbuatan yang mereka ada-adakan sendiri, tidak berdasarkan keterangan dari kitab suci dan bukti nyata sedikit pun. Hud juga menyatakan bahwa dia adalah rasul Allah yang sebenarnya. Segala yang disampaikannya itu berasal dari Allah.\n\nNabi Hud menerangkan bahwa ia tidak mengharapkan upah dalam pekerjaannya menyeru manusia kepada agama tauhid. Upahnya semata-mata dari Allah yaitu pahala yang ia harapkan nanti di akhirat. \n\nNabi Hud menyeru kaumnya agar memohon ampun dan bertobat kepada Allah. Kalau mereka berbuat demikian, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa mereka, menurunkan hujan yang akan menjadikan negeri mereka bertambah subur, dan menambah rezeki mereka. Di samping itu, Allah akan menjadikan mereka semakin kuat, baik fisik maupun kekuasaan. Nabi Hud mengingatkan agar mereka menghentikan perbuatan dosa yang mereka lakukan dan memohon ampunan Allah.\n\nDan (Hud berkata), \"Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.\" (Hud/11: 52).\n\nKaum 'ad tidak mengindahkan seruan Nabi Hud, bahkan mereka menyatakan bahwa Nabi Hud tidak membawa satu kebenaran pun dalam dakwahnya. Mereka menegaskan untuk tidak akan meninggalkan penyembahan berhala, dan tidak mempercayai seruan Nabi Hud. Allah berfirman:\n\nMereka (kaum 'Ad) berkata, \"Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami, dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu. (Hud/11: 53).\n\nMereka menuduh bahwa Nabi Hud telah dihinggapi penyakit gila yang ditimpakan oleh patung-patung mereka. Allah berfirman:\n\nKami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.\" (Hud/11: 54)." } } }, { "number": { "inQuran": 3060, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0631\u0650\u064a\u0639\u064d \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Atabnoona bikulli ree'in aayatan ta'basoon" } }, "translation": { "en": "Do you construct on every elevation a sign, amusing yourselves,", "id": "Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3060", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3060.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3060.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Hud mengecam perilaku buruk kaumnya dan berkata, Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi hanya untuk kemegahan dan kepongahan tanpa ditempati? Sungguh hal ini keterlaluan.", "long": "Hud mempertanyakan kebiasaan kaumnya mendirikan bangunan di puncak-puncak bukit atau di tiap jalan semata-mata untuk memperlihatkan kehebatan, kemegahan, dan kekayaan. Kenapa mereka tidak membangunnya berdasarkan kemanfaatan dan tujuan positif lainnya.\n\nKaum 'ad memang telah memiliki peradaban yang tinggi menurut ukuran zamannya. Mereka telah sanggup mendirikan negara yang kuat, daerah-daerah dan kota-kota yang teratur, beserta bangunan-bangunannya yang megah. Pembangunan itu bukanlah untuk tujuan yang baik, tetapi semata-mata untuk memperlihatkan kekayaan mereka. \n\nBelum ada ahli sejarah yang dapat memastikan masa kejayaan kerajaan kaum 'ad itu. Ada yang memperkirakan kerajaan kaum 'ad semasa dengan kerajaan Babilonia, yaitu kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi. Akan tetapi, hal ini tidak sesuai dengan kenyataan karena Nabi Hud diutus kepada kaum ad sebelum Nabi Ibrahim diutus ke Babilonia, yaitu pada zaman Nebukadnezar." } } }, { "number": { "inQuran": 3061, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0635\u064e\u0627\u0646\u0650\u0639\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tattakhizoona masaani'a la'allakum takhludoon" } }, "translation": { "en": "And take for yourselves palaces and fortresses that you might abide eternally?", "id": "dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3061", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3061.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3061.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kamu membuat benteng-benteng yang kokoh dan kuat, atau penampungan-penampungan air yang besar dengan maksud supaya kamu kekal di dunia?\"", "long": "Ayat ini menerangkan peringatan Hud kepada kaumnya yang membangun istana dan benteng-benteng yang kukuh dengan maksud ingin hidup abadi di dunia, padahal sesungguhnya hanya Allah Yang Mahakuasa.\n\nSejarah membuktikan bahwa 'ad telah mampu membangun perusahaan-perusahaan, menggali logam dalam bumi, dan membuat kanal-kanal untuk irigasi yang teratur. Dengan adanya irigasi yang teratur itu, bumi mereka menjadi subur sehingga kemakmuran mereka semakin meningkat. Mereka mendirikan kota Iram dengan tiang yang tinggi dan megah sebagai ibu kota kerajaan mereka. Pendirinya bernama Syaddad bin 'ad, salah seorang raja mereka. Di sekeliling kota ini, mereka dirikan benteng-benteng yang kuat untuk mempertahankannya dari serangan musuh.\n\nKemakmuran dan kekuatan yang mereka miliki itu membuat mereka menjadi sombong dan takabur. Mereka mengira bahwa keadaan mereka yang demikian itu akan kekal selama-lamanya. Mereka membangkang kepada Allah dengan menyembah berhala dan berbuat semena-mena. Allah berfirman:\n\nMaka adapun kaum 'Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, \"Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?\" Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami. (Fussilat/41: 15)." } } }, { "number": { "inQuran": 3062, "inSurah": 130 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0637\u064e\u0634\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0637\u064e\u0634\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa batashtum batashtum jabbaareen" } }, "translation": { "en": "And when you strike, you strike as tyrants.", "id": "Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3062", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3062.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3062.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila kamu menyiksa orang-orang yang terkena sanksi hukum dalam pandangan kamu, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis di luar batas peri kemanusiaan.", "long": "Ayat ini menerangkan perilaku kaum ad yang kasar dan kejam. Apabila menyiksa musuh, mereka melakukannya dengan kejam tanpa rasa belas kasihan sedikit pun. Mereka dianugerahi tubuh yang kuat, tinggi, dan perkasa. Watak mereka sesuai pula dengan tubuh yang perkasa itu. Dengan kekuatan yang ada, mereka menyerang negeri-negeri lain hingga sampai ke negeri Syam dan Irak. Dalam peperangan, mereka menindak dan memperlakukan musuh-musuh secara kejam." } } }, { "number": { "inQuran": 3063, "inSurah": 131 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fattaqul laaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah and obey me.", "id": "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3063", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3063.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3063.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Ketahuilah bahwa apa yang kamu lakukan itu adalah perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah.", "long": "Melihat sikap yang demikian itu, Nabi Hud mengingatkan mereka agar bertakwa dan menghambakan diri kepada Allah. Nabi Hud mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka mensyukuri nikmat itu agar Allah menambahnya dengan nikmat yang lebih banyak lagi dan lebih tinggi nilainya." } } }, { "number": { "inQuran": 3064, "inSurah": 132 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u064e\u062f\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattaqul lazeee amad dakum bimaa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And fear He who provided you with that which you know,", "id": "dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3064", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3064.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3064.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui dan kamu rasakan, yaitu segala kenikmatan duniawi.", "long": "Melihat sikap yang demikian itu, Nabi Hud mengingatkan mereka agar bertakwa dan menghambakan diri kepada Allah. Nabi Hud mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka mensyukuri nikmat itu agar Allah menambahnya dengan nikmat yang lebih banyak lagi dan lebih tinggi nilainya." } } }, { "number": { "inQuran": 3065, "inSurah": 133 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u064e\u062f\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064d \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Amaddakum bi an'aa minw wa baneen" } }, "translation": { "en": "Provided you with grazing livestock and children", "id": "Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3065", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3065.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3065.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Hud lalu memerinci beberapa kenikmatan itu. Dia telah menganugerahkan dan melimpahkan kepada kamu binatang-binatang ternak yang sangat besar manfaatnya dalam kehidupan kamu dan Dia juga memberimu anak-anak yang dengan mereka kamu merasa kuat.", "long": "Di antara nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kaum 'Ad ialah binatang-binatang ternak yang dapat mereka manfaatkan, dan anak keturunan yang dapat menyambung generasi dan penerus cita-cita mereka. Mereka juga dianugerahi kebun-kebun yang indah, yang ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang amat berguna bagi mereka. Demikian pula air yang dapat mengairi bumi sebagai hasil irigasi yang telah mereka buat semuanya dengan pertolongan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3066, "inSurah": 134 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa jannaatinw wa 'uyoon" } }, "translation": { "en": "And gardens and springs.", "id": "dan kebun-kebun, dan mata air," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3066", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3066.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3066.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kebun-kebun yang rindang, dengan aneka macam tumbuh-tumbuhan dan pepohonan dan mata air yang jernih dan melimpah.", "long": "Di antara nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kaum 'Ad ialah binatang-binatang ternak yang dapat mereka manfaatkan, dan anak keturunan yang dapat menyambung generasi dan penerus cita-cita mereka. Mereka juga dianugerahi kebun-kebun yang indah, yang ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang amat berguna bagi mereka. Demikian pula air yang dapat mengairi bumi sebagai hasil irigasi yang telah mereka buat semuanya dengan pertolongan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3067, "inSurah": 135 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innee akhaafu 'alaikum 'azaaba Yawmin 'azeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, I fear for you the punishment of a terrible day.\"", "id": "sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3067", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3067.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3067.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar, yaitu hari Kiamat. Apa yang kamu miliki dan kamu banggakan, pada hari itu, tidak akan bisa menolong kamu dari siksa api neraka.", "long": "Nabi Hud menyampaikan kepada mereka bahwa semua yang diperoleh itu merupakan nikmat dari Allah. Ia khawatir nikmat-nikmat yang tak terhingga yang mereka peroleh itu akan dicabut atau dihentikan, sebagai azab dari Allah atas keingkaran dan kesombongan mereka. Apakah mereka tidak takut terjadi yang demikian? Menurut sunah Allah, Dia akan menambah nikmat kepada orang yang mensyukuri nikmat-Nya dan akan mengazab orang yang mengingkarinya." } } }, { "number": { "inQuran": 3068, "inSurah": 136 }, "meta": { "juz": 19, "page": 372, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0639\u064e\u0638\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u0638\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo sawaaa'un 'alainaaa awa 'azta am lam takum minal waa'izeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"It is all the same to us whether you advise or are not of the advisors.", "id": "Mereka menjawab, “Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3068", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3068.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3068.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun, dengan sikap sombong, kaumnya menolak ajakannya. Mereka menjawab, \"Adalah sama saja bagi Kami, apakah kamu wahai Hud, memberi nasihat atau tidak memberi nasihat, kami tetap tidak akan menuruti ajakanmu. Kami akan terus berpegang teguh dengan keyakinan kami. Maka kamu tak perlu bersusah payah terus menerus mengajak kami.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum 'ad tetap tidak mengindahkan seruan Nabi Hud, bahkan mereka berkata, \"Menurut pendapat kami sama saja engkau berikan peringatan atau tidak, kami tetap pada pendirian kami. Kami tidak mau lagi mendengar kata-katamu, dan tidak akan mundur sedikit pun dari pendirian kami.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3069, "inSurah": 137 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064f\u0644\u064f\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In haazaaa illaa khuluqul awwaleen" } }, "translation": { "en": "This is not but the custom of the former peoples,", "id": "(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3069", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3069.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3069.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Agama kami ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu. Apa yang dilakukan nenek moyang kami, itulah yang kami ikuti.\" Inilah bentuk taklid buta dalam hal keyakinan agama yang sangat dibenci oleh Allah.", "long": "Selanjutnya mereka mengatakan bahwa agama yang mereka anut adalah agama nenek moyang yang telah diwariskan kepada mereka. Mereka yakin tidak akan diazab karena mengikuti agama nenek moyang itu.\n\nPada ayat yang lain diterangkan bahwa Hud menantang kaumnya yang semakin ingkar itu dengan menyeru mereka agar melakukan usaha untuk membunuhnya dilakukan bersama-sama. Hud juga menyuruh mereka untuk mengikutkan dewa-dewa yang mereka sembah, seandainya mereka benar-benar percaya akan kemampuan dewa-dewa itu melakukan sesuatu yang mereka inginkan. Seakan-akan Hud berkata kepada mereka, \"Bersatulah kamu sekalian dengan dewa-dewa yang kamu sembah itu untuk membunuhku, dan laksanakanlah pembunuhan itu sekarang juga, jangan ditangguhkan lagi. Aku tidak takut sedikit pun dibunuh karena aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu yang sebenarnya. Makhluk apa pun yang ada di bumi ini selalu dijaga, dipelihara, dan dikuasai oleh Allah dan perkataan-Nya selalu benar dan lurus.\"\n\nTantangan yang dikemukakan Hud kepada kaumnya adalah bukti bahwa dia seorang rasul yang diutus Allah. Andaikata ia bukan seorang rasul, dia tidak akan berani melakukan tantangan yang demikian terhadap kaumnya yang lebih kuat tubuhnya dan lebih kejam sifatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3070, "inSurah": 138 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa nahnu bimu 'azzabeen" } }, "translation": { "en": "And we are not to be punished.\"", "id": "dan kami (sama sekali) tidak akan diazab.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3070", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3070.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3070.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dengan pongahnya mereka berkata lagi, \"Dan Kami sama sekali tidak akan di azab oleh Allah di akhirat kelak.\" Mereka menganggap bahwa kenikmatan yang mereka miliki adalah bentuk kasih sayang Allah kepada mereka, maka di akhirat pun mereka yakin tidak akan disiksa.", "long": "Selanjutnya mereka mengatakan bahwa agama yang mereka anut adalah agama nenek moyang yang telah diwariskan kepada mereka. Mereka yakin tidak akan diazab karena mengikuti agama nenek moyang itu.\n\nPada ayat yang lain diterangkan bahwa Hud menantang kaumnya yang semakin ingkar itu dengan menyeru mereka agar melakukan usaha untuk membunuhnya dilakukan bersama-sama. Hud juga menyuruh mereka untuk mengikutkan dewa-dewa yang mereka sembah, seandainya mereka benar-benar percaya akan kemampuan dewa-dewa itu melakukan sesuatu yang mereka inginkan. Seakan-akan Hud berkata kepada mereka, \"Bersatulah kamu sekalian dengan dewa-dewa yang kamu sembah itu untuk membunuhku, dan laksanakanlah pembunuhan itu sekarang juga, jangan ditangguhkan lagi. Aku tidak takut sedikit pun dibunuh karena aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu yang sebenarnya. Makhluk apa pun yang ada di bumi ini selalu dijaga, dipelihara, dan dikuasai oleh Allah dan perkataan-Nya selalu benar dan lurus.\"\n\nTantangan yang dikemukakan Hud kepada kaumnya adalah bukti bahwa dia seorang rasul yang diutus Allah. Andaikata ia bukan seorang rasul, dia tidak akan berani melakukan tantangan yang demikian terhadap kaumnya yang lebih kuat tubuhnya dan lebih kejam sifatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3071, "inSurah": 139 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakazzaboohu fa ahlaknaahum; inna fee zaalika la aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And they denied him, so We destroyed them. Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.", "id": "Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3071", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3071.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3071.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai sanksi atas kepongahan mereka, Allah menurunkan siksaNya kepada mereka. Maka mereka mendustakan Hud terhadap semua ajakan dan nasihatnya, lalu Kami binasakan mereka dengan angin yang sangat dingin dan kencang selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus (Lihat juga Surah Al-Haqqah/69: 7). Sungguh pada kejadian yang demikian itu terdapat tanda kekuasaan Allah yang demikian besar dan nyata yang semestinya menjadi pelajaran bagi mereka, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman bahkan mendustakan Allah dan rasul-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum 'ad tetap durhaka dan tidak mengindahkan seruan Nabi Hud. Dalam firman-Nya yang lain, Nabi Hud mengancam kaumnya dengan mengatakan bahwa jika mereka tetap ingkar, mereka akan dihancurkan oleh Allah dan menggantinya dengan kaum yang lain, yang akan berkuasa dan menjadi cikal-bakal bagi generasi-generasi mendatang. Sedangkan mereka tidak akan dapat mendatangkan kemudaratan sedikit pun kepada Allah. Allah berfirman:\n\nMaka jika kamu berpaling, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu.\" (Hud/11: 57).\n\nDi antara kaum 'ad ini ada yang beriman kepada Nabi Hud, tetapi sebagian besar dari mereka tetap ingkar. Kaum 'ad yang tidak beriman ini dimusnahkan Allah dengan mendatangkan angin yang sangat dingin, hingga mereka mati bergelimpangan, kota-kota dan negeri mereka roboh dan terpendam dalam tanah, sebagaimana firman Allah:\n\nSedangkan kaum 'ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus, maka kamu melihat kaum 'ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? (Al-haqqah/69: 6-8).\n\nKaum ' yang tidak beriman dan dibinasakan Allah itu disebut 'Ä€d al-¸la ('ad yang pertama). Adapun orang-orang yang beriman dan diselamatkan Allah bersama-sama dengan Nabi Hud disebut 'ad ats-saniyah ('ad yang kedua).\n\nDi antara mereka yang beriman ini ada yang pindah bersama Nabi Hud ke sebelah selatan, yakni Hadramaut. Sampai sekarang di daerah itu masih ada kota yang bernama Madinah Qabri Hud, yang terletak sebelah timur kota Tariem, salah satu kota terbesar di Hadramaut. Di Madinah Qabri Hud ini terdapat sebuah kuburan yang bernama Qabri Hud, yang diabadikan sampai sekarang, untuk menjadi bukti atas kebenaran kisah Hud yang tersebut di dalam Al-Qur'an.\n\nSekalipun negeri kaum 'ad terpendam di dalam tanah akibat azab Allah, namun masih ada tanda-tanda bahwa tempat itu pernah didiami manusia yang berkebudayaan tinggi. Dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menyuruh orang mengadakan perjalanan di muka bumi untuk memperhatikan bekas-bekas pemukiman penduduk yang telah dibinasakan oleh Allah, di antaranya kaum Hud, untuk dijadikan sebagai pelajaran.\n\nPada abad ke-20 datang ke sana ekspedisi yang dipimpin oleh sarjana-sarjana Barat, di antaranya yang dipimpin oleh H. St. John Philby, yang dapat mengadakan ekspedisi ke ar-Rub' al-Khali atas izin Raja Arab Saudi, Abdul Aziz Alu Su'ud. Dia menulis sebuah buku yang berjudul The Heart of Arabia. Seorang sarjana Belanda, Van der Mulen, juga pernah memimpin ekspedisi ke sekitar ar-Rab' al-Khali, dan menulis sebuah buku berjudul Hadramaut.\n\nKisah Nabi Hud dan kaumnya hanya disebut dalam Al-Qur'an, tidak terdapat pada kitab-kitab Samawi yang lain. Pada kisah kaum Hud itu terdapat pelajaran bagi kaum Muslimin, karena mereka yang dibinasakan itu adalah mereka yang tidak beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3072, "inSurah": 140 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 322, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3072", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3072.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3072.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa yang tidak berkurang kekuasaan-Nya dengan banyaknya orang yang ingkar kepada-Nya, Maha Penyayang dengan tidak cepat membinasakan orang yang durhaka kepadaNya, tapi masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.", "long": "Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Tuhan Muhammad adalah Tuhan Yang Mahakuasa dalam mengambil pembalasan dari orang-orang yang durhaka, dan rahmat-Nya dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3073, "inSurah": 141 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazzabat Samoodul mursaleen" } }, "translation": { "en": "Thamud denied the messengers", "id": "Kaum Samud telah mendustakan para rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3073", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3073.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3073.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Samud telah mendustakan para rasul yang mengajak mereka kembali kepada jalan yang benar, yaitu menauhidkan Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain dan beribadah kepada-Nya dengan ikhlas.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum Samud telah mendustakan rasul yang diutus kepada mereka, yaitu Nabi Saleh (al-A'raf/7: 73-79). Nabi Saleh termasuk salah seorang keturunan dari seorang yang bernama samud. Dengan perkataan lain bahwa Nabi Saleh dengan kaum Samud sama-sama berasal dari keturunan samud. Menurut suatu riwayat, samud adalah anak kandung 'ad, sedang menurut riwayat yang lain, samud adalah saudara sepupu dari 'ad. Sekalipun ada perbedaan demikian, namun dapat ditetapkan bahwa antara kaum Samud dengan kaum 'ad masih mempunyai hubungan yang dekat. samud adalah putra dari Aus bin Aram bin Sam bin Nuh.\n\nKaum Samud bertempat tinggal di kota hijr (Mada'in salih) sampai ke Wadil Qura, yaitu tempat yang terletak antara Hejaz dan Syam, di sebelah tenggara negeri Madyan. Peninggalan mereka sampai sekarang masih terdapat di daerah ini, yang pada umumnya dapat menunjukkan bagaimana kekuasaan mereka dahulu dan betapa kemakmuran yang telah mereka capai. Periode kehidupan mereka setelah periode kaum 'ad dan pengutusan Nabi Saleh kepada kaum Samud ini adalah sebelum pengutusan Nabi Ibrahim kepada bangsa Babilonia (lihat kosakata Samud dalam Tafsir ini)." } } }, { "number": { "inQuran": 3074, "inSurah": 142 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064c \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala lahum akhoohum Saalihun alaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "When their brother Salih said to them, \"Will you not fear Allah?", "id": "Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3074", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3074.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3074.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika saudara mereka yang berasal dari negeri dan kabilah mereka sendiri yaitu Saleh berkata kepada mereka dengan maksud menasihati, \"Mengapa kamu tidak bertakwa dengan menjaga diri kamu dari murka Allah, dengan menauhidkan-Nya dan menjalani semua perintahnya?\"", "long": "Nabi Saleh menyeru kaum Samud untuk kembali pada agama tauhid dan bertakwa kepada Allah. Semula mereka beriman kepada Allah, kemudian menjadi kafir dan menyembah berhala yang mereka persekutukan dengan-Nya. Untuk mengembalikan mereka kepada agama tauhid, Allah mengutus Nabi Saleh kepada mereka. Nabi Saleh menyeru kaumnya agar bertakwa kepada Allah, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya, serta mengakui bahwa Nabi Saleh adalah rasul yang diutus Allah kepada mereka.\n\nDalam Surah Hud diterangkan bahwa Nabi Saleh menyeru kaumnya agar beriman pada agama tauhid. Pokok dakwahnya ialah menyembah Allah dalam arti bahwa hanya Allah yang harus disembah, bukan patung-patung yang mereka buat. Untuk menguatkan dakwahnya, Nabi Saleh menyampaikan alasan bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang menciptakan mereka, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, dan menjadikan mereka para saudagar, gembala, pengusaha, dan pemakmur bumi, sebagaimana firman Allah:\n\nDan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)\". (Hud/11: 61).\n\nNabi Saleh menjelaskan alasannya, yaitu bahwa Allah telah menciptakan mereka dari bumi yaitu dari tanah. Ini adalah suatu hal yang nyata bagi mereka, tidak dapat mereka ingkari. Nabi Saleh juga mengatakan bawah Allah telah menjadikan mereka pemakmur bumi. Ini merupakan kenyataan juga bagi mereka. Mereka memang telah memakmurkan bumi dengan memanfaatkan sumber-sumber air, membangun irigasi yang berfungsi mengatur distribusi air, sampai tanah mereka menjadi subur, tanaman mereka tumbuh dan berbuah, dan ternak mereka hidup dengan baik. Mereka juga telah mengeluarkan logam dari dalam tanah yang bermanfaat bagi perusahaan dan perniagaan. Dengan demikian, mereka telah mengolah dan memakmurkan bumi, dan inilah suatu hal nyata yang mereka jalani setiap hari.\n\nNabi Saleh menerangkan bahwa dia tidak akan meminta upah sedikit pun kepada mereka. Dia hanya mengharapkan upah dari Allah yang mengutusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3075, "inSurah": 143 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Innee lakum Rasoolun ameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, I am to you a trustworthy messenger.", "id": "Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3075", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3075.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3075.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan Allah yang diutus kepadamu, untuk mengingatkanmu akan jalan kebenaran untuk kebaikanmu juga.\"", "long": "Nabi Saleh menyeru kaum Samud untuk kembali pada agama tauhid dan bertakwa kepada Allah. Semula mereka beriman kepada Allah, kemudian menjadi kafir dan menyembah berhala yang mereka persekutukan dengan-Nya. Untuk mengembalikan mereka kepada agama tauhid, Allah mengutus Nabi Saleh kepada mereka. Nabi Saleh menyeru kaumnya agar bertakwa kepada Allah, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya, serta mengakui bahwa Nabi Saleh adalah rasul yang diutus Allah kepada mereka.\n\nDalam Surah Hud diterangkan bahwa Nabi Saleh menyeru kaumnya agar beriman pada agama tauhid. Pokok dakwahnya ialah menyembah Allah dalam arti bahwa hanya Allah yang harus disembah, bukan patung-patung yang mereka buat. Untuk menguatkan dakwahnya, Nabi Saleh menyampaikan alasan bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang menciptakan mereka, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, dan menjadikan mereka para saudagar, gembala, pengusaha, dan pemakmur bumi, sebagaimana firman Allah:\n\nDan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)\". (Hud/11: 61).\n\nNabi Saleh menjelaskan alasannya, yaitu bahwa Allah telah menciptakan mereka dari bumi yaitu dari tanah. Ini adalah suatu hal yang nyata bagi mereka, tidak dapat mereka ingkari. Nabi Saleh juga mengatakan bawah Allah telah menjadikan mereka pemakmur bumi. Ini merupakan kenyataan juga bagi mereka. Mereka memang telah memakmurkan bumi dengan memanfaatkan sumber-sumber air, membangun irigasi yang berfungsi mengatur distribusi air, sampai tanah mereka menjadi subur, tanaman mereka tumbuh dan berbuah, dan ternak mereka hidup dengan baik. Mereka juga telah mengeluarkan logam dari dalam tanah yang bermanfaat bagi perusahaan dan perniagaan. Dengan demikian, mereka telah mengolah dan memakmurkan bumi, dan inilah suatu hal nyata yang mereka jalani setiap hari.\n\nNabi Saleh menerangkan bahwa dia tidak akan meminta upah sedikit pun kepada mereka. Dia hanya mengharapkan upah dari Allah yang mengutusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3076, "inSurah": 144 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fattaqul laaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah and obey me.", "id": "karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3076", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3076.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3076.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku terhadap apa yang aku perintahkan dan yang aku larang kepadamu.", "long": "Nabi Saleh menyeru kaum Samud untuk kembali pada agama tauhid dan bertakwa kepada Allah. Semula mereka beriman kepada Allah, kemudian menjadi kafir dan menyembah berhala yang mereka persekutukan dengan-Nya. Untuk mengembalikan mereka kepada agama tauhid, Allah mengutus Nabi Saleh kepada mereka. Nabi Saleh menyeru kaumnya agar bertakwa kepada Allah, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya, serta mengakui bahwa Nabi Saleh adalah rasul yang diutus Allah kepada mereka.\n\nDalam Surah Hud diterangkan bahwa Nabi Saleh menyeru kaumnya agar beriman pada agama tauhid. Pokok dakwahnya ialah menyembah Allah dalam arti bahwa hanya Allah yang harus disembah, bukan patung-patung yang mereka buat. Untuk menguatkan dakwahnya, Nabi Saleh menyampaikan alasan bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang menciptakan mereka, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, dan menjadikan mereka para saudagar, gembala, pengusaha, dan pemakmur bumi, sebagaimana firman Allah:\n\nDan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)\". (Hud/11: 61).\n\nNabi Saleh menjelaskan alasannya, yaitu bahwa Allah telah menciptakan mereka dari bumi yaitu dari tanah. Ini adalah suatu hal yang nyata bagi mereka, tidak dapat mereka ingkari. Nabi Saleh juga mengatakan bawah Allah telah menjadikan mereka pemakmur bumi. Ini merupakan kenyataan juga bagi mereka. Mereka memang telah memakmurkan bumi dengan memanfaatkan sumber-sumber air, membangun irigasi yang berfungsi mengatur distribusi air, sampai tanah mereka menjadi subur, tanaman mereka tumbuh dan berbuah, dan ternak mereka hidup dengan baik. Mereka juga telah mengeluarkan logam dari dalam tanah yang bermanfaat bagi perusahaan dan perniagaan. Dengan demikian, mereka telah mengolah dan memakmurkan bumi, dan inilah suatu hal nyata yang mereka jalani setiap hari.\n\nNabi Saleh menerangkan bahwa dia tidak akan meminta upah sedikit pun kepada mereka. Dia hanya mengharapkan upah dari Allah yang mengutusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3077, "inSurah": 145 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And I do not ask you for it any payment. My payment is only from the Lord of the worlds.", "id": "Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3077", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3077.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3077.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku tidak meminta suatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, baik berupa materi atau non materi. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan Pemelihara seluruh alam. Dialah yang mengutusku.", "long": "Nabi Saleh menyeru kaum Samud untuk kembali pada agama tauhid dan bertakwa kepada Allah. Semula mereka beriman kepada Allah, kemudian menjadi kafir dan menyembah berhala yang mereka persekutukan dengan-Nya. Untuk mengembalikan mereka kepada agama tauhid, Allah mengutus Nabi Saleh kepada mereka. Nabi Saleh menyeru kaumnya agar bertakwa kepada Allah, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya, serta mengakui bahwa Nabi Saleh adalah rasul yang diutus Allah kepada mereka.\n\nDalam Surah Hud diterangkan bahwa Nabi Saleh menyeru kaumnya agar beriman pada agama tauhid. Pokok dakwahnya ialah menyembah Allah dalam arti bahwa hanya Allah yang harus disembah, bukan patung-patung yang mereka buat. Untuk menguatkan dakwahnya, Nabi Saleh menyampaikan alasan bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang menciptakan mereka, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, dan menjadikan mereka para saudagar, gembala, pengusaha, dan pemakmur bumi, sebagaimana firman Allah:\n\nDan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)\". (Hud/11: 61).\n\nNabi Saleh menjelaskan alasannya, yaitu bahwa Allah telah menciptakan mereka dari bumi yaitu dari tanah. Ini adalah suatu hal yang nyata bagi mereka, tidak dapat mereka ingkari. Nabi Saleh juga mengatakan bawah Allah telah menjadikan mereka pemakmur bumi. Ini merupakan kenyataan juga bagi mereka. Mereka memang telah memakmurkan bumi dengan memanfaatkan sumber-sumber air, membangun irigasi yang berfungsi mengatur distribusi air, sampai tanah mereka menjadi subur, tanaman mereka tumbuh dan berbuah, dan ternak mereka hidup dengan baik. Mereka juga telah mengeluarkan logam dari dalam tanah yang bermanfaat bagi perusahaan dan perniagaan. Dengan demikian, mereka telah mengolah dan memakmurkan bumi, dan inilah suatu hal nyata yang mereka jalani setiap hari.\n\nNabi Saleh menerangkan bahwa dia tidak akan meminta upah sedikit pun kepada mereka. Dia hanya mengharapkan upah dari Allah yang mengutusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3078, "inSurah": 146 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062a\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Atutrakoona fee maa haahunnaaa aamineen" } }, "translation": { "en": "Will you be left in what is here, secure [from death],", "id": "Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3078", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3078.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3078.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah kamu mengira akan dibiarkan tinggal di sini di negeri kamu ini dengan segala kenikmatannya, dengan aman, tanpa harus bertanggung jawab terhadap Tuhan yang menciptakan kamu?", "long": "Nabi Saleh mengingatkan mereka akan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, yaitu:\n\n1. Mereka hidup dengan aman di negeri mereka, bebas dari gangguan musuh, dan memperoleh kebahagiaan serta ketenteraman hidup.\n\n2. Mereka mempunyai tanah pertanian yang subur, binatang ternak yang banyak, dan memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kanal-kanal irigasi yang teratur. Mereka hidup sebagai petani, penggembala, saudagar, dan penggali logam dari dalam tanah. Oleh karena itu, negeri mereka menjadi indah, dipenuhi tanaman yang menyenangkan mata orang yang memandangnya. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan bahwa negeri merekalah sebenarnya surga yang dijanjikan Allah.\n\n3. Mereka diberi kemampuan memahat gunung batu untuk dijadikan tempat tinggal.\n\nItulah berbagai nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kaum Samud. Mereka seharusnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah itu, tetapi semakin hari mereka semakin sombong. Mereka merasa bahwa kebahagiaan dan kenikmatan itu hanya karena usaha mereka sendiri, bukan karena nikmat Allah. Oleh karena itu, mereka tidak percaya akan adanya hari Kiamat. Hidup yang sebenarnya menurut mereka adalah hidup di dunia ini dan mereka menginginkan agar kekal di dunia.\n\nKaum Samud tidak lagi memikirkan bagaimana nasib mereka nanti, seandainya pada suatu waktu, Allah secara tiba-tiba mencabut semua kebahagiaan dan kemakmuran mereka dan menukarnya dengan malapetaka yang dahsyat. Semua itu bisa dilakukan Allah karena keingkaran dan kesombongan mereka sendiri.\n\nAyat ini mengandung makna bagaimana dengan bekal akal yang kuat maka manusia dapat memahat batu gunung untuk dijadikan tempat tinggal sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Samud. Pada saat ini, teknologi alat-alat pemahat sudah berkembang dan dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka, antara lain untuk memotong dan membelah batu gunung yang keras. Peralatan-peralatan tersebut sepenuhnya digerakkan oleh tenaga mesin atau robot. Bahkan manusia telah mampu menciptakan teknologi pemahatan super-canggih di mana objek dipotong atau dibelah dengan sinar laser. Hasilnya sangat halus dan tepat. Dengan alat mutakhir ini, batuan granit yang sangat keras pun menjadi mudah dibelah atau dipotong. Itulah hasil pikiran manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3079, "inSurah": 147 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fee jannaatinw wa 'uyoon" } }, "translation": { "en": "Within gardens and springs", "id": "di dalam kebun-kebun dan mata air," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3079", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3079.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3079.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalam kebun-kebun yang rindang serta mata air yang jernih dan melimpah,", "long": "Nabi Saleh mengingatkan mereka akan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, yaitu:\n\n1. Mereka hidup dengan aman di negeri mereka, bebas dari gangguan musuh, dan memperoleh kebahagiaan serta ketenteraman hidup.\n\n2. Mereka mempunyai tanah pertanian yang subur, binatang ternak yang banyak, dan memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kanal-kanal irigasi yang teratur. Mereka hidup sebagai petani, penggembala, saudagar, dan penggali logam dari dalam tanah. Oleh karena itu, negeri mereka menjadi indah, dipenuhi tanaman yang menyenangkan mata orang yang memandangnya. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan bahwa negeri merekalah sebenarnya surga yang dijanjikan Allah.\n\n3. Mereka diberi kemampuan memahat gunung batu untuk dijadikan tempat tinggal.\n\nItulah berbagai nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kaum Samud. Mereka seharusnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah itu, tetapi semakin hari mereka semakin sombong. Mereka merasa bahwa kebahagiaan dan kenikmatan itu hanya karena usaha mereka sendiri, bukan karena nikmat Allah. Oleh karena itu, mereka tidak percaya akan adanya hari Kiamat. Hidup yang sebenarnya menurut mereka adalah hidup di dunia ini dan mereka menginginkan agar kekal di dunia.\n\nKaum Samud tidak lagi memikirkan bagaimana nasib mereka nanti, seandainya pada suatu waktu, Allah secara tiba-tiba mencabut semua kebahagiaan dan kemakmuran mereka dan menukarnya dengan malapetaka yang dahsyat. Semua itu bisa dilakukan Allah karena keingkaran dan kesombongan mereka sendiri.\n\nAyat ini mengandung makna bagaimana dengan bekal akal yang kuat maka manusia dapat memahat batu gunung untuk dijadikan tempat tinggal sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Samud. Pada saat ini, teknologi alat-alat pemahat sudah berkembang dan dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka, antara lain untuk memotong dan membelah batu gunung yang keras. Peralatan-peralatan tersebut sepenuhnya digerakkan oleh tenaga mesin atau robot. Bahkan manusia telah mampu menciptakan teknologi pemahatan super-canggih di mana objek dipotong atau dibelah dengan sinar laser. Hasilnya sangat halus dan tepat. Dengan alat mutakhir ini, batuan granit yang sangat keras pun menjadi mudah dibelah atau dipotong. Itulah hasil pikiran manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3080, "inSurah": 148 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0632\u064f\u0631\u064f\u0648\u0639\u064d \u0648\u064e\u0646\u064e\u062e\u0652\u0644\u064d \u0637\u064e\u0644\u0652\u0639\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0636\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa zuroo inw wa nakhlin tal 'uhaa hadeem" } }, "translation": { "en": "And fields of crops and palm trees with softened fruit?", "id": "dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3080", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3080.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3080.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut yang akan menghasilkan buah kurma yang enak dan lezat.", "long": "Nabi Saleh mengingatkan mereka akan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, yaitu:\n\n1. Mereka hidup dengan aman di negeri mereka, bebas dari gangguan musuh, dan memperoleh kebahagiaan serta ketenteraman hidup.\n\n2. Mereka mempunyai tanah pertanian yang subur, binatang ternak yang banyak, dan memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kanal-kanal irigasi yang teratur. Mereka hidup sebagai petani, penggembala, saudagar, dan penggali logam dari dalam tanah. Oleh karena itu, negeri mereka menjadi indah, dipenuhi tanaman yang menyenangkan mata orang yang memandangnya. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan bahwa negeri merekalah sebenarnya surga yang dijanjikan Allah.\n\n3. Mereka diberi kemampuan memahat gunung batu untuk dijadikan tempat tinggal.\n\nItulah berbagai nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kaum Samud. Mereka seharusnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah itu, tetapi semakin hari mereka semakin sombong. Mereka merasa bahwa kebahagiaan dan kenikmatan itu hanya karena usaha mereka sendiri, bukan karena nikmat Allah. Oleh karena itu, mereka tidak percaya akan adanya hari Kiamat. Hidup yang sebenarnya menurut mereka adalah hidup di dunia ini dan mereka menginginkan agar kekal di dunia.\n\nKaum Samud tidak lagi memikirkan bagaimana nasib mereka nanti, seandainya pada suatu waktu, Allah secara tiba-tiba mencabut semua kebahagiaan dan kemakmuran mereka dan menukarnya dengan malapetaka yang dahsyat. Semua itu bisa dilakukan Allah karena keingkaran dan kesombongan mereka sendiri.\n\nAyat ini mengandung makna bagaimana dengan bekal akal yang kuat maka manusia dapat memahat batu gunung untuk dijadikan tempat tinggal sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Samud. Pada saat ini, teknologi alat-alat pemahat sudah berkembang dan dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka, antara lain untuk memotong dan membelah batu gunung yang keras. Peralatan-peralatan tersebut sepenuhnya digerakkan oleh tenaga mesin atau robot. Bahkan manusia telah mampu menciptakan teknologi pemahatan super-canggih di mana objek dipotong atau dibelah dengan sinar laser. Hasilnya sangat halus dan tepat. Dengan alat mutakhir ini, batuan granit yang sangat keras pun menjadi mudah dibelah atau dipotong. Itulah hasil pikiran manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3081, "inSurah": 149 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u0652\u062d\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tanhitoona minal jibaali buyootan faariheen" } }, "translation": { "en": "And you carve out of the mountains, homes, with skill.", "id": "Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3081", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3081.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3081.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung batu yang demikian besar untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin dan kepiawaian; tapi semua itu kamu lakukan dengan penuh kesombongan dan kepongahan, bukan untuk kemanfaatan semata.", "long": "Nabi Saleh mengingatkan mereka akan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, yaitu:\n\n1. Mereka hidup dengan aman di negeri mereka, bebas dari gangguan musuh, dan memperoleh kebahagiaan serta ketenteraman hidup.\n\n2. Mereka mempunyai tanah pertanian yang subur, binatang ternak yang banyak, dan memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kanal-kanal irigasi yang teratur. Mereka hidup sebagai petani, penggembala, saudagar, dan penggali logam dari dalam tanah. Oleh karena itu, negeri mereka menjadi indah, dipenuhi tanaman yang menyenangkan mata orang yang memandangnya. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan bahwa negeri merekalah sebenarnya surga yang dijanjikan Allah.\n\n3. Mereka diberi kemampuan memahat gunung batu untuk dijadikan tempat tinggal.\n\nItulah berbagai nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kaum Samud. Mereka seharusnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah itu, tetapi semakin hari mereka semakin sombong. Mereka merasa bahwa kebahagiaan dan kenikmatan itu hanya karena usaha mereka sendiri, bukan karena nikmat Allah. Oleh karena itu, mereka tidak percaya akan adanya hari Kiamat. Hidup yang sebenarnya menurut mereka adalah hidup di dunia ini dan mereka menginginkan agar kekal di dunia.\n\nKaum Samud tidak lagi memikirkan bagaimana nasib mereka nanti, seandainya pada suatu waktu, Allah secara tiba-tiba mencabut semua kebahagiaan dan kemakmuran mereka dan menukarnya dengan malapetaka yang dahsyat. Semua itu bisa dilakukan Allah karena keingkaran dan kesombongan mereka sendiri.\n\nAyat ini mengandung makna bagaimana dengan bekal akal yang kuat maka manusia dapat memahat batu gunung untuk dijadikan tempat tinggal sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Samud. Pada saat ini, teknologi alat-alat pemahat sudah berkembang dan dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka, antara lain untuk memotong dan membelah batu gunung yang keras. Peralatan-peralatan tersebut sepenuhnya digerakkan oleh tenaga mesin atau robot. Bahkan manusia telah mampu menciptakan teknologi pemahatan super-canggih di mana objek dipotong atau dibelah dengan sinar laser. Hasilnya sangat halus dan tepat. Dengan alat mutakhir ini, batuan granit yang sangat keras pun menjadi mudah dibelah atau dipotong. Itulah hasil pikiran manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3082, "inSurah": 150 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fattaqul laaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah and obey me.", "id": "maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3082", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3082.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3082.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya dan taatlah kepadaku terhadap apa yang aku sampaikan kepadamu, karena aku adalah utusan Allah;", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Saleh tetap melaksanakan tugasnya sebagai rasul Allah. Dia menyeru kaumnya untuk bertakwa kepada Allah, dan mengikuti agama yang disampaikannya. Nabi Saleh juga mengajak mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang diridai Allah dan bermanfaat bagi hidup mereka di dunia dan di akhirat, yaitu menyembah Allah yang telah memberikan berbagai nikmat itu kepada mereka. Nabi Saleh mengingatkan agar mereka tidak lagi menaati para pemimpin mereka yang selalu mengerjakan kejahatan, kemaksiatan, dan kerusakan di bumi ini." } } }, { "number": { "inQuran": 3083, "inSurah": 151 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tutee'ooo amral musrifeen" } }, "translation": { "en": "And do not obey the order of the transgressors,", "id": "dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3083", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3083.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3083.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Saleh tetap melaksanakan tugasnya sebagai rasul Allah. Dia menyeru kaumnya untuk bertakwa kepada Allah, dan mengikuti agama yang disampaikannya. Nabi Saleh juga mengajak mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang diridai Allah dan bermanfaat bagi hidup mereka di dunia dan di akhirat, yaitu menyembah Allah yang telah memberikan berbagai nikmat itu kepada mereka. Nabi Saleh mengingatkan agar mereka tidak lagi menaati para pemimpin mereka yang selalu mengerjakan kejahatan, kemaksiatan, dan kerusakan di bumi ini." } } }, { "number": { "inQuran": 3084, "inSurah": 152 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yufsidoona fil ardi wa laa yuslihoon" } }, "translation": { "en": "Who cause corruption in the land and do not amend.\"", "id": "yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3084", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3084.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3084.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka adalah para pemuka masyarakatmu yang kafir, sombong, berbuat kerusakan, keonaran, dan kemaksiatan di muka bumi dan mereka sama sekali tidak mengadakan perbaikan dalam kehidupan mereka.\" Mereka yang dimaksud Nabi Saleh berjumlah 9 orang (lihat surah an-Naml/27:48) dan tinggal dikawasan antara Madinah dan Yordania yang disebut dengan negeri Mada'in tempat tinggal kaum Samud.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Saleh tetap melaksanakan tugasnya sebagai rasul Allah. Dia menyeru kaumnya untuk bertakwa kepada Allah, dan mengikuti agama yang disampaikannya. Nabi Saleh juga mengajak mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang diridai Allah dan bermanfaat bagi hidup mereka di dunia dan di akhirat, yaitu menyembah Allah yang telah memberikan berbagai nikmat itu kepada mereka. Nabi Saleh mengingatkan agar mereka tidak lagi menaati para pemimpin mereka yang selalu mengerjakan kejahatan, kemaksiatan, dan kerusakan di bumi ini." } } }, { "number": { "inQuran": 3085, "inSurah": 153 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u064e\u062d\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo innamaa anta minal musahhareen" } }, "translation": { "en": "They said, \"You are only of those affected by magic.", "id": "Mereka berkata, “Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3085", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3085.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3085.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan tetapi mereka menolak dakwah Nabi Saleh dengan berkata, \"Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir, karena apa yang engkau dakwahkan tidak sesuai dengan kebiiasaan kami.", "long": "Semua yang dikemukakan Nabi Saleh kepada kaumnya, berupa bukti-bukti kebenaran dakwah, tidak dapat mereka bantah. Bahkan hati mereka mengakui kebenaran yang disampaikan kepada mereka, tetapi jiwa mereka yang telah rusak yang menyebabkan mereka ingkar kepada seruan Nabi Saleh. Oleh karena itu, mereka mengatakan kepada Nabi Saleh, \"Hai Saleh, engkau mengemukakan sesuatu kepada kami yang bertujuan agar kami meninggalkan agama nenek moyang kami, dan mengikuti agama yang engkau bawa. Cara-cara engkau menyampaikan agama itu sangat menarik dan memesona kami, seakan-akan engkau telah menyihir kami. Sebenarnya engkau telah gila dan terkena sihir, karena tuhan kami telah menimpakan penyakit gila kepadamu, maka tiada pantas lagi kami mendengar perkataanmu dan menerima ajakanmu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3086, "inSurah": 154 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maaa anta illaa basharum mislunaa faati bi Aayatin in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "You are but a man like ourselves, so bring a sign, if you should be of the truthful.\"", "id": "engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3086", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3086.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3086.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Engkau wahai Saleh, tidak lain hanyalah seorang manusia biasa seperti kami; makan, minum, dan lain-lainnya. Mengapa hanya engkau yang diberi wahyu? Maka, oleh karena itu, datangkanlah sesuatu mukjizat, kejadian yang luar biasa jika engkau memang termasuk orang-orang yang benar”, bahwa kamu adalah utusan Allah.\"", "long": "Kaum Samud tetap tidak percaya pada kerasulan Nabi Saleh karena menurut mereka, dia adalah manusia biasa seperti mereka juga. Seharusnya rasul yang diutus Allah itu bukan manusia biasa, tetapi malaikat atau makhluk yang berbeda dengan mereka. Utusan harus sanggup melakukan sesuatu yang ajaib dan aneh, di mana manusia tidak sanggup melaksanakannya. Oleh karena itu, mereka meminta Nabi Saleh untuk mendatangkan mukjizat sebagai bukti kerasulannya, atau yang menunjukkan bahwa dia adalah benar-benar nabi yang diutus Allah kepada mereka.\n\nAllah memenuhi keinginan mereka dengan mendatangkan seekor unta betina sebagai mukjizat bagi Nabi Saleh. Mereka dilarang mengganggu unta tersebut, dan membiarkannya makan dan minum sesukanya. Nabi Saleh mengancam mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan segera diazab Allah jika mengganggu unta itu.\n\nAspek-aspek kemukjizatan unta itu menurut para mufasir ialah:\n\n1. Unta itu keluar dari batu, sedangkan unta-unta yang lain tidak demikian.\n\n2. Sumber-sumber air minum penduduk dibagi dua antara unta dan penduduk negeri itu. Pada hari unta itu minum, penduduk tidak boleh mengambil air. Untuk memenuhi keperluan air minum, mereka diperbolehkan memerah susu unta itu. Pada waktu giliran penduduk mengambil air, maka unta tidak datang untuk minum air ke tempat itu.\n\n3. Pada hari unta itu minum, binatang-binatang lain tidak datang ke tempat itu.\n\nSifat luar biasa dari unta itu merupakan bukti yang nyata bagi kerasulan Saleh. Mereka akan dibinasakan oleh Allah, jika melanggar perintah-Nya tentang unta itu.\n\nLarangan Nabi Saleh agar mereka tidak menyentuh dan mengganggu unta itu tidak mereka hiraukan, bahkan mereka ingin membuktikan kebenaran ucapan Nabi Saleh. Oleh sebab itu, mereka ingin membunuhnya dan menantang apa yang telah diancamkan kepada mereka. Nabi Saleh mengatakan bahwa mereka akan dibinasakan oleh Allah setelah berlalu tiga hari karena perbuatan membunuh unta itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3087, "inSurah": 155 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0634\u0650\u0631\u0652\u0628\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u0650\u0631\u0652\u0628\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala haazihee naaqatul lahaa shirbunw w alakum shirbu yawmim ma'loom" } }, "translation": { "en": "He said, \"This is a she-camel. For her is a [time of] drink, and for you is a [time of] drink, [each] on a known day.", "id": "Dia (Saleh) menjawab, “Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3087", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3087.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3087.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Nabi Saleh meminta kepada Allah agar diturunkan tanda-tanda kebesaran-Nya sebagaimana yang dimintakan oleh kaum-nya. Lalu Allah memenuhi permintaan Nabi Saleh dengan keluarnya seekor unta dari batu-batu besar yang ada di sekeliling mereka. Nabi Shaleh menjelaskan, “Ini seekor unta betina, sebagai pertanda kebenaran kenabianku seperti apa yang kamu inginkan, dengan dua ketentuan. Pertama, Dia berhak mendapatkan giliran untuk mendapatkan air minum pada satu hari, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu, secara bergiliran.", "long": "Kaum Samud tetap tidak percaya pada kerasulan Nabi Saleh karena menurut mereka, dia adalah manusia biasa seperti mereka juga. Seharusnya rasul yang diutus Allah itu bukan manusia biasa, tetapi malaikat atau makhluk yang berbeda dengan mereka. Utusan harus sanggup melakukan sesuatu yang ajaib dan aneh, di mana manusia tidak sanggup melaksanakannya. Oleh karena itu, mereka meminta Nabi Saleh untuk mendatangkan mukjizat sebagai bukti kerasulannya, atau yang menunjukkan bahwa dia adalah benar-benar nabi yang diutus Allah kepada mereka.\n\nAllah memenuhi keinginan mereka dengan mendatangkan seekor unta betina sebagai mukjizat bagi Nabi Saleh. Mereka dilarang mengganggu unta tersebut, dan membiarkannya makan dan minum sesukanya. Nabi Saleh mengancam mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan segera diazab Allah jika mengganggu unta itu.\n\nAspek-aspek kemukjizatan unta itu menurut para mufasir ialah:\n\n1. Unta itu keluar dari batu, sedangkan unta-unta yang lain tidak demikian.\n\n2. Sumber-sumber air minum penduduk dibagi dua antara unta dan penduduk negeri itu. Pada hari unta itu minum, penduduk tidak boleh mengambil air. Untuk memenuhi keperluan air minum, mereka diperbolehkan memerah susu unta itu. Pada waktu giliran penduduk mengambil air, maka unta tidak datang untuk minum air ke tempat itu.\n\n3. Pada hari unta itu minum, binatang-binatang lain tidak datang ke tempat itu.\n\nSifat luar biasa dari unta itu merupakan bukti yang nyata bagi kerasulan Saleh. Mereka akan dibinasakan oleh Allah, jika melanggar perintah-Nya tentang unta itu.\n\nLarangan Nabi Saleh agar mereka tidak menyentuh dan mengganggu unta itu tidak mereka hiraukan, bahkan mereka ingin membuktikan kebenaran ucapan Nabi Saleh. Oleh sebab itu, mereka ingin membunuhnya dan menantang apa yang telah diancamkan kepada mereka. Nabi Saleh mengatakan bahwa mereka akan dibinasakan oleh Allah setelah berlalu tiga hari karena perbuatan membunuh unta itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3088, "inSurah": 156 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u0641\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laa tamassoohaa bisooo'in fa yaakhuzakum 'azaabu Yawmin 'Azeem" } }, "translation": { "en": "And do not touch her with harm, lest you be seized by the punishment of a terrible day.\"", "id": "Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan sesuatu kejahatan, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3088", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3088.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3088.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan, ketentuan kedua, janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, baik dengan memukulnya apalagi membunuhnya, hal yang menyebabkan kamu akan ditimpa azab hari yang besar.", "long": "Kaum Samud tetap tidak percaya pada kerasulan Nabi Saleh karena menurut mereka, dia adalah manusia biasa seperti mereka juga. Seharusnya rasul yang diutus Allah itu bukan manusia biasa, tetapi malaikat atau makhluk yang berbeda dengan mereka. Utusan harus sanggup melakukan sesuatu yang ajaib dan aneh, di mana manusia tidak sanggup melaksanakannya. Oleh karena itu, mereka meminta Nabi Saleh untuk mendatangkan mukjizat sebagai bukti kerasulannya, atau yang menunjukkan bahwa dia adalah benar-benar nabi yang diutus Allah kepada mereka.\n\nAllah memenuhi keinginan mereka dengan mendatangkan seekor unta betina sebagai mukjizat bagi Nabi Saleh. Mereka dilarang mengganggu unta tersebut, dan membiarkannya makan dan minum sesukanya. Nabi Saleh mengancam mereka dengan mengatakan bahwa mereka akan segera diazab Allah jika mengganggu unta itu.\n\nAspek-aspek kemukjizatan unta itu menurut para mufasir ialah:\n\n1. Unta itu keluar dari batu, sedangkan unta-unta yang lain tidak demikian.\n\n2. Sumber-sumber air minum penduduk dibagi dua antara unta dan penduduk negeri itu. Pada hari unta itu minum, penduduk tidak boleh mengambil air. Untuk memenuhi keperluan air minum, mereka diperbolehkan memerah susu unta itu. Pada waktu giliran penduduk mengambil air, maka unta tidak datang untuk minum air ke tempat itu.\n\n3. Pada hari unta itu minum, binatang-binatang lain tidak datang ke tempat itu.\n\nSifat luar biasa dari unta itu merupakan bukti yang nyata bagi kerasulan Saleh. Mereka akan dibinasakan oleh Allah, jika melanggar perintah-Nya tentang unta itu.\n\nLarangan Nabi Saleh agar mereka tidak menyentuh dan mengganggu unta itu tidak mereka hiraukan, bahkan mereka ingin membuktikan kebenaran ucapan Nabi Saleh. Oleh sebab itu, mereka ingin membunuhnya dan menantang apa yang telah diancamkan kepada mereka. Nabi Saleh mengatakan bahwa mereka akan dibinasakan oleh Allah setelah berlalu tiga hari karena perbuatan membunuh unta itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3089, "inSurah": 157 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u064e\u0642\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa'aqaroohaa fa asbahoo naadimeen" } }, "translation": { "en": "But they hamstrung her and so became regretful.", "id": "Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3089", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3089.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3089.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ternyata mereka melanggar ketentuan ini. Kemudian salah seorang di antara mereka membunuhnya, sementara yang lain mendiamkannya saja, sebagai tanda persetujuan. Dengan persetujuan ini semuanya dianggap ikut terlibat dalam pembunuhan itu. Lalu mereka merasa menyesal atas apa yang telah mereka lakukan, karena mereka tahu akan akibat dari perbuatan mereka yaitu datangnya siksaan Allah. Tapi tak berguna lagi penyesalan itu. Mereka diberi tenggat waktu sampai tiga hari, (Lihat: Surah Hud/11: 65) lalu datanglah azab yang mereka takutkan.", "long": "(157-159) Ayat ini menerangkan bahwa kaum Samud ingin membuktikan kebenaran ucapan Nabi Saleh, lalu mereka membunuh unta tersebut. Akan tetapi, setelah mereka menyembelih unta itu, terutama setelah melihat tanda-tanda azab Allah akan tiba, mereka menyesal. Terlebih ketika bumi mereka diguncang gempa serta dibarengi sambaran petir dan halilintar yang mengakibatkan rumah-rumah mereka rata dengan tanah. \n\nDi dalam Al-Qur'an terdapat ayat-ayat yang menerangkan berbagai azab yang membinasakan mereka. Ada ayat-ayat yang menerangkan bahwa mereka dibinasakan dengan sa‘iqah (petir) (Fussilat/41: 17 dan ad-dariyat/51: 44). Sementara ayat lain menyebutkan dengan rajfah (guncangan bumi yang amat keras) (al-A‘raf/7: 78). Pada ayat yang lain disebut dengan saihah (suara yang amat keras dari langit) (Hud/11: 67; al-Hijr/15: 83; dan al-Qamar/54: 31). Ada pula yang menyebutkan bahwa mereka dihancurkan dengan Tagiyah (kejadian yang luar biasa) (al-Haqqah/69: 5).\n\nAyat-ayat ini tidaklah bertentangan karena mereka dibinasakan dengan petir (Sa‘iqah). Adapun guncangan bumi yang amat keras (rajfah), suara keras dari langit (saihah), dan kejadian yang luar biasa (tagiyah) adalah gejala dan sifat dari petir. Demikian hebatnya petir itu sampai mengguncang bumi dan menimbulkan suara yang amat keras. Kesemuanya itu membinasa¬kan mereka dan ini adalah suatu kejadian yang luar biasa. Dalam sekejap mata, mereka telah menjadi tubuh-tubuh yang tiada bergerak, mati dan tersungkur di dalam rumah mereka. Kemudian mereka lenyap dari permukaan bumi, tidak ada yang kelihatan lagi selain tempat tinggal mereka, seakan-akan mereka tidak pernah hidup dan berada di tempat itu. Karena mereka telah dimusnahkan Allah, maka dalam sejarah mereka termasuk salah satu dari bangsa Arab yang telah musnah (al-‘Arab al-Ba‘idah).\n\nNabi Saleh dan orang-orang yang beriman diselamatkan Allah dari azab itu. Mereka mengungsi ke Ramallah, salah satu kota di Palestina. Di kota ini terdapat kuburan Nabi Saleh yang masih dikenal sampai sekarang. Akan tetapi, ada pula yang mengatakan bahwa kuburan Nabi Saleh berada di Yaman, dan ada pula yang berpendapat di Yordan. Menurut Ibnu Khaldµn, Nabi Saleh menyeru kaumnya kepada agama Allah selama dua puluh tahun dan ia meninggal pada umur lima puluh delapan tahun.\n\nNegeri-negeri kaum Samud dan bangunan-bangunan yang mereka dirikan sampai sekarang masih ada bekasnya. Sarjana-sarjana barat telah banyak berkunjung ke tempat ini. Mereka telah menulis bekas-bekas peninggalan kaum Samud dan rumah-rumah kediaman yang mereka pahat dari gunung-gunung batu itu. Di antaranya adalah C.M. Daughty yang menulis buku dengan judul Arabia Desserta.\n\nKetika Rasulullah melewati kampung-kampung kaum Samud dalam perjalanan ekspedisi, yaitu Tabuk, beliau bersabda kepada para sahabat:\n\nKamu jangan masuk kampung orang-orang yang telah diazab itu, melainkan dengan menangis, jika tidak dengan menangis, maka janganlah kamu masuk kampung mereka, agar kamu tidak ditimpa azab sebagaimana yang telah menimpa mereka. (Riwayat asy-Syaikhan dari Ibnu ‘Umar).\n\nPeninggalan dan bekas-bekas mereka itu diabadikan di dalam Al-Qur'an untuk menjadi pelajaran. Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang menyuruh orang agar mengadakan perjalanan di bumi, untuk memperhatikan peninggalan-peninggalan dan bekas-bekas kaum yang telah dibinasakan oleh Allah, karena pembangkangan mereka terhadap perintah-Nya, seperti kaum Samud tersebut. Sesungguhnya Allah berbuat kebaikan kepada semua manusia, amat keras azab-Nya dan amat besar rahmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3090, "inSurah": 158 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhazahumul 'azaab; inna fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum m'mineen" } }, "translation": { "en": "And the punishment seized them. Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.", "id": "maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3090", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3090.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3090.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka ditimpa azab. yaitu suara yang menggelegar disertai dengan guncangan bumi yang dahsyat (lihat: Surah Hùd/11:67) dan (al-Hàqqah/69: 4). Mereka semua mati bergelimpangan, kecuali nabi Saleh dan orang-orang yang beriman kepadanya. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda yang nyata atas kemahakuasaan Allah dan bahwa janji dan ancaman Allah itu benar adanya. Tetapi kebanyakan mereka tidak beriman, hati mereka terkunci mati oleh kesombongan mereka.", "long": "lihat ayat 157" } } }, { "number": { "inQuran": 3091, "inSurah": 159 }, "meta": { "juz": 19, "page": 373, "manzil": 5, "ruku": 323, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3091", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3091.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3091.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Sungguh Tuhanmu, Dialah yang Maha Perkasa, yang tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya, Banyaknya orang yang ingkar kepada-Nya tidak mengurangi sedikit pun kekuasaan-Nya. Dia juga Maha Penyayang yang masih memberikan kesempatan kepada yang berdurhaka untuk kembali bertobat.", "long": "lihat ayat 157" } } }, { "number": { "inQuran": 3092, "inSurah": 160 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "kazzabat qawmu Lootinil mursaleen" } }, "translation": { "en": "The people of Lot denied the messengers", "id": "Kaum Lut telah mendustakan para rasul," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3092", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3092.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3092.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim. Kaumnya mendiami negeri Sodom, di dataran rendah Yordania. Mereka melakukan kejahatan seksual yaitu sodomi. Kaum Luth telah mendustakan para rasul. Setiap rasul dan penggiat kebenaran pasti mendapatkan tantangan dari banyak pihak. Nabi Luth menyeru kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa kaum Nabi Lut telah mendustakan seruan Nabi Lut yang diutus Allah kepada mereka. Nabi Lut menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah, Tuhan Pencipta mereka semuanya.\n\nNabi Lut adalah anak Haran bin Terah, saudara Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, Lut adalah kemenakan Nabi Ibrahim. Lut beriman kepada apa yang disampaikan pamannya, Ibrahim, sebagaimana disebut dalam firman Allah:\n\nMaka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, \"Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Mahabijaksana.\" (al-'Ankabut/29: 26).\n\nNabi Lut tinggal bersama Nabi Ibrahim di kota Ur, kemudian pindah bersamanya ke Palestina dan melawat ke Mesir. Dari Mesir ia kembali ke Palestina bersama Ibrahim. Mereka kemudian berpisah, Nabi Lut pergi ke Sodom, sedang Ibrahim tetap di Palestina. Kota Sodom terletak di daerah Yordania sekarang, di pantai Buhairah (danau) Lut. Buhairah Lut ialah di bagian selatan Laut Mati. Jadi kota Sodom tidak berapa jauh dari Baitul Makdis. (Lihat kosakata \"Lut\")." } } }, { "number": { "inQuran": 3093, "inSurah": 161 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064f\u0648\u0637\u064c \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala lahum akhoohum Lootun alaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "When their brother Lot said to them, \"Will you not fear Allah?", "id": "ketika saudara mereka Lut berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3093", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3093.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3093.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika saudara mereka yang satu negeri dengan mereka, yaitu Nabi Luth, berkata kepada mereka, \"Mengapa kamu tidak bertakwa?” dengan bertakwa kamu akan selamat baik di dunia maupun di akhirat.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa kaum Nabi Lut telah mendustakan seruan Nabi Lut yang diutus Allah kepada mereka. Nabi Lut menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah, Tuhan Pencipta mereka semuanya.\n\nNabi Lut adalah anak Haran bin Terah, saudara Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, Lut adalah kemenakan Nabi Ibrahim. Lut beriman kepada apa yang disampaikan pamannya, Ibrahim, sebagaimana disebut dalam firman Allah:\n\nMaka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, \"Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Mahabijaksana.\" (al-'Ankabut/29: 26).\n\nNabi Lut tinggal bersama Nabi Ibrahim di kota Ur, kemudian pindah bersamanya ke Palestina dan melawat ke Mesir. Dari Mesir ia kembali ke Palestina bersama Ibrahim. Mereka kemudian berpisah, Nabi Lut pergi ke Sodom, sedang Ibrahim tetap di Palestina. Kota Sodom terletak di daerah Yordania sekarang, di pantai Buhairah (danau) Lut. Buhairah Lut ialah di bagian selatan Laut Mati. Jadi kota Sodom tidak berapa jauh dari Baitul Makdis. (Lihat kosakata \"Lut\")." } } }, { "number": { "inQuran": 3094, "inSurah": 162 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Innee lakum rasoolun ameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, I am to you a trustworthy messenger.", "id": "Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3094", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3094.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3094.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus kepadamu untuk membawa misi kebenaran dari Tuhan Yang mengutusku.", "long": "Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya. Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3095, "inSurah": 163 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fattaqul laaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah and obey me.", "id": "maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3095", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3095.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3095.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. dan taatlah kepadaku. Atas apa yang aku katakan padamu.", "long": "Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya. Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3096, "inSurah": 164 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And I do not ask you for it any payment. My payment is only from the Lord of the worlds.", "id": "Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3096", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3096.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3096.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku sekali-kali tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan pemelihara seluruh alam yang menjadikan aku sebagai utusan-Nya.", "long": "Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya. Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3097, "inSurah": 165 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ataatoonaz zukraana minal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Do you approach males among the worlds", "id": "Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3097", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3097.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3097.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah berdakwah setelah umum, Nabi Luth kemudian memasuki area dakwah yang lebih khusus lagi, \"Mengapa kamu mendatangi atau melakukan hubungan seksual dengan laki-laki di antara manusia. Sungguh ini merupakan perbuatan yang sangat keji yang dimurkai Allah.", "long": "Nabi Lut memberikan peringatan kepada kaumnya, yang selalu melakukan hubungan homoseksual, dan meninggalkan istri-istri mereka. Perbuatan homoseks itu mereka lakukan di muka umum, di balai-balai pertemuan yang disaksikan oleh orang banyak. Perbuatan mereka itu dianggap menganjurkan agar orang lain berbuat seperti mereka. Allah berfirman:\n\nDan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, \"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?\" Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). (an-Naml/27: 54-55).\n\nDi samping melakukan homoseks, kaum Nabi Lut juga merampok dan merampas harta orang-orang yang lewat dan membawa barang-barang perniagaan.\n\nPraktek seks sejenis (homoseks dan lesbian) sangat dilarang oleh Islam. Praktek ini sangat tidak sehat. Perilaku seksual yang menyimpang ini menimbulkan banyak penyakit baru, seperti penyakit AIDS dan herpes. Kedua penyakit ini tidak dikenal pada beberapa generasi yang lalu. Namun pada saat sekarang, kedua penyakit sudah menyebar secara luas dengan pesatnya. \n\nPraktek homoseks, di samping perilaku seksual menyimpang lainnya, seperti berganti-ganti pasangan atau praktek pelacuran, merupakan cara penyebaran virus AIDS yang paling umum. Penyakit ini sebagian besar (90%) disebarkan dengan cara perilaku seksual yang menyimpang. Beberapa cara penularan AIDS lainnya adalah dengan transfusi darah yang sudah tercemar virus AIDS dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Sedangkan penularan dari ibu kepada janin yang dikandungnya tidak terlalu besar, yaitu di bawah 10%. \n\nDalam sebuah hadis, Nabi Muhammad bersabda:\n\nPerbuatan zina tidak sekali-kali muncul pada suatu kaum, sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan penyakit-penyakit lainnya yang belum ada pada umat sebelumnya. (Riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Umar) \n\nDari hadis di atas dapat diketahui bahwa saat manusia mulai melakukan perilaku seksual yang tidak normal, maka akan muncul penyakit baru yang belum pernah ada sebelumnya, dan menyebar di antara umat manusia. Saat ini, kita baru mengerti apa yang dimaksudkan hadis itu, yang diucapkan Nabi Muhammad saw sekitar 1400 tahun yang lalu." } } }, { "number": { "inQuran": 3098, "inSurah": 166 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0643\u064f\u0645 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0639\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tazaroona maa khalaqa lakum Rabbukum min azwaajikum; bal antum qawmun 'aadoon" } }, "translation": { "en": "And leave what your Lord has created for you as mates? But you are a people transgressing.\"", "id": "dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3098", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3098.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3098.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kamu tinggalkan perempuan yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Terhadap merekalah kamu semaikan bibit keturunanmu kelak, untuk menjadi generasi yang saleh yang memakmurkan bumi. Kamu memang orang-orang yang melampaui batas. Karena melakukan sesuatu bukan pada peruntukannya.", "long": "Nabi Lut memberikan peringatan kepada kaumnya, yang selalu melakukan hubungan homoseksual, dan meninggalkan istri-istri mereka. Perbuatan homoseks itu mereka lakukan di muka umum, di balai-balai pertemuan yang disaksikan oleh orang banyak. Perbuatan mereka itu dianggap menganjurkan agar orang lain berbuat seperti mereka. Allah berfirman:\n\nDan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, \"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?\" Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). (an-Naml/27: 54-55).\n\nDi samping melakukan homoseks, kaum Nabi Lut juga merampok dan merampas harta orang-orang yang lewat dan membawa barang-barang perniagaan.\n\nPraktek seks sejenis (homoseks dan lesbian) sangat dilarang oleh Islam. Praktek ini sangat tidak sehat. Perilaku seksual yang menyimpang ini menimbulkan banyak penyakit baru, seperti penyakit AIDS dan herpes. Kedua penyakit ini tidak dikenal pada beberapa generasi yang lalu. Namun pada saat sekarang, kedua penyakit sudah menyebar secara luas dengan pesatnya. \n\nPraktek homoseks, di samping perilaku seksual menyimpang lainnya, seperti berganti-ganti pasangan atau praktek pelacuran, merupakan cara penyebaran virus AIDS yang paling umum. Penyakit ini sebagian besar (90%) disebarkan dengan cara perilaku seksual yang menyimpang. Beberapa cara penularan AIDS lainnya adalah dengan transfusi darah yang sudah tercemar virus AIDS dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Sedangkan penularan dari ibu kepada janin yang dikandungnya tidak terlalu besar, yaitu di bawah 10%. \n\nDalam sebuah hadis, Nabi Muhammad bersabda:\n\nPerbuatan zina tidak sekali-kali muncul pada suatu kaum, sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan penyakit-penyakit lainnya yang belum ada pada umat sebelumnya. (Riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Umar) \n\nDari hadis di atas dapat diketahui bahwa saat manusia mulai melakukan perilaku seksual yang tidak normal, maka akan muncul penyakit baru yang belum pernah ada sebelumnya, dan menyebar di antara umat manusia. Saat ini, kita baru mengerti apa yang dimaksudkan hadis itu, yang diucapkan Nabi Muhammad saw sekitar 1400 tahun yang lalu." } } }, { "number": { "inQuran": 3099, "inSurah": 167 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064f\u0648\u0637\u064f \u0644\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaloo la'il lam tantahi yaa Lootu latakoonanna minal mukhrajeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"If you do not desist, O Lot, you will surely be of those evicted.\"", "id": "Mereka menjawab, “Wahai Lut! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3099", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3099.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3099.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun dengan angkuh mereka menjawab: \"Wahai Luth, jika engkau tidak berhenti dari apa yang engkau lakukan, engkau termasuk orang-orang yang terusir dari negeri ini, karena kami tidak menghendaki engkau berada bersama kami.", "long": "Penduduk Sodom tidak mengindahkan seruan Nabi Lut, bahkan mereka mengancam akan membunuh dan mengusir Lut dan orang-orang yang beriman dari negeri mereka. Kemaksiatan mereka makin hari makin bertambah dan mereka menantang Nabi Lut agar mendatangkan azab yang diancamkan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3100, "inSurah": 168 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u0650\u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innee li'amalikum minal qaaleen" } }, "translation": { "en": "He said, \"Indeed, I am, toward your deed, of those who detest [it].", "id": "Dia (Lut) berkata, “Aku sungguh benci kepada perbuatanmu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3100", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3100.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3100.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, Lut, berkata, \"Aku sungguh benci kepada perbuatanmu karena bertentangan dengan fitrah manusia, hanya mengumbar nafsu seksual belaka yang bukan pada tempatnya.\"", "long": "Nabi Lut mengatakan kepada kaumnya bahwa ia lepas tangan dari perbuatan kaumnya dan sangat benci kepada perbuatan itu. Nabi Lut yakin bahwa ancaman apa pun yang diberikan kaumnya, tidak akan dapat memudaratkannya, karena semuanya itu adalah dari Allah dan atas kehendak-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3101, "inSurah": 169 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbi najjjinee wa ahlee mimmmaa ya'maloon" } }, "translation": { "en": "My Lord, save me and my family from [the consequence of] what they do.\"", "id": "(Lut berdoa), “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3101", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3101.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3101.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat sikap kaumnya yang tidak berubah bahkan menjadi-jadi, Nabi Lut memohon keselamatan dari Allah dengan berdoa, \"Ya Tuhanku selamatkanlah aku dan keluargaku dan pengikutku yang beriman dari akibat perbuatan yang mereka kerjakan.", "long": "Nabi Lut berdoa kepada Allah agar ia dan keluarganya dilepaskan dari azab yang akan menimpa kaumnya akibat perbuatan-perbuatan mereka yang keji itu. Ia juga memohon agar dijauhkan dari azab Allah, baik di dunia maupun di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3102, "inSurah": 170 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fanajjainaahu wa ahlahooo ajma'een" } }, "translation": { "en": "So We saved him and his family, all,", "id": "Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3102", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3102.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3102.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,", "long": "Allah mengabulkan doa Nabi Lut dengan mendatangkan malapetaka kepada kaumnya yang ingkar. Allah menyelamatkan Lut dan keluarganya kecuali istrinya yang durhaka. Dalam ayat ini tidak diterangkan kejadian yang terjadi sebelum malapetaka menimpa kaum Nabi Lut. Akan tetapi, pada surah yang lain diterangkan bahwa sebelum azab itu datang, Allah mengutus kepada Nabi Lut malaikat yang menyamar sebagai pemuda tampan, untuk membinasakan mereka. Sebelum datang kepada mereka, malaikat tersebut mampir lebih dahulu di rumah Ibrahim. Allah berfirman:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan?\" (Mereka) menjawab, \"Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa.\" (al-hijr/15: 57-58).\n\nSetelah para malaikat yang berupa pemuda-pemuda tampan itu sampai ke rumah Nabi Lut, maka penduduk Sodom lalu mendatangi rumahnya. Mereka bermaksud hendak melakukan perbuatan keji dengan tamu-tamu Nabi Lut itu. Nabi Lut berusaha melarang mereka berbuat demikian dengan menawarkan putri-putrinya (perempuan penduduk kota itu) untuk mereka nikahi. Nabi Lut berkata kepada mereka bahwa putri-putrinya itu adalah suci bagi mereka dan dia meminta agar tidak menyentuh tamu-tamunya. Nabi Lut mencela mereka dengan mengatakan bahwa apakah tidak ada seorang pun yang berakal di antara mereka. Firman Allah:\n\nDan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Lut berkata, \"Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?\" (Hud/11: 78).\n\nPenduduk Sodom menolak tawaran Nabi Lut dengan mengatakan bahwa mereka tidak berkehendak sedikit pun kepada putri-putrinya. Mereka tetap membangkang.\n\nKemudian malaikat-malaikat itu memperkenalkan diri kepada Nabi Lut dan mengatakan bahwa mereka diutus Allah untuk membinasakan penduduk Sodom yang durhaka. Penduduk Sodom itu tidak akan dapat berbuat apa-apa terhadap Nabi Lut.\n\nTatkala penduduk Sodom menyerbu rumah Nabi Lut, Allah menjadikan mereka tidak dapat melihat Nabi Lut dan malaikat-malaikat itu. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Lut agar meninggalkan kota Sodom di malam hari, bersama dengan keluarganya, selain istrinya karena akan dibinasakan bersama penduduk Sodom.\n\nAllah memerintahkan agar pada waktu meninggalkan Sodom, tidak seorang pun di antara mereka menoleh ke belakang. Mereka lalu melaksanakan perintah itu. Allah berfirman:\n\nMereka (para malaikat) berkata, \"Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah bersama keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?\" (Hud/11: 81)." } } }, { "number": { "inQuran": 3103, "inSurah": 171 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062c\u064f\u0648\u0632\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'ajoozan filghaabireen" } }, "translation": { "en": "Except an old woman among those who remained behind.", "id": "kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3103", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3103.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3103.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali seorang perempuan tua yaitu istrinya sendiri, yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Dia berkhianat terhadap suaminya, dan bergabung dengan kaumnya yang kafir dan lacur.", "long": "Allah mengabulkan doa Nabi Lut dengan mendatangkan malapetaka kepada kaumnya yang ingkar. Allah menyelamatkan Lut dan keluarganya kecuali istrinya yang durhaka. Dalam ayat ini tidak diterangkan kejadian yang terjadi sebelum malapetaka menimpa kaum Nabi Lut. Akan tetapi, pada surah yang lain diterangkan bahwa sebelum azab itu datang, Allah mengutus kepada Nabi Lut malaikat yang menyamar sebagai pemuda tampan, untuk membinasakan mereka. Sebelum datang kepada mereka, malaikat tersebut mampir lebih dahulu di rumah Ibrahim. Allah berfirman:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan?\" (Mereka) menjawab, \"Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa.\" (al-hijr/15: 57-58).\n\nSetelah para malaikat yang berupa pemuda-pemuda tampan itu sampai ke rumah Nabi Lut, maka penduduk Sodom lalu mendatangi rumahnya. Mereka bermaksud hendak melakukan perbuatan keji dengan tamu-tamu Nabi Lut itu. Nabi Lut berusaha melarang mereka berbuat demikian dengan menawarkan putri-putrinya (perempuan penduduk kota itu) untuk mereka nikahi. Nabi Lut berkata kepada mereka bahwa putri-putrinya itu adalah suci bagi mereka dan dia meminta agar tidak menyentuh tamu-tamunya. Nabi Lut mencela mereka dengan mengatakan bahwa apakah tidak ada seorang pun yang berakal di antara mereka. Firman Allah:\n\nDan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Lut berkata, \"Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?\" (Hud/11: 78).\n\nPenduduk Sodom menolak tawaran Nabi Lut dengan mengatakan bahwa mereka tidak berkehendak sedikit pun kepada putri-putrinya. Mereka tetap membangkang.\n\nKemudian malaikat-malaikat itu memperkenalkan diri kepada Nabi Lut dan mengatakan bahwa mereka diutus Allah untuk membinasakan penduduk Sodom yang durhaka. Penduduk Sodom itu tidak akan dapat berbuat apa-apa terhadap Nabi Lut.\n\nTatkala penduduk Sodom menyerbu rumah Nabi Lut, Allah menjadikan mereka tidak dapat melihat Nabi Lut dan malaikat-malaikat itu. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Lut agar meninggalkan kota Sodom di malam hari, bersama dengan keluarganya, selain istrinya karena akan dibinasakan bersama penduduk Sodom.\n\nAllah memerintahkan agar pada waktu meninggalkan Sodom, tidak seorang pun di antara mereka menoleh ke belakang. Mereka lalu melaksanakan perintah itu. Allah berfirman:\n\nMereka (para malaikat) berkata, \"Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah bersama keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?\" (Hud/11: 81)." } } }, { "number": { "inQuran": 3104, "inSurah": 172 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062f\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa dammarnal aa khareen" } }, "translation": { "en": "Then We destroyed the others.", "id": "Kemudian Kami binasakan yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3104", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3104.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3104.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kami binasakan yang lain dan menghancurkan mereka sehancur-hancurnya.", "long": "Setelah tiba waktu yang dijanjikan, Allah menghujani dengan amat dahsyat penduduk Sodom dengan batu dari tanah liat yang membatu, dan negeri mereka ditelungkupkan oleh Allah. Dengan demikian, hancurlah penduduk kota Sodom beserta kotanya. Allah berfirman:\n\nMaka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud/11: 82-83).\n\nTidak lama setelah kaum Nabi Lut hancur, negeri mereka lalu digenangi air. Akhir-akhir ini telah ditemukan bekas-bekas kota Sodom yaitu di pantai Buḥairah Lut, di bagian selatan Laut Mati (al-Bahrul Mayyit). Adapun Nabi Lut dan pengikutnya pindah ke Zoar, sebuah kota tua di Kanaan." } } }, { "number": { "inQuran": 3105, "inSurah": 173 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0637\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0637\u064e\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0637\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0630\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa amtarnaa 'alaihim mataran fasaaa'a matarul munzareen" } }, "translation": { "en": "And We rained upon them a rain [of stones], and evil was the rain of those who were warned.", "id": "Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3105", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3105.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3105.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah negeri mereka dijungkirbalikkan, Kami hujani mereka dengan hujan batu yang demikian keras. Maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. inilah kesudahan dari kaum yang durhaka kepada Allah. Mereka diberi peringatan demi peringatan namun mereka tetap memilih jalan kehidupan yang keji yang dibenci oleh Allah.", "long": "Setelah tiba waktu yang dijanjikan, Allah menghujani dengan amat dahsyat penduduk Sodom dengan batu dari tanah liat yang membatu, dan negeri mereka ditelungkupkan oleh Allah. Dengan demikian, hancurlah penduduk kota Sodom beserta kotanya. Allah berfirman:\n\nMaka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud/11: 82-83).\n\nTidak lama setelah kaum Nabi Lut hancur, negeri mereka lalu digenangi air. Akhir-akhir ini telah ditemukan bekas-bekas kota Sodom yaitu di pantai Buḥairah Lut, di bagian selatan Laut Mati (al-Bahrul Mayyit). Adapun Nabi Lut dan pengikutnya pindah ke Zoar, sebuah kota tua di Kanaan." } } }, { "number": { "inQuran": 3106, "inSurah": 174 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3106", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3106.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3106.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata akan ke Maha Kuasanya Allah. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Mereka yang ingkar terkena laknat, dan yang yang beriman akan selamat. Inilah ketetapan Allah yang tidak pernah berubah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyelamatkan Nabi Lut dan keluarganya, kecuali istrinya, serta membinasakan orang-orang durhaka itu. Ini merupakan bukti nyata atas kebenaran Nabi Lut sebagai rasul yang diutus Allah kepada penduduk Sodom. Akan tetapi, sedikit sekali manusia yang memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhan itu, sehingga sedikit sekali di antara mereka yang beriman dan mengikuti rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3107, "inSurah": 175 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 324, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3107", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3107.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3107.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh Tuhanmu, yang memeliharamu, benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang dengan tidak cepat-cepat menghukum para pendosa, tapi memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.", "long": "Allah adalah Tuhan yang berhak disembah dan sangat keras pembalasan-Nya kepada para hamba-Nya yang ingkar. Dia Maha Penyayang kepada hamba-Nya, dan kasih sayang-Nya itu adalah tetap, tidak pernah putus." } } }, { "number": { "inQuran": 3108, "inSurah": 176 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazzaba As haabul Aykatil mursaleen" } }, "translation": { "en": "The companions of the thicket denied the messengers", "id": "Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3108", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3108.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3108.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul; yaitu Nabi Syuaib yang diutus kepada mereka, untuk memperbaiki akidah dan akhlak mereka,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa penduduk Madyan, yang disebut juga kabilah Madyan, telah mendustakan Nabi Syuaib yang menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Dalam ayat ini diterangkan bahwa tindakan penduduk Madyan itu sama hukumnya dengan mendustakan para rasul, karena mendustakan seorang rasul sama artinya dengan mendustakan semua rasul yang diutus Allah. Menurut Ibnu Kasir, penduduk Madyan dan Aikah adalah satu kabilah. Hanya di dalam Al-Qur'an kadangkala mereka diungkapkan sebagai penduduk Madyan dan kadangkala disebut sebagai penduduk Aikah.\n\nKabilah Madyan adalah satu kabilah yang mendiami daerah di sekitar Teluk Aqabah dan tempat sebelah utaranya. Madyan ialah eponim dari nenek moyang mereka, Madyan. Madyan adalah salah seorang putra Nabi Ibrahim. Kehidupan mereka pada waktu itu sejahtera. Mereka berbahagia, dan berkedudukan sebagai saudagar. Kota yang terbesar di daerah Madyan ini pun dinamai pula Madyan. Kota ini terletak di tengah-tengah daerah Madyan di pantai timur Laut Merah segaris lintang dengan Tabuk. Yang dimaksud dengan penduduk Aikah pada ayat di atas adalah penduduk Madyan. \n\nSebagian mufasir berpendapat bahwa Nabi Syuaib diutus setelah Nabi Musa. Sebagian yang lain mengatakan sebaliknya, yaitu sebelum pengutusan Nabi Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 3109, "inSurah": 177 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala lahum Shu'aybun alaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "When Shu'ayb said to them, \"Will you not fear Allah?", "id": "ketika Syuaib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3109", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3109.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3109.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Syuaib memulai dakwahnya dengan berpesan kepada kaumnya untuk bertakwa. Ketika Syuaib berkata kepada mereka, \"Mengapa kamu tidak bertakwa?\" Bertakwa adalah pokok pangkal kebaikan segala sesuatu. Inilah anjuran pertama para rasul sebelum masuk pada materi dakwah lainnya kepada kaumnya. Nabi Syuaib memperkenalkan dirinya dan kedudukannya selaku utusan Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa penduduk Madyan, yang disebut juga kabilah Madyan, telah mendustakan Nabi Syuaib yang menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Dalam ayat ini diterangkan bahwa tindakan penduduk Madyan itu sama hukumnya dengan mendustakan para rasul, karena mendustakan seorang rasul sama artinya dengan mendustakan semua rasul yang diutus Allah. Menurut Ibnu Kasir, penduduk Madyan dan Aikah adalah satu kabilah. Hanya di dalam Al-Qur'an kadangkala mereka diungkapkan sebagai penduduk Madyan dan kadangkala disebut sebagai penduduk Aikah.\n\nKabilah Madyan adalah satu kabilah yang mendiami daerah di sekitar Teluk Aqabah dan tempat sebelah utaranya. Madyan ialah eponim dari nenek moyang mereka, Madyan. Madyan adalah salah seorang putra Nabi Ibrahim. Kehidupan mereka pada waktu itu sejahtera. Mereka berbahagia, dan berkedudukan sebagai saudagar. Kota yang terbesar di daerah Madyan ini pun dinamai pula Madyan. Kota ini terletak di tengah-tengah daerah Madyan di pantai timur Laut Merah segaris lintang dengan Tabuk. Yang dimaksud dengan penduduk Aikah pada ayat di atas adalah penduduk Madyan. \n\nSebagian mufasir berpendapat bahwa Nabi Syuaib diutus setelah Nabi Musa. Sebagian yang lain mengatakan sebaliknya, yaitu sebelum pengutusan Nabi Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 3110, "inSurah": 178 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Innee lakum Rasoolun ameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, I am to you a trustworthy messenger.", "id": "Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3110", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3110.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3110.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Syuaib melanjutkan dakwahnya, \"Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan Allah yang diutus kepadamu.", "long": "Syuaib menyeru penduduk Madyan, seperti yang telah dilakukan oleh para nabi sebelumnya. Ia menerangkan kepada mereka bahwa tugasnya tidaklah untuk mencari harta kekayaan, kekuasaan, atau keuntungan duniawi. Oleh karena itu, ia tidak akan mengambil upah dari mereka untuk seruannya itu. Upahnya akan diberikan Allah yang telah mengutusnya.\n\nDalam Surah Hud/11 diterangkan pula bahwa Syuaib mengajak kaumnya agar mereka hanya menyembah Allah. Allah berfirman:\n\nDan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Hud/11: 84)." } } }, { "number": { "inQuran": 3111, "inSurah": 179 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fattaqul laaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah and obey me.", "id": "maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3111", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3111.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3111.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada perintah dan ajakan-ku untuk beribadah kepada Allah dan melakukan kebaikan.", "long": "Syuaib menyeru penduduk Madyan, seperti yang telah dilakukan oleh para nabi sebelumnya. Ia menerangkan kepada mereka bahwa tugasnya tidaklah untuk mencari harta kekayaan, kekuasaan, atau keuntungan duniawi. Oleh karena itu, ia tidak akan mengambil upah dari mereka untuk seruannya itu. Upahnya akan diberikan Allah yang telah mengutusnya.\n\nDalam Surah Hud/11 diterangkan pula bahwa Syuaib mengajak kaumnya agar mereka hanya menyembah Allah. Allah berfirman:\n\nDan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Hud/11: 84)." } } }, { "number": { "inQuran": 3112, "inSurah": 180 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 149, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And I do not ask you for it any payment. My payment is only from the Lord of the worlds.", "id": "Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3112", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3112.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3112.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku tidak bermaksud sedikitpun untuk meminta imbalan apa pun baik berupa materi atau jasa, kepadamu atas ajakan itu, imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan seluruh alam. Dengan tidak adanya imbalan, Nabi Syuaib tidak mempunyai kepentingan apa-apa kecuali untuk kemaslahatan mereka.", "long": "Dan aku tidak meminta imbalan apa pun baik berupa materi atau jasa kepadamu atas ajakan itu, imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan seluruh alam. Dengan tidak adanya imbalan, Nabi Sy’aib tidak mempunyai kepentingan apa-apa kecuali untuk kemaslahatan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3113, "inSurah": 181 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awful kaila wa laa takoonoo minal mukhsireen" } }, "translation": { "en": "Give full measure and do not be of those who cause loss.", "id": "Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3113", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3113.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3113.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Nabi Syuaib mulai memasuki wilayah dakwah yang lebih nyata lagi yaitu kejahatan ekonomi yang dilakukan kaumnya. \"Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain\". Mengurangi takaran dan timbangan sangat merugikan konsumen. Memakan hasilnya hukumnya haram dan tidak membawa berkah dalam kehidupan.", "long": "Di samping menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, penduduk Madyan juga berbuat dosa dan melakukan kejahatan lain, di antaranya:\n\n1. Mengurangi timbangan dan takaran pada waktu menjual dan minta dilebihkan pada waktu membeli.\n\n2. Menurunkan harga barang-barang agar mereka dapat membeli barang-barang itu dengan harga yang amat rendah.\n\n3. Membuat onar dan kerusakan di bumi.\n\nAyat ini menerangkan bahwa Syuaib menyeru kaumnya untuk menghentikan kejahatan yang biasa mereka lakukan. Mereka diseru untuk menyempurnakan takaran dan timbangan baik di waktu menjual maupun membeli. Mengurangi atau melebihkan takaran dan timbangan adalah perbuatan yang merugikan orang lain. Hal itu berarti membuat kerusakan di bumi. Syuaib mengingatkan kaumnya bahwa harta yang halal lebih baik bagi mereka, karena mereka adalah orang-orang yang berpenghidupan baik. Allah berfirman:\n\nSisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.\" (Hud/11: 86).\n\nYang dimaksud dengan sisa keuntungan dari Allah (baqiyyatullah) ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah menyempurnakan takaran dan timbangan.\n\nSyuaib mengingatkan bahwa perbuatan jahat yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan Allah bagi semua makhluk-Nya. Oleh karena itu, mereka diminta untuk menghentikan perbuatan itu, dan takut kepada azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Dialah yang menciptakan segala yang ada, termasuk mereka. Diciptakan-Nya dari tidak ada kepada ada untuk mengadakan kemaslahatan di bumi. Allah pernah menciptakan orang-orang yang mempunyai kekuatan dan kemampuan yang lebih kuat dan besar dari mereka, serta mempunyai harta dan kekayaan yang lebih banyak, seperti kaum Hud yang pernah mereka katakan sebagai kaum yang lebih kuat dan perkasa dari mereka. Karena kezaliman dan kejahatan umat-umat dahulu itu, Allah mengazab dan menimpakan malapetaka yang besar kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3114, "inSurah": 182 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0632\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa zinoo bilqistaasil mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And weigh with an even balance.", "id": "Dan timbanglah dengan timbangan yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3114", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3114.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3114.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan timbanglah dengan timbangan yang benar, yaitu timbangan yang adil, sesuai dengan yang menjadi kesepakatan masyarakat luas. Hal ini akan menjadikan keberkahan bagimu, wahai para penjual, karena memakan dari harta yang halal.", "long": "Di samping menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, penduduk Madyan juga berbuat dosa dan melakukan kejahatan lain, di antaranya:\n\n1. Mengurangi timbangan dan takaran pada waktu menjual dan minta dilebihkan pada waktu membeli.\n\n2. Menurunkan harga barang-barang agar mereka dapat membeli barang-barang itu dengan harga yang amat rendah.\n\n3. Membuat onar dan kerusakan di bumi.\n\nAyat ini menerangkan bahwa Syuaib menyeru kaumnya untuk menghentikan kejahatan yang biasa mereka lakukan. Mereka diseru untuk menyempurnakan takaran dan timbangan baik di waktu menjual maupun membeli. Mengurangi atau melebihkan takaran dan timbangan adalah perbuatan yang merugikan orang lain. Hal itu berarti membuat kerusakan di bumi. Syuaib mengingatkan kaumnya bahwa harta yang halal lebih baik bagi mereka, karena mereka adalah orang-orang yang berpenghidupan baik. Allah berfirman:\n\nSisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.\" (Hud/11: 86).\n\nYang dimaksud dengan sisa keuntungan dari Allah (baqiyyatullah) ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah menyempurnakan takaran dan timbangan.\n\nSyuaib mengingatkan bahwa perbuatan jahat yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan Allah bagi semua makhluk-Nya. Oleh karena itu, mereka diminta untuk menghentikan perbuatan itu, dan takut kepada azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Dialah yang menciptakan segala yang ada, termasuk mereka. Diciptakan-Nya dari tidak ada kepada ada untuk mengadakan kemaslahatan di bumi. Allah pernah menciptakan orang-orang yang mempunyai kekuatan dan kemampuan yang lebih kuat dan besar dari mereka, serta mempunyai harta dan kekayaan yang lebih banyak, seperti kaum Hud yang pernah mereka katakan sebagai kaum yang lebih kuat dan perkasa dari mereka. Karena kezaliman dan kejahatan umat-umat dahulu itu, Allah mengazab dan menimpakan malapetaka yang besar kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3115, "inSurah": 183 }, "meta": { "juz": 19, "page": 374, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062b\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tabkhasun naasa ashyaaa 'ahum wa laa ta'saw fil ardi mufsideen" } }, "translation": { "en": "And do not deprive people of their due and do not commit abuse on earth, spreading corruption.", "id": "Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3115", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3115.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3115.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan jangan-lah kamu membuat kerusakan di bumi. Pada dasarnya prinsip hubungan antar manusia menurut Islam adalah tidak boleh menzalimi dan tidak boleh dizalimi dengan cara apa pun dan dalam bidang apa pun.", "long": "Di samping menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, penduduk Madyan juga berbuat dosa dan melakukan kejahatan lain, di antaranya:\n\n1. Mengurangi timbangan dan takaran pada waktu menjual dan minta dilebihkan pada waktu membeli.\n\n2. Menurunkan harga barang-barang agar mereka dapat membeli barang-barang itu dengan harga yang amat rendah.\n\n3. Membuat onar dan kerusakan di bumi.\n\nAyat ini menerangkan bahwa Syuaib menyeru kaumnya untuk menghentikan kejahatan yang biasa mereka lakukan. Mereka diseru untuk menyempurnakan takaran dan timbangan baik di waktu menjual maupun membeli. Mengurangi atau melebihkan takaran dan timbangan adalah perbuatan yang merugikan orang lain. Hal itu berarti membuat kerusakan di bumi. Syuaib mengingatkan kaumnya bahwa harta yang halal lebih baik bagi mereka, karena mereka adalah orang-orang yang berpenghidupan baik. Allah berfirman:\n\nSisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.\" (Hud/11: 86).\n\nYang dimaksud dengan sisa keuntungan dari Allah (baqiyyatullah) ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah menyempurnakan takaran dan timbangan.\n\nSyuaib mengingatkan bahwa perbuatan jahat yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan Allah bagi semua makhluk-Nya. Oleh karena itu, mereka diminta untuk menghentikan perbuatan itu, dan takut kepada azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Dialah yang menciptakan segala yang ada, termasuk mereka. Diciptakan-Nya dari tidak ada kepada ada untuk mengadakan kemaslahatan di bumi. Allah pernah menciptakan orang-orang yang mempunyai kekuatan dan kemampuan yang lebih kuat dan besar dari mereka, serta mempunyai harta dan kekayaan yang lebih banyak, seperti kaum Hud yang pernah mereka katakan sebagai kaum yang lebih kuat dan perkasa dari mereka. Karena kezaliman dan kejahatan umat-umat dahulu itu, Allah mengazab dan menimpakan malapetaka yang besar kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3116, "inSurah": 184 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattaqul lazee khalaqakum waljibillatal awwaleen" } }, "translation": { "en": "And fear He who created you and the former creation.\"", "id": "dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3116", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3116.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3116.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Syuaib menutup penjelasannya dengan berkata, \"Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu\". Umat terdahulu dari kaum Syuaib seperti kaum ‘Ad, dan Šamud jauh lebih kuat. mereka dibinasakan oleh Allah karena dosa-dosa mereka.", "long": "Di samping menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, penduduk Madyan juga berbuat dosa dan melakukan kejahatan lain, di antaranya:\n\n1. Mengurangi timbangan dan takaran pada waktu menjual dan minta dilebihkan pada waktu membeli.\n\n2. Menurunkan harga barang-barang agar mereka dapat membeli barang-barang itu dengan harga yang amat rendah.\n\n3. Membuat onar dan kerusakan di bumi.\n\nAyat ini menerangkan bahwa Syuaib menyeru kaumnya untuk menghentikan kejahatan yang biasa mereka lakukan. Mereka diseru untuk menyempurnakan takaran dan timbangan baik di waktu menjual maupun membeli. Mengurangi atau melebihkan takaran dan timbangan adalah perbuatan yang merugikan orang lain. Hal itu berarti membuat kerusakan di bumi. Syuaib mengingatkan kaumnya bahwa harta yang halal lebih baik bagi mereka, karena mereka adalah orang-orang yang berpenghidupan baik. Allah berfirman:\n\nSisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.\" (Hud/11: 86).\n\nYang dimaksud dengan sisa keuntungan dari Allah (baqiyyatullah) ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah menyempurnakan takaran dan timbangan.\n\nSyuaib mengingatkan bahwa perbuatan jahat yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan Allah bagi semua makhluk-Nya. Oleh karena itu, mereka diminta untuk menghentikan perbuatan itu, dan takut kepada azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Dialah yang menciptakan segala yang ada, termasuk mereka. Diciptakan-Nya dari tidak ada kepada ada untuk mengadakan kemaslahatan di bumi. Allah pernah menciptakan orang-orang yang mempunyai kekuatan dan kemampuan yang lebih kuat dan besar dari mereka, serta mempunyai harta dan kekayaan yang lebih banyak, seperti kaum Hud yang pernah mereka katakan sebagai kaum yang lebih kuat dan perkasa dari mereka. Karena kezaliman dan kejahatan umat-umat dahulu itu, Allah mengazab dan menimpakan malapetaka yang besar kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3117, "inSurah": 185 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u064e\u062d\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo innamaa anta minal musahhareen" } }, "translation": { "en": "They said, \"You are only of those affected by magic.", "id": "Mereka berkata, “Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3117", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3117.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3117.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Terhadap ajakan Nabi Syuaib, mereka mulai berang dan jengkel, lalu mereka mengeluarkan tuduhan dan hasutan yang tidak berdasar. Mereka berkata: \"Engkau tidak lain hanyalah orang yang kena sihir\". Semua nabi yang berdakwah kepada kaumnya dituduh sebagai pesihir sebagai cara untuk menjauhkan para nabi dengan masyarakat.", "long": "Sekalipun Syuaib telah mengingatkan kaumnya, tetapi mereka tetap ingkar dan kafir. Bahkan mereka mencela Syuaib dan memandang ringan ancaman Allah yang disampaikan kepada mereka dengan menyatakan bahwa: pertama, Syuaib termasuk salah seorang yang kena sihir, yang mengatakan dan melakukan sesuatu hanya berdasarkan khayalan dan angan-angan belaka. Syuaib seorang manusia biasa seperti mereka, tidak memiliki kelebihan apa pun dari mereka, dan bahkan ia seorang yang rusak akalnya. \n\nMereka mendustakan Syuaib, dan tidak percaya sedikit pun bahwa dia adalah rasul Allah yang diutus kepada mereka. Oleh karena itu, mereka mengingkari Nabi Syuaib, menghalangi orang lain mendatanginya, dan mengancam orang-orang yang beriman kepadanya. Akan tetapi, Syuaib terus menasihati dan mengingatkan mereka. Syuaib adalah nabi yang sangat pintar berdebat dengan kaumnya. Dalil-dalil dan argumennya amat kuat, sehingga para mufasir menjulukinya dengan Khathib al-Anbiya' (ahli pidato di antara para nabi). \n\nNamun demikian, penduduk Madyan tetap membangkang dan menyangkal seruan Syuaib. Kadang-kadang mereka mengatakan bahwa mereka tidak paham apa yang dikatakannya, padahal seruan itu sudah jelas dan terang. Kadang-kadang mereka mengatakan bahwa Syuaib orang lemah, seakan-akan mereka mengira bahwa kekuatanlah yang menjadi ukuran kebenaran dan keadilan. Kadang-kadang mereka mengancam akan membunuh Syuaib, dan mengusir para pengikutnya yang beriman dari negeri itu apabila Syuaib dan orang-orang yang beriman itu tidak kembali kepada agama mereka. \n\nKaum Syuaib juga mengingatkan masyarakat bahwa mereka akan merugi kalau mengikuti agama Syuaib karena melarang mereka mengurangi takaran dan timbangan. Mereka merasa heran kepada Syuaib yang melarang mereka menyembah sembahan nenek moyang mereka, dan berbuat apa yang mereka sukai terhadap harta mereka. Mereka mencela Syuaib tentang kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya. Mereka mengejek dengan sinis salat yang dikerjakan Syuaib. Allah berfirman:\n\nMereka berkata, \"Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai.\" (Hud/11: 87).\n\nMereka berkata, \"Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami.\" (Hud/11: 91).\n\nKedua, Jika Syuaib benar-benar seorang nabi dan rasul Allah, maka ia diminta untuk menurunkan kepada mereka (kaum Syuaib) gumpalan-gumpalan dari langit, sebagaimana yang telah diancamkannya. Sikap kaum Syuaib ini sama dengan sikap kaum Quraisy ketika menentang Nabi Muhammad agar beliau memancarkan air dari bumi untuk mereka, mendatangkan sebuah kebun dan kurma serta anggur yang indah, mendatangkan azab dengan menjatuhkan kepingan-kepingan dari langit yang menimpa mereka, atau mendatangkan sebuah rumah emas dan sebagainya. (Baca Surah al-Isra'/17: 90-93)." } } }, { "number": { "inQuran": 3118, "inSurah": 186 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa anta illaa basharum mislunaa wa innazunnuka laminal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "You are but a man like ourselves, and indeed, we think you are among the liars.", "id": "Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3118", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3118.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3118.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, yang makan dan minum. Apa keistimewaanmu sehingga engkau menjadi seorang utusan Tuhan? Sesungguhnya kami yakin bahwa engkau benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta, tuduh mereka. Inilah usaha untuk mematikan gerak dakwah Nabi Syuaib.", "long": "Sekalipun Syuaib telah mengingatkan kaumnya, tetapi mereka tetap ingkar dan kafir. Bahkan mereka mencela Syuaib dan memandang ringan ancaman Allah yang disampaikan kepada mereka dengan menyatakan bahwa: pertama, Syuaib termasuk salah seorang yang kena sihir, yang mengatakan dan melakukan sesuatu hanya berdasarkan khayalan dan angan-angan belaka. Syuaib seorang manusia biasa seperti mereka, tidak memiliki kelebihan apa pun dari mereka, dan bahkan ia seorang yang rusak akalnya. \n\nMereka mendustakan Syuaib, dan tidak percaya sedikit pun bahwa dia adalah rasul Allah yang diutus kepada mereka. Oleh karena itu, mereka mengingkari Nabi Syuaib, menghalangi orang lain mendatanginya, dan mengancam orang-orang yang beriman kepadanya. Akan tetapi, Syuaib terus menasihati dan mengingatkan mereka. Syuaib adalah nabi yang sangat pintar berdebat dengan kaumnya. Dalil-dalil dan argumennya amat kuat, sehingga para mufasir menjulukinya dengan Khathib al-Anbiya' (ahli pidato di antara para nabi). \n\nNamun demikian, penduduk Madyan tetap membangkang dan menyangkal seruan Syuaib. Kadang-kadang mereka mengatakan bahwa mereka tidak paham apa yang dikatakannya, padahal seruan itu sudah jelas dan terang. Kadang-kadang mereka mengatakan bahwa Syuaib orang lemah, seakan-akan mereka mengira bahwa kekuatanlah yang menjadi ukuran kebenaran dan keadilan. Kadang-kadang mereka mengancam akan membunuh Syuaib, dan mengusir para pengikutnya yang beriman dari negeri itu apabila Syuaib dan orang-orang yang beriman itu tidak kembali kepada agama mereka. \n\nKaum Syuaib juga mengingatkan masyarakat bahwa mereka akan merugi kalau mengikuti agama Syuaib karena melarang mereka mengurangi takaran dan timbangan. Mereka merasa heran kepada Syuaib yang melarang mereka menyembah sembahan nenek moyang mereka, dan berbuat apa yang mereka sukai terhadap harta mereka. Mereka mencela Syuaib tentang kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya. Mereka mengejek dengan sinis salat yang dikerjakan Syuaib. Allah berfirman:\n\nMereka berkata, \"Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai.\" (Hud/11: 87).\n\nMereka berkata, \"Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami.\" (Hud/11: 91).\n\nKedua, Jika Syuaib benar-benar seorang nabi dan rasul Allah, maka ia diminta untuk menurunkan kepada mereka (kaum Syuaib) gumpalan-gumpalan dari langit, sebagaimana yang telah diancamkannya. Sikap kaum Syuaib ini sama dengan sikap kaum Quraisy ketika menentang Nabi Muhammad agar beliau memancarkan air dari bumi untuk mereka, mendatangkan sebuah kebun dan kurma serta anggur yang indah, mendatangkan azab dengan menjatuhkan kepingan-kepingan dari langit yang menimpa mereka, atau mendatangkan sebuah rumah emas dan sebagainya. (Baca Surah al-Isra'/17: 90-93)." } } }, { "number": { "inQuran": 3119, "inSurah": 187 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0642\u0650\u0637\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0643\u0650\u0633\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa asqit 'alainaa kisafam minas samaaa'i in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "So cause to fall upon us fragments of the sky, if you should be of the truthful.\"", "id": "Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3119", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3119.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3119.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka dengan pongahnya balik menantang Nabi Syuaib agar bisa mendatangkan siksaan kepada mereka. Maka cepat jatuhkanlah siksaan Tuhanmu kepada kami berupa gumpalan apa saja dari langit, baik berupa batu atau lainnya, jika engkau termasuk orang-orang yang benar bahwa engkau adalah utusan Allah.", "long": "Sekalipun Syuaib telah mengingatkan kaumnya, tetapi mereka tetap ingkar dan kafir. Bahkan mereka mencela Syuaib dan memandang ringan ancaman Allah yang disampaikan kepada mereka dengan menyatakan bahwa: pertama, Syuaib termasuk salah seorang yang kena sihir, yang mengatakan dan melakukan sesuatu hanya berdasarkan khayalan dan angan-angan belaka. Syuaib seorang manusia biasa seperti mereka, tidak memiliki kelebihan apa pun dari mereka, dan bahkan ia seorang yang rusak akalnya. \n\nMereka mendustakan Syuaib, dan tidak percaya sedikit pun bahwa dia adalah rasul Allah yang diutus kepada mereka. Oleh karena itu, mereka mengingkari Nabi Syuaib, menghalangi orang lain mendatanginya, dan mengancam orang-orang yang beriman kepadanya. Akan tetapi, Syuaib terus menasihati dan mengingatkan mereka. Syuaib adalah nabi yang sangat pintar berdebat dengan kaumnya. Dalil-dalil dan argumennya amat kuat, sehingga para mufasir menjulukinya dengan Khathib al-Anbiya' (ahli pidato di antara para nabi). \n\nNamun demikian, penduduk Madyan tetap membangkang dan menyangkal seruan Syuaib. Kadang-kadang mereka mengatakan bahwa mereka tidak paham apa yang dikatakannya, padahal seruan itu sudah jelas dan terang. Kadang-kadang mereka mengatakan bahwa Syuaib orang lemah, seakan-akan mereka mengira bahwa kekuatanlah yang menjadi ukuran kebenaran dan keadilan. Kadang-kadang mereka mengancam akan membunuh Syuaib, dan mengusir para pengikutnya yang beriman dari negeri itu apabila Syuaib dan orang-orang yang beriman itu tidak kembali kepada agama mereka. \n\nKaum Syuaib juga mengingatkan masyarakat bahwa mereka akan merugi kalau mengikuti agama Syuaib karena melarang mereka mengurangi takaran dan timbangan. Mereka merasa heran kepada Syuaib yang melarang mereka menyembah sembahan nenek moyang mereka, dan berbuat apa yang mereka sukai terhadap harta mereka. Mereka mencela Syuaib tentang kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya. Mereka mengejek dengan sinis salat yang dikerjakan Syuaib. Allah berfirman:\n\nMereka berkata, \"Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai.\" (Hud/11: 87).\n\nMereka berkata, \"Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami.\" (Hud/11: 91).\n\nKedua, Jika Syuaib benar-benar seorang nabi dan rasul Allah, maka ia diminta untuk menurunkan kepada mereka (kaum Syuaib) gumpalan-gumpalan dari langit, sebagaimana yang telah diancamkannya. Sikap kaum Syuaib ini sama dengan sikap kaum Quraisy ketika menentang Nabi Muhammad agar beliau memancarkan air dari bumi untuk mereka, mendatangkan sebuah kebun dan kurma serta anggur yang indah, mendatangkan azab dengan menjatuhkan kepingan-kepingan dari langit yang menimpa mereka, atau mendatangkan sebuah rumah emas dan sebagainya. (Baca Surah al-Isra'/17: 90-93)." } } }, { "number": { "inQuran": 3120, "inSurah": 188 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbeee a'lamu bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord is most knowing of what you do.\"", "id": "Dia (Syuaib) berkata, “Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3120", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3120.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3120.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Syuaib berkata, \"Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" Biarlah Dia saja yang akan membuat perhitungan dengan kamu, karena Dialah yang mengetahui sepak terjangmu.", "long": "Ungkapan ayat ini merupakan jawaban Syuaib terhadap pengingkaran dan penantangan kaumnya dengan mengatakan bahwa ia tidak diutus untuk menjadikan mereka beriman dengan memasukkan iman ke dalam hati mereka. Ia juga tidak bertugas menghisab amal perbuatan mereka, serta menghukum dan menimpakan azab kepada mereka. Tugasnya hanya menyampaikan agama Allah kepada kaumnya. Adapun menjadikan seseorang itu beriman, menghisab perbuatan manusia, dan menimpakan azab adalah hak Allah semata, karena Dia adalah Yang Mahakuasa dan lebih mengetahui segala perbuatan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3121, "inSurah": 189 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fakazzaboohu fa akhazahum 'azaabu Yawmiz zullah; innahoo kaana 'azaaba Yawmin 'Azeem" } }, "translation": { "en": "And they denied him, so the punishment of the day of the black cloud seized them. Indeed, it was the punishment of a terrible day.", "id": "Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3121", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3121.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3121.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian mereka mendustakan apa yang disampaikan Nabi Syuaib, lalu tidak berapa lama, mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. karena ditutupi awan. Dengan awan ini mereka menganggap bahwa mereka telah selamat, tapi secara mengejutkan mereka dihujani dengan api yang besar dari langit. Sungguh, azab itulah azab pada hari yang dahsyat. Peristiwa yang memilukan itu semestinya menjadi pelajaran bagi semua pihak.", "long": "Karena penduduk Madyan tetap membangkang, Syuaib mengancam dengan menyuruh mereka menunggu azab yang akan didatangkan Allah. Pada waktu yang dijanjikan Allah, datanglah malapetaka yang dahsyat menimpa mereka. Pada hari itu, mereka merasakan terik panas yang sangat menyesakkan napas. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolong mereka dari keadaan yang demikian, apakah berupa naungan rumah, ataupun air yang dapat diminum, dan sebagainya. Oleh karena itu, mereka ke luar ke tanah lapang dan bernaung di bawah segumpal awan yang menyejukkan. Dalam keadaan demikian, turunlah azab Allah berupa sambaran petir yang dahsyat yang ke luar dari gumpalan awan itu, dengan suara yang keras, dan menyebabkan bumi berguncang. Mereka semua mati tersungkur dengan muka tertelungkup ke tanah. Keadaan mereka itu seperti keadaan kaum Nabi Saleh yang ditimpa azab Allah sebelumnya. Adapun Nabi Syuaib dan orang-orang yang beriman diselamatkan Allah dari azab itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3122, "inSurah": 190 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3122", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3122.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3122.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada kejadian yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman, karena hati mereka sudah tertutup oleh kekafiran, keangkuhan dan kesombongan.", "long": "Semua kejadian yang terdapat dalam kisah Syuaib dan kaumnya, yaitu kehancuran penduduk Madyan yang mengingkari seruan Syuaib dan penyelamatan orang-orang yang beriman dari sambaran petir dan gempa, merupakan bukti atas kebenaran Syuaib sebagai rasul Allah. Sekalipun demikian, orang-orang musyrik Mekah serta manusia yang tidak mau mengambil pelajaran daripadanya, tetap tidak beriman kepada Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 3123, "inSurah": 191 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 325, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3123", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3123.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3123.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Maha Perkasa. Tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya dan tidak terkurangi sedikit pun kekuasaan-Nya dengan banyaknya orang yang kafir kepada-Nya. Dia juga Maha Penyayang.yang masih memberikan kesempatan bagi orang yang berdosa untuk bertobat kepada-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan yang menunjukkan manusia kepada jalan yang benar, yang dapat mengangkat manusia ke tempat yang mulia dan terpuji, adalah Tuhan Yang Mahaadil, Mahakeras tuntutan-Nya, dan Mahakekal rahmat-Nya terhadap orang-orang yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3124, "inSurah": 192 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innahoo latanzeelu Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And indeed, the Qur'an is the revelation of the Lord of the worlds.", "id": "Dan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3124", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3124.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3124.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan pemilik dan pemelihara seluruh alam, Tuhan yang sangat menyayangi makhluk-Nya, Al-Qur'an tidak berasal dari selain Allah, sebagaimana yang dituduhkan kaum musyrik, itu bukan untuk mencelakakan mereka.", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad adalah kitab suci yang berasal dari Tuhan semesta alam. Diturunkan kepada Muhammad secara berangsur-angsur dengan perantaraan Jibril, malaikat yang bertugas membawa wahyu kepada para rasul. Al-Qur'an itu ditanamkan ke dalam hati Muhammad, maksudnya ialah Al-Qur'an itu dibacakan oleh Jibril sedemikian rupa sehingga Nabi Muhammad memahami betul arti dan maksudnya. Dengan pemahaman dan pengertian yang demikian, maka Nabi Muhammad mudah menyampaikan kepada umatnya dan umatnya mudah pula menerimanya.\n\nSebagai contoh, ketika Surah al-An'am yang ayatnya berjumlah 165 ayat dan Surah Yusuf sebanyak 111 ayat diturunkan sekaligus, Rasulullah langsung menerima dan menghafalnya. Ini bukti bahwa Al-Qur'an telah dihunjamkan ke hati Rasul oleh malaikat dengan lisannya.\n\nAllah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas dan fasih serta gaya bahasa yang indah. Di dalamnya terdapat pula ayat-ayat yang menantang orang-orang musyrik Mekah agar membuat ayat-ayat yang lain seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu, kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Allah dan hanyalah buatan Muhammad sendiri. Akan tetapi, mereka tidak mampu menandinginya, walaupun dengan membuat satu surah pun yang sefasih dan seindah gaya bahasa Al-Qur'an. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi orang-orang musyrik Mekah itu untuk mengatakan bahwa Al-Qur'an itu hanyalah buatan Muhammad semata. Tegasnya, kendati Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab, yakni bahasa mereka sendiri, tetapi mereka tidak mampu menandingi ayat-ayatnya. Kalau Muhammad dapat membuat Al-Qur'an, tentu menurut logikanya, mereka juga dapat membuatnya, karena sama-sama bangsa Arab dan sama-sama berbahasa Arab. \n\nMereka memahami ayat-ayat Al-Qur'an itu, mengetahui keindahan gaya bahasanya, dan meyakini bahwa Al-Qur'an itu bukan bersumber dari manusia. Mereka mengetahui betul sampai di mana batas kemampuan manusia, namun mereka tetap tidak mau beriman kepadanya karena sifat takabur dan keingkaran yang berurat dan berakar pada diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3125, "inSurah": 193 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u0632\u064e\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Nazala bihir Roohul Ameen" } }, "translation": { "en": "The Trustworthy Spirit has brought it down", "id": "Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3125", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3125.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3125.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an itu dibawa turun secara berangsur-angsur oleh Ar-Ruh Al-Amin yaitu Jibril, atas izin Allah. Ruh adalah sesuatu yang dengannya raga menjadi hidup, begitu juga Al-Qur’an.", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad adalah kitab suci yang berasal dari Tuhan semesta alam. Diturunkan kepada Muhammad secara berangsur-angsur dengan perantaraan Jibril, malaikat yang bertugas membawa wahyu kepada para rasul. Al-Qur'an itu ditanamkan ke dalam hati Muhammad, maksudnya ialah Al-Qur'an itu dibacakan oleh Jibril sedemikian rupa sehingga Nabi Muhammad memahami betul arti dan maksudnya. Dengan pemahaman dan pengertian yang demikian, maka Nabi Muhammad mudah menyampaikan kepada umatnya dan umatnya mudah pula menerimanya.\n\nSebagai contoh, ketika Surah al-An'am yang ayatnya berjumlah 165 ayat dan Surah Yusuf sebanyak 111 ayat diturunkan sekaligus, Rasulullah langsung menerima dan menghafalnya. Ini bukti bahwa Al-Qur'an telah dihunjamkan ke hati Rasul oleh malaikat dengan lisannya.\n\nAllah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas dan fasih serta gaya bahasa yang indah. Di dalamnya terdapat pula ayat-ayat yang menantang orang-orang musyrik Mekah agar membuat ayat-ayat yang lain seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu, kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Allah dan hanyalah buatan Muhammad sendiri. Akan tetapi, mereka tidak mampu menandinginya, walaupun dengan membuat satu surah pun yang sefasih dan seindah gaya bahasa Al-Qur'an. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi orang-orang musyrik Mekah itu untuk mengatakan bahwa Al-Qur'an itu hanyalah buatan Muhammad semata. Tegasnya, kendati Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab, yakni bahasa mereka sendiri, tetapi mereka tidak mampu menandingi ayat-ayatnya. Kalau Muhammad dapat membuat Al-Qur'an, tentu menurut logikanya, mereka juga dapat membuatnya, karena sama-sama bangsa Arab dan sama-sama berbahasa Arab. \n\nMereka memahami ayat-ayat Al-Qur'an itu, mengetahui keindahan gaya bahasanya, dan meyakini bahwa Al-Qur'an itu bukan bersumber dari manusia. Mereka mengetahui betul sampai di mana batas kemampuan manusia, namun mereka tetap tidak mau beriman kepadanya karena sifat takabur dan keingkaran yang berurat dan berakar pada diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3126, "inSurah": 194 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Alaa qalbika litakoona minal munzireen" } }, "translation": { "en": "Upon your heart, [O Muhammad] - that you may be of the warners -", "id": "ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3126", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3126.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3126.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jibril langsung memasukkan Al-Qur’an ke dalam hatimu, wahai Nabi Muhmmad, yang dengan itu Al-Qur’an terpelihara. Tujuannya agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan kepada manusia agar mawas diri. Jika mereka memilih kekafiran dan kefasikan, setelah datangnya penjelasan, mereka akan diberi sanksi yang berat oleh Allah.", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad adalah kitab suci yang berasal dari Tuhan semesta alam. Diturunkan kepada Muhammad secara berangsur-angsur dengan perantaraan Jibril, malaikat yang bertugas membawa wahyu kepada para rasul. Al-Qur'an itu ditanamkan ke dalam hati Muhammad, maksudnya ialah Al-Qur'an itu dibacakan oleh Jibril sedemikian rupa sehingga Nabi Muhammad memahami betul arti dan maksudnya. Dengan pemahaman dan pengertian yang demikian, maka Nabi Muhammad mudah menyampaikan kepada umatnya dan umatnya mudah pula menerimanya.\n\nSebagai contoh, ketika Surah al-An'am yang ayatnya berjumlah 165 ayat dan Surah Yusuf sebanyak 111 ayat diturunkan sekaligus, Rasulullah langsung menerima dan menghafalnya. Ini bukti bahwa Al-Qur'an telah dihunjamkan ke hati Rasul oleh malaikat dengan lisannya.\n\nAllah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas dan fasih serta gaya bahasa yang indah. Di dalamnya terdapat pula ayat-ayat yang menantang orang-orang musyrik Mekah agar membuat ayat-ayat yang lain seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu, kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Allah dan hanyalah buatan Muhammad sendiri. Akan tetapi, mereka tidak mampu menandinginya, walaupun dengan membuat satu surah pun yang sefasih dan seindah gaya bahasa Al-Qur'an. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi orang-orang musyrik Mekah itu untuk mengatakan bahwa Al-Qur'an itu hanyalah buatan Muhammad semata. Tegasnya, kendati Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab, yakni bahasa mereka sendiri, tetapi mereka tidak mampu menandingi ayat-ayatnya. Kalau Muhammad dapat membuat Al-Qur'an, tentu menurut logikanya, mereka juga dapat membuatnya, karena sama-sama bangsa Arab dan sama-sama berbahasa Arab. \n\nMereka memahami ayat-ayat Al-Qur'an itu, mengetahui keindahan gaya bahasanya, dan meyakini bahwa Al-Qur'an itu bukan bersumber dari manusia. Mereka mengetahui betul sampai di mana batas kemampuan manusia, namun mereka tetap tidak mau beriman kepadanya karena sifat takabur dan keingkaran yang berurat dan berakar pada diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3127, "inSurah": 195 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064d \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Bilisaanin 'Arabiyyim mubeen" } }, "translation": { "en": "In a clear Arabic language.", "id": "dengan bahasa Arab yang jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3127", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3127.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3127.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu, dan penjelasanmu tentangnya itu dengan bahasa Arab yang jelas. dengan demikian, bisa dengan mudah dipahami oleh masyarakat Arab, di mana Al-Qur’an turun pertama kali kepada mereka.", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad adalah kitab suci yang berasal dari Tuhan semesta alam. Diturunkan kepada Muhammad secara berangsur-angsur dengan perantaraan Jibril, malaikat yang bertugas membawa wahyu kepada para rasul. Al-Qur'an itu ditanamkan ke dalam hati Muhammad, maksudnya ialah Al-Qur'an itu dibacakan oleh Jibril sedemikian rupa sehingga Nabi Muhammad memahami betul arti dan maksudnya. Dengan pemahaman dan pengertian yang demikian, maka Nabi Muhammad mudah menyampaikan kepada umatnya dan umatnya mudah pula menerimanya.\n\nSebagai contoh, ketika Surah al-An'am yang ayatnya berjumlah 165 ayat dan Surah Yusuf sebanyak 111 ayat diturunkan sekaligus, Rasulullah langsung menerima dan menghafalnya. Ini bukti bahwa Al-Qur'an telah dihunjamkan ke hati Rasul oleh malaikat dengan lisannya.\n\nAllah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas dan fasih serta gaya bahasa yang indah. Di dalamnya terdapat pula ayat-ayat yang menantang orang-orang musyrik Mekah agar membuat ayat-ayat yang lain seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu, kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Allah dan hanyalah buatan Muhammad sendiri. Akan tetapi, mereka tidak mampu menandinginya, walaupun dengan membuat satu surah pun yang sefasih dan seindah gaya bahasa Al-Qur'an. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi orang-orang musyrik Mekah itu untuk mengatakan bahwa Al-Qur'an itu hanyalah buatan Muhammad semata. Tegasnya, kendati Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab, yakni bahasa mereka sendiri, tetapi mereka tidak mampu menandingi ayat-ayatnya. Kalau Muhammad dapat membuat Al-Qur'an, tentu menurut logikanya, mereka juga dapat membuatnya, karena sama-sama bangsa Arab dan sama-sama berbahasa Arab. \n\nMereka memahami ayat-ayat Al-Qur'an itu, mengetahui keindahan gaya bahasanya, dan meyakini bahwa Al-Qur'an itu bukan bersumber dari manusia. Mereka mengetahui betul sampai di mana batas kemampuan manusia, namun mereka tetap tidak mau beriman kepadanya karena sifat takabur dan keingkaran yang berurat dan berakar pada diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3128, "inSurah": 196 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0632\u064f\u0628\u064f\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innahoo lafee Zuburil awwaleen" } }, "translation": { "en": "And indeed, it is [mentioned] in the scriptures of former peoples.", "id": "Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3128", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3128.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3128.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar disebut dalam kitab-kitab orang yang dahulu seperti Taurat, Zabur, dan Injil (Lihat: Surah al-A’raf/7: 157). Hal ini menunjukkan akan satunya tujuan, satunya sumber, dan keterkaitan antara satu kitab suci dengan kitab suci lainnya sama-sama menyeru kepada Tauhid.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu telah diisyaratkan dalam kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul-Nya terdahulu. Dalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, \"Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).\" (as-saff/61: 6).\n\nDi samping adanya isyarat-isyarat akan turun-Nya Al-Qur'an dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul terdahulu, juga telah ada nubuat-nubuat tentang akan diutusnya Nabi Muhammad. Sekalipun kitab Taurat yang sekarang telah dicampuri tangan-tangan manusia, ada yang ditambah, dikurangi, dan sebagainya, namun masih terdapat ayat-ayat yang menjelaskan kedatangan Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir dan membawa syariat yang sempurna. Firman Allah:\n\n(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung. (al-A'raf/7: 157)" } } }, { "number": { "inQuran": 3129, "inSurah": 197 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0639\u064f\u0644\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yakul lahum Aayatan ai ya'lamahoo 'ulamaaa'u Baneee Israaa'eel" } }, "translation": { "en": "And has it not been a sign to them that it is recognized by the scholars of the Children of Israel?", "id": "Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3129", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3129.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3129.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dukungan terhadap kebenaran Al-Qur’an juga datang dari para ulama Bani Israil. Apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? Mereka, dahulu, bahkan sangat menantikan kedatangan Nabi Muhammad.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di samping diberitakan dalam Taurat dan Injil, kedatangan dan kenabian Muhammad saw itu juga ditegaskan oleh ulama-ulama Yahudi yang hidup di Madinah pada waktu itu. Mereka mengatakan bahwa sebenarnya terdapat di dalam Taurat dan Injil isyarat-isyarat atau keterangan-keterangan tentang Nabi Muhammad. Oleh karena itu, banyak orang-orang musyrik Mekah yang pergi ke Medinah menemui ulama-ulama Yahudi untuk menanyakan berita-berita tentang Nabi Muhammad.\n\nAts-sa'labi menerangkan dari Ibnu 'Abbas bahwa orang-orang musyrik Mekah pernah mengutus utusan ke Madinah menemui pendeta-pendeta Yahudi untuk meminta keterangan tentang Muhammad. Mereka menjawab, \"Ini masa kedatangannya\", dan mereka menyebutkan sifat-sifatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3130, "inSurah": 198 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law nazzalnaahu 'alaa ba'dil a'jameen" } }, "translation": { "en": "And even if We had revealed it to one among the foreigners", "id": "Dan seandainya (Al-Qur'an) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3130", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3130.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3130.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan seandainya Al-Qur'an itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab yang tidak bisa berbicara menggunakan bahasa Arab,", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa walaupun bukti-bukti kenabian Muhammad sudah diterangkan dalam kitab-kitab terdahulu, dan hal ini diakui oleh ulama-ulama Yahudi, serta diketahui oleh orang-orang musyrik Mekah dari para pemimpin Yahudi, namun orang-orang musyrik itu tidak akan beriman, walau buku atau kitab suci apa pun yang dikemukakan kepada mereka. Seakan-akan Allah mencela sikap mereka itu dengan mengatakan, \"Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu dalam bahasa Arab yang jelas dan gaya bahasa yang indah kepada seseorang dari bangsa Arab, tepatnya dari suku Quraisy yang berpengaruh di Mekah, dan mereka telah mengetahui pula dari orang-orang Yahudi di Madinah tentang kenabian Muhammad itu, namun mereka tetap tidak beriman. Maka andaikata Al-Qur'an itu diturunkan kepada seseorang dari golongan bukan Arab yang tidak pandai berbahasa Arab, tetapi dengan kehendak Allah orang itu dapat membacakannya dengan fasih kepada orang-orang musyrik Mekah itu, mereka itu tidak juga akan beriman kepadanya. Di sisi lain, kalau pun kejadian yang semacam itu terjadi, hal itu merupakan kejadian yang luar biasa.\"\n\nAyat ini merupakan hiburan yang dapat menenteramkan dan menyejukkan hati Muhammad yang telah digundahkan oleh sikap orang-orang musyrik yang selalu menantang dan mendustakan seruannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3131, "inSurah": 199 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqara ahoo 'alaihim maa kaanoo bihee mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And he had recited it to them [perfectly], they would [still] not have been believers in it.", "id": "lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3131", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3131.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3131.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "lalu ia membacakannya kepada mereka, yakni orang-orang kafir itu, niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya. Ini menunjukkan keengganan mereka untuk menerima Al-Qur’an. Dari arah mana pun Al-Qur’an itu datang, mereka pasti tak akan beriman dengan berbagai alasan.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa walaupun bukti-bukti kenabian Muhammad sudah diterangkan dalam kitab-kitab terdahulu, dan hal ini diakui oleh ulama-ulama Yahudi, serta diketahui oleh orang-orang musyrik Mekah dari para pemimpin Yahudi, namun orang-orang musyrik itu tidak akan beriman, walau buku atau kitab suci apa pun yang dikemukakan kepada mereka. Seakan-akan Allah mencela sikap mereka itu dengan mengatakan, \"Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu dalam bahasa Arab yang jelas dan gaya bahasa yang indah kepada seseorang dari bangsa Arab, tepatnya dari suku Quraisy yang berpengaruh di Mekah, dan mereka telah mengetahui pula dari orang-orang Yahudi di Madinah tentang kenabian Muhammad itu, namun mereka tetap tidak beriman. Maka andaikata Al-Qur'an itu diturunkan kepada seseorang dari golongan bukan Arab yang tidak pandai berbahasa Arab, tetapi dengan kehendak Allah orang itu dapat membacakannya dengan fasih kepada orang-orang musyrik Mekah itu, mereka itu tidak juga akan beriman kepadanya. Di sisi lain, kalau pun kejadian yang semacam itu terjadi, hal itu merupakan kejadian yang luar biasa.\"\n\nAyat ini merupakan hiburan yang dapat menenteramkan dan menyejukkan hati Muhammad yang telah digundahkan oleh sikap orang-orang musyrik yang selalu menantang dan mendustakan seruannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3132, "inSurah": 200 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalika salaknaahu fee quloobil mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Thus have We inserted disbelief into the hearts of the criminals.", "id": "Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3132", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3132.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3132.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, sebagaimana Kami memasukkan rasa dusta terhadap Al-Qur’an pada hati orang kafir, Kami masukkan sifat dusta dan ingkar terhadap Al-Qur'an itu ke dalam hati orang- orang yang berdosa.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah memasukkan ke dalam hati orang-orang musyrik Mekah yang ingkar itu kemampuan untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an dan merasakan keindahan gaya bahasanya. Dengan demikian, mereka yakin bahwa Al-Qur'an itu datang dari Tuhan, bukan buatan manusia. Akan tetapi, mereka mengingkari Al-Qur'an itu, dan mendustakan nabi yang membawanya. Keingkaran mereka itu semakin kuat, tidak tergoyahkan oleh apa pun. Nafsu mengingkari Nabi dan menantangnya itu menyebabkan mereka melakukan perbuatan dosa, dan mereka hanya akan berhenti apabila azab itu telah menimpa mereka. Pada ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (an-Naml/27: 14)." } } }, { "number": { "inQuran": 3133, "inSurah": 201 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yu'minoona bihee hattaa yarawul 'azaabal aleem" } }, "translation": { "en": "They will not believe in it until they see the painful punishment.", "id": "mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3133", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3133.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3133.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak juga akan beriman kepadanya, yakni Al-Qur’an, hingga mereka melihat azab yang pedih.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah memasukkan ke dalam hati orang-orang musyrik Mekah yang ingkar itu kemampuan untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an dan merasakan keindahan gaya bahasanya. Dengan demikian, mereka yakin bahwa Al-Qur'an itu datang dari Tuhan, bukan buatan manusia. Akan tetapi, mereka mengingkari Al-Qur'an itu, dan mendustakan nabi yang membawanya. Keingkaran mereka itu semakin kuat, tidak tergoyahkan oleh apa pun. Nafsu mengingkari Nabi dan menantangnya itu menyebabkan mereka melakukan perbuatan dosa, dan mereka hanya akan berhenti apabila azab itu telah menimpa mereka. Pada ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (an-Naml/27: 14)." } } }, { "number": { "inQuran": 3134, "inSurah": 202 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fayaatiyahum baghtatanw wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "And it will come to them suddenly while they perceive [it] not.", "id": "maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3134", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3134.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3134.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, pada saat  datang azab kepada mereka secara mendadak dan tiba-tiba, ketika mereka tidak menyadarinya, pada saat itulah mereka tersadar akan kesalahan mereka.", "long": "Dalam keadaan demikian, tanpa mereka sadari, datanglah azab kepada mereka secara tiba-tiba dan tidak diketahui dari mana datangnya. Ketika itu, barulah mereka sadar akan perbuatan mereka selama ini. Mereka mengeluh dan mengharap agar ditangguhkan kedatangan azab itu, sehingga mereka dapat mengerjakan amal saleh, beriman, dan taat kepada Allah dan rasul-Nya. Meskipun telah mengetahui bahwa permintaan itu tidak akan dikabulkan Allah, namun mereka mencoba-coba untuk meminta, sekadar mengurangi kepedihan azab yang sedang mereka alami." } } }, { "number": { "inQuran": 3135, "inSurah": 203 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0645\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa yaqooloo hal nahnu munzaroon" } }, "translation": { "en": "And they will say, \"May we be reprieved?\"", "id": "lalu mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3135", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3135.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3135.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu mereka berkata, \"Apakah kami diberi penangguhan waktu, yakni perpanjangan umur kami, sehingga kami bisa bertobat, beriman kepada Al-Qur’an dan melakukan amal saleh?", "long": "Dalam keadaan demikian, tanpa mereka sadari, datanglah azab kepada mereka secara tiba-tiba dan tidak diketahui dari mana datangnya. Ketika itu, barulah mereka sadar akan perbuatan mereka selama ini. Mereka mengeluh dan mengharap agar ditangguhkan kedatangan azab itu, sehingga mereka dapat mengerjakan amal saleh, beriman, dan taat kepada Allah dan rasul-Nya. Meskipun telah mengetahui bahwa permintaan itu tidak akan dikabulkan Allah, namun mereka mencoba-coba untuk meminta, sekadar mengurangi kepedihan azab yang sedang mereka alami." } } }, { "number": { "inQuran": 3136, "inSurah": 204 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aafabi 'azaabinaa yasta'jiloon" } }, "translation": { "en": "So for Our punishment are they impatient?", "id": "Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3136", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3136.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3136.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukankah mereka yang meminta agar azab kami dipercepat? Akan tetapi, ketika Kami menimpakan azab itu kepada mereka, mereka meminta agar diberi kesempatan sekali lagi untuk bertobat. Inilah sikap mereka yang saling bertentangan.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang musyrik Mekah pernah mengejek Nabi Muhammad dengan menanyakan kapan azab yang dijanjikan itu akan menimpa mereka. Pertanyaan mereka itu dijawab Allah melalui ayat ini dengan mengatakan, \"Apakah mereka minta dipercepat datangnya azab yang Kami janjikan itu?\" Sebenarnya mereka tidak perlu menanyakan kapan azab yang diancamkan Allah itu datang. Mereka cukup memperhatikan malapetaka yang telah menimpa umat-umat dahulu yang telah mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka. Padahal umat-umat dahulu itu adalah umat yang gagah perkasa dan mempunyai kemampuan untuk memakmurkan negara mereka, tetapi tidak seorang pun di antara mereka yang sanggup mengelakkan diri dari azab Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3137, "inSurah": 205 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aara'aita im matta'naahum sineen" } }, "translation": { "en": "Then have you considered if We gave them enjoyment for years", "id": "Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3137", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3137.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3137.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka bagaimana pendapatmu, wahai Rasul, jika Kami berikan kepada mereka, orang-orang kafir itu, kenikmatan hidup beberapa tahun.", "long": "Ibnu Abi hatim menukil riwayat tentang asbab nuzul ayat ini dari Abu Yahdham bahwa Rasulullah terlihat dalam keadaan bingung, kemudian para sahabat bertanya kepadanya apa sebab beliau bingung. Rasulullah menjawab bahwa beliau melihat musuh-musuhnya sesudah beliau wafat dari umatnya sendiri, maka turunlah ayat 205 Surah asy-Syu'ara', dan kebingungan Rasul akhirnya sirna.\n\nMelalui ayat-ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang musyrik Mekah tentang azab-Nya dengan berfirman, \"Hai orang-orang musyrik, apakah kamu ingin mengalami nasib seperti yang dialami oleh umat-umat terdahulu? Mereka telah diberi kesenangan hidup, kekuatan tubuh, dan kesanggupan memakmurkan negeri mereka. Mereka mengira bahwa kebahagiaan, kemakmuran, dan kekuasaan yang diperoleh itu dapat mengelakkan mereka dari azab Allah. Kenyataannya tidak demikian. Mereka tetap merasakan azab yang sangat pedih. Demikian pedihnya azab itu seakan-akan mereka tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kesenangan di dunia.\" Allah berfirman:\n\nPada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya yang hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari. (an-Nazi'at/79: 46)." } } }, { "number": { "inQuran": 3138, "inSurah": 206 }, "meta": { "juz": 19, "page": 375, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa jaaa'ahum maa kaanoo yoo'adoon" } }, "translation": { "en": "And then there came to them that which they were promised?", "id": "kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3138", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3138.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3138.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, sebagaimana permintaan mereka agar azab itu dipercepat datangnya.", "long": "Ibnu Abi hatim menukil riwayat tentang asbab nuzul ayat ini dari Abu Yahdham bahwa Rasulullah terlihat dalam keadaan bingung, kemudian para sahabat bertanya kepadanya apa sebab beliau bingung. Rasulullah menjawab bahwa beliau melihat musuh-musuhnya sesudah beliau wafat dari umatnya sendiri, maka turunlah ayat 205 Surah asy-Syu'ara', dan kebingungan Rasul akhirnya sirna.\n\nMelalui ayat-ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang musyrik Mekah tentang azab-Nya dengan berfirman, \"Hai orang-orang musyrik, apakah kamu ingin mengalami nasib seperti yang dialami oleh umat-umat terdahulu? Mereka telah diberi kesenangan hidup, kekuatan tubuh, dan kesanggupan memakmurkan negeri mereka. Mereka mengira bahwa kebahagiaan, kemakmuran, dan kekuasaan yang diperoleh itu dapat mengelakkan mereka dari azab Allah. Kenyataannya tidak demikian. Mereka tetap merasakan azab yang sangat pedih. Demikian pedihnya azab itu seakan-akan mereka tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kesenangan di dunia.\" Allah berfirman:\n\nPada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya yang hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari. (an-Nazi'at/79: 46)." } } }, { "number": { "inQuran": 3139, "inSurah": 207 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maaa aghnaaa 'anhum maa kaanoo yumaatoo'oon" } }, "translation": { "en": "They would not be availed by the enjoyment with which they were provided.", "id": "niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3139", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3139.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3139.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan. Kenikmatan di dunia yang pada akhirnya membawa kesengsaraan di akhirat tidaklah berguna.", "long": "Ibnu Abi hatim menukil riwayat tentang asbab nuzul ayat ini dari Abu Yahdham bahwa Rasulullah terlihat dalam keadaan bingung, kemudian para sahabat bertanya kepadanya apa sebab beliau bingung. Rasulullah menjawab bahwa beliau melihat musuh-musuhnya sesudah beliau wafat dari umatnya sendiri, maka turunlah ayat 205 Surah asy-Syu'ara', dan kebingungan Rasul akhirnya sirna.\n\nMelalui ayat-ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang musyrik Mekah tentang azab-Nya dengan berfirman, \"Hai orang-orang musyrik, apakah kamu ingin mengalami nasib seperti yang dialami oleh umat-umat terdahulu? Mereka telah diberi kesenangan hidup, kekuatan tubuh, dan kesanggupan memakmurkan negeri mereka. Mereka mengira bahwa kebahagiaan, kemakmuran, dan kekuasaan yang diperoleh itu dapat mengelakkan mereka dari azab Allah. Kenyataannya tidak demikian. Mereka tetap merasakan azab yang sangat pedih. Demikian pedihnya azab itu seakan-akan mereka tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kesenangan di dunia.\" Allah berfirman:\n\nPada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya yang hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari. (an-Nazi'at/79: 46)." } } }, { "number": { "inQuran": 3140, "inSurah": 208 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa ahlaknaa min qaryatin illaa lahaa munziroon" } }, "translation": { "en": "And We did not destroy any city except that it had warners", "id": "Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3140", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3140.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3140.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memberikan alasan terhadap siksaan-Nya kepada orang-orang kafir. \"Dan Kami tidak membinasakan sesuatu penduduk negeri mana pun, kecuali setelah ada orang-orang, yaitu para rasul yang memberi peringatan kepadanya, dengan sejelas-jelasnya dan menunjukkan berbagai bukti kebenaran mereka. Aakan tetapi, penduduk negeri tersebut mendustakan mereka. (Lihat: Surah al-Isrà’/17:15).", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah tidak akan membinasakan suatu kota atau negeri, kecuali setelah diutus kepada mereka para rasul yang menyampaikan berita gembira, peringatan atau janji, dan ancaman. Para rasul itu juga menyampaikan pelajaran kepada mereka dan menunjukkan jalan yang lurus menuju kepada keselamatan dan kebahagiaan. Dengan pengutusan para rasul itu, berarti Allah telah menunjukkan rasa kasih sayang kepada para hamba-Nya yang mau mengikuti jalan lurus yang telah dibentangkan. Orang-orang yang menolak ajaran para rasul itu berarti telah menganiaya diri sendiri dan bersedia menerima azab Allah. Mereka di azab bukan karena Allah zalim terhadap mereka, tetapi karena mereka mengingkari nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka dengan menyembah sesuatu selain-Nya. Allah berfirman:\n\n¦Tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15).\n\nDan firman Allah :\n\nDan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman. (al-Qasas/28: 59)." } } }, { "number": { "inQuran": 3141, "inSurah": 209 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zikraa wa maa kunnaa zaalimeen" } }, "translation": { "en": "As a reminder; and never have We been unjust.", "id": "untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3141", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3141.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3141.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hal itu adalah untuk menjadi peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan sebagaimana mereka. Dan Kami tidak berlaku zalim, karena Kami telah mengirimkan utusan untuk memperbaiki keadaan. Mestinya mereka bersyukur. Kami berikan peringatan keras kepada mereka, namun mereka mengejek, mendustakan dan menantang (Lihat: Al-Qasas/28: 59).", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah tidak akan membinasakan suatu kota atau negeri, kecuali setelah diutus kepada mereka para rasul yang menyampaikan berita gembira, peringatan atau janji, dan ancaman. Para rasul itu juga menyampaikan pelajaran kepada mereka dan menunjukkan jalan yang lurus menuju kepada keselamatan dan kebahagiaan. Dengan pengutusan para rasul itu, berarti Allah telah menunjukkan rasa kasih sayang kepada para hamba-Nya yang mau mengikuti jalan lurus yang telah dibentangkan. Orang-orang yang menolak ajaran para rasul itu berarti telah menganiaya diri sendiri dan bersedia menerima azab Allah. Mereka di azab bukan karena Allah zalim terhadap mereka, tetapi karena mereka mengingkari nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka dengan menyembah sesuatu selain-Nya. Allah berfirman:\n\n¦Tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15).\n\nDan firman Allah :\n\nDan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman. (al-Qasas/28: 59)." } } }, { "number": { "inQuran": 3142, "inSurah": 210 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maa tanazzalat bihish Shayaateen" } }, "translation": { "en": "And the devils have not brought the revelation down.", "id": "Dan (Al-Qur'an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3142", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3142.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3142.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang musyrik menuduh bahwa Al-Qur’an itu adalah bisikan setan kepada Nabi Muhammad. Allah membantah dengan tegas tuduhan tersebut. Dan Al-Qur’an itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan. Al-Qur’an berisi hal-hal yang baik dan mulia, mengajak manusia ke jalan yang benar, sementara setan mengajak hal-hal keji dan mungkar dan mengajak kepada jalan yang sesat.", "long": "Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur'an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.\n\nAda tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukan berasal dari setan, yaitu:\n\n1. Isi Al-Qur'an bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Qur'an memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.\n\n2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Qur'an, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.\n\n3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Qur'an yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Qur'an yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Qur'an dijaga Allah dari setan." } } }, { "number": { "inQuran": 3143, "inSurah": 211 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0628\u064e\u063a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yambaghee lahum wa maa yastatee'oon" } }, "translation": { "en": "It is not allowable for them, nor would they be able.", "id": "Dan tidaklah pantas bagi mereka (Al-Qur'an itu), dan mereka pun tidak akan sanggup." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3143", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3143.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3143.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidaklah pantas bagi mereka Al-Qur’an itu karena hal-hal yang disebutkan di atas dan mereka pun tidak akan sanggup melakukan hal itu, karena Al-Qur’an mempunyai banyak keistimewaan, baik dari segi redaksi maupun isinya, yang tidak akan bisa tertandingi oleh siapa pun (Lihat: Surah al-Isrà’/17: 88).", "long": "Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur'an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.\n\nAda tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukan berasal dari setan, yaitu:\n\n1. Isi Al-Qur'an bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Qur'an memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.\n\n2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Qur'an, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.\n\n3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Qur'an yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Qur'an yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Qur'an dijaga Allah dari setan." } } }, { "number": { "inQuran": 3144, "inSurah": 212 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0639\u0652\u0632\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahum 'anis sam'i lama'zooloon" } }, "translation": { "en": "Indeed they, from [its] hearing, are removed.", "id": "Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3144", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3144.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3144.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di samping alasan di atas, Allah telah menjaga kesucian Al-Qur’an. Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan karena jalan-jalan di langit yang biasa mereka lalui untuk menyadap kabar-kabar langit telah distrilkan dari lalu lalang mereka (Lihat: Surah Jin/72:8-9) sehingga Al-Qur’an bisa sampai kepada nabi secara utuh.", "long": "Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur'an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.\n\nAda tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukan berasal dari setan, yaitu:\n\n1. Isi Al-Qur'an bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Qur'an memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.\n\n2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Qur'an, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.\n\n3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Qur'an yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Qur'an yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Qur'an dijaga Allah dari setan." } } }, { "number": { "inQuran": 3145, "inSurah": 213 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaa tad'u ma'al laahi ilaahan aakhara fatakoona minal mu'azzabeen" } }, "translation": { "en": "So do not invoke with Allah another deity and [thus] be among the punished.", "id": "Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3145", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3145.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3145.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengingatkan Nabi Muhammad. Maka janganlah sekali-kali kamu menyeru tuhan selain Allah, karena nanti pada hari Kiamat, kamu termasuk orang-orang yang diazab karena dosa syirik itu tidak akan diampuni oleh Allah bagi siapa pun yang tidak bertobat ketika di dunia.", "long": "Ayat ini melarang Nabi Muhammad dan umatnya menyembah tuhan-tuhan selain Allah. Mereka diperintahkan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa, ikhlas dalam ketaatan dan ketundukan kepada-Nya. Menyembah tuhan-tuhan yang lain di samping menyembah Allah menjadi penyebab seseorang ditimpa azab neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3146, "inSurah": 214 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anzir 'asheeratakal aqrabeen" } }, "translation": { "en": "And warn, [O Muhammad], your closest kindred.", "id": "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3146", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3146.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3146.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berilah peringatan, wahai Rasul, kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, janganlah mereka menyekutukan Allah, dan ajaklah mereka ke jalan yang benar. Keluarga adalah lingkaran pertama yang harus menjadi prioritas dakwah. Mengandalkan unsur kekerabatan tidak bisa menolong dari siksa Allah jika mereka masih tetap berbuat syirik.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyampaikan agama kepada para kerabatnya, dan menyampaikan janji dan ancaman Allah terhadap orang-orang yang mengingkari dan menyekutukan-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, dan perawi lainnya dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, \"Tatkala ayat ini turun, Rasulullah lalu memanggil orang-orang Quraisy untuk berkumpul di Bukit safa. Di antara mereka ada yang datang sendiri, dan ada yang mengirimkan wakilnya. Setelah berkumpul, lalu Rasulullah berkhutbah, 'Wahai kaum Quraisy, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Sesungguhnya aku tidak mempunyai kesanggupan memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat kepadamu. Wahai sekalian Bani Ka'ab bin Lu'ai, selamatkanlah dirimu dari api neraka, maka sesungguhnya aku tidak mempunyai kesanggupan memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat kepadamu. Hai Bani Qusai, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Sesungguhnya aku tidak mempunyai kesanggupan memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat kepadamu. Hai Bani Abdul Manaf, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Sesungguhnya aku tidak mempunyai kesanggupan untuk memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat kepadamu, ketahuilah aku hanya dapat menghubungi karibku di dunia ini saja.\"\n\nAyat ini diturunkan pada awal kedatangan Islam, ketika Nabi Muhammad mulai melaksanakan dakwahnya. Beliau mula-mula diperintahkan Allah agar menyeru keluarganya yang terdekat. Setelah itu secara berangsur-angsur menyeru masyarakat sekitarnya, dan akhirnya kepada seluruh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3147, "inSurah": 215 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u0641\u0650\u0636\u0652 \u062c\u064e\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wakhfid janaahaka limanit taba 'aka minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And lower your wing to those who follow you of the believers.", "id": "dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3147", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3147.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3147.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. Jangan kamu bertindak kasar terhadap mereka, karena mereka akan lari darimu, padahal mereka adalah pembantumu yang utama dalam berdakwah. Perjalanan dakwah tidak selamanya mulus. Ada banyak rintangan, antara lain pembelotan dari pengikut.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar berlaku ramah dan rendah hati kepada orang-orang yang baru saja beriman dan menerima seruannya, jangan sekali-kali berlaku sombong, agar hati mereka tertarik, rasa kasih sayang sesama mukmin terjalin, dan mereka juga mencintainya. Dengan demikian, dakwah hendaknya selalu dilakukan dengan rendah hati dan etika yang baik. Allah berfirman:\n\nMaka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal. (ali 'Imran/3: 159)" } } }, { "number": { "inQuran": 3148, "inSurah": 216 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa in asawka faqul innee bareee'um mimmmaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And if they disobey you, then say, \"Indeed, I am disassociated from what you are doing.\"", "id": "Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3148", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3148.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3148.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Teruskanlah kamu berdakwah, wahai rasul. Kemudian jika engkau telah berdakwah kepada mereka, tetapi mereka, baik itu keluargamu, orang-orang kafir, atau para pengikutmu, mendurhakaimu dan tidak mengikuti perintahmu, maka katakanlah wahai Rasul, kepada mereka “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” Semua itu menjadi tanggung jawabmu di hadapan Allah.", "long": "Allah memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad dalam melakukan dakwahnya, yaitu jika keluarga dekat, karib kerabat tidak mengindahkan seruannya, hendaklah ia mengatakan kepada mereka bahwa ia berlepas diri dari kedurhakaan dan keingkaran mereka. Allah mengancam sikap dan tindakan mereka itu dengan azab yang sangat pedih sebagai balasan dari perbuatan mereka. Tidak seorang pun yang dapat melepaskan diri dari azab Allah pada hari akhirat. Harta, anak, dan keluarga tidak lagi berguna sedikit pun untuk melepaskan diri dari azab Allah. Hanya orang yang menghadap Allah dengan iman dan amal salehlah yang dapat terhindar dari azab Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3149, "inSurah": 217 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa tawakkal alal 'Azeezir Raheem" } }, "translation": { "en": "And rely upon the Exalted in Might, the Merciful,", "id": "Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3149", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3149.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3149.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah engkau lakukan tugasmu berdakwah kepada mereka, bertawakallah, pasrahkanlah semua urusanmu hanya kepada Allah Yang Mahaperkasa, Mahakuat yang mampu menyiksa siapa pun yang berani menantang-Nya, Maha Penyayang kepada siapa pun yang senantiasa taat kepada-Nya.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad jika ia telah melaksanakan perintah Allah menyampaikan agama-Nya kepada orang-orang Mekah, tetapi mereka tidak mengindahkan seruan, maka hendaklah ia bertawakal dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya. Hanya Allah yang sanggup membela Nabi dari segala tipu daya musuh, dan menolongnya dari segala macam bencana yang akan menimpa. Hanya Allah yang melimpahkan rahmat, dan mengetahui segala perbuatan dan gerak-gerik hamba-Nya. Allah melihat Nabi ketika melakukan salat Tahajud, rukuk, sujud, dan mengimami orang-orang yang sujud.\" Kata \"sujud\" dalam ayat ini maksudnya ialah orang-orang yang salat. Allah menyebut orang-orang yang salat dengan orang-orang yang sujud adalah untuk menunjukkan bahwa pada waktu sujud itulah seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya.\n\nAllah menerangkan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia Maha Mendengar segala tutur dan percakapan beliau, dan Maha Mengetahui perbuatan Nabi, baik yang beliau nyatakan ataupun yang tidak, dan Dia mengetahui segala isi hati beliau. Allah Mahakuasa memberi pembalasan kepada beliau dengan seadil-adilnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3150, "inSurah": 218 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Allazee yaraaka heena taqoom" } }, "translation": { "en": "Who sees you when you arise", "id": "Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3150", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3150.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3150.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Allah yang selalu memerhatikanmu. Dia melihat engkau ketika engkau berdiri dengan penuh ketundukan untuk melakukan salat.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad jika ia telah melaksanakan perintah Allah menyampaikan agama-Nya kepada orang-orang Mekah, tetapi mereka tidak mengindahkan seruan, maka hendaklah ia bertawakal dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya. Hanya Allah yang sanggup membela Nabi dari segala tipu daya musuh, dan menolongnya dari segala macam bencana yang akan menimpa. Hanya Allah yang melimpahkan rahmat, dan mengetahui segala perbuatan dan gerak-gerik hamba-Nya. Allah melihat Nabi ketika melakukan salat Tahajud, rukuk, sujud, dan mengimami orang-orang yang sujud.\" Kata \"sujud\" dalam ayat ini maksudnya ialah orang-orang yang salat. Allah menyebut orang-orang yang salat dengan orang-orang yang sujud adalah untuk menunjukkan bahwa pada waktu sujud itulah seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya.\n\nAllah menerangkan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia Maha Mendengar segala tutur dan percakapan beliau, dan Maha Mengetahui perbuatan Nabi, baik yang beliau nyatakan ataupun yang tidak, dan Dia mengetahui segala isi hati beliau. Allah Mahakuasa memberi pembalasan kepada beliau dengan seadil-adilnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3151, "inSurah": 219 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064f\u0628\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taqallubaka fis saajideen" } }, "translation": { "en": "And your movement among those who prostrate.", "id": "dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3151", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3151.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3151.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia juga melihat perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud dalam salat, dari berdiri, sampai duduk atau pergerakanmu di antara orang-orang yang beriman, sebagaimana para nabi terdahulu.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad jika ia telah melaksanakan perintah Allah menyampaikan agama-Nya kepada orang-orang Mekah, tetapi mereka tidak mengindahkan seruan, maka hendaklah ia bertawakal dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya. Hanya Allah yang sanggup membela Nabi dari segala tipu daya musuh, dan menolongnya dari segala macam bencana yang akan menimpa. Hanya Allah yang melimpahkan rahmat, dan mengetahui segala perbuatan dan gerak-gerik hamba-Nya. Allah melihat Nabi ketika melakukan salat Tahajud, rukuk, sujud, dan mengimami orang-orang yang sujud.\" Kata \"sujud\" dalam ayat ini maksudnya ialah orang-orang yang salat. Allah menyebut orang-orang yang salat dengan orang-orang yang sujud adalah untuk menunjukkan bahwa pada waktu sujud itulah seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya.\n\nAllah menerangkan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia Maha Mendengar segala tutur dan percakapan beliau, dan Maha Mengetahui perbuatan Nabi, baik yang beliau nyatakan ataupun yang tidak, dan Dia mengetahui segala isi hati beliau. Allah Mahakuasa memberi pembalasan kepada beliau dengan seadil-adilnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3152, "inSurah": 220 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Innahoo Huwas Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3152", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3152.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3152.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Dia Maha Mendengar semua apa yang kau katakan dan engkau keluhkan, serta Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan. Semua yang terjadi tidak berlalu begitu saja, tetapi akan mendapatkan perhitungan dari Allah.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad jika ia telah melaksanakan perintah Allah menyampaikan agama-Nya kepada orang-orang Mekah, tetapi mereka tidak mengindahkan seruan, maka hendaklah ia bertawakal dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya. Hanya Allah yang sanggup membela Nabi dari segala tipu daya musuh, dan menolongnya dari segala macam bencana yang akan menimpa. Hanya Allah yang melimpahkan rahmat, dan mengetahui segala perbuatan dan gerak-gerik hamba-Nya. Allah melihat Nabi ketika melakukan salat Tahajud, rukuk, sujud, dan mengimami orang-orang yang sujud.\" Kata \"sujud\" dalam ayat ini maksudnya ialah orang-orang yang salat. Allah menyebut orang-orang yang salat dengan orang-orang yang sujud adalah untuk menunjukkan bahwa pada waktu sujud itulah seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya.\n\nAllah menerangkan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia Maha Mendengar segala tutur dan percakapan beliau, dan Maha Mengetahui perbuatan Nabi, baik yang beliau nyatakan ataupun yang tidak, dan Dia mengetahui segala isi hati beliau. Allah Mahakuasa memberi pembalasan kepada beliau dengan seadil-adilnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3153, "inSurah": 221 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Hal unabbi'ukum 'alaa man tanazzalush Shayaateen" } }, "translation": { "en": "Shall I inform you upon whom the devils descend?", "id": "Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3153", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3153.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3153.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut menjelaskan tentang orang-orang yang mendapat bisikan dari setan dan bekerja sama dengannya untuk menyesatkan manusia. Maukah Aku beritakan kepadamu, wahai orang kafir Mekah, kepada siapa setan-setan itu turun untuk membisikkan kabar bohongnya?", "long": "Allah menerangkan kebiasaan dan kepercayaan bangsa Arab Jahiliah dengan bentuk pertanyaan kepada manusia sehingga mereka dapat menilai dengan membedakan antara kebenaran wahyu dan kedustaan tukang-tukang ramal. Pertanyaan itu ialah: Wahai manusia, apakah akan Aku nyatakan kepada kamu sekalian suatu berita yang bila kamu ketahui akan bermanfaat bagimu dan memurnikan ketaatan dan ketundukanmu kepada Allah, dalam menyelesaikan masalah-masalah dunia, dalam membedakan dan menilai kebenaran wali-wali Allah dan kawan-kawan setan dan kepada siapa setan itu pulang balik berusaha mencari-cari dan mendengarkan seruan suatu berita.\n\nKemudian Allah sendiri menjawab pertanyaan itu dengan menyatakan bagaimana setan-setan menyampaikan bisikan-bisikan kepada tukang ramal dan bagaimana tukang ramal menyampaikan bisikan itu kepada manusia yang datang kepadanya, yaitu:\n\n1. Setan-setan itu datang berulang-ulang kepada orang-orang yang suka berdusta, berbohong, banyak melakukan perbuatan dosa, dan mengaku sebagai tukang ramal. Kepada mereka, setan membisikkan pikiran-pikiran yang tidak ada artinya dan khayalan-khayalan yang pada umumnya tidak sesuai dengan kenyataan.\n\n2. Setan juga membisikkan kepada para peramal itu informasi yang dicarinya, kemudian mereka menyampaikan kepada orang-orang yang datang kepada mereka sebagai hasil ramalannya. Hasil ramalan itu diyakini sebagai suatu kebenaran oleh orang-orang yang percaya kepadanya.\n\nAyat-ayat ini seakan-akan menyuruh manusia membandingkan sendiri proses penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad dan isinya dengan proses penyampaian bisikan setan kepada tukang ramal, yang kemudian mereka sampaikan pula kepada orang-orang yang percaya kepada ramalan itu. Dengan membandingkan antara wahyu dan ramalan, mereka akan melihat dengan jelas perbedaannya.\n\nWahyu bukan sekadar bisikan-bisikan yang tidak ada maknanya, tetapi merupakan petunjuk bagi manusia yang ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat. Wahyu dapat dibuktikan kebenarannya, baik dari sisi logika, budi pekerti yang mulia, maupun dari sisi adat kebiasaan, sedangkan ramalan tidak demikian. Ramalan tidak sama dengan akal pikiran yang benar, apalagi bila ditinjau dari sisi budi pekerti yang mulia dan adat kebiasaan yang baik. Yang menyampaikan wahyu Allah adalah Malaikat Jibril, dan penerimanya ialah Nabi Muhammad, orang yang dapat dipercaya dan dikenal berbudi pekerti yang baik. Adapun tukang-tukang ramal kebanyakan pendusta dan pembohong, tidak bermoral baik, dan tidak disukai masyarakat, mengaku dirinya sebagai tukang ramal setelah mendapatkan bisikan-bisikan setan.\n\nAyat ini menolak dakwaan orang-orang musyrik Mekah yang menuduh bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad bukanlah sesuatu yang benar, tetapi berasal dari bisikan-bisikan setan. Allah membersihkan nama baik Rasul-Nya dari berbagai tuduhan yang mereka ada-adakan itu, dengan menyatakan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad adalah wahyu Allah yang disampaikan kepadanya dengan perantaraan malaikat Jibril, bukan dari setan.\n\nMendatangi para peramal termasuk adat kebiasaan dan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliah. Biasanya mereka mendatangi para peramal untuk menanyakan sesuatu yang belum mereka ketahui, seperti tentang nasib di masa depan, jodoh putri mereka, perkiraan hasil usaha yang akan mereka usahakan, dan sebagainya. Di samping itu, para peramal kadang-kadang berfungsi sebagai seorang tabib yang mengobati segala macam penyakit. Apa yang diramalkan para peramal itu biasanya tidak benar. Apabila yang diramalkan itu benar-benar terjadi, itu hanyalah suatu kebetulan saja. Rasulullah telah mengingatkan bahwa mendatangi peramal merupakan perbuatan dosa, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadis:\n\nBarang siapa mendatangi peramal dan menanyakan sesuatu, maka salatnya empat puluh malam tidak akan diterima (Riwayat Ahmad dan Muslim dari safiyyah).\n\nBarang siapa mendatangi peramal atau dukun, dan dia mempercayai terhadap apa yang dikatakan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. (Riwayat Ahmad dan al-hakim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 3154, "inSurah": 222 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0643\u064d \u0623\u064e\u062b\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Tanazzalu 'alaa kulli affaakin aseem" } }, "translation": { "en": "They descend upon every sinful liar.", "id": "Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3154", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3154.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3154.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, setan-setan itu, tidaklah turun kepada Nabi Muhammad sebagaimana apa yang kamu sangkakan selama ini, tetapi turun kepada setiap pendusta yang membalikkan sesuatu yang buruk menjadi baik dan sebaliknya, yang banyak berdosa dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran norma yang tidak dibenarkan oleh agama.", "long": "Allah menerangkan kebiasaan dan kepercayaan bangsa Arab Jahiliah dengan bentuk pertanyaan kepada manusia sehingga mereka dapat menilai dengan membedakan antara kebenaran wahyu dan kedustaan tukang-tukang ramal. Pertanyaan itu ialah: Wahai manusia, apakah akan Aku nyatakan kepada kamu sekalian suatu berita yang bila kamu ketahui akan bermanfaat bagimu dan memurnikan ketaatan dan ketundukanmu kepada Allah, dalam menyelesaikan masalah-masalah dunia, dalam membedakan dan menilai kebenaran wali-wali Allah dan kawan-kawan setan dan kepada siapa setan itu pulang balik berusaha mencari-cari dan mendengarkan seruan suatu berita.\n\nKemudian Allah sendiri menjawab pertanyaan itu dengan menyatakan bagaimana setan-setan menyampaikan bisikan-bisikan kepada tukang ramal dan bagaimana tukang ramal menyampaikan bisikan itu kepada manusia yang datang kepadanya, yaitu:\n\n1. Setan-setan itu datang berulang-ulang kepada orang-orang yang suka berdusta, berbohong, banyak melakukan perbuatan dosa, dan mengaku sebagai tukang ramal. Kepada mereka, setan membisikkan pikiran-pikiran yang tidak ada artinya dan khayalan-khayalan yang pada umumnya tidak sesuai dengan kenyataan.\n\n2. Setan juga membisikkan kepada para peramal itu informasi yang dicarinya, kemudian mereka menyampaikan kepada orang-orang yang datang kepada mereka sebagai hasil ramalannya. Hasil ramalan itu diyakini sebagai suatu kebenaran oleh orang-orang yang percaya kepadanya.\n\nAyat-ayat ini seakan-akan menyuruh manusia membandingkan sendiri proses penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad dan isinya dengan proses penyampaian bisikan setan kepada tukang ramal, yang kemudian mereka sampaikan pula kepada orang-orang yang percaya kepada ramalan itu. Dengan membandingkan antara wahyu dan ramalan, mereka akan melihat dengan jelas perbedaannya.\n\nWahyu bukan sekadar bisikan-bisikan yang tidak ada maknanya, tetapi merupakan petunjuk bagi manusia yang ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat. Wahyu dapat dibuktikan kebenarannya, baik dari sisi logika, budi pekerti yang mulia, maupun dari sisi adat kebiasaan, sedangkan ramalan tidak demikian. Ramalan tidak sama dengan akal pikiran yang benar, apalagi bila ditinjau dari sisi budi pekerti yang mulia dan adat kebiasaan yang baik. Yang menyampaikan wahyu Allah adalah Malaikat Jibril, dan penerimanya ialah Nabi Muhammad, orang yang dapat dipercaya dan dikenal berbudi pekerti yang baik. Adapun tukang-tukang ramal kebanyakan pendusta dan pembohong, tidak bermoral baik, dan tidak disukai masyarakat, mengaku dirinya sebagai tukang ramal setelah mendapatkan bisikan-bisikan setan.\n\nAyat ini menolak dakwaan orang-orang musyrik Mekah yang menuduh bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad bukanlah sesuatu yang benar, tetapi berasal dari bisikan-bisikan setan. Allah membersihkan nama baik Rasul-Nya dari berbagai tuduhan yang mereka ada-adakan itu, dengan menyatakan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad adalah wahyu Allah yang disampaikan kepadanya dengan perantaraan malaikat Jibril, bukan dari setan.\n\nMendatangi para peramal termasuk adat kebiasaan dan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliah. Biasanya mereka mendatangi para peramal untuk menanyakan sesuatu yang belum mereka ketahui, seperti tentang nasib di masa depan, jodoh putri mereka, perkiraan hasil usaha yang akan mereka usahakan, dan sebagainya. Di samping itu, para peramal kadang-kadang berfungsi sebagai seorang tabib yang mengobati segala macam penyakit. Apa yang diramalkan para peramal itu biasanya tidak benar. Apabila yang diramalkan itu benar-benar terjadi, itu hanyalah suatu kebetulan saja. Rasulullah telah mengingatkan bahwa mendatangi peramal merupakan perbuatan dosa, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadis:\n\nBarang siapa mendatangi peramal dan menanyakan sesuatu, maka salatnya empat puluh malam tidak akan diterima (Riwayat Ahmad dan Muslim dari safiyyah).\n\nBarang siapa mendatangi peramal atau dukun, dan dia mempercayai terhadap apa yang dikatakan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. (Riwayat Ahmad dan al-hakim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 3155, "inSurah": 223 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yulqoonas sam'a wa aksaruhum aaziboon" } }, "translation": { "en": "They pass on what is heard, and most of them are liars.", "id": "mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3155", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3155.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3155.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, para setan itu, menyampaikan hasil pendengaran mereka berupa kabar dari langit yang mereka curi, kemudian mereka mencampurnya dengan sejuta kebohongan, lalu menyampaikannya kepada para dukun, juru ramal dan lainya, sedangkan kebanyakan mereka, para setan atau dukun itu, adalah orang-orang pendusta. Bandingkan hal itu dengan Nabi Muhammad, seorang yang tidak pernah berdusta.", "long": "Allah menerangkan kebiasaan dan kepercayaan bangsa Arab Jahiliah dengan bentuk pertanyaan kepada manusia sehingga mereka dapat menilai dengan membedakan antara kebenaran wahyu dan kedustaan tukang-tukang ramal. Pertanyaan itu ialah: Wahai manusia, apakah akan Aku nyatakan kepada kamu sekalian suatu berita yang bila kamu ketahui akan bermanfaat bagimu dan memurnikan ketaatan dan ketundukanmu kepada Allah, dalam menyelesaikan masalah-masalah dunia, dalam membedakan dan menilai kebenaran wali-wali Allah dan kawan-kawan setan dan kepada siapa setan itu pulang balik berusaha mencari-cari dan mendengarkan seruan suatu berita.\n\nKemudian Allah sendiri menjawab pertanyaan itu dengan menyatakan bagaimana setan-setan menyampaikan bisikan-bisikan kepada tukang ramal dan bagaimana tukang ramal menyampaikan bisikan itu kepada manusia yang datang kepadanya, yaitu:\n\n1. Setan-setan itu datang berulang-ulang kepada orang-orang yang suka berdusta, berbohong, banyak melakukan perbuatan dosa, dan mengaku sebagai tukang ramal. Kepada mereka, setan membisikkan pikiran-pikiran yang tidak ada artinya dan khayalan-khayalan yang pada umumnya tidak sesuai dengan kenyataan.\n\n2. Setan juga membisikkan kepada para peramal itu informasi yang dicarinya, kemudian mereka menyampaikan kepada orang-orang yang datang kepada mereka sebagai hasil ramalannya. Hasil ramalan itu diyakini sebagai suatu kebenaran oleh orang-orang yang percaya kepadanya.\n\nAyat-ayat ini seakan-akan menyuruh manusia membandingkan sendiri proses penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad dan isinya dengan proses penyampaian bisikan setan kepada tukang ramal, yang kemudian mereka sampaikan pula kepada orang-orang yang percaya kepada ramalan itu. Dengan membandingkan antara wahyu dan ramalan, mereka akan melihat dengan jelas perbedaannya.\n\nWahyu bukan sekadar bisikan-bisikan yang tidak ada maknanya, tetapi merupakan petunjuk bagi manusia yang ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat. Wahyu dapat dibuktikan kebenarannya, baik dari sisi logika, budi pekerti yang mulia, maupun dari sisi adat kebiasaan, sedangkan ramalan tidak demikian. Ramalan tidak sama dengan akal pikiran yang benar, apalagi bila ditinjau dari sisi budi pekerti yang mulia dan adat kebiasaan yang baik. Yang menyampaikan wahyu Allah adalah Malaikat Jibril, dan penerimanya ialah Nabi Muhammad, orang yang dapat dipercaya dan dikenal berbudi pekerti yang baik. Adapun tukang-tukang ramal kebanyakan pendusta dan pembohong, tidak bermoral baik, dan tidak disukai masyarakat, mengaku dirinya sebagai tukang ramal setelah mendapatkan bisikan-bisikan setan.\n\nAyat ini menolak dakwaan orang-orang musyrik Mekah yang menuduh bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad bukanlah sesuatu yang benar, tetapi berasal dari bisikan-bisikan setan. Allah membersihkan nama baik Rasul-Nya dari berbagai tuduhan yang mereka ada-adakan itu, dengan menyatakan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad adalah wahyu Allah yang disampaikan kepadanya dengan perantaraan malaikat Jibril, bukan dari setan.\n\nMendatangi para peramal termasuk adat kebiasaan dan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliah. Biasanya mereka mendatangi para peramal untuk menanyakan sesuatu yang belum mereka ketahui, seperti tentang nasib di masa depan, jodoh putri mereka, perkiraan hasil usaha yang akan mereka usahakan, dan sebagainya. Di samping itu, para peramal kadang-kadang berfungsi sebagai seorang tabib yang mengobati segala macam penyakit. Apa yang diramalkan para peramal itu biasanya tidak benar. Apabila yang diramalkan itu benar-benar terjadi, itu hanyalah suatu kebetulan saja. Rasulullah telah mengingatkan bahwa mendatangi peramal merupakan perbuatan dosa, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadis:\n\nBarang siapa mendatangi peramal dan menanyakan sesuatu, maka salatnya empat puluh malam tidak akan diterima (Riwayat Ahmad dan Muslim dari safiyyah).\n\nBarang siapa mendatangi peramal atau dukun, dan dia mempercayai terhadap apa yang dikatakan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. (Riwayat Ahmad dan al-hakim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 3156, "inSurah": 224 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0639\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064f \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Washshu 'araaa'u yattabi 'uhumul ghaawoon" } }, "translation": { "en": "And the poets - [only] the deviators follow them;", "id": "Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3156", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3156.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3156.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang kafir Quraisy menuduh Nabi Muhammad sebagai seorang penyair. Allah membantah anggapan itu dengan tegas, \"Dan penyair-penyair itu yang kamu sekalian terpukau dengan syair-syair mereka, diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak demikian halnya pengikut Nabi Muhammad yang sangat taat kepada aturan-aturan agama.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa para penyair pada waktu itu sering diikuti orang-orang yang sesat dan menyimpang dari jalan yang lurus serta cenderung kepada perbuatan yang merusak. Sedangkan pengikut-pengikut Nabi Muhammad bukanlah demikian. Mereka banyak beribadah terutama salat dan selalu bersikap zuhud." } } }, { "number": { "inQuran": 3157, "inSurah": 225 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062f\u064d \u064a\u064e\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara annahum fee kulli waadiny yaheemoon" } }, "translation": { "en": "Do you not see that in every valley they roam", "id": "Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3157", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3157.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3157.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah dengan mengikuti hawa nafsu mereka? Terkadang membenci sesuatu kemudian memujinya dan sebaliknya.", "long": "Ayat ini menerangkan jalan-jalan sesat yang telah ditempuh oleh para penyair dalam menyusun syairnya, yaitu:\n\n1. Para penyair itu membuat syair tanpa tujuan yang jelas. Kadang-kadang mereka memuji sesuatu yang pernah mereka cela, mengagungkan sesuatu yang pernah mereka hina, dan mengakui sesuatu yang pernah mereka ingkari kebenarannya. Hal ini membuktikan bahwa tujuan mereka membuat syair bukan untuk mencari kebenaran atau menyatakan sesuatu yang benar. Dalam menyusun syair-syair itu, mereka hanya berpegang pada khayalan. Semakin banyak khayalan dan angan-angan mereka, semakin baik pula syair yang mereka buat. Kesesatan ahli syair itu hanya diikuti oleh orang-orang yang sesat pula, tidak akan diikuti oleh orang-orang yang suka mencari kebenaran.\n\n2. Para ahli syair itu sering mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Mereka menganjurkan agar manusia pemurah dan suka memberi, tetapi mereka sendiri bakhil dan kikir. Mereka sering mengarang syair untuk menyinggung kehormatan orang lain, seperti mencela, mencaci-maki, dan sebagainya, karena sesuatu sebab yang kecil saja. Sebaliknya, mereka sering pula mengagungkan dan memuji-muji seseorang karena sebab yang kecil pula.\n\nDemikianlah ciri-ciri penyair yang dicela oleh Allah. Akan tetapi, ada pula penyair yang baik budi pekertinya, dan cukup luas ilmu pengetahuannya. Syairnya mendorong semangat orang lain untuk berbuat baik, dan mengandung butir-butir hikmah, nasihat, dan pelajaran. Di antaranya adalah syair Umayyah bin Abi as-salt, sebagaimana sebagai berikut ini:\n\nDari 'Amr bin asy-Syirid, dari bapaknya, bahwa ia berkata, \"Pada suatu hari aku memboncengkan Rasulullah, maka beliau menanyakan kepadaku, 'Apakah engkau menghafal beberapa bait syair Umayyah bin Abi as-salt? Aku menjawab, 'Ada. Rasulullah berkata, 'Bacalah segera. Maka aku membacakan satu bait. Rasulullah berkata, 'Bacalah segera. Maka aku membacakannya satu bait lagi. Rasulullah berkata, 'Lanjutkanlah. Aku melanjutkannya hingga seratus bait.\" (Riwayat Muslim)\n\nSikap Rasulullah terhadap syair Umayyah bin Abi as-salt ini menunjukkan bahwa beliau menyukai syair dan para penyair, asalkan penyair itu orang yang berakhlak, bercita-cita luhur, dan syair-syairnya banyak mengandung butir-butir hikmah. Tidak seperti para penyair dan syair-syair yang sifat-sifatnya disebutkan pada ayat-ayat yang lalu (ayat 221-226). Para penyair dan syair-syair seperti itulah yang dicela dan dilarang oleh Rasulullah." } } }, { "number": { "inQuran": 3158, "inSurah": 226 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa annahum yaqooloona ma laa yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "And that they say what they do not do? -", "id": "dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3158", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3158.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3158.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak menger-jakan-nya? Inilah bentuk kebohongan mereka. Bandingkan hal ini dengan Nabi Muhammad yang selalu bersikap jujur dalam segala hal.", "long": "Ayat ini menerangkan jalan-jalan sesat yang telah ditempuh oleh para penyair dalam menyusun syairnya, yaitu:\n\n1. Para penyair itu membuat syair tanpa tujuan yang jelas. Kadang-kadang mereka memuji sesuatu yang pernah mereka cela, mengagungkan sesuatu yang pernah mereka hina, dan mengakui sesuatu yang pernah mereka ingkari kebenarannya. Hal ini membuktikan bahwa tujuan mereka membuat syair bukan untuk mencari kebenaran atau menyatakan sesuatu yang benar. Dalam menyusun syair-syair itu, mereka hanya berpegang pada khayalan. Semakin banyak khayalan dan angan-angan mereka, semakin baik pula syair yang mereka buat. Kesesatan ahli syair itu hanya diikuti oleh orang-orang yang sesat pula, tidak akan diikuti oleh orang-orang yang suka mencari kebenaran.\n\n2. Para ahli syair itu sering mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Mereka menganjurkan agar manusia pemurah dan suka memberi, tetapi mereka sendiri bakhil dan kikir. Mereka sering mengarang syair untuk menyinggung kehormatan orang lain, seperti mencela, mencaci-maki, dan sebagainya, karena sesuatu sebab yang kecil saja. Sebaliknya, mereka sering pula mengagungkan dan memuji-muji seseorang karena sebab yang kecil pula.\n\nDemikianlah ciri-ciri penyair yang dicela oleh Allah. Akan tetapi, ada pula penyair yang baik budi pekertinya, dan cukup luas ilmu pengetahuannya. Syairnya mendorong semangat orang lain untuk berbuat baik, dan mengandung butir-butir hikmah, nasihat, dan pelajaran. Di antaranya adalah syair Umayyah bin Abi as-salt, sebagaimana sebagai berikut ini:\n\nDari 'Amr bin asy-Syirid, dari bapaknya, bahwa ia berkata, \"Pada suatu hari aku memboncengkan Rasulullah, maka beliau menanyakan kepadaku, 'Apakah engkau menghafal beberapa bait syair Umayyah bin Abi as-salt? Aku menjawab, 'Ada. Rasulullah berkata, 'Bacalah segera. Maka aku membacakan satu bait. Rasulullah berkata, 'Bacalah segera. Maka aku membacakannya satu bait lagi. Rasulullah berkata, 'Lanjutkanlah. Aku melanjutkannya hingga seratus bait.\" (Riwayat Muslim)\n\nSikap Rasulullah terhadap syair Umayyah bin Abi as-salt ini menunjukkan bahwa beliau menyukai syair dan para penyair, asalkan penyair itu orang yang berakhlak, bercita-cita luhur, dan syair-syairnya banyak mengandung butir-butir hikmah. Tidak seperti para penyair dan syair-syair yang sifat-sifatnya disebutkan pada ayat-ayat yang lalu (ayat 221-226). Para penyair dan syair-syair seperti itulah yang dicela dan dilarang oleh Rasulullah." } } }, { "number": { "inQuran": 3159, "inSurah": 227 }, "meta": { "juz": 19, "page": 376, "manzil": 5, "ruku": 326, "hizbQuarter": 150, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0638\u064f\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u064f\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064d \u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illal lazeena aamanoo w a'amilus saalihaati wa zakarul laaha kaseeranw wantasaroo mim ba'di maa zulimoo; wa saya'lamul lazeena zalamooo aiya munqalbiny yanqaliboon" } }, "translation": { "en": "Except those [poets] who believe and do righteous deeds and remember Allah often and defend [the Muslims] after they were wronged. And those who have wronged are going to know to what [kind of] return they will be returned.", "id": "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3159", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3159.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3159.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini diterangkan kriteria penyair yang dikecualikan dari penyair yang disebut di atas. Kecuali orang-orang penyair-penyair yang beriman dengan iman yang benar dan berbuat kebajikan yang sesuai dengan ketentuan syariah dan banyak mengingat Allah, baik siang maupun malam, dan mendapat kemenangan setelah terzalimi karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir. Pada akhir surah ini Allah memberikan peringatan keras terhadap orang-orang kafir. \"Dan orang-orang yang zalim kelak yaitu pada hari kebangkitan, akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali. Mereka akan kembali ke neraka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa syair dan penyair yang baik dan bermanfaat itu ialah yang mempunyai sifat-sifat di bawah ini:\n\n1. Beriman kepada Allah.\n\n2. Beramal saleh.\n\n3. Menyebut dan mengagungkan nama Allah, sehingga menambah kemantapan imannya kepada kebesaran dan keesaan-Nya.\n\n4. Mendorong orang-orang yang beriman untuk berjihad, menegakkan agama Allah, melepaskan diri dari penganiayaan orang-orang yang memusuhi mereka dan agama-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dan Ibnu Abi Syaibah bahwa tatkala ayat di atas turun, datanglah hassan bin sabit, 'Abdullah bin Rawahah, dan Ka'ab bin Malik menghadap Rasulullah. Mereka dalam keadaan menangis dan menyesali diri karena mereka termasuk para penyair. Maka Rasulullah membacakan ayat ini (asy-Syu'ara'/26: 227) kepada mereka. \n\nSejak permulaan surah ini, Allah telah menerangkan dalil-dalil akal tentang kekuasaan dan kebesaran-Nya melalui kisah para nabi terdahulu dengan umatnya yang dapat menghibur Rasulullah yang sedang gundah karena sikap kaumnya. Kisah-kisah itu juga menerangkan bukti-bukti kebenaran para nabi yang diutus-Nya, perbedaan tukang ramal dengan Rasulullah, membandingkan para penyair dan syair yang buruk dengan para penyair dan syair yang terpuji. Surah ini ditutup dengan peringatan keras yang ditujukan kepada orang-orang yang menentang agama Allah bahwa mereka kelak akan tahu tempat kembali mereka, yaitu neraka yang tidak terbayangkan pedih siksaannya." } } } ] }, { "number": 27, "sequence": 48, "numberOfVerses": 93, "name": { "short": "النمل", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u0645\u0644", "transliteration": { "en": "An-Naml", "id": "An-Naml" }, "translation": { "en": "The Ant", "id": "Semut-semut" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat An Naml terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat- surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Asy Syu'araa'. Dinamai dengan An Naml, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman a.s. dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu. Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maba Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya. Nabi Sulaiman a.s. yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Allah s.w.t. menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu. Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin. Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, dinyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman a.s dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya. Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan sebagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula. Dengan mengisahkan kisah Nabi Sulaiman a.s. dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran Nabi Muhammad s.a.w. Nabi Sulaiman a.s. sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi kekayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang nabi, rasul dan seoramg kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3160, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0637\u0633 \u06da \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Taa-Seeen; tilka Aayaatul Qur-aani wa Kitaabim Mubeen" } }, "translation": { "en": "Ta, Seen. These are the verses of the Qur'an and a clear Book", "id": "Tha Sin. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an, dan Kitab yang jelas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3160", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3160.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3160.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tà Sìn. Inilah ayat-ayat Al-Qur’an, dan Kitab yang jelas. Kitab ini adalah Firman Allah dan menjelaskan pesan-pesan Allah kepada manusia.", "long": "Awal surah ini menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, nabi dan rasul yang terakhir. Ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan melalui perantaraan malaikat Jibril.\n\nAyat-ayat ini memberikan penjelasan dan keterangan bagi orang yang berpikir bahwa Al-Qur'an benar-benar kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Ia bukan kata-kata tipuan atau hasil rekayasa Nabi Muhammad, dan bukan pula ciptaan salah seorang makhluk Allah. Manusia dan jin tidak mungkin dapat membuat Al-Qur'an atau menyamainya, meskipun keduanya bekerja sama untuk itu.\n\nMaksud dari kalimat \"Kitab yang menjelaskan\" adalah Al-Qur'an. Dalam ayat ini berkumpul dua nama dari Al-Qur'an itu, yaitu \"Al-Qur'an\" (yang dibaca) dan \"al-Kitab\" (yang dituliskan). Dua buah nama yang mempunyai arti dan maksud yang sama. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nAlif Lam Ra. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al-Qur'an yang memberi penjelasan. (al-hijr/15: 1)\n\nAyat-ayat Al-Qur'an memberi penjelasan tentang arti ayat-ayatnya, karena di dalamnya terdapat ayat-ayat yang saling menjelaskan. Maksudnya ialah ada ayat yang membahas satu persoalan secara rinci dan menjelaskan maksud ayat lain yang mengandung persoalan yang sama, tetapi turun secara global. Ayat-ayat Al-Qur'an juga memberi penjelasan tentang tujuan-tujuan penurunannya, seperti hukum-hukum yang terkait dengan halal dan haram, janji dan ancaman, serta perintah dan larangan. Kesemuanya itu dijadikan pedoman hidup di dunia sebagai jalan mencapai kebahagiaan hidup di akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 3161, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hudanw wa bushraa lil mu'mineen" } }, "translation": { "en": "As guidance and good tidings for the believers", "id": "petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3161", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3161.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3161.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an adalah menjadi petunjuk, pembimbing manusia ke jalan yang lurus dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Merekalah yang bisa memanfaatkan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka. Mereka akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akan masuk surga di akhirat nanti.", "long": "Al-Qur'an itu sebagai petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Petunjuk yang merupakan hidayah Allah, sehingga manusia menjadi yakin dan mau beriman. Akan tetapi, tidak semua manusia dapat memperoleh dan menikmati hidayah dari Allah, meskipun Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan batil bagi manusia seluruhnya, sebagaimana dalam firman Allah:\n\nBulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)... (al-Baqarah/2: 185).\n\nHanya orang-orang yang beriman dan yang mempunyai kesediaan dalam dirinya untuk beriman saja yang dapat menikmati petunjuk Al-Qur'an. Bagi orang-orang yang beriman, Al-Qur'an menambah petunjuk dan hidayah yang sudah ada, sehingga bertambah pula iman dan amal perbuatannya dalam melaksanakan ajaran Islam yang juga bersumber pada Al-Qur'an. Dengan demikian, iman seseorang dapat bertambah dan berkurang sesuai dengan amalnya. Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:\n\n... Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. (at-Taubah/9: 124).\n\nMereka merasa gembira karena mendapat berita tentang limpahan rahmat dan keridaan Allah. Surga juga tersedia bagi mereka sebagai tempat tinggal, yang penuh dengan berbagai macam kenikmatan." } } }, { "number": { "inQuran": 3162, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yuqeemoonas Salaata wa yu'toonaz Zakaata wa hum bil Aakhirati hum yooqinoon" } }, "translation": { "en": "Who establish prayer and give zakah, and of the Hereafter they are certain [in faith].", "id": "(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3162", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3162.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3162.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang beriman adalah orang-orang melaksanakan salat sesuai dengan syarat dan rukunnya, dan melakukannya terus menerus sepanjang hayat, dan menunaikan zakat, sebagai bentuk kewajiban dan rasa syukur kepada Allah atas limpahan rezeki-Nya, dan mereka meyakini adanya kebangkitan manusia dan kehidupan abadi pada hari akhirat.", "long": "Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang mukmin, yaitu:\n\n1. Mendirikan salat, yaitu menunaikan salat wajib dengan menyempurnakan rukun dan syaratnya, sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Salat dikerjakan dengan segala ketulusan hati, kekhusyukan, dan kerendahan hati di hadapan Allah. Salat dapat mencegah perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar karena salat dapat menghilangkan sifat-sifat jiwa yang negatif. Salat merupakan unsur yang membentuk ketakwaan di samping iman kepada yang gaib. Kekhusyukan dalam melaksanakan salat menjadi salah satu syarat untuk menjadi orang mukmin yang sejati.\n\nKedudukan salat dalam Islam antara lain adalah:\n\na. Sebagai tiang agama, tanpa salat agama akan runtuh.\n\nb. Sebagai kewajiban pertama dari Allah sebelum kewajiban-kewajiban ibadah lainnya. Perintah wajib ini diterima langsung oleh Nabi Muhammad tanpa perantaraan malaikat Jibril sebagaimana yang disebutkan dalam kisah Isra' Mi'raj.\n\nc. Salat merupakan amal yang pertama-tama diperhitungkan (hisab) pada hari Kiamat nanti. Kalau baik salatnya, maka semua amal lainnya akan baik pula. Sebaliknya, kalau salatnya rusak, maka semua amal lainnya ikut rusak.\n\n2. Menunaikan zakat yang merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima. Membayar zakat itu wajib sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Abu Bakar sebagai khalifah pertama setelah Nabi Muhammad wafat, telah memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Padahal zakat itu merupakan suatu kewajiban yang berhu-bungan dengan harta. Dengan zakat, orang-orang mukmin membersihkan jiwa mereka dari sifat kikir dan tamak. Kedua sifat ini dapat menimbulkan fitnah (keonaran) bagi pemilik harta. \n\nHarta adalah rezeki dari Allah yang wajib disyukuri dengan menunaikan zakat, sebagai cara untuk menyucikannya. Pada harta tersebut ada bagian yang menjadi hak orang-orang miskin. Bagi orang-orang miskin zakat dapat membersihkan jiwa mereka dari sifat-sifat dengki dan iri hati kepada orang-orang kaya. Dengan demikian, hubungan baik antara si kaya dan si miskin dalam masyarakat akan tetap terjaga dan kesenjangan antara keduanya bisa dikurangi.\n\n3. Yakin akan adanya hari akhirat, maksudnya ialah yakin akan adanya hidup setelah mati. Semua orang akan kembali menghadap Allah untuk diperhitungkan amal baik dan buruknya. Keduanya akan dibalas dengan balasan yang setimpal.\n\nDengan demikian, setiap manusia akan mempertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya selama hidup di dunia. Ini berarti bahwa manusia diciptakan Allah di dunia bukanlah tanpa tujuan atau sia-sia belaka. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:\n\nMaka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (al-Mu'minun/23: 115)." } } }, { "number": { "inQuran": 3163, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena laa yu'mimoona bil Aakhirati zaiyannaa lahum a'maalahum fahum ya'mahoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, for those who do not believe in the Hereafter, We have made pleasing to them their deeds, so they wander blindly.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3163", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3163.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3163.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan menganggapnya sebagai satu kemustahilan belaka, Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, seperti kemusyrikan, dan segala bentuk kemaksiatan, sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.", "long": "Pada ayat-ayat yang lalu, Allah menerangkan beberapa sikap orang-orang mukmin yang memperoleh petunjuk dan hidayah dari Allah. Ayat ini menerangkan tingkah laku dan perbuatan orang-orang kafir, yang tidak mau beriman kepada adanya hari akhirat, dan akibat yang akan mereka rasakan.\n\nOrang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat adalah mereka yang tidak yakin akan adanya hari Kiamat, tidak yakin bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah melalui kematian, tidak yakin akan dibangkitkan kembali pada hari penghisaban, serta tidak percaya akan adanya pahala sebagai balasan amal baik dan siksa sebagai balasan amal buruk.\n\nMereka hidup di dunia tanpa mengekang hawa nafsu, dan amat cinta kepada kenikmatan duniawi, seakan-akan hidup di dunia ini satu-satunya kehidupan bagi mereka. Mereka tidak mengenal halal dan haram, serta tidak memikirkan tanggung jawab di akhirat. Segala tingkah laku tersebut mereka anggap baik. Padahal mengikuti hawa nafsu berarti mengikuti ajaran setan yang sesat lagi menyesatkan. Dengan demikian, mereka pun hidup dan bergelimang dalam kesesatan. Hal ini adalah balasan bagi mereka karena keingkarannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3164, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0652\u0633\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena lahum sooo'ul 'azaabi wa hum fil Aakhirati humul akhsaroon" } }, "translation": { "en": "Those are the ones for whom there will be the worst of punishment, and in the Hereafter they are the greatest losers.", "id": "Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3164", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3164.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3164.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menganggap bahwa apa yang mereka lakukan tidak akan ada pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan buruk di dunia dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi dan paling menyesali atas perbuatannya di dunia. Itulah balasan untuk mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka akan menerima siksa yang buruk di dunia dan di akhirat. Hal ini merupakan ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang tidak beriman dengan hari akhirat itu. Ayat ini juga merupakan peringatan bagi seluruh manusia.\n\nSiksa di dunia dapat terjadi dengan adanya bermacam-macam bencana alam seperti banjir, gempa bumi, peperangan yang membawa korban manusia dan harta benda, dan lain-lain. Siksaan dunia ini juga dapat berupa siksaan batin atau jiwa yang dialami secara perorangan, meskipun di antara mereka ada yang sudah memenuhi berbagai kebutuhan hidup dunianya, bahkan ada yang sudah lebih dari cukup. Namun demikian, hidupnya tidak bahagia dan selalu resah, jiwa mereka kosong, serta tidak punya tujuan hidup karena tidak percaya pada hari akhirat.\n\nDalam kehidupan hari akhirat nanti, mereka sangat merugi dan menjadi penghuni neraka selamanya. Masing-masing menerima balasan siksa yang setimpal sesuai dengan amal buruk mereka. Karena pedihnya siksaan tersebut, mereka lalu memohon keringanan dari malaikat penjaga neraka agar tidak disiksa meskipun hanya sehari. Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam, \"Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja.\" (al-Mu'min/40: 49)." } } }, { "number": { "inQuran": 3165, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u062a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa innaka latulaqqal Qur-aana mil ladun Hakeemin 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And indeed, [O Muhammad], you receive the Qur'an from one Wise and Knowing.", "id": "Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Al-Qur'an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3165", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3165.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3165.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan kedudukan dan fungsi Al-Qur’an, ayat ini menjelaskan tentang pembawa Al-Qur’an yaitu Nabi Muhammad. Dan sesungguhnya engkau wahai Rasul benar-benar telah diberi Al-Qur’an dari sisi Allah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui atas segala sesuatu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad untuk memberitahukan bahwa Al-Qur'an diturunkan kepada beliau dengan perantaraan Malaikat Jibril untuk dipahami, dihafal, dan diajarkan kepada umatnya serta dilaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya. Al-Qur'an bukanlah ciptaan Nabi ditegaskan dalam firman-Nya:\n\nDemi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. (an-Najm/53: 1-5).\n\nJelaslah bahwa Al-Qur'an dari Allah Yang Mahabijaksana dalam segala tindakan terhadap makhluk-Nya, Maha Mengetahui keadaan mereka dan apa-apa yang baik bagi mereka. Beritanya adalah benar dan hukum-Nya adalah adil, sebagaimana Allah telah berfirman:\n\nDan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur'an) dengan benar dan adil. (al-An'am/6: 115)." } } }, { "number": { "inQuran": 3166, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0622\u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0622\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0628\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0622\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0634\u0650\u0647\u064e\u0627\u0628\u064d \u0642\u064e\u0628\u064e\u0633\u064d \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0637\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala Moosaa li ahliheee inneee aanastu naaran saaateekum minhaa bikhabarin aw aateekum bishihaabin qabasil la'allakum tastaloon" } }, "translation": { "en": "[Mention] when Moses said to his family, \"Indeed, I have perceived a fire. I will bring you from there information or will bring you a burning torch that you may warm yourselves.\"", "id": "(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, “Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3166", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3166.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3166.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara isi kandungan Al-Qur’an adalah cerita tentang nabi-nabi masa lalu, antara lain adalah Nabi Musa. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menceritakan kepada kaumnya tentang Nabi Musa, yaitu ketika Nabi Musa sedang dalam perjalanan menuju ke Mesir beserta istrinya untuk menemui Ibundanya. Keduanya tersesat di jalan, di malam yang gelap dan dingin. Ceritakan kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, ketika Musa berkata kepada keluarganya, “Sungguh, aku melihat api. Tunggulah disini, aku akan membawa kabar dari arah api itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api atau obor kepadamu agar kamu dapat berdiang menghangatkan badan dekat api.”", "long": "Ayat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perintah agar beliau menyampaikan kepada umatnya kisah Nabi Musa ketika dalam perjalanan dari Madyan untuk kembali ke Mesir dengan disertai oleh keluarganya. Perjalanan ini dilakukan setelah Musa menyelesaikan waktu yang telah ditentukan, sebagaimana yang disepakati antara Musa dengan mertuanya. Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:\n\nMaka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, \"Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan.\" (al-Qasas/28: 29).\n\nWaktu yang ditentukan itu adalah hasil perjanjian antara Musa dengan mertuanya ketika menetapkan mahar perkawinannya, yaitu bekerja menggembalakan kambing mertuanya selama delapan tahun atau disempurnakan menjadi sepuluh tahun. Sepuluh tahun menunjukkan kegigihan dan kesungguhannya. Sedangkan yang dimaksud dengan keluarganya dalam ayat di atas adalah istrinya, tanpa ada orang lain.\n\nDalam perjalanan pada malam yang sangat gelap dan dingin itu, Musa tersesat. Ketika melihat dari kejauhan ada nyala api, Musa berpesan agar keluarganya tetap di tempat tersebut, sedang dia akan pergi ke tempat api itu. Ia berharap memperoleh penunjuk jalan, sehingga tidak tersesat lagi. Menurutnya, adanya api berarti ada orang di sekitar tempat mereka berada. Selain itu, Nabi Musa berharap agar dapat membawakan keluarganya api, yang disulut dari sumber api yang terlihat olehnya. Dengan nyala api itu, dia dan keluarganya tentu dapat berdiam menghangatkan badan dari kedinginan yang mencekam itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3167, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062f\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0628\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'ahaa noodiya am boorika man finnnnaari wa man hawlahaa wa Subhaanal laahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "But when he came to it, he was called, \"Blessed is whoever is at the fire and whoever is around it. And exalted is Allah, Lord of the worlds.", "id": "Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, “Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3167", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3167.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3167.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka tidak berapa lama ketika dia, yakni Musa tiba di sana yaitu tempat api itu, dia diseru oleh satu suara yang tidak ada rupanya, “Telah diberkahi, diberikan kebaikan yang sangat banyak orang yang berada di dekat api, yaitu Nabi Musa sendiri dan orang-orang yang berada di sekitarnya yaitu penduduk negeri Syam, tempat diutusnya para nabi. Mahasuci Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam dari segala sesuatu yang yang tak layak bagi-Nya.”", "long": "Ketika Musa datang mendekat ke arah api itu, ternyata yang disangkanya api itu bukan seperti api yang biasa dilihatnya, tetapi cahaya yang memancar dari sejenis tumbuh-tumbuhan rambut berwarna hijau yang melilit dan menjuntai pada sebuah dahan kayu. Cahaya yang terpancar dari pohon itu bersinar cemerlang, sedang dahan pohon itu tetap hijau dan segar, tidak terbakar atau layu. \n\nMusa tidak menemukan seorang pun di tempat itu, sehingga ia merasa heran dan tercengang melihat keadaan yang demikian. Ia bermaksud hendak memetik sebagian dari nyala api itu dari dahan yang condong kepadanya. Waktu ia mencoba menyulut nyala api itu, Musa merasa takut. Dalam keadaan yang demikian, tiba-tiba ia diseru oleh satu suara yang datangnya dari arah pohon itu. Suara yang menyeru itu menyatakan bahwa yang berada di dekat api itu pasti diberkahi, yaitu Musa dan para malaikat. Pernyataan itu merupakan salam dan penghormatan dari Allah kepada Nabi Musa sebagaimana salam para malaikat kepada Nabi Ibrahim dalam firman-Nya:\n\nRahmat Allah dan berkat-Nya, dicurahkan atas kamu wahai ahlulbait. (Hud/11: 73)\n\n'Abdullah bin 'Abbas menyatakan bahwa yang dimaksud dengan \"diberkahi\" di sini ialah yang disucikan Allah. Menurutnya, yang kelihatan oleh Nabi Musa seperti api itu bukanlah api, melainkan cahaya yang menyala-nyala seperti api. Cahaya itu adalah cahaya Tuhan Semesta Alam. Hal ini dikuatkan oleh hadis yang diriwayatkan Abu 'Ubaidah dari Abu Musa al-Asy'ari bahwa Nabi Muhammad bersabda: \n\nSesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak pantas bagi Allah itu tidur, Dia menurunkan dan menaikkan timbangan, amal malam hari diangkat ke hadapan-Nya sebelum siang, dan amal siang sebelum malam, dan tabir-Nya adalah cahaya. Andaikata Ia membuka tabir-Nya, pasti kesucian cahaya wajah-Nya membakar segala sesuatu yang tercapai oleh pandangan-Nya di antara ciptaan-Nya. (Riwayat Muslim)\n\nPeristiwa itu terjadi ketika Musa sampai di tempat yang diberkahi, yaitu lembah suci yang bernama Lembah thuwa, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:\n\n... Dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi.... (al-Qasas/28: 30).\n\nDan firman Allah yang berbunyi:\n\nKetika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah thuwa. (an-Naziat/79: 16).\n\nSeruan Allah yang didengar Musa di lembah suci thuwa ini merupakan wahyu pengangkatan Nabi Musa sebagai rasul. Ia diutus Allah untuk menyampaikan risalah kepada Fir'aun di Mesir, dengan dibekali bermacam-macam mukjizat. \n\nMusa berhadapan langsung dengan Allah ketika menerima wahyu, tetapi Musa tidak dapat melihat-Nya, karena terhalang oleh tabir berupa cahaya. Penerimaan wahyu semacam ini merupakan salah satu macam cara penyampaian wahyu Allah kepada para nabi-Nya. Hal ini disebut Allah dalam firman-Nya:\n\nDan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki.... (asy-Syura/42: 51).\n\nMahasuci Allah, Tuhan seluruh alam yang berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya. Tidak ada satu makhluk pun yang menyamai-Nya. Dia Mahaagung dan Mahatinggi dari seluruh makhluk-Nya. Yang didengar Musa itu ialah suara firman Allah. Hal ini dinyatakan Allah dalam ayat kesembilan bahwa yang menyeru dan memanggilnya ialah Allah, bukan suara makhluk. Allah Mahaperkasa atas segala sesuatu, Mahabijaksana dalam firman dan perbuatan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3168, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Yaa Moosaaa innahooo Anal laahul 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "O Moses, indeed it is I - Allah, the Exalted in Might, the Wise.\"", "id": "(Allah berfirman), “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3168", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3168.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3168.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Nabi Musa. “Wahai Musa! Sesungguhnya suara yang memanggilmu itu adalah suara-Ku, Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa dan Mahamulia, yang tidak ada kekuatan apa pun yang sanggup mengalahkan-Ku serta Mahabijaksana terhadap semua perkataan dan tindakan-Ku.", "long": "Ketika Musa datang mendekat ke arah api itu, ternyata yang disangkanya api itu bukan seperti api yang biasa dilihatnya, tetapi cahaya yang memancar dari sejenis tumbuh-tumbuhan rambut berwarna hijau yang melilit dan menjuntai pada sebuah dahan kayu. Cahaya yang terpancar dari pohon itu bersinar cemerlang, sedang dahan pohon itu tetap hijau dan segar, tidak terbakar atau layu. \n\nMusa tidak menemukan seorang pun di tempat itu, sehingga ia merasa heran dan tercengang melihat keadaan yang demikian. Ia bermaksud hendak memetik sebagian dari nyala api itu dari dahan yang condong kepadanya. Waktu ia mencoba menyulut nyala api itu, Musa merasa takut. Dalam keadaan yang demikian, tiba-tiba ia diseru oleh satu suara yang datangnya dari arah pohon itu. Suara yang menyeru itu menyatakan bahwa yang berada di dekat api itu pasti diberkahi, yaitu Musa dan para malaikat. Pernyataan itu merupakan salam dan penghormatan dari Allah kepada Nabi Musa sebagaimana salam para malaikat kepada Nabi Ibrahim dalam firman-Nya:\n\nRahmat Allah dan berkat-Nya, dicurahkan atas kamu wahai ahlulbait. (Hud/11: 73)\n\n'Abdullah bin 'Abbas menyatakan bahwa yang dimaksud dengan \"diberkahi\" di sini ialah yang disucikan Allah. Menurutnya, yang kelihatan oleh Nabi Musa seperti api itu bukanlah api, melainkan cahaya yang menyala-nyala seperti api. Cahaya itu adalah cahaya Tuhan Semesta Alam. Hal ini dikuatkan oleh hadis yang diriwayatkan Abu 'Ubaidah dari Abu Musa al-Asy'ari bahwa Nabi Muhammad bersabda: \n\nSesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak pantas bagi Allah itu tidur, Dia menurunkan dan menaikkan timbangan, amal malam hari diangkat ke hadapan-Nya sebelum siang, dan amal siang sebelum malam, dan tabir-Nya adalah cahaya. Andaikata Ia membuka tabir-Nya, pasti kesucian cahaya wajah-Nya membakar segala sesuatu yang tercapai oleh pandangan-Nya di antara ciptaan-Nya. (Riwayat Muslim)\n\nPeristiwa itu terjadi ketika Musa sampai di tempat yang diberkahi, yaitu lembah suci yang bernama Lembah thuwa, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:\n\n... Dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi.... (al-Qasas/28: 30).\n\nDan firman Allah yang berbunyi:\n\nKetika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah thuwa. (an-Naziat/79: 16).\n\nSeruan Allah yang didengar Musa di lembah suci thuwa ini merupakan wahyu pengangkatan Nabi Musa sebagai rasul. Ia diutus Allah untuk menyampaikan risalah kepada Fir'aun di Mesir, dengan dibekali bermacam-macam mukjizat. \n\nMusa berhadapan langsung dengan Allah ketika menerima wahyu, tetapi Musa tidak dapat melihat-Nya, karena terhalang oleh tabir berupa cahaya. Penerimaan wahyu semacam ini merupakan salah satu macam cara penyampaian wahyu Allah kepada para nabi-Nya. Hal ini disebut Allah dalam firman-Nya:\n\nDan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki.... (asy-Syura/42: 51).\n\nMahasuci Allah, Tuhan seluruh alam yang berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya. Tidak ada satu makhluk pun yang menyamai-Nya. Dia Mahaagung dan Mahatinggi dari seluruh makhluk-Nya. Yang didengar Musa itu ialah suara firman Allah. Hal ini dinyatakan Allah dalam ayat kesembilan bahwa yang menyeru dan memanggilnya ialah Allah, bukan suara makhluk. Allah Mahaperkasa atas segala sesuatu, Mahabijaksana dalam firman dan perbuatan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3169, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0643\u064e \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0622\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u0632\u0651\u064f \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0651\u064c \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u062f\u0652\u0628\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0642\u0651\u0650\u0628\u0652 \u06da \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa alqi 'asaak; falammmaa ra aahaa tahtazzu ka annahaa jaaannunw wallaa mudbiranw wa lam yu'aqqib; yaa Moosaa laa takhaf innee laa yakhaafu ladaiyal mursaloon" } }, "translation": { "en": "And [he was told], \"Throw down your staff.\" But when he saw it writhing as if it were a snake, he turned in flight and did not return. [Allah said], \"O Moses, fear not. Indeed, in My presence the messengers do not fear.", "id": "Dan lemparkanlah tongkatmu!” Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. ”Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku, para rasul tidak perlu takut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3169", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3169.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3169.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah ingin membuktikan bahwa diri-Nya adalah Allah, Tuhan seluruh alam. Pada saat itu Nabi Musa memegang tongkat. Allah lalu berfirman \"Dan lemparkanlah tongkatmu!” Nabi Musa menuruti perintah Allah dan melemparkan tongkatnya. Maka ketika tongkat itu berubah menjadi ular dan Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, Nabi Musa sangat ketakutan dan larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh dan tidak kembali lagi ke tempat semula. Saat itu Allah berkata: ”Wahai Musa! Jangan takut terhadap apa yang kamu lihat! Sesungguhnya di hadapan-Ku, para rasul tidak perlu takut, justru Aku akan membimbing mereka.", "long": "Ayat ini adalah rentetan pembicaraan langsung antara Allah dan Musa di lembah suci thuwa. Setelah Musa diangkat sebagai nabi dan rasul, Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkat yang dipegang tangan kanannya.\n\nKetika tongkat itu dilemparkan, Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor jann, yaitu sejenis ular yang sangat gesit geraknya. Tidak terlintas di hati Musa sedikit pun bahwa tongkatnya itu akan berubah menjadi ular, padahal dengan tongkat itu Musa dapat mengambil manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai penggembala kambing. Hal ini dinyatakan Allah dalam firman-Nya:\n\nDia (Musa) berkata, \"Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.\" (thaha/20: 18).\n\nKetika Musa melihat tongkatnya menjadi ular, dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh, karena merasa sangat ketakutan. Pada saat itu, Allah berfirman kepada Musa agar jangan takut, karena sesungguhnya orang yang diangkat menjadi rasul tidak patut takut di hadapan-Nya. Seruan Allah ini didahului dengan perintah untuk datang ke hadapan-Nya dan dijamin keamanannya. Maka Allah menegaskan dengan firman-Nya:\n\n...\"Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman. (Al-Qasas/28: 31).\n\nSelain itu, Allah memerintahkan Musa untuk memegang ular tersebut agar menjadi tongkat kembali. Ini merupakan mukjizat yang pertama bagi Musa. Firman Allah:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula. (thaha/20: 21).\n\nAdapun orang yang takut kepada Allah ialah orang-orang yang berbuat zalim, yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Zalim itu bisa terhadap diri sendiri, orang lain, maupun makhluk-makhluk Allah lain.\n\nOrang yang sungguh-sungguh bertobat kepada Allah, tidak akan berbuat zalim lagi, kemudian mengiringinya dengan perbuatan baik, tidak perlu takut menghadapi Allah. Hal ini merupakan kabar gembira bagi mereka dan juga bagi seluruh umat manusia, sebagaimana perilaku para tukang sihir Fir'aun yang beriman kepada Musa sebagai utusan Allah. Siapa saja yang berbuat dosa, kemudian menghentikan diri dari perbuatan-perbuatan tersebut dan bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk. (thaha/20: 82).\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nDan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (an-Nisa'/4: 110)." } } }, { "number": { "inQuran": 3170, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064e \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Illaa man zalama summa baddala husnam ba'da sooo'in fa innee Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Otherwise, he who wrongs, then substitutes good after evil - indeed, I am Forgiving and Merciful.", "id": "kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3170", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3170.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3170.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecuali orang yang berlaku zalim terhadap dirinya dengan melakukan perbuatan dosa yang kemudian mengubah dirinya dengan kebaikan setelah melakukan kejahatan dengan cara bertobat; maka sungguh, Aku Maha Pengampun bagi mereka yang kembali kepada-Ku, dan Maha Penyayang kepada mereka.", "long": "Ayat ini adalah rentetan pembicaraan langsung antara Allah dan Musa di lembah suci thuwa. Setelah Musa diangkat sebagai nabi dan rasul, Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkat yang dipegang tangan kanannya.\n\nKetika tongkat itu dilemparkan, Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor jann, yaitu sejenis ular yang sangat gesit geraknya. Tidak terlintas di hati Musa sedikit pun bahwa tongkatnya itu akan berubah menjadi ular, padahal dengan tongkat itu Musa dapat mengambil manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai penggembala kambing. Hal ini dinyatakan Allah dalam firman-Nya:\n\nDia (Musa) berkata, \"Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.\" (thaha/20: 18).\n\nKetika Musa melihat tongkatnya menjadi ular, dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh, karena merasa sangat ketakutan. Pada saat itu, Allah berfirman kepada Musa agar jangan takut, karena sesungguhnya orang yang diangkat menjadi rasul tidak patut takut di hadapan-Nya. Seruan Allah ini didahului dengan perintah untuk datang ke hadapan-Nya dan dijamin keamanannya. Maka Allah menegaskan dengan firman-Nya:\n\n...\"Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman. (Al-Qasas/28: 31).\n\nSelain itu, Allah memerintahkan Musa untuk memegang ular tersebut agar menjadi tongkat kembali. Ini merupakan mukjizat yang pertama bagi Musa. Firman Allah:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula. (thaha/20: 21).\n\nAdapun orang yang takut kepada Allah ialah orang-orang yang berbuat zalim, yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Zalim itu bisa terhadap diri sendiri, orang lain, maupun makhluk-makhluk Allah lain.\n\nOrang yang sungguh-sungguh bertobat kepada Allah, tidak akan berbuat zalim lagi, kemudian mengiringinya dengan perbuatan baik, tidak perlu takut menghadapi Allah. Hal ini merupakan kabar gembira bagi mereka dan juga bagi seluruh umat manusia, sebagaimana perilaku para tukang sihir Fir'aun yang beriman kepada Musa sebagai utusan Allah. Siapa saja yang berbuat dosa, kemudian menghentikan diri dari perbuatan-perbuatan tersebut dan bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk. (thaha/20: 82).\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nDan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (an-Nisa'/4: 110)." } } }, { "number": { "inQuran": 3171, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u06d6 \u0641\u0650\u064a \u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa adkhil yadaka fee jaibika takhruj baidaaa'a min ghairisooo'in feetis'i Aayaatin ilaa Fir'awna wa qawmih; innahum kaanoo qawman faasiqeen" } }, "translation": { "en": "And put your hand into the opening of your garment [at the breast]; it will come out white without disease. [These are] among the nine signs [you will take] to Pharaoh and his people. Indeed, they have been a people defiantly disobedient.\"", "id": "Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir‘aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3171", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3171.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3171.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah ingin memperlihatkan bukti lain akan kemahakuasaan-Nya. Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia, tanganmu itu, akan keluar menjadi putih bersinar berkilauan tanpa cacat. Nabi Musa pun menuruti perintah itu, dan terbukti benar apa yang dikatakan Allah. Kedua mukjizat ini termasuk sembilan macam mukjizat yang diperlihatkan kepada Fir‘aun dan kaumnya. Kesembilan mukjizat itu ialah: tongkat dan tangan Nabi Musa, berkurangnya hasil tanaman, banjir, belalang, kutu, katak, dan darah. Tapi semua itu tidak berarti bagi mereka. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik yang telah keluar dari aturan-aturan agama.", "long": "Pada ayat ini, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya yang lain, setelah menunjukkan kekuasaan-Nya mengubah benda mati yang berada di tangan Musa menjadi makhluk hidup berupa ular. Kemudian Musa diperintahkan untuk memasukkan tangannya ke ketiak, melalui belahan leher bajunya. Ketika dikeluarkan, tangan itu mengeluarkan cahaya berwarna putih cemerlang. Ini merupakan mukjizat kedua Musa.\n\nDua macam mukjizat Musa ini merupakan bagian dari sembilan mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Mukjizat ini menjadi bukti kepada Fir'aun dan kaumnya bahwa Musa adalah utusan Allah untuk mengajak ke jalan yang benar dan diridai-Nya. Jumlah mukjizat Musa yang sembilan itu ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata. (al-Isra'/17: 101).\n\nMusa diutus Allah dengan bermacam-macam kejadian yang luar biasa untuk menghadapi Fir'aun dan kaumnya yang fasik, melampaui batas fitrah manusia. Bahkan Fir'aun mengaku dirinya sebagai Tuhan dan dibenarkan pengakuannya ini oleh kaumnya. Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Seraya) berkata, \"Akulah tuhanmu yang paling tinggi.\" (an-Nazi'at/79: 24)." } } }, { "number": { "inQuran": 3172, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 19, "page": 377, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'at hum Aayaatunaa mubsiratan qaaloo haazaa sihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "But when there came to them Our visible signs, they said, \"This is obvious magic.\"", "id": "Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, “Ini sihir yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3172", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3172.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3172.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Banyaknya kemukjizatan Nabi Musa tidak menyebabkan mereka sadar akan kekeliruan mereka, malah mereka bertambah angkuh dan sombong. Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang benderang dan tidak terbantahkan itu sampai kepada mereka, yaitu Fir’aun dan pengikutnya berkata dengan nada sinis dan mengejek, “Ini sihir yang nyata.” Mereka berkata demikian karena perilaku sihir sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka saat itu.", "long": "Ketika Musa berhadapan dengannya, Fir'aun mengaku bahwa dirinya adalah tuhan. Fir'aun minta bukti kepada Musa bahwa ia benar-benar utusan Allah. Musa sebagai utusan Allah memberi bukti dengan melemparkan tongkatnya yang kemudian menjadi ular yang bergerak dengan gesit, kemudian memasukkan tangannya ke ketiaknya melalui belahan leher bajunya, lalu dikeluarkan maka tangannya menjadi putih bersinar cemerlang bagi orang-orang yang melihatnya. Ayat ini menjelaskan bahwa kedua bukti di atas sangat jelas menjadi saksi nyata bahwa Musa benar-benar utusan Allah. Akan tetapi, mereka mengingkari bukti-bukti tersebut dan berkata bahwa hal itu adalah sihir semata." } } }, { "number": { "inQuran": 3173, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 327, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0642\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jahadoo bihaa wastaiqanat haaa anfusuhum zulmanw-wa 'uluwwaa; fanzur kaifa kaana 'aaqibatul mufsideen" } }, "translation": { "en": "And they rejected them, while their [inner] selves were convinced thereof, out of injustice and haughtiness. So see how was the end of the corrupters.", "id": "Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3173", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3173.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3173.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengungkapkan jati diri mereka yang sebenarnya. Dan mereka mengingkarinya, yakni bukti-bukti kebenaran Nabi Musa, karena kezaliman dan kesombongannya dengan tidak mau mengakui bukti-bukti tersebut, padahal hati mereka meyakini kebenaran-nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Mereka pasti akan terkena sanksi berat dari Allah.", "long": "Mereka mendustakan bukti-bukti tersebut dengan perkataan, sedangkan di dalam hati kecil, mereka membenarkan bahwa Musa utusan Allah. Mereka ingkar karena hati mereka dipenuhi sifat zalim dan rasa sombong, akibatnya mereka tidak mau mengikuti kebenaran. Sikap mereka yang takabur, sombong, dan tinggi hati ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\n... Tetapi mereka angkuh dan mereka memang kaum yang sombong. (al-Mu'minun/23: 46).\n\nHal ini merupakan peringatan bagi Nabi Muhammad dan umatnya. Mereka diseru untuk memperhatikan akibat yang dialami Fir'aun dan kaumnya, yaitu binasa tenggelam di laut, sebagaimana Allah berfirman:\n\nMaka Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami. (al-A'raf/7: 136).\n\nAyat di atas juga merupakan peringatan bagi orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad. Mereka akan menerima akibat yang sama seperti orang-orang dahulu yang mendustakan ajaran-ajaran Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3174, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Daawooda wa sulaimaana 'ilmaa; wa qaalal hamdu lil laahil lazee faddalanaa 'alaa kaseerim min 'ibaadihil mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And We had certainly given to David and Solomon knowledge, and they said, \"Praise [is due] to Allah, who has favored us over many of His believing servants.\"", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya berkata, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3174", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3174.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3174.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan kisah Nabi Musa dan Fir’aun, Allah menjelaskan kisah Nabi Daud (1085 SM-1000 SM) dan Nabi Sulaiman (1043 SM-975 SM), untuk menghibur Nabi Muhammad saw. Dan sungguh, Kami telah memberikan anugerah yang besar yaitu ilmu baik ilmu keagamaan atau keduniaan, kepada Dawud dan puteranya Sulaiman. Dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas semua nikmat-Nya, keduanya berkata dengan kerendahan hati, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.” Keduanya, di samping menjadi nabi, suatu kedudukan tertinggi dalam martabat keagamaan, juga menjadi raja, sebuah kedudukan tertinggi dalam jabatan kemanusiaan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menganugerahkan kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman (putra Nabi Daud) ilmu pengetahuan, baik yang berhubungan dengan pengetahuan tentang Tuhan dan syariat-syariatnya, maupun yang berhubungan dengan pengetahuan umum, seperti kemampuan dan bakat memimpin dan mengatur bangsanya. Kedua nabi ini tidak saja memiliki pengetahuan, tetapi juga mengamalkannya dengan baik. Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang dipunyai oleh masing-masing nabi itu tidak hanya berfaedah bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan umatnya di dunia dan di akhirat kelak.\n\nKarena memperoleh nikmat yang tidak terhingga dari Allah, keduanya mensyukuri nikmat tersebut dengan mengucapkan: \n\nSegala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba yang beriman.\n\nSikap bersyukur Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dalam menerima nikmat Allah itu merupakan sikap yang terpuji. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar kaum Muslimin meneladani sikap tersebut. Mensyukuri nikmat berarti hamba yang menerima nikmat itu benar-benar merasakan bahwa yang diterimanya itu merupakan pernyataan kasih sayang Allah kepadanya dan merasa bahwa ia memang memerlukan nikmat Allah itu. Tanpa nikmat itu, ia tidak akan hidup dan merasakan kebahagiaan. Allah berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, \"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.\" (Ibrahim/14: 7).\n\nAllah mengangkat Nabi Daud sebagai seorang kepala negara dan rasul Allah. Sebagai kepala negara, Allah menganugerahkan kepada Nabi Daud segala macam ilmu yang diperlukan. Di antara keutamaan dan ilmu yang dikaruniakan itu ialah:\n\n1. Allah menundukkan gunung dan burung kepada Daud. Gunung dan burung itu bertasbih bersama Daud pagi dan petang. Allah berfirman:\n\nSungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah). (sad/38: 18-19).\n\n2. Allah menganugerahkan kepada Daud pengetahuan melunakkan besi, sehingga ia dapat membuat baju besi dan keperluan lain, untuk memperkuat pemerintahan dan kerasulannya. Allah berfirman:\n\n... dan Kami telah melunakkan besi untuknya. (Saba'/34: 10).\n\n3. Allah telah menguatkan kerajaan Daud dan menganugerahinya hikmah dan kebijaksanaan, sehingga ia dapat menyelesaikan dengan mudah perselisihan dan perkara yang diajukan kepadanya. Allah berfirman:\n\nDan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara. (sad/38: 20).\n\nMenurut al-Baidhawi, yang dimaksud dengan firman Allah, \"Dan Kami perkuat kerajaannya\" ialah, \"Kami (Allah) telah memperkuatnya dengan kekebalan, memenangkan peperangan, dan banyak mempunyai tentara.\n\n4. Allah menurunkan kepadanya kitab Zabur, sehingga beliau termasuk salah seorang dari empat orang rasul yang diturunkan kitab kepadanya. Allah berfirman:\n\n\"... Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.\" (al-Isra'/17: 55).\n\n5. Allah memberikan kesanggupan kepadanya memahami pembicaraan burung, sebagaimana yang diterangkan pada ayat berikut." } } }, { "number": { "inQuran": 3175, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0631\u0650\u062b\u064e \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0639\u064f\u0644\u0651\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa warisa Sulaimaanu Daawooda wa qaala yaaa aiyuhan naasu 'ullimnaa mantiqat tairi wa ooteenaa min kulli shai'in inna haazaa lahuwal fadlul mubeen" } }, "translation": { "en": "And Solomon inherited David. He said, \"O people, we have been taught the language of birds, and we have been given from all things. Indeed, this is evident bounty.\"", "id": "Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3175", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3175.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3175.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai penghargaan Allah kepada Nabi Daud atas kepatuhan dan syukurnya kepada Allah, Sulaiman telah mewarisi ayahnya yaitu Dawud dalam hal kenabian dan kekuasaan, dan Sulaiman berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari oleh Allah bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu yang kami butuhkan dalam mengurus umat dan kerajaan kami. Sungguh, semua ini benar-benar karunia yang nyata.” Perilaku kedua nabi ini menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi kaum muslimin.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Sulaiman, putra Daud, menggantikan bapaknya sebagai raja dan rasul Allah. Menurut Ibnu 'Athiyyah, Daud adalah raja dan rasul Allah yang diutus kepada Bani Israil. Jabatan ini dipegang Sulaiman setelah bapaknya meninggal dunia. Karena Sulaiman menerima kedua jabatan itu setelah bapaknya meninggal dunia, maka disebutlah dalam ayat ini: Dan Sulaiman telah mewarisi Daud.\n\nMenurut al-Kalbi, Nabi Daud mempunyai 19 orang anak laki-laki. Di antara mereka semua, hanya Sulaiman sendiri yang mewarisi ilmu pengetahuan dan kesanggupan mengendalikan pemerintahan dari bapaknya. Oleh karena itu pula, beliau yang menggantikan bapaknya sebagai kepala negara. Kemudian Allah juga mengangkat Sulaiman menjadi rasul.\n\nMenurut Ensiklopedia Americana, Nabi Daud diangkat menjadi raja pada tahun 1002 Sebelum Masehi (SM), pada waktu ia berumur 37 tahun (ia dilahirkan pada tahun 1039 SM). Daud meninggal dunia pada tahun 962 SM, dan memerintah selama 40 tahun, yaitu 7 tahun di Hebron dan 33 tahun di Yerusalem.\n\nSebelum meninggal dunia, Daud menunjuk putranya yang bernama Sulaiman menjadi raja sesudahnya. Beliau meninggal setelah memberikan nasihat-nasihat dan pesan-pesan yang amat berharga kepada Sulaiman. Di antara nasihat dan pesan itu ialah agar melakukan ibadah kepada Allah, memelihara segala hukum, undang-undang, syariat, dan firman-Nya, sesuai dengan yang tersebut dalam Taurat Musa, serta mendirikan sebuah Haikal sebagai tempat beribadah kepada-Nya. Setelah Nabi Daud meninggal dunia, mulailah Sulaiman memegang tampuk pemerintahan yaitu pada tahun 961 Sebelum Masehi. Sebagai seorang raja dan nabi, semua nasihat dan pesan Nabi Daud itu dilaksanakan dengan baik, sehingga kerajaan menjadi stabil dan mantap di tangannya, sampai beliau meninggal dunia. (Lihat \"David\", Encyclopaedia Americana, Jilid 8, hlm. 526). \n\nDi samping mewarisi kerajaan, ilmu pengetahuan, kenabian, dan kitab Zabur dari bapaknya, Sulaiman juga dianugerahi Allah dengan beberapa keutamaan yang lain. Oleh karena itu, dia bersyukur kepada Allah dengan mengatakan, \"Wahai sekalian manusia, Allah telah menganugerahkan kepada kami pengertian dan pengetahuan tentang suara burung dan diberi segala sesuatu yang diperlukan. Sesungguhnya semua benar-benar suatu yang nyata.\"\n\nNabi Sulaiman dengan kekuatan dan kesanggupan yang telah diberikan Allah kepadanya, dapat memahami suara-suara binatang yang lain, selain dari suara burung. Dalam ayat ini, dikhususkan menyebutkan bahwa Sulaiman memahami suara burung karena burung adalah tentara khusus Nabi Sulaiman yang mempunyai keistimewaan khusus pula, seperti yang telah dilakukan oleh burung hud-hud.\n\nSebagaimana diketahui bahwa suara pada binatang merupakan bahasa isyarat yang berlaku di antara mereka. Suara-suara itu terdengar dalam bentuk dan nada yang bermacam-macam, seperti suara dalam keadaan riang berbeda dengan suara burung dalam keadaan ketakutan. Suara kambing betina yang kehilangan anaknya berlainan dengan suara dikejar atau diterkam binatang buas. Nabi Sulaiman mengetahui maksud suara-suara binatang itu dengan kekuatan perasaan dan ilmu pengetahuan yang telah dilimpahkan Allah kepadanya. Menurut al-Baidhawi, apabila mendengar suara-suara burung, Nabi Sulaiman mengetahui makna dan maksud suara-suara itu dengan kekuatan perasaannya. \n\nDalam ayat ini diterangkan pula bahwa Allah telah melimpahkan kepada Sulaiman segala macam kesanggupan dan segala sesuatu yang diperlukannya untuk mengendalikan pemerintahan negaranya. Dengan demikian, masa pemerintahan Nabi Sulaiman itu merupakan masa kejayaan Bani Israil.\n\nSebagian ahli tafsir menafsirkan ayat \"wa utina min kulli syai'in\" (dan diberi segala sesuatu yang diperlukan), maksudnya ialah Allah telah menganugerahkan kepada Sulaiman hikmah, harta yang berlipat ganda, kekuatan yang besar dan luas sebagai seorang raja, dan menundukkan jin, manusia, burung, dan binatang lainnya.\n\nKarena nikmat yang telah dilimpahkan itu, maka Nabi Sulaiman bersyukur kepada Allah dengan menyatakan bahwa segala nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya, baik yang berupa pengetahuan, pemberian, keutamaan, dan sebagainya adalah suatu keistimewaan yang telah diberikan Allah kepadanya. Dengan berbagai karunia itu, Allah telah melebihkannya dari manusia-manusia yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3176, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064f\u0634\u0650\u0631\u064e \u0644\u0650\u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0632\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa hushira Sulaimaana junooduhoo minal jinni wal insi wattairi fahum yooza'oon" } }, "translation": { "en": "And gathered for Solomon were his soldiers of the jinn and men and birds, and they were [marching] in rows.", "id": "Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3176", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3176.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3176.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai bukti atas pernyataan Nabi Sulaiman di atas, Allah mengabarkan bahwa untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib dalam rangka mengatur kehidupan masyarakat dan menghadapi musuh-musuh Nabi Sulaiman.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Sulaiman telah dapat membentuk bala tentara yang terdiri dari berbagai macam jenis makhluk, seperti jin, manusia, burung, dan binatang yang lain. Bala tentara itu setiap saat dapat dikerahkan untuk memerangi orang-orang yang tidak mau mengindahkan seruannya. Semua tentara itu berbaris rapi, bersatu, dan berkumpul di bawah kepemimpinannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3177, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0646\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0645\u0652\u0644\u064f \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0637\u0650\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "hattaaa izaaa ataw 'alaa waadin namli qaalat namlatuny yaaa aiyuhan namlud khuloo masaakinakum laa yahtimannakum Sulaimaanu wa junooduhoo wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Until, when they came upon the valley of the ants, an ant said, \"O ants, enter your dwellings that you not be crushed by Solomon and his soldiers while they perceive not.\"", "id": "Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3177", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3177.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3177.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para prajurit tersebut mulai bergerak maju. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut kepada teman-temannya, “Wahai semut-semut! Nabi Sulaiman dan bala tentaranya sudah mendekati perkampungan kita, selamatkanlah diri kalian. Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari akan keberadaan kita.” Jika semut yang kecil saja Nabi Sulaiman mampu mendengar dan memahami bahasanya, apalagi hewan yang lebih besar lagi. Inilah salah satu anugerah Allah kepadanya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada suatu ketika Sulaiman berjalan dengan tentaranya pada suatu daerah, yang menurut Qatadah, merupakan suatu daerah di lembah Syam. Dalam keadaan yang demikian, tiba-tiba Sulaiman mendengar suara raja semut yang memerintahkan kepada rakyatnya agar segera memasuki liangnya masing-masing, agar tidak terinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya. Sulaiman dan tentaranya bisa menginjak mereka tanpa menyadarinya, karena semut makhluk yang amat kecil, sehingga Sulaiman dan bala tentaranya tidak melihatnya.\n\nAyat ini memperlihatkan adanya komunikasi di antara semut dan kehidupan sosial di bawah kepemimpinan rajanya. Penelitian mengungkapkan bahwa untuk melaksanakan kehidupan sosial yang sangat terorganisasi ini, semut mempunyai kemampuan komunikasi yang canggih. Di bagian kepala semut terdapat seperangkat alat peraba yang dapat mengenali sinyal kimia maupun visual. Otaknya terdiri atas sekitar setengah juta simpul syaraf, mempunyai mata yang berfungsi baik, dan sungut yang berfungsi sebagai hidung untuk mencium atau ujung jari untuk meraba. Tonjolan-tonjolan yang terletak di bawah mulutnya berfungsi sebagai pencecap. Sedang rambut-rambut yang ada di tubuhnya bereaksi terhadap sentuhan. \n\nWalaupun banyak organ yang dimiliki semut untuk berkomunikasi, namun komunikasi utama yang dilakukan adalah komunikasi kimiawi. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan feromon, suatu senyawa kimia seperti hormon yang mengeluarkan bau dan dihasilkan oleh salah satu kelenjar di dalam tubuh semut itu. Dengan menggunakan hormon inilah semut berkomunikasi. Apabila seekor semut mengeluarkan feromon, maka semut lainnya akan menerimanya dengan cara mencium baunya atau menyentuhnya, dan bereaksi terhadapnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3178, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e \u0636\u064e\u0627\u062d\u0650\u0643\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u0650\u0639\u0652\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064e \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fatabassama daahikam min qawlihaa wa qaala Rabbi awzi'nee an ashkura ni'mata kal lateee an'amta 'alaiya wa 'alaa waalidaiya wa an a'mala saalihan tardaahu wa adkhilnee birahmatika fee 'ibaadikas saaliheen" } }, "translation": { "en": "So [Solomon] smiled, amused at her speech, and said, \"My Lord, enable me to be grateful for Your favor which You have bestowed upon me and upon my parents and to do righteousness of which You approve. And admit me by Your mercy into [the ranks of] Your righteous servants.\"", "id": "Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3178", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3178.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3178.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, Nabi Sulaiman, tersenyum lalu tertawa karena mendengar perkataan semut itu, Dia senang dengan anugerah Allah yang diperlihatkan kepadanya. Dan sebagai ungkapan rasa syukur, Nabi Sulaiman berdoa, “Ya Tuhanku Yang memeliharaku! Anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang demikian banyak yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan berikanlah juga aku ilham agar aku bisa mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku, dengan rahmat-Mu, ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”", "long": "Mendengar perkataan raja semut bahwa Sulaiman dan tentaranya tidak bermaksud membinasakan mereka dan berbuat jahat, membuat Sulaiman tersenyum. Raja semut itu juga mengatakan bahwa seandainya ada di antara semut-semut itu yang terinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, maka hal itu bukanlah sengaja dilakukannya, tetapi karena Sulaiman dan tentaranya tidak melihat mereka, karena tubuh mereka amat kecil.\n\nAtas rahmat dan karunia yang telah diberikan Allah kepada Sulaiman berupa kemampuan memahami percakapan raja semut itu, dan adanya semacam anggapan baik dari raja semut terhadap Sulaiman dan bala tentaranya, maka Sulaiman berdoa kepada Allah, \"Wahai Tuhanku Yang Pemberi Rahmat, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang terus-menerus mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku. Jadikanlah aku sebagai seorang hamba-Mu yang selalu mengerjakan amal-amal saleh yang Engkau ridai, dan jadikanlah aku orang yang berkeinginan mengerjakan amal saleh itu. Bila aku meninggal dunia, masukkanlah aku ke dalam surga bersama-sama orang-orang yang saleh yang Engkau masukkan ke dalamnya dengan rahmat-Mu.\"\n\nDari doa Nabi Sulaiman itu dipahami bahwa yang diminta oleh Sulaiman kepada Allah ialah kebahagiaan yang abadi di akhirat nanti. Sekalipun Allah telah melimpahkan beraneka ragam kesenangan dan kekuasaan duniawi kepadanya, namun ia tidak lupa diri karenanya. Ia yakin bahwa kesenangan duniawi itu adalah kesenangan yang sementara sifatnya dan tidak kekal.\n\nSikap Nabi Sulaiman pada waktu menerima nikmat Allah itu adalah sikap yang harus dicontoh dan dijadikan suri teladan oleh setiap kaum Muslimin. Berdoa dan bersyukurlah kepada Allah setiap mendapatkan nikmat-Nya, dan tidak bersikap mengingkari nikmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3179, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0642\u0651\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tafaqqadat taira faqaala maa liya laaa aral hud hud, am kaana minal ghaaa'ibeen" } }, "translation": { "en": "And he took attendance of the birds and said, \"Why do I not see the hoopoe - or is he among the absent?", "id": "Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3179", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3179.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3179.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika pada ayat yang lalu Nabi Sulaiman memahami bahasa semut, pada ayat ini Nabi Sulaiman memahami bahasa burung, antara lain burung Hudhud. Nabi Sulaiman menggunakan burung Hudhud untuk berbagai keperluan seperti membawakan surat, mencari air dan memantau keadaan bangsa lain. Dan pada satu kesempatan, dia, Sulaiman, memeriksa burung-burung yang ada di sekitarnya, lalu berkata kepada prajurit yang ada, “Mengapa aku tidak melihat burung Hudhud? Kemanakah dia? Apakah ia termasuk yang tidak hadir?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada suatu hari Nabi Sulaiman memeriksa barisan tentaranya, termasuk burung hud-hud, tetapi ia tidak melihatnya. Dengan nada marah dan heran ia berkata, \"Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud! Apakah aku tidak melihatnya ataukah burung hud-hud itu sendiri yang telah pergi tanpa minta izin kepadaku lebih dahulu?\" \n\nPerbuatan itu adalah perbuatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dari ayat ini dipahami hal-hal sebagai berikut:\n\n1. Nabi Sulaiman mempunyai tentara, dan di antaranya terdapat sejenis burung yang bernama burung hud-hud. Burung hud-hud termasuk jenis burung pemakan serangga, sejenis burung pelatuk. Ia mempunyai paruh yang panjang, berjambul di kepalanya, berekor panjang, dan berbulu indah beraneka warna. Ia hidup dengan membuat sarang atau lubang pada pohon-pohon kayu yang telah mati dan lapuk.\n\n2. Nabi Sulaiman selalu memeriksa tentaranya. Oleh karena itu, ia mengetahui tentaranya yang hadir dan yang tidak hadir waktu pemeriksaan itu.\n\n3. Setiap tentaranya bepergian atau melakukan sesuatu pekerjaan hendaklah mendapat izin dari padanya terlebih dahulu. Jika ada yang melanggar ketentuan ini, akan mendapat hukuman dari Sulaiman.\n\n4. Tentara Sulaiman patuh mengikuti segala perintahnya dan tidak pernah ada yang mengingkarinya. Oleh karena itu, Sulaiman merasa heran dan tercengang atas kepergian burung hud-hud tanpa pamit. Tidak pernah terjadi kejadian seperti yang demikian itu sebelumnya. Ia lalu mengancam burung hud-hud dengan hukuman yang berat seandainya nanti burung itu kembali tanpa mengemukakan alasan-alasan yang dapat diterima." } } }, { "number": { "inQuran": 3180, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0623\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0630\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "La-u'azzibanahoo 'azaaban shadeedan aw la azbahannahoo aw layaatiyannee bisultaanim mubeen" } }, "translation": { "en": "I will surely punish him with a severe punishment or slaughter him unless he brings me clear authorization.\"", "id": "Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3180", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3180.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3180.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat ketidak hadiran burung Hudhud di antara prajuritnya, Nabi Sulaiman selaku pemimpin tertinggi atas bala tentaranya, mulai marah dan mengancamnya seraya berkata, \"Jika dia datang, pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat sesuai dengan kesalahannya, atau pasti akan kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas yang bisa aku terima.\"", "long": "Ayat ini menerangkan ancaman Nabi Sulaiman kepada burung hud-hud yang pergi tanpa pamit. Ia berkata, \"Seandainya burung hud-hud kembali nanti, tanpa mengemukakan alasan yang kuat atas kepergiannya dengan tidak minta izin itu, maka aku akan menyiksanya dengan mencabut bulu-bulunya, sehingga ia tidak dapat terbang lagi atau akan kusembelih. Salah satu dari dua hukuman itu akan aku laksanakan terhadapnya, agar dapat menjadi pelajaran bagi yang lain yang bertindak seperti burung hud-hud itu.\"\n\nDari ayat ini dipahami bahwa jika burung hud-hud itu dapat mengemukakan alasan-alasan kepergiannya tanpa pamit dan alasan-alasan itu dapat diyakini kebenarannya, maka Sulaiman tidak akan melaksanakan hukuman yang telah diancamkan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3181, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 19, "page": 378, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e\u062b\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u0637\u062a\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0637\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0625\u064d \u0628\u0650\u0646\u064e\u0628\u064e\u0625\u064d \u064a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Famakasa ghaira ba'eedin faqaala ahattu bimaa lam tuhit bihee wa ji'tuka min Sabaim binaba iny-yaqeen" } }, "translation": { "en": "But the hoopoe stayed not long and said, \"I have encompassed [in knowledge] that which you have not encompassed, and I have come to you from Sheba with certain news.", "id": "Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' membawa suatu berita yang meyakinkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3181", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3181.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3181.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka tidak lama kemudian datanglah burung Hudhud yang dicari cari, dan langsung menghadap Nabi Sulaiman. Lalu setelah ia di tanya oleh Nabi Sulaiman tentang keberadannya, dengan spontan ia berkata, dengan nada bangga “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui wahai baginda Nabi Sulaiman. Aku datang kepadamu dari negeri yang jauh yaitu negeri Saba’ di Yaman dengan membawa suatu berita yang yang penting dan meyakinkan dan perlu engkau ketahui.\"", "long": "Tidak berapa lama setelah ancaman hukuman untuk burung hud-hud itu dikeluarkan, burung itu pun datang. Sulaiman lalu menanyakan sebab-sebab kepergian burung hud-hud yang tanpa pamit itu.\n\nBurung hud-hud itu menerangkan alasan kepergiannya dengan mengatakan bahwa ia telah pergi dan terbang mengarungi daerah yang jauh dan telah sampai kepada suatu negeri yang bernama Saba'. Ia mengetahui hal ihwal negeri itu yang Sulaiman sendiri belum mengetahuinya. Berita yang dibawanya itu adalah berita penting serta dapat diyakini kebenarannya.\n\nBurung hud-hud telah menyampaikan berita penting itu kepada Nabi Sulaiman sedemikian rupa, dengan kata-kata yang manis lagi hormat, enak didengar telinga, disertai dengan alasan-alasan yang kuat pula. Dengan demikian, kemarahan Sulaiman kepada burung hud-hud itu berangsur-angsur mereda, akhirnya hilang sama sekali. Bahkan dengan keterangan itu, Nabi Sulaiman telah mendapat sesuatu yang berharga, sehingga hukuman yang pernah diancamkannya itu tidak jadi dilaksanakan.\n\nKesanggupan burung hud-hud bepergian sejauh itu dan menyampaikan berita penting kepada Nabi Sulaiman adalah suatu perwujudan kekuasaan Allah dan ilham yang ditanamkan-Nya ke dalam naluri burung hud-hud itu. Ia sanggup pergi dan terbang mengarungi daerah yang terletak antara negeri Palestina dan Yaman sekarang, suatu jarak yang cukup jauh, mengarungi daerah padang pasir yang sangat panas. Ia mengetahui dan mengerti keadaan negeri Saba' yang juga harus diketahui oleh Nabi Sulaiman yang bertugas sebagai seorang kepala negara dan sekaligus rasul Allah. Ia sanggup pula menyampaikan berita itu dan memberikan pengertian yang baik, sehingga Nabi Sulaiman langsung menanggapi berita yang dibawa burung hud-hud itu.\n\nNabi Sulaiman adalah seorang nabi dan rasul. Ia juga seorang raja yang bijaksana, yang mempunyai kekuasaan yang besar dan kekayaan yang melimpah. Ia mempunyai pengetahuan yang banyak di samping pengetahuan-pengetahuan lain yang mungkin hanya diberikan Allah kepadanya. Sedang burung hud-hud hanyalah seekor burung yang tidak mempunyai arti sama sekali, bila dibanding dengan apa yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman. Sekalipun demikian, burung hud-hud memiliki pengetahuan yang belum diketahui oleh Nabi Sulaiman. Pengetahuan itu sangat dibutuhkan Nabi Sulaiman dalam melaksanakan tugasnya sebagai raja, terutama dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang nabi dan rasul Allah. Dalam menghadapi burung hud-hud sebagai sumber dan pembawa berita penting, Nabi Sulaiman mampu bersikap wajar, sebagai seorang hamba Allah.\n\nKisah Nabi Sulaiman dan burung hud-hud ini hendaknya menjadi tamsil dan ibarat bagi manusia, terutama bagi orang-orang yang telah mengaku dirinya beriman kepada Allah. Seseorang hendaknya jangan merasa sombong dan takabur karena pengetahuan, kekuasaan, dan kekayaan yang telah diberikan Allah kepadanya. Semua yang diberikan itu walau berapa pun banyaknya menurut dugaannya, namun yang diperoleh itu hanyalah sedikit sekali bila dibanding dengan pengetahuan, kekuasaan, dan kekayaan Allah. Oleh karena itu, jangan sekali-kali menganggap rendah, enteng, dan hina sesuatu atau seseorang. Mungkin Allah telah memberikan kepada seseorang yang dianggap hina dan rendah itu, apa yang tidak dipunyai oleh orang lain, yang mungkin diperlukan untuk suatu kepentingan, sebagaimana yang telah dianugerahkan-Nya kepada burung hud-hud. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan memuliakan manusia. Oleh karena itu, hendaklah manusia hidup berkasih-kasihan, tolong-menolong, dan hormat-menghormati antara sesama manusia. Tirulah sikap Nabi Sulaiman kepada burung hud-hud, yang selalu mengasihi dan menghormatinya, meskipun hanya seekor burung." } } }, { "number": { "inQuran": 3182, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innee wajattum ra atan tamlikuhum wa ootiyat min kulli shai'inw wa lahaa 'arshun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, I found [there] a woman ruling them, and she has been given of all things, and she has a great throne.", "id": "Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3182", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3182.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3182.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Burung Hudhud mulai bercerita. \"Sungguh, kudapati ada seorang perempuan berkedudukan sebagai ratu yang memerintah mereka yaitu penduduk negeri Saba’ di Yaman, dan dia dianugerahi segala sesuatu apa yang dibutuhkannya berupa kekayaan, peralatan, persenjataan, dan lainnya, sesuai dengan kedudukannya sebagai pemimpin satu negeri, serta memiliki singgasana yang besar yang tidak ada tandingannya pada saat itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa burung hud-hud menyampaikan kepada Nabi Sulaiman berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya selama dalam perjalanan ke negeri Saba'. Sebuah negeri yang besar dan kaya raya serta diperintah oleh seorang ratu yang cantik dan mempunyai singgasana yang besar lagi indah.\n\nDalam ayat ini dipahami bahwa ada tiga hal mengenai negeri Saba' yang disampaikan oleh burung hud-hud kepada Nabi Sulaiman:\n\n1. Negeri Saba' itu diperintah oleh seorang ratu yang cantik, dan memerintah negerinya dengan baik dan bijaksana.\n\n2. Ratu itu memerintah dengan tegas dan bijaksana karena dilengkapi dengan segala sesuatu yang diperlukan dalam pemerintahan, seperti harta dan kekayaan, tentara yang kuat, dan sebagainya.\n\n3. Ratu mempunyai singgasana yang indah lagi besar, yang menunjukkan kebesaran dan pengaruh kekuasaannya, baik terhadap rakyat maupun terhadap negeri-negeri yang berada di sekitarnya.\n\nMenurut sejarah, Saba' adalah ibu kota kerajaan Saba' atau Sabaiyah. Kerajaan Saba' atau Sabaiyah ini didirikan oleh Saba' bin Yasyjub bin Ya'rub bin Qahthan yang menjadi cikal-bakal penduduk Yaman kurang lebih tahun 955 Sebelum Masehi di Yaman. Nama kota Saba' terambil dari nama Saba' bin Yasyjub, begitu juga nama kerajaan Saba' atau Sabaiyah. \n\nKaum Saba' termasyhur di dalam sejarah sebagai orang-orang yang bergerak dalam bidang perniagaan. Jalan-jalan perniagaan laut dan darat bertemu di negeri Yaman itu. Barang perniagaan itu dibawa dari timur jauh (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) ke Eropa melalui Persia, Yaman, Suriah, dan Mesir. Dengan demikian, daerah Yaman merupakan sebuah mata rantai perniagaan yang menghubungkan kawasan timur dengan kawasan barat. Kaum Saba' memegang peranan yang besar dalam melancarkan perniagaan itu. Negeri Yaman mempunyai armada laut dan kafilah-kafilah darat untuk mengangkut perniagaan itu, sedang kota Ma'rib pada waktu itu merupakan kota internasional. Barang-barang yang diperniagakan ialah hasil bumi dan barang-barang dari Timur Jauh, ditambah dengan hasil bumi negeri Yaman yang melimpah ruah, karena memang daerah Yaman adalah daerah yang amat makmur. Pada waktu kembali dari Eropa, Mesir, dan Suriah, saudagar-saudagar itu membawa tekstil ke Timur.\n\nKemakmuran negeri Yaman disebabkan adanya bendungan-bendungan air yang dibangun oleh raja-raja Sabaiyah. Di antaranya sebuah bendungan raksasa di kota Ma'rib yang dikenal dengan bendungan Ma'rib. Dengan adanya bendungan Ma'rib ini, kaum Saba dapat mengadakan irigasi yang teratur, sehingga daerah Yaman menjadi subur, dan mengeluarkan hasil yang melimpah. Al-Qur'an sendiri menyebutkan bahwa kesuburan negeri Yaman itu adalah salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah.\n\nAdapun wanita atau ratu yang memerintah kaum Saba' yang disebutkan dalam ayat itu menurut budaya Arab disebut Balqis. Masa pemerintahannya semasa dengan pemerintahan Nabi Sulaiman. Ia adalah putri dari Syurahil yang juga berasal dari keturunan Ya'rub bin Qahthan. Sekalipun Balqis adalah seorang wanita, namun ia sanggup membawa rakyat Saba' kepada kemakmuran dan ketenteraman. Ia adalah seorang yang dicintai oleh rakyatnya. Dalam sejarah dikenal dengan sebutan Malikatus Saba' (Ratu Saba', The Queen of Sheba).\n\nKejayaan kerajaan Saba' bertahan cukup lama. Kemudian mereka berpaling dari seruan Tuhan dan mendustakan para rasul dan tidak mensyukuri nikmat-Nya, bahkan tenggelam dalam segala macam kenikmatan dan kemewahan hidup. Oleh karena itu, Tuhan menghancurkan mereka dengan air bah yang amat besar akibat runtuhnya Saddu (Bendungan) Ma'rib yang tadinya menjadi sumber kemakmuran negeri mereka. Dengan runtuhnya Bendungan Ma'rib ini dan terjadinya air bah yang amat besar itu, maka hancurlah kota Ma'rib, dan robohlah kerajaan Sabaiyah. (Lihat Surah Saba'/34: 15-17)." } } }, { "number": { "inQuran": 3183, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wajattuhaa wa qawmahaa yasjudoona lishshamsi min doonil laahi wa zaiyana lahumush Shaitaanu a'maalahum fasaddahum 'anis sabeeli fahum laa yahtadoon" } }, "translation": { "en": "I found her and her people prostrating to the sun instead of Allah, and Satan has made their deeds pleasing to them and averted them from [His] way, so they are not guided,", "id": "Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3183", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3183.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3183.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Burung Hudhud terus bercerita. \"Aku dapati dia, ratu itu, dan kaumnya menyembah sesuatu yang mereka anggap luar biasa yaitu matahari, bukan menyembah kepada Allah Yang satu; dan setan yang telah bersumpah di hadapan Allah untuk terus mempedaya anak cucu Adam sampai hari Kiamat, telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka, seperti kemusyrikan, kekafiran dan kemaksiatan lainnya, sehingga setan mampu memperdayai dan menghalangi mereka dari jalan Allah, dengan tipu muslihatnya yang sangat halus. Maka, karena mereka memilih berpihak kepada setan, mereka tidak mendapat petunjuk.\"", "long": "Burung hud-hud menerangkan kepada Nabi Sulaiman tentang agama yang dianut oleh kaum Saba'. Dalam penyampaian berita itu, tampak burung hud-hud telah membandingkan agama dan perbuatan-perbuatan penduduk negeri Saba' itu, dengan kepercayaan dan agama yang diyakininya sebagai agama yang benar.\n\nHud-hud mengatakan bahwa dia mendapati raja putri itu bersama kaumnya menyembah matahari sebagai tuhan, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan maksiat yang bertentangan dengan agama yang benar. Mereka melakukan yang demikian itu karena setan telah berhasil memperdaya mereka. Setan telah menjadikan pikiran dan pandangan mereka terhadap perbuatan buruk yang dilarang Allah sebagai hal yang baik dan indah. Mereka tidak lagi mengikuti ajaran-ajaran dan agama yang dibawa para rasul dahulu. Mereka tidak lagi sujud kepada Allah, tetapi kepada matahari. Oleh karena itu, mereka tidak mendapat petunjuk." } } }, { "number": { "inQuran": 3184, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0652\u0621\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaa yasjudoo lillaahil lazee yukhrijul khab'a fis samaawaati wal ardi wa ya'lamu maa tukhfoona wa maa tu'linoon" } }, "translation": { "en": "[And] so they do not prostrate to Allah, who brings forth what is hidden within the heavens and the earth and knows what you conceal and what you declare -", "id": "mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3184", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3184.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3184.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Mereka juga tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit seperti air hujan dan di bumi seperi menumbuhkan tanam-tanaman, dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dalam hatimu dan yang kamu nyatakan dengan perkataanmu.", "long": "Setan telah dapat memalingkan mereka dari keyakinan akan kekuasaan dan keesaan Allah, sehingga mereka tidak menyembah kepada-Nya. Mereka tidak lagi mempercayai bahwa Allah mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan di bumi, Dialah Allah yang menciptakan segala sesuatu, seperti tumbuh-tumbuhan dan barang-barang logam yang tersembunyi di dalam bumi dan di dalam laut." } } }, { "number": { "inQuran": 3185, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 151, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650 \u06e9", "transliteration": { "en": "Allaahu laaa ilaaha illaa Huwa Rabbul 'Arshil Azeem" } }, "translation": { "en": "Allah - there is no deity except Him, Lord of the Great Throne.\"", "id": "Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang agung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3185", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3185.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3185.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dialah Allah, tidak ada tuhan yang wajib dan patut disembah melainkan Dia. Dialah Tuhan yang mempunyai ‘Arsy dan bersemayam di atas singgasana-Nya yang agung.”", "long": "Selanjutnya hud-hud mengatakan bahwa sebenarnya Allah-lah yang berhak disembah. Dialah yang mempunyai 'Arasy yang besar, mempunyai kekuasaan yang mutlak, dan tak ada sesuatu pun yang dapat mengatasinya.\n\nNabi Sulaiman heran dan tercengang mendengar keterangan dan tanggapan burung hud-hud itu. Kenapa burung itu sanggup dalam waktu yang singkat mengetahui keadaan negeri Saba', tata cara pemerintahannya, kekayaan dan pengaruhnya, dan mengetahui pula agama yang mereka anut. Burung hud-hud juga tahu dan meyakini kekuasaan dan keesaan Allah, mengakui bahwa tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah semata, tidak ada yang lain. Ia juga mengetahui bahwa menyembah matahari adalah kepercayaan yang batil, dan mengetahui pula bentuk perbuatan yang baik dan tidak baik menurut agama. Dari ayat ini dipahami bahwa berdasar pengetahuan dan pengalamannya di negeri Saba', seakan-akan burung hud-hud itu menganjurkan kepada Nabi Sulaiman agar beliau segera menyeru Ratu Balqis dan rakyatnya untuk beriman kepada Allah dan mengikuti seruan Nabi Sulaiman." } } }, { "number": { "inQuran": 3186, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f \u0623\u064e\u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala sananzuru asadaqta am kunta minal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "[Solomon] said, \"We will see whether you were truthful or were of the liars.", "id": "Dia (Sulaiman) berkata, “Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3186", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3186.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3186.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar laporan dari burung Hudhud, Nabi Sulaiman berkata dengan nada memperingatkan, “Akan kami lihat, apa kamu benar terhadap apa yang engkau katakan, atau termasuk yang berdusta.\"", "long": "Mendengar keterangan burung hud-hud yang jelas dan meyakinkan itu, maka Nabi Sulaiman menangguhkan hukuman yang telah diancamkan kepada burung itu. Nabi Sulaiman kemudian berkata, \"Hai burung hud-hud, kami telah mendengar semua keteranganmu dan memperhatikannya. Namun demikian, kami tetap akan menguji kamu, apakah keterangan yang kamu berikan itu benar atau dusta?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3187, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628 \u0628\u0651\u0650\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u0647\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Izhab bikitaabee haaza fa alqih ilaihim summma tawalla 'anhum fanzur maazaa yarji'oon" } }, "translation": { "en": "Take this letter of mine and deliver it to them. Then leave them and see what [answer] they will return.\"", "id": "Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3187", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3187.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3187.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk melacak kebenaran pengakuan burung Hudhud, Nabi Sulaiman memerintahkannya untuk pergi ke negeri Saba’ dan berkata, \"Pergilah engkau ke negeri ratu itu, dengan membawa suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, Ratu Balqis dan pembesarnya, kemudian berpalinglah dan menghindarlah dari mereka, lalu perhatikanlah reaksi mereka terhadap isi surat itu dan perhatikan apa yang mereka bicarakan.”", "long": "Untuk menguji kebenaran burung hud-hud itu, Nabi Sulaiman memerintahkannya untuk menyampaikan surat kepada Ratu Balqis. Ia juga diperintahkan untuk memperhatikan bagaimana reaksi dan sikap Ratu Balqis membaca surat yang dibawanya.\n\nHud-hud pun membawa surat Nabi Sulaiman itu. Setelah ia melemparkan surat itu kepada Ratu Balqis, lalu ia bersembunyi dan memperhatikan sikap Ratu Balqis terhadap isi surat itu, sesuai dengan yang diperintahkan Sulaiman." } } }, { "number": { "inQuran": 3188, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaalat yaaa aiyuhal mala'u innee ulqiya ilaiya kitaabun kareem" } }, "translation": { "en": "She said, \"O eminent ones, indeed, to me has been delivered a noble letter.", "id": "Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3188", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3188.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3188.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah surat Nabi Sulaiman sampai ke tangan Ratu Balqis dan ia memahami isi surat tersebut, dia, ratu itu, berkata kepada para pembesar kerajaan, “Wahai para pembesar! Ada berita amat penting yang perlu kamu ketahui, sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia karena mengandung ungkapan yang beretika, bijak, dan mengandung banyak hikmah.\"", "long": "Setelah Ratu Balqis membaca surat Nabi Sulaiman yang disampaikan burung hud-hud itu, ia pun mengumpulkan pemuka-pemuka kaumnya dan mengadakan persidangan. Dalam persidangan itu, Ratu Balqis menyampaikan isi surat tersebut dan meminta pertimbangan kepada yang hadir, \"Wahai pemimpin kaumku, aku telah menerima surat yang mulia dan berarti dikirimkan oleh seseorang yang mulia pula.\"\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa Ratu Balqis merundingkan dan memusyawarahkan isi surat Sulaiman dengan pemuka-pemuka kaumnya. Sekalipun yang melakukan permusyawaratan itu adalah Ratu Balqis dan pemuka-pemuka kaumnya yang belum beriman, tetapi tindakan Ratu Balqis itu disebut Allah dalam firman-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip musyawarah itu adalah prinsip yang diajarkan Allah kepada manusia dalam menghadapi persoalan-persoalan yang mereka alami dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, siapa pun yang melakukannya, maka tindakan itu adalah tindakan yang dipuji Allah.\n\nDalam ayat ini disebutkan bahwa surat Sulaiman yang dikirimkan kepada Ratu Balqis itu disebut kitabun karim (surat yang mulia). Hal ini menunjukkan bahwa surat Nabi Sulaiman itu adalah surat yang mulia dan berharga karena:\n\n1. Surat itu ditulis dalam bahasa yang baik dan memakai stempel sebagai tanda surat resmi.\n\n2. Surat itu berasal dari Sulaiman, sebagai seorang raja sekaligus nabi.\n\n3. Surat tersebut dimulai dengan Bismillahir Rahmanir Rahim.\n\nMenurut suatu riwayat, surat Sulaiman tersebut merupakan surat yang pertama kali dimulai dengan basmalah. Cara membuat surat seperti yang dilakukan Nabi Sulaiman ini adalah cara yang baik untuk dicontoh oleh setiap kaum Muslimin ketika membuat surat.\n\nAda beberapa hal yang terjadi berkat keistimewaan surat Sulaiman, di antaranya ialah:\n\n1. Surat itu disampaikan burung hud-hud dalam waktu yang singkat kepada Ratu Saba'.\n\n2. Kemampuan burung hud-hud menerima pesan dan menangkap pembicaraan dalam perundingan Ratu Saba' dengan pembesar-pembesarnya.\n\n3. Surat itu dapat pula dimengerti dan dipahami oleh penduduk negeri Saba'.\n\n4. Para utusan pemuka kaum Saba' dapat menyatakan pendapat mereka dengan bebas. Tidak ada sesuatu pun yang menghalangi mereka mengemukakan pendapat masing-masing. Dengan demikian, hasil perundingan itu adalah hasil yang sesuai dengan pikiran dan pendapat rakyat negeri Saba'." } } }, { "number": { "inQuran": 3189, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Innahoo min Sulaimaana wa innahoo bismil laahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is from Solomon, and indeed, it reads: 'In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful,", "id": "Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3189", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3189.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3189.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ratu melanjutkan perkataannya, \"Sesungguhnya surat itu dari seorang yang bernama Sulaiman yang isinya, 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.'", "long": "Setelah Ratu Balqis membaca surat Nabi Sulaiman yang disampaikan burung hud-hud itu, ia pun mengumpulkan pemuka-pemuka kaumnya dan mengadakan persidangan. Dalam persidangan itu, Ratu Balqis menyampaikan isi surat tersebut dan meminta pertimbangan kepada yang hadir, \"Wahai pemimpin kaumku, aku telah menerima surat yang mulia dan berarti dikirimkan oleh seseorang yang mulia pula.\"\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa Ratu Balqis merundingkan dan memusyawarahkan isi surat Sulaiman dengan pemuka-pemuka kaumnya. Sekalipun yang melakukan permusyawaratan itu adalah Ratu Balqis dan pemuka-pemuka kaumnya yang belum beriman, tetapi tindakan Ratu Balqis itu disebut Allah dalam firman-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip musyawarah itu adalah prinsip yang diajarkan Allah kepada manusia dalam menghadapi persoalan-persoalan yang mereka alami dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, siapa pun yang melakukannya, maka tindakan itu adalah tindakan yang dipuji Allah.\n\nDalam ayat ini disebutkan bahwa surat Sulaiman yang dikirimkan kepada Ratu Balqis itu disebut kitabun karim (surat yang mulia). Hal ini menunjukkan bahwa surat Nabi Sulaiman itu adalah surat yang mulia dan berharga karena:\n\n1. Surat itu ditulis dalam bahasa yang baik dan memakai stempel sebagai tanda surat resmi.\n\n2. Surat itu berasal dari Sulaiman, sebagai seorang raja sekaligus nabi.\n\n3. Surat tersebut dimulai dengan Bismillahir Rahmanir Rahim.\n\nMenurut suatu riwayat, surat Sulaiman tersebut merupakan surat yang pertama kali dimulai dengan basmalah. Cara membuat surat seperti yang dilakukan Nabi Sulaiman ini adalah cara yang baik untuk dicontoh oleh setiap kaum Muslimin ketika membuat surat.\n\nAda beberapa hal yang terjadi berkat keistimewaan surat Sulaiman, di antaranya ialah:\n\n1. Surat itu disampaikan burung hud-hud dalam waktu yang singkat kepada Ratu Saba'.\n\n2. Kemampuan burung hud-hud menerima pesan dan menangkap pembicaraan dalam perundingan Ratu Saba' dengan pembesar-pembesarnya.\n\n3. Surat itu dapat pula dimengerti dan dipahami oleh penduduk negeri Saba'.\n\n4. Para utusan pemuka kaum Saba' dapat menyatakan pendapat mereka dengan bebas. Tidak ada sesuatu pun yang menghalangi mereka mengemukakan pendapat masing-masing. Dengan demikian, hasil perundingan itu adalah hasil yang sesuai dengan pikiran dan pendapat rakyat negeri Saba'." } } }, { "number": { "inQuran": 3190, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 328, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaa ta'loo 'alaiya waa toonee muslimeen" } }, "translation": { "en": "Be not haughty with me but come to me in submission [as Muslims].' \"", "id": "janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3190", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3190.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3190.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Sulaiman meingingatkan kepada Balqis, 'Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku sebagaimana yang dilakukan oleh para penguasa lain, dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri dengan tidak memperlihatkan perlawanan.'", "long": "Ayat ini menerangkan isi surat Nabi Sulaiman, yaitu agar Ratu Saba' dan kaumnya tidak bersikap sombong dan angkuh. Nabi Sulaiman mengharap agar mereka datang kepadanya dalam keadaan tunduk dan menyerah diri kepada Allah yang Asma-Nya telah dijadikan pembuka kata dalam suratnya. Jangan mereka sekali-kali menentang agama Allah itu. Dari surat Sulaiman itu dipahami bahwa hanya itulah yang diminta oleh Sulaiman, yaitu agar mereka segera beriman kepada Allah, dan ia tidak menuntut sesuatu yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3191, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0623\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0642\u064e\u0627\u0637\u0650\u0639\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaalat yaaa aiyuhal mala'u aftoonee fee amree maa kuntu qaati'atan amran hattaa tashhhaddon" } }, "translation": { "en": "She said, \"O eminent ones, advise me in my affair. I would not decide a matter until you witness [for] me.\"", "id": "Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3191", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3191.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3191.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dari kalian dalam perkaraku ini mengingat hal ini adalah perkara yang sangat penting dan serius. Apa yang harus aku perbuat? Walaupun aku sebagai pemimpin tunggal bagi kalian, aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis-ku untuk bermusyawarah bagaimana sebaiknya menyikapi surat Sulaiman ini.\"", "long": "Ayat ini menerangkan tentang pelaksanaan prinsip-prinsip musyawarah di negeri Saba'. Sekalipun Ratu Balqis telah mempunyai pendapat sendiri dalam menanggapi isi surat Sulaiman, tetapi ia masih memusyawarahkannya dengan para pembesarnya. Ia berkata kepada mereka, \"Wahai para pemimpin rakyatku yang bijaksana, kemukakanlah pendapat dan tanggapan kalian terhadap isi surat Sulaiman yang telah disampaikannya kepadaku. Aku tak akan melaksanakan suatu keputusan, kecuali yang telah kita sepakati bersama.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3192, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064d \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo nahnu uloo quwwatinw wa uloo baasin shadeed; wal amru ilaiki fanzuree maazaa taamureen" } }, "translation": { "en": "They said, \"We are men of strength and of great military might, but the command is yours, so see what you will command.\"", "id": "Mereka menjawab, “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3192", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3192.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3192.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar permintaan Ratu Balqis, mereka, para pemuka itu menjawab sebagai bentuk loyalitas mereka yang tinggi terhadap Sang Ratu, “Baginda Ratu! “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa untuk berperang. Tetapi meskipun demikian, keputusan terakhir berada di tanganmu, wahai paduka yang mulia! Maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.” kami akan turuti apa yang engkau perintahkan kepada kami.\"", "long": "Mendengar perkataan Ratu Balqis, di antara pembesar kerajaan Saba' ada yang merasa tersinggung dengan isi surat Sulaiman. Mereka merasa dihina oleh isi surat itu, seakan-akan mereka diperintahkan oleh Sulaiman tunduk dan patuh kepadanya. Padahal mereka adalah orang-orang yang terpandang, berilmu pengetahuan, dan disegani oleh negeri-negeri tetangga. Mereka berkata, \"Wahai ratu kami, kami yang hadir ini, semuanya adalah orang-orang yang terpandang, mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam peperangan, serta mempunyai perlengkapan yang cukup memadai. Namun demikian, segala keputusan kami serahkan kepadamu. Kami telah siap melakukan semua yang engkau perintahkan. Pikirkanlah dengan sebaik-baiknya keputusan yang akan engkau ambil.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3193, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u064f\u0648\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u062f\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalat innal mulooka izaa dakhaloo qaryatan afsadoohaa wa ja'alooo a'izzata ahlihaaa azillah; wa kazaalika yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "She said, \"Indeed kings - when they enter a city, they ruin it and render the honored of its people humbled. And thus do they do.", "id": "Dia (Balqis) berkata, “Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3193", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3193.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3193.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai pemimpin yang bijak, Ratu Balqis memilih jalan damai daripada berperang sebagaimana yang ditawarkan oleh pembesar kaumnya. Lalu ratu Balqis berkata, \"Sepengetahuanku sesungguhnya raja-raja dan penguasa negeri apabila menaklukkan suatu negeri, di mana pun juga mereka tentu akan membinasakannya, dengan memporak porakandakannya dan menjadikan penduduknya yang mulia yaitu pemuka-pemuka mereka jadi hina, agar tidak ada lagi kekuatan yang dominan; dan demikian yang akan mereka perbuat.\"", "long": "Ayat ini menerangkan kebijaksanaan Ratu Balqis dalam menghadapi sikap kaumnya terhadap isi surat Sulaiman. Ia tidak terpengaruh sikap sombong dan merasa diri kuat sebagaimana yang tercermin dari ucapan-ucapan para petinggi kerajaannya. Ratu Balqis berkata, \"Wahai kaumku, ini adalah surat dari seorang raja. Jika kita menentang dan memeranginya, mungkin kita menang dan mungkin pula kita kalah. Seandainya kita kalah, maka raja dan tentaranya itu akan merusak negeri kita, membinasakan dan menghancurkan semua yang telah kita bangun selama ini. Pada umumnya sikap dan tabiat raja-raja terhadap musuhnya sama, suka menindas dan membunuh secara kejam musuh-musuh yang dikalahkannya, serta merusak kota-kota dan menghina pembesar-pembesar negeri yang telah ditaklukkannya.\"\n\nRatu Balqis melanjutkan pembicaraannya, \"Untuk menghindarkan semua kejadian yang tidak diinginkan itu, aku mempunyai pikiran yang jika dilaksanakan akan membawa keuntungan bagi kita semua. Caranya ialah kita berusaha melunakkan hati Sulaiman dengan mengirimkan hadiah-hadiah kepadanya. Hadiah itu akan diantarkan oleh orang-orang yang berilmu pengetahuan. Dengan demikian, kita dapat mengetahui dengan pasti keadaan mereka dengan perantaraan utusan-utusan kita itu. Setelah itu, kita tetapkan bersama tindakan yang tepat yang akan kita laksanakan dalam menghadapi Sulaiman.\" Para pembesar negeri Saba' menyetujui pendapat yang dikemukakan oleh ratu mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3194, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 19, "page": 379, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u062f\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0646\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innee mursilatun ilaihim bihadiyyatin fanaaziratum bima yarji'ul mursaloon" } }, "translation": { "en": "But indeed, I will send to them a gift and see with what [reply] the messengers will return.\"", "id": "Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3194", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3194.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3194.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ratu Balqis kemudian mengemukakan gagasannya di hadapan pembesar-pembesar kerajaannya. Ratu mengatakan: \"Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka, Nabi Sulaiman dan pengawal kerajaannya, dengan membawa hadiah yang banyak, sangat berharga dan bernilai, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu, bagaimana sikap raja Sulaiman terhadap kebijakanku ini?\"", "long": "Ayat ini menerangkan kebijaksanaan Ratu Balqis dalam menghadapi sikap kaumnya terhadap isi surat Sulaiman. Ia tidak terpengaruh sikap sombong dan merasa diri kuat sebagaimana yang tercermin dari ucapan-ucapan para petinggi kerajaannya. Ratu Balqis berkata, \"Wahai kaumku, ini adalah surat dari seorang raja. Jika kita menentang dan memeranginya, mungkin kita menang dan mungkin pula kita kalah. Seandainya kita kalah, maka raja dan tentaranya itu akan merusak negeri kita, membinasakan dan menghancurkan semua yang telah kita bangun selama ini. Pada umumnya sikap dan tabiat raja-raja terhadap musuhnya sama, suka menindas dan membunuh secara kejam musuh-musuh yang dikalahkannya, serta merusak kota-kota dan menghina pembesar-pembesar negeri yang telah ditaklukkannya.\"\n\nRatu Balqis melanjutkan pembicaraannya, \"Untuk menghindarkan semua kejadian yang tidak diinginkan itu, aku mempunyai pikiran yang jika dilaksanakan akan membawa keuntungan bagi kita semua. Caranya ialah kita berusaha melunakkan hati Sulaiman dengan mengirimkan hadiah-hadiah kepadanya. Hadiah itu akan diantarkan oleh orang-orang yang berilmu pengetahuan. Dengan demikian, kita dapat mengetahui dengan pasti keadaan mereka dengan perantaraan utusan-utusan kita itu. Setelah itu, kita tetapkan bersama tindakan yang tepat yang akan kita laksanakan dalam menghadapi Sulaiman.\" Para pembesar negeri Saba' menyetujui pendapat yang dikemukakan oleh ratu mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3195, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062a\u064f\u0645\u0650\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u062f\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'a Sulaimaana qaala atumiddoonani bimaalin famaaa aataakum bal antum bihadiy yatikum tafrahoon" } }, "translation": { "en": "So when they came to Solomon, he said, \"Do you provide me with wealth? But what Allah has given me is better than what He has given you. Rather, it is you who rejoice in your gift.", "id": "Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, “Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3195", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3195.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3195.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesuai dengan arahan Ratu Balqis, berangkatlah utusan ratu dari negeri Saba’ di Yaman menuju Palestina tempat kediaman Nabi Sulaiman dengan membawa hadiah-hadiah itu. Maka ketika para utusan itu sampai kepada Nabi Sulaiman dan mengemukakan maksud kedatangannya dan menyampaikan hadiah dari Ratu Balqis, dia, Sulaiman, sama sekali tidak tertarik untuk melihat hadiah-hadiah itu, bahkan berkata kepada para utusan itu, “Apakah kamu akan memberi harta kepadaku. Dan kamu masih tetap dalam kesyirikan dan kekafiranmu? Tak mungkin hal itu terjadi. Ketahuilah oleh kalian bahwa apa yang Allah berikan kepadaku berupa kenabian, kerajaan, harta benda, dan bala tentara itu jauh lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu yang berupa perhiasan dunia semata. Akan tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Aku tidak butuh terhadap hadiah-hadiah itu. kembalikanlah hadiah-hadiah itu kepada orang yang mengutusmu.", "long": "Maka berangkatlah rombongan utusan Ratu Balqis menghadap Sulaiman dengan membawa hadiah-hadiah yang tidak ternilai harganya. Setelah para utusan itu menghadap Sulaiman maka ia berkata kepada mereka, \"Hai para utusan Ratu Balqis, apakah kamu bermaksud memberikan harta-hartamu kepadaku. Aku tidak akan mencari dan meminta kesenangan dan kekayaan duniawi. Aku hanya menginginkan kamu semua beserta rakyatmu mengikuti agamaku dam menyembah Allah semata, Tuhan Yang Maha Esa, tidak menyembah matahari, sebagaimana yang kamu lakukan. Allah telah menganugerahkan kepadaku nikmat-nikmat yang tak terhingga banyaknya seperti nikmat kenabian, ilmu pengetahuan, dan kerajaan yang besar. Karena nikmat itu aku dapat menguasai jin, berbicara dengan binatang-binatang, menguasai angin dan banyak lagi pengetahuan yang telah dianugerahkan Allah kepadaku. Jika aku bandingkan nikmat yang aku peroleh dengan nikmat yang kamu peroleh, maka nikmat yang kamu peroleh itu tidak ada artinya bagiku sedikit pun. Karena kamu tidak mengetahui agama Allah, maka kamu anggap bahwa harta yang banyak dan kesenangan duniawi itu dapat memuaskan hatimu. Bagiku harta itu tidak ada artinya dan tidak akan memuaskan hatiku. Kesenangan dan kebahagiaan yang aku cari ialah kesenangan dan kebahagiaan yang abadi, sesuai dengan yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang saleh.\" \n\nSelanjutnya Sulaiman menyatakan kepada para utusan Ratu Balqis, \"Jika kamu sekalian tidak memenuhi seruanku, maka kembalilah kamu kepada kaummu. Kami akan datang membawa pasukan tentara yang lengkap yang terdiri atas manusia, jin, dan binatang-binatang yang kamu tidak akan sanggup melawannya. Kami akan mengusir setiap orang yang menghalangi tentaraku dari negeri dan kampung halaman mereka, dan mereka akan dijadikan orang-orang yang hina, sebagai tawanan atau dijadikan budak.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3196, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u0650\u0628\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u063a\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Irji' ilaihim falanaatiyan nahum bijunoodil laa qibala lahum bihaa wa lanukhri jannahum minhaaa azillatanw wa hum saaghiroon" } }, "translation": { "en": "Return to them, for we will surely come to them with soldiers that they will be powerless to encounter, and we will surely expel them therefrom in humiliation, and they will be debased.\"", "id": "Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba') secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3196", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3196.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3196.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Sulaiman memerintahkan utusan itu untuk kembali dan berkata, \"Kembalilah kamu sekalian kepada mereka, yakni Ratu Balqis dan pengikutnya! Lalu katakanlah kepada mereka bahwa sungguh, kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawan, dan tidak mungkin menandingi-nya karena bala tentara kami bukan saja dari kalangan manusia, tapi juga dari kalangan Jin. Dan dengan pasti, akan kami usir mereka dari negeri itu Saba’ secara terhina dan mereka akan menjadi tawanan yang hina dina.” Itulah balasan dari orang yang membangkang terhadapku.\"", "long": "Maka berangkatlah rombongan utusan Ratu Balqis menghadap Sulaiman dengan membawa hadiah-hadiah yang tidak ternilai harganya. Setelah para utusan itu menghadap Sulaiman maka ia berkata kepada mereka, \"Hai para utusan Ratu Balqis, apakah kamu bermaksud memberikan harta-hartamu kepadaku. Aku tidak akan mencari dan meminta kesenangan dan kekayaan duniawi. Aku hanya menginginkan kamu semua beserta rakyatmu mengikuti agamaku dam menyembah Allah semata, Tuhan Yang Maha Esa, tidak menyembah matahari, sebagaimana yang kamu lakukan. Allah telah menganugerahkan kepadaku nikmat-nikmat yang tak terhingga banyaknya seperti nikmat kenabian, ilmu pengetahuan, dan kerajaan yang besar. Karena nikmat itu aku dapat menguasai jin, berbicara dengan binatang-binatang, menguasai angin dan banyak lagi pengetahuan yang telah dianugerahkan Allah kepadaku. Jika aku bandingkan nikmat yang aku peroleh dengan nikmat yang kamu peroleh, maka nikmat yang kamu peroleh itu tidak ada artinya bagiku sedikit pun. Karena kamu tidak mengetahui agama Allah, maka kamu anggap bahwa harta yang banyak dan kesenangan duniawi itu dapat memuaskan hatimu. Bagiku harta itu tidak ada artinya dan tidak akan memuaskan hatiku. Kesenangan dan kebahagiaan yang aku cari ialah kesenangan dan kebahagiaan yang abadi, sesuai dengan yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang saleh.\" \n\nSelanjutnya Sulaiman menyatakan kepada para utusan Ratu Balqis, \"Jika kamu sekalian tidak memenuhi seruanku, maka kembalilah kamu kepada kaummu. Kami akan datang membawa pasukan tentara yang lengkap yang terdiri atas manusia, jin, dan binatang-binatang yang kamu tidak akan sanggup melawannya. Kami akan mengusir setiap orang yang menghalangi tentaraku dari negeri dan kampung halaman mereka, dan mereka akan dijadikan orang-orang yang hina, sebagai tawanan atau dijadikan budak.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3197, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaaa aiyuhal mala'u aiyukum yaateenee bi'arshihaa qabla ai yaatoonee muslimeen" } }, "translation": { "en": "[Solomon] said, \"O assembly [of jinn], which of you will bring me her throne before they come to me in submission?\"", "id": "Dia (Sulaiman) berkata, “Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3197", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3197.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3197.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat kesungguhan Nabi Sulaiman yang akan menyerang kerajaannya, akhirnya Ratu Balqis menuruti apa yang diperintahkan oleh Sulaiman. Berangkatlah sang ratu dan pengikutnya dari Yaman menuju Palestina. Namun sebelum Ratu Balqis sampai di Palestina, Nabi Sulaiman, mengadakan sayembara terlebih dahulu. Dia Sulaiman berkata, “Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?” Nabi Sulaiman mendengar akan kemewahan singgasana Ratu Balqis. Dan Balqis sangat bangga dengan singgasananya itu. Dia ingin melakukan kejutan terhadap Ratu Balqis, sebagai bagian dari taktik pamer kekuatan sebagai bukti akan kekuasaannya yang jauh lebih besar dari kekuasaan Ratu Balqis.", "long": "Setelah para utusan itu kembali ke negerinya, mereka menyampaikan kepada Ratu Balqis apa yang dimaksud oleh Nabi Sulaiman dengan suratnya. Sulaiman meminta mereka agar menyambut seruannya untuk beriman kepada Allah. Mereka juga menyampaikan keadaan masyarakat yang dipimpin oleh Sulaiman, serta keadaan bala tentara dan kekayaannya. Oleh karena itu, Ratu Balqis mengambil keputusan untuk pergi sendiri ke Yerusalem menemui Sulaiman dengan membawa hadiah yang lebih bernilai. \n\nSetelah Sulaiman mengetahui bahwa Ratu Balqis akan berkunjung ke negerinya, maka ia membuat sebuah istana yang besar dan megah yang lantainya terbuat dari kaca. Dengan membuat istana yang demikian, ia ingin memperlihatkan kepada Ratu Balqis sesuatu yang belum pernah dilihatnya. \n\nUntuk menyambut kedatangan Ratu Balqis, Sulaiman ingin memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, dan kekuasaan yang telah dilimpahkan-Nya, agar Ratu Balqis dan kaumnya beriman kepada Allah. Beliau bermaksud membawa singgasana Ratu Balqis yang ada di negerinya ke Yerusalem dalam waktu yang singkat dan akan dijadikan tempat duduk Ratu Balqis di istananya yang baru dibuatnya pada waktu kedatangan Ratu Saba' itu.\n\nSulaiman mengatakan maksudnya itu kepada para pembesarnya, \"Wahai para pembesarku, siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasana Ratu Balqis yang ada di negerinya ke tempat ini, sebelum rombongan mereka sampai ke sini?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3198, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u0650\u0641\u0652\u0631\u0650\u064a\u062a\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062a\u0650\u064a\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala 'ifreetum minal jinni ana aateeka bihee qabla an taqooma mim maqaamika wa innee 'alaihi laqawiyyun ameen" } }, "translation": { "en": "A powerful one from among the jinn said, \"I will bring it to you before you rise from your place, and indeed, I am for this [task] strong and trustworthy.\"", "id": "‘Ifrit dari golongan jin berkata, “Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3198", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3198.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3198.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar seruan Nabi Sulaiman, ‘Ifrit dari golongan jin menawarkan diri dan berkata, \"Wahai Sulaiman, akulah yang akan membawanya yaitu singgasana Ratu Balqis itu, kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; yaitu antara pagi hari sampai siang, untuk mengurusi rakyat dan seluk beluk kerajaan. Dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya, tidak akan melakukan tindakan yang tidak terpuji.\"", "long": "Mendengar permintaan Sulaiman, Ifrit (termasuk golongan jin) yang cerdik menjawab, \"Aku akan datang kepadamu membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu dan aku benar-benar sanggup melaksanakannya dan kesanggupanku itu dapat dibuktikan.\" Yang dimaksud dengan \"sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu\" ialah sebelum Sulaiman meninggalkan tempat itu. Beliau biasanya meninggalkan tempat itu sebelum tengah hari." } } }, { "number": { "inQuran": 3199, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062a\u0650\u064a\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0637\u064e\u0631\u0652\u0641\u064f\u0643\u064e \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0622\u0647\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaalal lazee indahoo 'ilmum minal Kitaabi ana aateeka bihee qabla ai yartadda ilaika tarfuk; falammaa ra aahu mustaqirran 'indahoo qaala haazaa min fadli Rabbee li yabluwaneee 'a-ashkuru am akfuru wa man shakara fa innamaa yashkuru linafsihee wa man kafara fa inna Rabbee Ghaniyyun Kareem" } }, "translation": { "en": "Said one who had knowledge from the Scripture, \"I will bring it to you before your glance returns to you.\" And when [Solomon] saw it placed before him, he said, \"This is from the favor of my Lord to test me whether I will be grateful or ungrateful. And whoever is grateful - his gratitude is only for [the benefit of] himself. And whoever is ungrateful - then indeed, my Lord is Free of need and Generous.\"", "id": "Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3199", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3199.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3199.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Sulaiman rupanya menginginkan lebih cepat dari itu, lalu tampillah seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab, yaitu kitab-kitab sebelum Nabi Sulaiman seperti kitab Taurat dan Zabur, menawarkan dirinya dan berkata, Wahai Sulaiman! Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip, setelah memandangi sesuatu benda yang jauh dengan mata yang terbelalak. Maka ketika dia, Sulaiman, melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata dengan hati penuh syukur, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya. Barangsiapa bersyukur, dengan hatinya melalui pengakuan yang tulus, atau lisan-nya melalui ungkapan tahmid, tasbih atau lainnya atau melalui anggota tubuh yang lainnya dengan menggunakan kenikmatan itu untuk mencari rida Allah, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri karena Allah akan menambahkan banyak lagi kenikmatan kepadanya. Dan barangsiapa ingkar terhadap nikmat-Nya seperti menganggap nikmat yang diperolehnya karena jerih payahnya saja atau menggunakannya untuk kemaksiatan, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, tidak membutuhkan iapa pun, bahkan sebaliknya semua makhluk membutuhkan-Nya, serta Mahamulia tidak pernah melakukan sesuatu yang tak terpuji.\"", "long": "Sulaiman belum puas dengan kesanggupan Ifrit. Ia ingin agar singgasana itu sampai dalam waktu yang lebih singkat lagi. Lalu ia meminta kepada yang hadir di hadapannya untuk melaksanakannya. Maka seorang yang telah memperoleh ilmu dari al-Kitab menjawab, \"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu dalam waktu sekejap mata saja.\" Apa yang dikatakan orang itu terbukti, dan singgasana Ratu Balqis itu telah berada di hadapan Sulaiman. Ada pendapat yang mengatakan orang itu ialah al-Khidhir. Ada pula yang mengatakan malaikat, dan ada pula yang mengatakan ia adalah Asif bin Barqiya. \n\nMelihat peristiwa yang terjadi hanya dalam sekejap mata, maka Nabi Sulaiman berkata, \"Ini termasuk karunia yang telah dilimpahkan Tuhan kepadaku. Dengan karunia itu aku diujinya, apakah aku termasuk orang-orang yang mensyukuri karunia Tuhan atau termasuk orang-orang yang mengingkarinya.\" Dari sikap Nabi Sulaiman itu tampak kekuatan iman dan kewaspadaannya. Ia tidak mudah diperdaya oleh karunia apa pun yang diberikan kepadanya, karena semua karunia itu, baik berupa kebahagiaan atau kesengsaraan, semuanya merupakan ujian Tuhan kepada hamba-hamba-Nya.\n\nSulaiman mengucapkan yang demikian itu karena sangat yakin bahwa barang siapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka faedah mensyukuri nikmat Allah itu akan kembali kepada dirinya sendiri, karena Allah akan menambah lagi nikmat-nikmat itu. Sebaliknya, orang yang mengingkari nikmat Allah maka dosa keingkarannya itu juga akan kembali kepadanya. Dia akan disiksa oleh Allah karena keingkaran itu.\n\nSelanjutnya Sulaiman mengatakan, \"Bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan Yang Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu pun dari makhluk-Nya, tetapi makhluklah yang memerlukan-Nya. Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya ketika membalas kebaikan mereka dengan balasan yang berlipat ganda.\"\n\nSikap Nabi Sulaiman dalam menerima nikmat Allah adalah sikap yang harus dijadikan contoh teladan oleh setiap muslim. Sikap demikian itu akan menghilangkan sifat angkuh dan sombong yang ada pada diri seseorang. Ia juga akan menghilangkan rasa putus asa dan rendah diri bagi orang yang sedang dalam keadaan sengsara dan menderita, karena dia mengetahui semuanya itu adalah cobaan dan ujian dari Tuhan kepada para hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3200, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0646\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala nakkiroo lahaa 'arshahaa nanzur atahtadeee am takoonu minal lazeena laa yahtadoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Disguise for her her throne; we will see whether she will be guided [to truth] or will be of those who is not guided.\"", "id": "Dia (Sulaiman) berkata, “Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3200", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3200.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3200.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Sulaiman ingin mengetahui sampai sejauh mana Ratu Balqis teliti terhadap singgasananya, ia ingin memperlihatkan kepadanya akan kemahakuasaan Allah, Zat yang disembah oleh Nabi Sulaiman, di samping untuk memperlihatkan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman. Dia, Sulaiman, berkata, “Ubahlah untuknya singgasananya dengan menjadikan singgasananya tidak persis seperti aslinya. Kita akan melihat apakah dia, Balqis, mengenal singgasananya yang telah berubah itu atau tidak mengenalnya lagi.”", "long": "Sulaiman memerintahkan kepada pemimpin-pemimpin kaumnya, agar mengubah bentuk dari singgasana Balqis yang telah sampai di hadapannya. Ia ingin melihat, apakah Ratu Balqis mengetahui, atau tidak, bahwa yang didudukinya itu adalah singgasananya.\n\nDengan cara yang demikian itu, diharapkan agar Ratu Balqis bertambah yakin bahwa Sulaiman adalah rasul Allah. Ia tidak mengharapkan sesuatu selain keimanan Ratu Balqis dan kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3201, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0623\u064e\u0647\u064e\u0670\u0643\u064e\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u064f\u0643\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'at qeela ahaakaza 'arshuki qaalat kaanna hoo; wa ooteenal 'ilma min qablihaa wa kunnaa muslimeen" } }, "translation": { "en": "So when she arrived, it was said [to her], \"Is your throne like this?\" She said, \"[It is] as though it was it.\" [Solomon said], \"And we were given knowledge before her, and we have been Muslims [in submission to Allah].", "id": "Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), “Serupa inikah singgasanamu?” Dia (Balqis) menjawab, “Seakan-akan itulah dia.” (Dan dia Balqis berkata), “Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3201", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3201.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3201.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Singgasana Ratu Balqis akhirnya diubah, berbeda dari aslinya kemudian singgasana itu diletakkan di tempat yang akan dilewati oleh Ratu Balqis. Maka ketika Ratu Balqis, datang dan melewati tempat yang ada singgasananya, ditanyakanlah kepadanya, “Serupa inikah singgasanamu?” Ratu Balqis, menjawab dengan sedikit ragu, “Seakan-akan itulah dia singgasanaku.” Dan Balqis terus berkata, “Kami telah diberi pengetahuan akan kenabian Nabi Sulaiman, cerita tentang burung Hudhud, dan cerita tentang utusan kami yang membawa hadiah untuk Nabi Sulaiman, sebelumnya yaitu sebelum kejadian yang mencengangkan ini dan kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah. Karena kejadian demi kejadian yang kami lihat dan kami amati, membuktikan bahwa kami berada dalam kesesatan dan ajakan Nabi Sulaiman adalah ajakan yang benar.", "long": "Setelah Ratu Balqis datang, Sulaiman bertanya kepadanya, \"Apakah seperti ini singgasanamu?\" Balqis menjawab, \"Benar, singgasana ini mirip sekali dengan singgasanaku.\" Menurut Mujahid, Ratu Balqis mengetahui bahwa singgasana itu adalah singgasananya, karena ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa singgasana itu kepunyaannya. Akan tetapi, dia merasa heran mengapa singgasana itu berada di istana Sulaiman.\n\nMelihat kenyataan itu dan dihubungkan dengan pengetahuannya tentang burung hud-hud, maka Balqis berkata, \"Sebenarnya telah diberikan kepada kami, sebelum terjadinya mukjizat ini, pengetahuan bahwa Tuhan yang berhak disembah itu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Dia Mahakuasa, demikian pula tentang burung hud-hud, sebagai burung yang luar biasa yang dengan kekuasaan Tuhan telah dapat menghubungkan negeri kami dengan negerimu dan juga dengan memperhatikan berita-berita yang kami terima dari para utusan kami. Semua itu menunjukkan bahwa engkau, wahai Sulaiman, benar-benar seorang rasul Allah yang diutus kepada kami untuk menyampaikan agama-Nya.\"\n\nSelanjutnya Balqis berkata, \"Kami bersama-sama dengan kaum kami menyatakan beriman kepada engkau. Kami akan meninggalkan agama kami yang selama ini kami anut. Engkau tidak perlu lagi mengemukakan kepada kami mukjizat yang lain, karena kami telah beriman.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3202, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a \u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa saddahaa maa kaanat ta'budu min doonil laahi innahaa kaanat min qawmin kaafireen" } }, "translation": { "en": "And that which she was worshipping other than Allah had averted her [from submission to Him]. Indeed, she was from a disbelieving people.\"", "id": "Dan kebiasaannya menyembah selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3202", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3202.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3202.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menjelaskan akan terhambatnya Ratu Balqis untuk cepat berbalik menyembah kepada Allah. Dan kebiasaannya menyembah selain Allah seperti penyembahannya kepada matahari, mencegahnya untuk melahirkan keislamannya dengan cepat. Sesungguhnya Ratu Balqis dahulu termasuk orang-orang kafir, menutupi dirinya dari kebenaran, sampai datang kepadanya ajakan Nabi Sulaiman, yang disertai dengan kisah-kisah yang menakjubkannya yang menunjukkan kebenaran ajakan Nabi Sulaiman.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Ratu Balqis belum mau menerima Islam sebelumnya karena pemuka-pemuka kaumnya yang kafir menyembah matahari. Dia khawatir kalau-kalau kaumnya akan mengucilkannya. Setelah berhadapan dengan Sulaiman, barulah ia berani menyatakan keislamannya dan berani pula menyatakan isi hatinya." } } }, { "number": { "inQuran": 3203, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 19, "page": 380, "manzil": 5, "ruku": 329, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0644\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0627\u0642\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0635\u064e\u0631\u0652\u062d\u064c \u0645\u0651\u064f\u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0631\u064e \u06d7 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qeela lahad khulis sarha falammaa ra at hu hasibat hu lujjatanw wa khashafat 'an saaqaihaa; qaala innahoo sarhum mumarradum min qawaareer; qaalat Rabbi innee zalamtu nafsee wa aslamtu ma'a Sulaimaana lillaahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "She was told, \"Enter the palace.\" But when she saw it, she thought it was a body of water and uncovered her shins [to wade through]. He said, \"Indeed, it is a palace [whose floor is] made smooth with glass.\" She said, \"My Lord, indeed I have wronged myself, and I submit with Solomon to Allah, Lord of the worlds.\"", "id": "Dikatakan kepadanya (Balqis), “Masuklah ke dalam istana.” Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, “Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.” Dia (Balqis) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3203", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3203.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3203.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kejutan berikutnya yang ingin diperlihatkan oleh Nabi Sulaiman kepada Balqis adalah ketika Balqis diajak untuk melihat seisi istana Nabi Sulaiman yang megah dan indah, untuk memperlihatkan istana-nya yang lebih hebat dari istana Balqia di Yaman. Dikatakan kepadanya Balqis, “Masuklah ke dalam istana.” yang di dalamnya ada lantai yang berlapis kaca yang sangat bening, sehingga terlihat jelas apa yang ada di bawahnya. Maka ketika Ratu Balqis melihat lantai istana itu, dia terkecoh. Dikiranya dia akan memasuki kolam air yang besar, dan oleh karena itu disingkapkannya penutup kedua betisnya agar tidak basah oleh air kolam itu. Melihat kejadian cukup menggelikan itu, Nabi Sulaiman berkata, “Sesungguhnya ini bukanlah kolam air yang kau sangka, tapi hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.” Pada akhirnya Balqis mengakui semua kehebatan Nabi Sulaiman, dan apa yang dia lihat adalah betul-betul mencerminkan kekuasaan Allah Zat yang patut disembah. Dia Balqis berkata, dengan penuh kesadaran dan keyakinan yang mantap “Ya Tuhanku, Zat yang memiliki dan mengurusiku! Sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku karena telah menyembah selain Allah yaitu matahari yang tidak mempunyai kekuatan apa pun dan tidak bisa memberi perlindungan kepada penyembahnya jika mereka berada dalam keadaan bahaya.\" Sebagai puncak dari pengakuan keislamannya, Ratu Balqis berkata, \"Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” Dialah pemilik, pemelihara, mengurus, alam seluruh. Dialah Tuhan Yang wajib disembah.\"", "long": "Menurut satu riwayat, setelah Nabi Sulaiman mengetahui dari Allah akan kedatangan Ratu Balqis ke negerinya, maka ia memerintahkan kaumnya membuat suatu istana yang besar dan indah. Lantainya terbuat dari kaca yang mengkilap yang mudah memantulkan cahaya. Di bawah lantai kaca itu, terdapat kolam yang berisikan macam-macam ikan, dan air kolam itu seakan-akan mengalir seperti sungai. \n\nPada waktu kedatangan Ratu Balqis, Nabi Sulaiman menerimanya di istana yang baru itu dan mempersilakannya masuk. Ratu Balqis heran dan terkejut waktu memasuki istana Sulaiman itu. Menurut penglihatannya, ada sungai yang terbentang yang harus dilaluinya untuk menemui Sulaiman. Oleh karena itu, ia menyingkapkan kainnya, sehingga tampaklah kedua betisnya. Melihat yang demikian itu Sulaiman berkata, \"Apa yang kau lihat itu bukanlah air atau sungai, tetapi lantai kaca yang di bawahnya ada air mengalir.\" Mendengar ucapan Sulaiman itu Ratu Balqis segera menurunkan kainnya dan mengakui dalam hati bahwa istana Sulaiman lebih besar dan lebih bagus dari istananya.\n\nKemudian Nabi Sulaiman mengajak Balqis agar menganut agama Islam, dan menerangkan kesesatan menyembah matahari. Seruan Sulaiman itu diterima dengan baik oleh Balqis. Ia menyesali kekafirannya selama ini karena dengan demikian berarti dia berbuat aniaya kepada dirinya sendiri. Balqis juga menyatakan bahwa dia bersedia berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam. Kepada-Nya dia beribadah dengan seikhlas-ikhlasnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3204, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaaa ilaa Samoda akhaahum Saalihan ani'budul lahha fa izaa hum fareeqaani yakhtasimoon" } }, "translation": { "en": "And We had certainly sent to Thamud their brother Salih, [saying], \"Worship Allah,\" and at once they were two parties conflicting.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru), “Sembahlah Allah!” Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3204", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3204.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3204.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Šamud mendiami satu kawasan antara Madinah dan Syam. Tepatnya di kota al-Hijr atau Mada’in, sebelah utara Madinah, sekitar 200 km. Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada kaum Šamud saudara mereka karena berasal dari satu negeri yaitu Saleh yang menyeru kepada mereka, “Sembahlah Allah Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, bukan kepada yang lain-Nya, yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Akan tetapi tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang bermusuhan: golongan yang beriman dan golongan yang kafir kepadanya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus Nabi Saleh kepada kaum Samud yang berdiam di al-hijr, suatu daerah pegunungan batu yang terletak antara Wadil Qura dan Syam. Nabi Saleh masih termasuk keturunan Samud, sehingga berarti ia diutus kepada kaumnya sendiri. Nabi Saleh menyeru kaumnya yang menyembah sesuatu di samping Allah atau menyekutukan-Nya, agar hanya menyembah Allah saja, Tuhan Yang Maha Esa. Dalam menanggapi seruan Saleh itu, maka kaumnya terbagi dua:\n\n1. Sebagian kecil dari mereka memenuhi seruannya dengan meninggalkan penyembahan berhala dan hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa.\n\n2. Sebagian besar dari mereka tetap ingkar bahkan mengancam dan menentang Nabi Saleh.\n\nDi antara kedua golongan di atas itu terjadi perdebatan dan permusuhan. Masing-masing golongan menuduh bahwa agama yang dianut lawannya adalah agama yang batil. Bahkan golongan yang mengakui dirinya kuat, dan mempunyai pengikut yang lebih banyak, bertambah-tambah kezaliman mereka, dan menentang Nabi Saleh dengan membunuh unta yang sudah dilarang untuk dibunuh. Mereka juga meminta agar disegerakan turunnya azab kepada mereka, seandainya ia adalah benar-benar rasul yang diutus Allah.\n\nAllah berfirman:\n\nKemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, \"Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.\" (al-A'raf/7: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 3205, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaa qawmi lima tasta'jiloona bissaiyi'ati qablal hasanati law laa tas taghfiroonal laaha la'allakum turhamoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"O my people, why are you impatient for evil instead of good? Why do you not seek forgiveness of Allah that you may receive mercy?\"", "id": "Dia (Saleh) berkata, “Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3205", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3205.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3205.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Saleh dalam dakwahnya selalu memberi kabar gembira kepada yang beriman dan memberikan peringatan kepada mereka yang ingkar kepadanya dengan azab yang pedih. Kaumnya meminta kepadanya agar azab itu disegerakan. Pada saat itulah, Nabi Saleh berkata, “Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta kepadaku disegerakan keburukan, yaitu azab Allah bagi yang ingkar kepadaNya sebelum kamu meminta kebaikan berupa kebaikan di dunia maupun akhirat karena beriman dan beramal saleh? Nabi Saleh kemudian menasihati kaumnya dengan mengatakan, \"Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, atas dosa-dosa yang kamu lakukan, agar kamu mendapat rahmat dari-Nya?”", "long": "Melihat sikap dan tantangan kaumnya, Nabi Saleh mengatakan kepada mereka, \"Wahai kaum kerabatku, mengapa kamu sekalian ingin azab disegerakan datang menimpamu, sebelum kamu beriman dan mengerjakan kebaikan. Mengapa kamu sekalian tidak segera beriman dan tetap dalam kekafiran? Padahal keimananmu itu dapat mendatangkan pahala dan kebahagiaan abadi bagimu. Sedangkan kekafiran itu akan mengakibatkan dosa dan azab yang kekal di akhirat nanti.\"\n\nSelanjutnya Nabi Saleh menyeru agar kaumnya segera mohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya. Dengan demikian, dosa-dosa mereka akan diampuni Allah dan rahmat yang telah diberikan-Nya ditambah lagi dengan rahmat yang lebih besar lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 3206, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u062a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalut taiyarnaa bika wa bimam ma'ak; qaala taaa'irukum 'indal laahi bal antum qawmun tuftanoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"We consider you a bad omen, you and those with you.\" He said, \"Your omen is with Allah. Rather, you are a people being tested.\"", "id": "Mereka menjawab, “Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu.” Dia (Saleh) berkata, “Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3206", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3206.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3206.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar nasihat Nabi Saleh tersebut, mereka menjawab, “Kami mendapat nasib yang malang seperti perpecahan di antara kami, kepahitan hidup, gagal panen, dan lain sebagainya, disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu. Sebelum kamu datang menyeru kepada kami, kami tidak menemukan nasib seperti ini.\" Nabi Saleh, berkata, “Nasibmu, baik itu nasib baik atau buruk adalah ada pada Allah sesuai dengan ketetapan-Nya, bukan kami yang menjadi sebab, tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji.” apakah setelah kedatangan Nabi Saleh, kamu beriman kepadanya atau tidak, Jika beriman, kamu akan mendapat pahala dan jika kafir kamu akan mendapatkan siksaan.", "long": "Kaum Samud yang ingkar itu menjawab seruan Nabi Saleh dengan mengatakan bahwa mereka merasa sial dengan seruan Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman kepadanya. Semenjak Nabi Saleh menyeru mereka agar meninggalkan tuhan-tuhan mereka dan hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa, mereka telah ditimpa pelbagai malapetaka, seperti tidak turunnya hujan yang menyebabkan kekeringan dan lain-lain. Mereka percaya akan terus ditimpa bencana karena kemarahan tuhan-tuhan mereka akibat perbuatan Nabi Saleh itu. Tanda-tanda kesialan dan kedatangan bencana itu tampak pada setiap kali mereka melempar dan mengejuti burung, yang memberi tanda ramalan nasib mereka, burung itu memperlihatkan tanda-tanda yang tidak baik kepada mereka.\n\nMereka menjawab demikian karena kebodohan dan kepercayaan mereka kepada takhayul dan lain-lain. Sebagaimana orang-orang primitif yang percaya pada kekuatan-kekuatan gaib yang terdapat pada benda-benda di alam ini, di samping kekuatan gaib yang ada pada Allah sendiri, demikian pula halnya kaum Samud. Salah satu kepercayaan dan adat kebiasaan kaum Samud ialah apabila mereka dalam perjalanan jauh menemui burung-burung dari kanan ke arah kiri, mereka gembira. Hal yang demikian mengisyaratkan bahwa mereka boleh meneruskan perjalanan. Sebaliknya jika burung itu terbang dan lari dari kiri menuju ke arah kanan, hal itu menandakan bahwa ada musibah jika mereka tetap melakukan perjalanan jauh.\n\nNabi Saleh menjawab pernyataan kaumnya itu dengan mengatakan bahwa sesungguhnya apa saja yang menimpa mereka, apakah baik atau buruk, bahagia atau sengsara, adalah ketentuan Allah dan itulah qadha dan qadarnya. Tiada seorang pun yang dapat mengubah qadha dan qadar Allah itu. Jika Dia menghendaki, Dia akan memberikan rezeki. Jika Dia menghendaki, mereka tidak akan diberi-Nya rezeki sedikit pun. Ia beserta pengikut-pengikutnya tidak kuasa sedikit pun mendatangkan kesialan atau keberuntungan kepada mereka.\n\nKemudian Nabi Saleh menerangkan bahwa kesialan itu merupakan ujian dari Tuhan kepada mereka, apakah mereka mau mengikuti seruannya dan tidak lagi mengerjakan perbuatan-perbuatan terlarang yang biasa dikerjakan, atau tidak mau mengikutinya." } } }, { "number": { "inQuran": 3207, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f \u0631\u064e\u0647\u0652\u0637\u064d \u064a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kaana fil madeenati tis'atu rahtiny yufsidoona fil ardi wa laa yuslihoon" } }, "translation": { "en": "And there were in the city nine family heads causing corruption in the land and not amending [its affairs].", "id": "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3207", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3207.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3207.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Šamud yang senantiasa bermaksiat. Negeri tersebut ialah al-Hijr yang terletak di selatan Madinah. Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang dari waktu ke waktu selalu berbuat kerusakan di bumi, yaitu segala macam kemaksiatan. Mereka tidak melakukan perbaikan terhadap diri mereka sendiri dengan beriman dan bertakwa", "long": "Ayat ini menerangkan sebab-sebab banyak timbul kebinasaan di dalam negeri mereka karena di dalam kota Hijr itu terdapat sembilan orang yang suka berbuat kekacauan dalam masyarakat. Mereka yang sembilan orang itu adalah anak dari para bangsawan yang berkuasa di negeri itu. Segala perbuatan baik atau buruk dapat mereka lakukan dengan leluasa dan tidak seorang pun dapat menghalanginya. Perbuatan-perbuatan jahat yang mereka lakukan itu selalu dilindungi dan dibela oleh orang tua mereka yang berkuasa di negeri itu. Dengan demikian, orang yang sembilan itu menjadi sumber perbuatan buruk dan angkara murka.\n\nAda beberapa riwayat yang menerangkan nama-nama dari orang yang sembilan itu, seperti yang diterangkan oleh al-Gaznawi, Ibnu Ishaq, Zamakhsyari, al-Mawardi, dan sebagainya. Masing-masing mereka mengemukakan nama-nama yang berbeda. Akan tetapi, yang penting dari semuanya itu ialah bahwa kerusakan dan perbuatan dosa yang dilakukan oleh sembilan penjahat itu diketahui dan direstui oleh pembesar-pembesar negeri Samud. Karena berasal dari kaum bangsawan yang berkuasa di negeri itu, mereka mempunyai pengaruh yang amat besar kepada kaum Samud." } } }, { "number": { "inQuran": 3208, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0633\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo taqaasamoo billaahi lanubaiyitannahoo wa ahlahoo summaa lanaqoolana liwaliy yihee maa shahidnaa mahlika ahliee wa innaa lasaadiqoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Take a mutual oath by Allah that we will kill him by night, he and his family. Then we will say to his executor, 'We did not witness the destruction of his family, and indeed, we are truthful.' \"", "id": "Mereka berkata, “Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, dan sungguh, kita orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3208", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3208.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3208.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, sembilan orang tersebut, berkata kepada teman-temannya tentang niat jahat mereka, “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia yaitu Nabi Saleh bersama keluarganya secara tiba-tiba pada malam hari, dan membunuhi mereka. Kemudian untuk menutupi kasus ini, kita akan mengatakan kepada ahli warisnya bahwa kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, apalagi menyaksikan terbunuhnya Saleh. Dan sungguh, kita orang yang benar.” Demikianlah perilaku orang jahat. Mereka melakukan tipu daya dalam melaksanakan kejahatan, kemudian mereka lepas tangan terhadap apa yang telah mereka lakukan secara licik, agar terkesan mereka adalah orang baik-baik.", "long": "Ayat ini menerangkan perbuatan makar yang sedang dirundingkan oleh sembilan orang itu, setelah mereka melakukan perbuatan terlarang dengan membunuh unta yang dilarang oleh Nabi Saleh untuk dibunuh. Mereka menerima ancaman dari Nabi Saleh bahwa mereka akan dibinasakan Allah dalam waktu tiga hari setelah unta itu terbunuh.\n\nDi antara mereka ada yang berkata, \"Marilah kita semua bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa kita akan membunuh Nabi Saleh dengan pengikut-pengikutnya pada suatu malam. Kemudian kita katakan kepada keluarganya yang terbunuh itu esok harinya, bahwa kita tidak tahu-menahu tentang peristiwa itu, dan mustahil kita melakukan perbuatan aniaya terhadap keluarga sendiri. Kita katakan juga kepadanya bahwa kita semua adalah orang-orang yang benar.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3209, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa makaroo makranw wa makarnaa makranw wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "And they planned a plan, and We planned a plan, while they perceived not.", "id": "Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3209", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3209.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3209.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka membuat tipu daya terhadap Nabi Saleh dan keluarganya dan Kami pun menyusun tipu daya dengan menghancurkan mereka, sebagai balasan atas tipu daya mereka sedang mereka tidak menyadari-nya.", "long": "Allah menerangkan bahwa rencana perbuatan makar dan tipu daya yang dibuat oleh kaum Samud adalah untuk membunuh Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman besertanya. Akan tetapi, mereka lupa bahwa Allah mempunyai rencana dan kehendak yang tidak dapat mereka halangi sedikit pun, sesuai dengan sunah-Nya, yaitu Dia akan menimpakan azab dan siksa kepada orang-orang yang mengingkari seruan para rasul yang diutus-Nya. Di dunia mereka akan ditimpa malapetaka yang datang tanpa mereka sadari, sedang di akhirat nanti mereka akan menemui azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 3210, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fanzur kaifa kaana 'aaqibatu makrihim annaa dammar naahum wa qawmahum ajma'een" } }, "translation": { "en": "Then look how was the outcome of their plan - that We destroyed them and their people, all.", "id": "Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3210", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3210.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3210.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami, sesuai dengan kehendak Kami dan cara Kami, telah memutuskan untuk membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya, karena dosa-dosa mereka.", "long": "Ayat ini menyuruh kaum Muslimin agar memikirkan kisah Nabi Saleh dan kaumnya. Kepada kaum Nabi Saleh ini, Allah menimpakan azab yang menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya ('azb isti'sal). Azab itu sebagai akibat kedurhakaan mereka kepada Nabi Saleh, dan tipu daya mereka untuk membinasakan nabi itu dan orang-orang yang beriman besertanya. Mereka dibinasakan Allah dengan sambaran petir yang dahsyat yang tiada terkira. Sesuai dengan sunatullah, maka malapetaka dan azab itu akan ditimpakan pula kepada orang-orang musyrik Mekah, seandainya mereka tetap ingkar dan menentang seruan Nabi Muhammad \n\nAda riwayat menerangkan bahwa Nabi Saleh membuat suatu masjid di salah satu lembah di al-hijr. Beliau biasa mengerjakan salat di masjid itu. Setelah ia menyampaikan ancaman Allah, maka beliau dan keluarganya beserta orang-orang yang beriman dengannya pergi ke masjid itu. Karena kepergiannya itu, kaumnya berunding dan memutuskan untuk membunuh Nabi Saleh sebelum hari yang ketiga dari hari yang dijanjikannya. Maka pergilah beberapa orang kaumnya ke lembah masjid untuk melaksanakan rencana itu. Akan tetapi, dalam perjalanan mereka ditimpa batu besar sebelum sempat melaksanakan maksudnya itu. Kaumnya yang lain dibinasakan Allah dengan sambaran petir. Nabi Saleh dan pengikut-pengikutnya terlepas dan selamat dari azab itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3211, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fatilka buyootuhum khaa wiyatam bimaa zalamoo; inna fee zaalika la Aayatal liqaw miny-ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "So those are their houses, desolate because of the wrong they had done. Indeed in that is a sign for people who know.", "id": "Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3211", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3211.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3211.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membinasakan mereka melalui suara yang mengguntur (Lihat: Surah Hud/11: 67), kemudian gempa yang dahsyat (Lihat: Surah al-A’ràf/7: 78) yang menghancurkan. Demikian pula pada ayat ini, Allah menggambarkan kehancuran mereka. Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh, luluh lantak karena kezaliman mereka, yaitu penentangan mereka terhadap ajakan Nabi Saleh untuk bertobat dan berbuat baik. Apa yang terjadi pada kaum Nabi Saleh adalah pelajaran yang sangat berguna. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mengetahui. Apa yang dikatakan oleh Allah, baik janji maupun ancaman, adalah benar adanya, pasti akan menjadi kenyataan, bukan main-main.", "long": "Ayat ini menerangkan akibat yang dialami oleh kaum Samud dan negeri mereka. Karena sambaran petir yang dahsyat itu, mereka mati di rumah-rumah mereka. Tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan diri dan merawat bangkai-bangkai mereka, karena semuanya telah mati. Bangkai-bangkai itu membusuk dan lebur bersama tanah. Bekas rumah dan negeri mereka itu dapat disaksikan oleh para musafir, sebagai dokumentasi atas kebenaran cerita Al-Qur'an tentang kaum Samud yang telah dihancurkan Allah akibat keingkaran dan kedurhakaan mereka kepada Nabi Saleh yang menyeru mereka kepada agama Allah.\n\nDalam kisah yang diterangkan Allah pada ayat-ayat ini, yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad kepada kaumnya, benar-benar terdapat pengajaran dan iktibar bagi manusia. Ayat ini mengingatkan sunatullah yang pasti berlaku bagi orang-orang yang mengingkari perintah-perintah Allah dan yang senantiasa mengerjakan larangan-Nya termasuk di dalamnya kaum musyrik Mekah." } } }, { "number": { "inQuran": 3212, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anjainal lazeena aamanoo wa kaanoo yattaqoon" } }, "translation": { "en": "And We saved those who believed and used to fear Allah.", "id": "Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3212", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3212.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3212.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami selamatkan Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman barsamanya dan mereka selalu bertakwa. Keimanan dan ketakwaan akan membawa keberuntungan bagi pelakunya baik dunia maupun akhirat, karena itulah kehendak Allah pada manusia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menyelamatkan Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dari malapetaka yang besar itu. Allah menyelamatkan mereka karena tidak mau mengerjakan perbuatan yang menimbulkan kemarahan Allah yang mengakibatkan mereka ditimpa siksa-Nya. Mereka memelihara diri dari kemurkaan Allah dengan mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.\n\nAyat ini mengisyaratkan kepada Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman bahwa orang-orang musyrik Mekah akan menerima azab dan malapetaka seperti yang diterima oleh umat-umat dahulu seandainya mereka tetap tidak beriman. Allah akan menyelamatkan Muhammad saw beserta orang-orang yang beriman, sebagaimana Dia telah menyelamatkan Nabi Saleh dan kaumnya. Orang-orang musyrik Mekah yang tetap dalam kemusyrikannya akan dihancurkan Allah.\n\nSetelah kehancuran kaumnya, maka Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman pergi ke suatu tempat yang bernama Ramallah di Palestina, dan menetap di negeri itu. Sampai sekarang masih terdapat kuburan Nabi Saleh di dekat kota Ramallah itu. Kuburan ini juga merupakan dokumentasi bagi peristiwa Nabi Saleh dan kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3213, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lootan iz qaala liqawmiheee ataatoonal faa hishata wa antum qawmun tajjhaloon" } }, "translation": { "en": "And [mention] Lot, when he said to his people, \"Do you commit immorality while you are seeing?", "id": "Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3213", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3213.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3213.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, wahai Rasul, dan ceritakan kepada kaummu kisah Nabi Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah, perilaku keji, yaitu melakukan hubungan seksual antara lelaki dengan sesama jenis padahal kamu melihatnya yaitu kekejian perbuatan maksiat itu? Mengapa kamu membiarkan hal itu terus terjadi dan kamu melakukannya?", "long": "Ayat ini menerangkan kebejatan moral kaum Lut. Oleh karena itu, Lut memperingatkan mereka dengan keras, agar mereka menghentikan perbuatannya. Perbuatan kaum Lut itu ialah:\n\n1. Mereka melakukan perbuatan homoseksual, padahal mereka mengetahui bahwa perbuatan itu terlarang.\n\n2. Perbuatan homoseksual itu mereka lakukan di muka umum, pada berbagai pertemuan, seakan-akan mereka menganjurkan agar orang lain melakukannya pula.\n\n3. Bila mereka tidak dapat melakukan perbuatan itu pada seseorang dengan sukarela, mereka memaksanya. Oleh karena itu, kalau ada tamu-tamu yang singgah di negeri mereka, maka mereka berusaha agar tamu-tamu itu mau mengikuti kehendak mereka. Jika tamu-tamu itu enggan melakukannya, maka mereka akan memaksanya" } } }, { "number": { "inQuran": 3214, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 19, "page": 381, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 152, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064e \u0634\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "A'innakum lataatoonar rijaala shahwatam min doonin nisaaa'; bal antum qawmun tajhaloon" } }, "translation": { "en": "Do you indeed approach men with desire instead of women? Rather, you are a people behaving ignorantly.\"", "id": "Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3214", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3214.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3214.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk memenuhi syahwat-mu, bukan mendatangi perempuan yang diciptakan oleh Allah untuk kamu sekalian? Bukankah apa yang kamu lakukan adalah betul-betul bertentangan dengan fitrah manusia, bahkan binatang sekali pun tidak melakukannya. Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui akan akibat perbuatanmu.\"", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tindakan dan perbuatan kaum Lut itu bertentangan dengan tujuan Allah menciptakan manusia yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Dengan adanya perempuan dan laki-laki, maka manusia akan dapat membentuk keluarga dan terjalinlah hubungan kasih sayang antara anggota keluarga itu, seperti hubungan cinta antara suami dan istri, hubungan cinta kasih sayang antara orang tua dengan anak dan anggota keluarga yang lain. Dengan demikian barulah dirasakan hidup itu berarti. Allah berfirman:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (ar-Rum/30: 21).\n\nKenyataan inilah yang diingkari oleh kaum Lut, seakan-akan mereka tidak percaya kepada kebenaran hukum Allah. Oleh karena itu, Lut mengatakan kepada mereka, \"Hai kaumku, sebenarnya dengan perbuatan yang demikian itu, kamu adalah orang-orang yang tidak mau mengetahui tujuan Tuhan menciptakan manusia yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Kamu tidak mengetahui kedudukanmu dalam masyarakat, dan tidak mengetahui pula rencana yang besar yang akan menimpa manusia dan kemanusiaan, seandainya kamu tetap mengerjakan perbuatan-perbuatan yang demikian itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3215, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 20, "page": 382, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0644\u064e \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0646\u064e\u0627\u0633\u064c \u064a\u064e\u062a\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fammaa kaana jawaaba qawmiheee illaaa an qaalooo akrijoon aalaa Lootim min qaryatikum innahum unaasuny yatatahharoon" } }, "translation": { "en": "But the answer of his people was not except that they said, \"Expel the family of Lot from your city. Indeed, they are people who keep themselves pure.\"", "id": "Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan, “Usirlah Lut dan keluarganya dari negerimu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3215", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3215.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3215.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Teguran Nabi Lut tidak digubris sedikit pun oleh kaumnya, bahkan mereka menganggapnya sebagai teguran yang tidak wajar untuk ditanggapi. Oleh karena itu jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan kepada sesama yang durhaka, “Usirlah Lut dan keluarganya serta para engikutnya dari negeri tempat tinggal-mu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang terus menerus menganggap dirinya suci sehingga tidak sudi ikut bersama kita.”", "long": "Mendengar pernyataan Lut itu, kaumnya menjadi marah, dan seakan-akan tidak memahami sedikit pun apa yang dimaksud dengan peringatan Lut. Oleh karena itu, mereka mengancam Lut dengan perkataan, \"Mari kita usir Lut dan keluarganya dari negeri kita ini, karena ia melarang kita mengerjakan perbuatan-perbuatan yang kita senangi selama ini.\" Mereka beranggapan bahwa Lut dan keluarganya dapat hidup aman dan tenteram dalam negeri mereka karena kebaikan hati dan belas kasihan mereka belaka. Mereka berpendapat bahwa jika kemurahan dan belas kasihan itu tidak lagi mereka berikan terhadap Lut dan keluarganya, tentu ia akan menjadi sengsara. Inilah yang mereka maksud dengan perintah mengusir Lut.\n\nMereka mengejek dengan mengatakan bahwa Lut dan pengikutnya itu orang-orang yang bersih, sehingga tidak mau melakukan perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan, karena menganggapnya kotor." } } }, { "number": { "inQuran": 3216, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 20, "page": 382, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa anjainaahu wa ahlahooo illam ra atahoo qaddarnaahaa minal ghaabireen" } }, "translation": { "en": "So We saved him and his family, except for his wife; We destined her to be of those who remained behind.", "id": "Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3216", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3216.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3216.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya serta para pengikutnya dari siksa yang akan menimpa, kecuali istrinya. Kami telah menentukan dan mentakdirkan akibat kedurhakaannya bahwa dia termasuk orang-orang yang tertinggal yakni berada dalam azab dan binasa bersama orang-orang kafir.", "long": "Karena kaum Lut tetap ingkar dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang melampaui batas, maka Allah membinasakan mereka dan menyelamatkan Lut dan orang-orang yang besertanya, kecuali istrinya. Istrinya termasuk orang-orang yang ingkar, sehingga ia tinggal bersama-sama kaumnya yang ingkar. Dia pun ikut tertimpa malapetaka yang dahsyat.\n\nAzab Allah yang ditimpakan kepada kaum Lut itu berupa hujan batu yang berasal dari tanah liat yang keras. Keadaan mereka yang sedang terkena azab itu sangat mengerikan. Demikianlah balasan yang diterima oleh orang-orang yang durhaka." } } }, { "number": { "inQuran": 3217, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 20, "page": 382, "manzil": 5, "ruku": 330, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0637\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0637\u064e\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0637\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0630\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa amtarnaa 'alaihimm mataran fasaaa'a matarul munzareen" } }, "translation": { "en": "And We rained upon them a rain [of stones], and evil was the rain of those who were warned.", "id": "Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka sangat buruklah hujan (yang ditimpakan) pada orang-orang yang diberi peringatan itu (tetapi tidak mengindahkan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3217", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3217.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3217.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami hujani mereka dengan hujan batu yang membinasakan sebagai bentuk azab dari Kami, maka sangat buruklah hujan yang ditimpakan pada orang-orang yang diberi peringatan akan datangnya azab itu tetapi tidak mengindahkan.", "long": "Karena kaum Lut tetap ingkar dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang melampaui batas, maka Allah membinasakan mereka dan menyelamatkan Lut dan orang-orang yang besertanya, kecuali istrinya. Istrinya termasuk orang-orang yang ingkar, sehingga ia tinggal bersama-sama kaumnya yang ingkar. Dia pun ikut tertimpa malapetaka yang dahsyat.\n\nAzab Allah yang ditimpakan kepada kaum Lut itu berupa hujan batu yang berasal dari tanah liat yang keras. Keadaan mereka yang sedang terkena azab itu sangat mengerikan. Demikianlah balasan yang diterima oleh orang-orang yang durhaka." } } }, { "number": { "inQuran": 3218, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 20, "page": 382, "manzil": 5, "ruku": 331, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0622\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qulil hamdu lillaahi wa salaamun 'alaa 'ibaadihil lazeenas tafaa; aaallaahu khairun ammmaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Praise be to Allah, and peace upon His servants whom He has chosen. Is Allah better or what they associate with Him?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3218", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3218.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3218.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah uraian kisah-kisah para nabi dan umatnya yang memberi tuntunan dan pelajaran yang harus disyukuri, maka katakanlah, wahai Nabi Muhammad, \"Segala puji hanya bagi Allah dalam segala situasi dan kondisi dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya sebagai pengemban misi kerasulan.\" Katakan pula kepada orang-orang musyrik, “Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan-Nya yang tidak dapat mendatangkan manfaat atau mudarat?”", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya, agar mengucapkan puji-pujian yang tertera dalam ayat ini. Puji-pujian itu ialah al-hamdulillah, segala puji diperuntukkan hanya untuk Allah yang telah mengutus para rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang dimenangkan-Nya atas semua agama yang ada, walaupun orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak menyenangi kemenangan itu. Agama yang dibawa para Nabi itu adalah agama yang benar. Keselamatan dan kesejahteraan agar dilimpahkan Allah kepada para rasul yang diutus-Nya dan atas hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman. Ayat ini senada dengan ayat yang lain:\n\nMahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan. Dan selamat sejahtera bagi para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. (as-saffat/37: 180-182).\n\nAyat ini merupakan pengajaran yang baik, dan budi pekerti yang tinggi. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar orang-orang yang beriman mengakhiri segala perbuatannya, seperti bicara, menulis kitab, dan sebagainya dengan memuji Allah dan bersalawat kepada rasul.\n\nKemudian ayat ini menyuruh manusia berpikir dan membandingkan mana yang terbaik antara Allah dengan sesuatu yang mereka persekutukan dengan-Nya. Sekalipun menurut lahirnya ayat ini menyuruh manusia agar memperbandingkan Allah dengan berhala-berhala, tetapi maksudnya ialah bahwa dengan keterangan dan bukti yang telah dikemukakan, seandainya orang-orang kafir mau menggunakan pikirannya, tentulah mereka sampai kepada kesimpulan bahwa Allah-lah yang berhak disembah, bukan berhala-berhala yang tidak mampu berbuat sesuatu itu.\n\nDiriwayatkan bahwa apabila Rasulullah membaca ayat ini, maka beliau mengucapkan:\n\nBahkan Allah lebih baik, lebih kekal, lebih agung, dan lebih mulia daripada apa yang mereka sekutukan. Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (Riwayat al-Baihaqi dari 'Ali bin al-husain)" } } }, { "number": { "inQuran": 3219, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 20, "page": 382, "manzil": 5, "ruku": 331, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062d\u064e\u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064e \u0630\u064e\u0627\u062a\u064e \u0628\u064e\u0647\u0652\u062c\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0646\u0628\u0650\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u064a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Amman khalaqas samaawaati wal arda wa anzala lakum minas samaaa'i maaa'an fa ambatnaa bihee hadaaa'iqa zaata bahjjah; maa kanna lakum an tumbitoo shajarahaa; 'a-ilaahum ma'al laah; bal hum qawmuny ya'diloon" } }, "translation": { "en": "[More precisely], is He [not best] who created the heavens and the earth and sent down for you rain from the sky, causing to grow thereby gardens of joyful beauty which you could not [otherwise] have grown the trees thereof? Is there a deity with Allah? [No], but they are a people who ascribe equals [to Him].", "id": "Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3219", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3219.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3219.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat yang lalu membicarakan tindakan Allah terhadap para pembangkang serta penyelamatan terhadapnya hamba-Nya yang taat, kini Allah mengajak untuk membandingkan antara ciptaan-Nya dan yang dilakukan oleh selain-Nya. Wahai Nabi Muhammad, katakan kepada mereka, “Bukankah Dia yang telah menciptakan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya dan yang menurunkan air hujan dari langit yang sangat bermanfaat untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu sekali-kali tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya yang beraneka ragam dengan jenis, warna dan buah yang berlainan seandainya Allah tidak menurunkan hujan dari langit. Jika demikian, apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Keserasian dalam ciptaan Allah menunjukkan bahwa tidak ada Tuhan lain yang menyertai Allah. Bahkan, sebenarnya mereka yang menyekutukan Allah adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, sebab telah mempersamakan Allah dengan lainnya dalam ibadah dan keagungan.", "long": "Pada ayat ini, Allah melontarkan beberapa pertanyaan yang menggugah perhatian mereka terhadap keberadaan-Nya, dengan memperhatikan hal-hal penting yang ada di sekeliling mereka. Pertanyaan itu berkisar pada siapakah yang menciptakan langit, bumi, dan segala isi yang terdapat di dalamnya, dan yang menurunkan air hujan dari langit untuk manusia lalu dengan sebab air hujan tumbuhlah kebun-kebun yang indah, yang manusia sendiri sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. \n\nAyat ini perlu mendapat perhatian terutama oleh mereka yang sering mengadakan perjalanan keliling sebagai wisatawan atau lainnya, ketika melihat pemandangan yang indah, seperti kebun raya, kebun binatang, aquarium, berbagai pameran hasil industri pertanian, pertekstilan, dan sebagainya. Mereka harus memandang keindahan alam yang di depan dan di sekelilingnya sebagai cermin yang menampakkan segala keindahan, keagungan, dan kesempurnaan Allah. Dengan mengamalkan cara yang demikian itu, maka ingatan manusia akan selalu tertuju kepada Allah. Dengan demikian, ketika manusia melihat setiap makhluk, pasti ia akan mengingat Khaliknya. Bila hal itu telah menjadi kebiasaan, maka ia akan merasakan ketauhidan yang murni, bersih dari segala unsur kemusyrikan. Maka pertanyaan tersebut patut dilanjutkan dengan pertanyaan kedua: \"Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain?\" Tentu saja jawabannya adalah: \"Tidak, sebab hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak di sembah.\" \n\nSebenarnya orang-orang yang menyembah berhala itu adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Sebab, jika mereka ditanya, \"Siapakah yang menurunkan air hujan dari langit yang kemudian menghidupkan dengan air itu bumi yang tadinya mati,\" mereka menjawab, \"Allah\" sesuai dengan firman-Nya:\n\nDan jika kamu bertanya kepada mereka, \"Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?\" Pasti mereka akan menjawab, \"Allah.\" (al-'Ankabut/29: 63)\n\nOrang-orang penyembah berhala itu sebenarnya mengakui bahwa berhala mereka tidak dapat menurunkan air hujan yang menjadi penyebab kemakmuran bumi, tetapi mengapa mereka tetap juga menyembahnya. Jawaban mereka itu hanya karena mengikuti kebiasaan nenek moyang mereka, walaupun tidak sejalan dengan logika orang yang berpikiran sehat." } } }, { "number": { "inQuran": 3220, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 20, "page": 382, "manzil": 5, "ruku": 331, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0627\u062c\u0650\u0632\u064b\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ammann ja'alal arda qaraaranw wa ja'ala khilaalahaaa anhaaranw wa ja'ala lahaa rawaasiya wa ja'ala bainal bahraini haajizaa; 'a-ilaahumma'allah; bal aksaruhum la ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Is He [not best] who made the earth a stable ground and placed within it rivers and made for it firmly set mountains and placed between the two seas a barrier? Is there a deity with Allah? [No], but most of them do not know.", "id": "Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3220", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3220.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3220.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanyakan kepada mereka, “Bukankah Dia yang telah menjadikan bumi datar, mantap dan tidak bergoncang sehingga layak sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yaitu antara gunung-gunung yang tertancap di bumi, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkan-nya, dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut, yaitu laut yang asin dan sungai air tawar yang bermuara di laut, sehingga masing-masing tidak bercampur aduk? Apakah di samping Allah ada tuhan lain yang melakukan itu sehingga kamu persekutukan Dia dengannya? Sungguh tidak ada, bahkan sebenarnya kebanyakan mereka tidak mau memanfaatkan ilmu kebenaran yang sesungguhnya, seolah-olah mereka tidak mengetahui.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengemukakan pertanyaan yang kedua dalam rangka mengungkapkan kesesatan penyembah-penyembah berhala. Ditanyakan bahwa apakah yang layak disembah itu berhala-berhala yang tidak memberi manfaat dan mudarat, ataukah Tuhan yang telah menjadikan bumi sebagai tempat kediaman bagi manusia dan hewan-hewan, Tuhan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya untuk menjadi sumber minuman manusia dan hewan peliharaan, serta untuk menyiram tanaman, Tuhan yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkan bumi yang banyak mengandung manfaat dengan adanya hutan-hutan di atasnya dan berbagai logam dan mineral di dalamnya, dan Tuhan yang menjadikan pemisah antara air laut yang asin dengan sungai yang membawa air tawar ke muaranya. Air sungai yang tawar itu setelah sampai di laut tidak langsung menjadi asin. Dalam merenungkan semua kejadian alam itu apakah masih ada terbesit pikiran adanya tuhan selain Allah? Sebenarnya mereka itu tidak mengetahui nilai keagungan Allah Maha Pencipta, sehingga menyamakan-Nya dengan berhala-berhala yang sama sekali tidak memberi manfaat dan mudarat itu.\n\nMenurut kajian ilmiah, bumi pada ayat ini dapat dipahami sebagai daratan. Secara umum, daratan merupakan tempat berdiam manusia. Sungai-sungai yang ada di daratan selalu terletak pada bagian terendah permukaan bumi, yang merupakan celah antara gunung-gunung dan dataran-dataran yang lebih tinggi. Kemudian, laut-laut terpisah antara satu dengan yang lain karena adanya daratan pemisah seperti semenanjung, pulau-pulau, atau karena sebaran geografis benua-benua. Penyebaran dan bentuk daratan serta pulau-pulau di muka bumi ini umumnya dianggap terjadi dengan sendirinya yang merupakan bagian atau akibat dari proses alam, pada hakikatnya adalah atas kehendak Allah.\n\nAyat ini menjelaskan mengenai keadaan bumi yang layak untuk dihuni oleh makhluk manusia. Tentunya ini berhubungan erat dengan penciptaan langit dan bumi yang begitu sempurna. Seandainya sedikit saja terjadi perubahan pada \"lintasan\" matahari dan bulan terhadap bumi, atau berubah bentuknya, atau berubah salah satu unsurnya, atau berubah kecepatan berputar pada porosnya, atau berubah perputarannya mengelilingi matahari, atau berubahnya perputaran bulan di sekelilingnya, maka bumi ini pasti tidak akan kokoh dan tidak akan layak dihuni untuk suatu kehidupan." } } }, { "number": { "inQuran": 3221, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 20, "page": 382, "manzil": 5, "ruku": 331, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0636\u0652\u0637\u064e\u0631\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0643\u0652\u0634\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064f\u0644\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ammany-yujeebul mud tarra izaa da'aahu wa yakshifussooo'a wa yaj'alukum khula faaa'al ardi 'a-ilaahum ma'al laahi qaleelam maa tazak karoon" } }, "translation": { "en": "Is He [not best] who responds to the desperate one when he calls upon Him and removes evil and makes you inheritors of the earth? Is there a deity with Allah? Little do you remember.", "id": "Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3221", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3221.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3221.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanyakan pula kepada mereka, “Bukankah Dia Allah yang memperkenankan doa orang yang terpaksa, yakni berada dalam kesulitan yang mencekam apabila dia berdoa kepada-Nya? Dan bukankah Dia Yang Kuasa menghilangkan kesusahan yang menimpa siapa pun dan Yang Kuasa menjadikan kamu wahai manusia sebagai khalifah, penerus generasi sebelum kamu di bumi? Apakah ada yang mampu melakukan hal serupa itu? Pasti tidak ada. Jika demikian, apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengemukakan pertanyaan yang ketiga dalam rangka menyingkapkan tabir kesesatan penyembah berhala. Kedua pertanyaan sebelumnya mengenai bidang materi, sedang pertanyaan ketiga ini menyangkut kerohanian. Pertanyaan ini berkisar pada siapakah yang mengabulkan permohonan orang yang berada dalam kesulitan, apabila ia berdoa kepada-Nya. Seperti penumpang sebuah kapal di tengah laut yang sedang diserang badai angin topan yang dahsyat, yang hampir tenggelam, kemudian ia berdoa memohon keselamatan kepada Allah. Apakah berhala yang dapat menyelamatkannya dari bahaya maut, ataukah Allah sendiri? Lalu siapakah yang menjadikan manusia sebagai seorang khalifah di muka bumi? Adakah tuhan selain Allah yang dapat mengemudikan dan mengatur segala sesuatu di muka bumi ini? Hanya sedikit sekali manusia yang mau mengingat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3222, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 20, "page": 382, "manzil": 5, "ruku": 331, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u064e \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ammany-yahdeekum fee zulumaatil barri wal bahri wa many yursilu riyaaha bushram baina yadai rahmatih; 'a-ilaahum ma'al laah; Ta'aalal laahu 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "Is He [not best] who guides you through the darknesses of the land and sea and who sends the winds as good tidings before His mercy? Is there a deity with Allah? High is Allah above whatever they associate with Him.", "id": "Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3222", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3222.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3222.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanyakan pula kepada mereka, wahai Rasul, “Bukankah Dia Allah yang memberi petunjuk kepada kamu dalam perjalanan di tengah kegelapan di daratan dan lautan melalui bintang-bintang, atau arah angin, atau tanda-tanda lainnya? Dan bukankah Dia yang mendatangkan aneka angin sebagai kabar gembira sebelum kedatangan hujan sebagai rahmat-Nya yang akan menghidupkan tanah dan tumbuhan? Apakah di samping Allah ada tuhan lain yang membuat itu sehingga kamu menyembah dan memohon kepada selain-Nya? Mahatinggi dan Mahasuci Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengemukakan pertanyaan keempat dalam rangka mengungkapkan tabir kesesatan penyembah berhala. Pertanyaan ini berkisar tentang siapakah yang memimpin manusia dalam perjalanan yang gelap di daratan dan lautan ketika mereka tersesat dari jalan yang benar? Bukankah Allah yang menciptakan bintang-bintang di langit yang dijadikan petunjuk jalan, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut.(al-An'am/6: 97) \n\nDapatkah berhala-berhala yang mereka sembah itu memberi petunjuk kepada mereka dalam kegelapan di darat dan di laut? Tentunya tidak. Kalau begitu, mengapa mereka disembah? Siapa pulakah yang mendatangkan angin pembawa kabar gembira bagi para petani sebelum turun hujan yang merupakan rahmat besar dari Tuhan? Dapatkah berhala-berhala itu berbuat seperti demikian? Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Mahasuci lagi Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan dengan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3223, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 331, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ammmany-yabda'ul khalqa summa yu'eeduhoo wa many-yarzuqukum minas sammaaa'i wal ard; 'a-ilaahum ma'allah; qul haatoo burhaanakum in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Is He [not best] who begins creation and then repeats it and who provides for you from the heaven and earth? Is there a deity with Allah? Say, \"Produce your proof, if you should be truthful.\"", "id": "Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan (makhluk) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (lagi) dan yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu, jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3223", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3223.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3223.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain bukti-bukti yang terhampar di alam raya, di langit dan di bumi, tanyakan pula kepada mereka tentang awal dan akhir perjalanan hidup manusia serta aneka anugerah-Nya. Bukankah Dia yang memulai penciptaan semua makhluk, termasuk manusia, kemudian setelah manusia hidup di pentas bumi lalu mati, Dia mengulanginya lagi dengan menghidupkannya kembali setelah hancur dan binasa? Dan bukankah Dia yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dengan menurunkan hujan dan dari bumi dengan menumbuhkan tanaman? Apakah di samping Allah ada tuhan lain yang melakukan itu? Pasti tidak ada. Kalaupun mereka berkata ada, maka Katakanlah, Nabi Muhammad, “Jika ada Tuhan selain Allah maka kemukakanlah alasan-alasan yang menjadi bukti pendukung kebenaranmu, jika kamu menganggap dirimu orang yang berkata benar. Sekali-kali kamu tidak akan dapat mendatangkan itu.”", "long": "Pada ayat ini, Allah mengemukakan pertanyaan yang kelima dalam rangka memperlihatkan keadilan dan keesaan-Nya, yaitu siapakah yang menciptakan manusia dari awal sampai terciptanya bentuk yang seindah-indahnya, kemudian mematikannya bila Dia kehendaki, lalu menghidupkannya kembali pada hari Kiamat setelah menjadi tulang-belulang? Siapakah yang memberikan rezeki kepada manusia dari langit dan bumi dengan menurunkan air hujan dari langit yang menyebabkan kesuburan tanah yang menumbuhkan tanam-tanaman yang buahnya bisa dimakan oleh manusia dan binatang ternak? Apakah di samping Allah ada lagi tuhan yang lain?\n\nSetelah mengemukakan lima pertanyaan di atas, yang seharusnya dipikirkan secara mendalam hingga menjadi bukti tentang kekuasaan dan keesaan-Nya, Allah menyuruh Nabi Muhammad supaya menanyakan kepada orang-orang penyembah berhala itu alasan dan bukti-bukti kebenaran sesembahan mereka, \"Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu memang orang yang beriman.\"\n\nDemikian cara Al-Qur'an mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya harus dicari sendiri oleh manusia. Pertama, air yang turun ke bumi sehingga timbul kehidupan berupa kebun-kebun yang indah. Kedua, menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang menyenangkan dengan adanya sungai, gunung, danau, dan laut. Ketiga, manusia dijadikan khalifah di bumi, yaitu sebagai penguasa dan wakil Tuhan untuk melaksanakan hukum-Nya di muka bumi. Manusia sebagai makhluk yang paling tinggi yang diciptakan Allah melakukan perjalanan di darat maupun pelayaran di laut untuk menyebarkan dakwah hukum-hukum Tuhan. Yang terakhir yaitu meskipun manusia jika sampai pada waktunya meninggal dunia dan dikubur di bumi sehingga jasadnya hancur dan menjadi tanah, tetapi pada hari Kiamat ia dibangkitkan kembali. Demikianlah kekuasaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3224, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 331, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul laa ya'lamu mman fis sammaawaati wal ardil ghaiba illal laah; wa maa yash'uroona aiyaana yub'asoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"None in the heavens and earth knows the unseen except Allah, and they do not perceive when they will be resurrected.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3224", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3224.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3224.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Banyak orang beranggapan bahwa ada orang yang dapat mengetahui hal ghaib, termasuk waktu kedatangan kiamat. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Tidak ada sesuatu dan siapa pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak merasakan apalagi mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan dari alam barzakh.”", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya menerangkan kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui perkara yang gaib baik di langit maupun di bumi selain Allah, sesuai dengan firman-Nya:\n\nDan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. (al-An'am/6: 59) \n\nDan firman-Nya pula:\n\nSesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Luqman/31: 34) \n\nMaksud perkara gaib di sini ialah persoalan-persoalan yang ada hubungannya dengan keadaan dan kehidupan di akhirat dan persoalan-persoalan di dunia yang berada dalam lingkungan hidup manusia dan dapat dirasakan tetapi di luar kemampuan manusia mencapainya. Diriwayatkan dari Masruq dari 'Aisyah beliau berkata:\n\nDari 'Aisyah r.a., beliau berkata, \"Barang siapa yang beranggapan bahwa Nabi Muhammad saw mengetahui apa yang akan terjadi besok, maka ia telah berdusta besar terhadap Allah, karena Allah menyatakan, 'Katakan, tidak ada yang tahu tentang kegaiban langit dan bumi kecuali Allah.\" (Riwayat Muslim)\n\nPada ayat ini disebutkan salah satu di antara yang gaib itu ialah mereka tidak mengetahui bila akan dibangkitkan dari kubur pada hari Kiamat, karena kiamat itu datangnya secara tiba-tiba sesuai dengan firman Allah:\n\nApakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak sedang mereka tidak menyadarinya? (az-Zukhruf/43: 66)" } } }, { "number": { "inQuran": 3225, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 331, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balid daaraka 'ilmuhum fil Aakhirah; bal hum fee shakkim minhaa bal hum minhaa 'amoon" } }, "translation": { "en": "Rather, their knowledge is arrested concerning the Hereafter. Rather, they are in doubt about it. Rather, they are, concerning it, blind.", "id": "Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya (akhirat itu). Bahkan mereka buta tentang itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3225", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3225.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3225.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan sebenarnya pengetahuan mereka, yakni kaum musyrik, tentang akhirat tidak sampai ke sana. Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya, yaitu akhirat. Bahkan mereka adalah orang-orang yang buta tentang kebenaran itu, karena tidak mau berusaha mencari alasan-alasan yang membenarkan adanya hari akhir. Hal itu disebabkan oleh mata hati mereka yang telah dirusak oleh kesesatan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan kejahilan mereka tentang hari Kiamat. Terdapat dua pendapat dalam memahami ayat ini. Pertama, sesungguhnya pengetahuan mereka tentang akhirat itu tidak menyeluruh. Kedua, pengetahuan mereka tentang kiamat sangat sempurna, tetapi ketika tidak melihatnya dengan mata kepala di dunia, mereka mengingkarinya. Bukan saja mereka tidak percaya dan tidak mengetahui kapan akan terjadinya kiamat, malahan mereka sangat ragu-ragu yang akhirnya menjurus kepada keadaan buta sama sekali tentang hari Kiamat. Dalil apa pun yang ditunjukkan kepada mereka tentang akan datangnya hari Kiamat, tetap mereka tolak. \n\nSoal keimanan terhadap akan datangnya kiamat itu sangat perlu dimiliki oleh setiap orang yang ingin mendidik dirinya supaya menjadi manusia yang jujur dan bertanggung jawab. Bilamana ia yakin akan mendapat pemeriksaan terhadap dirinya pada hari Kiamat, maka ia akan selalu mengekang hawa nafsunya dari setiap penyelewengan dan keangkaramurkaan. Negara dan seluruh warga negaranya tidak akan dirugikan oleh semua sikap dan tingkah lakunya. Semua kebijaksanaannya menjurus ke arah keamanan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Agama merupakan unsur mutlak dalam pembangunan bangsa." } } }, { "number": { "inQuran": 3226, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafarooo 'a-izaa kunnaa turaabanw wa aabaaa'unaaa a'innaa lamukhrajoon" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieve say, \"When we have become dust as well as our forefathers, will we indeed be brought out [of the graves]?", "id": "Dan orang-orang yang kafir berkata, “Setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) nenek moyang kita, apakah benar kita akan dikeluarkan (dari kubur)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3226", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3226.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3226.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan keraguan serta kebutaan hati orang-orang yang kafir yang mengingkari hari kebangkitan itu mendorong mereka untuk berkata, “Setelah jasad kita hancur lebur menjadi tanah dan begitu pula jasad nenek moyang kita yang sudah sekian lama meninggalkan dunia ini, apakah benar kita akan dikeluarkan dari kubur untuk hidup kembali sebagaimana sebelumnya?", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan keingkaran orang-orang kafir terhadap hari Kebangkitan dari kubur. Mereka berkata, \"Apakah setelah kita mati dan menjadi tanah, dan begitu pula nenek moyang kita, akan dikeluarkan kembali dalam keadaan hidup dari kubur?\" Pertanyaan mereka itu diucapkan secara sinis yang menunjukkan seolah-olah peristiwa itu mustahil akan terjadi, seperti tercantum dalam firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?\" (al-Isra'/17: 49)" } } }, { "number": { "inQuran": 3227, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0648\u064f\u0639\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad wu'idnaa haazaa nahnu wa aabaaa'unaa min qablu in haazaaa illaaa asaateerul awwaleen" } }, "translation": { "en": "We have been promised this, we and our forefathers, before. This is not but legends of the former peoples.\"", "id": "Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini (hari kebangkitan); kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3227", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3227.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3227.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sejak dahulu sungguh kami telah dijanjikan oleh Nabi Muhammad, persis seperti apa yang disampaikan nabi-nabi terdahulu, akan diberi ancaman dengan hari kebangkitan ini kami dan nenek moyang kami. Jika benar apa yang dikatakannya tentang kebangkitan, mestinya telah terjadi. Tetapi, sebenarnya janji dan ancaman kebangkitan ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan alasan orang-orang kafir yang mengingkari hari Kebangkitan dengan ucapan mereka bahwa sesungguhnya mereka selalu diberi ancaman seperti itu sejak nenek moyang mereka dahulu. Itu tidak lain hanya dongengan orang dahulu kala yang sama sekali tidak berdasarkan kenyataan." } } }, { "number": { "inQuran": 3228, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul seeroo fil ardi fanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul mujremeen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Travel through the land and observe how was the end of the criminals.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Berjalanlah kamu di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3228", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3228.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3228.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah kepada mereka yang mendustakanmu, wahai Nabi Muhammad, sebagai peringatan dan ancaman untuk mereka, “Berjalanlah kamu semua di muka bumi, lalu perhatikanlah sejarah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa dengan mendustakan para Rasul di masa lalu, agar kamu dapat mengambil pelajaran yang membuat kamu takut akan azab Allah. Allah telah membinasakan mereka, dan akan memperlakukan hal yang sama terhadap kamu jika kamu tidak beriman.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad saw agar memberi nasihat dan petunjuk kepada orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan. Nabi saw menyuruh mereka untuk melakukan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana nasib orang-orang yang berdosa di antara umat-umat terdahulu yang mendustakan Allah dan para rasul yang diutus-Nya. Bagaimana umat-umat itu telah mengalami kehancuran sebagai akibat kekafiran mereka kepada Allah dan hari Kebangkitan. Hendaknya peristiwa-peristiwa itu menjadi pelajaran bagi mereka. Akan tetapi, mereka tetap saja dalam keingkaran, sehingga mereka akan mengalami kehancuran, berdasarkan sunatullah yang tetap berlaku." } } }, { "number": { "inQuran": 3229, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u064a\u0652\u0642\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tahzan 'alaihim wa laa takun fee daiqim mimmaa yamkuroon" } }, "translation": { "en": "And grieve not over them or be in distress from what they conspire.", "id": "Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3229", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3229.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3229.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Laksanakanlah tugasmu dengan sebaik mungkin, dan janganlah engkau wahai Nabi Muhammad bersedih hati terhadap mereka yang enggan mengikuti ajaran yang engkau sampaikan, sebab tugasmu hanyalah menyampaikan risalah Kami, dan janganlah pula dadamu merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka, sebab Kami akan menolongmu dan melindungimu dari itu semua.”", "long": "Pada ayat ini, Nabi Muhammad diperintahkan Allah supaya berlaku sabar dan tenang menghadapi bermacam-macam tantangan dan cemoohan dari orang-orang kafir itu. Nabi dilarang bersedih hati dan putus asa menghadapi tipu daya mereka karena Allah pasti memberi pertolongan sehingga agama Islam akan tersebar luas ke seluruh pelosok bumi, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya, seperti tercantum dalam firman-Nya:\n\nDialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (at-Taubah/9: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 3230, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona mataa haazal wa'du in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When is [the fulfillment of] this promise, if you should be truthful?\"", "id": "Dan mereka (orang kafir) berkata, “Kapankah datangnya janji (azab) itu, jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3230", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3230.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3230.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pendustaan orang-orang kafir itu telah mencapai puncaknya, dan mereka meminta agar siksa itu segera didatangkan dengan selalu berkata, “Kapankah datangnya janji azab yang kamu ancamkan itu? Buktikan jika kamu, wahai Nabi Muhammad dan pengikutmu, adalah orang yang benar dalam janji dan ancamanmu itu.”", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa orang-orang Quraisy tidak saja mengingkari hari Kebangkitan, bahkan mereka menantang dengan menyuruh Nabi Muhammad mendatangkan azab yang diancamkan kepada mereka. Tantangan itu menunjukkan sikap mereka yang benar-benar mendustakan adanya hari Kebangkitan. Bahkan, mereka mengemukakan tuntutan kepada Nabi Muhammad untuk mempercepat datangnya ancaman Allah dengan ucapan mereka, \"Bilakah datangnya azab yang kamu ancamkan kepada kami jika memang kamu orang-orang yang bisa dipercaya?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3231, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u062f\u0650\u0641\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul 'asaaa any-yakoona radifa lakum ba'dul lazee tasta'jiloon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Perhaps it is close behind you - some of that for which you are impatient.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Boleh jadi sebagian dari (azab) yang kamu minta disegerakan itu telah hampir sampai kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3231", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3231.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3231.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, “Boleh jadi sebagian dari azab yang kamu minta disegerakan itu telah hampir sampai kepadamu dan akan segera menimpamu.”", "long": "Nabi Muhammad disuruh Allah menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy itu dengan mengatakan bahwa azab yang mereka tunggu-tunggu dan ingin disegerakan itu sebentar lagi pasti akan datang. Secara kenyataan, azab itu muncul berupa kebinasaan dan kekalahan yang akan mereka alami waktu Perang Badar. Sebanyak 70 orang di antara pemimpin mereka, termasuk Abu Jahal, terbunuh dan 70 orang lainnya menjadi tawanan perang." } } }, { "number": { "inQuran": 3232, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innna Rabbaka lazoo fadlin 'alan naasi wa laakina aksarahum laa yashkuroon" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord is full of bounty for the people, but most of them do not show gratitude.\"", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki karunia (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3232", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3232.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3232.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki karunia yang diberikan-Nya kepada seluruh manusia. Di antara wujud rahmat dan karunia-Nya itu adalah penundaan hukuman yang akan ditimpakan atas orang-orang yang berdusta guna memberi mereka kesempatan berpikir dan bertobat akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri karunia Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa azab yang mereka minta disegerakan itu tidak diturunkan karena Ia benar-benar mempunyai karunia besar untuk manusia. Allah yang Maha Penyantun tidak segera menurunkan azab-Nya, bahkan sebaliknya memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan menyadari kesesatan mereka sehingga dengan penuh kesadaran menerima petunjuk Allah yang dibawa oleh Nabi-Nya. Kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada jalan kebenaran itu adalah karunia yang besar, tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukurinya. Hal ini tersebut pula dalam firman-Nya:\n\n...Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (al-Baqarah/2: 243)" } } }, { "number": { "inQuran": 3233, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u0650\u0646\u0651\u064f \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna Rabbaka la ya'lamu maa tukinnu sudooruhum wa maa yu'linoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, your Lord knows what their breasts conceal and what they declare.", "id": "Dan sungguh, Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3233", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3233.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3233.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Tuhan Pemelihara-mu benar-benar senantiasa mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada, yakni hati mereka dan apa yang mereka nyatakan, baik berupa perbuatan maupun ucapan, sehingga Dia akan membalas itu semua.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia benar-benar mengetahui apa yang mereka sembunyikan di dalam hati dan apa yang mereka nyatakan. Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan tentang permusuhan mereka terhadap Rasulullah dan apa yang mereka nyatakan dalam perbuatan dan tipu muslihat. Allah akan memberi balasan sesuai dengan amal perbuatan mereka itu. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:\n\nSama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus-terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari. (ar-Ra'd/13: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 3234, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa min ghaaa'ibatin fis samaaa'i wal ardi illaa fee kitaabimm mubeen" } }, "translation": { "en": "And there is nothing concealed within the heaven and the earth except that it is in a clear Register.", "id": "Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3234", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3234.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3234.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, sekecil dan sehalus apa pun, melainkan tercatat dalam Kitab yang jelas di sisi Allah, yaitu Lauh Mahfûzh. Kitab itu mencakup segala sesuatu yang telah dan yang akan terjadi.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa semua yang gaib yang terjadi di langit dan bumi telah dicatat di Lauh Mahfuz, sesuai dengan firman-Nya:\n\nTidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfudh). Sesungguhnya yang demikian itu s" } } }, { "number": { "inQuran": 3235, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 20, "page": 383, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0635\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna haazal Qur-aana yaqussu 'alaa Baneee israaa'eela aksaral lazee hum feehi yakhtalifoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, this Qur'an relates to the Children of Israel most of that over which they disagree.", "id": "Sungguh, Al-Qur'an ini menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari (perkara) yang mereka perselisihkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3235", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3235.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3235.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan tentang keniscayaan Kiamat, kini diuraikan tentang kenabian yang salah satu buktinya adalah Al-Qur`an. Sungguh, Al-Qur'an yang diwahyukan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ini menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari perkara agama, seperti masalah akidah, hukum dan kisah-kisah yang termaktub dalam Taurat, yang mereka perselisihkan.", "long": "Pada kedua ayat ini, Allah menerangkan keistimewaan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad, yaitu: \n\n1.Al-Qur'an memberi kepastian kepada Bani Israil tentang berbagai hal yang telah mereka perselisihkan terutama yang terkait dengan Isa al-Masih putra Maryam. Sebagian Ahli Kitab ada yang menganggapnya sebagai tuhan, ada pula yang memandangnya sebagai anak Allah, dan ada pula yang menganggapnya sebagai oknum ketiga dalam trinitas. Ada pula yang memandangnya sebagai nabi palsu, sebagaimana ibunya, Maryam, dituduh telah melakukan perbuatan zina. \n\n2.Al-Qur'an benar-benar menjadi petunjuk bagi orang-orang beriman karena mengandung berbagai dalil dan bukti yang menunjukkan kebenaran tauhid yang menjadi inti risalah para nabi. Al-Qur'an juga berisi hukum-hukum yang sangat dibutuhkan oleh seluruh umat manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Hal ini meyakinkan orang yang membaca Al-Qur'an bahwa kitab ini benar merupakan wahyu dari Allah.\n\n3.Al-Qur'an juga merupakan rahmat bagi orang-orang mukmin. Meskipun Nabi Muhammad itu seorang ummi yang tidak dapat membaca dan menulis, dan belum pernah bergaul dengan pemuka-pemuka Ahli Kitab sebelum menjadi rasul, tetapi karena Al-Qur'an adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad, maka ia berisi lengkap tentang kisah-kisah dari para nabi dan umat terdahulu sebagaimana diuraikan dalam kitab Taurat dan Injil.\n\nPerselisihan pendapat di kalangan Ahli Kitab memang sudah sangat mendalam dan menyangkut hal-hal yang prinsip seperti pendapat tentang trinitas, adanya Tuhan Bapa dan Tuhan Anak. Ada juga yang menganggap bahwa Isa al-Masih sebagai nabi palsu, nabi terakhir adalah Yusya dan sebagainya. \n\nJika para Ahli Kitab mempelajari kitab mereka dengan jujur, dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran tanpa sentimen kebangsaan atau kesukuan, niscaya mereka akan mendapat kesimpulan bahwa nabi yang diisyaratkan dalam Kitab Taurat tidak lain adalah Nabi Muhammad karena sifat-sifat yang disebutkan dalam Kitab Taurat memang sama dengan sifat-sifatnya. Akan tetapi, karena Nabi Muhammad bukan dari keturunan Bani Israil, mereka sukar menerima kebenaran itu. Dalam kitab Perjanjian Lama, kitab Ulangan (Deuteronomium 18: 18) disebutkan demikian, \"Bahwa Aku (Tuhan) akan menjadikan bagi mereka itu seorang nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau (Musa), dan Aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan ia pun akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia. Bahwa sesungguhnya barang siapa yang tidak mau mendengar segala firman-Ku, yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu.\"\n\nIsyarat dari kitab Ulangan itu mengandung pengertian bahwa nabi yang akan diutus Allah setelah Nabi Musa itu ialah dari saudara-saudara Bani Israil, yaitu Bani Ismail atau bangsa Arab, sebab Israil atau Yakub dan Ismail adalah sama-sama keturunan Nabi Ibrahim. Ismail adalah putra Ibrahim dan Yakub adalah putra Ishak, yang juga putra Ibrahim. Nabi yang akan diutus adalah seperti Musa.\n\nPada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari persoalan-persoalan yang mereka perselisihkan. Jika mereka sadar dan insaf serta menjauhkan diri dari ajakan hawa nafsu dan sentimen kesukuan, mereka akan merasakan hak dan kemurnian ajaran Al-Qur'an itu. Akan tetapi, karena terhalang oleh ketakaburan, mereka tetap menolaknya, padahal sudah jelas tampak dalil-dalil kebenarannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3236, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innahoo lahudanw wa rahmatul lilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "And indeed, it is guidance and mercy for the believers.", "id": "Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3236", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3236.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3236.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar menjadi petunjuk yang sangat jelas menuju kebahagiaan hidup dan sebagai rahmat yang agung bagi orang-orang yang beriman kepadanya.", "long": "Pada kedua ayat ini, Allah menerangkan keistimewaan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad, yaitu: \n\n1.Al-Qur'an memberi kepastian kepada Bani Israil tentang berbagai hal yang telah mereka perselisihkan terutama yang terkait dengan Isa al-Masih putra Maryam. Sebagian Ahli Kitab ada yang menganggapnya sebagai tuhan, ada pula yang memandangnya sebagai anak Allah, dan ada pula yang menganggapnya sebagai oknum ketiga dalam trinitas. Ada pula yang memandangnya sebagai nabi palsu, sebagaimana ibunya, Maryam, dituduh telah melakukan perbuatan zina. \n\n2.Al-Qur'an benar-benar menjadi petunjuk bagi orang-orang beriman karena mengandung berbagai dalil dan bukti yang menunjukkan kebenaran tauhid yang menjadi inti risalah para nabi. Al-Qur'an juga berisi hukum-hukum yang sangat dibutuhkan oleh seluruh umat manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Hal ini meyakinkan orang yang membaca Al-Qur'an bahwa kitab ini benar merupakan wahyu dari Allah.\n\n3.Al-Qur'an juga merupakan rahmat bagi orang-orang mukmin. Meskipun Nabi Muhammad itu seorang ummi yang tidak dapat membaca dan menulis, dan belum pernah bergaul dengan pemuka-pemuka Ahli Kitab sebelum menjadi rasul, tetapi karena Al-Qur'an adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad, maka ia berisi lengkap tentang kisah-kisah dari para nabi dan umat terdahulu sebagaimana diuraikan dalam kitab Taurat dan Injil.\n\nPerselisihan pendapat di kalangan Ahli Kitab memang sudah sangat mendalam dan menyangkut hal-hal yang prinsip seperti pendapat tentang trinitas, adanya Tuhan Bapa dan Tuhan Anak. Ada juga yang menganggap bahwa Isa al-Masih sebagai nabi palsu, nabi terakhir adalah Yusya dan sebagainya. \n\nJika para Ahli Kitab mempelajari kitab mereka dengan jujur, dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran tanpa sentimen kebangsaan atau kesukuan, niscaya mereka akan mendapat kesimpulan bahwa nabi yang diisyaratkan dalam Kitab Taurat tidak lain adalah Nabi Muhammad karena sifat-sifat yang disebutkan dalam Kitab Taurat memang sama dengan sifat-sifatnya. Akan tetapi, karena Nabi Muhammad bukan dari keturunan Bani Israil, mereka sukar menerima kebenaran itu. Dalam kitab Perjanjian Lama, kitab Ulangan (Deuteronomium 18: 18) disebutkan demikian, \"Bahwa Aku (Tuhan) akan menjadikan bagi mereka itu seorang nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau (Musa), dan Aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan ia pun akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia. Bahwa sesungguhnya barang siapa yang tidak mau mendengar segala firman-Ku, yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu.\"\n\nIsyarat dari kitab Ulangan itu mengandung pengertian bahwa nabi yang akan diutus Allah setelah Nabi Musa itu ialah dari saudara-saudara Bani Israil, yaitu Bani Ismail atau bangsa Arab, sebab Israil atau Yakub dan Ismail adalah sama-sama keturunan Nabi Ibrahim. Ismail adalah putra Ibrahim dan Yakub adalah putra Ishak, yang juga putra Ibrahim. Nabi yang akan diutus adalah seperti Musa.\n\nPada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari persoalan-persoalan yang mereka perselisihkan. Jika mereka sadar dan insaf serta menjauhkan diri dari ajakan hawa nafsu dan sentimen kesukuan, mereka akan merasakan hak dan kemurnian ajaran Al-Qur'an itu. Akan tetapi, karena terhalang oleh ketakaburan, mereka tetap menolaknya, padahal sudah jelas tampak dalil-dalil kebenarannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3237, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Inna Rabbaka yaqdee bainahum bihukmih; wa Huwal 'Azeezul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord will judge between them by His [wise] judgement. And He is the Exalted in Might, the Knowing.", "id": "Sungguh, Tuhanmu akan menyelesaikan (perkara) di antara mereka dengan hukum-Nya, dan Dia Mahaperkasa, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3237", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3237.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3237.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perselisihan itu diakhiri dengan datangnya putusan Tuhan. Sungguh, Tuhan Pemelihara-mu, wahai Nabi Muhammad yang akan menyelesaikan perkara yang diperselisihkan di antara mereka dengan hukum-Nya yang selalu bersifat adil dan bijaksana, dan Dia Mahaperkasa yang tidak seorang pun dapat menolak putusan-Nya, serta Maha Mengetahui yang tidak samar bagi-Nya antara kebenaran dan kebatilan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia akan menyelesaikan semua persoalan yang diperselisihkan Bani Israil dengan keputusan-Nya yang adil lagi bijaksana. Dengan demikian, yang batil akan mendapat azab, dan yang benar akan diberi pahala sesuai dengan amalnya, karena Allah adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 3238, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fatawakkal 'alal laahi innaka 'alal haqqil mubeen" } }, "translation": { "en": "So rely upon Allah; indeed, you are upon the clear truth.", "id": "Maka bertawakallah kepada Allah, sungguh engkau (Muhammad) berada di atas kebenaran yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3238", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3238.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3238.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh sebab itu, maka bertawakallah, wahai Nabi Muhammad, dan berserah diri kepada Allah dalam segala urusan setelah berusaha secara maksimal. Teruslah berdakwah dengan penuh keyakinan akan datangnya kemenangan, sebab sungguh engkau Nabi Muhammad berada diatas kebenaran yang nyata. Ulah orang-orang yang mengingkarimu itu tidak akan membawa kerugian apa-apa bagi dirimu.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia akan menyelesaikan semua persoalan yang diperselisihkan Bani Israil dengan keputusan-Nya yang adil lagi bijaksana. Dengan demikian, yang batil akan mendapat azab, dan yang benar akan diberi pahala sesuai dengan amalnya, karena Allah adalah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 3239, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064f\u062f\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaka laa tusmi'ul mawtaa wa laa tusmi'us summad du'aaa izaa wallaw mudbireen" } }, "translation": { "en": "Indeed, you will not make the dead hear, nor will you make the deaf hear the call when they have turned their backs retreating.", "id": "Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3239", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3239.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3239.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keengganan mereka beriman pada hakikatnya disebabkan oleh tertutupnya mata dan telinga mereka, dan memang sungguh, engkau wahai Nabi Muhammad, tidak dapat menjadikan orang yang mati hatinya dapat mendengar kebenaran, sebab mereka telah kehilangan kesadarannya, dan engkau tidak pula dapat menjadikan orang yang tuli karena menutup diri, dapat mendengar seruan, lebih-lebih apabila mereka telah berpaling lari berbalik ke belakang, sehingga tidak memiliki kesiapan untuk mendengarkan dakwahmu.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tidak ditugaskan supaya menjadikan orang-orang musyrik itu beriman. Beliau hanya ditugaskan untuk menyampaikan seruan atau risalah dari Allah. Tidak termasuk wewenang beliau untuk memaksa orang kafir menjadi seorang mukmin. Hal tersebut berada dalam kekuasaan Allah. Nabi tidak mampu memasukkan petunjuk ke dalam hati orang yang sudah terkunci mati. Ayat ini juga menjelaskan bahwa Muhammad tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati itu mendengar dan tidak pula menjadikan orang-orang tuli mendengar panggilan, terlebih lagi bila hati mereka telah berpaling ke belakang.\n\nKalimat \"orang-orang yang mati\" dan \"orang-orang yang tuli\" dalam ayat ini adalah ungkapan metafora. Maksudnya adalah orang-orang musyrik itu dianggap sebagai orang yang sudah mati pikirannya, sudah tuli dan tidak dapat mendengar panggilan dan ajakan kebaikan. Mereka telah berpaling ke belakang. Mereka diserupakan dengan orang yang mati dan orang yang tuli karena semua ayat yang dibacakan kepada mereka tidak berpengaruh sama sekali\n\nWalaupun secara umum ayat ini menjelaskan bahwa orang yang telah mati tidak dapat mendengar seruan orang yang masih hidup, tetapi ada beberapa hadis yang sahih, seperti yang diriwayatkan oleh Muslim, yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad pernah berbicara pada mayat-mayat kaum musyrikin yang terbunuh waktu perang Badar dan dikubur bersama-sama dalam sebuah sumur. Melihat hal itu, sebagian sahabat, di antaranya Umar bin Khattab, menyatakan keheranannya dengan bertanya mengapa Rasulullah berbicara dengan orang yang sudah meninggal. Menanggapi hal itu, Rasulullah bersabda: \n\nKamu tidak lebih mendengar daripada mereka terhadap apa yang aku katakan, hanya saja mereka tidak dapat menjawab. (Riwayat Imam Muslim dari Anas bin Malik)\n\nPengertian yang terkandung dalam hadis di atas adalah bahwa orang-orang yang masih hidup dan mayat-mayat itu sama dapat mendengar ucapan Nabi. Akan tetapi, orang yang masih hidup dapat menjawab, sedangkan mereka tidak. Dalam beberapa hadis yang sahih diterangkan pula oleh Nabi bahwa bila seorang mayat telah selesai dimasukkan ke kuburnya, ia dapat mendengar suara sepatu atau terompah orang-orang yang mengantarnya. \n\nSebagai seorang penyampai risalah Allah, Nabi tidak dapat memberi hidayah kepada orang-orang musyrik untuk menjadi mukmin sebagaimana yang terjadi dengan paman Nabi yaitu Abu thalib yang hingga akhir hidupnya tidak beriman. Firman Allah:\n\nSungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (al-Qasas/28: 56)\n\nTugas Nabi hanya memberi petunjuk dalam arti memberi bimbingan (irsyad), memberi keterangan (bayan), dan melaksanakannya, sebagaimana firman Allah:\n\n... Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.(asy-Syura/42: 52) \n\nPengertian hidayah pada Surah al-Qasas/28: 56 di atas adalah \"taufik\". Hal ini mengandung pengertian bahwa Nabi tidak mempunyai kewenangan untuk memberi taufik kepada manusia, walaupun terhadap orang yang dicintainya, misalnya Abu thalib. hanya Allah yang dapat memberi hidayah dalam arti taufik kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. \n\nAdapun hidayah pada Surah as-Syura/42: 52 bermakna \"tabyin dan irsyad\". Hal ini berarti bahwa Nabi mempunyai kewenangan untuk memberi penjelasan dengan petunjuk yang luas." } } }, { "number": { "inQuran": 3240, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 153, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u0652\u064a\u0650 \u0639\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa anta bihaadil 'umyi 'an dalaalatihim in tusmi'u illaa mai yu'minu bi aayaatinaa fahum muslimoon" } }, "translation": { "en": "And you cannot guide the blind away from their error. You will only make hear those who believe in Our verses so they are Muslims [submitting to Allah].", "id": "Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk orang buta dari kesesatannya. Engkau tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3240", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3240.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3240.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keadaan mereka juga sama dengan orang yang buta, dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk jalan kebenaran kepada orang yang buta mata hatinya akibat dari kesesatannya itu. Engkau tidak dapat menjadikan seorang pun mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah secara mantap dan kukuh.", "long": "Pada ayat ini, Allah memperkuat pengertian ayat sebelumnya bahwa Nabi Muhammad sama sekali tidak dapat memalingkan orang-orang buta yang telah terkunci hatinya dari kesesatan. Mata hatinya tidak dapat diberi petunjuk kepada jalan yang lurus karena ada hijab atau dinding yang menutupi pandangannya, sehingga tidak dapat melihat kebenaran sama sekali. Nabi Muhammad tidak dapat menjadikan seseorang dapat mendengar seruannya dengan pendengaran yang positif, kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah, lalu berserah diri secara tulus ikhlas kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3241, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 332, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa waqa'al qawhu 'alaihim akhrajnaa lahum daabbatam minal ardi tukal limuhum annan naasa kaanoo bi aayaatinaa laa yooqinoon" } }, "translation": { "en": "And when the word befalls them, We will bring forth for them a creature from the earth speaking to them, [saying] that the people were, of Our verses, not certain [in faith].", "id": "Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3241", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3241.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3241.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila perkataan, yaitu ketentuan masa kehancuran alam dan datangnya kiamat, telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan di akhir zaman nanti makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi, berupa binatang melata atau manusia, yang akan mengatakan kepada mereka antara lain mengatakan bahwa manusia yang durhaka dan mengingkari hari kebangkitan selalu tidak yakin kepada ayat-ayat, yakni tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Kami yang terhampar di alam raya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bila kemarahan dan kemurkaan-Nya telah dijatuhkan kepada manusia yang durhaka, karena meninggalkan perintah dan mengotori kemurnian agama-Nya, maka pada saat menjelang datangnya hari Kiamat, binatang-binatang melata keluar dari bumi dan berbicara kepada mereka dengan lidah yang fasih, bahwa kebanyakan manusia tidak yakin kepada ayat-ayat Allah, dan tidak percaya akan datangnya hari Kiamat. Ucapan dari binatang melata itu mengandung cercaan dan peringatan yang sangat keras kepada manusia yang berada di sekelilingnya. Keanehan yang akan terjadi sebelum kiamat, di mana seekor binatang melata dapat berbicara memberi peringatan kepada orang-orang yang durhaka, tidak mustahil bagi Allah. Ia dapat memberi kemampuan kepada binatang tersebut untuk berbicara pada saat itu, sesuai dengan firman-Nya:\n\nMereka berkata, \"Allah yang telah menjadikan kami dapat bicara pasti juga dapat menjadikan segala sesuatu dapat berbicara.\" (Fussilat/41: 21)\n\nMengenai keluarnya binatang melata dianggap sebagai masalah gaib karena bentuk dan sifatnya tidak disebutkan dalam Al-Qur'an. Keterangan mengenai hal ini hanya terdapat dalam hadis. Di antaranya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari 'Abdullah bin amr:\n\n'Abdullah bin 'Amr berkata, \"Aku menghafal sebuah hadis dari Rasulullah saw yang tidak akan aku lupakan. Aku mendengar beliau bersabda, 'Tanda-tanda akan (datangnya kiamat) yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari sebelah barat dan keluarnya binatang melata kepada manusia di pagi hari. Manakala salah satu dari dua peristiwa ini terjadi, maka yang satu lagi segera menyusul setelahnya.\" (Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 3242, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0648\u0652\u062c\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0632\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma nahshuru min kulli ummmatin fawjam mim many-yukazzibu bi Aayaatinaa fahum yooza'oon" } }, "translation": { "en": "And [warn of] the Day when We will gather from every nation a company of those who deny Our signs, and they will be [driven] in rows", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat, segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3242", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3242.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3242.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah keluar dâbbah, terjadilah Kiamat dengan kejadian yang diurai di sini. Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, pada hari ketika Kami mengumpulkan dari setiap umat, suka atau tidak suka, segolongan orang yang selalu mendustakan ayat-ayat Kami, baik yang terhampar di alam raya maupun yang terbaca dalam kitab suci, lalu mereka dibagi-bagi dalam kelompok-kelompok. Mereka itu adalah para pembesar yang menjadi panutan. Mereka akan digiring di depan pengikut mereka untuk dimintakan pertanggungjawaban dan mendapatkan pembalasan.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan tingkah laku dan perbuatan orang-orang kafir yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya ketika mereka menyaksikan sendiri datangnya hari Kiamat. Pada hari itu, Allah mengumpulkan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat-Nya dari setiap umat manusia. Setelah mereka berkumpul di Padang Mahsyar untuk dihisab, mereka semuanya berdiri di hadapan Allah untuk menghadapi berbagai pertanyaan dan pemeriksaan.\n\nOrang-orang kafir dan musyrik mendengar dakwaan yang sangat menusuk perasaan. Di antaranya adalah mengapa mereka telah mengingkari ayat-ayat Allah yang secara jelas memberitahukan akan adanya hari kebangkitan dan hari penghisaban ini. Mengapa mereka tidak memikirkan persoalan itu, padahal dalil-dalilnya jelas dan gamblang disampaikan oleh rasul-rasul kepada mereka? Mengapa mereka bersikap sombong dan angkuh tidak mau menerima keterangan para rasul itu, padahal mereka tidak memiliki pengetahuan yang pasti dan tidak pernah memikirkannya secara teliti dan sungguh-sungguh." } } }, { "number": { "inQuran": 3243, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa jaaa'oo qaala akazzabtum bi Aayaatee wa lam tuheetoo bihaa 'ilman ammaazaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Until, when they arrive [at the place of Judgement], He will say, \"Did you deny My signs while you encompassed them not in knowledge, or what [was it that] you were doing?\"", "id": "Hingga apabila mereka datang, Dia (Allah) berfirman, “Mengapa kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, pada-hal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, atau apakah yang telah kamu kerjakan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3243", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3243.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3243.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hingga apabila mereka datang di tempat yang ditentukan dan berdiri di hadapan Allah untuk diperhitungkan amal perbuatannya, dengan nada mencemooh para pendusta itu, Allah berfirman,“Mengapa kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku yang telah disampaikan oleh para utusan-Ku dan yang telah Ku-hamparkan di alam raya, padahal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, karena kamu tidak berpikir dan merenungkannya terlebih dahulu. Atau apakah yang telah kamu kerjakan selama itu, padahal Kami tidak menciptakan kamu untuk sesuatu yang sia-sia?”", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan tingkah laku dan perbuatan orang-orang kafir yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya ketika mereka menyaksikan sendiri datangnya hari Kiamat. Pada hari itu, Allah mengumpulkan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat-Nya dari setiap umat manusia. Setelah mereka berkumpul di Padang Mahsyar untuk dihisab, mereka semuanya berdiri di hadapan Allah untuk menghadapi berbagai pertanyaan dan pemeriksaan.\n\nOrang-orang kafir dan musyrik mendengar dakwaan yang sangat menusuk perasaan. Di antaranya adalah mengapa mereka telah mengingkari ayat-ayat Allah yang secara jelas memberitahukan akan adanya hari kebangkitan dan hari penghisaban ini. Mengapa mereka tidak memikirkan persoalan itu, padahal dalil-dalilnya jelas dan gamblang disampaikan oleh rasul-rasul kepada mereka? Mengapa mereka bersikap sombong dan angkuh tidak mau menerima keterangan para rasul itu, padahal mereka tidak memiliki pengetahuan yang pasti dan tidak pernah memikirkannya secara teliti dan sungguh-sungguh." } } }, { "number": { "inQuran": 3244, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa waqa'al qawlu 'alaihim bimaa zalamoo fahum laa yantiqoon" } }, "translation": { "en": "And the decree will befall them for the wrong they did, and they will not [be able to] speak.", "id": "Dan berlakulah perkataan (janji azab) atas mereka karena kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3244", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3244.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3244.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak mendapat dalih untuk membela diri. Mereka bersalah, dan dengan demikian berlakulah perkataan berupa janji azab Allah atas mereka karena kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata, bukan saja karena tidak ada dalih yang dapat mereka katakan, tetapi lebih-lebih karena sangat pedihnya azab yang mereka rasakan. Mereka tidak mampu mengelak dan berdalih.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa kemurkaan Allah kepada orang-orang yang ingkar itu disebabkan kezaliman mereka sendiri. Mereka tidak dapat berkata apa-apa untuk menolak azab yang akan menimpa mereka seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nInilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. (al-Mursalat/77: 35-36)" } } }, { "number": { "inQuran": 3245, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0645\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam yaraw annaa ja'alnal laila li yaskunoo feehi wannahaara mubsiraa; inna fee zaalika la Aayaatil liqaw miny-yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Do they not see that We made the night that they may rest therein and the day giving sight? Indeed in that are signs for a people who believe.", "id": "Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3245", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3245.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3245.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perhatikanlah apa yang dialami manusia setiap hari untuk mendekatkan pemahaman tentang hari kebangkitan. Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dengan tidur dan menjadikan siang yang menerangi agar mereka dapat bekerja dan mencari nafkah? Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang bermanfaat bagi orang-orang yang beriman, antara lain menjadi bukti kuasa-Nya menghidupkan manusia setelah kematiannya.", "long": "Setelah menyampaikan berita yang sangat menakutkan tentang kedahsyatan hari Kiamat, maka Allah pada ayat ini mengemukakan dalil-dalil keesaan-Nya, tentang kepastian akan datangnya hari kebangkitan, dan dalil-dalil yang membenarkan Muhammad saw sebagai utusan Allah. Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah adanya malam dan siang yang datang silih berganti. Apakah orang-orang yang mengingkari hari Kiamat itu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikan malam untuk beristirahat dari kesibukan dan kelelahan bekerja pada siang hari, waktu untuk berkumpul dan santai dengan keluarga di rumah masing-masing, dan untuk memulihkan kembali seluruh tenaga dan kekuatan guna melanjutkan tugas pada keesokan harinya. Hari yang terang benderang telah menunggu mereka untuk melanjutkan usaha mencari nafkah bagi diri dan keluarganya. \n\nTidakkah mereka memikirkan bahwa kesemuanya diatur dan dikemudikan oleh Allah Yang Mahakuasa, yang dapat menghidupkan, mematikan, dan membangkitkan mereka setelah mati? Sebagaimana siang dan malam banyak mengandung manfaat dan faedah bagi kehidupan manusia, maka demikian pula diutusnya para rasul itu membawa manfaat yang besar sekali bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sesungguhnya pada kejadian-kejadian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3246, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u064e\u062e\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0641\u064e\u0632\u0650\u0639\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u062f\u064e\u0627\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yunfakhu fis Soori fafazi'a man fis samaawaati wa man fil ardi illaa man shaaa'al laah; wa kullun atawhu daakhireen" } }, "translation": { "en": "And [warn of] the Day the Horn will be blown, and whoever is in the heavens and whoever is on the earth will be terrified except whom Allah wills. And all will come to Him humbled.", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3246", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3246.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3246.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, serta ingatkanlah umatmu, wahai Nabi Muhammad, pada hari ketika sangkakala ditiup oleh malaikat Israfil atas izin Allah, maka terkejutlah siapa dan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi oleh dahsyatnya suara sangkakala tersebut, kecuali siapa dan apa yang dikehendaki Allah untuk dimuliakan. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri dan dalam keadaan hina.", "long": "Pada ayat ini, Allah menggambarkan peristiwa kiamat secara khusus, yaitu pada hari peniupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Segala yang ada di langit dan di bumi terkejut, kecuali malaikat Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, dan orang-orang yang beriman. Tiupan sangkakala itu terjadi dua kali, tiupan pertama yang diberi nama \"nafkhah as-sa'q\" menyebabkan matinya semua makhluk selain mereka yang dikecualikan. Kemudian dengan tiupan kedua, mereka semuanya akan dibangkitkan dari kubur mereka masing-masing, sebagaimana dalam firman-Nya:\n\nDan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah). (az-Zumar/39 :68) \n\nTiupan yang kedua ini diberi nama \"nafkhah al-ba'ts\" artinya tiupan kebangkitan, seperti dalam firman-Nya:\n\nLalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya. (Yasin/36: 51) \n\nPeristiwa ini disebutkan pula dalam firman Allah:\n\n(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka. (al-Ma'arij/70: 43-44)" } } }, { "number": { "inQuran": 3247, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 20, "page": 384, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062a\u064e\u0645\u064f\u0631\u0651\u064f \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06da \u0635\u064f\u0646\u0652\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062a\u0652\u0642\u064e\u0646\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taral jibaala tahsabuhaa jaamidatanw wa hiya tamurru marras sahaab; sun'al laahil lazeee atqana kulla shai'; innahoo khabeerum bimaa taf'aloon" } }, "translation": { "en": "And you see the mountains, thinking them rigid, while they will pass as the passing of clouds. [It is] the work of Allah, who perfected all things. Indeed, He is Acquainted with that which you do.", "id": "Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3247", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3247.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3247.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukan hanya manusia yang datang dalam keadaan tunduk dan hina, engkau juga akan melihat gunung-gunung pada hari kebangkitan, yang engkau kira tetap di tempatnya dan tidak bergerak, padahal sesungguhnya ia berjalan dan bergerak cepat seperti awan yang berjalan dengan bantuan angin. Itulah sebagian dari ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, baik berupa ketaatan maupun kemaksiatan, dan akan memberikan balasan atas itu semua.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa gunung-gunung yang sekarang kelihatannya kokoh berdiri di tempatnya, nanti pada hari Kiamat akan dicabut dari bumi kemudian diterbangkan bagaikan bulu di udara dan berjalannya awan. Firman Allah:\n\nDan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan). (al-Ma'arij/70: 9) \n\nAda dua pendapat ulama tafsir mengenai pernyataan ayat ini bahwa gunung-gunung akan diterbangkan di udara seperti jalannya awan, atau dalam ayat lain seperti bulu ditiup oleh angin. Pendapat pertama, yang merupakan pendapat sebagian besar mufasir, mengemukakan bahwa ayat ini berhubungan dengan peristiwa hari Kiamat, seperti dalam firman Allah:\n\nPada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya, dan gunung berjalan (berpindah-pindah). (ath-thur/52: 9-10 )\n\nDan firman-Nya:\n\nDan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana. (an-Naba'/78: 20) \n\nDalam firman-Nya yang lain:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) bumi di ganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa. (Ibrahim/14: 48) \n\nKejadian-kejadian yang amat dahsyat ini terjadi pada hari Kiamat setelah tiupan sangkakala yang kedua kalinya, dimana semua manusia dibangkitkan dari kuburnya dan mereka menyaksikan segala macam peristiwa yang sangat dahsyat itu dengan sikap yang berbeda-beda.\n\nPendapat yang kedua mengenai tafsir ayat 88 ini, yakni pendapat ulama ahli falak, menyatakan bahwa ayat ini bukan berhubungan dengan peristiwa hari Kiamat, tetapi dengan fenomena alam di dunia. Ayat ini mengatakan, \"Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan.\" Ia dijadikan dalil bahwa bumi berputar seperti planet-planet lain pada garis edar yang telah ditentukan, hanya saja manusia sebagai penghuni bumi tidak merasakannya. \n\nAlasan ulama falak, bahwa ayat 88 ini berhubungan dengan peristiwa sekarang dan bukan dengan peristiwa hari Kiamat, adalah:\n\n1. Ayat ini tidak dapat dimasukkan dalam kategori ancaman atau menakut-nakuti dengan kedahsyatan hari Kiamat karena di belakangnya di sambung dengan kata-kata: (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Oleh karena itu, ayat ini lebih tepat bila dihubungkan dengan masa sekarang, di mana manusia sebagai penghuni bumi menyangka bahwa bumi ini diam, demikian pula gunung-gunung yang berada di atas permukaannya. Padahal, bumi bersama gunung-gunung itu berjalan atau beredar sebagai jalannya awan.\n\n2. Gunung-gunung itu diterbangkan untuk dihancurkan pada hari Kiamat, dan terjadi bersamaan dengan kehancuran alam semesta, termasuk kematian seluruh manusia. Hanya beberapa malaikat saja yang tetap hidup. Jika pada hari setelah tiupan sangkakala yang pertama tidak ada lagi manusia yang hidup, bagaimana dapat dikatakan bahwa nanti mereka akan melihat gunung-gunung yang disangka diam, padahal ia berjalan seperti jalannya awan. \n\n3. Orang-orang di Padang Mahsyar yang menyaksikan gunung-gunung berjalan seperti jalannya awan, tentu sadar dan melihat dengan mata kepala sendiri sehingga tidak pantas dikatakan bahwa mereka menyangka gunung-gunung itu diam saja di tempatnya. Berlainan sekali jika dihubungkan dengan masa sekarang, karena memang manusia tidak dapat merasakan bahwa gunung-gunung itu bergerak dan berjalan di angkasa sebagaimana jalannya awan, karena gunung-gunung itu ikut bergerak bersama bumi, dan udara yang ada di sekitarnya. Dengan pengertian yang demikian, maka barulah cocok dengan kata-kata: (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Kata-kata yang indah ini tidak patut dikemukakan pada konteks hari Kiamat yang penuh dengan ancaman dan ketakutan terhadap kehancuran seluruh alam semesta. \n\nDemikianlah kedua pendapat tentang tafsir ayat 88 ini. Sebagian besar mufasir menerangkan bahwa ayat itu berhubungan dengan peristiwa hari Kiamat. Sebagian lagi yang terdiri dari ulama falak menerangkan bahwa ayat itu berhubungan dengan peristiwa sekarang, dan dijadikan dalil bahwa semua yang ada di atas bumi termasuk gunung-gunung bergerak, berjalan di angkasa sebagaimana berjalannya awan. Perbedaan penafsiran itu tidak mengenai pada tataran arti, namun hanya menyangkut waktu terjadinya. Karena kejadian ini termasuk dalam alam gaib, maka lebih baik perhatian manusia dititikberatkan kepada perbaikan amalnya. Oleh karena itu, pada akhir ayat itu dinyatakan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan manusia.\n\nMenurut pandangan saintis, bumi merupakan planet terbesar kelima dari sembilan planet yang ada di tata surya. Bentuknya mirip dengan bola bundar, dengan keliling sekitar 12.743 km. Luas permukaan bumi diperkirakan sekitar 510 juta km2. Sekitar 29% permukaan bumi adalah daratan, sedangkan sisanya berupa lautan. \n\nBumi terdiri dari beberapa lapisan yang secara garis besar dibagi menjadi 3 bagian. Bagian paling atas disebut kerak bumi dan ketebalannya bervariasi dari 0-100 km di mana ke arah kontinen makin menebal. Di bawahnya terdapat mantel dengan kedalaman sampai 2.900 km. Bagian paling dalam disebut inti bumi dengan kedalaman dari 2.900-6.370 km. Pembagian ini didasarkan pada analisa gelombang gempa dan masing-masing bagian tersebut mempunyai sifat fisis yang berbeda. Inti bumi misalnya mempunyai sifat fisis layaknya benda cair. Pembagian ini pada dasarnya dapat diperinci lebih detail. Manusia berada pada lapisan bumi bagian atas, yakni kerak bumi. \n\nSampai paruh abad 20, bidang kebumian ditandai oleh perdebatan tentang continental drift (kontinen yang mengapung). Mereka yang tidak setuju, disebut fixists, sedang yang setuju disebut mobilists. Menurut kubu mobilist, continental mengapung dan bergerak di atas mantel. Kalau kita melihat peta dunia, maka dengan amat mudah kita melihat benua Afrika dan benua Amerika [Selatan] bila diimpitkan, maka garis pantai keduanya relatif berimpit. Jadi, pada dasarnya semua benua yang ada semula berupa satu benua yang satu, yang disebut Pangea, kemudian pecah dan bergerak ke tempat yang sekarang kita lihat. Data ilmiah seperti data kemagnitan purba, kesamaan fosil maupun kesamaan formasi geologi mendukung teori ini. Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. \n\nPerdebatan ini terus berlangsung dan puncaknya pada tahun enam puluhan. Pada saat itu, terjadilah revolusi pemikiran di bidang ilmu geologi dan pemikiran kaum mobilists mulai diterima secara luas. Penemuan punggungan tengah samudra di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik yang didukung data geologi dan geofisika, khususnya data magnetik, memperlihatkan adanya pemekaran dasar samudra di mana dua lempeng saling bergerak menjauh. Pada lantai samudra ini, magma dengan suhu sangat tinggi yang berasal dari mantel bumi naik ke atas membentuk punggungan tengah samudra \n\nDari dua konsep di atas, Apungan Benua dan Pemekaran Samudra, lahir konsep Tektonik Lempeng yang berkembang sangat cepat sejak tahun 1967 dan memiliki implikasi terhadap seluruh aspek geologi termasuk gempa bumi, gunung api, sampai pada perkembangan cekungan hidrokarbon maupun endapan-endapan mineral. Teori ini mengatakan bahwa bumi bagian atas terdiri dari lempengan-lempengan litosfer yang terdiri dari kerak bumi dan mantel bagian atas yang mengapung dan bergerak di atas bagian mantel yang disebut astenosfer.\n\nLempeng-lempeng litosfer bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Pada tempat-tempat saling bertemu, pertemuan lempengan ini menimbulkan gempa bumi. Sebagai contoh adalah Indonesia yang merupakan tempat pertemuan tiga lempeng: Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Bila dua lempeng bertemu, maka terjadi tekanan (beban) yang terus menerus, dan bila lempengan tidak tahan lagi menahan tekanan (beban), maka lepaslah beban yang telah terkumpul ratusan tahun itu, dan dikeluarkan dalam bentuk gempa bumi, seperti firman Allah:\n\nApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya, \"Apa yang terjadi pada bumi ini?\" Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya. (al-Zalzalah/99: 1-4)\n\nPada hari itu, bumi menceritakan beritanya. Beban berat yang dikeluarkan dalam bentuk gempa bumi merupakan satu proses geologi yang berjalan bertahun-tahun. Begitu seterusnya, setiap selesai beban dilepaskan, kembali proses pengumpulan beban terjadi. Proses geologi atau berita geologi ini dapat direkam, baik secara alami maupun dengan menggunakan peralatan geofisika ataupun geodesi. Sebagai contoh adalah gempa-gempa yang beberapa puluh atau ratus tahun yang lalu, peristiwa pelepasan beban direkam dengan baik oleh terumbu karang yang berada dekat sumber gempa. Pada masa modern, pelepasan energi ini terekam oleh peralatan seismograf (pencatat gempa) maupun peralatan geodesi yang disebut GPS (Global Position System)." } } }, { "number": { "inQuran": 3248, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0632\u064e\u0639\u064d \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Man jaaa'a bilhasanati falahoo khairum minhaa wa hum min faza'iny Yawma'izin aaminoon" } }, "translation": { "en": "Whoever comes [at Judgement] with a good deed will have better than it, and they, from the terror of that Day, will be safe.", "id": "Barangsiapa membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3248", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3248.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3248.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Kiamat terjadi dan manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar, menghadap Tuhannya dengan merendahkan diri, keadaan mereka digambarkan sebagai berikut: barangsiapa membawa kebaikan, yakni keimanan yang benar, tulus dan sernpurna yang membuahkan amal saleh, maka dia akan memperoleh balasan yang lebih baik daripadanya, yakni balasan yang berlipat ganda dari sepuluh hingga tujuh ratus kali, bahkan tidak terbatas, sedang mereka merasa aman dan tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari penghimpunan di Padang Mahsyar itu.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan melaksanakan amal kebajikan, akan memperoleh balasan yang lebih baik dari amalnya sendiri, dan diberi tempat kediaman yang nyaman dan kekal dalam surga Na'im, mereka aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari Kiamat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3249, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0643\u064f\u0628\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man jaaa'a bissai yi'ati fakubbat wujoohuhum fin Naari hal tujzawna illaa maa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And whoever comes with an evil deed - their faces will be overturned into the Fire, [and it will be said], \"Are you recompensed except for what you used to do?\"", "id": "Dan barangsiapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3249", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3249.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3249.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barangsiapa membawa kejahatan, yakni mempersekutukan Allah, lalu mati dalam keadaan musyrik maka mereka itu akan mendapat balasan yang setimpal dengan kejahatannya, yaitu disungkurkanlah wajah mereka. Kepada mereka dikatakan, \"Kamu tidak diberi balasan, melainkan setimpal dengan apa yang telah kamu kerjakan.", "long": "Sebaliknya barang siapa yang menyekutukan Allah dan berbuat kejahatan, maka wajah mereka disungkurkan ke dalam neraka seraya dikatakan kepada mereka, \"Kamu tidak mendapat balasan, melainkan setimpal dengan kemusyrikan dan kejahatan yang dahulu kamu kerjakan di dunia, sehingga menjadi sebab datangnya kemurkaan Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3250, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u0652\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaaa umirtu an a'buda Rabba haazihil baldatil lazee harramahaa wa lahoo kullu shai'inw wa umirtu an akoona minal muslimeen" } }, "translation": { "en": "[Say, O Muhammad], \"I have only been commanded to worship the Lord of this city, who made it sacred and to whom [belongs] all things. And I am commanded to be of the Muslims [those who submit to Allah]", "id": "Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang Dia telah menjadikan suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang Muslim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3250", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3250.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3250.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada siapa pun juga, \"Aku hanya diperintahkan oleh Allah yang perintah-Nya tidak dapat diabaikan agar menyembah semata-mata hanya kepada Tuhan negeri ini, yakni Mekah, yang Dia telah menjadikan suci padanya dengan menjadikannya aman dari pertumpahan darah, tidak boleh ada orang atau sesuatu yang terzalimi di situ, sampai pun hewan dan tumbuhan. Dan bagi Tuhanku itu segala sesuatu adalah milik-Nya, Dan aku juga diperintahkan selain menyembah kepada-Nya agar aku termasuk orang Muslim, yang berserah diri, patuh melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa beliau hanya disuruh Allah menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang telah dijadikan sebagai tanah Haram (Tanah Suci), diharamkan adanya pertumpahan darah atau berbuat kezaliman terhadap siapa pun di sana. Penyebutan negeri Mekah secara khusus pada ayat ini karena di sana terdapat Ka'bah, yaitu rumah peribadatan yang pertama kali dibangun di muka bumi ini sebagai tempat manusia menghadap ketika salat di mana pun mereka berada, sesuai dengan firman-Nya:\n\nSesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. (ali 'Imran/3: 96) \n\nAdapun yang wajib disembah hanya Allah, bukan berhala-berhala yang oleh diletakkan kaum musyrikin di sana, sesuai dengan firman Allah:\n\nMaka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. (Quraisy/106 : 3-4).\n\nIni merupakan celaan yang keras kepada orang-orang kafir Mekah yang tidak menyembah Allah yang mempunyai Baitullah, tetapi menyembah berhala-berhala yang mereka tempatkan di sekitarnya. Kepunyaan Allah segala sesuatu, baik di langit maupun bumi, dari segi ciptaan, pemilikan, dan pengurusannya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu, hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah dan kepada-Nya Nabi saw diperintahkan supaya berserah diri dengan penuh keikhlasan dan ketauhidan yaitu jalan lurus atau agama Islam, sesuai dengan firman-Nya:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.\"(al-An'am/6: 161)" } } }, { "number": { "inQuran": 3251, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa an atluwal Qur-aana famanih tadaa fa innnamaa yahtadee linafsihee wa man dalla faqul innamaaa ana minal munzireen" } }, "translation": { "en": "And to recite the Qur'an.\" And whoever is guided is only guided for [the benefit of] himself; and whoever strays - say, \"I am only [one] of the warners.\"", "id": "dan agar aku membacakan Al-Qur'an (kepada manusia). Maka barangsiapa mendapat petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa sesat, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3251", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3251.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3251.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping yang aku lakukan khusus buat diriku, aku diperintahkan pula agar aku membacakan semua ayat-ayat suci Al-Qur'an kepada manusia. Maka barangsiapa mendapat petunjuk dari hasil penyampaianku, atau bacaan dan pemahaman Al-Qur'an yang kusampaikan, maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk kebaikan dirinya, dalam hal ini aku hanya berfungsi sebagai penyampai kabar gembira, dan barangsiapa yang enggan memperhatikan tuntunan Al-Qur'an sehingga dia sesat dan tidak menemukan jalan yang benar, maka katakanlah kepadanya dan kepada siapa pun juga, \"Sesungguhnya aku ini tidak lain hanyalah solah seorang pemberi peringatan dari sekian banyak nabi dan rasul yang telah diutus sebelum aku. Hidayah ada di tangan Tuhan.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw diperintahkan supaya membacakan Al-Qur'an kepada manusia, untuk mengungkap makna dan rahasia yang terkandung di dalamnya, dan menyerap dalil-dalil tentang kekuasaan Allah yang dapat dilihat pada alam semesta. Dengan demikian, beliau dapat menyelami hakikat hidup yang sebenarnya dan menerima limpahan karunia Allah kepadanya.\n\nNabi saw mengulang bacaan ayat itu beberapa puluh kali sampai terbit fajar. Ketika membacanya tampaklah bagi beliau beberapa rahasia yang terkandung di dalamnya, sehingga beliau merasakan faedah membaca ayat Al-Qur'an serta memahami isinya, sesuai dengan firman-Nya:\n\nDemikianlah Kami bacakan kepadamu (Muhammad) sebagian ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah. (ali 'Imran/3: 58)\n\nFirman Allah yang lain:\n\nDemikianlah, Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur'an) yang Kami wahyukan kepadamu. (ar-Ra'd/13: 30)\n\nBarang siapa yang mengikuti ajaran Al-Qur'an, beriman kepada Nabi Muhammad, dan menerima petunjuknya, maka sungguh ia telah menempuh jalan lurus menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Petunjuk itu adalah untuk kebaikan dirinya sendiri. Akan tetapi, barang siapa yang sesat, dan menyeleweng dari jalan lurus yang telah dirintis oleh Nabi, maka kemudaratan akan dirasakan oleh mereka sendiri. Nabi saw tidak akan menderita kerugian apa pun sebab tugas beliau hanya sekadar memberi peringatan sesuai dengan firman Allah:\n\nMaka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka). (ar-Ra'd/13: 40)\n\nDan firman Allah:\n\nSungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu. (Hud/11: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 3252, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 333, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0633\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064d \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qulil hamdu lillaahi sa yureekum Aayaatihee fata'ri foonahaa; wa maa Rabbuka bighaaflin 'ammaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And say, \"[All] praise is [due] to Allah. He will show you His signs, and you will recognize them. And your Lord is not unaware of what you do.\"", "id": "Dan katakanlah (Muhammad), “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran)-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3252", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3252.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3252.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Al-Qur'an yang diturunkan sebagai petunjuk dan berita gembira serta peringatan kepada seluruh manusia maka katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Segala puji bagi Allah atas segala nikmat anugerah dan juga segala petaka yang bertujuan menguji. Kepada mereka yang enggan percaya, Nabi Muhammad diperintahkan untuk menyampaikan bahwa \"Dia Yang Maha Esa itu akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda keesaan-Nya, kebesaran dan kekuasaan-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan pada saat itu kamu akan yakin bahwa kitab suci Al-Qur'an dan seluruh berita yang ada di dalamnya adalah kebenaran. Dan selanjutnya Nabi Muhammad diingatkan, yang tujuan sebenarnya adalah mereka yang durhaka, \"Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu dan mereka kerjakan dan semua akan diberi balasan sesuai dengan keadilan atau kemurahan Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad, yang telah menyampaikan kabar gembira kepada kaum Muslimin yang mengikuti petunjuknya, dan memberi peringatan kepada mereka yang mengingkarinya, untuk mengatakan bahwa segala puji bagi Allah atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Di antaranya adalah nikmat kenabian dan kerasulan, yang menyebabkan datangnya nikmat-nikmat yang lain, baik kenikmatan di dunia maupun akhirat.\n\nAllah telah memberi taufik kepada Nabi untuk memikul segala beban dalam melaksanakan seruan agama, dalam rangka ketaatan dan kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih, Yang telah menyediakan keridaan dan pahala yang besar bagi hamba-hamba-Nya yang tulus ikhlas. Allah telah memberikan kepada Nabi berbagai mukjizat, yang menunjukkan kebenaran risalah-Nya dan taufik untuk mengikuti jalan agama yang lurus. Rasul ingin sekali supaya umatnya membuka hati untuk dapat melihat bukti-bukti kebenaran. Akan tetapi, setan dan hawa nafsu telah sedemikian rupa mengelabui mata penglihatan mereka sehingga tidak dapat melihat kenyataan yang sebenarnya.\n\nJika mereka masih tetap juga membangkang dan keras kepala, maka ingatlah bahwa semua manusia akan mati. Mereka semua pada hari Kiamat akan dibangkitkan dari kuburan masing-masing dan dihadapkan ke hadirat Allah, yang akan memeriksa semua perbuatan yang mereka lakukan di dunia. Di sanalah nanti Allah akan memperlihatkan kepada orang-orang yang membangkang tanda-tanda kebesaran-Nya. Di sana juga nanti Allah akan memperlihatkan kepada mereka azab-Nya yang sangat pedih, sehingga mereka akan mengetahuinya. Di sana jugalah nanti mereka akan mengemukakan penyesalan yang tiada terhingga atas kekafiran mereka terhadap risalah nabi. Penyesalan yang tiada arti dan manfaat lagi karena mereka telah menyia-nyiakan kesempatan dan umur yang telah lewat itu, sedang Tuhan tidak lalai dari apa yang mereka kerjakan." } } } ] }, { "number": 28, "sequence": 49, "numberOfVerses": 88, "name": { "short": "القصص", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0642\u0635\u0635", "transliteration": { "en": "Al-Qasas", "id": "Al-Qasas" }, "translation": { "en": "The Stories", "id": "Kisah-Kisah" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai dengan Al Qashash, karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata Al Qashash yang berarti cerita. Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa a.s. bertemu dengan Nabi Syua'ib a.s. ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, yakni pengalamannya dengan Fir'aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir'aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syua'ib a.s. menjawab bahwa Musa a.s. telah selamat dari pengejaran orang-orang zalim. Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad s.a.w. dan bagi sahabat-sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam perjuangannya menghadapi musuh-musuh agama. Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah. Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa a.s. sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga dengan surat Musa." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3253, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0637\u0633\u0645", "transliteration": { "en": "Taa-Seeen-Meeem" } }, "translation": { "en": "Ta, Seen, Meem.", "id": "Tha Sin Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3253", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3253.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3253.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tà Sìn Mìm.", "long": "tha Sin Mim, lihat tafsir mengenai huruf-huruf hijaiyah pada awal Surah al-Baqarah." } } }, { "number": { "inQuran": 3254, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Tilka Aayaatul Kitaabil mubeen" } }, "translation": { "en": "These are the verses of the clear Book.", "id": "Ini ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas (dari Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3254", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3254.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3254.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ini ayat-ayat Kitab Al-Qur'an yang amat mulia dan sangat tinggi kedudukannya, yang sangat jelas kebenarannya dari Allah, dan yang fungsinya menjelaskan segala macam persoalan manusia untuk mencapai kebahagiaannya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah ayat-ayat dari Al-Qur'an yang jelas dan mudah dipahami. Ayat-ayat itu memberikan keterangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan urusan agama dan mengungkap kisah umat-umat terdahulu yang kebenaran beritanya tidak diketahui oleh manusia di masa itu. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukan buatan Muhammad saw sebagaimana dituduhkan oleh orang-orang musyrik, karena Muhammad adalah seorang ummi yang tidak tahu menulis dan membaca. Beliau juga tidak pernah belajar kepada orang-orang pandai apalagi kepada pendeta-pendeta Ahli Kitab. Dari mana Nabi Muhammad dapat mengetahui kisah umat-umat yang hidup berabad-abad yang lalu kalau tidak dari wahyu yang telah diturunkan Allah kepadanya. Oleh karena itu, tidak dapat diragukan lagi bahwa ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung hukum-hukum dan hal-hal yang berhubungan dengan agama serta kisah-kisah mengenai umat-umat dahulu kala, adalah benar-benar wahyu dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3255, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u064e\u0625\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Natloo 'alaika min naba-i Moosaa wa Fi'awna bilhaqqi liqawminy yu'miinoon" } }, "translation": { "en": "We recite to you from the news of Moses and Pharaoh in truth for a people who believe.", "id": "Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir‘aun dengan sebenarnya untuk orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3255", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3255.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3255.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu aspek penjelasannya adalah Kami melalui Malaikat Jibril membacakan yakni menyampaikan kepadamu sebagian episode dari kisah penting Nabi Musa dan Fir’aun, penguasa Mesir pada masanya. Pembacaan dan penyampaian itu dilakukan dengan sebenar-nya dan sesuai dengan kenyataan untuk dimanfaatkan oleh orang-orang yang beriman dengan cara menarik pelajaran dari kisah tersebut.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah membacakan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan Jibril ayat-ayat yang berhubungan dengan kisah Nabi Musa dan Fir'aun untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Dengan memperhatikan kisah itu, di mana mereka mengetahui bahwa nasib orang-orang yang durhaka mendapat azab dan orang-orang mukmin terbebas dari penindasan orang-orang zalim, mereka bertambah yakin bahwa Al-Qur'an memang wahyu yang diturunkan Allah kepada Muhammad saw.\n\nDalam ayat ini disebutkan bahwa kisah Nabi Musa diceritakan khusus bagi kaum mukminin saja, padahal Al-Qur'an diturunkan untuk semua umat manusia baik yang beriman maupun yang kafir. Tujuannya adalah untuk menjelaskan bahwa hanya orang-orang beriman yang dapat mengambil manfaat dari pemaparan kisah-kisah umat terdahulu karena mereka mempunyai pikiran yang jernih dan hati yang suci, serta tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang mengotori jiwa dan akal. \n\nAdapun orang-orang kafir dan tetap dalam kekafiran tidak akan mungkin mendapat manfaat daripadanya, karena mereka telah jauh terperosok ke dalam kemusyrikan. Hati mereka telah dikuasai oleh perasaan dengki, sombong, dan takabur, serta suka memperturutkan hawa nafsu, sehingga sulit bagi mereka menerima kebenaran yang bertentangan dengan keinginan dan kemauan mereka. Bagaimana pun jelasnya ayat-ayat dan bukti-bukti yang dikemukakan, mereka akan tetap mengingkari dan menolaknya dengan berbagai alasan yang dicari-cari seperti me-ngatakan bahwa Muhammad saw sudah gila atau mukjizat yang diturunkan kepadanya hanya sihir belaka." } } }, { "number": { "inQuran": 3256, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0634\u0650\u064a\u064e\u0639\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0636\u0652\u0639\u0650\u0641\u064f \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0630\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna Fir'awna 'alaa fil ardi wa ja'ala ahlahaa shiya'ai yastad'ifu taaa'ifatam minhum yuzabbihu abnaaa'ahum wa yastahyee nisaaa'ahum; innahoo kaana minal mufsideen" } }, "translation": { "en": "Indeed, Pharaoh exalted himself in the land and made its people into factions, oppressing a sector among them, slaughtering their [newborn] sons and keeping their females alive. Indeed, he was of the corrupters.", "id": "Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia (Fir‘aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3256", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3256.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3256.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kisahnya bermula dari kesewenang-wenangan Fir'aun dan rezimnya. Sungguh, Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi kepada Allah dengan mengaku dirinya sebagai Tuhan dan juga kepada manusia dengan menjadikan penduduk negeri, Mesir yang mereka kuasai-Nya berpecah belah menjadi dua kelompok besar; pertama, masyarakat Mesir; dan kedua, masyarakat Bani Israil. Bentuk kesewenang-wenang-an itu antara lain dia menindas segolongan dari mereka yakni kelompok Bani Israil, dengan cara dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup sambil mempermalukan anak perempuan mereka. Sungguh, dia yakni Fir'aun adalah termasuk kelompok orang yang berbuat kerusakan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan kisah Fir'aun yang berkuasa mutlak di negeri Mesir. Tidak ada satu kekuasaan pun yang lebih tinggi dari kekuasaannya. Apa saja yang disukai dan dikehendakinya harus terlaksana. Semua rakyat tunduk dan patuh di bawah perintahnya sampai dia mengangkat dirinya menjadi tuhan. \n\nDengan kekuasaan mutlak itu, ia dapat melakukan kezaliman dan penganiayaan dengan sewenang-wenang. Pemerintahannya bukan berdasar keadilan dan akhlak yang mulia, tetapi berdasarkan kemauan dan keinginan semata. Politik yang dijalankannya adalah memecah belah kaumnya menjadi beberapa golongan. Kemudian ia menanamkan benih pertentangan dan permusuhan pada golongan-golongan itu agar dia tetap berkuasa terhadap mereka. Gerakan apa pun yang dirasakan menentang kekuasaannya harus dibasmi dan dikikis habis. Kalau ada berita atau isu yang mengatakan bahwa seseorang atau satu golongan berusaha untuk menumbangkan kekuasaannya atau mungkin menjadi sebab bagi kejatuhannya, pasti orang atau golongan itu dimusnahkannya. \n\nGolongan yang dianggap setia dan selalu menunjang dan mengokohkan singgasananya akan dimuliakan. Mereka juga diberi berbagai macam fasilitas dan keistimewaan agar menjadi kuat dan jaya. Fir'aun telah menindas Bani Israil karena dianggap golongan yang berbahaya, bila dibiarkan pasti akan menggerogoti pemerintahannya. Dia memperlakukan golongan ini dengan sewenang-wenang, direndahkan dan dihinakan, serta dianggap sebagai golongan budak yang tidak mempunyai hak apa-apa. Golongan ini bahkan dipaksa membangun piramida dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar dan berat lainnya. Apalagi setelah ia mendengar dari tukang-tukang tenungnya bahwa yang akan merobohkan kekuasaannya ialah Bani Israil. Semenjak itu Fir'aun bertekad bulat untuk membasmi golongan ini. \n\nSelain memperlemah dan memperbudak Bani Isra'il, Fir'aun juga memutuskan setiap anak laki-laki yang lahir di kalangan Bani Israil harus dibunuh, tanpa belas kasihan. Ia tidak mempedulikan ratap tangis ibu yang kehilangan anak yang dikandungnya dengan susah payah selama sembilan bulan dan menjadi tumpuan harapannya.\n\nDengan tindakan ini, Fir'aun menyangka bahwa Bani Israil akan punah dengan sendirinya karena tidak ada lagi keturunan anak laki-laki yang akan lahir dan berkembang. Adapun anak-anak perempuan dibiarkan hidup karena selain dianggap lemah dan tak mampu melawan, mereka juga digunakan sebagai pemuas nafsu. Oleh karena itu, Allah mencap Firaun sebagai orang yang berbuat kebinasaan di muka bumi. \n\nSebenarnya banyak cara lain yang tidak bertentangan dengan peri kemanusiaan yang dapat dilakukan Fir'aun untuk menghalangi terjadinya apa yang ditakutkannya itu. Akan tetapi, karena hatinya sudah keras membatu dan pikirannya sudah gelap, tidak ada lagi jalan yang tampak olehnya kecuali membasmi semua anak laki-laki Bani Israil. Fir'aun lalu menyebarkan mata-mata ke seluruh pelosok negeri Mesir untuk menyelidiki semua perempuan. Bila ada di antara mereka yang hamil, langsung dicatat dan ditunggu masa melahirkannya. Bila yang dilahirkan anak perempuan akan dibiarkan saja, tetapi kalau yang dilahirkan anak laki-laki langsung diambil untuk dibunuh.\n\nApakah dengan tindakan itu Fir'aun dapat mempertahankan kekuasaannya? Pasti tidak! Karena di balik kekuasaannya itu, ada kekuasaan yang jauh lebih perkasa yaitu kekuasaan Allah yang tak dapat dikalahkan oleh siapa pun. Dialah Maha Pencipta, Mahakuasa, dan Mahaperkasa.\n\nDiriwayatkan oleh as-Suddi bahwa Fir'aun bermimpi melihat api datang ke negerinya dari Baitul Makdis. Api itu membakar rumah-rumah kaum Fir'aun dan membiarkan rumah-rumah Bani Israil. Fir'aun bertanya kepada orang-orang cerdik-pandai dan tukang-tukang tenung. Mereka menjawab bahwa takwil mimpi itu ialah akan lahir seorang anak laki-laki (dari Bani Israil) yang akan meruntuhkan kekuasaannya di Mesir. Takwil inilah yang mendorong Fir'aun melakukan tindakan kejam dan ganas itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3257, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 20, "page": 385, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0645\u064f\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u0636\u0652\u0639\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0626\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nureedu an namunna 'alal lazeenas tud'ifoo fil ardi wa naj'alahum a'immatanw wa naj'alahumul waariseen" } }, "translation": { "en": "And We wanted to confer favor upon those who were oppressed in the land and make them leaders and make them inheritors", "id": "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3257", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3257.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3257.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penindasan dan pembunuhan anak-anak lelaki yang dilakukan Fir\\'aun itu adalah guna mempertahankan kekuasaan-Nya, Dan Kami di masa mendatang hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi Mesir itu, yakni bani Israil, dan hendak menjadikan mereka pemimpin yang diteladani dalam segala hal, dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi kekuasaan dan harta benda di dunia yang serupa atau melebihi apa yang dimiliki oleh Fir'aun.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia akan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada Bani Israil yang tertindas dan lemah itu dengan memberikan kepada mereka kekuatan dan kekuasaan duniawi dan agama. Maka berkat perjuangan Bani Israil, berdirilah satu kerajaan yang besar dan kuat di negeri Syam dan akhirnya mereka mempunyai kekuasaan yang besar di Mesir yang dahulunya pernah menindas dan memperbudak mereka. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun. (al-A'raf/7: 137)\n\nDemikianlah, bila Allah menghendaki sesuatu, pasti terlaksana. Bagaimana pun kuatnya Fir'aun dengan tentara dan kekayaannya serta bagaimana pun lemahnya Bani Israil sampai tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun bahkan selalu ditindas, dianiaya, dan dimusuhi, tetapi karena Allah hendak memuliakan mereka, ada saja jalan dan kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan bergerak. Berkat keuletan dan kesabaran, mereka berhasil menguasai negeri Mesir yang pernah memperbudak mereka. \n\nAllah memperlihatkan kepada Fir'aun apa yang selalu ditakutinya, juga oleh Haman (menterinya) dan tentaranya, yaitu keruntuhan kerajaan mereka dengan lahirnya seorang bayi, yaitu Musa. Bayi ini luput dari pengawasan Fir'aun, bahkan diasuh dan dididik di istananya, serta dimanjakan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Padahal, bayi itulah nanti, di waktu besarnya, yang akan menumbangkan kekuasaannya, menghancurkan tentaranya dan menaklukkan negaranya. Bagaimana pedihnya luka di hati Fir'aun ketika melihat anak yang disayangi dan dimanjakan, menantang dan melawan kekuasaannya. \n\nKesombongan, takabur, dan keangkuhan Fir'aun memang tak ada gunanya ketika berhadapan dengan kekuasaan dan keperkasaan Allah. Semua tindakannya dibalas dengan tindakan yang setimpal. Di antara tindakan yang dilakukan oleh Fir'aun yang melampaui batas adalah:\n\n1. Menganggap dirinya berkuasa mutlak sehingga ia bersikap takabur dan sombong bahkan mendakwakan dirinya sebagai tuhan.\n\n2. Untuk menjamin kelanggengan kekuasaannya, dia memecah belah bangsanya, memusnahkan golongan yang menentangnya, membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil, dan membiarkan anak-anak perempuan mereka hidup untuk dipekerjakan dan dijadikan sebagai gundik dan dayang-dayang kerajaan.\n\n3. Berlaku sewenang-wenang dan berbuat kerusakan di muka bumi.\n\nTindakan Fir'aun itu dibalas oleh Allah dengan beberapa tindakan pula, yaitu:\n\n1. Allah membebaskan Bani Israil dari cengkeraman Fir'aun dan kaumnya dan menjadikan mereka pemuka dan pemimpin di dunia.\n\n2. Allah mewariskan kepada mereka negeri Syam dengan menjadikan mereka berkuasa di sana dan memberikan tempat di muka bumi.\n\n3. Allah memperlihatkan kepada Fir'aun, Haman, dan tentaranya bagaimana keruntuhan kekuasaan mereka. \n\nDemikianlah Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya. Suatu hal yang rasanya tidak mungkin, bisa terjadi yaitu tumbangnya suatu kekuasaan besar oleh orang-orang yang lemah, tertindas dan teraniaya. Sungguh Allah telah memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, membuat dan mencabut kekuasaan dari siapa yang dikehendaki-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala suatu. (ali 'Imran/3: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 3258, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 20, "page": 386, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u0645\u064e\u0643\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa numakkina lahum fil ardi wa nuriya Fir'awna wa Haamaana wa junoodahumaa minhum maa kaanoo yahzaroon" } }, "translation": { "en": "And establish them in the land and show Pharaoh and [his minister] Haman and their soldiers through them that which they had feared.", "id": "dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir‘aun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3258", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3258.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3258.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu Kami juga akan teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dengan mengutus dua orang nabi dari kalangan mereka, yaitu Nabi Musa dan Nabi Harun, untuk membimbing mereka, dan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman bersama bala tentaranya dan para pendukung mereka berdua apa yang selalu mereka takutkan dari mereka. Fir'aun selalu takut bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil, dan akan terusir dari negeri Mesir, karena itu dia membunuh anak-anak laki-laki yang lahir di kalangan Bani lsrail. Apa yang ditakutkannya itu sungguh akan terjadi.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia akan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada Bani Israil yang tertindas dan lemah itu dengan memberikan kepada mereka kekuatan dan kekuasaan duniawi dan agama. Maka berkat perjuangan Bani Israil, berdirilah satu kerajaan yang besar dan kuat di negeri Syam dan akhirnya mereka mempunyai kekuasaan yang besar di Mesir yang dahulunya pernah menindas dan memperbudak mereka. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun. (al-A'raf/7: 137)\n\nDemikianlah, bila Allah menghendaki sesuatu, pasti terlaksana. Bagaimana pun kuatnya Fir'aun dengan tentara dan kekayaannya serta bagaimana pun lemahnya Bani Israil sampai tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun bahkan selalu ditindas, dianiaya, dan dimusuhi, tetapi karena Allah hendak memuliakan mereka, ada saja jalan dan kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan bergerak. Berkat keuletan dan kesabaran, mereka berhasil menguasai negeri Mesir yang pernah memperbudak mereka. \n\nAllah memperlihatkan kepada Fir'aun apa yang selalu ditakutinya, juga oleh Haman (menterinya) dan tentaranya, yaitu keruntuhan kerajaan mereka dengan lahirnya seorang bayi, yaitu Musa. Bayi ini luput dari pengawasan Fir'aun, bahkan diasuh dan dididik di istananya, serta dimanjakan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Padahal, bayi itulah nanti, di waktu besarnya, yang akan menumbangkan kekuasaannya, menghancurkan tentaranya dan menaklukkan negaranya. Bagaimana pedihnya luka di hati Fir'aun ketika melihat anak yang disayangi dan dimanjakan, menantang dan melawan kekuasaannya. \n\nKesombongan, takabur, dan keangkuhan Fir'aun memang tak ada gunanya ketika berhadapan dengan kekuasaan dan keperkasaan Allah. Semua tindakannya dibalas dengan tindakan yang setimpal. Di antara tindakan yang dilakukan oleh Fir'aun yang melampaui batas adalah:\n\n1. Menganggap dirinya berkuasa mutlak sehingga ia bersikap takabur dan sombong bahkan mendakwakan dirinya sebagai tuhan.\n\n2. Untuk menjamin kelanggengan kekuasaannya, dia memecah belah bangsanya, memusnahkan golongan yang menentangnya, membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil, dan membiarkan anak-anak perempuan mereka hidup untuk dipekerjakan dan dijadikan sebagai gundik dan dayang-dayang kerajaan.\n\n3. Berlaku sewenang-wenang dan berbuat kerusakan di muka bumi.\n\nTindakan Fir'aun itu dibalas oleh Allah dengan beberapa tindakan pula, yaitu:\n\n1. Allah membebaskan Bani Israil dari cengkeraman Fir'aun dan kaumnya dan menjadikan mereka pemuka dan pemimpin di dunia.\n\n2. Allah mewariskan kepada mereka negeri Syam dengan menjadikan mereka berkuasa di sana dan memberikan tempat di muka bumi.\n\n3. Allah memperlihatkan kepada Fir'aun, Haman, dan tentaranya bagaimana keruntuhan kekuasaan mereka. \n\nDemikianlah Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya. Suatu hal yang rasanya tidak mungkin, bisa terjadi yaitu tumbangnya suatu kekuasaan besar oleh orang-orang yang lemah, tertindas dan teraniaya. Sungguh Allah telah memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, membuat dan mencabut kekuasaan dari siapa yang dikehendaki-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala suatu. (ali 'Imran/3: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 3259, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 20, "page": 386, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u0651\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u0639\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0627\u062f\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa awhainaaa ilaaa ummi Moosaaa an ardi'eehi faizaa khifti 'alaihi fa alqeehi filyammi wa laa takhaafee wa laa tahzaneee innaa raaaddoohu ilaiki wa jaa'iloohu minal mursaleen" } }, "translation": { "en": "And We inspired to the mother of Moses, \"Suckle him; but when you fear for him, cast him into the river and do not fear and do not grieve. Indeed, We will return him to you and will make him [one] of the messengers.\"", "id": "Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, “Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3259", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3259.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3259.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehancuran kerajaan Fir'aun terjadi melalui seorang laki-laki yang telah dipersiapkan, yaitu Nabi Musa. Dan langkahnya bermula dari Kami ilhamkan berupa bisikan di dalam hati kepada ibunya Musa yang anaknya akan berperan dalam kehancuran Fir'aun dan kekuasaannya, bahwa, \"Susuilah dia yakni Musa, anakmu itu dengan tenang. Dan apabila engkau khawatir terhadapnya misalnya khawatir ada yang melihatmu menyusui anak lelaki atau khawatir jangan sampai anakmu dibunuh atas perintah Fir'aun sebagaimana anak-anak lelaki lainnya, maka hanyutkanlah dia ke sungal Nil setelah engkau letakkan dia di sebuah tempat yang dapat mengapung. Dan janganlah engkau takut dia akan tenggelam atau mati kelaparan atau akan terganggu oleh apa pun dan jangan pula bersedih hati karena kepergiannya, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dalam keadaan sengat bugar; dan setelah dewasa Kami akan menjadikannya salah seorang dari kelompok para rasul yang diutus kepada Bani Israil.”", "long": "Ayat ini menggambarkan situasi yang sangat mencemaskan ibu Musa yang akan melahirkan anaknya. Ia tahu bahwa anak itu akan direnggut dari pangkuannya dan akan dibunuh tanpa rasa iba dan belas kasihan. Walaupun kelahiran Musa dapat disembunyikan, tetapi lama-kelamaan pasti akan diketahui oleh mata-mata Fir'aun yang banyak bertebaran di pelosok negeri, sehingga nasib bayinya akan sama dengan nasib bayi-bayi Bani Israil lainnya. Setelah melahirkan Musa, ibunya selalu merasa gelisah dan khawatir memikirkan nasib anaknya yang telah dikandungnya dengan susah payah selama sembilan bulan yang menjadi tumpuan harapan setelah bayi itu besar. Oleh karena itu, ia selalu memohon kepada Allah agar anaknya diselamatkan dari bahaya maut yang selalu mengancamnya. \n\nDalam keadaan gelisah dan cemas itu, Allah mengilhamkan kepada ibu Musa bahwa dia tidak perlu khawatir dan cemas. Hendaklah dia tetap menyusui dan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Bila dia merasa takut karena ada tanda-tanda bahwa anaknya itu akan diketahui oleh Fir'aun, maka hendaklah ia melemparkan anak itu ke sungai Nil. Ibu Musa diperintahkan Allah untuk tidak merasa ragu dan khawatir, karena Dia akan menjaga dan mengembalikan Musa ke pangkuannya. Kelak anak itu akan menjadi rasul Allah yang akan menyampaikan dakwah kepada Fir'aun." } } }, { "number": { "inQuran": 3260, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 20, "page": 386, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0637\u064e\u0647\u064f \u0622\u0644\u064f \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0632\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faltaqatahooo Aalu Fir'awna li yakoona lahum 'aduwwanw wa hazanaa; inna Fir'awna wa Haamaana wa junooda humaa kaanoo khaati'een" } }, "translation": { "en": "And the family of Pharaoh picked him up [out of the river] so that he would become to them an enemy and a [cause of] grief. Indeed, Pharaoh and Haman and their soldiers were deliberate sinners.", "id": "Maka dia dipungut oleh keluarga Fir‘aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sungguh, Fir‘aun dan Haman bersama bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3260", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3260.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3260.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berdasarkan wahyu yang berupa ilham tersebut, maka ibu Musa menghanyutkannya di sungai dan setelah mengapung beberapa saat dia dipungut oleh keluarga Fir'aun agar pada akhirnya kelak dia yakni Musa yang dipungut itu menjadi musuh karena menantang ajaran Fir’aun, dan menjadi sumber dan penyebab kesedihan bagi mereka yakni Fir’aun dan rezimnya, karena dialah akan menghancurkan mereka. Sungguh, Fir’aun dan Haman bersama bala tentaranya dan pendukung-pendukungnya adalah orang-orang bersalah dan berdosa karena berencana melakukan itu dengan sengaja dan disertai kebulatan tekad.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bagaimana ibu Musa melaksanakan ilham yang diterimanya karena ia yakin apa yang dijanjikan Allah kepadanya pasti terjadi. Setelah bayi Musa dibungkus badannya dan dimasukkan ke dalam peti, Musa dihanyutkan ke sungai Nil dan arus sungai membawanya ke arah istana Fir'aun yang dibangun di tepi sungai itu. \n\nSalah seorang keluarga Fir'aun melihat peti itu terapung-apung dibawa arus sungai dan segera mengambil dan membawanya kepada istri Fir'aun. Setelah dibuka, ia sangat terkejut ketika melihat bahwa isi peti itu adalah seorang bayi. Saat itu juga timbul kasih sayang istri Fir'aun kepada bayi itu. Dengan cepat dibawanya bayi itu kepada Fir'aun. Tanpa ragu-ragu Fir'aun memerintahkan supaya bayi itu dibunuh karena takut kalau ia keturunan Bani Israil. Akan tetapi, istri Fir'aun membujuknya agar tidak membunuh bayi itu, dan mengangkatnya sebagai anak dengan harapan kelak anak itu akan berjasa kepada Fir'aun dan kerajaannya. Akhirnya Fir'aun mengizinkan anak itu diasuh dan dipelihara oleh istrinya, tanpa menyadari bahwa Allah menghendaki kejadian ini.\n\nAllah menghendaki apabila anak itu dewasa nanti, ia akan menjadi musuh Fir'aun yang paling besar dan akan menumbangkan kekuasaannya, bukan menjadi anak yang akan berjasa dan berbakti kepadanya. Demikianlah Allah menakdirkan keruntuhan kekuasaan Fir'aun, sebagai balasan atas kesombongan, kezaliman, dan kekejamannya terhadap Bani Israil. Sesungguhnya Fir'aun, Haman, dan tentaranya telah berbuat kesalahan besar dengan melakukan kekejaman itu. Sudah sewajarnya Allah menghancurkan kekuasaan Fir'aun itu dengan perantaraan seorang keturunan Bani Israil yang dihinakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3261, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 20, "page": 386, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064f \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0642\u064f\u0631\u0651\u064e\u062a\u064f \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u0644\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalatim ra atu Fir'awna qurratu 'aynil lee wa lak; laa taqtuloohu 'asaaa aiyanfa'anaa aw nattakhizahoo waladanw wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "And the wife of Pharaoh said, \"[He will be] a comfort of the eye for me and for you. Do not kill him; perhaps he may benefit us, or we may adopt him as a son.\" And they perceived not.", "id": "Dan istri Fir‘aun berkata, “(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak,” sedang mereka tidak menyadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3261", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3261.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3261.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "setelah Musa dipungut dan dilihat oleh keluarga istana, istri Fir’aun berkata, “Dia, yakni anak itu adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu wahai suamiku, Fir’aun. Karena itu janganlah kamu wahai Fir’aun dan jangan juga siapa pun yang engkau perintahkan membunuhnya seperti yang terjadi pada anak-anak lelaki Bani Israil. Mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita jika kita mendidiknya dengan baik atau kita ambil dia menjadi anak angkat jika ternyata ia tidak ditemukan oleh orang tuanya”. Demikian ucapan istri Fir’aun ketika ia bersama suaminya dan siapa yang ada di sekelilingnya, sedang mereka tidak menyadari apa yang akan terjadi setelah Fir’aun memeliharanya di istana.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan jawaban istri Fir'aun untuk mempertahankan bayi itu agar tidak dibunuh, karena Fir'aun khawatir kalau bayi itu anak seorang Bani Israil yang dikhawatirkan akan menghancurkan kekuasaannya. Istri Fir'aun yang telah telanjur menyayangi anak itu karena tertarik melihat parasnya yang rupawan mengatakan, \"Janganlah engkau bunuh anak ini karena saya amat sayang dan tertarik kepadanya. Biarkanlah saya mengasuh dan mendidiknya. Dia akan menjadi penghibur hatiku dan hatimu di kala susah. Siapa tahu di kemudian hari dia akan berjasa kepada kita. Atau alangkah baiknya kalau dia kita ambil menjadi anak angkat kita, karena sampai sekarang kita belum dikaruniai seorang anak pun.\" Karena kegigihan istri Fir'aun dan alasan-alasan logis yang dikemukakannya, akhirnya Fir'aun membiarkan anak itu hidup dan diasuh sendiri oleh istrinya. \n\nDemikianlah takdir Allah. Dia telah menjadikan istri Fir'aun menyayangi anak itu dan menjadikan hati Fir'aun lunak karena rayuan istrinya sehingga anak itu tidak jadi dibunuh. Padahal, anak itulah kelak yang akan menentang Fir'aun dan akan menjadi musuhnya yang utama tanpa dia sadari sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 3262, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 20, "page": 386, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u0641\u064f\u0624\u064e\u0627\u062f\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0650\u063a\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u064e\u0637\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa asbaha fu'aadu ummi Moosaa faarighan in kaadat latubdee bihee law laaa arrabatnaa 'alaa qalbihaa litakoona minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And the heart of Moses' mother became empty [of all else]. She was about to disclose [the matter concerning] him had We not bound fast her heart that she would be of the believers.", "id": "Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3262", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3262.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3262.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun ibu Musa merasakan kerisauan yang sangat mendalam. Walaupun tindakannya menghanyutkan Musa di sungai Nil berdasarkan ilham dari Allah, namun ia sangat mengkhawatirkannya yang sangat mendalam. Hati ibu Musa menjadi kosong dan hampa. Sungguh, akibat kekhawatirannya yang sangat mendalam hampir saja dia menyatakan yakni rahasia yang dipendamnya tentang Musa. Seandainya tidak kami teguhkan hatinya pastilah dia akan meng-akui bahwa anak yang dipungut Fir’aun itu adalah anak kandungnya dan dia akan berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri. Peneguhan itu Kami lakukan agar dia termasuk orang-orang yang beriman yang percaya kepada janji Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bagaimana keadaan ibu Musa setelah ia melemparkan anaknya ke sungai Nil untuk melaksanakan ilham yang diterimanya dari Allah. Walaupun tindakan yang dilakukannya berdasarkan ilham dari Allah dengan janji bahwa anaknya akan dikembalikan kepadanya, namun ia tetap gelisah dan tidak pernah merasa tenteram memikirkan nasib anaknya yang telah dihanyutkan ke sungai Nil. \n\nBerbagai macam pertanyaan terlintas dalam pikiran ibu Musa. Kadang-kadang dia menyesali dirinya telah melakukan perbuatan itu. Bagaimanakah cara menemukan anaknya kembali? Apakah dia akan berteriak-teriak dan mengakui bahwa dia telah melemparkan anaknya ke sungai, kemudian minta tolong kepada khalayak ramai untuk mencarinya? Benar-benar hati dan pikirannya telah kosong. Dia telah kehilangan akal dan kesadaran sehingga tak dapat berpikir lagi. Akan tetapi, Allah menguatkan hatinya dan menenteramkan pikirannya sehingga sadar dan percaya bahwa Allah telah menjanjikan akan mengembalikan anaknya ke pangkuannya dan kelak akan mengangkatnya menjadi rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 3263, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 20, "page": 386, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 154, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064f\u0635\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0635\u064f\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0646 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0628\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalat li ukhtihee qusseehi fabasurat bihee 'an junubinw wahum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "And she said to his sister, \"Follow him\"; so she watched him from a distance while they perceived not.", "id": "Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, “Ikutilah dia (Musa).” Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3263", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3263.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3263.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah hatinya mulai tenang dia yakni ibunya Musa berkata kepada saudara perempuan Musa, “Ikutilah dan carilah berita tentang apa yang terjadi pada dia yakni Musa, dengan cara menelusuri jejak perjalanannya sejak mula dihanyutkan.” Maka dia melaksanakan perintah ibunya, dan akhirnya kelihatan olehnya Musa dari jauh, sedang mereka yakni Fir’aun dan tentaranya tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikan anak yang dipungut itu dari kejauhan.", "long": "Walaupun ibu Musa telah melaksanakan apa yang diilhamkan Allah kepadanya, namun hatinya belum tenteram. Oleh sebab itu, ia menyuruh anak perempuannya (kakak Musa) mencari-cari berita tentang Musa. Lalu kakak Musa pergi mengikuti peti yang berisi Musa. Akhirnya dia melihat dari kejauhan peti itu telah memasuki kawasan Fir'aun dan disela-matkan keluarganya. Meskipun peristiwa ini disaksikan orang banyak, tetapi mereka tidak menyadari kehadiran Musa di antara mereka. \n\nDi istana orang-orang sibuk mencari siapa yang cocok menyusukan anak itu, karena ia menolak setiap wanita yang hendak menyusukannya. Setelah saudara Musa mengetahui hal ini, dia pun memberanikan diri tampil ke muka dan mengatakan bahwa ia mengetahui seorang wanita yang sehat dan banyak air susunya. Mungkin anak itu mau disusukan oleh wanita tersebut. Wanita itu dari keluarga baik-baik dan anak itu pasti akan dijaga dengan penuh perhatian dan penuh rasa kasih sayang.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa setelah saudara Musa mengucapkan kata-kata itu, lalu ibu Musa dibawa ke istana, mereka memandang kepadanya dengan rasa curiga dan mengemukakan pertanyaan, \"Dari mana engkau tahu bahwa wanita itu akan menjaganya dengan baik dan akan menumpahkan kasih sayang terhadapnya?\" Saudara Musa menjawab, \"Tentu saja ia akan berbuat demikian karena mengharapkan kesenangan hati raja Fir'aun dan mengharapkan pemberian yang banyak darinya.\" Dengan jawaban ini hilanglah kecurigaan mereka. \n\nMusa kemudian dibawa kembali ke rumah ibunya. Sesampainya di rumah, ibunya meletakkan Musa di pangkuannya untuk disusukan. Dengan segera mulut Musa menangkap puting susu ibunya. Mereka yang hadir sangat gembira melihat hal itu dan dikirimlah utusan permaisuri raja untuk memberitakan hal itu. Permaisuri memanggil ibu Musa dan memberinya hadiah dan pemberian yang banyak serta meminta kepadanya supaya ia bersedia tinggal di istana untuk merawat dan mengasuh Musa. Ibu Musa menolak tawaran itu dengan halus dan mengatakan kepada permaisuri bahwa dia mempunyai suami dan anak-anak dan tidak sampai hati meninggalkan mereka. Dia memohon agar permaisuri mengizinkannya membawa Musa ke rumahnya. Permaisuri tidak merasa keberatan atas usul itu dan mengizinkan Musa dibawa ke rumah ibunya. Permaisuri memberinya perongkosan yang cukup. Di samping itu, permaisuri juga memberinya hadiah berupa uang, pakaian, dan lain sebagainya. Akhirnya kembalilah ibu Musa ke rumah membawa anak kandungnya dengan hati yang senang dan gembira.\n\nAllah telah menghilangkan semua kegelisahan dan kekhawatiran ibu Musa dan menggantinya dengan ketenteraman, kemuliaan, dan rezeki yang melimpah dan mengembalikan Musa untuk tinggal bersama ibunya." } } }, { "number": { "inQuran": 3264, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 20, "page": 386, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u0636\u0650\u0639\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062f\u064f\u0644\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064d \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0627\u0635\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa harramnaa 'alaihil maraadi'a min qablu faqaalat hal adullukum 'alaaa ahli baitiny yakfuloonahoo lakum wa hum lahoo naasihoon" } }, "translation": { "en": "And We had prevented from him [all] wet nurses before, so she said, \"Shall I direct you to a household that will be responsible for him for you while they are to him [for his upbringing] sincere?\"", "id": "Dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudaranya Musa), “Maukah aku tunjukkan kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3264", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3264.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3264.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah sudah merancang cara pengembalian Musa kepangkuan ibunya tanpa diketahui semua orang. Dan kami cegah dia yakni Musa, dengan cara membuatnya enggan menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusuinya sebelum Musa dikembalikan kepada ibunya untuk disusui. Kelurga Fir’aun pun merasa cemas. Maka berkatalah dia yakni saudara perempuan Musa, “Maukah aku tujukkan kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya ? Saudara perempuan Musa menyarankan agar ia disusui oleh perempuan yang tidak lain adalah ibunya sendiri.", "long": "Walaupun ibu Musa telah melaksanakan apa yang diilhamkan Allah kepadanya, namun hatinya belum tenteram. Oleh sebab itu, ia menyuruh anak perempuannya (kakak Musa) mencari-cari berita tentang Musa. Lalu kakak Musa pergi mengikuti peti yang berisi Musa. Akhirnya dia melihat dari kejauhan peti itu telah memasuki kawasan Fir'aun dan disela-matkan keluarganya. Meskipun peristiwa ini disaksikan orang banyak, tetapi mereka tidak menyadari kehadiran Musa di antara mereka. \n\nDi istana orang-orang sibuk mencari siapa yang cocok menyusukan anak itu, karena ia menolak setiap wanita yang hendak menyusukannya. Setelah saudara Musa mengetahui hal ini, dia pun memberanikan diri tampil ke muka dan mengatakan bahwa ia mengetahui seorang wanita yang sehat dan banyak air susunya. Mungkin anak itu mau disusukan oleh wanita tersebut. Wanita itu dari keluarga baik-baik dan anak itu pasti akan dijaga dengan penuh perhatian dan penuh rasa kasih sayang.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa setelah saudara Musa mengucapkan kata-kata itu, lalu ibu Musa dibawa ke istana, mereka memandang kepadanya dengan rasa curiga dan mengemukakan pertanyaan, \"Dari mana engkau tahu bahwa wanita itu akan menjaganya dengan baik dan akan menumpahkan kasih sayang terhadapnya?\" Saudara Musa menjawab, \"Tentu saja ia akan berbuat demikian karena mengharapkan kesenangan hati raja Fir'aun dan mengharapkan pemberian yang banyak darinya.\" Dengan jawaban ini hilanglah kecurigaan mereka. \n\nMusa kemudian dibawa kembali ke rumah ibunya. Sesampainya di rumah, ibunya meletakkan Musa di pangkuannya untuk disusukan. Dengan segera mulut Musa menangkap puting susu ibunya. Mereka yang hadir sangat gembira melihat hal itu dan dikirimlah utusan permaisuri raja untuk memberitakan hal itu. Permaisuri memanggil ibu Musa dan memberinya hadiah dan pemberian yang banyak serta meminta kepadanya supaya ia bersedia tinggal di istana untuk merawat dan mengasuh Musa. Ibu Musa menolak tawaran itu dengan halus dan mengatakan kepada permaisuri bahwa dia mempunyai suami dan anak-anak dan tidak sampai hati meninggalkan mereka. Dia memohon agar permaisuri mengizinkannya membawa Musa ke rumahnya. Permaisuri tidak merasa keberatan atas usul itu dan mengizinkan Musa dibawa ke rumah ibunya. Permaisuri memberinya perongkosan yang cukup. Di samping itu, permaisuri juga memberinya hadiah berupa uang, pakaian, dan lain sebagainya. Akhirnya kembalilah ibu Musa ke rumah membawa anak kandungnya dengan hati yang senang dan gembira.\n\nAllah telah menghilangkan semua kegelisahan dan kekhawatiran ibu Musa dan menggantinya dengan ketenteraman, kemuliaan, dan rezeki yang melimpah dan mengembalikan Musa untuk tinggal bersama ibunya." } } }, { "number": { "inQuran": 3265, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 20, "page": 386, "manzil": 5, "ruku": 334, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u064e\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faradadnaahu ilaa ummihee kai taqarra 'ainuhaa wa laa tahzana wa lita'lama anna wa'dal laahi haqqunw wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "So We restored him to his mother that she might be content and not grieve and that she would know that the promise of Allah is true. But most of the people do not know.", "id": "Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3265", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3265.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3265.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka setelah keluarga Fir'aun menyetujui usul agar Musa disusui oleh seseorang.yang tidak lain adalah ibunya. Kami kembalikan dia, yakni Musa kepada ibunya agar senang hatinya dengan kebersamaan sang ibu dan anaknya tanpa rasa takut atau sembunyi-sembunyi. Dan agar dia tidak bersedih hati akibat berjauhan dan kecemasannya terhadap sang anak dan agar dia mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa janji Allah untuk mengembalikan Musa ke pangkuannya adalah benar sesuai dengan kenyataan. Demikianlah adanya, tetapi kebanyakan mereka yakni rezim Fir'aun dan bahkan kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa janji Allah kepada ibu Musa telah terlaksana yaitu mengembalikan Musa kepadanya supaya hatinya menjadi tenteram dan tidak lagi merasa sedih. Demikian pula Allah telah menepati janji-Nya untuk mengangkat Musa menjadi rasul, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Siapa yang mengira bahwa seorang anak yang telah diincar maut karena dia anak dari Bani Israil kemudian disayangi dan diasuh dalam istana dengan penuh rasa cinta dan kasih dengan harapan dia akan berjasa bila dia dewasa. Akan tetapi, ternyata anak itu akan menjadi rasul dan menentang kekuasaan Fir'aun, bahkan meruntuhkan kerajaan itu sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3266, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 20, "page": 387, "manzil": 5, "ruku": 335, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0623\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa balagha ashuddahoo wastawaaa aatai naahu hukmanw wa 'ilmaa; wa kazaalika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "And when he attained his full strength and was [mentally] mature, We bestowed upon him judgement and knowledge. And thus do We reward the doers of good.", "id": "Dan setelah dia (Musa) dewasa dan sempurna akalnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3266", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3266.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3266.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Janji Allah untuk menjadikan Musa sebagai salah seorang rasul dari kalangan bani lsrail itu benar. Dan kisahnya bermula dari setelah dia yakni Musa dewasa dan sempurna jasmani dan akalnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah yakni kenabian, kearifan, amal ilmiah dan pengetahuan yakni ilmu amaliah. Dan demikianlah, sebagaimana Kami telah memberi balasan kepada Musa atas ketaatannya, Kami juga akan memberi balasan kepada orang-orang yang selalu berbuat baik.", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa setelah dewasa, Allah mengaruniakan kepada Musa ilmu dan hikmah karena ketaatan dan kepatuhannya kepada Tuhan serta kesabarannya menghadapi berbagai cobaan. Sudah sewajarnyalah bila Musa mengetahui dari ibunya bagaimana ia sampai dapat tinggal di istana keluarga raja Fir'aun, padahal ia hanya anak orang biasa dari Bani Israil yang selalu dihina dan diperhamba oleh Fir'aun dan kaumnya. Hal ini akan menimbulkan simpati Musa kepada Bani Israil walaupun Fir'aun telah berjasa mendidik dan mengasuhnya semenjak kecil sampai menjadi seorang laki-laki dewasa yang sehat wal afiat, baik fisik maupun mentalnya.\n\nRasa simpati kepada kerabat dan kaumnya adalah naluri yang tidak dapat dipisahkan dari jiwa seseorang, apalagi dari diri Musa yang setiap hari melihat Bani Israil ditindas dan dianiaya oleh orang-orang Qibthi penduduk negeri Mesir. Akan tetapi, berkat kesabaran yang dimilikinya, sebagai karunia Allah, ia dapat menahan hatinya sampai Allah memberikan jalan baginya untuk mengangkat kaumnya dari lembah kehinaan dan penderitaan. Karena kesabaran, kebaikan budi dan tingkah laku, serta kepatuhannya menjalankan ajaran agama, Musa dikaruniai Allah ilmu dan hikmah sebagai persiapan untuk diangkat menjadi rasul. Ia diutus untuk menyampaikan risalah Allah kepada kaumnya dan Fir'aun yang sangat sombong, takabur, dan mengangkat dirinya sebagai tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 3267, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 20, "page": 387, "manzil": 5, "ruku": 335, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u0650 \u063a\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u0650\u064a\u0639\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u064e\u0627\u062b\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0634\u0650\u064a\u0639\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0648\u064e\u0643\u064e\u0632\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa dakhalal madeenata 'alaa heene ghaflatim min ahlihaa fawajada feeha raju laini yaqtatilaani haazaa min shee'atihee wa haaza min 'aduwwihee fastaghaasahul lazee min shee'atihee 'alal lazee min 'aduwwihee fawakazahoo Moosaa faqadaa 'alaihi qaala haaza min 'amalish Shaitaani innahoo 'aduwwum mmudillum mubeen" } }, "translation": { "en": "And he entered the city at a time of inattention by its people and found therein two men fighting: one from his faction and one from among his enemy. And the one from his faction called for help to him against the one from his enemy, so Moses struck him and [unintentionally] killed him. [Moses] said, \"This is from the work of Satan. Indeed, he is a manifest, misleading enemy.\"", "id": "Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan yang seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir‘aun). Orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk (mengalahkan) orang yang dari pihak musuhnya, lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Dia (Musa) berkata, “Ini adalah perbuatan setan. Sungguh, dia (setan itu) adalah musuh yang jelas menyesatkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3267", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3267.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3267.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah Musa dewasa dan setelah sekian lama tinggal di istana, pada suatu hari dia masuk ke kota Memphis atau Ain Syams, salah satu wilayah kekuasaan Fir'aun. Ketika itu, penduduknya sedang lengah, karena sedang istirahat sehingga jalan-jalan menjadi sepi. Lalu dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang dari golongannya yaitu seorang lbrani dari Bani lsrail, dan yang seorang lagi dari pihak musuhnya, yaitu bangsa Mesir kaum Fir'aun. Orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari pihak musuhnya. Memperkenankan permintaan itu Ialu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Setelah menyadari kematian orang yang ditinjunya Dia yakni Musa, dengan sangat menyesal berkata, \"Yang kulakukan ini adalah perbuatan setan yang selalu mendorong kepada kejahatan dan kesalahan. Sungguh, dia, yakni setan itu, adalah musuh abadi manusia yang jelas menyesatkan siapa pun yang lengah.\" Musa menyesal atas kematian orang itu karena pukulannya, sebab dia bukanlah bermaksud untuk membunuhnya, tetapi hanya semata-mata membela kaumnya. lni terjadi sebelum Musa diangkat sebagai Nabi.", "long": "Pada suatu hari, Musa menyelinap masuk ke kota tanpa diketahui orang banyak, ketika orang-orang sedang tidur siang hari sesudah waktu Zuhur. Di sana ia melihat dua orang sedang berkelahi, yang seorang dari kaum Bani Israil dan seorang lagi dari penduduk asli negeri Mesir yang dianggapnya sebagai musuh karena selalu menghina dan menganggap rendah golongan Bani Israil. Orang yang berasal dari Bani Israil berteriak meminta tolong untuk melepaskan diri dari kekejaman lawannya.\n\nDidorong rasa fanatik kepada kaumnya, dengan cepat Musa memburu orang Mesir itu. Karena amarah dan tanpa memikirkan akibat perbuatannya, Musa memukul orang Mesir itu dengan sekuat tenaga. Akibat pukulan itu, orang Mesir itu roboh seketika dan mati. Sebenarnya Musa tidak berniat sama sekali hendak membunuhnya, tetapi ternyata orang itu mati hanya dengan sekali pukulan saja. Musa amat menyesal atas ketelanjurannya dan menganggap tindakannya itu salah, tindakan yang tergopoh-gopoh. Dia berkata kepada dirinya sendiri bahwa perbuatannya adalah perbuatan setan yang selalu memperdayakan manusia agar melakukan kezaliman dan maksiat. Sesungguhnya ia telah terperosok masuk perangkap setan yang menjadi musuh manusia dan selalu berusaha untuk menyesatkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3268, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 20, "page": 387, "manzil": 5, "ruku": 335, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u0641\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0641\u064e\u063a\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi innee zalamtu nafsee faghfir lee faghafaralah; innahoo Huwal Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, indeed I have wronged myself, so forgive me,\" and He forgave him. Indeed, He is the Forgiving, the Merciful.", "id": "Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3268", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3268.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3268.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Musa menyadari kesalahannya dan menyesali perbuatannya, kini dia memohon ampunan dengan berdoa, \"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri karena melakukan sesuatu yang mengakibatkan kematian seseorang, walau sebenarnya aku tidak sengaja melakukannya, dan aku sadar telah dipedaya oleh setan, maka ampunilah aku atas kesalahanku itu.\" Maka Dia yakni Allah mengampuni kesalahannya. Sungguh, itu disebabkan karena Allah bukan selain-Nya, Dialah Yang Maha Pengampun bagi siapa pun yang memohon ampunan-Nya, Maha Penyayang terhadap semua mahluk-Nya, terutama orang-orang beriman.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa di saat menyadari kesalahannya, Musa memohon ampun kepada Tuhan, seraya berkata, \"Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dengan melakukan pembunuhan terhadap orang yang tidak boleh dibunuh. Maka ampunilah dosaku dan janganlah Engkau siksa aku karena perbuatan yang tidak kusengaja itu.\" Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya, mengampuni kesalahan Musa. Dengan pengampunan itu, hati Musa menjadi tenteram dan bebas dari kebimbangan dan kesusahan memikirkan nasibnya karena melakukan perbuatan dosa. Sesungguhnya pengampunan itu adalah rahmat dan karunia Allah. Di antara karunia Allah kepada Musa disebutkan dalam firman-Nya:\n\nDan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat). (thaha/20: 40)\n\nMusa berjanji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi dan tidak akan menjadi penolong bagi orang yang melakukan kesalahan. Apalagi pertolongan itu akan menyebabkan penganiayaan atau pembunuhan dan mencelakakan diri sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3269, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 20, "page": 387, "manzil": 5, "ruku": 335, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0638\u064e\u0647\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi bimaaa an'amta 'alaiya falan akoona zaheeral lilmujrimeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, for the favor You bestowed upon me, I will never be an assistant to the criminals.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku! Demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3269", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3269.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3269.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Puji syukur atas segala anugerah dan nikmat Allah selama ini juga dia panjatkan dengan berkata, \"Ya Tuhanku! Demi dan disebabkan nikmat yang selama ini telah Engkau anugerahkan kepadaku sejak dalam perut ibu hingga tobat dan pengampunan-Mu ini, serta aneka nikmat lainnya, maka demi semua itu aku berjanji tidak akan menjadi penolong bagi orang-orong yang berdosa dalam melakukan perbuatan jahat,\"", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa di saat menyadari kesalahannya, Musa memohon ampun kepada Tuhan, seraya berkata, \"Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dengan melakukan pembunuhan terhadap orang yang tidak boleh dibunuh. Maka ampunilah dosaku dan janganlah Engkau siksa aku karena perbuatan yang tidak kusengaja itu.\" Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya, mengampuni kesalahan Musa. Dengan pengampunan itu, hati Musa menjadi tenteram dan bebas dari kebimbangan dan kesusahan memikirkan nasibnya karena melakukan perbuatan dosa. Sesungguhnya pengampunan itu adalah rahmat dan karunia Allah. Di antara karunia Allah kepada Musa disebutkan dalam firman-Nya:\n\nDan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat). (thaha/20: 40)\n\nMusa berjanji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi dan tidak akan menjadi penolong bagi orang yang melakukan kesalahan. Apalagi pertolongan itu akan menyebabkan penganiayaan atau pembunuhan dan mencelakakan diri sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3270, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 20, "page": 387, "manzil": 5, "ruku": 335, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064b\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0642\u0651\u064e\u0628\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0635\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u062e\u064f\u0647\u064f \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u063a\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Fa asbaha fil madeenati khaaa'ifany yataraqqabu fa izal lazis tansarahoo bil amsi yastasrikhuh; qaala lahoo moosaaa innaka laghawiyyum mubeen" } }, "translation": { "en": "And he became inside the city fearful and anticipating [exposure], when suddenly the one who sought his help the previous day cried out to him [once again]. Moses said to him, \"Indeed, you are an evident, [persistent] deviator.\"", "id": "Karena itu, dia (Musa) menjadi ketakutan berada di kota itu sambil menunggu (akibat perbuatannya), tiba-tiba orang yang kemarin meminta pertolongan berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya, “Engkau sungguh, orang yang nyata-nyata sesat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3270", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3270.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3270.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena pembunuhan tak disengaja yang dilakukan oleh Musa itu, dia menjadi ketakutan berada di kota tempat terjadinya perkelahian dan pembunuhan itu sambil menunggu dengan perasaan cemas dan khawatir akibat yang akan diterima dari perbuatannya. Tiba-tiba orang lbrani yang kemarin meminta pertolongan yakni pada hari terjadinya perkelahian dan pembunuhan terhadap orang Mesir, berteriak meminta pertolongan lagi kepadanya. Akan tetapi, kali ini Musa mengecam dan menghardiknya dengan berkata, \"Engkau sungguh, orang yang nyata-nyata sesat.\"", "long": "Pengampunan Allah telah menjadikan hatinya lega dan lapang, tetapi bagaimana dengan penduduk asli Mesir di mana ia hidup di kalangan mereka? Apakah mereka akan membiarkan saja bila pembunuhan itu mereka ketahui? Inilah yang sangat mengganggu ketenteraman hati Musa dan selalu menjadi beban pikirannya. Oleh sebab itu, dengan sembunyi-sembunyi Musa mencari informasi apakah perbuatannya itu telah diketahui orang, dan bila mereka telah mengetahuinya, bagaimana sikap mereka? Tindakan apakah yang akan mereka ambil terhadapnya? \n\nKetika ia menyusuri kota itu, kelihatan olehnya orang yang ditolong dahulu dan berteriak lagi minta tolong agar ia membantunya sekali lagi melawan orang Mesir yang lain. Rupanya orang yang ditolongnya dahulu itu kembali terlibat dalam perkelahian dengan orang Mesir lainnya. Mungkin orang itu meminta kepadanya supaya ia membunuh orang Mesir itu sebagaimana ia telah membunuh dahulu. Tergambarlah dalam otaknya bagaimana ia telah dosa dengan pembunuhan itu, tetapi Tuhan dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, telah mengampuni kesalahannya. Apakah ia akan berbuat kesalahan lagi, apalagi ia telah berjanji dengan Tuhannya bahwa dia tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu. \n\nOleh sebab itu, Musa berkata kepada orang Israil itu bahwa ia adalah orang yang sesat. Akan tetapi, tergambar pula dalam pikirannya bagaimana nasib kaumnya yang terhina dan selalu dianiaya oleh orang-orang Mesir, maka bangkit pulalah rasa amarahnya dan hampir saja ia menyerang orang Mesir itu. Namun sebelum ia menyerang, orang Mesir itu membentaknya dengan mengatakan apakah ia hendak membunuhnya seperti ia membunuh kawannya kemarin? Rupanya orang itu sudah mengenali wajah Musa karena orang-orang di kota ramai membicarakan pembunuhan itu dan pelakunya. \n\nKemudian orang Mesir itu membentaknya dan mengatakan, \"Sesungguhnya engkau telah bertindak sewenang-wenang di muka bumi. Engkau bukanlah termasuk orang-orang yang berbuat baik.\" Dengan bentakan itu, Musa sadar dan ingat akan janjinya bahwa dia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi sehingga dia tidak jadi memukul orang itu.\n\nMenurut pendapat sebagian mufasir yang mengucapkan kata-kata tersebut kepada Musa bukanlah orang Mesir tetapi orang Israil yang telah ditolongnya, karena Musa menuduhnya sebagai orang yang sesat dan hendak memukulnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3271, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 20, "page": 387, "manzil": 5, "ruku": 335, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0637\u0650\u0634\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064e\u0646\u0650\u064a \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa an araada ai yabtisha billazee huwa 'aduwwul lahumaa qaala yaa Moosaaa atureedu an taqtulanee kamaa qatalta nafsam bil amsi in tureedu illaaa an takoona jabbaaram fil ardi wa maa tureedu an takoona minal musliheen" } }, "translation": { "en": "And when he wanted to strike the one who was an enemy to both of them, he said, \"O Moses, do you intend to kill me as you killed someone yesterday? You only want to be a tyrant in the land and do not want to be of the amenders.\"", "id": "Maka ketika dia (Musa) hendak memukul dengan keras orang yang menjadi musuh mereka berdua, dia (musuhnya) berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau bermaksud membunuhku, sebagaimana kemarin engkau membunuh seseorang? Engkau hanya bermaksud menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan engkau tidak bermaksud menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3271", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3271.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3271.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecaman itu tidak menghalangi Nabi Musa untuk menyambut permintaan pertolongan tersebut, sebab dia yakin bahwa memang orang Mesir itu yang berlaku sewenang-wenang. Maka ketika Musa bersiap hendak memukul dengan keras orang yang menjadi musuh mereka berdua, musuhnya yang orang Mesir berkata, \"Wahai Musa! Apakah engkau bermaksud membunuhku, sebagaimana kemarin engkau membunuh seseorang? Engkau hanya bermaksud menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang yang memaksakan pendapatmu di negeri ini, dan engkau tidak bermaksud menjadi salah seorang dari kelompok orang-orang yang mengadakan perdamaian dan perbaikan untuk masyarakat.", "long": "Pengampunan Allah telah menjadikan hatinya lega dan lapang, tetapi bagaimana dengan penduduk asli Mesir di mana ia hidup di kalangan mereka? Apakah mereka akan membiarkan saja bila pembunuhan itu mereka ketahui? Inilah yang sangat mengganggu ketenteraman hati Musa dan selalu menjadi beban pikirannya. Oleh sebab itu, dengan sembunyi-sembunyi Musa mencari informasi apakah perbuatannya itu telah diketahui orang, dan bila mereka telah mengetahuinya, bagaimana sikap mereka? Tindakan apakah yang akan mereka ambil terhadapnya? \n\nKetika ia menyusuri kota itu, kelihatan olehnya orang yang ditolong dahulu dan berteriak lagi minta tolong agar ia membantunya sekali lagi melawan orang Mesir yang lain. Rupanya orang yang ditolongnya dahulu itu kembali terlibat dalam perkelahian dengan orang Mesir lainnya. Mungkin orang itu meminta kepadanya supaya ia membunuh orang Mesir itu sebagaimana ia telah membunuh dahulu. Tergambarlah dalam otaknya bagaimana ia telah dosa dengan pembunuhan itu, tetapi Tuhan dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, telah mengampuni kesalahannya. Apakah ia akan berbuat kesalahan lagi, apalagi ia telah berjanji dengan Tuhannya bahwa dia tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu. \n\nOleh sebab itu, Musa berkata kepada orang Israil itu bahwa ia adalah orang yang sesat. Akan tetapi, tergambar pula dalam pikirannya bagaimana nasib kaumnya yang terhina dan selalu dianiaya oleh orang-orang Mesir, maka bangkit pulalah rasa amarahnya dan hampir saja ia menyerang orang Mesir itu. Namun sebelum ia menyerang, orang Mesir itu membentaknya dengan mengatakan apakah ia hendak membunuhnya seperti ia membunuh kawannya kemarin? Rupanya orang itu sudah mengenali wajah Musa karena orang-orang di kota ramai membicarakan pembunuhan itu dan pelakunya. \n\nKemudian orang Mesir itu membentaknya dan mengatakan, \"Sesungguhnya engkau telah bertindak sewenang-wenang di muka bumi. Engkau bukanlah termasuk orang-orang yang berbuat baik.\" Dengan bentakan itu, Musa sadar dan ingat akan janjinya bahwa dia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi sehingga dia tidak jadi memukul orang itu.\n\nMenurut pendapat sebagian mufasir yang mengucapkan kata-kata tersebut kepada Musa bukanlah orang Mesir tetapi orang Israil yang telah ditolongnya, karena Musa menuduhnya sebagai orang yang sesat dan hendak memukulnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3272, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 20, "page": 387, "manzil": 5, "ruku": 335, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0635\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'a rajulum min aqsal madeenati yas'aa qaala yaa Moosaaa innal mala a yaa tamiroona bika liyaqtulooka fakhruj innee laka minan naasiheen" } }, "translation": { "en": "And a man came from the farthest end of the city, running. He said, \"O Moses, indeed the eminent ones are conferring over you [intending] to kill you, so leave [the city]; indeed, I am to you of the sincere advisors.\"", "id": "Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3272", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3272.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3272.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peristiwa itu menyebar ke seluruh negeri Mesir, sampai ke telinga penguasa, sehingga mereka berencana mengambil tindakan terhadap Musa Dan yang terjadi setelah itu, seorang laki-laki yang bersimpati kepada Musa, konon ia adalah seorang keluarga Fir'aun yang beriman, datang bergegas bagaikan berlari dari ujung kota seraya berkata ketika bertemu Musa, \"Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar dan penguasa negeri ini sedang berunding tentang engkau dan mengatur rencana buruk untuk membunuhmu, maka oleh sebab itu keluarlah dari kota ini, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang tulus dalam memberi nasihat kepadamu”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa seorang laki-laki dari kaum Fir'aun, yang bersimpati kepada Musa, ikut menghadiri musyawarah yang diadakan Fir'aun bersama pembesar-pembesarnya. Dalam musyawarah diputuskan bahwa Musa harus dibunuh. Orang laki-laki yang ikut musyawarah tersebut datang menjumpai Musa untuk memberitahukan kepadanya rencana jahat itu, karena ia sangat bersimpati dan hormat kepadanya. Ia minta supaya Musa segera meninggalkan Mesir. Kalau tidak, mungkin ia akan tertangkap dan dibunuh karena mereka sedang menyiapkan tentara rahasia untuk mengepung dan menangkapnya. Ia menyatakan kepada Musa semua yang dibicarakannya itu adalah benar dan ia menasihati Musa agar lari dengan segera. Nasihat itu benar-benar timbul dari hatinya yang ikhlas demi keselamatan Musa sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3273, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 20, "page": 387, "manzil": 5, "ruku": 335, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064b\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0642\u0651\u064e\u0628\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakharaja minhaa khaaa 'ifany-yataraqqab; qaala Rabbi najjinee minal qawmiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "So he left it, fearful and anticipating [apprehension]. He said, \"My Lord, save me from the wrongdoing people.\"", "id": "Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3273", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3273.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3273.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nasihat itu didengar oleh Musa, maka menuruti nasihat itu keluarlah dia dari kota itu dengan rasa takut, waspada sambil menoleh ke kanan dan ke kiri kalau-kalau ada yang menyusul atau menangkapnya. Pada saat yang sama dia berdoa “YaTuhanku Yang selama ini membimbing dan memeliharaku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim semacam Fir'aun dan rezimnya itu.\"", "long": "Mendengar nasihat yang dikemukakan oleh orang itu dan melihat sikapnya yang menampakkan kejujuran dan keikhlasan, dengan segera Musa berangkat dalam keadaan selalu waspada, karena di belakangnya beberapa orang tentara Fir‘aun telah siap-siap untuk mengepung dan menangkapnya. Alangkah beratnya tekanan yang diderita Musa. Walaupun demikian, ia tetap berusaha menyelamatkan dirinya dan berdoa kepada Allah, “Hai Tuhanku Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bebaskanlah aku dari cengkeraman kaum Fir‘aun yang aniaya. Allah mengabulkan doanya dan menunjukkannya jalan menuju Madyan.\n\nMenurut riwayat, Fir‘aun memerintahkan kepada tentaranya supaya mengejar Musa sampai ke jalan-jalan kecil dan melarang mereka melalui jalan raya karena ia yakin bahwa Musa tidak mungkin akan menempuh jalan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3274, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 20, "page": 388, "manzil": 5, "ruku": 336, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u064e\u062c\u0651\u064e\u0647\u064e \u062a\u0650\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Wa lammaa tawajjaha tilqaaa'a Madyana qaala 'asaa Rabbeee ai yahdiyanee Sawaaa'as Sabeel" } }, "translation": { "en": "And when he directed himself toward Madyan, he said, \"Perhaps my Lord will guide me to the sound way.\"", "id": "Dan ketika dia menuju ke arah negeri Madyan dia berdoa lagi, “Mudah-mudahan Tuhanku memimpin aku ke jalan yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3274", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3274.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3274.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menerima doanya, dan mengarahkannya pergi ke tempat yang aman dari kejaran Fir'aun dan tentaranya. Maka pergilah dia, dan ketika dia menuju ke arah negeri Madyan dia berdoa lagi, \"Mudah-mudahan Tuhanku memimpin aku ke jalan yang benar agar aku segera sampai di tempat yang aman dengan baik dan selamat.\"", "long": "Setelah Musa mengetahui bahwa jalan yang ditempuhnya itu adalah jalan yang biasa dilalui orang menuju ke Madyan, ia yakin bahwa ia tidak akan tersesat menempuh padang pasir yang luas itu. Apalagi ia telah berdoa kepada Tuhannya agar selalu ditunjuki ke jalan yang lurus. Akan tetapi, walaupun jalan yang ditempuhnya itu adalah jalan raya yang biasa dilalui orang, namun jarak yang harus ditempuhnya sangat jauh sekali, sedangkan dia tidak membawa bekal karena ia tergesa-gesa meninggalkan kota Mesir.\n\nDiriwayatkan bahwa Musa berjalan selama delapan hari delapan malam, tanpa makanan dan dengan kaki telanjang. Tak ada yang bisa dimakan kecuali daun-daun kayu. Namun demikian, hatinya tetap tabah dan semangatnya tetap membaja karena ia luput dari kejaran Fir'aun. Dia telah selamat dari jebakan Fir'aun di waktu kecilnya, padahal banyak bayi laki-laki dari Bani Israil mati dibunuh, dan sekarang ia telah bebas dari kejaran Fir'aun di waktu ia sudah dewasa. Semua itu adalah karena rahmat dan lindungan Allah. Oleh karena itu, ia yakin dalam perjalanan yang jauh dan sulit itu, ia akan tetap berada dalam lindungan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3275, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 20, "page": 388, "manzil": 5, "ruku": 336, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062f\u064e \u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0630\u064f\u0648\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u0652\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0635\u0652\u062f\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0639\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u062e\u064c \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lammaa warada maaa'a Madyana wajada 'alaihi ummatam minannaasi yasqoona wa wajada min doonihimum ra ataini tazoodaani qaala maa khatubkumaa qaalataa laa nasqee hataa yusdirar ri'aaa'u wa aboonaa shaikhun kabeer" } }, "translation": { "en": "And when he came to the well of Madyan, he found there a crowd of people watering [their flocks], and he found aside from them two women driving back [their flocks]. He said, \"What is your circumstance?\" They said, \"We do not water until the shepherds dispatch [their flocks]; and our father is an old man.\"", "id": "Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua (perempuan) itu menjawab, “Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3275", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3275.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3275.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika sudah berjalan cukup lama dan jauh, Musa sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang banyak yang sedang memberi minum ternak mereka, dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu yakni di tempat yang agak jauh dari sekumpulan orang itu, dua orang perempuan sedang menghambat ternaknya, menggiring kambing gembalaannya bergerak menjauhi sumber air, sehingga tidak ikut minum bersama dengan ternak-ternak lain. Melihat keadaan kedua perempuan itu dia yakni Musa dengan rasa iba dan heran berkata, \"Apakah maksudmu dengan berbuat begitu menghambat ternakmu minum ?\" Kedua perempuan itu menjawab pertanyaan Musa sekaligus mengisyaratkan kebutuhan mereka akan pertolongan, Kami tidak dapat memberi minum ternak kami, sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan ternak mereka. Kami perempuan yang lemah, tidak bisa berdesak-desakan dengan laki-laki dan tidak memiliki saudara pria, sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya, tidak mampu melakukan pekerjaan ini.\"", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa pada akhirnya sampailah Musa ke sebuah sumber mata air di kota Madyan. Dilihatnya di sana orang-orang sedang ramai berdesak-desakan mengambil air dan memberi minum binatang ternak mereka. Di tempat yang agak rendah, tampak olehnya dua orang gadis memegang dan menahan tali kambingnya yang selalu hendak maju ke arah orang-orang yang mengambil air karena sudah sangat haus. Melihat hal itu, timbullah rasa kasihan dalam hati Musa, lalu ia dekati kedua gadis itu hendak menanyakan mengapa tidak ikut bersama orang banyak mengambil air dan memberi minum kambing mereka. Keduanya menjawab, \"Kami tidak dapat mengambil air kecuali orang-orang itu semuanya telah selesai mengambilnya, karena kami tidak kuat berebut dan berdesak-desakan dengan orang banyak. Bapak kami sudah sangat tua, sehingga tidak sanggup datang ke mari untuk mengambil air. Itulah sebabnya kami terpaksa menunggu orang-orang itu pergi dan kami hanya dapat mengambil air, jika ada sisa-sisa air yang ditinggalkan mereka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3276, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 20, "page": 388, "manzil": 5, "ruku": 336, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u0650\u0644\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0642\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Fasaqaa lahumaa summa tawallaaa ilaz zilli faqaala Rabbi innee limaaa anzalta ilaiya min khairin faqeer" } }, "translation": { "en": "So he watered [their flocks] for them; then he went back to the shade and said, \"My Lord, indeed I am, for whatever good You would send down to me, in need.\"", "id": "Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3276", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3276.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3276.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban kedua perempuan itu, maka dia yakni Musa bergegas menolong keduanya dengan memberi minum ternak kedua perempuan itu, walaupun saat itu dia sangat lapar sekali. Kedua perempuan itu meninggalkan tempat sambil mengucapkan terima kasih, kemudian Musa kembali ke tempat yang teduh untuk menghindari sengatan matahari dan beristirahat. Di tempat itu Musa mencoba mengingat kembali aneka nikmat yang telah dianugerahkan kepada-nya, lalu berdoa,“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan berupa makanan atau rezeki lainnya, walau sedikit, yang Engkau turunkan kepadaku, Dan kini aku masih membutuhkan anugerah kebaikan darimu.\"", "long": "Dengan cepat Musa mengambil air untuk kedua gadis itu agar memberi minum kambing mereka. Karena kelelahan, ia berlindung di bawah sebatang pohon sambil merasakan lapar dan haus karena sudah beberapa hari tidak makan kecuali daun-daunan. Musa berdoa kepada Allah karena ia sangat membutuhkan rahmat dan kasih sayang-Nya, untuk melenyapkan penderitaan yang dialaminya." } } }, { "number": { "inQuran": 3277, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 20, "page": 388, "manzil": 5, "ruku": 336, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0633\u0652\u062a\u0650\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0643\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0642\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0635\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u06d6 \u0646\u064e\u062c\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fajaaa'at hu ihdaahumaa tamshee 'alas tihyaaa'in qaalat inna abee yad'ooka li yajziyaka ajra maa saqaita lanaa; falammaa jaaa'ahoo wa qassa 'alaihil qasasa qaala laa takhaf najawta minal qawmiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Then one of the two women came to him walking with shyness. She said, \"Indeed, my father invites you that he may reward you for having watered for us.\" So when he came to him and related to him the story, he said, \"Fear not. You have escaped from the wrongdoing people.\"", "id": "Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, “Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3277", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3277.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3277.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedua perempuan yang dibantu oleh Musa menceritakan kebaikan Musa kepada ayah mereka. Sang Ayah memerintahkan salah seorang dari putrinya untuk mengundang Musa ke rumah. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan yang baru saja ia bantu itu. Ia datang dalam keadan berjalan dengan malu-malu karena ditugaskan bertemu muka seorang diri dengan pemuda tampan dan berwibawa yang telah membantunya untuk mengundangnya ke rumah. Menyampaikan pesan sang ayah, dia berkata, \"sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas kebaikan-mu memberi minum ternak kami. Ketika Musa mendatangi dan menemui ayah perempuan itu dirumahnya, dengan segera Musa yang sedang memerlukan bantuan menceritakan kepadanya kisah dirinya, Fir'aun dan masyarakat Mesir. Ayah perempuan itu berkata, \"Janganlah engkau takut. Kekuasaan Fir'aun tidak sampai ke wilayah ini, dan Tuhan tidak akan mencelakakan orang-orang yang selalu berbuat baik dan dekat dengan-Nya. Tenanglah, engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.\"", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bagaimana akhir penderitaan yang dialami Musa dengan dikabulkan doanya oleh Allah. Tak disangka-sangka, datanglah salah seorang dari kedua gadis itu dengan agak malu-malu dan berkata kepada Musa bahwa ayahnya mengundang Musa datang ke rumahnya untuk sekadar membalas budi baik Musa yang telah menolong mereka mengambil air minum dan memberi minum binatang ternak mereka. Musa dapat memahami bahwa kedua gadis itu berasal dari keluarga orang baik-baik, karena melihat sikapnya yang sopan dan di waktu datang kepadanya dan mendengar bahwa yang mengundang datang ke rumahnya itu bukan dia sendiri melainkan ayahnya. Kalau gadis itu sendiri yang mengundang, mungkin timbul kesan yang tidak baik terhadapnya.\n\nPara mufasir berbeda pendapat tentang ayah gadis itu apakah dia Nabi Syuaib atau bukan. Sebagian ulama berpendapat bahwa ayah kedua gadis itu adalah seorang pemuka agama yang saleh dan telah berusia lanjut. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa ayah wanita itu adalah Nabi Syuaib tidak bisa diterima karena Nabi Syuaib hidup jauh sebelum Nabi Musa. \n\nAkhirnya berangkatlah Musa bersama gadis itu ke rumah orang tua mereka. Setelah sampai, Musa menceritakan kepada orang tua gadis itu riwayat hidupnya bersama Fir'aun, bagaimana kesombongan dan penghinaannya terhadap Bani Israil, sampai kepada keputusan dan perintah untuk membunuhnya, sehingga ia lari dari Mesir karena takut dibunuh. Orang tua itu mendengarkan cerita Musa dengan penuh perhatian. Setelah Musa selesai bercerita, orang tua itu berkata kepadanya, \"Engkau tidak perlu merasa takut dan khawatir karena engkau telah lepas dari kekuasaan orang-orang zalim itu. Mereka tidak akan dapat menangkapmu, karena engkau telah berada di luar batas kerajaan mereka.\" Dengan demikian, hati Musa merasa tenteram karena ia sudah mendapat perlindungan di rumah seorang pemuka agama yang besar pengaruhnya di kawasan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3278, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 20, "page": 388, "manzil": 5, "ruku": 336, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062c\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062c\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Qaalat ihdaahumaa yaaa abatis taajirhu inna khaira manistaajartal qawiyyul ameen" } }, "translation": { "en": "One of the women said, \"O my father, hire him. Indeed, the best one you can hire is the strong and the trustworthy.\"", "id": "Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3278", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3278.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3278.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Anak perempuan orang tua itu kagum kepada Musa, melihat kekuatan fisiknya dan kewibawaannya ketika mengambil air minum ternak, serta kesantunannya ketika berjalan menuju rumah. Selanjutnya salah seorang dari kedua perempuan yang datang mengundang Musa berkata, \"Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja pada kita antara lain menggembalakan ternak kita, karena sesungguhnya dia adalah orang yang kuat dan terpercaya, dan sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja pada kita untuk pekerjaan apa pun ialah orang yang kuat fisik dan mentalnya dan dapat dipercaya.", "long": "Rupanya orang tua itu tidak mempunyai anak laki-laki dan tidak pula mempunyai pembantu. Oleh sebab itu, yang mengurus semua urusan keluarga itu hanyalah kedua putrinya saja, sampai keduanya terpaksa menggembala kambing mereka, di samping mengurus rumah tangga. Terpikir oleh salah seorang putri itu untuk meminta tolong kepada Musa yang tampaknya amat baik sikap dan budi pekertinya dan kuat tenaganya menjadi pembantu di rumah ini. \n\nPutri itu mengusulkan kepada bapaknya agar mengangkat Musa sebagai pembantu mereka untuk menggembala kambing, mengambil air, dan sebagainya karena dia seorang yang jujur, dapat dipercaya, dan kuat tenaganya. Usul itu berkenan di hati bapaknya, bahkan bukan hanya ingin mengangkatnya sebagai pembantu, malah ia hendak mengawinkan salah satu putrinya dengan Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 3279, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 20, "page": 388, "manzil": 5, "ruku": 336, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0646\u0643\u0650\u062d\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u0651\u064e \u0647\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0631\u064e\u0646\u0650\u064a \u062b\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e \u062d\u0650\u062c\u064e\u062c\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0645\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064f\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06da \u0633\u064e\u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innee ureedu an unkihaka ihdab nataiya haataini 'alaaa an taajuranee samaaniya hijaj; fa in atmamta 'ashran famin 'indika wa maaa ureedu an ashuqqa 'alaik; satajiduneee in shaaa'al laahu minas saaliheen" } }, "translation": { "en": "He said, \"Indeed, I wish to wed you one of these, my two daughters, on [the condition] that you serve me for eight years; but if you complete ten, it will be [as a favor] from you. And I do not wish to put you in difficulty. You will find me, if Allah wills, from among the righteous.\"", "id": "Dia (Syekh Madyan) berkata, “Sesungguhnya aku bermaksud ingin menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun dan jika engkau sempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) darimu, dan aku tidak bermaksud memberatkan engkau. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang baik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3279", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3279.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3279.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sang ayah memahami kekaguman anak perempuannya terhadap Musa dan memang orang seperti Musalah yang didambakan setiap perempuan untuk menjadi suami. Dengan tanpa segan dia berkata, \"sesungguhnya aku bermaksud ingin menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini yang telah engkau lihat dan kenal sejak di tempat sumber air. Pernikahan itu dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun dan jika engkau sempurnakan yang delapan tahun itu menjadi sepuluh tahun secara sukarela maka itu adalah suatu kebaikan darimu, bukan sebuah kewajiban yang mengikat. Dan kendati itu adalah usulan dariku tetapi ketahuilah bahwa aku tidak bermaksud memberatkan engkau. Aku akan selalu berusaha menjadi orang yang menepati janji. lnsya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang baik.\"", "long": "Dengan segera orang tua itu mengajak Musa berbincang. Dengan terus terang dia mengatakan keinginannya untuk mengawinkan Musa dengan salah seorang putrinya. Sebagai mahar perkawinan ini, Musa harus bekerja menggembalakan kambing selama delapan tahun, kalau Musa menyanggupi bekerja sepuluh tahun maka itu lebih baik. Ini adalah tawaran yang amat simpatik dan amat melegakan hati Musa, sebagai seorang pelarian yang ingin menghindarkan diri dari maut, seorang yang belum yakin akan masa depannya, apakah ia akan terlunta-lunta di negeri orang, karena tidak tentu arah yang akan ditujunya. Apalagi yang lebih berharga dan lebih membahagiakan dari tawaran itu? Tanpa ragu-ragu Musa telah menetapkan dalam hatinya untuk menerima tawaran tersebut.\n\nPara ulama mengambil dalil dengan ayat ini bahwa seorang bapak boleh meminta seorang laki-laki untuk menjadi suami putrinya. Hal ini banyak terjadi di masa Rasulullah saw, bahkan ada di antara wanita yang menawarkan dirinya supaya dikawini oleh Rasulullah saw atau supaya beliau mengawinkan mereka dengan siapa yang diinginkannya.\n\nUmar pernah menawarkan anaknya Hafsah (yang sudah janda) kepada Abu Bakar tetapi Abu Bakar hanya diam. Kemudian ditawarkan kepada 'Utsman, tetapi 'Utsman meminta maaf karena keberatan. Hal ini diberitahukan Abu Bakar kepada Nabi. Beliau pun menenteramkan hatinya dengan mengatakan, \"Semoga Allah akan memberikan kepada Hafsah orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan 'Utsman.\" Kemudian Hafsah dikawini oleh Rasulullah." } } }, { "number": { "inQuran": 3280, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 20, "page": 388, "manzil": 5, "ruku": 336, "hizbQuarter": 155, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala zaalika bainee wa bainaka aiyamal ajalaini qadaitu falaa 'udwaana 'alaiya wallaahu 'alaa ma naqoolu Wakeel" } }, "translation": { "en": "[Moses] said, \"That is [established] between me and you. Whichever of the two terms I complete - there is no injustice to me, and Allah, over what we say, is Witness.\"", "id": "Dia (Musa) berkata, “Itu (perjanjian) antara aku dan engkau. Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3280", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3280.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3280.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, Musa menerima usulan tersebut, dan dia berkata, \"Itu adalah perjanjian yang adil antara aku dan engkau. Adapun alternatif waktu yang engkau berikan, aku belum bisa memastikannya sekarang, tetapi pada prinsipnya yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan, maka setelah itu tidak ada tuntutan tambahan atas diriku lagi. Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.\"", "long": "Musa menerima tawaran itu dan berjanji kepada orang tua kedua gadis itu bahwa dia akan memenuhi syarat-syarat yang disepakati dan akan memenuhi salah satu dari dua masa yang ditawarkan, yaitu delapan atau sepuluh tahun. Sesudah itu tidak ada kewajiban lagi yang harus dibebankan kepadanya. Musa juga menyatakan bahwa Allah yang menjadi saksi atas kebenaran apa yang telah diikrarkan bersama." } } }, { "number": { "inQuran": 3281, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 20, "page": 389, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0631\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0622\u0646\u064e\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0643\u064f\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0622\u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0622\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0628\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0630\u0652\u0648\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0637\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammmaa qadaa Moosal ajala wa saara bi ahliheee aanasa min jaanibit Toori naaran qaala li ahlihim kusooo inneee aanastu naaral la 'alleee aateekum minhaa bikhabarin aw jazwatim minan naari la 'allakum tastaloon" } }, "translation": { "en": "And when Moses had completed the term and was traveling with his family, he perceived from the direction of the mount a fire. He said to his family, \"Stay here; indeed, I have perceived a fire. Perhaps I will bring you from there [some] information or burning wood from the fire that you may warm yourselves.\"", "id": "Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3281", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3281.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3281.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Musa menyetujui untuk menikahi salah seorang perempuan yang ditemuinya di tempat sumber air dengan syarat-syarat yang diajukan ayah perempuan itu, hiduplah ia bersama keluarganya di Madyan. Maka ketika Musa telah menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan itu, yaitu sepuluh tahun lamanya, dan ketika dia berangkat kembali menuju tempat kelahirannya di negeri Mesir bersama dengan keluarganya untuk menemui ibunya dan saudara perempuannya, di tengah perjalanan dia melihat dengan sangat jelas api di lereng gunung dari arah bukit Sinai. Ketika itu dia berkata kepada keluarganya, “Tunggulah di sini, jangan beranjak dari tempat ini, sesungguhnya aku melihat cahaya api di tengah kegelapan. Aku akan mendatangi api itu, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari tempat api itu mengenai arah jalan yang akan kita tempuh, atau membawa sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah Musa menunaikan tugasnya selama sepuluh tahun dengan sebaik-baiknya, dia pun pamit kepada mertuanya untuk kembali ke Mesir, yang merupakan kampung halamannya, bersama istrinya. Tentu saja tidak ada alasan bagi mertuanya untuk menahannya karena semua ketentuan yang telah ditetapkan untuk mengawini anaknya sudah dipenuhi Musa. Hanya saja sebagai orang tua, ia tidak akan sampai hati melepaskan anak menantunya begitu saja, tanpa memberikan sekadar bekal di jalan. Mertuanya membekali secukupnya dan memberikan kepadanya beberapa ekor kambing. \n\nMusa lalu berangkat bersama istrinya menempuh jalan yang pernah ditempuhnya dahulu sewaktu dia lari dari Mesir. Di tengah jalan, dia berhenti di suatu tempat untuk melepaskan lelah. Karena malam telah tiba dan keadaan gelap gulita, maka ia mencoba menyalakan api dengan batu. Akan tetapi, rabuknya tidak mau menyala sehingga ia hampir putus asa karena ia tidak dapat mengerjakan sesuatu dalam gelap gulita itu. Udara pun sangat dingin sehingga dia dan keluarganya tidak akan dapat bertahan lama, tanpa ada api untuk berdiang. \n\nDalam keadaan demikian, dari jauh dia melihat nyala api di sebelah kanan Gunung Tur. Dia lalu berkata kepada istrinya untuk menunggu di tempatnya karena ia akan pergi ke tempat api itu. Semoga orang-orang di sana dapat memberikan petunjuk kepadanya tentang perjalanan ini atau ia dapat membawa sepotong kayu penyuluh supaya mereka dapat menghangatkan badan dari udara dingin yang tak tertahankan." } } }, { "number": { "inQuran": 3282, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 20, "page": 389, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062f\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0642\u0652\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa ataahaa noodiya min shaati'il waadil aimani fil buq'atil muubaarakati minash shajarati ai yaa Moosaaa inneee Anal laahu Rabbul 'aalameen" } }, "translation": { "en": "But when he came to it, he was called from the right side of the valley in a blessed spot - from the tree, \"O Moses, indeed I am Allah, Lord of the worlds.\"", "id": "Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi, “Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3282", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3282.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3282.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah berpesan kepada keluarganya, berangkatlah Nabi Musa. Maka ketika dia sampai ke tempat yang dilihatnya sebagai sumber api itu, dia diseru dari arah pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon yang tumbuh di sebidang tanah yang diberkahi. Panggilan itu adalah, “Wahai Musa! Sungguh, Aku yang engkau dengar memanggilmu ini adalah Allah, tidak ada yang patut disembah selain Aku, Tuhan Pencipta, Pemelihara dan Pengawas seluruh alam!.", "long": "Musa berjalan ke arah api yang dilihatnya itu. Tatkala dia sudah berada di dekat api itu, ia diseru oleh suatu suara di lembah sebelah kanannya. Ia mendengar seruan yang menyatakan kepadanya bahwasanya itu adalah seruan Allah, Tuhan sekalian alam. Musa mendengar seruan Tuhannya di malam yang sunyi senyap, di lembah dalam keadaan sendiri, dan tak seorang pun yang menemaninya. Bagaimana Musa dapat mendengar Kalam Ilahi langsung dari Tuhannya? Karena hal itu adalah suatu hal yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Dia telah mengilhamkan kepada Musa keyakinan bahwa yang berbicara dengannya adalah Tuhan sekalian alam. Lembah di mana Musa berdiri dijadikan tempat yang penuh berkah karena di sanalah Musa mendengar firman Tuhannya dan diangkat menjadi rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 3283, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 20, "page": 389, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0627\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0622\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u0632\u0651\u064f \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0651\u064c \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u062f\u0652\u0628\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0642\u0651\u0650\u0628\u0652 \u06da \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0644\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa an alqi 'asaaka falam maa ra aahaa tahtazzu ka annnahaa jaaannunw wallaa mudbiranw wa lam yu'aqqib; yaa Moosaa aqbil wa laa takhaf innaka minal aamineen" } }, "translation": { "en": "And [he was told], \"Throw down your staff.\" But when he saw it writhing as if it was a snake, he turned in flight and did not return. [Allah said], \"O Moses, approach and fear not. Indeed, you are of the secure.", "id": "Dan lemparkanlah tongkatmu.” Maka ketika dia (Musa) melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular yang (gesit), dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Allah berfirman), “Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3283", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3283.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3283.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan lemparkanlah tongkatmu supaya kamu dapat melihat sekelumit hikmah dan kekuasaan-Ku.” Maka ia pun segera melemparkannya dan kemudian Allah mengubah tongkat tersebut menjadi seekor ular. Ketika Musa melihat tongkatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular kecil yang gesit padahal dia seekor ular besar, dia terkejut, takut dan lari berbalik arah ke belakang tanpa menoleh. Lalu ia mendengar Allah berfirman, “Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut melihat ular itu. Singkirkanlah rasa takut yang sedang menguasai jiwamu dan tenanglah karena sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman dari segala sesuatu yang membahayakan. Setiap rasul yang merupakan utusan Allah tidak akan merasa takut selama dia berada di sisi-Nya. Bahkan, siapa pun yang mendekatkan diri kepada Allah ia pasti akan merasa aman dan tenteram.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Musa supaya melemparkan tongkatnya. Musa dengan patuh melemparkan tongkatnya, tetapi tongkat itu berubah menjadi ular besar yang bergerak dengan cepat dan gesit. Musa sangat terkejut dan merasa ngeri serta takut melihat ular itu. Dengan serta merta, ia lari tanpa menoleh ke belakang. Tidak ada yang dipikirkannya kecuali menyelamatkan diri dari gigitan ular yang dahsyat itu.\n\nDi waktu itu Tuhan berseru lagi agar Musa kembali ke tempat semula dan jangan takut kepada ular itu. Ular itu hanyalah tongkatnya yang berubah menjadi ular dan tidak akan mengganggunya. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengganggu ketenteramannya. Ini adalah mukjizat yang Allah berikan kepada Musa untuk menghadapi Fir'aun yang sombong dan takabur. Hati Musa merasa aman dan tenteram setelah mendengar bahwa keamanannya dijamin oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3284, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 20, "page": 389, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0633\u0652\u0644\u064f\u0643\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064d \u0648\u064e\u0627\u0636\u0652\u0645\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u062c\u064e\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0647\u0652\u0628\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064e \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Usluk yadaka fee jaibika takhruj baidaaa'a min ghairi sooo'inw wadmum ilaika janaahaka minar rahbi fazaanika burhaanaani mir Rabbika ilaa Fiw'awna wa mala'ih; innahum kaanoo qawman faasiqeen" } }, "translation": { "en": "Insert your hand into the opening of your garment; it will come out white, without disease. And draw in your arm close to you [as prevention] from fear, for those are two proofs from your Lord to Pharaoh and his establishment. Indeed, they have been a people defiantly disobedient.\"", "id": "Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, dia akan keluar putih (bercahaya) tanpa cacat, dan dekapkanlah kedua tanganmu ke dadamu apabila ketakutan. Itulah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan engkau pertunjukkan) kepada Fir‘aun dan para pembesarnya. Sungguh, mereka adalah orang-orang fasik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3284", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3284.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3284.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masukkanlah tanganmu ke dalam celah terbuka yang terdapat pada leher bajumu, niscaya dia akan keluar putih bercahaya tanpa cacat atau bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu ke dadamu apabila ketakutan agar hilang rasa takut dan kembali tenang. Jangan panik ketika kamu menyaksikan tongkat itu berubah menjadi ular atau saat tanganmu berubah putih berkilau. Tongkat yang dapat berubah menjadi ular dan tangan yang bersinar itulah dua mukjizat dari Tuhanmu yang akan engkau pertunjukkan kepada Fir‘aun dan para pembesarnya. Sungguh, mereka adalah orang-orang fasik, yang keluar dari ketaatan kepada Allah.”", "long": "Kemudian Allah memerintahkan Musa supaya memasukkan tangannya ke baju. Perintah ini pun dilaksanakan Musa dengan taat dan patuh. Ketika ia mengeluarkan tangannya dari leher bajunya, ia melihat tangannya berubah menjadi putih bercahaya dan bersinar bukan karena sakit sopak atau yang lainnya. Musa kaget, terkejut, dan merasa takut. Akan tetapi, segera sesudah itu turun pula perintah Tuhan untuk menghilangkan rasa terkejut dan takut yang telah menguasai dirinya supaya dia mendekapkan kedua tangannya ke dada.\n\nKemudian Allah menegaskan kepada Musa bahwa dua mukjizat yang diberikan kepadanya adalah untuk menunjukkan kekuasaan-Nya. Musa diperintahkan untuk memperlihatkan kedua mukjizat itu kepada Fir'aun yang sombong dan fasik ketika Musa menyerunya agar dia beriman kepada Allah dan meninggalkan kesesatan yang dianutnya. Ketika itu, Musa mengerti bahwa di atas pundaknya telah dibebankan risalah yang harus disampaikan kepada Fir'aun dan kaumnya, serta kepada Bani Israil sendiri. Ini berarti bahwa dia telah menjadi rasul. Dengan demikian, apa yang dijanjikan Allah kepada ibu Musa bahwa putranya akan dikembalikan ke haribaannya telah terlaksana di waktu Musa masih kecil. Sekarang terlaksana pula janji Allah yang kedua bahwa Dia mengangkat Musa menjadi rasul. \n\nSebelum ini, yang mendorong Musa meninggalkan Madyan menuju Mesir adalah perasaan rindu kepada kampung halaman dan sanak keluarganya. Ia berani melakukan hal itu karena dia berharap orang Mesir telah lupa akan peristiwa pembunuhan yang dilakukannya di masa lampau sehingga ia dapat memasuki Mesir secara diam-diam. Akan tetapi, ia sekarang harus kembali ke sana secara terang-terangan dan menentang kekuasaan Fir'aun yang perkasa. Dengan begitu, Fir'aun dan kaumnya pasti akan membunuhnya. Dia mulai merasa khawatir terhadap dirinya kalau dia pergi sendirian. Hal yang lebih dikhawatirkannya adalah kalau ia terbunuh oleh Fir'aun, tentu risalah Tuhannya tidak akan sampai kepada kaumnya (Bani Israil)." } } }, { "number": { "inQuran": 3285, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 20, "page": 389, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi innee qataltu minhum nafsan fa akhaafu ai yaqtuloon" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, indeed, I killed from among them someone, and I fear they will kill me.", "id": "Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh aku telah membunuh seorang dari golongan mereka, sehingga aku takut mereka akan membunuhku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3285", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3285.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3285.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih dalam keadaan takut dan sambil memohon pertolongan Allah, Musa berkata mengingat kesalahan yang pernah dilakukannya, “Ya Tuhan Pemelihara-ku, sungguh aku ketika berada di Mesir sekian tahun yang lalu telah membunuh tanpa sengaja seorang dari golongan mereka, yakni penduduk negeri Mesir, sehingga aku takut mereka akan membunuhku sebagai tindak balasan. Kalau mereka membunuhku maka aku tidak bisa menyampaikan risalah-Mu.", "long": "Musa mengadukan kepada Tuhannya bahwa dulu dia pernah membunuh seorang anak muda. Hal itu telah tersiar luas di kalangan orang Mesir, dan Fir'aun telah menetapkan untuk membunuhnya. Hal itu sangat mengkhawatirkan Musa, siapa tahu setibanya di sana, Fir'aun dan kaumnya telah bersiap-siap untuk membunuhnya. Dengan demikian risalah yang telah dibebankan kepadanya menjadi terlantar. \n\nMusa juga mengadukan bahwa ia mempunyai seorang saudara bernama Harun yang lebih fasih perkataannya daripadanya, lebih pandai berdebat dan memberikan keterangan. Dengan kefasihannya, Harun akan dapat membelanya, bila Fir'aun dan kaumnya membuat tuduhan-tuduhan yang mungkin memberatkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3286, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 20, "page": 389, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a \u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0641\u0652\u0635\u064e\u062d\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0631\u0650\u062f\u0652\u0621\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064f\u0646\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa akhee Haaroonu huwa afsahu minnee lisaanan fa arsilhu ma'iya rid ai yusaddiquneee innee akhaafu ai yukazziboon" } }, "translation": { "en": "And my brother Aaron is more fluent than me in tongue, so send him with me as support, verifying me. Indeed, I fear that they will deny me.\"", "id": "Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3286", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3286.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3286.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, lindungilah aku dan mantapkanlah hatiku karena tiada perlindungan kecuali dari-Mu, dan sebagaimana Engkau ketahui ada ikatan yang membelenggu lidahku, sedangkan saudaraku, Harun, dia lebih fasih lidahnya dan lebih lancar bicaranya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan perkataan-ku dalam menyampaikan pesan-pesan suci dari-Mu; sungguh, aku takut mereka, Fir`aun dan kaumnya, akan mendustakanku.”", "long": "Musa mengadukan kepada Tuhannya bahwa dulu dia pernah membunuh seorang anak muda. Hal itu telah tersiar luas di kalangan orang Mesir, dan Fir'aun telah menetapkan untuk membunuhnya. Hal itu sangat mengkhawatirkan Musa, siapa tahu setibanya di sana, Fir'aun dan kaumnya telah bersiap-siap untuk membunuhnya. Dengan demikian risalah yang telah dibebankan kepadanya menjadi terlantar. \n\nMusa juga mengadukan bahwa ia mempunyai seorang saudara bernama Harun yang lebih fasih perkataannya daripadanya, lebih pandai berdebat dan memberikan keterangan. Dengan kefasihannya, Harun akan dapat membelanya, bila Fir'aun dan kaumnya membuat tuduhan-tuduhan yang mungkin memberatkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3287, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 20, "page": 389, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064f \u0639\u064e\u0636\u064f\u062f\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0643\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06da \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala sanashuddu 'adudaka bi akheeka wa naj'alu lakumaa sultaanan falaa yasiloona ilaikumaa; bi Aayaatinaa antumaa wa manit taba'akumal ghaaliboon" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"We will strengthen your arm through your brother and grant you both supremacy so they will not reach you. [It will be] through Our signs; you and those who follow you will be the predominant.\"", "id": "Dia (Allah) berfirman, “Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak akan dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3287", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3287.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3287.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai pernyataan dikabulkannya permohonan Nabi Musa dan untuk menenangkan hatinya, Dia Allah berfirman, “Kami akan menguatkan engkau, yakni membantumu dengan mengutus pula saudaramu, Nabi Harun, yang akan bertugas membantu dan memperjelas argumentasimu sesuai permintaanmu, dan selain itu Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar berupa kekuatan dan dukungan dengan berbagai mukjizat, maka mereka tidak akan dapat mencapaimu dengan menyakitimu dan mengalahkanmu. Karena itu, berangkatlah kamu berdua melaksanakan tugas dengan membawa mukjizat yang bersumber dari Kami. Yakinlah bahwa dengan izin Allah pada akhirnya kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang atas orang-orang kafir itu.”", "long": "Allah mengabulkan permintaan Musa dan berjanji mengangkat Harun menjadi rasul dan pendampingnya (wazir). Allah juga menenteramkan hatinya yang selalu diliputi kekhawatiran karena beratnya beban yang dipikulkan kepadanya. Allah menjanjikan bahwa Dia akan memberikan kepada Musa dan saudaranya kekuatan yang tak dapat dikalahkan oleh kekuatan apa pun di dunia apalagi kekuatan Fir'aun yang sangat terbatas. \n\nDengan hati yang aman dan tenteram, Musa kembali ke tempat istrinya yang ditinggalkannya. Dia menceritakan kepadanya semua kejadian yang dialaminya, yaitu dia telah diangkat Allah menjadi rasul. Mendengar cerita Musa, hati istrinya menjadi tenteram. Musa lalu berangkat bersama keluarganya menuju Mesir didorong oleh cita-cita yang suci yaitu menyampaikan risalah Allah kepada Fir'aun dan Bani Israil. Di Mesir, Harun telah bersiap-siap untuk memikul risalah itu dan membantu saudaranya." } } }, { "number": { "inQuran": 3288, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 20, "page": 390, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'ahum Moosaa bi Aayaatinaa baiyinaatin qaaloo maa haazaaa illaa sihrum muftaranw wa maa sami'naa bihaazaa feee aabaaa'inal awwaleen" } }, "translation": { "en": "But when Moses came to them with Our signs as clear evidences, they said, \"This is not except invented magic, and we have not heard of this [religion] among our forefathers.\"", "id": "Maka ketika Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata, “Ini hanyalah sihir yang dibuat-buat, dan kami tidak pernah mendengar (yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3288", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3288.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3288.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendapat wahyu, Nabi Musa bersama keluarga kembali ke Mesir dan bersama Nabi Harun berangkatlah mereka berdua menghadapi Fir`aun dan kaumnya. Maka ketika Musa datang kepada mereka, Fir‘aun dan pengikutnya, dengan membawa misi kenabian yang diperkuat dengan mukjizat yang bersumber dari Kami yang sangat nyata kebenarannya, mereka mengingkari apa yang mereka saksikan seraya berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat, yakni ilusi yang memperdayai dan mengelabui mata kita, dan dia sebenarnya hanya mengada-ngada dengan menyatakan bahwa itu bersumber dari Tuhan semesta alam, dan di samping itu kami tidak pernah mendengar ajaran yang seperti ini pada nenek moyang kami dahulu hingga kini, sehingga kami tidak dapat membenarkan dan mengikuti apa yang disampaikannya itu.”", "long": "Musa lalu datang kepada Fir'aun dan kaumnya untuk menyeru mereka kepada agama tauhid dengan memberikan bukti-bukti yang nyata dan keterangan yang kuat dan jelas. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi mereka menolak kebenaran yang dikemukakannya. Akan tetapi, serta merta mereka menolak apa yang diucapkan oleh Musa. Ketika mereka telah terpojok dan tidak dapat lagi membantah kebenaran yang dibawanya, mereka lalu menuduh semua itu hanya sihir belaka dan mereka tidak pernah mendengar apa yang diucapkan Musa dari nenek moyang mereka. \n\nDemikianlah sikap orang-orang kafir terhadap rasul-rasul yang menyeru kepada agama yang benar seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDemikianlah setiap kali seorang rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, \"Dia itu pesihir atau orang gila.\" (adz-dzariyat/51: 52)." } } }, { "number": { "inQuran": 3289, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 20, "page": 390, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala Moosaa Rabbeee a'alamu biman jaaa'a bilhudaa min 'indihee wa man takoonu lahoo 'aaqibatud daari innahoo laa yuflihuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And Moses said, \"My Lord is more knowing [than we or you] of who has come with guidance from Him and to whom will be succession in the home. Indeed, wrongdoers do not succeed.\"", "id": "Dan dia (Musa) menjawab, “Tuhanku lebih mengetahui siapa yang (pantas) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapat kemenangan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3289", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3289.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3289.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai jawaban bagi Fir‘aun dan kaumnya, dia Musa menjawab, “Tuhan Pemelihara-ku Yang menciptakan aku dan kamu serta memberi aneka bukti kebenaran lebih mengetahui dari aku, kamu dan siapa pun tentang siapa yang pantas membawa petunjuk dari sisi-Nya dan Dia-lah yang akan menetapkan dengan adil siapa yang akan mendapat kesudahan yang baik di akhirat. Jangan berlaku zalim, sebab sesungguhnya telah menjadi ketetapan Allah bahwa orang-orang yang zalim selamanya tidak akan mendapat kemenangan.”", "long": "Tuduhan Fir'aun dan kaumnya bahwa bukti-bukti yang dikemukakan Musa hanya sihir belaka dijawabnya dengan tenang dan tidak keluar dari adab dan sopan santun berdebat, tanpa menuduh lawannya bahwa mereka telah sesat. Musa mengatakan kepada mereka bahwa Tuhannya yang lebih mengetahui siapa sebenarnya yang membawa petunjuk dari Allah dan siapa sebenarnya yang beruntung yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat. Di balik itu, dalam hatinya ia yakin sepenuhnya dialah yang benar, dialah orang yang beruntung dan siapa yang menentang kebenaran yang dibawanya pasti akan merugi dan menyesal. Jawaban ini sama dengan jawaban yang diberikan oleh Nabi Muhammad kepada kaum musyrikin yang menentangnya, seperti tersebut dalam firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?\" Katakanlah, \"Allah,\" dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. (Saba'/34: 24) \n\nWalaupun demikian, Musa tetap menegaskan bahwa orang zalim tidak akan memperoleh kemenangan. Ini adalah sebagai isyarat kepada Fir'aun dan kaumnya bahwa mereka tidak akan menang. Mereka pasti akan kalah dan hancur karena mereka adalah orang-orang yang sombong dan aniaya." } } }, { "number": { "inQuran": 3290, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 20, "page": 390, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u064a \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u062f\u0652 \u0644\u0650\u064a \u064a\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0627\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0637\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u0650\u064a \u0635\u064e\u0631\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0637\u0651\u064e\u0644\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala Fir'awnu yaaa aiyuhal mala-u maa 'alimtu lakum min ilaahin ghairee fa awqid lee yaa Haamaanu 'alatteeni faj'al lee sarhal la'alleee attali'u ilaaa ilaahi Moosaa wa innee la azunnuhoo minal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "And Pharaoh said, \"O eminent ones, I have not known you to have a god other than me. Then ignite for me, O Haman, [a fire] upon the clay and make for me a tower that I may look at the God of Moses. And indeed, I do think he is among the liars.\"", "id": "Dan Fir‘aun berkata, “Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3290", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3290.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3290.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika tidak kuasa lagi untuk mendebat Nabi Musa, karena jelas dan kuatnya argumentasi yang disampaikan, dengan nada menyombongkan diri Fir‘aun berkata, “Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku yang patut disembah. Guna mengetahui kebenaran atau kebohongan Musa yang menyatakan ada Tuhan Pemelihara alam raya, maka bakarlah tanah liat untukku wahai Haman untuk membuat batu bata dan bahan bangunan lainnya, kemudian buatkanlah segera bangunan dan istana yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta dalam dakwaannya.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa setelah kehabisan alasan dan dalil untuk membantah keterangan Musa dan bukti-bukti yang dikemukakannya, Fir'aun memerintahkan kepada kaumnya supaya jangan percaya kepada berita dusta yang dikemukakan Musa. Selama ini tidak ada seorang pun yang berani mendakwahkan bahwa ada Tuhan selain dia. Semenjak dahulu selama Mesir diperintah oleh Fir'aun, yang silih berganti, tak seorang pun yang mengingkari bahwa Fir'aun adalah tuhan-tuhan yang berkuasa di muka bumi. Mata hati rakyat dikelabui dengan dongeng dan khurafat yang menyatakan bahwa manusia harus tunduk kepada kekuasaan Fir'aun. Dia selalu melakukan tindakan yang kejam dan bengis terhadap orang yang berani mengingkari kekuasaannya sebagai tuhan dengan menyiksa dan memenjarakan bahkan membunuhnya. Hal ini disebutkan dalam firman Allah:\n\nKemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya). (Seraya) berkata, \"Akulah tuhanmu yang paling tinggi.\" (an-Nazi'at/79: 23-24)\n\nFirman Allah:\n\nDia (Fir'aun) berkata, \"Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara.\" (asy-Syu'ara'/26: 29)\n\nImam Fakhruddin ar-Razi berpendapat bahwa Fir'aun mendakwakan dirinya sebagai tuhan maksudnya bukan dia yang menciptakan langit, bumi, lautan, gunung-gunung, dan manusia seluruhnya karena hal itu tidak akan dapat diterima oleh akal. Maksudnya adalah supaya orang memperhambakan diri kepadanya. Dia hanya menolak adanya tuhan yang harus dipatuhi dan di sembah selain dia.\n\nLalu Fir'aun memerintahkan kepada wazirnya, Haman, supaya menyalakan api yang besar untuk membuat batu bata yang banyak dan mendirikan bangunan yang tinggi supaya dia dapat naik ke langit melihat Tuhan yang didakwahkan Musa. Fir'aun lalu menegaskan bahwa Musa adalah pembohong besar. Senada dengan ini, Allah berfirman:\n\nDan Fir'aun berkata, \"Wahai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi agar aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, agar aku dapat melihat Tuhannya Musa, tetapi aku tetap memandangnya seorang pendusta.\" Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir'aun perbuatan buruknya itu, dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. (al-Mu'min/40: 36-37)" } } }, { "number": { "inQuran": 3291, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 20, "page": 390, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wastakbara huwa wa junooduhoo fil ardi bighairil haqqi wa zannooo annahum ilainaa laa yurja'oon" } }, "translation": { "en": "And he was arrogant, he and his soldiers, in the land, without right, and they thought that they would not be returned to Us.", "id": "Dan dia (Fir‘aun) dan bala tentaranya berlaku sombong, di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3291", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3291.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3291.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh apa yang diucapkan dan direncanakan oleh Fir‘aun adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Ini disebabkan hatinya bejat dan dia Fir‘aun dan bala tentaranya berlaku sombong di bumi Mesir tanpa alasan yang benar, dan mereka dengan sikapnya itu mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan di akhirat nanti kepada Kami untuk mendapatkan penghitungan dan pembalasan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Fir'aun dan tentaranya sangat sombong dan takabur. Fir'aun menganggap dan mengaku hanya dialah penguasa yang mutlak di muka bumi. Siapa saja yang menantangnya dianggap salah dan durhaka. Kalau dikatakan kepadanya ada Tuhan yang lebih besar daripada kekuasaannya, Fir'aun menjadi kalap, dan tak dapat lagi menguasai dirinya, seperti memerintahkan dengan segera membuat suatu hal yang mustahil, seperti membuat bangunan setinggi langit agar dia dapat berhadapan dengan Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa.\n\nFir'aun dan kaumnya mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan, tidak akan diperhitungkan apa yang telah dikerjakan selama hidup di dunia, dan tidak ada yang akan menyiksa bila mereka melakukan kezaliman dan kekejaman. Memang demikianlah kepercayaan mereka karena pengaruh kesombongan dan ketakaburan itu. Mereka membuat piramida yang besar untuk kuburan mereka yang diisi dengan perabot yang lengkap dan serba mewah serta pakaian dan perhiasan yang indah-indah, untuk dinikmati sesudah mati.\n\nKarena kesombongan dan ketakaburan itu, Allah mengazab mereka di dunia dan akhirat. Di dunia Fir'aun ditenggelamkan bersama tentaranya ke dalam lautan, dan di akhirat mereka akan disiksa dalam neraka.\n\nDemikianlah nasib yang telah ditetapkan Allah bagi orang yang takabur dan sombong, berbuat zalim dan aniaya terhadap Allah dan sesamanya. Sebenarnya kelanjutan kisah Fir'aun bisa ditemukan pada surah-surah lain dalam Al-Qur'an seperti Surah al-A'raf, Yunus, thaha, dan sebagainya. Akan tetapi, Allah hendak menegaskan di sini bagaimana nasib orang-orang yang durhaka yang tidak lagi mempergunakan akal dan pikirannya sehingga tertutuplah hatinya untuk menerima kebenaran dari mana pun datangnya, sehingga dia menjadi sombong dan takabur. Hal itu layak menjadi perhatian dan pelajaran bagi seluruh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3292, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 20, "page": 390, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0646\u064e\u0628\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhaznaahu wa junoo dahoo fanabaznaahum fil yammi fanzur kaifa kaana 'aaqibatuz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "So We took him and his soldiers and threw them into the sea. So see how was the end of the wrongdoers.", "id": "Maka Kami siksa dia (Fir‘aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3292", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3292.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3292.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka sebagai akibat keangkuhan dan kedurhakaan mereka dan setelah itu mencapai puncaknya Kami siksa dia, yakni Fir‘aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam Laut Merah seperti melempar batu-batu kecil yang tidak berarti sehingga mereka semua mati tenggelam. Maka perhatikanlah, wahai Nabi Muhammad dan siapa pun yang mengetahui peristiwa itu, bagaimana kesudahan buruk yang menimpa orang yang zalim.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Fir'aun dan tentaranya sangat sombong dan takabur. Fir'aun menganggap dan mengaku hanya dialah penguasa yang mutlak di muka bumi. Siapa saja yang menantangnya dianggap salah dan durhaka. Kalau dikatakan kepadanya ada Tuhan yang lebih besar daripada kekuasaannya, Fir'aun menjadi kalap, dan tak dapat lagi menguasai dirinya, seperti memerintahkan dengan segera membuat suatu hal yang mustahil, seperti membuat bangunan setinggi langit agar dia dapat berhadapan dengan Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa.\n\nFir'aun dan kaumnya mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan, tidak akan diperhitungkan apa yang telah dikerjakan selama hidup di dunia, dan tidak ada yang akan menyiksa bila mereka melakukan kezaliman dan kekejaman. Memang demikianlah kepercayaan mereka karena pengaruh kesombongan dan ketakaburan itu. Mereka membuat piramida yang besar untuk kuburan mereka yang diisi dengan perabot yang lengkap dan serba mewah serta pakaian dan perhiasan yang indah-indah, untuk dinikmati sesudah mati.\n\nKarena kesombongan dan ketakaburan itu, Allah mengazab mereka di dunia dan akhirat. Di dunia Fir'aun ditenggelamkan bersama tentaranya ke dalam lautan, dan di akhirat mereka akan disiksa dalam neraka.\n\nDemikianlah nasib yang telah ditetapkan Allah bagi orang yang takabur dan sombong, berbuat zalim dan aniaya terhadap Allah dan sesamanya. Sebenarnya kelanjutan kisah Fir'aun bisa ditemukan pada surah-surah lain dalam Al-Qur'an seperti Surah al-A'raf, Yunus, thaha, dan sebagainya. Akan tetapi, Allah hendak menegaskan di sini bagaimana nasib orang-orang yang durhaka yang tidak lagi mempergunakan akal dan pikirannya sehingga tertutuplah hatinya untuk menerima kebenaran dari mana pun datangnya, sehingga dia menjadi sombong dan takabur. Hal itu layak menjadi perhatian dan pelajaran bagi seluruh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3293, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 20, "page": 390, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0626\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaahum a'immatany yad'oona ilan Naari wa Yawmal Qiyaamati laa yunsaroon" } }, "translation": { "en": "And We made them leaders inviting to the Fire, and on the Day of Resurrection they will not be helped.", "id": "Dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak (manusia) ke neraka dan pada hari Kiamat mereka tidak akan ditolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3293", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3293.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3293.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesuai dengan kehendak serta jati diri mereka Kami jadikan mereka para pemimpin kekufuran dan kedurhakaan yang selalu mengajak manusia yang lemah jiwa dan akalnya kepada perbuatan buruk yang menyebabkan mereka masuk ke neraka, dan dengan demikian mereka akan menjadi penghuni neraka, sehingga pada hari Kiamat mereka tidak akan ditolong, karena mereka kafir dan selalu mendustakan Rasul utusan Tuhan.", "long": "Ayat ini memberi julukan kepada Fir'aun dan kaumnya yang durhaka bahwa mereka adalah pemimpin-pemimpin yang membawa manusia ke neraka karena mereka telah menyesatkan manusia dan memaksa setiap orang untuk kafir terhadap Tuhannya. Mereka merasa bebas melakukan kezaliman sekehendak hatinya, tanpa ada rasa keadilan dan rasa kasih sayang.\n\nSebenarnya mereka ini telah melakukan dua kesalahan, kesalahan bagi diri mereka sendiri dan kesalahan menyesatkan orang lain. Maka pantaslah bila mereka menerima siksaan yang berlipat ganda, siksaan terhadap kesesatan sendiri dan siksaan karena menyesatkan orang lain. Oleh karena itu, tidak akan ada penolong bagi mereka di akhirat nanti dan tidak ada yang akan membebaskan dari siksa Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3294, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 20, "page": 390, "manzil": 5, "ruku": 337, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0642\u0652\u0628\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa atba'naahum fee haazihid dunyaa la'natanw wa Yawmal Qiyaamati hum minal maqbooheen" } }, "translation": { "en": "And We caused to overtake them in this world a curse, and on the Day of Resurrection they will be of the despised.", "id": "Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini; sedangkan pada hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3294", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3294.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3294.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini berupa kehinaan dan kemurkaan dari Kami; sedangkan pada hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan dari kebaikan, rahmat dan karunia Allah. Adakah siksa yang lebih pedih dari itu semua? Untuk menghindari azab tersebut, Allah memberi jalan keselamatan kepada manusia di zaman Nabi Musa, yaitu dengan berpegang teguh kepada kita suci Taurat seperti dijelaskan pada ayat berikut.", "long": "Ayat ini memberi julukan kepada Fir'aun dan kaumnya yang durhaka bahwa mereka adalah pemimpin-pemimpin yang membawa manusia ke neraka karena mereka telah menyesatkan manusia dan memaksa setiap orang untuk kafir terhadap Tuhannya. Mereka merasa bebas melakukan kezaliman sekehendak hatinya, tanpa ada rasa keadilan dan rasa kasih sayang.\n\nSebenarnya mereka ini telah melakukan dua kesalahan, kesalahan bagi diri mereka sendiri dan kesalahan menyesatkan orang lain. Maka pantaslah bila mereka menerima siksaan yang berlipat ganda, siksaan terhadap kesesatan sendiri dan siksaan karena menyesatkan orang lain. Oleh karena itu, tidak akan ada penolong bagi mereka di akhirat nanti dan tidak ada yang akan membebaskan dari siksa Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3295, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 20, "page": 390, "manzil": 5, "ruku": 338, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0635\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosal Kitaaba mim ba'di maaa ahlaknal quroonal oolaa basaaa'ira linnaasi wa hudanw wa rahmatal la'allahum yata zakkkaroon" } }, "translation": { "en": "And We gave Moses the Scripture, after We had destroyed the former generations, as enlightenment for the people and guidance and mercy that they might be reminded.", "id": "Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat-umat terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka mendapat pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3295", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3295.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3295.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kisah Bani Israil ditutup oleh ayat ini dengan menjelaskan dasar kepemimpinan Nabi Musa, setelah ayat yang lalu menjelaskan kepemimpinan Fir`aun dalam kekufuran. Sambil bersumpah Allah berfirman, dan demi keagungan dan kekuasaan Kami, sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab Taurat yang mengandung hukum dan petunjuk kebahagiaan bagi masyarakat Bani Israil, setelah Kami binasakan umat-umat terdahulu, seperti kaum Nabi Nuh, kaum Nabi Hud (`Ad), kaum Nabi Saleh (Šamùd), kaum Nabi Lut dan penduduk negeri Madyan. Kitab itu Kami anugerahkan untuk menjadi pelita cahaya bagi hati manusia yang sebelumnya berada dalam kegelapan dan tidak mengetahui kebenaran, dan juga agar menjadi petunjuk bagi yang memerhatikan kandungannya, serta menjadi jalan untuk mendapatkan rahmat bagi yang melaksanakannya. Semua itu Kami anugerahkan agar mereka mendapat pelajaran dari apa yang ada di dalamnya, sehingga bergegas menjalankan perintah dan menjauhi larangan, dan juga agar mereka selalu mengingat kebesaran Allah dan aneka anugerah-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kepada Musa kitab Taurat sebagai rahmat baginya dan bagi kaumnya, yang telah lama tertindas dan teraniaya di bawah kekuasaan Fir'aun. Di dalamnya terdapat hikmah dan hukum yang membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Di sini tampak perbedaan yang besar dan nyata dalam perlakuan Allah terhadap pemimpin-pemimpin dan kaum yang durhaka, sombong dan takabur dengan perlakuannya terhadap pemimpin yang saleh dan ikhlas serta taat kepada-Nya.\n\nKepada golongan pertama, seperti Fir'aun dan kaumnya, diturunkan malapetaka dan siksaan sehingga dia ditenggelamkan bersama tentaranya ke dalam laut. Kepada golongan kedua, seperti Musa, Harun, dan kaumnya, diturunkan Kitab yang akan menjadi petunjuk bagi mereka dalam menempuh kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Demikianlah sunatullah yang berlaku semenjak dahulu kala. Berapa banyaknya umat-umat yang terdahulu yang telah dibinasakan-Nya dengan berbagai macam cara seperti yang terjadi pada kaum Nabi Nuh, Nabi Saleh, Nabi Hud, dan lain-lain.\n\nDari Abu Sa'id al-Khudri bersumber dari Nabi saw, beliau bersabda, \"Setelah diturunkannya kitab Taurat di atas bumi Allah tidak lagi membinasakan suatu kaum dengan azab dari langit atau bumi kecuali penduduk negeri yang diubah menjadi kera, mereka adalah orang Bani Israil sepeninggal Nabi Musa, lalu Nabi saw membaca ayat ini (al-Qasas/28: 43). (Riwayat al-hakim)" } } }, { "number": { "inQuran": 3296, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 20, "page": 391, "manzil": 5, "ruku": 338, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0631\u0652\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kunta bijaanibil gharbiyyi iz qadainaaa ilaa Moosal amra wa maa kunta minash shaahideen" } }, "translation": { "en": "And you, [O Muhammad], were not on the western side [of the mount] when We revealed to Moses the command, and you were not among the witnesses [to that].", "id": "Dan engkau (Muhammad) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Tuwa) ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3296", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3296.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3296.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah selesai dipaparkan kisah Nabi Musa, Allah menyampaikan kepada Nabi Muhammad tentang penegasan tentang kenabian dan kerasulannya. Dan engkau wahai Nabi Muhammad tidak bersama Nabi Musa berada di sebelah barat lembah suci Tuwa di gunung Sinai ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa untuk menyampaikan risalah dan menghadapi Fir`aun, dan engkau tidak pula hidup sezaman dengannya sehingga termasuk orang-orang yang menyaksikan kejadian itu. Namun demikian engkau dapat mengetahuinya secara benar, padahal engkau pun tidak pandai membaca atau pernah belajar. Ini bukti bahwa engkau mendapat wahyu dari Allah. Maka, bagaimana kaummu mendustakan risalahmu sedangkan kamu hanya membacakan kabar orang-orang terdahulu pada mereka?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Muhammad saw tidak pernah berada di sisi sebelah barat Lembah Suci thuwa, tempat Allah mewahyukan lembaran-lembaran Taurat kepada Musa. Ketika itu, Allah membebankan urusan-urusan kenabian kepadanya. Karena tidak termasuk salah seorang dari rombongan 70 orang yang telah terpilih untuk mendengarkan secara terperinci hal-hal yang diwahyukan Allah kepada Musa, maka Muhammad saw tidak mungkin menerangkan semua itu, kecuali dengan jalan wahyu dari Allah. Muhammad saw dapat menyampaikan hal-hal gaib yang telah lama terjadi serta tidak disaksikan dan dilihatnya sama sekali, padahal ia adalah seorang 'ummi tidak dapat membaca dan menulis, berada di tengah-tengah kaum yang 'ummi pula, dan tidak mengetahui sedikit pun tentang hal-hal tersebut. Hal itu merupakan bukti nyata bahwa Muhammad benar-benar nabi dan rasul Allah. Semua itu disampaikan dan dikisahkannya melalui perantaraan wahyu dari Allah. Firman Allah:\n\nDan mereka berkata, \"Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?\" Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu? (thaha/20: 133)" } } }, { "number": { "inQuran": 3297, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 20, "page": 391, "manzil": 5, "ruku": 338, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0648\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u062b\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u062a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laakinnaa anshaanaa quroonan fatataawala 'alaihimul 'umur; wa maa kunta saawiyan feee ahli Madyana tatloo 'alaihim Aayaatinaa wa laakinnaa kunnaa mursileen" } }, "translation": { "en": "But We produced [many] generations [after Moses], and prolonged was their duration. And you were not a resident among the people of Madyan, reciting to them Our verses, but We were senders [of this message].", "id": "Tetapi Kami telah menciptakan beberapa umat, dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang, dan engkau (Muhammad) tidak tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3297", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3297.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3297.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Engkau tidak mengalami peristiwa-peristiwa itu, tetapi Kami telah menciptakan beberapa umat dalam berbagai generasi setelah Nabi Musa, dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang, sehingga mereka lupa dengan perjanjian yang telah mereka ambil dan meninggalkan perintah Allah. Kami utus engkau untuk memperbaharui kembali dakwah yang pernah disampaikan oleh nabi-nabi terdahulu. Dan demikian pula engkau wahai Nabi Muhammad tidak tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, sehingga dapat memberitahu penduduk Mekah tentang kabar mereka. Engkau tidak tinggal bersama mereka di Madyan, akan tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul dan Kami beritahukan kepadamu tentang kisah-kisah mereka melalui wahyu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menciptakan generasi demi generasi sejak Nabi Musa sampai kepada Nabi Muhammad dalam waktu yang panjang dan merupakan masa kekosongan, sehingga pengetahuan mereka berkurang, akhlak mereka menurun dan telah menjurus kepada kehancuran dan dekadensi moral. Pada waktu itu terasa benar perlunya diutus seorang rasul untuk membimbing dan memberi petunjuk kepada mereka ke jalan yang benar. Maka diutuslah Nabi Muhammad saw dan dia diberitahu oleh Allah keadaan dan ihwal nabi-nabi terdahulu, begitu juga keadaan dan hal ikhwal Nabi Musa. Allah juga menerangkan pada ayat ini bahwa Muhammad tidak tinggal bersama-sama penduduk Madyan untuk menanyakan dan mempelajari kisah Nabi Musa dari orang-orang yang menyaksikan kisah itu sendiri. Semua itu diketahui oleh Nabi Muhammad dengan perantaraan wahyu yang diturunkan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3298, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 20, "page": 391, "manzil": 5, "ruku": 338, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kunta bijaanibit Toori iz naadainaa wa laakir rahmatam mir Rabbika litunzira qawmam maaa ataahum min nazeerim min qablika la'allahum yatazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And you were not at the side of the mount when We called [Moses] but [were sent] as a mercy from your Lord to warn a people to whom no warner had come before you that they might be reminded.", "id": "Dan engkau (Muhammad) tidak berada di dekat Tur (gunung) ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami utus engkau) sebagai rahmat dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang tidak didatangi oleh pemberi peringatan sebelum engkau agar mereka mendapat pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3298", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3298.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3298.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan engkau wahai Nabi Muhammad tidak berada di dekat gunung Sinai ketika Kami menyeru Nabi Musa dan memilihnya untuk menyampaikan pesan-pesan suci. Akan tetapi Kami utus engkau sebagai rahmat dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum masyarakat Arab yang tidak didatangi oleh pemberi peringatan dalam kurun waktu yang cukup lama sebelum engkau, agar dengan peringatanmu itu mereka mendapat pelajaran.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad tidak berada di dekat Gunung Tur pada waktu Allah menyeru Nabi Musa dan ketika terjadi munajat antara keduanya. Peristiwa itu diketahui oleh Muhammad dengan perantaraan kitab suci Al-Qur'an yang diwahyukan kepadanya sebagai rahmat Allah yang di dalamnya dibentangkan kisah tersebut. Juga terdapat hal-hal yang mendatangkan maslahat dan kebahagiaan bagi mereka di dunia dan di akhirat, agar Muhammad memberi peringatan kepada kaum Quraisy yang belum pernah memperoleh peringatan sebelumnya. Selain ayat ini sebagai dalil yang jelas atas kerasulan Muhammad saw, juga sebagai dalil atas kemukjizatan Al-Qur'an, karena ia menceritakan peristiwa yang telah terjadi beratus-ratus tahun. Padahal Rasulullah tidak menyaksikan peristiwa tersebut apalagi hadir di tengah-tengah mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3299, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 20, "page": 391, "manzil": 5, "ruku": 338, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law laaa an tuseebahum museebatum bimaa qaddamat aideehim fa yaqooloo Rabbanaa law laaa arsalta ilainaa Rasoolan fanattabi'a Aayaatika wa nakoona minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And if not that a disaster should strike them for what their hands put forth [of sins] and they would say, \"Our Lord, why did You not send us a messenger so we could have followed Your verses and been among the believers?\"...", "id": "Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, agar kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan termasuk orang mukmin.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3299", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3299.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3299.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka yang sebenarnya bukan Kami penyebabnya, tetapi disebabkan apa yang mereka kerjakan, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul yang memberi tuntunan dan peringatan kepada kami, agar kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan termasuk orang mukmin.” Agar mereka tidak beralasan demikian, Kami utus engkau kepada mereka dan kepada alam semesta sebagai pembawa berita gembira dan peringatan dari Tuhan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa salah satu hikmah pengutusan Muhammad kepada mereka adalah untuk menolak alasan-alasan mereka, ketika kelak mendapat azab yang pedih atas kekafiran mereka terhadap Allah dan dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Seandainya Muhammad belum diutus sedangkan azab menimpa mereka, tentu mereka akan mengemukakan alasan dan hujah. Mereka akan berkata, \"Wahai Tuhan kami! Kenapa tidak diutus seorang rasul kepada kami sebelum kemurkaan-Mu menimpa kami, dan azab-Mu diturunkan kepada kami, agar kami dapat mengikuti petunjuk-petunjuk-Mu, mengamalkan ayat-ayat yang ada di dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada rasul itu, sehingga kami percaya atas ketuhanan-Mu dan membenarkan rasul yang Engkau utus itu?\"\n\nOleh sebab itu, jauh sebelum mereka dimurkai dan diazab oleh Allah, Muhammad telah diutus kepada mereka untuk memberi peringatan dan ancaman dengan kemurkaan dan azab yang akan ditimpakan kalau mereka tetap dalam agama nenek moyang mereka, menyembah berhala, mempersekutukan Allah. Dengan demikian, tidak ada jalan bagi mereka untuk mengemukakan alasan-alasan dan hujah. Itulah sunatullah yang berlaku pada tiap-tiap umat. Hal ini ditegaskan dalam ayat lain dalam Al-Qur'an seperti firman Allah:\n\nRasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (an-Nisa'/4: 165)\n\nDan firman-Nya:\n\nBarang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15)\n\nSalah satu hikmat pengutusan para rasul adalah untuk membendung dan menolak alasan yang akan dikemukakan mereka. Hikmah diturunkannya kitab suci Al-Qur'an juga untuk menolak alasan mereka yang akan mengatakan bahwa mereka tidak beriman karena kitab samawi hanya diturunkan kepada dua golongan saja yaitu Yahudi dan Nasrani, sebagaimana firman Allah swt:\n\n(Kami turunkan Al-Qur'an itu) agar kamu (tidak) mengatakan, \"Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca.\" (al-An'am/6: 156)" } } }, { "number": { "inQuran": 3300, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 20, "page": 391, "manzil": 5, "ruku": 338, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0638\u064e\u0627\u0647\u064e\u0631\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'ahumul haqqu min 'indinaa qaaloo law laa ootiya misla maaa ootiyaa Moosaa; awalam yakfuroo bimaaa ootiya Moosaa min qablu qaaloo sihraani tazaaharaa wa qaalooo innaa bikullin kaafiroon" } }, "translation": { "en": "But when the truth came to them from Us, they said, \"Why was he not given like that which was given to Moses?\" Did they not disbelieve in that which was given to Moses before? They said, \"[They are but] two works of magic supporting each other, and indeed we are, in both, disbelievers.\"", "id": "Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran (Al-Qur'an) dari sisi Kami, mereka berkata, “Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?” Bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? Mereka dahulu berkata, “(Musa dan Harun adalah) dua pesihir yang bantu-membantu.” Dan mereka (juga) berkata, “Sesungguhnya kami sama sekali tidak mempercayai masing-masing mereka itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3300", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3300.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3300.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika Rasulullah telah datang kepada mereka dengan membawa kebenaran yang sempurna berupa Al-Qur'an yang berasal dari sisi Kami, dengan nada ingkar mereka berkata, “Mengapa tidak diberikan kepadanya, yakni Nabi Muhammad, bukti kebenaran risalah dalam bentuk mukjizat inderawi dan kitab suci yang diturunkan sekaligus seperti apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu, misalnya tongkat yang berubah menjadi ular, atau tangan yang tampak bersinar cemerlang dan lain-lain?” Mereka, yakni kaum musyrik Mekah, berkata demikian padahal bukankah sebelumnya mereka itu telah ingkar juga kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? Mereka dahulu berkata, “Nabi Musa dan Nabi Harun adalah dua pesihir yang bantu-membantu dan saling benar-membenarkan.” Dan mereka juga berkata, “Sesungguhnya kami sama sekali tidak mempercayai masing-masing mereka itu.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ketika Muhammad diutus kepada kaum Quraisy yang belum pernah didatangi oleh seorang rasul yang dibekali kitab suci Al-Qur'an, mereka menyombongkan diri, menentang, dan memperlihatkan kesesatan. Mereka berkata, \"Mengapa ia tidak memiliki mukjizat sebagaimana halnya Nabi Musa yang diberi mukjizat, seperti tongkat menjadi ular, lautan terbelah dengan pukulan tongkatnya, tangannya menjadi putih, dinaungi oleh awan, dan lain-lain. Firman Allah:\n\nMaka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, \"Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?\" Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu. (Hud/11: 12)\n\nUcapan kaum Quraisy itu dijawab bahwa orang-orang yang durhaka dan sombong pada masa Nabi Musa telah ingkar kepada mukjizat yang diberikan kepada Musa dahulu. Bahkan mereka menuduh Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang saling membantu. Apakah orang-orang kafir Mekah akan mengikuti apa yang telah diperbuat kaum Nabi Musa? Apakah mereka akan mengingkari apa yang didatangkan Muhammad, dan mengatakan bahwa Musa dan Muhammad adalah ahli sihir? Apakah mereka juga tidak akan mempercayai risalah dan mukjizat keduanya? \n\nMengenai tuduhan bahwa keduanya adalah ahli sihir pada ayat ini, Said bin Jubair, Mujahid, dan Ibnu Zaid berpendapat bahwa yang dimaksud dengan \"keduanya adalah ahli sihir\" ialah Musa dan Harun. Ini adalah ucapan orang-orang Yahudi pada permulaan kerasulan. Sedangkan Ibnu 'Abbas dan al-hasan al-Basri berpendapat bahwa yang dimaksud dengan keduanya adalah ahli sihir yaitu Musa dan Muhammad saw, dan ini adalah ucapan orang-orang musyrikin bangsa Arab." } } }, { "number": { "inQuran": 3301, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 20, "page": 391, "manzil": 5, "ruku": 338, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul faatoo bi Kitaabim min 'indil laahi huwa ahdaa minhu maaa attabi'hu in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Then bring a scripture from Allah which is more guiding than either of them that I may follow it, if you should be truthful.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al-Qur'an), niscaya aku mengikutinya, jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3301", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3301.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3301.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menyanggah argumentasi mereka, Allah perintahkan kepada Rasul-Nya, katakanlah kepada mereka wahai Nabi Muhammad, “Apabila kamu tidak beriman kepada Taurat dan Al-Qur’an, datangkanlah olehmu, secara sendiri-sendiri atau bersama-sama, sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih memberi petunjuk daripada keduanya, yakni Taurat dan Al-Qur'an, atau yang semisal dengannya, niscaya aku akan mengikutinya. Lakukanlah jika kamu memang orang yang benar dalam prasangka kamu bahwa apa yang kami datangkan itu adalah sihir.”", "long": "Allah menyuruh Muhammad menantang orang-orang kafir Mekah yang mengatakan bahwa Musa dan Muhammad adalah ahli sihir, dan Taurat dan Al-Qur'an adalah sihir belaka, untuk mendatangkan sebuah kitab dari sisi Allah yang lebih memberi petunjuk dan lebih mendatangkan kemaslahatan daripada kedua kitab itu. Nabi menegaskan kepada mereka bahwa dia bersedia meninggalkan Al-Qur'an apabila mereka itu benar dalam pengakuan mereka, dan benar-benar dapat mendatangkan kitab yang dimaksud." } } }, { "number": { "inQuran": 3302, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 20, "page": 391, "manzil": 5, "ruku": 338, "hizbQuarter": 156, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa il lam yastajeeboo laka fa'lam annamaa yattabi'oona ahwaaa'ahum; w aman adallu mimmanit taba'a hawaahu bighari hudam minal laah; innal laaha laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "But if they do not respond to you - then know that they only follow their [own] desires. And who is more astray than one who follows his desire without guidance from Allah? Indeed, Allah does not guide the wrongdoing people.", "id": "Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti keinginan mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3302", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3302.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3302.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sudah barang tentu mereka tidak akan mampu mendatangkannya. Maka jika mereka tidak mampu menjawab tantanganmu untuk mendatangkan kitab berisi petunjuk yang lebih baik daripada Al-Qur`an, bahkan yang semisal dengannya, atau jika mereka tidak menyambut ajakanmu untuk beriman, maka ketahuilah wahai Nabi Muhammad atau siapa pun, bahwa mereka tidak lagi memiliki dalih atau alasan penolakan. Dan dengan begitu, jika mereka tetap menolak, maka sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti keinginan hawa nafsu mereka tanpa alasan yang kuat dan benar, dan dengan demikian mereka pada hakikatnya tidak memperoleh petunjuk, bahkan mereka adalah orang-orang yang sesat. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginan hawa nafsu-nya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun dan tanpa memiliki pijakan yang logis? Pastilah tidak ada yang lebih sesat daripada mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim yang melampaui batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kalau orang-orang musyrik itu tidak dapat memenuhi tantangan Nabi mendatangkan kitab dari sisi Allah yang lebih menjamin kebahagiaan daripada Taurat dan Al-Qur'an, maka itu berarti bahwa pembangkangan mereka sesungguhnya hanyalah dorongan hawa nafsu belaka, dan mengikuti ajakan setan yang tidak beralasan sama sekali. Orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya dan menuruti bujukan setan tanpa ada petunjuk dari Allah, adalah orang-orang yang sangat sesat bahkan paling sesat. Oleh sebab itu, Allah melarang mengikuti hawa nafsu karena akan menyesatkan dari jalan yang benar. Orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, firman Allah:\n\n(Allah berfirman), \"Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.\" (shad/38: 26)\n\nPada akhir ayat 50 ini ditegaskan bahwa Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang zalim dan selalu meninggalkan perintah Allah, melanggar larangan-Nya, mendustakan rasul-Nya, mengikuti kemauan hawa nafsu, dan lebih mengutamakan ketaatan kepada setan daripada ketaatan kepada Allah. Orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang amat pedih di akhirat. Firman Allah:\n\nMaka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu), dan barang siapa di antara kamu berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar. (al-Furqan/25: 19)\n\nDan firman-Nya:\n\nTetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat). (az-Zukhruf43: 65)" } } }, { "number": { "inQuran": 3303, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad wassalnaa lahumul qawla la'allahum yatazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And We have [repeatedly] conveyed to them the Qur'an that they might be reminded.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3303", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3303.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3303.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demi keagungan dan kekuasaan Kami, sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan ini, yaitu Al-Qur'an kepada mereka secara berkesinambungan. Sebagian turun menyusul yang lain, sesuai kebutuhan. Al-Qur'an juga diturunkan secara berturut-turut dalam bentuk janji, ancaman, kisah-kisah dan pelajaran-pelajaran, semua itu agar mereka selalu mengingatnya, merenungi dan mempercayai apa yang ada di dalam-nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an secara bertahap, sebagian demi sebagian sesuai dengan kebijaksanaan yang telah digariskan-Nya, agar mudah dibaca, diingat, dipahami, dan bisa memantapkan hati dan menguatkan iman. Ini merupakan jawaban atas permintaan orang-orang kafir yang menghendaki Al-Qur'an itu diturunkan sekaligus. Firman Allah:\n\nDan orang-orang kafir berkata, \"Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?\" Demikianlah agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar). (al-Furqan/25: 32)" } } }, { "number": { "inQuran": 3304, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena aatainaahu mul Kitaaba min qablihee hum bihee yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Those to whom We gave the Scripture before it - they are believers in it.", "id": "Orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab sebelum Al-Qur'an, mereka beriman (pula) kepadanya (Al-Qur'an)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3304", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3304.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3304.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Siapa pun yang membuka mata hati dan pikirannya menyangkut Al-Qur'an tentu dia akan beriman. Buktinya adalah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab, yakni Taurat dan Injil, sebelum datang Al-Qur'an, kemudian beriman kepada kitab tersebut dan membenarkan apa yang ada di dalamnya tentang Muhammad dan kitab sucinya, maka sesungguhnya mereka telah beriman pula kepadanya, yakni Muhammad dan Al-Qur'an.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Ahli Kitab yang percaya kepada Taurat dan Injil, dan bertemu dengan masa kenabian Muhammad saw, juga percaya kepada Al-Qur'an. Mereka menemukan dalam kitab suci mereka berita yang menggembirakan tentang Al-Qur'an dan kecocokan sifat-sifat Al-Qur'an dengan sifat-sifat yang dijelaskan di dalam kitab mereka. Hal ini dijelaskan pula di dalam ayat yang lain: \n\nDan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah. (ali 'Imran/3: 199) \n\nDan firman-Nya:\n\nOrang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. (al-Baqarah/2: 121)" } } }, { "number": { "inQuran": 3305, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa yutlaa 'alaihim qaaloo aamannaa biheee innahul haqqu mir rabbinaaa innaa kunnaa min qablihee muslimeen" } }, "translation": { "en": "And when it is recited to them, they say, \"We have believed in it; indeed, it is the truth from our Lord. Indeed we were, [even] before it, Muslims [submitting to Allah].\"", "id": "Dan apabila (Al-Qur'an) dibacakan kepada mereka, mereka berkata, “Kami beriman kepadanya, sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami. Sungguh, sebelumnya kami adalah orang muslim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3305", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3305.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3305.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh karena itu mereka menerimanya dengan tulus, dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, dengan bergegas tanpa banyak berpikir mereka berkata, “Kami telah beriman kepadanya, karena sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah suatu kebenaran yang sempurna dari Tuhan Pemelihara kami. Dan kami telah mengetahui Muhammad dan kitab sucinya sebelum kitab itu diturunkan. Sungguh, sebelumnya kami adalah orang muslim yang tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka mengakui bahwa Al-Qur'an itu benar-benar dari Allah. Bahkan, mereka telah membenarkannya sebelum diturunkan karena mereka telah menemukan sifat-sifat Muhammad dan sifat-sifat Al-Qur'an dalam kitab suci mereka. Kepercayaan Ahli Kitab kepada Al-Qur'an sudah sejak dulu karena nenek moyang mereka membaca uraian tentang sifat-sifat Al-Qur'an dalam kitab suci mereka. Kebiasaan ini berlaku turun-temurun sampai ke anak cucunya jauh sebelum Al-Qur'an itu diturunkan." } } }, { "number": { "inQuran": 3306, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika yu'tawna ajrahum marratayni bimaa sabaroo wa yadra'oona bil hasanatis saiyi'ata wa mimmmaa razaq naahum yunfiqoon" } }, "translation": { "en": "Those will be given their reward twice for what they patiently endured and [because] they avert evil through good, and from what We have provided them they spend.", "id": "Mereka itu diberi pahala dua kali (karena beriman kepada Taurat dan Al-Qur'an) disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3306", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3306.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3306.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an dan apa yang diturunkan sebelumnya, mereka itu sungguh tinggi kedudukannya di sisi Allah dan diberi pahala dua kali lipat karena beriman kepada Taurat dan Al-Qur'an. Hal ini disebabkan kesabaran mereka atas penderitaan yang mereka terima demi mempertahankan keimanan dan mengutamakan amal saleh. Dan di antara sifat-sifat mereka adalah mereka menolak kejahatan dengan memberi maaf, bahkan membalasnya dengan amal kebaikan, dan mereka juga adalah para dermawan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka di jalan kebaikan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang percaya kepada Al-Qur'an sesudah mereka percaya kepada kitab-kitab suci sebelumnya, akan diberikan pahala dua kali lipat. Pahala atas kepercayaan mereka kepada kitab-kitab suci mereka, dan pahala atas kepercayaan mereka kepada Al-Qur'an. Diperlukan kesabaran dan ketabahan untuk mempertahankan kepercayaan mereka. Fitnah dan cobaan yang harus dihadapi tentu sangat berat, bahkan mereka mendapat perlakuan yang tidak wajar karena mereka mengikuti Muhammad dan menganut agamanya.\n\nAda tiga macam orang yang mendapat pahala dua kali lipat sebagaimana dijelaskan di dalam sabda Nabi Muhammad:\n\nTiga golongan orang yang diberi pahala, masing-masing dua kali lipat. Seorang Ahli Kitab yang percaya kepada nabinya, kemudian ia mendapati masa (Muhammad saw) maka ia beriman pula kepadanya dan mengikutinya serta membenarkannya maka baginya dua pahala. Hamba sahaya yang menunaikan hak Allah 'Azza wa Jalla dan hak tuannya, maka baginya dua pahala. Dan seorang yang mempunyai hamba sahaya perempuan lalu ia memberi makan, dan memberinya pendidikan yang baik, kemudian ia memerdekakannya lalu menikahinya, maka baginya dua pahala.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Musa al-Asy'ari).\n\nSelain kesabaran dan ketabahan, mereka juga mempunyai beberapa sifat yang menjadikan mereka dekat kepada Allah, antara lain:\n\n1.Mereka menolak kejahatan dengan kebaikan. Apa yang mereka dengar yang menyakitkan hati, berupa cacian dan sebagainya, tidak dibalas tetapi disambut dengan tenang bahkan dimaafkan. \n\n2.Mereka menginfakkan rezeki yang diberikan Allah ke jalan yang benar. Mereka memperoleh rezeki juga dengan halal dan baik. Mereka mengeluarkan zakat, belanja rumah tangga, bederma untuk pembangunan masjid, madrasah, pengajian, pembinaan dan pemeliharaan anak yatim, dan lain sebagainya. Dalam firman-Nya:\n\nDan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah. (al-Baqarah/2: 195) \n\nDan firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik. (al-Baqarah/2: 267)" } } }, { "number": { "inQuran": 3307, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa sami'ul laghwa a'radoo 'anhu wa qaaloo lanaaa a'maalunaa wa lakum a'maalukum salaamun 'alaikum laa nabtaghil jaahileen" } }, "translation": { "en": "And when they hear ill speech, they turn away from it and say, \"For us are our deeds, and for you are your deeds. Peace will be upon you; we seek not the ignorant.\"", "id": "Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3307", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3307.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3307.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sifat mereka lainnya adalah apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, yang tidak bermanfaat bagi kebaikan hidup dunia dan akhirat, mereka memelihara kehormatan diri mereka dengan berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami yang benar dan tidak akan kami tinggalkan dan bagimu amal-amal kamu yang batil yang dosanya akan kalian tanggung sendiri. Semoga selamatlah kamu. Selamat berpisah, kami akan membiarkan dan tidak mencampuri urusan kamu karena kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang bodoh, yang tidak enggan berpegang teguh pada ajaran Allah.”", "long": "Ayat ini menerangkan tentang sifat yang ketiga dari orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah yaitu apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, baik mengenai urusan dunia maupun akhirat, seperti cacian, cemoohan, dan sebagainya, mereka berpaling dan tidak melayaninya. Apabila mereka diperlakukan kasar atau disakiti dengan kata-kata atau perbuatan, mereka tidak membalasnya dengan tindakan serupa. Akan tetapi, mereka menghadapinya dengan tenang dan berkata, \"Bagi kami amal-amal kami, kamu tidak akan diberi pahala dan tidak pula diganjar karenanya. Bagimu amal-amalmu, kami tidak akan menuntut sedikit pun dari perbuatan itu, dan tidak akan berusaha membalasnya. Kedamaian atasmu, kami tidak ingin berbuat sebagaimana kamu berbuat.\" Firman Allah:\n\nDan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya. (al-Furqan/25: 72) \n\nDiriwayatkan oleh Muhammad bin Ishak bahwa telah berkunjung kepada Rasulullah di Mekah dua puluh orang lebih dari kaum Nasara Habasyah setelah mendengar berita tentang beliau. Mereka menemui Nabi di dalam masjid, kemudian mereka duduk bersama-sama. Di sekeliling Ka'bah pada waktu itu tokoh-tokoh kaum Quraisy sedang duduk berkumpul. Rasulullah kemudian menyeru kaum Nasara Habasyah untuk beriman kepada Allah dan membacakan kepada mereka Al-Qur'an. Setelah mereka mendengar ayat-ayat Al-Qur'an, mereka menangis tersedu-sedu dan dengan spontan beriman kepada Allah serta percaya kepada beliau dan membenarkannya. Mereka mengetahui bahwa sifat-sifat yang mereka saksikan pada diri Rasulullah sama dengan sifat-sifat yang telah diterangkan di dalam kitab suci mereka. \n\nKetika meninggalkan Nabi Muhammad, mereka dicegat oleh Abu Jahal bin Hisyam dan beberapa orang Quraisy dan mereka mengatakan, \"Semoga Allah menggagalkan niatmu, kalian diutus oleh teman-teman kalian hanya untuk mengetahui sifat-sifat pribadi Muhammad lalu memberitahukan kepada mereka. Akan tetapi, kenyataannya kalian sudah terpengaruh lalu meninggalkan agama kalian dan membenarkan apa yang dikatakan Muhammad. Kami tidak melihat ada rombongan yang lebih bodoh dari kalian.\" Mendengar kata-kata pedas dan tajam dari Abu Jahal bin Hisyam, mereka menjawab, \"Selamat tinggal buat kamu, kami tidak akan membalas dan berbuat jahat kepadamu. Bagi kami amal-amal kami, dan bagimu amal-amalmu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3308, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaka laa tahdee man ahbata wa laakinna laaha yahdee mai yashaaa'; wa Huwaa'lamu bilmuhtadeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, [O Muhammad], you do not guide whom you like, but Allah guides whom He wills. And He is most knowing of the [rightly] guided.", "id": "Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3308", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3308.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3308.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hidayah yang mengantar seseorang menerima dan melaksanakan tuntunan Allah bukanlah wewenang manusia, atau dalam batas kemampuannya, tetapi semata-mata wewenang dan hak prerogatif Allah. Di sini Allah menjelaskan hakikat tersebut dengan penegasan, \"Sungguh, engkau wahai Nabi Muhammad, tidak dapat memberi petunjuk dalam bentuk hidayah taufìq yang menjadikan seseorang menerima dengan baik dan melaksanakan ajaran Allah kepada orang yang engkau kasihi, meski engkau sangat berhasrat untuk memberi petunjuk kepada kaummu. Engkau hanya mampu memberi hidayah irsyàd, dalam arti memberi petunjuk dan memberitahu tentang jalan kebahagiaan, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk keimanan hidayah kepada orang yang Dia kehendaki-Nya bila dia bersedia menerima hidayah dan membuka hatinya untuk itu, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Muhammad tidak dapat menjadikan kaumnya untuk taat dan menganut agama yang dibawanya, sekalipun ia berusaha sekuat tenaga. Ia hanya berkewajiban menyampaikan dan hanya Allah yang akan memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dia yang mempunyai kebijaksanaan yang mendalam dan alasan yang cukup. Hal tersebut ditegaskan pula pada ayat lain di dalam Al-Qur'an.\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272) \n\nDan firman-Nya:\n\nDan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Yusuf/12:103)\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia lebih mengetahui siapa orang-orang yang bersedia dan pantas menerima hidayah itu. Di antara mereka ialah orang-orang Ahli Kitab yang pernah dikisahkan peristiwanya pada ayat-ayat yang lalu. Sebaliknya orang-orang yang tidak bersedia menerima hidayah seperti beberapa kerabat Nabi, maka hidayah tidak akan diberikan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3309, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0646\u064f\u062a\u064e\u062e\u064e\u0637\u0651\u064e\u0641\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0645\u064e\u0643\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalooo in nattabi'il hudaa ma'aka nutakhattaf min ardinaa; awalam numakkkil lahum haraman aaminany yujbaaa ilaihi samaraatu kulli shai'ir rizqam mil ladunnaa wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"If we were to follow the guidance with you, we would be swept from our land.\" Have we not established for them a safe sanctuary to which are brought the fruits of all things as provision from Us? But most of them do not know.", "id": "Dan mereka berkata, “Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.” (Allah berfirman) Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3309", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3309.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3309.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan untuk menjelaskan alasan mengapa mereka tetap memegang teguh kepercayaan yang mereka anut selama ini, mereka orang-orang musyrik Mekkah berkata kepada Rasul, “Jika kami mengikuti petunjuk itu dengan memeluk Islam dan bergabung bersama engkau, wahai Nabi Muhammad, yang ajaranmu sangat berbeda dengan kepercayaan masyarakat Arab, niscaya kami akan diusir dan diculik dari negeri kami serta kekuasaan kami akan direbut.” Mereka bohong dengan alasan mereka itu. Allah membantah alasan mereka itu dengan berfirman, “Bagaimana mereka berucap demikian, padahal bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram, yakni tanah suci Mekah, dengan menjadikan wilayah tempat tinggal mereka sebagai negeri yang aman dari serangan dan pembunuhan; yang terus-menerus dan senantiasa sepanjang waktu didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam tumbuh-tumbuhan sebagai rezeki bagimu dari sisi Kami kendati mereka kafir? Sungguh, dalih mereka itu tidak logis dan apa yang mereka khawatirkan itu tidak terjadi, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui keagungan karunia tersebut.\"", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu 'Abbas bahwa ayat ini turun berkenaan dengan al-haris bin Utsman bin 'Abd Manaf ketika ia dan beberapa orang Quraisy lainnya mendatangi Nabi saw dan mereka berkata kepada Nabi, \"Kami telah mengetahui bahwa apa yang engkau katakan itu benar. Akan tetapi, yang menghalangi kami mengikuti agamamu ialah orang-orang Arab yang akan memusuhi dan mengusir kami dari negeri kami, dan kami tidak mempunyai kesanggupan sedikit pun untuk melawan mereka.\"\n\nAyat ini menerangkan bahwa sebagian orang musyrik Mekah mengemukakan alasan yang tidak dapat diterima oleh pikiran yang sehat. Mereka berkata, \"Jika kami mengikuti petunjuk yang diberikan Muhammad kepada kami, dan agama yang diturunkan kepadanya, kami khawatir akan diusir dari negeri kami. Orang-orang musyrik serta tokoh-tokoh bangsa Arab juga akan memusuhi kami dengan kekerasan sedang kami tidak mampu melawan mereka.\" Dengan peringatan ini tampak bahwa mereka lebih takut kepada makhluk daripada Tuhan yang menciptakan mereka. Mereka tidak pernah membayangkan azab yang akan ditimpakan kepada mereka. \n\nMereka lupa bahwa mereka berada di daerah Haram yang sangat dihormati sejak dahulu kala, aman dan mendapat aneka macam rezeki dan buah-buahan. Apakah mereka mengira akan tetap aman dan sejahtera di daerah Haram yang aman itu kalau mereka tetap dalam kekafiran dan kemusyrikan. Tidak sedikit di antara mereka yang tidak mengetahui dan menyadari nikmat dan azab Allah yang akan diberikan kepada setiap orang sesuai dengan amal baik dan buruk mereka.\n\nMereka seharusnya mengetahui bahwa rezeki yang berlimpah itu datang dari Allah. Oleh karena itu, Dialah yang patut ditakuti dan ditaati bukan manusia, makhluk yang lemah dan serba kekurangan." } } }, { "number": { "inQuran": 3310, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0628\u064e\u0637\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0634\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0643\u064e\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kam ahlaknaa min qaryatim batirat ma'eeshatahaa fatilka masaainuhum lam tuskam mim ba'dihim illaa qaleelaa; wa kunnaa Nahnul waariseen" } }, "translation": { "en": "And how many a city have We destroyed that was insolent in its [way of] living, and those are their dwellings which have not been inhabited after them except briefly. And it is We who were the inheritors.", "id": "Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3310", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3310.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3310.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak mengambil pelajaran dari sejarah generasi masa lampau yang mendapatkan sanksi dan kebinasaan. Dan padahal betapa banyak negeri bersama penduduknya yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan akibat keangkuhan dan kedurhakaan penduduknya dengan tidak mensyukuri kenyamanan hidup yang telah Kami anugerahkan kepada mereka. Maka lihatlah, itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami lagi oleh manusia setelah mereka, karena penduduknya telah dipunahkan dan kediaman mereka sudah tidak layak huni, kecuali sebagian kecil yang digunakan secara singkat oleh orang-orang yang kebetulan melewatinya. Setelah kebinasaan para pendurhaka itu, tidak ada lagi yang memiliki kota itu, dan Kamilah yang mewarisinya.” Setelah mereka hancur, tempat itu sudah kosong dan tidak dimakmurkan lagi, hingga kembalilah ia kepada pemiliknya yang hakiki yaitu Allah.", "long": "Banyak penduduk negeri yang semula hidup bersenang-senang dengan kekayaan berlimpah ruah, tetapi karena mereka selalu membuat kerusakan dan tidak mensyukuri nikmat Allah, maka Allah menghancurkan negeri mereka dan hanya sedikit saja rumah-rumah mereka yang tersisa. Padahal Allah tidak akan menghancurkan suatu negeri selama penduduk negeri itu berbuat kebaikan, firman Allah:\n\nDan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (Hud/11: 117) \n\nSetelah kaum itu hancur, maka tempat tinggal mereka menjadi gersang dan tidak dimakmurkan lagi, hingga negeri itu kembali kepada pemiliknya yang hakiki, yaitu Allah. Firman Allah:\n\nDan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat. (an-Nahl/16: 112)" } } }, { "number": { "inQuran": 3311, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 20, "page": 392, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana Rabbuka muhlikal quraa hattaa yab'asa feee ummihaa Rasoolany yatloo 'alaihim aayaatina; wa maa kunnaa muhlikil quraaa illaa wa ahluhaa zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And never would your Lord have destroyed the cities until He had sent to their mother a messenger reciting to them Our verses. And We would not destroy the cities except while their people were wrongdoers.", "id": "Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3311", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3311.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3311.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan menduga bahwa kehancuran negeri-negeri terjadi dengansewenang-wenang. Tidak, Allah Maha adil, dan karena itu Tuhanmu tidak mungkin akan membinasakan negeri-negeri di sekitar Mekah dan atau penduduknya pada masamu, wahai Nabi Muhammad, betapa pun besarnya kedurhakaan mereka, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya, yaitu Mekah, yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah pula Kami membinasakan penduduk negeri setelah Kami mengutus rasul atau pemberi peringatan; kecuali penduduknya melakukan kezaliman terhadap diri mereka sendiri dengan kufur dan maksiat kepada Allah, sehingga mereka pantas menerima hukuman.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sesuai dengan sunah-Nya, Allah tidak pernah membinasakan suatu kota, kecuali terlebih dahulu mengutus seorang rasul ke kota itu untuk membacakan kepada penduduknya ayat-ayat Allah yang berisi kebenaran. Rasul itu ditugaskan untuk menyeru dan memberi peringatan kepada mereka supaya mereka itu beriman kepada Allah, namun mereka tidak mengindahkannya. Firman Allah:\n\nKami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15)\n\nSesudah Allah mengutus rasul untuk membimbing penduduk kota itu ke jalan yang lurus, memberi petunjuk kepada kebenaran, tetapi mereka tetap melakukan kezaliman dan mendustakan rasul, mengingkari ayat-ayat-Nya, maka Dia akan membinasakan kota itu beserta penduduknya. \n\nPembinasaan umat secara besar-besaran sebagaimana terjadi pada umat-umat terdahulu tidak terjadi pada umat Nabi Muhammad. Beliau adalah nabi terakhir yang diutus bagi seluruh alam, sehingga pembinasaan total sudah tidak terjadi lagi. Yang ada hanyalah pembinasaan parsial atau lokal seperti bencana penyakit, bencana alam, gempa bumi, gelombang tsunami, dan sebagainya.\n\nPengutusan Muhammad saw sebagai nabi terakhir berarti Allah tidak akan mengutus nabi atau rasul setelah beliau. Sedangkan tugas“tugas dakwah dan tanggung jawab memberi peringatan kepada umat terletak di pundak para ulama." } } }, { "number": { "inQuran": 3312, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 339, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa ooteetum min shai'in famataa'ul hayaatid dunyaa wa zeenatuhaa; wa maa 'indal laahi khairunw wa abqaa; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "And whatever thing you [people] have been given - it is [only for] the enjoyment of worldly life and its adornment. And what is with Allah is better and more lasting; so will you not use reason?", "id": "Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3312", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3312.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3312.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik enggan beriman karena khawatir diculik, ditawan dan dirampas hartanya. Sebenarnya, bahaya yang harus ditakuti itu adalah yang bersumber dari Allah akibat kedurhakaan. Kerugian jiwa dan harta di dunia tidak seberapa kerugian di akhirat akibat durhaka kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa apa saja kekayaan, jabatan, keturunan dan lainnya, yang diberikan oleh Allah melalui siapa pun kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya yang bersifat terbatas dan sementara, sehingga akan segera lenyap dan binasa; sedang apa yang di sisi Allah di akhirat kelak, yang disediakan untuk untuk orang-orang yang taat kepada-Nya, adalah lebih baik karena tidak mengandung bahaya dan mudarat, dan di samping itu lebih kekal karena tidak akan punah sama sekali. Tidakkah kamu menggunakan akal pikiran sehingga kamu mengerti mana yang baik dan mana yang buruk?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa apa yang diberikan Allah bagi manusia baik berupa harta benda maupun keturunan hanya merupakan kesenangan duniawi. Kehidupan dunia dengan segala perhiasannya belum tentu menjamin keselamatan dan kebahagiaan mereka. Sebaliknya, pahala yang ada di sisi Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat adalah lebih baik, karena yang demikian itu kekal dan abadi. Berbeda dengan kesenangan duniawi yang dipujanya karena waktunya terbatas sekali, dan sesudah itu habis dan punah. Firman Allah:\n\nDan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (ali 'Imran/3: 198) \n\nApa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. (an-Nahl/16: 96) \n\nDan kehidupan dunia ini hanya senda-gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. (al-'Ankabut/29:64)\n\nSedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (al-A'la/87: 16-17)\n\nAyat ini ditutup dengan pertanyaan yang bernada ejekan sekaligus peringatan dari Allah. Mengapa mereka tidak mau menggunakan akalnya, dan berpikir secara mendalam sehingga mereka mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak. Apakah menurut mereka kehidupan dunia dengan segala kenikmatannya yang fana dan bisa dinikmati dalam waktu yang sangat singkat lebih baik daripada kehidupan akhirat yang kekal dan abadi itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3313, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0644\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afamanw wa'adnaahu wa'dan hasanan fahuwa laaqeehi kamam matta'naahu mataa'al hayaatid dunyaa summa huwa Yawmal Qiyaamati minal muhdareen" } }, "translation": { "en": "Then is he whom We have promised a good promise which he will obtain like he for whom We provided enjoyment of worldly life [but] then he is, on the Day of Resurrection, among those presented [for punishment in Hell]?", "id": "Maka apakah sama orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu dia memperolehnya, dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi; kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3313", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3313.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3313.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, jika demikian itu halnya, apakah sama orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik, yaitu surga dengan segala kenikmatannya yang abadi, lalu berkat anugerah Kami dia memperolehnya, apakah dia itu sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi, tetapi tidak dipergunakannya untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat, sehingga kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret ke dalam neraka untuk dimintai pertanggunggjawabannya? Tentu tidaklah sama. Kelompok yang pertama adalah orang yang beriman dan beramal saleh yang berhak mendapatkan janji baik Allah berupa pahala dan surga, sedangkan kelompok yang kedua adalah orang kafir yang mengerjakan keburukan serta tertipu oleh kesenangan dunia dan perhiasannya, yang akan binasa dalam siksaan.", "long": "Ayat ini dimulai dengan pertanyaan untuk meyakinkan agar orang-orang kafir itu dengan penuh kesadaran berpikir dan membandingkan tentang mana yang lebih baik. Apakah orang-orang yang dijanjikan Allah apabila mereka taat dan menuruti perintah dan menjauhi larangan-Nya akan dikaruniai nikmat di akhirat yang tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati seseorang dan mereka benar-benar memperolehnya di akhirat.\n\nMana yang lebih baik antara orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan dengan orang yang memilih kesenangan duniawi tetapi tidak menaati perintah Allah dan mengerjakan larangan-larangan-Nya. Menurut akal yang sehat, tentu golongan pertama lebih baik dari golongan kedua. Ayat ini menunjukkan bahwa orang kafir diberi kesenangan duniawi, tetapi di akhirat dimasukkan ke dalam neraka. Firman Allah:\n\nSungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (al-Furqan/25: 66)\n\nSedang orang mukmin yang sabar dan tabah menghadapi berbagai cobaan dunia, karena yakin akan janji Allah, di akhirat nanti mereka dimasukkan ke dalam surga. Firman Allah:\n\nPenghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya. (al-Furqan/25: 24)\n\nPerumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. (ar-Ra'd/13: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 3314, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0632\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yunaadeehim fa-yaqoolu aina shurakaaa 'iyal lazeena kuntum taz'umoon" } }, "translation": { "en": "And [warn of] the Day He will call them and say, \"Where are My 'partners' which you used to claim?\"", "id": "Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka dan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3314", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3314.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3314.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah dan ingatkan pula umatmu, wahai Nabi Muhammad, tentang siksa yang akan dialami oleh orang-orang musyrik di akhirat kelak, yaitu pada hari ketika mereka berdiri di hadapan Allah untuk dimintakan pertanggungjawaban, Dia menyeru mereka dengan panggilan yang menghinakan dan berfirman, “Di manakah sembahan-sembahan yang kamu anggap sebagai sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka sebagai tuhan-tuhan yang akan membela dan menolong kamu?”", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan Nabi saw untuk memperingatkan kaumnya tentang hari ketika Allah memanggil orang-orang yang menyesatkan dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Allah akan berkata kepada mereka, \"Mana sekutu-sekutu-Ku? Mana malaikat, jin, dan berhala-berhala yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku di dunia? Dapatkah semuanya itu melepaskan dari azab yang menimpamu?\" Tentu tidak. Hal ini dikemukakan sekedar penghinaan kepada mereka. Sejalan dengan ayat ini Allah berfirman:\n\nDan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah). (al-An'am/6: 94)" } } }, { "number": { "inQuran": 3315, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u063a\u0652\u0648\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0648\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalal lazeena haqqa 'alaihimul qawlu Rabbanaa haaa'ulaaa'il lazeena aghwainaa aghwainaahu kamaa ghawainaa tabarraanaaa ilaika maa kaanoo iyyaanaa ya'budoon" } }, "translation": { "en": "Those upon whom the word will have come into effect will say, \"Our Lord, these are the ones we led to error. We led them to error just as we were in error. We declare our disassociation [from them] to You. They did not used to worship us.\"", "id": "Orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman berkata, “Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri (dari mereka), mereka sekali-kali tidak menyembah kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3315", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3315.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3315.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar pertanyaan itu, orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman Allah, yaitu para pemimpin kaum kafir, berkata, “Ya Tuhan Pemelihara dan Pelimpah aneka nikmat kepada kami, kami mengaku bahwa mereka inilah orang-orang yang dahulu kami sesatkan itu, melalui ucapan, tindakan dan keteladanan kami. Dengan mengharap akan dibebaskan atau diringankan dari siksa mereka melontarkan pengakuan dengan berkata, “Kami mengaku telah menyesatkan mereka sebagaimana kami sendiri sesat. Tetapi hal itu karena mereka sendiri telah memilih dan menerima kekufuran sebagaimana halnya kami. Pada hari ini, kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri dari segala sesuatu tentang mereka, dan juga dari kekufuran yang mereka pilih di dunia. Mereka sekali-kali tidak menyembah atau menaati kami, tetapi mereka menyembah dan menuruti hawa nafsu mereka sendiri.”", "long": "Ayat ini menerangkan jawaban para penyesat dan pengajak kepada kekafiran yang berusaha melepaskan diri dari tanggung jawabnya menyesatkan orang lain. Mereka telah dipastikan mendapat kemurkaan dan yang telah mendapat ancaman dari Allah dengan firman-Nya:\n\nPasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. (as-Sajdah/32: 13)\n\nPara pengajak kepada kekafiran itu akhirnya masuk ke dalam neraka. Mereka berkata, \"Wahai Tuhan kami, mereka itulah yang telah kami sesatkan sebagaimana kami juga sesat. Kami sekadar mengajak mereka lalu mereka mengikuti ajakan kami yang menyesatkan itu dengan kemauan sendiri. Tidak ada paksaan sama sekali dari kami.\" Ketika mereka diajak untuk beriman kepada Allah, mereka tidak menghiraukannya sama sekali padahal ajakan itu adalah ajakan yang sebenarnya. Peristiwa semacam ini sama dengan peristiwa yang akan terjadi di akhirat yaitu dialog antara setan dengan manusia yang telah disesatkannya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22) \n\nPembelaan diri setan dengan mengatakan bahwa orang yang sesat itu mematuhi ajakannya dengan kemauan mereka sendiri, bukan tekanan darinya karena ia tidak punya kekuasaan atas manusia, dikuatkan oleh firman Allah kepada Iblis:\n\nSesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat. (al-hijr/15: 42)\n\nPemimpin-pemimpin yang menyesatkan itu menyatakan tidak bertanggung jawab kepada Allah atas perbuatan pengikut-pengikutnya, dengan alasan bahwa mereka tidak menyembah kepada-Nya tetapi kepada berhala-berhala. Kejadian seperti ini disebutkan dalam ayat yang lain yaitu firman Allah:\n\n(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus. (al-Baqarah/2: 166)" } } }, { "number": { "inQuran": 3316, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qeelad 'oo shurakaaa'akum fada'awhum falam yastajeeboo lahum wa ra awul 'azaab; law annahum kaanoo yahtadoon" } }, "translation": { "en": "And it will be said, \"Invoke your 'partners' \" and they will invoke them; but they will not respond to them, and they will see the punishment. If only they had followed guidance!", "id": "Dan dikatakan (kepada mereka), “Serulah sekutu-sekutumu,” lalu mereka menyerunya, tetapi yang diseru tidak menyambutnya, dan mereka melihat azab. (Mereka itu berkeinginan) sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3316", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3316.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3316.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya sampai di situ kecaman dan siksaan batin yang mere-ka peroleh. Dan pada hari kiamat dikatakan kepada mereka yang menyekutukan Allah, “Serulah sekutu-sekutumu yang dahulu kamu sembah selain Allah, agar dapat membantu kamu dalam situasi sulit ini seba-gaimana dugaan kamu ketika masih hidup.” Lalu, karena bingung tidak mengetahui apalagi yang harus mereka kerjakan, mereka menyerunya, tetapi yang diseru tidak menyambutnya, dan saat itu mereka semua melihat azab yang tersedia dan yakin bahwa mereka akan disiksa dengannya. Ketika itu mereka menyesal dan berkeinginan sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk kebenaran, sehingga mereka tidak mendapat siksa. Akan tetapi, apalah artinya penyesalan di kemudian hari.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa mereka yang menyekutukan Allah dengan tuhan-tuhan dan sembahan-sembahan lain di dunia, disuruh memanggil tuhan-tuhan mereka yang dijadikan sekutu Allah untuk menolak azab yang menimpa mereka. Ketika mereka memanggilnya, berhala-berhala itu tentu tidak bisa menjawab karena tidak berdaya sedikit pun. Hal ini dilakukan hanya untuk memperlihatkan kebodohan mereka yang disaksikan oleh segenap penghuni akhirat. Mereka yang memanggil dan yang dipanggil yakin bahwa mereka akan diseret ke neraka karena dosa-dosa mereka, dan mereka sudah tidak dapat mengelak dan lari ke tempat lain, sebagaimana firman Allah:\n\nDan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya. (al-Kahf/18: 53)\n\nSetelah menyaksikan azab yang akan menimpa mereka, ketika itu mereka menyesal seandainya dahulu ketika masih hidup di dunia mereka menerima petunjuk dan beriman kepada Allah. Akan tetapi, pengandaian itu hanya merupakan angan-angan yang tidak mungkin terlaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 3317, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yunaadeehim fa yaqoolu maazaaa ajabtumul mursaleen" } }, "translation": { "en": "And [mention] the Day He will call them and say, \"What did you answer the messengers?\"", "id": "Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, “Apakah jawabanmu terhadap para rasul?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3317", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3317.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3317.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dikecam karena perbuatan syirik, mereka ditanyai tentang sikap mereka terhadap para rasul Allah. Dan ingatlah, dan ingatkan pula umatmu wahai Nabi Muhammad pada hari ketika Dia menyeru mereka, dan berfirman, “Apakah jawabanmu terhadap para rasul ketika mereka mengajak kamu beriman dan beramal saleh?”", "long": "Sesudah dinyatakan kepada mereka bahwa tindakan mereka mempersekutukan Allah adalah sesat, maka sebagai cercaan atas perbuatannya, itu pada ayat ini ditanyakan kepada mereka tentang bagaimana cara mereka menyambut seruan para rasul untuk membersihkan diri dari penyembahan berhala, dan mengajak berakidah tauhid, mengesakan Allah. Mereka diam seribu bahasa, tidak dapat mengemukakan sedikit pun alasan sebagai jawaban dari pernyataan yang dilontarkan. Mereka bingung tidak tahu apa yang mesti dikatakan. Oleh karena itu, mereka saling bertanya, seperti orang yang sedang menghadapi kesulitan. Mereka tertunduk karena malu dan menyesal. Apabila para rasul tidak dapat menjawab pertanyaan yang dimajukan kepadanya tentang jawaban dan sambutan kaumnya mengenai seruannya kepada mereka, tentu orang-orang yang sesat dan menyesatkan di dunia yang tidak mengindahkan seruan nabi-nabi lebih cemas lagi. Firman Allah:\n\n(Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), \"Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?\" Mereka (para rasul) menjawab, \"Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.\" (al-Ma'idah/5: 109)" } } }, { "number": { "inQuran": 3318, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u064a\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa'amiyat 'alaihimul ambaaa'u Yawma'izin fahum laa yatasaaa'aloon" } }, "translation": { "en": "But the information will be unapparent to them that Day, so they will not [be able to] ask one another.", "id": "Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling bertanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3318", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3318.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3318.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, gelap dan tidak tampak lah bagi mereka berita-berita penting dan segala macam alasan untuk menjawab pertanyaan pada hari itu, sehingga mereka bungkam tidak dapat menjawab. Karena itu pula, mereka tidak saling bertanya sebab semua telah yakin bahwa tidak ada jawaban yang dapat menyelamatkan mereka.", "long": "Sesudah dinyatakan kepada mereka bahwa tindakan mereka mempersekutukan Allah adalah sesat, maka sebagai cercaan atas perbuatannya, itu pada ayat ini ditanyakan kepada mereka tentang bagaimana cara mereka menyambut seruan para rasul untuk membersihkan diri dari penyembahan berhala, dan mengajak berakidah tauhid, mengesakan Allah. Mereka diam seribu bahasa, tidak dapat mengemukakan sedikit pun alasan sebagai jawaban dari pernyataan yang dilontarkan. Mereka bingung tidak tahu apa yang mesti dikatakan. Oleh karena itu, mereka saling bertanya, seperti orang yang sedang menghadapi kesulitan. Mereka tertunduk karena malu dan menyesal. Apabila para rasul tidak dapat menjawab pertanyaan yang dimajukan kepadanya tentang jawaban dan sambutan kaumnya mengenai seruannya kepada mereka, tentu orang-orang yang sesat dan menyesatkan di dunia yang tidak mengindahkan seruan nabi-nabi lebih cemas lagi. Firman Allah:\n\n(Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), \"Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?\" Mereka (para rasul) menjawab, \"Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.\" (al-Ma'idah/5: 109)" } } }, { "number": { "inQuran": 3319, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ammaa man taaba wa aamana wa 'amila saalihan fa'asaaa ai yakoona minal mufliheen" } }, "translation": { "en": "But as for one who had repented, believed, and done righteousness, it is promised by Allah that he will be among the successful.", "id": "Maka adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3319", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3319.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3319.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikian itulah keadaan orang yang mati dalam keadaan musyrik. Maka adapun orang yang berbuat syirik dan kufur, lalu bertobat dan beriman secara baik dan benar, serta membuktikan keimanannya itu dengan mengerjakan kebajikan dengan penuh keikhlasan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.", "long": "Betapapun banyaknya dosa seseorang, termasuk menyekutukan Allah yang merupakan dosa yang paling besar, bila ia tobat dan kembali kepada kebenaran, serta beribadah kepada-Nya, membenarkan nabi-Nya, mengerjakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya, tentu ia termasuk orang-orang yang beruntung dan berbahagia di akhirat. Kejahatannya diganti oleh Allah dengan kebajikan. Ia mendapat karunia dan masuk ke surga yang penuh nikmat. Ia tinggal di dalamnya kekal untuk selama-lamanya, sebagaimana firman Allah :\n\nDan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Furqan/25: 68-70)" } } }, { "number": { "inQuran": 3320, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d7 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u064a\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Rabbuka yakhuluqu maa yashaaa'u wa yakhtaar; maa kaana lahumul khiyarah; Subhannal laahi wa Ta'aalaa 'ammmaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "And your Lord creates what He wills and chooses; not for them was the choice. Exalted is Allah and high above what they associate with Him.", "id": "Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3320", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3320.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3320.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitulah yang akan dialami orang-orang musyrik di akhirat kelak. Semuanya kembali kepada hikmah dan kebijaksanaan Allah dalam segala hal, termasuk menjadikan hati yang terbuka untuk menerima hidayah dan hati yang tertutup. Dan Tuhan Pemelihara-mu menciptakan apa dan siapa yang Dia kehendaki untuk diciptakan, dan memilih apa dan siapa yang Dia kehendaki untuk menerima anugerah dan mengemban amanat dari-Nya. Sekali-kali bagi mereka yang diciptakan, baik manusia maupun selainnya, tidak ada pilihan lain kecuali menerima ketetapan-Nya, suka atau tidak suka. Mahasuci Allah dari segala sifat dan tindakan yang buruk atau salah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan dengan mengangkat berhala-berhala sebagai sembahan selain Allah. Apa pun yang dialami oleh manusia, senang atau sedih, bukan mereka yang memilihnya, tetapi Allah yang memilihnya, sehingga harus diterima dengan lapang dada. Manusia hanya diminta untuk berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah yang menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dia satu-satunya yang berwenang memilih dan menentukan sesuatu hal, baik yang tampak maupun yang tidak, sebagaimana firman-Nya:\n\nApakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. (al-Mulk/67: 14)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan? (al-Baqarah/2: 77) \n\nAllah Maha Mengetahui semua makhluk-Nya, mengetahui hal ihwal, watak, dan karakternya. Kemudian Dia memilih dari hamba-hamba-Nya, siapa di antara mereka yang berhak dan wajar menerima hidayah dan diangkat menjadi rasul yang mampu melaksanakan tugasnya. Firman Allah:\n\nAllah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. (al-An'am/6: 124) \n\nBila Allah telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih sesuai keinginannya. Ia harus menerima dan menaati apa yang telah ditetapkan Allah. Firman Allah:\n\nDan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. (al-Ahzab/33: 36)\n\nAyat ini diakhiri dengan satu penjelasan bahwa Allah Mahasuci dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi pilihan-Nya dan membatalkan ketentuan-Nya. Bagaimanapun keinginan dan kegigihan Nabi Muhammad memberi petunjuk untuk mengislamkan pamannya, Abu thalib, dan bagaimanapun kehendak dan kesungguhan penduduk Mekah supaya diutus seorang rasul dari kalangan mereka, semuanya itu gagal dan tidak terlaksana. Hanya pilihan dan ketentuan Allah yang berlaku dan menjadi kenyataan." } } }, { "number": { "inQuran": 3321, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u0650\u0646\u0651\u064f \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Rabbuka ya'lamu maa tukinnu sudooruhum wa maa yu'linoon" } }, "translation": { "en": "And your Lord knows what their breasts conceal and what they declare.", "id": "Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3321", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3321.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3321.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan, di samping itu, Tuhan Pemelihara-mu wahai Rasul, mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka berupa permusuhan terhadapmu, dan apa yang mereka nyatakan secara lisan, berupa celaan-celaan kepadamu dan protes terhadap pemilihan dirimu sebagai penyampai pesan-pesan suci.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa apa yang disembunyikan di dalam hati dan apa yang dinyatakan seseorang, pasti Allah mengetahuinya. Firman Nya:\n\nSama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari. (ar-Ra'd/13: 10) \n\nDan firman-Nya:\n\nDialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi (Allah) dari apa yang mereka persekutukan. (al-Mu'minun/23: 92) \n\n(70) Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dialah yang Maha Esa, tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Dialah yang mengetahui segala sesuatu dan Dia pula yang berkuasa atasnya. Dialah yang berhak dipuji segala perbuatan-Nya, karena Dialah yang memberikan segala kenikmatan yang kita peroleh baik di dunia maupun di akhirat. Segala peraturan dan ketentuan yang telah digariskan-Nya harus berlaku dan terlaksana. Tidak mungkin diganggu gugat karena Dia berada di atas segala makhluk-Nya, Hakim Yang Paling Adil, yang menentukan dan menetapkan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Kepada-Nya segala sesuatu akan dikembalikan, firman Allah:\n\nHanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (al-Anfal/8: 44) \n\nDi hari Kiamat, tiap-tiap orang dibalas setimpal dengan perbuatannya di dunia. Kalau baik dibalas dengan surga, dan kalau jahat dibalas dengan siksa di neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3322, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 20, "page": 393, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal laahu laaa ilaaha illaa Huwa lahul hamdu fil oolaa wal Aakhirati wa lahul hukmu wa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "And He is Allah; there is no deity except Him. To Him is [due all] praise in the first [life] and the Hereafter. And His is the [final] decision, and to Him you will be returned.", "id": "Dan Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3322", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3322.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3322.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Tuhanmu Yang mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan itu Dialah Allah Yang Mahabenar. Tidak ada tuhan Yang Mahakuasa dan berhak disembah selain Dia. Segala puji hanya bagi-Nya di dunia atas segala nikmat dan petunjuk-Nya, dan pujian di akhirat hanya bagi-Nya atas keadilan dan pahala dari-Nya, dan hanya bagi-Nya pula segala penentuan keputusan menyangkut segala sesuatu, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan untuk dimintakan pertanggung-jawaban dan mendapat balasan setelah kamu mati.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dialah yang Maha Esa, tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Dialah yang mengetahui segala sesuatu dan Dia pula yang berkuasa atasnya. Dialah yang berhak dipuji segala perbuatan-Nya, karena Dialah yang memberikan segala kenikmatan yang kita peroleh baik di dunia maupun di akhirat. Segala peraturan dan ketentuan yang telah digariskan-Nya harus berlaku dan terlaksana. Tidak mungkin diganggu gugat karena Dia berada di atas segala makhluk-Nya, Hakim Yang Paling Adil, yang menentukan dan menetapkan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Kepada-Nya segala sesuatu akan dikembalikan, firman Allah: Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (al-Anfal/8: 44) Di hari Kiamat, tiap-tiap orang dibalas setimpal dengan perbuatannya di dunia. Kalau baik dibalas dengan surga, dan kalau jahat dibalas dengan siksa di neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3323, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 20, "page": 394, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0633\u064e\u0631\u0652\u0645\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0636\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064d \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ara'aitum in ja'alal laahu 'alaikumul laila sarmadan ilaa Yawmil Qiyaamati man ilaahun ghairul laahi yaa teekum bidiyaaa'in afalaa tasma'oon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if Allah should make for you the night continuous until the Day of Resurrection, what deity other than Allah could bring you light? Then will you not hear?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3323", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3323.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3323.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai bukti atas kuasa Allah dan ilmunya yang menyeluruh serta kewajaran-Nya untuk dipuja dan dipuji, katakanlah wahai Nabi Muhammad, kepada siapa saja yang meragukan itu semua, “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam dengan kegelapan dan keheningannya itu terus-menerus demikian tanpa adanya siang sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu yang kamu pakai untuk melihat dengan baik, bekerja dan melakukan aktivitas lainnya? Kamu pasti tidak punya Tuhan yang dapat melakukan hal itu selain Allah. Lalu, jika demikian apakah kamu tidak mau mendengar untuk menjadikannya sebagai bahan renungan dan pelajaran?”", "long": "Pada ayat ini, Allah menyuruh Rasul-Nya supaya bertanya kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya. Andai kata Allah menjadikan malam ini terus menerus sepanjang masa sampai hari Kiamat tanpa ada siang yang menyelinginya, apakah di antara sembahan-sembahan mereka itu kuasa dan mampu mendatangkan siang untuk dapat dimanfaatkan cahayanya? Apakah kaum musyrikin itu tidak mempergunakan pendengarannya? Mereka itu seakan-akan tuli. Kalaulah mereka mempergunakan akal sebaik-baiknya, tentu mereka akan insaf dan sadar serta mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah Yang Mahakuasa yang dapat mendatangkan malam untuk menggantikan siang apabila dikehendaki. Dia mendatangkan siang untuk menghapuskan malam apabila Dia kehendaki dan tiada sesuatu pun yang dapat melakukan yang demikian itu.\n\nFirman Allah:\n\nDan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang. (al-Isra'/17: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 3324, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 20, "page": 394, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0633\u064e\u0631\u0652\u0645\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064d \u062a\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ara'aitum in ja'alal laahu 'alaikumun nahaara sarmadan ilaa Yawmil Qiyaamati man ilaahun ghairul laahi yaateekum bilailin taskunoona feehi afalaa tubsiroon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if Allah should make for you the day continuous until the Day of Resurrection, what deity other than Allah could bring you a night in which you may rest? Then will you not see?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3324", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3324.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3324.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah juga kepada mereka wahai Nabi Muhammad, “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu semua siang yang demikian terang itu terus-menerus demikian tanpa adanya malam yang gelap dan hening sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu dari kelelahan akibat aktivitas di siang hari? Kamu pasti tidak punya Tuhan selain Allah yang dapat melakukan hal itu. Jika demikian, apakah kamu tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah berupa perputaran siang dan malam sehingga kalian beriman dan mendapatkan petunjuk?”", "long": "Kandungan ayat ini kebalikan dari ayat sebelumnya. Pada ayat ini, Allah menyuruh Rasul-Nya menanyakan kepada orang-orang musyrik, andaikata Allah menjadikan siang itu terus menerus sepanjang masa sampai di hari Kiamat tanpa ada malam silih berganti dengannya, apakah ada tuhan selain dari Allah yang mampu mendatangkan malam? Apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang sempurna? Seakan-akan mereka tidak punya pikiran. \n\nSekiranya mereka memperhatikan dengan baik, tentu mereka akan mengambil kesimpulan bahwa tidak ada yang layak disembah kecuali Tuhan yang telah memberikan karunia dan nikmat yang tak terhingga banyaknya dan kuasa menjadikan siang dan malam itu silih berganti untuk terciptanya suatu keseimbangan. Siang dijadikan terang untuk mencari rezeki dengan segala kemampuan yang ada. Kemudian siang itu lenyap digantikan oleh malam yang suasananya cocok digunakan untuk melepaskan dan menghilangkan kelelahan agar tenaga dan pikiran kembali pulih guna mencari rezeki pada keesokan harinya. Firman Allah:\n\nDan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.(al-Furqan/25: 62)\n\nMenurut kajian ilmiah, sinar matahari dalam ilmu pengetahuan fisika merupakan pancaran gelombang energi yang dihasilkan dari reaksi nuklir fusi dan fisi yang terjadi di permukaan matahari secara berkesinambungan. Ketika sinar ini dipancarkan secara terus menerus dan dalam waktu cukup lama akan menimbulkan panas \n\nApa yang akan terjadi sekiranya siang terus menerus sampai hari Kiamat? Sudah pasti keadaan udara dan hawa dari detik ke detik, dari menit ke menit dan dari jam ke jam akan menjadi semakin panas. Dalam waktu 100 jam saja udara bisa mencapai temperatur di atas titik didih 100ºC. Karenanya, lautan, danau, sungai, dan sebagainya akan mendidih dan menggelegak. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi sekiranya seluruh sungai, danau, dan samudera mendidih airnya? Begitu juga darah yang mengalir di dalam tubuh kita juga turut mendidih. Dalam keadaan demikian, tidak ada satu pun makhluk yang dapat hidup. Semuanya akan mati dan musnah menjadi debu-debu yang beterbangan. \n\nAllah juga menjadikan malam sebagai waktu istirahat bagi manusia. Semuanya itu bertujuan agar manusia dapat mem-bayangkan betapa hebatnya kekuasaan Allah dan juga perlindungan yang diberikan-Nya untuk kehidupan setiap makhluk ciptaan-Nya khususnya manusia yang dikaruniai akal pikiran yang sempurna." } } }, { "number": { "inQuran": 3325, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 20, "page": 394, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa mir rahmatihee ja'ala lakumul laila wannahaara litaskunoo feehi wa litabtaghoo min fadlihee wa la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And out of His mercy He made for you the night and the day that you may rest therein and [by day] seek from His bounty and [that] perhaps you will be grateful.", "id": "Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3325", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3325.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3325.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adalah karena rahmat-Nya yang mencakup segala sesuatu, Dia jadikan untukmu malam dan siang secara bergantian. Dengan keduanya Allah menganugerahkan kepada kamu banyak manfaat. Dia menjadikan malam gelap gulita agar kamu beristirahat pada malam hari setelah sepanjang hari kamu bekerja sehingga memerlukan istirahat. Dan Dia jadikan siang terang benderang agar kamu bersungguh-sungguh mencari sebagian karunia-Nya pada siang hari yang terang itu, dan juga agar kamu bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang dianugerahkan-Nya kepadamu.", "long": "Pergantian siang dan malam dengan fungsinya masing-masing, yaitu siang digunakan untuk berusaha mencari rezeki dan malam digunakan untuk istirahat dan melepaskan lelah, sehingga pulih kembali tenaga yang telah dipergunakan pada siang harinya, adalah merupakan rahmat besar dari Allah yang tak ternilai harganya dan wajib disyukuri. Nikmat yang tak disyukuri akan hilang lenyap dicabut dan ditarik kembali oleh Allah. Sebaliknya nikmat yang disyukuri dengan memanfaatkannya sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Allah, akan bertambah terus. Firman Allah:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, \"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.\" (Ibrahim/14: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 3326, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 20, "page": 394, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0632\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yunaadeehim fa yaqoolu aina shurakaaa'iyal lazeena kuntum tazz'umoon" } }, "translation": { "en": "And [warn of] the Day He will call them and say, \"Where are my 'partners' which you used to claim?\"", "id": "Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3326", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3326.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3326.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai bentuk kecaman dan ancaman terhadap orang-orang musyrik, ingatlah, dan ingatkan pula umatmu, wahai Nabi Muhammad, pada hari ketika mereka berdiri di hadapan Allah untuk dimintakan pertanggungjawaban, Dia menyeru mereka yang musyrik itu dengan panggilan yang menghinakan, dan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka sebagai tuhan-tuhan yang akan membela dan menolong kamu?”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di hari Kiamat Allah akan memanggil orang-orang musyrik dan berkata kepada mereka, \"Di mana sekutu-sekutu-Ku yang kalian anggap sebagai sekutu-Ku di dunia? Dapatkah mereka itu melepaskan kalian dari keadaan yang menghimpit sekarang ini.\" Sengaja orang musyrik dipanggil pada waktu itu untuk mengikrarkan suatu kesaksian atas penyembahan mereka selain dari Allah. Ini juga bertujuan supaya mereka mengetahui bahwa mempersekutukan Allah itu adalah sebab paling utama atas kemurkaan-Nya, sebagaimana mengesakan-Nya adalah sebab utama atas rida-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3327, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 20, "page": 394, "manzil": 5, "ruku": 340, "hizbQuarter": 157, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u0631\u0652\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naza'naa min kulli ummatin shaheedan faqulnaa haatoo burhaanakum fa'alimooo annal haqqa lillaahi wa dalla 'anhum maa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "And We will extract from every nation a witness and say, \"Produce your proof,\" and they will know that the truth belongs to Allah, and lost from them is that which they used to invent.", "id": "Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, lalu Kami katakan, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu,” maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3327", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3327.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3327.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik tidak dapat menjawab. Oleh karenanya Allah menghadirkan saksi, dan untuk maksud itu, Allah berfirman, \"Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, yaitu nabi dan rasul yang dahulu diutus kepada mereka, yang bersaksi atas kedurhakaan yang mereka lakukan di dunia. Lalu pada saat itu, Kami katakan kepada orang-orang yang melanggar di antara mereka, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu yang kamu gunakan untuk membenarkan kemusyrikan”. Mereka tidak mampu mendatangkannya, maka dengan segera tahulah dan sadarlah mereka bahwa yang hak, yaitu kebenaran dalam hal ketuhanan dan lain-lain, itu hanya milik Allah dan lenyaplah dari mereka lagi binasa apa, yakni kebohongan-kebohongan, yang dahulu ketika di dunia mereka selalu ada-adakan. Semua itu tidak berguna bagi mereka, dan hanya mendatangkan bahaya dan menjerumuskan mereka ke dalam neraka.", "long": "Allah menerangkan bahwa di hari Kiamat Dia akan mendatangkan saksi atas tiap-tiap umat. Tiap rasul akan menjadi saksi atas umatnya masing-masing, sampai di mana sambutan dan penerimaan umatnya itu kepada agama yang dibawanya dari Allah. Nabi Muhammad pun akan menjadi saksi pada umatnya nanti di hari Kiamat, sebagaimana firman Allah:\n\nDan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisa'/4: 41) \n\nOrang-orang musyrik di hari Kiamat akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan syiriknya. Mereka juga dimintai keterangan dan alasan-alasan untuk membenarkan perbuatan mereka, yang tentunya mereka tidak dapat mengemukakan satu alasan pun. Pada waktu itulah mereka mengetahui bahwa mereka akan diazab untuk selama-lamanya dalam neraka. Firman Allah:\n\nMaka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala, yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). (al-Lail/92: 14-16) \n\nPada waktu itu, mereka akan sadar dan yakin bahwa apa yang telah diterangkan Allah melalui nabi-Nya itulah yang benar. Lenyaplah sama sekali dari mereka segala apa yang dahulunya mereka ada-adakan di dunia seperti mendustakan rasul yang diutus kepada mereka, mempersekutukan Allah, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 3328, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 20, "page": 394, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0628\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0632\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u062d\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0621\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0635\u0652\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna Qaaroona kaana min qawmi Moosaa fabaghaaa 'alaihim wa aatainaahu minal kunoozi maaa inna mafaati hahoo latanooo'u bil'usbati ulil quwwati iz qaala lahoo qawmuhoo laa tafrah innal laahaa laa yuhibbul fariheen" } }, "translation": { "en": "Indeed, Qarun was from the people of Moses, but he tyrannized them. And We gave him of treasures whose keys would burden a band of strong men; thereupon his people said to him, \"Do not exult. Indeed, Allah does not like the exultant.", "id": "Sesungguhnya Karun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3328", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3328.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3328.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kekuatan dan kekuasaan akan berakhir dengan kebinasaan karena kedurhakaan dan kezaliman, seperti yang terjadi pada Fir'aun. Begitu juga dengan kekuatan harta dan pengetahuan yang juga berakhir dengan kebinasaan saat disertai dengan kedurhakaan dan keangkuhan, seperti yang menerima Karun. Sesungguhnya Karun termasuk kaum Musa yang hidup semasa dengannya dan konon adalah anak Nabi Musa. Akan tetapi meski berasal dari keluarga terhormat, dia melampaui batas dengan berlaku zalim terhadap mereka dan sombong. Ia adalah seorang yang Kami beri nikmat dengan memasukkannya ke dalam kelompok kaum Nabi Musa, dan Kami telah menganugerahkan pula kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kunci gudang tempat penyimpanan hartanya itu sungguh sangat banyak sehingga terasa berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Itu baru kuncinya, ada pun harta kekayaannya, tidak mungkin dapat dipikul oleh orang yang sangat banyak sekali pun. Ingatlah ketika ia terpedaya oleh nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya dengan mengingkari dan tidak mensyukurinya, kaumnya menasihatinya dengan berkata kepadanya, “Janganlah engkau terlalu bangga dengan harta kekayaan yang engkau miliki, kebanggaan yang menjadikanmu melupakan Allah yang menganugerahkan nikmat itu sehingga tidak bersyukur kepada-Nya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.” Orang-orang kafir Mekkah yang menentang Nabi Muhammad telah tertipu oleh harta mereka, sebab kekayaan mereka digunakan untuk menindas kaum Muslim. Padahal, harta benda mereka sangat sedikit jika dibandingkan dengan harta Karun. Orang kaya yang angkuh dan zalim akan berakhir dengan kebinasaan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Karun termasuk kaum Nabi Musa, dan masih terhitung salah seorang pamannya. Karun juga mempunyai nama lain, yaitu \"al-Munawar\" (bercahaya) karena wajahnya yang tampan. Ia paling banyak membaca kitab Taurat di antara teman-temannya dari Bani Israil, hanya dia munafik seperti halnya Samiri. Ia berlaku aniaya dan sombong terhadap sesama Bani Israil.\n\nDan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat. (asy-Syura/42: 27)\n\nKekayaan melimpah ruah dan perbendaharaan harta yang banyak yang diberikan Allah kepadanya, sehingga kunci-kunci tidak sanggup dipikul oleh sejumlah orang-orang yang kuat karena beratnya, menyebabkan ia sangat bangga, berlaku aniaya, dan sombong terhadap sesamanya serta memandang remeh dan hina mereka. Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa kunci-kunci perbendaharaan harta Karun dapat dibawa oleh empat puluh laki-laki yang kuat. \n\nSekalipun ia diperingatkan oleh kaumnya agar jangan terlalu membanggakan hartanya yang berlimpah-limpah dan kekayaan yang bertumpuk-tumpuk itu, karena Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri, tetapi ia tidak menggubrisnya sama sekali. Ia tetap bangga dan menyombongkan diri. Peringatan dan larangan terlalu gembira dan bangga atas pemberian Allah itu ditegaskan juga dalam ayat lain, sebagaimana firman Nya:\n\nAgar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri. (al-hadid/57: 23) \n\nAllah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. (an-Nisa'/4: 36)" } } }, { "number": { "inQuran": 3329, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 20, "page": 394, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0633\u064e \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wabtaghi feemaaa aataakal laahud Daaral Aakhirata wa laa tansa naseebaka minad dunyaa wa ahsin kamaaa ahsanal laahu ilaika wa laa tabghil fasaada fil ardi innal laaha laa yuhibbul mufsideen" } }, "translation": { "en": "But seek, through that which Allah has given you, the home of the Hereafter; and [yet], do not forget your share of the world. And do good as Allah has done good to you. And desire not corruption in the land. Indeed, Allah does not like corrupters.\"", "id": "Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3329", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3329.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3329.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nasihat di atas tidak berarti seseorang hanya boleh beribadah murni (mahdah) dan melarang memperhatikan dunia. Berusahalah sekuat tenaga dan pikiran untuk memperoleh harta, dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu di dunia, berupa kekayaan dan karunia lainnya, dengan menginfakkan dan menggunakannya di jalan Allah. Akan tetapi pada saat yang sama janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan di dunia dengan tanpa berlebihan. Dan berbuatbaiklah kepada semua orang dengan bersedekah sebagaimana atau disebabkan karena Allah telah berbuat baik kepadamu dengan mengaruniakan nikmat-Nya, dan janganlah kamu berbuat kerusakan dalam bentuk apa pun di bagian mana pun di bumi ini, dengan melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan dan akan memberikan balasan atas kejahatan tersebut.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk yang ditujukan kepada Karun oleh kaumnya. Orang yang mengamalkan nasihat dan petunjuk itu akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan akhirat.\n\n1. Orang yang dianugerahi oleh Allah kekayaan yang berlimpah ruah, perbendaharaan harta yang bertumpuk-tumpuk, serta nikmat yang banyak, hendaklah ia memanfaatkan di jalan Allah, patuh dan taat pada perintah-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di dunia dan akhirat.\n\nSabda Nabi saw:\n\nManfaatkan yang lima sebelum datang (lawannya) yang lima; mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu. (Riwayat al-Baihaqi dari Ibnu 'Abbas)\n\n2. Setiap orang dipersilakan untuk tidak meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik berupa makanan, minuman, pakaian, serta kesenangan-kesenangan yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan oleh Allah. Baik Allah, diri sendiri, maupun keluarga, mempunyai hak atas seseorang yang harus dilaksanakannya. Sabda Nabi Muhammad: \n\nKerjakanlah seperti kerjanya orang yang mengira akan hidup selamanya. Dan waspadalah seperti akan mati besok. (Riwayat al-Baihaqi dari Ibnu 'Umar)\n\n3. Setiap orang harus berbuat baik sebagaimana Allah berbuat baik kepadanya, misalnya membantu orang-orang yang memerlukan, menyambung tali silaturrahim, dan lain sebagainya.\n\n4. Setiap orang dilarang berbuat kerusakan di atas bumi, dan berbuat jahat kepada sesama makhluk, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." } } }, { "number": { "inQuran": 3330, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 20, "page": 395, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u064a \u06da \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innamaaa ootee tuhoo 'alaa 'ilmin 'indeee; awalam ya'lam annal laaha qad ahlaka min qablihee minal qurooni man huwa ashaddu minhu quwwatanw wa aksaru jam'aa; wa laa yus'alu 'an zunoobihimul mujrimoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"I was only given it because of knowledge I have.\" Did he not know that Allah had destroyed before him of generations those who were greater than him in power and greater in accumulation [of wealth]? But the criminals, about their sins, will not be asked.", "id": "Dia (Karun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3330", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3330.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3330.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karun tidak menanggapi nasihat kaumnya, lupa diri dan tetap melupakan karunia Allah kepadanya. Dengan penuh kesombongan dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi harta yang banyak ini, semata-mata karena ilmu dan kemampuan yang ada padaku. Tidak ada jasa siapa pun atas perolehanku itu. Semua karena kepandaianku dalam mengumpulkan harta.” Demikian jawab Karun. Tidakkah dia tahu dan sadar, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat yang tidak jauh dari masa sebelumnya, yakni sebelum Karun, yang lebih kuat fisik dan kemampuan serta pembantu-pembantu mereka daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta daripada Karun? Sungguh kedurhakaan Karun telah demikian jelas, dan oleh karenanya, orang-orang yang berdosa seperti Karun itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka, karena Allah telah mengetahui hal itu. Mereka akan masuk neraka, dan hanya akan ditanya dengan pertanyaan yang menghinakan.", "long": "Ayat ini menerangkan reaksi Karun atas nasihat dan petunjuk yang diberikan oleh kaumnya. Dengan sombong ia berkata, \"Harta yang diberikan Allah kepadaku adalah karena ilmu yang ada padaku. Allah mengetahui hal itu. Oleh karena itu, Ia rida padaku dan memberikan harta itu kepadaku.\" Tidak sedikit manusia apabila ditimpa bahaya, ia kembali kepada Tuhan, dan berdoa sepenuh hati. Semua doa yang diketahuinya dibaca dengan harapan supaya bahaya yang menimpanya itu lenyap. Jika maksudnya itu tercapai, ia kemudian lupa kepada Tuhan yang mencabut bahaya itu darinya. Bahkan, ia mengaku bahwa hal itu terjadi karena kepintarannya, karena perhitungan yang tepat, dan sebagainya. Firman Allah:\n\nMaka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, \"Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.\" Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (az-Zumar/39: 49) \n\nPengakuan seperti tersebut di atas ditolak oleh Allah dengan firman Nya, \"Apakah ia lupa ataukah tidak pernah mengetahui bahwa Allah telah membinasakan umat dahulu sebelum dia, padahal mereka itu jauh lebih kuat dan lebih banyak harta yang dikumpulkannya.\" Sekiranya Allah memberi seseorang harta kekayaan dan lainnya hanya karena kepintaran dan kebaikan yang ada padanya, sehingga Allah rida kepadanya, tentu Dia tidak akan membinasakan orang-orang dahulu yang jauh lebih kaya, kuat dan pintar dari Karun. Orang yang diridai Allah tentu tidak akan dibinasakan-Nya. Tidakkah ia menyaksikan nasib Fir'aun yang mempunyai kerajaan besar dan pengikutnya yang banyak dengan sekejap mata dihancurkan oleh Allah.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa apabila Dia hendak mengazab orang-orang yang bergelimang dosa itu, Dia tidak akan menanyakan berapa banyak dosa yang telah diperbuatnya, begitu juga jenisnya, karena Dia Maha Mengetahui semuanya itu. Dalam ayat lain ditegaskan juga sebagai berikut:\n\nMaka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. (ar-Rahman/55: 39)" } } }, { "number": { "inQuran": 3331, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 20, "page": 395, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0642\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u062d\u064e\u0638\u0651\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fakharaja 'alaa qawmihee fee zeenatih; qaalal lazeena yureedoonal hayaatad dunyaa yaalaita lanaa misla maaa ootiya Qaaroonu innahoo lazoo hazzin 'azeem" } }, "translation": { "en": "So he came out before his people in his adornment. Those who desired the worldly life said, \"Oh, would that we had like what was given to Qarun. Indeed, he is one of great fortune.\"", "id": "Maka keluarlah dia (Karun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, “Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Karun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3331", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3331.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3331.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nasihat yang disampaikan kepada Karun tidak digubris olehnya. Bahkan, keangkuhannya semakin menjadi-jadi. Maka keluarlah dia kepada kaumnya, di depan khalayak ramai, dengan membangga-banggakan kemegahannya dan mempertontonkan kekayaan dan kekuatan yang dimilikinya, sehingga membuat silau orang yang lemah imannya. Melihat itu, orang-orang yang selalu menginginkan kehidupan dunia sebagai tumpuan dan tujuan hidupnya berkata, “Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan dan kedudukan seperti apa yang telah diberikan kepada Karun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar di dunia.” Mereka tertipu olehnya dan ber-angan-angan untuk memiliki seperti yang dikaruniakan kepada Karun, yaitu harta benda dan keberuntungan yang besar dalam kehidupan. Padahal semua itu akan binasa bila tidak beriman.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada suatu hari Karun keluar ke tengah-tengah kaumnya dengan pakaian yang megah dan perhiasan yang berlebihan dalam suatu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya, dan inang pengasuh untuk mempertontonkan ketinggian dan kebesarannya kepada manusia. Hal yang demikian itu adalah sifat yang amat tercela, kebanggaan yang terkutuk bagi orang yang berakal dan berpikiran sehat. Hal itu menyebabkan kaumnya terbagi dua.\n\nPertama, orang-orang yang mementingkan kehidupan duniawi yang selalu berpikir dan berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya supaya bisa hidup mewah di dunia ini. Menurut anggapan mereka, hidup yang demikian itu adalah kebahagiaan. Mereka itu berharap juga dapat memiliki sebagaimana yang dimiliki Karun yaitu harta yang bertumpuk-tumpuk dan kekayaan yang berlebih-lebihan, karena yang demikian itu dianggap sebagai keberun-tungan yang besar. \n\nDengan demikian mereka akan hidup senang, dan berbuat sekehendak hatinya merasakan kenikmatan dunia dengan segala variasinya. Keinginan manusia seperti ini sampai sekarang tetap ada, bahkan tumbuh dengan subur di tengah-tengah masyarakat. Di mana-mana kita dapat menyaksikan bahwa tidak sedikit orang yang berkeinginan keras untuk memiliki seperti apa yang telah dimiliki orang-orang kaya, pengusaha besar, dan lainnya, seperti rumah besar dengan perabot serba mewah, mobil mewah, tanah, dan sawah ladang yang berpuluh-puluh bahkan beratus hektar. Hal itu mereka lakukan sekalipun menggunakan jalan yang tidak wajar, yang tidak sesuai dengan hukum agama dan peraturan negara. Hal itu menyebabkan timbulnya kecurangan dan korupsi di mana-mana." } } }, { "number": { "inQuran": 3332, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 20, "page": 395, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena ootul 'ilma wailakum sawaabul laahi khairul liman aamana wa 'amila saalihaa; wa laa yulaq qaahaaa illas saabiroon" } }, "translation": { "en": "But those who had been given knowledge said, \"Woe to you! The reward of Allah is better for he who believes and does righteousness. And none are granted it except the patient.\"", "id": "Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, “Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3332", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3332.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3332.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan tetapi, orang-orang yang dianugerahi ilmu oleh Allah dalam bentuk ilmu yang bermanfaat tidak tertipu oleh itu semua. Mereka memberi nasihat kepada orang-orang yang tertipu itu dengan berkata, “Celakalah kamu jika bersikap dan berkeyakinan seperti itu! Bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Nya. Ketahuilah, pahala dan kenikmatan yang disediakan oleh Allah di sisi-Nya lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari pada kekayaan yang dimiliki dan dipamerkan oleh Karun, dan pahala yang besar itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar dan tabah dalam melaksanakan konsekuensi keimanan dan amal saleh serta menerima ujian dan cobaan dari Allah.”", "long": "Ayat ini menerangkan kelompok kedua yaitu orang-orang yang berilmu dan berpikiran waras. Mereka menganggap bahwa cara berpikir orang-orang yang termasuk golongan pertama tadi sangat keliru, bahkan dianggap sebagai satu bencana besar dan kerugian yang nyata, karena lebih mementingkan kehidupan dunia yang fana dari kehidupan akhirat yang kekal. Golongan kedua berpendapat bahwa pahala di sisi Allah bagi orang-orang yang percaya kepada Allah dan rasul-Nya serta beramal saleh, jauh lebih baik daripada menumpuk harta. Apa yang di sisi Allah kekal abadi, sedangkan apa yang dimiliki manusia akan lenyap dan musnah, sebagaimana firman-Nya:\n\nApa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. (an-Nahl/16: 96)\n\nAyat 80 diakhiri satu penjelasan bahwa yang dapat menerima dan mengamalkan nasihat dari ayat di atas hanyalah orang-orang yang sabar dan tekun mematuhi perintah Allah, menjauhi larangan-Nya. Mereka juga menerima baik apa yang telah diberikan Allah kepadanya serta membelanjakannya untuk kepentingan diri dan masyarakat." } } }, { "number": { "inQuran": 3333, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 20, "page": 395, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062e\u064e\u0633\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u062f\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakhasafnaa bihee wa bidaarihil arda famaa kaana laho min fi'atiny yansuroo nahoo min doonil laahi wa maa kaana minal muntasireen" } }, "translation": { "en": "And We caused the earth to swallow him and his home. And there was for him no company to aid him other than Allah, nor was he of those who [could] defend themselves.", "id": "Maka Kami benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3333", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3333.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3333.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai akibat dari sikapnya yang sombong dan keras kepala dalam kedurhakaan, meski telah dinasihati, maka sangat wajar bila Kami benamkan dia dengan cara melongsorkan tanah sehingga ia terbenam bersama rumah, harta benda dan seluruh perhiasan-nya ke dalam perut bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun, baik keluarga maupun lainnya, yang akan menolongnya dari azab tersebut selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri ketika datang azab Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan akibat kesombongan dan keangkuhan Karun. Ia beserta rumah dan segala kemegahan dan kekayaannya dibenamkan ke dalam bumi. Tidak ada yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah itu, baik perorangan maupun secara bersama-sama. Karun sendiri tidak dapat membela dirinya. Tidak sedikit orang yang sesat jalan, dan keliru paham tentang harta yang diberikan kepadanya. Mereka menyangka harta itu hanya untuk kemegahan dan kesenangan sehingga mereka tidak menyalurkan penggunaannya ke jalan yang diridai Allah. Oleh karena itu, Allah menimpakan azab-Nya kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3334, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 20, "page": 395, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062e\u064e\u0633\u064e\u0641\u064e \u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa asbahal lazeena tamannaw makaanahoo bil amsi yaqooloona waika annal laaha yabsutur rizqa limany ya shaaa'u min 'ibaadihee wa yaqdiru law laaa am mannal laahu 'alainaa lakhasafa binaa waika annahoo laa yuflihul kaafiroon" } }, "translation": { "en": "And those who had wished for his position the previous day began to say, \"Oh, how Allah extends provision to whom He wills of His servants and restricts it! If not that Allah had conferred favor on us, He would have caused it to swallow us. Oh, how the disbelievers do not succeed!\"", "id": "Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Karun) itu berkata, “Aduhai, benarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya). Sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya pada kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3334", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3334.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3334.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan dengan penuh harapan untuk mendapatkan kedudukan seperti kedudukan yang diraihnya itu mengulang-ulang kata-kata penyesalan setelah mereka merenungi apa yang menimpa Karun. Mereka berkata, “Aduhai, benarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, baik yang mukmin maupun yang kafir, pandai atau tidak, mulia atau hina. Dan sebaliknya, Allah membatasi dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya pada kita, berupa petunjuk kepada keimanan dan menjaga kita dari keterjerumusan dalam kesesatan dan kesombongan, tentu Dia telah membenamkan kita pula sebagaimana dialami oleh Karun. Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang mengingkari nikmat Allah, baik di dunia maupun di akhirat kelak.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang semula bercita-cita ingin mempunyai kedudukan dan posisi terhormat seperti yang pernah dimiliki Karun, dengan seketika mengurungkan cita-citanya setelah menyaksikan azab yang ditimpakan kepada Karun. Mereka menyadari bahwa harta benda yang banyak dan kehidupan duniawi yang serba mewah, tidak mengantarkan mereka pada keridaan Allah. Dia memberi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya, dan tidak memberi kepada yang tidak dikehendaki. Allah meninggikan dan merendahkan orang yang dikehendaki-Nya. Kesemuanya itu adalah berdasarkan kebijaksanaan Allah dan ketetapan yang telah digariskan-Nya.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Allah telah memberikan kepada manusia watak masing-masing sebagaimana Dia telah membagi-bagikan rezeki di antara mereka. Sesungguhnya Allah itu memberikan harta kepada orang yang disenangi, dan tidak menganugerahkan iman kecuali kepada orang yang disenangi dan dikasihi-Nya.\n\nMereka merasa memperoleh karunia dari Allah karena cita-cita mereka belum tercapai. Andaikata sudah tercapai, tentu mereka dibenamkan juga ke dalam bumi sebagaimana yang telah dialami Karun. Pengertian mereka bertambah mantap bahwa tidak beruntung orang-orang yang mengingkari nikmat Allah, mendustakan rasul-Nya, dan pahala yang dijanjikan di akhirat bagi orang yang taat kepada-Nya. Mereka akan dimusnahkan oleh azab, firman Allah:\n\nDan sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim. (an-Nahl/16: 113)" } } }, { "number": { "inQuran": 3335, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 20, "page": 395, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tilkad Daarul Aakhiratu naj'aluhaa lillazeena laa yureedoona 'uluwwan fil ardi wa laa fasaadaa; wal 'aaqibatu lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "That home of the Hereafter We assign to those who do not desire exaltedness upon the earth or corruption. And the [best] outcome is for the righteous.", "id": "Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3335", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3335.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3335.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitulah akhir kisah Karun yang binasa karena keangkuhannya. Kebahagiaan yang hakiki, yaitu di akhirat kelak, tidak akan diperoleh oleh orang seperti Karun. Kenikmatan negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dengan kekuasaan yang dimilikinya dan tidak berbuat kerusakan di bumi dengan melakukan kemaksiatan dan kejahatan. Dan kesudahan yang baik itu, yaitu surga, hanya bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang kalbunya penuh dengan keimanan karena rasa takut kepada Allah, sehingga mereka melakukan apa yang diridai Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kebahagiaan dan segala kenikmatan di akhirat disediakan untuk orang-orang yang tidak takabur, tidak menyombongkan diri, dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi seperti menganiaya dan sebagainya. Mereka itu bersifat rendah hati, tahu menempatkan diri kepada orang yang lebih tua dan lebih banyak ilmunya. Kepada yang lebih muda dan kurang ilmunya, mereka mengasihi, tidak takabur, dan menyom-bongkan diri. Orang yang takabur dan menyombongkan diri tidak disukai Allah, akan mendapat siksa yang amat pedih, dan tidak masuk surga di akhirat nanti, sebagaimana firman Allah:\n\nAdapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah. (an-Nisa'/4: 173) \n\nSabda Rasulullah saw:\n\nTidak akan masuk surga orang yang ada di dalam hatinya sifat takabur, sekalipun sebesar zarah. (Riwayat Muslim dan Abu Dawud dari Ibnu Mas'ud) \n\nAyat 83 ini ditutup dengan penjelasan bahwa kesudahan yang baik berupa surga diperoleh orang-orang yang takwa kepada Allah dengan mengamalkan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, tidak takabur dan tidak menyombongkan diri seperti Fir'aun dan Karun." } } }, { "number": { "inQuran": 3336, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 20, "page": 395, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Man jaaa'a bilhasanati falahoo khairum minhaa wa man jaaa'a bissaiyi'ati falaa yujzal lazeena 'amilus saiyiaati illaa maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Whoever comes [on the Day of Judgement] with a good deed will have better than it; and whoever comes with an evil deed - then those who did evil deeds will not be recompensed except [as much as] what they used to do.", "id": "Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3336", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3336.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3336.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Barangsiapa datang pada Hari Kiamat dengan membawa amal kebaikan yang penuh ketulusan dan sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapat pahala berlipat ganda, mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus kali, bahkan tidak terbatas, yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan membawa amal kejahatan dalam bentuk kekufuran dan kemaksiatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan seimbang dengan apa yang dahulu selalu mereka kerjakan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa siapa yang di akhirat datang dengan membawa satu amal kebajikan, akan dibalas dengan yang lebih baik, dan dilipatgandakan sebanyak-banyaknya. Tidak ada yang mengetahui berapa kelipatannya kecuali Allah sebagai karunia dan rahmat dari-Nya. Rasulullah saw bersabda:\n\nSiapa yang bermaksud akan mengerjakan satu kebaikan, kemudian tidak jadi dikerjakannya, Allah mencatat pahala pada sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna, kalau ia bermaksud mengerjakan satu kebaikan lalu dikerjakannya, maka Allah mencatat (pahala) dengan sepenuh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan lipat ganda yang lebih banyak lagi. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas)\n\nDalam hadis lain Rasulullah bersabda:\n\nDan barang siapa yang bermaksud mengerjakan satu kejahatan kemudian tidak dikerjakannya, maka ditulislah oleh Allah swt di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna, dan kalau ia bermaksud mengerjakan kemudian dikerjakannya, maka Allah mencatatkan baginya hanya satu kejahatan saja. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas)\n\nHal ini sesuai dengan firman Allah:\n\nDan barang siapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan. (an-Naml/27: 90)" } } }, { "number": { "inQuran": 3337, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0644\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u0651\u064f\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u06da \u0642\u064f\u0644 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Innal azee farada 'alaikal Qur-aana laraaadduka ilaa ma'aad; qur Rabbeee a'lamu man jjaaa'a bil hudaa wa man huwa fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, [O Muhammad], He who imposed upon you the Qur'an will take you back to a place of return. Say, \"My Lord is most knowing of who brings guidance and who is in clear error.\"", "id": "Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan engkau (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur'an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali. Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3337", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3337.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3337.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Negeri akhirat merupakan negeri tempat kembali semua makhluk, dan semua semua akan menuju ke sana dan menerima balasan dan ganjaran, termasuk Nabi Muhammad. Sesungguhnya Allah yang menurunkan Al-Qur'an dan mewajibkan engkau wahai Nabi Muhammad untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Qur'an dan berpegang teguh kepadanya, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali, yaitu kota Mekah, atau akhirat kelak. Inilah suatu janji dari Tuhan bahwa Nabi Muhammad akan kembali ke Mekah sebagai orang yang menang, dan ini sudah terjadi pada tahun kedelapan Hijriah, pada waktu Nabi menaklukkan Mekah. Ini merupakan suatu mukjizat bagi Nabi Muhammad. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang musyrik, “Tuhanku mengetahui dengan ilmu yang tiada bandingannya tentang orang yang datang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata yang diketahui oleh setiap orang berakal yang memiliki pengetahuan yang benar.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dialah yang mewajibkan kepada Muhammad mengamalkan isi Al-Qur'an, dan melaksanakan hukum-hukum dan perintah yang ada di dalamnya. Dia pulalah yang akan mengembalikan Muhammad ke tanah suci Mekah, tanah tumpah darahnya dalam keadaan menang dan merebutnya kembali dari kaum yang telah mengusirnya dari sana. Muhammad saw kembali ke Mekah dengan satu kemenangan besar bagi kaum Muslimin, karena dengan demikian ia dapat mengembangkan Islam dengan bebas dan dapat menekan kehendak kaum musyrikin. Ini adalah janji dari Allah ketika Muhammad selalu disakiti dan mendapat tekanan yang berat dari kaumnya bahwa dia akan hijrah meninggalkan Mekah, dan akan kembali dalam keadaan menang. \n\nSelain kembali ke Mekah, ada yang berpendapat Allah mengembalikan Rasul kepada kematian atau mengembalikan ke surga, sebagaimana firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung. (al-An'am/6: 135)" } } }, { "number": { "inQuran": 3338, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0638\u064e\u0647\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kunta tarjooo ai yulqaaa ilaikal Kitaabu illaa rahmatam mir Rabbika falaa takoonanna zaheeral lilkaafireen" } }, "translation": { "en": "And you were not expecting that the Book would be conveyed to you, but [it is] a mercy from your Lord. So do not be an assistant to the disbelievers.", "id": "Dan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar Kitab (Al-Qur'an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3338", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3338.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3338.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada masa sebelum turunnya wahyu pertama, engkau wahai Nabi Muhammad tidak pernah menduga dan mengharap agar Kitab Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu, tetapi ternyata ia diturunkan oleh Allah kepadamu. Hal ini adalah sebagai rahmat yang sangat besar dari Tuhanmu, bagi dirimu dan seluruh makhluk di alam raya ini. Oleh sebab itu, ingatlah nikmat tersebut, dan tetaplah menyampaikannya. Janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Muhammad tidak pernah mengharapkan diturunkannya Al-Qur'an kepadanya untuk mengetahui berita-berita orang-orang sebelumnya, dan hal-hal yang terjadi sesudahnya, antara lain seperti agama yang mengandung kebahagiaan bagi manusia di dunia dan akhirat, dan juga adab-adab yang meninggikan derajat mereka dan mencerdaskan akal pikiran mereka. Sekalipun demikian, Allah menurunkan semuanya itu kepada Muhammad sebagai rahmat dari-Nya.\n\nPada ayat ini, Allah melarang Nabi Muhammad dan umatnya untuk membantu perjuangan orang-orang kafir dalam bentuk apa pun. Umat Muhammad justru dituntut untuk membantu memperkuat perjuangan umat Islam. Oleh karena itu, hendaklah ia memuji Tuhannya atas nikmat yang dikaruniakan kepadanya dengan penurunan kitab suci Al-Qur'an. Nabi saw tidak perlu menolong dan membantu orang-orang musyrik yang mengingkari Kitab suci Al-Qur'an itu, tetapi hendaklah ia memisahkan diri dan berpaling dari mereka sesuai dengan firman Allah:\n\nMaka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik. (al-hijr/15: 94)" } } }, { "number": { "inQuran": 3339, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yasuddunnaka 'an Aayaatil laahi ba'da iz unzilat ilaika wad'u ilaa Rabbika wa laa takonanna minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "And never let them avert you from the verses of Allah after they have been revealed to you. And invite [people] to your Lord. And never be of those who associate others with Allah.", "id": "dan jangan sampai mereka menghalang-halangi engkau (Muhammad) untuk (menyampaikan) ayat-ayat Allah, setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah (manusia) agar (beriman) kepada Tuhanmu, dan janganlah engkau termasuk orang-orang musyrik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3339", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3339.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3339.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jangan sampai mereka menghalang-halangi engkau wahai Nabi Muhammad untuk menyampaikan ayat-ayat Allah, setelah ayat-ayat itu diturunkan oleh Allah kepadamu, dan serulah manusia dengan sekuat kemampuanmu melalui dakwah yang santun dan bijak kepada agama Allah agar mereka beriman kepada Tuhanmu, jangan bosan berdakwah kendati mereka enggan mendengar atau menghalang-halangi, dan sekali-kali dalam keadaan apa pun janganlah engkau diam tidak menegur kedurhakaan yang mengandung kemusyrikan, apalagi merestuinya, karena jika demikian engkau termasuk orang-orang musyrik yang mempersekutukan Tuhan.", "long": "Allah menganjurkan kepada Muhammad agar tidak mengindahkan tipu daya orang-orang kafir, dan jangan sekali-kali terpengaruh sehingga mereka berhasil menghalang-halangi penyampaian ayat-ayat suci Al-Qur'an sesudah diturunkan kepadanya. Allah selalu bersamanya dan menguatkan serta memenangkan agama-Nya dari orang-orang kafir. Bahkan Nabi saw diperintahkan menyeru kaumnya ke jalan Allah dan menyampaikan agama-Nya kepada mereka, menyembah hanya kepada Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Pada akhir ayat ini, Allah menekankan supaya Muhammad jangan sekali-kali meninggalkan dakwahnya, dan selalu menyampaikan risalahnya kepada kaum musyrikin, supaya dia tidak seperti mereka, bermaksiat menyalahi perintah-Nya. Di ayat lain diterangkan:\n\nDan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik. (al-An'am/6: 14" } } }, { "number": { "inQuran": 3340, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 341, "hizbQuarter": 158, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u06d8 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0647\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0647\u064f \u06da \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tad'u ma'al laahi ilaahan aakhar; laaa ilaaha illaa Hoo; kullu shai'in haalikun illaa Wajhah; lahul hukkmu wa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "And do not invoke with Allah another deity. There is no deity except Him. Everything will be destroyed except His Face. His is the judgement, and to Him you will be returned.", "id": "Dan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3340", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3340.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3340.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jangan pula engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan pengendali dan penguasa seluruh alam yang berhak disembah selain Dia Yang Maha Esa lagi Mahakekal itu. Segala sesuatu pasti binasa dan fana, kecuali Allah. Segala keputusan di dunia dan akhirat menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dan seluruh makhluk dikembalikan.", "long": "Pada ayat ini, Allah melarang Nabi Muhammad menyembah sembahan lain selain Allah, karena tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, sebagaimana firman Nya:\n\n(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung. (al-Muzzammil/73: 9) \n\nAllah itu kekal abadi sekalipun semua makhluk yang ada sudah mati dan binasa. Firman Allah:\n\nSemua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (ar-Rahman/55: 26-27) \n\nDan sabda Nabi Muhammad saw:\n\nUngkapan paling benar yang diucapkan penyair adalah yang diucapkan oleh Labid, yaitu: \"Ketahuilah setiap sesuatu selain dari Allah akan binasa.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nAllah-lah yang mempunyai kerajaan, dan berbuat sekehendak-Nya. Dia-lah yang menentukan segala sesuatu yang akan berlaku kepada semua makhluk. Kepada-Nyalah akan dikembalikan semuanya, dan dibalas menurut amal perbuatannya masing-masing. Kalau ia beramal baik, taat, dan patuh kepada perintah Allah, akan dimasukkan ke dalam surga. Sebaliknya kalau ia berbuat maksiat dan bergelimang dosa, akan dimasukkan ke dalam neraka. Nabi saw bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah:\n\nSemua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Barang siapa taat kepadaku, maka ia masuk ke dalam surga, dan barang siapa durhaka kepadaku, maka sungguh ia telah enggan. (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)." } } } ] }, { "number": 29, "sequence": 85, "numberOfVerses": 69, "name": { "short": "العنكبوت", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0639\u0646\u0643\u0628\u0648\u062a", "transliteration": { "en": "Al-Ankaboot", "id": "Al-'Ankabut" }, "translation": { "en": "The Spider", "id": "Laba-Laba" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al 'Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surrat Makkiyah. Dinamai Al 'Ankabuut berhubung terdapatnya perkataan Al 'Ankabuut yang berarti laba-laba pada ayat 41 surat ini, dimana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala-berhala itu, dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3341, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0645", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Meeem" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Meem", "id": "Alif Lam Mim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3341", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3341.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3341.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Làm Mìm adalah huruf-huruf fonemis yang digunakan untuk menerangkan bahwa al-Qur'an, sebagai suatu mukjizat, terdiri atas huruf-huruf yang dapat mereka ucapkan dengan baik, di samping untuk menarik perhatian orang-orang yang mendengarnya serta memalingkan perhatian mereka kepada kebenaran.", "long": "Alif Lam Mim, lihat tafsir mengenai huruf-huruf hijaiyah pada awal Surah al-Baqarah" } } }, { "number": { "inQuran": 3342, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ahasiban naasu anyu yutrakooo any yaqoolooo aamannaa wa hum la yuftanoon" } }, "translation": { "en": "Do the people think that they will be left to say, \"We believe\" and they will not be tried?", "id": "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3342", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3342.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3342.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja pada setiap waktu, tempat dan situasi hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji dengan hal-hal yang dapat membuktikan hakikat keimanan mereka, yaitu dalam bentuk cobaan-cobaan dan tugas-tugas keagamaan? Tidak, bahkan mereka harus diuji dengan hal-hal seperti itu.", "long": "Pada ayat ini, Allah bertanya kepada manusia yang telah mengaku beriman dengan mengucapkan kalimat syahadat bahwa apakah mereka akan dibiarkan begitu saja mengakui keimanan tersebut tanpa lebih dahulu diuji? Tidak, malah setiap orang beriman harus diuji lebih dahulu, sehingga dapat diketahui sampai di manakah mereka sabar dan tahan menerima ujian tersebut. Ujian yang mesti mereka tempuh itu bermacam-macam. Umpamanya perintah berhijrah (meninggalkan kampung halaman demi menyelamatkan iman dan keyakinan), berjihad di jalan Allah, mengendalikan syahwat, mengerjakan tugas-tugas dalam rangka taat kepada Allah, dan bermacam-macam musibah seperti kehilangan anggota keluarga, dan hawa panas yang kering yang menyebabkan tumbuh-tumbuhan mati kekeringan. Semua cobaan itu dimaksudkan untuk menguji siapakah di antara mereka yang sungguh-sungguh beriman dengan ikhlas dan siapa pula yang berjiwa munafik. Juga bertujuan untuk mengetahui apakah mereka termasuk orang yang kokoh pendiriannya atau orang yang masih bimbang dan ragu sehingga iman mereka masih rapuh.\n\nMaksud ayat ini dapat dilihat dalam ayat lain, yakni:\n\nApakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (at-Taubah/9: 16) \n\nDari paparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap orang yang mengaku beriman tidak akan mencapai hakikat iman yang sebenarnya sebelum ia menempuh berbagai macam ujian. Ujian itu bisa berupa kewajiban seperti kewajiban dalam memanfaatkan harta benda, hijrah, jihad di jalan Allah, membayar zakat kepada fakir miskin, menolong orang yang sedang mengalami kesusahan dan kesulitan, dan bisa juga berupa musibah." } } }, { "number": { "inQuran": 3343, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad fatannal lazeena min qablihim fala ya'lamannal laahul lazeena sadaqoo wa la ya'lamannal kaazibeen" } }, "translation": { "en": "But We have certainly tried those before them, and Allah will surely make evident those who are truthful, and He will surely make evident the liars.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3343", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3343.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3343.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apakah mereka menduga demikian, padahal sungguh, Kami bersumpah bahwa Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, yaitu sebelum umat Nabi Muhammad, dengan tugas-tugas keagamaan dan bermacam nikmat dan cobaan, agar tampak perbedaan antara orang-orang yang benar-benar beriman dan berdusta sesuai dengan apa yang diketahuinya berdasarkan ilmu-Nya yang azali. Maka sesungguhnya Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dalam keimanannya dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.", "long": "Orang-orang yang beriman dan berpegang teguh dengan keimanannya akan menghadapi berbagai macam penderitaan dan kesulitan. Mereka sabar dan tabah menahan penderitaan itu. Umpamanya Bani Israil yang beriman, telah diuji Allah dengan berbagai macam siksaan yang dijatuhkan Fir'aun kepadanya. Umat Nabi Isa yang beriman juga tidak luput dari azab dan kesengsaraan. Semuanya menjadi contoh dan pelajaran bagi umat beragama Islam ini. Dalam sebuah hadis Nabi saw dijelaskan:\n\nDiriwayatkan oleh Khabbab bin al-Aratt bahwa ia berkata, \"Kami mengadukan kepada Rasulullah yang dalam keadaan tidur beralaskan sorbannya di sisi Ka'bah, kami mengatakan (bahwa kami menderita berbagai macam siksaan berat dari kaum musyrikin). Apakah kamu tidak akan menolong kami wahai Rasulullah, dengan cara engkau berdoa untuk keselamatan kami dari siksaan tersebut? Rasulullah menjawab, \"Orang-orang sebelum kamu juga mengalami hal seperti ini, bahkan lebih hebat lagi. Seseorang yang karena keimanannya yang membaja kepada Tuhan ia dihukum, dan digali lubang khusus untuknya. Diletakkan gergaji di atas kepalanya. Kemudian gergaji itu diturunkan perlahan-lahan, sehingga tubuh orang tersebut terbelah dua. Ada pula yang badannya disisir dengan sisir besi runcing yang sudah dipanaskan. Namun mereka tidak mau mundur dari keyakinan agamanya. Demi Allah, agama ini pasti akan kutegakkan jua, sehingga amanlah musafir yang sedang dalam perjalanan dari shan'a' ke Hadramaut. Mereka tidak takut kecuali hanya kepada Allah, walaupun serigala-serigala mengelilingi binatang ternaknya. Tetapi kamu terlalu ingin cepat berhasil.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nDiriwayatkan dari Abi Sa'id al-Khudri bahwa dia berkata, \"Saya memasuki rumah Rasulullah dan menjumpai beliau sedang tidak enak badan (demam). Saya meletakkan tangan di atas selimut beliau. Maka saya dapati rasa panas di atas selimut beliau. Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, alangkah hebatnya panas ini. Rasulullah menjawab, 'Ya memang begitu. Kita sedang ditimpa cobaan yang berlipat ganda datangnya, tetapi pahalanya pun berlipat ganda diberikan Allah kepada kita. Saya bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat penderitaan yang dialaminya? Beliau menjawab, 'Nabi-nabi. Saya bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, lalu siapa lagi? 'Orang-orang yang saleh, jawab beliau.\" (Riwayat Ibnu Majah)\n\nKeterangan Rasulullah demikian diperkuat oleh ayat yang berbunyi:\n\nDan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. (ali 'Imran/3: 146) \n\nDengan beraneka ragam penderitaan itulah, Allah mengetahui siapakah yang betul-betul sempurna keimanannya, dan siapa pula yang menutupi kepalsuannya dengan sikap beriman. Allah akan membalas masing-masing mereka itu dengan apa yang pantas baginya. Ringkasnya, Allah melarang manusia berprasangka bahwa ia diciptakan dengan percuma begitu saja. Justru Allah akan menguji setiap manusia, untuk menentukan siapakah yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah. Derajat tersebut tidak mungkin diperoleh kecuali dengan menempuh ujian yang berat. \n\nHidup ini memang penuh dengan perjuangan, baik kita enggan atau senang menghadapinya. Semakin tinggi tingkat kesabaran, makin tinggi pula kemenangan dan pengajaran yang akan diperoleh. Itulah sunah Allah yang berlaku bagi umat dahulu dan sekarang." } } }, { "number": { "inQuran": 3344, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am hasibal lazeena ya'maloonas sayyiaati any yasbiqoonaa; saaa'a maa yahkumoon" } }, "translation": { "en": "Or do those who do evil deeds think they can outrun Us? Evil is what they judge.", "id": "Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3344", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3344.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3344.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu setelah Kami larang mengerjakannya melalui rasul yang Kami utus dan atau melalui akal sehat yang kami anugerahkan kepada manusia, mengira bahwa mereka akan dapat mendahului Kami dalam usaha mereka untuk lari sehingga luput dari azab atau perhitungan Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu! Alangkah buruknya perkiraan dan sikap mereka ini!", "long": "Seterusnya Allah memperingatkan, apakah masih ada segolongan manusia yang berprasangka bahwa orang-orang yang masih mengerjakan perbuatan jahat itu akan sanggup melemahkan Allah, sehingga Dia tidak kuasa mendatangkan balasan yang sebanding dengan perbuatannya. Apakah belum berlaku lagi ketetapan Tuhan bagi orang-orang zalim sebelumnya, di mana mereka telah disiksa dengan siksaan yang setimpal dengan kesalahan mereka? \n\nMenurut Ibnu 'Abbas, ayat ini turun sebagai kecaman kepada sejumlah tokoh musyrikin Mekah yang menganggap bahwa apa saja yang mereka kerjakan, tidak ada yang sanggup membalasnya. Mereka itu adalah al-Walid bin al-Mugirah, Abu Jahal, al-Aswad, al-'as bin Hisyam, 'Utbah bin Rabi'ah, al-Walid bin 'Utbah, 'Utbah bin Abi Mu'aith, Handhalah bin Abu Sufyan, dan al-'as bin Wa'il. Sesungguhnya pikiran yang demikian adalah keliru dan tidak benar. Allah tidak menjadikan sesuatu itu sia-sia. Dia menguji dan mendidik manusia dengan berbagai macam pengajaran, dengan maksud agar mereka memperoleh nur Ilahi yang terang benderang." } } }, { "number": { "inQuran": 3345, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0622\u062a\u064d \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Man kaana yarjoo liqaaa 'allaahi fa inna ajalal laahi laaat; wa Huwass Sameeul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Whoever should hope for the meeting with Allah - indeed, the term decreed by Allah is coming. And He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3345", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3345.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3345.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memperingatkan semua pihak, baik yang taat maupun yang durhaka, Allah mengisyaratkan anugerah-Nya kepada yang taat dengan berfirman, \"Barangsiapa yang beriman kepada kebangkitan dan mengharap pertemuan dengan Allah, maka bergegaslah mengerjakan amal saleh, karena sesungguhnya waktu yang dijanjikan Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar perkataan-perkataan hamba-Nya, Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan mereka, dan Dia akan membalas mereka masing-masing sesuai dengan apa yang dilakukannya.\"", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang sangat menginginkan untuk bertemu dengan Allah dan memperoleh balasan amal dari-Nya di hari Kiamat, sepatutnya beramal dan menjauhi segala larangan yang mungkin menimbulkan kemurkaan-Nya. Sebab balasan untuk amal seseorang pasti akan datang. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui niat dan amal seseorang. Oleh karena itu, ayat ini merupakan peringatan agar setiap orang senantiasa berniat untuk mencapai apa yang diinginkannya, yakni keridaan Allah dan menanamkan rasa takut dalam hati sanubarinya akan azab dan siksa-Nya.\n\nMaksud \"menemui Allah\" dalam ayat ini ialah \"memperoleh nikmat dalam surga sebagai balasan amal perbuatan baik\", di mana puncak dari kenikmatan itu adalah dengan melihat Zat Allah itu sendiri. Sementara itu Ibnu 'Abbas menafsirkan dengan arti \"hari Kebangkitan dan hari Perhitungan\". Yang jelas makna yang terkandung dalam ayat ini mendorong seseorang untuk mempersiapkan diri dengan mengerjakan perbuatan baik sebanyak mungkin dan menjauhi sama sekali larangan-larangan Allah. Dengan demikian, mereka memperoleh kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak. \n\nJumhur ulama tafsir menafsirkan liqa'ullah dengan maut (kematian) yang sudah pasti datangnya. Namun dalam kata di atas terkandung pula arti janji Allah berupa balasan bagi amal baik dan siksaan untuk perbuatan jahat. Baik mati atau janji Allah, keduanya pasti akan datang." } } }, { "number": { "inQuran": 3346, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 20, "page": 396, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih; innal laaha laghaniyyun 'anil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And whoever strives only strives for [the benefit of] himself. Indeed, Allah is free from need of the worlds.", "id": "Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3346", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3346.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3346.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barangsiapa berjihad dengan mencurahkan segala kemampuannya untuk meninggikan kalimat Allah dan mengorbankan diri dengan selalu bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, maka sesungguhnya pahala, manfaat dan kebaikan jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Tidak ada sedikit pun manfaat amal tersebut yang dibutuhkan oleh Allah. Sungguh, Allah Mahakaya tidak memerlukan sesuatu apa pun dari mereka, bahkan dari seluruh alam.", "long": "Allah menjelaskan bahwa seseorang yang sungguh-sungguh berjuang (berjihad), yang merupakan salah satu aspek dari ungkapan kerinduan menemui Allah, pada hakikatnya perjuangan itu untuk dirinya sendiri, bukan untuk Allah. Jihad berarti memerangi musuh dan melawan nafsu sendiri. Bisa juga berarti mengerahkan segala upaya untuk Allah dan bukan hanya bermakna perang. \n\nOrang yang akan memperoleh hasil dari perjuangannya adalah orang yang menyandarkan niatnya untuk memperoleh balasan dari Allah, Tuhan semesta alam. Allah tidak memerlukan apakah mereka akan berjuang untuk dirinya sendiri atau tidak berjuang sama sekali, sebab Dia Maha Kaya dari sekalian ciptaan-Nya. Dialah Yang Menguasai sekalian alam ini dan berbuat menurut kehendaknya sendiri. \n\nInti dari jihad adalah sabar, baik jihad dalam memerangi musuh maupun jihad dalam mengendalikan nafsu. Orang yang sabar dalam berjihad berarti tahan dalam menghadapi cobaan dan tetap berpegang teguh kepada kebenaran yang telah diyakininya. Selain itu, ia juga berusaha mengatasi rintangan-rintangan dalam menegakkan kebenaran itu. Dalam ayat-ayat lain, Allah menegaskan bahwa faedah amaliah seseorang itu betul-betul untuk kepentingan dirinya.\n\nSebagaimana firman Allah:\n\nBarang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya). (Fussilat/41: 46) \n\nDan firman Allah:\n\nJika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (al-Isra'/17: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 3347, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 20, "page": 397, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati lanukaf firanna 'anhum saiyiaatihim wa lanajziyannahum ahsanal lazee kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And those who believe and do righteous deeds - We will surely remove from them their misdeeds and will surely reward them according to the best of what they used to do.", "id": "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3347", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3347.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3347.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang benar dan tidak menjadi kafir atau murtad walaupun diuji dengan berbagai cobaan, serta membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan, menolong orang yang kesusahan, membela yang teraniaya, bekerja mencari nafkah, mempertahankan negara dari serangan musuh, dan berbagai kebaikan lainnya, pasti akan kami ampuni dosa-dosanya dan hapus kesalahan-kesalahannya yang telah lalu. Dan mereka pasti akan Kami beri pahala berlipat ganda, mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus kali, bahkan tidak terbatas, dan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (Lihat Surah al-An'am/6:160)", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dengan keimanan yang benar walaupun diuji dengan berbagai cobaan, ia tidak berbalik kepada kekafiran (murtad). Begitu juga ketika mengalami penderitaan dalam berhadapan dengan orang-orang musyrik, dia tetap mengerjakan segala kewajibannya, menjauhi segala larangan, mempertinggi ketakwaan, menolong orang yang sedang kesusahan, membela orang teraniaya, mempertahankan dan membela negara dari serangan musuh, dan bekerja sama satu sama lain. Mereka itu mendapat ganjaran dari Allah berupa ampunan dari semua dosa dan kesalahan mereka yang telah lalu. Semua itu merupakan sebab pelipatgandaan pahala yang diberikan Allah menjadi sepuluh kali lipat.\n\nAllah berfirman:\n\nBarang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi). (al-An'am/6: 160)" } } }, { "number": { "inQuran": 3348, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 20, "page": 397, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa wassainal insaana biwaalidaihi husnanw wa in jaahadaaka litushrika bee maa laisa laka bihee 'ilmun falaa tuti'humaa; ilaiya marji'ukum fa unabbi'ukum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And We have enjoined upon man goodness to parents. But if they endeavor to make you associate with Me that of which you have no knowledge, do not obey them. To Me is your return, and I will inform you about what you used to do.", "id": "Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3348", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3348.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3348.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat yang lalu menguraikan keniscayaan ujian dan cobaan bagi orang-orang yang beriman, berikut ini disebutkan salah satu contoh tersebut, yaitu di saat kedua orang tua yang dicintai memaksa untuk berbuat syirik dan maksiat lainnya. Berbakti kepada orang tua adalah sebuah kewajiban, tetapi ada batas yang tidak boleh dilanggar. Dan Kami wajibkan kepada manusia agar berbakti dengan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya kepada kedua orang tuanya dan menaati keduanya. Dan jika keduanya bersungguh-sungguh memaksamu untuk mempersekutukan Aku dan atau melakukan kemaksiatan dalam bentuk apa pun, dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, atau tidak dapat diterima oleh akal sehat, maka janganlah engkau patuhi keduanya, karena ketaatan kepada manusia tidak boleh dalam bentuk maksiat atau durhaka kepada Tuhan. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu pada hari Kiamat, dan akan Aku beritakan secara rinci kepadamu apa yang telah kamu kerjakan selama di dunia untuk mendapatkan balasan.", "long": "Allah memerintahkan manusia berbuat baik kepada orang tua (ibu bapak). Jalan berbuat baik itu ialah dengan memberi nafkah (belanja), memelihara, dan menghormati keduanya dengan penuh kasih sayang, kecuali apabila keduanya mengajak kepada perbuatan syirik. Jadi, batas berbuat baik itu ialah sepanjang hal-hal yang diperintahkan tidak menyangkut kepada perbuatan yang mengandung unsur syirik. Dalam ayat lain disebutkan pula:\n\nDan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan \"ah\" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (al-Isra'/17: 23) \n\nKeterangan yang hampir sama maksudnya diperoleh pula dalam ayat:\n\nDan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, \"Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.\" (al-Ahqaf/46: 15) \n\nUntuk memperoleh pengertian yang menyeluruh dari arti yang didapat pada ayat di atas, bisa diperhatikan keterangan Allah dalam ayat di bawah ini:\n\nDan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Luqman/31: 14-15) \n\nMengenai larangan taat kepada makhluk dalam berbuat maksiat disebutkan dalam hadis sahih, yakni:\n\nTidak boleh taat kepada makhluk (manusia) dalam mendurhakai Tuhan (Khaliq). (Riwayat Ahmad dari Ali bin Abi thalib) \n\nMaksud perkataan \"sesuatu yang tidak engkau ketahui\" dalam ayat tersebut ialah tidak adanya pengetahuan tentang soal-soal ketuhanan atau ilahiyah. Dengan kata lain tidak dibenarkan taat mengikuti seseorang, sepanjang tidak diketahui tentang soal yang diikuti itu. Oleh sebab itu, tidak boleh mencontoh sesuatu yang sudah jelas kekeliruannya. Selanjutnya dikatakan semua manusia akan kembali kepada Allah pada hari Kiamat, baik yang kafir maupun yang mukmin, baik yang berbuat baik kepada orang tuanya maupun yang durhaka. Semua amal yang dikerjakan di dunia, akan dibalas oleh Allah, yang berbuat baik dibalas dengan kebaikan, dan yang berbuat jahat dibalas dengan kejahatan pula." } } }, { "number": { "inQuran": 3349, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 20, "page": 397, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo w a'amilus saalihaati lanudkhilan nahum fis saaliheen" } }, "translation": { "en": "And those who believe and do righteous deeds - We will surely admit them among the righteous [into Paradise].", "id": "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan mereka pasti akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3349", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3349.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3349.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang beriman dan membuktikan keimanannya itu dengan mengerjakan kebajikan mereka pasti akan Kami masukkan mereka ke dalam golongan orang yang saleh yang akan mendapatkan kenikmatan di surga.", "long": "Kemudian ditegaskan kembali kedudukan orang-orang yang beriman dan berbuat baik serta orang yang senantiasa menyucikan jiwanya. Mereka akan dimasukkan dalam kelompok orang-orang saleh, dan ditempatkan dalam surga \"Jannatun na'im\".\n\nAllah memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang saleh sebagai ganjaran yang dianugerahkan kepada siapa saja yang memilih untuk mengindahkan perintah Allah dan rasul-Nya daripada perintah orang tua yang bersifat kedurhakaan. Keengganan anak mengikuti perintah orang tuanya pasti mengakibatkan kekeruhan hubungan antara kedua pihak. Untuk itu, Allah menjanjikan kepada sang anak bahwa ia akan diberi ganti yang lebih baik, yaitu akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang saleh.\n\nAs-shalihin di sini maksudnya adalah kelompok orang-orang yang sangat berbakti kepada Allah dan yang bergabung dengan kelompok para nabi dan lain-lain, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah dalam Surah an-Nisa'/4: 69:\n\nDan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (an-Nisa'/4: 69)" } } }, { "number": { "inQuran": 3350, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 20, "page": 397, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0630\u0650\u064a\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0643\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi many yaqoolu aamannaa billaahi faizaaa ooziya fil laahi ja'ala fitnatan naasi ka'azaabil laahi wa la'in jaaa'a nasrum mir Rabbika la yaqoolunna innaa kunnaa ma'akum; awa laisal laahu bi a'lama bimaa fee surdooril 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And of the people are some who say, \"We believe in Allah,\" but when one [of them] is harmed for [the cause of] Allah, they consider the trial of the people as [if it were] the punishment of Allah. But if victory comes from your Lord, they say, \"Indeed, We were with you.\" Is not Allah most knowing of what is within the breasts of all creatures?", "id": "Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata, “Kami beriman kepada Allah,” tetapi apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu, niscaya mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3350", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3350.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3350.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menyimpulkan bahwa ada orang yang beriman kepada Allah yang diuji dan disakiti oleh kaum musyrikin namun mereka tabah dalam keimanan, dan di antara manusia ada pula sebagian yang berkata dengan lidahnya tanpa menyentuh secara mantap hatinya, “Kami beriman kepada Allah,” tetapi apabila dia disakiti dengan ditimpa cobaan karena dia beriman kepada Allah, hatinya goyah dan takut kepada siksa yang akan menimpanya dari kaum musyrikin. Dia menganggap cobaan berupa siksaan dan gangguan dari manusia itu sebagai siksaan Allah, dan tidak sabar menghadapinya. Orang itu takut kepada kezaliman manusia, seperti ketakutannya kepada azab Allah, karena itu dia tinggalkan imannya itu. Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu berupa kemenangan kepada orang-orang mukmin atas musuh-musuh mereka, dan mereka mendapatkan harta rampasan, niscaya datanglah mereka, yaitu orang orang yang berpura-pura beriman itu kepada orang-orang muslim dan akan berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu dalam keimanan, maka berilah kami bagian dari harta rampasan itu.” Tidak sepantasnya mereka menyangka bahwa keadaan mereka ini tidak diketahui Allah. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia, baik yang berupa keimanan maupun kemunafikan?", "long": "Menurut riwayat, ayat-ayat ini diturunkan berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada seseorang yang bernama 'Ayyasy bin Abi Rabi'ah di mana pada mulanya ia telah masuk Islam kemudian berhijrah ke Medinah. Akan tetapi, karena keislamannya itu, ia mengalami berbagai macam siksaan. Karena tidak tahan lagi, ia kembali murtad dan kembali menjadi musyrik. Orang yang menyiksanya adalah tokoh kafir Quraisy bernama Abu Jahal dan al-harits. Keduanya adalah pamannya sendiri (adik kandung ibunya). Akhirnya 'Ayyasy masuk Islam kembali dan menjadi muslim yang baik.\n\nAyat ini menerangkan keadaan seseorang yang mengaku beriman kepada Allah dan mengikrarkan dengan lidah tentang keesaan-Nya. Akan tetapi, bila ia difitnah atau disiksa oleh orang musyrik yang tidak senang dengan keislamannya, ia menganggap bahwa fitnah yang berupa cobaan dan siksaan dari orang lain itu sama saja dengan azab dari Tuhan di akhirat. Oleh karena itu, daripada mengalami siksaan terus-menerus, lebih baik ia kembali lagi kepada agama berhala (murtad). \n\nSebenarnya kalau ia sungguh-sungguh beriman, tentu ia bersabar atas cobaan tersebut, dan menenteramkan hatinya dengan keimanan yang bersarang dalam dadanya. Namun demikian, cobaan tersebut justru memalingkan hatinya dari beriman kepada Allah, sebagaimana azab Allah memalingkan seseorang dari kekafirannya. Ia menyangka siksaan dari manusia tidak dapat dihindarkan, sedang azab Allah di akhirat bisa saja dihindari. Dalam ayat lain disebutkan lagi:\n\nDan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata. (al-hajj/22: 11)\n\nJika pertolongan Allah didatangkan kepada orang-orang mukmin yang sedang berjuang, maka golongan yang masih ragu-ragu dengan kebenaran Islam itu pura-pura menjadi sahabat yang baik dan mengatakan, \"Kami selalu bersamamu sebagai saudara-saudara seagama, dan kami akan menolongmu dalam menghadapi musuh.\" Apa yang mereka ucapkan itu tidak lain hanyalah sekadar ucapan mulut mereka saja. Sebab mereka telah berdusta dengan apa yang telah mereka dakwakan. Keterangan ayat lain menegaskan:\n\n(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, \"Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?\" Dan jika orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, \"Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin?\" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman. (an-Nisa'/4: 141)" } } }, { "number": { "inQuran": 3351, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 20, "page": 397, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la ya'lamannal laahul lazeena aamanoo wa la ya'lamannal munaafiqeen" } }, "translation": { "en": "And Allah will surely make evident those who believe, and He will surely make evident the hypocrites.", "id": "Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang yang munafik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3351", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3351.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3351.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mustahil Allah tidak mengetahui keadaan makhluk-Nya. Allah pasti mengetahui dengan ilmu-Nya yang azali, tentang orang-orang yang beriman dengan sungguh-sungguh dan Dia pasti mengetahui orang-orang yang munafik. Dia akan memberikan balasan kepada masing-masing dari mereka sesuai dengan apa yang dikerjakannya.", "long": "Allah memperingatkan sikap orang-orang yang demikian dan menegaskan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu yang tergores dalam hati mereka. Tidak ada sedikit pun yang tersembunyi. Ringkasnya orang-orang munafik tersebut telah diketahui Allah bagaimana hati mereka yang sebenarnya sekalipun mereka senantiasa menyatakan imannya. Allah tidak mungkin dapat mereka tipu dengan cara demikian. Fitnah dalam bentuk cobaan dan siksaan tersebut tidak lain hanyalah untuk menyisihkan orang-orang yang beriman, siapa yang sungguh-sungguh murni keyakinannya dan siapa pula yang berjiwa munafik (hipokrit). Orang yang betul-betul beriman akan menaati Allah dalam segala keadaan dan situasi. Mereka yang tabah dan sabar menghadapi penderitaan akan memperoleh kemenangan dan pahala yang setimpal dari Allah. Sebaliknya, orang munafik kembali akan mendurhakai-Nya bila sedang ditimpa cobaan atau ketika merasakan beban dan kewajiban yang dipikulkan sangat memberatkan, sehingga hati mereka tidak tahan mengerjakannya. Keterangan selanjutnya dapat dilihat pada ayat 12 surah ini, dan pada ayat:\n\nAllah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Oleh karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.(ali 'Imran/3:179)" } } }, { "number": { "inQuran": 3352, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 20, "page": 397, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u0652 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazaeena kafaroo lillazeena aamanut tabi'oo sabeelanaa walnahmil khataayaakum wa maa hum bihaamileena min khataa yaahum min shai'in innahum lakaaziboon" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieve say to those who believe, \"Follow our way, and we will carry your sins.\" But they will not carry anything of their sins. Indeed, they are liars.", "id": "Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Ikutilah jalan kami, dan kami akan memikul dosa-dosamu,” padahal mereka sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka sendiri. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3352", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3352.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3352.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara cobaan keimanan lainnya adalah ajakan untuk melakukan dosa sambil menyatakan bahwa dosanya akan ditanggung oleh yang mengajak. Orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman dengan ikhlas, “Ikutilah jalan kami dan tetaplah kamu dalam agama kami, yaitu agama leluhur kami, dan apabila kebangkitan dan perhitungan yang kalian takuti itu terjadi, maka kami yang akan memikul dosa-dosamu semua, apa pun dosa itu.” Padahal seseorang tidak akan memikul dosa orang lain dan mereka sedikit pun tidak sanggup memikul dosa-dosa mereka sendiri. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta yang bukan hanya kali ini saja mereka berdusta, tetapi telah berkali-kali, sehingga kebohongan telah mendarah daging dalam kepribadian mereka.", "long": "Menurut Mujahid, ayat ini diturunkan untuk mengungkapkan usaha-usaha orang Quraisy membujuk kaumnya yang telah beriman dengan mengatakan, \"Kami dan kamu tidak akan dibangkitkan kembali. Oleh karena itu, ikutilah langkah-langkah kami. Andaikata kamu berdosa lantaran pekerjaan ini, kamilah yang memikul dosa itu.\" Berkaitan dengan hal ini, Allah memperingatkan orang-orang beriman bahwa orang-orang kafir itu berdusta. Sebab pada hari Kiamat, tidak ada seorang pun diperkenankan memikul dosa orang lain. Allah menegaskan:\n\nDan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu, tidak akan dipikulkan sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. (Fathir/35: 18) \n\nDan firman Allah:\n\nSedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya. (al-Ma'arij/70: 11) \n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan kembali bahwa mereka itu adalah orang-orang yang bohong. Imam az-Zamakhsyari menafsirkan bahwa di antara mereka yang mengajak rekan-rekannya berbuat dosa itu terdapat juga orang-orang yang mengaku beragama Islam. Mereka menjanjikan untuk menanggung siksaannya sehingga orang-orang bodoh dan lemah imannya tergoda dengan bujukan dan rayuan halus itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3353, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 20, "page": 397, "manzil": 5, "ruku": 342, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0623\u064e\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la yahmilunna asqaa lahum wa asqaalam ma'a asqaalihim wa la yus'alunna Yawmal Qiyaamati 'ammaa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "But they will surely carry their [own] burdens and [other] burdens along with their burdens, and they will surely be questioned on the Day of Resurrection about what they used to invent.", "id": "Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3353", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3353.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3353.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri yang sangat berat, dan di samping itu mereka pun akan memikul dosa-dosa yang lain, yaitu dosa-dosa orang-orang yang telah mereka sesatkan dan palingkan dari kebenaran, bersama dosa mereka. Dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan ketika di dunia dan mereka akan disiksa karena itu semua.", "long": "Terhadap ajakan dan bujukan orang-orang kafir itu, Allah menegaskan bahwa tidak ada gunanya bagi diri mereka rayuan-rayuan tersebut. Bujukan tersebut disampaikan dalam usaha mengajak orang lain kepada kekafiran dan kesesatan yang harus mereka tanggung dosanya dan orang yang melakukan karena bujukannya. Namun orang yang melakukannya sendiri tidak akan berkurang dosanya sekalipun yang mengajaknya lebih dahulu dilipatgandakan siksaannya. Pada ayat ini ditegaskan kembali:\n\n(Ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu. (an-Nahl/16: 25) \n\nDalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:\n\nSiapa yang mengajak seseorang kepada petunjuk (Tuhan), ia akan memperoleh pahala sebanyak yang diperoleh oleh orang yang mengamalkan petunjuk itu tanpa dikurangi sedikit pun pahalanya (sampai Kiamat), dan siapa yang mendorong seseorang kepada kesesatan, baginya dosa sebanyak dosa orang yang mengikuti kesesatan itu (sampai hari Kiamat) tanpa dikurangi sedikit pun dosanya. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa di hari kemudian kelak mereka akan dimintai pertanggungjawabannya tentang kebohongan yang mereka perbuat di dunia. Kepadanya ditanyakan pertanyaan-pertanyaan dengan nada menghina tentang orang-orang yang telah mereka tipu dengan kebohongannya, sehingga mereka menjadi tersesat." } } }, { "number": { "inQuran": 3354, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 20, "page": 397, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0641\u064e\u0627\u0646\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Noohan ilaa qawmihee falabisa feehim alfa sanatin illaa khamseena 'aaman fa akhazahumut toofaanu wa hum zaalimoon" } }, "translation": { "en": "And We certainly sent Noah to his people, and he remained among them a thousand years minus fifty years, and the flood seized them while they were wrongdoers.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3354", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3354.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3354.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Cobaan, ujian dan siksaan dalam keimanan juga dialami oleh para nabi dan umatnya, di antaranya Nabi Nuh yang sangat lama sekali menghadapi gangguan dari kaumnya. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk menyeru mereka kepada ajaran tauhid. Maka dia tinggal bersama mereka untuk menyampaikan risalah ketuhanan, terhitung sejak Kami mengutusnya menjadi Nabi selama seribu tahun kurang lima puluh tahun, yaitu sembilan ratus lima puluh tahun. Selama itu nabi Nuh berdakwah dengan berbagai cara, dan selama itu pula mereka durhaka dan tidak memenuhi seruannya. Kemudian mereka yang durhaka itu dilanda banjir besar sebagai bentuk azab untuk mereka, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim dengan kekufuran mereka.", "long": "Kisah para nabi itu dimulai dengan menceritakan riwayat perjuangan Nabi Nuh. Beliau adalah bapak para nabi. Ia berdakwah menyeru kaumnya supaya beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan mempercayai kerasulannya selama sembilan ratus lima puluh tahun. Namun demikian, ia tidak pernah merasa bosan mengajak mereka, baik siang maupun malam. Kadang-kadang dengan suara yang lemah lembut, tetapi sering juga dengan suara keras menyampaikan ancaman Allah terhadap kekafiran mereka. Akan tetapi usaha beliau tidak kunjung berhasil. Hanya segelintir saja di antara mereka yang mau beriman. Selebihnya menolak dan mendustakan beliau. Oleh karena itu, Allah menyiksa mereka. Dikirimlah siksaan yang disebut \"Topan Nabi Nuh\", yakni berupa banjir yang menenggelamkan mereka semua. Tidak seorang pun yang selamat dari siksaan Allah itu kecuali orang yang beriman yang ikut dalam bahtera Nuh.\n\nAl-hakim meriwayatkan:\n\nDiriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa ia berkata, \"Allah mengutus Nabi Nuh ketika usia 40 tahun dan berdakwah pada kaumnya selama 950 tahun menyeru mereka untuk mengikuti agama Allah dan Nabi Nuh hidup setelah banjir (topan) selama 60 tahun, sehingga jumlah manusia menjadi banyak dan tersebar. (Riwayat al-hakim)" } } }, { "number": { "inQuran": 3355, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa anjainaahu wa as haabas safeenati wa ja'alnaahaaa Aayatal lil'aalameen" } }, "translation": { "en": "But We saved him and the companions of the ship, and We made it a sign for the worlds.", "id": "Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai pelajaran bagi semua manusia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3355", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3355.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3355.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka untuk mewujudkan janji Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu bersamanya, dan Kami jadikan peristiwa itu sebagai pelajaran bagi semua manusia, terutama yang datang kemudian.", "long": "Allah menyelamatkan Nuh dan para pengikutnya dengan sebuah perahu yang telah dibuatnya. Adanya bahtera Nabi Nuh menjadi contoh dan pengajaran bagi orang sesudahnya, karena ia terdampar masih dalam keadaan utuh di sebuah bukit yang bernama Bukit Judi. Perahu Nabi Nuh sampai beberapa lama masih dapat disaksikan oleh orang yang berkunjung ke sana dalam keadaan utuh. Hal ini menyadarkan orang kepada nikmat Allah yang diturunkan-Nya kepada orang beriman dengan menyelamatkan mereka dari bahaya banjir. Hal demikian dinyatakan dalam ayat lain yang berbunyi:\n\nSesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal. Agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (al-haqqah/69: 11-12) \n\nPelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas ialah bahwa para rasul sesudah Nuh tidak perlu merasa sedih karena keingkaran kaumnya menerima kebenaran wahyu yang dibawanya. Siksaan dan halangan dari kaum kafir dan musyrik yang tidak senang kepada Islam merupakan peringatan bagi orang yang beriman bahwa sekalipun orang-orang musyrik itu menyiksa dan menyakiti mereka di dunia, namun pada akhirnya semuanya akan kembali juga kepada Tuhan. Orang-orang musyrik itu kembali dengan menemui malapetaka dan kesengsaraan dalam neraka yang menyala-nyala, sedang orang beriman dan sabar dalam menghadapi penderitaan itu kembali ke tempat yang mulia dengan penuh pertolongan Allah.\n\nDemikianlah pelajaran dari kisah Nabi Nuh. Orang kafir yang selama ini menyakiti Nuh dan kaumnya pada akhirnya ditenggelamkan Tuhan dengan banjir, tetapi orang beriman bersama Nuh selamat, berlayar di atas kapal. Kesabaran Nuh berdakwah dalam masa yang lama itu hendaknya dijadikan pelajaran bagi setiap juru dakwah. Bahkan, seharusnya kita yang lebih besar memiliki rasa kesabaran dari Nuh, sebab umur dan usia kita berdakwah tidaklah sepanjang usia Nabi Nuh." } } }, { "number": { "inQuran": 3356, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d6 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Ibraheema iz qaala liqawmihi' budul laaha wattaqoohu zaalikum khayrul lakum in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "And [We sent] Abraham, when he said to his people, \"Worship Allah and fear Him. That is best for you, if you should know.", "id": "Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3356", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3356.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3356.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain Nabi Nuh, Rasul pertama, Nabi Ibrahim juga mengalami hal yang sama. Dan ingatlah wahai Rasul, kisah Nabi Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Sembahlah dan patuhilah Allah dalam segala hal yang diperintahkan-Nya dengan penuh keikhlasan dan bertakwalah kepada-Nya dengan menghindari segala sesuatu yang dapat mendatangkannya siksa-Nya. Yang demikian itu, yakni kepatuhan dan ketakwaan, lebih baik bagimu daripada kekufuran, jika kamu mengetahui apa yang baik dan buruk bagimu.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menceritakan kepada umatnya kisah Nabi Ibrahim. Setelah dewasa, sempurna pertumbuhan akalnya, sanggup untuk berpikir dan menganalisa sesuatu dengan objektif, dan telah memungkinkan untuk mencapai derajat kenabian yang sempurna, maka Ibrahim mulai mencurahkan perhatiannya menyeru manusia untuk menerima kebenaran yang dibawanya. Ia mengajak mereka untuk mengesakan Allah dalam ibadah dan membersihkan diri dari segala bentuk kemusyrikan. Ia juga menyerukan agar mereka ikhlas mengabdi kepada Allah baik ketika seorang diri atau di hadapan orang banyak, serta menjauhi murka Allah dengan melaksanakan segala tugas dan kewajiban yang diperintahkan-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. \n\nSemuanya itu merupakan perintah Allah yang harus disampaikan oleh Ibrahim kepada kaumnya. Apa yang disampaikan itu adalah yang terbaik andaikata mereka memiliki sedikit ilmu pengetahuan. Dengan ilmu itu mereka dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, dan bagaimana mencari atau memperoleh kemanfaatan sebanyak-banyaknya untuk dunia dan akhirat. Kemudian Ibrahim menunjukkan kepada mereka tentang kesengsaraan yang menimpa orang yang mencari tuhan selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3357, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062b\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0641\u0652\u0643\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa ta'ubdoona min doonil laahi awsaananw-wa takhluqoona ifkaa; innal lazeena ta'budoona min doonil laahi laa yamlikoona lakum rizqan fabtaghoo 'indal laahir rizqa fabtaghoo 'indal laahir rizqa wa'budoohu washkuroo lahooo ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "You only worship, besides Allah, idols, and you produce a falsehood. Indeed, those you worship besides Allah do not possess for you [the power of] provision. So seek from Allah provision and worship Him and be grateful to Him. To Him you will be returned.\"", "id": "Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3357", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3357.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3357.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Nabi Ibrahim mengecam kaumnya dengan menyatakan, Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala dan patung-patung yang kalian buat dengan tangan kalian sendiri, dan kemudian kamu membuat-buat kebohongan dengan menyebutnya sebagai tuhan. Kamu menyembah berhala-berhala itu dengan harapan dapat memberi manfaat dan perlindungan serta menganugerahkan rezeki kepadamu. Padahal, sesungguhnya apa dan siapa pun yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan perlindungan dan rezeki kepadamu walau sedikit. Karena itu maka minta dan berusaha-lah dengan sungguh-sungguh guna memperoleh rezeki dari Allah, dan di samping itu sembahlah Dia dengan penuh ketulusan dan bersyukurlah kepada-Nya atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepadamu. Hanya kepada-Nya semata kamu akan dikembalikan setelah kematian untuk dimintakan pertanggungjawaban.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa sesembahan selain Dia sudah jelas merupakan hasil ciptaan tangan manusia sendiri, tetapi mereka berdusta dengan menganggapnya tuhan yang sebenarnya. Mereka menganggap hasil ciptaan mereka yang berbentuk patung dan berhala itu sanggup memberi manfaat atau keuntungan kepada mereka. Ibrahim mencela dan mengecam anggapan mereka karena patung-patung itu sedikit pun tidak sanggup memberi rezeki kepada mereka. Rezeki itu adalah wewenang mutlak yang hanya dimiliki oleh Allah. Oleh karena itu, dianjurkan kepada mereka supaya memohon rezeki dan penghasilan hanya kepada Allah, kemudian mensyukuri jika yang diminta itu telah dikabulkan-Nya. Hanya Allah yang mendatangkan rezeki bagi manusia serta semua kenikmatan hamba-Nya. Manusia dianjurkan untuk mencari keridaan-Nya dengan jalan mendekatkan diri kepada-Nya. \n\nAyat ini ditutup dengan lafal \"kepada-Nyalah kamu dikembalikan\" artinya manusia harus bersiap-siap menemui Allah dengan beribadah dan bersyukur. Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatannya dan semua kenikmatan yang mereka terima" } } }, { "number": { "inQuran": 3358, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa in tukazziboo faqad kazzaba umamum min qablikum wa maa'alar Rasooli illal balaaghul mubeen" } }, "translation": { "en": "And if you [people] deny [the message] - already nations before you have denied. And there is not upon the Messenger except [the duty of] clear notification.", "id": "Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka sungguh, umat sebelum kamu juga telah mendustakan (para rasul). Dan kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan jelas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3358", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3358.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3358.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika kamu orang-orang kafir terus-menerus mendustakan ajaran Allah yang disampaikan oleh Rasul Muhammad, maka ketahuilah, sungguh, umat sebelum kamu juga telah mendustakan para rasul. Tetapi mereka tidak dapat memberi mudarat kepada rasul-rasul itu, bahkan sebenarnya mereka membuat kemudaratan kepada diri mereka sendiri, yaitu ketika mereka dihancurkan oleh Allah karena pendustaan mereka itu. Dan kewajiban Rasul itu hanyalah menyampaikan agama Allah kepada kaumnya dengan uraian serta praktek dan contoh pengamalan tuntunan Allah yang jelas dan dengan cara seterang-terangnya.”", "long": "Ibrahim kembali memperingatkan kaumnya bahwa jika mereka membenarkan apa yang telah disampaikan kepada mereka, pasti mereka akan bahagia. Sebaliknya, mereka akan mendapat mudarat dan kesengsaraan jika tetap mendustakan seruan nabi seperti yang dialami orang-orang sebelum mereka yang mendustakan para utusan Tuhan. Di antaranya seperti yang telah dialami umat Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh. Mereka semua telah disiksa Allah akibat kedurhakaan mereka. Di sisi lain, Allah telah menyelamatkan orang-orang yang beriman beserta para rasul-Nya. \n\nAyat ini diakhiri dengan penegasan bahwa tugas dan misi rasul adalah menyampaikan kebenaran yang nyata kepada umat manusia. Andaikata mereka itu mau membenarkan atau menolaknya, maka itu tidak membawa akibat apa-apa terhadap diri rasul. Tidak ada wewenang yang diberikan Allah kepada setiap rasul untuk memaksa manusia mempercayai seruan dakwahnya. Apakah mereka mau membenarkannya atau tetap mendustakannya adalah di luar tanggung jawabnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3359, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u0626\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Awa lam yaraw kaifa yubdi'ul laahul khalqa summa yu'eeduh; inna zaalika 'alal laahi yaseer" } }, "translation": { "en": "Have they not considered how Allah begins creation and then repeats it? Indeed that, for Allah, is easy.", "id": "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3359", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3359.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3359.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apakah mereka lengah sehingga tidak memperhatikan bagaimana Allah senantiasa memulai penciptaan semua makhluk, termasuk manusia, dari tiada. Setelah Allah menciptakan mereka kemudian Dia mengulanginya kembali setelah hancur dan binasa dengan mengembalikan penciptaan itu seperti semula. Sungguh, mengembalikan penciptaan yang demikian itu sangatlah mudah bagi Allah. Jika demikian, bagaimana mereka mengingkari pengembalian manusia hidup kembali kelak di hari kemudian?", "long": "Sebagian ulama memandang ayat ini ditujukan kepada penduduk Mekah yang tidak mau beriman kepada Rasulullah. Tetapi jumhur mufasir berpendapat bahwa ayat ini masih merupakan rangkaian dari peringatan Nabi Ibrahim kepada kaumnya. \n\nDi sini Allah menegaskan bilamana orang-orang kafir tetap tidak juga percaya kepada Allah Yang Maha Esa seperti apa yang disampaikan oleh para rasul-Nya, maka mereka diajak untuk melihat dan memikirkan tentang proses kejadian diri mereka sendiri sejak dari permulaan sampai akhir. Allah menciptakan manusia mulai dari proses di rahim ibu selama enam atau sembilan bulan, atau lebih. Setelah lahir, manusia dilengkapi dengan kemampuan pendengaran, penglihatan, dan akal pikiran. Untuk menjamin kehidupannya, Allah memudahkan sumber-sumber rezeki guna menunjang kelestarian hidupnya. Apabila telah datang takdir, Allah mewafatkannya melalui malaikat yang ditugaskan. Bagi Allah membangkitkan manusia adalah mudah seperti mudahnya menciptakan mereka. Allah menegaskan dalam ayat lain:\n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (ar-Rum/30: 127) \n\nTegasnya ayat ini memperingatkan bahwa manusia seharusnya dapat memahami betapa mudahnya bagi Allah menciptakan manusia. Akan tetapi, mengapa mereka tidak mempercayai akan adanya hari Kebangkitan padahal itu justru lebih mudah bagi Allah?" } } }, { "number": { "inQuran": 3360, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0628\u064e\u062f\u064e\u0623\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u06da \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0646\u0634\u0650\u0626\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0634\u0652\u0623\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Qul seeroo fil ardi fanzuroo kaifa baa al khalqa summal laahu yunshi''un nash atal Aakhirah; innal laaha 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Travel through the land and observe how He began creation. Then Allah will produce the final creation. Indeed Allah, over all things, is competent.\"", "id": "Katakanlah, “Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3360", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3360.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3360.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski sudah sangat banyak bukti kekuasaan Allah dan keniscayaan hari akhir yang dikemukakan, Allah memerintahkan Nabi Muhammad, Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang mendustakan kebangkitan setelah kematian, “Berjalanlah di muka bumi ke mana saja kaki berjalan, maka perhatikanlah dengan segera bagaimana Allah memulai penciptaan makhluk yang beraneka ragam, kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir dengan membangkitkan manusia setelah mati kelak di akhirat. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.", "long": "Bilamana manusia masih belum juga memahami apa maksud ayat di atas Allah, menganjurkan supaya mereka berjalan mengunjungi tempat-tempat lain seraya memperhatikan dan memikirkan betapa Allah kuasa menciptakan makhluk-Nya. Manusia juga diperintahkan untuk memperhatikan susunan langit dan bumi, serta jutaan bintang yang gemerlapan. Sebagian ada yang tetap pada posisinya, tetapi berputar pada garis orbitnya. Demikian juga gunung-gunung dan daratan luas yang diciptakan Allah sebagai tempat hidup. Beraneka ragam tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, sungai dan lautan yang terbentang luas. Semuanya bila direnungkan akan menyadarkan seseorang betapa Maha Kuasanya Allah Pencipta semua itu. \n\nMaka patutkah kita tidak percaya bahwa untuk menghidupkan dan mematikan diri manusia yang lemah itu adalah suatu hal yang sangat mudah bagi Allah? Begitu pula untuk membangkitkan kembali dalam menempuh kehidupan kedua (hari akhirat) juga masalah yang tidak sukar bagi Allah. Pada ayat lain Allah menjelaskan lagi:\n\nKami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fussilat/41: 53) \n\nBegitu juga kita jumpai ayat yang berbunyi:\n\nDemikianlah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tidak ada tuhan selain Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan? (al-Mu'min/40: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 3361, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0642\u0652\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yu'azzibu many yashaaa'u wa yarhamu many yashaaa'; wa ilaihi tuqlaboon" } }, "translation": { "en": "He punishes whom He wills and has mercy upon whom He wills, and to Him you will be returned.", "id": "Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3361", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3361.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3361.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia mengazab dengan sangat adil siapa yang Dia kehendaki atas segala dosa yang dilakukannya semasa hidup, dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, yaitu orang-orang yang bertobat dan beramal saleh, dan hanya kepada-Nya setelah kematian kamu akan dikembalikan untuk perhitungan dan pembalasan.", "long": "Mendengar nasihat yang dikemukakan oleh orang itu dan melihat sikapnya yang menampakkan kejujuran dan keikhlasan, dengan segera Musa berangkat dalam keadaan selalu waspada, karena di belakangnya beberapa orang tentara Fir'aun telah siap-siap untuk mengepung dan menangkapnya. Alangkah beratnya tekanan yang diderita Musa. Walaupun demikian, ia tetap berusaha menyelamatkan dirinya dan berdoa kepada Allah, \"Hai Tuhanku Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bebaskanlah aku dari cengkeraman kaum Fir'aun yang aniaya. Allah mengabulkan doanya dan menunjukkannya jalan menuju Madyan.\n\nMenurut riwayat, Fir'aun memerintahkan kepada tentaranya supaya mengejar Musa sampai ke jalan-jalan kecil dan melarang mereka melalui jalan raya karena ia yakin bahwa Musa tidak mungkin akan menempuh jalan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3362, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 343, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maaa antum bimu'jizeena fil ardi wa laa fissamaaa'i wa maa lakum min doonil laahi minw waliyyinw wa laa naseer" } }, "translation": { "en": "And you will not cause failure [to Allah] upon the earth or in the heaven. And you have not other than Allah any protector or any helper.", "id": "Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3362", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3362.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3362.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan duga akan dapat menghindar dari siksa-Nya, karena ketika itu tidak ada kekuasaan selain kuasa-Nya dan kamu wahai para pendurhaka sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari siksa yang ditetapkan Allah, baik kamu berada di bumi maupun berada di langit, dan tidak ada pelindung yang dapat menghalangi siksa Allah dan penolong bagimu yang dapat meringankan siksa yang ditetapkan itu selain Allah.", "long": "Tidak ada yang mengalahkan dan menandingi kekuasaan Allah. Allah berkuasa atas sekalian hamba-Nya. Semua makhluk membutuhkan-Nya. Andaikata seseorang pergi mencari tempat pelarian ke langit yang tinggi, atau bersembunyi dalam perut ikan di laut, ia takkan dapat melepaskan diri dari genggaman kekuasaan Allah. Oleh karena itu, tidak seorang pun di antara manusia yang dapat mencari seorang penolong yang akan melepaskannya dari azab dan siksaan Allah, baik di langit maupun di bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 3363, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 20, "page": 398, "manzil": 5, "ruku": 344, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0626\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo bi Aayaatil laahi wa liqaaa'iheee ulaaa'ika ya'isoo mir rahmatee wa ulaaa'ika lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And the ones who disbelieve in the signs of Allah and the meeting with Him - those have despaired of My mercy, and they will have a painful punishment.", "id": "Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3363", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3363.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3363.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Harapan mereka untuk meraih surga pupus, dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, baik yang terbentang di alam raya maupun yang tertulis dalam kitab suci, dan mengingkari pertemuan dengan-Nya, yakni pada hari kebangkitan, mereka itu sungguh telah berputus asa dari rahmat-Ku ketika menyaksikan azab yang telah disediakan bagi mereka, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.", "long": "Setelah menjelaskan tiga masalah pokok dalam Islam yang merupakan sebagian dari rukun iman, maka Allah mengancam orang kafir yang tidak mau membenarkan keterangan-keterangan-Nya di atas bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah, sehingga mereka berputus asa. Karena mengingkari keesaan Allah, mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, serta tidak percaya akan adanya hari Kebangkitan, berarti mereka tidak takut akan ancaman azab Allah dan tidak mengharapkan balasan yang baik dari sisi Nya. Oleh karena itu, wajar jika mereka diancam dengan azab yang pedih, di dunia maupun akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3364, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 20, "page": 399, "manzil": 5, "ruku": 344, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062c\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa kaana jawaaba qawmiheee illaaa an qaaluqtuloohu aw harriqoohu faanjaahul laahu minan naar; inna fee zaalika la Aayaatil laqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And the answer of Abraham's people was not but that they said, \"Kill him or burn him,\" but Allah saved him from the fire. Indeed in that are signs for a people who believe.", "id": "Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim), selain mengatakan, “Bunuhlah atau bakarlah dia,” lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3364", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3364.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3364.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendengar nasihat Nabi Ibrahim, maka tidak ada jawaban dari kaumnya yang sebenarnya sangat dikasihi Nabi Ibrahim, selain mengatakan sesama mereka, \"Bunuhlah dia dengan pedang dan semacamnya atau bakarlah dia dengan melemparkannya kedalam api sampai mati.\" Mereka bersepakat untuk membakarnya. Setelah Nabi Ibrahim berada di tengah kobaran api, lalu dengan cepat Allah Yang Mahakuasa, penolong dan Pelindung satu-satunya menyelamatkannya dari api yang berpotensi membakar itu denganmenjadikan api tersebut menjadi dingin. Sungguh, pada api yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda kebesaran dan kekuasan Allah bagi orang yang beriman.", "long": "Dengan cepat Musa mengambil air untuk kedua gadis itu agar memberi minum kambing mereka. Karena kelelahan, ia berlindung di bawah sebatang pohon sambil merasakan lapar dan haus karena sudah beberapa hari tidak makan kecuali daun-daunan. Musa berdoa kepada Allah karena ia sangat membutuhkan rahmat dan kasih sayang-Nya, untuk melenyapkan penderitaan yang dialaminya." } } }, { "number": { "inQuran": 3365, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 20, "page": 399, "manzil": 5, "ruku": 344, "hizbQuarter": 159, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062b\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala innamat takhaz tum min doonil laahi awsaanam mawaddata bainikum fil hayaatid dunyaa summa yawmal qiyaamati yakfuru ba'dukum biba 'dinw wa yal'anu ba'dukum ba'danw-wa yal'anu ba'dukum ba'danw wa maa waakumun Naaru wa maa lakum min naasireen" } }, "translation": { "en": "And [Abraham] said, \"You have only taken, other than Allah, idols as [a bond of] affection among you in worldly life. Then on the Day of Resurrection you will deny one another and curse one another, and your refuge will be the Fire, and you will not have any helpers.\"", "id": "Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3365", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3365.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3365.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia Nabi Ibrahim berkata kepada kaumnya, \"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, tidak lain manfaatnya kecuali hanya untuk tujuan menciptakan perasaan kasih sayang diantara kamu dalam kehidupan di dunia. Tetapi tidak ada yang kelihatannya sebagai manfaat itu pada hakikatnya berdampak buruk, karena kemudian nanti pada hari kiamatsebagian kamu akan saling mengingkari sebagian lain, tidak saling mengenal  dan mengingkari kebaikan temannya, dan bukan hanya itu, sebagian kamu juga saling mengutuk sebagian lain; pemimpin berlepas tangan dan meminta agar yang mengikutinya dijatuhkan siksa, dengan pengikut meminta agar pimpinannya dijatuhi seksa berganda. Dan tempat kembalimu wahai para pendurhaka, demikian juga berhala-berhala yang kamu sembah, ialah mereka yang apinya berkobar melebihi api yang telah kamu siapkan itu, dan sama sekali tidak ada seorang pun yang bersedia atau mampu menjadi penolong bagimu.\"", "long": "Setelah selamat, Ibrahim mendatangi kaumnya lagi dengan sikap mengecam dan mencela tuhan-tuhan yang mereka sembah. \"Sebenarnya kamu menyembah berhala-berhala itu tidak lain adalah untuk memelihara kasih sayang antara sesamamu. Kamu merasa mesra dan semakin akrab karena menyembah kepadanya. Padahal tidak ada sedikit pun alasan yang dapat membenarkan penyembahan itu,\" kata Ibrahim memberi pengajaran kepada kaumnya. Sebaliknya di hari Kiamat kelak hubungan kasih sayang itu akan berubah menjadi suasana saling tuduh menuduh dan saling membenci, bahkan saling mengutuk, baik antara sesama teman akrab, maupun antara yang mengikuti (rakyat) dengan yang diikuti (pemimpin). Hanya satu yang tidak mungkin lagi mereka harapkan yakni pertolongan dari Allah. Hal tersebut tidak akan terjadi pada orang-orang yang beriman dan bertakwa.\n\nAllah berfirman:\n\nTeman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa. (az-Zukhruf/43: 67)" } } }, { "number": { "inQuran": 3366, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 20, "page": 399, "manzil": 5, "ruku": 344, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u064f\u0648\u0637\u064c \u06d8 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Fa aamana lahoo Loot; wa qaala innee mauhajirun ilaa Rabbee innahoo Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "And Lot believed him. [Abraham] said, \"Indeed, I will emigrate to [the service of] my Lord. Indeed, He is the Exalted in Might, the Wise.\"", "id": "Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3366", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3366.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3366.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada kaumnya yang beriman, kecuali hanya seorang pria yang bernama Lut. Ayat ini menceritakan, ketika Nabi Ibrahim menyampaikan dakwahnya, maka bersegeralah Lut, yaitu putra saudaranya yang kemudian diangkat oleh Allah sebagai nabi, membenarkan kenabian dan tuntunannya. Dan Nabi Ibrahim berkata kepada Lut, \"Sesungguhnya aku harus berpindah dari kampung halamanku ke tempat yang diperintahkan atau direstui dan diberkahi  Tuhanku, yaitu Syam. Sungguh, Dialah yang Mahaperkasa, sehingga dapat memberikan dukungan, kekuatan dan kemuliaan, lagi Mahabijaksana dalam segala tindakan-Nya.\"", "long": "Pada ayat ini disebutkan seorang hamba Allah yang bernama Lut yaitu Lut bin Haran. Beliau anak saudara Nabi Ibrahim. Setelah menyaksikan kehebatan mukjizat Allah atas Nabi Ibrahim (tidak hangus dimakan api), ia segera menyatakan keimanannya. Ibrahim menyambut gembira pengikut pertamanya itu dengan ucapan, \"Aku akan menjadikan negeri Syam sebagai kampung tempat aku berhijrah.\" \n\nMenurut keterangan ahli sejarah, kampung yang dijadikan Ibrahim tempat berhijrah tersebut adalah dalam wilayah Kufah yaitu Kutsa sampai ke negeri Syam. Lut semakin kuat keimanannya dengan memperoleh hidayah dari Allah, meskipun hidup dalam suasana masyarakat yang porak-poranda, membuang waktu, dan melakukan pekerjaan yang tiada bermanfaat. Jika Ibrahim diam tanpa menjalankan tugas dakwah, maka hal itu adalah tanda tidak setuju atas perbuatan mungkar yang dilakukan kaumnya. Ibrahim berkata dalam hatinya, jika ia tinggal tetap di negerinya, berarti ia membuang waktu dengan percuma. Atas pertimbangan inilah Ibrahim hijrah ke negeri Syam. \n\nImam al-Baihaqi meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa di antara kaum Muslimin (pada masa Rasulullah saw) yang pertama hijrah dengan keluarganya adalah sahabat Utsman bin 'Affan: \n\nDiriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, \"Utsman bersama istrinya Ruqayah binti Rasulullah berhijrah ke negeri Habsyah. Kemudian Rasulullah tertahan tidak mendapat berita tentang keadaan mereka di Habsyah, padahal beliau mengharapkan berita mereka. Kemudian ada seorang wanita yang menyampaikan kabar tentang 'Utsman dan putri beliau kepada Nabi, Rasulullah kemudian bersabda, 'Utsman adalah orang pertama yang hijrah dengan keluarganya kepada Allah sesudah Nabi Lut.\" (Riwayat ath-thabrani) \n\nBerdasarkan hadis di atas, jelaslah bahwa Lut adalah orang pertama yang terpaksa melakukan hijrah bersama Ibrahim demi menyelamatkan agamanya. Alasan Ibrahim melakukan hijrah itu adalah karena Allah sajalah yang berkuasa untuk memberikan pertolongan kepadanya. Allah yang mencegah niat seseorang yang ingin berbuat jahat kepadanya. Dia Maha Bijaksana dalam mengatur urusan makhluk-Nya, dan segala apa yang mereka usahakan. Sebab lain adalah karena negeri Ibrahim sudah tidak kondusif untuk menjaga iman pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3367, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 20, "page": 399, "manzil": 5, "ruku": 344, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0628\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa wahabnaa lahoo Ishaaqa wa Ya'Qooba wa ja'alnaa fee zurriyyatihin Nubuwwata wal Kitaaba wa aatainaahu ajrahoo fid dunyaa wa innahoo fil aakhirati laminas saaliheen" } }, "translation": { "en": "And We gave to Him Isaac and Jacob and placed in his descendants prophethood and scripture. And We gave him his reward in this world, and indeed, he is in the Hereafter among the righteous.", "id": "Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3367", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3367.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3367.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami anugerahkan kepada Nabi Ibrahim, seorang putra dari istrinya. Sarah, yang ikut berhijrah bersamanya, yang bernama Ishak, setelah menanti cukup lama. Dan dari putranya itu kami anugerahkan kepada keduanya seorang cucu, yaitu Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab suci yang menghimpun wahyu-wahyu Allah kepada keturunannya, dan disamping itu Kami berikan juga kepadanya balasannya di dunia, atas segala kesabaran dan amal salehnya dengan memberikan anak cucu yang baik, kenabian yang terus-menerus pada keturunannya, dan pujian-pujian yang baik; dan sesungguhnya dia Nabi Ibrahim di akhirat, benar-benar termasuk orang yang saleh, sehinggap pasti ganjaran dan kedudukan yang diperolehnya sangat istimewa.", "long": "Pada ayat ini, Allah menceritakan beberapa nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada Ibrahim di dunia dan akhirat sebagai imbalan dari keikhlasan beliau dalam beramal. Nikmat karunia tersebut adalah antara lain:\n\na. Ibrahim dikaruniai putra bernama Ishak. Ishak kelak dikaruniai putra yang bernama Yakub. Keduanya diangkat menjadi nabi, firman Allah:\n\nMaka ketika dia (Ibrahim) sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Yakub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi. (Maryam/19: 49) \n\nPada ayat lain diterangkan pula:\n\nDan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Yakub, sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh. (al-Anbiya'/21: 72)\n\nKetinggian derajat Ibrahim, Ishak, dan Yakub pernah pula ditegas-kan oleh Rasulullah dalam sabdanya:\n\nSesungguhnya orang yang dikatakan mulia adalah anak dari orang mulia, anak dari orang yang mulia, anak dari orang yang mulia, yaitu Yusuf bin Yakub bin Ishak bin Ibrahim. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nb. Dari garis keturunan anak cucu Ibrahim, lahir orang-orang yang mendapat derajat nubuwwah (kenabian) dengan memperoleh wahyu. Dari anak beliau Ishak lahir Yakub, Yusuf, dan Isa dan dari Ismail lahir Nabi Muhammad.\n\nc. Dianugerahkan kepada Ibrahim pahala di dunia. Para ahli tafsir menerangkan makna \"pahala di dunia\" di sini ialah keturunan yang banyak mengubah keyakinan pengikutnya dari bangsa yang sesat menjadi bangsa yang memperoleh hidayah. Dari kalangan keturunannya, banyak yang memperoleh derajat kenabian. Nama Ibrahim disebut dalam ucapan selamat ketika mengerjakan salat, dan namanya terkenal sebagai \"bapak para nabi\", di mana sebelumnya dia seorang laki-laki yang tidak begitu banyak dikenal. Ini ditegaskan Allah dalam ayat yang berbunyi:\n\nMereka berkata, \"Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim.\" Mereka (yang lain) berkata, \"Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.\" (al-Anbiya'/21: 59-60) \n\nNabi Ibrahim adalah satu-satunya nabi yang memperoleh gelar \"Khalilullah\" (kekasih Allah).\n\nd. Pada hari Kiamat, Ibrahim dimasukkan dalam barisan orang-orang saleh. Maksudnya disempurnakan untuknya pahala kebaikan dan ketakwaan. Juga disempurnakan pahalanya dengan memberikan bermacam-macam kelebihan. Lebih dari itu, ia memperoleh kemenangan dengan mencapai beberapa derajat yang tinggi di sisi Tuhan semesta alam.\n\nRingkasnya Allah telah menganugerahkan kepada Ibrahim berbagai macam kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3368, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 20, "page": 399, "manzil": 5, "ruku": 344, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Lootan iz qaala liqawmiheee innakum laatoonal faahishata maa sabaqakum bihaa min ahadim minal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And [mention] Lot, when he said to his people, \"Indeed, you commit such immorality as no one has preceded you with from among the worlds.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya, “Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3368", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3368.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3368.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan tentang Nabi Ibrahim, kali ini dibicarakan tentang Nabi Lut, sebagai seorang diantara kaumnya yang beriman. Ayat ini menyatakan, dan ingat serta ingatkanlah pula umatmu, wahai Nabi Muhammad, tentang nabi Lut, ketika Nabi Lut berkata kepada kaumnya yang ketika itu melakukan kedurhakaan besar, \"Sesungguhnya kamu benar-benar melakukan perbuatan yangat keji, yaitu berupa monoseksual yang belum pernah dilakukan oleh seorang pundari umat-umat sebelum kamu. Sungguhapa yang kamu lakukan itu sangat buruk.", "long": "Allah menyuruh Nabi Muhammad menceritakan kisah Nabi Lut. Beliau diutus ke suatu kaum yang berdiam di negeri Sodom. Lut sendiri berdiam di negeri itu. Salah seorang dari putri kaum itu dikawininya, sehingga Lut punya hubungan besan dengan mereka. Dengan tegas Lut mengatakan kepada kaumnya bahwa apa yang mereka kerjakan selama ini dipandang sebagai perbuatan yang disebut fahisyah (perbuatan jahat dan tercela). Istilah sodomi yang populer saat ini berasal dari nama kota di mana kaum Lut melakukan perbuatan tercela itu. Apa yang mereka kerjakan belum pernah diperbuat oleh umat-umat sebelumnya seperti dijelaskan dalam ayat berikutnya tentang jenis perbuatan apa yang mereka kerjakan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3369, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 20, "page": 399, "manzil": 5, "ruku": 344, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0626\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "A'innakum lataatoonar rijaala wa taqta'oonas sabeela wa taatoona fee naadekumul munkara famaa kaana jawaaba qawmiheee illaaa an qaalu' tinaaa bi'azaabil laahi in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, you approach men and obstruct the road and commit in your meetings [every] evil.\" And the answer of his people was not but they said, \"Bring us the punishment of Allah, if you should be of the truthful.\"", "id": "Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3369", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3369.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3369.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan dengan perempuan yang sah untuk digauli,dan disamping itu kamu juga menyamun untuk melakukan perbuatan keji terhadap orang-orang yang dalam perjalanan, dan kamu selalu mengerjakan kemungkaran ditempat-tempat pertemuanmu, bukan ditempat-tempat sepi dan tersembungi?\" Teguran itu tidak mereka gubris sama sekali. Maka, tanpa berpikir dan menunggu lama, jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan kepada Nabi Lut dengan angkuh sambil mengejek, \"Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar dalam ucapan dan ancaman kamu kepada kami.\"", "long": "Kaum Lut senang melampiaskan syahwatnya kepada sesama pria. Kebiasaan ini jelas bertentangan dengan tujuan kebutuhan biologis manusia biasa. Nafsu seksual yang normal justru merangsang pria untuk melampiaskan nafsu syahwatnya kepada wanita. Perbuatan ini sangat dicela Lut dan ia menasihati kaumnya agar perbuatan terkutuk tersebut ditinggalkan. Penduduk kota Sodom juga senang melakukan perampokan dan pembunuhan di jalan yang dilalui oleh kafilah yang membawa barang dagangan. Barang-barang mereka dirampas, kemudian pemiliknya dibunuh. Di samping itu, perkataan dan perbuatan mereka di tempat-tempat perkumpulan sangat menjijikkan, merusak sendi-sendi akhlak dan moral yang mulia dan pikiran yang sehat. Rasulullah bersabda:\n\nDiriwayatkan dari Ummu Hani binti Abu thalib, yang bertanya kepada Rasulullah, \"Ya Rasulullah, apa pendapatmu tentang arti ayat \"Kamu mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu\" (al-'Ankabut/29: 29), kemungkaran apa yang mereka lakukan itu?\" Beliau menjelaskan bahwa mereka senang mengejek orang yang lewat di jalan dan menghinanya. (Riwayat al-hakim)\n\nLut tidak tinggal diam melihat kepincangan-kepincangan yang terjadi dalam masyarakat kaumnya. Ia berusaha mencegahnya dengan memberikan nasihat dan pengajaran yang berharga. Akan tetapi, semua itu mereka pandang remeh dan tidak pernah mereka gubris.\n\nKetika Lut mengancam kaumnya bahwa Allah akan menurunkan azab kalau mereka tidak juga mau mengubah kelakuannya yang keji itu, mereka malah menantang. Kalau benar Tuhan itu akan mendatangkan siksaan-Nya, mereka menantang agar Lut mohon kepada Tuhan supaya diturunkan siksaan yang dijanjikan itu sekarang juga. \"Kami akan membuktikan sampai dimana kebenaran ucapanmu, hai Lut,\" tegas mereka pula. Karena kebencian yang mendalam, mereka mengusir Lut dari negeri mereka. Sebab tak ada gunanya orang-orang suci seperti beliau tinggal bersama mereka. Allah menjelaskan:\n\nDan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, \"Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.\" (al-A'raf/7: 82) \n\nUmat Lut menantang supaya didatangkan azab. Nabi Lut akhirnya mohon agar Allah menolongnya.\n\nAyat di atas menggambarkan betapa keras sikap kekafiran dan keras kepala mereka, sampai-sampai mereka tega mengusir rasul utusan Tuhan itu dari negerinya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3370, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 20, "page": 399, "manzil": 5, "ruku": 344, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbin surnee 'alal qawmil mufsideen" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, support me against the corrupting people.\"", "id": "Dia (Lut) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3370", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3370.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3370.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat sikap mereka yang seperti itu, Nabi Lut berdoa, \"Ya tuhan ku, tolonglah aku dengan menimpakan azab atas golongan yang berbuat kerusakan itu, yaitu yang telah melampaui batas dan mendarah daging sifat buruknya, sehingga mengancam kelanjutan hidup manusia.\"", "long": "Lut kemudian sampai pada kesimpulan bahwa kaumnya tidak mungkin lagi menerima seruannya. Ia tidak berharap lagi bahwa kaumnya akan mendapatkan petunjuk dari Allah. Di saat itu, Lut berdoa kepada Allah agar membantunya menghadapi dan memberantas perbuatan-perbuatan jahat dan busuk yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakatnya, serta menjadi kebudayaan yang turun temurun. Mereka menganggap ancaman-ancaman Lut sebagai gertak sambal belaka. Oleh karena itu, Allah sungguh-sungguh mengabulkan doa Lut. Allah lalu mengirimkan kepada mereka hujan batu dari langit sehingga mereka binasa semua. Ini diakibatkan kefasikan dan kekufuran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3371, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 20, "page": 400, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'at Rusulunaaa Ibraaheema bil bushraa qaalooo innaa muhlikoo ahli haazihil qaryati inna ahlahaa kaanoo zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And when Our messengers came to Abraham with the good tidings, they said, \"Indeed, we will destroy the people of that Lot's city. Indeed, its people have been wrongdoers.\"", "id": "Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, “Sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3371", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3371.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3371.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Doa Nabi Lut dikabulkan oleh Allahdengan menetapkan seksa-Nya kepada mereka yang durhaka, sebagaimana yang disampaikan-Nya kepada Nabi Ibrahim. Dan kisahnya bermula ketika utusan Kami yakni para malaikat datang kepada Nabi Ibrahim dengan membawa kabar gembira tentang kelahiran seorang putra, yaitu Ishak, melalui istrinya, Sarah, dan seorang cucu, yaitu Ya'kub, putra Ishak. Para malaikat utusan Allah mengatakan kepada Nabi Ibrahim, \"Sungguh kami akan membinasakan penduduk kota Sodom ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim yang kezalimannya terhadap Allahdan manusia telah mencapai pencaknya.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan tentang kedatangan malaikat yang menemui Nabi Ibrahim. Mereka memberi kabar gembira bahwa Allah akan mengaruniakan kepadanya seorang anak bernama Ishak. Kelak putra itu akan diangkat menjadi nabi dan rasul menggantikan tugas dan jabatan Ibrahim. Kemudian diberitahukan kepadanya bahwa negeri Sodom akan dihancurkan untuk menghukum kaum yang mendustakan Lut dan berbuat zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 3372, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 20, "page": 400, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0644\u064e\u0646\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala inna feeha Lootaa; qaaloo nahnu a'lamu biman feehaa lanunajjjiyannahoo wa ahlahooo illam ra atahoo kaanat minal ghaabireen" } }, "translation": { "en": "[Abraham] said, \"Indeed, within it is Lot.\" They said, \"We are more knowing of who is within it. We will surely save him and his family, except his wife. She is to be of those who remain behind.\"", "id": "Ibrahim berkata, “Sesungguhnya di kota itu ada Lut.” Mereka (para malaikat) berkata, “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3372", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3372.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3372.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim berkata kepada para malaikat, \"Sesungguhnya di kota itu ada Nabi Lut, seorang hamba Allah yang taat kepada-Nya. Semoga ia tidak terkena dampak buruk siksa itu, atau semoga dengan keberadaannya di sana siksa Allah dapat ditangguhkan.\" Mereka para malaikat utusan Allah berkata, \"Kami lebih mengetahui daripada engkau tentang siapa yang ada di kota itu; siapa yang wajar diselamatkan dan siapa yang akan terkena siksa. Tidak perlu khawatir, Kami pasti akan menyelamatkan dia beserta keluarganya dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya yang tidak beriman. Isterinya termasuk orang-orang yang tertinggal dan akan dibinasakan.\"", "long": "Ibrahim merasa khawatir dan cemas akan nasib Lut, karena Lut mungkin akan turut hancur bersama mereka. Oleh karena itu, ia mengingatkan hal ini kepada mereka yang ditugaskan Allah itu. Ibrahim berkata, \"Hai malaikat, di sana ada seorang utusan Allah bernama Lut. Dia bukan termasuk orang yang aniaya kepada dirinya, bahkan ia seorang rasul yang beriman dan taat kepada-Nya.\" Malaikat itu menjawab, \"Ya kami sudah memakluminya, dan Lut bukan termasuk dalam golongan orang yang jahat itu. Akan tetapi, istrinya termasuk orang yang tetap akan disiksa, karena turut membenarkan kaum Lut atas kekafiran, kezaliman, dan perbuatan-perbuatan keji mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3373, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 20, "page": 400, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u0633\u0650\u064a\u0621\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0636\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0630\u064e\u0631\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u064f\u0648\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaaa an jaaa'at Rusulunaa Lootan seee'a bihim wa daaqa bihim zar'anw wa qaaloo laa takhaf wa laa tahzan innaa munajjooka wa ahlaka illam ra ataka kaanat minal ghaabireen" } }, "translation": { "en": "And when Our messengers came to Lot, he was distressed for them and felt for them great discomfort. They said, \"Fear not, nor grieve. Indeed, we will save you and your family, except your wife; she is to be of those who remain behind.", "id": "Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Lut, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, “Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang tinggal (dibinasakan).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3373", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3373.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3373.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memberitahukan kabar gembira tentang kelahiran putra dan cucu dan berita kehancuran Nabi Lut kepada Nabi Ibrahim, para malaikat segera menuju perkampungan kaum Nabi Lut, Dan ketika para malaikat utusan Kami datang kepada Nabi Lut, dia merasa bersedih karena kedatangan mereka yang tampil dalam wujud beberapa laki-laki tampan rupawan, dan dia merasa tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka dari tindakan amoral kaumnya. Melihat Nabi Lut gelisah, para malaikat utusan Allah itu menenangkan Nabi Lut dan berkata, \"Janganlah engkau takut menyangkut keselamatan diri kami, karena mereka tidak akan mampu menyentuh kami, dan jangan pula bersedih hati karena informasi yang kami sampaikan menyangkut kehancuran penduduk negeri. Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikut mu yang beriman, kecuali isterimu, dia termasuk kelompok orang-orang yang tinggal dan akan dibinasakan.", "long": "Ketika malaikat datang menemui Lut dan menyampaikan maksud kedatangannya, Lut menjadi panik dan sesak napas. Sebab, ia khawatir orang-orang Sodom itu akan mengganggunya kelak bila mengetahui ada tamu yang mulia itu. Oleh karena itu, kedatangan malaikat itu sengaja dirahasiakannya. Lut tidak sanggup menolak kedatangan mereka. Setelah melihat ketakutan dan kecemasan Lut atas kedatangan kaumnya, para malaikat itu menenteramkannya dengan berkata, \"Hai Lut hendaklah engkau tenang, jangan gusar. Engkau tak usah khawatir akan keselamatan kami dan apa yang dilakukan oleh kaummu terhadap kami. Sebab perbuatan jahat mereka telah sampai ke puncaknya dan nasihat sudah cukup banyak engkau sampaikan kepada mereka.\"\n\nUntuk menenteramkan perasaan Lut, malaikat itu berkata pula, \"Kami akan menyelamatkan engkau dari siksaan yang akan diturunkan kepada kaummu dalam waktu dekat ini, demikian pula para pengikutmu yang beriman dan setia. Tak dapat tidak, pastilah mereka itu akan mengalami siksaan berat. Dan istrimu termasuk golongan orang-orang yang akan dihukum\". \n\nIstri Lut mengetahui ada tamu lelaki menginap di rumahnya, maka dengan serta-merta ia memberitahukan hal itu kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, tersiarlah berita dengan cepat bahwa di rumah Lut ada tamu tak dikenal. Dengan segera timbullah niat jahat dalam hati mereka untuk mengganggu tamu itu. Mereka lalu berunding dan bermufakat untuk membuat suatu rencana supaya bisa melaksanakan niat tersebut. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa istri Lut termasuk orang yang berserikat dalam rencana busuk itu. \n\nKeterangan malaikat di atas menenangkan perasaan Lut dari ketakutan. Kepada beliau diingatkan lagi, \"Kami para malaikat pasti akan mendatangkan siksaan kepada mereka dengan tangan kami sendiri, akibat kefasikan yang sudah berurat berakar dalam diri mereka.\"\n\nPendapat yang masyhur menyebutkan, mula-mula terjadi guncangan keras, dan tanah tempat kediaman manusia yang durhaka itu menjadi jungkir balik. Setelah diserang hujan batu dan gempa bumi yang dahsyat, negeri itu menjadi hancur berantakan dan rata dengan bumi. Akhirnya negeri Sodom, bekas kediaman umat Nabi Lut, menjadi lautan mati (al-Bahrul Mayit)." } } }, { "number": { "inQuran": 3374, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 20, "page": 400, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0631\u0650\u062c\u0652\u0632\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa munziloona 'alaaa ahli haazihil qaryati rijzam minas samaaa'i bimaa kaanoo yafsuqoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, we will bring down on the people of this city punishment from the sky because they have been defiantly disobedient.\"", "id": "Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3374", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3374.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3374.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para malaikat menyampaikan cara pembinasaan tersebut dengan menyatakan, \"Sesungguhnya kami atas perintas Allah akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini disebabkan karena mereka selalu berbuat fisik yakni keluar dari ketaatan kepada Allah dengan melanggar ketetapan-Nya\"", "long": "Ketika malaikat datang menemui Lut dan menyampaikan maksud kedatangannya, Lut menjadi panik dan sesak napas. Sebab, ia khawatir orang-orang Sodom itu akan mengganggunya kelak bila mengetahui ada tamu yang mulia itu. Oleh karena itu, kedatangan malaikat itu sengaja dirahasiakannya. Lut tidak sanggup menolak kedatangan mereka. Setelah melihat ketakutan dan kecemasan Lut atas kedatangan kaumnya, para malaikat itu menenteramkannya dengan berkata, \"Hai Lut hendaklah engkau tenang, jangan gusar. Engkau tak usah khawatir akan keselamatan kami dan apa yang dilakukan oleh kaummu terhadap kami. Sebab perbuatan jahat mereka telah sampai ke puncaknya dan nasihat sudah cukup banyak engkau sampaikan kepada mereka.\"\n\nUntuk menenteramkan perasaan Lut, malaikat itu berkata pula, \"Kami akan menyelamatkan engkau dari siksaan yang akan diturunkan kepada kaummu dalam waktu dekat ini, demikian pula para pengikutmu yang beriman dan setia. Tak dapat tidak, pastilah mereka itu akan mengalami siksaan berat. Dan istrimu termasuk golongan orang-orang yang akan dihukum\". \n\nIstri Lut mengetahui ada tamu lelaki menginap di rumahnya, maka dengan serta-merta ia memberitahukan hal itu kepada rekan-rekannya. Oleh karena itu, tersiarlah berita dengan cepat bahwa di rumah Lut ada tamu tak dikenal. Dengan segera timbullah niat jahat dalam hati mereka untuk mengganggu tamu itu. Mereka lalu berunding dan bermufakat untuk membuat suatu rencana supaya bisa melaksanakan niat tersebut. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa istri Lut termasuk orang yang berserikat dalam rencana busuk itu. \n\nKeterangan malaikat di atas menenangkan perasaan Lut dari ketakutan. Kepada beliau diingatkan lagi, \"Kami para malaikat pasti akan mendatangkan siksaan kepada mereka dengan tangan kami sendiri, akibat kefasikan yang sudah berurat berakar dalam diri mereka.\"\n\nPendapat yang masyhur menyebutkan, mula-mula terjadi guncangan keras, dan tanah tempat kediaman manusia yang durhaka itu menjadi jungkir balik. Setelah diserang hujan batu dan gempa bumi yang dahsyat, negeri itu menjadi hancur berantakan dan rata dengan bumi. Akhirnya negeri Sodom, bekas kediaman umat Nabi Lut, menjadi lautan mati (al-Bahrul Mayit)." } } }, { "number": { "inQuran": 3375, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 20, "page": 400, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f \u062a\u0651\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqat taraknaa min haaa aayatam baiyinatal liqawminy ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And We have certainly left of it a sign as clear evidence for a people who use reason.", "id": "Dan sungguh, tentang itu telah Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3375", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3375.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3375.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah para utusan Kami melaksanakan tugas dengan sempurna, dan demi keagungan dan kekuasaan Kami, sungguh, tentang negeri Sodom itu telah Kami tinggalkan padanya suatu tanda bukti kuasa Kami yang nyata bagi orang-orang yang mengerti dan menjadikannya sebagai pelajaran.", "long": "Kemudian dijelaskan bahwa di samping untuk menghukum kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh kaum Lut, azab dan bala itu diturunkan juga diharapkan menjadi peringatan bagi generasi yang hidup sesudahnya, yaitu orang-orang yang menggunakan akal dan ingin mendapatkan pelajaran dari apa yang telah terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 3376, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 20, "page": 400, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e\u0646\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0639\u064e\u064a\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062b\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ilaa Madyana akhaahum Shu'ayban faqaala yaa qawmi'-budul laaha warjul yawmal aakhira wa laa ta'saw fil ardi mufsideen" } }, "translation": { "en": "And to Madyan [We sent] their brother Shu'ayb, and he said, \"O my people, worship Allah and expect the Last Day and do not commit abuse on the earth, spreading corruption.\"", "id": "Dan kepada penduduk Madyan, (Kami telah mengutus) saudara mereka Syuaib, dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3376", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3376.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3376.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan terrdahulu pengutusan Nabi Ibrahim dan Nabi Lut, kini dijelaskan kisah Nabi Syuaib. Dan kepada penduduk kota Madyan, Kami juga telah mengutus saudara mereka Syuaib. Segera setelah mendapat tugas dia menemui mereka dan berkata, \"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, harapkanlah pahala dan ganjaran-Nya pada hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan dan kemaksiatan, tetapi bertobat dan berserah dirilah kepada-Nya.\"", "long": "Allah mengutus Nabi Syuaib kepada kaum yang berdiam di negeri Madyan, supaya mereka beribadah kepada Allah Yang Maha Esa dengan ikhlas. Ibadah tersebut akan bermanfaat untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Dalam ayat ini dikatakan \"harapkanlah (pahala) hari akhir\", berarti hendaklah kamu merasa takut dengan kedatangan hari itu dan persiapkanlah dirimu dengan amal saleh sebanyak-banyaknya guna menghadapinya. Di samping seruan untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, dan memperbanyak amal untuk perbekalan di kampung akhirat, Syuaib juga menganjurkan supaya meninggalkan segala perbuatan yang bersifat merusak dan membinasakan. Jangan saling merugikan antara sesama manusia, seperti mengurangi takaran dan timbangan, dan merampok kafilah yang sedang lalu. Kemudian mereka juga diperintahkan untuk memperbanyak tobat kepada Tuhan sambil mengembalikan diri kepada-Nya dengan jalan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya" } } }, { "number": { "inQuran": 3377, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 20, "page": 400, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u0652\u0641\u064e\u0629\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062f\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u062b\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakazzaboohu fa akhazat humur rajfatu fa asbahoo fee daarihim jaasimeen" } }, "translation": { "en": "But they denied him, so the earthquake seized them, and they became within their home [corpses] fallen prone.", "id": "Mereka mendustakannya (Syuaib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3377", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3377.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3377.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanpa berpikir panjang mereka mendutakannya, menolak ajakan Nabi Syuaib dan terus berbuat kerusakan, antara lain melakukankejahatan ekonomi dengan mengurangi takaran dan timbangan. Maka sebagai akibat kedurhakaan itu mereka ditempa gempa yang dahsyat dan menghancurkan, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.", "long": "Akan tetapi, sebagaimana halnya kaum Nabi Lut, umat Nabi Syuaib pun durhaka dan tidak mau menerima nasihat Nabi Syuaib. Mereka malah mendustakannya. Oleh karena itu, berlakulah sunah Allah. Ketika mereka dengan terang-terangan mengingkari Syuaib setelah diberi peringatan berulang-ulang, maka tibalah waktunya Allah mengazab mereka. Bumi tempat kediaman mereka diguncang oleh gempa yang menggetarkan dan menghancurkan tanah kediaman mereka. Mereka mati jungkir balik dan ditelan bumi, tanpa bergerak lagi. Cerita lebih lengkap tentang Nabi Syuaib telah disebutkan pula oleh Tuhan dalam ayat-ayat lain, yaitu pada Surah Al-A'raf/7: 88-93, Hud/11: 87-94, dan asy-Syu'ara'/26: 176-190." } } }, { "number": { "inQuran": 3378, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 20, "page": 400, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f \u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa 'Aadanw wa Samooda wa qat tabaiyana lakum mim masaakinihim wa zaiyana lahumush Shaitaanu a'maalahum fasaddahum 'anis sabeeli wa kaanoo mustabsireen" } }, "translation": { "en": "And [We destroyed] 'Aad and Thamud, and it has become clear to you from their [ruined] dwellings. And Satan had made pleasing to them their deeds and averted them from the path, and they were endowed with perception.", "id": "Juga (ingatlah) kaum ’Ad dan Samud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3378", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3378.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3378.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kisah kehancuran kaum yang durhaka. Juga ingatlah kaum 'Ad yang diutus kepada mereka Nabi Hud dan kaum Samud yang merupakan kaum Nabi Saleh, yang telah Kami binasakan karena kedurhakaan mereka. Sungguh telah nyata bagi kamu kehancuran mereka dari puing-puing tempat tinggal mereka yang masih dapat kamu saksikan, wahai kaum musyrik Mekah, dalam perjalanan dagangmu dari Mekah menuju Syam dan Yaman. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan buruk mereka sampai akhirnya lengah, sehingga setan berhasil menghalangi mereka dari jalan Allah yang mengantarkan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Demikian yang terjadi pada mereka, sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam menurut ukuran zamannya, terbukti dengan keberhasilan mereka membangun peradaban, namun kekuatan dan ketajaman pandangan itu tidak mereka manfaatkan.", "long": "Akan tetapi, sebagaimana halnya kaum Nabi Lut, umat Nabi Syuaib pun durhaka dan tidak mau menerima nasihat Nabi Syuaib. Mereka malah mendustakannya. Oleh karena itu, berlakulah sunah Allah. Ketika mereka dengan terang-terangan mengingkari Syuaib setelah diberi peringatan berulang-ulang, maka tibalah waktunya Allah mengazab mereka. Bumi tempat kediaman mereka diguncang oleh gempa yang menggetarkan dan menghancurkan tanah kediaman mereka. Mereka mati jungkir balik dan ditelan bumi, tanpa bergerak lagi. Cerita lebih lengkap tentang Nabi Syuaib telah disebutkan pula oleh Tuhan dalam ayat-ayat lain, yaitu pada Surah Al-A'raf/7: 88-93, Hud/11: 87-94, dan asy-Syu'ara'/26: 176-190." } } }, { "number": { "inQuran": 3379, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 20, "page": 401, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Qaaroona wa Fir'awna wa haamaana wa laqad jaaa'ahum Moosa bilbaiyinaati fastakbaroo fil ardi wa maa kaanoo saabiqeen" } }, "translation": { "en": "And [We destroyed] Qarun and Pharaoh and Haman. And Moses had already come to them with clear evidences, and they were arrogant in the land, but they were not outrunners [of Our punishment].", "id": "dan (juga) Karun, Fir‘aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3379", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3379.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3379.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah juga kisah tentang kehancuran Karun, seorang kaya raya yang angkuh dari kaum nabi Musa; Fir'aun, raja dan penguasa Mesir yang kejam dan Haman seorang kepercayaan Fir'aun yang patuh dan selalu mengikuti keinginannya. Sungguh, telah datang kepada mereka bertiga utusan Allah yang bernama Nabi Musa dengan membawa keterangan-keterangan yang didukung oleh bukti dan mukjizan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di muka bumi, dan mereka termasuk orang-orang yang tidak luput dari kebinasaan dan azab Allah.", "long": "Musa telah menjelaskan kepada Karun, Fir'aun, dan Haman tanda-tanda kebesaran ayat Allah sebagai dasar untuk memperkuat risalah yang dibawanya. Namun demikian, mereka bersikap angkuh atau takabur dan tidak mau beriman. Kecongkakan Fir'aun sungguh telah melampaui batas. Ia menganggap dirinya sebagai tuhan yang harus disembah. Oleh karena itu, mereka semua tidak terlepas dari azab Allah dalam berbagai siksaan." } } }, { "number": { "inQuran": 3380, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 20, "page": 401, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0646\u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0627\u0635\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0633\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakullan akhaznaa bizam bihee faminhum man arsalnaa 'alaihi haasibaa; wa minhum man akhazat hus saihatu wa minhum man khasafnaa bihil arda wa minhum man aghraqnaa; wa maa kaanal laahu li yazlimahum wa laakin kaanoo anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "So each We seized for his sin; and among them were those upon whom We sent a storm of stones, and among them were those who were seized by the blast [from the sky], and among them were those whom We caused the earth to swallow, and among them were those whom We drowned. And Allah would not have wronged them, but it was they who were wronging themselves.", "id": "Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3380", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3380.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3380.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, akibat keangkuhan kedurhakaan masing-masing dari mereka bertiga itu dan para pendurhaka selain mereka Kami turunkan azab karena dosanya masing-masing; di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, seperti yang dialami kaum 'Ad dan kaum Nabi Lut; ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, seperti kaum Madyan dan Samud; ada yang kami benamkan ke dalam bumi, seperti Karun beserta harta kakayaannya dan beserta pengikutnya; dan ada pula yang Kami tenggelamkan seperti kaum Nabi Nuh dan Fir'aun beserta bala tentaranya, Siksa dan bencana itu dijatuhkan bukan karena kesewenang-wenangan, tetapi itu adalah buah kedurhakaan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, dengan menjatukan siksa dan bencana itu, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri dengan keangkuhan dan kedurhakaan.", "long": "Allah membinasakan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dengan menurunkan bermacam-macam azab, di antaranya:\n\na. Angin yang sangat kencang dan membawa batu, yang didatangkan kepada kaum 'Ad. Mereka menantang Nabi Hud, \"Siapakah gerangan yang lebih kuat dan berkuasa lagi dari kami?\" Kesombongan mereka dibalas Tuhan dengan mendatangkan angin, sehingga mereka mati bergelimpangan. Allah berfirman dalam ayat lain yang menjelaskan tentang siksaan itu, yakni:\n\nSedangkan kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? (al-haqqah/69: 6-8) \n\nb. Suara mengguntur yang memecahkan anak telinga. Siksaan ini diturunkan kepada kaum Samud. Mereka masih membangkang, tidak mau beriman kepada Nabi Saleh. Tiba-tiba mereka dipingsankan lalu mati oleh kejutan suara yang mengguntur yang dahsyat sekali. Allah menjelaskan lagi:\n\nMaka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras. (al-haqqah/69: 5)\n\nc. Ditelan bumi, inilah kisah buat Karun, seorang hartawan. Pada mulanya, ia adalah seorang yang beriman dan patuh kepada Musa. Kemudian setelah kaya, ia menjadi sombong dan durhaka. Ia berbuat kemungkaran melampaui batas. Lebih dari itu, ia tidak mau menyerahkan zakat sebagai kewajiban harta kekayaan bagi orang kaya. Karena kecongkakan ini, Allah menyiksanya. Tanah sekitar Karun berpijak berguncang, runtuh, dan secara berangsur menelan tubuh Karun sampai lenyap sama sekali dari permukaan bumi.\n\nFirman Allah : \n\nMaka Kami benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri. (al-Qasas/28: 81)\n\nd. Ditenggelamkan ke dalam air. Inilah siksaan buat umat Nabi Nuh bersama seluruh hartanya. Selain umat Nabi Nuh, Fir'aun, Haman beserta bala tentaranya juga tenggelam dalam Laut Merah sebagai balasan atas kesombongan dan siksaan yang mereka lakukan terhadap Musa dan pengikutnya. Firman Allah tentang Nuh dalam Surah al-Anbiya'/21: 76-77:\n\nDan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar. Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya. (al-Anbiya'/21: 76-77)\n\nFirman Allah tentang Fir'aun dalam Surah al-Qasas/28: 39-40:\n\nDan dia (Fir'aun) dan bala tentaranya berlaku sombong, di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. Maka Kami siksa dia (Fir'aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim.\n\nSemua itu adalah balasan yang setimpal atas kesalahan yang mereka lakukan, bukan kezaliman dari Allah. Dia tidak akan menyiksa seseorang kecuali yang mengerjakan perbuatan tercela. Mengazab seseorang tanpa ada kesalahan tidak sesuai dengan sunah Allah yang berlaku. Mereka yang tersebut dalam ayat-ayat yang lalu disiksa karena dosa dan kekafiran mereka terhadap Allah. Di samping itu, juga karena mereka menyembah berhala dan mengingkari nikmat yang diberikan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3381, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 20, "page": 401, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u0643\u064e\u0628\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u0643\u064e\u0628\u064f\u0648\u062a\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Masalul lazeenat takhazoo min doonil laahi awliyaaa'a kamasalil 'ankaboot, ittakhazat baitaa; wa inna awhanal buyooti la baitul 'ankaboot; law kaanoo ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "The example of those who take allies other than Allah is like that of the spider who takes a home. And indeed, the weakest of homes is the home of the spider, if they only knew.", "id": "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3381", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3381.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3381.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dibicarakan kaum musyrikin yang menyembah berhala dan berharap perlindungan darinya, sebuah sikap yang tidak dapat diterima akal dan jiwa yang sehat, kini dijelaskan bahwa perumpamaan orang-orang yang bersungguh-sungguh mengambil dan menjadikan berhala atau lainnya sebagai pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah dengan sungguh-sungguh dan bersusah payah untuk menjadi perlindungan baginya. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah dan rapuh ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui bahwa perumpamaannyasedemikian rupa, maka mereka pasti tidak akan menjadikannya sebagai pelindung.", "long": "Kaum penyembah berhala yang memandang selain Allah sebagai penolong mereka dan selalu mengharapkan darinya pertolongan dan penolak bahaya, adalah bagaikan laba-laba yang berlindung pada sarangnya yang begitu lemah, sehingga tak kuat menahan tiupan angin, dan melindunginya dari dingin dan panas. Sarang tersebut tak dapat memenuhi kebutuhan utamanya apabila sedang diperlukan. Demikianlah halnya orang-orang kafir (musyrik). Mereka tak sanggup menyelamatkan diri bila Allah mendatangkan siksa-Nya. Pelindung mereka (selain dari Allah) tidak akan dapat memberikan pertolongan. Bahkan, diri mereka sendiri tidak dapat mengelakkan mereka dari azab Allah. \n\nRingkasnya, orang musyrik penyembah berhala itu tak ubahnya bagaikan laba-laba yang membuat sarang, sangat rapuh dan lemah. Sarang laba-laba itu adalah ibarat dari suatu bangunan rumah yang sangat rapuh. Demikian pula agama yang sangat lemah adalah agama yang menyembah berhala" } } }, { "number": { "inQuran": 3382, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 20, "page": 401, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Innal laaha ya'lamu maa yad'oona min doonihee min shai'; wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah knows whatever thing they call upon other than Him. And He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Sungguh, Allah mengetahui apa saja yang mereka sembah selain Dia. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3382", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3382.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3382.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0in;\r\n\tmso-para-margin-right:0in;\r\n\tmso-para-margin-bottom:10.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0in;\r\n\tline-height:115%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",\"sans-serif\";\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;}\r\n\r\n\r\nJangan heran dengan perumpamaan itu,  karena memang demikian hakikatnya. Sungguh, Allah senantiasa mengetahui hakikat dan substansi apa saja yang mereka sembah selain Dia, baik itu berhala, benda langit maupun makhluk-makhluk lainnya. Semua itu lemah, sehingga tidak mungkin mampu memberi perlindungan, Dan Dia Yang Mahaperkasa, lagi Mahabijaksana.", "long": "Allah Maha Mengetahui tentang apa yang mereka minta kepada berhala, patung, jin, bahkan manusia. Semuanya tak akan mungkin memberikan manfaat atau mendatangkan kecelakaan kepada seseorang bilamana Allah tidak menghendaki. Begitu lemahnya apa yang mereka sembah sehingga sama halnya dengan laba-laba yang hanya sanggup membuat rumah yang sangat rapuh sekali. \n\nAllah berkuasa menurunkan siksa kepada siapa yang kafir. Oleh karena itu, orang-orang musyrik hendaklah merasa takut kepada Allah, dan segera beriman kepada-Nya sebelum datang siksaan-Nya, seperti yang pernah dikirimkan-Nya kepada orang-orang dahulu kala. Bila siksaan Allah datang, tidak seorang pun di antara para penolong mereka itu (berhala-berhala) yang dapat menyelamatkan mereka. Allah selalu perkasa untuk menghancurkan barang siapa yang sepatutnya dibinasakan, dan Maha Bijaksana untuk mengundurkan siksa tersebut bagi orang yang diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan dan dengan teguh melaksanakan kebaikan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3383, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 20, "page": 401, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064f \u0646\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tilkal amsaalu nadribuhaa linnaasi wa maa ya'qiluhaaa illal 'aalimoon" } }, "translation": { "en": "And these examples We present to the people, but none will understand them except those of knowledge.", "id": "Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3383", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3383.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3383.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0in;\r\n\tmso-para-margin-right:0in;\r\n\tmso-para-margin-bottom:10.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0in;\r\n\tline-height:115%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",\"sans-serif\";\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;}\r\n\r\n\r\nDan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat dan paparkan untuk manusia agar diambil manfaatnya dan dijadkan pelajaran,; dan tidak ada yang akan memahaminya dengan baik dan sempurna kecuali mereka yang berilmu dan mendalam ilmu pengetahuannya tentang Allah, tanda-tanda kekuasaan-Nya dan segala ketetapan-Nya.", "long": "Demikianlah Allah mengumpamakan sesuatu perumpamaan bagi manusia. Hanya orang berakal yang dapat memikirkan perumpamaan tersebut. Allah sengaja mengambil laba-laba sebagai perumpamaan, karena itu barangkali yang mudah mereka pahami. Selain dari itu, juga dimaksudkan untuk menerangkan segala keraguan mereka selama ini. Orang yang selalu menggunakan hati dan pikirannya dan ahli-ahli ilmu pengetahuan pasti dapat memahami perumpamaan tersebut dan akan semakin banyak mengetahui rahasia-rahasia Allah yang terkandung dalam ayat-ayat-Nya. Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah pernah berkata:\n\n\"Orang yang berilmu itu ialah orang yang menjaga hal-hal yang dari Allah, dan beramal dalam rangka taat kepada-Nya serta menjauhi segala kemarahan-Nya.\" (Riwayat al-Haitsami)" } } }, { "number": { "inQuran": 3384, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 20, "page": 401, "manzil": 5, "ruku": 345, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Khalaqal laahus samaawaati wal arda bilhaqq; inna fee zaalika la aayatal lilmu mineen" } }, "translation": { "en": "Allah created the heavens and the earth in truth. Indeed in that is a sign for the believers.", "id": "Allah menciptakan langit dan bumi dengan haq. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3384", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3384.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3384.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0in;\r\n\tmso-para-margin-right:0in;\r\n\tmso-para-margin-bottom:10.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0in;\r\n\tline-height:115%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",\"sans-serif\";\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-bidi-font-family:Arial;\r\n\tmso-bidi-theme-font:minor-bidi;}\r\n\r\n\r\nTidak ada yang dapat mengalahkan kehendak Allah, dan tidak ada dapat menjadi pelindung, kecuali Dia Yang memiliki kekuatan dan  sifat-sifat terpuji. Allah menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis dan bumi yang terhampar dengan haq; bukan dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah untuk kebaikan dan kemaslahatan makhluk-Nya. Sungguh, pada penciptaan dan pemeliharaan Allah yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman yang salah satu ciri mereka adalah memliliki ilmu pengetahuan.", "long": "Dalil tentang kebesaran dan keagungan Allah itu terlihat pada ciptaan langit dan bumi. Bagi orang yang beriman dan menggunakan akal pikirannya, semua ciptaan Allah itu mengandung hikmah, dan tidak dijadikan percuma begitu saja. Dengan demikian kejadian langit dan bumi, memungkinkan manusia untuk menambah dan memperluas cakrawala pengetahuannya. Di samping itu, pengenalan mereka akan lebih intensif kepada Penciptanya, yakni Allah. \n\nMenurut kajian ilmiah, dalam menciptakan segala sesuatunya, Allah tidak pernah bermain-main. Dia melakukannya dengan \"benar\", dengan haq (antara lain juga dapat dilihat pada Surah Ibrahim/14: 19). Kata haq mengindikasikan sesuatu yang langgeng, mantap, sehingga tidak akan berubah. Dapat dilihat bahwa kehadiran semua benda yang ada di alam semesta ini mempunyai tujuan. Tidak ada satu benda pun diadakan Tuhan tanpa mempunyai tujuan. \n\nPlanet bumi ini dengan langitnya (atmosfer), telah diciptakan Allah dengan haq. Kata haq ini mengandung arti \"dengan benar, dengan tepat\". Bagaimanakah kebenaran dan ketepatan ciptaan-Nya, dapat dilihat dari uraian berikut.\n\nAtmosfer bumi terutama terdiri atas gas Nitrogen (N2“ sebesar 70%) yang tidak bersifat racun terhadap manusia. Gas ini sangat penting dalam proses pertumbuhan makhluk hidup, terutama tumbuhan. Sedangkan 20% lainnya diisi oleh gas Oksigen (O2) yang memberikan energi untuk proses metabolisme semua makhluk, melalui proses pernafasan (respirasi).\n\nJarak antara matahari dan bumi adalah sekitar 139 juta km. Jarak ini dianggap tepat karena pada jarak ini sinar matahari dapat berfungsi membantu berlangsungnya proses kehidupan. Apabila jaraknya berubah, apakah menjauh atau mendekat, maka efek sinar yang jatuh di bumi akan sangat fatal bagi makhluk hidup. Suhu bumi pada garis equator juga dianggap sangat moderat, yaitu rata-rata antara 28-350C.\n\nDalam uraian di atas telah digambarkan bahwa Allah menciptakan bumi bukan dengan main-main. Semuanya begitu tepat untuk mulainya kehidupan di bumi ini. Bagaimana kenyamanan bumi dibandingkan dengan beberapa planet lain yang ada dalam tata surya yang sama dapat kita lihat pada uraian di bawah ini. Dalam perbandingan yang dilakukan, terutama pada jarak antara matahari dan masing-masing planet, tampak akan efek jarak dengan masing-masing planet." } } }, { "number": { "inQuran": 3385, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 20, "page": 401, "manzil": 5, "ruku": 346, "hizbQuarter": 160, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062a\u0652\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u062a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Utlu maaa oohiya ilaika mional Kitaabi wa aqimis Salaata innas Salaata tanhaa 'anil fahshaaa'i wal munkar; wa lazikrul laahi akbar; wal laahu ya'lamu maa tasna'oon" } }, "translation": { "en": "Recite, [O Muhammad], what has been revealed to you of the Book and establish prayer. Indeed, prayer prohibits immorality and wrongdoing, and the remembrance of Allah is greater. And Allah knows that which you do.", "id": "Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3385", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3385.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3385.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "-46. Pada ayat sebelumnya Allah memberi umat Islam petunjuk dalam menghadapi kaum musyrik Mekah atau para penyembah berhala. Allah lalu menyusulinya dengan ayat ini, yang mengajarkan cara berdakwah kepada kaum Yahudi dan Nasrani. Dan janganlah kamu, wahai", "long": "Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad agar selalu membaca dan memahami Al-Qur'an yang telah diturunkan kepadanya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan memahami pesan-pesan Al-Qur'an, ia dapat memperbaiki dan membina dirinya sesuai dengan tuntutan Allah. Perintah ini juga ditujukan kepada seluruh kaum Muslimin. Penghayatan terhadap kalam Ilahi yang terus dibaca akan mempengaruhi sikap, tingkah laku, dan budi pekerti orang yang membacanya.\n\nSetelah memerintahkan membaca, mempelajari, dan me-laksanakan ajaran-ajaran Al-Qur'an, maka Allah memerintahkan agar kaum Muslimin mengerjakan salat wajib, yaitu salat lima waktu. Salat hendaklah dikerjakan sesuai rukun dan syaratnya, serta penuh kekhusyukan. Sangat dianjurkan mengerjakan salat itu lengkap dengan sunah-sunahnya. Jika dikerjakan dengan sempurna, maka salat dapat mencegah dan menghalangi orang yang mengerjakannya dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.\n\nMengerjakan salat adalah sebagai perwujudan dari keyakinan yang telah tertanam di dalam hati orang yang mengerjakannya, dan menjadi bukti bahwa ia meyakini bahwa dirinya sangat tergantung kepada Allah. Oleh karena itu, ia berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai bacaan surat al-Fatihah dalam salat, \"Tunjukkanlah kepada kami (wahai Allah) jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.\" Doa itu selalu diingatnya, sehingga ia tidak berkeinginan sedikit pun untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar.\n\nBeberapa ulama tafsir berpendapat bahwa yang memelihara orang yang mengerjakan salat dari perbuatan keji dan mungkar itu ialah salat itu sendiri. Menurut mereka, salat itu memelihara seseorang selama orang itu memelihara salatnya, sebagaimana firman Allah:\n\nPeliharalah semua salat dan salat wustha. Dan laksanakanlah (salat) karena Allah dengan khusyuk. (al-Baqarah/2: 238)\n\nRasulullah saw menerangkan keutamaan dan manfaat yang diperoleh orang yang mengerjakan salat serta kerugian dan siksaan yang akan menimpa orang yang tidak mengerjakannya, sebagaimana tersebut dalam hadis: \n\nDari Nabi saw, bahwasanya ia pada suatu hari menyebut tentang salat, maka ia berkata, \"Barang siapa yang memelihara salat, ia akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari Kiamat, dan barang siapa yang tidak memeliharanya, ia tidak akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan. Dan ia pada hari Kiamat bersama Karun, Fir'aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf. (Riwayat Ahmad dan ath-thabrani dari 'Abdullah bin 'Umar) \n\nNabi saw menerangkan pula keadaan orang yang mengerjakan salat lima waktu dengan sungguh-sungguh, lengkap dengan rukun dan syaratnya, tetap pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Orang yang demikian, kata Nabi, seakan-akan dosanya dicuci lima kali sehari, sehingga tidak sedikit pun yang tertinggal. Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Bagaimanakah pendapatmu, andaikata ada sebuah sungai dekat pintu rumah salah seorang dari kamu, ia mandi di sungai itu lima kali setiap hari. Adakah masih ada dakinya yang tinggal barang sedikit pun?\" Para sahabat menjawab, \"Tidak ada daki yang tertinggal barang sedikit pun.\" Rasulullah bersabda, \"Maka demikianlah perumpamaan salat yang lima waktu, dengan salat itu Allah akan menghapus semua kesalahannya.\" (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu Hurairah) \n\nDemikianlah perumpamaan yang diberikan Rasulullah saw tentang keadaan orang yang mengerjakan salat lima waktu dengan sungguh-sungguh hanya karena Allah.\n\nDari ayat dan hadis Rasulullah yang telah disebutkan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga sasaran yang hendak dituju oleh orang yang mengerjakan salat, yaitu: 1) timbulnya keikhlasan; 2) timbulnya sifat takwa kepada Allah; dan 3) selalu mengingat Allah.\n\nSalat hendaknya bisa menimbulkan keikhlasan bagi orang yang mengerjakannya karena dikerjakan semata-mata karena Allah, untuk memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya. Sebagai perwujudan dari ikhlas ini pada diri seseorang ialah timbulnya keinginan di dalam hatinya untuk mengerjakan segala sesuatu yang diridai Allah. \n\nBertakwa kepada Allah maksudnya ialah timbulnya keinginan bagi orang yang mengerjakan salat itu untuk melaksanakan semua yang diperintahkan Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya. Dengan salat seseorang juga akan selalu mengingat Allah, karena dalam bacaan salat itu terdapat ucapan-ucapan tasbih, tahmid, dan takbir. Ia juga dapat merasakan keagungan dan kebesaran Allah.\n\nAllah mengancam orang-orang yang tidak mengerjakan salat dengan azab neraka. Allah juga mengancam orang-orang yang mengerjakan salat karena ria dan orang-orang yang lalai dalam mengerjakannya. Allah berfirman:\n\n(4) Maka celakalah orang yang salat, (5) (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, (6) yang berbuat ria, (7) dan enggan (memberikan) bantuan. (al-Ma'un/107: 4-7)\n\nSenada dengan ayat di atas, Rasulullah saw bersabda:\n\nBarang siapa yang telah mengerjakan salat, tetapi salatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar, maka salatnya itu tidak akan menambah sedikit pun (kepadanya), kecuali ia bertambah jauh dari Allah. (Riwayat Ibnu Jarir dari Isma'il bin Muslim bin al-hasan) \n\nSelanjutnya ayat ini menerangkan bahwa mengingat Allah itu adalah lebih besar. Maksud pernyataan ini ialah salat merupakan ibadah yang paling utama dibanding dengan ibadah-ibadah yang lain. Oleh karena itu, hendaklah setiap kaum Muslimin mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Dengan perkataan lain bahwa kalimat ini menegaskan kembali kalimat sebelumnya yang memerintahkan kaum Muslimin mengerjakan salat dan menerangkan hikmah mengerjakannya.\n\nIbnu 'Abbas dan Mujahid menafsirkan kalimat \"wa ladzikrullah akbar\" (mengingat Allah itu adalah lebih besar) dengan penjelasan Rasulullah bahwa Allah mengingat para hamba-Nya lebih banyak dibandingkan dengan mereka mengingat-Nya dengan cara menaati-Nya. Nabi saw bersabda:\n\nAllah lebih banyak mengingatmu daripada kamu mengingat-Nya. (Riwayat al-Baihaqi) \n\nHal ini sesuai dengan hadis qudsi Nabi saw: \n\nBarang siapa yang mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan siapa yang mengingat-Ku bersama-sama dengan suatu jamaah tentu Aku akan mengingatnya dalam kelompok yang lebih bagus daripada mereka. (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 3386, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 21, "page": 402, "manzil": 5, "ruku": 346, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa tujaadilooo Ahlal Kitaabi illaa billatee hiya ahsanu illal lazeena zalamoo minhum wa qoolooo aamannaa billazeee unzila ilainaa wa unzila ilaikum wa illaahunna wa illahukum waahidunw-wa nahnu lahoo muslimoon" } }, "translation": { "en": "And do not argue with the People of the Scripture except in a way that is best, except for those who commit injustice among them, and say, \"We believe in that which has been revealed to us and revealed to you. And our God and your God is one; and we are Muslims [in submission] to Him.\"", "id": "Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, ”Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3386", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3386.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3386.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya Allah memberi umat Islam petunjuk dalam menghadapi kaum musyrik Mekah atau para penyembah berhala. Allah lalu menyusulinya dengan ayat ini, yang mengajarkan cara berdakwah kepada kaum Yahudi dan Nasrani. Dan janganlah kamu, wahai umat Islam, berdebat demi menunjukkan kebenaran ajaran Islam dengan Ahli Kitab, yakni Yahudi dan Nasrani yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad, melainkan dengan cara yang lebih lebih baik dibanding caramu menghadapi orang-orang musyrik yang tidak percaya Tuhan. Kaum Yahudi dan Nasrani sejatinya percaya kepada Tuhan dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan Isa sehingga lebih mudah bagimu untuk mengajak mereka kepada agama Islam. Berdebatlah dengan cara yang lebih baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, yaitu orang-orang yang tetap membantah, membangkang, bahkan memusuhimu setelah menerima penjelasan-penjelasan yang kamu sampaikan dengan cara terbaik. Kamu bisa menunjukkan cara dan sikap yang lebih tegas kepada mereka itu, dan katakanlah kepada mereka, ”Kami telah beriman kepada kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada kami dan kitab-kitab yang diturunkan kepadamu, yakni Taurat dan Injil. Tuhan kami dan Tuhan kamu sesungguhnya satu, yaitu Allah; dan hanya kepada-Nya kami senantiasa berserah diri.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin tentang materi dakwah dan cara menghadapi Ahli Kitab, karena sebagian besar mereka ini tidak menerima seruannya. Ketika Rasulullah menyampaikan ajaran Islam, kebanyakan dari mereka mendustakannya. Hanya sedikit sekali di antara mereka yang menerimanya. Padahal mereka telah mengetahui Muhammad dan ajaran yang dibawanya, sebagaimana mereka mengetahui dan mengenal anak-anak mereka sendiri.\n\nAllah berfirman:\n\nOrang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya) (al-Baqarah/2: 146) \n\nPada ayat yang lain, Allah menerangkan dan menjelaskan cara berdakwah yang baik, sebagaimana firman-Nya:\n\nSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (an-Nahl/16: 125) \n\nMenyeru manusia ke jalan Tuhan dengan hikmah dan bijaksana serta mendebat mereka dengan cara yang baik dilakukan kepada orang-orang yang tidak melakukan kezaliman. Adapun terhadap orang-orang yang melakukan kezaliman, yaitu orang-orang yang hatinya telah terkunci mati, tidak mau menerima kebenaran lagi, dan berusaha untuk melenyapkan Islam dan umatnya, tidak bisa dihadapi dengan cara-cara di atas.\n\nAhli Kitab yang zalim ialah mereka yang dalam hatinya ada penyakit iri, benci, dan dengki kepada kaum Muslimin, karena rasul dan nabi terakhir tidak diangkat dari kalangan mereka. Mereka memerangi Rasulullah dan kaum Muslimin dengan mengadakan tipu daya dan fitnah secara tersembunyi dan terang-terangan. Mereka selalu berusaha merintangi dakwah yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya, seperti mengadakan perjanjian persekutuan dengan orang-orang kafir yang lain. Sangat banyak contoh-contoh yang terjadi dalam sejarah yang berhubungan dengan hal ini. Oleh karena itu, mereka dinamai orang-orang yang zalim, dan berusaha merugikan kaum Muslimin. Di akhirat nanti, mereka menjadi orang-orang yang merugi dengan menerima azab yang setimpal dengan perbuatan mereka.\n\nSelanjutnya Allah memperingatkan bahwa jika Ahli Kitab mengajak kaum Muslimin membicarakan kitab suci mereka, dan memberitahukan kepadanya apa yang patut dibenarkan dan ditolak, sedang mereka sendiri mengetahui keadaan mereka itu, maka seharusnya kaum Muslimin berkata, \"Kami percaya kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepada kami dan juga percaya kepada Taurat dan Injil yang diturunkan kepadamu. Tuhan yang kami dan kamu sembah sebenarnya sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama tunduk dan patuh kepada-Nya serta melaksanakan segala perintah dan menghentikan larangan-Nya.\"\n\nSehubungan dengan maksud ayat ini, Abu Hurairah berkata, \"Para Ahli Kitab itu membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menafsirkan dengan bahasa Arab untuk orang-orang Islam. Lalu Nabi saw bersabda:\n\nJanganlah kamu membenarkan Ahli Kitab dan jangan pula kamu mendustakan mereka. Katakanlah kepada mereka, \"Kami beriman dengan apa yang telah diturunkan kepada kami dan yang telah diturunkan kepadamu. Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu dan kami berserah diri hanya kepada Nya saja. (Riwayat al-Bukhari dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 3387, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 21, "page": 402, "manzil": 5, "ruku": 346, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika anzalnaaa ilaikal Kitaab; fallazeena aatainaahumul kitaaba yu'minoona bihee wa min haaa'ulaaa'i many yu'minu bih; wa maa yajhadu bi'Aayaatinaa illal kaafiroon" } }, "translation": { "en": "And thus We have sent down to you the Qur'an. And those to whom We [previously] gave the Scripture believe in it. And among these [people of Makkah] are those who believe in it. And none reject Our verses except the disbelievers.", "id": "Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3387", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3387.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3387.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagaimana Kami telah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul sebelum engkau, demikianlah Kami juga turunkan Kitab Al-Qur’an kepadamu. Oleh karena itu, orang-orang yang telah Kami berikan Kitab, yakni Taurat dan Injil, dan tidak menutupi kebenaran isinya, terutama informasi tentang Nabi Muhammad, tentu mereka beriman kepadanya, yakni Al-Qur’an. Dan di antara mereka, yakni orang-orang kafir Mekah, ada juga orang yang beriman kepadanya, Al-Qur’an. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami dan terus-menerus dalam kekafirannya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan kepada Nabi Muhammad bahwa sebagaimana Ia telah menurunkan kitab kepada para rasul yang diutus sebelumnya, demikian pula Ia menurunkan Al-Qur'an kepadanya. Dalam kitab-kitab itu telah diisyaratkan kedatangan Nabi Muhammad di kemudian hari. Hal ini kemudian benar-benar menjadi kenyataan dengan pengutusan Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir. Para rasul Allah diperingatkan agar menyampaikan kepada umatnya untuk beriman dan mengikuti para rasul yang datang kemudian. Sebab, jika seseorang beriman kepada salah seorang dari para rasul yang diutus Allah, maka ia wajib pula beriman kepada para rasul Allah yang lain, baik yang datang lebih dahulu, maupun yang kemudian.\n\nOleh karena itu, sebagian dari Ahli Kitab yang ada pada masa Nabi Muhammad beriman kepadanya dan kepada Al-Qur'an, sesuai dengan perintah para nabi mereka. Mereka itu lebih mementingkan akhirat daripada dunia yang fana ini, dan tidak memperturutkan hawa nafsu. Di antara mereka yang bersikap demikian adalah Abdullah bin Salam, Tamim al-Anshari, dan lain-lain.\n\nAdapun orang-orang yang di hatinya ada penyakit, seperti iri hati karena rasul yang ditunggu kedatangannya itu bukan dari golongan mereka, atau tertipu oleh kesenangan dunia karena memperturutkan hawa nafsu, mereka akan mengingkari Al-Qur'an, terutama ayat-ayat yang menyatakan kerasulan Muhammad. Seharusnya orang-orang Ahli Kitab memperhatikan seruan dan petunjuk para rasul mereka untuk menyembah kepada Allah, dan mempercayai bahwa Muhammad adalah rasul dan nabi terakhir. Tidak ada seorang nabi atau rasul pun yang diutus Allah sesudahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3388, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 21, "page": 402, "manzil": 5, "ruku": 346, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064f\u0637\u0651\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kunta tatloo min qablihee min kitaabinw wa laa takhuttubhoo bi yameenika izal lartaabal mubtiloon" } }, "translation": { "en": "And you did not recite before it any scripture, nor did you inscribe one with your right hand. Otherwise the falsifiers would have had [cause for] doubt.", "id": "Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Qur'an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3388", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3388.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3388.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan seharusnya mereka meyakini kebenaran Al-Qur’an sebagai kitab suci yang Allah turunkan kepada engkau, wahai Nabi Muhammad, sebab mereka tahu benar bahwa engkau tidak pernah membaca sesuatu kitab pun sebelum Al-Qur’an dan engkau juga tidak pernah menulis suatu kitab pun dengan tangan kananmu karena engkau adalah seorang ummi, tidak pandai membaca maupun menulis. Sekiranya engkau pernah membaca dan menulis, niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya, yakni Al-Qur’an. Mereka akan menemukan alasan bagi keraguan mereka kepada Al-Qur’an andaikata engkau pernah membaca dan/atau menulis.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sebelum Al-Qur'an diturunkan, Nabi Muhammad telah dikenal dengan baik oleh orang-orang Arab. Ia telah lama hidup di tengah-tengah mereka sebelum diangkat menjadi rasul. Semua orang Arab waktu itu mengakui bahwa Muhammad mempunyai budi pekerti yang tinggi, dapat dipercaya, tidak pernah berdusta, dan disegani oleh kawan-kawannya. Mereka betul-betul mengetahui bahwa Muhammad tidak pandai membaca dan menulis, apalagi mengarang buku cerita.\n\nDi samping orang-orang Arab, orang-orang Yahudi dan Nasrani pun mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa Muhammad adalah orang yang tidak pandai menulis dan membaca. Mujahid berkata, \"Ahli Kitab mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa Nabi Muhammad tidak pandai menulis dan membaca, karena itu turunlah ayat ini.\" Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\n(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. (al-A'raf/7: 157) \n\nDalam keadaan yang demikian, Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad. Di dalamnya termuat akidah yang sangat tinggi nilainya dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang meyakinkan. Al-Qur'an juga mempunyai gaya bahasa yang sangat indah, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menandinginya, sekalipun pada waktu itu di kalangan bangsa Arab banyak terdapat pujangga-pujangga sastra yang kenamaan karena seni sastra sedang mencapai puncaknya. Akan tetapi, sedikit sekali dari mereka yang beriman.\n\nSeandainya Muhammad saw dapat membaca dan menulis, pernah belajar kepada Ahli Kitab, atau ia bukan seorang yang dipercaya, tidak memiliki budi pekerti yang luhur, dan tidak pula seorang yang disegani, tentu orang-orang kafir Mekah dengan mudah menuduh dan mengatakan bahwa Al-Qur'an itu adalah buatan Muhammad, bukan Kalamullah.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa hati dan pikiran orang-orang kafir Mekah, berdasarkan pengetahuan mereka tentang pribadi Muhammad, dan ketinggian nilai sastra Al-Qur'an, sejak semula telah mempercayai Al-Qur'an dan kerasulan Muhammad. Akan tetapi, karena dalam hati mereka ada penyakit, dan takut kedudukan mereka di antara kaumnya akan jatuh, maka mereka menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan hati dan pikiran mereka sendiri.\n\nPengertian ummi dalam ayat ini ialah tidak pandai menulis dan membaca. Hal ini tidak berarti bahwa Muhammad tidak berilmu pengetahuan, karena Allah telah mengajarkan kepadanya ilmu pengetahuan yang tinggi, bahkan mungkin ilmu pengetahuan yang belum pernah diajarkan-Nya kepada manusia biasa. Dengan demikian, beliau menjadi orang yang alim dan bijaksana. Allah berfirman:\n\nDan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar. (an-Nisa'/4: 113)" } } }, { "number": { "inQuran": 3389, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 21, "page": 402, "manzil": 5, "ruku": 346, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064c \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064c \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal huwa aayaatum baiyinaatun fee sudooril lazeena ootul 'ilm; wa maa yajhadu bi aayaatinaa illaz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "Rather, the Qur'an is distinct verses [preserved] within the breasts of those who have been given knowledge. And none reject Our verses except the wrongdoers.", "id": "Sebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3389", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3389.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3389.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang jelas, tidak ada sedikit pun keraguan padanya, yang terpelihara di dalam dada orang-orang yang berilmu, baik melalui tradisi hafalan turun-temurun sehingga tidak seorang pun dapat mengubahnya maupun dari segi pemahaman dan pengamalannya. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami dengan menutup diri dari kebenaran Al-Qur’an.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an merupakan petunjuk Allah, tidak ada kesamaran sedikit pun tentang pengertiannya. Allah memudahkan penafsirannya bagi orang-orang yang ingin mencari kebenaran yang hakiki. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nDan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (al-Qamar/54: 17)\n\nPara Ahli Kitab yang ingin mencari kebenaran, dengan mudah dapat memahami Al-Qur'an. Dengan demikian, mereka mau beriman kepadanya dan meyakini bahwa Muhammad adalah benar-benar seorang rasul. Allah berfirman kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang kafir yang tidak percaya kepada kerasulan beliau:\n\nDan orang-orang kafir berkata, \"Engkau (Muhammad) bukanlah seorang Rasul.\" Katakanlah, \"Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab menjadi saksi antara aku, Aisah dan kamu. (ar-Ra'd/13: 43) \n\nMaksud ayat di atas adalah ulama-ulama Ahli Kitab menjadi saksi atas kerasulan Muhammad, karena telah membaca dalam kitab-kitab mereka akan kedatangannya. Dengan demikian, ada di antara Ahli Kitab yang beriman kepada Nabi Muhammad, di antaranya orang-orang yang telah disebutkan di atas.\n\nAllah menegaskan lagi bahwa Al-Qur'an itu terpelihara dalam dada kaum Muslimin. Mereka menghafalnya secara turun temurun sehingga tidak seorangpun dapat mengubahnya.\n\nSelanjutnya ayat ini menerangkan bahwa tidak ada seorang pun yang mengingkari ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang zalim. Ayat ini merupakan isyarat bagi Ahli Kitab bahwa mereka telah mengetahui dari kitab suci mereka tentang kenabian Muhammad dan penurunan Al-Qur'an kepadanya. Namun demikian, banyak di antara mereka yang mengingkari kebenaran itu setelah mengetahuinya. Allah berfirman:\n\nTernyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar. (al-Baqarah/2: 89) \n\nSelain bermakna isyarat bagi Ahli Kitab, ayat ini juga merupakan cercaan Allah yang ditujukan kepada orang-orang musyrik Mekah yang mengingkari ayat-ayat-Nya. Mereka tidak percaya kepada Al-Qur'an dan kerasulan Muhammad saw yang sudah menjadi kebenaran yang nyata. Mereka ini disebut oleh Allah sebagai orang yang zalim. Sifat zalim ini adalah sifat yang paling tepat bagi mereka karena menyembunyikan kebenaran yang sebetulnya telah mereka ketahui. Allah berfirman:\n\nDan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya? (al-Baqarah/2: 140)" } } }, { "number": { "inQuran": 3390, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 21, "page": 402, "manzil": 5, "ruku": 346, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo law laaa unzila 'alaihi aayaatum mir Rabbihee qul innamal aayaatu 'indal laahi wa innamaaa ana nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "But they say, \"Why are not signs sent down to him from his Lord?\" Say, \"The signs are only with Allah, and I am only a clear warner.\"", "id": "Dan mereka (orang-orang kafir Mekah) berkata, ”Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad), ”Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3390", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3390.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3390.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Andaikata kaum kafir Mekah dan orang Yahudi mau membuka hati pasti mereka akan mengakui Al-Qur’an bukan hasil karya Nabi Muhammad, melainkan mukjizat yang agung. Namun, mereka justru meminta mukjizat inderawi seperti yang didatangkan Allah kepada para nabi terdahulu. Dan mereka berkata kepada Nabi Muhammad untuk menjatuhkan mentalnya, “Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya yang bisa dilihat oleh mata seperti mukjizat-mukjizat para nabi sebelumnya?” Katakanlah, “Mukjizat-mukjizat itu bukan urusanku. Semuanya terserah kepada Allah, apakah Dia membekali para rasul-Nya dengan mukijzat inderawi atau bukan. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas, yang diperkuat dengan argumentasi dan bukti-bukti yang kuat.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa kaum musyrik menuntut agar Muhammad menunjukkan mukjizat yang nyata seperti yang pernah didatangkan kepada nabi-nabi terdahulu, misalnya unta betina Nabi Saleh, tongkat Nabi Musa, dan lain-lain. Permintaan mereka dijawab dengan menjelaskan bahwa persoalan mukjizat adalah ketentuan Allah. Kemudian dijelaskan pula kepicikan mereka karena menolak mukjizat yang lebih tinggi nilainya dan sesuai untuk mereka. Mereka tidak memahami bahwa Al-Qur'an itu sebenarnya adalah mukjizat yang abadi, tidak tertandingi oleh siapa pun sampai hari Kiamat. \n\nAyat ini mengisyaratkan bahwa orang-orang kafir Mekah mengingkari Al-Qur'an sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Menurut mereka, Al-Qur'an tidak pantas dijadikan sebagai mukjizat, karena mukjizat semestinya adalah sesuatu yang nyata, dan langsung dapat dilihat dan dirasakan sebagaimana yang diturunkan kepada para rasul yang terdahulu, seperti topan Nabi Nuh, tongkat Nabi Musa, dan sebagainya. Mereka menyatakan bahwa mukjizat yang nyata itu mudah diterima akal pikiran dan dapat menimbulkan keyakinan bagi orang-orang yang melihatnya.\n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menjawab permintaan orang-orang musyrik Mekah itu dengan mengatakan bahwa persoalan mukjizat adalah urusan Tuhan. Dialah yang menetapkan mukjizat apa yang akan diberikan kepada seorang rasul yang diutus-Nya, karena harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan umat yang akan menyaksikan. Mengenai pengakuan orang-orang Quraisy bahwa mereka tidak dapat menerima Al-Qur'an sebagai mukjizat, Allah Maha Mengetahui isi hati mereka. Sebenarnya hati mereka telah mengakui kemukjizatan Al-Qur'an sebagai mukjizat, tetapi karena keingkaran dan penyakit yang ada dalam hati, mereka tidak mau mengatakan yang demikian. Jika mereka benar-benar akan beriman dengan penurunan mukjizat sesuai dengan permintaan mereka, tentu Allah akan menurunkannya. Tidak ada sesuatu pun yang sukar bagi Allah, semua mudah bagi-Nya. Allah berfirman:\n\nDan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. (al-Isra'/17: 59) \n\nSetelah permintaan orang-orang musyrik yang aneh-aneh itu dijawab, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada mereka bahwa dia hanya sekedar memberi peringatan kepada orang-orang yang tidak mengindahkannya. Tugasnya hanya menyampaikan risalah kepada mereka. Ia tidak dapat mengubah mereka menjadi orang-orang yang beriman. Hanya Allah yang dapat melakukan hal itu. Allah berfirman:\n\nBarang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (al-Kahf/18: 17) \n\nFirman Allah yang lain:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al- Baqarah/2: 272)" } } }, { "number": { "inQuran": 3391, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 21, "page": 402, "manzil": 5, "ruku": 346, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awa lam yakfihim annaaa anzalnaa 'alaikal kitaaba yutlaa 'alaikhim; inna fee zaalika larahmatanw wa zikraa liqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And is it not sufficient for them that We revealed to you the Book which is recited to them? Indeed in that is a mercy and reminder for a people who believe.", "id": "Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3391", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3391.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3391.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagian kaum muslim yang belum kuat imannya terpengaruh oleh ucapan kaum Yahudi bahwa mukjizat para nabi terdahulu lebih agung dan lebih bisa dibuktikan kehebatannya dibanding mukjizat Nabi Muhammad. Karena itu, Allah meminta beliau untuk menanggapi, “Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab Al-Qur’an yang dibacakan kepada mereka sebagai mukjizat yang abadi, berbeda dari mukjizat para nabi terdahulu yang habis masanya bersamaan dengan wafat mereka? Sungguh, dalam Al-Qur’an itu terdapat rahmat yang besar bagi mereka dan generasi setelahnya, dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Dengan Al-Qur’an itu mereka selalu dibimbing agar senantiasa berada di jalan yang benar.", "long": "Ad-Darimi dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa telah datang serombongan kaum Muslimin kepada Nabi Muhammad dengan membawa kisah-kisah yang mereka tulis sendiri, yang sebagian isinya bersumber dari orang-orang Yahudi. Nabi saw berkata, \"Cukuplah kebodohan dan kesesatan suatu kaum yang menolak apa yang dibawa nabi mereka, dan menginginkan sesuatu yang dibawa oleh seorang nabi yang bukan nabi mereka untuk orang lain. Lalu ayat ini diturunkan oleh Allah. \n\nAyat ini juga merupakan jawaban yang menolak tuntutan orang-orang musyrik Mekah yang meminta mukjizat yang nyata. Padahal Al-Qur'an telah dibacakan kepada mereka. Apakah tidak cukup bagi mereka dalil-dalil yang menerangkan bukti-bukti ke-rasulan Muhammad saw, yang termuat dalam kitab-kitab suci yang terdahulu, sedang mereka sendiri tidak mengetahuinya dengan pasti. Apakah tidak terpikir oleh mereka bahwa seorang yang tidak pandai tulis baca, dan tidak pernah bergaul apalagi belajar kepada Ahli Kitab sanggup menyampaikan Al-Qur'an kepada mereka dengan isi yang benar, agung dan mulia serta dengan nilai sastra yang demikian tinggi. Seandainya mereka mau berpikir dan menginginkan kebenaran, Al-Qur'an saja sebenarnya telah cukup menjadi bukti bagi mereka untuk membenarkan ke-rasulan Muhammad.\n\nKemudian Allah menerangkan keutamaan dan kelebihan Al-Qur'an dengan mengatakan bahwa ayat-ayatnya merupakan rahmat bagi mereka, karena di dalamnya tidak terdapat ancaman-ancaman, seperti yang pernah diberikan kepada orang-orang terdahulu. Karena mereka juga mengingkari, seharusnya mereka mengalami apa yang pernah dialami oleh orang-orang dahulu yang pernah mengingkari rasul-Nya, seperti kaum 'Ad, Samud, Fir'aun, dan yang lain-lain. Tidak adanya ancaman kemusnahan bagi kaum musyrik di dalam Al-Qur'an merupakan suatu rahmat Allah yang besar bagi umat Muhammad yang datang kemudian.\n\nDiterangkan pula bahwa ayat-ayat Al-Qur'an adalah pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Maksudnya ialah ayat-ayat Al-Qur'an itu menerangkan peristiwa yang dialami umat-umat dahulu, dan bagaimana sikap mereka terhadap para rasul yang diutus untuk menerangkan bukti-bukti keesaan Allah yang kuat dan lengkap. Al-Qur'an juga menerangkan akhlak mulia yang harus dipunyai oleh seorang manusia yang baik, menerangkan hukum-hukum dan petunjuk mencapai kebahagiaan hidup, memuat pengetahuan yang sangat berguna bagi manusia, dan sebagainya. Seandainya orang-orang musyrik dan manusia-manusia yang lain mau menjadikan ayat-ayat tersebut sebagai pelajaran, memikirkan serta mengamalkannya, tentulah mereka akan memperoleh jalan yang benar, dan berbahagia di dunia dan di akhirat. Akan tetapi, jika mereka tidak mau dan tidak berniat untuk menghilangkan penyakit yang ada dalam hati, mereka tentu akan menjadi orang yang merugi di dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3392, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 21, "page": 402, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul kafaa billaahi bainee wa bainakum shaheedaa; ya'lamu maa fis samaawaati wal ard; wallazeena aamanoo bil baatili wa kafaroo billaahi ulaaa'ika humul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Sufficient is Allah between me and you as Witness. He knows what is in the heavens and earth. And they who have believed in falsehood and disbelieved in Allah - it is those who are the losers.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), ”Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3392", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3392.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3392.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu bahwa aku telah menyampaikan risalah Ilahi ini kepadamu. Dia mengetahui urusan apa pun di antara kita. Apa yang di langit dan di bumi tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Dan Dia juga mengetahui orang-orang yang percaya kepada yang batil, yakni para penyembah berhala dan apa saja yang dipertuhankan selain Allah, dan orang-orang ingkar kepada eksistensi dan keesaan Allah, padahal mereka telah menyaksikan bukti-bukti yang jelas. Sungguh, mereka itulah orang-orang yang benar-benar rugi di dunia dan akhirat.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik yang tetap tidak percaya kepada kerasulannya bahwa Allah mengetahui dan menyaksikan bagaimana ia telah melaksanakan tugas kepada mereka. Ia telah menyampaikan ancaman-ancaman dan kabar gembira kepada mereka, tetapi semua itu mereka ingkari. Allah mengetahui sikap mereka terhadap seruan Nabi saw, bahkan mengetahui isi hati mereka. Dia akan memberi ganjaran setiap sesuatu yang dikerjakan oleh makhluk-Nya. Seandainya Nabi Muhammad berdusta dan mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ia pasti akan ditimpa azab. Allah berfirman:\n\nDan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya. Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya). (al-haqqah/69: 44-47)\n\nAllah menerangkan bahwa Dia mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan makhluk-Nya dari yang halus dan tidak kelihatan oleh mata sampai kepada yang besar. Dia juga mengetahui keadaan orang-orang musyrik dan orang-orang beriman. Dia mengetahui pula tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik bahwa Al-Qur'an adalah buatan Muhammad, sekalipun tidak seorang pun dari mereka yang sanggup menandinginya. Orang-orang yang percaya kepada kebatilan dan mengingkari Allah itu adalah orang-orang yang merugi hidupnya di dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3393, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u0644\u0651\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yasta'jiloonaka bil'azaab; wa law laaa ajalum musammal lajaaa'ahumul 'zaab; wa la yaatiyannahum baghta tanw wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "And they urge you to hasten the punishment. And if not for [the decree of] a specified term, punishment would have reached them. But it will surely come to them suddenly while they perceive not.", "id": "Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3393", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3393.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3393.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya mengingkari Al-Qur’an, mereka juga menantang Nabi Muhammad agar menyegerakan turunnya azab. Ini adalah tindakan bodoh sebab jika Allah benar-benar menurunkan azab-Nya maka tidak satu pun dari mereka bisa menyelamatkan diri darinya. Mereka meminta kepadamu, wahai Nabi Muhammad, agar segera diturunkan azab, untuk membuktikan kerasulanmu. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan berdasarkan hikmah dan kebijaksanaan-Nya, niscaya azab itu pasti datang kepada mereka. Dan sungguh azab itu pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum musyrik telah mengetahui ancaman Tuhan berupa azab yang akan ditimpakan kepada mereka. Akan tetapi, mereka tidak percaya akan kedatangan azab itu sehingga mereka menantang kalau benar azab itu ada, maka hendaklah segera ditimpakan kepada mereka, seperti yang mereka katakan dalam firman Allah:\n\nMaka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (al-Anfal/8: 32) \n\nFirman Allah:\n\nDan mereka mengatakan, \"Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar?\" (Yunus/10: 48) \n\nAllah menerangkan bahwa ketentuan datangnya azab itu seluruhnya berada di tangan-Nya, tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya. Allah telah menetapkan untuk menangguhkan azab itu sampai waktu yang telah ditentukan-Nya. Seandainya Allah telah menetapkan waktunya untuk mendatangkan azab, tentu ia akan datang kepada orang-orang musyrik secara tiba-tiba, pada saat mereka lengah dan tidak menyadarinya.\n\nPengunduran azab kepada orang-orang kafir itu tentu ada hikmah dan tujuannya. Di antaranya ialah sebagai ujian bagi manusia, siapa di antara mereka yang sabar dan siapa yang tidak. Bagi orang yang sabar, ujian itu akan menambah kuat keimanannya. Sedangkan orang yang tidak sabar, maka dengan ujian itu ia akan kembali kafir atau bertambah kekafirannya. Firman Allah:\n\nDan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu. (Muhammad/47: 31) \n\nAdakalanya penangguhan azab itu bertujuan agar orang yang ingkar itu semakin bertambah keingkarannya. Dengan demikian, mereka akan ditimpa azab yang berlipat ganda.\n\nAllah berfirman:\n\nOrang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (an-Nahl/16 : 88) \n\nSebenarnya ada azab yang telah menimpa orang-orang musyrik Mekah, tetapi mereka tidak menyadarinya sebagai azab Tuhan, yakni kekalahan mereka pada perang Badar. Ketika itu, mereka melihat dan merasakan bagaimana Allah telah menimpakan azab kepada mereka. Namun demikian, Allah tidak menghancurkan semua orang-orang kafir dalam peperangan itu, sebagaimana terjadi pada umat-umat yang dahulu. \n\nDi antara mufasir ada yang berpendapat bahwa Allah sengaja tidak menghancurkan orang-orang kafir itu semuanya karena di antara mereka masih ada yang diharapkan keimanannya sesudah peperangan itu. Mereka ini diharapkan akan menjadi tentara Islam yang berpengalaman untuk membawa panji-panji Islam, kemudian dilanjutkan keturunan-keturunan mereka dari suatu generasi ke generasi yang akan datang kemudian, sampai kepada waktu yang ditentukan Allah. Semuanya itu terjadi sesuai dengan rencana dan kebijaksanaan Allah yang tidak diketahui oleh seorang pun, selain Dia sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3394, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u064e\u0645\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yasta'jiloonak bil'azaab; wa inna Jahannama lamuhee tatum bilkaafireen" } }, "translation": { "en": "They urge you to hasten the punishment. And indeed, Hell will be encompassing of the disbelievers", "id": "Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3394", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3394.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3394.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali lagi mereka meminta kepadamu wahai Nabi Muhammad, sebagai bentuk ejekan dan ketidakpercayaan mereka terhadap kera-sulanmu, agar segera diturunkan azab. Mereka lupa bahwa azab itu pasti akan datang. Seandainya tidak datang di dunia, azab itu akan menimpa mereka di akhirat dalam bentuk yang lebih besar. Itulah nereka jahanam. Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir. Jahanam akan datang dari segala arah sehingga mereka tidak mampu menghindar.", "long": "Pada ayat ini diterangkan akibat-akibat yang akan dialami oleh orang-orang musyrik karena keingkaran dan kebodohan mereka. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang apinya membakar seluruh tubuh. Ayat ini merupakan peringatan keras bagi orang-orang kafir dengan menerangkan azab yang akan menimpa mereka di akhirat nanti. Ini dikarenakan tuntutan mereka agar disegerakan datangnya azab itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3395, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma yaghshaahumul 'azaabu min fawqihim wa min tahti arjulim wa yaqoolu zooqoo maa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "On the Day the punishment will cover them from above them and from below their feet and it is said, \"Taste [the result of] what you used to do.\"", "id": "pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) berkata (kepada mereka), ”Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3395", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3395.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3395.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah gambaran azab bagi orang-orang kafir, yaitu pada hari ketika azab menutup dan menimpa mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka, bahkan dari segala arah. Dan Allah berkata kepada mereka, “Rasakanlah azab ini sebagai balasan atas apa yang telah kamu kerjakan, berupa kekafiran dan kemusyrikan!”", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana api neraka itu membakar orang-orang kafir di akhirat nanti. Seluruh bagian tubuh mereka akan merasakan azab, sejak dari ubun-ubun sampai ke ujung-ujung jari kaki, sejak dari bagian-bagian tubuh yang kelihatan sampai ke yang tidak kelihatan. Mereka akan diselubungi oleh azab dari segala penjuru, dari atas dan dari bawah, serta dari samping kanan dan kiri. Dalam keadaan demikian, kepada mereka dikatakan, \"Rasakanlah olehmu pada hari ini azab yang dijanjikan itu, sebagai akibat perbuatan-perbuatanmu dahulu.\"\n\nPada ayat-ayat yang lain dijelaskan bagaimana api neraka itu meliputi orang-orang kafir. Allah berfirman:\n\nBagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). (al-A'raf/7: 41)\n\nFirman-Nya juga:\n\nDi atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. (az-Zumar/39: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 3396, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u064a\u064e \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Yaa 'ibaadiyal lazeena aamanooo inna ardee waasi 'atun fa iyyaaya fa'budoon" } }, "translation": { "en": "O My servants who have believed, indeed My earth is spacious, so worship only Me.", "id": "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3396", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3396.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3396.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah rangkaian ayat-ayat sebelumnya menggambarkan sikap dan perlakuan buruk orang-orang kafir Mekah kepada kaum muslim, terutama yang duafa, ayat-ayat berikut memerintahkan agar mereka berhijrah meski harus meninggalkan harta benda dan sanak saudara mereka. Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Jika kamu tidak lelusa beribadah kepada Allah karena mendapat ancaman dan teror dari kaum kafir, berhijrahlah ke daerah lain yang lebih aman. Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku semata dan janganlah takut sebab Aku-lah yang memenuhi kebutuhan hamba-Ku. Aku pula yang menentukan hidup dan mati mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar meninggalkan tempat tinggal mereka jika di sana mereka tidak dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan agama, dan hidup dalam keadaan tertindas. Ayat ini mengandung suatu prinsip universal yang menyatakan bahwa bumi Allah ini diciptakan untuk kepentingan manusia. Seseorang boleh tinggal di mana saja ia inginkan apabila merasa aman di tempat itu. Di tempat yang baru itu, kaum Muslimin akan menemukan saudara-saudara dan keluarga-keluarga yang baru sebagai ganti dari saudara dan keluarga yang mereka tinggalkan, karena pada asasnya seluruh kaum Muslimin adalah bersaudara, saudara seiman, senasib dan seperjuangan.\n\nPrinsip lain yang terkandung dalam ayat ini ialah agama Islam menyuruh penganutnya agar jangan terlalu fanatik kepada kampung halaman dan tempat kelahirannya. Tanah air wajib dibela, dibina, dan dibangun, demikian pula bangsa wajib dimajukan. Akan tetapi, janganlah sekali-kali karena terlalu mementingkan tanah air dan bangsa sendiri, berakibat merugikan negara dan bangsa lain. Seakan-akan Allah mengingatkan bahwa alam semesta ini adalah milik Allah dan diciptakan untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk menggunakan alam ini sesuai dengan tujuan Allah menciptakannya. Jangan sekali-kali ada yang mengaku bahwa sesuatu adalah miliknya yang mutlak. Kepemilikan seseorang atas sesuatu hanyalah sementara, dan pada saatnya milik itu akan diambil oleh-Nya kembali.\n\nUngkapan kalimat ayat di atas juga mengingatkan kaum Muslimin akan luas dan banyaknya milik Allah, agar mereka melayangkan pandangan jauh ke depan, dan tidak berpandangan sempit dan terbatas. Ungkapan itu mengingatkan kaum Muslimin agar jangan hanya melihat tempat kediaman sendiri dan beranggapan bahwa bumi itu hanyalah terbatas pada tempat tinggal mereka saja. Anggapan yang demikian itu salah. Bumi Allah itu lebih luas dari yang mereka perkirakan semula. Kalau mereka keluar dari negeri sendiri pergi menjelajahi negeri-negeri yang ada di dunia ini, tentu mereka akan melihat dan memperoleh pengalaman yang berharga dalam perjalanan itu. Mereka juga akan memperoleh kelapangan sesudah kesempitan dan sebagainya.\n\nAllah berfirman:\n\nBarang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. (an-Nisa'/4: 100)\n\nKemudian dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda: \n\nSemua negeri adalah negeri Allah, dan semua hamba adalah hamba Allah, maka di mana saja kamu mendapat kebaikan (rezeki) maka bertempat tinggallah . (Riwayat Ahmad dari az-Zubair bin al-'Awwam) \n\nAllah memerintahkan agar hamba-hamba-Nya yang beriman hijrah meninggalkan kampung halaman mereka, karena Ia menjamin kehidupan mereka di bumi tempat mereka hijrah itu. Melaksanakan perintah hijrah meninggalkan kampung halaman adalah suatu perintah yang sangat berat dilaksanakan oleh seseorang, karena hal itu berarti ia berpisah dan meninggalkan famili dan kaum kerabatnya. Ia juga meninggalkan rumah dan pekarangan yang telah lama dirawat dan dibinanya, serta harta benda dan binatang ternak kesayangannya. Ia akan berpisah dengan negeri dan segala isinya, yang selama ini seakan-akan telah menyatu dengan dirinya sebagaimana bersatunya tubuh dengan anggota-anggota tubuh lainnya. Oleh karena itu, Allah menyampaikan perintah hijrah itu dengan nada yang lemah lembut dan halus sekali, seakan-akan diperintahkan kepada mereka, \"Wahai hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada-Ku, ingatlah olehmu bahwa Aku telah menciptakan bumi yang luas ini untuk kamu semua. Oleh karena itu, manfaatkan dan tempatilah bumi itu olehmu.\"\n\nDalam seruan itu tergambar pula janji yang diharapkan oleh orang-orang yang hijrah itu, yaitu Allah akan membalas amal mereka karena kepatuhan mereka melaksanakan seruan-Nya. Balasan itu berupa rumah-rumah yang lebih baik dari rumah yang mereka tinggalkan, dan harta yang lebih banyak berkahnya dari harta yang mereka tinggalkan. Demikian pula saudara-saudara dan kerabat-kerabat mereka akan diganti dengan kerabat yang lebih baik dan luhur dari saudara dan kerabat yang mereka tinggalkan selama mereka tetap menghambakan diri kepada-Nya dan melaksanakan dakwah kepada manusia.\n\nNabi saw dan kaum Muslimin telah memenuhi panggilan suci itu. Mereka hijrah kepada Allah baik secara perorangan maupun secara rombongan. Pertama kali mereka hijrah ke Ethiopia (Habsyah).*) Di sana Allah menempatkan mereka di tempat yang mulia. Kemudian mereka hijrah ke Medinah, yang akhirnya menjadi tempat hijrah kaum Muslimin terutama setelah Rasulullah saw juga hijrah ke sana. Di Medinah orang-orang Muhajirin (kaum Muslimin yang datang dari Mekah) diterima dengan tangan terbuka dan senang hati oleh kaum Anshar (penduduk asli Medinah yang telah masuk Islam), seakan-akan kaum Muhajirin itu adalah tamu-tamu yang mereka nanti-nantikan kedatangannya selama ini. Rumah-rumah dan harta mereka dimanfaatkan bersama dengan orang Muhajirin yang baru datang, yang tidak membawa sesuatu apa pun dari Mekah. Bahkan terlihat kaum Anshar telah mengutamakan kaum Muhajirin dari diri mereka sendiri. Demikian eratnya hubungan kedua golongan itu sehingga Rasulullah menjadikan keduanya sebagai hubungan karib-kerabat. Bahkan pada permulaan hijrah, kelompok Muhajirin dan Anshar dapat saling mewarisi di antara mereka.\n\nDengan kedatangan kaum Muhajirin itu, kota Medinah menjadi semakin semarak dan berkembang. Kota itu kemudian menjadi pusat pembinaan masyarakat Islam, tempat berkumpul kaum Muslimin dari segala penjuru dan akhirnya menjadi pusat pemerintahan Islam. Hubungan erat antara golongan Muhajirin dan Anshar dipuji Allah sebagai hubungan yang menjadi dasar terbentuknya masyarakat Islam. Allah meninggikan kedudukan Muhajirin karena telah mengorbankan semua yang mereka miliki, untuk kepentingan agama Allah, sedangkan kaum Anshar adalah penolong-penolong agama. Mereka bersedia menginfakkan apa yang mereka miliki untuk kepentingan agama.\n\nSemua yang dialami oleh orang-orang Muhajirin setelah sampai dan menetap di Medinah serta membaur dengan penduduk asli Medinah, yaitu golongan Anshar, merupakan bukti kebenaran janji Allah kepada mereka ketika mereka diperintahkan hijrah ke Medinah.\n\nAyat ini ditutup dengan perkataan, \"Karena itu hanya kepada-Nyalah kamu menyembah.\" Kalimat ini berarti bahwa bumi ini luas sekali dan merupakan kepunyaan Allah. Di mana saja manusia berada dan bertempat tinggal, maka tempat itu adalah milik Allah. Oleh karena itu, sudah sepantasnya manusia mengesakan dan menghambakan diri kepada-Nya.\n\nAyat di atas merupakan dakwah samawiyah kepada manusia untuk membebaskan dirinya baik fisik maupun jiwa dari segala macam keterikatan dan belenggu materiil atau spiritual yang dapat mengganggu gerak-geriknya, dan menghalangi kebebasannya.\n\nDalam kehidupan di mana saja dan dalam situasi apa saja, manusia tidak akan mendapatkan kebebasan, kemerdekaan, kelangsungan hidup dan kelangsungan jenisnya yang hakiki, sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, seandainya ia sendiri tidak berusaha dengan sungguh-sungguh ke arah itu. Jika mereka berusaha, tentu mereka akan memperolehnya. Sebaliknya jika mereka tidak berusaha, berarti mereka telah menganiaya diri sendiri dan tidak akan memperoleh apa yang mereka inginkan.\n\nDakwah Islam adalah untuk membebaskan manusia dari penindasan dan kesesatan. Oleh karena itu, kaum Muslimin diwajibkan berjihad menentang penindasan dan kesesatan itu dengan jalan mengorbankan harta dan jiwa mereka. Jihad yang paling tinggi nilainya dan paling utama bagi seorang mukmin ialah jihad yang dilakukan untuk membebaskan diri sendiri dari penindasan dan kesesatan, sesudah itu jihad baru dilanjutkan kepada orang lain. Seorang mukmin harus membebaskan diri dari segala penindasan yang bersifat merendahkan dan menghinakan, sehingga ia harus memberantas kedua penyakit itu. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, \"Bagaimana kamu ini?\" Mereka menjawab, \"Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekah).\" Mereka (para malaikat) bertanya, \"Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?\" Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali, (an-Nisa'/4: 97)\n\nPada ayat di atas, Allah menjanjikan azab yang sangat pedih di akhirat nanti kepada orang-orang yang hina dan lemah itu karena telah merendahkan agama dan meremehkan diri di hadapan orang-orang kafir. Mereka tidak ubahnya seperti barang dagangan yang berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Mereka tidak sanggup menyatakan kehendak dan keinginan mereka, apalagi berdakwah ke jalan kebaikan. Oleh karena itu, dakwah Islam ditujukan untuk membebaskan manusia, mengembangkan akal, dan menghilangkan segala macam tekanan pada hati dan jiwa, sebagaimana dakwah itu ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia, sebagai makhluk yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3397, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0630\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kullu nafsin zaaa'iqatul mawti summa ilainaa turja'oon" } }, "translation": { "en": "Every soul will taste death. Then to Us will you be returned.", "id": "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3397", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3397.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3397.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu khawatir mati kelaparan akibat hijrah ke tempat lain, ketahuilah bahwa kamu pasti akan mati dengan cara lain. Sebab setiap makhluk yang bernyawa tanpa terkecuali akan merasakan mati, dengan atau tanpa sebab. Kemudian, setelah itu hanya kepada Kami kamu dikembalikan untuk mendapat balasan yang setimpal atas amal perbuatanmu, baik maupun buruk. Ayat ini mengandung ancaman bagi orang-orang kafir.", "long": "Ayat ini menguatkan ayat sebelumnya dengan menerangkan hakikat kehidupan manusia itu sendiri. Diterangkan bahwa tiap-tiap manusia pasti akan mati dan setelah mati, ia akan kembali kepada pemiliknya, yaitu Tuhan semesta alam. Sejak manusia dibangkitkan kembali di akhirat, sejak itu ia akan mengalami kehidupan yang sebenarnya dan selamanya. Bentuk kehidupan yang sebenarnya itu ditentukan oleh sikap dan tindak-tanduk seseorang selama hidup di dunia. Jika ia seorang mukmin, maka akan memperoleh kebahagiaan yang abadi, sedangkan jika ia kafir, akan mengalami azab yang pedih di neraka.\n\nAyat ini senada dengan ayat 185 surah ali 'Imran dan telah dijelaskan di sana, tetapi diulangi kembali sebagai peringatan bagi kaum Muslimin agar jangan terlalu terpikat dan terpesona oleh kehidupan dunia yang fana ini, karena semuanya itu merupakan kesenangan sementara dan akan berakhir. Hubungan manusia dengan semua yang dimilikinya itu lambat laun akan berakhir. Janganlah sampai kecintaan seseorang kepada sesuatu menghalanginya untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, karena sesuatu itu bersifat sementara. Sedangkan yang kekal hanya hasil ibadah dan amal saleh seseorang. Dengan semua itu, ia memperoleh rida Allah dan surga yang dijanjikan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3398, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064f\u0628\u064e\u0648\u0651\u0650\u0626\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u063a\u064f\u0631\u064e\u0641\u064b\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati la nubawwi 'annahum minal Jannati ghurafan tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa; ni'ma ajrul 'aamileen" } }, "translation": { "en": "And those who have believed and done righteous deeds - We will surely assign to them of Paradise [elevated] chambers beneath which rivers flow, wherein they abide eternally. Excellent is the reward of the [righteous] workers", "id": "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3398", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3398.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3398.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang beriman. Dan orang-orang yang beriman dan senantiasa mengerjakan kebajikan dengan mematuhi perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, sungguh mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi di surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan penuh kenikmatan. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan semata karena Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan ganjaran yang akan diperoleh orang-orang yang beriman kepada Allah, karena telah hijrah untuk kepentingan agama-Nya. Mereka melepaskan diri dari orang-orang yang menyekutukan Allah dan berani menanggung segala resiko akibat dari hijrah itu.\n\nJanji Allah itu ialah memberi ganjaran orang-orang yang beriman dan beramal saleh surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya terdapat taman-taman yang indah dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Mereka kekal di dalam surga itu selama-lamanya.\n\nMengenai gambaran surga itu, diterangkan oleh hadis Nabi saw, di mana beliau bersabda:\n\n\"Sesungguhnya penghuni surga saling melihat penghuni tempat yang tinggi di atas mereka, seperti kamu melihat bintang-bintang gemerlapan yang lewat di ufuk, baik dari timur maupun dari barat, karena perbedaan derajat yang ada pada mereka.\" Para sahabat berkata, \"Ya Rasulullah, itu adalah tempat-tempat para nabi, manusia yang lain tidak akan sampai ke sana.\" Rasulullah menjawab, \"Bisa saja, demi Allah yang jiwaku berada di tangan- Nya, itu adalah tempat-tempat yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.\" (Riwayat Muslim dari Sahl bin Sa'd) \n\nDalam hadis yang lain Nabi bersabda:\n\n\"Sesungguhnya di dalam surga ada tempat-tempat yang tinggi, di belakangnya dapat dilihat tembus dari hadapannya dan hadapannya dapat dilihat tembus dari belakangnya.\" Lalu seseorang Arab Badui berdiri dan bertanya, \"Untuk siapa tempat-tempat itu, ya Rasulullah?\" Rasulullah menjawab, \"Tempat-tempat itu untuk orang-orang yang baik perkataannya, memberi makan (orang miskin), selalu berpuasa dan salat karena Allah di malam hari sedang orang lain tidur.\" (Riwayat at-Tirmidzi dari 'Ali bin Abi thalib) \n\nDemikianlah surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, bersabar, dan bertawakal kepada-Nya.\n\nPada ayat ini diterangkan bahwa Allah berjanji akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang beriman. Janji Allah itu dikuatkan dengan kalimat sumpah. Hal ini adalah untuk menenteramkan hati kaum Muslimin, agar langkah mereka mantap dalam menempuh jalan yang lurus dan sulit, seperti hijrah dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 3399, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena sabaroo wa 'alaa Rabbihim yatawakkaloon" } }, "translation": { "en": "Who have been patient and upon their Lord rely.", "id": "(yaitu) orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3399", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3399.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3399.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah orang-orang yang bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya, mampu mengendalikan nafsu, dan senantiasa bertawakal kepada Tuhannya setelah berikhtiar secara maksimal.", "long": "Ayat ini menerangkan ganjaran yang akan diperoleh orang-orang yang beriman kepada Allah, karena telah hijrah untuk kepentingan agama-Nya. Mereka melepaskan diri dari orang-orang yang menyekutukan Allah dan berani menanggung segala resiko akibat dari hijrah itu.\n\nJanji Allah itu ialah memberi ganjaran orang-orang yang beriman dan beramal saleh surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya terdapat taman-taman yang indah dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Mereka kekal di dalam surga itu selama-lamanya.\n\nMengenai gambaran surga itu, diterangkan oleh hadis Nabi saw, di mana beliau bersabda:\n\n\"Sesungguhnya penghuni surga saling melihat penghuni tempat yang tinggi di atas mereka, seperti kamu melihat bintang-bintang gemerlapan yang lewat di ufuk, baik dari timur maupun dari barat, karena perbedaan derajat yang ada pada mereka.\" Para sahabat berkata, \"Ya Rasulullah, itu adalah tempat-tempat para nabi, manusia yang lain tidak akan sampai ke sana.\" Rasulullah menjawab, \"Bisa saja, demi Allah yang jiwaku berada di tangan- Nya, itu adalah tempat-tempat yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.\" (Riwayat Muslim dari Sahl bin Sa'd) \n\nDalam hadis yang lain Nabi bersabda:\n\n\"Sesungguhnya di dalam surga ada tempat-tempat yang tinggi, di belakangnya dapat dilihat tembus dari hadapannya dan hadapannya dapat dilihat tembus dari belakangnya.\" Lalu seseorang Arab Badui berdiri dan bertanya, \"Untuk siapa tempat-tempat itu, ya Rasulullah?\" Rasulullah menjawab, \"Tempat-tempat itu untuk orang-orang yang baik perkataannya, memberi makan (orang miskin), selalu berpuasa dan salat karena Allah di malam hari sedang orang lain tidur.\" (Riwayat at-Tirmidzi dari 'Ali bin Abi thalib) \n\nDemikianlah surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, bersabar, dan bertawakal kepada-Nya.\n\nPada ayat ini diterangkan bahwa Allah berjanji akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang beriman. Janji Allah itu dikuatkan dengan kalimat sumpah. Hal ini adalah untuk menenteramkan hati kaum Muslimin, agar langkah mereka mantap dalam menempuh jalan yang lurus dan sulit, seperti hijrah dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 3400, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa ka ayyim min daaabbatil laa tahmilu riqqahaa; al laahu yarzuquhaa wa iyyaakum; wa Huwas Samee'ul Aleem" } }, "translation": { "en": "And how many a creature carries not its [own] provision. Allah provides for it and for you. And He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3400", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3400.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3400.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagian kaum muslim merasa berat untuk berhijrah karena khawatir akan kelangsungan hidupnya di tempat yang baru. Karena itu, ayat ini menegaskan bahwa rezeki itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Allah. Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak dapat membawa dan mengurus rezekinya sendiri. Allah-lah yang memudahkannya dengan memberi rezeki kepadanya dan memudahkan rezeki juga kepadamu, wahai manusia. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.", "long": "Sabab nuzul ayat ini berdasarkan riwayat dari Ibnu 'Abbas yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad berkata kepada orang-orang yang beriman di Mekah, ketika orang-orang musyrik menyiksa mereka, \"Keluarlah kamu sekalian dan hijrahlah. Jangan bertetangga dengan orang yang zalim itu.\" Orang-orang mukmin menjawab, \"Ya Rasulullah, di sana kami tidak mempunyai rumah, tidak mempunyai harta, tidak ada orang yang akan memberi makan, dan tidak ada orang yang akan memberi minum.\" Maka turunlah ayat ini sebagai jawaban terhadap kekhawatiran orang-orang mukmin itu.\n\nAyat ini turun untuk menenteramkan hati orang-orang yang beriman yang memenuhi seruan Rasulullah saw untuk hijrah, baik mereka yang telah hijrah, maupun kaum Muslimin yang sedang bersiap-siap untuk hijrah, seakan-akan Allah mengatakan, \"Hai orang-orang yang beriman, tantanglah musuh-musuh Allah itu. Janganlah sekali-kali kamu takut kepada kepapaan dan kemiskinan karena betapa banyaknya binatang melata yang tidak sanggup mengumpulkan makanan setiap hari untuk keperluannya, tetapi Allah tetap memberinya rezeki. Kamu wahai orang-orang yang beriman, jauh lebih baik dari binatang dan lebih pandai mencari makan, kenapa kamu khawatir tidak akan mendapat makanan. Walaupun kamu hijrah tanpa membawa sesuatu, tetapi Allah pasti memberimu rezeki. Allah Maha Mendengar segala macam doa, mengetahui segala keadaan hamba-hamba-Nya.\"\n\nAyat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan makhluk-Nya sedikit pun. Dia mengemukakan suatu perumpamaan mudah dipahami pengertiannya oleh kaum Muslimin, seperti anak-anak binatang yang tidak sanggup mencari makan sendiri. Allah menjadikan induknya sayang kepadanya, sehingga mereka mau berusaha dan bersusah payah mencarikan makanan bagi anaknya. Kemudian induk itu menyuapkan makanan yang didapat ke dalam mulut anak-anaknya, sebagaimana kita saksikan pada burung dan sebagainya. Ada pula binatang yang memberi makan anaknya dengan air susu dari induknya, sebagaimana yang terdapat pada binatang menyusui. Semuanya itu merupakan ketentuan Allah, sehingga dengan demikian setiap makhluk bisa mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.\n\nDemikian pula halnya manusia, ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang kecil, ada yang besar, ada yang tinggal di tempat yang subur, dan ada pula yang tinggal di tempat yang tandus, semuanya diberi rezeki oleh Allah, sesuai dengan kebutuhan mereka. Inilah yang dimaksud dengan ayat ini. Allah memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya, termasuk kaum Muhajirin, sekalipun harta benda mereka tertinggal di Mekah, dan mata pencahariannya terputus.\n\nAllah berfirman:\n\nDan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semua-nya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudh). (Hud/11: 6)\n\nKemudian ayat ini ditutup dengan menegaskan bahwa Allah Maha Mendengar apa yang diminta hamba-Nya dan Maha Mengetahui semua keperluannya.\n\nDari ayat-ayat di atas dipahami bahwa manusia tidak mengetahui dengan pasti apa-apa yang dilakukannya. Ia hanya mengetahui keperluan dan kebutuhan lahir saja, sedangkan keperluan-keperluan yang bersifat rohani, dan yang lainnya, banyak yang tidak diketahuinya, seperti keperluan akan udara yang harus ia hirup sepanjang hari, air, dan sebagainya. Meskipun begitu, setiap mukmin diwajibkan berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Allah telah memberikan potensi untuk berkehendak dan berusaha sehingga kita tetap wajib berusaha, sebagaimana firman Allah:\n\nSesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (ar-Ra'd/13: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 3401, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in sa altahum man khalaqas samaawaati wal arda wa sakhkharash shamsa wal qamara la yaqoolunnal laahu fa ann yu'fakoon" } }, "translation": { "en": "If you asked them, \"Who created the heavens and earth and subjected the sun and the moon?\" they would surely say, \"Allah.\" Then how are they deluded?", "id": "Dan jika engkau bertanya kepada mereka, ”Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Pasti mereka akan menjawab, ”Allah.” Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3401", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3401.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3401.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan janji dan ancaman-Nya, Allah kemudian beralih menegaskan bahwa seandainya orang kafir mau menggunakan akal budinya, pasti mereka akan mengakui eksistensi dan keesaan Allah. Dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan supaya selalu berada di garis edarnya dan tidak saling mendahului?” Pasti mereka akan menjawab, ”Allah.” Maka mengapa mereka bisa dipalingkan dari kebenaran, padahal bukti-bukti tentang wujud keesaan Allah sedemikian jelas?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum musyrik mengakui bahwa yang menciptakan langit dan bumi itu adalah Allah Yang Maha Esa. Dialah yang menundukkan matahari dan bulan untuk kepentingan manusia. Pengakuan mereka itu adalah suatu hal yang wajar karena pada mulanya nenek moyang mereka beragama tauhid, yaitu, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Pada mulanya mereka bangga dengan agama tauhid itu, sehingga mereka tidak tertarik dengan agama Yahudi dan Nasrani yang berkembang di Jazirah Arab. Seiring dengan berlalunya masa dan bergantinya generasi, tanpa mereka sadari agama tauhid yang murni itu sedikit demi sedikit telah dimasuki oleh unsur-unsur syirik. Karena memperturutkan perasaan dan hawa nafsu, mereka makin lama makin jauh menyimpang dari dasar semula. Akhirnya, mereka menyembah patung, jin, dan benda-benda lain di samping menyembah Allah.\n\nSekalipun kepercayaan yang mereka anut telah jauh menyimpang dari agama tauhid, namun mereka masih tetap mengakui bahwa mereka menganut agama Ibrahim. Kalau ditanyakan kepada mereka tentang siapakah yang menciptakan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan, mereka menjawab, \"Yang menciptakan ialah Allah dan Allah-lah yang menguasainya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3402, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Allaahu yabsutur rizqa limany yashaaa'u min 'ibaadihee wa yaqdiru lah; innal laaha bikulli shai'in Aleem" } }, "translation": { "en": "Allah extends provision for whom He wills of His servants and restricts for him. Indeed Allah is, of all things, Knowing.", "id": "Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3402", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3402.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3402.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah pula yang melapangkan rezeki, baik material maupun nonmaterial, bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan Dia pula yang membatasi baginya semata demi kemaslahatan hamba-Nya itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, antara lain, mana bentuk pekerjaan yang memberi maslahat atau tidak, juga rezeki mana yang maslahat dan yang tidak maslahat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyatakan bahwa Dialah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dia sendiri yang berkuasa untuk menentukan rezeki, sehingga orang-orang yang beriman tidak perlu enggan berhijrah karena takut miskin. Allah memberi rezeki di mana saja mereka berada, baik di negeri sendiri, maupun di negeri orang atau dalam perjalanan, bahkan ketika mereka ditawan musuh.\n\nAllah berfirman:\n\nSungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (adz-dzariyat/51: 58)\n\nAyat ini selanjutnya menyatakan bahwa Allah mengetahui segala kemaslahatan makhluk-Nya. Dia juga mengetahui orang-orang yang mengerjakan amal saleh karena banyak dianugerahi rezeki, dan mengetahui orang-orang yang membuat kerusakan dan kemungkaran dengan kekayaan yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.\"\n\nAyat ini dapat pula dihubungkan dengan pernyataan orang-orang musyrik pada ayat sebelum ini (ayat 61) di mana Allah menyatakan kepada orang-orang musyrik, \"Siapa yang menciptakan dan menguasai alam semesta ini?\" Mereka tidak mendapatkan jawaban, kecuali tunduk dengan menetapkan bahwa Allah Yang Maha Esa yang menciptakan dan menguasai seluruh makhluk. Jika mereka telah mengakui hal itu, mengapa mereka masih ragu siapa yang menanggung rezeki seluruh makhluk itu. Jika mereka mengatakan bahwa Allah-lah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki kepada makhluk-Nya, tidak ada yang lain, kenapa mereka masih menyembah dan meminta rezeki itu kepada berhala-berhala? \n\nAllah selanjutnya menjelaskan bahwa Dia membedakan hamba-hamba-Nya dalam hal pemberian rezeki karena Ia lebih mengetahui kemaslahatan mereka. Pemberian itu harus disesuaikan dengan keadaan mereka masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 3403, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 21, "page": 403, "manzil": 5, "ruku": 347, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in sa altahum man nazzala minas samaaa'e maaa'an fa ahyaa bihil arda mim ba'di mawtihaa la yaqoolunnal laah; qulil hamdu lillah; bal aksaruhum laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And if you asked them, \"Who sends down rain from the sky and gives life thereby to the earth after its lifelessness?\" they would surely say \" Allah.\" Say, \"Praise to Allah \"; but most of them do not reason.", "id": "Dan jika kamu bertanya kepada mereka, ”Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?” Pasti mereka akan menjawab, ”Allah.” Katakanlah, ”Segala puji bagi Allah,” tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3403", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3403.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3403.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kembali menunjukkan bukti kebodohan orang kafir karena tidak mau menggunakan akal mereka untuk membuktikan wujud dan keesaan-Nya. Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang sudah mati?” Pasti mereka akan menjawab, “Allah.” Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Segala puji bagi Allah” bahwa mereka mengakui kebenaran hal tersebut, tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti atau tidak mau mempelajari bahwa tidak ada kontradiksi di alam ini; segalanya berjalan dengan teratur.", "long": "Dalam ayat ini, pertanyaan masih dihadapkan kepada orang-orang musyrik Mekah. Mereka ditanya tentang siapa yang menurunkan air hujan dari langit, kemudian dengan air itu suburlah tanah yang selama ini tandus dan gersang? Apa jawaban mereka terhadap pertanyaan ini?\n\nPada ayat 61 di atas mereka telah menyatakan bahwa Allah-lah yang menjadikan langit dan bumi, serta menundukkan matahari dan bulan. Hal ini adalah suatu yang tidak perlu diperbincangkan lagi karena sesuai dengan akal pikiran yang benar dan ajaran agama yang dibawa Nabi Ibrahim, agama yang diakui sebagai agama mereka. Namun demikian, perbuatan mereka berlawanan dengan pernyataan yang mereka ucapkan. Inilah keanehan yang ada pada mereka. Maka dalam ayat 63 ini, Allah menerangkan bahwa kalau dihadapkan kepada mereka pertanyaan tersebut, mereka juga akan menjawab, \"Allah.\" \n\nDengan demikian jelaslah bahwa mereka mempercayai bahwa Allah-lah Pemilik semua yang ada di langit dan di bumi. Dialah yang mengendalikan segala sesuatu yang ada pada keduanya, seperti menurunkan hujan dari langit, kemudian dengan air hujan itu bumi menjadi subur dan menumbuhkan tanam-tanaman. Akan tetapi, kepercayaan mereka ini tidak melandasi amal perbuatan yang mereka lakukan setiap hari, karena mereka mempersekutukan Tuhan dengan berhala-berhala yang tidak mempunyai kekuasaan atau kekuatan apa pun. \n\nSekalipun orang-orang musyrik menyatakan pengakuan seperti di atas, namun kebanyakan mereka tidak mau memahami dan mengamalkan pengakuan itu. Mereka seakan-akan seperti orang bodoh yang tidak dapat mengerti hakikat pengakuan mereka. Hal yang demikian itu disebabkan oleh kesesatan dan kezaliman yang telah mengalahkan kebenaran. Apabila kebenaran itu dikemukakan kepada mereka, sekalipun pikiran dan naluri mereka menerimanya, tetapi hati mereka tidak menerimanya lagi. Bahkan mereka menuduh Nabi Muhammad telah menyihir mereka, sehingga mereka ragu terhadap kenyataan yang dilihat oleh mata dan pikiran mereka sendiri. Allah berfirman:\n\nTentulah mereka berkata, \"Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.\" (al-hijr/15: 15)\n\nPada ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya mengucapkan \"al-hamdulillah\". Perkataan ini diucapkan sebagai pernyataan syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan-Nya, yaitu tersingkapnya kebenaran dengan adanya pengakuan dan pernyataan kaum musyrik tentang keesaan Tuhan. Namun demikian, sekalipun mereka telah mengakui kekuasaan dan kemahapemurahan Allah, tetapi hati mereka masih tergantung pada berhala-berhala yang mereka sembah." } } }, { "number": { "inQuran": 3404, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 348, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064c \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa haazihil hayaa tud dunyaaa illaa lahwunw-wa la'ib; wa innad Daaral Aakhirata la hiyal ha yawaan; law kaano ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And this worldly life is not but diversion and amusement. And indeed, the home of the Hereafter - that is the [eternal] life, if only they knew.", "id": "Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3404", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3404.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3404.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu faktor yang menjadikan orang-orang kafir enggan menyembah Allah, meski bukti wujud dan keesaan-Nya begitu jelas, adalah motivasi duniawi. Karena itu, ayat ini menginformasikan hakikat kehidupan dunia dan perbandingannya dengan kehidupan akhirat. Dan kehidupan dunia ini hina, tidak bernilai, dan tidak pula kekal. Dunia ini hanya senda-gurau yang akan melenakan orang kafir dari tugas hidup yang sebenarnya, dan dunia ini juga layaknya permainan yang hanya memberi kesenangan sesaat, sebelum kelelahan datang. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya bagi manusia. Itulah kehidupan yang kekal dan abadi. Di sana manusia akan merasakan kebahagiaan dan kesengsaraan yang hakiki, sekiranya mereka mengetahui dan memahami kefanaan dunia dan kekekalan akhirat. Namun, banyak dari mereka tidak berusaha memahami hal itu.", "long": "Ayat ini menerangkan hakikat kehidupan duniawi, terutama kepada orang-orang musyrik yang teperdaya dengan kehidupan duniawi. Diterangkan bahwa kehidupan duniawi itu hanyalah permainan dan senda gurau saja, bukan kehidupan yang sebenarnya. Pandangan dan pikiran orang-orang musyrik telah tertutup, sehingga mereka telah disibukkan oleh urusan duniawi. Mereka berlomba-lomba mencari harta kekayaan, kekuasaan, kesenangan, dan kelezatan yang ada padanya, seakan-akan kehidupan dunia ialah kehidupan yang sebenarnya bagi mereka. Andaikata mereka mau mengurangi perhatian mereka kepada kehidupan duniawi itu sedikit saja, dan memandangnya sebagai medan persiapan untuk bekal dalam kehidupan lain yang lebih kekal dan abadi, serta mau pula mendengarkan ayat-ayat Allah, tentulah mereka tidak akan durhaka dan mempersekutukan Allah. Andaikata mereka mendengarkan seruan rasul dengan menggunakan telinga, akal, dan hati, mereka tidak akan tersesat dari jalan Allah.\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa kehidupan yang hakiki itu adalah kehidupan akhirat, dan ia merupakan sisi lain dari kehidupan manusia, yaitu kehidupan yang diliputi oleh kebenaran yang mutlak. Kehidupan dunia adalah kehidupan yang di dalamnya bercampur baur antara kebenaran dan kebatilan, sedangkan dalam kehidupan akhirat, kebenaran dan kebatilan telah dipisahkan. Kehidupan akhirat banyak ditentukan oleh kehidupan dunia yang dijalani seseorang, dan tergantung kepada amal dan usahanya sewaktu masih hidup. Kehidupan dunia dapat diibaratkan dengan kehidupan masa kanak-kanak, sedang kehidupan akhirat dapat diibaratkan dengan kehidupan masa dewasa. Jika seseorang pada masa kanak-kanak mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, seperti belajar dan bekerja dengan tekun, maka kehidupan masa dewasanya akan menjadi kehidupan yang cerah. Sebaliknya jika ia banyak bermain-main dan tidak menggunakan waktu sebaik-baiknya, maka ia akan mempunyai masa dewasa yang suram.\n\nDemikianlah halnya dengan kehidupan akhirat, tergantung kepada amal dan usaha seseorang sewaktu masih hidup di dunia. Jika ia selama hidup di dunia beriman dan beramal saleh, maka kehidupannya di akhirat akan baik dan bahagia. Sebaliknya jika ia kafir dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang terlarang, ia akan mengalami kehidupan yang sengsara di akhirat nanti.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memperingatkan kepada orang-orang musyrik agar mengetahui hakikat hidup. Andaikata mereka mendalami dan mengetahui hal itu, tentu mereka tidak akan tersesat dan teperdaya oleh kehidupan dunia yang fana ini. Setiap orang yang berilmu dan mau mempergunakan akalnya dengan mudah dapat membedakan antara yang baik dengan yang buruk, antara yang benar dan yang salah, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 3405, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 348, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0643\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa-izaa rakiboo fil fulki da'awul laaha mukhilseena lahud deena falammaa najjaa hum ilal baari izaa hum yushrikoon" } }, "translation": { "en": "And when they board a ship, they supplicate Allah, sincere to Him in religion. But when He delivers them to the land, at once they associate others with Him", "id": "Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3405", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3405.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3405.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Padahal, saat menghadapi situasi mencekam di dunia ini, bahkan orang kafir pun akan menaruh harapan kepada Tuhan yang selama ini mereka ingkari. Ayat ini memberi gambaran tentang sikap buruk mereka tersebut. Maka apabila mereka naik kapal lalu badai datang menerjang, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian kepada-Nya agar bisa selamat. Akan tetapi, ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka kembali mempersekutukan Allah. Inilah karakter orang kafir dan munafik, berbeda sama sekali dari karakter orang mukmin.", "long": "Ayat ini melukiskan kehidupan orang-orang musyrik yang penuh pertentangan dan kontradiksi. Hati mereka percaya kepada kekuasaan dan keesaan Allah, tetapi pengaruh dunia dan hawa nafsu menutup keyakinan hati mereka yang benar. Oleh karena itu, mereka tidak dapat beramal dan mengingat Allah secara ikhlas. Mereka seperti orang bingung di dalam kehidupan yang penuh kemusyrikan.\n\nMereka diibaratkan Allah dengan orang yang naik kapal, berlayar mengarungi lautan luas. Tiba-tiba datang angin topan yang kencang disertai gelombang dan ombak yang menggunung sehingga kapal mereka terhempas ke sana ke mari. Maka timbul ketakutan dalam hati mereka, diiringi perasaan bahwa mereka tidak akan selamat dan akan ditelan oleh gelombang itu. Di saat itu, mereka ingat kepada Allah, dan meyakini bahwa hanya Dia Yang Mahakuasa menyelamatkan dan melindungi mereka dari hempasan ombak itu. Mereka mengakui keesaan Allah, baik dalam hati dan perasaan maupun dalam ucapan. Singkatnya dalam semua tindak tanduk, mereka kembali kepada fitrah semula, yaitu mengakui keesaan dan kekuasaan Allah. Mereka tidak percaya lagi bahwa tuhan-tuhan yang selama ini disembah sanggup melepaskan dan menyelamatkan mereka dari malapetaka yang sedang mengancam itu. Oleh karena itu, mereka berdoa dan mohon pertolongan kepada Allah saja.\n\nMaka Allah mengabulkan permohonan dan doa mereka yang ikhlas itu dengan menyelamatkan mereka dari segala bencana. Akan tetapi, setelah mereka terlepas dari bencana yang menakutkan itu, dan hati mereka telah merasa aman dan tenteram, serta merta mereka kembali mengingkari Allah yang telah menyelamatkan mereka. Mereka lupa bahwa mereka pernah berdoa kepada-Nya untuk meminta keselamatan dan berjanji akan tetap tunduk dan patuh hanya kepada-Nya. Mereka kembali mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang tidak layak sedikit pun dipersekutukan dengan-Nya. Maka Allah membiarkan mereka bersenang-senang sampai pada waktu yang ditentukan dan Allah akan memberi ganjaran yang setimpal di akhirat kelak.\n\nPada ayat yang lain diterangkan keadaan orang-orang musyrik di akhirat kelak. Mereka akan mengakui keesaan dan kekuasaan Allah di saat mereka mengalami siksaan yang pedih di dalam neraka dan berdoa meminta pertolongan-Nya agar dilepaskan dari siksaan itu. Allah berfirman:\n\nYa Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.\" Dia (Allah) berfirman, \"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.\" (al-Mu'minun/23: 107-108)\n\nMuhammad bin Ishaq dalam kitab Sirah (tarikh Nabi Muhammad saw) meriwayatkan bahwa 'Ikrimah bin Abi Jahal berkata, \"Tatkala Rasulullah menaklukkan Mekah, aku lari daripadanya. Ketika aku naik kapal ke Habsyah, kapal itu terombang-ambing. Para penumpang kapal berkata, Hai teman-teman, berdoalah dengan ikhlas kepada Tuhanmu, sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kita dari bencana ini, kecuali dia.\" Selanjutnya 'Ikrimah berkata, \"Andaikata di laut tidak ada yang dapat menyelamatkan, kecuali Dia maka di darat pun tidak ada pula yang dapat menyelamatkan, kecuali Dia. Hai Tuhanku, aku berjanji kepadamu, jika aku keluar dari laut ini, maka aku akan pergi kepada Muhammad dan aku akan menyatakan keimananku kepadanya, maka akan kudapati dia seorang yang sangat pengasih dan penyayang, dan terlaksanalah janjiku itu.\"\n\nIkrimah juga berkata, \"Bangsa Jahiliah itu apabila menaiki kapal, berhala-berhala mereka juga ikut dibawa. Jika angin ribut datang, berhala-berhala itu dilemparkan ke laut, lalu mereka mengucapkan, \"Ya Tuhan, Ya Tuhan.\"\n\nAr-Razi mengatakan dalam bukunya, al-Lawami, \"Ini adalah suatu pertanda bahwa pengetahuan tentang Tuhan itu merupakan fitrah bagi manusia. Walaupun mereka lalai mengingat-Nya di waktu mereka bersuka ria, namun mereka mengingat-Nya di waktu kesusahan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3406, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 348, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Li yakfuroo bimaaa aatainaahum wa li yatamatta'oo fasaw fa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "So that they will deny what We have granted them, and they will enjoy themselves. But they are going to know.", "id": "biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silakan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3406", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3406.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3406.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membiarkan mereka bergelimang dalam kenikmatan penuh dosa sebagai istidraj. Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka, seperti selamat dari bencana, sukses setelah kegagalan, sembuh dari sakit, dan silakan mereka hidup bersenang-senang dalam kekafiran dan dosa. Maka, di akhirat kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka dan merasakan penyesalan yang tidak berguna lagi.", "long": "Ayat ini menerangkan akibat dari perilaku kaum musyrik mempersekutukan Allah sesudah mereka diselamatkan dari bencana, dan merupakan ancaman atas kekafiran mereka kepada nikmat-Nya. Pada ayat yang lalu, Allah menerangkan bahwa setelah mereka selamat, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan-Nya, maka timbullah pertanyaan kenapa Ia menyelamatkan mereka dari bahaya tenggelam itu? Kenapa kapal itu beserta semua penumpangnya tidak dibiarkan tenggelam ke dasar laut, sehingga selesailah persoalan mereka?\n\nJawabannya adalah bahwa wajar kalau Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang itu memperkenankan doa dari hamba-Nya yang memohon dengan tulus ikhlas. Mereka diselamatkan adalah sebagai ujian bagi keimanan mereka; apakah mereka akan tetap dalam keimanan itu atau akan musyrik kembali.\n\nTernyata ujian ini tidak membawa hasil. Sesudah diselamatkan Allah, mereka musyrik kembali. Mereka bersikap demikian karena kemusyrikan telah berurat dan berakar dalam jiwa mereka. Hal itu mengakibatkan mereka kafir kepada nikmat Allah yang telah menyelamatkan mereka dari bencana tenggelam dalam laut dan membuat mereka hidup bersenang-senang dalam kekafiran. Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dengan mengatakan bahwa kelak mereka akan mengetahui akibat dari perbuatan itu.\n\nKalimat \"maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)\" ini mempunyai nada ancaman kepada orang-orang musyrik, karena tanda-tanda kekuasaan dan keesaan Allah serta nikmat yang telah dilimpahkan kepada mereka, tidak dapat meyakinkan mereka, bahkan menambah keingkaran mereka. Seakan-akan dikatakan kepada mereka, \"Apabila mereka lalai dan tidak mengubah tindak tanduk mereka, mereka akan mengetahui dengan yakin bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa mereka.\" Apabila azab itu telah menimpa mereka, maka semua pintu tobat telah tertutup bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3407, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 348, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062a\u064e\u062e\u064e\u0637\u0651\u064e\u0641\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yaraw annaa ja'alnaa haraman aaminanw wa yutakhattafun naasu min haw lihim; afabil baatili yu'minoona wa bini'matil laahi yakfuroon" } }, "translation": { "en": "Have they not seen that We made [Makkah] a safe sanctuary, while people are being taken away all around them? Then in falsehood do they believe, and in the favor of Allah they disbelieve?", "id": "Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3407", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3407.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3407.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa kaum kafir Mekah enggan menyembah Allah? Tidakkah mereka memperhatikan beberapa nikmat Allah, antara lain bahwa Kami telah menjadikan negeri mereka, Mekah, sebagai tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya, yakni di luar Mekah, saling merampok dan saling membunuh sehingga selalu diliputi kecemasan? Setelah kebenaran datang kepada mereka secara gamblang, mengapa mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah dengan tetap menyembah berhala?", "long": "Ayat ini mengingatkan orang-orang musyrik Mekah akan nikmat yang dilimpahkan kepada mereka. Allah mengistimewakan mereka dari penduduk negeri-negeri di sekitar mereka dengan menjadikan kota Mekah sebagai negeri yang aman, tenteram, dan diharamkan berperang di sana. Allah menjaga negeri itu dari musuh-musuh yang hendak menghancurkan dan menguasainya, seperti yang pernah terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad. Pada waktu itu, tentara Abrahah yang mengendarai gajah dihancurkan Allah sebelum mereka sempat menjamah Ka'bah.\n\nAllah berfirman:\n\n(1) Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? (2) Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? (3) dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, (4) yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, (5) sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (al-Fil/105: 1-5)\n\nDalam ayat yang lain diterangkan keadaan kota Mekah dan kehidupan orang-orang Quraisy. Allah berfirman:\n\n(1) Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (2) (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. (3) Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah), (4) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. (Quraisy/106: 1-4)\n\nDi sisi lain, negeri-negeri yang berada di sekitar Mekah dalam keadaan tidak aman. Sering terjadi perampokan, pembunuhan, kekacauan, dan peperangan antar kabilah, sehingga orang tidak dapat merasakan kedamaian dan keamanan atas jiwa, keluarga, dan hartanya. Setiap saat penduduknya selalu berada dalam keadaan khawatir diserbu musuh. Pada ayat ini dipertanyakan kepada orang-orang musyrik itu bahwa apakah mereka tidak melihat nikmat yang jelas dan nyata itu? Apakah mereka tidak merasakan sedikit juga bahwa Allah telah mengistimewakan mereka dari penduduk negeri di sekitar mereka. Kenapa mereka tidak meninggalkan penyembahan berhala yang mengotori Ka'bah itu? Sebenarnya orang Mekah telah mengetahui semuanya, tetapi karena keingkaran, mereka mempercayai yang batil dan mengingkari nikmat Allah. Alangkah rendahnya akal mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3408, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 348, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man azlamu mimma nif taraa 'alal laahi kaziban aw kazzaba bilhaqqi lammaa jaaa'ah; alaisa fee jahannama maswal lil kaafireen" } }, "translation": { "en": "And who is more unjust than one who invents a lie about Allah or denies the truth when it has come to him? Is there not in Hell a [sufficient] residence for the disbelievers?", "id": "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3408", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3408.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3408.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika demikian adanya, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah dengan perilaku syiriknya atau orang yang mendustakan yang hak, yakni kerasulan Nabi Muhammad dan kebenaran Al-Qur’an sebagai kitab yang datang dari Allah, ketika yang hak itu datang kepadanya dengan bukti-bukti yang sangat jelas? Padahal, perilaku semacam itu termasuk kekafiran yang diancam dengan neraka. Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir? Pasti. Neraka jahanam adalah tempat kembali orang-orang kafir untuk selama-lamanya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik itu adalah orang yang sangat zalim, karena mengada-adakan sekutu bagi Allah dan mengatakan bahwa Dia mempunyai anak. Mereka adalah orang-orang yang membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan menjadi musuh-Nya. Mereka membuat patung-patung, kemudian menyembahnya untuk mendekatkan diri kepada Allah.\n\nAllah menceritakan kepercayaan kaum musyrik itu dalam firman-Nya:\n\nIngatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), \"Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.\" Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar. (az-Zumar/39: 3)\n\nSetelah datang kepada mereka seorang rasul Allah yang menerangkan kebatilan dan kepalsuan perbuatan mereka, dan menunjukkan jalan yang lurus berdasarkan kebenaran, mereka mengingkari dan mendustakan semuanya. Bahkan mereka mengingkari semua nikmat Allah yang pernah diberikan kepada mereka.\n\nSesungguhnya orang-orang musyrik itu telah berbuat dosa yang paling besar yang tidak ada tandingannya di dunia ini. Tiada balasan yang tepat bagi mereka kecuali azab neraka Jahanam di akhirat nanti dan itulah tempat yang wajar bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3409, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 348, "hizbQuarter": 161, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena jaahadoo feenaa lanahdiyannahum subulana; wa innal laaha lama'al muhsineen" } }, "translation": { "en": "And those who strive for Us - We will surely guide them to Our ways. And indeed, Allah is with the doers of good.", "id": "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3409", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3409.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3409.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya, Allah memberi janji kepada orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang berjihad dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan membela agama-Nya semata untuk mencari keridaan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. Dia memberi balasan yang lebih baik kepada siapa saja yang mengembangkan sikap kebajikan dalam hal apa pun dan kepada siapa pun, tentu setelah semua kewajiban terpenuhi dengan sempurna.", "long": "Ayat ini menerangkan janji yang mulia dari Allah kepada orang-orang mukmin yang berjihad di jalan-Nya dengan mengorbankan jiwa dan hartanya serta menanggung siksaan dan rintangan. Oleh karena itu, Allah akan memberi mereka petunjuk, membantu mereka membulatkan tekad, dan memberikan bantuan, sehingga mereka memperoleh kemenangan di dunia serta kebahagiaan dan kemuliaan di akhirat kelak.\n\nAllah berfirman:\n\n(Yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, \"Tuhan kami ialah Allah.\" Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-hajj/22: 40)\n\nMakna jihad dalam ayat 69 ini ialah melakukan segala macam usaha untuk menegakkan agama Allah dan meninggikan kalimat-Nya, termasuk juga memerangi orang-orang kafir yang memerangi umat Islam. Menurut Abu Sulaiman ad-Darani, jihad di sini bukan berarti memerangi orang-orang kafir saja, melainkan juga berarti mempertahankan agama, dan memberantas kezaliman. Adapun yang utama ialah menganjurkan perbuatan makruf, melarang dari perbuatan yang mungkar, dan memerangi hawa nafsu dalam rangka menaati perintah Allah.\n\nMereka yang berjihad itu dijanjikan Allah jalan yang lapang. Janji ini pasti akan terlaksana, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman. (ar-Rum/30: 47)\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa orang-orang yang berjihad di jalan Allah itu adalah orang-orang yang berbuat baik (muhsin). Hal ini berarti bahwa segala macam perbuatan, sesuai dengan yang digariskan Allah dalam berjihad itu, adalah perbuatan baik. Dinamakan demikian karena orang-orang yang berjihad itu selalu berjalan di jalan Allah. Orang-orang yang tidak mau berjihad adalah orang yang tidak baik, sebab ia telah membangkang terhadap perintah Allah untuk melakukan jihad. Orang itu adalah orang yang sesat, karena tidak mau meniti jalan lurus yang telah dibentangkan-Nya.\n\nDalam ayat ini dinyatakan bahwa Allah selalu beserta orang-orang yang berperang di jalan-Nya, memerangi hawa nafsu, mengusir semua bisikan setan dari hatinya, dan tidak pernah menyia-nyiakan ajaran agama-Nya. Pernyataan ini dapat menenteramkan hati orang yang beriman dalam menghadapi orang-orang kafir dan membangkitkan semangat mereka berjuang di jalan-Nya.\n\nAyat ini menerangkan bahwa orang-orang yang berjihad untuk mencari keridaan Allah, pasti akan ditunjukkan kepada mereka jalan-Nya. Dari ayat ini dipahami bahwa lapangan jihad yang luas bisa dilaksanakan dengan berbagai cara, berupa perkataan, tulisan, dan pada situasi tertentu dapat dilakukan dengan senjata. Karena luas dan banyaknya lapangan jihad berarti banyak sekali jalan-jalan yang dapat ditempuh seorang mukmin untuk sampai kepada keridaan Allah, asal semua jalan itu diniatkan untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kebaikan." } } } ] }, { "number": 30, "sequence": 84, "numberOfVerses": 60, "name": { "short": "الروم", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0631\u0648\u0645", "transliteration": { "en": "Ar-Room", "id": "Ar-Rum" }, "translation": { "en": "The Romans", "id": "Romawi" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ar Ruum terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah diturunkan sesudah ayat Al Insyiqaq. Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali. Ini adalah suatu mukjizat Al Quran, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemahnya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin. Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3410, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0645", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Meeem" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Meem.", "id": "Alif Lam Mim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3410", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3410.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3410.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Lam Mim.", "long": "Lihat tafsir \"Alif Lam Mim\" pada Jilid I, tentang \"Fawatih as-suwar\"." } } }, { "number": { "inQuran": 3411, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u063a\u064f\u0644\u0650\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Ghulibatir Room" } }, "translation": { "en": "The Byzantines have been defeated", "id": "Bangsa Romawi telah dikalahkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3411", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3411.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3411.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini berisi prediksi Al-Qur’an terhadap kejadian yang akan datang. Bangsa Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel pada awalnya telah dikalahkan oleh Bangsa Persia pemeluk Majusi.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bangsa Romawi telah dikalahkan oleh bangsa Persia di negeri yang dekat dengan kota Mekah, yaitu negeri Syiria. Beberapa tahun kemudian setelah mereka dikalahkan, maka bangsa Romawi akan mengalahkan bangsa Persia sebagai balasan atas kekalahan itu.\n\nBangsa Romawi yang dimaksud dalam ayat ini ialah Kerajaan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel, bukan kerajaan Romawi Barat yang berpusat di Roma. Kerajaan Romawi Barat, jauh sebelum peristiwa yang diceritakan dalam ayat ini terjadi, sudah hancur, yaitu pada tahun 476 Masehi. Bangsa Romawi beragama Nasrani (Ahli Kitab), sedang bangsa Persia beragama Majusi (musyrik).\n\nAyat ini merupakan sebagian dari ayat-ayat yang memberitakan hal-hal gaib yang menunjukkan kemukjizatan Al-Qur'an. Pada saat bangsa Romawi dikalahkan bangsa Persia, maka turunlah ayat ini yang menerangkan bahwa pada saat ini bangsa Romawi dikalahkan, tetapi kekalahan itu tidak akan lama dideritanya. Hanya dalam beberapa tahun saja, orang-orang Persia pasti dikalahkan oleh orang Romawi. Kekalahan bangsa Romawi ini terjadi sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Medinah. Mendengar berita ini, orang-orang musyrik Mekah bergembira, sedangkan orang-orang yang beriman dan Nabi bersedih hati.\n\nSebagaimana diketahui bahwa bangsa Persia beragama Majusi yang menyembah api, jadi mereka menyekutukan Tuhan. Orang-orang Mekah juga menyekutukan Tuhan dengan menyembah berhala. Oleh karena itu, mereka merasa agama mereka dekat dengan agama bangsa Persia, karena sama-sama mempersekutukan Tuhan. Kaum Muslimin merasa agama mereka dekat dengan agama Nasrani, karena sama-sama menganut agama Samawi. Oleh karena itu, kaum musyrik Mekah bergembira atas kemenangan itu, sebagai kemenangan agama politeisme yang mempercayai \"banyak Tuhan\", atas agama Samawi yang menganut agama tauhid. Sebaliknya kaum Muslimin waktu itu bersedih hati karena sikap menentang kaum musyrik Mekah semakin bertambah. Mereka mencemooh kaum Muslimin dengan mengatakan bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan hancur, sebagaimana kehancuran bangsa Romawi yang menganut agama Nasrani. Lalu ayat ini turun untuk menerangkan bahwa bangsa Romawi yang kalah itu, akan mengalahkan bangsa Persia dalam waktu yang tidak lama, hanya dalam beberapa tahun lagi.\n\nSejarah mencatat bahwa tahun 622 Masehi, yaitu setelah tujuh atau delapan tahun kekalahan bangsa Romawi dari bangsa Persia itu, peperangan antara kedua bangsa itu berkecamuk kembali untuk kedua kalinya. Pada permulaan terjadinya peperangan itu telah tampak tanda-tanda kemenangan bangsa Romawi. Sekalipun demikian, ketika sampai kepada kaum musyrik Mekah berita peperangan itu, mereka masih mengharapkan kemenangan berada di pihak Persia. Oleh karena itu, Ubay bin Khalaf ketika mengetahui Abu Bakar hijrah ke Medinah, ia minta agar putra Abu Bakar, yaitu 'Abdurrahman, menjamin taruhan ayahnya, jika Persia menang. Hal ini diterima oleh 'Abdurrahman.\n\nPada tahun 624 Masehi, terjadilah perang Uhud. Ketika Ubay bin Khalaf hendak pergi memerangi kaum Muslimin, 'Abdurrahman melarangnya, kecuali jika putranya menjamin membayar taruhannya, jika bangsa Romawi menang. Maka Abdullah bin Ubay menerima untuk menjaminnya.\n\nJika melihat berita di atas, maka ada beberapa kemungkinan sebagai berikut: pertama, pada tahun 622 Masehi, perang antara Romawi dan Persia telah berakhir dengan kemenangan Romawi. Akan tetapi, karena hubungan yang sukar waktu itu, maka berita itu baru sampai ke Mekah setahun kemudian, sehingga Ubay minta jaminan waktu Abu Bakar hijrah, sebaliknya 'Abdurrahman minta jaminan pada waktu Ubay akan pergi ke Perang Uhud. Kedua, peperangan itu berlangsung dari tahun 622-624 Masehi, dan berakhir dengan kemenangan bangsa Romawi.\n\nDari peristiwa di atas dapat dikemukakan beberapa hal dan pelajaran yang perlu direnungkan dan diamalkan.\n\nPertama: Ada hubungan antara kemusyrikan dan kekafiran terhadap dakwah dan iman kepada Allah. Sekalipun negara-negara dahulu belum mempunyai sistem komunikasi yang canggih dan bangsanya pun belum mempunyai hubungan yang kuat seperti sekarang ini, namun antar bangsa-bangsa itu telah mempunyai hubungan batin, yaitu antara bangsa-bangsa yang menganut agama yang bersumber dari Tuhan di satu pihak, dan bangsa-bangsa yang menganut agama yang tidak bersumber dari Tuhan pada pihak yang lain. Orang-orang musyrik Mekah menganggap kemenangan bangsa Persia atas bangsa Romawi (Nasrani), sebagai kemenangan mereka juga karena sama-sama menganut politeisme. Sedangkan kaum Muslimin merasakan kekalahan bangsa Romawi yang beragama Nasrani sebagai kekalahan mereka pula, karena merasa agama mereka berasal dari sumber yang satu. Hal ini merupakan suatu faktor nyata yang perlu diperhatikan kaum Muslimin dalam menyusun taktik dan strategi dalam berdakwah.\n\nKedua: Kepercayaan yang mutlak kepada janji dan ketetapan Allah. Hal ini tampak pada ucapan-ucapan Abu Bakar yang penuh keyakinan tanpa ragu-ragu di waktu menetapkan jumlah taruhan dengan Ubay bin Khalaf. Harga unta seratus ekor sangat tinggi pada waktu itu, sehingga kalau tidak karena keyakinan akan kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang ada di dalam hati Abu Bakar, tentu beliau tidak akan berani mengadakan taruhan sebanyak itu, apalagi jika dibaca sejarah bangsa Romawi pada waktu kekalahan itu dalam keadaan kocar-kacir. Amat sukar diramalkan mereka sanggup mengalahkan bangsa Persia yang dalam keadaan kuat, hanya dalam tiga sampai sembilan tahun mendatang. Keyakinan yang kuat seperti keyakinan Abu Bakar itu merupakan keyakinan kaum Muslimin, yang tidak dapat digoyahkan oleh apa pun, sekalipun dalam bentuk siksaan, ujian, penderitaan, pemboikotan, dan sebagainya. Hal ini merupakan modal utama bagi kaum Muslimin menghadapi jihad yang memerlukan waktu yang lama di masa yang akan datang. Jika kaum Muslimin mempunyai keyakinan dan berusaha seperti kaum Muslimin di masa Rasulullah, pasti pula Allah mendatangkan kemenangan kepada mereka.\n\nKetiga: Terjadinya suatu peristiwa adalah urusan Allah, tidak seorangpun yang dapat mencampurinya. Allah-lah yang menentukan segalanya sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Hal ini berarti bahwa kaum Muslimin harus mengembalikan segala urusan kepada Allah saja, baik dalam kejadian seperti di atas, maupun pada kejadian dan peristiwa yang merupakan keseimbangan antara situasi dan keadaan. Kemenangan dan kekalahan, kemajuan dan kemunduran suatu bangsa, demikian pula kelemahan dan kekuatannya yang terjadi di bumi ini, semuanya kembali kepada Allah. Dia berbuat menurut kehendak-Nya. Semua yang terjadi bertitik tolak kepada kehendak Zat yang mutlak itu. Jadi berserah diri dan menerima semua yang telah ditentukan Allah adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang mukmin. Hal ini bukanlah berarti bahwa usaha manusia tidak ada harganya sedikit pun, karena hal itu merupakan syarat berhasilnya suatu pekerjaan. Dalam suatu hadis diriwayatkan bahwa seorang Arab Badui melepaskan untanya di muka pintu masjid Rasulullah, kemudian ia masuk ke dalamnya sambil berkata, \"Aku bertawakal kepada Allah,\" lalu Nabi bersabda:\n\nIkatlah unta itu sesudah itu baru engkau bertawakal. (Riwayat at-Tirmidzi dari Anas bin Malik ) \n\nBerdasarkan hadis ini, seorang muslim disuruh berusaha sekuat tenaga, kemudian ia berserah diri kepada Allah tentang hasil usahanya itu.\n\nAkhir ayat ini menerangkan bahwa kaum Muslimin bergembira ketika mendengar berita kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia. Mereka bergembira karena:\n\n1.Mereka telah dapat membuktikan kepada kaum musyrik Mekah atas kebenaran berita-berita yang ada dalam ayat Al-Qur'an.\n\n2.Kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia merupakan kemenangan agama Samawi atas agama ciptaan manusia.\n\n3.Kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia mengisyaratkan kemenangan kaum Muslimin atas orang-orang kafir Mekah dalam waktu yang tidak lama lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 3412, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u063a\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Feee adnal ardi wa hummim ba'di ghalabihim sa ya ghliboon" } }, "translation": { "en": "In the nearest land. But they, after their defeat, will overcome.", "id": "di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3412", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3412.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3412.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kekalahan bangsa Romawi itu terjadi di negeri yang terdekat ke negeri Arab, yaitu Suriah dan Palestina sewaktu menjadi jajahan bangsa Romawi Timur, dan mereka, yakni bangsa Romawi, setelah kekalahannya itu akan menang kembali atas bangsa Persia yang beragama Majusi (musyrik).", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bangsa Romawi telah dikalahkan oleh bangsa Persia di negeri yang dekat dengan kota Mekah, yaitu negeri Syiria. Beberapa tahun kemudian setelah mereka dikalahkan, maka bangsa Romawi akan mengalahkan bangsa Persia sebagai balasan atas kekalahan itu.\n\nBangsa Romawi yang dimaksud dalam ayat ini ialah Kerajaan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel, bukan kerajaan Romawi Barat yang berpusat di Roma. Kerajaan Romawi Barat, jauh sebelum peristiwa yang diceritakan dalam ayat ini terjadi, sudah hancur, yaitu pada tahun 476 Masehi. Bangsa Romawi beragama Nasrani (Ahli Kitab), sedang bangsa Persia beragama Majusi (musyrik).\n\nAyat ini merupakan sebagian dari ayat-ayat yang memberitakan hal-hal gaib yang menunjukkan kemukjizatan Al-Qur'an. Pada saat bangsa Romawi dikalahkan bangsa Persia, maka turunlah ayat ini yang menerangkan bahwa pada saat ini bangsa Romawi dikalahkan, tetapi kekalahan itu tidak akan lama dideritanya. Hanya dalam beberapa tahun saja, orang-orang Persia pasti dikalahkan oleh orang Romawi. Kekalahan bangsa Romawi ini terjadi sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Medinah. Mendengar berita ini, orang-orang musyrik Mekah bergembira, sedangkan orang-orang yang beriman dan Nabi bersedih hati.\n\nSebagaimana diketahui bahwa bangsa Persia beragama Majusi yang menyembah api, jadi mereka menyekutukan Tuhan. Orang-orang Mekah juga menyekutukan Tuhan dengan menyembah berhala. Oleh karena itu, mereka merasa agama mereka dekat dengan agama bangsa Persia, karena sama-sama mempersekutukan Tuhan. Kaum Muslimin merasa agama mereka dekat dengan agama Nasrani, karena sama-sama menganut agama Samawi. Oleh karena itu, kaum musyrik Mekah bergembira atas kemenangan itu, sebagai kemenangan agama politeisme yang mempercayai \"banyak Tuhan\", atas agama Samawi yang menganut agama tauhid. Sebaliknya kaum Muslimin waktu itu bersedih hati karena sikap menentang kaum musyrik Mekah semakin bertambah. Mereka mencemooh kaum Muslimin dengan mengatakan bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan hancur, sebagaimana kehancuran bangsa Romawi yang menganut agama Nasrani. Lalu ayat ini turun untuk menerangkan bahwa bangsa Romawi yang kalah itu, akan mengalahkan bangsa Persia dalam waktu yang tidak lama, hanya dalam beberapa tahun lagi.\n\nSejarah mencatat bahwa tahun 622 Masehi, yaitu setelah tujuh atau delapan tahun kekalahan bangsa Romawi dari bangsa Persia itu, peperangan antara kedua bangsa itu berkecamuk kembali untuk kedua kalinya. Pada permulaan terjadinya peperangan itu telah tampak tanda-tanda kemenangan bangsa Romawi. Sekalipun demikian, ketika sampai kepada kaum musyrik Mekah berita peperangan itu, mereka masih mengharapkan kemenangan berada di pihak Persia. Oleh karena itu, Ubay bin Khalaf ketika mengetahui Abu Bakar hijrah ke Medinah, ia minta agar putra Abu Bakar, yaitu 'Abdurrahman, menjamin taruhan ayahnya, jika Persia menang. Hal ini diterima oleh 'Abdurrahman.\n\nPada tahun 624 Masehi, terjadilah perang Uhud. Ketika Ubay bin Khalaf hendak pergi memerangi kaum Muslimin, 'Abdurrahman melarangnya, kecuali jika putranya menjamin membayar taruhannya, jika bangsa Romawi menang. Maka Abdullah bin Ubay menerima untuk menjaminnya.\n\nJika melihat berita di atas, maka ada beberapa kemungkinan sebagai berikut: pertama, pada tahun 622 Masehi, perang antara Romawi dan Persia telah berakhir dengan kemenangan Romawi. Akan tetapi, karena hubungan yang sukar waktu itu, maka berita itu baru sampai ke Mekah setahun kemudian, sehingga Ubay minta jaminan waktu Abu Bakar hijrah, sebaliknya 'Abdurrahman minta jaminan pada waktu Ubay akan pergi ke Perang Uhud. Kedua, peperangan itu berlangsung dari tahun 622-624 Masehi, dan berakhir dengan kemenangan bangsa Romawi.\n\nDari peristiwa di atas dapat dikemukakan beberapa hal dan pelajaran yang perlu direnungkan dan diamalkan.\n\nPertama: Ada hubungan antara kemusyrikan dan kekafiran terhadap dakwah dan iman kepada Allah. Sekalipun negara-negara dahulu belum mempunyai sistem komunikasi yang canggih dan bangsanya pun belum mempunyai hubungan yang kuat seperti sekarang ini, namun antar bangsa-bangsa itu telah mempunyai hubungan batin, yaitu antara bangsa-bangsa yang menganut agama yang bersumber dari Tuhan di satu pihak, dan bangsa-bangsa yang menganut agama yang tidak bersumber dari Tuhan pada pihak yang lain. Orang-orang musyrik Mekah menganggap kemenangan bangsa Persia atas bangsa Romawi (Nasrani), sebagai kemenangan mereka juga karena sama-sama menganut politeisme. Sedangkan kaum Muslimin merasakan kekalahan bangsa Romawi yang beragama Nasrani sebagai kekalahan mereka pula, karena merasa agama mereka berasal dari sumber yang satu. Hal ini merupakan suatu faktor nyata yang perlu diperhatikan kaum Muslimin dalam menyusun taktik dan strategi dalam berdakwah.\n\nKedua: Kepercayaan yang mutlak kepada janji dan ketetapan Allah. Hal ini tampak pada ucapan-ucapan Abu Bakar yang penuh keyakinan tanpa ragu-ragu di waktu menetapkan jumlah taruhan dengan Ubay bin Khalaf. Harga unta seratus ekor sangat tinggi pada waktu itu, sehingga kalau tidak karena keyakinan akan kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang ada di dalam hati Abu Bakar, tentu beliau tidak akan berani mengadakan taruhan sebanyak itu, apalagi jika dibaca sejarah bangsa Romawi pada waktu kekalahan itu dalam keadaan kocar-kacir. Amat sukar diramalkan mereka sanggup mengalahkan bangsa Persia yang dalam keadaan kuat, hanya dalam tiga sampai sembilan tahun mendatang. Keyakinan yang kuat seperti keyakinan Abu Bakar itu merupakan keyakinan kaum Muslimin, yang tidak dapat digoyahkan oleh apa pun, sekalipun dalam bentuk siksaan, ujian, penderitaan, pemboikotan, dan sebagainya. Hal ini merupakan modal utama bagi kaum Muslimin menghadapi jihad yang memerlukan waktu yang lama di masa yang akan datang. Jika kaum Muslimin mempunyai keyakinan dan berusaha seperti kaum Muslimin di masa Rasulullah, pasti pula Allah mendatangkan kemenangan kepada mereka.\n\nKetiga: Terjadinya suatu peristiwa adalah urusan Allah, tidak seorangpun yang dapat mencampurinya. Allah-lah yang menentukan segalanya sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Hal ini berarti bahwa kaum Muslimin harus mengembalikan segala urusan kepada Allah saja, baik dalam kejadian seperti di atas, maupun pada kejadian dan peristiwa yang merupakan keseimbangan antara situasi dan keadaan. Kemenangan dan kekalahan, kemajuan dan kemunduran suatu bangsa, demikian pula kelemahan dan kekuatannya yang terjadi di bumi ini, semuanya kembali kepada Allah. Dia berbuat menurut kehendak-Nya. Semua yang terjadi bertitik tolak kepada kehendak Zat yang mutlak itu. Jadi berserah diri dan menerima semua yang telah ditentukan Allah adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang mukmin. Hal ini bukanlah berarti bahwa usaha manusia tidak ada harganya sedikit pun, karena hal itu merupakan syarat berhasilnya suatu pekerjaan. Dalam suatu hadis diriwayatkan bahwa seorang Arab Badui melepaskan untanya di muka pintu masjid Rasulullah, kemudian ia masuk ke dalamnya sambil berkata, \"Aku bertawakal kepada Allah,\" lalu Nabi bersabda:\n\nIkatlah unta itu sesudah itu baru engkau bertawakal. (Riwayat at-Tirmidzi dari Anas bin Malik ) \n\nBerdasarkan hadis ini, seorang muslim disuruh berusaha sekuat tenaga, kemudian ia berserah diri kepada Allah tentang hasil usahanya itu.\n\nAkhir ayat ini menerangkan bahwa kaum Muslimin bergembira ketika mendengar berita kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia. Mereka bergembira karena:\n\n1.Mereka telah dapat membuktikan kepada kaum musyrik Mekah atas kebenaran berita-berita yang ada dalam ayat Al-Qur'an.\n\n2.Kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia merupakan kemenangan agama Samawi atas agama ciptaan manusia.\n\n3.Kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia mengisyaratkan kemenangan kaum Muslimin atas orang-orang kafir Mekah dalam waktu yang tidak lama lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 3413, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0628\u0650\u0636\u0652\u0639\u0650 \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d7 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fee bid'i sineen; lillaahil amru min qablu wa mim ba'd; wa yawma'iziny yafrahul mu'minoon" } }, "translation": { "en": "Within three to nine years. To Allah belongs the command before and after. And that day the believers will rejoice", "id": "dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3413", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3413.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3413.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemenangan kembali bangsa Romawi itu terjadi dalam beberapa tahun lagi, antara tiga hingga sembilan tahun. Milik Allah-lah urusan sebelum dan setelah kekalahan bangsa Persia dan kemenangan bangsa Romawi. Dan pada hari kemenangan bangsa Romawi itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Kegembiraan ini bukan semata karena kemenangan bangsa Romawi yang percaya Tuhan atas bangsa Persia yang musyrik, tetapi lebih karena terbuktinya janji Allah yang diinformasikan pada ayat-ayat ini.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bangsa Romawi telah dikalahkan oleh bangsa Persia di negeri yang dekat dengan kota Mekah, yaitu negeri Syiria. Beberapa tahun kemudian setelah mereka dikalahkan, maka bangsa Romawi akan mengalahkan bangsa Persia sebagai balasan atas kekalahan itu.\n\nBangsa Romawi yang dimaksud dalam ayat ini ialah Kerajaan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel, bukan kerajaan Romawi Barat yang berpusat di Roma. Kerajaan Romawi Barat, jauh sebelum peristiwa yang diceritakan dalam ayat ini terjadi, sudah hancur, yaitu pada tahun 476 Masehi. Bangsa Romawi beragama Nasrani (Ahli Kitab), sedang bangsa Persia beragama Majusi (musyrik).\n\nAyat ini merupakan sebagian dari ayat-ayat yang memberitakan hal-hal gaib yang menunjukkan kemukjizatan Al-Qur'an. Pada saat bangsa Romawi dikalahkan bangsa Persia, maka turunlah ayat ini yang menerangkan bahwa pada saat ini bangsa Romawi dikalahkan, tetapi kekalahan itu tidak akan lama dideritanya. Hanya dalam beberapa tahun saja, orang-orang Persia pasti dikalahkan oleh orang Romawi. Kekalahan bangsa Romawi ini terjadi sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Medinah. Mendengar berita ini, orang-orang musyrik Mekah bergembira, sedangkan orang-orang yang beriman dan Nabi bersedih hati.\n\nSebagaimana diketahui bahwa bangsa Persia beragama Majusi yang menyembah api, jadi mereka menyekutukan Tuhan. Orang-orang Mekah juga menyekutukan Tuhan dengan menyembah berhala. Oleh karena itu, mereka merasa agama mereka dekat dengan agama bangsa Persia, karena sama-sama mempersekutukan Tuhan. Kaum Muslimin merasa agama mereka dekat dengan agama Nasrani, karena sama-sama menganut agama Samawi. Oleh karena itu, kaum musyrik Mekah bergembira atas kemenangan itu, sebagai kemenangan agama politeisme yang mempercayai \"banyak Tuhan\", atas agama Samawi yang menganut agama tauhid. Sebaliknya kaum Muslimin waktu itu bersedih hati karena sikap menentang kaum musyrik Mekah semakin bertambah. Mereka mencemooh kaum Muslimin dengan mengatakan bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan hancur, sebagaimana kehancuran bangsa Romawi yang menganut agama Nasrani. Lalu ayat ini turun untuk menerangkan bahwa bangsa Romawi yang kalah itu, akan mengalahkan bangsa Persia dalam waktu yang tidak lama, hanya dalam beberapa tahun lagi.\n\nSejarah mencatat bahwa tahun 622 Masehi, yaitu setelah tujuh atau delapan tahun kekalahan bangsa Romawi dari bangsa Persia itu, peperangan antara kedua bangsa itu berkecamuk kembali untuk kedua kalinya. Pada permulaan terjadinya peperangan itu telah tampak tanda-tanda kemenangan bangsa Romawi. Sekalipun demikian, ketika sampai kepada kaum musyrik Mekah berita peperangan itu, mereka masih mengharapkan kemenangan berada di pihak Persia. Oleh karena itu, Ubay bin Khalaf ketika mengetahui Abu Bakar hijrah ke Medinah, ia minta agar putra Abu Bakar, yaitu 'Abdurrahman, menjamin taruhan ayahnya, jika Persia menang. Hal ini diterima oleh 'Abdurrahman.\n\nPada tahun 624 Masehi, terjadilah perang Uhud. Ketika Ubay bin Khalaf hendak pergi memerangi kaum Muslimin, 'Abdurrahman melarangnya, kecuali jika putranya menjamin membayar taruhannya, jika bangsa Romawi menang. Maka Abdullah bin Ubay menerima untuk menjaminnya.\n\nJika melihat berita di atas, maka ada beberapa kemungkinan sebagai berikut: pertama, pada tahun 622 Masehi, perang antara Romawi dan Persia telah berakhir dengan kemenangan Romawi. Akan tetapi, karena hubungan yang sukar waktu itu, maka berita itu baru sampai ke Mekah setahun kemudian, sehingga Ubay minta jaminan waktu Abu Bakar hijrah, sebaliknya 'Abdurrahman minta jaminan pada waktu Ubay akan pergi ke Perang Uhud. Kedua, peperangan itu berlangsung dari tahun 622-624 Masehi, dan berakhir dengan kemenangan bangsa Romawi.\n\nDari peristiwa di atas dapat dikemukakan beberapa hal dan pelajaran yang perlu direnungkan dan diamalkan.\n\nPertama: Ada hubungan antara kemusyrikan dan kekafiran terhadap dakwah dan iman kepada Allah. Sekalipun negara-negara dahulu belum mempunyai sistem komunikasi yang canggih dan bangsanya pun belum mempunyai hubungan yang kuat seperti sekarang ini, namun antar bangsa-bangsa itu telah mempunyai hubungan batin, yaitu antara bangsa-bangsa yang menganut agama yang bersumber dari Tuhan di satu pihak, dan bangsa-bangsa yang menganut agama yang tidak bersumber dari Tuhan pada pihak yang lain. Orang-orang musyrik Mekah menganggap kemenangan bangsa Persia atas bangsa Romawi (Nasrani), sebagai kemenangan mereka juga karena sama-sama menganut politeisme. Sedangkan kaum Muslimin merasakan kekalahan bangsa Romawi yang beragama Nasrani sebagai kekalahan mereka pula, karena merasa agama mereka berasal dari sumber yang satu. Hal ini merupakan suatu faktor nyata yang perlu diperhatikan kaum Muslimin dalam menyusun taktik dan strategi dalam berdakwah.\n\nKedua: Kepercayaan yang mutlak kepada janji dan ketetapan Allah. Hal ini tampak pada ucapan-ucapan Abu Bakar yang penuh keyakinan tanpa ragu-ragu di waktu menetapkan jumlah taruhan dengan Ubay bin Khalaf. Harga unta seratus ekor sangat tinggi pada waktu itu, sehingga kalau tidak karena keyakinan akan kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang ada di dalam hati Abu Bakar, tentu beliau tidak akan berani mengadakan taruhan sebanyak itu, apalagi jika dibaca sejarah bangsa Romawi pada waktu kekalahan itu dalam keadaan kocar-kacir. Amat sukar diramalkan mereka sanggup mengalahkan bangsa Persia yang dalam keadaan kuat, hanya dalam tiga sampai sembilan tahun mendatang. Keyakinan yang kuat seperti keyakinan Abu Bakar itu merupakan keyakinan kaum Muslimin, yang tidak dapat digoyahkan oleh apa pun, sekalipun dalam bentuk siksaan, ujian, penderitaan, pemboikotan, dan sebagainya. Hal ini merupakan modal utama bagi kaum Muslimin menghadapi jihad yang memerlukan waktu yang lama di masa yang akan datang. Jika kaum Muslimin mempunyai keyakinan dan berusaha seperti kaum Muslimin di masa Rasulullah, pasti pula Allah mendatangkan kemenangan kepada mereka.\n\nKetiga: Terjadinya suatu peristiwa adalah urusan Allah, tidak seorangpun yang dapat mencampurinya. Allah-lah yang menentukan segalanya sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Hal ini berarti bahwa kaum Muslimin harus mengembalikan segala urusan kepada Allah saja, baik dalam kejadian seperti di atas, maupun pada kejadian dan peristiwa yang merupakan keseimbangan antara situasi dan keadaan. Kemenangan dan kekalahan, kemajuan dan kemunduran suatu bangsa, demikian pula kelemahan dan kekuatannya yang terjadi di bumi ini, semuanya kembali kepada Allah. Dia berbuat menurut kehendak-Nya. Semua yang terjadi bertitik tolak kepada kehendak Zat yang mutlak itu. Jadi berserah diri dan menerima semua yang telah ditentukan Allah adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang mukmin. Hal ini bukanlah berarti bahwa usaha manusia tidak ada harganya sedikit pun, karena hal itu merupakan syarat berhasilnya suatu pekerjaan. Dalam suatu hadis diriwayatkan bahwa seorang Arab Badui melepaskan untanya di muka pintu masjid Rasulullah, kemudian ia masuk ke dalamnya sambil berkata, \"Aku bertawakal kepada Allah,\" lalu Nabi bersabda:\n\nIkatlah unta itu sesudah itu baru engkau bertawakal. (Riwayat at-Tirmidzi dari Anas bin Malik ) \n\nBerdasarkan hadis ini, seorang muslim disuruh berusaha sekuat tenaga, kemudian ia berserah diri kepada Allah tentang hasil usahanya itu.\n\nAkhir ayat ini menerangkan bahwa kaum Muslimin bergembira ketika mendengar berita kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia. Mereka bergembira karena:\n\n1.Mereka telah dapat membuktikan kepada kaum musyrik Mekah atas kebenaran berita-berita yang ada dalam ayat Al-Qur'an.\n\n2.Kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia merupakan kemenangan agama Samawi atas agama ciptaan manusia.\n\n3.Kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia mengisyaratkan kemenangan kaum Muslimin atas orang-orang kafir Mekah dalam waktu yang tidak lama lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 3414, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 21, "page": 404, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Binasril laa; yansuru mai yashaaa'u wa Huwal 'Azeezur Raheem" } }, "translation": { "en": "In the victory of Allah. He gives victory to whom He wills, and He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3414", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3414.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3414.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang mukmin bergembira sebab kemenangan Bangsa Romawi tersebut terjadi karena pertolongan Allah. Dia akan menolong siapa yang Dia kehendaki setelah syarat-syarat kemenangan terpenuhi dan hikmah serta kebijaksanaan-Nya menghendaki hal tersebut. Dia Mahaperkasa, tidak satu pun makhluk mampu mengalahkan-Nya, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang taat.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menolong dan memenangkan siapa yang dikehendaki-Nya, mengazab orang-orang yang seharusnya diazab dengan menghancurkannya. Allah juga menolong orang-orang yang menegakkan agama-Nya, dan melimpahkan rahmat kepada makhluk-Nya. Allah tidak membiarkan orang yang kuat berlaku sesuka hatinya, sehingga menindas orang yang lemah. Namun demikian, Allah tidak segera mengazab manusia yang berbuat dosa itu. Dia berfirman:\n\nDan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (Fathir/35: 45)\n\n(6) Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menepati janji-Nya dengan memenangkan bangsa Romawi atas bangsa Persia. Allah sekali-kali tidak memungkiri janji-Nya yang berasal dari kehendak-Nya dan dari hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Tidak seorang pun yang dapat mengubah dan menghalangi terlaksananya janji itu dan tidak ada suatu kejadian pun dalam alam ini, yang terlaksana di luar kehendak-Nya.\n\nPelaksanaan janji itu merupakan sunah-Nya yang tidak pernah berubah sedikit pun, kecuali jika Dia menghendaki. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui hal ini karena mereka tidak memikirkannya. Atau mereka mengetahui kebenaran janji itu, tetapi karena pengaruh hawa nafsu, mereka seakan-akan tidak mempercayainya.\n\nMaksud perkataan \"kebanyakan manusia\" dalam ayat ini ialah kaum musyrik dan orang-orang sesat lainnya yang tidak percaya kepada sunatullah. Jumlah mereka lebih banyak dari orang mengetahuinya. Mereka tidak mau percaya kepada ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan kepada mereka dan tidak percaya kepada sifat-sifat kesempurnaan dan kekuasaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3415, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa'dal laahi laa yukhliful laahu wa'dahoo wa laakin na aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "[It is] the promise of Allah. Allah does not fail in His promise, but most of the people do not know.", "id": "(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3415", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3415.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3415.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah janji Allah kepada kaum mukmin. Janji Allah pasti benar sebab Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia, khususnya orang kafir, tidak mengetahui dan memahami bahwa ketentuan dan perbuatan Allah kepada hamba-Nya didasarkan pada keadilan dan kebijaksanaan-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menolong dan memenangkan siapa yang dikehendaki-Nya, mengazab orang-orang yang seharusnya diazab dengan menghancurkannya. Allah juga menolong orang-orang yang menegakkan agama-Nya, dan melimpahkan rahmat kepada makhluk-Nya. Allah tidak membiarkan orang yang kuat berlaku sesuka hatinya, sehingga menindas orang yang lemah. Namun demikian, Allah tidak segera mengazab manusia yang berbuat dosa itu. Dia berfirman:\n\nDan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (Fathir/35: 45)" } } }, { "number": { "inQuran": 3416, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ya'lamoona zaahiram minal hayaatid dunya wa hum 'anil Aakhirati hum ghaafiloon" } }, "translation": { "en": "They know what is apparent of the worldly life, but they, of the Hereafter, are unaware.", "id": "Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3416", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3416.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3416.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang hakikat keagamaan. Mereka hanya mengetahui yang lahir atau tampak dari kehidupan dunia, sedangkan terhadap kehidupan akhirat mereka benar-benar lalai.", "long": "Ayat ini merupakan penegasan sifat-sifat orang kafir di atas, yaitu mereka yang tidak mengetahui hukum-hukum alam dan hubungan yang kuat antara satu hukum dengan hukum yang lain. Mereka hanya memandang persoalan hidup ini secara pragmatis, yakni menurut kegunaan dan manfaat yang lahir saja. Mereka mengetahui tentang hidup ini hanya pada yang tampak saja, seperti bercocok tanam, berdagang, bekerja, dan yang ber-hubungan dengan urusan dunia. Ilmu mereka itu pun tidak sampai kepada inti persoalan, sehingga mereka tertipu dengan ilmunya itu. \n\nKarena tidak menghayati dan mengetahui ilmu yang hakiki, maka orang yang musyrik, orang-orang sesat, dan pendusta itu lalai akan kehidupan akhirat dan kehidupan yang sebenarnya. Kelalaian mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhirat menyebabkan mereka tidak dapat lagi menilai sesuatu dengan benar, baik terhadap keinginan mereka, maupun terhadap kejadian dan peristiwa yang mereka alami.\n\nAdanya perhatian terhadap hari perhitungan di akhirat dalam hati manusia, akan mengubah pandangan dan penilaiannya terhadap segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Mereka yakin bahwa hidup di dunia ini merupakan sebuah perjalanan singkat dari perjalanan hidup yang panjang. Akan tetapi, perjalanan yang pendek ini sangat menentukan kehidupan yang panjang nanti di akhirat. Apakah manusia mau merusak kehidupan yang panjang di akhirat dengan merusak kehidupan yang pendek di dunia ini?\n\nSehubungan dengan hal itu, manusia yang percaya kepada adanya kehidupan akhirat dengan perhitungan yang tepat dan kritis, sukar mencari titik temu dengan orang yang hanya hidup untuk dunia ini saja. Antara satu dengan yang lain akan terdapat perbedaan dalam menilai suatu persoalan. Masing-masing mempunyai pertimbangan dan kacamata sendiri dalam melihat benda-benda alam, situasi dan peristiwa yang sedang dihadapi, persoalan mati dan hidup, masa lampau dan masa sekarang, alam manusia dan alam binatang, hal yang gaib dan yang nyata, lahir dan batin, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 3417, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645 \u06d7 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yatafakkaroo feee anfusihim; maa khalaqal laahus samaawaati wal arda wa maa bainahumaaa illaa bil haqqi wa ajalim musammaa; wa inna kaseeram minan naasi biliqaaa'i Rabbihim lakaafiroon" } }, "translation": { "en": "Do they not contemplate within themselves? Allah has not created the heavens and the earth and what is between them except in truth and for a specified term. And indeed, many of the people, in [the matter of] the meeting with their Lord, are disbelievers.", "id": "Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3417", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3417.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3417.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengecam kaum musyrik Mekah karena keengganan mereka menggunakan mata dan akal untuk memikirkan ciptaan Allah sebagai bukti atas eksistensi dan keesaan-Nya. Dan mengapa mereka tidak memikirkan kejadian diri mereka agar mereka mengetahui asal mereka- mustahil ada yang wujud tanpa ada yang mewujudkan- dan kemana kesudahan mereka setelah mati? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar, yakni sebgai bukti atas eksistensi dan keesaan-Nya;dan langit, bumi, serta seisinya akan terus berjalan dalam waktu yang ditentukan oleh Allah- hanya Dia yang mengetahui kesudahannya. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia, karena keengganan mereka memanfaatkan mata dan akal sehatnya, benar-benar mengingkari kamat, demikian pula pertemuan dengan Tuhannya.", "long": "Ayat ini ditujukan kepada orang musyrik Mekah, orang-orang kafir, dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Jika dilihat dari sikap mereka terhadap seruan Nabi saw, kelihatan seakan-akan mereka tidak mau menggunakan akal pikiran untuk memikirkan segala sesuatu yang mereka lihat, sehingga mereka percaya kepada apa yang disampaikan rasul.\n\nAyat ini menyuruh agar mereka memperhatikan diri mereka sendiri. Bagaimana mereka dijadikan dari tanah, kemudian menjadi setetes mani, kemudian menjadi seorang laki-laki atau seorang perempuan. Mereka lalu melangsungkan perkawinan dan berkembang biak, seakan-akan Allah mengatakan kepada mereka, \"Cobalah perhatikan dirimu yang paling dekat dengan kamu, sebelum melayangkan pandanganmu kepada yang lain.\" Allah berfirman pada ayat yang lain:\n\nDan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (51 (adz-dzariyat/51: 21)\n\nJika manusia memperhatikan dirinya sendiri dengan baik dan sadar betapa rumitnya struktur tubuh, seperti susunan urat syaraf, pembuluh darah, paru-paru, hati, jiwa, dan sebagainya, kemudian dengan susunan yang rapi itu manusia dapat berjalan, berbicara, berpikir, dan sebagainya, tentulah mereka sampai kepada kesimpulan bahwa yang menciptakan manusia itu adalah Allah yang berhak disembah, Yang Mahakuasa, dan Mahatinggi Pengeta-huan-Nya.\n\nAllah menegaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya dengan penuh kebijaksanaan, serta mengandung maksud dan tujuan. Semuanya itu diciptakan atas dasar kebenaran, dengan hukum-hukum yang rapi dan tertentu, tidak bertentangan antara hukum yang satu dengan hukum yang lain. Alam semesta ini tidak dijadikan dengan sia-sia dan cuma-cuma, tanpa maksud dan tujuannya, namun hanya Allah Yang Mengetahuinya.\n\nAlam semesta ini juga diciptakan sampai batas waktu yang ditentukan. Setelah waktu yang ditentukan itu akan ada alam akhirat, di sana akan disempurnakan keadilan Tuhan kepada makhluk-makhluk-Nya.\n\nApa pun yang ada di alam ini, ada masa permulaan kejadiannya dan ada pula masa berakhirnya. Tiap-tiap sesuatu pasti ada awal waktunya dan pasti pula ada akhir waktunya. Permulaan dan akhir segala sesuatu ditentukan Allah, tidak seorang pun yang sanggup mengubahnya, walaupun sesaat, kecuali jika Allah menghendaki.\n\nDemikianlah sunatullah pada diri manusia dan alam semesta ini. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mau merenungkannya, sehingga mereka tidak percaya kepada adanya hari akhirat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3418, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u062b\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalm yaseeroo fil ardi fa-yanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul lazeena min qablihim; kaanooo ashadda minhhum quwwatanw wa asaarul arda wa 'amaroohaaa aksara mimmaa 'amaroohaa wa jaaa'athum Rusuluhum bil baiyinaati famaa kaanal laahu liyazli mahum wa laakin kaanooo anfusahum yazlimoon" } }, "translation": { "en": "Have they not traveled through the earth and observed how was the end of those before them? They were greater than them in power, and they plowed the earth and built it up more than they have built it up, and their messengers came to them with clear evidences. And Allah would not ever have wronged them, but they were wronging themselves.", "id": "Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3418", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3418.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3418.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah pun mengecam orang musyrik yang enggan mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu yang menentang para rasul. Dan tidakkah mereka sempat bepergian di beberapa tempat di bumi ini lalu melihat dan memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka yang mendustakan para rasul? Mereka dibinasakan dengan cara mengenaskan dan mengerikan, padahal orang-orang itu lebih kuat secara fisik, jumlah, maupun kekayaan dari mereka sendiri dan mereka juga telah mengolah bumi serta memakmurkannya dengan bercocok tanam, menambang, dan sebagainya melebihi apa yang telah mereka, yakni kaum musyrik Mekah, makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas atas eksistensi dan keesaan Allah, namun mereka mendustakan dan mengingkarinya, maka Allah menurunkan azab akibat dosa-dosa mereka sendiri. Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka dengan menurunkan azab tanpa sebab dan peringatan terlebih dahulu, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri dengan mengingkari peringatan Allah, bahkan mereka menentang dan menyakiti para rasul.", "long": "Pada ayat ini, Allah memberi peringatan kepada orang-orang musyrik dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Mereka sebenarnya selalu bepergian melakukan perdagangan dari Mekah ke Syiria dan Arab selatan dari negeri-negeri yang lain yang berada di sekitar Jazirah Arab. Dalam perjalanan tersebut, mereka melalui negeri-negeri yang dihancurkan oleh Allah, karena penduduknya mendustakan rasul-rasul yang telah diutus kepada mereka, seperti negeri kaum 'Ad, Samud, Madyan, dan sebagainya. \n\nUmat-umat dahulu kala itu telah tinggi tingkat peradabannya, lebih perkasa dan kuat dari kaum musyrik Quraisy. Umat-umat dahulu itu telah sanggup mengolah dan memakmurkan bumi, lebih baik dari yang mereka lakukan. Akan tetapi, umat-umat itu mengingkari dan mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka, sehingga mereka dihancurkan Allah dengan bermacam-macam malapetaka seperti sambaran petir, gempa yang dahsyat, angin kencang, dan sebagainya. Demikianlah sunah Allah yang berlaku bagi orang-orang yang mengingkari agama-Nya dan sunah itu akan berlaku pula bagi setiap orang yang mendustakan para rasul, termasuk orang-orang Quraisy sendiri yang mengingkari kerasulan Muhammad saw. Sekalipun Allah telah menetapkan yang demikian, namun orang-orang musyrik tidak mengindahkan dan memikirkannya.\n\nAyat ini merupakan peringatan kepada seluruh manusia di mana pun dan kapan pun mereka berada, agar mereka mengetahui dan menghayati hakikat hidup dan kehidupan, dan mengetahui tujuan Allah menciptakan manusia. Manusia diciptakan Allah dengan tujuan yang sama, sejak dahulu kala, saat ini, dan juga pada masa yang akan datang, yaitu sebagai khalifah Allah di bumi dan beribadah kepada-Nya. Barang siapa yang tujuan hidupnya tidak sesuai dengan yang digariskan Allah, berarti mereka telah menyimpang dari tujuan itu dan hidupnya tidak akan diridai Allah. Oleh karena itu, bagi mereka berlaku pula sunah Allah di atas.\n\nAkhir ayat ini menerangkan bahwa Allah sekali-kali tidak bermaksud menganiaya orang-orang kafir dengan menimpakan azab kepada mereka. Akan tetapi, mereka sendirilah yang menganiaya diri mereka sendiri, dengan mendustakan rasul dan mendurhakai Allah" } } }, { "number": { "inQuran": 3419, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 349, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa kaana'aaqibatal lazeena asaaa'us sooo aaa an kazzaboo bi aayaatil laahi wa kaanoo bihaa yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "Then the end of those who did evil was the worst [consequence] because they denied the signs of Allah and used to ridicule them.", "id": "Kemudian, azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3419", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3419.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3419.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila mereka tetap berperilaku buruk maka keburukan pula yang akan mereka terima. Kemudian azab yang lebih buruk di akhirat kelak merupakan kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan—mereka kekal di neraka. Yang demikian ini karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Allah yang membuktikan keesaan-Nya dan mereka pun selalu memperolok-olokkannya.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa azab itu adalah akibat perbuatan kufur dan jahat. Akibat itu akan dialami oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun ia berada. Di dunia mereka mendapat kebinasaan dan di akhirat nanti mereka akan dibenamkan ke dalam neraka Jahanam. Semua itu sebagai akibat karena mereka mengingkari seruan para rasul, mendustakan ayat-ayat Allah, dan memperolok-olokkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3420, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahu yabda'ul khalqa summa yu'eeduhoo summa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "Allah begins creation; then He will repeat it; then to Him you will be returned.", "id": "Allah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3420", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3420.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3420.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tempat kembali orang berdosa adalah neraka, yaitu setelah mereka dibangkitkan dari kematian mereka di akhirat kelak. Ayat ini menunjukkan keniscayaan hari kebangkitan itu. Allah Sang Mahakuasalah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian Dia pula yang mengulanginya kembali, yakni membangkitkannya kembali, dan hal itu semestinya lebih mudah bagi-Nya; kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan untuk memperoleh balasan yang setimpal atas amal perbuatanmu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan makhluk sejak dari permulaan, kemudian mematikannya, dan lalu menghidupkannya kembali. Semua itu merupakan peristiwa-peristiwa yang tidak dapat dibantah kebenarannya. Ayat ini mengemukakan suatu perumpamaan yang mudah ditangkap manusia, dan sekaligus dapat dijadikan bukti adanya hari kebangkitan nanti. Perumpamaannya ialah jika Allah dapat mewujudkan sesuatu dari tidak ada sama sekali menjadi ada, tentu mengulangi penciptaan itu kembali atau membangkitkannya lebih mudah bagi-Nya daripada menciptakan makhluk itu pada pertama kalinya. Kehidupan di dunia ini dan hari kebangkitan adalah dua kejadian yang tidak dapat dipungkiri kebenarannya, keduanya saling berhubungan. Akhirnya kepada Allah, Tuhan semesta alam, manusia akan kembali. Allah yang menciptakan kehidupan di dunia dan di akhirat, tujuannya untuk mendidik hamba-hamba-Nya bahwa Allah akan memberi ganjaran kepada mereka yang telah berbuat baik dengan ganjaran surga, dan yang berbuat jahat dengan ganjaran siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 3421, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u064a\u064f\u0628\u0652\u0644\u0650\u0633\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yawma taqoomus Saa'atu yublisul mujrimoon" } }, "translation": { "en": "And the Day the Hour appears the criminals will be in despair.", "id": "Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, orang-orang yang berdosa (kaum musyrik) terdiam berputus asa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3421", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3421.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3421.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari ketika terjadi Kiamat, di mana tiap orang akan dipisah sesuai amal masing-masing, orang-orang yang berdosa, yakni kaum musyrik, hanya terdiam membisu dan tidak mampu beralasan lagi. Mereka berputus asa karena tidak bisa menyelamatkan diri dari azab Allah. Mereka bahkan berandai-andai jika dahulunya hanya seonggok tanah.", "long": "Kedua ayat ini merupakan ancaman bagi orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka tidak mau menerima kebenaran tentang adanya hari kebangkitan seperti tersebut di atas. Dengan demikian, mereka disebut orang-orang berdosa. Walaupun merasa tenteram dengan kehidupan dunia, namun mereka pasti akan mendapatkan balasan di akhirat kelak. Di kala itu, mereka tidak akan mendapatkan alasan apa pun untuk membela nasib sehingga mereka terdiam dan putus asa.\n\nOrang berdosa itu tidak akan mendapat syafaat yang akan melindungi dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Segala sesuatu yang mereka sembah selain Allah telah menyesatkan mereka, sebelum mereka benar-benar yakin bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu akan mendekatkan diri mereka kepada Allah, seperti diterangkan dalam firman-Nya:\n\nDan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, \"Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.\" Katakanlah, \"Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?\" Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu. (Yunus/10: 18)\n\nOrang-orang musyrik itu di akhirat mengingkari berhala-berhala yang mereka sembah di dunia, padahal dengan berhala-berhala itulah mereka mempersekutukan Tuhan semesta alam di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3422, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0641\u064e\u0639\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lam yakul lahum min shurakaaa'ihim shufa'aaa'u wa kaanoo bishurakaaa'ihim kaafireen" } }, "translation": { "en": "And there will not be for them among their [alleged] partners any intercessors, and they will [then] be disbelievers in their partners.", "id": "Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka, sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3422", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3422.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3422.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari itu juga tidak mungkin ada pemberi syafaat dan pertolongan bagi mereka dari berhala-berhala yang di dunia dulu mereka sembah dan harap pertolongannya. Melihat hal ini, mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu dan berlepas diri dari mereka karena ternyata berhala-berhala itu tidak mampu membantu mereka justru pada saat dibutuhkan. Mereka bahkan menegaskan seandainya dikembalikan ke dunia, mereka bersumpah tidak akan menyembah berhala-berhala itu lagi. (Lihat pula: al-Baqarah/2: 166–167)", "long": "Kedua ayat ini merupakan ancaman bagi orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka tidak mau menerima kebenaran tentang adanya hari kebangkitan seperti tersebut di atas. Dengan demikian, mereka disebut orang-orang berdosa. Walaupun merasa tenteram dengan kehidupan dunia, namun mereka pasti akan mendapatkan balasan di akhirat kelak. Di kala itu, mereka tidak akan mendapatkan alasan apa pun untuk membela nasib sehingga mereka terdiam dan putus asa.\n\nOrang berdosa itu tidak akan mendapat syafaat yang akan melindungi dan menyelamatkan mereka dari azab Allah. Segala sesuatu yang mereka sembah selain Allah telah menyesatkan mereka, sebelum mereka benar-benar yakin bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu akan mendekatkan diri mereka kepada Allah, seperti diterangkan dalam firman-Nya:\n\nDan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, \"Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.\" Katakanlah, \"Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?\" Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu. (Yunus/10: 18)\n\nOrang-orang musyrik itu di akhirat mengingkari berhala-berhala yang mereka sembah di dunia, padahal dengan berhala-berhala itulah mereka mempersekutukan Tuhan semesta alam di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3423, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma taqoomus Saa'atu Yawma'iziny yatafarraqoon" } }, "translation": { "en": "And the Day the Hour appears - that Day they will become separated.", "id": "Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (dalam kelompok)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3423", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3423.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3423.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari ketika terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok. Orang yang beriman akan dimasukkan ke surga dan orang kafir serta pendurhaka akan dimasukkan ke neraka.", "long": "Apabila di dunia ini ada kesetiaan antara kaum musyrik dengan berhala-berhala mereka, kesetiaan pengikut dengan pemimpinnya, dan kesetiaan antara mereka sendiri untuk berkumpul dan berserikat guna menyembah serta mempertahankan berhala-berhala itu, maka di akhirat kelak segala macam hubungan akan terputus semuanya. Yang disembah tidak akan memperhatikan kepada yang menyembah. Begitu pula yang menyembah tidak akan melihat kepada kawannya atau berhala yang disembah. Pada waktu itu, masing-masing pribadi mengurus dirinya sendiri, seperti firman Allah:\n\nSetiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 37)\n\nPada hari Kiamat kaum Muslimin dan orang-orang kafir terpisah. Mereka mempunyai urusan sendiri-sendiri seperti yang akan diterangkan pada ayat-ayat berikut ini." } } }, { "number": { "inQuran": 3424, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 21, "page": 405, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u0648\u0652\u0636\u064e\u0629\u064d \u064a\u064f\u062d\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ammal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati fahum fee rawdatiny yuhbaroon" } }, "translation": { "en": "And as for those who had believed and done righteous deeds, they will be in a garden [of Paradise], delighted.", "id": "Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3424", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3424.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3424.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masing-masing individu akan memperoleh balasan yang tingkatan dan bentuknya berbeda-beda. Maka adapun orang-orang yang beriman dan dibarengi dengan mengerjakan kebajikan, yaitu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya semata mengharap rida Allah, maka balasan mereka adalah kekal di dalam taman surga dengan bergembira.", "long": "Orang-orang yang beriman dan beramal saleh tidak akan bersedih pada hari Kiamat. Perpisahan tidak akan merugikan mereka, sebab setiap orang muslim ditemani oleh amal saleh yang senantiasa menghibur dan menenteramkan jiwanya. Orang-orang mukmin pada waktu itu akan dijamu di tempat yang paling mulia, yaitu surga. Di sana mereka dihibur dengan segala macam hiburan yang telah di sediakan Allah, seperti nyanyian merdu yang belum pernah didengar manusia.\n\nDari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Darda' disebutkan bahwa Rasulullah pernah menerangkan tentang kesenangan di dalam surga. Kemudian seorang Badui bertanya, \"Hai Rasulullah, apakah dalam surga itu ada nyanyian?\" Rasulullah menjawab, \"Betul hai Badui, sesungguhnya di surga itu ada sungai yang penuh dengan perawan. Mereka bernyanyi yang belum pernah didengar oleh para makhluk di dunia. Hal itu adalah sebaik-baik nikmat surga.\"\n\nZamakhsyari juga meriwayatkan bahwa di dalam surga itu ada pohon-pohon kayu tempat lonceng-lonceng yang terbuat dari perak bergelantungan. Apabila penduduk surga ingin mendengarkan nyanyiannya, maka Allah mengutus angin dari bawah singgasana, lalu angin itu melewati pohon itu dan menggerakkan lonceng-lonceng sehingga terdengar suara merdu. Kalau suara itu didengar oleh penduduk dunia, tentu mereka akan mati karena kegembiraan." } } }, { "number": { "inQuran": 3425, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ammal lazeena kafaroo wa kazzaboo bi-Aayaatinaa wa liqaaa'il Aakhirati faulaaa'ika fil'azaabi muhdaroon" } }, "translation": { "en": "But as for those who disbelieved and denied Our verses and the meeting of the Hereafter, those will be brought into the punishment [to remain].", "id": "Dan adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3425", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3425.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3425.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun kelompok orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta mengingkari pertemuan akhirat sebagai hari kebangkitan setelah kematian mereka dan hari perhitungan dari seluruh amal perbuatan mereka, maka mereka tetap berada di dalam azab neraka dan tidak akan pernah tertinggal.", "long": "Golongan yang lain ialah golongan yang bersedih dan berduka cita. Mereka adalah orang-orang yang mengingkari Allah dan mendustakan bukti-bukti kebenaran ada-Nya. Mereka tidak percaya dengan hari kebangkitan, perhitungan, dan pembalasan. Oleh karena itu, mereka tidak mempersiapkan sesuatu untuk hari itu. Maka bagi mereka neraka Jahanam.\n\nPada hari itu, mereka ingin lari dari azab neraka, tetapi sayang mereka tak dapat menghindar dan melarikan diri. Setiap mereka hendak keluar, mereka didorong dan digiring masuk ke dalamnya dengan kekuatan yang luar biasa yang tidak dapat mereka lawan." } } }, { "number": { "inQuran": 3426, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064f\u0645\u0652\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa Subhaanal laahi heena tumsoona wa heena tusbihoon" } }, "translation": { "en": "So exalted is Allah when you reach the evening and when you reach the morning.", "id": "Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3426", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3426.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3426.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah menjelaskan kebesaran dan keagungan-Nya dalam penciptaan langit dan bumi serta pemisahan manusia menjadi beberapa kelompok pada hari kiamat. Maka, bertasbihlah kepada Allah dan sucikanlah Dia dari hal-hal yang tidak patut dengan keagungan dan kemuliaan-Nya. Ingat dan pujilah Dia serta peliharalah waktu-waktu salat dengan sungguh-sungguh, pada petang hari dan pada pagi hari.", "long": "Dalam kedua ayat ini, Allah memberi petunjuk kepada kaum mukmin tentang cara-cara untuk melepaskan diri dari azab neraka dan memasukkan mereka ke dalam surga. Allah memerintahkan mereka untuk menyucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya, memuji dan memuja-Nya serta menyebut nama-Nya dengan segala sifat-sifat yang baik dan terpuji. Seakan-akan Allah berkata, \"Jika kamu telah mengetahui dengan pasti nasib kedua golongan itu, maka sucikanlah Aku di waktu malam dan siang, di waktu petang dan pagi dengan berbagai amalan yang diridai-Nya.\"\n\nIbnu 'Abbas berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tasbih (menyucikan Tuhan) di sini ialah salat lima waktu yang diwajibkan kepada kaum Muslimin. Lalu orang bertanya, \"Dari perkataan apakah dipahami salat yang lima waktu itu?\" Ibnu 'Abbas menjawab, \"Dari perkataan \"maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di malam hari\", maksudnya ialah salat Magrib dan Isya. Perkataan \"dan di waktu kamu berada di waktu subuh\", maksudnya salat Subuh. Perkataan \"dan di waktu kamu berada pada petang hari\", maksudnya ialah salat Asar, dan perkataan \"dan di waktu kamu berada di waktu zuhur\", yaitu salat Zuhur.\n\nIbnu 'Abbas, Adh-ahhak, Sa'id bin Jabair, dan Qatadah berpendapat bahwa kedua ayat tersebut di atas hanya merupakan isyarat akan empat salat yaitu salat Magrib, Subuh, Asar, dan Zuhur. Sedangkan salat Isya (yang terakhir) tersebut pada ayat yang lain, yaitu firman Allah:\n\nLaksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan(laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (al-Isra'/17: 78)\n\nAn-Nahhas, seorang ahli tafsir, juga berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut di atas berkenaan dengan salat lima waktu. Beliau mendukung pendapat 'Ali bin Sulaiman yang berkata bahwa ayat itu ialah bertasbih kepada Allah dalam salat, sebab tasbih itu ada dalam salat-salat tersebut.\n\nImam ar-Razi berpendapat bahwa tasbih itu berarti \"penyucian\". Pendapat ini lebih kuat dan lebih utama, sebab dalam penyucian itu termasuk salat. Penyucian yang disuruh ialah:\n\n1. Penyucian hati, yaitu itikad yang teguh.\n\n2. Penyucian lidah beserta hati, yaitu mengatakan yang baik-baik.\n\n3. Penyucian anggota tubuh beserta hati dan lidah, yaitu mengerjakan yang baik-baik (amal saleh).\n\nPenyucian pertama di atas ialah pokok, sedang yang kedua adalah hasil yang pertama, dan ketiga adalah hasil dari yang kedua. Sebab seorang manusia yang mempunyai itikad baik yang timbul dari hatinya, tercermin dari tutur katanya yang baik. Apabila dia berkata maka kebenaran perkataannya itu akan jelas terlihat dalam tingkah laku dan segala perbuatannya. Lidah adalah penerjemah dari apa yang tebersit dalam hati. Sedangkan perbuatan anggota tubuh adalah perwujudan dari isi hati dan apa yang telah dikatakan lisan. Salat adalah perbuatan anggota tubuh yang paling baik, termasuk di dalamnya menyebut Tuhan dengan lisan, dan niat dengan hati, dan itulah pembersihan yang sebetulnya. Apabila Allah berkata agar Dia disucikan, maka kaum Muslimin wajib untuk melaksanakan segala yang dianggap pantas untuk menyucikan-Nya.\n\nPerintah menyucikan Allah merupakan perintah melaksanakan salat. Pendapat ini sesuai dengan tafsir ayat 15 di atas. Sebab Allah menerangkan bahwa kedudukan yang tinggi dan pahala yang paling sempurna akan diperoleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh.\n\nAllah berfirman:\n\nMaka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, ma-ka mereka di dalam taman (surga) bergembira. (ar-Rum/30: 15) \n\nDalam ayat ini, Allah menyatakan apabila telah diketahui bahwa surga itu suatu tempat bagi orang-orang yang beramal saleh, maka sucikanlah Allah dengan iman yang baik dalam hati, esakanlah Dia dengan lisan, dan beramal salehlah dengan mempergunakan anggota tubuh. Semuanya itu merupakan penyucian dan pemujian. Bertasbihlah kepada Allah agar kegembiraan di surga dan kesenangan yang dicita-citakan itu dapat dicapai.\n\nAyat ini juga menjelaskan bahwa bukan hanya manusia satu-satunya makhluk yang bertasbih kepada Allah, tetapi semua makhluk yang ada di langit dan di bumi juga bertasbih dengan memuji-Nya. Hal ini jelas kelihatan dari ayat berikut ini:\n\nLangit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (al-Isra'/17: 44) \n\nAllah menjelaskan bahwa tasbih mereka kepada-Nya adalah untuk kemanfaatan mereka sendiri, bukan untuk Allah. Oleh karena itu, mereka wajib memuji Allah dengan cara bertasbih kepada-Nya. Hal ini telah difirmankan Allah seperti tersebut dalam ayat berikut ini:\n\nMereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, \"Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.\" (al-hujarat/49: 17) \n\nPara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud dari pujian-pujian bagi Allah itu adalah satu cara untuk mengagungkan Allah dan mendorong manusia untuk beribadah kepada-Nya, karena nikmat-Nya sangat banyak yang diberikan kepada manusia.\n\nDalam dua ayat ini diutamakan menyebut waktu-waktu yang layak untuk bertasbih karena tanda-tanda kekuasaan, keagungan, dan rahmat Allah tampak pada waktu-waktu tersebut. Penyebutan malam didahulukan dari pagi karena menurut kalender Qamariah, malam dan kegelapan itu lebih dahulu dari pagi hari. Permulaan tanggal itu dimulai setelah terbenam matahari. Demikian pula halnya berkenaan dengan petang dan zuhur, yakni petang lebih dahulu terjadinya dari zuhur menurut kalender Qamariah itu.\n\nAda beberapa hadis yang mengatakan tentang kelebihan yang terkandung dalam kedua ayat tersebut. Pertama ialah:\n\nRasulullah saw telah bersabda, \"Inginkah kamu aku beritakan kepadamu: \"Kenapa Allah menamakan Ibrahim a.s. sebagai khalil (teman)-Nya yang setia? Ialah karena ia membaca di waktu pagi dan petang, bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari di waktu subuh. Dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur.\" (Riwayat Ahmad dan Ibnu Jarir dari Mu'adz bin Anas) \n\nSeterusnya Nabi bersabda:\n\nSiapa yang mengucapkan di waktu pagi subhanallah hingga firman Tuhan wa kadzalika tukhrajun maka dia akan mendapatkan pahala dari apa yang tidak dapat dikerjakannya pada siang hari itu. Dan siapa yang mengatakan di waktu petang, maka ia akan mendapatkan pahala dari yang tidak dapat dikerjakan di waktu malamnya. (Riwayat Abu Dawud dan ath-thabrani dari Ibnu 'Abbas)\n\nDari kedua hadis tersebut di atas dapat diambil kesimpulan betapa pentingnya ayat-ayat 17-18 di atas untuk dihayati dan diamalkan oleh kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 3427, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064f\u0638\u0652\u0647\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lahul hamdu fis samaawaati wal ardi wa 'ashiyyanw wa heena tuzhiroon" } }, "translation": { "en": "And to Him is [due all] praise throughout the heavens and the earth. And [exalted is He] at night and when you are at noon.", "id": "dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3427", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3427.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3427.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hanya bagi-Nya segala bentuk pujian dan syukur, baik di langit yang berasal dari para malaikat maupun di bumi yang berasal dari manusia dan jin, pada malam hari dan pada waktu zuhur atau tengah hari.", "long": "Dalam kedua ayat ini, Allah memberi petunjuk kepada kaum mukmin tentang cara-cara untuk melepaskan diri dari azab neraka dan memasukkan mereka ke dalam surga. Allah memerintahkan mereka untuk menyucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya, memuji dan memuja-Nya serta menyebut nama-Nya dengan segala sifat-sifat yang baik dan terpuji. Seakan-akan Allah berkata, \"Jika kamu telah mengetahui dengan pasti nasib kedua golongan itu, maka sucikanlah Aku di waktu malam dan siang, di waktu petang dan pagi dengan berbagai amalan yang diridai-Nya.\"\n\nIbnu 'Abbas berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tasbih (menyucikan Tuhan) di sini ialah salat lima waktu yang diwajibkan kepada kaum Muslimin. Lalu orang bertanya, \"Dari perkataan apakah dipahami salat yang lima waktu itu?\" Ibnu 'Abbas menjawab, \"Dari perkataan \"maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di malam hari\", maksudnya ialah salat Magrib dan Isya. Perkataan \"dan di waktu kamu berada di waktu subuh\", maksudnya salat Subuh. Perkataan \"dan di waktu kamu berada pada petang hari\", maksudnya ialah salat Asar, dan perkataan \"dan di waktu kamu berada di waktu zuhur\", yaitu salat Zuhur.\n\nIbnu 'Abbas, Adh-ahhak, Sa'id bin Jabair, dan Qatadah berpendapat bahwa kedua ayat tersebut di atas hanya merupakan isyarat akan empat salat yaitu salat Magrib, Subuh, Asar, dan Zuhur. Sedangkan salat Isya (yang terakhir) tersebut pada ayat yang lain, yaitu firman Allah:\n\nLaksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan(laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (al-Isra'/17: 78)\n\nAn-Nahhas, seorang ahli tafsir, juga berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut di atas berkenaan dengan salat lima waktu. Beliau mendukung pendapat 'Ali bin Sulaiman yang berkata bahwa ayat itu ialah bertasbih kepada Allah dalam salat, sebab tasbih itu ada dalam salat-salat tersebut.\n\nImam ar-Razi berpendapat bahwa tasbih itu berarti \"penyucian\". Pendapat ini lebih kuat dan lebih utama, sebab dalam penyucian itu termasuk salat. Penyucian yang disuruh ialah:\n\n1. Penyucian hati, yaitu itikad yang teguh.\n\n2. Penyucian lidah beserta hati, yaitu mengatakan yang baik-baik.\n\n3. Penyucian anggota tubuh beserta hati dan lidah, yaitu mengerjakan yang baik-baik (amal saleh).\n\nPenyucian pertama di atas ialah pokok, sedang yang kedua adalah hasil yang pertama, dan ketiga adalah hasil dari yang kedua. Sebab seorang manusia yang mempunyai itikad baik yang timbul dari hatinya, tercermin dari tutur katanya yang baik. Apabila dia berkata maka kebenaran perkataannya itu akan jelas terlihat dalam tingkah laku dan segala perbuatannya. Lidah adalah penerjemah dari apa yang tebersit dalam hati. Sedangkan perbuatan anggota tubuh adalah perwujudan dari isi hati dan apa yang telah dikatakan lisan. Salat adalah perbuatan anggota tubuh yang paling baik, termasuk di dalamnya menyebut Tuhan dengan lisan, dan niat dengan hati, dan itulah pembersihan yang sebetulnya. Apabila Allah berkata agar Dia disucikan, maka kaum Muslimin wajib untuk melaksanakan segala yang dianggap pantas untuk menyucikan-Nya.\n\nPerintah menyucikan Allah merupakan perintah melaksanakan salat. Pendapat ini sesuai dengan tafsir ayat 15 di atas. Sebab Allah menerangkan bahwa kedudukan yang tinggi dan pahala yang paling sempurna akan diperoleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh.\n\nAllah berfirman:\n\nMaka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, ma-ka mereka di dalam taman (surga) bergembira. (ar-Rum/30: 15) \n\nDalam ayat ini, Allah menyatakan apabila telah diketahui bahwa surga itu suatu tempat bagi orang-orang yang beramal saleh, maka sucikanlah Allah dengan iman yang baik dalam hati, esakanlah Dia dengan lisan, dan beramal salehlah dengan mempergunakan anggota tubuh. Semuanya itu merupakan penyucian dan pemujian. Bertasbihlah kepada Allah agar kegembiraan di surga dan kesenangan yang dicita-citakan itu dapat dicapai.\n\nAyat ini juga menjelaskan bahwa bukan hanya manusia satu-satunya makhluk yang bertasbih kepada Allah, tetapi semua makhluk yang ada di langit dan di bumi juga bertasbih dengan memuji-Nya. Hal ini jelas kelihatan dari ayat berikut ini:\n\nLangit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (al-Isra'/17: 44) \n\nAllah menjelaskan bahwa tasbih mereka kepada-Nya adalah untuk kemanfaatan mereka sendiri, bukan untuk Allah. Oleh karena itu, mereka wajib memuji Allah dengan cara bertasbih kepada-Nya. Hal ini telah difirmankan Allah seperti tersebut dalam ayat berikut ini:\n\nMereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, \"Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.\" (al-hujarat/49: 17) \n\nPara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud dari pujian-pujian bagi Allah itu adalah satu cara untuk mengagungkan Allah dan mendorong manusia untuk beribadah kepada-Nya, karena nikmat-Nya sangat banyak yang diberikan kepada manusia.\n\nDalam dua ayat ini diutamakan menyebut waktu-waktu yang layak untuk bertasbih karena tanda-tanda kekuasaan, keagungan, dan rahmat Allah tampak pada waktu-waktu tersebut. Penyebutan malam didahulukan dari pagi karena menurut kalender Qamariah, malam dan kegelapan itu lebih dahulu dari pagi hari. Permulaan tanggal itu dimulai setelah terbenam matahari. Demikian pula halnya berkenaan dengan petang dan zuhur, yakni petang lebih dahulu terjadinya dari zuhur menurut kalender Qamariah itu.\n\nAda beberapa hadis yang mengatakan tentang kelebihan yang terkandung dalam kedua ayat tersebut. Pertama ialah:\n\nRasulullah saw telah bersabda, \"Inginkah kamu aku beritakan kepadamu: \"Kenapa Allah menamakan Ibrahim a.s. sebagai khalil (teman)-Nya yang setia? Ialah karena ia membaca di waktu pagi dan petang, bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari di waktu subuh. Dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur.\" (Riwayat Ahmad dan Ibnu Jarir dari Mu'adz bin Anas) \n\nSeterusnya Nabi bersabda:\n\nSiapa yang mengucapkan di waktu pagi subhanallah hingga firman Tuhan wa kadzalika tukhrajun maka dia akan mendapatkan pahala dari apa yang tidak dapat dikerjakannya pada siang hari itu. Dan siapa yang mengatakan di waktu petang, maka ia akan mendapatkan pahala dari yang tidak dapat dikerjakan di waktu malamnya. (Riwayat Abu Dawud dan ath-thabrani dari Ibnu 'Abbas)\n\nDari kedua hadis tersebut di atas dapat diambil kesimpulan betapa pentingnya ayat-ayat 17-18 di atas untuk dihayati dan diamalkan oleh kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 3428, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 350, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yukhrijul haiya minal maiyiti wa yukhrijul maiyita minal haiyi wa yuhyil arda ba'da mawtihaa; wa kazaalika tukhrajoon" } }, "translation": { "en": "He brings the living out of the dead and brings the dead out of the living and brings to life the earth after its lifelessness. And thus will you be brought out.", "id": "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3428", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3428.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3428.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya Dia yang berhak atas segala bentuk pujian karena Dia yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, yakni menghidupkan manusia dari tiada, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, yakni mematikan manusia setelah ia hidup; dan Dia pula yang menghidupkan bumi dengan berbagai macam tetumbuhan dan pepohonan setelah mati dan mengering. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan dan dibangkitkan dari kubur.", "long": "Ayat itu mengungkapkan sebagian kekuasaan Allah, yang menyeru hamba-hamba-Nya agar bertasbih dan beribadah kepada-Nya. Orang yang bertasbih kepada Allah tanpa mengetahui hak-hak, kekuasaan, dan kebesaran Allah dalam beribadah, maka tasbih dan ibadahnya itu tidak akan ada manfaatnya. Dia tidak akan menjumpai Allah dengan tasbih dan ibadah yang seperti itu, padahal yang diharapkan adalah perjumpaan yang akan me-lapangkan dada, membukakan hati, dan menjernihkan jiwa. Oleh karena itu, ibadah yang diperintahkan ialah ibadah yang benar-benar dapat membekas dalam jiwa manusia.\n\nSehubungan dengan itu, ayat ini menyuruh kita memperhatikan keadaan alam ini, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah. Dapat diperhatikan bahwa kehidupan ini berasal dari benda mati, dan benda mati itu berasal dari kehidupan. Hal ini dapat dilihat pada telur dan ayam. Telur adalah benda mati, tapi ia dapat mengeluarkan ayam yang hidup. Begitu pula ayam adalah benda hidup, tetapi dia dapat mengeluarkan telur yang merupakan benda mati. \n\nMujahid, seorang ahli tafsir, mengartikan ayat ini sebagai perumpamaan antara mukmin dan kafir. Menurutnya, \"keluarnya yang hidup dari yang mati\" dan \"yang mati dari yang hidup\" berarti mukmin dan kafir. Anak orang mukmin ada yang menjadi kafir, sebaliknya anak orang kafir ada yang menjadi mukmin. Ada pula yang menafsirkan bahwa kehidupan ini diakhiri dengan kematian dan kematian itu disudahi dengan kehidupan kembali di akhirat.\n\nKarena kedua hal itu, yakni mati dan hidup suatu keadaan yang rutin di dalam kehidupan di dunia ini, maka tidaklah mustahil bagi Allah untuk membangkitkan manusia dari kuburnya di hari Kiamat kelak. Hal ini harus diperhatikan oleh manusia. Sebagai contoh lain yang lebih dekat bagi manusia ialah keadaan tanah yang sudah tandus dan gersang. Tanah ini akan kembali subur dan bisa menumbuhkan tanam-tanaman, andaikata Allah menurunkan hujan dari langit.\n\nSetelah memperhatikan contoh-contoh di atas, maka pertanyaan yang ditujukan kepada orang-orang kafir adalah apakah kekuasaan Allah yang tidak terbatas itu tidak cukup untuk menghidupkan manusia kembali dari dalam kematiannya, di mana tulang-belulangnya telah hancur berserakan, dan dagingnya telah bersatu dengan tanah? Tentu saja sanggup. Oleh karena itu, bila sangkakala ditiup malaikat, manusia akan bangkit dan semuanya menuju ke Padang Mahsyar menghadap Tuhan.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur), kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti. (an-Nuh/71: 17-18)\n\nMengapa manusia mengingkari hari kebangkitan? Mengapa mereka memperdebatkannya? Sebetulnya kekuasaan Allah tak perlu dan tak dapat diingkari. Siapa yang berakal tidak akan dapat mengingkari kekuasaan itu. Akan tetapi, dia lari dari tanggung jawab untuk menghadapi perhitungan di hari Kiamat. Dia ingin melepaskan jiwanya dari perasaan keimanan dengan hatinya, sesuai dengan nasibnya di dunia ini. Dia tidak mempersiapkan sesuatu pun untuk akhirat. Demikianlah manusia ditipu oleh jiwa dan hawa nafsunya. Dia melalaikan panggilan yang sebenarnya, dan mengikuti apa yang sesuai dengan nafsunya." } } }, { "number": { "inQuran": 3429, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 351, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u062a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatiheee an khalaqakum min turaabin summa izaaa antum basharun tantashiroon" } }, "translation": { "en": "And of His signs is that He created you from dust; then, suddenly you were human beings dispersing [throughout the earth].", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3429", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3429.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3429.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila ayat-ayat sebelumnya menjelaskan kesucian dan keterpujian Allah serta kesempurnaan kuasa-Nya, rangkaian ayat-ayat ini memaparkan beberapa bukti atas hal tersebut. Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu menjadi manusia yang berkembang biak di muka bumi dengan aktivitas yang amat beragam.", "long": "Ayat ini menerangkan adanya tanda-tanda kebesaran Allah pada diri manusia sendiri. Manusia diciptakan dari tanah, sedangkan tanah itu benda mati tidak bergerak. Sehubungan dengan kejadian manusia dari tanah itu, Rasulullah saw bersabda seperti berikut:\n\nSesungguhnya Allah telah menjadikan Adam dari segumpal tanah yang diambil-Nya dari segala macam tanah. Kemudian datanglah anak-anak Adam menurut tanah asal mereka. Mereka ada yang putih, merah, hitam, dan sebagainya; ada pula yang jelek, baik, sederhana, bersedih, dan sebagainya. (Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Abu Musa al-Asy'ari) \n\nAl-Qur'an banyak menerangkan tentang asal kejadian manusia. Dalam Surah al-Mu'minun umpamanya Allah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah. (al-Mu'minun/23: 12) \n\nDalam Surah al-Mu'minun di atas diterangkan kejadian manusia itu berasal dari sari pati tanah. Ini adalah suatu kejadian yang tidak langsung dari manusia. Akan tetapi, dalam ayat 20 ini disebutkan asal kejadian itu langsung dari tanah dan segera diikuti dengan gambaran manusia yang bergerak dan bertebaran. Hal ini untuk dibandingkan antara proses dan arti tanah yang mati dan tak bergerak dengan manusia yang hidup dan bergerak, sesuai dengan firman Allah dalam ayat sebelumnya, \"Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup.\"\n\nHal itu adalah kejadian yang luar biasa dan menjadi tanda kekuasaan Allah. Hal itu juga mengisyaratkan adanya hubungan yang kuat antara manusia dan bumi sebagai tempat hidup mereka, dan tempat bertemu dengan asal kejadian itu. Manusia dan bumi dalam jagat raya ini tunduk pada hukum-hukum Allah yang berlaku padanya.\n\nProses perpindahan dari bentuk tanah yang tidak bergerak dan tidak berarti kepada bentuk manusia yang bergerak dan mulia ialah suatu perpindahan yang mengandung unsur kebangkitan pada ciptaan Allah. Hal ini menggerakkan perasaan untuk mengucapkan syukur dan tasbih kepada-Nya, dan menggerakkan hati untuk mengagungkan Pencipta Yang Mahamulia itu.\n\nAl-Qur'an menetapkan kenyataan itu agar manusia memperhatikan ciptaan Allah, dan memikirkan proses perpindahan dari tanah menjadi manusia. Dalam kejadian manusia, Al-Qur'an tidak memerinci proses pertumbuhan dan perkembangan manusia dari tanah sampai menjadi manusia, karena Al-Qur'an adalah kitab hidayah bukan sepenuhnya berisi ilmu pengetahuan sehingga hanya memuat isyarat-isyaratnya saja. Adapun ahli ilmu pengetahuan telah mencoba menetapkan berbagai teori bagi pertumbuhan manusia, untuk menghubungkan mata rantai proses kejadian tersebut. \n\nTeori-teori ilmiah mungkin benar dan mungkin pula salah. Apa yang benar sekarang mungkin dibatalkan di masa yang akan datang, sesuai dengan kemajuan teknologi modern untuk menyelidiki suatu masalah. Perlu untuk dipahami bahwa ilmu pengetahuan dan Al-Qur'an sama-sama berasal dari Allah, sehingga tidak akan terjadi kontradiksi. Jika pada suatu saat teori ilmu pengetahuan salah, maka kesalahan itu pada manusia. Sementara pernyataan Al-Qur'an tetap benar. Ada persimpangan jalan antara pandangan Al-Qur'an terhadap manusia dengan pandangan teori-teori ilmiah tersebut. Al-Qur'an memuliakan manusia dan menetapkan bahwa padanya ada hembusan roh ciptaan Allah. Tuhan menciptakannya dari tanah menjadi manusia, dan memberikan kepada mereka keistimewaan-keistimewaan yang membedakan mereka dengan binatang. Pandangan seperti ini sama sekali tidak ditemukan dalam teori-teori ilmiah, yang berdasarkan materi semata, dan tidak ada hubungannya dengan Allah sama sekali.\n\nBagaimana Allah menekankan mengenai pentingnya peran tanah dalam penciptaan makhluk dan juga manusia, tidak hanya dinyatakan pada ayat di atas, namun juga pada Surah al-hijr/15: 26, 28, 33 dan beberapa ayat lainnya, di antaranya: \n\nDialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan di sisi-Nya, kemudian kamu masih terus menerus ragu-ragu. (al-An'am/6: 2)\n\nDia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api yang murni. Maka nikmat Tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu berdua ingkari? (ar-Rahman/55: 14) \n\nMenurut ilmu pengetahuan, dua komponen penting yang harus ada dalam permulaan terjadinya kehidupan adalah material genetika dan membran sel. Kedua material ini saling bekerjasama mendukung kehidupan. Di dalam keduanya, materi tanah liat dominan. \n\nHal ini dibuktikan dengan dilakukannya penelitian terhadap tanah lempung yang disebut dengan \"montmorilenite clay\". Penelitian menemukan bahwa lempung jenis ini dapat merangsang dengan cepat pembentukan kantung membran yang berisi cairan (membranous fluid-filled sac). Penelitian juga membuktikan bahwa cairan yang ada di dalam kantung membran juga mengandung material tanah liat. Kantung ini ternyata dapat tumbuh dengan cara pembelahan sederhana. Cara pembelahan ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada sel yang primitif. Dari paparan ini dapat kita katakan bahwa informasi Al-Qur'an tentang asal kejadian manusia dari tanah adalah benar dan dibuktikan oleh penelitian ilmiah." } } }, { "number": { "inQuran": 3430, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 351, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatiheee an khalaqa lakum min anfusikum azwaajal litaskunooo ilaihaa wa ja'ala bainakum mawad datanw wa rahmah; inna fee zaalika la Aayaatil liqawminy yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "And of His signs is that He created for you from yourselves mates that you may find tranquillity in them; and He placed between you affection and mercy. Indeed in that are signs for a people who give thought.", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3430", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3430.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3430.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah bahwa Dia telah menciptakan pasangan-pasangan untukmu, laki-laki dengan perempuan dan sebaliknya, dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan mempunyai rasa cinta kepadanya dan merasa tenteram bersamanya setelah disatukan dalam ikatan pernikahan; dan sebagai wujud rahmat-Nya. Dia menjadikan di antaramu potensi untuk memiliki rasa kasih dan sayang kepada pasangannya sehingga keduanya harus saling membantu untuk mewujudkannya demi terbentuknya bangunan rumah tangga yang kukuh. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir bahwa tumbuhnya rasa cinta adalah anugerah Allah yang harus dijaga dan ditujukan ke arah yang benar dan melalui cara-cara yang benar pula.", "long": "Dalam ayat berikut ini diterangkan tanda-tanda kekuasaan Allah yaitu kehidupan bersama antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah perkawinan. Manusia mengetahui bahwa mereka mempunyai perasaan tertentu terhadap jenis yang lain. Perasaan dan pikiran-pikiran itu ditimbulkan oleh daya tarik yang ada pada masing-masing mereka, yang menjadikan yang satu tertarik kepada yang lain, sehingga antara kedua jenis, laki-laki dan perempuan, itu terjalin hubungan yang wajar. Mereka melangkah maju dan berusaha agar perasaan-perasaan dan kecenderungan-kecenderungan antara laki-laki dengan perempuan tercapai. \n\nPuncak dari semuanya itu ialah terjadinya perkawinan antara laki-laki dengan perempuan. Dalam keadaan demikian, bagi laki-laki hanya istrinya perempuan yang paling baik, sedang bagi perempuan hanya suaminya laki-laki yang menarik hatinya. Masing-masing merasa tenteram hatinya dengan adanya pasangan itu. Semuanya itu merupakan modal yang paling berharga dalam membina rumah tangga bahagia. Dengan adanya rumah tangga yang berbahagia, jiwa dan pikiran menjadi tenteram, tubuh dan hati mereka menjadi tenang, kehidupan dan penghidupan menjadi mantap, kegairahan hidup akan timbul, dan ketenteraman bagi laki-laki dan perempuan secara menyeluruh akan tercapai.\n\nDialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhan Mereka (seraya berkata), \"Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.\" (al-A'raf/7: 189)\n\nKhusus mengenai kata-kata mawaddah (rasa kasih) dan rahmah (sayang), Mujahid dan 'Ikrimah berpendapat bahwa yang pertama adalah sebagai ganti dari kata \"nikah\" (bersetubuh) dan yang kedua sebagai kata ganti \"anak\". Jadi menurut Mujahid dan 'Ikrimah, maksud ungkapan ayat \"bahwa Dia menjadikan antara suami dan istri rasa kasih sayang\" ialah adanya perkawinan sebagai yang disyariatkan Tuhan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan dari jenisnya sendiri, yaitu jenis manusia, akan terjadi persenggamaan yang menyebabkan adanya anak-anak dan keturunan. Persenggamaan merupakan suatu yang wajar dalam kehidupan manusia, sebagaimana adanya anak-anak yang merupakan suatu yang umum pula. \n\nAda yang berpendapat bahwa mawaddah bagi anak muda, dan rahmah bagi orang tua. Ada pula yang menafsirkan bahwa mawaddah ialah rasa kasih sayang yang makin lama terasa makin kuat antara suami istri. Sehubungan dengan mawaddah itu Allah mengutuk kaum Lut yang melampiaskan nafsunya dengan melakukan homoseks, dan meninggalkan istri-istri mereka yang seharusnya menjadi tempat mereka melimpahkan rasa kasih sayang dan melakukan persenggamaan. Allah berfirman:\n\nDan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? (asy-Syu'ara'/26: 166) \n\nDalam ayat ini, Allah memberitahukan kepada kaum laki-laki bahwa \"tempat tertentu\" itu ada pada perempuan dan dijadikan untuk laki-laki. Dalam hadis diterangkan bahwa para istri semestinya melayani ajakan suaminya, kapan saja ia menghendaki, namun harus melihat kondisi masing-masing, baik dari segi kesehatan ataupun emosional. Dengan demikian, akan terjadi keharmonisan dalam rumah tangga. Nabi saw bersabda:\n\nDemi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada seseorang lelaki pun yang mengajak istrinya untuk bercampur, tetapi ia (istri) enggan, kecuali yang ada di langit akan marah kepada istri itu, sampai suaminya rida kepadanya. Dalam lafal yang lain, hadis ini berbunyi, \"Apabila istri tidur meninggalkan ranjang suaminya maka malaikat-malaikat akan melaknatinya hingga ia berada di pagi hari. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah) \n\nDalam ayat ini dan ayat-ayat yang lain, Allah menetapkan ketentuan-ketentuan hidup suami istri untuk mencapai kebahagiaan hidup, ketenteraman jiwa, dan kerukunan hidup berumah tangga. Apabila hal itu belum tercapai, mereka semestinya mengadakan introspeksi terhadap diri mereka sendiri, meneliti apa yang belum dapat mereka lakukan serta kesalahan-kesalahan yang telah mereka perbuat. Kemudian mereka menetapkan cara yang paling baik untuk berdamai dan memenuhi kekurangan tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah, sehingga tujuan perkawinan yang diharapkan itu tercapai, yaitu ketenangan, saling mencintai, dan kasih sayang.\n\nDemikian agungnya perkawinan itu, dan rasa kasih sayang ditimbulkannya, sehingga ayat ini ditutup dengan menyatakan bahwa semuanya itu merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau menggunakan pikirannya. Akan tetapi, sedikit sekali manusia yang mau mengingat kekuasaan Allah yang menciptakan pasangan bagi mereka dari jenis mereka sendiri (jenis manusia) dan menanamkan rasa cinta dan kasih sayang dalam jiwa mereka.\n\nSuatu penelitian ilmiah menunjukkan bahwa setelah meneliti ribuan pasangan suami istri (pasutri) maka disimpulkan bahwa setelah diadakan korelasi, maka antara kedua pasangan tadi terdapat banyak kesamaan, baik secara psikologis maupun secara fisik. Maksud \"jenis kamu sendiri\" di sini adalah dari sisi psikis dan fisik yang sama sehingga mereka mempunyai kesamaan antara keduanya. Hanya dengan hidup bersama pasangan yang serasa akrab (familiar) dengannya, maka akan tumbuh perasaan mawaddah dan rahmah, kasih sayang dan perasaan cinta. Oleh karena itu, teman hidup harus dipilih dari jenis, kelompok fisik, dan kejiwaan yang mempunyai kemiripan yang serupa dengannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3431, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 351, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatihee khalqus samaawaati wal aardi wakhtilaafu alsinatikum wa alwaanikum; inna fee zaalika la Aayaatil lil'aalimeen" } }, "translation": { "en": "And of His signs is the creation of the heavens and the earth and the diversity of your languages and your colors. Indeed in that are signs for those of knowledge.", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3431", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3431.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3431.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah penciptaan langit tanpa penyangga dan bumi yang terhampar, demikian pula perbedaan bahasamu yang diucapkan dengan mulut yang terdiri atas unsur yang sama: bibir, gigi, dan lidah; dan perbedaan warna kulitmu meski kamu berasal dari sumber yang satu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda eksistensi dan keesaan-Nya bagi orang-orang yang mengetahui atau berilmu.", "long": "Ayat ini menerangkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang lain, yaitu penciptaan langit dan bumi sebagai peristiwa yang luar biasa besarnya, sangat teliti, dan cermat. Orang yang mengetahui rahasia kejadian itu sangat sedikit sekali jumlahnya. Hanya sedikit sekali yang mengetahui bahwa di langit ada galaksi-galaksi*) yang tidak terbilang jumlahnya. Tiap-tiap galaksi itu mempunyai bintang, planet, satelit, dan benda angkasa lainnya yang berjuta-juta jumlahnya. Bumi yang didiami manusia ini tidak ubahnya seperti atom yang sangat kecil yang hampir saja tidak mempunyai berat dan bayangan, jika dibandingkan dengan semua galaksi tersebut. \n\nSesungguhnya galaksi-galaksi itu banyak jumlahnya di angkasa luas, dan masing-masing galaksi itu merupakan sistem peredaran yang paling teratur, mereka tidak pernah berantakan akibat bertubrukan antara yang satu dengan yang lain, atau antara planet-planet yang ada pada masing-masing galaksi itu. Semuanya itu berjalan menurut aturan yang telah ditentukan.\n\nItu adalah dari segi jumlah dan sistemnya. Adapun rahasia-rahasia benda-benda alam besar itu, sifat-sifatnya, apa yang tersembunyi dan yang tampak padanya, hukum-hukum alam yang menjaga, mengatur, dan menjalankannya, hal itu amat banyak macam dan ragamnya dibanding dengan apa yang telah diketahui manusia. Apa yang telah diketahui manusia itu hanya sebagian kecil saja, walaupun para ahli telah menyelidiki keadaan alam semesta bertahun-tahun lamanya. Mereka mengetahui bahwa semua itu telah berlangsung berjuta-juta tahun lamanya sesuai dengan hukum alam dan berjalan dengan amat teratur.\n\nSetelah menyebutkan kebesaran Allah melalui penciptaan langit dan bumi, ayat di atas menyatakan adanya keanekaragaman bahasa dan warna kulit. Di sini Allah menyatakan bahwa Dia secara haq menjadikan manusia terdiri atas banyak ras yang kedudukannya sama di mata-Nya.\n\nBerbicara mengenai ras, Allah menjelaskannya melalui lidah atau lisan. Dalam hal ini, kata lidah mempunyai dua arti. Pertama, lidah yang secara fisik berada pada rongga mulut dan sangat berperan dalam mengeluarkan bunyi. Bunyi inilah yang menjadi dasar munculnya bahasa untuk keperluan berkomunikasi. Kedua, lidah adalah bahasa itu sendiri.\n\nMenurut para saintis, lidah adalah organ yang terletak pada rongga mulut. Organ ini merupakan struktur berotot yang terdiri atas tujuh belas otot yang memiliki beberapa fungsi. Lidah di antaranya berfungsi untuk turut membantu mengatur bunyi untuk berkomunikasi atau berbicara. Fungsi lainnya adalah untuk membantu menelan makanan dan alat pengecap. Diperkirakan terdapat sekitar 10.000 titik pengecap di lidah. Titik-titik ini sangat aktif untuk selalu memperbaharui diri. Lidah dapat merasakan berbagai rasa. Lidah, dalam bidang agama, hampir selalu dikaitkan dengan hati, dan digunakan untuk mengukur baik-buruknya perilaku seseorang.\n\nBerbicara adalah suatu kegiatan yang sangat kompleks. Ia dimulai dengan perasaan yang mendorong untuk mengucapkan satu maksud. Selanjutnya bergeraklah bibir, lidah, rahang, serta alat bantu ucap lainnya, yang setelah mengalami proses yang rumit, bunyi yang dikeluarkannya dipahami oleh mitra bicaranya. Pada tahap selanjutnya, akan tercipta suatu bahasa. Bahasa diduga sudah digunakan manusia sekitar 45.000 tahun sebelum Masehi. Jumlah bahasa di dunia dipercaya berkisar di sekitar angka 6.000.\n\nRahasia kejadian langit dan bumi, perbedaan bahasa dan warna kulit, serta sifat-sifat kejiwaan manusia itu tidak akan diketahui, kecuali oleh orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, ayat ini ditutup dengan \"sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui (berilmu pengetahuan).\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3432, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 351, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatihee manaamukum bil laili wannahaari wabtighaaa'ukum min fadlih; inna fee zaalika la Aayaatil liqawminy yasma'oon" } }, "translation": { "en": "And of His signs is your sleep by night and day and your seeking of His bounty. Indeed in that are signs for a people who listen.", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3432", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3432.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3432.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menciptakan pergantian siang dan malam sebagai bukti kekuasaan dan rahmat-Nya. Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya yang lain ialah tidurmu untuk istirahat pada waktu malam setelah kamu beraktivitas pada siang hari, dan pada siang hari kamu beraktivitas kembali, dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya berupa rezeki yang telah diatur oleh-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran dan keesaan-Nya bagi kaum yang mendengarkan dengan saksama agar dapat menumbuhkan sifat kanaah (menerima dengan ikhlas segala karunia-Nya) dan kemantapan jiwa serta kesadaran penuh atas kemahakuasaan-Nya.", "long": "Ayat ini masih membicarakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, alam semesta dan hubungannya dengan keadaan manusia, pergantian siang dan malam, serta tidur manusia di malam hari dan bangunnya mencari rezeki di siang hari. Manusia tidur di malam hari agar badannya mendapatkan ketenangan dan istirahat, untuk memulihkan tenaga-tenaga yang digunakan waktu bangunnya. Tidur dan bangun itu silih berganti dalam kehidupan manusia, seperti silih bergantinya siang dan malam di alam semesta ini. Dengan keadaan yang silih berganti itu, manusia akan mengetahui nikmat Allah serta kebaikan-Nya. Di waktu tidur manusia mengistirahatkan tubuhnya. Dia akan mendapatkan pergerakan anggota tubuhnya dengan leluasa di waktu bangun.\n\nDalam ayat ini, tidur didahulukan daripada bangun, padahal kelihatannya bangun itu lebih penting daripada tidur karena ketika bangun orang bekerja, berusaha, dan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam hidup, sebagaimana terkandung dalam firman-Nya, \"dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Pada umumnya manusia itu sedikit sekali yang memperhatikan kenikmatan tidur. Kebanyakan mereka memandang tidur itu sebagai suatu hal yang tidak penting. Ini adalah pengertian yang salah dalam memahami nikmat besar yang dianugerahkan Allah kepada manusia.\n\nTidur merupakan pengasingan manusia dari kesibukan-kesibukan hidup, dan terputusnya hubungan antara jiwa dengan zatnya sendiri, seakan-akan identitasnya hilang waktu itu. Ketika tidur atau dalam keadaan antara bangun dan tidur, manusia pergi ke mana saja yang ia sukai dengan akal dan rohnya. Ia bisa melanglang buana ke balik alam materi yang tidak mempunyai belenggu dan halangan. Di sana dia dapat merealisir apa yang tidak dapat direalisasikannya di dalam dunia serba benda ini. Dalam alam mimpi itu dia akan mendapat kepuasan.\n\nBerapa banyak orang yang miskin, tapi dalam mimpinya ia dapat memakan apa yang diinginkannya. Berapa banyak orang yang teraniaya, tapi dalam mimpinya ia dapat mengobati jiwanya dari keganasan dan kezaliman. Berapa banyaknya orang yang berjauhan tempat tinggal, tetapi dalam mimpi mereka dapat berjumpa dengan sepuas hatinya. Banyak lagi contoh lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu per satu.\n\nMenurut ahli ilmu jiwa, mimpi yang dialami pada waktu tidur merupakan penetralisir, yakni pemurni dan penawar bagi jiwa. Bagi orang-orang yang sedang lapar umpamanya, mereka dapat mewujudkan apa yang diinginkan atau dikhayalkannya di waktu bangun. Demikian pula halnya dengan orang-orang yang teraniaya, haus, dan sebagainya. Dengan situasi itu jiwa akan lega dan tenteram. Kalau tidak demikian, tentu akan terjadi ketegangan-ketegangan jiwa yang sangat berbahaya. Jadi dalam dunia tidur, manusia akan mendapat kepuasan akal, rohani, dan jiwanya. Hal mana tidak dapat diperolehnya di waktu bangun atau jaga.\n\nApabila tubuh manusia memerlukan makan dan minum, maka roh, jiwa, dan akal pun memerlukan makan dan minum. Kedua hal itu dilakukannya di waktu tidur. Tidur itu tidak lain merupakan belenggu bagi tubuh, tetapi kebebasan bagi jiwa. Dengan demikian, segi kejiwaan mendapatkan kebahagiaannya di waktu tidur, serta bebas dari kebendaan, tekanan, dan kezaliman. Kalau tidak demikian, roh itu akan selalu terbelenggu dalam tubuh dan cahayanya akan pudar.\n\nOrang-orang yang menganggap tidur sebagai suatu hal yang remeh, kemestian yang berat dan diharuskan bagi tubuh manusia, serta suatu obat yang mencekam kepribadiannya, seperti pada masa kanak-kanak dan masa tua, maka anggapan demikian itu disebabkan karena mereka tidak mengetahui kecuali apa yang dapat diraba oleh tangan, atau dilihat oleh mata sendiri. Adapun yang di balik itu, mereka tidak mengetahui atau mempercayainya, atau karena mereka materialistis, yang hanya melihat kepada materi saja. Mereka bergaul dengan manusia hanyalah atas dasar materi. \n\nApabila tidur dianggap sebagai nikmat yang nyata, maka sesungguhnya Allah telah menyediakan malam sebagai waktu yang tepat untuknya. Tidur adalah nikmat yang jelas, seperti dalam firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?\" (al-Qashash/28: 72)\n\nMalam itu tidak ubahnya sebagai layar yang menutupi makhluk-makhluk hidup termasuk manusia. Lalu dia mengantarkan mereka kepada ketenangan, kemudian tidur.\n\nSesungguhnya malam merupakan sesuatu yang tidak terelakkan datangnya, sebagaimana juga siang. Malam adalah waktu untuk istirahat dan siang adalah waktu untuk bekerja. Adapun bagi mereka yang bekerja pada malam hari, baginya tetap dituntut untuk memelihara hak badannya dalam arti mengistirahatkannya. Allah berfirman:\n\nDan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan ke-padamu apa yang telah kamu kerjakan. (al-Anam/6: 60)\n\nKarena malam adalah waktu yang penting dan tepat untuk tidur, Allah banyak sekali bersumpah dalam Al-Qur'an dengan malam, seperti Surah al-Lail (Malam), sebagai penghargaan bagi waktu malam. Dalam surah ini terdapat isyarat bahwa di kala malam itu datang, tertutuplah cahaya siang, dan terjadilah kegelapan dan keheningan yang merata. Waktu semacam itu sesuai betul untuk tidur dan beristirahatnya tubuh dan jiwa. Apabila siang datang, maka terang benderanglah alam ini dan waktu semacam itu amat tepatlah untuk bekerja, berusaha, dan berjuang. Allah berfirman:\n\nDemi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang benderang. (al-Lail/92: 1-2)\n\nDalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDemi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya (gelap gulita). (asy-Syams/91: 1-4)\n\nDalam ayat 23 ini, siang disamakan dengan malam, yakni dengan firman-Nya, \"¦tidurmu di waktu malam dan siang hari.\" Hal demikian itu sebagai penegasan bahwa malam, walaupun waktu yang tepat untuk tidur, tetapi tidak melarang orang mempergunakan waktu siang untuk tidur. Pada umumnya, manusia tidur di waktu malam, tetapi tidak sedikit pula di antara mereka yang tidur di waktu siang, atau sebahagian dari tidurnya dilaksanakan di siang hari. Oleh karena itu, malam didahulukan penyebutannya.\n\nAyat ini ditutup dengan ungkapan, \"Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.\" Dalam ungkapan ini seruan ditujukan kepada pendengaran, bukan pancaindra yang lain. Hal ini merupakan suatu isyarat bahwa pendengaran itu mewujudkan pengetahuan, dan juga memberi pengertian bahwa tidur di malam dan siang hari, serta berusaha mencari karunia Allah adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. Hanya orang yang mempunyai pendengaran yang tajam dan peka yang dapat mem-perhatikan apa yang didengarnya, terutama sekali ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3433, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 21, "page": 406, "manzil": 5, "ruku": 351, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u0642\u064e \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0645\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatihee yureekumul barqa khawfanw wa tama'anw wa yunazzilu minas samaaa'i maaa'an fa yuhyee bihil arda ba'da mawtihaaa inna fee zaalika la Aayaatil liqawminy ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And of His signs is [that] He shows you the lightning [causing] fear and aspiration, and He sends down rain from the sky by which He brings to life the earth after its lifelessness. Indeed in that are signs for a people who use reason.", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3433", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3433.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3433.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda-tanda kebesaran dan rahmat-Nya adalah bahwa Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan khususnya di saat kamu dalam perjalanan dan di sisi lain ia menjadi harapan akan turunnya hujan bagi kamu yang dilanda kekeringan. Dan Dia menurunkan air hujan dari langit, yakni arah atas, lalu dengan air itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati dan kering. Hujan itu juga menjadi bukti karunia-Nya kepada manusia dan binatang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi kaum yang mengerti atau mau berpikir bahwa hari kebangkitan itu niscaya adanya.", "long": "Ayat ini menerangkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang lain, yaitu kilat. Ini adalah suatu fenomena (gejala) alam yang dapat disaksikan oleh pancaindra dan dapat pula diterangkan secara ilmiah. Kilat timbul dari bunga api listrik yang terjadi di kala bersatunya listrik positif yang berada di kelompok awan yang mengandung air dengan listrik negatif yang berada di bumi, sewaktu keduanya sedang berdekatan, umpamanya di waktu awan itu sedang berada di puncak gunung. Dari persatuan kedua macam listrik itu timbullah pengosongan udara yang mengakibatkan kilat, lalu diikuti oleh petir, dan turunnya hujan. Jadi kilat itu merupakan suatu fenomena (gejala) alam yang timbul dari aturan yang diciptakan Tuhan untuk mengatur alam ini.\n\nAl-Qur'an sesuai dengan keadaannya sebagai kitab dakwah, tidak memerinci hakikat fenomena-fenomena alam itu, dan tidak menerangkan sebab-sebabnya. Al-Qur'an hanya menyebutkan hal itu sebagai alat untuk menghubungkan hati manusia dengan alam dan Penciptanya. Oleh karena itu, dalam ayat ini dia menetapkan salah satu tanda adanya Allah, yaitu dengan memperlihatkan keadaan kilat yang menimbulkan takut dan harapan. Kedua perasaan naluri itu datang silih berganti pada jiwa manusia dalam menghadapi fenomena itu. \n\nPerasaan takut muncul di kala melihat kilat karena ia diikuti oleh petir yang bila menyambar sesuatu, akan membinasakannya. Bila manusia disambarnya, maka ia akan mati terbakar. Bila metal (logam) yang disambar, maka benda itu akan mencair dan melebur. Bila batu dan bangunan yang disambarnya, maka akan hancur. \n\nSesudah kata-kata takut dan harapan, ayat ini dilanjutkan dengan \"Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering).\" Ungkapan hidup dan mati itu jika dihubungkan dengan tanah adalah suatu ungkapan yang menggambarkan bahwa tanah itu dapat hidup dan dapat pula mati. Begitulah hakikat yang digambarkan Al-Qur'an. Alam ini adalah makhluk hidup, yang tunduk dan patuh kepada Allah, mengerjakan perintah-Nya dengan bertasbih dan beribadah kepada-Nya. Manusia yang hidup di atas bumi adalah salah satu dari makhluk-makhluk Allah itu. Mereka beserta makhluk-makhluk itu berada dalam satu parade (pawai) besar menghadap Allah, Tuhan semesta alam.\n\nDi samping itu air apabila menyirami tanah, dia akan menyuburkannya. Kemudian tumbuhlah tumbuh-tumbuhan dan daun-daunnya berkembang. Begitu pula halnya dengan hewan dan manusia. Air itu merupakan rasul dan pembawa kehidupan. Di mana ada air di sana ada kehidupan.\n\nSesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang mempergunakan akalnya. Ayat ini diakhiri dengan kata \"akal\", sebagai media untuk berpikir dan menyelidik." } } }, { "number": { "inQuran": 3434, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 21, "page": 407, "manzil": 5, "ruku": 351, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06da \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatihee an taqoomas samaaa'u wal ardu bi-amrih; summa izaa da'aakum da'watam minal ardi izaaa antum takhrujoon" } }, "translation": { "en": "And of His signs is that the heaven and earth remain by His command. Then when He calls you with a [single] call from the earth, immediately you will come forth.", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3434", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3434.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3434.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah berdirinya langit tanpa penyangga dan bumi yang terhampar dengan kehendak-Nya. Kemudian, apabila kamu wafat dan Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi pada hari kiamat, seketika itu kamu keluar dari kubur untuk menghadap Allah guna menjalani proses hisab dengan seadil-adilnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di antara tanda-tanda yang lain dari kekuasaan Allah adalah langit tanpa tiang penyangga dan bumi yang bulat tanpa ada tiang pancangnya. Berdirinya langit dan bumi dengan iradat Allah mengandung arti bahwa eksistensi keduanya tetap dalam penjagaan dan pengaturan-Nya. Dengan iradat Allah (bi amrihi) di sini maksudnya ialah kekuasaan dan kesanggupan-Nya. Bila seseorang berpendapat bahwa alam semesta ini, baik langit maupun bumi, telah ada sedemikian rupa menurut tabiatnya, tanpa dipelihara oleh Allah, bagaimana pula pendapat mereka tentang aturan alam yang sangat harmonis itu, sehingga yang satu dengan yang lainnya, tak pernah bertabrakan. Sebagian manusia mengingkari alam ini ciptaan Allah dan berada di bawah penjagaan-Nya karena tidak mau mengakui keesaan-Nya. Langit dan bumi akan tetap dalam keadaannya yang sekarang ini sampai datangnya suatu saat yang telah ditentukan, yaitu terjadinya Kiamat. Ketika saat itu datang, manusia akan memenuhi panggilan Tuhan untuk bangkit dari dalam kubur. \n\nKapan datangnya hari kebangkitan itu tidak diketahui oleh seorang pun. Suatu hal jelas adalah seruan kebangkitan itu datang setelah manusia mati semuanya. Ungkapan \"seketika itu kamu keluar (dari kubur)\", menunjukkan bahwa kebangkitan dari kubur itu langsung setelah seruan, tidak terlambat walaupun sesaat. Firman Allah dalam ayat yang lain:\n\nLalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya. (Yasin/36: 51) \n\nKata-kata \"seketika itu\" atau kata-kata \"tiba-tiba\" dalam ayat 25 ini ditujukan kepada mereka yang tidak menghendaki hari kebangkitan, dan tidak percaya dengan hari akhirat. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa apabila mereka dibangkitkan pada hari Kiamat, mereka tercengang dan merasa heran. Lalu mereka berkata seperti yang diceritakan dalam Al-Qur'an:\n\nMereka berkata, \"Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?\" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul (-Nya). (Yasin/36: 52)" } } }, { "number": { "inQuran": 3435, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 21, "page": 407, "manzil": 5, "ruku": 351, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lahoo man fissamaawaati wal ardi kullul lahoo qaanitoon" } }, "translation": { "en": "And to Him belongs whoever is in the heavens and earth. All are to Him devoutly obedient.", "id": "Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3435", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3435.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3435.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci dan terpujilah Allah karena hanya milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk, patuh dan siap sedia melaksanakan perintah-Nya.", "long": "Ayat ini merupakan kesimpulan dari ayat-ayat tersebut di atas. Dalam arti bahwa demikianlah kekuasaan dan kebesaran Tuhan. Apa saja yang berada di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya dan tunduk kepada-Nya. Namun demikian, kebanyakan manusia tidak tunduk dan tidak menyembah-Nya. Maka ketetapan yang ada di dalam ayat ini berarti tunduknya tiap-tiap sesuatu yang ada di langit dan bumi kepada iradat dan kehendak Allah. Kehendak-Nya yang mengendalikan semuanya itu sesuai dengan sunah yang telah ditentukan-Nya. Dalam hal ini, semuanya tunduk kepada sunah itu, walaupun manusia dalam perbuatan dan kerjanya ada yang durhaka dan ingkar. Sesungguhnya yang durhaka itu adalah akal dan hati mereka. Adapun yang berkenaan dengan jasad, mereka tunduk dan diatur menurut hukum-hukum alam yang disebut sunatullah. Allah berfirman:\n\nPadahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan? (ali 'Imran/3: 83)\n\nSelanjutnya ayat-ayat mengenai bukti kebesaran Tuhan tersebut di atas diakhiri dengan peringatan tentang hari kebangkitan, karena hal itu dilupakan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3436, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 21, "page": 407, "manzil": 5, "ruku": 351, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee yabda'ul khalqa summa yu'eeduhoo wa huwa ahwanu 'alaih; wa lahul masalul la'laa fissamaawaati wal-ard; wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "And it is He who begins creation; then He repeats it, and that is [even] easier for Him. To Him belongs the highest attribute in the heavens and earth. And He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3436", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3436.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3436.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hari kebangkitan bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Allah, sebab Dialah yang memulai penciptaan manusia dari tidak ada kemudian mengulanginya dengan membangkitkan kembali menjadi makhluk yang baru, dan yang demikian itu menurut akalmu, wahai orang-orang kafir, mestinya lebih mudah bagi-Nya. Hanya bagi-Nya sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi sebagai Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada yang serupa dengan-Nya, dan penyandang segala kesempurnaan. Dan Dia Yang Mahaperkasa tanpa tandingan, Mahabijaksana dalam penciptaan dan pengurusan-Nya.", "long": "Ayat ini juga merupakan kesimpulan dari ayat terdahulu. Ayat ini menetapkan bahwa siapa yang memiliki semua langit dan bumi, Dialah yang memulai kejadiannya, dan Dia pula yang akan mengembalikannya sesudah mati seperti semula.\n\nPada ayat 11 di atas telah disebutkan mengenai permulaan kejadian manusia dan pengembaliannya pada kehidupan setelah mati. Hal itu diulang lagi di sini untuk menguatkan pernyataan itu setelah diterangkan bukti kebesaran Allah tersebut di atas. Di sini ditambahkan dengan pernyataan bahwa menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dalam ayat ini ada kata-kata \"lebih mudah\" yakni menghidupkan adalah lebih mudah bagi Allah daripada penciptaannya semula. Akan tetapi, lebih mudahnya menghidupkan kembali daripada menciptakan semua itu adalah dengan membandingkannya kepada kebiasaan yang berlaku pada manusia, bukan dihubungkan kepada Allah, sebab bagi Allah semuanya adalah mudah. Allah tidak akan merasa berat mengadakan sesuatu apa pun. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36: 82)\n\nBagi manusia, menciptakan sesuatu lebih sukar daripada mengulangi segala daya upaya, kesungguhan, dan lain sebagainya. Dalam usahanya itu, mereka melakukan kesalahan berulang kali, baru sampai kepada yang dimaksud. Setelah sampai kepada yang dicita-citakan, tentu mengulang membuatnya kembali lebih mudah baginya, tidak membutuhkan tenaga seperti saat memulainya, sebab segala sesuatu telah terbayang dalam benaknya bagaimana cara membuatnya. Adapun bagi Allah tidak ada yang lebih mudah atau lebih sukar. Semuanya mudah bagi-Nya.\n\nAllah swt berfirman, \"Anak Adam telah berbohong kepadaku dan mencelaku, padahal kebohongan dan celaan itu tidak pernah ada. Adapun kebohongan mereka terhadapku adalah perkataan mereka, 'Allah tidak bisa mengembalikanku sebagaimana Dia menciptakanku. Dan tidak ada permulaan ciptaan itu lebih mudah bagiku daripada mengembalikannya. Adapun celaan mereka terhadapku adalah ucapan mereka, 'Allah mengambil (mempunyai) anak. Dan Aku adalah satu, tempat bergantung segala sesuatu, Aku tidak melahirkan dan Aku tidak dilahirkan, dan juga tidak ada satu pun yang setara dengan-Ku.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)\n\nKata-kata \"lebih mudah\" ini diberi komentar pula dengan kalimat \"Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi.\" Allah itu tunggal di segala langit dan bumi dengan segala sifat-sifat-Nya, tidak ada suatu apa pun yang berserikat dengan-Nya. Tidak ada sesuatu yang serupa dengan-Nya. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kata-kata \"perkasa\" di sini berarti \"yang menang, atau yang dapat membuat apa yang dikehendaki.\" \"Bijaksana\" berarti mengendalikan segala makhluk dengan teliti dan dengan batas-batasnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3437, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 21, "page": 407, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0647\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u062e\u0650\u064a\u0641\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064f\u0641\u064e\u0635\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Daraba lakum masalam min anfusikum hal lakum mimmaa malakat aymaanukum min shurakaaa'a fee maa razaqnaakum fa antum feehi sawaaa'un takhaafoonahum kakheefa tikum anfusakum; kazaalika nufassilul Aayaati liqawminy ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "He presents to you an example from yourselves. Do you have among those whom your right hands possess any partners in what We have provided for you so that you are equal therein [and] would fear them as your fear of one another [within a partnership]? Thus do We detail the verses for a people who use reason.", "id": "Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3437", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3437.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3437.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya melalui bukti-bukti nyata yang bisa dilihat oleh mata manusia, kemudian pada ayat ini Allah menguatkan bukti-bukti itu dengan menampilkan contoh konkret yang menyentuh logika manusia. Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri agar kamu hanya mengabdi kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. Apakah kamu rela jika ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki menjadi sekutu bagimu dalam memiliki rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal kepemilikan ini, padahal sejatinya posisi hamba sahaya itu bagimu sama dengan harta lain yang kamu miliki, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu? Tentu tidak. Adalah tidak tepat menyamakan dua hal yang sejatinya sangat berbeda, yaitu antara budak dengan orang merdeka, apalagi antara Allah dengan hamba-Nya. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti, yaitu mereka yang mau menggunakan akalnya untuk berpikir.", "long": "Ayat ini menerangkan perumpamaan lain yang diberikan Allah. Perumpamaan itu masih berkisar pada fakta kehidupan manusia itu sendiri sesuai dengan tingkatan akal pikiran mereka. Dengan demikian, mereka dapat mengambil pelajaran dari perumpamaan itu, serta menilai Allah dengan segala sifat-sifat kesempurnaan yang pantas bagi-Nya.\n\nAyat ini menjelaskan suatu perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah beberapa tuhan yang lain di samping Allah. Bahkan mereka mengutamakan kesetiaan kepada tuhan-tuhan itu pada diri mereka sendiri.\n\nDalam perumpamaan itu, kaum musyrik Mekah disuruh memperhatikan diri mereka sendiri serta kedudukan mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki. Sebagai tuan atau majikan, apakah mereka mau menyerahkan kepada budak-budak itu semua milik mereka, dan mengikutsertakannya dalam urusan harta benda dan kesenangan yang telah diberikan Allah kepada mereka. Dengan demikian, para budak itu menjadi saingan dan serikat mereka dalam mengendalikan harta benda dan kesenangan itu. Apakah para pemilik budak dapat menerima ketentuan bahwa bagi budak-budak mereka itu ada kekuasaan atas apa yang mereka miliki, sehingga mereka tidak dapat melakukan sesuatu pada hak milik mereka sebelum mendapat kerelaan dan persetujuan dari budak mereka? Hal ini tentu tidak akan bisa mereka terima. Andaikata hal itu dapat diterima, ini berarti mereka tidak mempunyai kekuasaan yang penuh lagi atas hartanya.\n\nPersoalan itu terjadi antara dua macam makhluk Allah, yaitu para tuan atau majikan dengan budak-budak mereka dalam mengurus dan menikmati rezeki, harta, dan nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. Para majikan itu tidak mau mengalah sedikit pun kepada budaknya dalam menguasai hartanya.\n\nAllah sebagai pemilik segala sesuatu, Mahakuasa lagi Mahaperkasa tidak akan mau dijadikan oleh orang-orang musyrik berserikat dengan makhluk yang diciptakan-Nya berupa patung-patung itu sebagaimana mereka sendiri tidak akan mau berserikat dengan budak-budaknya dalam mengurus dan menguasai miliknya. Setiap orang yang menggunakan akal dan pikiran yang sehat akan memahami perumpamaan itu. Tindakan orang-orang musyrik itu merupakan penghinaan bagi Allah.\n\nApakah kaum musyrik itu tetap pada pendirian mereka bahwa bagi Allah itu ada sekutu, sedang mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya, setelah adanya keterangan yang jelas beserta argumentasi yang sangat kuat itu? Di antara mereka ada yang menerima dalil itu dan ada pula yang tidak. Kebanyakan kaum musyrik itu mata hatinya buta dan jiwanya berpenyakit sehingga mereka tidak melihat keterangan yang jelas dan dalil yang kuat itu.\n\nAyat ini ditutup dengan kalimat, \"Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.\" Hanya orang-orang yang mempergunakan akalnya yang dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat suci Al-Qur'an, serta mendapat petunjuk dan pelajaran daripadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3438, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 21, "page": 407, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balit taba'al lazeena zalamooo ahwaaa'ahum bighairi 'ilmin famai yahdee man adallal laahu wa maa lahum min naasireen" } }, "translation": { "en": "But those who wrong follow their [own] desires without knowledge. Then who can guide one whom Allah has sent astray? And for them there are no helpers.", "id": "Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3438", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3438.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3438.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tanda-tanda eksistensi, keesaan, dan kekuasaan Allah sudah begitu jelas, tetapi karena pada dasarnya ingin menolak hal tersebut maka orang-orang yang zalim itu hanya mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan yang benar dan logis. Ia secara sadar memilih jalan kesesatan, maka siapakah yang dapat memberi petunjuk menuju jalan kebenaran kepada orang yang telah disesatkan oleh Allah akibat pilihan sikapnya yang sesat itu? Tentu tidak ada. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka di akhirat kelak.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa kaum musyrik itu menyembah sesuatu selain Allah karena kebodohan dan kejahilan mereka sendiri. Mereka tidak mau memperhatikan keterangan yang jelas di hadapan mereka.\n\nAyat ini merupakan perumpamaan bagi kaum musyrik yang tidak dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah yang terperinci, dan memetik hikmahnya. Bahkan mereka tetap berada pada kesesatan dan kemusyrikan. Akal pikiran mereka dikuasai dan dikendalikan oleh hawa nafsu. Orang yang demikian itu selamanya tidak akan dapat dikendalikan kecuali oleh hawa nafsunya. Dia tidak akan menjawab sesuatu kecuali yang sesuai dengan panggilan setannya. \n\nPernyataan tentang suatu perbuatan tanpa ilmu pengetahuan dalam ayat ini merupakan suatu isyarat bahwa hawa nafsu yang menguasai kaum musyrik ialah hawa nafsu yang buta dan tidak dapat ditembus oleh cahaya kebenaran. \n\nKadang-kadang manusia itu mengikuti hawa nafsunya. Kemudian apabila diberi peringatan dan petunjuk, dia akan bangkit dan mengikuti petunjuk itu. Begitulah keadaan kaum musyrik yang hidup di zaman kemusyrikan jahiliah. Mereka menyerah kepada hawa nafsu mereka. Namun tatkala Islam datang dan cahaya kebenaran menyinari mereka, mereka terbangun dari tidurnya. Mereka dapat melihat sesudah buta itu, dan mendapat petunjuk sesudah sesat.\n\nAyat ini lalu diakhiri dengan keterangan bahwa mereka yang telah disesatkan oleh Allah tidak akan dapat petunjuk selama-lamanya. Keterangan ini merupakan suatu isyarat kepada kaum musyrik yang keras kepala dalam kesyirikan bahwa mereka tetap berada dalam kesesatan. Mereka tidak akan beranjak setapak pun dari kesesatan itu, sebab Allah membiarkan mereka dalam keadaan seperti itu. Allah berfirman:\n\nBarang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan. (al-A'raf/7: 186) \n\nKaum musyrik itu tidak akan menerima petunjuk, sehingga mereka hidup dalam kesesatan dan mati dalam kesesatan. Apabila datang janji Allah, mereka berdiri untuk dihisab dan ditanya. Mereka tidak akan mendapat balasan selain neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3439, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 21, "page": 407, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 162, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0646\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u06da \u0641\u0650\u0637\u0652\u0631\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u0650\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0651\u0650\u0645\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aqim wajhaka liddeeni Haneefaa; fitratal laahil latee fataran naasa 'alaihaa; laa taabdeela likhalqil laah; zaalikad deenul qaiyimu wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "So direct your face toward the religion, inclining to truth. [Adhere to] the fitrah of Allah upon which He has created [all] people. No change should there be in the creation of Allah. That is the correct religion, but most of the people do not know.", "id": "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3439", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3439.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3439.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memaparkan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan Allah serta meminta Rasul dan umatnya bersabar dalam berdakwah, melalui ayat berikut Allah meminta mereka agar selalu mengikuti agama Islam, agama yang sesuai fitrah. Maka hadapkanlah wajahmu, yakni jiwa dan ragamu, dengan lurus kepada agama Islam. Itulah fitrah Allah yang Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Manusia diciptakan oleh Allah dengan bekal fitrah berupa kecenderungan mengikuti agama yang lurus, agama tauhid. Inilah asal penciptaan manusia dan tidak boleh ada seorang pun yang melakukan perubahan pada ciptaan Allah tersebut. Itulah agama yang lurus, agama tauhid, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui dan menyadari bahwa mengikuti agama Islam merupakan fitrahnya.", "long": "Ayat ini menyuruh Nabi Muhammad meneruskan tugasnya dalam menyampaikan dakwah, dengan membiarkan kaum musyrik yang keras kepala itu dalam kesesatannya. Dalam kalimat \"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah\", terdapat perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengikuti agama yang lurus yaitu agama Islam, dan mengikuti fitrah Allah. Ada yang berpendapat bahwa kalimat itu berarti bahwa Allah memerintahkan agar kaum Muslimin mengikuti agama Allah yang telah dijadikan-Nya bagi manusia. Di sini \"fitrah\" diartikan \"agama\" karena manusia dijadikan untuk melaksanakan agama itu. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surah yang lain:\n\nDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (adz-dzariyat/51: 56) \n\nMenghadapkan wajah (muka) artinya meluruskan tujuan dengan segala kesungguhan tanpa menoleh kepada yang lain. \"Wajah\" atau \"muka\" dikhususkan penyebutan di sini karena merupakan tempat berkumpulnya semua panca indera, dan bagian tubuh yang paling terhormat.\n\nSehubungan dengan kata fitrah yang tersebut dalam ayat ini ada sebuah hadis sahih dari Abu Hurairah yang berbunyi: \n\nTidak ada seorang anak pun kecuali ia dilahirkan menurut fitrah. Kedua ibu bapaknyalah yang akan meyahudikan, menasranikan, atau memajusikannya, sebagaimana binatang melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna. Adakah kamu merasa kekurangan padanya. Kemudian Abu Hurairah berkata, \"Bacalah ayat ini yang artinya: ¦ fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah.\" Dalam riwayat lain, \"Sehingga kamu merusaknya (binatang itu).\" Para sahabat bertanya, \"Hai Rasulullah, apakah engkau tahu keadaan orang yang meninggal di waktu kecil?\" Rasul menjawab, \"Allah lebih tahu dengan apa yang mereka perbuat.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) \n\nPara ulama berbeda pendapat mengenai arti fitrah. Ada yang berpendapat bahwa fithrah itu artinya \"Islam\". Hal ini dikatakan oleh Abu Hurairah, Ibnu Syihab, dan lain-lain. Mereka mengatakan bahwa pendapat itu terkenal di kalangan utama salaf yang berpegang kepada takwil. Alasan mereka adalah ayat (30) dan hadis Abu Hurairah di atas. Mereka juga berhujah dengan hadis bahwa Rasulullah saw bersabda kepada manusia pada suatu hari:\n\nApakah kamu suka aku menceritakan kepadamu apa yang telah diceritakan Allah kepadaku dalam Kitab Nya. Sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam dan anak cucunya cenderung kepada kebenaran dan patuh kepada Allah. Allah memberi mereka harta yang halal tidak yang haram. Lalu mereka menjadikan harta yang diberikan kepada mereka itu menjadi halal dan haram . . . \"(Riwayat Ahmad dari hammad) \n\nPendapat tersebut di atas dianut oleh kebanyakan ahli tafsir. Adapun maksud sabda Nabi saw tatkala beliau ditanya tentang keadaan anak-anak kaum musyrik, beliau menjawab, \"Allah lebih tahu dengan apa yang mereka ketahui,\" yaitu apabila mereka berakal. Takwil ini dikuatkan oleh hadis al-Bukhari dari Samurah bin Jundub dari Nabi saw. Sebagian dari hadis yang panjang itu berbunyi sebagai berikut:\n\nAdapun orang yang tinggi itu yang ada di surga adalah Ibrahim as. Adapun anak-anak yang ada di sekitarnya semuanya adalah anak yang dilahirkan menurut fitrah. Samurah berkata, \"Maka Rasulullah ditanya, 'Ya Rasulullah, tentang anak-anak musyrik? Rasulullah menjawab, 'Dan anak-anak musyrik.\" (Riwayat al-Bukhari dari Samurah bin Jundub)\n\nSebagian ulama lain mengartikan \"fithrah\" dengan \"kejadian\" yang dengannya Allah menjadikan anak mengetahui Tuhannya. Seakan-akan dikatakan, \"Tiap-tiap anak dilahirkan atas kejadiannya.\" Dengan kejadian itu, sang anak akan mengetahui Tuhannya apabila dia telah berakal dan berpengetahuan. Kejadian di sini berbeda dengan kejadian binatang yang tak sampai kepada pengetahuan tentang Tuhannya. Mereka berhujjah bahwa \"fithrah\" itu berarti \"kejadian\" dan \"fathir\" berarti \"yang menjadikan\" dengan firman Allah:\n\nKatakanlah, \"Ya Allah, Pencipta langit dan bumi.\" (az-Zumar/39: 46) \n\nDan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku. (Yasin/36: 22) \n\nDia (Ibrahim) menjawab, \"Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya.\" (al-Anbiya'/21: 56) \n\nKemudian kalimat dalam ayat (30) ini dilanjutkan dengan ungkapan bahwa pada fitrah Allah itu tidak ada perubahan. Allah tidak akan mengubah fitrah-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang menyalahi aturan itu maksudnya ialah tidak akan sengsara orang yang dijadikan Allah berbahagia, dan sebaliknya tidak akan berbahagia orang-orang yang dijadikan-Nya sengsara. Menurut Mujahid, artinya ialah tidak ada perubahan bagi agama Allah. Pendapat ini didukung oleh Qatadah, Ibnu Jubair, adh-ahhak, Ibnu Zaid, dan an-Nakha'i. Mereka berpendapat bahwa ungkapan tersebut di atas berkenaan dengan keyakinan. 'Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa Umar bin Khaththab berkata, \"Tidak ada perubahan bagi makhluk Allah dari binatang yang dimandulkan.\" Perkataan ini maksudnya ialah larangan memandulkan binatang.\n\nUngkapan \"itulah agama yang lurus\", menurut Ibnu 'Abbas, bermakna \"itulah keputusan yang lurus\". Muqatil mengatakan bahwa itulah perhitungan yang nyata. Ada yang mengatakan bahwa agama yang lurus itu ialah agama Islam, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka tidak mau memikirkan bahwa agama Islam itu adalah agama yang benar. Oleh karena itu, mereka tidak mau menghambakan diri kepada Pencipta mereka, dan Tuhan yang lebih terdahulu (qadim) memutuskan sesuatu dan melaksanakan keputusan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3440, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 21, "page": 407, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0645\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Muneebeena ilaihi wattaqoohu wa aqeemus Salaata wa laa takoonoo minal mushrikeen" } }, "translation": { "en": "[Adhere to it], turning in repentance to Him, and fear Him and establish prayer and do not be of those who associate others with Allah", "id": "dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3440", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3440.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3440.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berpegangteguhlah pada agama yang lurus itu dengan mendekat dan kembali bertobat kepada-Nya dengan sepenuh hati, dan bertakwalah kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, serta laksanakanlah salat secara konsisten dan sempurna, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dalam beribadah atau mempersekutukan-Nya dengan mengikuti agama yang menyimpang", "long": "Ayat ini merupakan jawaban dari ayat 30 Surah ar-Rum di atas yang menyatakan, \"Tidak ada perubahan bagi agama Allah.\" Maksudnya ialah agar manusia jangan sekali-kali mencoba mengubah agama Allah. Bagaimana tindakan manusia agar dia tidak mengubah agama Islam ialah dengan jalan bertobat kepada-Nya. Akan tetapi, ada yang menafsirkan kalimat \"dengan kembali bertobat kepada-Nya\" sebagai keterangan dari kata \"hadapkanlah wajahmu\" tersebut di atas. Maksudnya agar Nabi Muhammad dan umatnya meluruskan muka (menghadapkan wajah) dengan cara kembali bertobat kepada Allah. Kaum Muslimin juga termasuk dalam perintah ini karena suruhan kepada Nabi saw berarti juga suruhan kepada umatnya. \n\nAyat ini juga menyuruh manusia bertobat kepada Allah. Perintah ini lalu dihubungkan dengan suruhan agar manusia bertakwa kepada-Nya, mendirikan salat, serta larangan menjadi orang musyrik.\n\nKembali kepada Allah ialah cara yang baik untuk memperbaiki fitrah tadi dan menjauhi segala rintangan yang mungkin menghalanginya.\n\nPerintah bertakwa didahulukan dari perintah mendirikan salat karena salat termasuk salah satu tanda-tanda yang pokok dari orang yang bertakwa. Salat dan ibadah lainnya tidak akan ada hasilnya, kecuali atas dasar iman dengan Allah, merasakan kekuasaan dan ketinggian-Nya. Dalam hal ini Allah berfirman:\n\nSungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya. (al-Mu'minun/23: 1-2)\n\nIbadah juga tidak ada artinya kalau tidak disertai dengan ikhlas. Oleh karena itu, ayat ini diakhiri dengan keharusan ikhlas dalam beribadah agar kaum Muslimin tidak menjadi musyrik." } } }, { "number": { "inQuran": 3441, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 21, "page": 407, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0634\u0650\u064a\u064e\u0639\u064b\u0627 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Minal lazeena farraqoo deenahum wa kaanoo shiya'an kullu hizbim bimaa ladaihim farihoon" } }, "translation": { "en": "[Or] of those who have divided their religion and become sects, every faction rejoicing in what it has.", "id": "yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3441", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3441.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3441.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Janganlah kamu termasuk kaum musyrik, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dengan cara meninggalkan agama tauhid dan menganut berbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan dengan agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka, meskipun itu menyimpang dari agama yang benar.", "long": "Ayat ini merupakan keterangan dari ungkapan \"orang-orang yang mempersekutukan Allah\" yang terdapat dalam ayat sebelumnya (31). Ayat ini menyuruh kaum Muslimin agar jangan menjadi orang musyrik yang selalu berselisih dan memecah agama mereka, sehingga mereka terbelah menjadi beberapa golongan. Mereka selalu berselisih pendapat karena menganut agama yang batil, agama ciptaan manusia. \n\nAgama yang batil itu banyak macamnya, dan tata cara peribadatannya juga berbeda-beda. Ada yang menyembah berhala, api, malaikat, bintang-bintang, matahari dan bulan, pohon, kuburan, dan lain sebagainya. Semuanya itu adalah macam-macam tuhan yang disembah segolongan kaum musyrik. Setiap golongan mempunyai tata cara peribadatan sendiri. Mereka berpendapat bahwa mereka adalah orang yang mendapat petunjuk. Mereka sangat gembira dan bangga dengan golongan mereka, padahal mereka adalah golongan yang merugi dan sesat." } } }, { "number": { "inQuran": 3442, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0636\u064f\u0631\u0651\u064c \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa massan naasa durrun da'aw Rabbahum muneebeena ilaihi summa izaaa azaqahum minhu rahmatan izaa fareequm minhum be Rabbihim yushrikoon" } }, "translation": { "en": "And when adversity touches the people, they call upon their Lord, turning in repentance to Him. Then when He lets them taste mercy from Him, at once a party of them associate others with their Lord,", "id": "Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3442", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3442.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3442.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menguraikan dalil-dalil tauhid, pada rangkaian ayat berikut ini Allah beralih menerangkan sifat buruk orang-orang musyrik dan kafir. Dan apabila manusia, yakni orang musyrik atau kafir, ditimpa oleh suatu bahaya atau musibah, mereka menyeru Tuhannya dengan berdoa dan kembali bertobat kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka dengan membebaskan mereka dari bahaya atau musibah, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah kembali, sedangkan yang lain benar-benar bertobat.", "long": "Ayat ini menerangkan satu bentuk negatif prilaku manusia, yaitu bila ditimpa kesusahan, mereka mendekatkan diri kepada Allah. Lalu setelah kesusahan itu hilang dan berganti dengan keberuntungan, mereka kembali menyekutukan Allah.\n\nKesusahan itu bisa berupa kemelaratan, sakit, musibah, bencana, dan sebagainya. Ungkapan bahwa kesusahan itu hanya \"menyentuhnya\" berarti hanya ringan dan sesaat dari masa hidupnya yang panjang, tidak sampai \"menimpanya\" dengan dahsyat. Namun demikian, hanya dengan sentuhan sedikit kesusahan saja, mereka sudah merasa dunia ini gelap. Mereka segera berdoa kepada Allah agar segera dilepaskan dari kesusahan itu. Doa itu mereka iringi dengan mendekatkan diri kepada Allah. Mereka rajin beribadah, memohon ampun atas dosa-dosanya, dan berjanji akan patuh melaksanakan perintah-perintah Allah pada masa yang akan datang. Dengan demikian, mereka kembali kepada fitrah mereka.\n\nAkan tetapi, kepatuhan mereka itu hanya sebentar, yaitu selama kesusahan itu masih terasa. Ketika kesusahan itu diganti Allah dengan \"mencicipkan\" kepadanya sedikit kebahagiaan saja, sebagian mereka sudah lupa diri dan kembali menyekutukan Allah. Menyekutukan Allah itu maksudnya mempercayai adanya unsur lain yang berperan dalam membuat mereka beruntung atau susah, baik berupa berhala, setan, ataupun manusia. Satu kesalahan besar jika mereka memandang keuntungan usaha itu sebagai hasil usaha dan kerja keras mereka sendiri, sehingga mereka tidak mensyukuri nikmat itu. Mereka juga tidak menggunakan nikmat tersebut menurut semestinya sebagaimana yang dikehendaki oleh Pemberinya, Allah. Dengan demikian, mereka mengotori fitrah mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3443, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Li yakfuroo bimaaa aatainaahum; fatamatta'oo fasawfa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "So that they will deny what We have granted them. Then enjoy yourselves, for you are going to know.", "id": "Biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3443", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3443.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3443.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemusyrikan dan kekafiran itu hanya akan merugikan diri mereka. Karena itu, biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, wahai orang-orang musyrik, maka di akhirat kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu.", "long": "Ayat ini memperingatkan manusia yang ingkar kepada Allah, tidak sabar, dan tidak bersyukur, bahwa nikmat itu adalah karunia-Nya. Nikmat itu datang dari Allah, bukan dari selain-Nya. Firman Allah:\n\nTidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Luqman/31:20) \n\nManusia tidak boleh mengingkari nikmat itu karena tidak ada yang selain Allah yang dapat memberikan nikmat sehebat itu, sebagaimana difirmankan-Nya:\n\nInilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata. (Luqman/31:11)\n\nDalam ayat 34 ini, Allah memerintahkan mereka, \"Bersenang-senanglah!\" Perintah ini merupakan ejekan atas kedurhakaan mereka. Dengan demikian, perintah ini bukanlah perintah yang sebenarnya, tetapi ancaman agar mereka menghentikan perbuatan menyembah dan memohon kepada selain Allah dan mengingkari nikmat-Nya tersebut. \n\nApalagi perintah bersenang-senang itu diiringi ancaman \"kelak kalian akan mengetahuinya.\" Dengan demikian, bersenang-senang itu hanya mereka nikmati sementara, yaitu paling lama selama sisa-sisa hidup mereka di dunia. Sedangkan di akhirat nanti, mereka akan memperoleh siksaan dan azab yang dahsyat atas kesyirikan dan keingkaran mereka. Azab dapat terjadi di dunia, dan pasti di akhirat. Dengan demikian, keingkaran mereka di dunia tidak akan membawa keuntungan apa-apa.\n\nOleh karena itu, sebelum ajal menjemput, mereka yang kafir dengan berprilaku syirik dan tidak mensyukuri nikmat hendaklah bertobat. Tobat itu harus sesegera mungkin karena tobat pada waktu napas sudah di tenggorokan tidak diterima Allah, sebagaimana terjadi pada Fir'aun (lihat Surah Yunus/10: 90-91)." } } }, { "number": { "inQuran": 3444, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am anzalnaa 'alaihim sultaanan fahuwa yatakallamu bimaa kaanoo bihee yushrikoon" } }, "translation": { "en": "Or have We sent down to them an authority, and it speaks of what they were associating with Him?", "id": "Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3444", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3444.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3444.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mempertanyakan alasan mengapa orang-orang musyrik itu bersikap demikian. Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan atau bukti yang menjelaskan dan membenarkan apa yang selalu mereka persekutukan dengan Tuhan? Tentu tidak. Itu hanyalah ke-bohongan yang mereka buat-buat.", "long": "Selanjutnya Allah mempertanyakan apakah orang-orang musyrik itu memiliki sulthan (hujjah atau landasan) yang bersumber dari Allah yang dapat membenarkan perbuatan syirik mereka. Suatu akidah yang benar harus memiliki landasan yang benar. \n\nSulthan secara harfiah berarti \"kekuatan nyata yang tidak dapat dibantah\". Maksudnya adalah sebuah kitab suci dan seorang rasul dari Allah. Suatu kepercayaan hanya dapat disebut agama bila memiliki unsur-unsur itu di samping Tuhan. Kepercayaan syirik orang kafir Quraisy itu tidak didasarkan atas wahyu dan tidak diajarkan oleh seorang nabi dari Allah. Berarti kepercayaan itu salah.\n\nDengan demikian, ungkapan dalam bentuk pertanyaan ayat itu sekali lagi maksudnya adalah pengingkaran atau penolakan. Diungkapkan demikian supaya tajam masuknya ke dalam hati manusia. Akidah syirik itu sesat karena tidak ada dasarnya, tidak pernah diajarkan Allah, tidak pernah disampaikan rasul-Nya, dan tidak terdapat di dalam kitab suci-Nya. Oleh karena itu, akidah syirik itu akan diperiksa Allah secara ketat dan penganutnya tidak akan lolos dari hukuman-Nya, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nDan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung. (al-Mu'minun/23: 117)\n\n(36) Perilaku kedua yang dapat mengantarkan manusia kepada kesyirikan adalah bila mereka diberi rahmat sedikit saja oleh Allah, mereka lupa daratan. Akan tetapi, bila ditimpa kemalangan sedikit saja, mereka putus asa lalu ingkar.\n\nDalam ayat ini, Allah juga menyatakan \"mencicipkan\" yang berarti bahwa yang dikaruniakan itu hanya sedikit. Karunia itu antara lain berupa harta benda. Oleh karena itu, bagaimana pun banyak harta, itu tidak ada bandingannya dengan kebahagiaan yang akan diberikan-Nya di akhirat. Akan tetapi, sebagian manusia ada yang terlena dengan karunia Allah di dunia itu, lalu lupa daratan. Mereka mengingkari Allah, dan tidak mempedulikan lagi semua perintah dan larangan-Nya. Mereka mau mengorbankan kebahagiaan mereka yang abadi di akhirat itu hanya dengan kenikmatan yang tidak berarti dan sementara di dunia. Akibatnya, mereka akan diazab kelak di akhirat.\n\nSebaliknya, bila mereka mendapat penderitaan yang diakibatkan kesalahan mereka sendiri, mereka cepat putus asa. Potongan ayat ini mengisyaratkan bahwa dunia itu tidak selamanya menyenangkan, tetapi akan diselingi kesusahan. Senang dan susah itu memang dipergilirkan oleh Allah, sebagaimana firman-Nya: \n\n¦Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan¦. (al-Anbiya'/21: 35)\n\nOleh karena itu, manusia tidak boleh cepat terlena bila memperoleh nikmat dan tidak boleh cepat putus asa bila mendapat kesusahan.\n\nDalam ayat ini dinyatakan bahwa mereka putus asa karena perbuatan tangan mereka sendiri. Itu berarti bahwa mereka melakukan kesalahan itu dengan sengaja. Seharusnya mereka mengakui kesalahan itu dan cepat bertobat. Tetapi tidak demikian, mereka menjauh dari Allah dan tidak minta tolong kepada-Nya. Karena merasa tidak mampu menghadapi kesusahan itu, mereka putus asa dan bersikap pesimis. Dengan demikian, mereka melawan fitrahnya, karena orang yang berdiri di atas fitrah adalah yang selalu mendekatkan diri kepada Allah (lihat ayat 31 di atas) dan selalu bersikap optimis.\n\nPrilaku itu dilukiskan dalam ayat lain:\n\nSungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh-kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat. (al-Ma'arij/70: 19-22)\n\nDalam ayat-ayat itu diterangkan bahwa prilaku tidak sabar, gelisah, dan kikir itu adalah sifat sebagian manusia, tidak semuanya. Mereka yang konsisten dalam melaksanakan salat tidak akan berprilaku demikian, karena setiap waktu mereka berkomunikasi dengan Allah. Dengan demikian, mereka tidak akan kehilangan akal ketika mendapat kesusahan dan tidak akan lupa daratan ketika menerima nikmat. Mereka sabar ketika mendapat kesulitan, dan bersyukur ketika memperoleh kebahagiaan, sebagaimana dinyatakan dalam hadis berikut: \n\nAneh keadaan orang Mukmin, Allah tidak akan memutuskan sesuatu keputusan kecuali hal itu baik baginya. Jika dia ditimpa kegembiraan dia berterima kasih, hal itu adalah baik baginya. Jika dia ditimpa kemalangan dia bersabar, hal itu adalah baik baginya. (Riwayat Ahmad dan Muslim dari suhaib)" } } }, { "number": { "inQuran": 3445, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaaa azaqnan naasa rahmatan farihoo bihaa wa in tusibhum sayyi'atum bimaa qaddamat aydeehim izaa hum yaqnatoon" } }, "translation": { "en": "And when We let the people taste mercy, they rejoice therein, but if evil afflicts them for what their hands have put forth, immediately they despair.", "id": "Dan apabila Kami berikan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3445", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3445.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3445.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara sifat buruk orang-orang musyrik itu adalah bahwa apabila Kami berikan sesuatu rahmat kepada manusia, yakni kaum musyrik, misalnya terbebas dari bencana atau musibah, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu, bahkan dengan congkak mereka menganggapnya sebagai hasil usaha mereka sendiri. Akan tetapi, apabila suatu saat mereka ditimpa sesuatu musibah karena kesalahan atau kemaksiatan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa dari rahmat Allah", "long": "Selanjutnya Allah mempertanyakan apakah orang-orang musyrik itu memiliki sulthan (hujjah atau landasan) yang bersumber dari Allah yang dapat membenarkan perbuatan syirik mereka. Suatu akidah yang benar harus memiliki landasan yang benar. \n\nSulthan secara harfiah berarti \"kekuatan nyata yang tidak dapat dibantah\". Maksudnya adalah sebuah kitab suci dan seorang rasul dari Allah. Suatu kepercayaan hanya dapat disebut agama bila memiliki unsur-unsur itu di samping Tuhan. Kepercayaan syirik orang kafir Quraisy itu tidak didasarkan atas wahyu dan tidak diajarkan oleh seorang nabi dari Allah. Berarti kepercayaan itu salah.\n\nDengan demikian, ungkapan dalam bentuk pertanyaan ayat itu sekali lagi maksudnya adalah pengingkaran atau penolakan. Diungkapkan demikian supaya tajam masuknya ke dalam hati manusia. Akidah syirik itu sesat karena tidak ada dasarnya, tidak pernah diajarkan Allah, tidak pernah disampaikan rasul-Nya, dan tidak terdapat di dalam kitab suci-Nya. Oleh karena itu, akidah syirik itu akan diperiksa Allah secara ketat dan penganutnya tidak akan lolos dari hukuman-Nya, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nDan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung. (al-Mu'minun/23: 117)" } } }, { "number": { "inQuran": 3446, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yaraw annal laaha yabsutur rizqa limai yashaaa'u wa yaqdir; inna fee zaalika la Aayaatil liqawminy yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Do they not see that Allah extends provision for whom He wills and restricts [it]? Indeed, in that are signs for a people who believe.", "id": "Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3446", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3446.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3446.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memperingatkan mereka atas keputusasaan itu. Dan tidakkah mereka melihat dengan mata kepala beberapa fenomena yang terjadi, tidak terkecuali pada diri mereka sendiri, bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, bukan semata hasil usaha mereka, dan Dia pula yang membatasi rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, meski ia telah berusaha keras untuk meraih rezeki sebanyak-banyaknya? Sungguh, pada yang demikian itu, yakni lapang dan sempitnya rezeki, benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang beriman yang meyakini keesaan dan kekuasaan-Nya yang sempurna sehingga mereka menyerahkan segala urusan kepada-Nya.", "long": "Perilaku cepat lupa diri ketika memperoleh kesenangan dan putus asa ketika memperoleh kesusahan itu terjadi karena mereka menjauh dari Allah. Akibatnya mereka tidak menyadari bahwa yang mengatur rezeki manusia adalah Allah. Allah-lah yang melapangkan rezeki seseorang dan menahan rezeki yang lain sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Perbedaan rezeki itu terjadi karena perbedaan kemampuan, dan perbedaan kemampuan mengakibatkan perbedaan posisi manusia dalam kehidupan. Karena perbedaan posisi itulah, maka seluruh lapangan pekerjaan dapat diisi manusia sesuai dengan kemampuannya itu. Allah berfirman: \n\nApakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (az-Zukhruf/43:32)\n\nKenyataan itu bagi yang beriman memberikan pelajaran bahwa Allah ada dan Mahakuasa serta Mahabijaksana. Baik kelapangan maupun keterbatasan rezeki keduanya adalah ujian dari Allah, mampukah yang diberi-Nya rezeki menggunakannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah, dan mampukah yang rezekinya terbatas menyadari keterbatasannya. \n\nDi samping itu, nikmat Allah tidak hanya bersifat materi, tetapi juga non-materi, seperti kesehatan, ketenangan hidup, nama baik, dan sebagainya. Sering terjadi bahwa Allah mencurahkan nikmat yang bersifat materi kepada seseorang, tetapi membatasi nikmat non-materi. Sebaliknya sering Allah membatasi nikmat yang bersifat materi kepada seseorang, tetapi mencurahkan nikmat non-materi-Nya. Itu menunjukkan bahwa Allah Mahakuasa dan Mahabijaksana, sehingga manusia seharusnya mengimani-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3447, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0622\u062a\u0650 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aati zal qurbaa haqqahoo walmiskeena wabnassabeel; zaalika khairul lil lazeena yureedoona Wajhal laahi wa ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "So give the relative his right, as well as the needy and the traveler. That is best for those who desire the countenance of Allah, and it is they who will be the successful.", "id": "Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3447", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3447.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3447.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan bahwa lapang-sempitnya rezeki merupakan ketentuan Allah dan sarana untuk menguji keimanan hamba-Nya, kemudian pada ayat ini Allah meminta orang mukmin tidak hanya berinfak dan bersedekah, melainkan juga melakukan kebaikan apa pun bentuknya kepada siapa saja, khususnya kaum kerabat. Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat dengan menjaga hubungan silaturahmi, berbuat kebajikan, dan berkorban untuknya, juga kepada orang miskin dengan meringankan beban hidupnya dan orang-orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah melalui usaha-usaha baiknya. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Melalui pemberian dan pengorbanan, dalam lingkup terbatas, kerabat akan tercukupi kebutuhannya, dan dalam lingkup yang lebih luas, perbuatan itu akan melahirkan sikap tolong-menolong di antara sesama muslim.", "long": "Ayat ini merupakan penjelasan ayat 37, yaitu bahwa mereka yang diberi Allah kelebihan rezeki harus membantu mereka yang kekurangan. Bantuan itu dalam bentuk bantuan materi di luar zakat. Mereka yang diprioritaskan untuk dibantu adalah keluarga dekat sendiri. Bantuan itu dalam ayat ini bahkan dinyatakan sebagai haknya. Dalam ayat lain dinyatakan bahwa bila kita tidak dapat membantu, maka hal itu perlu disampaikan dengan sejujurnya dengan kata-kata yang enak diterima sehingga menyejukkan:\n\nDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut. (al-Isra'/17:28) \n\nOrang yang perlu dibantu adalah orang miskin, yaitu orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Dengan demikian, Allah tidak menghendaki ada makhluk-Nya yang kelaparan apalagi mati karena kelaparan. Bila hal itu terjadi, maka mereka yang berkelebihan rezeki berdosa. Memang dapat dirasakan bagaimana perihnya rasa lapar dan dapat dipahami bagaimana berbahayanya kelaparan.\n\nSelanjutnya yang perlu dibantu adalah musafir yang terlantar, paling kurang untuk satu hari. Dengan bantuan demi bantuan, ia akan dapat mencapai tempat asalnya. Mengembalikan musafir dengan segera ke tempat asalnya akan besar manfaatnya, karena ia akan dapat bekerja kembali sebagaimana semula. Membiarkannya terlantar di tempat asing akan mengakibatkan berbagai masalah di tempat itu.\n\nDemikianlah kewajiban orang yang beriman. Ia sadar bahwa harta yang ada padanya hanyalah titipan yang dipercayakan untuk dikelola dengan baik. Pemilik harta itu adalah Allah, sehingga ketika pemiliknya meminta untuk dikeluarkan sebagian guna membantu orang lain, maka ia tidak akan menolaknya. Allah berfirman:\n\nBerimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar. (al-hadid/57: 7)\n\nOrang beriman tidak akan memandang bahwa harta yang ada padanya itu semata-mata diperolehnya karena usahanya sendiri. Semua keberuntungan yang diperoleh manusia adalah karunia Allah, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an tentang Nabi Sulaiman:\n\nSeorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, \"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.\" Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, \"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.\" (an-Naml/27: 40) \n\nSikap yang menafikan karunia Allah dalam setiap keberuntungan adalah sikap Karun, seorang yang kaya raya tetapi durhaka pada zaman Nabi Musa a.s. Sebagai akibatnya, ia dan kekayaannya ditelan oleh bumi. Allah berfirman:\n\nDia (Karun) berkata, \"Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.\" Tidakkah dia tahu bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka. (al-Qashash/28: 78)\n\nMembantu keluarga dekat, orang miskin, dan musafir yang terlantar akan membawa dampak yang baik bagi yang memberi dan yang diberi. Orang yang memberi berarti telah memenuhi perintah Allah, sehingga ia akan disayangi-Nya. Sedangkan orang yang diberi akan merasa terbantu, dan karena itu akan terjalinlah silaturrahim antara keluarga yang berkecukupan dan ber-kekurangan. Dampaknya adalah keamanan dan persaudaraan yang erat.\n\nDampak seperti itu akan diperoleh bila yang memberi hanya karena mengharapkan rida Allah. Dengan demikian, maksud potongan ayat ini adalah bahwa si pemberi itu memberi bukan untuk mengharapkan balasan dari yang diberi, tetapi balasan dari Allah ketika ia menghadap-Nya nanti di akhirat. Artinya, ia memberi dengan ikhlas. Orang beriman dilarang memberi karena ria, yaitu untuk dilihat orang atau pamer. Salah satu bentuk ria adalah memberi tetapi pemberian itu disebut-sebut kepada orang lain sehingga menjatuhkan nama yang diberi, atau menyakiti hati yang diberi dengan menyampaikan kata-kata atau perbuatan yang melukai perasaannya. Allah berfirman:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (al-Baqarah/2: 264)" } } }, { "number": { "inQuran": 3448, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0631\u0652\u0628\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0628\u064f\u0648 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0632\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064d \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0636\u0652\u0639\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa aataitum mir ribal li yarbuwa feee amwaalin naasi falaa yarboo 'indal laahi wa maaa aataitum min zaakaatin tureedoona wajhal laahi fa ulaaa'ika humul mud'ifoon" } }, "translation": { "en": "And whatever you give for interest to increase within the wealth of people will not increase with Allah. But what you give in zakah, desiring the countenance of Allah - those are the multipliers.", "id": "Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3448", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3448.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3448.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menginformasikan cara membantu orang lain dengan benar melalui zakat, infak, dan sedekah yang dilandasi keikhlasan, melalui ayat ini Allah memperingatkan para pemakan riba dan orang yang menyembunyikan tujuan buruk di balik bantuannya. Dan sesuatu riba yang kamu berikan kepada orang yang terbiasa memakan riba agar harta manusia yang diberi itu semakin bertambah, maka sesungguhnya harta tersebut tidak bertambah dalam pandangan Allah dan tidak pula diberkahi. Dan apa yang kamu berikan kepada orang lain berupa zakat, infak, dan sedekah yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan pahalanya dengan cara yang benar dan bermartabat.", "long": "Ayat ini menerangkan riba yang dimaksudkan sebagai hadiah atau memberi untuk memperoleh lebih. Riba adalah pengembalian lebih dari utang. Kelebihan itu adakalanya dimaksudkan sebagai hadiah, dengan harapan bahwa hadiah itu akan berkembang di tangan orang yang menghutangi, lalu orang itu akan balik memberi orang yang membayar utangnya itu dengan lebih banyak daripada yang dihadiahkan kepadanya. Riba seperti itu sering dipraktekkan pada zaman jahiliah. Dalam ayat ini ditegaskan bahwa perilaku bisnis seperti itu tidak memperoleh berkah dari Allah. Ia tidak memperoleh pahala dari-Nya karena pemberian itu tidak ikhlas. Oleh karena itu, para ulama memandang ayat ini sebagai ayat pertama dalam tahap pengharaman riba sampai pengharamannya secara tegas. (Tahap keduanya adalah pada Surah an-Nisa'/4: 161, yang berisi isyarat tentang keharaman riba; tahap ketiga adalah ali 'Imran/3: 130, bahwa yang diharamkan itu hanyalah riba yang berlipat ganda; tahap keempat adalah al-Baqarah/2: 278, yang mengharamkan riba sama sekali dalam bentuk apa pun). \n\nAda pula yang memahami ayat ini berkenaan dengan pemberian kepada seseorang untuk maksud memperoleh balasan lebih. Balasan lebih itu di antaranya terhadap pengembalian utang. Itulah yang disebut riba dalam ayat di atas, dan banyak ulama membolehkannya berdasarkan hadis:\n\nRasulullah menerima hadiah dan memberi balasan atas hadiah itu. Beliau memberikan balasan atas hadiah seekor unta perahan yang diberikan kepadanya, dan beliau tidak menyangkal pemiliknya ketika dia meminta balasan. Beliau hanya mengingkari kemarahan pemberian hadiah itu karena pembalasan itu nilainya lebih dari nilai hadiah. (Riwayat al-Bukhari dari 'Aisyah)\n\nAkan tetapi, berdasarkan hadis itu, yang dibenarkan sesungguhnya adalah membalas dengan lebih suatu pemberian, bukan membayar utang lebih dari seharusnya. \n\nMemberi dengan maksud memperoleh balasan lebih dari yang diberikan menunjukkan ketidakikhlasan yang memberi. Hal ini juga tidak dibenarkan. Firman Allah: \n\nDan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (al-Muddassir/74: 6)\n\nSalah satu bentuk pemberian yang dimaksudkan untuk memperoleh balasan lebih adalah memberi dengan maksud agar orang itu patuh pada yang memberi, mau membantunya, dan sebagainya. Itu juga tidak dibenarkan, karena tidak ikhlas.\n\nSecara lahiriah, larangan dalam ayat itu ditujukan kepada Nabi saw. Akan tetapi, juga dimaksudkan untuk seluruh umatnya.\n\nAdapun yang akan dilipatgandakan oleh Allah baik pahalanya maupun harta itu sendiri adalah pemberian secara tulus, yang dalam ayat ini diungkapkan dengan istilah zakat (secara harfiah berarti suci). Zakat di sini maksudnya sedekah yang hukumnya sunah, bukan zakat yang hukumnya wajib. Orang yang bersedekah karena mengharapkan pahala dari Allah, pasti akan dilipatgandakan pahala atau balasannya oleh Allah minimal tujuh ratus kali lipat, sebagaimana difirmankan-Nya dalam al-Baqarah/2: 261:\n\nPerumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (al-Baqarah/2: 261)\n\nDi samping itu, sedekah juga akan melipatgandakan kekayaan pemilik modal, karena memperkuat daya beli masyarakat secara luas. Kuatnya daya beli masyarakat akan meminta pertambahan produksi. Pertambahan produksi akan meminta pertambahan lembaga-lembaga produksi (pabrik, perusahaan, dan sebagainya). Pertambahan lembaga-lembaga produksi akan membuka lapangan kerja sehingga dengan sendirinya akan meminta pertambahan tenaga kerja. Pertambahan tenaga kerja akan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga meningkatkan daya beli mereka, dan seterusnya. Demikianlah terjadi siklus peningkatan daya beli, produksi, tenaga kerja, dan sebagainya, sehingga ekonomi yang didasarkan atas pemberdayaan masyarakat luas itu akan selalu meningkatkan kemajuan perekonomian. Sedangkan perekonomian yang didasarkan atas riba, yaitu pengembalian lebih dari utang, selalu mengandung eksploitasi, yang lambat laun akan memundurkan perekonomian." } } }, { "number": { "inQuran": 3449, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 352, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee khalaqa kum summa razaqakm summa yumeetukum summa yuhyeekum hal min shurakaaa'ikum mai yaf'alu min zaalikum min shai'; Sub haanahoo wa Ta'aalaa 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "Allah is the one who created you, then provided for you, then will cause you to die, and then will give you life. Are there any of your \"partners\" who does anything of that? Exalted is He and high above what they associate with Him.", "id": "Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3449", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3449.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3449.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika pemberian yang baik harus dilandasi keikhlasan, sudah seha-rusnya setiap muslim mengembalikan balasan pemberian itu kepada Allah, karena Dia-lah yang menciptakan kamu dari tiada, kemudian memberimu rezeki sesuai ketentuan dan kebijaksanaan-Nya, bukan semata berkat usahamu, lalu mematikanmu setelah sampai ajalmu, kemudian menghidupkanmu kembali setelah kematianmu. Adakah di antara mereka, yakni berhala-berhala atau apa pun yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu, yaitu memberi rezeki, menghidupkan, dan mematikan? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.", "long": "Ayat ini kembali membicarakan kemahakuasaan Allah. Bila dalam ayat-ayat yang lalu mengenai penentuan rezeki, dalam ayat-ayat berikut mengenai perjalanan hidup manusia. Tujuannya adalah supaya manusia mau berbuat baik, di antaranya bersedekah seperti yang diperintahkan Allah dalam ayat sebelumnya. \n\nDalam ayat ini dinyatakan bahwa Allah yang menciptakan manusia dari tiada menjadi ada, lalu tampil di dunia ini. Untuk bisa hidup di dunia, Dia pula yang memberi mereka rezeki. Setelah itu, manusia akan mati dan akan dihidupkan kembali. Kehidupan kembali itu sudah dimulai di alam kubur (alam barzakh) sampai nanti hari Kiamat. Setelah Kiamat, manusia akan dihidupkan kembali selama-lamanya. \n\nBagaimana kondisi kehidupan setelah mati sangat tergantung pada perbuatan manusia di dunia. Bila perbuatannya baik, ia akan bahagia, dan bila perbuatannya jelek, ia akan disiksa. Oleh karena itu, manusia hendaknya mematuhi ketentuan Allah mengenai rezeki yang diberikan-Nya. Hendaknya ia mem-perolehnya secara benar sesuai ketentuan Allah, tidak dari riba. Bila rezeki itu lebih, hendaknya digunakan untuk membantu orang yang berkekurangan. \n\nKemudian Allah bertanya apakah ada tuhan-tuhan lain yang mampu melakukan hal-hal seperti di atas. Jangankan menciptakan manusia yang kompleks, menciptakan makhluk sederhana saja dari sesuatu bahan yang tiada sama sekali, manusia tidak akan bisa. Mampukah manusia menciptakan sebiji pasir saja, atau selembar daun saja dari tiada? Oleh karena itu, Allah menegaskan, \"Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari segala serikat, sekutu, atau tandingan apa dan siapa pun.\" Dengan demikian, manusia seharusnya berhenti dari mempertuhankan selain Allah atau menyekutukan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3450, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 21, "page": 408, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaharal fasaadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aydinnaasi li yuzeeqahum ba'dal lazee 'amiloo la'allahum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "Corruption has appeared throughout the land and sea by [reason of] what the hands of people have earned so He may let them taste part of [the consequence of] what they have done that perhaps they will return [to righteousness].", "id": "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3450", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3450.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3450.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada ayat-ayat sebelumnya Allah menjelaskan sifat buruk orang musyrik Mekah yang menuhankan hawa nafsu, melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa kerusakan di bumi adalah akibat mempertuhankan hawa nafsu. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, baik kota maupun desa, disebabkan karena perbuatan tangan manusia yang dikendalikan oleh hawa nafsu dan jauh dari tuntunan fitrah. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan buruk mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar dengan menjaga kesesuaian perilakunya dengan fitrahnya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa telah terjadi al-fasad di daratan dan lautan. Al-Fasad adalah segala bentuk pelanggaran atas sistem atau hukum yang dibuat Allah, yang diterjemahkan dengan \"perusakan\". Perusakan itu bisa berupa pencemaran alam sehingga tidak layak lagi didiami, atau bahkan penghancuran alam sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan. Di daratan, misalnya, hancurnya flora dan fauna, dan di laut seperti rusaknya biota laut. Juga termasuk al-fasad adalah perampokan, perompakan, pembunuhan, pemberontakan, dan sebagainya. \n\nPerusakan itu terjadi akibat prilaku manusia, misalnya eksploitasi alam yang berlebihan, peperangan, percobaan senjata, dan sebagainya. Prilaku itu tidak mungkin dilakukan orang yang beriman dengan keimanan yang sesungguhnya karena ia tahu bahwa semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkan nanti di depan Allah.\n\nDalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa tidak seluruh akibat buruk perusakan alam itu dirasakan oleh manusia, tetapi sebagiannya saja. Sebagian akibat buruk lainnya telah diatasi Allah, di antaranya dengan menyediakan sistem dalam alam yang dapat menetralisir atau memulihkan kerusakan alam. Hal ini berarti bahwa Allah sayang kepada manusia. Seandainya Allah tidak sayang kepada manusia, dan tidak menyediakan sistem alam untuk memulihkan kerusakannya, maka pastilah manusia akan merasakan seluruh akibat perbuatan jahatnya. Seluruh alam ini akan rusak dan manusia tidak akan bisa lagi menghuni dan memanfaatkannya, sehingga mereka pun akan hancur. Allah berfirman:\n\nDan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)-nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (al-Fathir/35: 45)\n\nDengan penimpaan kepada mereka sebagian akibat perusakan alam yang mereka lakukan, Allah berharap manusia akan sadar. Mereka tidak lagi merusak alam, tetapi memeliharanya. Mereka tidak lagi melanggar ekosistem yang dibuat Allah, tetapi mematuhinya. Mereka juga tidak lagi mengingkari dan menyekutukan Allah, tetapi mengimani-Nya. Memang kemusyrikan itu suatu perbuatan dosa yang luar biasa besarnya dan hebat dampaknya sehingga sulit sekali dipertanggungjawabkan oleh pelakunya. Bahkan sulit dipanggul oleh alam, sebagaimana dinyatakan firman-Nya: \n\nHampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu). (Maryam/19: 90)\n\nSeluruh langit dan bumi adalah satu sistem yang bersatu di bawah perintah Allah. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa semua yang ada dalam sistem ini diberikan untuk kepentingan hidup manusia, yang dilanjutkan dengan suatu peringatan spiritual untuk tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. \n\nSebagai khalifah, manusia harus mengikuti dan mematuhi semua hukum Allah, termasuk tidak melakukan kerusakan terhadap sumber daya alam yang ada. Mereka juga harus bertanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan di bumi ini. Bumi ditundukkan Allah untuk menjadi tempat kediaman manusia. Akan tetapi, alih-alih bersyukur, manusia malah menjadi makhluk yang paling banyak merusak keseimbangan alam. Contoh yang merupakan peristiwa-peristiwa alam yang terjadi di tanah air karena ulah manusia adalah kebakaran hutan dan banjir.\n\nDengan ditunjuknya manusia sebagai khalifah, di samping memperoleh hak untuk menggunakan apa yang ada di bumi, mereka juga memikul tanggung jawab yang berat dalam mengelolanya. Dari sini terlihat pandangan Islam bahwa bumi memang diperuntukkan bagi manusia. Namun demikian, manusia tidak boleh memperlakukan bumi semaunya sendiri. Hal ini ditunjukkan oleh kata-kata bumi (453 kali) yang lebih banyak disebutkan dalam Al-Quran daripada langit atau surga (320 kali). Hal ini memberi kesan kuat tentang kebaikan dan kesucian bumi. Debu dapat menggantikan air dalam bersuci. Nabi Muhammad saw bersabda:\n\nBumi diciptakan untukku sebagai masjid dan sebagai alat untuk bersuci. (Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) \n\nAda semacam kesakralan dan kesucian dari bumi, sehingga merupakan tempat yang baik untuk memuja Tuhan, baik dalam upacara formal maupun dalam perikehidupan sehari-hari." } } }, { "number": { "inQuran": 3451, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul seeroo fil ardi fanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul lazeena min qabl; kaana aksaruhum mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Travel through the land and observe how was the end of those before. Most of them were associators [of others with Allah].", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3451", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3451.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3451.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perbuatan buruk manusia akan mendatangkan azab sebagaimana azab yang telah menimpa umat-umat terdahulu. Azab itu juga akan datang kepada umat-umat di masa sekarang maupun yang akan datang sebagai sunatullah jika mereka memiliki karakter yang sama. Karena itu, katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada siapa saja yang meragukan hakikat ini, “Bepergianlah di muka bumi, di mana saja yang bisa kamu jangkau, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu yang dihancurkan akibat perilaku buruk mereka. Itu semua karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah dan menuhankan hawa nafsu.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah meminta Nabi Muhammad me-nyampaikan kepada kaum musyrikin Mekah untuk melakukan perjalanan ke mana pun di bumi ini guna menyaksikan bagaimana kehancuran yang dialami umat-umat yang ingkar pada masa lampau. Mereka itu hanya tinggal puing-puing atau nama-nama tanpa bekas. Hal itu hendaknya dijadikan pelajaran bagi mereka bahwa Allah dapat saja membinasakan mereka, bila tetap kafir.\n\nPerintah itu juga berlaku terhadap siapa pun setelah mereka sampai akhir zaman. Bila mereka ragu tentang kebenaran Islam, silakan mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri puing-puing itu atau meneliti peninggalan-peninggalan sejarah mereka. Umat-umat itu binasa karena keingkaran mereka kepada Allah, dan berbuat onar terhadap sesama manusia dan lingkungan. Kehancuran itu adalah akibat dampak buruk perbuatan mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3452, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0651\u0650\u0645\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u0635\u0651\u064e\u062f\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aqim wajhaka lid deenil qaiyimi min qabli any yaatiya Yawmul laa maradda lahoo minal laahi Yawma'iziny yassadda'oon" } }, "translation": { "en": "So direct your face toward the correct religion before a Day comes from Allah of which there is no repelling. That Day, they will be divided.", "id": "Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3452", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3452.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3452.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setiap perbuatan buruk pasti berdampak negatif. Oleh karena itu, wahai Nabi Muhammad dan siapa saja yang ingin terhindar dari azab Allah, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus, yakni Islam, sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak, baik itu berupa kematian maupun hari kiamat. Maka pada hari itu mereka terpisah-pisah, sebagian mereka berada di surga dan sebagian lagi di neraka.", "long": "Supaya kebinasaan seperti itu tidak terjadi lagi pada manusia, Allah meminta Nabi Muhammad dan siapa saja yang ingin selamat agar menghadapkan wajah kepada \"agama yang lurus\". Maksud \"agama yang lurus\" di sini adalah Islam karena agama ini membawa ajaran-ajaran yang lurus dan pasti membawa kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Perintah menghadapkan wajah maksudnya adalah melaksanakan ajaran-ajaran itu sepenuhnya. Penyebutan wajah dalam ayat ini karena merupakan jati diri dari seseorang. Mengarahkan wajah artinya menghadapkan seluruh segi manusia, yaitu jasmani, rohani, dan akal pikirannya. Menghadapkan wajah kepada agama yang lurus artinya melaksanakan perintah agama dengan seluruh totalitas.\n\nPelaksanaan ajaran-ajaran itu harus sesegera mungkin supaya masyarakat semakin baik, aman, dan berkembang. Mereka yang bersalah harus segera sadar dan tobat. Hal itu karena usia manusia dan alam ini terbatas. Bila ajal datang bagi seseorang atau Kiamat terjadi bagi umat manusia, maka tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya, sebagaimana firman Allah:\n\nDan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (al-A'raf/7: 34)\n\nDi akhir ayat ini dilukiskan bahwa pada hari kebangkitan, dimana semua dibangkitkan kembali, semua manusia gempar dan berlarian tidak tentu arah. Masing-masing sibuk dengan persoalan sendiri-sendiri, sebagaimana dilukiskan ayat-ayat berikut:\n\nPada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 34-37)\n\nManusia hanya dituntun oleh amalnya. Oleh karena itu, manusia pada waktu itu akan terpola menjadi dua kelompok, sebagaimana dinyatakan ayat berikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3453, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Man kafara fa'alaihi kufruhoo wa man 'amila saalihan fali anfusihim yamhadoon" } }, "translation": { "en": "Whoever disbelieves - upon him is [the consequence of] his disbelief. And whoever does righteousness - they are for themselves preparing,", "id": "Barangsiapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa mengerjakan kebajikan maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3453", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3453.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3453.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di akhirat nanti setiap manusia akan memperoleh balasan perbuatannya dengan adil. Barang siapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung akibat kekafirannya itu, dan barang siapa mengerjakan kebajikan dengan penuh keimanan maka pada dasarnya mereka telah menyiapkan untuk diri mereka sendiri tempat yang menyenangkan di surga sebagai tempat kebahagiaan abadi.", "long": "Ayat ini menginformasikan adanya dua kelompok manusia, yaitu yang ingkar dan yang baik. Mereka yang ingkar dan berdosa harus mempertanggungjawabkan keingkaran dan dosa-dosanya. Mereka akan diperiksa di depan pengadilan yang mahaadil, sehingga sekecil apa pun perbuatan jahatnya itu pasti akan diajukan dan disampaikan ganjaran hukumannya.\n\nDi sisi lain adalah kelompok orang-orang yang baik. Sekecil apa pun perbuatan baik mereka pasti akan diajukan di depan pengadilan itu, lalu diberikan imbalannya. Orang itu berarti, dengan perbuatan-perbuatan baiknya, telah menghamparkan jalan atau \"karpet\" untuk dilaluinya sendiri menuju surga. \n\nPenggolongan manusia ke dalam dua kelompok, yang pertama masuk surga, dan yang lainnya masuk neraka, juga disebutkan dalam ayat lain:\n\nDan demikianlah Kami wahyukan Al-Qur'an kepadamu dalam bahasa Arab, agar engkau memberi peringatan kepada penduduk ibukota (Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya serta memberi peringatan ten-tang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak diragukan adanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka. (asy-Syura/42: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 3454, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Li yajziyal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati min fadlih; innahoo laa yuhibbul kaafireen" } }, "translation": { "en": "That He may reward those who have believed and done righteous deeds out of His bounty. Indeed, He does not like the disbelievers.", "id": "agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3454", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3454.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3454.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memasukkan mereka ke surga agar Allah memberi balasan pahala kepada orang-orang yang beriman dan diwujudkan dengan mengerjakan kebajikan dari sebab karunia-Nya, bukan semata-mata keimanan dan amal salehnya. Sungguh, kenikmatan surga bagi orang mukmin sebagai wujud rahmat-Nya dan azab neraka bagi orang-orang kafir sebagai benuk keadilan-Nya, karena sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang kafir.", "long": "Mereka yang akan menerima imbalan baik dari Allah itu adalah orang-orang yang iman dan berbuat baik. Hal ini berarti bahwa iman ditunjukkan oleh perbuatan baik, dan imbalannya adalah surga. Namun demikian, imbalan itu sendiri bukanlah balasan mutlak dan pantas bagi perbuatan baik manusia. Perbuatan baik manusia tidak cukup dan belum pantas untuk diimbali surga yang penuh nikmat yang tiada taranya itu. Oleh karena itu, surga yang diterima manusia yang berbuat baik itu adalah karunia Allah, bukan imbalan perbuatannya. Dengan demikian, perolehan surga itu adalah karena Allah cinta kepada orang yang iman, dan tidak cinta kepada orang-orang kafir.\n\nUngkapan dalam ayat ini memang sangat ringkas, tetapi komprehensif. Ringkas karena ungkapan sebaliknya dari yang disampaikan tidak dinyatakan. Ayat ini hanya mengungkapkan bahwa, \"Allah membalasi orang yang iman dan berbuat baik\" dan, \"Ia tidak cinta orang yang kafir\". Dari dua ungkapan itu terkandung dua ungkapan lain yang berarti sebaliknya, yaitu, \"Ia menghukum orang yang kafir dan berbuat jahat\" dan \" Ia cinta orang yang beriman dan berbuat baik.\" Ungkapan sebaliknya itu tidak perlu dinyatakan karena dapat dipahami dari ungkapan pertama. Dengan demikian, ayat ini menyatakan bahwa Allah membalas orang yang beriman dan berbuat baik dengan surga serta mencintai mereka, dan Allah memberi ganjaran berupa neraka bagi orang yang ingkar dan berbuat jahat serta membenci mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3455, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u064e \u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatiheee anyyursilar riyaaha mubashshi raatinw wa li yuzeeqakum mir rahmatihee wa litajriyal fulku bi amrihee wa litabtaghoo min fadlihee wa la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And of His signs is that He sends the winds as bringers of good tidings and to let you taste His mercy and so the ships may sail at His command and so you may seek of His bounty, and perhaps you will be grateful.", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3455", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3455.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3455.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menunjukkan bukti-bukti kekuasaan dan keesaan-Nya, baik melalui ayat-ayat Al-Qur’an maupun ayat-ayat yang tersebar di alam raya dan fenomena-fenomena alam. Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira, sebab angin meniup awan yang tebal lalu hujan pun turun; dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dengan tumbuhnya biji-bijian yang telah disemaikan dan menghijaunya tanam-tanaman serta berbuahnya tetumbuhan dan sebagainya; dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya melalui hukum alam yang telah ditetapkan; dan agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya dengan berdagang, berlayar, mencari ilmu, dan lain-lain; dan agar kamu bersyukur atas karunia tersebut dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini disampaikan bahwa di antara tanda kemahakuasaan Allah adalah angin yang memberikan manfaat besar kepada manusia dalam empat hal: sebagai berita baik, membawa rahmat, kepentingan pelayaran, dan untuk memperoleh karunia Allah.\n\nAngin merupakan pendahuluan atau pertanda akan datangnya hujan. Hal itu karena angin membentuk awan. Ketika awan itu semakin padat dan mendingin, ia berubah menjadi butir-butir air, lalu turun berupa hujan. Dengan demikian, angin membawa berita gembira bagi manusia, yaitu kemungkinan turunnya hujan.\n\nDengan hujan itu, Allah ingin merasakan rahmat-Nya kepada manusia. Dengan hujan tersedialah air yang merupakan sumber kehidupan, baik bagi tanaman, hewan, maupun manusia sendiri. Merupakan suatu adagium dalam ilmu pengetahuan bahwa ada air berarti ada kehidupan, tidak ada air berarti tidak ada kehidupan. Karena ada air, tanaman dan hewan”yang merupakan makanan pokok manusia”bisa hidup. Karena ada air juga pertanian dan peternakan dapat dikembangkan. Oleh karena itu, manusia perlu memelihara sumber air dan mengelola air hujan dengan baik agar tidak sampai terbuang percuma ke laut. \n\nKegunaan lain angin yang disebutkan dalam ayat ini adalah untuk pelayaran. Pada era kapal layar sampai era kapal mesin bahkan sampai era kapal bertenaga nuklir sekarang sekalipun, cuaca dan angin masih merupakan faktor yang menentukan atau berpengaruh dalam kesuksesan pelayaran. Angin bertiup atas perintah Allah, dalam artian berdasar hukum-hukum yang ditentukan-Nya. Oleh karena itu, manusia perlu mengembangkan ilmu meteorologi yang mempelajari angin, cuaca, dan sebagainya agar pelayaran lancar dan maju.\n\nKegunaan lebih lanjut angin adalah untuk mencari karunia Allah. Oleh karena itu, perlu dikembangkan berbagai teknologi pemanfaatan angin selain untuk pertanian, peternakan, dan pelayaran di atas. Sekarang ini, yang sedang dikembangkan manusia adalah memanfaatkan angin sebagai sumber energi, misalnya untuk pembangkit tenaga listrik, menggerakkan mesin, dan sebagainya. Oleh karena itu, ilmu meteorologi perlu diperkuat agar bermanfaat bagi pertanian, peternakan, pelayaran, energi, perindustrian, dan kegiatan perekonomian lainnya. Dengan berkembangnya kegiatan perekonomian, maka kesejahteraan akan meningkat.\n\nKeberadaan angin beserta hukum-hukumnya yang diciptakan Allah untuk kesejahteraan manusia, hendaknya disyukurinya. Mereka hendaknya mengakui adanya Allah, mengimani-Nya, mengakui rezeki itu karunia-Nya, menggunakan rezeki sesuai kehendak-Nya, dan taat beribadah menyembah-Nya. Bila manusia bersyukur, maka hal itu untuk dirinya sendiri, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nDan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, \"Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.\" (Luqman/31: 12)\n\nBagi orang-orang yang mensyukuri nikmat-Nya, maka Allah akan menambah lagi nikmat-Nya kepada mereka, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, \"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.\" (Ibrahim/14: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 3456, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0642\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa min qablika Rusulan ilaa qawmihim fajaaa'oohum bil baiyinaati fantaqamnaa minal lazeena ajramoo wa kaana haqqan 'alainaa nasrul mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And We have already sent messengers before you to their peoples, and they came to them with clear evidences; then We took retribution from those who committed crimes, and incumbent upon Us was support of the believers.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3456", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3456.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3456.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik Mekah tetap mengingkari ajaran tauhid Nabi Muhammad meski mereka nyata-nyata melihat tanda-tanda keesa-an Allah. Allah menurunkan ayat ini untuk menghibur hati Nabi Muhammad, menegaskan bahwa para rasul sebelumnya juga didustakan oleh kaumnya. Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau beberapa orang rasul kepada kaumnya. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan yang cukup seperti halnya dirimu, lalu Kami melakukan pembalasan dan menurunkan azab terhadap orang-orang yang berdosa tersebut karena mereka telah menyakiti para pembawa kebenaran. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman yang meyakini dengan sepenuh hati wujud dan keesaan Allah.", "long": "Bila angin yang dikirim Allah begitu besar manfaatnya bagi manusia, maka begitu juga dengan para rasul yang telah dikirimkan Allah kepada mereka. Mereka tentu membawa manfaat yang lebih besar lagi bagi manusia, karena membawa bukti-bukti nyata dari Allah berupa wahyu-Nya yang berisi ajaran-ajaran. Bila ajaran-ajaran itu dilaksanakan oleh manusia, akan memberikan manfaat yang luar biasa. Namun manusia banyak yang mengingkarinya, sehingga di dunia mereka ditimpa oleh akibat perbuatan jahat mereka sendiri, dan di akhirat Allah memasukkan mereka ke dalam neraka. Sebaliknya terhadap mereka yang beriman, Allah telah mewajibkan diri-Nya untuk menolong dengan menyelamatkan mereka dari kejahatan dan dampak buruk kejahatan orang-orang kafir. Di akhirat Allah akan membalas iman dan perbuatan baik mereka dengan surga." } } }, { "number": { "inQuran": 3457, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u064e \u0641\u064e\u062a\u064f\u062b\u0650\u064a\u0631\u064f \u0633\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0643\u0650\u0633\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u062f\u0652\u0642\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee yursilur riyaaha fatuseeru sahaaban fa yabsutuhoo fis samaaa'i kaifa yashaaa'u wa yaj'aluhoo kisafan fataral wadqa yakhruju min khilaalihee fa izaaa asaaba bihee mai yashaaa'u min 'ibaadiheee izaa hum yastabshiroon" } }, "translation": { "en": "It is Allah who sends the winds, and they stir the clouds and spread them in the sky however He wills, and He makes them fragments so you see the rain emerge from within them. And when He causes it to fall upon whom He wills of His servants, immediately they rejoice", "id": "Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3457", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3457.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3457.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan cara kerja angin sehingga bisa mendatangkan hujan yang itu merupakan rekayasa Ilahi. Allah-lah yang mengirimkan angin sesuai hukum alam yang telah ditetapkan-Nya lalu angin itu menggerakkan awan yang sebelumnya diam ke arah dan lokasi yang dikehendaki-Nya, dan Allah terkadang membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan di saat lain Dia menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka, apabila Dia menurunkannya, yakni hujan, kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba atau bersamaan dengan turunnya hujan itu mereka bergembira.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah yang telah membuat angin bertiup, dengan menciptakan hukum-hukum pada udara. Di antaranya ialah udara dari daerah yang padat tekanan udaranya mengalir ke daerah yang renggang tekanan udaranya sehingga terciptalah angin. Tiupan angin menjadi penanda awal akan turunnya hujan. \n\nMenurut saintis, terjadinya hujan merupakan suatu siklus. Oleh karena itu, tidak menjadi masalah dari mana penjelasannya dimulai. Air yang mengalir di sepanjang anak sungai yang akan bergabung dengan anak sungai lainnya membentuk sungai yang jauh lebih besar. Sungai akhirnya mengalir ke laut. Sementara air mengalir melalui anak sungai dan sungai, sebagian akan menguap karena panas sinar matahari (berubah menjadi gas) tetapi sebagian besar terus mengalir sampai ke laut. Di laut inilah proses penguapan atau evaporasi selanjutnya berlangsung. \n\nSemua air yang menguap, baik yang berasal dari anak sungai, sungai atau laut, membentuk uap air di atmosfer. Uap ini naik dan akan menjadi dingin saat mencapai atmosfer yang lebih tinggi. Jika terdapat banyak gas di atmosfer, maka akan memadat menjadi awan yang dapat kita lihat. Jika awan tersebut mencapai bagian yang lebih tinggi lagi di lapisan atmosfer, uap air berubah menjadi tetes-tetes es. \n\nKetika awan melintasi dataran tinggi atau ketika menjadi lebih dingin karena suhu atmosfer yang lebih rendah, air menjadi padat dan jatuh. Awalnya air itu masih seperti tetes-tetes air yang sangat kecil, kemudian biasanya mencair sebelum mencapai tanah, lalu jatuh ke bumi sebagai hujan. \n\nHujan itu diturunkan Allah di tempat yang dikehendaki-Nya yaitu di daerah yang dilanda kekeringan. Manusia yang berada di tempat hujan turun pasti bergembira karena memperoleh kembali sumber kehidupan yang akan menghidupkan semua makhluk hidup." } } }, { "number": { "inQuran": 3458, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0628\u0652\u0644\u0650\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kaanoo min qabli any yunazzala 'alaihim min qablihee lamubliseen" } }, "translation": { "en": "Although they were, before it was sent down upon them - before that, in despair.", "id": "Padahal walaupun sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3458", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3458.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3458.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Padahal, sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa dan tidak tahu harus berbuat apa.", "long": "Kegembiraan itu akan dirasakan sekali oleh orang yang sudah lama mengalami kekeringan. Ketiadaan hujan dalam waktu yang lama membuat manusia putus asa. Keputusasaan itu segera sirna begitu hujan turun. Oleh karena itu, seharusnya mereka beriman dan bersyukur." } } }, { "number": { "inQuran": 3459, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 21, "page": 409, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Fanzur ilaaa aasaari rahmatil laahi kaifa yuhyil arda ba'da mawtihaa; inna zaalika lamuhyil mawtaa wa Huwa 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "So observe the effects of the mercy of Allah - how He gives life to the earth after its lifelessness. Indeed, that [same one] will give life to the dead, and He is over all things competent.", "id": "Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3459", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3459.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3459.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah cara Allah menurunkan hujan. Maka, perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, berupa hujan, bagaimana Allah melalui air hujan itu menghidupkan bumi setelah mati atau kering. Sungguh, jika Allah mampu menghidupkan bumi yang sudah kering dengan air hujan, itu berarti Dia pasti berkuasa juga untuk menghidupkan manusia yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Demikianlah rahmat Allah kepada manusia. Allah meminta Nabi Muhammad dan seluruh umatnya untuk melihat bagaimana pengaruh rahmat Allah berupa hujan itu bagi bumi. Tanah yang tadinya mati, kering, dan tandus menjadi hidup, gembur, dan subur, sehingga menumbuhkan segala macam tanaman. Allah menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan petunjuk bahwa Allah mampu menghidupkan kembali manusia di akhirat setelah mati. Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa dengan satu tiupan sangkakala saja, semua makhluk hidup akan mati pada hari Kiamat. Kemudian dengan satu tiupan lagi, semuanya akan hidup kembali, baik yang mati sebelum hari Kiamat maupun yang mati pada hari Kiamat itu. Allah berfirman:\n\nDan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kubur-nya) menunggu (keputusan Allah). (az-Zumar/39: 68)\n\nBagaimana hakikat kiamat dan kehidupan kembali itu tidak dapat diketahui dengan pasti, karena termasuk peristiwa gaib yang tidak bisa diketahui secara konkrit sekarang. Manusia hanya perlu mengimaninya bahwa Allah mampu mewujudkan semua itu karena Ia Mahakuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 3460, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u0650\u064a\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0645\u064f\u0635\u0652\u0641\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0638\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in arsalnaa reehan fara awhu musfarral lazalloo mim ba'dihee yakfuroon" } }, "translation": { "en": "But if We should send a [bad] wind and they saw [their crops] turned yellow, they would remain thereafter disbelievers.", "id": "Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), niscaya setelah itu mereka tetap ingkar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3460", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3460.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3460.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan rahmat-Nya yang berupa hujan Allah bersumpah, “Sungguh jika Kami mengirimkan angin panas yang memicu bencana lalu sawah ladang mereka terbakar karenanya sehingga mereka melihat tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan di kebun itu yang semula segar berubah menjadi kuning, kering, dan layu, pasti setelah itu mereka tetap dan terus ingkar kepada Allah. Inilah gambaran orang yang meletakkan ukuran kebahagiaannya pada hal-hal yang bersifat materi sehingga jiwanya terombang-ambing oleh keadaan yang menimpanya.", "long": "Dalam ayat ini disampaikan pengandaian, yaitu bagaimana jika yang dikirim Allah itu angin yang kering dan panas serta membuat tanaman mereka yang tadinya subur menjadi kuning dan kering. Mereka pasti bertambah ingkar kepada Allah. Pada waktu Allah mengirimkan angin yang membawa hujan saja, yang membuat tanaman mereka subur, mereka hanya bergembira dan tidak bersyukur kepada-Nya. Apalagi bila yang dikirim adalah angin kering itu. Kematian tanaman mereka yang tadinya subur itu akan membuat mereka menggerutu dan bertambah ingkar kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3461, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064f\u062f\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa innaka laa tusmi'ul mawtaa wa laa tusmi'us summad du'aaa'a izaa wallaw mudbireen" } }, "translation": { "en": "So indeed, you will not make the dead hear, nor will you make the deaf hear the call when they turn their backs, retreating.", "id": "Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3461", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3461.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3461.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, demikianlah perilaku orang kafir, maka janganlah engkau bersedih karena sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan mereka bisa mendengar ajaran agama, layaknya orang-orang yang mati itu juga tidak dapat mendengar, dan engkau juga tidak mampu menjadikan orang kafir yang serupa orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan kebenaran, apabila mereka berpaling ke belakang meninggalkanmu. Padahal, orang tuli sekalipun bisa memahami penjelasan orang lain melalui gerakan mulut jika ia mau menghadap ke arahnya.", "long": "Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa ia tidak akan bisa memasukkan hidayah ke dalam hati orang yang ingkar sampai orang itu berpaling dari keingkaran dan lalu beriman. Untuk itu Allah memberikan sebuah contoh yaitu orang buta yang tersesat. Orang buta tidak mungkin menemukan jalan, karena ia tidak melihatnya, kecuali kalau dituntun. Begitu pula orang yang telah memilih kekafiran dan kemusyrikan. Orang itu hatinya sudah tertutup. Oleh karena itu, petunjuk apa pun yang disampaikan kepadanya, tidak akan didengar dan diikutinya. Bagi mereka ditunjuki atau tidak ditunjuki sama saja, mereka tidak akan beriman. Yang bisa membuka hatinya itu hanyalah Allah bila Ia menghendaki. Akan tetapi, Ia tidak akan menghendaki bila orang yang bersangkutan tidak berusaha, karena hal itu melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Ayat ini dengan demikian mengingatkan Nabi saw sekali lagi agar tidak kecewa bila ada manusia yang menolak dakwahnya.\n\nOrang yang akan menerima bila ditunjuki oleh Nabi saw hanyalah yang beriman. Hal itu karena hati mereka terbuka menerima segala kebenaran yang disampaikan kepadanya. Setelah menerima kebenaran itu, mereka melaksanakannya dengan sepenuh hati untuk membaktikan diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3462, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 353, "hizbQuarter": 163, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u0652\u064a\u0650 \u0639\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa anta bihaadil 'umyi 'an dalaalatihim in tusmi'u illaa mai yuminu bi aayaatinaa fahum muslimoon" } }, "translation": { "en": "And you cannot guide the blind away from their error. You will only make hear those who believe in Our verses so they are Muslims [in submission to Allah].", "id": "Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3462", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3462.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3462.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan begitupun engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta mata hatinya dari kesesatannya karena hidayah yang disertai taufik itu hanya milik Allah. Karena itu, wahai Nabi Muhammad, engkau tidak dapat memperdengarkan petunjuk Tuhan kepada mereka, kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang senantiasa berserah diri dengan senantiasa tunduk dan patuh pada perintah dan larangan Kami.", "long": "Demikianlah kerasnya hati sebagian manusia, yaitu yang kafir dan musyrik. Nikmat tidak melunakkan hati mereka, dan laknat tidak membuat mereka jera. Mereka dipersamakan dengan orang mati atau tuli. Orang mati tidak mendengar apa pun yang dikatakan kepadanya. Begitu juga orang tuli yang lari tunggang-langgang, tidak akan mendengar panggilan yang ditujukan kepadanya. Oleh karena itu, Allah mengingatkan Nabi Muhammad bahwa bagaimana pun ia berusaha menyadarkan orang seperti itu, tidak akan berhasil bila Allah tidak mengizinkannya, dan karena itu Nabi tidak boleh kecewa.\n\n(53) Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa ia tidak akan bisa memasukkan hidayah ke dalam hati orang yang ingkar sampai orang itu berpaling dari keingkaran dan lalu beriman. Untuk itu Allah memberikan sebuah contoh yaitu orang buta yang tersesat. Orang buta tidak mungkin menemukan jalan, karena ia tidak melihatnya, kecuali kalau dituntun. Begitu pula orang yang telah memilih kekafiran dan kemusyrikan. Orang itu hatinya sudah tertutup. Oleh karena itu, petunjuk apa pun yang disampaikan kepadanya, tidak akan didengar dan diikutinya. Bagi mereka ditunjuki atau tidak ditunjuki sama saja, mereka tidak akan beriman. Yang bisa membuka hatinya itu hanyalah Allah bila Ia menghendaki. Akan tetapi, Ia tidak akan menghendaki bila orang yang bersangkutan tidak berusaha, karena hal itu melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Ayat ini dengan demikian mengingatkan Nabi saw sekali lagi agar tidak kecewa bila ada manusia yang menolak dakwahnya.\n\nOrang yang akan menerima bila ditunjuki oleh Nabi saw hanyalah yang beriman. Hal itu karena hati mereka terbuka menerima segala kebenaran yang disampaikan kepadanya. Setelah menerima kebenaran itu, mereka melaksanakannya dengan sepenuh hati untuk membaktikan diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3463, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 354, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0636\u064e\u0639\u0652\u0641\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0636\u064e\u0639\u0652\u0641\u064d \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0636\u064e\u0639\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0634\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e\u0629\u064b \u06da \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Allahul lazee khalaqa kum min du'fin summa ja'ala mim ba'di du'fin quwwatan summa ja'ala mim ba'di quwwatin du'fanw wa shaibah; yakhluqu maa yashaaa'u wa Huwal 'Aleemul Qadeer" } }, "translation": { "en": "Allah is the one who created you from weakness, then made after weakness strength, then made after strength weakness and white hair. He creates what He wills, and He is the Knowing, the Competent.", "id": "Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3463", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3463.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3463.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan bahwa manusia itu saat masih bayi berada dalam kondisi lemah, bahkan sebelum itu mereka dalam ketiadaan. Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, yakni pada masa bayi. Kemudian Dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat dan berdaya, yakni pada masa dewasa, sehingga kamu dapat melakukan banyak hal, kemudian Dia menjadikan kamu setelah kuat dan berdaya itu lemah kembali dan beruban, yakni masa tua. Demikianlah, Dia akan terus menciptakan apa yang Dia kehendaki, antara lain menciptakanmu dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. Dan Dia Maha Mengetahui atas segala pengaturan ciptaan-Nya, Mahakuasa atas segala sesuatu yang Dia kehendaki, termasuk membangkitkanmu kembali dari kematian.", "long": "Di dalam ayat ini disampaikan perjalanan hidup manusia. Mereka berasal dari sesuatu yang tidak ada arti dan tidak punya daya apa-apa, yaitu nutfah (zygot) yang merupakan telur yang terbuahi sperma. Nuthfah itu kemudian berkembang menjadi janin, dan kemudian lahir, sebagaimana diinformasikan al-Mu'minun/23: 12-14. Dari kanak-kanak manusia kemudian menjadi remaja, dewasa, lalu matang, dan menjadi manusia yang perkasa dan berkuasa. Setelah itu manusia menginjak usia tua. Dalam usia tua itu manusia menjadi makhluk yang lemah kembali. Di samping lemah, manusia juga mengalami perubahan fisik, di antaranya rambut yang tadinya hitam menjadi uban, kulit menjadi keriput, daya penglihatan dan pendengaran semakin lemah, dan perubahan-perubahan lainnya. Setelah itu manusia pasti mati. Demikianlah Allah menciptakan makhluk yang dikehendaki-Nya, yaitu bahwa perjalanan hidup manusia di dunia pada umumnya demikian. Namun Allah dapat menentukan lain, yaitu bahwa manusia dapat saja wafat pada usia-usia yang dikehendaki-Nya sebelum usia tua tersebut. Demikianlah lemahnya manusia di depan Tuhan. Oleh karena itu, mereka hendaknya tidak menyombongkan diri, tetapi beriman dan patuh kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3464, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 354, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u064a\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064d \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma taqoomus Saa'atu yuqsimul mujrimoona maa labisoo ghaira saa'ah; kazaalika kaanoo yu'fakoon" } }, "translation": { "en": "And the Day the Hour appears the criminals will swear they had remained but an hour. Thus they were deluded.", "id": "Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3464", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3464.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3464.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari kebangkitan orang yang dahulu banyak berbuat dosa bersumpah dengan sungguh-sungguh, meski sejatinya hanya sumpah palsu. Dan pada hari ketika terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah dengan penuh kesungguhan bahwa mereka berdiam dalam kubur hanya sesaat saja. Begitulah dahulu ketika di dunia mereka dipalingkan dari kebenaran karena kebiasaan mereka berbohong.", "long": "Diterangkan bahwa pada hari kebangkitan nanti, orang-orang kafir menyatakan kepada Allah bahwa hidup yang telah mereka lalui di dunia amat singkat. Mereka meminta untuk dikembalikan ke dunia dan berjanji akan memperbaiki amal mereka. Hal itu mereka sampaikan kepada Allah dengan bersumpah. Dengan demikian, kebiasaan berbohong mereka sewaktu di dunia masih mereka bawa ke akhirat. Pernyataan dan janji mereka itu hanyalah helah (alasan) mereka untuk menghindari hukuman Allah. Bila mereka dikembalikan lagi ke dunia, mereka pasti akan kembali kafir dan berbuat jahat sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nTetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta. (al-An'am/6: 28)\n\nMereka sesungguhnya telah diberi kesempatan yang cukup di dunia untuk melakukan yang seharusnya, tetapi mereka lalai, tergoda setan, dan berbuat jahat. Itu mereka akui sebagaimana dilukiskan ayat berikut:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (Yunus/10: 45)\n\nOleh karena itu, singkatnya waktu hidup di dunia dalam perasaan orang kafir itu hanyalah alasan yang dibuat-buat. Sebenarnya mereka takut masuk neraka , sehingga mereka mencari berbagai macam helah atau tipu daya." } } }, { "number": { "inQuran": 3465, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 354, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0639\u0652\u062b\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0639\u0652\u062b\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena ootul 'ilma wal eemaana laqad labistum fee kitaabil laahi ilaa yawmil ba'si fahaazaa yawmul ba'si wa laakinnakum kuntum laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "But those who were given knowledge and faith will say, \"You remained the extent of Allah 's decree until the Day of Resurrection, and this is the Day of Resurrection, but you did not used to know.\"", "id": "Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), “Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari kebangkitan. Maka inilah hari kebangkitan itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3465", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3465.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3465.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata kepada orang kafir dalam rangka menanggapi sumpah mereka itu, “Sungguh, kamu telah berdiam dalam kubur menurut ketetapan Allah sampai hari kebangkitan. Maka inilah saatnya hari kebangkitan itu, tetapi dahulu kamu tidak pernah mau meyakini-nya.”", "long": "Perasaan orang kafir bahwa mereka hidup di dunia sangat singkat tidaklah benar. Itu adalah usaha mereka untuk berbohong di depan Allah. Kebohongan mereka itu dibantah oleh mereka yang dikaruniai ilmu dan iman. Mereka yang dikaruniai ilmu adalah mereka yang mengerti hakikat kebenaran lalu ia beriman dan membuktikan imannya dengan perbuatan baik sehingga ia merasakan betul apa yang diimaninya itu dalam hatinya. Mereka yang dikaruniai iman adalah mereka yang telah memperoleh hakikat kebenaran sehingga percaya kepada Allah dan segala yang diwahyukan dalam Al-Qur'an. Mereka juga melaksanakan segala perintah wahyu itu untuk mempersiapkan dirinya menghadapi hari kebangkitan tersebut. Mereka yang telah diberi ilmu dan iman mengisi hidupnya dengan perbuatan baik sebagai persiapan untuk menghadapi hari kebangkitan tersebut. Oleh karena itu, mereka tidak merasa masa hidup mereka di dunia singkat, tetapi cukup. Orang-orang kafir itu merasa hidupnya singkat karena mereka lalai di dunia. Mereka menyangka hidup di dunia itu tidak bersambung ke akhirat, dan tidak menyadari bahwa semua perbuatan mereka harus mereka pertanggungjawabkan." } } }, { "number": { "inQuran": 3466, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 354, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0652\u0630\u0650\u0631\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa Yawma'izil laa yanfa'ul lazeena zalamoo ma'ziratu hum wa laa hum yusta'taboon" } }, "translation": { "en": "So that Day, their excuse will not benefit those who wronged, nor will they be asked to appease [Allah].", "id": "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) permintaan maaf orang-orang yang zalim, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3466", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3466.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3466.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila hari kebangkitan itu datang maka pada hari itu tidak bermanfaat lagi permintaan maaf orang-orang yang zalim agar mereka terbebas dari balasan kezaliman mereka, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi dari dosa yang mereka lakukan meski mereka merengek kepada Allah agar diberi kesempatan sekali lagi (Lihat Surah: Fàtir/35: 37).", "long": "Pada hari kebangkitan manusia dihadapkan ke depan pengadilan Allah. Pada saat itu, orang kafir tidak akan diperkenankan menyampaikan alasan apa pun, misalnya merasa hidupnya di dunia terlalu singkat dan meminta dikembalikan ke dunia sesaat saja untuk bisa berbuat baik. Mereka juga tidak akan diberi peluang untuk diubah hukumannya. Dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nDan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), \"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.\" Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, \"Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. (as-Sajdah/32:12-13)" } } }, { "number": { "inQuran": 3467, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 354, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad darabnaa linnaasi fee haazal Quraani min kulli masal; wa la'in ji'tahum bi aayatil la yaqoolannal lazeena kafaroo in antum illaa mubtiloon" } }, "translation": { "en": "And We have certainly presented to the people in this Qur'an from every [kind of] example. But, [O Muhammad], if you should bring them a sign, the disbelievers will surely say, \"You [believers] are but falsifiers.\"", "id": "Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Al-Qur'an ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan berkata, ”Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3467", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3467.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3467.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari pemaparan mengenai bukti keesaan-Nya dan kebenaran risalah Nabi Muhammad, pada ayat ini Allah menjelaskan sikap orang kafir. Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Al-Qur’an ini perihal bukti keesaan-Ku, keniscayaan hari kebangkitan, dan kebenaran risalah Nabi Muhammad. Meski begitu, jika engkau membawa suatu ayat yang lain kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan tetap berkata, “Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka. Apa yang engkau bawa adalah sihir semata.”", "long": "Dalam ayat ini dinyatakan bahwa Allah telah menyampaikan berbagai penjelasan tentang bukti bahwa Ia ada dan Mahakuasa. Di antaranya adalah bagaimana umat-umat terdahulu beserta peradabannya hancur karena melanggar ketentuan-ketentuan Allah, bagaimana Dia menurunkan hujan yang amat besar pengaruhnya bagi kesuburan dan kemakmuran, dan bagaimana Dia menentukan perjalanan hidup manusia sampai mati dan dibangkitkan kembali di akhirat. Semuanya itu menunjukkan Allah Mahakuasa, dan sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan kembali di akhirat itu ada. Akan tetapi, mereka yang tidak mau beriman mengingkari semua itu sebagai tanda adanya Allah dan kemahakuasaan-Nya. Bahkan mereka menuduh orang yang beriman telah menyampaikan ketidakbenaran dan melakukan kebohongan." } } }, { "number": { "inQuran": 3468, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 354, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0637\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalika yatba'ul laahu 'alaa quloobil lazeena laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Thus does Allah seal the hearts of those who do not know.", "id": "Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3468", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3468.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3468.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak mau memahami ayat Al-Qur’an yang dengan sangat jelas membuktikan keesaan-Nya dan keniscayaan hari kebangkitan.", "long": "Penolakan orang kafir terhadap setiap penjelasan dari Allah yang disampaikan Nabi Muhammad itu adalah karena hati mereka telah ditutup oleh Allah. Penutupan hati itu terjadi karena mereka sendiri yang selalu menutupnya terhadap setiap ayat atau kebenaran yang disampaikan kepada mereka, akhirnya hati itu benar-benar tertutup. Mereka tidak mau mengerti dan tidak mau memahami hakikat kebenaran yang disampaikan kepada mereka dan menyombongkan diri, akhirnya mereka kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 3469, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 21, "page": 410, "manzil": 5, "ruku": 354, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0650\u0641\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasbir inna wa'dal laahi haqqunw wa laa yastakhif fannakal lazeena laa yooqinoon" } }, "translation": { "en": "So be patient. Indeed, the promise of Allah is truth. And let them not disquiet you who are not certain [in faith].", "id": "Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3469", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3469.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3469.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka bersabarlah engkau, wahai Nabi Muhammad atas penentangan orang kafir terhadap dakwahmu. Sungguh, janji Allah tentang kemenangan dirimu dan orang-orang yang konsisten membela dan menegakkan ayat-ayat Allah itu benar adanya, dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini kebenaran ayat-ayat Allah itu menggelisahkan dan merisaukan engkau.", "long": "Nabi Muhammad diminta Allah agar bersabar menghadapi orang-orang kafir yang telah tertutup hatinya, yang mengingkari Allah dan hari akhirat, serta menuduh kaum beriman telah menyampaikan dan melakukan kebohongan. Hal itu karena janji Allah benar, hari akhirat pasti ada, dan mereka yang kafir dan syirik pasti akan dimasukkan ke dalam neraka. Oleh karena itu, Nabi dan kaum muslimin tidak boleh dibuat bingung dan gelisah oleh keingkaran dan bantahan orang-orang kafir tersebut. Nabi diminta untuk tabah dan jangan terhenti dari menyampaikan dakwah dan melaksanakan kebenaran Al-Qur'an." } } } ] }, { "number": 31, "sequence": 57, "numberOfVerses": 34, "name": { "short": "لقمان", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0644\u0642\u0645\u0627\u0646", "transliteration": { "en": "Luqman", "id": "Luqman" }, "translation": { "en": "Luqman", "id": "Luqman" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaffaat. Dinamai Luqman karena pada ayat 12 disebutkan bahwa Luqman telah diberi oleh Allah nikmat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepadaNya atas nikmat yang diberikan itu. Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.Ini adalah sebagai isyarat daripada Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3470, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0645", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Meeem" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Meem.", "id": "Alif Lam Mim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3470", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3470.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3470.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Làm Mìm.", "long": "Surah Luqman ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah \"Alif Lam Mim\". Selanjutnya lihat tafsir Alif Lam Mim pada jilid I." } } }, { "number": { "inQuran": 3471, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Tilka Aayaatul Kitaabil Hakeem" } }, "translation": { "en": "These are verses of the wise Book,", "id": "Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung hikmah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3471", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3471.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3471.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang meski tersusun dari huruf-huruf yang dikenal oleh masyarakat Arab namun mereka tidak mampu membuat tandingannya. Inilah ayat-ayat yang mengandung hikmah dan pelajaran yang tidak bertentangan antara satu ayat dengan lainnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an itu disusun dengan rapi dan teliti, dengan gaya bahasa yang tinggi nilai sastranya, dan dengan tujuan yang agung dan mulia bagi manusia yang mengikuti petunjuk-petunjuknya. Tidak terdapat di dalamnya cacat, cela, dan kekurangan walaupun sedikit. Juga tidak ada satu pun dari ayat-ayatnya yang bertentangan satu sama lain. Perintah-perintahnya mudah dilaksanakan oleh siapa pun, dalam keadaan bagaimanapun dan di mana pun ia berada." } } }, { "number": { "inQuran": 3472, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hudanw wa rahmatal lilmuhsineen" } }, "translation": { "en": "As guidance and mercy for the doers of good", "id": "sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3472", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3472.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3472.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami turunkan Al-Qur’an ini sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, yaitu mereka yang senantiasa beramal saleh dengan ikhlas.", "long": "Ayat-ayat ini menegaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an berisi petunjuk-petunjuk bagi manusia dalam mengarungi semua sisi kehidupan di dunia yang mengantar dan memimpinnya mencapai kebahagiaan hidup di akhirat kelak.\n\nJika manusia membuka lembaran-lembaran sejarah dari zaman dahulu sampai sekarang, ia akan berkesimpulan bahwa dengan diutusnya Nabi Muhammad oleh Allah dengan membawa Al-Qur'an yang berisi pokok-pokok risalah yang dibawanya, maka terbukalah pintu-pintu kebajikan bagi semesta alam. Dengan hal itu, bertambah pulalah perkembangan ilmu pengetahuan dengan segala macam cabangnya.\n\nSekalipun telah ada kebudayaan yang tinggi sebagai hasil pemikiran manusia pada periode sebelum ini, seperti kebudayaan Mesir kuno, Babilonia, Yunani, dan sebagainya, namun semua itu belum mempunyai dasar-dasar yang kuat dan kukuh untuk mencapai perkembangan manusia lebih lanjut dan sempurna di kemudian hari.\n\nDalam bidang hidup dan kehidupan manusia, Al-Qur'an memberi petunjuk agar manusia menjaga keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani, serta keseimbangan dalam mencapai kehidupan duniawi dan ukhrawi. Demikian pula dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, apa yang halal dan baik untuk dimakan boleh dimakan dan apa yang tidak baik jangan dimakan. Juga terdapat tuntunan cara berbicara dan bergaul yang baik dan sebagainya. Al-Qur'an memberi petunjuk dan aturannya, kemudian manusia mengolah dan menyesuaikan dirinya dengan alam sekelilingnya berdasarkan petunjuk dan aturan itu, mana yang paling baik dan tepat untuk dilaksanakan, dan mana yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Orang-orang yang memikirkan, merenungkan, mengolah, dan mengamalkan petunjuk-petunjuk Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya adalah \"orang-orang yang muhsin\"." } } }, { "number": { "inQuran": 3473, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena yuqeemoonas Salaata wa yu'toonaz Zakaata wa hum bil Aakhirati hum yooqinoon" } }, "translation": { "en": "Who establish prayer and give zakah, and they, of the Hereafter, are certain [in faith].", "id": "(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat, menunaikan zakat dan mereka meyakini adanya akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3473", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3473.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3473.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang berbuat kebajikan itu ialah orang-orang yang melaksanakan salat secara konsisten dan sempurna sesuai syarat dan rukunnya, menunaikan zakat sebagai bukti komitmen sosialnya, dan mereka tanpa keraguan sedikit pun meyakini adanya akhirat.", "long": "Pada ayat-ayat ini disebutkan bahwa di antara tanda-tanda orang yang muhsin itu adalah:\n\n1. Selalu mengerjakan salat lima waktu yang diwajibkan kepadanya pada setiap waktu yang telah ditentukan. Ia selalu berusaha untuk melaksanakan salat itu dengan sebaik-baiknya lengkap dengan rukun dan syaratnya.\n\n2. Selalu menunaikan zakat jika telah terpenuhi syarat-syarat wajibnya. Ia yakin bahwa menunaikan zakat itu adalah kewajiban karena dalam hartanya itu terdapat hak orang lain yang harus segera diserahkan.\n\n3. Yakin bahwa masih ada hidup sesudah mati, yaitu di akhirat. Pada kehidupan akhirat itu setiap manusia akan memperoleh keadilan yang sempurna dari Allah. Perbuatan baik di balas dengan surga dan perbuatan jahat dibalas dengan siksaan neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3474, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika 'alaa hudam mir Rabbihim wa ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "Those are on [right] guidance from their Lord, and it is those who are the successful.", "id": "Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3474", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3474.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3474.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh ke-beruntung-an hakiki, yakni selamat dari neraka dan masuk surga.", "long": "Orang-orang yang mempunyai tanda-tanda dan sifat-sifat yang disebutkan pada ayat-ayat yang lalu adalah orang-orang yang mengikuti petunjuk Tuhannya. Ia mendapatkan keberuntungan karena memperoleh hasil yang baik dan menyenangkan hatinya, setelah bekerja dan berusaha mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur'an. Seorang yang beramal saleh akan mendapatkan keberuntungan hidup di dunia dan di akhirat nanti, dan hal itu diperoleh dengan melakukan perbuatan yang baik." } } }, { "number": { "inQuran": 3475, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi mai-yashtaree lahuwal hadeesi li yudilla 'an sabeelil laahi bighairi 'ilminw wa yattakhizahaa huzuwaa; ulaaa'ika lahum 'azaabum muheen" } }, "translation": { "en": "And of the people is he who buys the amusement of speech to mislead [others] from the way of Allah without knowledge and who takes it in ridicule. Those will have a humiliating punishment.", "id": "Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3475", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3475.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3475.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari penjelasan mengenai fungsi Al-Qur’an dan kriteria orang mukmin, pada ayat ini Allah menggambarkan sikap orang yang lebih senang mendengarkan selain Al-Qur’an. Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan percakapan atau cerita-cerita kosong untuk menyesatkan dan memalingkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu, yakni pemahaman yang benar. Mereka juga menghina ayat-ayat Al-Qur’an dan menjadikannya bahan olok-olokan karena ketidaktahuan mereka tentang manfaat Al-Qur’an atau keengganan mereka mengambil manfaat darinya. Di akhirat nanti mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia ada yang tidak menghiraukan perkataan yang bermanfaat, yang dapat menambah keyakinan manusia kepada agama dan memperbaiki budi pekertinya. Mereka lebih suka mengatakan perkataan-perkataan yang tidak ada manfaatnya, menyampaikan khurafat-khurafat, dongengan-dongengan orang masa lalu, lelucon-lelucon yang tidak ada artinya. Di antara contohnya adalah seperti yang dilakukan Nadhar bin haris, dengan cara membeli buku-buku berbahasa Persia yang berisi cerita-cerita, kemudian dia mencemoohkannya kepada orang-orang Quraisy. Kalau perlu, mereka menggaji penyanyi-penyanyi untuk diperdengarkan suaranya kepada orang banyak. Isi nyanyian dan suaranya itu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat merangsang orang yang mendengarkannya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang, dan makin menjauhkannya dari agama.\n\nDiriwayatkan dari Nafi', ia berkata, \"Aku berjalan bersama 'Abdullah bin 'Umar dalam suatu perjalanan, maka terdengar bunyi seruling. 'Abdullah lalu meletakkan jarinya ke lubang telinga, agar tidak mendengar bunyi seruling itu dan ia berbelok melalui jalan yang lain. Kemudian ia berkata, Nafi apakah engkau masih mendengar suara itu? Aku menjawab, 'Tidak. Maka ia mengeluarkan anak jarinya dari telinganya dan berkata, 'Beginilah aku melihat yang diperbuat Rasulullah saw jika mendengar bunyi semacam itu.\"\n\nPada riwayat yang lain dari 'Abdurrahman bin 'Auf bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nAku dilarang (mendengarkan) dua macam suara (bunyi) yang tidak ada artinya dan menimbulkan perbuatan jahat, yaitu suara lagu yang melalaikan dan seruling-seruling setan dan (kedua) suara ketika ditimpa musibah, yaitu yang menampar muka, mengoyak-ngoyak baju, dan nyanyian setan. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\nMenurut Ibnu Mas'ud, yang dimaksud dengan perkataan lahw al-hadis dalam ayat ini ialah nyanyian karena ia dapat menimbulkan kemunafikan di dalam hati. Sebagian ulama mengatakan bahwa semua suara, perkataan, nyanyian, bunyi-bunyian yang dapat merusak ketaatan kepada Allah dan mendorong orang-orang yang mendengarnya melakukan perbuatan yang terlarang, disebut lahw al-hadis.\n\nDari ayat dan hadis-hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dilarang itu ialah mendengarkan nyanyian yang dapat membangkitkan nafsu birahi dan menjurus ke perbuatan zina, seperti nyanyian yang berisi kata-kata kotor. Termasuk juga nyanyian atau musik yang menyebabkan pendengarnya mengerjakan perbuatan-perbuatan terlarang, seperti minum khamar dan sebagainya.\n\nMendengar nyanyian atau musik yang tujuannya untuk melapangkan pikiran pada waktu istirahat atau hari raya tidak dilarang. Bahkan disuruh mendengarkannya jika nyanyian atau musik itu mempunyai arti yang baik, menambah iman, memperbaiki budi pekerti, dan menambah semangat bekerja dan berjuang.\n\nQusyairi berkata, \"Ditabuh rebana di hadapan Nabi saw ketika beliau memasuki kota Medinah, lalu Abu Bakar ingin menghentikannya, maka Rasulullah saw berkata, 'Biarkanlah mereka menabuh rebana, hai Abu Bakar, hingga orang-orang Yahudi mengetahui bahwa agama kita tidak sempit. Mereka menabuh rebana disertai dengan nyanyian-nyanyian dan syair-syair, di antara bait-baitnya berbunyi: \"Nahnu banatun Najjar, habbadha Muhammadun min jar\" (kami adalah perempuan-perempuan Bani Najjar, alangkah baiknya nasib kami jika Muhammad menjadi tetangga kami).\"\n\nPada ayat ini, Allah menerangkan akibat mendengar dan memperdengarkan nyanyian, musik, dan perkataan yang terlarang. Mereka akan memperoleh azab yang sangat menghinakan di hari Kiamat akibat perbuatan mereka yang tidak mengindahkan yang hak dan memilih kebatilan, serta menukar petunjuk dengan dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 3476, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa izaa tutlaa 'alayhi Aayaatunaa wallaa mustakbiran ka al lam yasma'haa ka anna feee uzunwihi waqran fabash shiru bi'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "And when our verses are recited to him, he turns away arrogantly as if he had not heard them, as if there was in his ears deafness. So give him tidings of a painful punishment.", "id": "Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3476", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3476.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3476.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan itu saja kelakuan buruk orang yang menggunakan cerita-cerita kosong untuk menyesatkan manusia. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia serta-merta berpaling dengan menyombongkan diri dan bersikap seolah-olah dia belum mendengarnya. Dia dengan sikap demikian seperti layaknya orang tuli yang seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya. Maka, sebagai bentuk ejekan, gembirakanlah dia dengan azab yang pedih di akhirat kelak.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan sifat-sifat orang-orang yang menukar kitab-kitab Allah dengan dongengan-dongengan yang tidak berguna. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mereka membelakanginya dengan sikap angkuh dan sombong, seakan-akan mereka tidak mendengarnya karena telinga mereka telah tersumbat dan tuli.\n\nPada ayat yang lain Allah berfirman:\n\nKatakanlah, \"Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. (Fushshilat/41: 44) \n\nKarena perbuatan itu, mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat. Itu sebagai balasan dari perbuatan dan tindakan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3477, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati lahum Janaatun Na'eem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who believe and do righteous deeds - for them are the Gardens of Pleasure.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3477", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3477.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3477.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Balasan yang akan diterima oleh orang yang menjadikan perca-kapan kosong untuk menyesatkan manusia berbanding terbalik de-ngan ganjaran bagi orang mukmin. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dengan mengimani Al-Qur’an dan mengamalkan isinya dan dengan tulus mengerjakan kebajikan yang memberi manfaat dan maslahat, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bagi orang-orang yang beriman kepada Allah, membenarkan para rasul, dan mengerjakan amal saleh, baik yang terdapat di dalam kitab yang diturunkan-Nya maupun yang disampaikan oleh rasul, menghentikan semua yang dilarang-Nya, tidak mendengarkan nyanyian, dongengan, dan segala macam bunyi-bunyian yang dapat merusak iman, me-ngurangi ketaatan, dan membawa ke jalan yang menjurus kepada perbuatan jahat, disediakan surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya terdapat segala macam kesenangan yang diinginkan, seperti makanan, minuman, pakaian, kamar-kamar, dan sebagai-nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3478, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Khaalideena feeha wa'dal laahi haqqaa; wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Wherein they abide eternally; [it is] the promise of Allah [which is] truth. And He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "mereka kekal di dalamnya, sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3478", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3478.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3478.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka kekal di dalamnya dengan penuh suka cita. Yang demikian itu sebagai janji Allah yang benar kepada siapa saja yang beriman dan beramal saleh. Dan Dia Mahaperkasa; tidak seorang pun bisa mengalahkan-Nya, Mahabijaksana pada setiap kebijakan-Nya.", "long": "Mereka kekal di dalam surga itu selama-lamanya. Semua itu adalah janji Allah kepada makhluk-Nya, yang pasti terjadi, dan tidak akan dimungkiri sedikit pun. Di sisi lain, sangat keras pula azab yang ditimpakan-Nya kepada orang-orang yang berdosa dan menghalangi manusia menempuh jalan-Nya. Allah Maha Bijaksana dalam mengurus dan menyelesaikan segala urusan makhluk-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3479, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u064e\u0645\u064e\u062f\u064d \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u062b\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Khalaqas samaawaati bi ghairi 'amadin tarawnahaa wa alqaa fil ardi rawaasiya an tameeda bikum wa bassa feehaa min kulli daaabbah; wa anzalnaa minas samaaa'i maaa'an fa ambatnaa feeha min kulli zawjin kareem" } }, "translation": { "en": "He created the heavens without pillars that you see and has cast into the earth firmly set mountains, lest it should shift with you, and dispersed therein from every creature. And We sent down rain from the sky and made grow therein [plants] of every noble kind.", "id": "Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3479", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3479.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3479.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara tanda-tanda keesaan dan kekuasan Allah adalah bahwa Dia menciptakan langit tanpa tiang penyangga sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia juga meletakkan gunung-gunung di permukaan bumi sebagai pasak agar ia tidak menggoyangkan kamu sehingga kamu dapat tinggal di bumi dengan tenang; dan Dia memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi, baik yang hidup di darat, laut, maupun udara. Dan Kami turunkan air hujan dari langit ke bumi, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik, sedap dipandang, dan bermanfaat.", "long": "Ayat ini menerangkan beberapa tanda dan bukti kekuasaan Allah yang terdapat di alam ini, yaitu:\n\n1. Menciptakan alam semesta dengan segala macam isinya, berupa planet-planet yang tidak terhitung jumlahnya. Planet-planet yang banyak itu merupakan bola-bola besar yang terapung di angkasa luas. Dalam ayat ini disebutkan \"tanpa tiang sebagaimana kamu lihat\". Dari perkataan ini dapat dipahami bahwa langit itu mempunyai tiang, yakni satu kekuatan yang menopangnya dan berfungsi sebagai tiang, sehingga planet-planet itu tidak jatuh berserakan. Hanya orang-orang yang berilmulah yang dapat melihat tiang-tiang yang kukuh itu dengan ilmu batiniah mereka.\n\n2. Allah menciptakan gunung-gunung di permukaan bumi agar bumi itu stabil, tidak berguncang, sehingga manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup tenang di atasnya. Gunung itu seakan-akan merupakan pasak yang dapat mengokohkan permukaan bumi seperti halnya tiang-tiang kapal yang menjulang, yang dapat menstabilkan kapal itu berlayar dan berlabuh di tengah lautan, sehingga ia tidak oleng. Di samping itu, gunung juga mempunyai manfaat lain bagi manusia, di antaranya untuk mengatur pembagian dan penyaluran air hujan yang dicurahkan dari langit, sehingga air itu tetap ada di permukaan bumi meskipun musim kemarau. Banyak lagi manfaat gunung bagi manusia dan makhluk Allah yang lain.\n\n3. Allah menciptakan binatang yang tidak dapat dihitung jumlah dan jenisnya, bentuk dan warnanya, sejak dari yang besar sampai ke yang kecil sehingga tidak kelihatan oleh mata. Semua binatang yang diciptakan itu ada manfaat dan faedahnya. Kadang-kadang manusia, karena tidak mengetahui faedah dan guna binatang-binatang itu, mereka membunuh dan menumpasnya, sehingga tanpa mereka sadari timbullah kerusakan di alam ini. Akan tetapi, Allah mengetahui dengan pasti jumlah, jenis, warna, kegunaan, dan faedah semua binatang-binatang yang diciptakan-Nya itu.\n\n4. Allah menurunkan hujan dari langit. Hujan itu berasal dari awan yang dihalau-Nya ke suatu tempat tertentu, kemudian berubah menjadi hujan yang membasahi permukaan bumi. Dengan air hujan itu, tumbuhlah segala macam tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, dengan warna yang indah dan manfaat yang banyak.\n\nMenurut para saintis, langit dengan kenyataannya yang tampak, seluas mata memandang tidak sepotong tiang pun yang menyangganya. Logika manusia mengharuskan ada tiang penyangga agar tidak roboh. Akan tetapi, Allah dengan kekuasaan-Nya mampu berbuat di luar jangkauan logika manusia. Manusia dan semua makhluk yang hidup di bumi berada di bawah sistem gravitasi (gaya tarik) bumi. Dengan demikian, mereka bisa stabil mengerjakan pekerjaan mereka di bumi, tidak melayang-layang di udara.\n\nKetika keluar dari bumi memasuki alam yang tak bergravitasi, manusia pun tahu bahwa di sana semua benda menjadi melayang-layang tak berbobot, termasuk manusia sendiri. Sungguh mudah bagi Allah untuk membuat apa saja sesuai kehendak-Nya, termasuk membuat langit menjadi \"ringan\" tak berbobot sehingga tidak diperlukan tiang-tiang untuk menyangganya. Tapi dapat juga dianggap bahwa medan-medan gaya yang ada dalam alam semesta ini sebagai \"tiang maya\" yang tidak tampak oleh mata?" } } }, { "number": { "inQuran": 3480, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 21, "page": 411, "manzil": 5, "ruku": 355, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Haazaa khalqul laahi fa aroonee maazaa khalaqal lazeena min doonih; baliz zaalimoona fee dalalim Mubeen" } }, "translation": { "en": "This is the creation of Allah. So show Me what those other than Him have created. Rather, the wrongdoers are in clear error.", "id": "Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3480", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3480.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3480.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah menciptakan langit, meletakkan gunung, dan menurunkan hujan. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku, wahai orang-orang kafir, apa yang telah diciptakan oleh sesembahanmu selain Allah; mampukah mereka melakukan apa yang telah diperbuat oleh Allah? Tentu tidak. Penghambaanmu kepada mereka adalah kezaliman. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu, yakni mereka yang menyembah selain Allah, berada di dalam kesesatan dan kebodohan yang nyata.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa yang disebutkan pada ayat di atas itu adalah ciptaan Allah, baik yang ada di langit maupun di bumi. Tidak ada sesuatu pun yang bersekutu dengan Allah dalam menciptakan semua makhluk itu, dan tidak sesuatu pun yang berkuasa atasnya selain Allah. Segala keperluan untuk kelangsungan hidup makhluk itu, di mana ia dapat hidup dan di tempat mana ia akan mati, demikian pula tentang kegunaan dan bahaya yang dapat ditimbulkan makhluk itu, semuanya diketahui, diatur, dan dipelihara oleh Allah.\n\nKemudian Allah menantang orang-orang yang mempersekutukan-Nya, \"Cobalah tunjukkan kepada-Ku apa yang telah diciptakan berhala-berhala dan patung-patung yang kamu sembah itu. Apakah patung-patung itu berbuat sesuatu sehingga dapat diyakini sebagai Tuhan selain Aku.\"\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang-orang yang menyembah Tuhan selain Allah adalah orang yang bodoh, sesat, dan memperturutkan hawa nafsunya. Mereka adalah orang yang zalim kepada dirinya sendiri, sehingga mereka ditimpa azab karena memperturutkan hawa nafsunya." } } }, { "number": { "inQuran": 3481, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 21, "page": 412, "manzil": 5, "ruku": 356, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064f\u0642\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Luqmaanal hikmata anishkur lillaah; wa many yashkur fa innamaa yashkuru linafsihee wa man kafara fa innal laaha Ghaniyyun Hameed" } }, "translation": { "en": "And We had certainly given Luqman wisdom [and said], \"Be grateful to Allah.\" And whoever is grateful is grateful for [the benefit of] himself. And whoever denies [His favor] - then indeed, Allah is Free of need and Praiseworthy.", "id": "Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, ”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3481", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3481.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3481.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari penjelasan tentang buruknya akidah orang musyrik dan kezaliman mereka, pada ayat ini Allah memaparkan nasihat Lukman kepada anaknya, yang salah satunya berisi larangan berbuat syirik. Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah, yakni kemampu­an mendapatkan ilmu dan pemahaman serta mengamalkannya, kepada Lukman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat dan karunia-Nya! Dan barang siapa bersyukur kepada Allah maka sesungguhnya dia mendatangkan manfaat bersyukur itu untuk dirinya sendiri; dan sebaliknya, barang siapa tidak bersyukur lalu ingkar atas nikmat Allah maka sesungguhnya hal itu tidak akan merugikan Allah sedikit pun, sebab Allah Mahakaya dan tidak butuh penyembahan hamba-Nya, Maha Terpuji meski sekiranya tidak ada yang memuji-Nya.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menganugerahkan kepada Lukman hikmah, yaitu perasaan yang halus, akal pikiran, dan kearifan yang dapat menyampaikannya kepada pengetahuan yang hakiki dan jalan yang benar menuju kebahagiaan abadi. Oleh karena itu, ia bersyukur kepada Allah yang telah memberinya nikmat itu. Hal itu menunjukkan bahwa pengetahuan dan ajaran-ajaran yang disampaikan Lukman itu bukanlah berasal dari wahyu yang diturunkan Allah kepadanya, tetapi semata-mata berdasarkan ilmu dan hikmah yang telah dianugerahkan Allah kepadanya.\n\nBerdasarkan riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ibnu Jarir ath-thabari, Ibnu Mundzir, dan Ibnu Abi hatim dari Ibnu 'Abbas bahwa Lukman adalah seorang hamba/budak dan tukang kayu dari Habasyah. Kebanyakan ulama mengatakan bahwa Lukman adalah seorang yang arif, bijak, dan bukan nabi.\n\nBanyak riwayat yang menerangkan asal-usul Lukman ini, dan riwayat-riwayat itu antara yang satu dengan yang lain tidak ada kesesuaian. Said bin Musayyab mengatakan bahwa Lukman berasal dari Sudan, sebelah selatan Mesir. Zamakhsyari dan Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Lukman termasuk keturunan Bani Israil dan salah seorang cucu Azar, ayah Ibrahim. Menurut pendapat ini, Lukman hidup sebelum kedatangan Nabi Daud. Sedang menurut al-Waqidi, ia salah seorang qadhi Bani Israil. Ada pula riwayat yang menerangkan bahwa Lukman hanyalah seorang yang sangat saleh (wali), bukan seorang nabi. \n\nTerlepas dari semua pendapat riwayat di atas, apakah Lukman itu seorang nabi atau bukan, apakah ia orang Sudan atau keturunan Bani Israil, maka yang jelas dan diyakini ialah Lukman adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi hikmah, mempunyai akidah yang benar, memahami dasar-dasar agama Allah, dan mengetahui akhlak yang mulia. Namanya disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah seorang yang selalu menghambakan diri kepada-Nya.\n\nSebagai tanda bahwa Lukman itu seorang hamba Allah yang selalu taat kepada-Nya, merasakan kebesaran dan kekuasaan-Nya di alam semesta ini adalah sikapnya yang selalu bersyukur kepada Allah. Ia merasa dirinya sangat tergantung kepada nikmat Allah itu dan merasa dia telah mendapat hikmah dari-Nya.\n\nMenurut riwayat dari Ibnu 'Umar bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, \"Lukman bukanlah seorang nabi, tetapi ia adalah seorang hamba yang banyak melakukan tafakur, ia mencintai Allah, maka Allah mencintainya pula.\"\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang yang bersyukur kepada Allah, berarti ia bersyukur untuk kepentingan dirinya sendiri. Sebab, Allah akan menganugerahkan kepadanya pahala yang banyak karena syukurnya itu. Allah berfirman:\n\nBarang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia. (an-Naml/27: 40) \n\nSufyan bin Uyainah berkata, \"Siapa yang melakukan salat lima waktu berarti ia bersyukur kepada Allah, dan orang yang berdoa untuk kedua orang tuanya setiap usai salat, ia telah bersyukur kepada keduanya.\"\n\nOrang-orang yang mengingkari nikmat Allah dan tidak bersyukur kepada-Nya berarti ia telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri, karena Allah tidak akan memberinya pahala bahkan menyiksanya dengan siksaan yang pedih. Allah sendiri tidak memerlukan syukur hamba-Nya karena syukur hamba-Nya itu tidak akan memberikan keuntungan kepada-Nya sedikit pun, dan tidak pula akan menambah kemuliaan-Nya. Dia Mahakuasa lagi Maha Terpuji." } } }, { "number": { "inQuran": 3482, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 21, "page": 412, "manzil": 5, "ruku": 356, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064f\u0642\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u0644\u0650\u0627\u0628\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0647\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0646\u064e\u064a\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0643\u064e \u0644\u064e\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala luqmaanu libnihee wa huwa ya'izuhoo ya bunaiya laa tushrik billaah; innash shirka lazulmun 'azeem" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when Luqman said to his son while he was instructing him, \"O my son, do not associate [anything] with Allah. Indeed, association [with him] is great injustice.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3482", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3482.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3482.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia sesaat demi sesaat memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, dan ketauhilah bahwa sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar karena telah merendahkan martabat Sang Mahaagung ke posisi yang hina.”", "long": "Allah mengingatkan kepada Rasulullah nasihat yang pernah diberikan Lukman kepada putranya ketika ia memberi pelajaran kepadanya. Nasihat itu ialah, \"Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kezaliman yang sangat besar.\"\n\nMempersekutukan Allah dikatakan kezaliman karena perbuatan itu berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu menyamakan sesuatu yang melimpahkan nikmat dan karunia dengan sesuatu yang tidak sanggup memberikan semua itu. Menyamakan Allah sebagai sumber nikmat dan karunia dengan patung-patung yang tidak dapat berbuat apa-apa adalah perbuatan zalim. Perbuatan itu dianggap sebagai kezaliman yang besar karena yang disamakan dengan makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa itu adalah Allah Pencipta dan Penguasa semesta alam, yang seharusnya semua makhluk mengabdi dan mengham-bakan diri kepada-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu Mas'ud bahwa tatkala turun ayat:\n\nOrang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk. (al-An'am/6: 82) \n\ntimbullah keresahan di antara para sahabat Rasulullah saw. Mereka berpendapat bahwa amat berat menjaga keimanan agar tidak bercampur dengan kezaliman. Mereka lalu berkata kepada Rasulullah saw, \"Siapakah di antara kami yang tidak mencampuradukkan keimanan dengan kezaliman?\" Maka Rasulullah menjawab, \"Maksudnya bukan demikian, apakah kamu tidak mendengar perkataan Lukman, 'Hai anakku, jangan kamu menyekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya memper-sekutukan Allah adalah kezaliman yang besar.\"\n\nDari ayat ini dipahami bahwa di antara kewajiban ayah kepada anak-anaknya ialah memberi nasihat dan pelajaran, sehingga anak-anaknya dapat menempuh jalan yang benar, dan terhindar dari kesesatan. Hal ini sesuai dengan firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (at-Tahrim/66: 6) \n\nJika diperhatikan susunan kalimat ayat ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Lukman melarang anaknya menyekutukan Tuhan. Larangan ini adalah sesuatu yang memang patut disampaikan Lukman kepada putranya karena menyekutukan Allah adalah perbuatan dosa yang paling besar.\n\nAnak adalah generasi penerus dari orang tuanya. Cita-cita yang belum dicapai orang tua selama hidup di dunia diharapkan dapat tercapai oleh anaknya. Demikian pula kepercayaan yang dianut orang tuanya, di samping budi pekerti yang luhur, anak-anak diharapkan mewarisi dan memiliki semua nilai-nilai yang diikuti ayahnya itu di kemudian hari. Lukman telah melakukan tugas yang sangat penting kepada anaknya, dengan menyampaikan agama yang benar dan budi pekerti yang luhur. Cara Lukman menyampaikan pesan itu wajib dicontoh oleh setiap orang tua yang mengaku dirinya muslim." } } }, { "number": { "inQuran": 3483, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 21, "page": 412, "manzil": 5, "ruku": 356, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u0652\u0646\u064d \u0648\u064e\u0641\u0650\u0635\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0639\u064e\u0627\u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa wassainal bi waalidaihi hamalat hu ummuhoo wahnan 'alaa wahninw wa fisaaluhoo fee 'aamaini anishkur lee wa liwaalidaika ilaiyal maseer" } }, "translation": { "en": "And We have enjoined upon man [care] for his parents. His mother carried him, [increasing her] in weakness upon weakness, and his weaning is in two years. Be grateful to Me and to your parents; to Me is the [final] destination.", "id": "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3483", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3483.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3483.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama ibu. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah seiring makin besarnya kandungan dan saat melahirkan, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Jika demikian, bersyukurlah kepada-Ku atas nikmat yang telah Aku karuniakan kepadamu dan bersyukurlah juga kepada kedua orang tuamu karena melalui keduanya kamu bisa hadir di muka bumi ini. Hanya kepada Aku tempat kembalimu dan hanya Aku yang akan membalasmu dengan cara terbaik.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berusaha melaksanakan perintah-perintahnya dan mewujudkan keinginannya. Pada ayat-ayat lain, Allah juga memerintahkan yang demikian, firman-Nya:\n\nDan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. (al-Isra'/17: 23) \n\nHal-hal yang menyebabkan seorang anak diperintahkan berbuat baik kepada ibu adalah:\n\n1. Ibu mengandung seorang anak sampai ia dilahirkan. Selama masa mengandung itu, ibu menahan dengan sabar penderitaan yang cukup berat, mulai pada bulan-bulan pertama, kemudian kandungan itu semakin lama semakin berat, dan ibu semakin lemah, sampai ia melahirkan. Kekuatannya baru pulih setelah habis masa nifas.\n\n2. Ibu menyusui anaknya sampai usia dua tahun. Banyak penderitaan dan kesukaran yang dialami ibu dalam masa menyusukan anaknya. Hanya Allah yang mengetahui segala penderitaan itu.\n\nDalam ayat ini yang disebutkan hanya alasan mengapa seorang anak harus taat dan berbuat baik kepada ibunya, tidak disebutkan apa sebabnya seorang anak harus taat dan berbuat baik kepada bapaknya. Hal ini menunjukkan bahwa kesukaran dan penderitaan ibu dalam mengandung, memelihara, dan mendidik anaknya jauh lebih berat bila dibandingkan dengan penderitaan yang dialami bapak dalam memelihara anaknya. Penderitaan itu tidak hanya berupa pengorbanan sebagian dari waktu hidupnya untuk memelihara anaknya, tetapi juga penderitaan jasmani dan rohani. Seorang ibu juga menyediakan zat-zat penting dalam tubuhnya untuk makanan anaknya selama anaknya masih berupa janin di dalam kandungan. \n\nSesudah lahir ke dunia, sang anak itu lalu disusukannya dalam masa dua tahun (yang utama). Air susu ibu (ASI) juga terdiri dari zat-zat penting dalam darah ibu, yang disuguhkan dengan kasih sayang untuk dihisap oleh anaknya. Dalam ASI ini terdapat segala macam zat yang diperlukan untuk pertumbuhan jasmani dan rohani anak, dan untuk mencegah segala macam penyakit. Zat-zat ini tidak terdapat pada susu sapi. Oleh sebab itu, susu sapi dan yang sejenisnya tidak akan sama mutunya dengan ASI. Segala macam susu bubuk atau susu kaleng tidak ada yang sama mutunya dengan ASI.\n\nSeorang ibu sangat dihimbau untuk menyusui anaknya dengan ASI. Janganlah ia menggantinya dengan susu bubuk, kecuali dalam situasi yang sangat memaksa. Mendapatkan ASI dari ibunya adalah hak anak, dan menyusukan anak adalah suatu kewajiban yang telah dibebankan Allah kepada ibunya.\n\nDalam ayat ini, Allah hanya menyebutkan sebab-sebab manusia harus taat dan berbuat baik kepada ibunya. Nabi saw sendiri memerintahkan agar seorang anak lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibunya daripada kepada bapaknya, sebagaimana diterangkan dalam hadis:\n\nDari Bahz bin hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata, \"Aku bertanya ya Rasulullah, kepada siapakah aku wajib berbakti?\" Rasulullah menjawab, \"Kepada ibumu.\" Aku bertanya, \"Kemudian kepada siapa?\" Rasulullah menjawab, \"Kepada ibumu.\" Aku bertanya, \"Kemudian kepada siapa lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Kepada ibumu.\" Aku bertanya, \"Kemudian kepada siapa lagi?\" Rasulullah menjawab, \"Kepada bapakmu. Kemudian kepada kerabat yang lebih dekat, kemudian kerabat yang lebih dekat.\" (Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi) \n\nAdapun tentang lamanya menyusukan anak, Al-Qur'an memerintahkan agar seorang ibu menyusukan anaknya paling lama dua tahun, sebagaimana yang diterangkan dalam ayat ini, dengan firman-Nya, \"dan menyapihnya dalam masa dua tahun.\" Dalam ayat lain, Allah menentukan masa untuk menyusukan anak itu selama dua tahun. Allah berfirman:\n\nDan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. (al-Baqarah/2: 233) \n\nFirman-Nya lagi:\n\nMasa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. (al-Ahqaf/46: 15) \n\nPengertian ayat di atas adalah waktu yang dibutuhkan seorang ibu mengandung anaknya minimal enam bulan, dan masa menyusui dua puluh empat bulan atau dua tahun. Jika keduanya dijumlahkan akan ketemu bilangan 30 bulan.\n\nAl-Qur'an mengajarkan bahwa seorang ibu hendaknya menyusui anaknya dalam masa dua tahun. Pada ayat 233 surah al-Baqarah diterangkan bahwa masa menyusui dua tahun itu adalah bagi seorang ibu yang hendak menyusukan anaknya dengan sempurna. Maksudnya, bila ada sesuatu halangan, atau masa dua tahun itu dirasakan amat berat, maka boleh dikurangi.\n\nMasa menyusui dua tahun mengandung hikmah lainnya, yaitu untuk menjarangkan kelahiran. Dengan menjalankan pengaturan yang alami ini, seorang ibu hanya akan melahirkan paling cepat sekali dalam masa tiga tahun, atau kurang sedikit. Sebab dalam masa menyusui, seorang perempuan pada umumnya sukar untuk hamil kembali.\n\nKemudian Allah menjelaskan bahwa maksud dari \"berbuat baik\" dalam ayat ini adalah agar manusia selalu bersyukur setiap menerima nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan bersyukur pula kepada ibu bapak karena keduanya yang membesarkan, memelihara, dan mendidik serta bertanggung jawab atas diri mereka, sejak dalam kandungan sampai mereka dewasa dan sanggup berdiri sendiri. Masa membesarkan anak merupakan masa sulit karena ibu bapak menanggung segala macam kesusahan dan penderitaan, baik dalam menjaga maupun dalam usaha mencarikan nafkah anaknya. \n\nIbu-bapak dalam ayat ini disebut secara umum, tidak dibedakan antara ibu bapak yang muslim dengan yang kafir. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa anak wajib berbuat baik kepada ibu bapaknya, apakah ibu bapaknya itu muslim atau kafir.\n\nDi samping apa yang disebutkan di atas, masih ada beberapa hal yang mengharuskan anak menghormati dan berbuat baik kepada ibu bapak, antara lain:\n\n1. Ibu dan bapak telah mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Cinta dan kasih sayang itu terwujud dalam berbagai bentuk, di antaranya ialah membesarkan, mendidik, menjaga, dan memenuhi keinginan-keinginan anaknya. Usaha-usaha yang tidak mengikat itu dilakukan tanpa mengharapkan balasan apa pun dari anak-anaknya, kecuali agar mereka di kemudian hari menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.\n\n2. Anak adalah buah hati dan jantung dari ibu bapaknya, seperti yang disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Rasulullah bersabda, \"Fatimah adalah buah hatiku.\"\n\n3. Sejak dalam kandungan, lalu dilahirkan ke dunia hingga dewasa, kebutuhan makan, minum, pakaian, dan keperluan lain anak-anak ditanggung oleh ibu bapaknya.\n\nDengan perkataan lain dapat diungkapkan bahwa nikmat yang paling besar yang diterima oleh seorang manusia adalah nikmat dari Allah, kemudian nikmat yang diterima dari ibu bapaknya. Itulah sebabnya, Allah meletakkan kewajiban berbuat baik kepada kedua ibu bapak, sesudah kewajiban beribadah kepada-Nya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memperingatkan bahwa manusia akan kembali kepada-Nya, bukan kepada orang lain. Pada saat itu, Dia akan memberikan pembalasan yang adil kepada hamba-hamba-Nya. Perbuatan baik akan dibalas pahala yang berlipat ganda berupa surga, sedangkan perbuatan jahat akan dibalas dengan azab neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3484, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 21, "page": 412, "manzil": 5, "ruku": 356, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u06da \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in jaahadaaka 'alaaa an tushrika bee maa laisa laka bihee 'ilmun falaa tuti'humaa wa saahib humaa fid dunyaa ma'roofanw wattabi' sabeela man anaaba ilayy; summa ilaiya marji'ukum fa unabbi'ukum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "But if they endeavor to make you associate with Me that of which you have no knowledge, do not obey them but accompany them in [this] world with appropriate kindness and follow the way of those who turn back to Me [in repentance]. Then to Me will be your return, and I will inform you about what you used to do.", "id": "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3484", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3484.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3484.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski taat kepada kedua orang tua berada pada posisi setara dengan menyembah Allah, ia tidak bersifat mutlak. Jika keduanya atau salah satunya memaksamu secara sungguh-sungguh untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, terlebih jika engkau tahu besarnya dosa syirik, maka janganlah engkau menaati keduanya. Namun, jagalah hubungan baikmu dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, bahkan terbaik, selama keduanya tidak mencampuri urusan agamamu. Dan ikutilah jalan orang yang selalu kembali kepada-Ku dalam segala urusannya. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu di akhirat kelak, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan dan Aku akan memberi balasan sesuai amal perbuatanmu di dunia.", "long": "Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Sa'ad bin Abi Waqqash, ia berkata, \"Tatkala aku masuk Islam, ibuku bersumpah bahwa beliau tidak akan makan dan minum sebelum aku meninggalkan agama Islam itu. Untuk itu pada hari pertama aku mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau menolaknya dan tetap bertahan pada pendiriannya. Pada hari kedua, aku juga mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau masih tetap pada pendiriannya. Pada hari ketiga, aku mohon kepada beliau agar mau makan dan minum, tetapi tetap menolaknya. Oleh karena itu, aku berkata kepadanya, 'Demi Allah, seandainya ibu mempunyai seratus jiwa dan keluar satu persatu di hadapan saya sampai ibu mati, aku tidak akan meninggalkan agama yang aku peluk ini. Setelah ibuku melihat keyakinan dan kekuatan pendirianku, maka beliau pun mau makan.\"\n\nDari sebab turun ayat ini dapat diambil pengertian bahwa Sa'ad tidak berdosa karena tidak mengikuti kehendak ibunya untuk kembali kepada agama syirik. Hukum ini berlaku pula untuk seluruh umat Nabi Muhammad yang tidak boleh taat kepada orang tuanya mengikuti agama syirik dan perbuatan dosa yang lain.\n\nAyat ini menerangkan bahwa dalam hal tertentu, seorang anak dilarang menaati ibu bapaknya jika mereka memerintahkannya untuk menyekutukan Allah, yang dia sendiri memang tidak mengetahui bahwa Allah mempunyai sekutu, karena memang tidak ada sekutu bagi-Nya. Sepanjang pengetahuan manusia, Allah tidak mempunyai sekutu. Karena menurut naluri, manusia harus mengesakan Tuhan.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan agar seorang anak tetap bersikap baik kepada kedua ibu bapaknya dalam urusan dunia, seperti menghormati, menyenangkan hati, serta memberi pakaian dan tempat tinggal yang layak baginya, walaupun mereka memaksanya mempersekutukan Tuhan atau melakukan dosa yang lain.\n\nPada ayat lain diperingatkan bahwa seseorang anak wajib mengucapkan kata-kata yang baik kepada ibu bapaknya. Jangan sekali-kali bertindak atau mengucapkan kata-kata yang menyinggung hatinya, sekalipun hanya kata-kata \"ah\". Allah berfirman:\n\n¦maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan \"ah\". (al-Isra'/17: 23) \n\nPada akhir ayat ini kaum Muslimin diperintahkan agar mengikuti jalan orang yang menuju kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak mengikuti jalan orang yang menyekutukan-Nya dengan makhluk. Kemudian ayat ini ditutup dengan peringatan dari Allah bahwa hanya kepada-Nya manusia kembali, dan Ia akan memberitahukan apa-apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3485, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 21, "page": 412, "manzil": 5, "ruku": 356, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0646\u064e\u064a\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062d\u064e\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0631\u0652\u062f\u064e\u0644\u064d \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0637\u0650\u064a\u0641\u064c \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Ya bunaiya innahaaa in taku misqaala habbatim min khardalin fatakun fee sakhratin aw fis samaawaati aw fil ardi yaati bihal laa; innal laaha lateefun Khabeer" } }, "translation": { "en": "[And Luqman said], \"O my son, indeed if wrong should be the weight of a mustard seed and should be within a rock or [anywhere] in the heavens or in the earth, Allah will bring it forth. Indeed, Allah is Subtle and Acquainted.", "id": "(Lukman berkata), ”Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3485", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3485.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3485.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lukman melanjutkan nasihatnya, “Wahai anakku! Sungguh, jika ada suatu perbuatan yang sangat kecil dan tersembunyi, layaknya benda yang bobotnya hanya seberat biji sawi dan berada dalam batu atau berada di langit atau di perut bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, betapa pun kecil dan halus.", "long": "Lukman berwasiat kepada anaknya agar beramal dengan baik karena apa yang dilakukan manusia, dari yang besar sampai yang sekecil-kecilnya, yang tampak dan yang tidak tampak, yang terlihat dan yang tersembunyi, baik di langit maupun di bumi, pasti diketahui Allah. Oleh karena itu, Allah pasti akan memberikan balasan yang setimpal dengan perbuatan manusia itu. Perbuatan baik akan dibalas dengan surga, sedang perbuatan jahat dan dosa akan dibalas dengan neraka. Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu dan tidak ada yang luput sedikit pun dari pengetahuan-Nya. \n\nAllah kemudian melukiskan dalam firman-Nya tentang penimbangan perbuatan manusia:\n\nDan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit. (al-Anbiya'/21: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 3486, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 21, "page": 412, "manzil": 5, "ruku": 356, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0646\u064e\u064a\u0651\u064e \u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0646\u0652\u0647\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0632\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Yaa bunaiya aqimis-Salaata waamur bilma'roofi wanha 'anil munkari wasbir 'alaa maaa asaabaka inna zaalika min 'azmil umoor" } }, "translation": { "en": "O my son, establish prayer, enjoin what is right, forbid what is wrong, and be patient over what befalls you. Indeed, [all] that is of the matters [requiring] determination.", "id": "Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3486", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3486.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3486.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai anakku! Laksanakanlah salat secara sempurna dan konsisten, jangan sekali pun engkau meninggalkannya, dan suruhlah manusia berbuat yang makruf, yakni sesuatu yang dinilai baik oleh masyarakat dan tidak bertentangan dengan syariat, dan cegahlah mereka dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu sebab hal itu tidak lepas dari kehendak-Nya dan bisa jadi menaikkan derajat keimananmu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting dan tidak boleh diabaikan.", "long": "Pada ayat ini, Lukman mewasiatkan kepada anaknya hal-hal berikut:\n\na.Selalu mendirikan salat dengan sebaik-baiknya, sehingga diridai Allah. Jika salat yang dikerjakan itu diridai Allah, perbuatan keji dan perbuatan mungkar dapat dicegah, jiwa menjadi bersih, tidak ada kekhawatiran terhadap diri orang itu, dan mereka tidak akan bersedih hati jika ditimpa cobaan, dan merasa dirinya semakin dekat dengan Tuhannya.\n\nNabi saw bersabda:\n\nSembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) \n\nb.Berusaha mengajak manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang diridai Allah, berusaha membersihkan jiwa dan mencapai keberuntungan, serta mencegah mereka agar tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa. Allah berfirman:\n\nSungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (asy-Syams/91: 9-10)\n\nc.Selalu bersabar dan tabah terhadap segala macam cobaan yang menimpa, akibat dari mengajak manusia berbuat baik dan meninggalkan perbuatan yang mungkar, baik cobaan itu dalam bentuk kesenangan dan kemegahan, maupun dalam bentuk ke-sengsaraan dan penderitaan.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa Allah memerintahkan tiga hal tersebut di atas karena merupakan pekerjaan yang amat besar faedahnya bagi yang mengerjakannya dan memberi manfaat di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3487, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 21, "page": 412, "manzil": 5, "ruku": 356, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0635\u064e\u0639\u0651\u0650\u0631\u0652 \u062e\u064e\u062f\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062d\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u064e\u062e\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laa tusa'-'ir khaddaka linnaasi wa laa tamshi fil ardi maarahan innal laaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhoor" } }, "translation": { "en": "And do not turn your cheek [in contempt] toward people and do not walk through the earth exultantly. Indeed, Allah does not like everyone self-deluded and boastful.", "id": "Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3487", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3487.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3487.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah kamu sombong. Janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia secara congkak dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Bersikaplah tawaduk dan rendah hati kepada siapa pun. Sungguh, Allah tidak menyukai dan tidak pula melimpahkan kasih sayang-Nya kepada orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.", "long": "Ayat ini menerangkan lanjutan wasiat Lukman kepada anaknya, yaitu agar anaknya berbudi pekerti yang baik, dengan cara:\n\n1. Jangan sekali-kali bersifat angkuh dan sombong, membanggakan diri dan memandang rendah orang lain. Tanda-tanda seseorang yang bersifat angkuh dan sombong itu ialah:\n\n-Bila berjalan dan bertemu dengan orang lain, ia memalingkan mukanya, tidak mau menegur atau memperlihatkan sikap ramah.\n\n-Berjalan dengan sikap angkuh, seakan-akan ia yang berkuasa dan yang paling terhormat. Firman Allah:\n\nDan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung. (al-Isra'/17: 37)\n\nDalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:\n\nJanganlah kamu saling membenci, janganlah kamu saling membelakangi dan janganlah kamu saling mendengki, dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim memencilkan (tidak berbaik) dengan temannya lebih dari tiga hari. (Riwayat Malik dari Anas bin Malik)\n\n2. Hendaklah berjalan secara wajar, tidak dibuat-buat dan kelihatan angkuh atau sombong, dan lemah lembut dalam berbicara, sehingga orang yang melihat dan mendengarnya merasa senang dan tenteram hatinya. Berbicara dengan sikap keras, angkuh, dan sombong dilarang Allah karena gaya bicara yang semacam itu tidak enak didengar, menyakitkan hati dan telinga. Hal itu diibaratkan Allah dengan suara keledai yang tidak nyaman didengar.\n\nYahya bin Jabir ath-tha'i meriwayatkan dari Gudhaif bin haris, ia berkata, \"Aku duduk dekat 'Abdullah bin 'Amr bin al-'ash, maka aku mendengar ia berkata, 'Sesungguhnya kubur itu akan berbicara dengan orang yang dikuburkan di dalamnya, ia berkata, 'Hai anak Adam apakah yang telah memperdayakan engkau, sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah tempat engkau berada sendirian? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku tempat yang gelap? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah kebenaran? Apakah yang memperdayakan engkau sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Sesungguhnya engkau waktu hidup menyombongkan diri.\"\n\nSederhana atau wajar dalam berjalan dan berbicara bukan berarti berjalan dengan menundukkan kepala dan berbicara dengan lunak. Akan tetapi, maksudnya ialah berjalan dan berbicara dengan sopan dan lemah lembut, sehingga orang merasa senang melihatnya. Adapun berjalan dengan sikap gagah dan wajar, serta berkata dengan tegas yang menunjukkan suatu pendirian yang kuat, tidak dilarang oleh agama.\n\nMenurut suatu riwayat dari 'Aisyah r.a. bahwa beliau melihat seorang laki-laki berjalan menunduk lemah, seakan-akan telah kehilangan kekuatan tubuhnya, maka beliau pun bertanya, \"Mengapa orang itu berjalan terlalu lemah dan lambat?\" Seseorang menjawab, \"Dia adalah seorang fuqaha yang sangat alim.\" Mendengar jawaban itu 'Aisyah berkata, \"Umar adalah penghulu fuqaha, tetapi apabila berjalan, ia berjalan dengan sikap yang gagah, apabila berkata, ia bersuara sedikit keras, dan apabila memukul, maka pukulannya sangat keras.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3488, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 21, "page": 412, "manzil": 5, "ruku": 356, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0642\u0652\u0635\u0650\u062f\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0634\u0652\u064a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0636\u064f\u0636\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0635\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0643\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0643\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0635\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0635\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Waqsid fee mashyika waghdud min sawtik; inna ankaral aswaati lasawtul hameer" } }, "translation": { "en": "And be moderate in your pace and lower your voice; indeed, the most disagreeable of sounds is the voice of donkeys.\"", "id": "Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3488", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3488.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3488.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika engkau melangkahkan kakimu, sederhanakanlah dalam berjalan, jangan terlalu cepat atau terlalu lambat. Dan lunakkanlah suaramu ketika sedang berbicara agar tidak terdengar kasar seperti suara keledai, karena sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”", "long": "Ayat ini menerangkan lanjutan wasiat Lukman kepada anaknya, yaitu agar anaknya berbudi pekerti yang baik, dengan cara:\n\n1. Jangan sekali-kali bersifat angkuh dan sombong, membanggakan diri dan memandang rendah orang lain. Tanda-tanda seseorang yang bersifat angkuh dan sombong itu ialah:\n\n-Bila berjalan dan bertemu dengan orang lain, ia memalingkan mukanya, tidak mau menegur atau memperlihatkan sikap ramah.\n\n-Berjalan dengan sikap angkuh, seakan-akan ia yang berkuasa dan yang paling terhormat. Firman Allah:\n\nDan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung. (al-Isra'/17: 37)\n\nDalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:\n\nJanganlah kamu saling membenci, janganlah kamu saling membelakangi dan janganlah kamu saling mendengki, dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim memencilkan (tidak berbaik) dengan temannya lebih dari tiga hari. (Riwayat Malik dari Anas bin Malik)\n\n2. Hendaklah berjalan secara wajar, tidak dibuat-buat dan kelihatan angkuh atau sombong, dan lemah lembut dalam berbicara, sehingga orang yang melihat dan mendengarnya merasa senang dan tenteram hatinya. Berbicara dengan sikap keras, angkuh, dan sombong dilarang Allah karena gaya bicara yang semacam itu tidak enak didengar, menyakitkan hati dan telinga. Hal itu diibaratkan Allah dengan suara keledai yang tidak nyaman didengar.\n\nYahya bin Jabir ath-tha'i meriwayatkan dari Gudhaif bin haris, ia berkata, \"Aku duduk dekat 'Abdullah bin 'Amr bin al-'ash, maka aku mendengar ia berkata, 'Sesungguhnya kubur itu akan berbicara dengan orang yang dikuburkan di dalamnya, ia berkata, 'Hai anak Adam apakah yang telah memperdayakan engkau, sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah tempat engkau berada sendirian? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku tempat yang gelap? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah kebenaran? Apakah yang memperdayakan engkau sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Sesungguhnya engkau waktu hidup menyombongkan diri.\"\n\nSederhana atau wajar dalam berjalan dan berbicara bukan berarti berjalan dengan menundukkan kepala dan berbicara dengan lunak. Akan tetapi, maksudnya ialah berjalan dan berbicara dengan sopan dan lemah lembut, sehingga orang merasa senang melihatnya. Adapun berjalan dengan sikap gagah dan wajar, serta berkata dengan tegas yang menunjukkan suatu pendirian yang kuat, tidak dilarang oleh agama.\n\nMenurut suatu riwayat dari 'Aisyah r.a. bahwa beliau melihat seorang laki-laki berjalan menunduk lemah, seakan-akan telah kehilangan kekuatan tubuhnya, maka beliau pun bertanya, \"Mengapa orang itu berjalan terlalu lemah dan lambat?\" Seseorang menjawab, \"Dia adalah seorang fuqaha yang sangat alim.\" Mendengar jawaban itu 'Aisyah berkata, \"Umar adalah penghulu fuqaha, tetapi apabila berjalan, ia berjalan dengan sikap yang gagah, apabila berkata, ia bersuara sedikit keras, dan apabila memukul, maka pukulannya sangat keras.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3489, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u063a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u0650\u0639\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0646\u064e\u0629\u064b \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Alam taraw annal laaha sakhkhara lakum maa fis sa maawaati wa maa fil ardi wa asbaha 'alaikum ni'amahoo zaahiratanw wa baatinah; wa minan naasi many yujaadilu fil laahi bighayri 'ilminw wa laa hudanw wa laa Kitaabim muneer" } }, "translation": { "en": "Do you not see that Allah has made subject to you whatever is in the heavens and whatever is in the earth and amply bestowed upon you His favors, [both] apparent and unapparent? But of the people is he who disputes about Allah without knowledge or guidance or an enlightening Book [from Him].", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3489", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3489.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3489.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Titik berat nasihat-nasihat yang Lukman berikan kepada anaknya adalah larangan berbuat. Melaui ayat ini Allah mengecam mereka yang berlaku syirik padahal di depan matanya terhampar bukti-bukti keesaan-Nya. Tidakkah kamu memperhatikan dengan saksama bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk kepentingan-mu dan memenuhi kebutuhanmu? Dia juga menyempurnakan nikmat-Nya untukmu yang bersifat lahir seperti harta dan jabatan, dan yang bersifat batin seperti ilmu, kesehatan, dan keimanan. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah tentang risalah Nabi Muhammad, syariat, dan keesaan Allah dengan bantahan tanpa dasar ilmu atau petunjuk yang benar dan tanpa Kitab yang memberi penerangan dan bimbingan menuju kebenaran.", "long": "Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang ada di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat daripadanya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang benderang. Sinar matahari itu dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang akan menjadi bahan makanan bagi manusia. \n\nBulan dan bintang dijadikan-Nya bercahaya, yang dapat menerangi malam yang gelap dan menjadi petunjuk bagi kapal yang mengarungi lautan. Diturunkannya hujan yang membasahi bumi dan menyuburkan tumbuh-tumbuhan, dan airnya untuk minuman manusia dan binatang, dan sebagian air itu disimpan dalam tanah sebagai persiapan musim kemarau. Dia menjadikan aneka ragam barang tambang, gas alam, dan sebagainya, yang semuanya itu dapat diambil manfaatnya oleh manusia. Tidaklah ada yang sanggup menghitung nikmat Allah yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia. \n\nDari Ibnu 'Abbas r.a., \"Saya bertanya kepada Nabi saw, 'Hai Rasulullah, apa makna nikmat lahiriah? Beliau menjawab, 'Budi baik seseorang. Dan nikmat batiniah adalah dia diberi hidayah beragama Islam.\" (Riwayat al-Baihaqi)\n\nAda orang yang berpendapat bahwa adh-dhahirah ialah kesehatan dan budi pekerti yang luhur, dan al-bathinah ialah pengetahuan dan akal pikiran. Ada pula yang mengartikan adh-dhahirah dengan semua nikmat Allah yang tampak, seperti harta kekayaan, kemegahan, kecantikan, dan ketaatan, sedang al-bathinah ialah pengetahuan tentang Allah, keyakinan yang baik, pengetahuan tentang hakikat hidup yang sebenarnya, dan sebagainya. Sekalipun terdapat perbedaan tentang arti adh-dhahirah dan al-bathinah itu, namun dapat diambil kesimpulan bahwa keduanya merupakan nikmat-nikmat yang dilimpahkan Allah kepada manusia dan dapat dirasakannya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memperingatkan bahwa sekalipun Ia telah melimpahkan nikmat yang tidak terhingga kepada manusia, namun masih banyak manusia yang membantah dan mengingkari nikmat-nikmat itu, seperti Nadhar bin haris, Ubay bin Khalaf, dan lain-lain. Mereka membantah bukti yang dikemukakan Al-Qur'an dan seruan Nabi dengan tidak berdasarkan pada ilmu pengetahuan, hujah yang benar, dan wahyu dan kitab yang diturunkan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3490, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 164, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahumut-tabi'oo maaa anzalal laahu qaaloo bal nattabi'u maa wajadnaa 'alaihi aabaaa'anaa; awalaw kaanash Shaitaanu yad'oohum ilaa 'azaabis sa'eer" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Follow what Allah has revealed,\" they say, \"Rather, we will follow that upon which we found our fathers.\" Even if Satan was inviting them to the punishment of the Blaze?", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, ”Ikutilah apa yang diturunkan Allah!” Mereka menjawab, ”(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami.” Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3490", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3490.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3490.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila dikatakan kepada mereka yang membantah keesaan Allah, “Ikutilah apa yang diturunkan Allah berupa syariat yang benar!” Mereka menjawab, “Tidak! Tetapi kami hanya mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami.” Jawaban ini menggambarkan buruknya akidah mereka. Apakah mereka tetap mengikuti keyakinan nenek moyang mereka walaupun sebenarnya mereka hanya mengikuti langkah setan yang menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala? Mereka pasti tidak akan berbuat demikian andaikata mau menggunakan akal dan nurani yang sehat.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang kafir seperti yang disebutkan ayat di atas tidak dapat diharapkan lagi untuk beriman karena mereka sangat ingkar dan pikiran mereka telah ditutupi oleh taklid buta kepada nenek moyang mereka. Oleh karena itu, mereka tidak lagi menghiraukan dalil-dalil yang dike-mukakan. Sifat dan sikap mereka digambarkan Allah dalam ayat ini dengan mengatakan, \"Apabila dikatakan kepada orang-orang yang membantah keesaan Allah itu, 'Ikutilah apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, mereka menjawab, 'Kami mengikuti apa yang telah diajarkan kepada kami oleh bapak-bapak kami, dan mereka telah mengajarkan agama yang benar dan ketentuan-ketentuan yang baik bagi kami.\"\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang-orang musyrik itu tetap mengikuti agama nenek moyang mereka, walaupun orang-orang tua mereka itu tidak berpengetahuan dan tidak pernah mendapat petunjuk. Hal itu menunjukkan bahwa dalam hal kepercayaan, mereka tidak lagi menggunakan akal pikiran, tetapi telah diperbudak oleh hawa nafsu. Hawa nafsu yang demikian itu diembuskan dan ditanamkan oleh setan ke dalam hati orang-orang kafir, sehingga mereka tidak akan dapat melihat kebenaran. Akibat dari tindakan itu, mereka akan terjerumus ke dalam azab neraka Jahanam di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 3491, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0631\u0652\u0648\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u062b\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa many yuslim wajha hooo ilal laahi wa huwa muhsinun faqadistamsaka bil'ur watil wusqaa; wa ilal laahi 'aaqibatul umoor" } }, "translation": { "en": "And whoever submits his face to Allah while he is a doer of good - then he has grasped the most trustworthy handhold. And to Allah will be the outcome of [all] matters.", "id": "Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3491", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3491.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3491.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh mengherankan jika seseorang mengingkari wujud dan keesaan-Nya, apalagi hal itu hanya didasarkan pada taklid buta. Ia tidak memiliki pegangan, berbeda halnya dengan orang yang berserah diri kepada Allah. Siapa saja yang berserah diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan, sedang dia orang yang berbuat kebaikan dengan menebarkan kebajikan kepada siapa pun dan di mana pun, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kukuh. Di akhirat ia akan memperoleh balasannya karena hanya kepada Allah kesudahan segala urusan untuk diputuskan dan dibalas dengan sangat adil.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah Allah, tunduk dan merendahkan diri kepada-Nya, ikhlas dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan meninggalkan semua perbuatan maksiat dan mungkar, berarti telah berpegang pada buhul tali yang kukuh.\n\nMaksud perkataan \"ihsan\" dalam ayat ini ialah beribadah kepada Allah dengan sungguh-sungguh, sehingga merasakan seolah-olah berhadapan langsung dengan-Nya, sebagaimana yang diterangkan oleh hadis, bahwa Nabi saw ditanya Jibril:\n\nTerangkanlah kepadaku tentang ihsan, Nabi saw menjawab, \"Bahwa engkau menyembah Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihat engkau.\" (Riwayat Muslim dari 'Umar) \n\nAllah mengibaratkan orang yang melakukan \"ihsan\" yang benar-benar beriman kepada-Nya, taat melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menghentikan larangan-larangan-Nya adalah sebagai pendaki gunung, yang menggunakan tali yang dibundelkan pada tempat berpegang. Ia tidak usah khawatir karena ia menggunakan tali dengan buhul-buhul yang kuat dan kukuh tempat berpegang. Tidak ada kekhawatiran sedikit pun dalam hatinya akan jatuh.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa semua makhluk kembali kepada Allah saja. Oleh karena itu, hanya Dialah yang memberikan penghargaan yang baik kepada orang yang bertawakal dengan memberikan pembalasan yang baik pula." } } }, { "number": { "inQuran": 3492, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u0643\u064e \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0646\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa man kafara falaa yahzunka kufruh; ilainaa marji'uhum fanunabbi'uhum bimaa 'amiloo; innal laaha 'aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "And whoever has disbelieved - let not his disbelief grieve you. To Us is their return, and We will inform them of what they did. Indeed, Allah is Knowing of that within the breasts.", "id": "Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu (Muhammad). Hanya kepada Kami tempat kembali mereka, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3492", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3492.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3492.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, jika segala urusan kembali kepada Allah untuk diputuskan dengan adil maka siapa saja yang memilih jalan kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami tempat kembali mereka di akhirat nanti, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan kemudian Kami balas dengan setimpal. Tidak ada yang bisa disembunyikan di akhirat nanti karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, bahkan yang tersirat dalam isi hati.", "long": "Ayat ini merupakan hiburan kepada Nabi saw dan para sahabat yang merasa sedih oleh sikap dan tingkah laku orang-orang musyrik kepada mereka. Seakan-akan Allah mengatakan, \"Hai Nabi, janganlah engkau bersedih hati lantaran kekafiran mereka. Sebab, tugasmu hanya menyampaikan agama-Ku kepada mereka, bukan untuk menjadikan mereka beriman. Mereka semua akan kembali kepada-Ku pada hari Kiamat, lalu dikabarkan kepada mereka segala yang pernah mereka perbuat selama hidup di dunia. Aku akan mengadakan penilaian yang adil terhadapnya karena Aku mengetahui semua yang terkandung di dalam hati mereka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3493, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064f\u0645\u064e\u062a\u0651\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064e\u0636\u0652\u0637\u064e\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064d", "transliteration": { "en": "Numatti'uhum qaleelan summa nadtarruhum ilaa 'azaabin ghaleez" } }, "translation": { "en": "We grant them enjoyment for a little; then We will force them to a massive punishment.", "id": "Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3493", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3493.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3493.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua akan mendapat balasan setimpal, karena itulah Kami biarkan mereka bersenang-senang di dunia yang hanya sebentar dan serba terbatas. Kemudian apabila masa yang telah Kami tentukan tiba, Kami paksa mereka masuk ke dalam azab yang keras.", "long": "Ayat ini menerangkan kepada orang-orang kafir bahwa mereka hanya diberi kesenangan hidup yang sebentar dan bersifat sementara. Selama waktu yang sedikit itu, mereka dapat mempergunakan nikmat-nikmat yang disediakan Allah dan mengecap kesenangan hidup. Akan tetapi, kesenangan sementara itu tidak ada artinya sama sekali jika dibandingkan dengan kesenangan ukhrawi. Kesenangan sementara itu akan hilang, seakan-akan tidak pernah mereka alami, di saat mereka menemui azab yang pedih di alam neraka nanti. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah yang lain:\n\nKatakanlah, \"Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.\" (Bagi mereka) kesenangan (sesaat) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka. (Yunus/10: 69-70)" } } }, { "number": { "inQuran": 3494, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in sa altahum man khalaqas samaawaati wal arda la yaqoolunnal laah; qulil hamdu lillaah; bal aksaruhum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And if you asked them, \"Who created the heavens and earth?\" they would surely say, \"Allah.\" Say, \"[All] praise is [due] to Allah \"; but most of them do not know.", "id": "Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, ”Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, ”Allah.” Katakanlah, ”Segala puji bagi Allah,” tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3494", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3494.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3494.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kesadaran manusia, bahkan orang musyrik, tentang eksistensi Tuhan sesungguhnya merupakan fitrah sehingga tidak bisa dihilangkan. Dan sebagai buktinya, sungguh jika engkau wahai Nabi Muhammad tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka mengakui dan akan menjawab, “Allah.” Meski demikian, adalah mengherankan bagaimana mereka tetap menyembah selain Allah. Jika demikian, katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Segala puji bagi Allah bahwa mereka mengakui eksistensi Allah yang memang tidak bisa diingkari oleh siapa pun.” Tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui dan menyadari kesesatannya dalam menyekutukan Allah.", "long": "Ayat ini menyatakan kebodohan dan kefanatikan orang-orang musyrik terhadap agama nenek moyang mereka. Bukti kebodohan mereka itu dinyatakan Allah, \"Dan jika engkau tanyakan kepada orang-orang musyrik itu, hai Muhammad, tentang siapa yang menciptakan langit dan bumi, mereka akan menjawab bahwa yang menciptakan keduanya itu dan apa yang terdapat di dalamnya adalah Allah.\"\n\nPengakuan mereka ini adalah pengakuan yang benar, dan mereka akan terpaksa menjawab demikian, karena memang sudah amat jelas bahwa yang menjadikan alam ini adalah Allah. Berdasarkan pengakuan itu seharusnya mereka menyembah dan menghambakan diri kepada Allah saja, karena Dialah Tuhan yang berhak disembah. Akan tetapi, perbuatan dan sikap mereka itu berlawanan dengan pengakuan mereka karena mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat.\n\nKemudian Allah mengajarkan kepada Rasul-Nya bahwa di kala orang-orang musyrik itu menjawab demikian, maka ucapkanlah, \"Segala puji bagi Allah.\" Karena dengan jawaban semacam itu, mereka telah mengakui kesalahan mereka menyembah apa yang sepatutnya tidak disembah. \n\nAllah memperingatkan pula bahwa jika mereka melakukan perbuatan yang berlawanan dengan pengakuan mereka sendiri, maka hal itu disebabkan karena kebanyakan dari orang-orang musyrik itu tidak mengetahui siapa yang berhak mendapat pujian dan ungkapan syukur manusia. Pada pengakuan kaum musyrik itu terdapat suatu kenyataan bahwa walaupun mereka mendustakan Nabi Muhammad, tetapi karena mereka percaya bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan, maka pada hakikatnya mereka mengakui kerasulan. Menurut logika dan pikiran, Allah telah menciptakan alam ini, termasuk manusia, tentu Ia tidak akan melepaskannya begitu saja. Tuhan tentu mengirim rasul-rasul untuk memberi taufik dan hidayah-Nya kepada manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3495, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Lilaahi ma fis samaa waati wal ard; innal laaha Huwal Ghaniyyul Hameed" } }, "translation": { "en": "To Allah belongs whatever is in the heavens and earth. Indeed, Allah is the Free of need, the Praiseworthy.", "id": "Milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3495", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3495.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3495.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya Allah yang berhak disembah dan ditaati, sebab hanya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya; dia tidak butuh ibadah hamba-Nya. Dia pun Maha Terpuji meski tidak seorang pun memuji-Nya.", "long": "Hanya Allah yang memiliki langit dan bumi beserta segala sesuatu yang ada di dalamnya, tidak ada yang lain karena Dialah yang menciptakannya. Dialah yang mengatur, menjaga, memelihara, dan menentukan akhir kejadiannya. Dia berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya. Oleh karena itu, pantaslah ia dipuji dan disanjung, serta pantas pula dipanjatkan syukur kepada-Nya. Dia tidak memerlukan sesuatu apa pun dari makhluk-Nya.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa menurut agama Islam, harta ini adalah milik Allah. Manusia hanya dipinjamkan dan diperbolehkan untuk memanfaatkannya, sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama. Oleh karena itu, Allah bisa saja mengambil secara paksa seluruh milik manusia. Namun demikian, karena Allah tahu bahwa manusia mempunyai sifat kikir, maka Ia tidak melakukan hal itu. Allah hanya mengambil sebagian dari harta yang wajib dizakati. Dalam hal ini, waliyyul-amri (pemerintah) berhak mengambil, kalau perlu secara paksa, harta zakat yang ada pada kaum Muslimin, untuk disalurkan pada jalan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3496, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0642\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f \u064a\u064e\u0645\u064f\u062f\u0651\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0628\u0652\u062d\u064f\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0641\u0650\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa law annamaa fil ardi min shajaratin aqlaamunw wal bahru yamudduhoo mim ba'dihee sab'atu abhurim maa nafidat Kalimaatul laah; innal laaha 'azeezun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And if whatever trees upon the earth were pens and the sea [was ink], replenished thereafter by seven [more] seas, the words of Allah would not be exhausted. Indeed, Allah is Exalted in Might and Wise.", "id": "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3496", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3496.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3496.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menggambarkan betapa sempurna kuasa Allah dan betapa luas ilmu-Nya. Seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, dan ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi untuk menjadi tinta setelah habis-nya lautan yang pertama, niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat-kalimat Allah dituliskan. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, tidak ada satu pun yang sanggup mengalahkan-Nya Mahabijaksana dalam setiap pengaturan dan kebijakan-Nya (Lihat: al-Kahf/18: 109).", "long": "Diriwayatkan bahwa tatkala Rasulullah masih berada di Mekah turunlah ayat:\n\nDan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, \"Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.\" (al- Isra'/17: 85)\n\nTatkala berhijrah ke Medinah, Rasulullah datang kepada rahib-rahib Yahudi. Mereka berkata, \"Ya Muhammad, telah sampai kepada kami bahwa engkau berkata, 'dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. Apakah kami yang kamu maksudkan dengan perkataan itu, atau kaummu?\" Rasulullah menjawab, \"Semuanya yang aku maksudkan.\" Mereka berkata, \"Bukankah telah engkau baca dalam kitab yang diturunkan kepadamu bahwa kepada kami telah diturunkan Taurat dan di dalamnya terdapat ilmu tentang segala sesuatu.\" Rasulullah berkata, \"Ilmu dalam Taurat itu sedikit, jika dibandingkan dengan ilmu Allah, dan sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku sesuatu, yang jika kamu amalkan, niscaya akan memberi manfaat kepadamu.\" Mereka berkata, \"Ya Muhammad, kenapa kamu mengatakan demikian, sedang engkau mengatakan, 'dan barang siapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberikan kebajikan yang banyak. Bagaimana mungkin berkumpul pada sesuatu, ilmu yang sedikit dan kebaikan yang banyak?\" Maka Allah menurunkan ayat ini sebagai jawaban.\n\nAyat ini menerangkan tentang keluasan ilmu Allah. Hal ini diibaratkan bahwa seandainya seluruh pohon-pohon yang di muka bumi dijadikan pena untuk mencatat ilmu Allah itu, dan seluruh air laut dijadikan tintanya, kemudian ditambah dengan tujuh kali sebanyak itu, maka kalimat Allah itu belum juga habis tertulis. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).\" (al- Kahf/18: 109)\n\nArti \"kalimat Allah\" dalam ayat ini banyak sekali, termasuk di dalamnya kekuasaan Allah, hakikat segala sesuatu, ketentuan dan perkataan Allah, ilmu dan segala macam ciptaan-Nya. Di samping itu, juga termasuk ke dalamnya penciptaan langit dan bumi dengan segala macam yang ada di dalamnya, sejak dari yang besar sampai kepada yang halus, sejak dari binatang yang paling besar sampai kepada ribuan bakteri yang paling halus. Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, binatang-binatang yang ada di cakrawala dengan segala aturan-aturan dan banyak lagi yang lain yang tidak terhitung jumlahnya, semuanya termasuk dalam kalimat Allah.\n\nPada ayat ini ditegaskan bahwa Allah Mahakeras tuntutan-Nya. Segala kehendak dan keputusan-Nya pasti terlaksana dan Dia Maha Bijaksana dalam segala tindakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3497, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 21, "page": 413, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062b\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Maa khalqukum wa laa ba'sukum illaa kanafsinw-waa hidah; innal laaha Samee'um Baseer" } }, "translation": { "en": "Your creation and your resurrection will not be but as that of a single soul. Indeed, Allah is Hearing and Seeing.", "id": "Menciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (mudah). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3497", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3497.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3497.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kehendak dan kuasa-Nya bersifat mutlak, maka menciptakan dan membangkitkan kamu setelah kematanmu bagi Allah hanyalah seperti menciptakan dan membangkitkan satu jiwa saja; itu sama sekali bukan hal sulit bagi-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat (Lihat pula: Yàsìn/36: 82).", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa menjadikan segala sesuatu merupakan hal yang mudah bagi Allah. Apakah menjadikan sesuatu yang besar, kecil, ruwet, atau menjadikan sesuatu dalam jumlah yang sedikit, semuanya sama saja bagi Allah. Begitu pula membangkitkan manusia dari dalam kuburnya di hari Kiamat adalah mudah bagi Allah. Membangkitkan seluruh manusia bagi Allah tidak ubahnya seperti membangkitkan seorang saja. Tidak ada sesuatu pun yang sukar bagi-Nya. Jika Allah berkehendak terjadinya sesuatu, cukuplah Dia mengucapkan, \"Kun\" (jadilah), maka jadilah yang dikehendaki-Nya itu. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36: 82) \n\nDan firman Allah:\n\nDan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata. (al-Qamar/54: 50)\n\nPada akhir ayat ini, Allah menyatakan bahwa Dia mendengar segala perkataan hamba-Nya dan Maha Melihat segala perbuatan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3498, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 21, "page": 414, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u064a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha yoolijul laila fin nahaari wa yoolijun nahaara fil laili wa sakhkharash shamsa wal qamara kulluny yajreee ilaaa ajalim musammanw wa annal laaha bimaa ta'malona Khabeer" } }, "translation": { "en": "Do you not see that Allah causes the night to enter the day and causes the day to enter the night and has subjected the sun and the moon, each running [its course] for a specified term, and that Allah, with whatever you do, is Acquainted?", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3498", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3498.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3498.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menundukkan dan mengendalikan apa saja yang ada di langit dan bumi. Di antara bentuk pengendaliannya ditunjukkan dalam ayat berikut. Wahai manusia, tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah telah memasukkan malam ke dalam siang sehingga pada musim panas waktu siang lebih panjang, dan sebaliknya memasukkan siang ke dalam malam sehingga pada musim dingin waktu malam lebih panjang, dan Dia menundukkan matahari dan bulan agar sinar dan cahayanya memberi manfaat bagi makhluk hidup, di mana masing-masing terus beredar sampai kepada waktu yang ditentukan, yaitu hari kiamat. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan dan akan membalasnya sesuai amal perbuatanmu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyuruh manusia memperhatikan dan memikirkan kekuasaan-Nya. Dia memasukkan malam kepada siang, dan memasukkan siang kepada malam. Maksudnya ialah bahwa Allah mengambil sebagian dari waktu malam, lalu ditambahkannya kepada waktu siang, maka terjadilah perpanjangan waktu siang itu, sebaliknya malam menjadi pendek, akan tetapi sehari semalam tetap 24 jam. Hal ini terjadi pada musim panas. Sementara itu, Allah juga mengambil sebagian dari waktu siang, lalu dimasukkan-Nya kepada waktu malam, maka menjadi panjanglah waktu malam itu, dan sebaliknya waktu siang menjadi pendek. Hal ini terjadi di musim dingin.\n\nKejadian seperti di atas amat jelas kelihatannya dan dialami oleh penduduk negeri-negeri yang terletak di daerah-daerah yang mempunyai empat macam musim dalam setahun, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi, yaitu daerah Sedang Utara dan Sedang Selatan. Adapun di negeri-negeri yang berada di daerah khatulistiwa, maka dalam setahun hanya ada dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Sedang pada saat-saat malam lebih panjang dari siang, atau siang lebih panjang dari malam, perbedaan itu tidak terasa karena perbedaan panjang pendeknya malam atau siang itu tidak seberapa.\n\nTerjadinya empat macam musim dalam setahun, dan terjadinya siang lebih panjang dari malam itu atau sebaliknya di daerah Sedang Utara dan Sedang Selatan, adalah karena Allah memiringkan letak bumi di garis lintang 22 ½ derajat, sebagaimana yang dikenal dalam Ilmu Falak. Semua itu mengandung hikmah-hikmah yang sangat besar.\n\nAllah juga menundukkan matahari dan bulan untuk kepentingan manusia. Sinar matahari merupakan lampu yang menerangi manusia di siang hari, sehingga mereka dapat bekerja dan berusaha. Sinar matahari juga menyuburkan tumbuh-tumbuhan, menimbulkan angin dan awan, serta berbagai kegunaan lainnya. Demikian pula bulan dan cahayanya serta berlainan bentuknya, amat banyak kegunaannya bagi manusia, tetapi sebagian kecil saja dari kegunaan itu yang diketahuinya.\n\nBulan dan matahari beredar di garis orbitnya masing-masing, sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan Allah, sampai kepada waktu yang telah ditentukan-Nya. Apabila waktu yang telah ditentukan itu datang, maka langit dan bumi akan digulung, sebagaimana firman Allah:\n\n(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. (al-Anbiya'/21: 104) \n\nPada akhir ayat ini dinyatakan bahwa Allah mengetahui segala perbuatan yang telah dikerjakan hamba-Nya, apakah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk. Tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya. Allah akan memberinya pembalasan yang adil." } } }, { "number": { "inQuran": 3499, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 21, "page": 414, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annal laaha Huwal Haqqu wa anna maa yad'oona min doonihil baatilu wa annal laaha Huwal 'Aliyyul Kabeer" } }, "translation": { "en": "That is because Allah is the Truth, and that what they call upon other than Him is falsehood, and because Allah is the Most High, the Grand.", "id": "Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3499", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3499.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3499.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan tujuan dari penjelasan bukti-bukti kebesaran dan keesaan-Nya. Demikianlah, perjalanan alam semesta yang menakjubkan itu, karena sesungguhnya penciptanya adalah Allah; Dialah Tuhan Yang Maha Esa yang layak disembah dengan sebenarnya, dan apa saja yang mereka seru dan sembah selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi zat-Nya, Mahabesar kekuasaan-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tujuan Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada manusia adalah untuk menjadi dalil dan bukti yang kuat bagi mereka bahwa manusia wajib beribadah kepada-Nya dan hanyalah Dia yang berhak disembah. Menyembah atau beribadah kepada selain Allah adalah tindakan yang batil karena semua yang selain Dia adalah fana, tidak kekal. Dia Mahakaya dan tidak memerlukan yang lain, sedangkan semua makhluk sangat tergantung kepada nikmat-Nya.\n\nAkhirnya ayat ini menegaskan bahwa Allah Mahatinggi, mengatasi segala sesuatu, Mahabesar, dan menguasai segala sesuatu. Semua tunduk dan patuh kepada-Nya.\n\n(31) Pada ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya yang ada di bumi dengan mengatakan, \"Apakah tidak engkau perhatikan, hai Muhammad, bahtera yang berlayar di lautan yang menghubungkan negeri-negeri yang berjauhan letaknya.\" Dengan adanya hubungan itu, penduduk suatu negeri akan mengenal penduduk negeri lain. Keperluan dan kebutuhan rakyat yang tidak ada di negerinya dapat diambil dan diangkut oleh kapal-kapal dari negeri-negeri yang lain, seperti bahan makanan, pakaian, obat-obatan, perhiasan, mesin-mesin, dan sebagainya. Dengan adanya kapal-kapal itu, seakan-akan hubungan antara bangsa-bangsa dan negara-negara dewasa ini semakin dekat.\n\nKapal dibuat pertama kali oleh Nabi Nuh sesuai dengan perintah Allah dalam misi penyelamatan manusia beriman ditambah dengan sejumlah pasangan hewan (lebih lanjut baca Surah Hud/11: 40). Namun demikian, dengan kemampuan berpikir manusia, maka teknologi kapal berkembang. Kapal tidak saja dibuat dari bahan kayu saja bahkan sudah berkembang dengan menggunakan logam. Walaupun akhir-akhir ini dengan berkembangnya teknologi bahan, manusia telah mampu \"meramu\" dari bahan yang tersedia menjadi bahan yang lebih ringan, kompak, mudah dibentuk, kuat, tahan cuaca, dan tahan benturan. Besi yang mestinya tenggelam, karena massa jenis logam jauh lebih besar di atas massa jenis air, tetapi dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), yakni dengan menerapkan hukum Archimides (fisika), maka besi tadi dapat mengapung di permukaan air. Hakikatnya hukum fisika itu adalah ketetapan Allah. Ketetapan Allah yang dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan manusia. Itulah nikmat Allah yang sesungguhnya.\n\nSemua yang diterangkan Allah itu adalah bukti-bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya yang nyata bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi segala macam cobaan dan kesukaran, serta bagi orang-orang yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya. Tanda orang bersyukur kepada Allah itu ialah dengan menyatakan ungkapan syukur dalam bentuk perkataan atau perbuatan ketika menerima nikmat itu.\n\nAsy-Sya'bi berkata, \"Sabar itu adalah sebagian dari iman, syukur itu adalah sebagian iman, dan yakin adalah iman seluruhnya. Tidakkah engkau perhatikan firman Allah yang terdapat pada akhir ayat ini dan firman-Nya: \"wa fi al-ardhi ayatun li al-muqinin\" (dan pada bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang yakin) dan sabda Rasulullah saw:\n\nIman itu ada dua bagian, yaitu sebagian dalam sabar dan sebagian dalam syukur. (Riwayat al-Baihaqi dari Anas)" } } }, { "number": { "inQuran": 3500, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 21, "page": 414, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0635\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Alam tara annal fulka tajree fil bahri bini'matil laahi li yuriyakum min Aayaatih; inna fee zaalika la Aayaatil likulli sabbaarin shakoor" } }, "translation": { "en": "Do you not see that ships sail through the sea by the favor of Allah that He may show you of His signs? Indeed in that are signs for everyone patient and grateful.", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3500", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3500.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3500.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memaparkan fenomena-fenomena di bumi yang menjadi bukti kekuasaan dan keesaan-Nya. Wahai orang yang berakal, tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dan tidak tenggelam dengan berkat rahmat Allah melalui pengetahuan yang Dia anugerahkan kepadamu sehingga bisa mengangkut barang-barang yang engkau butuhkan sebagai nikmat Allah, agar dengan itu semua diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dalam menghadapi ujian-Nya dan banyak bersyukur atas nikmat-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tujuan Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada manusia adalah untuk menjadi dalil dan bukti yang kuat bagi mereka bahwa manusia wajib beribadah kepada-Nya dan hanyalah Dia yang berhak disembah. Menyembah atau beribadah kepada selain Allah adalah tindakan yang batil karena semua yang selain Dia adalah fana, tidak kekal. Dia Mahakaya dan tidak memerlukan yang lain, sedangkan semua makhluk sangat tergantung kepada nikmat-Nya.\n\nAkhirnya ayat ini menegaskan bahwa Allah Mahatinggi, mengatasi segala sesuatu, Mahabesar, dan menguasai segala sesuatu. Semua tunduk dan patuh kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3501, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 21, "page": 414, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0634\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u062c\u064c \u0643\u064e\u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064e\u0644\u0650 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u062f\u064c \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u062e\u064e\u062a\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa izaa ghashiyahum mawjun kazzulali da'a-wul laaha mukhliseena lahud deena fa lammaa najjaahum ilal barri faminhum muqtasid; wa maa yajhadu bi Aayaatinaa illaa kullu khattaarin kafoor" } }, "translation": { "en": "And when waves come over them like canopies, they supplicate Allah, sincere to Him in religion. But when He delivers them to the land, there are [some] of them who are moderate [in faith]. And none rejects Our signs except everyone treacherous and ungrateful.", "id": "Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3501", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3501.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3501.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan sifat dasar manusia, terutama mereka yang kufur atas nikmat-Nya. Apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung dan hampir menenggelamkan kapal yang mereka tumpangi, mereka kembali ke fitrahnya, yakni menyeru Allah seraya memohon keselamatan dari-Nya dengan tulus ikhlas serta beragama, yakni pernyataan sikap tunduk dan patuh kepada-Nya, bahkan berjanji tidak menyekutukan-Nya. Tetapi, ketika Allah menyelamatkan mereka dari ombak besar itu sehingga mereka selamat sampai di daratan, maka sebagian mereka ada yang tetap menempuh jalan yang lurus dengan mengakui keesaan-Nya. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami, padahal dia memohon pertolongan Kami saat tertimpa cobaan, sungguh mereka itu hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih. Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa pengakuan tentang keesaan Allah merupakan fitrah manusia yang bisa disimpangkan dalam waktu tertentu, namun di saat kritis kesadaran tersebut akan muncul kembali.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya yang ada di bumi dengan mengatakan, \"Apakah tidak engkau perhatikan, hai Muhammad, bahtera yang berlayar di lautan yang menghubungkan negeri-negeri yang berjauhan letaknya.\" Dengan adanya hubungan itu, penduduk suatu negeri akan mengenal penduduk negeri lain. Keperluan dan kebutuhan rakyat yang tidak ada di negerinya dapat diambil dan diangkut oleh kapal-kapal dari negeri-negeri yang lain, seperti bahan makanan, pakaian, obat-obatan, perhiasan, mesin-mesin, dan sebagainya. Dengan adanya kapal-kapal itu, seakan-akan hubungan antara bangsa-bangsa dan negara-negara dewasa ini semakin dekat.\n\nKapal dibuat pertama kali oleh Nabi Nuh sesuai dengan perintah Allah dalam misi penyelamatan manusia beriman ditambah dengan sejumlah pasangan hewan (lebih lanjut baca Surah Hud/11: 40). Namun demikian, dengan kemampuan berpikir manusia, maka teknologi kapal berkembang. Kapal tidak saja dibuat dari bahan kayu saja bahkan sudah berkembang dengan menggunakan logam. Walaupun akhir-akhir ini dengan berkembangnya teknologi bahan, manusia telah mampu \"meramu\" dari bahan yang tersedia menjadi bahan yang lebih ringan, kompak, mudah dibentuk, kuat, tahan cuaca, dan tahan benturan. Besi yang mestinya tenggelam, karena massa jenis logam jauh lebih besar di atas massa jenis air, tetapi dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), yakni dengan menerapkan hukum Archimides (fisika), maka besi tadi dapat mengapung di permukaan air. Hakikatnya hukum fisika itu adalah ketetapan Allah. Ketetapan Allah yang dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan manusia. Itulah nikmat Allah yang sesungguhnya.\n\nSemua yang diterangkan Allah itu adalah bukti-bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya yang nyata bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi segala macam cobaan dan kesukaran, serta bagi orang-orang yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya. Tanda orang bersyukur kepada Allah itu ialah dengan menyatakan ungkapan syukur dalam bentuk perkataan atau perbuatan ketika menerima nikmat itu.\n\nAsy-Sya'bi berkata, \"Sabar itu adalah sebagian dari iman, syukur itu adalah sebagian iman, dan yakin adalah iman seluruhnya. Tidakkah engkau perhatikan firman Allah yang terdapat pada akhir ayat ini dan firman-Nya: \"wa fi al-ardhi ayatun li al-muqinin\" (dan pada bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang yakin) dan sabda Rasulullah saw:\n\nIman itu ada dua bagian, yaitu sebagian dalam sabar dan sebagian dalam syukur. (Riwayat al-Baihaqi dari Anas)" } } }, { "number": { "inQuran": 3502, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 21, "page": 414, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064c \u0639\u064e\u0646 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u062f\u064c \u0647\u064f\u0648\u064e \u062c\u064e\u0627\u0632\u064d \u0639\u064e\u0646 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u064f\u0631\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u064f\u0631\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan naasuttaqoo Rabbakum wakhshaw Yawmal laa yajzee waalidun 'anw waladihee wa laa mawloodun huwa jaazin 'anw waalidihee shai'aa; innaa wa'dal laahi haqqun falaa taghurran nakumul hayaatud dunyaa wa laa yaghur rannakum billaahil gharoon" } }, "translation": { "en": "O mankind, fear your Lord and fear a Day when no father will avail his son, nor will a son avail his father at all. Indeed, the promise of Allah is truth, so let not the worldly life delude you and be not deceived about Allah by the Deceiver.", "id": "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3502", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3502.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3502.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari pemaparan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya, Allah dalam ayat ini memerintahkan manusia bertakwa kepada-Nya dan takut akan datangnya hari kiamat. Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang menciptakanmu dan memberimu rezeki serta menundukkan dan mengendalikan alam ini demi memenuhi kebutuhanmu, dan takutlah kamu pada hari yang ketika itu seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak pula dapat menolong bapaknya sedikit pun. Bertakwalah dengan menunjukkan penghambaan yang tulus kepada-Nya. Sungguh, hari kebangkitan, pahala, dan siksa yang merupakan janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia yang fana, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu yang salah dalam memahami Allah, seakan Dia membiarkan mereka sesat dengan tidak menurunkan azab, padahal turunnya azab itu hanya ditunda sesaat.", "long": "Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang-orang musyrik dengan melukiskan mereka, \"Apabila orang-orang musyrik penyembah patung dan pemuja dewa itu berlayar ke tengah lautan, tiba-tiba datang gelombang besar dan menghempaskan bahtera mereka ke kiri dan ke kanan, dan merasa bahwa mereka tidak akan selamat, bahkan akan mati ditelan gelombang, maka di saat itulah mereka kembali kepada fitrahnya, dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan setulus-tulusnya. Pada saat serupa itu mereka berkeyakinan bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat menyelamatkan mereka kecuali Allah semata, seperti yang pernah dilakukan Fir'aun di saat-saat ia akan tenggelam di laut.\n\nSetelah Allah menerima doa dan menyelamatkan mereka dari amukan gelombang itu, maka di antara mereka hanya sebagian saja yang tetap mengakui keesaan Allah, adapun yang lainnya kembali menyekutukan Tuhan. \n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa yang mengingkari ayat-ayat-Nya itu dan kembali mempersekutukan Tuhan ialah orang-orang yang dalam hidupnya penuh dengan tipu daya dan kebusukan, serta mengingkari nikmat Allah.\n\n(33) Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada manusia untuk melaksanakan perintah-perintah dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang. Tuhan yang telah menciptakan manusia dan menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya untuk kepentingannya. Manusia hendaklah takut pada hari dimana terjadi malapetaka yang dahsyat, tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya dari malapetaka itu. Pada waktu itu, seorang ayah tidak kuasa menolong anaknya, demikian pula seorang anak tidak dapat menolong bapaknya, karena segala urusan waktu itu berada di tangan Allah. Tiap-tiap orang bertanggung jawab terhadap segala perbuatan yang telah dilakukannya. Mereka memikul dosanya masing-masing. Hanya perbuatan baik yang telah dilakukannya selama hidup di dunia yang dapat menolong manusia dari malapetaka itu.\n\nAllah memperingatkan bahwa janji-Nya membangkitkan manusia dari kubur adalah sesuatu yang benar-benar akan terjadi dan suatu kebenaran yang tidak dapat diragukan sedikit pun. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali manusia tertipu oleh kesenangan hidup di dunia dan segala kenikmatan yang ada padanya, sehingga mereka berusaha dan menghabiskan seluruh waktu yang ada untuk memperoleh dan menikmati kesenangan-kesenangan duniawi. Akibatnya, tidak ada waktu lagi untuk beribadah kepada Allah, serta mengerjakan kebajikan dan amal saleh. Padahal kehidupan akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang kekal dan lebih baik.\n\nDemikian pula Allah memperingatkan manusia akan tipu daya setan, yang selalu mencari-cari kesempatan untuk memperdaya manusia. Setan itu menjadikan kehidupan dunia itu indah dalam pandangan matanya, sehingga mereka lupa kepada tugas yang dipikulkan Allah kepada mereka sebagai khalifatullah fil ardh (makhluk yang diberi-Nya tugas memakmurkan bumi)." } } }, { "number": { "inQuran": 3503, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 21, "page": 414, "manzil": 5, "ruku": 357, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u062b\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f \u063a\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064d \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Innal laaha 'indahoo 'ilmus saa'ati wa yunazzilul ghaisa wa ya'lamu maa fil arhaami wa maa tadree nafsum maazaa takisbu ghadaa; wa maa tadree nafsum bi ayyi ardin tamoot; innal laaha 'Aleemun Khabeer" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah [alone] has knowledge of the Hour and sends down the rain and knows what is in the wombs. And no soul perceives what it will earn tomorrow, and no soul perceives in what land it will die. Indeed, Allah is Knowing and Acquainted.", "id": "Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3503", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3503.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3503.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini memaparkan lima hal gaib yang hanya diketahui Allah hakikatnya. Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang kapan hari Kiamat tiba; dan Dia yang menurunkan hujan pada waktu, tempat, dan kadar yang ditentukan-Nya; dan mengetahui apa yang ada dalam rahim, terutama jenis kelamin, karakter, dan sifat-sifatnya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya atau didapatinya besok, namun mereka tetap wajib berusaha. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui dengan ilmu-Nya yang mutlak dan tidak terbatas pada lima hal gaib tersebut, Maha Mengenal karena ilmu-Nya meliputi hal-hal lahir dan batin.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan lima perkara gaib yang hanya Dia yang mengetahuinya, yaitu:\n\n1. Hanya Allah yang mengetahui kapan datangnya Hari Kiamat. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui meskipun itu malaikat, padahal malaikat adalah makhluk yang paling dekat dengan-Nya. Hal ini juga tidak diketahui oleh para nabi yang diutus.\n\nTidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (al-A'raf/7: 187) \n\n2. Hanya Allah yang menurunkan hujan. Dia yang menetapkan kapan, dimana, dan berapa banyak kadar air yang akan dicurahkan-Nya. Ketetapan ini tidak seorang pun yang dapat mengetahuinya. \n\n3. Hanya Allah yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang ada dalam kandungan seorang perempuan, apakah cacat atau sempurna, dan kapan ia akan dilahirkan.\n\n4. Hanya Dia pula yang mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakan oleh seseorang esok harinya. Sekalipun manusia dapat merencanakan apa yang akan dikerjakannya itu, namun semuanya itu hanyalah bersifat rencana saja. Jika Allah menghendaki, pekerjaan itu akan terlaksana. Akan tetapi, jika Ia tidak menghendaki, tidak sukar bagi-Nya untuk menghalangi terlaksananya.\n\n5. Seseorang tidak mengetahui di mana ia akan meninggal dunia nanti. Apakah di daratan, di lautan, ataupun di udara. Apakah di negeri ini, atau di negeri yang lain. Hanya Allah saja yang dapat mengetahuinya dengan pasti.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu Mundzir dari 'Ikrimah bahwa seorang laki-laki bernama al-Waris bin 'Amr bin harisah datang kepada Nabi saw, ia bertanya, \"Ya Muhammad, kapan akan datang hari Kiamat? Bumi kita telah kering, kapan akan menjadi subur? Sesungguhnya aku meninggalkan istriku dalam keadaan hamil, kapan ia akan melahirkan? Aku mengetahui apa yang aku kerjakan sekarang, maka apakah yang akan aku kerjakan esok harinya? Aku mengetahui tempat aku dilahirkan, maka di tempat manakah aku akan meninggal? Sebagai jawabannya, turunlah ayat ini.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Umar bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nKunci masalah yang gaib itu ada lima, \"Sesungguhnya hanya pada Allah sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Dialah yang menurunkan hujan, Dia mengetahui apa yang dalam rahim, seseorang tidak mengetahui apa yang akan dikerjakannya esok harinya, dan ia juga tidak mengetahui di bumi mana ia akan meninggal dunia. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Umar)" } } } ] }, { "number": 32, "sequence": 75, "numberOfVerses": 30, "name": { "short": "السجدة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0633\u062c\u062f\u0629", "transliteration": { "en": "As-Sajda", "id": "As-Sajdah" }, "translation": { "en": "The Prostration", "id": "Sajdah" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyah diturunkan sesudah surat Al Mu'minuun. Dinamakan As Sajdah berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3504, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0645", "transliteration": { "en": "Alif-Laaam-Meeem" } }, "translation": { "en": "Alif, Lam, Meem.", "id": "Alif Lam Mim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3504", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3504.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3504.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alif Làm Mìm. Hanya Allah yang mengetahui hakikat maknanya.", "long": "Lihat Tafsir Alif Lam Mim pada Surah al-Baqarah/2: 1 (Jilid I)." } } }, { "number": { "inQuran": 3505, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tanzeelul Kitaabi 'laaraiba feehi mir rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "[This is] the revelation of the Book about which there is no doubt from the Lord of the worlds.", "id": "Turunnya Al-Qur'an itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3505", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3505.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3505.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah-lah yang menurunkan Al-Qur’an, suatu mukjizat yang tidak dapat ditandingi. Turunnya Al-Qur’an itu tidak ada keraguan padanya, yaitu dari Tuhan yang menguasai, mengatur, dan merawat seluruh alam. Al-Qur’an bukan ciptaan manusia, tidak terkecuali Nabi Muhammad. Al-Qur’an juga bukan syair, apalagi sihir.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad ini benar-benar wahyu dari Allah, Tuhan semesta alam. Al- Qur'an ini bukanlah buatan tukang sihir, bukan mantra-mantra tukang tenung, dan bukan pula buatan Muhammad, tidak ada keraguan padanya sedikit pun.\n\nAyat ini merupakan bantahan bagi dakwaan orang-orang kafir yang menyatakan bahwa Al-Qur'an ini adalah syair yang digubah oleh penyair, dan ada yang mengatakan gubahan tukang tenung. Ada juga yang mengatakan bahwa Al-Qur'an itu hanyalah dongengan-dongengan purbakala saja, serta ada pula yang mengatakan bahwa dia adalah buatan Muhammad.\n\nAllah berfirman:\n\nDan mereka berkata, \"(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.\" (al-Furqan/25: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 3506, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am yaqooloonaf taraahu bal huwal haqqu mir rabbika litunzira qawma maaa ataahum min nazeerim min qablika la'allahum yahtadoon" } }, "translation": { "en": "Or do they say, \"He invented it\"? Rather, it is the truth from your Lord, [O Muhammad], that you may warn a people to whom no warner has come before you [so] perhaps they will be guided.", "id": "Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya.” Tidak, Al-Qur'an itu kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3506", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3506.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3506.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Terbukti dengan nyata bahwa Al-Qur’an bukanlah ciptaan manusia, tetapi mengapa mereka, orang kafir, tanpa bukti-bukti yang kuat mengatakan, “Dia, Muhammad, telah mengada-adakannya. Lupakah mereka bahwa secara logis maupun realitas sejarah mustahil Rasulullah mengarang Al-Qur’an? Karena itu Allah menjawab, “Tidak, Al-Qur’an itu kebenaran yang datang dari Tuhanmu, agar engkau, wahai Nabi Muhammad, memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau bahwa azab Allah akan menimpa siapa saja yang kafir dan mendurhakai-Nya; dan agar melalui Al-Qur’an pula mereka mendapat petunjuk.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sikap orang-orang musyrik seperti yang diterangkan ayat di atas adalah sikap yang tidak layak. Tidak pantas mereka menuduh Muhammad telah melakukan kedustaan dengan mengatakan bahwa ia telah membuat-buat Al-Qur'an, padahal mereka benar-benar telah mengetahui keadaan Muhammad, sejak ia masih kecil sampai ia dewasa dan diangkat menjadi rasul. Bahkan mereka memberi gelar dengan \"Al-Amin\" (orang kepercayaan) karena mereka sangat percaya kepada Muhammad. Akan tetapi, tiba-tiba mereka menuduhnya sebagai pendusta.\n\nOleh karena itu, Allah menegaskan bahwa semua yang disampaikan Muhammad itu adalah benar. Al-Qur'an benar-benar berasal dari Allah dan diturunkan kepadanya untuk memperingatkan orang-orang musyrik pada azab akhirat yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang mengingkari rasul yang diutus kepada mereka. Al-Qur'an berisi pelajaran dan petunjuk yang mengantar mereka menuju jalan kebahagiaan abadi.\n\nPada ayat yang lain dinyatakan pula sikap orang-orang musyrik itu terhadap Al-Qur'an. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang kafir berkata, \"(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain,\" Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar. (al-Furqan/25: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 3507, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u06d6 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0641\u0650\u064a\u0639\u064d \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee khalaqas samaawaati wal arda wa maa bainahumaa fee sittati ayyaam;Thummas tawaa 'alal 'arsh; maa lakum min doonihee minw-wwaliyyinw-wala shafee'; afala tatazakkaroon" } }, "translation": { "en": "It is Allah who created the heavens and the earth and whatever is between them in six days; then He established Himself above the Throne. You have not besides Him any protector or any intercessor; so will you not be reminded?", "id": "Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3507", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3507.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3507.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Muhammad diutus untuk mendakwahkan ajaran tauhid dan dibekali dengan bukti-bukti nyata tentang hal itu. Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa contoh dan tidak pernah ada sebelumnya, dalam enam masa, meski sesungguhnya Dia mampu menciptakannya dalam waktu sekejap. Hal ini bermaksud mendidik manusia bersabar dalam menangani semua urusan. Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy yang tidak diketahui hakikatnya oleh selain Allah, namun wajib kita imani sesuai dengan kebesaran dan kesucian-Nya. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Tanpa izin Allah, tidak ada yang mampu menolongmu, baik itu para rasul maupun orang-orang tertentu, meringankan azab atau bebanmu di akhirat. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan dan mengambil pelajaran dari hal ini sehingga kamu beriman dan mengeesakan-Nya?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang telah menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad saw itu adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Maksud enam masa dalam ayat ini bukanlah hari (masa) yang dikenal seperti sekarang ini, tetapi adalah hari sebelum adanya langit dan bumi. Hari pada waktu sekarang ini adalah setelah adanya langit dan bumi, serta setelah adanya peredaran bumi mengelilingi matahari dan sebagainya.\n\nSetelah menciptakan langit dan bumi, Allah pun bersemayam di atas 'Arasy, sesuai dengan kekuasaan dan kebesaran-Nya. (lihat al-A'raf/7: 54) Allah menegaskan bahwa tidak seorang pun yang dapat mengurus segala urusannya, menolak bahaya, malapetaka, dan siksa. Tidak seorang pun yang dapat memberi syafaat ketika azab menimpanya, kecuali Allah semata, karena Dialah Yang Mahakuasa menentukan segala sesuatu.\n\nKemudian Allah memperingatkan, \"Apakah kamu hai manusia tidak dapat mengambil pelajaran dan memikirkan apa yang selalu kamu lihat itu? Kenapa kamu masih juga menyembah selain Allah?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3508, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u062f\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yudabbirul amra minas samaaa'i ilal ardi Thumma ya'ruju ilai Thumma ya'ruju ilaihi fee yawmin kaana miqdaaruhoooo alfa sanatim mimmaa ta'uddoon" } }, "translation": { "en": "He arranges [each] matter from the heaven to the earth; then it will ascend to Him in a Day, the extent of which is a thousand years of those which you count.", "id": "Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3508", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3508.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3508.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keteraturan alam membuktikan kekuasaan dan keesaan-Nya. Dia mengatur segala urusan makhluk-Nya dari langit, yakni alam malakut, ke bumi, yakni alam bumi, kemudian urusan itu dibawa naik oleh malaikat kepada-Nya dalam satu hari yang kadar atau lama-nya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.", "long": "Hanya Allah-lah yang mengurus, mengatur, mengadakan, dan melenyapkan segala yang ada di dunia ini. Segala yang terjadi itu adalah sesuai dengan kehendak dan ketetapan-Nya, tidak ada sesuatu pun yang menyimpang dari kehendak-Nya itu. Pengaturan Allah dimulai dari langit hingga sampai ke bumi, kemudian urusan itu naik kembali kepada-Nya.\n\nSemua yang tersebut pada ayat ini merupakan gambaran dari kebesaran dan kekuasaan Allah, agar manusia mudah memahaminya. Kemudian Dia menggambarkan pula waktu yang digunakan Allah mengurus, mengatur, dan menyelesaikan segala urusan alam semesta ini, yaitu selama sehari. Akan tetapi, ukuran sehari itu sama lamanya dengan 1000 tahun dari ukuran tahun yang dikenal manusia di dunia ini.\n\nPerkataan seribu tahun dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti 1000 dalam arti sebenarnya, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menerangkan banyaknya sesuatu jumlah atau lamanya waktu yang diperlukan. Dalam ayat ini bilangan seribu itu digunakan untuk menyatakan lamanya waktu kehidupan alam semesta ini sejak diciptakan Allah pertama kali sampai kehancurannya di hari Kiamat, kemudian kembalinya segala urusan ke tangan Allah, yaitu hari berhisab. Semua itu menempuh waktu yang lama sekali, sehingga sukar bagi manusia menghitungnya.\n\nDalam ayat yang lain digunakan perkataan ribuan itu untuk menerangkan lamanya waktu yang dibutuhkan seandainya manusia ingin naik menghadap Allah, sekalipun para malaikat hanya perlu sehari saja. Allah berfirman:\n\nPara malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun. (al-Ma'arij/70: 4)\n\nAda pula yang berpendapat bahwa maksud ayat ini ialah segala urusan dunia ini kembali kepada Allah di hari Kiamat dalam waktu satu hari, yang sama lamanya dengan 1000 tahun waktu di dunia ini. Sebagian mufasir menafsirkan ayat ini, \"Para malaikat naik kepada Allah ke langit dalam satu hari. Jika jarak itu ditempuh oleh selain malaikat, maka ia memerlukan waktu 1000 tahun.\"\n\nRasulullah saw dalam malam mi'raj pernah naik ke langit bersama malaikat Jibril menghadap Allah. Jarak itu ditempuh dalam waktu kurang lebih setengah malam." } } }, { "number": { "inQuran": 3509, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Zaalika 'aalimul ghaybi wa shahaadatil 'azeezur raheem" } }, "translation": { "en": "That is the Knower of the unseen and the witnessed, the Exalted in Might, the Merciful,", "id": "Yang demikian itu, ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3509", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3509.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3509.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang mengatur urusan demikian itu adalah Tuhan Yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa untuk mengazab siapa saja yang mengingkari dan mendustakan rasul-Nya, Maha Penyayang kepada hamba yang menaati-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan mengurus langit dan bumi serta segala yang ada padanya itu adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tersembunyi dalam hati, yang akan terjadi, dan yang telah terjadi. Dia juga Maha Mengetahui segala yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dialah Tuhan Yang Mahakuasa, Mahakekal Rahmat-Nya dan Dia pulalah Yang menciptakan seluruh makhluk dengan bentuk yang baik, serasi serta dengan faedah dan kegunaan yang hanya Dia saja yang mengetahuinya.\n\nJika diperhatikan seluruh makhluk yang ada di alam ini sejak dari yang besar sampai kepada yang sekecil-kecilnya akan timbul dugaan bahwa di antara makhluk itu ada yang besar faedahnya dan ada pula yang dirasa tidak berfaedah atau tidak berguna sama sekali, bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi manusia, seperti ular berbisa, hama-hama penyakit menular, tanaman yang mengandung racun, dan sebagainya. Dugaan ini akan timbul jika masing-masing makhluk itu dilihat secara terpisah, tidak dalam satu kesatuan alam semesta ini.\n\nJika makhluk-makhluk itu dilihat dalam satu kesatuan alam semesta, dimana antara yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan erat, akan terlihat bahwa semua makhluk itu ada faedah dan kegunaannya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam ini. Bahkan terlihat dengan nyata bahwa usaha-usaha sebagian manusia, baik secara sengaja atau tidak, merusak dan membunuh sebagian makhluk hidup, menimbulkan pencemar-an di alam ini, sehingga kelestariannya terganggu. Salah satu contoh ialah dengan adanya obat pembasmi hama, banyak cacing dan bakteri yang musnah. Akibatnya, proses pembusukan sampah menjadi terganggu. Padahal bakteri dan cacing itu dianggap binatang yang tidak ada gunanya sama sekali. Penebangan hutan mengakibatkan tanah menjadi gundul, sehingga banyak terjadi banjir dan tanah longsor di musim hujan, serta kekeringan pada musim kemarau. \n\nSemua itu akibat keserakahan manusia. Hal itu bisa dikategorikan sebagai perbuatan merusak di bumi. Akibat yang ditimbulkannya bisa luas dan memberi efek domino (beruntun).\n\nBerdasarkan paparan di atas nyatalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah, ada faedahnya, tetapi banyak manusia yang tidak mau memperhatikannya.\n\nKemudian ayat ini menerangkan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah. Maksudnya ialah Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian menciptakan anak cucu Adam dari sari pati tanah yang diperoleh oleh ayah dan ibu dari makanan berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang semuanya berasal dari tanah.\n\nDalam ayat 7 dinyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah, tetapi pada ayat ini ditegaskan bahwa hanya pada permulaannya saja manusia diciptakan dari tanah. Dengan ayat ini dapat pula ditafsirkan bahwa ada fase lain setelah awal penciptaan sebelum ciptaan tersebut menjadi manusia. Jika hal tersebut memang terjadi demikian, banyak pertanyaan lain yang masih tersisa, antara lain (1) apakah awal penciptaan manusia sama dan bersamaan dengan awal penciptaan makhluk hidup bumi lainnya (lihat tafsir Surah al- An'am ayat 2), (2) apakah fase setelah penciptaan awal tersebut manusia berkembang melalui bentuk antara seperti halnya proses evolusi makhluk hidup lainnya yang kini banyak dipercayai (lihat Surah ar-Rum/30 ayat 20), atau (3) manusia tercipta melalui proses khusus yang berbeda dari makhluk hidup lainnya (al-Ahzab/33 ayat 33)." } } }, { "number": { "inQuran": 3510, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u064e\u062f\u064e\u0623\u064e \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0637\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Allazee ahsana kulla shai in khalaqa; wa bada a khalqal insaani min teen" } }, "translation": { "en": "Who perfected everything which He created and began the creation of man from clay.", "id": "Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3510", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3510.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3510.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pengatur urusan makhluk, Yang Maha Mengetahui, Mahaperkasa, dan Maha Penyayang itulah Tuhan Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sangat teliti dan Yang memulai penciptaan nenek moyang manusia, yakni Adam, dari tanah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan mengurus langit dan bumi serta segala yang ada padanya itu adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tersembunyi dalam hati, yang akan terjadi, dan yang telah terjadi. Dia juga Maha Mengetahui segala yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dialah Tuhan Yang Mahakuasa, Mahakekal Rahmat-Nya dan Dia pulalah Yang menciptakan seluruh makhluk dengan bentuk yang baik, serasi serta dengan faedah dan kegunaan yang hanya Dia saja yang mengetahuinya.\n\nJika diperhatikan seluruh makhluk yang ada di alam ini sejak dari yang besar sampai kepada yang sekecil-kecilnya akan timbul dugaan bahwa di antara makhluk itu ada yang besar faedahnya dan ada pula yang dirasa tidak berfaedah atau tidak berguna sama sekali, bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi manusia, seperti ular berbisa, hama-hama penyakit menular, tanaman yang mengandung racun, dan sebagainya. Dugaan ini akan timbul jika masing-masing makhluk itu dilihat secara terpisah, tidak dalam satu kesatuan alam semesta ini.\n\nJika makhluk-makhluk itu dilihat dalam satu kesatuan alam semesta, dimana antara yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan erat, akan terlihat bahwa semua makhluk itu ada faedah dan kegunaannya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam ini. Bahkan terlihat dengan nyata bahwa usaha-usaha sebagian manusia, baik secara sengaja atau tidak, merusak dan membunuh sebagian makhluk hidup, menimbulkan pencemar-an di alam ini, sehingga kelestariannya terganggu. Salah satu contoh ialah dengan adanya obat pembasmi hama, banyak cacing dan bakteri yang musnah. Akibatnya, proses pembusukan sampah menjadi terganggu. Padahal bakteri dan cacing itu dianggap binatang yang tidak ada gunanya sama sekali. Penebangan hutan mengakibatkan tanah menjadi gundul, sehingga banyak terjadi banjir dan tanah longsor di musim hujan, serta kekeringan pada musim kemarau. \n\nSemua itu akibat keserakahan manusia. Hal itu bisa dikategorikan sebagai perbuatan merusak di bumi. Akibat yang ditimbulkannya bisa luas dan memberi efek domino (beruntun).\n\nBerdasarkan paparan di atas nyatalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah, ada faedahnya, tetapi banyak manusia yang tidak mau memperhatikannya.\n\nKemudian ayat ini menerangkan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah. Maksudnya ialah Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian menciptakan anak cucu Adam dari sari pati tanah yang diperoleh oleh ayah dan ibu dari makanan berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang semuanya berasal dari tanah.\n\nDalam ayat 7 dinyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah, tetapi pada ayat ini ditegaskan bahwa hanya pada permulaannya saja manusia diciptakan dari tanah. Dengan ayat ini dapat pula ditafsirkan bahwa ada fase lain setelah awal penciptaan sebelum ciptaan tersebut menjadi manusia. Jika hal tersebut memang terjadi demikian, banyak pertanyaan lain yang masih tersisa, antara lain (1) apakah awal penciptaan manusia sama dan bersamaan dengan awal penciptaan makhluk hidup bumi lainnya (lihat tafsir Surah al- An'am ayat 2), (2) apakah fase setelah penciptaan awal tersebut manusia berkembang melalui bentuk antara seperti halnya proses evolusi makhluk hidup lainnya yang kini banyak dipercayai (lihat Surah ar-Rum/30 ayat 20), atau (3) manusia tercipta melalui proses khusus yang berbeda dari makhluk hidup lainnya (al-Ahzab/33 ayat 33)." } } }, { "number": { "inQuran": 3511, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0646\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u0645\u0651\u064e\u0647\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Thumma ja'ala naslahoo min sulaalatim mim maaa'immaheen" } }, "translation": { "en": "Then He made his posterity out of the extract of a liquid disdained.", "id": "kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3511", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3511.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3511.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina, yakni air mani.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan keturunan manusia dari sperma, yaitu air yang sedikit dan memancar, yang bertemu dengan sel telur. Hasil pertemuan ini disebut dengan nuthfah." } } }, { "number": { "inQuran": 3512, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0641\u064e\u062e\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064e \u06da \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Thumma sawwaahu wa nafakha feehi mir roohihih; wa ja'ala lakumus sam'a wal-absaara wal-af'idah; taqaleelam maa tashkuroon" } }, "translation": { "en": "Then He proportioned him and breathed into him from His [created] soul and made for you hearing and vision and hearts; little are you grateful.", "id": "Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3512", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3512.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3512.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Dia menyempurnakan ciptaan-nya secara fisik dan setelah itu meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh-nya dan jadilah ia ciptaan Allah yang terbaik. Dia juga melengkapi ciptaannya dengan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati atau akal bagimu supaya kamu dapat mendengar nasihat agama, melihat tanda kebesaran Allah, dan merenungkan ciptaan-Nya, yang dengan itu semua kamu beriman dan mengesakan-Nya. Namun, sedikit sekali di antara kamu yang mau bersyukur.", "long": "Kemudian di dalam rahim perempuan, Allah menyempurnakan kejadian nuthfah itu, sehingga berbentuk manusia. Kemudian ditiupkan roh ke dalamnya. Dengan demikian bergeraklah janin yang kecil itu. Setelah nyata kepadanya tanda-tanda kehidupan, Allah menganugerahkan kepadanya pen-dengaran, penglihatan, akal, perasaan, dan sebagainya.\n\nManusia pada permulaan hidupnya di dalam rahim ibu, sekalipun telah dianugerahi mata, telinga, dan otak, tetapi ia belum dapat melihat, mendengar, dan berpikir. Hal itu baru diperolehnya setelah ia lahir, dan semakin lama panca inderanya itu dapat berfungsi dengan sempurna.\n\nPada akhir ayat ini, Allah mengatakan bahwa hanya sedikit manusia yang mau mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3513, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 165, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u062c\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalooo 'a-izaa dalalnaa fil ardi 'a-innaa lafee khalqin jadeed; bal hum biliqaaa'i rabbihim kaafirroon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When we are lost within the earth, will we indeed be [recreated] in a new creation?\" Rather, they are, in [the matter of] the meeting with their Lord, disbelievers.", "id": "Dan mereka berkata, “Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3513", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3513.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3513.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mampu menciptakan manusia dari tidak ada dan mampu pula membangkitkannya kembali. Namun, orang kafir tetap pada pendiriannya dalam mengingkari hari kebangkitan. Dan dengan nada mengejek mereka berkata, “Apakah apabila kami telah mati, hancur, dan lenyap di dalam tanah, kami akan dibangkitkan kembali dan berada dalam ciptaan yang baru, lalu kami dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kami? Jika demikian, alangkah rugi kami.” Mereka tidak mampu memahami keniscayaan hari kebangkitan karena menggunakan tolok ukur kekuatan manusia, bukan kemahakuasaan Allah yang telah menciptakan mereka dari tidak ada. Tidak hanya mengingkari kuasa-Nya, bahkan mereka pun mengingkari hari pertemuan mereka dengan Tuhannya untuk menjalani hisab dan menerima balasan.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang pertanyaan orang-orang musyrik kepada Rasulullah saw, yang menunjukkan keingkaran dan kesombongan mereka. Mereka berkata, \"Apakah apabila daging dan tulang belulang kami telah hancur menjadi tanah, mungkinkah kami dihidupkan lagi seperti semula?\"\n\nDari pertanyaan di atas tergambar bahwa menurut mereka mustahil manusia dapat hidup kembali setelah mati dan tubuhnya hancur menjadi tanah. Mereka tidak dapat menggambarkan dalam pikirannya bagaimana besarnya kekuasaan Allah. Jika mereka ingin mencapai kebenaran, mereka dapat mencari bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah pada penciptaan manusia. Mereka dahulu tidak ada, kemudian menjadi ada. Tentu menciptakan kembali yang pernah ada lebih mudah bagi Allah. Sebenarnya jika mereka mau berpikir tentu mereka sampai kepada kesimpulan bahwa segala sesuatu itu adalah sama mudahnya bagi Allah, tidak ada yang sukar bagi-Nya.\n\nOrang-orang musyrik itu bukan hanya mengingkari kekuasaan Allah, tetapi juga mengingkari adanya hari kebangkitan, yaitu hari semua manusia dihadapkan di Mahkamah Agung Ilahiah." } } }, { "number": { "inQuran": 3514, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 21, "page": 415, "manzil": 5, "ruku": 358, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0648\u064f\u0643\u0651\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yatawaffaakum malakul mawtil lazee wukkila bikum Thumma ilaa rabbikum turja'oon" } }, "translation": { "en": "Say, \"The angel of death will take you who has been entrusted with you. Then to your Lord you will be returned.\"", "id": "Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3514", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3514.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3514.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Baik yang mengimani maupun yang mengingkari hari kebangkitan sama-sama belum bisa membuktikannya secara langsung sebelum mati. Karena itu, wahai Nabi Muhammad dan kaum mukmin, katakanlah kepada orang-orang musyrik bahwa malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawa-mu pasti akan mematikan kamu saat ajalmu tiba, kemudian kepada Tuhanmu kamu akan dikembalikan. Itulah hari hisab, ketika semua manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia.”", "long": "Ayat ini menolak anggapan orang-orang musyrik yang menyatakan bahwa hari Kiamat itu tidak ada. Dalam ayat ini dikatakan, \"Hai orang-orang musyrik, sesungguhnya malaikat yang bertugas mencabut nyawa manusia, benar-benar menjaga waktu, maka mereka mencabut nyawa orang itu tepat pada waktunya, tidak mundur sesaat pun, dan tidak pula dipercepat walau sesaat.\" Hal ini berlaku bagi semua orang-orang musyrik itu, dan mereka tidak dapat lari dari ketetapan Allah ini. Kemudian mereka dibangkitkan kembali di hari Kiamat dan diminta pertanggungjawaban semua perbuatannya dengan adil." } } }, { "number": { "inQuran": 3515, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0627\u0643\u0650\u0633\u064f\u0648 \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law taraaa izil mujrimoona naakisoo ru'oosihim 'inda rabbihim rabbanaaa absarnaa wa sami'naa farji'naa na'mal saalihan innaa mooqinoon" } }, "translation": { "en": "If you could but see when the criminals are hanging their heads before their Lord, [saying], \"Our Lord, we have seen and heard, so return us [to the world]; we will work righteousness. Indeed, we are [now] certain.\"", "id": "Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3515", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3515.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3515.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saat hari hisab itu tiba, kamu akan melihat orang kafir tampak seperti pesakitan yang menunggu putusan. Dan alangkah ngerinya jika sekiranya engkau melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan pengadilan Tuhannya di hari kiamat kelak, padahal dulunya mereka begitu angkuh kepada Tuhan. Di sana mereka merengek, “Ya Tuhan kami, kami sekarang benar-benar taat dan patuh kepada-Mu. Kami telah melihat dengan mata kepala kami hari kebangkitan dan mendengar betapa ajaran para rasul-Mu adalah benar, maka dengan kuasa dan rahmat-Mu kembalikanlah kami ke dunia sekali saja, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai, tidak seperti yang kami lakukan dulu. Sungguh, saat ini kami adalah orang-orang yang yakin dengan sepenuhnya.” Allah tidak akan mengabulkan permintaan itu karena Dia tahu benar karakter mereka. Mereka tidak akan menjadi orang baik walaupun sekiranya diberi kesempatan kembali ke dunia (Lihat: Surah al-An‘àm/6: 27–28).", "long": "Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya bahwa ia akan merasa ngeri jika melihat keadaan orang-orang yang mengingkari hari Kiamat ketika mereka menundukkan kepala di hadapan Allah karena malu dan takut atas segala tindakan dan perbuatan mereka dalam hidup di dunia. Mereka menyatakan kepada Allah bahwa mereka telah melihat kenyataan hari Kiamat itu benar-benar terjadi, dan telah merasakan pula malapetaka yang menimpa mereka pada hari itu. Mereka kemudian memohon agar diberi kesempatan untuk kembali ke dunia sehingga dapat mengikuti semua petunjuk rasul. Ketika itu, mereka mengaku benar-benar telah meyakini apa yang dahulu mereka dustakan. Mereka juga mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah, yang menghidupkan dan mematikan, serta yang membangkitkan kembali, seperti saat itu.\n\nDalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, \"Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.\" (al-An'am/6: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 3516, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0647\u064f\u062f\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law shi'naa la-aatainaa kulla nafsin hudaahaa wa laakin haqqal qawlu minnee la amla'anna jahannama minal jinnati wannaasi ajma'een" } }, "translation": { "en": "And if We had willed, We could have given every soul its guidance, but the word from Me will come into effect [that] \"I will surely fill Hell with jinn and people all together.", "id": "Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, “Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3516", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3516.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3516.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebetulnya Allah mampu memaksa setiap manusia untuk beriman, namun hal tersebut justru akan merendahkan martabat mereka menjadi setara dengan matahari, bumi, langit, dan sebagainya yang tidak punya pilihan lain kecuali tunduk. Itulah mengapa Allah memberi setiap manusia pilihan, bukan paksaan, untuk beriman atau tidak. Dan jika Kami menghendaki memberi petunjuk niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk bagi-nya, tetapi telah ditetapkan perkataan dan ketetapan dari-Ku bahwa pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. Yang demikian itu karena Kami tahu bahwa kebanyakan mereka lebih memilih jalan kesesatan daripada hidayah.", "long": "Jika Allah menghendaki semua manusia mendapat taufik dan hidayah untuk beriman dan beramal saleh, tentu hal itu tidak sukar bagi-Nya. Akan tetapi, hal itu tidak sesuai dengan sunatullah yang dahulu berlaku di alam ini. Aturan dan hukum Allah yang berlaku di alam ini adalah aturan dan hukum yang paling sempurna. Menurut aturan dan hukum itu ialah menempatkan segala sesuatu di tempatnya, seperti menempatkan mata, telinga, hati, tangan, kaki, dan sebagainya berada di tempat yang layak dan wajar, sesuai dengan keindahan dan fungsinya. Di antara sunatullah itu ialah Allah akan mengisi neraka Jahanam dengan jin dan manusia yang layak bertempat tinggal di sana dan menjadi penghuninya, sebagaimana Dia akan memenuhi surga dengan orang-orang yang layak pula bertempat tinggal di sana.\n\nJika manusia memperhatikan sunatullah yang berlaku di alam ini, akan tampak suatu keserasian dan kerapian di dalamnya. Ikan yang hidup di dalam air mempunyai sirip, insang, dan berdarah dingin. Demikian pula lalat, ular, burung, dan sebagainya. Jika mata memandang ke cakrawala luas, maka di dalamnya terdapat pula sunatullah yang juga sangat rapi, sehingga planet-planet itu tidak berbenturan antara yang satu dengan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3517, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u0652\u062f\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fazooqoo bimaa naseetum liqaaa'a yawminkum haaza innaa naseenaakum wa zooqoo 'azaabal khuldi bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "So taste [punishment] because you forgot the meeting of this, your Day; indeed, We have [accordingly] forgotten you. And taste the punishment of eternity for what you used to do.\"", "id": "Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3517", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3517.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3517.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia yang kafir, kamu layak mendapat kehinaan itu, maka rasakanlah olehmu azab ini disebabkan kamu telah mendustakan dan melalaikan pertemuan dengan harimu ini, yakni hari Kiamat. Karena kamu melalaikan pertemuan ini dan tidak mempersipkan diri dengan iman dan amal saleh, sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan tidak memberi kamu naungan di hari yang tidak akan kamu temukan naungan selain dari-Ku, dan rasakanlah azab yang kekal sebagai balasan atas apa yang telah kamu kerjakan di dunia.”", "long": "Karena orang-orang musyrik mendustakan hari Kiamat, dan memandangnya sebagai suatu hal yang mustahil terjadi, serta meyakini bahwa mereka tidak akan bertemu dengan Tuhan pada hari Kiamat, mereka merasakan azab yang ditimpakan itu. Pada waktu pintu tobat telah tertutup, Allah menyatakan bahwa Ia tidak akan memperhatikan lagi permintaan mereka.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menyebutkan bentuk azab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir adalah azab yang kekal di dalam neraka, akibat tindakan dan perbuatan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3518, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": true } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u06e9", "transliteration": { "en": "Innamaa yu'minu bi aayaatinal lazeena izaa zukkiroo bihaa kharroo sujjadanw wa sabbahoo bihamdi rabbihim wa hum laa yastakbiroon" } }, "translation": { "en": "Only those believe in Our verses who, when they are reminded by them, fall down in prostration and exalt [Allah] with praise of their Lord, and they are not arrogant.", "id": "Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3518", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3518.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3518.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sikap dan balasan bagi orang kafir, Allah beralih menjelaskan sifat dan balasan bagi orang mukmin. Hanyalah yang beriman dengan ayat-ayat Kami, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang tersebar di alam raya, itulah orang-orang yang apabila menyimak ayat-ayat kami dan diperingatkan dengannya mereka langsung menyungkur sujud, tunduk, dan patuh kepada Allah dengan khusyuk, dan dalam sujud mereka bertasbih menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak patut dengan keagungan-Nya serta memuji Tuhannya atas nikmat-Nya, dan mereka tidak menyombongkan diri dari menghamba dan menaati-Nya sebagaimana orang-orang kafir.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Al-Qur'an dan mengakui bahwa Muhammad itu adalah rasul Allah adalah orang-orang yang apabila diperingatkan kepada mereka ayat-ayat Allah dan dibacakan di hadapan mereka, mereka lalu bersujud kepada-Nya. Mereka juga bertasbih memuji-Nya seraya membaca, \"Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil 'adhim.\" Sujud yang demikian dinamakan sujud tilawah. Hukumnya sunah, baik dalam salat maupun di luar salat.\n\nTindakan mereka itu adalah tanda ketaatan dan ketundukan mereka. Hal itu juga sebagai tanda bahwa mereka benar-benar menghayati ajaran dan petunjuk ayat-ayat yang dibacakan kepada mereka. Tidak sedikit pun terdapat sikap angkuh dan sombong dalam menghambakan diri kepada Allah. Mereka juga senang dan khusyuk dalam beribadah." } } }, { "number": { "inQuran": 3519, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0641\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u062c\u0650\u0639\u0650 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0645\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tatajaafaa junoobuhum 'anil madaaji'i yad'oona rabbahum khawfanw wa tama'anw wa mimmaa razaqnaahum yunfiqoon" } }, "translation": { "en": "They arise from [their] beds; they supplicate their Lord in fear and aspiration, and from what We have provided them, they spend.", "id": "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3519", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3519.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3519.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang beriman itu terbiasa bangun pada malam hari untuk salat malam, membuat lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. Usai salat malam mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh rasa takut terhadap azab Allah dan penuh harap atas rahmat-Nya, dan mereka senantiasa menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka, terutama kepada yang membutuhkan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan tanda-tanda lain lagi bagi orang-orang yang beriman. Di antaranya adalah mereka mengurangi tidur, dan sering bangun di pertengahan malam untuk melakukan salat dan berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari siksaan-Nya. Mereka juga menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah mereka peroleh dari Allah.\n\nBanyak ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi saw yang menerangkan keutamaan dan manfaat salat malam, terutama untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk menambah kekuatan iman di dalam dada.\n\nSalat Tahajud dapat mengangkat manusia ke tempat yang terpuji, sebagaimana Allah berfirman:\n\nDan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (al-Isra'/17: 79)\n\nPada ayat yang lain, Allah menerangkan bahwa salat dan membaca Al- Qur'an di malam hari dapat menguatkan jiwa. Dengan demikian, jiwa itu akan dapat menerima kewajiban yang lebih berat dan besar dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:\n\nWahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan. (al-Muzzammil/73: 1-6)\n\nDiriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Abu Dawud, dan ath-thabrani bahwa Mu'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah saw:\n\nYa Rasulullah, beritahukanlah kepadaku perbuatan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari api neraka. Rasulullah bersabda, \"Sesungguhnya engkau benar-benar telah menanyakan sesuatu yang besar, sesungguhnya perbuatan itu mudah dilakukan oleh orang yang dimudahkan Allah baginya, Engkau menyembah Allah, tidak menyekutukan Nya dengan sesuatupun, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadhan, berhaji ke Baitullah.\" Kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya, \"Maukah engkau aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, sedekah menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api, dan salat pada pertengahan malam.\" Kemudian beliau membaca Tatajafa . . . sampai akhir ayat. (Riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Abu Dawud, dan ath-thabrani)\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dari Ibnu 'Abbas, beliau berkata, \"Maksud \"lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka\" ialah beribadah kepada Allah, zikir, salat, berdiri, duduk atau berbaring, mereka selalu mengingat Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3520, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062e\u0652\u0641\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0631\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064d \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaa ta'lamu nafsum maaa ukhfiya lahum min qurrati a'yunin jazaaa'am bimaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "And no soul knows what has been hidden for them of comfort for eyes as reward for what they used to do.", "id": "Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3520", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3520.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3520.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka atas ibadah itu kelak di hari kiamat mereka berhak memperoleh surga yang tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam nikmat yang menyenangkan hati, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan di dunia berupa amal saleh.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa seseorang tidak dapat mengetahui betapa besar kebahagiaan dan kesenangan yang akan diberikan Allah kepadanya di akhirat nanti, dan betapa enak dan nyamannya tinggal di dalam surga itu. Semua itu adalah balasan perbuatan baik yang telah dikerjakan selama hidup di dunia.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dan imam-imam hadis yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: \n\nAllah berfirman, \"Aku telah menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh apa yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya dan belum pernah tergores di dalam hati manusia, kecuali apa yang telah Aku kemukakan kepadamu. Bacalah, jika kamu menghendakinya \"Fala talamu nafs . . . sampai akhir.\"\n\nDiriwayatkan oleh al-Firyabi, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir ath-thabari, ath-thabrani, al-hakim dan dinyatakan sebagai hadis sahih dari Ibnu Mas'ud, ia berkata, \"Sesungguhnya termaktub dalam Taurat bahwa Allah menjanjikan kepada orang-orang yang jauh lambung mereka dari tempat tidurnya, apa yang belum dilihat mata, belum didengar telinga, belum tergores dalam hati manusia. Malaikat yang dekat kepada Tuhan tidak mengetahuinya demikian pula para rasul yang diutusnya. Sesungguhnya itu terdapat pula di dalam Al-Qur'an, sebagaimana tersebut dalam ayat ini.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3521, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064b\u0627 \u06da \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afaman kaana mu'minan kaman kaana faasiqaa; laa yasta woon" } }, "translation": { "en": "Then is one who was a believer like one who was defiantly disobedient? They are not equal.", "id": "Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3521", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3521.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3521.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika orang kafir dijerumuskan ke Jahanam dan orang yang beriman berbahagia dalam surga, maka apakah keadaan orang yang beriman itu di akhirat kelak sama halnya seperti orang yang fasik dan kafir? Tentu mereka tidak sama.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa setelah menerangkan sifat-sifat orang kafir dan sifat-sifat orang-orang mukmin, Allah menyuruh membandingkan kedua sifat itu, apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, tidak percaya kepada janji dan ancaman-Nya, mengingkari perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya itu sama dengan orang-orang yang mengikuti ayat-ayat Allah, mengakui kebenaran janji dan ancaman-Nya mengikuti perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya? Allah menegaskan bahwa kedua golongan itu sama sekali tidak sama, amat besar perbedaannya di sisi-Nya. Orang yang tidak berpengetahuan dan tidak mempunyai pandangan yang tajam saja dapat membedakan kedua macam golongan itu. Firman Allah yang lain yang sama isinya dengan ayat ini, ialah:\n\nApakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu. (al-Jasiyah/45: 21) \n\nFirman Allah:\n\nPantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat? (sad/38: 28)" } } }, { "number": { "inQuran": 3522, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ammal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati falahum jannaatul maawa nuzulam bimaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "As for those who believed and did righteous deeds, for them will be the Gardens of Refuge as accommodation for what they used to do.", "id": "Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3522", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3522.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3522.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka sebagai balasannya mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman. Di sana mereka menetap dan bersenang-senang selamanya sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan perbedaan kedua golongan itu dan perbedaan keadaan mereka di akhirat nanti. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengerjakan amal saleh akan diberi ganjaran pahala yang berlipat ganda di akhirat nanti. Mereka akan tinggal di rumah-rumah yang megah dengan taman-taman yang indah, sebagai balasan keimanan dan amal saleh yang mereka perbuat selama hidup di dunia. Firman Allah:\n\nNiscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah kemenangan yang agung. (ash-saff/61: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 3523, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 21, "page": 416, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ammal lazeena fasaqoo famaawaahumn Naaru kullamaaa araadooo any yakhrujoo minhaaa u'eedoo feehaa wa qeela lahum zooqoo 'zaaaban Naaril lazee kuntum bihee tukazziboon" } }, "translation": { "en": "But as for those who defiantly disobeyed, their refuge is the Fire. Every time they wish to emerge from it, they will be returned to it while it is said to them, \"Taste the punishment of the Fire which you used to deny.\"", "id": "Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3523", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3523.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3523.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang-orang yang fasik, kafir, dan melenceng dari ketaatan kepada Allah, maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Di sana mereka merasakan siksaan setiap saat, sehingga setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka dengan nada hinaan dan ejekan, “Rasakanlah azab neraka yang di dunia dahulu kamu dustakan.” Inilah balasan setimpal bagi orang zalim dan fasik.", "long": "Adapun orang-orang yang kafir, mengingkari Allah dan rasul-Nya, serta mengerjakan perbuatan-perbuatan jahat akan dibalas dengan azab neraka di akhirat nanti. Setiap mereka mendekati pintu neraka untuk keluar, mereka dikembalikan ke dalamnya lagi.\n\nJika neraka itu diibaratkan dengan kawah atau kepundan gunung berapi, maka orang-orang kafir berada di dalamnya. Nyala api dari kawah itu sedemikian berbahaya dan setiap saat menyemburkan bunga api. Dalam gambaran itu terbawa pula orang-orang kafir yang sedang diazab, mereka terlempar ke mulut kawah itu, kemudian mereka dibenamkan lagi ke dasarnya, sehingga tidak mempunyai kesempatan sedikit pun untuk keluar dari neraka itu. Di saat mereka dibenamkan kembali ke dalam neraka, kepada mereka dikatakan, \"Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu tidak mempercayainya sedikit pun sewaktu hidup di dunia.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3524, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lanuzeeqan nahum minal 'azaabil ladnaa doonal 'azaabil akbari la'allahum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And we will surely let them taste the nearer punishment short of the greater punishment that perhaps they will repent.", "id": "Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3524", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3524.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3524.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebelum mendapat azab di akhirat, orang-orang kafir itu sebenarnya sudah tertimpa azab di dunia. Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat, yakni di dunia, berupa bermacam musibah sebelum azab yang lebih besar di akhirat nanti. Itu semua Allah timpakan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, bahkan yang durhaka. Allah sudah memberi peringatan tetapi mereka tidak menyadari.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa sebenarnya orang-orang kafir itu sewaktu masih hidup di dunia telah diazab oleh Allah dengan berbagai macam azab, baik yang tampak maupun yang hanya dapat dirasakan oleh mereka. Siksaan bagi mereka di dunia disebut dengan al-'adzab al-adna (azab yang dekat), sedangkan siksaan di akhirat disebut al-'adzab al-akbar (azab yang lebih besar).\n\nBanyak cobaan-cobaan yang diberikan Allah kepada manusia selama hidup di dunia, sejak dari cobaan yang kecil sampai kepada cobaan yang paling besar. Bisa juga dalam bentuk kemewahan lahiriah sampai kepada kemiskinan dan kesengsaraan. Seorang yang kaya tetapi tidak dilandasi dengan iman kepada Allah, hatinya selalu was-was dan khawatir, mungkin ada orang yang akan merampas kekayaannya itu, atau ada ahli waris yang hendak membunuhnya agar memperoleh kekayaan itu.\n\nSeorang penguasa yang tidak beriman selalu khawatir kekuasaannya akan pindah kepada orang lain. Kalau perlu, kekuasaan itu dipertahankan dengan tangan besi dan kekerasan. Kekhawatiran seperti ini pernah terjadi pada Fir'aun di kala tukang-tukang sihirnya dikalahkan oleh Nabi Musa.\n\nAllah berfirman:\n\nDia (Fir'aun) berkata, \"Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya.\" (thaha/20: 71)\n\nBanyak penguasa-penguasa yang bersikap seperti Fir'aun ini. Mereka mengira bahwa merekalah yang memiliki semuanya dan merekalah yang paling berkuasa.\n\nSebenarnya Allah memberikan cobaan-cobaan dari azab duniawi itu agar semuanya menjadi pelajaran bagi orang-orang kafir itu. Hal ini bertujuan agar mereka mau beriman, beramal saleh, dan mudah-mudahan kembali ke jalan yang benar. Biarlah mereka menanggung siksa yang ringan di dunia ini asal di akhirat nanti mereka terhindar dari siksa yang amat berat." } } }, { "number": { "inQuran": 3525, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 359, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0642\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man azlamu mimman zukkira bi aayaati rabbihee summa a'rada 'anhaa; innaa minal mujrimeena muntaqimmon" } }, "translation": { "en": "And who is more unjust than one who is reminded of the verses of his Lord; then he turns away from them? Indeed We, from the criminals, will take retribution.", "id": "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3525", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3525.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3525.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir itu tidak mampu mengambil pelajaran dari musibah yang menimpa akibat kezaliman telah menutup hati mereka. Pada ayat ini Allah menjelaskan penyebab mereka layak disiksa. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya dan bahkan mendustakannya? Tidak ada. Sungguh, telah menjadi ketetapan bahwa Kami akan memberikan balasan setimpal kepada orang-orang yang berdosa sesuai kadar dosanya.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang yang paling zalim di sisi-Nya ialah orang yang telah sampai kepadanya peringatan Allah, ayat-ayat Al-Qur'an, dan petunjuk rasul, tetapi mereka berpaling dari ajaran dan petunjuk itu karena angkuh dan penyakit dengki yang ada di dalam hatinya.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah akan menyiksa dengan azab yang pedih setiap orang yang berbuat dosa dan maksiat.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dari Mu'adz bin Jabal, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah bersabda:\n\nTiga perkara, barang siapa yang mengerjakannya, maka sesungguhnya ia telah mengerjakan perbuatan dosa: barang siapa yang telah bertekad ikut berperang di jalan yang tidak benar atau mendurhakai kedua orang ibu bapaknya atau orang yang berjalan beserta orang-orang yang zalim lalu ia menolong orang yang zalim itu. Allah berfirman, \"Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.\" (Riwayat Ibnu Jarir ath-thabari dari Mu'adz bin Jabal)" } } }, { "number": { "inQuran": 3526, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 360, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aayainaa Moosal Kitaaba falaa takun fee miryatim mil liqaaa'ihee wa ja'alnaahu hudal li Baneee Israaa'eel" } }, "translation": { "en": "And We certainly gave Moses the Scripture, so do not be in doubt over his meeting. And we made the Torah guidance for the Children of Israel.", "id": "Dan sungguh, telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa, maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu menerimanya (Al-Qur'an) dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3526", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3526.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3526.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menguatkan jiwa Rasulullah dalam mengajarkan Al-Qur’an dan menghadapi pengingkaran kaumnya, Allah berfirman \"Sungguh, telah Kami sampaikan kepada Bani Israil bahwa Kami telah meng-anugerahkan Kitab Taurat kepada Musa, maka janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, ragu-ragu menerimanya, yakni Al-Qur’an; dan Kami jadikan Kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil sebagaimana Kami jadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umatmu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa sebagaimana Dia telah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad. Namun demikian, wahyu yang diturunkan kepada Nabi Musa itu didustakan oleh kaumnya. Musa bersama pengikutnya disiksa oleh Fir'aun dan kaumnya, sehingga mereka lari ke daerah Palestina. Demikian pula Muhammad saw telah didustakan pula oleh kaumnya, disakiti, dan ditentang sehingga beliau dan para sahabatnya hijrah ke Medinah. Itulah sunatullah yang berlaku di alam ini, selalu terjadi pertarungan antara yang hak dengan yang batil, dan antara kebaikan dan kejahatan. Semua itu merupakan cobaan bagi orang-orang yang beriman.\n\nDalam ayat ini disebut-sebut nama Musa di antara para nabi dan rasul Allah adalah karena banyak persamaan perjuangannya dengan Nabi Muhammad.\n\nAyat ini diturunkan untuk hiburan bagi Nabi Muhammad dan para sahabat yang sedang menyampaikan agama Allah kepada manusia. Dalam menyampaikan risalah itu, dia mendapat ancaman dan penganiayaan dari kaumnya. Seakan-akan dikatakan kepada mereka, \"Hai Muhammad, janganlah kamu dan pengikut-pengikutmu bersedih hati menghadapi sikap dan tindakan orang-orang musyrik itu. Hal yang demikian itu adalah wajar dan merupakan sunatullah. Ingatlah Musa dan pengikut-pengikutnya. Mereka dianiaya dan diburu oleh Fir'aun dan kaumnya, sampai mereka lari menyeberangi Laut Merah, dan mengarungi padang pasir yang tandus dan panas. Dalam keadaan demikian, banyak pula di antara pengikut-pengikutnya yang berkhianat, tetapi ia tetap tabah dan sabar. Semakin kuat tantangan dan penganiayaan yang diterimanya, semakin kuat pula usaha dan kesabarannya. Aku pasti menyayangimu dan para pengikutmu sebagaimana Aku telah menjaga pula Musa dan para pengikutnya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3527, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 360, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0626\u0650\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa minhum a'immatany yahdoona bi amrinaa lammaa sabaroo wa kaanoo bi aayaatinaa yooqinoon" } }, "translation": { "en": "And We made from among them leaders guiding by Our command when they were patient and [when] they were certain of Our signs.", "id": "Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3527", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3527.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3527.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya menurunkan Taurat kepada Bani Israil, Kami juga jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin dan ulama-ulama yang memberi petunjuk dengan perintah dan pertolongan Kami selama mereka sabar dalam menegakkan kebenaran. Mereka senantiasa meyakini ayat-ayat Kami. Ayat ini dimaksudkan untuk menghibur hati Rasulullah. Bila umat beliau menentang dakwahnya, sesungguhnya Bani Israil dulu tidak saja menentang Nabi Musa melainkan juga mengajukan permintaan yang mengherankan (Lihat pula: an-Nisà’/4: 153 dan al-Mà’idah/5: 24).", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menjadikan di antara Bani Israil yang mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya menjadi pemuka masyarakat. Di antara mereka ada yang diangkat menjadi nabi dan rasul yang menyampaikan petunjuk yang benar kepada kaumnya, dan ada pula di antara mereka yang dijadikan pemimpin bagi kaumnya menuju ke jalan yang benar. Hal itu diberikan karena mereka adalah orang-orang yang beriman dan sabar melaksanakan hukum-hukum Allah. Mereka juga sabar menerima setiap cobaan yang menimpa mereka, dan mereka yakin benar akan petunjuk Allah.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami menjadikannya sebagai petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), \"Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku.\" (al-Isra'/17" } } }, { "number": { "inQuran": 3528, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 360, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u0644\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna rabbaka huwa yafsilu bainahum yawmal qiyaamati feemaa kaanoo feehi yakhtalifoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ.", "id": "Sungguh Tuhanmu, Dia yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan padanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3528", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3528.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3528.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, wahai Nabi Muhammad, jangan ragu menyampaikan kebenaran Al-Qur’an, meski mereka menentangmu. Sungguh Tuhanmu, Dia-lah yang akan memberikan keputusan dengan benar dan adil di antara mereka, yakni para hamba-Nya, pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan padanya, seperti hari kebangkitan, hari perhitungan, dan balasan di surga dan neraka.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya hanya Allah yang menyelesaikan dan memberi keputusan segala perselisihan dan pertentangan soal agama antara mereka di hari Kiamat. Allah akan memberikan balasan yang setimpal kepada orang-orang yang mengingkari seruan Nabi dan memberi pahala kepada orang-orang yang mengikutinya.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang menyelesaikan pertentangan soal agama adalah Nabi Muhammad. Ia memberikan keputusan dengan adil terhadap perselisihan para rasul dengan umatnya di hari Kiamat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 3529, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 360, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yahdi lahum kam ahlaknaa min qablihim minal qurooni yamshoona fee zaalika la aayaatin afalaa yasma'oon" } }, "translation": { "en": "Has it not become clear to them how many generations We destroyed before them, [as] they walk among their dwellings? Indeed in that are signs; then do they not hear?", "id": "Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3529", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3529.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3529.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka, yaitu para pendusta risalah, betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan akibat pendustaan dan penentangan mereka terhadap para rasul, sedangkan mereka sendiri seringkali berjalan di tempat-tempat kediaman mereka yang dibinasakan itu sehingga mereka melihat bekas-bekas kehancurannya? Kaum-kaum itu hancur karena kekafiran mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Apakah mereka tidak mendengarkan dan memperhatikan?", "long": "Pada ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang musyrik Mekah yang selalu menentang dan mengingkari seruan Nabi Muhammad. Apakah belum jelas bagi mereka jalan benar yang telah ditunjukkan kepada mereka. Apakah mereka lupa dan tidak memperhatikan akibat yang diterima umat-umat dahulu yang mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka. Bukankah orang-orang musyrik Mekah sering melakukan perdagangan ke Syiria dan Yaman. Dalam perjalanan itu, mereka menyaksikan dan melihat bekas negeri kaum 'Ad, Samud, Lut, penduduk Aikah, dan sebagainya yang telah hancur akibat tindakan mereka yang mendustakan para rasul.\n\nAyat lain yang senada dengan ayat ini ialah firman Allah:\n\nMaka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya). (al-hajj/22: 45)\n\nFirman Allah lainnya:\n\nMaka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui. (an-Naml/27: 52)\n\nAllah mengatakan bahwa sebenarnya pada bekas reruntuhan dan tempat kediaman orang-orang yang mendustakan dan mengingkari seruan rasul itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran. Kejadian itu menunjukkan bahwa sunatullah berlaku bagi semua orang yang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 3530, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 360, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0631\u064f\u0632\u0650 \u0641\u064e\u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0632\u064e\u0631\u0652\u0639\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yaraw annaa nasooqul maaa'a ilal lardil juruzi fanukhriju bihee zar'an taakulu minhu an'aamuhum wa anfusuhum afalaa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "Have they not seen that We drive the water [in clouds] to barren land and bring forth thereby crops from which their livestock eat and [they] themselves? Then do they not see?", "id": "Dan tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami mengarahkan (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu) tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak memperhatikan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3530", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3530.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3530.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kuasa membinasakan dan menghidupkan mereka kem-bali. Dan tidakkah mereka, yakni para pendusta hari kebangkitan, memperhatikan bahwa Kami mampu menghidupkan orang yang sudah mati sebagaimana Kami mampu mengarahkan awan yang mengandung air ke bumi yang tandus, lalu dengan air hujan itu Kami tumbuhkan tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan juga mereka sendiri dapat makan darinya sehingga tubuh mereka sehat dan kuat? Maka, mengapa mereka tidak memperhatikan hal tersebut sebagai bukti kemampuan Kami membangkitkan manusia pada hari kebangkitan?", "long": "Ayat ini mempertanyakan apakah orang-orang kafir itu buta, sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Allah? Bukankah Allah yang menghalau awan ke tempat yang kering dan tandus serta tidak mempunyai tumbuh-tumbuhan? Awan itu berubah menjadi air hujan yang menyirami tanah itu sehingga memungkinkan manusia mengalirkannya ke tanah-tanah yang kering. Tanah itu lalu menjadi subur dan ditumbuhi oleh bermacam-macam tumbuh-tumbuhan dan tanam-tanaman. Sebagian tanaman itu dimakan oleh manusia dan sebagian lagi oleh binatang ternak piaraan mereka.\n\nApakah mereka tidak melihat bukti-bukti yang demikian itu sehingga mereka dapat mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah dalam menghidupkan manusia yang telah mati dan membangkitkan mereka dari kuburnya? Jika mau memperhatikan, mereka tentu akan sampai kepada keyakinan bahwa Allah Mahakuasa, tidak ada yang sukar bagi-Nya. Jika Dia meng-hendaki, cukuplah Dia mengatakan \"kun\" (jadilah), maka jadilah yang dikehendaki-Nya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3531, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 360, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona mataa haazal fat hu in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When will be this conquest, if you should be truthful?\"", "id": "Dan mereka bertanya, “Kapankah kemenangan itu (datang) jika engkau orang yang benar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3531", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3531.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3531.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Enggan memperhatikan bukti kuasa Allah membangkitkan manusia yang telah mati, kaum kafir justru menantang Nabi Muhammad. Dan dengan maksud mengejek mereka bertanya, “Kapankah kemenangan atas kami itu datang kepadamu dan kapan pula azab yang engkau ancam kami dengannya itu akan datang, jika engkau memang orang yang benar dalam pengakuanmu sebagai rasul?”", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa karena keyakinan kepada agama Islam yang mereka anut, kaum Muslimin sering mengatakan nanti Allah akan memberi kemenangan kepada mereka. Pada waktu itu akan diputuskan keputusan yang adil antara manusia, termasuk antara mereka dengan orang-orang kafir.\n\nOrang-orang kafir, terutama kaum musyrik Mekah, setelah mendengarkan ucapan-ucapan kaum Muslimin itu, menanyakan hal tersebut dengan maksud untuk mengejek dan memperolok-olokkan mereka. Orang-orang kafir itu mengatakan, \"Wahai kaum Muslimin, kamu sekalian selalu mengatakan bahwa kemenangan itu akan segera kamu peroleh, padahal kamu sekalian adalah orang-orang yang tak ada gunanya dan orang-orang rendah di antara kita. Mungkinkah dakwaan kamu terwujud? Jika benar apa yang kamu katakan itu, terangkanlah kepada kami kapan terjadinya?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3532, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 360, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yawmal fat hi laa yanfa'ul lazeena kafarooo eemaanuhum wa laa hum yunzaroon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"On the Day of Conquest the belief of those who had disbelieved will not benefit them, nor will they be reprieved.\"", "id": "Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3532", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3532.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3532.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad untuk menanggapi pertanyaan kaum kafir itu. Katakanlah, “Ketahuilah, pada hari kemenangan itu, yaitu hari kiamat ketika setiap manusia akan memperoleh putusan dan balasan dengan adil, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir itu keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan untuk dikembalikan ke dunia supaya bertobat, beriman, dan beramal saleh.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Muhammad mengatakan kepada orang-orang musyrik Mekah itu, termasuk juga di dalamnya orang-orang kafir, bahwa hari kemenangan dan hari penyelesaian yang adil itu ialah hari Kiamat. Pada hari itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang hanya diucapkan ketika itu, padahal waktu di dunia, dia adalah orang kafir. Mereka pada hari itu tidak diberi kesempatan untuk bertobat. Tidak memberi kesempatan bertobat kepada orang-orang kafir pada hari itu adalah wajar karena mereka selama hidup di dunia telah diberi peringatan oleh rasul yang diutus kepada mereka. Rasul itu telah menunjukkan jalan kebahagiaan yang abadi kepada mereka yang termuat di dalam Al-Qur'an dan hadis, tetapi mereka tetap ingkar dan membangkang.\n\nAllah akan menetapkan hukum di antara manusia dengan adil pada hari Kiamat. Orang-orang yang berbuat baik akan dibalas dengan pahala yang baik, sedangkan orang-orang yang berbuat buruk akan diazab dengan siksaan yang pedih. Hal ini sesuai dengan firman Allah:\n\n\"Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.\" (al-A'raf/7: 89)" } } }, { "number": { "inQuran": 3533, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 21, "page": 417, "manzil": 5, "ruku": 360, "hizbQuarter": 166, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa a'rid 'anhum wantazir innahum muntazirron" } }, "translation": { "en": "So turn away from them and wait. Indeed, they are waiting.", "id": "Maka berpalinglah engkau dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3533", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3533.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3533.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai Nabi Muhammad, berpalinglah engkau dari mereka. Abaikanlah pendustaan mereka dan tunggulah masa ketika Allah mendatangkan janji-Nya dengan memenangkan orang beriman atas orang kafir, sesungguhnya mereka juga menunggu kapan kalian mati atau terbunuh dalam perang.", "long": "Karena orang-orang musyrik tetap ingkar, bahkan telah mulai menantang dan menyakiti kaum Muslimin, maka Allah memerintahkan agar Rasulullah dan kaum Muslimin berpaling dari mereka, serta tidak mengindahkan mereka lagi. Rasulullah juga diperintahkan untuk menyeru seluruh manusia agar menerima wahyu yang telah disampaikan kepadanya, sesuai dengan tugas yang diterimanya dari Allah. Hendaklah orang-orang musyrik itu menunggu azab yang akan ditimpakan Allah kepada mereka baik di dunia maupun di akhirat, sebagai balasan perbuatan jahat yang telah mereka lakukan kepada Nabi saw dan seluruh kaum Muslimin. Allah benar-benar akan menepati janji-Nya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad akan melihat akibat dari sikap kebesaran hatinya dan balasan dari usahanya menyampaikan risalah Allah. Dia akan menjaga dan memelihara Nabi saw dari segala macam bahaya yang datang dari kaum musyrik itu.\n\nMenurut suatu riwayat, setelah ayat ini, turunlah ayat-ayat yang membolehkan Rasulullah saw dan para sahabat memerangi orang-orang kafir." } } } ] }, { "number": 33, "sequence": 90, "numberOfVerses": 73, "name": { "short": "الأحزاب", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0623\u062d\u0632\u0627\u0628", "transliteration": { "en": "Al-Ahzaab", "id": "Al-Ahzab" }, "translation": { "en": "The Clans", "id": "Golongan Yang Bersekutu" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyah, diturunkan sesudah surat Ali'Imran. Dinamai Al Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Medinah. Mereka telah mengepung rapat orang- orang mukmin sehingga sebahagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu. Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sampai dimana teguhnya keimanan mereka. Akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3534, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 21, "page": 418, "manzil": 5, "ruku": 361, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaa aiyuhan Nabiyyut taqil laaha wa laa tuti'il kaafireena wal munaafiqeen; innal laaha kaana 'aleeman Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "O Prophet, fear Allah and do not obey the disbelievers and the hypocrites. Indeed, Allah is ever Knowing and Wise.", "id": "Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3534", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3534.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3534.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; dan karenanya janganlah engkau menuruti keinginan orang-orang kafir agar engkau berpaling dari ketaatan kepada Allah, dan janganlah engkau menuruti kehendak orang-orang munafik agar engkau duduk bersama mereka dan menjauhi kaum duafa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akibatnya, Mahabijaksana dalam segala firman dan aturan-Nya.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin agar bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menghentikan semua larangan-Nya. Allah juga melarang Nabi saw dan kaum Muslimin menuruti keinginan-keinginan orang-orang kafir yang pernah menganjurkan kepada beliau agar mengusir orang-orang mukmin yang lemah dan miskin dari majelisnya. Ayat ini juga melarang Nabi dan orang-orang mukmin mengikuti orang-orang munafik yang lahirnya mengaku sebagai seorang mukmin, tetapi hatinya tetap kafir, bahkan selalu berusaha dan bekerja sama dengan orang-orang kafir yang lain untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin.\n\nBerdasarkan ayat ini dan sebab turunnya, yang dimaksud dengan \"menuruti keinginan orang-orang kafir dan munafik\" ialah \"menuruti keinginan mereka agar kaum Muslimin mengakui kepercayaan dan tuhan-tuhan mereka, mempercayai bahwa tuhan-tuhan mereka dapat memberi syafaat dan manfaat kepada orang-orang yang menyembahnya, dan mengakui syariat-syariat mereka sebagaimana mengakui syariat yang diturunkan Allah.\" Hendaklah kaum Muslimin waspada terhadap segala usaha orang-orang kafir dan munafik yang sengaja mengaburkan dan merusak agama dan kepercayaan mereka, sehingga pemahaman mereka terhadap agama itu menjadi menyimpang dari paham yang sebenarnya.\n\nAkhir ayat ini memperingatkan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang dikatakan, dianjurkan, disampaikan, dan disembunyi-kan dalam hati orang kafir itu, serta segala yang mereka maksudkan dan inginkan. Oleh karena itu, Dia akan menetapkan hukuman yang adil bagi mereka dan Dia Mahabijaksana dalam mengatur segala urusan Nabi dan para sahabat-sahabatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3535, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 21, "page": 418, "manzil": 5, "ruku": 361, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wattabi' maa yoohaaa ilaika mir Rabbik; innal laaha kaana bimaa ta'maloona Khabeera" } }, "translation": { "en": "And follow that which is revealed to you from your Lord. Indeed Allah is ever, with what you do, Acquainted.", "id": "dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3535", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3535.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3535.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan karena itu, ikutilah dan lakukanlah apa saja yang telah diwahyukan Tuhanmu kepada engkau. Sungguh, Allah Maha mengetahui dengan sangat teliti terhadap apa yang kamu kerjakan, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi; dan Dia akan membalasnya sesuai apa yang telah kamu lakukan.", "long": "Setelah Allah melarang kaum Muslimin memenuhi keinginan-keinginan orang-orang kafir itu, lalu Ia memerintahkan agar mereka mengamalkan dan melaksanakan semua yang telah diwahyukan-Nya, yaitu Al-Qur'an, dengan menjadikannya sebagai pedoman dalam berbuat, bertindak, dan menentukan sikap dalam menetapkan pilihan. Yang sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an tetap dilaksanakan, sedang yang tidak sesuai segera dihentikan dan dijauhi. Dengan demikian, mereka akan hidup berbahagia, dan dakwah Islamiyah akan berhasil dengan gemilang. Mereka akan terhindar dari segala kemungkinan menurut keinginan orang-orang kafir dan kemungkinan salah dalam memahami agama.\n\nKemudian Allah memperingatkan bahwa Dia mengetahui segala yang diperbuat Nabi dan para sahabatnya. Tidak ada satu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Oleh karena itu, Dia akan memberikan balasan sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, dan akan mewahyukan kepada Muhammad saw segala yang diperlukannya, segala yang bermanfaat dalam menyampaikan risalah dan dalam membina masyarakat Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 3536, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 21, "page": 418, "manzil": 5, "ruku": 361, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa tawakkal 'alal laah; wa kafaa billaahi Wakeelaa" } }, "translation": { "en": "And rely upon Allah; and sufficient is Allah as Disposer of affairs.", "id": "dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pemelihara." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3536", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3536.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3536.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bertawakallah kepada Allah agar Dia meneguhkan langkahmu dalam menyerukan kebenaran. Dan janganlah engkau minta perlindungan kepada siapa pun karena cukuplah Allah sebagai pemelihara dirimu dari ancaman dan atau kemungkinan buruk dari kaum kafir dan munafik", "long": "Pada ayat ini, Allah memperingatkan bahwa apabila Muhammad telah mengikuti apa yang telah diwahyukan dan tidak mengikuti keinginan orang-orang kafir, hendaklah kaum Muslimin berserah diri kepada Allah, menyerahkan segala urusan kepada-Nya saja, dan berpegang dengan agama-Nya dengan sungguh-sungguh. Cukuplah Dia sebagai pemelihara hamba-hamba-Nya. Tidak seorang pun yang dapat menghalangi apabila Allah ber-kehendak memberikan manfaat dan syafaat kepada seseorang. Demikian pula, tidak seorang pun yang sanggup melindungi, apabila Allah berkehendak memberikan cobaan dan pengajaran yang berupa mudarat dan kesengsaraan kepada seseorang." } } }, { "number": { "inQuran": 3537, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 21, "page": 418, "manzil": 5, "ruku": 361, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a \u062a\u064f\u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0623\u064e\u062f\u0652\u0639\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Maa ja'alal laahu lirajulim min qalbaini fee jawfih; wa maa ja'ala azwaajakumul laaa'ee tuzaahiroona minhunna ummahaatikum; wa maa ja'ala ad'iyaaa'akum abnaaa'akum; zaalikum qawlukum bi afwaa hikum wallaahu yaqoolul haqqa wa Huwa yahdis sabeel" } }, "translation": { "en": "Allah has not made for a man two hearts in his interior. And He has not made your wives whom you declare unlawful your mothers. And he has not made your adopted sons your [true] sons. That is [merely] your saying by your mouths, but Allah says the truth, and He guides to the [right] way.", "id": "Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3537", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3537.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3537.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari perintah bertakwa dan larangan menaati orang kafir, Allah melalui ayat ini kemudian berbicara tentang orang yang hatinya tidak istikamah, masalah zihar, dan anak angkat. Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya. Setiap manusia hanya memiliki satu hati dan darinya muncul kehendak atau keinginan. Karena itu, tidak mungkin di satu sisi ia beriman dan takut kepada Allah namun di sisi lain ia takut kepada selain Allah. Dan begitu juga, Dia tidak menjadikan istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu. Zihar adalah perkataan suami kepada istri, “Punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku,” atau yang sama maksudnya. Dan Dia juga tidak membenarkanmu menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu sendiri. Sejak saat itu hukum anak angkat dibatalkan. Dengan begitu nasab anak itu kembali ke nasab ayah kandungnya. Sesungguhnya yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja yang tidak dilandasi ilmu yang benar. Allah mengatakan dan menetapkan hukum yang sebenarnya dan Dia menunjukkan kepadamu jalan yang benar dan lurus.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia tidak menjadikan dua hati dalam satu tubuh sehingga tidak mungkin pada diri seseorang berkumpul iman dan kafir. Jika seseorang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tentu di dalam hatinya tidak ada kekafiran dan kemunafikan, walaupun sedikit, dan ia tentu mengikuti Al-Qur'an dan sunah Rasulullah, menyeru manusia mengikuti jalan Allah, mengikuti hukum-hukum-Nya dan berserah diri hanya kepada Allah. Sebaliknya jika seseorang itu kafir atau munafik, tentu di dalam hatinya tidak ada iman kepada Allah dan Rasul-Nya dan dia tidak akan bertawakal kepada Allah. Dengan kata lain, mustahil berkumpul pada diri seseorang dua buah keyakinan yang berlawanan, sebagaimana tidak mungkin ada dua hati di dalam satu tubuh manusia.\n\nPada masa Jahiliah sering terjadi pada bangsa Arab, untuk maksud dan dengan ucapan tertentu, mereka menjadikan istrinya sebagai ibunya. Maka bila dia mengucapkan kepada istrinya ucapan tertentu itu, jadilah istrinya sebagai ibunya yakni tidak dapat dicampurinya.\n\nMenurut kebiasaan orang-orang Arab di masa Jahiliah, apabila seorang suami mengatakan kepada istrinya, \"Anti 'alayya kadhahri ummi\" (punggungmu haram atasku seperti haramnya punggung ibuku), maka sejak suami mengucapkan perkataan itu, istrinya haram dicampurinya, seperti dia haram mencampuri ibunya. Tindakan suami seperti itu di zaman Jahiliah disebut \"dhihar\". Dalam Islam hukum ini diganti dengan hukum yang diterangkan dalam surah al-Mujadalah/58 ayat 3.\n\nDan mereka yang menzihar istrinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (al-Mujadilah/58: 3)\n\nKemudian dalam ayat ini, Allah mencela satu lagi kebiasaan orang-orang Arab di masa Jahiliah, karena hal itu termasuk mengada-adakan sesuatu yang tidak benar dan tidak mempunyai dasar yang kuat, yaitu mengangkat anak (adopsi). Apabila seseorang mengangkat anak orang lain menjadi anaknya pada masa Jahiliah, maka berlakulah bagi anak itu hukum-hukum yang berlaku atas anak kandungnya sendiri, seperti terjadinya hubungan waris-mewarisi, hubungan mahram, dan sebagainya. Kebiasaan bangsa Arab Jahiliah ini pernah dilakukan Nabi Muhammad sebelum turunnya ayat ini. Beliau pernah mengangkat Zaid bin harisah menjadi anak angkatnya.\n\nZaid ini adalah putra harisah bin Syarahil dan berasal dari Bani thayyi' di Syam. Ketika terjadi peperangan antara salah satu kabilah Arab dengan Bani thayyi', Zaid kecil tertawan dan dijadikan budak. Kemudian Khalil dari suku Tihamah membeli Zaid dan lalu menjualnya kepada hakim bin ham bin Khuwailid. hakim memberikan Zaid sebagai hadiah kepada Khadijah, saudara perempuan ayahnya. Setelah Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah, beliau tertarik kepada Zaid, maka Khadijah menghadiahkan Zaid kepada suaminya itu. \n\nMendengar kabar bahwa Zaid berada pada Muhammad, harisah, ayah Zaid, pergi dengan saudaranya ke Mekah dengan maksud menebus anaknya yang tercinta itu. Ia pun meminta kepada Muhammad agar menyerahkan Zaid. Nabi Muhammad lalu memberi keleluasaan kepada Zaid untuk memutuskan sendiri, bahkan beliau tidak mau menerima tebusan. Setelah ditanyakan kepadanya, maka Zaid memilih untuk tetap bersama Nabi Muhammad, tidak mau ikut dengan bapaknya ke negeri Syam. harisah dan saudaranya lalu berkata kepada Zaid, \"Celakalah engkau Zaid, engkau lebih memilih perbudakan dari kemerdekaan.\" Zaid menjawab, \"Sesungguhnya aku melihat kebaikan pada laki-laki ini (Muhammad), yang menjadikanku tidak sanggup berpisah dengannya, dan aku tidak sanggup memilih orang lain selain dia untuk selama-lamanya.\"\n\nNabi saw kemudian keluar menemui orang banyak dan berkata, \"Saksikanlah oleh kamu sekalian bahwa Zaid adalah anakku, aku akan mewarisinya, dan ia akan mewarisiku...\" Mendengar hal yang demikian, hati harisah dan saudaranya menjadi senang, maka dipanggillah Zaid dengan \"Zaid bin Muhammad\" sampai turun ayat ini.\n\nMenurut Qurthubi, seluruh ahli tafsir sependapat bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Zaid bin harisah itu.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan imam-imam hadis yang lain dari Ibnu 'Umar bahwa ia berkata, \"Kami tidak pernah memanggil \"Zaid bin harisah\", tetapi kami memanggilnya \"Zaid bin Muhammad\" hingga turunnya ayat ini (al-Ahzab ayat 5).\" Dengan turunnya ayat ini, Nabi saw berkata, \"Engkau Zaid bin harisah.\"\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan lagi bahwa perkataan suami bahwa istrinya haram dicampurinya sebagaimana ia haram mencampuri ibunya, dan perbuatan mengangkat anak dan menjadikan kedudukannya sama dengan anak sendiri (kandung) adalah ucapan lidah saja, tidak mempunyai dasar agama atau pikiran yang benar. Oleh karena itu, ucapan tersebut tidak akan menimbulkan akibat hukum sedikit pun. Allah mengatakan yang benar, sehingga mustahil istri dapat disamakan dengan ibu, sebagaimana mustahil pula orang lain dihukum sama dengan anaknya sendiri. Semua anak itu menasabkan (membawa nama ayah sesudah nama sendiri) dirinya kepada ayah dan ibunya. Tidak mungkin seseorang mengatakan orang lain ayah dari seorang anak jika bukan keturunannya, sebagaimana tidak mungkin pula seseorang ibu mengatakan ia adalah ibu dari seorang anak, padahal ia tidak pernah melahirkannya. Oleh karena itu, Allah mengatakan perkataan yang benar dan lurus, maka ikutilah perkataan itu dan turutilah jalan lurus yang telah dibentangkan-Nya.\n\nDengan turunnya ayat ini, maka hilanglah akibat-akibat buruk yang dialami oleh istri-istri karena zihar suaminya dan haramlah hukumnya mengangkat anak dan menjadikannya mempunyai hukum yang sama dengan anak kandung. Adapun memelihara anak orang lain sebagai amal sosial untuk diasuh dan dididik dengan izin orang tuanya sendiri, tanpa waris-mewarisi, tidak menjadikannya sebagai mahram sebagaimana status anak kandung, dan masih dinasabkan kepada orang tuanya, maka hal itu tidak diharamkan, bahkan mendapat pahala." } } }, { "number": { "inQuran": 3538, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 21, "page": 418, "manzil": 5, "ruku": 361, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0637\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064c \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0637\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ud'oohum li aabaaa'ihim huwa aqsatu 'indal laah; fa illam ta'lamooo aabaaa'ahum fa ikhwaanukum fid deeni wa mawaaleekum; wa laisa 'alaikum junaahun feemaaa akhtaatum bihee wa laakim maa ta'ammadat quloobukum; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "Call them by [the names of] their fathers; it is more just in the sight of Allah. But if you do not know their fathers - then they are [still] your brothers in religion and those entrusted to you. And there is no blame upon you for that in which you have erred but [only for] what your hearts intended. And ever is Allah Forgiving and Merciful.", "id": "Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3538", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3538.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3538.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandung. Karena itu, panggillah mereka dengan dinisbatkan kepada nama bapak kandung mereka sendiri, bukan bapak angkatnya. Panggilan demikian itulah yang secara syariat dinilai adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui nama bapak kandung mereka, maka panggillah mereka sebagai saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu menisbatkan seorang anak kepada selain bapaknya jika kamu khilaf atau belum tahu hukum tentang hal itu, tetapi yang menimbulkan dosa adalah apa yang disengaja oleh hatimu dengan menetapkan sesuatu yang batil. Allah Maha Pengampun kepada siapa saja yang memohon ampunan-Nya, Maha Penyayang sehingga tidak serta-merta mengazab hamba-Nya yang bersalah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah memerintahkan agar kaum Muslimin menasabkan seorang anak hanya kepada bapak dan ibunya, karena anak itu berasal dari tulang sulbi bapaknya, kemudian dikandung dan dilahirkan oleh ibunya. Menasabkan anak kepada orang tuanya adalah hukum Allah yang wajib ditaati oleh seluruh kaum Muslimin. Sebaliknya menasabkan anak kepada orang lain yang bukan orang tuanya bukanlah hukum Allah, tetapi adalah hukum yang dibuat-buat oleh manusia sendiri, sehingga hukumnya haram.\n\nPendapat ini disepakati oleh kebanyakan ulama yang mengatakan, \"Mengangkat anak sehingga kedudukan anak angkat itu sama hukumnya dengan kedudukan anak kandung, seperti berhak mewarisi, menjadikan hubungan mahram, dan sebagainya termasuk dosa besar berdasarkan hadis:\n\nDiriwayatkan dari Sa'ad bin Abi Waqqash r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Barang siapa yang menasabkan dirinya kepada selain bapaknya atau menasabkan budak kepada selain tuannya, maka ia berhak mendapatkan laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya, Allah Ta'ala tidak menerima pemalingan dosa tebusan padanya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nHadis Nabi saw, beliau bersabda:\n\nTidak ada seorang pun yang menasabkan kepada selain bapaknya, sedang ia mengetahui, melainkan dia telah kafir. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu dzarr) \n\nPada lafal yang lain, juga diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda:\n\nBarang siapa yang menasabkan dirinya kepada selain bapaknya, sedang ia mengetahui bahwa laki-laki itu bukan bapaknya, maka haram atasnya surga. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Sa'ad bin Abu Waqqash dan Abu Bakrah)\n\nAl-Alusi dalam Tafsir Ruh al-Ma'ani membedakan antara pengakuan dan pengasuhan anak. Pengangkatan anak yang dilakukan oleh seseorang terhadap seorang anak dan menasabkan anak itu kepadanya sehingga sama hukumnya dengan anak sendiri (kandung), mempunyai hak waris, menjadi mahram dan kerabat, hukumnya adalah haram. Adapun jika seseorang mengambil anak dan memperlakukannya seperti anak sendiri, tetapi tidak menasabkan anak itu kepadanya dan tidak menyatakan sama kedudukannya dalam hukum dengan anak sendiri, maka Allah tidak mengharamkannya.\n\nAyat ini menerangkan bahwa jika seorang anak tidak diketahui ayahnya, dan ia dipelihara oleh seorang muslim yang lain, maka hubungan pemeliharaan dengan anak itu adalah hubungan saudara seagama atau hubungan tuan dengan maulanya (hamba yang telah dimerdekakan). Oleh karena itu, dia harus memanggil anak itu dengan sebutan \"saudara\" atau \"maula\". Orang lain pun diharapkan untuk menyebutnya demikian, umpamanya \"Salim maula Huzaifah\", karena Salim ini sebelum datangnya agama Islam adalah budak Huzaifah yang tidak dikenal bapaknya.\n\nAllah lalu menutup ayat ini dengan menyatakan bahwa semua perbuatan dosa seperti menasabkan seorang anak kepada yang bukan ayahnya yang dilakukan sebelum ayat ini turun, asalkan dihentikan setelah turunnya, akan diampuni Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3539, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 21, "page": 418, "manzil": 5, "ruku": 361, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064f\u0647\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0637\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "An-Nabiyyu awlaa bil mu'mineena min anfusihim wa azwaajuhoo ummahatuhum wa ulul arbaami ba'duhum awlaa biba'din fee Kitaabil laahi minal mu'meneena wal Muhaajireena illaaa an taf'alooo ilaaa awliyaaa'ikum ma'roofaa; kaana zaalika fil kitaabi mastooraa" } }, "translation": { "en": "The Prophet is more worthy of the believers than themselves, and his wives are [in the position of] their mothers. And those of [blood] relationship are more entitled [to inheritance] in the decree of Allah than the [other] believers and the emigrants, except that you may do to your close associates a kindness [through bequest]. That was in the Book inscribed.", "id": "Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baikkepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3539", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3539.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3539.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai membatalkan hukum anak angkat yang terkait dengan Nabi pada ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah menegaskan bahwa kedudukan Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada sekadar bapak dari seseorang. Bahkan, beliau lebih utama dibandingkan diri mereka sendiri sebab beliau selalu menginginkan kebaikan bagi umatnya dan berkat beliau pula mereka selamat dari kebinasaan. Dan adapun istri-istrinya secara hukum adalah seperti ibu-ibu mereka sendiri yang harus dimuliakan dan haram mereka nikahi jandanya. Begitupun, hanya orang-orang yang mempunyai hubungan darah yang satu sama lain lebih berhak untuk saling mewarisi sebagaimana tercantum di dalam Kitab Allah, daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin yang hanya diikat oleh hubungan keagamaan, bukan kekerabatan, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik dengan berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga hartamu kepada saudara-saudaramu seagama. Demikianlah telah tertulis dalam Kitab Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan kedudukan Nabi Muhammad di antara umatnya. Diterangkan bahwa sekalipun orang-orang yang beriman itu mengutamakan diri mereka, tetapi Nabi Muhammad lebih banyak memperhatikan, mementingkan, dan mengutamakan mereka. Nabi selalu menolong dan membantu mereka, dan selalu berkeinginan agar mereka menempuh jalan yang lurus yang dapat menyampaikan mereka kepada kebahagiaan yang abadi. Oleh karena itu, sebenarnya Nabi lebih berhak atas diri mereka sendiri. Cinta Nabi kepada kaum Muslimin melebihi cinta beliau terhadap makhluk Allah manapun. Dengan demikian, hendaklah kaum Muslimin mengikuti segala perintahnya. \n\nNabi adalah pemimpin kaum Muslimin dalam kehidupan duniawi dan penuntun mereka ke jalan Allah. Apabila beliau mengajak kaum Muslimin berperang di jalan Allah, hendaklah mereka segera mengikutinya, tidak perlu menunggu izin dari ibu bapak. Mereka juga hendaknya selalu bersedia menjadi tebusan, perisai, dan pemelihara Nabi.\n\nPada hadis yang lain diterangkan tentang kepemimpinan Nabi terhadap kaum Muslimin:\n\nSesungguhnya Rasulullah saw bersabda, \"Tidak seorangpun dari orang-orang yang beriman, kecuali akulah yang paling dekat kepadanya di dunia dan di akhirat. Bacalah firman Allah, jika kamu sekalian menghendaki, \"Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri.\" Maka barang siapa di antara orang-orang yang beriman (mati) dan meninggalkan harta, maka harta itu hendaknya diwarisi 'ashabah (ahli waris)nya. Dan barang siapa yang meninggalkan hutang atau keluarga, maka hendaklah datang kepadaku, maka akulah orang yang akan mengurus keadaannya.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah) \n\nBerdasarkan ayat dan hadis di atas, para ulama sependapat bahwa setelah Rasulullah meninggal dunia, maka imamlah yang menggantikan kedudukan beliau. Oleh karena itu, imam wajib membayar hutang orang-orang fakir yang meninggal dunia, sebagaimana Rasulullah telah melakukannya. Imam membayar hutang itu dengan mengambil dananya dari Baitul Mal atau Kas Negara.\n\nKarena Rasulullah adalah bapak dari kaum Muslimin, maka istri-istri beliau pun adalah ibu-ibu mereka. Maksudnya ialah menempati kedudukan ibu, dalam kewajiban memuliakan dan menghormatinya, dan haram menikahinya. Adapun dalam hal yang lain, seperti hubungan waris-mewarisi, hukum melihat auratnya atau berkhalwat dengannya, sama hukumnya dengan perempuan lain yang tidak memiliki hubungan mahram.\n\nPrinsip ini tidaklah bertentangan dengan firman Allah:\n\nMuhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. (al-Ahzab/33: 40)\n\nKarena yang dimaksud ialah bahwa Nabi Muhammad itu adalah bapak dari seluruh orang-orang yang beriman, bukan bapak angkat dari seseorang.\n\nKemudian ayat ini menerangkan bahwa hubungan kerabat lebih berhak untuk menjadi sebab mendapatkan warisan daripada hubungan persaudaraan, keagamaan, atau karena berhijrah. Sebagaimana diketahui bahwa kaum Muslimin pada permulaan Islam di Medinah saling mewarisi dengan jalan persaudaraan yang dijalin oleh Nabi, bukan dengan dasar hubungan kerabat. Oleh karena itu, seorang dari Muhajirin memperoleh warisan dari seorang Anshar, sekalipun mereka tidak ada hubungan kerabat. Mereka itu waris-mewarisi semata-mata karena hubungan persaudaraan yang telah dijalin oleh Nabi. \n\nHubungan semacam itu dilakukan Nabi karena orang-orang Muhajirin yang baru pindah dari Mekah ke Medinah dalam keadaan miskin, karena mereka tidak sempat membawa harta benda mereka dari Mekah. Sedangkan orang-orang Anshar, sebagai penduduk asli Medinah, tentu sewajarnya menjadi penolong kaum Muhajirin yang miskin ini. Waktu itu tugas utama kaum Muslimin ialah memperkuat persatuan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar untuk menghadapi musuh yang selalu mencari kesempatan untuk menghancurkan mereka. Memperkuat hubungan antara Muhajirin dan Anshar adalah salah satu jalan untuk memperkuat persatuan itu. Maka Nabi saw memperkuat hubungan itu dengan mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Persaudaraan itu dijadikannya sama dengan persaudaraan yang berdasar atas pertalian kerabat, sehingga antara Muhajirin dan Anshar dapat waris-mewarisi. Oleh karena itu, Nabi mempersaudarakan Abu Bakar ash-siddiq, seorang Muhajirin, dengan Kharijah bin Zaid, seorang Anshar. Demikian pula Zubair dipersaudarakan dengan Ka'ab bin Malik dan Umar bin Khaththab dengan 'Utbah bin Malik al-Anshari, Abu 'Ubaidah dengan Sa'ad bin Mu'az, dan lain-lain.\n\nDiriwayatkan oleh Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya, dari Zubair bahwa ia berkata, \"Sesungguhnya kami seluruh orang Quraisy yang datang ke Medinah tanpa harta, dan mendapati golongan Anshar sebagai teman yang paling baik, maka kami mengadakan ikatan persaudaraan dengan mereka, dan saling berhak waris mewarisi. Maka Rasulullah saw mempersaudarakan Abu Bakar dengan Kharijah bin Zaid, aku dengan Ka'ab bin Malik.\"\n\nSetelah kaum Muslimin menjadi kuat dan orang Muhajirin serta orang-orang Anshar mempunyai kehidupan yang baik, maka turunlah ayat yang menghapus hukum persaudaraan seagama dan hijrah sebagai dasar waris-mewarisi. Allah menetapkan hubungan kerabat sebagai dasar hukum warisan, sedangkan hubungan antara kaum Muslimin dikembalikan kepada kedudukan semula, yaitu hubungan seagama, sekeyakinan, tolong menolong yang tidak membawa kepada waris-mewarisi, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya:\n\nSesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (al-hujurat/49: 10)\n\nHadis Nabi saw:\n\nTidak beriman salah seorang kamu hingga ia menginginkan pada saudaranya apa yang diinginkannya pada dirinya sendiri. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasa'i dari Anas) \n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa tidaklah berdosa seorang mukmin berbuat suatu kebaikan kepada orang mukmin yang lain, yang telah terjalin antara mereka hubungan kasih sayang, hubungan seagama dan sebagainya. Kebaikan itu ialah berupa wasiat untuk mereka, karena tidak lagi berhak waris-mewarisi dengan turunnya ayat ini. Kadar wasiat ini telah ditetapkan oleh hadis, yaitu tidak lebih dari sepertiga dari seluruh harta peninggalan.\n\nMenetapkan \"ulu al-arham\" (kerabat) sebagai dasar hukum waris-mewarisi adalah keputusan Allah yang ditetapkan di dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, hukum tersebut tidak boleh ditukar atau diganti oleh siapa pun." } } }, { "number": { "inQuran": 3540, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 361, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iz akhaznaa minan Nabiyyeena meesaaqahum wa minka wa min Noohinw wa Ibraaheema wa Moosaa wa Eesab-ni-Maryama wa akhaznaa minhum meesaaqan ghaleezaa" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when We took from the prophets their covenant and from you and from Noah and Abraham and Moses and Jesus, the son of Mary; and We took from them a solemn covenant.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3540", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3540.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3540.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kedudukan Nabi dan istri-istrinya di kalangan kaum mukmin. Nabi juga mempunyai kedudukan luhur sebagai pembawa risalah dan penyeru kepada agama yang benar, sebagaimana para rasul sebelumnya. Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau sendiri, khususnya para rasul Ulul ‘Azmi, seperti dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh untuk menyampaikan risalah Allah kepada kaum masing-masing", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia telah menerima janji dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa bahwa mereka benar-benar akan menyampaikan agama Allah kepada manusia. Mereka juga akan saling membenarkan dalam menyampaikan risalah itu, yaitu dengan cara mengakui para nabi yang terdahulu dari mereka sebagai nabi-nabi Allah.\n\nAyat ini senada dengan firman Allah:\n\nDan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, \"Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.\" Allah berfirman, \"Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?\" Mereka menjawab, \"Kami setuju.\" Allah berfirman, \"Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu.\" (ali 'Imran/3: 81) \n\nDalam ayat ini hanya disebutkan para nabi yang termasuk ulul azmi, yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad, karena merekalah yang mempunyai syariat dan kitab suci.\n\nJanji yang diberikan oleh para nabi itu adalah janji yang kuat dan berat yang harus ditepati. Di akhirat nanti, Allah akan menanyakan kepada para nabi itu dan umatnya masing-masing tentang pelaksanaan tugas yang telah mereka janjikan.\n\nDalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nMaka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul. (al-A'raf/7: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 3541, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 361, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Liyas'alas saadiqeena 'an sidqihim; wa a'adda lilkaa fireena 'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "That He may question the truthful about their truth. And He has prepared for the disbelievers a painful punishment.", "id": "agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka. Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3541", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3541.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3541.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar dari para rasul tentang kebenaran mereka di hari kiamat—apakah mereka melaksanakan ajaran Allah itu, dan Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir.", "long": "Pada ayat ini diterangkan penyebab Allah mengambil janji yang kuat dari para nabi untuk menyampaikan agama Allah kepada manusia, dan untuk saling menolong di antara mereka dengan saling mengatakan kepada umatnya bahwa mereka semua adalah rasul Allah. Sebabnya ialah agar Allah dapat menanyakan kepada para nabi itu di akhirat nanti tugas yang diberikan kepada mereka, apakah mereka telah menjalankan dengan baik, atau belum, dan bagaimana sambutan umat-umat mereka terhadap seruan itu. Demikian pula agar Allah dapat menanyakan kepada umat-umat itu sendiri di akhirat nanti tentang sikap mereka terhadap seruan para rasul. Dengan demikian, Allah menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang yang mengingkari seruan para rasul, sebagaimana Dia menyediakan pahala yang besar bagi orang-orang yang memperkenankan seruan para rasul itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3542, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064c \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u0650\u064a\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanuz kuroo ni'matal laahi 'alaikum iz jaaa'atkm junoodun fa arsalnaa 'alaihim reehanw wa junoodal lam tarawhaa; wa kaanal laahu bimaa ta'maloona Baseera" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, remember the favor of Allah upon you when armies came to [attack] you and We sent upon them a wind and armies [of angels] you did not see. And ever is Allah, of what you do, Seeing.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3542", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3542.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3542.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menginformasikan pertolongan Allah kepada kaum mukmin pada Perang Khandak. Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah yang telah Dia karuniakan kepadamu ketika bala tentara dari kaum musyrik dan Yahudi Bani Quraizah datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu, yaitu para malaikat yang memorak-porandakan barisan mereka. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan dan akan memberi balasan yang setimpal atasnya.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengingatkan kepada kaum Muslimin akan nikmat besar yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka pada Perang Ahzab ketika mereka dikepung rapat oleh tentara yang bersekutu yang terdiri dari tentara kaum Quraisy, Bani Gathafan, Bani an-Nadhir yang telah dibuang Rasulullah ke Khaibar dan tentara-tentara yang lain yang datang menyerang mereka ke Medinah. Setelah sebulan terkepung, maka Allah menghalau musuh-musuh mereka itu dengan tentara malaikat dan topan yang amat dingin dan kencang di malam yang sangat dingin pula, sehingga menerbangkan kemah-kemah tentara itu. Pada waktu itu, timbullah kegentaran dan ketakutan dalam hati musuh-musuh itu, sehingga salah seorang pemimpin mereka yang bernama thulaihah bin Khawailid al-Asadi berkata, \"Muhammad telah menyihir kamu, maka selamatkan dirimu, selamatkan dirimu!\" Dengan demikian, Perang Ahzab ini dimenangkan oleh kaum Muslimin tanpa terjadi pertempuran, karena musuh telah dihalau oleh tentara malaikat dan topan angin dingin yang amat kencang itu.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia melihat dan mengetahui segala yang dikerjakan kaum Muslimin dalam Perang Ahzab itu, seperti menggali parit, menyusun taktik, dan strategi peperangan untuk menegakkan agama-Nya. Allah juga mengetahui segala penderitaan yang mereka alami selama dikepung musuh, tetapi semua penderitaan itu mereka hadapi dengan tabah dan sabar. Semua yang dialami kaum Muslimin itu akan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3543, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0632\u064e\u0627\u063a\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0646\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Iz jaaa'ookum min fawqikum wa min asfala minkum wa iz zaaghatil absaaru wa balaghatil quloobul hanaajira wa tazunnoona billaahiz zunoonaa" } }, "translation": { "en": "[Remember] when they came at you from above you and from below you, and when eyes shifted [in fear], and hearts reached the throats and you assumed about Allah [various] assumptions.", "id": "(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3543", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3543.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3543.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai kaum mukmin, Allah mengirim para malaikat untuk mendukungmu pada Perang Khandak, yaitu ketika mereka, yakni tentara musyrik, datang kepadamu dari atas, yaitu dari timur, dan tentara Yahudi Bani Quraizah datang dari bawahmu, yaitu dari barat, dan ketika penglihatan-mu terpana oleh besarnya pasukan mereka dan hal itu menimbulkan rasa takut yang hebat sehingga hatimu menyesak sampai ke tenggorokan, dan bahkan sebagian dari kamu terjangkiti sifat munafik sehingga berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah seakan Dia tidak mampu memenangkan pasukan mukmin atas pasukan kafir.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengetahui ketika tentara yang bersekutu datang dari bawah lembah, yaitu dari sebelah timur yang terdiri dari golongan Gathafan, penduduk Nejed, dan ikut pula beserta mereka Bani Quraidhah dan Bani an-Nadhir. Allah mengetahui pula kedatangan golongan yang bersekutu lain yang datang dari atas lembah dari sebelah barat yang terdiri dari orang-orang Quraisy dan pengikut-pengikutnya dari bermacam-macam suku dengan Bani Kinanah dan penduduk Tihamah. Dalam keadaan musuh mulai mengepung itu, timbullah rasa takut dan gentar terutama dalam hati orang-orang munafik yang ikut bersama-sama kaum Muslimin. Mata mereka terbelalak dan kerongkongan mereka terasa tersumbat akibat ketakutan, dan timbul dalam hati mereka was-was, ragu-ragu, dan berbagai prasangka. Bahkan di antara mereka ada yang telah menduga bahwa kaum Muslimin akan dikalahkan oleh tentara sekutu, mengingat jumlah mereka yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah kaum Muslimin.\n\nAdapun orang-orang yang beriman percaya benar akan janji Allah, bahwa Rasulullah saw dan kaum Muslimin akan memenangkan peperangan itu, dan pertolongan Allah pasti datang, serta mereka percaya benar akan kekuasaan dan kebesaran-Nya. Sedang orang-orang munafik berprasangka bahwa kaum Muslimin dan agama Islam akan hancur dan binasa. Kaum musyrik Mekah akan menaklukkan kota Medinah dan mengembalikannya kepada keadaan masa Jahiliah." } } }, { "number": { "inQuran": 3544, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0628\u0652\u062a\u064f\u0644\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0632\u064f\u0644\u0652\u0632\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0632\u0650\u0644\u0652\u0632\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hunaalikab tuliyal mu'minoona wa zulziloo zilzaalan shadeedaa" } }, "translation": { "en": "There the believers were tested and shaken with a severe shaking.", "id": "Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang dahsyat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3544", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3544.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3544.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang mukmin terpana melihat besarnya jumlah pasukan kafir. Di situlah orang-orang mukmin diuji dan sengaja digoncangkan hatinya dengan goncangan yang dahsyat agar terlihat jelas siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan siapa yang munafik.", "long": "Dalam keadaan yang demikian mencekam, Allah menguji kekuatan iman orang-orang yang beriman, sehingga nyata mana yang benar-benar beriman, yang memurnikan ketaatan hanya kepada Allah saja, percaya bahwa Muhammad saw adalah rasul Allah, dan percaya pula akan kemenangan Islam dan kaum Muslimin, serta mana yang goyah dan rapuh imannya, yang mengikuti Rasulullah hanya semata-mata hendak mencari keuntungan diri mereka saja. Seakan-akan Perang Ahzab ini merupakan suatu seleksi bagi kaum Muslimin, tentang siapa yang benar-benar kawan dan siapa yang sungguh-sungguh lawan.\n\n(12) Menurut riwayat, thu'mah bin Ubairiq dan tujuh puluh orang yang lain mengatakan, \"Bagaimana pula yang dijanjikan kepada kita penaklukan kerajaan Persia dan Romawi, padahal pada saat ini untuk buang air besar saja tidak seorang pun di antara kita yang sanggup.\" Ucapan ini sengaja mereka lontarkan tatkala mereka mendengar berita tentang peristiwa yang terjadi di waktu Rasulullah menggali parit dan mencangkuli batu yang memancarkan cahaya sebagaimana yang telah diterangkan. Maka Allah menurunkan ayat ini.\n\nDalam ayat ini diterangkan hasil ujian Allah kepada kaum Muslimin, yaitu dengan tercetusnya perkataan orang-orang munafik seperti Mu'attib bin Qusyair dan orang-orang yang lain yang masih lemah imannya, \"Semua yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, seperti akan mendapat kemenangan, memperoleh kebahagiaan hidup, dan sebagainya, tidak lain hanyalah tipu daya dan janji-janji kosong saja, bahkan janji itu menimbulkan kesengsaraan dan malapetaka bagi kita semuanya. Muhammad mengatakan bahwa kerajaan Persia dan Romawi akan takluk ke bawah kekuasaan kaum Muslimin, tetapi kenyataannya sekarang, kaum Muslimin yang akan menaklukkan itu sedang dikepung rapat oleh tentara yang bersekutu dan akan mengalami kehancuran dan kemusnahan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3545, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iz yaqoolul munaafiqoona wallazeena fee quloobihim maradum maa wa'adanal laahu wa Rasooluhooo illaa ghurooraa" } }, "translation": { "en": "And [remember] when the hypocrites and those in whose hearts is disease said, \"Allah and His Messenger did not promise us except delusion,\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, “Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3545", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3545.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3545.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah ketika orang-orang munafik yang sengaja menyembunyikan kekafirannya dan orang-orang yang hatinya berpenyakit serta lemah imannya berkata, “Apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka. Dia pasti tidak akan mampu menolong pasukan mukmin.” Mereka berkata demikian karena mereka melihat jumlah pasukan kafir jauh lebih besar daripada pasukan mukmin.", "long": "Dalam keadaan yang demikian mencekam, Allah menguji kekuatan iman orang-orang yang beriman, sehingga nyata mana yang benar-benar beriman, yang memurnikan ketaatan hanya kepada Allah saja, percaya bahwa Muhammad saw adalah rasul Allah, dan percaya pula akan kemenangan Islam dan kaum Muslimin, serta mana yang goyah dan rapuh imannya, yang mengikuti Rasulullah hanya semata-mata hendak mencari keuntungan diri mereka saja. Seakan-akan Perang Ahzab ini merupakan suatu seleksi bagi kaum Muslimin, tentang siapa yang benar-benar kawan dan siapa yang sungguh-sungguh lawan." } } }, { "number": { "inQuran": 3546, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a \u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u064a\u064e\u062b\u0652\u0631\u0650\u0628\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u0650\u0646\u064f \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0628\u0650\u0639\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iz qaalat taaa'ifatum minhum yaaa ahla Yasriba laa muqaamaa lakum farji'oo; wa yastaazina fareequm minhumun Nabiyya yaqooloona inna buyootanaa 'awrah; wa maa hiya bi'awratin iny yureedoona illaa firaaraa" } }, "translation": { "en": "And when a faction of them said, \"O people of Yathrib, there is no stability for you [here], so return [home].\" And a party of them asked permission of the Prophet, saying, \"Indeed, our houses are unprotected,\" while they were not exposed. They did not intend except to flee.", "id": "Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, “Wahai penduduk Yasrib (Madinah)! Tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu.” Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).” Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3546", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3546.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3546.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah perkataan kaum munafik. Dan ingatlah juga ketika segolongan di antara mereka berkata dengan penuh hasutan, “Wahai penduduk Yasrib! Tidak ada tempat bagimu untuk menyelamatkan diri jika kamu tetap bersama Muhammad dan tentaranya, maka kembalilah kamu ke rumah.” Dan lihatlah bahwa akibat dari upaya hasutan itu sebagian dari mereka, yakni pasukan mukmin, terpengaruh sehingga meminta izin pulang kepada Nabi dengan berkata, “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka tanpa penjaga,” padahal rumah-rumah itu tidak terbuka; mereka hanyalah membuat-buat alasan karena ketakutam sehingga hendak lari dari peperangan itu.", "long": "Di antara mereka, seperti 'Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, ada pula yang mengatakan, \"Hai penduduk kota Medinah, tempat ini bukanlah tempat yang harus kita tempati, maka kembalilah ke rumahmu masing-masing, agar kamu tidak ditimpa malapetaka dan kesengsaraan serta tidak mati terbunuh oleh musuh-musuh yang sedang mengepung kita.\"\n\nSebagian ahli tafsir ada yang menafsirkan, \"Hai penduduk Medinah, tidak ada tempat bagi kamu sekalian untuk tetap menganut agama Muhammad. Kembalilah kamu kepada agamamu dahulu, dan serahkanlah Muhammad dan pengikut-pengikutnya kepada musuh-musuhnya yang sedang mengepung itu, sehingga keselamatan kamu semua terjamin.\"\n\nKarena perkataan dan ajakan pemimpin-pemimpin munafik dan Yahudi itu, maka sebagian dari mereka ada yang terpengaruh dan meminta kepada Nabi saw agar dapat meninggalkan medan perang dan kembali ke rumah mereka. Di antara yang meminta itu ialah Bani harisah. Alasan yang mereka kemukakan ialah rumah-rumah mereka berada di tempat yang berdekatan dengan pangkalan-pangkalan pasukan musuh sedang dindingnya tidak kuat, mereka khawatir musuh akan mengambil harta benda mereka.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa semua alasan yang dikemukakan oleh orang-orang munafik dan Yahudi adalah alasan-alasan yang dibuat-buat saja. Alasan-alasan itu mereka kemukakan semata-mata untuk menghindarkan diri dari ikut berperang beserta Nabi dan kaum Muslimin, karena mereka tidak melihat suatu keuntungan yang akan mereka peroleh." } } }, { "number": { "inQuran": 3547, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062f\u064f\u062e\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0633\u064f\u0626\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0622\u062a\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0644\u064e\u0628\u0651\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "wa law dukhilat 'alaihim min aqtaarihaa summa su'ilul fitnata la aatawhaa wa maa talabbasoo bihaaa illaa yaseeraa" } }, "translation": { "en": "And if they had been entered upon from all its [surrounding] regions and fitnah had been demanded of them, they would have done it and not hesitated over it except briefly.", "id": "Dan kalau (Yasrib) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta agar membuat kekacauan, niscaya mereka mengerjakannya; dan hanya sebentar saja mereka menunggu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3547", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3547.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3547.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah lemahnya iman dalam hati orang-orang yang terpengaruh hasutan kaum munafik itu. Dan kalau Yasrib diserang musuh dari segala penjuru, dan mereka diminta untuk murtad dan membuat kekacauan dengan memerangi kaum mukmin, niscaya mereka mengerjakannya; dan hanya sebentar saja mereka menunggu untuk melakukan hal itu tanpa berpikir panjang. Mereka amat cinta dunia dan takut mati sehingga tidak heran bila mereka membuat alasan palsu agar diizinkan tidak ikut berperang.", "long": "Ayat ini menerangkan kelemahan hati dan keyakinan orang-orang munafik dan Yahudi yang sedang menerima cobaan Allah itu. Mereka tidak sanggup mengatasi kesukaran-kesukaran yang sedang mereka hadapi, dan tidak sanggup menghadapi bahaya dan ancaman yang datang kepada mereka, sehingga mereka meminta kepada Rasulullah saw agar diizinkan meninggalkan medan pertempuran.\n\nKeadaan hati dan keyakinan mereka itu dilukiskan Allah sebagai berikut, \"Seandainya tentara sekutu itu memasuki rumah-rumah orang munafik dan Yahudi dari segenap penjuru, merusak dan merampas apa yang ada di dalamnya, menganiaya dan membunuh anak-anak dan keluarga mereka, meminta mereka agar kembali memeluk agama syirik, mengadakan keonaran dan menghantam kaum Muslimin dari belakang, tentulah mereka membiarkan tindakan musuh itu dan mengikuti segala yang mereka kehendaki. Hal itu diakibatkan karena ketakutan dan tidak adanya cita-cita dalam hati mereka, kecuali mencari kesenangan duniawi dan keuntungan pribadi belaka.\"\n\nDari ayat ini dipahami bahwa ketakutanlah yang merupakan sebab, sehingga orang-orang munafik dan Yahudi tidak mempunyai pendirian. Ketakutan itu timbul di dalam hati mereka karena tidak ada keimanan sedikit pun. Padahal jika mereka berpikir dengan benar dan menimbang untung ruginya, mereka lebih selamat jika ikut andil dalam peperangan." } } }, { "number": { "inQuran": 3548, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 21, "page": 419, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0626\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laqad kaanoo 'aahadul laaha min qablu laa yuwal loonal adbaar; wa kaana 'ahdul laahi mas'oolaa" } }, "translation": { "en": "And they had already promised Allah before not to turn their backs and flee. And ever is the promise to Allah [that about which one will be] questioned.", "id": "Dan sungguh, mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3548", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3548.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3548.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, sebelum itu, yaitu pada Perang Uhud, mereka telah berjanji kepada Allah di hadapan Rasulullah bahwa mereka tidak akan berbalik ke belakang atau mundur dari medan perang. Dan mereka lupa bahwa perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya di hari kiamat kelak.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang minta izin meninggalkan medan pertempuran itu pernah berjanji dengan Rasulullah saw bahwa mereka tidak akan mengkhianatinya dan akan ikut berperang bersama-sama kaum Muslimin menghadapi kaum musyrik. Akan tetapi, akhirnya mereka mengingkari janjinya.\n\nMenurut riwayat, Bani harisah pernah lari dari medan Perang Uhud, kemudian mereka minta agar Nabi memaafkan kesalahan mereka. Mereka berjanji tidak akan lari lagi dari medan pertempuran dan akan berjuang dengan Nabi dan kaum Muslimin.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa mereka yang telah berjanji itu akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah diucapkannya. Di hari Kiamat, mereka akan diberi pembalasan yang setimpal dengan tindakan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3549, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 21, "page": 420, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0627\u0631\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul lany y anfa'akumul firaaru in farartum minal mawti awil qatli wa izal laa tumatta'oona illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Never will fleeing benefit you if you should flee from death or killing; and then [if you did], you would not be given enjoyment [of life] except for a little.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Lari tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3549", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3549.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3549.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tindakan mereka amat tercela. Karena itu, katakanlah wahai Nabi Muhammad, \"Lari dari medan perang tidaklah berguna bagimu jika kamu memang ingin melarikan diri dari kematian atu pembunuhan. Dan jika saja kamu berhasil melakukan hal demikian itu, yakni lari dari kematian, sungguh kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja di dunia ini. Cepat atau lambat kematian pasti akan menjemputmu juga.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang-orang yang menghindarkan diri dan lari dari medan pertempuran itu, bahwa tindakan mereka tidak akan ada manfaatnya sedikit pun. Mereka tidak akan dapat menghindarkan ajal yang telah ditetapkan Allah, tidak dapat mengelakkan pembunuhan yang ditetapkan Allah terhadap seseorang, yang akan dilakukan oleh musuh-musuhnya. Segala sesuatu itu telah ditetapkan Allah, tidak seorang pun yang dapat mengubahnya.\n\nSeandainya seseorang dapat lari dari pertempuran dan hal itu memberi manfaat kepadanya, serta dapat menghindarkan kematian dirinya, maka yang demikian itu hanyalah bersifat sementara. Hidup di dunia ini adalah hidup yang fana, walaupun dirasakan lama, pada hakikatnya adalah singkat sekali jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang abadi." } } }, { "number": { "inQuran": 3550, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 21, "page": 420, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 167, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul m an zal lazee ya'simukum minal laahi in araada bikum sooo'an aw araada bikum rahmah; wa laa yajidoona lahum min doonil laahi waliyyanw wa laa naseeraa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Who is it that can protect you from Allah if He intends for you an ill or intends for you a mercy?\" And they will not find for themselves besides Allah any protector or any helper.", "id": "Katakanlah, “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Mereka itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3550", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3550.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3550.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Mahakuasa, karena itu katakanlah wahai Nabi Muhammad untuk mengingatkan mereka, “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari ketentuan Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Tentu tidak satu pun. Mereka itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah jika bencana itu benar-benar datang.", "long": "Menurut riwayat lain bahwa yang mengajak itu adalah orang-orang Yahudi. Mereka mengajak orang-orang munafik menghindarkan diri dari Nabi dan orang-orang Muslimin dengan mengatakan, \"Apabila Abu Sufyan menang, tentulah Muhammad dan pengikut-pengikutnya akan dibinasakan semuanya.\" Karena itu turunlah ayat ini.\n\nPada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menjawab perkataan orang-orang yang mengatakan bahwa mereka akan selamat bila mereka meninggalkan medan pertempuran. Allah berfirman, \"Tidak seorang pun di antara kamu yang sanggup menghindarkan diri dari pembunuhan atau kesengsaraan jika Allah telah menetapkannya. Demikian pula, tidak seorang pun yang dapat mendatangkan sesuatu kebaikan kepada seseorang jika Allah tidak menghendakinya. Manfaat dan kemelaratan itu hanya Allah yang menetapkannya, tidak seorang pun yang sanggup mengganti atau mengubahnya. Oleh karena itu, orang-orang munafik dan Yahudi yang mengkhianati Nabi tidak akan mendapatkan orang yang dapat menolong dan mengelakkan bencana yang akan menimpa mereka.\n\nMenurut suatu riwayat, 'Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, orang-orang munafik dan Yahudi berkata kepada kaum Muslimin, \"Muhammad dan pengikut-pengikutnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kaum Quraisy dan sekutu-sekutunya. Oleh karena itu, mereka pasti binasa, dan marilah kita menjauhkan diri dari padanya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3551, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 21, "page": 420, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u064e\u0648\u0651\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u0650\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0644\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qad ya'lamul laahul mu'awwiqeena minkum walqaaa'ileena li ikhwaanihim hahumma ilainaa, wa laa yaatoonal baasa illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "Already Allah knows the hinderers among you and those [hypocrites] who say to their brothers, \"Come to us,\" and do not go to battle, except for a few,", "id": "Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, “Marilah bersama kami.” Tetapi mereka datang berperang hanya sebentar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3551", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3551.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3551.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengetahui siapa saja yang berkhianat. Sungguh, dengan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu, dari kaum munafik, dan orang yang dengan maksud menghina berkata kepada saudara-saudaranya yang bergaul dengan mereka di Madinah, “Marilah ikut bersama kami. Tinggalkanlah Muhammad. Jangan ikut perang sebab sebentar lagi Muhammad akan terbunuh di medan perang.” Tetapi mereka memang datang untuk ikut berperang, namun hanya sebentar karena mereka takut mati.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengetahui dengan sesungguhnya orang yang menghambat manusia mengikuti Rasulullah saw berperang di jalan-Nya. Dia mengetahui pula orang-orang yang enggan dan minta izin kepada Rasulullah saw untuk tidak ikut berperang, serta orang-orang yang mengajak penduduk Medinah agar tidak ikut berperang bersamanya.\n\nSementara itu, ada pula orang-orang yang ikut berperang sebentar saja sekedar untuk memperlihatkan kepada kaum Muslimin bahwa sebenarnya mereka itu termasuk orang yang ikut berperang. Akan tetapi, di saat kaum Muslimin lengah, mereka menghilang dengan diam-diam dan kembali ke rumahnya masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 3552, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 21, "page": 420, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0634\u0650\u062d\u0651\u064e\u0629\u064b \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0631\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u063a\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f \u0633\u064e\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u062d\u0650\u062f\u064e\u0627\u062f\u064d \u0623\u064e\u0634\u0650\u062d\u0651\u064e\u0629\u064b \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0637\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ashihhatan 'alaikum faizaa jaaa'al khawfu ra aytahum yanzuroona ilaika tadooru a'yunuhum kallazee yughshaa 'alaihi minal mawti fa izaa zahabal khawfu salqookum bi alsinatin hidaadin ashibbatan 'alal khayr; ulaaa'ika lam yu'minoo fa ahbatal laahu a'maalahum; wa kaana zaalika 'alal laahi yaseeraa" } }, "translation": { "en": "Indisposed toward you. And when fear comes, you see them looking at you, their eyes revolving like one being overcome by death. But when fear departs, they lash you with sharp tongues, indisposed toward [any] good. Those have not believed, so Allah has rendered their deeds worthless, and ever is that, for Allah, easy.", "id": "mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3552", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3552.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3552.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai kaum mukmin, tidak hanya menghasutmu untuk pulang ke Madinah, mereka yang berjiwa munafik itu juga kikir terhadapmu karena mereka sejatinya pengecut dan penakut. Apabila datang ketakutan dan bahaya yang mengancam, kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan penuh ketakutan sehingga matanya terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati; dan apabila rasa ketakutan telah hilang, mereka tampil seperti orang yang kuat dan pemberani, dan dengan sombong kembali mencaci kamu dengan lidah yang tajam atas kebaikan yang kamu lakukan, sedang mereka sendiri kikir atau enggan untuk berbuat kebaikan. Mereka itu pada hakikatnya tidak beriman, maka Allah menghapus pahala dari amalnya dan di akhirat kelak mereka tidak akan mendapati apa yang mereka harapkan. Dan yang demikian itu tentu sangat mudah bagi Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyebutkan sifat-sifat orang-orang yang selalu menghindarkan diri dari ikut berperang bersama Nabi saw:\n\n1. Mereka tidak menolong Muhammad dan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh, baik pertolongan berupa harta benda maupun jiwa raga.\n\n2. Apabila musuh-musuh telah menyerang dan orang-orang yang beriman telah bertempur dengan gagah berani menolak serangan musuh, mereka menoleh ke kiri dan ke kanan karena ketakutan dan mencari jalan dan kesempatan untuk lari dari medan pertempuran menghindari kematian.\n\n3. Apabila pertempuran telah usai dan mereka merasa telah aman, mereka bersikap sombong dan membangga-banggakan jasa dan keberanian dalam medan pertempuran padahal semua itu adalah omong kosong belaka yang menyakitkan hati. Seakan-akan merekalah orang-orang yang berperang mati-matian sampai kemenangan tercapai, padahal semua yang mereka katakan itu adalah dusta belaka.\n\n4. Mereka sangat rakus kepada harta rampasan yang telah diperoleh kaum Muslimin, dan tidak mau melepaskan sesuatu yang telah mereka dapat. Padahal sebelumnya mereka tidak mau mengeluarkan harta untuk menolong Nabi saw.\n\nOrang-orang yang bersifat seperti yang disebutkan di atas itu pada hakikatnya adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak beramal dengan tulus ikhlas dan tidak mau berkorban sedikit pun, karena mereka adalah orang-orang munafik. Karena sifat dan sikap mereka yang demikian itu, maka Allah menghapus segala pahala amal perbuatan mereka dan menjadikannya seolah-olah debu yang beterbangan yang tidak ada artinya sama sekali. Menghapuskan pahala amal perbuatan orang-orang munafik itu bukanlah suatu yang sukar bagi Allah, tetapi amat mudah bagi-Nya, karena Dia Mahakuasa lagi Maha Mengetahui segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 3553, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 21, "page": 420, "manzil": 5, "ruku": 362, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u064f \u064a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yahsaboonal Ahzaaba lam yazhaboo wa iny yaatil Ahzaabu yawaddoo law annahum baadoona fil A'raabi yasaloona 'an ambaaa'ikum wa law kaanoo feekum maa qaatalooo illaa qaleela" } }, "translation": { "en": "They think the companies have not [yet] withdrawn. And if the companies should come [again], they would wish they were in the desert among the bedouins, inquiring [from afar] about your news. And if they should be among you, they would not fight except for a little.", "id": "Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi, dan jika golongan-golongan (yang bersekutu) itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3553", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3553.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3553.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sifat pengecut, kikir, dan penakut itu mendarah daging dalam jiwa mereka dan bukan sesuatu yang baru. Mereka mengira bahwa golongan-golongan Yahudi Bani Quraizah dan kafir Mekah yang bersekutu itu belum benar-benar pergi dan akan kembali untuk membalas dendam. Dan karenanya, jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali untuk menyerang kaum mukmin, niscaya mereka yang munafik itu ingin berada di dusun-dusun dan rumah-rumah mereka bersama-sama orang Arab Badui dan tidak mau ikut perang, sambil terus menanyakan dan mengikuti perkembangan berita tentang kamu di medan perang tersebut. Dan sekiranya mereka berada bersamamu di medang perang, mereka tidak akan berperang melainkan sebentar saja karena mereka pengecut dan takut mati.", "long": "Karena sangat ketakutan, orang-orang munafik mengira bahwa tentara sekutu masih berada di medan pertempuran, padahal tentara-tentara itu telah lari berserakan, kembali ke negeri masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang munafik adalah orang-orang pengecut dan tidak beriman sehingga tidak ikut berperang, seakan-akan mereka tidak hadir di sana. Oleh karena itu, mereka tidak mengetahui gerak gerik musuh. Dalam pada itu, jika tentara sekutu itu kembali lagi menyerang, mereka menginginkan agar mereka berada di Badiyah (padang pasir) yang jauh dari kota bersama-sama Arab Badui dan penduduk padang pasir, agar mereka tidak terkena bahaya peperangan. Bagi mereka cukuplah kiranya bila dapat bertanya kepada orang-orang yang datang ke tempat mereka tentang keadaan Nabi dan kaum Muslimin.\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa pada peperangan yang telah lewat itu, andaikata orang-orang munafik tidak meninggalkan medan peperangan dan tetap bersama kaum Muslimin di garis depan, kemudian terjadi pertempuran yang dahsyat, maka mereka juga tidak akan ikut berperang. Kalaupun ikut berperang, mereka berperang dengan tidak sepenuh hati dan keimanan. Mereka akan melawan musuh sekedar memenuhi permintaan Nabi saja." } } }, { "number": { "inQuran": 3554, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 21, "page": 420, "manzil": 5, "ruku": 363, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0633\u0652\u0648\u064e\u0629\u064c \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e \u0648\u064e\u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laqad kaana lakum fee Rasoolil laahi uswatun hasanatul liman kaana yarjul laaha wal yawmal Aakhira wa azkaral laaha kaseeraa" } }, "translation": { "en": "There has certainly been for you in the Messenger of Allah an excellent pattern for anyone whose hope is in Allah and the Last Day and [who] remembers Allah often.", "id": "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3554", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3554.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3554.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rasulullah adalah teladan bagi manusia dalam segala hal, termasuk di medan perang. Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu dalam semua ucapan dan perilakunya, baik pada masa damai maupun perang. Namun, keteladan itu hanya berlaku bagi orang yang hanya mengharap rahmat Allah, tidak berharap dunia, dan berharap hari Kiamat sebagai hari pembalasan; dan berlaku pula bagi orang yang banyak mengingat Allah karena dengan begitu seseorang bisa kuat meneladani beliau.", "long": "Pada ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang munafik bahwa sebenarnya mereka dapat memperoleh teladan yang baik dari Nabi saw. Rasulullah saw adalah seorang yang kuat imannya, berani, sabar, dan tabah menghadapi segala macam cobaan, percaya sepenuhnya kepada segala ketentuan Allah, dan mempunyai akhlak yang mulia. Jika mereka bercita-cita ingin menjadi manusia yang baik, berbahagia hidup di dunia dan di akhirat, tentulah mereka akan mencontoh dan mengikutinya. Akan tetapi, perbuatan dan tingkah laku mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mengharapkan keridaan Allah dan segala macam bentuk kebahagiaan hakiki itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3555, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 21, "page": 420, "manzil": 5, "ruku": 363, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lammaa ra al mu'minoonal Ahzaaba qaaloo haaza maa wa'adanal laahu wa Rasooluh; wa maa zaadahum illaaa eemaananw wa tasleemaa" } }, "translation": { "en": "And when the believers saw the companies, they said, \"This is what Allah and His Messenger had promised us, and Allah and His Messenger spoke the truth.\" And it increased them only in faith and acceptance.", "id": "Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3555", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3555.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3555.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu keteladanan Rasulullah adalah tidak gentar berhadapan dengan musuh. Inilah yang seharusnya diteladani oleh orang-orang mukmin pada perang Khandak. Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan Yahudi Bani Quraizah dan kafir Mekah yang bersekutu itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Kita akan memperoleh kemenangan setelah kekalahan kita pada perang Uhud.” Dan benarlah janji Allah dan Rasul-Nya. Dan keadaan yang demikian sulit dan berat itu justru menambah keimanan dan keislaman mereka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan sikap dan tindakan kaum Muslimin dalam menghadapi Perang Ahzab. Mereka bekerja dan berjuang semata-mata karena Allah dan mengikuti perintah Nabi, bukan karena kepentingan diri sendiri. Seluruh harta bahkan jiwa raga mereka serahkan kepada Nabi untuk kepen-tingan perjuangan. Mereka berjuang dengan tabah dan sabar. Semakin besar bahaya mengancam, semakin kuat iman dan ketabahan mereka. Ketika mereka melihat keadaan tentara sekutu yang jumlahnya sangat besar dan akan menyerbu mereka, sedang jumlah mereka hanya sedikit, mereka berkata, \"Inilah yang telah dijanjikan Allah dan Rasul Nya kepada kita, berupa ujian dan cobaan, sebagai pendahuluan dari kemenangan yang akan datang. Oleh karena itu, kita harus tabah dan sabar dalam menghadapinya.\"\n\nPada ayat yang lain diterangkan syarat-syarat kebahagiaan dan kemenangan yang akan diperoleh orang-orang yang beriman. Allah berfirman:\n\nAtaukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, \"Kapankah datang pertolongan Allah?\" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (al-Baqarah/2: 214)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nApakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, \"Kami telah beriman,\" dan mereka tidak diuji? (al- 'Ankabut/29: 2)\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Kasir bahwa pada waktu menggali parit sebelum tentara sekutu datang, Rasulullah saw pernah menyampaikan bahwa Jibril mengatakan kepadanya bahwa kerajaan Persia dan Romawi akan takluk di bawah kekuasaan kaum Muslimin. Mendengar kabar berita itu, kaum Muslimin sangat senang karena mereka percaya bahwa itu adalah janji Allah. \n\nTatkala datang tentara sekutu mengepung, mereka menganggap bahwa kedatangan tentara sekutu itu adalah ujian dan cobaan bagi mereka sebelum memperoleh kemenangan dan sebelum mereka menaklukkan Persia dan Romawi, sehingga mereka mengucapkan, \"Benar apa yang dijanjikan Allah itu dengan meluaskan agama Islam ke seluruh penjuru dunia di kemudian hari, dan benar pula apa yang diisyaratkan Allah untuk mencapai kemenangan dan kebahagiaan itu, yaitu bertawakal dan sabar dalam menerima cobaan dan halangan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3556, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 21, "page": 421, "manzil": 5, "ruku": 363, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064c \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Minal mu'mineena rijaalun sadaqoo maa 'aahadul laaha 'alaihi faminhum man qadaa nahbahoo wa minhum mai yantaziru wa maa baddaloo tabdeelaa" } }, "translation": { "en": "Among the believers are men true to what they promised Allah. Among them is he who has fulfilled his vow [to the death], and among them is he who awaits [his chance]. And they did not alter [the terms of their commitment] by any alteration -", "id": "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3556", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3556.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3556.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara sifat mulia beliau yang harus diteladani oleh setiap mukmin adalah memenuhi janji. Di antara orang-orang mukmin yang beriman dengan sesungguhnya itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah untuk sabar dan tegar menghadapi kesulitan. Dan di antara mereka ada yang gugur, seperti pada perang Uhud, dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu apa yang Allah janjikan, seperti pertolongan-Nya pada Perang Khandak, dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.", "long": "Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, at- Tirmidzi, an-Nasa'i, dan imam-imam hadis yang lain dari sahabat Anas, ia berkata, \"Pamanku Anas bin an-Nadhar, tidak ikut Perang Badar, maka ia merasa sedih dan kecewa. Ia berkata, 'Aku tidak hadir pada peperangan yang pertama kali diikuti Rasulullah saw. Sesungguhnya jika Allah memberikan kesempatan kepadaku mengikuti peperangan bersama Rasulullah sesudah ini, tentulah Allah Taala akan melihat apa yang akan aku lakukan. Maka pamanku dapat ikut serta dalam Perang Uhud. Dalam perjalanan menuju Uhud, pamanku bertemu dengan Sa'ad bin Mu'adh, dan Sa'ad bertanya kepadanya, 'Hai Abu 'Amr, hendak ke manakah engkau? Pamanku menjawab, 'Mencari bau surga yang akan aku peroleh di Perang Uhud nanti. Maka pamanku terus ke Uhud dan gugur sebagai syuhada di sana. Pada tubuhnya terdapat kira-kira 80 bekas pukulan, tusukan tombak, dan lubang anak panah.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nAllah menerangkan bahwa di antara kaum Muslimin yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, ada orang-orang yang menepati janjinya. Mereka telah berjuang dengan seluruh jiwa dan hartanya, di antara mereka ada yang mati syahid di Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, dan peperangan-peperangan lainnya, sedang sebagian yang lain ada yang menunggu-nunggu dipanjangkan umurnya, menunggu ketetapan Allah Yang Maha Esa. Orang-orang yang masih hidup ini, sekali-kali tidak akan berubah janjinya kepada Allah, akan tetap ditepatinya janjinya selama hayat dikandung badan.\n\nDalam Tafsir al-Kasysyaf dijelaskan bahwa beberapa orang sahabat ada yang bernazar: jika mereka ikut perang bersama Rasulullah, mereka tidak akan mundur dan tetap bertahan sampai gugur sebagai syuhada. Di antara sahabat yang berjanji itu ialah Usman bin Affan, thalhah bin 'Ubaidillah, Sa'id bin Zaid, hamzah, Mush'ab bin 'Umair, dan sahabat-sahabat yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3557, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 21, "page": 421, "manzil": 5, "ruku": 363, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Li yajziyal aahus saadiqeena bisidqihim wa yu'azzibal munaafiqeena in shaaa'a aw yatooba 'alaihim; innal laaha kaana Ghafoorar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "That Allah may reward the truthful for their truth and punish the hypocrites if He wills or accept their repentance. Indeed, Allah is ever Forgiving and Merciful.", "id": "agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3557", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3557.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3557.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tujuan dari pemberian keadaan yang sulit dan berat itu kepada orang mukmin adalah agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar imannya itu karena kebenarannya dengan bersabar dalam menghadapi kesulitan, dan mengazab orang munafik yang berkhianat dan merusak perjanjian, jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka jika mau bertobat setelah memperoleh hidayah-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun kepada hamba yang bertobat, Maha Penyayang kepada hamba yang berharap rahmat-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa sebab adanya ujian dan cobaan bagi orang-orang yang beriman ialah untuk membedakan yang jelek dengan yang baik, yang benar-benar beriman dengan yang kafir. Ujian ini juga bertujuan untuk menyatakan dan menampakkan apa yang berada dalam hati mereka yang sebenarnya. Dalam hal ini, Allah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu. (Muhammad/47: 31)\n\nDan firman Allah:\n\nAllah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. (ali 'Imran/3: 179)\n\nKemudian setelah jelas keadaan mereka, maka Allah memberi pahala kepada orang-orang yang benar-benar menepati janjinya, dan mengazab orang-orang munafik yang tidak menepati janjinya. Sekalipun demikian pintu tobat masih terbuka bagi orang-orang munafik itu, yaitu jika mereka beriman, menepati janjinya dan mengerjakan amal saleh. Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah diperbuatnya dahulu.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, menghapus segala dosa orang-orang yang benar-benar bertobat, seakan-akan dosa itu tidak pernah diperbuatnya. Dari ayat ini dipahami bahwa pintu tobat itu selalu terbuka, bagi setiap hamba yang melakukannya. Oleh karena itu, hendaklah kaum Muslimin selalu melakukannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3558, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 21, "page": 421, "manzil": 5, "ruku": 363, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0638\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064e \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa raddal laahul lazeena kafaroo bighaizihim lam yanaaloo khairaa; wa kafal laahul mu'mineenal qitaal; wa kaanal laahu Qawiyyan 'Azeezaa" } }, "translation": { "en": "And Allah repelled those who disbelieved, in their rage, not having obtained any good. And sufficient was Allah for the believers in battle, and ever is Allah Powerful and Exalted in Might.", "id": "Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3558", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3558.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3558.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada akhir Perang Khandak Allah menghalau orang-orang kafir itu dengan mengirim angin kencang yang membuat keadaan mereka penuh kejengkelan karena menderita kekalahan tanpa peperangan dan mereka juga tidak memperoleh keuntungan apa pun, baik ganimah maupun tawanan perang. Dengan demikian, cukuplah Allah yang menolong menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan karena musuh mereka hancur tersapu angin kencang. Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa; tidak ada yang mampu mengalahkan dan melemahkan-Nya.", "long": "Pada ayat ini, kembali Allah menerangkan tentang nikmat besar yang telah dilimpahkan-Nya kepada kaum Muslimin di Perang Ahzab, sehingga mereka lepas dari bahaya kehancuran. Nikmat itu ialah Allah telah mengirimkan kepada mereka bala bantuan berupa angin kencang yang sangat dingin dan bala tentara malaikat yang tidak kelihatan. Akibatnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu kaum Quraisy beserta pengikut-pengikutnya, Gathafan dan pengikut-pengikutnya, golongan Yahudi, dan kaum munafik, tidak memperoleh apa yang mereka inginkan, bahkan mereka lari tunggang-langgang mencari keselamatan dirinya, kembali ke kampung halamannya masing-masing.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nTidak ada Tuhan selain Allah sendiri. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memenangkan tentara-Nya, menghancurkan tentara yang bersekutu sendirian, maka tidak ada lagi sesuatu pun sesudahnya.\n\nPada hadis yang lain al-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata, \"Rasulullah saw berdoa kepada Allah:\n\n\"Wahai Tuhan yang telah menurunkan Al-Qur'an, amat cepat hisabnya, hancurkanlah tentara yang bersekutu itu, wahai Tuhan, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.\"\n\nMenurut riwayat Muhammad bin Ishaq, tatkala tentara yang bersekutu telah lari dan meninggalkan parit itu, Rasulullah saw bersabda:\n\nOrang-orang Quraisy sekali-kali tidak akan memerangi kamu sesudah tahun ini, tetapi kamulah yang akan memerangi mereka.\n\nPerkataan Rasulullah ini terbukti di kemudian hari. Setelah Perang Ahzab, orang-orang musyrik tidak pernah lagi memerangi kaum Muslimin, tetapi Nabi dan kaum Musliminlah yang memerangi mereka, sampai Mekah dapat ditaklukkan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa peperangan Ahzab merupakan titik puncak kesulitan yang dihadapi Nabi dan kaum Muslimin dalam menghadapi orang-orang musyrik dalam menyebarkan agama Islam. Sekalipun kesulitan-kesulitan masih ada, tetapi tidak berarti bila dibanding dengan kesulitan-kesulitan sebelumnya.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa, tidak dapat ditandingi oleh sesuatu pun. Oleh Karena itu, dengan mudah Dia menghalau tentara yang bersekutu yang berjumlah banyak itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3559, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 21, "page": 421, "manzil": 5, "ruku": 363, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0627\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0635\u064e\u064a\u064e\u0627\u0635\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0630\u064e\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0639\u0652\u0628\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa anzalal lazeena zaaha roohum min Ahlil Kitaabi min sa yaaseehim wa qazafa fee quloobihimm mur ru'ba freeqan taqtuloona wa taasiroona fareeqaaa" } }, "translation": { "en": "And He brought down those who supported them among the People of the Scripture from their fortresses and cast terror into their hearts [so that] a party you killed, and you took captive a party.", "id": "Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3559", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3559.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3559.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah kelompok yang bersekutu itu kocar-kacir, Allah memerin-tahkan Rasulullah menghalau Bani Quraizah dari benteng mereka. Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab, yakni Bani Quraizah, yang membantu mereka, yaitu golongan yang bersekutu, dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka, yaitu kaum laki-laki yang ikut berperang, kamu bunuh dan sebagian yang lain, yaitu perempuan dan anak-anak, kamu tawan.", "long": "Ayat ini menerangkan perang menghadapi Bani Quraidhah, salah satu dari suku-suku Yahudi Medinah yang telah membuat perjanjian damai dengan Nabi. Sebagaimana telah diterangkan terdahulu bahwa ketika kaum Muslimin dalam keadaan kritis menghadapi tentara yang bersekutu di Perang Ahzab, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah yang menjadi warga kota Medinah mengkhianati kaum Muslimin dari dalam. Pemimpin mereka, Ka'ab bin Asad, dihasut oleh pemimpin Bani an-Nadhir, huyai bin Akhthab, agar membatalkan perjanjian damai yang telah mereka buat dengan Nabi, serta menggabungkan diri dengan tentara sekutu yang mengepung kota Medinah. Ajakan itu mula-mula ditolak oleh Ka'ab bin Asad, tetapi akhirnya ia menerima. Maka mereka mengkhianati Nabi dan bergabung dengan kelompok Ahzab.\n\nBerita pengkhianatan Bani Quraidhah itu menggemparkan kaum Muslimin, karena terjadi dalam kota Medinah. Oleh karena itu, Rasulullah saw segera mengutus dua orang sahabatnya, yaitu Sa'ad bin Mu'adz, kepala suku Aus, dan Sa'ad bin Ubadah, kepala suku Khazraj, kepada Bani Quraidhah untuk menasihati mereka agar jangan meneruskan pengkhianatan itu. Setibanya kedua utusan itu di tempat Bani Quraidhah, keduanya segera menyampaikan pesan-pesan Nabi saw. Akan tetapi, permintaan Nabi itu mereka tolak dengan sikap yang kasar serta penuh keangkuhan dan kesombongan, dan mereka tetap melanjutkan pengkhianatan tersebut.\n\nSetelah Allah menghalau pasukan sekutu, maka Dia mewahyukan kepada Nabi Muhammad, agar kaum Muslimin segera menumpas Bani Quraidhah yang telah berkhianat. Oleh karena itu, Nabi dan kaum Muslimin segera membuat perhitungan dengan para pengkhianat itu. Nabi dan kaum Muslimin segera mendatangi kampung mereka untuk mengepungnya. Setelah mendengar kedatangan Nabi dan Kaum Muslimin, mereka segera memasuki benteng-benteng untuk mempertahankan diri. Tentara kaum Muslimin waktu itu dipimpin oleh Ali bin Abi thalib. Setelah dua puluh lima hari lamanya mereka dikepung dalam benteng-benteng itu dengan penuh ketakutan, maka mereka mau menyerah kepada Nabi dengan syarat bahwa yang akan menjadi hakim atas perbuatan mereka ialah Sa'ad bin Mu'adz, kepala suku Aus. Penyerahan dan syarat itu diterima Nabi, maka mereka turun dari benteng-benteng itu dan menyerah kepadanya. Setelah mempertimbangkan dengan matang, maka Sa'ad menjatuhkan hukuman mati, laki-laki mereka dibunuh, sedang perempuan-perempuan dan anak-anak ditawan.\n\nHukuman yang demikian itu adalah wajar bagi pengkhianat-pengkhianat negara yang sedang dalam keadaan berperang, lebih-lebih pengkhianatan itu dilakukan ketika musuh sedang melancarkan serangan. Masyarakat Islam di Medinah waktu itu ialah masyarakat yang baru tumbuh, masyarakat yang baru mulai melaksanakan hukum-hukum berdasarkan ketetapan Islam yang berbeda dengan hukum-hukum yang lama. Oleh karena itu, wajar kiranya hukuman yang telah diberikan kepada Bani Quraidhah yang berkhianat di masa perang, sehingga yang berlaku adalah hukum perang. Dengan hukuman itu, maka kota Medinah tetap kuat dan Nabi tetap berwibawa dan penduduk Medinah yang lain mengetahui dan menyadari bahwa setiap pengkhianatan akan dikenakan hukuman yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 3560, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 21, "page": 421, "manzil": 5, "ruku": 363, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u062b\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0637\u064e\u0626\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa awrasakum ardahum wa diyaarahum wa amwaalahum wa ardal lam tata'oohaa; wa kaanal laahu 'alaa kulli shai'in Qadeeraa" } }, "translation": { "en": "And He caused you to inherit their land and their homes and their properties and a land which you have not trodden. And ever is Allah, over all things, competent.", "id": "Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3560", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3560.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3560.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berkat pertolongan Allah pada Perang Khandak itu Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka, dan begitu pula tanah yang belum kamu injak, yaitu tanah-tanah baru yang akan dimasuki oleh tentara mukmin. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa harta benda Bani Quraidhah yang dijatuhi hukuman mati itu telah diberikan Allah kepada kaum Muslimin, termasuk segala kebun, rumah, dan binatang ternak yang mereka miliki. Bahkan dalam ayat ini, Allah menjanjikan kepada kaum Muslimin bahwa Dia akan mewariskan tanah-tanah yang lain, yang waktu itu belum dimasuki oleh tentara Islam, tetapi pasti akan mereka masuki dan mereka taklukkan.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia berkuasa memberikan semuanya kepada kaum Muslimin untuk menolong mereka dalam melaksanakan agama-Nya dan untuk memperluas Islam itu sendiri. Hal itu adalah ketentuan yang pasti terlaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 3561, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 21, "page": 421, "manzil": 5, "ruku": 364, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e \u062a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064f\u0645\u064e\u062a\u0651\u0650\u0639\u0652\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0633\u064e\u0631\u0651\u0650\u062d\u0652\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u062d\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan Nabiyyu qul li azwaajika i kuntunna turidnal hayaatad dunyaa wa zeenatahaa fata'aalaina umatti'kunna wa usarrihkunna saraahan jameela" } }, "translation": { "en": "O Prophet, say to your wives, \"If you should desire the worldly life and its adornment, then come, I will provide for you and give you a gracious release.", "id": "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, “Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3561", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3561.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3561.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan kemenangan pada Perang Khandak, kaum mukmin mendapat banyak ghanimah, tidak terkecuali Nabi Muhammad. Istri-istri beliau mengetahui hal ini dan mohon untuk diperkenalkan menikmatinya. Menanggapi permintaan ini Allah berfirman kepada Nabi, \"Wahai Nab!, Katakanlah kepada istri-istrimu dan berilah mereka dua pilihan. 'Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya sebagaimana para istri raja atau Kisra, padahal hal itu berpotensi memalingkanmu dari zikir kepada Allah, maka dengan kesadaran, kemarilah agar kuberikan kepadamu mut'ah, yaitu hadiah yang meringankan beban yang dipikul seorang perempuan akibat perceraian, dan setelah itu aku ceraikan kamudengan cara yang baik.", "long": "Allah memerintahkan Rasulullah saw agar menyampaikan kepada istri-istrinya supaya mereka memilih apa yang mereka kehendaki dari dua hal. Pilihan pertama ialah jika mereka menginginkan kehidupan dunia dengan segala kenikmatannya, maka Nabi tidak mempunyai yang demikian itu, dan beliau tidak mempunyai sesuatu pun yang akan diberikan untuk memenuhi keinginan itu. Oleh karena itu, Nabi akan mentalak mereka dan beliau memberi mut'ah, sebagaimana yang telah disyariatkan agama. Beliau juga akan menceraikan mereka secara baik-baik pula.\n\nMenurut ketentuan Allah, seorang suami yang menceraikan istrinya memberi mut'ah berupa pakaian, uang, atau perhiasan secara sukarela kepada istri yang diceraikannya, sesuai dengan kemampuannya, orang kaya sesuai dengan kekayaannya dan orang miskin sesuai dengan kemiskinannya. Firman Allah:\n\nDan hendaklah kamu beri mereka mut'ah, bagi yang mampu menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya, yaitu pemberian dengan cara yang patut, yang merupakan kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. (al-Baqarah/2: 236)\n\nAllah juga menetapkan bahwa jika seorang suami mentalak istrinya, maka hendaklah ia melepaskan mereka secara baik-baik dan mentalaknya pada waktu suci sebelum dicampuri, agar mereka dapat melaksanakan idah dalam masa yang pendek. Allah berfirman:\n\nWahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. (ath-thalaq/65:1)\n\nPada waktu ayat ini turun, Rasulullah mempunyai istri 9 orang, yaitu 'Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti 'Umar, Ummu Salamah, Ummu habibah Ramlah binti Sufyan, Saudah binti Zam'ah, Zainab binti Jahsy, Maimunah binti Hars, safiyyah binti Huyai bin Akhthab, dan Juwairiyah binti al-haris. Dari istri beliau yang sembilan itu, lima orang berasal dari suku Quraisy dan empat orang bukan dari suku Quraisy.\n\nFirman Allah: \n\nJika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (at-Tahrim/66: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 3562, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 21, "page": 421, "manzil": 5, "ruku": 364, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e \u062a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa in kuntunna turidnal laaha wa Rasoolahoo wad Daaral Aakhirata fa innal laaha a'adda lil muhsinaati min kunna ajjran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "But if you should desire Allah and His Messenger and the home of the Hereafter - then indeed, Allah has prepared for the doers of good among you a great reward.\"", "id": "Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3562", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3562.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3562.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan tetapi, jika kamu menginginkan dan lebih memilih Allah dan Rasul-Nya dengan bersabar atas kehidupan yang sederhana ini dan berharap balasan di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu. Allah menjanjikan surga bagi siapa saja dari kamu yang tidak meminta hal-hal duniawi kepada Rasulullah.", "long": "Pilihan kedua yang disampaikan Rasulullah ialah jika para istrinya memilih keridaan Allah dan Rasul-Nya dan pahala hari akhirat, maka taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah telah menyediakan pahala yang besar bagi para istrinya yang baik dalam perkataan, perbuatan, dan tingkah laku. Mereka ditempatkan di dalam surga yang penuh kenikmatan." } } }, { "number": { "inQuran": 3563, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 21, "page": 421, "manzil": 5, "ruku": 364, "hizbQuarter": 168, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0641\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0636\u0650\u0639\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaa nisaaa'an Nabiyyi mai yaati minkunna bifaa hishatim mubaiyinatiny yudaa'af lahal 'azaabu di'fain wa kaana zaalika 'alal laahi yaseera" } }, "translation": { "en": "O wives of the Prophet, whoever of you should commit a clear immorality - for her the punishment would be doubled two fold, and ever is that, for Allah, easy.", "id": "Wahai istri-istri Nabi! Barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu, mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3563", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3563.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3563.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjanjikan balasan yang agung bagi istri-istri Nabi yang berbuat baik. Di sisi yang lain, mereka juga dihadapkan pada acaman yang mengerikan jika berbuat dosa. Wahai istri-istri Nabi! Barang siapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, seperti zina dan durhaka kepada suami, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya dibanding perempuan-perempuan yang bukan istri Nabi. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah memperingatkan istri-istri Nabi agar selalu menjaga diri karena mereka adalah ibu dari seluruh kaum Muslimin dan menjadi contoh teladan bagi mereka. Perintah Allah itu ialah, \"Barang siapa di antara istri Nabi yang mengerjakan perbuatan keji, perbuatan yang terlarang, dan sebagainya, maka mereka akan memperoleh azab dua kali lipat dari azab yang diterima orang biasa.\"\n\nPemberian azab dua kali lipat kepada istri-istri Nabi ini ialah karena mereka termasuk orang-orang yang telah mengetahui dengan sebenarnya perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Di samping itu, mereka juga adalah penjaga rumah tangga Rasulullah dari segala perbuatan yang jahat yang mungkin terjadi di dalamnya.\n\nSebagian ulama menetapkan hukum berdasarkan ayat ini bahwa untuk tindakan kejahatan yang sama jenisnya, maka hukuman yang akan diterima oleh orang-orang yang tahu itu lebih berat dari hukuman yang akan diterima oleh orang yang tidak tahu. Orang yang tahu telah mengetahui akibat dari suatu perbuatan. Jika ia melakukan perbuatan itu, berarti ia melakukan dengan penuh kesadaran, sedang yang tidak tahu, ia mengerjakan tindakan kejahatan itu tanpa kesadaran dalam arti yang sebenarnya. Oleh karena itu, orang-orang tahu itu wajib memperoleh hukuman dua kali lipat dari hukuman yang diperoleh orang yang tidak tahu.\n\nDiriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Zainal 'abidin r.a., \"Sesungguhnya kamu adalah keluarga Nabi yang telah memperoleh ampunan.\" Maka Zainal 'abidin marah kepada orang itu dan berkata, \"Apa yang telah ditetapkan Allah terhadap istri-istri Nabi lebih pantas untuk ditetapkan bagi kami dari apa yang kamu katakan itu. Kami berpendapat bahwa balasan kebajikan kami dilipatgandakan sebagaimana balasan kesalahan kami dilipatgandakan pula.\" Kemudian beliau membaca ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 3564, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 22, "page": 422, "manzil": 5, "ruku": 364, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0646\u064f\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mai yaqnut minkunna lillaahi wa Rasoolihee wa ta'mal saalihan nu'tihaaa ajrahaa marratayni wa a'tadnaa lahaa rizqan kareema" } }, "translation": { "en": "And whoever of you devoutly obeys Allah and His Messenger and does righteousness - We will give her her reward twice; and We have prepared for her a noble provision.", "id": "Dan barangsiapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3564", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3564.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3564.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai para istri Nabi, kamu mempunyai kedudukan yang lebih utama dibandingkan para wanita biasa disebabkan besarnya tanggung jawab yang harus kamu emban. Bila salah satu dari kamu berbuat dosa yang nyata maka ia akan mendapat hukuman dua kali lebih berat. Dan barang siapa di antara kamu, wahai para istri Nabi, tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan selalu mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dibandingkan pahala wanita yang bukan istri Nabi, dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya, baik di dunia maupun di akhirat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa siapa pun di antara istri-istri Nabi. saw yang tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengerjakan amal yang saleh, pasti diberi-Nya pahala dua kali lipat sebagai penghargaan bagi mereka. Penghargaan itu karena kedudukan mereka selaku \"Ummahatul Mu'minin\", yaitu ibu kehormatan segenap kaum mukminin, dan mereka berada di rumah Nabi saw, tempat turun wahyu Allah, cahaya hikmat dan petunjuk ke jalan yang lurus. Selain pahala yang berlipat ganda, Allah akan memberikan pula rezeki yang mulia di dunia dan di akhirat. Di dunia karena mereka menjadi pusat perhatian seluruh perempuan mukminat yang memandang mereka dengan penuh penghormatan dan kewibawaan dan di akhirat karena mereka adalah istri-istri Nabi. saw yang akan ditempatkan oleh Allah pada derajat yang tinggi dalam surga Jannatun Na'im." } } }, { "number": { "inQuran": 3565, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 22, "page": 422, "manzil": 5, "ruku": 364, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0633\u0652\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0636\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaa nisaaa'an Nabiyyi lastunna ka ahadim minan nisaaa'i init taqaitunna falaa takhda'na bilqawli fa yatma'al lazee fee qalbihee maradunw wa qulna qawlam ma'roofaa" } }, "translation": { "en": "O wives of the Prophet, you are not like anyone among women. If you fear Allah, then do not be soft in speech [to men], lest he in whose heart is disease should covet, but speak with appropriate speech.", "id": "Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3565", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3565.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3565.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai para istri Nabi, kamu adalah pendamping Nabi yang merupakan representasi Al-Qur’an dan Islam, maka sudah menjadi kewajiban kamu untuk menjaga citra tersebut. Wahai istri-istri Nabi, kedudukan dan keutamaan kamu tidak sama seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Kamu harus menjaga kehormatan kamu lebih dari usaha perempuan lain menjaga kehormatan mereka. Maka, janganlah kamu tunduk, yakni menggenitkan suara dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, yakni orang yang mempunyai niat berbuat serong; dan ucapkanlah perkataan yang baik dengan cara yang wajar.", "long": "Pada ayat ini, Allah memperingatkan kepada istri-istri Nabi. saw bahwa mereka dengan julukan \"Ummahatul Mu'minin\" sama sekali tidak dapat dipersamakan dengan perempuan mukminat yang mana pun dalam segi keutamaan dan penghormatan, jika mereka betul-betul bertakwa. Tidak ada seorang perempuan pun yang dapat menyerupai kedudukan apalagi melebihi keutamaan mereka karena suami mereka adalah \"Sayyidul Anbiya' wal Mursalin\". Oleh karena itu, jika mengadakan pembicaraan dengan orang lain, maka mereka dilarang merendahkan suara yang dapat menimbulkan perasaan kurang baik terhadap kesucian dan kehormatan mereka, terutama jika yang dihadapi itu orang-orang fasik atau munafik yang itikad baiknya diragukan. Istri-istri Nabi. saw itu, setelah beliau wafat tidak boleh dinikahi oleh siapa pun, sesuai dengan firman Allah:\n\nDan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah. (al-Ahzab/33: 53)" } } }, { "number": { "inQuran": 3566, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 22, "page": 422, "manzil": 5, "ruku": 364, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064f\u062c\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0633\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0637\u0652\u0647\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qarna fee bu yoo tikunna wa laa tabarrajna tabarrujal Jaahiliyyatil oolaa wa aqimnas Salaata w aaateenaz Zakaata wa ati'nal laaha wa Rasoolah; innamaa yureedul laahu liyuzhiba 'ankumur rijsa Ahlal Bayti wa yutahhirakum tatheeraa" } }, "translation": { "en": "And abide in your houses and do not display yourselves as [was] the display of the former times of ignorance. And establish prayer and give zakah and obey Allah and His Messenger. Allah intends only to remove from you the impurity [of sin], O people of the [Prophet's] household, and to purify you with [extensive] purification.", "id": "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3566", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3566.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3566.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hendaklah kamu, wahai istri-istri Nabi, tetap di rumahmu dan tidak keluar kecuali untuk keperluan yang dibenarkan oleh agama, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu, di antaranya menggunakan gelang kaki dan menghen­takkannya saat berjalan serta menampakkan bagian tubuh yang seharusnya ditutupi. Dan laksanakanlah salat secara sempurna, baik salat wajib maupun sunah; tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Sesungguhnya Allah, dengan menurunkan perintah dan larangan itu, bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait, yaitu keluarga Rasulullah, dan membersih­kan kamu sebersih-bersihnya.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan supaya para istri Nabi. tetap tinggal di rumah mereka masing-masing dan tidak keluar kecuali bila ada keperluan. Perintah ini berlaku bagi istri-istri Nabi. saw. Mereka dilarang memamerkan perhiasannya, dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah masa dahulu sebelum zaman Nabi Muhammad. \n\nSetelah mereka dilarang mengerjakan keburukan, mereka diperintahkan mengerjakan kebajikan, seperti mendirikan salat lima waktu sesuai syarat dan rukun-rukunnya dan menunaikan zakat harta bendanya. Telah menjadi kebiasaan, jika disebut salat maka selalu dikaitkan dengan zakat, sebab keduanya menghasilkan kebersihan diri dan harta. Hikmah dari keduanya supaya tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya karena hal itu adalah pelaksanaan dari isi dua kalimat syahadat yang menjadi jalan kebahagiaan di dunia dan akhirat. \n\nAllah mengeluarkan perintah itu disertai sebutan \"ahlul bait\", yaitu semua keluarga rumah tangga Rasulullah, dengan maksud untuk menghilangkan dosa-dosa dari mereka. Allah juga bermaksud membersihkan mereka dari kekotoran kefasikan dan kemunafikan yang biasa menempel pada orang yang berdosa. Dengan demikian, Allah akan membersihkan mereka sebersih-bersihnya. \n\nAnas bin Malik dalam rangka menerangkan siapa yang dimaksud dengan ahlul bait dalam ayat ini meriwayatkan:\n\nSesungguhnya Rasulullah selalu mendatangi rumah putrinya Fatimah, selama enam bulan pada setiap salat Subuh. Beliau berseru, \"Salat, hai Ahlul Bait, sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.\" (Riwayat at-Tirmidzi dan Abu Dawud ath-thayalisi dari Anas bin Malik)" } } }, { "number": { "inQuran": 3567, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 22, "page": 422, "manzil": 5, "ruku": 364, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0637\u0650\u064a\u0641\u064b\u0627 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wazkurna maa yutlaa fee bu yootikunna min aayaatil laahi wal Hikmah; innal laaha kaana lateefan Khabeera" } }, "translation": { "en": "And remember what is recited in your houses of the verses of Allah and wisdom. Indeed, Allah is ever Subtle and Acquainted [with all things].", "id": "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3567", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3567.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3567.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, yakni hafalkan, pahami, laksanakan, dan ajarkanlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah, yakni Al-Qur’an, dan hikmah, yakni sunah Nabi. Sungguh, Allah Mahalembut kepada orang-orang yang taat, Maha Mengetahui siapa saja yang layak mendapat kemuliaan dan kedudukan tinggi. Khitab dalam ayat-ayat ini memang ditu­jukan kepada para istri Nabi, namun wanita muslimah yang baik harus mencontoh apa yang dikerjakan oleh para istri Nabi tersebut.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan sebab-sebab mereka mendapat karunia yang besar itu. Di antaranya ialah karena rumah kediaman istri-istri Nabi. itu adalah tempat-tempat turun wahyu. Allah memerintahkan kepada istri-istri Nabi. saw supaya mengajarkan apa yang dibacakan di rumah mereka itu dari ayat-ayat Allah dan sunah Nabi kepada orang lain. Sunah Nabi itu bisa berupa apa yang mereka saksikan tentang kehidupan Nabi dalam lingkungan rumah tangga dan berhubungan dengan syariat Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 3568, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 22, "page": 422, "manzil": 5, "ruku": 365, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal muslimeena wal muslimaati wal mu'mineena wal mu'minaati walqaaniteena walqaanitaati wassaadiqeena wassaadiqaati wassaabireena wassaabiraati walkhaashi'eena walkhaashi'aati walmutasaddiqeena walmutasaddiqaati wassaaa'imeena wassaaa'imaati walhaafizeena furoojahum walhaafizaati waz zaakireenal laaha kaseeranw waz zaakiraati a'addal laahu lahum maghfiratanw wa ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, the Muslim men and Muslim women, the believing men and believing women, the obedient men and obedient women, the truthful men and truthful women, the patient men and patient women, the humble men and humble women, the charitable men and charitable women, the fasting men and fasting women, the men who guard their private parts and the women who do so, and the men who remember Allah often and the women who do so - for them Allah has prepared forgiveness and a great reward.", "id": "Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3568", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3568.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3568.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjanjikan ampunan dan balasan kebaikan kepada para istri Nabi selama mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Janji demikian juga diberikan kepada siapa pun, laki-laki maupun perempuan, yang beriman dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim yang taat dan patuh kepada Allah, laki-laki dan perempuan mukmin dengan iman yang sungguh-sungguh, laki-laki dan perempuan yang tetap mantap dan ikhlas dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar dalam ucapan dan perbuatannya, laki-laki dan perempuan yang sabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah serta sabar dalam menghadapi segala cobaan, laki-laki dan perempuan yang khusyuk dalam salat, laki-laki dan perempuan yang sering bersedekah untuk memperoleh rida Allah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa wajib maupun sunah, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya dari hal-hal yang Allah haramkan (Lihat juga: al-Mu’minùn/23: 5–7), laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah; Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan atas dosa mereka, dan pahala yang besar berupa surga. Mereka kekal di dalamnya. Ayat ini menjelaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan di hadapan Allah dalam hal mendapat balasan amal perbuatan sesuai apa yang masing-masing individu kerjakan.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat-sifat hamba-Nya yang akan diampuni segala dosa dan kesalahannya serta dimasukkan ke dalam surga. Sifat-sifat mereka ada sepuluh macam:\n\n1.Taat dan tunduk kepada hukum Islam, baik ucapan maupun perbuatan.\n\n2.Membenarkan dan memercayai ajaran Allah dan rasul-Nya.\n\n3.Selalu melaksanakan perintah-perintah agama dengan penuh kekhusyukan dan ketenangan.\n\n4.Selalu benar dalam ucapan dan perbuatan, sebagai tanda keimanan yang sempurna. Dalam sebuah hadis yang sahih disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Peganglah kebenaran, bahwa kebenaran itu membawa pada kebajikan, dan kebajikan akan membawa masuk surga, dan jauhilah dusta, sebab dusta itu membawa pada kedurhakaan dan kedurhakaan itu membawa ke neraka.\"\n\n5.Sabar menghadapi kesulitan dan penderitaan dalam melaksanakan perintah Allah serta menahan syahwat dan hawa nafsu.\n\n6.Khusyuk dan tawaduk kepada Allah, baik jasmani maupun rohani, dalam melaksanakan semua tugas dan kewajiban dan keikhlasan semata-mata untuk mencari keridaan Allah.\n\n7.Bersedekah dengan harta dan memberi bantuan kepada mereka yang serba kekurangan dan tidak mempunyai penghasilan.\n\n8.Berpuasa yang dapat membantu menundukkan syahwat dan hawa nafsu, sebagaimana tercantum di dalam sabda Rasulullah saw \"Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk kawin silakan kawin, karena perkawinan itu lebih dapat menahan pandangan mata dan lebih memelihara kemaluan, dan barang siapa yang belum mampu, supaya berpuasa, karena berpuasa itu dapat membendung syahwatnya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)\n\n9.Menjaga kemaluan dan kehormatan dari segala perbuatan yang haram dan keji, sesuai dengan firman Allah:\n\nDan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (al-Mu'minun/23: 5-7)\n\n10.Selalu ingat kepada Allah dengan lidah dan hati, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dari Mujahid yang menyatakan bahwa seseorang itu belum disebut banyak mengingat Allah kecuali bila sudah dapat mengingat-Nya sambil berdiri, duduk, dan berbaring. Abu Sa'id al-Khudri telah meriwayatkan sebuah hadis bahwa Rasulullah bersabda: \n\n\"Apabila seorang suami membangunkan seorang istrinya di malam hari lalu mereka salat Tahajud dua rakaat , maka mereka berdua pada malam tersebut termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah.\" (Riwayat Abu Dawud, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah)\n\nDalam hadis yang lain dari Sahal bin Mu'az al-Juhani dari ayahnya diriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw: \n\n\"Pejuang-pejuang manakah yang paling besar pahalanya wahai Rasulullah?\" Nabi saw menjawab, \"Yang paling banyak ingatnya kepada Allah. Lalu ia bertanya lagi,\" Cara orang yang berpuasa manakah yang paling besar pahalanya?\" Nabi saw menjawab, \"Yang paling banyak ingat kepada Allah.\" Kemudian dia menyebutkan pula orang yang salat, berzakat, naik haji dan bersedekah, dan pada kesemuanya itu Nabi saw mengatakan, \"Mereka yang paling banyak ingatnya kepada Allah.\" Abu Bakar lalu berkata kepada Umar, \"Orang yang banyak ingatnya kepada Allah telah membawa semua kebajikan.\" Dan Nabi saw menambahkan, \"Memang demikianlah.\" (Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 3569, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 22, "page": 423, "manzil": 5, "ruku": 365, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u064a\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana limu'mininw wa laa mu'minatin izaa qadal laahu wa Rasooluhooo amran ai yakoona lahumul khiyaratu min amrihim; wa mai ya'sil laaha wa Rasoolahoo faqad dalla dalaalam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "It is not for a believing man or a believing woman, when Allah and His Messenger have decided a matter, that they should [thereafter] have any choice about their affair. And whoever disobeys Allah and His Messenger has certainly strayed into clear error.", "id": "Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3569", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3569.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3569.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketaatan orang-orang yang beriman kepada Allah tidak cukup dibuktikan dengan memiliki sepuluh sifat yang disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya. Ia harus pula tunduk kepada hukum-hukum yang Allah tetapkan. Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan hukum, maka tidak akan ada pilihan hukum yang lain bagi mereka tentang urusan mereka. Mereka harus menaati hukum yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dengan menolak hukum-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.\r\nAyat ini turun berkenaan dengan salah satu wanita terpandang dikalngan Quraisy bernama Zaianab binti Jahsy. Ia ialah putri bibi Rasulullah, 'Umaimah binti 'Abdul Muthallib. Rasulullah pernah melamar Zainab untuk dinikahkan dengan Zaid bin Haritsah, budak yang dimerdekakan dan dijadikan anak angkat oleh Rasulullah. Zainab dan keluarganya menolak lamaran itu karena menganggap status sosial keduanya tidak setara. Pasca turunnya ayat ini, Zainab menerima lamaran Rasulullah meski dengan hati terpaksa. Ayat ini menegaskan bahwa status sosial tidak menjadi tolok ukur kedudukan seseorang dimata Allah. Kedudukan dan keutamaan seseorang dimata Allah ditentukan olehketakwaan dan ketaatannya kepada Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa tidak patut bagi orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan ketentuan, mereka memilih ketentuan lain yang bertentangan dengan ketetapan keduanya. Menentukan pilihan sendiri yang tidak sesuai dengan ketentuan dari Allah dan rasul-Nya berarti mendurhakai perintah keduanya, dan tersesat dari jalan yang benar. Hal seperti itu diancam pula oleh Allah dengan firman-Nya:\n\nMaka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (an-Nur/24: 63)" } } }, { "number": { "inQuran": 3570, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 22, "page": 423, "manzil": 5, "ruku": 365, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0627\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0632\u064e\u064a\u0652\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0643\u064e\u064a\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0639\u0650\u064a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0637\u064e\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa iz taqoolu lillazeee an'amal laahu 'alaihi wa an'amta 'alaihi amsik 'alaika zawjaka wattaqil laaha wa tukhfee fee nafsika mal laahu mubdeehi wa takhshan naasa wallaahu ahaqqu an takhshaah; falammaa qadaa Zaidum minhaa wataran zawwajnaa kahaa likay laa yakoona 'alal mu'mineena harajun feee azwaaji ad'iyaaa'ihim izaa qadaw minhunna wataraa; wa kaana amrul laahi af'oolaa" } }, "translation": { "en": "And [remember, O Muhammad], when you said to the one on whom Allah bestowed favor and you bestowed favor, \"Keep your wife and fear Allah,\" while you concealed within yourself that which Allah is to disclose. And you feared the people, while Allah has more right that you fear Him. So when Zayd had no longer any need for her, We married her to you in order that there not be upon the believers any discomfort concerning the wives of their adopted sons when they no longer have need of them. And ever is the command of Allah accomplished.", "id": "Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, “Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3570", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3570.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3570.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, ketika engkau, wahai Nabi Muhammad, beberapa kali berkata kepada orang, yakni Zaid bin Hàrišah, yang telah diberi nikmat oleh Allah dengan memeluk agama Islam dan engkau juga telah memberi nikmat kepadanya dengan memerdekakannya dan mengangkatnya menjadi anak, “Pertahankanlah terus istrimu, Zainab binti Jahsy! Jangan kau ceraikan ia, dan bertakwalah kepada Allah dengan bersabar menjalani pernikahanmu meski istrimu kurang menghormati­mu”.\r\nAllah selalu mengatur Nabi Muhammad \"Engkau memberi Zaid nasihat demikian, Zaid, sedang engkau menyembunyikan didalam hati mu apa yang akan dinyatakan, yakni diberitahukan, oleh Allah bahwa Zainab akan menjadi salah satu istrimu, dan engkau menyembunyikan hal itu karena engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti.\"\r\nTernyata Zaid tidak mampu mempertahankan pernikahannya sesuai saran rasulullah. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya, yakni menceraikannya dan telah habis masa 'iddahnya, Kami nikahkan engkau, wahai Nabi Muhammad, dengan dia, Zainab, agar tidak ada keberatan dan perasaan berdosa bagi orang mukmin untuk menikahi istri-istri anak-anak angkat mereka,apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya, yakni menceraikannya. Dan ketetapan serta kehendak Allah itu pasti terjadi.\r\nSebelum ayat ini turun, ststus anak angkat disamakan dengan anak kandung. mereka berhak mewarisi keluarga angkat, dan ayah angkat tidak boleh menikahi mantan istri anak angkatnya. Ayat ini turun untuk menghapus anggapan salah tersebut. Anak angkat selamanya tidak akan sama statusnya dengan anak kandung. Selain itu, ayat ini juga mengajarkan bahwa pada tataran ideal, pernikahan dilangsungkan atas keinginan dan persetujuan kedua belah pihak dan mendapat dukungan dari dari kedua keluarga.", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini, Allah memperingatkan Nabi-Nya bahwa apa-apa yang terjadi antara Zaid bin haritsah dengan Zainab binti Jahsy itu adalah untuk menguatkan keimanan beliau dengan menegaskan kebenaran dan menghilangkan keragu-raguan dari hati orang-orang yang lemah imannya. Allah menyuruh Rasul-Nya supaya memperhatikan ucapannya ketika beliau berkata kepada Zaid bin haritsah, \"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah, dan janganlah berpisah dengannya disebabkan kesombongan atau keangkuhannya karena keturunan, sebab perceraian itu akan mengakibatkan noda yang sulit untuk dihapus.\" \n\nNabi sendiri telah mengetahui bahwa Zaid pada akhirnya pasti akan bercerai dengan Zainab. Beliau merasa berat jika hal tersebut menjadi kenyataan, sebab akan menimbulkan berbagai macam tanggapan di kalangan masyarakat. Nabi menyembunyikan di dalam hatinya apa yang Allah nyatakan, karena Nabi sendiri menyadari bahwa beliau sendiri harus dijadikan teladan oleh seluruh umatnya untuk melaksanakan perintah Allah walaupun dengan mengorbankan perasaan. Menurut naluri, manusia biasanya takut kepada sesama manusia, padahal Allah yang lebih berhak untuk ditakuti. Beliau membayangkan bahwa apabila beliau menikah dengan Zainab, bekas istri anak angkatnya, hal itu pasti akan menjadi buah bibir di kalangan bangsa Arab, karena sejak zaman Jahiliah mereka memandang bahwa anak angkat itu sama dengan anak kandung, sehingga mereka melarang menikahi bekas istri anak angkat." } } }, { "number": { "inQuran": 3571, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 22, "page": 423, "manzil": 5, "ruku": 365, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064d \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0642\u0652\u062f\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Maa kaana 'alan nabiyyyi min harajin feemaa faradal laahu lahoo sunnatal laahi fil lazeena khalaw min qabl; wa kaana amrul laahi qadaram maqdooraa" } }, "translation": { "en": "There is not to be upon the Prophet any discomfort concerning that which Allah has imposed upon him. [This is] the established way of Allah with those [prophets] who have passed on before. And ever is the command of Allah a destiny decreed.", "id": "Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3571", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3571.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3571.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pernikahan dengan Zainab menjadi beban bagi Nabi karena erat kaitannya dengan persoalan yang sangat peka dalam masyarakat. Allah menguatkan hati Nabi untuk menjalani pernikahan tersebut dan menegaskan, “Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi Muhammad tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. Allah telah menetapkan yang demikian sebagai sunah, yakni ketetapan-ketetapan Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.", "long": "Pada ayat ini, Allah menguatkan hukum yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu bahwa tidak ada suatu keberatan apa pun atas Nabi saw apa yang telah menjadi ketetapan Allah baginya untuk mengawini perempuan bekas istri anak angkatnya setelah dijatuhi talak oleh suaminya dan habis masa idahnya. Orang-orang Yahudi sering mencela Nabi Muhammad saw karena mempunyai istri yang banyak, padahal mereka mengetahui bahwa nabi-nabi sebelumnya ada yang lebih banyak istrinya seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. \n\nNabi Muhammad diperintahkan Allah supaya tidak menghiraukan pembicaraan khalayak ramai sehubungan dengan pernikahan beliau dengan Zainab. Ketika Zaid telah menceraikan istrinya, Allah menikahkan Nabi saw dengan Zainab agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk menikahi bekas istri anak angkat apabila telah diceraikan. Ketetapan Allah tentang pernikahan Zainab dengan Nabi adalah suatu ketetapan yang sudah pasti. \n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan at-Tirmidzi bahwa Zainab sering membangga-banggakan dirinya di hadapan istri-istri Nabi. lainnya dengan ucapan, \"Kamu dinikahkan oleh keluargamu sendiri, tetapi saya dinikahkan oleh Allah. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dari Sya'bi bahwa Zainab pernah berkata kepada Nabi, \"Saya mempunyai kelebihan dengan tiga perkara yang tidak dimiliki oleh istri-istrimu yang lain, yaitu: kakekku dan kakekmu adalah sama yaitu Abdul Muththalib; Allah menikahkan engkau denganku dengan perintah wahyu dari langit; dan yang ditugaskan menyampaikannya adalah Malaikat Jibril.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3572, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 22, "page": 423, "manzil": 5, "ruku": 365, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u0644\u0651\u0650\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0633\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allazeena yuballighoona Risaalaatil laahi wa yakhshaw nahoo wa laa yakkhshawna ahadan illal laah; wa kafaa billaahi Haseebaa" } }, "translation": { "en": "[Allah praises] those who convey the messages of Allah and fear Him and do not fear anyone but Allah. And sufficient is Allah as Accountant.", "id": "(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3572", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3572.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3572.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi-nabi terdahulu itu adalah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah dan syariat-syariat Allah kepada manusia; mereka takut hanya kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan amal perbuatan manusia secara cepat dan cermat.” (Lihat juga: al-Anbiyà’/21: 47)", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa rasul-rasul yang mendahului Nabi Muhammad itu telah melaksanakan sunatullah. Mereka adalah orang-orang yang penuh dengan ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah. Mereka juga orang-orang yang menyampaikan syariat-syariat Allah, sangat takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada selain-Nya. Nabi Muhammad pun diperintahkan untuk menjadikannya teladan dalam melaksanakan sunatullah, dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan." } } }, { "number": { "inQuran": 3573, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 22, "page": 423, "manzil": 5, "ruku": 365, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064c \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0627\u062a\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Maa kaana Muhammmadun abaaa ahadim mir rijaalikum wa laakir Rasoolal laahi wa Khaataman Nabiyyeen; wa kaanal laahu bikulli shai'in 'Aleema" } }, "translation": { "en": "Muhammad is not the father of [any] one of your men, but [he is] the Messenger of Allah and last of the prophets. And ever is Allah, of all things, Knowing.", "id": "Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3573", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3573.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3573.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang musyrik, Yahudi, dan munafik tidak henti-hentinya mempersoalkan pernikahan Rasulullah dengan Zainab. Mereka mengejek Nabi karena menikahi mantan istri anaknya; mereka menganggap status anak angkat sama dengan anak kandung. Allah lalu menegaskan, “Muhammad itu bukanlah bapak kandung dari seseorang laki-laki dewasa di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dia adalah nabi terakhir yang menjadi bapak rohaniah bagi seluruh umat. Karena itu, janda Zaid bin Hàrišah dapat dinikahi oleh Rasulullah. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang kalian lakukan.” Ayat ini merupakan dalil bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir dan tidak akan ada lagi nabi sesudahnya, Siapapun yang mengakui adanya nabi sesudah Nabi Muahammad, maka dia bukanlah bagian dari umat Islam.", "long": "Tatkala Rasulullah menikahi Zainab, banyak orang munafik yang mencela pernikahan itu karena dipandang sebagai menikahi bekas istri anak sendiri. Maka Allah menurunkan ayat ini yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw tidak usah khawatir tentang cemoohan orang-orang yang mengatakan bahwa beliau menikahi bekas istri anaknya, karena Zaid itu bukan anak kandung beliau, tetapi hanya anak angkat. Muhammad saw sekali-kali bukan bapak dari seorang laki-laki di antara umatnya, tetapi ia adalah utusan Allah dan nabi-Nya yang terakhir. Tidak ada nabi lagi setelah beliau. \n\nNabi Muhammad saw itu adalah bapak dari kaum Muslimin dalam segi kehormatan dan kasih sayang sebagaimana setiap rasul pun adalah bapak dari seluruh umatnya. Muhammad itu bukan bapak dari seorang laki-laki dari umatnya dengan pengertian \"bapak\" dalam segi keturunan yang menyebabkan haramnya mushaharah (perbesanan), tetapi beliau adalah bapak dari segenap kaum mukminin dalam segi agama. Beliau mempunyai rasa kasih sayang kepada seluruh umatnya untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, seperti kasih sayang seorang ayah terhadap anak-anaknya. \n\nAnak laki-laki Nabi saw dari Khadijah ada tiga orang, yaitu Qasim, thayyib, dan thahir, semuanya meninggal dunia sebelum balig. Dari Mariyah al-Qibthiyah, Nabi memperoleh seorang anak laki-laki bernama Ibrahim yang juga meninggal ketika masih kecil. Di samping tiga anak laki-laki, Nabi saw juga mempunyai empat anak perempuan dari Khadijah, yaitu Zainab., Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Fathimah. Tiga yang pertama meninggal sebelum Nabi wafat. \n\nAllah Maha Mengetahui segala sesuatu tentang siapa yang diangkat sebagai nabi-nabi yang terdahulu dan siapa yang diangkat sebagai nabi penutup. Berikut hadis-hadis yang menerangkan tentang kedudukan Nabi Muhammad sebagai nabi penutup atau terakhir, di antaranya:\n\nDari Jabir bin Muth'im bahwa ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Aku punya beberapa nama: aku Muhammad, aku Ahmad, aku al-Mahi yang mana Allah menghapus kekufuran denganku dan aku al-hasyir di mana manusia dikumpulkan di bawah kakiku dan aku juga al-'aqib yang mana tidak ada lagi nabi sesudahku.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDari Jabir bin 'Abdullah bahwa ia berkata, \"Rasulullah bersabda, 'Posisiku di antara para nabi adalah seperti seorang laki-laki yang membangun rumah, dia menyempurnakan dan menghiasinya kecuali satu tempat batu (bata yang belum dipasang). Orang yang memasuki rumah itu dan melihatnya berkata, 'Alangkah bagusnya rumah ini, kecuali satu tempat batu (bata yang belum dipasang), maka akulah batu (bata yang belum dipasang) itu, di mana aku menjadi penutup kenabian.\" (Riwayat Muslim)\n\nDari Abu Hurairah bahwa ia berkata, \"Rasulullah bersabda, 'Aku dilebihkan dari para nabi dengan enam hal: 1) Aku diberi kalimat yang singkat tapi padat (luas maknanya). 2) Aku ditolong dengan (diberi rasa) ketakutan (bagi musuh). 3) Dihalalkan bagiku rampasan perang. 4) Allah menjadikan bagiku bumi itu suci (untuk tayamum) dan menjadi masjid. 5) Aku diutus kepada seluruh makhluk, dan 6) Aku dijadikan sebagai penutup para nabi.\" (Riwayat Muslim dan at-Tirmidzi) \n\nDari Anas bin Malik bahwa ia berkata, \"Rasulullah bersabda, 'Kerasulan dan kenabian telah terputus, tidak ada lagi rasul dan nabi sesudahku.\" (Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 3574, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 22, "page": 423, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanuz kurul laaha zikran kaseera" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, remember Allah with much remembrance", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3574", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3574.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3574.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar keimanan orang-orang mukmin semakin kuat dan tidak terpengaruh cercaan orang-orang musyrik, Yahudi, dan munafik kepada Rasulullah atas pernikahan beliau dengan Zainab, Allah berpesan, “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah kapan dan di mana saja, dengan mengingat di dalam hati maupun dengan zikir lisan sebanyak-banyaknya agar kamu selalu merasakan kehadiran Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menganjurkan kepada semua orang beriman yang membenarkan Allah dan rasul-Nya supaya banyak zikir mengingat Allah dengan menyebut nama-Nya sebanyak-banyaknya dengan hati dan lidah pada setiap keadaan dan setiap waktu. Sebab, Allah-lah yang melimpahkan segala nikmat kepada mereka yang tidak terhingga banyaknya. Mereka diperintahkan bertasbih kepada-Nya dengan pengertian membersihkan dan menyucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya.\n\nBerzikir dan bertasbih ini dilakukan di pagi hari ketika baru bangun dari tidur, sebab ketika itu seakan-akan seseorang hidup kembali setelah mati, untuk menghadapi hidup yang baru. Diperintahkan juga bertasbih pada sore hari karena pada saat itu seseorang telah selesai mengerjakan bermacam-macam pekerjaan sepanjang hari. Zikir pada waktu itu merupakan tanda bersyukur kepada Allah atas limpahan taufik dan hidayah-Nya sehingga dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, dan dapat memperoleh rezeki untuk keperluan hidupnya dan nafkah bagi keluarganya. \n\nDengan banyak zikir, ia dapat menghambakan diri kepada Allah dan untuk menghadapi alam akhirat. Di samping itu, ia dapat pula meneliti perbuatan yang sudah dilaksanakan sehingga dapat mengusahakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan bagi hari-hari yang akan datang." } } }, { "number": { "inQuran": 3575, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 22, "page": 423, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa sabbihoohu bukratanw wa aseela" } }, "translation": { "en": "And exalt Him morning and afternoon.", "id": "dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3575", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3575.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3575.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang dengan menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menganjurkan kepada semua orang beriman yang membenarkan Allah dan rasul-Nya supaya banyak zikir mengingat Allah dengan menyebut nama-Nya sebanyak-banyaknya dengan hati dan lidah pada setiap keadaan dan setiap waktu. Sebab, Allah-lah yang melimpahkan segala nikmat kepada mereka yang tidak terhingga banyaknya. Mereka diperintahkan bertasbih kepada-Nya dengan pengertian membersihkan dan menyucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya.\n\nBerzikir dan bertasbih ini dilakukan di pagi hari ketika baru bangun dari tidur, sebab ketika itu seakan-akan seseorang hidup kembali setelah mati, untuk menghadapi hidup yang baru. Diperintahkan juga bertasbih pada sore hari karena pada saat itu seseorang telah selesai mengerjakan bermacam-macam pekerjaan sepanjang hari. Zikir pada waktu itu merupakan tanda bersyukur kepada Allah atas limpahan taufik dan hidayah-Nya sehingga dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, dan dapat memperoleh rezeki untuk keperluan hidupnya dan nafkah bagi keluarganya. \n\nDengan banyak zikir, ia dapat menghambakan diri kepada Allah dan untuk menghadapi alam akhirat. Di samping itu, ia dapat pula meneliti perbuatan yang sudah dilaksanakan sehingga dapat mengusahakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan bagi hari-hari yang akan datang." } } }, { "number": { "inQuran": 3576, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 22, "page": 423, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Huwal lazee yusallee 'alaikum wa malaaa'ikatuhoo liyukhrijakum minazzulumaati ilan-noor wa kaana bilmu'mineena Raheemaa" } }, "translation": { "en": "It is He who confers blessing upon you, and His angels [ask Him to do so] that He may bring you out from darknesses into the light. And ever is He, to the believers, Merciful.", "id": "Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3576", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3576.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3576.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah pesan Allah kepada orang-orang beriman, karena Dialah yang senantiasa memberi rahmat kepadamu, dan para malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu, agar Dia Yang Maha Pengasih mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang terang. Dan Dia Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya, khususnya kepada orang-orang yang beriman.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dialah yang memberikan rahmat kepada orang-orang yang beriman dan menguji mereka di hadapan malaikat yang berada di langit. Para malaikat pun memohonkan ampun untuk mereka supaya Allah mengeluarkan mereka dengan taufik, hidayah, dan rahmat-Nya dari kegelapan kekafiran kepada cahaya keimanan. Dia Maha Penyayang kepada seluruh kaum Muslimin di dunia dan akhirat. Di dunia, Allah memberi petunjuk kepada mereka pada jalan yang benar, dan di akhirat, Ia memberi keselamatan bagi mereka dari kegoncangan dan malapetaka yang hebat." } } }, { "number": { "inQuran": 3577, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 22, "page": 424, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u062d\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Tahiyyatuhum Yawma yalqawnahoo salaamunw wa a'adda lahum ajran kareemaa" } }, "translation": { "en": "Their greeting the Day they meet Him will be, \"Peace.\" And He has prepared for them a noble reward.", "id": "Penghormatan mereka (orang-orang mukmin itu) ketika mereka menemui-Nya ialah, “Salam,” dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3577", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3577.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3577.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Curahan rahmat Allah kepada orang-orang beriman tidak pernah putus, bahkan pada hari Kiamat. Sambutan penghormatan yang ditujukan kepada mereka ketika mereka menemui-Nya ialah, “Salam sejahtera bagi kamu dari segala bencana,” dan Dia menyediakan pahala yang mulia, berlimpah, dan abadi bagi mereka, yakni surga. Mereka kekal di dalamnya. (Lihat juga: Yùnus: 10: 10, ar-Ra‘d/13: 24, dan Yàsìn/36: 58).", "long": "Apabila orang-orang mukmin masuk halaman surga, para malaikat memberi penghormatan kepada mereka dengan ucapan \"salam\" seperti dalam firman Allah:\n\nSedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), \"Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.\" Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra'd/13: 23-24)\n\nAllah menyediakan pahala bagi mereka di akhirat yang datangnya tanpa diminta terlebih dahulu. Mereka merasakan nikmat dari kelezatan makanan, minuman, pakaian, dan tempat-tempat kediaman di dalam surga yang luas sekali. Kenikmatan surga itu belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, ataupun terlintas dalam hati." } } }, { "number": { "inQuran": 3578, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 22, "page": 424, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan Nabiyyu innaaa arsalnaaka shaahidanw wa mubashshiranw wa nazeeraa" } }, "translation": { "en": "O Prophet, indeed We have sent you as a witness and a bringer of good tidings and a warner.", "id": "Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3578", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3578.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3578.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan agungnya rahmat yang Allah berikan kepada orang beriman, Allah lalu menjelaskan fungsi pengutusan Nabi Muhammad. Wahai Nabi Muhammad! Sesungguhnya Kami mengutusmu kepada seluruh umat manusia untuk menjadi saksi kebenaran agama Islam dan agama yang dibawa para rasul sebelum kamu, pembawa kabar gembira bagi mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta beramal saleh, dan pemberi peringatan kepada orang-orang yang tidak menerima ajaran Allah,", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad bahwa ia diutus untuk menjadi saksi terhadap orang-orang (umat) yang pernah mendapat risalahnya. Allah mengutusnya sebagai pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang membenarkan risalahnya dan mengamalkan petunjuk-petunjuk yang dibawanya bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Ia juga sebagai pemberi peringatan kepada mereka yang mengingkari risalahnya, bahwa mereka akan diazab dengan siksa api neraka. \n\nSehubungan dengan fungsi Nabi sebagai saksi (syahid), dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nDan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisa'/4: 41)" } } }, { "number": { "inQuran": 3579, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 22, "page": 424, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa daa'iyan ilal laahi bi iznihee wa siraajam muneeraa" } }, "translation": { "en": "And one who invites to Allah, by His permission, and an illuminating lamp.", "id": "dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3579", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3579.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3579.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya, agar manusia meninggalkan kebatilan, dan kami juga mengutusmu sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup manusia.", "long": "Nabi juga berperan sebagai juru dakwah agama Allah untuk seluruh umat manusia agar mereka mengakui keesaan dan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Juga bertujuan agar manusia beribadah kepada Allah dengan tulus ikhlas; memberi penerangan laksana sebuah lampu yang terang benderang yang dapat mengeluarkan mereka dari kegelapan kekafiran kepada cahaya keimanan, dan menyinari jalan yang akan ditempuh oleh orang-orang yang beriman agar mereka berbahagia di dunia dan akhirat. Semua tugas Nabi saw itu dilaksanakannya dengan dan perintah izin Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3580, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 22, "page": 424, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa bashshiril mu'mineena bi annna lahum minal laahi fadlan kabeera" } }, "translation": { "en": "And give good tidings to the believers that they will have from Allah great bounty.", "id": "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3580", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3580.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3580.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mantap keimanannya bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah, yakni surga yang penuh kenikmatan (Lihat juga: Yùnus/10: 26 dan asy-Syu‘arà’/42: 22).", "long": "Ibnu Jarir ath-thabari dan 'Ikrimah telah meriwayatkan sebuah hadis dari al-hasan yang menerangkan bahwa ketika turun ayat al-Fath/48: 2:\n\nAgar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang. (al-Fath/48: 2)\n\nPara sahabat bertanya, \"Ya Rasulullah! Kami telah mengetahui apa yang diperbuat Allah untukmu, maka apakah yang akan diperbuat Allah untuk kami?\" Maka turunlah ayat ini (al-Ahzab/33: 47)\n\nPada ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya menyampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya Allah telah menyediakan bagi mereka karunia yang amat besar yang melebihi karunia yang diberikan kepada umat-umat lainnya, karena mereka diberi kemampuan untuk memperbaiki akhlak masyarakat dari berbagai kezaliman kepada keadilan dan kemaslahatan. Mereka juga dapat mengubah wajah umat-umat yang dihadapinya dari sikap membangkang kepada sikap yang tunduk dan patuh demi perbaikan nasibnya di dunia dan di akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 3581, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 22, "page": 424, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u062f\u064e\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa tuti'il kaafireena walmunaafiqeena wa da'azaahum wa tawakkal 'alallaah; wa kafaa billaahi Wakeelaa" } }, "translation": { "en": "And do not obey the disbelievers and the hypocrites but do not harm them, and rely upon Allah. And sufficient is Allah as Disposer of affairs.", "id": "Dan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3581", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3581.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3581.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, menuruti keinginan orang-orang kafir dan orang-orang munafik yang menolak dan mengejek ajaran agama yang kaubawa itu. Janganlah engkau hiraukan gangguan mereka, bersabarlah dalam mengemban tugas, dan bertawakallah kepada Allah dalam semua urusanmu. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung dari semua yang engkau takutkan, termasuk dari gangguan mereka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan tentang apa yang dapat menimbulkan kemudaratan. Allah melarang orang yang beriman untuk menuruti orang kafir dan orang-orang munafik. Mereka juga diperintahkan untuk tidak menghiraukan gangguan orang kafir terhadap berlangsungnya dakwah kepada jalan Allah, dan menghadapi mereka dengan penuh kesabaran dan tawakal. Allah-lah yang harus dipandang sebagai pelindung di dalam melaksana-kan tugas dakwah guna semaraknya syiar Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 3582, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 22, "page": 424, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0643\u064e\u062d\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064d \u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u0650\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u062d\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanooo izaa nakahtumul mu'minaati summa tallaqtu moohunna min qabli an tamas soohunna famaa lakum 'alaihinna min 'iddatin ta'taddoonahaa famatti'oohunna wa sarri hoohunna saraahan jameelaa" } }, "translation": { "en": "O You who have believed, when you marry believing women and then divorce them before you have touched them, then there is not for you any waiting period to count concerning them. So provide for them and give them a gracious release.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Namun berilah mereka mut’ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3582", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3582.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3582.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bertawakal kepada Allah setelah berusaha secara maksimal merupakan cara aman bagi orang yang beriman agar tidak putus asa. Bila seseorang telah berusaha mempertahankan perkawinan, namun pada akhirnya mesti berakhir dengan perceraian, maka hendaklah dia kembalikan persoalan tersebut kepada Allah yang Maha Bijaksana dalam ketetapan-Nya. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin yang mantap imannya, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya, yakni melakukan hubungan intim suami istri dengannya, maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Namun berilah mereka mut’ah, yaitu imbalan materi sebagai penghibur hati akibat percerain, dan lepaskan serta ceraikan-lah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya agar mereka dapat menempuh jalan hidup yang terbaik untuk mereka. Ayat ini menuntun suami agar mempermudah proses perceraian apabila salah satu atau kedua pihak sudah tidak ingin lagi mempertahankan sebuah perkawinan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa jika terjadi perceraian antara seorang mukmin dan istrinya yang belum pernah dicampuri, maka perempuan yang telah diceraikan itu tidak mempunyai masa idah dan perempuan itu langsung bisa nikah lagi dengan lelaki yang lain. Bekas suami yang menceraikan itu hendaklah memberi mut'ah, yaitu suatu pemberian untuk menghibur dan menyenangkan hati istri yang diceraikan. Besar dan kecilnya mut'ah itu tergantung kepada kesanggupan suami sesuai dengan firman Allah:\n\nTidak ada dosa bagimu, jika kamu menceraikan istri-istri kamu yang belum kamu sentuh (campuri) atau belum kamu tentukan maharnya. Dan hendaklah kamu beri mereka mut'ah, bagi yang mampu menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya, yaitu pemberian dengan cara yang patut, yang merupakan kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. (al-Baqarah/2: 236)\n\nPatut diperhatikan bahwa jika perempuan itu harus meninggalkan rumah maka cara mengeluarkannya hendaklah dengan sopan-santun sehingga tidak menyebabkan sakit hatinya. Kepadanya harus diberikan bekal yang wajar, sehingga pemberian itu benar-benar merupakan hiburan yang meringankan penderitaan hatinya akibat perceraian yang dialaminya. Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad dan Abu Usaid:\n\nNabi saw telah mengawini Umaimah binti Syarahil. Ketika Umaimah masuk ke dalam rumah (Nabi), Nabi mengulurkan tangan kepadanya, namun dia seakan-akan tidak menyukai (cara penyambutan Nabi tersebut). Maka Nabi menyuruh Abu Usaid agar memberikan dua potong baju yang baik yang terkenal pada waktu itu (sebagai hadiah perceraian). (Riwayat al-Bukhari)" } } }, { "number": { "inQuran": 3583, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 22, "page": 424, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 169, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0644\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0635\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d7 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan Nabiyyu innaaa ahlalnaa laka azwaa jakal laatee aayaita ujoora hunna wa maa malakat yameenuka mimmaaa afaaa'al laahu 'alaika wa banaati 'ammika wa banaati 'ammaatika wa banaati khaalika wa banaati khaalaa tikal laatee haajarna ma'aka wamra atam mu'minatan inw wahabat nafsahaa lin Nabiyyi in araadan Nabiyyu ai yastan kihahaa khaalisatal laka min doonil mu'mineen; qad 'alim naa maa faradnaa 'alaihim feee azwaajihim wa maa malakat aimaanuhum likailaa yakoona 'alaika haraj; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheema" } }, "translation": { "en": "O Prophet, indeed We have made lawful to you your wives to whom you have given their due compensation and those your right hand possesses from what Allah has returned to you [of captives] and the daughters of your paternal uncles and the daughters of your paternal aunts and the daughters of your maternal uncles and the daughters of your maternal aunts who emigrated with you and a believing woman if she gives herself to the Prophet [and] if the Prophet wishes to marry her, [this is] only for you, excluding the [other] believers. We certainly know what We have made obligatory upon them concerning their wives and those their right hands possess, [but this is for you] in order that there will be upon you no discomfort. And ever is Allah Forgiving and Merciful.", "id": "Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki, termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki agar tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3583", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3583.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3583.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan persoalan perceraian yang berlaku secara umum pada ayat-ayat yang lalu, pada ayat berikut Allah menjelaskan hukum pernikahan yang berlaku secara khusus bagi Nabi Muhammad. Wahai Nabi Muhammad! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya, dan Kami halalkan juga bagimu hamba sahaya yang engkau miliki, termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, berupa harta maupun wanita yang ditinggalkan oleh musuh. Dan Kami halalkan pula untukmu menikahi anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu, dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan Kami halalkan pula untukmu menikahi perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi untuk dinikahi tanpa mahar, kalau Nabi ingin menikahinya. Kami gariskan hukum demikian sebagai kekhususan bagimu, wahai Nabi Muhammad, bukan untuk semua orang mukmin selain dirimu. Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka, orang-orang mukmin, tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki. Kami tentukan hukum perkawinan yang demikian itu kepadamu tiada lain agar tidak menjadi kesempitan dan beban bagimu, wahai Nabi, dalam menjalankan tugas kenabian. Dan Allah Maha Pengampun kepada hamba-Nya yang bertobat, Maha Penyayang dengan karunia-Nya yang tiada terbatas.", "long": "Pada ayat ini, Allah secara jelas telah menghalalkan bagi Nabi Muhammad mencampuri perempuan-perempuan yang dinikahi dan diberikan kepada mereka maskawin. Juga dihalalkan baginya hamba sahaya (jariyah) yang diperoleh dalam peperangan, seperti shafiyah binti Huyai bin Akhtab yang diperoleh pada waktu Perang Khaibar. Oleh Nabi saw, shafiyah dimerdekakan, dan kemerdekaan itu dijadikan maskawin. Begitu juga dengan Juwairiyah binti al-harits. dari Bani Mushthaliq. yang dimerdekakan dan dinikahi Nabi saw. Adapun hamba sahaya (jariyah) yang dihadiahkan kepada Nabi adalah Raihanah binti Syam'un dan Mariyah al-Qibthiyah yang melahirkan putra Nabi yang bernama Ibrahim. \n\nAllah juga menghalalkan kepada Nabi untuk menikahi anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapaknya dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapaknya, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibunya, anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibunya yang turut hijrah bersama Rasulullah dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi saw kalau Nabi mau menikahinya.\n\nKelonggaran-kelonggaran ini hanya khusus bagi Nabi, dan tidak untuk semua mukmin, dengan pengertian bahwa jika ada seorang perempuan menyerahkan dirinya untuk dinikahi oleh seorang muslim, walaupun dengan sukarela, tetap wajib dibayar maskawinnya. Berlainan halnya jika perempuan itu menyerahkan dirinya untuk dinikahi oleh Nabi saw, maka ia boleh dinikahi tanpa maskawin. \n\nMaskawin itu jika tidak disebutkan bentuk (nilainya) ketika melangsungkan akad nikah, maka bentuknya itu dapat ditetapkan dengan mahar. mitsl, yaitu mahar yang nilainya sama dengan nilai mahar yang biasa diberikan keluarganya. Ketetapan untuk membayar mahar mitsl itu setelah terjadi percampuran di antara keduanya atau setelah suaminya meninggal dunia tetapi belum sempat bercampur. Jika terjadi perceraian antara suami-istri sebelum bercampur, maka yang wajib dibayar adalah separuh dari maskawinnya, yang telah ditentukan dan dapat dibebaskan dari membayar maskawin itu bila istrinya merelakannya. \n\nAllah mengetahui apa yang telah diwajibkan kepada kaum mukminin terhadap istrinya dan terhadap hamba sahaya yang mereka miliki seperti syarat-syarat akad nikah dan lainnya, dan tidak boleh menikahi seorang perempuan dengan cara hibah atau tanpa saksi-saksi. Mengenai hamba sahaya yang dibeli atau yang bukan dibeli haruslah hamba sahaya yang halal dicampuri oleh pemiliknya, seperti hamba sahaya ahli kitab, bukan hamba sahaya yang musyrik atau beragama Majusi. Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap hamba-Nya yang beriman, jika mereka bertobat dari dosa-dosa yang mereka perbuat sebelum mereka mendapat petunjuk." } } }, { "number": { "inQuran": 3584, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 22, "page": 425, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u062a\u064f\u0624\u0652\u0648\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0632\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Turjee man tashaaa'u minhunna wa tu'weee ilaika man tashaaa'u wa manibta ghaita mimman 'azalta falaa junaaha 'alaik; zaalika adnaaa an taqarra a'yunuhunna wa laa yahzanna wa yardaina bimaa aataitahunna kulluhunn; wal laahu ya'lamu maa fee quloo bikum; wa kaanal laahu 'Aleeman haleemaa" } }, "translation": { "en": "You, [O Muhammad], may put aside whom you will of them or take to yourself whom you will. And any that you desire of those [wives] from whom you had [temporarily] separated - there is no blame upon you [in returning her]. That is more suitable that they should be content and not grieve and that they should be satisfied with what you have given them - all of them. And Allah knows what is in your hearts. And ever is Allah Knowing and Forbearing.", "id": "Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan mereka rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3584", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3584.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3584.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila para suami yang berpoligami wajib secara adil mengatur gilir-an untuk mendatangi istri-istri mereka, maka ketentuan demikian tidak Allah berlakukan atas Nabi Muhammad. Engkau, wahai Nabi Muhammad, boleh menangguhkan menggauli siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, yakni para istrimu, dan boleh pula menggauli siapa di antara mereka yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, yakni engkau tinggalkan untuk tidak menggaulinya kemudian kamu menginginkannya kembali atau mereka yang menginginkannya, maka tidak ada dosa bagimu karena Kami perbolehkan khusus untukmu hal tersebut. Kekhususan yang demikian itu Allah anugerahkan kepadamu agar lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih ketika engkau tidak mendampingi mereka, dan mereka rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya, karena mereka tahu itulah ketetapan Allah. Dan Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam hati istri-istrimu, Maha Penyantun dengan tidak segera menghukum hamba yang berbuat salah dan dosa. Menurut satu riwayat, suatu ketika sebagian dari istri-istri Nabi cemburu, dan sebagian lain meminta tambahan belanja. Nabi memutuskan hubungan mereka hingga sebulan. Akibat takut diceraikan oleh Nabi, mereka menghadap Nabi dan menyatakan keralaan mereka atas apa saja yang akan dilakukan oleh Nabi terhadap mereka. Ayat ini turun guna mengizinkan Nabi untuk menggauli atu tidak menggauli istri yang dikehendakinya, dan mengizinkan Nabi mengajak rujuk sekiranya ada dari istri-istrinya yang belia ceraikan. Meski Allah memberi Nabi kebebasan untuk menentukan waktu bergilir bagi istri-istrinya, beliau tetap berusaha membagi giliran secara adil. Bila hendak menangguhkan giliran istri yang seharusnya didatangi, beliau tidak lupa meminta izin kepada yang bersangkutan. Istri-istri Nabi yang mendapat giliran secara rutin adalah Aisyah, Hafsah, Zainab, dan Umu Salamah, adapun istri-istri yang tidak mendapat giliran secara teratur atas persetujuan mereka adalah Ummu Habibah, Maimunah, Saudah, Safiyyah, dan Juwairiyah.", "long": "Pada ayat ini, Allah memberi kebebasan kepada Nabi Muhammad untuk menangguhkan siapa di antara istri-istrinya yang beliau kehendaki dan boleh pula menggauli siapa di antara mereka yang beliau kehendaki. Beliau juga diberi kebebasan untuk mengawini kembali istri-istrinya yang telah dicerai mengingat kemaslahatan bagi dirinya dan masyarakat. \n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dari Abu Razin bahwa ketika diturunkan ayat yang menyuruh istri-istri Nabi. saw untuk memilih antara tetap menjadi istri Nabi. dengan keadaan sederhana tanpa kemewahan atau berpisah dari Nabi saw karena mengejar kesenangan hidup yang lebih sesuai dengan keinginan hawa nafsunya, maka timbullah rasa kekhawatiran pada istri-istri Nabi. saw itu. Mereka secara serentak menyatakan kerelaannya untuk tetap hidup bersama Nabi saw dalam keadaan bagaimanapun juga karena mereka lebih mengutamakan segi kehidupan agama daripada kesenangan duniawi. \n\nLalu Nabi menangguhkan menggauli beberapa istrinya atas permintaan mereka, seperti Ummu habibah, Maimunah, Saudah, shafiyah, dan Juwairiyah. Terhadap kelima istrinya ini, Nabi saw tidak mengatur giliran bermalam secara teratur. Adapun terhadap istri-istrinya yang empat orang lagi yaitu 'aisyah, Hafshah, Zainab dan Ummu Salamah beliau mengatur giliran untuk bermalam, serta mempersamakan pembagian pakaian dan makanan. \n\nKebebasan Nabi untuk mengatur giliran, makanan, pakaian, dan lain-lain sesuai dengan sifat adil Nabi dalam melaksanakan petunjuk Allah, sehingga tidak menimbulkan rasa cemburu dalam hati para istrinya. Mereka menerima dengan rela perlakuan Nabi.\n\nDiriwayatkan dari 'Abdullah bin Yazid bahwa 'aisyah pernah berkata, \"Adalah kebiasaan Nabi saw untuk membagi-bagi giliran di antara istri-istrinya dengan adil, kemudian Nabi saw berdoa, \"Ya Allah, inilah pembagianku tentang apa yang aku kuasai (yaitu soal pembagian benda materi), maka janganlah Engkau mencercaku tentang apa-apa yang Engkau kuasai dan tidak aku kuasai (soal cinta).\" (Riwayat Ahmad)\n\nHadis ini mengandung suatu anjuran supaya tetap memelihara kemurnian hati dan ancaman bagi mereka yang tidak berserah diri kepada ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui tentang segala rahasia yang tersimpan di dalam hati, lagi Maha Penyantun, selalu memberi kesempatan untuk bertobat bagi mereka yang telah menyadari akan kesesatannya dan ingin kembali ke jalan yang lurus." } } }, { "number": { "inQuran": 3585, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 22, "page": 425, "manzil": 5, "ruku": 366, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e\u0643\u064e \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064f\u0643\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0631\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa yahillu lakan nisaaa'u mim ba'du wa laaa an tabaddala bihinna min azwaajinw wa law ajabaka husnuhunna illaa maa malakat yameenukk; wa kaanal laahu 'alaa kulli shai'ir Raqeeba" } }, "translation": { "en": "Not lawful to you, [O Muhammad], are [any additional] women after [this], nor [is it] for you to exchange them for [other] wives, even if their beauty were to please you, except what your right hand possesses. And ever is Allah, over all things, an Observer.", "id": "Tidak halal bagimu (Muhammad) menikahi perempuan-perempuan (lain) setelah itu, dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3585", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3585.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3585.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika ayat ini turun, Nabi mempunyai sembilan istri, yaitu ‘À’isyah, Èafêah, Zainab, Ummu Salamah, Ummu Èabìbah, Maimùnah, Saudah, Ëafiyyah, dan Juwairiyah. Allah memberi Nabi kekhususan hukum dalam hal relasi suami-istri, tetapi Dia juga memberi batasan dalam pernikahan Nabi. Tidak halal bagimu, wahai Nabi Muhammad, menikahi perempuan-perempuan lain setelah itu, yakni selain yang sudah hidup bersamamu saat ayat ini turun, dan tidak boleh pula bagimu menceraikan lalu mengganti mereka dengan istri-istri yang lain, meskipun kecantikannya menarik hatimu, kecuali perempuan-perempuan hamba sahaya yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu di mana dan kapan pun untuk kebaikan alam semesta.", "long": "Allah tidak membolehkan Nabi saw untuk menikahi perempuan-perempuan lain setelah ayat ini turun. Allah juga melarang untuk mengganti mereka dengan istri-istri yang lain, meskipun kecantikannya menarik perhatian Nabi saw, kecuali perempuan-perempuan hamba sahaya yang diperoleh dari peperangan atau yang dihadiahkan kepada beliau.\n\nAbu Dawud dan al-Baihaqi meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa dia berkata, \"Setelah Allah menyuruh memilih kepada istri-istri Nabi., lalu mereka memilih supaya tetap berada di bawah naungan rumah tangga Nabi, maka Allah Taala pun membatasi Nabi untuk menambah istri-istrinya yang sembilan orang itu dengan tidak nikah lagi.\" Dan Allah adalah Maha Mengawasi segala sesuatu.\n\nAllah mengizinkan Nabi Muhammad beristri lebih dari empat mengandung hikmah yang sangat tinggi karena pernikahan itu ditentukan oleh Allah Yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana. Di antara hikmah itu ialah:\n\n1.Menyampaikan hukum khusus kaum wanita yang tidak diketahui kecuali oleh suami istri. Jika istri banyak, maka banyak pula hukum tentang perempuan yang dapat diperoleh. Diterima atau tidaknya riwayat yang berasal dari mereka sangat terpengaruh oleh banyaknya riwayat.\n\n2.Kebutuhan terhadap pendukung yang kuat bagi dakwah pada permulaan Islam. Hubungan besan dan perkawinan secara tradisi pasti saling mendukung dan menolong.\n\n3.Setiap orang Islam pasti ingin menjalin hubungan keluarga dengan Nabi saw, agar bebas masuk ke rumah Nabi saw. Bahkan, setiap muslim ingin dapat melayani Nabi.\n\n4.Nabi saw membalas jasa orang yang membelanya dalam perjuangan Islam. Balasan yang sangat berharga adalah besanan dan menikahi keluarganya, seperti perkawinan Nabi dengan 'aisyah binti Abu Bakar dan Hafshah binti 'Umar.\n\n5.Menghapus tradisi jahiliah dengan hukum yang lebih bermanfaat, seperti pernikahannya dengan Zainab. Sebetulnya Nabi tidak menginginkannya karena takut pada celaan orang, namun hal ini berguna untuk mempertahankan nasab dan kerabat.\n\n6.Nabi mampu berbuat adil dan memberikan bimbingan kepada keluarganya, yang tidak dimiliki oleh orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3586, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 22, "page": 425, "manzil": 5, "ruku": 367, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0646\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0639\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0646\u0650\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u0650\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0628\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0637\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f \u0644\u0650\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo laa tadkhuloo bu yootan Nabiyyi ilaaa ai yu'zana lakum ilaa ta'aamin ghaira naazireena inaahu wa laakin izaa du'eetum fadkhuloo fa izaa ta'imtum fantashiroo wa laa mustaaniseena lihadees; inna zaalikum kaana yu'zin Nabiyya fa yastahyee minkum wallaahu laa yastahyee minal haqq; wa izaa sa altumoohunna mataa'an fas'aloohunna minw waraaa'i hijaab; zaalikum atharu liquloobikum wa quloobihinn; wa maa kaana lakum an tu'zoo Rasoolal laahi wa laaa an tankihooo azwaajahoo mim ba'diheee abadaa; inna zaalikum kaana 'indal laahi 'azeema" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not enter the houses of the Prophet except when you are permitted for a meal, without awaiting its readiness. But when you are invited, then enter; and when you have eaten, disperse without seeking to remain for conversation. Indeed, that [behavior] was troubling the Prophet, and he is shy of [dismissing] you. But Allah is not shy of the truth. And when you ask [his wives] for something, ask them from behind a partition. That is purer for your hearts and their hearts. And it is not [conceivable or lawful] for you to harm the Messenger of Allah or to marry his wives after him, ever. Indeed, that would be in the sight of Allah an enormity.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3586", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3586.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3586.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saat Nabi merayakan pernikahan dengan Zainab binti Jahsy, beliau mengundang tamu untuk mencicipi hidangan walimah. Di antara tamu-tamu itu, ada tiga orang yang terlalu asyik dan lama berbincang karena merasa betah di kediaman Rasulullah. Melalui ayat berikut Allah menjelaskan etika berkunjung ke rumah Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi sambil menunggu-nunggu waktu makan Rasulullah, kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu makanannya masak. Tetapi, jika kamu dipanggil maka masuklah, dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu dari kediaman Nabi tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu, yakni berlama-lama di rumah beliau, adalah mengganggu Nabi, sehingga dia malu kepadamu untuk memintamu pulang, dan Allah tidak malu menerangkan hal yang benar. Apapbila kamu mempunyai keperluan dan hendak meminta sesuatu kepada mereka,  yakni istri-istri Nabi, maka mintalah dari belakangtabir yang memisahkan kamu dari mereka. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakitihati Rasulullah dan tidak boleh pula menikahi istri beliau sesudah wafatnya, sangat besar dosanya disisi Allah. Secara eksplisit ayat ini menjelaskan etika bertamu ke rumah Nabi, tetapi sebetulnya iamenjelaskan etika bertamu secara umum. Seseorang hendaknya bertamu seperlunya dan sesuai undangan tuan rumah. Ia tidak sepatutnya berlama-lama karena hal itu akan membuat tuan rumah tidak nyaman.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengajarkan sopan santun atau etika terhadap rumah tangga Nabi saw. Allah melarang orang-orang yang beriman untuk memasuki rumah-rumah Nabi saw kecuali dengan izin beliau, untuk makan di rumahnya tanpa menunggu waktu masak makanannya. Pada masa Rasulullah pernah terjadi ada orang-orang yang menunggu waktu makannya. Lalu turun ayat ini yang melarang perbuatan tersebut. Bilamana Rasulullah mengundang beberapa orang sahabat ke rumahnya untuk menghadiri walimah, maka mereka dilarang memasuki rumah Nabi saw, kecuali bila mereka sudah mengetahui bahwa makanannya sudah siap dihidangkan.\n\nBila hidangan belum siap dan mereka masih sibuk menyiapkan hidangan, maka masuknya tamu itu akan mengganggu ketenangan keluarga Nabi saw. Hal ini juga mengganggu istri Nabi. saw yang sedang bekerja karena akan terlihat sebagian anggota tubuhnya yang tidak boleh dilihat oleh para tamu. Mereka dipersilakan masuk jika telah diundang. Apabila telah selesai makan, supaya segera keluar tanpa memperpanjang percakapan, karena hal itu benar-benar mengganggu Nabi saw, dan beliau sendiri merasa malu untuk menyuruh tamunya keluar. Akan tetapi, Allah tidak segan untuk menerangkan yang benar. \n\nAllah mengajarkan kesopanan di dalam rumah tangga supaya diperhatikan oleh seluruh tamu-tamu yang berkunjung ke rumah orang. Bilamana ada kepentingan untuk meminta atau meminjam suatu barang ke rumah istri-istri Nabi. saw, maka hendaklah permintaan itu dilakukan dari belakang tabir dan tidak berhadapan secara langsung. Hal yang demikian itu lebih menyucikan hati kedua belah pihak dan tidak pula menyakiti hati Rasulullah. Termasuk perbuatan yang menyakiti hati Rasulullah ialah menikahi istri-istrinya setelah beliau meninggal dunia. Larangan untuk menikahi bekas istri-istri Nabi. saw adalah larangan yang berlaku untuk selamanya karena perbuatan itu amat besar dosanya di sisi Allah. \n\nNabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (al-Ahzab/33: 6).\n\nImam al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bahwa Umar bin Khaththab. pernah berkata, \"Ada tiga pendapatku yang sesuai dengan wahyu yang diturunkan oleh Allah. Pertama, Aku berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, alangkah baiknya bila engkau menjadikan maqam Ibrahim tempat salat, lalu Allah menurunkan ayat:\n\nDan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. (al-Baqarah/2: 125)\n\nKedua, saya berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri-istrimu sering didatangi tamu orang baik dan orang jahat, seandainya engkau membuat tabir untuk mereka tentu lebih baik, maka Allah menurunkan ayat hijab ini. Ketiga, saya pernah berkata kepada istri-istri Nabi. ketika mereka berselisih karena rasa cemburu terhadap Nabi, maka turunlah ayat ini:\n\nJika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu. (at-Tahrim/66: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 3587, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 22, "page": 425, "manzil": 5, "ruku": 367, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "In tubdoo shai'an aw tukhfoohu fa innal laaha kaana bikulli shai'in 'Aleemaa" } }, "translation": { "en": "Whether you reveal a thing or conceal it, indeed Allah is ever, of all things, Knowing.", "id": "Jika kamu menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3587", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3587.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3587.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu menyatakan sesuatu, baik ucapan maupun perbuatan, atau menyembunyikannya dalam hatimu yang paling dalam, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun yang tersembunyi.", "long": "Sebab turunnya ayat ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Juwaibir dari Ibnu 'Abbas, bahwa ada seorang yang telah datang kepada sebagian istri-istri Nabi. saw yang menjadi anak pamannya, lalu bercakap-cakap dengan istri Nabi. secara langsung. Nabi saw menegur hal itu dengan sabdanya, \"Janganlah engkau berbuat seperti ini pada kesempatan yang lain.\" Orang itu menjawab, \"Wahai Rasulullah, ini adalah anak paman saya, dan saya tidak pernah mengatakan sesuatu yang mungkar, dan perempuan itu tidak boleh pula berkata yang tidak baik kepadaku.\" Nabi bersabda, \"Kami telah mengetahui yang demikian itu. Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah, dan tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada aku.\" Lalu laki-laki itu pergi sambil berkata, \"Siapa yang dapat mencegahku untuk bercakap-cakap dengan anak pamanku; aku pasti akan menikahinya setelah Muhammad wafat.\" Maka turunlah ayat hijab ini, dan laki-laki itu merasa menyesal atas ucapan yang telah dikeluarkannya. Untuk menutupi kesalahan dan menebus dosanya, ia mengeluarkan kifarat dengan memerdekakan seorang hamba sahaya, memberi bekal untuk jihad dengan sepuluh ekor unta, dan naik haji dengan berjalan kaki." } } }, { "number": { "inQuran": 3588, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 22, "page": 426, "manzil": 5, "ruku": 367, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa junaaha 'alaihinna feee aabaaa'ihinna wa laaa abnaaa'ihinna wa laaa ikhwaanihinnna wa laaa abnaaa'i ikhwaanihinna wa laaa abnaaa'i akhawaatihinna wa laa nisaaa'i hinna wa laa Maa malakat aimaanuhunn; wattaqeenal laah; innal laaha kaana 'alaa kulli shai'in Shaheedaa" } }, "translation": { "en": "There is no blame upon women concerning their fathers or their sons or their brothers or their brothers' sons or their sisters' sons or their women or those their right hands possess. And fear Allah. Indeed Allah is ever, over all things, Witness.", "id": "Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka (yang beriman) dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (istri-istri Nabi) kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3588", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3588.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3588.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan ketentuan berinteraksi dan berkomunikasi dengan istri-istri Nabi pada ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah menjelaskan orang-orang tertentu yang dikecualikan dari ketentuan itu. Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi untuk berjumpa tanpa tabir dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka yang beriman, baik keluarga maupun bukan, dan hamba sahaya yang mereka miliki. Dan bertakwalah kamu, wahai istri-istri Nabi, kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu yang kamu kerjakan. Laki-laki yang disebutkan pada ayat ini diperbolehkan menjumpai istri-istri Nabi tanpa tabir karena ada hubungan kerabat dan karena hajat, sehingga mereka sering berkunjung.", "long": "Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi. untuk berjumpa tanpa memakai tabir dengan bapak-bapak mereka, baik bapak kandung maupun bapak sesusuan, anak-anak mereka, baik yang seketurunan maupun yang sesusuan, saudara-saudara mereka, atau anak saudara-saudaranya, baik laki-laki maupun perempuan, perempuan-perempuan muslimat yang dekat maupun yang jauh, atau hamba sahaya yang mereka miliki, baik laki-laki maupun perempuan. Adanya hijab di antara mereka itu akan menimbulkan banyak kesulitan karena mereka selalu berkhidmat dalam urusan rumah tangga. Tetapi, yang perlu diingat adalah agar selalu bertakwa kepada Allah untuk mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, karena Allah selalu menyaksikan segala sesuatu yang mereka perbuat.\n\nOrang-orang yang disebutkan dalam ayat ini, yaitu ayah para istri Nabi., anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, keponakan atau anak saudara mereka, baik saudara laki-laki maupun saudara perempuan, atau perempuan-perempuan lain dan juga budak mereka adalah mahram yaitu orang-orang yang tidak boleh menikahi mereka.\n\nAdapun orang-orang selain tersebut di atas yaitu yang bukan mahram tidak boleh menemui istri-istri Nabi. tanpa hijab. Hal ini untuk menjaga kehormatan istri-istri Nabi. yang merupakan ummahatul mu'minin." } } }, { "number": { "inQuran": 3589, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 22, "page": 426, "manzil": 5, "ruku": 367, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u06da \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal laaha wa malaaa'i katahoo yusalloona 'alan Nabiyy; yaaa aiyuhal lazeena aamanoo salloo 'alaihi wa sallimoo tasleemaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah confers blessing upon the Prophet, and His angels [ask Him to do so]. O you who have believed, ask [Allah to confer] blessing upon him and ask [Allah to grant him] peace.", "id": "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3589", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3589.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3589.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menurunkan ketentuan tentang etika bagi umat Islam ketika berinteraksi dengan istri-istri untuk menjaga kehormatan dan keagungan pribadi Rasulullah. Di antara bukti keagungan beliau ialah bahwa sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Salawat dari Allah berarti memberi rahmat, dan dari malaikat berarti memohonkan ampunan. Karena itu, wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi, seperti dengan berkata \"Allàhumma salli ‘alà Muhammad (semoga Allah melimpahkan kebaikan dan ke-berkahan kepada Nabi Muhammad)\", dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya, dengan mengucapkan perkataan seperti \"Assalàmu ‘alaika ayyuhan-nabiy (semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi).\"", "long": "Sesungguhnya Allah memberi rahmat kepada Nabi Muhammad, dan para malaikat memohonkan ampunan untuknya. Oleh karena itu, Allah menganjurkan kepada seluruh umat Islam supaya bersalawat pula untuk Nabi saw dan mengucapkan salam dengan penuh penghormatan kepadanya. \n\nDiriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa ia bertanya, \"Wahai Rasulullah, adapun pemberian salam kepadamu kami telah mengetahuinya, bagaimana kami harus membaca salawat?\" Nabi menjawab, ucapkanlah: Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamid majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamid majid. (Riwayat al-Bukhari, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Majah, dan lainnya)\n\nDiriwayatkan juga oleh 'Abdullah bin Abu thalhah dari ayahnya:\n\nBahwa Rasulullah datang pada suatu hari dan terlihat tanda-tanda kegembiraan di wajahnya. Lalu kami bertanya, \"Kami telah melihat tanda-tanda kegembiraan di wajahmu.\" Nabi menjawab, \"Memang, Jibril telah datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad sesungguhnya Tuhanmu telah menyampaikan salam kepadamu dan berfirman, 'Tidakkah kamu merasa puas bahwa tidak ada seorang pun dari umatmu yang membaca salawat untukmu melainkan Aku membalasnya dengan sepuluh kali lipat. Dan tidak seorang pun yang menyampaikan salam kepadamu dari umatmu melainkan Aku membalas dengan salam sepuluh kali lipat.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3590, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 22, "page": 426, "manzil": 5, "ruku": 367, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yu'zoonal laaha wa Rasoolahoo la'anahumul laahu fid dunyaa wal Aakhirati wa a'adda lahum 'azaabam muheenaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who abuse Allah and His Messenger - Allah has cursed them in this world and the Hereafter and prepared for them a humiliating punishment.", "id": "Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3590", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3590.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3590.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah meminta orang yang beriman untuk bersalawat kepada Nabi pada ayat yang lalu, Allah lalu menyusulinya dengan ancaman kepada orang yang menyakiti beliau. Sesungguhnya terhadap orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, baik dengan ucapan maupun perbuatan, Allah akan melaknatnya, menjauhkannya dari rahmat Allah, di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah mengutuk orang-orang yang menyakiti-Nya dengan melakukan perbuatan yang tidak diridai-Nya, seperti mengingkari perintah-Nya, yaitu ucapan orang-orang Nasrani bahwa Isa adalah putra Allah, atau seperti kaum musyrikin yang mengatakan bahwa malaikat adalah putri-putri Allah, atau menyekutukan-Nya. Allah juga mengutuk orang-orang yang menyakiti Rasul-Nya, seperti menuduh beliau seorang penyair, tukang sihir, atau seorang gila dan sebagainya. \n\nKutukan Allah itu meliputi kutukan di dunia dan akhirat. Di dunia mereka dijauhkan dari rahmat Allah dan karunia-Nya, sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan dan kemaksiatan. Di akhirat mereka dijerumuskan ke dalam api neraka yang merupakan seburuk-buruknya tempat kembali, dan Allah menyediakan bagi mereka azab yang sangat pedih dan menghinakan." } } }, { "number": { "inQuran": 3591, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 22, "page": 426, "manzil": 5, "ruku": 367, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u062d\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallazeena yu'zoonal mu'mineena almu'manaati bighairi mak tasaboo faqadih tamaloo buhtaananw wa ismam mubeenaa" } }, "translation": { "en": "And those who harm believing men and believing women for [something] other than what they have earned have certainly born upon themselves a slander and manifest sin.", "id": "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3591", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3591.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3591.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Termasuk kategori menyakiti Nabi adalah menyakiti orang-orang yang beriman. Dan karena itu, Allah menegaskan bahwa orang-orang yang menyakiti dengan menuduh, menghina, dan mengganggu orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan berupa perbuatan buruk yang sengaja mereka perbuat (Lihat juga: al-Baqarah/2: 286), maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata yang menyebabkan mereka layak menerima azab dari Allah. Dari ayat ini tidak dapat diambil kesimpulan bahwa orang mukmin yang melakukan perbuatan buruk boleh disakiti, dihina, atau diganggu.", "long": "Orang yang menyakiti para mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa kesalahan yang mereka perbuat, dan hanya berdasarkan kepada fitnah dan tuduhan yang dibuat-buat, maka sungguh mereka itu telah melakukan dosa yang nyata. Menurut Ibnu 'Abbas, ayat ini diturunkan sehubungan dengan tuduhan 'Abdullah bin Ubay terhadap 'aisyah yang dikatakannya telah berbuat mesum dalam perjalanan pulang beserta Nabi Muhammad setelah memerangi Bani Mushthaliq, yang terkenal dengan hadits al-ifk. \n\nDalam hadis Nabi saw dijelaskan:\n\nAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang apa artinya bergunjing. Beliau menjawab, \"Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.\" Nabi ditanya lagi, \"Bagaimana jika yang disebut itu memang benar atau suatu kenyataan?\" Nabi menjawab, \"Bila yang diucapkan itu benar, engkau telah mengumpat kepadanya, dan bila itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan terhadapnya.\" (Riwayat Abu Dawud)" } } }, { "number": { "inQuran": 3592, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 22, "page": 426, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 170, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062f\u0652\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0644\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhan Nabiyyu qul li azwaajika wa banaatika wa nisaaa'il mu'mineena yudneena 'alaihinna min jalaabee bihinn; zaalika adnaaa ai yu'rafna falaa yu'zain; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "O Prophet, tell your wives and your daughters and the women of the believers to bring down over themselves [part] of their outer garments. That is more suitable that they will be known and not be abused. And ever is Allah Forgiving and Merciful.", "id": "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3592", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3592.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3592.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan larangan menyakiti, menghina, dan mengganggu Nabi dan orang-orang yang beriman, Allah lalu memerintah perempuan mukmin, khususnya istri-istri Nabi, agar mengenakan jilbab supaya terhindar dari gangguan dan hinaan orang-orang jahat. Jilbab adalah baju longgar yang menutupi baju dan kerudung wanita atau baju luar bagi wanita. Model jilbab beragam sesuai selera pengguna dan adat suatu daerah. Di Indonesia, jilbab dikenal sebagai penutup kepala wanita. Jilbab harus memenuhi beberapa kriteria, yakni tidak transparan dan dapat menutupi kepala, leher, serta dada. Sebelum ayat ini turun, pakaian wanita merdeka dan budak hampir sama. Kesamaan itu membuat mereka sulit dibedakan, sehingga laki-laki iseng terkadang menggoda perempuan merdeka karena disangkanya budak.Demi menghindari gangguan semacam itu dan menjaga kehormatan wanita muslimah, wahai Nabi Muhammad! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, termasuk perempuan-perempuan dari keluarga mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, kecuali bagian tubuh yang biasa terlihat, seperti wajah dan telapak tangan (lihat Surah an-Nur/24:31). Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sebagai perempuan beriman yang terhormat sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun atas segala dosa, diantaranya dosa tidak menutup aurat, Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya.", "long": "Allah memerintahkan kepada seluruh kaum muslimat terutama istri-istri Nabi. sendiri dan putri-putrinya agar mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka. Hal itu bertujuan agar mereka mudah dikenali dengan pakaiannya karena berbeda dengan jariyah (budak perempuan), sehingga mereka tidak diganggu oleh orang yang menyalahgunakan kesempatan. Seorang perempuan yang berpakaian sopan akan lebih mudah terhindar dari gangguan orang jahil. Sedangkan perempuan yang membuka auratnya di muka umum mudah dituduh atau dinilai sebagai perempuan yang kurang baik kepribadiannya. Bagi orang yang pada masa lalunya kurang hati-hati menutupi aurat, lalu mengadakan perbaikan, maka Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Karena perbuatan yang menyakiti itu seringkali dilakukan oleh orang-orang munafik, maka pada ayat berikut ini Allah mengancam mereka dengan ancaman yang keras sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 3593, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 22, "page": 426, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u0651\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u062c\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064f\u063a\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "La'il lam yantahil munaafiqoona wallazeena fee quloobihim maradunw walmur jifoona fil madeenati lanughri yannaka bihim summa laa yujaawiroonaka feehaaa illaa qaleela" } }, "translation": { "en": "If the hypocrites and those in whose hearts is disease and those who spread rumors in al-Madinah do not cease, We will surely incite you against them; then they will not remain your neighbors therein except for a little.", "id": "Sungguh, jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan engkau (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah) kecuali sebentar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3593", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3593.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3593.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memerintahkan perempuan yang beriman untuk mengenakan jilbab, Allah lalu menjelaskan ancaman kepada para pengganggu yang pada umumnya kaum munafik. Sungguh, jika orang-orang munafik, yaitu mereka yang pura-pura beriman tetapi hatinya ingkar; orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya, seperti dengki dan dendam sehingga gemar menyakiti dan mengganggu orang-orang beriman; dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti menyakitimu, niscaya Kami perintahkan engkau, wahai Nabi Muhammad, untuk memerangi mereka, kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu di Madinah kecuali sebentar", "long": "Jika orang-orang munafik dan orang-orang berpenyakit di hatinya, dan orang-orang yang menyebar berita bohong di Medinah itu tidak berhenti mendustakan Allah, menyakiti Rasul-Nya, dan kaum mukminin, niscaya Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk memerangi mereka sehingga tidak akan dapat lagi untuk hidup lebih lama di Medinah bertetangga dengan Nabi saw. Mereka yang diancam akan diperangi dan dimusnahkan oleh Nabi itu adalah tiga golongan manusia:\n\n1.Orang-orang munafik yang selalu menentang Allah secara tersembunyi.\n\n2.Orang-orang berpenyakit di dalam hatinya, seperti dengki dan dendam yang selalu menyakiti orang mukmin seperti mengganggu para perempuan.\n\n3.Orang-orang yang menyiarkan kabar bohong di Medinah sehingga menyakiti Nabi saw, dengan ucapan mereka bahwa Nabi Muhammad saw akan dikalahkan dan diusir dari Medinah dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 3594, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 22, "page": 426, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0644\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0642\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064f\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u062a\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Mal'ooneena ainamaa suqifoo ukhizoo wa quttiloo taqteelaa" } }, "translation": { "en": "Accursed wherever they are found, [being] seized and massacred completely.", "id": "dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka akan ditangkap dan dibunuh tanpa ampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3594", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3594.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3594.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "serta dalam keadaan terlaknat dan terhina. Di mana saja mereka dijumpai, mereka akan ditangkap dan dibunuh tanpa ampun.", "long": "Ketiga golongan itu dilaknat di mana saja mereka berada, karena sikapnya yang selalu bermusuhan dan merugikan agama dan negara, mereka selalu dikejar-kejar untuk ditangkap dan dibunuh. Nasib orang yang seperti itu telah pula dialami oleh orang-orang sebelumnya karena begitulah sunah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3595, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 22, "page": 426, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u0650\u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Sunnatal laahi fil lazeena khalaw min qablu wa lan tajida lisunnatil laahi tabdeelaa" } }, "translation": { "en": "[This is] the established way of Allah with those who passed on before; and you will not find in the way of Allah any change.", "id": "Sebagai sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3595", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3595.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3595.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ancaman dan siksa Allah kepada orang-orang munafik, orang-orang yang hatinya berpenyakit, dan orang-orang yang menebar fitnah, sebagaimana dijelaskan dalam ayat sebelumnya, adalah sebagai sunah dan ketetapan Allah yang berlaku juga bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum kamu dan akan berlaku bagi generasi sesudahmu, dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah. (Lihat juga: al-Isrà’/17: 77 dan al-Fath/48: 23)", "long": "Dengan demikian, sunah Allah yang telah berlaku atas orang-orang yang terdahulu sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw akan berlaku pula bagi generasi yang datang kemudian. Hal itu tidak mungkin berubah dan pasti berlaku." } } }, { "number": { "inQuran": 3596, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yas'alukan naasu 'anis Saa'ati qul innamaa 'ilmuhaa 'indal laah; wa maa yudreeka la'allas Saa'ata takoonu qareebaa" } }, "translation": { "en": "People ask you concerning the Hour. Say,\" Knowledge of it is only with Allah. And what may make you perceive? Perhaps the Hour is near.\"", "id": "Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, “Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3596", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3596.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3596.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ancaman dan siksa pedih bagi orang-orang munafik tidak hanya berlangsung di dunia, tetapi juga di akhirat. Karena penasaran tentang hari Kiamat, manusia bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang hari Kiamat. Katakanlah, “Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah engkau kapan datangnya Kiamat itu? Pasti engkau tidak tahu. Boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.", "long": "Banyak manusia bertanya kepada Nabi Muhammad tentang kapan datangnya hari Kiamat. Orang-orang musyrik menanyakan tentang kiamat tersebut secara mengejek dan mencemooh, serta menantang supaya hari Kiamat segera didatangkan. Orang-orang munafik menanyakan tentang hari Kiamat karena terdorong oleh anggapan bahwa Nabi saw akan menjawab seperti yang mereka perkirakan. Adapun orang-orang Yahudi bertanya dengan maksud menguji kebenaran Nabi saw, apakah jawabannya akan sama atau tidak dengan yang tercantum dalam kitab Taurat, bahwa soal hari Kiamat itu sesungguhnya berada di tangan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3597, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal laaha la'anal kaafireena wa a'adda lahum sa'eeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah has cursed the disbelievers and prepared for them a Blaze.", "id": "Sungguh, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3597", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3597.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3597.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada hari Kiamat Allah melaknat dan menyiksa orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api neraka yang menyala-nyala.", "long": "Kemudian Allah menerangkan bahwa yang mengetahui kapan terjadinya hari Kiamat hanya Allah. Mungkin saja waktu datangnya hari Kiamat sudah dekat, karena setiap yang akan datang memang selalu mendekat dan mungkin dekat. Pepatah Arab mengatakan: \n\n\"Setiap yang akan datang adalah dekat.\"\n\nKemudian Allah akan melaknat dan menjauhkan orang-orang kafir dari kebaikan dan rahmat-Nya. Allah juga menyediakan bagi mereka neraka Sa'ir." } } }, { "number": { "inQuran": 3598, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Khaalideena feehaaa abadaa, laa yajidoona waliyyanw wa laa naseeraa" } }, "translation": { "en": "Abiding therein forever, they will not find a protector or a helper.", "id": "mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3598", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3598.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3598.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan satu pun pelindung dan penolong yang menyelamatkan mereka dari azab Allah.", "long": "Mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya, dan tidak menemukan seorang pun yang dapat melindungi mereka dari azab Allah. Mereka juga tidak mendapatkan seorang penolong yang dapat menyelamatkan dari siksaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3599, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u064e\u0628\u064f \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma tuqallabu wujoohuhum fin Naari yaqooloona yaa laitanaaa ata'nal laaha wa ata'nar Rasoolaa" } }, "translation": { "en": "The Day their faces will be turned about in the Fire, they will say, \"How we wish we had obeyed Allah and obeyed the Messenger.\"", "id": "Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3599", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3599.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3599.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai salah satu bentuk siksa yang akan diterima orang-orang kafir adalah bahwa pada hari itu wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka. Mereka berkata dengan penuh penyesalan, “Wahai, kiranya dahulu saat di dunia kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul, niscaya kami tidak akan tersiksa.” (Lihat juga: al-Furqàn/25: 27–29)", "long": "Mereka tidak memperoleh pelindung dan penolong seorang pun ketika mereka dibolak-balikkan di dalam neraka. Dengan penuh penyesalan mereka berkata, \"Alangkah bahagianya seandainya kami dahulu di dunia taat kepada Allah dan taat pula kepada Muhammad utusan-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3600, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0628\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo Rabbanaaa innaaa ata'naa saadatanaa wa kubaraaa'anaa fa adalloonas sabeelaa" } }, "translation": { "en": "And they will say, \"Our Lord, indeed we obeyed our masters and our dignitaries, and they led us astray from the [right] way.", "id": "Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3600", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3600.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3600.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka juga berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami yang sesat, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.", "long": "Mereka berkata dengan penuh perasaan mendongkol karena tertipu oleh para pemimpin dan pembesar mereka di dunia, \"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami di dunia telah mengikuti pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3601, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 368, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0636\u0650\u0639\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rabbanaaa aatihim di'fai ni minal 'azaabi wal'anhum la nan kabeera" } }, "translation": { "en": "Our Lord, give them double the punishment and curse them with a great curse.\"", "id": "Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3601", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3601.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3601.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ya Tuhan kami, karena kesesatan mereka sendiri dan penyesatan mereka kepada kami, maka timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat, dan laknat serta siksa-lah mereka dengan laknat dan siksa yang besar.”", "long": "Mereka dengan perasaan dendam terhadap orang-orang yang telah menyesatkan itu berkata, \"Ya Tuhan kami, berikanlah kepada mereka azab dua kali lipat, pertama karena mereka telah tersesat, dan keduanya telah pula menyesatkan orang lain, dan kutuklah mereka dengan kutukan yang sangat besar.\" Keluhan mereka itu diperkuat dengan ayat lain seperti pada firman Allah:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, \"Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku), sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.\" (al-Furqan/25: 27-29)" } } }, { "number": { "inQuran": 3602, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 369, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0630\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064e\u0623\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u0650\u064a\u0647\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "yaa aiyuhal lazeena aamanoo las takoonoo kalla zeena aazaw Moosaa fa barra ahul laahu mimmmaa qaaloo; wa kaana 'indal laahi wajeehaa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, be not like those who abused Moses; then Allah cleared him of what they said. And he, in the sight of Allah, was distinguished.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3602", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3602.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3602.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menyebutkan penyesalan orang-orang kafir ketika merasakan siksa neraka, Allah pada ayat-ayat berikut beralih menjelaskan larangan menyakiti orang lain dengan tuduhan palsu dan perkataan bohong. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang dari Bani Israil yang menyakiti hati Nabi Musa dengan berkata dusta. Nabi Musa sangat jauh dari tuduhan dusta tersebut, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.", "long": "Allah melarang kaum mukminin agar tidak berlaku seperti segolongan Bani Israil yang menyakiti Nabi Musa. Allah membersihkan beliau dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan kepadanya. Beliau adalah seorang yang mempunyai kedudukan yang sangat terhormat di sisi Allah. Di dalam ayat ini tidak disebutkan bagaimana caranya mereka menyakiti Nabi Musa itu. \n\nDalam suatu riwayat tentang meninggalnya Harun, seperti diriwayatkan Ibnu Jarir ath-thabari dari Ibnu 'Abbas dari 'Ali bin Abi Talib bahwa beliau berkata, \"Ketika Nabi Musa dan Harun naik ke gunung, Nabi Harun kemudian wafat. Orang-orang Bani Israil lalu marah kepada Nabi Musa, 'Kamu telah membunuh Harun, padahal beliau orang yang lebih kami sukai daripada engkau.\"\n\nDalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:\n\nDiriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah saw pada suatu hari membagi-bagikan harta ganimah kepada sahabatnya, lalu ada seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata bahwa pembagian itu tidak dimaksud untuk memperoleh keridaan Allah. Mendengar ucapan itu, Nabi saw tersinggung sampai merah wajahnya seraya berkata, \"Semoga Allah merahmati Musa yang pernah disakiti orang lebih dari ini, tetapi beliau tetap berlaku sabar.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 3603, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 369, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0633\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa aiyuhal lazeena aamanut taqul laaha wa qooloo qawlan sadeedaa" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fear Allah and speak words of appropriate justice.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3603", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3603.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3603.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lantas meminta orang yang beriman agar berkata benar. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar dan tepat sasaran.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman supaya tetap bertakwa kepada-Nya. Allah juga memerintahkan orang-orang beriman untuk selalu berkata yang benar, selaras antara yang diniatkan dan yang diucapkan, karena seluruh kata yang diucapkan dicatat oleh malaikat Raqib dan 'Atid, dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Firman Allah:" } } }, { "number": { "inQuran": 3604, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 369, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0632\u064e \u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yuslih lakum a'maalakum wa yaghfir lakum zunoobakum; wa mai yuti'il laaha wa Rasoolahoo faqad faaza fawzan 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "He will [then] amend for you your deeds and forgive you your sins. And whoever obeys Allah and His Messenger has certainly attained a great attainment.", "id": "niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3604", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3604.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3604.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu melakukan hal tersebut, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dengan mempermudah jalanmu untuk berbuat baik dan bertobat, dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung. Dia akan memperoleh ampunan Allah dan mendapatkan surga.", "long": "Bila mereka tetap memelihara keimanan dan ketakwaan dan selalu mengatakan kebenaran, pasti Allah akan memperbaiki perbuatan dan mengampuni dosa-dosa mereka. Siapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, maka jalan yang harus ditempuh hanyalah satu, yaitu menaati Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang besar di dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3605, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 369, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0636\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0641\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0647\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa 'aradnal amaanata 'alas samaawaati walardi wal jibaali fa abaina ai yahmil nahaa wa ashfaqna minhaa wa hamalahal insaanu innahoo kaana zalooman jahoolaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, we offered the Trust to the heavens and the earth and the mountains, and they declined to bear it and feared it; but man [undertook to] bear it. Indeed, he was unjust and ignorant.", "id": "Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3605", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3605.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3605.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah meminta orang-orang beriman untuk menjaga ketakwaan, Allah lalu menjelaskan bahwa salah satu wujud takwa adalah menjaga amanah. Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat, yakni tugas-tugas keagamaan, kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul tanggung jawab amanat itu dan mereka khawatir tidak akan mampu melaksanakannya, lalu Kami menawarkan amanat itu kepada manusia, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim karena menyatakan sanggup memikul amanat tetapi secara sengaja menyia-nyiakannya, dan sangat bodoh karena menerima amanat tetapi sering lengah dan lupa menjalankan atau memenuhinya. \"Amanat\" kalau diartikan secara sempit adalah kewajiban-kewajiban agama. Namun, secara luas ia bisa dipahami sebagai segala sesuatu yang diserahkan kepada seseorang untuk dipelihara dan ditunaikan dengan sebaik-baiknya serta berusaha maksimal untuk tidak menyia-nyiakannya. Apa pun bentuk amanat itu, ia harus dipertanggungjawabkan oleh penerima kepada pemberi amanat.", "long": "Sesungguhnya Allah telah menawarkan tugas-tugas keagamaan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Karena ketiganya tidak mempunyai persiapan untuk menerima amanat yang berat itu, maka semuanya enggan untuk memikul amanat yang ditawarkan Allah itu. \n\nKemudian amanat untuk melaksanakan tugas-tugas keagamaan itu ditawarkan kepada manusia dan mereka menerimanya dengan konsekuensi barang siapa yang melaksanakan itu akan diberi pahala dan dimasukkan ke dalam surga. Sebaliknya, barang siapa yang mengkhianatinya akan disiksa dan dimasukkan ke dalam api neraka. Walaupun bentuk badannya lebih kecil dibandingkan dengan ketiga makhluk yang lain (langit, bumi, dan gunung-gunung), manusia berani menerima amanat tersebut karena manusia mempunyai potensi. Tetapi, karena pada diri manusia terdapat ambisi dan syahwat yang sering mengelabui mata dan menutup pandangan hatinya, Allah menyifatinya dengan amat zalim dan bodoh karena kurang memikirkan akibat-akibat dari penerimaan amanat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3606, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 22, "page": 427, "manzil": 5, "ruku": 369, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Liyu 'azzibal laahul munaafiqeena wal munaafiqaati walmushrikeena wal mushrikaati wa yatoobal laahu 'alal mu'mineena walmu'minaat; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheema" } }, "translation": { "en": "[It was] so that Allah may punish the hypocrite men and hypocrite women and the men and women who associate others with Him and that Allah may accept repentance from the believing men and believing women. And ever is Allah Forgiving and Merciful.", "id": "sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3606", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3606.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3606.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kezaliman dan kebodohan manusia, sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan, karena mereka tidak menjalankan amanat; dan bagi mereka yang bertobat, Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada semua hamba yang bertobat.", "long": "Allah lalu menerangkan bahwa akibat dari penerimaan amanat ini ialah Dia mengazab orang-orang munafik dan orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun perempuan, bila mereka mengabaikan pelaksanaan amanat yang telah dipikulnya. Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan yang taat melaksanakan amanat itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." } } } ] }, { "number": 34, "sequence": 58, "numberOfVerses": 54, "name": { "short": "سبإ", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0623", "transliteration": { "en": "Saba", "id": "Saba'" }, "translation": { "en": "Sheba", "id": "Saba'" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Saba' terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman. Dinamakan Saba' karena didalamnya terdapat kisah kaum Saba'. Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bernama Bendungan Ma'rib, sehingga negeri meka subur dan makmur. Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul. Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa sailul 'arim (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib. Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3607, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 22, "page": 428, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Alhamdu lillaahil lazee lahoo maa fis samaawaati wa maa fil ardi wa lahul hamdu fil aakhirah; wa Huwal Hakeemul Khabeer" } }, "translation": { "en": "[All] praise is [due] to Allah, to whom belongs whatever is in the heavens and whatever is in the earth, and to Him belongs [all] praise in the Hereafter. And He is the Wise, the Acquainted.", "id": "Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3607", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3607.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3607.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada bagian pungkasan Surah al-Ahzàb Allah menegaskan pen-tingnya menunaikan amanat. Di sana Allah juga mengancam orang munafik dan kafir dengan azab yang pedih dan mengampuni dosa orang yang bertobat, karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Surah Saba’ lantas diawali dengan pujian kepada Allah, Pemilik apa saja yang ada di langit dan bumi. Segala puji bagi Allah yang memiliki, menguasai, dan mengatur apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan segala puji di akhirat juga bagi Allah karena Dialah Penguasa dan Pengendali kehidupan akhirat. Dan Dialah Yang Mahabijaksana dalam tindakan dan ciptaan-Nya, Mahateliti sehingga mengetahui semua urusan secara rinci.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah-lah yang berhak menerima segala pujian karena Dia yang menciptakan semua yang ada di langit dan di bumi. Dialah pemilik yang sebenarnya, tidak ada seorang pun yang bersekutu dengan Allah dalam menciptakan dan memilikinya.\n\nAllah pula yang mengatur dan mengurusnya serta melimpahkan karunia-Nya agar semuanya berjalan dengan tertib dan teratur. Oleh sebab itu, tidak ada yang patut memperoleh pujian kecuali Allah, tidak ada yang patut disembah dan dipanjatkan doa kecuali kepada Allah. Adapun orang-orang yang menyembah dan memuja patung-patung atau yang lainnya adalah orang-orang yang tidak mempergunakan akal. \n\nBanyak sekali bukti yang menunjukkan wujud dan keesaan Allah yang terdapat di bumi dan di langit. Bila manusia mau memperhatikan, tentu dia akan sampai kepada kesimpulan bahwa Pencipta semua alam ini adalah Allah Yang Maha Esa, Mahakuasa, dan Maha Pencipta. Hanya Allah yang berhak disembah dan dipuji, walaupun Dia sendiri tidak memerlukan pujian dari hamba dan makhluk-Nya. Hanya makhluk-makhluk-Nya yang harus memuja dan memuji-Nya, karena begitu besar dan banyaknya karunia yang dilimpahkan kepadanya. Sekiranya tidak ada yang menyembah dan memuji-Nya atau semua makhluk-Nya kafir dan ingkar terhadap nikmat dan karunia-Nya, maka hal itu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\n\"Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.\" (Ibrahim/14: 8)\n\nUntuk menyadarkan manusia agar mau menggunakan akalnya, Allah menerangkan bahwa semua makhluk-Nya di langit dan di bumi bertasbih memuji-Nya, termasuk burung-burung yang terbang di udara. Allah berfirman:\n\nTidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh, telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (an-Nur/24: 41)\n\nAyat selanjutnya menegaskan bahwa Allah yang berhak dipuji di akhirat nanti, karena Dia yang mempunyai kekuasaan di sana, dan bertindak dengan adil dan bijaksana dalam memperhitungkan dan membalas perbuatan hamba-Nya. Tidak ada seorang pun yang dirugikan dalam perhitungan perbuatannya, yang baik dibalas dengan kebaikan, dan yang jahat dibalas dengan siksa yang setimpal, bahkan dengan rahmat dan karunia-Nya satu perbuatan yang baik dibalas dengan berlipat ganda. Di dalam ayat lain diterangkan bagaimana besarnya pujian hamba-hamba-Nya yang beriman terhadap nikmat yang dikaruniakan kepada mereka sebagai balasan atas perbuatannya selama hidup di dunia dengan firman-Nya:\n\nDan mereka berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.\" Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (az-Zumar/39: 74)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan mereka berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri, yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.\" (Fathir/35: 34-35)\n\nKemudian Allah menegaskan bahwa Dialah Yang Mahabijaksana, berbuat dan bertindak, serta mengatur dan mengendalikan urusan dunia dan akhirat serta alam seluruhnya. Dialah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu dan segala urusan. Dia Mengetahui segala-galanya dengan ilmu-Nya Yang Mahaluas." } } }, { "number": { "inQuran": 3608, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 22, "page": 428, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0650\u062c\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0632\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Ya'lamu maa yaliju fil ardi wa maa yakhruju minhaa wa maa yanzilu minas samaaa'i wa maa ya'ruju feehaa; wa Huwar Raheemul Ghafoor" } }, "translation": { "en": "He knows what penetrates into the earth and what emerges from it and what descends from the heaven and what ascends therein. And He is the Merciful, the Forgiving.", "id": "Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3608", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3608.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3608.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan kemahatelitian-Nya, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, seperti binatang-binatang, air, dan lain-lain. Dia juga mengetahui apa yang keluar darinya seperti benih yang tumbuh, air yang memancar, dan lain-lain. Allah pun mengetahui apa yang turun dari langit seperti malaikat, hujan, dan sebagainya, dan apa yang naik kepadanya seperti uap, doa dan lain-lain. Dan Dialah Yang Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya, Maha Pengampun kepada siapa pun yang bertobat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bagaimana luas dan dalamnya ilmu-Nya. Dia mengetahui semua yang masuk ke dalam bumi, semua yang keluar daripadanya, semua yang turun dari langit dan semua yang naik ke atasnya. Dengan kata-kata yang ringkas dan pendek ini, Allah menggambarkan betapa luas ilmu-Nya. Andaikata semua penghuni bumi ini menghabiskan waktunya untuk mengetahui apa yang terjadi di langit dan bumi dalam satu saat saja, niscaya mereka tidak akan sanggup mencatat untuk membuat statistiknya. Betapa banyaknya bibit dan benih tumbuh-tumbuhan yang masuk dan bersembunyi di dalam tanah. Betapa banyaknya binatang kecil seperti ulat, cacing, dan berbagai jenis serangga di dalam perut bumi yang amat luas ini. Betapa banyaknya bahan-bahan tambang yang selalu berproses dan berkembang di perut bumi seperti emas, perak, tambang minyak, gas, dan lain sebagainya.\n\nBetapa banyak pula yang keluar dari bumi seperti tanaman yang bermunculan, mata air yang memancar, gas yang naik menjulang, binatang dan serangga yang ingin menikmati cahaya matahari dan udara bebas dan lain sebagainya. Betapa banyaknya yang turun dari langit seperti hujan yang tak dapat diperkirakan berapa banyaknya yang merupakan rahmat dari Allah bagi hamba-Nya, cahaya yang memancar dengan panasnya seperti cahaya matahari, dan cahaya yang memancar dengan tenang seperti cahaya bulan. Kemudian betapa pula banyaknya yang naik ke langit seperti uap dari sungai dan laut, molekul-molekul gas dari tumbuh-tumbuhan, manusia dan binatang serta bumi sendiri. Betapa banyaknya roh manusia yang meninggal dan malaikat yang naik ke langit taat melaksanakan perintah Tuhannya. Semua ini tidak akan dapat dicatat oleh manusia apalagi untuk mengetahuinya satu per satu. Tetapi, Allah Yang Maha Mengetahui tidak ada satu pun yang tersembunyi bagi-Nya, semuanya telah tercakup dalam ilmu-Nya. Benarlah apa yang difirmankan oleh Allah:\n\nSedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit. (al-Isra'/17: 85)\n\nDemikian luasnya ilmu Allah dan rahmat serta karunia-Nya kepada hamba-Nya, karena semua yang ada di bumi dan di langit itu diciptakan-Nya untuk kepentingan manusia. Di samping itu, Allah Yang Maha Penyayang memberikan karunia yang tidak terhingga, dan Maha Pengampun terhadap orang yang bersalah bila ia insaf dan tobat dari kesalahannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3609, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 22, "page": 428, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0632\u064f\u0628\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u063a\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafaroo laa taateenas Saa'ah; qul balaa wa Rabbee lataatiyannakum 'Aalimul Ghaib; laa ya'zubu 'anhu misqaalu zarratin fis samaawaati wa laa fil ardi wa laaa asgharu min zaalika wa laaa akbaru illaa fee kitaabim mubeen" } }, "translation": { "en": "But those who disbelieve say, \"The Hour will not come to us.\" Say, \"Yes, by my Lord, it will surely come to you. [Allah is] the Knower of the unseen.\" Not absent from Him is an atom's weight within the heavens or within the earth or [what is] smaller than that or greater, except that it is in a clear register -", "id": "Dan orang-orang yang kafir berkata, “Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami.” Katakanlah, “Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh),”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3609", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3609.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3609.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah bukti luasnya ilmu Allah. Allah lalu menegaskan kepastian datangnya hari Kiamat, Betapapun orang kafir mengingkarinya. Dan orang-orang kafir berkata, \"Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami dan tidak juga kepada semua manusia.\" Katakanlah, wahai Nabi Muhammad! \"Hari kiamat itu pasti datang, dan tidak ada seorang pun tahu kapan tepatnya. Demi tuhanku yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datangkepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah, yakni jenis terkecil dari semut atau sesuatu yang paling kecil, baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya tertulis dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfudz), yakni dalam pengetahuanAllah yang Mahaluas\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bagaimana kesesatan orang-orang kafir yang mengingkari hari Kiamat dan mengatakan bahwa hidup ini hanya sebatas di dunia saja. Mereka mengatakan bahwa kehidupan akhirat yang diberitakan Muhammad saw adalah omong kosong belaka, sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena tubuh manusia setelah masuk kubur akan hancur luluh tidak berbekas apalagi setelah melalui masa yang panjang. \n\nAllah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya menolak dengan keras anggapan orang-orang kafir yang sesat itu. Allah memerintahkan supaya Nabi bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa hari Kiamat itu pasti datang. Ayat ini adalah salah satu dari tiga ayat yang menyuruh Nabi Muhammad supaya bersumpah dengan menyebut nama Allah sebagai bantahan terhadap keingkaran orang-orang kafir, seperti ditegaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad), \"Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?\" Katakanlah, \"Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya (azab) itu pasti benar dan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar.\" (Yunus/10: 53)\n\nYang kedua dalam Surah at-Tagabun:\n\nOrang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), \"Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan.\" Dan yang demikian itu mudah bagi Allah. (at-Tagabun/64: 7)\n\nDemikian kerasnya bantahan yang harus diucapkan oleh Nabi Muhammad terhadap keingkaran orang kafir tentang hari kebangkitan, karena hal itu adalah suatu hikmah dan kebijaksanaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Suatu hikmah dan kebijaksanaan yang tidak dipahami oleh orang-orang kafir atau mereka tidak mau memahaminya. Hikmah dan kebijaksanaan itu ialah Allah tidak akan membenarkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat sekehendak hatinya. Allah telah menjelaskan dengan perantaraan para rasul-Nya bahwa barang siapa yang berbuat kejahatan atau kezaliman akan dibalas dengan balasan yang setimpal baik di dunia maupun di akhirat. Kalau seorang hamba belum mendapat balasan di dunia atas kejahatannya karena kedudukan atau kepintarannya menyembunyikan kejahatan itu, maka balasannya pasti akan diterimanya di akhirat nanti. \n\nDemikian pula halnya hamba-hamba Allah yang berbuat kebaikan. Ini adalah hikmat dan kebijaksanaan Allah Yang Mahaadil, Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya. Pada hari kebangkitan semua perbuatan manusia mendapat balasan yang wajar walaupun di dunia sudah mendapat siksaan, apalagi bagi hamba Allah yang belum menerima balasannya. Mengingkari hari Kiamat dan hari pembalasan berarti mengingkari hikmah kebijaksanaan Allah Yang Mahaadil dan Mahakuasa.\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui semua yang ada dan yang terjadi di langit dan di bumi, tidak ada suatu pun yang tersembunyi bagi-Nya, sekalipun sebesar zarrah (atom) karena semua itu telah termaktub dalam Lauh Mahfudh. Janganlah seorang hamba mengira bahwa perbuatannya yang sangat kecil atau yang telah ditutupi rapat dan disembunyikan luput dari pengetahuan Allah. Dia pasti mengetahuinya dan akan membalas perbuatan itu, baik di dunia maupun akhirat, sesuai dengan hikmah kebijaksanaan dan keadilan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3610, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 22, "page": 428, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Liyajziyal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaat; ulaaa'ika lahum maghfiratunw wa rizqun kareem" } }, "translation": { "en": "That He may reward those who believe and do righteous deeds. Those will have forgiveness and noble provision.", "id": "agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3610", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3610.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3610.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedatangan hari Kiamat itu tiada lain agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan semasa di dunia. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia, yakni surga.", "long": "Adapun orang-orang yang beriman percaya kepada hari kebangkitan dan membuktikan keimanan mereka dengan mengerjakan amal saleh serta menjauhi perbuatan yang dilarang Allah. Mereka akan memperoleh ampunan dari Allah Yang Maha Pengampun. Allah akan mengampuni kesalahan mereka dan menghapuskan dosa mereka sesuai dengan firman-Nya:\n\nPerbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). (Hud/11: 114)" } } }, { "number": { "inQuran": 3611, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 22, "page": 428, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0632\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena sa'aw feee aayaatinaa mu'aajizeena ulaaa 'ika lahum 'azaabum mir irjzin aleem" } }, "translation": { "en": "But those who strive against Our verses [seeking] to cause failure - for them will be a painful punishment of foul nature.", "id": "Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3611", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3611.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3611.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang berusaha untuk menentang ayat-ayat Kami, baik yang terbentang di alam raya maupun yang termaktub dalam Al-Qur’an, dengan anggapan mereka dapat melemahkan dan menggagalkan azab Kami—sungguh anggapan mereka salah—mereka itu pasti akan memperoleh azab sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka, yaitu jenis azab yang sangat pedih.", "long": "Sebaliknya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, berusaha menghalang-halangi orang lain untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mendustakan hari kebangkitan serta memperolok-olokkan orang yang memercayainya, menyangka bahwa mereka akan luput dari azab Allah. Karena kesombongan dan keingkaran, mereka akan memperoleh azab yang sangat pedih dan akan dilemparkan ke dalam neraka Jahim. Demikianlah hikmah kebijaksanaan dan keadilan Allah menyediakan hari kebangkitan supaya manusia menerima balasan sesuai dengan perbuatannya. Mustahil Allah akan menyamakan hamba-Nya yang berbuat baik dengan hamba-Nya yang berbuat jahat. Allah berfirman pada ayat di bawah ini:\n\nPantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat? (shad/38: 28) \n\nDan firman-Nya:\n\nTidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. (al-hasyr/59: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 3612, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 22, "page": 428, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa yaral lazeena utul 'Ilmal lazeee unzila ilaika mir Rabbika huwal haqqa wa yahdeee ilaaa siraatil 'Azeezil Hameed" } }, "translation": { "en": "And those who have been given knowledge see that what is revealed to you from your Lord is the truth, and it guides to the path of the Exalted in Might, the Praiseworthy.", "id": "Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3612", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3612.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3612.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berbeda dari sikap orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Allah, orang-orang yang diberi ilmu, baik Ahlul kitab maupun orang mukmin, mereka berpendapat bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, itulah yang benar dan memberi petunjuk bagi manusia kepada jalan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji zat dan perbuatan-Nya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa berbeda dengan orang kafir yang tidak mau mempergunakan akal dan pikirannya dan secara apriori menolak apa yang diberitakan Al-Qur'an, sebagian Ahli Kitab, seperti 'Abdullah bin Salam, Ka'ab, dan lainnya, mengakui bahwa apa yang diberitakan dalam Al-Qur'an tentang akan datangnya hari kiamat adalah benar dan tidak dapat diragukan lagi. Mereka juga mengakui bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk dari Allah kepada jalan lurus yang harus dipedomani oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur'an itu terdapat undang-undang, peraturan, dan hukum yang sesuai dengan fitrah manusia dan lingkungan hidupnya serta pasti akan membawa kebahagiaan." } } }, { "number": { "inQuran": 3613, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 22, "page": 428, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062f\u064f\u0644\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0632\u0651\u0650\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064f\u0645\u064e\u0632\u0651\u064e\u0642\u064d \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u062c\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafaroo hal nadullukum 'alaa rajuliny yanabbi 'ukum izaa muzziqtum kulla mumazzaqin innakum lafee khalqin jadeed" } }, "translation": { "en": "But those who disbelieve say, \"Shall we direct you to a man who will inform you [that] when you have disintegrated in complete disintegration, you will [then] be [recreated] in a new creation?", "id": "Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), “Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, kamu pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3613", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3613.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3613.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walaupun orang yang diberi ilmu mengakui kebenaran Al-Qur’an, keingkaran orang kafir tidak pernah berubah, bahkan mereka mencemooh Nabi Muhammad. Dan orang-orang kafir berkata kepada teman-temannya, “Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya oleh tanah atau sebab apa pun, lalu kamu pasti akan dibangkitkan kembali dalam ciptaan yang baru? \"Seorang laki-laki yang mereka maksud adalah Nabi Muhammad. Mereka berkata demikian untuk menghina beliau.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan keingkaran orang-orang kafir terhadap terjadinya hari kebangkitan dan bagaimana hebatnya cemoohan dan olok-olok mereka terhadap Nabi Muhammad yang memberitakannya. Mereka saling bertanya tentang seorang laki-laki yang mengatakan bahwa apabila mereka telah mati dan dikuburkan kemudian tubuh dan tulang-belulang mereka telah hancur luluh, sesudah itu akan hidup kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Orang yang mengatakan hal itu adalah Muhammad yang mendakwahkan bahwa dia menerima wahyu dari Tuhannya. Mereka menganggap bahwa ini adalah suatu peluang besar bagi mereka untuk mempengaruhi pendapat umum dan mendiskreditkan Nabi serta mengatakan bahwa dia telah gila atau mengada-adakan suatu kebohongan besar terhadap Allah dengan mengatakan bahwa berita itu adalah wahyu yang diturunkan kepadanya. Mungkin kebanyakan orang awam akan terpengaruh oleh cemoohan dan olok-olok itu sehingga mereka memandang rendah dan hina terhadap Nabi. \n\nOleh sebab itu, Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat akan mendapat siksaan dan berada dalam kesesatan yang nyata. Mereka akan mendapat siksaan baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia mereka akan menjadi orang-orang yang sesat di tengah perjalanan hidupnya, tidak mengetahui arah yang akan dituju, serta selalu dalam kegelisahan dan keragu-raguan. Orang-orang yang tidak mempunyai akidah dan tidak percaya kepada keadilan Allah dan hari akhirat akan selalu terombang-ambing dalam kebingungan. Ia tidak mempunyai harapan untuk mendapat keadilan Allah karena apa yang ditemui dan dilihatnya di dunia ini penuh dengan kepincangan dan kezaliman. Orang yang lemah menjadi mangsa bagi yang kuat. Sedangkan orang-orang yang beriman yang percaya sepenuhnya akan keadilan Allah dan adanya perhitungan perbuatan manusia di akhirat nanti, tentu akan yakin sepenuhnya bahwa bila ia teraniaya, Allah akan membalas orang yang menganiayanya dengan balasan yang setimpal. Kalau tidak di dunia ini, di akhirat nanti pasti pembalasan itu akan terlaksana. Bahkan di akhirat nanti Allah akan memberi balasan yang berlipat ganda atas kesabaran dan ketawakalannya. Kepercayaan kepada adanya hari akhirat adalah suatu rahmat bagi seorang hamba Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3614, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 22, "page": 429, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064c \u06d7 \u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Aftaraa 'alal laahi kaziban am bihee jinnah; balil lazeena laa yu'minoona bil Aakhirati fil'azaabi waddad laalil ba'eed" } }, "translation": { "en": "Has he invented about Allah a lie or is there in him madness?\" Rather, they who do not believe in the Hereafter will be in the punishment and [are in] extreme error.", "id": "Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau sakit gila?” (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3614", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3614.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3614.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu teman-teman mereka sesama kafir menimpali dengan balik bertanya guna mempertajam cemoohan mereka, “Apakah dia, yakni Nabi Muhammad, mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau sedang sakit gila?” Tidak! Keduanya itu tidak akan pernah terjadi pada diri Rasulullah, karena Nabi adalah al-Amìn (orang tepercaya) dan beliau pun sama sekali tidak gila, tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu kelak di akhirat berada dalam siksaan dan ketika di dunia berada dalam kesesatan yang jauh, sehingga mereka menolak keniscayaan hari Kiamat dan mengingkari kebenaran Al-Qur’an.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan keingkaran orang-orang kafir terhadap terjadinya hari kebangkitan dan bagaimana hebatnya cemoohan dan olok-olok mereka terhadap Nabi Muhammad yang memberitakannya. Mereka saling bertanya tentang seorang laki-laki yang mengatakan bahwa apabila mereka telah mati dan dikuburkan kemudian tubuh dan tulang-belulang mereka telah hancur luluh, sesudah itu akan hidup kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Orang yang mengatakan hal itu adalah Muhammad yang mendakwahkan bahwa dia menerima wahyu dari Tuhannya. Mereka menganggap bahwa ini adalah suatu peluang besar bagi mereka untuk mempengaruhi pendapat umum dan mendiskreditkan Nabi serta mengatakan bahwa dia telah gila atau mengada-adakan suatu kebohongan besar terhadap Allah dengan mengatakan bahwa berita itu adalah wahyu yang diturunkan kepadanya. Mungkin kebanyakan orang awam akan terpengaruh oleh cemoohan dan olok-olok itu sehingga mereka memandang rendah dan hina terhadap Nabi. \n\nOleh sebab itu, Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat akan mendapat siksaan dan berada dalam kesesatan yang nyata. Mereka akan mendapat siksaan baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia mereka akan menjadi orang-orang yang sesat di tengah perjalanan hidupnya, tidak mengetahui arah yang akan dituju, serta selalu dalam kegelisahan dan keragu-raguan. Orang-orang yang tidak mempunyai akidah dan tidak percaya kepada keadilan Allah dan hari akhirat akan selalu terombang-ambing dalam kebingungan. Ia tidak mempunyai harapan untuk mendapat keadilan Allah karena apa yang ditemui dan dilihatnya di dunia ini penuh dengan kepincangan dan kezaliman. Orang yang lemah menjadi mangsa bagi yang kuat. Sedangkan orang-orang yang beriman yang percaya sepenuhnya akan keadilan Allah dan adanya perhitungan perbuatan manusia di akhirat nanti, tentu akan yakin sepenuhnya bahwa bila ia teraniaya, Allah akan membalas orang yang menganiayanya dengan balasan yang setimpal. Kalau tidak di dunia ini, di akhirat nanti pasti pembalasan itu akan terlaksana. Bahkan di akhirat nanti Allah akan memberi balasan yang berlipat ganda atas kesabaran dan ketawakalannya. Kepercayaan kepada adanya hari akhirat adalah suatu rahmat bagi seorang hamba Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3615, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 22, "page": 429, "manzil": 5, "ruku": 370, "hizbQuarter": 171, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u0646\u064e\u062e\u0652\u0633\u0650\u0641\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064f\u0633\u0652\u0642\u0650\u0637\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u0650\u0633\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064d \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Afalam yaraw ilaa maa baina aydeehim wa maa khalfahum minas samaaa'i wal ard; in nashad nakhsif bihimul arda aw nusqit 'alaihim kisafam minas samaaa'; inna fee zaalika la Aayatal likulli 'abdim muneeb" } }, "translation": { "en": "Then, do they not look at what is before them and what is behind them of the heaven and earth? If We should will, We could cause the earth to swallow them or [could] let fall upon them fragments from the sky. Indeed in that is a sign for every servant turning back [to Allah].", "id": "Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3615", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3615.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3615.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menampik tuduhan keji orang kafir itu Allah berfirman, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit yang tinggi dan hamparan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Semua berada dalam kekuasaan Kami. Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi sebagaimana kami telah membenamkan Qarun, atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit, yakni pecahan benda-benda angkasa. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah bagi setiap hamba yang kembali, yakni memohon ampun kepada-Nya.”", "long": "Pada ayat ini, Allah memberikan peringatan kepada orang-orang yang tidak percaya akan terjadinya hari Kiamat dan menyuruh mereka memperhatikan kejadian-kejadian alam yang mereka saksikan sendiri. Betapa banyaknya bencana alam yang terjadi di beberapa negeri seperti gempa dahsyat yang menghancurkan bangunan, menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang tak ternilai, banjir besar yang menghanyutkan rumah, manusia, binatang, dan tanaman.\n\nMenurut kajian ilmiah, karena langit berbentuk bola, maka di mana pun manusia menginjak bumi maka langit akan selalu berada di depan dan di belakangnya, serta di atas dan di bawahnya. Penggalan ayat ini juga menunjukkan bahwa bentuk bumi adalah bulat.\n\nGumpalan dari langit dapat ditafsirkan sebagai pecahan benda langit (planet, bintang, komet, dan lain-lain) setelah mengalami benturan satu sama lain. Pecahan-pecahan ini dikenal dengan nama asteroid, meteorit, dan lain sebagainya. Setiap hari permukaan bumi dihujani oleh bom-bom batuan pecahan, yang bisa mengakibatkan kerusakan bumi dan penghuninya. Karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Ia melindungi bumi dengan pelindung berupa lapisan udara yang disebut atmosfer. Lapisan udara itu bagaikan rem yang meredam gerakan bom-bom ini dengan gesekan yang terjadi pada saat bersinggungan dengan asteroid atau meteorit. Bahkan bisa langsung memusnahkannya karena asteroid atau meteorit hancur atau terbakar habis akibat panas yang ditimbulkan oleh gesekan dengan atmosfer bumi.\n\nPerisai pelindung lain adalah lapisan ozon, medan magnit bumi yang mengerem pecahan-pecahan yang bermuatan. Jika lapisan ozon ini terkoyak karena pencemaran udara, pecahan benda langit itu akan jatuh menghunjam ke bumi, dan bisa saja menimpa manusia atau membenamkannya ke permukaan bumi.\n\nSejarah mencatat bagaimana Allah menghancurkan beberapa umat terdahulu, dan sisa peninggalan mereka masih dapat dilihat sampai sekarang. Apakah semua ini tidak menginsafkan mereka bahwa bila Allah menghendaki, Ia dapat membenamkan negeri mereka ke dalam tanah, dan dapat pula mengirimkan benda langit seperti meteor atau planet, untuk membentur bumi, dan dengan demikian terjadilah malapetaka yang tidak dapat dibayangkan bagaimana dahsyatnya. Tidakkah mereka mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian alam itu atau dari kejadian yang tertulis dalam sejarah dan sisa-sisa peninggalan yang masih dapat mereka saksikan sendiri? Bagi orang yang hatinya disinari cahaya iman, berbagai kejadian itu menambah keimanan mereka dan menjadikan mereka meyakini bahwa Allah Mahakuasa, dan bahwa mereka pada hakikatnya akan kembali kepada Allah Pemilik dan Penguasa langit dan bumi Yang Mahabijaksana dan Mahaadil." } } }, { "number": { "inQuran": 3616, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 22, "page": 429, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u064a\u064e\u0627 \u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0623\u064e\u0648\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Daawooda minnaa fadlany yaa jibaalu awwibee ma'ahoo wattaira wa alannaa lahul hadeed" } }, "translation": { "en": "And We certainly gave David from Us bounty. [We said], \"O mountains, repeat [Our] praises with him, and the birds [as well].\" And We made pliable for him iron,", "id": "Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3616", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3616.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3616.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "10-11. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta yang diharapkan dapat meningkatkan keimanan manusia, pada ayat ini Allah menyebutkan anugerah-Nya kepada salah seorang hamba yang taat, Nabi Daud. Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Daud karunia yang besar dari Kami. Kami berfirman, “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud.” Dan selain anugerah itu, Kami juga telah melunakkan besi untuknya seperti lilin agar bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.", "long": "Di antara karunia Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Daud ialah suaranya yang sangat merdu. Diriwayatkan bahwa Nabi Daud adalah seorang komponis atau pencipta nyanyian yang bersifat keagamaan. Ketika Daud bertasbih memuja dengan suaranya yang merdu, apalagi lagu-lagu itu menggambarkan pula kebesaran, kemuliaan, dan keagungan Tuhan, maka alam sekitarnya bergema seakan-akan turut bertasbih mengikuti irama suaranya. Kita tidak mengetahui bagaimana alam sekitarnya bertasbih dan bernyanyi bersama Daud sebagaimana diperintahkan Allah kepadanya. Hal itu memang tidak dapat diketahui oleh manusia sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nLangit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (al-Isra'/17: 44) \n\nMengenai keindahan dan kemerduan suara Daud diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:\n\nDari 'aisyah, dia berkata: Rasulullah saw mendengar bacaan Abu Musa. al-Asy'ari, kemudian beliau berkata, \"Sesungguhnya orang ini telah dikaruniai Allah suara merdu seperti keluarga Daud.\" (Riwayat an-Nasa'i)\n\nNikmat lain yang dikaruniakan Allah kepada Daud ialah dia dapat menjadikan besi yang keras menjadi lunak seperti lilin sehingga dapat dibentuk menjadi alat-alat, terutama alat peperangan. Dengan mukjizat yang dikaruniakan Allah, Daud melakukannya tanpa dipanaskan dengan api sebagaimana yang bisa dilakukan orang." } } }, { "number": { "inQuran": 3617, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 22, "page": 429, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u062f\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Ani'mal saabighaatinw wa qaddir fis sardi wa'maloo saalihan innee bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "[Commanding him], \"Make full coats of mail and calculate [precisely] the links, and work [all of you] righteousness. Indeed I, of what you do, am Seeing.\"", "id": "yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3617", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3617.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3617.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Kami perintahkan, “Buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya agar nyaman dipakai dan menjadi perisai bagi pemakainya.” Dan sebagai bentuk syukur atas anugerah itu Kami berfirman kepadanya, “Kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”", "long": "Lalu Allah memerintahkan kepada Nabi Daud supaya membuat baju besi istimewa dari bahan besi yang lunak bukan seperti baju yang dikenal pada masa itu. Biasanya baju besi pada masa itu dibuat dari kepingan-kepingan besi yang tipis disusun seperti baju, tetapi baju besi itu sangat mengganggu pemakainya selain menimbulkan panas pada badan dan membatasi gerak. Tetapi, baju besi yang dibuat Daud, karena besinya telah menjadi lunak, jauh berbeda dengan baju besi biasa. Baju besi itu dibuat seperti gulungan-gulungan rantai yang disusun rapi sehingga baju besi itu mengikuti gerak badan. Dengan demikian, pemakainya dapat bergerak dengan bebas tanpa merasakan gangguan apa pun. Dengan baju besi yang lunak itu, Daud dapat membuat alat senjata yang baru untuk mempertahankan kerajaannya dari serangan musuh.\n\nKemudian untuk mensyukuri karunia yang diberikan-Nya, Allah memerintahkan pula supaya Daud dan kaumnya selalu mengerjakan amal saleh dan mempergunakan segala nikmat yang dikaruniakan Allah itu untuk mencapai keridaan-Nya. Dia selalu melihat dan mengetahui apa yang dikerjakan oleh hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3618, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 22, "page": 429, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u064e \u063a\u064f\u062f\u064f\u0648\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u062d\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0637\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0632\u0650\u063a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0630\u0650\u0642\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa li-Sulaimaanar reeha ghuduwwuhaa shahrunw wa ra-waahuhaa shahrunw wa asalnaa lahoo 'ainal qitr; wa minal jinni mai ya'malu baina yadaihi bi izni Rabbih; wa mai yazigh minhum 'an amrinaa nuziqhu min 'azaabis sa'eer" } }, "translation": { "en": "And to Solomon [We subjected] the wind - its morning [journey was that of] a month - and its afternoon [journey was that of] a month, and We made flow for him a spring of [liquid] copper. And among the jinn were those who worked for him by the permission of his Lord. And whoever deviated among them from Our command - We will make him taste of the punishment of the Blaze.", "id": "Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3618", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3618.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3618.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya kepada Nabi Daud, kami juga melimpahkan anugerah kepada putranya, Nabi Sulaiman. Dan Kami tundukkan angin bagi Nabi Sulaiman, yang kecepatan perjalanannya pada waktu pagi sama dengan kecepatan perjalanan manusia selama sebulan, dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan manusia selama sebulan pula. Maksudnya, bila Nabi Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai tengah hari maka jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat dalam sebulan. Begitu pula, bila dia mengadakan perjalanan dari tengah sampai sore hari. Dan sebagai anugerah lain bagi Nabi Sulaiman, Kami alirkan cairan tembaga baginya seperti air yang bisa dia kendalikan dan bentuk sesuai keinginan. Dan selain itu, sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya, yakni tunduk kepada perintah dan kekuasaannya dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Nabi Sulaiman yang pada hakikatnya adalah perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah menundukkan angin untuk Nabi Sulaiman sehingga dapat membawanya ke tempat-tempat yang diingininya dengan cepat sekali. Dalam waktu setengah hari saja angin dapat membawanya ke tempat yang jaraknya sebulan perjalanan, baik perjalanan itu pada waktu pagi sampai zuhur maupun pada waktu siang mulai dari zuhur sampai terbenamnya matahari.\n\nQatadah dalam menafsirkan ayat ini menyatakan, \"Angin dapat membawa Sulaiman dari pagi sampai tergelincirnya matahari sejauh sebulan perjalanan dan dari tergelincirnya matahari sampai terbenamnya sejauh sebulan perjalanan pula. Dalam hal ini, al-hasan al-Bashri berkata, \"Sulaiman pernah berangkat dengan mengendarai angin, dari Damaskus ke Isthakhr lalu dia turun di sana untuk makan siang, kemudian dia berangkat lagi ke Kabul untuk bermalam di sana. Padahal jarak antara Damaskus dan Isthakhr adalah sebulan perjalanan bagi orang yang berjalan cepat dan jarak antara Isthakhr dan Kabul adalah sebulan perjalanan pula. \n\nKarunia lainnya yang diberikan Allah kepada Sulaiman ialah melunakkan tembaga seperti lilin sehingga mudah dibentuk menurut keinginan orang yang mengolahnya. Hal ini sama dengan karunia yang diberikan kepada Nabi Daud yaitu melunakkan besi. \n\nDi antara karunia itu pula ialah menundukkan jin untuk bekerja membuat apa saja yang diingini Sulaiman. Jin-jin itu selalu taat dan patuh mengikuti perintahnya, karena mereka diancam oleh Allah dengan azab yang pedih apabila tidak memenuhi perintah Sulaiman." } } }, { "number": { "inQuran": 3619, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 22, "page": 429, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062d\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0628\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0627\u062b\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u062c\u0650\u0641\u064e\u0627\u0646\u064d \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064d \u0631\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0644\u064e \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Ya'maloona lahoo ma yashaaa'u mim mahaareeba wa tamaaseela wa jifaanin kaljawaabi wa qudoorir raasiyaat; i'maloo aala Daawooda shukraa; wa qaleelum min 'ibaadiyash shakoor" } }, "translation": { "en": "They made for him what he willed of elevated chambers, statues, bowls like reservoirs, and stationary kettles. [We said], \"Work, O family of David, in gratitude.\" And few of My servants are grateful.", "id": "Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3619", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3619.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3619.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, para jin, bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya, di antaranya membangun gedung-gedung yang tinggi, patung-patung sebagai hiasan, piring-piring yang besarnya seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap berada di atas tungku. Begitu besar dan berat periuk-periuk itu hingga ia tidak dapat digerakkan. Bekerjalah, wahai keluarga Daud untuk menjadi bukti rasa bersyukur kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur secara sempurna, yakni dengan hati, ucapan, dan perbuatan.", "long": "Oleh sebab itu, mereka dengan giat sekali melaksanakan apa yang diperintahkan Sulaiman, seperti membangun tempat-tempat beribadah, arca-arca yang indah yang terbuat dari kayu, tembaga, kaca, dan batu pualam, serta belanga-belanga besar untuk memasak makanan yang cukup untuk berpuluh-puluh orang. Karena besar dan luasnya, bejana-bejana itu kelihatan seperti kolam-kolam air. Mereka juga membuatkan untuk Sulaiman periuk yang besar pula yang karena besarnya tidak dapat diangkat dan dipindahkan. Karena jin mempunyai kekuatan yang dahsyat, dengan mudah mereka membuat semua yang dikehendaki Sulaiman seperti membangun istana yang megah dan mewah, serta menggali selokan-selokan untuk irigasi sehingga kerajaan Sulaiman menjadi masyhur sebagai suatu kerajaan besar dan paling makmur, tidak ada suatu kerajaan pun di waktu itu yang dapat menandinginya. Hal ini ialah sebagai realisasi dari doanya yang dikabulkan Tuhan seperti tersebut dalam firman-Nya.\n\nDia berkata, \"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.\" Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam. (shad/38: 35-37)\n\nKemudian Allah memerintahkan kepada Sulaiman sebagai keluarga Daud supaya bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan Allah kepadanya. Mensyukuri nikmat Allah itu bukanlah sekadar mengucapkan, tetapi harus diiringi dengan amal saleh dan mempergunakan nikmat itu untuk hal-hal yang diridai-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa Nabi Muhammad naik ke atas mimbar lalu membaca ayat ini. Lalu beliau bersabda, \"Ada tiga sifat bila dipunyai oleh seseorang berarti dia telah diberi karunia seperti karunia yang diberikan kepada keluarga Daud.\" Kami bertanya kepada beliau, \"Sifat-sifat apakah itu?\" Rasulullah menjawab, \"Pertama: Berlaku adil, baik dalam keadaan marah maupun dalam keadaan senang. Kedua: Selalu hidup sederhana baik di waktu miskin maupun kaya. Ketiga: Selalu takut kepada Allah baik di waktu sendirian maupun di hadapan orang banyak. \n\nAllah mengiringi perintah-Nya supaya Sulaiman bersyukur atas nikmat yang diterimanya dengan menjelaskan bahwa sedikit sekali di antara hamba-hamba-Nya yang benar-benar bersyukur kepada-Nya. Bagaimana seorang hamba bersyukur kepada Tuhannya dapat dilihat dari cara bersyukur Nabi saw kepada Allah. \n\nDari 'aisyah bahwa Rasulullah salat di malam hari sampai kedua telapak kakinya bengkak, maka aku ('Aisyah), berkata kepadanya, \"Mengapa engkau berbuat seperti ini padahal Allah telah mengampuni dosamu yang sekarang dan dosamu yang akan datang?\" Rasulullah menjawab, \"Bukankah aku ini seorang hamba yang bersyukur?\" (Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 3620, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 22, "page": 429, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0633\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0631\u0651\u064e \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Falammaa qadainaa 'alaihil mawta ma dallahum 'alaa mawtiheee illaa daaabbatul ardi taakulu minsa atahoo falammaa kharra tabaiyanatil jinnu al law kaanoo ya'lamoonal ghaiba maa labisoo fil 'azaabil muheen" } }, "translation": { "en": "And when We decreed for Solomon death, nothing indicated to the jinn his death except a creature of the earth eating his staff. But when he fell, it became clear to the jinn that if they had known the unseen, they would not have remained in humiliating punishment.", "id": "Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3620", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3620.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3620.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Betapa pun besarnya kekuasaan Nabi Sulaiman hingga bisa mem-pekerjakan jin sesuai keinginannya, namun begitu ajalnya tiba maka tidak akan ada yang dapat menundanya. Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya, Nabi Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya yang dijadikan sandaran ketika dia wafat. Maka ketika jenazah Nabi Sulaiman, telah jatuh tersungkur, tahulah jin itu bahwa dia telah wafat. Inilah bukti bahwa jin tidak mengetahui hal gaib. Sekiranya mereka mengetahui yang gaib, yakni wafat Nabi Sulaiman, tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan karena mengerjakan pekerjaan berat untuk Nabi Sulaiman yang mereka kira masih hidup dan mengawasi mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa ketika ajalnya telah dekat, Nabi Sulaiman duduk di atas singgasananya bertelekan pada tongkatnya. Pada waktu itulah Sulaiman meninggal dunia dan tidak seorang pun yang tahu bahwa dia sudah meninggal baik para pengawalnya, penghuni istana, maupun jin-jin yang selalu bekerja keras melaksanakan perintahnya. Dia jatuh tersungkur karena tongkatnya dimakan rayap, sehingga tidak dapat menahan berat tubuhnya. Ketika itu, barulah orang sadar bahwa Sulaiman sudah meninggal, demikian pula jin-jin yang tetap bekerja keras melaksanakan perintahnya. Pada waktu itulah mereka mengakui kelemahan diri mereka, karena tidak dapat mengetahui bahwa Sulaiman telah meninggal. Kalau mereka tahu bahwa Sulaiman telah meninggal, tentulah mereka tidak akan tetap bekerja keras, karena mereka hanya diperintahkan Allah patuh kepada Nabi Sulaiman saja, tidak kepada pembesar-pembesar di istananya. Allah tidak menerangkan dalam ayat ini berapa lama Sulaiman bertelekan di atas tongkatnya sampai ia jatuh tersungkur.\n\nSebagian mufasir mengatakan bahwa Nabi Sulaiman bertelekan pada tongkatnya sampai ia mati selama satu tahun. Mereka mengatakan bahwa Nabi Daud telah mulai membangun Baitul Makdis tetapi tidak dapat menyelesaikan pembangunannya. Ketika sudah dekat ajalnya, ia berwasiat kepada Nabi Sulaiman agar menyelesaikan pembangunannya. Nabi Sulaiman memerintahkan jin yang tunduk di bawah kekuasaannya supaya menyelesaikan bangunan itu. Tatkala Sulaiman merasa ajalnya sudah dekat, dia ingin menyembunyikan kematiannya kepada jin-jin yang bekerja keras menyelesaikan pekerjaannya. Lalu Nabi Sulaiman bertelekan di atas tongkatnya agar kalau ia mati, orang akan menyangka ia masih hidup karena masih duduk bertelekan di atas tongkatnya. Akhirnya tongkatnya itu dimakan rayap dan patah. Pada waktu itu, barulah diketahui bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal. \n\nMereka ingin mengetahui berapa lama Sulaiman bertelekan pada tongkat itu setelah ia meninggal, dengan mengambil sisanya. Setelah mereka perhitungkan, ternyata rayap itu dalam sehari semalam hanya memakan sebagian kecil saja dari tongkat itu, sehingga dibutuhkan waktu satu tahun untuk dapat merusaknya.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa Sulaiman bertelekan pada tongkatnya sampai ia meninggal. Memang tongkat itu telah lama dimakan rayap tanpa diketahui oleh Sulaiman. Pada waktu Sulaiman bertelekan di atas tongkat ketika ajalnya tiba, tongkat itu sudah lapuk juga. Tidak mungkin seorang raja akan dibiarkan saja oleh keluarga dan pengawalnya tanpa makan dan minum, tanpa menanyakan kepadanya hal-hal penting yang harus dimintakan pendapatnya.\n\nMana yang benar di antara kedua pendapat ini tidak dapat kita ketahui. Dalam kisah-kisah para nabi banyak sekali terjadi hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran manusia karena mereka diberi mukjizat oleh Allah. Kalau Nabi Sulaiman bertelekan hanya sebentar saja lalu roboh tersungkur, tentu para jin tidak akan menyesal demikian hebatnya karena mereka telah telanjur bekerja menyelesaikan Baitul Makdis." } } }, { "number": { "inQuran": 3621, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 22, "page": 430, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0633\u064e\u0628\u064e\u0625\u064d \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0633\u0652\u0643\u064e\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064d \u0648\u064e\u0634\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u064d \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652\u062f\u064e\u0629\u064c \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064c \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Laqad kaana li Saba-in fee maskanihim Aayatun jannataani 'ai yameeninw wa shimaalin kuloo mir rizq Rabbikum washkuroolah; baldatun taiyibatunw wa Rabbun Ghafoor" } }, "translation": { "en": "There was for [the tribe of] Saba' in their dwelling place a sign: two [fields of] gardens on the right and on the left. [They were told], \"Eat from the provisions of your Lord and be grateful to Him. A good land [have you], and a forgiving Lord.\"", "id": "Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3621", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3621.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3621.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah memberikan anugerah yang besar kepada hamba-Nya yang taat dan bersyukur dengan mengerjakan amal saleh, antara lain Nabi Daud dan Sulaiman. Hal ini berbeda dengan yang terjadi kepada Kaum Saba’. Mereka mengingkari nikmat Allah sehingga Allah menghukum mereka. Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda kebesaran Allah di tempat kediaman mereka di Yaman Selatan, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri negeri mereka. Kepada mereka dikatakan, “Makanlah olehmu dari rezeki anugerah Tuhan Pemelihara-mu dan bersyukurlah kepada-Nya. Negerimu adalah negeri yang baik, nyaman, sentosa, dan murah rezeki, sedang Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun kepada siapa pun yang mau bertobat.”", "long": "Di sebelah selatan negeri Yaman berdiam suatu kaum bernama Saba'. Mereka menempati suatu daerah yang amat subur sehingga mereka hidup makmur dan telah mencapai kebudayaan yang tinggi. Mereka dapat menguasai air hujan yang turun lebat pada musim tertentu dengan membangun sebuah bendungan raksasa yang dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Bendungan itu boleh dikatakan bendungan alami karena terletak di antara dua buah bukit dan di ujungnya didirikan bangunan yang tinggi untuk mencegah air mengalir sia-sia ke padang pasir. Mereka membuat pintu-pintu air yang bila dibuka dapat mengalirkan air ke daerah yang mereka kehendaki. Bendungan ini terkenal dengan Bendungan Ma'rib atau Bendungan al-'Arim. \n\nBanyak di antara ahli sejarah dan peneliti di barat meragukan tentang adanya Bendungan Ma'rib ini. Akhirnya seorang peneliti dari Perancis datang sendiri ke selatan Yaman untuk menyelidiki sisa-sisa bendungan itu pada tahun 1843. Dia dapat membuktikan adanya bendungan itu dengan menemukan bekas-bekasnya, lalu memotret dan mengirimkan gambar-gambarnya ke suatu majalah di Perancis. Para peneliti lainnya menemukan pula beberapa batu tulis di antara reruntuhan bendungan itu. Dengan demikian, mereka bertambah yakin bahwa dahulu kala di sebelah selatan Yaman telah berdiri sebuah kerajaan yang maju, makmur, dan tinggi kebudayaannya. \n\nPada ayat ini, Allah menerangkan sekelumit tentang kaum Saba' yang mendiami daerah sebelah selatan Yaman itu. Mereka menempati sebuah lembah yang luas dan subur berkat pengairan yang teratur dari Bendungan Ma'rib. Di kiri dan kanan daerah mereka terbentang kebun-kebun yang amat luas dan subur yang menghasilkan bahan makanan dan buah-buahan yang melimpah ruah. \n\nKaum Saba' pada mulanya menyembah matahari, namun setelah pimpinan kerajaan dipegang Ratu Balqis, mereka menjadi kaum yang beriman dengan mengikuti ajaran yang dibawa Nabi Sulaiman. Hal ini diceritakan dalam Al-Qur'an sebagai berikut:\n\nMaka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, \"Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' membawa suatu berita yang meyakinkan. Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar. Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk. (an-Naml/27: 22-24)\n\nTetapi, lama-kelamaan kaum Saba' menjadi sombong dan lupa bahwa kemakmuran yang mereka miliki adalah anugerah dari Yang Mahakuasa dan Maha Pemurah. Allah dengan perantaraan rasul-Nya memerintahkan agar mereka mensyukuri-Nya atas segala nikmat dan karunia yang dilimpahkan kepada mereka. Negeri mereka menjadi subur dan makmur berkat karunia Allah Yang Maha Pengampun, melindungi mereka dari segala macam bahaya dan malapetaka." } } }, { "number": { "inQuran": 3622, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 22, "page": 430, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0650\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0630\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u0652 \u0623\u064f\u0643\u064f\u0644\u064d \u062e\u064e\u0645\u0652\u0637\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u062b\u0652\u0644\u064d \u0648\u064e\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u0650\u062f\u0652\u0631\u064d \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Fa-a''radoo fa-arsalnaa 'alaihim Sailal 'Arimi wa baddalnaahum bijannataihim jannataini azwaatai ukulin khamtinw wa aslinw wa shai'im min sidrin qaleel" } }, "translation": { "en": "But they turned away [refusing], so We sent upon them the flood of the dam, and We replaced their two [fields of] gardens with gardens of bitter fruit, tamarisks and something of sparse lote trees.", "id": "Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3622", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3622.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3622.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun, kenikmatan itu justru membuat kaum Saba’ lupa diri dan ingkar kepada Allah. Adalah kecenderungan manusia apabila mempunyai kelebihan atas orang lain, baik berupa harta, kepandaian, jabatan, dan sebagainya, mereka akan angkuh dan sombong. Itulah yang terjadi pada Kaum Saba’. Mereka merasakan agungnya nikmat Allah, tetapi mereka berpaling, tidak mensyukurinya, dan justru mendurhakai-Nya. Maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan menjebol Bendungan Ma’rib serta memusnahkan perkebunan mereka. Bendungan Ma’rib adalah bendungan yang sangat kuat dan terbesar di Yaman saat itu. Sekilas bendungan ini tampak terjadi secara alami karena berada di antara dua gunung, lalu di kedua ujungnya dibuat bangunan sehinga mampu menampung air hujan dalam jumlah besar. Air yang tertampung dapat mengairi kawasan di sekitarnya hingga jarak 300 mil. Dan usai banjir itu Kami ganti kedua kebun mereka yang semula menghasilkan buah-buahan yang mencukupi kebutuhan mereka, dengan dua kebun yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbuah pahit, yaitu pohon Ašl (sejenis cemara, tidak berbuah dan penuh duri), dan sedikit pohon Sidr (sejenis pohon bidara). Kedua pohon tersebut sangat sedikit manfaatnya bagi mereka.", "long": "Mereka menolak dan berpaling dari seruan Allah, bahkan menghalangi orang-orang yang insaf beriman kepada-Nya. Allah lalu menimpakan siksaan kepada mereka dengan membobolkan Bendungan Ma'rib dan terjadilah malapetaka yang hebat. Negeri mereka dilanda banjir yang deras, dan menghanyutkan semua yang menghalangi arusnya. Kebun-kebun yang berada di kiri dan kanan negeri itu menjadi musnah, dan semua binatang ternak mereka hanyut. Korban manusia pun tidak terhitung banyaknya, sehingga hanya sedikit orang yang masih hidup. Hanya beberapa kelompok kecil dari mereka yang selamat dari malapetaka yang dahsyat itu. \n\nMereka yang selamat ini pun tidak dapat tinggal dengan senang di tempat mereka semula. Sebagian dari mereka lalu hijrah ke tempat lain yang subur karena tidak ada lagi kebun-kebun yang bisa mereka tanami dengan baik dan tidak banyak lagi binatang-binatang ternak yang akan mereka pelihara. Tanah-tanah yang dahulu subur telah menjadi tandus karena semua air yang tersimpan di dalam bendungan telah tumpah ke padang pasir yang dapat menelan air berapa pun banyaknya. Yang tumbuh di bekas kebun-kebun mereka hanya tumbuhan yang tidak banyak gunanya, buahnya pun pahit. Bila mereka ingin bercocok tanam yang mereka harapkan hanya air hujan yang turun dari langit saja." } } }, { "number": { "inQuran": 3623, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 22, "page": 430, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064f\u062c\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika jazainaahum bimaa kafaroo wa hal nujaazeee illal kafoor" } }, "translation": { "en": "[By] that We repaid them because they disbelieved. And do We [thus] repay except the ungrateful?", "id": "Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3623", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3623.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3623.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka dengan menjatuhkan hukuman tersebut karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab yang demikian itu melainkan hanya kepada orang yang sa-ngat kafir dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.", "long": "Demikianlah sunatullah telah berlaku terhadap kaum Saba' sebagaimana yang berlaku bagi umat-umat yang sombong dan durhaka sebelumnya, tidak mau menerima kebenaran, serta selalu menolak dan membangkang terhadap ajaran Allah yang dibawa oleh para rasul-Nya. Demikianlah Allah menimpakan azab dan malapetaka kepada kaum kafir yang mengingkari dan tidak bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3624, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 22, "page": 430, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u064b\u0649 \u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u06d6 \u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0622\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa bainahum wa bainal qural latee baaraknaa feehaa quran zaahiratanw wa qaddamaa feehas sayr; seeroo feehaa la yaalirya wa aiyaaman aamineen" } }, "translation": { "en": "And We placed between them and the cities which We had blessed [many] visible cities. And We determined between them the [distances of] journey, [saying], \"Travel between them by night or day in safety.\"", "id": "Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba’) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3624", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3624.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3624.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nikmat Allah kepada Kaum Saba’ tidak hanya berupa sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga letak geografis yang strategis sehingga transportasi antarwilayah, bahkan antarnegara, berjalan lancar. Allah menegaskan, “Dan Kami jadikan antara mereka di Yaman dan negeri-negeri yang Kami berkahi, yakni negeri Syam, beberapa negeri yang berdekatan, dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu jarak-jarak perjalanan yang mudah dijangkau kapan saja. Berjalanlah kamu, yakni siapa pun yang berada di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman, tanpa perlu berhenti di padang pasir atau pun menghadapi kesulitan. Dari ayat ini diperoleh pesan tentang pentingnya pembangunan infrastruktur dan jaminan rasa aman guna mendukung tercapainya kesejahteraan rakyat.", "long": "Kaum Saba' yang masih tinggal di negerinya, walaupun mengalami kesulitan hidup karena negeri mereka telah menjadi lekang dan tandus, mengadakan perjalanan untuk berdagang dari suatu negeri ke negeri yang lain, terutama ke negeri-negeri yang agak besar, seperti Mekah dan Syam di utara dan barat laut. Negeri-negeri tersebut pada waktu itu termasuk negeri yang makmur yang menjadi pusat perdagangan. Perjalanan di antara negeri-negeri itu mudah dan aman karena adanya kampung-kampung tempat singgah para musafir bila kemalaman dan kehabisan bekal atau merasa letih. \n\nMereka dapat bertahan hidup dan dapat pula bercocok tanam sekadarnya pada waktu musim hujan. Mereka juga memelihara binatang ternak ketika di sana masih banyak padang rumput. Ini adalah suatu nikmat dari Allah kepada mereka walaupun tidak sebesar nikmat yang dianugerahkan-Nya ketika Bendungan Ma'rib belum hancur dan musnah. Allah menyuruh mereka mempergunakan nikmat itu dengan sebaik-baiknya dan berjalan dengan membawa barang dagangan di antara negeri-negeri dengan aman, walaupun jarak yang ditempuh mereka kadang-kadang amat jauh. Mereka dapat singgah di kampung-kampung yang ada di sekitar kota-kota besar itu bila merasa lelah. Bila mereka kemalaman mereka dapat berhenti di kampung yang terdekat dan demikianlah seterusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3625, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 22, "page": 430, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0627\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u062b\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0632\u0651\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064f\u0645\u064e\u0632\u0651\u064e\u0642\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0635\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Faqaaloo Rabbanaa baa'id baina asfaarinaa wa zalamooo anfusahum faja'alnaahum ahaadeesa wa mazzaq naahum kulla mumazzaq; inna fee zaalika la Aayaatil likulli sabbaarin shakoor" } }, "translation": { "en": "But [insolently] they said, \"Our Lord, lengthen the distance between our journeys,\" and wronged themselves, so We made them narrations and dispersed them in total dispersion. Indeed in that are signs for everyone patient and grateful.", "id": "Maka mereka berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami,” dan (berarti mereka) menzalimi diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka bahan pembicaraan dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sabar dan bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3625", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3625.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3625.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka sebagai bukti keingkaran mereka atas nikmat-nimat Allah itu, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami, yakni jarak antarwilayah dan antarnegara, agar perjalanan menjadi panjang sehingga tidak banyak orang yang masuk ke negara kami dan orang-orang miskin tidak mampu menempuh jarak tersebut karena keterbatasan kendaraan mereka. Dengan begitu kami dapat memonopoli hasil negeri kami dan perdagangan, sehingga keuntungan kami lebih besar. \"Dan tanpa mereka sadari, permintaan tersebut justru menjadikan mereka menzalimi diri mereka sendiri karena mengakibatkan tertutupnya akses perdagangan antarnegara. Maka akibat kedurhakaan itu Kami jadikan mereka bahan pembicaraan bagi generasi sesudah mereka dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya sehingga mereka bertebaran ke berbagai daerah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar dan bersyukur.", "long": "Oleh karena itu, mereka meminta kepada Allah supaya di sepanjang perjalanan antara suatu negeri dengan negeri lain tidak ada tempat singgah untuk beristirahat, sehingga perjalanan harus dilanjutkan walaupun akan menderita berbagai macam kesulitan. Beginilah watak mereka dan watak orang-orang sombong, sudah mendapat kemudahan, justru mereka menginginkan kesulitan dan penderitaan. Tidak ubahnya seperti Bani Israil yang telah diberi Allah makanan yang baik yaitu Manna dan Salwa, lalu mereka meminta makanan biasa, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan (ingatlah), ketika kamu berkata, \"Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.\" Dia (Musa) menjawab, \"Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.\" Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. (al-Baqarah/2: 61) \n\nSebenarnya dengan permintaan itu, kaum Saba' telah menganiaya diri sendiri dan tidak puas dengan karunia yang dianugerahkan Allah kepada mereka. Mereka telah lupa bahwa Allah menghancurkan negeri mereka yang subur dan makmur tiada lain karena mereka tidak mau beriman dan bersyukur atas karunia Allah. Oleh sebab itu, Allah memenuhi permintaan mereka dengan meniadakan tempat singgah dalam perjalanan mereka, sehingga mereka kesulitan melakukan perdagangan, dan kehidupan mereka menjadi susah.\n\nMereka harus hijrah ke negeri lain meninggalkan negeri mereka dan berpencar-pencar ke sana kemari. Kabilah Jafnah bin Amr terpaksa tinggal di negeri Syam, Aus dan Khazraj di Medinah, dan Azad (Uman) tinggal di Oman. Demikian pula kabilah-kabilah yang lain. Hilanglah wujud mereka sebagai suatu umat yang dahulunya sangat masyhur sebagai suatu umat yang mulia yang mempunyai peradaban dan kebudayaan yang tinggi. Yang tinggal hanya cerita-cerita yang diriwayatkan dari mulut ke mulut dan kemasyhuran mereka hanya menjadi bahan penghibur, dibicarakan pada waktu mereka berjaga di malam hari.\n\nSesungguhnya yang dialami kaum Saba' ini patut menjadi pelajaran bagi setiap orang yang sabar dan tahu bersyukur atas setiap nikmat yang diterimanya dari Allah. Setiap hamba harus bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya dan bersabar menerima cobaan-Nya. Bahkan ia harus bersyukur kepada Allah walaupun mendapat cobaan dari-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh Sa'ad bin Abi Waqqash bahwa Rasulullah bersabda: \n\nAku mengagumi ketetapan Allah untuk seorang mukmin. Bila ia mendapat kebaikan ia memuji dan bersyukur kepada-Nya. Bila ia ditimpa musibah ia memuji dan bersyukur kepada-Nya. Orang mukmin mendapat pahala dalam segala hal walaupun hanya sesuap makanan yang ia berikan untuk istrinya. (Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 3626, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 22, "page": 430, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064f \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad saddaq 'alaihim Ibleesu zannnabhoo fattaba'oohu illaa fareeqam minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And Iblees had already confirmed through them his assumption, so they followed him, except for a party of believers.", "id": "Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3626", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3626.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3626.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedurhakaan Kaum Saba’ membuktikan betapa Iblis mampu merealisasikan sumpahnya di hadapan Allah ketika dia terkutuk akibat membangkang perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam. “Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan dengan berbagai tipu daya terhadap mereka, anak-cucu Nabi Adam, tentang kebenaran sangkaannya bahwa dia mampu menjerumuskan manusia ke jalan kesesatan, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin yang kuat keimanannya (Lihat juga: Ràd/38: 82–83).", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Iblis menyangka kaum Saba' yang telah dibinasakan Allah beserta negeri mereka telah mengikutinya dan dengan penuh kepatuhan melaksanakan tipu dayanya. Ia menyangka mereka telah mendurhakai Allah dan tidak bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan kepada mereka, kecuali sebagian orang yang beriman yang tetap imannya dan tidak menerima tipu daya itu. Dengan demikian, Iblis menyangka bahwa dia dapat menguasai manusia dan membawa mereka ke jalan kesesatan, sebagaimana diikrarkan di hadapan Allah. Hal ini tersebut dalam firman-Nya:\n\n(Iblis) menjawab, \"Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.\" (shad/38: 82-83)" } } }, { "number": { "inQuran": 3627, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 22, "page": 430, "manzil": 5, "ruku": 371, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana lahoo 'alaihim min sultaanin illaa lina'lama mai yu minu bil Aakhirati mimman huwa minhaa fee shakk; wa Rabbuka 'alaa kulli shai'in Hafeez" } }, "translation": { "en": "And he had over them no authority except [it was decreed] that We might make evident who believes in the Hereafter from who is thereof in doubt. And your Lord, over all things, is Guardian.", "id": "Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3627", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3627.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3627.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Alasan Allah memberi Iblis kesempatan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan adalah untuk menguji keimanan manusia. Dan tidak ada kekuasaan bagi Iblis terhadap mereka, yakni anak-cucu Nabi Adam, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu-ragu tentang akhirat itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu di alam semesta.", "long": "Allah menolak dan membatalkan persangkaan Iblis yang tidak benar itu. Allah menegaskan bahwa tidak ada kekuasaan sedikit pun bagi setan terhadap manusia untuk menyesatkan mereka, sehingga mereka durhaka kepada-Nya. Tipu daya setan itu hanyalah sebagai ujian dari Allah terhadap hamba-hamba-Nya, apakah mereka mau teperdaya oleh bujukan setan ataukah mereka menolaknya sama sekali sehingga tidak mempengaruhi sedikit pun pada keimanan dan ketakwaan mereka.\n\nAl-hasan al-Bashri berpendapat bahwa setan itu tidak pernah memukul manusia dengan tongkat dan tidak pernah memaksa mereka untuk melakukan sesuatu. Tindakan setan hanya sekadar melakukan tipu daya, membujuk dengan angan-angan kosong, lalu manusia menerimanya. Tipu daya setan itu hanya seperti itu, tidak ubahnya seperti bakteri-bakteri yang menyerang manusia di musim tersebarnya wabah penyakit. Barang siapa tidak memiliki ketahanan yang kuat dalam tubuhnya untuk menahan serangan penyakit itu, ia menjadi korbannya. Tetapi, penyakit itu tidak akan dapat menguasai orang yang di dalam tubuhnya terdapat unsur-unsur ketahanan yang kuat. Ia akan tetap sehat walafiat meskipun telah banyak orang yang jatuh sakit atau meninggal karenanya. Bila ada orang yang terperosok masuk perangkap setan maka janganlah ia menyesali orang lain, yang salah dan lemah dalam hal ini adalah dirinya sendiri. Oleh sebab itu, setiap manusia harus membentengi dirinya dengan iman yang kuat dengan takwa dan selalu beramal saleh. \n\nFirman Allah:\n\nTidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22)\n\nAllah lalu menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia mencatat segala perbuatan manusia, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sebesar zarrah pun. Ia akan memperhitungkan perbuatan manusia dengan seadil-adilnya dan tidak ada seorang pun yang dirugikan dalam hal ini, bahkan Dia akan membalas perbuatan yang baik dengan pahala yang berlipat ganda." } } }, { "number": { "inQuran": 3628, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 22, "page": 430, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0638\u064e\u0647\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Qulid 'ul lazeena za'amtum min doonil laahi laa yamlikoona misqaala zarratin fissamaawaati wa laa fil ardi wa maa lahum feehimaa min shirkinw wa maa lahoo minhum min zaheer" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Invoke those you claim [as deities] besides Allah.\" They do not possess an atom's weight [of ability] in the heavens or on the earth, and they do not have therein any partnership [with Him], nor is there for Him from among them any assistant.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3628", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3628.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3628.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Maha Esa, Pemelihara alam semesta, dan hanya Dia yang berhak disembah. Orang-orang yang menyembah selain Allah adalah mereka yang tertipu rayuan Iblis. Sembahan mereka tidak sedikit pun memberi mereka manfaat. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang mempersekutukan Allah, \"Seru dan minta-lah mereka yang kamu anggap sebagai tuhan selain Allah untuk menolak mudarat atau mendatangkan manfaat!\" Mereka, yakni sembahan itu, tidak memiliki kekuasaan seberat zarrah pun. Mereka tidak punya kuasa sekecil apa pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam penciptaan, pemeliharaan, dan pengaturan langit dan bumi, dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya dalam urusan apa pun.” (Lihat juga: Fàtir/35: 13).", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya menantang kaum musyrik Mekah, kalau berhala-berhala dan sembahan mereka benar-benar mempunyai kekuasaan walaupun sedikit, cobalah mereka buktikan hal itu dengan memberikan contoh tentang apa yang telah diciptakan atau yang mereka miliki. Apakah berhala itu dapat memberikan pertolongan kepada mereka atau menolak bahaya yang mengancam mereka. Tentu saja mereka tidak dapat memberikan bukti-bukti seperti itu, karena tidak mungkin benda mati yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri akan dapat membuat sesuatu atau dapat menolong serta menolak kemudaratan dari mereka. \n\nOleh sebab itu, Allah menegaskan bahwa berhala-berhala itu tidak memiliki kekuasaan sedikit pun (walau sebesar zarrah sekalipun) terhadap langit, bumi, dan apa yang terdapat dalam keduanya, dan tidak ada kemampuan sama sekali untuk menolong mereka. Bagaimanakah mereka sampai menyembahnya kalau mereka mempergunakan akal pikiran mereka. Dalam ayat lain, Allah menegaskan pula hal ini dengan firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. (Fathir/35: 13) \n\nMereka tidak memiliki apa pun secara sendiri atau secara berserikat dengan yang lain dan tidak ada suatu apa pun yang bekerja sama dengan mereka dalam menciptakan atau memiliki sesuatu. Hal ini adalah fakta yang kita lihat di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3629, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 172, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064f\u0632\u0651\u0650\u0639\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laa tanfa'ush shafaa'atu 'indahooo illaa liman azina lah; hattaaa izaa fuzzi'a 'an quloobihim qaaloo maazaa qaala Rabbukum; qaalul haqq, wa Huwal 'Aliyul Kabeer" } }, "translation": { "en": "And intercession does not benefit with Him except for one whom He permits. [And those wait] until, when terror is removed from their hearts, they will say [to one another], \"What has your Lord said?\" They will say, \"The truth.\" And He is the Most High, the Grand.", "id": "Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “(Perkataan) yang benar,” dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3629", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3629.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3629.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan syafaat, yakni pertolongan, di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya untuk memberi dan memperoleh syafaat itu, seperti para malaikat, nabi, dan orang saleh. Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, yakni orang-orang yang akan diberi izin untuk memberi syafaat dan orang-orang yang akan mendapat syafaat, mereka yang akan mendapat syafaat berkata, “Apakah yang telah difirmankan dan ditetapkan oleh Tuhanmu untuk kami?” Mereka menjawab, “Allah memberi keputusan yang benar,” dan Dialah Yang Mahatinggi zat dan kedudukan-Nya, Mahabesar keagungan dan kekuasaan-Nya (Lihat juga: al-Baqarah/2: 255, Yùnus/10: 3, dan al-Anbiyà’/21: 28).", "long": "Di akhirat berhala itu tidak dapat menolong mereka dari kesulitan. Juga tidak mungkin memberi syafaat karena pada hari itu tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat, kecuali dengan izin Allah. Apakah mungkin Allah akan mengizinkan berhala-berhala yang menjadi sebab bagi kesesatan hamba-Nya untuk memberi syafaat? Syafaat tidak akan diberikan Allah kecuali kepada para nabi, malaikat, dan hamba-Nya yang dianggap berhak untuk diberi syafaat. Firman Allah:\n\nTidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. (al-Baqarah/2: 255)\n\nDan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai. (an-Najm/53: 36)\n\nPada hari itu, hamba-hamba Allah menunggu dengan perasaan gelisah dan tidak sabar, siapakah di antara mereka yang akan diizinkan-Nya untuk memberi syafaat dan yang akan mendapat syafaat. Ketika itu, mereka berdiam semuanya karena ketakutan telah hilang dari hati mereka dan Allah akan memberi ketetapan-Nya. Mereka menunggu sambil berharap-harap dan bertanya-tanya antara sesama mereka apa yang difirmankan Tuhan. Semua menjawab, \"Yang difirmankan Allah ialah perkataan yang benar yaitu syafaat-Nya akan diberikan kepada siapa yang diridai-Nya karena Dia Mahatinggi dan Mahabesar.\" Pada waktu itu, sadarlah orang-orang kafir bahwa mereka tidak akan mendapat syafaat dan tahulah mereka nasib apa yang harus mereka alami." } } }, { "number": { "inQuran": 3630, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qul mai yarzuqukum minas samaawaati wal ardi qulil laahu wa innaaa aw iyyaakum la'alaa hudan aw fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Who provides for you from the heavens and the earth?\" Say, \"Allah. And indeed, we or you are either upon guidance or in clear error.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah, “Allah,” dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3630", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3630.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3630.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menegaskan bahwa sembahan selain Allah tidak mampu mendatangkan manfaat apa pun kepada penyembahnya, lalu Allah berfirman, “Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu yang bersumber dari langit dan dari bumi?’ Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, ‘Allah yang memberi rezeki. Dan sesungguhnya kami, orang beriman, atau kamu, wahai kaum musyrik, pasti salah satu dari kita berada dalam kebenaran dengan kedudukan yang tinggi atau terjerumus dalam kesesatan yang nyata dengan kedudukan yang sangat hina.’”", "long": "Pada ayat ini, Allah dengan perantaraan Nabi Muhammad menanyakan kepada kaum musyrik, siapakah yang memberi mereka rezeki dari langit dan bumi dengan menurunkan hujan, dan dengan air hujan itu bumi menjadi subur dan menumbuhkan berbagai macam tumbuhan untuk menjadi makanan bagi mereka dan binatang ternak. Mereka tentu tidak dapat menjawabnya. Walaupun mereka ingin mengatakan Allah, jawaban yang sesuai dengan hati nurani mereka, tetapi mereka menjawabnya berhala-berhala, jawaban yang sebetulnya bertentangan dengan hati nurani mereka yang membenarkan seruan Nabi Muhammad. Oleh sebab itu, mereka terdiam, tidak dapat memberikan jawaban apa pun. Demikianlah Allah memerintahkan kepada Muhammad bahwa yang memberi rezeki baik dari langit maupun bumi hanyalah Allah. Pertanyaan semacam ini disebut pula pada ayat lain yaitu:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Siapakah Tuhan langit dan bumi?\" Katakanlah, \"Allah.\" Katakanlah, \"Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?\" (ar-Ra'd/13: 16) \n\nAllah lalu menyuruh Nabi Muhammad mengatakan kepada mereka setelah tidak dapat menjawab pertanyaan di atas, \"Kami atau kamu pasti berada dalam petunjuk atau dalam kesesatan yang nyata.\" Inilah suatu cara berdiskusi yang amat halus dan tajam. Nabi tidak mengatakan bahwa kaum musyrik itulah yang sesat dan dirinya yang benar, tetapi dia menyatakan salah satu di antara keduanya pasti ada yang mengikuti jalan yang benar dan ada yang mengikuti jalan yang sesat. Ucapan ini pasti menarik lawan untuk berpikir siapa sebenarnya yang mendapat petunjuk dan siapa yang sesat, dan menghindari cara-cara yang keras karena akan mendatangkan jawaban yang keras pula. Kalau Nabi saw mengatakan dengan tegas bahwa merekalah yang sesat, tentu mereka akan menjawab dengan tegas bahwa Nabilah yang sesat." } } }, { "number": { "inQuran": 3631, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul laa tus'aloona 'ammaaa ajramnaa wa laa nus'alu 'ammaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Say, \"You will not be asked about what we committed, and we will not be asked about what you do.\"", "id": "Katakanlah, “Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3631", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3631.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3631.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Pada hari Kiamat nanti kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan jika kamu menganggap kami telah berbuat dosa karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan, yakni dosa kalian akibat durhaka kepada Allah.”(Lihat juga: Yùnus/10: 41)", "long": "Pada ayat ini, Nabi Muhammad disuruh mengatakan kepada mereka bahwa masing-masing bertanggung jawab penuh atas segala perbuatannya. Kaum musyrik tidak bertanggung jawab atas perbuatan kaum Muslimin yang salah, demikian pula sebaliknya, kaum Muslimin pun tidak bertanggung jawab atas segala perbuatan kaum musyrik. Sebagian mufasir mengatakan bahwa orang-orang musyrik pernah menuduh Nabi saw dan orang-orang mukmin bahwa mereka telah berdosa besar karena murtad dan mengkhianati agama nenek moyang mereka. Sebagai jawaban atas tuduhan itu, dikemukakan bahwa kaum Muslimin memang bertanggung jawab atas segala dosa dan kesalahan mereka. Demikian pula kaum musyrikin bertanggung jawab pula sepenuhnya atas segala perbuatan mereka yang baik ataupun yang jahat. Pada ayat lain, Allah menyuruh Nabi mengucapkan kata-kata yang senada dengan ini, seperti firman-Nya:\n\nDan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, \"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.\" (Yunus/10: 41)" } } }, { "number": { "inQuran": 3632, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062a\u0651\u064e\u0627\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qul yajma'u bainanaa Rabbunaa summa yaftahu bainanaa bilhaqq; wa Huwal Fattaahul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Say, \"Our Lord will bring us together; then He will judge between us in truth. And He is the Knowing Judge.\"", "id": "Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3632", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3632.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3632.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Pada hari Kiamat, Tuhan kita, Allah, akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar dan adil. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan secara adil, Maha Mengetahui keputusan yang tepat.”", "long": "Kemudian Nabi diperintahkan untuk mengatakan kepada kaum musyrikin itu, \"Allah akan mengumpulkan kita semua pada hari Kiamat dan di sanalah Dia akan memberi keputusan terhadap kita dan perbuatan kita dengan seadil-adilnya. Di sana akan jelas siapa di antara kita yang sesat dan siapa yang menempuh jalan yang lurus, siapa di antara kita yang salah dan siapa yang benar.\"\n\nSemua perbuatan hamba-Nya akan ditimbang dengan neraca keadilan. Perbuatan buruk akan dibalas dengan balasan yang setimpal dan perbuatan baik akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Hal ini disebut pula dengan jelas pada ayat lain, yaitu:\n\nDan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (dalam kelompok). Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Dan adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka). (ar-Rum/30: 14-16)\n\nDi sanalah nanti Allah memberikan keputusan, tidak ada yang dapat membantah karena semua keputusan itu berdasarkan fakta-fakta yang nyata yang tidak dapat disangkal lagi. Allah Maha Mengetahui kapan vonis itu akan dijatuhkan-Nya, tidak ada seorang hamba pun yang dapat mengetahui, karena Dialah yang Maha Pemberi Keputusan dan Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 3633, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e \u06d6 \u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qul arooniyal lazeena alhaqtum bihee shurakaaa'a kallaa; bal Huwal Laahul 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Say, \"Show me those whom you have attached to Him as partners. No! Rather, He [alone] is Allah, the Exalted in Might, the Wise.\"", "id": "Katakanlah, “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu(-Nya), tidak mungkin! Sebenarnya Dialah Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3633", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3633.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3633.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia, yakni kamu anggap sebagai Tuhan dan kamu jadikan sebagai sekutu-sekutu-Nya. Apa yang bisa mereka perbuat? Tidak ada! Tidak mungkin Allah dipersekutukan dengan apa pun! Sebenarnya Dialah Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”", "long": "Allah lalu memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya menanyakan kepada orang-orang musyrik itu, siapakah dan apakah sebenarnya berhala-berhala yang mereka persekutukan dengan Allah. Mereka diminta untuk menerangkan kepadanya siapa berhala-berhala itu, bagaimana sifat-sifatnya, nilai dan mutunya, serta kedudukannya. Mengapa mereka dijadikan sembahan, apakah memang dia berhak disembah? \n\nPertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan kepada mereka itu sebagai tantangan dan pernyataan bahwa mereka tidak mempergunakan akal mereka karena menyembah sesuatu yang tidak ada nilainya, benda mati yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri. Sekali-kali tidak mungkin dan tidak masuk akal mempersekutukan benda mati dengan Allah Yang Mahaperkasa dan Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 3634, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaaka illaa kaaffatal linnaasi basheeranw wa nazeeranw wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And We have not sent you except comprehensively to mankind as a bringer of good tidings and a warner. But most of the people do not know.", "id": "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3634", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3634.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3634.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah adalah Tuhan yang Maha Esa. Dia tidak layak dipersekutukan dengan sesuatu pun. Dia mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam. “Dan Kami tidak mengutus engkau, wahai Nabi Muhammad, melainkan kepada semua umat manusia sampai hari Kiamat sebagai pembawa berita gembira bahwa orang yang taat akan memperoleh kebahagiaan, dan sebagai pemberi peringatan bagi pendurhaka tentang kesengsaraan jika mereka enggan bertobat, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui sehingga tetap enggan mengimani risalah Nabi Muhammad. (Lihat juga: al-A‘ràf/7: 158 dan Yùsuf/12: 103)", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad diutus kepada seluruh manusia. Ia bertugas sebagai pembawa berita gembira bagi orang yang mempercayai dan mengamalkan risalah yang dibawanya dan sekaligus pembawa peringatan kepada orang yang mengingkari atau menolak ajaran-ajarannya. Nabi Muhammad adalah nabi penutup, tidak ada lagi nabi dan rasul diutus Allah sesudahnya. Dengan demikian, pastilah risalah yang dibawanya itu berlaku untuk seluruh manusia sampai kiamat. Sebagai risalah yang terakhir, maka di dalamnya tercantum peraturan-peraturan dan syariat hukum-hukum yang layak dan baik untuk dijalankan di setiap tempat dan masa. \n\nRisalah yang dibawa Nabi Muhammad bersumber dari Allah Yang Mahabijaksana dan Maha Mengetahui. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada pada keduanya. Dialah yang mengatur segala apa yang ada pada keduanya. Dialah yang mengatur semuanya itu dengan peraturan yang amat teliti sehingga semuanya berjalan dengan baik dan harmonis. Allah yang demikian besar kekuasaan-Nya tidak mungkin akan menurunkan suatu risalah yang mencakup seluruh umat manusia kalau peraturan dan syariat itu tidak mencakup seluruh kepentingan manusia pada setiap masa. Dengan demikian, pastilah risalahnya itu risalah yang baik untuk diterapkan kepada siapa dan umat yang mana pun di dunia ini. Banyak ayat di dalam Al-Qur'an yang menegaskan bahwa Muhammad diutus kepada manusia seluruhnya.\n\nMahasuci Allah yang telah menurunkan al-Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). (al-Furqan/25: 1) \n\nDan firman-Nya:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.\"(al-A 'raf/7: 158) \n\nHal ini tidak diketahui oleh semua orang bahkan kebanyakan manusia menolak dan menantangnya. Di antara penantang-penantang itu adalah kaum Muhammad sendiri yaitu orang-orang kafir Mekah. \n\nDan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Yusuf/12: 103)" } } }, { "number": { "inQuran": 3635, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona mataa haazal wa'du in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When is this promise, if you should be truthful?\"", "id": "Dan mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu orang yang benar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3635", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3635.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3635.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walau Nabi Muhammad terus berusaha meyakinkan tentang risalahnya, kaum kafir tetap mengingkarinya. Mereka juga mengingkari hari Kiamat, dan mereka berkata, “Kapankah janji untuk mendatangkan hari kiamat ini dilaksanakan, jika kamu orang yang benar?”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa kaum musyrik menentang Nabi Muhammad sebagai pembawa berita gembira bagi orang mukmin dan pemberi peringatan bagi kaum yang ingkar. Muhammad menerangkan kepada mereka bahwa keadilan Allah bukan hanya berlaku di dunia saja, tetapi mencakup keadilan di akhirat. Semua perbuatan manusia akan dibalas dengan balasan yang setimpal. Mereka mengolok-olok ucapan Nabi saw dan mengatakan bahwa hari Kiamat tidak mungkin terjadi dan tidak mungkin akan terjadi. Mereka berkata kepadanya dengan nada mengejek, \"Kalau benar kiamat yang dijanjikan Tuhanmu itu benar akan terjadi, maka terangkanlah kepada kami kapan akan terjadi.\" Bahkan pada ayat lain diterangkan bahwa mereka menantang Nabi Muhammad supaya kedatangan hari kiamat itu disegerakan saja, sebagaimana disebut dalam firman Allah:\n\nOrang-orang yang tidak percaya adanya hari kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh. (asy-Syura/42: 18) \n\nEjekan dan tantangan mereka itu menunjukkan ketidaktahuan mereka tentang tugas Nabi Muhammad sebagai rasul, dan mereka tidak mengetahui batas-batas tugasnya. Rasul itu hanya seorang manusia yang ditugaskan Allah menyampaikan risalah. Dia bukan orang yang berkuasa dan mempunyai ilmu seperti Tuhannya. Ilmu dan kekuasaannya terbatas pada apa yang diberikan Allah kepadanya. Kalau ditanyakan kepadanya tentang hal-hal yang gaib, dia tentu tidak akan dapat menjelaskannya kecuali bila Allah telah memberitahukan kepadanya. Kalau diminta kepadanya agar diturunkan azab atau disegerakan datangnya hari Kiamat, maka hal itu berada di luar kemampuannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3636, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 372, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u064a\u0639\u064e\u0627\u062f\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul lakum mee'aadu Yawmil laa tastaakhiroona 'anhu saa'atanw wa la tastaqdimoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"For you is the appointment of a Day [when] you will not remain thereafter an hour, nor will you precede [it].\"", "id": "Katakanlah, “Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat), kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya sesaat pun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3636", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3636.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3636.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Bagimu ada hari yang telah dijanjikan, yakni hari Kiamat. Ketika hari itu tiba, kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya walau sesaat pun.”", "long": "Sebagai jawaban atas keingkaran dan tantangan kaum musyrik itu, Allah menyuruh Nabi Muhammad menegaskan kepada mereka bahwa hari kiamat itu pasti terjadi pada waktu yang telah ditentukan Allah. Bila waktunya sudah tiba, kiamat itu tidak dapat diundurkan atau dimajukan walau sesaat pun. Oleh sebab itu, mereka harus berhati-hati, selalu waspada, dan bersiap-siap dengan iman dan amal saleh. Jika waktu kiamat sudah datang, tidak ada kesempatan lagi bagi seseorang untuk bertobat dan dia akan menyesal kelak bila melihat azab yang disediakan bagi orang yang ingkar." } } }, { "number": { "inQuran": 3637, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 22, "page": 431, "manzil": 5, "ruku": 373, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0642\u064f\u0648\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u0636\u0652\u0639\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafaroo lan nu'mina bihaazal Quraani wa laa billazee baina yadayh; wa law taraaa iziz zaalimoona mawqoofoona 'inda Rabbihim yarji'u ba'duhum ilaa ba'dinil qawla yaqoolul lazeenas tud'ifoo lillazeenas takbaroo law laaa antum lakunnaa mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieve say, \"We will never believe in this Qur'an nor in that before it.\" But if you could see when the wrongdoers are made to stand before their Lord, refuting each other's words... Those who were oppressed will say to those who were arrogant, \"If not for you, we would have been believers.\"", "id": "Dan orang-orang kafir berkata, “Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur'an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3637", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3637.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3637.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya mengingkari risalah Nabi Muhammad dan kebenar-an Al-Qur’an, kaum kafir juga mengingkari kitab-kitab yang Allah turunkan sebelum Al-Qur’an. Dan orang-orang kafir berkata, “Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur’an ini dan tidak pula kepada Kitab yang sebelumnya, seperti Taurat dan Injil.” Di dunia mereka bisa berkata dan berbuat apa saja, tetapi kelak mereka harus mempertanggungjawabkannya. Dan alangkah mengerikan kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu, yakni mereka yang mempersekutukan Allah, dihadapkan kepada Tuhannya untuk diadili. Sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain dengan saling berbantah dan melempar tanggung jawab; orang-orang yang dianggap lemah, yakni para pengikut, berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, yakni para pemimpin yang sesat dan menyesatkan, “Kalau tidaklah karena kamu, tentulah kami menjadi orang-orang mukmin.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bagaimana mendalamnya keingkaran orang-orang musyrik terhadap agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad dengan agama samawi lainnya yang dibawa oleh para rasul sebelumnya. Mereka menyatakan tekad tidak akan beriman kepada Al-Qur'an dan kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para rasul-Nya. Bagi orang-orang yang bertekad seperti ini tidak ada suatu dalil atau bukti pun yang dapat mereka terima, walaupun bukti itu kuat, nyata, dan dapat diterima oleh akal yang sehat atau pikiran yang jernih.\n\nHati mereka telah dipenuhi dengan fanatisme yang keras sehingga semua yang bertentangan dengan paham mereka adalah salah, sesat, dan sama sekali tidak dapat diterima. Pernah kaum musyrik Mekah bertanya kepada Ahli Kitab tentang bagaimana ciri-ciri dan sifat-sifat Muhammad saw dan apakah hal itu disebutkan dalam kitab mereka. Sebagian Ahli Kitab menerangkan ciri-ciri dan sifat-sifat Muhammad saw. Mereka juga mengatakan bahwa mungkin Muhammad saw itu memang seorang rasul utusan Tuhan. Bagi orang yang hatinya bersih dan tidak dikotori oleh kesombongan dan fanatik buta, jawaban ini akan menginsafkan mereka dan menjadikan mereka berpikir. Tetapi, jawaban itu membuat mereka menjadi marah dan menolak mentah-mentah keterangan para Ahli Kitab itu dan tidak mau memercayainya. Memang batin mereka telah ditutup untuk menerima kebenaran sebagaimana disebut dalam firman Allah:\n\nAllah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat. (al-Baqarah/2: 7)\n\nOleh karena tidak ada bukti yang dapat menginsafkan mereka, dan yang patut dikemukakan kepada mereka ialah ancaman yang keras, maka pada ayat-ayat ini diceritakan bagaimana keadaan orang-orang kafir itu dan para pemimpin mereka di akhirat nanti ketika berdiri di hadapan Allah. Pada waktu itu, orang-orang kafir itu sadar bahwa mereka telah sesat. Mereka menoleh kepada pemimpin mereka dan berkata, \"Kalau tidak karena tindakanmu terhadap kami di dunia, tentu kami tidak akan mengalami hal seperti ini. Kami tentu telah beriman kepada Muhammad saw dan termasuk hamba Allah yang diridai-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3638, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 22, "page": 432, "manzil": 5, "ruku": 373, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u0636\u0652\u0639\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0635\u064e\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalal lazeenas takbaroo lillazeenas tud'ifooo anahnu sadadnaakum 'anil hudaa ba'da iz jaaa'akum bal kuntum mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Those who were arrogant will say to those who were oppressed, \"Did we avert you from guidance after it had come to you? Rather, you were criminals.\"", "id": "Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, “Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3638", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3638.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3638.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Enggan disalahkan, orang-orang yang menyombongkan diri itu mengelak dari tanggung jawab dan berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, yakni para pengikut mereka, “Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk Allah setelah petunjuk itu datang kepadamu melalui Nabi-Nya? Tidak! Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa karena tetap dalam kekafiran.”", "long": "Ucapan dan tuduhan ini dijawab oleh para pemimpin yang telah menjerumuskan mereka karena hendak melepaskan diri dari tanggung jawab. Para pemimpin itu berkata, \"Apakah kami pernah menghalangi kamu mengikuti petunjuk? Kami tidak pernah memaksa kamu supaya mengikuti kemauan kami dan mengikuti jalan yang kami tempuh. Kami tidak pernah menghalangi kamu mengikuti ajaran yang dibawa oleh rasul Allah. Hanya kamu sendirilah dengan kemauan kamu sendiri pula yang menolak ajaran itu, dan turut mendustakannya. Kalau kamu telah sesat disebabkan tindakan kamu, janganlah kami dibawa-bawa untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu itu. Kamu sebenarnya termasuk orang-orang sesat.\" \n\nKalau jawaban para pemimpin itu diucapkan pada waktu mereka masih di dunia, para pengikutnya pasti akan diam, karena pengaruhnya yang besar terhadap mereka. Tetapi, lain halnya di akhirat. Kedudukan manusia di hadapan Allah semua sama, tidak ada bawahan dan pimpinan, dan tidak ada kaum feodal atau kaum jelata." } } }, { "number": { "inQuran": 3639, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 22, "page": 432, "manzil": 5, "ruku": 373, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u0636\u0652\u0639\u0650\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u062f\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062f\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u063a\u0652\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeenastud'ifoo lillazeenas takbaroo bal makrul laili wannahaari iz taamuroonanaaa an nakfura billaahi wa naj'ala lahooo andaadaa; wa asarrun nadaamata lammaa ra awul 'azaab; wa ja'alnal aghlaala feee a'naaqil lazeena kafaroo; hal yujzawna illaa maa kanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Those who were oppressed will say to those who were arrogant, \"Rather, [it was your] conspiracy of night and day when you were ordering us to disbelieve in Allah and attribute to Him equals.\" But they will [all] confide regret when they see the punishment; and We will put shackles on the necks of those who disbelieved. Will they be recompensed except for what they used to do?", "id": "Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3639", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3639.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3639.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ucapan para pemimpin mereka, para pengikut kembali membantah. Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Tidak! Sebenarnya tipu daya-mu pada waktu malam dan siang-lah yang menghalangi kami dari petunjuk, ketika kamu terus-menerus menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Usai berbantah-bantahan, mereka, yakni kedua para pemimpin dan pengikut, bersama-sama menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Penyesalan mereka sama sekali tidak berguna. Dan di neraka Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan di dunia.", "long": "Oleh sebab itu, para pengikut itu tidak puas mendengar jawaban para pemimpinnya dan melanjutkan dakwaan bahwa para pemimpin itu selalu membujuk dan menipu mereka siang dan malam, serta memerintahkan supaya ingkar kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan yang lain. Tetapi, semuanya telah telanjur dan tidak ada waktu lagi untuk kembali kepada kebenaran atau untuk bertobat. \n\nSemuanya, baik para pemimpin maupun pengikutnya, telah mengetahui akan mendapat balasan yang setimpal atas ke-ingkaran dan kedurhakaan mereka. Mereka merasa sangat menyesal ketika melihat azab yang akan ditimpakan kepada mereka, tetapi penyesalan itu tidak berguna lagi. Mereka dimasukkan ke neraka dalam keadaan terbelenggu. Memang siksaan itulah yang layak ditimpakan karena sikap dan perbuatan mereka selama di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3640, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 22, "page": 432, "manzil": 5, "ruku": 373, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa arsalnaa' fee qaryatim min nazeerin illaa qaala mutrafooaa innaa bimaaa ursiltum bihee kaafiroon" } }, "translation": { "en": "And We did not send into a city any warner except that its affluent said, \"Indeed we, in that with which you were sent, are disbelievers.\"", "id": "Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, “Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3640", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3640.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3640.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Muhammad sempat khawatir karena dakwahnya ditolak dan dihalang-halangi oleh kaum musyrik Mekah. Allah lantas menghibur beliau dengan firman-Nya, “Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada penduduk suatu negeri tempat rasul diutus, pasti orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, ‘Kami benar-benar mengingkari, tidak percaya, dan menolak apa yang kamu sampaikan sebagai utusan/risalah yang kamu bawa.’", "long": "Pada ayat ini ditegaskan bahwa tidak ada seorang nabi pun yang dikirim Allah ke suatu negeri yang tidak mendapat perlawanan dari pemuka-pemuka kaumnya. Mereka biasanya adalah kaum elite yang menguasai kehidupan politik dan ekonomi negeri itu. Mereka sudah mapan dan hidup mewah, dan berfoya-foya. Dengan kedatangan nabi-nabi, mereka merasa kemapanan hidup mereka terusik oleh ajaran-ajaran yang dibawa para nabi itu. \n\nAgama tidak membenarkan yang berkuasa menzalimi yang lemah, sedangkan kemapanan mereka dipertahankan dengan jalan menekan golongan lemah. Agama meminta manusia agar mengindahkan kehalalan dan keharaman dalam mencari rezeki dan memanfaatkan kekayaan, sedangkan kekayaan mereka diperoleh dengan cara apa saja, legal atau ilegal, dan kekayaan itu mereka gunakan untuk berfoya-foya. Agama tidak membolehkan melanggar aturan-aturan agama, sedangkan kehidupan mereka tanpa mengindahkan norma-norma itu. Oleh karena itu, mereka menentang nabi-nabi dan dengan lantang menyatakan, \"Kami menentang apa yang kalian ajarkan!\" Ucapan itu menegaskan pula kesombongan mereka, dan selanjutnya mendorong mereka bertindak semena-mena (fusuq) di bumi ini. Bila manusia sudah berbuat semena-mena, maka itu menjadi alasan bagi Allah untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya, yaitu memusnahkan mereka. Firman Allah: \n\nDan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu). (al-Isra'/17:16)" } } }, { "number": { "inQuran": 3641, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 22, "page": 432, "manzil": 5, "ruku": 373, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo nahnu aksaru amwaalanw wa awlaadanw wa maa nahnu bimu 'azzabeen" } }, "translation": { "en": "And they said, \"We are more [than the believers] in wealth and children, and we are not to be punished.\"", "id": "Dan mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3641", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3641.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3641.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penolakan itu dibarengi kesombongan dan keangkuhan akibat kekayaan dan keturunan yang Allah anugerahkan kepada mereka. Dan mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak daripada kamu, dan kami tidak akan diazab sebab Allah mengasihi kami. Dia memberi kami limpahan nikmat yang besar di dunia ini dan membebaskan kami dari azab di akhirat nanti.” Sungguh, hal itu hanyalah dugaan mereka yang tenggelam dalam kenikmatan duniawi.", "long": "Golongan berkuasa yang zalim, sombong, dan semena-mena itu membanggakan kekayaan dan keturunan mereka. Mereka berkata, \"Kami kaya raya dan keturunan kami banyak, kami tidak akan terkena azab (tersentuh hukum).\" Dengan kekayaan, mereka merasa dapat membeli apa saja. Dengan keturunan dan pendukung, mereka beranggapan bahwa kekuasaan mereka terhadap yang lemah dapat terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Mereka juga merasa disayangi oleh Allah sehingga di akhirat nanti tidak akan dihukum karena dosa-dosa mereka. Tolok ukur yang mereka pakai adalah kesenangan hidup di dunia. Kesenangan hidup, menurut pandangan mereka, menunjukkan bahwa mereka disayangi, sedangkan kesengsaraan hidup menandakan mereka dibenci Allah. \n\nSemua anggapan mereka itu tidaklah benar. Pemberian harta yang melimpah dan anak-anak yang berhasil bagi orang kafir tidak merupakan petunjuk bahwa Allah menyayangi mereka, tetapi sebaliknya, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nApakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya. (al-Mu'minun/23: 55-56)\n\nWalaupun begitu, azab tidak segera dijatuhkan kepada orang-orang kafir di dunia ini karena Allah masih memberi penangguhan kepada mereka. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada mereka agar bertobat, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah:\n\nDan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah di-tentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (an-Nahl/16: 61) \n\nDalam ayat lain diterangkan bahwa harta dan anak-anak menjadi ujian bagi manusia, apakah ia tetap beriman dan bersyukur ataukah ingkar. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar. (at-Tagabun/64: 15)\n\nSesungguhnya harta bagi orang kafir tidak akan bisa membuat mereka abadi di dunia, tetapi sebaliknya akan menyebabkan mereka dilemparkan ke dalam neraka, sebagaimana firman Allah:\n\nDia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. (al-Humazah/104: 3)" } } }, { "number": { "inQuran": 3642, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 22, "page": 432, "manzil": 5, "ruku": 373, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul inna Rabbee yabsutur rizqa limai yashaaa'u wa yaqdiru wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, my Lord extends provision for whom He wills and restricts [it], but most of the people do not know.\"", "id": "Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3642", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3642.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3642.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Membantah dugaan tersebut, Allah berfirman, “Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, ‘Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki, tidak peduli dia mukmin ataupun kafir. Tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui hikmah dari ketetapan Allah itu. Ba-nyak atau sedikitnya rezeki tidak berbanding lurus dengan kecintaan Allah kepada seseorang atau kedudukannya di sisi Allah (Lihat juga: al-Mu’minùn/23: 55–56 dan at-Tagàbun/64: 15).”", "long": "Pada ayat ini, Allah meminta Nabi Muhammad menegaskan kepada pemuka-pemuka kafir Mekah bahwa yang melapangkan rezeki seseorang dan membatasi rezeki adalah Allah. Hal itu untuk menolak pandangan orang kafir di atas bahwa keberuntungan hidup di dunia adalah tanda kesayangan Allah dan kesengsaraan adalah tanda kebencian-Nya. \n\nAllah melapangkan atau membatasi rezeki seseorang sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Allah melapangkan rezeki seseorang mungkin karena dipercayai-Nya sehingga mampu mengeluarkan sebagian kekayaannya untuk mereka yang berkekurangan, sebagaimana dinyatakan ayat:\n\nSungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat, mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta, (al-Ma'arij/70: 19-25)\n\nBagi mereka yang kafir, harta yang melimpah dan keturunan yang banyak dan berhasil justru untuk dijadikan Allah sebagai alasan untuk menghukum mereka. Penyebabnya adalah karena cara memperoleh dan menggunakan kekayaan serta pendidikan keturunan itu tidak sesuai dengan ketentuan Allah, sebagaimana dinyatakan ayat:\n\nMaka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir. (at-Taubah/9: 55) \n\nSebaliknya, Allah pulalah yang membatasi rezeki seseorang. Bagi yang beriman berkurangnya harta benda, anggota keluarga, dan makanan adalah untuk menguji kesabaran mereka. Bila mereka sabar, Allah akan membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (al-Baqarah/2: 155)\n\nBagi yang tidak kuat imannya, kesengsaraan hidup membuatnya tidak berhenti menyesali nasib, dan akhirnya membawanya kepada kekafiran:\n\nManusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya. (Fushshilat/41: 49)\n\nJelaslah bahwa baik kesenangan maupun kesusahan hidup adalah ujian dari Allah. Kesenangan hidup bukanlah tolok ukur bahwa Allah menyayangi, dan kesempitan hidup bukan pula tolok ukur bahwa Allah membenci. Bisa berarti sebaliknya, bahwa kesenangan hidup diberikan Allah sebagai ujian sehingga orang itu semakin terperosok dalam keingkaran. Kesempitan hidup adalah jalan untuk memperoleh kebahagiaan di akhirat bila orang itu tabah menerimanya. Ketentuan itulah yang tidak diketahui atau tidak dipahami oleh banyak orang, termasuk oleh pemuka kaum kafir Mekah." } } }, { "number": { "inQuran": 3643, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 22, "page": 432, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062a\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u0650\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0632\u064f\u0644\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0636\u0651\u0650\u0639\u0652\u0641\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0631\u064f\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa amwaalukum wa laaa awlaadukum billatee tuqarribukum 'indanaa zulfaaa illaa man aamana wa 'amila saalihan fa ulaaa'ika lahum jazaaa'ud di'fi bimaa 'amiloo wa hum fil ghurufaati aaminoon" } }, "translation": { "en": "And it is not your wealth or your children that bring you nearer to Us in position, but it is [by being] one who has believed and done righteousness. For them there will be the double reward for what they did, and they will be in the upper chambers [of Paradise], safe [and secure].", "id": "Dan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3643", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3643.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3643.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membantah keyakinan orang kafir tersebu. Kedudukan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh harta dan keturunannya, melainkan iman dan takwanya. Harta dan anak akan bermanfaat bila ia membantu seseorang untuk meningkatkan keimanan dan amal salehnya. Dan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan keimanan dan ketakwaanmu. Karena itu, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah yang dekat dengan Kami dan memperoleh balasan yang berlipat ganda, sepuluh kali, tujuh ratus kali, bahkan tidak terbatas, atas apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka dalam keadaan aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi dalam surga.", "long": "Pada ayat ini ditegaskan kepada pemuka kafir Mekah bahwa bukan harta benda dan keturunan yang dapat mendekatkan diri manusia kepada Allah dan memperoleh kasih sayang-Nya, tetapi iman dan amal saleh. Harta benda dan keturunan itu hanya bermanfaat bila menambah kuat iman dan memperbanyak amal. Oleh karena itu, harta benda harus diperoleh dengan benar dan dipergunakan dengan benar pula. Keturunan harus dididik dengan baik sehingga menjadi keturunan yang baik pula. Dengan demikian, sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh kasih sayang-Nya adalah harta yang diperoleh dan digunakan dengan benar, dan keturunan yang dididik dengan baik yang akan melestarikan dan melanjutkan iman dan amal salehnya.\n\nDalam ayat lain, Allah memang meminta orang yang beriman agar mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan caranya adalah dengan amal saleh:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung. (al-Ma'idah./5: 35)\n\nHanya orang-orang yang beriman dan banyak amal salehnya yang akan diberi balasan pahala yang berlipat ganda oleh Allah. Dalam ayat-ayat lain disebutkan bahwa pelipatgandaan itu minimal sepuluh kali (al-An'am/6: 160), dan ada yang tujuh ratus kali lipat (al-Baqarah/2: 261).\n\nMereka yang diberi surga itu merasa aman, yaitu bebas dari ancaman neraka. Lebih dari itu, mereka puas dan bahagia karena Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya. Allah berfirman:\n\nAllah berfirman, \"Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.\" (al-Ma'idah./5: 119)" } } }, { "number": { "inQuran": 3644, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 22, "page": 432, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena yas'awna feee Aayaatinaa mu'aajizeena ulaaa'ika fil'azaabi muhdaroon" } }, "translation": { "en": "And the ones who strive against Our verses to cause [them] failure - those will be brought into the punishment [to remain].", "id": "Dan orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami untuk melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3644", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3644.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3644.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebaliknya, orang-orang yang terus berusaha menentang ayat-ayat Kami untuk melemahkan, yakni menggagalkan azab Kami, mereka itu dimasukkan ke dalam azab yang pedih, yakni neraka. Mereka kekal di dalamnya.", "long": "Selanjutnya Allah menjelaskan tentang orang-orang yang tidak beriman. Mereka itu berusaha melemahkan ayat-ayat Allah. Yang dimaksud adalah bahwa mereka selalu berusaha menggagalkan misi Islam sehingga manusia tidak mengenal, meyakini, dan melaksanakan ajaran-ajaran Islam dengan baik. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan diazab dengan dahsyat, sebagaimana dinyatakan dalam ayat lain:\n\n(yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari akhirat. Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di bumi, dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat(nya). (Hud/11: 19-20)" } } }, { "number": { "inQuran": 3645, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 22, "page": 432, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0632\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul inna Rabbee yabsutur rizqa limai yashaaa'u min 'ibaadihee wa yaqdiru lah; wa maaa anfaqtum min shai'in fahuwa yukhlifuhoo wa Huwa khairur raaziqeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, my Lord extends provision for whom He wills of His servants and restricts [it] for him. But whatever thing you spend [in His cause] - He will compensate it; and He is the best of providers.\"", "id": "Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3645", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3645.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3645.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam ayat ini Allah kembali mempertegas bahwa banyak dan sedikitnya rezeki seseorang tidak menentukan kedudukannya di sisi Allah, kecuali bila dibarengi dengan iman dan amal saleh. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan rezeki apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya di dunia dan akhirat dengan penggantian yang lebih baik, dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan sekali lagi bahwa Allah-lah yang melapangkan rezeki atau membatasinya. Berbeda dengan ayat 36, dalam ayat ini ditegaskan bahwa yang dilapangkan rezekinya atau dibatasi-Nya adalah rezeki hamba-hamba-Nya. Berarti bahwa seorang hamba Allah akan menerima ketentuan rezekinya apakah dilapangkan atau dibatasi oleh Allah. Dengan demikian ayat ini membantah sekali lagi bahwa kelapangan rezeki itu adalah tanda Allah sayang dan keterbatasannya menandakan Allah benci. Seorang hamba Allah akan sabar bila rezekinya terbatas. Seorang hamba Allah, bila rezekinya lebih akan memperhatikan orang lain yang kekurangan. Ia tidak akan termasuk pendusta agama atau hari kemudian, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nTahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. (al-Ma'un/107: 1-3)\n\nMembantu orang lain, berdasarkan ayat ini, justru akan mengekalkan kekayaan itu, bukan menghabiskannya. Membantu orang lain tidak akan membuat kita miskin, bahkan sebaliknya karena bantuan itu berarti memberdayakan orang banyak. Keberdayaan orang banyak akan membuahkan kemakmuran, sebaliknya eksploitasi masyarakat akan membuat masyarakat itu melarat. Rasulullah menginformasikan bahwa orang yang membantu orang lain didoakan oleh malaikat pertambahan rezekinya, dan orang yang kikir didoakan oleh malaikat kehilangan harta bendanya:\n\nPada setiap pagi ada dua malaikat yang turun kepada hamba Allah, yang satu berdoa, \"Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.\" Dan yang satu lagi berdoa pula, \"Ya Allah, musnahkanlah harta orang yang tidak mau berinfak.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 3646, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yawma yahshuruhum jamee'an summa yaqoolu lilmalaaa'ikati a-haaa'ulaaa'i iyyaakum kaanoo ya'budoon" } }, "translation": { "en": "And [mention] the Day when He will gather them all and then say to the angels, \"Did these [people] used to worship you?\"", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, “Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3646", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3646.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3646.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagian kaum musyrik menyembah malaikat karena menduga bahwa malaikat adalah sumber rezeki yang mereka peroleh. Kelak di akhirat orang-orang musyrik akan dipertemukan dengan sembahan mereka tersebut. Dan ingatlah pada hari ketika Allah mengumpulkan mereka semuanya untuk dihisab, kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, “Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?” Setujukah kamu dengan penyembahan itu atau bahkan memintanya?", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari Kiamat nanti semua manusia dikumpulkan di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Pada saat itu, orang-orang kafir yang menyembah selain Allah akan dipertemukan dengan sembahan-sembahan mereka di dunia. Kepada yang disembah, Allah bertanya apakah mereka dulu pernah meminta manusia untuk menyembahnya. Di antara yang ditanya itu adalah malaikat, karena sewaktu di dunia ada manusia yang menyembah mereka. Manusia ada yang memandang para malaikat itu sebagai anak-anak perempuan Allah, yang karena sifat keibuannya, akan selalu menyayangi anak-anaknya sekalipun bersalah. Karena itulah mereka menyembahnya. Allah berfirman:\n\nDan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban. Dan mereka berkata, \"Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki, tentulah kami tidak me-nyembah mereka (malaikat).\" Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka. (az-Zukhruf/43: 19-20)\n\nMalaikat dengan para penyembahnya itu dipertemukan bukan karena Allah tidak tahu peristiwa yang sebenarnya, tetapi untuk memperlihatkan sendiri kepada penyembah-penyembah itu bahwa mereka salah." } } }, { "number": { "inQuran": 3647, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo Subhaanaka Anta waliyyunaa min doonihim bal kaanoo ya'budoonal jinna aksaruhum bihim mu'minoon" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Exalted are You! You, [O Allah], are our benefactor not them. Rather, they used to worship the jinn; most of them were believers in them.\"", "id": "Para malaikat itu menjawab, “Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3647", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3647.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3647.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para malaikat itu menjawab, “Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung dan sembahan kami, bukan mereka. Kami terbebas dari apa yang mereka kerjakan, bahkan mereka telah menyembah jin yang durhaka, yaitu setan, dan kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.” Hal ini terbukti dengan banyaknya orang yang durhaka kepada Allah akibat tergoda rayuan setan.", "long": "Para malaikat itu menjawab bahwa mereka tidak pernah meminta demikian, bahkan mereka menyucikan Allah dari adanya sembahan-sembahan selain-Nya. Mereka sendiri mempertuhankan Allah dan memohon perlindungan dari-Nya, sehingga bagaimana mungkin mereka meminta manusia untuk menyembahnya. Mereka menjelaskan bahwa yang selalu menyesatkan manusia adalah jin atau setan. Dengan demikian, manusia sesungguhnya keliru ketika menyangka bahwa mereka menyembah malaikat, karena yang mereka sembah adalah jin atau setan. Sebagian besar manusia yang menyembah jin atau setan itu benar-benar percaya bahwa jin atau setan itulah yang menentukan kehidupan manusia sehingga mempertuhankannya. \n\nDi dalam ayat lain diterangkan bahwa di antara yang ditanya Allah apakah ia pernah meminta manusia untuk menyembahnya adalah Nabi Isa a.s. Beliau pun mengingkarinya seraya menegaskan bahwa ia justru meminta mereka untuk menyembah Allah, sebagaimana diungkapkan ayat berikut:\n\nDan (ingatlah) ketika Allah berfirman, \"Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?\" (Isa) menjawab, \"Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.\" Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), \"Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu,\" dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (al-Ma'idah./5: 116-117)" } } }, { "number": { "inQuran": 3648, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fal Yawma laa yamliku ba'dukum liba'din naf'anw wa laa darraa; wa naqoolu lilzeena zalamoo zooqoo 'azaaban Naaril latee kuntum bihaa tukazziboon" } }, "translation": { "en": "But today you do not hold for one another [the power of] benefit or harm, and We will say to those who wronged, \"Taste the punishment of the Fire, which you used to deny.\"", "id": "Maka pada hari ini sebagian kamu tidak kuasa (mendatangkan) manfaat maupun (menolak) mudarat kepada se-bagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu dustakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3648", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3648.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3648.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka pada hari Kiamat ini sebagian kamu yang disembah maupun yang menyembah, sama-sama tidak kuasa mendatangkan manfaat bagi yang lain maupun menolak mudarat dari sebagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, yakni yang menyembah selain Allah, “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu dustakan.”", "long": "Pada hari Mahsyar itu Allah menyatakan bahwa baik yang menyembah selain Allah maupun yang disembah tidak akan bisa berbuat apa-apa, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan yang lain. Orang-orang kafir yang menyembah selain Allah itu tidak akan memperoleh pertolongan dari yang mereka sembah, karena yang disembah itu memang tidak mampu berbuat apa-apa. Orang yang menyembah itu juga tidak akan bisa menyalahkan yang disembah, karena yang disembah itu tidak pernah meminta mereka menyembahnya. \n\nDalam Al-Qur'an dinyatakan bahwa siapa pun tidak akan bisa menolong siapa pun, termasuk keluarga atau teman dekat, sebagaimana firman Allah:\n\nPada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 34-37)\n\nJuga firman-Nya:\n\nDan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya. (al-Ma'arij/70: 10) \n\nMereka akan diseret dan dijebloskan ke dalam neraka dan tambah dihinakan lagi dengan kata-kata, \"Rasakan azab neraka yang dulu kalian tidak percayai!\" Kata-kata itu berarti bahwa mereka disalahkan karena tidak percaya adanya neraka pada waktu di dunia, yang akan membuat mereka lebih tersiksa. Kata-kata itu juga berarti bahwa azab neraka itu adalah dahsyat. \n\nDemikianlah balasan bagi orang-orang yang tidak mengindahkan ajakan Rasulullah saw. Penyampaian peristiwa itu di dalam Al-Qur'an bertujuan agar para pemimpin kafir Mekah, dan siapa saja sesudahnya, untuk beriman sehingga peristiwa itu nanti tidak menimpa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3649, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0641\u0652\u0643\u064c \u0645\u0651\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064b\u0649 \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa izaa tutlaa 'alaihim Aayaatunaa baiyinaatin qaaloo maa haazaa illaa rajuluny yureedu ai-yasuddakum 'ammaa kaana ya'budu aabaaa'ukum wa qaaloo maa haazaaa illaaa ifkum muftaraa; wa qaalal lazeena kafaroo lilhaqqi lammaa jaaa'ahum in haazaaa illaa sihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "And when our verses are recited to them as clear evidences, they say, \"This is not but a man who wishes to avert you from that which your fathers were worshipping.\" And they say, \"This is not except a lie invented.\" And those who disbelieve say of the truth when it has come to them, \"This is not but obvious magic.\"", "id": "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, “Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari apa yang disembah oleh nenek moyangmu,” dan mereka berkata, “(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja.” Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (Al-Qur'an) itu datang kepada mereka, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3649", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3649.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3649.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada ayat-ayat sebelumnya Allah menjelaskan kedurhakaan kaum musyrik kepada Allah, maka pada ayat ini Dia menjelaskan kedurhakaan dan pengingkaran mereka kepada Rasulullah dan Al-Qur’an. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, yakni jelas, mereka berkata, “Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari menyembah apa yang selalu disembah oleh nenek moyangmu,” dan mereka berkata, “Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan luar biasa yang diada-adakan saja oleh Muhammad.” Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran itu, yakni Al-Qur’an, datang kepada mereka, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” (Lihat juga: as-Sàffàt/37: 14–15 dan al-Qamar/54: 2).", "long": "Pada ayat ini dijelaskan dua tuduhan lebih lanjut pemuka kaum kafir Mekah terhadap Islam. Pertama, menuduh Nabi Muhammad hanyalah seorang manusia biasa yang menyampaikan ayat-ayat Al-Qur'an kepada mereka dengan maksud menghalangi mereka menjalankan agama syirik yang diwarisi dari nenek moyang mereka. Maksudnya, Nabi Muhammad saw hanya manusia biasa, bukan malaikat, dan tidak memiliki keistimewaan berupa kekayaan, dan sebagainya. Tujuan Nabi Muhammad hanyalah menjauhkan mereka dari agama nenek moyang mereka. Dengan demikian, mereka memandang agama nenek moyang mereka itu lebih baik daripada agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. \n\nKedua, mereka menuduh Al-Qur'an sebagai suatu kebohongan yang dibuat-buat. Al-Qur'an itu hanyalah buatan Muhammad saw, bukan wahyu dari Allah swt, dan isinya tidak benar.\n\nDi sisi lain, mereka melihat kenyataan bahwa banyak manusia yang tertarik pada Al-Qur'an. Mereka sendiri pun ketika membaca atau dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an juga merasa tertarik. Ketika melihat kandungan Al-Qur'an, mereka yakin bahwa itu tidak mungkin buatan Muhammad karena ia tidak belajar kepada siapa pun dan tidak bisa pula tulis baca. Mereka menjadi sadar bahwa tuduhan mereka terhadap Al-Qur'an itu salah. Kenyataan itu menghendaki mereka untuk mencari alasan lain. Akhirnya, mereka menuduh Al-Qur'an adalah sihir, dan karena pengaruhnya yang luar biasa, mereka menganggap sihirnya itu luar biasa hebatnya. Begitulah sifat orang kafir, ketika mereka tidak mampu lagi membantah kebenaran Al-Qur'an, mereka mencercanya dan mencari-cari alasan lain yang tak masuk akal, sebagaimana Allah berfirman:\n\nDan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokkan. Dan mereka berkata, \"Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata. (ash-shaffat/37: 14-15)\n\nFirman-Nya juga:\n\nDan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, \"(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.\" (al-Qamar/54: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 3650, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u064f\u062a\u064f\u0628\u064d \u064a\u064e\u062f\u0652\u0631\u064f\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maaa aatainaahum min Kutubiny yadrusoonahaa wa maaa arsalnaaa ilaihim qablaka min nazeer" } }, "translation": { "en": "And We had not given them any scriptures which they could study, and We had not sent to them before you, [O Muhammad], any warner.", "id": "Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan Kami tidak pernah mengutus seorang pemberi peringatan kepada mereka sebelum engkau (Muhammad)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3650", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3650.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3650.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik Mekah tidak punya dasar apa pun untuk pembenaran agama nenek moyang mereka dengan menolak kerasulan Nabi Muhammad dan menuduh Al-Qur’an sebagai sihir, karena Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca, dan Kami tidak pernah mengutus seorang rasul sebagai pemberi peringatan kepada mereka sebelum engkau diutus kepada mereka.", "long": "Allah membantah tuduhan kaum kafir Mekah itu dengan dua alasan. Pertama, agama syirik dari nenek moyang mereka itu tidaklah berdasar suatu kitab suci dari Allah; dan kedua, agama itu tidak diajarkan oleh nabi-Nya. Agama yang benar haruslah mempunyai kitab suci sebagai landasan ajaran, karena pikiran manusia tidak terjamin kebenarannya. Allah berfirman:\n\nAtau apakah pernah Kami berikan sebuah kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang (pada kitab itu)? (az-Zukhruf/43: 21)\n\nDi samping kitab suci, agama harus mempunyai seorang nabi yang diutus Allah untuk menerima dan mengajarkan isi kitab suci itu. Allah berfirman:\n\nAtau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan? (ar-Rum/30: 35)\n\nAgama syirik nenek moyang kaum kafir Mekah itu tidak mempunyai dasar kitab suci dan tidak diajarkan seorang nabi dari Allah. Oleh karena itu, agama tersebut salah, dan mereka tidak patut mengikuti agama yang salah itu. Agama yang benar adalah Islam karena berdasarkan wahyu dari Allah yaitu Al-Qur'an dan disampaikan oleh seorang nabi yaitu Muhammad saw. Mereka seyogyanya menerima agama yang dibawa Nabi Muhammad tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3651, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 374, "hizbQuarter": 173, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0639\u0652\u0634\u064e\u0627\u0631\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u064a \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0646\u064e\u0643\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa kazzabal lazeena min qablihim wa maa balaghoo mi'shaara maaa aatainaahum fakazzaboo Rusulee; fakaifa kaana nakeer" } }, "translation": { "en": "And those before them denied, and the people of Makkah have not attained a tenth of what We had given them. But the former peoples denied My messengers, so how [terrible] was My reproach.", "id": "Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sedang orang-orang (kafir Mekah) itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu itu namun mereka mendustakan para rasul-Ku. Maka (lihatlah) bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3651", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3651.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3651.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah menggambarkan lemahnya kekuatan orang-orang kafir Mekah dibanding umat-umat terdahulu. Umat masa lalu begitu kuat, namun mereka dihancurkan oleh Allah akibat mendustakan para rasul. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan para rasul, sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu itu, berupa kepandaian, umur panjang, kekuatan jasmani, kekayaan, dan sebagainya, namun mereka mendustakan para rasul-Ku. Maka, lihatlah bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku. Mereka hancur lebur walaupun kekuatan mereka jauh melebihi kaum musyrik Mekah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa umat-umat terdahulu, seperti kaum Nabi Nuh, kaum 'Ad, kaum Samud, dan lain-lain yang karena kekafiran mereka telah dimusnahkan Allah dan tinggal hanya puing-puing atau nama-nama. Mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan menganggap rasul-rasul-Nya bohong, padahal mereka lebih perkasa dan lebih hebat kemampuan dan kebudayaan mereka. Kafir Mekah tidak sampai berkekuatan sepersepuluh dari umat-umat itu, lalu apakah mereka akan membangkang dan menyombongkan diri pula? Tidak takutkah mereka terhadap murka Allah, mengingat umat-umat terdahulu yang lebih perkasa saja sudah dimusnahkan Allah? Seharusnya mereka mengambil pelajaran dari sejarah masa lampau itu, karena mereka mengenal betul daerah-daerah bekas umat-umat terdahulu itu, sebab mereka melewatinya siang atau malam dalam perjalanan dagang mereka pada musim panas atau musim dingin, sebagaimana firman Allah:\n\nDan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi, dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti? (ash-shaffat/37: 137-138)" } } }, { "number": { "inQuran": 3652, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0641\u064f\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Qul innamaaa a'izukum biwaahidatin an taqoomoo lillaahi masnaa wa furaadaa summa tatafakkaroo; maa bisaahibikum min jinnah; in huwa illaa nazeerul lakum baina yadai 'azaabin shadeed" } }, "translation": { "en": "Say, \"I only advise you of one [thing] - that you stand for Allah, [seeking truth] in pairs and individually, and then give thought.\" There is not in your companion any madness. He is only a warner to you before a severe punishment.", "id": "Katakanlah, “Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3652", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3652.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3652.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah dengan ikhlas guna menemukan kebenaran. Kamu lakukan renungan itu dengan berdua-dua, yakni secara berkelompok, atau sendiri-sendiri, dalam suasana tenang, kemudian agar kamu pikirkan tentang Nabi Muhammad yang sudah lama kamu kenal sebagai orang yang dapat dipercaya, lalu kamu mengatakan dia gila, lantaran dia mengajakmu untuk beriman kepada Allah. Ketahuilah, kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum menghadapi azab yang keras.”", "long": "Pada ayat ini, Allah meminta Nabi Muhammad agar mengajak kaum kafir untuk melakukan satu hal saja, yaitu benar-benar berupaya mendekatkan diri kepada Allah untuk mencari kebenaran. Mendekatkan diri untuk mencari kebenaran dapat dilakukan sendiri-sendiri atau bersama dengan orang lain supaya dapat bertukar pikiran. Setelah itu, mereka diminta untuk merenungkan kebenaran ajaran-ajaran dalam Al-Qur'an, secara tenang, objektif, dan tulus tanpa dipengaruhi hawa nafsu atau kedengkian. Setelah mereka renungkan secara objektif, masih jugakah mereka akan menuduh bahwa yang menyampaikan kebenaran itu, yaitu Nabi Muhammad, tidak benar? Bukankah ajaran Al-Qur'an itu amat benar? Bila benar, pembawa ajaran itu juga benar. Seharusnya mereka sampai kepada kesimpulan bahwa beliau sejatinya adalah seorang yang tulus. Ia hanya ingin mengingatkan dan memperingatkan manusia agar tidak sesat di dunia dan merugi nanti di akhirat. Beliau hanya ingin agar manusia beriman dan menjadi manusia yang baik, agar di dunia bahagia dan di akhirat terhindar dari neraka. Oleh karena itu, mereka seharusnya berterima kasih kepadanya, dan tidak menuduhnya yang bukan-bukan. \n\nFungsi beliau sebagai pemberi peringatan ini juga disampaikan beliau dalam sebuah hadis:\n\nSesungguhnya aku ini pemberi peringatan bagimu sekalian sebelum menghadapi azab yang keras. (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 3653, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Qul maa sa-altukum min ajrin fahuwa lakum in ajriya illaa 'alal laahi wa Huwa 'alaa kullin shai-in Shaheed" } }, "translation": { "en": "Say, \"Whatever payment I might have asked of you - it is yours. My payment is only from Allah, and He is, over all things, Witness.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3653", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3653.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3653.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka manfaat imbalan itu untuk kamu. Apabila kamu menerima seruanku agar beriman dan mengesakan Allah maka manfaat iman itu adalah untuk dirimu sendiri, bukan untukku. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tersembunyi maupun yang tampak.”", "long": "Nabi Muhammad selanjutnya diminta oleh Allah untuk menegaskan kepada kaum kafir bahwa beliau tidak mengharapkan pamrih apa-apa dari pekerjaannya menyampaikan dakwah. Kalaupun ada pamrihnya, maka keinginannya hanyalah agar mereka beriman. Dengan beriman, maka keuntungannya akan kembali kepada mereka juga, tidak kepadanya. Ia sendiri hanya mengharapkan pahala dari Allah atas pekerjaannya, bukan keuntungan duniawi. Pahala itu ia harapkan diterimanya nanti di akhirat, tidak di dunia sekarang ini. Lalu apa lagi alasan mereka tidak menerima seruannya? Bila mereka tidak juga mau beriman, maka mereka perlu mengetahui bahwa Allah menyaksikan segala sesuatu sehingga tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya, baik yang nyata, seperti perbuatan-perbuatan jahat, maupun yang gaib, seperti kekafiran. Oleh karena itu, bagi yang beriman dan berbuat baik akan dibalasi-Nya dengan surga, dan yang kafir dan berbuat jahat akan diganjari-Nya dengan neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3654, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 22, "page": 433, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u064a\u064e\u0642\u0652\u0630\u0650\u0641\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u064a\u064f\u0648\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Qul inna Rabbee yaqzifu bilhaqq 'Allaamul Ghuyoob" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, my Lord projects the truth. Knower of the unseen.\"", "id": "Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3654", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3654.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3654.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran untuk menghapuskan kebatilan, sehingga kebatilan pasti akan musnah. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib; tidak ada yang tersembunyi bagi Allah.”", "long": "Selanjutnya Nabi Muhammad diminta oleh Allah menegaskan kepada kaum kafir bahwa Allah selalu melontarkan kebenaran, yaitu menanamkan wahyu-Nya, ke dalam hati para rasul-Nya. Hal itu juga sebagaimana difirmankan-Nya dalam ayat lain:\n\n(Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat). (al-Mu'min/40: 15)\n\nRasul-rasul itu adalah orang-orang yang dipilih Allah. Ia Maha Mengetahui siapa yang pantas untuk dipilih-Nya. Dengan demikian, manusia tidak berwenang mempersoalkannya, sebagaimana difirmankan-Nya:\n\nDan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, \"Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.\" Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan. (al-An'am/6: 124)\n\nKarena wahyu itu dari Allah dan yang menerimanya adalah orang-orang yang terpilih, maka rasul-rasul itu pasti pula benar. Begitu juga ajaran-ajaran yang disampaikannya, sehingga manusia tidak selayaknya membantahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3655, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u0626\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Qul jaaa'al haqqu wa maa yubdi'ul baatilu wa maa yu'eed" } }, "translation": { "en": "Say, \"The truth has come, and falsehood can neither begin [anything] nor repeat [it].\"", "id": "Katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3655", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3655.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3655.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, “Kebenaran, yakni Islam, telah datang dan yang batil itu, yakni kekufuran yang selama ini kamu pertahankan, pasti akan sirna. Seiring kedatangan Islam, kemusyrikan tidak akan memulai, dalam arti tidak akan tampil dalam bentuk yang baru, dan tidak pula akan mengulangi kembali dalam bentuk yang lama.” Kebenaran pasti akan menang dan kebatilan pasti akan musnah.", "long": "Allah selanjutnya meminta Nabi Muhammad menegaskan kepada kaum kafir itu bahwa kebenaran telah datang dan kebatilan tidak akan kembali. Maksud kebenaran di sini adalah Islam, sedangkan kebatilan adalah kekafiran. \n\nKebenaran apabila sudah datang maka kebatilan itu akan dihancurkannya sampai lumat, sebagaimana firman Allah:\n\nSebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya) (al-Anbiya'/21: 18)\n\nDengan demikian kebatilan akan sirna bila datang kebenaran, dan kebenaran itu akan menang Firman Allah:\n\nDan katakanlah, \"Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.\" Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (al-Isra'/17: 81)\n\nKemenangan kebenaran akan membuat kebatilan tidak akan muncul lagi, baik dalam bentuk baru atau bentuk semula. Kembali dalam bentuk baru yaitu matinya kebatilan yang lama digantikan kebatilan lainnya. Kembali dalam bentuk semula, yaitu hidupnya kembali kebatilan yang sudah mati itu. Contoh kemenangan kebenaran itu adalah penguasaan kota Mekah dimana Nabi Muhammad memasuki Masjidil Haram dan menghancurleburkan berhala-berhala yang ditempatkan kaum kafir Mekah di sekeliling dan di dalam Ka'bah. Sebuah hadis menginformasikan hal itu:\n\nKetika Rasulullah memasuki Masjidil Haram pada hari penaklukan Mekah dan menemukan banyak berhala terpancang di sekeliling Ka'bah, beliau menusuk satu berhala di antara berhala-berhala itu dengan ujung panahnya dan membaca, \"Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap, sesungguhnya yang batil itu sesuatu yang pasti lenyap,\" dan seterusnya membaca ayat 49 ini. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nSetelah pengislaman kota Mekah, suku-suku di seluruh Jazirah Arab menyatakan keislaman mereka satu demi satu. Kemudian Islam terus berkembang ke seluruh dunia, dan akan terus berjaya sampai hari kiamat. Dengan demikian, kemenangan kebenaran dan kehancuran kebatilan hanya terwujud dengan perjuangan, sebagaimana Nabi Muhammad, para sahabat, dan para pemimpin sesudah mereka berjuang. Di akhirat nanti, Islam itu pasti benar dan kekafiran itu pasti salah." } } }, { "number": { "inQuran": 3656, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0641\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Qul in dalaltu fainnamaaa adillu 'alaa nafsee wa inih-tadaitu fabimaa yoohee ilaiya Rabbee; innahoo Samee'un Qareeb" } }, "translation": { "en": "Say, \"If I should err, I would only err against myself. But if I am guided, it is by what my Lord reveals to me. Indeed, He is Hearing and near.\"", "id": "Katakanlah, “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha-dekat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3656", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3656.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3656.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, “Jika seandainya aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri. Kemudaratan akibat kesesatan itu pasti akan menimpaku. Dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh, Dia Maha Mendengar setiap perkataan, Mahadekat dengan orang yang memanggil-Nya dan berdoa kepada-Nya.”(Lihat juga: al-Baqarah/2: 186 dan Qàf/50: 16)", "long": "Terakhir, Allah memerintahkan Nabi saw menyampaikan kepada kaum kafir bahwa seandainya ia salah, maka kesalahan itu dari dirinya sendiri. Tetapi bila ia benar, maka kebenaran itu diperolehnya dari Allah. \n\nAyat ini memperlihatkan tanggung jawab yang besar dari Nabi Muhammad. Beliau bertanggung jawab atas seluruh isi dakwah yang beliau sampaikan. Bila ia salah dalam ajaran-ajaran yang disampaikannya, maka ia akan mempertanggungjawabkan sendiri kesalahan itu, tidak akan membawa-bawa umatnya. Tetapi tidak mungkin apa yang beliau sampaikan itu salah, karena semuanya dari Allah, tidak ada yang beliau tambah-tambah atau kurangi. Oleh karena itu, tanggung jawab beliau itu adalah untuk menunjukkan bahwa yang beliau sampaikan itu sangat benar. Dengan demikian, orang-orang kafir itu tidak perlu meragukannya dan seyogyanya beriman. \n\nBila manusia beriman, maka Allah mendengarnya. Bila mereka menyembah-Nya, Ia mengetahui dan akan menerimanya. Bila hamba-Nya berdoa, maka doanya itu akan dikabulkan-Nya. Hal itu karena Ia Maha Mendengar, Ia juga sangat dekat dengan manusia. Bagaimana dekatnya Allah dengan manusia sehingga Ia mendengar bisikan hatinya dalam bentuk iman atau kafir dan mengabulkan doa orang yang berdoa, dilukiskan ayat berikut:\n\nDan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Qaf/50: 16) \n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (al-Baqarah/2:186)" } } }, { "number": { "inQuran": 3657, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0641\u064e\u0632\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa law taraaa iz fazi'oo falaa fawta wa ukhizoo mim makaanin qareeb" } }, "translation": { "en": "And if you could see when they are terrified but there is no escape, and they will be seized from a place nearby.", "id": "Dan (alangkah mengerikan) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) ketika terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat); lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3657", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3657.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3657.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski kebenaran ajaran Nabi Muhammad sudah terbukti dan alasan penolakan kaum kafir dipatahkan, tetap saja ada sebagian orang yang memilih kekafiran. Ayat berikut menggambarkan siksa yang akan mereka terima di akhirat. Dan alangkah mengerikan sekiranya engkau melihat mereka, orang-orang kafir, ketika terperanjat ketakutan pada hari Kiamat ketika dihadapkan kepada Tuhan mereka; lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat. Mereka sudah berada di alam kubur sehingga sangat dekat untuk diseret ke neraka.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa andaikata Rasulullah menyaksikan bagaimana orang-orang kafir itu nanti ketakutan di depan Allah, maka beliau akan menyaksikan peristiwa yang hebat sekali. Pada waktu itu, orang-orang kafir itu dihadapkan kepada siksa Allah. Tempat melarikan diri tidak ada, begitu juga kemungkinan adanya pertolongan, atau tempat untuk berlindung. Oleh karena itu, gemparlah mereka dalam ketakutan yang luar biasa. Pada waktu itulah mereka dibekuk dengan mudah tanpa berkutik karena sudah terpojok di Padang Mahsyar yang menyesakkan." } } }, { "number": { "inQuran": 3658, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627\u0648\u064f\u0634\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qaloo aamannaa bihee wa annaa lahumut tanaawushu mim makaanim ba'eed" } }, "translation": { "en": "And they will [then] say, \"We believe in it!\" But how for them will be the taking [of faith] from a place far away?", "id": "dan (ketika) mereka berkata, “Kami beriman kepada-Nya.” Namun bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3658", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3658.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3658.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka berkata, “Kami beriman kepada-Nya.” Itulah harapan mereka. Namun bagaimana mereka dapat mencapai keimanan dari tempat yang jauh? Hal itu tidak mungkin. Tempat manusia untuk beriman adalah di dunia, sedangkan mereka sudah berada di tempat yang jauh dari dunia, yaitu alam akhirat. Mereka baru menyatakan beriman setelah menyaksikan dahsyatnya azab pada hari Kiamat.", "long": "Pada waktu itulah mereka bertobat dengan mengikrarkan iman mereka kepada Allah, para rasul-Nya, dan Al-Qur'an. Mereka mengikrarkan iman yang tulus sekali karena semua bukti yang tadinya mereka ragukan telah nyata dan telah terbukti. Ikrar iman seperti itu dilukiskan dalam ayat lain:\n\nDan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), \"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.\" (as-Sajdah/32: 12)\n\nMengikrarkan iman untuk bertobat pada waktu itu tidak mungkin lagi mencapai maksud yang diharapkan, karena mereka sudah berada di tempat yang sangat jauh yaitu akhirat. Di tempat yang sangat jauh seperti itu tidak mungkin lagi mencari keselamatan. Tempat mencari keselamatan dengan beriman dan beramal saleh adalah di dunia, tetapi masa itu sudah berlalu dan mereka tidak mungkin lagi dikembalikan ke sana. Oleh karena itu, tobat dan ikrar iman mereka itu tidak berguna dan tidak mungkin diterima." } } }, { "number": { "inQuran": 3659, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u0630\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qad kafaroo bihee min qablu wa yaqzifoona bilghaibi mim makaanim ba'eed" } }, "translation": { "en": "And they had already disbelieved in it before and would assault the unseen from a place far away.", "id": "Dan sungguh, mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka mendustakan tentang yang gaib dari tempat yang jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3659", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3659.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3659.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, mereka telah mengingkari Allah sebelum itu, yakni ketika mereka hidup di dunia; dan mereka mendustakan tentang yang gaib dari tempat yang jauh dengan tanpa dasar yang benar.", "long": "Dijelaskan lebih lanjut bahwa mereka tidak mungkin lagi mencari keselamatan di tempat yang jauh itu karena semasa hidup di dunia mereka ingkar sekali. Mereka tidak mau mengimani Allah, para rasul-Nya, Al-Qur'an, dan hari kemudian. Sebab mereka tidak mau beriman adalah karena mereka melontarkan dugaan-dugaan yang tidak beralasan sama sekali. Mereka menyangka yang lain dari Allah sebagai Tuhan, menuduh Nabi Muhammad saw. penyair, dukun, penyihir, gila, dan sebagainya, menyatakan Al-Qur'an dongeng, mimpi, atau sihir, dan menyangka bohong adanya hari kemudian beserta surga dan neraka. Semua itu mereka nyatakan tanpa dasar pengetahuan, tetapi hanya berdasarkan dugaan. Dugaan itu diibaratkan orang yang melempar sesuatu yang tidak jelas secara serampangan dari tempat yang jauh. Ia tidak tahu apakah lemparan itu mengenai sasaran atau tidak. Dalam al-Kahf/18: 22 tindakan itu dilukiskan dengan ungkapan: rajman bil-gaib, yaitu membidik sesuatu yang tidak jelas secara serampangan atau menerka-nerka sesuatu tanpa dasar sama sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 3660, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 375, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u0650\u064a\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064f\u0639\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0627\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u064f\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa heela bainahum wa baina maa yashtahoona kamaa fu'ila bi-ashyaa'ihim min qabl; innahum kaanoo fee shakkim mureeb" } }, "translation": { "en": "And prevention will be placed between them and what they desire, as was done with their kind before. Indeed, they were in disquieting denial.", "id": "Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3660", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3660.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3660.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan, yaitu beriman kepada Allah atau kembali ke dunia untuk bertobat, sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu dalam kekufuran. Sesungguhnya mereka dahulu di dunia dalam keraguan yang mendalam akan kepastian datangnya hari Kebangkitan dan azab bagi orang-orang yang durhaka.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa antara orang itu dengan harapannya untuk bertobat dan terlepas dari siksa terganjal total, tidak mungkin terjadi sama sekali, seakan-akan di antara keduanya telah terbangun tembok tebal yang besar. Dambaan itu sama halnya dengan apa yang diharapkan umat-umat sebelum mereka. Umat-umat itu semenjak awal selalu membangkang dan baru beriman ketika bencana sebagai hukuman sudah di depan mata. Tentu saja tobat dan iman pada waktu sudah terpaksa seperti itu tidak diterima, sebagaimana dinyatakan dalam ayat lain:\n\nMaka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, \"Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.\" Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah ketentuan Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir. (al-Mu'min/40: 84-85)\n\nMereka tidak beriman di dunia karena selalu sangsi mengenai kebenaran Al-Qur'an dan ragu untuk menerima kebenarannya. Padahal, Al-Qur'an tidak perlu diragukan lagi oleh manusia, karena merupakan wahyu Allah, disampaikan oleh Jibril, diterima Nabi Muhammad, dan isinya benar. Keraguan hanya akan menghasilkan kekafiran, dan kekafiran hanya akan membuahkan kesengsaraan di akhirat." } } } ] }, { "number": 35, "sequence": 43, "numberOfVerses": 45, "name": { "short": "فاطر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0641\u0627\u0637\u0631", "transliteration": { "en": "Faatir", "id": "Fatir" }, "translation": { "en": "The Originator", "id": "Maha Pencipta" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al Quran yang dimulai dengan Alhamdulillah. Dinamakan Faathir (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan Faathir yang terdapat pada ayat pertama pada surat ini. Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya. Surat ini dinamai juga dengan surat Malaikat karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3661, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 376, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0623\u064e\u062c\u0652\u0646\u0650\u062d\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062b\u064f\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e \u0648\u064e\u0631\u064f\u0628\u064e\u0627\u0639\u064e \u06da \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Alhamdu lillaahi faatiris samaawaati wal ardi jaa'ilil malaaa'ikati rusulan uleee ajnihatim masnaa wa sulaasa wa rubaa'; yazeedu fil khalqi maa yashaaa'; innal laaha 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "[All] praise is [due] to Allah, Creator of the heavens and the earth, [who] made the angels messengers having wings, two or three or four. He increases in creation what He wills. Indeed, Allah is over all things competent.", "id": "Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3661", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3661.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3661.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir Surah Saba’ Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir amat meragukan datangnya hari Kiamat sehingga ketika hari itu datang mereka merasa sangat sengsara. Surah Fàtir ini lalu dimulai dengan pujian kepada Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai hal sesuai kehendak-Nya. Di antara bukti kekuasaan-Nya adalah bahwa dia menciptakan malaikat yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, dan empat, bahkan lebih dari itu, sehingga mereka dengan mudah dan cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hanya Allah yang mengetahui hakikat malaikat dan sayap-sayapnya tersebut. Allah berkuasa menambahkan pada ciptaan-Nya, baik malaikat maupun yang lain, apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu tanpa ada yang mampu menghalangi.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa puji dan syukur hanyalah bagi-Nya, yang telah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan ciptaan yang amat indah dan ajaib, ciptaan yang belum ada sebelumnya, dan telah diatur-Nya dengan tertib dan lengkap serta sempurna. Dia juga yang telah menugaskan malaikat menyampaikan wahyu kepada para nabi-Nya, untuk menyampaikan berbagai macam urusan. Malaikat itu adalah sejenis makhluk yang mempunyai sayap yang beraneka ragam, ada yang dua, tiga, atau empat bahkan ada yang lebih dari itu. Malaikat bertugas untuk menyampaikan segala perintah dan larangan Allah kepada para nabi-Nya. Allah berkuasa menambah sayap para malaikat lebih banyak lagi menurut kehendak-Nya, sesuai dengan keperluan. Tidak ada kekuatan yang dapat menghalangi-Nya, karena Allah itu Mahakuasa atas segala sesuatu. Di dalam suatu hadis diterangkan bahwa:\n\nSesungguhnya Nabi Muhammad saw melihat Malaikat Jibril pada malam isra' dalam bentuk aslinya, dia mempunyai enam ratus sayap, antara dua sayapnya seperti sepanjang mata memandang ke timur dan barat. (Riwayat Muslim dari Ibnu Mas'ud)" } } }, { "number": { "inQuran": 3662, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 376, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Maa yaftahil laahu linnaaasi mir rahmatin falaa mumsika lahaa wa maa yumsik falaa mursila lahoo mimb'dih; wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Whatever Allah grants to people of mercy - none can withhold it; and whatever He withholds - none can release it thereafter. And He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3662", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3662.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3662.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa saja di antara rahmat Allah, seperti kesehatan, rezeki, ilmu, dan lainnya, yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa untuk berbuat sesuai kehendak-Nya, Mahabijaksana dalam setiap ketetapan-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa pemberian atau penahanan suatu rahmat termasuk dalam kekuasaan-Nya. Apabila Dia menganugerahkan suatu rahmat kepada manusia, tidak seorang pun dapat menahan dan menghalangi-Nya. Begitu pula sebaliknya, apabila Dia menahan dan menutup sesuatu rahmat dan belum diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, maka tiada seorang pun bisa membuka dan memberikannya, karena semua urusan di tangan-Nya. Dia Maha Perkasa berbuat menurut kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Oleh karena itu, kita harus selalu menghadap Allah melalui ibadah untuk mencapai cita-cita kita, dan senantiasa dengan bertawakal kepada-Nya, begitu pula di dalam usaha mencapai tujuan dan maksud yang diridai-Nya. Sejalan dengan ini, Allah berfirman:\n\nDan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. (Yunus/10: 107) \n\nDan dalam sebuah hadis disebutkan sebagai berikut:\n\nDari al-Mugirah bin Syu'bah bahwa ia berkata, \"Saya mendengar Rasulullah saw apabila selesai salat mengucapkan, 'Tiada tuhan melainkan Allah. Dia Esa tiada ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah Tuhanku, tidak ada seorang pencegah pun terhadap sesuatu yang Engkau berikan dan tak ada seorang pemberi terhadap sesuatu yang Engkau cegah, tidak bermanfaat kejayaan seseorang dalam menghadapi siksaan Engkau.\" (Riwayat Ahmad, al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 3663, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 22, "page": 434, "manzil": 5, "ruku": 376, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan naasuzkuroo ni'matal laahi 'alaikum; hal min khaaliqin ghairul laahi yarzuqukum minas samaaa'i wal ard; laaa ilaaha illaa Huwa fa annaa tu'fakoon" } }, "translation": { "en": "O mankind, remember the favor of Allah upon you. Is there any creator other than Allah who provides for you from the heaven and earth? There is no deity except Him, so how are you deluded?", "id": "Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3663", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3663.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3663.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Limpahan rahmat yang demikian besar harus menjadi pendorong bagi manusia untuk bersyukur. Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu. Bersyukurlah dengan menaati perintah-Nya dan tidak mendurhakai-Nya. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tentu tidak ada. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia; maka mengapa kamu bisa berpaling dari tauhid?", "long": "Pada ayat ini, Allah menganjurkan supaya manusia memberikan perhatian secara khusus atas nikmat yang telah diberikan kepadanya dan menjaganya agar tidak lenyap dan menghilang. Untuk kepentingan ini, manusia selalu harus merendahkan diri mengakui bahwa semua nikmat itu dari Allah sebagai anugerah kepadanya, yang wajib disyukuri dengan melakukan ibadah kepada-Nya tidak kepada lain-Nya, taat kepada segala perintah-Nya, dan menjauhi semua larangan-Nya. Satu-satunya cara untuk memelihara dan menjaga kelestarian nikmat yang ada pada seseorang ialah mensyukuri nikmat itu. Dengan demikian, Allah akan selalu menambahnya. Sebaliknya, kalau nikmat itu tidak disyukuri, maka Allah akan menimpakan azab yang keras, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, \"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.\" (Ibrahim/14: 7)\n\nAllah satu-satunya pemberi rezeki yang hakiki, baik yang turun dari langit berupa hujan dan sebagainya, maupun yang tumbuh dari bumi berupa keperluan hidup seperti beras, air, pakaian, dan sebagainya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Kalau manusia mau mengerti dan menyadari semuanya itu, tentunya dia tidak akan berpaling daripada-Nya, tetapi dia akan tetap mengesakan-Nya, menyembah hanya kepada-Nya, tidak kepada yang lain-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3664, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 22, "page": 435, "manzil": 5, "ruku": 376, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa iny yukazzibooka faqad kuzzibat Rusulum min qablik; wa ilal laahi turja'ul umoor" } }, "translation": { "en": "And if they deny you, [O Muhammad] - already were messengers denied before you. And to Allah are returned [all] matters.", "id": "Dan jika mereka mendustakan engkau (setelah engkau beri peringatan), maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3664", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3664.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3664.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka mendustakan engkau, wahai Nabi Muhammad, setelah engkau memberi mereka seruan untuk beriman kepada Allah yang telah melimpahkan rahmat, maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Karena itu, janganlah bersedih dan bersabarlah seperti halnya mereka (Lihat juga: al-An‘àm/6: 34). Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. Dia akan memberi balasan sesuai perbuatan setiap orang.", "long": "Pada ayat ini, Allah menghibur Nabi Muhammad bahwa kalau kaumnya mendustakannya terus-menerus atas kebenaran yang disampaikannya sesudah ia mengemukakan alasan-alasan dan tamsil (ibarat) kepada mereka, maka hendaklah ia bersabar sebagaimana halnya rasul-rasul sebelumnya yang selalu disakiti oleh kaumnya, sampai tiba saatnya ia mendapat kemenangan sesuai dengan ketentuan Allah yang telah dijanjikan-Nya. Hendaklah ia mengembalikan segala urusan kepada Allah. Dia akan memberi balasan atas kesabarannya dan imbalan siksa kepada kaumnya yang selalu mendustakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3665, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 22, "page": 435, "manzil": 5, "ruku": 376, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u064f\u0631\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u064f\u0631\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan naasu inna wa'dal laahi haqqun falaa taghurrannakumul hayaatud dunyaa; wa laa yaghurran nakum billaahil gharoor" } }, "translation": { "en": "O mankind, indeed the promise of Allah is truth, so let not the worldly life delude you and be not deceived about Allah by the Deceiver.", "id": "Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3665", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3665.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3665.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai mengisyaratkan bahwa Kiamat pasti akan tiba, Allah lalu secara tegas menyatakan bahwa janji tentang Kiamat, pahala, dan siksa adalah benar adanya. Karenanya, manusia tidak boleh terlena dan teperdaya oleh kehidupan dunia. Wahai manusia! Sungguh, janji Allah tentang pahala dan siksa itu benar, maka janganlah kehidupan dunia seperti kekayaan dan kekuasaan memperdayakan kamu sehingga kamu sedikit bahkan tidak sama sekali menyiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Dan janganlah setan yang pandai menipu dapat memperdayakan kamu tentang Allah dan ajaran agama-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan kebenaran janji-Nya, yaitu terjadinya hari Kebangkitan dan hari Pembalasan. Apabila seseorang taat kepada perintah-Nya akan diberi pahala, dan orang yang mendurhakai-Nya akan disiksa. Janji Allah pada waktunya akan menjadi kenyataan. Dia itu tidak akan pernah menyalahi janji-Nya, sebagaimana firman Allah:\n\nSungguh, Allah tidak menyalahi janji. (ali 'Imran/3: 9) \n\nOleh karena itu, tidaklah pada tempatnya bila seseorang teperdaya dengan kehidupan dunia yang mewah, sehingga ia \"lupa daratan\", bahkan melupakan Tuhan. Semua waktunya dipergunakan untuk menumpuk harta tanpa mengingat Allah sedikit pun. Hal demikian itu dilarang oleh Allah sebagaimana firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta benda dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. (al-Munafiqun/63: 9)\n\nBegitu pula janganlah seseorang dapat tertipu dan teperdaya dengan bujukan dan godaan setan, dengan mudah menuruti bisikan dan ajakannya karena setan tidak hanya mengajak kepada hal-hal yang keji dan mungkar, tetapi kadangkala ia menyuruh orang untuk berbuat baik dengan tujuan ria. Allah berfirman :\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. (an-Nur/24: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 3666, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 22, "page": 435, "manzil": 5, "ruku": 376, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Innash shaitaana lakum 'aduwwun fattakhizoohu 'aduwwaa; innamaa yad'oo hizbahoo liyakoonoo min ashaabis sa'eer" } }, "translation": { "en": "Indeed, Satan is an enemy to you; so take him as an enemy. He only invites his party to be among the companions of the Blaze.", "id": "Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3666", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3666.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3666.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, setan itu musuh yang nyata dan abadi bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Jangan kamu ikuti ajakan, rayuan, dan tipu dayanya, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Salah satu cara setan memperdaya manusia adalah menganggap kecil perbuatan dosa karena Allah Maha Pengampun.7. Di antara golongan setan adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang kafir; mereka di hari Kiamat akan mendapat azab yang sangat keras dan pedih. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan menjadikan setan se-bagai musuhnya, mereka memperoleh ampunan dari segala dosa dan pahala yang besar, yakni surga.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setan itu adalah musuh abadi bagi manusia yang selalu membuat keraguan, membisikkan yang jahat dengan daya tariknya yang memesona, supaya manusia menuruti dan mengerjakannya. Firman Allah:\n\nSetan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam. (al-'Ankabut/29: 38)\n\nOleh karena itu, hendaklah manusia menganggap dan menjadikan setan itu musuhnya yang sangat berbahaya, yang tidak perlu dilayani dan diikuti sama sekali, sebagaimana firman Allah:\n\nDan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (al-An'am/6: 142) \n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa maksud dan tujuan setan mendorong manusia berbuat yang bertentangan dengan perintah Allah adalah untuk mencari teman sebanyak-banyaknya, menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Firman Allah:\n\nApakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)? (Luqman/31: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 3667, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 22, "page": 435, "manzil": 5, "ruku": 376, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Allazeena kafaroo lahum 'azaabun shadeed; wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati lahum maghfiratunw wa ajrun kabeer" } }, "translation": { "en": "Those who disbelieve will have a severe punishment, and those who believe and do righteous deeds will have forgiveness and great reward.", "id": "Orang-orang yang kafir, mereka akan mendapat azab yang sangat keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3667", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3667.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3667.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara golongan setan adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang kafir; mereka di hari Kiamat akan mendapat azab yang sangat keras dan pedih. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan menjadikan setan sebagai musuhnya, mereka memperoleh ampunan dari segala dosa dan pahala yang besar, yakni surga.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-Nya akan mendapat azab yang keras dan pedih di dalam neraka. Azab itu sebagai balasan atas keingkaran mereka pada bujukan setan, lalu mengikuti langkah-langkahnya. Adapun orang-orang yang membenarkan perintah-perintah yang dibawa oleh rasul-Nya dan mengerjakan amal saleh akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. Dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah, pahala mereka dilipatgandakan dan telah disiapkan surga sebagai balasan atas iman yang mantap di dalam hati mereka dan amal saleh yang ikhlas karena Allah semata. Firman Allah:\n\nDan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (al-Baqarah/2: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 3668, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 22, "page": 435, "manzil": 5, "ruku": 377, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0622\u0647\u064f \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afaman zuyyina lahoo sooo'u 'amalihee fara aahu hasanaa; fa innal laaha yudillu mai yashaaa'u wa yahdee mai yahaaa'u falaa tazhab nafsuka 'alaihim hasaraat; innal laaha 'aleemun bimaa yasna'oon" } }, "translation": { "en": "Then is one to whom the evil of his deed has been made attractive so he considers it good [like one rightly guided]? For indeed, Allah sends astray whom He wills and guides whom He wills. So do not let yourself perish over them in regret. Indeed, Allah is Knowing of what they do.", "id": "Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3668", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3668.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3668.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membedakan dengan sangat nyata mereka yang menjadikan setan sebagai musuh dan mereka yang menjadikannya kawan. Maka, apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya karena berkawan dengan setan, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Tentu tidak pantas! Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki karena dia lebih memilih kesesatan daripada petunjuk Allah melalui rasul-Nya, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki karena dia memilih petunjuk atas izin Allah. Maka, jangan engkau, wahai Nabi Muhammad, biarkan dirimu binasa karena kesedihan hatimu dan larut dalam penyesalan terhadap kesesatan dan keingkaran mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat dan akan memberi balasan yang sepadan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan perbedaan besar antara dua golongan disebut pada ayat sebelumnya. Orang-orang yang teperdaya dan dapat ditipu oleh setan, sehingga pekerjaan mereka yang buruk dianggapnya baik, tentunya tidak sama dengan orang-orang yang tidak dapat ditipu oleh setan. Sebagaimana firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?\" (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. (al-Kahf/18: 103-104)\n\nTersesat atau mendapat petunjuk ada di tangan Allah. Dia menyesatkan atau memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, sesuai dengan kebijaksanaan-Nya, berdasarkan keadaan hamba yang bersangkutan. Orang-orang yang ditetapkan tersesat, dia selalu mengerjakan perbuatan buruk dan keji. Sebaliknya orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, selalu mengerjakan amalan yang baik. Oleh karena itu, Nabi Muhammad dilarang Allah untuk sedih dan cemas menghadapi kaumnya yang belum mau beriman dan menerima ajakannya, sehingga tidak membinasakan dirinya. Hal semacam ini diterangkan juga di ayat yang lain, firman Allah:\n\nMaka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an). (al-Kahf/18: 6)\n\nAyat ini ditutup dengan penegasan Allah bahwa Ia Mengetahui apa yang mereka perbuat, termasuk perbuatan buruk dan keji yang akan dibalas-Nya dengan balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 3669, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 22, "page": 435, "manzil": 5, "ruku": 377, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u064e \u0641\u064e\u062a\u064f\u062b\u0650\u064a\u0631\u064f \u0633\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064f\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0634\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wallaahul lazeee arsalar riyaaha fatuseeru shaaban fasuqnaahu ilaa baladim maiyitin fa ahyaynaa bihil arda ba'da mawtihaa; kazaalikan nushoor" } }, "translation": { "en": "And it is Allah who sends the winds, and they stir the clouds, and We drive them to a dead land and give life thereby to the earth after its lifelessness. Thus is the resurrection.", "id": "Dan Allah-lah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3669", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3669.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3669.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan kepastian janji Allah, kedatangan hari Kiamat, dan perbedaan antara orang yang taat dengan yang ingkar serta balasan yang akan mereka peroleh, pada ayat ini Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasan-Nya di alam semesta sekaligus menjadi perumpamaaan terjadinya hari Kebangkitan. Dan Allah-lah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan yang mengandung air itu ke suatu negeri yang mati, yakni tandus, lalu turunlah hujan dan dengan hujan itu lalu Kami hidupkan bumi setelah mati, yakni kering. Seperti itulah kebangkitan itu akan terjadi.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia-lah Yang Menciptakan angin yang menggerakkan awan tebal yang mengandung air kemudian membawanya ke bumi yang tandus, dan menurunkan hujan. Dengan turunnya air hujan, bumi yang mati dan tidak ada pepohonan sedikit pun di atasnya berubah menjadi subur. Bumi menumbuhkan buah-buahan yang bermacam-macam dan beraneka ragam cita rasanya. Demikianlah Allah menghidupkan bumi sesudah mati dengan hujan yang turun dari awan. Kalau manusia mau menggunakan akalnya dan memikirkan dengan sungguh-sungguh tanda kekuasaan Allah seperti kejadian yang tersebut di atas, tentu ia akan sampai kepada suatu kesimpulan bahwa Allah yang berkuasa menghidupkan tanah yang mati, tentunya kuasa pula menghidupkan manusia yang sudah mati sekalipun telah hancur dan tulang-belulangnya berserakan.\n\nDiriwayatkan dari Abu Ruzain al-'Uqaili bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw tentang bagaimana cara Allah menghidupkan orang mati dan apa tanda-tandanya pada makhluk. Rasulullah saw menjawab, \"Wahai Abu Ruzain, pernahkah engkau melalui suatu lembah kaummu yang gersang, kemudian kamu melaluinya kembali dalam keadaan subur dan menghijau?\" Abu Ruzain menjawab, \"Pernah.\" Rasulullah bersabda, \"Begitulah Allah menghidupkan orang yang sudah mati.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3670, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 22, "page": 435, "manzil": 5, "ruku": 377, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0639\u064e\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064f \u064a\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Man kaana yureedul 'izzata falillaahil 'izzatu jamee'aa; ilaihi yas'adul kalimut taiyibu wal'amalus saalihu yarfa'uh; wallazeena yamkuroonas sayyiaati lahum 'azaabun shadeed; wa makru ulaaa'ika huwa yaboor" } }, "translation": { "en": "Whoever desires honor [through power] - then to Allah belongs all honor. To Him ascends good speech, and righteous work raises it. But they who plot evil deeds will have a severe punishment, and the plotting of those - it will perish.", "id": "Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3670", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3670.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3670.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kekuasaan Allah tidak sebatas keberadaan alam semesta. Dia juga pemilik kemuliaan yang didambakan oleh banyak orang. Melalui ayat ini Allah mengingatkan, “Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka ketahuilah bahwa kemuliaan itu semuanya milik Allah. Karena itu, jika kamu menginginkannya, mendekatlah dan taatilah Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, yakni kalimat tauhid là ilàha illallàh, kalimat zikir, atau semua perkataan yang baik dalam pandangan agama, dan amal kebajikan, Dia akan mengangkatnya. Perkataan baik akan naik dan amal yang baik itu dinaikkan untuk diterima dan diberi-Nya pahala, sehingga pelakunya mendapat kemuliaan dan kedudukan tinggi di sisi-Nya. Adapun orang-orang yang karena mengikuti hawa nafsu merencanakan kejahatan terhadap orang-orang yang beriman, mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur serta tidak mencapai sasarannya. Mereka inilah orang-orang yang jauh dari kemuliaan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa barang siapa ingin mendapatkan kemuliaan di dunia dan di akhirat, hendaklah ia senantiasa taat kepada Allah karena semua kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat adalah kepunyaan-Nya. Dialah yang menerima perkataan-perkataan yang baik seperti kalimat tauhid, zikir, membaca Al-Qur'an, dan lainnya, begitu pula amal-amal yang baik yang disertai dengan keikhlasan akan diberi pahala oleh Allah. Sesuatu amal, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang dilakukan tanpa keikhlasan tidak akan berpahala, bahkan akan mendapat azab karena dianggap mendustakan agama. Ibadah salat, zakat, dan amal-amal baik yang lain apabila dilakukan dengan ria, yakni dikerjakan bukan untuk mencari keridaan Allah, tetapi mencari pujian atau ketenaran di masyarakat, tidak akan diterima oleh Allah. Firman Allah:\n\nMaka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat ria, dan enggan (memberikan) bantuan. (al-Ma'un/107: 4-7) \n\nOrang-orang yang merencanakan kejahatan terhadap orang-orang Islam, seperti merencanakan suatu hal yang akan menyebabkan mundurnya Islam atau kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan lain-lain, akan mendapat siksa yang pedih di hari Kiamat dan rencana buruknya akan hancur tidak mencapai sasarannya seperti yang dialami orang-orang kafir Quraisy. Mereka dulu merencanakan akan menangkap Rasulullah saw lalu membunuh atau mengasingkannya di suatu tempat yang jauh dari tumpah darahnya, agar Islam menjadi lemah bahkan akan hilang lenyap di permukaan bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 3671, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 22, "page": 435, "manzil": 5, "ruku": 377, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0642\u064e\u0635\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wallaahu khalaqakum min turaabin summa min nutfatin summa ja'alakum azwaajaa; wa maa tahmilu min unsaa wa laa tada'u illaa bi'ilmih; wa maa yu'ammaru mim mu'ammarinw wa laa yunqasu min 'umuriheee illaa fee kitaab; inna zaalika 'alal laahi yaseer" } }, "translation": { "en": "And Allah created you from dust, then from a sperm-drop; then He made you mates. And no female conceives nor does she give birth except with His knowledge. And no aged person is granted [additional] life nor is his lifespan lessened but that it is in a register. Indeed, that for Allah is easy.", "id": "Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3671", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3671.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3671.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa Allah menciptakan bapak kamu, Nabi Adam, dari tanah kemudian menciptakan kamu dari air mani yang bersumber dari saripati makanan yang juga berasal dari tanah, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan laki-laki dan pe-rempuan sebagai suami istri. (Lihat juga: an-Najm/53: 45) Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan de-ngan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan sudah ditetapkan dalam Kitab, yaitu Lauh Mahfùz. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah karena Dia Mahakuasa dan Maha Mengetahui.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan kejadian Adam yang menjadi nenek moyang manusia. Ia dijadikan oleh Allah langsung dari tanah, kemudian keturunannya dijadikan dari sperma yang pada hakikatnya juga berasal dari tanah karena berasal dari makanan berupa beras, sayur-sayuran dan lain-lain, yang berasal dari tanah. Kemudian mereka dijadikan berpasang-pasangan, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Tidak ada seorang perempuan yang mengandung atau melahirkan kecuali semuanya diketahui oleh Allah, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Sejalan dengan ayat ini Allah berfirman:\n\nAllah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya. (Allah) Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata; Yang Mahabesar, Mahatinggi. (ar-Ra'd/13: 8-9)\n\nTidak seorang pun yang berumur panjang, kecuali telah ditetapkan Allah lebih dahulu dan tertulis di Lauh Mahfudh, tidak akan bertambah dan tidak akan berkurang. Begitu pula orang yang telah ditetapkan berumur pendek, tidak akan lebih panjang dan tidak lebih pendek demi untuk menjaga keseimbangan di bumi supaya kemakmuran tertib jalannya. Hal demikian itu bagi Allah adalah mudah, karena Dia mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3672, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 22, "page": 436, "manzil": 5, "ruku": 377, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u0652\u0628\u064c \u0641\u064f\u0631\u064e\u0627\u062a\u064c \u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u063a\u064c \u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0644\u0652\u062d\u064c \u0623\u064f\u062c\u064e\u0627\u062c\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u0650\u0644\u0652\u064a\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u062e\u0650\u0631\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yastawil bahraani haaza 'azbun furaatun saaa'ighun sharaabuhoo wa haazaa milhun ujaaj; wa min kullin taakuloona lahman tariyyanw wa tastakhrijoona hilyatan talbasoonahaa wa taral fulka feehi mawaakhira litabtaghoo min fadlihee wa la'allakm tashkuroon" } }, "translation": { "en": "And not alike are the two bodies of water. One is fresh and sweet, palatable for drinking, and one is salty and bitter. And from each you eat tender meat and extract ornaments which you wear, and you see the ships plowing through [them] that you might seek of His bounty; and perhaps you will be grateful.", "id": "Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari (masing-masing lautan) itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai, dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3672", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3672.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3672.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Mahakuasa, Maha Pencipta. Di antara bukti kekuasaan Allah adalah penciptaan manusia. Untuk memenuhi keperluan hidup manusia, Allah menciptakan lautan dengan beragam sumber dayanya. Dan tidak sama antara dua lautan; yang ini tawar, menyuburkan tanah, menumbuhkan tanam-tanaman, sangat segar, dan sedap diminum, dan lautan yang lain airnya asin lagi pahit karena sangat asin dan tentu tidak sedap untuk diminum. Dan dari masing-masing lautan itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat secara bersungguh-sungguh mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai, yakni mutiara dan marjan (Lihat juga: ar-Rahmàn/55: 22). Dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur kepada-Nya atas limpahan rahmat tersebut.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa ada dua keistimewaan air, masing-masing mempunyai kegunaan sendiri-sendiri. Keduanya dapat menjadi tempat berkembang biak ikan yang lezat cita rasanya. Air tawar di sungai-sungai yang mengalir melalui desa-desa dan kota-kota besar, sedap diminum, menghilangkan dahaga, menyuburkan tanah, dan menumbuhkan rumput-rumputan, tanam-tanaman, dan pohon-pohonan. Perahu-perahu dapat berlayar di atasnya untuk membawa keperluan hidup dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan air asin, di dalamnya terdapat mutiara dan karang laut yang dapat dijadikan perhiasan, dan menjadi tempat berlayarnya kapal-kapal besar membawa hasil bumi dan tambang dari satu tempat ke tempat-tempat lain, baik di daerah sendiri maupun ke luar negeri sebagai barang ekspor atau mendatangkannya dari luar negeri sebagai barang impor, yang tidak dapat dijangkau oleh perahu-perahu kecil, sebagai barang dagangan untuk mencari karunia Allah. \n\nPada akhir ayat ini dijelaskan bahwa kekuasaan Allah dapat menundukkan air tawar dan air asin sehingga bisa dipergunakan menurut fungsinya masing-masing. Hal demikian itu bertujuan agar manusia bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya itu.\n\nMenurut para saintis, air nikmat diminum dan terasa segar apabila mengandung hanya sedikit garam terlarut, sedangkan rasa asin dan pahit air laut disebabkan oleh tingginya kandungan garam yang terlarut di dalamnya. Ukuran kandungan garam di dalam air biasa dinyatakan dengan kegaraman atau salinitas yang satuannya adalah gram garam per kg air, atau karena BD air = 1, dalam gram/liter. Empat belas abad yang lalu, ketika ilmu kimia praktis belum ada, ayat ini telah menyatakan bahwa salinitas air laut berbeda-beda. Kenyataan ini terbukti kini bahwa apa yang dinyatakan dalam ayat ini benar adanya. Hasil pengukuran di seluruh dunia memperlihatkan bahwa salinitas rata-rata air laut adalah sebesar 34,72 gr/l. Tetapi salinitas rata-rata ketiga samudra besar memiliki perbedaan: 34, 90 untuk Samudra Atlantik, 34,76 untuk Samudra Hindia dan 34,62 untuk Samudra Pasifik. Salinitas air di lautan terbuka umumnya bervariasi antara 33 sampai 37 gram/l. Salinitas tertinggi di laut terbuka dijumpai di Laut Merah ( sekitar 41 gr/l), sedangkan salinitas terendah dijumpai di Teluk Bothnia dan Laut Baltik (Masing-masing sekitar 10 dan 20 gr/l)." } } }, { "number": { "inQuran": 3673, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 22, "page": 436, "manzil": 5, "ruku": 377, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u064a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0644\u0650\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u0650\u0637\u0652\u0645\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Yoolijul laila fin nahaari wa yoolijun nahaara fil laili wa sakhkharash shamsa wal qamara kulluny yajree li ajalim musammaa; zaalikumul lahuu Rabbukum lahul mulk; wallazeena tad'oona min doonihee maa yamlikoona min qitmeer" } }, "translation": { "en": "He causes the night to enter the day, and He causes the day to enter the night and has subjected the sun and the moon - each running [its course] for a specified term. That is Allah, your Lord; to Him belongs sovereignty. And those whom you invoke other than Him do not possess [as much as] the membrane of a date seed.", "id": "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, milik-Nyalah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3673", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3673.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3673.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukti lain atas kekuasaan dan rahmat Allah adalah pergantian siang dan malam. Dia memasukkan sebagian waktu malam ke dalam siang sehingga waktu siang lebih panjang, dan memasukkan sebagian waktu siang ke dalam malam sehingga waktu malam lebih panjang (Lihat juga: Àli ‘Imràn/3: 27 dan al-hajj/22: 61), dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Dengan demikian, perhitungan hari, bulan, dan tahun dapat diketahui. Yang berbuat demikian itulah Allah Tuhan kamu yang Mahakuasa dan Mahasempurna; hanya milik-Nyalah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru dan sembah selain Allah, wahai kaum musyrik, sama sekali tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah yang memasukkan malam ke dalam siang, maka jadilah siang itu lebih panjang dari malam, begitu pula sebaliknya. Dia memasukkan siang ke dalam malam maka jadilah malam itu lebih panjang dari siang. Silih bergantinya siang dengan malam merupakan suatu rahmat dari Allah. Pada waktu siang, manusia bekerja mencari rezeki dan pada waktu malam mereka beristirahat untuk melepaskan lelah dan mengumpulkan tenaga baru untuk dipergunakan lagi esok harinya.\n\nAllah menundukkan siang dan malam, dan menjadikan matahari dan bulan beredar menurut ketentuan yang telah digariskan. Tidak satu pun di antaranya yang menyalahi ketentuan itu, sehingga tidak terjadi tabrakan. Ini semua merupakan rahmat dari Allah, karena dengan demikian bilangan tahun dan perhitungan waktu dapat diketahui, sebagaimana ditegaskan Allah dalam ayat yang lain:\n\nDialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). (Yunus/10: 5) \n\nHanya Allah yang melakukan semua itu. Tuhan yang mempunyai kekuasaan yang sempurna dan mutlak. Dialah Tuhan yang wajib disembah. Semua yang ada di langit dan di bumi adalah hamba-Nya dan di bawah kekuasaan-Nya. Berbeda dengan berhala-berhala yang disembah orang-orang musyrik, yang tidak memiliki daya kemampuan sedikit pun, sekalipun setipis kulit ari. Bahkan, sembahan mereka itu adalah milik Allah Pencipta semesta alam." } } }, { "number": { "inQuran": 3674, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 22, "page": 436, "manzil": 5, "ruku": 377, "hizbQuarter": 174, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "in tad'oohum laa yasma'oo du'aaa'akum wa law sami'oo mas tajaaboo lakum; wa Yawmal Qiyaamati Yakfuroona bishirkikum; wa laa yunabbi'uka mislu khabeer" } }, "translation": { "en": "If you invoke them, they do not hear your supplication; and if they heard, they would not respond to you. And on the Day of Resurrection they will deny your association. And none can inform you like [one] Acquainted [with all matters].", "id": "Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu, dan sekiranya mereka mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3674", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3674.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3674.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu menyeru, menyembah, dan meminta pertolongan mereka, yakni berhala atau sesembahan lain yang merupakan benda mati, mereka tidak mendengar seruanmu, dan sekiranya mereka yang kamu sembah itu makhluk hidup yang dapat mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu kecuali atas izin Allah. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari dan berlepas diri dari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan tentang segala sesuatu kepadamu seperti yang diberikan oleh Allah Yang Mahateliti dalam segala urusan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tuhan-tuhan yang mereka persekutukan dengan Allah tidak dapat mendengar apabila diseru oleh penyembahnya, karena hanya berupa benda mati yang tidak bernyawa. Andaipun dapat mendengar seruan penyembahnya, tuhan-tuhan itu tidak akan dapat berbuat apa-apa, serta tidak dapat melayani dan mengabulkan permintaan mereka di hari kiamat nanti. Tuhan-tuhan itu berlepas diri dari mereka, tidak mau bertanggung jawab, dan bahkan berkata, \"Sebenarnya mereka itu tidaklah menyembah kami, tetapi menyembah hawa nafsu mereka, dan sesuatu yang dianggap baik menurut ajakan dan bujukan setan.\" Allah berfirman:\n\nDan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (se-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam/19: 81-82)\n\nAyat 14 ini ditutup dengan ketegasan bahwa pemberitaan mengenai tuhan-tuhan yang menjadi sembahan kaum musyrikin adalah benar dan tidak mungkin keliru, karena informasi itu berasal dari Allah, Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu dengan pasti. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, baik di bumi maupun di langit. Firman Allah:\n\nBagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit. (ali 'Imran/3: 5" } } }, { "number": { "inQuran": 3675, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 22, "page": 436, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyunhan naasu antumul fuqaraaa'u ilallaahi wallaahu Huwal Ghaniyyul Hameed" } }, "translation": { "en": "O mankind, you are those in need of Allah, while Allah is the Free of need, the Praiseworthy.", "id": "Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3675", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3675.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3675.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya Allah Tuhan yang patut disembah. Dia Mahakuasa, pemilik langit dan bumi, sehingga itu manusia sudah pasti sangat memerlukan rahmat dan pertolongan-Nya. Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah, Dialah Yang Mahakaya, tidak memerlukan apa pun, lagi Maha Terpuji nama, sifat, dan perbuatan-Nya.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa manusia sangat berkepentingan kepada Penciptanya yaitu Allah karena semua manusia membutuhkan pertolongan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, seperti kekuatan, rezeki, menolak bahaya, mendapat kenikmatan, ilmu dan sebagainya, baik urusan dunia maupun akhirat. Semua itu tidak akan terjadi kecuali dengan rahmat dan taufik Allah. \n\nHanya Allah yang wajib disembah dan diharapkan rida-Nya. Ia Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu. Maha Terpuji atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada para hamba-Nya. Setiap nikmat yang dimiliki oleh manusia berasal dari sisi-Nya. Dialah yang seharusnya dipuji dan disyukuri dalam segala hal. Di ayat lain Allah menegaskan:\n\nMilik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah benar-benar Mahakaya, Maha Terpuji. (al-hajj/22: 64)" } } }, { "number": { "inQuran": 3676, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 22, "page": 436, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u064a\u064f\u0630\u0652\u0647\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u062c\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Iny yashaa yuzhibkum wa yaati bikhalqin jadeed" } }, "translation": { "en": "If He wills, He can do away with you and bring forth a new creation.", "id": "Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3676", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3676.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3676.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketaatan manusia sedikit pun menambah kebesaran Allah dan keingkaran mereka sama sekali tidak mengurangi keagungan-Nya. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu yang ingkar dan mendatangkan makhluk yang baru yang taat kepada-Nya untuk menggantikan kamu. (Lihat juga: Muhammad/47: 38).", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak memerlukan suatu apa pun, dan Dia mempunyai kekuasaan yang sempurna. Jika Allah mau menghancurkan makhluk-Nya, maka dengan sekejap saja hancur binasalah semuanya, karena sekalipun Dia yang menciptakan, tetapi Dia tidak mempunyai keperluan sedikit pun padanya. Dia lalu menggantinya dengan makhluk lain yang akan patuh dan taat kepada perintah-Nya, menyerukan yang baik dan mencegah yang keji dan mungkar. Yang demikian itu tidak sulit bagi Allah untuk melaksanakannya, tetapi mudah sekali. Firman Allah:\n\nDan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (al-'Ankabut/29: 19)" } } }, { "number": { "inQuran": 3677, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 22, "page": 436, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa zaalika 'alal laahi bi'azeez" } }, "translation": { "en": "And that is for Allah not difficult.", "id": "Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3677", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3677.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3677.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (Lihat juga: al-‘Ankabùt/29: 19)", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak memerlukan suatu apa pun, dan Dia mempunyai kekuasaan yang sempurna. Jika Allah mau menghancurkan makhluk-Nya, maka dengan sekejap saja hancur binasalah semuanya, karena sekalipun Dia yang menciptakan, tetapi Dia tidak mempunyai keperluan sedikit pun padanya. Dia lalu menggantinya dengan makhluk lain yang akan patuh dan taat kepada perintah-Nya, menyerukan yang baik dan mencegah yang keji dan mungkar. Yang demikian itu tidak sulit bagi Allah untuk melaksanakannya, tetapi mudah sekali. Firman Allah:\n\nDan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (al-'Ankabut/29: 19)" } } }, { "number": { "inQuran": 3678, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 22, "page": 436, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0645\u064f\u062b\u0652\u0642\u064e\u0644\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u0645\u0652\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0632\u064e\u0643\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0632\u064e\u0643\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laa taziru waaziratun wizra ukhraa; wa in tad'u musqalatun ilaa himlihaa laa yuhmal minhu shai'unw wa law kaana zaa qurbaa; innamaa tunzirul lazeena yakhshawna Rabbahum bilghaibi wa aqaamus Sallah; wa man tazakkaa fa innamaa yatazakkaa linafsih; wa ilal laahil maseer" } }, "translation": { "en": "And no bearer of burdens will bear the burden of another. And if a heavily laden soul calls [another] to [carry some of] its load, nothing of it will be carried, even if he should be a close relative. You can only warn those who fear their Lord unseen and have established prayer. And whoever purifies himself only purifies himself for [the benefit of] his soul. And to Allah is the [final] destination.", "id": "Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka yang melaksanakan salat. Dan barangsiapa menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3678", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3678.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3678.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari Kiamat setiap orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil orang lain untuk membantu memikul bebannya itu, tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun yang ia panggil itu kaum kerabatnya, apalagi bila ia bukan kerabatnya (Lihat juga: ‘Abasa/80: 34–37). Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya sekalipun mereka tidak melihat-Nya atau ketika mereka sedang menyendiri, dan demikian pula mereka yang melaksanakan salat secara baik dan sempurna syarat dan rukunnya. Dan barang siapa menyucikan dirinya dari syirik dan maksiat dengan menjalankan salat dan takut kepada Allah, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali segala urusan. Setiap orang akan dibalas sesuai perbuatannya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan kedahsyatan hari Kiamat. Pada hari itu setiap orang memikul dosanya masing-masing. Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Jika ada yang merasa dosanya berat sekali, lalu meminta bantuan kepada orang lain untuk memikul sebagian dosanya, maka dosa itu tidak akan dipukulkan kepada yang diminta, sekalipun itu kaum kerabatnya, seperti ayah, anak, dan lain sebagainya. Setiap orang di hari Kiamat itu sibuk dengan urusannya masing-masing memikirkan dan merenungkan apa gerangan yang akan menimpa dirinya. Firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (Luqman/31: 33)\n\nAyat lain menjelaskan:\n\nPada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 34-37)\n\nDalam tafsir al-Qurthubi diriwayatkan dari 'Ikrimah bahwa seorang bapak menggantungkan harapan kepada anaknya di hari kiamat dan berkata, \"Wahai anakku! Bagaimana aku sebagai bapakmu,\" lalu anak itu memujinya dengan pujian yang baik. Bapak itu berkata lagi kepada anaknya, \"Wahai anakku! Aku benar-benar memerlukan dari amal baikmu sekalipun hanya seberat zarrah, supaya aku selamat dari keadaanku sebagaimana yang engkau lihat.\" Anaknya menjawab, \"Wahai bapakku! Alangkah sedikitnya yang engkau minta, tetapi aku sendiri khawatir terhadap diriku sebagaimana bapak khawatir terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, saya tidak dapat memberikan apa-apa barang sedikit pun.\" Kemudian ia beralih kepada istrinya yang menggantungkan harapannya dan berkata, \"Wahai Fulanah! Bagaimanakah aku sebagai suamimu?\" Lalu dipuji-pujinya suaminya itu dengan pujian yang baik. Berkatalah suami itu kepada istrinya, \"Aku meminta kepadamu satu saja dari amal baikmu, semoga dengan pemberianmu aku selamat dari keadaanku, sebagaimana yang kamu saksikan ini.\" Istrinya menjawab, \"Alangkah sedikitnya yang engkau minta, namun aku tidak bisa memberikannya karena aku khawatir juga seperti apa yang engkau khawatirkan.\" \n\nKandungan ayat ini sebagai penghibur hati Rasulullah karena dakwahnya yang tidak mendapat sambutan baik dari kaumnya dan mereka tetap keras kepala. Allah menjelaskan bahwa yang dapat menerima nasihat dan peringatan-Nya hanyalah orang-orang yang takut kepada Allah dan azab-Nya yang pedih di hari kemudian, sekalipun mereka tidak melihatnya. Tidak seperti halnya orang-orang yang telah dipatri hatinya oleh Allah sehingga mereka tidak tahu apa-apa. Mereka mengerjakan salat yang diwajibkan sesuai dengan rukun dan syaratnya, mensucikan hati mereka, dan mendekatkan diri kepada Allah. Barang siapa menyucikan dirinya dari syirik, perbuatan dosa, dan kedurhakaan, seperti ria, ujub, dusta, dan menipu, kebaikannya akan kembali kepada dirinya sendiri. Begitu pula sebaliknya, kalau ia berbuat maksiat bergelimang dosa, maka mudaratnya itu kembali kepada dirinya. \n\nAyat ini ditutup dengan satu penjelasan bahwa semua urusan dikembalikan kepada Allah. Tiap-tiap orang akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. Kalau baik akan dibalas dengan baik, begitu pula sebaliknya, kalau amalnya jahat akan dibalas dengan balasan yang setimpal. Firman Allah:\n\nHanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (al-Anfal/8: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 3679, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maa tastawil a'maa wal baseer" } }, "translation": { "en": "Not equal are the blind and the seeing,", "id": "Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3679", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3679.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3679.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan bahwa yang mau menerima peringatan dari Nabi adalah mereka yang takut kepada Allah dan menjalankan salat, pada ayat-ayat berikut Allah mendatangkan perumpamaan perbedaan antara orang mukmin dengan orang kafir. Dan tidaklah sama orang yang buta mata dan hatinya sehingga tidak dapat melihat dan menerima kebenaran,", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang tidak mengetahui atau mengingkari agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad tidak sama dengan orang-orang yang membuka matanya lebar-lebar sehingga dapat melihat dan mengetahui dengan jelas kebenaran agama yang dibawanya, lalu mereka mengikuti dan menaatinya. Golongan pertama termasuk orang-orang yang jahat dan tidak mengetahui, sedang golongan kedua adalah orang-orang yang baik dan mengetahui.\n\nFirman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik.\" (al-Ma'idah./5: 100) \n\nDan firman-Nya:\n\nKatakanlah, \"Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?\" (az-Zumar/39: 9)" } } }, { "number": { "inQuran": 3680, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laz zulumaatu wa lannoon" } }, "translation": { "en": "Nor are the darknesses and the light,", "id": "dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3680", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3680.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3680.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dengan orang yang melihat mata dan hatinya sehingga mau menerima kebenaran, dan tidak pula sama antara gelap gulita, yakni kesesatan atau kekafiran, dengan cahaya, yakni petunjuk atau iman,", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa kekafiran tidak sama dengan iman, karena kekafiran adalah kegelapan, tidak mengetahui peraturan Allah. Orang kafir berjalan dalam kegelapan, tidak dapat keluar darinya, bahkan hanyut dalam kesesatan di dunia dan akhirat. Adapun cahaya iman menerangi orang Islam kepada jalan yang benar dan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagian mufasir mengartikan 'gelap gulita di sini dengan 'kebatilan, dan 'cahaya dengan 'kebenaran, kebatilan dan kebenaran tidak sama." } } }, { "number": { "inQuran": 3681, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0638\u0651\u0650\u0644\u0651\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laz zillu wa lal haroor" } }, "translation": { "en": "Nor are the shade and the heat,", "id": "dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3681", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3681.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3681.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan tidak pula sama antara yang teduh, yakni kenyamanan dan ketenangan di surga, dengan yang panas, yakni pedihnya siksa neraka.", "long": "Selanjutnya, Allah menerangkan bahwa yang terlindung tidak sama dengan yang terkena panas. Sebagian ulama tafsir mengartikan dhill (teduh/naungan) di sini dengan surga, karena surga itu mempunyai naungan yang menyebabkan hawa sejuk. Sebagaimana firman Allah:\n\nPerumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. (ar-Ra'd/13: 35) \n\nSedang harr (panas) diartikan dengan neraka, karena ia memang satu tempat yang amat panas dan penuh dengan api yang menyala-nyala, jauh lebih panas dari api yang dikenal di dunia. Sepercik bunga api neraka saja jatuh di dunia, maka dunia akan panas seluruhnya sebagaimana dijelaskan di dalam suatu hadis.\n\nSekiranya sepercik api dari bunga-bunga api neraka (berada) di timur, maka akan dirasakan panasnya (oleh orang-orang yang berada) di barat. (Riwayat ath-thabrani dari Anas bin Malik)" } } }, { "number": { "inQuran": 3682, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u0645\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064d \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maa yastawil ahyaaa'u wa lal amwaat; innal laaha yusmi'u mai yashaaa'u wa maaa anta bimusi'im man fil quboor" } }, "translation": { "en": "And not equal are the living and the dead. Indeed, Allah causes to hear whom He wills, but you cannot make hear those in the graves.", "id": "dan tidak (pula) sama orang yang hi-dup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3682", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3682.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3682.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak pula sama antara orang yang hidup hatinya, yakni orang mukmin, dengan orang yang mati hatinya, yakni orang kafir. Sungguh, Allah memberikan pendengaran untuk menerima petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan engkau, wahai Nabi Muhammad, tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur, yakni orang yang menutup hatinya dari kebenaran sehingga menyerupai orang mati, dapat mendengar. Engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrik yang telah mati hatinya.", "long": "Pada awal ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang hatinya hidup karena beriman kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengetahui Al-Qur'an dan isinya, tidak sama dengan orang yang mati hatinya akibat ditutupi kekafiran. Mereka yang terakhir ini tidak mau mengetahui perintah dan larangan Allah, tidak dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan. Ini adalah perumpamaan bagi orang-orang yang mukmin dan bagi orang-orang kafir. Firman Allah:\n\nDan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? (al-An'am/6: 122) \n\nDan firman-Nya:\n\nPerumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran? (Hud/11: 24)\n\nOrang mukmin itu melihat, mendengar, dan bermandikan cahaya terang-benderang ketika melintasi shirathal mustaqim sampai ke surga yang sejuk, mempunyai naungan, dan mata air yang banyak. Sedangkan orang kafir buta dan tuli berjalan di dalam gelap gulita tidak dapat keluar daripadanya, bahkan selalu bersikap sombong di dalam kesesatannya di dunia dan akhirat sampai diberi keputusan masuk neraka yang sangat panas, penuh api menyala-nyala. Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya, mau mendengar hujjah atas kebenaran rasul, dan menerima agama yang dibawanya yaitu Islam dengan baik. Sebagaimana halnya orang yang telah mati dimasukkan dalam kubur, tidak dapat mendengar nasihat-nasihat dan saran-saran yang akan membimbingnya ke jalan yang benar, begitu pula orang yang mati hatinya. Tidak akan bermanfaat baginya peringatan-peringatan Allah. Mereka tidak dapat memahami isi Al-Qur'an dan ajaran-ajaran agama." } } }, { "number": { "inQuran": 3683, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "In anta illaa nazeer" } }, "translation": { "en": "You, [O Muhammad], are not but a warner.", "id": "Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3683", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3683.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3683.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan kepada manusia agar beriman kepada Allah dan tidak mendurhakai-Nya supaya terhindar dari siksa neraka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa tugas Nabi Muhammad hanyalah memberi peringatan kepada manusia yang belum mendapat petunjuk. Ia tidak dibebani perintah untuk memaksa mereka menerima petunjuk dan agama yang dibawanya, karena petunjuk itu adalah sepenuhnya berada di tangan Allah. Oleh karena itu, tidak pada tempatnya Nabi Muhammad bersedih hati dan merasa kecewa kalau mereka itu belum mau menyambut baik seruannya. Tugas ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad sebagaimana firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan,\" (shad/38: 65) \n\nDan firman-Nya:\n\nYang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.\" (shad/38: 70)" } } }, { "number": { "inQuran": 3684, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Innaa arsalnaak bil haqqi basheeranw wa nazeeraa; wa im min ummatin illaa khalaa feehaa nazeer" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have sent you with the truth as a bringer of good tidings and a warner. And there was no nation but that there had passed within it a warner.", "id": "Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3684", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3684.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3684.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami mengutus engkau, wahai Nabi Muhammad, dengan membawa kebenaran agama tauhid dan hukum-hukumnya, sebagai pembawa berita gembira bahwa orang yang taat akan masuk surga, dan sebagai pemberi peringatan bahwa orang yang durhaka akan masuk neraka. Dan tidak ada satu pun umat dari umat-umat terdahulu melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan, yakni nabi atau rasul yang Allah utus untuk mengajak mereka beriman kepada Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad diutus kepada manusia agar mereka beriman kepada Allah Yang Maha Esa disertai dengan syariat yang diwajibkan kepada hamba-Nya. Nabi saw juga diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada orang yang membenarkan risalahnya dan menerima baik agama yang dibawanya dari Allah, bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan dan kesenangan. Juga memberi peringatan kepada orang yang mendustakannya dan menolak wahyu yang diturunkan dari Allah bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang penuh dengan azab dan siksa yang amat pedih. Pada ayat yang lain Allah menegaskan sebagai berikut:\n\nDan Kami mengutus engkau (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (al-Isra'/17: 105)\n\nTidak ada suatu umat pun sejak Nabi Adam kecuali Allah mengutus kepada mereka seorang utusan yang memberi peringatan. Dengan demikian, umat itu tidak mempunyai alasan lagi untuk membantah Allah sesudah diutus-Nya para rasul itu. Firman Allah:\n\nRasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. (an-Nisa'/4: 165) \n\nDan firman-Nya:\n\nKami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15)\n\nPada ayat lain ditegaskan juga sebagai berikut:\n\nDan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, 'Ad, dan Samud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya), dan (demikian juga) kaum Ibrahim dan kaum Lut, dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan, namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir, kemudian Aku siksa mereka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku. (al-hajj/22: 42-44)" } } }, { "number": { "inQuran": 3685, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0628\u064f\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa inyukazzibooka faqad kazzabal lazeena min qablihim jaaa'at hum Rusuluhum bilbaiyinaati wa biz Zuburi wa bil Kitaabil Muneer" } }, "translation": { "en": "And if they deny you - then already have those before them denied. Their messengers came to them with clear proofs and written ordinances and with the enlightening Scripture.", "id": "Dan jika mereka mendustakanmu, maka sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul); ketika rasul-rasulnya datang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat), zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3685", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3685.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3685.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka mendustakanmu, wahai Nabi Muhammad, maka bersabarlah layaknya rasul-rasul terdahulu bersabar menghadapi penolakan umatnya. Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan rasul-rasul; ketika rasul-rasulnya datang dengan membawa keterangan yang nyata, yakni mukjizat yang menjadi bukti benarnya risalah mereka, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki dengan memberinya kesanggupan untuk mendengarkan dan menerima ke-terangan yang nyata.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah mereka mengingkari kedatangan rasul dan mendustakan agama yang dibawanya, Dia mengazab orang-orang kafir itu dengan azab yang pedih. Alangkah hebatnya kemurkaan Allah kepada mereka apabila mereka tetap dalam keadaan membangkang, serta tetap mengingkari kerasulan Muhammad saw dan agama yang dibawanya. Mereka akan mengalami seperti apa yang telah dialami umat dahulu. Demikian sunatullah tetap berlaku dan tidak akan berubah. Sebagaimana firman Allah:\n\nSebagai sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah. (al-Ahzab/33: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 3686, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 378, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0646\u064e\u0643\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Summa akhaztul lazeena kafaroo fakaifa kaana nakeer" } }, "translation": { "en": "Then I seized the ones who disbelieved, and how [terrible] was My reproach.", "id": "Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana akibat kemurkaan-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3686", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3686.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3686.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena mereka memilih tetap dalan kekafiran, kemudian Aku azab orang-orang yang kafir sebagai balasan atas kedurhakaan mereka; maka lihatlah bagaimana akibat kemurkaan-Ku, yakni siksaanku kepada mereka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah mereka mengingkari kedatangan rasul dan mendustakan agama yang dibawanya, Dia mengazab orang-orang kafir itu dengan azab yang pedih. Alangkah hebatnya kemurkaan Allah kepada mereka apabila mereka tetap dalam keadaan membangkang, serta tetap mengingkari kerasulan Muhammad saw dan agama yang dibawanya. Mereka akan mengalami seperti apa yang telah dialami umat dahulu. Demikian sunatullah tetap berlaku dan tidak akan berubah. Sebagaimana firman Allah:\n\nSebagai sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah. (al-Ahzab/33: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 3687, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u062c\u064f\u062f\u064e\u062f\u064c \u0628\u0650\u064a\u0636\u064c \u0648\u064e\u062d\u064f\u0645\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064c \u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0628\u064f \u0633\u064f\u0648\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha anzala minas samaaa'i maaa'an fa akhrajnaa bihee samaraatim mukhtalifan alwaanuhaa; wa minal jibaali judadum beedunw wa humrum mukhtalifun alwaanuhaa wa gharaabeebu sood" } }, "translation": { "en": "Do you not see that Allah sends down rain from the sky, and We produce thereby fruits of varying colors? And in the mountains are tracts, white and red of varying shades and [some] extremely black.", "id": "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3687", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3687.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3687.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan kemurkaan-Nya kepada kaum kafir, Allah lalu menyusulinya dengan menyebutkan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta yang dapat disaksikan oleh manusia. Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenis, warna, dan rasa-nya. Dan engkau juga bisa melihat di antara gunung-gunung itu tampak ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada pula yang berwarna hitam pekat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menguraikan beberapa hal yang menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan-Nya, yang dapat dilihat manusia setiap waktu. Jika mereka menyadari dan menginsyafi semuanya itu, tentu mereka akan menyadari pula keesaan dan kekuasaan Allah Yang Maha Sempurna itu. Di antara tanda-tanda itu adalah Allah menjadikan sesuatu yang beraneka ragam macamnya yang bersumber dari yang satu. Allah menurunkan hujan dari langit, sehingga tanaman bisa tumbuh dan mengeluarkan buah-buahan yang beraneka ragam warna, rasa, bentuk, dan aromanya, sebagaimana yang kita saksikan. Buah-buahan itu warnanya ada yang kuning, merah, hijau, dan sebagainya. Hal yang sama dijelaskan pula di dalam ayat yang lain. Firman Allah:\n\nDan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. (ar-Ra'd/13: 4)\n\nAllah juga menciptakan gunung-gunung yang kelihatan seperti garis-garis, ada yang kelihatan putih, merah, dan hitam pekat. Di antara gunung-gunung itu terbentang pula jalan-jalan yang beraneka ragam pula warnanya.\n\nMenurut para saintis, garis-garis berwarna pada batuan paling umum dijumpai pada jenis batuan sedimen. Batuan sedimen terbentuk dari hasil pengendapan bahan yang terangkut oleh aliran air atau angin. Bahan yang diendapkan adalah butiran-butiran halus berupa pasir, debu, atau lempung sebagai hasil pelapukan batuan di tempat lain, yang kemudian terlepas dari batuan induknya dan terangkut oleh aliran air atau tiupan angin. Tempat pengendapan bahan sedimen ini umumnya terletak pada bagian-bagian yang rendah di mana kecepatan tenaga pengangkut (arus air, hembusan angin) berkurang. Daerah-daerah yang umum dikenal sebagai tempat pengendapan adalah dataran, pesisir terutama daerah delta, dan dasar laut. \n\nPada proses pengangkutan (transportasi) dan pengendapan (sedimentasi) terjadi pula mekanisme pemilahan (sorting) di mana pada umumnya bahan dengan karakteristik fisik yang sama (misalnya dalam hal ukuran butir atau berat jenis) akan diendapkan pada lingkungan pengendapan yang sama. \n\nProses pelapukan, pengangkutan, dan pengendapan ini berjalan terus- menerus sepanjang sejarah bumi yang dapat memakan waktu ribuan bahkan jutaan tahun. \n\nSelama proses ini berjalan terdapat pula perubahan-perubahan baik dalam hal lingkungan pengendapan maupun jenis bahan yang diendapkan, sehingga pada batuan sedimen terbentuk lapisan-lapisan yang juga melukiskan urutan sejarah (waktu) pengendapan. Mekanisme geologi lain yang biasa terjadi pada batuan sedimen adalah mengalami pengangkatan oleh adanya gaya tektonik sehingga batuan sedimen yang biasanya terbentuk di tempat-tempat yang rendah bisa dijumpai di puncak-puncak gunung. Pada puncak-puncak gunung yang tertoreh, baik oleh pengikisan maupun oleh terjadinya rekahan, lapisan-lapisan sedimen ini akan tampak ke permukaan.\n\nSetiap lapisan pada batuan sedimen dapat memiliki warna yang berbeda karena tersusun dari material yang berbeda. Perbedaan warna ini terutama dicirikan oleh perbedaan susunan mineralogisnya. Misal: mineral-mineral yang mengandung senyawa besi oksida (hematit) berwarna merah, mineral yang berwarna putih antara lain alumino-silika (kaoline), mineral-mineral logam hidroksida (goethite, brucite, diaspore, boehmite) dapat memberikan berbagai warna (kuning, hijau, abu-abu, hitam, merah muda), yang berwarna bening antara lain silika (kuarsa). Batuan atau mineral keras yang berwarna-warni biasa digosok menjadi batu perhiasan." } } }, { "number": { "inQuran": 3688, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064c \u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0644\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa minan naasi wadda waaabbi wal an'aami mukhtalifun alwaanuhoo kazalik; innamaa yakhshal laaha min 'ibaadihil 'ulamaaa'; innal laaha 'Azeezun Ghafoor" } }, "translation": { "en": "And among people and moving creatures and grazing livestock are various colors similarly. Only those fear Allah, from among His servants, who have knowledge. Indeed, Allah is Exalted in Might and Forgiving.", "id": "Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3688", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3688.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3688.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikian pula di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, seperti ular, dan hewan-hewan ternak, seperti ayam, kambing, dan lainnya, ada yang bermacam-macam warna dan jenis-nya sebagaimana buah-buahan dan gunung-gunung itu. Dan di antara hamba-hamba Allah, yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama, yakni orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. Dia akan menghukum orang kafir dan tidak memerlukan bantuan apa pun dari hamba-Nya, namun Dia juga mengampuni dosa-dosa mereka yang tulus bertobat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menambah penjelasan lagi tentang hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan-Nya. Allah menciptakan binatang melata dan binatang ternak, yang bermacam-macam warnanya sekalipun berasal dari jenis yang satu. Bahkan ada binatang yang satu, tetapi memiliki warna yang bermacam-macam. Mahasuci Allah pencipta alam semesta dengan sebaik-baiknya. Sejalan dengan ini firman Allah:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. (ar-Rum/30: 22)\n\nDemikianlah Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti tersebut di atas untuk dapat diketahui secara mendalam. Hanya ulama yang benar-benar menyadari dan mengetahui tanda-tanda kekuasaan Allah, sehingga mereka benar-benar tunduk kepada kekuasaan-Nya dan takut kepada siksa-Nya.\n\nIbnu 'Abbas berkata, \"Yang dinamakan ulama ialah orang-orang yang mengetahui bahwa Allah itu Mahakuasa atas segala sesuatu.\" Di dalam riwayat lain, Ibnu 'Abbas berkata, \"Ulama itu ialah orang yang tidak mempersekutukan Tuhan dengan sesuatu apa pun, yang menghalalkan yang telah dihalalkan Allah dan mengharamkan yang telah diharamkan-Nya, menjaga perintah-perintah-Nya, dan yakin bahwa dia akan bertemu dengan-Nya yang akan menghisab dan membalas semua amalan manusia.\"\n\nAyat ini ditutup dengan suatu penegasan bahwa Allah Mahaperkasa menindak orang-orang yang kafir kepada-Nya. Dia tidak mengazab orang-orang yang beriman dan taat kepada-Nya, tetapi Maha Pengampun kepada mereka. Dia kuasa mengazab orang-orang yang selalu berbuat maksiat dan bergelimang dosa, sebagaimana Dia kuasa memberi pahala kepada orang-orang yang taat kepada-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka, maka sepatutnya manusia itu takut kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3689, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u0650\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yatloona Kitabbal laahi wa aqaamus Salaata wa anfaqoo mimmaa razaqnaahum sirranw wa 'alaa niyatany yarjoona tijaaratal lan taboor" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who recite the Book of Allah and establish prayer and spend [in His cause] out of what We have provided them, secretly and publicly, [can] expect a profit that will never perish -", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3689", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3689.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3689.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah menyebutkan sebagian tanda orang yang takut kepada-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, yakni Al-Qur’an, lalu mereka mengkaji dan mengamalkan kandungannya, dan melaksanakan salat dengan sempurna syarat dan rukunnya, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada-nya dengan diam-diam dan terang-terangan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mereka itu mengharapkan perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah rugi,", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang selalu membaca Al-Qur'an, meyakini berita, mempelajari kata dan maknanya lalu diamalkan, mengikuti perintah, menjauhi larangan, mengerjakan salat pada waktunya sesuai dengan cara yang telah ditetapkan dan dengan penuh ikhlas dan khusyuk, menafkahkan harta bendanya tanpa berlebih-lebihan dengan ikhlas tanpa ria, baik secara diam-diam atau terang-terangan, mereka adalah orang yang mengamalkan ilmunya dan berbuat baik dengan Tuhan mereka. Mereka itu ibarat pedagang yang tidak merugi, tetapi memperoleh pahala yang berlipat ganda sebagai karunia Allah, berdasarkan amal baktinya. Firman Allah:\n\nAdapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. (an-Nisa'/4: 173) \n\nSelain dari itu, mereka juga akan memperoleh ampunan atas kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukan, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri hamba-hamba-Nya, memberikan pahala yang sempurna terhadap amal-amal mereka, memaafkan kesalahannya dan menambah nikmat-Nya. Sejalan dengan ini firman Allah:\n\nSungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri. (asy-Syura/42: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 3690, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 22, "page": 437, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Liyuwaffiyahum ujoorahum wa yazeedahum min fadlih; innahoo Ghafoorun Shakoor" } }, "translation": { "en": "That He may give them in full their rewards and increase for them of His bounty. Indeed, He is Forgiving and Appreciative.", "id": "agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3690", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3690.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3690.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun segala khilaf dan dosa, Maha Mensyukuri, yakni memberi pahala atas perbuatan baik hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya, dan sebagainya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang selalu membaca Al-Qur'an, meyakini berita, mempelajari kata dan maknanya lalu diamalkan, mengikuti perintah, menjauhi larangan, mengerjakan salat pada waktunya sesuai dengan cara yang telah ditetapkan dan dengan penuh ikhlas dan khusyuk, menafkahkan harta bendanya tanpa berlebih-lebihan dengan ikhlas tanpa ria, baik secara diam-diam atau terang-terangan, mereka adalah orang yang mengamalkan ilmunya dan berbuat baik dengan Tuhan mereka. Mereka itu ibarat pedagang yang tidak merugi, tetapi memperoleh pahala yang berlipat ganda sebagai karunia Allah, berdasarkan amal baktinya. Firman Allah:\n\nAdapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. (an-Nisa'/4: 173) \n\nSelain dari itu, mereka juga akan memperoleh ampunan atas kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukan, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri hamba-hamba-Nya, memberikan pahala yang sempurna terhadap amal-amal mereka, memaafkan kesalahannya dan menambah nikmat-Nya. Sejalan dengan ini firman Allah:\n\nSungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri. (asy-Syura/42: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 3691, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 22, "page": 438, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wallaeee awhainaaa ilaika minal Kitaabi huwal haqqu musaddiqal limaa baina yadayh; innal laaha bi'ibaadihee la khabeerum Baseer" } }, "translation": { "en": "And that which We have revealed to you, [O Muhammad], of the Book is the truth, confirming what was before it. Indeed, Allah, of His servants, is Acquainted and Seeing.", "id": "Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al-Qur'an) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3691", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3691.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3691.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai memberi janji pahala yang sempurna bagi orang-orang yang selalu membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, Allah lalu menyusuli-nya dengan penegasan bahwa Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu dari Allah. Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, yaitu Kitab Al-Qur’an, itulah yang benar; tidak ada sedikit pun kebatilan dan keraguan di dalamnya; ia juga membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya bahwa kitab-kitab itu berasal dari allah. Sungguh, Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Melihat keadaan hamba-hamba-Nya.", "long": "Sesungguhnya Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah Kitabullah yang benar-benar diturunkan dari Allah. Oleh karena itu, Allah mewajibkan kepada Nabi dan kepada segenap umatnya untuk mengamalkan ajarannya dan mengikuti pedoman-pedoman hidup yang terdapat di dalamnya. Bila seorang muslim telah mematuhi secara sempurna ajaran Al-Qur'an itu, maka ia tidak perlu lagi mengamalkan kitab-kitab suci sebelumnya, sekalipun diwajibkan untuk mengimaninya. Sebab apa yang pernah diterangkan dalam kitab-kitab sebelumnya, telah dibenarkan oleh Al-Qur'an. Dengan kata lain, beriman dengan kitab-kitab suci yang pernah diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad bukan berarti mengamalkan ajarannya, tetapi cukup mengimani kebenarannya, sebab intisari dari apa yang tercantum dalam kitab-kitab itu telah tertera pula dalam Al-Qur'an. Allah Maha Mengetahui perihal hamba-Nya. Allah Mahateliti akan aturan-aturan hidup yang perlu bagi mereka. Atas dasar itulah Dia menetapkan aturan dan hukum-hukum yang sesuai dengan kehidupan mereka, di mana dan kapan mereka berada. Guna kesejahteraan manusia seutuhnya, Allah mengutus para rasul dengan tugas menyampaikan syariat-Nya, di mana Nabi Muhammad adalah rasul terakhir yang diutus untuk sekalian manusia sampai hari Kiamat. Risalah dan syariat yang dibawanya kekal dan abadi sampai tibanya hari Kiamat.\n\nFirman Allah:\n\nAllah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. (al-An'am/6: 124) \n\nImam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maksud pengetahuan Allah yang Mahaluas mengenai perihal hamba-Nya itu ialah Dia mengangkat derajat para nabi dan rasul melebihi manusia keseluruhannya. Bahkan di antara mereka (para nabi) itu sendiri berbeda-beda tingkat ketinggiannya, dan kedudukan Nabi Muhammad melebihi semua mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3692, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 22, "page": 438, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064c \u0644\u0651\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u062f\u064c \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Summa awrasnal Kitaaballazeenas tafainaa min 'ibaadinaa faminhum zaalimul linafsihee wa minhum muqtasid, wa minhum saabiqum bilkhairaati bi iznil laah; zaalika huwal fadlul kabeer" } }, "translation": { "en": "Then we caused to inherit the Book those We have chosen of Our servants; and among them is he who wrongs himself, and among them is he who is moderate, and among them is he who is foremost in good deeds by permission of Allah. That [inheritance] is what is the great bounty.", "id": "Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3692", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3692.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3692.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kitab Al-Qur’an itu Kami wariskan kepada orang-orang yang benar-benar Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu mereka terbagi menjadi tiga kelompok; di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, yakni kurang memperhatikan pesan-pesan kitab tersebut sehingga lebih banyak berbuat salah daripada berbuat baik; ada yang pertengahan, yaitu orang yang kebaikannya setara dengan keburukannya, dan ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Mereka itulah orang yang segera dan berlomba berbuat kebajikan sehingga kebaikannya sangat banyak dan amat sedikit jarang berbuat salah. Yang demikian itu, yakni pewarisan Al-Qur’an kepada umat Nabi Muhammad dan kesegeraan mereka berbuat kebajikan, adalah karunia yang besar.", "long": "Allah mewahyukan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad. Kemudian ajaran-ajaran Al-Qur'an itu diwariskan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih. Mereka itu adalah umat Nabi Muhammad, sebab Allah telah memuliakan umat ini melebihi kemuliaan yang diperoleh umat sebelumnya. Kemuliaan itu tergantung kepada sejauh manakah ajaran Rasulullah itu mereka amalkan, dan sampai di mana mereka sanggup mengikuti petunjuk Allah. Berikut ini dijelaskan tingkatan-tingkatan orang mukmin yang mengamalkan Al-Qur'an:\n\n1.Orang yang zalim kepada dirinya. Maksudnya orang yang mengerjakan perbuatan wajib dan juga tidak meninggalkan perbuatan yang haram.\n\n2.Muqtashid, yakni orang-orang yang melaksanakan segala kewajiban dan meninggalkan larangan-larangannya, tetapi kadang-kadang ia tidak mengerjakan perbuatan yang dipandang sunah atau masih mengerjakan sebagian pekerjaan yang dipandang makruh.\n\n3.Sabiqun bil khairat, yaitu orang yang selalu mengerjakan amalan yang wajib dan sunah, meninggalkan segala perbuatan yang haram dan makruh, serta sebagian hal-hal yang mubah (dibolehkan).\n\nMenurut al-Maragi pembagian di atas dapat pula diungkapkan dengan kata-kata lain, yaitu:\n\n1.Orang yang masih sedikit mengamalkan ajaran Kitabullah dan terlalu senang menuruti hawa nafsunya, atau orang yang masih banyak perbuatan kejahatannya dibanding dengan amal kebaikannya.\n\n2.Orang yang seimbang antara amal kebaikan dan kejahatannya.\n\n3.Orang yang terus-menerus mencari ganjaran Allah dengan melakukan amal kebaikan.\n\nPara ulama tafsir telah menyebutkan beberapa hadis sehubungan dengan maksud di atas. Salah satunya adalah hadis riwayat Ahmad dari Abu Darda', di mana setelah membaca ayat 32 Surah Fathir di atas, Rasulullah bersabda: \n\nAdapun orang yang berlomba dalam berbuat kebaikan mereka akan masuk surga tanpa hisab (perhitungan), sedang orang-orang pertengahan (muqtashid) mereka akan dihisab dengan hisab yang ringan, dan orang yang menganiaya dirinya sendiri mereka akan ditahan dulu di tempat (berhisabnya), sehingga ia mengalami penderitaan kemudian dimasukkan ke dalam surga. Kemudian beliau membaca \"Alhamdulillah al-ladzi adhhaba 'anna al-hazana inna rabbana lagafurun syakur,\" (Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami, sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri). (Riwayat Ahmad) \n\nWarisan mengamalkan kitab suci dan kemuliaan yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad itu merupakan suatu karunia yang amat besar dari Allah, yang tidak seorang pun dapat menghalangi ketetapan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3693, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 22, "page": 438, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064d \u0648\u064e\u0644\u064f\u0624\u0652\u0644\u064f\u0624\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "jannaatu 'adniny yad khuloonahaa yuhallawna feeha min asaawira min zahabinw wa lu'lu'anw wa libaa suhum feehaa hareer" } }, "translation": { "en": "[For them are] gardens of perpetual residence which they will enter. They will be adorned therein with bracelets of gold and pearls, and their garments therein will be silk.", "id": "(Mereka akan mendapat) surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3693", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3693.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3693.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka akan mendapat surga ‘Adn; mereka masuk ke dalamnya. Di dalamnya mereka diberi berbagai kenikmatan jasmani dan rohani. Di antara kemikmatan jasmani ialah perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.", "long": "Kemudian Allah menerangkan pahala yang akan diterima orang mukmin di atas yakni surga 'Adn, tempat tinggal abadi buat selama-lamanya, yang akan mereka diami kelak di akhirat ketika mereka telah menghadap Allah. Mereka dianugerahi perhiasan dari emas dan pakaian dari sutra. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:\n\nSebagian dari orang mukmin itu akan memperoleh perhiasan (di surga) diletakkan pada anggota badan yang terbasuh (air) wudhu. (Riwayat al-Bukhari) \n\nDalam hadis lain, Rasulullah bersabda:\n\nDari Abu Hurairah r.a. bahwa Abu Umamah meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah mengatakan kepada para sahabat, dan menyebutkan perhiasan penghuni surga. Beliau berkata, \"Mereka diberi gelang emas dan perak yang bertatahkan mutiara, mereka juga memakai mahkota dari mutiara yaqut yang bersambung. Mereka memakai mahkota seperti mahkota raja-raja. Mereka muda-muda, tidak berjenggot dan berkumis, dan mata mereka bercelak. (Riwayat Ibnu Abi hatim)\n\nAtas anugerah Allah yang berlipat ganda itu, mereka memuji kebesaran-Nya dan bersyukur atas keselamatan mereka dari kesedihan dan kepedihan. Ibnu 'Abbas mengartikan kesedihan (hazan) itu dengan api neraka, karena kepedihan akibat dosa atau kepedihan akibat hebatnya siksaan di Padang Mahsyar. Lepasnya mereka dari segala siksaan dan ketakutan adalah semata-mata karena ampunan Allah bagi orang yang berbuat kesalahan (dosa) dan balasan syukur bagi orang yang selalu menaati-Nya. Diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Ibnu 'Umar dimana Nabi saw bersabda:\n\nOrang (yang selalu mengucapkan)\"La ilaha illallah\" tidak akan merasa kesepian di dalam kematiannya, di dalam kuburnya, dan juga pada hari Kebangkitan. Seolah-olah aku berada dengan mereka di mana mereka membersihkan kepalanya dari tanah/debu, dan mereka berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah melenyapkan kedukaan dari kami! Sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun lagi Maha Penerima syukur.\" (Riwayat ath-thabrani dari Ibnu 'Umar)\n\nRingkasnya, mereka terlepas dari segala ketakutan dan siksaan yang telah diancamkan pada orang-orang yang berdosa akibat bisikan dan rayuan setan ketika hidup di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 3694, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 22, "page": 438, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0632\u064e\u0646\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaalul hamdu lillaahil lazeee azhaba 'annal hazan; inna Rabbanaa la Ghafoorun Shakoor" } }, "translation": { "en": "And they will say, \"Praise to Allah, who has removed from us [all] sorrow. Indeed, our Lord is Forgiving and Appreciative -", "id": "Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3694", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3694.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3694.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun kenikmatan rohani yang mereka terima adalah ungkapan syukur kepada Allah dan ketenangan batin. Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami dengan memasukkan kami ke surga. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun atas segala dosa, Maha Mensyukuri dengan memberi balasan yang baik untuk hamba-Nya yang taat.", "long": "Kemudian Allah menerangkan pahala yang akan diterima orang mukmin di atas yakni surga 'Adn, tempat tinggal abadi buat selama-lamanya, yang akan mereka diami kelak di akhirat ketika mereka telah menghadap Allah. Mereka dianugerahi perhiasan dari emas dan pakaian dari sutra. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:\n\nSebagian dari orang mukmin itu akan memperoleh perhiasan (di surga) diletakkan pada anggota badan yang terbasuh (air) wudhu. (Riwayat al-Bukhari) \n\nDalam hadis lain, Rasulullah bersabda:\n\nDari Abu Hurairah r.a. bahwa Abu Umamah meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah mengatakan kepada para sahabat, dan menyebutkan perhiasan penghuni surga. Beliau berkata, \"Mereka diberi gelang emas dan perak yang bertatahkan mutiara, mereka juga memakai mahkota dari mutiara yaqut yang bersambung. Mereka memakai mahkota seperti mahkota raja-raja. Mereka muda-muda, tidak berjenggot dan berkumis, dan mata mereka bercelak. (Riwayat Ibnu Abi hatim)\n\nAtas anugerah Allah yang berlipat ganda itu, mereka memuji kebesaran-Nya dan bersyukur atas keselamatan mereka dari kesedihan dan kepedihan. Ibnu 'Abbas mengartikan kesedihan (hazan) itu dengan api neraka, karena kepedihan akibat dosa atau kepedihan akibat hebatnya siksaan di Padang Mahsyar. Lepasnya mereka dari segala siksaan dan ketakutan adalah semata-mata karena ampunan Allah bagi orang yang berbuat kesalahan (dosa) dan balasan syukur bagi orang yang selalu menaati-Nya. Diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Ibnu 'Umar dimana Nabi saw bersabda:\n\nOrang (yang selalu mengucapkan)\"La ilaha illallah\" tidak akan merasa kesepian di dalam kematiannya, di dalam kuburnya, dan juga pada hari Kebangkitan. Seolah-olah aku berada dengan mereka di mana mereka membersihkan kepalanya dari tanah/debu, dan mereka berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah melenyapkan kedukaan dari kami! Sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun lagi Maha Penerima syukur.\" (Riwayat ath-thabrani dari Ibnu 'Umar)\n\nRingkasnya, mereka terlepas dari segala ketakutan dan siksaan yang telah diancamkan pada orang-orang yang berdosa akibat bisikan dan rayuan setan ketika hidup di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 3695, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 22, "page": 438, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0628\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064f\u063a\u064f\u0648\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Allazeee ahallanaa daaral muqaamati min fadlihee laa yamassunaa feehaa nasabunw wa laa yamassunaa feehaa lughoob" } }, "translation": { "en": "He who has settled us in the home of duration out of His bounty. There touches us not in it any fatigue, and there touches us not in it weariness [of mind].\"", "id": "yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3695", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3695.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3695.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Allah yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal di surga; di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.” Keadaan ini sangat berbeda dengan kondisi mereka saat di dunia.", "long": "Orang yang telah memperoleh nikmat dari Allah itu menyadari bahwa semua pemberian tersebut adalah semata-mata karena kasih sayang-Nya. Tidaklah seimbang besarnya pemberian Allah itu dengan perbuatan baik yang mereka kerjakan. Oleh karena itu, masuknya orang-orang mukmin ke dalam surga sama sekali bukanlah karena kebaikan yang mereka kerjakan, tetapi karena rahmat dan karunia Allah bagi orang yang mematuhi perintah-Nya.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nTiada masuk surga seorang di antara kamu karena perbuatannya. Mereka (para sahabat) bertanya, \"Apakah engkau juga tidak begitu wahai Rasulullah?\" Beliau menjawab, \"Aku juga tidak, melainkan karena Allah memberi rahmat dan karunia kepadaku.\" (Riwayat Muslim dari Jabir bin 'Abdullah) \n\nDi surga itu mereka tidak menemui kesulitan atau rintangan lagi sebagaimana yang mereka rasakan dalam kehidupan di dunia ini. Mereka juga tidak merasa lelah dan letih. Semuanya terasa nikmat dan menggembirakan.\n\nRingkasnya surga itulah tempat nikmat yang kekal dan abadi, di mana penghuninya dapat menikmati kesenangan itu sebagai ganjaran kepatuhan dan ketaatan mereka di dunia ini. Allah berfirman:\n\n(Kepada mereka dikatakan), \"Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.\" (al-haqqah/69: 24)" } } }, { "number": { "inQuran": 3696, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 22, "page": 438, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo lahum naaru Jahannama laa yuqdaa 'alaihim fa yamootoo wa laa yukhaffafu 'anhum min 'azaabihaa; kazaalika najzee kulla kafoor" } }, "translation": { "en": "And for those who disbelieve will be the fire of Hell. [Death] is not decreed for them so they may die, nor will its torment be lightened for them. Thus do we recompense every ungrateful one.", "id": "Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3696", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3696.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3696.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila orang-orang yang mengikuti tuntunan Al-Qur’an dimasukkan ke surga, maka mereka yang durhaka akan disiksa di dalam neraka. Dan orang-orang yang kafir kepada Allah, rasul, dan kitab-Nya, maka bagi mereka neraka Jahanam. Mereka terus disiksa di dalamnya dan sama sekali tidak dibinasakan hingga mereka mati supaya rasa pedih dari azab yang mereka terima tidak akan pernah berhenti, dan tidak diringankan dari mereka azabnya sedikit pun meski waktu berlalu. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa bagi orang-orang kafir yang senantiasa menyembunyikan kebenaran agama yang buktinya telah diperoleh oleh akal mereka, baik dari keterangan ayat-ayat Al-Qur'an maupun melalui hasil pemikiran yang mendalam, bagi mereka disediakan neraka Jahanam. Keadaan mereka di sana antara hidup dan mati. Mungkin kematian lebih baik daripada menanggung kesengsaraan seperti itu, tetapi Allah sengaja menetapkan siksaan demikian sebagai balasan kejahatan yang mereka lakukan. Dalam Surah al-A'la/87: 13 ditegaskan bahwa keadaan mereka tidak mati dan tidak hidup, sebagai tafsir dari kata \"tidak ditetapkan kematian atas mereka\". \n\nDi samping itu dijelaskan bahwa azab neraka Jahanam tidak pula dikurangi kepedihannya, sekalipun manusia-manusia malang yang sedang mengalami siksaan di sana menjerit-jerit meminta tolong. Ada keterangan dari ayat lain yang menggambarkan bahwa kematian sangat mereka harapkan daripada keadaan mereka antara hidup dan mati, harapan kematian itu disimpulkan dari makna yang terkandung dalam ayat:\n\nDan mereka berseru, \"Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.\" Dia menjawab, \"Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).\" (az-Zukhruf/43: 77)\n\nImam Muslim meriwayatkan sebuah hadis tentang keadaan orang-orang kafir yang berbunyi sebagai berikut:\n\nAdapun penghuni neraka di mana mereka sebagai penduduknya, mereka tidak akan mati di dalamnya dan juga tidak hidup. (Riwayat Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri)\n\nTentang siksaan yang tidak diringankan itu, bahkan makin ditambah lagi, juga diperoleh penjelasan dalam ayat lain, misalnya:\n\nSehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, seketika itu mereka menjadi putus asa. (al-Mu'minun/23: 77) \n\nDan firman-Nya:\n\nMaka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab. (an-Naba'/78: 30) \n\nDan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. (al-Isra'/17: 97)\n\nSiksaan demikian itu balasan yang pantas bagi setiap orang yang mengingkari nikmat Allah, tidak mengakui kemahaesaan-Nya dan tidak percaya kepada rasul yang diutus-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3697, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 22, "page": 438, "manzil": 5, "ruku": 379, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0637\u064e\u0631\u0650\u062e\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u06da \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0639\u064e\u0645\u0651\u0650\u0631\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa hum yastarikhoona feehaa Rabbanaa akhrijnaa na'mal saalihan ghairal lazee kunnaa na'mal; awa lamnu 'ammirkum maa yatazak karu feehi man tazakkara wa jaaa'akumun nazeeru fazooqoo famaa lizzaalimeena min naseer" } }, "translation": { "en": "And they will cry out therein, \"Our Lord, remove us; we will do righteousness - other than what we were doing!\" But did We not grant you life enough for whoever would remember therein to remember, and the warner had come to you? So taste [the punishment], for there is not for the wrongdoers any helper.", "id": "Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.” (Dikatakan kepada mereka), “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3697", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3697.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3697.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pedihnya siksa membuat mereka berteriak di dalam neraka itu untuk memohon kepada Allah, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari neraka ini, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan kedurhakaan dan kemaksiatan yang telah kami kerjakan dahulu.” (Lihat juga: al-Mu’minùn/23: 107–108). Teriakan itu tidak sama sekali mengurangi siksaan yang mereka terima, bahkan dikatakan kepada mereka, “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, untuk mengambil pelajaran, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan, yaitu para rasul dengan penjelasan-penjelasan dari Allah? Maka rasakanlah azab Kami, dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.”", "long": "Lebih lanjut diterangkan bahwa orang yang bernasib malang itu memohon kepada Allah agar dilepaskan dari azab dan dikembalikan ke dunia lagi. Mereka berjanji akan menaati Allah yang selama di dunia mereka lalaikan. Akan tetapi, seandainya permohonan itu dikabulkan”dan ini tidak mungkin sama sekali”tentulah mereka akan mengulangi kembali perbuatan lama yang terlarang. Perbuatan yang mereka sesali dan pernah mereka lakukan di dunia dulu adalah perbuatan syirik dan segala perbuatan jahat lainnya. Allah menjawab dan menghardik mereka dengan ucapan yang menghina bahwa di dunia dulu kepada mereka telah diberikan kesempatan hidup dengan umur yang cukup panjang untuk memperbaiki kesalahan dan menerima kebenaran yang disampaikan rasul selaku orang yang memberi peringatan. Dengan kata lain, permohonan demikian tidak diterima Allah sama sekali. Ayat lain menyatakan:\n\nYa Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.\" Dia (Allah) berfirman, \"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.\" (al-Mu'minun/23: 107-108) \n\nAllah berfirman:\n\nDan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu. Kamu akan melihat orang-orang zalim ketika mereka melihat azab berkata, \"Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?\" (asy-Syura/42: 44)\n\nTentang umur yang dimaksudkan dalam ayat 37 ini, Ibnu 'Abbas menerangkan dalam satu riwayat, yaitu 40 tahun, dan riwayat lain mengatakan 60 tahun. Ibnu Katsir dalam tafsirnya memilih riwayat yang paling sahih dari Ibnu 'Abbas yakni 60 tahun. Demikian pula hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah. Di antara sekian banyak lafaz hadis itu, ada yang berarti: Adapun orang yang memberi peringatan yang disebutkan dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad sendiri yang mengajarkan Kitabullah kepada umatnya, mengancam mereka dengan siksaan yang pedih bagi siapa yang tidak patuh kepada perintah Allah dan tidak mau menaati-Nya.\n\nRingkasnya, permohonan mereka itu tidak dikabulkan untuk kembali ke dunia ialah karena dua hal. Pertama, karena mereka rata-rata telah diberi kesempatan untuk hidup begitu lama antara 60 - 70 tahun, dan kedua, rasul sudah diutus kepada mereka untuk menyampaikan ajaran dan peringatan dari Tuhan.\n\nPerhatikan firman Allah:\n\nHampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, \"Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?\" (al-Mulk/67: 8) \n\nDalam Tafsir al-Wadhih dikatakan bahwa nadzir (pemberi peringatan) dalam ayat ini berarti Rasulullah yang membawa Al-Qur'an, boleh pula diartikan sebagai umur tua dan kematian. Memang umur dan kematian tersebut adalah peringatan penting bagi manusia bahwa sebentar lagi dia akan meninggalkan dunia yang fana ini, dan diwajibkan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jelaslah bahwa orang-orang kafir di atas kekal di dalam neraka dan tidak dikeluarkan selama-lamanya. Azab nerakalah yang mereka rasakan sepanjang masa sebagai imbalan yang setimpal bagi orang yang zalim yang tidak mau tunduk kepada ajaran rasul sebagai utusan Allah dalam kehidupan duniawinya. Ayat ini menegaskan jangan diharap mereka akan memperoleh penolong yang akan menyelamatkan mereka dari azab neraka dari rantai dan belenggu yang terbuat dari api neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3698, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 22, "page": 438, "manzil": 5, "ruku": 380, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Innal laaha 'aalimu ghaibis samaawaati wal ard; innahoo 'aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah is Knower of the unseen [aspects] of the heavens and earth. Indeed, He is Knowing of that within the breasts.", "id": "Sungguh, Allah mengetahui yang gaib (tersembunyi) di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3698", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3698.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3698.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengabaikan permohonan orang-orang kafir itu, karena sungguh, Allah mengetahui yang gaib dan tersembunyi di langit dan di bumi; tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati dan akan memberinya balasan yang sepadan.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar memberi peringatan keras kepada orang-orang musyrik bahwa Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka sembunyikan. Allah juga Maha Mengetahui perasaan yang terkandung dalam hati mereka, dan rencana apa yang akan mereka kerjakan. Allah pulalah yang mengetahui segala yang tak terlihat oleh pancaindra manusia, baik yang ada di langit maupun di bumi. Oleh karena itu, hendaklah orang-orang musyrik itu merasa takut kepada Allah, sebab segala gerak-gerik mereka di bawah pengawasan-Nya. Segala yang mereka rencanakan untuk menipu rasul dan melenyapkan kebenaran agama-Nya di bumi ini, atau usaha mereka untuk membantu sekutu mereka dalam menuhankan berhala, pasti diketahui Allah. \n\nAllah Mengetahui segala perasaan yang terkandung dalam hati manusia, dan perbuatan apa saja yang mereka kerjakan. Firman Allah \"Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada manusia\" mengisyaratkan kepada pengertian sekalipun orang-orang kafir diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi, namun mereka tidak akan meninggalkan kekufurannya. Oleh karena itu, sia-sia Allah memanjangkan umurnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3699, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 22, "page": 439, "manzil": 5, "ruku": 380, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0642\u0652\u062a\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0633\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Huwal lazee ja'alakum khalaaa'ifa fil ard; faman kafara fa'alaihi kufruhoo; wa laa yazeedul kaafireena kufruhum 'inda Rabbihim illaa maqtanw wa la yazeedul kaafireena kufruhum illaa khasaaraa" } }, "translation": { "en": "It is He who has made you successors upon the earth. And whoever disbelieves - upon him will be [the consequence of] his disbelief. And the disbelief of the disbelievers does not increase them in the sight of their Lord except in hatred; and the disbelief of the disbelievers does not increase them except in loss.", "id": "Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barangsiapa kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3699", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3699.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3699.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara bukti kekuasaan-Nya adalah bahwa Dialah yang menjadikan kamu, wahai manusia, sebagai khalifah-khalifah, yakni penguasa-penguasa yang datang silih berganti dari generasi ke generasi untuk menebarkan kemakmuran di bumi. Barang siapa kafir kepada Allah, maka akibat kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri dan tidak sedikit pun berpengaruh kepada kekuasaan dan kebesaran Allah. Dan kekafiran orang-orang kafir itu, yakni tetap memilih kufur dan menolak peringatan Allah melalui Rasulullah, hanya akan menambah kemurkaan terhadap mereka di sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka, baik di dunia maupun di akhirat.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi. Sebagai khalifah, yang dapat diartikan sebagai penguasa, manusia diberi kemampuan untuk memanfaatkan alam ini dengan sebaik-baiknya guna kesejahteraan hidup mereka. Sebagian ahli tafsir menerangkan maksud khala'if fi al-ardh ialah sebagian manusia menggantikan manusia yang lain, satu generasi menggantikan generasi lain agar mereka mengambil pelajaran karena Allah telah membinasakan umat terdahulu disebabkan dosa yang mereka lakukan.\n\nSemuanya bertujuan agar mereka menyadari siapakah mereka itu sebenarnya. Rasa keinsafan demikian insya Allah akan mendorong untuk mensyukuri segala nikmat-Nya yang tidak terhingga, mengesakan-Nya dari segala perbuatan dan kepercayaan yang berbau syirik, serta menaati segala perintah-Nya. Semakin bertambah rasa kekafiran itu dalam lubuk hati mereka, makin bertambah pula kemarahan dan kemurkaan Allah. Akan tetapi, tidaklah berarti bahwa hal demikian akan mengurangi kebesaran dan keagungan Allah, sebab Dia tidak memerlukan puji dan syukur manusia untuk keagungan dan kemuliaan-Nya, seperti bunyi ayat:\n\nDan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji. (Luqman/31: 12) \n\nSebaliknya, kerugian akan menimpa mereka di hari akhirat kelak karena tidak mau kembali ke jalan yang benar, dan tetap berada dalam kekafiran. Mereka kekal dalam siksaan api neraka Jahanam seperti diuraikan di atas. Sengaja kalimat, \"tidaklah menambah kekafiran itu bagi orang-orang kafir\" disebutkan dua kali karena mengandung maksud bahwa kufur yang menimbulkan kemarahan Allah dan kufur yang mendatangkan kerugian, keduanya terpisah dan mengandung makna sendiri-sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3700, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 22, "page": 439, "manzil": 5, "ruku": 380, "hizbQuarter": 175, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul ara'aytum shurakaaa'a kumul lazeena tad'oona min doonil laah; aroonee maazaa khalaqoo minal ardi am lahum shirkun fis samaawaati am aatainaahum Kitaaban fahum 'alaa baiyinatim minh; bal iny ya'iiduz zaalimoona ba 'duhum ba'dan illaa ghurooraa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered your 'partners' whom you invoke besides Allah? Show me what they have created from the earth, or have they partnership [with Him] in the heavens? Or have We given them a book so they are [standing] on evidence therefrom? [No], rather, the wrongdoers do not promise each other except delusion.\"", "id": "Katakanlah, “Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah.” Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3700", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3700.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3700.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menunjukkan bukti bagi kekuasaan-Nya, Allah meminta Nabi berdialog dengan orang-orang kafir yang meyakini Allah mempunyai sekutu. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang kafir itu, “Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru dan sembah selain Allah!” Apa yang mendorong kamu menyembah dan minta pertolongan kepada mereka? Mampukan mereka menciptakan sesuatu? Perlihatkanlah kepada-Ku bagian manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam penciptaan langit; atau adakah Kami memberikan kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya bahwa Allah mempunyai sekutu-sekutu yang mereka sembah itu? Pasti tidak ada! Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain, antara lain dengan mengatakan bahwa sembahan selain Allah itu akan memberi syafaat kepada pe-nyembahnya. Janji-janji itu adalah kebohongan belaka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar mengajak orang-orang musyrik itu untuk berdialog menjajaki jalan pikiran mereka yang salah. Apa sebab orang-orang musyrik itu meminta pertolongan kepada patung dan berhala yang mereka sekutukan kepada Allah. Adakah bukti yang menunjukkan bahwa berhala itu pantas disembah. Orang-orang musyrik Mekah itu tidak paham benar akan hakikat tuhan mereka, bagaimana keadaannya. Seandainya mereka menyadari bahwa tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup berbuat apa-apa, tentulah mereka tidak menyembahnya. Tetapi sebaliknya, kalau memang betul berhala-berhala itu mempunyai kekuatan (untuk mencipta), tentulah mereka mampu memperlihatkan hasilnya. Demikian juga, apabila Allah mempunyai sekutu dalam menciptakan langit, tentu sekutu itu juga berhak disembah seperti yang mereka duga. Apakah ada kitab suci (yang benar isinya) yang dapat menguatkan dalil-dalil tentang adanya sekutu bagi Tuhan itu? \n\nNabi Muhammad memberi kesempatan kepada kaum musyrik agar mengemukakan alasan penyembahan mereka terhadap berhala, terutama kemampuan tuhan-tuhan itu untuk menciptakan makhluk, sehingga ia berhak disembah dan dipersekutukan dengan Allah dalam soal penciptaan. Karena kepercayaan demikian hanya semata-mata warisan dari nenek moyang mereka (lihat Surah al-Baqarah/2: 170), maka tiada satu alasan yang dapat mereka kemukakan, baik alasan yang diterima dari dalil naqli (nas) maupun alasan aqli (logika). Di mana pun tidak pernah ada dijumpai suatu kitab suci yang menyerukan manusia menyembah berhala, sebab semuanya hanyalah imajinasi dan khayalan orang-orang dahulu saja. Setelah Al-Qur'an menyalahkan dan mematahkan jalan pikiran mereka, dan bahwa apa yang mereka turuti itu adalah jalan pikiran pemimpin-pemimpin mereka yang sesat, maka tentulah pendapat mereka batil dan membawa kepada kesengsaraan." } } }, { "number": { "inQuran": 3701, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 22, "page": 439, "manzil": 5, "ruku": 380, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0632\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0632\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0643\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal laaha yumsikus samaawaati wal arda an tazoolaaa; wa la'in zaalataaa in amsa kahumaa min ahadim mim ba'dih; innahoo kaana Haleeman Ghafooraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah holds the heavens and the earth, lest they cease. And if they should cease, no one could hold them [in place] after Him. Indeed, He is Forbearing and Forgiving.", "id": "Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3701", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3701.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3701.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah terbukti bahwa tidak ada siapa dan apa pun yang terlibat dalam penciptaan serta pengaturan langit dan bumi selain Allah, lalu ditegaskan bahwa sungguh, Allah-lah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap dengan memelihara sistem peredarannya; dan jika kedua-nya akan lenyap akibat gangguan pada sistem peredarannya, maka tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun, selalu berbelas kasih, tidak menyegerakan kehancuran alam raya, dan menunda siksa bagi pendurhaka untuk memberinya kesempatan bertobat; sungguh Allah Maha Pengampun kepada siapa pun yang bertobat.", "long": "Allah melukiskan kebenaran dan keagungan kekuasaan-Nya. Dengan kekuasaan-Nya, langit tercipta tanpa tiang, dan gunung-gunung berdiri dengan kokoh. Allah menyebarkan makhluk melata (dabbah), manusia, dan hewan di atas bumi, seperti bunyi ayat:\n\nDia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. (Luqman/31: 10) \n\nSemuanya membuktikan kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Mahaagung. Pengertian Allah menahan langit dan bumi ialah menahan langit itu dengan hukum gravitasi agar tidak guncang dan roboh, atau bergeser dari tempatnya. Allah memelihara dan mengawasi keduanya dengan pengawasan yang Dia sendirilah yang mengetahuinya. Semua benda-benda langit di jagat raya ini beredar menurut garis edarnya masing-masing. Para ahli ilmu astronomi dapat membuktikan bahwa tidak pernah terjadi benturan antara benda-benda angkasa itu satu dengan yang lain. Semuanya beredar menurut garis edarnya masing-masing. Keterangan lain yang menguatkan arti yang terkandung dalam ayat di atas yakni:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur). (ar-Rum/30: 25)\n\nKuatnya bangunan langit dan bumi itu sehingga tidak pernah mengalami kerusakan, keruntuhan, dan sebagainya adalah karena kekuasaan Allah juga. Jika Allah Yang Mahakuasa itu bermaksud menghancurkan bumi dan langit itu, tiada satu kekuatan pun dari makhluk yang sanggup mencegahnya. Demikianlah pula dijelaskan oleh ayat lain:\n\nTidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. (al-hajj/22: 65)\n\nDi samping sifat-Nya Yang Maha Perkasa itu, Allah juga mempunyai sifat rasa kasih sayang kepada hamba-Nya. Biarpun manusia di bumi ini kebanyakan kafir dan tidak mau tunduk pada pengajaran dan pedoman hidup menuju kesejahteraan dunia dan akhirat yang telah ditetapkan-Nya, namun azab dan murka Allah tiada segera diturunkan untuk menghukum kaum kafir dan pendurhaka. Kasih sayang Allah itu ialah selain menunda siksaan bagi orang kafir dan ingkar, juga sangat mudah memberi ampunan kepada siapa yang mau tobat dari segala kesalahannya, bagaimanapun besarnya perbuatan maksiat yang pernah dilakukannya. Allah Maha Perkasa, Maha Pengasih, dan Penyayang kepada seluruh hamba-Nya, baik terhadap orang mukmin maupun kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 3702, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 22, "page": 439, "manzil": 5, "ruku": 380, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa aqsamoo billaahi jahda aymaanihim la'in jaaa'ahum nazeerul layakoonunna ahdaa min ihdal umami falam maa jaaa'ahum nazeerum maa zaadahum illaa nufooraa" } }, "translation": { "en": "And they swore by Allah their strongest oaths that if a warner came to them, they would be more guided than [any] one of the [previous] nations. But when a warner came to them, it did not increase them except in aversion.", "id": "Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, tidak menambah (apa-apa) kepada mereka, bahkan semakin jauh mereka dari (kebenaran)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3702", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3702.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3702.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski melihat banyak bukti kekuasaan Allah di alam raya, kaum kafir tetap ingkar. Mereka menuntut agar Allah mengutus seorang rasul kepada mereka. Dan sebelum Nabi Muhammad diutus, mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat yang lain, misalnya umat Yahudi atau Nasrani. Tetapi, ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, mereka justru mengingkari sumpah mereka sendiri. Kedatangan Rasulullah tidak menambah apa-apa kepada mereka, bahkan semakin jauh saja mereka dari kebenaran.", "long": "Orang-orang musyrik itu bersumpah dengan sepenuh hati, seandainya Allah mengirimkan seorang rasul yang memperingatkan kesesatan jalan pikiran dan kerusakan moral masyarakatnya, pasti merekalah yang paling mudah menerima petunjuk rasul itu, dibanding dengan umat mana pun yang pernah ada sebelum mereka. Penjelasan ayat ini diperkuat pula oleh ayat lain yang berbunyi:\n\nSekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu, tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa). Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur'an); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu). (ash-shaffat/37: 168-170)\n\nDalam Tafsir al-Khazin diriwayatkan bahwa orang-orang kafir Mekah ketika mengetahui Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, mereka pun bersumpah dengan nama Allah seandainya kepada mereka diutus pula rasul seperti yang pernah diutus kepada Bani Israil itu, tentulah mereka akan menjadi bangsa yang lebih banyak memperoleh petunjuk dibanding dengan kaum Yahudi dan Nasrani. Sikap demikian itu mereka tunjukkan sebelum Muhammad saw diutus sebagai rasul. Tetapi, setelah beliau betul-betul diutus ke tengah mereka, mereka pun mendustakannya sebagaimana sikap Ahli Kitab terhadap rasul-Nya. Untuk memperingatkan kaum Muslimin akan sikap orang-orang kafir yang telah memperoleh kebenaran murni tentang Nabi Muhammad dan risalahnya itu, Allah menurunkan ayat-ayat di atas. \n\nSetelah impian mereka menjadi kenyataan, yakni dengan diutusnya Muhammad saw sebagai rasul di tengah masyarakat mereka untuk menyampaikan kebenaran dari Allah, yang tercantum dalam Al-Qur'an al-Karim, maka dengan serta merta mereka mendustakannya. Bahkan sikap keingkaran dan kesombongan mereka makin menjadi-jadi. Mereka bukannya makin dekat kepada kebenaran, bahkan semakin jauh dengan alasan menjaga kehormatan dan martabat kaumnya. Tegasnya, para pemimpin musyrik Mekah itu enggan mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Keadaan mereka serupa dengan unta liar yang kabur, semakin dikejar oleh pemiliknya, semakin cepat larinya dan semakin tersesat jalannya, sehingga sukar ditangkap." } } }, { "number": { "inQuran": 3703, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 22, "page": 439, "manzil": 5, "ruku": 380, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0633\u0652\u062a\u0650\u0643\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0650\u064a\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u0650\u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u0650\u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Istakbaaran fil ardi wa makras sayyi'; wa laa yaheequl makrus sayyi'u illaa bi ahlih; fahal yanzuroona illaa sunnatal awwaleen; falan tajida lisunnatil laahi tabdeelanw wa lan tajida lisunnatil laahi tahweela" } }, "translation": { "en": "[Due to] arrogance in the land and plotting of evil; but the evil plot does not encompass except its own people. Then do they await except the way of the former peoples? But you will never find in the way of Allah any change, and you will never find in the way of Allah any alteration.", "id": "karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3703", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3703.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3703.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjauhnya mereka dari kebenaran adalah karena kesombongan mereka di muka bumi dan karena rencana mereka yang jahat, yaitu menipu lawan bicaranya dengan sumpah palsu. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri, kalau tidak menimpa di dunia pasti akan menimpa di akhirat. Mereka hanyalah menunggu berlakunya ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu, yakni turunnya azab kepada orang-orang yang mendustakan rasul. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi ketetapan-ketetapan Allah yang berlaku bagi umat manusia yaitu mengazab orang-orang yang durhaka dan memberi pahala kepada yang taat, dan tidak pula akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu, yakni apa yang ditetapkan Allah bagi seseorang, maka tidak akan beralih kepada yang lain.", "long": "Ayat ini masih menjelaskan sikap orang musyrik Mekah terhadap dakwah Nabi saw. Dengan segala daya dan pikiran, dengan harta dan kekayaan yang dimiliki, mereka menentang dakwah Nabi Muhammad, bahkan beliau diboikot dan dihalangi. Tetapi, segala rencana jahat guna mematahkan dakwah Islam itu pada akhirnya menjadi bumerang bagi mereka. Kegagalan kaum kafir Mekah mencegah tersiarnya dakwah Islam telah tertulis dengan tinta emas dalam sejarah Islam. Setiap usaha dan rencana jahat untuk memadamkan cahaya agama Allah di bumi ini, pasti akan gagal, sebab Allah selalu akan memelihara eksistensi agama-Nya di bumi ini, sampai akhir zaman, biarpun tidak disukai oleh orang-orang musyrik, sebagaimana disebutkan dalam ayat:\n\nMereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. (ash-shaff/61: 8) \n\nDalam Aisar at-Tafasir disebutkan satu riwayat bahwa Ka'ab berkata kepada Ibnu 'Abbas, \"Dalam Taurat diterangkan bahwa siapa yang menggali lubang untuk kawannya, dialah yang masuk ke dalamnya.\" Ibnu 'Abbas menjawab, \"Hal itu aku temukan dalam Al-Qur'an.\" Ka'ab bertanya, \"Di mana?\" Ibnu 'Abbas menjawab, \"Bacalah wa la yahiqul makrus-sayyi' illa bi ahlih (Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri.)\" \n\nSeperti diuraikan di atas, kadang-kadang Allah menunda kedatangan siksa sebagai bukti kasih sayang-Nya kepada orang-orang kafir. Tetapi, jangan dikira bahwa Allah tidak akan menyiksa mereka bila mereka tidak tobat, sebab bila mereka di dunia belum merasakan siksaan, di akhirat kelak pasti akan mereka alami juga. Di akhirat nanti baru mereka yakini ke mana orang yang zalim itu ditempatkan Allah sesuai dengan ancaman Allah ketika mereka masih di dunia.\n\nDan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali. (asy-Syu'ara'/26: 227)\n\nSekalipun azab itu sudah pasti datang, orang-orang yang tidak mengimaninya masih saja menentang kedatangannya dengan tidak menghentikan segala perbuatan jahatnya. Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan nasib mereka kelak dengan mengatakan bahwa tidak ada yang mereka tunggu-tunggu itu melainkan siksaan seperti apa yang telah menimpa manusia dahulu kala disebabkan keingkaran mereka terhadap risalah para rasul. Tetapi, ujung ayat ini menegaskan bahwa sunah Allah menentukan bahwa setiap orang yang mendustakan ajaran-Nya pasti akan disiksa dengan azab yang tidak akan berubah dan tidak akan dipindahkan kepada orang lain. Allah tidak akan melimpahkan rahmat-Nya pada seseorang yang sudah tercatat sebagai pembangkang dan pendosa, serta tidak akan memikulkan dosanya kepada diri orang lain.\n\nDan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. (al-An'am/6: 164) \n\n(44) Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya memperingatkan kaum pendusta (musyrik), apakah mereka tidak pernah melakukan perjalanan untuk menyaksikan betapa dahsyatnya azab yang diturunkan pada bangsa-bangsa dahulu akibat keingkaran mereka pada kebenaran ajaran Allah.\n\nSemula ayat ini ditujukan kepada kaum musyrik Mekah, yang umumnya bermata pencaharian berdagang. Pada musim-musim tertentu, kafilah Quraisy berangkat menuju Syam (Syiria) dan Irak. Pada daerah-daerah gurun pasir yang mereka lewati, banyak terdapat bekas-bekas negeri yang pernah dihuni manusia di zaman kuno, akibat kedurhakaan penduduknya kepada rasul utusan Allah. Mereka disiksa, dan bumi tempat mereka berpijak dijungkirbalikkan sehingga hancur sama sekali. Allah memperingatkan kaum pedagang Quraisy, andaikata mereka juga mengikuti jejak bangsa yang mendustakan-Nya, maka kepada mereka pasti akan berlaku sunatullah. Mereka akan merasakan siksaan dan azab yang tidak sanggup mereka tolak. \n\nUntuk meyakinkan mereka, ayat 44 ini lebih lanjut memberi penjelasan bahwa umat-umat yang telah merasakan balasan akibat sikap dan tindak-tanduk mereka yang menentang ajaran rasul itu adalah umat yang perkasa, berani, punya harta, dan anak keturunan yang banyak sekali. Namun demikian, keperkasaan, kekayaan, dan keturunan mereka yang besar itu ternyata tidak sanggup membela dan melindunginya dari azab Allah. \n\nMaksud berjalan di muka bumi, menurut penafsiran Sayid Quthub dalam Tafsir fi ¨ilal al-Qur'an, adalah berjalan dengan mata hati terbuka dan pikiran yang segar sambil merenungkan peristiwa-peristiwa yang pernah menimpa umat dahulu, betapa dan bagaimana keadaan mereka sewaktu ditimpa azab Allah. Perjalanan demikian, menurutnya, menambah perasaan takwa kepada Allah, membangunkan hati dari kelalaian dan kelengahan akan sunatullah yang pasti berlaku itu. Mereka diingatkan bahwa Allah Yang Mahakuasa itu tidak pernah kewalahan untuk melaksanakan keputusan-Nya, apabila Dia telah menginginkan. Sebab dengan tegas dikatakan tiada satu daya dan kekuatan yang sanggup melemahkan Allah, baik kekuatan itu terdapat di langit maupun di bumi. Bagaimana Allah itu lemah? Bukankah ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi kerajaan langit dan bumi? Bagaimana mungkin makhluk ciptaan-Nya, Sekalipun seluruh manusia bersatu menandingi kekuasaan Allah, tidak akan sanggup menjatuhkan atau menandingi kekuasaan-Nya, sedang semuanya dijadikan dengan fisik yang lemah? Allah berfirman:\n\nAllah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah. (an-Nisa'/4: 28)\n\nPerhatikanlah akhir ayat ini dengan penegasan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Mahakuasa terhadap segala makhluk ciptaan-Nya. Dalam Tafsir al-Maragi dijelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Mahakuasa terhadap orang-orang yang harus mendapatkan siksaan dengan segera. Sebaliknya, orang yang tobat, dan ingin kembali kepada Tuhan dari kesesatannya, Dia memberi petunjuk kepadanya sehingga beriman sepenuhnya. Ketika orang-orang musyrik meminta kepada Nabi Muhammad agar azab yang dijanjikan itu segera diturunkan, maka diterangkan kepada mereka bahwa Allah menentukan peraturan-Nya bagi umat ini, yakni siksaan tidak segera diturunkan kepada mereka yang melakukan kedurhakaan atau keingkaran terhadap ajaran rasul. Sebab diharapkan sebagian di antara mereka mungkin masih ada yang insaf dan kembali kepada ajaran Tuhannya" } } }, { "number": { "inQuran": 3704, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 22, "page": 439, "manzil": 5, "ruku": 380, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u064a\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Awalam yaseeroo fil ardi fa yanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul lazeena min qblihim wa kaanoo ashadda minhum quwwah; wa maa kaanal laahu liyu'jizahoo min shai'in fis samaawaati wa laa fil ard; innahoo kaana 'Aleeman Qadeeraa" } }, "translation": { "en": "Have they not traveled through the land and observed how was the end of those before them? And they were greater than them in power. But Allah is not to be caused failure by anything in the heavens or on the earth. Indeed, He is ever Knowing and Competent.", "id": "Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul), padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3704", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3704.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3704.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menegaskan bahwa ketetapan-ketetapan-Nya (sunatullah) pasti berlaku bagi seluruh umat manusia. Pada ayat ini Allah menunjukkan bukti-bukti berlakunya sunatullah bagi umat-umat terdahulu. Dan tidakkah mereka, yakni kaum musyrik Mekah, bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan yang buruk bagi orang-orang sebelum mereka yang mendustakan rasul, seperti kaum ‘Ad, Samud, dan lainnya, padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka, baik fisik maupun harta? Andaikata kaum musyrik Mekah merasa lebih kuat daripada umat-umat terdahulu itu, kekuatan tersebut tidak akan ada artinya di hadapan Allah, karena Allah Mahaperkasa, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui perbuatan dan perkataan serta rencana jahat mereka, Mahakuasa mewujudkan apa yang Dia kehendaki.", "long": "Ayat ini masih menjelaskan sikap orang musyrik Mekah terhadap dakwah Nabi saw. Dengan segala daya dan pikiran, dengan harta dan kekayaan yang dimiliki, mereka menentang dakwah Nabi Muhammad, bahkan beliau diboikot dan dihalangi. Tetapi, segala rencana jahat guna mematahkan dakwah Islam itu pada akhirnya menjadi bumerang bagi mereka. Kegagalan kaum kafir Mekah mencegah tersiarnya dakwah Islam telah tertulis dengan tinta emas dalam sejarah Islam. Setiap usaha dan rencana jahat untuk memadamkan cahaya agama Allah di bumi ini, pasti akan gagal, sebab Allah selalu akan memelihara eksistensi agama-Nya di bumi ini, sampai akhir zaman, biarpun tidak disukai oleh orang-orang musyrik, sebagaimana disebutkan dalam ayat:\n\nMereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. (ash-shaff/61: 8) \n\nDalam Aisar at-Tafasir disebutkan satu riwayat bahwa Ka'ab berkata kepada Ibnu 'Abbas, \"Dalam Taurat diterangkan bahwa siapa yang menggali lubang untuk kawannya, dialah yang masuk ke dalamnya.\" Ibnu 'Abbas menjawab, \"Hal itu aku temukan dalam Al-Qur'an.\" Ka'ab bertanya, \"Di mana?\" Ibnu 'Abbas menjawab, \"Bacalah wa la yahiqul makrus-sayyi' illa bi ahlih (Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri.)\" \n\nSeperti diuraikan di atas, kadang-kadang Allah menunda kedatangan siksa sebagai bukti kasih sayang-Nya kepada orang-orang kafir. Tetapi, jangan dikira bahwa Allah tidak akan menyiksa mereka bila mereka tidak tobat, sebab bila mereka di dunia belum merasakan siksaan, di akhirat kelak pasti akan mereka alami juga. Di akhirat nanti baru mereka yakini ke mana orang yang zalim itu ditempatkan Allah sesuai dengan ancaman Allah ketika mereka masih di dunia.\n\nDan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali. (asy-Syu'ara'/26: 227)\n\nSekalipun azab itu sudah pasti datang, orang-orang yang tidak mengimaninya masih saja menentang kedatangannya dengan tidak menghentikan segala perbuatan jahatnya. Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan nasib mereka kelak dengan mengatakan bahwa tidak ada yang mereka tunggu-tunggu itu melainkan siksaan seperti apa yang telah menimpa manusia dahulu kala disebabkan keingkaran mereka terhadap risalah para rasul. Tetapi, ujung ayat ini menegaskan bahwa sunah Allah menentukan bahwa setiap orang yang mendustakan ajaran-Nya pasti akan disiksa dengan azab yang tidak akan berubah dan tidak akan dipindahkan kepada orang lain. Allah tidak akan melimpahkan rahmat-Nya pada seseorang yang sudah tercatat sebagai pembangkang dan pendosa, serta tidak akan memikulkan dosanya kepada diri orang lain.\n\nDan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. (al-An'am/6: 164)" } } }, { "number": { "inQuran": 3705, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 380, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0624\u064e\u0627\u062e\u0650\u0630\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0638\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa law yu'aakhizul laahun naasa bima kasaboo maa taraka 'alaa zahrihaa min daaabbatinw wa laakiny yu'akhkhiruhum ilaaa ajalim musamman fa izaa jaaa'a ajaluhum fa innal laaha kaana bi'ibaadihee Baseeraa" } }, "translation": { "en": "And if Allah were to impose blame on the people for what they have earned, He would not leave upon the earth any creature. But He defers them for a specified term. And when their time comes, then indeed Allah has ever been, of His servants, Seeing.", "id": "Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3705", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3705.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3705.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir sering menantang agar Allah menyegerakan turunnya azab kepada mereka. Melalui ayat ini Allah menegaskan, “Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkannya bagi orang-orang yang melanggar sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti, apabila ajal, yakni batas waktu yang ditentukan bagi mereka telah tiba, maka Allah Maha Melihat keadaan hamba-hamba-Nya, baik yang taat maupun yang bermaksiat, dan akan memberi mereka balasan sesuai perbuatan masing-masing.", "long": "Ayat ini menjelaskan manifestasi dari sifat rahman dan rahim dari Allah. Jika Allah langsung menyiksa orang-orang musyrik itu seperti apa yang mereka kehendaki, pasti mereka dan binatang-binatang mati kehausan akibat kurang minum. Tetapi, Allah tidak bertindak begitu sekalipun Dia berkuasa, sebaliknya Dia tetapkan suatu ketentuan yakni siksaan itu ditunda sampai pada waktu yang hanya diketahui-Nya sendiri. Akan tetapi, kalau azab itu telah menimpa, tidak akan dikurangi dan mereka tidak akan bisa melepaskan diri. Ketentuan Allah yang demikian itu hanya berlaku bagi umat Nabi Muhammad saja, sedang pada umat sebelumnya bila mereka bersalah, langsung dihukum tanpa penundaan. \n\nDalam Tafsir al-Wadhih dijelaskan bahwa ketentuan itu adalah kemuliaan yang dikaruniakan Allah kepada Nabi Muhammad, sebagai suatu hukum bagi beliau dan umatnya. Dengan harapan agar orang-orang yang masih belum mau beriman segera tobat, kembali kepada petunjuk dan ajaran-Nya. Tetapi, bila janji Allah telah datang, tidak ada waktu lagi untuk menundanya. Di situlah nanti masing-masing orang akan diperhitungkan perbuatannya. Yang baik dibalas dengan ganjaran kebaikan, yang jahat dibalas dengan azab.\n\nDengan kasih dan sayang Allah, Al-Qur'an menyerukan supaya manusia bertobat dan kembali kepada-Nya. Biarpun azab itu telah ditunda kedatangannya, namun kapan waktunya yang pasti, tiada seorang pun yang mengetahuinya. Orang yang merasa dirinya bersalah tidak perlu berputus asa, sebab betapapun besarnya kesalahan, jika diakhiri dengan penyesalan dan tobat yang sesungguhnya, pasti akan diampuni Allah. Dialah Yang Maha Pengampun dan Penyayang. Dialah Yang Maha Mengetahui dan memperhatikan sekalian hamba-Nya." } } } ] }, { "number": 36, "sequence": 41, "numberOfVerses": 83, "name": { "short": "يس", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u064a\u0633", "transliteration": { "en": "Yaseen", "id": "Yasin" }, "translation": { "en": "Yaseen", "id": "Yasin" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Yaasiin terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Jin. Dinamai Yaasiin karena dimulai dengan huruf Yaasiin. Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al Quran, maka demikian pula arti Yaasiin yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al Quran bahwa Muhammad s.a.w. benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3706, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u0633", "transliteration": { "en": "Yaa-Seeen" } }, "translation": { "en": "Ya, Seen.", "id": "Ya Sin" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3706", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3706.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3706.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memulai surah ini dengan huruf Yà Sìn.", "long": "Pada surah-surah sebelumnya telah dibicarakan mengenai awal surah yang dimulai dengan huruf-huruf abjad. Pada kesimpulannya disebutkan bahwa pendapat yang terkuat menetapkan huruf-huruf abjad itu dimaksudkan sebagai peringatan untuk membangkitkan minat orang yang membacanya kepada hal-hal penting yang akan disebutkan dalam ayat-ayat sesudahnya. Tetapi, dari riwayat Ibnu 'Abbas diperoleh keterangan bahwa ya sin bermakna ya insan (wahai manusia) yakni wahai Muhammad. Demikian pula pendapat Abu Hurairah, 'Ikrimah, adh-ahhak, Sufyan bin Uyainah dan Sa'id bin Jubair. Menurut mereka, ya sin berasal dari logat Habsyah. Sedang Malik yang meriwayatkan dari Zaid bin Aslam menyebutkan arti ya sin adalah kependekan dari nama-nama Allah. Ada lagi yang berpendapat ya sin ringkasan dari kalimat \"Ya Sayidal Basyar\", yakni Nabi Muhammad sendiri. Atau ia adalah salah satu nama dari Al-Qur'an. Namun demikian, mayoritas ulama menyerahkan arti ya sin kepada Allah. (untuk lebih jelasnya, lihat tafsir surah al-Baqarah/2: 1)" } } }, { "number": { "inQuran": 3707, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wal-Qur-aanil-Hakeem" } }, "translation": { "en": "By the wise Qur'an.", "id": "Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3707", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3707.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3707.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Allah berfirman, “Aku bersumpah demi Al-Qur’an yang penuh hikmah, yakni pasti benarnya dan tidak ada sedikit pun yang tidak benar di dalamnya.", "long": "Allah bersumpah dengan Al-Qur'an yang penuh hikmah. Ada beberapa arti hikmah yang disarikan dari pendapat-pendapat ahli tafsir yakni: kata \"hikmah\" di sini muhkam, berarti yang telah pasti benarnya, dan tidak mungkin terdapat di dalamnya sesuatu yang batil (tidak benar) baik makna lafadh, tujuan, hikmah, kisah, hukumnya, dan lain-lain walaupun ditinjau dari segi apa pun. \"Hakim\" adalah suatu sifat yang dimiliki oleh orang yang berakal (cerdas). Demikian halnya Al-Qur'an, dengan hikmah yang dikandungnya memberi bekal kehidupan manusia untuk menyucikan hati mereka dan memberi rasa kepuasan rohani. Dengan kesucian hati dan kejernihan pikiran, akan terbuka rahasia-rahasia yang terkandung di alam ini. Al-Qur'an memberi bimbingan hidup yang penuh dengan kebijaksanaan, segala ajarannya sejalan dan harmonis dengan pikiran yang sehat dan kehendak nafsu yang terkendali, yakni jalan pikiran yang menuju ke arah kemaslahatan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3708, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaka laminal mursaleen" } }, "translation": { "en": "Indeed you, [O Muhammad], are from among the messengers,", "id": "sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3708", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3708.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3708.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku bersumpah bahwa sungguh, engkau adalah salah seorang dari rasul-rasul, wahai Nabi Muhammad. Engkau Kami utus untuk mengingatkan manusia dan memberi mereka petunjuk guna meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa tujuan sumpah Allah dengan Al-Qur'an yang mengandung hikmah itu adalah pernyataan bahwa Nabi Muhammad merupakan salah seorang di antara para rasul Allah yang diutus membawa kebenaran. Hal ini merupakan penolakan tegas terhadap orang-orang yang tidak memercayai Muhammad sebagai rasul Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3709, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "'Alaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "On a straight path.", "id": "(yang berada) di atas jalan yang lurus," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3709", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3709.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3709.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, engkau berada di atas jalan yang lurus, yakni jalan yang dapat mengantarkan manusia menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Itulah agama Islam (Lihat juga: asy-Syùrà/42: 52).", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Rasulullah berada pada jalan yang lurus. Hal ini sebagai penegasan bahwa agama dan syariat yang dibawa Nabi Muhammad itu adalah benar, lurus, berasal dari Allah. Salah satu ciri dari risalah Muhammad selalu berada pada jalan yang lurus. Kebenaran yang dibawanya jelas, tanpa mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan. Syariat Muhammad saw tidaklah cenderung mengikuti keinginan hawa nafsu manusiawi, tetapi senantiasa mendorong manusia menuju kepada kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Firman Allah:\n\nDan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus. (asy-Syura/42: 52)" } } }, { "number": { "inQuran": 3710, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Tanzeelal 'Azeezir Raheem" } }, "translation": { "en": "[This is] a revelation of the Exalted in Might, the Merciful,", "id": "(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3710", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3710.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3710.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah Yang Mahaperkasa, yakni mampu mengalahkan siapa pun dan melaksanakan apa pun yang Dia kehendaki; Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya, utamanya kepada mereka yang beriman.", "long": "Ayat ini dengan tegas menentukan kedudukan Al-Qur'an, yakni kitab suci yang berasal dari Allah, bukan kitab suci hasil karangan manusia. Allah telah menyatakan kepada para hamba-Nya agar memahami hakikat kitab suci yang diturunkan-Nya, yaitu dari Zat Yang Maha Perkasa, yang bertindak seperti apa yang dikehendaki-Nya, tetapi Dia juga Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Kasih sayang itu tertuang dalam Al-Qur'an yang mengandung rahmat bagi seluruh manusia.\n\nArti yang serupa dengan ayat ini adalah:\n\nDan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam. (asy-Syu'ara'/26: 192)" } } }, { "number": { "inQuran": 3711, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Litunzira qawmam maaa unzira aabaaa'uhum fahum ghaafiloon" } }, "translation": { "en": "That you may warn a people whose forefathers were not warned, so they are unaware.", "id": "agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3711", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3711.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3711.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an diturunkan agar engkau, wahai Nabi Muhammad, memberi peringatan untuk pertama kali kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, tepatnya pada masa kekosongan dari risalah kenabian antara Nabi Isa dengan Nabi Muhammad, karena itu mereka lalai dari iman dan ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh rasul sebelumnya.", "long": "Adapun hikmah penurunan Al-Qur'an antara lain untuk memberi peringatan kepada bangsa Arab yang belum pernah diutus kepada mereka seorang rasul. Dalam ayat ini disebutkan kerusakan moral bangsa Arab akibat sifat lalai dalam hati mereka. Hati yang lalai ialah hati yang tidak melaksanakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Mereka adalah bangsa Arab keturunan Nabi Ismail yang belum pernah dikirim seorang rasul pun kepada mereka. Oleh karena itu, mereka belum mengenal syariat yang membawa manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Adapun kata qaum yang mengandung pengertian khusus ditujukan kepada bangsa Arab saja, tidak mengubah maksud risalah yang sebenarnya, yakni tertuju kepada seluruh manusia, sebagaimana ditegaskan dalam ayat lain:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua. (al-A'raf/7: 158)" } } }, { "number": { "inQuran": 3712, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad haqqal qawlu 'alaaa aksarihim fahum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Already the word has come into effect upon most of them, so they do not believe.", "id": "Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3712", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3712.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3712.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena kaum kafir Mekah menolak ajakan Nabi Muhammad, Allah bersumpah bahwa sungguh, pasti berlaku perkataan, yakni hukuman, terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman dan menolak risalah Nabi Muhammad.", "long": "Telah menjadi ketetapan Allah untuk mengazab nenek moyang orang-orang kafir sebagaimana terjadi pada kebanyakan umat yang telah menolak kedatangan rasul yang diutus kepada mereka. Keingkaran dan kejahatan akhlak mereka menyebabkan hati mereka tidak mampu menghayati kebenaran dan tidak mau tunduk kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3713, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0630\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u0645\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa ja'alnaa feee a'naaqihim aghlaalan fahiya ilal azqaani fahum muqmahoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have put shackles on their necks, and they are to their chins, so they are with heads [kept] aloft.", "id": "Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3713", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3713.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3713.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menggambarkan kondisi kaum kafir tersebut dengan firman-Nya, “Sungguh, Kami telah memasang belenggu yang diikat di leher mereka, lalu tangan mereka diangkat ke dagu, karena itu kepala mereka tertengadah dan mendongak sehingga tidak dapat menunduk apalagi bergerak dengan bebas.", "long": "Kemudian diberikan sebuah perumpamaan bagi orang-orang yang tidak mau beriman itu, seolah-olah belenggu telah dipasang di leher mereka, tangan diangkat sampai ke atas dagu. Hal demikian menyebabkan muka mereka selalu tertengadah. Demikianlah gambaran orang yang tidak beriman karena dia tidak dapat menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengambil perbandingan. Belenggu itu demikian erat, sehingga tidak memungkinkan kepalanya bergerak sama sekali. Di ayat lain terdapat pula keterangan:\n\nDan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu. (al-Mu'minun/23: 71) \n\nMenurut riwayat, ayat ini pada mulanya diturunkan sehubungan dengan niat Abu Jahal bersama dua orang temannya yang berasal dari Bani Makhzum. Abu Jahal pernah bersumpah bila melihat Muhammad sedang salat di Baitullah, ia akan menjatuhkan batu besar ke atas kepalanya. Pada suatu hari, dilihatnya Nabi sedang sujud, di tangannya sudah tersedia batu yang cukup besar. Ketika batu itu diangkatnya dan akan dilemparkan ke arah Nabi yang sedang sujud itu, ia jadi ragu-ragu dan batu itu terlepas dari pegangan tangannya. Abu Jahal kembali kepada kaumnya dan menceritakan apa yang terjadi. \n\nKemudian ada pula seorang Bani Makhzum karena tertarik dengan cerita Abu Jahal, bermaksud pula melempar Nabi pada waktu beliau akan salat. Ketika ia hendak melaksanakan niat jahatnya, Allah membutakan matanya. Ia kembali kepada kaumnya dalam keadaan buta. Dia menceritakan bahwa ketika hendak melaksanakan niatnya tiba-tiba muncul seekor binatang besar yang siap hendak menerkamnya. Seandainya batu itu ia lemparkan juga, binatang itu pasti menerkamnya. Ada yang mengatakan bahwa makna belenggu di sini adalah arti majazi (kiasan). Jadi yang dimaksud dengan belenggu adalah penghalang yang menghalangi niat seseorang untuk beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3714, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa mim baini aydeehim saddanw-wa min khalfihim saddan fa aghshai naahum fahum laa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "And We have put before them a barrier and behind them a barrier and covered them, so they do not see.", "id": "Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3714", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3714.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3714.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat, yakni dinding penghalang antara mereka dengan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad, dan di belakang mereka juga Kami ciptakan sekat, dan Kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran. Itulah perum-pamaan orang-orang yang enggan melakukan kebaikan dan selalu menolak kebenaran.", "long": "Kemudian digambarkan pula bahwa orang-orang yang tidak beriman itu memandang baik perbuatan jahat yang mereka kerjakan. Hal demikian menyebabkan mereka menjadi sombong, sehingga mereka enggan mengikuti ajaran rasul. Pikirannya tertutup dari kebenaran, dari apa yang dapat mendatangkan manfaat. Oleh karena itu, tidak ada yang bisa mereka pahami kecuali apa yang telah diwariskan dari nenek moyang mereka. Ringkasnya, mereka selalu berada dalam penjara kebodohan, seolah-olah hati mereka dipisahkan oleh dinding, sehingga mereka tidak bisa berpikir dan merenungkan dalil-dalil kebenaran ajaran yang dibawa rasul. \n\nAda pula yang mengartikan dinding yang menghalangi itu dengan hijab; hingga berarti Allah menjadikan hijab yang menghalangi orang-orang musyrik untuk menyakiti Rasul. Sedang mata yang tertutup diartikan, mereka tidak bisa mengindra dengan baik sesuatu yang dilihatnya, dan tidak satu pun petunjuk yang dapat meluruskan pikiran mereka.\n\n(10) Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak bisa menerima petunjuk itu walaupun diancam dengan siksaan yang pedih, tidak akan berubah. Sebab hati mereka sebenarnya sudah terpatri mati dan tidak dapat menerima petunjuk. Hal yang demikian disebabkan pikiran mereka tidak sanggup lagi memikirkan kebenaran yang disampaikan, dan mata mereka sudah buta dari kebenaran itu. Ringkasnya, siapa yang telah ditetapkan Allah kesesatannya tidak mungkin lagi bermanfaat baginya segala nasihat yang disampaikan orang. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat. (al-Baqarah/2: 6-7)\n\nDan firman-Nya:\n\nSungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman. (Yunus/10: 96)" } } }, { "number": { "inQuran": 3715, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa sawaaa'un 'alaihim 'a-anzartahum am lam tunzirhum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And it is all the same for them whether you warn them or do not warn them - they will not believe.", "id": "Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3715", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3715.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3715.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itu membuktikan bahwa peringatan apa pun sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi kaum kafir. Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau, wahai Nabi Muhammad, memberi peringatan kepada mereka akan adanya azab atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka; pada akhirnya mereka tetap tidak akan beriman juga. Itu semua diakibatkan oleh keengganan mereka menerima petunjuk Allah yang disampaikan oleh para rasul.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak bisa menerima petunjuk itu walaupun diancam dengan siksaan yang pedih, tidak akan berubah. Sebab hati mereka sebenarnya sudah terpatri mati dan tidak dapat menerima petunjuk. Hal yang demikian disebabkan pikiran mereka tidak sanggup lagi memikirkan kebenaran yang disampaikan, dan mata mereka sudah buta dari kebenaran itu. Ringkasnya, siapa yang telah ditetapkan Allah kesesatannya tidak mungkin lagi bermanfaat baginya segala nasihat yang disampaikan orang. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat. (al-Baqarah/2: 6-7)\n\nDan firman-Nya:\n\nSungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman. (Yunus/10: 96)" } } }, { "number": { "inQuran": 3716, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u062e\u064e\u0634\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innamaa tunziru manit taba 'az-Zikra wa khashiyar Rahmaana bilghaib, fabashshirhu bimaghfiratinw-wa ajrin kareem" } }, "translation": { "en": "You can only warn one who follows the message and fears the Most Merciful unseen. So give him good tidings of forgiveness and noble reward.", "id": "Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3716", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3716.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3716.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk meneguhkan hati Nabi Muhammad atas penolakan kaum kafir Mekah, Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan, yakni peringatanmu hanya berguna bagi mereka yang mau mengikuti, yang percaya akan surga, dan yang takut berbuat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih karena mereka yakin Tuhan selalu mengawasi, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka, berilah mereka kabar gembira dengan ampunan yang menghapus dosa-dosa mereka dan pahala yang mulia, yaitu surga.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa hanya orang yang dapat menerima petunjuk Nabi Muhammad yang takut mendengar ancaman Allah, yakni orang-orang yang beriman pada Al-Qur'an dan mau melaksanakan pedoman yang telah digariskannya. Mereka merasa sadar, gentar, dan ngeri bila mendengar ancaman dan siksaan Allah. Allah Mahabesar rahmat-Nya dan Mahapedih siksa-Nya, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:\n\nKabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (al-hijr/15: 49-50) \n\nAllah memerintahkan Nabi Muhammad untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan mendapat magfirah (ampunan) dan pahala yang mulia, yaitu nikmat yang abadi yang tidak dapat dilukiskan, tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terlintas dalam hati. Ayat lain menyatakan:\n\nSesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (al-Mulk/67: 12)\n\nMaksud firman Allah \"takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih walaupun tidak melihatnya\" ialah selalu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya di saat ada atau tidak orang yang mengetahui, atau ia bertakwa kepada Allah baik waktu ia sendirian maupun bersama orang lain. Orang-orang beriman dan berkepribadian seperti di ataslah yang diberi Allah kabar gembira melalui Nabi Muhammad. Kabar gembira itu adalah segala dosa yang pernah mereka kerjakan akan diampuni Allah dengan magfirah-Nya, dan mereka akan menikmati pahala yang mulia yakni surga yang luasnya seluas langit dan bumi, seperti yang dinyatakan oleh ayat:\n\nDan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (ali 'Imran/3: 133)" } } }, { "number": { "inQuran": 3717, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 22, "page": 440, "manzil": 5, "ruku": 381, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Innaa Nahnu nuhyil mawtaa wa naktubu maa qaddamoo wa aasaarahum; wa kulla shai'in ahsainaahu feee Imaamim Mubeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is We who bring the dead to life and record what they have put forth and what they left behind, and all things We have enumerated in a clear register.", "id": "Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3717", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3717.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3717.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kamilah yang menghidupkan kembali orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia, baik atau buruk, kecil atau besar, untuk kami balas secara adil; dan dicatat pula bekas-bekas yang mereka tinggalkan, yakni perbuatan baik maupun buruk yang mereka kerjakan dan diikuti oleh orang lain atau generasi sesudah mereka. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas, yakni Lauh Mahfùz.", "long": "Kemudian disebutkan pula bahwa orang harus merasa takut kepada Tuhannya, karena Allah akan menghidupkan kembali semua orang yang telah mati dan membangkitkan mereka dari kuburnya masing-masing pada hari Akhirat. Ketika itu manusia memperoleh catatan dari seluruh perbuatan, baik besar maupun kecil, yang pernah dikerjakan di dunia dahulu. Tiada satu pun perbuatan yang luput dari catatan. Semuanya tertulis dalam buku itu dengan teliti dan. Al-Qur'an menyatakan:\n\nDan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49) \n\nTidak hanya perbuatan mereka yang tertulis dalam buku itu, tetapi juga segala amal yang mereka tinggalkan, yang diikuti dan masih dimanfaatkan orang banyak setelah ia meninggal dunia, seperti ilmu pengetahuan yang diajarkannya, harta benda yang diwakafkan, atau rumah sakit yang didirikannya untuk kesehatan masyarakat. Demikian pula perbuatan jahat yang ditinggalkan, seperti fitnah yang pernah ditebarkannya sehingga mengakibatkan orang saling berselisih atau berpecah-belah. Ringkasnya, setiap perbuatan yang menimbulkan pengaruh, baik yang bermanfaat atau menimbulkan mudarat, tertulis semua dalam buku itu. Ayat ini sejalan dengan hadis Rasulullah yang berbunyi:Barang siapa membuat tradisi (kebiasaan) yang baik ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sesudah ia meninggal tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka. Dan barangsiapa membuat suatu tradisi (kebiasaan) yang buruk, ia akan memikul dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah (ia) meninggal dunia tanpa dikurangi sedikit pun dosa mereka. Kemudian Rasulullah membaca ayat \"wanaktubu maqaddamu wa atsarahum\" (dan Kami-lah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan).\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Musa.. al-Asy'ari) \n\nSehubungan dengan makna firman Allah \"Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan\", Imam at-Tirmidzi meriwayatkan sebuah kisah, seperti yang dimuat oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, di mana diceritakan ada orang-orang dari Bani Salamah tinggal di pinggiran kota Medinah. Mereka merasa betapa jauhnya tempat kediaman mereka dari masjid Nabi. Agar mereka dapat datang berjamaah lebih awal untuk memperoleh keutamaan salat berjamaah, mereka berniat untuk memindahkan rumah mereka ke daerah sekitar masjid, maka turunlah ayat ini. Setelah Rasulullah memanggil mereka, beliau pun bersabda, \"Niatmu yang baik itu akan ditulis.\" Akhirnya mereka tidak jadi pindah. \n\nIbnu Jarir ath-thabari meriwayatkan pula bahwa rumah sebagian orang Anshar jauh dari masjid Rasulullah. Mereka ingin memindahkannya, maka turunlah ayat ini. Mereka akhirnya membatalkan maksud tersebut. Barangkali yang mendorong orang-orang Bani Salamah atau segolongan sahabat Anshar hendak memindahkan rumah mereka adalah hadis Nabi saw yang menyatakan bahwa salat berjamaah itu 27 kali lipat pahalanya dibanding dengan salat yang dikerjakan sendirian.\n\nRasulullah bersabda:\n\nManusia yang paling banyak pahalanya dalam salat ialah orang yang paling jauh berjalan dengan kaki, kemudian yang paling jauh, dan orang yang menunggu salat sehingga ia mengerjakannya bersama imam lebih besar pahalanya daripada orang yang mengerjakan salat (sendiri) kemudian ia tidur.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa) \n\nKemudian lebih ditegaskan lagi bahwa tidak hanya perbuatan Bani Adam yang tertulis dalam buku itu dengan teliti, tetapi juga apa yang terjadi di bumi ini. Menurut penjelasan ahli tafsir yang dimaksud dengan imamum mubin (kitab induk yang nyata) ialah Lauh Mahfudh. Ayat ini diperkuat lagi dengan keterangan ayat-ayat lain yang berbunyi:\n\nDia (Musa) menjawab, \"Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfudh), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa.\" (thaha/20: 52)\n\nDan ayat:\n\nDan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis. (al-Qamar/54: 53)\n\nDemikian penjelasan ayat-ayat di atas yang memastikan datangnya hari Kiamat, di mana manusia akan menerima balasan dari semua usahanya, baik jahat maupun baik. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa kabar gembira berupa ampunan dan surga bagi orang yang takwa kepada Tuhan dan mengikuti petunjuk Al-Qur'an ditetapkan Allah nanti setelah hari Kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 3718, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wadrib lahum masalan Ashaabal Qaryatih; iz jaaa'ahal mursaloon" } }, "translation": { "en": "And present to them an example: the people of the city, when the messengers came to it -", "id": "Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3718", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3718.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3718.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keingkaran kaum kafir Mekah terhadap kerasulan Nabi Muhammad hampir sama dengan keingkaran umat rasul-rasul terdahulu. Karena itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad mengubah strategi dakwahnya. “Dan untuk memotivasi mereka supaya beriman, buat dan sampaikan-lah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu keadaan penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan Kami datang kepada mereka. Menurut suatu riwayat, negeri itu adalah Antiokhia, sebuah kota di Suriah saat ini.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menceritakan kepada kaum musyrik Quraisy dan sekaligus kepada kaum yang mendustakan risalahnya tentang riwayat Ashhabul Qaryah sebagai pengajaran bagi mereka. Intisari dari kisah itu menyatakan bahwa siapa saja yang mendustakan rasul akan mengalami nasib malang seperti apa yang dialami oleh Ashhabul Qaryah. Dalam beberapa tafsir diterangkan bahwa yang dimaksud dengan Ashhabul Qaryah adalah penduduk kota Antakia (Arab: Anthakiyah), tetapi ada yang menyebut penduduk suatu kota yang tidak dikenal.\n\nSedangkan tiga utusan itu, ada yang menyebut bahwa mereka adalah utusan Isa. kepada penduduk negeri tersebut, dan ada pula yang menyebut mereka adalah rasul yang diutus kepada penduduk negeri tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3719, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064e\u0632\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u062b\u064e\u0627\u0644\u0650\u062b\u064d \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz arsalnaaa ilaihimusnaini fakazzaboohumaa fa'azzaznaa bisaalisin faqaalooo innaaa ilaikum mursaloon" } }, "translation": { "en": "When We sent to them two but they denied them, so We strengthened them with a third, and they said, \"Indeed, we are messengers to you.\"", "id": "(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, “Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3719", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3719.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3719.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ceritakanlah ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan untuk menyeru mereka agar bertauhid dan beriman kepada risalah kenabian serta hari Kebangkitan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan mereka berdua dengan utusan yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata, “Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepada kamu.”", "long": "Oleh karena kedua utusan itu ada yang menyebutkan bernama (Yuhana dan Bulus) tidak berhasil melaksanakan misinya, dikirim lagi seorang yang bernama Syam.'un dengan tugas yang sama. Risalah yang mereka bawa adalah supaya penduduk Antakia itu mau membersihkan dirinya dari perbuatan syirik, supaya mereka melepaskan diri dari segala bentuk sesembahan selain Allah, dan kemudian kembali kepada ajaran tauhid." } } }, { "number": { "inQuran": 3720, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo maaa antum illaa basharum mislunaa wa maaa anzalar Rahmaanu min shai'in in antum illaa takziboon" } }, "translation": { "en": "They said, \"You are not but human beings like us, and the Most Merciful has not revealed a thing. You are only telling lies.\"", "id": "Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3720", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3720.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3720.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penduduk negeri itu mengabaikan dakwah ketiga utusan tersebut. Mereka menjawab, “Kamu bertiga ini hanyalah manusia seperti kami; tidak ada kelebihan apa pun pada diri kamu atas kami, dan Allah Yang Maha Pengasih sama sekali tidak menurunkan sesuatu apa pun berupa perintah maupun larangan; kamu hanyalah pendusta belaka dalam pengakuan kamu sebagai utusan Tuhan.”", "long": "Kemudian dalam ayat ini disebutkan alasan mendasar kaumnya tidak mau beriman kepada Allah. Kebanyakan orang-orang yang mendustakan itu berkeyakinan bahwa ketiga utusan itu adalah manusia biasa saja seperti mereka juga, tanpa ada keistimewaan yang menonjol. Ketika itu, mungkin juga sekarang, seseorang tidak akan dihargai kalau tidak mempunyai kepandaian atau keahlian yang luar biasa.\n\nAlasan kedua, karena mereka yakin bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih tidaklah menurunkan risalah ataupun kitab yang berisi wahyu dan Dia tidak pula memerintahkan untuk beriman kepada ketiga utusan itu. Oleh karena itu, mereka menyimpulkan ketiga utusan itu bohong belaka. Firman Allah yang menggambarkan penolakan mereka \"ma anzala ar-rahman\", menunjukkan bahwa penduduk Antakia itu telah lama mengenal Tuhan, hanya mereka mengingkarinya dan digantinya dengan berhala. Oleh sebab itu, semua rasul mereka tolak." } } }, { "number": { "inQuran": 3721, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo Rabbunaa ya'lamu innaaa ilaikum lamursaloon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Our Lord knows that we are messengers to you,", "id": "Mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan(-Nya) kepada kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3721", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3721.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3721.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendapat bantahan dari penduduk negeri tersebut, mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan-Nya kepada kamu.", "long": "Pandangan demikian dibantah oleh utusan-utusan itu dengan mengatakan hanya Allah yang mengetahui bahwa mereka benar-benar orang yang diutus kepada penduduk tersebut. Apabila mereka bohong, maka azab yang pedih akan menimpa mereka. Tugas mereka ini akan diridai Allah, dan pasti akan diketahui kelak siapa yang bersalah dan harus menanggung risiko atas kesalahan itu. Dalam ayat lain, jawaban seperti itu memang bisa diucapkan oleh seorang rasul, misalnya:\n\nDan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. (al-'Ankabut/29: 53)" } } }, { "number": { "inQuran": 3722, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maa 'alainaaa illal balaaghul mubeen" } }, "translation": { "en": "And we are not responsible except for clear notification.\"", "id": "Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3722", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3722.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3722.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan perintah-Nya dengan jelas tanpa sedikit pun keraguan.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa misi yang dibawa para rasul itu hanyalah sekadar menyampaikan risalah Allah. Keputusan ada di tangan manusia, apakah akan beriman kepada risalah tersebut atau tidak. Jika mereka beriman, faedah keimanan itu adalah untuk kebahagiaan mereka juga, di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, kalau orang-orang kafir itu tidak mau melaksanakan seruan para rasul itu, tentu akibatnya akan menimpa diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 3723, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0637\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaaloo innaa tataiyarnaa bikum la'il-lam tantahoo lanar jumannakum wa la-yamassan nakum minnaa 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "They said, \"Indeed, we consider you a bad omen. If you do not desist, we will surely stone you, and there will surely touch you, from us, a painful punishment.\"", "id": "Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3723", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3723.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3723.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketiga utusan itu tidak berhenti menyampaikan dakwah mereka, hingga mereka, yakni para penduduk negeri itu, menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kehadiran dan ajaran kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti menyeru kami untuk beriman kepada Allah dan hari Kiamat, niscaya kami rajam dan lempari kamu dengan batu sampai mati, dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa penduduk Antakia tidak bisa lagi mematahkan alasan-alasan para rasul itu. Oleh karena itu, mereka mengancam dengan mengatakan bahwa kalau kesengsaraan menimpa mereka kelak, maka hal ini disebabkan perbuatan ketiga orang tersebut. Dengan demikian, kalau para rasul itu tidak mau menghentikan dakwah yang sia-sia ini, terpaksa mereka merajamnya dengan batu atau menjatuhkan siksaan yang amat pedih. Ketiga utusan itu menangkis perkataan mereka dengan mengatakan bahwa seandainya penduduk Antakia kelak terpaksa mengalami siksaan, itu adalah akibat perbuatan mereka sendiri. Bukankah mereka yang mempersekutukan Allah, mengerjakan perbuatan maksiat, dan melakukan kesalahan-kesalahan? Sedangkan ketiga utusan itu hanya sekadar mengajak mereka untuk mentauhidkan Allah, mengikhlaskan diri dalam beribadah, dan tobat dari segala kesalahan. Apakah karena para rasul itu memperingatkan mereka dengan azab Allah yang sangat pedih dan mengajak mereka mengesakan Allah, lalu mereka menyiksa para rasul itu? Itukah balasan yang pantas bagi para rasul itu? Hal itu menunjukkan bahwa mereka adalah bangsa yang melampaui batas dengan cara berpikir dan menetapkan putusan untuk menyiksa dan merajam para rasul. Mereka menganggap buruk orang-orang yang semestinya menjadi tempat mereka meminta petunjuk. Ayat yang mirip pengertiannya dengan ayat ini adalah:\n\nKemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, \"Ini adalah karena (usaha) kami.\" Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui. (al-A'raf/7: 131)" } } }, { "number": { "inQuran": 3724, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo taaa'irukum ma'akum; a'in zukkirtum; bal antum qawmum musrifoon" } }, "translation": { "en": "They said, \"Your omen is with yourselves. Is it because you were reminded? Rather, you are a transgressing people.\"", "id": "Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3724", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3724.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3724.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, yakni ketiga utusan itu, berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena perbuatan buruk kamu sendiri. Kamu bernasib buruk akibat keengganan kamu menerima ajakan kami. Apakah karena kamu diberi peringatan, lalu kamu menuduh kami sebagai penyebab kemalangan itu? Tuduhan kamu sama sekali tidak benar! Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas dalam kedurhakaan sehingga mengakibatkan penderitaan yang kamu sebut sebagai nasib sial.”", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa penduduk Antakia tidak bisa lagi mematahkan alasan-alasan para rasul itu. Oleh karena itu, mereka mengancam dengan mengatakan bahwa kalau kesengsaraan menimpa mereka kelak, maka hal ini disebabkan perbuatan ketiga orang tersebut. Dengan demikian, kalau para rasul itu tidak mau menghentikan dakwah yang sia-sia ini, terpaksa mereka merajamnya dengan batu atau menjatuhkan siksaan yang amat pedih. Ketiga utusan itu menangkis perkataan mereka dengan mengatakan bahwa seandainya penduduk Antakia kelak terpaksa mengalami siksaan, itu adalah akibat perbuatan mereka sendiri. Bukankah mereka yang mempersekutukan Allah, mengerjakan perbuatan maksiat, dan melakukan kesalahan-kesalahan? Sedangkan ketiga utusan itu hanya sekadar mengajak mereka untuk mentauhidkan Allah, mengikhlaskan diri dalam beribadah, dan tobat dari segala kesalahan. Apakah karena para rasul itu memperingatkan mereka dengan azab Allah yang sangat pedih dan mengajak mereka mengesakan Allah, lalu mereka menyiksa para rasul itu? Itukah balasan yang pantas bagi para rasul itu? Hal itu menunjukkan bahwa mereka adalah bangsa yang melampaui batas dengan cara berpikir dan menetapkan putusan untuk menyiksa dan merajam para rasul. Mereka menganggap buruk orang-orang yang semestinya menjadi tempat mereka meminta petunjuk. Ayat yang mirip pengertiannya dengan ayat ini adalah:\n\nKemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, \"Ini adalah karena (usaha) kami.\" Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui. (al-A'raf/7: 131)" } } }, { "number": { "inQuran": 3725, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0635\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'a min aqsal madeenati rajuluny yas'aa qaala yaa qawmit tabi'ul mursaleen" } }, "translation": { "en": "And there came from the farthest end of the city a man, running. He said, \"O my people, follow the messengers.", "id": "Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3725", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3725.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3725.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berita kedatangan ketiga utusan tersebut menyebar ke pelosok negeri. Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki yang telah beriman kepada risalah Nabi Isa, konon bernama Habìb bin Mùsà an-Najjàr, dengan bergegas. Dia berkata untuk menasihati penduduk negeri itu, “Wahai kaumku! Percaya dan ikutilah utusan-utusan itu karena mereka benar-benar utusan Allah.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa sunatullah berlaku adalah apabila rasul yang bertugas menyampaikan kebenaran terdesak, pasti akan mendapat bantuan Allah. Berkaitan dengan kisah penolakan penduduk Antakia terhadap tiga utusan Nabi Isa, datanglah seorang laki-laki bernama habib an-Najjar yang tidak memiliki pengaruh ataupun kekuasaan yang menentukan, juga bukan keluarga atau orang yang berpengaruh terhadap raja negeri itu. Hanya dengan dinamika kekuatan imannya sajalah dia datang dari pelosok negeri guna membela ketiga utusan itu dengan memperingatkan orang-orang yang hendak menyiksa mereka. Ia menyerukan agar penduduk kota itu mengikuti para rasul yang datang hanya untuk menyampaikan petunjuk Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3726, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ittabi'oo mal-laa yas'alukum ajranw-wa hum muhtadoon" } }, "translation": { "en": "Follow those who do not ask of you [any] payment, and they are [rightly] guided.", "id": "Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3726", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3726.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3726.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan apa pun kepadamu atas dakwah mereka itu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah. Ayat ini menegaskan pentingnya ketulusan dalam menjalankan setiap aktivitas dan tidak mengharapkan apalagi meminta imbalan materi.", "long": "Laki-laki itu menjelaskan bahwa ketiga utusan yang mendakwahkan kebenaran itu tidak mengharapkan balas jasa sama sekali atas jerih payahnya menyampaikan risalah itu. Mereka memperoleh petunjuk dari Allah bahwa yang seharusnya disembah itu adalah Allah Yang Maha Esa, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.\n\nLaki-laki yang bernama habib an-Najjar itu datang dari jauh untuk menjelaskan kepada penduduk Antakia bahwa ia memberikan pelajaran dan pengajaran kepada mereka, setelah ia meyakini apa yang disampaikannya merupakan sesuatu yang baik bagi dirinya sendiri dan mereka. Mengapa ia tidak menyembah Allah Yang Maha Esa yang telah menciptakannya, dan kepada-Nya akan kembali semua yang hidup ini? Di sanalah mereka akan menerima segala ganjaran perbuatan mereka. Orang yang berbuat baik pasti menikmati hasil kebaikannya, sedangkan yang berbuat jahat, sudah barang tentu tidak sanggup melepaskan diri dari azab sebagai balasannya. Penegasan di atas adalah sebagai jawaban dari pertanyaan kaumnya yang tidak mau beriman.\n\nMenurut habib, tidak pantas ia mencari tuhan yang lain selain daripada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang mereka puja adalah tuhan yang tidak sanggup memberi manfaat atau menolak mudarat, tidak mendengar dan melihat, serta tidak bisa memberi pertolongan (syafaat). Tuhan-tuhan itu sudah barang tentu tidak dapat menghindarkan mereka dari azab Allah, walaupun mereka telah menyembahnya. Oleh karena itu, bila ia turut serta menyembah apa yang mereka sembah selain dari Tuhan Yang Maha Esa, sungguh ia telah menempuh jalan yang sesat. Kalau ia menyembah patung yang terbuat dari batu atau makhluk-makhluk lainnya, yang sama sekali tidak mungkin mendatangkan manfaat atau menolak mudarat, bukankah itu berarti ia sudah berada dalam kesesatan?\n\nLaki-laki yang datang dari jauh itu mengakhiri nasihatnya dengan menegaskan di hadapan kaumnya kepada ketiga utusan itu tentang pendiriannya yang sejati. Ia berkata, \"Dengarlah wahai utusan-utusan Nabi Isa, aku beriman kepada Tuhanmu yang telah mengutus kamu. Oleh karena itu, saksikanlah dan dengarkanlah apa yang aku ucapkan ini\". \n\nMenurut riwayat, setelah habib mengumandangkan pendiriannya, kaum kafir itu lalu melemparinya dengan batu. Sekujur tubuhnya mengeluarkan darah. Akhirnya habib meninggal dalam keadaan syahid menegakkan kebenaran. Ada pula riwayat yang mengatakan bahwa kedua kakinya ditarik ke arah yang berlawanan sampai sobek sehingga dari arah duburnya memancar darah segar. Ia gugur dalam melaksanakan tugasnya. Sebelum menemui ajalnya, pahlawan tersebut masih sempat berdoa kepada Allah, \"Ya Allah tunjukilah kaumku, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui.\"\n\nPada saat hari Kebangkitan tiba, Allah memerintahkan kepada habib, \"Masuklah engkau ke dalam surga sebagai balasan atas apa yang telah engkau kerjakan selama di dunia.\" Setelah ia masuk dan merasakan betapa indah dan nikmatnya balasan Allah bagi orang yang beriman dan sabar dalam melaksanakan tugas dakwah, ia pun berkata, \"Kiranya kaumku dahulu mengetahui bahwa aku memperoleh ampunan dan kemuliaan dari Allah.\" Magfirah dan kemuliaan yang hanya dapat dinikmati oleh sebagian manusia yang beriman. \n\nSesungguhnya ayat di atas memakai kata \"tamanni\" (mengharapkan sesuatu yang tak mungkin dicapai) untuk mendorong kaum Antakia dan orang-orang mukmin pada umumnya agar berusaha sebanyak mungkin memperoleh ganjaran seperti itu, tobat dari segala kekufuran, dan masuk ke dalam kelompok orang yang merasakan indahnya beriman kepada Allah, menaati jalan para wali Allah, dengan cara menahan marah dan melimpahkan kasih sayang kepada orang yang memusuhinya. \n\nIbnu 'Abbas mengatakan bahwa habib menasihati kaumnya ketika ia masih hidup dengan ucapan, \"Ikutilah risalah yang dibawa oleh para utusan itu.\" Kemudian setelah meninggal dunia akibat siksaan mereka, ia juga masih mengharapkan, \"Kiranya kaumku mengetahui bahwa Allah telah mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan.\" Setelah habib dibunuh, Allah menurunkan siksaan-Nya kepada mereka. Jibril diperintahkan mendatangi kaum yang durhaka itu. Dengan satu kali teriakan saja, bagaikan halilintar kerasnya, mereka tiba-tiba mati semuanya. Itulah suatu balasan yang setimpal dengan kesalahan karena mendustakan utusan-utusan Allah, membunuh para wali-Nya, dan mengingkari risalah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3727, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa liya laaa a'budul lazee fataranee wa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "And why should I not worship He who created me and to whom you will be returned?", "id": "Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3727", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3727.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3727.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Mengapa kamu enggan menyembah Allah ? tidak ada alasan bagiku dan bagimu untuk tidak menyembah Allah yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan untuk menerima balasan atas segala amal perbuatan yang dilakukan sewaktu di dunia.", "long": "Pada ayat ini digambarkan kesadaran yang timbul dalam hati dan cahaya iman yang telah menyinari jiwa orang itu, sehingga ia berpendapat bahwa tidak ada alasan sedikit pun baginya untuk tidak beriman kepada Allah. Karena Dialah yang telah menciptakan dan membentuknya sedemikian rupa dalam proses kejadian, sehingga memungkinkan dirinya memeluk agama tauhid yaitu agama yang mengajarkan untuk mempercayai Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa.\n\nPada akhir ayat ini, orang itu menyatakan bahwa hanya kepada Allah sajalah ia akan kembali setelah meninggalkan kehidupan dunia yang fana ini, tidak kepada yang lain. Pernyataan ini timbul dari lubuk hatinya, setelah ia merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah.\n\nSeseorang menghambakan diri kepada Allah karena:\n\n1. Merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah. Hanya Dialah yang berhak disembah, tidak ada sesuatu pun yang lain. Karena keyakinan itu, ia tetap menghambakan diri kepada Allah dalam keadaan bagaimana pun, apakah ia diberi nikmat oleh-Nya atau tidak, apakah ia dalam kesengsaraan atau dalam kesenangan, apakah dalam kesempitan atau kelapangan.\n\n2. Hamba yang beribadah kepada Allah telah merasakan nikmat yang dianugerahkan kepadanya, ia merasa tergantung kepada nikmat Allah itu.\n\n3. Seorang hamba mengharapkan pahala kepada Allah dan takut ditimpa siksa-Nya.\n\nHamba yang dimaksud pada ayat ini, ialah hamba yang termasuk golongan pertama. Hamba itu tetap beribadah kepada Allah sesuai dengan yang telah ditetapkan-Nya, sekalipun ia ditimpa malapetaka, kesengsaraan dan cobaan-cobaan yang lain. Ia menyatakan bahwa seluruh yang ada padanya, jiwa dan raganya, hidup dan matinya, semuanya adalah milik Allah.\n\nKeimanan orang ini sesuai dengan iman yang dimaksud dalam firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).\" (al-An'am/6: 162-163)" } } }, { "number": { "inQuran": 3728, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0628\u0650\u0636\u064f\u0631\u0651\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0642\u0650\u0630\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "'A-attakhizu min dooniheee aalihatan iny-yuridnir Rahmaanu bidurril-laa tughni 'annee shafaa 'atuhum shai 'anw-wa laa yunqizoon" } }, "translation": { "en": "Should I take other than Him [false] deities [while], if the Most Merciful intends for me some adversity, their intercession will not avail me at all, nor can they save me?", "id": "Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3728", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3728.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3728.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Padahal mereka sedikitpun tidak memiliki kekuasaan Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka yakni tuhan-tuhan yang disembah selain Allah tersebut tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka juga tidak dapat menyelamatkanku.", "long": "Seterusnya hamba yang disebutkan di atas bertanya kepada dirinya sendiri, “Apakah aku patut menyembah Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, padahal seandainya Dia bermaksud menimpakan sesuatu malapetaka atau kemudaratan atas diriku, niscaya tidak ada sesuatu pun yang dapat menolongku, demikian pula tuhan-tuhan yang aku sembah itu. Mereka tidak berdaya sedikit pun untuk menyelamatkan aku dari kemudaratan dan malapetaka.”" } } }, { "number": { "inQuran": 3729, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Inneee izal-lafee dalaa-lim-mubeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, I would then be in manifest error.", "id": "Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3729", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3729.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3729.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu yakni menyembah tuhan selain Allah, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata, karena tidak ada yang dapat memberikan manfaat dan menolak mudarat melainkan Allah semata.", "long": "Seterusnya hamba yang disebutkan di atas bertanya kepada dirinya sendiri, \"Apakah aku patut menyembah Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, padahal seandainya Dia bermaksud menimpakan sesuatu malapetaka atau kemudaratan atas diriku, niscaya tidak ada sesuatu pun yang dapat menolongku, demikian pula tuhan-tuhan yang aku sembah itu. Mereka tidak berdaya sedikit pun untuk menyelamatkan aku dari kemudaratan dan malapetaka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3730, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Inneee aamantu bi Rabbikum fasma'oon" } }, "translation": { "en": "Indeed, I have believed in your Lord, so listen to me.\"", "id": "Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3730", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3730.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3730.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu yaitu Allah, Tuhan yang kalian ingkari; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku.”", "long": "Ia lalu memperoleh jawaban yang benar atas pertanyaan itu, yaitu tidak patut sama sekali baginya menghamba kepada selain Allah. Hanya Allah sajalah Tuhan yang sebenarnya. Dan jika ia menyembah kepada selain Allah, pastilah ia berada dalam kesesatan yang nyata." } } }, { "number": { "inQuran": 3731, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u064a \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qeelad khulil Jannnah; qaala yaa laita qawmee ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "It was said, \"Enter Paradise.\" He said, \"I wish my people could know", "id": "Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3731", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3731.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3731.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menyatakan iman di hadapan kaumnya, kaummnya pun membunuhnya. Allah pun memberikan pahala atas imannya yang kokoh itu. Ketika dia meninggal, malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk surga dikatakan kepadanya, “Masuklah ke surga.” Dia laki-laki itu berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,", "long": "Akhirnya, orang tersebut mengambil keputusan yang tepat berdasar keyakinan yang penuh bahwa ia hanya beriman kepada Allah, yaitu Tuhan yang sebenarnya bagi dia dan kaumnya. Ia lalu mengumumkan keimanan dan keyakinannya itu kepada kaumnya, dan berkata dengan tegas, \"Sesungguhnya aku telah beriman kepada Allah yaitu Tuhan kamu yang sebenarnya. Maka dengarkanlah pernyataan imanku ini.\"\n\nSikap dan pernyataan iman seperti tersebut di atas, yang dilontarkan di tengah-tengah masyarakat yang masih bergelimang kekafiran, kemusyrikan, dan kemaksiatan, benar-benar merupakan keberanian yang timbul dari cahaya iman yang telah menerangi hati nuraninya. Ia ingin agar kaumnya juga beriman. Ia tak gentar kepada ancaman yang membahayakan dirinya, demi melaksanakan tugas suci untuk mengajak umat ke jalan yang benar.\n\nMenurut suatu riwayat, ketika orang itu berkata demikian kaumnya menyerangnya dan membunuhnya dan tidak seorang pun yang membelanya.\n\nSedang menurut Qatadah, \"Kaumnya merajamnya dengan batu, dan dia tetap berdoa, 'Wahai Tuhanku, tunjukilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.\" Mereka merajamnya sampai ia mengembuskan napasnya yang penghabisan. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang yang dimaksud pada ayat-ayat di atas bernama habib an-Najjar, yang terkena penyakit campak, tetapi suka bersedekah. Separuh dari penghasilannya sehari-hari disedekahkannya. Disebutkan bahwa setelah kaumnya mendengar pernyataan keimannya terhadap Islam maka berkobarlah kemarahan terhadapnya, dan akhirnya mereka membunuhnya. Akan tetapi, pada saat sebelum ia mengembuskan napas yang terakhir, turunlah kepadanya malaikat untuk memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni semua dosa-dosanya yang telah dilakukannya sebelum ia beriman, dan ia dimasukkan ke dalam surga sehingga termasuk golongan orang-orang yang mendapat kemuliaan di sisi Allah. \n\nPada detik-detik terakhir, ia masih sempat mengucapkan kata yang berisi harapan, \"Alangkah baiknya, jika kaumku mengetahui karunia Allah yang dilimpahkan-Nya kepadaku, berkat keimananku kepada-Nya, aku telah memperoleh ampunan atas dosaku. Aku akan dimasukkan ke dalam surga dengan ganjaran yang berlipat ganda, dan termasuk golongan orang-orang yang memperoleh kemuliaan di sisi-Nya. Seandainya mereka mengetahui hal ini, tentulah mereka akan beriman pula.\"\n\nPernyataan habib itu adalah pernyataan yang amat tinggi nilainya dan menunjukkan ketinggian akhlaknya. Sekalipun ia telah dirajam dan disiksa oleh kaumnya, namun ia tetap berharap agar kaumnya sadar dan mendapat rahmat dari Tuhan sebagaimana yang telah dialaminya." } } }, { "number": { "inQuran": 3732, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 22, "page": 441, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 176, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0644\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bimaa ghafara lee Rabbee wa ja'alanee minal mukrameen" } }, "translation": { "en": "Of how my Lord has forgiven me and placed me among the honored.\"", "id": "apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3732", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3732.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3732.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Duhai seandainya kaumku mengetahui apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan niscaya mereka akan beriman sebagaimana aku beriman.”", "long": "Akhirnya, orang tersebut mengambil keputusan yang tepat berdasar keyakinan yang penuh bahwa ia hanya beriman kepada Allah, yaitu Tuhan yang sebenarnya bagi dia dan kaumnya. Ia lalu mengumumkan keimanan dan keyakinannya itu kepada kaumnya, dan berkata dengan tegas, \"Sesungguhnya aku telah beriman kepada Allah yaitu Tuhan kamu yang sebenarnya. Maka dengarkanlah pernyataan imanku ini.\"\n\nSikap dan pernyataan iman seperti tersebut di atas, yang dilontarkan di tengah-tengah masyarakat yang masih bergelimang kekafiran, kemusyrikan, dan kemaksiatan, benar-benar merupakan keberanian yang timbul dari cahaya iman yang telah menerangi hati nuraninya. Ia ingin agar kaumnya juga beriman. Ia tak gentar kepada ancaman yang membahayakan dirinya, demi melaksanakan tugas suci untuk mengajak umat ke jalan yang benar.\n\nMenurut suatu riwayat, ketika orang itu berkata demikian kaumnya menyerangnya dan membunuhnya dan tidak seorang pun yang membelanya.\n\nSedang menurut Qatadah, \"Kaumnya merajamnya dengan batu, dan dia tetap berdoa, 'Wahai Tuhanku, tunjukilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.\" Mereka merajamnya sampai ia mengembuskan napasnya yang penghabisan. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang yang dimaksud pada ayat-ayat di atas bernama habib an-Najjar, yang terkena penyakit campak, tetapi suka bersedekah. Separuh dari penghasilannya sehari-hari disedekahkannya. Disebutkan bahwa setelah kaumnya mendengar pernyataan keimannya terhadap Islam maka berkobarlah kemarahan terhadapnya, dan akhirnya mereka membunuhnya. Akan tetapi, pada saat sebelum ia mengembuskan napas yang terakhir, turunlah kepadanya malaikat untuk memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni semua dosa-dosanya yang telah dilakukannya sebelum ia beriman, dan ia dimasukkan ke dalam surga sehingga termasuk golongan orang-orang yang mendapat kemuliaan di sisi Allah. \n\nPada detik-detik terakhir, ia masih sempat mengucapkan kata yang berisi harapan, \"Alangkah baiknya, jika kaumku mengetahui karunia Allah yang dilimpahkan-Nya kepadaku, berkat keimananku kepada-Nya, aku telah memperoleh ampunan atas dosaku. Aku akan dimasukkan ke dalam surga dengan ganjaran yang berlipat ganda, dan termasuk golongan orang-orang yang memperoleh kemuliaan di sisi-Nya. Seandainya mereka mengetahui hal ini, tentulah mereka akan beriman pula.\"\n\nPernyataan habib itu adalah pernyataan yang amat tinggi nilainya dan menunjukkan ketinggian akhlaknya. Sekalipun ia telah dirajam dan disiksa oleh kaumnya, namun ia tetap berharap agar kaumnya sadar dan mendapat rahmat dari Tuhan sebagaimana yang telah dialaminya." } } }, { "number": { "inQuran": 3733, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u062c\u064f\u0646\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa anzalnaa 'alaa qawmihee mim ba'dihee min jundim minas-samaaa'i wa maa kunnaa munzileen" } }, "translation": { "en": "And We did not send down upon his people after him any soldiers from the heaven, nor would We have done so.", "id": "Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3733", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3733.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3733.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari penjelasan perihal Habìb an-Najjàr yang mati dibunuh dan harapannya agar kaumnya ikut beriman, Allah dalam ayat berikut menjelaskan azab yang akan ditimpakan kepada orang musyrik. Dan setelah dia, yakni Habìb an-Najjàr dibunuh karena keimanannya, Kami tidak menurunkan suatu pasukan malaikat pun dari langit kepada kaumnya untuk menghancurkan mereka. Kami sudah menetapkan siksa bagi mereka berupa teriakan yang sangat keras. Dan karena itu, Kami tidak perlu menurunkannya, yakni para malaikat, dalam jumlah banyak.", "long": "Akhirnya, orang tersebut mengambil keputusan yang tepat berdasar keyakinan yang penuh bahwa ia hanya beriman kepada Allah, yaitu Tuhan yang sebenarnya bagi dia dan kaumnya. Ia lalu mengumumkan keimanan dan keyakinannya itu kepada kaumnya, dan berkata dengan tegas, \"Sesungguhnya aku telah beriman kepada Allah yaitu Tuhan kamu yang sebenarnya. Maka dengarkanlah pernyataan imanku ini.\"\n\nSikap dan pernyataan iman seperti tersebut di atas, yang dilontarkan di tengah-tengah masyarakat yang masih bergelimang kekafiran, kemusyrikan, dan kemaksiatan, benar-benar merupakan keberanian yang timbul dari cahaya iman yang telah menerangi hati nuraninya. Ia ingin agar kaumnya juga beriman. Ia tak gentar kepada ancaman yang membahayakan dirinya, demi melaksanakan tugas suci untuk mengajak umat ke jalan yang benar.\n\nMenurut suatu riwayat, ketika orang itu berkata demikian kaumnya menyerangnya dan membunuhnya dan tidak seorang pun yang membelanya.\n\nSedang menurut Qatadah, \"Kaumnya merajamnya dengan batu, dan dia tetap berdoa, 'Wahai Tuhanku, tunjukilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.\" Mereka merajamnya sampai ia mengembuskan napasnya yang penghabisan. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang yang dimaksud pada ayat-ayat di atas bernama habib an-Najjar, yang terkena penyakit campak, tetapi suka bersedekah. Separuh dari penghasilannya sehari-hari disedekahkannya. Disebutkan bahwa setelah kaumnya mendengar pernyataan keimannya terhadap Islam maka berkobarlah kemarahan terhadapnya, dan akhirnya mereka membunuhnya. Akan tetapi, pada saat sebelum ia mengembuskan napas yang terakhir, turunlah kepadanya malaikat untuk memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni semua dosa-dosanya yang telah dilakukannya sebelum ia beriman, dan ia dimasukkan ke dalam surga sehingga termasuk golongan orang-orang yang mendapat kemuliaan di sisi Allah. \n\nPada detik-detik terakhir, ia masih sempat mengucapkan kata yang berisi harapan, \"Alangkah baiknya, jika kaumku mengetahui karunia Allah yang dilimpahkan-Nya kepadaku, berkat keimananku kepada-Nya, aku telah memperoleh ampunan atas dosaku. Aku akan dimasukkan ke dalam surga dengan ganjaran yang berlipat ganda, dan termasuk golongan orang-orang yang memperoleh kemuliaan di sisi-Nya. Seandainya mereka mengetahui hal ini, tentulah mereka akan beriman pula.\"\n\nPernyataan habib itu adalah pernyataan yang amat tinggi nilainya dan menunjukkan ketinggian akhlaknya. Sekalipun ia telah dirajam dan disiksa oleh kaumnya, namun ia tetap berharap agar kaumnya sadar dan mendapat rahmat dari Tuhan sebagaimana yang telah dialaminya." } } }, { "number": { "inQuran": 3734, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0635\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In kaanat illaa saihatanw waahidatan fa-izaa hum khaamidoon" } }, "translation": { "en": "It was not but one shout, and immediately they were extinguished.", "id": "Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3734", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3734.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3734.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan demikian, tidak ada siksaan terhadap mereka yang mendustakan utusan Allah melainkan dengan satu teriakan saja, yaitu teriakan Jibril yang sangat keras; maka seketika itu mereka pun mati. Demikianlah balasan di dunia bagi orang yang mendustakan utusan Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan azab yang ditimpakan kepada kaum yang musyrik, kafir, dan mendustakan agama-Nya. Allah tidak perlu menurunkan pasukan-pasukan malaikat untuk membinasakan mereka, melainkan cukup dengan satu teriakan saja dari malaikat Jibril, maka orang-orang kafir tersebut menjadi kaku dan tak bernyawa lagi. Peristiwa itu terjadi sedemikian cepatnya, sebagai bukti betapa besarnya kekuasaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3735, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa hasratan 'alal 'ibaad; maa yaateehim mir Rasoolin illaa kaanoo bihee yastahzi 'oon" } }, "translation": { "en": "How regretful for the servants. There did not come to them any messenger except that they used to ridicule him.", "id": "Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3735", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3735.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3735.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang mendustakan para rasul akan menyesal pada hari Kiamat. Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul yang menyeru kepada mereka agar beriman kepada Allah dan menempuh jalan yang benar, mereka selalu memperolok-olokkan bahkan membunuh-nya.", "long": "Allah menerangkan bahwa sikap dan tingkah laku kaum kafir semacam ini sangat disesalkan. Mereka tidak hanya menolak seruan iman, tetapi juga memperolok-olokkan para rasul dan orang-orang yang telah beriman. Bahkan, tak jarang mereka menganiaya dan membunuhnya. Jika mereka mau berpikir dengan akal yang sehat, pastilah mereka menerima seruan iman dari para rasul dan orang-orang yang telah beriman. Allah menerangkan kedudukan orang-orang kafir di akhirat nanti tatkala mereka ditimpa azab yang dahsyat karena mendustakan para rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 3736, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam yaraw kam ahlak naa qablahum minal qurooni annahum ilaihim laa yarji'oon" } }, "translation": { "en": "Have they not considered how many generations We destroyed before them - that they to them will not return?", "id": "Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3736", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3736.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3736.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan berita yang orang-orang musyrik Mekah terima dari Rasulullah, tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan akibat pengingkaran mereka kepada utusan Allah? Padahal Kami telah menetapkan bahwa orang-orang yang telah Kami binasakan itu tidak ada yang kembali lagi kepada mereka. Mereka tidak akan kembali ke dunia.", "long": "Allah lalu memperingatkan mereka agar mau memperhatikan nasib yang menimpa kaum kafir berabad-abad sebelum mereka yang telah ditimpa kemurkaan Allah, sehingga mereka hancur-lebur dan lenyap dari muka bumi. Mereka takkan pernah muncul kembali di dunia ini.\n\nIbnu Katsir berkata, \"Kebanyakan ulama salaf meriwayatkan bahwa yang dimaksud dengan 'negeri dalam ayat ini ialah negeri Antakiyah, dan mereka yang diutus itu ialah para utusan Nabi Isa, ke negeri itu untuk menyampaikan risalahnya.\"\n\nAda beberapa hal yang membuat kita keberatan menerima riwayat ini karena faktor-faktor berikut:\n\n1.Tidak mungkin Allah menghancurkan negeri Antakiyah karena penduduk negeri itu adalah penduduk negeri yang pertama kali beriman kepada Isa. Allah tidak akan menghancurkan suatu negeri yang penduduknya sedang beriman dan memenuhi seruan rasul yang diutus kepada mereka.\n\n2.Dalam ayat ini diterangkan bahwa negeri itu dihancurkan Allah, sehingga seluruh negeri dan penduduknya itu menjadi musnah. Al-Qur'an menerangkan bahwa Allah menurunkan azab kepada orang-orang kafir berupa kehancuran dan kemusnahan mereka dengan negerinya, sampai Kitab Taurat diturunkan. Setelah Kitab Taurat diturunkan, Allah tidak pernah menurunkan azab yang seperti itu.\n\nHal ini dipahami dari firman-Nya:\n\nDan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat-umat terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka mendapat pelajaran. (al-Qashash/28: 43)\n\n3.Tidak ada satu nash pun yang kuat sehubungan dengan riwayat itu, seperti keterangan yang menerangkan kapan dan dimana peristiwa itu terjadi, dan sebagainya.\n\nSementara itu kaum muslimin percaya kepada kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur'an. Tidak semua kisah dijelaskan Al-Qur'an secara terperinci. Kisah-kisah itu ada yang diterangkan dengan terperinci dan ada yang tidak. Akan tetapi, tiap-tiap kisah itu ada maksud dan tujuannya. Oleh karena itu, kaum muslimin tidak perlu mengetahui perincian dari kisah yang disebutkan pada ayat di atas. Namun kaum muslimin agar menjadikan kisah-kisah itu sebagai pelajaran dan iktibar, sehingga dapat menambah dan menguatkan iman masing-masing." } } }, { "number": { "inQuran": 3737, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 382, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0644\u0651\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kullul lammaa jamee'ul-ladainaa muhdaroon" } }, "translation": { "en": "And indeed, all of them will yet be brought present before Us.", "id": "Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3737", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3737.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3737.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setiap umat, dari generasi pertama hingga terakhir, semuanya akan dihadapkan oleh malaikat kepada Kami untuk diminta pertanggungjawaban atas perbuatan mereka di dunia.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa mereka semuanya, baik yang dahulu, sekarang, maupun yang akan datang, pasti akan dikumpulkan ke hadirat-Nya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan dan tingkah laku mereka selama di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3738, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0628\u0651\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Aayatul lahumul ardul maitatu ahyainaahaa wa akhrajnaa minhaa habban faminhu yaakuloon" } }, "translation": { "en": "And a sign for them is the dead earth. We have brought it to life and brought forth from it grain, and from it they eat.", "id": "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3738", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3738.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3738.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan kuasa-Nya membinasakan para pendurhaka, Allah lantas menjelaskan tanda kekuasaan-Nya di bumi. Dan suatu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi mereka adalah bumi yang mati atau tandus sehingga tidak bisa ditumbuhi tanaman, lalu Kami hidupkan bumi itu dengan air hujan dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari biji-bijian itu mereka makan untuk menjamin kelangsungan hidup dan memperoleh kekuatan.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah dan adanya hari kebangkitan, ialah adanya tanah yang semula mati, tandus dan gersang, serta tidak menumbuhkan tanaman apa pun, namun dengan kekuasaan Allah semuanya menjadi hidup dengan turunnya hujan dari langit. Hal itu memungkinkan tumbuhnya bermacam-macam tanaman yang menghasilkan bahan makanan bagi manusia dan makhluk lainnya yang hidup di bumi ini. Dengan demikian, manusia dan makhluk itu memperoleh makanan untuk menumbuhkan jasmani dan memberikan kekuatan kepada mereka. Di samping itu, hasil-hasil bumi tersebut dapat pula dijadikan bahan perniagaan untuk diperdagangkan oleh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3739, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062e\u0650\u064a\u0644\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0641\u064e\u062c\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa feehaa jannaatim min nakheelinw wa a'naabinw wa fajjarnaa feeha minal 'uyoon" } }, "translation": { "en": "And We placed therein gardens of palm trees and grapevines and caused to burst forth therefrom some springs -", "id": "Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3739", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3739.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3739.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara bukti kuasa Kami di bumi adalah bahwa Kami jadikan padanya kebun-kebun yang dapat ditanami berbagai tanaman penghasil bahan makanan, seperti kurma dan anggur, dan Kami pun pancarkan padanya beberapa mata air yang mengalir menjadi sungai-sungai yang sangat diperlukan bagi kehidupan di bumi.", "long": "Allah juga menciptakan di bumi ini kebun, ladang, dan sawah, yang dapat ditanami bermacam-macam tanaman yang menghasilkan bahan makanan bagi manusia, seperti korma dan anggur yang menjadi bahan makanan bangsa Arab. Demikian pula padi, gandum, dan jagung yang menjadi makanan pokok bagi bangsa-bangsa lainnya. Di samping itu, Allah menciptakan pula sumber-sumber air yang kemudian mengalir menjadi sungai-sungai, yang sangat diperlukan bagi kehidupan di bumi. Bahkan pada masa kita sekarang, air tidak hanya diperlukan untuk minum, mandi, dan mencuci saja, bahkan juga untuk irigasi dan pembangkit tenaga listrik yang amat penting untuk memajukan pertanian dan industri." } } }, { "number": { "inQuran": 3740, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Liyaakuloo min samarihee wa maa 'amilat-hu aideehim; afalaa yashkuroon" } }, "translation": { "en": "That they may eat of His fruit. And their hands have not produced it, so will they not be grateful?", "id": "agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3740", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3740.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3740.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menciptakan dan menganugerahkan semua itu kepada manusia agar mereka dapat makan dari buahnya dan menikmati dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur kepada-Nya? Mengingkari nikmat adalah sikap yang tidak pantas bagi orang yang berakal.", "long": "Allah menciptakan dan menganugerahkan semuanya itu kepada manusia, agar mereka memperoleh makanan dari buah dan hasilnya. Begitu pula dari hasil usaha kerajinan tangan mereka, yang sekarang ini kita kenal dengan hasil-hasil pertanian dan industri yang hampir tak terhitung jumlahnya. Jika mereka mau memikirkan betapa besarnya kekuasaan dan nikmat Allah, mengapa mereka tak mau juga bersyukur kepada-Nya. Sikap dan tingkah laku semacam ini sungguh tak layak bagi orang-orang yang berakal." } } }, { "number": { "inQuran": 3741, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0628\u0650\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Subhaanal lazee khalaqal azwaaja kullahaa mimmaa tumbitul ardu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Exalted is He who created all pairs - from what the earth grows and from themselves and from that which they do not know.", "id": "Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3741", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3741.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3741.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci Allah dari sifat yang tidak layak bagi-Nya, Dialah yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, yaitu keturunan Nabi Adam dari jenis laki-laki dan perempuan, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui dari semua ciptaan Allah yang terbentang di alam semesta.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bukti lain tentang kekuasaan Allah, yaitu Dia telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan, baik pasangan jenis, yaitu lelaki dan perempuan, maupun berpasangan sifat, seperti: besar dan kecil, kuat dan lemah, tinggi dan rendah, kaya dan miskin, dan lain sebagainya.\n\nBahkan perpasangan itu juga terjadi pada arus listrik, yaitu arus positif dan negatif, yang kemudian menimbulkan kekuatan yang dapat membangkitkan tenaga listrik dan menimbulkan cahaya. Tenaga listrik dan cahaya yang dihasilkan sangat vital dalam kehidupan manusia zaman modern ini.\n\nItu semuanya adalah hal-hal yang berhasil diketahui manusia sampai saat sekarang ini. Akan tetapi perpasangan yang belum dapat dijangkau oleh pengetahuan dan penemuan manusia sampai masa kini, masih banyak lagi. Boleh jadi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia di masa datang akan dapat pula menyingkapkan sebagian dari rahasia-rahasia yang masih tersimpan tentang adanya perpasangan dalam bidang-bidang yang lain yang belum diketahui pada masa kita sekarang ini.\n\nPada ayat ini diterangkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, yang terdapat dalam pasangan-pasangan yang telah diciptakan-Nya, yaitu:\n\n1. Benda-benda yang ditumbuhkan-Nya di bumi yang telah diketahui manusia seperti tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.\n\n2. Pada diri mereka sendiri, seperti adanya jenis laki-laki dan jenis perempuan. Dari hubungan kedua jenis itu lahirlah keturunan-keturunan mereka.\n\n3. Hal-hal yang belum diketahui manusia. Ilmu Allah amat luas dan tidak terhingga, sedangkan yang diketahui manusia hanyalah sebagian kecil saja. Mengenai pasangan, juga terdapat hal-hal yang belum terungkap oleh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3742, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064f \u0646\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u062e\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Aayatul lahumul lailu naslakhu minhun nahaara fa-izaa hum muzlimoon" } }, "translation": { "en": "And a sign for them is the night. We remove from it [the light of] day, so they are [left] in darkness.", "id": "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3742", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3742.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3742.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan suatu tanda kebesaran Allah bagi mereka adalah datangnya waktu malam. Ketika malam tiba, Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka seketika itu mereka berada dalam kegelapan malam.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bukti yang lain tentang kekuasaan-Nya Yang Mahabesar dan bukti adanya hari kebangkitan, yaitu adanya waktu malam. Allah menanggalkan siang dan mendatangkan malam, tiba-tiba manusia berada dalam kegelapan.\n\nAyat ini meletakkan dasar-dasar bagi ilmu pengetahuan alam dan ilmu falak. Terjadinya siang dan malam karena bergeraknya tata surya, terutama bumi dan matahari, sehingga bagian muka bumi yang terkena cahaya matahari mengalami siang, dan bagian yang tidak terkena cahaya matahari mengalami malam. Hal ini terjadi silih berganti.\n\nKemajuan ilmu pengetahuan manusia mengenai ilmu falak atau astronomi pada masa sekarang ini telah memungkinkan mereka mengetahui benda-benda di angkasa raya. Dengan kemajuan teknologi, manusia akhirnya dapat pula mengarungi ruang angkasa, tidak hanya sekadar mengamatinya dari bumi.\n\nAdanya siang dan malam juga berfaedah bagi manusia. Waktu siang mereka gunakan untuk bekerja bagi keperluan hidup mereka. Sedang waktu malam pada umumnya digunakan untuk beristirahat dan tidur, sebagai salah satu dari kebutuhan jasmaniah dan rohaniah mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3743, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0644\u0650\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064d \u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wash-shamsu tajree limustaqarril lahaa; zaalika taqdeerul 'Azeezil Aleem" } }, "translation": { "en": "And the sun runs [on course] toward its stopping point. That is the determination of the Exalted in Might, the Knowing.", "id": "dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3743", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3743.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3743.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda kuasa-Nya adalah bahwa matahari berjalan di tempat peredarannya yang telah ditentukan dengan tertib menurut kehendak Allah dan sedikit pun tidak menyimpang. Demikianlah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui dengan ilmu-Nya yang meliputi seluruh makhluk.", "long": "Allah menjelaskan bukti lain tentang kekuasaan-Nya, yaitu peredaran matahari, yang bergerak pada garis edarnya yang tertentu dengan tertib menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Sedikit pun ia tidak menyimpang dari garis yang telah ditentukan itu. Andaikata ia menyimpang seujung rambut saja, niscaya akan terjadi tabrakan dengan benda-benda langit lainnya. Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi akibat peristiwa itu.\n\nDilihat sepintas lalu, orang akan menerima bahwa hanya matahari yang bergerak, sedang bumi tetap pada tempatnya. Di pagi hari, matahari terlihat di sebelah timur, sedang pada sore hari ia berada di barat. Akan tetapi, ilmu falak mengatakan bahwa matahari berjalan sambil berputar pada sumbunya, sedang bumi berada di depannya, juga berjalan sambil berputar pada sumbunya, dan beredar mengelilingi matahari.\n\nTernyata apa yang ditetapkan oleh ilmu falak sejalan dengan apa yang telah diterangkan dalam ayat tersebut. Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa semakin tinggi kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia, semakin terbuka pula kebenaran-kebenaran yang telah dikemukakan Al-Qur'an sejak empat belas abad yang lalu. Allahu Akbar. Allah Mahabesar kekuasaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3744, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u0650\u0644\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064e \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Walqamara qaddarnaahu manaazila hattaa 'aada kal'ur joonil qadeem" } }, "translation": { "en": "And the moon - We have determined for it phases, until it returns [appearing] like the old date stalk.", "id": "Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3744", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3744.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3744.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan telah Kami tetapkan pula jarak-jarak tertentu sebagai tempat peredaran bagi bulan, sehingga setiap saat jarak tersebut mengalami perubahan. Sesampainya ke tempat peredaran yang terakhir, kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Mula-mula penampakan bulan muncul dalam keadaan kecil dan cahaya yang lemah, beralih menjadi bulan sabit dengan sinar yang terang, berubah menjadi bulan purnama, kemudian perlahan kembali mengecil dan kembali ke bentuk semula.", "long": "Allah telah menetapkan jarak-jarak tertentu bagi peredaran bulan, sehingga pada setiap jarak tersebut ia mengalami perubahan, baik dalam bentuk dan ukurannya, maupun dalam kekuatan sinarnya. Mula-mula bulan itu timbul dalam keadaan kecil dan cahaya yang lemah. Kemudian ia menjadi bulan sabit dengan bentuk melengkung serta sinar yang semakin terang. Selanjutnya bentuknya semakin sempurna bundarnya, sehingga menjadi bulan purnama dengan cahaya yang amat terang. Tetapi kemudian makin menyusut, sehingga pada akhirnya ia menyerupai sebuah tandan kering yang berbentuk melengkung dengan cahaya yang semakin pudar, kembali kepada keadaan semula.\n\nJika diperhatikan pula benda-benda angkasa lainnya yang bermiliar-miliar banyaknya, dengan jarak dan besar yang berbeda-beda, serta kecepatan gerak yang berlainan pula, semua berjalan dengan teratur rapi, semua itu akan menambah keyakinan kita tentang tak terbatasnya ruang alam ini dan betapa besarnya kekuasaan Allah yang menciptakan dan mengatur makhluk-Nya.\n\nDengan memperhatikan semua itu, tak akan ada kata-kata lain yang ke luar dari mulut orang yang beriman, selain ucapan \"Allahu Akbar, Allah Mahabesar, lagi Mahabesar kekuasaan-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 3745, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 23, "page": 442, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u064a\u064e\u0646\u0628\u064e\u063a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064f \u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0641\u0650\u064a \u0641\u064e\u0644\u064e\u0643\u064d \u064a\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lash shamsu yambaghee lahaaa an tudrikal qamara wa lal lailu saabiqun nahaar; wa kullun fee falaki yasbahoon" } }, "translation": { "en": "It is not allowable for the sun to reach the moon, nor does the night overtake the day, but each, in an orbit, is swimming.", "id": "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3745", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3745.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3745.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah sunatullah yang telah Dia tetapkan. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan sehingga keduanya bertabrakan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya yang telah digariskan untuknya.", "long": "Berdasarkan pengaturan dan ketetapan Allah yang berlaku bagi benda-benda alam itu, peraturan yang disebut \"Sunnatullah\", maka tidaklah mungkin terjadi tabrakan antara matahari dan bulan, dan tidak pula malam mendahului siang. Semuanya akan berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan-Nya. Masing-masing tetap bergerak menurut garis edarnya yang telah ditetapkan Allah untuknya.\n\nBetapa kecilnya kekuasaan manusia, dibanding dengan kekuasaan Allah yang menciptakan dan mengatur perjalanan benda-benda alam sehingga tetap berjalan dengan tertib. Manusia telah membuat bermacam-macam peraturan lalu lintas di jalan raya dilengkapi dengan rambu-rambu yang beraneka ragam. Akan tetapi kecelakaan lalu-lintas di jalan raya tetap terjadi di mana-mana. Peraturan manusia selalu menunjukkan sisi kelemahannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3746, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u064a\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u062d\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa Aayatul lahum annaa hamalnaa zurriyatahum fil fulkil mashhoon" } }, "translation": { "en": "And a sign for them is that We carried their forefathers in a laden ship.", "id": "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3746", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3746.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3746.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak terbatas pada kejadian-kejadian di alam semesta, kekuasaan Allah juga meliputi fenomena di samudera. Dan suatu tanda kebesaran Allah bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dan segala macam barang keperluan mereka dalam kapal yang penuh muatan, dari satu kota ke kota lain atau dari satu negeri ke negeri lain.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengemukakan bahwa kapal yang berlayar di tengah samudera merupakan salah satu bukti kebesaran dan kekuasaan-Nya. Kapal itu mengangkut manusia dan barang-barang keperluannya dari suatu negeri ke negeri yang lain, baik yang berdekatan letaknya maupun yang berjauhan.\n\nPenggunaan alat-alat angkutan laut sebagai salah satu sarana perhubungan yang dimanfaatkan manusia untuk bergerak dan mengangkut barang, telah dikenal sejak zaman dahulu kala, bahkan telah dikenal sejak zaman Nabi Nuh. Orang yang mula-mula membuat kapal adalah Nabi Nuh. Kapal itu dibuat atas perintah dan bimbingan Allah. Hal ini diterangkan dalam firman-Nya:\n\nDan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami. (Hud/11: 37)\n\nPerahu, sampan, dan kapal yang berbobot berat, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, kekuatan angin, maupun tenaga mesin dapat meluncur dengan mudah di atas air mengangkut manusia dan barang dari suatu pulau ke pulau yang lain, dari suatu benua ke benua yang lain, tentu terkait dengan suatu kekuatan yang menahan kapal itu, sehingga tidak tenggelam. Hal ini merupakan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah melalui pemberlakuan hukum alam-Nya.\n\nAllah berfirman:\n\nTidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur. (Luqman/31: 31)" } } }, { "number": { "inQuran": 3747, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa khalaqnaa lahum mim-mislihee maa yarkaboon" } }, "translation": { "en": "And We created for them from the likes of it that which they ride.", "id": "dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3747", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3747.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3747.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu Kami ciptakan juga untuk mereka angkutan lainnya, seperti apa yang mereka kendarai di darat berupa hewan-hewan tung-gangan dan alat-alat angkut pada umumnya (Lihat pula: Surah an-Nahl/16: 8).", "long": "Pada ayat ini, Allah mengingatkan manusia kepada bukti kekuasaan-Nya yang lain. Allah memberikan kepada manusia bermacam-macam kendaraan selain perahu, bahtera dan kapal, yaitu hewan-hewan yang dapat dijadikan kendaraan atau alat angkutan misalnya: kuda, keledai, unta, gajah dan sebagainya. Ini merupakan alat angkutan darat bagi manusia.\n\nPada ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui. (an-Nahl/16: 8)\n\nUntuk memungkinkan pengangkutan orang dan barang-barang yang lebih banyak, manusia dapat membuat alat-alat angkutan darat yang ditarik oleh hewan-hewan tersebut, seperti dokar, pedati, gerobak, dan sebagainya. Dengan menggunakan akal yang dikaruniakan Allah kepadanya, manusia dapat pula membuat alat angkutan yang bergerak dengan tenaga mesin yang memakai bahan bakar berupa minyak bumi atau batu bara, yang juga disediakan dan dikaruniakan Allah kepada manusia. Kendaraan bermesin ini dapat berjalan lebih cepat dan bermuatan lebih banyak.\n\nBerkat kemajuan akal (nalar) dan ilmu pengetahuan yang dikaruniakan Allah kepada manusia, mereka dapat membuat kendaraan-kendaraan yang dapat terbang di udara, mulai dari balon, pesawat terbang, hingga roket-roket yang menggerakkan kapal-kapal ruang angkasa yang kecepatannya dapat melebihi kecepatan suara. Itu semua merupakan nikmat dari Allah kepada manusia. Dengan menyiasati hukum gravitasi, manusia berhasil menciptakan pesawat terbang untuk kepentingan transportasi manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3748, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u0646\u064f\u063a\u0652\u0631\u0650\u0642\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0631\u0650\u064a\u062e\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0642\u064e\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in nashaa nughriqhum falaa sareekha lahum wa laa hum yunqazoon" } }, "translation": { "en": "And if We should will, We could drown them; then no one responding to a cry would there be for them, nor would they be saved", "id": "Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3748", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3748.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3748.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, jika Kami menghendaki mereka tidak selamat dalam pelayaran laut itu, Kami tenggelamkan mereka ke laut dengan datangnya badai atau rusaknya bahtera. Maka ketika itu tidak ada seorang penolong pun bagi mereka dan tidak pula mereka dapat diselamatkan.", "long": "Allah memperingatkan bahwa jika Dia menghendaki untuk menenggelamkan kapal-kapal yang berlayar di lautan itu, niscaya akan terjadi. Datangnya angin badai yang kencang yang menimbulkan gelombang-gelombang yang dahsyat, akan menyebabkan kapal-kapal itu tenggelam, para penumpangnya binasa dan terkubur ke dasar laut, tidak dapat ditolong lagi.\n\nHal ini merupakan suatu peringatan agar manusia jangan sombong, takabur, dan merasa bahwa prestasi mereka menciptakan kendaraan yang dapat berjalan di darat, laut, dan udara adalah semata-mata karena kepandaian otaknya, bukan karena karunia dari Allah.\n\nDari ilmu alam kita dapat mengetahui bahwa sesuatu dapat terapung di atas air, jika berat jenis benda itu lebih ringan dari berat jenis air yang dilaluinya. Ini ketentuan atau sunatullah yang ditetapkan Allah terhadap air yang diciptakan-Nya. Dengan menyiasati hukum alam tentang air yang dapat membuat suatu benda menjadi tenggelam dan dapat pula terapung, maka manusia dapat membuat kapal selam yang dapat menyelam jauh ke dasar laut, tetapi pada waktu yang diperlukan dapat timbul ke permukaan air. Hal itu dilakukan dengan mengurangi udara dalam rongga kapal selam sehingga menjadi tenggelam. Akan tetapi, jika udara dipompakan lagi ke dalam rongganya, kapal selam itu akan menjadi ringan sehingga bisa terapung di permukaan air." } } }, { "number": { "inQuran": 3749, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Illaa rahmatam minnaa wa mataa'an ilaa heen" } }, "translation": { "en": "Except as a mercy from Us and provision for a time.", "id": "melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3749", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3749.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3749.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak akan selamat dari bencana itu melainkan jika kami menghendakinya karena rahmat dan kasih sayang yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup dengan sarana transportasi tersebut sampai waktu tertentu, selagi mereka tidak melakukan penyimpangan. Ayat ini mengingatkan manusia agar tidak berlaku sombong dan angkuh dalam segala urusan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa karena kasih sayang-Nya yang sangat besar terhadap hamba-hamba-Nya, dan agar mereka dapat bersenang-senang menikmati karunia-Nya, maka Allah tidak membiarkan kendaraan-kendaraan itu semua binasa, baik yang berjalan di darat, berlayar di permukaan dan di dalam air, maupun yang terbang di udara. Apalagi jika orang-orang yang menggunakan kendaraan itu tidak takabur serta selalu cermat dan berhati-hati. Apabila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, itu adalah karena yang bersangkutan tidak berhati-hati, kurang cermat, lalai, atau sebab lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3750, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahumuttaqoo maa baina aideekum wa maa khalfakum la'allakum turhamoon" } }, "translation": { "en": "But when it is said to them, \"Beware of what is before you and what is behind you; perhaps you will receive mercy... \"", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3750", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3750.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3750.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meski menyaksikan dengan nyata bukti-bukti kekuasaan Allah dan kemampuan yang Allah berikan kepada manusia untuk membuat sarana transportasi, banyak manusia tetap ingkar dan menyekutukan Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa dunia yang di hadapanmu sebagaimana yang menimpa umat-umat terdahulu, dan azab yang akan datang kelak di akhirat agar kamu mendapat rahmat dari-Nya.”", "long": "Allah menerangkan bahwa andaikata terhadap orang-orang yang ingkar itu dianjurkan agar mereka menjaga diri terhadap siksaan Allah yang akan datang di kemudian hari, mereka akan tetap berpaling, tidak mau mendengarkan anjuran itu. Padahal, anjuran itu disampaikan agar mereka mendapatkan rahmat dari Allah.\n\nMenjaga diri dari siksaan Allah ialah dengan cara bertakwa kepada-Nya, yaitu melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, dan mensyukuri setiap karunia-Nya. Akan tetapi, hati orang-orang yang ingkar telah tertutup terhadap kebenaran. Mereka senantiasa berpaling dari nasihat-nasihat yang baik. Oleh sebab itu, wajarlah mereka ditimpa kemurkaan dan siksaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3751, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa taateehim min aayatim min ayataati Rabbihim illaa kaanoo 'anhaa mu'rideen" } }, "translation": { "en": "And no sign comes to them from the signs of their Lord except that they are from it turning away.", "id": "Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3751", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3751.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3751.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang yang ingkar, setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda kebesaran dan keesaan Tuhan datang kepada mereka melalui para rasul dan ayat Al-Qur’an, mereka selalu berpaling darinya dengan penuh pengingkaran.", "long": "Allah menegaskan bahwa orang-orang yang ingkar itu senantiasa memalingkan muka dari setiap tanda-tanda yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan-Nya, serta mengakui kerasulan utusan-Nya. Hati mereka telah buta, walaupun mata kepala mereka dapat melihat dengan terang semua tanda-tanda tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3752, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0637\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahum anfiqoo mimmaa razaqakumul laahu qaalal lazeena kafaroo lillazeena aamanooo anut'imu mal-law yashaaa'ul laahu at'amahooo in antum illaa fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Spend from that which Allah has provided for you,\" those who disbelieve say to those who believe, \"Should we feed one whom, if Allah had willed, He would have fed? You are not but in clear error.\"", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,” orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3752", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3752.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3752.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan salah satu bukti keingkaran mereka adalah bahwa apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu kepada orang yang membutuhkan,” orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman dengan nada mengejek, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? Sungguh, kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” Demikianlah sifat orang kafir. Mereka tidak mau berinfak, bersedekah, dan berzakat padahal semua itu akan kembali manfaatnya kepada diri mereka.", "long": "Allah menyebutkan sisi lain dari keingkaran mereka, yaitu keengganan mereka menyumbangkan sebagian harta yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka. Apabila kepada mereka dianjurkan menafkahkan harta bagi kepentingan fakir miskin dan orang yang memerlukan bantuan, mereka menjawab kepada orang-orang beriman yang menganjurkan itu, \"Apa perlunya kami memberi mereka itu makan, karena Allah dapat memberi makan bila Allah menghendaki.\" Di samping itu, mereka mengatakan bahwa orang-orang mukmin yang suka menyumbangkan harta benda untuk membantu fakir miskin itu adalah orang-orang yang sesat dan bodoh.\n\nAlangkah jauh pendapat mereka itu dari kebenaran. Menyumbangkan sebagian harta benda dan menolong orang lain berupa sumbangan wajib, seperti zakat, maupun sumbangan suka rela, seperti sedekah, merupakan perwujudan dari rasa iman dan syukur atas nikmat Allah, dan sekaligus menghilangkan sifat bakhil dari jiwa manusia. Harta benda, menurut ajaran Islam mempunyai fungsi sosial, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri.\n\nHarta benda haruslah dijadikan alat untuk mempererat tali persaudaraan, solidaritas, dan kegotongroyongan. Manusia tidak akan dapat hidup sendiri, tanpa mengharapkan pertolongan orang lain dalam berbagai keperluan hidup, walau pun ia seorang yang kaya raya." } } }, { "number": { "inQuran": 3753, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona mataa haazal wa'du in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When is this promise, if you should be truthful?\"", "id": "Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, “Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3753", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3753.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3753.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya mengingkari utusan Allah, orang-orang kafir itu juga mengingkari hari kebangkitan. Dan apabila dikatakan bahwa mereka kelak akan dibangkitkan dari kubur, mereka itu pun berkata dengan nada mengejek, “Kapan janji hari kebangkitan itu terjadi jika kamu orang yang benar dalam perkataanmu tentangnya?”", "long": "Sisi lain dari sifat-sifat jelek kaum yang ingkar itu adalah ketidakpercayaan mereka tentang akan adanya hari Kebangkitan sesudah mati. Apabila disampaikan bahwa mereka kelak akan dibangkitkan kembali sesudah mati, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka selama di dunia ini, maka mereka menjawab dengan sikap mengejek, \"Bilakah janji itu akan terlaksana?\" Demikian keadaan kaum yang ingkar, hati mereka tidak lagi terbuka untuk menerima kebenaran. Penyesalan mereka barulah akan timbul setelah mereka menghadapi kenyataan tentang apa yang dulunya mereka ingkari." } } }, { "number": { "inQuran": 3754, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0635\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0650\u0635\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa yanzuroona illaa saihatanw waahidatan taa khuzuhum wa hum yakhissimoon" } }, "translation": { "en": "They do not await except one blast which will seize them while they are disputing.", "id": "Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3754", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3754.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3754.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengingatkan orang-orang kafir itu bahwa mereka tidak akan menunggu lama kedatangan hari kebangkitan, melainkan hanya menunggu satu teriakan saja, yaitu tiupan sangkakala pertama yang menghancurkan alam semesta. Suara sangkakala itu yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar karena ia datang secara tiba-tiba (Lihat pula: Surah az-Zukhruf/43: 66).", "long": "Allah memperingatkan, bahwa mereka tidak akan menunggu terlalu lama datangnya hari kebangkitan itu. Cukup dengan suatu teriakan aba-aba saja, yaitu suara tiupan yang pertama dari sangkakala yang membawa kehancuran alam ini. Kemudian semua manusia akan dibangkitkan kembali dan dikumpulkan ke hadapan Allah untuk diperhitungkan segala perbuatannya selagi di dunia kemudian mereka menerima balasan sesuai dengan perbuatan mereka.\n\nAyat lain yang sama maksudnya dengan ayat ini ialah, firman Allah:\n\nApakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak sedang mereka tidak menyadarinya? (az-Zukhruf/43: 66)\n\nManusia tidak akan menyadari kedatangan hari Kiamat. Mereka dimatikan secara tiba-tiba dalam keadaan saling berselisih dan berbantah-bantahan dalam urusan dunia. Peristiwa Kiamat atau kematian terjadi secara tiba-tiba karena keduanya terjadi bukan hasil kompromi antara Allah dengan manusia, tetapi karena kehendak dan kekuasaan Allah semata.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dari Ibnu 'Umar bahwa ia berkata, \"Sangkakala benar-benar akan ditiup di saat keadaan manusia dalam kesibukan urusan mereka masing-masing di jalan, pasar, dan tempat mereka, hingga keadaan dua orang yang sedang tawar-menawar pakaian, misalnya, ketika pakaian belum sampai ke tangan salah seorang di antara mereka, maka tiba-tiba ditiupkan sangkakala, hingga mereka mati bergelimpangan semuanya. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah dalam ayat ini.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\n\"Hari Kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat dua orang sedang menggelar pakaian mereka (sambil tawar-menawar), dan keduanya tidak sempat berjual-beli dan melipat kembali. Hari Kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat seseorang membuat kolam dan ia belum sempat memberikan minuman dari kolam itu. Hari Kiamat benar-benar akan terjadi pada saat seseorang memeras susu kambingnya dan ia belum sempat meminumnya, dan hari kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat seseorang mengangkat makanan yang akan dimasukkannya ke mulutnya, dan ia belum sempat memakannya.\" (Riwayat al-Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 3755, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 383, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u064e\u0648\u0652\u0635\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaa yastatee'oona taw siyatanw-wa laaa ilaaa ahlihim yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And they will not be able [to give] any instruction, nor to their people can they return.", "id": "Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3755", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3755.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3755.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tiupan sangkakala yang pertama itu terjadi dengan cepat dan tiba-tiba sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat atau pesan kepada keluarganya dan mereka juga tidak dapat kembali berkumpul kepada keluarganya lagi.", "long": "Demikian cepat datangnya peristiwa itu, dan amat tiba-tiba, sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan sedikit pun untuk berwasiat atau meninggalkan pesan kepada keluarganya, dan tidak pula dapat kembali berkumpul dengan mereka. Masing-masing menghadapi persoalannya sendiri, menunggu keputusan dari pengadilan Tuhan Yang Mahaadil dan Mahakuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 3756, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u0641\u0650\u062e\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062c\u0652\u062f\u064e\u0627\u062b\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nufikha fis-soori faizaa hum minal ajdaasi ilaa Rabbihim yansiloon" } }, "translation": { "en": "And the Horn will be blown; and at once from the graves to their Lord they will hasten.", "id": "Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3756", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3756.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3756.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua makhluk hidup binasa dengan tiupan sangkakala yang pertama, lalu ditiuplah sangkakala yang kedua untuk membangkitkan mereka dari kematian, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya dalam keadaan hidup dan berjalan menuju kepada Tuhannya untuk dihisab dan menerima putusan (Lihat pula: Surah al-Ma‘àrij/70: 43).", "long": "Setelah seluruh manusia mati dengan tiupan sangkakala yang pertama, selanjutnya ditiuplah sangkakala kedua untuk membangkitkan mereka dari kuburnya. Pada waktu itu, seluruh manusia bangkit dan hidup kembali. Mereka bangun dan bergegas menemui Allah Yang Mahakuasa untuk menerima hisab mereka.\n\nAyat lain yang berhubungan dengan ayat ini ialah firman Allah:\n\n(Yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia). (al-Ma'arij/70: 43)" } } }, { "number": { "inQuran": 3757, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0642\u064e\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06dc \u06d7 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa wailanaa mam ba'asanaa mim marqadinaa; haaza maa wa'adar Rahmanu wa sadaqal mursaloon" } }, "translation": { "en": "They will say, \"O woe to us! Who has raised us up from our sleeping place?\" [The reply will be], \"This is what the Most Merciful had promised, and the messengers told the truth.\"", "id": "Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3757", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3757.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3757.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir itu kaget dan heran pada saat dibangkitkan. Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami di alam kubur?” Mereka berkata demikian karena akan menghadapi kesulitan dan malapetaka yang lebih besar. Adapun orang-orang beriman akan berkata, “Inilah hari kebangkitan yang dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pengasih, dan benarlah apa yang disampaikan oleh rasul-rasul-Nya.”", "long": "Ayat ini menerangkan keheranan dan kekagetan orang-orang kafir ketika dibangkitkan dari kubur. Mereka berkata, \"Aduhai celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?\" Mereka heran dan tercengang karena dibangkitkan dari alam kubur dan menghadapi malapetaka serta kesulitan pada waktu itu.\n\nKetika mereka heran dan tercengang, di antara orang-orang yang beriman berkata kepada mereka, \"Semua yang terjadi dan yang kita alami ini sesuai dengan yang dijanjikan Allah dan disampaikan oleh para rasul yang telah di- utus kepada kita semua ketika di dunia dahulu. Kita telah diberitahu akan adanya janji, ancaman, dan hari kebangkitan seperti yang kita hadapi sekarang ini. Oleh karena itu, kita tidak pantas heran dan tercengang dengan keadaan yang kita alami sekarang ini.\"\n\nMenurut suatu riwayat bahwa yang dimaksud dengan bunyi sangkakala dalam ayat ini ialah suara malaikat Israfil yang sangat keras yang menyerukan, \"Wahai tulang-belulang yang telah hancur-lebur, Allah memerintahkan kamu semua supaya berkumpul kembali seperti semula untuk menerima keputusan yang adil.\"\n\nPada ayat ini orang-orang kafir menanyakan tentang siapa yang membangkitkan dan menghidupkan mereka kembali pada hari kebangkitan ini. Pertanyaan mereka itu dijawab dengan apa yang pernah disampaikan kepada mereka dahulu waktu masih hidup di dunia. Hal ini memberi pengertian bahwa seakan-akan Allah menyuruh mereka mengingat apa yang pernah mereka lakukan dahulu terhadap para rasul yang diutus." } } }, { "number": { "inQuran": 3758, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0635\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0644\u0651\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In kaanat illaa saihatanw waahidatan fa-izaa hum jamee'ul ladainaa muhdaroon" } }, "translation": { "en": "It will not be but one blast, and at once they are all brought present before Us.", "id": "Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3758", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3758.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3758.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Teriakan sebagai pertanda kebangkitan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami untuk dihisab. Ayat ini menerangkan betapa mudah bagi Allah untuk membangkitkan seluruh umat manusia (Lihat pula: Surah an-Nahl/16: 77)", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana mudahnya bagi Allah untuk membangkitkan seluruh manusia yang pernah ada dahulu sebelum datangnya hari Kiamat. Cukup dengan satu teriakan saja, maka hiduplah kembali seluruh manusia, dan berkumpul di hadapan Allah untuk menerima perhitungan dan keputusan yang adil dari-Nya.\n\nAyat yang lain yang maksudnya sama dengan ayat ini ialah firman-Nya:\n\nUrusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (an-Nahl/16: 77)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (an-Nazi'at/79: 13-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 3759, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 23, "page": 443, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fal-Yawma laa tuzlamu nafsun shai'anw-wa laa tujzawna illaa maa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "So today no soul will be wronged at all, and you will not be recompensed except for what you used to do.", "id": "Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3759", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3759.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3759.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka pada hari kebangkitan itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dalam menerima imbalan atau balasan dari Allah atas amal perbuatan mereka, dan kamu tidak akan diberi balasan berupa siksa atau pahala kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan di dunia.", "long": "Kemudian Allah menerangkan bahwa pada hari Kiamat itu, setiap manusia akan menerima balasan semua perbuatan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, perbuatan baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda dan perbuatan buruk dan jahat akan dibalas dengan siksa yang seimbang dengan perbuatan itu. Sebagaimana sifat Allah yang memberikan keputusan dengan adil maka pada hari itu pun Dia memberi keputusan dengan adil. Oleh karena itu, seseorang tidak akan menerima pahala kebaikan yang dikerjakan orang lain, sebaliknya seseorang tidak akan menerima azab karena perbuatan jahat yang dilakukan orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 3760, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0641\u0650\u064a \u0634\u064f\u063a\u064f\u0644\u064d \u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna Ashaabal jannatil Yawma fee shughulin faakihoon" } }, "translation": { "en": "Indeed the companions of Paradise, that Day, will be amused in [joyful] occupation -", "id": "Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3760", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3760.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3760.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari penjelasan tentang keniscayaan hari Kiamat dan kebangkitan, Allah kemudian menggambarkan kebahagiaan orang mukmin di surga. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan mereka. Mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka temukan, keindahan yang belum pernah mereka lihat, dan suara menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya, mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat, dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar. Waktu itu tidak terpikir olehnya azab yang sedang diderita orang-orang kafir yang terbenam dalam neraka. Yang dirasakan dan diingatnya hanyalah kegembiraan dan kepuasan hati bersama teman-temannya di dalam surga." } } }, { "number": { "inQuran": 3761, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0638\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u0650 \u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hum wa azwaajuhum fee zilaalin 'alal araaa'iki muttaki'oon" } }, "translation": { "en": "They and their spouses - in shade, reclining on adorned couches.", "id": "Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3761", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3761.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3761.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang beriman itu bersenang-senang di surga. Mereka dan pasangan-pasangannya di surga berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan sambil berbincang dan menikmati berbagai rezeki dari Allah.", "long": "Di dalam surga orang-orang yang beriman dan istri-istri mereka berada dalam taman-taman yang indah dengan pohon yang rindang, duduk di atas sofa dan tempat-tempat tidur, berbincang-bincang sambil menikmati berbagai macam rezeki yang mereka peroleh dari Tuhan mereka.\n\nDari perkataan \"hum wa azwajuhum\" (mereka dan pasangan mereka) dapat dipahami bahwa orang-orang yang beriman akan tinggal bersama pasangan mereka dengan bahagia dan damai dalam surga dan memperoleh nikmat yang berbagai macam bentuk yang tiada taranya. Ada yang dalam bentuk langsung mereka nikmati, seperti memperoleh tempat yang nyaman dan indah, serta merasakan makanan yang lezat dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan dan cita-cita mereka sebagai anggota atau kepala keluarga. Selama hidup di dunia mereka mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri yang cantik dan setia. Keinginan-keinginan mereka yang seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti.\n\nBahkan pada ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya seperti derajat bapak dan ibu mereka. Mereka dikumpulkan dengan orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya. (ath-thur/52: 21)\n\nDari ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak dan keluarga mereka, menjadi orang-orang beriman yang baik, agar cita-cita mereka untuk dapat saling berhubungan dengan keluarga mereka dikabulkan Allah di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3762, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lahum feehaa faakiha tunw-wa lahum maa yadda'oon" } }, "translation": { "en": "For them therein is fruit, and for them is whatever they request [or wish]", "id": "Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3762", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3762.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3762.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di surga itu mereka memperoleh berbagai macam buah-buahan yang segar lagi lezat (Lihat pula: Surah ad-Dukhàn/44: 55) dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan dari berbagai macam kebutuhan.", "long": "Orang-orang yang beriman akan memakan bermacam-macam buah-buahan yang lezat di dalam surga, dan memperoleh semua yang mereka inginkan. Bagi yang suka bermain disediakan berbagai alat permainan, yang suka olahraga juga disediakan semua kebutuhan olahraga. Demikian pula berbagai alat kesenian yang mereka inginkan Firman Allah:\n\nDi dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram. (ad-Dukhan/44: 55)\n\n(58) Yang mereka inginkan itu ialah salam dari Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah:\n\n¦sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), \"Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.\" Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra'd/13: 23-24)\n\nSalam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3763, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064d \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Salaamun qawlam mir Rabbir Raheem" } }, "translation": { "en": "[And] \"Peace,\" a word from a Merciful Lord.", "id": "(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3763", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3763.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3763.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kepada mereka dikatakan, “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Salam inilah yang sangat mereka harapkan karena merupakan suatu bentuk pemuliaan bagi mereka.", "long": "Yang mereka inginkan itu ialah salam dari Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah: a¢â‚¬Â¦sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), \"Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.\" Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra'd/13: 23-24) Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3764, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 177, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u062a\u064e\u0627\u0632\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wamtaazul Yawma ayyuhal mujrimoon" } }, "translation": { "en": "[Then He will say], \"But stand apart today, you criminals.", "id": "Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3764", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3764.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3764.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai memaparkan keadaan orang mukmin beserta kenikmatan yang mereka peroleh di surga, Allah dalam ayat ini beralih menjelaskan kondisi orang kafir di akhirat. Dan dikatakan kepada orang kafir, “Berpisahlah kamu pada hari ini dari orang mukmin, wahai orang-orang yang berdosa! Masuklah kamu ke neraka, berpisah dari orang mukmin yang akan menuju surga (Lihat pula: Surah aê-Sàffàt/37: 22–23)", "long": "Allah memerintahkan kepada orang-orang kafir agar segera berpisah dari orang-orang yang beriman dan masuk ke dalam neraka sebagai tempat yang telah disediakan untuk mereka.\n\nPerintah ini disampaikan Allah, sewaktu seluruh manusia telah selesai dihisab di Padang Mahsyar. Orang-orang yang beriman diperintahkan masuk ke dalam surga dan orang-orang kafir diperintahkan masuk ke dalam neraka.\n\nAyat lain yang senada dengan ayat ini ialah firman Allah:\n\n(Diperintahkan kepada malaikat), \"Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah, selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. (ash-shaffat/37: 22-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 3765, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Alam a'had ilaikum yaa Baneee Aadama al-laa ta'budush Shaitaana innahoo lakum 'aduwwum mubeen" } }, "translation": { "en": "Did I not enjoin upon you, O children of Adam, that you not worship Satan - [for] indeed, he is to you a clear enemy -", "id": "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3765", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3765.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3765.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dikatakan juga kepada orang kafir itu, “Bukankah Aku dahulu telah memerintahkan kepadamu, wahai anak cucu Adam, agar kamu sekali-kali tidak menyembah setan? Aku bahkan telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalah kepadamu. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu karena sejak dahulu telah menyesatkan manusia.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa orang-orang kafir yang digiring masuk neraka itu dihardik dan diingatkan Allah kepada perbuatan-perbuatan dosa yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah berfirman, \"Bukankah dahulu pernah Aku wasiatkan kepadamu agar jangan sekali-kali menyembah setan. Di samping itu, telah Aku kemukakan kepadamu bukti-bukti yang kuat menurut akal pikiran, dan Aku utus rasul kepadamu dengan membawa kitab yang berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebenarnya dengan hidayat dan pengutusan rasul itu telah cukup sebagai alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti keadaan sekarang ini.\"\n\nAllah menerangkan alasan-Nya melarang manusia mengikuti setan, yaitu karena setan itu merupakan musuh yang nyata bagi manusia. Permusuhan manusia dengan setan telah berlangsung sejak dahulu, yaitu sejak setan menyesatkan Adam dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan Allah dari surga. Sejak itu setan selalu berusaha dan berdaya upaya menyesatkan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3766, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u06da \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa ani'budoonee; haazaa Siraatum Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And that you worship [only] Me? This is a straight path.", "id": "dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3766", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3766.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3766.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah telah Aku perintahkan juga kepadamu, wahai anak cucu Adam, hendaklah kamu menyembah-Ku dan menaati perintah-Ku. Inilah agama Islam, jalan yang lurus yang harus kamu tempuh agar kamu selamat.", "long": "Allah memerintahkan manusia agar hanya menyembah-Nya, mengikuti semua yang diperintahkan-Nya, dan menghentikan semua yang dilarang-Nya. Jika seseorang telah melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya dan menghentikan semua yang dilarang-Nya berarti ia telah menempuh jalan yang diridai, dan itulah jalan yang lurus dan itulah agama yang benar yang berasal dari Tuhan semesta alam." } } }, { "number": { "inQuran": 3767, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u0650\u0628\u0650\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad adalla minkum jibillan kaseeraa; afalam takoonoo ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "And he had already led astray from among you much of creation, so did you not use reason?", "id": "Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3767", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3767.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3767.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Janganlah kamu menyembah setan. Dan ketahuilah bahwa sungguh, ia telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu dengan mendorong mereka untuk ingkar terhadap perintah Allah, bahkan menyekutukan-Nya. Maka, apakah kamu tidak mengerti akibat dari mengikuti langkah setan dan menempuh jalan kesesatan?", "long": "Ayat ini menerangkan pengaruh dan akibat godaan setan kepada manusia, yaitu mereka ingkar dan tidak menaati Allah, bahkan banyak di antara mereka yang mempersekutukan-Nya.\n\nAlangkah lemahnya hati manusia, sehingga mereka dapat tergoda oleh setan. Padahal mereka telah dianugerahi akal, pikiran, perasaan, kemampuan jasmani dan rohani, demikian pula taufik dan hidayah berupa agama yang disampaikan rasul kepada mereka. Sebenarnya dengan semua anugerah yang diberikan itu, manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana jalan yang lurus dan mana jalan yang sesat, mana perbuatan dosa dan mana amal yang saleh. Tetapi mereka lalai dan selalu memperturutkan hawa nafsunya." } } }, { "number": { "inQuran": 3768, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haazihee Jahannamul latee kuntum too'adoon" } }, "translation": { "en": "This is the Hellfire which you were promised.", "id": "Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3768", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3768.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3768.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dikatakan juga kepada orang kafir, “Inilah neraka Jahanam, tempat bagi para pendurhaka, yang dahulu telah diperingatkan kepadamu agar kamu menjauhinya. Para rasul telah mengingatkan kamu tentangnya.”", "long": "Allah menyatakan kepada orang-orang kafir, \"Hai orang-orang kafir, inilah neraka Jahanam yang pernah Aku janjikan kepadamu dan janji itu telah disampaikan oleh rasul yang telah diutus kepadamu semasa hidup di dunia dahulu. Akan tetapi, kamu tidak mempercayainya, bahkan kamu ingkar dan durhaka kepada-Ku dan menyembah tuhan selain-Ku.\" Al-Qur'an menggunakan kata hadzihi yaitu bentuk isim isyarah untuk sesuatu yang dekat guna menggambarkan bahwa neraka Jahanam sudah berada di hadapan mereka, ini merupakan sebuah gambaran yang mengerikan." } } }, { "number": { "inQuran": 3769, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0635\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Islawhal Yawma bimaa kuntum takfuroon" } }, "translation": { "en": "[Enter to] burn therein today for what you used to deny.\"", "id": "Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3769", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3769.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3769.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah berkata kepada orang-orang kafir, “Masuklah ke dalamnya dan rasakanlah pada hari ini panasnya api neraka karena dahulu kamu mengingkarinya.”", "long": "Selanjutnya, Allah memerintahkan kepada mereka, \"Hai orang-orang kafir, masuklah dan rasakanlah pada hari ini panasnya api neraka. Tetaplah di dalamnya sebagai balasan dari keingkaran dan perbuatan dosa yang telah kamu kerjakan dahulu.\" \n\nDari ayat-ayat ini dipahami, seakan-akan Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir yang sedang diazab itu bahwa mereka tidak perlu lagi menyesal, putus asa dan bersedih hati karena azab yang sedang mereka alami. Azab yang diberikan kepada mereka merupakan ketetapan Tuhan yang tidak mungkin diubah lagi. Kepada mereka sewaktu hidup di dunia telah disampaikan bermacam-macam peringatan dan bermacam-macam cobaan, tetapi mereka tetap ingkar. Oleh karena itu, rasakanlah dan terimalah azab yang sedang ditimpakan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3770, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u062e\u0652\u062a\u0650\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Al-Yawma nakhtimu 'alaaa afwaahihim wa tukallimunaaa aideehim wa tashhadu arjuluhum bimaa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "That Day, We will seal over their mouths, and their hands will speak to Us, and their feet will testify about what they used to earn.", "id": "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3770", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3770.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3770.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka sehingga tidak dapat berkata bohong atau berdalih sedikit pun. Tangan mereka akan berkata kepada Kami perihal perbuatan yang mereka lakukan di dunia, dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Dengan demikian, mereka tidak mungkin mengelak atas dosa yang telah mereka lakukan (Lihat pula: Surah Fussilat/41: 19–20).", "long": "Ketika menerima azab di neraka, ada sebagian dari orang-orang kafir yang mengingkari perbuatan-perbuatan jahat mereka di dunia sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\nKemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, \"Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah.\" (al-An'am/6: 23)\n\nMaka pada ayat 65 ini, Allah mengunci mati mulut-mulut mereka sehingga mereka tidak dapat berbohong maupun mendebat adanya perbuatan mereka. Apalagi tangan-tangan mereka kemudian berbicara dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan, sehingga mereka tidak mungkin lagi mengelak atas adanya perbuatan-perbuatan mereka yang melawan agama. Pada hari akhirat ini, hukum berlaku dengan seadil-adilnya sesuai dengan segala perbuatan mereka di dunia. \n\nMenurut riwayat Anas bin Malik dikatakan:Dari Anas bin Malik, ia berkata, \"Kami sedang berada di sisi Nabi saw, tiba-tiba beliau tertawa. Kata beliau, \"Tahukah kamu mengapa saya tertawa? Kami menjawab, \"Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu\". Beliau berkata,\"(Saya tertawa) karena adanya pembicaraan antara seorang hamba dengan Tuhannya\". Hamba berkata, \"Wahai Tuhanku, bukankah Engkau telah menyelamatkan aku dari kezaliman? \"Ya benar, kamu telah Aku selamatkan\", jawab Tuhannya. Hamba berkata, \" Sesungguhnya aku tidak akan mengizinkan atas diriku kecuali seorang saksi dari padaku\". Tuhannya menjawab, \"Cukup, kamu menjadi saksi atas dirimu dan para malaikat pencatat amal juga menjadi saksi\". Nabi saw lalu berkata, \" Kemudian mulut hamba tadi ditutup, lalu anggota-anggota badan diperintahkan untuk berbicara, \"Bicaralah!\". Kata Nabi saw lagi, \" Maka anggota-anggota badan itu berbicara (sesuai perbuatannya). (Riwayat Imam Abu Ya'la al-Maushuli) \n\nBanyak ayat-ayat Al-Qur'an yang menerangkan tentang persaksian anggota tubuh manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, di antaranya ialah firman Allah:\n\nPada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (an-Nur/24: 24)\n\nAllah menjadikan tangan dan kaki berbicara sebagai saksi karena tanganlah yang mengerjakan perbuatan itu, sedang kaki ikut menyaksikan apa yang dikerjakan oleh tangan itu. Jadi perbuatan tangan merupakan suatu ikrar atau pengakuan, sedangkan perkataan kaki merupakan persaksian.\n\nJika semua perbuatan buruk seorang manusia dibukakan dan diungkapkan selama hidup di dunia dan diketahui oleh orang banyak maka ia merasa malu dan merasa sukar menyembunyikan muka mereka. Bahkan banyak pula di antara manusia yang membunuh dirinya karena tidak sanggup menahan rasa malu itu. Di akhirat, mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalami dan menanggungnya semasa hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3771, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u064e\u0637\u064e\u0645\u064e\u0633\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law nashaaa'u lata masna 'alaaa aiyunihim fasta baqus-siraata fa-annaa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "And if We willed, We could have obliterated their eyes, and they would race to [find] the path, and how could they see?", "id": "Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3771", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3771.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3771.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka sehingga dengan demikian mereka berlomba-lomba mencari jalan yang terang. Namun, Kami tidak melakukan hal itu karena kasih sayang Kami agar mereka mencari jalan yang benar dan mensyukuri karunia Allah. Andaikata Kami hapus penglihatan mereka maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat karunia dan kekuasaan Allah? Karena itu, tidak ada alasan bagi mereka berdalih terhadap ketetapan Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan kekuasaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya, yaitu jika Dia menghendaki dapat saja menghapus penglihatan dan pendengaran orang-orang kafir, sehingga tidak dapat melihat padahal mereka harus banyak beramal dan berbuat baik. Akan tetapi, karena sifat kasih sayang Allah kepada manusia, maka hal itu tidak dilakukan-Nya. Orang-orang kafir tetap dapat melihat dan berbuat baik di dunia sesuai dengan petunjuk agama. Akan tetapi, hal itu tidak mereka lakukan, bahkan mereka banyak berbuat dosa. Dengan demikian, di samping mereka tidak memiliki amal kebaikan yang perlu diberi pahala, dosa-dosa mereka juga sangat banyak sehingga siksaan Allah di akhirat tentu sangat berat. Mereka tidak dapat mengelak dari semua itu karena adanya kesaksian tangan dan kaki mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3772, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 384, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u062e\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0636\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law nashaaa'u lamasakhnaahum 'alaa makaanatihim famas-tataa'oo mudiyyanw-wa laa yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And if We willed, We could have deformed them, [paralyzing them] in their places so they would not be able to proceed, nor could they return.", "id": "Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3772", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3772.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3772.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika Kami menghendaki pula, pastilah Kami ubah bentuk mereka,yakni orang-orang kafir, di tempat mereka berada sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali. Namun, hal itu tidak Kami lakukan karena kasih sayang Kami. Karena rahmat pula, Aku masih memberi manusia kesempatan untuk bertobat dan beramal saleh meski mereka telah menyekutukan-Ku.", "long": "Ayat ini juga menerangkan kekuasaan Allah, yaitu jika Allah menghendaki maka Dia dapat mengubah bentuk orang-orang kafir di tempat mereka berada, sehingga tidak sanggup lagi berjalan dan kembali. Akan tetapi, hal itu tidak dilakukan karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Meskipun begitu, orang-orang kafir yang memiliki kesempatan untuk beramal saleh sesuai petunjuk agama juga tidak melakukannya, bahkan mereka bertambah ingkar sehingga pantas mendapat siksa yang berat dan menghinakan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3773, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0639\u064e\u0645\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f \u0646\u064f\u0646\u064e\u0643\u0651\u0650\u0633\u0652\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man nu 'ammirhu nunakkishu fil-khalq; afalaa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And he to whom We grant long life We reverse in creation; so will they not understand?", "id": "Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3773", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3773.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3773.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah wahai anak cucu Adam, barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya. Pada saat itu dia kembali lemah dan kurang akal, layaknya anak kecil, sehingga tidak kuat lagi melakukan ibadah yang berat. Maka, mengapa mereka tidak mengerti dan memanfaatkan kesempatan selagi muda?", "long": "Selanjutnya Allah menegaskan bahwa barang siapa yang dipanjangkan umurnya, niscaya akan dikembali kepada awal kejadiannya. Artinya, mereka kembali lemah dan kurang akal seperti anak kecil. Tidak kuat lagi melakukan ibadah-ibadah yang berat dan mulai banyak lupa, sehingga tidak banyak dapat melakukan ibadah dengan baik. Pada akhir ayat ini, Allah mempertanyakan mengapa mereka tidak mengerti dan menggunakan kesempatan selagi masih muda dan kuat.\n\nNabi saw menerangkan hal ini dalam hadisnya yang berbunyi:\n\nPergunakan kesempatan yang lima sebelum datang yang lima: waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, waktu kayamu sebelum waktu miskinmu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu mudamu sebelum waktu tuamu, dan waktu hidupmu sebelum waktu matimu.(Riwayat al-hakim dari Ibnu 'Abbas)\n\nApakah orang-orang kafir tidak mempergunakan akalnya bahwa semakin panjang dan tua umur seseorang semakin lemah jasmani dan rohaninya dan semakin tidak mampu ia berbuat. Allah telah memberinya umur yang cukup kepada mereka untuk dapat berbuat banyak, beramal saleh, menuntut ilmu yang cukup, beribadah dengan baik, dan sebagainya. Akan tetapi, mereka tidak mempergunakan umur itu dengan sebaik-baiknya. Allah mengutus para rasul kepada mereka dengan membawa petunjuk ke jalan yang lurus, tetapi mereka tidak mengikuti rasul dan petunjuk itu bahkan mereka mendustakan dan mengingkarinya." } } }, { "number": { "inQuran": 3774, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0639\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0628\u064e\u063a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa 'allamnaahush shi'ra wa maa yambaghee lah; in huwa illaa zikrunw-wa Qur-aanum mubeen" } }, "translation": { "en": "And We did not give Prophet Muhammad, knowledge of poetry, nor is it befitting for him. It is not but a message and a clear Qur'an", "id": "Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3774", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3774.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3774.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kumpulan ayat berikut menyangkal orang kafir yang menuduh Al-Qur’an adalah syair ciptaan Nabi Muhammad. Dan Kami tidak meng-ajarkan syair kepadanya dan bersyair itu tidaklah pantas baginya karena syair adalah buah khayalan. Nabi Muhammad adalah rasul yang Allah tugaskan untuk menyampaikan wahyu, dan Al-Qur’an itu adalah wahyu Allah yang kandungannya tidak lain hanyalah pelajaran untuk memperbaiki umat dan merupakan Kitab yang jelas dalam menerangkan hukum dan syariat Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah membantah tuduhan kaum kafir yang mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah syair yang diciptakan oleh Nabi Muhammad saw sendiri. Dengan demikian, menurut tuduhan mereka, Muhammad adalah seorang penyair. Hal ini dibantah keras pada ayat ini, karena Al-Qur'an merupakan wahyu Allah yang membawa kebenaran. Sedang Nabi Muhammad saw bertugas menyampaikannya kepada umat manusia semua kebenaran yang diterima dari Allah. Nabi Muhammad bukan penyair yang hanya mengkhayal, tetapi rasul Allah yang membawa kebenaran untuk memperbaiki orang-orang jahiliah.\n\nAl-Qur'an jauh berbeda dengan syair yang berkembang di tanah Arab ketika itu. perbedaan itu dapat dilihat dalam hal:\n\n1.Syair Arab waktu itu merupakan rangkaian kalimat-kalimat yang terikat pada wazan (timbangan kalimat) atau pola tertentu, bahr-bahr (irama dan notasi dalam syair Arab) tertentu, seperti bahr kamil, bahr rajaz, dan lain-lain.\n\nSedangkan ayat-ayat Al-Qur'an susunan kalimatnya begitu indah, pilihan diksi kata-katanya begitu tepat, tetapi tidak terikat pada wazan dan bahr syair Arab.\n\n2.Syair Arab juga terikat pada qafiyah, yaitu huruf akhir tertentu. Jika hal itu tidak dipenuhi, maka rusaklah syair tersebut, sehingga ada unsur pemaksaan atau takalluf.\n\nPada ayat-ayat Al-Qur'an memang ada beberapa huruf akhir yang sama sehingga bersajak (masju'), tetapi menjadi lebih indah karena tidak kaku dan tidak ada unsur pemaksaan (takalluf).\n\n3.Isi syair Arab biasanya berupa khayalan penyair dengan imajinasi yang tinggi sehingga melupakan banyak hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. \n\nSedangkan ayat-ayat Al-Qur'an semuanya sesuai dengan kenyataan, baik alam gaib maupun alam nyata, sehingga memberi informasi yang benar.\n\n4.Syair-syair Arab biasanya berupa puji-pujian yang berlebih-lebihan terhadap raja atau kepala suku sehingga menjadikan para raja bertambah sombong. Syair bisa juga berisi celaan atau ejekan terhadap musuh sehingga meningkatkan permusuhan yang ada.\n\nSedangkan Al-Qur'an selalu berbicara masalah kebenaran tanpa membuat orang menjadi sombong, bahkan ayat Al-Qur'an melarang kesombongan dan rasa kebencian maupun permusuhan.\n\n5.Syair-syair Arab seringkali disusun dan dirangkai oleh penyair dan digunakan untuk mendapat hadiah sebagai mata pencaharian penyair.\n\nSedangkan ayat-ayat Al-Qur'an semata-mata memberi informasi, petunjuk, dan pelajaran yang baik. Bahkan ayat Al-Qur'an tidak boleh diperjualbelikan dengan harga murah untuk memperoleh penghasilan tertentu.\n\nDari hal-hal di atas terbukti bahwa bahasa Al-Qur'an lebih indah dari syair dan kandungan isinya lebih baik dan memberi manfaat yang lebih besar bagi kehidupan manusia secara keseluruhan.\n\nAllah menegaskan bahwa Dia tidak mengajarkan syair kepada Muhammad saw. Ia hanyalah mewahyukan Al-Qur'an kepadanya, untuk disampaikan kepada umat manusia. Tuduhan kaum musyrik dan kaum kafir bahwa Muhammad saw adalah penyair adalah tuduhan yang tidak patut dan tidak dapat diterima akal yang sehat.\n\nKemudian Allah menegaskan lagi bahwa Al-Qur'an yang disampaikan oleh Muhammad saw adalah pelajaran dan kitab suci yang memberikan penerangan kepada umat manusia untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat.\n\nKaum musyrik mengatakan Al-Qur'an itu syair, karena kata-kata dan kalimat-kalimat yang terdapat di dalamnya demikian indah dan tepat. Bahkan kadang-kadang mereka mengatakan Al-Qur'an adalah sihir, karena kata-kata dan susunan kalimatnya memang memesona siapa saja yang mendengarnya. Akan tetapi, tuduhan mereka ini sama sekali tidak benar. Al-Qur'an bukanlah sihir ataupun syair, karena syair merupakan susunan yang terikat kepada pola-pola tertentu, sedang Al-Qur'an tidaklah demikian." } } }, { "number": { "inQuran": 3775, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 23, "page": 444, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064e\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0650\u0642\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Liyunzira man kaana haiyanw-wa yahiqqal qawlu 'alal-kaafireen" } }, "translation": { "en": "To warn whoever is alive and justify the word against the disbelievers.", "id": "agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3775", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3775.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3775.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami wahyukan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad agar dia memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup hatinya sehingga bisa mengambil pelajaran darinya dan agar dia memberi peringatan serta bukti yang pasti akan ketetapan dan azab terhadap orang-orang kafir yang mengingkari wahyu itu.", "long": "Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa fungsi Al-Qur'an antara lain untuk memberikan peringatan kepada umat manusia. Di samping itu, ia juga menerangkan kepastian adanya ketetapan azab bagi orang-orang kafir.\n\nOrang-orang yang hati, pikiran, dan semangatnya tetap hidup pasti mengambil Al-Qur'an sebagai pedoman yang utama, karena Al-Qur'an membawa ajaran yang melenyapkan kebodohan dan kebekuan, menyembuhkan penyakit-penyakit mental yang merusak hidup manusia, baik lahir maupun batin serta menjadi rahmat bagi orang-orang yang bertakwa.\n\nSebaliknya orang-orang yang hati, pikiran, dan semangatnya sudah mati dan membeku, tidak mau mengambil pelajaran dan bimbingan dari Al-Qur'an karena godaan setan sudah membelenggu sedemikian rupa.\n\nSebetulnya, di dalam hati para pemuka kaum kafir dan musyrik itu telah mengakui kebenaran dan kemukjizatan Al-Qur'an. Akan tetapi, mereka tidak berani mengemukakan pengakuan itu, karena takut akan kehilangan pengaruh di lingkungan kaumnya yang menyebabkan turunnya kewibawaan, dan kehilangan sumber penghasilan." } } }, { "number": { "inQuran": 3776, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam yaraw annaa khalaqnaa lahum mimmaa 'amilat aideenaaa an'aaman fahum lahaa maalikoon" } }, "translation": { "en": "Do they not see that We have created for them from what Our hands have made, grazing livestock, and [then] they are their owners?", "id": "Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3776", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3776.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3776.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami telah memberi peringatan kepada orang-orang kafir itu. Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka seperti unta, sapi, dan kambing, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya untuk memperoleh manfaat darinya sedemikian rupa? Seharusnya mereka mensyukuri hal tersebut, bukan mengingkarinya.", "long": "Allah memperingatkan kembali kepada kaum kafir tentang sifat dan rahmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka yang sepatutnya disyukuri. Rahmat yang dikaruniakan itu lalu mereka kuasai dan ambil manfaatnya sedemikian rupa. Akan tetapi, mereka tidak pernah bersyukur, bahkan mengingkari rahmat tersebut.\n\nDi antara rahmat dan karunia Allah adalah bermacam-macam hewan dan binatang ternak yang telah diciptakan dan disediakan-Nya untuk manusia. Sebagian dari hewan tersebut mereka jadikan kendaraan untuk mengangkut mereka dan barang-barang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dari hewan itu pula mereka memperoleh bahan makanan, minuman, pakaian, dan alat-alat keperluan lainnya. Namun demikian, mereka tidak bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dan menyediakan semuanya itu untuk kepentingan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3777, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0630\u064e\u0644\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa zallalnaahaa lahum faminhaa rakoobuhum wa minhaa yaakuloon" } }, "translation": { "en": "And We have tamed them for them, so some of them they ride, and some of them they eat.", "id": "Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3777", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3777.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3777.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya menciptakan hewan-hewan itu, Kami pun menundukkannya untuk mereka, lalu sebagiannya mereka manfaatkan untuk menjadi tunggangan dan alat angkut mereka serta barang-barang mereka, dan sebagian dari hewan-hewan itu Kami ciptakan untuk mereka makan dagingnya.", "long": "Allah memperingatkan kembali kepada kaum kafir tentang sifat dan rahmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka yang sepatutnya disyukuri. Rahmat yang dikaruniakan itu lalu mereka kuasai dan ambil manfaatnya sedemikian rupa. Akan tetapi, mereka tidak pernah bersyukur, bahkan mengingkari rahmat tersebut.\n\nDi antara rahmat dan karunia Allah adalah bermacam-macam hewan dan binatang ternak yang telah diciptakan dan disediakan-Nya untuk manusia. Sebagian dari hewan tersebut mereka jadikan kendaraan untuk mengangkut mereka dan barang-barang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dari hewan itu pula mereka memperoleh bahan makanan, minuman, pakaian, dan alat-alat keperluan lainnya. Namun demikian, mereka tidak bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dan menyediakan semuanya itu untuk kepentingan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3778, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0634\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u064f \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lahum feehaa manaa fi'u wa mashaarib; afalaa yashkuroon" } }, "translation": { "en": "And for them therein are [other] benefits and drinks, so will they not be grateful?", "id": "Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3778", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3778.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3778.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka dapat pula memperoleh berbagai manfaat berupa bahan pakaian dan minuman darinya, yakni dari hewan-hewan tersebut (Lihat pula: Surah an-Nahl/16: 80). Maka, mengapa mereka tidak bersyukur kepada Allah yang telah menyediakan itu semua untuk keperluan mereka?", "long": "Allah memperingatkan kembali kepada kaum kafir tentang sifat dan rahmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka yang sepatutnya disyukuri. Rahmat yang dikaruniakan itu lalu mereka kuasai dan ambil manfaatnya sedemikian rupa. Akan tetapi, mereka tidak pernah bersyukur, bahkan mengingkari rahmat tersebut.\n\nDi antara rahmat dan karunia Allah adalah bermacam-macam hewan dan binatang ternak yang telah diciptakan dan disediakan-Nya untuk manusia. Sebagian dari hewan tersebut mereka jadikan kendaraan untuk mengangkut mereka dan barang-barang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dari hewan itu pula mereka memperoleh bahan makanan, minuman, pakaian, dan alat-alat keperluan lainnya. Namun demikian, mereka tidak bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dan menyediakan semuanya itu untuk kepentingan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3779, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattakhazoo min doonil laahi aalihatal la'allahum yunsaroon" } }, "translation": { "en": "But they have taken besides Allah [false] deities that perhaps they would be helped.", "id": "Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3779", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3779.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3779.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan alih-alih bersyukur atas manfaat yang orang-orang kafir itu dapatkan dari hewan-hewan tersebut, mereka justru kufur dan mengambil sesembahan selain Allah. Mereka menjadikan berhala atau benda-benda lain yang dianggap memiliki kekuatan sebagai sesembahan agar keinginan mereka terwujud dan mereka mendapat pertolongan darinya.", "long": "Allah menerangkan pada ayat ini bahwa kaum kafir telah menguasai dan mengambil manfaat sedemikian rupa dari rahmat yang diciptakan dan dikaruniakan Allah. Jangankan mereka bersyukur kepada-Nya, bahkan sebaliknya mereka bertuhan kepada selain Allah, karena mereka menyangka akan segera mendapat pertolongan. Mereka menyembah patung, berhala, atau benda lainnya, padahal semuanya itu tidak dapat memberikan pertolongan apa-apa. Dengan demikian, mereka mengharapkan sesuatu yang mustahil, yang tidak dibenarkan oleh pikiran dan akal yang sehat." } } }, { "number": { "inQuran": 3780, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u062f\u064c \u0645\u0651\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yastatee'oona nasrahum wa hum lahum jundum muhdaroon" } }, "translation": { "en": "They are not able to help them, and they [themselves] are for them soldiers in attendance.", "id": "Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3780", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3780.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3780.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesembahan orang-orang musyrik itu tidak memiliki kekuatan apa pun untuk memberi manfaat atau menolak mudarat dari mereka. Mereka itu tidak dapat menolong mereka sedikit pun; padahal mereka itu, yaitu orang-orang musyrik, menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga sesembahan itu karena tidak mampu menjaga diri mereka sendiri.", "long": "Allah menerangkan pada ayat ini bahwa kaum kafir telah menguasai dan mengambil manfaat sedemikian rupa dari rahmat yang diciptakan dan dikaruniakan Allah. Jangankan mereka bersyukur kepada-Nya, bahkan sebaliknya mereka bertuhan kepada selain Allah, karena mereka menyangka akan segera mendapat pertolongan. Mereka menyembah patung, berhala, atau benda lainnya, padahal semuanya itu tidak dapat memberikan pertolongan apa-apa. Dengan demikian, mereka mengharapkan sesuatu yang mustahil, yang tidak dibenarkan oleh pikiran dan akal yang sehat." } } }, { "number": { "inQuran": 3781, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u0643\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d8 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaa yahzunka qawluhum; innaa na'lamu maa yusirroona wa maa yu'linoon" } }, "translation": { "en": "So let not their speech grieve you. Indeed, We know what they conceal and what they declare.", "id": "Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3781", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3781.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3781.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dari itu, wahai Nabi Muhammad, jangan sampai ucapan mereka yang penuh kekafiran kepada Allah dan pendustaan kepadamu itu membuat engkau bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dalam hati mereka dan apa yang mereka nyatakan dalam bentuk perbuatan. Mereka akan diminta pertanggungjawaban atasnya pada hari Kiamat dan pasti akan menerima balasannya.", "long": "Akhirnya, Allah menghibur Nabi Muhammad saw dari tingkah laku dan perbuatan kaum kafir dan musyrik itu, yaitu Nabi tidak perlu merasa sedih mendengarkan ucapan dan tuduhan mereka yang bukan-bukan, yang ditujukan kepadanya dan kepada Al-Qur'an. Allah Maha Mengetahui semua perbuatan mereka, baik yang dilakukan dengan terang-terangan maupun yang mereka rahasiakan. Semua itu akan dimintakan pertanggungjawabannya kepada mereka kelak di hari Kiamat dan mereka pasti akan menerima balasannya berupa azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 3782, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u0635\u0650\u064a\u0645\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Awalam yaral insaanu annaa khalaqnaahu min nutfatin fa-izaa huwa khaseemum mubeen" } }, "translation": { "en": "Does man not consider that We created him from a [mere] sperm-drop - then at once he is a clear adversary?", "id": "Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3782", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3782.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3782.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari uraian tentang pendustaan kaum kafir kepada Nabi Muhammad, Allah melalui ayat ini menjelaskan keniscayaan hari kebangkitan. Ayat ini turun untuk menjawab kelancangan al-‘Às bin Wà’il yang menantang Rasulullah untuk membuktikan kemampuan Allah membangkitkan kembali tulang lapuk yang dibawanya. Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, kemudian setelah melalui berbagai proses ia lahir ke dunia dan tumbuh menjadi manusia sempurna, lalu ternyata dia menjadi musuh yang nyata! Mereka berubah menjadi musuh dengan mengingkari hari kebangkitan. Sungguh, sikap ini tidak sejalan dengan akal sehat.", "long": "Karena adanya sebagian manusia tidak percaya tentang adanya hari Kebangkitan, maka Pada ayat ini Allah mengingatkan mereka kepada kekuasaan-Nya dalam menciptakan manusia, sebagai bagian dari seluruh makhluk-Nya. Ini dikemukakan dengan nada keheranan atas sikap sebagian manusia itu. Yaitu: apakah manusia itu tidak memikirkan dan tidak memperhatikan bahwa Allah telah menciptakannya dari setetes air mani, tetapi kemudian setelah melalui proses, ia lahir ke dunia dalam bentuk manusia sempurna, kemudian ia menjadi orang yang bersikap memusuhi Allah dan rasul-Nya. Sikap semacam ini benar-benar tidak dapat diterima oleh pikiran yang sehat.\n\nApabila manusia menyadari bahwa Allah kuasa menciptakannya, bahkan dari setetes air mani, kemudian menjadikan makhluk yang paling baik di bumi ini, pastilah ia yakin, bahwa Allah kuasa pula mengembalikannya kepada asal kejadiannya itu, dan Ia kuasa pula untuk mengulangi kembali penciptaan-Nya, yakni membangkitkannya seperti kehidupannya semula. Oleh karena itu, manusia tidak boleh bersikap melawan perintah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3783, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u064e \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064e \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0631\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa daraba lanaa maslanw-wa nasiya khalqahoo qaala mai-yuhyil'izaama wa hiya rameem" } }, "translation": { "en": "And he presents for Us an example and forgets his [own] creation. He says, \"Who will give life to bones while they are disintegrated?\"", "id": "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3783", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3783.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3783.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah keingkaran manusia kepada Kami. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya dari setetes air mani yang hina. Dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?” Jika menyadari asal kejadiannya, tentu manusia akan percaya bahwa Allah Mahakuasa menghidupkannya kembali sesudah mati.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan tentang keraguan kaum kafir Mekah terhadap adanya hari kebangkitan. Mereka berpendapat demikian karena telah melupakan asal kejadian masing-masing. Mereka diingatkan bahwa Allah telah menciptakan mereka dari setetes air mani, sehingga mereka lahir berwujud manusia yang hidup dan utuh. Jika seandainya mereka mengingat dan menyadari hal ini, pastilah mereka yakin bahwa Allah juga kuasa menghidupkannya kembali sesudah mati, walaupun tulang-belulang mereka sudah remuk." } } }, { "number": { "inQuran": 3784, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qul yuh yeehal lazeee ansha ahaaa awwala marrah; wa Huwa bikulli khalqin 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Say, \"He will give them life who produced them the first time; and He is, of all creation, Knowing.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3784", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3784.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3784.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menjawab pertanyaan mereka, katakanlah wahai Nabi Muhammad bahwa yang akan menghidupkannya kembali setelah hancur luluh ialah Allah yang telah menciptakannya pertama kali. Baik menciptakan untuk pertama kali maupun menghidupkan kembali manusia yang telah telah mati adalah hal yang sangat mudah bagi Allah. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk ciptaan-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk menjawab pertanyaan orang-orang tersebut di atas, dengan menegaskan bahwa yang akan menghidupkan tulang-tulang lapuk itu kembali menjadi manusia yang hidup dan utuh adalah Allah yang dahulu telah menciptakannya pada kali yang pertama, dari tidak ada menjadi ada. Allah Maha Mengetahui semua makhluk ciptaan-Nya. \n\nBagi manusia, mengulang suatu perbuatan lebih mudah daripada melakukannya pertama kali. Akan tetapi, bagi Allah menciptakan sesuatu pertama kali, sama saja mudahnya dengan mengulanginya, karena Allah Mahakuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 3785, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0652\u0636\u064e\u0631\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062a\u064f\u0648\u0642\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazee ja'ala lakum minash shajaril akhdari naaran fa-izaaa antum minhu tooqidoon" } }, "translation": { "en": "[It is] He who made for you from the green tree, fire, and then from it you ignite.", "id": "yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3785", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3785.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3785.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuhan yang akan menghidupkan kembali tulang belulang yang telah lapuk tersebut yaitu Allah yang menjadikan api untukmu dari kayu yang semula berupa pohon yang basah dan hijau. Begitu kayu itu kering, maka seketika itu kamu nyalakan api dari kayu itu dan dapat meng-ambil manfaat dari api itu.”", "long": "Pada ayat ini disebutkan bahwa Allah juga memerintahkan rasul-Nya untuk menjelaskan kepada orang-orang musyrik tersebut bahwa yang akan menghidupkan kembali tulang-tulang lapuk tersebut adalah Allah yang telah menciptakan untuk mereka, api yang menyala dari kayu yang semula merupakan pohon yang basah dan hijau tetapi kemudian kayu itu menjadi kering sehingga dapat menyalakan api. Dalam kehidupan sehari-hari, orang Arab telah mengetahui bahwa ada beberapa jenis kayu yang jika digesekkan antara satu dengan lainnya akan memercikkan api. Ini semua diciptakan Allah untuk manusia agar mereka bisa menghangatkan badan, memasak, menggunakannya untuk penerangan, dan berbagai kebutuhan lainnya.\n\nPemberian contoh ini merupakan hal yang cukup jelas bagi mereka yang sehari-hari menggunakan kayu api. Mereka mengira bahwa tulang-tulang yang sudah lapuk itu telah menjadi dingin dan kering tidak dapat lagi menerima kehidupan, sebab kehidupan ini memerlukan adanya panas. Padahal sehari-hari mereka menyaksikan bahwa kayu yang sudah lapuk dan dingin dapat menimbulkan panas dan menghidupkan api. Bahkan kayu yang masih basah dan berdaun ada juga yang dapat menyalakan api.\n\nMenurut kajian ilmiah, api di sini dapat saja diinterpretasikan sebagai energi. Di dalam tumbuhan memang terjadi proses pemanfaatan energi matahari untuk mengubah bahan yang diambil tumbuhan menjadi energi kimiawi. Penjelasan mengenai terjadinya perubahan energi tersebut, yang disebut sebagai proses fotosintesa adalah sebagai berikut.\n\nDari banyak bagian tumbuhan, salah satu yang terpenting adalah adanya kloroplas (chloroplast) yang terdapat pada daun. Pada kloroplas ini terdapat ribuan kloropil (chlorophyl) atau butir hijau daun, dan dalam bahasa Al-Qur'an dikenal dengan nama al-khadir (bahan hijau). Kedua ayat di atas menyinggung keberadaan kloropil yang berwarna hijau (al-An'am/6: 99) dan peranan matahari dalam menjalankan \"pabrik hijau\" ini (at-Takwir/81: 17-18).\n\nSel tumbuhan, tidak sebagaimana sel manusia atau binatang, dapat menggunakan secara langsung energi matahari. Tumbuhan akan mengubah energi matahari menjadi energi kimia, dan menyimpannya dalam bentuk nutrien dengan cara yang khusus. Proses ini dinamakan fotosintesis (Photosynthesis). Sel berwarna hijau ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Ini adalah satu-satunya laboratorium di dunia yang dapat menyimpan energi matahari dalam bentuk bahan organik.\n\nSebagaimana diuraikan di atas, maka tumbuhan adalah makhluk yang sangat dan paling penting untuk kelangsungan kehidupan makhluk lainnya. Di samping menghasilkan bahan makanan, proses fotosintesa yang dilakukan tumbuhan juga menghasilkan oksigen. Oksigen adalah bahan untuk bernapas bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia dan binatang.\n\nDengan demikian tepatlah Allah memberikan contoh, bahkan bukan hanya kayu yang kering saja dapat menyalakan api tetapi kayu yang masih hijau dan basah pun dapat juga dijadikan kayu api. Sebaliknya, tulang-tulang yang dapat menerima kehidupan bukan hanya tulang-tulang yang segar, tetapi tulang yang sudah lapuk pun dapat pula menerima kehidupan dengan kekuasaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3786, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064e \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u06da \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Awa laisal lazee khalaqas samaawaati wal arda biqaadirin 'alaaa ai-yakhluqa mislahum; balaa wa Huwal Khallaaqul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Is not He who created the heavens and the earth Able to create the likes of them? Yes, [it is so]; and He is the Knowing Creator.", "id": "Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3786", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3786.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3786.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah bukti-bukti kuasa Allah. Dan bukankah Allah yang mampu menciptakan langit dan bumi, mampu pula menciptakan kembali yang serupa itu, yaitu jasad mereka yang sudah hancur? Benar. Allah kuasa menciptakannya dan Dia Maha Pencipta segala sesuatu lagi Maha Mengetahui ciptaan-Nya.", "long": "Allah mengemukakan pertanyaan kepada orang-orang yang tidak mempercayai hari kebangkitan itu bahwa jika mereka percaya bahwa Allah kuasa menciptakan langit dan bumi ini, mengapa Allah tidak kuasa pula menciptakan sesuatu yang serupa dengan itu. Jawabannya adalah Allah pasti kuasa menciptakannya, karena Dia Maha Pencipta, lagi Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 3787, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Innamaa amruhooo izaaa araada shai'an ai-yaqoola lahoo kun fa-yakoon" } }, "translation": { "en": "His command is only when He intends a thing that He says to it, \"Be,\" and it is.", "id": "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3787", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3787.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3787.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya urusan-Nya menciptakan segala sesuatu sangatlah mudah bagi-Nya. Apabila Dia menghendaki untuk menciptakan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka dengan serta-merta jadilah sesuatu yang dikehendaki-Nya itu.", "long": "Allah menerangkan betapa mudah bagi-Nya menciptakan sesuatu. Apabila Ia menghendaki untuk menciptakan suatu makhluk, cukuplah Allah berfirman, \"Jadilah,\" maka dengan serta-merta terwujudlah makhluk itu.\n\nMengingat kekuasaan-Nya yang demikian besar, maka adanya hari kebangkitan itu, di mana manusia dihidupkan-Nya kembali sesudah terjadinya kehancuran di hari Kiamat, bukanlah suatu hal yang mustahil, dan tidak patut diingkari." } } }, { "number": { "inQuran": 3788, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 23, "page": 445, "manzil": 5, "ruku": 385, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0648\u062a\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa Subhaanal lazee biyadihee malakootu kulli shai-inw-wa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "So exalted is He in whose hand is the realm of all things, and to Him you will be returned.", "id": "Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3788", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3788.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3788.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah Allah Yang Mahakuasa. Maka Mahasuci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan penuh atas segala sesuatu di alam ini. Dialah yang menciptakan, mengatur, serta memeliharanya, dan kepada-Nya juga kamu dikembalikan. Keyakinan akan kekuasaan Allah akan timbul dalam hati apabila manusia mau menggunakan akal sehatnya untuk memperhatikan alam semesta ini.", "long": "Orang-orang yang beriman pasti berkata bahwa Allah Mahasuci. Di tangan-Nya kekuasaan penuh atas segala sesuatu di alam ini. Dialah yang menciptakan, mengatur, dan memeliharanya. Kepada-Nya jualah semua makhluk dikembalikan.\n\nPengakuan dan keyakinan semacam ini pasti timbul apabila manusia menggunakan pikiran sehat untuk memperhatikan isi alam ini semuanya yang menjadi bukti bagi kekuasaan Allah." } } } ] }, { "number": 37, "sequence": 56, "numberOfVerses": 182, "name": { "short": "الصافات", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0635\u0627\u0641\u0627\u062a", "transliteration": { "en": "As-Saaffaat", "id": "As-Saffat" }, "translation": { "en": "Those drawn up in Ranks", "id": "Barisan-Barisan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al An'aam. Dinamai dengan Ash Shaaffaat (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan Ash Shaaffaat yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan. Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3789, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0635\u064e\u0641\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wassaaaffaati saffaa" } }, "translation": { "en": "By those [angels] lined up in rows", "id": "Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3789", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3789.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3789.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada akhir Surah Yàsìn Allah menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat, pada permulaan surah ini Allah menegaskan bukti kekuasaan-Nya di alam raya. Demi rombongan malaikat yang berbaris bersaf-saf dengan rapi dalam melaksanakan tugas dan perintah Allah;", "long": "Di dalam Al-Qur'an terdapat banyak kata-kata untuk bersumpah, yang maksudnya untuk menguatkan kesan yang diberikan dalam ayat-ayatnya. Kata-kata yang dipakai untuk bersumpah itu pastilah kata-kata yang mempunyai arti penting yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya, misalnya: \"demi matahari\", \"demi malam\", dan sebagainya.\n\nPada ayat ini, Allah berfirman, \"Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf.\" Maksudnya ialah demi malaikat-malaikat yang berbaris dalam saf-saf yang lurus dan teratur, dalam melakukan ibadah dan tugas-tugas lain yang diperintahkan Allah. Hal ini mempunyai arti bahwa para malaikat selalu disiplin, teratur, dan rapi dalam melaksanakan tugas dari Allah. Rasulullah bersabda:\n\nRasulullah bersabda, \" Mengapa kamu tidak berbaris seperti malaikat berbaris di hadapan Allah?\" Kami bertanya, \"Bagaimana berbarisnya malaikat di hadapan Allah?\" Rasulullah menjawab, \"Malaikat menyempurnakan barisan depan kemudian merapatkan dan merapikannya.\" (Riwayat Abu Dawud., Ibnu Majah, dan A.hmad dari Jabir bin Samurah)" } } }, { "number": { "inQuran": 3790, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0632\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fazzaajiraati zajraa" } }, "translation": { "en": "And those who drive [the clouds]", "id": "demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3790", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3790.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3790.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi rombongan malaikat yang mencegah dengan sungguh-sungguh pelaku tindakan menyimpang, dalam rangka menegakkan aturan dan keseimbangan alam;", "long": "Pada ayat ini, Allah bersumpah dengan menyebut para malaikat yang menghardik untuk melarang makhluk sedemikian rupa dari perbuatan-perbuatan maksiat. Malaikat adalah makhluk Allah yang sangat patuh dan taat kepada perintah dan larangan-Nya. Oleh sebab itu, mereka tidak senang melihat makhluk lain yang berbuat kemaksiatan, melanggar larangan Allah, dan tidak melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Mereka menghardiknya seperti seorang gembala yang menghardik untuk menghalau ternaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 3791, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fattaaliyaati Zikra" } }, "translation": { "en": "And those who recite the message,", "id": "demi (rombongan) yang membacakan peringatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3791", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3791.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3791.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi rombongan malaikat yang membacakan ayat-ayat yang berisi peringatan dan pelajaran yang agung,", "long": "Allah bersumpah dengan menyebutkan malaikat yang senantiasa membacakan zikir atau ayat-ayat-Nya. Pernyataan ini berarti bahwa Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah dengan perantaraan malaikat. Demikian pula wahyu Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad, juga disampaikan dengan perantaraan malaikat." } } }, { "number": { "inQuran": 3792, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Inna Illaahakum la Waahid" } }, "translation": { "en": "Indeed, your God is One,", "id": "sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3792", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3792.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3792.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Tuhanmu yang berhak disembah benar-benar Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya baik dalam pekerjaan maupun sifat-Nya.", "long": "Allah menegaskan pada ayat ini bahwa Dia benar-benar Maha Esa. Ia tidak berserikat dengan siapa pun dalam menciptakan, memelihara, dan menguasai segala makhluk-Nya. Tuhan yang pantas ditaati dan disembah memang hanya satu, yaitu Allah swt. Dalam Surah al-Ikhlash, jelas Allah menerangkan zat-Nya: huwa Allah ahad, Allah ash-shamad." } } }, { "number": { "inQuran": 3793, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Rabbus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa wa Rabbul mashaariq" } }, "translation": { "en": "Lord of the heavens and the earth and that between them and Lord of the sunrises.", "id": "Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3793", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3793.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3793.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan yang menciptakan tempat-tempat terbitnya matahari, bulan, bintang, planet, dan benda langit lainnya.", "long": "Kata-kata sumpah yang terdapat pada ayat-ayat yang lalu diikuti dengan keterangan dan pembuktian tentang kekuasaan Allah. Maka pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan yang menciptakan dan memelihara semua langit dan bumi, serta segala apa yang berada di antara keduanya. Dia pula yang menguasai seluruh penjuru alam ini, antara lain tempat-tempat terbitnya matahari setiap hari sepanjang tahun. Ini semuanya menunjukkan kekuasaan dan kebesaran-Nya, serta keindahan dari semua ciptaan-Nya yang tak dapat ditiru oleh siapa pun juga." } } }, { "number": { "inQuran": 3794, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064d \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0648\u064e\u0627\u0643\u0650\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Innaa zaiyannas samaaa 'ad dunyaa bizeenatinil kawaakib" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have adorned the nearest heaven with an adornment of stars", "id": "Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3794", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3794.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3794.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia yang terdekat dengan bumi dengan hiasan bintang-bintang dan planet-planet yang begitu indah.", "long": "Selanjutnya Allah menambahkan lagi bukti-bukti tentang kekuasaan-Nya, yaitu bahwa Dia telah menghias langit dengan planet-planet yang demikian indah. Barang siapa memandang langit di waktu malam yang cerah dan penuh bintang, serta bulan yang bersinar lemah, semestinya merasa sangat takjub dan dari mulutnya akan terucap kata-kata \"Allahu Akbar\", Allah Mahabesar." } } }, { "number": { "inQuran": 3795, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u0650\u0641\u0652\u0638\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa hifzam min kulli Shaitaanim maarid" } }, "translation": { "en": "And as protection against every rebellious devil", "id": "Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3795", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3795.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3795.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah menjadikan bintang-bintang itu sebagai pelindung langit yang menjaganya dari setiap setan yang durhaka yang hendak mencuri dengar kabar-kabar masa depan.", "long": "Di samping ciptaan-ciptaan-Nya yang demikian menakjubkan, Allah memelihara semua makhluk-Nya itu dari apa yang akan merusaknya. Ia memelihara manusia dari godaan setan yang senantiasa membujuk manusia untuk melakukan kemaksiatan, yang akan menjerumuskan kepada kebinasaan dan kemurkaan-Nya. Untuk itu, Allah telah memberikan petunjuk, berupa agama yang benar, yang akan menjaga manusia dari godaan setan. Hanya manusia yang ingkar yang dapat ditundukkan oleh rayuan setan yang mencelakakan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3796, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0645\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0625\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0642\u0652\u0630\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Laa yassamma 'oona ilal mala il a'alaa wa yuqzafoona min kulli jaanib" } }, "translation": { "en": "[So] they may not listen to the exalted assembly [of angels] and are pelted from every side,", "id": "mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3796", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3796.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3796.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan adanya penjagaan ketat terhadap setan-setan durhaka itu, mereka tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat yang akan menyampaikan wahyu kepada rasul-Nya. Dan mereka dilempari dengan benda langit yang menyala dari segala penjuru sehingga mereka tidak bisa menambah atau mengurangi wahyu yang akan diturunkan.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa setan tidak dapat mendengar pembicaraan malaikat. Setan-setan itu dilempari dari segala penjuru karena ulah mereka yang suka merusak tatanan alam dan menggoda manusia untuk berbuat maksiat kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3797, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062f\u064f\u062d\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0648\u064e\u0627\u0635\u0650\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Duhooranw wa lahum 'azaabunw waasib" } }, "translation": { "en": "Repelled; and for them is a constant punishment,", "id": "untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3797", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3797.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3797.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami lemparkan benda langit ke arah setan-setan durhaka itu untuk mengusir mereka dan mereka pun kelak akan mendapat azab yang kekal dan pedih di akhirat.", "long": "Lemparan itu untuk mengusir setan-setan tersebut karena mereka makhluk yang ingkar dan sesat, dan selalu berusaha menyesatkan manusia, dan membujuk manusia supaya ingkar kepada Tuhan. Untuk mereka telah disediakan azab yang akan berlangsung selama-lamanya di neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 3798, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0637\u0650\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0634\u0650\u0647\u064e\u0627\u0628\u064c \u062b\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Illaa man khatifal khatfata fa atba'ahoo shihaabun saaqib" } }, "translation": { "en": "Except one who snatches [some words] by theft, but they are pursued by a burning flame, piercing [in brightness].", "id": "kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3798", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3798.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3798.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setan-setan itu tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat, kecuali setan yang berhasil mencuri pembicaraan dengan cepat, maka ia dikejar oleh bintang yang menyala sehingga mereka pun terbakar.", "long": "Akan tetapi, bila ada di antara setan-setan yang sengaja mendengar-dengarkan pembicaraan para malaikat, ia segera diburu dengan suluh api yang menyala-nyala. Ini menunjukkan betapa terkutuknya setan-setan itu, sehingga mereka merupakan makhluk yang paling dibenci dan diusir di mana-mana. Oleh sebab itu, manusia tidak patut takluk kepada rayuan dan godaan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3799, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0637\u0650\u064a\u0646\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627\u0632\u0650\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Fastaftihim ahum ashaddu khalqan am man khalaqnaa; innaa khalaqnaahum min teenil laazib" } }, "translation": { "en": "Then inquire of them, [O Muhammad], \"Are they a stronger [or more difficult] creation or those [others] We have created?\" Indeed, We created men from sticky clay.", "id": "Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3799", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3799.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3799.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam raya, Allah beralih membuktikan kuasa-Nya dalam menciptakan manusia. Wahai Nabi Muhammad, maka tanyakanlah kepada mereka yang musyrik, “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu yakni malaikat, langit, dan bumi seisinya?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan Nabi Adam, yaitu nenek moyang mereka dari tanah liat.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad menanyakan kepada orang-orang yang mengingkari adanya kebangkitan dari kubur tentang mana yang lebih sukar antara menjadikan manusia termasuk orang-orang yang ingkar tadi dengan menjadikan malaikat, langit, bumi, dan segala isinya, yang wujudnya lebih besar dan lebih beraneka ragam.\n\nAllah memerintahkan rasul-Nya supaya mengajukan pertanyaan kepada mereka, dimaksudkan sebagai celaan terhadap sikap keras kepala mereka. Sebenarnya, mereka sendiri mengakui bahwa penciptaan langit, bumi, dan segala isinya yang besar itu lebih sukar dari menciptakan manusia. Maka bagaimana mereka dapat mengingkari kebangkitan itu, padahal mereka menyaksikan suatu yang lebih sukar dari apa yang mereka ingkari itu.\n\nFirman Allah:\n\nDan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui. (Yasin/36: 81)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (al-Mu'min/40: 57) \n\nUntuk menjelaskan perbandingan ini Allah memberikan tambahan penjelasan dengan menyebutkan kejadian nenek moyang mereka, yaitu Adam dari tanah liat. Proses kejadian Adam itu menunjukkan kepada mereka tentang kesederhanaan penciptaannya jika dibandingkan dengan penciptaan alam semesta yang mahabesar ini. Bilamana Allah kuasa menciptakan alam ini, tentulah lebih kuasa lagi menghidupkan kembali anak cucu Adam pada hari Kiamat.\n\nRasulullah kemudian diperingatkan Allah agar jangan terlalu mengharapkan berimannya mereka yang keras kepala. Tidak ada manfaat bagi mereka segala keterangan dan peringatan itu karena mereka tidak tertarik. Bahkan orang-orang kafir itu memperolok-olokkan Rasul, sehingga Rasulullah sendiri merasa heran.\n\nSesungguhnya hati mereka telah tertutup, dan jiwa mereka tidak dapat menjangkau keyakinan yang seperti itu. Mereka tidak mampu lagi melihat keterangan-keterangan dan tanda-tanda yang dapat menunjukkan kebangkitan dari kubur. Bahkan kesombongan dan pembangkangan mereka telah sampai ke puncaknya. Mereka memperolok-olokkan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Muhammad saw, dan meremehkan kesungguhan beliau supaya mereka meyakini hari kebangkitan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3800, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u062c\u0650\u0628\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal'ajibta wa yaskharoon" } }, "translation": { "en": "But you wonder, while they mock,", "id": "Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3800", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3800.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3800.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan, wahai Nabi Muhammad, engkau menjadi heran atas keingkaran mereka terhadap risalahmu, hari kebangkitan, dan kekuasaan Allah, dan mereka menghinakan engkau karena keherananmu itu dan mereka pun menyepelekan hari kebangkitan.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad menanyakan kepada orang-orang yang mengingkari adanya kebangkitan dari kubur tentang mana yang lebih sukar antara menjadikan manusia termasuk orang-orang yang ingkar tadi dengan menjadikan malaikat, langit, bumi, dan segala isinya, yang wujudnya lebih besar dan lebih beraneka ragam.\n\nAllah memerintahkan rasul-Nya supaya mengajukan pertanyaan kepada mereka, dimaksudkan sebagai celaan terhadap sikap keras kepala mereka. Sebenarnya, mereka sendiri mengakui bahwa penciptaan langit, bumi, dan segala isinya yang besar itu lebih sukar dari menciptakan manusia. Maka bagaimana mereka dapat mengingkari kebangkitan itu, padahal mereka menyaksikan suatu yang lebih sukar dari apa yang mereka ingkari itu.\n\nFirman Allah:\n\nDan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui. (Yasin/36: 81)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (al-Mu'min/40: 57) \n\nUntuk menjelaskan perbandingan ini Allah memberikan tambahan penjelasan dengan menyebutkan kejadian nenek moyang mereka, yaitu Adam dari tanah liat. Proses kejadian Adam itu menunjukkan kepada mereka tentang kesederhanaan penciptaannya jika dibandingkan dengan penciptaan alam semesta yang mahabesar ini. Bilamana Allah kuasa menciptakan alam ini, tentulah lebih kuasa lagi menghidupkan kembali anak cucu Adam pada hari Kiamat.\n\nRasulullah kemudian diperingatkan Allah agar jangan terlalu mengharapkan berimannya mereka yang keras kepala. Tidak ada manfaat bagi mereka segala keterangan dan peringatan itu karena mereka tidak tertarik. Bahkan orang-orang kafir itu memperolok-olokkan Rasul, sehingga Rasulullah sendiri merasa heran.\n\nSesungguhnya hati mereka telah tertutup, dan jiwa mereka tidak dapat menjangkau keyakinan yang seperti itu. Mereka tidak mampu lagi melihat keterangan-keterangan dan tanda-tanda yang dapat menunjukkan kebangkitan dari kubur. Bahkan kesombongan dan pembangkangan mereka telah sampai ke puncaknya. Mereka memperolok-olokkan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Muhammad saw, dan meremehkan kesungguhan beliau supaya mereka meyakini hari kebangkitan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 3801, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa zukkiroo laa yazkuroon" } }, "translation": { "en": "And when they are reminded, they remember not.", "id": "Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3801", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3801.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3801.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila mereka diberi peringatan sebagimana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an, mereka tidak mengindahkannya, bahkan berpaling darinya.", "long": "Allah menegaskan bahwa karena kekerasan hati orang-orang yang ingkar tadi, maka tidak akan ada manfaatnya apabila mereka diberi nasihat. Karena jiwa mereka telah dikotori tingkah laku dan perbuatan mereka sendiri.\n\nBilamana diperlihatkan kepada mereka dalil-dalil dan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran Nabi, mereka pun menertawakan dan memperolok-olokkannya serta menuduh Nabi sebagai seorang tukang sihir yang telah memperdaya pikiran mereka dan ingin menjauhkan mereka dari sembahan-sembahan nenek moyang mereka. Mereka juga mengatakan bahwa segala dalil-dalil kenabian yang beliau sampaikan dipandang sebagai permainan sihir. Mereka mengatakan bahwa semua bukti-bukti kebenaran yang dibawa Nabi itu tidak ada artinya sama sekali. Oleh karena itu, mereka menghindari seruan Nabi dan tetap berpegang kepada agama nenek moyang yang sudah dianut berabad-abad.\n\n(16-17) Allah menunjukkan keingkaran kaum musyrikin terhadap peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat. Kejadian-kejadian pada hari Kiamat itu membingungkan akal mereka. Mereka sama sekali tidak dapat mengerti apa yang dikatakan Nabi Muhammad bahwa tulang-belulang yang berserakan dan sudah menjadi tanah dapat dihidupkan kembali. Lebih mengherankan mereka lagi adalah kebangkitan nenek moyang mereka yang sudah lama terkubur dalam bumi, yang tidak ada bekasnya lagi, sehingga dengan demikian nenek moyang mereka itu tidak dapat hidup kembali. Semua ini ditanyakan mereka kepada Nabi saw.\n\n(18-19) Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menjawab pertanyaan mereka secara tegas bahwa benar mereka dan nenek moyangnya akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah. Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Mahatinggi. Sebagaimana Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (al-Mu'min/40: 60)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\n¦ Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (an-Naml/27: 87)\n\nTerjadinya hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah. Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali. Pada waktu itu, mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3802, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0633\u0652\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra aw Aayatinw yastaskhiroon" } }, "translation": { "en": "And when they see a sign, they ridicule", "id": "Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3802", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3802.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3802.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila mereka melihat suatu tanda kebesaran Allah berupa mukjizat yang diberikan kepada Nabi, seperti terbelahnya rembulan dan semisalnya, mereka memperolok-olokkan-nya.", "long": "Allah menegaskan bahwa karena kekerasan hati orang-orang yang ingkar tadi, maka tidak akan ada manfaatnya apabila mereka diberi nasihat. Karena jiwa mereka telah dikotori tingkah laku dan perbuatan mereka sendiri.\n\nBilamana diperlihatkan kepada mereka dalil-dalil dan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran Nabi, mereka pun menertawakan dan memperolok-olokkannya serta menuduh Nabi sebagai seorang tukang sihir yang telah memperdaya pikiran mereka dan ingin menjauhkan mereka dari sembahan-sembahan nenek moyang mereka. Mereka juga mengatakan bahwa segala dalil-dalil kenabian yang beliau sampaikan dipandang sebagai permainan sihir. Mereka mengatakan bahwa semua bukti-bukti kebenaran yang dibawa Nabi itu tidak ada artinya sama sekali. Oleh karena itu, mereka menghindari seruan Nabi dan tetap berpegang kepada agama nenek moyang yang sudah dianut berabad-abad.\n\n(16-17) Allah menunjukkan keingkaran kaum musyrikin terhadap peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat. Kejadian-kejadian pada hari Kiamat itu membingungkan akal mereka. Mereka sama sekali tidak dapat mengerti apa yang dikatakan Nabi Muhammad bahwa tulang-belulang yang berserakan dan sudah menjadi tanah dapat dihidupkan kembali. Lebih mengherankan mereka lagi adalah kebangkitan nenek moyang mereka yang sudah lama terkubur dalam bumi, yang tidak ada bekasnya lagi, sehingga dengan demikian nenek moyang mereka itu tidak dapat hidup kembali. Semua ini ditanyakan mereka kepada Nabi saw.\n\n(18-19) Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menjawab pertanyaan mereka secara tegas bahwa benar mereka dan nenek moyangnya akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah. Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Mahatinggi. Sebagaimana Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (al-Mu'min/40: 60)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\n¦ Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (an-Naml/27: 87)\n\nTerjadinya hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah. Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali. Pada waktu itu, mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3803, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaalooo in haazaa illaa sihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "And say, \"This is not but obvious magic.", "id": "Dan mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3803", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3803.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3803.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka berkata dengan nada sinis, “Wahai Muhammad, apa yang engkau tunjukkan ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”", "long": "Allah menegaskan bahwa karena kekerasan hati orang-orang yang ingkar tadi, maka tidak akan ada manfaatnya apabila mereka diberi nasihat. Karena jiwa mereka telah dikotori tingkah laku dan perbuatan mereka sendiri.\n\nBilamana diperlihatkan kepada mereka dalil-dalil dan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran Nabi, mereka pun menertawakan dan memperolok-olokkannya serta menuduh Nabi sebagai seorang tukang sihir yang telah memperdaya pikiran mereka dan ingin menjauhkan mereka dari sembahan-sembahan nenek moyang mereka. Mereka juga mengatakan bahwa segala dalil-dalil kenabian yang beliau sampaikan dipandang sebagai permainan sihir. Mereka mengatakan bahwa semua bukti-bukti kebenaran yang dibawa Nabi itu tidak ada artinya sama sekali. Oleh karena itu, mereka menghindari seruan Nabi dan tetap berpegang kepada agama nenek moyang yang sudah dianut berabad-abad.\n\n(16-17) Allah menunjukkan keingkaran kaum musyrikin terhadap peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat. Kejadian-kejadian pada hari Kiamat itu membingungkan akal mereka. Mereka sama sekali tidak dapat mengerti apa yang dikatakan Nabi Muhammad bahwa tulang-belulang yang berserakan dan sudah menjadi tanah dapat dihidupkan kembali. Lebih mengherankan mereka lagi adalah kebangkitan nenek moyang mereka yang sudah lama terkubur dalam bumi, yang tidak ada bekasnya lagi, sehingga dengan demikian nenek moyang mereka itu tidak dapat hidup kembali. Semua ini ditanyakan mereka kepada Nabi saw.\n\n(18-19) Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menjawab pertanyaan mereka secara tegas bahwa benar mereka dan nenek moyangnya akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah. Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Mahatinggi. Sebagaimana Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (al-Mu'min/40: 60)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\n¦ Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (an-Naml/27: 87)\n\nTerjadinya hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah. Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali. Pada waktu itu, mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3804, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'A-izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa 'izaaman 'ainnaa lamab'oosoon" } }, "translation": { "en": "When we have died and become dust and bones, are we indeed to be resurrected?", "id": "Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3804", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3804.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3804.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berkata pula, “Apabila kami telah mati dan jasad-jasad kami telah berubah menjadi tanah dan tulang-belulang yang lapuk dan hancur, apakah benar kami akan dibangkitkan kembali seperti semula?", "long": "Allah menunjukkan keingkaran kaum musyrikin terhadap peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat. Kejadian-kejadian pada hari Kiamat itu membingungkan akal mereka. Mereka sama sekali tidak dapat mengerti apa yang dikatakan Nabi Muhammad bahwa tulang-belulang yang berserakan dan sudah menjadi tanah dapat dihidupkan kembali. Lebih mengherankan mereka lagi adalah kebangkitan nenek moyang mereka yang sudah lama terkubur dalam bumi, yang tidak ada bekasnya lagi, sehingga dengan demikian nenek moyang mereka itu tidak dapat hidup kembali. Semua ini ditanyakan mereka kepada Nabi saw." } } }, { "number": { "inQuran": 3805, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awa aabaa'unal awwaloon" } }, "translation": { "en": "And our forefathers [as well]?\"", "id": "dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3805", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3805.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3805.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu mati akan dibangkitkan pula?”", "long": "Allah menunjukkan keingkaran kaum musyrikin terhadap peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat. Kejadian-kejadian pada hari Kiamat itu membingungkan akal mereka. Mereka sama sekali tidak dapat mengerti apa yang dikatakan Nabi Muhammad bahwa tulang-belulang yang berserakan dan sudah menjadi tanah dapat dihidupkan kembali. Lebih mengherankan mereka lagi adalah kebangkitan nenek moyang mereka yang sudah lama terkubur dalam bumi, yang tidak ada bekasnya lagi, sehingga dengan demikian nenek moyang mereka itu tidak dapat hidup kembali. Semua ini ditanyakan mereka kepada Nabi saw." } } }, { "number": { "inQuran": 3806, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0646\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul na'am wa antum daakhiroon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Yes, and you will be [rendered] contemptible.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Ya, dan kamu akan terhina.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3806", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3806.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3806.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Ya, Allah akan membangkitkan seluruh umat manusia, dan kamu akan dibangkitkan di hadapan-Nya dalam keadaan rendah dan terhina.”", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menjawab pertanyaan mereka secara tegas bahwa benar mereka dan nenek moyangnya akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah. Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Mahatinggi. Sebagaimana Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (al-Mu'min/40: 60)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\n¦ Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (an-Naml/27: 87)\n\nTerjadinya hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah. Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali. Pada waktu itu, mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3807, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0632\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa innamaa hiya zajra tunw waahidatun fa izaa hum yanzuroon" } }, "translation": { "en": "It will be only one shout, and at once they will be observing.", "id": "Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3807", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3807.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3807.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Membangkitkan makhluk yang sudah mati bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, yaitu tiupan sangkakala Israfil, maka seketika itu pula mereka melihatnya. Mereka akan menyaksikan betapa dahsyat hari Kiamat dan azab Allah.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menjawab pertanyaan mereka secara tegas bahwa benar mereka dan nenek moyangnya akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah. Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Mahatinggi. Sebagaimana Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (al-Mu'min/40: 60)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\n¦ Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (an-Naml/27: 87)\n\nTerjadinya hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah. Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali. Pada waktu itu, mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3808, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qa qaaloo yaa wailanaa haazaa Yawmud-Deen" } }, "translation": { "en": "They will say, \"O woe to us! This is the Day of Recompense.\"", "id": "Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3808", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3808.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3808.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bisa saja orang-orang musyrik dan kafir itu mengingkari hari kebangkitan, tetapi mereka pasti akan menyesalinya di akhirat nanti. Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! Kiranya inilah hari pembalasan itu, di mana amal perbuatan kita akan diperhitungkan.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan keluhan orang-orang yang ingkar akan hari Kiamat. Ketika mereka melihat azab yang akan menimpanya, mereka menjadi sadar akan ancaman Allah melalui lisan para rasul dan hukuman yang akan mereka terima pada hari itu atas perbuatannya ketika di dunia. Mereka memperolok-olokkan dan mendustakan para rasul serta mengingkari kebenaran ajaran yang dibawanya. Pada hari Kiamat mereka menyesali perbuatan dan kata-kata demikian itu terhadap diri sendiri. Mereka sadar bahwa hari pembalasan sudah datang. \n\nPada hari Kiamat itu akan jelas perbedaan antara orang yang baik dan kebajikan yang dibuatnya dengan orang-orang jelek dengan kejahatan yang dilakukannya.\n\nOrang-orang yang telah berbuat baik akan dimasukkan ke surga Na'im. Sedang orang-orang yang telah berbuat fasik dan durhaka akan dimasukkan ke neraka Saqar. Firman Allah:\n\nDan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, yang menghanguskan kulit manusia. (al-Muddatstsir/74: 27-29)" } } }, { "number": { "inQuran": 3809, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 386, "hizbQuarter": 178, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haazaa Yawmul Faslil lazee kuntum bihee tukaziboon" } }, "translation": { "en": "[They will be told], \"This is the Day of Judgement which you used to deny.\"", "id": "Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3809", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3809.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3809.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dikatakan kepada mereka, “Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan. Pada hari ini Allah akan memberi keputusan dan balasan atas semua keingkaranmu.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan keluhan orang-orang yang ingkar akan hari Kiamat. Ketika mereka melihat azab yang akan menimpanya, mereka menjadi sadar akan ancaman Allah melalui lisan para rasul dan hukuman yang akan mereka terima pada hari itu atas perbuatannya ketika di dunia. Mereka memperolok-olokkan dan mendustakan para rasul serta mengingkari kebenaran ajaran yang dibawanya. Pada hari Kiamat mereka menyesali perbuatan dan kata-kata demikian itu terhadap diri sendiri. Mereka sadar bahwa hari pembalasan sudah datang. \n\nPada hari Kiamat itu akan jelas perbedaan antara orang yang baik dan kebajikan yang dibuatnya dengan orang-orang jelek dengan kejahatan yang dilakukannya.\n\nOrang-orang yang telah berbuat baik akan dimasukkan ke surga Na'im. Sedang orang-orang yang telah berbuat fasik dan durhaka akan dimasukkan ke neraka Saqar. Firman Allah:\n\nDan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, yang menghanguskan kulit manusia. (al-Muddatstsir/74: 27-29)" } } }, { "number": { "inQuran": 3810, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0627\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Uhshurul lazeena zalamoo wa azwaajahum wa maa kaanoo ya'budoon" } }, "translation": { "en": "[The angels will be ordered], \"Gather those who committed wrong, their kinds, and what they used to worship", "id": "(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3810", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3810.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3810.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menurunkan perintah kepada malaikat, “Kumpulkanlah orang-orang yang berbuat zalim kepada dirinya dengan berbuat syirik beserta teman sejawat mereka yang menjerumuskan ke dalam kekafiran, dan bawalah serta apa yang dahulu mereka sembah, yaitu patung dan sesembahan lainnya.", "long": "Kemudian pada hari itu diperintahkan kepada malaikat Zabaniyah untuk mengumpulkan orang-orang yang telah berbuat zalim, agar pergi ke tempat hukuman menurut kelompok perbuatan dosa mereka masing-masing, yaitu para pezina sesama pezina, pemakan riba sesama pemakan riba, demikianlah seterusnya. Demikian pula penyembah-penyembah berhala dikumpulkan bersama berhalanya agar mereka tambah merasa malu dan sedih. Lalu mereka digiring menuju neraka Jahim. Allah berfirman:\n\nDan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. (al-Isra'/17: 97)" } } }, { "number": { "inQuran": 3811, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0647\u0652\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Min doonil laahi fahdoohum ilaa siraatil Jaheem" } }, "translation": { "en": "Other than Allah, and guide them to the path of Hellfire", "id": "selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3811", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3811.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3811.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bawalah serta apa yang orang-orang musyrik itu sembah selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka dan giringlah mereka masuk ke dalamnya.”", "long": "Kemudian pada hari itu diperintahkan kepada malaikat Zabaniyah untuk mengumpulkan orang-orang yang telah berbuat zalim, agar pergi ke tempat hukuman menurut kelompok perbuatan dosa mereka masing-masing, yaitu para pezina sesama pezina, pemakan riba sesama pemakan riba, demikianlah seterusnya. Demikian pula penyembah-penyembah berhala dikumpulkan bersama berhalanya agar mereka tambah merasa malu dan sedih. Lalu mereka digiring menuju neraka Jahim. Allah berfirman:\n\nDan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. (al-Isra'/17: 97)" } } }, { "number": { "inQuran": 3812, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 23, "page": 446, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u0641\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u0626\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qifoohum innahum mas'ooloon" } }, "translation": { "en": "And stop them; indeed, they are to be questioned.\"", "id": "Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3812", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3812.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3812.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memerintah malaikat, “Tahanlah mereka di tempat pemberhentian, sesungguhnya mereka akan ditanya tentang kebohongan dan dosa yang telah mereka lakukan di dunia.”", "long": "Kepada malaikat diperintahkan supaya menahan mereka di tempat pemberhentian dan menanyakan tentang apa yang mereka usahakan, serta dosa dan kemaksiatan yang telah mereka lakukan. Pada waktu itu juga ditanyakan tentang akidah-akidah palsu yang diajarkan oleh setan yang menyesatkan hidup mereka. persoalan ini dijelaskan dalam hadis Nabi saw:\n\nAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Tidaklah bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat sebelum dia ditanya empat perkara: tentang umur dihabiskannya untuk apa, tentang masa mudanya dipergunakan untuk apa, lalu tentang harta yang dimilikinya diperoleh dari mana, dan dipergunakan untuk apa, lalu tentang ilmu sampai sejauh mana diamalkannya. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\nPada waktu itu orang-orang kafir bisa saling menolong satu sama lain sebagaimana mereka perkirakan di dunia dulu. Tetapi nyatanya hal itu tidak dapat dilakukan, dan mereka benar-benar ditimpa azab setimpal dengan perbuatannya. Allah berfirman:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (ad-Dukhan/44: 41)" } } }, { "number": { "inQuran": 3813, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa lakum laa tanaasaroon" } }, "translation": { "en": "[They will be asked], \"What is [wrong] with you? Why do you not help each other?\"", "id": "”Mengapa kamu tidak tolong-menolong?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3813", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3813.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3813.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang musyrik itu ditanya, “Mengapa kamu pada hari ini tidak saling tolong-menolong sesama kamu sebagaimana kamu saling bahu-membahu dalam berbuat ingkar?”", "long": "Kepada malaikat diperintahkan supaya menahan mereka di tempat pemberhentian dan menanyakan tentang apa yang mereka usahakan, serta dosa dan kemaksiatan yang telah mereka lakukan. Pada waktu itu juga ditanyakan tentang akidah-akidah palsu yang diajarkan oleh setan yang menyesatkan hidup mereka. persoalan ini dijelaskan dalam hadis Nabi saw:\n\nAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Tidaklah bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat sebelum dia ditanya empat perkara: tentang umur dihabiskannya untuk apa, tentang masa mudanya dipergunakan untuk apa, lalu tentang harta yang dimilikinya diperoleh dari mana, dan dipergunakan untuk apa, lalu tentang ilmu sampai sejauh mana diamalkannya. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\nPada waktu itu orang-orang kafir bisa saling menolong satu sama lain sebagaimana mereka perkirakan di dunia dulu. Tetapi nyatanya hal itu tidak dapat dilakukan, dan mereka benar-benar ditimpa azab setimpal dengan perbuatannya. Allah berfirman:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (ad-Dukhan/44: 41)" } } }, { "number": { "inQuran": 3814, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal humul Yawma mustaslimoon" } }, "translation": { "en": "But they, that Day, are in surrender.", "id": "Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3814", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3814.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3814.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari keputusan itu mereka tidak dapat saling membantu. Bahkan, mereka pada hari itu menyerah dan patuh pada keputusan Allah.", "long": "Kepada malaikat diperintahkan supaya menahan mereka di tempat pemberhentian dan menanyakan tentang apa yang mereka usahakan, serta dosa dan kemaksiatan yang telah mereka lakukan. Pada waktu itu juga ditanyakan tentang akidah-akidah palsu yang diajarkan oleh setan yang menyesatkan hidup mereka. persoalan ini dijelaskan dalam hadis Nabi saw:\n\nAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Tidaklah bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat sebelum dia ditanya empat perkara: tentang umur dihabiskannya untuk apa, tentang masa mudanya dipergunakan untuk apa, lalu tentang harta yang dimilikinya diperoleh dari mana, dan dipergunakan untuk apa, lalu tentang ilmu sampai sejauh mana diamalkannya. (Riwayat at-Tirmidzi)\n\nPada waktu itu orang-orang kafir bisa saling menolong satu sama lain sebagaimana mereka perkirakan di dunia dulu. Tetapi nyatanya hal itu tidak dapat dilakukan, dan mereka benar-benar ditimpa azab setimpal dengan perbuatannya. Allah berfirman:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (ad-Dukhan/44: 41)" } } }, { "number": { "inQuran": 3815, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqbala ba'duhum 'alaa ba'diny yatasaaa'aloon" } }, "translation": { "en": "And they will approach one another blaming each other.", "id": "Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3815", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3815.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3815.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari keputusan itu orang kafir dan musyrik tunduk menerima putusan Allah. Mereka saling bertengkar satu dengan lainnya. Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling berbantah-bantahan dan menyalahkan.", "long": "Pada hari Kiamat terjadi perdebatan antara pemimpin dengan pengikut-pengikutnya. Para pengikut itu melemparkan pertanggungjawaban kepada para pemimpin mereka atas kesesatan dan kekafiran mereka. Mereka menyatakan bahwa para pemimpin itulah yang mencegah mereka berbuat kebaikan, dan menghalang-halangi mereka serta memaksa mereka untuk memeluk keyakinan pemimpin-pemimpin itu. Perbantahan mereka sebagaimana di atas itu dilukiskan oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, \"Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka yang menimpa kami?\" Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, \"Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).\" (al-Mu'min/40: 47-48)" } } }, { "number": { "inQuran": 3816, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaalooo innakum kuntum taatoonanaa 'anil yameen" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Indeed, you used to come at us from the right.\"", "id": "Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3816", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3816.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3816.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya para pengikut di antara mereka berkata kepada para pemimpinnya, “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan, yakni arah yang kami sangka membawa kebaikan. Kamu justru datang membawa tipu muslihat yang melenakan dan mengaku sebagai pihak yang benar.”", "long": "Pada hari Kiamat terjadi perdebatan antara pemimpin dengan pengikut-pengikutnya. Para pengikut itu melemparkan pertanggungjawaban kepada para pemimpin mereka atas kesesatan dan kekafiran mereka. Mereka menyatakan bahwa para pemimpin itulah yang mencegah mereka berbuat kebaikan, dan menghalang-halangi mereka serta memaksa mereka untuk memeluk keyakinan pemimpin-pemimpin itu. Perbantahan mereka sebagaimana di atas itu dilukiskan oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, \"Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka yang menimpa kami?\" Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, \"Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).\" (al-Mu'min/40: 47-48)" } } }, { "number": { "inQuran": 3817, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo bal lam takoonoo mu'mineen" } }, "translation": { "en": "The oppressors will say, \"Rather, you [yourselves] were not believers,", "id": "(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3817", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3817.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3817.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pemimpin mereka enggan disalahkan. Mereka menjawab, “Tidak, bahkan kamu sendiri-lah yang sejak dahulu tidak ingin menjadi orang mukmin.", "long": "Kemudian Allah menerangkan penolakan pemimpin mereka terhadap tuduhan tersebut. Para pemimpin itu menyatakan bahwa mereka tidak menyesatkan orang itu. Para pengikut sendirilah yang karena tabiatnya, menjadi kafir dan melakukan perbuatan syirik dan maksiat. Mereka mempersekutukan Allah dengan berhala dan patung dan berbuat macam-macam dosa yang menjadikan hatinya tertutup sehingga tidak lagi mengetahui jalan yang benar lagi baik.\n\nSelanjutnya pemimpin-pemimpin itu membantah bahwa mereka memiliki kekuasaan atas pengikut-pengikutnya itu, menyesatkan dan mengkafirkannya serta tidak pernah menghalangi mereka menentukan pilihan, mana perbuatan yang buruk dan mana perbuatan yang baik. Tetapi kecenderungan pengikut-pengikut itu sendiri yang menyebabkan mereka berbuat kekafiran dan kemaksiatan." } } }, { "number": { "inQuran": 3818, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0637\u064e\u0627\u063a\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana lanaa 'alaikum min sultaanim bal kuntum qawman taagheen" } }, "translation": { "en": "And we had over you no authority, but you were a transgressing people.", "id": "sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3818", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3818.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3818.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sedangkan kami tidak berkuasa apalagi memaksa terhadapmu, bahkan kamu sendiri yang memilih menjadi kaum yang melampaui batas dalam kesesatanmu.", "long": "Kemudian Allah menerangkan penolakan pemimpin mereka terhadap tuduhan tersebut. Para pemimpin itu menyatakan bahwa mereka tidak menyesatkan orang itu. Para pengikut sendirilah yang karena tabiatnya, menjadi kafir dan melakukan perbuatan syirik dan maksiat. Mereka mempersekutukan Allah dengan berhala dan patung dan berbuat macam-macam dosa yang menjadikan hatinya tertutup sehingga tidak lagi mengetahui jalan yang benar lagi baik.\n\nSelanjutnya pemimpin-pemimpin itu membantah bahwa mereka memiliki kekuasaan atas pengikut-pengikutnya itu, menyesatkan dan mengkafirkannya serta tidak pernah menghalangi mereka menentukan pilihan, mana perbuatan yang buruk dan mana perbuatan yang baik. Tetapi kecenderungan pengikut-pengikut itu sendiri yang menyebabkan mereka berbuat kekafiran dan kemaksiatan." } } }, { "number": { "inQuran": 3819, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0630\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fahaqqa 'alainaa qawlu Rabbinaaa innaa lazaaa'iqoon" } }, "translation": { "en": "So the word of our Lord has come into effect upon us; indeed, we will taste [punishment].", "id": "Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3819", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3819.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3819.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, sebagai balasan atas kekafiran dan kedurhakaan kita bersama, pantas bila putusan dan azab Tuhan menimpa kita; dan pasti kita semua akan merasakan azab itu.", "long": "Pada hari Kiamat penyembah-penyembah berhala itu mengakui bahwa mereka dulunya bersikap melampaui batas karena pembawaan dan tabiat mereka sendiri yang cenderung kepada kekafiran dan kejahatan. Maka sepatutnyalah bilamana pada hari Kiamat itu mereka menerima hukuman dari Allah.\n\nBalasan baik atau buruk terhadap suatu perbuatan adalah akibat yang wajar, karena perbuatan itu dilakukan dengan penuh kesadaran. Maka masing-masing orang tidaklah perlu menyalahkan orang lain, kecuali kepada dirinya sendiri. Tidaklah wajar bila satu golongan lain saling menyalahkan. Masing-masing seharusnya menerima balasan atas perbuatannya. Mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya mendapat pahala dunia dan akhirat, dan mereka yang sesat akan masuk neraka. Demikian janji Tuhan yang disampaikan kepada manusia melalui rasul-rasul-Nya. Penyembah-penyembah berhala teman-teman setan mengetahui janji Tuhan itu namun mereka berpaling juga dari kebaikan dan ketaatan.\n\nGolongan pemimpin-pemimpin pada waktu itu menyatakan bahwa merekalah yang menyesatkan pengikut-pengikutnya itu. Mereka berbuat demikian karena keinginan mereka agar pengikut-pengikut itu mengikuti jejak mereka. Namun sesungguhnya tabiat dan usaha-usaha pengikut-pengikut itu sendirilah yang menyebabkan mereka berbuat kekafiran dan durhaka sehingga dengan demikian mereka menderita azab seperti diperingatkan sebelumnya oleh para rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 3820, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0648\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aghwainaakum innaa kunnaa ghaaween" } }, "translation": { "en": "And we led you to deviation; indeed, we were deviators.\"", "id": "Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3820", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3820.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3820.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, kami telah menyesatkan kamu dengan mengajakmu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kami sendiri adalah orang-orang yang sesat dan kamu pun rela mengikuti ajakan sesat kami.”", "long": "Pada hari Kiamat penyembah-penyembah berhala itu mengakui bahwa mereka dulunya bersikap melampaui batas karena pembawaan dan tabiat mereka sendiri yang cenderung kepada kekafiran dan kejahatan. Maka sepatutnyalah bilamana pada hari Kiamat itu mereka menerima hukuman dari Allah.\n\nBalasan baik atau buruk terhadap suatu perbuatan adalah akibat yang wajar, karena perbuatan itu dilakukan dengan penuh kesadaran. Maka masing-masing orang tidaklah perlu menyalahkan orang lain, kecuali kepada dirinya sendiri. Tidaklah wajar bila satu golongan lain saling menyalahkan. Masing-masing seharusnya menerima balasan atas perbuatannya. Mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya mendapat pahala dunia dan akhirat, dan mereka yang sesat akan masuk neraka. Demikian janji Tuhan yang disampaikan kepada manusia melalui rasul-rasul-Nya. Penyembah-penyembah berhala teman-teman setan mengetahui janji Tuhan itu namun mereka berpaling juga dari kebaikan dan ketaatan.\n\nGolongan pemimpin-pemimpin pada waktu itu menyatakan bahwa merekalah yang menyesatkan pengikut-pengikutnya itu. Mereka berbuat demikian karena keinginan mereka agar pengikut-pengikut itu mengikuti jejak mereka. Namun sesungguhnya tabiat dan usaha-usaha pengikut-pengikut itu sendirilah yang menyebabkan mereka berbuat kekafiran dan durhaka sehingga dengan demikian mereka menderita azab seperti diperingatkan sebelumnya oleh para rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 3821, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064f\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa innahum Yawma'izin fil'azaabi mushtarikoon" } }, "translation": { "en": "So indeed they, that Day, will be sharing in the punishment.", "id": "Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3821", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3821.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3821.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka sesungguhnya mereka, baik para pemimpin maupun pengikut, pada hari itu bersama-sama merasakan azab sebagaimana mereka bersekutu dalam kesesatan.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa azab ditimpakan kepada pemimpin-pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Kedua golongan itu saling menuduh dan melempar tanggung jawab, namun mereka sama-sama dalam kesesatan. Yang menyesatkan tentulah menerima hukuman lebih berat. Mereka tidak hanya menanggung beban mereka sendiri, tetapi juga harus menanggung beban orang-orang yang mereka sesatkan.\n\nHukuman yang dijatuhkan Tuhan kepada kaum musyrikin itu sesuai dengan keadilan Tuhan terhadap hamba-hamba-Nya. Semua orang yang berdosa akan mendapat hukuman sesuai dengan kejahatannya. Demikian pula orang yang berbuat kebaikan akan diberi balasan sesuai dengan kebaikannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3822, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa kazaalika naf'alu bil mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, that is how We deal with the criminals.", "id": "Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3822", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3822.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3822.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, demikianlah ketetapan Kami dalam memperlakukan dan memutuskan hukuman terhadap orang-orang yang berbuat dosa.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa azab ditimpakan kepada pemimpin-pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Kedua golongan itu saling menuduh dan melempar tanggung jawab, namun mereka sama-sama dalam kesesatan. Yang menyesatkan tentulah menerima hukuman lebih berat. Mereka tidak hanya menanggung beban mereka sendiri, tetapi juga harus menanggung beban orang-orang yang mereka sesatkan.\n\nHukuman yang dijatuhkan Tuhan kepada kaum musyrikin itu sesuai dengan keadilan Tuhan terhadap hamba-hamba-Nya. Semua orang yang berdosa akan mendapat hukuman sesuai dengan kejahatannya. Demikian pula orang yang berbuat kebaikan akan diberi balasan sesuai dengan kebaikannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3823, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahum kaanooo izaa qeela lahum laaa ilaaha illal laahu yastakbiroon" } }, "translation": { "en": "Indeed they, when it was said to them, \"There is no deity but Allah,\" were arrogant", "id": "Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3823", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3823.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3823.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka untuk membenarkan kalimat “là ilàha illallàh” dengan mengakui keesaan Allah, mereka justru menentang sambil menyombongkan diri,", "long": "Kemudian Allah menguraikan sebagian penyebab hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang berdosa itu. Sewaktu di dunia mereka menolak ajaran tauhid ketika disampaikan kepada mereka dan berpaling tidak mau mendengarkan bacaan kalimat tauhid \"La ilaha illallah\" yang artinya, \"tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah\". Alasan penolakan mereka ialah kemustahilan bagi mereka meninggalkan sembahan-sembahan nenek moyangnya.\n\nMereka mewarisi tradisi penyembahan berhala dan patung secara turun-temurun. Menurut mereka hal itu suatu kebenaran yang terus-menerus harus dipegang. Keyakinan itu tidak akan ditinggalkan hanya untuk mendengarkan perkataan seseorang penyair gila yang tidak patut didengarkan pembicaraannya dan tidak perlu pula didengar ajaran-ajarannya. Perkataan Nabi menurut mereka penuh dengan khayalan.\n\nPernyataan orang kafir yang diucapkan di hadapan Nabi sewaktu hidup di dunia dengan penuh kesombongan, menunjukkan bahwa mereka mengingkari keesaan Allah, dan mengingkari kerasulan Muhammad saw. Keingkaran pertama ialah penolakan dengan sombong mendengarkan ajaran tauhid dan keingkaran kedua, pernyataan ketidakmungkinan meninggalkan sembahan-sembahan itu untuk mematuhi Rasul yang dituduhnya seorang yang gila." } } }, { "number": { "inQuran": 3824, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0634\u064e\u0627\u0639\u0650\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona a'innaa lataarikooo aalihatinaa lishaa'irim majnoon" } }, "translation": { "en": "And were saying, \"Are we to leave our gods for a mad poet?\"", "id": "dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3824", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3824.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3824.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan ketika diajak untuk menyembah dan mengesakan Allah, mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami hanya karena seorang penyair gila?”", "long": "Kemudian Allah menguraikan sebagian penyebab hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang berdosa itu. Sewaktu di dunia mereka menolak ajaran tauhid ketika disampaikan kepada mereka dan berpaling tidak mau mendengarkan bacaan kalimat tauhid \"La ilaha illallah\" yang artinya, \"tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah\". Alasan penolakan mereka ialah kemustahilan bagi mereka meninggalkan sembahan-sembahan nenek moyangnya.\n\nMereka mewarisi tradisi penyembahan berhala dan patung secara turun-temurun. Menurut mereka hal itu suatu kebenaran yang terus-menerus harus dipegang. Keyakinan itu tidak akan ditinggalkan hanya untuk mendengarkan perkataan seseorang penyair gila yang tidak patut didengarkan pembicaraannya dan tidak perlu pula didengar ajaran-ajarannya. Perkataan Nabi menurut mereka penuh dengan khayalan.\n\nPernyataan orang kafir yang diucapkan di hadapan Nabi sewaktu hidup di dunia dengan penuh kesombongan, menunjukkan bahwa mereka mengingkari keesaan Allah, dan mengingkari kerasulan Muhammad saw. Keingkaran pertama ialah penolakan dengan sombong mendengarkan ajaran tauhid dan keingkaran kedua, pernyataan ketidakmungkinan meninggalkan sembahan-sembahan itu untuk mematuhi Rasul yang dituduhnya seorang yang gila." } } }, { "number": { "inQuran": 3825, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "bal jaaa'a bilhaqqi wa saddaqal mursaleen" } }, "translation": { "en": "Rather, the Prophet has come with the truth and confirmed the [previous] messengers.", "id": "Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3825", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3825.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3825.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menuduh Nabi Muhammad sebagai penyair gila, padahal dia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul sebelumnya.", "long": "Allah pada ayat ini membantah tuduhan orang-orang kafir Mekah itu. Nabi Muhammad saw tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat khayalan sebagai penyair, tetapi sesungguhnya beliau pembawa dan pendukung kebenaran. Ajaran tauhid yang disebarluaskan beliau tidak perlu lagi diragukan, sebab keesaan Tuhan itu dikukuhkan oleh pikiran yang sehat dan dapat dibuktikan dengan dalil-dalil yang nyata. Tidaklah patut bilamana Rasul itu dikatakan penyair padahal dia membawa ajaran yang benar. Ajaran yang sama telah dibawakan pula sebelumnya oleh para nabi-nabi terdahulu.\n\nAjaran tauhid yang dibawa beliau meneruskan ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi-nabi dahulu, dan bukan sekali-kali buatan Muhammad saw. Jadi tuduhan kepada Rasul sebagai penyair dan orang gila hanyalah karena kebencian dan keingkaran semata-mata. Allah pastilah akan menimpakan azab yang pedih dan hukuman yang berat kepada orang-orang kafir yang menuduh Rasul dengan tuduhan nista itu. Azab bagi mereka yang ingkar kepada ajaran rasul-rasul itu bisa jadi dirasakan di dunia ini, sebelum dirasakan di akhirat. Seperti azab yang diderita oleh kaum Samud, Fir'aun dan lain-lain. Namun Tuhan tidak akan menurunkan azab kepada manusia kecuali hanya sebagai balasan dan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Allah berfirman:\n\nBarangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya). (Fushshilat/41: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 3826, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0630\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Innakum lazaaa'iqul 'azaabil aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, you [disbelievers] will be tasters of the painful punishment,", "id": "Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3826", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3826.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3826.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai kaum musyrik, sungguh kamu pasti akan merasakan azab yang pedih di neraka akibat kekafiran, kesesatan, dan perlawananmu terhadap Allah dan rasul-Nya.", "long": "Allah pada ayat ini membantah tuduhan orang-orang kafir Mekah itu. Nabi Muhammad saw tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat khayalan sebagai penyair, tetapi sesungguhnya beliau pembawa dan pendukung kebenaran. Ajaran tauhid yang disebarluaskan beliau tidak perlu lagi diragukan, sebab keesaan Tuhan itu dikukuhkan oleh pikiran yang sehat dan dapat dibuktikan dengan dalil-dalil yang nyata. Tidaklah patut bilamana Rasul itu dikatakan penyair padahal dia membawa ajaran yang benar. Ajaran yang sama telah dibawakan pula sebelumnya oleh para nabi-nabi terdahulu.\n\nAjaran tauhid yang dibawa beliau meneruskan ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi-nabi dahulu, dan bukan sekali-kali buatan Muhammad saw. Jadi tuduhan kepada Rasul sebagai penyair dan orang gila hanyalah karena kebencian dan keingkaran semata-mata. Allah pastilah akan menimpakan azab yang pedih dan hukuman yang berat kepada orang-orang kafir yang menuduh Rasul dengan tuduhan nista itu. Azab bagi mereka yang ingkar kepada ajaran rasul-rasul itu bisa jadi dirasakan di dunia ini, sebelum dirasakan di akhirat. Seperti azab yang diderita oleh kaum Samud, Fir'aun dan lain-lain. Namun Tuhan tidak akan menurunkan azab kepada manusia kecuali hanya sebagai balasan dan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Allah berfirman:\n\nBarangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya). (Fushshilat/41: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 3827, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa tujzawna illaa maa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And you will not be recompensed except for what you used to do -", "id": "Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3827", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3827.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3827.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah azab bagimu, wahai kaum musyrik, dan kamu tidak diberi balasan dan azab di akhirat melainkan sebagai balasan terhadap kejahatan apa saja yang telah kamu kerjakan. Allah tidak menzalimimu sedikit pun.", "long": "Allah pada ayat ini membantah tuduhan orang-orang kafir Mekah itu. Nabi Muhammad saw tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat khayalan sebagai penyair, tetapi sesungguhnya beliau pembawa dan pendukung kebenaran. Ajaran tauhid yang disebarluaskan beliau tidak perlu lagi diragukan, sebab keesaan Tuhan itu dikukuhkan oleh pikiran yang sehat dan dapat dibuktikan dengan dalil-dalil yang nyata. Tidaklah patut bilamana Rasul itu dikatakan penyair padahal dia membawa ajaran yang benar. Ajaran yang sama telah dibawakan pula sebelumnya oleh para nabi-nabi terdahulu.\n\nAjaran tauhid yang dibawa beliau meneruskan ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi-nabi dahulu, dan bukan sekali-kali buatan Muhammad saw. Jadi tuduhan kepada Rasul sebagai penyair dan orang gila hanyalah karena kebencian dan keingkaran semata-mata. Allah pastilah akan menimpakan azab yang pedih dan hukuman yang berat kepada orang-orang kafir yang menuduh Rasul dengan tuduhan nista itu. Azab bagi mereka yang ingkar kepada ajaran rasul-rasul itu bisa jadi dirasakan di dunia ini, sebelum dirasakan di akhirat. Seperti azab yang diderita oleh kaum Samud, Fir'aun dan lain-lain. Namun Tuhan tidak akan menurunkan azab kepada manusia kecuali hanya sebagai balasan dan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Allah berfirman:\n\nBarangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya). (Fushshilat/41: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 3828, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'ibaadal laahil mukhlaseen" } }, "translation": { "en": "But not the chosen servants of Allah.", "id": "tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3828", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3828.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3828.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah siksa pedih yang Allah siapkan bagi orang-orang musyrik, tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa,", "long": "Allah pada ayat ini membantah tuduhan orang-orang kafir Mekah itu. Nabi Muhammad saw tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat khayalan sebagai penyair, tetapi sesungguhnya beliau pembawa dan pendukung kebenaran. Ajaran tauhid yang disebarluaskan beliau tidak perlu lagi diragukan, sebab keesaan Tuhan itu dikukuhkan oleh pikiran yang sehat dan dapat dibuktikan dengan dalil-dalil yang nyata. Tidaklah patut bilamana Rasul itu dikatakan penyair padahal dia membawa ajaran yang benar. Ajaran yang sama telah dibawakan pula sebelumnya oleh para nabi-nabi terdahulu.\n\nAjaran tauhid yang dibawa beliau meneruskan ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi-nabi dahulu, dan bukan sekali-kali buatan Muhammad saw. Jadi tuduhan kepada Rasul sebagai penyair dan orang gila hanyalah karena kebencian dan keingkaran semata-mata. Allah pastilah akan menimpakan azab yang pedih dan hukuman yang berat kepada orang-orang kafir yang menuduh Rasul dengan tuduhan nista itu. Azab bagi mereka yang ingkar kepada ajaran rasul-rasul itu bisa jadi dirasakan di dunia ini, sebelum dirasakan di akhirat. Seperti azab yang diderita oleh kaum Samud, Fir'aun dan lain-lain. Namun Tuhan tidak akan menurunkan azab kepada manusia kecuali hanya sebagai balasan dan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Allah berfirman:\n\nBarangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya). (Fushshilat/41: 46)" } } }, { "number": { "inQuran": 3829, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika lahum rizqum ma'loom" } }, "translation": { "en": "Those will have a provision determined -", "id": "mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3829", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3829.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3829.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan tanpa henti,", "long": "Allah menceritakan kenikmatan yang diberikan kepada kaum yang taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka dengan penuh keikhlasan melakukan amal kebajikan, menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, bersih dari dosa selalu memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan mereka. Itulah hamba-hamba Allah yang ikhlas, yang akan mendapatkan surga, sebagaimana firman Allah:\n\nSungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya. (at-Tin/95: 4-6)\n\nDan firman Allah:\n\nDemi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (al-'A.shr/103: 1-3)\n\nGolongan hamba Allah yang ikhlas itu, tidak akan merasakan azab, tidak akan ditanya pada hari hisab, bahkan mereka mungkin diampuni kesalahannya jika ada kesalahan, dan diberi ganjaran pahala sepuluh kali lipat dari tiap amal saleh yang dikerjakannya atau lebih besar dari itu dengan kehendak Allah.\n\nKepada mereka inilah Allah memberikan rezeki yang telah ditentukan yakni buah-buahan yang beraneka ragam harum baunya dan rasanya amat lezat sehingga membangkitkan selera untuk menikmatinya. Mereka hidup mulia serta mendapat pelayanan dan penghormatan.\n\nDari ayat-ayat di atas, dapat dipahami bahwa makanan di surga itu disediakan untuk kenikmatan dan kesenangan.\n\n(43-44) Pada ayat ini, Allah menjelaskan lebih lanjut hamba-hamba Allah yang beriman dan beramal saleh dan surga yang penuh nikmat yang mempunyai tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya terdapat sungai-sungai yang mengalir, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan. (al-'Ankabut/29: 58)\n\nAhli surga itu duduk di atas kursi yang megah berhadap-hadapan satu sama lain agar saling mengenal dan mereka berbincang-bincang tentang hal-hal yang menyenangkan, yang memberikan mereka kepuasan rohani dan jasmani sebagaimana diterangkan Allah dengan firman-Nya:\n\nDan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa. (ath-thur/52: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 3830, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa waakihu wa hum mukramoon" } }, "translation": { "en": "Fruits; and they will be honored", "id": "(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3830", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3830.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3830.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu buah-buahan yang beraneka ragam dan rasa. Dan mereka itulah orang yang dimuliakan di sisi Allah.", "long": "Allah menceritakan kenikmatan yang diberikan kepada kaum yang taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka dengan penuh keikhlasan melakukan amal kebajikan, menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, bersih dari dosa selalu memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan mereka. Itulah hamba-hamba Allah yang ikhlas, yang akan mendapatkan surga, sebagaimana firman Allah:\n\nSungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya. (at-Tin/95: 4-6)\n\nDan firman Allah:\n\nDemi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (al-'A.shr/103: 1-3)\n\nGolongan hamba Allah yang ikhlas itu, tidak akan merasakan azab, tidak akan ditanya pada hari hisab, bahkan mereka mungkin diampuni kesalahannya jika ada kesalahan, dan diberi ganjaran pahala sepuluh kali lipat dari tiap amal saleh yang dikerjakannya atau lebih besar dari itu dengan kehendak Allah.\n\nKepada mereka inilah Allah memberikan rezeki yang telah ditentukan yakni buah-buahan yang beraneka ragam harum baunya dan rasanya amat lezat sehingga membangkitkan selera untuk menikmatinya. Mereka hidup mulia serta mendapat pelayanan dan penghormatan.\n\nDari ayat-ayat di atas, dapat dipahami bahwa makanan di surga itu disediakan untuk kenikmatan dan kesenangan.\n\n(43-44) Pada ayat ini, Allah menjelaskan lebih lanjut hamba-hamba Allah yang beriman dan beramal saleh dan surga yang penuh nikmat yang mempunyai tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya terdapat sungai-sungai yang mengalir, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan. (al-'Ankabut/29: 58)\n\nAhli surga itu duduk di atas kursi yang megah berhadap-hadapan satu sama lain agar saling mengenal dan mereka berbincang-bincang tentang hal-hal yang menyenangkan, yang memberikan mereka kepuasan rohani dan jasmani sebagaimana diterangkan Allah dengan firman-Nya:\n\nDan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa. (ath-thur/52: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 3831, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fee jannaatin Na'eem" } }, "translation": { "en": "In gardens of pleasure", "id": "di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3831", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3831.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3831.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka dimuliakan di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan dan diiringi kegembiraan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan lebih lanjut hamba-hamba Allah yang beriman dan beramal saleh dan surga yang penuh nikmat yang mempunyai tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya terdapat sungai-sungai yang mengalir, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan. (al-'Ankabut/29: 58)\n\nAhli surga itu duduk di atas kursi yang megah berhadap-hadapan satu sama lain agar saling mengenal dan mereka berbincang-bincang tentang hal-hal yang menyenangkan, yang memberikan mereka kepuasan rohani dan jasmani sebagaimana diterangkan Allah dengan firman-Nya:\n\nDan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa. (ath-thur/52: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 3832, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064f\u0631\u064f\u0631\u064d \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Alaa sururim mutaqaa bileen" } }, "translation": { "en": "On thrones facing one another.", "id": "(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3832", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3832.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3832.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan sambil bercengkerama.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan lebih lanjut hamba-hamba Allah yang beriman dan beramal saleh dan surga yang penuh nikmat yang mempunyai tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya terdapat sungai-sungai yang mengalir, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan. (al-'Ankabut/29: 58)\n\nAhli surga itu duduk di atas kursi yang megah berhadap-hadapan satu sama lain agar saling mengenal dan mereka berbincang-bincang tentang hal-hal yang menyenangkan, yang memberikan mereka kepuasan rohani dan jasmani sebagaimana diterangkan Allah dengan firman-Nya:\n\nDan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa. (ath-thur/52: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 3833, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0637\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0643\u064e\u0623\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Yutaafu 'alaihim bikaasim mim ma'een" } }, "translation": { "en": "There will be circulated among them a cup [of wine] from a flowing spring,", "id": "Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3833", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3833.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3833.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam keadaan demikian, kepada mereka diedarkan gelas yang berisi air khamar dari mata air surga.", "long": "Sesudah menggambarkan makanan dan tempat tinggal mereka, Allah kemudian menerangkan minuman mereka. Dengan dilayani oleh anak-anak remaja yang cakap, ahli surga itu menikmati minuman lezat, segelas khamar yang sangat jernih bagaikan air bening yang warnanya putih bersih yang sedap rasanya, ada minuman mereka yang bercampur zanjabil (jahe) yang didatangkan dari sumber air surga yang namanya salsabil sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\nDan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan. (al-Insan/76: 17-19)\n\nKenikmatan minuman yang disediakan Allah dalam surga merupakan kelengkapan kenikmatan bagi ahli surga. Mereka disuguhi bermacam ragam khamar yang melimpah ruah seolah-olah khamar itu diambilnya dari sumber bening yang mengalir tanpa putus-putusnya, setiap kali mereka meminta tentu mendapatkannya. Allah menjelaskan pula bahwa khamar dalam surga itu keadaannya jauh berbeda dengan khamar yang terdapat di dunia, baik mengenai kejernihan, warna, bau ,dan rasanya.\n\nDemikian pula pengaruh minuman terhadap jasmani dan rohani berbeda dengan khamar dunia. Khamar surga tidak membahayakan dan tidak memabukkan." } } }, { "number": { "inQuran": 3834, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u064a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u0630\u0651\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Baidaaa'a laz zatil lish shaaribeen" } }, "translation": { "en": "White and delicious to the drinkers;", "id": "(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3834", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3834.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3834.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Air khamar itu berwarna putih bersih lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.", "long": "Sesudah menggambarkan makanan dan tempat tinggal mereka, Allah kemudian menerangkan minuman mereka. Dengan dilayani oleh anak-anak remaja yang cakap, ahli surga itu menikmati minuman lezat, segelas khamar yang sangat jernih bagaikan air bening yang warnanya putih bersih yang sedap rasanya, ada minuman mereka yang bercampur zanjabil (jahe) yang didatangkan dari sumber air surga yang namanya salsabil sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\nDan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan. (al-Insan/76: 17-19)\n\nKenikmatan minuman yang disediakan Allah dalam surga merupakan kelengkapan kenikmatan bagi ahli surga. Mereka disuguhi bermacam ragam khamar yang melimpah ruah seolah-olah khamar itu diambilnya dari sumber bening yang mengalir tanpa putus-putusnya, setiap kali mereka meminta tentu mendapatkannya. Allah menjelaskan pula bahwa khamar dalam surga itu keadaannya jauh berbeda dengan khamar yang terdapat di dunia, baik mengenai kejernihan, warna, bau ,dan rasanya.\n\nDemikian pula pengaruh minuman terhadap jasmani dan rohani berbeda dengan khamar dunia. Khamar surga tidak membahayakan dan tidak memabukkan." } } }, { "number": { "inQuran": 3835, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0648\u0652\u0644\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0632\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa feehaa ghawlunw wa laa hum 'anhaa yunzafoon" } }, "translation": { "en": "No bad effect is there in it, nor from it will they be intoxicated.", "id": "Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3835", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3835.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3835.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada di dalamnya unsur yang memabukkan sebagaimana khamar dunia dan mereka tidak mabuk karenanya.", "long": "Sesudah menggambarkan makanan dan tempat tinggal mereka, Allah kemudian menerangkan minuman mereka. Dengan dilayani oleh anak-anak remaja yang cakap, ahli surga itu menikmati minuman lezat, segelas khamar yang sangat jernih bagaikan air bening yang warnanya putih bersih yang sedap rasanya, ada minuman mereka yang bercampur zanjabil (jahe) yang didatangkan dari sumber air surga yang namanya salsabil sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\nDan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan. (al-Insan/76: 17-19)\n\nKenikmatan minuman yang disediakan Allah dalam surga merupakan kelengkapan kenikmatan bagi ahli surga. Mereka disuguhi bermacam ragam khamar yang melimpah ruah seolah-olah khamar itu diambilnya dari sumber bening yang mengalir tanpa putus-putusnya, setiap kali mereka meminta tentu mendapatkannya. Allah menjelaskan pula bahwa khamar dalam surga itu keadaannya jauh berbeda dengan khamar yang terdapat di dunia, baik mengenai kejernihan, warna, bau ,dan rasanya.\n\nDemikian pula pengaruh minuman terhadap jasmani dan rohani berbeda dengan khamar dunia. Khamar surga tidak membahayakan dan tidak memabukkan." } } }, { "number": { "inQuran": 3836, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0631\u0652\u0641\u0650 \u0639\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa 'indahum qaasiraatut tarfi 'een" } }, "translation": { "en": "And with them will be women limiting [their] glances, with large, [beautiful] eyes,", "id": "Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3836", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3836.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3836.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang bermata indah dan membatasi pandangannya hanya kepada pasangannya.", "long": "Kemudian Allah menyebutkan lagi dalam ayat ini kecantikan istri ahli-ahli surga sebagai penyempurnaan terhadap nikmat yang diberikan Tuhan kepada mereka di akhirat. Istri-istri mereka itu merupakan bidadari-bidadari yang cantik, tidak suka melihat orang-orang yang bukan suaminya, matanya jeli, kulitnya putih kuning bersih seperti warna telur burung unta yang belum pernah disentuh orang-orang dan belum dikotori debu. Warna kulit perempuan demikian sangat disenangi oleh orang Arab.\n\nPada ayat yang lain digambarkan para bidadari itu bagaikan mutiara. Firman Allah:\n\nDan ada bidadari-bidadari yang bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan baik. (al-Waqi'ah/56: 22-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 3837, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0636\u064c \u0645\u0651\u064e\u0643\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Ka annahunna baidum maknoon" } }, "translation": { "en": "As if they were [delicate] eggs, well-protected.", "id": "seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3837", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3837.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3837.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bidadari-bidadari itu sangat elok, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dan terjaga dengan baik dari tangan-tangan yang hendak menyentuh.", "long": "Kemudian Allah menyebutkan lagi dalam ayat ini kecantikan istri ahli-ahli surga sebagai penyempurnaan terhadap nikmat yang diberikan Tuhan kepada mereka di akhirat. Istri-istri mereka itu merupakan bidadari-bidadari yang cantik, tidak suka melihat orang-orang yang bukan suaminya, matanya jeli, kulitnya putih kuning bersih seperti warna telur burung unta yang belum pernah disentuh orang-orang dan belum dikotori debu. Warna kulit perempuan demikian sangat disenangi oleh orang Arab.\n\nPada ayat yang lain digambarkan para bidadari itu bagaikan mutiara. Firman Allah:\n\nDan ada bidadari-bidadari yang bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan baik. (al-Waqi'ah/56: 22-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 3838, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aqbala ba'duhum 'alaa badiny yatasaaa 'aloon" } }, "translation": { "en": "And they will approach one another, inquiring of each other.", "id": "Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3838", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3838.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3838.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para penghuni surga itu bertelekan di atas dipan, lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap dan menceritakan keadaan mereka di dunia.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang mukmin dalam surga duduk saling berhadap-hadapan dan berbincang-bincang satu sama lain sambil menikmati minuman yang disuguhkan kepada mereka. Betapa nikmatnya mengenang masa lampau mereka sewaktu dalam kesenangan dan ketenteraman hidup dalam surga. Mereka berbincang-bincang tentang pelbagai keutamaan dan pengalaman di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3839, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 23, "page": 447, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala qaaa'ilum minhum innee kaana lee qareen" } }, "translation": { "en": "A speaker among them will say, \"Indeed, I had a companion [on earth]", "id": "Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3839", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3839.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3839.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku di dunia dahulu pernah mempunyai seorang teman dekat,", "long": "Pada ayat ini dijelaskan isi percakapan antara ahli surga. Seorang di antara mereka menceritakan kepada teman-temannya bahwa sewaktu hidup di dunia dia mempunyai seorang teman yang menanyakan kepadanya dengan nada mencemooh tentang keyakinannya akan hari kebangkitan dan hari Kiamat. Temannya itu sangat mengingkari akan terjadinya hari kebangkitan dari kubur. Dengan penuh keheranan dan keingkaran, temannya di dunia itu mengatakan bahwa tidaklah mungkin dan sangat tidak masuk akal bilamana manusia yang sudah menjadi tanah dan tulang-belulang akan dihidupkan kembali dari dalam kubur. Lalu setelah itu diadakan perhitungan terhadap amal perbuatannya semasa hidup di dunia.\n\nMenurut keyakinan orang kafir itu tidak ada lagi perhitungan antara kejahatan dan kebaikan, dan antara kufur dan iman. Semua perbuatan manusia sudah selesai diperhitungkan di dunia. Namun demikian, Allah menegaskan adanya perhitungan terakhir dengan firman-Nya:\n\nDan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (sama) pula orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Hanya sedikit sekali yang kamu ambil pelajaran. Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (al-Mu'min/40: 58-59)" } } }, { "number": { "inQuran": 3840, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaqoolu a'innnaka laminal musaddiqeen" } }, "translation": { "en": "Who would say, 'Are you indeed of those who believe", "id": "yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3840", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3840.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3840.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang berkata kepadaku dengan penuh keingkaran, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan adanya hari kebangkitan pada hari Kiamat nanti?", "long": "Pada ayat ini dijelaskan isi percakapan antara ahli surga. Seorang di antara mereka menceritakan kepada teman-temannya bahwa sewaktu hidup di dunia dia mempunyai seorang teman yang menanyakan kepadanya dengan nada mencemooh tentang keyakinannya akan hari kebangkitan dan hari Kiamat. Temannya itu sangat mengingkari akan terjadinya hari kebangkitan dari kubur. Dengan penuh keheranan dan keingkaran, temannya di dunia itu mengatakan bahwa tidaklah mungkin dan sangat tidak masuk akal bilamana manusia yang sudah menjadi tanah dan tulang-belulang akan dihidupkan kembali dari dalam kubur. Lalu setelah itu diadakan perhitungan terhadap amal perbuatannya semasa hidup di dunia.\n\nMenurut keyakinan orang kafir itu tidak ada lagi perhitungan antara kejahatan dan kebaikan, dan antara kufur dan iman. Semua perbuatan manusia sudah selesai diperhitungkan di dunia. Namun demikian, Allah menegaskan adanya perhitungan terakhir dengan firman-Nya:\n\nDan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (sama) pula orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Hanya sedikit sekali yang kamu ambil pelajaran. Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (al-Mu'min/40: 58-59)" } } }, { "number": { "inQuran": 3841, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'A-izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa 'izaaman 'ainnaa lamadeenoon" } }, "translation": { "en": "That when we have died and become dust and bones, we will indeed be recompensed?'\"", "id": "Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3841", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3841.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3841.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar akan dibangkitkan dari kubur untuk diberi pembalasan atas perbuatan kita?”", "long": "Pada ayat ini dijelaskan isi percakapan antara ahli surga. Seorang di antara mereka menceritakan kepada teman-temannya bahwa sewaktu hidup di dunia dia mempunyai seorang teman yang menanyakan kepadanya dengan nada mencemooh tentang keyakinannya akan hari kebangkitan dan hari Kiamat. Temannya itu sangat mengingkari akan terjadinya hari kebangkitan dari kubur. Dengan penuh keheranan dan keingkaran, temannya di dunia itu mengatakan bahwa tidaklah mungkin dan sangat tidak masuk akal bilamana manusia yang sudah menjadi tanah dan tulang-belulang akan dihidupkan kembali dari dalam kubur. Lalu setelah itu diadakan perhitungan terhadap amal perbuatannya semasa hidup di dunia.\n\nMenurut keyakinan orang kafir itu tidak ada lagi perhitungan antara kejahatan dan kebaikan, dan antara kufur dan iman. Semua perbuatan manusia sudah selesai diperhitungkan di dunia. Namun demikian, Allah menegaskan adanya perhitungan terakhir dengan firman-Nya:\n\nDan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (sama) pula orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Hanya sedikit sekali yang kamu ambil pelajaran. Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (al-Mu'min/40: 58-59)" } } }, { "number": { "inQuran": 3842, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0637\u0651\u064e\u0644\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala hal antum muttali'oon" } }, "translation": { "en": "He will say, \"Would you [care to] look?\"", "id": "Dia berkata, “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3842", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3842.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3842.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah cerita salah sorang penghuni surga kepada kawan-kawannya. Dia pun berkata, “Maukah kamu pergi bersamaku untuk meninjau temanku yang dulu mengingkari hari kebangkitan itu?”", "long": "Penghuni surga itu berkata kepada teman-temannya supaya mereka mau meninjau keadaan ahli surga. Dengan peninjauan itu tentulah mereka akan bertambah syukur kepada Allah yang telah memberikan taufik kepada mereka untuk mengikuti petunjuk para nabi sehingga terlepas dari penderitaan api neraka.\n\nLalu ahli surga itu meninjau keadaan penghuni neraka, dan diperlihatkan kepada mereka kawan-kawannya yang kafir, sedang berada di tengah-tengah api neraka yang menyala-nyala. Pada waktu itu penghuni surga itu menuding kawannya yang berada di neraka itu, karena sewaktu di dunia hampir saja dia dijerumuskan ke dalam kekafiran oleh kawannya itu. Tetapi berkat taufik dan hidayah Allah yang dianugerahkan kepadanya, terhindarlah dia dari pengaruh paham kawannya yang kafir itu, dan selamatlah ia dari azab nereka.\n\nPercakapan antara penghuni surga dan neraka itu diterangkan Allah pula dalam firman-Nya:\n\nDan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, \"Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?\" Mereka menjawab, \"Benar.\" Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, \"Laknat Allah bagi orang-orang zalim. (al-A.'raf/7: 44)\n\nFirman Allah:\n\nPara penghuni neraka menyeru para penghuni surga, \"Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.\" Mereka menjawab, \"Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.\" (al-A.'raf/7: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 3843, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e \u0641\u064e\u0631\u064e\u0622\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fattala'a fara aahu fee sawaaa'il Jaheem" } }, "translation": { "en": "And he will look and see him in the midst of the Hellfire.", "id": "Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3843", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3843.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3843.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dia bersama temannya meninjaunya, lalu dia melihat teman-nya itu tersiksa di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.", "long": "Penghuni surga itu berkata kepada teman-temannya supaya mereka mau meninjau keadaan ahli surga. Dengan peninjauan itu tentulah mereka akan bertambah syukur kepada Allah yang telah memberikan taufik kepada mereka untuk mengikuti petunjuk para nabi sehingga terlepas dari penderitaan api neraka.\n\nLalu ahli surga itu meninjau keadaan penghuni neraka, dan diperlihatkan kepada mereka kawan-kawannya yang kafir, sedang berada di tengah-tengah api neraka yang menyala-nyala. Pada waktu itu penghuni surga itu menuding kawannya yang berada di neraka itu, karena sewaktu di dunia hampir saja dia dijerumuskan ke dalam kekafiran oleh kawannya itu. Tetapi berkat taufik dan hidayah Allah yang dianugerahkan kepadanya, terhindarlah dia dari pengaruh paham kawannya yang kafir itu, dan selamatlah ia dari azab nereka.\n\nPercakapan antara penghuni surga dan neraka itu diterangkan Allah pula dalam firman-Nya:\n\nDan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, \"Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?\" Mereka menjawab, \"Benar.\" Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, \"Laknat Allah bagi orang-orang zalim. (al-A.'raf/7: 44)\n\nFirman Allah:\n\nPara penghuni neraka menyeru para penghuni surga, \"Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.\" Mereka menjawab, \"Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.\" (al-A.'raf/7: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 3844, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062a\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u0650\u062f\u062a\u0651\u064e \u0644\u064e\u062a\u064f\u0631\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala tallaahi in kitta laturdeen" } }, "translation": { "en": "He will say, \"By Allah, you almost ruined me.", "id": "Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3844", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3844.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3844.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia pun berkata kepada temannya yang diazab itu, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku dengan bujuk rayumu,", "long": "Penghuni surga itu berkata kepada teman-temannya supaya mereka mau meninjau keadaan ahli surga. Dengan peninjauan itu tentulah mereka akan bertambah syukur kepada Allah yang telah memberikan taufik kepada mereka untuk mengikuti petunjuk para nabi sehingga terlepas dari penderitaan api neraka.\n\nLalu ahli surga itu meninjau keadaan penghuni neraka, dan diperlihatkan kepada mereka kawan-kawannya yang kafir, sedang berada di tengah-tengah api neraka yang menyala-nyala. Pada waktu itu penghuni surga itu menuding kawannya yang berada di neraka itu, karena sewaktu di dunia hampir saja dia dijerumuskan ke dalam kekafiran oleh kawannya itu. Tetapi berkat taufik dan hidayah Allah yang dianugerahkan kepadanya, terhindarlah dia dari pengaruh paham kawannya yang kafir itu, dan selamatlah ia dari azab nereka.\n\nPercakapan antara penghuni surga dan neraka itu diterangkan Allah pula dalam firman-Nya:\n\nDan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, \"Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?\" Mereka menjawab, \"Benar.\" Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, \"Laknat Allah bagi orang-orang zalim. (al-A.'raf/7: 44)\n\nFirman Allah:\n\nPara penghuni neraka menyeru para penghuni surga, \"Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.\" Mereka menjawab, \"Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.\" (al-A.'raf/7: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 3845, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law laa ni'matu Rabbee lakuntu minal muhdareen" } }, "translation": { "en": "If not for the favor of my Lord, I would have been of those brought in [to Hell].", "id": "dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3845", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3845.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3845.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sekiranya bukan karena rahmat dan nikmat Tuhanku, yakni iman dan hidayah dari-Nya, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka bersamamu.", "long": "Penghuni surga itu berkata kepada teman-temannya supaya mereka mau meninjau keadaan ahli surga. Dengan peninjauan itu tentulah mereka akan bertambah syukur kepada Allah yang telah memberikan taufik kepada mereka untuk mengikuti petunjuk para nabi sehingga terlepas dari penderitaan api neraka.\n\nLalu ahli surga itu meninjau keadaan penghuni neraka, dan diperlihatkan kepada mereka kawan-kawannya yang kafir, sedang berada di tengah-tengah api neraka yang menyala-nyala. Pada waktu itu penghuni surga itu menuding kawannya yang berada di neraka itu, karena sewaktu di dunia hampir saja dia dijerumuskan ke dalam kekafiran oleh kawannya itu. Tetapi berkat taufik dan hidayah Allah yang dianugerahkan kepadanya, terhindarlah dia dari pengaruh paham kawannya yang kafir itu, dan selamatlah ia dari azab nereka.\n\nPercakapan antara penghuni surga dan neraka itu diterangkan Allah pula dalam firman-Nya:\n\nDan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, \"Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?\" Mereka menjawab, \"Benar.\" Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, \"Laknat Allah bagi orang-orang zalim. (al-A.'raf/7: 44)\n\nFirman Allah:\n\nPara penghuni neraka menyeru para penghuni surga, \"Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.\" Mereka menjawab, \"Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.\" (al-A.'raf/7: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 3846, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afamaa nahnu bimaiyiteen" } }, "translation": { "en": "Then, are we not to die", "id": "Maka apakah kita tidak akan mati?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3846", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3846.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3846.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apakah kita tidak akan mati di surga ini dan tinggal selamanya dengan penuh kenikmatan?", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan pernyataan penghuni surga itu bahwa mereka sangat puas terhadap nikmat dan kebahagiaan di surga. Mereka merasakan keadaan hidup dalam surga, tidak akan mengalami kematian lagi dan tidak pula akan menderita azab. Satu-satunya kematian yang mereka alami ialah kematian yang meninggalkan kehidupan dunia. Berbeda halnya dengan orang-orang kafir di dalam neraka. Meskipun mereka sudah mengalami kematian di dunia, namun mereka masih menginginkan kematian kedua kalinya untuk mengakhiri penderitaan yang bersangkutan di neraka Jahanam.\n\nAdapun penghuni surga tidak pernah meragukan keabadian hidup di surga, karena keraguan itu menimbulkan kegelisahan dan kegelisahan adalah penderitaan. Penghuni surga menyatakan lagi dengan penuh kesungguhan bahwa segala kenikmatan yang mereka peroleh, kelezatan makanan dan minuman dan segala kepuasan rohaniah di surga itu adalah kemenangan yang besar. Untuk mencapai kemenangan yang besar menurut mereka, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh penuh keikhlasan dan pengabdian kepada Allah di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3847, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illa mawtatanal oola wa maa nahnu bimu'azzabeen" } }, "translation": { "en": "Except for our first death, and we will not be punished?\"", "id": "Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3847", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3847.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3847.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kematian yang kita rasakan hanyalah kematian yang pertama saja di dunia, dan kita tidak akan diazab di akhirat ini setelah masuk surga?”", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan pernyataan penghuni surga itu bahwa mereka sangat puas terhadap nikmat dan kebahagiaan di surga. Mereka merasakan keadaan hidup dalam surga, tidak akan mengalami kematian lagi dan tidak pula akan menderita azab. Satu-satunya kematian yang mereka alami ialah kematian yang meninggalkan kehidupan dunia. Berbeda halnya dengan orang-orang kafir di dalam neraka. Meskipun mereka sudah mengalami kematian di dunia, namun mereka masih menginginkan kematian kedua kalinya untuk mengakhiri penderitaan yang bersangkutan di neraka Jahanam.\n\nAdapun penghuni surga tidak pernah meragukan keabadian hidup di surga, karena keraguan itu menimbulkan kegelisahan dan kegelisahan adalah penderitaan. Penghuni surga menyatakan lagi dengan penuh kesungguhan bahwa segala kenikmatan yang mereka peroleh, kelezatan makanan dan minuman dan segala kepuasan rohaniah di surga itu adalah kemenangan yang besar. Untuk mencapai kemenangan yang besar menurut mereka, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh penuh keikhlasan dan pengabdian kepada Allah di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3848, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Inna haazaa falya'ma lil'aamiloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, this is the great attainment.", "id": "Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3848", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3848.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3848.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh kenikmatan surga ini benar-benar kemenangan yang agung, keberuntungan yang besar, dan kebahagiaan abadi.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan pernyataan penghuni surga itu bahwa mereka sangat puas terhadap nikmat dan kebahagiaan di surga. Mereka merasakan keadaan hidup dalam surga, tidak akan mengalami kematian lagi dan tidak pula akan menderita azab. Satu-satunya kematian yang mereka alami ialah kematian yang meninggalkan kehidupan dunia. Berbeda halnya dengan orang-orang kafir di dalam neraka. Meskipun mereka sudah mengalami kematian di dunia, namun mereka masih menginginkan kematian kedua kalinya untuk mengakhiri penderitaan yang bersangkutan di neraka Jahanam.\n\nAdapun penghuni surga tidak pernah meragukan keabadian hidup di surga, karena keraguan itu menimbulkan kegelisahan dan kegelisahan adalah penderitaan. Penghuni surga menyatakan lagi dengan penuh kesungguhan bahwa segala kenikmatan yang mereka peroleh, kelezatan makanan dan minuman dan segala kepuasan rohaniah di surga itu adalah kemenangan yang besar. Untuk mencapai kemenangan yang besar menurut mereka, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh penuh keikhlasan dan pengabdian kepada Allah di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3849, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Limisli haaza falya'ma lil 'aamiloon" } }, "translation": { "en": "For the like of this let the workers [on earth] work.", "id": "Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3849", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3849.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3849.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk memperoleh kemenangan dan kebahagiaan serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal semasa hidup di dunia.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan pernyataan penghuni surga itu bahwa mereka sangat puas terhadap nikmat dan kebahagiaan di surga. Mereka merasakan keadaan hidup dalam surga, tidak akan mengalami kematian lagi dan tidak pula akan menderita azab. Satu-satunya kematian yang mereka alami ialah kematian yang meninggalkan kehidupan dunia. Berbeda halnya dengan orang-orang kafir di dalam neraka. Meskipun mereka sudah mengalami kematian di dunia, namun mereka masih menginginkan kematian kedua kalinya untuk mengakhiri penderitaan yang bersangkutan di neraka Jahanam.\n\nAdapun penghuni surga tidak pernah meragukan keabadian hidup di surga, karena keraguan itu menimbulkan kegelisahan dan kegelisahan adalah penderitaan. Penghuni surga menyatakan lagi dengan penuh kesungguhan bahwa segala kenikmatan yang mereka peroleh, kelezatan makanan dan minuman dan segala kepuasan rohaniah di surga itu adalah kemenangan yang besar. Untuk mencapai kemenangan yang besar menurut mereka, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh penuh keikhlasan dan pengabdian kepada Allah di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 3850, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0646\u0651\u064f\u0632\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0642\u0651\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Azaalika khairun nuzulan am shajaratuz Zaqqom" } }, "translation": { "en": "Is Paradise a better accommodation or the tree of zaqqum?", "id": "Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3850", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3850.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3850.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah makanan surga itu hidangan yang lebih baik bagi ahli surga, ataukah pohon zaqqum yang pahit dan berbau tidak sedap?", "long": "Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir tentang azab yang mereka alami di neraka. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan tentang manakah hidangan yang lebih baik apakah rezeki yang diberikan kepada penghuni surga sebagaimana telah disebutkan di atas ataukah buah pohon zaqqum yang pahit lagi menjijikkan yang disediakan bagi mereka.\n\nPertanyaan itu adalah sebagai ejekan kepada mereka. Namun kemudian mereka mempertanyakan tentang pohon zaqqum. Mungkinkah dia tumbuh dalam neraka, padahal neraka itu membakar segalanya. Bagi mereka pohon zaqqum itu merupakan ujian dan cobaan dan di akhirat akan dijadikan bahan siksaan. Allah berfirman:\n\nDan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (al-Isra'/17: 60)" } } }, { "number": { "inQuran": 3851, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa ja'alnaahaa fitnatal lizzaalimeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have made it a torment for the wrongdoers.", "id": "Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3851", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3851.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3851.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami menjadikannya, yakni pohon zaqqum itu, makanan penduduk neraka sebagai azab bagi orang-orang zalim.", "long": "Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir tentang azab yang mereka alami di neraka. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan tentang manakah hidangan yang lebih baik apakah rezeki yang diberikan kepada penghuni surga sebagaimana telah disebutkan di atas ataukah buah pohon zaqqum yang pahit lagi menjijikkan yang disediakan bagi mereka.\n\nPertanyaan itu adalah sebagai ejekan kepada mereka. Namun kemudian mereka mempertanyakan tentang pohon zaqqum. Mungkinkah dia tumbuh dalam neraka, padahal neraka itu membakar segalanya. Bagi mereka pohon zaqqum itu merupakan ujian dan cobaan dan di akhirat akan dijadikan bahan siksaan. Allah berfirman:\n\nDan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (al-Isra'/17: 60)" } } }, { "number": { "inQuran": 3852, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Innahaa shajaratun takhruju feee aslil Jaheem" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is a tree issuing from the bottom of the Hellfire,", "id": "Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3852", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3852.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3852.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Dahan pohon itu menjulur hingga dasar jurang neraka.", "long": "Allah menegaskan bahwa pohon zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka yang menyala-nyala. Dahan-dahannya menjulang tinggi, setinggi nyala api neraka. Pohon itu tumbuh dari dalam api dan dari api pula dia dijadikan. Bayangannya seperti kepala setan, sangat buruk dan menjijikkan. Orang Arab dalam menggambarkan sesuatu yang sangat buruk dan menjijikkan mengumpamakannya dengan setan, misalnya seperti kepala setan. Akan tetapi, sebenarnya wujud setan itu tidak ada yang mengetahui.\n\nHanya saja khayalan manusia menggambarkannya sangat buruk. Sebaliknya dalam menggambarkan sesuatu yang indah, mereka mengumpamakannya dengan malaikat. Karena itu Tuhan mempergunakan kata malaikat dalam menggambarkan ketampanan Yusuf dalam firman-Nya:\n\n¦Ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia. (Yusuf/12: 13)" } } }, { "number": { "inQuran": 3853, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0637\u064e\u0644\u0652\u0639\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Tal'uhaa ka annahoo ru'oosush Shayaateen" } }, "translation": { "en": "Its emerging fruit as if it was heads of the devils.", "id": "Mayangnya seperti kepala-kepala setan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3853", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3853.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3853.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mayangnya sangat buruk dan menyeramkan seperti kepala-kepala setan.", "long": "Allah menegaskan bahwa pohon zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka yang menyala-nyala. Dahan-dahannya menjulang tinggi, setinggi nyala api neraka. Pohon itu tumbuh dari dalam api dan dari api pula dia dijadikan. Bayangannya seperti kepala setan, sangat buruk dan menjijikkan. Orang Arab dalam menggambarkan sesuatu yang sangat buruk dan menjijikkan mengumpamakannya dengan setan, misalnya seperti kepala setan. Akan tetapi, sebenarnya wujud setan itu tidak ada yang mengetahui.\n\nHanya saja khayalan manusia menggambarkannya sangat buruk. Sebaliknya dalam menggambarkan sesuatu yang indah, mereka mengumpamakannya dengan malaikat. Karena itu Tuhan mempergunakan kata malaikat dalam menggambarkan ketampanan Yusuf dalam firman-Nya:\n\n¦Ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia. (Yusuf/12: 13)" } } }, { "number": { "inQuran": 3854, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0622\u0643\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa innahum la aakiloona minhaa famaali'oona minhal butoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, they will eat from it and fill with it their bellies.", "id": "Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3854", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3854.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3854.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pohon zaqqum itulah makanan para penghuni neraka. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya karena tidak ada makanan lain bagi mereka di sana.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa makanan penghuni neraka itu buah pohon zaqqum. Walau pun mereka mengetahui baunya yang busuk dan rasanya yang pahit tetapi karena sangat lapar dan makanan lain tidak ada terpaksa mereka memakannya sampai penuh perut mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nTidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. (al-Gasyiyah/88: 6-7)\n\nSehabis makan buah zaqqum itu tentulah mereka memerlukan minuman. Maka kepada mereka disediakan minuman yang bercampur dari air yang sangat panas yang menghanguskan muka mereka, sebagaimana dilukiskan Allah dalam firman-Nya:\n\nSesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (al-Kahf/18: 29)\n\nSetelah mereka makan dan minum maka mereka dikembalikan ke neraka Jahim, tempat asal mula mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3855, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0634\u064e\u0648\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Summa inna lahum 'alaihaa lashawbam min hameem" } }, "translation": { "en": "Then indeed, they will have after it a mixture of scalding water.", "id": "Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3855", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3855.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3855.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian sungguh, setelah makan buah zaqqum yang pahit itu mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas hingga merusak pencernaan (Lihat pula: Surah Muhammad/47: 15).", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa makanan penghuni neraka itu buah pohon zaqqum. Walau pun mereka mengetahui baunya yang busuk dan rasanya yang pahit tetapi karena sangat lapar dan makanan lain tidak ada terpaksa mereka memakannya sampai penuh perut mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nTidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. (al-Gasyiyah/88: 6-7)\n\nSehabis makan buah zaqqum itu tentulah mereka memerlukan minuman. Maka kepada mereka disediakan minuman yang bercampur dari air yang sangat panas yang menghanguskan muka mereka, sebagaimana dilukiskan Allah dalam firman-Nya:\n\nSesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (al-Kahf/18: 29)\n\nSetelah mereka makan dan minum maka mereka dikembalikan ke neraka Jahim, tempat asal mula mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3856, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Summa inna marji'ahum la ilal Jaheem" } }, "translation": { "en": "Then indeed, their return will be to the Hellfire.", "id": "Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3856", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3856.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3856.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, sudah pasti tempat kembali mereka adalah ke neraka Jahim untuk selama-lamanya.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa makanan penghuni neraka itu buah pohon zaqqum. Walau pun mereka mengetahui baunya yang busuk dan rasanya yang pahit tetapi karena sangat lapar dan makanan lain tidak ada terpaksa mereka memakannya sampai penuh perut mereka.\n\nAllah berfirman:\n\nTidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. (al-Gasyiyah/88: 6-7)\n\nSehabis makan buah zaqqum itu tentulah mereka memerlukan minuman. Maka kepada mereka disediakan minuman yang bercampur dari air yang sangat panas yang menghanguskan muka mereka, sebagaimana dilukiskan Allah dalam firman-Nya:\n\nSesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (al-Kahf/18: 29)\n\nSetelah mereka makan dan minum maka mereka dikembalikan ke neraka Jahim, tempat asal mula mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3857, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0627\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahum alfaw aabaaa'ahum daaalleen" } }, "translation": { "en": "Indeed they found their fathers astray.", "id": "Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3857", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3857.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3857.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir itu pantas mendapat sengsara dan siksa yang pedih di neraka karena sesungguhnya mereka di dunia dahulu mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat dan menyimpang dari ajaran agama para rasul,", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sebab orang-orang kafir itu terjerumus ke dalam penderitaan azab yang sangat berat. Yaitu bahwa mereka sesudah mendengar seruan yang disampaikan Nabi Muhammad saw, benar-benar mengetahui dan menyadari kesesatan nenek moyang mereka tanpa mengindahkan peringatan Rasulullah saw. Mereka terlalu terburu-buru dan fanatik mengikuti nenek moyang sehingga pikiran yang sehat dikesampingkan, seolah-olah mereka tidak sempat merenungkan peringatan-peringatan Rasul.\n\nKelakuan demikian itu sangat tercela karena tidak saja merugikan bagi pelakunya tetapi juga generasi-generasi yang hidup berikutnya. Kemunduran dan kehancuran akan menimpa umat, bilamana daya berpikir dan berprakarsa tidak berkembang pada mereka. Kebahagiaan akan dapat dicapai bilamana umat itu terus-menerus mengembangkan daya berpikir mereka dengan pengamatan dan penelitian kehidupan spiritual dan material." } } }, { "number": { "inQuran": 3858, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0647\u0652\u0631\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fahum 'alaa aasaarihim yuhra'oon" } }, "translation": { "en": "So they hastened [to follow] in their footsteps.", "id": "lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3858", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3858.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3858.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak nenek moyang mereka tanpa berpikir dan merenung untuk mencari tahu kebenarannya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sebab orang-orang kafir itu terjerumus ke dalam penderitaan azab yang sangat berat. Yaitu bahwa mereka sesudah mendengar seruan yang disampaikan Nabi Muhammad saw, benar-benar mengetahui dan menyadari kesesatan nenek moyang mereka tanpa mengindahkan peringatan Rasulullah saw. Mereka terlalu terburu-buru dan fanatik mengikuti nenek moyang sehingga pikiran yang sehat dikesampingkan, seolah-olah mereka tidak sempat merenungkan peringatan-peringatan Rasul.\n\nKelakuan demikian itu sangat tercela karena tidak saja merugikan bagi pelakunya tetapi juga generasi-generasi yang hidup berikutnya. Kemunduran dan kehancuran akan menimpa umat, bilamana daya berpikir dan berprakarsa tidak berkembang pada mereka. Kebahagiaan akan dapat dicapai bilamana umat itu terus-menerus mengembangkan daya berpikir mereka dengan pengamatan dan penelitian kehidupan spiritual dan material." } } }, { "number": { "inQuran": 3859, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad dalla qablahum aksarul awwaleen" } }, "translation": { "en": "And there had already strayed before them most of the former peoples,", "id": "Dan sungguh, sebelum mereka (Suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3859", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3859.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3859.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir itu, tidak terkecuali kafir Mekah, mendapati nenek moyang mereka sesat dan mereka dengan serta-merta mengikuti kesesatan tersebut. Dan sungguh, sebelum mereka telah sesat dari hidayah Allah sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa sebagian besar umat-umat zaman dahulu sebelum Nabi Muhammad saw telah sesat. Mereka menyembah berhala dan mempersekutukannya dengan Tuhan dan seringkali berbuat kerusakan di atas bumi dengan mengadakan peperangan. Hidup mereka didasarkan atas hawa nafsu dan angkara murka. Pemimpin-pemimpin mereka dan pembesar-pembesar negara berlaku aniaya dan menindas rakyat dengan kerja paksa membangun istana-istana dan kuil-kuil tempat penyembahan berhala dan makam-makam raja. Bahkan ada di antara mereka yang mengaku Tuhan dan rakyat dipaksa menyembah mereka. Demikianlah kisah-kisah umat-umat zaman dahulu seperti kaum 'Ad, Samud, raja Namrud, Fir'aun, dan lain-lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3860, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa feehim munzireen" } }, "translation": { "en": "And We had already sent among them warners.", "id": "dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3860", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3860.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3860.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sungguh, Kami telah mengutus para rasul pemberi peringatan di kalangan mereka tentang ancaman murka dan siksa Allah, namun mereka mendustakannya.", "long": "Lalu Allah mengutus kepada umat-umat dahulu itu nabi-nabi dan rasul-rasul untuk menegakkan agama tauhid, menjalankan amar ma'ruf nahi munkar. Nabi-nabi itu merupakan pemberi peringatan yang berjuang untuk meluruskan jalan hidup manusia yang menyimpang dari fitrah kejadiannya. Mereka menunjukkan kepada kaumnya jalan yang hak dan yang batil, jalan yang baik dan yang buruk, serta mengingatkan kepada mereka azab yang akan menimpa bila mereka tidak mau meninggalkan kesesatan dan tidak mau tunduk kepada kebenaran yang dibawa rasul-rasul.\n\nTetapi nabi-nabi dan rasul-rasul itu ditentang, didustakan dan dimusuhi, bahkan ada di antara mereka yang dianiaya sampai dibunuh. Kehadiran para rasul di tengah-tengah mereka itu dipandang sebagai gangguan bagi kemantapan kehidupan mereka, karena itu mereka tetap dalam kesesatan dan kegelapan. Kesudahannya datanglah azab Tuhan menimpa mereka sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\nMaka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras, sedangkan kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. (al-haqqah/69: 5-6)" } } }, { "number": { "inQuran": 3861, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0630\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fanzur kaifa kaana 'aaqibatul munzareen" } }, "translation": { "en": "Then look how was the end of those who were warned -", "id": "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3861", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3861.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3861.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu ketika mendustakan para rasul.", "long": "(73-74) Pada ayat ini Allah menyerukan kepada Rasulullah saw dan umatnya untuk memperhatikan nasib kaum-kaum yang mendustakan rasul-rasul itu. Bekas-bekas kehancuran mereka itu masih dapat disaksikan berupa peninggalan purbakala. Dengan memperhatikan sejarah umat dahulu, mereka akan memperoleh pelajaran untuk merenungkan peringatan-peringatan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.\n\nTidaklah semua orang yang berada dalam kaum itu mengingkari utusan Tuhan yang datang kepada mereka dan mengalami siksaan sebagai balasan terhadap keingkaran kaum itu. Tetapi di antara mereka terdapat hamba-hamba Allah yang beriman kepada-Nya dengan setulus hati beramal saleh, menaati segala perintah dan larangan-Nya. Mereka diselamatkan dari siksaan dan dianugerahi kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3862, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 387, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'ibaadal laahil mukhlaseen" } }, "translation": { "en": "But not the chosen servants of Allah.", "id": "kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3862", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3862.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3862.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka dibinasakan oleh Allah, kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa. Mereka diselamatkan dari siksa dengan rahmat Allah karena mengikuti ajakan para rasul dan meminta ampunan atas kesalahan mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menyerukan kepada Rasulullah saw dan umatnya untuk memperhatikan nasib kaum-kaum yang mendustakan rasul-rasul itu. Bekas-bekas kehancuran mereka itu masih dapat disaksikan berupa peninggalan purbakala. Dengan memperhatikan sejarah umat dahulu, mereka akan memperoleh pelajaran untuk merenungkan peringatan-peringatan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.\n\nTidaklah semua orang yang berada dalam kaum itu mengingkari utusan Tuhan yang datang kepada mereka dan mengalami siksaan sebagai balasan terhadap keingkaran kaum itu. Tetapi di antara mereka terdapat hamba-hamba Allah yang beriman kepada-Nya dengan setulus hati beramal saleh, menaati segala perintah dan larangan-Nya. Mereka diselamatkan dari siksaan dan dianugerahi kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 3863, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad naadaanaa Noohun falani'mal mujeeboon" } }, "translation": { "en": "And Noah had certainly called Us, and [We are] the best of responders.", "id": "Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3863", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3863.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3863.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukti penghancuran para pendurhaka dan penyelamatan hamba-hamba Allah yang saleh tampak pada kisah Nabi Nuh dan kaumnya. Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami perihal kaumnya yang membangkang, maka sungguh Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Nuh berdoa kepada Tuhan supaya memberikan pertolongan kepadanya terhadap ancaman penganiayaan dari kaumnya. Bahkan mereka sudah bermaksud membunuhnya sewaktu dia menyeru mereka kepada agama tauhid.\n\nMeskipun cukup lama Nabi Nuh menyeru kaumnya siang dan malam, secara sembunyi dan terang-terangan, namun hanya sedikit di antara mereka yang beriman. Setiap kali diberi peringatan dan pengajaran, mereka bertambah jauh dari agama dan tambah sengit permusuhannya kepada Nabi Nuh. Hal itu menyebabkan Nabi Nuh sangat kecewa lalu dia berdoa kepada Tuhan agar orang-orang kafir itu segera dibinasakan. Firman Allah:\n\nDan Nuh berkata, \"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. (Nuh/71: 26-27)\n\nAllah mengabulkan doa Nabi Nuh itu. Allah menyebutkan dirinya sebagai Zat yang paling baik dalam mengabulkan doa. Pengabulan itu sangat diharapkan oleh Nabi Nuh pada saat itu karena kaumnya mendustakan dan menentangnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3864, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 23, "page": 448, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0631\u0652\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa jajainaahu wa ahlahoo minal karbil 'azeem" } }, "translation": { "en": "And We saved him and his family from the great affliction.", "id": "Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3864", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3864.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3864.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar, yaitu banjir yang sangat dahsyat.", "long": "Kemudian dijelaskan jenis doa Nabi Nuh yang dikabulkan itu, antara lain: Pertama, Allah telah menyelamatkan Nuh beserta orang-orang yang beriman, termasuk beberapa orang putranya, dari bencana yang besar yakni angin topan yang dahsyat dibarengi banjir besar. Seorang putranya ikut tenggelam. Mereka yang selamat dari banjir besar itu ialah mereka yang berada dalam kapal. Firman Allah:\n\nKemudian Kami menyelamatkannya Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (asy-Syu'ara'/26: 119-120)\n\nKedua, Allah menjadikan anak cucu Nabi Nuh orang yang akan melanjutkan keturunannya, dan mereka yang membangkang dan menentang seruannya dibinasakan, seperti yang dimohon Nabi Nuh dalam doanya. \n\nKetiga, Allah mengabadikan pujian dan nama yang harum bagi Nuh di kalangan para nabi yang datang kemudian dan umat manusia sampai akhir zaman. Beliau masyhur di kalangan kaum muslimin, termasuk salah seorang dari lima rasul yang disebut ulul 'azmi yang artinya orang-orang yang mempunyai keteguhan hati. Empat rasul lainnya ialah Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 3865, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa zurriyyatahoo hummul baaqeen" } }, "translation": { "en": "And We made his descendants those remaining [on the earth]", "id": "Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3865", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3865.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3865.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami muliakan Nabi Nuh dengan men-jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan setelah peristiwa banjir itu surut.", "long": "Kemudian dijelaskan jenis doa Nabi Nuh yang dikabulkan itu, antara lain: Pertama, Allah telah menyelamatkan Nuh beserta orang-orang yang beriman, termasuk beberapa orang putranya, dari bencana yang besar yakni angin topan yang dahsyat dibarengi banjir besar. Seorang putranya ikut tenggelam. Mereka yang selamat dari banjir besar itu ialah mereka yang berada dalam kapal. Firman Allah:\n\nKemudian Kami menyelamatkannya Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (asy-Syu'ara'/26: 119-120)\n\nKedua, Allah menjadikan anak cucu Nabi Nuh orang yang akan melanjutkan keturunannya, dan mereka yang membangkang dan menentang seruannya dibinasakan, seperti yang dimohon Nabi Nuh dalam doanya. \n\nKetiga, Allah mengabadikan pujian dan nama yang harum bagi Nuh di kalangan para nabi yang datang kemudian dan umat manusia sampai akhir zaman. Beliau masyhur di kalangan kaum muslimin, termasuk salah seorang dari lima rasul yang disebut ulul 'azmi yang artinya orang-orang yang mempunyai keteguhan hati. Empat rasul lainnya ialah Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 3866, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taraknaa 'alaihi fil aakhireen" } }, "translation": { "en": "And left for him [favorable mention] among later generations:", "id": "Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3866", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3866.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3866.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami abadikan untuk Nabi Nuh pujian yang bagus dan buah tutur yang indah di kalangan orang-orang yang datang kemudian.", "long": "Kemudian dijelaskan jenis doa Nabi Nuh yang dikabulkan itu, antara lain: Pertama, Allah telah menyelamatkan Nuh beserta orang-orang yang beriman, termasuk beberapa orang putranya, dari bencana yang besar yakni angin topan yang dahsyat dibarengi banjir besar. Seorang putranya ikut tenggelam. Mereka yang selamat dari banjir besar itu ialah mereka yang berada dalam kapal. Firman Allah:\n\nKemudian Kami menyelamatkannya Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (asy-Syu'ara'/26: 119-120)\n\nKedua, Allah menjadikan anak cucu Nabi Nuh orang yang akan melanjutkan keturunannya, dan mereka yang membangkang dan menentang seruannya dibinasakan, seperti yang dimohon Nabi Nuh dalam doanya. \n\nKetiga, Allah mengabadikan pujian dan nama yang harum bagi Nuh di kalangan para nabi yang datang kemudian dan umat manusia sampai akhir zaman. Beliau masyhur di kalangan kaum muslimin, termasuk salah seorang dari lima rasul yang disebut ulul 'azmi yang artinya orang-orang yang mempunyai keteguhan hati. Empat rasul lainnya ialah Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 3867, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Salaamun 'alaa Noohin fil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "\"Peace upon Noah among the worlds.\"", "id": "”Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3867", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3867.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3867.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kesejahteraan Kami limpahkan atas Nuh di seluruh alam.", "long": "Kemudian disebutkan salam kesejahteraan bagi Nuh \"Salamun 'ala Nuhin\" sebagai pengajaran bagi para malaikat, jin, dan manusia supaya mereka juga mengucapkan salam sejahtera kepada Nuh sampai hari Kiamat. Allah berfirman:\n\nDifirmankan, \"Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. (Hud/11: 48)\n\nDengan ucapan salam sejahtera untuk Nuh oleh umat manusia dari masa ke masa maka nama Nabi Nuh akan tetap harum dan diingat sepanjang masa." } } }, { "number": { "inQuran": 3868, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa kazaalika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We thus reward the doers of good.", "id": "Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3868", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3868.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3868.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, demikianlah imbalan itu Kami berikan kepada Nabi Nuh, dan Kami pun akan memberi balasan dan imbalan kepada orang-orang yang berbuat baik.", "long": "Pengabadian nama Nuh dengan sebutan salam sejahtera kepadanya itu merupakan penghormatan kepadanya, dan pembalasan kepadanya atas kebajikan yang diperbuatnya dan perjuangannya dalam menegakkan kalimat tauhid yang tak henti-hentinya, siang dan malam, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi selama ratusan tahun. Hal itu juga sebagai imbalan atas kesabarannya, dalam menahan derita lahir dan batin selama menyampaikan risalah di tengah-tengah kaumnya.\n\nYang mendorong Nabi Nuh bekerja keras membimbing kaumnya adalah kemurnian dan keikhlasan pengabdiannya kepada Allah disertai keteguhan iman dalam jiwanya. Oleh karena itu, Allah menyatakan bahwa dia benar-benar hamba-Nya yang penuh iman. Penonjolan iman pada pribadi Nuh sebagai rasul yang mendapat pujian adalah untuk menunjukkan arti yang besar terhadap iman itu karena dia merupakan modal dari segala amal perbuatan kebajikan.\n\nAdapun kaum Nuh yang lain, yang tidak mau beriman kepada agama tauhid yang disampaikan kepada mereka, dibinasakan oleh topan dan banjir besar hingga tak seorang pun di antara mereka yang tinggal dan tak ada pula bekas peninggalan mereka yang dikenang. Mereka lenyap dari catatan sejarah manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3869, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahoo min 'ibaadinal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, he was of Our believing servants.", "id": "Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3869", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3869.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3869.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh adalah orang yang berbuat baik karena sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman, jujur, dan ikhlas.", "long": "Pengabadian nama Nuh dengan sebutan salam sejahtera kepadanya itu merupakan penghormatan kepadanya, dan pembalasan kepadanya atas kebajikan yang diperbuatnya dan perjuangannya dalam menegakkan kalimat tauhid yang tak henti-hentinya, siang dan malam, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi selama ratusan tahun. Hal itu juga sebagai imbalan atas kesabarannya, dalam menahan derita lahir dan batin selama menyampaikan risalah di tengah-tengah kaumnya.\n\nYang mendorong Nabi Nuh bekerja keras membimbing kaumnya adalah kemurnian dan keikhlasan pengabdiannya kepada Allah disertai keteguhan iman dalam jiwanya. Oleh karena itu, Allah menyatakan bahwa dia benar-benar hamba-Nya yang penuh iman. Penonjolan iman pada pribadi Nuh sebagai rasul yang mendapat pujian adalah untuk menunjukkan arti yang besar terhadap iman itu karena dia merupakan modal dari segala amal perbuatan kebajikan.\n\nAdapun kaum Nuh yang lain, yang tidak mau beriman kepada agama tauhid yang disampaikan kepada mereka, dibinasakan oleh topan dan banjir besar hingga tak seorang pun di antara mereka yang tinggal dan tak ada pula bekas peninggalan mereka yang dikenang. Mereka lenyap dari catatan sejarah manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3870, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 179, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa aghraqnal aakhareen" } }, "translation": { "en": "Then We drowned the disbelievers.", "id": "Kemudian Kami tenggelamkan yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3870", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3870.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3870.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kami tenggelamkan yang lain akibat kekafiran mereka.", "long": "Pengabadian nama Nuh dengan sebutan salam sejahtera kepadanya itu merupakan penghormatan kepadanya, dan pembalasan kepadanya atas kebajikan yang diperbuatnya dan perjuangannya dalam menegakkan kalimat tauhid yang tak henti-hentinya, siang dan malam, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi selama ratusan tahun. Hal itu juga sebagai imbalan atas kesabarannya, dalam menahan derita lahir dan batin selama menyampaikan risalah di tengah-tengah kaumnya.\n\nYang mendorong Nabi Nuh bekerja keras membimbing kaumnya adalah kemurnian dan keikhlasan pengabdiannya kepada Allah disertai keteguhan iman dalam jiwanya. Oleh karena itu, Allah menyatakan bahwa dia benar-benar hamba-Nya yang penuh iman. Penonjolan iman pada pribadi Nuh sebagai rasul yang mendapat pujian adalah untuk menunjukkan arti yang besar terhadap iman itu karena dia merupakan modal dari segala amal perbuatan kebajikan.\n\nAdapun kaum Nuh yang lain, yang tidak mau beriman kepada agama tauhid yang disampaikan kepada mereka, dibinasakan oleh topan dan banjir besar hingga tak seorang pun di antara mereka yang tinggal dan tak ada pula bekas peninggalan mereka yang dikenang. Mereka lenyap dari catatan sejarah manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3871, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0634\u0650\u064a\u0639\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ina min shee'atihee la Ibraaheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, among his kind was Abraham,", "id": "Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3871", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3871.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3871.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara para rasul yang Kami utus kepada umat terdahulu adalah Nabi Ibrahim. Dan sungguh, Nabi Ibrahim adalah termasuk golongannya, yaitu penerus ajaran dan agama Nabi Nuh.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Ibrahim termasuk keturunan dan penerus risalah Nabi Nuh. Beliau mengikuti jejak Nabi Nuh dalam memegang ajaran tauhid, meyakini akan adanya hari Kiamat, memperjuangkan penyebaran agama tauhid dan kepercayaan akan hari Kiamat, melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar serta tabah dan sabar dalam menghadapi permusuhan kaum kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 3872, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064d \u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Iz jaaa'a Rabbahoo bi qalbin saleem" } }, "translation": { "en": "When he came to his Lord with a sound heart", "id": "(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3872", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3872.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3872.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Ingatlah ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci bersih dari keyakinan batil dan akhlak tercela sehingga dalam hatinya hanya ada ketaatan dan kecintaan kepada Allah.", "long": "Ayat ini mempertegas lagi kemurnian jiwa Nabi Ibrahim. Dia menghadapkan jiwanya kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan penuh keikhlasan, bersih dari kemusyrikan, terlepas dari kepentingan kehidupan duniawi, dan jauh dari perasaan buruk lainnya yang dapat mengganggu jiwanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3873, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala li abeehi wa qawmihee maazaa ta'budoon" } }, "translation": { "en": "[And] when he said to his father and his people, \"What do you worship?", "id": "(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3873", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3873.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3873.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah ketika dia dengan maksud mengingatkan berkata kepada ayah dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?", "long": "Kemudian Allah mengingatkan kita tentang kisah Nabi Ibrahim ketika dia dengan jiwanya yang bersih dan tulus ikhlas berkata kepada orang tuanya dan kaumnya mengapa mereka menyembah patung-patung. Seharusnya hal itu tidak patut terjadi jika mereka mau berpikir tentang patung-patung sembahan yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepada mereka:\n\nFirman Allah:\n\n(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, \"Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun? Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (Maryam/19: 42-43)\n\nNabi Ibrahim dengan tegas menyatakan kepada mereka bahwa tidaklah benar sikap mereka yang menghendaki selain Allah untuk disembah dengan alasan-alasan yang tidak benar. Untuk menyembah Tuhan yang gaib diperlukan petunjuk kalau tidak penyembahan itu tentulah didasarkan atas khayalan-khayalan dan selera pikiran masing-masing orang. Hal demikian ini akan menimbulkan banyaknya bentuk penyembahan kepada Tuhan sesuai dengan konsepsi masing-masing orang tentang Tuhan.\n\nPada zaman Jahiliah, tiap-tiap kabilah Arab mempunyai berhala dan patung sendiri-sendiri sesuai dengan pikirannya masing-masing. Demikian juga zaman Nabi Ibrahim terdapat banyak patung sembahan mereka sebagai hasil imajinasi kaumnya pada waktu itu. Nabi Ibrahim yang diberi Allah ilmu pengetahuan yang tidak diberikan kepada kaumnya, tentulah beliau berusaha untuk mengubah keadaan demikian. Lalu beliau mengemukakan berbagai pertanyaan kepada kaumnya sehingga terpaksa mereka berpikir tentang diri mereka masing-masing apa dasar anggapan mereka tidak menyembah Tuhan Pencipta dan Penguasa semesta alam, bahkan sebaliknya mereka mempersekutukan-Nya dengan patung-patung dan berhala-berhala. Sebenarnya mereka tidak dapat mengemukakan alasan untuk menolak menyembah Tuhan Yang Maha Esa." } } }, { "number": { "inQuran": 3874, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0626\u0650\u0641\u0652\u0643\u064b\u0627 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "A'ifkan aalihatan doonal laahi tureedoon" } }, "translation": { "en": "Is it falsehood [as] gods other than Allah you desire?", "id": "Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3874", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3874.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3874.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu sehingga kamu menganggap benar apa yang kamu lakukan?", "long": "Kemudian Allah mengingatkan kita tentang kisah Nabi Ibrahim ketika dia dengan jiwanya yang bersih dan tulus ikhlas berkata kepada orang tuanya dan kaumnya mengapa mereka menyembah patung-patung. Seharusnya hal itu tidak patut terjadi jika mereka mau berpikir tentang patung-patung sembahan yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepada mereka:\n\nFirman Allah:\n\n(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, \"Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun? Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (Maryam/19: 42-43)\n\nNabi Ibrahim dengan tegas menyatakan kepada mereka bahwa tidaklah benar sikap mereka yang menghendaki selain Allah untuk disembah dengan alasan-alasan yang tidak benar. Untuk menyembah Tuhan yang gaib diperlukan petunjuk kalau tidak penyembahan itu tentulah didasarkan atas khayalan-khayalan dan selera pikiran masing-masing orang. Hal demikian ini akan menimbulkan banyaknya bentuk penyembahan kepada Tuhan sesuai dengan konsepsi masing-masing orang tentang Tuhan.\n\nPada zaman Jahiliah, tiap-tiap kabilah Arab mempunyai berhala dan patung sendiri-sendiri sesuai dengan pikirannya masing-masing. Demikian juga zaman Nabi Ibrahim terdapat banyak patung sembahan mereka sebagai hasil imajinasi kaumnya pada waktu itu. Nabi Ibrahim yang diberi Allah ilmu pengetahuan yang tidak diberikan kepada kaumnya, tentulah beliau berusaha untuk mengubah keadaan demikian. Lalu beliau mengemukakan berbagai pertanyaan kepada kaumnya sehingga terpaksa mereka berpikir tentang diri mereka masing-masing apa dasar anggapan mereka tidak menyembah Tuhan Pencipta dan Penguasa semesta alam, bahkan sebaliknya mereka mempersekutukan-Nya dengan patung-patung dan berhala-berhala. Sebenarnya mereka tidak dapat mengemukakan alasan untuk menolak menyembah Tuhan Yang Maha Esa." } } }, { "number": { "inQuran": 3875, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa zannukum bi Rabbil'aalameen" } }, "translation": { "en": "Then what is your thought about the Lord of the worlds?\"", "id": "Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3875", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3875.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3875.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya Allah yang patut disembah. Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam jika kalian mengingkari-Nya, bahkan menyembah selain Dia?", "long": "Kemudian Allah mengingatkan kita tentang kisah Nabi Ibrahim ketika dia dengan jiwanya yang bersih dan tulus ikhlas berkata kepada orang tuanya dan kaumnya mengapa mereka menyembah patung-patung. Seharusnya hal itu tidak patut terjadi jika mereka mau berpikir tentang patung-patung sembahan yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepada mereka:\n\nFirman Allah:\n\n(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, \"Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun? Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (Maryam/19: 42-43)\n\nNabi Ibrahim dengan tegas menyatakan kepada mereka bahwa tidaklah benar sikap mereka yang menghendaki selain Allah untuk disembah dengan alasan-alasan yang tidak benar. Untuk menyembah Tuhan yang gaib diperlukan petunjuk kalau tidak penyembahan itu tentulah didasarkan atas khayalan-khayalan dan selera pikiran masing-masing orang. Hal demikian ini akan menimbulkan banyaknya bentuk penyembahan kepada Tuhan sesuai dengan konsepsi masing-masing orang tentang Tuhan.\n\nPada zaman Jahiliah, tiap-tiap kabilah Arab mempunyai berhala dan patung sendiri-sendiri sesuai dengan pikirannya masing-masing. Demikian juga zaman Nabi Ibrahim terdapat banyak patung sembahan mereka sebagai hasil imajinasi kaumnya pada waktu itu. Nabi Ibrahim yang diberi Allah ilmu pengetahuan yang tidak diberikan kepada kaumnya, tentulah beliau berusaha untuk mengubah keadaan demikian. Lalu beliau mengemukakan berbagai pertanyaan kepada kaumnya sehingga terpaksa mereka berpikir tentang diri mereka masing-masing apa dasar anggapan mereka tidak menyembah Tuhan Pencipta dan Penguasa semesta alam, bahkan sebaliknya mereka mempersekutukan-Nya dengan patung-patung dan berhala-berhala. Sebenarnya mereka tidak dapat mengemukakan alasan untuk menolak menyembah Tuhan Yang Maha Esa." } } }, { "number": { "inQuran": 3876, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0646\u064e\u0638\u064e\u0631\u064e \u0646\u064e\u0638\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fanazara nazratan finnujoom" } }, "translation": { "en": "And he cast a look at the stars", "id": "Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3876", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3876.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3876.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Nabi Ibrahim mengingatkan ayah dan kaumnya agar meninggalkan kemusyrikan, lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang untuk berpikir,", "long": "Kemudian Ibrahim melayangkan pandangannya ke bintang-bintang dengan berpikir secara mendalam bagaimana menghadapi kaumnya yang tetap bersikeras untuk menyembah patung, hanya dengan alasan mempertahankan warisan nenek moyang. Padahal, beliau sudah memberikan peringatan dan pengajaran kepada mereka, sebagaimana firman Allah:\n\n(Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, \"Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?\" Mereka menjawab, \"Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.\" (al-Anbiya'/21: 52-53)\n\nSesudah berpikir dan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, beliau memutuskan untuk mengambil tindakan yang bahaya, yaitu menghancurkan semua patung sembahan itu. \n\nPada suatu saat, kaum Ibrahim datang untuk mengundangnya guna menghadiri hari besar mereka. Beliau menolak ajakan mereka secara halus dengan alasan kesehatannya terganggu. Selain untuk menghindari hadir dalam hari besar mereka, Nabi Ibrahim bermaksud melaksanakan rencananya untuk menghancurkan patung-patung, dan menyatakan perlawanan secara terbuka terhadap pemuja patung-patung itu. Kaumnya tidak mengetahui rencana Nabi Ibrahim itu dan tidak pula mencurigainya. Juga tidak tampak pada sikapnya bahwa dia tidak jujur dalam perkataannya. Dengan demikian, upacara hari besar mereka berlangsung tanpa hadirnya Ibrahim. Alasan terganggu kesehatannya untuk tidak menghadiri undangan kaumnya, padahal sebenarnya dia tidak sakit, tidaklah dipandang dusta yang terlarang dalam agama. Bahwa Ibrahim membohongi kaumnya memang benar. Rasulullah bersabda:\n\nNabi Ibrahim tidak berbohong kecuali tiga perkataan, dua di antaranya tentang zat Allah, yaitu kata-katanya \"Saya sedang sakit\" dan \"sebenarnya yang besar ini yang memecahkannya\", dan kata-katanya mengenai istrinya Sarah \"ini saudaraku\". (Riwayat A.hmad dan asy-Syaikhan dari Abu Hurairah)\n\nKata-kata Nabi Ibrahim bahwa kesehatannya terganggu yang diucapkan di hadapan kaumnya sebenarnya untuk menghindari kehadirannya pada upacara hari besar kaumnya.\n\nIbrahim berkata, \"Sesungguhnya kami dan bapak-bapakku berada dalam kesesatan yang nyata\". Mereka menjawab, \"Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?\" Ibrahim berkata, \"Sebenarnya Tuhan kamu adalah Tuhan langit dan bumi yang telah Dia ciptakan dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu. Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.\"\n\nDalam perayaan hari besar itu, Nabi Ibrahim mempergunakan kesempatan untuk menghancurkan patung-patung kaumnya. Kata-kata Ibrahim bahwa patung yang paling besar ini yang memecahkannya, diucapkan sewaktu dia diperiksa oleh kaumnya tentang perkara penghancuran patung. Sebenarnya dia sendiri yang memecahkan patung itu, tetapi dikatakan patung yang paling besarlah yang menghancurkannya, padahal kaumnya menyadari bahwa patung-patung itu tidak dapat berbuat apa-apa.\n\nKedua ucapan Ibrahim diucapkan dalam rangka perjuangannya menegakkan kalimat tauhid. Adapun ucapan yang ketiga, yaitu \"Sarah itu saudaraku\" padahal sebenarnya istrinya, diucapkan di hadapan raja ketika raja menginginkan Sarah.\n\nDengan demikian, ketiga perkataan yang diucapkan Ibrahim itu bukanlah kebohongan yang tercela dalam pandangan agama dan masyarakat. Rasulullah saw menjelaskan bahwa ketiga perkataan Nabi Ibrahim itu dibenarkan agama, seperti sabda Nabi saw:\n\nRasulullah bersabda tentang tiga perkataan Ibrahim dengan mengatakan bahwa tidak ada suatu dusta pun kecuali hal-hal yang dibenarkan agama Allah. (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu Sa'id)" } } }, { "number": { "inQuran": 3877, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0633\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Faqaala inee saqeem" } }, "translation": { "en": "And said, \"Indeed, I am [about to be] ill.\"", "id": "kemudian dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3877", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3877.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3877.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kemudian dia menemukan alasan untuk tidak pergi bersama kaumnya dalam acara perayaan, lalu dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”", "long": "Kemudian Ibrahim melayangkan pandangannya ke bintang-bintang dengan berpikir secara mendalam bagaimana menghadapi kaumnya yang tetap bersikeras untuk menyembah patung, hanya dengan alasan mempertahankan warisan nenek moyang. Padahal, beliau sudah memberikan peringatan dan pengajaran kepada mereka, sebagaimana firman Allah:\n\n(Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, \"Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?\" Mereka menjawab, \"Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.\" (al-Anbiya'/21: 52-53)\n\nSesudah berpikir dan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, beliau memutuskan untuk mengambil tindakan yang bahaya, yaitu menghancurkan semua patung sembahan itu. \n\nPada suatu saat, kaum Ibrahim datang untuk mengundangnya guna menghadiri hari besar mereka. Beliau menolak ajakan mereka secara halus dengan alasan kesehatannya terganggu. Selain untuk menghindari hadir dalam hari besar mereka, Nabi Ibrahim bermaksud melaksanakan rencananya untuk menghancurkan patung-patung, dan menyatakan perlawanan secara terbuka terhadap pemuja patung-patung itu. Kaumnya tidak mengetahui rencana Nabi Ibrahim itu dan tidak pula mencurigainya. Juga tidak tampak pada sikapnya bahwa dia tidak jujur dalam perkataannya. Dengan demikian, upacara hari besar mereka berlangsung tanpa hadirnya Ibrahim. Alasan terganggu kesehatannya untuk tidak menghadiri undangan kaumnya, padahal sebenarnya dia tidak sakit, tidaklah dipandang dusta yang terlarang dalam agama. Bahwa Ibrahim membohongi kaumnya memang benar. Rasulullah bersabda:\n\nNabi Ibrahim tidak berbohong kecuali tiga perkataan, dua di antaranya tentang zat Allah, yaitu kata-katanya \"Saya sedang sakit\" dan \"sebenarnya yang besar ini yang memecahkannya\", dan kata-katanya mengenai istrinya Sarah \"ini saudaraku\". (Riwayat A.hmad dan asy-Syaikhan dari Abu Hurairah)\n\nKata-kata Nabi Ibrahim bahwa kesehatannya terganggu yang diucapkan di hadapan kaumnya sebenarnya untuk menghindari kehadirannya pada upacara hari besar kaumnya.\n\nIbrahim berkata, \"Sesungguhnya kami dan bapak-bapakku berada dalam kesesatan yang nyata\". Mereka menjawab, \"Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?\" Ibrahim berkata, \"Sebenarnya Tuhan kamu adalah Tuhan langit dan bumi yang telah Dia ciptakan dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu. Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.\"\n\nDalam perayaan hari besar itu, Nabi Ibrahim mempergunakan kesempatan untuk menghancurkan patung-patung kaumnya. Kata-kata Ibrahim bahwa patung yang paling besar ini yang memecahkannya, diucapkan sewaktu dia diperiksa oleh kaumnya tentang perkara penghancuran patung. Sebenarnya dia sendiri yang memecahkan patung itu, tetapi dikatakan patung yang paling besarlah yang menghancurkannya, padahal kaumnya menyadari bahwa patung-patung itu tidak dapat berbuat apa-apa.\n\nKedua ucapan Ibrahim diucapkan dalam rangka perjuangannya menegakkan kalimat tauhid. Adapun ucapan yang ketiga, yaitu \"Sarah itu saudaraku\" padahal sebenarnya istrinya, diucapkan di hadapan raja ketika raja menginginkan Sarah.\n\nDengan demikian, ketiga perkataan yang diucapkan Ibrahim itu bukanlah kebohongan yang tercela dalam pandangan agama dan masyarakat. Rasulullah saw menjelaskan bahwa ketiga perkataan Nabi Ibrahim itu dibenarkan agama, seperti sabda Nabi saw:\n\nRasulullah bersabda tentang tiga perkataan Ibrahim dengan mengatakan bahwa tidak ada suatu dusta pun kecuali hal-hal yang dibenarkan agama Allah. (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu Sa'id)" } } }, { "number": { "inQuran": 3878, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064f\u062f\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fatawallaw 'anhu mudbireen" } }, "translation": { "en": "So they turned away from him, departing.", "id": "Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3878", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3878.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3878.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar jawaban Nabi Ibrahim, lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya menuju tempat perayaan sesat itu berlangsung.", "long": "Kemudian Ibrahim melayangkan pandangannya ke bintang-bintang dengan berpikir secara mendalam bagaimana menghadapi kaumnya yang tetap bersikeras untuk menyembah patung, hanya dengan alasan mempertahankan warisan nenek moyang. Padahal, beliau sudah memberikan peringatan dan pengajaran kepada mereka, sebagaimana firman Allah:\n\n(Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, \"Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?\" Mereka menjawab, \"Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.\" (al-Anbiya'/21: 52-53)\n\nSesudah berpikir dan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, beliau memutuskan untuk mengambil tindakan yang bahaya, yaitu menghancurkan semua patung sembahan itu. \n\nPada suatu saat, kaum Ibrahim datang untuk mengundangnya guna menghadiri hari besar mereka. Beliau menolak ajakan mereka secara halus dengan alasan kesehatannya terganggu. Selain untuk menghindari hadir dalam hari besar mereka, Nabi Ibrahim bermaksud melaksanakan rencananya untuk menghancurkan patung-patung, dan menyatakan perlawanan secara terbuka terhadap pemuja patung-patung itu. Kaumnya tidak mengetahui rencana Nabi Ibrahim itu dan tidak pula mencurigainya. Juga tidak tampak pada sikapnya bahwa dia tidak jujur dalam perkataannya. Dengan demikian, upacara hari besar mereka berlangsung tanpa hadirnya Ibrahim. Alasan terganggu kesehatannya untuk tidak menghadiri undangan kaumnya, padahal sebenarnya dia tidak sakit, tidaklah dipandang dusta yang terlarang dalam agama. Bahwa Ibrahim membohongi kaumnya memang benar. Rasulullah bersabda:\n\nNabi Ibrahim tidak berbohong kecuali tiga perkataan, dua di antaranya tentang zat Allah, yaitu kata-katanya \"Saya sedang sakit\" dan \"sebenarnya yang besar ini yang memecahkannya\", dan kata-katanya mengenai istrinya Sarah \"ini saudaraku\". (Riwayat A.hmad dan asy-Syaikhan dari Abu Hurairah)\n\nKata-kata Nabi Ibrahim bahwa kesehatannya terganggu yang diucapkan di hadapan kaumnya sebenarnya untuk menghindari kehadirannya pada upacara hari besar kaumnya.\n\nIbrahim berkata, \"Sesungguhnya kami dan bapak-bapakku berada dalam kesesatan yang nyata\". Mereka menjawab, \"Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?\" Ibrahim berkata, \"Sebenarnya Tuhan kamu adalah Tuhan langit dan bumi yang telah Dia ciptakan dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu. Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.\"\n\nDalam perayaan hari besar itu, Nabi Ibrahim mempergunakan kesempatan untuk menghancurkan patung-patung kaumnya. Kata-kata Ibrahim bahwa patung yang paling besar ini yang memecahkannya, diucapkan sewaktu dia diperiksa oleh kaumnya tentang perkara penghancuran patung. Sebenarnya dia sendiri yang memecahkan patung itu, tetapi dikatakan patung yang paling besarlah yang menghancurkannya, padahal kaumnya menyadari bahwa patung-patung itu tidak dapat berbuat apa-apa.\n\nKedua ucapan Ibrahim diucapkan dalam rangka perjuangannya menegakkan kalimat tauhid. Adapun ucapan yang ketiga, yaitu \"Sarah itu saudaraku\" padahal sebenarnya istrinya, diucapkan di hadapan raja ketika raja menginginkan Sarah.\n\nDengan demikian, ketiga perkataan yang diucapkan Ibrahim itu bukanlah kebohongan yang tercela dalam pandangan agama dan masyarakat. Rasulullah saw menjelaskan bahwa ketiga perkataan Nabi Ibrahim itu dibenarkan agama, seperti sabda Nabi saw:\n\nRasulullah bersabda tentang tiga perkataan Ibrahim dengan mengatakan bahwa tidak ada suatu dusta pun kecuali hal-hal yang dibenarkan agama Allah. (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu Sa'id)" } } }, { "number": { "inQuran": 3879, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u064e\u0627\u063a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faraagha ilaaa aalihatihim faqaala alaa taakuloon" } }, "translation": { "en": "Then he turned to their gods and said, \"Do you not eat?", "id": "Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, “Mengapa kamu tidak makan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3879", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3879.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3879.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak lama kemudian dia, yakni Nabi Ibrahim, pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata kepadanya dengan nada mengejek “Mengapa kamu tidak makan sajian yang mereka sediakan untukmu?", "long": "Sesudah kaumnya pergi, Ibrahim diam-diam menuju tempat patung-patung itu, lalu berkata dengan maksud mengejek, \"Mengapa patung-patung itu tidak memakan makanan yang dihidangkan di hadapannya.\" Sesajen itu disuguhkan oleh para penyembahnya pada hari-hari tertentu untuk mengharapkan berkah.\n\nTentu saja patung-patung itu tidak berkata apa-apa. Akan tetapi, Ibrahim bertanya lagi, \"Mengapa patung-patung itu tidak menjawab pertanyaanku?\" Kemudian patung-patung itu dipukulnya dengan keras sampai hancur kecuali sebuah patung yang paling besar. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan kaumnya. Lalu mereka mencari pelakunya dan memperoleh keterangan bahwa Ibrahimlah yang memecahkan patung-patung itu. Mereka cepat-cepat menemui Ibrahim dan menanyakan kepadanya, apakah benar dia memecahkan patung-patung itu. Ibrahim mengelak dari pertanyaan itu dan mengatakan bahwa patung yang besar itulah yang memecahkannya. Setelah mendengar ucapan Ibrahim, kaumnya menundukkan kepala dan merenungkan diri masing-masing. Tidak ada yang dapat mereka perbuat terhadap patung besar itu, yang selama ini mereka sembah." } } }, { "number": { "inQuran": 3880, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa lakum laa tantiqoon" } }, "translation": { "en": "What is [wrong] with you that you do not speak?\"", "id": "Mengapa kamu tidak menjawab?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3880", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3880.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3880.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa kamu tidak menjawab sepatah kata pun?”", "long": "Sesudah kaumnya pergi, Ibrahim diam-diam menuju tempat patung-patung itu, lalu berkata dengan maksud mengejek, \"Mengapa patung-patung itu tidak memakan makanan yang dihidangkan di hadapannya.\" Sesajen itu disuguhkan oleh para penyembahnya pada hari-hari tertentu untuk mengharapkan berkah.\n\nTentu saja patung-patung itu tidak berkata apa-apa. Akan tetapi, Ibrahim bertanya lagi, \"Mengapa patung-patung itu tidak menjawab pertanyaanku?\" Kemudian patung-patung itu dipukulnya dengan keras sampai hancur kecuali sebuah patung yang paling besar. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan kaumnya. Lalu mereka mencari pelakunya dan memperoleh keterangan bahwa Ibrahimlah yang memecahkan patung-patung itu. Mereka cepat-cepat menemui Ibrahim dan menanyakan kepadanya, apakah benar dia memecahkan patung-patung itu. Ibrahim mengelak dari pertanyaan itu dan mengatakan bahwa patung yang besar itulah yang memecahkannya. Setelah mendengar ucapan Ibrahim, kaumnya menundukkan kepala dan merenungkan diri masing-masing. Tidak ada yang dapat mereka perbuat terhadap patung besar itu, yang selama ini mereka sembah." } } }, { "number": { "inQuran": 3881, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u064e\u0627\u063a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0631\u0652\u0628\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Faraagha 'alaihim darbam bilyameen" } }, "translation": { "en": "And he turned upon them a blow with [his] right hand.", "id": "Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3881", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3881.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3881.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya hingga hancur.", "long": "Sesudah kaumnya pergi, Ibrahim diam-diam menuju tempat patung-patung itu, lalu berkata dengan maksud mengejek, \"Mengapa patung-patung itu tidak memakan makanan yang dihidangkan di hadapannya.\" Sesajen itu disuguhkan oleh para penyembahnya pada hari-hari tertentu untuk mengharapkan berkah.\n\nTentu saja patung-patung itu tidak berkata apa-apa. Akan tetapi, Ibrahim bertanya lagi, \"Mengapa patung-patung itu tidak menjawab pertanyaanku?\" Kemudian patung-patung itu dipukulnya dengan keras sampai hancur kecuali sebuah patung yang paling besar. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan kaumnya. Lalu mereka mencari pelakunya dan memperoleh keterangan bahwa Ibrahimlah yang memecahkan patung-patung itu. Mereka cepat-cepat menemui Ibrahim dan menanyakan kepadanya, apakah benar dia memecahkan patung-patung itu. Ibrahim mengelak dari pertanyaan itu dan mengatakan bahwa patung yang besar itulah yang memecahkannya. Setelah mendengar ucapan Ibrahim, kaumnya menundukkan kepala dan merenungkan diri masing-masing. Tidak ada yang dapat mereka perbuat terhadap patung besar itu, yang selama ini mereka sembah." } } }, { "number": { "inQuran": 3882, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0632\u0650\u0641\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aqbalooo ilaihi yaziffoon" } }, "translation": { "en": "Then the people came toward him, hastening.", "id": "Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3882", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3882.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3882.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hancurnya berhala-berhala itu diketahui oleh kaum Nabi Ibrahim, kemudian mereka datang bergegas kepadanya dengan penuh amarah.", "long": "Sesudah kaumnya pergi, Ibrahim diam-diam menuju tempat patung-patung itu, lalu berkata dengan maksud mengejek, \"Mengapa patung-patung itu tidak memakan makanan yang dihidangkan di hadapannya.\" Sesajen itu disuguhkan oleh para penyembahnya pada hari-hari tertentu untuk mengharapkan berkah.\n\nTentu saja patung-patung itu tidak berkata apa-apa. Akan tetapi, Ibrahim bertanya lagi, \"Mengapa patung-patung itu tidak menjawab pertanyaanku?\" Kemudian patung-patung itu dipukulnya dengan keras sampai hancur kecuali sebuah patung yang paling besar. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan kaumnya. Lalu mereka mencari pelakunya dan memperoleh keterangan bahwa Ibrahimlah yang memecahkan patung-patung itu. Mereka cepat-cepat menemui Ibrahim dan menanyakan kepadanya, apakah benar dia memecahkan patung-patung itu. Ibrahim mengelak dari pertanyaan itu dan mengatakan bahwa patung yang besar itulah yang memecahkannya. Setelah mendengar ucapan Ibrahim, kaumnya menundukkan kepala dan merenungkan diri masing-masing. Tidak ada yang dapat mereka perbuat terhadap patung besar itu, yang selama ini mereka sembah." } } }, { "number": { "inQuran": 3883, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0652\u062d\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala ata'budoona maa tanhitoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Do you worship that which you [yourselves] carve,", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3883", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3883.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3883.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim tidak gentar menghadapi amarah kaumnya. Dia dengan percaya diri berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Bagaimana mungkin kalian menyembah buah karya kalian sendiri?", "long": "Sesudah melihat keadaan kaumnya tertegun menunduk-kan kepala, Nabi Ibrahim lalu berkata lagi kepada mereka bahwa tidak patut mereka menyembah patung-patung yang mereka pahat dengan tangannya sendiri. Mereka mestinya bersyukur bahwa dari kalangan mereka sendiri, lahir seorang yang punya akal pikiran, yang mencegah penyembahan patung-patung itu. Nabi Ibrahim menegaskan lagi bahwa yang patut disembah hanyalah Allah yang menciptakan mereka dan patung-patung sesembahan mereka itu. Tuhan Maha Pencipta lebih berhak disembah daripada makhluk-Nya. Firman Allah:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?\" (al-Anbiya'/21: 66-67)\n\nAlasan yang disampaikan Nabi Ibrahim tidak dapat mereka bantah dengan alasan pula, sehingga mereka menempuh cara kekerasan menantang Ibrahim. Mereka merencanakan membunuh Ibrahim. Lalu didirikanlah sebuah bangunan untuk dijadikan tempat pembakaran Nabi Ibrahim. Ketika bangunan itu telah selesai dan apinya telah dinyalakan, lalu Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalamnya. Firman Allah:\n\nMereka berkata, \"Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.\" (al-Anbiya'/21: 68)\n\nKaum Ibrahim benar-benar menghendaki ia binasa dan hangus terbakar dalam unggun api itu. Akan tetapi, Allah berkehendak menyelamatkan dia dari kebinasaan dengan memerintahkan kepada api supaya tidak membakar Ibrahim, sebagaimana firman-Nya:\n\nKami (Allah) berfirman, \"Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!\" (al-Anbiya'/21: 69)\n\nDengan demikian, Nabi Ibrahim selamat dari unggun api, dan mendapat kemenangan atas orang kafir.\n\nSesudah beliau tidak melihat lagi tanda-tanda kesediaan kaumnya untuk beriman, maka beliau bermaksud untuk meninggalkan mereka, hijrah dari kampung halaman. Barangkali di tempat yang baru itu, beliau dapat beribadah kepada Tuhan tanpa gangguan dari kaum yang ingkar, dan dapat mengembangkan agama dengan taufik dan hidayah Allah. Adapun negeri yang beliau tuju ialah Baitulmakdis." } } }, { "number": { "inQuran": 3884, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaahu khalaqakum wa maa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "While Allah created you and that which you do?\"", "id": "Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3884", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3884.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3884.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa kamu tidak menyembah Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu?”", "long": "Sesudah melihat keadaan kaumnya tertegun menunduk-kan kepala, Nabi Ibrahim lalu berkata lagi kepada mereka bahwa tidak patut mereka menyembah patung-patung yang mereka pahat dengan tangannya sendiri. Mereka mestinya bersyukur bahwa dari kalangan mereka sendiri, lahir seorang yang punya akal pikiran, yang mencegah penyembahan patung-patung itu. Nabi Ibrahim menegaskan lagi bahwa yang patut disembah hanyalah Allah yang menciptakan mereka dan patung-patung sesembahan mereka itu. Tuhan Maha Pencipta lebih berhak disembah daripada makhluk-Nya. Firman Allah:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?\" (al-Anbiya'/21: 66-67)\n\nAlasan yang disampaikan Nabi Ibrahim tidak dapat mereka bantah dengan alasan pula, sehingga mereka menempuh cara kekerasan menantang Ibrahim. Mereka merencanakan membunuh Ibrahim. Lalu didirikanlah sebuah bangunan untuk dijadikan tempat pembakaran Nabi Ibrahim. Ketika bangunan itu telah selesai dan apinya telah dinyalakan, lalu Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalamnya. Firman Allah:\n\nMereka berkata, \"Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.\" (al-Anbiya'/21: 68)\n\nKaum Ibrahim benar-benar menghendaki ia binasa dan hangus terbakar dalam unggun api itu. Akan tetapi, Allah berkehendak menyelamatkan dia dari kebinasaan dengan memerintahkan kepada api supaya tidak membakar Ibrahim, sebagaimana firman-Nya:\n\nKami (Allah) berfirman, \"Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!\" (al-Anbiya'/21: 69)\n\nDengan demikian, Nabi Ibrahim selamat dari unggun api, dan mendapat kemenangan atas orang kafir.\n\nSesudah beliau tidak melihat lagi tanda-tanda kesediaan kaumnya untuk beriman, maka beliau bermaksud untuk meninggalkan mereka, hijrah dari kampung halaman. Barangkali di tempat yang baru itu, beliau dapat beribadah kepada Tuhan tanpa gangguan dari kaum yang ingkar, dan dapat mengembangkan agama dengan taufik dan hidayah Allah. Adapun negeri yang beliau tuju ialah Baitulmakdis." } } }, { "number": { "inQuran": 3885, "inSurah": 97 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Qaalub noo lahoo bun yaanan fa alqoohu fil jaheem" } }, "translation": { "en": "They said, \"Construct for him a furnace and throw him into the burning fire.\"", "id": "Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3885", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3885.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3885.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum yang kafir itu kalah dalam beradu argumen dengan Nabi Ibrahim, kemudian mereka berkata, “Buatlah bangunan perapian untuk kita membakar-nya; lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”", "long": "Sesudah melihat keadaan kaumnya tertegun menunduk-kan kepala, Nabi Ibrahim lalu berkata lagi kepada mereka bahwa tidak patut mereka menyembah patung-patung yang mereka pahat dengan tangannya sendiri. Mereka mestinya bersyukur bahwa dari kalangan mereka sendiri, lahir seorang yang punya akal pikiran, yang mencegah penyembahan patung-patung itu. Nabi Ibrahim menegaskan lagi bahwa yang patut disembah hanyalah Allah yang menciptakan mereka dan patung-patung sesembahan mereka itu. Tuhan Maha Pencipta lebih berhak disembah daripada makhluk-Nya. Firman Allah:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?\" (al-Anbiya'/21: 66-67)\n\nAlasan yang disampaikan Nabi Ibrahim tidak dapat mereka bantah dengan alasan pula, sehingga mereka menempuh cara kekerasan menantang Ibrahim. Mereka merencanakan membunuh Ibrahim. Lalu didirikanlah sebuah bangunan untuk dijadikan tempat pembakaran Nabi Ibrahim. Ketika bangunan itu telah selesai dan apinya telah dinyalakan, lalu Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalamnya. Firman Allah:\n\nMereka berkata, \"Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.\" (al-Anbiya'/21: 68)\n\nKaum Ibrahim benar-benar menghendaki ia binasa dan hangus terbakar dalam unggun api itu. Akan tetapi, Allah berkehendak menyelamatkan dia dari kebinasaan dengan memerintahkan kepada api supaya tidak membakar Ibrahim, sebagaimana firman-Nya:\n\nKami (Allah) berfirman, \"Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!\" (al-Anbiya'/21: 69)\n\nDengan demikian, Nabi Ibrahim selamat dari unggun api, dan mendapat kemenangan atas orang kafir.\n\nSesudah beliau tidak melihat lagi tanda-tanda kesediaan kaumnya untuk beriman, maka beliau bermaksud untuk meninggalkan mereka, hijrah dari kampung halaman. Barangkali di tempat yang baru itu, beliau dapat beribadah kepada Tuhan tanpa gangguan dari kaum yang ingkar, dan dapat mengembangkan agama dengan taufik dan hidayah Allah. Adapun negeri yang beliau tuju ialah Baitulmakdis." } } }, { "number": { "inQuran": 3886, "inSurah": 98 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa araadoo bihee kaidan faja 'alnaahumul asfaleen" } }, "translation": { "en": "And they intended for him a plan, but We made them the most debased.", "id": "Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3886", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3886.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3886.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan cara membakar-nya, namun Allah menyelamatkan dia dari kobaran api, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina dan kalah.", "long": "Sesudah melihat keadaan kaumnya tertegun menunduk-kan kepala, Nabi Ibrahim lalu berkata lagi kepada mereka bahwa tidak patut mereka menyembah patung-patung yang mereka pahat dengan tangannya sendiri. Mereka mestinya bersyukur bahwa dari kalangan mereka sendiri, lahir seorang yang punya akal pikiran, yang mencegah penyembahan patung-patung itu. Nabi Ibrahim menegaskan lagi bahwa yang patut disembah hanyalah Allah yang menciptakan mereka dan patung-patung sesembahan mereka itu. Tuhan Maha Pencipta lebih berhak disembah daripada makhluk-Nya. Firman Allah:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?\" (al-Anbiya'/21: 66-67)\n\nAlasan yang disampaikan Nabi Ibrahim tidak dapat mereka bantah dengan alasan pula, sehingga mereka menempuh cara kekerasan menantang Ibrahim. Mereka merencanakan membunuh Ibrahim. Lalu didirikanlah sebuah bangunan untuk dijadikan tempat pembakaran Nabi Ibrahim. Ketika bangunan itu telah selesai dan apinya telah dinyalakan, lalu Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalamnya. Firman Allah:\n\nMereka berkata, \"Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.\" (al-Anbiya'/21: 68)\n\nKaum Ibrahim benar-benar menghendaki ia binasa dan hangus terbakar dalam unggun api itu. Akan tetapi, Allah berkehendak menyelamatkan dia dari kebinasaan dengan memerintahkan kepada api supaya tidak membakar Ibrahim, sebagaimana firman-Nya:\n\nKami (Allah) berfirman, \"Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!\" (al-Anbiya'/21: 69)\n\nDengan demikian, Nabi Ibrahim selamat dari unggun api, dan mendapat kemenangan atas orang kafir.\n\nSesudah beliau tidak melihat lagi tanda-tanda kesediaan kaumnya untuk beriman, maka beliau bermaksud untuk meninggalkan mereka, hijrah dari kampung halaman. Barangkali di tempat yang baru itu, beliau dapat beribadah kepada Tuhan tanpa gangguan dari kaum yang ingkar, dan dapat mengembangkan agama dengan taufik dan hidayah Allah. Adapun negeri yang beliau tuju ialah Baitulmakdis." } } }, { "number": { "inQuran": 3887, "inSurah": 99 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0630\u064e\u0627\u0647\u0650\u0628\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0633\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaala innee zaahibun ilaa Rabbee sa yahdeen" } }, "translation": { "en": "And [then] he said, \"Indeed, I will go to [where I am ordered by] my Lord; He will guide me.", "id": "Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3887", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3887.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3887.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim selamat dari upaya pembunuhan oleh kaumnya, dan dia berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi berhijrah menuju tempat yang memungkinkan aku mendekatkan diri kepada Tuhanku dan mengajak umatku menuju tauhid. Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku dan orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran. Ayat ini menganjurkan berhijrah dari suatu tempat ketika dakwah dan pengamalan agama mendapat tekanan dan penindasan.", "long": "Sesudah melihat keadaan kaumnya tertegun menunduk-kan kepala, Nabi Ibrahim lalu berkata lagi kepada mereka bahwa tidak patut mereka menyembah patung-patung yang mereka pahat dengan tangannya sendiri. Mereka mestinya bersyukur bahwa dari kalangan mereka sendiri, lahir seorang yang punya akal pikiran, yang mencegah penyembahan patung-patung itu. Nabi Ibrahim menegaskan lagi bahwa yang patut disembah hanyalah Allah yang menciptakan mereka dan patung-patung sesembahan mereka itu. Tuhan Maha Pencipta lebih berhak disembah daripada makhluk-Nya. Firman Allah:\n\nDia (Ibrahim) berkata, \"Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?\" (al-Anbiya'/21: 66-67)\n\nAlasan yang disampaikan Nabi Ibrahim tidak dapat mereka bantah dengan alasan pula, sehingga mereka menempuh cara kekerasan menantang Ibrahim. Mereka merencanakan membunuh Ibrahim. Lalu didirikanlah sebuah bangunan untuk dijadikan tempat pembakaran Nabi Ibrahim. Ketika bangunan itu telah selesai dan apinya telah dinyalakan, lalu Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalamnya. Firman Allah:\n\nMereka berkata, \"Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.\" (al-Anbiya'/21: 68)\n\nKaum Ibrahim benar-benar menghendaki ia binasa dan hangus terbakar dalam unggun api itu. Akan tetapi, Allah berkehendak menyelamatkan dia dari kebinasaan dengan memerintahkan kepada api supaya tidak membakar Ibrahim, sebagaimana firman-Nya:\n\nKami (Allah) berfirman, \"Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!\" (al-Anbiya'/21: 69)\n\nDengan demikian, Nabi Ibrahim selamat dari unggun api, dan mendapat kemenangan atas orang kafir.\n\nSesudah beliau tidak melihat lagi tanda-tanda kesediaan kaumnya untuk beriman, maka beliau bermaksud untuk meninggalkan mereka, hijrah dari kampung halaman. Barangkali di tempat yang baru itu, beliau dapat beribadah kepada Tuhan tanpa gangguan dari kaum yang ingkar, dan dapat mengembangkan agama dengan taufik dan hidayah Allah. Adapun negeri yang beliau tuju ialah Baitulmakdis." } } }, { "number": { "inQuran": 3888, "inSurah": 100 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbi hab lee minas saaliheen" } }, "translation": { "en": "My Lord, grant me [a child] from among the righteous.\"", "id": "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3888", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3888.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3888.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "100. Setelah menjelaskan dialog Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang ingkar, pada ayat berikut Allah beralih mengisahkan dialog Nabi Ibrahim dengan putranya, Isma’il, tentang perintah Allah. Dia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk golongan orang yang saleh dan taat menjalankan perintah-Mu dan membela agama-Mu.”", "long": "Ayat ini mengisahkan bahwa Nabi Ibrahim dalam perantauan memohon kepada Tuhan agar dianugerahi seorang anak yang saleh dan taat serta dapat menolongnya dalam menyampaikan dakwah dan mendampinginya dalam perjalanan dan menjadi kawan dalam kesepian.\n\nKehadiran anak itu sebagai pengganti dari keluarga dan kaumnya yang ditinggalkannya. Permohonan Nabi Ibrahim ini diperkenankan oleh Allah. Kepadanya disampaikan berita gembira bahwa Allah akan menganugerahkan kepadanya seorang anak laki-laki yang punya sifat sangat sabar.\n\nSifat sabar itu muncul pada waktu balig. Karena pada masa kanak-kanak sedikit sekali didapati sifat-sifat seperti sabar, tabah, dan lapang dada. Anak remaja itu ialah Ismail, anak laki-laki pertama dari Ibrahim, ibunya bernama Hajar istri kedua dari Ibrahim. Putra kedua ialah Ishak, lahir kemudian sesudah Ismail dari istri pertama Ibrahim yaitu Sarah." } } }, { "number": { "inQuran": 3889, "inSurah": 101 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fabashsharnaahu bighulaamin haleem" } }, "translation": { "en": "So We gave him good tidings of a forbearing boy.", "id": "Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3889", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3889.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3889.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami kabulkan doa Nabi Ibrahim tersebut, maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang sangat sabar, cerdas, dan santun. Dialah Ismail.", "long": "Ayat ini mengisahkan bahwa Nabi Ibrahim dalam perantauan memohon kepada Tuhan agar dianugerahi seorang anak yang saleh dan taat serta dapat menolongnya dalam menyampaikan dakwah dan mendampinginya dalam perjalanan dan menjadi kawan dalam kesepian.\n\nKehadiran anak itu sebagai pengganti dari keluarga dan kaumnya yang ditinggalkannya. Permohonan Nabi Ibrahim ini diperkenankan oleh Allah. Kepadanya disampaikan berita gembira bahwa Allah akan menganugerahkan kepadanya seorang anak laki-laki yang punya sifat sangat sabar.\n\nSifat sabar itu muncul pada waktu balig. Karena pada masa kanak-kanak sedikit sekali didapati sifat-sifat seperti sabar, tabah, dan lapang dada. Anak remaja itu ialah Ismail, anak laki-laki pertama dari Ibrahim, ibunya bernama Hajar istri kedua dari Ibrahim. Putra kedua ialah Ishak, lahir kemudian sesudah Ismail dari istri pertama Ibrahim yaitu Sarah." } } }, { "number": { "inQuran": 3890, "inSurah": 102 }, "meta": { "juz": 23, "page": 449, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0652\u064a\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0646\u064e\u064a\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0630\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064f \u06d6 \u0633\u064e\u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falamma balagha ma'a hus sa'ya qaala yaa buniya inneee araa fil manaami anneee azbahuka fanzur maazaa taraa; qaala yaaa abatif 'al maa tu'maru satajidunee in shaaa'allaahu minas saabireen" } }, "translation": { "en": "And when he reached with him [the age of] exertion, he said, \"O my son, indeed I have seen in a dream that I [must] sacrifice you, so see what you think.\" He said, \"O my father, do as you are commanded. You will find me, if Allah wills, of the steadfast.\"", "id": "Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3890", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3890.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3890.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersamanya, Nabi Ibrahim berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku dalam mimpiku itu diperintah oleh Allah untuk menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dengan penuh kepasrahan kepada Allah dan ketaatan pada ayahnya, dia menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah-Nya.”", "long": "Kemudian ayat ini menerangkan ujian yang berat bagi Ibrahim. Allah memerintahkan kepadanya agar menyembelih anak satu-satunya sebagai korban di sisi Allah. Ketika itu, Ismail mendekati masa balig atau remaja, suatu tingkatan umur sewaktu anak dapat membantu pekerjaan orang tuanya. Menurut al-Farra', usia Ismail pada saat itu 13 tahun. Ibrahim dengan hati yang sedih memberitahukan kepada Ismail tentang perintah Tuhan yang disampaikan kepadanya melalui mimpi. Dia meminta pendapat anaknya mengenai perintah itu. Perintah Tuhan itu berkenaan dengan penyembelihan diri anaknya sendiri, yang merupakan cobaan yang besar bagi orang tua dan anak. \n\nSesudah mendengarkan perintah Tuhan itu, Ismail dengan segala kerendahan hati berkata kepada ayahnya agar melaksanakan segala apa yang diperintahkan kepadanya. Dia akan taat, rela, dan ikhlas menerima ketentuan Tuhan serta menjunjung tinggi segala perintah-Nya dan pasrah kepada-Nya. Ismail yang masih sangat muda itu mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia tidak akan gentar menghadapi cobaan itu, tidak akan ragu menerima qada dan qadar Tuhan. Dia dengan tabah dan sabar akan menahan derita penyembelihan itu. Sikap Ismail sangat dipuji oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nDan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Qur'an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi. (Maryam/19: 54)" } } }, { "number": { "inQuran": 3891, "inSurah": 103 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u062c\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Falammaaa aslamaa wa tallahoo liljabeen" } }, "translation": { "en": "And when they had both submitted and he put him down upon his forehead,", "id": "Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3891", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3891.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3891.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika keduanya telah berserah diri, patuh, dan bertawakal kepada Allah, dia pun membaringkan anaknya atas pelipis-nya ke tanah agar tidak melihat wajah anaknya saat dia menyembelihnya.", "long": "Tatkala keduanya sudah pasrah kepada Tuhan dan tunduk atas segala kehendak-Nya, kemudian Ismail berlutut dan menelungkupkan mukanya ke tanah sehingga Ibrahim tidak melihat lagi wajah anaknya itu. Ismail sengaja melakukan hal itu agar ayahnya tidak melihat wajahnya. Dengan demikian Nabi Ibrahim bisa dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya. Nabi Ibrahim mulai menghunus pisaunya untuk menyembelihnya. Pada waktu itu, datanglah suara malaikat dari belakangnya, yang diutus kepada Ibrahim, mengatakan bahwa tujuan perintah Allah melalui mimpi itu sudah terlaksana dengan ditelungkupkannya Ismail untuk disembelih. Tindakan Ibrahim itu merupakan ketaatan yang tulus ikhlas kepada perintah dan ketentuan Allah. Sesudah malaikat menyampaikan wahyu itu, maka keduanya bergembira dan mengucapkan syukur kepada Allah yang menganugerahkan kenikmatan dan kekuatan jiwa untuk menghadapi ujian yang berat itu. Kepada keduanya Allah memberikan pahala dan ganjaran yang setimpal karena telah menunjukkan ketaatan yang tulus ikhlas. Mereka dapat mengatasi perasaan kebapakan semata-mata untuk menjunjung perintah Allah.\n\nMenurut riwayat A.hmad dari Ibnu 'Abbas, tatkala Ibrahim diperintahkan untuk melakukan ibadah sa'i, datanglah setan menggoda. Setan mencoba berlomba dengannya, tetapi Ibrahim berhasil mendahuluinya sampai ke Jumrah Aqabah. Setan menggodanya lagi, tetapi Ibrahim melemparinya dengan batu tujuh kali hingga dia lari. Pada waktu jumratul wustha datang lagi setan menggodanya, tetapi dilempari oleh Ibrahim tujuh kali. Kemudian Ibrahim menyuruh anaknya menelungkupkan mukanya untuk segera disembelih. Ismail waktu itu sedang mengenakan baju gamis (panjang) putih. Dia berkata kepada bapaknya, \"Wahai bapakku, tidak ada kain untuk mengafaniku kecuali baju gamisku ini, maka lepaskanlah supaya kamu dengan gamisku dapat mengafaniku.\" Maka Ibrahim mulai menanggalkan baju gamis itu, tapi pada saat itulah ada suara di belakang menyerunya, \"Hai Ibrahim, kamu sudah melaksanakan dengan jujur mimpimu.\" Ibrahim segera berpaling, tiba-tiba seekor domba putih ada di hadapannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3892, "inSurah": 104 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa naadainaahu ai yaaaa Ibraheem" } }, "translation": { "en": "We called to him, \"O Abraham,", "id": "Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3892", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3892.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3892.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ibrahim berbuat demikian supaya keteguhan hatinya dalam melaksanakan perintah Allah tidak terganggu. Ketika pisaunya dia ayunkan, lalu Kami panggil dia dari arah bukit, “Wahai Ibrahim!", "long": "Tatkala keduanya sudah pasrah kepada Tuhan dan tunduk atas segala kehendak-Nya, kemudian Ismail berlutut dan menelungkupkan mukanya ke tanah sehingga Ibrahim tidak melihat lagi wajah anaknya itu. Ismail sengaja melakukan hal itu agar ayahnya tidak melihat wajahnya. Dengan demikian Nabi Ibrahim bisa dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya. Nabi Ibrahim mulai menghunus pisaunya untuk menyembelihnya. Pada waktu itu, datanglah suara malaikat dari belakangnya, yang diutus kepada Ibrahim, mengatakan bahwa tujuan perintah Allah melalui mimpi itu sudah terlaksana dengan ditelungkupkannya Ismail untuk disembelih. Tindakan Ibrahim itu merupakan ketaatan yang tulus ikhlas kepada perintah dan ketentuan Allah. Sesudah malaikat menyampaikan wahyu itu, maka keduanya bergembira dan mengucapkan syukur kepada Allah yang menganugerahkan kenikmatan dan kekuatan jiwa untuk menghadapi ujian yang berat itu. Kepada keduanya Allah memberikan pahala dan ganjaran yang setimpal karena telah menunjukkan ketaatan yang tulus ikhlas. Mereka dapat mengatasi perasaan kebapakan semata-mata untuk menjunjung perintah Allah.\n\nMenurut riwayat A.hmad dari Ibnu 'Abbas, tatkala Ibrahim diperintahkan untuk melakukan ibadah sa'i, datanglah setan menggoda. Setan mencoba berlomba dengannya, tetapi Ibrahim berhasil mendahuluinya sampai ke Jumrah Aqabah. Setan menggodanya lagi, tetapi Ibrahim melemparinya dengan batu tujuh kali hingga dia lari. Pada waktu jumratul wustha datang lagi setan menggodanya, tetapi dilempari oleh Ibrahim tujuh kali. Kemudian Ibrahim menyuruh anaknya menelungkupkan mukanya untuk segera disembelih. Ismail waktu itu sedang mengenakan baju gamis (panjang) putih. Dia berkata kepada bapaknya, \"Wahai bapakku, tidak ada kain untuk mengafaniku kecuali baju gamisku ini, maka lepaskanlah supaya kamu dengan gamisku dapat mengafaniku.\" Maka Ibrahim mulai menanggalkan baju gamis itu, tapi pada saat itulah ada suara di belakang menyerunya, \"Hai Ibrahim, kamu sudah melaksanakan dengan jujur mimpimu.\" Ibrahim segera berpaling, tiba-tiba seekor domba putih ada di hadapannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3893, "inSurah": 105 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0624\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad saddaqtar ru'yaa; innaa kazaalika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "You have fulfilled the vision.\" Indeed, We thus reward the doers of good.", "id": "sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3893", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3893.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3893.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu sebagai perintah Allah yang wajib engkau laksanakan.” Sungguh, demikianlah tugas yang membutuhkan kesabaran dan pengorbanan tinggi. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dan ikhlas dalam beramal.", "long": "Tatkala keduanya sudah pasrah kepada Tuhan dan tunduk atas segala kehendak-Nya, kemudian Ismail berlutut dan menelungkupkan mukanya ke tanah sehingga Ibrahim tidak melihat lagi wajah anaknya itu. Ismail sengaja melakukan hal itu agar ayahnya tidak melihat wajahnya. Dengan demikian Nabi Ibrahim bisa dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya. Nabi Ibrahim mulai menghunus pisaunya untuk menyembelihnya. Pada waktu itu, datanglah suara malaikat dari belakangnya, yang diutus kepada Ibrahim, mengatakan bahwa tujuan perintah Allah melalui mimpi itu sudah terlaksana dengan ditelungkupkannya Ismail untuk disembelih. Tindakan Ibrahim itu merupakan ketaatan yang tulus ikhlas kepada perintah dan ketentuan Allah. Sesudah malaikat menyampaikan wahyu itu, maka keduanya bergembira dan mengucapkan syukur kepada Allah yang menganugerahkan kenikmatan dan kekuatan jiwa untuk menghadapi ujian yang berat itu. Kepada keduanya Allah memberikan pahala dan ganjaran yang setimpal karena telah menunjukkan ketaatan yang tulus ikhlas. Mereka dapat mengatasi perasaan kebapakan semata-mata untuk menjunjung perintah Allah.\n\nMenurut riwayat A.hmad dari Ibnu 'Abbas, tatkala Ibrahim diperintahkan untuk melakukan ibadah sa'i, datanglah setan menggoda. Setan mencoba berlomba dengannya, tetapi Ibrahim berhasil mendahuluinya sampai ke Jumrah Aqabah. Setan menggodanya lagi, tetapi Ibrahim melemparinya dengan batu tujuh kali hingga dia lari. Pada waktu jumratul wustha datang lagi setan menggodanya, tetapi dilempari oleh Ibrahim tujuh kali. Kemudian Ibrahim menyuruh anaknya menelungkupkan mukanya untuk segera disembelih. Ismail waktu itu sedang mengenakan baju gamis (panjang) putih. Dia berkata kepada bapaknya, \"Wahai bapakku, tidak ada kain untuk mengafaniku kecuali baju gamisku ini, maka lepaskanlah supaya kamu dengan gamisku dapat mengafaniku.\" Maka Ibrahim mulai menanggalkan baju gamis itu, tapi pada saat itulah ada suara di belakang menyerunya, \"Hai Ibrahim, kamu sudah melaksanakan dengan jujur mimpimu.\" Ibrahim segera berpaling, tiba-tiba seekor domba putih ada di hadapannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3894, "inSurah": 106 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Inna haazaa lahuwal balaaa'ul mubeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, this was the clear trial.", "id": "Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3894", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3894.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3894.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya perintah ini benar-benar suatu ujian yang nyata dari Allah untuk menguji keimanan dan ketaatan hamba terhadap perintah-Nya.", "long": "Pada ayat ini ditegaskan bahwa apa yang dialami Ibrahim dan putranya itu merupakan batu ujian yang amat berat. Memang hak Allah untuk menguji hamba yang dikehendaki-Nya dengan bentuk ujian yang dipilih-Nya berupa beban dan kewajiban yang berat. Bila ujian itu telah ditetapkan, tidak seorang pun yang dapat menolak dan menghindarinya. Di balik cobaan-cobaan yang berat itu, tentu terdapat hikmah dan rahasia yang tidak terjangkau oleh pikiran manusia.\n\nIsmail yang semula dijadikan kurban untuk menguji ketaatan Ibrahim, diganti Allah dengan seekor domba besar yang putih bersih dan tidak ada cacatnya. Peristiwa penyembelihan kambing oleh Nabi Ibrahim ini yang menjadi dasar ibadah kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah, dilanjutkan oleh syariat Nabi Muhammad. Ibadah kurban ini dilaksanakan pada hari raya haji/raya kurban atau pada hari-hari tasyriq, yakni tiga hari berturut-turut sesudah hari raya kurban, tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.\n\nHewan kurban terdiri dari binatang-binatang ternak seperti unta, sapi, kerbau, dan kambing. Diisyaratkan binatang kurban itu tidak cacat badannya, tidak sakit, dan cukup umur. Menyembelih binatang untuk kurban ini hukumnya sunnah muakkadah(sunah yang ditekankan).\n\nFirman Allah:\n\nMaka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). (al-Kautsar/108: 2)\n\nDengan disyariatkannya ibadah kurban dalam agama Islam, maka peristiwa Ibrahim menyembelih anaknya akan tetap dikenang selama-lamanya dan diikuti oleh umatnya. Ibadah kurban juga menyemarakkan agama Islam karena daging-daging kurban itu dibagi-bagikan kepada masyarakat terutama kepada fakir miskin." } } }, { "number": { "inQuran": 3895, "inSurah": 107 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0630\u0650\u0628\u0652\u062d\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa fadainaahu bizibhin 'azeem" } }, "translation": { "en": "And We ransomed him with a great sacrifice,", "id": "Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3895", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3895.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3895.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika Nabi Ibrahim dan anaknya membuktikan keteguhan dan ketulusan mereka dalam menerima ujian Allah, Kami tebus anak itu dengan seekor domba sembelihan yang besar.", "long": "Pada ayat ini ditegaskan bahwa apa yang dialami Ibrahim dan putranya itu merupakan batu ujian yang amat berat. Memang hak Allah untuk menguji hamba yang dikehendaki-Nya dengan bentuk ujian yang dipilih-Nya berupa beban dan kewajiban yang berat. Bila ujian itu telah ditetapkan, tidak seorang pun yang dapat menolak dan menghindarinya. Di balik cobaan-cobaan yang berat itu, tentu terdapat hikmah dan rahasia yang tidak terjangkau oleh pikiran manusia.\n\nIsmail yang semula dijadikan kurban untuk menguji ketaatan Ibrahim, diganti Allah dengan seekor domba besar yang putih bersih dan tidak ada cacatnya. Peristiwa penyembelihan kambing oleh Nabi Ibrahim ini yang menjadi dasar ibadah kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah, dilanjutkan oleh syariat Nabi Muhammad. Ibadah kurban ini dilaksanakan pada hari raya haji/raya kurban atau pada hari-hari tasyriq, yakni tiga hari berturut-turut sesudah hari raya kurban, tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.\n\nHewan kurban terdiri dari binatang-binatang ternak seperti unta, sapi, kerbau, dan kambing. Diisyaratkan binatang kurban itu tidak cacat badannya, tidak sakit, dan cukup umur. Menyembelih binatang untuk kurban ini hukumnya sunnah muakkadah(sunah yang ditekankan).\n\nFirman Allah:\n\nMaka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). (al-Kautsar/108: 2)\n\nDengan disyariatkannya ibadah kurban dalam agama Islam, maka peristiwa Ibrahim menyembelih anaknya akan tetap dikenang selama-lamanya dan diikuti oleh umatnya. Ibadah kurban juga menyemarakkan agama Islam karena daging-daging kurban itu dibagi-bagikan kepada masyarakat terutama kepada fakir miskin." } } }, { "number": { "inQuran": 3896, "inSurah": 108 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taraknaa 'alaihi fil aakhireen" } }, "translation": { "en": "And We left for him [favorable mention] among later generations:", "id": "Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3896", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3896.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3896.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan karena kepatuhannya pula Kami abadikan untuk Nabi Ibrahim buah tutur yang indah dan pujian yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian hingga akhir zaman (Lihat pula: Surah asy-Syu‘arà’/26: 84).", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa umat manusia dari berbagai agama (samawi) dan golongan mencintai Nabi Ibrahim sepanjang masa. Penganut agama Yahudi, Nasrani, dan Islam menghormatinya dan memuji namanya, bahkan kaum musyrik Arab mengakui bahwa agama mereka juga mengikuti agama Islam (Ibrahim).\n\nDemikianlah Allah memenuhi permohonan Nabi Ibrahim ketika berdoa: \n\nDan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan. (asy-Syu'ara'/26: 84-85)\n\nKemudian Allah memberikan penghargaan kepada Ibrahim bahwa Dia memberikan salam sejahtera kepadanya. Salam sejahtera untuk Ibrahim ini terus hidup di tengah-tengah umat manusia bahkan juga di kalangan malaikat. Dengan demikian, ada tiga pahala yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, yaitu seekor kambing besar yang didatangkan kepadanya sebagai ganti dari anaknya, pengabadian yang memberi keharuman namanya sepanjang masa, dan ucapan salam sejahtera dari Tuhan dan manusia. Begitulah Allah memberikan ganjaran kepada hamba-hamba-Nya yang berbuat kebaikan. Semua ganjaran itu sebagai imbalan ketaatannya melaksanakan perintah Allah.\n\nIbrahim mencapai prestasi yang tinggi itu karena dorongan iman yang kuat dan keikhlasan ibadahnya kepada Allah sehingga dia termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3897, "inSurah": 109 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Salaamun 'alaaa Ibraaheem" } }, "translation": { "en": "\"Peace upon Abraham.\"", "id": "”Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3897", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3897.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3897.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kepadanya Kami sampaikan pula ucapan “Selamat sejahtera bagi Nabi Ibrahim” sebagai penghargaan kepadanya.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa umat manusia dari berbagai agama (samawi) dan golongan mencintai Nabi Ibrahim sepanjang masa. Penganut agama Yahudi, Nasrani, dan Islam menghormatinya dan memuji namanya, bahkan kaum musyrik Arab mengakui bahwa agama mereka juga mengikuti agama Islam (Ibrahim).\n\nDemikianlah Allah memenuhi permohonan Nabi Ibrahim ketika berdoa: \n\nDan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan. (asy-Syu'ara'/26: 84-85)\n\nKemudian Allah memberikan penghargaan kepada Ibrahim bahwa Dia memberikan salam sejahtera kepadanya. Salam sejahtera untuk Ibrahim ini terus hidup di tengah-tengah umat manusia bahkan juga di kalangan malaikat. Dengan demikian, ada tiga pahala yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, yaitu seekor kambing besar yang didatangkan kepadanya sebagai ganti dari anaknya, pengabadian yang memberi keharuman namanya sepanjang masa, dan ucapan salam sejahtera dari Tuhan dan manusia. Begitulah Allah memberikan ganjaran kepada hamba-hamba-Nya yang berbuat kebaikan. Semua ganjaran itu sebagai imbalan ketaatannya melaksanakan perintah Allah.\n\nIbrahim mencapai prestasi yang tinggi itu karena dorongan iman yang kuat dan keikhlasan ibadahnya kepada Allah sehingga dia termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3898, "inSurah": 110 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We thus reward the doers of good.", "id": "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3898", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3898.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3898.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah imbalan itu Kami berikan kepadanya, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan imbalan pahala di sisi Kami.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa umat manusia dari berbagai agama (samawi) dan golongan mencintai Nabi Ibrahim sepanjang masa. Penganut agama Yahudi, Nasrani, dan Islam menghormatinya dan memuji namanya, bahkan kaum musyrik Arab mengakui bahwa agama mereka juga mengikuti agama Islam (Ibrahim).\n\nDemikianlah Allah memenuhi permohonan Nabi Ibrahim ketika berdoa: \n\nDan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan. (asy-Syu'ara'/26: 84-85)\n\nKemudian Allah memberikan penghargaan kepada Ibrahim bahwa Dia memberikan salam sejahtera kepadanya. Salam sejahtera untuk Ibrahim ini terus hidup di tengah-tengah umat manusia bahkan juga di kalangan malaikat. Dengan demikian, ada tiga pahala yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, yaitu seekor kambing besar yang didatangkan kepadanya sebagai ganti dari anaknya, pengabadian yang memberi keharuman namanya sepanjang masa, dan ucapan salam sejahtera dari Tuhan dan manusia. Begitulah Allah memberikan ganjaran kepada hamba-hamba-Nya yang berbuat kebaikan. Semua ganjaran itu sebagai imbalan ketaatannya melaksanakan perintah Allah.\n\nIbrahim mencapai prestasi yang tinggi itu karena dorongan iman yang kuat dan keikhlasan ibadahnya kepada Allah sehingga dia termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3899, "inSurah": 111 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahoo min 'ibaadinal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, he was of Our believing servants.", "id": "Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3899", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3899.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3899.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, jujur, patuh, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Kami.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa umat manusia dari berbagai agama (samawi) dan golongan mencintai Nabi Ibrahim sepanjang masa. Penganut agama Yahudi, Nasrani, dan Islam menghormatinya dan memuji namanya, bahkan kaum musyrik Arab mengakui bahwa agama mereka juga mengikuti agama Islam (Ibrahim).\n\nDemikianlah Allah memenuhi permohonan Nabi Ibrahim ketika berdoa: \n\nDan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan. (asy-Syu'ara'/26: 84-85)\n\nKemudian Allah memberikan penghargaan kepada Ibrahim bahwa Dia memberikan salam sejahtera kepadanya. Salam sejahtera untuk Ibrahim ini terus hidup di tengah-tengah umat manusia bahkan juga di kalangan malaikat. Dengan demikian, ada tiga pahala yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, yaitu seekor kambing besar yang didatangkan kepadanya sebagai ganti dari anaknya, pengabadian yang memberi keharuman namanya sepanjang masa, dan ucapan salam sejahtera dari Tuhan dan manusia. Begitulah Allah memberikan ganjaran kepada hamba-hamba-Nya yang berbuat kebaikan. Semua ganjaran itu sebagai imbalan ketaatannya melaksanakan perintah Allah.\n\nIbrahim mencapai prestasi yang tinggi itu karena dorongan iman yang kuat dan keikhlasan ibadahnya kepada Allah sehingga dia termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3900, "inSurah": 112 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa bashsharnaahu bi Ishaaqa Nabiyayam minas saaliheen" } }, "translation": { "en": "And We gave him good tidings of Isaac, a prophet from among the righteous.", "id": "Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3900", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3900.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3900.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping buah tutur dan pujian yang indah bagi Nabi Ibrahim sepanjang masa, Kami beri pula dia kabar gembira melalui malaikat dengan kelahiran putra keduanya, yaitu Nabi Ishak. Kelak dia juga menjadi seorang nabi yang termasuk golongan orang-orang yang saleh dan berilmu (Lihat pula: Surah Hùd/11: 69–73 dan až-Žàriyàt/51: 24–30).", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menyampaikan berita gembira kepada Ibrahim tentang akan lahirnya seorang putra dari istrinya yang pertama, Sarah. Berita ini disampaikan oleh malaikat, yang menyamar sebagai manusia, ketika bertamu ke rumahnya padahal ketika itu Sarah sudah tua. Firman Allah: \n\nMaka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, \"Janganlah kamu takut,\" dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, \"(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.\" Mereka berkata, \"Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sungguh, Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.\" (adz-dzariyat/51: 28-30)\n\nMalaikat juga memberitahukan bahwa Ishak itu adalah seorang nabi dan darinya akan diturunkan Yakub yang juga seorang nabi. Keduanya adalah termasuk hamba-hamba Allah yang saleh, orang yang suka berbuat kebajikan, dan membawa kemaslahatan kepada umatnya.\n\nMengenai berita kelahiran Ishak ini, diberitakan Allah juga dalam surah-surah lain seperti dalam Surah Hud/11: 69-73, Surah Maryam/19: 49 dan Surah al-Anbiya'/21: 72.\n\nDi kalangan ulama tafsir terdapat pendapat bahwa Ishaklah yang akan disembelih oleh Ibrahim untuk memenuhi perintah Tuhan, bukan kakaknya Ismail. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip keterangan al-Bagawi menyatakan bahwa Umar, Ali, Ibnu Mas'ud dan al-'Abbas (Ibnu 'Abbas) berpendapat Ishaklah yang akan dijadikan korban itu. Sumber pendapat demikian ini adalah dari orang Yahudi yang masuk agama Islam. Menurut Ibnu Katsir, semua pendapat yang mengatakan bahwa Ishak yang akan disembelih bersumber dari Ka'bul-Akhbar. Dia seorang Yahudi yang masuk Islam pada zaman Khalifah Umar, dan membacakan isi kitab Taurat itu kepada Umar. \n\nBerbicara masalah perbedaan pendapat tentang sembelihan ini, Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya Zadul Ma'ad mengatakan bahwa pendapat yang benar menurut ulama-ulama sahabat, para tabiin, dan ulama-ulama kemudian, Ismaillah yang menjadi sembelihan Ibrahim. Pendapat yang mengatakan sembelihan itu Ishak sangat salah dipandang dari pelbagai segi. Ibnu Taimiyah, sebagaimana dikutip Ibnu al-Qayyim, berkata, \"Pendapat tersebut dilancarkan oleh Ahli Kitab, padahal ia bertentangan dengan isi kitab sendiri.\"\n\nDalam kitab Taurat dikatakan bahwasanya Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih anaknya yang pertama lahir. Baik orang Islam maupun Ahli Kitab sepakat bahwa putra yang pertama kali lahir adalah Ismail. Akan tetapi kemudian, mereka melakukan pemutarbalikan isi Taurat dengan mencantumkan kata-kata: Sembelihlah anakmu Ishak. Menurut Ibnu Taimiyah, \"Itulah tambahan hasil pemutarbalikan orang Yahudi, karena tambahan itu bertentangan dengan kata-kata anak pertama, satu-satunya kedengkian mereka kepada keturunan Ismail yang memperoleh kemuliaan, menyebabkan mereka melakukan pemalsuan isi kitab ini.\"\n\nAlasan kedua yang dikemukakan Ibnu Taimiyah didasarkan pada keterangan Al-Qur'an:\n\nMaka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Yakub. (Hud/11: 71)\n\nAllah mengabarkan kepada Sarah akan kelahiran Ishak, yang akan menurunkan anak yang bernama Yakub. Maka tidaklah mungkin Allah menyampaikan kelahiran Ishak lalu memerintahkan menyembelihnya padahal telah dinyatakan darinya akan diturunkan Yakub. Bagaimana mungkin Yakub lahir ke dunia kalau bapaknya dijadikan sembelihan, padahal dia dijanjikan akan lahir dari keturunan Ishak? Jadi kalau demikian bukanlah Ishak yang dijadikan sembelihan tetapi Ismail.\n\nAlasan ketiga Ibnu Taimiyah menunjuk berita Ibrahim dan anaknya dalam Surah ash-shaffat ini. Dalam ayat 103-111 diceritakan ketika Ibrahim akan menyembelih anaknya untuk melaksanakan perintah Allah, lalu datang suara menegurnya dari belakang, yang menyeru bahwa Ibrahim dengan tindakannya itu dipandang sudah melaksanakan perintah Allah. Atas ketaatannya yang tulus itu, Ibrahim memperoleh pahala dan pujian dari Allah.\n\nSesudah peristiwa itu, Allah lalu memberitahu Ibrahim tentang kelahiran Ishak, sebagai ganjaran Allah atas kesabaran dan ketaatannya. Dengan demikian, tentu bukan Ishak yang akan disembelih, karena dia belum lahir.\n\nAlasan keempat: bahwa peristiwa Ibrahim akan menyembelih anaknya itu terjadi di dekat Mekah, tidak ada yang meragukan. Oleh karena itu, ibadah kurban diadakan pada hari raya haji. Juga sa'i antara Safa dan Marwah serta melempar jumrah dalam ibadah haji merupakan kenangan pada peristiwa yang menimpa Ismail dan ibunya. Seperti diketahui, Ismail dan ibunya tinggal di Mekah. Waktu dan tempat ibadah kurban selalu dihubungkan dengan Baitulharam. Jika sekiranya Ishak yang akan dijadikan sembelihan, tentulah upacara ibadah kurban diadakan di tempat dimana Ishak tinggal (Syam), tidak di Mekah.\n\nDemikianlah beberapa alasan yang dikemukakan Ibnu Taimiyah untuk membantah pendapat yang mengatakan bahwa Ishak yang menjadi sembelihan itu. (Lihat juga keterangan yang terdapat dalam kosakata Ibrahim dan Ismail)" } } }, { "number": { "inQuran": 3901, "inSurah": 113 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 388, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064c \u0648\u064e\u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064c \u0644\u0651\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa baaraknaa 'alaihi wa 'alaaa Ishaaq; wa min zurriyya tihimaa muhsinunw wa zaalimul linafshihee mubeen" } }, "translation": { "en": "And We blessed him and Isaac. But among their descendants is the doer of good and the clearly unjust to himself.", "id": "Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3901", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3901.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3901.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikianlah Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Nabi Ishak dengan nikmat kenabian. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik, menaati perintah Allah, dan menyeru ke jalan yang benar sehingga diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul, dan ada pula dari keturunannya yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dengan mengingkari nikmat Allah dan berbuat kerusakan sehingga Allah menurunkan kepada mereka azab yang sangat pedih.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa keberkahan dan kesejahteraan hidup dunia dan akhirat dilimpahkan Allah kepada Ibrahim dan Ishak. Dari keduanya lahir keturunan yang tersebar luas dan dari keturunan mereka banyak muncul para nabi dan rasul. Orang Islam disuruh agar selalu memohon kepada Tuhan setiap kali salat kiranya Ibrahim dan keluarganya diberi berkah dan kebahagiaan.\n\nDari anak cucu mereka yang menyebar luas di muka bumi, ada yang berbuat kebaikan dan ada pula yang zalim terhadap dirinya sendiri. Mereka yang berbuat baik ialah mereka yang beriman kepada Allah, menjunjung tinggi perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan petunjuk rasul-rasul-Nya. Adapun mereka yang berbuat zalim terhadap dirinya ialah mereka yang mengingkari agama yang dibawa para rasul serta berbuat fasik dan kemaksiatan.\n\nAyat ini mengingatkan manusia bahwa dari keluarganya yang mulia dan terhormat, kemungkinan lahir turunan yang baik atau jelek. Keturunan atau ras tidak memberikan jaminan untuk menjadi mulia atau hina bagi keturunan karena hal itu masih tergantung kepada usaha pendidikan dan pembinaan terhadap anak. Ibrahim, Ishak, dan Yakub adalah orang-orang yang dinyatakan Allah telah mencapai tingkat kemuliaan. Firman Allah:\n\nDan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak, dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi). (shad/38: 45)\n\nAkan tetapi, keturunan Yakub yang disebut Bani Israil, baik dalam sejarah kuno maupun sejarah modern, banyak sekali mengalami penderitaan dan penghinaan. Penyebabnya adalah karena mereka berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri, durhaka terhadap leluhur mereka, dan meninggalkan petunjuk Allah dan para nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 3902, "inSurah": 114 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad mananna alaa Moosaa wa Haaroon" } }, "translation": { "en": "And We did certainly confer favor upon Moses and Aaron.", "id": "Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3902", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3902.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3902.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kenikmatan serta keberkahan sungguh merupakan janji Allah bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Sebagaimana karunia itu Kami berikan kepada Nabi Ibrahim dan putra-putranya, Kami telah melimpahkan pula nikmat yang besar kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Kami jadikan keduanya rasul dan Kami dukung mereka untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan Fir'aun dan mengembalikan me-reka ke negeri asalnya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dia telah menganugerahkan kepada Musa dan Harun kenikmatan yang besar yakni kenabian dan kerasulan. Mereka juga diberi kepercayaan untuk memikul tugas yang mulia yaitu memimpin Bani Israil dan membebaskan mereka dari perbudakan Fir'aun dan membawa kembali ke negeri asal mereka. Tugas ini sangat berat. Jika bukan karena pertolongan Allah, tentu mereka mengalami kebinasaan.\n\nKisah Musa paling banyak disebutkan dalam Al-Qur'an. Sebagai seorang rasul, dia mempunyai banyak persamaan dengan Nabi Muhammad sebagaimana diterangkan Allah dalam Surah al-Muzzammil/73 ayat 15." } } }, { "number": { "inQuran": 3903, "inSurah": 115 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0631\u0652\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa najjainaahumaa wa qawmahumaa minal karbil 'azeem" } }, "translation": { "en": "And We saved them and their people from the great affliction,", "id": "Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3903", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3903.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3903.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain itu, Kami beri mereka enam kenikmatan lain. Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari Fir'aun yang menindas, memperbudak, dan membunuh bayi laki-laki mereka agar keturunan mereka punah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan enam nikmat yang telah diberikan kepada Musa dan Harun. Nikmat-nikmat itu ialah\n\nPertama, Musa, Harun, dan kaumnya diselamatkan dari bencana yang besar. Sejak lama, orang Israil hidup di Mesir di bawah kekuasaan Fir'aun. Mereka disuruh melakukan pekerjaan yang berat dengan paksa dan diperlakukan sebagai budak belian. Bahkan anak laki-laki mereka banyak yang dibunuh dan anak-anak perempuan dibiarkan hidup atas perintah dan ramalan dukun-dukun yang mengelilingi Fir'aun. Hampir saja mereka mengalami kemusnahan, jika Musa dan Harun tidak datang menyelamatkan mereka.\n\nKedua, di samping tertolongnya mereka dari kejaran Fir'aun, bahkan Firaun tenggelam di dasar laut, Bani Israil berhasil pula mengalahkan musuh-musuh lainnya, dan merebut kembali negeri-negeri mereka. Mereka kembali dapat mengumpulkan harta kekayaan yang mereka peroleh sepanjang hidup, menjadi bangsa yang kuat, serta memiliki kekuatan dan kekuasaan hingga memiliki negara yang besar seperti zaman raja Talut dan Daud. Firman Allah:\n\nMaka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Daud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Daud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki¦. (al-Baqarah/2: 251)" } } }, { "number": { "inQuran": 3904, "inSurah": 116 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nasarnaahum fakaanoo humul ghaalibeen" } }, "translation": { "en": "And We supported them so it was they who overcame.", "id": "dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3904", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3904.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3904.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tolong mereka dari kejaran Fir'aun dan tentaranya sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang, selamat, dan kembali ke negeri asal mereka dengan merdeka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan enam nikmat yang telah diberikan kepada Musa dan Harun. Nikmat-nikmat itu ialah\n\nPertama, Musa, Harun, dan kaumnya diselamatkan dari bencana yang besar. Sejak lama, orang Israil hidup di Mesir di bawah kekuasaan Fir'aun. Mereka disuruh melakukan pekerjaan yang berat dengan paksa dan diperlakukan sebagai budak belian. Bahkan anak laki-laki mereka banyak yang dibunuh dan anak-anak perempuan dibiarkan hidup atas perintah dan ramalan dukun-dukun yang mengelilingi Fir'aun. Hampir saja mereka mengalami kemusnahan, jika Musa dan Harun tidak datang menyelamatkan mereka.\n\nKedua, di samping tertolongnya mereka dari kejaran Fir'aun, bahkan Firaun tenggelam di dasar laut, Bani Israil berhasil pula mengalahkan musuh-musuh lainnya, dan merebut kembali negeri-negeri mereka. Mereka kembali dapat mengumpulkan harta kekayaan yang mereka peroleh sepanjang hidup, menjadi bangsa yang kuat, serta memiliki kekuatan dan kekuasaan hingga memiliki negara yang besar seperti zaman raja Talut dan Daud. Firman Allah:\n\nMaka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Daud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Daud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki¦. (al-Baqarah/2: 251)" } } }, { "number": { "inQuran": 3905, "inSurah": 117 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aatainaahumal Kitaabal mustabeen" } }, "translation": { "en": "And We gave them the explicit Scripture,", "id": "Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3905", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3905.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3905.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kami berikan kepada keduanya Kitab Taurat yang berisi ketentuan dan petunjuk yang sangat jelas, baik untuk kebahagiaan dunia maupun akhirat (Lihat Surah al-Anbiya'/ 21: 48).", "long": "Dua ayat ini menjelaskan nikmat yang diberikan Allah kepada Bani Israil. Dua macam nikmat yang lalu merupakan kenikmatan lahiriah maka dua macam berikut ini kenikmatan batiniah, yakni dua macam anugerah Tuhan yang menyelamatkan dan meningkatkan jiwa dan akhlak mereka.\n\nKetiga, Allah memberikan kepada Musa dan Harun kitab Taurat yang sangat jelas dan memuat ketentuan-ketentuan dan petunjuk baik untuk kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat. Allah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Anbiya'/21: 48)\n\nKitab ini diwariskan kepada Bani Israil untuk dijadikan pegangan hidup mereka. Firman Allah:\n\nDan sungguh, Kami telah memberikan petunjuk kepada Musa; dan mewariskan Kitab (Taurat) kepada Bani Israil untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikiran sehat. (al-Mu'min/40: 53-54)\n\nKeempat, Allah menunjukkan jalan kebenaran kepada keduanya untuk menuju kepada kebahagiaan yang hakiki. Dengan akal pikiran, keduanya menjalankan dan mengikuti petunjuk-petunjuk Ilahi, baik dalam bidang akidah maupun muamalah, dan Allah masih menganugerahkan kepada mereka taufik dan perlindungan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3906, "inSurah": 118 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa hadainaahumus Siraatal Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And We guided them on the straight path.", "id": "dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3906", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3906.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3906.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keduanya mewariskan kitab itu kepada Bani Israil untuk menjadi pegangan hidup (Lihat Surah Ghafir/ 40: 53-54). Dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus menuju kebahagiaan hakiki.", "long": "Dua ayat ini menjelaskan nikmat yang diberikan Allah kepada Bani Israil. Dua macam nikmat yang lalu merupakan kenikmatan lahiriah maka dua macam berikut ini kenikmatan batiniah, yakni dua macam anugerah Tuhan yang menyelamatkan dan meningkatkan jiwa dan akhlak mereka.\n\nKetiga, Allah memberikan kepada Musa dan Harun kitab Taurat yang sangat jelas dan memuat ketentuan-ketentuan dan petunjuk baik untuk kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat. Allah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Anbiya'/21: 48)\n\nKitab ini diwariskan kepada Bani Israil untuk dijadikan pegangan hidup mereka. Firman Allah:\n\nDan sungguh, Kami telah memberikan petunjuk kepada Musa; dan mewariskan Kitab (Taurat) kepada Bani Israil untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikiran sehat. (al-Mu'min/40: 53-54)\n\nKeempat, Allah menunjukkan jalan kebenaran kepada keduanya untuk menuju kepada kebahagiaan yang hakiki. Dengan akal pikiran, keduanya menjalankan dan mengikuti petunjuk-petunjuk Ilahi, baik dalam bidang akidah maupun muamalah, dan Allah masih menganugerahkan kepada mereka taufik dan perlindungan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3907, "inSurah": 119 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taraknaa 'alaihimaa fil aakhireen" } }, "translation": { "en": "And We left for them [favorable mention] among later generations:", "id": "Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3907", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3907.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3907.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami abadikan untuk keduanya pujian dan kemuliaan yang mengharumkan nama keduanya dikalangan orang-orang yang datang kemudian.", "long": "Kemudian Allah menerangkan kenikmatan lain yang merupakan kemuliaan yang diberikan-Nya kepada Musa dan Harun, sebagaimana yang diberikan Allah kepada Nuh dan Ibrahim. Kemuliaan itu ialah:\n\nAllah mengabadikan sebutan keharuman nama keduanya yang mengharumkan di kalangan para nabi dan umat manusia sepanjang masa. Begitu juga dengan pujian dan doa terus diberikan kepadanya.\n\nAllah menyebutkan salam sejahtera bagi Musa dan Harun agar para malaikat, jin, dan manusia menyebutkan salam juga bagi keduanya. Dengan ucapan salam sejahtera itu maka nama mereka akan tetap harum selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3908, "inSurah": 120 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Salaamun 'alaa Moosaa wa Haaroon" } }, "translation": { "en": "\"Peace upon Moses and Aaron.\"", "id": "”Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3908", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3908.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3908.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pujian yang indah itu diiringi ucapan, \"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun,\" sehingga nama keduanya dikenang sepanjang masa.", "long": "Kemudian Allah menerangkan kenikmatan lain yang merupakan kemuliaan yang diberikan-Nya kepada Musa dan Harun, sebagaimana yang diberikan Allah kepada Nuh dan Ibrahim. Kemuliaan itu ialah:\n\nAllah mengabadikan sebutan keharuman nama keduanya yang mengharumkan di kalangan para nabi dan umat manusia sepanjang masa. Begitu juga dengan pujian dan doa terus diberikan kepadanya.\n\nAllah menyebutkan salam sejahtera bagi Musa dan Harun agar para malaikat, jin, dan manusia menyebutkan salam juga bagi keduanya. Dengan ucapan salam sejahtera itu maka nama mereka akan tetap harum selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3909, "inSurah": 121 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa kazaalika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We thus reward the doers of good.", "id": "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3909", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3909.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3909.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, rela berkorban, dan sabar dalam memperjuangkan ajaran tauhid.", "long": "Dua ayat ini menjelaskan bahwa kenikmatan yang besar tersebut di atas seperti kemenangan atas musuh-musuh, petunjuk-petunjuk Tuhan, kemuliaan-kemuliaan, dan sebagainya adalah berkat amal kebajikan yang mereka lakukan, dan pengorbanan serta penderitaan mereka dalam memperjuangkan penegakan agama tauhid. Jadi begitulah Allah memberikan pembalasan pahala dunia-akhirat atas orang-orang yang berbuat kebaikan untuk kemaslahatan sesama umat manusia.\n\nYang mendorong keduanya mengerjakan amal-amal kebajikan dan bersedia mengalami penderitaan adalah iman yang bersemi dalam dada mereka. Dari landasan iman yang kuat lahirlah perbuatan-perbuatan yang mulia, itulah sebabnya Allah menegaskan bahwa keduanya adalah hamba-hamba Allah yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3910, "inSurah": 122 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahumaa min 'ibaadinal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, they were of Our believing servants.", "id": "Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3910", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3910.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3910.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena keteguhan dan kesabaran mereka, sungguh keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman dengan tulus.", "long": "Dua ayat ini menjelaskan bahwa kenikmatan yang besar tersebut di atas seperti kemenangan atas musuh-musuh, petunjuk-petunjuk Tuhan, kemuliaan-kemuliaan, dan sebagainya adalah berkat amal kebajikan yang mereka lakukan, dan pengorbanan serta penderitaan mereka dalam memperjuangkan penegakan agama tauhid. Jadi begitulah Allah memberikan pembalasan pahala dunia-akhirat atas orang-orang yang berbuat kebaikan untuk kemaslahatan sesama umat manusia.\n\nYang mendorong keduanya mengerjakan amal-amal kebajikan dan bersedia mengalami penderitaan adalah iman yang bersemi dalam dada mereka. Dari landasan iman yang kuat lahirlah perbuatan-perbuatan yang mulia, itulah sebabnya Allah menegaskan bahwa keduanya adalah hamba-hamba Allah yang beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3911, "inSurah": 123 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0652\u064a\u064e\u0627\u0633\u064e \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna Ilyaasa laminal mursaleen" } }, "translation": { "en": "And indeed, Elias was from among the messengers,", "id": "Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3911", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3911.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3911.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagaimana Musa dan Harun, sungguh Nabi Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul dari kalangan Bani Israil yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Baalbek (sekarang wilayah Lebanon).", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Ilyas adalah seorang rasul yang diutus Allah. Menurut ath-thabari, Ilyas adalah putra Yasin bin Finhas bin 'Iyzar bin Nabi Harun saudara Nabi Musa. Masa kenabiannya setelah kenabian Nabi Sulaiman. Ia diutus Allah kepada Bani Israil ketika kaumnya itu tidak lagi menyembah Allah, tetapi menyembah berhala. Raja-raja mereka juga mendukung agama berhala tersebut, bahkan membangun tempat-tempat khusus penyembelihan hewan untuk dipersembahkan kepada berhala tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3912, "inSurah": 124 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz qaala liqawmiheee alaa tattaqoon" } }, "translation": { "en": "When he said to his people, \"Will you not fear Allah?", "id": "(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3912", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3912.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3912.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa, mengesakan, dan menaati perintah Allah? Dialah Tuhan yang telah menciptakan kamu.", "long": "Nabi Ilyas memperingatkan kaumnya agar bertakwa kepada Allah, yaitu mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah inti ajaran para nabi sampai Nabi Muhammad. Bila mereka takwa mereka akan bahagia di dunia dan di akhirat, tetapi bila tetap kafir maka mereka akan ditimpa azab yang dahsyat dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3913, "inSurah": 125 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Atad'oona Ba'lanw wa tazaroona ahsanal khaaliqeen" } }, "translation": { "en": "Do you call upon Ba'l and leave the best of creators -", "id": "Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik pencipta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3913", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3913.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3913.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Patutkah kamu menyembah Ba’l, seonggok benda mati yang tidak bisa memberi manfaat dan menolak malapetaka, dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta yang ciptaannya tidak bisa ditandingi oleh siapa pun?", "long": "Nabi Ilyas meminta mereka agar meninggalkan penyembahan patung yang mereka beri nama Ba'l. Menurut sebagian ulama Ba'l adalah nama patung orang-orang Funisia pada zaman sebelum masehi. Ada pula yang mengatakan bahwa Ba'l adalah nama patung yang disembah penduduk kota Ba'labak di barat Damaskus. Nabi Ilyas mengecam mereka, mengapa mereka menyembah patung itu, karena patung itu tidak mencipta bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. Yang patut dijadikan Tuhan dan disembah adalah yang mencipta bukan patung Ba'l yang tidak bisa berbuat apa-apa tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3914, "inSurah": 126 }, "meta": { "juz": 23, "page": 450, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaaha Rabbakum wa Rabba aabaaa'ikumul awwaleen" } }, "translation": { "en": "Allah, your Lord and the Lord of your first forefathers?\"", "id": "(Yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3914", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3914.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3914.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pencipta itu adalah Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu, yaitu Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, dan lainnya.”", "long": "Nabi Ilyas menegaskan bahwa Tuhan yang Maha Pencipta itu adalah Allah. Allah-lah yang menciptakan mereka dan nenek moyang mereka. Karena itu Allah-lah Tuhan mereka yang sebenarnya dan juga Tuhan nenek moyang mereka, yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishak dan Nabi Yakub. Sebelum meninggal, Nabi Yakub telah menerima janji dari anak-anaknya bahwa mereka hanya akan mempertuhankan Allah, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur'an:\n\nApakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, \"Apa yang kamu sembah sepeninggalku?\" Mereka menjawab, \"Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.\" (al-Baqarah/2: 133)\n\nDengan penyembahan patung Ba'l itu berarti bahwa mereka telah melanggar ikrar nenek moyang mereka tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 3915, "inSurah": 127 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakazzaboohu fa inna hum lamuhdaroon" } }, "translation": { "en": "And they denied him, so indeed, they will be brought [for punishment],", "id": "Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3915", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3915.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3915.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ilyas telah memberi penjelasan kepada kaumnya, tetapi mereka tetap mendustakannya dan memilih kemusyrikan. Maka, sebagai akibatnya, sungguh mereka akan diseret ke neraka,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum Nabi Ilyas menentang Nabi Ilyas. Mereka memandang Nabi Ilyas berbohong dengan dakwah yang disampaikannya. Oleh karena itu, mereka menolak untuk kembali kepada agama tauhid. Karena tetap memilih syirik dan tidak kembali ke agama tauhid itu, maka selama di dunia mereka dibiarkan, tetapi di akhirat nanti mereka akan diseret dengan paksa ke dalam neraka. \n\nMereka yang mengerjakan kebaikan dengan ikhlas dihindarkan dari neraka. Mereka disebut al-mukhlishin 'orang yang ikhlas. Setelah keikhlasan mereka dalam beramal begitu kuatnya sehingga sudah menjadi sifatnya, maka Allah menyambut keikhlasan itu sehingga ia dijadikan-Nya sebagai orang yang telah diterima sepenuhnya keikhlasannya. Orang itu disebut al-mukhlashin 'orang yang diikhlaskan-Nya. Dalam Al-Qur'an orang itulah yang tidak mempan digoda oleh setan sebagaimana diakui setan itu sendiri:\n\nIa (Iblis) berkata, \"Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.\" (al-hijr/15: 39-40)" } } }, { "number": { "inQuran": 3916, "inSurah": 128 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'ibaadal laahil mukhlaseen" } }, "translation": { "en": "Except the chosen servants of Allah.", "id": "kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3916", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3916.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3916.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa karena telah meninggalkan perbuatan syirik, menghiasi diri dengan amal saleh, dan ikhlas melaksanakan perintah-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum Nabi Ilyas menentang Nabi Ilyas. Mereka memandang Nabi Ilyas berbohong dengan dakwah yang disampaikannya. Oleh karena itu, mereka menolak untuk kembali kepada agama tauhid. Karena tetap memilih syirik dan tidak kembali ke agama tauhid itu, maka selama di dunia mereka dibiarkan, tetapi di akhirat nanti mereka akan diseret dengan paksa ke dalam neraka. \n\nMereka yang mengerjakan kebaikan dengan ikhlas dihindarkan dari neraka. Mereka disebut al-mukhlishin 'orang yang ikhlas. Setelah keikhlasan mereka dalam beramal begitu kuatnya sehingga sudah menjadi sifatnya, maka Allah menyambut keikhlasan itu sehingga ia dijadikan-Nya sebagai orang yang telah diterima sepenuhnya keikhlasannya. Orang itu disebut al-mukhlashin 'orang yang diikhlaskan-Nya. Dalam Al-Qur'an orang itulah yang tidak mempan digoda oleh setan sebagaimana diakui setan itu sendiri:\n\nIa (Iblis) berkata, \"Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.\" (al-hijr/15: 39-40)" } } }, { "number": { "inQuran": 3917, "inSurah": 129 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taraknaa 'alaihi fil aakhireen" } }, "translation": { "en": "And We left for him [favorable mention] among later generations:", "id": "Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3917", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3917.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3917.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan karena kesabaran serta ketabahannya dalam menyampaikan agama tauhid, Kami abadikan untuk Nabi Ilyas suatu pujian yang mulia di kalangan orang-orang yang datang kemudian.", "long": "Ayat ini menjelaskan kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi Ilyas atas perjuangannya yang tidak kenal lelah dalam menyampaikan dakwah kepada manusia. Kemuliaan itu sama dengan kemuliaan yang diberikan kepada Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Harun, yaitu dikenangnya nama mereka sepanjang masa oleh umat beragama. Di antaranya adalah dipujinya nama mereka dalam Al-Qur'an yang lestari sampai akhir zaman." } } }, { "number": { "inQuran": 3918, "inSurah": 130 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Salaamun 'alaaa Ilyaaseen" } }, "translation": { "en": "\"Peace upon Elias.\"", "id": "”Selamat sejahtera bagi Ilyas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3918", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3918.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3918.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Kami ucapkan pula kepadanya,”Selamat sejahtera bagi Ilyas,” yakni namanya selalu disebut di kalangan semua makhluk.", "long": "Allah mengucapkan salam kepada Ilyasin (bentuk jamak Ilyas), yaitu Nabi Ilyas dan orang-orang yang menerima dan mendukung ajaran yang disampaikannya. Ucapan salam dari Allah adalah kepastian keselamatan dan kesejahteraan sepanjang masa dari Allah bagi Nabi Ilyas dan para pengikutnya di dunia dan di akhirat. \n\nImam Nafi' membaca ال ياسين dengan ali Yasin. seperti ali Muhammad, sedangkan Imam Hafsh membacanya Ilyasin. Kemudian ahli tafsir berbeda pendapat apakah ال ياسين maksudnya Ilyas atau keluarga Yasin.. Namun demikian, kebanyakan ulama berpendapat bahwa maksudnya adalah keluarga atau pengikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3919, "inSurah": 131 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa kazaalika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We thus reward the doers of good.", "id": "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3919", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3919.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3919.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, taat dan sabar dalam memperjuangkan penegakan agama tauhid.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa kemuliaan yang diberikan kepada Nabi Ilyas itu adalah karena kebajikan yang telah ia perbuat. Ia telah berjuang menegakkan agama tauhid dan meluruskan kembali jalan kehidupan yang ditempuh kaumnya, Bani Israil. Ia telah berdakwah dengan penuh pengorbanan secara tulus ikhlas. Kepentingannya bukan untuk dirinya, tetapi bagaimana supaya umatnya beriman dan berbuat baik dalam hidup mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3920, "inSurah": 132 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahoo min 'ibaadinal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, he was of Our believing servants.", "id": "Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3920", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3920.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3920.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, dia benar-benar termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, yang jujur dalam keimanannya, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Allah.", "long": "Allah memuji Nabi Ilyas karena termasuk salah satu hamba-Nya yang beriman. Ia seorang yang benar-benar beriman sehingga ia mengabdikan diri untuk-Nya. Karena keimanannya, Nabi Ilyas bisa memberikan pengorbanan yang besar bagi kebaikan umatnya. Iman memang perlu dibuktikan dengan perbuatan baik, dan Nabi Ilyas telah membuktikannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3921, "inSurah": 133 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064f\u0648\u0637\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna Lootal laminal mursaleen" } }, "translation": { "en": "And indeed, Lot was among the messengers.", "id": "Dan sungguh, Lut benar-benar termasuk salah seorang rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3921", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3921.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3921.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila nabi-nabi yang disebutkan sebelumnya berasal dari garis keturunan Nabi Ibrahim, nabi berikut ini merupakan anak paman Nabi Ibrahim yang berjuang bersamanya dalam menyampaikan risalah Allah. Dialah Nabi Lut. Dan sungguh, Nabi Lut benar-benar termasuk salah seorang yang Allah pilih menjadi rasul untuk berdakwah kepada penduduk Sodom.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Nabi Lut adalah seorang rasul Allah. Ia sezaman dengan Nabi Ibrahim. Ia diutus Allah ke negeri bernama Sodom di daerah Palestina. Penduduk negeri ini terkenal dengan perilaku homoseksual. Nabi Lut berusaha menyadarkan mereka dengan menyatakan bahwa perbuatan mereka itu menyimpang dan dikutuk Allah. Allah berfirman:\n\nDan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya, \"Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?\" Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, \"Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.\" (al-'Ankabut/29: 28-29)\n\nTetapi peringatan dan nasihat Nabi Lut itu tidak mereka indahkan, bahkan mereka menantang Nabi Lut untuk segera memohon kepada Allah untuk mendatangkan azab kepada mereka" } } }, { "number": { "inQuran": 3922, "inSurah": 134 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz najjainaahu wa ahlahooo ajma'een" } }, "translation": { "en": "[So mention] when We saved him and his family, all,", "id": "(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3922", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3922.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3922.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah ketika Kami telah menyelamatkan dia, keluarganya yang beriman, dan pengikutnya semua dari azab Allah,", "long": "Karena terus membangkang bahkan menantang maka Allah menurunkan azab-Nya. Dalam ayat-ayat ini Allah menjelaskan bahwa Ia menyelamatkan Nabi Lut dan pengikut-pengikutnya yang beriman dan menghancurkan mereka yang membangkang termasuk istrinya. Cara Allah menyelamatkan Nabi Lut dan pengikutnya adalah memerintahkan mereka keluar dari negeri itu tengah malam sehingga sebelum subuh mereka harus sudah berada di luar negeri itu, sebagaimana dilukiskan pada ayat berikut:\n\nMereka (para malaikat) berkata, \"Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?\" (Hud/11: 81). \n\nKetika subuh tiba datanglah bencana yang dijanjikan itu, yaitu negeri itu dibalikkan sehingga mereka yang kafir itu terkubur di dalam bumi. Firman Allah:\n\nMaka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud/11: 82-83)\n\nDi samping itu negeri itu dilanda topan besar yang membawa batu-batu sehingga menghancurkan dan menguburkan negeri itu, sebagaimana diinformasikan pada ayat lain:\n\nKaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. (al-Qamar/54: 33-34)\n\nKarena Nabi Lut, sebagian keluarganya, dan pengikutnya yang beriman sudah berada di luar kota mereka, maka mereka semua selamat. Yang tidak selamat adalah seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Ia lebih mematuhi kaumnya yang ingkar daripada mengikuti Nabi Lut. Oleh karena itu, ia tetap tinggal di negeri itu, sehingga ikut menjadi korban." } } }, { "number": { "inQuran": 3923, "inSurah": 135 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062c\u064f\u0648\u0632\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'ajoozan fil ghaabireen" } }, "translation": { "en": "Except his wife among those who remained [with the evildoers].", "id": "kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3923", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3923.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3923.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Kami sisakan perempuan tua yang kafir itu bersama-sama orang yang tinggal di kota tersebut.", "long": "Karena terus membangkang bahkan menantang maka Allah menurunkan azab-Nya. Dalam ayat-ayat ini Allah menjelaskan bahwa Ia menyelamatkan Nabi Lut dan pengikut-pengikutnya yang beriman dan menghancurkan mereka yang membangkang termasuk istrinya. Cara Allah menyelamatkan Nabi Lut dan pengikutnya adalah memerintahkan mereka keluar dari negeri itu tengah malam sehingga sebelum subuh mereka harus sudah berada di luar negeri itu, sebagaimana dilukiskan pada ayat berikut:\n\nMereka (para malaikat) berkata, \"Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?\" (Hud/11: 81). \n\nKetika subuh tiba datanglah bencana yang dijanjikan itu, yaitu negeri itu dibalikkan sehingga mereka yang kafir itu terkubur di dalam bumi. Firman Allah:\n\nMaka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud/11: 82-83)\n\nDi samping itu negeri itu dilanda topan besar yang membawa batu-batu sehingga menghancurkan dan menguburkan negeri itu, sebagaimana diinformasikan pada ayat lain:\n\nKaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. (al-Qamar/54: 33-34)\n\nKarena Nabi Lut, sebagian keluarganya, dan pengikutnya yang beriman sudah berada di luar kota mereka, maka mereka semua selamat. Yang tidak selamat adalah seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Ia lebih mematuhi kaumnya yang ingkar daripada mengikuti Nabi Lut. Oleh karena itu, ia tetap tinggal di negeri itu, sehingga ikut menjadi korban." } } }, { "number": { "inQuran": 3924, "inSurah": 136 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062f\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa dammarnal aakhareen" } }, "translation": { "en": "Then We destroyed the others.", "id": "Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3924", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3924.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3924.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, Kami binasakan orang-orang yang lain yang tetap tinggal di kota itu akibat penolakan mereka terhadap ajakan Nabi Lut untuk menempuh jalan yang benar.", "long": "Karena terus membangkang bahkan menantang maka Allah menurunkan azab-Nya. Dalam ayat-ayat ini Allah menjelaskan bahwa Ia menyelamatkan Nabi Lut dan pengikut-pengikutnya yang beriman dan menghancurkan mereka yang membangkang termasuk istrinya. Cara Allah menyelamatkan Nabi Lut dan pengikutnya adalah memerintahkan mereka keluar dari negeri itu tengah malam sehingga sebelum subuh mereka harus sudah berada di luar negeri itu, sebagaimana dilukiskan pada ayat berikut:\n\nMereka (para malaikat) berkata, \"Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?\" (Hud/11: 81). \n\nKetika subuh tiba datanglah bencana yang dijanjikan itu, yaitu negeri itu dibalikkan sehingga mereka yang kafir itu terkubur di dalam bumi. Firman Allah:\n\nMaka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hud/11: 82-83)\n\nDi samping itu negeri itu dilanda topan besar yang membawa batu-batu sehingga menghancurkan dan menguburkan negeri itu, sebagaimana diinformasikan pada ayat lain:\n\nKaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. (al-Qamar/54: 33-34)\n\nKarena Nabi Lut, sebagian keluarganya, dan pengikutnya yang beriman sudah berada di luar kota mereka, maka mereka semua selamat. Yang tidak selamat adalah seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Ia lebih mematuhi kaumnya yang ingkar daripada mengikuti Nabi Lut. Oleh karena itu, ia tetap tinggal di negeri itu, sehingga ikut menjadi korban." } } }, { "number": { "inQuran": 3925, "inSurah": 137 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0645\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innakum latamurroona 'alaihim musbiheen" } }, "translation": { "en": "And indeed, you pass by them in the morning", "id": "Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3925", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3925.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3925.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya kamu, wahai penduduk Mekah, benar-benar akan melalui sisa-sisa reruntuhan rumah-rumah mereka dalam perjalanan dagangmu ke Syam pada waktu pagi", "long": "Pada ayat ini Allah swt mengarahkan sapaan-Nya kepada kaum kafir Mekah, bahwa mereka setiap saat lewat di negeri Sodom yang telah dihancurkan dan sebagiannya tinggal puing-puing itu, karena letaknya di jalur perdagangan antara Mekah dan Syria. Jalur itu sering dilewati kafilah-kafilah dagang mereka. Mereka melewatinya pagi hari atau sore hari. Dari puing-puing itu mereka dapat memperkirakan bagaimana kedahsyatan peristiwa itu. Seharusnya mereka, dan siapa pun sesudah itu, mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan beriman sebagaimana dinyatakan dalam ayat berikut:\n\nDan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman. (al-hijr/15: 76-77)\n\nTetapi mengapa mereka tidak juga mengambil pelajaran dari peristiwa itu dan mengapa mereka tidak juga mau beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3926, "inSurah": 138 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 389, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa billail; afalaa ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "And at night. Then will you not use reason?", "id": "dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3926", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3926.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3926.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan pada waktu malam. Maka, mengapa kamu tidak mengerti dan memikirkan azab yang telah mereka terima akibat kekafiran mereka? Allah memberimu kesempatan menyaksikan peninggalan kaum yang durhaka itu agar kamu beriman dan takut akan azab-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah swt mengarahkan sapaan-Nya kepada kaum kafir Mekah, bahwa mereka setiap saat lewat di negeri Sodom yang telah dihancurkan dan sebagiannya tinggal puing-puing itu, karena letaknya di jalur perdagangan antara Mekah dan Syria. Jalur itu sering dilewati kafilah-kafilah dagang mereka. Mereka melewatinya pagi hari atau sore hari. Dari puing-puing itu mereka dapat memperkirakan bagaimana kedahsyatan peristiwa itu. Seharusnya mereka, dan siapa pun sesudah itu, mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan beriman sebagaimana dinyatakan dalam ayat berikut:\n\nDan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman. (al-hijr/15: 76-77)\n\nTetapi mengapa mereka tidak juga mengambil pelajaran dari peristiwa itu dan mengapa mereka tidak juga mau beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3927, "inSurah": 139 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u064a\u064f\u0648\u0646\u064f\u0633\u064e \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna Yoonusa laminal mursaleen" } }, "translation": { "en": "And indeed, Jonah was among the messengers.", "id": "Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3927", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3927.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3927.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menceritakan perjuangan dakwah Nabi Lut yang bukan berasal dari Bani Israil, Allah kembali menuturkan dakwah nabi dari Bani Israil, Nabi Yunus. Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul yang Allah utus untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Ninawa (sekarang wilayah Irak) agar menyembah Allah dan meninggalkan berhala sesembahan mereka.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Nabi Yunus adalah seorang rasul Allah. Ia diutus ke negeri Niniveh (Nainawa), salah satu kota kerajaan Asyuria di pinggir sungai Tigris (daerah Mosul, Irak sekarang). Ia berusaha menyadarkan kaumnya untuk tidak mempertuhankan berhala, dan mengajak mereka untuk mempercayai dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah swt, tetapi mereka menentangnya." } } }, { "number": { "inQuran": 3928, "inSurah": 140 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u062d\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Iz abaqa ilal fulkil mash hoon" } }, "translation": { "en": "[Mention] when he ran away to the laden ship.", "id": "(ingatlah) ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3928", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3928.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3928.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah ketika dia lari dan pergi meninggalkan kaumnya padahal Allah tidak memperkenankan kepergiannya, lalu dia naik ke kapal yang penuh dengan muatan hingga hampir tenggelam.", "long": "Karena begitu kerasnya sikap kaum Nabi Yunus terhadap ajakan untuk memeluk agama tauhid, Nabi Yunus marah, lalu mengancam mereka bahwa tidak lama lagi mereka akan ditimpa bencana sebagai hukuman dari Allah. Ia kemudian meninggalkan mereka dan tidak lama kemudian ancaman itu memang terbukti, karena mereka telah melihat tanda-tanda azab itu dari jauh berupa awan tebal yang hitam. Sebelum azab itu sampai, mereka keluar dari kampung mereka bersama istri-istri dan anak-anak mereka menuju padang pasir. Di sana mereka bertobat dan berdoa agar Allah tidak menurunkan azab-Nya. Tobat mereka diterima oleh Allah dan doa mereka dikabulkan, sebagaimana dinyatakan dalam ayat lain:\n\nMaka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu. (Yunus/10: 98)\n\nSementara itu, Nabi Yunus dalam pelariannya menumpang pada sebuah kapal yang sarat muatan barang dan penumpang. Di tengah laut kapal diterpa gelombang besar, yang dipercayai mereka sebagai suatu tanda bahwa ada seorang budak pelarian di dalam kapal itu. Orang itu harus diturunkan. Karena tidak ada yang mau terjun ke laut secara sukarela, diadakanlah undian dengan melemparkan anak-anak panah sebagaimana kebiasaan masyarakat waktu itu. Siapa yang anak panahnya menancap berarti ia kalah dan harus terjun ke laut. Dalam undian itu yang menancap anak panahnya adalah anak panah Nabi Yunus. Namun para penumpang tidak mau melemparkan beliau ke dalam laut secara paksa karena mereka hormat kepadanya. Diadakanlah undian sekali lagi, tetapi yang kalah tetap Nabi Yunus. Diadakan sekali lagi, juga demikian. Akhirnya Nabi Yunus sendiri membuka bajunya, dan terjun ke laut.\n\nAllah lalu memerintahkan seekor ikan amat besar menelan Nabi Yunus, tetapi tidak memakannya. Dalam perut ikan besar itu tentu saja Nabi Yunus menderita. Ia merasa terpenjara. Ia merasa tersiksa karena telah meninggalkan kaumnya. Ia kemudian bertobat." } } }, { "number": { "inQuran": 3929, "inSurah": 141 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u0647\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062f\u0652\u062d\u064e\u0636\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasaahama fakaana minal mudhadeen" } }, "translation": { "en": "And he drew lots and was among the losers.", "id": "kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3929", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3929.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3929.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat kondisi ini kemudian para penumpang melakukan pengundian, di mana dia ikut diundi untuk menentukan penumpang yang kalah dan harus diceburkan ke laut.", "long": "Karena begitu kerasnya sikap kaum Nabi Yunus terhadap ajakan untuk memeluk agama tauhid, Nabi Yunus marah, lalu mengancam mereka bahwa tidak lama lagi mereka akan ditimpa bencana sebagai hukuman dari Allah. Ia kemudian meninggalkan mereka dan tidak lama kemudian ancaman itu memang terbukti, karena mereka telah melihat tanda-tanda azab itu dari jauh berupa awan tebal yang hitam. Sebelum azab itu sampai, mereka keluar dari kampung mereka bersama istri-istri dan anak-anak mereka menuju padang pasir. Di sana mereka bertobat dan berdoa agar Allah tidak menurunkan azab-Nya. Tobat mereka diterima oleh Allah dan doa mereka dikabulkan, sebagaimana dinyatakan dalam ayat lain:\n\nMaka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu. (Yunus/10: 98)\n\nSementara itu, Nabi Yunus dalam pelariannya menumpang pada sebuah kapal yang sarat muatan barang dan penumpang. Di tengah laut kapal diterpa gelombang besar, yang dipercayai mereka sebagai suatu tanda bahwa ada seorang budak pelarian di dalam kapal itu. Orang itu harus diturunkan. Karena tidak ada yang mau terjun ke laut secara sukarela, diadakanlah undian dengan melemparkan anak-anak panah sebagaimana kebiasaan masyarakat waktu itu. Siapa yang anak panahnya menancap berarti ia kalah dan harus terjun ke laut. Dalam undian itu yang menancap anak panahnya adalah anak panah Nabi Yunus. Namun para penumpang tidak mau melemparkan beliau ke dalam laut secara paksa karena mereka hormat kepadanya. Diadakanlah undian sekali lagi, tetapi yang kalah tetap Nabi Yunus. Diadakan sekali lagi, juga demikian. Akhirnya Nabi Yunus sendiri membuka bajunya, dan terjun ke laut.\n\nAllah lalu memerintahkan seekor ikan amat besar menelan Nabi Yunus, tetapi tidak memakannya. Dalam perut ikan besar itu tentu saja Nabi Yunus menderita. Ia merasa terpenjara. Ia merasa tersiksa karena telah meninggalkan kaumnya. Ia kemudian bertobat." } } }, { "number": { "inQuran": 3930, "inSurah": 142 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0648\u062a\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Faltaqamahul hootu wa huwa muleem" } }, "translation": { "en": "Then the fish swallowed him, while he was blameworthy.", "id": "Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3930", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3930.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3930.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian itu. Maka dia pun diceburkan hingga dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela karena meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah.", "long": "Karena begitu kerasnya sikap kaum Nabi Yunus terhadap ajakan untuk memeluk agama tauhid, Nabi Yunus marah, lalu mengancam mereka bahwa tidak lama lagi mereka akan ditimpa bencana sebagai hukuman dari Allah. Ia kemudian meninggalkan mereka dan tidak lama kemudian ancaman itu memang terbukti, karena mereka telah melihat tanda-tanda azab itu dari jauh berupa awan tebal yang hitam. Sebelum azab itu sampai, mereka keluar dari kampung mereka bersama istri-istri dan anak-anak mereka menuju padang pasir. Di sana mereka bertobat dan berdoa agar Allah tidak menurunkan azab-Nya. Tobat mereka diterima oleh Allah dan doa mereka dikabulkan, sebagaimana dinyatakan dalam ayat lain:\n\nMaka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu. (Yunus/10: 98)\n\nSementara itu, Nabi Yunus dalam pelariannya menumpang pada sebuah kapal yang sarat muatan barang dan penumpang. Di tengah laut kapal diterpa gelombang besar, yang dipercayai mereka sebagai suatu tanda bahwa ada seorang budak pelarian di dalam kapal itu. Orang itu harus diturunkan. Karena tidak ada yang mau terjun ke laut secara sukarela, diadakanlah undian dengan melemparkan anak-anak panah sebagaimana kebiasaan masyarakat waktu itu. Siapa yang anak panahnya menancap berarti ia kalah dan harus terjun ke laut. Dalam undian itu yang menancap anak panahnya adalah anak panah Nabi Yunus. Namun para penumpang tidak mau melemparkan beliau ke dalam laut secara paksa karena mereka hormat kepadanya. Diadakanlah undian sekali lagi, tetapi yang kalah tetap Nabi Yunus. Diadakan sekali lagi, juga demikian. Akhirnya Nabi Yunus sendiri membuka bajunya, dan terjun ke laut.\n\nAllah lalu memerintahkan seekor ikan amat besar menelan Nabi Yunus, tetapi tidak memakannya. Dalam perut ikan besar itu tentu saja Nabi Yunus menderita. Ia merasa terpenjara. Ia merasa tersiksa karena telah meninggalkan kaumnya. Ia kemudian bertobat." } } }, { "number": { "inQuran": 3931, "inSurah": 143 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaw laaa annahoo kaana minal musabbiheen" } }, "translation": { "en": "And had he not been of those who exalt Allah,", "id": "Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3931", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3931.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3931.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi tindakan Nabi Yunus itu maka Allah menegaskan bahwa sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir dan bertasbih terus-menurus kepada Allah,", "long": "Dalam tobatnya ia banyak bertasbih mensucikan Allah dan berdoa. Bunyi tasbih yang terus diulang-ulang Nabi Yunus dicantumkan dalam Surah al-Anbiya'/21: 87: \n\n¦Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, \"Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.\" (al-Anbiya'/21: 87)\n\nDalam tasbihnya itu, Nabi Yunus mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa Tuhan hanyalah Allah. Allah Mahasuci dari segala kekurangan dan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya. Dan mengakui bahwa ia telah berbuat salah. Di dalam pengakuan-pengakuan itu terselip doa yang tulus agar ia dilepaskan dari siksaan terpenjara dalam perut ikan itu.\n\nAllah menegaskan bahwa bila ia tidak bertasbih dan berdoa seperti itu, maka ia akan menghuni perut ikan itu sampai hari Kiamat. Karena tasbih dan doanya itulah maka Allah melepaskannya dari dalam perut ikan tersebut, sebagaimana dinyatakan dalam ayat lain:\n\nMaka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (al-Anbiya'/21: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 3932, "inSurah": 144 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 180, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064e \u0641\u0650\u064a \u0628\u064e\u0637\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lalabisa fee batniheee ilaa Yawmi yub'asoon" } }, "translation": { "en": "He would have remained inside its belly until the Day they are resurrected.", "id": "niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3932", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3932.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3932.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "niscaya dia akan tetap tinggal diperut ikan yang menelannya itu sampai hari kebangkitan.", "long": "Dalam tobatnya ia banyak bertasbih mensucikan Allah dan berdoa. Bunyi tasbih yang terus diulang-ulang Nabi Yunus dicantumkan dalam Surah al-Anbiya'/21: 87: \n\n¦Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, \"Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.\" (al-Anbiya'/21: 87)\n\nDalam tasbihnya itu, Nabi Yunus mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa Tuhan hanyalah Allah. Allah Mahasuci dari segala kekurangan dan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya. Dan mengakui bahwa ia telah berbuat salah. Di dalam pengakuan-pengakuan itu terselip doa yang tulus agar ia dilepaskan dari siksaan terpenjara dalam perut ikan itu.\n\nAllah menegaskan bahwa bila ia tidak bertasbih dan berdoa seperti itu, maka ia akan menghuni perut ikan itu sampai hari Kiamat. Karena tasbih dan doanya itulah maka Allah melepaskannya dari dalam perut ikan tersebut, sebagaimana dinyatakan dalam ayat lain:\n\nMaka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (al-Anbiya'/21: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 3933, "inSurah": 145 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0646\u064e\u0628\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0633\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fanabaznaahu bil'araaa'i wa huwa saqeem" } }, "translation": { "en": "But We threw him onto the open shore while he was ill.", "id": "Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3933", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3933.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3933.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Yunus beberapa lama berada di dalam perut ikan dalam kondisi gelap, sempit, dan sesak nafas, kemudian Kami keluarkan dan lemparkan dia ke daratan yang tandus tanpa pepohonan di sana, sedang dia dalam keadaan sakit dan tidak berdaya.", "long": "Setelah satu, atau tiga, atau beberapa hari, menurut beberapa pendapat, Nabi Yunus berada di dalam perut ikan besar itu, Allah memerintahkan ikan tersebut memuntahkannya ke suatu daerah tandus tidak ditumbuhi tanaman apapun. Karena beberapa saat berada di dalam perut ikan, kondisi Nabi Yunus lemah sekali. Untuk menyelamatkannya dari terpaan panas matahari Allah menumbuhkan pohon yaqthin (sejenis labu) di sampingnya. Daun pohon itu melindunginya dan buahnya jadi makanannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3934, "inSurah": 146 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0637\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa ambatnaa 'alaihi shajaratam mai yaqteen" } }, "translation": { "en": "And We caused to grow over him a gourd vine.", "id": "Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3934", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3934.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3934.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan kemurahan-Ku, untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu sebagai makanan yang segar, lezat, dan bergizi sehingga kekuatan dan kesehatannya berangsur pulih.", "long": "Setelah satu, atau tiga, atau beberapa hari, menurut beberapa pendapat, Nabi Yunus berada di dalam perut ikan besar itu, Allah memerintahkan ikan tersebut memuntahkannya ke suatu daerah tandus tidak ditumbuhi tanaman apapun. Karena beberapa saat berada di dalam perut ikan, kondisi Nabi Yunus lemah sekali. Untuk menyelamatkannya dari terpaan panas matahari Allah menumbuhkan pohon yaqthin (sejenis labu) di sampingnya. Daun pohon itu melindunginya dan buahnya jadi makanannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3935, "inSurah": 147 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa arsalnaahu ilaa mi'ati alfin aw yazeedoon" } }, "translation": { "en": "And We sent him to [his people of] a hundred thousand or more.", "id": "Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3935", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3935.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3935.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah pulih, Kami utus dia kembali kepada kaumnya yang saat itu berjumlah seratus ribu orang atau lebih. Kedatangannya disambut gembira karena mereka menunggu seorang rasul yang membimbing mereka menuju keimanan.", "long": "Setelah kesehatan Nabi Yunus pulih, Allah mengutusnya kembali kepada kaumnya yang pada waktu itu jumlahnya sudah sampai seratus ribu orang lebih. Kedatangannya mereka sambut dengan baik karena mereka sadar bahwa dahulu mereka telah mengecewakannya sehingga ia meninggalkan mereka. Mereka menyadari telah memperoleh kasih sayang Allah, karena mereka baru beriman ketika tanda-tanda azab Allah telah menghadang mereka. Pada umat-umat yang lalu, iman di saat seperti itu tidak diterima. Hanya umat Nabi Yunus yang dikecualikan dari ketentuan itu, sebagaimana dinyatakan dalam Surah Yunus/10:98 yang sudah diterangkan di atas. Mereka kemudian hidup bahagia dan sentosa sampai waktu yang ditetapkan bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3936, "inSurah": 148 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fa aamanoo famatta' naahum ilaa heen" } }, "translation": { "en": "And they believed, so We gave them enjoyment [of life] for a time.", "id": "sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3936", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3936.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3936.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka sadar bahwa Allah dengan kasih sayang-Nya telah menyelamatkan mereka dari azab yang tampak di depan mata, sehingga mereka benar-benar beriman kepada Allah dengan tulus. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu, yaitu akhir hayat mereka. Anugerah semacam ini hanya Allah karuniakan kepada umat Nabi Yunus (Lihat pula: Surah Yùnus/10: 98).", "long": "Setelah kesehatan Nabi Yunus pulih, Allah mengutusnya kembali kepada kaumnya yang pada waktu itu jumlahnya sudah sampai seratus ribu orang lebih. Kedatangannya mereka sambut dengan baik karena mereka sadar bahwa dahulu mereka telah mengecewakannya sehingga ia meninggalkan mereka. Mereka menyadari telah memperoleh kasih sayang Allah, karena mereka baru beriman ketika tanda-tanda azab Allah telah menghadang mereka. Pada umat-umat yang lalu, iman di saat seperti itu tidak diterima. Hanya umat Nabi Yunus yang dikecualikan dari ketentuan itu, sebagaimana dinyatakan dalam Surah Yunus/10:98 yang sudah diterangkan di atas. Mereka kemudian hidup bahagia dan sentosa sampai waktu yang ditetapkan bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 3937, "inSurah": 149 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fastaftihim ali Rabbikal banaatu wa lahumul banoon" } }, "translation": { "en": "So inquire of them, [O Muhammad], \"Does your Lord have daughters while they have sons?", "id": "Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), “Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3937", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3937.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3937.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kisah para nabi ini menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya. Mereka, seperti halnya Nabi Muhammad, diutus untuk menyampaikan risalah tauhid kepada umatnya, mengajak mereka untuk mengesakan Allah dan menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak patut. Maka tanyakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang ingkar dari umatmu, apakah mereka menisbatkan anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka sendiri mereka memilih anak-anak laki-laki?", "long": "Allah meminta Nabi Muhammad agar menanyakan kepada kaum kafir Mekah tentang kepercayaan mereka bahwa Allah punya anak, dan anaknya itu perempuan, padahal anak perempuan itu dalam pandangan mereka rendah, sebagaimana firman Allah:\n\nPadahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. (an-Nahl/16: 58)\n\nYang mulia dalam pandangan mereka adalah anak laki-laki, karena anak laki-laki itu mampu berperang dan membela mereka serta mengharumkan nama keluarga. Karena itu mereka mengambil anak laki-laki sedangkan anak perempuan mereka nisbahkan kepada Allah. Dengan demikian, mereka berdasarkan pandangan yang keliru dan mau menang sendiri. Pembagian menurut kepercayaan mereka itu menjadi tidak adil, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nApakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (an-Najm/53: 21-22).\n\nPemberian anak perempuan, yang mereka pandang rendah, kepada Allah dan anak laki-laki untuk mereka, berarti mereka merendahkan Allah. Pertanyaan yang diminta Allah untuk diajukan Nabi Muhammad kepada kaum kafir Mekah itu sekaligus mengandung arti bahwa pandangan mereka itu salah. Dalam pandangan Allah tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan. Yang membedakan manusia hanyalah takwanya." } } }, { "number": { "inQuran": 3938, "inSurah": 150 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0646\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am khalaqnal malaaa'i kata inaasanw wa hm shaahidoon" } }, "translation": { "en": "Or did We create the angels as females while they were witnesses?\"", "id": "atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3938", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3938.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3938.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau tanyakanlah kepada mereka apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat sebagai hamba Allah berupa makhluk berjenis kelamin perempuan, sedangkan mereka menyaksikan hal itu? Sungguh, mereka akan diminta pertanggungjawaban di akhirat atas tuduhan mereka itu (Lihat pula: Surah az-Zukhruf/43: 19).", "long": "Anak perempuan yang mereka maksud sebagai anak Allah adalah malaikat. Lalu Allah memperkeras bantahan-Nya dengan mempertanyakan lebih lanjut apakah mereka menyaksikan ketika Allah menciptakan atau melahirkan malaikat sebagai anak perempuan-Nya. Mereka tidak punya bukti apa-apa tentang hal itu, begitu juga bukti lain yaitu wahyu. Dengan demikian pandangan mereka itu salah, dan merupakan ucapan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan karena dosanya amat besar, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nDan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban. (az-Zukhruf/43: 19)" } } }, { "number": { "inQuran": 3939, "inSurah": 151 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0641\u0652\u0643\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alaaa innahum min ifkihim la yaqooloon" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, it is out of their [invented] falsehood that they say,", "id": "Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3939", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3939.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3939.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, ingatlah sesungguhnya di antara kebohongannya yang lain adalah bahwa mereka benar-benar mengatakan,", "long": "Selanjutnya Allah mengecam lebih keras lagi ucapan atau pandangan mereka bahwa Allah punya anak itu. Allah menegaskan bahwa pandangan mereka itu hanyalah suatu kebohongan besar yang direkayasa. Karena rekayasa seperti itu maka Allah mencap mereka sebagai pembohong-pembohong besar. Untuk mempertegas kecaman terhadap kebohongan mereka itu, Allah bertanya, \"Apakah Ia memilih anak perempuan daripada anak laki-laki?\" Maksudnya: anak perempuan rendah dalam pandangan mereka, dan anak laki-laki mulia, lalu apakah Allah akan memilih anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki? Bila demikian keadaannya berarti Allah bodoh dan mereka pintar. Pandangan itulah yang dikecam Allah, karena Allah tidak mungkin beranak dan tidak memerlukan anak, dan tidak boleh dilecehkan dengan pandangan seperti itu, bahwa untuk Allah cukup anak perempuan sedangkan untuk mereka anak laki-laki. Mereka harus mempertanggungjawabkan dosa besar karena pandangan yang keliru itu dan dosa orang-orang yang mengikutinya. Firman Allah:\n\nMaka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya). (al-Isra'/17: 40)" } } }, { "number": { "inQuran": 3940, "inSurah": 152 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waladal laahu wa innhum lakaaziboon" } }, "translation": { "en": "\" Allah has begotten,\" and indeed, they are liars.", "id": "”Allah mempunyai anak.” Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3940", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3940.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3940.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta karena tuduhan mereka tidak berdasar sama sekali.", "long": "(151-153) Selanjutnya Allah mengecam lebih keras lagi ucapan atau pandangan mereka bahwa Allah punya anak itu. Allah menegaskan bahwa pandangan mereka itu hanyalah suatu kebohongan besar yang direkayasa. Karena rekayasa seperti itu maka Allah mencap mereka sebagai pembohong-pembohong besar. Untuk mempertegas kecaman terhadap kebohongan mereka itu, Allah bertanya, “Apakah Ia memilih anak perempuan daripada anak laki-laki?” Maksudnya: anak perempuan rendah dalam pandangan mereka, dan anak laki-laki mulia, lalu apakah Allah akan memilih anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki? Bila demikian keadaannya berarti Allah bodoh dan mereka pintar. Pandangan itulah yang dikecam Allah, karena Allah tidak mungkin beranak dan tidak memerlukan anak, dan tidak boleh dilecehkan dengan pandangan seperti itu, bahwa untuk Allah cukup anak perempuan sedangkan untuk mereka anak laki-laki. Mereka harus mempertanggungjawabkan dosa besar karena pandangan yang keliru itu dan dosa orang-orang yang mengikutinya. Firman Allah:\n\n\"Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)\". (al-Isra'/17: 40)" } } }, { "number": { "inQuran": 3941, "inSurah": 153 }, "meta": { "juz": 23, "page": 451, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Astafal banaati 'alal baneen" } }, "translation": { "en": "Has He chosen daughters over sons?", "id": "apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3941", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3941.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3941.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah untuk diri-Nya sendiri Dia lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? Mereka menuduh para malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah.", "long": "Selanjutnya Allah mengecam lebih keras lagi ucapan atau pandangan mereka bahwa Allah punya anak itu. Allah menegaskan bahwa pandangan mereka itu hanyalah suatu kebohongan besar yang direkayasa. Karena rekayasa seperti itu maka Allah mencap mereka sebagai pembohong-pembohong besar. Untuk mempertegas kecaman terhadap kebohongan mereka itu, Allah bertanya, \"Apakah Ia memilih anak perempuan daripada anak laki-laki?\" Maksudnya: anak perempuan rendah dalam pandangan mereka, dan anak laki-laki mulia, lalu apakah Allah akan memilih anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki? Bila demikian keadaannya berarti Allah bodoh dan mereka pintar. Pandangan itulah yang dikecam Allah, karena Allah tidak mungkin beranak dan tidak memerlukan anak, dan tidak boleh dilecehkan dengan pandangan seperti itu, bahwa untuk Allah cukup anak perempuan sedangkan untuk mereka anak laki-laki. Mereka harus mempertanggungjawabkan dosa besar karena pandangan yang keliru itu dan dosa orang-orang yang mengikutinya. Firman Allah:\n\nMaka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya). (al-Isra'/17: 40)" } } }, { "number": { "inQuran": 3942, "inSurah": 154 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa lakum kaifa tahkumoon" } }, "translation": { "en": "What is [wrong] with you? How do you make judgement?", "id": "Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3942", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3942.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3942.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Mengapa kamu beranggapan buruk seperti ini kepada Allah? Bagaimana kamu bisa menetapkan bahwa Allah memilih anak perempuan, padahal kamu sendiri tidak menyukainya?", "long": "Kecaman dilanjutkan lagi dengan pertanyaan, \"Bagaimana kalian ini? Bagaimana kalian berpendapat demikian?\" Mereka dikecam karena tidak punya pikiran yang sehat, karena bagaimana mungkin Allah yang menciptakan segala sesuatu di alam ini butuh seorang anak dan anak itu perempuan. Mereka dikecam pula karena, seandainya mereka punya pikiran, mereka keliru dalam berpikir sehingga pikiran itu tidak logis dan tidak dapat diterima akal.\n\nSelanjutnya mereka dikecam bahwa sebenarnya mereka tidak menggunakan pikirannya untuk menganalisa ayat-ayat Allah yang disampaikan, dan tidak mereka ambil menjadi pelajaran padahal hal itu berguna. Kaum kafir Mekah itu sudah mengetahui tentang umat-umat terdahulu, tetapi tidak mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman umat-umat terdahulu sehingga mereka beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3943, "inSurah": 155 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afalaa tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "Then will you not be reminded?", "id": "Maka mengapa kamu tidak memikirkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3943", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3943.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3943.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, mengapa kamu tidak memikirkan bagaimana jika Allah memiliki anak? Dia Mahakuasa dan Maha Esa dalam menciptakan dan mengaturnya alam semesta.", "long": "Kecaman dilanjutkan lagi dengan pertanyaan, \"Bagaimana kalian ini? Bagaimana kalian berpendapat demikian?\" Mereka dikecam karena tidak punya pikiran yang sehat, karena bagaimana mungkin Allah yang menciptakan segala sesuatu di alam ini butuh seorang anak dan anak itu perempuan. Mereka dikecam pula karena, seandainya mereka punya pikiran, mereka keliru dalam berpikir sehingga pikiran itu tidak logis dan tidak dapat diterima akal.\n\nSelanjutnya mereka dikecam bahwa sebenarnya mereka tidak menggunakan pikirannya untuk menganalisa ayat-ayat Allah yang disampaikan, dan tidak mereka ambil menjadi pelajaran padahal hal itu berguna. Kaum kafir Mekah itu sudah mengetahui tentang umat-umat terdahulu, tetapi tidak mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman umat-umat terdahulu sehingga mereka beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3944, "inSurah": 156 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Am lakum sultaanum mubeen" } }, "translation": { "en": "Or do you have a clear authority?", "id": "Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3944", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3944.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3944.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah kamu mem­punyai bukti yang jelas atas kebenaran prasangka burukmu itu?", "long": "Bantahan lebih lanjut yang disampaikan Allah untuk membantah pandangan kaum kafir Mekah bahwa Allah punya anak yaitu malaikat sebagai anak perempuan-Nya, Allah meminta mereka mengemukakan bukti nyata yang tidak dapat dibantah kebenarannya, baik bukti itu berbentuk fisik maupun berbentuk ungkapan yang terjamin kebenarannya. Bukti fisik, misalnya, bahwa Allah melahirkan malaikat. Bukti non-fisik adalah wahyu. Tentu saja mereka tidak akan bisa mengemukakan bukti-bukti itu, karena memang tidak ada. Dengan demikian firman-Nya berbentuk pertanyaan, \"Atau apakah kalian memiliki bukti yang nyata?\" merupakan sanggahan yang jitu terhadap pandangan mereka bahwa Allah punya anak perempuan tersebut.\n\nApalagi setelah itu Allah meminta mereka menyampaikan kitab suci yang berisi pernyataan bahwa malaikat itu adalah anak-Nya. Kitab suci itu tidak mungkin mereka dapatkan karena Allah tidak pernah menurunkannya. Pada ayat lain Allah berfirman yang isinya sama dengan ayat ini:\n\nAtau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan? (ar-Rum/30: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 3945, "inSurah": 157 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faatoo bi Kitaabikum in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Then produce your scripture, if you should be truthful.", "id": "(Kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3945", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3945.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3945.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika demikian adanya maka bawalah kitabmu ke hadapan kami dan tunjukkanlah bukti yang membenarkan pernyataanmu jika kamu memang orang yang benar.", "long": "Bantahan lebih lanjut yang disampaikan Allah untuk membantah pandangan kaum kafir Mekah bahwa Allah punya anak yaitu malaikat sebagai anak perempuan-Nya, Allah meminta mereka mengemukakan bukti nyata yang tidak dapat dibantah kebenarannya, baik bukti itu berbentuk fisik maupun berbentuk ungkapan yang terjamin kebenarannya. Bukti fisik, misalnya, bahwa Allah melahirkan malaikat. Bukti non-fisik adalah wahyu. Tentu saja mereka tidak akan bisa mengemukakan bukti-bukti itu, karena memang tidak ada. Dengan demikian firman-Nya berbentuk pertanyaan, \"Atau apakah kalian memiliki bukti yang nyata?\" merupakan sanggahan yang jitu terhadap pandangan mereka bahwa Allah punya anak perempuan tersebut.\n\nApalagi setelah itu Allah meminta mereka menyampaikan kitab suci yang berisi pernyataan bahwa malaikat itu adalah anak-Nya. Kitab suci itu tidak mungkin mereka dapatkan karena Allah tidak pernah menurunkannya. Pada ayat lain Allah berfirman yang isinya sama dengan ayat ini:\n\nAtau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan? (ar-Rum/30: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 3946, "inSurah": 158 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0646\u064e\u0633\u064e\u0628\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064f\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'aloo bainahoo wa bainal jinnati nasabaa; wa laqad 'alimatil jinnatu innahum lamuhdaroon" } }, "translation": { "en": "And they have claimed between Him and the jinn a lineage, but the jinn have already known that they [who made such claims] will be brought to [punishment].", "id": "Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3946", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3946.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3946.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka juga menganggap bahwa Allah mengadakan hubungan nasab antara Dia dan jin. Alangkah buruk anggapan tersebut, dan sungguh jin yang menyesatkan manusia telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret ke neraka.", "long": "Di samping kaum kafir Mekah itu memandang malaikat sebagai anak Allah, mereka juga memandang Allah punya hubungan nasab (kekerabatan) dengan jin. Yaitu bahwa Allah memperistri sejumlah jin-jin perempuan, dan dari hubungan itu lahirlah malaikat dan malaikat itu jenisnya perempuan. Pandangan itu sangat keliru, karena bila demikian jin-jin itu berkedudukan sama dengan Allah, padahal mereka sendiri mengakui bahwa mereka pun nanti akan dihadirkan di depan-Nya, diminta tanggung jawabnya berkenaan dengan perbuatan-perbuatan mereka, serta disiksa bila bersalah. Dengan pertanggungjawaban itu berarti bahwa mereka tidaklah sama dengan Allah dan bukan keluarga Allah, tetapi adalah hamba-hamba-Nya yang akan diberi pahala bila berbuat baik dan akan dihukum bila berbuat jahat, sesuai dengan firman-Nya:\n\nDan mereka berkata, \"Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.\" Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan (al-Anbiya'/21: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 3947, "inSurah": 159 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Subhaanal laahi 'ammaa yasifoon" } }, "translation": { "en": "Exalted is Allah above what they describe,", "id": "Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3947", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3947.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3947.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci dan Mahamulia Allah dari apa yang mereka sifatkan. Dia suci dari segala sifat-sifat yang menyamai makhluk-Nya. Mereka yang menyematkan sifat-sifat tersebut kepada Allah akan diseret ke neraka.", "long": "Selanjutnya Allah menegaskan bahwa Ia Mahasuci dari segala anggapan dan pandangan seperti itu, bahwa Ia punya anak perempuan yaitu malaikat dan bahwa antara Ia dan jin ada hubungan kekerabatan. Bahkan Ia Mahasuci dari apa pun pandangan manusia mengenai diri-Nya, karena keadaan-Nya yang sebenarnya tidak dapat dilukiskan manusia dengan sebenar-benarnya, karena Ia tidak akan dapat ditangkap mata, tidak dapat didengar telinga, dan tidak tergores di dalam hati. Orang yang berpandangan demikian adalah musyrik. \n\nHamba-hamba Allah yang terpilih, yaitu yang telah dijadikan-Nya memiliki sifat ikhlas, tidak akan mempunyai pandangan yang salah tentang-Nya. Mereka selalu mengagungkan-Nya sejauh yang ia mampu mengagungkan-Nya, memuji-Nya sejauh yang ia mampu memuji-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya dengan patuh sejauh yang ia mampu melaksanakannya. Begitu pulalah malaikat dalam pandangan mereka. Malaikat bukanlah anak perempuan Allah, tetapi adalah hamba Allah yang selalu menghambakan diri kepada-Nya dan melaksanakan perintah-Nya tanpa pamrih sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 3948, "inSurah": 160 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'ibaadal laahil mukhlaseen" } }, "translation": { "en": "Except the chosen servants of Allah [who do not share in that sin].", "id": "kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3948", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3948.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3948.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, kecuali hamba-hamba Allah yang dipilih; mereka disucikan dari dosa karena menyembah Allah dengan ikhlas dan tidak mempunyai pandangan salah tentang-Nya.", "long": "Selanjutnya Allah menegaskan bahwa Ia Mahasuci dari segala anggapan dan pandangan seperti itu, bahwa Ia punya anak perempuan yaitu malaikat dan bahwa antara Ia dan jin ada hubungan kekerabatan. Bahkan Ia Mahasuci dari apa pun pandangan manusia mengenai diri-Nya, karena keadaan-Nya yang sebenarnya tidak dapat dilukiskan manusia dengan sebenar-benarnya, karena Ia tidak akan dapat ditangkap mata, tidak dapat didengar telinga, dan tidak tergores di dalam hati. Orang yang berpandangan demikian adalah musyrik. \n\nHamba-hamba Allah yang terpilih, yaitu yang telah dijadikan-Nya memiliki sifat ikhlas, tidak akan mempunyai pandangan yang salah tentang-Nya. Mereka selalu mengagungkan-Nya sejauh yang ia mampu mengagungkan-Nya, memuji-Nya sejauh yang ia mampu memuji-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya dengan patuh sejauh yang ia mampu melaksanakannya. Begitu pulalah malaikat dalam pandangan mereka. Malaikat bukanlah anak perempuan Allah, tetapi adalah hamba Allah yang selalu menghambakan diri kepada-Nya dan melaksanakan perintah-Nya tanpa pamrih sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 3949, "inSurah": 161 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa innakum wa maa ta'ubdoon" } }, "translation": { "en": "So indeed, you [disbelievers] and whatever you worship,", "id": "Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3949", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3949.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3949.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketahuilah wahai orang-orang musyrik, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu, yaitu patung dan berhala, serta segala upayamu untuk menyesatkan orang lain,", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menegaskan bahwa kaum kafir Mekah itu bersama sembahan-sembahan mereka, yaitu patung-patung dan berhala-berhala itu, tidak akan bisa mempengaruhi dan menyesatkan mereka yang beriman. Hal itu karena dasar iman mereka mempertuhankan patung-patung itu tidak ada. Begitu juga menyatakan bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Dasar suatu keimanan adalah wahyu, sedangkan Allah tidak pernah menurunkan wahyu tentang benarnya penyembahan berhala dan tentang malaikat sebagai putrinya. Di samping itu mereka yang beriman kepada Allah, iman mereka kuat sehingga tidak akan terpengaruh oleh akidah mereka yang keliru. Bila ada yang terpengaruh, maka mereka adalah calon-calon penghuni neraka juga, yaitu orang-orang yang lemah imannya. Mereka nanti akan dimasukkan ke dalam neraka Jahim bersama orang-orang yang mempengaruhinya." } } }, { "number": { "inQuran": 3950, "inSurah": 162 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maaa antum 'alaihi befaaatineen" } }, "translation": { "en": "You cannot tempt [anyone] away from Him", "id": "tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3950", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3950.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3950.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "tidak akan dapat menyesatkan seseorang terhadap Allah,", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menegaskan bahwa kaum kafir Mekah itu bersama sembahan-sembahan mereka, yaitu patung-patung dan berhala-berhala itu, tidak akan bisa mempengaruhi dan menyesatkan mereka yang beriman. Hal itu karena dasar iman mereka mempertuhankan patung-patung itu tidak ada. Begitu juga menyatakan bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Dasar suatu keimanan adalah wahyu, sedangkan Allah tidak pernah menurunkan wahyu tentang benarnya penyembahan berhala dan tentang malaikat sebagai putrinya. Di samping itu mereka yang beriman kepada Allah, iman mereka kuat sehingga tidak akan terpengaruh oleh akidah mereka yang keliru. Bila ada yang terpengaruh, maka mereka adalah calon-calon penghuni neraka juga, yaitu orang-orang yang lemah imannya. Mereka nanti akan dimasukkan ke dalam neraka Jahim bersama orang-orang yang mempengaruhinya." } } }, { "number": { "inQuran": 3951, "inSurah": 163 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Illaa man huwa saalil jaheem" } }, "translation": { "en": "Except he who is to [enter and] burn in the Hellfire.", "id": "kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3951", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3951.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3951.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali menyesatkan orang-orang yang telah ditetapkan akan masuk ke neraka Jahim akibat langgeng dalam kekafirannya. Sementara itu, orang yang menempuh jalan kebenaran akan selamat dari tipu daya setan sehingga selamat dari siksa neraka.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menegaskan bahwa kaum kafir Mekah itu bersama sembahan-sembahan mereka, yaitu patung-patung dan berhala-berhala itu, tidak akan bisa mempengaruhi dan menyesatkan mereka yang beriman. Hal itu karena dasar iman mereka mempertuhankan patung-patung itu tidak ada. Begitu juga menyatakan bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Dasar suatu keimanan adalah wahyu, sedangkan Allah tidak pernah menurunkan wahyu tentang benarnya penyembahan berhala dan tentang malaikat sebagai putrinya. Di samping itu mereka yang beriman kepada Allah, iman mereka kuat sehingga tidak akan terpengaruh oleh akidah mereka yang keliru. Bila ada yang terpengaruh, maka mereka adalah calon-calon penghuni neraka juga, yaitu orang-orang yang lemah imannya. Mereka nanti akan dimasukkan ke dalam neraka Jahim bersama orang-orang yang mempengaruhinya." } } }, { "number": { "inQuran": 3952, "inSurah": 164 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa minnasa illaa lahoo maqaamum ma'loom" } }, "translation": { "en": "[The angels say], \"There is not among us any except that he has a known position.", "id": "Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3952", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3952.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3952.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Malaikat bukanlah anak-anak perempuan Allah sebagaimana tuduhan orang musyrik. Mereka hanyalah hamba-hamba Allah yang patuh pada perintah-Nya. Malaikat berkata, “Dan tidak satu pun di antara kami melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu dalam melaksanakan tugas dan mengabdi kepada Allah,", "long": "Pada ayat ini disampaikan pengakuan malaikat mengenai dirinya, yaitu bahwa mereka memanggul fungsi dan tugas tertentu. Mereka menjalankan fungsi dan tugasnya itu tanpa mengurangi atau menambah sedikit pun dari yang diperintahkan Allah swt sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya:\n\n¦yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 3953, "inSurah": 165 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0641\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innaa llanah nus saaffoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, we are those who line up [for prayer].", "id": "dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3953", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3953.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3953.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan untuk melaksanakan perintah-Nya.", "long": "Lebih jauh para malaikat itu menjelaskan bahwa mereka dalam menjalankan tugasnya berbaris-baris, yaitu selalu sigap melaksanakan tugasnya dan bekerjasama dalam kesatuan-kesatuan yang kuat. Dengan berbaris-baris seperti itu maka tugas dilaksanakan mereka dengan penuh semangat, gegap-gempita, dan sempurna, sehingga pelaksanaan tugas itu sukses secara maksimal tanpa ada yang kurang atau yang lebih. Pelaksanaan tugas secara serius itu memberikan petunjuk bahwa mereka sangat patuh kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya.\n\nKepatuhan dan keseriusan malaikat menjalankan tugasnya itu perlu ditiru oleh kaum muslimin. Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muslim yang bersumber dari Jabir bin Samurah, ia mengatakan: \n\nDari Jabir bin Samurah bahwa Rasulullah suatu ketika keluar menemui kami sedang kami berada di dalam masjid, lalu beliau bersabda, 'Mengapa kalian tidak berbaris seperti malaikat berbaris di sisi Tuhannya? Lalu kami bertanya, 'Ya, Rasulullah, bagaimana caranya malaikat-malaikat itu berbaris di sisi Tuhannya? Rasulullah bersabda, 'Mereka mengisi sampai penuh barisan pertama dan merapatkannya.\" (Riwayat Muslim)\n\nKarena terinspirasi oleh ayat itu, Khalifah Umar bin Khaththab mengatur saf-saf sebelum mengimami salat. Dilaporkan oleh Abu Nadhrah: \n\nUmar r.a. ketika iqamat dilantunkan, ia menghadap kepada jamaah dan berkata, \"Atur saf-saf kalian, luruskan barisan kalian! Allah Ta'ala ingin kalian mengikuti perilaku malaikat.\" Kemudian ia membaca ayat: \"wa inna lanahnu ash-shaffun\" \"Hai Fulan mundur, hai Fulan maju!\" Setelah itu ia maju ke depan dan membaca takbir (mengimami salat). (Riwayat Ibnu Abi hatim dan Ibnu Jarir)." } } }, { "number": { "inQuran": 3954, "inSurah": 166 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innaa lanah nul musabbihoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, we are those who exalt Allah.\"", "id": "Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3954", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3954.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3954.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih, menyucikan dan mengagungkan asma-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan perilaku malaikat bahwa mereka selalu bertasbih kepada-Nya. Bertasbih adalah mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, baik berupa sifat-sifat kekurangan, seperti lemah, mengantuk, perlu pembantu/anak dan sebagainya atau sifat-sifat tercela seperti pemarah, zalim, dan sebagainya. Bertasbih itu tidak cukup hanya dengan ucapan, dengan membaca subhanallah, tetapi perlu diiringi dengan perbuatan. Contoh tasbih yang sempurna adalah apa yang dikerjakan malaikat, dimana mereka tidak hanya terus menerus memuji Allah tetapi juga melaksanakan sepenuhnya perintah-perintah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 3955, "inSurah": 167 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in kaanoo la yaqooloon" } }, "translation": { "en": "And indeed, the disbelievers used to say,", "id": "Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekah) benar-benar pernah berkata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3955", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3955.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3955.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir selalu mencari pembenaran atas kekafiran mereka, tidak terkecuali mereka yang hidup sebelum Nabi Muhammad. Dan sesungguhnya mereka benar-benar pernah berkata,", "long": "Dijelaskan bahwa kaum kafir Mekah itu sebelum kedatangan Nabi Muhammad sebenarnya sudah berjanji bahwa seandainya mereka memiliki kitab suci yang berisi pedoman seperti yang dimiliki oleh kaum Yahudi dan Nasrani, mereka akan beriman dan melaksanakan perintah yang tertera dalam kitab suci itu dengan sepatuh-patuhnya. Mereka mengharapkan datangnya seorang rasul untuk membimbing mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat seperti yang dipunyai mereka. Mereka ingin pula mengalami kejayaan seperti yang pernah dialami kedua kaum itu di bawah nabi mereka masing-masing, karena umat di bawah pimpinan nabi pastilah terjamin kebahagiaan dan kejayaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3956, "inSurah": 168 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law anna 'indana zikram minal awwaleen" } }, "translation": { "en": "\"If we had a message from [those of] the former peoples,", "id": "”Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3956", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3956.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3956.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari Allah yang dibawa oleh seorang rasul sebagaimana Taurat dan Injil yang diturunkan kepada orang-orang dahulu,", "long": "Dijelaskan bahwa kaum kafir Mekah itu sebelum kedatangan Nabi Muhammad sebenarnya sudah berjanji bahwa seandainya mereka memiliki kitab suci yang berisi pedoman seperti yang dimiliki oleh kaum Yahudi dan Nasrani, mereka akan beriman dan melaksanakan perintah yang tertera dalam kitab suci itu dengan sepatuh-patuhnya. Mereka mengharapkan datangnya seorang rasul untuk membimbing mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat seperti yang dipunyai mereka. Mereka ingin pula mengalami kejayaan seperti yang pernah dialami kedua kaum itu di bawah nabi mereka masing-masing, karena umat di bawah pimpinan nabi pastilah terjamin kebahagiaan dan kejayaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3957, "inSurah": 169 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lakunna 'ibaadal laahil mukhlaseen" } }, "translation": { "en": "We would have been the chosen servants of Allah.\"", "id": "tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3957", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3957.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3957.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan dari dosa. Kami akan beriman kepada Allah, beribadah dengan ikhlas, dan tidak akan mengingkari syariat yang diturunkan kepada kami.”", "long": "Dijelaskan bahwa kaum kafir Mekah itu sebelum kedatangan Nabi Muhammad sebenarnya sudah berjanji bahwa seandainya mereka memiliki kitab suci yang berisi pedoman seperti yang dimiliki oleh kaum Yahudi dan Nasrani, mereka akan beriman dan melaksanakan perintah yang tertera dalam kitab suci itu dengan sepatuh-patuhnya. Mereka mengharapkan datangnya seorang rasul untuk membimbing mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat seperti yang dipunyai mereka. Mereka ingin pula mengalami kejayaan seperti yang pernah dialami kedua kaum itu di bawah nabi mereka masing-masing, karena umat di bawah pimpinan nabi pastilah terjamin kebahagiaan dan kejayaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 3958, "inSurah": 170 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakafaroo bihee fasawfa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "But they disbelieved in it, so they are going to know.", "id": "Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur'an); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3958", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3958.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3958.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan Tetapi, setelah Allah menurunkan Al-Qur’an kepada mereka sebagai pedoman untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, ternyata mereka mengingkarinya (Lihat pula: Surah Fàtir/35: 42), maka kelak mereka akan mengetahui akibat keingkaran mereka itu.", "long": "Allah menjelaskan bahwa rasul yang mereka tunggu-tunggu itu sebenarnya sudah datang, yaitu Nabi Muhammad dan pedoman yang mereka dambakan itu sudah ada yaitu Al-Qur'an. Akan tetapi, mereka mengingkari nabi dan kitab suci tersebut. Tindakan mereka itu diterangkan dalam ayat lain:\n\nDan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, tidak menambah (apa-apa) kepada mereka, bahkan semakin jauh mereka dari (kebenaran) (Fathir/35: 42)\n\nDi akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa mereka yang kafir nanti akan tahu apa akibat kekafiran mereka. Yaitu bahwa mereka akan sengsara baik di dunia dengan kekalahan, maupun di akhirat yaitu disiksa dalam neraka selama-lamanya. Ancaman itu seharusnya membuat mereka takut lalu beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 3959, "inSurah": 171 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad sabaqat Kalimatunaa li'ibaadinal mursa leen" } }, "translation": { "en": "And Our word has already preceded for Our servants, the messengers,", "id": "Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3959", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3959.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3959.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekalipun para rasul menghadapi rintangan berat dalam dakwahnya, pada akhirnya kebenaran akan menang, sesuai janji Allah. Dan sungguh, janji Kami telah tetap sejak semula bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,", "long": "Allah menegaskan bahwa ketetapan-Nya telah berlaku sejak semula berkenaan dengan para rasul-Nya. Mereka itu dibela oleh Allah dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan menang. Pernyataan bahwa Allah akan membantu para rasul-Nya ditegaskan dalam ayat lain:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (al-Mu'min/40: 51)\n\nBahwa para rasul Allah beserta kaum yang beriman akan menang ditegaskan pula dalam ayat lain:\n\nAllah telah menetapkan, \"Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.\" Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadilah/58: 21)\n\nBukti ketetapan Allah itu sudah jelas dari pengalaman umat-umat terdahulu sebagaimana sudah dibaca kisah-kisah mereka dalam ayat-ayat sebelum ini, yaitu bahwa rasul-rasul Allah beserta mereka yang beriman mendapat pertolongan dari-Nya, sedangkan umat mereka yang durhaka mengalami kehancuran. Begitu pulalah Nabi Muhammad saw, beliau dan pengikutnya akan dibantu oleh Allah sebagaimana rasul-rasul-Nya yang lain, dan beliau beserta kaum Muslimin akan menang menghadapi kaum kafir Mekah, cepat atau lambat." } } }, { "number": { "inQuran": 3960, "inSurah": 172 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u0635\u064f\u0648\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa hum lahumul mansooroon" } }, "translation": { "en": "[That] indeed, they would be those given victory", "id": "(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3960", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3960.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3960.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu bahwa mereka itu pasti akan mendapat pertolongan dari Allah.", "long": "Allah menegaskan bahwa ketetapan-Nya telah berlaku sejak semula berkenaan dengan para rasul-Nya. Mereka itu dibela oleh Allah dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan menang. Pernyataan bahwa Allah akan membantu para rasul-Nya ditegaskan dalam ayat lain:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (al-Mu'min/40: 51)\n\nBahwa para rasul Allah beserta kaum yang beriman akan menang ditegaskan pula dalam ayat lain:\n\nAllah telah menetapkan, \"Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.\" Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadilah/58: 21)\n\nBukti ketetapan Allah itu sudah jelas dari pengalaman umat-umat terdahulu sebagaimana sudah dibaca kisah-kisah mereka dalam ayat-ayat sebelum ini, yaitu bahwa rasul-rasul Allah beserta mereka yang beriman mendapat pertolongan dari-Nya, sedangkan umat mereka yang durhaka mengalami kehancuran. Begitu pulalah Nabi Muhammad saw, beliau dan pengikutnya akan dibantu oleh Allah sebagaimana rasul-rasul-Nya yang lain, dan beliau beserta kaum Muslimin akan menang menghadapi kaum kafir Mekah, cepat atau lambat." } } }, { "number": { "inQuran": 3961, "inSurah": 173 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062c\u064f\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna jundana lahumul ghaaliboon" } }, "translation": { "en": "And [that] indeed, Our soldiers will be those who overcome.", "id": "Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3961", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3961.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3961.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan benarlah, sesungguhnya bala tentara Kami, para rasul dan pengikut mereka, itulah yang pasti menang karena telah membela agama Allah (Lihat pula: Surah Gàfir/40: 51).", "long": "Allah menegaskan bahwa ketetapan-Nya telah berlaku sejak semula berkenaan dengan para rasul-Nya. Mereka itu dibela oleh Allah dan hamba-hamba-Nya yang beriman akan menang. Pernyataan bahwa Allah akan membantu para rasul-Nya ditegaskan dalam ayat lain:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (al-Mu'min/40: 51)\n\nBahwa para rasul Allah beserta kaum yang beriman akan menang ditegaskan pula dalam ayat lain:\n\nAllah telah menetapkan, \"Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.\" Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadilah/58: 21)\n\nBukti ketetapan Allah itu sudah jelas dari pengalaman umat-umat terdahulu sebagaimana sudah dibaca kisah-kisah mereka dalam ayat-ayat sebelum ini, yaitu bahwa rasul-rasul Allah beserta mereka yang beriman mendapat pertolongan dari-Nya, sedangkan umat mereka yang durhaka mengalami kehancuran. Begitu pulalah Nabi Muhammad saw, beliau dan pengikutnya akan dibantu oleh Allah sebagaimana rasul-rasul-Nya yang lain, dan beliau beserta kaum Muslimin akan menang menghadapi kaum kafir Mekah, cepat atau lambat." } } }, { "number": { "inQuran": 3962, "inSurah": 174 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fatawalla 'anhum hatta heen" } }, "translation": { "en": "So, [O Muhammad], leave them for a time.", "id": "Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3962", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3962.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3962.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, demikianlah janji Allah. Maka berpalinglah engkau dari mereka yang musyrik itu sampai waktu tertentu, yaitu waktu datangnya azab bagi mereka di dunia atau datangnya dukungan Allah yang menguatkan dan memenangkanmu atas mereka.", "long": "Untuk mewujudkan kemenangan itu, Allah meminta Nabi Muhammad agar berpaling dari mereka. Maksudnya yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah pada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, sebagaimana diperintahkan Allah dalam ayat lain:\n\nDan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. (al-A.hzab/33: 48) \n\nDi samping diperintahkan berpaling, Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu, karena pertolongan Allah pasti datang. Pertolongan itu adalah takluknya kota Mekah, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nApabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (an-Nashr/110: 1-3)\n\nMereka juga akan melihat perkembangan dan menunggu. Tetapi yang mereka tunggu hanyalah kekalahan." } } }, { "number": { "inQuran": 3963, "inSurah": 175 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa absirhum fasawfa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "And see [what will befall] them, for they are going to see.", "id": "dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3963", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3963.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3963.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perlihatkanlah kepada mereka gambaran azab yang akan Allah timpakan kepada orang-orang yang ingkar, maka kelak mereka akan melihat dan merasakan azab itu.", "long": "Untuk mewujudkan kemenangan itu, Allah meminta Nabi Muhammad agar berpaling dari mereka. Maksudnya yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah pada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, sebagaimana diperintahkan Allah dalam ayat lain:\n\nDan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. (al-A.hzab/33: 48) \n\nDi samping diperintahkan berpaling, Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu, karena pertolongan Allah pasti datang. Pertolongan itu adalah takluknya kota Mekah, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nApabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (an-Nashr/110: 1-3)\n\nMereka juga akan melihat perkembangan dan menunggu. Tetapi yang mereka tunggu hanyalah kekalahan." } } }, { "number": { "inQuran": 3964, "inSurah": 176 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afabi'azaabinaa yasta'jiloon" } }, "translation": { "en": "Then for Our punishment are they impatient?", "id": "Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3964", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3964.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3964.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah engkau laksanakan perintah Allah tersebut, maka perhatikanlah apakah mereka merasa takut atau bergeming seraya meminta kepadamu, dengan nada mengejek, agar azab Kami disegerakan menimpa mereka.", "long": "Setelah orang-orang kafir itu diancam kekalahan di dunia, supaya mereka beriman, mereka diancam dengan azab akhirat. Karena keingkaran atau karena tidak percaya adanya azab akhirat itu, mereka menantang Nabi saw agar menyegerakan terjadinya azab akhirat itu waktu di dunia ini juga. Untuk menjawab tantangan itu, Allah bertanya apakah betul-betul mereka menginginkan azab akhirat itu disegerakan. Allah menyatakan bahwa bila azab akhirat itu disegerakan dan diturunkan ke halaman rumah mereka, maka malapetaka yang menimpa akan tak terkirakan. Yaitu datangnya malapetaka itu pada pagi hari, yakni di saat orang-orang yang diancam itu masih ingin menambah tidurnya menjelang matahari terbit, sehingga mereka belum siap menghadapinya. \n\nHebatnya malapetaka pagi hari dapat diambil contohnya dari serangan Nabi saw terhadap Khaibar di waktu subuh yang mengakibatkan jatuhnya benteng itu:\n\nDari Anas r.a. bahwa ia berkata, \"Rasulullah pada pagi hari berada di Khaibar. Ketika mereka(Yahudi penduduk Khaibar) keluar dengan kampak dan tombak mereka, dan melihat pasukan, mereka lari dan berteriak, 'Muhammad, demi Allah, Muhammad, dan pasukannya!\" Nabi berkata, 'Allah Mahaagung, Khaibar hancur. Kita bila sampai di halaman mereka, itu adalah subuh yang jelek sekali bagi orang-orang yang diancam itu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)." } } }, { "number": { "inQuran": 3965, "inSurah": 177 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0632\u064e\u0644\u064e \u0628\u0650\u0633\u064e\u0627\u062d\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0635\u064e\u0628\u064e\u0627\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0630\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa izaa nazala bisaahatihim fasaaa'a sabaahul munzareen" } }, "translation": { "en": "But when it descends in their territory, then evil is the morning of those who were warned.", "id": "Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3965", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3965.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3965.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka sungguh, apabila azab itu benar-benar turun di halaman atau pekarangan rumah mereka, maka sangat buruklah pagi hari tersebut bagi orang-orang yang diperingatkan itu. Mereka menyaksikan azab itu tetapi tidak mampu menyelamatkan diri dan harta mereka. Itulah hari kekalahan mereka.", "long": "Setelah orang-orang kafir itu diancam kekalahan di dunia, supaya mereka beriman, mereka diancam dengan azab akhirat. Karena keingkaran atau karena tidak percaya adanya azab akhirat itu, mereka menantang Nabi saw agar menyegerakan terjadinya azab akhirat itu waktu di dunia ini juga. Untuk menjawab tantangan itu, Allah bertanya apakah betul-betul mereka menginginkan azab akhirat itu disegerakan. Allah menyatakan bahwa bila azab akhirat itu disegerakan dan diturunkan ke halaman rumah mereka, maka malapetaka yang menimpa akan tak terkirakan. Yaitu datangnya malapetaka itu pada pagi hari, yakni di saat orang-orang yang diancam itu masih ingin menambah tidurnya menjelang matahari terbit, sehingga mereka belum siap menghadapinya. \n\nHebatnya malapetaka pagi hari dapat diambil contohnya dari serangan Nabi saw terhadap Khaibar di waktu subuh yang mengakibatkan jatuhnya benteng itu:\n\nDari Anas r.a. bahwa ia berkata, \"Rasulullah pada pagi hari berada di Khaibar. Ketika mereka(Yahudi penduduk Khaibar) keluar dengan kampak dan tombak mereka, dan melihat pasukan, mereka lari dan berteriak, 'Muhammad, demi Allah, Muhammad, dan pasukannya!\" Nabi berkata, 'Allah Mahaagung, Khaibar hancur. Kita bila sampai di halaman mereka, itu adalah subuh yang jelek sekali bagi orang-orang yang diancam itu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)." } } }, { "number": { "inQuran": 3966, "inSurah": 178 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa tawalla 'anhum hattaa heen" } }, "translation": { "en": "And leave them for a time.", "id": "Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3966", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3966.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3966.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika mereka tetap angkuh dan sombong setelah engkau peringatkan, berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu ketika mereka menerima azab Allah.", "long": "Menghadapi tantangan kaum kafir agar azab akhirat disegerakan bagi mereka, Allah memerintahkan Nabi untuk berpaling, yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah kepada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, dan melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu. Untuk itu diperlukan sikap sabar dan tawakal sebagaimana sikap yang lalu pada waktu menunggu kehancuran mereka di dunia. Dengan demikian azab akhirat itu pasti mereka terima." } } }, { "number": { "inQuran": 3967, "inSurah": 179 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa absir fasawfa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "And see, for they are going to see.", "id": "Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3967", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3967.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3967.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perlihatkanlah kembali gambaran azab itu kepada mereka, maka kelak mereka benar-benar akan melihat azab itu datang akibat kekafiran mereka.", "long": "Menghadapi tantangan kaum kafir agar azab akhirat disegerakan bagi mereka, Allah memerintahkan Nabi untuk berpaling, yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah kepada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, dan melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu. Untuk itu diperlukan sikap sabar dan tawakal sebagaimana sikap yang lalu pada waktu menunggu kehancuran mereka di dunia. Dengan demikian azab akhirat itu pasti mereka terima." } } }, { "number": { "inQuran": 3968, "inSurah": 180 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Subhaana Rabbika Rabbil 'izzati 'amma yasifoon" } }, "translation": { "en": "Exalted is your Lord, the Lord of might, above what they describe.", "id": "Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3968", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3968.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3968.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci Tuhanmu, Pemilik kemuliaan yang hakiki, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi suci dari sifat tidak baik yang mereka katakan dan nisbatkan kepada-Nya.", "long": "Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw agar bertasbih mensucikan Allah dari segala sifat kekurangan dan kelemahan. Allah Mahaperkasa, tidak lemah sebagaimana pandangan kaum kafir itu, yang membutuhkan anak, teman hidup, dan tidak mampu memenangkan mereka yang beriman atau menjatuhkan azab segera. Karena Ia Mahasuci dari sifat kekurangan dan kelemahan itu, maka ia pasti akan menghukum yang kafir dan jahat dan membahagiakan yang beriman dan berbuat baik.\n\nKepada para rasul dan pengikut mereka, khususnya kepada Nabi Muhammad dan umat Islam, Allah memberikan selamat, yaitu memastikan bahwa mereka memperoleh kemenangan di dunia dan kebahagiaan nanti di akhirat, yaitu menjadi penghuni surga.\n\nDengan hancurnya mereka yang membangkang dan diazabnya mereka di dalam neraka, dan menangnya mereka yang beriman dan masuknya mereka menjadi penghuni surga, berarti Allah Mahaadil dan Mahakuasa. Ia memberi ganjaran yang baik sesuai dengan kebaikannya dan membalas perbuatan yang jahat sesuai dengan kejahatannya. Dengan demikian terbuktilah bahwa Ia terpuji dan memang patut selalu dipuji." } } }, { "number": { "inQuran": 3969, "inSurah": 181 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa salaamun 'alalmursaleen" } }, "translation": { "en": "And peace upon the messengers.", "id": "Dan selamat sejahtera bagi para rasul." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3969", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3969.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3969.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah menyampaikan ucapan selamat sejahtera bagi para rasul pembawa risalah.", "long": "Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw agar bertasbih mensucikan Allah dari segala sifat kekurangan dan kelemahan. Allah Mahaperkasa, tidak lemah sebagaimana pandangan kaum kafir itu, yang membutuhkan anak, teman hidup, dan tidak mampu memenangkan mereka yang beriman atau menjatuhkan azab segera. Karena Ia Mahasuci dari sifat kekurangan dan kelemahan itu, maka ia pasti akan menghukum yang kafir dan jahat dan membahagiakan yang beriman dan berbuat baik.\n\nKepada para rasul dan pengikut mereka, khususnya kepada Nabi Muhammad dan umat Islam, Allah memberikan selamat, yaitu memastikan bahwa mereka memperoleh kemenangan di dunia dan kebahagiaan nanti di akhirat, yaitu menjadi penghuni surga.\n\nDengan hancurnya mereka yang membangkang dan diazabnya mereka di dalam neraka, dan menangnya mereka yang beriman dan masuknya mereka menjadi penghuni surga, berarti Allah Mahaadil dan Mahakuasa. Ia memberi ganjaran yang baik sesuai dengan kebaikannya dan membalas perbuatan yang jahat sesuai dengan kejahatannya. Dengan demikian terbuktilah bahwa Ia terpuji dan memang patut selalu dipuji." } } }, { "number": { "inQuran": 3970, "inSurah": 182 }, "meta": { "juz": 23, "page": 452, "manzil": 6, "ruku": 390, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Walhamdu lillaahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And praise to Allah, Lord of the worlds.", "id": "Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3970", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3970.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3970.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ungkapan yang pantas ditujukan kepada Allah adalah pengakuan bahwa segala puji hanya layak bagi Allah Tuhan seluruh alam. Dia Mahakuasa, Maha Esa, dan Mahaperkasa. Dia menolong hamba-Nya yang berhak dan menyiksa siapa saja yang menentang risalah-Nya.", "long": "Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw agar bertasbih mensucikan Allah dari segala sifat kekurangan dan kelemahan. Allah Mahaperkasa, tidak lemah sebagaimana pandangan kaum kafir itu, yang membutuhkan anak, teman hidup, dan tidak mampu memenangkan mereka yang beriman atau menjatuhkan azab segera. Karena Ia Mahasuci dari sifat kekurangan dan kelemahan itu, maka ia pasti akan menghukum yang kafir dan jahat dan membahagiakan yang beriman dan berbuat baik.\n\nKepada para rasul dan pengikut mereka, khususnya kepada Nabi Muhammad dan umat Islam, Allah memberikan selamat, yaitu memastikan bahwa mereka memperoleh kemenangan di dunia dan kebahagiaan nanti di akhirat, yaitu menjadi penghuni surga.\n\nDengan hancurnya mereka yang membangkang dan diazabnya mereka di dalam neraka, dan menangnya mereka yang beriman dan masuknya mereka menjadi penghuni surga, berarti Allah Mahaadil dan Mahakuasa. Ia memberi ganjaran yang baik sesuai dengan kebaikannya dan membalas perbuatan yang jahat sesuai dengan kejahatannya. Dengan demikian terbuktilah bahwa Ia terpuji dan memang patut selalu dipuji." } } } ] }, { "number": 38, "sequence": 38, "numberOfVerses": 88, "name": { "short": "ص", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0635", "transliteration": { "en": "Saad", "id": "Sad" }, "translation": { "en": "The letter Saad", "id": "Sad" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar. Dinamai dengan Shaad karena surat ini dimulai dengan Shaad (selanjutnya lihat no. [10)). Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Quran, untuk menunjukkan bahwa Al Quran itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Quran ini adalah mukjizat Nabi Muhammad s.a.w. yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 3971, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0635 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Saaad; wal-Qur-aani ziz zikr" } }, "translation": { "en": "Sad. By the Qur'an containing reminder...", "id": "Shad, demi Al-Qur'an yang mengandung peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3971", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3971.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3971.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat terakhir Surah as-Sàffàt Allah menjelaskan perjuangan Rasulullah dan sahabat dalam menegakkan ajaran tauhid. Meski mendapat tantangan besar, tetapi dengan kesabaran dan kegigihan mereka akhirnya memperoleh kemenangan. Tema itu dilanjutkan dengan pembicaraan pada awal surah ini yang menegaskan bahwa upaya orang kafir menghalangi tersebarnya ajaran tauhid pasti berakhir dengan kehancuran. Allah memulai surah ini dengan fawatih as-suwar \"Sad\" untuk menarik perhatian lawan bicara supaya memperhatikan dengan seksama pesan-pesan yang akan disampaikan. Demi Al-Qur'an yang mengandung peringatan, memiliki kedudukan yang mulia, dan mengandung hukum-hukum yang sempurna.", "long": "Allah memulai firman-Nya dengan Fawatih as-Suwar \"shad.\", seperti halnya Dia memulai beberapa surah yang diturunkan di Mekah dan dua buah surah yang diturunkan di Medinah. Mengenai penafsiran Fawatih as-Suwar telah dikemukakan secara luas pada penafsiran ayat yang pertama surah yang kedua (al-Baqarah dalam Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 1). \n\nKemudian Allah bersumpah dengan Al-Qur'an yang mempunyai keagungan isinya, kemuliaan martabatnya serta kesempurnaan hukumnya yang mengagungkan dan menakjubkan.\n\nAl-Qur'an disifati dengan \"yang mempunyai keagungan\" agar manusia memahami bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada rasul-Nya itu benar-benar dari Allah, dan mengandung ajaran yang benar yang disampaikan oleh Rasulullah kepada seluruh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 3972, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0634\u0650\u0642\u064e\u0627\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Balil lazeena kafaroo fee 'izzatilnw wa shiqaaq" } }, "translation": { "en": "But those who disbelieve are in pride and dissension.", "id": "Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3972", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3972.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3972.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekalipun mengetahui kedudukan Al-Qur’an, tetapi orang-orang yang kafir tetap dalam kesombongan mereka dengan mengingkari wahyu dan menampakkan permusuhan terhadap Rasulullah dan ajaran yang disampaikannya. Mereka berbuat demikian salah satunya karena mereka menialai ajaran Nabi mengancam eksistensi agama nenek moyang mereka dan patung sesembahan mereka.", "long": "Allah mengungkapkan keadaan orang-orang kafir Mekah yang mengingkari kebenaran wahyu, dan tidak dapat melihat nilai-nilai kebenarannya, yang sebenarnya sangat penting bagi kesejahteraan mereka di dunia dan kebahagiaan di akhirat, karena kesombongan dan permusuhan yang bersarang dalam jiwa mereka.\n\nKesombongan mereka tampak pada tindakan mereka terhadap Rasul dan para pengikutnya. Mereka sangat merendahkan kaum Muslimin karena merasa lebih kuat dan lebih banyak hartanya. Sedangkan kaum Muslimin terdiri dari orang-orang miskin dan berjumlah sedikit.\n\nPermusuhan yang sengit itu disebabkan karena ajaran yang dibawa oleh Rasul itu mengancam agama nenek moyang mereka, dan menghinakan patung-patung yang mereka jadikan sembahan-sembahan di samping Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3973, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064d \u0641\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0648\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u064e \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0635\u064d", "transliteration": { "en": "Kam ahlaknaa min qablihim min qarnin fanaadaw wa laata heena manaas" } }, "translation": { "en": "How many a generation have We destroyed before them, and they [then] called out; but it was not a time for escape.", "id": "Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3973", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3973.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3973.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami telah mengingatkan melalui Nabi Muhammad betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan akibat kesombongan dan keingkaran terhadap utusan Allah, lalu mereka meminta tolong pada saat azab itu datang, padahal waktu itu bukanlah saat yang tepat untuk meminta pertolongan dan mereka tidak bisa lari melepaskan diri dari siksa itu (Lihat pula: Surah Gàfir/40: 84).", "long": "Allah mengecam kesombongan dan permusuhan mereka dengan menjelaskan bahwa betapa banyak umat sebelum mereka, yang menghina dan mengingkari rasul-rasul Allah, dibinasakan-Nya. Ketika azab itu ditimpakan, mereka meminta pertolongan kepada Allah. Namun permintaan itu tidak berguna lagi, dan mereka tidak akan dapat melepaskan diri dari siksa yang membinasakan.\n\nAllah berfirman:\n\nMaka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, \"Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.\" (al-Mu'min/40: 84)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negerinya) itu. Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu dapat ditanya. (al-Anbiya'/21: 12-13)" } } }, { "number": { "inQuran": 3974, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u062c\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064c \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa 'ajibooo an jaaa'a hum munzirum minhum wa qaalal kaafiroona haazaa saahirun kazzaab" } }, "translation": { "en": "And they wonder that there has come to them a warner from among themselves. And the disbelievers say, \"This is a magician and a liar.", "id": "Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3974", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3974.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3974.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami utus Nabi Muhammad kepada penduduk Mekah dan mereka yang ingkar merasa heran karena mereka kedatangan seorang rasul pemberi peringatan yang tidak lain berasal dari kalangan mereka sendiri; dan karena keingkaran yang begitu dalam kepada Rasulullah, orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta.” Mereka berkata demikian karena apa yang disampaikan oleh Nabi tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.", "long": "Ayat ini mengungkapkan keadaan orang-orang kafir Mekah yang sangat heran ketika nabi yang datang kepada mereka ternyata manusia biasa dari kalangan mereka juga. Menurut mereka, Muhammad yang mengaku dirinya diangkat menjadi rasul itu tidak mempunyai keistimewaan, baik keistimewaan jasmani maupun rohani, padahal kedudukan rasul itu tinggi. Dengan demikian, tidak mungkin Muhammad menduduki kedudukan yang tinggi. Itulah sebabnya maka mereka mengatakan bahwa Muhammad hanyalah tukang sihir. Dia penipu dan pendusta. Apa yang disampaikan baik berupa perintah atau pun larangan yang dikatakan dari Allah adalah dusta. Firman Allah:\n\nPantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka, \"Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan.\" Orang-orang kafir berkata, \"Orang ini (Muhammad) benar-benar pesihir.\" (Yunus/10: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 3975, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0639\u064f\u062c\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Aja'alal aalihata Ilaahanw Waahidan inna haazaa lashai'un 'ujaab" } }, "translation": { "en": "Has he made the gods [only] one God? Indeed, this is a curious thing.\"", "id": "Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3975", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3975.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3975.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika Nabi mengajak mereka menyembah dan mengesakan Allah, mereka menjawab dengan penuh keingkaran, “Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan. Kami, kabilah-kabilah Arab, mempunyai tuhan masing-masing.”", "long": "Sebab nuzul ayat ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. ath-thabari dari Ibnu 'Abbas yang menyatakan bahwa setelah Abu thalib sakit, masuklah serombongan orang-orang Quraisy, di antara mereka terdapat Abu Jahal. Mereka berkata, \"Sesungguhnya kemenakanmu mencaci-maki tuhan-tuhan kami. Ia betul-betul berbuat dan mengatakannya. Alangkah baiknya kalau engkau mengutus seseorang untuk melarangnya.\" Maka Abu thalib pun mengutus utusan kepadanya. Lalu Nabi pun datang dan masuk ke rumahnya, sedangkan jarak antara orang-orang Quraisy dengan Abu thalib dekat sekali sekadar tempat duduk yang cukup untuk seorang. Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa Abu Jahal khawatir kalau-kalau Nabi duduk di samping Abu thalib. Lalu ia menjadi bersikap lunak. Ia lalu melompat dan duduk di tempat yang belum diduduki di sisi Abu thalib. Dengan demikian Rasulullah tidak mendapatkan tempat duduk di dekat pamannya. Beliau duduk di dekat pintu. Lalu Abu thalib berkata kepada beliau, \"Hai kemenakanku, mengapa kaummu mengadukan engkau. Mereka menuduh engkau memaki tuhan-tuhan mereka dan engkau pun mengatakan begini-begitu.\" Ibnu 'Abbas melanjutkan bahwa orang-orang Quraisy banyak sekali berbicara dengan Abu thalib. \n\nKemudian Rasulullah berkata, \"Hai Pamanku. Sesungguhnya saya ingin agar mereka itu menyatakan kalimat yang satu saja, yang dengan kalimat itu orang-orang Arab tunduk kepada mereka, dan orang-orang 'Ajam (selain Arab) membayar jizyah (pajak kepala) kepada mereka.\" Maka mereka pun senang akan kalimat (yang diusulkan itu) dan senang pula akan perkataan Rasul. Lalu kaum Quraisy itu bertanya, \"Apakah kalimat itu? Demi Ayahmu, tentu kami memberi balasan kepadamu sepuluh kali lipat.\" Rasulullah pun bersabda, \"La ilaha ilallah.\" Maka mereka pun bangkit dengan gemetar, sambil menyingsingkan lengan bajunya dan berkata, \"Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang mengherankan.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nAllah menjelaskan keheranan kaum musyrik akan seruan rasul. Mereka heran mengapa Muhammad menjadikan Tuhan hanya satu saja, ini bertentangan dengan kepercayaan nenek moyang mereka. Ketika Rasulullah mengajak mereka agar meninggalkan sembahan-sembahan mereka yang banyak itu dan menggantinya dengan menyembah Allah Yang Maha Esa, maka mereka menganggap bahwa seruan Muhammad itu bukan masalah yang remeh, akan tetapi benar-benar suatu yang mengherankan. Mereka mengingkari seruan itu karena yakin bahwa tidak mungkin nenek moyang mereka menganut keyakinan yang salah, tetapi Muhammad adalah seorang pendusta yang mengaku dirinya benar." } } }, { "number": { "inQuran": 3976, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0646\u0637\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0623\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u064a\u064f\u0631\u064e\u0627\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wantalaqal mala-u minhum anim shoo wasbiroo 'alaaa aalihatikum innna haazaa lashai 'uny yuraad" } }, "translation": { "en": "And the eminent among them went forth, [saying], \"Continue, and be patient over [the defense of] your gods. Indeed, this is a thing intended.", "id": "Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3976", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3976.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3976.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ajakan Nabi untuk beratuhid, lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka menghampiri kaum masing-masing seraya berkata, “Pergilah kamu dan tetaplah menyembah tuhan-tuhanmu sendiri. Sesungguhnya ajakan bertauhid ini benar-benar hanyalah suatu hal yang dikehendaki oleh Muhammad terhadap kita agar dia bisa menjadi pemimpin.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pemimpin-pemimpin Quraisy itu pergi dari rumah Abu thalib setelah terbungkam oleh jawaban Rasul, sebagaimana dijelaskan dalam sebab nuzul di atas. Mereka mengetahui Muhammad berkeras hati membela agama. Itulah sebabnya mereka tidak mempunyai harapan lagi untuk melunakkan hati Muhammad dengan perantaraan pamannya. Mereka berunding apa yang seharusnya dilakukan, dan memeras otak untuk mendapatkan penyelesaian. Akhirnya mereka memutuskan untuk memperkokoh keyakinan pengikut-pengikutnya untuk tetap dengan keyakinan mereka dan tetap menyembah tuhan-tuhan mereka.\n\nDi akhir ayat, Allah mengungkapkan perkataan para pemimpin Quraisy itu kepada pengikut-pengikutnya, bahwa menyembah berhala-berhala itulah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3977, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0642\u064c", "transliteration": { "en": "Maa sami'naa bihaazaa fil millatil aakhirati in haazaaa illakh tilaaq" } }, "translation": { "en": "We have not heard of this in the latest religion. This is not but a fabrication.", "id": "Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3977", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3977.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3977.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir, yaitu Nasrani, yang meyakini ajaran trinitas. Ajaran tauhid ini tidak lain hanyalah kedustaan yang diada-adakan oleh Muhammad.", "long": "Allah menjelaskan alasan lain yang dikemukakan oleh para pemimpin Quraisy kepada pengikut-pengikutnya, bahwa seruan Muhammad saw itu tidak benar. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendengar seruan seperti yang diserukan oleh Muhammad itu di dalam agama yang diturunkan terakhir. Agama yang mereka maksudkan adalah agama Nasrani. Seruan Muhammad agar manusia mengesakan Tuhan itu hanyalah dusta yang dibuat-buat oleh Muhammad saw dan bukan datang dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 3978, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u064a \u06d6 \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "'A-unzila 'alaihiz zikru mim baininaa; bal hum fee shakkim min Zikree bal lammaa yazooqoo 'azaab" } }, "translation": { "en": "Has the message been revealed to him out of [all of] us?\" Rather, they are in doubt about My message. Rather, they have not yet tasted My punishment.", "id": "mengapa Al-Qur'an itu diturunkan kepada dia di antara kita?” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur'an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3978", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3978.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3978.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa Al-Qur’an itu diturunkan kepada Muhammad padahal dia berasal dari kalangan jelata, bukan kepada orang terpandang di antara kita?” (Lihat pula: Surah az-Zukhruf/43: 31). Allah menegaskan, “Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur’an yang turun dari sisi-Ku karena kedengkian hati mereka, tetapi mereka belum merasakan azab-Ku atas keingkaran mereka. Kelak mereka pasti akan merasakannya.\"", "long": "Kemudian Allah menjelaskan pengingkaran orang-orang kafir Mekah bahwa Muhammad diberi wahyu, padahal dia manusia biasa. Menurut anggapan mereka, yang pantas diangkat menjadi utusan ialah orang yang mempunyai kemuliaan dan kepemimpinan yang melebihi mereka. Muhammad tidak mempunyai sifat-sifat istimewa yang seperti itu, sehingga tidak mungkin Al-Qur'an diturunkan kepadanya. Sedangkan di antara mereka masih ada orang-orang yang lebih mulia, dan lebih pantas memegang kepemimpinan.\n\nAllah berfirman:\n\nDan mereka (juga) berkata, \"Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?\" (az-Zukhruf/43: 31)\n\nMereka mengingkari wahyu dan kenabian Muhammad karena menurut jalan pikiran mereka, orang yang diutus menjadi rasul adalah orang yang kaya raya dan berpengaruh. Mereka tidak menyadari bahwa Allah berkuasa menentukan pilihan menurut kehendak-Nya di antaranya mengangkat hamba-Nya menjadi Nabi. \n\nAllah berfirman:\n\nDan mereka berkata, \"Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia, atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?\" Dan orang-orang zalim itu berkata, \"Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.\" (al-Furqan/25: 7-8)\n\nDi bagian akhir, ayat ini menjelaskan bahwa penyebab mereka jauh dari kebenaran adalah karena hati mereka diselubungi keraguan yang tidak bisa ditembus oleh cahaya kebenaran Al-Qur'an, dan mereka belum merasakan siksa Allah yang pedih. Seandainya mereka mau memperhatikan tanda-tanda kebenaran wahyu yang diturunkan kepada rasul-Nya, niscaya mereka mengakui kenabiannya, karena wahyu yang diterima itu telah cukup menjadi tanda kenabiannya. Namun demikian, karena penyakit hasad dan dengki yang telah bersarang dalam dadanya, maka mereka tidak mau menerima wahyu itu. Akhirnya mereka terjerumus dalam lembah keingkaran." } } }, { "number": { "inQuran": 3979, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0632\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Am'indahum khazaaa 'inu rahmati Rabbikal 'Azeezil Wahhab" } }, "translation": { "en": "Or do they have the depositories of the mercy of your Lord, the Exalted in Might, the Bestower?", "id": "Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?]" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3979", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3979.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3979.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Atau apakah mereka yang kafir itu ingkar karena mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi sehingga merasa punya kekuatan untuk ikut menentukan kehendak Allah?\" (Lihat pula: Surah al-An‘àm/6: 124).", "long": "Pada ayat ini, Allah mengecam orang-orang Quraisy yang menolak kenabian Muhammad karena beliau bukan orang terpandang di kalangan mereka. Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menanyakan apakah mereka memiliki kekuasaan ikut menentukan dan membagi-bagi khazanah rahmat Allah.\n\nDi akhir ayat, Allah menyebutkan sifat-Nya Yang Mahaperkasa dan Maha Pemberi. Kemahaperkasaan yang tidak bisa ditandingi oleh siapa pun juga dan sifat Mahapemberi yang tidak bisa dihalang-halangi oleh kekuasaan yang lain.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. (al-Qashash/28: 68)\n\nDan firman-Nya:\n\n¦Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya¦. (al-An'am/6: 124)" } } }, { "number": { "inQuran": 3980, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Am lahum mulkus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa falyartaqoo fil asbaab" } }, "translation": { "en": "Or is theirs the dominion of the heavens and the earth and what is between them? Then let them ascend through [any] ways of access.", "id": "Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3980", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3980.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3980.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Atau apakah mereka mendustakan Nabi Muhammad karena merasa mempunyai kerajaan dan kekuasaan di langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? Jika tidak, semestinya mereka tidak mencampuri urusan Allah dalam menentukan seseorang menjadi rasul karena Dialah yang memiliki wewenang mutlak untuk itu. Jika tetap ingkar maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga menuju langit guna menghalangi turunnya wahyu Kami kepada Rasulullah.\"", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang Quraisy atas sikapnya yang ingkar dan sombong. Pertanyaan ini mengandung cemoohan karena memang mereka tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun terhadap langit, bumi, dan isi keduanya. Kalau mereka merasa tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun di jagat raya, mestinya mereka juga tidak ikut campur tangan dalam pengangkatan rasul, yang termasuk urusan gaib, yang kekuasaannya berada pada yang Mahaperkasa dan Mahaagung.\n\nDi akhir ayat, Allah memerintah Rasul-Nya agar menantang mereka menaiki tangga-tangga ke langit, dan mencari daya upaya agar menghalang-halangi wahyu yang didatangkan kepada rasul pilihan Allah. Sesungguhnya mereka tidak akan mampu melakukannya. Dengan demikian, jelaslah pengingkaran mereka kepada wahyu hanya karena sikap hasad (dengki)." } } }, { "number": { "inQuran": 3981, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064f\u0646\u062f\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0647\u0652\u0632\u064f\u0648\u0645\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Jundum maa hunaalika mahzoomum minal Ahzaab" } }, "translation": { "en": "[They are but] soldiers [who will be] defeated there among the companies [of disbelievers].", "id": "(Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3981", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3981.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3981.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang ingkar itu laksana kelompok besar bala tentara yang berada di suatu tempat sana yang akan dikalahkan oleh kelompok kecil yang memiliki keyakinan kuat dan keteguhan iman. Mereka kalah karena perjuangan mereka tidak didasari keyakinan yang kukuh, melain-kan rasa iri dan kesombongan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa keadaan orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan kerasulan Muhammad dan mengingkari agama tauhid laksana bala tentara yang besar, yang merupakan gabungan dari kesatuan-kesatuan tentara. Bala tentara yang bersekutu bergerak untuk menghancurkan kaum Muslimin itu pasti dapat dikalahkan, karena landasan perjuangan mereka tidak didasarkan pada keyakinan yang kokoh, akan tetapi hanyalah karena hasad dan sombong.\n\nPeristiwa seperti digambarkan dalam ayat ini bukanlah terjadi pada saat diturunkannya ayat, karena pada saat itu kaum Muslimin belum mempunyai tentara, jumlah pengikutnya pun masih sedikit, dan belum ada tanda-tanda untuk menyusun kekuatan yang dapat mengalahkan bala tentara gabungan seperti digambarkan dalam ayat. Akan tetapi, peristiwa itu baru terjadi pada saat terjadinya perang Badar, dimana kaum musyrikin yang jumlahnya berlipat ganda melebihi kaum Muslimin dapat dikalahkan atas bantuan Allah. Firman Allah:\n\nAtau mereka mengatakan, \"Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang.\" Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (al-Qamar/54: 44-46)\n\nPenjelasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang terdapat dalam ayat ini termasuk salah satu di antara mukjizat Nabi dan sekaligus sebagai tanda kebenaran wahyu yang diterimanya bahwa wahyu itu benar-benar dari Allah bukan buatan Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 3982, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u0648\u064e\u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Kazzabat qablahum qawmu Lootinw-wa 'Aadunw wa Fir'awnu zul awtaad" } }, "translation": { "en": "The people of Noah denied before them, and [the tribe of] 'Aad and Pharaoh, the owner of stakes,", "id": "Sebelum mereka itu, kaum Nuh, ‘Ad dan Fir’aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3982", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3982.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3982.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kebenaran pasti akan menang melawan kebatilan, dan hal itu terbukti dengan hancurnya para penentang nabi-nabi terdahulu. Bila kaum musyrik Mekah mendustakan Nabi Muhammad maka sebelum mereka itu kaum Nabi Nuh, ‘Ad, dan Fir’aun yang mempunyai bala tentara yang banyak juga telah mendustakan rasul-rasul Allah. Musuh Nabi Nuh dihancurkan dengan banjir besar, kaum ‘Ad dengan angin kencang, dan Fir’aun ditenggelamkan di laut Merah.", "long": "Pada kedua ayat ini, Allah menjelaskan enam kaum yang mendustakan rasul-rasul Allah, serta akibat yang mereka derita, dengan maksud agar menjadi pelajaran bagi kaum musyrik Mekah, sehingga mereka terlepas dari kesesatan, dan mau menerima tuntunan hidayah. Mereka itu adalah:\n\nPertama, kaum Nuh yang menuduh Nabi Nuh telah memberikan nasihat dan peringatan yang dibuat-buat. Oleh karena itu, mereka memperolok-olok, bahkan mengatakan bahwa Nabi Nuh gila. Meskipun Nabi Nuh telah berulang kali menyeru kepada mereka dengan lemah-lembut agar mereka beragama tauhid tetapi tantangan mereka tidak berkurang juga, bahkan bertambah-tambah, akhirnya Nabi Nuh berdoa kepada Allah.\n\nFirman Allah:\n\nDan Nuh berkata, \"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. (Nuh/71: 26-27)\n\nKaum Nuh tetap mendustakan seruannya, bahkan tenggelam dalam kesesatan. Allah membinasakan mereka dengan perantaraan badai, topan, dan banjir sebagai balasan dari kejahatan yang mereka lakukan. Akan tetapi, Nuh dan pengikut-pengikutnya diselamatkan Allah dari siksaan itu.\n\nAllah berfirman:\n\nLalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah, dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan. Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak, yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya). (al-Qamar/54: 11-14)\n\nKedua, kaum 'Ad yang mendustakan seruan Hud yang mengajak mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan sembahan-sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah. Akan tetapi, kaum 'Ad menentang seruan itu, bahkan mereka memperolok-olokkan Hud dan mengatakannya gila. Itulah sebabnya mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang.\n\nAllah berfirman:\n\nSedangkan kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? (al-haqqah/69: 6-8)\n\nKetiga, Fir'aun yang mempunyai tentara yang besar. Di samping itu, ia mempunyai tempat penyiksaan khusus guna menyiksa musuh-musuhnya dan bangunan yang tinggi dan kokoh. Allah telah mengutus Musa kepada Fir'aun dan para pengikutnya agar menghentikan kesesatannya dan menyembah Allah Yang Maha Esa. Kebenaran seruan Musa itu dikuatkan pula dengan mukjizat. Akan tetapi Fir'aun dan para pengikutnya tetap berkeras hati menolak seruan Musa, bahkan bersikap sombong dan menghinanya dengan menyatakan bahwa dialah tuhan yang maha tinggi. Maka Allah memerintahkan Musa untuk mengungsikan kaumnya agar selamat dari kekejaman Fir'aun. Dengan begitu, selamatlah Musa dan kaum Bani Israil dari pengejaran Fir'aun sedang dia dengan bala tentaranya tenggelam ditelan gelombang laut.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, \"Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri).\" Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami. (Yunus/10: 90-92)\n\nMakna autad yang lain adalah pasung-pasung yang digunakan Fir'aun untuk menyiksa. Ada juga yang mengatakan bahwa Fir'aun mempunyai istana yang megah dan kokoh.\n\nKeempat, kaum Samud yang mendustakan seruan Nabi Saleh yang diutus untuk mereka. Mereka telah berbuat kesalahan yang melampaui batas. Mereka telah menyembelih unta yang seharus dipelihara. Sebagai balasan atas kedurhakaan mereka, Allah telah menimpakan suara keras yang mengguntur, hingga mereka musnah seperti rumput-rumput kering.\n\nAllah berfirman:\n\nKaum samud pun telah mendustakan peringatan itu. Maka mereka berkata, \"Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong.\" Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh). Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum. Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk. (al-Qamar/54: 23-31)\n\nKelima, Nabi Lut juga didustakan kaumnya. Berulang kali dia memperingatkan kaumnya agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan perbuatan keji, melakukan homoseksual, namun mereka tetap tidak menghiraukannya. Allah lalu memerintahkan Lut dan keluarganya meninggalkan Sodom karena mereka akan diazab dengan siksa yang membinasakan.\n\nAllah berfirman:\n\nKaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. (al-Qamar/54: 33-34)\n\nKeenam, A.shhabul Aikah, yang merupakan kaum Nabi Syuaib, juga mendustakan nabinya. Nabi Syuaib mengajak mereka agar menyembah Allah Yang Maha Esa, melarang mempersekutukan-Nya, dan tidak mengurangi timbangan. Akan tetapi, kaumnya bukan saja menolak seruan itu, bahkan mereka bersekutu menentangnya. Itulah sebabnya mereka dibinasakan dengan kilat yang menyambar mereka dalam keadaan gelap gulita.\n\nAllah berfirman:\n\nMaka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.\" Dia (Syuaib) berkata, \"Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat. (asy-Syu'ara'/26: 187-189)" } } }, { "number": { "inQuran": 3983, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Wa Samoodu wa qawmu Lootinw wa Ashaabul 'Aykah; ulaaa'ikal Ahzaab" } }, "translation": { "en": "And [the tribe of] Thamud and the people of Lot and the companions of the thicket. Those are the companies.", "id": "dan (begitu juga) Samud, kaum Lut dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3983", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3983.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3983.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan seperti halnya kaum Nabi Nuh, ‘Ad, dan Fir’aun, kaum Samud, kaum Nabi Lut, dan penduduk Aikah, yakni kaum Nabi Syuaib, pun mendustakan para rasul mereka. Kaum Samud dihancurkan dengan suara menggelegar, kaum Nabi Lut dengan hujan batu, dan penduduk Aikah dengan kilat yang menyambar. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu dalam menyembah berhala dan berbuat kejahatan.", "long": "Pada kedua ayat ini, Allah menjelaskan enam kaum yang mendustakan rasul-rasul Allah, serta akibat yang mereka derita, dengan maksud agar menjadi pelajaran bagi kaum musyrik Mekah, sehingga mereka terlepas dari kesesatan, dan mau menerima tuntunan hidayah. Mereka itu adalah:\n\nPertama, kaum Nuh yang menuduh Nabi Nuh telah memberikan nasihat dan peringatan yang dibuat-buat. Oleh karena itu, mereka memperolok-olok, bahkan mengatakan bahwa Nabi Nuh gila. Meskipun Nabi Nuh telah berulang kali menyeru kepada mereka dengan lemah-lembut agar mereka beragama tauhid tetapi tantangan mereka tidak berkurang juga, bahkan bertambah-tambah, akhirnya Nabi Nuh berdoa kepada Allah.\n\nFirman Allah:\n\nDan Nuh berkata, \"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. (Nuh/71: 26-27)\n\nKaum Nuh tetap mendustakan seruannya, bahkan tenggelam dalam kesesatan. Allah membinasakan mereka dengan perantaraan badai, topan, dan banjir sebagai balasan dari kejahatan yang mereka lakukan. Akan tetapi, Nuh dan pengikut-pengikutnya diselamatkan Allah dari siksaan itu.\n\nAllah berfirman:\n\nLalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah, dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan. Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak, yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya). (al-Qamar/54: 11-14)\n\nKedua, kaum 'Ad yang mendustakan seruan Hud yang mengajak mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan sembahan-sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah. Akan tetapi, kaum 'Ad menentang seruan itu, bahkan mereka memperolok-olokkan Hud dan mengatakannya gila. Itulah sebabnya mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang.\n\nAllah berfirman:\n\nSedangkan kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? (al-haqqah/69: 6-8)\n\nKetiga, Fir'aun yang mempunyai tentara yang besar. Di samping itu, ia mempunyai tempat penyiksaan khusus guna menyiksa musuh-musuhnya dan bangunan yang tinggi dan kokoh. Allah telah mengutus Musa kepada Fir'aun dan para pengikutnya agar menghentikan kesesatannya dan menyembah Allah Yang Maha Esa. Kebenaran seruan Musa itu dikuatkan pula dengan mukjizat. Akan tetapi Fir'aun dan para pengikutnya tetap berkeras hati menolak seruan Musa, bahkan bersikap sombong dan menghinanya dengan menyatakan bahwa dialah tuhan yang maha tinggi. Maka Allah memerintahkan Musa untuk mengungsikan kaumnya agar selamat dari kekejaman Fir'aun. Dengan begitu, selamatlah Musa dan kaum Bani Israil dari pengejaran Fir'aun sedang dia dengan bala tentaranya tenggelam ditelan gelombang laut.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, \"Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri).\" Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami. (Yunus/10: 90-92)\n\nMakna autad yang lain adalah pasung-pasung yang digunakan Fir'aun untuk menyiksa. Ada juga yang mengatakan bahwa Fir'aun mempunyai istana yang megah dan kokoh.\n\nKeempat, kaum Samud yang mendustakan seruan Nabi Saleh yang diutus untuk mereka. Mereka telah berbuat kesalahan yang melampaui batas. Mereka telah menyembelih unta yang seharus dipelihara. Sebagai balasan atas kedurhakaan mereka, Allah telah menimpakan suara keras yang mengguntur, hingga mereka musnah seperti rumput-rumput kering.\n\nAllah berfirman:\n\nKaum samud pun telah mendustakan peringatan itu. Maka mereka berkata, \"Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong.\" Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh). Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum. Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk. (al-Qamar/54: 23-31)\n\nKelima, Nabi Lut juga didustakan kaumnya. Berulang kali dia memperingatkan kaumnya agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan perbuatan keji, melakukan homoseksual, namun mereka tetap tidak menghiraukannya. Allah lalu memerintahkan Lut dan keluarganya meninggalkan Sodom karena mereka akan diazab dengan siksa yang membinasakan.\n\nAllah berfirman:\n\nKaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. (al-Qamar/54: 33-34)\n\nKeenam, A.shhabul Aikah, yang merupakan kaum Nabi Syuaib, juga mendustakan nabinya. Nabi Syuaib mengajak mereka agar menyembah Allah Yang Maha Esa, melarang mempersekutukan-Nya, dan tidak mengurangi timbangan. Akan tetapi, kaumnya bukan saja menolak seruan itu, bahkan mereka bersekutu menentangnya. Itulah sebabnya mereka dibinasakan dengan kilat yang menyambar mereka dalam keadaan gelap gulita.\n\nAllah berfirman:\n\nMaka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.\" Dia (Syuaib) berkata, \"Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.\" Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat. (asy-Syu'ara'/26: 187-189)" } } }, { "number": { "inQuran": 3984, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 391, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e \u0641\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "In kullun illaa kazzabar Rusula fahaqqa 'iqaab" } }, "translation": { "en": "Each of them denied the messengers, so My penalty was justified.", "id": "Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3984", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3984.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3984.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua mereka itu mendustakan seruan rasul-rasul Allah, maka pantas mereka merasakan azab-Ku sehingga mereka pun hancur.", "long": "Allah menjelaskan penyebab mereka mendapat siksa dan mengalami kehancuran, yaitu karena umat-umat terdahulu itu mendustakan seruan para rasul Allah, maka sepantasnyalah mereka mendapat siksa dan mengalami kehancuran. Kisah-kisah umat yang lalu itu dikemukakan kepada kaum musyrik Mekah, sebagai peringatan agar mereka insaf dan mau mengubah sikap yang mendustakan seruan Rasul dan sebaliknya menjadi umat yang taat dan menerima seruannya. Kisah itu juga menjadi hiburan dan dorongan kepada kaum Mukminin agar tabah menghadapi siksaan dan penghinaan musuh-musuh Allah, musuh itu menjadi teladan bagi mereka bahwa perjuangan membela agama tauhid tentu mendapat pertolongan dari Allah dan pasti berakhir dengan kemenangan." } } }, { "number": { "inQuran": 3985, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0635\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa yanzuru haaa ulaaa'i illaa saihatanw waahidatam maa lahaa min fawaaq" } }, "translation": { "en": "And these [disbelievers] await not but one blast [of the Horn]; for it there will be no delay.", "id": "Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3985", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3985.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3985.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila kaum musyrik Mekah dan umat-umat durhaka terdahulu itu tetap dalam keingkaran mereka, maka sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja yang tidak ada selanya. Itulah teriakan sebagai tanda datangnya hari Kiamat—teriakan yang sangat keras dan cepat.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengancam kaum musyrik Mekah yang tidak mau mengubah keingkarannya kepada Rasul, dengan ancaman berupa teriakan yang amat keras dan cepat, sebagai tanda datangnya hari Kiamat yang membinasakan. Pada saat itu, mereka tidak mempunyai kesempatan untuk mengelakkan diri dari kebinasaan yang datang secara tiba-tiba dan tidak berselang sesaat pun." } } }, { "number": { "inQuran": 3986, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 23, "page": 453, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u062c\u0651\u0650\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0642\u0650\u0637\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo Rabbanaa 'ajjil lanaa qittanaa qabla Yawmil Hisaab" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Our Lord, hasten for us our share [of the punishment] before the Day of Account\"", "id": "Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3986", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3986.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3986.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka dengan nada sinis dan penuh keingkaran berkata, “Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan.” Dengan ucapan ini mereka bermaksud memperolok Nabi yang menyampaikan bahwa ancaman yang Allah tujukan kepada mereka adalah azab di hari Kiamat (Lihat pula: Surah al-Anfàl/8: 32)", "long": "Pada ayat ini, Allah mengungkapkan keingkaran orang-orang kafir Mekah terhadap azab yang diancamkan kepada mereka. Mereka memperolok-olokkan Rasulullah setelah mendengar bahwa azab yang diancamkan kepada mereka itu ialah azab di hari Kiamat. Mereka meminta kepada Allah agar azab yang diancamkan kepada mereka itu dipercepat datangnya dan tidak perlu ditunggu hingga hari perhitungan tiba. \n\nAllah berfirman:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nMenurut riwayat Imam an-Nasa'i dari Ibnu 'Abbas, bahwa orang yang meminta agar siksa Allah disegerakan datangnya itu ialah an-Nadhir bin al-harits bin 'Alaqah bin Kaladah. An-Nadhir mati terbunuh dalam perang Badar.\n\nYang dimaksud dengan hari perhitungan ialah hari diperiksanya setiap amal seseorang, dengan pemeriksaan yang teliti agar mendapat balasan yang sesuai dengan amalnya. Terjadinya hari perhitungan itu didahului oleh teriakan keras yang membinasakan seluruh kehidupan pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 3987, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Isbir 'alaa maa yaqooloona wazkur 'abdanaa Daawooda zal aidi aidi innahooo awwaab" } }, "translation": { "en": "Be patient over what they say and remember Our servant, David, the possessor of strength; indeed, he was one who repeatedly turned back [to Allah].", "id": "Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3987", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3987.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3987.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah meminta Nabi bersabar dalam menghadapi keingkaran orang-orang musyrik, sebagaimana nabi-nabi terdahulu juga menghadapi rintangan yang sama. Bersabarlah wahai Nabi Muhammad atas apa yang mereka katakan dan tuduhkan kepadamu bahwa kamu adalah pendusta dan penyihir. Dan ingatlah akan kisah seorang hamba sebelum kamu yang Kami utus, yaitu Nabi Dawud, yang mempunyai kekuatan dalam memahami dan menjalankan ajaran agama. Sungguh dia sangat taat dan selalu mengembalikan urusannya kepada Allah. Bila merasa bersalah, ia pun segera minta ampun kepada Allah.", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya agar tetap bersabar menghadapi apa saja yang dikatakan oleh kaum musyrikin, meskipun perkataan itu merupakan hinaan dan pendustaan. Hal serupa itu tidak saja menimpa Rasulullah dan para pengikutnya, akan tetapi juga menimpa nabi-nabi yang diutus sebelumnya. Bagi orang-orang yang beriman, pengingkaran dan penganiayaan yang datang dari pihak musuh-musuh Allah, tidaklah mengurangi semangat perjuangan mereka dalam menegakkan agama tauhid, bahkan menjadi pendorong untuk tetap mempertahankan kebenaran tauhid dan tetap berjuang menghancurkan kemusyrikan. \n\nAllah memerintahkan kepada Rasulullah agar mengingatkan kaumnya akan kisah Nabi Daud yang memiliki kekuatan. Dimaksud kekuatan pada ayat ini ialah kekuatan dalam menaati Allah dan kekuatan dalam memahami agama. Ketaatan kepada Allah dan pengetahuannya terhadap agama tergambar pada tindakannya yang selalu berjuang untuk melaksanakan amanat, menyebarluaskan seruan menganut agama tauhid, tanpa menampakkan kelemahan sedikit pun.\n\nNabi Daud terkenal sebagai nabi yang paling kuat beribadah. Ia menggunakan waktunya sepertiga malam untuk salat, dan selang sehari ia berpuasa.\n\nMengenai ketaatan Daud kepada Tuhannya lebih jauh dijelaskan dalam beberapa hadis sebagai berikut: \n\nPuasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari. Salat yang paling dicintai Allah Ta'ala ialah salat Daud, Dia tidur separuh malam, dan melakukan salat sepertiganya, lalu tidur lagi seperenamnya. (Riwayat A.hmad, al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i dari Ibnu 'Umar)\n\nDari riwayat ini dapat dipahami bahwa Nabi Daud dalam segala urusan selalu mengembalikannya kepada Allah. Apabila ia merasa bersalah, atau terlintas dalam hatinya ada kesalahan pada dirinya, maka ia selalu meminta ampun kepada Allah.\n\nImam al-hakim meriwayatkan dari Abu ad-Darda' yang menyatakan:\n\nApabila Nabi (Muhammad) saw menyebutkan Nabi Daud atau membicarakannya, maka beliau memberikan sifat bahwa ia adalah manusia yang paling banyak ibadahnya.\n\nImam adh-ailami meriwayatkan dari Ibnu 'Umar yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:\n\nTidak patut bagi seseorang mengatakan bahwa saya lebih banyak beribadah dari Nabi Daud.\n\nRiwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi Daud adalah nabi yang amat taat kepada Allah, sebagaimana ditegaskan oleh Allah pada akhir ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 3988, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0634\u0652\u0631\u064e\u0627\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Innaa sakhkharnal jibaala ma'ahoo yusabbihna bil'ashaiyi wal ishraaq" } }, "translation": { "en": "Indeed, We subjected the mountains [to praise] with him, exalting [Allah] in the [late] afternoon and [after] sunrise.", "id": "Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3988", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3988.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3988.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena ketaatan Nabi Dawud, sungguh Kami telah menganugerahinya beberapa kenikmatan. Kamilah yang menundukkan gunung-gunung yang kukuh untuk senantiasa bertasbih dan beribadah bersama dia pada waktu petang dan pagi.", "long": "Di dalam ayat-ayat ini, Allah menyebutkan beberapa kenikmatan yang telah diberikan kepada Daud.\n\nPertama, bahwa Allah telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama-sama Daud di waktu petang dan pagi. Ungkapan seperti ini mengandung pengertian bahwa Nabi Daud selalu taat beribadah kepada Allah. Dia selalu bertasbih, memuji kebesaran-Nya pagi dan petang. Allah menyamakan ketaatan Daud ini dengan ketaatan gunung-gunung untuk menunjukkan betapa dalam ketaatan Nabi Daud itu. Adapun tentang ketaatan gunung bertasbih itu adalah dalam kenyataan bahwa gunung-gunung itu mengikuti sunah Allah yang tidak berubah-ubah, yang sudah barang tentu lain dengan taatnya manusia.\n\nAllah berfirman:\n\nDan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. (al-Isra'/17: 44)\n\nApabila seseorang memperhatikan dengan cermat arti dan kegunaan penciptaan gunung untuk manusia, serta memperhatikan pula fungsinya sebaik-baiknya, maka ia akan mengetahui bahwa gunung itu merupakan salah satu penyebab turunnya hujan, yang memberi kehidupan bagi manusia. Ia juga sebagai media penyimpan air di musim penghujan, yang dialirkannya di musim kemarau, serta mineral yang dimuntahkannya menjadi penyubur tanah pertanian. Demikian pula dalam perutnya terdapat segala macam barang tambang yang sangat diperlukan untuk kepentingan perlengkapan hidup manusia. Gunung-gunung itu menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya dan tidak pernah keluar dari ketentuan yang berlaku.\n\nAllah selanjutnya menjelaskan bahwa Dia menundukkan pula burung-burung yang selalu bertasbih kepada-Nya bersama Nabi Daud. Ungkapan serupa ini mengandung pengertian betapa indahnya suara Nabi Daud pada saat membaca kitab Zabur, sehingga seolah-olah getaran suaranya dapat menawan burung-burung yang sedang beterbangan di angkasa. Digambarkan seolah-olah burung-burung yang sedang terbang itu terhenti di udara karena mendengar suara Nabi Daud yang sedang bertasbih, dan ikut pula bertasbih bersama-sama dengannya.\n\nTasbih burung-burung tidak sama dengan tasbih manusia. Burung-burung mempunyai cara tersendiri di dalam menyatakan keagungan Allah.\n\nSesudah itu Allah menegaskan bahwa masing-masing makhluk yang disebutkan tadi, yaitu gunung dan burung tunduk, takluk dan jinak patuh pada ketentuan Allah untuk kepentingan umat manusia.\n\nPada ayat ini terdapat sindiran bagi orang-orang musyrik Mekah, pertama bahwa apabila gunung dan burung yang diciptakan tidak berakal itu selalu menaati ketentuan-ketentuan Allah, maka seharusnyalah mereka yang diciptakan sebagai makhluk yang lebih sempurna dan dilengkapi dengan akal lebih taat kepada hukum-hukum Allah. Apabila terjadi sebaliknya, berarti telah terjadi sesuatu yang tidak wajar pada diri mereka.\n\nKedua, Allah telah menguatkan kerajaan Nabi Daud dengan tentara yang banyak, harta kekayaan yang melimpah ruah, pribadi yang sangat disegani, dan kemahiran dalam mengatur siasat perang sehingga selalu meraih kemenangan.\n\nKetiga, Allah telah menganugerahkan kepadanya hikmah. Yang dimaksud hikmah dalam ayat ini adalah kenabian, kesempurnaan ilmu, dan ketelitian dalam melaksanakan amal perbuatan, serta pemahaman yang tepat.\n\nDi antara ilmu pengetahuan yang diberikan Allah kepada Nabi Daud ialah seperti disebutkan dalam firman Allah:\n\n¦ dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Saba'/34: 10-11)\n\nSedang yang dimaksud ketelitiannya dalam melaksanakan amal perbuatan ialah dia tidak mau memulai sesuatu perbuatan, terkecuali ia mengetahui sebab apa dan untuk apa amal perbuatan itu dilakukan.\n\nKeempat, Allah telah menganugerahkan kepadanya kebijakan dalam menyelesaikan perselisihan. Dalam menyelesaikan persengketaan ia selalu memeriksa pihak-pihak berdasarkan bukti-bukti yang meyakinkan jauh dari sifat-sifat berat sebelah, dan bersih dari pengaruh hawa nafsu. Untuk mencari keyakinan yang sebenar-benarnya yang dapat dijadikan landasan yang tepat dalam memutuskan perkara memerlukan ilmu pengetahuan yang luas, sikap yang lemah-lembut, menguasai persoalan yang dipersengketakan, dan kesabaran yang kuat." } } }, { "number": { "inQuran": 3989, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wattayra mahshoorah; kullul lahooo awwaab" } }, "translation": { "en": "And the birds were assembled, all with him repeating [praises].", "id": "dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3989", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3989.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3989.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami tundukkan pula baginya burung-burung untuk bertasbih bersamanya dalam keadaan terkumpul maupun terbang. Burung-burung itu ikut bertasbih begitu mendengar suara Nabi Dawud yang merdu bertasbih dan melantunkan kitab Zabur. Masing-masing dari gunung-gunung dan burung-burung itu sangat taat kepada Allah.", "long": "Di dalam ayat-ayat ini, Allah menyebutkan beberapa kenikmatan yang telah diberikan kepada Daud.\n\nPertama, bahwa Allah telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama-sama Daud di waktu petang dan pagi. Ungkapan seperti ini mengandung pengertian bahwa Nabi Daud selalu taat beribadah kepada Allah. Dia selalu bertasbih, memuji kebesaran-Nya pagi dan petang. Allah menyamakan ketaatan Daud ini dengan ketaatan gunung-gunung untuk menunjukkan betapa dalam ketaatan Nabi Daud itu. Adapun tentang ketaatan gunung bertasbih itu adalah dalam kenyataan bahwa gunung-gunung itu mengikuti sunah Allah yang tidak berubah-ubah, yang sudah barang tentu lain dengan taatnya manusia.\n\nAllah berfirman:\n\nDan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. (al-Isra'/17: 44)\n\nApabila seseorang memperhatikan dengan cermat arti dan kegunaan penciptaan gunung untuk manusia, serta memperhatikan pula fungsinya sebaik-baiknya, maka ia akan mengetahui bahwa gunung itu merupakan salah satu penyebab turunnya hujan, yang memberi kehidupan bagi manusia. Ia juga sebagai media penyimpan air di musim penghujan, yang dialirkannya di musim kemarau, serta mineral yang dimuntahkannya menjadi penyubur tanah pertanian. Demikian pula dalam perutnya terdapat segala macam barang tambang yang sangat diperlukan untuk kepentingan perlengkapan hidup manusia. Gunung-gunung itu menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya dan tidak pernah keluar dari ketentuan yang berlaku.\n\nAllah selanjutnya menjelaskan bahwa Dia menundukkan pula burung-burung yang selalu bertasbih kepada-Nya bersama Nabi Daud. Ungkapan serupa ini mengandung pengertian betapa indahnya suara Nabi Daud pada saat membaca kitab Zabur, sehingga seolah-olah getaran suaranya dapat menawan burung-burung yang sedang beterbangan di angkasa. Digambarkan seolah-olah burung-burung yang sedang terbang itu terhenti di udara karena mendengar suara Nabi Daud yang sedang bertasbih, dan ikut pula bertasbih bersama-sama dengannya.\n\nTasbih burung-burung tidak sama dengan tasbih manusia. Burung-burung mempunyai cara tersendiri di dalam menyatakan keagungan Allah.\n\nSesudah itu Allah menegaskan bahwa masing-masing makhluk yang disebutkan tadi, yaitu gunung dan burung tunduk, takluk dan jinak patuh pada ketentuan Allah untuk kepentingan umat manusia.\n\nPada ayat ini terdapat sindiran bagi orang-orang musyrik Mekah, pertama bahwa apabila gunung dan burung yang diciptakan tidak berakal itu selalu menaati ketentuan-ketentuan Allah, maka seharusnyalah mereka yang diciptakan sebagai makhluk yang lebih sempurna dan dilengkapi dengan akal lebih taat kepada hukum-hukum Allah. Apabila terjadi sebaliknya, berarti telah terjadi sesuatu yang tidak wajar pada diri mereka.\n\nKedua, Allah telah menguatkan kerajaan Nabi Daud dengan tentara yang banyak, harta kekayaan yang melimpah ruah, pribadi yang sangat disegani, dan kemahiran dalam mengatur siasat perang sehingga selalu meraih kemenangan.\n\nKetiga, Allah telah menganugerahkan kepadanya hikmah. Yang dimaksud hikmah dalam ayat ini adalah kenabian, kesempurnaan ilmu, dan ketelitian dalam melaksanakan amal perbuatan, serta pemahaman yang tepat.\n\nDi antara ilmu pengetahuan yang diberikan Allah kepada Nabi Daud ialah seperti disebutkan dalam firman Allah:\n\n¦ dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Saba'/34: 10-11)\n\nSedang yang dimaksud ketelitiannya dalam melaksanakan amal perbuatan ialah dia tidak mau memulai sesuatu perbuatan, terkecuali ia mengetahui sebab apa dan untuk apa amal perbuatan itu dilakukan.\n\nKeempat, Allah telah menganugerahkan kepadanya kebijakan dalam menyelesaikan perselisihan. Dalam menyelesaikan persengketaan ia selalu memeriksa pihak-pihak berdasarkan bukti-bukti yang meyakinkan jauh dari sifat-sifat berat sebelah, dan bersih dari pengaruh hawa nafsu. Untuk mencari keyakinan yang sebenar-benarnya yang dapat dijadikan landasan yang tepat dalam memutuskan perkara memerlukan ilmu pengetahuan yang luas, sikap yang lemah-lembut, menguasai persoalan yang dipersengketakan, dan kesabaran yang kuat." } } }, { "number": { "inQuran": 3990, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 181, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0634\u064e\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0637\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa shadadnaa mulkahoo wa aatainaahul Hikmata wa faslal khitaab" } }, "translation": { "en": "And We strengthened his kingdom and gave him wisdom and discernment in speech.", "id": "Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3990", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3990.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3990.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami kuatkan kerajaannya dengan kewibawaan, tentara yang banyak, kekayaan yang berlimpah, dan kepiawaiannya mengatur strategi perang. Dan Kami berikan hikmah kepadanya berupa kenabian, kesempurnaan ilmu, dan ketelitian dalam berbuat serta pemahaman yang tepat (Lihat pula: Surah Saba’/34: 10–11), dan kebijaksanaan dalam memutuskan perkara dengan menunjukkan bukti-bukti yang akurat.", "long": "Di dalam ayat-ayat ini, Allah menyebutkan beberapa kenikmatan yang telah diberikan kepada Daud.\n\nPertama, bahwa Allah telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama-sama Daud di waktu petang dan pagi. Ungkapan seperti ini mengandung pengertian bahwa Nabi Daud selalu taat beribadah kepada Allah. Dia selalu bertasbih, memuji kebesaran-Nya pagi dan petang. Allah menyamakan ketaatan Daud ini dengan ketaatan gunung-gunung untuk menunjukkan betapa dalam ketaatan Nabi Daud itu. Adapun tentang ketaatan gunung bertasbih itu adalah dalam kenyataan bahwa gunung-gunung itu mengikuti sunah Allah yang tidak berubah-ubah, yang sudah barang tentu lain dengan taatnya manusia.\n\nAllah berfirman:\n\nDan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. (al-Isra'/17: 44)\n\nApabila seseorang memperhatikan dengan cermat arti dan kegunaan penciptaan gunung untuk manusia, serta memperhatikan pula fungsinya sebaik-baiknya, maka ia akan mengetahui bahwa gunung itu merupakan salah satu penyebab turunnya hujan, yang memberi kehidupan bagi manusia. Ia juga sebagai media penyimpan air di musim penghujan, yang dialirkannya di musim kemarau, serta mineral yang dimuntahkannya menjadi penyubur tanah pertanian. Demikian pula dalam perutnya terdapat segala macam barang tambang yang sangat diperlukan untuk kepentingan perlengkapan hidup manusia. Gunung-gunung itu menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya dan tidak pernah keluar dari ketentuan yang berlaku.\n\nAllah selanjutnya menjelaskan bahwa Dia menundukkan pula burung-burung yang selalu bertasbih kepada-Nya bersama Nabi Daud. Ungkapan serupa ini mengandung pengertian betapa indahnya suara Nabi Daud pada saat membaca kitab Zabur, sehingga seolah-olah getaran suaranya dapat menawan burung-burung yang sedang beterbangan di angkasa. Digambarkan seolah-olah burung-burung yang sedang terbang itu terhenti di udara karena mendengar suara Nabi Daud yang sedang bertasbih, dan ikut pula bertasbih bersama-sama dengannya.\n\nTasbih burung-burung tidak sama dengan tasbih manusia. Burung-burung mempunyai cara tersendiri di dalam menyatakan keagungan Allah.\n\nSesudah itu Allah menegaskan bahwa masing-masing makhluk yang disebutkan tadi, yaitu gunung dan burung tunduk, takluk dan jinak patuh pada ketentuan Allah untuk kepentingan umat manusia.\n\nPada ayat ini terdapat sindiran bagi orang-orang musyrik Mekah, pertama bahwa apabila gunung dan burung yang diciptakan tidak berakal itu selalu menaati ketentuan-ketentuan Allah, maka seharusnyalah mereka yang diciptakan sebagai makhluk yang lebih sempurna dan dilengkapi dengan akal lebih taat kepada hukum-hukum Allah. Apabila terjadi sebaliknya, berarti telah terjadi sesuatu yang tidak wajar pada diri mereka.\n\nKedua, Allah telah menguatkan kerajaan Nabi Daud dengan tentara yang banyak, harta kekayaan yang melimpah ruah, pribadi yang sangat disegani, dan kemahiran dalam mengatur siasat perang sehingga selalu meraih kemenangan.\n\nKetiga, Allah telah menganugerahkan kepadanya hikmah. Yang dimaksud hikmah dalam ayat ini adalah kenabian, kesempurnaan ilmu, dan ketelitian dalam melaksanakan amal perbuatan, serta pemahaman yang tepat.\n\nDi antara ilmu pengetahuan yang diberikan Allah kepada Nabi Daud ialah seperti disebutkan dalam firman Allah:\n\n¦ dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Saba'/34: 10-11)\n\nSedang yang dimaksud ketelitiannya dalam melaksanakan amal perbuatan ialah dia tidak mau memulai sesuatu perbuatan, terkecuali ia mengetahui sebab apa dan untuk apa amal perbuatan itu dilakukan.\n\nKeempat, Allah telah menganugerahkan kepadanya kebijakan dalam menyelesaikan perselisihan. Dalam menyelesaikan persengketaan ia selalu memeriksa pihak-pihak berdasarkan bukti-bukti yang meyakinkan jauh dari sifat-sifat berat sebelah, dan bersih dari pengaruh hawa nafsu. Untuk mencari keyakinan yang sebenar-benarnya yang dapat dijadikan landasan yang tepat dalam memutuskan perkara memerlukan ilmu pengetahuan yang luas, sikap yang lemah-lembut, menguasai persoalan yang dipersengketakan, dan kesabaran yang kuat." } } }, { "number": { "inQuran": 3991, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064e \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0635\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u062d\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Wa hal ataaka naba'ul khasm; iz tasawwarul mihraab" } }, "translation": { "en": "And has there come to you the news of the adversaries, when they climbed over the wall of [his] prayer chamber -", "id": "Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3991", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3991.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3991.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apakah telah sampai kepadamu, wahai Nabi Muhammad, suatu berita tentang orang-orang yang berselisih saat Nabi Dawud sedang berada di tempat peribadatan, ketika mereka datang dengan cara memanjat dinding mihrab?", "long": "Allah menyebutkan salah satu peristiwa yang menarik di antara kisah Nabi Daud. Kisah ini dimulai dengan pertanyaan yang ditujukan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, untuk menunjukkan bahwa kisah dimaksud benar-benar menarik perhatian dan patut diteladani. Kisah yang menarik itu ialah kisah orang-orang yang berperkara yang datang kepada Nabi Daud. Daud pada waktu itu berada di tempat peribadatannya. Nabi Daud pun terperanjat karena beliau menyangka mereka itu datang untuk memperdayainya. Nabi Daud menduga demikian, karena mereka datang dengan cara dan dalam waktu yang tak biasa. Pada saat itulah, mereka meminta kepada Daud agar tidak merasa takut. Selanjutnya mereka menjelaskan bahwa mereka mempunyai perkara yang harus diputuskan, dan meminta agar perkaranya diputuskan dengan keputusan yang adil, lagi tidak menyimpang dari kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 3992, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0641\u064e\u0641\u064e\u0632\u0650\u0639\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u06d6 \u062e\u064e\u0635\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0628\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0637\u0650\u0637\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0647\u0652\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650", "transliteration": { "en": "Iz dakhaloo 'alaa Daawooda fafazi'a minhum qaaloo la takhaf khasmaani baghaa ba'dunaa 'alaa ba'din fahkum bainanaaa bilhaqqi wa laa tushtit wahdinaaa ilaa Sawaaa'is Siraat" } }, "translation": { "en": "When they entered upon David and he was alarmed by them? They said, \"Fear not. [We are] two adversaries, one of whom has wronged the other, so judge between us with truth and do not exceed [it] and guide us to the sound path.", "id": "ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, “Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3992", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3992.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3992.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika itu, mereka masuk untuk menemui Nabi Dawud lalu dia terkejut karena kedatangan mereka yang tak terduga itu dan mengira mereka hendak berbuat tidak baik kepadanya. Mereka berkata untuk menenangkan hatinya, “Janganlah takut! Wahai Nabi Dawud, kami berdua sedang berselisih tentang suatu perkara; sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus dan benar.", "long": "Allah menyebutkan salah satu peristiwa yang menarik di antara kisah Nabi Daud. Kisah ini dimulai dengan pertanyaan yang ditujukan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, untuk menunjukkan bahwa kisah dimaksud benar-benar menarik perhatian dan patut diteladani. Kisah yang menarik itu ialah kisah orang-orang yang berperkara yang datang kepada Nabi Daud. Daud pada waktu itu berada di tempat peribadatannya. Nabi Daud pun terperanjat karena beliau menyangka mereka itu datang untuk memperdayainya. Nabi Daud menduga demikian, karena mereka datang dengan cara dan dalam waktu yang tak biasa. Pada saat itulah, mereka meminta kepada Daud agar tidak merasa takut. Selanjutnya mereka menjelaskan bahwa mereka mempunyai perkara yang harus diputuskan, dan meminta agar perkaranya diputuskan dengan keputusan yang adil, lagi tidak menyimpang dari kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 3993, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u064c \u0648\u064e\u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e \u0646\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u0641\u0650\u0644\u0652\u0646\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0637\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Inna haazaaa akhee lahoo tis'unw wa tis'oona na'jatanw wa liya na'jatunw waahidah; faqaala akfilneeha wa 'azzanee filkhitaab" } }, "translation": { "en": "Indeed this, my brother, has ninety-nine ewes, and I have one ewe; so he said, 'Entrust her to me,' and he overpowered me in speech.\"", "id": "Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, “Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3993", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3993.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3993.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berusaha menjelaskan duduk perkara, salah satu dari kedua orang itu mengatakan, “Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor kambing betina saja, lalu dia berkata kepadaku sambil menuntut, ‘Serahkanlah kambing betinamu itu kepadaku!’ Dan dia mengalahkan aku karena aku tidak mempunyai dalih yang kuat dalam perdebatan itu.”", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan apa yang mereka jadikan perkara itu. Salah satu pihak dari mereka menerangkan bahwa saudaranya mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing. Sedang ia sendiri mempunyai seekor kambing saja. Saudaranya menuntut agar menyerahkan kambing yang ia miliki. Karena saudaranya itu pandai memutarbalikkan fakta, sedang ia sendiri tidak mempunyai bukti-bukti yang kuat untuk menangkis, ia merasa dikalahkan dan harus menyerahkan kambing yang seekor itu kepada saudaranya. Itulah perkara yang mereka ajukan kepada Nabi Daud dengan maksud agar mendapat keputusan yang adil." } } }, { "number": { "inQuran": 3994, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0633\u064f\u0624\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0646\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u0650\u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u064e\u0637\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062e\u064e\u0631\u0651\u064e \u0631\u064e\u0627\u0643\u0650\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u064e \u06e9", "transliteration": { "en": "Qaala laqad zalamaka bisu 'aali na'jatika ilaa ni'aajihee wa inna kaseeram minal khulataaa'i la-yabghee ba'duhum 'alaa ba'din illal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati wa qaleehum maa hum; wa zanna Daawoodu annamaa fatannaahu fastaghrara Rabbahoo wa kharra raaki'anw wa anaab" } }, "translation": { "en": "[David] said, \"He has certainly wronged you in demanding your ewe [in addition] to his ewes. And indeed, many associates oppress one another, except for those who believe and do righteous deeds - and few are they.\" And David became certain that We had tried him, and he asked forgiveness of his Lord and fell down bowing [in prostration] and turned in repentance [to Allah].", "id": "Dia (Dawud) berkata, “Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu.” Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3994", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3994.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3994.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Dawud menyimak aduan pria itu, lalu dia memberi keputusan seraya berkata, “Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya sehingga kambingnya bertambah banyak. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain karena pihak yang lemah tidak memiliki bukti yang menguatkan perkaranya. Banyak yang berbuat zalim, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan yang menjunjung tinggi keadilan, dan hanya sedikitlah mereka yang begitu.” Dan setelah memberi putusan berdasarkan aduan sepihak itu, Nabi Dawud sadar dan menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia segera memohon ampunan kepada Tuhannya atas kekeliruannya, lalu dia menyungkur sujud dan bertobat.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Daud memutuskan perkara tersebut dengan mengatakan bahwa tergugat telah berbuat aniaya kepada penggugat, karena yang digugat itu telah mengambil kambing penggugat untuk dimiliki, sehingga kambingnya menjadi bertambah banyak.\n\nPada ayat ini tidak dijelaskan lebih lanjut apakah Nabi Daud sesudah mendapat keterangan dari penggugat, meminta keterangan juga kepada tergugat. Juga tidak diterangkan apakah jawaban Nabi Daud itu didasarkan atas bukti-bukti yang memberi keyakinan. Menurut pengertian yang tampak dalam ayat, Nabi Daud hanyalah memberi jawaban sesudah mendapat keterangan dari pihak penggugat saja. Padahal mungkin saja pihak penggugat mengemukakan keterangan yang berlawanan dengan kenyataan, atau karena cara mengemukakan kata diatur demikian rupa, hingga timbullah kesan seolah-olah si penggugat itu orang jujur. Seharusnya Nabi Daud tidak memberi jawaban secara tergesa-gesa, atau ditunda saja jawabannya hingga mendapat keyakinan yang sebenar-benarnya. \n\nDitinjau dari cara mereka masuk menemui Daud dengan memanjat pagar, dan waktunya yang tidak tepat, dan persoalan yang diajukan, sebenarnya mereka tidak bermaksud untuk meminta keputusan kepada Daud, tetapi mereka mempunyai maksud yang lain. Hanya karena kewaspadaan Nabi Daud, maka rencana mereka itu tidak dapat mereka laksanakan. Di dalam sejarah dapat diketahui bahwa orang-orang Bani Israil sering kali berusaha untuk membunuh nabinya, misalnya mereka telah membunuh Ilyasa' dan Zakaria. Patut diduga kedua orang itu (penggugat dan tergugat) sebenarnya ingin menganiaya Nabi Daud, hanya saja mereka tidak sampai melaksanakan niat jahatnya karena niat mereka diketahui terlebih dahulu.\n\nKemudian Allah menjelaskan jawaban Daud lebih terperinci. Daud mengatakan kepada orang yang berperkara itu bahwa sebagian besar orang yang mengadakan perserikatan, menganiaya anggotanya yang lain hal ini terjadi karena sifat hasad, dengki, dan memperturutkan hawa nafsu sehingga hak anggota yang satu terambil oleh anggota yang lain. Terkecuali orang-orang yang dalam hatinya penuh dengan iman dan mencintai amal saleh yang terhindar dari perbuatan yang jahat itu.\n\nDi akhir ayat, Allah menjelaskan bahwa Nabi Daud sadar bahwa ia sedang mendapat cobaan dari Allah. Lalu ia meminta ampun kepada Allah atas kesalahan, seraya sujud bertobat kepada-Nya karena merasakan kekurangan dan kesalahan yang ada pada dirinya.\n\nKesalahan dan kekurangan yang menimpa dirinya ialah ketergesa-gesaannya memberikan jawaban kepada orang yang berperkara, padahal ia belum memperoleh keyakinan dan bukti-bukti yang seharusnya ia peroleh. Ia memutuskan hanya berdasar prasangkanya bahwa kedatangan orang yang ingin memperdayainya itu adalah cobaan dari Allah, padahal apa yang ia duga tidak terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 3995, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u063a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0632\u064f\u0644\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0622\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Faghafarnaa lahoo zaalik; wa inna lahoo 'indanaa lazulfaa wa husna ma aab" } }, "translation": { "en": "So We forgave him that; and indeed, for him is nearness to Us and a good place of return.", "id": "Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3995", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3995.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3995.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Nabi Dawud meminta ampun dan bertobat kepada Allah, lalu Kami mengampuni kesalahan yang ia sadari itu. Dan lantaran ke-sadaran dan ketajaman nuraninya sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan berhak mendapatkan tempat kembali yang baik, surga yang penuh kenikmatan.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia telah memberikan ampun kepada Daud atas kesalahan yang ia sadari. Allah menilai bahwa kesadaran yang tinggi terhadap peristiwa yang ia hayati, dan ketajaman nuraninya terhadap apa yang tergerak dalam hatinya serta taatnya kepada Allah, sebagai tanda bahwa ia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Allah. Hamba Allah seperti dialah yang berhak mendapat tempat kembali yang baik, yaitu surga Na'im yang penuh dengan kenikmatan." } } }, { "number": { "inQuran": 3996, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 23, "page": 454, "manzil": 6, "ruku": 392, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Yaa Daawoodu innaa ja'alnaaka khaleefatan fil ardi fahkum bainan naasi bilhaqqi wa laa tattabi'il hawaa fayudillaka 'an sabeelil laah; innal lazeena yadilloona 'an sabeelil laah; lahum 'azaabun shadeedum bimaa nasoo Yawmal Hisaab" } }, "translation": { "en": "[We said], \"O David, indeed We have made you a successor upon the earth, so judge between the people in truth and do not follow [your own] desire, as it will lead you astray from the way of Allah.\" Indeed, those who go astray from the way of Allah will have a severe punishment for having forgotten the Day of Account.", "id": "(Allah berfirman), “Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3996", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3996.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3996.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena ketaatan, kebijaksanaan, dan ilmunya yang luas, Allah memilih Nabi Dawud sebagai khalifah, “Wahai Nabi Dawud! Sesungguhnya engkau telah Kami jadikan khalifah dan penguasa di bumi. Karena itu, hiasilah kekuasaanmu dengan kesopanan dan tunduk pada aturan Kami. Maka berilah keputusan tentang suatu perkara yang terjadi di antara manusia dengan adil dan mengacu pada wahyu Kami, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu dalam menjalankan amanah Kami karena hawa nafsu akan menyesatkan engkau dari jalan Allah dan menggiringmu jauh dari kebenaran.” Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akibat mengikuti hawa nafsu akan mendapat azab yang berat dan pedih di akhirat. Yang demikian itu karena mereka melupakan hari perhitungan, hari ketika perbuatan manusia dihisab. Ayat ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus bersikap adil, amanah, dan mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan pengangkatan Nabi Daud sebagai penguasa dan penegak hukum di kalangan rakyatnya. Allah menyatakan bahwa dia mengangkat Daud sebagai penguasa yang memerintah kaumnya. Pengertian penguasa diungkapkan dengan khalifah, yang artinya pengganti, adalah sebagai isyarat agar Daud dalam menjalankan kekuasaannya selalu dihiasi dengan sopan-santun yang baik, yang diridai Allah, dan dalam melaksanakan peraturan hendaknya berpedoman kepada hidayah Allah. Dengan demikian, sifat-sifat khalifah Allah tercermin pada diri pribadinya. Rakyatnya pun tentu akan menaati segala peraturannya dan tingkah lakunya yang patut diteladani.\n\nSelanjutnya Allah menjelaskan bahwa Dia menyuruh Nabi Daud agar memberi keputusan terhadap perkara yang terjadi antara manusia dengan keputusan yang adil dengan berpedoman pada wahyu yang diturunkan kepadanya. Dalam wahyu itu terdapat hukum yang mengatur kesejahteraan manusia di dunia dan kebahagiaan mereka di akhirat. Oleh sebab itu Allah melarang Nabi Daud memperturutkan hawa nafsunya dalam melaksanakan segala macam urusan yang berhubungan dengan kesejahteraan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.\n\nPada ayat ini terdapat isyarat yang menunjukkan pengangkatan Daud sebagai rasul dan tugas-tugas apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang rasul yang mengandung pelajaran bagi para pemimpin sesudahnya dalam melaksanakan kepemimpinannya.\n\nPada akhir ayat Allah menjelaskan akibat dari orang yang memperturutkan hawa nafsu dan hukuman apa yang pantas dijatuhkan kepadanya.\n\nMemperturutkan hawa nafsu menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran. Dengan demikian, ia akan kehilangan kontrol pribadi sehingga ia tersesat dari jalan yang diridai Allah. Kemudian apabila kesesatan itu telah menyelubungi hati seseorang, ia lupa akan keyakinan yang melekat dalam hatinya bahwa di atas kekuasaannya masih ada yang lebih berkuasa. Itulah sebabnya orang yang memperturutkan hawa nafsu itu diancam dengan ancaman yang keras, yang akan mereka rasakan deritanya di hari pembalasan, hari diperhitungkannya seluruh amal manusia guna diberi balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 3997, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0638\u064e\u0646\u0651\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa ma khalaqnas samaaa'a wal arda wa maa bainahumaa baatilaa; zaalika zannul lazeena kafaroo; fawi lul lillazeena kafaroo minan Naar" } }, "translation": { "en": "And We did not create the heaven and the earth and that between them aimlessly. That is the assumption of those who disbelieve, so woe to those who disbelieve from the Fire.", "id": "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3997", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3997.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3997.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menegaskan adanya hari perhitungan, Allah beralih menjelas-kan bukti-bukti kekuasaan-Nya di jagat raya. Dan sungguh, Kami tidak serta-merta menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, seperti bintang, matahari, dan bulan, dengan sia-sia dan tanpa manfaat tertentu (Lihat pula: Surah ad-Dukhàn/44: 38–39). Itu semua adalah anggapan orang-orang kafir yang tidak memercayai kekuasaan Allah, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk ke neraka yang telah Allah persiapkan untuk mereka.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dia menjadikan langit, bumi, dan makhluk apa saja yang berada di antaranya, tidak sia-sia. Langit dengan segala bintang yang menghiasi, matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang, dan bulan yang menampakkan bentuknya yang berubah-ubah dari malam ke malam, sangat bermanfaat bagi manusia. Begitu juga bumi dengan segala isinya, baik yang tampak di permukaan ataupun yang tersimpan dalam perutnya, sangat besar artinya bagi kehidupan manusia. Semua itu diciptakan Allah atas kekuasaan dan kehendak-Nya sebagai rahmat yang tak ternilai harganya. \n\nApabila orang mau memperhatikan dengan seksama terhadap makhluk-makhluk yang ada di jagat raya ini, pasti ia mengetahui bahwa semua makhluk yang ada itu tunduk dan taat pada ketentuan-ketentuan yang berlaku, yang tak bisa dihindari. Begitu juga dalam hal penciptaan manusia. Mereka ini tidak dapat melepaskan diri dari ketentuan-ketentuan Allah, begitu lahir sudah tunduk pada gaya tarik bumi, ia bernafas dengan zat asam dan sebagainya. Tidak pernah ada manusia yang menyimpang dari ketentuan ini. Apabila ia dewasa, ia memerlukan kawan hidup untuk mengisi kekosongan jiwanya, dan untuk melaksanakan tujuan hidupnya ia mengembangkan keturunan. Kemudian kalau ajal telah datang, ia kembali ke asalnya. Ia akan dihidupkan kembali di akhirat, guna mempertanggungjawabkan segala amalnya ketika hidup di dunia.\n\nAllah berfirman:\n\nDan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)\n\nJika manusia berpikir dengan jernih dan sungguh-sungguh, tentu akan mengakui keesaan dan kekuasaan Allah terhadap semua yang ada di langit, bumi, serta segala makhluk yang ada di antara keduanya. Apabila manusia mengakui kemahakuasaan Allah, tentulah akan mengakui pula kekuasaan-Nya menurunkan wahyu kepada hamba pilihan-Nya.\n\nLalu Allah menjelaskan sikap orang-orang kafir Mekah. Mereka tidak mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan bumi, dan juga tidak mau meneliti tanda kebesaran Allah yang ada pada diri mereka sendiri. Itulah sebabnya mereka mendustakan keesaan Allah dan hari kebangkitan.\n\nAllah berfirman:\n\nDan tidaklah Kami bermain-main menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (ad-Dukhan/44: 38-39)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (al-Mu'minun/23: 115)\n\nPada penghujung ayat, Allah menegaskan bahwa mereka akan mendapatkan kenyataan yang berbeda dengan apa yang mereka duga selama hidup di dunia. Mereka akan merasakan neraka wail yang memang disediakan sebagai azab bagi mereka, sebagai balasan yang setimpal atas keingkaran mereka terhadap keesaan Allah, kebenaran wahyu, dan terjadinya hari kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 3998, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u062c\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Am naj'alul lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati kalmufisdeena fil ardi am naj'alul muttaqeena kalfujjaar" } }, "translation": { "en": "Or should we treat those who believe and do righteous deeds like corrupters in the land? Or should We treat those who fear Allah like the wicked?", "id": "Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3998", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3998.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3998.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan perbedaan perlakuan-Nya kepada orang beriman dan orang kafir. Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta percaya akan keesaan Kami sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mau mengikuti petunjuk Kami? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa dan patuh pada perintah Kami sama dengan orang-orang yang jahat, ingkar, dan sombong?", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa di antara kebijaksanaan-Nya ialah tidak menganggap sama para hamba-Nya yang melakukan kebaikan, dengan orang-orang yang terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan. Tidak patut bagi zat Allah dengan segala keagungan-Nya, apabila menganggap sama antara hamba-hamba-Nya yang beriman dan melakukan kebaikan dengan orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya lagi memperturutkan hawa nafsunya.\n\nOrang-orang yang beriman yang dimaksud dalam ayat ini ialah orang-orang yang meyakini bahwa Allah Maha Esa, tidak memerlukan sekutu dalam melaksanakan kekuasaan dan kehendak-Nya. Atas keyakinan itulah mereka menyadari dan melaksanakan apa yang seharusnya diperbuat terhadap sesamanya dan kepada Penciptanya. Dengan keyakinan itu pula, mereka menaati perintah Khaliknya yang disampaikan melalui rasul-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Mereka selalu berusaha keras memelihara kebersihan jiwanya dari noda-noda yang mengotorinya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa, yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya), dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya. (al-Lail/92: 17-19)\n\nSedang yang dimaksud dengan orang yang berbuat kerusakan di muka bumi ialah orang yang tidak mau mengikuti kebenaran dan selalu memperturutkan hawa nafsunya. Mereka ini tidak mau mengakui keesaan Allah, kebenaran wahyu, dan terjadinya hari kebangkitan dan pembalasan. Oleh karena itu, mereka yang jauh dari rahmat Allah, berani melanggar larangan-larangan-Nya. Mereka tidak meyakini bahwa mereka akan dibangkitkan kembali dari kuburnya, mereka tetap akan dihimpun di Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka. \"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.\" (al-Isra'/17: 13-14)\n\nApabila ada di antara hamba Allah yang diberi pahala karena amal baiknya di dunia, dan disiksa akibat amal buruknya, hal itu sesuai dengan hikmat dan kebijaksanaan Allah. Dia telah memberikan akal agar mereka dapat mengetahui betapa luasnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka. Akan tetapi, mereka tidak mau mempergunakan akal itu sebaik-baiknya, sehingga mereka tidak mensyukuri nikmat itu, bahkan mereka mengingkarinya. Allah juga telah mengutus rasul-Nya untuk membimbing mereka kepada jalan yang benar. Petunjuk dan bimbingan rasul itu bukan saja tidak mereka hiraukan, tetapi malah mereka dustakan." } } }, { "number": { "inQuran": 3999, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064c \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u062f\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Kitaabun anzalnaahu ilaika mubaarakul liyaddabbarooo Aayaatihee wa liyatazakkara ulul albaab" } }, "translation": { "en": "[This is] a blessed Book which We have revealed to you, [O Muhammad], that they might reflect upon its verses and that those of understanding would be reminded.", "id": "Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/3999", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/3999.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/3999.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya kitab Al-Qur’an yang telah Kami turunkan kepadamu adalah kitab yang penuh berkah. Kami menurunkannya agar mereka menghayati dan memahami ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat menggunakan akal budinya untuk mendapat pelajaran darinya dan mengamalkan kandungannya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah saw dan para pengikutnya. Al-Qur'an itu adalah kitab yang sempurna mengandung bimbingan yang sangat bermanfaat kepada umat manusia. Bimbingan itu menuntun manusia agar hidup sejahtera di dunia dan berbahagia di akhirat. Dengan merenungkan isinya, manusia akan menemukan cara-cara mengatur kemaslahatan hidup di dunia. Tamsil ibarat dan kisah dari umat terdahulu menjadi pelajaran dalam menempuh tujuan hidup mereka dan menjauhi rintangan dan hambatan yang menghalangi pencapaian tujuan hidup. Al-Qur'an itu diturunkan dengan maksud agar direnungkan kandungan isinya, kemudian dipahami dengan pengertian yang benar, lalu diamalkan sebagaimana mestinya. Pengertian yang benar diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk-petunjuk rasul, dengan dibantu ilmu pengetahuan yang dimiliki, baik yang berhubungan dengan bahasa ataupun perkembangan masyarakat. Begitu pula dalam mendalami petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam kitab itu, hendaknya dilandasi tuntunan rasul serta berusaha untuk menyemarakkan pengalamannya dengan ilmu pengetahuan hasil pengalaman dan pemikiran mereka.\n\nAl-hasan al-Bashri menjelaskan pengertian ayat ini dengan mengatakan, \"Banyak hamba Allah dan anak-anak yang tidak mengerti makna Al-Qur'an, walaupun telah membacanya di luar kepala. Mereka ini hafal betul hingga tak satu pun huruf yang ketinggalan. Namun mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Al-Qur'an itu hingga salah seorang di antara mereka mengatakan, \"Demi Allah saya telah membaca Al-Qur'an, hingga tak satu huruf pun yang kulewatkan.\" Sebenarnya orang yang seperti itu telah melewatkan Al-Qur'an seluruhnya, karena pengaruh Al-Qur'an tidak tampak pada dirinya, baik pada budi pekerti maupun pada perbuatannya. Demi Allah, apa gunanya ia menghafal setiap hurufnya, selama mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Allah. Mereka itu bukan ahli hikmat dan ahli pemberi pengajaran. Semoga Allah tidak memperbanyak jumlah orang yang seperti itu.\"\n\nIbnu Mas'ud mengatakan:Orang-orang di antara kami apabila belajar sepuluh ayat Al-Qur'an, mereka tidak pindah ke ayat lain, sampai memahami kandungan sepuluh ayat tersebut dan mengamalkan isinya.(Riwayat A.hmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 4000, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062f\u064e\u0627\u0648\u064f\u0648\u062f\u064e \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u06da \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa wahabnaa li Daawooda Sulaimaan; ni'mal 'abd; innahoo awwaab" } }, "translation": { "en": "And to David We gave Solomon. An excellent servant, indeed he was one repeatedly turning back [to Allah].", "id": "Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4000", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4000.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4000.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya anugerah ilmu pengetahuan dan kenabian, kepada Nabi Dawud Kami karuniakan pula seorang putra yang mengikuti jejak dan perjuangannya, yaitu Nabi Sulaiman. Dia adalah sebaik-baik hamba yang selalu beribadah dan bersyukur. Sungguh, dia sangat taat pada perintah Allah.", "long": "Allah menjelaskan bahwa di samping Daud yang dianugerahi kemuliaan dan kekuasaan, dia juga dianugerahi putra yang saleh, yang mempunyai kemampuan melanjutkan perjuangannya, yaitu Sulaiman. Ia mewarisi sifat-sifat ayahnya. Ia terkenal sebagai hamba yang taat beribadah dan dalam segala urusan ia selalu bersyukur kepada Allah. Ia yakin bahwa segala macam kenikmatan dan keindahan itu terwujud hanyalah semata-mata karena limpahan rahmat Allah dan karunia-Nya. Itulah sebabnya ia disebut sebagai hamba Allah yang paling baik, dan sebagai pujian yang pantas diberikan kepadanya. Allah menyifatinya sebagai hamba-Nya yang amat taat kepada-Nya. Dengan demikian Allah mengangkat Nabi Sulaiman menjadi nabi penerus kenabian dan kerajaan Nabi Daud, serta mewarisi ilmu pengetahuannya yang tertuang dalam Kitab Zabur.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Sulaiman telah mewarisi Daud. (an-Naml/27: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 4001, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0639\u064f\u0631\u0650\u0636\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0641\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u064a\u064e\u0627\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Iz 'urida 'alaihi bil'ashiy yis saafinaatul jiyaad" } }, "translation": { "en": "[Mention] when there were exhibited before him in the afternoon the poised [standing] racehorses.", "id": "(Ingatlah) ketika pada suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4001", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4001.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4001.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah karunia kami kepada Nabi Sulaiman, yaitu ketika pada suatu sore, antara asar dan magrib, dipertunjukkan kepadanya kekayaan dan kuda-kuda yang jinak dan tangkas serta memiliki kaki yang kuat sehingga sangat cepat larinya,", "long": "Allah menyebutkan salah satu di antara peristiwa yang dihadapi Sulaiman, yang menyebabkan dia pantas mendapat pujian. Peristiwa itu terjadi pada saat beliau memeriksa pasukan berkuda yang biasanya dilakukan pada sore hari. Kuda-kuda itu dilatih agar dapat diketahui ketangkasan dan kemampuan geraknya sehingga memungkinkan untuk dibawa dalam medan pertempuran. Juga dilatih kemampuannya untuk mengurangi kecepatannya atau berhenti seketika dan ditingkatkan daya tahannya menghadapi serangan-serangan mendadak. Kuda-kuda itu dilatih sedemikian rupa agar dapat dikendalikan sesuai dengan taktik yang dikehendaki oleh pasukan yang mengendarainya. Ketangkasan kuda ikut menentukan berhasil tidaknya pasukan dalam menguasai medan perang dan mematahkan serangan musuh" } } }, { "number": { "inQuran": 4002, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f \u062d\u064f\u0628\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Faqaala inneee ahbabtu hubbal khairi 'an zikri Rabbee hattaa tawaarat bilhijaab" } }, "translation": { "en": "And he said, \"Indeed, I gave preference to the love of good [things] over the remembrance of my Lord until the sun disappeared into the curtain [of darkness].\"", "id": "maka dia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4002", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4002.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4002.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka ketika itu dia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai segala sesuatu yang baik, yaitu kuda dan harta kekayaan, yang membuat aku selalu ingat akan kebesaran Tuhanku.” Nabi Sulaiman menyaksikan dan mengawasi pertunjukan itu sampai matahari terbenam.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan keadaan Sulaiman pada saat menyaksikan latihan kuda itu. Ia mengatakan bahwa ia menyukai kuda karena sangat berguna untuk digunakan sebagai alat menegakkan kebenaran dan membela agama Allah. Kesenangannya melatih kuda itu sedemikian dalamnya, sehingga tiap sore hari ia mengunjungi tempat latihan kuda hingga matahari terbenam di ufuk langit bagian barat yaitu hingga cahaya matahari mulai sirna, dan gelapnya malam menghalangi pemandangannya untuk menyaksikan latihan itu. Pada saat-saat itulah terjadi pergolakan dalam dirinya, kepentingan manakah yang harus didahulukan di antara kedua kepentingan. Kepentingan pertama ialah kesadaran jiwanya untuk beribadah kepada Allah. Sedangkan kepentingan kedua ialah melatih kuda untuk kepentingan menegakkan kebenaran dan membela kalimat tauhid. Dalam keadaan seperti itu, ia menyadari bahwa apabila ia menyaksikan latihan berkuda itu hingga larut malam, berarti ia mengabaikan ibadah yang harus ia lakukan.\n\nPada ayat ini tidak dijelaskan secara terperinci apakah kesenangan Sulaiman memeriksa latihan kuda itu menyebabkan ia kehilangan waktu untuk melakukan ibadah atau tidak. Begitu pula tidak diterangkan mana yang didahulukan oleh Sulaiman, memeriksa latihan kuda atau melaksanakan ibadah. Namun yang dapat dipahami dari ayat tersebut ialah pada saat dia asyik menyaksikan latihan kuda, terbetiklah dalam hatinya kesadaran beribadah kepada Allah, apabila keasyikannya itu dituruti, niscaya berlarut-larut hingga kehilangan kesempatan untuk bermunajat dengan Allah. Maka pengertian yang patut diambil dari ayat ini ialah, pergolakan yang terjadi pada diri Sulaiman itu ialah penyesalan karena tidak melakukan ibadah kepada Allah pada awal waktunya, karena sibuk menyaksikan latihan kuda. Kemudian ia sadar dan melaksanakannya di akhir waktu." } } }, { "number": { "inQuran": 4003, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0637\u064e\u0641\u0650\u0642\u064e \u0645\u064e\u0633\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Ruddoohaa 'alaiya fatafiqa masham bissooqi wal a'naaq" } }, "translation": { "en": "[He said], \"Return them to me,\" and set about striking [their] legs and necks.", "id": "”Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku.” Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4003", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4003.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4003.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Nabi Sulaiman berkata kepada pelatih kuda, “Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku.” Lalu dia pun mengusap-usap kaki dan leher kuda itu sebagai wujud syukurnya kepada Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan apa yang diperintahkan Sulaiman kepada para pelatih kudanya. Ia menyuruh pelatihnya agar kuda-kuda itu dibawa kembali kepadanya. Setelah pelatih itu membawa kuda kepadanya, ia pun mendekati. Lalu ia mengusap kaki dan leher kuda sebagai tanda kepuasan Sulaiman terhadap hasil gemilang yang dicapai kuda-kuda itu. Dengan demikian kuda itu dapat dipergunakan dalam peperangan untuk menggempur musuh atau untuk mengelakkan serangan-serangan musuh yang datang secara mendadak.\n\nDari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa Sulaiman hamba Allah yang saleh, taat beribadah, teliti, dan cermat merencanakan perjuangan untuk menegakkan kalimat tauhid serta mempunyai kesadaran yang tinggi dalam saat-saat menentukan mana yang lebih penting dari yang penting." } } }, { "number": { "inQuran": 4004, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u064a\u0651\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0633\u064e\u062f\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad fatannaa Sulaimaana wa alqainaa 'alaa kursiyyihee jasadan summa anaab" } }, "translation": { "en": "And We certainly tried Solomon and placed on his throne a body; then he returned.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4004", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4004.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4004.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tidak hanya mencurahkan karunia kepada Nabi Sulaiman. Sungguh, Kami pun telah menguji Nabi Sulaiman dengan penyakit yang menyebabkan hilangnya kekuatan yang dimilikinya, dan karena itu Kami jadikan dia hanya mampu tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh yang lemah tak berdaya, kemudian dia pun menyadari kelalaiannya dan bertobat kepada Allah.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan keadaan Sulaiman pada saat mendapat cobaan dan keadaannya setelah selesai menghadapi cobaan itu. Allah mencobanya dengan menimpakan sakit keras. Demikian hebatnya serangan penyakitnya itu hingga kehilangan kekuatan sama sekali. Badannya lemah lunglai tergeletak di atas kursinya seolah-olah tak bernyawa lagi.\n\nAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: \n\nNabi Sulaiman berkata, \"Saya akan berkeliling malam ini untuk mengumpuli sembilan puluh istri, semuanya nanti akan melahirkan anak yang mahir menunggang kuda dan berjihad fi sabilillah\". Maka seorang sahabatnya berkata kepadanya. \"Katakan insya Allah\", tetapi Nabi Sulaiman tidak mengatakan insya Allah. Nabi Sulaiman kemudian mengumpuli istri-istrinya itu semua, tetapi tidak ada yang hamil dari mereka kecuali seorang istri, yang kemudian melahirkan anak yang tidak sempurna. Demi Zat yang menguasai diri Muhammad, \"Seandainya Nabi Sulaiman mengatakan insya Allah, niscaya semua istrinya melahirkan anak-anak yang mahir menunggang kuda dan berjihad fi sabilillah\".(Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) \n\nKeterangan lain menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan cobaan itu ialah berkenaan dengan keinginan Nabi Sulaiman mendatangi sembilan puluh istrinya dalam satu malam dan setiap istrinya melahirkan seorang penunggang kuda. Namun, ia tidak mengucapkan insya Allah, sehingga Allah mengujinya dengan cobaan tidak ada yang melahirkan kecuali hanya satu orang dan melahirkan bayi lumpuh setengah badan dan diletakkan di atas kursi Nabi Sulaiman.\n\nDi saat-saat menerima cobaan seperti itu, ia selalu memanjatkan harapannya kepada Allah serta penyerahan dirinya menerima cobaan itu dengan ikhlas. Pada penghujung ayat, Allah menegaskan bahwa Sulaiman lalu bertobat meminta ampun atas kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya serta berserah diri kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4005, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0628\u064e\u063a\u0650\u064a \u0644\u0650\u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbigh fir lee wa hab lee mulkal laa yambaghee li ahadim mim ba'de inaka Antal Wahhab" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, forgive me and grant me a kingdom such as will not belong to anyone after me. Indeed, You are the Bestower.\"", "id": "Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4005", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4005.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4005.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam tobatnya dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dari dosa-dosaku yang menyebabkan Engkau menimpakan cobaan ini kepadaku, dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan agung yang tidak akan dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi lagi Maha Pemurah.”", "long": "Allah lalu menjelaskan bahwa setelah Sulaiman sembuh dari sakitnya, ia menyadari kelemahan yang ada pada dirinya. Ia telah memilih hal yang kurang penting. Dia telah kehilangan waktu yang utama untuk melakukan ibadah karena menyaksikan latihan kuda.\n\nLalu Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah agar dianugerahi kerajaan yang tidak ada tandingannya, yang tak akan dimiliki oleh seorang jua pun sesudahnya. Dalam hadis Nabi saw diriwayatkan:\n\nBahwa Nabi saw berkata: Bahwa Ifrit dari golongan jin meludahi aku tadi malam agar aku membatalkan salatku namun Allah memberikan kekuatan kepadaku sehingga aku dapat menangkap jin itu. Aku bermaksud untuk mengikatnya di satu tiang dari tiang-tiang masjid sehingga kamu dapat melihatnya. Tapi aku teringat doa saudaraku Sulaiman, \"Ya Allah ampunilah aku, dan berilah aku kekuatan yang tidak layak untuk diberikan kepada orang sesudahku\". Maka aku usir dia untuk menjauh.(Riwayat al-Bukhari dan Muslim) \n\nNabi Sulaiman dibesarkan dalam lingkungan kerajaan dan kenabian. Sejak kecil ia terlatih sebagai seorang anak dari seorang raja dan nabi. Sulaiman pun mewarisi kemampuan keduanya dan Allah juga menganugerahkan kepadanya kemampuan itu. Itulah sebabnya maka Allah menganugerahkan kepadanya kerajaan yang sangat kuat dan kekayaan yang berlimpah ruah, yang tiada tandingannya.\n\nDi akhir ayat Allah menyebutkan alasan yang dikemukakan Sulaiman dalam doanya yaitu karena Allah benar-benar akan mengabulkan doa setiap orang yang disertai usaha dan syarat kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kehendak-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4006, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u064e \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0631\u064f\u062e\u064e\u0627\u0621\u064b \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Fasakhkharnaa lahur reeha tajree bi amrihee rukhaaa'an haisu asaab" } }, "translation": { "en": "So We subjected to him the wind blowing by his command, gently, wherever he directed,", "id": "Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4006", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4006.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4006.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menerima tobat dan doa Nabi Sulaiman, kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berembus dengan baik maupun dengan kencang menurut perintahnya, berembus ke mana saja yang dikehendakinya sehingga dia dapat menempuh perjalanan jauh hanya dalam sekejap.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya. Pertama: Allah menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin. Atas izin Allah, angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.\n\nAllah berfirman:\n\nDan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-Anbiya'/21: 81)\n\nKedua: Allah menganugerahkan kepadanya kemampuan menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli menyelam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman. Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun suatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan, atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan marjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.\n\nKetiga: Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya. Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya.\n\nKekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan maksudnya adalah kekuasaan untuk menggerakkan mereka melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas membangun gedung-gedung, dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut. Namun tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu. Sikap yang paling utama ialah kita menerima keterangan yang terdapat dalam Al-Qur'an dan untuk mengungkapkan pengertiannya, kita serahkan kepada ilmu pengetahuan." } } }, { "number": { "inQuran": 4007, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0628\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u0648\u064e\u063a\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0635\u064d", "transliteration": { "en": "Wash Shayaateena kulla bannaaa'inw wa ghawwaas" } }, "translation": { "en": "And [also] the devils [of jinn] - every builder and diver", "id": "dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4007", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4007.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4007.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tundukkan pula untuknya setan-setan dan jin-jin, semuanya ahli bangunan dan penyelam. Mereka ahli membangun istana, gedung megah, tempat peribadatan, bahkan hiasan dari keramik seperti patung, cawan, teko, dan sebagainya; serta ahli mengambil berbagai perhiasan dari dasar laut, seperti mutiara dan marjan. Mereka tekun bekerja (Lihat pula: Surah al-Anbiyà’/21: 81–82; Saba’/34: 12–13),", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya. Pertama: Allah menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin. Atas izin Allah, angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.\n\nAllah berfirman:\n\nDan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-Anbiya'/21: 81)\n\nKedua: Allah menganugerahkan kepadanya kemampuan menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli menyelam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman. Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun suatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan, atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan marjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.\n\nKetiga: Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya. Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya.\n\nKekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan maksudnya adalah kekuasaan untuk menggerakkan mereka melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas membangun gedung-gedung, dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut. Namun tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu. Sikap yang paling utama ialah kita menerima keterangan yang terdapat dalam Al-Qur'an dan untuk mengungkapkan pengertiannya, kita serahkan kepada ilmu pengetahuan." } } }, { "number": { "inQuran": 4008, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0635\u0652\u0641\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa aakhareena muqarraneena fil asfaad" } }, "translation": { "en": "And others bound together in shackles.", "id": "dan (setan) yang lain yang terikat dalam belenggu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4008", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4008.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4008.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan adapun setan yang lain yang tidak mematuhi perintahnya, mereka terikat dalam belenggu sehingga tidak mengganggu mereka yang bekerja.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya. Pertama: Allah menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin. Atas izin Allah, angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.\n\nAllah berfirman:\n\nDan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-Anbiya'/21: 81)\n\nKedua: Allah menganugerahkan kepadanya kemampuan menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli menyelam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman. Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun suatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan, atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan marjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.\n\nKetiga: Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya. Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya.\n\nKekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan maksudnya adalah kekuasaan untuk menggerakkan mereka melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas membangun gedung-gedung, dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut. Namun tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu. Sikap yang paling utama ialah kita menerima keterangan yang terdapat dalam Al-Qur'an dan untuk mengungkapkan pengertiannya, kita serahkan kepada ilmu pengetahuan." } } }, { "number": { "inQuran": 4009, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0637\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0645\u0652\u0646\u064f\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Haazaa 'ataaa'unaa famnun aw amsik bighairi hisaab" } }, "translation": { "en": "[We said], \"This is Our gift, so grant or withhold without account.\"", "id": "Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4009", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4009.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4009.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami berikan kepada Nabi Sulaiman kerajaan, kekayaan, dan kekuasaan yang tidak Kami berikan kepada siapa pun sesudahnya. Inilah anugerah Kami yang agung kepadamu, wahai Nabi Sulaiman; maka berikanlah sebagian dari karunia itu kepada orang lain atau tahanlah untuk dirimu sendiri, tanpa perhitungan dan tuntutan atasmu sebagai aturan yang Kami khususkan untukmu.", "long": "Allah selanjutnya menjelaskan bahwa segala macam nikmat itu adalah anugerah yang diberikan-Nya kepada Sulaiman secara khusus. Nikmat itu meliputi kerajaan yang besar, kekayaan yang berlimpah dan kekuasaan yang tak pernah diberikan kepada yang lain. Nikmat-nikmat itu dianugerahkan kepadanya agar digunakan sebagaimana mestinya.\n\nAllah menandaskan bahwa nikmat-nikmat itu diberikan kepada Sulaiman tanpa pertanggungjawaban, karena Sulaiman telah diberi kemampuan untuk mengendalikan segala macam nikmat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4010, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 393, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0632\u064f\u0644\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0622\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa inna lahoo 'indanaa lazulfaa wa husna ma-aab" } }, "translation": { "en": "And indeed, for him is nearness to Us and a good place of return.", "id": "Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4010", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4010.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4010.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Allah telah mengabulkan doanya dan memberi dia kemuliaan di dunia dengan mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik, yaitu surga.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa di samping kemuliaan yang telah dicapainya di dunia, yang sangat menakjubkan itu, ia akan dilimpahi karunia yang lebih nikmat lagi dan kedudukannya yang lebih mulia. Allah menjanjikan kepadanya bahwa ia akan dimasukkan dalam deretan hamba-hamba-Nya yang mempunyai kedudukan yang sangat dekat kepada Allah, yaitu kedudukan yang diperoleh para rasul dan nabi, tempat kembali yang baik yaitu surga Na'im yang penuh dengan segala macam kenikmatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4011, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0628\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0628\u0650\u0646\u064f\u0635\u0652\u0628\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wazkur 'abdanaaa Ayyoob; iz naada Rabbahooo annee massaniyash Shaitaanu binus binw wa 'azaab" } }, "translation": { "en": "And remember Our servant Job, when he called to his Lord, \"Indeed, Satan has touched me with hardship and torment.\"", "id": "Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4011", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4011.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4011.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Cerita tentang Nabi Dawud dan Sulaiman yang diberi berbagai kenikmatan oleh Allah diikuti oleh kisah tentang Nabi Ayyub yang hidupnya penuh ujian dan cobaan. Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, akan kisah salah seorang hamba Kami, yaitu Nabi Ayyub, yang sangat sabar dan taat kepada Allah. Dan ingatlah ketika dia mendapat ujian dan cobaan dari Allah, dia menyeru dan berdoa kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan, sakit menahun, dan bencana yang besar dengan hilangnya harta kekayaan dan anak keturunanku. Aku mengadu kepada-Mu karena Engkau Maha Penyayang.\" (Lihat pula: Surah al-Anbiyà’/21: 83).", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menceritakan kepada kaumnya kisah Ayub yang sangat sabar menghadapi cobaan hidup dan taat kepada Allah. Pada saat menghadapi cobaan yang sangat berat itu, ia berdoa kepada Allah dan mengadukan agar penderitaannya itu dihilangkan.\n\nBeberapa ahli tafsir menyebutkan bahwa Ayub adalah seorang nabi yang sangat kaya. Ia adalah seorang petani dan pemelihara ternak. Di samping itu, juga sebagai pemimpin kaumnya di sebuah negeri yang terletak di sebelah tenggara Laut Mati. Negerinya terletak di antara kota Adum dan padang pasir Arab, sangat subur, dialiri oleh mata air yang sangat banyak. Ia hidup di antara zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Semula beliau hidup makmur dan bahagia, amat taat beragama, dan banyak sanak keluarganya. Ia sangat senang atas hasil usaha yang dicapainya, juga atas kekayaan, keluarga, dan kesehatannya. Allah lalu ingin menguji ketabahannya dengan menimpakan penyakit kulit yang sangat parah. Begitu berat penyakitnya dan begitu lama dideritanya hingga harta bendanya habis, dan keluarganya bertebaran ke negeri-negeri sekitarnya untuk mencari penghidupan. Di tengah-tengah penderitaannya itu, ia merasa sangat lelah dan menderita. Ia merasa ada setan yang mengusik jiwanya ketika beribadah kepada Allah. Lalu ia mengadukan kepada Allah agar diberi petunjuk untuk melepaskan dirinya dari penderitaan dan siksaan yang dialaminya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, \"(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.\" (al-Anbiya'/21: 83)" } } }, { "number": { "inQuran": 4012, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 23, "page": 455, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0631\u0652\u0643\u064f\u0636\u0652 \u0628\u0650\u0631\u0650\u062c\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064f\u063a\u0652\u062a\u064e\u0633\u064e\u0644\u064c \u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u062f\u064c \u0648\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Urkud birijlika haaza mughtasalum baaridunw wa sharaab" } }, "translation": { "en": "[So he was told], \"Strike [the ground] with your foot; this is a [spring for] a cool bath and drink.\"", "id": "Allah berfirman), “Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4012", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4012.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4012.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjawab doa Nabi Ayyub, Allah berfirman, “Hentakkanlah kakimu!” Dia pun menuruti perintah Tuhannya, lalu dari bawah telapak kakinya muncul sebuah mata air. Dikatakan kepadanya, “Inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Minum dan mandilah dengan airnya, niscaya Allah akan menghilangkan penderitaan dan bencana darimu.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa karena ketaatan dan kesabaran Ayub menghadapi cobaan, Allah mengabulkan doanya dengan memerintahkan kepadanya agar menghentakkan kakinya ke bumi. Kemudian dari bumi itu memancar mata air yang sejuk. Lalu Ayub diperintahkan agar mandi dan minum dengan air itu. Seketika itu, Allah menyembuhkan penyakitnya seakan-akan tidak pernah sakit sebelumnya.\n\nKemudian ia menghimpun kembali keluarganya yang telah terpencar, dan mereka akhirnya dapat menyebarkan keturunan yang banyak, sebagai rahmat Allah kepadanya dan kepada keturunannya.\n\nPada akhir ayat, Allah menegaskan bahwa ketaatan dan kesabaran Ayub itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia bahwa rahmat Allah itu dekat sekali pada orang-orang yang senantiasa melakukan perbuatan yang baik. Hal ini juga menjadi contoh bahwa setiap perjuangan itu meskipun pada mulanya terasa sangat melelahkan, tetapi bila dilakukan dengan penuh ketabahan, niscaya segala kesulitan pasti dapat diatasi, dan kemenangan pasti dapat diraih. Pengalaman berharga yang dapat dipetik dari kisah Ayub ini ialah bahwa orang tidak boleh berputus asa untuk mencari jalan ke luar dalam menghadapi rintangan, hingga ia mendapatkan jalan untuk mengatasi rintangan itu, dengan memohon petunjuk kepada Allah agar diberi limpahan hidayah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4013, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa wahabnaa lahoo ahlahoo wa mislahum ma'ahum rahmatam minna wa zikraa li ulil albaab" } }, "translation": { "en": "And We granted him his family and a like [number] with them as mercy from Us and a reminder for those of understanding.", "id": "Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4013", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4013.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4013.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami sembuhkan penyakit Nabi Ayyub dan setelah itu Kami anugerahi dia kebahagiaan berkumpul kembali bersama keluarganya yang lama terpisah dan Kami lipatgandakan jumlah mereka sehingga keluarga serta pengikutnya bertambah banyak. Kami anugerahkan hal itu sebagai rahmat dari Kami bagi orang yang berbuat baik dan sabar dalam menerima cobaan, dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat serta meyakini kemurahan dan rahmat Allah.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa karena ketaatan dan kesabaran Ayub menghadapi cobaan, Allah mengabulkan doanya dengan memerintahkan kepadanya agar menghentakkan kakinya ke bumi. Kemudian dari bumi itu memancar mata air yang sejuk. Lalu Ayub diperintahkan agar mandi dan minum dengan air itu. Seketika itu, Allah menyembuhkan penyakitnya seakan-akan tidak pernah sakit sebelumnya.\n\nKemudian ia menghimpun kembali keluarganya yang telah terpencar, dan mereka akhirnya dapat menyebarkan keturunan yang banyak, sebagai rahmat Allah kepadanya dan kepada keturunannya.\n\nPada akhir ayat, Allah menegaskan bahwa ketaatan dan kesabaran Ayub itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia bahwa rahmat Allah itu dekat sekali pada orang-orang yang senantiasa melakukan perbuatan yang baik. Hal ini juga menjadi contoh bahwa setiap perjuangan itu meskipun pada mulanya terasa sangat melelahkan, tetapi bila dilakukan dengan penuh ketabahan, niscaya segala kesulitan pasti dapat diatasi, dan kemenangan pasti dapat diraih. Pengalaman berharga yang dapat dipetik dari kisah Ayub ini ialah bahwa orang tidak boleh berputus asa untuk mencari jalan ke luar dalam menghadapi rintangan, hingga ia mendapatkan jalan untuk mengatasi rintangan itu, dengan memohon petunjuk kepada Allah agar diberi limpahan hidayah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4014, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062e\u064f\u0630\u0652 \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0643\u064e \u0636\u0650\u063a\u0652\u062b\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628 \u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u062b\u0652 \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0646\u0651\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa khuz biyadika dighsan fadrib bihee wa laa tahnas, innaa wajadnaahu saabiraa; ni'mal 'abd; innahooo awwaab" } }, "translation": { "en": "[We said], \"And take in your hand a bunch [of grass] and strike with it and do not break your oath.\" Indeed, We found him patient, an excellent servant. Indeed, he was one repeatedly turning back [to Allah].", "id": "Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4014", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4014.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4014.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Ayyub pernah bersumpah akan memukul istrinya akibat kelalaiannya dalam merawat beliau. Allah mengizinkan beliau untuk melaksanakan sumpah itu tanpa mendatangkan rasa sakit berlebih kepada istrinya. Untuk itu Allah berfirman, “Dan ambillah seikat rumput dengan tanganmu, lalu pukullah istrimu sekali saja dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah yang pernah kauucapkan.” Sesungguhnya Kami dapati dia sebagai seorang yang sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan. Dialah sebaik-baik hamba yang tidak pernah putus asa. Sungguh, dia sangat taat dalam melaksanakan perintah Kami. Ujian dan cobaan bisa menimpa siapa saja. Jika hal itu dihadapi dengan sabar, tawakal, dan berusaha secara maksimal, niscaya Allah akan mengganti dengan imbalan lebih banyak, bahkan terkadang tidak terduga.", "long": "Kemudian Allah mengisahkan keringanan hukuman bagi istrinya yang diberikan kepada Ayub. Allah memerintahkan agar Ayub mengambil seberkas rumput untuk dipukulkan kepada istrinya. Pukulan rumput ini cukup sebagai pengganti dari sumpah yang pernah ia ucapkan. Dalam ayat-ayat Al-Qur'an tidak disebutkan apa sebab ia bersumpah dan apa sumpahnya. Hanya hadis sajalah yang menyebutkan bahwa ia bersumpah karena istrinya, yang bernama Rahmah putri Ifraim, pergi untuk sesuatu keperluan dan terlambat datang. Ayub bersumpah akan memukulnya 100 kali apabila ia sembuh. Dengan pukulan seikat rumput itu, ia dianggap telah melaksanakan sumpahnya, sebagai kemurahan bagi Ayub sendiri dan bagi istrinya yang telah melayaninya dengan baik pada saat sakit. Dengan adanya kemurahan Allah itu, Ayub pun terhindar dari melanggar sumpah.\n\nDi akhir ayat, Allah memuji bahwa Ayub adalah hamba-Nya yang sabar, baik, dan taat. Sabar menghadapi cobaan yang diberikan kepadanya, baik cobaan yang menimpa dirinya, hartanya, serta keluarganya. Dia dimasukkan dalam golongan hamba-Nya yang baik perangainya karena tidak mudah berputus asa, dan menumpahkan harapannya kepada Allah. Dia juga sebagai hamba-Nya yang taat, karena kegigihannya memperjuangkan perintah-perintah agama serta memelihara diri, keluarga, dan kaumnya dari kehancuran.\n\nMengenai ketaatan Ayub dapat diketahui dari sebuah riwayat bahwa apabila ia menemui cobaan mengatakan:\n\n\"Ya Allah, Engkaulah yang mengambil dan Engkau pula yang memberi.\"\n\nPada waktu bermujanat ia pun berkata:\n\n\"Ya Tuhanku, \"Engkau telah mengetahui betul bahwa lisanku tidak akan berbeda dengan hatiku, hatiku tidak mengikuti penglihatan, hamba sahaya yang kumiliki tidak akan mempermainkan aku, aku tidak makan terkecuali bersama-sama anak yatim dan aku tidak berada dalam keadaan kenyang dan berpakaian sedang di sampingku ada orang yang lapar atau telanjang.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4015, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u064f\u0648\u0628\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wazkur 'ibaadanaaa Ibraaheema wa Is-haaqa wa Ya'qooba ulil-aydee walabsaar" } }, "translation": { "en": "And remember Our servants, Abraham, Isaac and Jacob - those of strength and [religious] vision.", "id": "Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4015", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4015.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4015.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kisah Nabi Ayyub, salah satu nabi dari garis keturunan Nabi Ishak bin Ibrahim. Seperti halnya Nabi Ayyub, ketabahan dan kesabaran juga ditunjukkan oleh leluhurnya. Dan ingatlah hamba-hamba Kami yang taat melaksanakan perintah Allah, tabah menerima cobaan dan ujian, dan sabar menghadapi umatnya, yaitu Nabi Ibrahim, Ishak, dan Yakub. Mereka mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu agama. Dengan kekuatan mereka memimpin umat dan melaksanakan perintah-perintah Allah, dan dengan ilmu agama yang luas mereka membimbing orang lain.", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengisahkan kepada kaumnya perjuangan Nabi Ibrahim, dan putra beliau Ishak yang juga diangkat menjadi nabi, serta cucunya Yakub yang mencapai derajat kenabian juga.\n\nMereka itu hamba-hamba Allah yang terkenal ketabahannya dan mencapai kemuliaan karena ketaatannya kepada Allah. Karena perjuangannya yang gigih dalam menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, mereka ini dilimpahi kekuatan oleh Allah untuk memiliki ilmu pengetahuan agama yang luas dan kekuatan untuk memimpin kaumnya ke jalan yang terang, jauh dari kesesatan. Mereka juga diberi kemampuan untuk melaksanakan amal perbuatan yang diridai Allah, yang bermanfaat bagi kepentingan hidup kaumnya di dunia dan kebahagiaan mereka di akhirat.\n\nPada ayat ini terdapat sindiran bagi kaum musyrikin bahwa apabila mereka tidak mau mengambil pelajaran dari kisah tersebut tentulah mereka akan tetap berada dalam kesesatan dan di akhirat nanti mereka akan mengalami penderitaan yang sangat mengerikan." } } }, { "number": { "inQuran": 4016, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0635\u064e\u0629\u064d \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Innaaa akhlasnaahum bi khaalisatin zikrad daar" } }, "translation": { "en": "Indeed, We chose them for an exclusive quality: remembrance of the home [of the Hereafter].", "id": "Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4016", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4016.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4016.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami anugerahi mereka karunia yang besar itu karena Kami telah menyucikan jiwa mereka dengan sifat-sifat terpuji dan akhlak yang tinggi kepadanya, yaitu selalu mengingatkan umatnya kepada negeri akhirat yang kekal dan penuh kenikmatan bagi hamba-hamba yang saleh.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan sebab-sebab para nabi tersebut mencapai kemuliaan baik dunia maupun akhirat adalah karena memelihara kebersihan jiwa dan menjauhkan diri dari dosa yang tercela. Karena jiwa mereka bersih dari noda-noda kemusyrikan, maka mereka ikhlas menaati perintah-perintah Allah. Juga karena mereka selalu menjauhi perbuatan-perbuatan tercela, maka mereka gigih dalam memperjuangkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan. Dengan demikian, tergambarlah dalam jiwa mereka akhlak yang tinggi, dan sifat yang mulia yang menyebabkan mereka patut diteladani. \n\nSeluruh kegiatan mereka baik berupa tenaga, harta, maupun pikiran, semata-mata dipergunakan untuk peribadatan secara murni, dengan tujuan ingin mendapat rida Allah dan menjunjung tinggi kalimat tauhid. Dengan landasan itu, mereka selalu memperingatkan kaumnya pada kehidupan akhirat yang kekal. Kenikmatan di dunia yang hanya sementara itu hendaknya dijadikan sarana untuk berbakti pada Allah, sehingga dengan demikian mereka di akhirat memperoleh kenikmatan yang tiada putus-putusnya, yang disediakan bagi hamba-hamba yang mendapatkan keridaan-Nya. Sedang hamba-hamba yang ingkar dan selalu bergelimang dalam kesesatan hidup, akan merasakan azab yang sangat pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 4017, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0652\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa innahum 'indanaa laminal mustafainal akhyaar" } }, "translation": { "en": "And indeed they are, to Us, among the chosen and outstanding.", "id": "Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4017", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4017.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4017.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik dan mulia di antara manusia lain, sehingga Kami pilih mereka sebagai nabi dan rasul.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa para hamba pilihan-Nya, yaitu Ibrahim, Ishak, dan Yakub, benar-benar mempunyai jiwa yang bersih. Tidak tersirat sedikit pun dalam jiwa mereka sifat-sifat yang tercela, seperti sifat dengki dan takabur, melainkan terpancar dari dalam diri mereka sifat-sifat yang terpuji yang menjadi teladan dan contoh yang baik bagi kaumnya.\n\nPelajaran yang dapat diambil dari ayat ini ialah, jiwa yang bersih dan akal yang sehat merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang menginginkan kemuliaan baik dunia maupun akhirat. Orang yang jiwanya bersih dan akalnya sehat tentu melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ada pada dirinya dan ada di langit dan bumi seisinya. Sedang orang yang jiwanya kotor dan pikirannya terbelenggu oleh kebendaan, tentu tidak akan melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan tidak akan melihat kebenaran wahyu yang dibawa oleh rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 4018, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u064e\u0639\u064e \u0648\u064e\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0641\u0652\u0644\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0652\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wazkur Ismaa'eela wal Yasa'a wa Zal-Kifli wa kullum minal akhyaar" } }, "translation": { "en": "And remember Ishmael, Elisha and Dhul-Kifl, and all are among the outstanding.", "id": "Dan ingatlah Ismail, Ilyasa‘ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4018", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4018.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4018.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, kisah moyang bangsa Arab, yaitu Nabi Ismail bin Ibrahim; Nabi Ilyasa‘ bin Akhtub dan Nabi Zulkifli putra paman Nabi Ilyasa’—nabi-nabi dari Bani Israil. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik yang dipilih Allah untuk membimbing kaumnya menuju ketaatan kepada Allah dan menjauhi kemusyrikan.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar mengisahkan nabi-nabi yang lain, yaitu Ismail, Ilyasa', dan Zulkifli kepada kaumnya. Mereka ini adalah nabi-nabi yang gigih memperjuangkan tegaknya agama Allah di tengah-tengah kaumnya.\n\nAyat ini memisahkan penyebutan Ismail dengan ayahnya Ibrahim. Hal ini mengisyaratkan adanya perpisahan antara keduanya. Memang Nabi Ismail berpisah dengan ayahnya, setelah beliau ditinggal bersama ibunya, Hajar, di Mekah. thahir bin 'Asyur, seperti yang dikutip Quraish Shihab, memahami bahwa pemisahan itu karena Nabi Ismail kelak akan menjadi kakek moyang dari umat yang besar, yaitu bangsa Arab. Sedang Ishak dan Yakub disatukan dengan Ibrahim karena mereka memang menjadi kakek moyang Bani Israil.\n\nPenggabungan Ilyasa' dan Ismail karena adanya persamaan antara keduanya, antara lain mereka sama-sama sebagai manusia pilihan, kedudukan Ilyasa' di kalangan Bani Israil serupa dengan kedudukan Ismail di kalangan keturunan Ibrahim. Kesamaan itu adalah Ilyasa' membantu Nabi Ilyas, sebagaimana Ismail membantu Ibrahim.\n\nMenurut asy-Syaukani dalam Tafsir Fath al-Qadir disebutkan bahwa penggabungan penyebutan Zulkifli, Ilyasa', dan Ismail karena mereka mempunyai kesamaan, yaitu orang-orang penyabar.\n\nPada penghujung ayat, Allah menegaskan bahwa mereka ini adalah hamba-hamba Allah yang paling baik, berakhlak tinggi, berbudi luhur, dan membimbing kaumnya agar taat kepada Allah dan menjauhi kemusyrikan." } } }, { "number": { "inQuran": 4019, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0622\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Haazaa zikr; wa inna lilmuttaqeena lahusna ma aab" } }, "translation": { "en": "This is a reminder. And indeed, for the righteous is a good place of return", "id": "Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4019", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4019.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4019.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan kisah para nabi penyampai risalah, Allah beralih menguraikan imbalan bagi orang-orang yang mengikuti risalah mereka. Al-Qur’an ini adalah kehormatan bagi mereka yang berharap petunjuk-Nya. Dan sungguh, Allah meyediakan bagi orang-orang yang bertakwa kepada-Nya tempat kembali yang terbaik di akhirat.", "long": "Allah menjelaskan bahwa ayat-ayat yang menceritakan kemuliaan para nabi dan kebahagiaan mereka di akhirat adalah kehormatan bagi mereka untuk selalu diingat oleh manusia. Di samping memperoleh kemuliaan di dunia, mereka pun disediakan tempat kembali yang baik di akhirat. Pada ayat ini, para nabi dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang takwa, agar orang-orang yang memperhatikan seruan Rasulullah pada saat mendengar firman Allah ini menjadi sadar bahwa apabila mereka mau mencontoh dan meneladani perjuangan para rasul itu, tentu mereka juga akan memperoleh kehormatan di dunia dan kebaikan di akhirat. Demikian pula orang-orang yang mau melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya, tentu akan memperoleh nasib yang sama." } } }, { "number": { "inQuran": 4020, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0641\u064e\u062a\u0651\u064e\u062d\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Jannaati 'adnim mufat tahatal lahumul abwaab" } }, "translation": { "en": "Gardens of perpetual residence, whose doors will be opened to them.", "id": "(yaitu) surga ’Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4020", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4020.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4020.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah surga ‘Adn, tempat tinggal yang kekal yang pintu-pintunya terbuka lebar bagi mereka, menyambut kedatangan mereka.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan betapa nikmatnya tempat kembali yang disediakan kepada para rasul dan orang-orang yang bertakwa itu. Pintu surga 'Adn selalu terbuka, dan keadaannya selalu menyenangkan, sebagai tanda bahwa segalanya telah dipersiapkan untuk menghormati hamba-hamba pilihan Allah yang akan menghuninya. Kamar-kamarnya luas yang mengagumkan, pelayan-pelayannya yang indah dipandang mata, dan suasana lingkungannya yang mencengangkan. Semuanya dalam tata ciptaan yang memesonakan, yang belum pernah terlihat sebelumnya, belum pernah terngiang di telinga dan belum pernah terlintas dalam hati.\n\nDi dalam surga itu keinginan mereka terpenuhi, dipan-dipan tempat mereka membaringkan diri, tersedia serba memuaskan, buah-buahan yang beraneka ragam, jenis rasa dan aromanya, serta minuman dengan segala macamnya, siap disuguhkan.\n\nSebenarnya kenikmatan yang terdapat dalam surga itu adalah puncak dari segala kenikmatan. Kenikmatan yang ada di surga itu diungkapkan dengan buah-buahan dan minuman sebagai kenikmatan yang sesuai dengan keadaan masyarakat Mekah pada waktu itu.\n\nKalau disebutkan buah-buahan yang beraneka ragam dan minuman yang bermacam jenisnya, sudah barang tentu selera mereka terangsang, dan timbullah keinginan mereka untuk menikmati. Di samping itu, mereka didampingi oleh bidadari-bidadari yang sangat sopan. Masing-masing penghuni surga dilayani oleh perempuan-perempuan surga yang khusus untuknya, dan tidak memberikan pelayanannya kepada penghuni surga yang lain. Semua perempuan surga sama-sama cantiknya dan semuanya remaja." } } }, { "number": { "inQuran": 4021, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 182, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064d \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Muttaki'eena feehaa yad'oona feehaa bifaakihatin kaseeratinw wa sharaab" } }, "translation": { "en": "Reclining within them, they will call therein for abundant fruit and drink.", "id": "di dalamnya mereka bersandar (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman (di surga itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4021", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4021.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4021.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalamnya mereka bersandar di atas dipan-dipan sambil meminta suguhan berupa buah-buahan yang banyak dan minuman dengan berbagai jenis dan rasa.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan betapa nikmatnya tempat kembali yang disediakan kepada para rasul dan orang-orang yang bertakwa itu. Pintu surga 'Adn selalu terbuka, dan keadaannya selalu menyenangkan, sebagai tanda bahwa segalanya telah dipersiapkan untuk menghormati hamba-hamba pilihan Allah yang akan menghuninya. Kamar-kamarnya luas yang mengagumkan, pelayan-pelayannya yang indah dipandang mata, dan suasana lingkungannya yang mencengangkan. Semuanya dalam tata ciptaan yang memesonakan, yang belum pernah terlihat sebelumnya, belum pernah terngiang di telinga dan belum pernah terlintas dalam hati.\n\nDi dalam surga itu keinginan mereka terpenuhi, dipan-dipan tempat mereka membaringkan diri, tersedia serba memuaskan, buah-buahan yang beraneka ragam, jenis rasa dan aromanya, serta minuman dengan segala macamnya, siap disuguhkan.\n\nSebenarnya kenikmatan yang terdapat dalam surga itu adalah puncak dari segala kenikmatan. Kenikmatan yang ada di surga itu diungkapkan dengan buah-buahan dan minuman sebagai kenikmatan yang sesuai dengan keadaan masyarakat Mekah pada waktu itu.\n\nKalau disebutkan buah-buahan yang beraneka ragam dan minuman yang bermacam jenisnya, sudah barang tentu selera mereka terangsang, dan timbullah keinginan mereka untuk menikmati. Di samping itu, mereka didampingi oleh bidadari-bidadari yang sangat sopan. Masing-masing penghuni surga dilayani oleh perempuan-perempuan surga yang khusus untuknya, dan tidak memberikan pelayanannya kepada penghuni surga yang lain. Semua perempuan surga sama-sama cantiknya dan semuanya remaja." } } }, { "number": { "inQuran": 4022, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0631\u0652\u0641\u0650 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa 'indahum qaasiraatut tarfi atraab" } }, "translation": { "en": "And with them will be women limiting [their] glances and of equal age.", "id": "dan di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya umurnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4022", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4022.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4022.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping mereka ada bidadari-bidadari cantik dan sopan yang redup pandangannya, setia pada pasangannya, dan mereka semua sebaya umurnya.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan betapa nikmatnya tempat kembali yang disediakan kepada para rasul dan orang-orang yang bertakwa itu. Pintu surga 'Adn selalu terbuka, dan keadaannya selalu menyenangkan, sebagai tanda bahwa segalanya telah dipersiapkan untuk menghormati hamba-hamba pilihan Allah yang akan menghuninya. Kamar-kamarnya luas yang mengagumkan, pelayan-pelayannya yang indah dipandang mata, dan suasana lingkungannya yang mencengangkan. Semuanya dalam tata ciptaan yang memesonakan, yang belum pernah terlihat sebelumnya, belum pernah terngiang di telinga dan belum pernah terlintas dalam hati.\n\nDi dalam surga itu keinginan mereka terpenuhi, dipan-dipan tempat mereka membaringkan diri, tersedia serba memuaskan, buah-buahan yang beraneka ragam, jenis rasa dan aromanya, serta minuman dengan segala macamnya, siap disuguhkan.\n\nSebenarnya kenikmatan yang terdapat dalam surga itu adalah puncak dari segala kenikmatan. Kenikmatan yang ada di surga itu diungkapkan dengan buah-buahan dan minuman sebagai kenikmatan yang sesuai dengan keadaan masyarakat Mekah pada waktu itu.\n\nKalau disebutkan buah-buahan yang beraneka ragam dan minuman yang bermacam jenisnya, sudah barang tentu selera mereka terangsang, dan timbullah keinginan mereka untuk menikmati. Di samping itu, mereka didampingi oleh bidadari-bidadari yang sangat sopan. Masing-masing penghuni surga dilayani oleh perempuan-perempuan surga yang khusus untuknya, dan tidak memberikan pelayanannya kepada penghuni surga yang lain. Semua perempuan surga sama-sama cantiknya dan semuanya remaja." } } }, { "number": { "inQuran": 4023, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Haaza maa too'odoona li Yawmil Hisaab" } }, "translation": { "en": "This is what you, [the righteous], are promised for the Day of Account.", "id": "Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4023", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4023.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4023.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah apa yang dijanjikan Allah kepadamu pada hari perhitungan, hari ketika manusia dibangkitkan dari kubur lalu diarak ke padang mahsyar dan diadili di hadapan Allah.", "long": "Allah menegaskan bahwa segala macam kenikmatan yang terdapat di surga itulah yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa, yang pasti datang setelah manusia seluruhnya dibangkitkan kembali dari kubur, dan diadili di Padang Mahsyar. Allah menegaskan bahwa nikmat yang ada di surga itu bukan sembarang kenikmatan, tetapi nikmat yang abadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4024, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Inna haazaa larizqunaa maa lahoo min nafaad" } }, "translation": { "en": "Indeed, this is Our provision; for it there is no depletion.", "id": "Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4024", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4024.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4024.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, karunia besar dan mulia inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya dan tidak pula berkurang. Kami berikan karunia itu kepada hamba-hamba yang taat dan berbakti.", "long": "Allah menegaskan bahwa segala macam kenikmatan yang terdapat di surga itulah yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa, yang pasti datang setelah manusia seluruhnya dibangkitkan kembali dari kubur, dan diadili di Padang Mahsyar. Allah menegaskan bahwa nikmat yang ada di surga itu bukan sembarang kenikmatan, tetapi nikmat yang abadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4025, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0634\u064e\u0631\u0651\u064e \u0645\u064e\u0622\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Haazaa; wa inna littaagheena lasharra ma-aab" } }, "translation": { "en": "This [is so]. But indeed, for the transgressors is an evil place of return -", "id": "Beginilah (keadaan mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4025", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4025.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4025.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila Allah menyediakan surga beserta segala kenikmatan di dalamnya bagi orang yang taat, maka Allah menyediakan jahanam bagi orang yang durhaka terhadap risalah Allah. Beginilah karunia Allah kepada orang-orang yang bertakwa. Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka terhadap perintah Allah dan rasul-Nya di dunia pasti di akhirat nanti disediakan tempat kembali yang buruk.", "long": "Pada ayat ini diterangkan keadaan orang-orang kafir di dalam neraka. Mereka memperoleh tempat kembali yang buruk, mengalami kesengsaraan yang tiada taranya di dalam neraka. Segala tempat yang mereka tempati baik tempat duduk, tempat tidur, tempat istirahat, dan sebagainya, merupakan tempat yang tidak mereka senangi, karena di tempat itu mereka selalu mengalami siksaan yang berat.\n\nDalam ayat yang lain diterangkan keadaan orang kafir di dalam neraka, Allah berfirman:\n\nBagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A.'raf/7: 41)" } } }, { "number": { "inQuran": 4026, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Jahannama yaslawnahaa fai'sal mihaad" } }, "translation": { "en": "Hell, which they will [enter to] burn, and wretched is the resting place.", "id": "(yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4026", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4026.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4026.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah neraka Jahanam, tempat tinggal yang kelak akan mereka masuki; maka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat tinggal.", "long": "Pada ayat ini diterangkan keadaan orang-orang kafir di dalam neraka. Mereka memperoleh tempat kembali yang buruk, mengalami kesengsaraan yang tiada taranya di dalam neraka. Segala tempat yang mereka tempati baik tempat duduk, tempat tidur, tempat istirahat, dan sebagainya, merupakan tempat yang tidak mereka senangi, karena di tempat itu mereka selalu mengalami siksaan yang berat.\n\nDalam ayat yang lain diterangkan keadaan orang kafir di dalam neraka, Allah berfirman:\n\nBagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A.'raf/7: 41)" } } }, { "number": { "inQuran": 4027, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064c \u0648\u064e\u063a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0627\u0642\u064c", "transliteration": { "en": "Haazaa falyazooqoohu hameemunw wa ghassaaq" } }, "translation": { "en": "This - so let them taste it - is scalding water and [foul] purulence.", "id": "Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4027", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4027.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4027.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah azab yang Allah janjikan kepada para pendurhaka, maka biarlah mereka merasakannya dan mengetahui betapa pedih azab itu. Inilah air mendidih yang sangat panas dan membakar mulut, kerongkongan, serta usus mereka, dan air yang sangat dingin, yaitu nanah busuk dingin yang mengalir dari tubuh-tubuh penghuni neraka,", "long": "Allah menyatakan kepada orang-orang kafir di dalam neraka, \"Hai orang kafir, inilah azab yang pernah Aku janjikan dahulu, maka rasakanlah olehmu bagaimana berat dan pedihnya azab itu, minumlah di dalam neraka itu air panas yang sedang mendidih yang membakar mulut dan usus-ususmu atau nanah busuk yang mengalir dari tubuh-tubuh penghuni neraka yang sangat dingin. Selain dari itu kamu sekalian akan merasakan azab-azab yang lain yang kamu sendiri tidak mengetahui bentuk azab itu, selain kamu hanya merasakan kesengsaraan yang luar biasa.\"\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nDari Abu Sa'id al-Khudri, dari Nabi saw, beliau bersabda, \"Seandainya satu timba dari minuman penghuni neraka ditumpahkan di dunia, maka semua penghuni dunia akan berbau busuk.(Riwayat al-hakim)\n\nJika diperhatikan ayat-ayat ini dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang sebelumnya seakan-akan ayat ini merupakan imbangan perkataan Allah kepada ahli surga. Pada ayat yang lalu disebutkan bahwa penduduk surga diberikan buah-buahan yang baik dan minuman yang lezat rasanya, sedang pada ayat ini diterangkan bahwa penduduk neraka disuruh merasakan air panas yang mendidih dan nanah yang mengalir. Hal ini berarti bahwa penduduk surga memperoleh semua yang diminta dan diingini, sedang penduduk neraka disuruh bahkan dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diingininya.\n\nKalau orang-orang yang beriman di dalam surga memperoleh bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya, maka penduduk neraka memperoleh azab yang bermacam-macam yang sangat berat dan pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 4028, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0643\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064c", "transliteration": { "en": "Wa aakharu min shak liheee azwaaj" } }, "translation": { "en": "And other [punishments] of its type [in various] kinds.", "id": "dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4028", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4028.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4028.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan di samping itu ada berbagai macam azab yang lain yang serupa pedihnya dengan azab itu.", "long": "Allah menyatakan kepada orang-orang kafir di dalam neraka, \"Hai orang kafir, inilah azab yang pernah Aku janjikan dahulu, maka rasakanlah olehmu bagaimana berat dan pedihnya azab itu, minumlah di dalam neraka itu air panas yang sedang mendidih yang membakar mulut dan usus-ususmu atau nanah busuk yang mengalir dari tubuh-tubuh penghuni neraka yang sangat dingin. Selain dari itu kamu sekalian akan merasakan azab-azab yang lain yang kamu sendiri tidak mengetahui bentuk azab itu, selain kamu hanya merasakan kesengsaraan yang luar biasa.\"\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nDari Abu Sa'id al-Khudri, dari Nabi saw, beliau bersabda, \"Seandainya satu timba dari minuman penghuni neraka ditumpahkan di dunia, maka semua penghuni dunia akan berbau busuk.(Riwayat al-hakim)\n\nJika diperhatikan ayat-ayat ini dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang sebelumnya seakan-akan ayat ini merupakan imbangan perkataan Allah kepada ahli surga. Pada ayat yang lalu disebutkan bahwa penduduk surga diberikan buah-buahan yang baik dan minuman yang lezat rasanya, sedang pada ayat ini diterangkan bahwa penduduk neraka disuruh merasakan air panas yang mendidih dan nanah yang mengalir. Hal ini berarti bahwa penduduk surga memperoleh semua yang diminta dan diingini, sedang penduduk neraka disuruh bahkan dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diingininya.\n\nKalau orang-orang yang beriman di dalam surga memperoleh bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya, maka penduduk neraka memperoleh azab yang bermacam-macam yang sangat berat dan pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 4029, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u062c\u064c \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u062d\u0650\u0645\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Haazaa fawjum muqtahimum ma'akum laa marhabam bihim; innahum saalun Naar" } }, "translation": { "en": "[Its inhabitants will say], \"This is a company bursting in with you. No welcome for them. Indeed, they will burn in the Fire.\"", "id": "(Dikatakan kepada mereka), “Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka).” Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4029", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4029.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4029.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saat segolongan penghuni neraka memasukinya, dikatakan kepada mereka yang telah masuk neraka lebih dulu, “Ini rombongan besar pengikut-pengikutmu yang dahulu mau mengikuti ajakanmu menuju kedurhakaan. Mereka akan masuk dan berdesak-desak bersama kamu di neraka.” Mereka yang masuk neraka lebih dulu berkata, “Tidak ada ucapan selamat datang apalagi penghormatan bagi mereka di neraka ini, karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka dan disiksa bersama kami akibat perbuatan buruk yang mereka lakukan.” (Lihat pula: Surah az-Zumar/38: 71–72).", "long": "Para malaikat berkata kepada orang-orang kafir yang telah masuk ke dalam neraka lebih dahulu di waktu mereka menghalau rombongan kafir yang lain yang banyak jumlahnya, \"Inilah rombongan yang lain yang dihalau ke dalam neraka agar mereka tinggal di dalamnya bersama-sama dengan kamu.\" Rombongan yang telah masuk dahulu ke dalam neraka, melihat rombongan yang baru yang sedang digiring itu, berkata, \"Itu adalah rombongan yang banyak jumlahnya yang akan menghuni neraka bersama-sama kita, maka kecelakaan akan menimpa mereka pula seperti kecelakaan yang telah menimpa kita dan mereka akan dibakar hangus seperti kita.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4030, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Qaaloo bal antum laa marhabam bikum; antum qaddamtumoohu lanaa fabi'sal qaraar" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Nor you! No welcome for you. You, [our leaders], brought this upon us, and wretched is the settlement.\"", "id": "(Para pengikut mereka menjawab), “Sebenarnya kamulah yang (lebih pan-tas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4030", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4030.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4030.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kelompok pengikut yang hendak masuk neraka itu menjawab “Sebenarnya kamulah yang lebih pantas untuk tidak menerima ucapan selamat datang dan penghormatan, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab neraka dengan mengajak kami berbuat dosa dan menghindari petunjuk Allah.” Maka neraka itulah seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kembali mereka.", "long": "Mendengar ucapan itu, maka rombongan yang sedang digiring malaikat itu menjawab, \"Sebenarnya kamulah yang lebih pantas mendapat celaka, karena kamulah yang menyesatkan kami dahulu, dan kamulah yang selalu mengajak serta mendorong kami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mengakibatkan kami masuk neraka ini.\"\n\nDalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nAllah berfirman, \"Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya¦ (al-A.'raf/7: 38)\n\nLain halnya penduduk surga, setiap ada rombongan yang masuk ke dalamnya, mereka selalu disambut dengan senang dan gembira, dalam suasana persaudaraan dan kasih sayang, dan kepada mereka diucapkan \"salam\". Sungguh besar perbedaan antara penerimaan orang-orang beriman ketika mereka masuk surga dengan penerimaan orang-orang kafir ketika mereka masuk neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 4031, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 23, "page": 456, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0632\u0650\u062f\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0636\u0650\u0639\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Qaaloo Rabbanaa man qaddama lanaa haaza fazidhu 'azaaban di'fan fin Naar" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Our Lord, whoever brought this upon us - increase for him double punishment in the Fire.\"", "id": "Mereka berkata (lagi), “Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4031", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4031.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4031.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah sergahan kelompok pengikut. Mereka berkata lagi seraya memohon kepada Allah, “Ya Tuhan kami, barang siapa mengajak kami memilih jalan kesesatan dan menjerumuskan kami ke dalam azab yang pedih dan berat ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka dan timpakanlah laknat yang besar atas mereka.\" (Lihat pula: Surah al-A‘ràf/7: 38; al-Ahzàb/33: 67–68).", "long": "Bahkan penduduk neraka yang baru datang itu berdoa kepada Tuhan agar menambah azab yang berat kepada orang-orang yang telah menyesatkan mereka dengan mengatakan, \"Wahai Tuhan kami, timpakanlah azab yang berlipat-ganda kepada pemimpin-pemimpin dan pemuka-pemuka agama kami yang telah menyebabkan kami menderita karena azab yang berat ini.\n\nAyat lain yang searti dengan ayat ini firman Allah:\n\n¦Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka\" Allah berfirman, \"Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tapi kamu tidak mengetahui. (al-A.'raf/7: 38)" } } }, { "number": { "inQuran": 4032, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u064f\u062f\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo ma lanaa laa naraa rijaalan kunnaa na'udduhum minal ashraar" } }, "translation": { "en": "And they will say, \"Why do we not see men whom we used to count among the worst?", "id": "Dan (orang-orang durhaka) berkata, “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4032", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4032.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4032.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pendurhaka itu lalu berbicara dan saling bertanya-tanya seraya berkata, “Me-ngapa kami tidak melihat orang-orang yang di dunia dahulu kami anggap sebagai orang-orang yang jahat, hina, buruk, dan bodoh, seperti Bilal, Suhaib, dan Ammar?”", "long": "Orang-orang kafir itu saling bertanya sesamanya, setelah mereka tidak melihat seorang pun orang-orang yang beriman yang mereka anggap hina sewaktu di dunia, \"Mengapa kita tidak melihat seorang pun dari orang-orang yang sewaktu di dunia kita pandang sebagai orang bodoh, orang jahat, dan orang hina yang tidak ada kebaikan pada dirinya.\"\n\nIbnu 'Abbas berkata, \"Yang mereka maksud dengan orang bodoh dan jahat adalah sahabat Rasul. Abu Jahal berkata, 'Di mana Bilal, di mana shuhaib, di mana Ammar, mereka semuanya di dalam surga. Kasihan Abu Jahal, anaknya 'Ikrimah dan Juwairiyah masuk Islam, demikian pula ibunya, saudaranya, sedang ia sendiri kafir.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4033, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u0650\u062e\u0652\u0631\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0632\u064e\u0627\u063a\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Attakhaznaahum sikh riyyan am zaaghat 'anhumul absaar" } }, "translation": { "en": "Is it [because] we took them in ridicule, or has [our] vision turned away from them?\"", "id": "Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4033", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4033.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4033.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan; apakah karena mereka tidak pantas menerima hinaan itu sehingga tidak masuk neraka bersama kami, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka di tempat ini lantaran mereka telah masuk lebih dulu?”", "long": "Selanjutnya mereka saling bertanya sesama mereka, \"Apakah karena telah kita ejek dan perolok-olokkan sewaktu di dunia, sehingga mereka tidak masuk neraka ini, sedang mereka adalah orang-orang yang tidak pantas diejek dan diperolok-olokkan. Atau mereka sebenarnya telah masuk bersama-sama kita ke dalam neraka, tetapi kita tidak melihat mereka.\" Demikianlah keadaan orang-orang kafir di dalam neraka, mereka saling salah menyalahkan, saling tuduh-menuduh, bahkan mereka saling bertengkar antara yang satu dengan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4034, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 394, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0635\u064f\u0645\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Inna zaalika lahaqqun takhaasumu Ahlin Naar" } }, "translation": { "en": "Indeed, that is truth - the quarreling of the people of the Fire.", "id": "Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4034", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4034.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4034.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, yang demikian itu benar-benar terjadi; itulah pertengkaran, saling mencaci, menyalahkan, dan menuduh di antara para penghuni neraka.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa semua yang diceritakan itu benar-benar akan terjadi, tidak diragukan sedikit pun. Orang-orang kafir itu akan selalu bertengkar sesama mereka di dalam neraka nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 4035, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Qul innamaaa ana munzirunw wa maa min ilaahim illal laahul Waahidul Qahhaar" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"I am only a warner, and there is not any deity except Allah, the One, the Prevailing.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4035", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4035.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4035.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebetulnya para penghuni neraka itu di dunia dahulu telah menerima peringatan para rasul untuk mengesakan Allah dan menaati aturan-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada kaum musyrik, “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan. Adalah tugasku untuk menyampaikan kepadamu ancaman-Nya yang pedih bagi orang-orang yang mengingkari-Nya. Karena itu, yakinilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dialah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, Mahaperkasa sehingga dapat mengalahkan siapa pun yang menentang-Nya.", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa dirinya adalah rasul Allah yang menyampaikan janji dan ancaman-Nya kepada manusia. Ancaman-Nya ialah azab pedih yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang menyalahi perintah-Nya sebagaimana yang telah ditimpakan kepada orang-orang sebelumnya, seperti kaum 'Ad, Samud, dan sebagainya. Selanjutnya Rasulullah saw menyatakan bahwa dia hanya pemberi berita dan bukanlah tukang sihir sebagaimana yang mereka tuduhkan dan bukan pula orang pendusta. Ia bukanlah seorang yang berkuasa atas manusia, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\nMaka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (al-Gasyiyah/88: 21-22)\n\nAllah menerangkan tugas seorang rasul dan batas-batas kemampuannya. Dia menerangkan ajaran yang harus disampaikan kepada orang-orang kafir yaitu: Tidak ada satu pun Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4036, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Rabbus samaawaati wal ardi wa maa bainahumal 'Azeezul Ghaffaar" } }, "translation": { "en": "Lord of the heavens and the earth and whatever is between them, the Exalted in Might, the Perpetual Forgiver.\"", "id": "(yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4036", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4036.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4036.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan, menguasai, mengatur, mengawasi, dan memelihara kelangsungan ciptaan-Nya. Dialah Yang Mahaperkasa dalam mengatur kerajaan-Nya, Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba yang memohon ampunan-Nya.”", "long": "Dialah Tuhan yang tidak dapat ditandingi oleh siapa pun. Tuhan Yang Maha Esa Mahaperkasa, Mahakuasa, menguasai, mengatur, mengawasi, dan memelihara kelangsungan hidup segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Dialah Tuhan Yang Maha Mengampuni segala dosa-dosa hamba yang dikehendaki-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4037, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qul huwa naba'un 'azeem" } }, "translation": { "en": "Say, \"It is great news", "id": "Katakanlah, “Itu (Al-Qur'an) adalah berita besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4037", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4037.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4037.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir, “Ajakanku mengesakan Allah dan peringatanku tentang siksa akhirat itu adalah berita besar", "long": "Nabi Muhammad diperintahkan untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik bahwa berita tentang rasul atau utusan Allah yang memberi peringatan kepada manusia dan berita keesaan dan kekuasaan-Nya, adalah berita yang sangat besar faedahnya bagi seluruh manusia. Berita itu dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan, dapat menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus, jalan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mau mengerti bahkan mereka berpaling dari agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4038, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Antum 'anhu mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "From which you turn away.", "id": "yang kamu berpaling darinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4038", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4038.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4038.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang selama ini kamu berpaling darinya, wahai orang-orang kafir. Berita dalam Al-Qur’an itu benar adanya, tetapi banyak manusia mengingkari.”", "long": "Nabi Muhammad diperintahkan untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik bahwa berita tentang rasul atau utusan Allah yang memberi peringatan kepada manusia dan berita keesaan dan kekuasaan-Nya, adalah berita yang sangat besar faedahnya bagi seluruh manusia. Berita itu dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan, dapat menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus, jalan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mau mengerti bahkan mereka berpaling dari agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4039, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0625\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa kaana liya min 'ilmim bilmala il a'laaa iz yakhtasimoon" } }, "translation": { "en": "I had no knowledge of the exalted assembly [of angels] when they were disputing [the creation of Adam].", "id": "Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala’ul a’la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4039", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4039.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4039.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah pula kepada mereka, “Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala’ul a‘là itu, yaitu malaikat, ketika mereka berbantah-bantahan terhadap keputusan Allah terkait penciptaan Nabi Adam sebagai khalifah di bumi.", "long": "Selanjutnya Rasulullah diperintahkan Allah menyatakan kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa seandainya Allah tidak menurunkan wahyu kepadanya, tentu ia tidak akan mengetahui para malaikat yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah. Ia juga tidak akan mengetahui pembicaraan yang dilakukan para malaikat, Iblis, dan Adam di hadapan Allah. Malaikat dan Adam tunduk dan patuh kepada Allah, sedang Iblis ingkar dan durhaka kepada-Nya.\n\nPada akhir ayat ini Rasulullah menegaskan lagi tugas yang diberikan Allah, \"Aku ini hanyalah seorang rasul yang memberi petunjuk dan peringatan, bukanlah seorang yang dapat memaksa manusia masuk agama Islam.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4040, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Iny-yoohaaa ilaiya illaaa annnamaaa ana nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "It has not been revealed to me except that I am a clear warner.\"", "id": "Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4040", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4040.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4040.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang diwahyukan kepadaku hanyalah kepastian bahwa aku hanyalah seorang rasul pemberi peringatan dan petunjuk yang nyata tentang adanya siksa di akhirat bagi orang-orang yang mengingkari para utusan Allah.”", "long": "Selanjutnya Rasulullah diperintahkan Allah menyatakan kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa seandainya Allah tidak menurunkan wahyu kepadanya, tentu ia tidak akan mengetahui para malaikat yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah. Ia juga tidak akan mengetahui pembicaraan yang dilakukan para malaikat, Iblis, dan Adam di hadapan Allah. Malaikat dan Adam tunduk dan patuh kepada Allah, sedang Iblis ingkar dan durhaka kepada-Nya.\n\nPada akhir ayat ini Rasulullah menegaskan lagi tugas yang diberikan Allah, \"Aku ini hanyalah seorang rasul yang memberi petunjuk dan peringatan, bukanlah seorang yang dapat memaksa manusia masuk agama Islam.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4041, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064c \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0637\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Iz qaala Rabbuka lilmalaaa'ikati innee khaaliqum basharam min teen" } }, "translation": { "en": "[So mention] when your Lord said to the angels, \"Indeed, I am going to create a human being from clay.", "id": "(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4041", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4041.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4041.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menafikan pengetahuan Rasulullah menyangkut al-Mala’ul-A‘la kecuali apa yang sudah diwahyukan oleh Allah, pada ayat berikut Allah lalu menguraikan sekelumit tentang al-Mala’ul-A‘la dan penciptaan Nabi Adam. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia Adam sebagai khalifah di bumi. Aku menciptakannya dari tanah bercampur air.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa para malaikat dan iblis mengajukan pertanyaan kepada Allah setelah Dia menyampaikan kepada malaikat bahwa akan menciptakan seorang manusia dari tanah. Pernyataan mereka mengenai faedah adanya manusia yang akan diciptakan Allah itu. Pertanyaan ini diterangkan dalam firman Allah:\n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, \"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.\" Mereka berkata, \"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?\" Dia berfirman, \"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.\" (al-Baqarah/2: 30)\n\nMengenai penciptaan manusia dari tanah, dijelaskan disini bahwa berdasarkan kajian ilmiah bahan penciptaan manusia adalah tanah, disebut lebih persis pada ayat ini yaitu tanah liat. Istilah liat biasa dipakai untuk menamai butiran tanah dengan ukuran paling kecil, diameter di bawah 0,5 mikron (= 1/2000 mm). Istilah liat juga biasa dipakai untuk menamai jenis mineral pembentuk butiran tanah paling kecil ini. Karena ukurannya yang kecil, liat bila dimasukkan ke dalam air akan bersifat koloidal: tidak melarut tetapi tersebar merata dan sulit dipisahkan dari air. Sebagai mineral, liat adalah sekelompok alumino-silikat hidrat yang strukturnya berlembar. Karena strukturnya, partikel liat mempunyai muatan elektrik. Sifat-sifat mineral liat lainnya adalah plastis, tetapi plastisitas ini menghilang apabila dipanaskan sampai temperatur tertentu karena struktur mineral berubah. Pemanfaatan liat secara tradisional didasarkan pada sifat-sifat fisiknya, antara lain karena mudah dibentuk dan mengeras jika dipanaskan dipanaskan, sehingga umum dipakai sebagai bahan pembuat barang gerabah atau tembikar dan keramik. Pemanfaatan liat secara modern lebih didasarkan pada sifat kimia-fisiknya, umumnya dipakai sebagai bahan katalis pada reaksi-reaksi kimia. Karena sifat-sifat kimia-fisik yang dimilikinya, liat merupakan bagian tanah yang paling mungkin memiliki peran besar pada proses terbentuknya awal kehidupan di muka bumi termasuk penciptaan manusia (lihat juga al-An'am/6: 2, Fathir/35: 11; al-hijr/15: 26-28-33; al-Mu'minun/23: 12, 14; ash-shaffat/37: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 4042, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0641\u064e\u062e\u0652\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0641\u064e\u0642\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa-iza sawwaituhoo wa nafakhtu feehi mir roohee faqa'oo lahoo saajideen" } }, "translation": { "en": "So when I have proportioned him and breathed into him of My [created] soul, then fall down to him in prostration.\"", "id": "Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4042", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4042.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4042.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, apabila telah Aku sempurnakan kejadian fisik-nya dengan anggota tubuh dan bentuk yang sempurna dan Aku tiupkan roh ciptaan-Ku kepadanya, maka tunduklah kamu semua dengan bersujud penuh hormat kepadanya, bukan sujud penghambaan dan pengagungan.", "long": "Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa apabila Ia telah menyempurnakan kejadian manusia dan meniupkan roh ke dalam tubuhnya, mereka diperintahkan untuk sujud kepada Adam, sebagai tanda penghormatan kepadanya.\n\nPada ayat ini diterangkan salah satu proses penciptaan Adam, yaitu dari tanah. Para malaikat bersujud menghormatinya, karena taat kepada Allah, kecuali Iblis. Ia enggan menghormati Adam, sehingga ia termasuk makhluk yang tidak taat kepada Allah. Pembangkangan Iblis terhadap perintah sujud kepada Adam telah disebutkan dalam firmannya:\n\nDan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, \"Sujudlah kamu kepada Adam!\" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (al-Baqarah/2: 34)" } } }, { "number": { "inQuran": 4043, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasajadal malaaa'ikatu kulluhum ajma'oon" } }, "translation": { "en": "So the angels prostrated - all of them entirely.", "id": "Lalu para malaikat itu bersujud semuanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4043", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4043.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4043.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sempurnalah kejadian Adam, lalu dengan serta-merta para malaikat itu bersujud semuanya sebagai bentuk penghormatan kepadanya dan bukti ketaatan kepada perintah Allah.", "long": "Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa apabila Ia telah menyempurnakan kejadian manusia dan meniupkan roh ke dalam tubuhnya, mereka diperintahkan untuk sujud kepada Adam, sebagai tanda penghormatan kepadanya.\n\nPada ayat ini diterangkan salah satu proses penciptaan Adam, yaitu dari tanah. Para malaikat bersujud menghormatinya, karena taat kepada Allah, kecuali Iblis. Ia enggan menghormati Adam, sehingga ia termasuk makhluk yang tidak taat kepada Allah. Pembangkangan Iblis terhadap perintah sujud kepada Adam telah disebutkan dalam firmannya:\n\nDan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, \"Sujudlah kamu kepada Adam!\" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (al-Baqarah/2: 34)" } } }, { "number": { "inQuran": 4044, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaaa Iblees; istakbara wa kaana minal kaafireen" } }, "translation": { "en": "Except Iblees; he was arrogant and became among the disbelievers.", "id": "kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4044", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4044.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4044.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka semua bersujud, kecuali Iblis; ia enggan bersujud di hadapan Adam karena menyombongkan diri dan enggan menaati kepada Allah, dan ia termasuk golongan yang kafir.", "long": "Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa apabila Ia telah menyempurnakan kejadian manusia dan meniupkan roh ke dalam tubuhnya, mereka diperintahkan untuk sujud kepada Adam, sebagai tanda penghormatan kepadanya.\n\nPada ayat ini diterangkan salah satu proses penciptaan Adam, yaitu dari tanah. Para malaikat bersujud menghormatinya, karena taat kepada Allah, kecuali Iblis. Ia enggan menghormati Adam, sehingga ia termasuk makhluk yang tidak taat kepada Allah. Pembangkangan Iblis terhadap perintah sujud kepada Adam telah disebutkan dalam firmannya:\n\nDan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, \"Sujudlah kamu kepada Adam!\" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (al-Baqarah/2: 34)" } } }, { "number": { "inQuran": 4045, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0633\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u06d6 \u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala yaaa Ibleesu maa man'aka an tasjuda limaa khalaqtu biyadai; astakbarta am kunta min 'aaleen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"O Iblees, what prevented you from prostrating to that which I created with My hands? Were you arrogant [then], or were you [already] among the haughty?\"", "id": "(Allah) berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4045", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4045.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4045.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengetahui hal tersebut Allah bertanya, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud dengan hormat kepada Adam yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku dan Aku muliakan? Apakah kamu menyombongkan diri dengan mengabaikan perintah-Ku atau kamu merasa termasuk golongan yang lebih tinggi dan terhormat daripada Adam?”", "long": "Allah berkata kepada Iblis, \"Hai Iblis, apa yang menyebabkanmu enggan sujud menghormati Adam, makhluk yang telah Aku ciptakan sendiri dengan kekuasaan-Ku? Aku sendirilah yang menciptakan Adam itu, bukan makhluk-Ku yang menciptakannya. Kenapa kamu berlaku angkuh dan sombong. Apakah kamu telah merasa dirimu lebih tinggi dan lebih terhormat di antara makhluk-makhluk yang telah Aku ciptakan, sehingga kamu berpendapat bahwa kamu berhak dan berwenang berbuat apa yang kamu inginkan?\"\n\nIblis menjawab dan memberikan alasan pembangkangannya. Ia mengatakan bahwa ia lebih baik daripada Adam karena Allah menjadikannya dari api, sedang Adam dari tanah. Menurut Iblis, api lebih baik daripada tanah karena sifat api selalu meninggi dan tanah selalu di bawah. Padahal, materi asal itu tidak bisa dijadikan indikator kemuliaan makhluk. Kemuliaan itu tergantung pada ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Percakapan di atas disebutkan dalam firman Allah:\n\n(Allah) berfirman, \"Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?\" (Iblis) menjawab, \"Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.\"(al-A.'raf/7: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 4046, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06d6 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0637\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala ana khairum minah; khalaqtanee min naarinw wa khalaqtahoo min teen" } }, "translation": { "en": "He said, \"I am better than him. You created me from fire and created him from clay.\"", "id": "(Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4046", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4046.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4046.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Iblis berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” Iblis mengira api lebih baik daripada tanah karena api selalu membumbung sedangkan tanah selalu di bawah (Lihat pula: Surah al-A‘ràf/7: 12).", "long": "Allah berkata kepada Iblis, \"Hai Iblis, apa yang menyebabkanmu enggan sujud menghormati Adam, makhluk yang telah Aku ciptakan sendiri dengan kekuasaan-Ku? Aku sendirilah yang menciptakan Adam itu, bukan makhluk-Ku yang menciptakannya. Kenapa kamu berlaku angkuh dan sombong. Apakah kamu telah merasa dirimu lebih tinggi dan lebih terhormat di antara makhluk-makhluk yang telah Aku ciptakan, sehingga kamu berpendapat bahwa kamu berhak dan berwenang berbuat apa yang kamu inginkan?\"\n\nIblis menjawab dan memberikan alasan pembangkangannya. Ia mengatakan bahwa ia lebih baik daripada Adam karena Allah menjadikannya dari api, sedang Adam dari tanah. Menurut Iblis, api lebih baik daripada tanah karena sifat api selalu meninggi dan tanah selalu di bawah. Padahal, materi asal itu tidak bisa dijadikan indikator kemuliaan makhluk. Kemuliaan itu tergantung pada ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Percakapan di atas disebutkan dalam firman Allah:\n\n(Allah) berfirman, \"Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?\" (Iblis) menjawab, \"Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.\"(al-A.'raf/7: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 4047, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0631\u064e\u062c\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala fakhruj minhaa fainnaka rajeem" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"Then get out of Paradise, for indeed, you are expelled.", "id": "(Allah) berfirman, “Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4047", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4047.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4047.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengetahui kedurhakaan Iblis, Allah mengusirnya seraya berfirman, “Kalau begitu, keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk, terusir dari rahmat-Ku, dan terlarang dari surga-Ku.", "long": "Karena kedurhakaan Iblis yang enggan menaati perintah Allah, maka Allah mengusir Iblis dari surga, dan menjadikannya sebagai makhluk yang terkutuk. Kutukan itu tetap berlaku sampai hari Kiamat, yaitu hari pembalasan terhadap semua perbuatan manusia.\n\nFirman Allah:\n\n(Allah) berfirman, \"Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.\"( al-A.'raf/7: 13)" } } }, { "number": { "inQuran": 4048, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u062a\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa inna 'alaika la'nateee ilaa Yawmid Deen" } }, "translation": { "en": "And indeed, upon you is My curse until the Day of Recompense.\"", "id": "Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4048", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4048.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4048.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, kutukan-Ku tetap berlaku atasmu sampai hari pembalasan, hari ketika seluruh perbuatan diperhitungkan dan dibalas.” Iblis berkata seraya memohon,", "long": "Karena kedurhakaan Iblis yang enggan menaati perintah Allah, maka Allah mengusir Iblis dari surga, dan menjadikannya sebagai makhluk yang terkutuk. Kutukan itu tetap berlaku sampai hari Kiamat, yaitu hari pembalasan terhadap semua perbuatan manusia.\n\nFirman Allah:\n\n(Allah) berfirman, \"Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.\"( al-A.'raf/7: 13)" } } }, { "number": { "inQuran": 4049, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0638\u0650\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala Rabbi fa anzirneee ilaa Yawmi yub'asoon" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, then reprieve me until the Day they are resurrected.\"", "id": "(Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4049", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4049.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4049.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Ya Tuhanku, karena Engkau telah menjadikan aku makhluk-Mu yang terlaknat, maka tangguhkanlah kematianku dan izinkanlah aku hidup sampai pada hari mereka dibangkitkan supaya aku bisa menggoda mereka sepanjang hayat.”", "long": "Setelah menjadi makhluk yang terkutuk, Iblis memohon kepada Allah, \"Wahai Tuhanku, jika Engkau telah menjadikan aku sebagai makhluk-Mu yang terkutuk dan telah terjauh dari rahmat-Mu, maka aku mohon agar umurku dipanjangkan, hingga sampai hari kebangkitan nanti. Janganlah engkau wafatkan aku selama dunia masih ada.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4050, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala fa innaka minal munzareen" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"So indeed, you are of those reprieved", "id": "(Allah) berfirman, “Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4050", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4050.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4050.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah berfirman, “Maka sesungguhnya kamu, wahai Iblis, termasuk golongan yang diberi penangguhan.", "long": "Allah mengabulkan permohonan Iblis itu dengan membiarkannya hidup sampai waktu yang ditentukan, sebagaimana firman Allah:\n\n(Iblis) menjawab, \"Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.\"(Allah) berfirman, \"Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.\"( al-A.'raf/7: 14-15)" } } }, { "number": { "inQuran": 4051, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0642\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Ilaa Yawmil waqtil ma'loom" } }, "translation": { "en": "Until the Day of the time well-known.\"", "id": "sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4051", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4051.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4051.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku akan memanjangkan umurmu dan menunda kematianmu sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya, yaitu hari Kiamat.” Dengan penundaan ini Allah bermaksud memberi cobaan kepada hamba-Nya untuk menguji siapa yang menaati perintah Allah dan siapa yang mengikuti langkah Iblis.", "long": "Allah mengabulkan permohonan Iblis itu dengan membiarkannya hidup sampai waktu yang ditentukan, sebagaimana firman Allah:\n\n(Iblis) menjawab, \"Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.\"(Allah) berfirman, \"Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.\"( al-A.'raf/7: 14-15)" } } }, { "number": { "inQuran": 4052, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0628\u0650\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0623\u064f\u063a\u0652\u0648\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala fabi'izzatika la ughwiyannahum ajma'een" } }, "translation": { "en": "[Iblees] said, \"By your might, I will surely mislead them all", "id": "(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4052", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4052.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4052.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Iblis menjawab dan memohon lagi, “Wahai Tuhanku, demi kekuasan dan kemuliaan-Mu, berilah aku kesempatan menggoda manusia, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya dengan tipu dayaku sehingga mereka memandang baik perbuatan buruk.", "long": "Selanjutnya Iblis memohon lagi, \"Wahai Tuhanku, demi kekuasaan dan kemuliaan Engkau, berilah aku kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan Engkau, dengan menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk dan maksiat yang mereka kerjakan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4053, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 23, "page": 457, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'ibaadaka minhumul mukhlaseen" } }, "translation": { "en": "Except, among them, Your chosen servants.\"", "id": "kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4053", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4053.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4053.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan aku tipu semua manusia, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka, yaitu mereka yang Kauberi taufik untuk menaati petunjuk dan perintah-Mu. Aku hanya akan mampu menggoda dan menyesatkan mereka yang kafir dan lemah imannya.”", "long": "Selanjutnya Iblis mengatakan, \"Tentu saja hamba-hamba Engkau yang kuat imannya, yang tunduk dan patuh kepada Engkau, tidak dapat aku goda dan sesatkan. Hanya orang-orang kafir seperti aku dan orang-orang yang lemah imannya yang mungkin aku sesatkan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4054, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f", "transliteration": { "en": "Qaala falhaqq, walhaqqa aqool" } }, "translation": { "en": "[Allah] said, \"The truth [is My oath], and the truth I say -", "id": "(Allah) berfirman, “Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4054", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4054.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4054.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengabulkan permintaan Iblis seraya berfirman, “Maka yang benar adalah sumpah-Ku, dan janji-Ku pasti benar. Hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.", "long": "Allah mengabulkan permintaan Iblis dan berkata, \"Yang hak itu ada pada-Ku. Sungguh, yang hak itulah Aku katakan. Neraka Jahanam itu aku penuhi dengan engkau dan anak cucumu yang datang kemudian dan yang mengikuti engkau dalam kesesatan dari sebagian anak cucu Adam. Allah mengancam orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpin-pemimpin mereka dan mengabaikan perintah Allah yang menghantarkan mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat, Allah berfirman:\n\ndan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.(an-Nisa'/4: 119)" } } }, { "number": { "inQuran": 4055, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0650\u0639\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La amla'annna Jahannama minka wa mimman tabi'aka minhum ajma'een" } }, "translation": { "en": "[That] I will surely fill Hell with you and those of them that follow you all together.\"", "id": "Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4055", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4055.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4055.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan keturunanmu, wahai Iblis, dan dengan orang-orang yang mengikutimu dalam kesesatan di antara mereka semuanya, yakni anak cucu Adam.”", "long": "Allah mengabulkan permintaan Iblis dan berkata, \"Yang hak itu ada pada-Ku. Sungguh, yang hak itulah Aku katakan. Neraka Jahanam itu aku penuhi dengan engkau dan anak cucumu yang datang kemudian dan yang mengikuti engkau dalam kesesatan dari sebagian anak cucu Adam. Allah mengancam orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpin-pemimpin mereka dan mengabaikan perintah Allah yang menghantarkan mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat, Allah berfirman:\n\ndan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.(an-Nisa'/4: 119)" } } }, { "number": { "inQuran": 4056, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul maaa as'alukum 'alaihi min ajrinw wa maaa ana minal mutakallifeen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"I do not ask you for the Qur'an any payment, and I am not of the pretentious", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4056", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4056.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4056.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir, “Aku diutus oleh Allah untuk mendakwahkan risalah dan aku tidak meminta imbalan atau upah sedikit pun kepadamu atasnya. Tugasku hanya-lah menyampaikan risalah dan Allah-lah yang akan memberiku upah atas tugas itu. Dan ketahuilah bahwa aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada dan suka membuat-buat.", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik bahwa ia tidak mengharapkan apalagi meminta upah kepada mereka sebagai imbalan dari tugas menyampaikan agama Allah. Sedikit pun Rasul tidak mengharapkannya. Hanya Allah yang akan memberi upah padanya. Orang-orang telah mengenal rasul dengan sebaik-baiknya bahwa ia tidak pernah mengada-ada dan membuat yang bukan-bukan.\"\n\nDari ayat ini dipahami agar orang-orang yang beriman meniru apa yang telah diperbuat Rasulullah, yaitu selalu menyampaikan agama Allah kepada manusia, walaupun hanya sedikit yang diketahuinya. Imam Muslim meriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud berkata:\n\nWahai sekalian manusia, barangsiapa di antara kamu yang memperoleh pengetahuan, maka hendaklah ia mengatakannya. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui hendaklah ia menyatakan, \"Allah Taala lebih mengetahui,\". Allah Taala berfirman kepada Rasulullah saw, \"Qul ma'as 'alukum . . .\" sampai akhir ayat\"." } } }, { "number": { "inQuran": 4057, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In huwa illaa zikrul lil'aalameen" } }, "translation": { "en": "It is but a reminder to the worlds.", "id": "(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4057", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4057.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4057.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan dari Allah. Allah memenuhinya dengan petunjuk bagi seluruh alam, baik jin maupun manusia, menuju jalan yang lurus dan menjadikannya pembeda antara yang hak dan yang batil.", "long": "Allah menegaskan bahwa Al-Qur'an ini berisi petunjuk dan pengajaran bagi jin dan manusia. Semua orang yang sehat akal pikirannya, tentu mengakui kebenarannya. Al-Qur'an merupakan petunjuk ke jalan yang lurus dan pembeda antara yang hak dan yang batil." } } }, { "number": { "inQuran": 4058, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 395, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0646\u0651\u064e \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa lata'lamunna naba ahoo ba'da heen" } }, "translation": { "en": "And you will surely know [the truth of] its information after a time.\"", "id": "Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur'an) setelah beberapa waktu lagi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4058", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4058.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4058.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, wahai orang-orang kafir, kamu akan mengetahui kebenaran beritanya setelah beberapa waktu lagi. Tidak lama lagi, entah di dunia atau akhirat, kamu akan mendapati kebenaran isi Al-Qur’an, seperti janji dan ancaman Allah, kejadian di masa depan, dan hari kebangkitan.", "long": "Pada akhir surah ini, Allah menyampaikan kepada orang-orang yang tidak mengindahkan seruan Rasulullah, bahwa kelak mereka setelah mati akan mengetahui apakah tindakan mereka itu salah atau benar." } } } ] }, { "number": 39, "sequence": 59, "numberOfVerses": 75, "name": { "short": "الزمر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0632\u0645\u0631", "transliteration": { "en": "Az-Zumar", "id": "Az-Zumar" }, "translation": { "en": "The Groups", "id": "Rombongan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Az Zumar terdiri ataz 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba'. Dinamakan Az Zumar (Rombongan-rombongan) karena perkataan Az Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 ini. Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke syurga. Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu. Surat ini dinamakan juga Al Ghuraf (kamar-kamar) berhubung perkataan ghuraf yang terdapat pada ayat 20, dimana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam syurga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4059, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Tanzeelul Kitaabi minal laahil 'Azeezil Hakeem" } }, "translation": { "en": "The revelation of the Qur'an is from Allah, the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Kitab (Al-Qur'an) ini diturunkan oleh Allah Yang Mahamulia, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4059", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4059.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4059.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menyambung topik pada bagian akhir Surah Sàd tentang posisi Al-Qur’an sebagai peringatan bagi seluruh alam, Allah mengawali Surah az-Zumar dengan penegasan bahwa Al-Qur’an turun dari sisi Allah. Sesungguhnya kitab Al-Qur’an ini diturunkan oleh Allah Yang Mahamulia, Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya, dan Mahabijaksana dalam menciptakan sehingga tidak sedikit pun ciptaan-Nya yang sia-sia.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an yang bernilai tinggi ini, diturunkan dari sisi Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Disebutkan sifat Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana dalam ayat ini agar tergambar bagi orang yang mendengar atau membacanya bahwa Al-Qur'an itu mengandung petunjuk-petunjuk yang benar. Nilai-nilai kebenarannya tidak dapat disanggah atau dibantah oleh siapa pun juga, dan nilai-nilai kebijaksanaan di dalamnya tidak dapat diragukan.\n\nBukti-bukti kebenaran bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Allah dan mengandung petunjuk yang benar dijelaskan juga dalam ayat-ayat yang lain.\n\nAllah berfirman:\n\nDan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (asy-Syu'ara'/26: 192-195)\n\nDan firman-Nya:\n\nSesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur'an ketika (Al-Qur'an) itu disampaikan kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah Kitab yang mulia, (yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji. (Fushshilat/41: 41-42)" } } }, { "number": { "inQuran": 4060, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaaa anzalnaaa ilaikal Kitaaba bilhaqqi fa'budil laaha mukhlisal lahud deen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have sent down to you the Book, [O Muhammad], in truth. So worship Allah, [being] sincere to Him in religion.", "id": "Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4060", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4060.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4060.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya Kami menurunkan Kitab suci Al-Qur’an kepadamu melalui perantara Jibril dengan membawa kebenaran berita maupun petunjuk. Maka, sembahlah Allah yang Maha Esa dan Mahakuasa dengan tulus ikhlas dalam beragama, menjauhi kemusyrikan dan keingkaran, serta taat dan patuh hanya kepada-Nya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dia menurunkan kepada rasul-Nya Kitab Al-Qur'an, dengan membawa kebenaran dan keadilan. Maksud \"membawa kebenaran\" dalam ayat ini ialah membawa perintah kepada seluruh manusia agar mereka beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Esa. Kemudian Allah menjelaskan cara beribadah yang benar itu hanyalah menyembah Allah semata, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, bersih dari pengaruh syirik dan ria. Kebenaran yang terdapat dalam Al-Qur'an itu sesuai dengan kebenaran yang termuat dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul sebelumnya. Dengan demikian, semua peribadatan yang ditujukan kepada selain Allah atau peribadatan yang tidak langsung ditujukan kepada-Nya adalah peribadatan yang tidak benar." } } }, { "number": { "inQuran": 4061, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0635\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0632\u064f\u0644\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064c \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Alaa lillaahid deenul khaalis; wallazeenat takhazoo min dooniheee awliyaaa'a maa na'buduhum illaa liyuqar riboonaaa ilal laahi zulfaa; innal laaha yahkumu baina hum fee maa hum feehi yakhtalifoon; innal laaha laa yahdee man huwa kaazibun kaffaar" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, for Allah is the pure religion. And those who take protectors besides Him [say], \"We only worship them that they may bring us nearer to Allah in position.\" Indeed, Allah will judge between them concerning that over which they differ. Indeed, Allah does not guide he who is a liar and [confirmed] disbeliever.", "id": "Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4061", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4061.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4061.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah, hanya milik Allah agama yang murni tanpa dicampuri kemusyrikan. Dan orang-orang yang mengambil pelindung serta penolong selain Dia dengan menuhankan berhala, patung, dan benda-benda lainnya berdalih, “Kami mengakui Allah sebagai Pencipta, tetapi Dia terlalu tinggi untuk kami dekati sehingga kami harus menyembah berhala-berhala tersebut. Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka membantu mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka yang mengesakan Allah dan yang mempersekutukan-Nya tentang apa yang mereka perse-lisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta yang menuhankan berhala, orang yang meyakini Allah memiliki anak, dan orang yang sangat ingkar terhadap kekuasaan dan keesaan Allah.", "long": "Allah lalu memerintahkan kepada rasul-Nya agar mengingatkan kaumnya bahwa agama yang suci adalah agama Allah. Maksud agama dalam ayat ini ialah ibadah dan taat. Oleh sebab itu, ibadah dan taat itu hendaknya ditujukan kepada Allah semata, bersih dari syirik dan ria.\n\nPenyembah berhala berpendapat bahwa Allah adalah Zat yang berada di luar jangkauan indera manusia. Oleh sebab itu, tidak mungkin manusia dapat langsung beribadah kepada-Nya. Apabila manusia ingin beribadah kepada-Nya, menurut mereka, hendaknya memakai perantara yang diserahi tugas untuk menyampaikan ibadah mereka itu kepada Allah. Perantara-perantara itu ialah malaikat dan jin, yang kadang-kadang menyerupai bentuk manusia. Mereka ini dianggap Tuhan. Adapun patung-patung yang dipahat yang diletakkan di rumah-rumah ibadah adalah patung yang menggambarkan tuhan, tetapi bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Hanya saja pada umumnya kebodohan menyebabkan mereka, tidak lagi membedakan antara patung dan Tuhan sehingga mereka menyembah patung itu sebagaimana menyembah Allah, seperti keadaan orang-orang yang menyembah binatang. Mereka itu tidak lagi membedakan antara menyembah binatang dan menyembah Pencipta binatang.\n\nOrang-orang Arab Jahiliah melukiskan patung-patung dengan bermacam-macam bentuk, ada patung yang menggambarkan bintang-bintang, malaikat-malaikat, nabi-nabi, dan orang-orang saleh yang telah berlalu. Mereka menyembah patung-patung itu sebagai simbol bagi masing-masing sembahan itu.\n\nDemikianlah anggapan kaum musyrikin di masa lalu dan menjelang diutusnya Muhammad saw sebagai rasul. Kemudian datanglah Rasulullah dengan mengemban perintah untuk membinasakan sembahan-sembahan mereka itu dan mengikis habis anggapan yang salah dari pikiran mereka, serta menggantinya dengan ajaran yang menuntun pikiran agar beragama tauhid.\n\nAllah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), \"Sembahlah Allah, dan jauhilah thagut.\" (an-Nahl/16: 36)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiya'/21: 25)\n\nSebagai penjelasan lebih luas tentang pengakuan orang-orang Quraisy terhadap adanya Allah, dituturkan oleh Qatadah bahwa apabila orang-orang musyrik Mekah itu ditanya siapa Tuhan mereka, siapa yang menciptakan mereka, dan siapa yang menciptakan langit dan bumi serta menurunkan hujan dari langit, mereka menjawab, \"Allah.\" Kemudian apabila ditanyakan kepada mereka, mengapa mereka menyembah berhala-berhala, mereka pun menjawab, \"Supaya berhala-berhala itu mendekatkan mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya dan berhala-berhala itu memberi syafaat pada saat mereka memerlukan pertolongan dari sisi Allah.\"\n\nKemudian mengenai sikap kaum musyrikin yang serupa itu Allah berfirman:\n\nMaka mengapa (berhala-berhala dan tuhan-tuhan) yang mereka sembah selain Allah untuk mendekatkan diri (kepada-Nya) tidak dapat menolong mereka? Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? (al-A.hqaf/46: 28)\n\nAllah mengancam sikap dan perbuatan mereka serta menampakkan kepada mereka akibat yang akan mereka rasakan. Allah akan memutuskan apa yang mereka perselisihkan itu pada hari perhitungan. Pada hari itu, kebenaran agama tauhid tidak akan dapat ditutup-tutupi lagi dan kebatilan penyembahan berhala akan tampak dengan jelas. Masing-masing pemeluknya akan mendapat imbalan yang setimpal. Orang-orang yang tetap berpegang kepada agama tauhid akan mendapat tempat kembali yang penuh kenikmatan. Sedang orang-orang yang selalu bergelimang dalam lembah kemusyrikan akan mendapat tempat kembali yang penuh dengan penderitaan.\n\nPada bagian akhir ayat ini, Allah menandaskan bahwa Dia tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang mendustakan kebenaran dan mengingkari agama tauhid karena kesesatan mereka yang tak dapat dibetulkan lagi. Macam-macam cara yang mereka tempuh untuk menyekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain, seperti menyembah berhala, atau beranggapan bahwa Allah mempunyai anak dan sebagainya. Semua itu tiada lain hanyalah anggapan mereka yang jauh dari kebenaran dan menyeret mereka ke lembah kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4062, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Law araadal laahu aiyattakhiza waladal lastafaa mimmaa yakhluqu maa yashaaa'; Subhaanahoo Huwal laahul Waahidul Qahhaar" } }, "translation": { "en": "If Allah had intended to take a son, He could have chosen from what He creates whatever He willed. Exalted is He; He is Allah, the One, the Prevailing.", "id": "Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4062", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4062.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4062.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekiranya Allah hendak mengambil anak, sebagaimana anggapan orang-orang musyrik, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya, bukan menuruti apa yang menjadi anggapan orang musyrik. Mahasuci Dia dari segala yang menyerupai-Nya. Dialah Allah Yang Maha Esa tanpa sekutu, Mahaperkasa dalam menciptakan alam raya.", "long": "Allah menjelaskan dengan lebih rinci perbuatan yang menyebabkan mereka terjerumus ke dalam kesesatan. Allah mengemukakan bahwa sekiranya Dia berkeinginan untuk mengambil anak, tentulah Dia tidak akan mengambil anak seperti yang mereka katakan. Sudah tentu Allah berkuasa memilih anak menurut kehendak-Nya, dan yang dipilih itu tentunya anak lelaki. Akan tetapi, mengapa orang-orang kafir Mekah itu mengatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan, padahal mereka sendiri enggan mempunyai anak perempuan?\n\nAllah berfirman:\n\nAtaukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki? (ath-thur/52: 39)\n\nDan firman-Nya:\n\nApakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (an-Najm/53: 21-22)\n\nAnggapan bahwa Allah mempunyai anak bagaimana pun juga bentuknya, adalah termasuk mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain. Hal ini berarti memecah-belah kekuasaan Tuhan. Bagaimana pun juga anak itu tentunya mewarisi kekuasaan dari ayah, dan apabila kekuasaan itu terbagi, maka hilanglah kemahakuasaan Allah. Hal ini tidak bisa terjadi karena Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya, tentu mempunyai kekuasaan tidak terbatas, sehingga kekuasaan-Nya pun tidak mungkin terbagi-bagi.\n\nItulah sebabnya maka Allah menandaskan bahwa Mahasuci Dia dari sifat-sifat yang dikemukakan oleh orang-orang musyrik itu. Sebaliknya Allah menandaskan bahwa Dia Maha Esa, tidak beranak dan tidak berbapak. Dia tidak memerlukan sesuatu apa pun, bahkan Dia Maha Mengalahkan. Dia berkuasa menundukkan apa saja yang ada di langit dan di bumi serta seluruh isinya, dan memaksanya tunduk takluk di bawah kekuasaan-Nya dan patuh menurut kehendak-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4063, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 23, "page": 458, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0648\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0643\u064e\u0648\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u064a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0644\u0650\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Khalaqas samaawaati wal arda bilhaqq; yukawwirul laila 'alan nahaari wa yukawwirun nahaara 'alaal laili wa sakhkharash shamsa walqamara kulluny yajree li ajalim musammaa; alaa Huwal 'Azeezul Ghaffaar" } }, "translation": { "en": "He created the heavens and earth in truth. He wraps the night over the day and wraps the day over the night and has subjected the sun and the moon, each running [its course] for a specified term. Unquestionably, He is the Exalted in Might, the Perpetual Forgiver.", "id": "Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4063", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4063.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4063.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara bukti kuasa Allah menciptakan, mengurus, dan mengatur alam semesta adalah bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Dia senantiasa memasukkan malam atas siang sehingga gelap berganti terang, dan senantiasa memasukkan siang atas malam sehingga terang berganti gelap, dan menundukkan matahari dan bulan; masing-masing patuh pada hukum Allah, beredar pada porosnya, dan berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah, Allah menyempurnakan dan membaguskan ciptaan-Nya. Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Dihiasi-Nya langit dengan matahari dan bulan. Masing-masing mempunyai lintasan-lintasan menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Karena perputaran bumi pada porosnya, seolah-olah matahari terlihat beredar di langit dari arah Timur ke Barat, sehingga terjadilah pergantian siang dan malam. Apabila matahari muncul di kaki langit bagian Timur datanglah siang dan bila matahari tenggelam di kaki langit bagian Barat datanglah malam. Demikianlah yang terjadi setiap hari. Peristiwa yang terjadi itu semata-mata karena kehendak Allah, yang telah ditetapkan-Nya pada saat menciptakan alam semesta. \n\nAllah menutupkan malam atas siang adalah ungkapan dari perumpamaan dimana siang yang ditandai oleh terangnya sinar matahari diumpamakan tempat yang terbuka, sedang malam yang ditandai oleh tertutupnya sinar matahari diumpamakan sebagai tirai yang menutupi tempat yang terbuka. Jadi apabila dikatakan malam menutupi siang, pengertiannya ialah terangnya sinar matahari tertutup oleh tirai gelapnya malam. Allah menutupkan siang atas malam adalah lawan perumpamaan yang disebutkan sebaliknya. Siang diumpamakan cahaya yang terang-benderang sedang malam diumpamakan tempat-tempat yang gelap gulita. Di waktu hari mulai siang cahaya matahari yang terang benderang menutupi kegelapan malam, hingga pekatnya malam berganti dengan terang-benderang. Pandangan serupa ini adalah pandangan sehari-hari menurut pengamatan orang awam.\n\nAkan tetapi apabila orang mau berpikir lebih teliti, ia akan dapat memahami bahwa panjang siang dan malam tidaklah sama. Untuk tempat-tempat yang berada di sekitar khatulistiwa panjang dan pendeknya siang dan malam selalu berkisar sama, sekitar 12 jam. Akan tetapi, bagi tempat-tempat yang berada di sebelah utara khatulistiwa, pada saat matahari beredar di sebelah utara, waktu siang untuk daerah-daerah itu bertambah panjang. Bertambahnya waktu siang berbanding lurus dengan kedudukan tempat di bumi dan kedudukan matahari. Hingga di beberapa tempat di daerah kutub utara apabila matahari berada di belahan langit yang paling utara, daerah-daerah tersebut akan mengalami siang terus-menerus. \n\nDapat dikatakan, makin jauh satu tempat dari khatulistiwa dan makin jauh kedudukan matahari dari khatulistiwa langit, makin panjanglah waktu siang hingga pada daerah-daerah tertentu berlangsung siang terus-menerus. Maka dari tempat yang terdekat hingga yang terjauh dari khatulistiwa ada bagian malam yang ditutupi siang yang waktunya makin panjang. Hingga pada suatu tempat siang sama sekali menutupi malam. Berarti siang menghabiskan seluruh lingkaran peredaran matahari. Dengan kata lain siang menutupi malam sama sekali.\n\nSesudah itu, Allah menjelaskan bahwa dia menundukkan matahari dan bulan. Berarti bahwa peredaran matahari dan bulan itu sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh Allah pada saat diciptakan. Apabila yang dimaksud peredaran harian matahari semu, maka saat matahari berkulminasi ke saat berkulminasi berikutnya diperlukan waktu selama kira-kira 24 jam. Tetapi apabila yang dimaksud peredaran tahunan, yaitu peredaran semu matahari di antara bintang-bintang diperlukan waktu satu tahun. Sedang untuk peredaran bulan dari ijtima' hingga ijtima berikutnya diperlukan waktu sebanyak satu bulan. Ketentuan-ketentuan waktu sebanyak satu bulan menurut perhitungan kalender yang berdasarkan pada peredaran bulan. \n\nKetentuan-ketentuan waktu peredaran tersebut adalah ketentuan secara garis besarnya saja. Untuk mendapatkan angka-angka yang lebih teliti, memerlukan pembahasan yang lebih teliti dan mendalam. Tetapi yang dapat dipahami bahwa matahari dan bulan itu beredar menurut waktu peredaran yang tertentu; bahkan boleh dikatakan beredar menurut ketentuan yang hampir pasti. Itulah sebabnya maka Allah menandaskan bahwa masing-masing benda langit itu beredar menurut waktu yang ditentukan menurut peredarannya masing-masing. Oleh karena itu, apabila tiba saatnya matahari dan bulan itu akan kehilangan keseimbangannya, makin lama makin menyimpang dari ketentuan peredarannya. Hal yang serupa itu akan terjadi pada hari Kiamat, yaitu hari ketika langit dan bumi serta isinya hancur berantakan.\n\nAllah berfirman:\n\n(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. (al-Anbiya'/21: 104)\n\nDi akhir ayat, Allah menyuruh hamba-Nya agar memohon ampun kepada-Nya dengan cara bergegas untuk beribadah dan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Allah juga mengingatkan mereka bahwa Ia Mahaperkasa dan ketentuan-ketentuannya tidak dapat dibantah. Allah Maha Pengampun bagi para hamba-Nya yang sadar dan suka dibimbing ke jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 4064, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 23, "page": 459, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064d \u06da \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u0641\u0650\u064a \u0638\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064d \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0635\u0652\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Khalaqakum min nafsinw waahidatin summa ja'ala minhaa zawjahaa wa anzala lakum minal-an'aami samaani yata azwaaj; yakhuluqukum fee butooni ummahaatikum khalqam mim ba'di khalqin fee zulumaatin salaas; zaalikumul laahu Rabbukum lahul mulk; laaa ilaaha illaa Huwa fa annaa tusrafoon" } }, "translation": { "en": "He created you from one soul. Then He made from it its mate, and He produced for you from the grazing livestock eight mates. He creates you in the wombs of your mothers, creation after creation, within three darknesses. That is Allah, your Lord; to Him belongs dominion. There is no deity except Him, so how are you averted?", "id": "Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4064", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4064.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4064.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, Dia menciptakan kamu dari diri yang satu, yaitu Nabi Adam, kemudian darinya Dia jadikan Hawa sebagai pasangannya sehingga dari keduanya lahirlah beberapa keturunan laki-laki maupun perempuan. (Lihat pula: Surah an-Nisà’/4: 1). Dan Dia menurunkan pula delapan pasang hewan ternak untukmu, yakni sepasang unta, sapi, domba, dan kambing (Lihat pula: Surah al-An‘àm/6: 143–144). Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian secara bertahap dari setetes mani menjadi segumpal darah, segumpal daging, kemudian tumbuh menjadi janin. Janin itu berada dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput penutup janin dalam rahim. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Pencipta manusia dan alam semesta. Dialah Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan dan menguasai langit dan bumi. Tidak ada tuhan yang pantas disembah selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan oleh setan untuk menyembah selain Dia yang telah menciptakanmu?", "long": "Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada pada penciptaan diri manusia. Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan manusia pada mulanya seorang saja. Allah menciptakan manusia yang beraneka ragam warna dan bahasanya dari diri Adam. Kemudian Allah menciptakan pasangannya Hawa. \n\nAllah juga menjelaskan bahwa Dia pula yang menciptakan delapan ekor binatang ternak yang berpasang-pasangan. Kambing sepasang, biri-biri sepasang, unta sepasang, dan sapi sepasang.\n\nAllah menjelaskan lebih jauh tentang kejadian manusia. Manusia diciptakan melalui proses kejadian demi kejadian. Proses kejadiannya yang pertama ialah sebagai nutfah, sesudah itu melalui proses demi proses sebagaimana darah kental kemudian sebagai janin. Pada saat sempurna menjadi janin itulah Allah menciptakan roh di dalamnya sehingga menjadi makhluk hidup. Tanda-tanda kehidupannya dapat diketahui dari detak jantungnya dengan menempelkan telinga ke perut sang ibu. Tentang proses kejadian manusia dalam perut ibu, Nabi Muhammad bersabda:\n\nSesungguhnya kejadian seseorang di antara kamu dalam perut ibunya adalah 40 hari pertama berupa air mani (sperma), kemudian menjadi 'alaqah (sesuatu yang menggantung)pada masa seperti itu lagi (40 hari), lalu menjadi \"Mudhgah\"(segumpal daging) dalam masa seperti itu (40 hari. Kemudian malaikat di utus (oleh Allah), lalu dia meniupkan roh kepada janin, dan Allah memerintahkan untuk menetapkan 4 hal: Rezekinya, umurnya, amalnya, apakah dia orang yang celaka atau bahagia.( Riwayat Muslim dari Ibnu Mas'ud)\n\nDi samping itu, Allah menjelaskan bahwa ketika bayi berada dalam kandungan, ia berada dalam tiga kegelapan, yaitu pada bagian dalam selaput yang menutupi bayi dalam rahim sehingga bayi itu terlindung dari pengaruh pembusukan. Menurut pandangan mata, sepintas kilas selaput itu seakan-akan hanya selapis saja, namun bila diteliti dengan seksama, selaput itu ada tiga lapis. \n\nPara ilmuwan menjelaskan bahwa tiga lapis membran yang dapat mengamankan janin selama berada di dalam rahim, adalah:\n\n1.Lapisan membran amnion yang mengandung cairan sehingga janin dalam keadaan berenang. Kondisi demikian ini melindungi janin apabila ada benturan dari luar. Di samping itu, posisi berenang ini memberikan kesempatan kepada janin dalam memposisikan diri saat akan dilahirkan.\n\n2.Lapisan membran chorion\n\n3.Lapisan membran decidua\n\nBeberapa peneliti menghubungkan tiga lapisan kegelapan dalam ayat di atas dengan lapisan membran amniotik yang mengelilingi rahim, dinding rahim itu sendiri, dan dinding abdomen di bagian perut .\n\nAllah menandaskan bahwa yang berbuat demikian itu ialah Allah Pencipta manusia dan yang menguasai langit dan bumi serta isinya. Oleh sebab itu, Dia yang berhak disembah. Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Dia, Yang Maha Esa dan tidak mempunyai sekutu.\n\nPada penghujung ayat, Allah menanyakan kepada kaum musyrikin pertanyaan yang mengandung cemoohan terhadap mereka, mengapa mereka dapat dipalingkan dari beribadah hanya kepada Allah, menjadi penyembah patung-patung, padahal mereka telah mempunyai kemampuan untuk membaca tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah yang ada di alam semesta dan ada pada diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4065, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 23, "page": 459, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 183, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "In takfuroo fa innal laaha ghaniyyun 'ankum; wa laa yardaa li'ibaadihil kufra wa in tashkuroo yardahu lakum; wa laa taziru waaziratunw wizra ukhraa; summa ilaa Rabikum marji'ukum fa-yunabbi'ukum bimaa kuntum ta'maloon; innahoo 'aleemum bizaatissudoor" } }, "translation": { "en": "If you disbelieve - indeed, Allah is Free from need of you. And He does not approve for His servants disbelief. And if you are grateful, He approves it for you; and no bearer of burdens will bear the burden of another. Then to your Lord is your return, and He will inform you about what you used to do. Indeed, He is Knowing of that within the breasts.", "id": "Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4065", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4065.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4065.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Mahakuasa; Dialah yang menguasai kerajaan langit dan bumi. Jadi, jika kamu tetap kafir maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Mahakaya dan tidak memerlukanmu sehingga Dia tidak akan rugi sedikit pun meski kamu ingkar. Dan Dia, karena kasih sayangnya, tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya karena Dia tidak ingin mereka merugikan diri sendiri. Jika kamu bersyukur dengan cara beribadah kepada-Nya dan menaati-Nya, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain karena masing-masing bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Kemudian, kepada Tuhanmulah tempat kembalimu di akhirat nanti untuk dihisab, lalu Dia beritakan kepadamu balasan yang layak untukmu atas apa yang telah kamu kerjakan di dunia. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa saja yang tersimpan dalam dada dan tebersit dalam hati.", "long": "Allah menjelaskan bahwa apabila kaum musyrikin itu tetap mengingkari kemahaesaan-Nya, padahal sudah cukup bukti-bukti untuk itu, maka hal itu sedikit pun tidak merugikan Allah. Dia tidak memerlukan apa pun juga dari seluruh makhluk-Nya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Musa berkata, \"Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.\" (Ibrahim/14: 8)\n\nDalam hadis Qudsi dijelaskan:\n\n\"Wahai hamba-hamba-Ku, sekiranya orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir dari kamu, manusia dan jin semuanya berkumpul dalam hati seorang yang paling jahat, maka sikap demikian itu tidaklah mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun.\" (Riwayat Muslim dari Abu dzarr al-Gifari)\n\nAllah menjelaskan bahwa Dia tidak merelakan kekafiran bagi para hamba-Nya. Keingkaran itu pada dasarnya bertentangan dengan jiwa manusia. Jiwa manusia dan seluruh makhluk Allah diciptakan sesuai dengan fitrah kejadiannya, yang semestinya tunduk kepada ketentuan-ketentuan Penciptanya. Akan tetapi, apabila mereka itu mensyukuri nikmat Allah, tentu Dia menyukainya, karena keadaan serupa itu memang sesuai dengan fitrah kejadiannya, dan sesuai dengan sunatullah.\n\nAllah berfirman:\n\nSesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Ibrahim/14: 7) \n\nKemudian Allah menjelaskan bahwa tiap orang, pada hari Kiamat, akan dituntut untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya ketika hidup di dunia. Tiap-tiap orang yang berdosa bertanggung jawab atas perbuatan dosanya. Ia tidak akan memikul dosa orang lain. Sesudah itu tiap-tiap orang akan digiring menghadap Tuhannya untuk menerima penjelasan tentang catatan amalnya selama ia hidup di dunia. Tak ada satu perbuatan baik atau buruk yang tertinggal. Pada saat itu amal perbuatan masing-masing orang akan mendapat pembalasan yang setimpal. Apabila catatan amalnya penuh dengan perbuatan baik, niscaya ia mendapat tempat yang penuh dengan kenikmatan. Tetapi apabila catatan-catatan amalnya penuh dengan perbuatan buruk niscaya ia mendapat tempat yang penuh dengan penderitaan. Sebagaimana firman Allah:\n\nDan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. (an-Najm/53: 39-41)\n\nPerlu diingat bahwa seseorang yang berbuat kemungkaran, kemudian ada orang lain yang mengikutinya, maka ia akan mendapat tambahan dosa dari kemungkaran yang dilakukan orang yang menirunya. Sehubungan dengan hal ini, Rasulullah pernah mengungkapkan sebagai berikut:\n\nSiapa saja yang membuat kebiasaan yang baik dalam Islam, maka ia akan mendapat pahalanya ditambah pahala orang yang melakukannya sampai hari Kiamat tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun. Dan siapa saja yang melakukan kebiasaan buruk dalam Islam, maka ia akan mendapat dosanya, ditambah dosa orang yang melakukannya sampai hari Kiamat, tanpa dikurangi dosa orang itu sedikit pun. (Riwayat Muslim dan an-Nasa'i dari Abu dzarr)\n\nPada penghujung ayat ini Allah menjelaskan, bahwa Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada para hamba-Nya. Dengan demikian tidak mungkin ada amal perbuatan yang luput dari perbuatan Allah, baik perbuatan yang dapat disaksikan oleh orang lain atau pun perbuatan yang hanya diketahui oleh si pelaku itu sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4066, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 23, "page": 459, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0636\u064f\u0631\u0651\u064c \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u062f\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa izaa massal insaana durrun da'aa Rabbahoo muneeban ilaihi summa izaa khawwalahoo ni'matam minhu nasiya maa kaana yad'ooo ilaihi min qablu wa ja'ala lillaahi andaadal liyudilla 'ansabeelih; qul tamatta' bikufrika qaleelan innaka min Ashaabin Naar;" } }, "translation": { "en": "And when adversity touches man, he calls upon his Lord, turning to Him [alone]; then when He bestows on him a favor from Himself, he forgets Him whom he called upon before, and he attributes to Allah equals to mislead [people] from His way. Say, \"Enjoy your disbelief for a little; indeed, you are of the companions of the Fire.\"", "id": "Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, “Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4066", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4066.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4066.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini berbicara tentang tabiat manusia. Dan apabila manusia ditimpa bencana, kesulitan, atau apa saja yang tidak menyenangkan, dia memohon pertolongan kepada Tuhannya dengan kembali taat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Tetapi apabila Dia memberikan nikmat, kekayaan, atau sesuatu yang menyenangkan kepadanya, dia lupa akan bencana yang pernah dia berdoa kepada Allah agar selamat darinya sebelum kenikmatan itu datang, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya, yaitu Islam. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Bersenang-senanglah kamu sementara waktu dengan kekafiranmu itu sampai kematian menjemputmu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka di akhirat kelak.”", "long": "Allah menjelaskan sikap orang yang mengingkari nikmat Allah. Apabila ia ditimpa kemudaratan baik berupa penyakit atau pun penderitaan yang menimpa kehidupannya, ia memohon pertolongan kepada Allah, agar penyakitnya atau penderitaannya dilenyapkan. Ia pun menyatakan diri bertobat, meminta ampun atas perbuatan buruknya di masa yang telah lalu. Akan tetapi, apabila ia mendapatkan nikmat dimana penyakit dan penderitaannya telah hilang lenyap, ia lupa akan perkataan yang diikrarkan pada saat dia berdoa. Kemudian mereka mengada-adakan tuhan-tuhan yang lain sebagai sekutu bagi Allah. Mereka tidak saja menyesatkan diri mereka, tetapi menyesatkan pula orang lain, menghalang-halangi orang yang mengikrarkan dirinya sebagai orang yang beragama tauhid.\n\nDi akhir ayat, Allah memerintahkan kepada rasul-Nya agar mengatakan kepada orang yang mengingkari nikmat Allah itu, \"Puaskanlah dirimu dengan melaksanakan keinginanmu sewaktu hidup di dunia, nikmatilah kelezatannya yang tidak lama masanya, hingga ajal merenggut jiwamu. Pada saat itu kamu akan menyesali perbuatanmu. Pada hari perhitungan nanti, kamu akan mengetahui dengan pasti bahwa kamu akan menjadi penghuni neraka yang penuh dengan siksaan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4067, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 23, "page": 459, "manzil": 6, "ruku": 396, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u064c \u0622\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064b\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Amman huwa qaanitun aanaaa'al laili saajidanw wa qaaa'imai yahzarul Aakhirata wa yarjoo rahmata Rabbih; qul hal yastawil lazeena ya'lamoona wallazeena laa ya'lamoon; innamaa yatazakkaru ulul albaab" } }, "translation": { "en": "Is one who is devoutly obedient during periods of the night, prostrating and standing [in prayer], fearing the Hereafter and hoping for the mercy of his Lord, [like one who does not]? Say, \"Are those who know equal to those who do not know?\" Only they will remember [who are] people of understanding.", "id": "(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4067", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4067.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4067.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang kafir, siapakah yang lebih mulia di sisi Allah; kamu yang memohon kepada-Nya hanya saat tertimpa bencana ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan membaca Al-Qur’an, salat, dan berzikir dalam sujud dan berdiri karena cemas dan takut kepada azab Allah di akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Wahai Nabi Muhammad, katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui, berilmu, berzikir, dan melaksanakan salat, dengan orang-orang yang tidak mengetahui, tidak berilmu, dan selalu mengikuti nafsunya?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat dan berpikiran jernih yang dapat menerima pelajaran serta mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir Mekah, apakah mereka lebih beruntung daripada orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri dengan sangat khusyuk. Dalam melaksanakan ibadah itu, timbullah dalam hatinya rasa takut kepada azab Allah di akhirat, dan memancarlah harapannya akan rahmat Allah.\n\nPerintah yang sama diberikan Allah kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada mereka apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Yang dimaksud dengan orang-orang yang mengetahui ialah orang-orang yang mengetahui pahala yang akan diterimanya, karena amal perbuatannya yang baik, dan siksa yang akan diterimanya apabila ia melakukan maksiat. Sedangkan orang-orang yang tidak mengetahui ialah orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui hal itu, karena mereka tidak mempunyai harapan sedikit pun akan mendapat pahala dari perbuatan baiknya, dan tidak menduga sama sekali akan mendapat hukuman dari amal buruknya.\n\nDi akhir ayat, Allah menyatakan bahwa hanya orang-orang yang berakal yang dapat mengambil pelajaran. Pelajaran tersebut baik dari pengalaman hidupnya atau dari tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di langit dan di bumi serta isinya, juga yang terdapat pada dirinya atau teladan dari kisah umat yang lalu." } } }, { "number": { "inQuran": 4068, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 23, "page": 459, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064e\u0629\u064c \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Qul yaa 'ibaadil lazeena aamanut taqoo Rabbakum; lillazeena ahsanoo fee haazihid dunyaa hasanah; wa ardul laahi waasi'ah; innamaa yuwaffas saabiroona ajrahum bighayri hisab" } }, "translation": { "en": "Say, \"O My servants who have believed, fear your Lord. For those who do good in this world is good, and the earth of Allah is spacious. Indeed, the patient will be given their reward without account.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4068", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4068.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4068.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sangatlah jauh perbedaan antara orang mukmin dengan orang kafir. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang mukmin bahwa Allah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu, taatilah perintah-Nya, dan ikutilah rasul-Nya.” Bagi orang-orang yang berbuat baik dan taat pada perintah Allah, di dunia ini akan memperoleh kebaikan dan kehidupan di suatu tempat yang sejahtera. Dan bila kesejahteraan dan kebebasanmu beribadah terganggu, sungguh bumi Allah itu luas, maka berhijrahlah ke tempat yang lebih baik (Lihat pula: Surah an-Nisà’/4: 97). Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya oleh Allah tanpa batas.”", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menyeru seluruh hamba Allah dan menasihati mereka agar tetap bertakwa kepada Allah, menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Manusia diperintahkan agar bertakwa karena mereka yang berbuat baik di dunia ini akan mendapat kebaikan pula. Mereka akan dianugerahi kesehatan, kesejahteraan, dan kesuksesan dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya. Semua itu dapat dicapai karena ia selalu berakhlak baik dan berbudi luhur seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa. Di samping itu, ia akan mendapat kebaikan pula di akhirat, yaitu mendapat tempat yang penuh dengan kenikmatan, dan mendapat keridaan Allah.\n\nAllah juga menyuruh kaum Muslimin untuk mempersiapkan diri melakukan hijrah ke Medinah, serta menyuruh mereka agar bersikap tabah karena terpisah dari tanah air, sanak keluarga, dan handai taulan. Perintah itu diberikan dengan penjelasan bahwa apabila kaum Muslimin terganggu kebebasannya dalam melakukan perintah Allah di Mekah, maka hendaklah hijrah ke negeri lain yang memungkinkan untuk memberi ketenangan dalam melakukan perintah-perintah Allah.\n\nPerintah ini terlukis dalam firman Allah yang singkat \"Dan bumi Allah itu adalah luas.\"\n\nAllah berfirman:\n\n\"Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?\" (an-Nisa'/4: 97)\n\nDi akhir ayat, Allah menjelaskan bahwa hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapat pahala yang tak terbatas, seperti dirasakan oleh umat yang terdahulu dari mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4069, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul inneee umirtu an a'budal laaha mukhlisal lahud deen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Indeed, I have been commanded to worship Allah, [being] sincere to Him in religion.", "id": "Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4069", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4069.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4069.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan tulus dan penuh ketaatan, berserah diri hanya kepada-Nya, dan konsisten dalam melaksanakan ajaran agama.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada rasul-Nya agar mengatakan kepada kaum musyrikin Mekah bahwa dia diperintahkan untuk menyembah Allah dan menaati perintah-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan urusan agama. Dari keterangan ini dapat dipahami bahwa sembahan-sembahan selain Allah harus dibasmi sampai ke akar-akarnya. Begitu pula mengenai urusan-urusan keagamaan, pedomannya adalah perintah yang datang dari Allah, tidak boleh berdasarkan pendapat orang." } } }, { "number": { "inQuran": 4070, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa umirtu li an akoona awwalal muslimeen" } }, "translation": { "en": "And I have been commanded to be the first [among you] of the Muslims.\"", "id": "Dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4070", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4070.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4070.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku pun diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri, patuh, dan tunduk kepada-Nya.”", "long": "Rasulullah juga diperintahkan menjadi orang yang pertama kali berserah diri kepada Allah. Dengan demikian, Rasulullah menjadi suri teladan yang harus dicontoh seluruh perbuatannya dan dijauhi apa yang dilarangnya. Dia menjadi teladan dalam hal memurnikan tauhid, memurnikan ibadah, dan membersihkan diri dari tingkah laku dan perbuatan orang-orang musyrik Mekah.\n\nBerserah diri yang dimaksud dalam ayat ini ialah tunduk pada seluruh ketentuan Allah, baik yang berhubungan dengan perintah-perintah syara' atau pun tunduk dan patuh terhadap ketentuan Allah yang berhubungan dengan sunnah kauniyah." } } }, { "number": { "inQuran": 4071, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0635\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Qul inneee akhaafu in 'asaitu Rabbee 'azaaba Yawmin 'azeem" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed I fear, if I should disobey my Lord, the punishment of a tremendous Day.\"", "id": "Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut akan azab pada hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4071", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4071.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4071.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah pula wahai Nabi, kepada manusia, “Sesungguhnya aku takut akan murka Allah dan azab yang menimpa pada hari yang sangat besar lagi dahsyat yaitu hari Kiamat jika aku durhaka kepada Tuhanku dengan melanggar perintah-Nya.”", "long": "Pada ayat ini, Rasulullah juga diperintahkan agar merasa takut melanggar larangan-larangan Allah, seperti tidak berbuat ikhlas dalam menjalankan perintah dan mengesakan-Nya. Apabila ia takut melanggar larangan-larangan-Nya berarti takut akan siksa yang amat dahsyat yang akan ditimpakan pada hari perhitungan. Pada hari itu semua perbuatan manusia baik atau pun buruk diperiksa dan diberi balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 4072, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Qulil laaha a'budu mukhlisal lahoo deenee" } }, "translation": { "en": "Say, \"Allah [alone] do I worship, sincere to Him in my religion,", "id": "Katakanlah, “Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4072", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4072.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4072.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah pula kepada mereka, “Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dan istikamah serta tulus dalam menjalankan agamaku.”", "long": "Sesudah itu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaumnya bahwa hanya Allah saja yang ia sembah dan hanya untuk-Nya ia memurnikan ketaatan dalam menjalankan urusan agama. Dari ayat ini dapatlah diambil pengertian bahwa dalam melaksanakan urusan keagamaan harus ada garis pemisah yang tegas, tidak boleh dicampuradukkan antara mengesakan Allah dengan mempersekutukan-Nya. Antara yang diperintahkan oleh agama dan mana yang tidak diperintahkan. Dalam urusan akidah dan ibadah tidak ada kompromi, sedang dalam urusan dunia dan kemaslahatan, boleh dipecahkan dengan ijtihad, asal prinsipnya tidak bertentangan dengan ajaran agama." } } }, { "number": { "inQuran": 4073, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Fa'budoo maa shi'tum min doonih; qul innal khaasireenal lazeena khasirooo anfusahum wa ahleehim yawmal qiyaamah; alaa zaalika huwal khusraanul mubeen" } }, "translation": { "en": "So worship what you will besides Him.\" Say, \"Indeed, the losers are the ones who will lose themselves and their families on the Day of Resurrection. Unquestionably, that is the manifest loss.\"", "id": "Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik). Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4073", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4073.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4073.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, jika kamu enggan mengikuti ajakanku untuk menyembah Allah dan lebih memilih jalan kekafiran dan kemusyrikan, maka sembahlah selain Dia sesukamu! Katakanlah, wahai Nabi, kepada mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya karena melakukan perbuatan yang menjerumuskan mereka ke dalam azab dan siksa pada hari Kiamat.” Ingatlah! Kerugian orang kafir yang demikian itu adalah kerugian yang nyata karena hanya azab kekal di neraka yang akan mereka terima di akhirat nanti.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaum musyrik Mekah, dan membiarkan mereka menyembah patung-patung itu menurut kehendak mereka. Mereka telah diberi peringatan berulang-ulang dan diberi bimbingan berkali-kali. Akan tetapi, mereka masih tetap juga pada pendirian mereka mengikuti jejak nenek moyang mereka yang hanya berdasarkan dugaan-dugaan yang jauh dari kebenaran.\n\nSebagai penegasan yang terakhir, Rasulullah diperintahkan untuk menyatakan kepada mereka bahwa orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri. Berarti apabila mereka nanti diberi pembalasan dengan azab yang dahsyat, tiada lain penderitaan itu karena perbuatan mereka sendiri. Kerugian dan penderitaan itu tidak hanya menimpa mereka, tetapi juga menimpa keluarga mereka yang sependirian dengan mereka.\n\nPada penghujung ayat ini, Allah menandaskan bahwa kerugian dan penderitaan serupa itu adalah kerugian dan penderitaan yang nyata, karena tidak ada kerugian dan penderitaan yang lebih dahsyat daripada kerugian yang mereka derita di hari kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 4074, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0638\u064f\u0644\u064e\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0638\u064f\u0644\u064e\u0644\u064c \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u062e\u064e\u0648\u0651\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f \u06da \u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Lahum min fawqihim zulalum minan Naari wa min tahtihim zulal; zaalika yukhaw wiful laahu bihee 'ibaadah; yaa 'ibaadi fattaqoon" } }, "translation": { "en": "They will have canopies of fire above them and below them, canopies. By that Allah threatens His servants. O My servants, then fear Me.", "id": "Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). “Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4074", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4074.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4074.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di neraka itu orang kafir akan merasakan siksa yang datang dari segala penjuru. Di atas mereka ada lapisan-lapisan penutup dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan tikar dari api yang disediakan bagi mereka di akhirat (Lihat pula: Surah al-‘Ankabùt/29: 55; al-A‘ràf/7: 41). Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya dengan azab yang pedih, “Wahai hamba-hamba-Ku, takutlah akan azab Allah yang akan menimpamu. Agar kamu selamat maka bertakwalah kepada-Ku secara maksimal.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan derita yang mereka alami. Mereka akan diletakkan di tengah-tengah api neraka yang berlapis-lapis. Di bagian atas terdapat api yang berlapis-lapis dan di bawahnya pun demikian pula. Mereka berada di puncak derita, karena mereka dikepung oleh api neraka.\n\nAllah berfirman:\n\nPada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) berkata (kepada mereka), \"Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!\" (al-'Ankabut/29: 55)\n\nDan firman-Nya:\n\nBagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). (al-A.'raf/7: 41)\n\nSiksa-siksa yang dahsyat itu dikemukakan Allah tiada lain hanyalah untuk menakut-nakuti hamba-Nya, agar mereka sadar dan insaf serta kembali kepada jalan yang lurus, jalan yang ditunjukkan Rasulullah saw serta suka memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah mereka kerjakan.\n\nPada akhir ayat, Allah memerintahkan Rasul-Nya agar menyeru para hamba-Nya agar bertakwa, suka menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Seruan itu menunjukkan sifat kasih sayang Allah terhadap hamba-hamba-Nya dan kebijaksanaan-Nya yang tak ternilai tingginya." } } }, { "number": { "inQuran": 4075, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u062a\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeenaj tanabut Taaghoota ai ya'budoohaa wa anaabooo ilal laahi lahumul bushraa; fabashshir 'ibaad" } }, "translation": { "en": "But those who have avoided Taghut, lest they worship it, and turned back to Allah - for them are good tidings. So give good tidings to My servants", "id": "Dan orang-orang yang menjauhi tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4075", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4075.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4075.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah azab yang Allah janjikan bagi orang musyrik. Dan adapun orang-orang yang menjauhi tagut—yaitu setan dan apa saja yang dipertuhankan—serta tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira berupa ampunan dan surga dari Allah. Sebab itu, sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,", "long": "Ayat ini menerangkan orang-orang yang selalu menjaga dirinya dan menghindarkan diri dari menyembah thagut, berhala, serta tabah dalam menghadapi godaan setan, menghambakan diri dan menyembah kepada Allah semata, tidak menyembah selain-Nya. Mereka akan memperoleh kabar gembira dari para rasul bahwa mereka akan terhindar dari azab kubur sesudah mati, kesengsaraan di Padang Mahsyar. Mereka akan mendapat kenikmatan yang abadi di dalam surga. Oleh karena itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada umatnya yang selalu menyembah Allah, dan selalu mendengar perkataan yang benar, serta mengerjakan mana yang paling baik dari semua perkataan yang benar itu. Mereka pun akan memperoleh apa yang diperoleh oleh hamba-hamba Allah yang takwa. Mereka adalah orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk Allah dan selalu menggunakan akal yang sehat.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari Zaid bin Aslam bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan tiga sahabat Rasulullah, yaitu Zaid bin 'Amr, Abu dzarr al-Gifari, dan Salman al-Farisi, ketiga orang itu adalah orang-orang yang pernah mengucapkan kalimat \"La ilaha illallah\" di masa Arab Jahiliah." } } }, { "number": { "inQuran": 4076, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Allazeena yastami'oonal qawla fayattabi'oona ahsanah; ulaaa'ikal lazeena hadaahumul laahu wa ulaaa'ika hum ulul albaab" } }, "translation": { "en": "Who listen to speech and follow the best of it. Those are the ones Allah has guided, and those are people of understanding.", "id": "(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4076", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4076.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4076.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu mereka yang mendengarkan perkataan, yakni ajaran Al-Qur’an maupun hadis, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya karena wahyu Allah adalah perkataan yang terbaik. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai pikiran sehat dan tidak diliputi kekeruhan.", "long": "Ayat ini menerangkan orang-orang yang selalu menjaga dirinya dan menghindarkan diri dari menyembah thagut, berhala, serta tabah dalam menghadapi godaan setan, menghambakan diri dan menyembah kepada Allah semata, tidak menyembah selain-Nya. Mereka akan memperoleh kabar gembira dari para rasul bahwa mereka akan terhindar dari azab kubur sesudah mati, kesengsaraan di Padang Mahsyar. Mereka akan mendapat kenikmatan yang abadi di dalam surga. Oleh karena itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada umatnya yang selalu menyembah Allah, dan selalu mendengar perkataan yang benar, serta mengerjakan mana yang paling baik dari semua perkataan yang benar itu. Mereka pun akan memperoleh apa yang diperoleh oleh hamba-hamba Allah yang takwa. Mereka adalah orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk Allah dan selalu menggunakan akal yang sehat.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari Zaid bin Aslam bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan tiga sahabat Rasulullah, yaitu Zaid bin 'Amr, Abu dzarr al-Gifari, dan Salman al-Farisi, ketiga orang itu adalah orang-orang yang pernah mengucapkan kalimat \"La ilaha illallah\" di masa Arab Jahiliah." } } }, { "number": { "inQuran": 4077, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062a\u064f\u0646\u0642\u0650\u0630\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Afaman haqqa 'alaihi kalimatul 'azaab; afa anta tunqizu man fin Naar" } }, "translation": { "en": "Then, is one who has deserved the decree of punishment [to be guided]? Then, can you save one who is in the Fire?", "id": "Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4077", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4077.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4077.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tugas rasul tidak lebih dari sekadar menyampaikan dakwah kepada umatnya. Hanya Allahlah yang memberi hidayah kepada yang Dia kehendaki. Maka apakah orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab karena kekafiran mereka; apakah engkau akan mampu menyelamatkan orang yang dipastikan berada dalam api neraka? Tentu tidak mampu.", "long": "Pada ayat ini diterangkan kebalikan dari sifat-sifat orang yang disebutkan pada ayat sebelum ayat ini, yaitu mereka yang mengatakan sanggup melaksanakan segala sesuatu dan sanggup pula mengatasi segala macam kesulitan. Mereka dicela Allah dengan mengatakan, \"Apakah kamu yang mengendalikan segala urusan manusia, mengatur dan mengendalikan keadaan mereka? Apakah kamu dapat mengubah keputusan-Ku dengan membatalkan ketetapan azab yang telah Aku tetapkan terhadap orang-orang yang selalu mengotori jiwanya dengan mengerjakan segala macam perbuatan dosa dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang Aku larang?\" Allah menegaskan bahwa mereka sekali-kali tidak dapat menghapus dan mengubah segala macam keputusan-Nya sedikit pun, karena ketentuan segala sesuatu berada di tangan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4078, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064f\u0631\u064e\u0641\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0631\u064e\u0641\u064c \u0645\u0651\u064e\u0628\u0652\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0639\u064e\u0627\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Laakinil lazeenat taqaw Rabbahum lahum ghurafum min fawqihaa ghurafum mabniyyatun tajree min tahtihal anhaar; wa'dal laah; laa yukhliful laahul mee'aad" } }, "translation": { "en": "But those who have feared their Lord - for them are chambers, above them chambers built high, beneath which rivers flow. [This is] the promise of Allah. Allah does not fail in [His] promise.", "id": "Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4078", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4078.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4078.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi, orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, mereka mendapat kamar-kamar di surga yang di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun bertingkat-tingkat, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan aneka rasa dan warna (Lihat pula: Surah Muhammad/47: 15). Itulah janji Allah yang sebenar-benarnya. Allah tidak akan pernah memungkiri janji-Nya.", "long": "Pada ayat ini diulangi lagi penyebutan perbuatan-perbuatan yang diridai Allah, yaitu segala perbuatan takwa, perbuatan wajib, dan sunah. Orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan tersebut akan ditempatkan nanti di dalam kamar-kamar surga yang terdapat segala macam yang mereka inginkan di dalamnya dan dihiasi dengan taman-taman yang indah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Itulah janji Allah kepada setiap orang yang beriman dan bertakwa. Janji itu adalah janji yang benar, tidak akan dimungkiri sedikit pun, karena Allah tidak akan memungkiri janji-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4079, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 23, "page": 460, "manzil": 6, "ruku": 397, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0639\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0632\u064e\u0631\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0647\u0650\u064a\u062c\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064f\u0635\u0652\u0641\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u062d\u064f\u0637\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha anzala minas samaaa'i maaa'an fasalakahoo yanaabee'a fil ardi summa yukhriju bihee zar'am mukhtalifan alwaanuhoo summa yaheeju fatarahu musfarran summa yaj'aluhoo hutaamaa; inna fee zaalika lazikraa li ulil albaab" } }, "translation": { "en": "Do you not see that Allah sends down rain from the sky and makes it flow as springs [and rivers] in the earth; then He produces thereby crops of varying colors; then they dry and you see them turned yellow; then He makes them [scattered] debris. Indeed in that is a reminder for those of understanding.", "id": "Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4079", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4079.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4079.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, apakah engkau tidak memperhatikan bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit, lalu diaturnya air hujan itu menjadi sumber-sumber air yang memancar dan sungai-sungai yang mengalir di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian tumbuhan itu berubah menjadi kering dan layu, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan setelah segar kehijauan, kemudian dijadikan-Nya tumbuhan itu mati dan hancur berderai-derai. Sungguh, pada proses penciptaan yang demikian bertahap-tahap itu terdapat pelajaran berharga dan nasihat bermanfaat bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat dan fitrah yang lurus.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan manusia memikirkan salah satu dari suatu proses kejadian di alam ini, yaitu proses turunnya hujan dan tumbuhnya tanam-tanaman di permukaan bumi ini. Kalau diperhatikan seakan-akan kejadian itu merupakan suatu siklus yang dimulai pada suatu titik dalam suatu lingkaran, dimulai dari adanya sesuatu, kemudian berkembang menjadi besar, kemudian tua, kemudian meninggal atau tiada, kemudian mulai pula suatu kejadian yang baru lagi dan begitulah seterusnya sampai kepada suatu masa yang ditentukan Allah, yaitu masa berakhirnya kejadian alam ini.\n\nMenurut kajian ilmiah, distribusi dan dinamika air di dalam tanah dilukiskan dalam ayat ini. Di samping menjadi air larian yang langsung mengalir di permukaan tanah, sebagian air yang jatuh dari langit baik sebagai air hujan maupun salju yang mencair akan mengimbuh (berinfiltrasi) ke dalam tanah dan menyebar di dalam kesarangan (pori-pori) tanah. Air akan ditahan oleh pori-pori tanah dengan kekuatan yang berbanding terbalik dengan ukuran pori-pori tanah.\n\nPada pori-pori tanah dengan ukuran yang besar, air akan dapat ditarik oleh gaya gravitasi dan dapat mengalir (perkolasi) ke lapisan tanah atau batuan yang lebih bawah atau mengalir secara lateral searah kemiringan lereng. Air tanah dangkal yang mengalir searah kemiringan lereng ini akan keluar lagi sebagai mata air. Air yang mengalir ke lapisan yang lebih bawah kemudian akan mengisi lapisan pembawa air tanah (akifer) yang merupakan lapisan tanah atau batuan yang tersusun oleh butiran-butiran yang kasar, utamanya pasir. Apabila akifer ini muncul ke permukaan tanah, misalnya pada tekuk lereng, maka pada tempat munculnya tersebut akan dijumpai pula mata air.\n\nPori-pori dengan ukuran yang lebih kecil, dikenal dengan istilah pori kapiler, akan menahan air di dalamnya sebagai kelembaban tanah. Air yang terdapat di dalam pori-pori kapiler ini tidak akan dilepaskan kecuali oleh tegangan yang lebih besar dari tenaga gravitasi, umumnya oleh penguapan (evaporasi), atau pada lapisan yang lebih dalam oleh tenaga hisap akar tanaman. Kelembaban tanah inilah yang kemudian dipakai oleh tanaman untuk bermetabolisme dan kemudian menguap dari stomata daun dan bagian tanaman lain yang berkhlorophil. Penguapan air tanah dengan cara ini dikenal dengan istilah transpirasi. Tanah yang memiliki kelembaban cukup akan dicirikan oleh tumbuhan yang menutupinya memiliki daun berwarna hijau. Apabila kelembaban berkurang maka daun lambat laun akan menguning dan kemudian akan mengering. Daun-daun yang mengering akan rontok untuk mengurangi proses penguapan.\n\nAir yang menguap oleh terik panas matahari, kemudian menjadi awan yang bergumpal, dihalau kembali oleh angin ke suatu tempat sehingga menurunkan hujan. Proses kejadian demikian itu menjadi bahan renungan bagi orang yang mau menggunakan pikirannya. Tentu ada Zat Yang Mahakuasa yang mengatur semuanya itu, sehingga segala sesuatu terjadi dengan teratur dan rapi. Tidak mungkin manusia yang melakukannya. Yang melakukan semua itu tentulah Zat yang berhak disembah dan ditaati segala perintah-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4080, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0631\u064e\u062d\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Afaman sharahal laahu sadrahoo lil Islaami fahuwa 'alaa noorim mir Rabbih; fa wailul lilqaasiyati quloobuhum min zikril laah; ulaaa'ika fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "So is one whose breast Allah has expanded to [accept] Islam and he is upon a light from his Lord [like one whose heart rejects it]? Then woe to those whose hearts are hardened against the remembrance of Allah. Those are in manifest error.", "id": "Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4080", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4080.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4080.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidaklah sama antara para pendurhaka yang tidak mengambil pelajaran dari kejadian di sekitarnya dengan orang-orang yang mempunyai akal sehat dan mempergunakannya untuk beriktibar. Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk menerima agama Islam dan mengamalkan ajarannya lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya sehingga mau mengikuti petunjuk Rasulullah sama dengan orang yang hatinya membatu? Tentu tidak sama. Maka, celakalah mere-ka yang hatinya telah membatu karena enggan untuk mengingat Allah dan menyimpang dari jalan-Nya. Mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata karena tidak mendapat taufik dan hidayah Allah untuk menerima kebenaran.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa tidaklah sama orang yang telah dibukakan Allah hatinya sehingga menerima agama Islam, dengan orang yang sesat hatinya, sehingga ia mengingkari kebenarannya. Hati orang tersebut telah melihat kekuasaan dan kebesaran Allah dalam keindahan dan keajaiban alam ini, lalu terbukalah hatinya menerima pancaran cahaya dari nur Ilahi. Sebaliknya orang-orang yang sesat hatinya, tidak melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dalam kejadian alam ini, mereka menyangka kejadian tersebut tidak lain dari suatu proses kejadian alam itu sendiri, tanpa ada yang mengaturnya. Mereka merasa sanggup mengubah atau memperbaiki proses kejadian tersebut. Hal ini disebabkan karena kebodohan dan pandangan mereka yang picik sehingga hati mereka tetap tertutup, dan tidak memungkinkan masuknya pancaran nur Ilahi ke dalam hatinya. Kedua macam orang itu tentulah tidak sama. Pada ayat yang lain, Allah menegaskan tentang ketidaksamaan kedua macam orang itu. Allah berfirman:\n\nDan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? (al-An'am/6: 122)\n\nIbnu 'Abbas meriwayatkan, \"Di antara orang yang telah dilapangkan Allah dadanya menerima agama Islam, ialah Abu Bakar r.a. Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud ia berkata:\n\nRasulullah saw membaca ayat ini, lalu kami bertanya, \"Ya Nabi Allah, bagaimana hati yang terbuka itu?\" Beliau menjawab, \"Apabila cahaya menerangi hati, maka ia menjadi terbuka dan lapang.\" Kami bertanya, \"Apakah tanda yang demikian itu, ya Rasulullah?\" Beliau menjawab, \"Menghadapkan diri kepada kehidupan negeri yang abadi dan menjauhkan diri dari kehidupan negeri yang penuh tipuan dan mempersiapkan diri untuk mati sebelum kematian itu datang.\" (Riwayat Ibnu Mardawaih)\n\nDiriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Ibnu 'Umar, ia berkata:\n\nBahwa seseorang berkata, \"Ya Rasulullah, orang mukmin yang manakah yang paling baik?\" Rasulullah menjawab, \"Mereka yang banyak mengingat mati dan paling banyak persiapannya untuk mati itu, dan bilamana cahaya menyinari hatinya, maka hati itu terbuka dan menjadi lapang.\" Para sahabat bertanya, \"Apa tandanya yang demikian itu ya Nabi Allah?\" Nabi menjawab, \"Menghadapkan diri kepada negeri yang abadi dan menjauhkan diri dari negeri yang penuh dengan tipuan dan menyiapkan diri untuk mati sebelum kematian itu datang.\"\n\nAdapun orang-orang yang kasar hatinya dan membatu akan mengalami kecelakaan yang besar disebabkan sikap mereka yang keras kepala tidak mau ingat kepada-Nya. Seharusnya hati mereka menjadi lembut bila nama Tuhan disebut di hadapan mereka, tetapi muka mereka hitam muram bila mendengar nama Allah disebut dan hati mereka bertambah keras membatu.\n\nDiriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Ibnu 'Umar, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: \n\nJanganlah kamu memperbanyak pembicaraan tanpa menyebut nama Allah, karena banyak bicara tanpa menyebut nama Allah menyebabkan hati menjadi keras. Dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah ialah orang yang keras hatinya.\" \n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang yang hatinya keras itu adalah orang yang buta mata hatinya, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. Setiap orang dengan mudah mengetahui keburukan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4081, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e \u062a\u064e\u0642\u0652\u0634\u064e\u0639\u0650\u0631\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064f \u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Allahu nazzala ahsanal hadeesi Kitaabam mutashaa biham masaaniy taqsha'irru minhu juloodul lazeena yakhshawna Rabbahum summa taleenu julooduhum wa quloo buhum ilaa zikril laah; zaalika hudal laahi yahdee bihee mai yashaaa'; wa mai yudlilil laahu famaa lahoo min haad" } }, "translation": { "en": "Allah has sent down the best statement: a consistent Book wherein is reiteration. The skins shiver therefrom of those who fear their Lord; then their skins and their hearts relax at the remembrance of Allah. That is the guidance of Allah by which He guides whom He wills. And one whom Allah leaves astray - for him there is no guide.", "id": "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4081", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4081.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4081.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menurunkan perkataan yang memiliki susunan kata dan kandungan paling baik, yaitu Al-Qur’an yang serupa keindahan susunan antara ayat-ayatnya lagi disebut berulang-ulang baik redaksi, hukum, pelajaran, maupun kisahnya agar membawa pengaruh kuat pada diri pembacanya. Allah menurunkan Al-Qur’an yang gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya ketika mendengar peringatan dan ancaman di dalamnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah dan mendengar berita serta janji yang menggembirakan. Itulah petunjuk Allah bagi orang-orang yang mau mendengarkan; dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat dari jalan kebenaran oleh Allah lantaran lebih memilih jalan kesesatan dan berpaling dari kebenaran daripada mengikuti tuntunan Rasulullah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi-nya petunjuk dan menuntunnya menuju jalan kebenaran.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur'an yang mulia, sebahagian ayat-ayatnya mempunyai kemiripan baik dalam menjelaskan hukum-hukum, kebenaran, pelajaran, mengemukakan hujah, hikmah-hikmah, dan sebagainya, sebagaimana beberapa bagian air menyerupai beberapa bagian udara, beberapa bagian suatu negeri menyerupai beberapa bagian negeri yang lain. Karena ada suatu kisah diulang-ulang menyebutnya di beberapa tempat, demikian pula perintah-perintah, larangan-larangan, dan sebagainya. Orang-orang yang beriman, bila mereka mendengar bacaan Al-Qur'an meremang bulu romanya, dan bergoncang hatinya karena takut kepada Allah. Hal itu mendorong hati mereka mengikuti semua perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Jiwa mereka menjadi hidup, semangat mereka bertambah untuk melaksanakan amal-amal yang saleh dan berjihad di jalan-Nya.\n\nDengan Al-Qur'an, Allah memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya, membimbing orang-orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus serta mempertebal iman di dalam hatinya. Tetapi orang yang disesatkan hatinya, mereka hampa dan kosong, mereka tidak akan memperoleh manfaat sedikit pun dari Al-Qur'an itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4082, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a \u0628\u0650\u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afamai yattaqee biwaj hihee sooo'al 'azaabi Yawmal Qiyaamah; wa qeela lizzaali meena zooqoo maa kuntum taksiboon" } }, "translation": { "en": "Then is he who will shield with his face the worst of the punishment on the Day of Resurrection [like one secure from it]? And it will be said to the wrongdoers, \"Taste what you used to earn.\"", "id": "Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4082", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4082.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4082.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, apakah orang-orang yang tangannya terbelenggu lalu berusaha melindungi diri dengan wajahnya untuk menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat sama dengan orang mukmin yang selamat dari azab dan berhasil masuk surga? Tentu tidak sama. Dan dikatakan kepada orang-orang yang berbuat zalim dan syirik, “Rasakanlah olehmu balasan atas apa yang telah kamu kerjakan berupa kekafiran dan kemusyrikan di dunia.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan perbedaan keadaan orang yang mendapat petunjuk dengan orang yang tidak mendapat petunjuk. Orang yang sesat dan tidak mendapat petunjuk dihadapkan ke neraka pada hari Kiamat. Api neraka membakar wajah mereka, dan tangan mereka tidak dapat menutupi wajah mereka dari panas api itu, karena kedua tangan mereka terbelenggu. Lain halnya dengan orang-orang yang beriman. Mereka selamat dari api neraka dan tidak perlu menghindarkan diri dari azab seperti yang ditimpakan kepada orang-orang kafir. Pada hari itu, orang-orang kafir dituding oleh para malaikat sambil berkata, \"Rasakanlah olehmu azab neraka yang membakar itu, karena perbuatan-perbuatan yang telah kamu kerjakan dahulu sewaktu hidup di dunia.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4083, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazzabal lazeena min qablihim fa ataahumul 'azaabu min haisu laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Those before them denied, and punishment came upon them from where they did not perceive.", "id": "Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4083", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4083.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4083.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah orang-orang musyrik Mekah itu mengambil pelajaran dari kehancuran umat-umat durhaka terdahulu? Orang-orang yang hidup sebelum mereka telah mendustakan rasul-rasulnya sebagaimana mereka mendustakan Nabi Muhammad, maka saat mereka lengah datanglah kepada mereka azab Allah secara tiba-tiba dari arah yang tidak mereka sangka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan azab yang pernah ditimpakan kepada orang-orang terdahulu yang mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah kepada Rasulullah. Azab itu ditimpakan kepada mereka setelah berkali-kali diseru ke jalan yang benar oleh para rasul yang diutus kepada mereka, namun mereka tidak mengindahkan seruan itu.\n\nDemikianlah mereka ditimpa azab di dunia dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh azab yang sangat. Azab dunia jauh lebih enteng dan ringan jika dibanding dengan azab akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4084, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0630\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa azaaqahumul laahul khizya fil hayaatid dunyaa wa la'azaabul Aakirati akbar; law kaanoo ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "So Allah made them taste disgrace in worldly life. But the punishment of the Hereafter is greater, if they only knew.", "id": "Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4084", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4084.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4084.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka Allah menimpakan kepada mereka azab dan kehinaan pada kehidupan dunia serta menyiapkan bagi mereka azab yang pedih di akhirat. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar daripada azab dunia. Kalau saja mereka mengetahui hal itu niscaya mereka akan beriman dan berbuat baik. Hanya kebodohan dan ketundukan pada hawa nafsu yang membuat mereka tersesat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan azab yang pernah ditimpakan kepada orang-orang terdahulu yang mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah kepada Rasulullah. Azab itu ditimpakan kepada mereka setelah berkali-kali diseru ke jalan yang benar oleh para rasul yang diutus kepada mereka, namun mereka tidak mengindahkan seruan itu.\n\nDemikianlah mereka ditimpa azab di dunia dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh azab yang sangat. Azab dunia jauh lebih enteng dan ringan jika dibanding dengan azab akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4085, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064d \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad darabnaa linnaasi fee haazal Qur-aani min kulli masalil la'allahum yatazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And We have certainly presented for the people in this Qur'an from every [kind of] example - that they might remember.", "id": "Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Al-Qur'an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka dapat pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4085", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4085.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4085.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an adalah kitab yang berisi tuntunan hidup bagi umat manusia, salah satunya dengan jalan menyajikan perumpamaan. Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan tentang umat-umat terdahulu yang Allah binasakan. Perumpamaan itu Kami tujukan bagi umat manusia agar mereka dapat memperoleh pelajaran lalu menyadari kesalahannya.", "long": "Allah menjelaskan pada ayat ini bahwa Dia telah membuat bermacam-macam contoh dalam Al-Qur'an seperti menerangkan sejarah beberapa umat terdahulu yang mengingatkan malapetaka yang mereka alami. Contoh dan perumpamaan itu dikemukakan kepada mereka agar mereka mengambil pelajaran darinya, baik yang berhubungan dengan kehidupan dunia maupun yang berhubungan dengan kehidupan di akhirat nanti. Dengan berpedoman kepada Al-Qur'an, mereka dapat meluruskan kembali kepercayaan mereka yang sesat, memperbaiki tata kehidupan mereka yang kacau, sehingga berubah menjadi kehidupan yang beradab. \n\nTidaklah sukar bagi mereka memahami Al-Qur'an karena diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa mereka sendiri. Tidak ada sesuatu yang bertentangan di dalamnya. Isinya jelas dan tegas baik yang berhubungan dengan akidah, hukum, budi pekerti, dan sebagainya. Jika mereka mau beriman dan mengikuti petunjuk Al-Qur'an, pastilah mereka dapat menjaga diri dari malapetaka yang mungkin menimpa mereka dan tentulah mereka akan taat hanya kepada Allah saja." } } }, { "number": { "inQuran": 4086, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0630\u0650\u064a \u0639\u0650\u0648\u064e\u062c\u064d \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qur-aanan 'Arabiyyan ghaira zee 'iwajil la'allahum yattaqoon" } }, "translation": { "en": "[It is] an Arabic Qur'an, without any deviance that they might become righteous.", "id": "(Yaitu) Al-Qur'an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4086", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4086.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4086.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kitab tersebut yaitu Al-Qur’an yang redaksinya tersusun dalam bahasa Arab; tidak ada kebengkokan atau ajaran yang salah di dalamnya. Kami turunkan Al-Qur’an itu agar mereka bertakwa kepada Allah dan meninggalkan kekafiran.", "long": "Allah menjelaskan pada ayat ini bahwa Dia telah membuat bermacam-macam contoh dalam Al-Qur'an seperti menerangkan sejarah beberapa umat terdahulu yang mengingatkan malapetaka yang mereka alami. Contoh dan perumpamaan itu dikemukakan kepada mereka agar mereka mengambil pelajaran darinya, baik yang berhubungan dengan kehidupan dunia maupun yang berhubungan dengan kehidupan di akhirat nanti. Dengan berpedoman kepada Al-Qur'an, mereka dapat meluruskan kembali kepercayaan mereka yang sesat, memperbaiki tata kehidupan mereka yang kacau, sehingga berubah menjadi kehidupan yang beradab. \n\nTidaklah sukar bagi mereka memahami Al-Qur'an karena diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa mereka sendiri. Tidak ada sesuatu yang bertentangan di dalamnya. Isinya jelas dan tegas baik yang berhubungan dengan akidah, hukum, budi pekerti, dan sebagainya. Jika mereka mau beriman dan mengikuti petunjuk Al-Qur'an, pastilah mereka dapat menjaga diri dari malapetaka yang mungkin menimpa mereka dan tentulah mereka akan taat hanya kepada Allah saja." } } }, { "number": { "inQuran": 4087, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u064f\u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0643\u0650\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Darabal laahu masalar rajulan feehi shurakaaa'u mutashaakisoona wa rajulan salamal lirajulin hal tastawi yaani masalaa; alhamdu lillaah; bal aksaruhum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Allah presents an example: a slave owned by quarreling partners and another belonging exclusively to one man - are they equal in comparison? Praise be to Allah! But most of them do not know.", "id": "Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4087", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4087.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4087.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membuat perumpamaan dalam Al-Qur’an tentang orang-orang yang menyekutukan Allah dan yang mengesakan-Nya. Perumpamaan itu berupa seorang budak laki-laki dewasa dan kuat yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat, yang diperebutkan dalam perselisihan, membuat budak itu bingung menentukan siapa yang harus ia ikuti, dan perumpamaan satunya berupa seorang hamba sahaya lain yang menjadi milik penuh dari seorang saja sehingga ia tahu pasti siapa tuannya. Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Tentu tidak sama. Segala puji bagi Allah yang telah membuat perumpamaan yang jelas itu sebagai pelajaran, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui pelajaran yang dipaparkan sehingga mereka tersesat.", "long": "Allah membuat suatu perumpamaan untuk menjelaskan perbedaan antara syirik dengan tauhid. Untuk itu Allah mengumpamakan dua orang budak. Budak yang satu dimiliki oleh beberapa orang tuan, mereka berserikat dalam kepemilikannya. Sedang budak yang lain hanya dimiliki oleh seorang tuan saja, tidak ada orang lain yang memilikinya. Pada suatu saat budak pertama mendapat perintah dari tuan-tuannya itu dengan perintah yang berbeda-beda, seperti tuan pertama memerintahkan membersihkan pekarangan rumahnya, tuan yang kedua menyuruh mencangkul kebunnya, tuan yang ketiga menyuruh membersihkan rumahnya dan sebagainya. Perintah ini diberikan pada saat yang sama. Perintah tuan yang manakah yang harus dikerjakan oleh budak tersebut? Tidak mungkin budak itu melaksanakan tiap-tiap perintah dari tuan-tuannya itu dalam waktu yang sama. Demikianlah seterusnya sehingga budak itu selalu kebingungan dalam menaati perintah-perintah dari masing-masing tuannya.\n\nAdapun budak yang kedua yang hanya dimiliki oleh seorang tuan, ia dapat melaksanakan perintah tuannya dengan baik, ia tidak akan bingung dalam melaksanakan perintah itu, dan tuannya pun berlega hati karena budaknya itu dapat melaksanakan perintahnya dengan baik. Samakah keadaan kedua budak tersebut dan sama pulakah keadaan tuan dari masing-masing budak itu?\n\nDemikianlah halnya dengan orang yang beragama tauhid dan orang yang beragama syirik. Orang yang beragama tauhid tidak pernah bingung dalam melaksanakan perintah dan larangan dari Tuhannya, karena perintah dan larangan itu bersumber dari Yang Maha Esa. Seorang yang beragama syirik selalu dalam keadaan bingung, perintah tuhannya yang manakah yang akan diikutinya. Sebaliknya orang yang beragama tauhid hanya menyembah Tuhan Yang Esa, sedang orang yang beragama syirik selalu bingung, tuhan yang manakah yang lebih patut disembah dari tuhan-tuhan yang lain.\n\nSetelah menerangkan kesesatan syirik, Allah menegaskan bahwa segala puji hanyalah untuk-Nya, tidak untuk yang lain. Hanya Dia sajalah yang berhak disembah, tetapi kebanyakan manusia tidak mau mengetahuinya." } } }, { "number": { "inQuran": 4088, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaka maiyitunw wa inna hum maiyitunw wa inna hum maiyitoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, you are to die, and indeed, they are to die.", "id": "Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4088", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4088.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4088.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya engkau akan mati dan kembali ke hadirat Tuahnmu, dan mereka yang ingkar itu pun akan mati pula.", "long": "Allah menerangkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Tuhan dan di hari Kiamat nanti manusia antara yang satu dengan yang lain akan saling berbantah-bantahan dan saling tuduh-menuduh. Pada hari Kiamat orang-orang musyrik berusaha membela diri mereka masing-masing, tetapi Nabi Muhammad saw dapat menolak alasan mereka itu, dengan menyatakan bahwa dakwah telah disampaikan kepada mereka, tetapi mereka mengingkari dan mendustakannya. Oleh karena itu, mereka mohon ampunan kepada Allah, tetapi permohonan mereka tidak dapat diterima, karena pada hari itu tobat tidak dapat diterima lagi.\n\nDi antara perbantahan antara orang-orang musyrik dengan sembahan-sembahan mereka itu disebutkan dalam ayat ini. Mereka berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka, \"Kami ikuti kamu, tetapi kamu menyesatkan kami.\" Para pemimpin menjawab, \"Kami juga telah ditipu oleh setan-setan dan nenek moyang kita dahulu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4089, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 23, "page": 461, "manzil": 6, "ruku": 398, "hizbQuarter": 184, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa innakum Yawmal Qiyaamati 'inda Rabbikum takhtasimoon" } }, "translation": { "en": "Then indeed you, on the Day of Resurrection, before your Lord, will dispute.", "id": "Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4089", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4089.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4089.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, sesungguhnya kamu semua pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu, kemudian Dia akan memberi keputusan secara adil; orang beriman akan mendapatkan surga dan orang kafir akan mendapatkan siksa neraka.[]", "long": "Allah menerangkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Tuhan dan di hari Kiamat nanti manusia antara yang satu dengan yang lain akan saling berbantah-bantahan dan saling tuduh-menuduh. Pada hari Kiamat orang-orang musyrik berusaha membela diri mereka masing-masing, tetapi Nabi Muhammad saw dapat menolak alasan mereka itu, dengan menyatakan bahwa dakwah telah disampaikan kepada mereka, tetapi mereka mengingkari dan mendustakannya. Oleh karena itu, mereka mohon ampunan kepada Allah, tetapi permohonan mereka tidak dapat diterima, karena pada hari itu tobat tidak dapat diterima lagi.\n\nDi antara perbantahan antara orang-orang musyrik dengan sembahan-sembahan mereka itu disebutkan dalam ayat ini. Mereka berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka, \"Kami ikuti kamu, tetapi kamu menyesatkan kami.\" Para pemimpin menjawab, \"Kami juga telah ditipu oleh setan-setan dan nenek moyang kita dahulu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4090, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u062f\u0652\u0642\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faman azlamu mimman kazaba 'alal laahi wa kazzaba bissidqi iz jaaa'ah; alaisa fee Jahannama maswal lilkaafir" } }, "translation": { "en": "So who is more unjust than one who lies about Allah and denies the truth when it has come to him? Is there not in Hell a residence for the disbelievers?", "id": "Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4090", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4090.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4090.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu digambarkan bahwa nanti di hari kemudian manusia akan saling berbantah-bantahan di hadapan Allah, lalu Allah memberi putusan-Nya. Keputusan itu berupa anugerah bagi yang berbuat baik dan sanksi bagi yang berbuat zalim. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dengan mengatakan bahwa Da mempunyai sekutu, dan mendustakan kebenaran, yakni Al-Qur’an, yang datang kepadanya melalui Rasul? Bukankah mereka sudah diberitahu bahwa neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir? Inilah sanksi yang ditimpakan Allah bagi orang-orang kafir.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tidak ada orang yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah, dengan mengadakan sesembahan yang lain, atau mengatakan bahwa para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Mereka juga mendustakan kebenaran Al-Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad, yang mengajak kepada ketauhidan, melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar dan memberitahu akan datangnya hari kebangkitan dan pembalasan. Mereka bersikap mendustakan justru ketika kebenaran datang kepada mereka, seolah-olah mereka menutup akal dan pancaindra untuk mengadakan penyelidikan atau membedakan mana yang hak dan yang batil seperti yang dilakukan oleh manusia yang sadar dan wajar. \n\nSemua itu timbul karena sifat kesombongan dan keangkuhan. Oleh karena itu, Allah menyampaikan ancaman yang keras dalam bentuk pertanyaan, \"Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?\" Cara menyampaikan ancaman dengan bentuk pertanyaan itu sering dijumpai dalam Al-Qur'an, karena faedahnya besar sekali bagi mereka yang sedang mencari kebenaran. Pertanyaan itu menimbulkan kejutan atau paling sedikit perhatian bagi mereka yang lengah dan lalai. Sesuai dengan sunatullah, setelah menyampaikan ancaman terhadap orang-orang kafir, Allah lalu memberi kabar gembira dan pujian kepada Nabi Muhammad dan para sahabat serta pengikutnya yang selalu bertakwa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4091, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u062f\u0652\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d9 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazee jaaa'a bissidqi wa saddaqa biheee ulaaa'ika humul muttaqoon" } }, "translation": { "en": "And the one who has brought the truth and [they who] believed in it - those are the righteous.", "id": "Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4091", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4091.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4091.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berbeda dengan orang-orang kafir itu, ada orang yang membawa kebenaran, yakni Nabi Muhammad, dan orang yang membenarkannya, yakni orang-orang yang beriman dan menjadi pengikutnya yang setia. Mereka itulah orang yang bertakwa.", "long": "Adapun orang yang membawa kebenaran yaitu Muhammad saw dan orang-orang yang membenarkannya, yaitu para sahabat dan pengikutnya sampai hari Kiamat. Mereka selalu bertakwa kepada Allah, tidak menyembah patung dan berhala, selalu menunaikan kewajiban syariat, dan melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar sambil mengharapkan pahala dan menghindari azab-Nya. Mereka itulah yang dimaksudkan golongan orang-orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 4092, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lahum maa yashaaa'oona 'inda Rabbihim; zaalika jazaaa'ul muhsineen" } }, "translation": { "en": "They will have whatever they desire with their Lord. That is the reward of the doers of good -", "id": "Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhannya. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4092", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4092.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4092.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai penghargaan dari Allah, mereka memperoleh apa saja yang mereka kehendaki yang terdapat di sisi Tuhannya. Demikianlah karunia yang besar sebagai balasan dan anugerah bagi orang-orang yang berbuat baik.", "long": "Mereka akan memperoleh pahala dan kehormatan di sisi Allah yang selalu mereka taati dan sembah. Di dalam surga, mereka akan memperoleh apa saja yang mereka kehendaki di sisi Allah. Dalam beberapa hadis yang sahih dijelaskan bahwa dalam surga mereka akan menjumpai berbagai nikmat yang belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbayang dalam hati. Itulah balasan bagi mereka yang selalu mengutamakan amal kebajikan, dengan hati yang ikhlas dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan, yang selalu menjaga amal perbuatan dan ucapan mereka, baik mengenai soal berat atau ringan, yang besar maupun yang kecil. Mereka menghadapi semua itu dengan penuh rasa tanggung jawab." } } }, { "number": { "inQuran": 4093, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0623\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Liyukaffiral laahu 'anhum aswa allazee 'amiloo wa yajziyahum ajrahum bi ahsanil lazee kaano ya'maloon" } }, "translation": { "en": "That Allah may remove from them the worst of what they did and reward them their due for the best of what they used to do.", "id": "agar Allah menghapus perbuatan mereka yang paling buruk yang pernah mereka lakukan dan memberi pahala kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4093", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4093.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4093.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di samping itu, orang-orang yang bertakwa juga beroleh janji, agar Allah senantiasa menghapus, yakni memberikan pengampunan atas perbuatan mereka yang paling buruk yang pernah mereka lakukan, dan juga memberi pahala kepada mereka dengan yang terbaik daripada apa yang mereka kerjakan selama hidup di dunia.", "long": "Semua rahmat, pahala, dan karunia dilimpahkan Allah kepada mereka. Allah juga mengampuni perbuatan yang paling buruk yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah tidak membalas dosa-dosa dan kesalahan mereka dengan azab, bahkan menutupi dosa dan perbuatan mereka yang buruk itu dan membalas dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Dalam ayat ini didahulukan ampunan dosa daripada pemberian pahala, karena seseorang yang diampuni dosanya telah merasakan ketenangan. Lagi pula, ampunan Allah lebih luas daripada dosa hamba-hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4094, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064e\u0627\u0641\u064d \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u064e\u0648\u0651\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Alaisal laahu bikaafin 'abdahoo wa yukhawwi foonaka billazeena min doonih; wa mai yudlilil laahu famaa lahoo min haad" } }, "translation": { "en": "Is not Allah sufficient for His Servant [Prophet Muhammad]? And [yet], they threaten you with those [they worship] other than Him. And whoever Allah leaves astray - for him there is no guide.", "id": "Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan (sesembahan) yang selain Dia. Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4094", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4094.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4094.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan anugerah bagi orang-orang bertakwa, Allah menyatakan pada ayat ini bahwa Dialah pelindung hamba-hamba-Nya dengan mencukupi segala keperluan mereka. Bukankah Allah yang Mahakuasa dan Maha Pemurah itu telah mencukupi segala sesuatu yang diperlukan oleh hamba-Nya? Mereka, orang-orang musyrikin Mekah itu, menakut-nakutimu wahai Nabi Muhammad, dengan tuhan-tuhan yang selain Dia. Barang siapa yang dibiarkan secara bebas memilih kesesatan oleh Allah dan hatinya cenderung kepada kesesatan itu, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya. Pertama: Allah menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin. Atas izin Allah, angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.\n\nAllah berfirman:\n\nDan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-Anbiya'/21: 81)\n\nKedua: Allah menganugerahkan kepadanya kemampuan menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli menyelam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman. Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun suatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan, atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan marjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.\n\nKetiga: Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya. Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya.\n\nKekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan maksudnya adalah kekuasaan untuk menggerakkan mereka melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas membangun gedung-gedung, dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut. Namun tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu. Sikap yang paling utama ialah kita menerima keterangan yang terdapat dalam Al-Qur'an dan untuk mengungkapkan pengertiannya, kita serahkan kepada ilmu pengetahuan." } } }, { "number": { "inQuran": 4095, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064d \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064d \u0630\u0650\u064a \u0627\u0646\u062a\u0650\u0642\u064e\u0627\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa mai yahdil laahu famalahoo mim mudlil; alai sal laahu bi'azeezin zin tiqaam" } }, "translation": { "en": "And whoever Allah guides - for him there is no misleader. Is not Allah Exalted in Might and Owner of Retribution?", "id": "Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa dan mempunyai (kekuasaan untuk) menghukum?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4095", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4095.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4095.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebaliknya, barang siapa yang hatinya sudah diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa dan mempunyai kekuasaan untuk menghukum orang-orang yang memilih jalan kesesatan?", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya. Pertama: Allah menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin. Atas izin Allah, angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.\n\nAllah berfirman:\n\nDan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-Anbiya'/21: 81)\n\nKedua: Allah menganugerahkan kepadanya kemampuan menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli menyelam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman. Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun suatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan, atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan marjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.\n\nKetiga: Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya. Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya.\n\nKekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan maksudnya adalah kekuasaan untuk menggerakkan mereka melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas membangun gedung-gedung, dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut. Namun tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu. Sikap yang paling utama ialah kita menerima keterangan yang terdapat dalam Al-Qur'an dan untuk mengungkapkan pengertiannya, kita serahkan kepada ilmu pengetahuan." } } }, { "number": { "inQuran": 4096, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0636\u064f\u0631\u0651\u064d \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u0627\u0634\u0650\u0641\u064e\u0627\u062a\u064f \u0636\u064f\u0631\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064e\u0627\u062a\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in sa altahum man khalaqas samaawaati wal arda la yaqoolunal laah; qul afara'aitum maa tad'oona min doonil laahi in araadaniyal laahu bidurrin hal hunna kaashi faatu durriheee aw araadanee birahmatin hal hunna mumsikaatu rahmatih; qul hasbiyal laahu 'alaihi tatawakkalul mutawakkiloon" } }, "translation": { "en": "And if you asked them, \"Who created the heavens and the earth?\" they would surely say, \"Allah.\" Say, \"Then have you considered what you invoke besides Allah? If Allah intended me harm, are they removers of His harm; or if He intended me mercy, are they withholders of His mercy?\" Say, \"Sufficient for me is Allah; upon Him [alone] rely the [wise] reliers.\"", "id": "Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4096", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4096.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4096.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu diakhiri dengan sebuah pertanyaan retorik, bukankah Allah Mahaperkasa lagi Maha Memiliki Pembalasan? Maka berkaitan dengan itu, ayat-ayat berikut menegaskan bahwa Allah adalah pencipta alam semesta. Argumen tentang itu adalah jawaban yang diberikan oleh orang-orang musyrikin Mekah sendiri yang menyembah berhala. Dan sungguh, jika engkau, wahai Nabi Muhammad, tanyakan kepada mereka orang-orang musyrikin Mekah itu, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” niscaya mereka pasti menjawab, “Pencipta langit dan bumi adalah Allah.” Oleh sebab itu, katakanlah kepada mereka, “Kalau begitu, tahukah kamu bagaimana cara menerangkan kepadaku tentang kekuasaan apa yang dimiliki oleh berhala yang kamu sembah selain Allah itu, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka berhala-berhala itu dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Cukuplah Allah yang Maha Esa dan Mahaperkasa itu bagiku. Hanya kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri setelah berusaha sekuat kemampuannya.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya. Pertama: Allah menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin. Atas izin Allah, angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.\n\nAllah berfirman:\n\nDan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-Anbiya'/21: 81)\n\nKedua: Allah menganugerahkan kepadanya kemampuan menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli menyelam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman. Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun suatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan, atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan marjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.\n\nKetiga: Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya. Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya.\n\nKekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan maksudnya adalah kekuasaan untuk menggerakkan mereka melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas membangun gedung-gedung, dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut. Namun tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu. Sikap yang paling utama ialah kita menerima keterangan yang terdapat dalam Al-Qur'an dan untuk mengungkapkan pengertiannya, kita serahkan kepada ilmu pengetahuan." } } }, { "number": { "inQuran": 4097, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaa qawmi'maloo 'alaa makaanatikum innee 'aamilun fasawfa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"O my people, work according to your position, [for] indeed, I am working; and you are going to know", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4097", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4097.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4097.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penjelasan ayat di atas menggambarkan posisi Nabi Muhammad ketika berhadapan dengan orang-orang musyrikin Mekah yang menyembah berhala. Untuk mempertegas posisi itu, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada kaumnya untuk mengerjakan apa yang ingin mereka kerjakan dan Nabi mengerjakan apa yang Nabi kerjakan. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu dan sikap hidup kalian, aku pun berbuat demikian sesuai dengan sikap hidup dan kepercayaan yang telah dihidayahkan Allah kepadaku. Kelak kamu akan mengetahui apa hasil perbuatan tersebut.", "long": "Setelah Rasulullah saw mengemukakan argumen yang tidak dapat dibantah lagi oleh kaum musyrikin, Allah memerintahkan beliau supaya menyampaikan ancaman dengan berkata, \"Hai kaumku, berbuatlah sesuai dengan anggapanmu, bahwa kamu mempunyai kekuatan dan keterampilan, dan peraslah keringatmu dalam membuat makar dan tipu dayamu, karena aku pun berbuat pula dalam mengokohkan dan menyiarkan agamaku, nanti kamu akan mengetahui, siapakah di antara kita yang lebih baik kesudahannya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4098, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 24, "page": 462, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u064a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Mai yaateehi 'azaabuny yukhzeehi wa yahillu 'alaihi 'azaabum muqeem" } }, "translation": { "en": "To whom will come a torment disgracing him and on whom will descend an enduring punishment.\"", "id": "siapa yang mendapat siksa yang menghinakan dan kepadanya ditimpakan azab yang kekal.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4098", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4098.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4098.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu mengetahui siapa yang mendapat siksa yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan siapa pula yang kepadanya ditimpakan azab yang kekal di kehidupan akhirat.”", "long": "Pada ayat ini, Allah mengancam kita semua dalam bentuk pertanyaan, yaitu siapa yang akan mendapat azab yang menghinakan, dan siapa yang akan terus menerus memperoleh azab itu? Ancaman dalam bentuk pertanyaan ini memberi petunjuk kepada kita bahwa manusia ada saja yang memperoleh azab yang menghinakan, baik di dunia maupun akhirat. Orang-orang kafir dan durhaka juga dapat saja memperoleh azab itu terus-menerus secara kekal. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati jangan sampai mendapat azab yang diancamkan tersebut dengan cara menjadi mukmin yang taat dan selalu bertawakal kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4099, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 24, "page": 463, "manzil": 6, "ruku": 399, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Innaa anzalnaa 'alaikal Kitaaba linnaasi bilhaqq; famanih tadaa falinafsihee wa man dalla fa innamaa yadillu 'alaihaa wa maaa anta 'alaihim biwakeel" } }, "translation": { "en": "Indeed, We sent down to you the Book for the people in truth. So whoever is guided - it is for [the benefit of] his soul; and whoever goes astray only goes astray to its detriment. And you are not a manager over them.", "id": "Sungguh, Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan membawa kebenaran untuk manusia; barangsiapa mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4099", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4099.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4099.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk bekerja bersungguh-sungguh menyampaikan kebenaran yang ditugaskan Allah kepada beliau. Ayat-ayat berikut seakan mempertegas tugas beliau tersebut dengan Al-Qur’an yang sudah berada di tangan beliau. Sungguh, Kami telah menurunkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, Kitab, yakni Al-Qur’an dengan benar (Lihat: Surah az-Zumar/39 :1-2), serta membawa kebenaran untuk manusia; barang siapa memilih untuk mendapat petunjuk, maka petunjuk itu untuk dirinya sendiri, dan siapa yang memilih jalan sesat, maka sesungguhnya kesesatan itu juga semata-mata untuk dirinya sendiri, dan engkau, wahai Nabi Muhammad, bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap kesesatan yang telah mereka pilih.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw dengan kebenaran. Beliau lalu diperintahkan untuk menyampaikan ajaran agama Allah kepada seluruh manusia dengan cara memberikan kabar gembira dengan datangnya rahmat Allah dan memberi peringatan akan tibanya siksa Allah bagi mereka yang mendustakannya. Al-Qur'an mengandung segala petunjuk yang diperlukan oleh manusia dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya. Dengan itu, mereka menjadi umat yang berbahagia di dunia dan akhirat karena menempuh jalan yang lurus. \n\nBarang siapa yang mendapat petunjuk untuk mengamalkan isi Al-Qur'an, maka kemanfaatan petunjuk itu adalah untuk dirinya sendiri, karena mereka akan mendapat keridaan Allah, dimasukkan ke dalam surga, dan diselamatkan dari neraka. Dan barang siapa yang menyimpang dari jalan yang lurus itu sehingga tersesat, maka sesungguhnya hal itu semata-mata merugikan dirinya sendiri. Ia akan terjerumus dalam kehancuran dan kebinasaan karena akan mendapat kemurkaan Allah dan mengalami penderitaan dalam api neraka. Pada hari Kiamat, tidak ada yang selamat melainkan orang yang benar-benar membawa hati yang bersih sesuai dengan firman Allah:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (asy-Syu'ara'/26: 88-89)\n\nAllah lalu menjelaskan bahwa Nabi Muhammad bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap amal perbuatan mereka. Tugas beliau hanya semata-mata menyampaikan risalah seperti dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nSungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu. (Hud/11: 12)\n\nFirman-Nya juga:\n\nMaka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (al-Gasyiyah/88: 21-22)" } } }, { "number": { "inQuran": 4100, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 24, "page": 463, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0645\u064f\u062a\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahu yatawaffal anfusa heena mawtihaa wallatee lam tamut fee manaamihaa fa yumsikul latee qadaa 'alaihal mawta wa yursilul ukhraaa ilaaa ajalim musammaa; inna fee zaalika la Aayaatil liqawmai yatafakkarron" } }, "translation": { "en": "Allah takes the souls at the time of their death, and those that do not die [He takes] during their sleep. Then He keeps those for which He has decreed death and releases the others for a specified term. Indeed in that are signs for a people who give thought.", "id": "Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4100", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4100.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4100.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena Nabi Muhammad dinyatakan tidak bertanggung jawab atas kesesatan manusia, ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah saja yang bertanggung jawab dan menggenggam hidup manusia, semenjak kehidupan dunia sampai ke kehidupan akhirat. Hanya Allah-lah yang memegang nyawa seseorang pada saat kematiannya dan nyawa seseorang yang belum mati ketika dia tidur, maka Dia tahan nyawa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya ketika dia mati, dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan ketika dia tidur. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mau berpikir.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan satu macam kekuasaan-Nya yang sempurna dan sifat-Nya yang mengagumkan. Yaitu Dialah yang memegang roh manusia ketika tiba ajalnya dengan memutuskan hubungan roh dengan raganya dan memegang roh orang itu pada lahirnya saja sehingga tidak dapat mengemudikan raganya, akan tetapi hubungan di antaranya tetap masih ada. Allah menahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dengan tidak mengembalikan roh itu, dan melepaskan jiwa yang lain dengan mengembalikan jiwa ke dalam raganya, sehingga ia dapat bangun dari tidurnya sampai kepada waktu yang ditentukan. Orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya dan orang yang belum mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali ke raganya lagi.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa dalam tubuh manusia itu ada jiwa dan roh yang hubungannya seperti sinar matahari. Akal dan jiwa dapat berpikir dan menentukan pilihan, sedang rohnya yang menyebabkan ia dapat hidup dan bergerak. Kedua-duanya dimatikan ketika tiba ajalnya, dan dimatikan jiwanya saja ketika ia tidur, sedang rohnya tetap masih ada.\n\nImam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah yang berbunyi:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Jika salah seorang di antara kamu akan tidur, maka hendaklah ia meniupkan ke dalam pakaiannya di sebelah dalam, karena ia tidak mengetahui apa yang tertinggal di dalamnya, kemudian hendaklah ia mengucapkan, \"Ya Tuhanku dengan nama-Mu aku meletakkan lambungku ini, dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku maka sayangilah dia, dan jika Engkau melepaskannya kembali, maka peliharalah dia seperti Engkau memelihara orang-orang yang saleh.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nImam al-Bukhari, A.hmad, Abu Dawud, dan Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Qatadah. yang berbunyi:\n\nSesungguhnya Nabi saw bersabda kepada para sahabat pada malam (ketika tidur)di lembah, \"Sesungguhnya Allah menahan roh kamu bila dikehendaki-Nya, dan mengembalikannya bila dikehendaki-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4101, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 24, "page": 463, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064f\u0641\u064e\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Amit takhazoo min doonillaahi shufa'aaa'; qul awalaw kaanoo laa yamlikoona shai'aw wa laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "Or have they taken other than Allah as intercessors? Say, \"Even though they do not possess [power over] anything, nor do they reason?\"", "id": "Ataukah mereka mengambil penolong selain Allah. Katakanlah, “Apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatu apa pun dan tidak mengerti?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4101", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4101.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4101.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kendatipun sudah dijelaskan berulang-ulang bahwa Allah itu Mahakuasa lagi Mahaperkasa yang mengatur perjalanan alam semesta dan hidup manusia, namun orang-orang musyrik Mekah itu tetap saja tidak mau mengakuinya. mengapa demikian? Ataukah hal itu disebabkan karena mereka telah mengambil berhala-berhala sebagai penolong selain Allah? Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Apakah kamu masih mengambilnya juga sebagai perantara meskipun mereka berhala-berhala itu tidak memiliki sesuatu apa pun dan juga tidak mengerti karena memang berhala-berhala itu hanyalah benda mati?”", "long": "Pada ayat ini, Allah membantah anggapan kaum musyrik bahwa berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah dapat memberikan syafaat kepada mereka pada hari Kiamat, dan memberikan pertolongan kepada mereka untuk mencapai cita-cita dan harapan. Hal yang seperti itu tidak mungkin dibenarkan orang yang mempunyai pikiran yang sehat. Oleh karena itu, Nabi Muhammad disuruh Allah supaya menegur orang-orang musyrik yang beranggapan demikian itu dengan ucapan, \"Apakah kamu akan memandang berhala-berhala itu dapat memberi manfaat meskipun mereka tidak mempunyai apa-apa dan tidak berakal? Kemudian Allah menjelaskan bahwa sebenarnya yang dapat memberikan syafaat hanyalah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4102, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 24, "page": 463, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul lillaahish shafaa'atu jamee'aa; lahoo mulkus samaawaati wal ardi summa ilaihi turj'oon" } }, "translation": { "en": "Say, \"To Allah belongs [the right to allow] intercession entirely. To Him belongs the dominion of the heavens and the earth. Then to Him you will be returned.\"", "id": "Katakanlah, “Pertolongan itu hanya milik Allah semuanya. Dia memiliki kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4102", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4102.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4102.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh sebab itu, katakanlah kepada mereka wahai Nabi Muhammad, “Pertolongan itu hanya milik Allah saja semuanya, karena Dia adalah pemilik mutlak. Dia memiliki kerajaan langit dan bumi. Kemudian hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menyuruh Nabi-Nya mengatakan bahwa hanya kepunyaan Allah semua syafaat itu.Tak seorang pun yang dapat memberikan syafaat melainkan dengan izin Allah seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\n¦Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya¦. (al-Baqarah/2: 255)\n\nDan seperti firman-Nya:\n\n¦ dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah)¦ (al-Anbiya'/21: 28)\n\nSemua syafaat itu hanya dimiliki Allah karena Dia yang memiliki kerajaan langit dan bumi dan semua isinya termasuk berhala yang disembah orang-orang musyrik. Oleh karena itu, sembahlah Allah saja yang mempunyai kerajaan yang sempurna, yang kekuasaan-Nya tidak terbatas. Kemudian kepada-Nya kamu sekalian akan dikembalikan pada hari kebangkitan. Dialah nanti yang akan menimpakan siksa yang sangat pedih kepada orang-orang musyrik. Tidak diragukan lagi bahwa ayat ini mengandung ancaman yang pedih sekali. Kemudian Allah menerangkan pula satu sifat yang sangat buruk dari orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4103, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 24, "page": 463, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0627\u0634\u0652\u0645\u064e\u0623\u064e\u0632\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa zukiral laahu wahdahush ma azzat quloobul lazeena laa yu'minoona bil Aakhirati wa izaa zukiral lazeena min dooniheee izaa hum yastabshiroon" } }, "translation": { "en": "And when Allah is mentioned alone, the hearts of those who do not believe in the Hereafter shrink with aversion, but when those [worshipped] other than Him are mentioned, immediately they rejoice.", "id": "Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4103", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4103.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4103.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menjelaskan penurunan Al-Qur’an secara hak dan pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap kebenaran yang dibawanya. Ayat-ayat berikut lebih memerinci bentuk kesesatan mereka melalui sikap buruk yang mereka punyai. Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, tanpa menyebut nama berhala-berhala yang mereka sembah, maka kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang mereka jadikan perantara menyembah Allah disebut, tiba-tiba mereka menjadi bangga dan bergembira.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa jika hanya nama Allah yang disebut, dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Dia, maka menjadi liar dan marahlah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat. Hati mereka kesal dan mendengar kalimat tauhid itu. Akan tetapi, apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi gembira dan bersuka ria. 'Abdullah bin 'Abbas menjelaskan pengertian ayat ini, \"Telah menjadi keras dan liarlah hati empat orang yang tidak percaya kepada hari Kiamat, yaitu: Abu Jahal. bin Hisyam, al-Walid bin 'Utbah, shafwan, dan Ubay bin Khalaf, seperti tersebut dalam firman-Nya:\n\nDan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci). (al-Isra'/17: 46)\n\nDalam tafsir Ruh al-Ma'ani, al-Alusi berkata, \"Kami sering menjumpai orang-orang pada zaman sekarang yang sifatnya menyerupai orang-orang musyrik yang tersebut dalam ayat ini, yaitu suka memohon pertolongan kepada orang-orang yang telah mati, dan senang sekali mengenang dan mengungkap sejarah hidupnya yang berlebih-lebihan, yang berjalan seirama dengan hawa nafsu mereka. Mereka sangat mengagungkan orang-orang yang dikultuskannya. Hati mereka menjadi kesal jika yang disebut hanya nama Allah atau dikatakan bahwa hanya Allah saja yang berhak disembah dengan sebenarnya, dan hanya Allah saja yang boleh dimohon pertolongan-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4104, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 24, "page": 463, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qulil laahumma faatiras samaawaati wal ardi 'Aalimal Ghaibi washshahaadati Anta tahkumu baina 'ibaadika fee maa kaanoo fee yakhtalifoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"O Allah, Creator of the heavens and the earth, Knower of the unseen and the witnessed, You will judge between your servants concerning that over which they used to differ.\"", "id": "Katakanlah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4104", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4104.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4104.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Guna menghadapi sikap buruk mereka itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk berdoa. Katakanlah atau berdoalah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Zat yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, hanya Engkaulah, tidak ada yang lain, yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu. Dengan perkenan-Mu ya Allah, jatuhkanlah putusan tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengajarkan kepada nabi-Nya supaya mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini untuk mempertebal keimanan dan memohon tambahan taufik dan hidayah-Nya, \"Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal-hal yang gaib dan nyata, Engkau memutuskan segala pertikaian antara hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan. Engkaulah yang nanti akan memberi keputusan pada hari Kiamat siapa di antara kami yang benar dan yang salah, siapa yang dapat petunjuk dan siapa yang sesat.\n\nMelalui hadisnya, Rasulullah mengajarkan doa yang dibaca ketika bangun tidur untuk salat malam:\n\n\"Wahai Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui segala hal yang gaib dan nyata. Engkau memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Mu dalam hal yang mereka perselisihkan. Tunjukilah aku pada kebenaran yang diperselisihkan dengan (dasar) izin-Mu. Sungguh Engkau menunjuki siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus. (Riwayat Muslim, Abu Dawud, dan al-Baihaqi)" } } }, { "number": { "inQuran": 4105, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 24, "page": 463, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0628\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law anna lillazeena zalamoo maa fil ardi jamee'anw wa mislahoo ma'ahoo laftadaw bihee min sooo'il azaabi Yawmal Qiyaamah; wa badaa lahum minal laahi maa lam yakkoonoo yahtasiboon" } }, "translation": { "en": "And if those who did wrong had all that is in the earth entirely and the like of it with it, they would [attempt to] ransom themselves thereby from the worst of the punishment on the Day of Resurrection. And there will appear to them from Allah that which they had not taken into account.", "id": "Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai segala apa yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari azab yang buruk pada hari Kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4105", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4105.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4105.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan andai kata orang-orang musyrik itu mengetahui dan menyadari putusan apa yang akan dijatuhkan Allah terhadap mereka, maka persoalannya akan menjadi lain. Sebab, sekiranya orang-orang yang zalim, yang menganiaya diri sendiri itu mempunyai segala apa yang ada di bumi berupa kekayaan yang berlimpah, dan ditambah lagi sebanyak itu bersamanya, niscaya mereka pasti akan menebus dirinya dengan itu dari memperoleh azab yang buruk pada hari Kiamat. Dan dengan demikian akan lebih jelaslah bagi mereka bahwa azab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan betapa buruk dan pedihnya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa seandainya orang-orang musyrikin yang zalim itu mempunyai seluruh kekayaan yang ada di muka bumi dan ditambah sebanyak itu pula niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu untuk azab yang buruk dan dahsyat yang akan ditimpakan kepada mereka pada hari Kiamat. Ancaman seperti ini pernah pula disebut dalam Surah ali 'Imran. Tampak jelas bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka pikirkan tentang adanya dan kedahsyatannya. Kaum musyrikin jika mengamalkan sesuatu dianggapnya sebagai kebaikan, padahal hakikatnya apa yang mereka lakukan itu termasuk suatu keburukan." } } }, { "number": { "inQuran": 4106, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa badaa lahum saiyiaatu maa kasaboo wa haaqa bihim maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And there will appear to them the evils they had earned, and they will be enveloped by what they used to ridicule.", "id": "Dan jelaslah bagi mereka kejahatan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh apa yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4106", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4106.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4106.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikian pula akan semakin jelaslah bagi mereka akibat buruk dari kejahatan seperti apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka akan diliputi oleh azab disebabkan oleh apa yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya.", "long": "Tampak jelas bagi mereka, ketika disodorkan kepada mereka kitab-kitab yang memuat catatan amal perbuatan ketika hidup di dunia, semua amal perbuatan mereka yang buruk tercantum di sana. Mereka yakin bahwa pelanggaran itu akan dihisab dan diperhitungkan satu demi satu. Sebagai akibatnya, mereka akan menerima azab yang pedih yang meliputi seluruh penjuru, yang semuanya tidak lain karena mereka selalu memperolok-olokkan ajaran agama Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4107, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0636\u064f\u0631\u0651\u064c \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa izaa massal insaana durrun da'aanaa summa izaa khawwalnaahu ni'matam minna qaala innamaaa ootee tuhoo 'alaa 'ilm; bal hiya fitna tunw wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And when adversity touches man, he calls upon Us; then when We bestow on him a favor from Us, he says, \"I have only been given it because of [my] knowledge.\" Rather, it is a trial, but most of them do not know.", "id": "Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4107", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4107.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4107.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat-ayat yang lalu dilukiskan keadaan orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Allah, maka pada ayat-ayat berikut diungkap penyebab mengapa orang-orang tersebut melakukan pelanggaran itu. Maka apabila manusia ditimpa bahaya atau bencana dia akan menyeru Kami meminta pertolongan, kemudian sebaliknya, apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya, dia akan berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena ilmu dan kepintaranku sendiri.” Sebenarnya tidaklah seperti yang dia duga, nikmat itu sendiri adalah ujian dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui dan tidak menyadarinya.", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang musyrik yang aneh. Jika ditimpa bahaya kemudaratan seperti kefakiran dan penyakit, mereka segera memohon perlindungan dan berdoa kepada Allah. Tapi bila keadaan sudah berubah, seperti sembuh dari penyakit, mendapat nikmat, dan kelapangan rezeki, mereka melupakan masa penderitaan dan mengatakan bahwa semua itu karena jasa, keterampilan, kepintaran, dan pengalaman mereka sendiri. Itulah sikap mereka yang sangat aneh. Ketika mengalami penderitaan, mereka lari menjerit memohon pertolongan kepada Allah. Setelah keadaan berubah menjadi kesenangan dan kenikmatan, mereka memutuskan hubungan dengan Khaliknya dan menyatakan bahwa semua perbaikan nasib itu disebabkan kepandaian dan kemahiran mereka sendiri. Mereka tidak mengetahui bahwa sesungguhnya nasib baik dan buruk yang diberikan Allah kepada mereka merupakan ujian untuk mengetahui siapa yang mensyukuri nikmat-nikmat pemberian Allah dan siapa yang mengufurinya. Bagi yang bersyukur akan ditambah dengan nikmat yang lain, sedangkan bagi yang mengingkarinya akan ditimpakan azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 4108, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qad qaalahul lazeena min qablihim famaaa aghnaa 'anhum maa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "Those before them had already said it, but they were not availed by what they used to earn.", "id": "Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengatakan hal itu, maka tidak berguna lagi bagi mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4108", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4108.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4108.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap yang tergambar di atas bukan hanya dimiliki oleh orang-orang musyrik Mekah, tetapi juga oleh orang-orang yang jauh sebelum mereka. Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka, yaitu Qarun pada masa Nabi Musa, pun telah mengatakan hal itu juga (Lihat: Surah al-Qasas/28: 78), maka oleh sebab itu, tidak berguna lagi bagi mereka sedikit pun apa yang dahulu mereka kerjakan di kehidupan dunia.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa ucapan seperti itu pernah didengar pula dari umat-umat sebelum mereka, sehingga anggapan seperti itu bukanlah anggapan yang baru. Apa-apa yang mereka usahakan dahulu itu tidak berguna untuk menolak datangnya azab dari Allah karena mereka selalu bersikap mendustakan dan mencemooh kedatangan utusan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4109, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0633\u064e\u064a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa asaabahum saiyi aatu maa kasaboo; wallazeena zalamoo min haaa'ulaaa'i sa yuzeebuhum saiyi aatu maa kasaboo wa maa hum bimu'jizeen" } }, "translation": { "en": "And the evil consequences of what they earned struck them. And those who have wronged of these [people] will be afflicted by the evil consequences of what they earned; and they will not cause failure.", "id": "Lalu mereka ditimpa (bencana) dari akibat buruk apa yang mereka perbuat. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka juga akan ditimpa (bencana) dari akibat buruk apa yang mereka kerjakan dan mereka tidak dapat melepaskan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4109", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4109.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4109.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu karena itu, mereka ditimpa bencana dari akibat buruk dari apa yang mereka perbuat di dunia. Dan demikian pula orang-orang yang zalim di antara mereka juga akan dikenai bencana dari akibat buruk apa yang telah mereka kerjakan dan mereka tidak dapat melepaskan diri dari azab itu.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka lakukan. Allah mempercepat datangnya azab kepada mereka seperti Karun yang ditelan bumi, gelegar halilintar yang menyambar kaum Lut, dan bencana abadi yang akan menimpa mereka di akhirat. Orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya, termasuk pula orang-orang musyrikin yang selalu menentang Rasulullah saw. Mereka pasti akan ditimpa azab sebagai akibat buruk dari kekafiran mereka seperti azab yang ditimpakan kepada orang-orang terdahulu. Di antara contoh azab itu ialah bencana kelaparan yang melanda mereka selama tujuh tahun, pemuka-pemuka mereka terbunuh dan ditawan pada waktu Perang Badar. Mereka juga tidak akan dapat lolos dan melarikan diri dari azab Allah pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 4110, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 400, "hizbQuarter": 185, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awalam ya'lamooo annal laaha yabsutur rizqa limai yashaaa'u wa yaqdir; inna fee zaalika la Aayaatil liqamai yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Do they not know that Allah extends provision for whom He wills and restricts [it]? Indeed in that are signs for a people who believe.", "id": "Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4110", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4110.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4110.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah mereka mengetahui dan menyadari bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan juga membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki? Sesungguhnya pada yang demikian, yakni melapangkan dan menyempitkan rezeki itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.", "long": "Pada ayat ini, Allah memperlihatkan bukti atas kekuasaan, keagungan dan kebijaksanaan-Nya. Orang-orang musyrikin itu tidak mengetahui bahwa Allah-lah yang melapangkan rezeki kepada siapa yang Ia kehendaki dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Suatu kenyataan yang tak dapat dibantah bahwa keadaan manusia berbeda-beda tentang milik dan kekayaannya, ada yang sangat kaya dan ada yang sangat miskin. Hal yang demikian itu tidak dapat dikaitkan hanya dengan kepandaian atau keterampilan saja. Kadang-kadang yang berpendidikan tinggi hidupnya serba kekurangan sebaliknya yang berpendidikan rendah hidupnya serba berkecukupan.\n\nSesungguhnya pada kejadian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman. Mereka mengetahui bahwa semua itu diatur oleh Allah. Tidak ada suatu kejadian pun dalam kehidupan ini yang di luar aturan-Nya" } } }, { "number": { "inQuran": 4111, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qul yaa'ibaadiyal lazeena asrafoo 'alaaa anfusihim laa taqnatoo mirrahmatil laah; innal laaha yaghfiruz zunooba jamee'aa; innahoo Huwal Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Say, \"O My servants who have transgressed against themselves [by sinning], do not despair of the mercy of Allah. Indeed, Allah forgives all sins. Indeed, it is He who is the Forgiving, the Merciful.\"", "id": "Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4111", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4111.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4111.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu digambarkan betapa buruknya sanksi yang diperoleh orang-orang yang durhaka. Segala apa yang sudah mere-ka peroleh di dunia tidak memberi manfaat sedikit pun untuk kese-lamatan mereka. Ayat-ayat berikut menggambarkan betapa Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Wahai hamba-hamba-Ku, yang telah berbuat melampaui batas terhadap diri mereka sendiri karena banyak melakukan kedurhakaan! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya selama yang berdosa itu bertobat dan kembali ke jalan yang lurus. Sungguh, Dialah Zat Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada umatnya bahwa Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang dan sangat luas rahmat dan kasih sayang-Nya terhadap hamba-Nya yang beriman, akan mengampuni segala dosa yang telah terlanjur mereka kerjakan seperti meninggalkan perintah-Nya atau mengerjakan larangan-Nya apabila benar-benar tobat dari kesalahan mereka. Banyak orang yang menyangka bahwa karena dosanya telah bertumpuk-tumpuk, tidak akan diampuni Allah lagi. Jadilah ia seorang yang berputus asa terhadap ampunan, rahmat, dan kasih sayang-Nya. Dunia sudah menjadi gelap menurut pandangannya karena selama ini dia tidak mengindahkan ajaran-ajaran agamanya dan selalu membelakangi petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya. Hatinya sudah penuh diliputi kekotoran dan kedurhakaan, tak tampak lagi olehnya jalan kebenaran dan kebaikan yang akan ditempuhnya. Dia telah dibingungkan oleh rasa putus asa dan tak ada harapan yang tampak olehnya untuk kembali dari kesesatan dan kemaksiatan yang selalu diperbuatnya. Tetapi Allah, meskipun besar dosa hamba-Nya, Dia tetap mengasihi dan menyantuninya dan melarangnya berputus asa terhadap rahmat dan kasih sayang-Nya, Dia tetap memandangnya sebagai hamba-Nya yang berhak menerima kasih sayang-Nya itu apabila ia telah menginsyafi kesalahannya dan memohon ampun kepada-Nya. Jangankan untuk orang-orang yang beriman, untuk orang-orang musyrik pun masih terbuka pintu tobat apabila mereka masuk Islam dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas bahwa banyak di antara orang-orang musyrik yang telah banyak melakukan pembunuhan dan sering berzina datang kepada Nabi Muhammad. Mereka berkata kepadanya, \"Sesungguhnya apa yang engkau serukan kepada kami adalah baik. Dapatkah engkau terangkan kepada kami bahwa yang kami kerjakan dahulu itu akan diampuni-Nya.\"\n\nNabi menjawab dengan membacakan firman Allah:\n\nDan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Furqan/25: 68-70)\n\nDalam hadis Nabi saw juga dijelaskan:\n\nDiriwayatkan dari 'Amr bin 'Anbasah bahwa telah datang menemui Nabi saw seorang yang telah tua bangka bertelekan di atas tongkatnya dan berkata kepada beliau, \"Hai Rasulullah, saya banyak mengerjakan kesalahan dan maksiat. Apakah mungkin kesalahan itu diampuni?\" Nabi saw menjawab, \"Apakah engkau telah mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah?\" Orang tua itu menjawab, \"Benar, bahkan aku mengakui bahwa engkau utusan Allah.\" Rasulullah saw menegaskan, Allah mengampuni semua kesalahan dan maksiat yang telah engkau lakukan itu.\" (Riwayat A.hmad)\n\nHadis-hadis tersebut menegaskan bahwa Allah mengampuni semua kesalahan bagaimanapun besar dan banyaknya, bila seseorang itu benar-benar bertobat dengan setulus hati, berikrar tidak akan kembali melakukan kesalahan, dan akan tetap melakukan amal saleh. Hamba Allah tidak boleh berputus asa terhadap ampunan, rahmat, dan kasih sayang-Nya, karena pintu rahmat-Nya terbuka seluas-luasnya bagi orang yang bertobat, sebagai ditegaskan dalam firman-Nya:\n\nDan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (an-Nisa'/4: 110)\n\nSetelah melarang hamba-Nya berputus asa terhadap rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah mendorong hamba-Nya agar segera meminta ampun dan bertobat kepada-Nya atas segala ketelanjuran dan kesalahan yang telah dilakukan. Allah juga menegaskan bahwa Dia mengampuni segala dosa kecuali dosa syirik sebagai tersebut dalam firman-Nya:\n\nSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar. (an-Nisa'/4: 48)\n\nMemang besar dan luas rahmat Allah terhadap hamba-Nya. Hamba yang telah mendurhakai karena mengabaikan perintah-Nya, melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya, dan bergelimang dalam dosa dan maksiat, masih saja dipanggil sebagai hamba-Nya dan dinasihati supaya jangan berputus asa terhadap ampunan dan rahmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4112, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aneebooo ilaa Rabbikum wa aslimoo lahoo min qabli ai yaatiyakumul 'azaabu summ laa tunsaroon" } }, "translation": { "en": "And return [in repentance] to your Lord and submit to Him before the punishment comes upon you; then you will not be helped.", "id": "Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4112", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4112.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4112.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatkan juga kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, “Kembalilah kamu kepada Tuhanmu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan berserah dirilah selalu kepada-Nya dengan tulus sepenuh hati, sebelum datang azab kepadamu, yang kemudian membuat kamu tidak dapat ditolong lagi.”", "long": "Bagi orang-orang yang menerima seruan ini dengan bertobat kepada Allah dan percaya dengan sepenuh hatinya kepada keluasan rahmat dan ampunan-Nya, Allah memerintahkan agar dia benar-benar kembali kepada jalan yang lurus yang telah dibentangkan-Nya, berserah diri kepada-Nya, dan bernaung di bawah lindungan-Nya. Di sisi Allah tersedia berbagai macam karunia dan nikmat yang akan dilimpahkan kepadanya, apabila ia telah insaf dan kembali menjadi hamba yang dimuliakan-Nya. Setiap orang berdosa hendaklah mengambil kesempatan baik ini dengan segera sebelum datang hari Kiamat di mana tobat dan penyesalan tidak akan diterima lagi. Janganlah kesempatan yang baik ini dibiarkan berlalu begitu saja karena yang akan rugi ialah orang yang tidak mengindahkannya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nBelum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik. (al-hadid/57: 16)\n\nPeluang emas yang dikaruniakan Allah hendaklah dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum tiba saat yang menentukan di mana pintu tobat telah tertutup rapat, yaitu pada saat ajal telah tiba atau pada saat hari Kiamat telah datang. Pada saat itu, tidak seorang yang durhaka pun yang dapat melepaskan diri dari siksaan Allah dan tak ada suatu makhluk pun yang dapat membela dan menghindarkannya dari azab itu. Hendaklah dia benar-benar mengikuti dan mematuhi semua ajaran yang telah dijelaskan Allah dalam Al-Qur'an al-Karim untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. Janganlah seseorang menunggu sampai besok untuk bertobat karena dia tidak mengetahui apakah ia akan hidup sampai besok. Mungkin seseorang berjanji kepada dirinya bahwa dia akan bertobat esok sore harinya, tetapi siapa tahu, belum lagi waktu sore datang dia sudah meninggal dan hilanglah kesempatan yang sangat berharga itu.\n\nberulang-ulang mengucapkan kata-kata penyesalan dengan berbagai macam cara" } } }, { "number": { "inQuran": 4113, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wattabi'ooo ahsana maaa unzila ilaikum mir Rabbikum min qabli aiyaatiyakumal 'azaabu baghtatanw wa antum laa tash'uroon" } }, "translation": { "en": "And follow the best of what was revealed to you from your Lord before the punishment comes upon you suddenly while you do not perceive,", "id": "Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur'an) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadarinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4113", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4113.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4113.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan katakanlah kepada mereka, “Ikutilah dengan sebaik-baiknya apa yang telah diturunkan kepadamu, yakni Al-Qur’an, dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak apabila kamu tidak mau mengikuti petunjuk yang terdapat di dalamnya, sedang kamu tidak menyadarinya sehingga kamu tidak bersiap diri menghadapinya.”", "long": "Bagi orang-orang yang menerima seruan ini dengan bertobat kepada Allah dan percaya dengan sepenuh hatinya kepada keluasan rahmat dan ampunan-Nya, Allah memerintahkan agar dia benar-benar kembali kepada jalan yang lurus yang telah dibentangkan-Nya, berserah diri kepada-Nya, dan bernaung di bawah lindungan-Nya. Di sisi Allah tersedia berbagai macam karunia dan nikmat yang akan dilimpahkan kepadanya, apabila ia telah insaf dan kembali menjadi hamba yang dimuliakan-Nya. Setiap orang berdosa hendaklah mengambil kesempatan baik ini dengan segera sebelum datang hari Kiamat di mana tobat dan penyesalan tidak akan diterima lagi. Janganlah kesempatan yang baik ini dibiarkan berlalu begitu saja karena yang akan rugi ialah orang yang tidak mengindahkannya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nBelum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik. (al-hadid/57: 16)\n\nPeluang emas yang dikaruniakan Allah hendaklah dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum tiba saat yang menentukan di mana pintu tobat telah tertutup rapat, yaitu pada saat ajal telah tiba atau pada saat hari Kiamat telah datang. Pada saat itu, tidak seorang yang durhaka pun yang dapat melepaskan diri dari siksaan Allah dan tak ada suatu makhluk pun yang dapat membela dan menghindarkannya dari azab itu. Hendaklah dia benar-benar mengikuti dan mematuhi semua ajaran yang telah dijelaskan Allah dalam Al-Qur'an al-Karim untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. Janganlah seseorang menunggu sampai besok untuk bertobat karena dia tidak mengetahui apakah ia akan hidup sampai besok. Mungkin seseorang berjanji kepada dirinya bahwa dia akan bertobat esok sore harinya, tetapi siapa tahu, belum lagi waktu sore datang dia sudah meninggal dan hilanglah kesempatan yang sangat berharga itu.\n\nberulang-ulang mengucapkan kata-kata penyesalan dengan berbagai macam cara" } } }, { "number": { "inQuran": 4114, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 24, "page": 464, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u064a\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0637\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "An taqoola nafsuny yaahasrataa 'alaa maa farrattu fee jambil laahi wa in kuntu laminas saakhireen" } }, "translation": { "en": "Lest a soul should say, \"Oh [how great is] my regret over what I neglected in regard to Allah and that I was among the mockers.\"", "id": "agar jangan ada orang yang mengatakan, ‘Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),’" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4114", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4114.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4114.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat yang lalu dijelaskan agar jangan berputus asa dari rahmat Allah dan seruan agar Nabi Muhammad memberi peringatan agar mengikuti ajaran Al-Qur’an, pada ayat-ayat berikut dijelaskan tujuan peringatan itu disampaikan. Tujuannya adalah agar jangan ada orang yang mengatakan ketika siksaan tersebut datang, “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaian dan kelengahan-ku dalam menunaikan kewajiban terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan agama Allah,”", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bagaimana penyesalan orang-orang yang tidak mempergunakan peluang emas yang diberikan Allah kepada mereka. Di akhirat nanti, mereka akan berulang-ulang mengucapkan kata-kata penyesalan dengan berbagai macam cara, di antaranya:\n\n1. Sesungguhnya aku sangat menyesal atas kelalaian dan kealpaanku semasa hidup sehingga aku tidak mengindahkan ajaran-ajaran Allah, selalu durhaka terhadap-Nya, meninggalkan kewajiban-kewajibanku terhadap-Nya sebagai hamba, dan melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Kenapa aku tidak mempergunakan kesempatan yang diberikan Allah kepadaku untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus. Kenapa aku selalu memperolok-olokkan orang-orang yang telah taat dan patuh menjalankan petunjuk dan ajaran-Nya bahkan termasuk orang-orang yang menghina dan menganggap enteng agama-Nya.\n\n2. Kenapa aku tidak menerima dengan baik petunjuk yang diberikan-Nya dengan perantaraan rasul-Nya, dan tidak mengamalkan petunjuk ajaran-Nya. Kalau sekiranya aku menerima dan mengamalkan petunjuk dan ajaran itu, tentu aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa yang disediakan bagi mereka surga Jannatun Na'im yang penuh dengan nikmat dan kesenangan serta penuh dengan kebahagiaan dan keridaan Allah.\n\n3. Ketika dia melihat api neraka dan berbagai macam siksaan yang ditimpakan kepada penghuninya, dan dia merasa pasti akan dilemparkan ke dalamnya, dia berangan-angan dan mengharapkan kalau dapat kembali ke dunia agar dia dapat berbuat amal saleh sebanyak-banyaknya untuk bekal di akhirat sehingga terbebas dari siksaan neraka dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 4115, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aw taqoola law annal laaha hadaanee lakuntu minal muttaqeen" } }, "translation": { "en": "Or [lest] it say, \"If only Allah had guided me, I would have been among the righteous.\"", "id": "atau (agar jangan) ada yang berkata, ‘Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa,’" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4115", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4115.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4115.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau agar jangan ada lagi yang akan berkata dengan penuh penyesalan, “Sekiranya Allah memberi aku petunjuk dan kepadaku dibentangkan jalan yang lurus, tentulah aku termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bertakwa,", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bagaimana penyesalan orang-orang yang tidak mempergunakan peluang emas yang diberikan Allah kepada mereka. Di akhirat nanti, mereka akan berulang-ulang mengucapkan kata-kata penyesalan dengan berbagai macam cara, di antaranya:\n\n1. Sesungguhnya aku sangat menyesal atas kelalaian dan kealpaanku semasa hidup sehingga aku tidak mengindahkan ajaran-ajaran Allah, selalu durhaka terhadap-Nya, meninggalkan kewajiban-kewajibanku terhadap-Nya sebagai hamba, dan melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Kenapa aku tidak mempergunakan kesempatan yang diberikan Allah kepadaku untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus. Kenapa aku selalu memperolok-olokkan orang-orang yang telah taat dan patuh menjalankan petunjuk dan ajaran-Nya bahkan termasuk orang-orang yang menghina dan menganggap enteng agama-Nya.\n\n2. Kenapa aku tidak menerima dengan baik petunjuk yang diberikan-Nya dengan perantaraan rasul-Nya, dan tidak mengamalkan petunjuk ajaran-Nya. Kalau sekiranya aku menerima dan mengamalkan petunjuk dan ajaran itu, tentu aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa yang disediakan bagi mereka surga Jannatun Na'im yang penuh dengan nikmat dan kesenangan serta penuh dengan kebahagiaan dan keridaan Allah.\n\n3. Ketika dia melihat api neraka dan berbagai macam siksaan yang ditimpakan kepada penghuninya, dan dia merasa pasti akan dilemparkan ke dalamnya, dia berangan-angan dan mengharapkan kalau dapat kembali ke dunia agar dia dapat berbuat amal saleh sebanyak-banyaknya untuk bekal di akhirat sehingga terbebas dari siksaan neraka dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 4116, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u064a \u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aw taqoola heena taral 'azaaba law anna lee karratan fa akoona minal muhsineen" } }, "translation": { "en": "Or [lest] it say when it sees the punishment, \"If only I had another turn so I could be among the doers of good.\"", "id": "atau (agar jangan) ada yang berkata ketika melihat azab, ‘Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik.’" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4116", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4116.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4116.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "” Atau agar jangan ada lagi orang yang mengalami penyesalan yang sama sehingga dia berkata ketika melihat azab di hari kemudian, “Sekiranya aku dapat kembali ke dunia, tentu aku akan termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang berbuat baik.”", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bagaimana penyesalan orang-orang yang tidak mempergunakan peluang emas yang diberikan Allah kepada mereka. Di akhirat nanti, mereka akan berulang-ulang mengucapkan kata-kata penyesalan dengan berbagai macam cara, di antaranya:\n\n1. Sesungguhnya aku sangat menyesal atas kelalaian dan kealpaanku semasa hidup sehingga aku tidak mengindahkan ajaran-ajaran Allah, selalu durhaka terhadap-Nya, meninggalkan kewajiban-kewajibanku terhadap-Nya sebagai hamba, dan melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Kenapa aku tidak mempergunakan kesempatan yang diberikan Allah kepadaku untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus. Kenapa aku selalu memperolok-olokkan orang-orang yang telah taat dan patuh menjalankan petunjuk dan ajaran-Nya bahkan termasuk orang-orang yang menghina dan menganggap enteng agama-Nya.\n\n2. Kenapa aku tidak menerima dengan baik petunjuk yang diberikan-Nya dengan perantaraan rasul-Nya, dan tidak mengamalkan petunjuk ajaran-Nya. Kalau sekiranya aku menerima dan mengamalkan petunjuk dan ajaran itu, tentu aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa yang disediakan bagi mereka surga Jannatun Na'im yang penuh dengan nikmat dan kesenangan serta penuh dengan kebahagiaan dan keridaan Allah.\n\n3. Ketika dia melihat api neraka dan berbagai macam siksaan yang ditimpakan kepada penghuninya, dan dia merasa pasti akan dilemparkan ke dalamnya, dia berangan-angan dan mengharapkan kalau dapat kembali ke dunia agar dia dapat berbuat amal saleh sebanyak-banyaknya untuk bekal di akhirat sehingga terbebas dari siksaan neraka dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 4117, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balaa qad jaaa'atka Asyaatee fakazzabta bihaa wastak barta wa kunta minal kaafireen" } }, "translation": { "en": "But yes, there had come to you My verses, but you denied them and were arrogant, and you were among the disbelievers.", "id": "Sungguh, sebenarnya keterangan-keterangan-Ku telah datang kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4117", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4117.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4117.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menghindari penyesalan itulah, Allah memberi peringatan kepada manusia. Sungguh, sebenarnya kalau kalian mau mendengarkan keterangan-keterangan-Ku yang telah datang kepadamu yang dibawa oleh para nabi dan rasul, kalian tidak akan menyesal di hari kemudian. Akan tetapi, kamu mendustakannya, malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir dan durhaka.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyatakan kepada orang yang telah sesat dan tidak mau mempergunakan kesempatan untuk bertobat itu bahwa nasib yang menimpa mereka tak dapat dihindarkan lagi karena Allah telah cukup memberi pelajaran dan peringatan. Allah juga telah memberikan kesempatan untuk bertobat dan berbuat baik, tetapi semua itu tidak diindahkan dan tidak dipedulikan. \n\nMereka hanya mengikuti hawa nafsu dan keinginan belaka sehingga menjadi orang yang durhaka, sombong, dan takabur. Mereka juga termasuk ke dalam golongan orang-orang kafir. Semua angan-angan dan permohonan mereka ditolak semuanya dan berlakulah terhadap dirinya keadilan Allah, yang berbuat baik dan bertakwa dimasukkan ke dalam surga dan yang berbuat jahat dan durhaka dimasukkan ke dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 4118, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064c \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawmal Qiyaamati taral lazeena kazaboo 'alallaahi wujoohuhum muswaddah; alaisa fee Hahannama maswal lilmutakabbireen" } }, "translation": { "en": "And on the Day of Resurrection you will see those who lied about Allah [with] their faces blackened. Is there not in Hell a residence for the arrogant?", "id": "Dan pada hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam. Bukankah neraka Jahanam itu tempat tinggal bagi orang yang menyombongkan diri?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4118", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4118.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4118.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kelak pada hari Kiamat, engkau wahai Nabi Muhammad atau siapa pun, akan melihat bagaimana nasib orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya akan terlihat menghitam. Bukankah sudah sejak awal diberitahukan bahwa neraka Jahanam itu adalah tempat tinggal yang sengaja disediakan bagi orang yang menyombongkan diri?", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan kepada Nabi Muhammad bahwa nanti pada hari Kiamat, dia akan melihat wajah orang-orang kafir menjadi hitam legam karena sangat ketakutan melihat dan merasakan bagaimana hebat dan dahsyatnya huru-hara waktu itu. Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat menyelamatkan mereka, seakan-akan mereka sudah dikepung bahaya dan malapetaka dari segala penjuru. Ke manapun mereka lari selalu dihadang oleh hal-hal yang sangat menakutkan sehingga tak ada yang dipikirkan manusia pada waktu itu kecuali keselamatan dirinya dari mara bahaya maut itu. Hal ini diterangkan dalam firman Allah:\n\nPada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 34-37)\n\nDan firman-Nya:\n\nSungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan. (al-Insan/76: 10) \n\nSelain tidak melihat apa pun yang dapat menolong atau menghindarkan mereka dari bahaya, mereka juga mengetahui bahwa mereka akan diseret ke dalam neraka karena kedurhakaan dan kesombongan mereka selama hidup di dunia. Mereka tidak mau beriman bahkan selalu menghina dan memperolok-olokkan orang-orang yang beriman, menganggap mereka kaum yang lemah sehingga mau saja mengikuti ajaran rasul yang diutus Allah. Kalau di dunia muka seseorang menjadi pucat-pasi ketika menghadapi bahaya dan mungkin menjadi biru karena ketakutan, maka pada hari Kiamat muka orang kafir itu menjadi hitam legam karena panik dan sangat takut. Begitulah nasib mereka yang pasti akan diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala.\n\nHadis Nabi saw:\n\nDiriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Umar bahwa Rasulullah saw bersabda (tentang nasib orang-orang yang kafir yang sombong), \"Pada hari Kiamat dikumpulkan orang-orang yang sombong seakan-akan mereka biji yang tak berharga. Mereka tetap dalam keadaan hina sampai mereka diseret ke dalam neraka Jahanam.\" (Riwayat A.hmad dan at-Tirmidzi)" } } }, { "number": { "inQuran": 4119, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0641\u064e\u0627\u0632\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yunajjil laahul lazee nat taqaw bimafaazatihim laa yamassuhumus sooo'u wa laa hum uahzanoon" } }, "translation": { "en": "And Allah will save those who feared Him by their attainment; no evil will touch them, nor will they grieve.", "id": "Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Mereka tidak disentuh oleh azab dan tidak bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4119", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4119.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4119.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari itu Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan dan keberhasilan mereka. Hal itu mereka peroleh karena telah mengikuti petunjuk Allah. Mereka tidak disentuh sedikit pun oleh azab dan mereka pun tidak pula bersedih hati.", "long": "Kemudian Allah menerangkan keadaan orang-orang yang beriman dan bertakwa. Pada hari Kiamat, mereka diselamatkan Allah dari huru-hara bahaya yang mengancam pada hari itu. Dengan pertolongan Allah dan amal saleh di dunia, mereka dapat mengatasi segala kesulitan dan menyelamatkan diri dari segala macam bahaya, sampai mereka masuk surga di mana segala macam kesulitan dan kesedihan berakhir. Muka mereka putih berseri-seri karena merasa gembira dan bahagia sebagai tersebut pada ayat:\n\nPada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria. ('Abasa/80: 38-39)" } } }, { "number": { "inQuran": 4120, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Allaahu khaaliqu kulli shai'inw wa Huwa 'alaa kulli shai'inw Wakeel" } }, "translation": { "en": "Allah is the Creator of all things, and He is, over all things, Disposer of affairs.", "id": "Allah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4120", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4120.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4120.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu digambarkan kemahakuasaan Allah menjatuhkan sanksi bagi orang yang durhaka, dan melimpahkan anugerah bagi orang yang taat. Pada ayat-ayat berikut, Al-Qur’an merinci lebih detail tentang Kemahakuasaan Allah itu. Allah Yang Maha Esa adalah pencipta segala sesuatu dan hanya Dia sajalah, tidak ada yang lain, Maha Pemelihara atas segala sesuatu itu.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu yang ada, baik di langit maupun di bumi. Dialah Pencipta alam seluruhnya, tak ada sesuatu pun yang dapat menciptakan selain Dia. Ini adalah suatu hakikat kebenaran yang tidak seorang pun dapat mengingkarinya. Tidak ada seorang pun dapat menyatakan bahwa dirinya pencipta alam, karena tak akan diterima akal bahwa seseorang mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk menciptakan jagad raya ini, dan tidak dapat pula diterima akal bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya. Oleh sebab itu, pastilah alam ini diciptakan oleh Zat Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu, itulah Dia Allah. \n\nAllah-lah yang mengurus segala yang ada, ilmu-Nya sangat luas, mencakup semua makhluk-Nya. Dialah yang mengendalikan alam sejak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya. Dia mengendalikan semua itu sesuai dengan ilmu, hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Tak ada suatu makhluk pun yang ikut campur tangan dalam penciptaan dan pengendalian itu. Inilah yang dapat diterima oleh akal yang sehat dan dapat diterima oleh hati nurani manusia. \n\nMeskipun demikian, masih banyak orang yang mengingkari hakikat ini dan mengatakan bahwa dialah yang berkuasa, dan dialah Tuhan, seperti yang dinyatakan oleh Fir'aun atau mengemukakan berbagai macam teori mengenai alam ini untuk menetapkan bahwa alam jagad raya ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya. Orang yang seperti ini adalah orang-orang kafir yang selalu mengingkari bukti-bukti kekuasaan Allah baik di langit maupun di bumi dan tidak mau mempergunakan akal pikirannya yang sehat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Mereka inilah yang dikatakan Allah sebagai orang-orang yang paling merugi baik di dunia apalagi di akhirat nanti.\n\nSebagian mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan \"Maqalid as-samawati wa al-ardh\" (kendali langit dan bumi di sini ialah perbendaharaannya). Jadi, kunci-kunci semua perbendaharaan yang tersimpan di langit dan di bumi berada di tangan-Nya. Dialah yang memelihara dan menjaganya. Dialah penguasanya yang berhak membagi-bagikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Rasulullah bersabda:\n\nDiriwayatkan oleh Usman r.a. bahwa ketika ia menanyakan kepada Rasulullah tentang firman Allah \"Hanya bagi Allah, maqalid langit dan bumi.\" beliau menjawab, \"Hai Usman, engkau menanyakan kepadaku sesuatu yang belum pernah ditanyakan seseorang pun kepadaku sebelumnya. Maqalid as- samawati wa al-ardh\" ialah ucapan: Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Awal Yang Akhir, Yang Lahir, Yang Batin, menghidupkan, mematikan, sedang Dia tetap hidup dan tidak mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.\" (Riwayat Abu Ya'la, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih)\n\nBarang siapa yang membawa ucapan ini dia akan mendapat kebaikan yang ada di langit dan di bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 4121, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 401, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lahoo maqaaleedus sa maawaati wal ard; wallazeena kafaroo bi ayaatil laahi ulaaa'ika humul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "To Him belong the keys of the heavens and the earth. And they who disbelieve in the verses of Allah - it is those who are the losers.", "id": "Milik-Nyalah kunci-kunci (perbenda-haraan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4121", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4121.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4121.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan milik-Nyalah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir yakni ingkar terhadap ayat-ayat Allah dan memperolok-olokkannya, mereka itulah orang yang mengalami kerugian.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu yang ada, baik di langit maupun di bumi. Dialah Pencipta alam seluruhnya, tak ada sesuatu pun yang dapat menciptakan selain Dia. Ini adalah suatu hakikat kebenaran yang tidak seorang pun dapat mengingkarinya. Tidak ada seorang pun dapat menyatakan bahwa dirinya pencipta alam, karena tak akan diterima akal bahwa seseorang mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk menciptakan jagad raya ini, dan tidak dapat pula diterima akal bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya. Oleh sebab itu, pastilah alam ini diciptakan oleh Zat Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu, itulah Dia Allah. \n\nAllah-lah yang mengurus segala yang ada, ilmu-Nya sangat luas, mencakup semua makhluk-Nya. Dialah yang mengendalikan alam sejak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya. Dia mengendalikan semua itu sesuai dengan ilmu, hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Tak ada suatu makhluk pun yang ikut campur tangan dalam penciptaan dan pengendalian itu. Inilah yang dapat diterima oleh akal yang sehat dan dapat diterima oleh hati nurani manusia. \n\nMeskipun demikian, masih banyak orang yang mengingkari hakikat ini dan mengatakan bahwa dialah yang berkuasa, dan dialah Tuhan, seperti yang dinyatakan oleh Fir'aun atau mengemukakan berbagai macam teori mengenai alam ini untuk menetapkan bahwa alam jagad raya ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya. Orang yang seperti ini adalah orang-orang kafir yang selalu mengingkari bukti-bukti kekuasaan Allah baik di langit maupun di bumi dan tidak mau mempergunakan akal pikirannya yang sehat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Mereka inilah yang dikatakan Allah sebagai orang-orang yang paling merugi baik di dunia apalagi di akhirat nanti.\n\nSebagian mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan \"Maqalid as-samawati wa al-ardh\" (kendali langit dan bumi di sini ialah perbendaharaannya). Jadi, kunci-kunci semua perbendaharaan yang tersimpan di langit dan di bumi berada di tangan-Nya. Dialah yang memelihara dan menjaganya. Dialah penguasanya yang berhak membagi-bagikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Rasulullah bersabda:\n\nDiriwayatkan oleh Usman r.a. bahwa ketika ia menanyakan kepada Rasulullah tentang firman Allah \"Hanya bagi Allah, maqalid langit dan bumi.\" beliau menjawab, \"Hai Usman, engkau menanyakan kepadaku sesuatu yang belum pernah ditanyakan seseorang pun kepadaku sebelumnya. Maqalid as- samawati wa al-ardh\" ialah ucapan: Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Awal Yang Akhir, Yang Lahir, Yang Batin, menghidupkan, mematikan, sedang Dia tetap hidup dan tidak mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.\" (Riwayat Abu Ya'la, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih)\n\nBarang siapa yang membawa ucapan ini dia akan mendapat kebaikan yang ada di langit dan di bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 4122, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 402, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul afaghairal laahi taamurooonneee a'budu ayyuhal jaahiloon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Is it other than Allah that you order me to worship, O ignorant ones?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4122", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4122.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4122.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Apakah kamu masih menyuruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh? Padahal sudah sangat jelas bukti-bukti keesaan dan kemahakuasaan-Nya dari yang lain.”", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas bahwa orang-orang Quraisy telah menawarkan kepada Nabi Muhammad bahwa mereka akan menyerahkan kepadanya harta yang banyak, sehingga ia menjadi orang yang paling kaya di Mekah dan akan mengawinkannya dengan wanita mana saja yang disenanginya tetapi dia harus berhenti mencela berhala-berhala mereka. Tawaran itu dijawab oleh Rasulullah saw, \"Tunggulah sampai datang perintah dari Tuhanku\". Maka turunlah Surah al-Kafirun/109 dan ayat 64 dari Surah az-Zumar ini.\n\nPada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya mengatakan kepada kaum musyrikin Mekah yang mengajaknya untuk menyembah berhala, bahwa ajakan itu adalah ajakan yang sangat menyesatkan. Nabi saw berkata, \"Mungkinkah aku menyembah selain Allah hai orang-orang yang jahil? Aku telah menyaksikan bukti-bukti keesaan-Nya dan Dia telah memberi petunjuk kepadaku. Aku telah yakin dengan sepenuh hati dan jiwaku bahwa Dialah Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa. Apakah kebulatan tekadku ini dapat ditawar dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal?\"\n\nMenurut Ibnu 'Abbas tawaran itu bukan sampai di situ saja, bahkan mereka mengajak Muhammad menyembah berhala. Dengan demikian mereka mau menyembah Tuhan di samping menyembah berhala itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4123, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 402, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0637\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad oohiya ilaika wa ilal lazeena min qablika la in ashrakta la yahbatanna 'amalu ka wa latakoonanna minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "And it was already revealed to you and to those before you that if you should associate [anything] with Allah, your work would surely become worthless, and you would surely be among the losers.\"", "id": "Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4123", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4123.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4123.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah, sungguh telah diwahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dan juga telah diwahyukan kepada nabi-nabi yang sebelummu, “Sungguh Aku tegaskan, jika engkau mempersekutukan-Ku dengan yang lain, sebagaimana ajakan mereka kepadamu, niscaya akan hapuslah seluruh amalmu dan tentulah engkau akan termasuk ke dalam kelompok orang yang rugi.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa Dia telah mewahyukan kepadanya dan nabi-nabi sebelumnya, bahwa sesungguhnya apabila dia mempersekutukan Allah, maka terhapuslah segala amal baiknya yang telah lalu. Inilah suatu peringatan keras dari Allah kepada manusia agar jangan sekali-kali mempersekutukan Allah dengan yang lain, karena perbuatan itu adalah syirik dan dosa syirik itu adalah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah. Bila seseorang mati dalam keadaan syirik akan terhapuslah pahala semua amal baiknya dan dia akan dijerumuskan ke dalam neraka Jahanam sebagaimana tersebut dalam ayat ini:\n\nBarang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 217)\n\nKepada Nabi Muhammad sendiri, Allah memberi peringatan sedangkan dia adalah rasul yang diutus-Nya. Rasul kesayangan-Nya yang tidak mungkin akan mempersekutukan-Nya. Kendati demikian, Allah memberi peringatan juga kepadanya agar jangan sekali-kali terlintas dalam pikirannya untuk menganut agama syirik. Apalagi kepada manusia lainnya tentu peringatan ini harus mendapat perhatian yang serius. Sungguh tidaklah pantas seseorang yang mengetahui betapa besar nikmat Allah terhadapnya, terhadap manusia seluruhnya, akan mengingkari nikmat itu dan melanggar perintah pemberi nikmat itu dengan mempersekutukan-Nya, dengan memohonkan pertolongan kepada berhala, kuburan, pohon, dan sebagainya. \n\nAllah lalu mempertegas perintah-Nya dengan mengeluarkan suatu perintah lagi yaitu hanya Allah sajalah yang harus disembah, hanya kepada-Nya manusia harus mempersembahkan semua amal ibadahnya, dan kepada Allah juga manusia memanjatkan doa dan mengucapkan syukur karena Dialah pemberi nikmat yang sebenarnya, sebagaimana yang dibaca setiap Muslim dalam salat:\n\nSesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. (al-An'am/6: 162)" } } }, { "number": { "inQuran": 4124, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 402, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balil laahha fa'bud wa kum minash shaakireen" } }, "translation": { "en": "Rather, worship [only] Allah and be among the grateful.", "id": "Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4124", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4124.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4124.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh karena itu, janganlah penuhi ajakan mereka, hendaklah Allah Yang Maha Esa saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa Dia telah mewahyukan kepadanya dan nabi-nabi sebelumnya, bahwa sesungguhnya apabila dia mempersekutukan Allah, maka terhapuslah segala amal baiknya yang telah lalu. Inilah suatu peringatan keras dari Allah kepada manusia agar jangan sekali-kali mempersekutukan Allah dengan yang lain, karena perbuatan itu adalah syirik dan dosa syirik itu adalah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah. Bila seseorang mati dalam keadaan syirik akan terhapuslah pahala semua amal baiknya dan dia akan dijerumuskan ke dalam neraka Jahanam sebagaimana tersebut dalam ayat ini:\n\nBarang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 217)\n\nKepada Nabi Muhammad sendiri, Allah memberi peringatan sedangkan dia adalah rasul yang diutus-Nya. Rasul kesayangan-Nya yang tidak mungkin akan mempersekutukan-Nya. Kendati demikian, Allah memberi peringatan juga kepadanya agar jangan sekali-kali terlintas dalam pikirannya untuk menganut agama syirik. Apalagi kepada manusia lainnya tentu peringatan ini harus mendapat perhatian yang serius. Sungguh tidaklah pantas seseorang yang mengetahui betapa besar nikmat Allah terhadapnya, terhadap manusia seluruhnya, akan mengingkari nikmat itu dan melanggar perintah pemberi nikmat itu dengan mempersekutukan-Nya, dengan memohonkan pertolongan kepada berhala, kuburan, pohon, dan sebagainya. \n\nAllah lalu mempertegas perintah-Nya dengan mengeluarkan suatu perintah lagi yaitu hanya Allah sajalah yang harus disembah, hanya kepada-Nya manusia harus mempersembahkan semua amal ibadahnya, dan kepada Allah juga manusia memanjatkan doa dan mengucapkan syukur karena Dialah pemberi nikmat yang sebenarnya, sebagaimana yang dibaca setiap Muslim dalam salat:\n\nSesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. (al-An'am/6: 162)" } } }, { "number": { "inQuran": 4125, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 24, "page": 465, "manzil": 6, "ruku": 402, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0636\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u064e\u0637\u0652\u0648\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u062a\u064c \u0628\u0650\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa qadarul laaha haqqa qadrihee wal ardu jamee 'an qabdatuhoo Yawmal Qiyaamit wassamaawaatu matwiyyaatum biyameenih; Subhaanahoo wa Ta'aalaa 'amma yushrikoon" } }, "translation": { "en": "They have not appraised Allah with true appraisal, while the earth entirely will be [within] His grip on the Day of Resurrection, and the heavens will be folded in His right hand. Exalted is He and high above what they associate with Him.", "id": "Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4125", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4125.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4125.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam ayat-ayat yang lalu, Allah digambarkan sebagai Pencipta dan Pemilik segala, dan Nabi Muhammad diperintah untuk menolak ajakan orang-orang musyrik Mekah untuk menyembah selain Allah. Ayat-ayat berikut membawa kecaman terhadap orang-orang musyrik tersebut. Dan ketahuilah bahwa dengan ajakan menyekutukan Allah itu, mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, padahal bumi dengan seluruh isi-nya berada dalam genggaman tangan-Nya pada hari Kiamat, dan demikian pula langit dengan seluruh lapisannya digulung oleh Allah dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dari segala apa yang tidak wajar bagi-Nya dan Mahatinggi Dia dari segala apa yang mereka persekutukan dengan-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah mencela perbuatan kaum musyrikin Mekah karena menyembah berhala dan patung, mengingkari kebesaran dan kekuasaan-Nya. Allah juga mengingatkan betapa besar nikmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka. Seakan-akan yang berkuasa dan memberi karunia itu adalah patung-patung yang tidak berdaya yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri. Alangkah rendahnya jalan pikiran mereka dengan mengagungkan suatu yang hina dan tak berdaya. Allah selanjutnya menegaskan bahwa bumi ini seluruhnya berada dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat, demikian pula langit tergulung di tangan kanan-Nya. Jika langit dan bumi semuanya berada dalam genggaman-Nya, maka siapakah lagi yang lebih besar, lebih agung, lebih berkuasa dari Allah? Apakah mereka mengagungkan patung-patung itu sedang patung-patung itu adalah sebagian kecil saja dari langit dan bumi? Mengenai ayat ini, Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud sebuah hadis: \n\nTelah datang salah seorang pendeta kepada Rasulullah saw dan berkata kepadanya, \"Hai Muhammad, sesungguhnya aku menemui (dalam kitab kami) bahwa Allah Yang Mahaperkasa meletakkan langit di salah satu jarinya, bumi di jari yang lain, pohon-pohon di jari yang lain, air dan tanah di jari yang lain, dan makhluk-makhluk lainnya di jari yang lain pula, lalu Dia berkata, 'Akulah raja.\" Rasulullah saw tertawa mendengar kata-kata pendeta itu sehingga kelihatan gerahamnya tanda setuju. Kemudian Nabi saw membaca ayat 67 ini.\n\nTentang penggambaran langit dan bumi dalam genggaman-Nya, mungkin dapat dipahami dengan makna bahwa alam ini dalam kekuasaan-Nya. Bagaimana hakikat yang sebenarnya dari keadaan bumi yang berada dalam genggaman Allah, kita tidak tahu. Hal itu termasuk masalah-masalah yang gaib, yang harus diterima sebagaimana yang diterangkan Allah. Yang mesti diyakini sepenuhnya adalah Allah tidak dapat diserupakan dengan suatu apa pun. Firman Allah:\n\nTidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (asy-Syura/42: 11)\n\nKemudian Allah menutup ayat ini dengan menyatakan bahwa mempersekutukan Allah dengan makhluk lainnya apalagi dengan sesuatu yang remeh tak berdaya seperti patung-patung itu adalah perbuatan sesat dan menyesatkan. Maha Suci Allah dari segala paham itu dan tidak layak bagi kekuasaan dan keagungan-Nya untuk dipersekutukan dengan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4126, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 24, "page": 466, "manzil": 6, "ruku": 402, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u0641\u0650\u062e\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0635\u064e\u0639\u0650\u0642\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064f\u0641\u0650\u062e\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064c \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nufikha fis Soori fas'iqa man fis samaawaati wa man fil ardi illaa man shaa'al lahu summa nufikha feehi ukhraa fa izaa hum qiyaamuny yanzuroon" } }, "translation": { "en": "And the Horn will be blown, and whoever is in the heavens and whoever is on the earth will fall dead except whom Allah wills. Then it will be blown again, and at once they will be standing, looking on.", "id": "Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4126", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4126.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4126.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah bahwa ketika sangkakala pun ditiup oleh malaikat Israfil, maka matilah semua makhluk yang ada di langit dan juga makhluk yang ada di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah untuk mati pada saat yang lain sesudah itu. Kemudian sesudah waktu berlalu sekian lama, sangkakala itu ditiup sekali lagi, maka seketika itu dengan serta merta mereka bangun dari kuburnya menunggu keputusan Allah bagi diri masing-masing.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa nanti pada hari Kiamat akan terjadi dua kali tiupan sangkakala. Pada tiupan pertama akan mati semua yang hidup baik yang di langit maupun yang di bumi. Karena kedahsyatan suara tiupan itu, semua yang bernyawa menjadi lumpuh tak berdaya dan akhirnya mati seperti orang terkena sambaran petir atau strum listrik bertegangan tinggi. Ada makhluk Allah yang tidak mati pada saat itu karena Allah tidak menghendaki kematiannya, tetapi siapakah mereka itu tidak disebutkan dalam Al-Qur'an, begitu pula dalam hadis-hadis sahih. Oleh karena itu, kita serahkan saja pengetahuan tentang ini kepada Allah. Mungkin Dia tidak menyebutkan makhluk-Nya yang tidak mati itu karena suatu sebab atau hikmah yang tidak kita ketahui hakikatnya. Akan tetapi, menurut sebuah riwayat dari Abu Ya'la al-Maushuli, makhluk-makhluk yang tidak mati itu ialah Malaikat Jibril, Mikail, dan Izrail. Setelah itu, makhluk-makhluk itu pun meninggal satu per satu.\n\nSesudah tiupan pertama itu, di mana hampir semua makhluk yang hidup telah mati, maka menyusullah tiupan sangkakala yang kedua. Dengan tiupan yang kedua ini, semua makhluk yang telah mati baik yang mati sebelum terjadinya tiupan pertama maupun yang mati di waktu terjadinya tiupan itu, menjadi hidup kembali. Masing-masing berdiri menunggu apa yang akan terjadi terhadap dirinya. Ada beberapa hadis mengenai tiupan sangkakala ini di antaranya:\n\n1. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. dari Abu Sa'id al-Khudri yaitu: Rasulullah pernah menyebut tentang yang meniup sangkakala dan berkata, \"Di sebelah kanannya ada Jibril dan sebelah kirinya ada Mikail.\"\n\n2. Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah al-Bazzar dan Ibnu Mardawaih dari Abu Sa'id al-Khudri yaitu: Sesungguhnya di tangan kedua peniup sangkakala itu ada dua buah tanduk yang akan ditiupnya. Mereka berdua selalu mengawasi keadaan sekelilingnya, dan kapan pun keduanya diperintah.\n\nDi samping itu, dalam Al-Qur'an tiupan sangkakala itu disebut dengan az-Zajrah, seperti tersebut dalam ayat:\n\nMaka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya. (ash-shaffat/37: 19)\n\nDan dalam ayat:\n\nMaka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (an-Nazi'at/79: 13-14)\n\nPada ayat-ayat yang lain disebutkan juga dengan \"dakwah\" (panggilan), seperti pada ayat:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apa-bila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur). (ar-Rum/30: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 4127, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 24, "page": 466, "manzil": 6, "ruku": 402, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0642\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0628\u0650\u0646\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064f\u0636\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u062c\u0650\u064a\u0621\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ashraqatil ardu binoori Rabbihaa wa wudi'al Kitaabu wa jeee'a bin nabiyyeena wash shuhadaaa'i wa qudiya bainahum bilhaqqi wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And the earth will shine with the light of its Lord, and the record [of deeds] will be placed, and the prophets and the witnesses will be brought, and it will be judged between them in truth, and they will not be wronged.", "id": "Dan bumi (padang Mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing), nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4127", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4127.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4127.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bersamaan dengan itu, bumi, yakni Padang Mahsyar, tempat semua makhluk berkumpul untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan, menjadi terang benderang dengan cahaya keadilan Tuhannya; dan buku-buku rekam jejak perbuatan diberikan dan kemudian dibaca oleh mereka masing-masing satu persatu Nabi-nabi menjadi saksi bagi umatnya, dan saksi-saksi atas amal mereka-pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan oleh Allah di antara mereka satu persatu secara adil, sedang mereka tidak dirugikan sedikit pun.", "long": "Setelah kejadian itu semua, bersinar cemerlanglah bumi Padang Mahsyar bermandikan cahaya Tuhan karena ditegakkannya keadilan Tuhan, dan ditimbanglah semua amal yang baik dan yang buruk, diletakkan di hadapan masing-masing catatan amal mereka, seperti tersebut dalam ayat:\n\nDan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka. (al-Isra'/17: 13)\n\nDan dalam ayat:\n\nDan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)\n\nJuga dihadirkan para nabi untuk menjadi saksi atas perbuatan umatnya. Hal ini diterangkan pula pada ayat yang lain:\n\nDan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisa'/4: 41)\n\nSelain nabi-nabi sebagai saksi dihadirkan pula saksi lain yaitu malaikat yang mencatat semua amal perbuatan mereka. Hal ini tersebut dalam ayat:\n\nSetiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi. (Qaf/50: 21)\n\nSelain dari kitab catatan amal dan saksi-saksi yang dipercaya itu, ada pula saksi yang terdiri dari anggota tubuh sendiri seperti kaki dan tangan. Semua anggota tubuh itu akan menceritakan nanti apa yang telah dilakukannya, seperti tersebut pada ayat:\n\nPada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (an-Nur/24: 24)\n\nDapatlah dibayangkan bagaimana hebatnya sidang pengadilan Tuhan di waktu itu. Sidang yang dapat memutuskan setiap perkara dan memvonis orang dengan keputusan yang seadil-adilnya sehingga tak seorang pun yang dirugikan atau teraniaya karenanya. Sidang tertinggi yang cukup lengkap dengan saksi terpercaya yang tidak dapat dibantah kebenarannya karena setiap saksi saling menguatkan keterangan saksi lainnya. Di saat itulah diputuskan dan ditetapkan nasib setiap orang berdasarkan kebenaran dan sekali-kali tidak mungkin putusan itu bertentangan dengan keadilan dan dapat merugikan atau menjadikan seseorang teraniaya. Hal ini terdapat dalam ayat:\n\nDan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. (al-Anbiya'/21: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 4128, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 24, "page": 466, "manzil": 6, "ruku": 402, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064f\u0641\u0651\u0650\u064a\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa wuffiyat kullu nafsim maa 'amilat wa Huwa a'lamubimaa yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "And every soul will be fully compensated [for] what it did; and He is most knowing of what they do.", "id": "Dan kepada setiap jiwa diberi balasan dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4128", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4128.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4128.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai bukti atas keadilan putusan itu, kepada setiap jiwa diberi balasan yang setimpal dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan Dia Allah Hakim Yang Maha Adil lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.", "long": "Sesudah melalui timbangan yang menimbang dengan seadil-adilnya, barulah diberikan balasan terhadap amal masing-masing dengan sempurna, yang baik dibalas dengan berlipat-ganda dan yang jahat dengan yang setimpal. Tak ada seorang pun yang memprotes putusan dan balasan itu. Bergembiralah orang yang beriman dan banyak mengerjakan amal saleh dan celaka serta menyesallah orang-orang kafir yang selama hidupnya di dunia selalu bersikap sombong dan takabur dan banyak melakukan perbuatan dosa dan durhaka. \n\nSebenarnya tidaklah perlu ada prosedur yang amat teliti dan cermat serta saksi-saksi yang tak dapat ditolak, karena semua amal perbuatan hamba Allah telah ada dalam ilmu Allah Yang Mahaluas dan Dialah yang berkuasa mutlak pada hari itu. Dia dapat memperlakukan hamba-Nya dengan kehendak-Nya tanpa ada pembuktian atas kesalahan seseorang, tetapi Allah Yang Mahabijaksana menghendaki supaya semua putusan yang ditetapkan-Nya dapat dilihat oleh hamba-Nya pada waktu itu semuanya berdasarkan bukti-bukti yang tak dapat dibantah lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 4129, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 24, "page": 466, "manzil": 6, "ruku": 403, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u0650\u064a\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0632\u064f\u0645\u064e\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064f\u062a\u0650\u062d\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0632\u064e\u0646\u064e\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa seeqal lazeena kafaroon ilaa jahannama zumaran battaaa izaa jaaa'oohaa futihat abwaabuhaa wa qaala lahum khazanatuhaaa alam yaatikum Rusulum minkum yatloona 'alaikum Aayaati Rabbikum wa yunziroonakum liqaaa'a Yawmikum haazaa; qaaloo balaa wa laakin haqqat kalimatul 'azaabi 'alal kaafireen" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieved will be driven to Hell in groups until, when they reach it, its gates are opened and its keepers will say, \"Did there not come to you messengers from yourselves, reciting to you the verses of your Lord and warning you of the meeting of this Day of yours?\" They will say, \"Yes, but the word of punishment has come into effect upon the disbelievers.", "id": "Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, ada,” tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4129", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4129.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4129.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu dinyatakan bahwa di Padang Mahsyar digelar peradilan yang mengadili setiap perbuatan manusia, dan Allah akan menjatuhkan putusan-Nya dalam peradilan itu dengan seadil-adilnya tanpa ada yang dirugikan. Pada ayat-ayat berikut digambarkan bagai-mana putusan itu dilaksanakan. Pada waktu itu, orang-orang yang kafir digiring ke pintu neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka telah sampai kepadanya yakni ke neraka, kemudian pintu-pintunya dibukakan, dan penjaga-penjaga neraka itu berkata kepada mereka, “Apakah sebelum ini belum pernah datang kepadamu rasul-rasul yang dipilih dari kalangan masyarakat kamu sendiri, yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu, dan juga memperingatkan kepadamu akan keniscayaan pertemuan dengan harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, para rasul memang ada dan telah memperingatkan kami tentang hari ini, tetapi kami mendustakannya.” Namun demikian, ketetapan azab pasti tetap berlaku terhadap orang-orang kafir.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir yang mempersekutukan Allah dengan yang lain seperti berhala dan sembahan-sembahan lainnya digiring ke neraka dengan cara kasar. Mereka digiring secara berkelompok dengan mendahulukan kelompok yang paling sesat dan durhaka kemudian diikuti oleh kelompok yang lebih rendah tingkat kedurhakaannya dan demikianlah seterusnya. Setiap satu rombongan sampai ke neraka dibukakan pintu neraka itu dan mereka didorong dengan kuat sehingga terjerumus ke dalamnya. Hal ini jelas tergambar pada ayat berikut ini:\n\nMaka celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa), pada hari (ketika) itu mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya. (Dikatakan kepada mereka), \"Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya.\" (ath-thur/52: 11-14)\n\nTertutuplah pintu neraka sesudah semua masuk ke dalamnya tersebut pada ayat:\n\nSungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (al-Humazah/104: 8-9)\n\nMereka dihardik, dicela, dan dihina oleh malaikat-malaikat pemegang kunci neraka dengan mengatakan bukankah telah datang kepada mereka rasul Allah dari kalangan sendiri yang menyeru supaya patuh dan taat kepada Allah, serta tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain. Rasul itu juga membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang membuktikan kebenaran dakwahnya dengan dalil dan keterangan yang kuat dan jelas sehingga tidak dapat dibantah lagi? Mengapa mereka menolak seruannya dengan angkuh dan takabur? Mereka tidak dapat menjawab pertanyaan itu karena telah menghadapi kenyataan bahwa mereka akan masuk neraka. Mereka mengaku terus terang bahwa merekalah yang bersalah karena mendustakan rasul Allah karena didorong oleh hawa nafsu, takut kehilangan pengaruh, kedudukan, dan sebagainya. Pengakuan seperti itu terdapat pada ayat berikut:\n\nSetiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, \"Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?\" Mereka menjawab, \"Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, \"Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya dalam kesesatan yang besar.\" (al-Mulk/67: 8-9)" } } }, { "number": { "inQuran": 4130, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 24, "page": 466, "manzil": 6, "ruku": 403, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qeelad khuloo abwaaba jahannama khaalideena feeha fabi'sa maswal mutakabbireen" } }, "translation": { "en": "[To them] it will be said, \"Enter the gates of Hell to abide eternally therein, and wretched is the residence of the arrogant.\"", "id": "Dikatakan (kepada mereka), “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, (kamu) kekal di dalamnya.” Maka (neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4130", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4130.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4130.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendengar pengakuan itu, seketika dikatakan kepada orang-orang kafir itu, “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu sesuai dengan tingkat kedurhakaan yang kalian lakukan, dan kamu akan kekal di dalamnya selama-lamanya.” Maka sungguh neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang angkuh dan menyombongkan diri.", "long": "Dengan pengakuan atas kesalahan mereka itu, malaikat menyuruh mereka untuk masuk ke dalam neraka Jahanam. Mereka akan kekal di dalamnya selama-lamanya, tak ada yang dapat keluar walaupun sejenak, karena neraka itu tempat yang layak untuk kediaman orang-orang yang takabur lagi sombong. Neraka adalah tempat yang paling buruk penuh dengan siksaan dan penderitaan." } } }, { "number": { "inQuran": 4131, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 24, "page": 466, "manzil": 6, "ruku": 403, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u0650\u064a\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0632\u064f\u0645\u064e\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0641\u064f\u062a\u0650\u062d\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0632\u064e\u0646\u064e\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0637\u0650\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa seeqal lazeenat taqaw Rabbahum ilal Jannati zumaran hattaaa izaa jaaa'oohaa wa futihat abwaabuhaa wa qaala lahum khazanatuhaa salaamun 'alaikum tibtum fadkhuloohaa khaalideen" } }, "translation": { "en": "But those who feared their Lord will be driven to Paradise in groups until, when they reach it while its gates have been opened and its keepers say, \"Peace be upon you; you have become pure; so enter it to abide eternally therein,\" [they will enter].", "id": "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4131", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4131.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4131.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada waktu yang bersamaan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dan beramal saleh, diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka telah sampai kepadanya yakni ke pintu surga dan kemudian pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan senantiasa dilimpahkan atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah dengan suka cita, dan kamu kekal menetap di dalamnya untuk selama-lamanya.”", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang mukmin yang bertakwa dengan penuh penghormatan dituntun menuju surga Jannatun Na'im. Mereka mendapati pintunya telah terbuka lebar dan di sana telah menunggu para penjaga pintu itu dengan penuh hormat dan hikmat sambil mengucapkan kepada mereka 'Assalamu 'alaikum\". Itu adalah ucapan selamat datang bagi mereka dan memohonkan doa kepada Allah semoga tetap berbahagia dengan karunia dan nikmat yang disediakan untuk mereka di dalam surga ini. Kemudian mereka dipersilakan dengan hormat agar segera masuk ke dalam surga dan dikatakan kepada mereka, \"Kamu kekal di dalamnya buat selama-lamanya.\" \n\nPara Mukminin itu datang berombongan. Rombongan pertama ialah orang-orang yang paling dekat kepada Allah dan paling tinggi derajatnya di sisi-Nya sesuai dengan iman, takwa, dan amal saleh mereka di dunia. Rombongan yang kedua adalah orang-orang yang lebih rendah derajatnya dari rombongan yang pertama. Demikianlah seterusnya sampai semua kaum Muslimin masuk ke dalamnya. Pintu surga terbuka bagi mereka sebagaimana disebutkan pula pada ayat lain:\n\nIni adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik, (yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. (shad/38: 49-50)\n\nDalam surga itu mereka memperoleh berbagai macam kenikmatan dan kesenangan yang belum pernah terpikirkan oleh siapa pun di dunia ini. Nikmat dan karunia yang demikian itu dapat dicapai dengan berbagai macam amal dan ibadah yang dikerjakan oleh manusia selama hidupnya di dunia.\n\nDiterangkan oleh hadis yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah pernah bersabda\n\nSiapa di antara kamu yang berwudu dengan sempurna kemudian dia mengucapkan, \"Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, niscaya akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang banyaknya delapan buah dan dia dibolehkan masuk dari pintu mana saja yang ia sukai. (Riwayat Muslim dan selainnya)\n\nDiriwayatkan pula dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:\n\nRombongan pertama yang masuk surga mukanya laksana bulan purnama (di malam keempat belas). Rombongan berikutnya mukanya cemerlang seperti bintang yang paling cemerlang di cakrawala (bintang kejora). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nAl-Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad bahwa Rasulullah bersabda: \n\nDi dalam surga itu ada delapan buah pintu, salah satu pintu itu bernama ar-Rayyan. Pintu itu hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4132, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 24, "page": 466, "manzil": 6, "ruku": 403, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0646\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0623\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa waalull hamdulillaahil lazee sadaqanaa wa'dahoo wa awrasanal arda natabaw wa-u minal jannati haisu nashaaa'u fani'ma ajrul 'aamileen" } }, "translation": { "en": "And they will say, \"Praise to Allah, who has fulfilled for us His promise and made us inherit the earth [so] we may settle in Paradise wherever we will. And excellent is the reward of [righteous] workers.\"", "id": "Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4132", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4132.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4132.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka dipersilakan masuk dengan penuh suka cita, dan mereka pun lalu berkata, “Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah memenuhi janji-Nya melalui para rasul kepada kami, dan telah memberikan tempat, yakni surga, ini kepada kami, sedang kami diperkenankan menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal kebajikan di dunia.", "long": "Para Mukminin yang amat berbahagia dan bergembira melihat nikmat dan kesenangan yang akan mereka nikmati di dalam surga itu mengucapkan, \"Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami, sebagaimana telah disampaikan oleh rasul-Nya dan doa yang selalu kami panjatkan.\" Firman Allah:\n\nAllah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga 'Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung. (at-Taubah/9: 72)\n\nDan firman Allah:\n\nYa Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji. (ali 'Imran/3: 194\n\nAhli surga melanjutkan ucapan puji syukurnya, \"Segala puji bagi Allah yang telah mewariskan kepada kami tanda surga ini sehingga kami boleh menempatinya, di mana saja kami senangi dan nikmati berbagai macam karunia yang disediakan-Nya di dalamnya.\" Di antara kenikmatan surga itu adalah sebagaimana dijelaskan firman Allah berikut ini:\n\nDan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya. Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal. (al-Insan/76: 14-15)\n\nDan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil. (al-Insan/76: 17-18)\n\nDan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. (al-Insan/76: 19-20)\n\n(75) Pada ayat ini, Allah menerangkan kepada Nabi Muhammad bagaimana suasana di akhirat nanti serta pemandangan yang indah dan menakjubkan di mana para malaikat mengelilingi 'Arasy bertasbih memuji Allah, siap melaksanakan perintah yang akan diturunkan kepada mereka. Dengungan tasbih mereka terdengar di sekeliling 'Arasy. Di antara mereka itu ada yang bertugas memikul 'Arasy sebagaimana tersebut pada ayat:\n\nDan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung 'Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (al-haqqah/69: 17)\n\nMereka berdiri dalam barisan-barisan yang teratur seperti dijelaskan pada ayat:\n\nPada hari, ketika roh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar. (an-Naba'/78: 38)\n\nPada hari itu Allah memberi keputusan terhadap hamba-Nya dengan adil dan benar. Terdengarlah dengan serentak ucapan tasbih, \"Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.\" Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang menciptakan manusia untuk dijadikan khalifah di muka bumi, memberinya petunjuk dan hidayah. Dia yang menjadikan siksa dan azab neraka bagi yang mendurhakai-Nya, dan menjanjikan karunia dan nikmat kepada yang menjalankan perintah-Nya dengan patuh dan taat. Dia juga yang mematikan semua makhluk-Nya pada hari Kiamat dan menghidupkannya kembali untuk menerima balasan amal perbuatannya lalu mengadakan pengadilan untuk memperhitungkan semua amal hamba-Nya dengan adil, benar, dan bijaksana kemudian memberikan balasan bagi semua makhluk-Nya. Yang durhaka dimasukkan ke dalam neraka dan yang mukmin dan bertakwa dimasukkan ke dalam surga sesuai dengan janji-Nya. Segala puji dipanjatkan kepada Allah atas segala perbuatan-Nya, keadilan-Nya dan rahmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4133, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 24, "page": 467, "manzil": 6, "ruku": 403, "hizbQuarter": 186, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u062d\u064e\u0627\u0641\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taral malaaa'ikata haaaffeena min hawlil 'Arshi yusabbihoona bihamdi Rabbihim wa qudiya bainahum bilhaqqi wa qeelal hamdu lillaahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And you will see the angels surrounding the Throne, exalting [Allah] with praise of their Lord. And it will be judged between them in truth, and it will be said, \"[All] praise to Allah, Lord of the worlds.\"", "id": "Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4133", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4133.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4133.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan engkau, wahai Nabi Muhammad, akan melihat malaikat-mala-ikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih secara terus-menerus sambil memuji Tuhannya; lalu setelah itu diberikan keputusan yang pasti di antara mereka hamba-hamba Allah itu secara adil, dan dikatakan kepada mereka ucapan sanjungan, “Alhamdulillàhi rabbil ‘àlamìn”, Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan kepada Nabi Muhammad bagaimana suasana di akhirat nanti serta pemandangan yang indah dan menakjubkan di mana para malaikat mengelilingi 'Arasy bertasbih memuji Allah, siap melaksanakan perintah yang akan diturunkan kepada mereka. Dengungan tasbih mereka terdengar di sekeliling 'Arasy. Di antara mereka itu ada yang bertugas memikul 'Arasy sebagaimana tersebut pada ayat:\n\nDan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung 'Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (al-haqqah/69: 17)\n\nMereka berdiri dalam barisan-barisan yang teratur seperti dijelaskan pada ayat:\n\nPada hari, ketika roh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar. (an-Naba'/78: 38)\n\nPada hari itu Allah memberi keputusan terhadap hamba-Nya dengan adil dan benar. Terdengarlah dengan serentak ucapan tasbih, \"Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.\" Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang menciptakan manusia untuk dijadikan khalifah di muka bumi, memberinya petunjuk dan hidayah. Dia yang menjadikan siksa dan azab neraka bagi yang mendurhakai-Nya, dan menjanjikan karunia dan nikmat kepada yang menjalankan perintah-Nya dengan patuh dan taat. Dia juga yang mematikan semua makhluk-Nya pada hari Kiamat dan menghidupkannya kembali untuk menerima balasan amal perbuatannya lalu mengadakan pengadilan untuk memperhitungkan semua amal hamba-Nya dengan adil, benar, dan bijaksana kemudian memberikan balasan bagi semua makhluk-Nya. Yang durhaka dimasukkan ke dalam neraka dan yang mukmin dan bertakwa dimasukkan ke dalam surga sesuai dengan janji-Nya. Segala puji dipanjatkan kepada Allah atas segala perbuatan-Nya, keadilan-Nya dan rahmat-Nya." } } } ] }, { "number": 40, "sequence": 60, "numberOfVerses": 85, "name": { "short": "غافر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u063a\u0627\u0641\u0631", "transliteration": { "en": "Ghafir", "id": "Gafir" }, "translation": { "en": "The Forgiver", "id": "Maha Pengampun" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Mu'min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zumar. Dinamai Al Mu'min (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan mukmin yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa a.s. dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa a.s. Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa a.s., sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.Dinamakan pula Ghafir (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat Ghafir yang terdapat pada ayat 3 surat ini. Ayat ini mengingatkan bahwa Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi. Dan surat ini dinamai Dzit Thaul (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4134, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 24, "page": 467, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u0645", "transliteration": { "en": "Haa-Meeem" } }, "translation": { "en": "Ha, Meem.", "id": "Ha Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4134", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4134.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4134.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hà Mìm, hanya Allah yang mengetahui maksudnya.", "long": "Penjelasan mengenai huruf-huruf hijaiyah pada awal beberapa surah dalam Al-Qur'an seperti pada awal surah ini, telah diuraikan dengan panjang lebar pada awal Surah al-Baqarah. (Lihat \"Al-Qur'an dan Tafsirnya\" Jilid I)" } } }, { "number": { "inQuran": 4135, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 24, "page": 467, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Tanzeelul Kitaabi minal laahil Azeezil 'Aleem" } }, "translation": { "en": "The revelation of the Book is from Allah, the Exalted in Might, the Knowing.", "id": "Kitab ini (Al-Qur'an) diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4135", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4135.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4135.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di ayat-ayat terakhir Surah az-Zumar, Al-Qur’an menggambarkan bagaimana perlakuan yang ditetapkan oleh Allah terhadap orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Salah satu penyebab dari terjadinya dua bentuk perlakukan tersebut adalah sikap mereka terhadap Al-Qur’an. Oleh sebab itu, ayat-ayat berikut di awal surah ini menegaskan kembali kebenaran Al-Qur’an itu. Kitab ini yakni Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, benar-benar dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Kitab Suci Al-Qur'an yang merupakan kitab suci bagi Nabi Muhammad dan umatnya wajib diamalkan isi dan petunjuknya. Ia merupakan kitab suci terakhir yang membenarkan kitab-kitab suci yang sebelumnya, dan benar-benar diturunkan dari Allah, Tuhan sekalian alam, Tuhan Yang Mahaperkasa, tak ada satu makhluk pun yang dapat mengalahkan-Nya, Tuhan Yang Maha Mengetahui, tiada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah bagaimanapun kecil dan halusnya. Firman Allah:\n\nKitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (al-A.hqaf/46: 2)\n\nKitab Suci Al-Qur'an tidak mungkin dibuat oleh selain Allah dan tidak mungkin juga dibuat oleh Muhammad saw sebagaimana yang dituduhkan oleh musuh-musuh Islam. Hal ini telah ditegaskan Allah di dalam Al-Qur'an dengan firman-Nya:\n\nDan tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah. (Yunus/10: 37)\n\nDan firman-Nya:\n\nApakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? (Yunus/10: 38)\n\nBahkan, Kitab Suci Al-Qur'an itu diturunkan dengan latar belakang yang beraneka ragam, berisi petunjuk bagi manusia untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang. Firman Allah:\n\n(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji. (Ibrahim/14: 1)" } } }, { "number": { "inQuran": 4136, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 24, "page": 467, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0646\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0628\u0650 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Ghaafiriz zambi wa qaabilit tawbi shadeedil 'iqaabi zit tawli laaa ilaaha illaa Huwa ilaihil maseer" } }, "translation": { "en": "The forgiver of sin, acceptor of repentance, severe in punishment, owner of abundance. There is no deity except Him; to Him is the destination.", "id": "yang mengampuni dosa dan menerima tobat dan keras hukuman-Nya; yang memiliki karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah (semua makhluk) kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4136", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4136.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4136.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia Allah Yang Maha Pengampun, mengampuni dosa dan menerima tobat bagi orang yang mau memohon ampunan dan bertobat, dan pada waktu yang bersamaan juga sangat keras hukuman-Nya; serta Dia juga yang memiliki karunia. Tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya saja-lah semua makhluk kembali.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan lima macam sifat Allah yang menurunkan Al-Qur'an:\n\n1. Pengampun Dosa\n\nSifat Allah ini ditegaskan pula pada ayat yang lain, sebagaimana firman Allah:\n\nKabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-hijr/15: 49)\n\nDan firman-Nya:\n\nSungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (az-Zumar/39: 53)\n\nBagaimana pun banyaknya dosa seseorang apabila ia meminta ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni semua dosanya sebagaimana dijelaskan dalam hadis Qudsi sebagai berikut:\n\nHai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu melakukan kesalahan di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun pada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. (Riwayat Muslim dari Abu dzarr)\n\nDi dalam hadis Qudsi yang lain, Allah menegaskan pula:\n\nAllah berfirman, \"Wahai anak Adam! Selagi kamu meminta dan mengharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosa-dosa yang ada padamu dan tidak Aku pedulikan lagi. Wahai anak Adam! Andaikata dosamu (bertumpuk) dan telah sampai ke awan langit, kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampuninya dan tidak Aku pedulikan lagi. (Riwayat at-Tirmidzi dari Anas bin Malik)\n\n2. Penerima Tobat \n\nSifat Allah ini ditegaskan pula pada ayat yang lain di dalam Al-Qur'an:\n\nTidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya. (at-Taubah/9: 104)\n\nSeseorang yang telah berbuat kejahatan seperti penganiayaan dan lain-lain, kemudian ia bertobat, menyesali perbuatannya itu, mempertebal imannya, berbuat baik, dan tetap di jalan Allah, maka Allah akan menerima tobatnya, sebagaimana firman-Nya:\n\nTetapi barang siapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. (al-Ma'idah./5: 39)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk. (thaha/20: 82)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nKecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al-Baqarah/2: 160)\n\n3. Hukuman-Nya Sangat Berat. \n\nMengenai hal ini Allah berfirman:\n\n¦Bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal). (al-Baqarah/2: 165)\n\nOrang-orang yang berbuat jahat, bergelimang dosa seperti mendustakan dan memungkiri ayat-ayat Allah, menempuh jalan yang sesat yaitu selain jalan yang telah ditunjukkan dan digariskan-Nya, mereka itulah yang mendapat siksa Allah yang berat dan keras, sebagaimana firman-Nya:\n\nMereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya. (ali 'Imran/3: 11)\n\nPada ayat lain Allah menegaskan:\n\nSungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman. (ali 'Imran/3: 4)\n\nDan firman-Nya pula:\n\nSungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (shad/38: 26)\n\n4. Pemberi Karunia. \n\nSetiap karunia dan nikmat yang kita peroleh adalah dari Allah sebagaimana firman-Nya:\n\nSebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (al-hujurat/49: 8)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. (an-Nahl/16: 53)\n\nTidak ada seorang manusia, dengan jalan apa pun, yang dapat memberi angka yang pasti mengenai banyaknya karunia dan nikmat yang telah diberikan Allah padanya, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. (an-Nahl/16: 18)\n\n5. Allah Maha Esa \n\nSalah satu sifat Allah yang wajib diimani yaitu bahwa Dia Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, tiada sekutu bagi-Nya, tiada sesuatu yang serupa dengan Dia, sebagaimana firman Allah:\n\nTidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (asy-Syura/42: 11)\n\nSekiranya Ia mempunyai sekutu, ada tuhan lain yang berkuasa sama dengan kekuasaan-Nya, maka dunia ini akan hancur sebagaimana firman Allah:\n\nSeandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki 'Arasy, dari apa yang mereka sifatkan. (al-Anbiya'/21: 22)\n\nOrang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga termasuk golongan yang ingkar dan kafir, karena sebenarnya Allah itu Esa, tiada Tuhan selain Dia, firman Allah:\n\nSungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. (al-Ma'idah./5: 73)\n\nAyat ini diakhiri dengan suatu ketegasan bahwa semua makhluk akan kembali kepada Allah dan di sanalah nanti disempurnakan balasan bagi mereka menurut perbuatan mereka masing-masing sebagaimana firman Allah:\n\nDan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)" } } }, { "number": { "inQuran": 4137, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 24, "page": 467, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0631\u064f\u0631\u0652\u0643\u064e \u062a\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064f\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Maa yujaadilu feee Aayaatil laahi illal lazeena kafaroo falaa yaghrurka taqallubuhum fil bilaad" } }, "translation": { "en": "No one disputes concerning the signs of Allah except those who disbelieve, so be not deceived by their [uninhibited] movement throughout the land.", "id": "Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah engkau (Muhammad) tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4137", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4137.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4137.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adalah suatu keniscayaan bahwa tidak ada orang yang memperdebatkan tentang kebenaran dari ayat-ayat Allah dengan tujuan memperolok-olokkan atau menimbulkan keraguan terhadapnya, kecuali apa yang dilakukan oleh orang-orang yang kafir. Karena itu, janganlah engkau wahai Nabi Muhammad tertipu oleh keberhasilan usaha mereka yang menghasilkan berbagai kesenangan yang mereka peroleh di seluruh negeri.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa hanya orang-orang kafir yang tidak senang kepada kebenaran, suka mendebat, menentang, dan mendustakan isi Al-Qur'an serta menuduhnya yang bukan-bukan. Di antara perkataan mereka adalah bahwa Al-Qur'an itu hanya syair, sihir, dongeng orang-orang dahulu, atau tuduhan lainnya yang meremehkan. Padahal, sudah jelas dan diketahui oleh umum bahwa semua isi Al-Qur'an itu adalah benar. Suatu perdebatan yang sifatnya mempertanyakan isi Al-Qur'an adalah perbuatan yang sangat tercela dan merupakan suatu kekafiran, sebagaimana sabda Nabi Muhammad:\n\nMemperdebatkan isi Al-Qur'an adalah kekafiran. (Riwayat A.hmad dari Abu Hurairah) \n\nAdapun perdebatan yang mempersoalkan sesuatu dengan maksud untuk mencari dan menguatkan sesuatu yang hak, menjelaskan yang masih samar-samar, mengambil suatu pengertian hukum, menolak paham-paham dan kepercayaan yang menyimpang dan tidak sesuai dengan ajaran Islam, serta menentang pengertian yang meremehkan isi Al-Qur'an, adalah perbuatan yang baik dan terpuji. Bahkan, yang demikian itu adalah perbuatan yang menjadi tugas para nabi.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memperingatkan Nabi Muhammad supaya jangan teperdaya dengan kemewahan yang diperoleh para penentangnya, kebebasan gerak mereka dari satu kota ke kota yang lain, berjual-beli dan berdagang seenaknya sehingga memperoleh kekayaan yang bertumpuk-tumpuk. Bagaimanapun juga, kesemuanya itu mempunyai batas, dan sifatnya sementara paling lama sama dengan umurnya. Sesudah itu mereka akan mendapat siksaan yang amat pedih di akhirat. Firman Allah:\n\nJangan sekali-kali kamu teperdaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam. (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal. (ali 'Imran/3: 196-197)" } } }, { "number": { "inQuran": 4138, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 24, "page": 467, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0628\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u062f\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u062f\u0652\u062d\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Kazzabat qablahum qawmu Noohinw wal Ahzaabu mim ba'dihim wa hammat kullu ummatim bi Rasoolihim liyaa khuzoobhu wa jaadaloo bilbaatili liyudhidoo bihil haqqa fa akhaztuhum fakifa kaana 'iqaab" } }, "translation": { "en": "The people of Noah denied before them and the [disbelieving] factions after them, and every nation intended [a plot] for their messenger to seize him, and they disputed by [using] falsehood to [attempt to] invalidate thereby the truth. So I seized them, and how [terrible] was My penalty.", "id": "Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan (rasul) dan setiap umat telah merencanakan (tipu daya) terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran; karena itu Aku tawan mereka (dengan azab). Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4138", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4138.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4138.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebelum mereka, orang-orang musyrik Mekah, mendustakan wahyu Allah, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah terlebih dahulu melakukan hal yang sama, yakni mendustakan rasul-rasul Allah, dan setiap umat ketika itu juga telah merencanakan tipu daya terhadap rasul mereka untuk menawannya bahkan sampai mencelakakannya, dan mereka membantah dengan alasan yang batil untuk melenyapkan kebenaran yang dibawa oleh para rasul itu. Karena itu, Aku, Allah Yang Mahaperkasa, tawan dan siksa mereka dengan azab. Maka camkanlah dengan sungguh-sungguh bahwa betapa pedihnya azab-Ku?", "long": "Pada ayat ini, Allah menghibur Nabi Muhammad agar jangan cemas dan gusar menghadapi kaumnya yang selalu menentang dan mendustakannya. Hal demikian adalah sunatullah yang berlaku pada setiap nabi dan rasul yang diutus Allah. Kaum Nuh mendustakan Nabi Nuh, begitu pula umat-umat yang lain, telah mendustakan para nabi dan rasul yang diutus kepada mereka, seperti kaum 'Ad, Samud, dan lain-lain. Bahkan, selain mendustakan para rasul, mereka juga merencanakan makar terhadap para rasul. Mereka berusaha melawan para rasul mereka dan menganiaya sekehendak hati. Mereka tidak henti-hentinya menentang, mendustakan, dan mendebat rasul-rasul dengan alasan yang batil dan tak berdasar. Di antara perkataan mereka adalah rasul-rasul itu manusia-manusia biasa seperti mereka juga, dengan maksud untuk melepaskan kebenaran, mengaburkan yang hak yang datangnya dari Allah, serta senantiasa mematikan dan memadamkan cahaya (agama) Allah, sebagaimana firman Allah:\n\nMereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. (at-Taubah/9: 32)\n\nAllah tidak tinggal diam melihat perbuatan jahat yang menunjukkan kebejatan akhlak mereka itu. Mereka diazab dengan siksaan yang amat pedih dan dibinasakan oleh Allah, bahkan ada yang dimusnahkan sehingga mereka seakan-akan tak pernah ada di bumi ini. Umat Muhammad saw, terutama penduduk Mekah, dapat menyaksikan bekas-bekas kehancuran mereka sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur'an:\n\nDan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi, dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti? (ash-shaffat/37: 137-138)" } } }, { "number": { "inQuran": 4139, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 24, "page": 467, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika haqqat Kalimatu Rabbika 'alal lazeena kafarooo annahum Ashaabun Naar" } }, "translation": { "en": "And thus has the word of your Lord come into effect upon those who disbelieved that they are companions of the Fire.", "id": "Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, (yaitu) sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4139", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4139.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4139.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagaimana telah dijatuhkan sanksi kepada umat terdahulu yang durhaka, demikianlah juga telah pasti berlaku ketetapan Tuhanmu dalam bentuk azab yang pedih terhadap orang-orang kafir dari umatmu, wahai Nabi Muhammad, yaitu sesungguhnya mereka, orang-orang musyrik Mekah, itu adalah penghuni neraka.", "long": "Ayat ini menunjukkan bagaimana umat-umat dahulu telah diazab dan dibinasakan karena perlakuan mereka yang tidak wajar kepada para nabi dan rasul mereka. Dengan demikian, hal itu berlaku pula bagi umat Nabi Muhammad yang tetap membangkang, mengingkari, dan mendustakan ayat-ayat Allah. Di akhirat, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Firman Allah:\n\nAdapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 39)" } } }, { "number": { "inQuran": 4140, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 24, "page": 467, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0633\u0650\u0639\u0652\u062a\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Allazeena yahmiloonal 'Arsha wa man hawlahoo yusabbihoona bihamdi Rabbihim wa yu'minoona bihee wa yastaghfiroona lillazeena aamanoo Rabbanaa wasi'ta kulla shai'ir rahmantanw wa 'ilman faghfir lillazeena taaboo wattaba'oo sabeelaka wa qihim 'azaabal Jaheem" } }, "translation": { "en": "Those [angels] who carry the Throne and those around it exalt [Allah] with praise of their Lord and believe in Him and ask forgiveness for those who have believed, [saying], \"Our Lord, You have encompassed all things in mercy and knowledge, so forgive those who have repented and followed Your way and protect them from the punishment of Hellfire.", "id": "(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4140", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4140.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4140.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu telah digambarkan bagaimana bentuk permusuhan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap para rasul dan orang-orang beriman. Maka, untuk mengimbangi hal itu, ayat-ayat berikut menggambarkan bagaimana bentuk kasih sayang para malaikat terhadap para rasul dan orang-orang beriman. Ketahuilah bahwa malaikat-malaikat yang memikul ‘Arsy dan juga malaikat yang berada di sekelilingnya, bertasbih dengan memuji Tuhannya, dan mereka semua senantiasa beriman kepada-Nya, serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman seraya bermohon, “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu sangatlah luas, dan meliputi segala sesuatu. Maka, atas perkenan-Mu, ya Allah, berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat kembali ke jalan-Mu dan orang yang sejak awal telah mengikuti jalan agama-Mu, dan peliharalah mereka dari azab dan siksa neraka yang apinya menyala-nyala.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa para malaikat yang memikul 'Arasy dan para malaikat yang ada di sekelilingnya senantiasa menyucikan Allah, mengucapkan syukur atas nikmat-Nya beriman, dan mengakui bahwa tiada Tuhan yang disembah selain Dia. Para malaikat itu juga memohonkan ampun bagi orang yang mengakui keesaan dan kesucian Allah dari sembahan selain-Nya. \n\nMengenai cara malaikat itu memikul 'Arasy dan berapa jumlah mereka yang memikulnya, cukup kita percaya sebagaimana adanya dan mengembalikannya kepada ilmu Tuhan, karena yang demikian termasuk hal-hal yang tidak didapati perinciannya, baik dalam Al-Qur'an maupun dalam hadis-hadis yang mutawatir. \n\nDi samping menyucikan dan memuji Allah, para malaikat juga senantiasa mendoakan orang-orang mukmin. Doa-doa tersebut antara lain menggambarkan hal-hal sebagai berikut:\n\nPertama, bahwa ilmu Tuhan meliputi segala sesuatu. Rahmat Allah meliputi pengampunan dosa-dosa dan kesalahan mereka dan ilmu Tuhan meliputi perbuatan, ucapan, dan gerak mereka. Mudah bagi Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan karena rahmat-Nya lebih luas dan lebih besar dari dosa-dosa dan kesalahan. Tiada suatu perbuatan sekalipun di tempat yang gelap, tiada suatu kata atau ucapan, sekalipun kata hati atau bisikan sukma, tiada suatu tindak-tanduk atau gerak-gerik kecuali diketahui oleh Allah. \n\nKedua, memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang yang bertobat, menghentikan perbuatan dosa yang telah dilakukan, mengikuti apa yang diperintahkan kepada mereka, mengamalkan yang baik, dan meninggalkan hal-hal yang mungkar. \n\nKetiga, malaikat pun memohon agar orang-orang mukmin itu dilindungi dari siksa neraka Jahanam sesuai dengan janji Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4141, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u062a\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0635\u064e\u0644\u064e\u062d\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Rabbannaa wa adkhilhum Jannaati 'adninil latee wa'attahum wa man salaha min aabaaa'ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim; innaka Antal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Our Lord, and admit them to gardens of perpetual residence which You have promised them and whoever was righteous among their fathers, their spouses and their offspring. Indeed, it is You who is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4141", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4141.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4141.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para malaikat meneruskan permohonan mereka kepada Allah, “Ya Tuhan kami Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, masukkanlah mereka, orang-orang mukmin itu, ke dalam surga ‘Adn, yang sebelumnya telah Engkau janjikan kepada mereka, dan yang juga telah Engkau janjikan kepada orang yang saleh di antara nenek moyang, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan doa malaikat selanjutnya bagi orang-orang yang beriman:\n\nKeempat, para malaikat memohon agar orang-orang mukmin dimasukkan ke dalam surga 'Adn yang telah dijanjikan oleh Allah melalui ucapan rasul-Nya. Para malaikat juga memohon agar bersama mereka itu dimasukkan juga orang-orang saleh di antara bapak-bapak, istri-istri, dan keturunan mereka semua, supaya mereka merasa senang karena berkumpul dengan keluarga di tempat yang dapat memberi kegembiraan dan kesenangan, menimbulkan rasa riang dan suka yang amat berkesan.\n\nSa'id bin Jubair menjelaskan bahwa ketika seorang laki-laki masuk surga ia berkata, \"Ya Tuhan! Di mana ayah, nenek, dan ibuku? Di mana anak dan cucuku? Di mana istriku?\" Dijawab bahwa mereka itu tidak beramal seperti amalan yang telah dilakukannya. Ia lalu berkata, \"Ya Tuhan! Saya beramal untuk diriku dan mereka.\" Maka mereka disamakan kedudukannya di surga dan ia lalu membaca ayat ini. Sejalan dengan ayat ini firman Allah:\n\nDan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya. (ath-thur/52: 21)\n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu Mahaperkasa tiada sesuatu yang dapat menghalangi kehendak-Nya, Mahabijaksana, tiada sesuatu yang dikerjakan-Nya, kecuali sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4142, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 404, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa qihimus saiyi-aat; wa man taqis saiyi-aati Yawma'izin faqad rahimtah; wa zaalika huwal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "And protect them from the evil consequences [of their deeds]. And he whom You protect from evil consequences that Day - You will have given him mercy. And that is the great attainment.\"", "id": "dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4142", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4142.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4142.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Permohonan para malaikat selanjutnya, “Dan ya Allah Tuhan kami Yang Maha Pemurah, peliharalah mereka dari bencana kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara mereka dari bencana kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat yang sangat luas kepadanya dan demikian itulah curahan rahmat kemenangan yang teramat agung.”", "long": "Ayat ini masih menerangkan doa malaikat selanjutnya bagi orang-orang mukmin.\n\nKelima, para malaikat tidak saja memintakan ampun bagi orang-orang mukmin dari dosa-dosa mereka sesudah tobat, tetapi juga dosa-dosa dan balasan amal jahat yang mereka kerjakan sebelum mereka bertobat supaya dihapuskan dan tidak diazab karenanya. Orang-orang yang dimaafkan, diampuni, dan dihapuskan balasan kejahatannya di dunia ini, berarti mereka telah mendapat karunia dari Allah dan dibebaskan dari azab dan siksa-Nya di hari Kiamat. Hal yang demikian itu merupakan suatu kemenangan yang amat besar karena dengan amal baik yang tidak seberapa itu, ia memperoleh nikmat dan karunia yang berkepanjangan tiada putus-putusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4143, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo yunaadawna lamaqtul laahi akbaru mim maqtikum anfusakum iz tud'awna ilal eemaani fatakfuroon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve will be addressed, \"The hatred of Allah for you was [even] greater than your hatred of yourselves [this Day in Hell] when you were invited to faith, but you refused.\"", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, kepada mereka (pada hari Kiamat) diserukan, “Sungguh, kebencian Allah (kepadamu) jauh lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri, ketika kamu diseru untuk beriman lalu kamu mengingkarinya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4143", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4143.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4143.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir, kepada mereka pada hari Kiamat itu diserukan oleh para malaikat, “Sungguh, kebencian Allah, kepadamu, wahai orang-orang yang durhaka, jauh lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri, karena ketika kamu diseru oleh rasul dan orang-orang beriman untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu kamu mengingkarinya dengan menolak seruan itu.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa di akhirat orang-orang kafir yang sedang berada di dalam neraka merasakan azab yang amat pedih, saling membenci dan melaknat antara satu dengan yang lain. Bahkan mereka membenci diri mereka sendiri karena perbuatan yang telah dilakukannya di dunia yang menyebabkannya masuk neraka. Namun, malaikat berkata kepada mereka, \"Sesungguhnya kebencian Allah pada saat kalian menolak seruan para nabi lebih besar dibandingkan dengan kebencianmu terhadap dirimu sendiri ketika menghadapi siksa neraka.\" Firman Allah:\n\nTeman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa. (az-Zukhruf/43: 67)\n\nDan firman-Nya:\n\n¦Kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk¦ (al-'Ankabut/29: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 4144, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Qaaloo Rabbanaaa amat tanasnataini wa ahyaitanas nataini fa'tarafnaa bizunoo binaa fahal ilaa khuroojim min sabeel" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Our Lord, You made us lifeless twice and gave us life twice, and we have confessed our sins. So is there to an exit any way?\"", "id": "Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4144", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4144.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4144.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, orang-orang kafir itu pun menjawab, “Ya Tuhan kami, kami sadar bahwa Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali pula, lalu sekarang kami sadari pula Engkau kuasa menghidupkan orang yang sudah mati. Oleh sebab itulah, kami mengakui dosa-dosa yang telah kami perbuat ketika hidup di dunia. Maka adakah bagi kami ya Allah Yang Maha Pengampun jalan untuk keluar dari neraka ini dan kembali ke kehidupan dunia untuk memperbaiki diri?”", "long": "Setelah mendengar seruan malaikat dan tidak tahan lagi merasakan azab yang amat pedih, orang-orang kafir berkata, \"Wahai Tuhan, Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali. Engkau menjadikan kami dalam keadaan mati lalu menghidupkan kami dengan meniupkan roh ke dalam rahim ibu kami, kemudian mematikan kami di dunia setelah ajal kami berakhir, dan di akhirat nanti kami dihidupkan kembali dengan mengembalikan roh kami untuk dibangkitkan. Firman Allah:\n\nBagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. (al-Baqarah/2: 28)\n\nManusia mati ketika masih janin dan berada dalam tubuh orang tuanya. Kemudian dihidupkan ketika lahir ke dunia, lalu kematian berikutnya sudah merupakan suatu keharusan. Setelah itu dihidupkan pada hari Kebangkitan (hari Kiamat). Mereka mengalami dua kali hidup dan dua kali mati.\n\nSetelah menyaksikan kekuasaan Allah mematikan dan menghidupkan mereka berulang kali, orang-orang kafir menjadi sadar. Mereka mengakui kesalahan-kesalahan di dunia ketika mengingkari hari Kebangkitan dan mengerjakan dosa-dosa yang tak terhitung banyaknya, untuk menebus kesalahan-kesalahan mereka itu. Mereka meminta supaya dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh dan tidak akan mengerjakan kesalahan dan dosa lagi. Permintaan seperti ini disebutkan juga pada ayat yang lain sebagaimana firman Allah:\n\nDan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), \"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.\" (as-Sajdah/32: 12)\n\nYa Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.\" (al-Mu'minun/23: 107)" } } }, { "number": { "inQuran": 4145, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalikum bi annahooo izaa du'iyal laahu wahdahoo kafartum wa iny yushrak bihee tu'minoo; falhukmu lillaahil 'Aliyyil Kabeer" } }, "translation": { "en": "[They will be told], \"That is because, when Allah was called upon alone, you disbelieved; but if others were associated with Him, you believed. So the judgement is with Allah, the Most High, the Grand.\"", "id": "Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya. Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4145", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4145.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4145.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu tidak bisa terjadi lagi, karena sesungguhnya kamu ketika di kehidupan dunia telah mengingkari seruan apabila kalian diseru untuk menyembah Allah saja tanpa mempersekutukan-Nya. Dan jika Allah dipersekutukan, kamu sangat percaya bahwa Allah itu mempunyai sekutu. Maka keputusan sekarang ini wewenangnya adalah hanya pada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa permintaan mereka itu tidak mungkin diperkenankan oleh Allah. Mereka tidak akan dikembalikan ke dunia, karena hati mereka sudah tidak menerima kebenaran lagi. Di dunia, mereka kafir dan ingkar apabila diseru untuk hanya menyembah Allah saja, tetapi apabila Allah dipersekutukan dengan yang lain, mereka percaya dan membenarkannya. Permintaan mereka ke luar dari neraka dan dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh, dijawab oleh Allah dengan firman-Nya:\n\nDia (Allah) berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” (al-Mu’minun/23: 108)\n\nAndaikata permintaan mereka diperkenankan dan dikembalikan ke dunia, mereka akan tetap mengerjakan hal-hal yang dilarang Allah sebagaimana halnya dahulu. Mereka itu pembohong, sebagaimana firman Allah:\n\n\"Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta\". (al-An’am/6: 28)\n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa putusan di hari Kiamat berada di tangan Allah yang akan memberi putusan dengan hak dan adil, Tuhan Yang Mahatinggi dan Mahabesar tiada sesuatu yang menyamai-Nya. Tuhan sangat benci kepada yang mempersekutukan-Nya dan telah member¬lakukan kebijaksanaan yaitu mengekalkan mereka di dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 4146, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Huwal lazee yureekum Aayaatihee wa yunazzilu lakum minas samaaa'i rizqaa; wa maa tatazakkaru illaa mai yuneeb" } }, "translation": { "en": "It is He who shows you His signs and sends down to you from the sky, provision. But none will remember except he who turns back [in repentance].", "id": "Dialah yang memperlihatkan tanda-tanda (kekuasaan)-Nya kepadamu dan menurunkan rezeki dari langit untukmu. Dan tidak lain yang mendapat pelajaran hanyalah orang-orang yang kembali (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4146", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4146.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4146.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu digambarkan bagaimana orang-orang kafir menyesal dan memohon untuk dikembalikan ke kehidupan dunia agar dapat memperbaiki diri. Untuk itu, guna menghindari timbulnya penyesalan yang sama, ayat-ayat berikut memperingatkan umat manusia agar peduli terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah. Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepa-damu, dan menurunkan rezeki yang berlimpah dari langit untukmu. Dan sungguh tidak lain, yang mendapat pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah itu hanyalah orang-orang yang kembali kepada-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti adanya angin, awan, guruh, kilat, petir, matahari, bulan, bintang, dan lain sebagainya. Dia pula yang menurunkan hujan dari langit, maka tumbuhlah pepohonan yang menghasilkan buah-buahan yang beraneka ragam macam warna, rasa, bentuk, dan kejadiannya. Semua itu menunjukkan kekuasaan Allah. Hanya orang yang kembali kepada Allah dan taat kepada-Nya yang dapat mengambil iktibar dari tanda-tanda tersebut di atas, dan memahami bahwa semua itu adalah tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4147, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fad'ul laaha mukhliseena lahud deena wa law karihal kaafiroon" } }, "translation": { "en": "So invoke Allah, [being] sincere to Him in religion, although the disbelievers dislike it.", "id": "Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4147", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4147.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4147.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka oleh sebab itu, sembahlah Allah, dan dengan tulus ikhlas-lah beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai sikap keberagamaan kalian itu.", "long": "Pada akhir ayat di atas dinyatakan bahwa orang yang menyadari kekuasaan dan keesaan Allah hanyalah orang-orang yang kembali kepada-Nya. Sepatutnya kita menyembah dan memohon kepada-Nya dengan ikhlas, memurnikan ibadah kepada-Nya, tidak mempersekutukannya dengan yang lain, sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Zubair: \n\nBahwa Rasulullah setelah selesai salat fardu membaca La ilaha illallah¦dan seterusnya (artinya) Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi Allah seluruh kekuasaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya semua kenikmatan, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada Tuhan selain Allah, dengan mengikhlaskan diri dalam berbakti kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Zubair)" } } }, { "number": { "inQuran": 4148, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0641\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Rafee'ud darajaati zul 'Arshi yulqir rooha min amrihee 'alaa mai yashaaa'u min 'ibaadihee liyunzira yawmat talaaq" } }, "translation": { "en": "[He is] the Exalted above [all] degrees, Owner of the Throne; He places the inspiration of His command upon whom He wills of His servants to warn of the Day of Meeting.", "id": "(Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki ’Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4148", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4148.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4148.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa Dialah Yang Mahatinggi derajat-Nya, dan Dia pula yang memiliki ‘Arsy, dan yang menurunkan wahyu yakni Al-Qur’an dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya untuk menjadi rasul-Nya, agar rasul itu memperingatkan manusia tentang hari pertemuan, yaitu hari Kiamat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyebutkan tiga kemuliaan dan keagungan-Nya, sesudah menyebutkan pada ayat sebelumnya tanda-tanda kebesaran dan keesaan-Nya.\n\na. Mahatinggi derajat-Nya. Allah jauh lebih Tinggi dan lebih Agung dari segala yang ada. Sebab, segala sesuatu yang selain Allah berhajat kepada-Nya dan tidak sebaliknya. Dia itu azali dan abadi, tidak mempunyai permulaan dan tidak mempunyai akhir. Dia mengetahui segala sesuatu, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an:\n\nDan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. (al-An'am/6: 59)\n\nb. Mempunyai 'Arasy. Allah memiliki 'Arasy dan Dia yang mengatur-Nya. Dia-lah yang menguasai alam benda dan yang bukan benda.\n\nc. Menurunkan wahyu. Allah menurunkan wahyu-Nya berisi perintah, baik berupa suruhan atau pun larangan kepada yang dikehendaki-Nya dan menyampaikan hukum-hukum-Nya kepada yang dikehendaki-Nya. Hal seperti itu dinyatakan pula pada ayat lain sebagaimana firman Allah:\n\nDia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, \"Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.\" (an-Nahl/16: 2)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, Yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan. (asy-Syu'ara'/26: 192-194) \n\nAllah menurunkan wahyu untuk memperingatkan manusia tentang adanya hari Kiamat, yaitu ketika yang menyembah dengan yang disembah bertemu, membereskan segala sesuatunya, segala sangkut pautnya yang belum selesai di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 4149, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 24, "page": 468, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u06da \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u06d6 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Yawma hum baarizoona laa yakhfaa 'alal laahi minhum shai; limanil mulkul Yawma lillaahil Waahidil Qahaar" } }, "translation": { "en": "The Day they come forth nothing concerning them will be concealed from Allah. To whom belongs [all] sovereignty this Day? To Allah, the One, the Prevailing.", "id": "(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman), “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4149", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4149.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4149.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu pada hari ketika mereka, manusia keluar dari kubur tanpa kemampuan menyembunyikan rahasia diri; dan tidak sesuatu pun keadaan perbuatan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. Lalu Allah berfirman, “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Kemudian terdengar jawaban, “Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”", "long": "Pada hari Kiamat nanti manusia keluar dari kuburnya. Tidak sedikit pun perbuatan mereka yang tersembunyi di sisi Allah, semuanya diketahui-Nya. Kemudian mereka menerima balasan sesuai dengan amal mereka, kalau baik, dibalas dengan baik dan kalau jahat, dibalas dengan azab dan siksa. Firman Allah:\n\nPada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah). (al-haqqah/69: 18)\n\nPada waktu itu, Allah berfirman, \"Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari itu?\" Tidak ada seorang pun di Padang Mahsyar itu yang menjawabnya. Lalu dijawab sendiri oleh Allah dengan firman-Nya, \"Kepunyaan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Yang Maha mengalahkan segala sesuatu dengan kekuasaan dan keperkasaan-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4150, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Al-Yawma tujzaa kullu nafsim bimaa kasabat; laa zulmal Yawm; innal laaha saree'ul hisaab" } }, "translation": { "en": "This Day every soul will be recompensed for what it earned. No injustice today! Indeed, Allah is swift in account.", "id": "Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4150", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4150.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4150.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menegaskan bahwa Allah telah memperingatkan manusia tentang hari pertemuan, yang pada hari itu semua tampak dengan jelas, tanpa kemampuan menutup apa yang dirahasiakan. Ayat ini memperjelas penegasan tersebut, dengan firman Allah, “Pada hari itu, yakni pada hari pertemuan, setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya di kehidupan dunia. Tidak ada yang dirugikan atau dianiaya pada hari itu. Sungguh, Allah Yang Maha Bijaksana sangat cepat perhitungan-Nya.", "long": "Sekalipun Allah Mahakuasa dan Mahaperkasa, dan tidak seorang pun yang dapat dan sanggup menghalangi kehendak-Nya, namun ia tetap berlaku adil terhadap hamba-hamba-Nya. Di akhirat, Allah memberi balasan bagi setiap orang sesuai dengan usaha dan perbuatan mereka di dunia. Tak seorang pun yang dianiaya dan dirugikan pada hari itu. Orang yang berbuat baik dibalas dengan baik dengan tidak dikurangi sedikit pun, dan orang yang berbuat jahat, dibalas sesuai dengan perbuatan jahatnya. Tidak akan ditambah sedikit pun balasan dari kejahatan yang pernah dilakukannya. Tidak seorang pun yang ditunda dan ditangguhkan hisab dan perhitungan amalnya. Allah cepat sekali perhitungannya. Tidak ada suatu hisab dan perhitungan secepat hisab Allah. Ia menghisab semua makhluk-Nya seperti menghisab seorang saja, karena ilmu-Nya sangat luas meliputi segala sesuatu yang ada. Tiada bedanya ketika Dia menciptakan dan membangkitkan manusia dari dalam kubur secara serentak, sebagaimana firman Allah:\n\nMenciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (mudah). (Luqman/31: 28)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata. (al-Qamar/54: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 4151, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u0632\u0650\u0641\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f \u0644\u064e\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0646\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0638\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0641\u0650\u064a\u0639\u064d \u064a\u064f\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f", "transliteration": { "en": "Wa anzirhum yawmal aazifati izil quloobu ladal hanaajiri kaazimeen; maa lizzaalimeena min hameeminw wa laa shafee'iny-yutaa'" } }, "translation": { "en": "And warn them, [O Muhammad], of the Approaching Day, when hearts are at the throats, filled [with distress]. For the wrongdoers there will be no devoted friend and no intercessor [who is] obeyed.", "id": "Dan berilah mereka peringatan akan hari yang semakin dekat (hari Kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan karena menahan kesedihan. Tidak ada seorang pun teman setia bagi orang yang zalim dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima (pertolongannya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4151", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4151.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4151.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan wahai Nabi Muhammad, berilah mereka para pendurhaka itu peringatan akan hari yang semakin lama semakin dekat yakni hari Kiamat, di hari ketika hati kaum musyrik itu menyesak sampai di kerongkongan karena menahan kesedihan. Tidak ada seorang pun teman setia atau karib kerabat maupun teman sejawat bagi orang yang zalim itu, dan tidak ada juga baginya seorang penolong yang diterima pertolongannya.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia memerintahkan Rasulullah supaya memperingatkan kaumnya yang musyrik akan datangnya hari Kiamat yang tidak lama lagi. Oleh karena itu, mereka diingatkan untuk berhenti melakukan perbuatan jahat yang dilarang oleh agama, dan memperbaiki akidah mereka yang sesat, yang menyebabkan mereka diazab nanti di akhirat dengan azab yang pedih. Pada hari itu, keadaan sangat mengerikan dan menakutkan, kesedihan tak terkirakan lagi sehingga jantung terasa sesak sampai ke kerongkongan, napas turun naik, nyawa keluar masuk sampai mereka menemui ajal. Tidak seorang pun yang dapat menolong orang-orang yang telah menganiaya diri mereka dengan mempersekutukan Allah, dan tidak ada pembela yang memintakan syafaat." } } }, { "number": { "inQuran": 4152, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Ya'lamu khaaa'inatal a'yuni wa maa tukhfis sudoor" } }, "translation": { "en": "He knows that which deceives the eyes and what the breasts conceal.", "id": "Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4152", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4152.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4152.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia, yakni Allah, mengetahui pandangan mata yang khianat, seperti kerlingan sekejap yang mengarah kepada perbuatan maksiat walau orang lain tidak melihat, dan apa yang tersembunyi dalam dada yang tidak diutarakan dengan kata-kata.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui penglihatan mata yang khianat dan pandangan yang curang. Mata yang khianat adalah penglihatan mata pada hal-hal yang diharamkan dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui orang lain.\n\nIbnu 'Abbas memberikan contoh penglihatan mata seorang yang khianat, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim, Ibnu Abi Syaibah, dan Ibnu al-Mundzir bahwa seseorang berada di tengah-tengah kaumnya, maka lewatlah di dekat mereka seorang perempuan. Ia memperlihatkan kepada kaumnya bahwa ia memejamkan matanya dan tidak melihat wanita yang lewat itu. Kalau kaumnya tidak memerhatikannya, ia membuka matanya melihat wanita itu. Tetapi kalau kaumnya melihat dia, ia menunduk lagi menyembunyikan pandangannya. Allah mengetahui bahwa di dalam hati laki-laki itu tersembunyi niat ingin melihat aurat wanita yang lewat itu. Firman Allah:\n\nDan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (at-Tagabun/64: 4)\n\nDan firman-Nya:\n\nKatakanlah, \"Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya.\" (ali 'Imran/3: 29)\n\nKalau yang tersembunyi seperti bisikan hati diketahui oleh Allah, tentunya lebih-lebih lagi yang nyata dan ada di sekitar kita, yang ada di langit dan di bumi, yang diturunkan dari langit dan apa yang naik daripadanya sebagaimana firman Allah:\n\n¦ Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka¦ (al-Baqarah/2: 255)\n\nDan firman-Nya:\n\nDia mengetahui apa yang di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. (at-Tagabun/64: 4)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nDia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. (Saba'/34: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 4153, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 405, "hizbQuarter": 187, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d7 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wallaahu yaqdee bilhaqq, wallazeena yad'oona min doonihee laa yaqdoona bishai'; innal laaha Huwas Samee'ul Baseer" } }, "translation": { "en": "And Allah judges with truth, while those they invoke besides Him judge not with anything. Indeed, Allah - He is the Hearing, the Seeing.", "id": "Dan Allah memutuskan dengan kebenaran. Sedang mereka yang disembah selain-Nya tidak mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4153", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4153.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4153.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan karena Allah itu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, Dia Mahasanggup memutuskan perkara dengan kebenaran. Sedang mereka dan apa yang disembah oleh mereka selain-Nya, tidak akan mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah, hanya Dialah Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia akan menghukum dengan adil orang-orang yang khianat dan curang penglihatan matanya, dan yang menyembunyikan dalam hatinya niat-niat dan keinginan yang jahat. Allah memberi balasan surga kepada orang-orang yang memejamkan matanya untuk menghindari melihat yang diharamkan, dan balasan siksa yang pedih bagi orang-orang yang mengulang-ulang penglihatannya dan menetapkan dalam hatinya akan mengerjakan sesuatu yang dilarang agama. Tak seorang pun yang dirugikan. Akibat perbuatan seseorang itu akan kembali kepada dirinya masing-masing, tak akan dianiaya sedikit pun sebagaimana firman Allah:\n\nBarang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. (Fushshilat/41: 46)\n\nAdapun berhala-berhala dan sembahan-sembahan lain yang disembah oleh kaum musyrikin, tidak berdaya dan tidak dapat menghukum dengan sesuatu apa pun, karena mereka itu tidak tahu apa-apa dan tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun. Pada akhir ayat ini, ditegaskan bahwa Allah itu Maha Mendengar segala ucapan, baik yang nyata maupun secara berbisik-bisik bahkan bisikan hati pun, Ia mendengarnya. Allah Maha Melihat semua yang diperbuat seseorang baik di tempat yang terang maupun di tempat yang gelap." } } }, { "number": { "inQuran": 4154, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 406, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0627\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Awalam yaseeroo fil ardi fa yanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul lazeena kaanoo min qablihim; kaanoo hum ashadda minhum quwwatanw wa aasaaran fil ardi fa akhazahumul laahu bizunoobihim wa maa kaana lahum minal laahi minw waaq" } }, "translation": { "en": "Have they not traveled through the land and observed how was the end of those who were before them? They were greater than them in strength and in impression on the land, but Allah seized them for their sins. And they had not from Allah any protector.", "id": "Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) peninggalan-peninggalan (peradaban)nya di bumi, tetapi Allah mengazab mereka karena dosa-dosanya. Dan tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4154", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4154.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4154.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk memperoleh bukti-bukti yang lebih akurat betapa Allah Maha Mengetahui, maka ayat-ayat berikut menganjurkan untuk mengembara di muka bumi menemukan bukti-bukti tersebut. Dan apakah mereka orang-orang musyrik Mekah itu, tidak mengadakan pengembaraan atau perjalanan di bumi, lalu memperhatikan dengan saksama bagaimana kesudahan buruk yang dialami oleh orang-orang yang durhaka sebelum mereka? Orang-orang sebelum mereka itu malah lebih hebat kekuatannya daripada mereka, dan lebih banyak peninggalan-peninggalan peradaban-nya di muka bumi, tetapi Allah tetap mengazab mereka karena dosa-dosa-nya. Dan kalau Allah sudah menjatuhkan azab, tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari azab Allah itu.", "long": "Dalam ayat ini, kaum kafir Mekah yang mengingkari kebenaran risalah Nabi Muhammad diminta untuk mendatangi puing-puing peninggalan sejarah umat-umat terdahulu yang telah dimusnahkan Allah. Mereka dapat menyaksikannya setiap kali melewati tempat tersebut dalam perjalanan dagang ke utara atau selatan. Mereka adalah bangsa-bangsa yang lebih kuat fisiknya daripada kaum kafir Mekah, misalnya kaum 'Ad, kaum Samud, dan lain-lain. Di samping lebih kuat secara fisik, mereka juga dikaruniai Allah kemakmuran, penduduk yang banyak, keunggulan dalam membangun, keahlian dalam pertanian, dan sebagainya sehingga mereka maju dan berkebudayaan tinggi. Akan tetapi, kemajuan dan kebudayaan tinggi yang mereka miliki itu membuat mereka sombong dan lupa daratan lalu mendustai para rasul yang diutus kepada mereka, bahkan di antara para rasul itu ada yang mereka lukai bahkan dibunuh. Karena dosa dan perlakuan di luar batas itulah, Allah menjatuhkan hukuman kepada mereka. Pertanian mereka dihancurkan, bangunan-bangunan megah diluluhlantakkan, dan harta benda dimusnahkan, sehingga mereka menderita dan sengsara. Tidak ada yang dapat menghentikan kehancuran yang mereka alami, dan tidak ada yang dapat menolong mereka dari penderitaan. Hal itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum kafir Mekah, dan siapa saja yang datang sesudah mereka, bahwa manusia yang ingkar pastilah dihukum Allah, baik di dunia maupun di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4155, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 406, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a \u062a\u0651\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahum kaanat taateehim Rusuluhum bilbaiyinaati fakafaroo fa akhazahumul laah; innahoo qawiyyun shadeedul 'iqaab" } }, "translation": { "en": "That was because their messengers were coming to them with clear proofs, but they disbelieved, so Allah seized them. Indeed, He is Powerful and severe in punishment.", "id": "Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka ingkar; maka Allah mengazab mereka. Sungguh, Dia Mahakuat, Mahakeras hukuman-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4155", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4155.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4155.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu, yakni azab yang mereka terima adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, berupa mukjizat dan hukum-hukum dari Allah, lalu mereka ingkar kepada para rasul itu; maka Allah mengazab mereka. Sungguh, Dia Mahakuat, lagi Mahakeras hukuman-Nya.", "long": "Sebab utama Allah menjatuhkan azab itu adalah kekafiran mereka. Mereka tidak mau menerima kebenaran yang dibawa para rasul, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, manusia perlu berbuat baik dalam hidup di dunia ini, dan adanya hari kemudian tempat manusia menerima balasan perbuatannya. \n\nApa yang disampaikan para nabi itu adalah kebenaran sejati dan tidak dapat dibantah, tetapi mereka menentangnya. Bila Allah menghukum, maka hukuman-Nya amat keras. Karena pembangkangan itu, Allah menghancurkan mereka. Itulah akibat pembangkangan terhadap kebenaran agama. Peristiwa-peristiwa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum kafir Mekah yang membangkang kepada ajakan Nabi Muhammad. Mereka hendaknya segera sadar dan berhenti dari kedurhakaan mereka karena mereka pun bisa mengalami nasib yang sama seperti umat-umat terdahulu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4156, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 406, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Moosaa bi Aayaatinaa wa sultaanim mubeen" } }, "translation": { "en": "And We did certainly send Moses with Our signs and a clear authority", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4156", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4156.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4156.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu bukti dari kebesaran Allah adalah diutusnya Nabi Musa. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, berupa mukjizat, dan keterangan, serta bukti yang nyata.", "long": "Dalam dua ayat ini ditegaskan bahwa Nabi Musa diutus Allah sebagai Rasul-Nya kepada Fir'aun, Haman, dan Karun untuk menyeru mereka beriman. Fir'aun adalah Raja Mesir yang memandang dirinya Tuhan. Haman adalah perdana menterinya. Sedangkan Karun adalah saudagar dan hartawan terkaya pada waktu itu. Mereka bertiga disebutkan secara khusus dalam ayat ini, karena merekalah secara pribadi yang bertanggung jawab atas pengaruh yang mereka tanamkan pada penduduk Mesir agar mendustakan Nabi Musa dan menyembah kepada Fir'aun. Bila ketiga orang ini sudah beriman, maka rakyat Mesir akan segera beriman pula.\n\nNabi Musa diutus Allah kepada mereka dengan membawa ajaran-ajaran dalam kitab suci Taurat dan mukjizat-mukjizat yang diberikan kepadanya. Inti ajaran yang disampaikan Nabi Musa kepada mereka adalah agar beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbuat baik, dan beriman dengan adanya hari kemudian tempat manusia menerima balasan amalnya. Mukjizatnya antara lain tongkat menjadi ular dan tangannya yang bercahaya. Akan tetapi, mereka menolak ajaran itu dan membangkang, bahkan menyatakan dirinya Tuhan. Rentetan peristiwa dakwah Nabi Musa terhadap Fir'aun itu antara lain diungkapkan dalam ayat-ayat berikut:\n\nSudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa? Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa; pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, Maka katakanlah (kepada Fir'aun), \"Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan), dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?\" Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya). (Seraya) berkata, \"Akulah tuhanmu yang paling tinggi.\" Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah). (an-Nazi'at/79: 15-26)\n\nMenyaksikan mukjizat Nabi Musa dan ajakannya untuk beriman itu, Fir'aun menuduh bahwa Nabi Musa seorang pesihir dan pembohong besar. Dalam ayat lain disebutkan bahwa Fir'aun menuduh Nabi Musa pesihir dan gila:\n\nTetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, \"Dia adalah seorang pesihir atau orang gila.\" (adz-dzariyat/51:39) \n\nTuduhan itu disampaikan Fir'aun setelah ahli-ahli sihirnya tidak mampu mengalahkan mukjizat Nabi Musa, yaitu tongkatnya yang berubah menjadi ular dan menelan ular-ular yang berasal dari tambang-tambang yang disihir oleh ahli-ahli sihir tersebut. Bahkan ahli-ahli sihir itu berbalik meninggalkan Fir'aun dan beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4157, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 406, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0647\u064e\u0627\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064c \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Ilaa Fir'awna wa Haamaana qa Qaaroona faqaaloo saahirun kazzaab" } }, "translation": { "en": "To Pharaoh, Haman and Qarun; but they said, \"[He is] a magician and a liar.\"", "id": "kepada Fir‘aun, Haman dan Karun; lalu mereka berkata, “(Musa) itu seorang pesihir dan pendusta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4157", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4157.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4157.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat dan bukti-bukti nyata itu ditujukan kepada Fir‘aun, Haman, Qarun, dan bala tentara Fir’aun. Setelah Nabi Musa menyampaikan ayat dan bukti-bukti tersebut, lalu mereka semua berkata dengan nada melecehkan, “Musa itu adalah seorang pesihir lagi seorang pendusta yang nyata.”", "long": "Dalam dua ayat ini ditegaskan bahwa Nabi Musa diutus Allah sebagai Rasul-Nya kepada Fir'aun, Haman, dan Karun untuk menyeru mereka beriman. Fir'aun adalah Raja Mesir yang memandang dirinya Tuhan. Haman adalah perdana menterinya. Sedangkan Karun adalah saudagar dan hartawan terkaya pada waktu itu. Mereka bertiga disebutkan secara khusus dalam ayat ini, karena merekalah secara pribadi yang bertanggung jawab atas pengaruh yang mereka tanamkan pada penduduk Mesir agar mendustakan Nabi Musa dan menyembah kepada Fir'aun. Bila ketiga orang ini sudah beriman, maka rakyat Mesir akan segera beriman pula.\n\nNabi Musa diutus Allah kepada mereka dengan membawa ajaran-ajaran dalam kitab suci Taurat dan mukjizat-mukjizat yang diberikan kepadanya. Inti ajaran yang disampaikan Nabi Musa kepada mereka adalah agar beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbuat baik, dan beriman dengan adanya hari kemudian tempat manusia menerima balasan amalnya. Mukjizatnya antara lain tongkat menjadi ular dan tangannya yang bercahaya. Akan tetapi, mereka menolak ajaran itu dan membangkang, bahkan menyatakan dirinya Tuhan. Rentetan peristiwa dakwah Nabi Musa terhadap Fir'aun itu antara lain diungkapkan dalam ayat-ayat berikut:\n\nSudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa? Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa; pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, Maka katakanlah (kepada Fir'aun), \"Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan), dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?\" Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya). (Seraya) berkata, \"Akulah tuhanmu yang paling tinggi.\" Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah). (an-Nazi'at/79: 15-26)\n\nMenyaksikan mukjizat Nabi Musa dan ajakannya untuk beriman itu, Fir'aun menuduh bahwa Nabi Musa seorang pesihir dan pembohong besar. Dalam ayat lain disebutkan bahwa Fir'aun menuduh Nabi Musa pesihir dan gila:\n\nTetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, \"Dia adalah seorang pesihir atau orang gila.\" (adz-dzariyat/51:39) \n\nTuduhan itu disampaikan Fir'aun setelah ahli-ahli sihirnya tidak mampu mengalahkan mukjizat Nabi Musa, yaitu tongkatnya yang berubah menjadi ular dan menelan ular-ular yang berasal dari tambang-tambang yang disihir oleh ahli-ahli sihir tersebut. Bahkan ahli-ahli sihir itu berbalik meninggalkan Fir'aun dan beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4158, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 24, "page": 469, "manzil": 6, "ruku": 406, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Falamuna jaaa'ahum bil haqqi min 'indinaa qaaluq tulooo abnaaa'al lazeena aamanoo ma'ahoo wastahyoo nisaaa'ahum; wa maa kaidul kaafireena illaa fee dalaal" } }, "translation": { "en": "And when he brought them the truth from Us, they said, \"Kill the sons of those who have believed with him and keep their women alive.\" But the plan of the disbelievers is not except in error.", "id": "Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa kebenaran dari Kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak laki-laki dari orang-orang yang beriman bersama dia dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka.” Namun tipu daya orang-orang kafir itu sia-sia belaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4158", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4158.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4158.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika dia, Nabi Musa, datang kepada mereka, yakni kepada Fir’aun, Haman, dan Qarun, membawa kebenaran dari Kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak laki-laki dari orang-orang yang beriman bersama dia dan juga Musa, dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka untuk dijadikan budak.” Begitulah para pendurhaka mengatur tipu daya, namun tipu daya orang-orang kafir itu pasti akan sia-sia belaka.", "long": "Nabi Musa menjelaskan kepada Fir'aun, Haman, dan Karun tentang Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan kewajiban manusia untuk beriman dan berbuat baik, serta tentang kerasulan-Nya. Akan tetapi, mereka marah sekali. Mereka tidak mau menerima apa yang disampaikan Nabi Musa karena bertentangan dengan kepercayaan yang sudah ditanamkan kepada penduduk Mesir bahwa Tuhan itu adalah Fir'aun. Juga karena ajaran yang dibawa Nabi Musa bisa membahayakan kekuasaan dan kedudukan mereka. Lalu mereka memerintahkan agar anak-anak laki-laki Bani Israil dibunuh dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.\n\nPerintah membunuh anak-anak laki-laki Bani Israil itu adalah perintah kedua. Perintah pertama dikeluarkan Fir'aun atas nasihat ahli-ahli nujumnya yang menakwil mimpinya bahwa dari kalangan Bani Israil akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menggulingkannya dan meruntuhkan kerajaannya. Maksud pembunuhan itu adalah untuk melemahkan Bani Israil, karena kaum laki-laki mereka akan habis, sedangkan kaum perempuan mereka akan dapat dikuasai. Juga bertujuan untuk memusnahkan etnis Bani Israil dari bumi Mesir karena mereka bisa mengalahkan penduduk asli Mesir sendiri. Akan tetapi, Allah mempunyai rencana lain. Dengan rencana-Nya, Allah justru membuat Musa yang masih bayi diasuh dan dibesarkan di istana Fir'aun sendiri sebagai anaknya. Setelah dewasa, Musa harus keluar dari Mesir karena jiwanya terancam akibat membunuh seorang Mesir. \n\nPerintah kedua pembunuhan setiap bayi laki-laki Bani Israil ini dikeluarkan Fir'aun setelah Nabi Musa kembali ke Mesir sebagai nabi yang diperintahkan Allah untuk menyadarkan Fir'aun dan mengajaknya untuk beriman. Menurut Ibnu Katsir, tujuan Fir'aun hendak membunuh anak laki-laki Bani Israil itu adalah untuk menanamkan rasa tidak puas di kalangan para pengikut Nabi Musa sendiri terhadapnya. Sebab dengan ancaman pembunuhan kedua kali itu, berarti Nabi Musa telah mengakibatkan dua kali kesulitan bagi mereka, pertama ketika Nabi Musa belum lahir dan kedua setelah beliau menjadi nabi yang menyeru Fir'aun. Dalam pikiran Fir'aun, bila Bani Israil tidak puas kepadanya, maka Nabi Musa akan dikalahkan oleh bangsanya sendiri. Kemungkinan itu dikisahkan dalam Al-Qur'an:\n\nMereka (kaum Musa) berkata,\"Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.\" (Musa) menjawab, \"Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.\" (al-A.'raf/7: 129). \n\nAkan tetapi, maksud itu tidak tercapai. Rencana kedua kalinya untuk membunuhi anak-anak laki-laki Bani Israil gagal total, karena Allah menurunkan berbagai musibah sebagai azab-Nya, seperti datangnya topan dahsyat, munculnya serangan belalang, kutu, katak, dan air yang berubah menjadi darah (lihat al-A.'raf/7: 133). Maksud untuk menghalang-halangi manusia dari beriman kepada Nabi Musa dan ajaran yang disampaikannya juga tidak berhasil, karena kebenaran tidak mungkin ditampik dan kehendak Allah pasti terjadi sebagaimana difirmankan-Nya:\n\nAllah telah menetapkan, \"Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.\" Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadilah/58: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 4159, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 24, "page": 470, "manzil": 6, "ruku": 406, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0647\u0650\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala Fir'awnu zarooneee aqtul Moosaa walyad'u Rabbahoo inneee akhaafu ai yubaddila deenakum aw ai yuzhira fil ardil fasaad" } }, "translation": { "en": "And Pharaoh said, \"Let me kill Moses and let him call upon his Lord. Indeed, I fear that he will change your religion or that he will cause corruption in the land.\"", "id": "Dan Fir‘aun berkata (kepada pembesar-pembesarnya), “Biar aku yang membunuh Musa dan suruh dia memohon kepada Tuhannya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di bumi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4159", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4159.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4159.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Fir‘aun berkata kepada pembesar-pembesarnya, “Biar aku sendiri yang membunuh Musa, dan sebelum itu suruh dia memohon kepada Tuhannya untuk mendapatkan perlindungan. Apabila Musa tidak dibunuh, sesungguhnya aku sangat khawatir dia akan menukar agamamu, wahai penduduk Mesir, dengan agama yang dia bawa, atau dia pasti akan menimbulkan kerusakan di bumi sehingga bisa mengganggu kehidupan kita.”", "long": "Fir'aun tidak hanya bermaksud melemahkan Bani Israil dan melenyapkan etnisnya, tetapi juga hendak memusnahkan agama tauhid dengan membunuh Nabi Musa sendiri. Ia menyatakan kepada pengikut-pengikutnya bahwa ia sendiri yang akan melaksanakan pembunuhan itu dan untuk itu ia meminta supaya tidak dihalang-halangi. Ia yakin sekali dapat segera membunuh Nabi Musa. Oleh karena itu, ia menantang Nabi Musa supaya meminta bantuan kepada Tuhannya. \n\nLatar belakang rencana Fir'aun membunuh Nabi Musa itu adalah kekhawatirannya bahwa Nabi Musa akan menukar agama rakyat Mesir dengan agama tauhid yang diajarkannya. Atau, ia khawatir Nabi Musa akan mengubah kepercayaan, kebiasaan, dan adat istiadat rakyatnya dan akhirnya akan membuat rakyatnya terhasut untuk memberontak kepadanya sehingga ia akan kehilangan kekuasaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4160, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 24, "page": 470, "manzil": 6, "ruku": 406, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064f\u0630\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0645\u064f\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaala Moosaaaa innee 'uztu bi Rabbee wa Rabbikum min kulli mutakabbiril laayu'minu bi Yawmil Hisaab" } }, "translation": { "en": "But Moses said, \"Indeed, I have sought refuge in my Lord and your Lord from every arrogant one who does not believe in the Day of Account.\"", "id": "Dan (Musa) berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari perhitungan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4160", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4160.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4160.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rencana jahat Fir’aun itu diketahui oleh Nabi Musa, dan Nabi Musa pun berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu juga, dari kejahatan setiap orang yang menyombongkan diri. Aku juga berlindung dari kejahatan orang yang tidak beriman kepada hari perhitungan.”", "long": "Ketika Nabi Musa memperoleh berita tentang rencana jahat Fir'aun untuk membunuhnya, ia berkata kepada kaumnya bahwa ia berlindung kepada Allah, Tuhannya dan Tuhan mereka juga. Nabi Musa yakin bahwa Allah pasti akan melindunginya karena ia berada di pihak yang benar, sedangkan Fir'aun adalah orang sombong, jahat, kejam, berbuat semena-mena di Mesir, membunuhi orang-orang yang tidak bersalah, dan mengakui dirinya sebagai tuhan yang harus dipatuhi semua perintahnya. \n\nTindakan Fir'aun itu dilatarbelakangi ketidakpercayaan kepada adanya hari kemudian, dimana setiap perbuatan sekecil apa pun akan diminta pertanggungjawabannya. Fir'aun tidak percaya adanya hari kemudian itu sehingga ia tidak percaya bahwa bila bertindak kejam di dunia ini akan dibalas nanti di akhirat. Demikianlah akibat kekafiran. Manusia akan berlaku semena-mena di alam ini, yang bisa mengakibatkan alam ini hancur." } } }, { "number": { "inQuran": 4161, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 24, "page": 470, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u0644\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u064c \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaala rajulum mu'minummin Aali Fir'awna yaktumu eemaanahooo ataqtuloona rajulan ai yaqoola Rabbi yal laahu wa qad jaaa'akum bil haiyinaati mir Rabbikum wa iny yaku kaaziban fa'alaihi kazi buhoo wa iny yaku saadiqany yasibkum ba'dul lazee ya'idukum innal laaha laa yahdee man huwa musrifun kaazaab" } }, "translation": { "en": "And a believing man from the family of Pharaoh who concealed his faith said, \"Do you kill a man [merely] because he says, 'My Lord is Allah' while he has brought you clear proofs from your Lord? And if he should be lying, then upon him is [the consequence of] his lie; but if he should be truthful, there will strike you some of what he promises you. Indeed, Allah does not guide one who is a transgressor and a liar.", "id": "Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir‘aun yang menyembunyikan imannya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata, “Tuhanku adalah Allah,” padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang akan menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar, nis-caya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4161", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4161.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4161.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan seseorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya di antara keluarga Fir‘aun, yang senantiasa menyembunyikan imannya di hadapan Fir’aun, berkata, “Apakah kamu, wahai Fir’aun, akan membunuh seseorang hanya karena dia berkata, ‘Tuhanku yang aku sembah adalah Allah,’ padahal sungguh, dia telah datang menyampaikan kebenaran kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan sulit terbantahkan, dan itu dari Tuhanmu juga.”\r\nOrang yang beriman itu melanjutkan ucapannya, \"Dan jika dia seorang pendusa, maka dia akan mendatangkan kerugian karena dialah yang akan menanggung dosa dustanya itu; dan jia dia seorang yang benar, niscaya sebagian, tidak seluruh bencana yang diancamkan kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk dan juga tidak menjadikan sebagai pembawa kebenaran kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.", "long": "Para ulama tafsir meriwayatkan bahwa laki-laki beriman yang disebutkan dalam ayat ini adalah orang Mesir dari keluarga Fir'aun. Namanya tidak jelas, tetapi Ibnu Katsir meriwayatkan dari Ibnu Abi hatim bahwa ia adalah anak paman Fir'aun yang beriman secara sembunyi-sembunyi kepada Nabi Musa. Tidak ada di antara keluarga Fir'aun yang beriman selain orang yang disebutkan dalam ayat ini dan istri Fir'aun sendiri bernama Asiah. Laki-laki inilah yang menyampaikan kepada Nabi Musa tentang rencana jahat Fir'aun untuk membunuhnya. Demikian riwayat dari sumber Ibnu 'Abbas. Namun, al-Khazin, begitu juga an-Nasafi meriwayatkan dari sumber Ibnu 'Abbas juga bahwa laki-laki itu bernama Sam'an atau Habib. Ada pula yang menyebutnya Kharbil atau Hazbil. Yang disepakati ulama hanyalah bahwa laki-laki itu adalah anak paman Fir'aun. \n\nLaki-laki beriman itu menasihati Fir'aun dengan penuh kebijaksanaan, \"Patutkah membunuh seseorang yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah, sedangkan ia telah menyampaikan alasan-alasan dan bukti-bukti nyata tentang yang diimaninya.\" Ia melanjutkan bahwa seandainya Nabi Musa berbohong, maka konsekuensi kebohongannya itu akan dipikul olehnya sendiri. Akan tetapi, bila Nabi Musa benar, sedangkan ia telah disiksa atau dibunuh, maka sebagian yang diancamkan kepada orang yang menyiksa atau membunuh itu akan diterima di dunia ini juga, dan di akhirat ia akan masuk neraka. \n\nIa kemudian menegaskan bahwa Allah tidak akan memberi petunjuk orang yang berbuat semena-semena dan berdusta. Artinya, Nabi Musa beriman dan membawa bukti-bukti imannya, sedangkan yang semena-mena dan dusta adalah Fir'aun. Oleh karena itu, yang tidak akan memperoleh petunjuk adalah Fir'aun. Tidak memperoleh petunjuk berarti akan sengsara di dunia dan di akhirat akan masuk neraka. Dengan demikian yang akan sengsara di dunia dan masuk neraka di akhirat adalah Fir'aun" } } }, { "number": { "inQuran": 4162, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 24, "page": 470, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Yaa qawmi lakumul mulkul yawma zaahireena fil ardi famai yansurunaa mim baasil laahi in jaaa'anaa; qaala Fir'awnu maaa ureekum illaa maaa araa wa maaa ahdeekum illaa sabeelar Rashaad" } }, "translation": { "en": "O my people, sovereignty is yours today, [your being] dominant in the land. But who would protect us from the punishment of Allah if it came to us?\" Pharaoh said, \"I do not show you except what I see, and I do not guide you except to the way of right conduct.\"", "id": "Wahai kaumku! Pada hari ini kerajaan ada padamu dengan berkuasa di bumi, tetapi siapa yang akan menolong kita dari azab Allah jika (azab itu) menimpa kita?” Fir‘aun berkata, “Aku hanya mengemukakan kepadamu, apa yang aku pandang baik; dan aku hanya menunjukkan kepadamu jalan yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4162", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4162.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4162.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai kaumku! Pada hari ini kerajaan ada pada genggaman-mu yang dengan kerajaan itu kamu berkuasa di bumi, tetapi bagaimana kalau yang disampaikan oleh Musa itu benar, maka siapa yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita?” Mendengar ucapan seorang mukmin itu, Fir‘aun berusaha meyakinkan kaumnya dengan berkata, “Aku hanya mengemukakan kepadamu, apa yang menurutku aku pandang baik; dan aku berdasarkan pandanganku itu hanya semata-mata ingin menunjukkan kepadamu jalan yang benar dan lurus.”", "long": "Selanjutnya laki-laki beriman itu menasihati kaumnya, rakyat Mesir bahwa mereka telah diberi nikmat yang besar oleh Allah. Mesir telah merupakan kerajaan besar yang disegani dan berpengaruh. Oleh karena itu, nikmat itu harus dipelihara dengan beriman kepada Allah, dan bila mereka juga kafir, maka dikhawatirkan kebesaran itu akan runtuh dan mereka akan menderita. \"Siapakah yang akan menolong kita bila bencana itu datang?\" katanya.\n\nDemikianlah nasihat laki-laki beriman itu kepada Fir'aun dan kaumnya. Tetapi nasihat itu tidak diterima Fir'aun. Ia menyatakan bahwa apa yang dikatakannya itulah yang harus diterima dan dilaksanakan, dan apa yang disampaikan dan diperintahkannya itulah yang baik dan benar. Dengan demikian, Fir'aun memaksakan kehendaknya dan lagi-lagi bertindak sewenang-wenang.\n\nJawaban Fir'aun itu sesungguhnya tidak benar, karena dalam hati sanubarinya, sebenarnya ia membenarkan apa yang disampaikan Nabi Musa. Ucapannya itu sesungguhnya hanya didorong oleh kezaliman dan kesombongannya sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. (an-Naml/27: 14)\n\nApa yang dikatakan Fir'aun bahwa yang diperintahkannya kepada kaumnya adalah baik, sehingga Nabi Musa harus tetap dibunuh, juga jauh dari kebenaran. Hal itu karena tidaklah benar dengan membunuh seseorang persoalan akan selesai, apalagi yang dibunuh itu seorang rasul Allah. Tindakan itu justru sesat dan menyesatkan, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:\n\nDan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk. (thaha/20: 79).\n\nNamun demikian, para pengikut Fir'aun menerima dan mematuhi perintahnya sekalipun salah, sebagaimana diungkapkan ayat berikut:\n\nKepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun bukanlah (perintah) yang benar. (Hud/11: 97)\n\nTindakan Fir'aun membohongi rakyatnya dan memaksa mereka mengikuti perintahnya, serta menghasut mereka untuk mendustai rasul Allah, menjadi pelajaran bagi para pemimpin. Pemimpin yang ingin menghalangi dan menjauhkan masyarakat dari ajaran-ajaran agama mereka boleh jadi akan mengalami nasib yang sama dengan Fir'aun. Dalam hal ini Rasulullah memberi nasihat:Tiadalah mati imam (seorang pemimpin), di mana pada hari kematiannya itu ia telah menipu rakyatnya, melainkan ia tidak akan mencium bau surga. Sesungguhnya keharuman surga itu bisa tercium dari jarak lima ratus tahun perjalanan. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 4163, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 24, "page": 470, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazee aamana yaa qawmi inneee akhaafu 'alaikum misla yawmil Ahzaab" } }, "translation": { "en": "And he who believed said, \"O my people, indeed I fear for you [a fate] like the day of the companies -", "id": "Dan orang yang beriman itu berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti hari kehancuran golongan yang bersekutu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4163", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4163.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4163.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang yang beriman dari pengikut Fir‘aun itu berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku khawatir jika kamu membinasakan Musa, kamu akan ditimpa bencana seperti hari kehancuran golongan yang bersekutu yang memusuhi para nabi dan rasul.", "long": "Laki-laki beriman dari keluarga Fir'aun itu menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia khawatir sekali bila mereka tidak mau beriman dan sebaliknya mengikuti perintah Fir'aun. Mereka akan mengalami nasib yang sama seperti yang telah menimpa umat-umat terdahulu. Umat-umat itu menentang dan mendustakan para rasul yang diutus Allah, seperti umat Nabi Nuh, Kaum 'Ad, Samud, dan umat-umat setelahnya. Mereka semua telah dimusnahkan Allah dengan berbagai bencana sebagai azab, dan tidak ada seorang pun yang dapat menangkis atau menyelamatkan diri. Itulah yang dimaksud yaumul ahzab dalam ayat ini. \n\nDemikianlah hukuman Allah bagi mereka yang kafir di dunia. Allah tidak bertindak aniaya dengan pemusnahan itu, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri dengan melakukan tindakan-tindakan yang mengakibatkan murka-Nya. Allah baru menjatuhkan hukuman bila rasul telah menyampaikan dakwahnya dengan sempurna, dan mereka tidak dapat diperbaiki lagi setelah dinasihati berkali-kali. Peristiwa itu hendaknya dijadikan pelajaran oleh rakyatnya. Orang itu berharap nasihatnya diterima oleh kaumnya dan mereka beriman kepada Nabi Musa, tidak membangkang apalagi membunuhnya" } } }, { "number": { "inQuran": 4164, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 24, "page": 470, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u062f\u064e\u0623\u0652\u0628\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Misla daabi qawmi Noohinw wa 'aadinw wa Samooda wallazeena mim ba'dihim; wa mal laahu yureedu zulmal lil'ibaad" } }, "translation": { "en": "Like the custom of the people of Noah and of 'Aad and Thamud and those after them. And Allah wants no injustice for [His] servants.", "id": "(yakni) seperti kebiasaan kaum Nuh, ’Ad, samud dan orang-orang yang datang setelah mereka. Padahal Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4164", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4164.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4164.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yakni seperti kebiasaan kaum Nuh yang ditenggelamkan banjir besar, kaum Ad yang dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, kaum Šamùd yang dimusnahkan dengan gempa bumi yang dahsyat, dan orang-orang atau umat yang datang setelah mereka. Padahal Allah tidak menghendaki terjadi kezaliman sedikit pun terhadap hamba-hamba-Nya.”", "long": "Laki-laki beriman dari keluarga Fir'aun itu menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia khawatir sekali bila mereka tidak mau beriman dan sebaliknya mengikuti perintah Fir'aun. Mereka akan mengalami nasib yang sama seperti yang telah menimpa umat-umat terdahulu. Umat-umat itu menentang dan mendustakan para rasul yang diutus Allah, seperti umat Nabi Nuh, Kaum 'Ad, Samud, dan umat-umat setelahnya. Mereka semua telah dimusnahkan Allah dengan berbagai bencana sebagai azab, dan tidak ada seorang pun yang dapat menangkis atau menyelamatkan diri. Itulah yang dimaksud yaumul ahzab dalam ayat ini. \n\nDemikianlah hukuman Allah bagi mereka yang kafir di dunia. Allah tidak bertindak aniaya dengan pemusnahan itu, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri dengan melakukan tindakan-tindakan yang mengakibatkan murka-Nya. Allah baru menjatuhkan hukuman bila rasul telah menyampaikan dakwahnya dengan sempurna, dan mereka tidak dapat diperbaiki lagi setelah dinasihati berkali-kali. Peristiwa itu hendaknya dijadikan pelajaran oleh rakyatnya. Orang itu berharap nasihatnya diterima oleh kaumnya dan mereka beriman kepada Nabi Musa, tidak membangkang apalagi membunuhnya" } } }, { "number": { "inQuran": 4165, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 24, "page": 470, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmi inneee akhaafu 'alaikum yawmat tanaad" } }, "translation": { "en": "And O my people, indeed I fear for you the Day of Calling -", "id": "Dan wahai kaumku! Sesungguhnya aku benar-benar khawatir terhadapmu akan (siksaan) hari saling memanggil," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4165", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4165.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4165.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang beriman itu melanjutkan penjelasannya, “Dan sadarilah, wahai kaumku! Sesungguhnya aku benar-benar khawatir terhadapmu akan siksaan yang akan diturunkan pada hari saling memanggil, yakni ketika setiap orang berteriak meminta tolong.", "long": "Laki-laki beriman dari keluarga Fir'aun itu menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia khawatir sekali bila mereka tidak mau beriman dan sebaliknya mengikuti perintah Fir'aun. Mereka akan mengalami nasib yang sama seperti yang telah menimpa umat-umat terdahulu. Umat-umat itu menentang dan mendustakan para rasul yang diutus Allah, seperti umat Nabi Nuh, Kaum 'Ad, Samud, dan umat-umat setelahnya. Mereka semua telah dimusnahkan Allah dengan berbagai bencana sebagai azab, dan tidak ada seorang pun yang dapat menangkis atau menyelamatkan diri. Itulah yang dimaksud yaumul ahzab dalam ayat ini. \n\nDemikianlah hukuman Allah bagi mereka yang kafir di dunia. Allah tidak bertindak aniaya dengan pemusnahan itu, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri dengan melakukan tindakan-tindakan yang mengakibatkan murka-Nya. Allah baru menjatuhkan hukuman bila rasul telah menyampaikan dakwahnya dengan sempurna, dan mereka tidak dapat diperbaiki lagi setelah dinasihati berkali-kali. Peristiwa itu hendaknya dijadikan pelajaran oleh rakyatnya. Orang itu berharap nasihatnya diterima oleh kaumnya dan mereka beriman kepada Nabi Musa, tidak membangkang apalagi membunuhnya" } } }, { "number": { "inQuran": 4166, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 24, "page": 470, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u062f\u0652\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0635\u0650\u0645\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Yawma tuwalloona mud bireena maa lakum minal laahi min 'aasim; wa mai yudlilil laahu famaa lahoo min haad" } }, "translation": { "en": "The Day you will turn your backs fleeing; there is not for you from Allah any protector. And whoever Allah leaves astray - there is not for him any guide.", "id": "(yaitu) pada hari (ketika) kamu berpaling ke belakang (lari), tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan kamu dari (azab) Allah. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, niscaya tidak ada sesuatu pun yang mampu memberi petunjuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4166", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4166.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4166.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu pada hari ketika kalian berpaling lalu lari ke belakang guna menghindari siksa, dan ingatlah tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan kalian dari azab Allah. Dan barang siapa yang memilih kesesatan, maka dia dibiarkan sesat oleh Allah, dan apabila seseorang telah dibiarkan sesat oleh Allah niscaya tidak ada sesuatu pun yang mampu memberi petunjuk keluar dari kesesatan itu.”", "long": "Setelah laki-laki beriman itu memperingatkan kaumnya mengenai siksaan di dunia, ia melanjutkan peringatannya tentang dahsyatnya peristiwa hari Kiamat dan siksaan di akhirat. Pada waktu kiamat terjadi, bumi ini bergoncang hebat sehingga manusia berlarian ke sana ke mari sambil berteriak-teriak meminta tolong. Akan tetapi, siapakah yang akan menolong pada waktu itu karena setiap manusia mengalami peristiwa yang sama dan dirisaukan oleh nasib masing-masing. \n\nMengenai yaum at-tanad itu (hari panggil-memanggil), terdapat beberapa pendapat ulama:\n\na.Hari Kiamat, dinamakan demikian karena manusia pada waktu itu berteriak meminta bantuan orang lain sambil berlarian ke sana ke mari menyaksikan bumi bergoncang dan terbelah-belah dengan dahsyatnya.\n\nb.Hari ketika orang-orang kafir di akhirat dihadapkan kepada neraka Jahanam, lalu mereka gempar berlarian ke sana sini untuk menghindarkan diri, tetapi malaikat mencegat dan menghalau mereka kembali ke Padang Mahsyar itu untuk dijebloskan ke dalam neraka.\n\nc.Hari ketika malaikat menimbang amal manusia. Bila seseorang ternyata berat timbangan amal kebaikannya, orang itu dan orang-orang yang menyaksikannya bersorak-sorak kegirangan menyatakan dengan suara keras bahwa si Fulan bernasib baik, dan sebagainya. Begitu pula ketika seseorang menerima timbangan kebaikannya lebih ringan dari dosanya, ia pun meratap dengan sedihnya, diikuti oleh orang-orang lainnya.\n\nd.Panggil-memangggil antara penghuni surga dan penghuni neraka tentang apa yang diperoleh masing-masing. Penghuni surga ketika ditanya penghuni neraka apakah sudah memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepada mereka, mereka menjawab dengan mantap bahwa apa yang dijanjikan itu telah mereka nikmati. Di sisi lain, penghuni neraka ketika ditanya hal serupa oleh penghuni surga juga menjawab dengan ucapan yang sama, tetapi dengan suara yang getir, yang menunjukkan bahwa yang mereka peroleh adalah kesengsaraan.\n\nPada hari Mahsyar, yaitu hari pengadilan Allah, orang-orang kafir telah melihat adanya neraka Jahanam. Oleh karena itu, mereka berlarian ingin menghindar, tetapi para malaikat mencegat dan mengembalikan mereka lagi ke Padang Mahsyar. Pada waktu itu, tidak ada yang bisa menolong orang lain. Jangankan menolong orang lain, menolong dirinya sendiri saja belum tentu mampu. Laki-laki beriman itu memperingatkan kaumnya bahwa ia khawatir sekali peristiwa itu akan menimpa mereka. Bila Fir'aun yang mereka harapkan, maka ia akan diazab di dalam neraka, tidak akan bisa menolong dirinya, apalagi menolong orang lain pengikut-pengikutnya itu.\n\nLaki-laki beriman itu meminta rakyatnya beriman. Ia khawatir sekali bahwa hati mereka akan tertutup bila mereka tidak mau juga menerima kebenaran. Bila hati sudah tertutup, siapa pun tidak akan mampu membukanya selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4167, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 24, "page": 471, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0633\u064f\u0641\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0632\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u064c \u0645\u0651\u064f\u0631\u0652\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laqad jaaa'akum Yoosufu min qablu bil baiyinaati famaa ziltum fee shakkim mimaa jaaa'akum bihee hattaaa izaa halaka qultum lai yab asal laahu mim ba'dihee Rasoolaa; kazaalika yudillul laahu man huwa Musrifum murtaab" } }, "translation": { "en": "And Joseph had already come to you before with clear proofs, but you remained in doubt of that which he brought to you, until when he died, you said, 'Never will Allah send a messenger after him.' Thus does Allah leave astray he who is a transgressor and skeptic.\"", "id": "Dan sungguh, sebelum itu Yusuf telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi kamu senantiasa meragukan apa yang dibawanya, bahkan ketika dia wafat, kamu berkata, “Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun setelahnya.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas dan ragu-ragu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4167", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4167.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4167.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh ingatlah, bahwa sebelum masa kalian ini, Nabi Yusuf telah datang kepada leluhur kalian dengan membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi kalian senantiasa meragukan apa yang dibawanya itu, bahkan ketika dia, Nabi Yusuf itu, wafat, kalian kemudian berkata, “Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun setelahnya, yakni setelah Nabi Yusuf tiada.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang yang telah memilih kesesatan dengan berperilaku melampaui batas dan ragu-ragu terhadap kebenaran.", "long": "Orang itu selanjutnya menyatakan bahwa dulu sebelum Nabi Musa, Allah telah mengutus Nabi Yusuf kepada rakyat Mesir. Nabi Yusuf telah mengajak mereka beriman dan memberikan bukti-bukti kerasulannya yaitu ajaran-ajaran tentang iman kepada Allah dan berbuat baik, serta mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Akan tetapi, mereka tetap tidak mau percaya kepadanya. Mereka hanya mematuhinya sebagai seorang menteri atau pembesar negara. Hal itu menunjukkan bahwa mereka lebih terpengaruh oleh kebesaran jabatan duniawi daripada jabatan seorang rasul, dan karena itulah mereka lebih menyukai Fir'aun yang kejam daripada Nabi Musa yang membawa kebenaran.\n\nSetelah Nabi Yusuf meninggal, mereka menyatakan bahwa setelah dia tidak akan ada lagi seorang rasul pun. Itu mereka katakan karena tidak ingin ada lagi seorang rasul yang mengajak mereka kepada kebenaran. Ternyata rasul itu ada yaitu Nabi Musa dan karena itulah mereka membangkang kepadanya dan menjadi orang-orang yang sesat. Dengan demikian, kesesatan mereka itu adalah karena ketamakan mereka terhadap kemegahan duniawi, sebagaimana dilakukan Fir'aun. Kesesatan mereka itu juga disebabkan oleh sifat mereka yang selalu meragukan kebenaran, padahal yang disampaikan kepada mereka adalah wahyu Allah yang pasti benar." } } }, { "number": { "inQuran": 4168, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 24, "page": 471, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u064e\u0628\u064f\u0631\u064e \u0645\u064e\u0642\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0637\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650 \u0645\u064f\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064d \u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Allazeena yujaadiloona feee Aaayaatil laahi bighairi sultaanin ataahum kabura maqtan 'indal laahi wa 'indal lazeena aamanoo; kazaalika yatha'ul laahu 'alaa kulli qalbi mutakabbirin jabbaar" } }, "translation": { "en": "Those who dispute concerning the signs of Allah without an authority having come to them - great is hatred [of them] in the sight of Allah and in the sight of those who have believed. Thus does Allah seal over every heart [belonging to] an arrogant tyrant.", "id": "(yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4168", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4168.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4168.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu orang-orang yang selalu memperdebatkan kebenaran ayat-ayat Allah yang sudah sangat jelas kebenarannya itu tanpa alasan dan bukti-bukti yang kuat dan nyata yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan bagi mereka di sisi Allah dan juga di sisi orang-orang yang ber-iman. Demikianlah Allah mengunci mati hati setiap orang yang sombong dan juga mengunci mati hati setiap orang yang berlaku sewenang-wenang.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bagaimana tindakan orang-orang yang bersifat tamak dan selalu meragukan kebenaran wahyu itu. Mereka itu selalu menolak kebenaran ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada mereka. Mereka juga selalu mempermasalahkan bukti-bukti yang disampaikan mengenai kebenaran wahyu itu. Akan tetapi, penolakan mereka itu tidak memiliki kekuatan apa pun. Kepercayaan mereka hanya berdasar tradisi nenek moyang mereka, dan itu hanyalah kepatuhan membabi buta tanpa dipikirkan. Kepatuhan seperti ini tidak dibenarkan karena Allah memberi manusia pendengaran, penglihatan, dan akal pikiran. Oleh karena itu, orang yang menolak kebenaran wahyu dan lebih percaya pada tradisi nenek moyang itu tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah. Dengan demikian, mereka sangat dibenci Allah dan orang-orang yang beriman.\n\nSelanjutnya Allah menerangkan hukum-hukum-Nya bagi orang yang menutup hatinya untuk menerima kebenaran wahyu, yaitu bahwa Ia akan menutup hati mereka. Hati yang tertutup terjadi karena mereka selalu menolak kebenaran wahyu dan mempermasalahkannya. Penolakan yang terus-menerus akan membawa kepada kesombongan. Selalu mempermasalahkan kebenaran akan membawa kepada kesewenang-wenangan. Karena sombong dan sewenang-wenang itu, maka mereka akan selalu menolak dan menentang kebenaran. Akhirnya hati mereka tertutup dengan sendirinya. Demikian hukum yang ditentukan Allah bagi tertutupnya hati manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 4169, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 24, "page": 471, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0627\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0644\u0650\u064a \u0635\u064e\u0631\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala Fir'awnu yaa Haamaanub-ni lee sarhal la'alleee ablughul asbaab" } }, "translation": { "en": "And Pharaoh said, \"O Haman, construct for me a tower that I might reach the ways -", "id": "Dan Fir‘aun berkata, “Wahai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi agar aku sampai ke pintu-pintu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4169", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4169.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4169.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Fir‘aun berkata kepada salah seorang menterinya bernama Haman, “Wahai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi yang dapat terlihat oleh semua orang dan agar aku dapat naik sampai ke pintu-pintu langit.", "long": "Fir'aun tetap tidak menerima nasihat salah seorang keluarganya itu. Ia tetap membangkang dan tidak mau menerima dakwah Nabi Musa. Oleh karena itu, ia ingin mengejek Nabi Musa. Ia memerintahkan Haman, perdana menterinya, untuk membangun sebuah istana besar dan megah yang menjulang ke angkasa. Dalam ayat lain diinformasikan bahwa istana itu dibangun dari batu bata yang dibuat dari tanah liat yang dibakar:\n\nDan Fir'aun berkata, \"Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarkanlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta.\" (al-Qashash/28: 38)\n\nMaksud pembuatan bangunan besar, megah, dan menjulang ke angkasa itu adalah sebagai tempat atau tangga untuk mengintai atau menyaksikan adanya Tuhan Nabi Musa. Ia menyatakan bahwa Nabi Musa sebenarnya seorang pembohong karena ia yakin tidak ada Tuhan di langit. Maksud ucapannya itu adalah untuk mengelabui rakyatnya, bahwa memang tidak ada Tuhan di langit sebagaimana yang dikatakan Nabi Musa tersebut. Dengan demikian, ia menginginkan agar rakyatnya tidak percaya kepada Nabi Musa dan tetap mengikutinya.\n\nFir'aun bertindak demikian karena ia dikuasai oleh ambisinya untuk mengalahkan Nabi Musa. Ia juga dikuasai oleh nafsu agar rakyatnya tidak menemukan kebenaran yang disampaikan Nabi Musa. Ia ingin agar rakyatnya tetap mematuhinya, dan untuk itu ia berbuat segala cara, dari memutarbalikkan kebenaran sampai mengejek. Ambisi dan nafsu itulah yang banyak menjerumuskan manusia, sebagaimana dilukiskan syair Arab berikut:\n\nNafsu itu bagaikan bayi, jika kau biarkan, ia akan dewasa dengan\n\nterus-menerus ingin menyusu, tapi bila kau sapih, \n\nia akan tersapih sendirinya.\n\nKemudian ayat ini ditutup dengan suatu penegasan bahwa tipu muslihat Fir'aun untuk mengalahkan Nabi Musa dan mematikan agama tauhid yang ia bawa gagal dan membawa kerugian besar. Gagal karena dakwah Nabi Musa tetap tidak dapat dibendungnya. Rugi karena biaya yang dikeluarkannya tidak sedikit, sedangkan hasilnya tidak ada. Hal itu karena Allah selalu membinasakan kebatilan yang dikerjakan manusia dan menghancurkan akibat yang ditinggalkan perbuatan batil itu, sebagaimana difirmankan-Nya:\n\nSesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan. (al-A.'raf/7: 139)" } } }, { "number": { "inQuran": 4170, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 24, "page": 471, "manzil": 6, "ruku": 407, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0637\u0651\u064e\u0644\u0650\u0639\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u0650\u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Asbaabas samaawaati faattali'a ilaaa ilaahi Moosaa wa innee la azunnuhoo kaazibaa; wa kazaalika zuyyina li-Fir'awna sooo'u 'amalihee wa sudda 'anis sabeel; wa maa kaidu Fir'awna illaa fee tabaab" } }, "translation": { "en": "The ways into the heavens - so that I may look at the deity of Moses; but indeed, I think he is a liar.\" And thus was made attractive to Pharaoh the evil of his deed, and he was averted from the [right] way. And the plan of Pharaoh was not except in ruin.", "id": "(yaitu) pintu-pintu langit, agar aku dapat melihat Tuhannya Musa, tetapi aku tetap memandangnya seorang pendusta.” Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir‘aun perbuatan buruknya itu, dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir‘aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4170", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4170.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4170.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu pintu-pintu langit yang tinggi, agar aku dapat melihat Tuhan yang dipercayai dan diajarkan oleh Musa, tetapi aku tetap memandang-nya sebagai seorang pendusta tentang apa yang diajarkannya.” Dan demikianlah kondisi Fir‘aun, dimana kesombongan dan kedurhakaannya dijadikan terasa indah bagi Fir‘aun akan perbuatan buruknya itu, dan dia tertutup dari jalan yang benar; dan tipu daya Fir‘aun untuk memadamkan cahaya kebenaran itu tidak lain hanyalah membawa kerugian dan kebinasaan bagi dirinya.", "long": "Fir'aun tetap tidak menerima nasihat salah seorang keluarganya itu. Ia tetap membangkang dan tidak mau menerima dakwah Nabi Musa. Oleh karena itu, ia ingin mengejek Nabi Musa. Ia memerintahkan Haman, perdana menterinya, untuk membangun sebuah istana besar dan megah yang menjulang ke angkasa. Dalam ayat lain diinformasikan bahwa istana itu dibangun dari batu bata yang dibuat dari tanah liat yang dibakar:\n\nDan Fir'aun berkata, \"Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarkanlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta.\" (al-Qashash/28: 38)\n\nMaksud pembuatan bangunan besar, megah, dan menjulang ke angkasa itu adalah sebagai tempat atau tangga untuk mengintai atau menyaksikan adanya Tuhan Nabi Musa. Ia menyatakan bahwa Nabi Musa sebenarnya seorang pembohong karena ia yakin tidak ada Tuhan di langit. Maksud ucapannya itu adalah untuk mengelabui rakyatnya, bahwa memang tidak ada Tuhan di langit sebagaimana yang dikatakan Nabi Musa tersebut. Dengan demikian, ia menginginkan agar rakyatnya tidak percaya kepada Nabi Musa dan tetap mengikutinya.\n\nFir'aun bertindak demikian karena ia dikuasai oleh ambisinya untuk mengalahkan Nabi Musa. Ia juga dikuasai oleh nafsu agar rakyatnya tidak menemukan kebenaran yang disampaikan Nabi Musa. Ia ingin agar rakyatnya tetap mematuhinya, dan untuk itu ia berbuat segala cara, dari memutarbalikkan kebenaran sampai mengejek. Ambisi dan nafsu itulah yang banyak menjerumuskan manusia, sebagaimana dilukiskan syair Arab berikut:\n\nNafsu itu bagaikan bayi, jika kau biarkan, ia akan dewasa dengan\n\nterus-menerus ingin menyusu, tapi bila kau sapih, \n\nia akan tersapih sendirinya.\n\nKemudian ayat ini ditutup dengan suatu penegasan bahwa tipu muslihat Fir'aun untuk mengalahkan Nabi Musa dan mematikan agama tauhid yang ia bawa gagal dan membawa kerugian besar. Gagal karena dakwah Nabi Musa tetap tidak dapat dibendungnya. Rugi karena biaya yang dikeluarkannya tidak sedikit, sedangkan hasilnya tidak ada. Hal itu karena Allah selalu membinasakan kebatilan yang dikerjakan manusia dan menghancurkan akibat yang ditinggalkan perbuatan batil itu, sebagaimana difirmankan-Nya:\n\nSesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan. (al-A.'raf/7: 139)" } } }, { "number": { "inQuran": 4171, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 24, "page": 471, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeee aamana yaa qawmit tabi'ooni ahdikum sabeelar rashaad" } }, "translation": { "en": "And he who believed said, \"O my people, follow me, I will guide you to the way of right conduct.", "id": "Dan orang yang beriman itu berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4171", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4171.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4171.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang yang beriman yang menyembunyikan keimanan di hadapan Fir’aun itu berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah aku dengan sungguh-sungguh, niscaya aku nanti akan menunjukkan kepada kalian jalan yang benar yang diridai Allah.", "long": "Sekalipun kaum Fir'aun menentangnya, namun orang yang beriman kepada Musa itu tetap menyeru kaumnya agar mengikuti Nabi Musa. Ia berkata, \"Wahai kaumku, jika kamu mengikuti seruanku dan kamu memercayai apa yang telah aku sampaikan, berarti kamu mengikuti jalan yang lurus yang menuju kepada kebahagiaan hidup abadi di akhirat nanti dan berarti pula kamu telah memeluk agama Allah yang disampaikan oleh Musa.\n\nAyat ini memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman agar selalu menyampaikan agama Allah kepada manusia dan mengajak mereka ke jalan yang lurus dengan cara yang baik, sekalipun orang-orang kafir mengingkarinya. Hal ini termasuk salah satu tugas yang dipikulkan Allah kepada setiap orang yang beriman. Mereka hendaklah tabah dan sabar melakukan dakwah itu seperti yang telah dilakukan oleh orang yang beriman yang mengikuti seruan Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 4172, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 24, "page": 471, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u0647\u0650\u064a\u064e \u062f\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Yaa qawmi innamaa haazihil hayaatud dunyaa mataa'unw wa innal Aakhirata hiya daarul qaraar" } }, "translation": { "en": "O my people, this worldly life is only [temporary] enjoyment, and indeed, the Hereafter - that is the home of [permanent] settlement.", "id": "Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4172", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4172.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4172.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia yang fana ini hanyalah kesenangan sementara yang mudah didapat dan mudah pula lenyap, dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang tidak akan pernah lenyap dan kekal selama-lamanya.”", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa orang yang beriman kepada Musa berkata kepada kaumnya, \"Wahai kaumku, kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang fana, di mana kesenangan serta kebahagiaan yang diperoleh di dalamnya adalah kesenangan dan kebahagiaan yang tidak sempurna serta tidak kekal. Adapun kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal, kesenangan dan kebahagiaan yang diperoleh adalah kesenangan dan kebahagiaan yang sempurna. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengingkari Allah dalam kehidupan dunia ini agar kamu terhindar dari siksa-Nya di akhirat nanti.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4173, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 24, "page": 471, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 188, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u064a\u064f\u0631\u0652\u0632\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Man 'amila saiyi'atan falaa yujzaaa illaa mislahaa wa man 'amila saaliham min zakarin aw unsaa wa huwa mu'minun fa ulaaa'ika yadkhuloonal Jannata yurzaqoona feehaa bighairi hisaab" } }, "translation": { "en": "Whoever does an evil deed will not be recompensed except by the like thereof; but whoever does righteousness, whether male or female, while he is a believer - those will enter Paradise, being given provision therein without account.", "id": "Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4173", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4173.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4173.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialog yang terjadi antara Fir’aun dengan salah seorang kaumnya yang beriman secara sembunyi-sembunyi itu, memberi pesan kuat tentang perbuatan baik dan perbuatan jahat. Oleh sebab itu, renungkanlah bahwa barang siapa mengerjakan perbuatan jahat dan berbuat kebinasaan di muka bumi, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan dan beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman dengan sungguh-sungguh, maka mereka akan masuk ke dalam surga atas anugerah Allah, dan mereka diberi rezeki di dalamnya dengan nikmat tidak terhingga.", "long": "Orang yang beriman itu menerangkan kepada kaumnya bagaimana besar pengaruh kehidupan dunia seseorang kepada kehidupan akhiratnya. Ia berkata kepada kaumnya, \"Wahai kaumku, barang siapa yang mengerjakan suatu kejahatan baik laki-laki maupun perempuan, maka ia hanya diazab sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya. Akan tetapi, barang siapa yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mengikuti perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya, maka ia akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan. Allah membalas iman dan amal saleh mereka dengan pahala yang berlipat ganda dan rezeki yang tiada terhingga.\"\n\nAyat ini menggambarkan keadilan Allah yang sesungguhnya serta sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dia tidak menganiaya hamba-Nya sedikit pun. Jika Dia mengazab hamba-Nya di akhirat nanti, maka azab yang diberikan itu seimbang dengan perbuatan jahat dan ingkar yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, tidak dilebihkan sedikit pun. Akan tetapi, jika Dia membalas iman dan amal saleh hamba-Nya, maka Dia membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda." } } }, { "number": { "inQuran": 4174, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a \u0623\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa yaa qawmi maa leee ad'ookum ilan najaati wa tad'oonaneee ilan Naar" } }, "translation": { "en": "And O my people, how is it that I invite you to salvation while you invite me to the Fire?", "id": "Dan wahai kaumku! Bagaimanakah ini, aku menyerumu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeruku ke neraka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4174", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4174.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4174.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah menegaskan bahwa balasan yang sebanding akan diberikan kepada siapa saja yang mengerjakan perbuatan jahat dan berbuat kebinasaan di muka bumi. Sebaliknya, siapa saja yang mengerjakan kebajikan, beramal saleh, dan beriman dengan sungguh-sungguh, maka mereka akan masuk ke dalam surga dan diberi rezeki dan nikmat yang tidak terhingga. Pada ayat ini serta beberapa ayat berikutnya, Allah menjelaskan bagaimana cara mendapatkan nikmat yang tiada terhingga itu melalui perkataan salah seorang pengikut Fir‘aun yang menyembunyikan keimanannya, “Dan ketahuilah wahai kaumku, sungguh mengherankan sikap kalian! Bagaimanakah duduk perkara ini, aku menyerumu dengan sungguh-sungguh kepada keselamatan, tetapi kamu mendorong dan menyeruku untuk masuk ke dalam api neraka?", "long": "Orang yang beriman kepada Musa itu mengulangi lagi seruannya kepada kaumnya dengan mengatakan, \"Wahai kaumku, aku merasa heran dengan sikap dan tindakan kamu sekalian. Aku menyeru kamu mengikuti jalan keselamatan, menghindarkan kamu dari siksa neraka, dan membawamu ke dalam surga dengan beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh, sedangkan kamu menyeruku ke jalan kesengsaraan yang mengantarkan ke dalam neraka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4175, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u0650\u0623\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Tad'oonanee li-akfura billaahi wa ushrika bihee maa laisa lee bihee 'ilmunw wa ana ad'ookum ilal'Azeezil Ghaffaar" } }, "translation": { "en": "You invite me to disbelieve in Allah and associate with Him that of which I have no knowledge, and I invite you to the Exalted in Might, the Perpetual Forgiver.", "id": "(Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4175", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4175.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4175.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa pula kamu menyeruku agar memilih jalan untuk kafir kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan yang mempersekutukan-Nya dengan sesuatu hal yang aku sendiri tidak mempunyai ilmu tentang hal itu, padahal aku menyerumu agar beriman kepada Allah, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun?", "long": "Selanjutnya orang mukmin itu menyatakan, \"Kamu sekalian menyeru dan mengajakku mengingkari Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak mempunyai alasan yang benar dan tidak ada bukti-bukti yang dapat diyakini kebenarannya, yang menyatakan bahwa menyekutukan Tuhan itu adalah kepercayaan yang benar. Sedangkan aku menyeru dan mengajakmu agar kamu sekalian mengesakan Allah, tidak ada Tuhan yang lain selain Dia. Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa, dengan bukti-bukti yang nyata. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun dosa-dosa hamba-Nya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4176, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0631\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Laa jarama annamaa tad'oonanee ilaihi laisa lahoo da'watun fid dunyaa wa laa fil Aakhirati wa anna maraddanaaa ilal laahi wa annal musrifeenahum Ashaabun Naar" } }, "translation": { "en": "Assuredly, that to which you invite me has no [response to a] supplication in this world or in the Hereafter; and indeed, our return is to Allah, and indeed, the transgressors will be companions of the Fire.", "id": "Sudah pasti bahwa apa yang kamu serukan aku kepadanya bukanlah suatu seruan yang berguna baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya tempat kembali kita pasti kepada Allah, dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itu akan menjadi penghuni neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4176", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4176.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4176.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sudah pasti dan tidak dapat disangkal lagi bahwa apa yang kamu serukan sedemikian rupa kepadaku agar aku beriman kepadanya, bukanlah suatu seruan yang baik yang akan berguna bagi kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Dan sadarilah bahwa sesungguhnya tempat kembali kita pada akhirnya pasti kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, dan ketahuilah sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas dengan berbuat durhaka kepada Allah, mereka itu-lah orang-orang yang akan menjadi penghuni neraka.", "long": "Ayat ini masih melanjutkan perkataan dari orang beriman di atas. Dia mengatakan, \"Sebenarnya kamu telah menyeruku menyembah berhala-berhala, yang tidak mendengar seruan orang-orang yang menyerunya, dan tidak dapat memberi pertolongan baik di dunia maupun di akhirat, karena ia tidak dapat memberikan sesuatu mudarat dan tidak pula sesuatu manfaat kepada siapa pun.\" Firman Allah:\n\nJika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu, dan sekiranya mereka mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti. (Fathir/35: 14)\n\nDan firman Allah:\n\nDan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah (sembahan) yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? (al-A.hqaf/46: 5)\n\nOrang beriman itu melanjutkan perkataannya, \"Ketahuilah kaumku, bahwa kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya pula kita kembali setelah mati dan dibangkitkan kembali. Waktu itu pula Dia memberi balasan kepada kita, sesuai dengan perbuatan dan amal kita masing-masing. Orang-orang yang kafir dan melampaui batas akan menjadi penghuni neraka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4177, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0641\u064e\u0648\u0651\u0650\u0636\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Fasatazkuroona maaa aqoolu lakum; wa ufawwidu amreee ilal laah; innallaaha baseerum bil'ibaad" } }, "translation": { "en": "And you will remember what I [now] say to you, and I entrust my affair to Allah. Indeed, Allah is Seeing of [His] servants.\"", "id": "Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4177", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4177.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4177.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dengan demikian kelak kamu akan ingat dan mengakui kebenaran yang aku sampaikan kepada kamu dan bahkan apa yang kukatakan kepadamu selama ini sesuatu yang layak untuk diyakini. Dan oleh sebab itu, aku menyerahkan seluruh urusanku hanya kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan apa yang diperbuat oleh hamba-hamba-Nya dan akan memberi balasan yang setimpal dengan apa yang diperbuat.”", "long": "Kemudian orang-orang yang beriman itu mengakhiri nasihatnya kepada kaumnya dengan mengatakan, \"Wahai kaumku, di akhirat kelak kamu sekalian akan mengetahui kebenaran yang aku sampaikan kepadamu baik berupa perintah-perintah Allah maupun berupa larangan-larangan-Nya. Waktu itu kamu akan menyesal, tetapi pada waktu itu penyesalan tiada berguna lagi. Aku bertawakal kepada Tuhanku dan aku menyerahkan kepada-Nya segala urusanku dan aku mohon pertolongan kepada-Nya, agar aku terpelihara dari segala macam kejahatan yang mungkin aku lakukan dan dari segala bencana yang mungkin menimpaku.\"\n\nSesungguhnya Allah Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya. Dia memberi petunjuk hamba-hamba-Nya yang pantas diberi petunjuk dan menyesatkan hamba-hamba-Nya yang menginginkan kesesatan itu dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan terlarang dan tidak mengerjakan perintah-perintah yang harus mereka laksanakan." } } }, { "number": { "inQuran": 4178, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0622\u0644\u0650 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Fa waqaahul laahu saiyiaati maa makaroo wa haaqa bi Aali-Fir'awna sooo'ul 'azaab" } }, "translation": { "en": "So Allah protected him from the evils they plotted, and the people of Pharaoh were enveloped by the worst of punishment -", "id": "Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, sedangkan Fir‘aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4178", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4178.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4178.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah dikisahkan bahwa seruan yang disampaikan oleh seorang mukmin yang menyembunyikan keimanannya itu tidak diterima oleh Fir‘aun dan pengikutnya. Fir‘aun bahkan merencanakan suatu perbuatan yang buruk kepadanya, maka Allah memeliharanya dari berbagai maksud buruk dan kejahatan tipu daya yang mereka lakukan itu, sedangkan Fir‘aun sendiri beserta kaumnya dikepung oleh azab yang sangat buruk.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menolong hamba-Nya yang beriman dan menghancurkan musuh-musuh mereka dengan menyatakan bahwa Dia memelihara orang-orang yang beriman itu dari segala usaha tipu daya dan penganiayaan yang dilakukan oleh Fir'aun dan para pengikutnya dengan menyelamatkan mereka beserta Musa. Sedangkan Fir'aun beserta para pengikutnya ditenggelamkan di Laut Merah. Di akhirat nanti mereka akan ditimpa azab yang pedih.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas, \"Tatkala mengetahui keimanan orang itu, maka Fir'aun bermaksud hendak membunuhnya. Oleh karena itu, dia lari menyelamatkan diri.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4179, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064f\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "An Naaru yu'radoona 'alaihaa ghuduwwanw wa 'ashiyyanw wa Yawma taqoomus Saa'aatu adkhilooo Aala Fir'awna ashaddal 'azaab" } }, "translation": { "en": "The Fire, they are exposed to it morning and evening. And the Day the Hour appears [it will be said], \"Make the people of Pharaoh enter the severest punishment.\"", "id": "Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4179", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4179.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4179.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kepada mereka akan diperlihatkan di alam barzakh azab yang amat buruk, yakni neraka yang diperlihatkan pada setiap pagi dan petang, dan juga pada hari terjadinya Kiamat, lalu kepada malaikat diperintahkan, “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam neraka yang di dalamnya terdapat azab yang sangat keras!”", "long": "Pada ayat ini digambarkan azab yang akan menimpa Fir'aun dan kaumnya yang durhaka di akhirat nanti. Sejak meninggal dunia sampai dibangkitkan kelak, mereka akan dihadapkan ke neraka pagi, petang, dan terus-menerus hingga hari Kiamat.\n\nPada hari Kiamat dikatakan kepada para penjaga neraka, \"Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam neraka dan timpakanlah kepada mereka siksa yang keras.\"\n\nJumhur ulama berpendapat bahwa azab kubur itu ada dan dasarnya adalah ayat ini. Pendapat mereka dikuatkan oleh hadis yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Umar:\n\nBahwasanya Rasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya salah seorang kamu apabila ia meninggal dunia diperlihatkan kepadanya tempat duduknya pagi dan petang. Jika ia termasuk ahli surga, maka (tempat duduknya itu adalah) tempat duduk ahli surga, jika ia termasuk ahli neraka maka (tempat duduknya adalah) tempat duduk ahli neraka. Dikatakan kepadanya, 'Inilah tempat duduk engkau sampai Allah membangkitkan engkau pada hari Kiamat.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Umar)\n\nDari firman Allah dan hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa azab kubur itu adalah suatu kebenaran yang tidak dapat disangkal dan akan dialami oleh orang kafir pagi dan petang sampai mereka dibangkitkan kembali.\n\nNamun ar-Razi menyatakan bahwa azab kubur tidak ada. Ayat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai dasar penetapan adanya azab kubur, tetapi hanya menunjukkan kepada terus-menerusnya azab neraka, sama halnya dengan firman Allah yang ditujukan kepada ahli surga:\n\nDan di dalamnya bagi mereka ada rezeki pagi dan petang. (Maryam/19: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 4180, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0639\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u063a\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa iz yatahaaajjoona fin Naari fa-yaqoolud du'afaaa'u lillazeenas takbarooo innaa kunnaa lakum taba'an fahal antum mughnoona annaa naseebam minan Naar" } }, "translation": { "en": "And [mention] when they will argue within the Fire, and the weak will say to those who had been arrogant, \"Indeed, we were [only] your followers, so will you relieve us of a share of the Fire?\"", "id": "Dan (Ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka yang menimpa kami?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4180", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4180.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4180.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu memberitakan azab yang diterima oleh Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya di dalam neraka. Melalui ayat ini dan ayat-ayat berikut, Allah menjelaskan kondisi saling menghujat di kalangan penghuni neraka. Dan ingatlah bagaimana kelak pada waktu mereka berada dalam neraka, ketika itu mereka berbantah-bantahan di dalam neraka, maka orang yang lemah sebagai pengikut berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri yang memimpin mereka, “Sesungguhnya kami dahulu ketika kita sama-sama hidup di dunia adalah pengikut-pengikutmu yang setia. Maka oleh sebab itu, dapatkah kamu melepaskan kami dari azab ini ataupun memikul sebagian dari azab api neraka yang sedang menimpa kami?", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menceritakan kepada orang musyrik Mekah tentang malapetaka yang telah menimpa Fir'aun dan kaumnya, serta azab kubur dan akhirat yang akan mereka derita nanti. Hal ini bertujuan agar berita itu menjadi pelajaran bagi mereka sehingga mereka sadar dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya.\n\nDalam perintah itu, Nabi Muhammad diminta untuk menceritakan kepada orang-orang musyrik Mekah tentang perbantahan orang-orang kafir yang mengingkari seruan rasul ketika mereka berada di dalam neraka nanti. Para pengikut memohon pertolongan kepada sembahannya agar diselamatkan dari azab neraka yang sedang menimpa mereka, atau menguranginya. Akan tetapi, sembahan-sembahan itu berlepas tangan dari permintaan itu karena mereka sendiri tidak berdaya mengurangi atau mengelakkan diri dari azab yang sedang menimpa mereka itu. Para penyembah berhala itu menggugat sembahan-sembahan itu dengan mengatakan, \"Kami adalah penyembah-penyembahmu waktu di dunia dahulu, dan kami adalah penjaga-penjagamu yang selalu taat kepadamu dan mencukupkan segala keperluanmu, sehingga kami mengingkari seruan rasul yang disampaikan kepada kami. Sekiranya kami tidak menyembah kamu semasa hidup di dunia dahulu, tentulah kami akan mengikuti seruan rasul, sehingga kami tidak dimasukkan ke dalam neraka seperti sekarang ini. Apakah kamu mau menghindarkan kami dari azab ini atau meringankannya dengan kesediaan kamu memikul sebagian dari azab yang telah menimpa kami ini? Seandainya bukan karena kamu sekalian, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4181, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062d\u064e\u0643\u064e\u0645\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Qaalal lazeenas takbarooo innaa kullun feehaaa innal laaha qad hakama baynal'ibaad" } }, "translation": { "en": "Those who had been arrogant will say, \"Indeed, all [of us] are in it. Indeed, Allah has judged between the servants.\"", "id": "Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4181", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4181.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4181.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ucapan orang-orang lemah yang menjadi pengikutnya itu, orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, “Sesungguhnya kita semua saat ini sama-sama berada dalam siksa api neraka. Kita semua sama-sama sedang merasakan siksa sesuai dengan dosa yang kita perbuat, karena Allah telah menetapkan siksa apa yang kita terima sebagai keputusan yang adil antara hamba-hamba-Nya.”", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menceritakan kepada orang musyrik Mekah tentang malapetaka yang telah menimpa Fir'aun dan kaumnya, serta azab kubur dan akhirat yang akan mereka derita nanti. Hal ini bertujuan agar berita itu menjadi pelajaran bagi mereka sehingga mereka sadar dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya.\n\nDalam perintah itu, Nabi Muhammad diminta untuk menceritakan kepada orang-orang musyrik Mekah tentang perbantahan orang-orang kafir yang mengingkari seruan rasul ketika mereka berada di dalam neraka nanti. Para pengikut memohon pertolongan kepada sembahannya agar diselamatkan dari azab neraka yang sedang menimpa mereka, atau menguranginya. Akan tetapi, sembahan-sembahan itu berlepas tangan dari permintaan itu karena mereka sendiri tidak berdaya mengurangi atau mengelakkan diri dari azab yang sedang menimpa mereka itu. Para penyembah berhala itu menggugat sembahan-sembahan itu dengan mengatakan, \"Kami adalah penyembah-penyembahmu waktu di dunia dahulu, dan kami adalah penjaga-penjagamu yang selalu taat kepadamu dan mencukupkan segala keperluanmu, sehingga kami mengingkari seruan rasul yang disampaikan kepada kami. Sekiranya kami tidak menyembah kamu semasa hidup di dunia dahulu, tentulah kami akan mengikuti seruan rasul, sehingga kami tidak dimasukkan ke dalam neraka seperti sekarang ini. Apakah kamu mau menghindarkan kami dari azab ini atau meringankannya dengan kesediaan kamu memikul sebagian dari azab yang telah menimpa kami ini? Seandainya bukan karena kamu sekalian, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4182, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 24, "page": 472, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0644\u0650\u062e\u064e\u0632\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0651\u0650\u0641\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazena fin Naari likhazanati Jahannamad-'oo Rabbakum yukhaffif 'annaa yawmam minal 'azaab" } }, "translation": { "en": "And those in the Fire will say to the keepers of Hell, \"Supplicate your Lord to lighten for us a day from the punishment.\"", "id": "Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4182", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4182.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4182.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah para penghuni neraka itu menyadari bahwa ketetapan Allah tidak bisa diubah dan siksa yang diterima oleh seseorang tidak dapat diringankan oleh orang lain, maka mereka kemudian menoleh kepada para penjaga neraka. Dan orang-orang yang berada dalam neraka, apakah itu yang menjadi pemimpin ataupun pengikut, berkata kepada para malaikat penjaga-penjaga neraka Jahanam, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu dengan sungguh agar Dia, Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Pemberi Maaf itu, meringankan azab-Nya atas kami walaupun hanya sehari saja.”", "long": "Setelah orang-orang musyrik yang sedang dalam neraka itu tidak berhasil mendapatkan pertolongan dari para pemimpinnya, maka mereka mohon pertolongan kepada penjaga neraka dengan mengatakan, \"Wahai penjaga neraka (Malaikat Malik), mohonkanlah kepada Allah agar Dia meringankan siksa yang telah ditimpakan-Nya kepada kami ini. Seandainya keringanan itu dapat diberikan kepada kami dengan mengembalikan kami ke dunia untuk hidup dan beribadah, maka kembalikanlah kami barang sesaat, mudah-mudahan hal ini dapat mengurangi penderitaan kami.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4183, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 408, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Qaalooo awalam taku taateekum Rusulukum bilbaiyinaati qaaloo balaa' qaaloo fad'oo; wa maa du'aaa'ul kaafireena illaa fee dalaal" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Did there not come to you your messengers with clear proofs?\" They will say, \"Yes.\" They will reply, \"Then supplicate [yourselves], but the supplication of the disbelievers is not except in error.\"", "id": "Maka (penjaga-penjaga Jahanam) berkata, “Apakah rasul-rasul belum datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata?” Mereka menjawab, “Benar, sudah datang.” (Penjaga-penjaga Jahanam) berkata, “Berdoalah kamu (sendiri!)” Namun doa orang-orang kafir itu sia-sia belaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4183", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4183.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4183.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika mendengar permohonan itu, malaikat para penjaga neraka itu menghardik mereka, “Maka penjaga-penjaga neraka Jahanam berkata, “Apakah rasul-rasul belum pernah datang kepadamu ketika kalian masih di dunia dengan membawa bukti-bukti yang nyata serta keterangan-keterangan yang jelas?” Mereka menjawab, “Benar, rasul-rasul sudah pernah datang kepada kami di kehidupan dunia, tetapi kami abaikan dan dustakan.” Penjaga-penjaga neraka Jahanam berkata, “Berdoa-lah kamu sendiri sekarang ini, hanya itu yang bisa kalian lakukan!” Namun demikian, ketahuilah bahwa doa orang-orang kafir itu sia-sia belaka karena tidak akan dikabulkan oleh Allah.", "long": "Para penjaga neraka itu menjawab, \"Bukankah dahulu telah diutus kepadamu rasul-rasul yang memberikan keterangan, bukti, dan dalil yang menunjukkan keesaan Allah, memberimu petunjuk-petunjuk ke jalan kebahagiaan serta menyampaikan kabar peringatan kepadamu, tentang akibat perbuatan terlarang yang kamu kerjakan seperti mengingkari Allah.\" Firman Allah:\n\n\"Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?\" (az-Zumar/39: 71)\n\nOrang-orang musyrik itu menjawab, \"Benar, rasul-rasul telah datang kepada kami, mengajak kami beriman kepada Allah dan rasul-Nya, tetapi kami mengingkari seruan itu dan tidak mau beriman. Bahkan kami menentang dan menyiksa para rasul itu dan orang-orang yang beriman kepadanya.\"\n\nPenjaga neraka menjawab, \"Jika tindakan dan sikapmu terhadap rasul sewaktu hidup di dunia benar-benar seperti yang kamu terangkan itu, maka mohonlah sendiri kepada Allah. Kami tidak akan mendoakan semua orang kafir yang mendustakan rasul. Ingatlah, doa orang yang sepertimu itu tidak akan diperkenankan Allah dan tidak akan ada faedahnya. Bagi kamu sama saja, apakah kamu berdoa atau tidak, azab itu tidak akan berkurang sedikit pun, rasakanlah azab itu sebagai akibat perbuatan kamu sendiri.\"\n\nTentang keadaan penghuni neraka itu, at-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu ad-Darda'., ia berkata:Penghuni neraka ditimpa kelaparan yang menandingi azab mereka. Mereka memohon bantuan makanan. Mereka diberi makanan pohon berduri yang tidak dapat menggemukkan dan tidak dapat menghilangkan lapar, lalu mereka makan pohon itu, tetapi mereka bertambah lapar. Mereka minta tolong lagi, lalu mereka diberi makanan yang dapat menyekat di kerongkogan setelah mereka makan. Mereka mengatakan bahwa ketika di dunia jika mereka makan dan tercekik, mereka minta air, maka mereka minta tolong agar diberi minuman sirup. Akan tetapi, mereka diberi air yang sangat panas yang diangkat dengan cantolan-cantolan. Apabila minuman itu mendekati muka mereka, muka mereka pun terbakar. Apabila minuman itu sampai ke perut mereka, maka minuman itu menghancurkan usus dan apa yang ada di perut mereka. Akhirnya mereka minta tolong kepada malaikat, mereka berkata, \"Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja.\" Para malaikat menjawab, \"Apakah rasul-rasul belum datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata?\" Mereka menjawab, \"Benar, sudah datang.\" (Penjaga-penjaga Jahanam) berkata, \"Berdoalah kamu (sendiri!)\" Namun doa orang-orang kafir itu sia-sia belaka. (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu ad-Darda')" } } }, { "number": { "inQuran": 4184, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u0627\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Innaa lanansuru Rusulanaa wallazeena aamanoo fil hayaatid dunyaa wa Yawma yaqoomul ashhaad" } }, "translation": { "en": "Indeed, We will support Our messengers and those who believe during the life of this world and on the Day when the witnesses will stand -", "id": "Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4184", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4184.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4184.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai pamungkas dari dialog yang terjadi di neraka tersebut, Allah kemudian mengingatkan semua, apakah itu orang-orang kafir ataupun orang-orang mukmin, dengan berfirman, “Sesungguhnya Kami akan senantiasa menolong rasul-rasul yang telah Kami utus dan juga orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan juga menolong mereka pada hari tampilnya para saksi yakni hari Kiamat.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman berupa pertolongan dan kemenangan dalam menghadapi musuh-musuh mereka. Allah mengatakan bahwa Dia pasti menjadikan para rasul-Nya orang-orang yang menang atas musuh-musuh mereka dan akan menolong serta membahagiakan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan akhirat.\n\nCara dan bentuk pertolongan Allah itu bermacam-macam, adakalanya dengan meninggikan kedudukan dan kekuasaan mereka atas musuh-musuh mereka, seperti yang diberikan kepada Daud dan Sulaiman, adakalanya dengan memberikan kemenangan kepada mereka atas musuh-musuh mereka, seperti yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Adakalanya juga dengan menimpakan kepada mereka kesengsaraan dan malapetaka, seperti yang dialami oleh Fir'aun dan kaumnya, dan adakalanya dengan menghancurkan orang-orang kafir dan menyelamatkan para rasul dan orang-orang yang beriman besertanya, seperti yang dialami Nabi Saleh, Hud, Syuaib, dan Nuh beserta kaumnya.\n\nDemikian pula Allah memberikan pertolongan kepada para rasul dan orang-orang yang beriman pada hari Kiamat yaitu pada hari berdirinya saksi-saksi yang terdiri dari para malaikat, para nabi, dan orang-orang yang beriman. Pada hari itu, mereka menjadi saksi atas segala perbuatan orang-orang kafir dan atas pengetahuan para rasul kepada mereka, tetapi mereka mendustakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4185, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u0652\u0630\u0650\u0631\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Yawma laa yanfa'uz zaalimeena ma'ziratuhum wa lahumul la'natu wa lahum soooud daar" } }, "translation": { "en": "The Day their excuse will not benefit the wrongdoers, and they will have the curse, and they will have the worst home.", "id": "(yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4185", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4185.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4185.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu hari yang ketika itu permintaan maaf yang diajukan kepada Allah tidak berguna lagi bagi orang-orang yang zalim lagi berdosa, dan mereka secara khusus mendapat laknat berupa kutukan jauh dari nikmat dan rahmat Allah, dan juga memperoleh tempat tinggal yang sangat buruk di neraka Jahanam.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari dimana saksi-saksi itu mengemukakan kesaksiannya, tidak bermanfaat lagi alasan-alasan yang mereka kemukakan dan tidak ada pula permintaan maaf yang bisa mereka ajukan, karena semua yang mereka katakan dan lakukan hanyalah berupa fitnah dan dusta belaka.\n\nAllah berfirman:\n\nKemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, \"Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah.\" (al-An'am/6: 23)\n\nPada hari itu, orang-orang kafir dijauhkan dari rahmat Allah, dan mereka mendapat azab yang sangat pedih di neraka Jahanam." } } }, { "number": { "inQuran": 4186, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosal hudaa wa awrasnaa Baneee Israaa 'eelal Kitaab" } }, "translation": { "en": "And We had certainly given Moses guidance, and We caused the Children of Israel to inherit the Scripture", "id": "Dan sungguh, Kami telah memberikan petunjuk kepada Musa; dan mewariskan Kitab (Taurat) kepada Bani Israil," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4186", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4186.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4186.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menggambarkan apa yang dialami oleh orang-orang yang durhaka di dalam neraka Jahanam. Maka untuk menghindari agar tidak mengalami hal seperti itu, Allah menurunkan petunjuk kepada manusia, seperti apa yang diturunkan kepada Nabi Musa. “Dan sungguh Kami bersumpah bahwa Kami telah memberikan petunjuk kepada Musa sehingga ia tidak mengalami kesesatan dalam hidupnya; dan Kami juga telah mewariskan Kitab Taurat kepada Bani Israil.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan berbagai macam pertolongan yang telah diberikan-Nya kepada para rasul di dunia, di antaranya memberikan kepada Musa bermacam-macam mukjizat, berbagai hukum yang mengatur hidup manusia agar mereka bahagia hidup di dunia dan di akhirat, dan menurunkan kepadanya Kitab Taurat untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Kemudian Kitab Taurat itu diwariskan kepada keturunan dan orang-orang sesudah mereka serta menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal dan menjauhkan mereka dari keragu-raguan dan prasangka yang tidak baik.\n\nFirman Allah:\n\nSungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. (al-Ma'idah./5: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 4187, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Hudanw wa zikraa li ulil albaab" } }, "translation": { "en": "As guidance and a reminder for those of understanding.", "id": "untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikiran sehat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4187", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4187.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4187.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kitab Taurat itu diberikan untuk menjadi petunjuk dalam menempuh jalan supaya tidak tersesat dan juga sebagai peringatan bagi orang-orang yang berpikiran sehat dan mau menerima kebenaran.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan berbagai macam pertolongan yang telah diberikan-Nya kepada para rasul di dunia, di antaranya memberikan kepada Musa bermacam-macam mukjizat, berbagai hukum yang mengatur hidup manusia agar mereka bahagia hidup di dunia dan di akhirat, dan menurunkan kepadanya Kitab Taurat untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Kemudian Kitab Taurat itu diwariskan kepada keturunan dan orang-orang sesudah mereka serta menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal dan menjauhkan mereka dari keragu-raguan dan prasangka yang tidak baik.\n\nFirman Allah:\n\nSungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. (al-Ma'idah./5: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 4188, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u0630\u064e\u0646\u0628\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0628\u0652\u0643\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Fasbir inna wa'dal laahi haqqunw wastaghfir lizambika wa sabbih bihamdi Rabbika bil'ashiyyi wal ibkaar" } }, "translation": { "en": "So be patient, [O Muhammad]. Indeed, the promise of Allah is truth. And ask forgiveness for your sin and exalt [Allah] with praise of your Lord in the evening and the morning.", "id": "Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4188", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4188.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4188.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikian pula yang terjadi terhadap Nabi Muhammad. Beliau telah dianugerahi kitab serta dijanjikan akan beroleh kemenangan menghadapi orang-orang musyrik Mekah. “Maka tetaplah tabah dan bersabarlah kamu, wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya janji Allah tentang akan beroleh kemenangan itu adalah janji yang benar, dan oleh sebab itu, mohonlah ampun untuk dosamu dan ajaklah para pengikutmu melakukannya serta bertasbihlah menyucikan Allah dari segala bentuk ketidakwajaran seraya memuji keagungan dan kebesaran Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.", "long": "Pertolongan Allah kepada para rasul dan orang-orang yang beriman itu adalah salah satu dari sunatullah seperti yang pernah dianugerahkan kepada Musa. Oleh karena itu, Nabi Muhammad diminta untuk bersabar atas sikap dan tindakan orang-orang musyrik yang memperolok-olokkan ayat-ayat Allah. Allah pasti menolongnya dengan mengokohkan barisan kaum Muslimin dan mengangkat posisi agama Islam melebihi kepercayaan yang mereka anut Nabi Muhammad diperintahkan untuk selalu bertobat dan bertasbih pagi dan petang, sebagaimana firman Allah:\n\nDan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). (Hud/11: 114)\n\nDengan selalu salat mengingat Allah dan bertasbih pagi dan petang itu, maka Rasulullah beribadah seperti yang dilakukan para malaikat. Allah berfirman:\n\nDan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang. (al-Anbiya'/21: 19-20)\n\nRasulullah saw diperintahkan bertobat bukan berarti beliau telah melakukan perbuatan dosa, tapi maksudnya ialah dengan sering melakukan tobat dan mohon ampun, maka jiwa semakin suci dan bersih, tidak ada satu pun kotoran yang mengotorinya. Jika Nabi yang terbebas dari segala dosa masih disuruh bertobat, maka bagi umat dan pengikutnya akan lebih lagi. Mereka harus cepat dan lebih sering bertobat.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Al-Qur'an mengajarkan agar orang-orang yang beriman selalu bertobat, memohon ampun kepada Allah, dan mengerjakan amal saleh. Jika seseorang telah bertobat dan memohon ampun maka jiwanya menjadi suci dan bersih. Amal yang dikerjakan oleh orang yang bersih jiwanya akan langsung diterima Allah.\n\nDari ayat ini, dapat dipahami bahwa orang yang tidak suci dan bersih hatinya karena tidak bertobat dan mohon ampun kepada Allah, maka amalnya tidak diterima oleh Allah atau tidak dianggap sebagai amal yang saleh" } } }, { "number": { "inQuran": 4189, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d9 \u0625\u0650\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u0650\u0628\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u0630\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yujaadi loona feee Aayaatil laahi bighairi sultaanin ataahum in fee sudoorihim illaa kibrum maa hum bibaaligheeh; fasta'iz billaahi innahoo Huwas Samee'ul Baseer" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who dispute concerning the signs of Allah without [any] authority having come to them - there is not within their breasts except pride, [the extent of] which they cannot reach. So seek refuge in Allah. Indeed, it is He who is the Hearing, the Seeing.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4189", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4189.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4189.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang durhaka itu mendustakan wahyu Allah dengan cara mendebat untuk menolak apa yang dikandung oleh Allah tersebut. Sesungguhnya orang-orang yang senantiasa mendebat untuk menolak kebenaran ayat-ayat Allah yang begitu jelas dan terang benderang tanpa alasan dan bukti-bukti yang sampai kepada mereka, maka yang ada dalam dada mereka hanyalah keinginan dan kebesaran dan keangkuhan agar dapat menyanyangimu, wahai Nabi Muhammad, yang hal itu pasti tidak akan pernah mereka capai. Maka oleh sebab itu, mintalah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia, Maha Mendengar lagi Maha Melihat.", "long": "Pertolongan Allah kepada para rasul dan orang-orang yang beriman itu adalah salah satu dari sunatullah seperti yang pernah dianugerahkan kepada Musa. Oleh karena itu, Nabi Muhammad diminta untuk bersabar atas sikap dan tindakan orang-orang musyrik yang memperolok-olokkan ayat-ayat Allah. Allah pasti menolongnya dengan mengokohkan barisan kaum Muslimin dan mengangkat posisi agama Islam melebihi kepercayaan yang mereka anut Nabi Muhammad diperintahkan untuk selalu bertobat dan bertasbih pagi dan petang, sebagaimana firman Allah:\n\nDan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). (Hud/11: 114)\n\nDengan selalu salat mengingat Allah dan bertasbih pagi dan petang itu, maka Rasulullah beribadah seperti yang dilakukan para malaikat. Allah berfirman:\n\nDan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang. (al-Anbiya'/21: 19-20)\n\nRasulullah saw diperintahkan bertobat bukan berarti beliau telah melakukan perbuatan dosa, tapi maksudnya ialah dengan sering melakukan tobat dan mohon ampun, maka jiwa semakin suci dan bersih, tidak ada satu pun kotoran yang mengotorinya. Jika Nabi yang terbebas dari segala dosa masih disuruh bertobat, maka bagi umat dan pengikutnya akan lebih lagi. Mereka harus cepat dan lebih sering bertobat.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Al-Qur'an mengajarkan agar orang-orang yang beriman selalu bertobat, memohon ampun kepada Allah, dan mengerjakan amal saleh. Jika seseorang telah bertobat dan memohon ampun maka jiwanya menjadi suci dan bersih. Amal yang dikerjakan oleh orang yang bersih jiwanya akan langsung diterima Allah.\n\nDari ayat ini, dapat dipahami bahwa orang yang tidak suci dan bersih hatinya karena tidak bertobat dan mohon ampun kepada Allah, maka amalnya tidak diterima oleh Allah atau tidak dianggap sebagai amal yang saleh" } } }, { "number": { "inQuran": 4190, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lakhalqus samaawaati wal ardi akbaru min khalqin naasi wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "The creation of the heavens and earth is greater than the creation of mankind, but most of the people do not know.", "id": "Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4190", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4190.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4190.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Titik fokus yang mereka debat dari pemberitaan ayat-ayat Allah itu adalah pada kebangkitan manusia dari alam kubur. Maka, Allah membantahnya dengan menyebut bahwa penciptaan langit dan bumi lebih besar peristiwanya daripada hanya sekadar menciptakan kembali manusia yang sudah mati. Sungguh, bahwa penciptaan langit dan bumi itu, jauh lebih besar serta lebih hebat memperlihatkan kemahakuasaan Allah, daripada hanya sekadar penciptaan manusia kembali untuk bangkit dari kubur. Akan tetapi, kebanyakan manusia, yakni orang-orang yang durhaka, tidak mengetahui hakikat perbandingan antara penciptaan langit dan bumi serta membangkitkan manusia dari kubur.", "long": "Pada ayat ini dinyatakan bahwa orang-orang yang meng-ingkari seruan rasul dan membantah ayat-ayat Allah adalah orang-orang yang dalam hatinya penuh dengan keangkuhan dan takabur. Mereka enggan menerima kebenaran karena pengaruh hawa nafsu. Mereka ingin berkuasa dan dijadikan pemimpin dalam masyarakat, serta merasa sebagai orang yang paling berkuasa. Keinginan mereka inilah yang menyebabkan mereka mengingkari ayat-ayat Allah. Menurut mereka, keinginan itu tidak akan tercapai jika mereka mengikuti seruan rasul, karena dengan mengikuti seruan rasul berarti mereka meninggalkan agama nenek moyang yang mereka hormati selama ini.\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa sekalipun orang-orang kafir itu selalu berusaha untuk menghancurkan Nabi Muhammad dan para pengikutnya, namun mereka tidak akan mencapai cita-cita itu. Sebab, Allah selalu membantu Nabi Muhammad dengan merendahkan, menghinakan, dan memusnahkan musuh-musuhnya dan usaha-usaha mereka.\n\nAllah lalu memerintahkan Nabi agar selalu mohon perlindungan kepada-Nya untuk mematahkan tipu daya dan usaha orang-orang musyrik itu. Allah Maha Mendengar segala permintaan dan permohonan hamba-Nya, mengetahui setiap getaran jiwa dan melihat segala perbuatan hamba-hamba-Nya.\n\n(57) Pada ayat ini, Allah mengemukakan salah satu bukti adanya hari kebangkitan pada hari Kiamat nanti. Dia menerangkan bahwa menciptakan langit dan bumi lebih \"berat\" dan \"sukar\" dibanding dengan menciptakan manusia, baik pada waktu pertama kali menciptakannya maupun pada waktu mengulanginya kembali. Langit dan bumi beserta segala isinya tidak terhingga luas dan besarnya. Tidak terhitung jumlah planet-planet di sana. Tidak terhitung jumlah binatang dan tumbuh-tumbuhan yang ada padanya. Gunung-gunung dan sungai-sungai yang mengalir tidak bisa dilacak semua oleh manusia. Hukum-hukum dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengannya tidak bisa diketahui oleh manusia seluruhnya. Oleh karena itu, orang-orang musyrik jangan sekali-kali mengira bahwa Allah yang telah menciptakan langit dan bumi serta manusia yang ada di dalamnya, tidak sanggup membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat atau menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Tidak sesuatu pun yang sukar bagi Allah, semua mudah bagi-Nya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah; sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-A.hqaf/46: 33)\n\nAyat 57 Surah az-Zumar ini seolah menekankan bahwa penciptaan alam semesta ini jauh lebih rumit (besar) daripada penciptaan manusia (hal ini tentu dalam pandangan manusia karena bagi Allah tidak ada yang rumit sedikit pun). Padahal dari jumlah tulisan hasil pemikiran dan temuan, pengungkapan teori terciptanya alam semesta ini lebih banyak dan lebih pesat perkembangannya dibandingkan dengan perkembangan teori kejadian manusia yang sampai saat ini masih dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan belum terjawab dan fakta-fakta yang kontroversial. Dilihat dari waktu keberadaannya secara ilmu pengetahuan, manusia (homo sapiens) diperkirakan muncul pada 40.000 tahun yang lalu, kurun waktu ini bukan apa-apa dibandingkan umur alam semesta yang diperkirakan telah berada semenjak 7 miliar tahun yang lalu, apalagi jika dibandingkan dengan sejarah peradaban manusia yang jejaknya ditemukan hanya sekitar 7000 tahun yang lalu. Tampaknya pengetahuan kita tentang kejadian alam semesta inipun sebenarnya tidak lebih banyak dari apa yang kita ketahui tentang kejadian manusia.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan bukti-bukti yang dikemukakan itu dan amat sedikit manusia yang mau berpikir untuk mencari kebenaran yang hakiki. Mereka terlalu dipengaruhi hawa nafsu dan kesenangan dunia yang sifatnya hanya sementara. Mereka juga tidak mau mendengar dan menyadari bahwa Allah Mahakuasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4191, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 24, "page": 473, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0650\u064a\u0621\u064f \u06da \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yastawil a'maa walbaseeru wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati wa lal museee'; qaleelam maa tatazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And not equal are the blind and the seeing, nor are those who believe and do righteous deeds and the evildoer. Little do you remember.", "id": "Dan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (sama) pula orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Hanya sedikit sekali yang kamu ambil pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4191", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4191.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4191.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sangatlah benar bahwa orang-orang yang mampu menangkap hakikat tersebut tidak sama dengan orang yang tidak mampu melakukan dan memahaminya, sehingga Allah menegaskan bahwa tidak sama orang yang buta mata hatinya dengan orang yang mampu melihat dengan mata hatinya, dan dengan demikian, tidak sama pula orang-orang yang beriman kepada kebenaran wahyu Allah dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang durhaka yang berbuat kejahatan. Hanya sedikit sekali dari perbandingan itu yang kamu ambil dan jadikan pelajaran, wahai manusia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tidak sama di sisi Allah orang yang kafir yang buta dari kebenaran, tidak mau melihat dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah di langit dan di bumi dengan orang-orang yang beriman yang mau mencari kebenaran, berusaha meyakinkan dirinya dengan mempelajari dan merenungkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, sehingga mereka mengetahui bahwa penciptaan bumi dan langit beserta apa yang ada di dalamnya lebih besar dan sulit dari menciptakan manusia. Oleh karena itu, membangkitkan manusia itu adalah suatu yang mudah bagi Allah. Begitu pula tidak sama orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan orang-orang kafir yang selalu melakukan perbuatan yang dilarang Allah.\n\nMemang hanya sedikit manusia yang mau merenungkan dan memikirkan dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka dan sedikit pula yang mau mengambil pelajaran. Sekiranya mereka mau merenungkan sehingga mereka mengetahui kebenaran, tentulah mereka mengetahui pula kesalahan-kesalahan yang pernah mereka perbuat dan tidak mengulanginya lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 4192, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 24, "page": 474, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0644\u064e\u0622\u062a\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innas Saa'ata la aatiyatul laa raiba feehaa wa laakinna aksaran naasi laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the Hour is coming - no doubt about it - but most of the people do not believe.", "id": "Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4192", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4192.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4192.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menegaskan bahwa menciptakan langit dan bumi merupakan pekerjaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan membangkitkan manusia dari kubur, maka sekarang Allah mempertegas keniscayaan akan datangnya Kiamat. Sesungguhnya hari Kiamat yang dijanjikan itu pasti akan datang, tidak ada keraguan tentang kedatangan-nya sedikit pun. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak beriman walaupun sudah terlalu banyak bukti yang diperlihatkan untuk itu.", "long": "Setelah Allah menerangkan bukti-bukti adanya hari Kiamat dan hari kebangkitan, maka Dia menegaskan bahwa hari Kiamat itu pasti datang. Pada waktu itu, seluruh manusia dihidupkan kembali, setiap mereka diperhitungkan amalnya dengan penuh keadilan di hadapan mahkamah Allah. Tidak seorang pun yang dapat mengelakkan diri dari pengadilan Tuhan itu.\n\nSekalipun hari Kiamat itu pasti datang, dan telah ditegaskan bahwa orang-orang kafir akan masuk neraka dan orang-orang yang beriman akan masuk surga, namun sedikit sekali manusia yang mau percaya dan beriman, bahkan mereka mendustakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4193, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 24, "page": 474, "manzil": 6, "ruku": 409, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u064a \u0633\u064e\u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062f\u064e\u0627\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaala Rabbukumud 'ooneee astajib lakum; innal lazeena yastakbiroona an 'ibaadatee sa yadkhuloona jahannama daakhireen" } }, "translation": { "en": "And your Lord says, \"Call upon Me; I will respond to you.\" Indeed, those who disdain My worship will enter Hell [rendered] contemptible.", "id": "Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4193", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4193.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4193.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan semakin dekat hari Kiamat, Allah kemudian mengajak manusia dengan kasih sayang-Nya agar datang dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku dengan mendekatkan diri, niscaya akan Aku perkenankan bagimu apa yang kamu harapkan berupa hidayah dan anugerah nikmat. Sesungguhnya orang-orang yang angkuh dan sombong sehingga membuat mereka tidak mau menyembah-Ku, mereka akan masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia berdoa kepada-Nya. Jika mereka berdoa niscaya Dia akan memperkenankan doa itu.\n\nIbnu 'Abbas, adh-ahhak, dan Mujahid mengartikan ayat ini, \"Tuhan kamu berfirman, 'Beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku akan membalasnya dengan pahala.\" Menurut mereka, di dalam Al-Qur'an, perkataan doa bisa pula diartikan dengan ibadah seperti pada firman Allah:\n\nYang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah inatsan (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka. (an-Nisa'/4: 117)\n\nDalam hadis, Nabi bersabda:\n\nDoa itu ialah ibadah. (Riwayat at-Tirmidzi dari an-Nu'man bin Basyir)\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa doa dalam ayat ini berarti \"permohonan\".\n\nSebenarnya doa dan ibadah itu adalah sama dari sisi bahasa. Hanya yang pertama berarti khusus sedang yang kedua berarti umum. Doa adalah salah satu bentuk atau cara dari ibadah. Hal ini berdasar hadis:\n\nDoa itu adalah inti ibadah. (Riwayat at-Tirmidzi dari Anas bin Malik) \n\nDan hadis Nabi saw:\n\nDiriwayatkan dari 'aisyah, dia berkata, \"Nabi saw ditanya orang, 'Ibadah manakah yang paling utama? Beliau menjawab, 'Doa seseorang untuk dirinya.\" (Riwayat al-Bukhari) \n\nBerdasarkan hadis di atas, maka doa dalam ayat ini dapat diartikan dengan ibadah. Hal ini dikuatkan oleh lanjutan ayat yang artinya: \"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk ke dalam neraka yang hina.\"\n\nAyat ini merupakan peringatan dan ancaman keras kepada orang-orang yang enggan beribadah kepada Allah. Ayat ini juga merupakan pernyataan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka memperoleh kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Seakan-akan Allah mengatakan, \"Wahai hamba-hamba-Ku, menghambalah kepada-Ku, selalulah beribadah dan berdoa kepada-Ku. Aku akan menerima ibadah dan doa yang kamu lakukan dengan ikhlas, memperkenankan permohonanmu, dan mengampuni dosa-dosamu\"." } } }, { "number": { "inQuran": 4194, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 24, "page": 474, "manzil": 6, "ruku": 410, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0645\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee ja'ala lakumul laila litqaskunoo feehi wannahaara mubsiraa; innal laaha lazoo fadlin 'alan naasi wa laakinna aksaran naasi laa yashkuroon" } }, "translation": { "en": "It is Allah who made for you the night that you may rest therein and the day giving sight. Indeed, Allah is full of bounty to the people, but most of the people are not grateful.", "id": "Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat padanya; (dan menjadikan) siang terang benderang. Sungguh, Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4194", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4194.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4194.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ajakan untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah adalah merupakan keniscayaan semata yang harus dilakukan oleh manusia. Sebenarnya disembah ataupun tidak, Allah tetaplah sebagai Pencipta alam semesta. Ayat ini dan ayat-ayat berikut mengukuhkan kenisca-yaan tersebut. Allah-lah yang menjadikan malam itu gelap untukmu agar kamu dapat beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang agar kamu dapat bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup. Sungguh, Allah benar-benar memiliki karunia yang tiada terhingga yang dilimpahkan-Nya kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur atas karunia itu.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia beribadah kepada-Nya dengan alasan-alasan berikut ini:\n\n1. Yang memerintahkan agar beribadah kepada-Nya itu ialah Tuhan yang menjadikan malam sebagai waktu beristirahat, dan mempersiapkan tenaga baru agar dapat berusaha kembali esok harinya. Pada waktu malam, pada umumnya manusia tidur karena merupakan kebutuhan tubuh yang harus dipenuhi.\n\n2. Yang menjadikan siang bercahaya, yang menerangi alam semesta sehingga manusia dapat berusaha untuk mencukupi keperluan hidup.\n\n3. Karena Allah mempunyai karunia yang tidak terhingga banyaknya yang disediakan untuk seluruh makhluk-Nya, dan karunia itu tidak akan habis selama-lamanya.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa kebanyakan manusia tidak mau mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya. Mereka mengingkari nikmat, seakan-akan nikmat itu mereka peroleh semata-mata karena usaha mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4195, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 24, "page": 474, "manzil": 6, "ruku": 410, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalikumul laahu Rabbukum khaaliqu kulli shai'; laaa ilaaha illaa Huwa fa annaa tu'fakoon" } }, "translation": { "en": "That is Allah, your Lord, Creator of all things; there is no deity except Him, so how are you deluded?", "id": "Demikianlah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tidak ada tuhan selain Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4195", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4195.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4195.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah, Tuhanmu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pencipta segala sesuatu, tidak ada Tuhan yang layak disembah selain Dia. Oleh sebab itu, maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan dari mengakui kebenaran ayat-ayat Allah?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa yang melimpahkan nikmat yang tidak terhingga kepada seluruh makhluk itu adalah Tuhan yang berhak disembah, karena Dialah yang menciptakan seluruh makhluk.\n\nKepada orang-orang kafir akan ditanyakan mengapa mereka berpaling, tidak mau menyembah, dan tidak mengesakan Allah. Padahal semua yang mereka sembah itu adalah ciptaan Allah, yang tidak pantas disembah." } } }, { "number": { "inQuran": 4196, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 24, "page": 474, "manzil": 6, "ruku": 410, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalika yu'fakul loazeena kaanoo bi Aayaatil laahi yajhadoon" } }, "translation": { "en": "Thus were those [before you] deluded who were rejecting the signs of Allah.", "id": "Demikianlah orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah dipalingkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4196", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4196.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4196.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah caranya bagaimana orang-orang durhaka yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah dipalingkan disebabkan oleh keangkuhan dan kesombongan mereka.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa sebagaimana orang-orang musyrik telah sesat karena menyembah tuhan-tuhan selain Allah, demikian juga telah sesat orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan menyembah tuhan-tuhan yang lain semata-mata karena kebodohan mereka dan menuruti hawa nafsu belaka." } } }, { "number": { "inQuran": 4197, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 24, "page": 474, "manzil": 6, "ruku": 410, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0646\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0635\u064e\u0648\u0651\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0635\u064f\u0648\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee ja'ala lakumul arda qaraaranw wassa maaa'a binaaa'anw wa sawwarakum fa ahsana suwarakum wa razaqakum minat taiyibaat; zaalikumul laahu Rabbukum fatabaarakal laahu Rabbul 'aalameen" } }, "translation": { "en": "It is Allah who made for you the earth a place of settlement and the sky a ceiling and formed you and perfected your forms and provided you with good things. That is Allah, your Lord; then blessed is Allah, Lord of the worlds.", "id": "Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentukmu lalu memperindah rupamu serta memberimu rezeki dari yang baik-baik. Demikianlah Allah, Tuhanmu, Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4197", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4197.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4197.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih dalam kaitan keniscayaan bahwa Allah memang layak untuk disembah, Allah kemudian menegaskannya kembali dalam ayat ini. Allah-lah Tuhan Yang Maha Esa dan Mahakuasa yang menjadikan bumi pada dasarnya untukmu, wahai manusia, sebagai tempat menetap yang layak untuk kehidupan, dan menjadikan langit sebagai atap tanpa tiang, dan membentukmu dengan bentuk yang sebaik-baiknya lalu memperindah rupamu serta memberimu rezeki dari yang baik-baik serta bermanfaat. Demikianlah Allah menciptakan semua itu bagi manusia, Dialah yang menjadi Tuhanmu, Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah yang menjadikan bumi untuk manusia sebagai tempat kediaman. Mereka hidup di atasnya dengan menikmati rezeki yang dilimpahkan-Nya. Dia pula yang menjadikan langit sebagai atap dan dihiasi dengan bintang-bintang yang gemerlapan tampak di malam hari. Karena keteraturan peredaran bintang-bintang, timbullah malam, siang, gelap, dan terang-benderang.\n\nPada ayat ini juga diterangkan dalil-dalil keesaan dan kekuasaan Allah yang terdapat pada diri manusia sendiri. Allah telah menjadikan manusia dalam bentuk yang paling baik di antara para makhluk-Nya dan dilengkapi dengan anggota tubuh yang sesuai dengan keperluan dan kepentingan hidup manusia sendiri. Dia pulalah yang memberikan kepada manusia makanan dan minuman yang baik sebagai rezeki dari-Nya. Allah itu Tuhan yang Mahatinggi, yang memiliki semesta alam.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Tuhan yang melimpahkan rahmat-Nya kepada manusia adalah Tuhan yang wajib disembah. Tuhan Yang Mahasempurna dan memiliki semesta alam. Firman Allah:\n\nWahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (al-Baqarah/2: 21-22)" } } }, { "number": { "inQuran": 4198, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 24, "page": 474, "manzil": 6, "ruku": 410, "hizbQuarter": 189, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0651\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d7 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal Hayyu laaa ilaaha illaa Huwa fad'oohu mukh liseena lahudeen; alhamdu lillaahi Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "He is the Ever-Living; there is no deity except Him, so call upon Him, [being] sincere to Him in religion. [All] praise is [due] to Allah, Lord of the worlds.", "id": "Dialah yang hidup kekal, tidak ada tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4198", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4198.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4198.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keniscayaan bahwa Allah-lah yang layak dijadikan Tuhan dan sebagai tempat memohonkan doa lebih dikukuhkan lagi dengan ayat ini. Dialah yang hidup kekal yang memberikan kehidupan bagi semua yang hidup, tidak ada tuhan yang layak disembah selain Dia; maka oleh sebab itu, berdoa dan sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya dengan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain. Segala puji bagi Allah, Dia Maha Esa, Tuhan seluruh alam.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang hidup kekal, yang tidak pernah mati. Dialah yang menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya, selain daripada-Nya tidak pantas disembah. Oleh karena itu, murnikanlah ketundukan dan ketaatan hanya kepada-Nya saja, jangan sekali-kali mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Suci. Dialah Yang memiliki segala makhluk-Nya, baik yang berupa malaikat, jin, manusia, dan semua makhluk lain yang ada di alam ini. Semuanya itu tergantung kepada-Nya, sehingga segala sifat kebesaran dan kemuliaan ada pada-Nya. Oleh karena itu, mereka selalu mengucapkan: \"al-hamdulillahi Rabbil 'alamin\"." } } }, { "number": { "inQuran": 4199, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 24, "page": 474, "manzil": 6, "ruku": 410, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0646\u064f\u0647\u0650\u064a\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innee nuheetu an a'budal lazeena tad'oona min doonil laahi lammaa jaaa'a niyal biyinaatu mir Rabbee wa umirtu an uslima li Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Indeed, I have been forbidden to worship those you call upon besides Allah once the clear proofs have come to me from my Lord, and I have been commanded to submit to the Lord of the worlds.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4199", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4199.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4199.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah jelas dan tuntas tentang keniscayaan bahwa hanya Allah yang layak untuk disembah dan sebagai tempat meminta, bukan kepada yang lain, maka pada ayat di atas dan ayat-ayat berikut disampaikan larangan untuk menyembah selain Allah. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sungguh, aku sangat dilarang untuk menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah Yang Maha Esa, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dan bukti-bukti dari Tuhanku; dan lebih dari itu aku diperintahkan agar dengan bersungguh-sungguh berserah diri kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam.”", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang musyrik dan orang-orang kafir bahwa Allah melarangnya menyembah tuhan yang mereka sembah, selain dari Allah.\n\nPengertian menyembah tuhan-tuhan selain Allah itu ialah menghambakan diri kepada sesuatu, menganggapnya mempunyai kekuatan gaib seperti kekuatan Allah, memohon pertolongan, dan meminta sesuatu kepadanya. Dalam ayat ini disebutkan bahwa tuhan-tuhan itu berupa patung-patung. Akan tetapi, pengertian ini mencakup segala macam benda atau makhluk yang disembah dan dimohon pertolongan kepadanya, seperti sungai-sungai, batu-batu keramat, kuburan yang dianggap keramat, dan sebagainya.\n\nSelanjutnya Rasulullah diperintahkan untuk menyatakan bahwa Allah melarangnya menyembah selain Allah, dan mengemukakan bukti-bukti dan dalil-dalil berupa ayat-ayat Al-Qur'an, maupun berupa perintah agar memperhatikan kejadian alam ini. Dengan merenungkan kejadian alam dan ayat-ayat Al-Qur'an, maka orang akan sampai kepada kesimpulan bahwa yang berhak disembah itu hanyalah Allah semata.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memerintahkan agar tunduk dan patuh kepada-Nya, memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya, karena Dialah Tuhan Pemilik semesta alam." } } }, { "number": { "inQuran": 4200, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 410, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0637\u0650\u0641\u0652\u0644\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064f\u064a\u064f\u0648\u062e\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazee khalaqakum min turaabin summa min nutfatin summa min 'alaqatin summa yukhrijukum tiflan summa litablughooo ashuddakum summa litakoonoo shuyookhaa; wa minkum mai yutawaffaa min qablu wa litablughooo ajalam musam manw-wa la'allakum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "It is He who created you from dust, then from a sperm-drop, then from a clinging clot; then He brings you out as a child; then [He develops you] that you reach your [time of] maturity, then [further] that you become elders. And among you is he who is taken in death before [that], so that you reach a specified term; and perhaps you will use reason.", "id": "Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4200", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4200.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4200.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan bahwa hanya Dia yang layak disembah, Allah lalu menguraikan beberapa bukti kekuasaan-Nya yang ada dalam diri manusia. Dialah Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menciptakanmu, wahai manusia, dari tanah, kemudian sesudah itu dari setetes mani yang bertemu dengan indung telur dalam rahim, lalu sesudah itu dari segumpal darah, kemudian setelah menempuh waktu sembilan bulan atau lebih, kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan-Nya kamu tumbuh sampai menjadi manusia dewasa, lalu kemudian menjadi tua dan lanjut usia. Akan tetapi, di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu atau sebelum mencapai usia dewasa atau tua. Kami perbuat demikian agar kamu menyadari bahwa ada batas sampai kepada kurun waktu yang ditentukan bagi setiap orang, agar kamu mengerti dan memahami ketentuan ini.", "long": "Dialah yang menjadikan manusia dari tanah, menjadi setetes mani, dari setetes mani menjadi sesuatu yang melekat, dan segumpal darah menjadi segumpal daging, kemudian dilahirkan ke dunia dalam bentuk manusia.\n\nJumhur ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Allah menciptakan manusia dari tanah ialah bapak manusia yaitu Adam yang diciptakan Allah dari tanah.\n\nSebagian ahli tafsir menerangkan bahwa yang dimaksudkan dengan Allah menjadikan manusia dari tanah ialah Allah menjadikan manusia dari sari pati yang berasal dari tanah. Seorang bapak dan seorang ibu memakan makanan yang berasal dari tanah, dari binatang ternak, dan tumbuh-tumbuhan. Binatang ternak memakan tumbuh-tumbuhan dan berkembang dengan menggunakan zat-zat yang berasal dari tanah. Makanan yang dimakan ibu atau bapak itu merupakan sumber utama untuk membentuk sel telur atau sperma. Sel telur ibu bertemu dengan sperma bapak dalam rahim ibu, sehingga menjadi segumpal darah dan seterusnya.\n\nAllah lalu menerangkan bahwa manusia yang diciptakan-Nya dari tanah itu mengalami hidup dalam tiga masa; yaitu:\n\n1. Masa kanak-kanak.\n\n2. Masa dewasa.\n\n3. Masa tua.\n\nDi antara manusia ada yang diwafatkan Allah pada masa kanak-kanak, ada pula pada masa dewasa, dan ada yang diwafatkan setelah berusia lanjut. Ketentuan kapan seorang manusia meninggal itu berada di tangan Allah semata.\n\nProses kejadian manusia itu diterangkan dalam ayat ini agar dapat menjadi bahan renungan dan pemikiran bagi orang-orang yang berakal, sehingga mereka beriman kepada Allah Pencipta seluruh makhluk." } } }, { "number": { "inQuran": 4201, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 410, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0646 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Huwal lazee yuhyee wa yumeetu fa izaa qadaaa amran fa innamaa yaqoolu lahoo kun fa yakon" } }, "translation": { "en": "He it is who gives life and causes death; and when He decrees a matter, He but says to it, \"Be,\" and it is.", "id": "Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4201", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4201.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4201.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah selanjutnya menguraikan bahwa menghidupkan dan mematikan manusia dan makhluk lainnya adalah hal yang mudah bagi Allah. Dialah Allah Tuhan Yang Mahakuasa yang menghidupkan makhluk dan Dia pula yang mematikan-nya. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan itu adalah sangat mudah, Dia hanya cukup berkata kepada-nya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.", "long": "Allah memerintahkan agar Rasulullah menyampaikan kepada orang-orang musyrik bahwa Allah yang wajib disembah itu adalah Tuhan Yang menghidupkan manusia dari tidak ada kepada ada, menghidupkan kembali sesudah matinya, dan mematikan seluruh makhluk pada waktu-waktu yang telah ditentukan-Nya. Dia adalah Tuhan Yang Mahakuasa dan Maha Pencipta. Jika berkehendak menciptakan sesuatu, Allah cukup mengatakan, \"Jadilah,\" maka jadilah sesuatu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4202, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena yujaadiloona feee Aayaatil laahi annaa yusrafoon" } }, "translation": { "en": "Do you not consider those who dispute concerning the signs of Allah - how are they averted?", "id": "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang (selalu) membantah ayat-ayat Allah? Bagaimana mereka dapat dipalingkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4202", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4202.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4202.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah disimpulkan pada ayat-ayat yang lalu bahwa Allah-lah pe-nguasa alam semesta ini, dan yang berkuasa menghidupkan dan mematikan, maka ayat-ayat berikut kembali menghadapkan perhatian terhadap orang-orang yang mendebat kebenaran wahyu terutama tentang akibat yang akan mereka terima karena perbuatan tersebut. \"Apakah kamu, wahai Nabi Muhammad, tidak memperhatikan tentang orang-orang yang selalu membantah dengan batil terhadap semua bukti kebenaran ayat-ayat Allah? Bagaimana jalan pikiran mereka sehingga mereka dapat dipalingkan dari bukti-bukti kebenaran yang sangat jelas dari wahyu itu?”", "long": "Allah menyatakan kepada Nabi Muhammad, apakah ia tidak memerhatikan orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah yang menerangkan dan membuktikan keesaan-Nya dan adanya hari kebangkitan. Orang-orang kafir itu membantah tanpa mengemukakan dalil-dalil yang kuat atau yang dapat diterima akal dan pikiran yang benar. Hal ini menunjukkan bahwa kekafiran dan keingkaran mereka itu tidak beralasan sedikit pun. Jika ada alasan yang mereka kemukakan, maka alasan itu semata-mata hanya karena ingin mengelakkan diri dari seruan Muhammad.\n\nSikap mereka yang demikian itu adalah sikap yang aneh dan tidak benar. Jika mereka ingin mencari kebenaran dan ingin mengikuti kepercayaan yang benar, amat banyak dalil-dalil yang dapat mereka pelajari dan perhatikan untuk mencapai keinginan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4203, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena kazzaboo bil Kitaabi wa bimaa arsalnaa bihee Rusulanaa fasawfa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Those who deny the Book and that with which We sent Our messengers - they are going to know,", "id": "(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Kitab (Al-Qur'an) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4203", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4203.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4203.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang mendebat dengan batil wahyu Allah itu adalah orang-orang yang mendustakan Kitab, yakni Al-Qur’an, dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus, yakni Zabur, Taurat, dan Injil. Kelak mereka akan mengetahui akibat dari sanggahan mereka itu.", "long": "Orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah itu ialah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepada Muhammad saw dan mendustakan semua yang disampaikan rasul-rasul atas perintah-Nya.\n\nDalam ayat-ayat Al-Qur'an dan apa yang disampaikan rasul-rasul itu terdapat perintah untuk menghambakan diri kepada Allah semata, tidak menyembah sesuatu pun selain Dia, meyakini adanya hari kebangkitan, dan hukum-hukum serta petunjuk untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.\n\nOrang-orang yang ingkar itu kelak akan mengetahui akibat keingkaran mereka. Hal ini merupakan peringatan yang sangat keras, sebagaimana firman Allah:\n\nCelakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan! (al-Muthaffifin/83: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 4204, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u063a\u0652\u0644\u064e\u0627\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0642\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0633\u0650\u0644\u064f \u064a\u064f\u0633\u0652\u062d\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Izil aghlaalu feee a'naaqi-him wassalaasilu yashaboon" } }, "translation": { "en": "When the shackles are around their necks and the chains; they will be dragged", "id": "ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4204", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4204.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4204.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akibat dari sanggahan mereka terhadap kebenaran wahyu-wahyu Allah akan mereka rasakan ketika belenggu mengikat tangan mereka, dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret dengan tarikan yang sangat kuat.", "long": "Akibat keingkaran mereka, orang-orang kafir akan merasakan siksa di akhirat, ketika belenggu dan rantai-rantai dikalungkan ke leher mereka, kemudian mereka ditarik dengan paksa dan dibakar di dalam neraka.\n\nAyat ini sama isinya dan maksudnya dengan firman Allah:\n\nKemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim. (ash-shaffat/37: 68)\n\nDan firman Allah\n\nPeganglah dia kemudian seretlah dia sampai ke tengah-tengah neraka, kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia. Sungguh, inilah azab yang dahulu kamu ragukan. (ad-Dukhan/44: 47-50)" } } }, { "number": { "inQuran": 4205, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u062c\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fil hameemi summa fin Naari Yasjaroon" } }, "translation": { "en": "In boiling water; then in the Fire they will be filled [with flame].", "id": "ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4205", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4205.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4205.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka diseret dengan sangat kuat ke dalam air yang sangat panas dan mendidih, kemudian mereka dibakar di dalam api neraka.", "long": "Akibat keingkaran mereka, orang-orang kafir akan merasakan siksa di akhirat, ketika belenggu dan rantai-rantai dikalungkan ke leher mereka, kemudian mereka ditarik dengan paksa dan dibakar di dalam neraka.\n\nAyat ini sama isinya dan maksudnya dengan firman Allah:\n\nKemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim. (ash-shaffat/37: 68)\n\nDan firman Allah\n\nPeganglah dia kemudian seretlah dia sampai ke tengah-tengah neraka, kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia. Sungguh, inilah azab yang dahulu kamu ragukan. (ad-Dukhan/44: 47-50)" } } }, { "number": { "inQuran": 4206, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summaa qeela lahum ayna maa kuntum tushrikoon" } }, "translation": { "en": "Then it will be said to them, \"Where is that which you used to associate [with Him in worship]", "id": "kemudian dikatakan kepada mereka, “Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4206", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4206.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4206.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dalam keadaan direbus dan dibakar di dalam api neraka, dikatakan kepada mereka, “Manakah berhala-berhala yang banyak itu yang selalu kamu persekutukan dengan Allah.", "long": "Kepada orang-orang kafir yang sedang ditimpa azab yang sangat pedih itu diajukan pertanyaan-pertanyaan yang bernada mengejek untuk menambah berat penderitaan yang sedang mereka alami. Pertanyaan-pertanyaan itu ialah manakah berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah dahulu. Berhala-berhala yang menurut mereka sanggup melepaskan dan menyelamatkan mereka dari azab dan bencana hari itu.\n\nMereka menjawab bahwa berhala-berhala itu telah menghilang dari mereka, telah mengikuti jalan yang lain, dan membiarkan mereka ditimpa bencana dan kesengsaraan pada hari itu. Mereka mengakui bahwa sebenarnya selama hidup di dunia mereka telah mengikuti agama dan kepercayaan yang salah dan menyembah sesuatu yang tidak layak disembah.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa sebagaimana Allah telah membiarkan sesat orang-orang musyrik, sehingga tidak ada satu perbuatan pun yang diterima dari mereka sebagai amal saleh, maka demikian pula sikap Allah terhadap semua pekerjaan yang telah dilakukan orang-orang kafir. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari amal-amal mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4207, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Min doonil laahi qaaloo dalloo 'annaa bal lam nakun nad'oo min qablu shai'aa; kazaalika yudillul laahul kaafireen" } }, "translation": { "en": "Other than Allah?\" They will say, \"They have departed from us; rather, we did not used to invoke previously anything.\" Thus does Allah put astray the disbelievers.", "id": "(yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab, “Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4207", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4207.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4207.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itukah berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah?” Mereka para pendebat itu, menjawab, “Mereka telah hilang lenyap dari pandangan kami, bahkan sebenarnya kami dahulu sebelum keberadaan kami di akhirat ini tidak pernah menyembah sesuatu yang layak untuk disembah.” Demikianlah cara Allah membiarkan sesat orang-orang kafir dari kebenaran sebagai hasil pilihan bebas mereka.", "long": "Kepada orang-orang kafir yang sedang ditimpa azab yang sangat pedih itu diajukan pertanyaan-pertanyaan yang bernada mengejek untuk menambah berat penderitaan yang sedang mereka alami. Pertanyaan-pertanyaan itu ialah manakah berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah dahulu. Berhala-berhala yang menurut mereka sanggup melepaskan dan menyelamatkan mereka dari azab dan bencana hari itu.\n\nMereka menjawab bahwa berhala-berhala itu telah menghilang dari mereka, telah mengikuti jalan yang lain, dan membiarkan mereka ditimpa bencana dan kesengsaraan pada hari itu. Mereka mengakui bahwa sebenarnya selama hidup di dunia mereka telah mengikuti agama dan kepercayaan yang salah dan menyembah sesuatu yang tidak layak disembah.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa sebagaimana Allah telah membiarkan sesat orang-orang musyrik, sehingga tidak ada satu perbuatan pun yang diterima dari mereka sebagai amal saleh, maka demikian pula sikap Allah terhadap semua pekerjaan yang telah dilakukan orang-orang kafir. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari amal-amal mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4208, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalikum bimaa kuntum tafrahoona fil ardi bighairil haqqi wa bimaa kuntum tamrahoon" } }, "translation": { "en": "[The angels will say], \"That was because you used to exult upon the earth without right and you used to behave insolently.", "id": "Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4208", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4208.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4208.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih dalam kaitan kesesatan para pendebat ayat-ayat Allah itu, Al-Qur’an menjelaskan bahwa hal itu disebabkan karena mereka terlena dalam kesukariaan di bumi. “Kesesatan yang demikian itu disebabkan karena kamu dalam kehidupan dunia bersukaria di bumi dengan cara berlebih-lebihan tanpa mengindahkan kebenaran yang sesungguhnya, dan juga karena kamu selalu bersukaria dalam kemaksiatan.”", "long": "Ayat ini menerangkan sebab-sebab Allah menimpakan azab yang pedih kepada orang-orang kafir. Di antaranya adalah karena mereka merasa gembira dan bahagia tanpa merasa berdosa selama hidup di dunia mengerjakan perbuatan-perbuatan syirik, seperti menyembah lebih dari satu tuhan, menyembah tuhan yang lain di samping menyembah Allah, atau mengakui bahwa ada makhluk-makhluk selain Allah mempunyai kekuatan gaib yang menyamai kekuatan-Nya. Di samping itu, mereka juga melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, serta berlaku congkak, sombong, dan zalim terhadap manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 4209, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Udkhulooo abwaaba Jahannama khaalideena feehaa fabi'sa maswal mutakabbireen" } }, "translation": { "en": "Enter the gates of Hell to abide eternally therein, and wretched is the residence of the arrogant.\"", "id": "(Dikatakan kepada mereka), “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4209", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4209.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4209.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh sebab itu, dikatakan kepada mereka, “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam sebagai tempat tinggalmu, dan kamu kekal di dalamnya selama-lamanya. Maka itulah seburuk-buruk dan sejahat-jahat tempat bagi orang-orang yang sombong yang mendustakan ayat-ayat Allah.”", "long": "Lalu orang-orang kafir itu diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka melalui pintu-pintunya, sesuai dengan keadaan perbuatan jahat yang telah mereka lakukan. Mereka juga diperintahkan untuk tetap berada di dalam neraka Jahanam karena itulah tempat yang layak bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan menyombongkan diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4210, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 24, "page": 475, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasbir inna wa'dal laahi haqq; fa immaa nuriyannak ba'dal lazee na'i duhum aw natawaffayannaka fa ilainaa yurja'oon" } }, "translation": { "en": "So be patient, [O Muhammad]; indeed, the promise of Allah is truth. And whether We show you some of what We have promised them or We take you in death, it is to Us they will be returned.", "id": "Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar. Meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka, atau pun Kami wafatkan engkau (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kamilah mereka dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4210", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4210.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4210.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, setelah dibentangkan apa yang dialami oleh para pendurhaka yang mendebat dengan batil ayat-ayat Allah serta digambarkan pula apa yang akan diperoleh orang-orang yang beriman, maka Nabi Muhammad dan kaum beriman diminta untuk konsisten dalam keimanan dan perjuangan menyampaikan kebenaran. Maka bersabarlah engkau, wahai Nabi Muhammad dan kaum beriman, sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan Dia tidak akan memungkiri janji-Nya. Oleh sebab itu, meskipun Kami perlihatkan kepadamu di masa hidupmu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka para durhaka itu, ataupun Kami wafatkan engkau sebelum ajal menimpa mereka, namun mereka orang-orang durhaka itu tidak dibiarkan begitu saja, karena kepada Kamilah mereka dikembalikan.”", "long": "Allah memerintahkan para rasul-Nya agar bersabar dalam menghadapi tindakan orang-orang musyrik yang mendustakan dan membantah ayat-ayat-Nya. Para rasul juga diminta bersabar dan bertawakal menghadapi gangguan dan ancaman-ancaman mereka. Allah menyatakan bahwa janji-Nya untuk mengazab orang-orang kafir pasti benar dan terlaksana.\n\nAllah mengatakan kepada Nabi saw bahwa jika Ia memperlihatkan kepadanya, di waktu Nabi masih hidup, azab yang ditimpakan kepada orang-orang musyrik, atau tidak diperlihatkan kepada Nabi azab itu dengan mewafatkannya sebelum kedatangan azab itu, maka hal itu tidak berarti apa-apa bagi mereka. Pada hari Kiamat semuanya kembali kepada Allah, lalu diberikan kepada mereka balasan yang setimpal.\n\nAyat lain yang searti dengan ayat ini ialah:\n\nMaka sungguh, sekiranya Kami mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka (di akhirat), atau Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Maka sungguh, Kami berkuasa atas mereka. (az-Zukhruf/43: 41-42)" } } }, { "number": { "inQuran": 4211, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 24, "page": 476, "manzil": 6, "ruku": 411, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0642\u0652\u0635\u064f\u0635\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e \u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Rusulam min qablika minhum man qasasnaa 'alaika wa minhum mal lam naqsus 'alaik; wa maa kaana li Rasoolin any yaatiya bi Aayatin illaa bi iznil laah; fa izaa jaaa'a amrul laahi qudiya bilhaqqi wa khasira hunaalikal mubtiloon" } }, "translation": { "en": "And We have already sent messengers before you. Among them are those [whose stories] We have related to you, and among them are those [whose stories] We have not related to you. And it was not for any messenger to bring a sign [or verse] except by permission of Allah. So when the command of Allah comes, it will be concluded in truth, and the falsifiers will thereupon lose [all].", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah, (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4211", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4211.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4211.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada ayat yang lalu ditegaskan tentang kepastian terlaksananya janji Allah berupa ancaman, maka pada ayat ini Allah mengingatkan melalui lisan Nabi akan datangnya janji Allah berkaitan dengan ancam-an itu bahwa Allah akan memberi putusan dengan adil. Firman Allah, “Sesungguhnya Kami, Tuhan Yang Maha Kuasa—telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau, wahai Nabi Muhammad. Di antara mereka, para rasul yang Kami utus itu, ada yang Kami ceritakan kepadamu, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Sulaiman, Nabi Nuh, Nabi Musa, dan Nabi Isa, dan di antaranya ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Para rasul yang Kami utus itu dilengkapi dengan mukjizat, dan ketahuilah bahwa tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka oleh sebab itu, apabila telah datang perintah, yaitu ketentuan Allah berkaitan dengan siksa dan juga untuk semua perkara, ketentuan itu diputuskan dengan adil. Dan dengan demikian, ketika itu akan merasa rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus para rasul dan nabi kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad. Di antara nabi dan rasul itu yang diterangkan kisahnya di dalam Al-Qur'an sebanyak 25 rasul, seperti Nabi Nuh, Idris, Ibrahim, Musa, Sulaiman, Isa, dan rasul-rasul yang lain. Di samping itu, banyak di antara para nabi dan rasul itu yang tidak disebutkan di dalam Al-Qur'an.\n\nDari Abu dzar bahwa ia berkata, \"Aku bertanya, 'Ya Rasulullah berapa jumlah nabi-nabi itu? Rasulullah saw menjawab, '124 ribu dan yang menjadi rasul di antaranya ialah 315 orang. Sebuah jumlah yang banyak.\" (Riwayat A.hmad) \n\nSetiap rasul yang diutus Allah itu tidak sanggup menciptakan mukjizat sendiri, tetapi bisa diberikan oleh Allah. Mukjizat itu sebagai bukti kerasulan yang dikemukakan kepada kaum yang mendustakannya. Bentuk dan sifat mukjizat itu disesuaikan dengan keadaan, masa, dan tempat di mana rasul penerimanya hidup, sehingga mukjizat itu benar-benar diyakini oleh umat pada waktu itu. Mukjizat itu diberikan jika Allah sendiri berkehendak memberikannya. Jika Allah belum berkehendak memberikannya, maka mukjizat itu tidak akan diberikannya walaupun orang-orang kafir memintanya. Mukjizat itu diberikan sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan Allah dan sesuai pula dengan kemaslahatan umat.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa jika azab Allah telah datang menimpa orang-orang yang mendustakan-Nya, maka Allah menyelesaikan perkara mereka dengan seadil-adilnya. Allah menyelamatkan para rasul dan orang-orang yang beriman kepadanya dari azab itu, serta membinasakan orang-orang yang ingkar dan mempersekutukan-Nya. Hal ini dapat dilihat pada waktu azab Allah menimpa kaum 'Ad, Allah menyelamatkan Nabi Hud dan orang-orang yang beriman yang bersamanya. Demikian pula azab yang menimpa kaum Samud dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 4212, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 24, "page": 476, "manzil": 6, "ruku": 412, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee ja'ala lakumul an'aama litarkaboo minhaa wa minhaa taakuloon" } }, "translation": { "en": "It is Allah who made for you the grazing animals upon which you ride, and some of them you eat.", "id": "Allah-lah yang menjadikan hewan ternak untukmu, sebagian untuk kamu kendarai dan sebagian lagi kamu makan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4212", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4212.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4212.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penjatuhan sebuah sanksi dengan pertimbangan yang adil dan tidak menzalimi merupakan bentuk dari kasih sayang Allah sebagai pemilik alam semesta. Allah berkuasa mutlak atas apa yang Dia miliki itu. Ayat-ayat berikut menguraikan kemahakuasaan Allah yang berkaitan dengan berbagai fenomena makhluk ciptaan-Nya. “Allah-lah yang menjadikan dan menundukkan hewan ternak untukmu, seperti unta, kuda, kambing, sapi, dan lain sebagainya. Sebagian dari hewan ternak itu untuk kamu kendarai dan sebagian lagi untuk kamu makan.", "long": "Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan binatang ternak dalam ayat ini ialah unta, karena binatang itulah yang sesuai dengan sifat-sifat yang disebutkan pada ayat ini. Ibnu Katsir berpendapat bahwa yang dimaksud adalah unta, sapi, dan kambing. Unta berguna untuk dimakan, diperah susunya, digunakan untuk mengangkut barang yang berat dan ditunggangi dalam bepergian. Sapi bisa dimanfaatkan untuk dimakan dagingnya, diperah susunya, dan digunakan tenaganya untuk membajak tanah. Sedangkan kambing bisa dimakan dagingnya dan diperah susunya. Semua binatang itu bisa dimanfaatkan bulu, kulit, dan rambutnya. Firman Allah:\n\n¦Dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu). (an-Nahl/16: 80)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan hewan ternak telah diciptakan-Nya, untuk kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan). Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. (an-Nahl/16: 5-7)\n\nUnta adalah binatang yang paling banyak digunakan oleh orang-orang yang hidup di padang pasir, seakan-akan unta itu tidak dapat dipisahkan dari hidup dan kehidupan mereka. Untalah yang membawa mereka ke berbagai negeri dalam usaha perdagangan. Unta merupakan sahabat setia mereka jika mereka berada di tengah-tengah padang pasir luas. \n\nOleh karena itu, jika unta dikemukakan oleh ayat-ayat ini kepada orang-orang Arab, sebagai salah satu binatang yang besar manfaatnya, maka maksud perumpamaan itu bisa dipahami oleh pikiran mereka. Pada zaman Pertengahan, bangsa Arab merupakan bangsa yang menghubungkan negeri Barat dan Timur. Pada waktu itu, terjadi perdagangan dari Timur ke Barat, membawa rempah-rempah ke Barat, dan membawa hasil kerajinan ke Timur.\n\nDi Timur, rempah-rempah itu dibawa ke Arab Selatan atau ke Teluk Persia, kemudian barang itu dibawa ke Turki melalui padang pasir yang luas. Sarana angkutan utama yang digunakan oleh orang Arab waktu itu adalah binatang unta.\n\nSelain memberikan contoh manfaat binatang ternak yaitu susu, tenaga, dan lain sebagainya, ayat ini menggarisbawahi penerapannya secara luas untuk transportasi, khususnya dalam istilah bahtera, yang secara generik berarti bahtera kapal laut, artinya wahana perjalanan laut. Akan tetapi, kalau melihat bahwa Al-Qur'an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan untuk manusia sampai akhir zaman maka kata bahtera itu perlu diperluas artinya hingga semua wahana transportasi baik di laut, danau, sungai, rawa, maupun darat. Termasuk juga untuk wahana transportasi di udara (atmosfer) atau di luar angkasa dimana tidak ada udara.\n\nOleh karena itu, wahana transportasi itu meliputi kereta api, kereta api kilat (shinkansen di Jepang), sky lift (line) (kendaraan yang bergantung dan bergerak di udara di atas seutas kabel, sampai hovercraft yaitu kendaraan di paya-paya atau rawa. Termasuk ke dalamnya kendaraan speedboat yang melayang di atas permukaan air dan bisa meluncur dengan sesekali menyentuh permukaan air dan bergerak beberapa centimeter di atasnya. Ke dalam kategori ini ada pula levitation train yang terangkat beberapa sentimeter di atas rel dan tidak menyentuhnya. Oleh karena itu, kendaraan itu bergerak tanpa gesekan yang menghambat gerakan dari rel. Kereta api bisa melayang tanpa menyentuh rel karena bermuatan magnit yang sama dengan rel sehingga terjadi tolak menolak antara kereta dengan rel sehingga akibatnya kereta api melayang (levitate) bergerak tanpa bersentuhan dengan permukaan rel sehingga bebas dari gesekan. Deretan wahana itu bisa direvisi ulang dengan kendaraan angkasa seperti pesawat terbang sampai kendaraan luar angkasa (outer space) yang berbentuk roket dan satelit.\n\nTentu saja daftar wahana di darat, laut, maupun udara ini perlu direvisi dengan penemuan kendaraan baru sesuai dengan kemajuan teknologi, tetapi pada dasarnya semua bentuk dan wahana transportasi yang dipakai manusia berpindah, bergerak, dan berdinamika untuk lebih mempercepat mencapai sasaran hidup kita yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4213, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 24, "page": 476, "manzil": 6, "ruku": 412, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0627\u062c\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lakum feehaa manaafi'u wa litablughoo 'alaihaa haajatan fee sudoorikum wa 'alaihaa wa 'alal fulki tuhmaloon" } }, "translation": { "en": "And for you therein are [other] benefits and that you may realize upon them a need which is in your breasts; and upon them and upon ships you are carried.", "id": "Dan bagi kamu (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain padanya (hewan ternak itu) dan agar kamu mencapai suatu keperluan (tujuan) yang tersimpan dalam hatimu (dengan mengendarainya). Dan dengan mengendarai binatang-binatang itu, dan di atas kapal mereka diangkut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4213", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4213.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4213.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping itu, bagi kamu ada lagi manfaat-manfaat yang lain padanya, seperti mengambil manfaat dari bulu, kulit, susu hewan ternak itu, dan juga agar kamu mencapai suatu keperluan atau tujuan yang tersimpan dalam hatimu dengan mengendarainya. Dan dengan mengendarai binatang-binatang itu bila dalam perjalanan di darat, dan bila dalam perjalanan di laut atau di sungai mereka dapat diangkut di atas kapal.", "long": "Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan binatang ternak dalam ayat ini ialah unta, karena binatang itulah yang sesuai dengan sifat-sifat yang disebutkan pada ayat ini. Ibnu Katsir berpendapat bahwa yang dimaksud adalah unta, sapi, dan kambing. Unta berguna untuk dimakan, diperah susunya, digunakan untuk mengangkut barang yang berat dan ditunggangi dalam bepergian. Sapi bisa dimanfaatkan untuk dimakan dagingnya, diperah susunya, dan digunakan tenaganya untuk membajak tanah. Sedangkan kambing bisa dimakan dagingnya dan diperah susunya. Semua binatang itu bisa dimanfaatkan bulu, kulit, dan rambutnya. Firman Allah:\n\n¦Dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu). (an-Nahl/16: 80)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan hewan ternak telah diciptakan-Nya, untuk kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan). Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. (an-Nahl/16: 5-7)\n\nUnta adalah binatang yang paling banyak digunakan oleh orang-orang yang hidup di padang pasir, seakan-akan unta itu tidak dapat dipisahkan dari hidup dan kehidupan mereka. Untalah yang membawa mereka ke berbagai negeri dalam usaha perdagangan. Unta merupakan sahabat setia mereka jika mereka berada di tengah-tengah padang pasir luas. \n\nOleh karena itu, jika unta dikemukakan oleh ayat-ayat ini kepada orang-orang Arab, sebagai salah satu binatang yang besar manfaatnya, maka maksud perumpamaan itu bisa dipahami oleh pikiran mereka. Pada zaman Pertengahan, bangsa Arab merupakan bangsa yang menghubungkan negeri Barat dan Timur. Pada waktu itu, terjadi perdagangan dari Timur ke Barat, membawa rempah-rempah ke Barat, dan membawa hasil kerajinan ke Timur.\n\nDi Timur, rempah-rempah itu dibawa ke Arab Selatan atau ke Teluk Persia, kemudian barang itu dibawa ke Turki melalui padang pasir yang luas. Sarana angkutan utama yang digunakan oleh orang Arab waktu itu adalah binatang unta.\n\nSelain memberikan contoh manfaat binatang ternak yaitu susu, tenaga, dan lain sebagainya, ayat ini menggarisbawahi penerapannya secara luas untuk transportasi, khususnya dalam istilah bahtera, yang secara generik berarti bahtera kapal laut, artinya wahana perjalanan laut. Akan tetapi, kalau melihat bahwa Al-Qur'an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan untuk manusia sampai akhir zaman maka kata bahtera itu perlu diperluas artinya hingga semua wahana transportasi baik di laut, danau, sungai, rawa, maupun darat. Termasuk juga untuk wahana transportasi di udara (atmosfer) atau di luar angkasa dimana tidak ada udara.\n\nOleh karena itu, wahana transportasi itu meliputi kereta api, kereta api kilat (shinkansen di Jepang), sky lift (line) (kendaraan yang bergantung dan bergerak di udara di atas seutas kabel, sampai hovercraft yaitu kendaraan di paya-paya atau rawa. Termasuk ke dalamnya kendaraan speedboat yang melayang di atas permukaan air dan bisa meluncur dengan sesekali menyentuh permukaan air dan bergerak beberapa centimeter di atasnya. Ke dalam kategori ini ada pula levitation train yang terangkat beberapa sentimeter di atas rel dan tidak menyentuhnya. Oleh karena itu, kendaraan itu bergerak tanpa gesekan yang menghambat gerakan dari rel. Kereta api bisa melayang tanpa menyentuh rel karena bermuatan magnit yang sama dengan rel sehingga terjadi tolak menolak antara kereta dengan rel sehingga akibatnya kereta api melayang (levitate) bergerak tanpa bersentuhan dengan permukaan rel sehingga bebas dari gesekan. Deretan wahana itu bisa direvisi ulang dengan kendaraan angkasa seperti pesawat terbang sampai kendaraan luar angkasa (outer space) yang berbentuk roket dan satelit.\n\nTentu saja daftar wahana di darat, laut, maupun udara ini perlu direvisi dengan penemuan kendaraan baru sesuai dengan kemajuan teknologi, tetapi pada dasarnya semua bentuk dan wahana transportasi yang dipakai manusia berpindah, bergerak, dan berdinamika untuk lebih mempercepat mencapai sasaran hidup kita yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4214, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 24, "page": 476, "manzil": 6, "ruku": 412, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0646\u0643\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yureekum Aayaatihee fa ayya Aayaatil laahi tunkiroon" } }, "translation": { "en": "And He shows you His signs. So which of the signs of Allah do you deny?", "id": "Dan Dia memperlihatkan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepadamu. Lalu tanda-tanda (kebesaran) Allah yang mana yang kamu ingkari?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4214", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4214.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4214.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia telah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya kepadamu. Lalu tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang mana lagi yang kamu ingkari?” Melalui ayat ini diharapkan manusia menyadari keberadaan Allah sebagai Tuhan satu-satunya yang layak dipertuhankan, disembah, dan dimintai pertolongan-Nya.", "long": "Demikianlah Allah memperlihatkan kepada manusia tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. Sebenarnya tidak ada satu pun di antara tanda-tanda itu yang tidak dapat dilihat atau tidak sesuai dengan akal pikiran, sehingga tidak ada jalan bagi manusia untuk mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya, maka alasan keingkaran itu hanyalah alasan yang dicari-cari." } } }, { "number": { "inQuran": 4215, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 24, "page": 476, "manzil": 6, "ruku": 412, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afalam yaseeroo fil ardi fa yanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul lazeena min qablihim; kaanoo aksara minhum wa ashadda quwwatanw wa aasaaran fil ardi famaaa aghnaa 'anhum maa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "Have they not traveled through the land and observed how was the end of those before them? They were more numerous than themselves and greater in strength and in impression on the land, but they were not availed by what they used to earn.", "id": "Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4215", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4215.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4215.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adalah benar bahwa tanda-tanda kebesaran Allah itu terdapat dalam fenomena alam yang terkembang. Namun demikian, tanda-tanda kebesaran Allah itu juga ada dalam sejarah peradaban umat manusia. Ayat-ayat berikut mengajak manusia untuk mengembara di permukaan bumi menyaksikan jejak sejarah dari umat terdahulu yang berpaling dari jalan kebenaran. Allah berfirman, “Maka apakah mereka orang-orang musyrik Mekah dan generasi mana saja yang membaca firman Allah ini, tidak mengadakan perjalanan dan mengembara di bumi, lalu mereka memperhatikan dengan mata kepala dan mata hati, bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu yang hidup sebelum mereka. Mereka umat terdahulu itu lebih banyak hasil pembangunannya dan juga lebih hebat kekuatannya serta lebih banyak peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi. Maka, ketahuilah bahwa seluruh apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka sedikit pun dari kehancuran yang menimpa mereka.", "long": "Melalui ayat ini, Allah mempertanyakan apakah orang-orang musyrik Mekah, yang mengingkari ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada mereka, tidak pernah berjalan dan bepergian ke negeri-negeri lain? Sebenarnya mereka adalah para perantau dan para musafir yang telah pergi ke berbagai negeri dalam melakukan perdagangan. Mereka pergi ke Yaman, Arab Selatan, dan Syria pada setiap musim dan waktu, sesuai dengan bentuk perdagangan waktu itu. Dalam perjalanan mereka melalui negeri-negeri yang pernah didiami oleh umat-umat dahulu, seperti negeri kaum 'Ad, Samud, penduduk Aikah, Mesir, Babilonia, dan sebagainya. \n\nDari bekas-bekas reruntuhan yang mereka lihat di negeri itu, dan cerita yang mereka terima dari leluhurnya, mereka mengetahui bahwa di negeri-negeri itu pernah ada umat-umat yang gagah perkasa, berkebudayaan tinggi, dan telah menaklukkan negeri-negeri sekitarnya. Mereka memahat gunung untuk rumah-rumah mereka, membuat piramida-piramida yang kokoh, dan sebagainya. Akan tetapi, karena keingkaran kepada rasul-rasul Allah yang diutus, maka mereka pun ditimpa azab Allah. Di saat itu, tidak ada sesuatu pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah. Orang-orang musyrik Mekah, yang belum dapat menandingi hasil yang pernah dicapai oleh umat-umat dahulu itu, akan mengalami nasib seperti mereka jika tetap mengingkari kerasulan Muhammad saw. Tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4216, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 24, "page": 476, "manzil": 6, "ruku": 412, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa jaaa'at hum Rusuluhum bilbaiyinaati farihoo bimaa 'indahum minal 'ilmi wa haaqa bihim maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And when their messengers came to them with clear proofs, they [merely] rejoiced in what they had of knowledge, but they were enveloped by what they used to ridicule.", "id": "Maka ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka merasa senang dengan ilmu yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4216", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4216.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4216.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa peradaban umat-umat terdahulu itu hancur dan hanya tinggal sejarahnya saja berupa fosil atau tinggalan lainnya? Itu semua tidak lain karena disebabkan oleh kedustaan dan olok-olokan mereka terhadap para rasul yang diutus dari kalangan mereka sendiri. “Maka ketika para rasul yang berasal dari kalangan mereka sendiri, datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata berupa petunjuk dari Allah, mereka membelakangi petunjuk Allah yang dibawa oleh para rasul itu, karena congkak dan sombong, merasa lebih senang dan lebih hebat dengan ilmu yang ada pada mereka, dan karena itu, mereka dikepung oleh azab yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.", "long": "Dalam ayat ini disebutkan bahwa kepada umat-umat terdahulu telah datang rasul-rasul yang diutus Allah dengan membawa dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang kuat dan nyata. Akan tetapi, mereka tetap mengingkarinya bahkan menentang seruan para rasul itu. Mereka memperlihatkan kepada para rasul itu betapa kuatnya keyakinan mereka terhadap agama yang mereka anut. Mereka menyangka bahwa ilmu yang mereka peroleh itu adalah ilmu yang tiada tara sehingga mereka memperolok-olokkan para rasul itu. Orang-orang kafir itu akan ditimpa azab yang berat di akhirat.\n\nUcapan-ucapan mereka itu disebutkan dalam firman Allah:\n\n¦ Dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. (al-Jatsiyah/45: 24)\n\nDan firman Allah:\n\n¦Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami¦ (al-An'am/6: 148)" } } }, { "number": { "inQuran": 4217, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 24, "page": 476, "manzil": 6, "ruku": 412, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa ra aw baasanaa qaalooo aamannaa billaahi wahdahoo wa kafarnaa bimaa kunnaa bihee mushrikeen" } }, "translation": { "en": "And when they saw Our punishment, they said,\" We believe in Allah alone and disbelieve in that which we used to associate with Him.\"", "id": "Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4217", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4217.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4217.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika mereka umat terdahulu itu melihat betapa berat dan mengerikan azab Kami itu, mereka pun berkata dengan nada bermohon, ‘Kami hanya beriman kepada Allah Yang Maha Esa saja, dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang dahulu kami sembah dan yang telah kami persekutukan dengan Allah.’", "long": "Ayat ini menerangkan watak dan kepercayaan manusia yang sebenarnya kepada Allah. Manusia pada dasarnya mempercayai bahwa Tuhan itu adalah Esa, Dialah Yang Mahakuasa dan yang memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya. Kepercayaan itu dapat tertutupi oleh keadaan yang memengaruhi kehidupan manusia. Jika sedang berkuasa, kaya, dan dikuasai oleh hawa nafsunya, mereka lupa kepada Allah, bahkan mencari tuhan-tuhan yang lain yang akan disembah, sesuai dengan tuntutan hawa nafsunya. Jika mereka ditimpa bahaya, malapetaka, kesedihan, dan sebagainya, mereka kembali ingat dan menghambakan diri kepada Tuhan yang menciptakannya. Di saat itu pula mereka mengingkari tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.\n\nBanyak contoh dan perumpamaan yang dikemukakan Allah dalam ayat-ayat-Nya sehubungan dengan hal ini. Banyak pula orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang demikian, seperti Fir'aun, Karun, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 4218, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 24, "page": 476, "manzil": 6, "ruku": 412, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064e \u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falam yaku tanfa 'uhum eemaanuhum lammaa ra-aw baasana sunnatal laahil latee qad khalat fee 'ibaadihee wa khasira hunaalikal kaafiroon" } }, "translation": { "en": "But never did their faith benefit them once they saw Our punishment. [It is] the established way of Allah which has preceded among His servants. And the disbelievers thereupon lost [all].", "id": "Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4218", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4218.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4218.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka tak pelak lagi, iman mereka ketika mereka telah melihat dan merasakan azab Kami, tidak berguna lagi sama sekali bagi mereka. Itulah ketentuan Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya yang durhaka. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir yang berbuat durhaka dengan penuh kesombongan.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa pengakuan iman orang-orang seperti diterangkan ayat di atas, tidak ada manfaatnya lagi jika azab Allah telah datang. Pintu tobat telah tertutup bagi mereka, seperti firman Allah kepada Fir'aun waktu ia akan tenggelam:\n\n¦Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, \"Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri).\" Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan. (Yunus/10: 90-91)\n\nAyat ini memberi peringatan bahwa iman itu akan berfaedah bagi seseorang apabila ia beriman kepada Allah dalam kehidupannya di dunia yang fana ini, pikiran dan hatinya merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah dan ia merasa bahwa hidup dan matinya bergantung pada-Nya. Jika melakukan kesalahan, ia pun segera bertobat dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi.\n\nYang diterangkan itu adalah hukum-hukum Tuhan yang berlaku bagi semua orang. Iman itu tidak ada faedahnya lagi di kala mereka melihat azab. Pada saat itu tidak ada lagi gunanya iman dan semua orang-orang yang kafir akan merugi." } } } ] }, { "number": 41, "sequence": 61, "numberOfVerses": 54, "name": { "short": "فصلت", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0641\u0635\u0644\u062a", "transliteration": { "en": "Fussilat", "id": "Fussilat" }, "translation": { "en": "Explained in detail", "id": "Yang Dijelaskan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Mu'min. Dinamai Fushshilat (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan Fushshilat yang terdapat pada permulaan surat ini yang berarti yang dijelaskan. Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah, dan sebagainya. Dinamai juga dengan Haa Miim dan As Sajdah karena surat ini dimulai dengan Haa Miim dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4219, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 413, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u0645", "transliteration": { "en": "Haa Meeem" } }, "translation": { "en": "Ha, Meem.", "id": "Ha Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4219", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4219.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4219.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hà Mìm. Hanya Allah saja Yang Maha Tahu tentang apa maksudnya.", "long": "Penjelasan tentang arti \"ha Mim\" dapat dilihat pada Al-Qur'an dan Tafsirnya jilid I, tentang keterangan arti dari fawatih as-suwar." } } }, { "number": { "inQuran": 4220, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 413, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Tanzeelum Minar-Rahmaanir-Raheem" } }, "translation": { "en": "[This is] a revelation from the Entirely Merciful, the Especially Merciful -", "id": "(Al-Qur'an ini) diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4220", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4220.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4220.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an ini diturunkan secara bertahap dari Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih kepada semua makhluk ciptaan-Nya, lagi Maha Penyayang hanya kepada orang-orang yang beriman.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur'an berasal dari Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, diturunkan kepada rasul-Nya, Muhammad saw, dengan perantaraan Malaikat Jibril.\n\nPada ayat ini dikatakan bahwa Al-Qur'an itu berasal dari Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Pernyataan ini mengandung maksud bahwa Al-Qur'an ini diturunkan kepada manusia sebagai tanda bahwa Allah Maha Pemurah dan Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya. Al-Qur'an bagi manusia dapat diibaratkan sebagai obat bagi orang yang sakit guna menyembuhkan penyakitnya. Manusia sangat menginginkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Mereka tidak mengetahui jalan yang harus ditempuh untuk mencapai keinginannya itu. Karena sifat Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya itu, Allah menurunkan petunjuk ke jalan yang dimaksud sehingga manusia mencapai keinginannya itu. Petunjuk-petunjuk itu terdapat di dalam Al-Qur'an yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (al-Anbiya'/21: 107)\n\nMaksud pernyataan bahwa Nabi Muhammad saw diutus ke dunia merupakan rahmat bagi semesta alam ialah Allah mengutusnya untuk menyampaikan agama Allah kepada manusia. Agama Allah itu merupakan rahmat bagi manusia, dan pokok-pokok agama Allah itu terdapat di dalam Al-Qur'an. Jadi yang menjadi rahmat utama itu ialah Al-Qur'an.\n\nFirman Allah:\n\nDan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu. (asy-Syu'ara'/26: 192-197)" } } }, { "number": { "inQuran": 4221, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 413, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0641\u064f\u0635\u0651\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kitaabun fussilat Aayaatuhoo Qur-aanan 'Arabiyyal liqawminy ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "A Book whose verses have been detailed, an Arabic Qur'an for a people who know,", "id": "Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan, bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4221", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4221.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4221.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kitab itu adalah Al-Qur’an yang dalam ayat-ayatnya dijelaskan semua yang diperlukan oleh manusia untuk meraih kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi, bacaan yang mulia dalam bahasa Arab, sebagai petunjuk untuk kaum yang mau dan berpotensi mengetahui.", "long": "Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad terdiri atas ayat-ayat. Ayat-ayat itu diterangkan satu per satu dengan jelas. Setiap ayat dipisahkan dengan ayat-ayat yang lain, dengan tanda-tanda yang jelas pula. Ada permulaan dan akhir dari tiap-tiap surah. Isinya bermacam-macam petunjuk, ada yang berhubungan dengan pelajaran, nasihat, akhlak yang mulia, mensucikan jiwa, kisah-kisah rasul yang terdahulu dengan umat-umatnya, petunjuk ke jalan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dan sebagainya.\n\nAllah berfirman:\n\n(Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti. (Hud/11: 1)\n\nDiterangkan pula bahwa Al-Qur'an diturunkan berbahasa Arab, bahasa ibu dari rasul yang menyampaikannya dan sesuai pula dengan bahasa yang digunakan oleh bangsa yang pertama kali menerimanya. Dengan demikian, Al-Qur'an itu mudah dipahami kandungan dan maksudnya oleh mereka dan dengan mudah pula mereka menyampaikan kepada bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, yang mempunyai bahasa ibu bukan bahasa Arab.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. (Ibrahim/14: 4)\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa Al-Qur'an itu berfaedah bagi yang mengetahui dan memahaminya. Maksudnya ialah bahwa Al-Qur'an itu akan berfaedah bagi orang-orang yang berpengetahuan, ingin mencari kebenaran yang hakiki, dan ingin memperoleh petunjuk yang benar yang dapat menghantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Mereka mempelajari Al-Qur'an, membandingkannya dengan ajaran-ajaran yang lain serta menyerap ajarannya dengan pengetahuan yang telah ada pada diri mereka. Mereka itu yang dapat memahami dan menyelami rahasia dan petunjuk Al-Qur'an.\n\nDari pengertian ini dapat dipahami bahwa orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya tidak ingin mencari kebenaran, karena mereka telah terikat oleh agama atau kepercayaan yang telah mereka anut sebelumnya. Demikian juga dengan orang yang memperturutkan hawa nafsu, fanatik terhadap golongan, atau mengutamakan pangkat dan kedudukan, tidak akan dapat menyelami dan memahami isi Al-Qur'an, apalagi mendapat petunjuk darinya.\n\nSebagian ahli tafsir ada yang menafsirkan ayat ini dengan mengatakan bahwa Al-Qur'an akan dipahami oleh orang-orang yang mengetahui bahasa Arab, karena bahasa Arab itu adalah bahasa yang paling luas, lengkap, dan dalam maknanya, serta mudah memengaruhi jiwa. Waktu itu orang-orang Arab mengetahui bahasa dengan baik, banyak di antara mereka menjadi ahli bahasa, sastrawan yang terkenal, dan banyak pula yang menjadi penyair. Bahasa Arab Al-Qur'an adalah bahasa Arab yang sangat tinggi nilainya, baik gaya bahasanya maupun gramatikanya. Oleh karena itu, orang yang dapat memahami ayat-ayatnya hanyalah orang yang memiliki pengetahuan bahasa Arab yang mendalam." } } }, { "number": { "inQuran": 4222, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 413, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Basheeranw wa nazeeran fa-a'rada aksaruhum fahum laa yasma'oon" } }, "translation": { "en": "As a giver of good tidings and a warner; but most of them turn away, so they do not hear.", "id": "yang membawa berita gembira dan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (darinya) serta tidak mendengarkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4222", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4222.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4222.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an itu adalah kitab yang membawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan peringatan bagi orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, tetapi sangat disayangkan karena kebanyakan dari mereka orang-orang yang membuat kerusakan itu berpaling dari petunjuk-Nya serta hal itulah yang membuat mereka tidak mendengarkan yakni tidak menyambut berita gembira dan peringatan itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur'an membawa berita gembira bagi orang-orang yang mengamalkan petunjuk-Nya. Ia juga membawa berita yang menakutkan bagi orang-orang yang mengingkarinya. Orang yang mengikuti petunjuknya akan memperoleh kenikmatan hidup di dunia dan akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan di akhirat. Sedangkan orang yang mengingkarinya dan mendustakan ayat-ayatnya akan memperoleh kesengsaraan yang tidak terhingga di akhirat nanti.\n\nSekalipun demikian tujuan dan isi Al-Qur'an, namun orang-orang musyrik tetap tidak mengacuhkannya, bahkan mereka menyombongkan diri, tidak mau mendengarkan, apalagi mengikuti petunjuk-petunjuknya." } } }, { "number": { "inQuran": 4223, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 413, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0643\u064e \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0628\u064c \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo quloobunaa feee akinnatim mimmaa tad'oonaaa ilaihi wa feee aazaaninaa waqrunw wa mim baininaa wa bainika bijaabun fa'mal innanaa 'aamiloon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"Our hearts are within coverings from that to which you invite us, and in our ears is deafness, and between us and you is a partition, so work; indeed, we are working.\"", "id": "Dan mereka berkata, “Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu), sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4223", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4223.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4223.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penolakan dan keberpalingan orang-orang musyrik Mekah terhadap Al-Qur’an itu mereka nyatakan dalam bentuk pengakuan langsung. Dan mereka orang-orang musyrik Mekah itu, berkata, “Hati dan akal pikiran kami sudah tertutup dan terkunci rapat dari apa yang engkau seru kami kepadanya, dan telinga kami sudah tersumbat sehingga kami tidak dapat mendengar apa pun yang engkau sampaikan, dan di antara kami dan engkau ada dinding pembatas yang sangat tebal. Oleh karena itu, lakukanlah apa yang sesuai menurut kehendakmu, dan demikian pula sesungguhnya kami akan melakukan apa yang sesuai menurut kehendak kami.”", "long": "Pada ayat ini disebutkan penyebab orang-orang musyrik mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an, yaitu:\n\n1. Mereka menyatakan bahwa hati mereka telah tertutup, tidak dapat dimasuki oleh seruan kepada iman, melaksanakan petunjuk-petunjuk Al-Qur'an, dan yang disampaikan Muhammad saw.\n\n2. Mereka menyatakan bahwa telinga-telinga mereka telah tersumbat sehingga tidak dapat mendengar seruan Muhammad saw dan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan kepadanya.\n\n3. Mereka mengatakan bahwa antara mereka dan kaum Muslimin ada dinding pemisah yang menghalangi mereka menerima seruan itu.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang diterangkan ayat ini merupakan gambaran keadaan orang-orang musyrik yang jiwa dan hati mereka tidak dapat lagi memahami seruan Rasulullah saw dan tidak mau mengikuti petunjuk Al-Qur'an. Hati mereka diserupakan dengan benda yang terletak dalam suatu tempat yang tertutup, telinga mereka diserupakan dengan telinga orang tuli yang tidak dapat mendengar sesuatu pun, dan keadaan mereka diserupakan dengan orang yang berdiri di samping dinding tebal dan tinggi, sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi di balik dinding itu.\n\nKarena seruan tidak berfaedah sedikit pun bagi orang-orang musyrik, mereka disuruh melakukan segala yang mereka inginkan, termasuk usaha tipu daya, menyiksa dan menyakiti orang-orang yang beriman, menjauhkan manusia dari Muhammad, dan menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Akan tetapi, Allah pun akan menjaga kaum Muslimin dari tindakan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4224, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 413, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064c \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innamaaa ana basharum mislukum yoohaaa ilaiya annamaaa ilaahukum Ilaahunw Waahidun fastaqeemooo ilaihi wastagfirooh; wa wailul lil mushrikeen" } }, "translation": { "en": "Say, O [Muhammad], \"I am only a man like you to whom it has been revealed that your god is but one God; so take a straight course to Him and seek His forgiveness.\" And woe to those who associate others with Allah -", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4224", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4224.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4224.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mendengar pernyataan langsung dari kaum musyrik Me-kah tentang penolakan mereka tersebut, Allah memerintah Nabi Muhammad untuk menjawabnya. Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, “Aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu juga. Aku adalah nabi dan rasul Allah dengan membawa Al-Qur’an yang diwahyukan kepadaku. Di dalam Al-Qur’an itu terdapat ajaran dasar bahwa Tuhan kamu adalah Allah dan Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa; karena itu tetaplah kamu beribadah kepada-Nya, dan mohonlah ampunan kepada-Nya agar kamu tidak terjerumus kepada kesesatan. Dan sadarilah bahwa dengan bercermin kepada umat terdahulu yang telah diazab Allah, maka akan celakalah orang-orang yang mempersekutukan-Nya dengan yang lain.", "long": "Mendengar alasan-alasan yang dikemukakan orang-orang musyrik pada ayat-ayat yang lalu, Allah memerintahkan kepada Rasulullah menjawab ucapan mereka dengan mengatakan bahwa nabi adalah manusia biasa yang tidak ada perbedaan dengan mereka, hanya saja beliau mendapat wahyu bahwa Tuhan yang berhak disembah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, mereka diperintahkan untuk beribadah hanya kepada-Nya, dilarang menyekutukan-Nya, dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan.\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa kerugian dan kesengsaraan yang besar akan dialami oleh orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Mereka akan kekal di dalam neraka di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 4225, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 413, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena laa yu'toonaz Zakaata wa hum bil-Aakhiratihum kaafiroon" } }, "translation": { "en": "Those who do not give zakah, and in the Hereafter they are disbelievers.", "id": "(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar terhadap kehidupan akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4225", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4225.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4225.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Siapakah orang-orang yang mempersekutukan Allah itu? Mereka adalah orang-orang yang tidak menunaikan zakat, dan mereka juga ingkar terhadap kehidupan akhirat dan tidak mempercayai adanya kebangkitan manusia kembali setelah mereka dimatikan.", "long": "Yang dimaksud dengan orang-orang yang mempersekutukan Allah pada ayat di atas ialah orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan orang-orang yang mengingkari adanya hari akhir.\n\nZakat diwajibkan pada periode Medinah dan ayat ini termasuk Makkiyyah (ayat-ayat yang diturunkan sebelum hijrah ke Medinah). Oleh karena itu, yang dimaksud dengan zakat ialah mensucikan jiwa dari kesyirikan dan kekikiran.\n\nIbnu 'Abbas menerangkan pengertian la yu'tuna az-zakah (tidak menunaikan zakat) adalah tidak bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Itulah zakat al-anfus (penyucian jiwa) karena surah ini termasuk surah Makkiyyah dan zakat diwajibkan di Medinah. Sebagian mufasir berpendapat bahwa orang kafir Mekah senang berinfak dan memberi minum dan makan jamaah haji. Namun mereka tidak memberikannya kepada Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman. Maka turunlah ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4226, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 413, "hizbQuarter": 190, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0645\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati lahum ajrun ghairu mamnoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who believe and do righteous deeds - for them is a reward uninterrupted.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4226", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4226.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4226.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menggambarkan ancaman bagi orang-orang musyrik Mekah, Al-Qur’an mengalihkan perhatian kepada orang-orang beriman. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan tulus ikhlas dan yang membuktikan iman mereka dengan mengerjakan kebajikan dan beramal saleh, mereka mendapat anugerah pahala yang sangat besar serta dilimpahi rezeki yang tidak ada putus-putusnya.”", "long": "Pada ayat ini diterangkan janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Semua orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, mengerjakan perintah-perintah Allah, dan menjauhi larangan-larangan-Nya akan memperoleh balasan yang paling baik dan tidak terputus dari Allah. Itulah pembalasan yang paling baik, yaitu pembalasan yang diberikan kepada orang-orang yang beramal saleh.\n\nMenurut as-Suddi ayat ini diturunkan berhubungan dengan orang sakit yang tidak dapat lagi diharapkan kesembuhannya, orang yang telah sangat tua, sehingga ia tidak dapat lagi beramal seperti ia beramal di waktu masih muda, tetapi mereka masih mempunyai semangat yang tinggi dan ingin beramal seperti yang pernah dilakukannya. Terhadap orang yang seperti itu, Allah memberikan pahala seperti pahala yang diberikan kepada orang yang sanggup mengerjakan amal itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4227, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u062f\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul a'innakum latakfuroona billazee khalaqal arda fee yawmaini wa taj'aloona lahooo andaadaa; zaalika Rabbul 'aalameen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Do you indeed disbelieve in He who created the earth in two days and attribute to Him equals? That is the Lord of the worlds.\"", "id": "Katakanlah, “Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4227", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4227.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4227.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penggambaran sikap orang-orang musyrik Mekah yang memper-sekutukan Allah dan menolak keniscayaan hari Kiamat merupakan sikap yang tidak pantas untuk dilakukan terhadap Sang Pencipta alam semesta. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk memberikan peringatan keras terhadap orang-orang musyrik Mekah itu dan orang-orang yang bersikap sama dengan mereka. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Pantaskah kamu ingkar kepada Allah, Tuhan yang menciptakan planet bumi dalam dua masa, dan pada waktu yang sama kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Allah Yang Maha Esa itulah Tuhan Pencipta dan Pemelihara seluruh alam.”", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menanyakan kepada orang-orang musyrik Mekah kenapa mereka mengingkari Allah yang telah menciptakan bumi dalam dua hari. Kenapa mereka menyembah tuhan-tuhan yang lain di samping menyembah Allah? Padahal Allah Maha Suci dari segala sesuatu.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menjadikan bumi pada ayat ini ialah menciptakan wujudnya, dan yang dimaksud dengan \"hari atau masa\" dalam ayat ini ialah waktu, karena hari dan malam belum ada di saat langit dan bumi diciptakan.\n\nMakna pembentukan bumi dalam waktu dua hari, dapat ditafsirkan secara ilmiah bahwa pembentukan bumi ini terjadi pada dua periode atau dua masa. Hari pertama adalah masa ketika sekitar 4,6 miliar yang lampau, awan debu dan gas yang mengapung di ruang angkasa mulai mengecil (lihat penjelasan dalam al-A.'raf/7: 54 tentang pembentukan langit dan bumi dalam enam masa). Materi pada pusat awan itu mengumpul menjadi matahari dan sisa gas dan debunya memipih berbentuk cakram di sekitar matahari. Kemudian butir-butir debu dalam awan itu saling melekat dan membentuk planetisimal yang kemudian saling bertabrakan membentuk planet, di antaranya adalah bumi. Hari kedua diawali ketika proses pemanasan akibat peluruhan radioaktif menyebabkan proto bumi meleleh, dan bahan-bahan yang berat seperti besi tenggelam ke pusat bumi sedangkan yang ringan seperti air dan karbondioksida beralih ke luar. Planet bumi kemudian mendingin dan sekitar 2,5 miliar tahun yang lampau bumi terlihat seperti apa yang kita lihat sekarang ini.\n\nPertanyaan yang disampaikan kepada orang-orang musyrik pada ayat ini, tidak bermaksud untuk bertanya, tetapi untuk mencela perbuatan mereka menyembah berhala. Seakan-akan dikatakan kepada mereka bahwa bukankah mereka telah mengetahui dengan pasti bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu terbuat dari batu yang tidak dapat berbuat sesuatu pun, bahkan berhala itu mereka sendiri yang membuatnya, mengapa mereka sembah yang demikian itu. Jika mereka mau menghambakan diri, maka hambakanlah kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan yang menentukan segala sesuatu.\n\nTuhan yang berhak mereka sembah ialah Allah yang menciptakan, menguasai, mengatur, memelihara kelangsungan adanya, dan yang menentukan akhir kesudahan semesta alam ini, bukan berhala yang mereka sembah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4228, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'ala feehaa rawaa siya min fawqihaa wa baaraka feehaa wa qaddara feehaaaa aqwaatahaa feee arba'ati ayyaamin sawaaa'al lissaaa'ileen" } }, "translation": { "en": "And He placed on the earth firmly set mountains over its surface, and He blessed it and determined therein its [creatures'] sustenance in four days without distinction - for [the information] of those who ask.", "id": "Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya dalam empat masa, memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang memerlukannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4228", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4228.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4228.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah menciptakan bumi, Dia ciptakan pula padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya yang menjadi pasak bagi bumi. Dan kemudian Dia berkahi bumi itu sehingga layak menjadi tempat kehidupan bagi makhluk tumbuhan, hewan, dan manusia, dan Dia pula yang tentukan makanan-makanan bagi para penghuni-nya. Semua itu tercipta dalam empat masa. Penjelasan ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang bertanya tentang penciptaan alam raya, serta mereka yang memerlukannya.", "long": "Pada ayat ini diterangkan keindahan penciptaan dan hukum-hukum yang berlaku pada bumi. Dia telah menjadikan gunung-gunung di permukaan bumi, ada yang tinggi ada yang sedang, ada yang merupakan dataran tinggi saja, ada yang berapi, dan gunung yang merupakan pasak atau paku bumi. Dengan adanya gunung, permukaan bumi menjadi indah, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Tumbuh-tumbuhan pegunungan pun berbeda dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di dataran rendah demikian pula binatang-binatangnya. Dengan adanya gunung-gunung, maka ada sungai-sungai yang mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah, dan akhirnya bermuara ke laut. Seakan-akan gunung itu merupakan tempat penyimpanan air yang terus-menerus mengalir memenuhi keperluan manusia.\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia menciptakan bumi ini sebagai tempat yang penuh keberkahan bagi manusia, dan penuh dengan keindahan. Bumi juga dilengkapi dengan segala macam kebutuhan yang diperlukan manusia untuk kelangsungan hidupnya dan keperluan makhluk-makhluk lain. Sejak dari udara yang dihisap setiap saat, makanan-makanan yang diperlukan, tempat-tempat yang sejuk dan nyaman, lautan yang luas, barang tambang yang terpendam di dalam tanah dan banyak lagi nikmat yang lain yang disediakan-Nya yang tidak terhitung macam dan jumlahnya.\n\nDia pula yang telah menentukan ukuran dan kadar segala sesuatu. Mengadakan makanan yang dapat mengenyangkan sesuai dengan keadaan binatang atau manusia yang memerlukannya. Untuk manusia disediakan padi, gandum, dan sebagainya. Untuk binatang ternak disediakan-Nya rumput dan sebagainya. Betapa banyak jumlah manusia, betapa banyak ikan di laut, burung yang beterbangan, binatang-binatang yang hidup di dalam rimba, semuanya disediakan Allah rezeki dan keperluan hidupnya, sesuai dengan keadaan masing-masing.\n\nAllah menerangkan bahwa Dia menciptakan bumi dan gunung-gunung yang ada padanya dalam dua masa dan menciptakan keperluan-keperluan, makanan, dan sebagainya dalam dua masa pula. Semuanya dilakukan dalam empat masa. Dalam waktu empat masa itu, terciptalah semuanya dan dasar-dasar dari segala sesuatu yang ada di alam ini, sesuai dengan masa dan keadaan dalam perkembangan selanjutnya.\n\nTafsiran ilmiah empat hari, bisa jadi tercermin empat masa dalam kurun waktu geologi yakni: Proterozoikum, dimana kehidupan masih sangat tidak jelas; Paleozoikum di mana kehidupan mulai jelas yang ditandai antara lain oleh amfibi, reptil, ikan-ikan besar, dan tumbuhan paku; Mesozoikum, kehidupan pertengahan yang ditandai dengan berlimpahnya vegetasi dan binatang laut, antara lain hewan laut, komodo, pohon daun lebar; dan Kenozoikum, kehidupan baru, dimana ditandai oleh banyaknya kehidupan di zaman Kenozoikum yang punah. Pada masa Kenozoikum ditandai oleh munculnya gajah, dan pepohonan semakin berkembang dan paling penting adalah kemunculan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 4229, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 24, "page": 477, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062f\u064f\u062e\u064e\u0627\u0646\u064c \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0626\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0652\u0647\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summas tawaaa ilas-samaaa'i wa hiya dukhaanun faqaala lahaa wa lil ardi'tiyaaa taw'an aw karhan qaalataaa atainaa taaa'i'een" } }, "translation": { "en": "Then He directed Himself to the heaven while it was smoke and said to it and to the earth, \"Come [into being], willingly or by compulsion.\" They said, \"We have come willingly.\"", "id": "Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4229", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4229.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4229.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dari menguraikan ihwal penciptaan bumi dan sarana kehidupan bagi makhluk yang mendiaminya, Al-Qur’an kemudian beralih kepada ihwal penciptaan langit. Kemudian Dia, yakni perintah atau kekuasaan-Nya menuju ke langit dan langit ketika itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menuruti perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Mendengar perintah itu, keduanya, langit dan bumi, lalu menjawab, “Kami datang kepada-MU ya Allah dengan tunduk dan patuh guna mengikuti aturan-Mu.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan keadaan langit. Setelah Allah menciptakan bumi Dia menuju ke langit, waktu itu langit berupa asap. Bagaimana keadaan asap itu dan apa hakikatnya, hanya Allah sajalah yang mengetahui-Nya. Sekalipun ada yang mencoba menerangkan keadaan asap yang dimaksud, baik yang dikemukakan oleh pendeta-pendeta Yahudi, maupun oleh para ahli yang telah mencoba menyelidikinya, namun belum ada keterangan yang pasti yang menerangkan keadaan dan hakikat asap itu.\n\nMenurut teori ilmu pengetahuan, ayat di atas menggambarkan mengenai permulaan alam semesta. Peristiwa tersebut ditandai dengan terjadinya peristiwa yang oleh para ilmuwan disebut Big Bang. Peristiwa tersebut sangat jelas terlihat pada surah al-Anbiya'/21 ayat 30 yang penggalannya berbunyi demikian: \"....bahwa langit dan bumi keduanya dahulu adalah satu yang padu, kemudian Kami pisahkan...\" .\n\nIlmu kosmologi modern, baik dari pengamatan maupun teori, secara jelas mengindikasikan bahwa pada suatu saat, seluruh alam semesta terdiri hanya dari awan dari \"asap\" yang terdiri atas komposisi gas yang padat dan sangat panas. Kumpulan ini terdiri atas sejumlah besar kekuatan atom yang saling berkaitan dan berada di bawah tekanan yang sangat kuat. Jari-jari kumpulan yang berbentuk bola ini diperkirakan sekitar 5 juta kilometer. Cairan atom pertamanya berupa ledakan dahsyat (yang biasa disebut Big Bang), dan mengakibatkan terbentuk dan terpencarnya berbagai benda langit. Hal ini sudah menjadi prinsip yang teruji dan menjadi dasar dalam kosmologi modern. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan, para peneliti saat ini dapat menyaksikan \"kelahiran\" bintang dengan menggunakan teleskop yang sangat canggih. Teori mengenai bentukan \"asap\" sebagai asal-muasal suatu bintang, juga telah disebutkan dalam Surah Fushshilat/41: 11 di atas.\n\nKarena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi, dan sebagainya) terbentuk dari \"asap\" yang sama, maka para pakar menyimpulkan bahwa bumi dan isi langit seluruhnya adalah satu kesatuan sebelumnya. Dari material \"asap\" yang sama ini, kemudian mereka terpisah satu sama lain. Hal yang demikian ini juga telah diungkapkan oleh Al-Qur'an dalam Surah al-Anbiya'/21: 30 tersebut di atas. \n\nPada ayat ini, seolah-olah Allah menerangkan bahwa bumi lebih dahulu diciptakan dari langit dengan segala isinya, termasuk di dalamnya matahari, bulan, dan bintang-bintang. Ayat yang lain menerangkan bahwa Allah menciptakan langit lebih dahulu dari menciptakan bumi. Oleh karena itu, ada sebagian mufasir yang mencoba mengompromikan kedua ayat ini. Menurut mereka, dalam perencanaan, Allah lebih dahulu merencanakan bumi dengan segala isinya. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, Allah menciptakan langit dengan segala isinya lebih dahulu, kemudian sesudah itu baru menciptakan bumi dengan segala isinya.\n\nSetelah selesai menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, Allah memerintahkan keduanya untuk datang kepada-Nya, baik dalam keadaan senang maupun terpaksa. Langit dan bumi mengatakan bahwa mereka akan datang dengan tunduk dan patuh. Kemudian Allah bertitah kepada langit, \"Perhatikanlah sinar mataharimu, cahaya bulanmu, cahaya gemerlap dari binatang-bintang, hembuskanlah anginmu, edarkanlah awanmu, sehingga dapat menurunkan hujan.\" Allah berfirman pula kepada bumi, \"Alirkanlah sungai-sungaimu, serta tumbuhkanlah tanaman-tanaman dan pohon-pohonmu.\" Keduanya menjawab, \"Kami penuhi segala perintah-Mu dengan patuh dan taat.\"\n\nSebagian ahli tafsir menafsirkan \"datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka atau terpaksa\" dengan \"jadilah kamu keduanya menurut Sunnah-Ku yang telah Aku tetapkan, jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan-Ku itu, ikutilah proses-proses kejadianmu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.\" Dengan kata lain dapat dipahami bahwa Allah memerintahkan kepada langit dan bumi untuk menyempurnakan kejadiannya sesuai dengan ketetapan yang telah ditentukan, seperti bumi akan tercipta pada saatnya, demikian pula gunung-gunung, air, udara, binatang-binatang, manusia, dan tumbuh-tumbuhan. Semuanya akan terjadi pada waktu yang ditentukan-Nya, tidak ada satu pun yang menyimpang dari ketentuan-Nya.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa kejadian langit dan bumi itu, mulai dari terjadinya sampai kepada bentuk yang ada sekarang, melalui proses-proses tertentu sesuai dengan sunah Allah. Segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit akan ada pada waktunya, dan akan hilang atau musnah pada waktunya pula, sesuai dengan keadaan langit dan bumi pada waktu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4230, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0636\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0633\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u062d\u064e \u0648\u064e\u062d\u0650\u0641\u0652\u0638\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Faqadaahunna sab'a samaawaatin fee yawmaini wa awhaa fee kulli samaaa'in amarahaa; wa zaiyannassa maaa'ad dunyaa bimasaabeeha wa hifzaa; zaalika taqdeerul 'Azeezil 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And He completed them as seven heavens within two days and inspired in each heaven its command. And We adorned the nearest heaven with lamps and as protection. That is the determination of the Exalted in Might, the Knowing.", "id": "Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4230", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4230.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4230.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih menjelaskan tentang penciptaan langit. Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam waktu dua masa, dan pada setiap langit Dia mewahyukan dan menetapkan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat dengan bumi, Kami hiasi dengan bintang-bintang yang bersinar cemerlang, dan Kami ciptakan bintang-bintang itu untuk memelihara langit dengan pemeliharaan yang sempurna. Demikianlah ketentuan Allah berlaku, dan Dia adalah Zat Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyempurnakan kejadian langit itu dengan menjadikan tujuh langit dalam dua masa. Dengan demikian, lamanya Allah merencanakan penciptaan langit dan bumi ialah selama enam masa. Firman Allah:\n\nSungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. (al-A'raf/7: 54)\n\nDiterangkan juga bahwa Allah menghiasi langit dengan bintang-bintang yang gemerlapan. Ada bintang yang bercahaya sendiri dan ada pula yang menerima pantulan cahaya dari bintang yang lain. Oleh karena itu, cahaya bintang-bintang itu terlihat tidak sama. Ketidaksamaan cahaya bintang-bintang itu menimbulkan keindahan yang tiada taranya.\n\nAllah menjadikan pada tiap-tiap langit sesuatu yang diperlukan, sesuai dengan hikmah dan sunah-Nya. Seperti adanya memberi tarik pada tiap-tiap planet dan menjadikannya berjalan pada garis edarnya, sehingga planet-planet itu tidak akan jatuh dan berbenturan antara yang satu dengan yang lain. Untuk setiap planet itu ditetapkan tugas-tugas tertentu, sesuai dengan keadaan dan sifatnya, seperti tugas bulan tidak sama dengan tugas matahari, karena kejadian keduanya berlainan.\n\nSemua yang diterangkan itu merupakan ciptaan Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, dan mereka harus tunduk kepada ketetapan-Nya. Tidak ada satu pun dari ciptaan Allah yang menyimpang dari ketetapan-Nya. Dia mengetahui keadaan makhluk yang diciptakan-Nya itu, baik yang halus maupun yang kasar, baik yang nyata maupun yang tersembunyi." } } }, { "number": { "inQuran": 4231, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0630\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0639\u0650\u0642\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0639\u0650\u0642\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Fa-in a'radoo faqul anzartukum saa'iqatam misla saa'iqati 'Aadinw wa Samood" } }, "translation": { "en": "But if they turn away, then say, \"I have warned you of a thunderbolt like the thunderbolt [that struck] 'Aad and Thamud.", "id": "Jika mereka berpaling maka katakanlah, “Aku telah memperingatkan kamu akan (bencana) petir seperti petir yang menimpa kaum ’Ad dan kaum Samud.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4231", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4231.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4231.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ihwal penciptaan langit dan bumi sebagai bukti kemahakuasaan Allah, yang dijelaskan oleh ayat-ayat terdahulu, ternyata tidaklah membuat orang-orang musyrik Mekah berubah sikap dan keyakinan. Oleh sebab itu, ayat-ayat berikut memerintahkan Nabi Muhammad menyampaikan peringatan berupa pengalaman kaum ‘Ad dan Šamùd yang telah menolak kebenaran. Jika mereka, orang-orang musyrik Mekah, masih saja berpaling dari kebenaran yang disampaikan itu, maka katakanlah kepada mereka, “Aku telah memperingatkan kamu akan bencana petir seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan kaum Šamùd.”", "long": "Ayat ini menerangkan perintah Allah kepada Nabi Muhammad agar menyeru kepada orang-orang kafir untuk beriman kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya. Jika mereka tidak menerima ajakan itu dan berpaling, Rasulullah diperintahkan untuk mengingatkan mereka tentang azab yang akan ditimpakan Allah kepada setiap orang yang ingkar kepada-Nya. Di antara azab yang pernah ditimpakan kepada orang-orang yang ingkar ialah suara keras yang mengguntur dari langit dan memusnahkan semua yang dikenainya, seperti yang pernah ditimpakan kepada kaum 'Ad, kaum Samud, penduduk Aikah, dan sebagainya. Malapetaka itu menimpa mereka karena mengingkari seruan rasul yang diutus kepada mereka dan mengabaikan peringatan para rasul itu. Rasulullah menambahkan bahwa jika mereka tidak ingin ditimpa malapetaka seperti itu, maka ikutilah seruan yang disampaikannya dan agar hanya menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.\n\nSeruan Rasulullah itu ditanggapi orang-orang musyrik dengan sikap angkuh dan sombong. Mereka mengingkarinya dengan mengatakan bahwa sekiranya Allah hendak mengutus para rasul kepada manusia, tentu Dia tidak akan mengutus manusia seperti Nabi Muhammad. Akan tetapi, Allah akan mengutus orang-orang yang mempunyai kelebihan dari manusia biasa, mempunyai kekuatan gaib, sanggup mengabulkan langsung segala yang diminta orang-orang yang diserunya, seperti malaikat, jin dan sebagainya. Menurut mereka, rasul yang diangkat dari manusia biasa tidak akan bisa memerkenankan permintaan orang-orang yang diserunya karena tidak mempunyai kelebihan apa pun. Sementara, menurut mereka, Allah belum berkehendak mengutus rasul itu. Itulah sebabnya mereka mengingkari kerasulan Nabi Muhammad.\n\nDiriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam kitab \" Ad-Dalail\" dan Ibnu Asakir dari Jabir bin 'Abdullah. Ia mengatakan bahwa Abu Jahal dan para pemimpin kaum Quraisy berkata, \"Sesungguhnya kurang jelas bagi kita apa yang disampaikan oleh Muhammad itu, jika kamu menemukan seorang ahli sihir, tenung, dan syair, maka hendaklah ia berbicara dengannya, dan datang kepada kita untuk menerangkan maksud yang disampaikan Muhammad saw itu.\" 'Utbah bin Rabi'ah berkata, \"Demi Allah, aku benar-benar telah mendengar sihir, tenung, dan syair. Aku benar-benar memahami rumpun engkau hai Muhammad adalah orang yang paling baik dalam rumpun keluarga Abdul Muththalib?\" Muhammad tidak menjawab. 'Utbah berkata lagi, \"Mengapa engkau mencela tuhan-tuhan kami dan menganggap kami sesat? Jika engkau menghendaki wanita, pilihlah olehmu sepuluh wanita yang paling cantik yang kamu kehendaki dari suku Quraisy ini. Jika engkau menghendaki harta, kami kumpulkan harta itu sesuai dengan yang kamu perlukan.\" \n\nSetelah Rasulullah mendengar ucapan 'Utbah, beliau membaca Surah Fushshilat ini sejak permulaan ayat sampai kepada ayat ini, yang menerangkan malapetaka yang pernah ditimpakan kepada kaum 'Ad, dan Samud. Mendengar ayat yang dibacakan Rasulullah saw, Utbah diam seribu bahasa, lalu pulang ke rumahnya, tidak langsung kepada kaumnya. Tatkala kaumnya melihat 'Utbah dalam keadaan demikian, mereka mengatakan bahwa 'Utbah telah kena sihir Muhammad. Lalu mereka mencari 'Utbah dan berkata kepadanya, \"Ya 'Utbah, engkau tidak datang kepada kami itu adalah karena engkau telah kena sihir.\" Maka 'Utbah marah dan bersumpah tidak akan berbicara lagi dengan Muhammad, kemudian ia berkata, \"Demi Allah, aku benar-benar telah berbicara dengannya, lalu ia menjawab dengan satu jawaban yang menurut pendapatku jawaban itu bukan syair, bukan sihir, dan bukan pula tenung. Tatkala ia sampai kepada ucapan: petir yang seperti menimpa kaum 'Ad dan Samud, aku pun diam seribu bahasa. Aku benar-benar mengetahui bahwa Muhammad itu, apabila ia mengatakan sesuatu, ia tidak berdusta, dan ia takut kepada azab yang akan menimpa itu.\"\n\nSebagaimana diketahui bahwa 'Utbah termasuk pemuka Quraisy dan orang yang berpengetahuan luas di antara mereka. Di samping seorang sastrawan ia juga mengetahui seluk-beluk sihir dan tenung yang dipercayai orang pada waktu itu. Kebungkaman 'Utbah itu menunjukkan bahwa hatinya telah beriman kepada Rasulullah, tetapi karena pengaruh nafsu dan kedudukan, maka ia mengingkari suara hatinya. Demikian pula halnya dengan kebanyakan orang-orang musyrik. Hatinya telah beriman dan ia telah takut kepada azab yang akan ditimpakan kepadanya seandainya ia tidak beriman, tetapi mereka tetap tidak beriman karena khawatir akan dikucilkan oleh kaumnya. Oleh karena itu, mereka mencari-cari alasan untuk menutupi hati mereka dengan mengatakan bahwa mustahil Allah mengangkat seorang rasul dari golongan manusia biasa. Jika Allah mengangkat rasul, tentu rasul itu dari golongan malaikat." } } }, { "number": { "inQuran": 4232, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz jaaa'at humur Rusulu mim baini aydeehim wa min khalfihim allaa ta'budooo illal laaha qaaloo law shaaa'a Rabunaa la anzala malaaa 'ikatan fa innaa bimaaa ursiltum bihee kaafiroon" } }, "translation": { "en": "[That occurred] when the messengers had come to them before them and after them, [saying], \"Worship not except Allah.\" They said, \"If our Lord had willed, He would have sent down the angels, so indeed we, in that with which you have been sent, are disbelievers.\"", "id": "Ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka (dengan menyerukan), “Janganlah kamu menyembah selain Allah.” Mereka menjawab, “Kalau Tuhan kami menghendaki tentu Dia menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami mengingkari wahyu yang engkau diutus menyampaikannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4232", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4232.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4232.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, sebagaimana juga dikisahkan oleh Al-Qur’an, ketika para rasul datang kepada masing-masing mereka, kaum ‘Ad dan Šamùd, baik dari arah depan dan juga dari arah belakang mereka. Hal ini bermakna bahwa para rasul itu menyampaikan seruan kebenaran dengan berbagai cara, baik terang-terangan maupun dengan sembunyi-sembunyi. Para rasul itu menyerukan, “Janganlah kamu menyembah selain Allah.” Mendengar seruan itu mereka, kaum ‘Ad dan Šamùd menjawab, “Kalau Tuhan kami menghendaki untuk mengutus rasul, tentu Dia mengutus dan menurunkan malaikat-malaikat-Nya kepada kami, bukan manusia biasa seperti kamu. Maka sesungguhnya dengan kenyataan seperti itu, kami mengingkari wahyu yang engkau sengaja diutus untuk menyampaikannya kepada kami.”", "long": "Ayat ini menerangkan perintah Allah kepada Nabi Muhammad agar menyeru kepada orang-orang kafir untuk beriman kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya. Jika mereka tidak menerima ajakan itu dan berpaling, Rasulullah diperintahkan untuk mengingatkan mereka tentang azab yang akan ditimpakan Allah kepada setiap orang yang ingkar kepada-Nya. Di antara azab yang pernah ditimpakan kepada orang-orang yang ingkar ialah suara keras yang mengguntur dari langit dan memusnahkan semua yang dikenainya, seperti yang pernah ditimpakan kepada kaum 'Ad, kaum Samud, penduduk Aikah, dan sebagainya. Malapetaka itu menimpa mereka karena mengingkari seruan rasul yang diutus kepada mereka dan mengabaikan peringatan para rasul itu. Rasulullah menambahkan bahwa jika mereka tidak ingin ditimpa malapetaka seperti itu, maka ikutilah seruan yang disampaikannya dan agar hanya menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.\n\nSeruan Rasulullah itu ditanggapi orang-orang musyrik dengan sikap angkuh dan sombong. Mereka mengingkarinya dengan mengatakan bahwa sekiranya Allah hendak mengutus para rasul kepada manusia, tentu Dia tidak akan mengutus manusia seperti Nabi Muhammad. Akan tetapi, Allah akan mengutus orang-orang yang mempunyai kelebihan dari manusia biasa, mempunyai kekuatan gaib, sanggup mengabulkan langsung segala yang diminta orang-orang yang diserunya, seperti malaikat, jin dan sebagainya. Menurut mereka, rasul yang diangkat dari manusia biasa tidak akan bisa memerkenankan permintaan orang-orang yang diserunya karena tidak mempunyai kelebihan apa pun. Sementara, menurut mereka, Allah belum berkehendak mengutus rasul itu. Itulah sebabnya mereka mengingkari kerasulan Nabi Muhammad.\n\nDiriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam kitab \" Ad-Dalail\" dan Ibnu Asakir dari Jabir bin 'Abdullah. Ia mengatakan bahwa Abu Jahal dan para pemimpin kaum Quraisy berkata, \"Sesungguhnya kurang jelas bagi kita apa yang disampaikan oleh Muhammad itu, jika kamu menemukan seorang ahli sihir, tenung, dan syair, maka hendaklah ia berbicara dengannya, dan datang kepada kita untuk menerangkan maksud yang disampaikan Muhammad saw itu.\" 'Utbah bin Rabi'ah berkata, \"Demi Allah, aku benar-benar telah mendengar sihir, tenung, dan syair. Aku benar-benar memahami rumpun engkau hai Muhammad adalah orang yang paling baik dalam rumpun keluarga Abdul Muththalib?\" Muhammad tidak menjawab. 'Utbah berkata lagi, \"Mengapa engkau mencela tuhan-tuhan kami dan menganggap kami sesat? Jika engkau menghendaki wanita, pilihlah olehmu sepuluh wanita yang paling cantik yang kamu kehendaki dari suku Quraisy ini. Jika engkau menghendaki harta, kami kumpulkan harta itu sesuai dengan yang kamu perlukan.\" \n\nSetelah Rasulullah mendengar ucapan 'Utbah, beliau membaca Surah Fushshilat ini sejak permulaan ayat sampai kepada ayat ini, yang menerangkan malapetaka yang pernah ditimpakan kepada kaum 'Ad, dan Samud. Mendengar ayat yang dibacakan Rasulullah saw, Utbah diam seribu bahasa, lalu pulang ke rumahnya, tidak langsung kepada kaumnya. Tatkala kaumnya melihat 'Utbah dalam keadaan demikian, mereka mengatakan bahwa 'Utbah telah kena sihir Muhammad. Lalu mereka mencari 'Utbah dan berkata kepadanya, \"Ya 'Utbah, engkau tidak datang kepada kami itu adalah karena engkau telah kena sihir.\" Maka 'Utbah marah dan bersumpah tidak akan berbicara lagi dengan Muhammad, kemudian ia berkata, \"Demi Allah, aku benar-benar telah berbicara dengannya, lalu ia menjawab dengan satu jawaban yang menurut pendapatku jawaban itu bukan syair, bukan sihir, dan bukan pula tenung. Tatkala ia sampai kepada ucapan: petir yang seperti menimpa kaum 'Ad dan Samud, aku pun diam seribu bahasa. Aku benar-benar mengetahui bahwa Muhammad itu, apabila ia mengatakan sesuatu, ia tidak berdusta, dan ia takut kepada azab yang akan menimpa itu.\"\n\nSebagaimana diketahui bahwa 'Utbah termasuk pemuka Quraisy dan orang yang berpengetahuan luas di antara mereka. Di samping seorang sastrawan ia juga mengetahui seluk-beluk sihir dan tenung yang dipercayai orang pada waktu itu. Kebungkaman 'Utbah itu menunjukkan bahwa hatinya telah beriman kepada Rasulullah, tetapi karena pengaruh nafsu dan kedudukan, maka ia mengingkari suara hatinya. Demikian pula halnya dengan kebanyakan orang-orang musyrik. Hatinya telah beriman dan ia telah takut kepada azab yang akan ditimpakan kepadanya seandainya ia tidak beriman, tetapi mereka tetap tidak beriman karena khawatir akan dikucilkan oleh kaumnya. Oleh karena itu, mereka mencari-cari alasan untuk menutupi hati mereka dengan mengatakan bahwa mustahil Allah mengangkat seorang rasul dari golongan manusia biasa. Jika Allah mengangkat rasul, tentu rasul itu dari golongan malaikat." } } }, { "number": { "inQuran": 4233, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ammaa 'Aadun fastak baroo fil ardi bighairul haqqi wa qaaloo man ashaddu minnaa quwwatan awalam yaraw annal laahal lazee khalaqahum Huwa ashaddu minhum quwwatanw wa kaanoo bi Aayaatinaa yajhadoon" } }, "translation": { "en": "As for 'Aad, they were arrogant upon the earth without right and said, \"Who is greater than us in strength?\" Did they not consider that Allah who created them was greater than them in strength? But they were rejecting Our signs.", "id": "Maka adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4233", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4233.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4233.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat berikut memerinci apa yang dialami oleh kaum ‘Ad dan apa pula yang dialami oleh kaum Šamùd. Maka adapun kaum ‘Ad, mereka sangat menyombongkan diri di bumi tanpa mengindahkan kebenaran yang diserukan oleh Nabi Hud, rasul yang dibangkitkan di kalangan mereka, dan bahkan dengan congkak mereka berkata, “Siapakah, yakni tidak ada siapa pun, yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” Sungguh sangat congkak dan sombong sikap kaum ‘Ad itu. Tidakkah mereka memperhatikan dan menyadari bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka adalah Zat Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa? Dia adalah Zat yang lebih hebat kekuatan-Nya dari kekuatan yang mereka punya. Dan dalam sikap kesombongan dan kecongkakan seperti itu, mereka juga telah mengingkari tanda-tanda kebesaran Kami.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan keadaan kaum 'Ad yang telah ditimpa azab Allah dan sikapnya terhadap seruan rasul yang diutus kepadanya. Diterangkan bahwa kaum 'Ad itu menyombongkan diri, merasa diri mereka tidak ada yang menandingi, dan semua tunduk kepadanya. Oleh karena itu, mereka durhaka kepada Tuhan yang telah menciptakan dan memberikan karunia kepada mereka, dan tidak menerima seruan rasul Allah yang diutus kepada mereka. Mereka menantang siapa yang sanggup menandingi mereka.\n\nAllah mengancam dan memperingatkan mereka dengan mengatakan apakah mereka telah memikirkan betul-betul yang mereka ucapkan, dan apakah mereka tidak mengetahui siapa yang mereka tentang itu? Yang mereka tentang itu adalah Allah Yang Mahakuasa, yang menciptakan segala sesuatu termasuk diri mereka sendiri, Yang Mahaperkasa, yang lebih kuat dari mereka. Jika Allah menghendaki, maka Dia dapat menimpakan bencana apa pun terhadap mereka dan sedikit pun mereka tidak akan dapat menghindarkan diri dari bencana itu.\n\nMereka sebenarnya telah mengetahui dan meyakini bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Kami, yang disampaikan oleh para rasul yang diutus kepada mereka. Akan tetapi, mereka mengingkarinya dan mendurhakai para rasul itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4234, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u0650\u064a\u062d\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0631\u0652\u0635\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0646\u0651\u064e\u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0646\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0632\u0652\u064a\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0632\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa arsalnaa 'alaihim reehan sarsaran feee ayyaamin nahisaatil linuzeeqahum 'azaabal khizyi fil hayaatid dunyaa wa la'azaabul Aakhirati akhzaa wa hum laa yunsaroon" } }, "translation": { "en": "So We sent upon them a screaming wind during days of misfortune to make them taste the punishment of disgrace in the worldly life; but the punishment of the Hereafter is more disgracing, and they will not be helped.", "id": "Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4234", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4234.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4234.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai ganjaran bagi kecongkakan dan kesombongan mereka itu, maka Kami tiupkan kepada mereka angin yang sangat bergemuruh dan di-ngin hingga terasa menusuk tulang yang berlangsung dalam beberapa hari, yakni selama tujuh malam dan delapan hari yang mereka anggap sebagai hari yang nahas. Itu semua Kami timpakan kepada para pendurhaka itu karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dibandingkan siksaan di dunia, dan mereka tidak diberi pertolongan sedikit pun.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bentuk azab yang ditimpakan kepada kaum 'Ad. Dia menghembuskan angin kencang yang sangat dingin diiringi dengan suara gemuruh yang memusnahkan mereka. Angin kencang yang sangat dingin itu terus-menerus melanda mereka dalam tujuh malam dan delapan hari, yang merupakan hari yang sial bagi mereka, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\nSedangkan kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). (al-haqqah/69: 6-7)\n\nDiterangkan pada ayat ini bahwa tujuan Allah menimpakan azab yang dahsyat itu kepada kaum 'Ad agar mereka merasakan akibat dari menyombongkan diri dan takabur terhadap Allah dan para rasul yang diutus kepada mereka, yaitu kehinaan, kerendahan, dan malapetaka yang menimpa mereka dalam kehidupan duniawi. Sedang azab akhirat lebih dahsyat dan sangat menghinakan mereka. Mereka tidak akan memperoleh seorang penolong pun yang dapat membebaskan dari azab itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4235, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f \u0641\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0639\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ammaa Samoodu fahadinaahum fastahabbul 'ama 'alal huda fa akhazathum saa'iqatul 'azaabil hooni bimaa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "And as for Thamud, We guided them, but they preferred blindness over guidance, so the thunderbolt of humiliating punishment seized them for what they used to earn.", "id": "Dan adapun kaum Samud, mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4235", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4235.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4235.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun terhadap kaum Šamùd, mereka telah Kami beri petunjuk untuk mencapai jalan kebaikan dengan mengutus Nabi Saleh. Sebagai bukti kebenaran risalahnya, Kami berikan kepada Nabi Saleh itu mukjizat berupa unta yang tidak boleh disembelih, tetapi mereka lebih menyukai kebutaan atau kesesatan yang disebabkan kebutaan mata hati, daripada petunjuk yang Kami sampaikan itu. Maka, mereka disambar petir dan halilintar sebagai azab yang menghinakan dan membinasakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.", "long": "Kepada kaum Samud, Allah telah menyampaikan agama-Nya dengan perantaraan Nabi Saleh. Allah telah menunjukkan kepada mereka jalan keselamatan dan jalan yang lurus, dengan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya yang ada di cakrawala luas ini. Allah juga mengajarkan kepada mereka hukum-hukum yang dapat membahagiakan mereka di dunia dan akhirat. Akan tetapi, mereka mengutamakan kekafiran dari keimanan yang berarti pula mereka lebih mengutamakan kehinaan dan kesengsaraan daripada kemuliaan dan kebahagiaan. Karena sikap dan perbuatan mereka itu, maka Allah menurunkan kepada mereka azab berupa suara keras yang mengguntur dari langit.\n\nPada ayat yang lain, Allah menerangkan azab yang ditimpakan kepada kaum Samud. Allah berfirman:\n\nKemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud. (Hud/11: 67-68)" } } }, { "number": { "inQuran": 4236, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 414, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa najjainal lazeena aamanoo wa kaanoo yattaqoon" } }, "translation": { "en": "And We saved those who believed and used to fear Allah.", "id": "Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman karena mereka adalah orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4236", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4236.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4236.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad dan Šamùd yang mendurhakai nabinya masing-masing, Allah lalu menjelaskan keadaan Nabi Hud dan Nabi Saleh beserta para pengikutnya. Allah berfirman, “Dan Kami selamatkan kedua nabi itu, Nabi Hud dan Nabi Saleh, beserta orang-orang beriman yang menjadi pengikut keduanya karena mereka adalah orang-orang yang senantiasa bertakwa dengan melaksanakan segala yang Kami perintahkan dan meninggalkan apa yang Kami larang.", "long": "Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman diselamatkan Allah dari azab itu. Mereka tidak ditimpa malapetaka dan bencana yang dahsyat itu karena keimanan dan ketakwaan mereka kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4237, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 415, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0632\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yawma yuhsharu a'daaa'ul laahi ilan Naari fahum yooza'oon" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], the Day when the enemies of Allah will be gathered to the Fire while they are [driven] assembled in rows,", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke neraka lalu mereka dipisah-pisahkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4237", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4237.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4237.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat sebelum ini berbicara tentang azab dan siksaan yang ditimpakan kepada kaum pendurhaka ketika mereka masih di dunia, dan mengisyaratkan bahwa siksaan di akhirat jauh lebih dahsyat dan menghinakan. Ayat-ayat berikut menjelaskan bagaimana penggambaran azab akhirat tersebut. Dan ingatkanlah kaum kafir Mekah itu, wahai Nabi Muhammad, bahwa pada hari Kiamat ketika mereka musuh-musuh Allah itu, seperti kaum ‘Ad dan Šamud, digiring dengan kasar dan tanpa belas kasihan oleh para malaikat ke dalam neraka lalu mereka dipisah-pisahkan.", "long": "Ayat ini menerangkan perintah Allah kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang yang ingkar itu keadaan mereka pada hari Kiamat nanti. Pada hari itu, semua musuh-musuh Allah dan orang-orang yang ingkar kepada-Nya akan dikumpulkan dalam neraka. Mereka dihalau ke dalamnya seperti orang menggiring dan menghalau binatang ternak. Tidak ada satu pun yang luput dan tertinggal di antara mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4238, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 24, "page": 478, "manzil": 6, "ruku": 415, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa maa jaaa'oohaa shahida 'alaihim samu'uhum wa absaaruhum wa julooduhum bimaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Until, when they reach it, their hearing and their eyes and their skins will testify against them of what they used to do.", "id": "Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4238", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4238.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4238.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sehingga apabila mereka, para musuh Allah itu, sampai ke depan pintu neraka, lalu diajukanlah kepada mereka pertanyaan tentang dosa-dosa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia. Akan tetapi, mereka mengingkarinya dan tidak mengakui perbuatan dosa itu. Maka, Allah mengambil anggota badan mereka, seperti pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia itu.", "long": "Tatkala mereka sampai di pinggir neraka, mereka ditanya tentang perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia. Sebagai saksi atas perbuatan yang telah mereka lakukan itu ialah seluruh anggota badan mereka yang langsung melakukan perbuatan-perbuatan dosa itu, seperti telinga, mata, dan anggota-anggota tubuh mereka. Tiap-tiap makhluk ditanya sesuai dengan keadaan dan sifatnya. Apa yang ditanya dan bagaimana jawaban makhluk-makhluk itu, termasuk ilmu yang gaib, hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Mungkin ada soal yang berhubungan dengan niat dan isi hatinya, atau mengenai perbuatan-perbuatannya. Jika pertanyaan itu tentang ketaatan beribadah, sopan-santun, hubungan silaturrahim, amal saleh, dan yang serupa dengan itu dihadapkan kepada orang yang suka mengerjakan perbuatan itu selama hidup di dunia, tentu orang-orang itu akan menjawabnya dengan gembira kepada Allah. Jika budi pekerti yang buruk, memutuskan hubungan silaturrahim, perbuatan jahat, dan perbuatan lain yang serupa dengan itu, dihadapkan kepada orang yang mengerjakannya, tentulah mereka menjawab dengan gemetar dan penuh ketakutan. Allah Maha Mengetahui tentang itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4239, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 415, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0645\u064e \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0637\u064e\u0642\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0637\u064e\u0642\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo lijuloodihim lima shahittum 'alainaa qaaloo antaqanal laahul lazeee antaqa kulla shai'inw wa Huwa khalaqakum awwala marratinw wa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "And they will say to their skins, \"Why have you testified against us?\" They will say, \"We were made to speak by Allah, who has made everything speak; and He created you the first time, and to Him you are returned.", "id": "Dan mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” (Kulit) mereka men-jawab, “Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4239", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4239.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4239.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika anggota tubuh mereka, seperti pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap perbuatan dosa yang mereka lakukan selama hidup di dunia, mereka pun mempertanyakan hal itu. Dan ingatlah ketika mereka para musuh Allah itu, berkata kepada kulit mereka sendiri, “Mengapa kamu menjadi saksi yang memberatkan terhadap kami?” Kulit mereka menjawab, “Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang juga menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah juga yang menciptakan kamu yang pertama kali serta menganugerahkan kemampuan berbicara, dan hanya kepada-Nya saja kamu dikembalikan.”", "long": "Tatkala mendengar dan melihat bahwa kulitnya sendiri menjadi saksi atas perbuatan-perbuatannya, orang-orang kafir mencela kulit mereka itu dengan mengatakan, \"Mengapa kamu menjadi saksi atas diri kami, padahal kamulah yang membantu dan mendorong kami berbuat maksiat selama hidup di dunia?\" Kulit-kulit mereka menjawab, \"Allah Yang Mahakuasa telah menjadikan kami pandai berbicara, sehingga kami dapat menerangkan dengan jelas dan lengkap segala yang pernah kamu perintahkan kepada kami untuk mengerjakannya.\" Firman Allah:\n\nPada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Yasin/36: 65)\n\nMengenai pertanyaan dan persaksian di akhirat ini diterangkan dalam hadis Nabi saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata:\n\nKetika kami bersama Rasulullah saw, beliau tertawa lalu berkata, \"Apakah kamu mengetahui kenapa aku tertawa?\" Kami menjawab, \"Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.\" Beliau berkata, \"Aku tertawa karena pembicaraan seorang hamba dengan Tuhan (di hari Kiamat). Hamba berkata, \"Hai Tuhanku Apakah Engkau tidak melindungi aku dari kezaliman?\" Rasulullah berkata, \"Tuhan berkata, 'Benar.\" Rasulullah berkata, \"Hamba itu mengatakan, 'Maka saya tidak mengizinkan diriku kecuali saksi dari diriku sendiri.\" Rasulullah saw berkata, \"Allah berfirman, 'Cukuplah diri engkau menjadi saksi atas perbuatanmu sendiri pada hari ini, dan persaksian malaikat yang mencatat.\" Rasulullah berkata, \"Kemudian ditutuplah mulut orang itu dan dikatakan kepada anggota-anggota badannya, 'Berbicaralah, maka anggota-anggota badan itu menerangkan perbuatannya.\" Rasulullah berkata, \"Kemudian dibiarkan orang itu berbicara terhadap anggota badan mereka.\" Nabi berkata, \"Maka hamba itu berkata (kepada anggota badannya), 'Celaka dan hancurlah kamu semua. Aku ini berjuang untuk membela kamu.\"(Riwayat Muslim dan Ibnu hibban)\n\nAllah menerangkan bahwa Dialah Yang menciptakan manusia pada kali yang pertama, dari tidak ada kepada ada, dan Dia pula yang menjadikan untuk mereka dalil-dalil yang nyata. Jika Allah sanggup menciptakan manusia pada kali yang pertama, tentu Dia sanggup pula mengulangi penciptaan itu pada kali yang kedua, dengan membangkitkan manusia sesudah matinya, kemudian Dia membalas semua perbuatan manusia dengan adil." } } }, { "number": { "inQuran": 4240, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 415, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062a\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa kuntum tastatiroona ai-yashhada 'alaikum sam'ukum wa laaa absaarukum wa laa juloodukum wa laakin zanantum annal laaha laa ya'lamu kaseeram mimmaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And you were not covering yourselves, lest your hearing testify against you or your sight or your skins, but you assumed that Allah does not know much of what you do.", "id": "Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu ) bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4240", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4240.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4240.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kamu benar-benar tidak dapat dan tidak mampu bersembunyi dari kesaksian yang diberikan oleh pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadap diri-mu sendiri. Bahkan kamu mengira bahwa Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat itu tidak mengetahui banyak tentang apa yaitu perbuatan jahat yang telah kamu lakukan itu.", "long": "Diriwayatkan dari al-Bukhari dan Muslim beserta imam-imam yang lain dari Ibnu Mas'ud ia berkata, \"Ketika aku bersembunyi di belakang tirai Ka'bah, maka datanglah tiga orang: seorang Quraisy dan dua orang Bani saqif, atau seorang Bani saqif dan dua orang Quraisy, sedikit sekali ilmunya dan amat buncit perut mereka, mereka mengucapkan perkataan yang tidak pernah aku dengar. Maka salah seorang mereka berkata, 'Apakah kamu berpendapat bahwa Allah mendengar perkataan kita ini? Maka yang lain menjawab, 'Sesungguhnya apabila kita mengeraskan suara kita, niscaya Dia mendengarnya dan apabila kita tidak mengeraskannya niscaya Dia tidak mendengarnya. Maka yang lain berkata, 'Jika Dia mendengar sesuatu daripadanya, pasti Dia mendengar seluruhnya.\" Maka Ibnu Mas'ud menyampaikan yang demikian pada Nabi saw, maka Allah menurunkan ayat ini sampai kepada firman-Nya: mi nal khasirin.\n\nAyat ini menerangkan bahwa manusia itu tidak dapat menyembunyikan dan merahasiakan perbuatan-perbuatan kejinya, sekalipun ia berbuat kemaksiatan, kejahatan, dan kekafiran secara terang-terangan dan mengingkari hari kebangkitan dan pembalasan Allah. Bahkan, ia mengira di saat ia menyembunyikan perbuatannya dari manusia, Allah pun tidak mengetahui apa-apa yang mereka kerjakan. Oleh karena itu, ia tidak akan dapat menghukum dan memberi pembalasan.\n\nAyat ini memperingatkan orang-orang yang beriman agar selalu waspada dan memikirkan benar-benar perbuatan-perbuatan yang akan mereka lakukan, karena Allah mengetahui segala yang mereka perbuat, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4241, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 415, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062f\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa zaalikum zannukumul lazee zanantum bi-Rabbikum ardaakum fa asbahtum minal khaasireen" } }, "translation": { "en": "And that was your assumption which you assumed about your Lord. It has brought you to ruin, and you have become among the losers.\"", "id": "Dan itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu (dugaan itu) telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4241", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4241.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4241.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh itulah dugaan buruk-mu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhan yang telah berbuat baik kepada-mu, dan sekarang ternyata dugaan itulah yang telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk dalam kelompok orang yang rugi,", "long": "Dugaan orang-orang kafir bahwa Allah tidak mengetahui dan tidak melihat perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukannya adalah persangkaan yang tidak baik. Persangkaan yang demikian akan menimbulkan keberanian untuk melakukan perbuatan-perbuatan terlarang, sehingga berakibat kerugian pada diri sendiri. Akibat persangkaan yang demikian itu, mereka akan mendapat kerugian dan kehinaan di dunia dan azab pedih di akhirat nanti.\n\nDari ayat ini, dapat dipahami bahwa sangkaan yang baik ialah meyakini bahwa Allah mengetahui segala perbuatan hamba-Nya sejak dari yang halus sampai kepada yang besar, sejak dari yang nampak sampai kepada yang tersembunyi, dan Allah mengetahui segala isi hatinya.\n\nJika seseorang telah memercayai yang demikian, maka ia selalu meneliti segala yang akan diperbuatnya, mana yang diridai Allah dan mana yang tidak diridai-Nya. Ia akan menghentikan serta menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak diridai Allah, karena ia telah yakin bahwa Allah melihat dan mengetahui semua perbuatannya itu.\n\nDiriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud., dan Ibnu Majah dari Jabir bin 'Abdullah:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Kamu jangan sekali-kali mati kecuali berbaik sangka kepada Allah. (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)\n\nPara ulama berpendapat bahwa sangkaan itu ada dua macam: pertama, sangkaan yang baik, yaitu menyangka bahwa Allah mempunyai rahmat, keutamaan, dan kebaikan yang akan dilimpahkan-Nya kepada manusia, sebagaimana tersebut dalam hadis Qudsi:\n\nAllah berfirman, \"Aku menuruti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku.\"(Riwayat Muslim dari Anas)\n\nKedua, sangkaan yang jelek, yaitu menyangka bahwa Allah tidak mengetahui segala perbuatan hamba-hamba-Nya. \n\nMenurut Qatadah, sangkaan itu ada dua macam, yaitu: pertama, sangkaan yang menyelamatkan seperti yang diterangkan firman Allah:\n\nSesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku. (al-haqqah/69: 20)\n\nDan firman Allah:\n\n(Yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (al-Baqarah/2: 46)\n\nKedua, sangkaan yang merusak, seperti yang diterangkan firman Allah ini.\n\nUmar bin Khaththab berkata tentang ayat ini, \"Mereka adalah orang-orang yang terus-menerus berbuat maksiat, tidak bertobat dari perbuatan itu, dan mereka berdebat tentang ampunan Tuhan, sehingga mereka meninggalkan dunia tidak membawa apa-apa.\" Kemudian Umar membaca ayat ini.\n\nAl-hasan al-Bashri berkata, \"Sesungguhnya satu kaum yang diperdaya oleh angan-angannya yang kosong sehingga mereka meninggal dunia, dan tiadalah mereka mempunyai suatu kebaikan pun. Salah seorang dari mereka berkata, 'Sesungguhnya aku berbaik sangka terhadap Tuhanku. Sesungguhnya ia telah berdusta. Jika baik sangkaannya, tentu baik pula amalnya.\" Kemudian Al-hasan al-Bashrimembaca ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4242, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 415, "hizbQuarter": 191, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064b\u0649 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa-iny yasbiroo fan Naaru maswal lahum wa iny-yasta'tiboo famaa hum minal mu'tabeen" } }, "translation": { "en": "So [even] if they are patient, the Fire is a residence for them; and if they ask to appease [Allah], they will not be of those who are allowed to appease.", "id": "Meskipun mereka bersabar (atas azab neraka) maka nerakalah tempat tinggal mereka dan jika mereka minta belas kasihan, maka mereka itu tidak termasuk orang yang pantas dikasihani." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4242", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4242.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4242.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar terasa betapa besar murka Allah terhadap musuh-musuh-Nya itu, maka pembicaraan tidak ditujukan kepada mereka, karena mereka tidak layak lagi untuk diajak bicara, tetapi dikatakan bahwa meskipun mereka bersabar atau menahan rasa pedih atas azab neraka, maka memang yang pantas nerakalah yang menjadi tempat tinggal mereka, dan jika mereka minta belas kasihan agar diampuni dan diringankan siksanya, maka mereka itu tidak termasuk orang yang pantas dikasihani untuk diberi ampunan dan keringanan siksa.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan keadaan orang-orang yang berburuk sangka terhadap Allah, yaitu mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Semuanya dimasukkan ke dalam neraka tidak ada kecualinya dan neraka inilah tempat kembali mereka.\n\nSeandainya di antara mereka ada yang minta ditangguhkan azab atau minta ampun kepada Allah dan bersedia kembali ke dunia seandainya Allah memberi mereka kesempatan, maka semuanya tidak akan dikabulkan. Permohonan mereka tidak mungkin dikabulkan karena mereka telah meninggalkan dunia. Tempat beramal dan dunia itu pun telah hancur, sedang akhirat bukanlah tempat beramal, tetapi tempat menerima hasil amal seseorang semasa hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 4243, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 415, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0642\u064e\u064a\u0651\u064e\u0636\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064f\u0631\u064e\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064d \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaiyadnaa lahum quranaaa'a fazaiyanoo lahum maa baina aideehim wa maa khalfahum wa haqqa 'alaihimul qawlu feee umamin qad khalat min qablihim minal jinni wal insi innahum kaanoo khaasireen" } }, "translation": { "en": "And We appointed for them companions who made attractive to them what was before them and what was behind them [of sin], and the word has come into effect upon them among nations which had passed on before them of jinn and men. Indeed, they [all] were losers.", "id": "Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman (setan) yang memuji-muji apa saja yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka putusan azab bersama umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari (golongan) jin dan manusia. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4243", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4243.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4243.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat-ayat yang lalu Al-Qur’an memberi kecaman terhadap para pendurhaka musyrikin Mekah dan siapa pun yang sama dengan mereka, pada ayat-ayat berikut Al-Qur’an menjelaskan lebih jauh sebab kedurhakaan itu. Dan Kami tetapkan bagi mereka para pendurhaka itu, teman-teman, yang sifat dan perangainya sama dengan mereka, yakni memuji-muji apa saja yang ada di hadapan mereka, yakni kelezatan duniawi, dan yang ada di belakang mereka, yakni kehidupan akhirat yang mereka ingkari. Dan oleh sebab itu, tetaplah atas mereka putusan, yakni azab, bersama umat-umat yang terdahulu sebelum mereka, dari golongan jin dan manusia. Sungguh, mereka semua para pendurhaka itu, adalah orang-orang yang benar-benar menderita kerugian.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah menyediakan bagi orang kafir itu teman dan penolong berupa setan-setan dari golongan jin dan manusia. Mereka menganggap perbuatan-perbuatan duniawi yang membawa kepada kesesatan dan kekafiran itu baik, seperti memperturutkan hawa nafsu, suka mengumpulkan harta semata-mata untuk kepentingan diri sendiri, gila kekuasaan, mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat dan terlarang dan sebagainya. Demikian halnya dengan urusan-urusan akhirat, setan-setan itu telah menanamkan kepercayaan kepada hati manusia bahwa tidak ada surga atau neraka, tidak ada hidup sesudah mati, tidak ada kebangkitan dan hisab, tidak ada Tuhan yang wajib disembah, dan sebagainya. Oleh karena itu, mudah bagi mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang mereka inginkan dan melakukan perbuatan-perbuatan terlarang. Firman Allah:\n\nDan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur'an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya. Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (az-Zukhruf/43: 36-37)\n\nKarena sikap dan perbuatan mereka itu, maka ditetapkanlah azab bagi mereka, seperti azab yang pernah ditimpakan kepada umat-umat dahulu, yang telah mengikuti tipu daya setan. Semua mereka itu, yaitu setan-setan beserta pengikut-pengikutnya, sama-sama menderita kerugian dan kehancuran. Mereka sama-sama mendapat azab yang pedih di akhirat nanti karena mereka sama-sama orang yang merugikan diri sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4244, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 416, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafaroo laa tasma'oo lihaazal Quraani walghaw feehi la'allakum taghlihoon" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieve say, \"Do not listen to this Qur'an and speak noisily during [the recitation of] it that perhaps you will overcome.\"", "id": "Dan orang-orang yang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4244", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4244.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4244.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Contoh dari teman-teman para pendurhaka itu dapat dilihat pada perbuatan orang-orang yang melarang mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Dan orang-orang yang kafir berkata satu sama lain di antara sesama mereka, “Janganlah kamu mendengarkan dengan cara apa pun bacaan Al-Qur’an ini, dan buatlah kegaduhan terhadapnya dengan cara berteriak-teriak atau bertepuk tangan sehingga bacaan itu tidak bisa didengar, agar dengan berbuat kegaduhan itu kamu dapat mengalahkan bacaan Al-Qur’an itu.", "long": "Orang-orang yang kafir dan ingkar kepada Allah dan rasul-Nya berkata kepada kaum mereka, \"Jangan sekali-kali kamu mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan oleh Muhammad, jangan kamu memperhatikan dan merenungkan isinya. Hendaklah kamu berusaha mengganggu pendengaran orang-orang yang mendengarnya, seperti dengan bernyanyi-nyanyi, bersorak-sorai. Dengan sikap kamu yang demikian, mudah-mudahan orang-orang yang mendengarnya, tidak mengetahui dengan jelas bacaan Al-Qur'an yang didengarnya itu.\"\n\nDahulu waktu Rasulullah masih di Mekah, sebelum hijrah ke Medinah, apabila beliau membaca ayat-ayat Al-Qur'an, beliau mengeraskan suaranya agar didengar orang-orang banyak. Apabila pemuda-pemuda musyrik Mekah mendengar beliau membaca Al-Qur'an, mereka mengusir orang-orang yang mendengar bacaan Nabi saw itu dengan mengatakan, \"Ganggulah suara Muhammad itu dengan menangis, bersiul, bernyanyi, atau dengan bertepuk tangan.\"\n\nIbnu 'Abbas berkata bahwa Abu Jahal berkata kepada kaumnya, \"Apabila Muhammad membaca ayat-ayat Al-Qur'an, berteriaklah dengan keras di mukanya, sehingga tidak terdengar apa yang diucapkannya.\" Padahal, Allah memerintahkan untuk mendengarkan jika Al-Qur'an dibacakan. Firman-Nya:\n\nDan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat. (al-A 'raf/7: 204)" } } }, { "number": { "inQuran": 4245, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 416, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0623\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falanuzeeqannal lazeena kafaroo 'azaaban shadeedanw wa lanajziyannahum aswallazee kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "But We will surely cause those who disbelieve to taste a severe punishment, and We will surely recompense them for the worst of what they had been doing.", "id": "Maka sungguh, akan Kami timpakan azab yang keras kepada orang-orang yang kafir itu dan sungguh, akan Kami beri balasan mereka dengan seburuk-buruk balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4245", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4245.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4245.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi saran para pendurhaka itu kepada teman-temannya agar membuat kegaduhan ketika Al-Qur’an sedang dibacakan, maka Allah akan menimpakan azab kepada mereka. Firman Allah, “Maka sungguh, akan segera Kami timpakan azab yang keras serta siksa yang pedih kepada orang-orang yang kafir itu, dan di samping itu sungguh akan Kami beri balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk balasan di akhirat nanti terhadap apa yang telah mereka kerjakan di dunia.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengancam orang-orang kafir dengan azab yang pedih dengan mengatakan, \"Kami benar-benar akan merasakan kepada orang-orang kafir itu azab yang tidak dapat digambarkan kedahsyatnnya dan Kami akan membalas semua perbuatan dosa dan larangan yang telah mereka lakukan. Kami tidak akan memberi pahala semua perbuatan baik yang telah mereka kerjakan, karena semua perbuatan baik seperti menghubungkan silaturrahim, menolong orang sengsara, mengerjakan perbuatan baik dan sebagainya, telah dihapus oleh kekafiran mereka. Tidak ada satu pun yang dapat mereka harapkan dari perbuatan baik itu selain dari amal yang buruk.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4246, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 416, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u0652\u062f\u0650 \u06d6 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika jazaaa'u a'daaa'il laahin Naaru lahum feehaa daarul khuld, jazaaa'am bimaa kaanoo bi aayaatinaa yajhdoon" } }, "translation": { "en": "That is the recompense of the enemies of Allah - the Fire. For them therein is the home of eternity as recompense for what they, of Our verses, were rejecting.", "id": "Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4246", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4246.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4246.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, siksa yang seburuk-buruknya itu merupakan balasan terhadap musuh-musuh Allah yaitu neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka yang terus menerus terhadap ayat-ayat Kami.", "long": "Balasan bagi orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Allah dan bagi musuh-musuhnya ialah api neraka. Mereka kekal di dalamnya dan azab itu mereka rasakan terus-menerus. Mereka tidak dapat menghindarinya lagi.\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa mereka berada di neraka Jahanam kekal selama-lamanya, sebagai balasan terhadap perbuatan mereka mengingkari ayat-ayat Allah sewaktu di dunia" } } }, { "number": { "inQuran": 4247, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 24, "page": 479, "manzil": 6, "ruku": 416, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0630\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e \u0623\u064e\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafaroo Rabbanaaa arinal lazaini adal laanaa minal jinni wal insi naj'alhumaa tahta aqdaaminaa liyakoonaa minal asfaleen" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieved will [then] say, \"Our Lord, show us those who misled us of the jinn and men [so] we may put them under our feet that they will be among the lowest.\"", "id": "Dan orang-orang yang kafir berkata, “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua golongan yang telah menyesatkan kami yaitu (golongan) jin dan manusia, agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami agar kedua golongan itu menjadi yang paling bawah (hina).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4247", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4247.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4247.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berkaitan erat dengan siksa yang menanti orang-orang kafir itu di neraka, ayat ini menggambarkan permintaan mereka agar diperlihatkan siapa yang telah menyesatkan mereka. Dan ketika sudah berada di neraka, orang-orong yang kafir berkata, “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua golongan makhluk yang telah menyesatkan dan mengakibatkan kami terjerumus masuk neraka ini, yaitu golongan jin dan manusia, agar kami letakkan mereka keduanya di bawah telapak kaki kami, agar kedua golongan itu menjadi orang yang paling bawah atau hina.”", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa tatkala orang-orang kafir itu merasakan azab neraka, mereka minta kepada Allah agar setan-setan yang menyesatkan mereka dihadapkan kepada mereka. Permintaan itu diajukan agar mereka dapat melampiaskan dendam mereka. Mereka berkata, \"Wahai Tuhan kami, hadapkanlah kepada kami setan-setan yang menyesatkan kami itu, agar kami dapat melampiaskan sakit hati kami kepada mereka dengan menginjak-injak tubuh mereka.\"\n\nPada ayat-ayat yang lain diterangkan bahwa setan-setan itu ada yang jenis jin dan ada yang dari jenis manusia, seperti firman Allah:\n\nDan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin¦ (al-An'am/6: 112)\n\nDan firman Allah:\n\nYang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (an-Nas/114: 5-6)" } } }, { "number": { "inQuran": 4248, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 416, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena qaaloo Rabbunal laahu summas taqaamoo tatanazzalu 'alaihimul malaaa 'ikatu allaa takhaafoo wa laa tahzanoo wa abshiroo bil Jannnatil latee kuntum too'adoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have said, \"Our Lord is Allah \" and then remained on a right course - the angels will descend upon them, [saying], \"Do not fear and do not grieve but receive good tidings of Paradise, which you were promised.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4248", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4248.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4248.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu telah dijelaskan adanya teman-teman bagi para pendurhaka yang menjerumuskan mereka ke dalam neraka, maka pada ayat-ayat berikut disajikan kebalikan dari itu, yakni orang-orang beriman yang bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan mereka. Sesungguhnya orang-orang beriman yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka bermohon kepada Allah agar meneguhkan pendirian mereka beristikamah dalam hidup, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka yang akan menjadi teman mereka dengan berkata, “Janganlah kamu merasa takut menghadapi masa datang, dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu melalui Rasul-Nya.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengatakan dan mengakui bahwa Tuhan Yang Menciptakan, Memelihara, dan Menjaga kelangsungan hidup, Memberi rezeki, dan yang berhak disembah, hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, kemudian mereka tetap teguh dalam pendiriannya itu, maka para malaikat akan turun untuk mendampingi mereka pada saat-saat diperlukan. Di antaranya pada saat mereka meninggal dunia, di dalam kubur, dan dihisab di akhirat nanti, sehingga segala kesulitan yang mereka hadapi terasa menjadi ringan.\n\nDalam hadis Nabi saw diterangkan bahwa teguh dalam pendirian itu merupakan hal yang sangat diperlukan oleh seorang mukmin:\n\nSufyan bin 'Abdullah ats-saqaf meriwayatkan bahwa seseorang berkata, \"Ya Rasulullah,perintahkan kepadaku tentang Islam suatu pererintah yang, aku tidak menanyakan lagi kepada orang selain engkau.\" Rasulullah menjawab, \"Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian teguhkanlah pendirianmu.\" Aku berkata, \"Apa yang harus aku jaga?\" Maka Rasulullah mengisyaratkan kepada lidahnya sendiri. (Riwayat Muslim)\n\nMenurut Abu Bakar, yang dimaksud dengan perkataan \"istiqamah\" ialah tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.\n\nKepada orang yang beriman dan berpendirian teguh dengan tidak mempersekutukan-Nya, Allah menurunkan malaikat yang menyampaikan kabar menggembirakan, memberikan segala yang bermanfaat, menolak kemudaratan, dan menghilangkan duka cita yang mungkin ada padanya dalam seluruh urusan duniawi maupun urusan ukhrawi. Dengan demikian, dadanya menjadi lapang dan tenteram, tidak ada kekhawatiran pada diri mereka. Sedangkan kepada orang-orang kafir, datang setan yang selalu menggoda mereka, sehingga menjadikan perbuatan buruk indah menurut pandangan mereka.\n\nWaki' dan Ibnu Zaid berpendapat bahwa para malaikat memberikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman pada tiga keadaan yaitu, ketika mati, di dalam kubur, dan di waktu kebangkitan.\n\nKepada orang-orang yang beriman itu para malaikat mengatakan agar mereka tidak usah khawatir menghadapi hari kebangkitan dan hari perhitungan nanti. Mereka juga tidak usah bersedih hati terhadap urusan dunia yang luput dari mereka seperti yang berhubungan dengan keluarga, anak, harta, dan sebagainya.\n\nMenurut 'Atha', yang dimaksud dengan \"alla takhafu wa la tahzanu\" ialah: janganlah kamu khawatir bahwa Allah tidak memberi pahala amalmu, sesungguhnya kamu itu diterima Allah, dan janganlah kamu bersedih hati atas perbuatan dosa yang telah kamu perbuat, maka sesungguhnya Allah mengampuninya.\n\nAyat ini selanjutnya menjelaskan bahwa para malaikat mengatakan kepada orang-orang beriman agar bergembira dengan surga yang telah dijanjikan para rasul. Mereka pasti masuk surga, dan kekal di dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4249, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 416, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0647\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Nahnu awliyaaa'ukum fil hayaatid dunyaa wa fil Aakhirati wa lakum feehaa maa tashtaheee anfusukum wa lakum feehaa ma tadda'oon" } }, "translation": { "en": "We [angels] were your allies in worldly life and [are so] in the Hereafter. And you will have therein whatever your souls desire, and you will have therein whatever you request [or wish]", "id": "Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4249", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4249.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4249.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah para malaikat menenangkan orang-orang beriman dan membuat mereka lebih merasa nyaman. Para malaikat itu berkata, “Kami, atas perintah Allah, menjadi pelindung-pelindungmu dan akan selalu siap membantu kamu dalam kehidupan dunia dan demikian pula dalam kehidupan akhirat. Maka di dalamnya, yakni di dalam surga ini, kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dalam bentuk berbagai kenikmatan, dan memperoleh apa saja yang pernah kamu minta dulu di dunia.", "long": "Selanjutnya para malaikat itu menyatakan kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka selalu mendampingi dan menolong orang-orang tersebut dalam segala urusan dunia. Para malaikat selalu memberi petunjuk yang menuju kepada kebaikan, kebenaran, dan kemaslahatan. Demikian pula para malaikat akan bersama-sama orang-orang beriman di akhirat nanti, menemani mereka di dalam kubur, pada waktu hari Kiamat, dan hari perhitungan sampai mereka masuk ke dalam surga.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang menyatakan kepada orang-orang beriman dalam ayat ini ialah Allah sendiri, sehingga maksud ayat ini adalah: \"Dan Allah wali bagi orang-orang yang beriman yang kuat pendiriannya . . .\"\n\nMalaikat mengatakan bahwa di dalam surga itu orang-orang yang beriman akan memperoleh berbagai macam kesenangan, kebahagiaan, dan kenikmatan yang selalu diidam-idamkan, serta segala yang diinginkan dan diminta." } } }, { "number": { "inQuran": 4250, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 416, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064d \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Nuzulam min Ghafoorir Raheem" } }, "translation": { "en": "As accommodation from a [Lord who is] Forgiving and Merciful.\"", "id": "Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4250", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4250.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4250.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu adalah sebagai penghormatan bagimu dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah menganugerahkan yang demikian itu sebagai suatu kemuliaan bagi mereka. Dia mengampuni segala dosa-dosa dan mencurahkan rahmat kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4251, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man ahsanu qawlam mimman da'aaa ilal laahi wa 'amila saalihanw wa qaala innanee minal muslimeen" } }, "translation": { "en": "And who is better in speech than one who invites to Allah and does righteousness and says, \"Indeed, I am of the Muslims.\"", "id": "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4251", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4251.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4251.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ayat-ayat yang lalu menjelaskan penghargaan kepada orang-orang yang istikamah dengan kedatangan malaikat yang membantu mereka, maka ayat-ayat berikut memberikan pujian terhadap orang yang menyeru ke jalan Allah. Dan siapakah yang lebih baik perkataannya di antara manusia, daripada orang yang menyeru kepada Allah agar manusia tidak melakukan kemusyrikan, dan selalu gemar mengerjakan kebajikan dan berkata dengan penuh keyakinan, “Sungguh, aku termasuk ke dalam kelompok orang-orang muslim yang berserah diri?”", "long": "Ayat ini mencela orang-orang yang mengatakan yang bukan-bukan tentang Al-Qur'an. Al-Qur'an mempertanyakan: perkataan manakah yang lebih baik daripada Al-Qur'an, siapakah yang lebih baik perkataannya dari orang yang menyeru manusia agar taat kepada Allah.\n\nIbnu Sirin, as-Suddi, Ibnu Zaid, dan al-hasan berpendapat bahwa orang yang paling baik perkataannya itu ialah Rasulullah saw. Apabila membaca ayat ini, al-hasan berkata bahwa yang dimaksud adalah Rasulullah, ia adalah kecintaan dan wali Allah. Ia adalah yang disucikan Allah dan merupakan pilihan-Nya. Ia adalah penduduk bumi yang paling cinta kepada Allah. Allah memperkenankan seruannya dan ia menyeru manusia agar mengikuti seruan itu. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa ayat ini maksudnya umum, yaitu semua orang yang menyeru orang lain untuk menaati Allah. Rasulullah termasuk orang yang paling baik perkataannya, karena beliau menyeru manusia kepada agama Allah.\n\nAyat ini menerangkan bahwa seseorang dikatakan paling baik apabila perkataannya mengandung tiga perkara, yaitu:\n\n1. Seruan pada orang lain untuk mengikuti agama tauhid, mengesakan Allah dan taat kepada-Nya.\n\n2. Ajakan untuk beramal saleh, taat melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-Nya.\n\n3. Menjadikan Islam sebagai agama dan memurnikan ketaatan hanya kepada Allah saja.\n\nDengan menerangkan perkataan yang paling baik itu, seakan-akan Allah menegaskan kepada Rasulullah bahwa tugas yang diberikan kepada beliau itu adalah tugas yang paling mulia. Oleh karena itu, beliau diminta untuk tetap melaksanakan dakwah, dan sabar dalam menghadapi kesukaran-kesukaran dan rintangan-rintangan yang dilakukan orang-orang kafir.\n\nDari ayat ini dipahami bahwa sesuatu yang paling utama dikerjakan oleh seorang muslim ialah memperbaiki diri lebih dahulu, dengan memperkuat iman di dada, menaati segala perintah Allah, dan menghentikan segala larangan-Nya. Setelah diri diperbaiki, serulah orang lain mengikuti agama Allah. Orang yang bersih jiwanya, kuat imannya, dan selalu mengerjakan amal yang saleh, ajakannya lebih diperhatikan orang, karena ia menyeru orang lain dengan keyakinan yang kuat dan dengan suara yang mantap, tidak ragu-ragu." } } }, { "number": { "inQuran": 4252, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064f \u06da \u0627\u062f\u0652\u0641\u064e\u0639\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u062f\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064c \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa tastawil hasanatu wa las saiyi'ah; idfa' billatee hiya ahsanu fa'izal lazee bainaka wa bainahoo 'adaawatun ka'annahoo waliyun hameem" } }, "translation": { "en": "And not equal are the good deed and the bad. Repel [evil] by that [deed] which is better; and thereupon the one whom between you and him is enmity [will become] as though he was a devoted friend.", "id": "Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan an-tara kamu dan dia akan seperti teman yang setia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4252", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4252.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4252.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang seperti itulah orang yang terbaik. Dan dengan demikian tidaklah sama antara kebaikan dan pelaku kebaikan itu dengan kejahatan dan pelaku kejahatan itu. Oleh sebab itu, tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, dalam arti sebaik-baiknya. Jika itu yang dilakukan sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan berubah sikapnya kepadamu menjadi seperti teman yang setia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kebaikan yang diridai Allah dan diberi pahala itu tidak sama dengan keburukan yang dibenci-Nya dan orang yang melakukannya pasti diazab.\n\nAyat ini dapat ditafsirkan dengan pernyataan bahwa tidak sama dakwah orang yang menyeru kepada Allah dan mengikuti Islam, dengan perbuatan mencela orang-orang yang melaksanakan dakwah itu.\n\nSikap orang kafir yang mencela para dai diterangkan dalam firman Allah:\n\n¦ Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya¦ (Fushshilat/41: 5)\n\nDan firman Allah:\n\nDan orang-orang yang kafir berkata, \"Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka).\" (Fushshilat/41: 26)\n\nDengan ayat ini, seakan-akan Allah menyatakan kepada Rasulullah saw bahwa jika ia mengerjakan kebaikan, maka akan memperoleh ganjaran kebaikan berupa penghargaan selama hidup di dunia dan pahala yang besar di akhirat nanti. Sedang orang-orang kafir yang mengerjakan kejahatan itu akan memperoleh penghinaan di dunia, dan di akhirat mereka akan memperoleh azab yang pedih. Rasulullah juga dilarang untuk membalas kejahatan mereka dengan kejahatan. Jika ia membalas kejahatan dengan kejahatan tentu mereka akan memperoleh kerugian yang berlipat ganda. Oleh karena itu, Rasulullah diperintahkan untuk membalas kejahatan mereka dengan kebaikan.\n\nKemudian Allah menerangkan cara membalas kejahatan orang-orang kafir itu dengan kebaikan dengan memerintahkan kepada Rasulullah agar membalas kebodohan dan kejahatan orang-orang kafir dengan cara yang paling baik, membalas perbuatan buruk mereka dengan perbuatan baik, memaafkan kesalahan mereka, dan menghadapi kemarahan mereka dengan kesabaran. Jika Nabi berbuat demikian, lambat laun mereka akan menilai sendiri perbuatan mereka, dan menimbulkan malu kepada mereka karena tindakan-tindakan mereka itu.\n\nAllah menerangkan hasil yang akan diperoleh orang-orang yang beriman jika membalas perbuatan buruk orang-orang kafir dengan perbuatan baik. Allah mengatakan jika orang-orang beriman berhasil berbuat demikian, tentu permusuhan orang-orang kafir kepada mereka akan berubah menjadi persahabatan, kebencian akan berubah menjadi kecintaan.\n\nIbnu 'Abbas berkata bahwa pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada manusia agar berlaku sabar ketika marah, penyantun terhadap orang yang bodoh, dan memaafkan kesalahan orang. Jika seseorang mengerjakan yang demikian, Allah akan memelihara mereka dari setan, dan musuh-musuh mereka akan tunduk dan patuh kepada mereka.\n\nDiriwayatkan bahwa seorang laki-laki mencela Qunbur, budak 'Ali bin Abi thalib, yang telah dimerdekakannya. 'Ali lalu memanggilnya dan berkata, Wahai Qunbur, tinggalkanlah orang yang mencelamu itu, biarkanlah ia, semoga Tuhan Yang Maha Penyayang meridai, dan setan menjadi marah.\"\n\nMenurut Muqatil., ayat ini turun berhubungan dengan Abu Sufyan. Dia adalah salah seorang musuh Rasulullah yang paling besar. Akan tetapi karena kesabaran dan sikap Nabi yang baik kepadanya, Abu Sufyan menjadi sahabat Nabi yang akrab, dengan mengadakan hubungan perbesanan (mushaharah)." } } }, { "number": { "inQuran": 4253, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064f\u0648 \u062d\u064e\u0638\u0651\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa yulaqqaahaaa illal lazeena sabaroo wa maa yulaqqaahaaa illaa zoo hazzin 'azeem" } }, "translation": { "en": "But none is granted it except those who are patient, and none is granted it except one having a great portion [of good].", "id": "Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4253", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4253.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4253.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah bahwa sifat-sifat yang baik itu, yakni membalas keburukan dengan kebaikan, tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sudah terbiasa bersikap sabar dan juga tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar serta mempunyai hati yang bersih.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan cara yang paling baik menghadapi orang-orang kafir, yaitu orang yang sabar ketika menderita kesulitan dan kesengsaraan, dapat menahan marah, tidak pendendam, dan suka memaafkan.\n\nAnas r.a. dalam menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sabar dalam ayat ini ialah apabila seseorang dimaki oleh orang lain, ia berkata, \"Jika engkau memakiku dengan alasan yang benar, mudah-mudahan Allah akan mengampuni dosamu. Jika engkau memakiku dengan alasan yang tidak benar, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku.\"\n\nNasihat agar berlaku sabar, menahan marah, dan suka memaafkan kesalahan orang lain itu adalah suatu nasihat yang paling utama dan tinggi nilainya. Yang dapat menerima nasihat itu hanyalah orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.\n\nQatadah mengatakan bahwa arti dari \"keuntungan yang besar\" ialah surga. Maksud ayat ini ialah kesabaran itu hanyalah dianugerahkan kepada orang-orang yang akan masuk surga." } } }, { "number": { "inQuran": 4254, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0632\u064e\u063a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0646\u064e\u0632\u0652\u063a\u064c \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u0630\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa immaa yanzaghannaka minash Shaitaani nazghun fasta'iz billaahi innahoo Huwas Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And if there comes to you from Satan an evil suggestion, then seek refuge in Allah. Indeed, He is the Hearing, the Knowing.", "id": "Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4254", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4254.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4254.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap terpuji yang membalas keburukan dengan kebaikan itu sangat dibenci oleh setan. ltulah sebabnya setan selalu menghalang-halangi manusia agar tidak bersikap seperti demikian. Untuk itu, Allah mengajarkan bagaimana menghadapi setan berkaitan dengan hal itu. Dan jika setan mengganggumu wahai Nabi Muhammad, dengan suatu godaan, membalas keburukan dengan keburukan atau berbuat perbuatan lain yang tidak terpuji, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui sebagai tempat berlindung.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa jika setan menggoda agar engkau membalas kejahatan dengan kejahatan pula, maka berlindunglah kepada Allah dari segala tipu daya setan yang terkutuk itu. Allah Maha Mendengar permohonanmu dan Maha Mengetahui segala yang dibisikkan setan ke dalam dadamu itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4255, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatihil lailu wannahaaru washshamsu walqamar; laa tasjudoo lishshamsi wa laa lilqamari wasjudoo lillaahil lazee khala qahunna in kuntum iyyaahu ta'budoon" } }, "translation": { "en": "And of His signs are the night and day and the sun and moon. Do not prostrate to the sun or to the moon, but prostate to Allah, who created them, if it should be Him that you worship.", "id": "Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, mata-hari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4255", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4255.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4255.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an memang kitab hidayah yang menuntun manusia agar menempuh jalan yang lurus. Setelah berbicara tentang sikap terpuji, yakni membalas keburukan dengan kebaikan, Al-Qur’an kemudian mengingatkan manusia betapa Allah itu sangat berkuasa sehingga malam, siang, matahari dan bulan dengan caranya sendiri-sendiri bersujud kepada Allah. Dengan metode observasi terhadap fenomena alam ini merupakan bentuk pengajaran yang menyentuh, bagi orang-orang yang mau mempergunakan nalarnya dengan baik.\r\nDan sebagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya ialah adanya malam, siang, matahari, dan bulan yang merupakan ciptaan Allah. Oleh sebab itu, janganlah pernah bersujud kepada matahari dan jangan pula pernah bersujud kepada bulan, karena kedua-duanya adalah ciptaan Allah, tetapi bersujudlah hanya kepada Allah saja yang menciptakannya, jika memang kamu sudah menyatakan hanya akan menyembah kepada-Nya saja.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah ialah adanya malam sebagai waktu istirahat, siang waktu bekerja dan berusaha, matahari yang memancarkan sinarnya, dan bulan yang bercahaya. Dia yang mengatur perjalanan planet-planet pada garis edarnya di cakrawala sehingga dengan demikian diketahui perhitungan tahun, bulan, hari, dan waktu sebagaimana firman Allah:\n\nDialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). (Yunus/10: 5)\n\nSetelah Allah menerangkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, Dia memperingatkan hamba-hamba-Nya agar jangan sekali-kali bersujud kepada tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya itu, seperti matahari, bulan, bintang, dan sebagainya. Jangan sekali-kali memuliakan, menyembah, dan menganggapnya mempunyai kekuatan gaib, karena semuanya itu hanya Dialah yang menciptakan, menguasai, mengatur, dan menentukan ada dan tidaknya.\n\nSeakan-akan ayat ini menerangkan dan mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia di antara makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya. Karena itu tidak pantas manusia memuliakan, menganggap keramat, dan menghormati makhluk Tuhan yang lebih rendah daripadanya. Yang patut disembah, dimuliakan, dan dihormati adalah sesuatu yang paling berkuasa dan paling mulia yaitu Allah. Seandainya ada manusia yang menyembah dan memuliakan makhluk selain Allah, berarti manusia telah merendahkan martabat dirinya sendiri.\n\nAyat ini juga memperingatkan manusia yang menyekutukan Allah, penyembah-penyembah patung, penyembah-penyembah matahari, bulan, dan bintang-bintang agar menyadari kedudukannya di antara makhluk-makhluk yang lain itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4256, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 24, "page": 480, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": true } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u06e9", "transliteration": { "en": "Fa inis-takbaroo fallazee na 'inda Rabbika yusabbihoona lahoo billaili wannnahaari wa hum laa yas'amoon" } }, "translation": { "en": "But if they are arrogant - then those who are near your Lord exalt Him by night and by day, and they do not become weary.", "id": "Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, sedang mereka tidak pernah jemu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4256", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4256.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4256.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika mereka orang-orang kafir itu masih menyombongkan diri tidak mau mengikuti tuntunan ini janganlah kecewa. Sebab, Allah tidak memerlukan penyembahan dari siapa pun dan sudah ada malaikat yang tunduk dan patuh kepada Allah. Dengan ketundukan dan kepatuhan itu, maka mereka para malaikat yang di sisi Tuhanmu itu senantiasa bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, sedang mereka dalam bertasbih itu tidak pernah merasa jemu dan bosan.", "long": "Kemudian Allah memperingatkan Nabi Muhammad bahwa jika orang-orang musyrik yang menyembah bintang-bintang itu bersikap angkuh dan tidak mengindahkan seruannya, biarkan saja mereka dengan kesesatan yang mereka lakukan itu. Allah tidak memerlukan mereka sedikit pun. Mereka beriman atau tidak beriman tidak ada artinya bagi Allah sedikit pun.\n\nAllah melanjutkan peringatan-Nya bahwa para makhluk yang berada di sisi-Nya lebih baik dari orang-orang musyrik itu, tidak ada yang bersikap angkuh dan menyombongkan diri kepada-Nya. Mereka senantiasa bertasbih, salat siang dan malam, dan sedikit pun mereka tidak pernah merasa jemu.\n\nAllah berfirman:\n\nDan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling 'Arasy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, \"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.\" (az-Zumar/39: 75)" } } }, { "number": { "inQuran": 4257, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 24, "page": 481, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u0632\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatiheee annaka taral arda khaashi'atan fa izaaa anzalna 'alaihal maaa'ah tazzat wa rabat; innal lazeee ahyaahaa lamuhiyil mawtaa; innahoo 'alaa kulli shai-in Qadeer" } }, "translation": { "en": "And of His signs is that you see the earth stilled, but when We send down upon it rain, it quivers and grows. Indeed, He who has given it life is the Giver of Life to the dead. Indeed, He is over all things competent.", "id": "Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya, engkau melihat bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Allah) yang menghidupkannya pasti dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4257", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4257.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4257.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya adalah engkau melihat dengan kasat mata atau dengan pemikiran bumi itu kering dan tandus juga gersang dan mati, tetapi apabila Kami turunkan hujan dari langit di atas tanah yang kering dan tandus itu, niscaya dengan air hujan ia bergerak dan subur memberikan kehidupan, sehingga dapat ditumbuhi oleh tanam-tanaman yang sangat diperlukan oleh manusia dalam kehidupan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menghidupkannya, dan dengan demikian pasti Allah dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di antara bukti-bukti kekuasaan Allah membangkitkan manusia di hari Kiamat nanti ialah bumi yang tandus dan mati, tidak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan sedikit pun. Akan tetapi, apabila Dia menyirami tanah itu dengan air hujan dengan mengalirkan air kepadanya, maka bumi itu berubah menjadi hijau, karena tanahnya menjadi subur dan ditumbuhi tanam-tanaman.\n\nAllah berfirman:\n\nDan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah. (al-hajj/22: 5)\n\nAyat ini berkaitan dengan tumbuhnya tumbuh-tumbuhan dengan adanya anugerah berupa air yang diturunkan dalam bentuk hujan. Pesan yang mirip, juga dapat ditemui pada Surah al-hajj/22 ayat 5, yang pada akhir ayatnya berbunyi: \"...Dan engkau melihat bumi kering kerontang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya dia bergerak dan mengembang dan menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang indah.\" Kata \"bergerak dan mengembang\" dikaitkan dengan gerakan butiran tanah saat biji tumbuhan berkecambah dan akarnya berkembang dan tumbuh hingga menjadi pohon dewasa.\n\nAllah yang telah menghidupkan bumi yang mati itu dengan menyiramkan air, dan menghidupkan tumbuh-tumbuhan, sehingga bumi itu menghijau, kuasa pula menghidupkan manusia yang telah mati, dan kuasa membangkitkannya dari kubur. Semuanya itu tidak ada yang sukar bagi-Nya. Semuanya mudah bagi-Nya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 4258, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 24, "page": 481, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0644\u0652\u062d\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0623\u064e\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0622\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yulhidoona feee Aayaatina laa yakhfawna 'alainaa' afamai yulqaa fin Naari khayrun am mai yaateee aaminai Yawmal Qiyaamah; i'maloo ma shi'tum innahoo bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who inject deviation into Our verses are not concealed from Us. So, is he who is cast into the Fire better or he who comes secure on the Day of Resurrection? Do whatever you will; indeed, He is Seeing of what you do.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka yang lebih baik ataukah mereka yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Lakukanlah apa yang kamu kehendaki! Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4258", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4258.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4258.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sangatlah logis bila dikatakan bahwa orang-orang yang mengingkari tanda-tanda kebesaran dan kemahakuasaan Allah tidak akan mampu bersembunyi dari penglihatan-Nya, karena Allah itu Zat Yang Maha Melihat lagi Maha Mengetahui. Ayat berikut memperingatkan dengan mengancam mereka. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari tanda-tanda kebesaran Kami dengan menempuh jalan yang sesat, mereka itu sedetik pun tidak tersembunyi dari tilikan Kami. Maka jika demikian manakah yang terbaik, apakah arang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka yang lebih baik, ataukah mereka yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Oleh sebab itu, katakanlah kepada orang-orang yang durhaka itu, “Lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki sesuka hatimu! Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan dan membalas kamu sesuai dengan apa yang kamu perbuat itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah Maha Mengetahui semua yang dilakukan dan tipu daya yang dibuat oleh orang-orang yang menentang Al-Qur'an menurut keinginan hawa nafsu mereka sendiri, mengingkari, dan mencelanya. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dan tidak diketahui Allah. Oleh karena itu, Dia akan membalas segala perbuatan mereka itu dengan ganjaran yang setimpal.\n\nKemudian Allah menerangkan perbedaan dan bentuk pembalasan yang akan diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir di akhirat nanti dengan mengatakan bahwa orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka karena mengingkari Allah, rasul, dan ayat-ayat-Nya tidak sama dengan orang-orang beriman yang memercayai ayat-ayat Al-Qur'an, mengikuti rasul-Nya, dan mendapat surga. Allah akan menetapkan keputusan dengan adil antara mereka dan balasan yang akan mereka peroleh tentu pula tidak sama.\n\nAyat ini ditujukan kepada seluruh manusia yang kafir dan mukmin. Akan tetapi, sebagian ulama berpendapat bahwa ayat ini berarti umum dan khusus. Umum meliputi seluruh manusia yang kafir dan beriman, khusus berhubungan dengan Abu Jahal yang mengingkari Rasulullah saw dan orang-orang yang beriman kepadanya.\n\nDiriwayatkan oleh 'Abd ar-Razzaq, Ibnu al-Mundzir, Ibnu Asakir dari Busyair bin Tamim, ia berkata, \"Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Jahal dan 'Ammar bin Yasir.\"\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Nabi Muhammad telah mengetahui akibat yang diperoleh orang-orang yang berbuat dosa di akhirat nanti, dan akibat yang akan diperoleh orang-orang yang beriman kelak. Oleh karena itu, manusia dipersilakan untuk melakukan apa saja yang dikehendaki, ia telah mengetahui akibatnya. Allah melihat segala perbuatan manusia dan memberi balasan sesuai dengan yang telah diperbuatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4259, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 24, "page": 481, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c", "transliteration": { "en": "Inna Lazeena kafaroo biz Zikri lammaa jaa'ahum wa innahoo la Kitaabun 'Azeez" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieve in the message after it has come to them... And indeed, it is a mighty Book.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur'an ketika (Al-Qur'an) itu disampaikan kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah Kitab yang mulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4259", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4259.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4259.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat Allah ada yang terbentang di alam raya dan ada yang termaktub dalam Al-Qur’an. Bahkan Al-Qur’an adalah himpunan dari ayat-ayat Allah. Sebagaimana orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah yang terbentang di alam raya ini, orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an juga akan menjadi celaka. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu disampaikan kepada mereka, mereka itu pasti akan celaka jika tidak segera bertobat, dan sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah Kitab yang mulia dari Zat Yang Mahamulia lagi Mahaperkasa.", "long": "Pada ayat ini diterangkan tanda-tanda orang-orang yang ingkar itu ialah mengingkari ayat-ayat Allah, dan mengingkari Al-Qur'an ketika disampaikan kepada mereka. Mereka akan memperoleh ganjaran yang setimpal dengan kekafiran mereka itu.\n\nKemudian Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu adalah sebuah kitab yang mulia, yang tidak dapat dibatalkan isinya, dan tidak dapat diubah-ubah sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 4260, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 24, "page": 481, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064d \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Laa yaateehil baatilu mim baini yadaihi wa laa min khalfihee tanzeelum min Hakeemin Hameed" } }, "translation": { "en": "Falsehood cannot approach it from before it or from behind it; [it is] a revelation from a [Lord who is] Wise and Praiseworthy.", "id": "yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4260", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4260.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4260.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur'an itu adalah kitab yang tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang, baik pada masa lalu dan yang akan datang, kitab yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang membatalkan ayat-ayat Al-Qur'an, walaupun itu kitab-kitab Allah yang terdahulu, seperti Taurat, Zabur, dan Injil, dan tidak satu pun kitab Allah yang datang setelah Al-Qur'an. Arti ini sesuai dengan pendapat Sa'id bin Jubair dan al-Kalbi.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa seluruh Al-Qur'an itu benar, tidak ada yang salah sedikit pun, karena Al-Qur'an berasal dari Allah, Tuhan semesta alam. Semua yang berasal dari Allah adalah benar belaka, tidak ada satu pun yang kurang, yang salah, atau tidak sempurna. Dia Mahabijaksana dan Maha Terpuji." } } }, { "number": { "inQuran": 4261, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 24, "page": 481, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Maa yuqaalu laka illaa maa qad qeela lir Rusuli min qablik; inna Rabbaka lazoo maghfiratinw wa zoo 'iqaabin aleem" } }, "translation": { "en": "Nothing is said to you, [O Muhammad], except what was already said to the messengers before you. Indeed, your Lord is a possessor of forgiveness and a possessor of painful penalty.", "id": "Apa yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu tidak lain adalah apa yang telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelummu. Sungguh, Tuhanmu mempunyai ampunan dan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4261", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4261.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4261.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jelaslah sekarang, dari ungkapan ayat-ayat yang lalu, tindakan durhaka yang dilakukan oleh para pendurhaka yang memaki dan mengejek nabi dan rasul sama saja dengan apa yang dilakukan oleh musyrik Mekah terhadap Nabi Muhammad. “Apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir musyrik Mekah kepadamu wahai Nabi Muhammad, apakah itu menyangkut dirimu, ataupun menyangkut Al-Qur’an, tidak lain adalah sama dengan apa yang telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelummu. Oleh sebab itu, bersabarlah atas makian dan ejekan mereka. Sungguh, Tuhanmu akan melindungi dan membimbingmu, dan Dia mempunyai ampunan bagi orang-orang beriman dan mempunyai azab yang pedih untuk orang-orang yang durhaka.”", "long": "Ayat ini merupakan hiburan Allah bagi Nabi saw yang sedih karena sikap dan perbuatan orang-orang musyrik terhadap Al-Qur'an yang disampaikannya. Allah mengatakan bahwa sikap, tindakan, dan ucapan-ucapan yang dilakukan orang-orang musyrik yang mendustakan ayat-ayat Allah itu, sama dengan tindakan dan ucapan-ucapan yang disampaikan oleh umat-umat terdahulu kepada rasul-rasul mereka. Walaupun demikian, mereka tetap bersabar dan tabah dalam menyampaikan risalahnya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk sabar dan tabah, sebagaimana rasul-rasul sebelumnya. Beliau juga diminta untuk tetap pada seruannya.\n\nAyat yang lain yang sama isinya dengan ayat ini ialah firman-Nya:\n\nDemikianlah setiap kali seorang Rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, \"Dia itu pesihir atau orang gila.\" (adz-dzariyat/51: 52)\n\nSebagian ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah sesungguhnya yang disampaikan kepada Nabi Muhammad, seperti ajaran keesaan Allah, dan memurnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada-Nya, sama dengan yang pernah disampaikan kepada para rasul yang diutus sebelumnya. Hal ini adalah wajar karena agama Allah itu mempunyai azas dan prinsip yang sama. Semuanya sama-sama menentukan dan memerintahkan untuk menghambakan diri hanya kepada Allah, sama-sama percaya kepada adanya hari kebangkitan, dan sebagainya. Seandainya ada perbedaan, maka perbedaan itu bukanlah berhubungan dengan azas atau prinsip, tetapi hanyalah yang berhubungan dengan furu' atau yang bukan prinsip. Hal ini perlu karena perbedaan keadaan, masa, dan tempat.\n\nPenafsiran ini sesuai dengan firman Allah:\n\nSesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya¦ (an-Nisa'/4: 163)\n\nJika ayat ini dihubungkan dengan ayat-ayat yang sesudahnya, maka pendapat yang pertamalah yang lebih sesuai, karena pembicaraan ayat-ayat yang sesudahnya berhubungan dengan sikap orang-orang musyrik terhadap Al-Qur'an. Tetapi jika dihubungkan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka pendapat yang kedualah yang sesuai, karena pembicaraan berhubungan dengan Al-Qur'an, sebagai wahyu yang di dalamnya tidak terdapat kesalahan dan kekurangan. Dalam penafsiran, ayat ini dimasukkan ke dalam kelompok ayat-ayat sesudahnya.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan kepada Nabi Muhammad bahwa Tuhannya adalah Tuhan Yang Maha Esa. Yang berhak disembah itu adalah juga Tuhan Yang Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertobat, dan juga memberi siksaan yang sangat pedih kepada orang-orang kafir lagi sombong dan tidak mau bertobat." } } }, { "number": { "inQuran": 4262, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 24, "page": 481, "manzil": 6, "ruku": 417, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064f\u0635\u0651\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0623\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0651\u064c \u0648\u064e\u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064c \u06d7 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0634\u0650\u0641\u064e\u0627\u0621\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064b\u0649 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa law ja'alnaahu Qur-aanan A'jamiyyal laqaaloo law laa fussilat Aayaatuhoo 'a A'jamiyyunw wa 'Arabiyy; qul huwa lillazeena aamanoo hudanw wa shifaaa'unw wallazeena la yu'minoona feee aazaanihim waqrunw wa huwa 'alaihim 'amaa; ulaaa'ika yunaadawna mim maakaanim ba'eed" } }, "translation": { "en": "And if We had made it a non-Arabic Qur'an, they would have said, \"Why are its verses not explained in detail [in our language]? Is it a foreign [recitation] and an Arab [messenger]?\" Say, \"It is, for those who believe, a guidance and cure.\" And those who do not believe - in their ears is deafness, and it is upon them blindness. Those are being called from a distant place.", "id": "Dan sekiranya Al-Qur'an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur'an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab? Katakanlah, “Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4262", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4262.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4262.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu pernyataan orang-orang durhaka itu tentang Al-Qur’an adalah bahwa mereka telah menutup hati dari Al-Qur’an (ayat 5). Pernyataan itu sebenarnya ungkapan lain dari pengingkaran bahwa mereka sebenarnya tidak mau mengerti dengan Al-Qur’an. Dan sekiranya Al-Qur’an yang Kami turunkan itu, Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab atau dalam bahasa Arab tetapi tidak jelas maknanya bagi orang-orang kafir itu, niscaya mereka mengatakan dengan nada mengecam, “Mengapa tidak dijelaskan dan diperinci apa maksud ayat-ayatnya?” Kecaman orang-orang kafir itu dijawab Allah dalam Al-Qur’an sendiri, “Apakah patut Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa selain bahasa Arab, sedangkan rasul yang membawanya dan masyarakat yang ditujunya ketika itu adalah orang Arab yang berbahasa Arab? Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, ‘Al-Qur’an itu secara khusus adalah sebagai petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan sedangkan bagi orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan Al-Qur’an itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu seperti orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh sehingga mereka tidak mendengar panggilan orang yang memanggil.’”", "long": "Ayat ini merupakan jawaban dari sikap dan ucapan orang-orang musyrik yang terdapat pada ayat-ayat yang sebelumnya. Kepada mereka disampaikan bahwa seandainya Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad dengan salah satu bahasa selain dari bahasa Arab, tentu orang-orang Quraisy Mekah akan berkata, \"Mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan dalam bahasa Arab? Sehingga kami mudah memahami hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalamnya.\" Padahal dulunya mereka berkata, \"Apakah Al-Qur'an yang diturunkan itu berbahasa selain Arab, sedang rasul yang diutus itu berbahasa Arab.\"\n\nAllah memerintahkan agar Rasulullah menjawab pertanyaan orang-orang musyrik yang tidak mau percaya kepada Al-Qur'an itu dengan berkata kepada mereka, \"Al-Qur'an ini bagi orang-orang yang percaya kepadanya, meyakini bahwa ia berasal dari Allah Yang Mahakuasa, dan percaya kepada rasul yang menyampaikannya, merupakan petunjuk ke jalan kebahagiaan, penawar hati, dan menghilangkan keragu-raguan. Ayat ini sejalan dengan firman Allah:\n\nWahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (Yunus/10: 57)\n\nOrang-orang yang tidak beriman kepada Allah, rasul-Nya, dan Al-Qur'an, pada telinga mereka ada sumbatan yang menutup pendengaran mereka dari mendengar ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka buta sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Allah dan tidak dapat menerima pelajaran yang disampaikan rasul.\n\nOrang-orang yang tidak mendengar ayat-ayat Allah dan tidak dapat melihat bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan-Nya diserupakan dengan orang yang diseru dari suatu tempat yang jauh, ia hanya dapat mendengar suara yang tidak jelas, sehingga ia tidak mengerti maksud suara itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4263, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 24, "page": 481, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064f\u0644\u0650\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064f\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Moosal Kitaaba fakhtulifa fee; wa lawlaa Kalimatun sabaqat mir Rabbika laqudiya bainahum; wa innahum lafee shakkim minhu mureeb" } }, "translation": { "en": "And We had already given Moses the Scripture, but it came under disagreement. And if not for a word that preceded from your Lord, it would have been concluded between them. And indeed they are, concerning the Qur'an, in disquieting doubt.", "id": "Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) lalu diperselisihkan. Sekiranya tidak ada keputusan yang terdahulu dari Tuhanmu, orang-orang kafir itu pasti sudah dibinasakan. Dan sesungguhnya mereka benar-benar dalam keraguan yang mendalam terhadapnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4263", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4263.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4263.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sama dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah yang memperselisihkan Al-Qur’an, hal yang sama juga terjadi atas kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa. Firman Allah, “Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Musa Kitab Taurat, lalu Kitab Taurat itu diperselisihkan oleh Bani Israil. Sekiranya tidak ada keputusan yang terdahulu dari Tuhanmu, yakni menunda jatuhnya siksa sampai nanti pada hari yang ditetapkan, niscaya orang-orang kafir itu pasti sudah dibinasakan. Dan sesungguhnya mereka menyikapi Al-Qur’an itu benar-benar dalam keraguan yang mendalam, terutama terhadap kepastian-nya sebagai wahyu yang berasal dari Allah.", "long": "Selanjutnya Allah menyampaikan kepada Nabi Muhammad agar tidak menyusahkan diri karena orang-orang Mekah itu berselisih pendapat tentang Al-Qur'an. Hal yang seperti itu telah dilakukan pula oleh umat-umat yang dahulu terhadap rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah mengatakan bahwa Dia telah menurunkan Taurat kepada Musa, untuk disampaikan kepada Bani Israil. Mereka pun telah berselisih pendapat pula tentang Taurat itu. Ada yang membenarkan dan ada pula yang mendustakan. Ada yang beriman kepada Musa dan ada pula yang kafir kepadanya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk tidak berputus asa dalam menyampaikan agama Allah, dan bersabar menghadapi tindakan orang-orang kafir itu. Nabi saw juga diperintahkan untuk mengikuti jejak para rasul yang menyampaikan agama-Nya.\n\nKemudian Allah menyampaikan bahwa orang-orang kafir itu tidak segera menerima azab karena perbuatannya itu, karena azab itu ditangguhkan pelaksanaannya sampai kepada waktu yang ditentukan. Hal itu adalah sesuai dengan ketetapan-Nya bahwa Dia menangguhkan azab bagi orang-orang kafir sampai hari Kiamat. Seandainya tidak ada ketetapan yang demikian itu, tentu telah diputuskan Allah perselisihan mereka dengan orang-orang yang beriman.\n\nAllah berfirman:\n\nBahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (al-Qamar/54: 46)\n\nDan firman Allah:\n\nDan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (Ibrahim/14: 42)\n\nAllah menerangkan bahwa sebab-sebab kehancuran dan azab yang menimpa orang-orang musyrik adalah karena mereka sangat ragu-ragu dan bingung tentang Al-Qur'an. Karena bingung dan ragu, mereka mengingkarinya dan tidak mengindahkan dakwah Rasulullah." } } }, { "number": { "inQuran": 4264, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 24, "page": 481, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 192, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Man 'amila salihan falinafshihee wa man asaaa'a fa'alaihaa; wamaa rabbuka bizallaamil lil 'abeed" } }, "translation": { "en": "Whoever does righteousness - it is for his [own] soul; and whoever does evil [does so] against it. And your Lord is not ever unjust to [His] servants.", "id": "Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4264", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4264.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4264.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh sebab itu, sadarilah apa yang telah diajarkan oleh Al-Qur’an itu bahwa barang siapa mengerjakan kebajikan maka pahalanya untuk dirinya sendiri, dan barang siapa berbuat jahat maka dosanya menjadi tanggungan dirinya sendiri, bukan dibebankan kepada orang lain. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya yang durhaka itu.", "long": "Pada akhir ayat surah ini, Allah menerangkan balasan yang akan diberikan terhadap perbuatan-perbuatan yang dilakukan manusia. Barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam kehidupan dunia ini, melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menghentikan larangan-larangan-Nya, berarti ia telah berusaha berbuat kebaikan untuk dirinya sendiri dengan memperoleh pahala yang besar. Barang siapa yang ingkar kepada Allah berarti ia telah berusaha berbuat keburukan untuk dirinya dengan memperoleh siksa yang sangat pedih di akhirat nanti. Seseorang dihukum sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya, mustahil Allah mengazab seseorang karena perbuatan orang lain.\n\nAllah berfirman:\n\nDan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan. (al-An'am/6: 164)" } } }, { "number": { "inQuran": 4265, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 25, "page": 482, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0645\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0630\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Ilaihi yuraddu 'ilmus Saaa'ah; wa maa takhruju min samaraatim min akmaamihaa wa maa tahmilu min unsaa wa laa tada'u illaa bi'ilmih; wa Yawma yunaadeehim aina shurakaaa'ee qaalooo aazannaaka maa minnaa min shaheed" } }, "translation": { "en": "To him [alone] is attributed knowledge of the Hour. And fruits emerge not from their coverings nor does a female conceive or give birth except with His knowledge. And the Day He will call to them, \"Where are My 'partners'?\" they will say, \"We announce to You that there is [no longer] among us any witness [to that].\"", "id": "Kepada-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat itu dikembalikan. Tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan yang melahirkan, melainkan semuanya dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?” Mereka menjawab, “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang dapat memberi kesaksian (bahwa Engkau mempunyai sekutu).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4265", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4265.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4265.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa tidak seorang pun yang mampu mengetahui terjadinya Kiamat, hanya kepada-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat itu dikembalikan. Hanya Dia Yang Maha Mengetahui kapan terjadinya dan perincian kejadiannya. Tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya, dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan yang melahirkan, melainkan semuanya dengan sepengetahuan-Nya. Dialah yang mengetahui secara pasti dan segala perinciannya. Pada hari Kiamat itu, Dia (Allah) menyeru mereka, yakni orang-orang musyrik, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu, yaitu berhala-berhala yang di dunia dahulu kamu sembah dan kamu duga dapat menyelamatkanmu dari siksaan-Ku?” Mereka menjawab, “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang dapat menjadi saksi yang memberi kesaksian pada hari ini.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa ilmu tentang hari Kiamat, waktu dan bagaimana peristiwanya hanya diketahui Allah. Demikian pula peristiwa-peristiwa gaib yang lain seperti keluarnya dengan baik atau rusaknya buah-buahan dari kelopaknya, dan janin yang dikandung oleh para ibu, apakah akan lahir dengan normal atau cacat anggota tubuhnya, semua itu hanya diketahui oleh Allah secara pasti. Beberapa hal memang ada yang diketahui oleh manusia seperti bulan apa buah-buahan akan masak, kapan kira-kira bayi akan lahir, tetapi pengetahuan itu masih sangat sederhana tidak serinci pengetahuan Allah dan tidak selengkap pernyataan-Nya.\n\nPada ayat lain Allah menegaskan bahwa hanya Dialah yang mengetahui dengan tepat hari Kiamat itu. Allah berfirman:\n\nMereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, \"Kapan terjadi?\" Katakanlah, \"Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia.\" (al-A'raf/7: 187)\n\nNabi Muhammad saw sendiri dalam hadis yang diriwayatkan 'Umar bin al-Khaththab ketika ditanya Malaikat Jibril tentang kapan hari Kiamat, beliau menjawab:\n\nSesungguhnya Jibril bertanya kepada Rasulullah tentang hari Kiamat, Rasulullah menjawab: orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya (Riwayat Muslim dari 'Umar bin al-Khaththab)\n\nDalam perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini memang banyak hal-hal baru yang diketahui manusia seperti waktu musim berbuahnya beberapa macam buah-buahan, kondisi tentang janin dalam kandungan seperti jenis kelamin, kesehatan, dan kapan waktu janin akan lahir. Tetapi pengetahuan manusia ini masih sedikit sekali dibanding pengetahuan Allah dan masih bersifat perkiraan sehingga tidak pasti. Berbeda dengan pengetahuan Allah yang rinci dan pasti. Firman Allah swt:\n\nAllah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya.(Allah) Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata; Yang Mahabesar, Mahatinggi. (ar-Ra'd/13: 8-9)\n\nDi atas telah diterangkan bahwa hanya Allah yang mengetahui tentang hari Kiamat dan kapan terjadinya. Dia mengetahui semua wanita yang hamil dan yang melahirkan anak. Dari keterangan ini dapat dipahami bahwa pengetahuan Allah itu ada yang mustahil diketahui oleh manusia dan ada yang mungkin diketahuinya bila Dia memberikan izin-Nya kepada manusia. Tentu saja hal ini ada hikmah dan tujuannya, tetapi hanyalah Allah yang mengetahui dengan pasti hakikat dari hikmah dan tujuannya itu. Sekalipun manusia diberikan sebagian pengetahuan Allah, namun sifat dan bentuk pengetahuan itu tidak sama dan berbeda pada setiap orang.\n\nAllah mengetahui kandungan semua wanita yang sedang hamil dan yang melahirkan. Pengetahuan Allah tentang wanita yang mengandung dan yang melahirkan adalah pengetahuan yang lengkap dan pasti, menyeluruh sampai kepada yang sekecil-kecilnya. Pengetahuan itu ada hubungannya dengan proses kejadian alam seluruhnya, dari dahulu sampai sekarang dan sampai kepada masa yang akan datang.\n\nLain halnya dengan pengetahuan seorang dokter ahli kandungan terhadap kandungan seorang wanita. Ia hanya mengetahui secara umum saja, tidak secara rinci. Bahkan pengetahuannya itu terbatas dan bersifat dugaan semata, bukan pengetahuan yang pasti karena pengetahuan yang pasti dan menyeluruh itu hanya pada Allah.\n\nSelanjutnya Allah menerangkan peristiwa yang akan dialami oleh orang-orang musyrik pada hari Kiamat. Pada hari itu Allah akan menanyakan kepada mereka secara tegas dan jelas serta meminta pertanggungjawaban mereka tentang sekutu-sekutu-Nya yang mereka sembah di dunia; di mana mereka berada sekarang, mengapa mereka tidak bersama-sama dengan berhala-berhala itu. Akhirnya orang-orang musyrik itu menjawab dengan jawaban yang tegas, \"Wahai Tuhan kami, kami nyatakan kepada-Mu pada hari ini tidak seorang pun di antara kami yang mengakui bahwa Engkau mempunyai sekutu; hanya Engkau sajalah yang kami sembah, tidak ada yang lain.\"\n\nFirman Allah yang lain yang sama artinya dengan ayat ini:\n\nKemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, \"Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah.\" (al-An'am/6: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 4266, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 25, "page": 482, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0635\u064d", "transliteration": { "en": "Wa dalla 'anhum maa kaanoo yad'oona min qablu wa zannoo maa lahum mim mahees" } }, "translation": { "en": "And lost from them will be those they were invoking before, and they will be certain that they have no place of escape.", "id": "Dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu selalu mereka sembah, dan mereka pun tahu bahwa tidak ada jalan keluar (dari azab Allah) bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4266", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4266.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4266.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dengan pernyataan mereka itu, lenyaplah dari hadapan mereka pada hari Kiamat itu apa yang di dunia dahulu selalu mereka sembah, dan mereka pun ketika itu juga tahu bahwa tidak ada jalan keluar bagi mereka yang dapat menghindarkan mereka dari azab Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada hari Kiamat orang-orang musyrik yang sesat itu tidak melihat adanya manfaat dari sembahan-sembahan yang mereka sembah di dunia dahulu, yaitu pada hari mereka merasakan tidak ada faedahnya semua yang telah mereka lakukan di dunia dahulu. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarkan mereka dari azab Allah. Ketika itu barulah mereka yakin akan keesaan dan kekuasaan Allah dan mereka juga yakin bahwa tidak ada satu jalan keluar pun untuk menghindarkan diri dari azab Allah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4267, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 25, "page": 482, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u064f \u0641\u064e\u064a\u064e\u0626\u064f\u0648\u0633\u064c \u0642\u064e\u0646\u064f\u0648\u0637\u064c", "transliteration": { "en": "Laa yas'amul insaanu min du'aaa'il khairi wa im massa hush sharru fa ya'oosun qanoot" } }, "translation": { "en": "Man is not weary of supplication for good [things], but if evil touches him, he is hopeless and despairing.", "id": "Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4267", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4267.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4267.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menggambarkan azab di akhirat yang diperoleh manusia yang menyekutukan Allah. Ayat-ayat berikut ini menggambarkan sifat-sifat buruk manusia ketika di dunia ini. Allah menyatakan bahwa manusia pada umumnya tidak jemu memohon kebaikan untuk mendapat kesenangan bagi kehidupan mereka di dunia ini, dan jika sesudah itu disentuh dan ditimpa malapetaka, walau sedikit, yang mengganggu kesenangan mereka, mereka berputus asa terhadap nikmat Allah dan hilang harapannya untuk dikabulkan doanya.", "long": "Ayat ini menerangkan keinginan-keinginan manusia untuk mencapai hal-hal yang menyangkut kepentingan dirinya. Sebagian besar manusia adalah orang-orang yang tamak, suka mencari harta dan mencari kesenangan untuk dirinya sendiri.\n\nMereka menginginkan harta dan kekuasaan, karena menurut mereka dengan harta dan kekuasaan itu semua cita-cita dan keinginannya akan tercapai. Mereka ingin keturunan, karena dengan keturunan itu mereka dapat mewariskan semua harta yang mereka peroleh dan akan selalu ada orang yang mengenang jasa dan keberhasilan mereka selama hidup di dunia. Mereka ingin memperoleh harta benda dunia sebanyak-banyaknya, karena itu mereka berlomba-lomba mencapainya, seakan-akan hidup dan kehidupan mereka dihabiskan untuk itu.\n\nDalam ayat ini, yang selalu diinginkan dan dicari manusia itu disebut \"khair\" (kebaikan). Disebut \"khair\" karena yang diinginkan manusia itu adalah kebaikan yang merupakan rahmat dan karunia Allah. Rahmat dan karunia Allah itu mereka jadikan tujuan yang harus dicapai dalam hidup dan kehidupan mereka di dunia ini, bukan sebagai alat atau jalan yang dapat mereka pergunakan untuk mencapai sesuatu yang lebih mulia dan lebih tinggi nilainya, sehingga rahmat dan karunia Allah yang semula adalah baik, mereka jadikan sumber bencana dan malapetaka karena hawa nafsu mereka yang dapat menimpa diri mereka sendiri atau orang lain.\n\nYang dimaksud dengan \"mencari kebaikan\" dalam ayat ini ialah menginginkan, berusaha, mencari, menuntut dan menjadikan kebaikan itu sebagai alat dan jalan mencapai tujuan hidup di dunia dan akhirat, bukan untuk mencari kebaikan agar kebaikan itu dapat dijadikan alat dan jalan mencapai tujuan yang diinginkan hawa nafsu. Mencari kebaikan untuk memenuhi keinginan hawa nafsu dapat menimbulkan malapetaka bagi yang mencarinya. Tetapi, jika mencari kebaikan itu tujuannya agar kebaikan itu dapat dijadikan alat dan jalan untuk mencari keridaan Allah, maka mencari kebaikan yang demikian dianjurkan oleh agama Islam.\n\nMisalnya, seseorang berusaha mencari harta yang halal agar dengan harta itu ia dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah, seperti memberi nafkah keluarganya, berinfak di jalan Allah, menolong fakir miskin, dan sebagainya. Demikian pula, orang yang ingin mencari pangkat dan kekuasaan, ia boleh mencarinya dengan maksud menegakkan keadilan, menegakkan hukum-hukum Allah, dan menolong orang-orang yang sengsara. Usaha yang demikian adalah usaha yang terpuji dan diridai Allah.\n\nJadi, mencari kebaikan itu pada hakikatnya baik jika kebaikan yang diperoleh itu dijadikan alat dan jalan untuk mencari keridaan Allah. Tetapi, mencari kebaikan itu akan merusak dirinya jika kebaikan itu digunakan untuk memenuhi hawa nafsusnya. \n\nSifat manusia yang lain ialah jika kebaikan yang dicarinya itu tidak diperolehnya atau mereka ditimpa suatu musibah, maka mereka menjadi putus asa, seakan-akan tidak ada harapan lagi bagi mereka, tidak ada lagi bumi tempat berpijak dan tidak ada lagi langit tempat berteduh, semua yang mereka inginkan itu seakan-akan sirna. Dalam keadaan yang demikian, mereka menjadi berputus asa dari rahmat Allah dan berprasangka buruk terhadap Allah seakan-akan Allah tidak mempunyai sifat kasih sayang dan bukan Maha Pemberi rahmat kepada hamba-hamba-Nya.\n\nSifat-sifat yang diterangkan oleh ayat ini adalah sifat-sifat orang yang tidak beriman dan tidak memurnikan ketaatan dan kepatuhannya kepada Allah. Mereka masih percaya kepada adanya kekuatan-kekuatan lain yang dapat menolong mereka selain dari kekuatan Allah. Seakan-akan mereka tidak percaya akan adanya rahmat dan karunia-Nya dan tidak percaya adanya kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan akhirat nanti.\n\nAda pun orang-orang yang beriman kepada Allah, adalah orang-orang yang tunduk dan patuh kepada-Nya, merasakan keagungan dan kebesaran-Nya dan merasa dirinya bergantung kepada rahmat dan karunia-Nya. Mereka percaya akan adanya kehidupan yang hakiki yaitu kehidupan di akhirat, dan mereka percaya bahwa kehidupan dunia hanya bersifat sementara. Karenanya mereka berusaha dan bekerja semata-mata untuk mencari keridaan-Nya. Mereka juga percaya bahwa Allah selain menguji hamba-hamba-Nya yang beriman dan ujian itu selalu diberikan dalam bermacam-macam bentuk, ada yang berupa kesengsaraan dan penderitaan, dan ada pula yang berbentuk kesenangan dan kekayaan. Apa pun wujud ujian dan cobaan itu, dihadapinya dengan sabar dan tawakal. Jika mereka memperoleh kebaikan dan harta, ia bergembira dan bersyukur kepada-Nya dan jika ditimpa musibah, mereka tetap sabar dan tabah, bahkan semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Mereka tetap mengharapkan rahmat dan karunia Allah karena benar-benar yakin akan sifat kasih sayang Allah yang melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada setiap hamba yang beriman kepada-Nya. Allah swt berfirman:\n\nWahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.\" (Yusuf/12: 87)" } } }, { "number": { "inQuran": 4268, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 25, "page": 482, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u062c\u0650\u0639\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u064a \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0638\u064d", "transliteration": { "en": "Wa la in azaqnaahu rahmatam minnaa mim ba'di dar raaa'a massat hu la yaqoolanna haazaa lee wa maaa azunnus Saa'ata qaaa'imatanw wa la'in ruji'tu ilaa Rabbeee inna lee 'indahoo lalhusnaa; falanu nabbi'annal lazeena kafaroo bimaa 'amiloo wa lanuzeeqan nahum min 'azaabin ghaleez" } }, "translation": { "en": "And if We let him taste mercy from Us after an adversity which has touched him, he will surely say, \"This is [due] to me, and I do not think the Hour will occur; and [even] if I should be returned to my Lord, indeed, for me there will be with Him the best.\" But We will surely inform those who disbelieved about what they did, and We will surely make them taste a massive punishment.", "id": "Dan jika Kami berikan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, “Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.” Maka sungguh, akan Kami beritahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan, dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka azab yang berat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4268", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4268.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4268.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sifat buruk manusia yang lain adalah jika Kami berikan kepada-nya suatu rahmat atau hal-hal yang menyenangkan mereka dari Kami setelah ditimpa kesusahan sebelumnya, pastilah dengan bangga dia berkata, “Ini adalah hakku yang aku dapatkan dari usahaku, dan aku tidak menduga atau yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika hari Kiamat itu pun akan terjadi dan aku dikembalikan kepada Tuhanku untuk mempertanggungjawabkan segala amalku, sesungguhnya aku pasti akan memperoleh bagian yang sangat baik di sisi-Nya.” Apa yang mereka katakan itu tidak akan pernah didapatkannya, bahkan sebaliknya. Maka sungguh di hari akhirat nanti, akan Kami beritahukan kepada mereka orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan di dunia, dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka azab yang berat akibat kekafiran dan kedurhakaan mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan sifat-sifat kebanyakan manusia, yaitu jika mereka mendapat nikmat dan kesenangan mereka menjadi lupa dan sombong sehingga menyatakan, \"Ini adalah hasil kerjaku sendiri, sehingga aku tidak perlu memberikan sebagian hartaku ini kepada orang lain, dan tidak perlu bersyukur kepada siapapun. Aku juga tidak yakin apakah hari Kiamat itu akan datang?\"\n\nSelanjutnya orang-orang kafir itu juga menyatakan jika aku akan dikembalikan kepada Allah maka aku pasti akan memperoleh kebaikan pula pada sisinya. Demikian cara berfikir mereka yang tidak jelas dan hanya berdasarkan perkiraan-perkiraan saja. Maka ayat ini diakhiri dengan ketegasan bahwa Allah benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang mereka lakukan di dunia dan akan menimpakan azab yang pedih kepada mereka di akhirat.\n\nAdapun sifat-sifat orang yang putus asa dari rahmat Allah yaitu sebagai berikut:\n\n1. Jika kesengsaraan dan kesulitan yang sedang mereka derita tiba-tiba dihilangkan dari mereka, kemudian mereka dianugerahi rahmat dan karunia, mereka lupa kepada kesengsaraan dan penderitaan yang pernah mereka alami, mereka lupa kepada sumber rahmat dan karunia yang mereka terima itu, bahkan mereka mengatakan bahwa semua yang mereka peroleh itu semata-mata karena hasil usaha dan kepandaian mereka sendiri, bukan karena anugerah Allah. Yang dimaksud dengan perkataan hadha li dalam ayat ini ialah: Ini aku peroleh karena hasil usaha dan kepandaianku sendiri, karena itu semua yang aku peroleh benar-benar milikku dan tidak seorang pun yang bersamaku dalam kepemilikan ini. Karena itu, aku tidak perlu membagikannya kepada orang lain dan tidak perlu memanjatkan puja dan puji kepada Allah dan mengingat akan karunia dan kebaikan-Nya.\n\n2. Mereka tidak percaya adanya hari Kiamat. Ketidakpercayaan ini timbul karena sifat angkuh dan takabur yang ada pada diri mereka dan karena kesenangan hidup di dunia yang sedang mereka nikmati.\n\n3. Mereka mengatakan tidak ada hisab, tidak ada hari pembalasan. Menurut mereka jika mereka dikembalikan kepada Allah nanti, tentu mereka akan memperoleh kebaikan dan kesenangan yang banyak pula.\n\nPada akhir ayat ini Allah mengancam orang-orang kafir yang tidak percaya akan hari Kiamat, hari pembalasan, dan adanya surga dan neraka. Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir itu benar-benar akan mengalami hari Kiamat. Mereka akan menyaksikan sendiri perbuatan-perbuatan jahat yang pernah mereka kerjakan. Kemudian Allah menimbang semua yang pernah mereka perbuat dan memberikan balasan yang setimpal bagi perbuatan jahat yang telah mereka kerjakan itu dengan azab yang berat di dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 4269, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 25, "page": 482, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0627\u0646\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u064f \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064d \u0639\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u064d", "transliteration": { "en": "Wa izaaa an'amnaa 'alal insaani a'rada wa na-aa bijaani bihee wa izaa massahush sharru fazoo du'aaa'in 'areed" } }, "translation": { "en": "And when We bestow favor upon man, he turns away and distances himself; but when evil touches him, then he is full of extensive supplication.", "id": "Dan apabila Kami berikan nikmat kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri (dengan sombong); tetapi apabila ditimpa malapetaka maka dia banyak berdoa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4269", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4269.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4269.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikian pula halnya apabila Kami berikan nikmat dan berbagai kebajikan kepada manusia, dia berpaling dari Kami dengan mengingkari nikmat-nikmat itu dan menjauhkan diri dari ajaran-ajaran Kami dengan sombong. Akan tetapi, apabila ditimpa malapetaka sebagai peringatan atas keingkaran dan kesombongan mereka, maka dia banyak berdoa dengan doa yang panjang.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sifat tidak baik manusia yang lain ialah, jika mereka diberi rahmat dan karunia, mereka asyik dengan rahmat dan karunia itu, mereka terlalu senang dan bahagia sehingga mereka lupa akan sumber rahmat dan karunia itu. Bahkan kadang-kadang mereka bertindak lebih jauh dari itu. Mereka menggunakan rahmat dan karunia itu untuk menantang dan menghancurkan agama Allah: mereka membuat kerusakan di bumi, memutuskan silaturrahim dengan manusia yang lain yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya. Mereka merasa telah menjadi orang yang berkuasa sehingga orang lain yang berada di bawah kekuasaannya wajib hormat dan mengabdi kepadanya. Mereka telah lupa bahwa mereka adalah manusia yang harus bertindak sesuai dengan kodratnya, yaitu hanya dapat hidup dengan pertolongan manusia yang lain serta pertolongan Yang Maha Menolong yaitu Allah.\n\nSebaliknya, jika mereka ditimpa musibah atau malapetaka, mereka kembali mengingat Allah. Mereka berdoa kepada Allah dalam keadaan berbaring, duduk, berdiri, berjalan, dan dalam keadaan bagaimana pun. Bahkan mereka berjanji dan bersumpah dengan menyebut nama-Nya jika mereka dihindarkan dari musibah dan malapetaka itu, mereka menjadi orang-orang yang beriman. Sejalan dengan ayat ini, firman Allah:\n\nDan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan. (Yunus/10: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 4270, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 25, "page": 482, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0634\u0650\u0642\u064e\u0627\u0642\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Qul araiaitum in kaana min 'indil laahi summa kafar tum bihee man adallu mimman huwa fee shiqaqim ba'eed" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if the Qur'an is from Allah and you disbelieved in it, who would be more astray than one who is in extreme dissension?\"", "id": "Katakanlah, “Bagaimana pendapatmu jika (Al-Qur'an) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4270", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4270.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4270.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menggambarkan kesesatan orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an. Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, “Bagaimana pendapatmu jika dia, yakni Al-Qur’an, yang kamu tolak tuntunannya dan keberadaannya itu benar-benar datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Jika demikian halnya, maka siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh dari kebenaran seperti keadaan kamu?” Pastilah tidak ada yang lebih sesat.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sebenarnya orang-orang musyrik itu dalam keadaan ragu-ragu terhadap kebenaran Al-Qur'an dan terhadap Muhammad saw sebagai utusan Allah. Keadaan mereka antara membenarkan dan mengingkari. Mereka mengakui Muhammad saw sebagai seorang terpercaya serta disegani dan pemimpin yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul di kalangan suku Quraisy. Demikian pula, mereka mengagumi isi dan ketinggian gaya bahasa Al-Qur'an yang menurut mereka mustahil bagi seorang manusia dapat membuatnya. Tetapi, mereka masih dipengaruhi oleh kepercayaan nenek moyang mereka di samping khawatir akan timbulnya sikap antipati dari kaum mereka sendiri. Jika mereka menyatakan apa yang terkandung dalam hati mereka, tentu mereka tidak lagi dijadikan pemimpin oleh kaumnya; mereka akan kehilangan pengaruh. Sikap ragu-ragu inilah yang selalu berkecamuk dalam pikiran mereka.\n\nDalam keadaan yang demikian itulah, Allah memerintahkan Rasul-Nya menanyakan kepada orang-orang musyrik yang sesat itu. \"Wahai orang-orang musyrik, bagaimana pendapatmu seandainya Al-Qur'an itu benar-benar dari Allah, sedangkan kamu mengingkari kebenarannya? Jika demikian halnya, tentulah kamu semua termasuk orang-orang yang sesat dan menjauhkan diri dari kebenaran?\" Seakan-akan dengan pertanyaan itu Allah menyatakan dengan tegas bahwa sikap ragu-ragu itulah nanti yang akan membawa mereka ke dalam lembah kesesatan dan penyesalan yang tidak habis-habisnya di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 4271, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 25, "page": 482, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u0641\u064e\u0627\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06d7 \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u0650 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Sanureehim Aayaatinaa fil aafaaqi wa feee anfusihim hattaa yatabaiyana lahum annahul haqq; awa lam yakfi bi Rabbika annahoo 'alaa kulli shai-in Shaheed" } }, "translation": { "en": "We will show them Our signs in the horizons and within themselves until it becomes clear to them that it is the truth. But is it not sufficient concerning your Lord that He is, over all things, a Witness?", "id": "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4271", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4271.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4271.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk mendukung kebenaran Al-Qur’an, Kami juga akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kebesaran Kami di segenap penjuru yang dapat mereka saksikan di luar diri mereka dan apa saja yang ada pada diri mereka sendiri yang dapat mereka rasakan, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar datang dari Allah. Tidak cukupkah bagi kamu, wahai Nabi Muhammad, bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik yang ragu-ragu kepada Al-Qur'an dan Rasulullah itu akan melihat dengan mata kepala mereka bukti-bukti kebenaran ayat-ayat Allah di segenap penjuru dunia dan pada diri mereka sendiri. Mereka melihat dan menyaksikan sendiri kaum Muslimin dalam keadaan lemah dan tertindas selama berada di Mekah kemudian Rasulullah dan para sahabatnya hijrah ke Medinah meninggalkan kampung halaman yang mereka cintai. Rasulullah saw selama di Medinah bersama kaum Muhajirin dan Ansar membentuk dan membina masyarakat Islam. Masyarakat baru itu semakin lama semakin kuat dan berkembang. Hal ini dirasakan oleh orang-orang musyrik di Mekah, karena itu mereka pun selalu berusaha agar kekuatan baru itu dapat segera dipatahkan. Kekuatan Islam dan kaum Muslimin pertama kali dirasakan oleh orang musyrik Mekah adalah ketika Perang Badar dan kemudian ketika mereka dicerai-beraikan dalam Perang Khandak. Yang terakhir ialah di waktu Rasulullah saw dan kaum Muslimin menaklukkan kota Mekah tanpa perlawanan dari orang-orang musyrik. Akhirnya mereka menyaksikan manusia berbondong-bondong masuk Islam, termasuk orang-orang musyrik, keluarga, dan teman mereka sendiri. Semuanya itu merupakan bukti-bukti kebenaran ayat-ayat Allah. Allah berfirman:\n\nApabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (an-Nasr/110: 1-3)\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan lagi bahwa Dia menyaksikan segala perilaku hamba-hamba-Nya, baik berupa perkataan, perbuatan atau tingkah laku, dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati manusia. Dia menyatakan bahwa Muhammad saw adalah seorang yang benar, tidak pernah berbohong, semua yang disampaikannya sungguh benar, Allah berfirman:\n\nTetapi Allah menjadi saksi atas (Al-Qur'an) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya. (an-Nisa'/4: 166)\n\nBanyak orang mengatakan bahwa dengan mempelajari alam, termasuk diri kita sendiri, dapat membawa kepada pemahaman tentang adanya Tuhan. Alam adalah buku yang menanti untuk dipelajari. Akan tetapi, harapan Tuhan dalam menurunkan ayat di atas tidak selalu dipahami manusia. Surah Yunus/10: 101 adalah salah satu di antara banyak ayat yang memberitahu kita bahwa hanya ilmuwan yang memiliki keimananlah yang dapat memahami Tuhan dengan mempelajari alam.\n\nKatakanlah, \"Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!\" Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman. (Yunus/10: 101)" } } }, { "number": { "inQuran": 4272, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 25, "page": 482, "manzil": 6, "ruku": 418, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u0650\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064c", "transliteration": { "en": "Alaaa innahum fee miryatim mil liqaaa'i Rabbihim; alaaa innahoo bikulli shai'im muheet" } }, "translation": { "en": "Unquestionably, they are in doubt about the meeting with their Lord. Unquestionably He is, of all things, encompassing.", "id": "Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4272", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4272.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4272.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu mengingatkan Nabi Muhammad dengan menyatakan, “Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan, yakni tidak meyakini tentang pertemuan dengan Tuhan mereka kelak di hari Kiamat. Ingatlah pula, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu dengan ilmu dan kekuasaan-Nya.”", "long": "Ayat ini menerangkan keragu-raguan mereka tentang adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, karena menurut mereka, mustahil orang yang telah mati dapat hidup kembali dan mustahil pula tubuh-tubuh yang telah hancur-luluh bersama tanah itu dapat dikumpulkan, dikembalikan seperti semula dan dapat hidup kembali. Karena keragu-raguan itulah mereka menjadi tidak mampu memperhatikan kebenaran Al-Qur'an dan kerasulan Muhammad saw.\n\nPada akhir ayat ini Allah memperingatkan orang-orang musyrik dengan peringatan yang keras bahwa Dia Maha Mengetahui segala sesautu. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Karena itu Dia akan memberikan balasan dengan seadil-adilnya kepada hamba-hamba-Nya." } } } ] }, { "number": 42, "sequence": 62, "numberOfVerses": 53, "name": { "short": "الشورى", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0634\u0648\u0631\u0649", "transliteration": { "en": "Ash-Shura", "id": "Asy-Syura" }, "translation": { "en": "Consultation", "id": "Musyawarah" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai dengan Asy Syuura (musyawarat) diambil dari perkataan Syuura yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat. Dinamai juga Haa Miim 'Ain Siin Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4273, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u0645", "transliteration": { "en": "Haa Meeem" } }, "translation": { "en": "Ha, Meem.", "id": "Ha Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4273", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4273.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4273.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya Allah yang lebih tahu tentang makna Hà Mìm", "long": "Kedua ayat ini terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya dipersilakan menelaah masalah ini pada \"Al-Qur'an dan Tafsirnya\" jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4274, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u0633\u0642", "transliteration": { "en": "'Ayyyn Seeen Qaaaf" } }, "translation": { "en": "'Ayn, Seen, Qaf.", "id": "Ain Sin Qaf" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4274", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4274.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4274.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya Allah pula yang lebih tahu tentang makna ‘Aìn Sìn Qàf", "long": "Kedua ayat ini terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya dipersilakan menelaah masalah ini pada \"Al-Qur'an dan Tafsirnya\" jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4275, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Kazaalika yooheee ilaika wa ilal lazeena min qablikal laahul 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Thus has He revealed to you, [O Muhammad], and to those before you - Allah, the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Demikianlah Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana mewahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada orang-orang yang sebelummu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4275", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4275.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4275.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah Yang Mahaperkasa dalam menyampaikan kehendak-Nya, dan Mahabijaksana dalam keputusan-Nya, mewahyukan pesan-pesan-Nya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dan kepada orang-orang, yakni para rasul, yang diutus sebelummu.", "long": "Pada ayat ini, Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana menjelaskan bahwa apa yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw antara lain supaya ia berdakwah mengenai tauhid mengesakan Allah, juga mengenai kenabian, beriman kepada hari akhir, memperbaiki diri dengan akhlak karimah dan menjauhkannya dari hal-hal yang rendah dan hina, beramal untuk kebahagiaan pribadi dan masyarakat semuanya itu, hal ini telah diwahyukan pula kepada nabi-nabi sebelumnya. Firman Allah: \n\nDan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiya'/21: 25)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud. (an-Nisa'/4: 163)" } } }, { "number": { "inQuran": 4276, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Lahoo maa fis samaa waati wa maa fil ardi wa Huwal 'Aliyul 'Azeem" } }, "translation": { "en": "To Him belongs whatever is in the heavens and whatever is in the earth, and He is the Most High, the Most Great.", "id": "Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Mahaagung, Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4276", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4276.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4276.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjadi milik-Nya lah, dan di bawah kekuasaan, pengaturan, dan kewenangan-Nya lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dia lah, Yang Mahaagung dalam kedudukan-Nya, Mahabesar dalam kekuasaan-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menguasai dan memiliki semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Ini menunjukkan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas. Dia bisa saja berbuat sekehendaknya sesuai dengan iradat-Nya. Semua yang ada, harus tunduk kepada-Nya. Dia-lah yang mengatur segala yang ada, Dia Mahatinggi, tiada suatu kerajaan atau kekuasaan yang lebih tinggi daripada-Nya. Dia Mahabesar. \n\nKepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, ciptaan dan pemilikan Allah tanpa terbatas pada makhluk-Nya. Dia Mahaagung akan segala urusan, hukum, dan pemeliharaan-Nya. Mahasuci Allah, tiada Tuhan selain Dia." } } }, { "number": { "inQuran": 4277, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064f \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0637\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Takaadus samaawaatu yatafattarna min fawqihinn; walmalaaa'ikatu yusabbihoona bihamdi Rabbihim wa yastaghfiroona liman fil ard; alaaa innal laaha huwal Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "The heavens almost break from above them, and the angels exalt [Allah] with praise of their Lord and ask forgiveness for those on earth. Unquestionably, it is Allah who is the Forgiving, the Merciful.", "id": "Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4277", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4277.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4277.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hampir saja Langit-langit yang menjadi milik-Nya itu, yang telah diciptakan-Nya dengan sangat kuat dan kukuh, pecah dari sebelah atas-nya karena kebesaran dan keagungan Allah. Dan malaikat-malaikat di mana pun berada selalu bertasbih menyucikan-Nya dari segala kekurangan dengan memuji keagungan dan kebesaran Tuhan-nya dan memohonkan ampunan untuk orang-orang beriman yang ada di bumi atas dosa-dosa mereka. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun dengan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang dengan memberikan rahmat-Nya kepada mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa karena kemahabesaran dan kemahatinggian serta kehebatan-Nya, maka hampir saja langit retak, pecah berantakan, dan berguguran. Para malaikat senantiasa bertasbih menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan, memuji dan mensyukuri-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan kepada mereka, taat dan patuh kepada perintah-Nya, tak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada-Nya, sebagaimana firman Allah:\n\nMereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang. (al-Anbiya'/21: 20)\n\nDan firman-Nya:\n\nYang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)\n\nPara malaikat juga selalu memohon kepada Allah supaya mengampuni dosa orang-orang yang beriman di atas bumi ini, dan mengilhami mereka sehingga mereka itu senantiasa melalui jalan-jalan kebaikan yang membawa kepada kebahagiaan.\n\nMalaikat itu diumpamakan laksana cahaya yang memberi kehidupan dengan panas yang ada padanya, dan memberi petunjuk dengan cahayanya.\n\nSejalan dengan apa yang tersebut di atas firman Allah:\n\n(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), \"Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. (Gafir/40: 7)\n\nAyat kelima ini menegaskan bahwa Allah itu Maha Pengampun, mengampuni dosa setiap orang yang kembali dan tobat kepada-Nya dengan tobat nasuha. Setiap makhluk berhak memperoleh rahmat dan kasih sayang daripada-Nya. Ditunda dan ditangguhkannya azab dan siksaan terhadap orang-orang kafir dan orang-orang yang durhaka, adalah satu rahmat dan tanda kasih sayang-Nya terhadap mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4278, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Wallazeenat takhazoo min dooniheee awliyaaa'al laahu hafeezun 'alaihim wa maaa anta 'alaihim biwakeel" } }, "translation": { "en": "And those who take as allies other than Him - Allah is [yet] Guardian over them; and you, [O Muhammad], are not over them a manager.", "id": "Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; adapun engkau (Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4278", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4278.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4278.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang menentang tuntunan-Nya dan menyekutukan-Nya dengan mengambil pelindung-pelindung dan menyembah sesuatu selain Allah, Allah mengawasi dan memperhatikan segala amal dan perbuatan mereka. Adapun engkau, wahai Muhammad, bukanlah orang yang diserahi tanggung jawab untuk mengawasi mereka dan tidak pula mempertanggungjawabkan amal mereka. Tugas engkau hanya menyampaikan kebenaran kepada mereka.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang menyekutukan Allah dan mengambil pelindung-pelindung selain Dia, Allah sendirilah yang mengawasi amal perbuatan mereka, dan Dia pulalah yang akan memberi balasan yang setimpal di akhirat nanti atas segala perbuatan mereka di dunia. Muhammad saw tidak dibebani dan tidak ditugasi mengawasi perbuatan mereka. Ia hanya ditugasi menyampaikan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, sebagaimana firman-Nya:\n\nMaka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka). (ar-Ra'd/13: 40)\n\nOleh karena itu, dia tidak perlu gusar dan merasa sesak dada kalau mereka itu masih tetap ingkar dan tidak mau beriman, karena bagaimana pun juga dia tidak memaksa mereka untuk beriman dan memperoleh hidayat, kecuali hal itu dikehendaki Allah sebagaimana firman-Nya:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272)" } } }, { "number": { "inQuran": 4279, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika awhainaaa llaika Qur-aanan 'Arabiyyal litunzir aUmmal Quraa wa man hawlahaa wa tunzira Yawmal Jam'ilaa raiba feeh; fareequn fil jannati wa fareequn fissa'eer" } }, "translation": { "en": "And thus We have revealed to you an Arabic Qur'an that you may warn the Mother of Cities [Makkah] and those around it and warn of the Day of Assembly, about which there is no doubt. A party will be in Paradise and a party in the Blaze.", "id": "Dan demikianlah Kami wahyukan Al-Qur'an kepadamu dalam bahasa Arab, agar engkau memberi peringatan kepada penduduk ibukota (Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak diragukan adanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4279", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4279.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4279.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikianlah Kami wahyukan Al-Qur’an kepadamu, wahai Nabi Muhammad dalam bahasa Arab, yaitu bahasa yang engkau gunakan bersama kaummu agar engkau memberi peringatan kepada penduduk ibukota, yaitu kota Mekah, dan penduduk negeri-negeri di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul, hari Kiamat, yang tidak diragukan adanya oleh orang-orang beriman. Pada hari itu nanti segolongan di antara manusia masuk surga karena keimanan dan amal saleh yang mereka lakukan dan segolongan yang lain masuk neraka karena kekafiran dan kedurhakaan mereka terhadap Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw adalah dalam bahasa Arab, sesuai dengan bahasa penduduk negeri Mekah dan sekitarnya, untuk memudahkan mereka mengerti dakwah dan seruan serta peringatan yang ditujukan Muhammad saw kepada mereka, sebagaimana halnya setiap rasul yang diutus ia menggunakan bahasa kaumnya agar mudah memberikan penjelasan kepada mereka sebagaimana firman Allah:\n\nDan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. (Ibrahim/14: 4)\n\nSekalipun hanya penduduk Mekah dan sekitarnya disebut pada ayat ini yang menjadi sasaran dakwah dan peringatan Nabi Muhammad saw, tetapi itu tidaklah berarti bahwa Muhammad saw diutus terbatas hanya kepada orang Arab saja. Hanya penduduk Mekah dan sekitarnya yang disebut, karena sesuai dengan posisi Nabi yang berdomisili di Mekah pada waktu itu, sedangkan pada hakikatnya Muhammad saw itu adalah rasul bagi segenap manusia, sebagaimana firman Allah:\n\nDan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Saba'/34: 28)\n\nSabda Rasulullah:\n\nAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, \"Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah seorang pun dari umatku baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengarkan tentang aku, lalu mati namun tidak beriman dengan (risalah) yang ditugaskan kepadaku, melainkan ia menjadi penghuni neraka.\" (Riwayat Muslim)\n\nNabi Muhammad selain ditugasi untuk memberi peringatan kepada penduduk Mekah dan penduduk negeri-negeri sekelilingnya, juga ditugasi memberi peringatan tentang hari Kiamat. Hari Kiamat itu merupakan hari yang pasti dan tidak diragukan datangnya, di mana pada hari itu segenap makhluk akan dikumpulkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia dan mendapat ganjaran sesuai dengan perbuatan mereka.\n\nAyat 7 ini diakhiri dengan satu penegasan bahwa sesudah diadakan pemeriksaan yang amat teliti dan perhitungan yang sangat cermat pada tiap-tiap makhluk atas segala perbuatannya di dunia ini, maka mereka itu dibagi menjadi dua golongan. Segolongan dari mereka termasuk yang berbahagia dan dimasukkan ke dalam surga, kekal di dalamnya. Karena mereka itu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berbuat amal saleh di dunia, maka wajarlah kalau mereka itu mendapat karunia dari Allah menikmati kesenangan yang abadi di dalam surga, sebagaimana firman Allah:\n\nDan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya. (Hud/11: 108)\n\nSedangkan golongan yang kedua, termasuk golongan yang celaka; mereka dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala, kekal di dalamnya karena mereka itu pada waktu berada di dunia tetap ingkar kepada Allah, menentang apa yang didakwakan oleh junjungan kita Nabi Muhammad saw sebagaimana firman Allah:\n\nMaka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih, mereka kekal di dalamnya. (Hud/11: 106-107)" } } }, { "number": { "inQuran": 4280, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa law shaaa'al laahu laja'alahum ummatanw waahi datanw walaakiny yudkhilumany yashaaa'u fee rahmatih; waz zaalimoona maa lahum minw waliyyinw wa laa naseer" } }, "translation": { "en": "And if Allah willed, He could have made them [of] one religion, but He admits whom He wills into His mercy. And the wrongdoers have not any protector or helper.", "id": "Dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia jadikan mereka satu umat, tetapi Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka pelindung dan penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4280", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4280.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4280.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia jadikan mereka satu umat saja, dengan menjadikan mereka semua beriman atau kafir seluruhnya dan tidak memberi mereka kesempatan untuk memilih. Tetapi Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya, yaitu surga-Nya atas dasar anugerah-Nya dan memasukkan mereka yang kafir ke dalam neraka lantaran kekafiran mereka. Dan orang-orang yang zalim, yang telah melanggar tuntunan dan menyekutukan-Nya tidak ada bagi mereka seorang pelindung-pun yang dapat melindungi mereka dari azab Allah dan seorang penolong pun yang dapat menolong mereka dari siksaan api neraka.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa jika Dia menghendaki, maka semua manusia itu akan beriman sehingga menjadi umat yang satu, tetapi kebijaksanaan yang diambil-Nya adalah dengan menyerahkan urusan iman dan kufur kepada pribadi manusia masing-masing. Dia tidak mau memaksakan agar semua manusia itu beriman, namun memberikan kepada mereka hak memilih dan menentukan nasibnya menurut kemauan mereka sendiri. Berbahagialah orang-orang yang mengikuti petunjuk rasul. Mereka selalu bersyukur memuji Allah dan akan dimasukkan ke dalam rahmat-Nya dan celakalah orang-orang yang selalu menentang dan tidak mau mengikuti petunjuk rasul, mereka akan disiksa di hari kemudian dan tidak seorang pun yang akan menolong dan melindungi mereka. Mereka tidak dapat menyesali siapa-siapa kecuali diri mereka sendiri sebagaimana sabda Rasulullah saw: \n\nSiapa memperoleh kebaikan hendaklah memuji Allah dan siapa memperoleh selain daripada itu janganlah ia menyalahkan melainkan terhadap dirinya sendiri. (Riwayat Muslim dari Abu dzarr al-Giffari)\n\nTidak sedikit ayat yang senada dengan ayat 8 ini. Antara lain firman Allah:\n\nDan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk. (al-An'am/6: 35)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya. (as-Sajdah/32: 13)" } } }, { "number": { "inQuran": 4281, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 419, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Amit takhazoo min dooniheee awliyaaa'a fallaahu Huwal Waliyyu wa Huwa yuhyil mawtaa wa Huwa 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Or have they taken protectors [or allies] besides him? But Allah - He is the Protector, and He gives life to the dead, and He is over all things competent.", "id": "Atau mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia? Padahal Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya). Dan Dia menghidupkan orang yang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4281", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4281.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4281.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau apakah mereka mengambil pelindung-pelindung yang mereka sembah selain Dia, yang dapat melindungi dan menolong mereka dari azab-Nya dan siksaan api neraka? Padahal Allah, Dialah satu-satunya yang menjadi pelindung yang sebenarnya. Dan Dia, satu-satunya yang menghidupkan orang yang mati, dan Dia pula yang Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah telah mengambil pelindung selain Allah untuk menolong mereka dalam hal-hal yang memerlukan pertolongan. Mereka telah sesat, karena mereka mengambil makhluk sebagai pelindung yang tak dapat mendatangkan manfaat atau menolak bencana bagi dirinya apalagi bagi yang lain. Kalau mereka menghendaki pelindung yang benar dan sesungguhnya, yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak bencana, tentunya mereka akan memilih Allah sebagai pelindung mereka, Tuhan Yang Mahakuasa atas yang demikian itu, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan. Tuhan yang akan membangkitkan mereka kelak di akhirat, dan mestinya mereka tidak akan memilih makhluk yang lemah dan tidak berdaya sebagai pelindung mereka, sebagaimana firman Allah:\n\nSesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah. (al-hajj/22: 73)" } } }, { "number": { "inQuran": 4282, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 25, "page": 483, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Wa makh-talaftum feehi min shai'in fahukmuhooo ilallaah; zaalikumul laahu Rabbee 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi uneeb" } }, "translation": { "en": "And in anything over which you disagree - its ruling is [to be referred] to Allah. [Say], \"That is Allah, my Lord; upon Him I have relied, and to Him I turn back.\"", "id": "Dan apa pun yang kamu perselisihkan padanya tentang sesuatu, keputusannya (terserah) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4282", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4282.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4282.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyatakan kepada seluruh manusia, “Dan apa pun yang kamu perselisihkan padanya tentang sesuatu, termasuk di dalamnya tentang terjadinya Kiamat itu, keputusannya terserah kepada Allah karena yang mengetahui tentang semua itu hanyalah Dia. Lalu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menyatakan bahwa yang memiliki sifat-sifat demikian itulah Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Maha Mengetahui tentang segala sesuatu, Mahaagung, dan Mahakuasa. Dialah Tuhanku, pemelihara, pembimbing dan pelindung-ku. Kepada-Nya aku terus-menerus bertawakal dan berserah diri dan kepada-Nya aku terus-menerus kembali untuk bertobat.", "long": "Allah menerangkan bahwa apa saja yang diperselisihkan mengenai urusan agama, keputusannya supaya dikembalikan kepada Allah, artinya hanya Allah yang menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Manusia dalam kehidupan dunia harus mengikuti petunjuk Allah dalam Al-Qur'an dan petunjuk sunah Rasul, sebagaimana firman Allah: \n\nKemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. (an-Nisa'/4: 59)\n\nSedangkan yang memutuskan perselisihan manusia di akhirat nanti sepenuhnya hanya Allah saja, karena semua makhluk tidak ada yang memiliki kekuasaan, dan hanya Allah saja yang berkuasa, sebagaimana firman:\n\nPemilik hari pembalasan. (al-Fatihah/1: 4)\n\nDia-lah yang akan menetapkan hukumnya di hari Kiamat, menangani persoalan antara orang-orang yang berselisih. Di sanalah baru dapat diketahui dengan jelas siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang layak masuk surga dan siapa yang menjadi penghuni neraka.\n\nYang memiliki sifat-sifat menghidupkan dan mematikan, menetapkan hukum antara dua orang yang berselisih tiada lain hanyalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, bukanlah tuhan-tuhan selain Allah yang dianggap dan diakui mereka. Kepada-Nyalah manusia bertawakal dan berserah diri agar terhindar dari segala usaha jahat musuh-musuh mereka dan berhasil tidaknya urusan mereka hanya kepada Allah-lah segala sesuatunya dikembalikan, dan kepada-Nya-lah kita bertobat atas segala dosa dan maksiat yang telah kita lakukan. Sebagaimana firman-Nya:\n\nDan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan. (al-Baqarah/2: 210)" } } }, { "number": { "inQuran": 4283, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 25, "page": 484, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0637\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u06d6 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0631\u064e\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0643\u064e\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Faatirus samaawaati wal ard; ja'ala lakum min anfusikum azwaajanw wa minal an'aami azwaajany yazra'ukum feeh; laisa kamislihee shai'unw wa Huwas Samee'ul Baseer" } }, "translation": { "en": "[He is] Creator of the heavens and the earth. He has made for you from yourselves, mates, and among the cattle, mates; He multiplies you thereby. There is nothing like unto Him, and He is the Hearing, the Seeing.", "id": "(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4283", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4283.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4283.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah, Allah, Pencipta langit dengan segala keindahannya dan Pencipta bumi tanpa ada contoh sebelumnya dan Dia pula yang menciptakan segala isi yang ada pada keduanya, termasuk makhluk-makhluk yang menghuninya. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, yaitu pasangan laki-laki sebagai suami dan perempuan sebagai istri dan menjadikan pula dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan bagi masing-masing binatang, ada jantan dan ada betina dan dengan berpasangan itu mereka dapat melanjutkan keturunannya. Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dan dapat melanjutkan keturunanmu dengan jalan berpasang-pasangan itu. Tidak ada sesuatu pun dari semua makhluk yang telah diciptakan-Nya itu yang serupa dengan Dia dalam zat dan segala sifat dan perbuatan-Nya. Dia suci dari pasangan. Dan Dia Yang Maha Mendengar segala yang kamu katakan, maupun yang terlintas dalam pikiranmu, Maha Melihat segala yang kamu lakukan, baik secara terangan-terangan maupun sembunyi-sembunyi.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya, begitu juga hal-hal aneh dan ajaib yang mengherankan yang kita saksikan seperti luasnya cakrawala yang membentang luas di atas kita tanpa ada tiang yang menunjangnya; karenanya. Dia-lah yang pantas dan layak dijadikan sandaran dalam segala hal dan dimintai bantuan dan pertolongan-Nya; bukan tuhan-tuhan mereka yang tidak berdaya dan yang tidak dapat berbuat apa-apa. Dia-lah yang menjadikan bagi manusia dari jenisnya sendiri jodohnya masing-masing; yang satu dijodohkan kepada yang lain sehingga lahirlah keturunan turun-temurun memakmurkan dunia ini. Demikian itu berlaku pula pada binatang ternak yang akhirnya berkembang biak memenuhi kehidupan di bumi.\n\nDengan demikian, kehidupan makhluk yang berada di atas bumi ini menjadi teratur dan terjamin bagi mereka. Makanan yang cukup bergizi, minuman yang menyegarkan dan nikmat-nikmat lain yang wajib disyukuri untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Semuanya itu menunjukkan kebenaran dan kekuasaan Allah. Tidak ada satu pun yang menyamai-Nya dalam segala hal. Dia Maha Mendengar, Dia mendengar segala apa yang diucapkan setiap makhluk, Dia Maha Melihat. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Dia melihat segala amal perbuatan makhluk-Nya, yang baik maupun yang jahat. Tidak ada sesuatu pun yang menyamai kekuasaan, kebesaran, dan kebijaksanaan-Nya.\n\nAllah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Ayat ini secara jelas menyatakan demikian. Demikian pula beberapa ayat berikut:\n\nMahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (Yasin/36: 36)\n\nFirman Allah:\n\nDan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir (ar-Ra'd/13: 3)\n\nDan firman-Nya\n\nDan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah). (adh-dzariyat/51: 49)\n\nMenurut kajian ilmiah, bukan hanya makhluk hidup yang berpasang-pasangan namun benda-benda mati juga berpasang-pasangan. Dengan menggunakan ilmu dan peralatan canggih yang ada saat ini, sudah dapat diketahui mengenai adanya pasangan-pasangan dari atom sampai ke awan. Atom, yang tadinya diduga merupakan wujud yang terkecil dan tidak dapat dibagi, ternyata iapun berpasangan. Atom terdiri dari elektron dan proton. Proton yang bermuatan listrik positif dikelilingi oleh beberapa partikel elektron yang bermuatan listrik negatif. Muatan listrik di kedua kelompok partikel ini sangat seimbang.\n\nTumbuh-tumbuhan pun memiliki pasangan-pasangan guna pertumbuhan dan perkembangannya. Sebelumnya, manusia tidak mengetahui bahwa tumbuh-tumbuhan juga memiliki perbedaan kelamin jantan dan betina. Buah adalah produk akhir dari reproduksi tumbuhan tinggi. Tahap yang mendahului buah adalah bunga, yang memiliki organ jantan dan betina yaitu benangsari dan putik. Bila tepungsari dihantarkan ke putik, akan menghasilkan buah, yang kemudian tumbuh, hingga akhirnya matang dan melepaskan bijinya. Oleh sebab itu seluruh buah mencerminkan keberadaan organ-organ jantan dan betina, suatu fakta yang disebut dalam Al-Qur'an. \n\nAda tumbuhan yang memiliki benangsari dan putik sehingga menyatu dalam diri pasangannya; dan dalam penyerbukannya ia tidak membutuhkan pejantan dari bunga lain. Namun, ada juga yang hanya memiliki salah satunya saja sehingga untuk berproduksi ia membutuhkan pasangannya dari bunga lain. Hanya Allah yang tidak berpasangan." } } }, { "number": { "inQuran": 4284, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 25, "page": 484, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 193, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Lahoo maqaaleedus samaawaati wal ardi yabsutur rizqa limany yashaaa'u wa yaqdir; innahoo bikulli shai'unw wa Huwas Samee'ul Baseer" } }, "translation": { "en": "To Him belong the keys of the heavens and the earth. He extends provision for whom He wills and restricts [it]. Indeed He is, of all things, Knowing.", "id": "Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4284", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4284.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4284.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia tidak hanya menciptakan semua yang ada di langit dan bumi, tetapi juga menguasai seluruhnya. Karena itu, milik-Nyalah dan di bawah kekuasaan-Nya semua perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, yaitu kepada siapa pun tanpa melihat kepada iman dan amal yang dilakukannya, tetapi berdasarkan hukum-hukum yang telah ditetapkannya dalam memperoleh rezeki dan membatasinya bagi siapa pun, bukan karena kekafirannya dan kemaksiatannya, tetapi karena dia tidak memenuhi hukum-hukum itu. Sungguh, Dia, satu-satunya, Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, termasuk yang dilapangkan dan dibatasi rezekinya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi. Baik buruknya sesuatu ada di tangan Dia. Siapa saja yang dianugerahi rahmat, tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi-Nya. Sebaliknya, siapa yang tidak diberi rahmat, tidak seorang pun yang dapat mendatangkan kepadanya. Dialah yang melapangkan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang membatasi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya. Semua itu terjadi sesuai dengan hikmat kebijaksanaan-Nya berdasarkan kekuasaan-Nya yang luas dan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu.\n\nAgama Islam memerintahkan kepada para pemeluknya supaya bekerja dan berusaha mencari nafkah untuk kehidupannya di dunia. Adapun hasilnya sesuai dengan kebijaksanaan Allah, ada yang berhasil memperoleh harta yang banyak sebagai ujian, tetapi ada yang hanya memperoleh rezeki hanya sedikit sebagai cobaan bagi hidupnya. Sebagaimana Abu Bakar al-Jazairi dalam kitab Tafsirnya Aisar at-Tafasir menyatakan:\n\nAllah meluaskan rezeki bagi siapa saja sebagai ujian, dan menyempitkannya sebagai cobaan." } } }, { "number": { "inQuran": 4285, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 25, "page": 484, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0634\u064e\u0631\u064e\u0639\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0628\u064f\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Shara'a lakum minad deeni maa wassaa bihee Noohanw wallazeee awhainaaa ilaika wa maa wassainaa biheee Ibraaheema wa Moosa wa 'Eesaaa an aqeemud adeena wa laa tatafarraqoo feeh; kabura 'alal mushrikeena maa tad'oohum ilaih; Allaahu yajtabee ilaihi many yashaaa'u wa yahdeee ilaihi mai yuneeb" } }, "translation": { "en": "He has ordained for you of religion what He enjoined upon Noah and that which We have revealed to you, [O Muhammad], and what We enjoined upon Abraham and Moses and Jesus - to establish the religion and not be divided therein. Difficult for those who associate others with Allah is that to which you invite them. Allah chooses for Himself whom He wills and guides to Himself whoever turns back [to Him].", "id": "diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4285", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4285.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4285.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menjelaskan bahwa Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala perbendaharaannya adalah milik-Nya. Ayat ini menjelaskan bahwa Dia, Allah, telah mensyariatkan atau menetapkan kepadamu, wahai umat Nabi Muhammad, dari agama, yaitu prinsip-prinsip serupa yang telah diwasiatkan-Nya, yaitu diwahyukan kepada Nuh dan serupa pula dengan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada nabi-nabi sebelummu, yaitu Ibrahim, Musa, dan Isa. Syariat yang telah diwasiatkan dan diwahyukan itu adalah tegakkanlah tuntunan dan ajaran agama, berupa keimanan dan ketakwaan dengan baik, konsisten, dan terus-menerus, dan janganlah kamu berselisih paham dan berbeda pendapat tentang suatu persoalan yang dapat menimbulkan kamu berpecah belah di dalamnya, yakni di dalam prinsip dan ajaran agama itu. Sangat berat, besar, dan sulit bagi orang-orang musyrik untuk mengikuti prinsip-prinsip dan tuntunan-tuntunan agama dari Tuhanmu yang kamu serukan kepada mereka untuk mengikutinya karena mereka menolaknya. Allah meyakinkan Nabi Muhammad dengan mengatakan bahwa Allah memilih orang-orang yang Dia kehendaki untuk mengikuti dan meyakini prinsip-prinsip dan tuntunan-tuntunan agama tauhid yang diajarkan dan disampaikannya. Dia pula memberi petunjuk untuk kembali kepada agama-Nya bagi orang yang kembali kepada-Nya setelah bertobat atas kekafiran dan kesalahan mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah mensyariatkan agama kepada Muhammad saw dan kaumnya sebagaimana Dia telah mewasiatkan pula kepada Nuh dan nabi-nabi yang datang sesudahnya yaitu Ibrahim, Musa dan Isa.\n\nSyariat yang diwasiatkan kepada Nabi Muhammad saw dan nabi-nabi sebelumnya memiliki kesamaan dalam pokok-pokok akidah seperti keimanan kepada Allah swt, risalah kenabian dan keyakinan adanya hari pembalasan atau hari Kiamat.\n\nSedangkan landasan agama yang menjadi misi utama para rasul tersebut adalah beribadah kepada Allah swt dan tidak menyekutukan-Nya. Allah berfirman:\n\nDan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiya'/21: 25)\n\nSedangkan perbedaan yang tidak mendasar di antara risalah para nabi adalah dalam bidang syariat yang bersifat furu'iyyah. Beberapa bentuk ibadah dan rinciannya, sesuai dengan perkembangan masa, kebutuhan, dan kemaslahatan umat manusia. Allah berfirman:\n\nUntuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. (al-Ma'idah/5: 48)\n\n\n\nHadis Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah berbunyi:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Aku adalah manusia yang lebih utama daripada Isa bin Maryam di dunia dan akhirat.\" Para sahabat bertanya, \"Mengapa wahai Rasulullah?\"Nabi menjawab, \"Para Nabi merupakan bersaudara dari berbagai keturunan. Ibu mereka banyak, namun agama mereka hanya satu. Dan tidak ada antara kami (Nabi Muhammad dan Isa) seorang nabi pun.\" (Riwayat Ahmad dan Muslim)\n\nAllah hanya menyebut nama-nama nabi tersebut di atas karena posisi mereka yang lebih tinggi dibandingkan dengan nabi-nabi lain yang tidak disebutkan, mempunyai tanggung jawab yang besar dan berat, dan karena ketabahan mereka menghadapi cobaan dan kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan oleh kaum mereka sehingga mereka itu mendapat julukan Ulul Azmi dari Allah. Dengan disebutkan nama Musa dan Isa diharapkan orang-orang Yahudi dan Nasrani bisa sadar dan tertarik kepada agama yang dibawa oleh Muhammad saw, agama Samawi yang banyak persamaannya dengan agama mereka, yang tertera jelas di dalam Kitab Taurat dan Injil terutama mengenai tauhid, salat, zakat, puasa, haji dan akhlak yang baik seperti menepati janji, jujur, menghubungkan silaturahmi, dan lain-lain.\n\nAllah memerintahkan agar agama Islam yang dibawa Muhammad saw itu dipelihara dan ditegakkan sepenuhnya; pengikutnya dilarang berselisih sesamanya yang dapat mengakibatkan perpecahan dan merusak persatuan. Firman Allah:\n\nSesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (al-hujurat/49: 10)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. (Ali 'Imran/3: 103)\n\nNampaknya berat bagi orang-orang musyrik untuk memeluk agama tauhid yaitu agama Islam yang dibawa oleh Muhammad saw dan melepaskan agama syirik dan menyembah berhala mereka yang telah diwarisi turun-temurun dari nenek moyang mereka; kekuatan mereka telah diabadikan di dalam Al-Qur'an.\n\nSesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka. (az-Zukhruf/43: 22)\n\nMemang tidak semua orang dapat memenuhi seruan untuk memeluk agama Islam yang dibawa Muhammad saw itu, tetapi Allah menentukan hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada mereka sehingga mereka memeluk agama Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 4286, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 25, "page": 484, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u0644\u0651\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u0631\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064f\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa tafarraqooo illaa mim ba'di maa jaaa'ahumul 'ilmu baghyam bainahum; wa law laa Kalimatun sabaqat mir Rabbika ilaaa ajalim musammal laqudiya bainahum; wa innal lazeena oorisul Kitaaba mim ba'dihim lafee shakkim minhu mureeb" } }, "translation": { "en": "And they did not become divided until after knowledge had come to them - out of jealous animosity between themselves. And if not for a word that preceded from your Lord [postponing the penalty] until a specified time, it would have been concluded between them. And indeed, those who were granted inheritance of the Scripture after them are, concerning it, in disquieting doubt.", "id": "Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al-Qur'an) itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4286", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4286.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4286.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, kaum musyrik dan ahli Kitab dari umat-umat terdahulu tidak berselisih, berpecah belah, dan berkelompok-kelompok kecuali setelah datang kepada mereka ilmu, yakni pengetahuan tentang prinsip-prinsip, tuntunan-tuntunan, dan petunjuk-petunjuk kepada kebenaran yang disampaikan oleh para nabi. Perselisihan dan perpecahan di antara mereka disebabkan karena kedengkian yang terjadi antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu untuk menangguhkan azab bagi mereka sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman yang berat yang datang dari Tuhanmu bagi mereka telah dilaksanakan dan mereka menjadi binasa dengan hukuman itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi kepada mereka Kitab, yaitu Taurat dan Injil, setelah mereka yang berselisih dan berpecah-belah itu dan mereka hidup hingga pada zaman Nabi Muhammad, benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang kitab Taurat dan Injil yang mereka warisi itu atau Kitab Al-Qur’an dengan ajaran-ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Ahli Kitab baik Yahudi maupun Nasrani sesudah mengetahui kebenaran rasul-rasul yang diutus kepada mereka, lalu berpecah-belah menjadi beberapa golongan, sebagaimana digambarkan Allah dalam firman-Nya:\n\nSesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. (al-An'am/6: 159)\n\nMereka melakukan yang demikian itu karena kedengkian dan kebencian antara mereka sehingga timbullah pertentangan antar sekte di kalangan mereka yang sukar untuk diatasi dan diselesaikan. Mereka saling menuduh, orang-orang Yahudi meyakinkan kebenaran pendirian dan pegangan mereka, sedangkan anggapan orang Nasrani meyakini bahwa orang Yahudi itu tidak mempunyai pendirian dan pegangan. Begitu pula sebaliknya, orang-orang Yahudi menganggap bahwa orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai pendirian, sebagaimana firman Allah:\n\nDan orang Yahudi berkata, \"Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan),\" dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, \"Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan),\" (al-Baqarah/2: 113)\n\nSekiranya belum ada ketentuan lebih dahulu dari Allah mengenai ditangguhkannya pembalasan dan siksa bagi orang-orang yang menentang dan menyalahi perintah Allah itu sampai kepada waktu yang telah ditentukan-Nya (hari Kiamat), niscaya mereka telah dibinasakan di dunia ini dan tidak perlu lagi ditunda sampai di akhirat nanti.\n\nPerpecahan di antara umat manusia berlaku umum, bukan hanya terjadi pada Ahli Kitab saja, tetapi juga ada di kalangan Muslimin sendiri. Kalau perpecahan dalam bidang akidah banyak dialami Ahli Kitab, kelompok Islam banyak mengalami perselisihan dalam bidang fiqh, muamalat, dan pernikahan, yang menyebabkan perpecahan di kalangan umat Islam. Perintah untuk bersatu harus benar-benar disadari oleh umat Islam, karena dampak buruk perpecahan ini adalah lemahnya persatuan dan kesatuan umat sehingga posisi tawar kita dalam berbagai posisi dan bidang di dunia internasional menjadi lemah.\n\nAyat 14 ini ditutup dengan satu penegasan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mewarisi Kitab Taurat dan Injil dari nenek moyang mereka, yang pada masa Rasulullah saw menyaksikan dakwah Islamiyah, mereka itu menjadi ragu tentang kebenaran Kitab mereka dan benar-benar mengguncangkan kepercayaan mereka. Hal ini tidak mengherankan karena di samping kepercayaan mereka kepada Kitab Samawi memang tidak mendalam, mereka memeluk agama hanya karena ikut-ikutan kepada nenek moyang mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4287, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 25, "page": 484, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0650\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u06d6 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u06d6 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Falizaalika fad'u wastaqim kamaaa umirta wa laa tattabi' ahwaaa'ahum wa qul aamantu bimaaa anzalal laahu min Kitaab, wa umirtu li a'dila bainakum Allaahu Rabbunaa wa Rabbukum lanaaa a'maa lunaa wa lakum a'maalukim laa hujjata bainanaa wa baina kumul laahu yajma'u bainanaa wa ilaihil maseer" } }, "translation": { "en": "So to that [religion of Allah] invite, [O Muhammad], and remain on a right course as you are commanded and do not follow their inclinations but say, \"I have believed in what Allah has revealed of the Qur'an, and I have been commanded to do justice among you. Allah is our Lord and your Lord. For us are our deeds, and for you your deeds. There is no [need for] argument between us and you. Allah will bring us together, and to Him is the [final] destination.\"", "id": "Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4287", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4287.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4287.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, apa pun sikap mereka terhadap kamu, termasuk keraguan mereka yang mendalam terhadap ajaran-ajaran yang kamu sampaikan, serulah mereka dengan penuh kesabaran untuk beriman kepada Tuhanmu dan tetaplah beriman dan berdakwah sebagaimana diperintahkan Tuhanmu kepadamu Muhammad dan janganlah mengikuti keinginan mereka dalam hal apa pun dan katakanlah kepada mereka yang kafir dan ragu itu dengan tegas, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan apa yang diturunkan-Nya di dalam kitab suci-Nya dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu sekalian. Allah adalah Tuhan kami dan juga Tuhan kamu, yang menciptakan, memelihara, mendidik, dan membimbing ke jalan yang benar, dan memberi balasan atas apa yang kita kerjakan. Bagi kami perbuatan kami dan kami akan mempertanggungjawabkannya dan bagi kamu perbuatan kamu dan kamu akan mempertanggungjawabkannya di hadapan-Nya. Tidak perlu lagi ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita di hari Kiamat nanti dan memutuskan perbedaan di antara kita dan kepada-Nyalah kita semua kembali.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menyeru kaumnya supaya jangan berpecah-belah seperti Ahli Kitab, supaya bersatu memeluk agama tauhid yang telah dirintis oleh para nabi, yaitu agama Islam yang dibawanya dan agar beliau tetap tabah menghadapi mereka. Jangan sekali-kali terpengaruh oleh keraguan mereka terhadap agama yang benar yang telah disyariatkan kepadanya. Ia harus selalu menandaskan pendiriannya bahwa dia tetap percaya kepada semua yang telah diturunkan Allah dari langit seperti Kitab Taurat, Injil dan Zabur, dan tidak didustakannya sedikit pun. Nabi Muhammad juga diperintahkan berlaku adil di antara mereka di dalam menetapkan hukum dan sebagainya, dengan tidak akan mengurangi dan menambah apa yang telah disyariatkan Allah kepadanya, serta akan menyampaikan apa yang telah diperintahkan kepadanya untuk disampaikan.\n\nAyat ini juga menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhan kamu dan Tuhan kami sekalian. Dia-lah satu-satunya yang wajib disembah, yang wajib dipercaya dengan penuh pengertian. Tiada Tuhan selain Allah. Bagi kami amalan kami, baik buruknya adalah tanggung jawab kami, diberi pahala atau diazab, dan bagi kamu sekalian amalan kamu. Kami tidak akan berbahagia karena amal baikmu dan tidak akan celaka karena amalan burukmu. Masing-masing bertanggung jawab atas amal perbuatannya. Sejalan dengan ayat ini firman Allah:\n\nDan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, \"Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.\" (Yunus/10: 41)\n\nDengan demikian tidak boleh lagi ada pertengkaran di antara kaum Muslimin dan orang-orang musyrikin, yang hak dan yang benar telah nyata. Barang siapa yang masih saja membangkang dan tidak mau percaya berarti dia ingkar. Pada waktunya nanti akan jelas dan tampak siapa yang benar di antara pemeluk agama karena Allah akan mengumpulkan seluruh manusia nanti di hari kemudian, dan di sanalah Dia akan menjatuhkan keputusan yang seadil-adilnya atas apa yang dipersengketakan, sebagaimana firman Allah:\n\nKatakanlah, \"Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui.\" (Saba'/34: 26)\n\nKepada-Nyalah semua manusia akan kembali sesudah mati dan mempertanggungjawabkan semua amal di dunia. Seluruh manusia akan menerima balasan sesuai dengan amal masing-masing, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (az-Zalzalah/99: 7-9)\n\nWahbah Zuhaili dalam tafsirnya al-Munir menyimpulkan sepuluh perintah Allah dan larangannya bukan hanya bagi Rasulullah tapi juga bagi seluruh umat Islam. Sepuluh perintah dan larangan tersebut adalah:\n\n1.Perintah kepada Nabi untuk terus berdakwah menyampaikan risalahnya. \n\n2.Istiqamah dalam penyampaiannya.\n\n3.Larangan bagi rasul untuk tidak mengikuti keinginan orang-orang musyrikin Mekah atau Ahli Kitab, untuk mengikuti ibadah mereka.\n\n4.Perintah untuk beriman dan menyatakan iman kepada kitab-kitab samawi yang diturunkan Allah.\n\n5.Perintah untuk berlaku adil di antara Muhajirin dan ketika menghadapi perselisihan yang terjadi di antara mereka.\n\n6.Perintah berikrar bahwa hanya Allah yang pantas disembah, tidak ada Tuhan selainnya.\n\n7.Perintah untuk menyatakan kepada Ahli Kitab bahwa masing-masing bertanggung jawab terhadap amal perbuatannya dan balasan baik dan buruk dari amalan tersebut.\n\n8.Perintah untuk menyatakan bahwa tidak ada permusuhan di antara nabi dan Ahli Kitab, karena kebenaran Allah tampak dengan jelas.\n\n9.Perintah untuk menyatakan bahwa Allah kelak akan mengumpulkan umat Islam dan Ahli Kitab di Padang Mahsyar untuk menghadapi pengadilan Allah.\n\n10.Hanya kepada Allah semua makhluk akan kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 4288, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 25, "page": 485, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064f\u062c\u0650\u064a\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u062d\u0650\u0636\u064e\u0629\u064c \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0636\u064e\u0628\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena yuhaaajjoona fil laahi mim ba'di mastujeeba lahoo hujjatuhum daahidatun 'inda Rabbihim wa 'alaihim ghadabunw wa lahum 'azaabun shadeed" } }, "translation": { "en": "And those who argue concerning Allah after He has been responded to - their argument is invalid with their Lord, and upon them is [His] wrath, and for them is a severe punishment.", "id": "Dan orang-orang yang berbantah-bantah tentang (agama) Allah setelah (agama itu) diterima, perbantahan mereka itu sia-sia di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan mereka mendapat azab yang sangat keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4288", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4288.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4288.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menegaskan bahwa tidak ada lagi bantahan yang terjadi antara orang-orang beriman dan orang-orang kafir. Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa orang-orang yang berbantah-bantah tentang agama Allah dan berusaha memalingkan orang-orang yang beriman dari agama-Nya setelah agama itu diterima dan diimani oleh mereka, perbantahan mereka itu menjadi sia-sia di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan Allah dengan dijauhkannya mereka dari rahmat-Nya sebagai akibat dari perbuatan mereka dan mereka mendapat azab yang sangat keras di akhirat kelak.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang masih membantah kebenaran agama Allah, sekalipun agama itu telah diterima baik oleh masyarakat, akan sia-sia usaha dan bantahan mereka. Mereka itu dimurkai Allah karena keberanian mereka mengingkari kebenaran agama Islam, mereka akan diazab di hari kemudian karena keangkuhan mereka meninggalkan agama yang hak yang dapat dibuktikan kebenarannya.\n\nDiriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada orang-orang Mukmin, \"Wahai orang-orang Mukmin! Kamu sekalian telah mengatakan bahwa mengambil dan menerima yang sudah disepakati, lebih baik daripada mengambil dan menerima yang sudah diperselisihkan. Kenabian Musa dan kitab Taurat-nya telah diterima dan disepakati kebenarannya sedangkan kenabian Muhammad masih diperselisihkan dan dipersengketakan. Jadi agama Yahudilah yang pantas dan layak diambil dan diterima.\" Untuk melumpuhkan alasan mereka itu, Allah mengemukakan hujjah bahwa kewajiban beriman dan mempercayai kebenaran Musa adalah karena adanya mukjizat yang diberikan Allah kepadanya yang menunjukkan dan membuktikan kebenarannya. Beberapa mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw bisa disaksikan sendiri oleh orang-orang Yahudi. Maka wajiblah atas kita semua mengakui dan mempercayai kenabian Muhammad saw itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4289, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 25, "page": 485, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Allahul lazeee anzalal Kitaaba bilhaqqi wal Meezaan; wa ma yudreeka la'allas Saa'ata qareeb" } }, "translation": { "en": "It is Allah who has sent down the Book in truth and [also] the balance. And what will make you perceive? Perhaps the Hour is near.", "id": "Allah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran dan neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4289", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4289.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4289.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bantahan-bantahan yang dilakukan orang-orang kafir, seperti yang digambarkan di dalam ayat sebelumnya, didasarkan pada pemikiran mereka. Ayat ini menjelaskan bahwa ajaran Ilahi didasarkan pada kitab suci yang hak. Allah menegaskan bahwa Allah yang telah menurunkan Kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad, dan kitab-kitab suci yang lain kepada para rasul sebelum beliau dengan membawa kebenaran yang bersumber dari Yang Mahabenar dan kitab suci itu juga menjadi neraca keadilan untuk menetapkan hukum di antara manusia. Dan tahukah kamu, wahai manusia, tentang waktu kedatangan hari Kiamat, dan bersiap-siaplah untuk menghadapinya karena boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktu kedatangannya?", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada nabi-nabi-Nya, yang memuat kebenaran yang tak diragukan, jauh dari kebatilan dan semuanya mengandung kebaikan. Dia memberikan perintah untuk berbuat adil untuk menjadi acuan menentukan hukuman dalam mengadili orang-orang yang dituduh bersalah dan menghukum mereka dengan hukuman yang telah ditetapkan di dalam Kitab-Nya. Firman Allah:\n\nSungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. (al-hadid/57: 25)\n\nPenutup ayat ini mendorong kita berbuat baik dan adil untuk kebahagiaan ukhrawi dan menjauhi godaan duniawi. Karena tidak diketahui kapan dunia ini kiamat, maka tentunya kita harus patuh dan taat mengikuti petunjuk Al- Qur'an, selalu berbuat adil di antara sesama manusia, mengamalkan apa-apa yang diperintahkan, selalu waspada terhadap kemungkinan panggilan Allah yang datang dengan tiba-tiba, lalu tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat baik, merugilah dia, dan di hari Kiamat nanti dia akan menyesal karena menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk beramal baik. Sabda Nabi saw:\n\nRasulullah saw bersabda,\"Tidak seorang pun yang meninggal dunia melainkan ia menyesal.\"Para sahabat bertanya, Apakah penyesalan mereka wahai Rasulullah?\" Nabi menjawab,\"Jika ia seorang yang berbuat baik maka ia menyesal karena kebaikannya tidak bertambah lagi. Jika ia seorang yang tidak baik maka ia menyesal karena tidak sempat melepaskan dirinya dari kejahatan itu. (Riwayat at-Tirmidhi)" } } }, { "number": { "inQuran": 4290, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 25, "page": 485, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0645\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Yasta'jilu bihal lazeena laa yu'minoona bihaa wallazeena aamanoo mushfiqoona minhaa wa ya'lamoona annahal haqq; alaaa innal lazeena yumaaroona fis Saa'ati lafee dalaalim ba'eed" } }, "translation": { "en": "Those who do not believe in it are impatient for it, but those who believe are fearful of it and know that it is the truth. Unquestionably, those who dispute concerning the Hour are in extreme error.", "id": "Orang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4290", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4290.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4290.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari Kiamat meminta dengan mengolok-olok agar hari itu segera terjadi jika memang betul ada dan akan datang, sedangkan orang-orang yang beriman kepada keniscayaan adanya hari akhir itu merasa takut kepadanya karena aneka ragam siksanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah akan terjadi dan kedatangannya merupakan satu hal yang pasti. Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu dan meragukan kedatangannya benar-benar telah tersesat jauh dari kebenaran.", "long": "Diriwayatkan bahwa pernah di dalam suatu kesempatan Nabi Muhammad saw menyebut-nyebut hari Kiamat dan pada waktu itu ada orang-orang musyrik. Maka mereka bertanya dengan nada mengejek dan mendustakan kedatangan hari Kiamat itu, \"Kapankah hari Kiamat itu?\" Maka turunlah ayat ini, riwayat di atas menceritakan bahwa orang-orang yang tidak percaya akan terjadinya hari Kiamat itu mengejek nabi dan ingkar kepadanya. Mereka menginginkan supaya hari Kiamat itu segera datang untuk membuktikan siapakah yang benar, mereka atau Muhammad dan sahabatnya yang benar? \n\nBerbeda halnya dengan orang-orang Mukmin. Orang-orang Mukmin merasa takut dan cemas akan kedatangan hari Kiamat. Mereka belum tahu bagaimana nasibnya pada hari itu nanti. Mereka harus mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka di dunia dan menerima balasan baik dan buruk dari perbuatan mereka. Sejalan dengan ayat ini firman Allah:\n\nDan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya. (al-Mu'minun/23: 60)\n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa orang-orang yang membantah dan menolak akan adanya hari Kiamat adalah orang-orang yang sesat, salah jalan, jauh dari kebenaran.\n\nKarena percaya pada hari Kiamat merupakan salah satu rukun iman maka menafikan hari Kiamat berarti menafikan kebenaran Allah sebab keadilan yang hak hanya diperoleh manusia pada hari Kiamat, banyak sekali terjadi ketidakadilan di muka bumi ini, dimana lagi mereka yang terzalimi akan memperoleh hak-haknya kalau bukan di pengadilan Allah.\n\nOrang yang menginginkan hari akhirat dalam arti mempercayainya dan bersiap-siap menghadapinya adalah orang-orang yang memiliki visi jauh ke depan, sedangkan orang-orang yang mengingkari hari Kiamat yang menganggap kehidupannya berakhir dengan kematiannya adalah orang-orang yang visi hidupnya sempit. Mereka tidak akan pernah merasakan kepuasan rohani, karena sibuk mengejar kenikmatan duniawi.\n\nSalah satu ciri yang membedakan antara ajaran agama dan pemikiran manusia yang pernah diterapkan manusia di dunia ini adalah adanya kepercayaan pada hari akhirat atau hari Kiamat, karena bisa dikatakan inti dari iman kepada Allah, adalah iman kepada hari akhirat, tempat dan waktu dimana manusia harus mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di dunia. Berita tentang hari Kiamat dan dibangkitkannya kembali orang-orang yang sudah mati itu pasti menjadi kenyataan.\n\nAllah merupakan pencipta langit dan bumi, Dia mampu dan kuasa pula menghancurkannya serta menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Sebagaimana firman Allah:\n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. (ar-Rum/30: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 4291, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 25, "page": 485, "manzil": 6, "ruku": 420, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0637\u0650\u064a\u0641\u064c \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f", "transliteration": { "en": "Allahu lateefum bi'ibaadihee yarzuqu mai yashaaa'u wa Huwal Qawiyyul 'Azeez" } }, "translation": { "en": "Allah is Subtle with His servants; He gives provisions to whom He wills. And He is the Powerful, the Exalted in Might.", "id": "Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4291", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4291.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4291.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menggambarkan beberapa sifat Allah. Sifat-sifat itu adalah bahwa Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya dengan melimpahkan banyak rahmat dan kebaikan kepada mereka dengan sangat mudah; Dia memberi rezeki, yakni berbagai anugerah kenikmatan kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa diskriminasi sesuai dengan upaya dan kemaslahatan mereka tanpa Dia memperhitungkan sejauh mana kebaikan hamba itu terhadap-Nya dan Dia Mahakuat terhadap segala anugerah-Nya sehingga tidak ada yang dapat menahan pemberian-Nya, Mahaperkasa terhadap segala keinginannya sehingga tidak ada yang dapat menghalanginya.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia sendiri selalu berbuat baik kepada hamba-Nya. Dia memberi mereka hal-hal yang bermanfaat, menjauhkan mereka dari bencana yang mengancam, menganugerahkan rezeki kepada hamba-Nya yang mukmin dan yang kafir tanpa perbedaan di antara mereka. Allah juga melapangkan dan menyempitkan rezeki kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya sebagai ujian bagi orang kaya dalam sikapnya terhadap orang fakir dan ujian bagi orang fakir dalam hubungannya dengan orang kaya, agar supaya hubungan antara seseorang dengan yang lain menjadi baik karena mereka saling membutuhkan. Sebagaimana firman Allah:\n\nApakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (az-Zukhruf/43: 32)\n\nSelanjutnya dijelaskan bahwa Allah Mahakuasa dan Mahaperkasa, Dia berbuat menurut kehendak-Nya, tidak seorang pun yang dapat mencegah dan menghalangi apa yang dikehendaki-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4292, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 25, "page": 485, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0646\u064e\u0632\u0650\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Man kaana yureedu harsal Aakhirati nazid lahoo fee harsihee wa man kaana yureedu harsad dunyaa nu'tihee mnhaa wa maa lahoo fil Aakhirati min naseeb" } }, "translation": { "en": "Whoever desires the harvest of the Hereafter - We increase for him in his harvest. And whoever desires the harvest of this world - We give him thereof, but there is not for him in the Hereafter any share.", "id": "Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4292", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4292.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4292.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu, Allah menggambarkan orang-orang yang membantah terjadinya Kiamat, sedangkan dalam ayat ini Allah menggambarkan keuntungan di akhirat bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat melalui amal-amal yang dilakukannya di dunia ini dengan niat yang ikhlas, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dengan melipatgandakan keuntungannya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia melalui usaha dan kegiatan yang hanya semata-semata ingin mendapatkan keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari hasil usaha-Nya itu berupa keuntungan dunia sesuai dengan kehendak Kami, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat kelak.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa barang siapa yang menghendaki pahala dengan amal dan usahanya, Allah akan memudahkan baginya untuk beramal saleh, kemudian Dia mengganjar amalnya itu, satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai berlipatganda menurut kehendak Allah. Begitu pula sebaliknya, barang siapa mengharapkan dari amal usahanya kemewahan dunia dengan segala bentuknya dan tidak sedikit pun mengharapkan amalan dan pahala akhirat, maka Allah akan memberikan sebanyak apa yang telah ditentukan baginya, tetapi ia tidak akan memperoleh sedikit pun pahala akhirat karena amal itu sesuai dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasan amalnya sesuai dengan niatnya, sebagaimana sabda Nabi saw:\n\nBahwasanya amal itu menurut niatnya, dan bahwasanya bagi setiap orang mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nQatadah berkata, \"Sesungguhnya Allah memberikan pahala kepada orang-orang yang amalnya diniatkan untuk akhirat selain untuk kesenangan dunia menurut kehendaknya. Allah tidak memberikan pahala di akhirat kepada orang yang beramal dengan niat memperoleh kenikmatan dunia saja.\" Hal ini sejalan dengan firman Allah:\n\nBarang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik. (al-Isra'/17: 18-19)" } } }, { "number": { "inQuran": 4293, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 25, "page": 485, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064f \u0634\u064e\u0631\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Am lahum shurakaaa'u shara'oo lahum minad deeni maa lam yaazam bihil laah; wa law laa kalimatul fasli laqudiya bainahum; wa innaz zaalimeena lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Or have they other deities who have ordained for them a religion to which Allah has not consented? But if not for the decisive word, it would have been concluded between them. And indeed, the wrongdoers will have a painful punishment.", "id": "Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridai) Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4293", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4293.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4293.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah mereka yang melakukan usaha untuk kepentingan dunia semata dan melupakan akhiratnya mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka, sehingga mereka mengikuti apa yang mereka anggap telah ditetapkan sesembahan itu yang sesungguhnya tidak di izinkan atau di ridai Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang pasti dari Allah yang menunda datangnya hukuman itu akibat perbuatan syirik, maksiat, dan keingkaran mereka terhadap hari Kiamat itu, tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim, yaitu orang-orang kafir itu akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat kelak.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang musyrik tidak mengikuti agama Islam yang disyariatkan Allah, tetapi mengikuti apa yang digariskan oleh setan-setan mereka, baik yang berupa jin maupun berupa manusia. Mereka mengharamkan sesuatu menurut nafsu mereka seperti mengharamkan unta yang terpotong telinganya, dan menghalalkan bangkai, darah, judi, dan lain-lain. Begitu pula hal-hal yang menunjukkan kesesatan mereka yang telah dilakukan pada zaman Jahiliah. Sekalipun demikian mereka masih diberi kesempatan untuk bertobat, karena Allah telah menggariskan satu ketentuan yaitu penangguhan azab bagi mereka sampai hari Kiamat. Kalau tidak niscaya mereka itu sudah dibinasakan, sebagaimana firman Allah:\n\nBahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (al-Qamar/54: 46)\n\nMereka itu telah berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri karena telah mengada-adakan hal-hal yang tidak disyariatkan Allah. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka, satu tempat yang penuh siksa yang pedih dan seburuk-buruk tempat kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 4294, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 25, "page": 485, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064f\u0634\u0652\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064c \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u0648\u0652\u0636\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Taraz zaalimeena mushfiqeena mimmaa kasaboo wa huwa waaqi'um bihim; wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati fee rawdaatil jannaati lahum maa yashaaa'oona 'inda Rabbihim; zaalika huwal fadlul kabeer" } }, "translation": { "en": "You will see the wrongdoers fearful of what they have earned, and it will [certainly] befall them. And those who have believed and done righteous deeds will be in lush regions of the gardens [in Paradise] having whatever they will in the presence of their Lord. That is what is the great bounty.", "id": "Kamu akan melihat orang-orang zalim itu sangat ketakutan karena (kejahatan-kejahatan) yang telah mereka lakukan, dan (azab) menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan. Yang demikian itu adalah karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4294", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4294.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4294.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu, wahai Nabi Muhammad dan siapa pun juga, akan melihat orang-orang zalim itu di hari Kiamat kelak sangat ketakutan atas segala sesuatu, karena perbuatan dosa dan kejahatan, yang telah mereka lakukan di dunia, dan azab Allah pasti menimpa mereka. Ini adalah kerugian yang amat besar yang di peroleh oleh orang-orang kafir. Dan engkau juga dapat melihat orang-orang yang beriman kepada Allah dan keniscayaan Kiamat itu dan mewujudkan keimanan mereka dengan mengerjakan kebajikan akan berada di dalam taman-taman surga dengan segala kenikmatannya. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan sebagai balasan atas ketaatan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar yang di anugerahkan Allah kepada mereka.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang zalim itu kelihatan takut, dibayang-bayangi oleh akibat dari berbagai perbuatan jahat yang pernah dilakukannya di dunia, dan siksa yang merupakan balasan dari perbuatan jahatnya yang pasti akan menimpa mereka. Sedangkan orang-orang yang beriman kepada Allah serta taat kepada apa yang diperintahkan dan dilarang-Nya akan dimasukkan ke dalam surga, satu tempat yang penuh dengan taman-taman yang indah, menikmati segala keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya sesuai dengan keinginannya baik yang berupa makanan, minuman, maupun yang berupa pemandangan yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, dan terlintas dalam hati seorang manusia. Semuanya itu adalah suatu kenikmatan besar yang dikaruniakan Allah kepada mereka, yang jauh lebih besar dari kemewahan yang pernah ada di dunia, sebagaimana firman Allah:\n\nItulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (al-hadid/57: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 4295, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u0641\u0652 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u0646\u0651\u064e\u0632\u0650\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Zaalikal lazee yubash shirul laahu 'ibaadahul lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaat; qul laaa as'alukum 'alaihi ajran illal mawaddata fil qurbaa; wa mai yaqtarif hasanatan nazid lahoo feehaa husnaa; innal laaha Ghafoorun Shakoor" } }, "translation": { "en": "It is that of which Allah gives good tidings to His servants who believe and do righteous deeds. Say, [O Muhammad], \"I do not ask you for this message any payment [but] only good will through kinship.\" And whoever commits a good deed - We will increase for him good therein. Indeed, Allah is Forgiving and Appreciative.", "id": "Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4295", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4295.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4295.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah karunia besar yang di beritahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan yang telah di perintahkan oleh Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Katakanlah kepada mereka yang kafir itu, wahai Nabi Muhammad, “Aku tidak akan pernah meminta kepadamu sesuatu imbalan apa pun walau sedikit atas seruanku kepadamu untuk beriman kecuali jalinan kasih sayang di antara aku dan kalian dalam kekeluargaan.” Dan barang siapa mengerjakan kebaikan dengan penuh keimanan dan ketulusan akan Kami tambahkan dengan melipat gandakan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun kepada siapa pun yang memohon ampun atas dosa-dosa yang mereka lakukan, Maha Mensyukuri kepada siapa pun dari hamba-hamba-Nya atas perbuatan baik yang telah di lakukannya sehingga Allah menambahkan pahalanya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa apa yang telah diberitakan mengenai pemberian karunia dan kesenangan serta kemuliaan di akhirat bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh adalah satu berita gembira yang disampaikan di dunia agar jelas bagi mereka bahwa hal ini pasti menjadi kenyataan. Selanjutnya Allah memerintahkan Muhammad saw menyampaikan kepada kaumnya bahwa di dalam menjalankan tugas menyeru dan menyampaikan agama yang benar, ia tidak meminta balasan apa pun, tetapi ia hanya mengharapkan kasih sayang kaum Muslimin terhadap dirinya, kerabatnya dan kaum Muslimin lainnya.\n\nBarang siapa berbuat baik, taat, dan patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melipatgandakan kebaikan kepadanya. Satu kebaikan dibalas sekurang-kurangnya dengan sepuluh kebaikan, sampai tujuh ratus kebaikan bahkan lebih banyak lagi, sebagai rahmat dan karunia dari Allah, sebagaimana firman Allah:\n\nSungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar dharrah, dan jika ada kebajikan (sekecil dharrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya. (an-Nisa'/4: 40)\n\nFirman Allah:\n\nBarang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya.(al-An'am/6: 160)\n\nAllah berfirman:\n\nPerumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (al-Baqarah/2: 261)\n\nSelanjutnya ayat 23 ini ditutup dengan satu penjelasan bahwa Allah mengampuni kesalahan hamba-Nya bagaimana pun banyaknya dan melipatgandakan pahala amal kebaikan meskipun sedikit, karena Dia adalah Tuhan Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." } } }, { "number": { "inQuran": 4296, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0625\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0643\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u0652\u062d\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0642\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Am yaqooloonaf tara 'alal laahi kaziban fa-iny yasha il laahu yakhtim 'alaa qalbik; wa yamhul laahul baatila wa yuhiqqul haqqa bi Kalimaatih; innahoo 'Aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "Or do they say, \"He has invented about Allah a lie\"? But if Allah willed, He could seal over your heart. And Allah eliminates falsehood and establishes the truth by His words. Indeed, He is Knowing of that within the breasts.", "id": "Ataukah mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah.” Sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia kunci hatimu. Dan Allah menghapus yang batil dan membenarkan yang benar dengan firman-Nya (Al-Qur'an). Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4296", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4296.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4296.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah mereka, orang-orang kafir itu masih terus mengatakan, “Dia, Muhammad, telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah firman-Nya, padahal dia bukan firman-Nya.” Lalu sekiranya Allah menghendaki dengan izin dan kekuasaan-Nya niscaya Dia kunci hatimu. Dan Allah menghapus yang batil dengan cara menimbulkan sebab-sebab yang dapat menghancurkannya dan membenarkan yang benar yang di tunjukkan-Nya dengan firman-Nya, yaitu wahyu-wahyu yang di turunkannya melalui Al-Qur’an. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati, baik yang di nyatakan maupun yang di sembunyikan.", "long": "Dalam ayat ini Allah menolak tuduhan kaum musyrik Mekah bahwa Muhammad saw itu mengada-adakan dusta terhadap Allah. Ini adalah perbuatan yang amat buruk. Seandainya Allah menghendaki, tentu Dia dapat mengunci mati hatimu karena perbuatan semacam itu, tidak dilakukan kecuali oleh orang musyrikin.\n\nTetapi sunah Allah telah berlaku dan akan terus berlaku bahwa Dia selalu menghancurkan dan menghapuskan yang batil serta menguatkan yang hak dan menanamkan hakikat yang hak itu di kalangan manusia sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Itulah sebabnya agama yang dibawa oleh Muhammad saw hari demi hari makin bertambah kuat dan mantap, makin tersebar luas, serta semakin bertambah banyak penganutnya.\n\nAllah Maha Mengetahui semua yang tersimpan dalam hati, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, maka segala sesuatu terjadi berdasarkan ilmu Allah yang amat luas, meliputi segala sesuatu. Oleh sebab itu tuduhan mereka terhadap Nabi Muhammad yang dianggap telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah diketahui oleh-Nya dan telah dibuktikan ketidakbenarannya dalam ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4297, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0628\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee yaqbalut tawbata 'an 'ibaadihee wa ya'foo 'anis saiyiaati wa ya'lamu maa taf'aloon" } }, "translation": { "en": "And it is He who accepts repentance from his servants and pardons misdeeds, and He knows what you do.", "id": "Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4297", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4297.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4297.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir itu harus meminta ampun kepada Allah Yang Maha Pemurah atas keyakinan mereka yang sesat dan perbuatan dosa yang telah mereka lakukan. Dan di antara kemurahan Allah adalah bahwa Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya yang mengakui dan meminta ampun atas kesalahannya itu dan memaafkan keburukan-keburukan yang telah di lakukan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, baik yang besar maupun yang kecil.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menerima tobat hamba-Nya, memaafkan perbuatan dosa dan kejahatan. Sayyidina 'Ali pernah ditanya tentang tobat. Beliau menjawab, \"Tobat itu ada enam syarat.\"\n\n1. Menyesali perbuatan maksiat yang telah dikerjakan pada masa yang lalu.\n\n2. Mengerjakan ibadah wajib yang telah ditinggalkan.\n\n3. Mengembalikan hak orang yang telah diambilnya secara zalim.\n\n4. Memaksakan diri merasakan pahitnya ketaatan sebagaimana dia merasakan manisnya maksiat.\n\n5. Menundukkan hawa nafsunya dalam ketaatan sebagaimana ia telah memanjakannya dengan berbuat kemaksiatan.\n\n6. Menangis sebagai ganti gelak tawa yang pernah dilakukannya.\n\nAyat ini ditutup dengan penjelasan bahwa Allah itu Maha Mengampuni segala dosa dan mengetahui segala apa yang dikerjakan hamba-Nya baik berupa kebaikan maupun berupa kejahatan, lalu mereka dibalas dengan pahala dan siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 4298, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 194, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa yastajeebul lazeena aamanoo wa 'amilu saalihaati wa yazeeduhum min fadlih; wal kaafiroona lahum 'azaabun shadeed" } }, "translation": { "en": "And He answers [the supplication of] those who have believed and done righteous deeds and increases [for] them from His bounty. But the disbelievers will have a severe punishment.", "id": "dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4298", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4298.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4298.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping itu, kemurahan Allah yang lain bahwa Dia pula memperkenankan doa dan permohonan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan yang di perintahkan Allah sebagai perwujudan imannya serta menambah pahala, kebaikan, dan ganjaran-Nya kepada mereka dari karunia-Nya lebih besar dari apa yang mereka kerjakan. Orang-orang yang ingkar, yang melanggar apa yang di perintahkan dan mengerjakan apa yang di larang akan mendapat azab yang sangat keras di hari akhirat kelak sebagai balasan atas ke ingkaran mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia senantiasa memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan menambah bagi mereka pahala dan karunia, sebagaimana firman Allah:\n\nDan Tuhanmu berfirman, \"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (Gafir/40: 60)\n\nAllah berfirman:\n\nDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. (al-Baqarah/2: 186)" } } }, { "number": { "inQuran": 4299, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0628\u064e\u0633\u064e\u0637\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0628\u064e\u063a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa law basatal laahur rizqa li'ibaadihee labaghaw fil ardi wa laakiny yunazzilu biqadarim maa yashaaa'; innahoo bi'ibaadihee Khabeerum Baseer" } }, "translation": { "en": "And if Allah had extended [excessively] provision for His servants, they would have committed tyranny throughout the earth. But He sends [it] down in an amount which He wills. Indeed He is, of His servants, Acquainted and Seeing.", "id": "Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4299", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4299.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4299.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain itu, kemurahan Allah adalah di bentangkannya rezeki bagi hamba-hamba-Nya. Allah menyatakan bahwa sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya dengan berbagai kenikmatan dan anugerah, baik yang bersifat materi maupun non-materi niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di muka bumi dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari ajaran Allah dan tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Ini sudah menjadi tabiat manusia pada umumnya. Dan tetapi Dia menurunkan rezeki-rezeki-Nya dengan ukuran tertentu yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti tentang hal-hal yang mendetail terhadap semua keadaan hamba-hamba-Nya, Maha Melihat terhadap apa yang mereka lakukan dan terima.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia tidak akan memberi hamba-Nya rezeki yang berlimpah-limpah, jika pemberian itu bisa membawa mereka kepada keangkuhan dan ketakaburan, sebagaimana firman Allah:\n\nSekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup. (al-'Alaq/96: 6-7)\n\nAllah memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya dengan kadar tertentu, sesuai dengan kehendak dan selaras dengan kebijaksanaan-Nya. Dengan sifat rahman Allah, Dia tetap memberikan rezeki meskipun orang itu tidak beriman bahkan ketika manusia melupakan Tuhannya, saat itulah Allah melimpahkan lebih banyak lagi rezekinya. Apabila mereka tetap tidak bersyukur, dan larut dalam kesenangan, barulah Allah menjatuhkan azabnya sebagaimana firman Allah:\n\nMaka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. (al-An'am/6: 44)\n\nBerdasarkan penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa kekayaan seseorang bukan indikator bahwa Allah sayang kepadanya, tetapi kekayaan justru menjadi batu ujian bagi keimanan seseorang. Contoh bagaimana sikap seseorang terhadap kekayaannya, dapat dilihat apakah dia menggunakannya untuk memberi manfaat bagi dirinya dan orang lain, karena keterlibatan hak orang lain pada kekayaannya dan sebagai tanda bersyukur kepada sang pemberi kekayaan, atau dia menggunakan kekayaan itu hanya untuk kesenangan dirinya dan mengklaim bahwa kekayaannya diperoleh melalui usahanya sendiri, sehingga lupa kepada Allah yang memberi kekayaan. Allah berfirman:\n\nDan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar. (al-Anfal/8: 28)\n\nDalam hal ini, Karun dan Fir'aun menjadi contoh nyata, karena kekayaan dan kejayaannya menyebabkan keduanya sombong kepada Allah. \n\nAbu Hani' al-Khaulani berkata, \"Saya mendengar 'Amr bin Khurait dan lainnya mengatakan bahwasanya ayat ini (ayat 27 ini) diturunkan kepada ahlusuffah (penghuni beranda masjid Nabi di Medinah); mereka berangan-angan memiliki harta benda (yang bertumpuk-tumpuk), mereka mengangankan kemegahan dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 4300, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u062b\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0646\u064e\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0634\u064f\u0631\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee yunazzilul ghaisa mim ba'di maa qanatoo wa yanshuru rahmatah; wa Huwal Waliyyul Hameed" } }, "translation": { "en": "And it is He who sends down the rain after they had despaired and spreads His mercy. And He is the Protector, the Praiseworthy.", "id": "Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4300", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4300.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4300.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hal lain yang menunjukkan kemurahan Allah adalah Dialah yang menurunkan hujan dari langit setelah mereka berputus asa untuk mendapatkan air bagi kebutuhan mereka dan untuk menghadapi ke keringan yang berkepanjangan, dan Dia juga menyebarkan rahmat-Nya itu kepada semua makhluk-Nya sehingga semuanya dapat menikmati dan memperoleh manfaatnya. Dan Dialah Maha Pelindung bagi semua makhluk-Nya dari segala yang membahayakan mereka, Maha Terpuji atas segala rahmat, tindakan, dan kebijaksanaan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit, membantu mereka yang telah berputus asa karena air yang diharapkan datang dari langit tak kunjung datang. Dia-lah yang memberi berkah hujan itu dan mendatangkan manfaat yang banyak serta menjadikan tanah subur. Dia-lah yang menguasai urusan hamba-Nya, memberikan mereka maslahat. Dia-lah yang wajib dipuji atas rahmat yang telah dikaruniakan kepada mereka.\n\nQatadah berkata, \"Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada 'Umar bin al-Khaththab, \"Hujan tidak turun, manusia sudah putus asa wahai Amirul Mukminin.\" Umar menjawab, \"Engkau sekalian akan dikaruniai hujan,\" lalu beliau membaca ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4301, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 421, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u062b\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatihee khalqus samaawaati wal ardi wa maa bassa feehimaa min daaabbah; wa Huwa 'alaa jam'ihim izaa yashaaa'u Qadeer" } }, "translation": { "en": "And of his signs is the creation of the heavens and earth and what He has dispersed throughout them of creatures. And He, for gathering them when He wills, is competent.", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia kehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4301", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4301.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4301.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah wahai seluruh manusia bahwa di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dengan segala perhiasannya dan bumi yang terhampar dengan aneka macam isinya, yang kesemuanya di ciptakan dengan bentuk dan sistem yang sangat teliti. Dan juga menjadi tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa untuk mengumpulkan mereka semuanya apabila Dia kehendaki, di mana pun atau kapan pun.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa sebagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya ialah diciptakan-Nya langit dan bumi serta apa yang tersebar pada keduanya seperti binatang yang melata dan bergerak termasuk manusia, jin, dan semua hewan dengan berbagai bentuk dan corak serta warnanya. \n\nAllah kuasa mengumpulkan manusia di hari kemudian, baik yang datang lebih dulu maupun yang datang kemudian, begitu juga makhluk yang lain; di Padang Mahsyar kemudian Dia akan memberikan balasan kepada mereka dengan seadil-adilnya. Sebagaimana firman Allah:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka. (al-Kahf/18: 47)\n\nApabila diperhatikan ayat di atas, kita merasa bahwa Allah sedang menjelaskan mengenai adanya makhluk hidup lain di luar angkasa. Sebelum membahas ayat di atas, perlu disimak terlebih dahulu ayat terkait di bawah:\n\nDan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang bepikir. (al-Jatsiyah/45: 13)\n\nAyat di atas menyebutkan kata \"menundukkan\". Kata tersebut dapat diinterpretasikan bahwa manusia dapat memanfaatkan benda-benda langit, seperti planet dan bintang. Contohnya adalah bulan dan matahari yang mempunyai orbit yang teratur. Keteraturan orbit ini digunakan manusia untuk membuat penanda waktu atau penanggalan dan hal-hal lain untuk keperluan hidupnya. Contoh lain adalah mengenai datangnya besi dari luar angkasa yang secara jelas dinyatakan pada Surah al-hadid/57: 25. \n\nSecara jelas disebutkan bahwa Allah telah menciptakan galaksi, planet dan bintang dan benda langit lainnya, dan menyebarkan padanya, di antaranya, makhluk hidup sebagai hasil ciptaan-Nya. Artinya, sangatlah memungkinkan bahwa Dia mengirimkan ciptaan dari satu planet ke planet lainnya. Demikian pula halnya dengan dua ayat lain yang membahas mengenai binatang ternak yang diturunkan dari ruang angkasa (al-An'am/6:143 dan az-Zumar/39: 6)\n\nDari sudut ilmu pengetahuan, banyak pembuktian mengarah pada apa yang dijelaskan Al-Qur'an. Pada tanggal 7 Agustus 1996, para peneliti NASA (badan antariksa Amerika Serikat) mengumumkan akan adanya temuan kehidupan mikroskopis di planet Mars tiga miliar tahun yang lalu. Walaupun banyak yang menentang teori ini, namun temuan pesawat ruang angkasa Galileo akan adanya laut yang berwarna merah di bawah lapisan es di satelit planet Jupiter, Europe, sangat menjanjikan. Dalam waktu dekat akan terjawab pertanyaan tertua yang selalu tertanam dalam benak manusia: \"Apakah ada makhluk hidup di atas sana? Ataukah kita yang ada di dunia ini adalah satu-satunya makhluk hidup di alam raya?\"\n\nApabila memang ada kehidupan di atas sana, maka di manakah mereka dapat ditemukan. Tebakan kita pertama adalah di planet-planet yang ada di sana. Di \"bumi-bumi\" yang ada pada galaksi-galaksi yang ada di alam semesta. Ini dicerminkan secara Quranik pada Surah ath-thalaq/65: 12 yang menyatakan, \"Allah yang menciptakan tujuh langit dan bumi seperti mereka ......\" Dengan demikian, karena terdapat jutaan galaksi, maka Allah juga menciptakan miliaran bumi, tersebar di alam semesta. Sedangkan kata \"bumi\" yang digunakan di sini menunjukkan planet yang mempunyai kehidupan. Dengan berpegang pada pernyataan Al-Qur'an dan sedikit bukti yang diperoleh ilmu pengetahuan, kita sampai pada satu kesimpulan bahwa makhluk di luar angkasa memang ada.\n\nPertanyaan selanjutnya, apakah kita akan dapat menemukannya? Allah memberikan indikasinya pada Surah Fussilat/41: 53 \"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat-ayat) Kami di segenap ufuk ....\". Indikasi ini memberikan harapan bahwa pada suatu waktu kita akan dapat bertemu dengan kehidupan extraterestrial, termasuk di dalamnya makhluk yang cerdas." } } }, { "number": { "inQuran": 4302, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0646 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maaa asaabakum mim museebatin fabimaa kasabat aydeekum wa ya'foo 'an kaseer" } }, "translation": { "en": "And whatever strikes you of disaster - it is for what your hands have earned; but He pardons much.", "id": "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4302", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4302.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4302.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu, Allah telah menunjukkan beberapa kebaikan sebagai anugerah yang bersumber dari-Nya. Pada ayat ini, Allah menyatakan bahwa musibah yang kamu peroleh adalah akibat perbuatanmu sendiri. Allah berfirman, “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu, kapan dan di manapun, adalah di sebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Itu semua karena kecerobohan, kesalahan, dan kemaksiatan yang kamu lakukan sendiri, dan walaupun begitu, Allah tetap memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu itu.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa apa yang menimpa manusia di dunia berupa bencana penyakit dan lain-lainnya adalah akibat perbuatan mereka sendiri, perbuatan maksiat yang telah dilakukannya dan dosa yang telah dikerjakannya sebagaimana sabda Nabi saw:\n\n'Ali berkata, \"Maukah kalian aku beritahukan mengenai ayat yang sangat utama dalam Al-Qur'an sebagaimana Nabi saw sampaikan kepada kami.(Nabi saw membacakan firman Allah)\"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak(dari kesalahan-kesalahannya).\"Wahai 'Ali , aku akan menjelaskan ayat ini kepadamu, \"Musibah apa pun yang menimpa kamu\" yaitu dari penyakit dan siksaan atau bencana di dunia, \"disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri\" (Riwayat Ahmad)\n\nTidaklah suatu keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, kezaliman, kesempitan, bahkan sepotong duri pun yang menusuk seorang muslim, melainkan dengan hal itu Allah menghapus dosa-dosanya. (Riwayat al-Bukhari)\n\nDatangnya penyakit atau musibah adalah disebabkan ulah manusia itu sendiri. Tetapi di sisi lain penyakit atau musibah itu dapat menghapus dosa seperti hadis di atas. Hal itu tergantung kepada cara manusia menyikapi, apakah dengan bersabar atau berputus asa. \n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah mengampuni sebagian besar dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat hamba-Nya sebagai satu rahmat besar yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya, karena kalau tidak, niscaya manusia akan dihancurkan sesuai dengan timbunan dosa yang telah diperbuat mereka, sebagaimana firman Allah:\n\nDan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. (an-Nahl/16: 61)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. (Fathir/35: 45)" } } }, { "number": { "inQuran": 4303, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 25, "page": 486, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maaa antum bimu'jizeena fil ardi wa maa lakum min doonil laahi minw wa liyyinw wa laa naseer" } }, "translation": { "en": "And you will not cause failure [to Allah] upon the earth. And you have not besides Allah any protector or helper.", "id": "Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari siksaan Allah) di bumi, dan kamu tidak memperoleh pelindung atau penolong selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4303", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4303.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4303.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan meskipun kamu memiliki kekuatan yang sangat besar, kamu tidak akan dapat melepaskan diri dari siksaan Allah, jika Allah menurunkannya untuk kalian di bumi, dan kamu tidak akan pernah memperoleh pelindung yang dapat melindungi kamu dari azab itu atau penolong yang dapat menolong kamu dari bahaya apa pun yang akan menimpamu selain Allah.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa manusia itu tidak akan dapat melepaskan diri dan tidak akan dapat mengelak dari azab Allah di dunia ini dan di mana pun mereka berada. Mereka tidak akan memperoleh pelindung, karena hanya Allah yang akan dapat melindungi mereka dari azab yang akan menimpa mereka akibat maksiat yang telah diperbuatnya. Mereka tidak akan mendapat penolong selain dari Allah apabila mereka mendapat azab. Oleh karena itu, selayaknya manusia menjauhkan diri dari maksiat dan tidak menyalahi perintah-Nya karena tidak ada seorang pun yang dapat menolak azab Allah, apabila Dia telah menjatuhkan azab kepada hamba-Nya. Kalau manusia yang bergelimang dosa itu tidak diazab di dunia, jangan dikira bahwa itu adalah karena kekuasaan atau keperkasaan seseorang, tetapi adalah karena Allah menghendaki yang demikian itu agar mereka mendapat siksaan lebih keras dan lebih pedih di akhirat, sebagaimana firman Allah:\n\nDan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan. (Ali 'Imran/3: 178)" } } }, { "number": { "inQuran": 4304, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa min Aayaatihil ja waarifil bahri kal a'lam" } }, "translation": { "en": "And of His signs are the ships in the sea, like mountains.", "id": "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4304", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4304.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4304.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal yang beraneka macam yang berlayar di laut dengan aneka muatan dan penumpang di dalamnya, bagaikan gunung-gunung yang menjulang tinggi.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa sebagian dari tanda-tanda kekuasaan, kebesaran dan keperkasaan-Nya ialah ditundukkan-Nya laut bagi manusia hingga kapal bisa berlayar di laut laksana gunung besar atau satu perkampungan di atas air.\n\nAyat ini mengibaratkan kapal-kapal berlayar seperti gunung-gunung. Ayat ini mengisyaratkan pula, bahwa sesungguhnya gunung-gunung itu juga bergerak, sesuatu yang sulit dicerna bagi orang awam, namun sesuatu yang sudah diterima dalam ilmu geologi. Seperti sering dikatakan oleh para ahli geologi bahwa gunung-gunung sesungguhnya mengapung seperti laiknya kapal-kapal mengapung di samudra. Dalam ayat ini, Allah justru memperlihatkan bahwa kapal yang berlayar itu ibarat gunung, yang bagi orang awam tentu sulit memahaminya. Bagi orang awam gunung-gunung itu tampak diam. Gunung-gunung (dalam hal ini sebagai bagian kontinen/benua) pada kenyataannya memang mengapung di atas astenosfer dan bergerak seperti halnya kapal yang berlayar (lihat penjelasan pada Juz 20, An-Naml/27: 88). Seperti diketahui baru pada dekade tahun enampuluhan abad ke-20 teori apungan benua, yang cikal bakalnya sudah dimulai pada awal abad 20, bersama teori pemekaran tengah samudra melandasi teori tektonik lempeng ditemukan para ilmuwan." } } }, { "number": { "inQuran": 4305, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0623\u0652 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0643\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0643\u0650\u062f\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0638\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0635\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Iny yashaaa yuskinir reeha fa yazlalna rawaakida 'alaa zahirh; inna fee zaalika la Aayaatil likulli sabbaarin shakoor" } }, "translation": { "en": "If He willed, He could still the wind, and they would remain motionless on its surface. Indeed in that are signs for everyone patient and grateful.", "id": "Jika Dia menghendaki, Dia akan menghentikan angin, sehingga jadilah (kapal-kapal) itu terhenti di permukaan laut. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang selalu bersabar dan banyak bersyukur," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4305", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4305.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4305.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika Dia, Allah, menghendaki, Dia akan menghentikan angin yang mendorong kapal-kapal itu dalam pelayarannya, sehingga jadilah kapal-kapal itu terhenti, tidak akan bergerak, dan tidak pula akan dapat berlayar di permukaan laut hingga sampai ke tempat tujuannya. Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu berhenti dan berlayarnya kapal itu, terdapat tanda-tanda ke kuasaan Allah bagi orang yang selalu bersabar menerima musibah dan kesulitan dan banyak bersyukur menerima ke nikmatan dan ke senangan yang di anugerahkan Allah,", "long": "Seandainya Allah menghendaki kapal yang berlayar tadi tidak dapat berlayar lagi, maka Dia akan menahan angin yang mendorong kapal tadi bergerak dan berlayar, dan tinggallah kapal itu tetap di permukaan air tidak dapat maju atau mundur. \n\nOrang-orang yang dapat mengerti dan menyadari hal ini ialah orang-orang yang mempunyai pandangan luas, sabar dan patuh kepada perintah Allah senantiasa mensyukuri nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya. Adanya bencana yang terjadi pada suatu tempat berupa gempa bumi, tanah longsor, ombak yang menghanyutkan dan membinasakan, dan lain-lain dianggap oleh sebagian orang hanya kejadian alam yang tidak ada hubungan sedikit pun dengan kekuasaan Allah. Firman Allah:\n\nDan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling daripadanya. (Yusuf/12: 105)\n\nAyat ini merupakan kelanjutan ayat sebelumnya (asy-Syura/42: 32), bahwa setelah berhasil mengapung di atas air, kapal tradisional memerlukan energi angin sebagai penggerak. Dengan adanya angin kapal layar dapat terdorong dan dengannya dapat pula dikendalikan melalui penggunaan layar dan kemudi. Apabila hembusan angin terhenti maka praktis kapal tidak dapat bergerak. Dengan tidak adanya angin gelombang laut pun akan terhenti pula." } } }, { "number": { "inQuran": 4306, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0628\u0650\u0642\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Aw yoobiqhunna bimaa kasaboo wa ya'fu 'an kaseer" } }, "translation": { "en": "Or He could destroy them for what they earned; but He pardons much.", "id": "atau (Dia akan) menghancurkan kapal-kapal itu karena perbuatan (dosa) mereka, dan Dia memaafkan banyak (dari mereka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4306", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4306.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4306.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau Dia akan menghancurkan kapal-kapal itu bersama dengan muatan dan penumpang yang ada di dalamnya dengan cara mengirimkan badai yang sangat besar karena pelanggaran dan perbuatan dosa yang mereka lakukan. Dan Dia memaafkan banyak dari mereka dan dosa-dosa mereka.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa selain Allah kuasa menahan angin sehingga kapal itu tidak dapat beranjak dari tempatnya, Dia juga kuasa menghancurkan kapal itu dengan mengirimkan angin topan yang menjadikan kapal yang berlayar itu oleng, tak menentu arah yang ditempuh, tak akan sampai ke sasaran yang dituju, akhirnya tenggelam ke dasar laut akibat penumpangnya yang bergelimang dosa. Tetapi, yang demikian itu jarang terjadi karena Allah telah memberi maaf dan mengampuni sebagian besar dari mereka, sehingga mereka selamat dalam perjalanannya mengarungi laut yang luas ke tempat yang dituju." } } }, { "number": { "inQuran": 4307, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0635\u064d", "transliteration": { "en": "Wa ya'lamal lazeena yujaadiloona feee Aayaatinaa maa lahum mim mahees" } }, "translation": { "en": "And [that is so] those who dispute concerning Our signs may know that for them there is no place of escape.", "id": "dan agar orang-orang yang membantah tanda-tanda (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka tidak akan memperoleh jalan keluar (dari siksaan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4307", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4307.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4307.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Semua kebesaran dan kekuasaan Kami itu,” kata Allah, “Ditunjukkan kepada mereka agar orang-orang yang selalu membantah tanda-tanda kekuasaan Kami mengetahui dan menyadari bahwa mereka berada di bawah kekuasaan Kami dan tidak akan memperoleh jalan keluar dan menghindarkan diri dari siksaan Kami.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa hal-hal yang telah digambarkan di atas itu menunjukkan kekuasaan dan keperkasaan-Nya; kiranya orang-orang yang selalu membantah dan tidak mau mengakui kekuasaan Allah dapat menyadari bahwa yang dapat memberikan manfaat dan mendatangkan mudarat tidak lain hanyalah Allah dan kalau Dia menghendaki, maka tidak seorang pun yang dapat menghindar atau luput dari azab yang telah ditetapkannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4308, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa ooteetum min shai'in famataa'ul hayaatid dunyaa wa maa 'indal laahi khairunw wa abqaa lillazeena aamanoo wa 'alaa Rabbihim yatawakkaloon" } }, "translation": { "en": "So whatever thing you have been given - it is but [for] enjoyment of the worldly life. But what is with Allah is better and more lasting for those who have believed and upon their Lord rely", "id": "Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4308", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4308.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4308.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesuatu apa pun yang di berikan kepadamu dari ke nikmatan lahiriah, seperti rezeki harta atau ke nikmatan lain yang di peroleh di dunia ini, maka itu adalah ke senangan hidup di dunia yang di nikmati buat sementara, tidak kekal abadi. Sedangkan apa, yaitu ke nikmatan, yang ada di sisi Allah, yang di anugerahkan kepadamu sebagai balasan atas segala kebaikan yang telah di lakukan di dunia lebih baik dari semua ke nikmatan lahiriah duniawi itu dan lebih kekal di nikmati bagi orang-orang yang beriman. Ke nikmatan duniawi akan berakhir karena kematian dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal, yaitu berserah diri dan menyerahkan segala urusannya setelah mengusahakannya dengan segala kemampuannya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kesenangan hidup manusia baik berupa kekayaan, rezeki harta yang bertumpuk, maupun keturunan dan lain-lain adalah kesenangan yang tidak berarti dan kurang bernilai karena bagaimana pun menumpuknya harta, waktu untuk memilikinya terbatas. Pada waktunya nanti akan berpisah karena kalau bukan manusia yang meninggalkannya, maka benda-benda itu sendiri yang akan meninggalkan manusia, sedangkan pahala dan nikmat yang ada pada sisi Allah jauh lebih baik dibandingkan dengan kesenangan dan kemegahan dunia itu, karena apa yang ada di sisi Allah kekal dan abadi, sedangkan kesenangan dunia semuanya fana dan akan lenyap. Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa kesenangan yang kekal dan abadi itu hanya untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang bertawakal dan berserah diri kepada Tuhan yang telah memelihara dan berbuat baik kepada mereka.\n\nAl-Qurthubi dalam tafsirnya menukil riwayat dari 'Ali yang mengatakan bahwa ketika Abu Bakar mengumpulkan harta dari Bani Murrah beliau mendermakan seluruh uang tersebut untuk kebaikan karena mengharapkan keridaan Allah. Perbuatannya tersebut dicela oleh orang-orang musyrikin sedangkan orang-orang kafir menyalahkan tindakannya, maka turunlah ayat 36 dan 37 surah ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4309, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0636\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena yajtaniboona kabaaa'iral ismi wal fawaa hisha wa izaa maa ghadiboo hum yaghfiroon" } }, "translation": { "en": "And those who avoid the major sins and immoralities, and when they are angry, they forgive,", "id": "dan juga (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah segera memberi maaf," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4309", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4309.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4309.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan juga kenikmatan-kenikmatan ukhrawi itu lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah yang disebabkan oleh karena perbuatan buruk yang di lakukan oleh orang lain terhadap mereka, segera memberi maaf atas kesalahannya itu.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa yang akan memperoleh kesenangan yang abadi di akhirat nanti ialah orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina dan mencuri, serta menghindarkan hal-hal yang tidak dibenarkan syarak, akal sehat, dan akhlak mulia baik berupa ucapan maupun berupa perbuatan. Begitu juga orang-orang yang apabila amarahnya timbul, mereka diam menahan amarahnya, memaafkan orang yang menyebabkan kemarahannya dan tidak ada dalam batinnya sedikit pun rasa dendam. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw tidak pernah membela kepentingan dirinya kecuali apabila hukum-hukum Allah dilanggar dan dihinakan. \n\nSifat pemaaf adalah sifat yang dekat kepada takwa dan memang diperintah Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\nPembebasan itu lebih dekat kepada takwa. (al-Baqarah/2: 237)\n\nDan firman-Nya:\n\nJadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (al-A'raf/7: 199)" } } }, { "number": { "inQuran": 4310, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0648\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeenas tajaaboo li Rabbhim wa aqaamus Salaata wa amruhum shooraa bainahum wa mimmaa razaqnaahum yunfiqoon" } }, "translation": { "en": "And those who have responded to their lord and established prayer and whose affair is [determined by] consultation among themselves, and from what We have provided them, they spend.", "id": "dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4310", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4310.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4310.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menjelaskan kenikmatan ukhrawi yang diperoleh oleh orang-orang yang menghindarkan diri dari perbuatan dosa besar. Ayat ini juga menerangkan bahwa kenikmatan ukhrawi yang lebih baik dan lebih kekal itu juga akan diperoleh oleh orang-orang yang menerima seruan Tuhan mereka. Dan kenikmatan ukhrawi itu akan di anugerahkan pula kepada orang-orang yang menerima dan mematuhi seruan Tuhan melalui para rasul dan wahyu-wahyu yang di sampaikan kepada mereka dan orang-orang yang melaksanakan salat, sebagai salah satu kewajiban yang diwajibkan kepada mereka, sedang urusan mereka yang berkaitan dengan persoalan dunia dan kemaslahatan kehidupan mereka, diputuskan dengan musyawarah antara mereka. Dan yang juga menerima kenikmatan ukhrawi itu adalah mereka yang menginfakkan di jalan Allah dengan tulus dan ikhlas sebagian dari rezeki mereka, baik dalam bentuk harta maupun lainnya yang Kami berikan kepada mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyambut baik panggilan Allah kepada agama-Nya seperti mengesakan dan menyucikan Zat-Nya dari penyembahan selain Dia, mendirikan salat fardu pada waktunya dengan sempurna untuk membersihkan hati dari iktikad batil dan menjauhkan diri dari perbuatan mungkar, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, selalu bermusyawarah untuk menentukan sikap di dalam menghadapi hal-hal yang pelik dan penting, kesemuanya akan mendapatkan kesenangan yang kekal di akhirat . Dalam ayat yang serupa, Allah berfirman:\n\nDan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. (Ali 'Imran/3: 159)\n\nDemikian pula menginfakkan rezeki di jalan Allah, membelanjakannya di jalan yang berguna dan bermanfaat bagi pribadi, masyarakat, nusa, dan bangsa. Mereka juga akan mendapatkan kesenangan yang kekal di akhirat. Dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. (al-Baqarah/2: 254)\n\nDan firman-Nya:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik. (al-Baqarah/2: 267)" } } }, { "number": { "inQuran": 4311, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064f \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena izaa asaabahumul baghyu hum yantasiroon" } }, "translation": { "en": "And those who, when tyranny strikes them, they defend themselves,", "id": "dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4311", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4311.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4311.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menjelaskan beberapa golongan yang akan mendapatkan kenikmatan ukhrawi dari Allah. Di dalam ayat ini, Allah memerintahkan untuk membela diri kepada orang-orang yang di zalimi. Dan orang-orang yang apabila mereka di perlakukan dengan zalim, yaitu tindakan yang melampaui batas oleh orang lain, mereka sendiri dengan segala kekuatan dan kemampuannya membela diri sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa di antara sifat orang-orang yang akan memperoleh kebahagiaan yang kekal abadi di akhirat ialah orang-orang yang apabila diperlakukan semena-mena oleh orang lain, ia akan membela diri dan membalas kepada orang yang menzaliminya tersebut, dengan syarat pembelaan diri tersebut tidak melampaui kezaliman yang menimpanya. Dalam pembelaan diri ini mereka akan mendapat pertolongan dari Allah, sebagaimana firman-Nya: \n\nDemikianlah, dan barang siapa membalas seimbang dengan (kezaliman) penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia dizalimi (lagi), pasti Allah akan menolongnya. (al-hajj/22: 60)" } } }, { "number": { "inQuran": 4312, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0641\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa jazaaa'u saiyi'atin saiyi'tum misluha faman 'afaa wa aslaha fa ajruhoo 'alal laah; innahoo laa yuhibbuz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And the retribution for an evil act is an evil one like it, but whoever pardons and makes reconciliation - his reward is [due] from Allah. Indeed, He does not like wrongdoers.", "id": "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4312", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4312.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4312.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan balasan dari suatu kejahatan apa pun adalah kejahatan yang setimpal dan seimbang dengan kejahatan itu demi mencapai keadilan, tetapi barang siapa memaafkan pelaku dan perbuatan zalim yang di lakukannya dan berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat itu, maka pahalanya akan di perolehnya dengan jaminan dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai, yaitu tidak melimpahkan rahmat-Nya, kepada orang-orang zalim.", "long": "Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa perbuatan membela diri yang dilakukan seseorang yang dianiaya orang lain hendaklah ditujukan kepada pelaku penganiayaan dan seimbang dengan berat ringannya penganiayaan tersebut. Tindakan balasan atau pembelaan diri yang berlebihan tidak dibenarkan agama, hal ini sesuai dengan firman Allah:\n\nBarang siapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. (al-Baqarah/2: 194)\n\nDi ayat lain Allah berfirman:\n\nDan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar. (an-Nahl/16: 126)\n\nDalam situasi saat ini orang-orang yang teraniaya oleh orang lain, mungkin tidak bisa langsung membela diri atau menuntut haknya kepada orang-orang yang menganiayanya karena berbagai keterbatasannya, maka ia bisa meminta pertolongan pihak-pihak berwajib yang bisa melakukan tindakan untuk membela haknya, seperti polisi, pengadilan dan sebagainya. Perlu diingatkan bahwa hak seseorang harus dipertahankan, jangan hanya berdiam diri ketika orang lain merampas haknya. Banyak hadis yang menerangkan tentang hak-hak seperti:\n\nSiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia adalah seorang yang syahid. Siapa yang terbunuh karena mempertahankan (keselamatan)nyawa, keluarga, dan agamanya, maka ia adalah seorang yang syahid. (Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidhi)\n\nSekalipun demikian, ayat ini juga menganjurkan untuk tidak membalas kejahatan orang lain, tetapi memaafkan dan memperlakukan dengan baik orang yang berbuat jahat kepada kita karena Allah akan memberikan pahala kepada orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain, selain itu memaafkan orang lain adalah penebus dosa. Firman Allah:\n\nDan luka-luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama). Barangsiapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. (al-Ma'idah/5: 45)\n\nAyat 40 ini ditutup dengan satu penegasan bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim yang melampaui batas di dalam melakukan pembalasan atas kejahatan yang pernah dialaminya." } } }, { "number": { "inQuran": 4313, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0646\u062a\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Wa lamanin tasara ba'da zulmihee fa ulaaa'ika maa 'alaihim min sabeel" } }, "translation": { "en": "And whoever avenges himself after having been wronged - those have not upon them any cause [for blame].", "id": "Tetapi orang-orang yang membela diri setelah dizalimi, tidak ada alasan untuk menyalahkan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4313", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4313.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4313.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi orang-orang yang telah berusaha membela diri mereka setelah di zalimi, tidak ada alasan untuk menyalahkan dan mengecam mereka.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang yang berbuat sesuatu karena membela diri dari satu penganiayaan atau suatu kejahatan yang menimpanya, tidak ada jalan untuk menuntutnya dari sisi hukum dan ia tidak berdosa karena dia melakukannya berdasarkan hak. Tetapi orang-orang yang berbuat zalim, berbuat kejahatan di muka bumi dan melampaui batas dalam memberikan pembalasan, mereka itulah yang dapat dituntut dan akan mendapat azab dan siksa yang pedih di akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 4314, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innamas sabeelu 'alal lazeena yazlimoonan naasa wa yabghoona fil ardi bighairil haqq; ulaaa'ika lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "The cause is only against the ones who wrong the people and tyrannize upon the earth without right. Those will have a painful punishment.", "id": "Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksa yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4314", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4314.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4314.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya jalan untuk menyatakan kesalahan dan perbuatan dosa hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa mengindahkan kebenaran. Mereka itu mendapat siksa yang pedih atas perbuatan mereka di hari akhirat kelak.", "long": "Dalam ayat ini Allah menolak tuduhan kaum musyrik Mekah bahwa Muhammad saw itu mengada-adakan dusta terhadap Allah. Ini adalah perbuatan yang amat buruk. Seandainya Allah menghendaki, tentu Dia dapat mengunci mati hatimu karena perbuatan semacam itu, tidak dilakukan kecuali oleh orang musyrikin.\n\nTetapi sunah Allah telah berlaku dan akan terus berlaku bahwa Dia selalu menghancurkan dan menghapuskan yang batil serta menguatkan yang hak dan menanamkan hakikat yang hak itu di kalangan manusia sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Itulah sebabnya agama yang dibawa oleh Muhammad saw hari demi hari makin bertambah kuat dan mantap, makin tersebar luas, serta semakin bertambah banyak penganutnya.\n\nAllah Maha Mengetahui semua yang tersimpan dalam hati, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, maka segala sesuatu terjadi berdasarkan ilmu Allah yang amat luas, meliputi segala sesuatu. Oleh sebab itu tuduhan mereka terhadap Nabi Muhammad yang dianggap telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah diketahui oleh-Nya dan telah dibuktikan ketidakbenarannya dalam ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4315, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 422, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u063a\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0632\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laman sabara wa ghafara inna zaalika lamin 'azmil umoor" } }, "translation": { "en": "And whoever is patient and forgives - indeed, that is of the matters [requiring] determination.", "id": "Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4315", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4315.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4315.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan tetapi, barang siapa bersabar terhadap kezaliman dengan tidak melakukan pembalasan atas kezaliman itu dan memaafkannya, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang sabar dan memaafkan perbuatan jahat yang dilakukan orang lain atas dirinya, sedangkan ia sanggup membalasnya, mereka itu telah melakukan sesuatu yang utama dan mereka itu berhak menerima pahala yang banyak. \n\nDiriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki mencaci maki Abu Bakar, sedangkan Nabi duduk bersamanya, tersenyum, begitu banyak caci maki itu sehingga Abu Bakar membalas caci maki tersebut. Kemudian Nabi marah dan bangun dari duduknya, lalu Abu Bakar mengikutinya dan berkata, \"Ya Rasulullah, dia telah mencaci makiku sedangkan engkau duduk (melihatnya), ketika aku membalas caci makinya engkau marah dan bangkit (meninggalkanku).\" Rasul kemudian menjawab, \"Sesungguhnya (ketika engkau dicaci) malaikat ada bersamamu membalas caci maki orang tersebut, ketika engkau membalas caci maki itu, hadirlah setan (disitu), maka aku tidak mau duduk bersama setan.\" Kemudian Rasul bersabda, Ya Abu Bakar, ada 3 hal yang semuanya benar, yaitu:\n\n1. Seorang hamba dianiaya, lalu dia memaafkan penganiayanya itu, maka ia akan dimuliakan Allah dan dimenangkan atas musuhnya.\n\n2. Seorang laki-laki yang memberikan suatu pemberian dengan maksud mengeratkan hubungan silaturahmi akan diberi Allah tambahan rezeki yang banyak.\n\n3. Orang-orang yang minta-minta dengan maksud memperkaya diri akan dikurangi Allah rezekinya." } } }, { "number": { "inQuran": 4316, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 25, "page": 487, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Wa mai yudlilil laahu famaa lahoo minw waliyyim mim ba'dih; wa taraz zaalimeena lammaa ra awul 'azaaba yaqooloona hal ilaa maraddim min sabeel" } }, "translation": { "en": "And he whom Allah sends astray - for him there is no protector beyond Him. And you will see the wrongdoers, when they see the punishment, saying, \"Is there for return [to the former world] any way?\"", "id": "Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu. Kamu akan melihat orang-orang zalim ketika mereka melihat azab berkata, “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4316", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4316.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4316.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah akibat kecenderungan dan keinginan hatinya untuk sesat, maka tidak ada baginya pelindung yang dapat melindunginya dari kesesatan itu sesudahnya, sesudah Allah memperlakukannya dengan perlakuan itu. Kamu, wahai Nabi Muhammad dan orang-orang beriman, akan melihat orang-orang zalim ketika mereka melihat azab yang akan di terimanya di akhirat kelak berkata, “Adakah kiranya jalan yang dapat mengantarkan kami untuk kembali ke alam dunia?”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apa yang dikehendaki-Nya pasti menjadi kenyataan dan tak seorang pun yang dapat menghalangi-Nya; sebaliknya apa yang tidak dikehendaki-Nya, tidak akan terjadi. Barang siapa yang telah diberi petunjuk oleh Allah tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang telah dibiarkan sesat oleh Allah, karena selalu berbuat kejahatan tidak akan ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk ke jalan yang benar, yang akan membantunya dia mencapai kebahagiaan dan keberuntungan. Firman Allah:\n\nDan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (al-Kahf/18: 17)\n\nOrang-orang kafir di akhirat nanti ketika melihat dan menyaksikan azab di depan matanya, berangan-angan bisa kembali lagi ke dunia untuk berbuat baik dan beriman. Mereka berkata, \"Apakah masih ada jalan bagi kami untuk kembali ke dunia?\" Andaikata mereka itu dapat kembali lagi ke dunia, mereka tidak juga akan beriman dan berbuat baik, mereka akan tetap saja melanggar larangan-larangan Allah. Hal ini digambarkan pula oleh Allah dalam ayat yang lain dengan firman-Nya:\n\nDan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, \"Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.\"Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta. (al-An'am/6: 27-28)" } } }, { "number": { "inQuran": 4317, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 25, "page": 488, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u064f\u0644\u0651\u0650 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0631\u0652\u0641\u064d \u062e\u064e\u0641\u0650\u064a\u0651\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa taraahum yu'radoona 'alaihaa khaashi'eena minazzulli yanzuroona min tarfin khaifiyy; wa qaalal lazeena aamanooo innal khaasireenal lazeena khasiroon anfusahum wa ahleehim Yawmal Qiyaamah; alaaa innaz zaalimeena fee'azaabim muqeem" } }, "translation": { "en": "And you will see them being exposed to the Fire, humbled from humiliation, looking from [behind] a covert glance. And those who had believed will say, \"Indeed, the [true] losers are the ones who lost themselves and their families on the Day of Resurrection. Unquestionably, the wrongdoers are in an enduring punishment.\"", "id": "Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4317", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4317.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4317.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kamu dan siapa pun yang hadir di tempat itu akan melihat mereka, orang-orang yang zalim, sedang dihadapkan ke neraka sebagai tempat penyiksaan yang abadi bagi mereka dalam keadaan tertunduk karena merasa hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu karena merasa sebentar lagi akan menerima siksaan api neraka. Dan orang-orang yang beriman berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi karena tidak beriman dan beramal saleh sewaktu di dunia ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal di dalam neraka.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa ketika orang-orang kafir ini dihadapkan ke neraka, mereka sangat takut dan merasa hina karena mereka tahu dan yakin bahwa itu adalah akibat dari pelanggaran-pelanggaran dan dosa yang telah dilakukannya, mereka mengetahui kebesaran serta kekuasaan Tuhan yang telah didurhakainya. Mereka tidak dapat menatap api neraka yang menyala-nyala itu, mereka melihatnya dengan lirikan mata yang penuh kelesuan, sama halnya dengan orang yang digiring untuk dibunuh ketika ia melihat pedang yang mengkilat yang akan menghabiskan nyawanya. Dia tidak akan mampu menatap pedang itu, tetapi dia melihatnya dengan lirik mata dan dalam keadaan lesu dan mencuri-curi penglihatan.\n\nDi kala itu orang-orang mukmin berkata, \"Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang telah menganiaya dirinya sendiri sehingga mereka dimasukkan ke dalam neraka dan tidak memperoleh sedikit pun nikmat dan kesenangan yang abadi di dalam surga; mereka dipisahkan dengan orang yang disayanginya, sahabat-sahabatnya, dan familinya.\" Ini adalah suatu kerugian yang tak ada taranya. \n\nPada akhir ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir akan berada dalam siksaan yang berkepanjangan yang tak ada habis-habisnya. Tidak ada jalan bagi mereka untuk lepas dan menghindar dari siksaan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4318, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 25, "page": 488, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0652\u0644\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana lahum min awliyaaa'a yansuroonahum min doonil laah; wa mai yudlilil laahu famaa lahoo min sabeel" } }, "translation": { "en": "And there will not be for them any allies to aid them other than Allah. And whoever Allah sends astray - for him there is no way.", "id": "Dan mereka tidak akan mempunyai pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah tidak akan ada jalan keluar baginya (untuk mendapat petunjuk)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4318", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4318.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4318.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, orang-orang yang rugi dan zalim itu, tidak akan mempunyai pelindung yang dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab di akhirat nanti selain Allah Yang Mahakuasa. Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah akibat kesesatannya, tidak akan ada jalan keluar baginya untuk mendapat petunjuk.\r\n\r\n \r\n Normal\r\n 0\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n false\r\n false\r\n false\r\n \r\n EN-US\r\n X-NONE\r\n AR-SA\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n \r\n\r\n\r\n /* Style Definitions */\r\n table.MsoNormalTable\r\n\t{mso-style-name:\"Table Normal\";\r\n\tmso-tstyle-rowband-size:0;\r\n\tmso-tstyle-colband-size:0;\r\n\tmso-style-noshow:yes;\r\n\tmso-style-priority:99;\r\n\tmso-style-parent:\"\";\r\n\tmso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;\r\n\tmso-para-margin-top:0cm;\r\n\tmso-para-margin-right:0cm;\r\n\tmso-para-margin-bottom:10.0pt;\r\n\tmso-para-margin-left:0cm;\r\n\tline-height:115%;\r\n\tmso-pagination:widow-orphan;\r\n\tfont-size:11.0pt;\r\n\tfont-family:\"Calibri\",sans-serif;\r\n\tmso-ascii-font-family:Calibri;\r\n\tmso-ascii-theme-font:minor-latin;\r\n\tmso-hansi-font-family:Calibri;\r\n\tmso-hansi-theme-font:minor-latin;}", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa seseorang tidak akan mendapat pertolongan dari siapa pun untuk menyelamatkan mereka dari siksa yang menimpa Mereka. Berhala-berhala yang pernah disembah mereka di dunia tidak dapat sama sekali memberi pertolongan, bahkan mustahil akan dapat membela mereka dan melepaskan mereka dari azab yang sedang menimpa mereka. Ayat 46 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa orang yang dibiarkan Allah sesat itu telah menjadi watak dan tabiat mereka akan selalu berbuat kejahatan, kerusakan dan pelanggaran-pelanggaran terhadap larangan agama; mereka tidak akan dapat lagi diperbaiki, tidak akan dapat lagi melakukan hal-hal yang hak dan benar di dunia ini, dan tidak akan dapat memasuki surga Jannatun Na'im di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 4319, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 25, "page": 488, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0644\u0652\u062c\u064e\u0625\u064d \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0643\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Istajeeboo li Rabbikum min qabli any yaatiya Yawmul laa maradda lahoo minal laah; maa lakum mim malja iny yawma'izinw wa maa lakum min nakeer" } }, "translation": { "en": "Respond to your Lord before a Day comes from Allah of which there is no repelling. No refuge will you have that day, nor for you will there be any denial.", "id": "Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (atas perintah dari Allah). Pada hari itu kamu tidak memperoleh tempat berlindung dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4319", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4319.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4319.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar kalian mendapat pertolongan dari Allah dan mendapat perlindungan dari-Nya, maka patuhilah seruan Tuhanmu dengan mengamalkan apa yang di perintahkan dan meninggalkan apa yang di larang sebelum datang dari Allah suatu hari, yaitu hari akhirat, yang tidak dapat ditolak kehadirannya oleh siapa pun karena ia datang atas perintah dari Allah. Pada hari itu kamu tidak memperoleh tempat berlindung kecuali iman dan amal saleh yang telah kamu lakukan dan tidak pula dapat mengingkari dosa-dosamu yang pernah kamu perbuat di dunia.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah memerintahkan agar manusia patuh dan taat serta menerima seruan Rasul-Nya, agama Allah yang disampaikan sebelum datang hari dimana tidak seorang pun dapat menahan, menolak dan menghalangi kedatangannya yaitu hari Kiamat. Pada hari itu mereka tidak mempunyai suatu tempat pun untuk berlindung yang akan menyelamatkan mereka dari kesusahan, dan mereka itu tidak dapat mengingkari kejahatan-kejahatan yang telah diperbuatnya di dunia, karena semuanya itu sudah tertera dengan jelas di dalam buku catatan amalan masing-masing dan lidah serta anggota tubuh mereka pun menjadi saksi. Bagaimana pun juga mereka tidak akan dapat melarikan diri dan menghindar dari kedahsyatan hari itu. Dalam hubungan ini Allah berfirman:\n\nPada hari itu manusia berkata, \"Ke mana tempat lari?\" Tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. (al-Qiyamah/75: 10-12)" } } }, { "number": { "inQuran": 4320, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 25, "page": 488, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Fa-in a'radoo famaaa arsalnaaka 'alaihim hafeezan in 'alaika illal balaagh; wa innaaa izaaa azaqnal insaana minnaa rahmatan fariha bihaa wa in tusibhum saiyi'atum bimaa qaddamat aydeehim fa innal insaana kafoor" } }, "translation": { "en": "But if they turn away - then We have not sent you, [O Muhammad], over them as a guardian; upon you is only [the duty of] notification. And indeed, when We let man taste mercy from us, he rejoices in it; but if evil afflicts him for what his hands have put forth, then indeed, man is ungrateful.", "id": "Jika mereka berpaling, maka (ingatlah) Kami tidak mengutus engkau sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Dan sungguh, apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat dari Kami, dia menyambutnya dengan gembira; tetapi jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar), sungguh, manusia itu sangat ingkar (kepada nikmat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4320", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4320.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4320.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika mereka berpaling, yaitu tidak mau menerima seruanmu untuk beriman, maka ingatlah, wahai Nabi Muhammad, Kami tidak mengutus engkau sebagai pengawas bagi mereka dengan memaksa mereka untuk beriman dan tidak pula mengharuskan mereka menerima seruanmu sehingga mereka beriman. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan risalah dan seruan Tuhanmu kepada mereka. Dan sungguh, apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, yaitu hal-hal yang menyenangkan dari Kami, dia menyambutnya dengan gembira; tetapi jika sebaliknya mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, niscaya mereka ingkar. Sungguh, manusia itu salah satu sifatnya adalah sangat ingkar kepada nikmat.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila Nabi Muhammad saw telah menunaikan tugas menyampaikan risalah menyeru orang-orang musyrik kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus, tetapi mereka itu tidak menyambut baik dan tidak mau menerimanya bahkan mereka itu tetap menolak dan berpaling dari kebenaran, maka hendaklah Rasul membiarkan sikap mereka tanpa perlu gusar dan cemas. Hal ini dikarenakan Rasul tidak diberi tugas mengawasi dan meneliti amal perbuatan orang-orang musyrik itu, tetapi dia hanya diberi tugas menyampaikan apa yang diturunkan dan diperintahkan Allah kepadanya. Apabila Nabi Muhammad saw telah melaksanakan kewajibannya, maka beliau sudah dianggap menunaikan misinya, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka). (ar-Ra'd/13: 40)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, (al-Gasyiyah/88: 21-22)\n\nDan firman-Nya pula:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272)\n\nSelanjutnya Allah menerangkan tabiat dan watak manusia yaitu apabila manusia itu diberi kekayaan, dikaruniai kesenangan hidup, kesejahteraan jasmani, perasaan aman sentosa, mereka senang dan gembira atas karunia tersebut, bahkan sering menimbulkan perasaan angkuh dan takabur. Tetapi sebaliknya apabila mereka ditimpa kemiskinan, penyakit, musibah yang bermacam-macam berupa banjir, kebakaran dan akibat dosa dan maksiat yang dikerjakannya, mereka mengingkari semua karunia yang telah diberikan Allah kepadanya, lupa akan karunia itu, malah mereka lupa mengerjakan kebaikan. Demikianlah sifat orang kafir dan tidak beriman kepada Allah. Berbeda dengan orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, mereka bersyukur, beriman dan beribadah semakin mantap. Apabila mereka tidak atau belum memperoleh karunia, mereka bersabar karena mereka percaya kepada ketentuan Allah; segala sesuatu dikembalikan kepada Allah, mereka menyesuaikan diri dengan firman Allah:\n\nDan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan. (al-Baqarah/2: 210)" } } }, { "number": { "inQuran": 4321, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 25, "page": 488, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u064a\u064e\u0647\u064e\u0628\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0625\u0650\u0646\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u064e\u0628\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u064f\u0643\u064f\u0648\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Lillaahi mulkus samaawaati wal ard; yakhluqu maa yashaaa'; yahabu limai yashaaa'u inaasanw wa yahabu limai yashaaa'uz zukoor" } }, "translation": { "en": "To Allah belongs the dominion of the heavens and the earth; He creates what he wills. He gives to whom He wills female [children], and He gives to whom He wills males.", "id": "Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4321", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4321.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4321.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya milik Allah-lah kewenangan untuk penciptaan dan pengaturan kerajaan langit dan bumi dengan kekuasaan-Nya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki sesuai dengan kehendak-Nya, walaupun yang di ciptakannya itu enggan menerimanya, memberikan anak-anak ber jenis kelamin perempuan saja, tanpa anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak-anak berjenis kelamin laki-laki saja, tanpa anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki. Demikianlah kekuasaan Allah kepada makhluk-Nya, tidak dapat mereka menolaknya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi, memiliki, berkuasa dan berbuat sekehendak-Nya terhadap apa yang ada di langit dan di bumi. Apa saja yang Dia kehendaki pasti terwujud dan menjadi kenyataan, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak terwujud. Dia memberikan nikmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Tidak seorang pun dapat menghalangi apa yang dikehendaki-Nya tidak seorang pun dapat memberikan nikmat kepada siapa yang tidak dikehendaki-Nya. Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya. Dia-lah yang memberikan keturunan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, memberikan keturunan anak laki-laki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberikan keturunan anak laki-laki dan perempuan, dan ada pula yang dijadikannya mandul, tidak memiliki keturunan, semua itu ada hikmahnya.\n\nSemuanya itu menunjukkan kemahakuasaan Allah yang tidak seorang pun dapat menentang-Nya. Dia berbuat sekehendak-Nya sesuai dengan kodrat-Nya dan tidak seorang pun yang sanggup merintangi-Nya atau turut membantu mengatur keinginan-Nya.\n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan, bahwa Allah Maha Mengetahui siapa-siapa yang layak dan berhak dianugerahi tiap-tiap macam karunia tersebut di atas. Dia Mahakuasa menciptakan apa yang dikehendaki dan berbuat sekehendak-Nya menurut kebijaksanaan dan ilmu-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4322, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 25, "page": 488, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 195, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0632\u064e\u0648\u0651\u0650\u062c\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0639\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Aw yuzawwijuhum zukraananw wa inaasanw wa yaj'alu mai yashaaa'u 'aqeemaa; innahoo 'Aleemun Qadeer" } }, "translation": { "en": "Or He makes them [both] males and females, and He renders whom He wills barren. Indeed, He is Knowing and Competent.", "id": "atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4322", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4322.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4322.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau, Dia mengkombinasikan mereka, yakni menggabungkan anak-anak itu, ada anak-anak berjenis laki-laki dan ada pula yang berjenis perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki mandul. Dia Maha Mengetahui segala hal yang terkait dengan persoalan-persoalan di atas, dan Mahakuasa atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi, memiliki, berkuasa dan berbuat sekehendak-Nya terhadap apa yang ada di langit dan di bumi. Apa saja yang Dia kehendaki pasti terwujud dan menjadi kenyataan, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak terwujud. Dia memberikan nikmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Tidak seorang pun dapat menghalangi apa yang dikehendaki-Nya tidak seorang pun dapat memberikan nikmat kepada siapa yang tidak dikehendaki-Nya. Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya. Dia-lah yang memberikan keturunan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, memberikan keturunan anak laki-laki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberikan keturunan anak laki-laki dan perempuan, dan ada pula yang dijadikannya mandul, tidak memiliki keturunan, semua itu ada hikmahnya.\n\nSemuanya itu menunjukkan kemahakuasaan Allah yang tidak seorang pun dapat menentang-Nya. Dia berbuat sekehendak-Nya sesuai dengan kodrat-Nya dan tidak seorang pun yang sanggup merintangi-Nya atau turut membantu mengatur keinginan-Nya.\n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan, bahwa Allah Maha Mengetahui siapa-siapa yang layak dan berhak dianugerahi tiap-tiap macam karunia tersebut di atas. Dia Mahakuasa menciptakan apa yang dikehendaki dan berbuat sekehendak-Nya menurut kebijaksanaan dan ilmu-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4323, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 25, "page": 488, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064d \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062d\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa kaana libasharin any yukallimahul laahu illaa wahyan aw minw waraaa'i hijaabin aw yursila Rasoolan fa yoohiya bi iznuhee maa yashaaa'; innahoo 'Aliyyun Hakeem" } }, "translation": { "en": "And it is not for any human being that Allah should speak to him except by revelation or from behind a partition or that He sends a messenger to reveal, by His permission, what He wills. Indeed, He is Most High and Wise.", "id": "Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4323", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4323.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4323.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu berbicara tentang kekuasaan Allah atas makhluk-makhluk-Nya. Ayat ini menjelaskan tentang wahyu Allah yang diturunkan kepada rasul. Dan tidaklah patut, yaitu tidak mungkin terjadi, bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara secara langsung kepadanya kecuali berupa wahyu yang di turunkan kepadanya atau pembicaraan yang disampaikannya dari belakang tabir, seperti yang di alami oleh Nabi Musa di Tur Sina atau dengan mengutus utusan, yakni malaikat Jibril lalu di wahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahasuci dari sifat-sifat yang dimiliki makhluk-Nya dan Mahabijaksana dalam menempatkan sesuatu secara proporsional sesuai dengan hikmah-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Allah tidak akan berkata-kata dengan hamba-Nya kecuali dengan salah satu dari tiga cara seperti berikut ini:\n\n1. Dengan wahyu, yakni Allah menanamkan ke dalam hati sanubari seorang nabi suatu pengertian yang tidak diragukannya bahwa yang diterimanya adalah dari Allah. Seperti halnya yang terjadi dengan Nabi Muhammad saw. Sabda beliau:\n\nSesungguhnya Ruhul Qudus telah menghembuskan ke dalam lubuk hatiku bahwasanya seseorang tidak akan meninggal dunia hingga dia menerima dengan sempurna rezeki dan ajalnya, maka bertakwalah kepada Allah dan berusahalah dengan cara yang sebaik-baiknya. (Riwayat Ibnu hibban)\n\n2. Di belakang tabir yakni dengan cara mendengar dan tidak melihat siapa yang berkata, tetapi perkataannya itu didengar, seperti halnya Allah berbicara dengan Nabi Musa, Firman Allah :\n\nDan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, \"Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.\" (Allah) berfirman, \"Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku. (al-A'raf/7: 143)\n\n3. Mengutus seorang utusan, yakni Allah mengutus Malaikat Jibril, maka utusan itu menyampaikan wahyu kepada siapa yang dikehendaki-Nya, sebagaimana halnya Jibril turun kepada Nabi Muhammad saw dan kepada nabi-nabi yang lain.\n\n'Aisyah meriwayatkan bahwa al-harits bin Hisyam bertanya kepada Nabi saw, \"Bagaimana cara wahyu datang kepadamu?\" Rasulullah saw menjawab, \"Terkadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng. Cara inilah yang sangat berat bagiku. Setelah ia berhenti, aku telah mengerti apa yang telah dikatakan-Nya; kadang-kadang malaikat mewujudkan dirinya kepadaku sebagai seorang laki-laki, lalu dia berbicara kepadaku, maka aku mengerti apa yang dibicarakannya\". Berkata 'Aisyah ra, sesungguhnya saya lihat Nabi ketika turun kepadanya wahyu di hari yang sangat dingin, kemudian setelah wahyu itu berhenti terlihat dahinya bercucuran keringat. (Riwayat al-Bukhari)\n\nAyat ini ditutup dengan penegasan bahwa Allah itu Mahatinggi lagi Mahasuci dari sifat-sifat makhluk ciptaan-Nya. Dia disebut menurut kebijaksanaan-Nya, berbicara dengan hamba-hamba-Nya, adakalanya tanpa perantara baik berupa ilham atau berupa percakapan dari belakang tabir." } } }, { "number": { "inQuran": 4324, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0631\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u062a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika awhainaaa ilaika rooham min amrinaa; maa kunta tadree mal Kitaabu wa lal eemaanu wa laakin ja'alnaahu nooran nahdee bihee man nashaaa'u min 'ibaadinaa; wa innaka latahdeee ilaaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And thus We have revealed to you an inspiration of Our command. You did not know what is the Book or [what is] faith, but We have made it a light by which We guide whom We will of Our servants. And indeed, [O Muhammad], you guide to a straight path -", "id": "Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4324", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4324.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4324.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, ruh, yaitu Al-Qur’an yang di turunkan dengan perantaraan Jibril dengan perintah Kami. Sebelumnya, yaitu sebelum Al-Qur’an itu di turunkan kepadamu, engkau tidaklah mengetahui apakah al-Kitab itu, yaitu Al-Qur’an dan apakah pula iman itu. Akan tetapi, Kami menjadikannya, yaitu Al-Qur’an itu, cahaya yang dapat menerangi dan menunjukkan jalan yang benar kepadamu. Dengan Al-Qur’an itu pula Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki untuk mendapat petunjuk di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau, wahai Nabi Muhammad, benar-benar membimbing manusia kepada jalan yang lurus, jalan yang Kami ridai.", "long": "Allah menerangkan bahwa sebagaimana Dia menurunkan wahyu kepada rasul-rasul terdahulu Dia juga menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad saw berupa Al-Qur'an sebagai rahmat-Nya. Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Muhammad saw sebelum mencapai umur empat puluh tahun dan berada di tengah-tengah kaumnya, belum tahu apa Al-Qur'an itu dan apa iman itu, dan begitu juga belum tahu apa syariat itu secara terperinci dan pengertian tentang hal-hal yang mengenai wahyu yang diturunkannya, tetapi Allah menjadikan Al-Qur'an itu cahaya terang benderang yang dengannya Allah memberi petunjuk kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya dan membandingkan kepada agama yang benar yaitu agama Islam. Sebagaimana firman Allah:\n\nDan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar Kitab (Al-Qur'an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir. (al-Qasas/28: 86)\n\nDan firman-Nya:\n\nKatakanlah, \"Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. (Fussilat/41: 44)\n\nFirman Allah:\n\nSungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus. (al-Isra'/17: 9)\n\nDengan cahaya Al-Qur'an itulah, Allah memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus yaitu agama yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 4325, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 423, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d7 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Siraatil laahil lazee lahoo maa fis samaawaati wa maa fil ard; alaaa ilal laahi taseerul umoor" } }, "translation": { "en": "The path of Allah, to whom belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. Unquestionably, to Allah do [all] matters evolve.", "id": "(Yaitu) jalan Allah yang milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, segala urusan kembali kepada Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4325", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4325.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4325.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu jalan Allah yang milik-Nyalah kewenangan dan kekuasaan terhadap apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, segala urusan kembali kepada Allah tanpa perantara, lalu Dia memberi ganjaran pahala kepada mereka yang telah melakukan kebajikan dan menghukum mereka yang telah berbuat dosa.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa jalan yang lurus itu ialah jalan yang telah disyariatkan Allah pemilik langit dan bumi serta penguasa keduanya, berbuat sekehendak-Nya, dan sebagai hakim yang tidak dapat digugat keputusan-Nya.\n\nAyat ini diakhiri dengan satu peringatan bahwa semua urusan makhluk pada hari Kiamat nanti dikembalikan kepada Allah tidak kepada yang lain. Maka ditempatkanlah setiap mereka itu pada tempat yang layak baginya, di surga atau di neraka. Firman Allah:\n\nDan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (Ali 'Imran/3: 109)" } } } ] }, { "number": 43, "sequence": 63, "numberOfVerses": 89, "name": { "short": "الزخرف", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0632\u062e\u0631\u0641", "transliteration": { "en": "Az-Zukhruf", "id": "Az-Zukhruf" }, "translation": { "en": "Ornaments of gold", "id": "Perhiasan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura. Dinamai Az Zukhruf (Perhiasan) diambil dari perkataan Az Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 surat ini. Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad s.a.w. adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi. Pangkat rasul dan nabi harus diberikan kepada orang yang kaya. Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4326, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u0645", "transliteration": { "en": "Haa-Meeem" } }, "translation": { "en": "Ha, Meem.", "id": "Ha Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4326", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4326.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4326.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hà Mìm. Kedua huruf ini termasuk huruf-huruf yang terletak pada permulaan sebagian dari surah-surah Al-Quran seperti: Alif Làm Mìm, Alif Làm Rà, Alif Làm Mìm Sàd, dan sebagainya. Di antara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena di pandang termasuk ayat-ayat mutasyabihat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surah, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al-Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al-Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Quran di turunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al-Quran itu.", "long": "Permulaan ayat ini terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah lainnya. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya silakan menelaah masalah ini pada \"Al-Qur'an dan Tafsirnya\" jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4327, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wal Kitaabil Mubeen" } }, "translation": { "en": "By the clear Book,", "id": "Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4327", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4327.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4327.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi al-kitab, demikian Allah bersumpah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yaitu Al-Quran yang nyata bersumber dari Allah, nyata ke istimewaannya, dan nyata uraian-uraiannya sehingga menjadi petunjuk bagi manusia.", "long": "Allah bersumpah, demi Kitab Suci Al-Qur'an yang menerangkan petunjuk dan hidayah, dan penjelasan hal-hal yang diperlukan manusia di dunia dan di akhirat untuk mencapai kebahagiaan. Barang siapa mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah digariskan di dalam Al-Qur'an, dia akan beruntung dan selamat, dan barang siapa yang menyimpang daripadanya, maka dia akan merugi dan sesat dari jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 4328, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa ja'alnaahu Quraanan 'Arabiyyal la'allakum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have made it an Arabic Qur'an that you might understand.", "id": "Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4328", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4328.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4328.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Kami menjadikannya, yaitu kitab yang nyata itu, sebagai Al-Qur’an, yaitu bacaan dalam bahasa Arab agar kamu mengerti pesan-pesannya dengan menggunakan akalmu.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab bukan dalam bahasa 'Ajam (bahasa-bahasa asing) karena yang akan diberi peringatan pertama kali adalah orang-orang Arab agar mereka mudah memahami pelajaran dan nasihat-nasihat yang terkandung di dalamnya, dan dengan mudah mereka dapat memikirkan arti dan maknanya. Dia tidak menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa 'Ajam agar tidak ada alasan bagi mereka untuk mengatakan bagaimana mereka dapat memahami isi Al-Qur'an karena bahasanya bukan bahasa Arab, bahasa kami, sebagaimana firman Allah:\n\nDan sekiranya Al-Qur'an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, \"Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?\" Apakah patut (Al-Qur'an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab? Katakanlah, \"Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. (Fussilat/41: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 4329, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa innahoo feee Ummil Kitaabi Ladainaa la'aliyyun hakeem" } }, "translation": { "en": "And indeed it is, in the Mother of the Book with Us, exalted and full of wisdom.", "id": "Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, benar-benar (bernilai) tinggi dan penuh hikmah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4329", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4329.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4329.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya dia, yaitu Al-Qur’an itu, di dalam Ummul-Kitàb, yaitu kitab induk atau Lauë Mahfùz, yang berada di sisi Kami dan ia benar-benar bernilai tinggi dan penuh hikmah di dalamnya.", "long": "Allah menerangkan kedudukan Al-Qur'an di Lauh Mahfudz bahwa ia telah ada dalam ilmu-Nya yang azali, amat tinggi nilainya karena dia mengandung rahasia-rahasia dan hikmah-hikmah yang menerangkan kebahagiaan manusia, dan petunjuk-petunjuk yang membawa mereka ke jalan yang benar. Hal ini sesuai dengan firman Allah:\n\nDan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia, dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfudz), tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam. (al-Waqi'ah/56: 77-80)" } } }, { "number": { "inQuran": 4330, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0646\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e \u0635\u064e\u0641\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afanadribu 'ankumuz Zikra safhan an kuntum qawmam musrifeen" } }, "translation": { "en": "Then should We turn the message away, disregarding you, because you are a transgressing people?", "id": "Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan ayat-ayat (sebagai peringatan) Al-Qur'an kepadamu, karena kamu kaum yang melampaui batas?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4330", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4330.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4330.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apakah dengan penolakan kamu terhadap Al-Qur’an yang Kami turunkan itu, wahai orang-orang kafir, akan menyebabkan Kami akan berhenti menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai peringatan kepa-damu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas karena kebejatan dan keingkaranmu terhadapnya? Sama sekali tidak. Kami tidak akan pernah berhenti menurunkannya.", "long": "Allah mencela kaum musyrik Mekah dengan mengatakan: Apakah Kami akan berhenti memperingatkan kamu dengan Al-Qur'an karena kamu sudah begitu mendalam dalam kekafiranmu, selalu meninggalkan perintah Kami dan melakukan larangan Kami? Tidak! Kami sekali-sekali tidak akan berbuat demikian, karena rahmat dan kasih sayang Kami kepadamu, meskipun kamu seharusnya dibinasakan, atau dibiarkan sesat sampai mati, karena perbuatanmu sudah keterlaluan dan melampaui batas.\n\nQatadah berkata, \"Sekiranya Al-Qur'an itu telah diangkat atau ditiadakan ketika ia ditolak orang-orang pertama dari umat terdahulu, maka pasti mereka binasa, tetapi Allah selalu memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada mereka dan Muhammad saw senantiasa menyeru mereka selama duapuluh tahun lebih menurut izin dan kehendak Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4331, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kam arsalnaa min Nabiyyin fil awwaleen" } }, "translation": { "en": "And how many a prophet We sent among the former peoples,", "id": "Dan betapa banyak nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4331", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4331.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4331.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang bernilai tinggi dan tidak akan pernah berhenti di turunkan walaupun mendapat penolakan dari orang-orang kafir, maka pada ayat ini Allah menegaskan bahwa sikap orang-orang musyik Mekah tidak beda dengan umat-umat sebelumnya, “Dan betapa banyak nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu sebelum engkau, wahai Nabi Muhammad, sikap umat-umat mereka tidak berbeda dengan sikap orang-orang musyrik Mekah yang kamu hadapi.”", "long": "Pada ayat ini Allah menghibur Rasul-Nya Muhammad saw yang sedang duka, karena ia didustakan oleh kaumnya, dan Allah memerintahkan kepadanya supaya dia bersabar. Tidak sedikit rasul yang telah diutus oleh Allah sejak dahulu diingkari dan diejek oleh kaumnya sebagaimana ia diingkari dan diejek pula.\n\nDemikianlah Sunatullah yang merupakan satu ketentuan dari Allah yang tidak dapat diubah lagi, sebagaimana firman Allah:\n\nSebagai sunah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (al-Ahzab/33: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 4332, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa yaateehim min Nabiyyin illaa kaanoo bihee yasahzi'oon" } }, "translation": { "en": "But there would not come to them a prophet except that they used to ridicule him.", "id": "Dan setiap kali seorang nabi datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4332", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4332.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4332.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara sikap mereka adalah bahwa setiap kali seorang nabi datang kepada mereka, mereka enggan menerima kehadirannya. Mereka memperlihatkan sikap-sikap yang buruk kepada para nabi itu dan selalu memperolok-olokkannya dengan berbagai macam olokan meskipun para nabi telah di dukung dengan berbagai bukti atas kebenaran dakwah mereka.", "long": "Pada ayat ini Allah menghibur Rasul-Nya Muhammad saw yang sedang duka, karena ia didustakan oleh kaumnya, dan Allah memerintahkan kepadanya supaya dia bersabar. Tidak sedikit rasul yang telah diutus oleh Allah sejak dahulu diingkari dan diejek oleh kaumnya sebagaimana ia diingkari dan diejek pula.\n\nDemikianlah Sunatullah yang merupakan satu ketentuan dari Allah yang tidak dapat diubah lagi, sebagaimana firman Allah:\n\nSebagai sunah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (al-Ahzab/33: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 4333, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0637\u0652\u0634\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ahlaknaaa ashadda minhum batshanw wa madaa masalul lawwaleen" } }, "translation": { "en": "And We destroyed greater than them in [striking] power, and the example of the former peoples has preceded.", "id": "Karena itu Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya di antara mereka dan telah berlalu contoh umat-umat terdahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4333", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4333.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4333.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena keingkaran dan penolakan mereka terhadap para nabi yang Kami utus itu, Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya di antara mereka tanpa mendapat kesulitan sedikit pun. Dan telah berlalu di sebutkan di dalam Al-Qur’an contoh dan perumpamaan umat-umat terdahulu yang Kami binasakan yang patut menjadi pelajaran bagi orang-orang musyrik Mekah.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia menghancurkan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul dan mereka tak dapat mengelak dan menghindar apabila bencana itu datang, padahal mereka jauh lebih kuat dan perkasa dibandingkan dengan kaum Nabi Muhammad saw. Yang demikian itu hendaknya menjadi perhatian umat Muhammad. Firman Allah:\n\nMaka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi. (Gafir/40: 82)\n\nAyat ini ditutup dengan satu peringatan kepada umat Muhammad bahwa ketentuan Allah yang berlaku pada umat yang mendustakan rasul, kiranya menjadi pelajaran bagi mereka karena tidak mustahil mereka itu juga akan ditimpa bencana sebagaimana halnya umat yang terdahulu itu. Firman Allah:\n\nMaka Kami jadikan mereka sebagai (kaum) terdahulu dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian. (az-Zukhruf/43: 56)\n\nAllah juga berfirman:\n\nItulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. (Gafir/40: 85)" } } }, { "number": { "inQuran": 4334, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa la'in sa altahum man khalaqas samaawaati wal arda la yaqoolunna khalaqa hunnal 'Azeezul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "And if you should ask them, \"Who has created the heavens and the earth?\" they would surely say, \"They were created by the Exalted in Might, the Knowing.\"", "id": "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Pastilah mereka akan menjawab, “Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4334", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4334.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4334.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya mereka sebenarnya menyadari tentang bukti kekuasaan Allah di alam ini, termasuk kekuasaan untuk membinasakan orang-orang yang ingkar terhadap utusan-utusan-Nya. Oleh karena itu, jika kamu menanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit yang demikian tinggi dan kukuh itu dengan bintang-bintang yang menghiasinya dan siapa pulakah yang menciptakan bumi yang indah dan terhampar luas dengan segala kenikmatan yang dapat dinikmati?” pastilah mereka secara spontan dan tanpa berpikir panjang akan menjawab, “Semuanya, yakni langit dan bumi dengan segala isi keduanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa terhadap sesuatu dengan kekuasaan-Nya, Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu yang diciptakan-Nya.”", "long": "Ayat ini ditujukan Allah kepada Rasul-Nya bahwa apabila dia bertanya kepada orang-orang musyrik kaumnya, siapakah yang menjadikan alam semesta seperti langit, bumi dan lainnya, mereka dengan tandas menjawab, bahwa semuanya itu diciptakan oleh Allah, Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui segalanya, tidak satu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Firman Allah:\n\nBagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit. (Ali 'Imran/3: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 4335, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 25, "page": 489, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u064e\u0647\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazee ja'ala lakumul arda mahdanw wa ja'ala lakum feehaa subulal la'allakum tahtadoon" } }, "translation": { "en": "[The one] who has made for you the earth a bed and made for you upon it roads that you might be guided", "id": "Yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap bagimu dan Dia menjadikan jalan-jalan di atas bumi untukmu agar kamu mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4335", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4335.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4335.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu banyak kekuasaan Allah yang ditunjukkan kepada manusia. Di antaranya adalah bahwa Dialah yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap yang mantap dan nyaman bagimu dan Dia pulalah yang menjadikan untukmu jalan-jalan yang banyak di atas bumi yang terhampar luas itu agar kamu mendapat petunjuk untuk menuju ke arah dan tujuan yang kamu inginkan dan untuk menuju ke tempat pembuktian ke-Esaan Allah.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan dan menyiapkannya bagi makhluk-Nya untuk tempat mereka menetap, berpijak dan mengayunkan kaki, diperlengkapi dengan jalan-jalan agar mereka dapat berkunjung dari satu tempat ke tempat yang lain, baik yang dekat maupun yang jauh untuk kepentingan hidup dan penghidupan, kepentingan ekonomi dan perdagangan, dan lain-lain. Sejalan dengan ayat ini firman Allah:\n\nBukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan. (an-Naba'/78: 6)\n\nFirman Allah:\n\nDan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. (al-Anbiya'/21: 31)" } } }, { "number": { "inQuran": 4336, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0644\u0652\u062f\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazee nazzala minas samaaa'i maaa'am biqadarin fa anshamaa bihee baldatam maitaa' kazaalika tukhrajoon" } }, "translation": { "en": "And who sends down rain from the sky in measured amounts, and We revive thereby a dead land - thus will you be brought forth -", "id": "Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan) lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4336", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4336.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4336.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia pulalah yang menurunkan secara bertahap dan teratur air dari langit menurut ukuran yang diperlukan untuk semua makhluk-Nya yang ada di bumi, untuk kebutuhan minuman kamu, untuk minuman hewan-hewan piaraanmu dan untuk kebutuhan-kebutuhanmu yang lain. Lalu dengan air yang diturunkan sesuai kadarnya itu Kami hidupkan negeri yang mati dan tandus sehingga tumbuh-tumbuhan yang ada padanya dapat keluar dari bumi dan tumbuh dengan baik dan subur. Seperti itulah kamu nanti akan dikeluarkan ketika akan dibangkitkan dari kuburmu.", "long": "Allah menurunkan hujan dari langit sesuai dengan keperluan untuk menghidup-suburkan tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan. Dia menurunkan hujan tidak lebih dari yang diperlukan sehingga tidak melimpah ruah melampaui batas dan akhirnya menjadi bencana, seperti halnya air bah yang merusak dan membinasakan, dan tidak pula terlalu sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan untuk kesuburan tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang menyebabkan kering dan layu, dan mengakibatkan timbulnya bencana kelaparan yang menimpa makhluk Allah di mana-mana.\n\nDengan turunnya hujan dari langit sesuai dengan kadar yang diperlukan, maka hidup dan makmurlah negeri yang telah mati yang tidak lagi ditumbuhi tanam-tanaman dan pohon-pohonan. Sebagaimana Allah kuasa menghidupkan negeri yang telah mati, begitu pula Dia kuasa menghidupkan dan mengeluarkan orang-orang mati itu dari kubur dalam keadaan hidup, sebagaimana firman Allah:\n\nDan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). (ar-Rum/30: 24)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu. (Fathir/35: 9)\n\nApa yang dikemukakan oleh ayat ini dibuktikan oleh ilmu pengetahuan yang ditemukan manusia saat ini. Diperkirakan dalam waktu satu detik, sebanyak 16 juta ton air menguap dari bumi. Menggunakan angka ini, maka diperhitungkan akan adanya 513 triliun ton air yang menguap dari bumi dalam setahun. Angka ini ternyata sama dengan perhitungan mengenai jumlah air hujan yang turun dalam setahun. Dengan demikian, air melakukan sirkulasi yang seimbang secara terus-menerus. Kehidupan di bumi sangat bergantung pada keberlanjutan siklus air yang demikian ini. Walaupun banyak teknologi mencoba mengintervensi siklus alami ini, seperti membuat hujan buatan, pada kenyataannya siklus air tidak dapat dibuat secara artifisial.\n\nProporsi air hujan tidak hanya penting dalam bentuk jumlahnya, tetapi juga kecepatan turunnya butir air hujan [menurut ukuran yang diperlukan]. Kecepatan butir air hujan tidak melebihi kecepatan standar, tidak peduli berapa ukuran butir air hujan itu. Umumnya butiran air hujan mempunyai diameter 4,5 mm. Kecepatannya sekitar 8 meter per detik. Pada ukuran yang lebih kecil, tentunya kecepatannya lebih rendah. Pada ukuran butiran yang lebih besar dari 4,5 mm, tidak berarti kecepatannya makin tinggi. Kecepatannya tetap, yaitu sekitar 8 meter per detik. Hal ini disebabkan karena bentuk butiran yang cair itu akan berinteraksi dengan udara dan angin sehingga bentuk butir air itu berubah sedemikian rupa yang mengakibatkan kecepatan jatuhnya menurun dan tidak melebihi kecepatan standar. \n\nMenghidupkan negeri yang mati dengan air (hujan) dari langit telah difirmankan pada Surah Fussilat/41: 39, bahwasanya dengan diturunkan hujan di daerah yang tandus maka daerah tersebut akan (bisa, dengan kehendak Allah) ditumbuhi pepohonan. Pada ayat ini ditekankan bahwa air dari langit diturunkan menurut kadar tertentu. Kebangkitan manusia setelah alam kubur sering diibaratkan dengan menghidupkan tanah yang tandus dengan air hujan. Perumpamaan ini dapat kita bandingkan dengan tumbuhnya biji-bijian atau spora liar yang terbawa tiupan angin dan terserak di atas tanah yang kering. Apabila tanah yang kering ini mendapat siraman hujan dengan jumlah yang cukup [menurut ukuran yang diperlukan], maka biji-biji tersebut akan tumbuh menjadi kecambah-kecambah dan kemudian menjadi tumbuhan. Apabila curah hujan sangat banyak maka biji-bijian atau spora yang menjadi bakal benih tumbuh-tumbuhan akan hanyut terbawa aliran air. Seandainya aliran air tidak sampai menghanyutkan, tetapi bila kadar kelembaban air dalam tanah terlalu berlebih maka biji-bijian tidak akan tumbuh menjadi kecambah, malahan akan membusuk. Semuanya menurut ukuran." } } }, { "number": { "inQuran": 4337, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazee khalaqal azwaaja kullahaa wa ja'ala lakum minal fulki wal-an'aami maa tarkaboon" } }, "translation": { "en": "And who created the species, all of them, and has made for you of ships and animals those which you mount.", "id": "Dan yang menciptakan semua berpasang-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4337", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4337.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4337.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "12-13. Dan kekuasaan-Nya yang lain adalah bahwa Dia pulalah yang menciptakan semuanya, yaitu semua makhluk-Nya berpasang-pasangan dan dengan keberpasangannya itu mereka saling menyempurnakan satu sama lain. Dan Dialah yang menjadikan kapal sebagai alat transportasi laut untukmu yang dapat mengantar kamu dan kebutuhan kamu ke tempat tujuanmu di laut dengan aman dan atas izin-Nya dan hewan ternak sebagai alat transportasi darat yang kamu tunggangi, agar kamu duduk di atas punggungnya dengan aman dan atas izin-Nya dan menjadikannya sebagai pengangkut barang-barang kebutuhanmu. Kemudian kamu ingat dengan pikiran dan hatimu nikmat Tuhanmu, yaitu ditundukkannya hewan-hewan itu untuk kamu apabila kamu telah duduk dengan aman dan mantap dan melihat barang-barangmu aman di atasnya; dan agar kamu mengucapkan dengan lidahmu sebagai peng-akuan atas kekuasaan Allah menundukkannya dengan mengatakan, “Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya, yakni sebelum Allah menundukkannya, tidak mampu menguasainya.\\\\\"12-13. Dan kekuasaan-Nya yang lain adalah bahwa Dia pulalah yang menciptakan semuanya, yaitu semua makhluk-Nya berpasang-pasangan dan dengan keberpasangannya itu mereka saling menyempurnakan satu sama lain. Dan Dialah yang menjadikan kapal sebagai alat transportasi laut untukmu yang dapat mengantar kamu dan kebutuhan kamu ke tempat tujuanmu di laut dengan aman dan atas izin-Nya dan hewan ternak sebagai alat transportasi darat yang kamu tunggangi, agar kamu duduk di atas punggungnya dengan aman dan atas izin-Nya dan menjadikannya sebagai pengangkut barang-barang kebutuhanmu. Kemudian kamu ingat dengan pikiran dan hatimu nikmat Tuhanmu, yaitu ditundukkannya hewan-hewan itu untuk kamu apabila kamu telah duduk dengan aman dan mantap dan melihat barang-barangmu aman di atasnya; dan agar kamu mengucapkan dengan lidahmu sebagai peng-akuan atas kekuasaan Allah menundukkannya dengan mengatakan, “Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya, yakni sebelum Allah menundukkannya, tidak mampu menguasainya.\\\\\"", "long": "Di antara sifat Allah yang disebut dalam ayat ini ialah Dia-lah yang menciptakan semua makhluk berpasang-pasangan, laki-laki perempuan, jantan-betina, baik dari jenis tumbuh-tumbuhan, pohon-pohonan, buah-buahan, bunga-bungaan dan lain-lain maupun dari jenis hewan dan manusia. Dia pula yang menjadikan kendaraan berupa perahu, kapal yang dapat dipergunakan untuk mengangkut manusia dan keperluan barang dagangan di laut, dan binatang ternak, seperti unta, kuda, himar, sapi dan lain-lain yang dapat dipergunakan sebagai alat pengangkutan di darat, dan lain-lain yang dapat menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lain, baik di darat maupun di laut dengan macam alat perhubungan.\n\nSesuai dengan firman Allah:\n\nDan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui. (an-Nahl/16: 8)\n\nPenjelasan mengenai Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan dapat dilihat penjelasannya pada Surah asy-Syura/42: 11. Beberapa ayat lain yang membicarakan hal yang sama adalah Yasin/36: 36, ar-Ra'd/13: 3, dan adh-dzariyat/51: 49." } } }, { "number": { "inQuran": 4338, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0638\u064f\u0647\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0642\u0652\u0631\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Litastawoo 'alaa zuhoorihee summa tazkuroo ni'mata Rabbikum izastawaitum 'alaihi wa taqooloo Subhaanal lazee sakhkhara lana haaza wa maa kunnaa lahoo muqrineen" } }, "translation": { "en": "That you may settle yourselves upon their backs and then remember the favor of your Lord when you have settled upon them and say. \"Exalted is He who has subjected this to us, and we could not have [otherwise] subdued it.", "id": "Agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, “Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4338", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4338.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4338.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kekuasaan-Nya yang lain adalah bahwa Dia pulalah yang menciptakan semuanya, yaitu semua makhluk-Nya berpasang-pasangan dan dengan keberpasangannya itu mereka saling menyempurnakan satu sama lain. Dan Dialah yang menjadikan kapal sebagai alat transportasi laut untukmu yang dapat mengantar kamu dan kebutuhan kamu ke tempat tujuanmu di laut dengan aman dan atas izin-Nya dan hewan ternak sebagai alat transportasi darat yang kamu tunggangi, agar kamu duduk di atas punggungnya dengan aman dan atas izin-Nya dan menjadikannya sebagai pengangkut barang-barang kebutuhanmu. Kemudian kamu ingat dengan pikiran dan hatimu nikmat Tuhanmu, yaitu ditundukkannya hewan-hewan itu untuk kamu apabila kamu telah duduk dengan aman dan mantap dan melihat barang-barangmu aman di atasnya; dan agar kamu mengucapkan dengan lidahmu sebagai peng-akuan atas kekuasaan Allah menundukkannya dengan mengatakan, “Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya, yakni sebelum Allah menundukkannya, tidak mampu menguasainya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila manusia berada di atas punggung binatang, perahu, kapal, kereta api, pesawat terbang dan lain-lain hendaklah mengingat nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, hendaklah mengagungkan Allah dan menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak yang dituduhkan orang-orang musyrik kepada-Nya, dan hendaklah mereka membaca ayat ini sebagai doa:\n\nMahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (az-Zukhruf/43: 13-14)\n\nAndaikata Allah tidak menundukkan alam semesta dengan ilmu yang dianugerahkan-Nya tentu manusia tidak dapat melakukannya, karena yang demikian itu di luar kemampuan mereka.\n\nBacaan doa itu mengingatkan manusia supaya selalu bersiap-siap menghadapi hari pembalasan saat seluruh manusia akan menghadapi dan mengalaminya dan jangan lalai mengingat Allah, baik di waktu bepergian atau tidak, di waktu berlayar atau tinggal di kampung halaman.\n\nSehubungan dengan tafsir di atas, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i bahwa Rasulullah saw, apabila bepergian dan berkendaraan mengucapkan tiga kali dan membaca doa tersebut di atas.\n\nApabila Nabi saw mengendarai kendaraannya untuk melakukan suatu perjalanan, maka beliau bertakbir tiga kali. Kemudian beliau membaca, \"Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.\"(Riwayat Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i)\n\nAyat di atas mengajarkan agar manusia mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan berupa binatang dan memperlakukannya dengan baik. Kesetaraan di antara makhluk, terutama antara binatang dan manusia, sangat ditekankan Tuhan. Salah satu ayat di bawah ini menjelaskan bahwa binatang juga umat Tuhan, sama dengan manusia. Walau mereka mempunyai ciri, kekhususan dan sistem yang berbeda-beda, pada hakikatnya, mereka sama dengan manusia di mata Tuhan. Dan manusia diwajibkan untuk mengingatnya.\n\nDan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.\" (al-An'am/6: 38)\n\nBeberapa ayat Al-Qur'an menyinggung mengenai binatang, antara lain tentang bagaimana manusia harus bersikap terhadap binatang, kegunaan binatang untuk manusia, perilaku binatang yang harus ditiru manusia, dan banyak lagi lainnya. Dalam hubungan kesetaraan antar makhluk ini, ada tulisan seorang arif, Muhammad Fazlur Rahman Ansari, berbunyi demikian, \"Segala yang di muka bumi ini diciptakan untuk kita, maka sudah menjadi kewajiban alamiah kita untuk: menjaga segala sesuatu dari kerusakan; memanfaatkannya dengan tetap menjaga martabatnya sebagai ciptaan Tuhan; melestarikannya sebisa mungkin, yang dengan demikian, mensyukuri nikmat Tuhan dalam bentuk perbuatan nyata.\" \n\nMenyangkut hewan atau satwa peliharaan, Al-Qur'an dalam Surah an-Nahl/16: 5 menyebutkan beberapa manfaat binatang untuk manusia:\n\nDan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. (an-Nahl/16: 5)\n\nDalam hubungannya dengan ayat dari Surah an-Nahl di atas, kita harus memperhatikan bahwa, misalnya, kulit dan bulu binatang ternak boleh dimanfaatkan. Namun Nabi Muhammad saw melanjutkannya dengan satu hal yang sangat bijaksana. Beliau melarang penggunaan kulit binatang liar walaupun sekedar untuk alas lantai. Jika aturan atau himbauan yang dikemukakan Nabi ini ditaati oleh semua orang, maka pembunuhan sia-sia terhadap beberapa jenis binatang liar demi meraih keuntungan semata niscaya tidak terjadi. Demikian pula, kendati umat Islam diperbolehkan mengkonsumsi daging beberapa binatang tertentu, tapi perlu diingat bahwa hal ini tidak menghalalkan pembantaian secara kejam dan tak terkendali terhadap mereka. \n\nSalah satu manfaat binatang adalah sebagai tunggangan. Kita harus ingat bahwa orang-orang Arab di masa lalu sepenuhnya bergantung pada unta untuk membantu membawa barang dalam perjalanan. Tuhan menyatakan hal tersebut dalam ayat di bawah: \n\nDan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui. (an-Nahl/16: 7-8)\n\nPada hakikatnya Islam mengajarkan pada umatnya untuk menyayangi binatang dan melestarikan kehidupannya. Di dalam Al-Qur'an, Allah menekankan bahwa Dia telah menganugerahi manusia wilayah kekuasaan yang mencakup segala sesuatu di dunia ini. \n\nDan Dia telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. (al-Jatsiyah/45: 13). \n\nDalam ayat ini, Al-Qur'an sama sekali tidak menunjukan bahwa manusia memiliki kekuasaan mutlak untuk berbuat sekehendak hatinya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Mereka juga tidak pula memiliki hak tanpa batas untuk menggunakan alam sehingga merusak keseimbangan ekologisnya. \n\n\" .... semua itu dari Dia ....\" Penggalan ayat di sini seharusnya disadari dan dimengerti sebagai pengingat-ingat dari Tuhan, bahwa manusia tidak memiliki apa-apa di dunia ini. Jadi bagaimana seharusnya kita memperlakukan barang orang lain harus selalu diingat di dalam benak \"...orang-orang yang berpikir....\"\n\nIslam pada dasarnya tidak mendukung manusia untuk menyalahgunakan binatang untuk tujuan olahraga maupun untuk menjadikan binatang sebagai objek eksperimen yang sembarangan. Ayat ini mengingatkan umat manusia bahwa Sang Pencipta telah menjadikan semua yang ada di alam ini (termasuk satwa) sebagai amanah yang harus mereka jaga." } } }, { "number": { "inQuran": 4339, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innaaa ilaa Rabbinaa lamunqaliboon" } }, "translation": { "en": "And indeed we, to our Lord, will [surely] return.\"", "id": "dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4339", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4339.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4339.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya sesudah kehidupan di dunia ini, kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami, untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kami.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila manusia berada di atas punggung binatang, perahu, kapal, kereta api, pesawat terbang dan lain-lain hendaklah mengingat nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, hendaklah mengagungkan Allah dan menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak yang dituduhkan orang-orang musyrik kepada-Nya, dan hendaklah mereka membaca ayat ini sebagai doa:\n\nMahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (az-Zukhruf/43: 13-14)\n\nAndaikata Allah tidak menundukkan alam semesta dengan ilmu yang dianugerahkan-Nya tentu manusia tidak dapat melakukannya, karena yang demikian itu di luar kemampuan mereka.\n\nBacaan doa itu mengingatkan manusia supaya selalu bersiap-siap menghadapi hari pembalasan saat seluruh manusia akan menghadapi dan mengalaminya dan jangan lalai mengingat Allah, baik di waktu bepergian atau tidak, di waktu berlayar atau tinggal di kampung halaman.\n\nSehubungan dengan tafsir di atas, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i bahwa Rasulullah saw, apabila bepergian dan berkendaraan mengucapkan tiga kali dan membaca doa tersebut di atas.\n\nApabila Nabi saw mengendarai kendaraannya untuk melakukan suatu perjalanan, maka beliau bertakbir tiga kali. Kemudian beliau membaca, \"Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.\"(Riwayat Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i)\n\nAyat di atas mengajarkan agar manusia mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan berupa binatang dan memperlakukannya dengan baik. Kesetaraan di antara makhluk, terutama antara binatang dan manusia, sangat ditekankan Tuhan. Salah satu ayat di bawah ini menjelaskan bahwa binatang juga umat Tuhan, sama dengan manusia. Walau mereka mempunyai ciri, kekhususan dan sistem yang berbeda-beda, pada hakikatnya, mereka sama dengan manusia di mata Tuhan. Dan manusia diwajibkan untuk mengingatnya.\n\nDan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.\" (al-An'am/6: 38)\n\nBeberapa ayat Al-Qur'an menyinggung mengenai binatang, antara lain tentang bagaimana manusia harus bersikap terhadap binatang, kegunaan binatang untuk manusia, perilaku binatang yang harus ditiru manusia, dan banyak lagi lainnya. Dalam hubungan kesetaraan antar makhluk ini, ada tulisan seorang arif, Muhammad Fazlur Rahman Ansari, berbunyi demikian, \"Segala yang di muka bumi ini diciptakan untuk kita, maka sudah menjadi kewajiban alamiah kita untuk: menjaga segala sesuatu dari kerusakan; memanfaatkannya dengan tetap menjaga martabatnya sebagai ciptaan Tuhan; melestarikannya sebisa mungkin, yang dengan demikian, mensyukuri nikmat Tuhan dalam bentuk perbuatan nyata.\" \n\nMenyangkut hewan atau satwa peliharaan, Al-Qur'an dalam Surah an-Nahl/16: 5 menyebutkan beberapa manfaat binatang untuk manusia:\n\nDan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. (an-Nahl/16: 5)\n\nDalam hubungannya dengan ayat dari Surah an-Nahl di atas, kita harus memperhatikan bahwa, misalnya, kulit dan bulu binatang ternak boleh dimanfaatkan. Namun Nabi Muhammad saw melanjutkannya dengan satu hal yang sangat bijaksana. Beliau melarang penggunaan kulit binatang liar walaupun sekedar untuk alas lantai. Jika aturan atau himbauan yang dikemukakan Nabi ini ditaati oleh semua orang, maka pembunuhan sia-sia terhadap beberapa jenis binatang liar demi meraih keuntungan semata niscaya tidak terjadi. Demikian pula, kendati umat Islam diperbolehkan mengkonsumsi daging beberapa binatang tertentu, tapi perlu diingat bahwa hal ini tidak menghalalkan pembantaian secara kejam dan tak terkendali terhadap mereka. \n\nSalah satu manfaat binatang adalah sebagai tunggangan. Kita harus ingat bahwa orang-orang Arab di masa lalu sepenuhnya bergantung pada unta untuk membantu membawa barang dalam perjalanan. Tuhan menyatakan hal tersebut dalam ayat di bawah: \n\nDan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui. (an-Nahl/16: 7-8)\n\nPada hakikatnya Islam mengajarkan pada umatnya untuk menyayangi binatang dan melestarikan kehidupannya. Di dalam Al-Qur'an, Allah menekankan bahwa Dia telah menganugerahi manusia wilayah kekuasaan yang mencakup segala sesuatu di dunia ini. \n\nDan Dia telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. (al-Jatsiyah/45: 13). \n\nDalam ayat ini, Al-Qur'an sama sekali tidak menunjukan bahwa manusia memiliki kekuasaan mutlak untuk berbuat sekehendak hatinya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Mereka juga tidak pula memiliki hak tanpa batas untuk menggunakan alam sehingga merusak keseimbangan ekologisnya. \n\n\" .... semua itu dari Dia ....\" Penggalan ayat di sini seharusnya disadari dan dimengerti sebagai pengingat-ingat dari Tuhan, bahwa manusia tidak memiliki apa-apa di dunia ini. Jadi bagaimana seharusnya kita memperlakukan barang orang lain harus selalu diingat di dalam benak \"...orang-orang yang berpikir....\"\n\nIslam pada dasarnya tidak mendukung manusia untuk menyalahgunakan binatang untuk tujuan olahraga maupun untuk menjadikan binatang sebagai objek eksperimen yang sembarangan. Ayat ini mengingatkan umat manusia bahwa Sang Pencipta telah menjadikan semua yang ada di alam ini (termasuk satwa) sebagai amanah yang harus mereka jaga." } } }, { "number": { "inQuran": 4340, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 424, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064f\u0632\u0652\u0621\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa ja'aloo lahoo min 'ibaadihee juz'aa; innal insaana lakafoorum mubeen" } }, "translation": { "en": "But they have attributed to Him from His servants a portion. Indeed, man is clearly ungrateful.", "id": "Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya. Sungguh, manusia itu pengingkar (nikmat Tuhan) yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4340", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4340.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4340.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Walaupun Allah telah menerangkan kekuasaan-Nya dalam menciptakan langit dan bumi serta menundukkan hewan ternak untuk manusia, sebagian manusia masih saja mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Dan mereka, yakni orang-orang musyrik, menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya, yang merupakan ciptaan-Nya sebagai bagian dari-Nya, dengan menganggap bahwa malaikat adalah anak-anak Tuhan. Sesungguhnya, manusia yang mempercayai dan mengatakan demikian itu benar-benar pengingkar nikmat Tuhan, yang melampaui batas dalam kekafirannya, lagi yang nyata kesyirikan dan keingkarannya.", "long": "Allah menerangkan bahwa sekalipun orang musyrik mengakui bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi, namun di samping itu mereka pun menetapkan bahwa Allah mempunyai anak, dan malaikat merupakan anak perempuan-Nya.\n\nMereka mengatakan, Allah tidak azali seperti makhluk, sama-sama mempunyai anak, malah merendahkan-Nya karena Allah dikatakan mempunyai anak perempuan, sedang mereka mempunyai anak laki-laki. Orang-orang Arab pada waktu itu menganggap orang yang mempunyai anak-anak perempuan itu hina. Jadi, tidak heran kalau ayat itu ditutup dengan satu ketegasan bahwa manusia benar-benar pengingkar nikmat Tuhan, yang telah dikaruniakan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4341, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f \u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0641\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Amit takhaza mimmaa yakhluqu banaatinw wa asfaakum bilbaneen" } }, "translation": { "en": "Or has He taken, out of what He has created, daughters and chosen you for [having] sons?", "id": "Pantaskah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memberikan anak laki-laki kepadamu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4341", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4341.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4341.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Allah mengecam apa yang telah di katakan dan di yakini oleh orang-orang musyrik dengan mengatakan, “Pantaskah Dia, Allah Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, dan Yang Maha Pencipta itu mengambil dengan sungguh-sungguh dari apa yang di ciptakan-Nya sendiri berupa anak-anak perempuan yang justru orang-orang musyrik itu tidak suka mendapatkannya? Tentulah tidak pantas. Dan pantas pulakah kamu beranggapan bahwa Allah memberikan anak laki-laki kepadamu? Tentulah tidak pantas. Sungguh ini kepercayaan yang sangat keliru dan tidak masuk akal.”", "long": "Allah membuka tabir kesesatan orang musyrik dan kebatilan ucapan mereka. Apakah masuk akal bahwa Allah memiliki sesuatu untuk diri-Nya yang lebih buruk (menurut anggapan mereka) sedangkan yang lain memiliki yang baik dan memilih untuk diri-Nya anak perempuan, sedangkan untuk orang lain anak laki-laki? Firman Allah:\n\nApakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?\n\nYang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (an-Najm/53: 21-22)\n\nDan firman-Nya:\n\nApakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan? Maka mengapa kamu tidak memikirkan? (ash-shaffat/37: 153-155)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nSekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa. (az-Zumar/39: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 4342, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0634\u0651\u0650\u0631\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0638\u064e\u0644\u0651\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064f\u0647\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u0648\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa izaa bushshira ahaduhum bimaa daraba lir Rahmaani masalan zalla wajhuhoo muswaddanw wa hua kazeem" } }, "translation": { "en": "And when one of them is given good tidings of that which he attributes to the Most Merciful in comparison, his face becomes dark, and he suppresses grief.", "id": "Dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, jadilah wajahnya hitam pekat, karena menahan sedih (dan marah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4342", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4342.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4342.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan apa yang di kecam-Nya di dalam ayat sebelumnya dengan mengatakan bahwa apabila salah seorang di antara mereka, yaitu kaum musyrik Mekah yang berkeyakinan seperti itu, diberi kabar gembira dengan kelahiran apa, yaitu anak perempuan, yang di jadikan sebagai perumpamaan bagi Al-Rahman, Allah Yang Maha Pengasih, jadilah wajahnya hitam pekat karena kejengkelan dan kemarahan menerima kehadiran anak perempuan itu, sedang ia sendiri ketika menerima berita itu amat menahan sedih dan marah. Kalau demikian halnya, mengapa mereka menyatakan bahwa Allah memiliki anak perempuan?", "long": "Allah menunjukkan kebodohan orang-orang musyrik dan kecurangan mereka. Apabila salah seorang dari mereka dikaruniai anak perempuan, dengan serta-merta mukanya menjadi sangat muram karena sedih, menanggung malu yang amat dalam, tak kuat rasanya berhadapan muka dengan teman-temannya. Dia menyendiri dalam kebingungan. Apakah kiranya yang akan diperbuatnya? Apakah anak perempuan yang diperolehnya itu akan dibiarkan begitu saja, sekalipun ia harus menanggung malu dan hina, ataukah akan menguburkannya hidup-hidup? Suatu perbuatan yang sangat tercela, sebagaimana firman Allah:\n\nPadahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu. (an-Nahl/16: 58-59)" } } }, { "number": { "inQuran": 4343, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0634\u0651\u064e\u0623\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0644\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u0635\u064e\u0627\u0645\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Awa mai yunashsha'u fil hilyati wa huwa fil khisaami ghairu mubeen" } }, "translation": { "en": "So is one brought up in ornaments while being during conflict unevident [attributed to Allah]?", "id": "Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4343", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4343.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4343.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Allah mengecam mereka dengan mengatakan bahwa apakah orang, yakni wanita-wanita yang dibesarkan dalam perhiasan, patut dijadikan sebagai anak Allah sedang dia tidak mampu memberi alasan atau penjelasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.", "long": "Allah membantah anggapan kaum musyrik bahwa Allah mempunyai anak perempuan sedangkan mereka mempunyai anak laki-laki. Bantahan itu ialah: Apakah orang yang dilahirkan dan dibesarkan untuk berhias dan bila ia dalam bertukar pikiran dan berdiskusi tidak sanggup mengemukakan hujjah atau alasan yang kuat, karena dia lebih terpengaruh oleh perasaan daripada mempergunakan akal dan pikiran, adakah orang seperti ini patut dianggap anak Tuhan?" } } }, { "number": { "inQuran": 4344, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0627\u062b\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0633\u064e\u062a\u064f\u0643\u0652\u062a\u064e\u0628\u064f \u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alul malaaa'ikatal lazeena hum 'ibaadur Rahmaani inaasaa; a shahidoo khalaqhum; satuktabu shahaa datuhum wa yus'aloon" } }, "translation": { "en": "And they have made the angels, who are servants of the Most Merciful, females. Did they witness their creation? Their testimony will be recorded, and they will be questioned.", "id": "Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4344", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4344.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4344.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan apa yang dinyatakan-Nya di dalam ayat di atas dengan mengatakan bahwa mereka, orang-orang musyrik Mekah, menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih yang sangat taat dan senantiasa beribadah kepada-Nya itu sebagai berjenis kelamin perempuan. Apakah mereka menyaksikan sendiri dengan mata kepala mereka atau melalui bukti-bukti yang pasti menyangkut penciptaan mereka, yakni malaikat-malaikat itu pada saat diciptakan ataukah melihat wujud malaikat itu setelah diciptakan? Hal itu pastilah tidak akan terjadi. Mereka tidak menyaksikannya. Kelak akan dituliskan di dalam catatan amal mereka oleh malaikat yang ditugaskan untuk itu kesaksian mereka dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum musyrik telah berbuat empat kesalahan besar yang menunjukkan kekafiran mereka. Pertama, dikatakannya bahwa Allah mempunyai anak; kedua, anak-anak Allah perempuan; dan ketiga, anak-anak Allah itu adalah malaikat, padahal malaikat adalah hamba yang dimuliakan-Nya, yang senantiasa menyembah Tuhan siang dan malam, dan tidak pernah menyalahi apa yang diperintahkan kepadanya. Malaikat yang bersifat demikian dikatakannya perempuan. Keempat, anggapan mereka bahwa mereka menjadi musyrik karena ditakdirkan oleh Allah. Semua pernyataan mereka itu adalah dosa besar dan kebohongan yang tidak berdasar sama sekali.\n\nApakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu sehingga mereka berani menetapkan yang demikian dan yakin bahwa malaikat itu perempuan? Allah berfirman:\n\nAtau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,\"Allah mempunyai anak.\" Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. (as-shaffat/37: 150-152)\n\nAyat 19 ini ditutup dengan satu ancaman kepada orang musyrik bahwa apa yang mereka katakan mengenai malaikat, semua itu akan dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban mereka di akhirat kelak.\n\nSatu lagi diperlihatkan perbuatan sesat dan orang musyrik. Mereka berkata dengan nada mengejek, \"Sekiranya Allah yang Maha Pemurah menghendaki, niscaya kami tidak menyembah malaikat itu.\" Seakan-akan mereka menyembah malaikat karena kehendak Allah. Allah berfirman:\n\nOrang-orang musyrik akan berkata, \"Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya. (al-An'am/6: 148)\n\nPendirian mereka sangat keliru dan sesat, karena Allah tidak pernah merestui suatu penyembahan terhadap sesuatu selain Dia, Allah hanya memerintahkan agar manusia hanya menyembah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), \"Sembahlah Allah, dan jauhilah thagut\" (an-Nahl/16: 36)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, \"Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?\" (az-Zukhruf/43: 45)\n\nAyat 20 ini ditutup dengan satu ketegasan, menolak ucapan orang musyrik itu, bahwa mereka tidak tahu sama sekali keadaan yang sebenarnya dan tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun mengenai hal itu. Apa yang dikatakan mereka hanya dugaan belaka dan tidak berdasarkan hak dan kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 4345, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0628\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u06d7 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo law shaaa'ar Rahmaanu maa 'abadnaahum; maa lahum bizaalika min 'ilmin in hum illaa yakhrusoon" } }, "translation": { "en": "And they said, \"If the Most Merciful had willed, we would not have worshipped them.\" They have of that no knowledge. They are not but falsifying.", "id": "Dan mereka berkata, “Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4345", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4345.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4345.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hal yang lebih buruk lagi dari sikap mereka adalah ketika mereka berkata, “Sekiranya Allah Yang Maha Pengasih menghendaki agar kami tidak menyembah para malaikat-malaikat itu, tentulah kami tidak menyembah mereka.” Mereka, orang-orang musyrik yang menyatakan bahwa para malaikat itu berjenis kelamin perempuan, tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka dan mengada-ada, bahkan mereka berbohong.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kaum musyrik telah berbuat empat kesalahan besar yang menunjukkan kekafiran mereka. Pertama, dikatakannya bahwa Allah mempunyai anak; kedua, anak-anak Allah perempuan; dan ketiga, anak-anak Allah itu adalah malaikat, padahal malaikat adalah hamba yang dimuliakan-Nya, yang senantiasa menyembah Tuhan siang dan malam, dan tidak pernah menyalahi apa yang diperintahkan kepadanya. Malaikat yang bersifat demikian dikatakannya perempuan. Keempat, anggapan mereka bahwa mereka menjadi musyrik karena ditakdirkan oleh Allah. Semua pernyataan mereka itu adalah dosa besar dan kebohongan yang tidak berdasar sama sekali.\n\nApakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu sehingga mereka berani menetapkan yang demikian dan yakin bahwa malaikat itu perempuan? Allah berfirman:\n\nAtau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,\"Allah mempunyai anak.\" Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. (as-shaffat/37: 150-152)\n\nAyat 19 ini ditutup dengan satu ancaman kepada orang musyrik bahwa apa yang mereka katakan mengenai malaikat, semua itu akan dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban mereka di akhirat kelak.\n\nSatu lagi diperlihatkan perbuatan sesat dan orang musyrik. Mereka berkata dengan nada mengejek, \"Sekiranya Allah yang Maha Pemurah menghendaki, niscaya kami tidak menyembah malaikat itu.\" Seakan-akan mereka menyembah malaikat karena kehendak Allah. Allah berfirman:\n\nOrang-orang musyrik akan berkata, \"Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya. (al-An'am/6: 148)\n\nPendirian mereka sangat keliru dan sesat, karena Allah tidak pernah merestui suatu penyembahan terhadap sesuatu selain Dia, Allah hanya memerintahkan agar manusia hanya menyembah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), \"Sembahlah Allah, dan jauhilah thagut\" (an-Nahl/16: 36)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, \"Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?\" (az-Zukhruf/43: 45)\n\nAyat 20 ini ditutup dengan satu ketegasan, menolak ucapan orang musyrik itu, bahwa mereka tidak tahu sama sekali keadaan yang sebenarnya dan tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun mengenai hal itu. Apa yang dikatakan mereka hanya dugaan belaka dan tidak berdasarkan hak dan kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 4346, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am aatainaahum Kitaabam min qablihee fahum bihee mustamsikoon" } }, "translation": { "en": "Or have We given them a book before the Qur'an to which they are adhering?", "id": "Atau apakah pernah Kami berikan sebuah kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang (pada kitab itu)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4346", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4346.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4346.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau kalau mereka tidak pernah menyaksikan penciptaan para malaikat dan menyaksikan wujudnya, apakah pernah Kami berikan informasi atau pengetahuan yang menjelaskan mengenai hal itu melalui sebuah kitab yang diturunkan kepada mereka sebelumnya, yaitu sebelum Al-Qur’an diturunkan, lalu mereka berpegang teguh dengannya, yaitu dengan informasi di dalam kitab itu? Sama sekali tidak. Mereka tidak pernah memiliki informasi mengenai hal itu.", "long": "Allah menambahkan penjelasan dalam rangka penolakan-Nya terhadap anggapan orang-orang musyrik bahwa mereka menyembah malaikat karena kehendak Allah, dengan firman-Nya, \"Apakah memang pernah kami memberikan kepada mereka sebuah kitab sebelum Al-Qur'an, lalu mereka berpegang teguh kepada kitab itu? Tidak, sama sekali tidak. Pendirian mereka hanya didasarkan atas dugaan dan sangkaan yang mengandung dusta, firman Allah:\n\nYang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. (al-An'am/6: 116)" } } }, { "number": { "inQuran": 4347, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 25, "page": 490, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal qaalooo innaa wajadnaaa aabaaa'anaa 'alaaa ummatinw wa innaa 'alaaa aasaarihim muhtadoon" } }, "translation": { "en": "Rather, they say, \"Indeed, we found our fathers upon a religion, and we are in their footsteps [rightly] guided.\"", "id": "Bahkan mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4347", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4347.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4347.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan setelah kehabisan alasan dan dalih atas kesesatan mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang dan leluhur kami menganut suatu agama, yakni suatu keyakinan dan kepercayaan yang patut kami ikuti dan teladani, dan sesungguhnya kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.”", "long": "Allah menerangkan bahwa apa yang disangka sebagai alasan untuk mempersekutukan Allah, sama sekali tidak benar, dan tidak mempunyai alasan yang dapat diandalkan. Mereka semata-mata hanya bertaklid mengikuti dan berpegang teguh kepada apa yang telah diperbuat oleh nenek moyang mereka, karena mereka yakin bahwa nenek moyang mereka berpengetahuan luas, dan tidak akan menyesatkan orang-orang yang mengikutinya, malahan mereka akan mendapat petunjuk. Mereka memutarbalikkan keadaan, karena sebenarnya mereka telah sesat, tidak mendapat petunjuk, sebagaimana firman Allah:\n\nSungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk. (al-An'am/6: 140)" } } }, { "number": { "inQuran": 4348, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 196, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kazaalika maaa arsalnaa min qablika fee qaryatim min nazeerin illaa qaala mutrafoohaaa innaa wajadnaaa aabaaa'anaa 'alaaa ummatinw wa innaa 'alaaa aasaarihim muqtadoon" } }, "translation": { "en": "And similarly, We did not send before you any warner into a city except that its affluent said, \"Indeed, we found our fathers upon a religion, and we are, in their footsteps, following.\"", "id": "Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4348", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4348.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4348.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apa yang dikatakan oleh kaum musyrik Mekah kepadamu sekarang, wahai Nabi Muhammad, demikian juga yang dikatakan oleh umat-umat terdahulu ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan, yaitu nabi atau rasul sebelum engkau diutus, dalam suatu negeri di lokasi mana pun di bumi ini, orang-orang yang hidup mewah secara durhaka di masing-masing negeri itu selalu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami yang juga orang-orang terkemuka dan paham menganut suatu agama, yakni kepercayaan yang mereka yakini benar dan sesungguhnya kami tidak lain, kecuali sekadar pengikut-pengikut yang mengikuti jejak-jejak mereka.”", "long": "Pada ayat ini Allah menghibur Nabi Muhammad saw bahwa tidak seorang rasul pun yang diutus ke suatu negeri sebelum Muhammad saw mendapat sambutan dengan kata-kata yang menyenangkan hati. Mereka semua mendapat jawaban yang tidak enak didengar dan sangat menjengkelkan hati. Sikap yang demikian berasal dari orang-orang yang terbiasa hidup mewah, sombong dan angkuh. Mereka berkata, \"Sesungguhnya kami mendapatkan nenek moyang kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak mereka.\" Jadi, kalau Muhammad saw mendapat jawaban seperti itu tidak perlu gusar dan merasa sesak dada. Apa yang dikatakan kepada Muhammad saw telah dikatakan pula kepada rasul-rasul sebelumnya, sebagaimana firman Allah:\n\nApa yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu tidak lain adalah apa yang telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelummu. (Fussilat/41: 43)\n\nBegitu pula kalau dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw tukang sihir, atau gila oleh kaumnya, itu pun karena rasul-rasul sebelumnya telah dituduh seperti itu juga oleh kaumnya, firman Allah:\n\nDemikianlah setiap kali seorang rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, \"Dia itu pesihir atau orang gila.\" (adh-dzariyat/51: 52)" } } }, { "number": { "inQuran": 4349, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala awa law ji'tukum bi ahdaa mimmaa wajattum 'alaihi aabaaa'akum qaalooo innaa bimaaa ursiltum bihee kaafiroon" } }, "translation": { "en": "[Each warner] said, \"Even if I brought you better guidance than that [religion] upon which you found your fathers?\" They said, \"Indeed we, in that with which you were sent, are disbelievers.\"", "id": "(Rasul itu) berkata, “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang dianut nenek moyangmu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4349", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4349.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4349.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang dikatakan oleh umat-umat terdahulu itu dijawab oleh para rasul utusan Allah itu dengan mengatakan, “Dan apakah kamu akan mengikutinya juga sekalipun aku membawa untukmu agama, yakni keyakinan dan kepercayaan, yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari agama dan kepercayaan yang dianut nenek moyangmu dahulu?” Dengan sikap menentang, mereka menjawab, “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya.”", "long": "Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad menghimbau kaumnya dengan ucapan, \"Apakah kamu masih tetap mengikuti jejak nenek moyang kamu, sekalipun aku membawa untukmu suatu agama yang nyata dan lebih baik daripada apa yang telah dianut oleh nenek moyangmu itu?\" Kaumnya menjawab dengan sombong, bahwa mereka akan tetap mengikuti jejak nenek moyang mereka dan tidak akan mengikuti agama yang dibawanya, yakni agama yang ditugaskan kepadanya untuk menyampaikannya, dan mereka tetap akan mengingkarinya, sebagaimana firman Allah:\n\nOrang-orang yang menyombongkan diri berkata, \"Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.\" (al-A'raf/7: 76)" } } }, { "number": { "inQuran": 4350, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 425, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0642\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fantaqamnaa minhum fanzur kaifa kaana 'aaqibatul mukazzibeen" } }, "translation": { "en": "So we took retribution from them; then see how was the end of the deniers.", "id": "Lalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4350", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4350.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4350.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu, akibat dari keyakinan dan kepercayaan mereka yang salah dan penentangan terhadap apa yang dibawa oleh para rasul itu, Kami binasakan mereka dengan berbagai macam siksaan. Maka perhatikanlah, wahai Muhammad atau siapa pun yang mau memperhatikan dan mengambil pelajaran, bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu yang mendustakan kebenaran yang dibawa oleh para rasul itu.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang-orang yang tetap membangkang dan senantiasa mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka dan mengingkari ketuhanan Allah, akan dibinasakan sebagai akibat dari perbuatan mereka yang selalu mendustakan ayat-ayat Allah; kiranya hal itu dapat disaksikan dan menjadi iktibar sesuai dengan firman-Nya:\n\nMaka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). (an-Nahl/16: 36)" } } }, { "number": { "inQuran": 4351, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a \u0628\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Ibraaheemu liabeehi wa qawmiheee innane baraaa'um mimmaa ta'budo" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when Abraham said to his father and his people, \"Indeed, I am disassociated from that which you worship", "id": "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4351", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4351.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4351.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim, nenek moyang mereka yang tidak mau mengikuti jejak buruk dari leluhurnya, berkata kepada ayah-nya dan kaumnya yang menyekutukan Allah dan menyembah berhala-berhala, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa, yaitu berhala-berhala, yang kamu sembah.", "long": "Allah memerintahkan kepada Muhammad saw supaya dia memperingatkan kaumnya yang fanatik kepada nenek moyangnya bahwa Nabi Ibrahim telah berlepas diri dari bapak dan kaumnya ketika dia melihat mereka bersungguh-sungguh menyembah berhala, karena yang demikian itu adalah satu hal yang tidak pantas dan membawa kepada kesesatan sebagaimana firman Allah:\n\nDan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, \"Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.\" (al-An'am/6: 74)" } } }, { "number": { "inQuran": 4352, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Illal lazee fataranee innahoo sa yahdeen" } }, "translation": { "en": "Except for He who created me; and indeed, He will guide me.\"", "id": "kecuali (kamu menyembah) Allah yang menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4352", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4352.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4352.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali yang kamu sembah itu adalah Allah, Tuhan yang telah menciptakan aku, menciptakan kalian, dan apa yang kamu sembah itu; karena sesungguhnya Dia pulalah yang akan memberi petunjuk kepadaku untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.”", "long": "Dalam ayat ini Nabi Ibrahim menegaskan pendiriannya setelah dia berlepas diri dari bapak dan kaumnya, bahwa dia hanya menyembah Allah yang menciptakannya dan yang menciptakan seluruh manusia. Dia yang akan menunjukkan jalan yang baik dan benar, yang akan membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dia yang menyediakan dan memberi makan dan minum, menyembuhkan orang sakit. Tuhan yang mematikan dan menghidupkan, Tuhan yang diharapkan mengampuni dosa di akhirat. Penegasan Nabi Ibrahim diabadikan di dalam Al-Qur'an sebagaimana firman Allah:\n\n(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, dan Yang memberi makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat.\" (asy-Syura/26: 78-82)" } } }, { "number": { "inQuran": 4353, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u0628\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0639\u064e\u0642\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ja'alahaa Kalimatam baaqiyatan fee 'aqibihee la'al lahum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And he made it a word remaining among his descendants that they might return [to it].", "id": "Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4353", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4353.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4353.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dia, yakni Ibrahim, menjadikannya, yakni kalimat tauhid yang disampaikannya kepada kaumnya itu, kalimat yang kekal pada keturunannya sesudahnya agar mereka kembali kepada kalimat tauhid itu apabila suatu saat nanti mereka menyimpang dari jalan yang benar dengan menyekutukan Allah.", "long": "Allah menerangkan bahwa Nabi Ibrahim menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal, agar penduduk Mekah dapat menyadarinya, lalu meninggalkan agama nenek moyangnya yang sesat dan mengikuti agama tauhid yang dianut nenek moyang mereka yang tidak sesat yaitu Ibrahim apalagi jika mereka mengingat, bahwa Nabi Ibrahimlah kebanggaan mereka karena membangun Baitullah yang menjadi kiblat umat Islam sedunia ketika mendirikan salat.\n\nQatadah berkata, \"Dari keturunan Ibrahim itu senantiasa ada yang menyembah Allah sampai hari Kiamat.\" Dan Ibnu 'Arabi berkata, \"Bahwasanya keturunan Ibrahim dapat turun-temurun beragama tauhid, karena dua doanya yang telah diperkenankan oleh Allah, pertama:\n\n\"Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.\" Dia (Ibrahim) berkata, \"Dan (juga) dari anak cucuku?\" Allah berfirman, \"(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.\" (al-Baqarah/2: 124) \n\ndan kedua:\n\nDan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. (Ibrahim/14: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 4354, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Bal matta'tu haaa'ulaaa'i wa aabaaa'ahum hattaa jaaa'a humul haqqu wa Rasoolum mubeen" } }, "translation": { "en": "However, I gave enjoyment to these [people of Makkah] and their fathers until there came to them the truth and a clear Messenger.", "id": "Bahkan Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan nenek moyang mereka sampai kebenaran (Al-Qur'an) datang kepada mereka beserta seorang Rasul yang memberi penjelasan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4354", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4354.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4354.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan Allah menyatakan, “Aku, Tuhan Yang Maha Esa, telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka, yakni kaum Nabi Ibrahim yang menyekutukan-Ku dan nenek moyang mereka yang durhaka itu dan tidak menurunkan siksaan kepada mereka semua sampai kebenaran yang mutlak yang tidak diragukan lagi kebenarannya, yaitu Al-Qur’an, datang kepada mereka dan datang pula seorang rasul, yaitu Nabi Muhammad, yang memberi penjelasan.”", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah memberikan kenikmatan kepada orang-orang musyrik dan nenek moyang mereka sejak dahulu kala, memanjangkan umur mereka, menganugerahkan beraneka ragam nikmat, tetapi mereka itu terpesona oleh nikmat yang ada pada mereka, terpengaruh oleh kehendak hawa nafsu mereka, lalu menuruti ajakan setan dan melupakan kalimat tauhid. Maka Allah menjadikan dari keturunan Ibrahim orang-orang yang mengesakan Allah, menyuruh orang-orang kafir di antara mereka agar beriman kepada-Nya, maka dipilih-Nyalah Muhammad saw sebagai Rasul dan diturunkan-Nya Al-Qur'an sebagai kitab yang berisi petunjuk ke jalan yang benar, menyeru mereka untuk berbuat amal baik demi kemaslahatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4355, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'ahumul haqqu qaaloo haazaa sihrunw wa innaa bihee kaafiroon" } }, "translation": { "en": "But when the truth came to them, they said, \"This is magic, and indeed we are, concerning it, disbelievers.\"", "id": "Tetapi ketika kebenaran (Al-Qur'an) itu datang kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami mengingkarinya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4355", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4355.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4355.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika kebenaran, yakni Al-Qur’an, itu datang kepada mereka, dengan penuh keangkuhan, penghinaan, dan pelecehan mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang selamanya mengingkarinya.”", "long": "Allah menerangkan bahwa ketika disampaikan kepada mereka Al-Qur'an dan mukjizat sebagai bukti kebenaran Rasul, mereka menyambutnya dengan sambutan yang tidak baik. Mereka berkata bahwa apa yang didatangkan kepada mereka adalah sihir dan bukan wahyu dari Allah, oleh karena itu mereka mengingkarinya." } } }, { "number": { "inQuran": 4356, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo law laa nuzzila haazal Quraanu 'alaa rajulim minal qaryataini 'azeem" } }, "translation": { "en": "And they said, \"Why was this Qur'an not sent down upon a great man from [one of] the two cities?\"", "id": "Dan mereka (juga) berkata, “Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4356", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4356.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4356.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka tidak hanya melecehkan Al-Qur’an, tetapi juga melecehkan Nabi Muhammad dengan berkata, “Mengapa Al-Qur’an ini, yang diyakini oleh Muhammad sebagai petunjuk yang diturunkan Tuhan, tidak diturunkan kepada seorang laki-laki yang agung, kaya, dan berpengaruh yang berasal dari salah satu dua negeri ini, yaitu Mekah dan Taif?”", "long": "Mereka berkata, \"Kedudukan sebagai rasul adalah kedudukan yang mulia, maka sepantasnyalah orang yang memangku jabatan itu adalah orang yang mulia pula, mempunyai kekayaan dan kedudukan yang tinggi, sedangkan Muhammad saw tidak memiliki yang demikian itu. Yang pantas menduduki jabatan ini adalah salah satu dari dua orang yang memiliki hal-hal tersebut dari dua kota yang mulia pula yaitu al-Walid bin al-Mugirah dari Mekah atau 'Urwah bin Mas'ud ats-saqafi dari thaif." } } }, { "number": { "inQuran": 4357, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06da \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0642\u064e\u0633\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0634\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0633\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ahum yaqsimoona rahmata Rabbik; Nahnu qasamnaa bainahum ma'eeshatahum fil hayaatid dunyaa wa rafa'naa ba'dahum fawqa ba'din darajaatil liyattakhiza ba'duhum ba'dan sukhriyyaa; wa rahmatu Rabbika khairum mimmaa yajma'oon" } }, "translation": { "en": "Do they distribute the mercy of your Lord? It is We who have apportioned among them their livelihood in the life of this world and have raised some of them above others in degrees [of rank] that they may make use of one another for service. But the mercy of your Lord is better than whatever they accumulate.", "id": "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4357", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4357.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4357.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas sikap pengingkaran mereka terhadap Al-Qur’an dan kerasulan Nabi Muhammad itu, Allah lalu bertanya kepada Nabi Muhammad, “Apakah mereka, yang ingkar, durhaka, dan menyekutukan Tuhan itu, yang membagi-bagi rahmat Tuhan, Pencipta, Pemelihara, dan Pelimpah rahmat kepada-mu, wahai Nabi Muhammad? Sama sekali tidak. Mereka tidak dapat melakukan itu. Kamilah yang membagikan rahmat di antara mereka dan Kami pula lah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia sesuai dengan ketentuan dan hukum-hukum yang telah Kami tetapkan. Dan Kami telah meninggikan sebagian mereka dalam kedudukan, harta, ilmu, dan jabatan mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain sehingga mereka dapat saling membantu dan menolong dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Dan rahmat Tuhan yang dilim-pahkan kepada mu berupa kenabian dan kerasulan lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan, baik berupa kekayaan yang melimpah dan kekuasaan yang sangat tinggi.”", "long": "Ayat ini menunjukkan penolakan terhadap keinginan orang-orang musyrik yang tak mau menerima pengangkatan Muhammad saw sebagai rasul; seakan-akan merekalah yang paling berhak dan berwenang membagi-bagi dan menentukan siapa yang pantas menerima rahmat Tuhan. Allah menyatakan, \"Sekali-kali tidaklah demikian halnya, Kamilah yang berhak dan berwenang mengatur dan menentukan penghidupan hamba dalam kehidupan dunia. Kami-lah yang melebihkan sebagian hamba atas sebagian yang lain; ada yang kaya dan ada yang lemah, ada yang pandai dan ada yang bodoh, ada yang maju dan ada yang terbelakang, karena apabila Kami menyamakan di antara hamba di dalam hal-hal tersebut di atas, maka akan terjadi persaingan di antara mereka, atau tidak terjadi situasi saling bantu-membantu antara satu dengan yang lain, dan tidak akan terjadi saling memanfaatkan antara satu dengan yang lain, sebaliknya mereka saling mengejek. Semuanya itu akan membawa kepada kehancuran dan kerusakan dunia. Kalau mereka tidak mampu berbuat seperti tersebut di atas mengenai urusan keduniaan, mengapa mereka berani menentang berbagai kebijaksanaan Allah di dalam menentukan siapa yang pantas diserahi tugas kerasulan itu. \n\nAyat ini ditutup dengan penegasan bahwa rahmat Allah dan keutamaan yang diberikan kepada orang yang telah ditakdirkan memangku jabatan kenabian dan mengikuti petunjuk wahyu dalam Al-Qur'an yang telah diturunkan, jauh lebih baik dan mulia daripada kemewahan dan kekayaan dunia yang ditimbun mereka. Demikian dikarenakan dunia dengan segala kekayaannya itu berada di tepi jurang yang akan runtuh dan akan lenyap tidak berbekas sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 4358, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 25, "page": 491, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0644\u0650\u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0642\u064f\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0636\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u0631\u0650\u062c\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law laaa any yakoonan naasu ummatanw waahidatal laja'alnaa limany yakfuru bir Rahmaani libu yootihim suqufam min fiddatinw wa ma'aarija 'alaihaa yazharoon" } }, "translation": { "en": "And if it were not that the people would become one community [of disbelievers], We would have made for those who disbelieve in the Most Merciful - for their houses - ceilings and stairways of silver upon which to mount", "id": "Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, loteng-loteng rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4358", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4358.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4358.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekiranya bukan karena Kami menghindarkan semua manusia menjadi umat yang satu dalam kekafiran, pastilah sudah Kami buatkan untuk orang-orang yang kafir kepada Allah, Yang Maha Pengasih, bagi rumah-rumah mereka loteng-loteng yang terbuat dari perak, dan demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki,", "long": "Ayat ini menegaskan sekiranya bukan karena Allah hendak menghindarkan semua manusia menjadi umat yang satu dalam kekafiran akibat mereka melihat orang-orang kafir memperoleh rezeki yang lapang, karena mengira bahwa harta yang banyak adalah bukti cinta Allah kepada mereka, maka akan Allah berikan kepada orang-orang kafir itu rumah-rumah mewah yang terbuat dari emas dan perak, tetapi Allah menghendaki keimanan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4359, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0631\u064f\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa libu yootihim abwaabanw wa sururan 'alaihaa yattaki'oon" } }, "translation": { "en": "And for their houses - doors and couches [of silver] upon which to recline", "id": "dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka, dan (begitu pula) dipan-dipan tempat mereka bersandar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4359", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4359.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4359.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Kami buatkan pula pintu-pintu yang terbuat dari perak bagi rumah-rumah mereka, dan begitu pula dipan-dipan tempat mereka bersandar,", "long": "Begitu juga pintu-pintu rumah orang-orang kafir, dan tempat tidur yang mereka tiduri akan dijadikan dari perak. Semua itu adalah perhiasan tempat manusia berbangga-bangga; semua itu hanya merupakan kesenangan kehidupan dunia yang sifatnya sementara, dan hanya dapat bertahan beberapa saat saja lalu hilang lenyap, sedangkan kehidupan akhirat yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang beraneka ragam dan tak terhitung banyaknya serta kekal abadi telah dipersiapkan untuk orang yang bertakwa kepada Allah, yang tidak menyekutukan-Nya, yang tidak berbuat maksiat dengan melanggar perintah-Nya, tetapi taat dan patuh melaksanakan perintah-Nya. Firman Allah:\n\nSedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (al-A'la/87: 16-17)" } } }, { "number": { "inQuran": 4360, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 426, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0632\u064f\u062e\u0652\u0631\u064f\u0641\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa zukhrufaa; wa in kullu zaalika lammaa mataa'ul hayaatid dunyaa; wal aakhiratu 'inda Rabbika lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And gold ornament. But all that is not but the enjoyment of worldly life. And the Hereafter with your Lord is for the righteous.", "id": "dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4360", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4360.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4360.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia semata, yang bersifat sementara sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan khusus bagi orang-orang yang bertakwa.", "long": "Begitu juga pintu-pintu rumah orang-orang kafir, dan tempat tidur yang mereka tiduri akan dijadikan dari perak. Semua itu adalah perhiasan tempat manusia berbangga-bangga; semua itu hanya merupakan kesenangan kehidupan dunia yang sifatnya sementara, dan hanya dapat bertahan beberapa saat saja lalu hilang lenyap, sedangkan kehidupan akhirat yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang beraneka ragam dan tak terhitung banyaknya serta kekal abadi telah dipersiapkan untuk orang yang bertakwa kepada Allah, yang tidak menyekutukan-Nya, yang tidak berbuat maksiat dengan melanggar perintah-Nya, tetapi taat dan patuh melaksanakan perintah-Nya. Firman Allah:\n\nSedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (al-A'la/87: 16-17)" } } }, { "number": { "inQuran": 4361, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0634\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0646\u064f\u0642\u064e\u064a\u0651\u0650\u0636\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa mai ya'shu 'an zikrir Rahmaani nuqaiyid lahoo Shaitaanan fahuwa lahoo qareen" } }, "translation": { "en": "And whoever is blinded from remembrance of the Most Merciful - We appoint for him a devil, and he is to him a companion.", "id": "Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur'an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4361", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4361.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4361.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih, yaitu tidak memperhatikan apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an, Kami biarkan setan menyesatkan dan mengendalikannya serta menjadi teman karibnya yang selalu menyertai, mendampingi, dan mendorongnya melakukan kedurhakaan.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa siapa yang berpaling dari peringatan dan pengajaran Allah, yaitu membutakan hatinya untuk beriman dan mempercayai ajaran-ajaran-Nya yang terdapat dalam Al-Qur'an, maka setan akan selalu menemaninya dan akan selalu berupaya membawanya kepada kesesatan, sehingga Allah akhirnya akan menjadikan setan itu menjadi teman setianya. \n\nMenurut az-Zajjaj, maksud ayat ini adalah bahwa siapa yang berpaling dari Al-Qur'an dan tidak mau mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya, setan akan terus-menerus menggodanya sampai ia terjerumus ke jalan yang sesat, karena itu ia pasti akan mendapat siksaan Allah. Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda:\n\nRasulullah saw bersabda, \"Tidaklah ada salah seorang dari kalian melainkan didampingi oleh pendamping dari golongan jin.\" (Riwayat Muslim)\n\nDi dalam ayat lain Allah berfirman bahwa orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah, maka hati dan pandangan mereka akan dibolak-balik oleh Allah sehingga mereka tidak jadi beriman dan tetap dalam kesesatan mereka:\n\nDan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan. (al-An'am/6: 110)\n\nManusia yang sesat akan berbuat dosa, lalu semakin ia bergelimang dosa, semakin tertutup hatinya sehingga tidak mungkin lagi beriman dan berbuat baik, sebagaimana sabda Rasulullah saw: \n\nRasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa niscaya ada titik hitam di dalam hatinya, jika ia bertobat dan meninggalkan dan memohon ampun niscaya hatinya kembali bersih. Namun jika dosanya bertambah, niscaya bertambah titik hitam tersebut sehingga meliputi hatinya.\" (Riwayat Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 4362, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innahum la yasuddoo nahum 'anis sabeeli wa yahsaboona annahum muhtadoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, the devils avert them from the way [of guidance] while they think that they are [rightly] guided", "id": "Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4362", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4362.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4362.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya mereka, yakni setan-setan yang menjadi temannya itu benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar sehingga mereka tidak mampu melakukan kebaikan, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk dari apa yang ditunjukkan setan itu.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan konsekuensi menjadikan setan sebagai teman, yaitu bahwa setan itu akan selalu berupaya menghalangi mereka untuk menemukan jalan yang benar, yaitu mengimani ajaran-ajaran Allah yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Mereka akhirnya memang tidak menemukan jalan yang benar itu, tetapi merasa bahwa jalan sesat yang mereka tempuh adalah benar, dan kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan kepada mereka adalah salah. Begitulah hebatnya kekuasaan setan atas diri orang itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4363, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u064f\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa jaaa'anaa qaala yaa laita bainee wa bainaka bu'dal mashriqaini fabi'sal qareen" } }, "translation": { "en": "Until, when he comes to Us [at Judgement], he says [to his companion], \"Oh, I wish there was between me and you the distance between the east and west - how wretched a companion.\"", "id": "Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata, “Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4363", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4363.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4363.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sehingga apabila dia yang berpaling itu, yakni orang yang tidak mau mengikuti petunjuk Al-Qur’an itu, datang kepada Kami pada hari Kiamat nanti, dia berkata dengan menyesali apa yang pernah dilakukannya di dunia ini, “Wahai! Sekiranya dapat dilakukan, maka jarak antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang, teman yang paling jahat bagi manusia adalah setan yang menjadi qarin itu.”", "long": "Dalam ayat ini diterangkan nasib manusia yang bersahabat dengan setan itu di hari akhirat ketika menghadap Allah. Di saat itulah orang itu baru menyadari bahwa ia telah disesatkan oleh setan-setan itu. Di hadapan Allah ia menyesali mengapa ia terlalu dekat dengan setan-setan itu sewaktu di dunia. Ia menyesal mengapa waktu di dunia dulu mereka dengan setan itu tidak berjauhan sebagaimana jauhnya timur dan barat, yaitu seperti antara satu ujung dengan ujung yang lainnya. Tetapi penyesalan itu tidak berguna, karena dunia sudah digulung dan tidak akan mungkin dikembalikan lagi. \n\nDi akhirat setan-setan yang menjadi teman-teman setia mereka waktu di dunia akan meninggalkan mereka. Di depan Allah setan-setan itu mengingkari persahabatan dan berlepas tangan, sebagaimana diinformasikan dalam Surah Ibrahim/14: 22.\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22)\n\nDemikianlah, setan-setan jelas merupakan teman yang paling jahat: di dunia mereka merayu, tetapi di akhirat mereka berlepas tangan bahkan menjerumuskan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 4364, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0625\u0650\u0630 \u0638\u0651\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u064f\u0634\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lai yanfa'akumul Yawma iz zalamtum annakum fil 'azaabi mushtarikoon" } }, "translation": { "en": "And never will it benefit you that Day, when you have wronged, that you are [all] sharing in the punishment.", "id": "Dan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4364", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4364.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4364.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menafikan apa yang menjadi harapan orang-orang yang enggan mengikuti petunjuk Al-Qur’an dengan mengatakan, “Dan harapanmu itu sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu sedikit pun pada hari itu karena kamu pada waktu di dunia dahulu telah menzalimi dirimu sendiri dengan menolak peringatan dari Al-Qur’an dan melakukan perbuatan durhaka. Sesungguhnya kamu dengan qarin-qarinmu itu pantas bersama-sama dalam azab itu, yaitu siksaan api neraka yang amat pedih.", "long": "Selanjutnya Allah menegaskan kepada mereka bahwa bagaimana pun penyesalan mereka dan apa pun alasan mereka tidak akan diterima. Hal itu karena mereka telah berbuat aniaya, yaitu tidak mengimani-Nya dan tidak menjalankan perintah-perintah-Nya. Mereka akhirnya akan dijebloskan ke dalam neraka bersama setan-setan teman-teman mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4365, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u0652\u064a\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Afa anta tusmi'us summa aw tahdil 'umya wa man kaana fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "Then will you make the deaf hear, [O Muhammad], or guide the blind or he who is in clear error?", "id": "Maka apakah engkau (Muhammad) dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar, atau (dapatkah) engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4365", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4365.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4365.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apakah engkau, wahai Nabi Muhammad, dapat menjadikan orang yang tuli, yaitu yang enggan mendengar ajakan kepada kebaikan, bisa mendengar ajakan itu, atau dapatkah engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta hatinya untuk berpikir dan memahami petunjuk yang disampaikan kepada mereka dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?", "long": "Pada ayat ini Allah bertanya kepada Nabi Muhammad saw yang selalu ingin agar orang-orang kafir itu beriman, apakah ia mampu membuat orang yang tuli mendengar ajakan untuk beriman dan berbuat baik, dan apakah ia mampu membuka hati orang yang telah tertutup mata hatinya. Tentu saja Nabi saw. tidak akan mampu, karena yang mampu melakukannya hanyalah Allah, sedangkan Allah tidak akan mengembalikan mereka yang sesat itu bila mereka sendiri tidak bersedia kembali kepada jalan yang benar. \n\nPertanyaan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw itu bukanlah untuk maksud bertanya, tetapi justru untuk menegaskan bahwa telinga dan mata batin mereka sebenarnya sudah tuli dan buta, karena itu kebenaran apa pun yang disampaikan kepada mereka tidak akan mereka terima. Oleh karena itu tugas beliau sebagai seorang rasul hanya menyampaikan. Dalam menyampaikan firman-firman Allah kepada kaum kafir Mekah itu, Nabi saw telah melaksanakannya dengan segenap tenaga dan upaya, namun sebagian mereka menentangnya. Nabi saw dan umatnya diboikot, bahkan diancam akan dibunuh. Untuk menyelamatkan diri Nabi saw memerintahkan pengikut-pengikutnya untuk berhijrah, pertama ke Abessinia, dan kedua ke Medinah. Penentangan dan ancaman itu kadang-kadang membuat hati Nabi saw. kecewa dan hampir-hampir putus asa. Namun dengan turunnya ayat-ayat seperti ayat ini, hati beliau terhibur kembali. Beliau sadar bahwa ia tidak bersalah, tetapi merekalah yang tertutup hatinya. Yang mampu membukanya hanyalah Allah, karena itu beliau tidak lagi berputus asa, tetapi terus berdakwah, dengan harapan pada suatu saat Allah akan menurunkan hidayah-Nya kepada mereka.\n\nDi dalam ayat lain Allah berfirman mengenai pemberian hidayah yang merupakan wewenang Allah itu:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272)" } } }, { "number": { "inQuran": 4366, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u062a\u064e\u0642\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa immaa nazhabanna bika fa innaa minhum muntaqimoon" } }, "translation": { "en": "And whether [or not] We take you away [in death], indeed, We will take retribution upon them.", "id": "Maka sungguh, sekiranya Kami mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka (di akhirat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4366", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4366.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4366.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka sungguh, sekiranya Kami membawamu pergi dengan mewafatkanmu atau dengan cara yang lain sebelum engkau mencapai kemenangan, maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka di akhirat nanti, atau Kami perlihatkan kepadamu azab yang telah Kami ancamkan atau sampaikan kepada mereka. Maka sungguh, Kami Maha berkuasa untuk menurunkan siksaan atas mereka.”", "long": "Di dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa Nabi saw tidak perlu terlalu merisaukan penentangan orang-orang musyrikin Mekah. Mereka pasti akan dihukum oleh Allah pada saat yang dikehendaki-Nya. Kemungkinan hukuman itu dalam dua cara. Pertama, Allah akan menghukum mereka setelah Nabi saw meninggal; dengan demikian hukuman itu tidak sempat beliau saksikan sendiri di dunia. Kedua, hukuman terhadap orang-orang yang kafir itu dilaksanakan Allah sekarang juga yaitu pada saat Nabi saw masih hidup. Bukti hukuman seperti itu adalah, menurut sebagian ulama, terbunuhnya banyak pemimpin kaum kafir Mekah pada Perang Badar. Demikianlah ancaman Allah terhadap kaum kafir itu. Pernyataan itu kembali menguatkan hati Nabi saw bahwa mereka yang menentang itu memang betul-betul membutakan mata hatinya karena itu perlu didakwahi lebih intensif lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 4367, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aw nuriyannakal lazee wa'adnaahum fa innaa 'alaihim muqtadiroon" } }, "translation": { "en": "Or whether [or not] We show you that which We have promised them, indeed, We are Perfect in Ability.", "id": "atau Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Maka sungguh, Kami berkuasa atas mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4367", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4367.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4367.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "41-42. Maka sungguh, sekiranya Kami membawamu pergi dengan mewafatkanmu atau dengan cara yang lain sebelum engkau mencapai kemenangan, maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka di akhirat nanti, atau Kami perlihatkan kepadamu azab yang telah Kami ancamkan atau sampaikan kepada mereka. Maka sungguh, Kami Maha berkuasa untuk menurunkan siksaan atas mereka.”43.\tWahai Muhammad, berpegang teguhlah engkau kepada apa yang telah di wahyukan Allah kepadamu. Dengan demikian, sungguh engkau berada di jalan yang lurus.", "long": "Di dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa Nabi saw tidak perlu terlalu merisaukan penentangan orang-orang musyrikin Mekah. Mereka pasti akan dihukum oleh Allah pada saat yang dikehendaki-Nya. Kemungkinan hukuman itu dalam dua cara. Pertama, Allah akan menghukum mereka setelah Nabi saw meninggal; dengan demikian hukuman itu tidak sempat beliau saksikan sendiri di dunia. Kedua, hukuman terhadap orang-orang yang kafir itu dilaksanakan Allah sekarang juga yaitu pada saat Nabi saw masih hidup. Bukti hukuman seperti itu adalah, menurut sebagian ulama, terbunuhnya banyak pemimpin kaum kafir Mekah pada Perang Badar. Demikianlah ancaman Allah terhadap kaum kafir itu. Pernyataan itu kembali menguatkan hati Nabi saw bahwa mereka yang menentang itu memang betul-betul membutakan mata hatinya karena itu perlu didakwahi lebih intensif lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 4368, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fastamsik billazeee oohi ya ilaika innaka 'alaa Siraatim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "So adhere to that which is revealed to you. Indeed, you are on a straight path.", "id": "Maka berpegang teguhlah engkau kepada (agama) yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4368", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4368.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4368.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Muhammad, berpegang teguhlah engkau kepada apa yang telah di wahyukan Allah kepadamu. Dengan demikian, sungguh engkau berada di jalan yang lurus.", "long": "Pada ayat ini Nabi saw diminta Allah untuk berpegang teguh pada Al-Qur'an, yaitu lebih meningkatkan iman kepadanya dan lebih giat menyampaikan ajaran-ajaran Allah di dalamnya. Hal itu karena ajaran-ajaran yang terdapat di dalam Kitab itu mutlak benar dan menjamin kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sedangkan bagi mereka yang tetap membangkang tentu Allah akan menentukan hukuman buat mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4369, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innahoo lazikrul laka wa liqawmika wa sawfa tus'aloon" } }, "translation": { "en": "And indeed, it is a remembrance for you and your people, and you [all] are going to be questioned.", "id": "Dan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4369", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4369.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4369.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah wahai Nabi Muhammad, bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu itu benar-benar suatu peringatan dan pengajaran yang sangat baik bagimu dan bagi kaummu dan semua yang mengikuti tuntunanmu, dan kelak kamu sekalian akan dimintai pertanggungjawaban.", "long": "Allah menegaskan bahwa turunnya Al-Qur'an itu sesungguhnya adalah kemuliaan bagi Nabi saw dan kaumnya, yaitu suku Quraisy pada khususnya dan bangsa Arab pada umumnya. Hal itu karena Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa mereka. Dengan begitu bangsa Arab, khususnya suku Quraisy, tentu yang paling paham maknanya, karena itu seharusnya mereka menjadi yang pertama dalam mengimaninya dan melaksanakan ajaran-ajaran yang terdapat di dalamnya. Dalam ayat lain Allah menyatakan Al-Qur'an sebagai kehormatan yang telah diberikan kepada mereka:\n\nSungguh, telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur'an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Maka apakah kamu tidak mengerti? (al-Anbiya'/21: 10)\n\nSelanjutnya, orang-orang musyrikin Mekah seharusnya menjadi pelopor dalam menyebarkan ajaran-ajaran yang terdapat dalam Al-Qur'an. Untuk itu semua mereka akan diminta pertanggungjawabannya. Bila mereka tidak mengimaninya, tidak menjalankannya, dan tidak menyebarluaskannya, maka kedudukan mereka akan digantikan oleh kaum-kaum lain, sebagaimana difirmankan Allah:\n\nIngatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini). (Muhammad/47: 38)\n\nKarena Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, kaum muslimin yang bukan bangsa Arab dan tidak berbahasa Arab berarti perlu belajar bahasa Arab supaya dapat memahami ajaran-ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur'an itu dengan baik. Di antara mereka perlu ada yang mendalami ajaran-ajaran yang terdapat di dalamnya, melaksanakannya, dan mendakwahkannya. Bila mereka melakukan yang demikian itu, maka kedudukan mereka setingkat dengan suku Quraisy yang dianugerahi kemulian sebagai umat pertama yang menerima Islam dan menyebarluaskannya kepada bangsa-bangsa lain. Mereka adalah para ulama. Dengan demikian di pundak para ulama terletak tanggung jawab besar dan mereka juga akan diminta pertanggungjawaban nanti di akhirat oleh Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 4370, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 427, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u064a\u064f\u0639\u0652\u0628\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Was'al man arsalnaa min qablika mir Rusulinaaa aja'alnaa min doonir Rahmaani aalihatany yu badoon" } }, "translation": { "en": "And ask those We sent before you of Our messengers; have We made besides the Most Merciful deities to be worshipped?", "id": "Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4370", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4370.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4370.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tanyakanlah, wahai Muhammad, kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus kepada umat-umat sebelum engkau, \"Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain Allah Yang Maha Pengasih untuk disembah?\" Tentu tidak. Kami hanya menentukan satu Tuhan yang disembah, yaitu Allah Yang Maha Esa.", "long": "Ayat ini mengandung celaan terhadap kaum kafir Mekah yang masih belum mau beriman dan masih tetap menyembah berhala-berhala. Celaan itu ditujukan kepada mereka karena Al-Qur'an turun dalam bahasa mereka, dimana merekalah seharusnya yang lebih memahaminya dan mengimaninya terlebih dahulu.\n\nUntuk itulah Allah meminta Nabi Muhammad bertanya kepada rasul-rasul terdahulu, pernahkah Allah menjadikan sembahan selain-Nya. Perintah agar Nabi saw bertanya kepada nabi-nabi terdahulu itu, menurut pendapat sebagian ulama, terjadi pada waktu Nabi saw melakukan Isra' Mi'raj. Ada pula yang berpendapat bahwa pertanyaan kepada rasul-rasul itu dilakukan dengan memeriksa isi kitab-kitab suci terdahulu, yaitu Taurat dan Injil. Para nabi itu pasti akan menjawab bahwa mereka tidak pernah menyaksikan adanya Tuhan selain Allah. Dengan demikian perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk bertanya kepada nabi-nabi terdahulu itu bukanlah bertanya karena tidak tahu, tetapi bertanya untuk menunjukkan bahwa kaum Quraisy yang menyembah berhala-berhala itu keliru karena hal itu tidak pernah diajarkan dalam agama-agama terdahulu. Oleh sebab itu mereka seharusnya beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 4371, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Moosaa bi aayaatinaaa ilaa Fir'awna wa mala'ihee faqaala innee Rasoolu Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And certainly did We send Moses with Our signs to Pharaoh and his establishment, and he said, \"Indeed, I am the messenger of the Lord of the worlds.\"", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka dia (Musa) berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4371", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4371.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4371.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu berbicara tentang rasul-rasul Allah yang telah diutus sebelum Nabi Muhammad. Ayat ini berbicara tentang Nabi Musa, salah satu dari rasul-rasul itu. Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat, yakni bukti-bukti kenabian dan kerasulannya serta bukti-bukti kekuasaan Kami, kepada Fir’aun, yang mengaku dirinya sebagai Tuhan, dan pemuka-pemuka kaumnya yang mendukung dan mempertahankan pengakuannya itu. Maka dia, yakni Nabi Musa, berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan yang telah menciptakan kalian, dan memiliki seluruh alam.”", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah telah mengutus Nabi Musa kepada Fir'aun dan rakyatnya untuk menyampaikan ajaran-ajaran Allah. Nabi Musa diutus kepada Fir'aun dengan dilengkapi beberapa mukjizat, misalnya tongkat menjadi ular, tangan yang bercahaya, dan sebagainya. Inti seruan Nabi Musa kepada Fir'aun adalah agar Fir'aun mengakui Allah sebagai Tuhan yang menciptakan dan memelihara seluruh alam ini, dan mengakuinya sebagai utusan-Nya.\n\nPenegasan berkenaan dengan Nabi Musa itu mengandung pula penegasan mengenai Nabi Muhammad saw. Kaum kafir Mekah hendaknya juga mengimani Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Esa, mengimani Muhammad saw sebagai Rasul-Nya dan mengimani mukjizatnya yang utama yaitu Al-Qur'an. Selanjutnya penegasan itu mengandung arti bahwa agama yang diserukan Nabi Muhammad sama dengan yang diserukan Nabi Musa dan seluruh nabi, yaitu Islam. Allah berfirman: \n\nSesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. (Ali 'Imran/3:19)" } } }, { "number": { "inQuran": 4372, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 25, "page": 492, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0652\u062d\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammma jaaa'ahum bi aayaatinaaa izaa hum minhaa yadhakoon" } }, "translation": { "en": "But when he brought them Our signs, at once they laughed at them.", "id": "Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa mukjizat-mukjizat Kami, seketika itu mereka menertawakannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4372", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4372.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4372.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika dia, yakni Nabi Musa, datang kepada mereka membawa mukjizat-mukjizat Kami itu untuk memperkuat ke rasulannya, seperti tongkatnya yang berubah menjadi ular, seketika itu mereka mengejek dan menertawakannya.", "long": "Ayat ini menerangkan sikap Fir'aun dan kaumnya terhadap seruan Nabi Musa. Mereka meminta Nabi Musa menyampaikan bukti-bukti kerasulannya, lalu Nabi Musa menyampaikan mukjizat-mukjizatnya, di antaranya tongkat menjadi ular, tangan bercahaya, dan lain-lain. Tetapi mereka menertawakannya dan mengejeknya. Nabi Muhammad pun diperlakukan demikian oleh kaum kafir Mekah. Mereka menuduhnya pesihir dan pembohong (shad/38: 4), dan menuduh Al-Qur'an itu mimpi, rekayasa, atau syair gubahan Nabi Muhammad saw. (al-Anbiya'/21: 5).\n\nApa yang disampaikan dalam ayat ini meringankan tekanan batin yang diderita Nabi saw akibat penentangan yang keras dari kaum kafir Mekah. Dari isi ayat itu Nabi saw memperoleh pelajaran bahwa sudah menjadi kebiasaan seorang nabi ditentang oleh kaumnya, karena itu yang ditentang bukan hanya dia, tetapi seluruh nabi. Ia harus sabar dan tabah menghadapi segala tantangan, sebagaimana Nabi Musa sabar dan tabah menghadapi Fir'aun dan balatentaranya, sehingga ia memperoleh kemenangan. Begitu pula Nabi Muhammad saw, bila sabar dan tabah, maka ia juga akan memperoleh kemenangan atas kaum kafir Mekah di dunia ini juga, yang kemudian dibuktikan dengan hancurnya pasukan kafir Mekah pada Perang Badar." } } }, { "number": { "inQuran": 4373, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u062e\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa nureehim min aayatin illaa hiya akbaru min ukhtihaa wa akhaznaahum bil'azaabi la'allahum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And We showed them not a sign except that it was greater than its sister, and We seized them with affliction that perhaps they might return [to faith].", "id": "Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4373", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4373.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4373.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu ayat, yaitu tanda kekuasaan Kami, berupa mukjizat kepada mereka kecuali ia lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Namun demikian, mereka tetap bersikeras dengan sikap dan keyakinan mereka yang enggan menerima kebenaran. Dan akibat dari perbuatan mereka itu Kami timpakan kepada mereka azab duniawi sebagai cobaan dari Kami seperti kekurangan makanan, berjangkitnya hama tumbuh-tumbuhan agar mereka kembali ke jalan yang benar.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa mukjizat adalah sesuatu peristiwa atau sesuatu yang besar dan luar biasa yang diberikan kepada seorang nabi sebagai bukti kenabiannya. Namun mukjizat yang diberikan kepada seorang nabi lebih hebat dari mukjizat yang diberikan kepada nabi sebelumnya. Begitu pula mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa. Dalam Surah al-Isra'/17: 101 dinyatakan bahwa Nabi Musa diberi sembilan macam mukjizat, yaitu tongkat menjadi ular, tangan bercahaya, kemarau panjang, laut terbelah, topan yang dahsyat, belalang yang memusnahkan tanaman, kutu yang menimbulkan penyakit, kodok yang menjadi hama, dan air minum yang berubah menjadi darah yang Allah turunkan kepada Fir'aun dan kaumnya dalam bentuk bencana untuk menyadarkan mereka, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. (al-A'raf/7: 133)\n\nDengan ditimpakannya bencana-bencana itu kepada Fir'aun dan pengikut-pengikutnya diharapkan mereka akan kembali, yaitu beriman. Tetapi tidak demikian, mereka tetap membangkang.\n\nBegitu pula dengan Nabi Muhammad saw, beliau telah menyampaikan kepada kafir Mekah mukjizatnya yang terbesar, yaitu Al-Qur'an. Tetapi mereka tetap menolaknya dan menyatakan bahwa Al-Qur'an itu adalah mimpi, rekayasa, atau syair gubahan Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 4374, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064f \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo yaaa ayyuhas saahirud'u lanaa Rabbaka bimaa 'ahida 'indaka innanaa lamuhtadoon" } }, "translation": { "en": "And they said [to Moses], \"O magician, invoke for us your Lord by what He has promised you. Indeed, we will be guided.\"", "id": "Dan mereka berkata, “Wahai pesihir! Berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4374", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4374.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4374.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setiap ada bencana yang ditimpakan kepada Fir’aun dan kaumnya, mereka berkata, “Wahai pesihir, maksudnya Nabi Musa, berdoalah kepada Tuhanmu untuk mengangkat bencana itu dan melepaskan kami dari bencana yang menimpa kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya jika doamu dikabulkan, hai Musa, kami akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.”", "long": "Fir'aun dan pengikut-pengikutnya merasakan bencana-bencana yang ditimpakan kepada mereka sangat dahsyat, lalu mereka memohon kepada Nabi Musa agar berdoa kepada Allah supaya melepaskan mereka dari azab itu. \"Wahai tukang sihir!\" kata mereka, \"Berdoalah kepada Tuhanmu sesuai dengan apa yang Ia janjikan kepadamu! Kami pasti menerima apa yang kau sampaikan.\" Memanggil Nabi Musa tukang sihir sudah menunjukkan bahwa mereka menghina beliau dan tidak mempercayainya. Tetapi Nabi Musa tetap mengabulkan permintaan mereka, karena Allah memang telah menjanjikan kepadanya bahwa bila mereka beriman, azab itu akan dihentikan. Nabi Musa pun berdoa setelah mereka berjanji akan beriman, lalu Allah pun menghentikan azab tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 4375, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0643\u064f\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa kashafnaa 'anhumul 'azaaba izaa hum yankusoon" } }, "translation": { "en": "But when We removed from them the affliction, at once they broke their word.", "id": "Maka ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka, seketika itu (juga) mereka ingkar janji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4375", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4375.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4375.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dengan begitu cepat ketika Kami hilangkan dan hindarkan azab itu dari mereka karena doa yang dimohonkan oleh Nabi Musa itu, seketika itu juga dari waktu ke waktu dan secara terus-menerus mereka ingkar janji.", "long": "Setelah azab dihentikan, ternyata mereka memungkiri janji mereka. Mereka tetap membangkang, Di dalam ayat lain peristiwa itu diterangkan pula:\n\nDan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, \"Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.\" Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji. (Surah al-A'raf/7: 134-135)\n\nDi dalam ayat itu diterangkan bahwa mereka berjanji bahwa bila mereka dilepaskan dari bencana-bencana itu, mereka akan beriman dan akan membebaskan Bani Israil dari siksaan dan perbudakan yang mereka perlakukan terhadap mereka. Tetapi semuanya itu hanyalah janji. Mereka tidak menepati janji itu, bahkan ingin mencelakakan Nabi Musa dan kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4376, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u064a \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0645\u0650\u0635\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u064a \u06d6 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naadaa Fir'awnu fee qawmihee qaala yaa qawmi alaisa lee mulku Misra wa haazihil anhaaru tajree min tahtee afalaa tubsiroon" } }, "translation": { "en": "And Pharaoh called out among his people; he said, \"O my people, does not the kingdom of Egypt belong to me, and these rivers flowing beneath me; then do you not see?", "id": "Dan Fir‘aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4376", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4376.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4376.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Fir‘aun dengan penuh kesombongan dan keangkuhan berseru kepada kaumnya seraya berkata, “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku sendiri, bukan milik orang lain, dan bukankah sungai-sungai ini yang mengalir di bawah istana-ku juga menjadi milikku dan ke kayaanku; apakah kamu tidak melihat betapa hebatnya aku dan betapa besar ke kuasaanku dan betapa lemahnya Musa?", "long": "Fir'aun semakin menunjukkan kesombongannya dan kesewenang-wenangannya. Ia bertanya kepada kaumnya, bertanya untuk menegaskan, bukankah kerajaan Mesir yang besar itu milik dia bukan milik orang lain. Bukankah sungai-sungai sebagai sumber kehidupan di negeri itu mengalir di bawah istananya dan di dalam kebun-kebunnya. Pertanyaan itu untuk menunjukan kesombongannya. Dengan ucapan itu ia hendak menyatakan bahwa dialah penguasa besar dan satu-satunya di negeri itu, yang tidak mungkin dilawan dan dikalahkan. Oleh karena itu ia tidak akan beriman dan dan tidak akan tunduk kepada Nabi Musa. Ucapannya itu sekaligus mengandung ancaman kepada siapa saja yang mengikuti Nabi Musa bahwa mereka akan memperoleh nasib yang tidak menguntungkan." } } }, { "number": { "inQuran": 4377, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u064a\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Am ana khairum min haazal lazee huwa maheenunw wa laa yuakaadu yubeen" } }, "translation": { "en": "Or am I [not] better than this one who is insignificant and hardly makes himself clear?", "id": "Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4377", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4377.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4377.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukankah dengan kehebatan, kekayaan, dan kekuasaanku itu aku lebih baik dan lebih tinggi kedudukannya dari orang yang hina ini, yaitu Musa, yang tidak memiliki kekuasaan apa pun dan dia juga adalah orang yang hampir tidak dapat menjelaskan perkataannya dengan kalimat-kalimat yang baik? Tentulah aku lebih baik daripada Musa.", "long": "Fir'aun semakin menunjukkan kecongkakannya. Ia menghina Nabi Musa. Ia bertanya kepada kaumnya, sekali lagi untuk menegaskan, bukankah yang terbaik adalah dia, sedangkan Nabi Musa adalah seorang yang hina karena ia tidak memiliki apa-apa, seperti kekuasaan, jabatan, dan kekayaan seperti yang ia miliki. Dan bukankah Nabi Musa itu begitu hinanya mengingat untuk menjelaskan sesuatu dengan kata-kata saja ia tidak mampu. Yang dimaksudkannya adalah ketidakmampuan Nabi Musa berbicara secara jelas karena lidahnya kelu sebagaimana diakuinya dalam doanya kepada Allah agar memperkuatnya dengan mengutus saudaranya, Nabi Harun. Allah berfirman:\n\nDan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku. (al-Qasas/28: 34)\n\nTujuan Fir'aun bertanya kepada kaumnya dengan menyampaikan kekurangan-kekurangan Nabi Musa bukanlah untuk bertanya tetapi untuk tujuan menghina beliau. Ia berharap dengan mengemukakan kekurangan Nabi Musa, rakyatnya memiliki pandangan yang tidak baik kepadanya dan tidak mempercayainya." } } }, { "number": { "inQuran": 4378, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0648\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0645\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaw laa ulqiya 'alaihi aswiratum min zahabin awjaaa'a ma'ahul malaaa'ikatu muqtarineen" } }, "translation": { "en": "Then why have there not been placed upon him bracelets of gold or come with him the angels in conjunction?\"", "id": "Maka mengapa dia (Musa) tidak dipakaikan gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4378", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4378.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4378.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka kalau memang Musa merupakan utusan Tuhan yang dikirim kepada kami, mengapa dia, yakni Musa, tidak dipakaikan oleh Tuhannya gelang dari emas sebagai identitasnya atau para malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringinya sebagai bentuk dukungan terhadap pengutusannya?”", "long": "Fir'aun memberikan alasan mengapa Nabi Musa tidak pantas memperoleh kemuliaan dan tidak layak diimani sebagai rasul, karena ia tidak memiliki gelang-gelang emas sebagai tanda ia kaya, dan tidak didampingi malaikat-malaikat sebagai tanda ia seorang rasul. Dengan demikian Fir'aun membuat tolok ukur kemuliaan itu adalah dengan kekayaan, dan tolok ukur kebenaran pada hal-hal yang kasat mata. Allah tidak meletakkan tolok ukur kemuliaan itu pada materi tetapi pada ketakwaan, sebagaimana firman Allah:\n\nWahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (al-hujurat/49: 13) \n\nAllah tidak meletakkan tolok ukur kebenaran sebagai seorang rasul itu pada sesuatu yang dapat diindera, namun pada kebenaran jalan yang ditempuhnya, yaitu pada kebenaran wahyu yang diperolehnya dari Allah. Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.\" Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.\" (al-Kahf/18: 110) \n\nPerlakuan yang tidak layak juga dialami Nabi Muhammad saw bahkan lebih hebat lagi. Kaumnya tidak mempercayainya sebagai seorang rasul karena ia tidak memiliki apa-apa. Mereka memintanya, di samping menjadi orang kaya, juga dapat menciptakan peristiwa-peristiwa yang luar biasa sampai-sampai mereka ingin melihat Allah dan malaikat secara kasat mata. Permintaan itu tentu tidak mungkin ia penuhi karena sudah di luar kuasanya dan mustahil dipenuhi. Beliau hanya menjawab, \"Mahasuci Tuhanku, dan saya hanya seorang manusia yang menjadi rasul.\" \n\nKatakanlah (Muhammad), \"Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?\" (al-Isra'/17: 93)" } } }, { "number": { "inQuran": 4379, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0651\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fastakhaffa qawmahoo fa ataa'ooh; innahum kaanoo qawman faasiqeen" } }, "translation": { "en": "So he bluffed his people, and they obeyed him. Indeed, they were [themselves] a people defiantly disobedient [of Allah].", "id": "Maka (Fir‘aun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4379", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4379.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4379.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dia, yakni Fir‘aun, dengan perkataannya itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya dan mengakui kekuasaan dan ketuhanannya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik, yang secara terus-menerus menolak kerasulan Nabi Musa dan menyimpang dari ajaran agama.", "long": "Upaya Fir'aun mempengaruhi dan mengelabui rakyatnya berhasil. Rakyat Mesir patuh kepadanya dan tidak mau beriman kepada Nabi Musa bahkan membencinya. Mereka digolongkan oleh Allah sebagai orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang benar-benar telah melanggar ajaran-ajaran agama dan keluar dari kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 4380, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u0633\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0646\u062a\u064e\u0642\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaaa aasafoonan taqamnaa minhum fa aghraqnaahum ajma'een" } }, "translation": { "en": "And when they angered Us, We took retribution from them and drowned them all.", "id": "Maka ketika mereka membuat Kami murka, Kami hukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4380", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4380.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4380.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketika mereka, yaitu Fir’aun dan kaumnya, membuat Kami murka karena pernyataan dan sikap mereka yang menentang Nabi Musa sebagai utusan Kami, Kami membalas sikap mereka itu dengan menghukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya di Laut Merah,", "long": "Kefasikan Fir'aun dan kaumnya semakin menjadi-jadi. Mereka semakin lupa daratan bahkan memandang Fir'aun adalah tuhan. Tindakan itu sudah sampai ke puncaknya, yang tidak mungkin lagi dimaafkan oleh Allah dan sangat disesalkan. Allah pun menjatuhkan hukuman-Nya, ketika Fir'aun dan balatentaranya mengejar Nabi Musa dan kaumnya sampai ke Laut Merah, Allah menenggelamkannya di laut itu. Dengan demikian ia tewas karena kesombongannya memiliki kekayaan dan kekuasaan, dan kebenaran pun terungkap walaupun diusung hanya oleh seorang manusia biasa yang tidak punya kekuasaan apa-apa. \n\nPenundaan hukuman terhadap orang yang jahat itu disebut istidraj, yaitu pelaku perbuatan dosa dibiarkan melakukan kejahatan sehingga dosanya meningkat terus sampai ke puncaknya, bila pelakunya tidak mempan lagi dinasehati. Bila dosa-dosa itu sudah sampai di puncaknya, maka Allah tidak mungkin memaafkannya lagi, lalu Ia akan menjatuhkan hukuman-Nya. Nabi bersabda dalam sebuah riwayat Ahmad, at-Tirmidhi, ath-thabrani dan al-Baihaqi:\n\n'Uqbah bin 'Amir meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, \"Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan duniawi yang ia inginkan dari dunia sedangkan ia selalu bermaksiatm maka sesungguhnya hal tersebut merupakan istidraj.\" Kemudian Nabi saw membaca ayat, \"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.\" (Riwayat Ahmad, at-Tirmidhi, ath-thabrani dan al-Baihaqi)" } } }, { "number": { "inQuran": 4381, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 428, "hizbQuarter": 197, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0641\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faja'alnaahum salafanw wa masalal lil aakhireen" } }, "translation": { "en": "And We made them a precedent and an example for the later peoples.", "id": "maka Kami jadikan mereka sebagai (kaum) terdahulu dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4381", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4381.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4381.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Kami jadikan mereka yang menentang terhadap ajaran-ajaran Allah yang dibawa oleh Nabi Musa dan hukuman yang ditimpakan kepada mereka itu sebagai kaum terdahulu dan pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian.", "long": "Kasus Fir'aun itu merupakan contoh yang patut dijadikan pelajaran oleh generasi-generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Pelajarannya adalah agar siapa pun tidak meniru tingkah laku Fir'aun yang congkak dan durhaka. Dan bahwa siapa pun yang congkak dan durhaka akan mengalami nasib yang sama seperti Fir'aun itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4382, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0636\u064f\u0631\u0650\u0628\u064e \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u064a\u064e\u0635\u0650\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lammaa duribab nu Maryama masalan izaa qawmu ka minhu yasidoon" } }, "translation": { "en": "And when the son of Mary was presented as an example, immediately your people laughed aloud.", "id": "Dan ketika putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Suku Quraisy) bersorak karenanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4382", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4382.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4382.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan bahwa kaum Nabi Musa yang menentang ajaran Allah dan hukuman yang ditimpakan kepada mereka adalah pelajaran bagi orang-orang datang kemudian, Allah lalu menjelaskan pelajaran yang dapat diambil oleh Nabi Muhammad dan umatnya dari kisah Nabi Isa. Dan ketika putra Maryam, yakni Nabi Isa, dijadikan oleh orang-orang musyrik perumpamaan untuk menentang kebenaran ayat-ayat Allah, tiba-tiba kaummu, suku Quraisy wahai Nabi Muhammad bersorak gembira karenanya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Isa putra Maryam dijadikan contoh oleh kaum musyrikin Mekah untuk menjatuhkan dan memperolok-olokkan Nabi Muhammad saw. Hal itu terjadi ketika beliau menyampaikan ayat,\" \"Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam.,\" (al-Anbiya'/21: 98). Mereka bersorak-sorai kegirangan, karena menyangka memperoleh alasan untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad bertindak salah berdasarkan ayat itu. Hal itu karena Nabi Isa disembah oleh sebagian manusia. Dengan begitu beliau juga akan masuk neraka bersama mereka yang menyembahnya. Untuk membantah pandangan itu Allah menurunkan ayat, \"Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka),\" (al-Anbiya'/21:101). Dengan demikian Nabi Isa, 'Uzair, dan pendeta-pendeta serta rahib-rahib yang taat dan hanya menyembah Allah, akan masuk surga, dan orang-orang sesat yang kemudian menjadikan mereka tuhan-tuhan selain Allah akan masuk neraka. Mengenai Isa sendiri yang disembah mereka yang sesat itu turun ayat ini untuk membantahnya, \"Dan tatkala putra Maryam dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu, ya Muhammad, bersorak karenanya,\" yaitu menyoraki kamu karena firman-Nya itu. Selanjutnya Allah menjelaskan, \"Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami anugerahi nikmat dan Kami jadikan tanda untuk Bani Israil. Dan jika Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagian kalian malaikat-malaikat di bumi yang turun-temurun. Dan ia (Isa) sungguh merupakan bukti tentang adanya hari Kiamat¦.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4383, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u062f\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u062e\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaalooo 'a-aalihatunaa khairun am hoo; maa daraboohu laka illaa jadalaa; balhum qawmun khasimoon" } }, "translation": { "en": "And they said, \"Are your gods better, or is he?\" They did not present the comparison except for [mere] argument. But, [in fact], they are a people prone to dispute.", "id": "Dan mereka berkata, “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4383", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4383.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4383.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka berkata, “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami, berupa berhala-berhala yang kami sembah atau dia, yakni Isa?” Mereka tidak memberikannya, yakni perumpamaan itu, kepadamu, Muhammad, melainkan dengan maksud membantah saja, bukan untuk menunjukkan kebenaran keyakinan mereka, tetapi untuk memelesetkan apa yang disampaikan kepada mereka. Bahkan sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa kaum musyrikin Mekah itu membandingkan tuhan-tuhan mereka, yaitu berhala-berhala, dengan Nabi Isa yang telah dipertuhankan oleh orang-orang sesat sebelumnya, manakah yang lebih baik. Menurut pandangan mereka Nabi Isa tidak lebih baik dari berhala-berhala yang mereka sembah, karena Nabi Isa juga akan masuk neraka bersama mereka dan tuhan-tuhan mereka. Lalu Allah mematahkan pandangan itu dengan menerangkan bahwa mereka sebenarnya hanya berdebat dan menyanggah tak menentu, karena memang begitulah sifat yang sudah tertanam dalam diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4384, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064c \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "In huwa illaa 'abdun an'amnaa 'alaihi wa ja'alnaahu masalal li Baneee Israaa'eel" } }, "translation": { "en": "Jesus was not but a servant upon whom We bestowed favor, and We made him an example for the Children of Israel.", "id": "Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya dan Kami jadikan dia sebagai contoh pelajaran bagi Bani Israil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4384", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4384.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4384.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu Allah menunjukkan kepada mereka bahwa dia, yaitu Isa, tidak lain hanyalah seorang hamba, bukan tuhan seperti keyakinan orang-orang Nasrani, yang Kami berikan nikmat ke nabian kepadanya dan Kami jadikan dia sebagai contoh pelajaran yang sangat mengagumkan bagi Bani Israil, baik yang hidup pada masa Isa maupun yang sesudahnya.", "long": "Allah menegaskan bahwa Nabi Isa sesungguhnya adalah hamba-Nya, bukan anak-Nya dan bukan Tuhan. Ia telah dikaruniai kemuliaan, yaitu menjadi nabi yang menyampaikan ajaran-ajaran Allah dalam kitab Injil. Di samping itu Nabi Isa dijadikan-Nya sebagai contoh bagi Bani Israil tentang bukti kekuasaan-Nya, bahwa Ia menciptakan sesuatu melalui proses yang tidak wajar, yaitu menciptakan manusia tanpa ayah. Dengan mengemukakan contoh itu, Bani Israil dan siapa pun sesudahnya tidak boleh memandangnya sebagai anak Tuhan dan mengangkatnya sebagai tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 4385, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 25, "page": 493, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa law nashaaa'u laja'alnaa minkum malaaa'ikatan fil ardi yakhlufoon" } }, "translation": { "en": "And if We willed, We could have made [instead] of you angels succeeding [one another] on the earth.", "id": "Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya ada di antara kamu yang Kami jadikan malaikat-malaikat (yang turun temurun) sebagai pengganti kamu di bumi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4385", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4385.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4385.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekiranya Kami menghendaki, tetapi Kami tidak menghendaki dan tidak melakukannya, niscaya Kami menjadikan sebahagian di antara kamu malaikat-malaikat yang secara turun temurun dan silih berganti menggantikan kamu di bumi.", "long": "Allah membantah kepercayaan kaum musyrikin Mekah bahwa malaikat adalah anak Allah yang harus disembah. Kepercayaan itu sama dengan kepercayaan sebagian Bani Israil dan orang-orang sesudah mereka tentang Nabi Isa. Allah menegaskan bahwa bila Ia mau, Ia dapat menciptakan manusia menjadi malaikat yang menghuni bumi ini secara turun-temurun, atau menggantikan manusia di bumi yang juga hidup beranak pinak sampai hari kiamat. Lalu apakah malaikat itu adalah anak-anak Allah dan pantas disembah? Dengan penjelasan itu Allah hendak menyampaikan kepada kaum musyrikin Mekah bahwa Ia mampu menciptakan apa saja termasuk yang jauh lebih hebat dari penciptaan Nabi Isa, karena itu hanya Allahlah yang pantas disembah, bukan ciptaan-Nya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4386, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650 \u06da \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa innahoo la'ilmul lis Saa'ati fala tamtarunna bihaa wattabi'oon; haazaa Siraatum Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "And indeed, Jesus will be [a sign for] knowledge of the Hour, so be not in doubt of it, and follow Me. This is a straight path.", "id": "Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4386", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4386.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4386.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh dia, yakni Nabi Isa yang mengagumkan itu yang lahir tanpa ayah, dan dianugerahi kemampuan menghidupkan orang mati serta menyembuhkan berbagai macam penyakit, benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu sedikit pun tentang kepastian datangnya hari Kiamat itu dan ikutilah Aku dengan mengikuti ajaran-ajaran yang disampaikan oleh rasul-Ku. Inilah jalan yang lurus yang dapat menyelamatkan kamu dari siksaan-Ku di dunia dan di akhirat.", "long": "Allah menerangkan lebih lanjut tentang kelebihan yang diberikan kepada Nabi Isa, yang akan menjadi bukti tentang adanya hari Kiamat. Hal itu karena Nabi Isa memiliki mukjizat-mukjizat besar, seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan kebutaan, dan sebagainya. Mukjizat-mukjizat itu merupakan bukti bahwa Allah yang memberikannya mampu menciptakan hari Kiamat. \n\nDi samping itu hadis-hadis sahih menginformasikan akan datangnya Nabi Isa menjelang hari Kiamat. Hadis itu diriwayatkan dari berbagai sumber, di antaranya Abu Hurairah, Ibnu 'Abbas , 'Ikrimah, al-hasan, Qatadah, dan adh-ahhak, sehingga dipandang mutawatir oleh sebagian ulama. Hadis itu di antaranya adalah: \n\nNabi saw bersabda, \"Demi (Allah)yang menguasai jiwaku, hampir saja turun kepada kalian Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nDengan demikian maksud ayat ini adalah bahwa munculnya Nabi Isa menjelang hari Kiamat merupakan tanda bahwa Kiamat akan datang.\n\nSelanjutnya Allah meminta manusia agar tidak meragukan datangnya hari Kiamat. Karena itu mereka harus mempersiapkan diri dengan cara beriman dan berbuat baik, supaya dapat memetik buah iman dan amalnya nanti di akhirat. Dengan begitu manusia akan hidup bahagia selamanya di hari akhirat nanti.\n\nAllah meminta Bani Israil agar mengikuti ajaran-ajaran yang Ia sampaikan kepada Nabi Isa mengenai adanya hari Kiamat. Ajaran tentang adanya kiamat meminta manusia agar berbuat baik sebagai persiapan untuk menghadapinya. Ajaran itu merupakan jalan yang lurus yang mutlak benar dan pasti dapat mengantarkan manusia ke kehidupan yang bahagia di akhirat. Jalan yang lurus itulah yang diajarkan Islam, yang merupakan agama yang dibawa semua nabi, termasuk nabi terakhir yaitu Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 4387, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa yasuddan nakumush Shaitaanu innahoo lakum 'aduwwum mubeen" } }, "translation": { "en": "And never let Satan avert you. Indeed, he is to you a clear enemy.", "id": "Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4387", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4387.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4387.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan oleh sebab itu, Allah dengan tegas memperingatkan mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu sekali-kali di palingkan oleh setan dari jalan-Ku yang lurus itu sehingga menyimpang dari ajaran-ajaran-Ku. Sungguh, setan itu merupakan musuh yang nyata bagimu yang selalu membawa kamu kepada kesesatan.”", "long": "Selanjutnya Allah memperingatkan manusia agar tidak terjebak oleh tipu daya setan. Tugas manusia adalah beribadah, yaitu mengabdi kepada Allah dengan mempersembahkan kebaikan kepada seluruh alam. Dalam perjuangannya itu ia akan selalu dihalang-halangi dan dihadang oleh setan. Manusia harus melawannya supaya usaha dan perjuangannya dalam mewujudkan kebaikan tidak sampai dihentikan setan.\n\nDengan demikian setan juga bekerja keras, untuk menjatuhkan manusia. Karena ia memang musuh sejati manusia. Permusuhan sejati itu terjadi karena setan dendam akibat dilaknat Allah dan diusir dari surga, karena ia tidak mau sujud kepada nenek moyang manusia, yaitu Adam." } } }, { "number": { "inQuran": 4388, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa lammaa jaaa'a 'Eesaa bilbaiyinaati qaala qad ji'tukum bil Hikmati wa li-ubaiyina lakum ba'dal lazee takhtalifoona feehi fattaqul laaha wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "And when Jesus brought clear proofs, he said, \"I have come to you with wisdom and to make clear to you some of that over which you differ, so fear Allah and obey me.", "id": "Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4388", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4388.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4388.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika Nabi Isa datang kepada kaumnya, Bani Israil, membawa keterangan yang nyata yang bersumber dari Allah, dia lalu berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu, wahai kaumku dengan membawa hikmah, yakni ajaran-ajaran dan hukum-hukum yang bersumber dari Allah yang dapat menyelamatkan kamu dan untuk menjelaskan kepada-mu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan dari ajaran-ajaran agama yang di turunkan Allah di dalam Taurat. Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan melaksanakan segala yang di perintahkan-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya dan taatlah pula kepadaku dengan mengikuti tuntunan yang aku sampaikan kepadamu.", "long": "Ayat ini menjelaskan bagaimana sesungguhnya dakwah Nabi Isa kepada Bani Israil. Nabi Isa menyampaikan pokok-pokok ajaran yang diterimanya dari Allah swt, antara lain tentang iman kepada Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa, iman kepada adanya hari kemudian, berbuat baik kepada sesama manusia, dan tidak melakukan perbuatan jahat. Nabi lsa menegaskan bahwa pokok-pokok ajaran yang disampaikannya itu adalah hikmah, yaitu beragama tauhid yang perlu dijalankan, yakni melakukan perbuatan-perbuatan mulia dan menjauhi perbuatan-perbuatan jahat yang akan menentukan kebahagiaan umat manusia di dunia dan akhirat. (Mengenai rincian apa itu hikmah, bacalah Surah al-Isra'/17: 23-39).\n\nNabi Isa juga menjelaskan tugasnya yang lain, yaitu menjelaskan apa yang diperselisihkan oleh Bani Israil. Perselisihan itu ada yang berkenaan dengan masalah agama, misalnya mengenai apakah hewan yang berkuku dan lemak sapi dan domba haram (al-An'am/6:146). Nabi Isa datang menjelaskan kehalalan semuanya itu (Ali 'Imran/3:50). Menurut Ibn Jarir, perselisihan itu mengenai persoalan-persoalan dunia, bukan mengenai agama. Hal itu tampaknya berkenaan dengan perpecahan Bani Israil menjadi berbagai sekte yang selalu baku hantam satu sama lainnya. \n\nSetelah itu Nabi Isa meminta mereka bertakwa yaitu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Takwa adalah konsekuensi iman, yaitu menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam hikmah di atas. Artinya, iman perlu dibuktikan dengan pelaksanaan perbuatan-perbuatan baik tersebut. Dan Nabi Isa meminta umatnya agar mematuhinya, yaitu menjalankan segala yang ia sampaikan dan tidak selalu memperselisihkan ajaran-ajaran agama." } } }, { "number": { "inQuran": 4389, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal laaha Huwa Rabbee wa Rabbukum fa'budooh; haaza Siraatum Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah is my Lord and your Lord, so worship Him. This is a straight path.\"", "id": "Sungguh Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4389", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4389.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4389.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh Allah yang kamu takuti, taati, dan patuhi itu, Dialah Tuhanku dan Tuhanmu yang telah menciptakan aku dan kamu dan telah memberikan berbagai nikmat kepadaku dan kepadamu, maka sembahlah Dia satu-satunya, jangan menyekutukan Dia dengan yang lain. Ini adalah jalan yang lurus yang dapat menyelamatkan kamu dari siksaan-Nya yang amat pedih.”", "long": "Nabi Isa menegaskan inti ajaran yang disampaikannya, yaitu bahwa Tuhan hanyalah Allah. Allah adalah Tuhan semua makhluk, Tuhan dia dan Tuhan mereka juga. Konsekuensi mempertuhankan Allah adalah menyembah-Nya dan mengabdi kepada-Nya. Menyembah Allah adalah mengerjakan ibadah untuk-Nya, dan mengabdi kepada-Nya adalah melakukan perbuatan-perbuatan baik. Maka jangan menyembah selain dari Allah, karena hal itu akan membawa manusia kepada kesesatan. Itulah jalan yang lurus, yaitu jalan hidup benar yang menjamin kebahagiaan di dunia dan di akhirat. \"Jalan lurus\" dalam ayat ini adalah tauhid dan perbuatan baik. \"Jalan lurus\" dalam ayat 61 adalah percaya kepada adanya hari akhirat yang juga menghendaki perbuatan baik. Dengan demikian \"jalan yang lurus\" dalam kedua ayat itu sama hakikatnya, karena iman kepada Allah menghendaki manusia iman kepada hari akhirat dan berbuat baik, dan iman kepada hari akhirat juga menghendaki manusia iman kepada Allah dan berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 4390, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fakhtalafal ahzaabu mim bainihim fawailul lillazeena zalamoo min 'azaabi Yawmin aleem" } }, "translation": { "en": "But the denominations from among them differed [and separated], so woe to those who have wronged from the punishment of a painful Day.", "id": "Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4390", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4390.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4390.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan tetapi, golongan-golongan yang ada saling berselisih di antara mereka mengenai pribadi Nabi Isa yang agung dan hamba Allah yang lahir tanpa ayah itu. Maka, celakalah orang-orang yang zalim itu karena perselisihan mereka dan mengingkari Isa sebagai utusan Allah dan menentang ajaran agama yang dibawanya karena azab hari yang amat pedih pada hari Kiamat kelak.", "long": "Bani Israil berselisih pendapat mengenai Nabi Isa baik semasa ia hidup maupun setelah meninggal. Yang menjadi ajang perselisihan waktu ia masih hidup, adalah yang menerimanya sebagai nabi dan manusia suci, ada yang menuduhnya sebagai anak dari hubungan haram yang dilakukan ibunya. Dan setelah ia meninggal ada yang memandangnya anak Tuhan, atau Tuhan itu sendiri, dan ada yang memandangnya manusia biasa yang diutus sebagai rasul.\n\nPerselisihan itu sangat tajam sehingga terbentuk banyak sekali sekte yang berseberangan. Mereka tidak hanya berpecah belah tetapi juga berbunuh-bunuhan (berperang-perangan). Yang berpandangan salah di antara sekte-sekte itu berpandangan salah mengenai Nabi Isa sebagimana dijelaskan dalam ayat-ayat di atas, akan bernasib malang, yaitu azab yang pedih di dalam neraka di hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4391, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hal yanzuroona illas Saa'ata an taatiyahum baghtatanw wa hum laa yash'uroon" } }, "translation": { "en": "Are they waiting except for the Hour to come upon them suddenly while they perceive not?", "id": "Apakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak sedang mereka tidak menyadarinya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4391", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4391.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4391.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan pembangkangan mereka untuk mengakui Nabi Isa sebagai rasul Allah dan pengingkaran mereka terhadap ajaran-Nya, lalu Allah mengatakan bahwa apakah mereka dengan keadaan yang demikian itu hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, tanpa mereka mengetahui sebelumnya, sedang mereka tidak menyadarinya karena mereka selalu sibuk dengan pertengkaran mereka?", "long": "Ayat ini membantah kaum musyrikin Mekah yang salah memahami Surah al-Anbiya'/21: 98, bahwa orang yang menyembah selain Allah akan bersama sembahannya itu nanti masuk neraka. Nabi Isa disembah, karena itu, menurut mereka, juga akan masuk neraka bersama mereka yang menyembahnya. Allah telah membantahnya dengan menjelaskan tentang Nabi Isa secara panjang lebar dalam ayat-ayat di atas. Nabi Isa memang disembah, tetapi yang menyembahnya adalah mereka yang sesat. Oleh karena itu Nabi Isa tidak akan masuk neraka. Yang akan masuk neraka adalah mereka yang sesat. Begitu juga orang-orang sesat yang menyembah berhala-berhala, yaitu kaum musyrikin Mekah. Mereka bersama sembahan-sembahan mereka itu yang akan masuk neraka. \n\nDalam ayat ini dijelaskan bahwa bila kaum musyrikin Mekah itu tetap tidak mau menerima penjelasan yang begitu gamblang, Allah bertanya apakah mereka tidak akan menyesal. Sebab kiamat pasti datang, dan bila datang ia akan terjadi secara tiba-tiba di saat mereka terlena oleh kenikmatan duniawi. Sebelum terlambat, di sini Allah meminta mereka agar beriman kepada Nabi Muhammad dan agama yang didakwahkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4392, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 429, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0621\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Al akhillaaa'u Yawma'izim ba'duhum liba'din 'aduwwun illal muttaqeen" } }, "translation": { "en": "Close friends, that Day, will be enemies to each other, except for the righteous", "id": "Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4392", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4392.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4392.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Teman-teman karib pada hari Kiamat itu sebagian mereka menjadi musuh bagi yang lainnya karena hubungan pertemanan mereka terjalin atas dasar kezaliman, tidak atas dasar kebaikan dan kemaslahatan, kecuali orang-orang yang bertakwa yang tidak saling bermusuhan karena pertemanan dan persahabatan mereka terjalin atas dasar ketaatan kepada Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada hari Kiamat, persahabatan dan hubungan akrab antara orang-orang kafir, baik hubungan persahabatan yang terjadi antara mereka maupun hubungan mereka dengan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah; akan berubah menjadi permusuhan, dan mereka akan saling tuduh satu dengan yang lain. Seorang teman menuduh temannya yang lain yang menjadi sebab ia masuk neraka dan sengsara pada hari itu, sedangkan berhala-berhala mengingkari penyembahan yang dilakukan penyembah-penyembahnya semasa hidup di dunia karena berhala-berhala itu sebagai benda mati tidak tahu-menahu sedikit pun tentang apa yang telah dilakukan penyembah-penyembahnya semasa hidup di dunia. Masing-masing berlepas diri dari tuduhan pihak yang lain.\n\nApa yang disebutkan di atas diungkapkan Nabi Ibrahim kepada kaumnya sebagai berikut: \n\nDan dia (Ibrahim) berkata, \"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.\" (al-'Ankabut/29: 25)\n\n'Ali bin Abi thalib berkata,\"Orang-orang yang berteman (sewaktu di dunia) akan menjadi bermusuhan antara sebagian mereka dengan sebagian yang lain pada hari Kiamat, kecuali orang-orang yang bertakwa.\" 'Ali melanjutkan, \"Ada dua orang Mukmin yang berteman, dan dua orang kafir yang berteman. Lalu salah seorang dari dua orang Mukmin itu meninggal dunia. Ia diberi kabar gembira dengan masuk surga, maka ia teringat teman-temannya. Ia berkata, \"Ya Allah, sesungguhnya si fulan temanku dahulu pernah mengajakku untuk taat kepada-Mu dan rasul-Mu. Ia mengajakku untuk kebaikan, serta melarangku dari keburukan, dan mengabarkan kepadaku bahwa kelak aku akan bertemu dengan-Mu. Oleh karena itu, ya Allah, jangan sesatkan dirinya setelah kepergianku, sampai saat Engkau memperlihatkan (surga)kepadanya, sebagaimana telah Engkau perlihatkan kepadaku, sampai Engkau rida kepadanya sebagaimana Engkau rida kepadaku.\" Kemudian dikatakan kepada Mukmin tersebut, \"Pergilah, seandainya kamu tahu apa yang Aku sediakan baginya disisi-Ku tentulah kamu akan banyak tertawa dan sedikit menangis.\" 'Ali melanjutkan, \"Lalu mukmin yang satu lagi meninggal, sehingga ruh mereka bertemu. Setelah itu, dikatakan kepada mereka, \"Hendaklah masing-masing kalian memuji temannya.\" Maka masing-masing mereka berkata, \"(Engkau)adalah sebaik-baiknya saudara, sahabat, dan teman.\" \n\nDan apabila meninggal dunia satu diantara dua teman yang kafir, maka ia dikabari akan masuk neraka. Lalu ia teringat temannya, maka ia berkata, \"Ya Allah, sesungguhnya si fulan temanku pernah mengajakku untuk durhaka kepada-Mu dan rasul-Mu.Ia mengajakku untuk berbuat jahat dan melarangku berbuat baik, memberitahu kepadaku bahwa aku tidak akan bertemu dengan-Mu. Oleh karena itu ya Allah, janganlah Engkau beri petunjuk kepadanya setelah kepergianku, sampai Engkau tunjukkan sesuatu (neraka) seperti yang Engkau tunjukkan kepadaku, dan murkailah dia seperti Engkau murka kepadaku.\" lalu 'Ali melanjutkan, \"lalu orang kafir yang satu lagi, maka ruh mereka bertemu. Setelah itu dikatakan kepada mereka, \"Hendaklah masing-masing kalian memuji temannya.\" Maka masing-masing mereka berkata, \"(Engkau) adalah seburuk-buruk saudara, teman dan kekasih. (Riwayat Ibn Abi hatim)" } } }, { "number": { "inQuran": 4393, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa 'ibaadi laa khawfun 'alaikumul Yawma wa laaa antum tahzanoon" } }, "translation": { "en": "[To whom Allah will say], \"O My servants, no fear will there be concerning you this Day, nor will you grieve,", "id": "”Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu dan tidak pula kamu bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4393", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4393.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4393.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menggambarkan dalam ayat-ayat yang lalu tentang keadaan Bani Israil yang memperoleh azab yang amat pedih di hari Kiamat karena ke zaliman mereka. Selanjutnya, Allah menggambarkan ke nikmatan yang akan di peroleh oleh orang-orang saleh di dalam surga. “Wahai hamba-hamba-Ku yang mengikuti jalan-Ku yang lurus! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari Kiamat itu dan tidak pula kamu bersedih hati dalam menghadapi keadaan apa pun pada hari itu.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan pernyataan Allah kepada orang-orang yang beriman, di waktu terjadinya hari Kiamat, yang pada saat itu semua manusia berada dalam kebingungan dan ketakutan. Allah berkata kepada mereka, \"Wahai hamba-hamba-Ku, tidak ada sesuatu pun yang perlu kamu takutkan dan khawatirkan pada hari Kiamat, kamu semua telah menempuh jalan yang lurus selama hidup di dunia dan telah melakukan segala sesuatu karena cintamu kepada-Ku dan karena kamu mencari keridaan-Ku. Karena itu, pada hari ini, kamu semua berada di bawah perlindungan-Ku dan dalam jaminan keamanan dari-Ku. Wahai hamba-hamba-Ku, janganlah kamu bersedih hati karena berpisah dengan dunia dan janganlah khawatir menghadapi hidup pada masa yang akan datang. Hendaklah kamu yakin bahwa sejak saat ini, kamu telah lepas dari segala cobaan dan malapetaka yang akan menimpamu, dan pada saat ini pula kamu akan menempati tempat yang paling baik yang tak ada tandingannya, yaitu surga yang mempunyai kenikmatan yang sempurna.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4394, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena aamanoo bi Aayaatinaa wa kaanoo muslimeen" } }, "translation": { "en": "[You] who believed in Our verses and were Muslims.", "id": "(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4394", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4394.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4394.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang tidak takut dan tidak bersedih hati itu ialah orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami yang tertulis yang dibawa oleh para rasul utusan Kami serta yang terhampar di alam ini, dan mereka berserah diri dengan sepenuhnya kepada Allah dengan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, diterangkan tentang hamba-hamba yang diseru Allah pada hari itu yaitu hamba-hamba yang telah beriman kepada ayat-ayat-Nya, yang jiwanya telah tunduk dan patuh kepada-Nya, yang melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhkan larangan-larangan-Nya.\n\nDalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa al-Mu'tamir bin Sulaiman dari ayahnya berkata, \"Pada waktu terjadinya hari Kiamat, ketika manusia dibangkitkan dari kuburnya, tidak ada seorang pun yang tidak merasa takut dan khawatir serta bingung. Ketika itu, terdengarlah suara, \"Wahai hamba-hamba-Ku, tidak ada yang perlu kamu takuti dan khawatirkan pada hari ini dan janganlah kamu risau hati.\" Setelah mendengar itu, semua manusia mengharapkan agar ia termasuk hamba-hamba Allah yang dimaksud dalam seruan itu, terdengar lagi seruan yang kedua, \"Wahai orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, yang tunduk dan berserah diri kepada Allah.\" Mendengar seruan itu, maka orang-orang yang beriman bergembira dan hilanglah kesedihan, ketakutan dan kebingungan mereka. Sedangkan orang-orang kafir berputus asa." } } }, { "number": { "inQuran": 4395, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Udkhulul Jannata antum wa azwaajukum tuhbaroon" } }, "translation": { "en": "Enter Paradise, you and your kinds, delighted.\"", "id": "Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4395", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4395.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4395.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di hari Kiamat kelak kami akan memerintahkan mereka, \"Masuklah kamu semua ke dalam surga, kamu dan pasangan-pasanganmu, yaitu suami atau istrimu yang berserah diri kepada Allah dengan sepenuhnya itu akan selalu di gembirakan dengan segala pelayanan dan ke nikmatan surga yang sangat menyenangkan.”", "long": "Kemudian terdengar pula seruan berikutnya, \"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu dan istri-istrimu ke dalam surga yang telah dijanjikan kepadamu dahulu, bersenang-senang dan bersuka-rialah di dalamnya menikmati karunia Allah yang telah dilimpahkan kepada kamu semua. Karena Allah memuliakan mereka dengan memasukkan ke dalam surga.\n\nDalam ayat yang lain, diterangkan bahwa orang-orang yang beriman beserta istri dan anak cucu mereka yang beriman akan ditinggikan derajatnya di dalam surga, seperti derajat bapak-bapak mereka yang mantap dan kuat imannya. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya. (ath-thur/52: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 4396, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0637\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0635\u0650\u062d\u064e\u0627\u0641\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0647\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f \u0648\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0630\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yutaafu 'alaihim bishaa fim min zahabinw wa akwaab, wa feehaa maatashtaheehil anfusu wa talazzul a'yunu wa antum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Circulated among them will be plates and vessels of gold. And therein is whatever the souls desire and [what] delights the eyes, and you will abide therein eternally.", "id": "Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4396", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4396.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4396.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalam surga nanti kepada mereka yang beriman dan bertakwa itu diedarkan piring-piring dari emas yang berisi aneka macam makanan yang lezat dan juga gelas-gelas minum yang berisi aneka macam minuman yang lezat, dan di dalamnya, yakni di dalam surga itu terdapat apa saja yang di ingini oleh hati dan segala yang sedap di pandang mata. Dan kamu sekalian, wahai orang-orang yang bertakwa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, akan menjadi orang-orang yang kekal di dalamnya.", "long": "Setelah orang-orang yang beriman beserta keluarga mereka masuk surga, datanglah kepada mereka pelayan-pelayan membawa piring-piring emas yang berisi makanan-makanan yang lezat dan piala-piala yang berisi minuman yang menyegarkan jasmani dan rohani. Di dalam surga itu mereka memperoleh semua yang mereka inginkan, semua yang menyejukkan dan menenteramkan hati mereka, semua yang indah menurut pandangan dan pendengaran mereka. Tidaklah dapat digambarkan keadaan surga itu sebelumnya, karena semuanya itu belum pernah ada contoh dan bandingannya dalam kehidupan duniawi. Dinyatakan pula bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan kekal di dalam surga mengecap kenikmatan hidup di dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4397, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064f\u0648\u0631\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tilkal jannatul lateee ooristumoohaa bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And that is Paradise which you are made to inherit for what you used to do.", "id": "Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4397", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4397.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4397.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan itulah surga dengan segala ke nikmatan yang kamu dapatkan di dalamnya yang di wariskan atau di anugerahkan kepada kamu di sebabkan karena amal-amal perbuatan baik yang senantiasa telah kamu kerjakan sewaktu kamu berada di dunia dahulu.", "long": "Demikianlah surga yang akan diperoleh oleh orang-orang yang beriman sebagai balasan keimanan dan amal saleh yang telah mereka lakukan. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh itu masuk surga, semata-mata karena rahmat Allah dan karunia-Nya. Karena iman dan amal yang dilakukan orang mukmin itu berbeda-beda, maka mereka akan menerima balasan yang berbeda-beda pula. Orang yang paling baik iman dan amalnya akan ditempatkan di dalam surga yang paling tinggi pula derajatnya, dan orang yang kurang iman dan amalnya akan ditempatkan di surga yang kurang pula derajatnya.\n\nAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Tidak ada seorang pun melainkan mempunyai sebuah tempat di dalam surga dan sebuah tempat di dalam neraka. Maka tempat orang Mukmin di dalam neraka diwariskan kepada orang kafir, dan tempat orang kafir di dalam surga diwariskan kepada orang Mukmin. Demikianlah yang dimaksud dengan firman Allah, \"Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu . . .\" (Riwayat Ibnu Abi hatim)" } } }, { "number": { "inQuran": 4398, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 25, "page": 494, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064c \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lakum feehaa faakihatun kaseeratum minhaa taakuloon" } }, "translation": { "en": "For you therein is much fruit from which you will eat.", "id": "Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4398", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4398.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4398.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan yang lezat rasanya dan beraneka macam rupanya. Semua itu di siapkan untukmu, namun hanya sebagiannya yang dapat kamu makan karena begitu banyaknya sehingga kamu tidak mampu menghabiskannya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan macam-macam buah-buahan yang akan diperoleh oleh orang-orang yang beriman di dalam surga. Mereka akan memperoleh buah-buahan yang tidak terhingga banyak dan jenisnya dengan bermacam-macam rasa. Mereka dapat memakannya pada waktu, tempat, dan keadaan yang mereka kehendaki." } } }, { "number": { "inQuran": 4399, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal mujrimeena fee 'azaabi jahannama khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the criminals will be in the punishment of Hell, abiding eternally.", "id": "Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4399", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4399.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4399.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang telah di sebutkan pada ayat-ayat sebelumnya merupakan balasan bagi orang-orang yang beriman, bertakwa, dan menyerahkan diri secara tulus kepada Allah. Sebaliknya, pada ayat-ayat berikut digambarkan balasan bagi orang-orang yang berdosa. Sungguh, orang-orang yang berdosa itu, yakni yang melanggar aturan-aturan Allah, kekal di dalam azab neraka Jahanam sebagai balasan atas amal jahat yang mereka lakukan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari Allah di dunia, mengerjakan larangan dan mengingkari perintah-perintah Allah, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam, sebagai balasan kekafiran mereka; mereka kekal di dalamnya dan tidak dapat keluar walaupun sesaat.\n\nAzab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir itu tidak akan diringankan walau sedikit pun, sehingga mereka terus-menerus dalam kesakitan dan kebingungan. Mereka putus asa karena permohonan yang mereka ajukan kepada Allah agar mereka dibebaskan dari azab itu tidak dikabulkan." } } }, { "number": { "inQuran": 4400, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u064e\u062a\u0651\u064e\u0631\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0628\u0652\u0644\u0650\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yufattaru 'anhum wa hum feehi mublisoon" } }, "translation": { "en": "It will not be allowed to subside for them, and they, therein, are in despair.", "id": "Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4400", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4400.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4400.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab neraka yang di timpakan kepada mereka itu tidak akan di ringankan dan di kurangi sedikit pun dari mereka. Karena azab dan siksa yang diterimanya itu, mereka selamanya berputus asa di dalamnya karena mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari Allah di dunia, mengerjakan larangan dan mengingkari perintah-perintah Allah, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam, sebagai balasan kekafiran mereka; mereka kekal di dalamnya dan tidak dapat keluar walaupun sesaat.\n\nAzab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir itu tidak akan diringankan walau sedikit pun, sehingga mereka terus-menerus dalam kesakitan dan kebingungan. Mereka putus asa karena permohonan yang mereka ajukan kepada Allah agar mereka dibebaskan dari azab itu tidak dikabulkan." } } }, { "number": { "inQuran": 4401, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa zalamnaahum wa laakin kaanoo humuz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And We did not wrong them, but it was they who were the wrongdoers.", "id": "Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4401", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4401.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4401.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dengan siksaan yang mereka dapatkan itu, tidaklah Kami menzalimi atau menganiaya mereka sedikit pun, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri sehingga mereka mendapatkan azab itu.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan apa sebabnya mereka ditimpa azab itu, Allah menyatakan, \"Kami tidak bermaksud menganiaya orang-orang kafir dengan mengazab mereka, karena Kami telah memberikan peringatan yang cukup kepada mereka selama hidup di dunia, tetapi mereka tidak menghiraukannya sedikit pun. Bahkan mereka mendustakan rasul-rasul yang Kami utus kepada mereka dan menganiaya para rasul itu walaupun telah dikemukakan bukti-bukti yang cukup kepada mereka. Karena tindakan mereka itulah, mereka diazab, ini berarti bahwa mereka sendirilah yang menganiaya diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4402, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0643\u0650\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa naadaw yaa Maaliku liyaqdi 'alainaa Rabbuka qaala innakum maakisson" } }, "translation": { "en": "And they will call, \"O Malik, let your Lord put an end to us!\" He will say, \"Indeed, you will remain.\"", "id": "Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4402", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4402.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4402.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika para pendosa itu mendapatkan siksaan yang amat pedih di dalam neraka, mereka berseru kepada Malaikat Malik yang memimpin penjaga neraka dengan berkata, “Wahai malaikat Malik! Biarlah Tuhanmu, yaitu dengan memohon kepada-Nya agar Dia mematikan kami saja karena kalau kami sudah di matikan, kami tidak akan merasakan lagi siksaan yang amat pedih ini.” Dia, yakni malaikat Malik, menjawab, “Sungguh, kamu tidak akan dimatikan oleh Allah, dan kamu akan tetap tinggal di neraka ini untuk merasakan siksaan yang amat pedih ini.”", "long": "Karena beratnya siksaan yang diderita mereka, maka mereka memanggil malaikat Malik, penjaga neraka, agar malaikat itu meminta kepada Allah supaya mereka dimatikan saja, sehingga mereka terbebas dari siksaan itu, mereka mengatakan, \"Hai malaikat Malik, mohonkanlah kepada Allah agar Dia mencabut saja nyawa kami, sehingga kami terlepas atau tidak merasakan lagi siksaan ini.\" Malaikat itu menjawab, \"Tidak ada satu jalan pun bagimu untuk keluar dari neraka ini karena Allah telah memutuskan, bahwa kamu tinggal di dalam neraka selama-lamanya.\"\n\nAllah berfirman:\n\nDan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. (Fathir/35: 36)\n\nDalam ayat lain:\n\nDan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka), selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup. (al-A'la/87: 11-13)" } } }, { "number": { "inQuran": 4403, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laqad ji'naakum bilhaqqi wa laakinna aksarakum lilhaqqi kaarihoon" } }, "translation": { "en": "We had certainly brought you the truth, but most of you, to the truth, were averse.", "id": "Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4403", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4403.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4403.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menggambarkan siksaan yang amat pedih yang di rasakan di dalam neraka oleh orang-orang yang kafir terhadap wahyu-wahyu Allah. Ayat berikut menggambarkan pengingkaran orang-orang Mekah terhadap kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah. Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami melalui rasul yang telah Kami utus dan wahyu-wahyu yang Kami turunkan benar-benar telah membawa kebenaran yang amat sempurna kepada kamu yang bersumber dari Kami, tetapi kebanyakan di antara kamu benar-benar benci pada kebenaran itu sehingga kamu tidak mau mempercayainya.", "long": "Kepada orang-orang yang sedang diazab dalam neraka itu dikatakan, \"Hai orang-orang kafir, sesungguhnya Kami telah menerangkan semua yang benar dan jalan yang lurus dengan perantaraan rasul-rasul dan kitab-kitab Kami waktu kamu di dunia dahulu. Akan tetapi kamu tidak menerima kebenaran itu, bahkan kamu membenci kebenaran itu serta orang-orang yang mengikuti kebenaran itu. Karena itu, celakalah dirimu sekarang dan sesalilah sendiri, pada saat semua penyesalan tidak berguna lagi dan tobat telah pula tertutup." } } }, { "number": { "inQuran": 4404, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0628\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am abramooo amran fainnaa mubrimoon" } }, "translation": { "en": "Or have they devised [some] affair? But indeed, We are devising [a plan].", "id": "Ataukah mereka telah merencanakan suatu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4404", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4404.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4404.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penduduk Mekah itu sebenarnya tidak hanya membenci kebenaran yang di bawa oleh rasul Kami itu, tetapi bahkan mereka telah merencanakan dengan mantap suatu tipu daya jahat untuk membendung dan menghalangi penyebaran ajaran Islam, menganiaya para pembela agama itu, dan bahkan merencanakan pembunuhan terhadap rasul Kami. Apa yang mereka rencanakan itu tidak akan Kami biarkan, maka untuk itu sesungguhnya Kami telah berencana dengan sangat baik dan rapi untuk mengalahkan dan mengatasi semua tipu daya mereka.”", "long": "Dalam ayat ini, diterangkan sebab orang-orang kafir dimasukkan ke dalam neraka yaitu karena mereka selama hidup di dunia selalu berusaha menolak semua kebenaran dengan melakukaan bermacam tipu daya. Maka Allah menghancurkan dan menggagalkan semua tipu daya mereka itu.\n\nDalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari. (an-Naml/27: 50)\n\nFirman Allah:\n\nAtaukah mereka hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu daya. (ath-thur/52: 42)" } } }, { "number": { "inQuran": 4405, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0633\u0650\u0631\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u06da \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am yahsaboona annaa laa nasma'u sirrahum wa najwaahum; balaa wa Rusulunaa ladaihim yaktuboon" } }, "translation": { "en": "Or do they think that We hear not their secrets and their private conversations? Yes, [We do], and Our messengers are with them recording.", "id": "Ataukah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4405", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4405.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4405.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam keadaan demikian, Allah mengajukan pertanyaan yang berisi kecaman atas rencana mereka dengan mengatakan, “Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Apa yang mereka duga itu merupakan suatu kekeliruan yang amat besar karena sebenarnya Kami mendengar semua yang mereka rencanakan itu, dan utusan-utusan Kami, yakni malaikat yang mencatat amal baik dan buruk selalu mencatat di sisi mereka apa yang mereka niatkan, katakan, dan kerjakan.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwa Muhammad bin Ka'ab al-Quradzi berkata, \"Ketika tiga orang berada di antara Ka'bah dan kelambunya, dua orang dari suku Quraisy dan seorang dari suku Saqafi, maka salah seorang dari mereka berkata, \"Bagaimanakah pendapatmu, apakah Allah mendengar pembicaraan kita?\" Orang yang kedua menjawab, \"Apabila kamu keraskan suaramu, Dia mendengarnya, sedangkan apabila engkau berbisik, Dia tidak mendengarnya.\" Orang yang ketiga berkata, \"Jika Dia mendengar bila kamu keraskan suaramu, tentu Dia mendengar pula, bila kamu berbisik.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nMelihat sikap dan tindakan orang-orang kafir semasa hidup di dunia, mereka seakan-akan tidak percaya bahwa Allah mengetahui segala sesuatu; maka dikatakan tentang mereka. \"Apakah mereka menyangka bahwa Kami tidak mendengar bisikan-bisikan hati mereka, dan tidak mengetahui semua yang mereka perbincangkan secara rahasia dalam menyusun tipu daya itu?\"\n\nDengan ayat ini Allah menegaskan dengan mengatakan, \"Kami mengetahui segala yang mereka rencanakan dan mendengar semua bisikan-bisikan mereka, tidak ada sesuatu pun yang tidak kami ketahui, di samping itu, malaikat hafadzah selalu menulis dan mencatat semua perilaku mereka baik berupa perkataan maupun perbuatan. Firman Allah:\n\n(Ingatlah) ketika dua malaikat men-catat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 17-18)" } } }, { "number": { "inQuran": 4406, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul in kaana lir Rahmaani walad; fa-ana awwalul 'aabideen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"If the Most Merciful had a son, then I would be the first of [his] worshippers.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4406", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4406.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4406.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu, Allah menggambarkan pengingkaran orang-orang kafir Mekah terhadap kebenaran yang di bawa oleh Nabi Muhammad. Pada ayat ini, Allah menggambarkan bantahan terhadap kepercayaan mereka bahwa Tuhan mempunyai anak. “Katakanlah, wahai Muhammad, \"Jika benar dan terbukti bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, seperti yang kamu duga, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan anak itu.\" Akan tetapi, ternyata apa yang mereka duga itu tidak terbukti.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik Mekah, bahwa seandainya ar-Rahman, Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak dan mereka dapat membuktikan kebenarannya dengan alasan-alasan yang kuat, maka Nabi Muhammad adalah orang pertama yang mengakui dan mengagungkan-Nya, sebagaimana orang memuliakan anak seorang raja karena memuliakan bapaknya. Pendapat ini berdasar karena bahwa anak tuhan merupakan bagian dari Tuhan, karena itu kedudukan putranya itu sama dengan kedudukan-Nya sendiri.\n\nPengertian di atas menunjukkan suatu penegasan bahwa hal tersebut sangat mustahil bagi Allah. Firman Allah:\n\nSekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa. (az-Zumar/39: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 4407, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Subhaana Rabbis samaawaati wal ardi Rabbil Arshi 'ammaa yasifoon" } }, "translation": { "en": "Exalted is the Lord of the heavens and the earth, Lord of the Throne, above what they describe.", "id": "Mahasuci Tuhan pemilik langit dan bumi, Tuhan pemilik ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4407", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4407.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4407.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mahasuci Tuhan pemelihara langit dan bumi, Tuhan pemilik ‘Arsy, dari segala kekurangan, Mahasuci Allah Yang Maha Esa dari apa yang mereka sifatkan itu.", "long": "Ayat ini menyatakan kesucian Allah dari anggapan orang-orang musyrik itu dengan menyatakan, \"Mahasuci Allah yang memiliki langit dan bumi beserta semua yang ada di dalamnya, Dia memiliki 'Arsy yang agung, mustahil bagi Allah mempunyai seorang anak seperti yang dikatakan mereka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4408, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fazarhum yakhoodoo wa yal'aboo hattaa yulaaqoo Yawmahumul lazee yoo'adoon" } }, "translation": { "en": "So leave them to converse vainly and amuse themselves until they meet their Day which they are promised.", "id": "Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4408", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4408.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4408.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika mereka tetap bersikeras dengan kesesatan itu, maka biarkanlah mereka, wahai Nabi Muhammad, tenggelam dalam kesesatannya dan bermain-main dengan kesesatan yang mereka yakini itu sampai mereka menemui hari yang di janjikan kepada mereka, yakni hari Kiamat di mana mereka akan mempertanggungjawabkan semua amal yang telah mereka lakukan.", "long": "Karena orang-orang musyrik itu tidak mau mengubah kepercayaan mereka yang batil dan sesat itu, maka Allah menyampaikan pesan kepada Rasulullah, \"Ya Muhammad, biarkanlah orang-orang yang membuat dusta tentang Allah dengan mengatakan bahwa Dia mempunyai anak, membincangkan kebohongan mereka dan biarkanlah mereka hidup bersenang-senang dalam kekafiran di dunia ini, sampai datang azab yang dijanjikan Allah kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4409, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee fissamaaa'i Ilaahunw wa fil ardi Ilaah; wa Huwal Hakeemul'Aleem" } }, "translation": { "en": "And it is Allah who is [the only] deity in the heaven, and on the earth [the only] deity. And He is the Wise, the Knowing.", "id": "Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4409", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4409.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4409.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dialah Tuhan Yang Mahasuci dari segala kekurangan, Dialah Tuhan yang disembah di langit dan Dia pulalah Tuhan yang disembah di bumi dan Dialah Yang Mahabijaksana terhadap semua yang di ciptakan-Nya, Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu yang nyata maupun yang tersembunyi.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan lagi kemustahilan Allah mempunyai anak dengan menyatakan, \"Hanya Dialah yang disembah oleh penghuni langit dan penghuni bumi, hanya Dia sajalah yang berhak disembah, tidak ada yang lain, karena Dialah Tuhan yang segala tindakan-Nya mempunyai hikmah dalam menciptakan dan melakukan sesuatu sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya, dan hanya Dia pula yang Maha Mengetahui keadaan mereka, baik yang nampak maupun yang tidak nampak, dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati manusia.\n\nDalam ayat ini disebutkan dua macam sifat Allah yaitu hakim dan 'alim. Bila Allah mempunyai sifat hakim dan 'alim, tentulah putra-Nya mempunyai sifat-sifat itu pula. Namun jika diperhatikan sifat-sifat yang dipunyai oleh yang mereka katakan anak Tuhan itu, ternyata sifatnya berbeda dengan sifat-sifat Tuhan. Sebagaimana patung-patung al-Lata, al-Uzza dan Manat yang disembah oleh orang-orang musyrik Mekah, semuanya adalah benda-benda mati yang tidak dapat berbuat dan mengetahui sesuatu pun. Demikian pula Nabi Isa yang dipercayai sebagai anak Allah oleh orang Nasrani, padahal orang Nasrani sendiri mengakui bahwa Isa itu kadang-kadang tidak mengetahui dan tidak mempunyai hikmah dalam melakukan segala tindakan-tindakannya. Bukanlah Isa pernah menangis ketika mendengar berita terbunuhnya seseorang yang tidak bersalah sehingga ia minta kepada pengikut-pengikutnya supaya menunjukkan kuburan orang yang terbunuh itu. Sifat yang demikian tentu tidak wajar pada seseorang yang diyakini sebagai putra Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4410, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tabaarakal lazee lahoo mulkus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa wa 'indahoo 'ilmus Saa'ati wa ilaihi turja'oon" } }, "translation": { "en": "And blessed is He to whom belongs the dominion of the heavens and the earth and whatever is between them and with whom is knowledge of the Hour and to whom you will be returned.", "id": "Dan Mahasuci (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4410", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4410.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4410.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Mahasuci Allah yang keberkatan dan kebajikan-Nya amat banyak, Dia merupakan pemilik kerajaan langit dan bumi, dan juga pemilik apa yang ada di antara keduanya, baik yang diketahui oleh manusia maupun yang tersembunyi dari mereka. Dan, di sisi-Nyalah ilmu tentang segala keadaan yang menyangkut hari Kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu di kembalikan untuk mempertanggungjawabkan semua amal yang telah di lakukan.", "long": "Mahasuci Allah yang memiliki dan menguasai kerajaan langit dan bumi beserta semua isinya, dan alam-alam lain yang tidak atau belum diketahui hakikat dan keadaannya. Dialah yang mempunyai pengetahuan tentang hari Kiamat. Tidak seorang pun yang mengetahui kapan terjadinya hari Kiamat itu. Kepada-Nyalah kembali segala sesuatu, kemudian Dia membalas semua amal perbuatan manusia dengan balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 4411, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yamlikul lazeena yad'oona min doonihish shafaa'ata illaa man shahida bilhaqqi wa hum ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And those they invoke besides Him do not possess [power of] intercession; but only those who testify to the truth [can benefit], and they know.", "id": "Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafaat (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4411", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4411.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4411.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah menegaskan bahwa orang-orang yang menyeru kepada selain Allah dan menyembah selain-Nya, baik berhala, maupun malaikat, manusia, atau siapa pun tidak mendapat sedikit pun syafaat, yakni pertolongan di akhirat, kecuali orang yang menyaksikan dan mengakui yang hak (tauhid), yakni yang mengesakan Allah dan mereka meyakini apa yang mereka saksikan dan akui itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa semua berhala dan dewa-dewa disembah oleh orang-orang musyrik untuk mendapat syafaatnya, padahal berhala itu tidak kuasa berbuat dan tidak memiliki sesuatu pun, bahkan mereka itu sendiri dikuasai dan dimiliki oleh penyembah-penyembahnya. Mungkinkah mereka memberikan syafaat dalam keadaan demikian? Adapun orang-orang yang mengucapkan kalimat tauhid, memahami serta meyakininya, ia berjalan sesuai dengan petunjuk Allah, seperti malaikat, Nabi Isa, maka syafaat mereka berfaedah di sisi Allah, dan Allah akan memberikan syafaat kepada orang-orang yang pantas menerimanya.\n\nSa'id bin Jubair berkata, \"Maksud ayat ini ialah: berhala-berhala itu tidak memberi syafaat sedikit pun, yang bisa memberi syafaat itu hanyalah orang yang mengakui kebenaran, beriman kepada Allah berdasarkan ilmu yang dipelajari, dan pandangannya yang jauh." } } }, { "number": { "inQuran": 4412, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa la'in sa altahum man khalaqahum la yaqoolun nallaahu fa annaa yu'fakoon" } }, "translation": { "en": "And if you asked them who created them, they would surely say, \"Allah.\" So how are they deluded?", "id": "Dan jika engkau bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, “Allah,” jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah),”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4412", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4412.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4412.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan jika engkau, wahai Nabi Muhammad, bertanya kepada mereka, yakni kaum musyrik Mekah mengenai siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab bahwa yang menciptakan mereka adalah Allah. Jadi, bagaimana mereka dapat dipalingkan dari menyembah Allah pada hal mereka mengakui Allah sebagai pencipta mereka, dan Allah mengetahui ucapan mereka itu dan,", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa perkataan dan perbuatan orang-orang musyrik itu saling bertentangan. Jika ditanyakan kepada mereka, siapakah yang menciptakan seluruh makhluk ini, maka mereka menjawab dan mengakui, \"Hanya Allah sajalah yang menciptakannya, tidak berserikat dengan seorang pun.\" Mereka tidak sanggup membantah kenyataan itu, tetapi perbuatan dan tindakan mereka membuktikan bahwa mereka mempersekutukan Allah. Mengapa orang-orang musyrik itu berpaling sehingga menyembah selain Allah atau hanya menyembah Allah saja sesuai dengan pengakuan mereka. Hal tersebut menunjukkan kebodohan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4413, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qeelihee yaa Rabbi inna haa'ulaaa'i qawmul laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "And [Allah acknowledges] his saying, \"O my Lord, indeed these are a people who do not believe.\"", "id": "dan (Allah mengetahui) ucapannya (Muhammad), “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4413", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4413.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4413.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "ucapannya, yakni ucapan Nabi Muhammad ketika mengadu kepada Allah dengan mengatakan, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman kepada-Mu dan kepada apa yang diturunkan untuk mereka.", "long": "Muhammad saw berkata, \"Wahai Tuhanku, sesungguhnya orang-orang yang aku seru untuk mengikuti ajaranmu sesuai dengan perintahmu adalah orang-orang yang telah terkunci mati hatinya sehingga mereka tidak mau beriman.\"Firman Allah:\n\nSesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (al-Baqarah/2: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 4414, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 25, "page": 495, "manzil": 6, "ruku": 430, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u06da \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasfah 'anhum wa qul salaam; fasawfa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "So turn aside from them and say, \"Peace.\" But they are going to know.", "id": "Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah, “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4414", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4414.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4414.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyambut pengaduan Nabi Muhammad dengan berfirman, “Maka berpalinglah dari mereka, wahai Nabi Muhammad, dan katakanlah kepada mereka, ‘Salam (selamat tinggal).’ Kelak di dunia ini atau di akhirat nanti, mereka akan mengetahui nasib mereka yang buruk, berupa azab yang amat pedih.1. Hà Mìm", "long": "Setelah Allah mendengar ucapan Rasulullah saw itu, Dia berfirman, \"Hai Muhammad, berpalinglah engkau dari mereka, janganlah engkau berputus asa karena keangkuhan mereka untuk beriman, janganlah engkau melayani perkataan-perkataan mereka yang buruk itu, dan tindakan-tindakan yang menghinakanmu dan pengikutmu, maafkanlah mereka, kelak mereka akan mengakui kesalahannya dan merasakan akibat kekafiran mereka.\"\n\nAyat ini merupakan janji Allah kepada kaum Muslimin, dan janji itu ditepati-Nya, dengan penaklukan kota Mekah. Peristiwa tersebut menyebabkan manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Maka tersebarlah agama Islam ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang singkat.\n\nAllah berfirman:\n\nApabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (an-Nasr/110: 1-3)" } } } ] }, { "number": 44, "sequence": 64, "numberOfVerses": 59, "name": { "short": "الدخان", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062f\u062e\u0627\u0646", "transliteration": { "en": "Ad-Dukhaan", "id": "Ad-Dukhan" }, "translation": { "en": "The Smoke", "id": "Kabut" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ad Dukhaan terdiri atas 59 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah Az Zukhruf. Dinamai Ad Dukhaan (kabut), diambil dari perkataan Dukhaan yang terdapat pada ayat 10 surat ini.Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w. sudah melewati batas, karena itu Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang. Do'a Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai, karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan doa Nabi, dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula; karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4415, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u0645", "transliteration": { "en": "Haa Meeem" } }, "translation": { "en": "Ha, Meem.", "id": "Ha Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4415", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4415.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4415.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hà Mìm", "long": "Ayat ini terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya dipersilahkan menelaah masalah ini pada \"Al-Qur'an dan Tafsirnya\" jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4416, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wal Kitaabil Mubeen" } }, "translation": { "en": "By the clear Book,", "id": "Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4416", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4416.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4416.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah bersumpah dalam ayat ini dengan kitab suci Al-Qur\\'an mengatakan, “Demi Kitab, yaitu Al-Qur’an yang menjelaskan petunjuk-petunjuk Allah untuk manusia agar senantiasa berada pada jalan yang benar.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur'an pada malam yang dikenal dengan malam \"Lailatul Qadar\" untuk memperingatkan hamba-Nya dan supaya mereka takut kepada siksa-Nya, dan pada malam itu Dia telah memerinci semua hal yang bermanfaat bagi hamba-Nya di dunia dan di akhirat. Dia adalah Tuhan semesta alam yang mengatur langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya.\n\nTidak ada yang tersembunyi bagi Allah tentang hal ihwal hamba-Nya, hidup dan mati mereka adalah di tangan-Nya. Dialah Tuhan mereka dan Tuhan nenek moyang mereka, tetapi mereka masih juga ragu setelah kebenaran itu nyata dan jelas. Firman Allah:\n\nSesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (al-Qadr/97: 1-3)\n\nPeristiwa turunnya Al-Qur'an itu terjadi pada bulan Ramadan sebagaimana firman Allah:\n\nBulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, (al-Baqarah/2: 185)\n\nDari hadis Nabi:\n\nDari Watsilah bin al-Asqa' bahwa Rasulullah saw bersabda: shuhuf Ibrahim diurunkan pada malam pertama bulan Ramadan, Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadan, Zabur pada malam 12 Ramadan, Injil pada malam 18 Ramadan dan Al-Qur'an diturunkan pada malam 24 Ramadan. (Riwayat Ahmad, ath-thabrani, dan al-Baihaqi)\n\nAllah menurunkan Al-Qur'an untuk memberitahukan kepada manusia tentang hal-hal yang bermanfaat untuk diamalkan dan hal-hal yang akan mencelakakan mereka, supaya mereka menjauhinya, untuk menjadi hujah bagi Allah atas hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4417, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e\u0629\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaaa anzalnaahu fee lailatim mubaarakah; innaa kunnaa munzireen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We sent it down during a blessed night. Indeed, We were to warn [mankind].", "id": "sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. ) Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4417", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4417.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4417.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Kami menurunkannya pertama kali dari Lauhul-Mahfùz ke langit dunia sekaligus pada malam yang di berkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur'an pada malam yang dikenal dengan malam \"Lailatul Qadar\" untuk memperingatkan hamba-Nya dan supaya mereka takut kepada siksa-Nya, dan pada malam itu Dia telah memerinci semua hal yang bermanfaat bagi hamba-Nya di dunia dan di akhirat. Dia adalah Tuhan semesta alam yang mengatur langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya.\n\nTidak ada yang tersembunyi bagi Allah tentang hal ihwal hamba-Nya, hidup dan mati mereka adalah di tangan-Nya. Dialah Tuhan mereka dan Tuhan nenek moyang mereka, tetapi mereka masih juga ragu setelah kebenaran itu nyata dan jelas. Firman Allah:\n\nSesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (al-Qadr/97: 1-3)\n\nPeristiwa turunnya Al-Qur'an itu terjadi pada bulan Ramadan sebagaimana firman Allah:\n\nBulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, (al-Baqarah/2: 185)\n\nDari hadis Nabi:\n\nDari Watsilah bin al-Asqa' bahwa Rasulullah saw bersabda: shuhuf Ibrahim diurunkan pada malam pertama bulan Ramadan, Taurat diturunkan pada tanggal 6 Ramadan, Zabur pada malam 12 Ramadan, Injil pada malam 18 Ramadan dan Al-Qur'an diturunkan pada malam 24 Ramadan. (Riwayat Ahmad, ath-thabrani, dan al-Baihaqi)\n\nAllah menurunkan Al-Qur'an untuk memberitahukan kepada manusia tentang hal-hal yang bermanfaat untuk diamalkan dan hal-hal yang akan mencelakakan mereka, supaya mereka menjauhinya, untuk menjadi hujah bagi Allah atas hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4418, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e\u0642\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Feehaa yufraqu kullu amrin hakeem" } }, "translation": { "en": "On that night is made distinct every precise matter -", "id": "Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4418", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4418.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4418.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada malam itu dijelaskan oleh Allah segala urusan yang penuh hikmah, yaitu segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk di bumi, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk, dan sebagainya,", "long": "Allah menerangkan bahwa pada malam \"Lailatul Qadar\", dijelaskan segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk dan sebagainya. Semuanya itu merupakan ketentuan dari Allah yang penuh hikmah sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Ayat 5 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya kepada manusia dari golongan mereka sendiri, membersihkan jiwa mereka, mengajarkan kepada mereka al-kitab, al-hikmah; agar menjadi hujah bagi Allah atas hamba-Nya dan menjadi alasan untuk menghukum mereka apabila mereka berbuat dosa, menentang rasul yang diutus kepada mereka, menolak petunjuk yang dibawa oleh rasul itu dari Allah dan tidak ada alasan bagi mereka untuk membantah dan tidak menerima siksaan Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\nTetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15)\n\nDan firman-Nya:\n\nRasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. (an-Nisa'/4: 165)" } } }, { "number": { "inQuran": 4419, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Amram min 'indinaaa; innaa kunnaa mursileen" } }, "translation": { "en": "[Every] matter [proceeding] from Us. Indeed, We were to send [a messenger]", "id": "(yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4419", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4419.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4419.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu urusan yang datang dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul kepada umat-umat terdahulu dan termasuk engkau, ya Muhammad, yang diutus kepada kaummu,", "long": "Allah menerangkan bahwa pada malam \"Lailatul Qadar\", dijelaskan segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk dan sebagainya. Semuanya itu merupakan ketentuan dari Allah yang penuh hikmah sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Ayat 5 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya kepada manusia dari golongan mereka sendiri, membersihkan jiwa mereka, mengajarkan kepada mereka al-kitab, al-hikmah; agar menjadi hujah bagi Allah atas hamba-Nya dan menjadi alasan untuk menghukum mereka apabila mereka berbuat dosa, menentang rasul yang diutus kepada mereka, menolak petunjuk yang dibawa oleh rasul itu dari Allah dan tidak ada alasan bagi mereka untuk membantah dan tidak menerima siksaan Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\nTetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15)\n\nDan firman-Nya:\n\nRasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. (an-Nisa'/4: 165)" } } }, { "number": { "inQuran": 4420, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Rahmatam mir rabbik; innahoo Huwas Samee'ul 'Aleem" } }, "translation": { "en": "As mercy from your Lord. Indeed, He is the Hearing, the Knowing.", "id": "sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4420", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4420.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4420.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai Rahmat yang dilimpahkan kepada mereka dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad. Sungguh, Dia Maha Mendengar semua yang mereka katakan, dan Maha Mengetahui semua yang mereka lakukan.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa hikmah dan latar belakang pengutusan rasul merupakan satu rahmat daripada-Nya bagi alam semesta sebagaimana firman-Nya:\n\nDan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (al-Anbiya'/21: 107)\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa rahmat itu adalah latar belakang diturunkan-Nya Al-Qur'an, karena dengan mengikuti isi dan petunjuk Al-Qur'an, manusia dapat mengatur dengan baik urusan dunia dan akhirat, memperbaiki cara hidupnya sehingga nampak bagi mereka keberkahan hidup dalam masyarakatnya. Firman Allah:\n\nDan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman. (al-Isra'/17: 82)\n\nAllah itu Maha Mendengar, mendengar semua yang dikatakan manusia. Maha Mengetahui segala hal yang mendatangkan kemaslahatan bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4421, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbis samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa; in kuntum mooqineen" } }, "translation": { "en": "Lord of the heavens and the earth and that between them, if you would be certain.", "id": "Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu orang-orang yang meyakini." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4421", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4421.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4421.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuhan, Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur semua langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, baik yang tampak bagi kamu maupun yang tidak tampak; jika kamu orang-orang yang meyakini kebesaran dan kemahakuasaan-Nya.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui hal ihwal hamba-Nya karena Dia yang memelihara, mengatur dan memiliki langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Demikianlah hendaknya hal ini menjadi pendirian bagi orang yang ingin mengetahui dan meyakininya tanpa ada keraguan sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 4422, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u06d6 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laaa ilaaha illaa Huwa yuhyee wa yumeetu Rabbukum wa Rabbu aabaaa'ikumul awwaleen" } }, "translation": { "en": "There is no deity except Him; He gives life and causes death. [He is] your Lord and the Lord of your first forefathers.", "id": "Tidak ada tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu dahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4422", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4422.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4422.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada tuhan yang patut dan wajib disembah selain Dia, Dia yang senantiasa menghidupkan dan mematikan. Dialah Tuhan Pemelihara kamu, dan Tuhan Pemelihara nenek moyangmu dahulu.", "long": "Allah menerangkan bahwa tiada Tuhan yang sebenarnya melainkan Dia. Dialah yang menghidupkan segala sesuatu menurut kehendak-Nya, dan yang mematikan siapa saja yang dikehendaki-Nya, baik yang terdahulu, sekarang maupun yang akan datang. Oleh karena itu Dialah yang patut dan pantas disembah, bukan tuhan-tuhan yang tidak dapat menolak bencana dan tidak dapat mendatangkan manfaat seperti yang disembah orang musyrik itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4423, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0643\u0651\u064d \u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal hum fee shakkiny yal'aboon" } }, "translation": { "en": "But they are in doubt, amusing themselves.", "id": "Tetapi mereka dalam keraguan, mereka bermain-main." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4423", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4423.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4423.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi mereka senantiasa dalam keraguan, mereka bermain-main terhadap tanda-tanda ke kuasaan Allah yang telah di tunjukkan kepada mereka.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang musyrik itu tetap saja ragu tentang ke-Esaan Allah dan adanya hari kebangkitan, pengakuan mereka bahwa Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan semua yang ada di muka bumi ini adalah pengakuan yang tidak didasarkan atas keyakinan, tetapi hanya karena mengikuti jejak nenek moyang mereka tanpa pengetahuan." } } }, { "number": { "inQuran": 4424, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0628\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u0650\u062f\u064f\u062e\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fartaqib Yawma taatis samaaa'u bidukhaanim mubeen" } }, "translation": { "en": "Then watch for the Day when the sky will bring a visible smoke.", "id": "Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4424", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4424.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4424.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka oleh sebab itu, tunggulah wahai Nabi Muhammad, atau siapa pun, hari ketika langit membawa kabut, yaitu debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan yang berkepanjangan yang tampak jelas bagi mereka,", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya bersabar menanti orang-orang kafir Mekah itu ditimpa kelaparan. Pada saat itu pula mereka bila memandang ke atas, akan melihat di langit kabut tebal memenuhi angkasa.\n\nMenurut kajian ilmiah mengenai peristiwa adanya Dukhan (kabut). Nampaknya pada hari Kiamat nanti akan diawali dengan adanya benturan dahsyat antara bumi dengan benda-benda langit (planet atau asteroida lainnya). Benturan ini diperkirakan akan menyebabkan berhamburannya material bumi maupun benda langit tadi dalam jumlah yang sangat-sangat besar. Material tersebut berhamburan ke angkasa seperti awan debu (ad dukhan) dalam jumlah yang sangat besar. Awan debu inilah yang kemungkinan akan meyelimuti atmosfer bumi sehingga sinar matahari tidak lagi menembus bumi, suhu akan turun drastis, akan terjadi kematian semua makhluk hidup. Para ahli palaentologi (ahli masalah-masalah kepurbaan), termasuk para ahli paleogeologi (geologi-purba) maupun paleobiologi (biologi purba), mengemukakan teori punahnya spesies dinosaurus 66,4 juta tahun yang lalu, dengan mengemukakan suatu hipotesis yang dikenal dengan nama Asteroid Theory (Teori Asteroida). Teori ini muncul setelah Walter Alvarez menemukan adanya konsentrasi iridium yang sangat tinggi dan tidak biasa (anomaly high concentration of iridium) pada rangkaian stratigrafik masa Cretaceous-Tertiary di Gubbio, Italia. Konsentrasi iridium yang tidak normal ini, menimbulkan dugaan, bahwa iridium itu berasal dari benda-benda langit. Punahnya spesies dinosaurus menurut Asteroid Theory ini terjadi oleh adanya benturan bumi dengan asteroida, yang mengakibatkan munculnya awan debu luar biasa yang menyelimuti bumi, sehingga menghalangi sinar matahari masuk, menurunkan suhu dan mematikan spesies hayati purba. Teori ini didukung oleh tingginya kadar iridium di lokasi ditemukannya dinosaur. Apakah ad-Dukhan pada ayat 10 ini juga disebabkan adanya benturan bumi dengan benda-benda langit, menjelang kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 4425, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u06d6 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaghshan naasa haazaa 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Covering the people; this is a painful torment.", "id": "yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4425", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4425.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4425.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang meliputi manusia sehingga mereka tidak dapat melihat apa pun di sekitar mereka dan melindungi diri mereka. Inilah azab yang pedih bagi orang-orang yang melakukan perbuatan dosa.", "long": "Allah menerangkan bahwa ketika kabut tebal itu meliputi mereka, mereka berkata, \"Ini adalah siksaan yang amat menggelisahkan sehingga kami tidak bisa tidur dan apabila siksaan ini berlangsung terus-menerus, tentu kami akan mati." } } }, { "number": { "inQuran": 4426, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0643\u0652\u0634\u0650\u0641\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Rabbanak shif 'annal 'azaaba innaa mu'minoon" } }, "translation": { "en": "[They will say], \"Our Lord, remove from us the torment; indeed, we are believers.\"", "id": "(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4426", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4426.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4426.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika azab kabut itu turun kepada mereka, mereka berdoa, \"Ya Tuhan kami, Pencipta dan Pemelihara kami, lenyapkanlah azab yang Engkau turunkan itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman secara mantap jika Engkau melepaskan dari kami azab ini.", "long": "Allah menerangkan bahwa mereka berjanji kepada Rasulullah saw akan beriman kepada Allah apabila siksa yang menimpa mereka itu dilenyapkan oleh Allah. Itulah watak manusia pada umumnya apabila mereka dalam kesusahan; mereka berjanji akan bertobat dan menahan diri mereka dari hal-hal yang menyebabkan timbulnya kesusahan itu, tetapi apabila kesusahan mereka berakhir atau kesusahan mereka itu hilang lenyap, mereka kembali melakukan hal-hal yang menyebabkan adanya kesusahan itu. Diriwayatkan bahwa ketika kemarau yang menimpa kaum Quraisy begitu hebatnya. Abu Sufyan berkunjung kepada Rasulullah saw dan meminta belas kasihan darinya, serta berjanji akan beriman apabila Muhammad saw mendoakan mereka agar lepas dari kesusahan itu sehingga berakhirlah kesusahan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4427, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Annaa lahumuz zikraa wa qad jaaa'ahum Rasoolum mubeen" } }, "translation": { "en": "How will there be for them a reminder [at that time]? And there had come to them a clear Messenger.", "id": "Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal (sebelumnya pun) seorang Rasul telah datang memberi penjelasan kepada mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4427", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4427.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4427.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagaimana mereka dapat menerima peringatan yang telah Kami berikan kepada mereka dengan ke hadiran azab itu, padahal sebelumnya pun seorang rasul yang agung, yaitu Nabi Muhammad, telah datang memberi penjelasan kepada mereka, tetapi mereka tetap membangkang dan ingkar.", "long": "Allah menerangkan bagaimana mereka itu berjanji akan beriman apabila azab mereka dihilangkan. Telah diutus kepada mereka seorang rasul yang memberikan peringatan dan penjelasan tentang kebenaran kenabian Muhammad saw dan Al-Qur'an itu dari Allah. Semua itu seharusnya cukup untuk menyadarkan mereka dan mengembalikan mereka kepada kebenaran, tetapi mereka tetap membangkang dan berpaling daripadanya, bahkan mereka itu menuduh bahwa ajaran yang disebarkan Muhammad saw itu diterima dari seorang Romawi, budak dari suku saqif bernama Addaz yang beragama Kristen. Ada juga di antara mereka menuduh Muhammad saw seorang gila dan ajaran yang dibawanya itu adalah berasal dari jin ketika Muhammad saw dalam keadaan tidak sadar." } } }, { "number": { "inQuran": 4428, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064c \u0645\u0651\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Summaa tawallaw 'anhu wa qaaloo mu'allamum majnoon" } }, "translation": { "en": "Then they turned away from him and said, \"[He was] taught [and is] a madman.\"", "id": "kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, “Dia itu orang yang menerima ajaran (dari orang lain) dan orang gila.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4428", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4428.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4428.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian karena ke ingkaran dan ke kafiran mereka terhadap rasul itu, mereka berpaling darinya dengan mengingkari kerasulannya dan bukti-bukti yang disampaikannya dan berkata dengan nada mengejek dan mencela, \"Dia, Rasul Muhammad yang di utus, itu orang yang menerima ajaran dari orang lain, bukan dari Allah,\" dan di saat lain mereka mengatakan bahwa dia adalah orang gila.", "long": "Allah menerangkan bagaimana mereka itu berjanji akan beriman apabila azab mereka dihilangkan. Telah diutus kepada mereka seorang rasul yang memberikan peringatan dan penjelasan tentang kebenaran kenabian Muhammad saw dan Al-Qur'an itu dari Allah. Semua itu seharusnya cukup untuk menyadarkan mereka dan mengembalikan mereka kepada kebenaran, tetapi mereka tetap membangkang dan berpaling daripadanya, bahkan mereka itu menuduh bahwa ajaran yang disebarkan Muhammad saw itu diterima dari seorang Romawi, budak dari suku saqif bernama Addaz yang beragama Kristen. Ada juga di antara mereka menuduh Muhammad saw seorang gila dan ajaran yang dibawanya itu adalah berasal dari jin ketika Muhammad saw dalam keadaan tidak sadar." } } }, { "number": { "inQuran": 4429, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0634\u0650\u0641\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa kaashiful 'azaabi qaleelaa; innakum 'aaa'indoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, We will remove the torment for a little. Indeed, you [disbelievers] will return [to disbelief].", "id": "Sungguh (kalau) Kami melenyapkan azab itu sedikit saja, tentu kamu akan kembali (ingkar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4429", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4429.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4429.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Permohonan mereka untuk di lepaskan dari azab itu tidak di kabulkan. Lalu Allah membalasnya dengan mengatakan, “Sesungguhnya, kalau Kami melenyapkan azab yang di turunkan itu sedikit saja dari kamu, tentu kamu akan kembali ingkar, tidak akan pernah mau beriman.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa seandainya Dia melenyapkan sebagian azab itu dari mereka sesuai dengan permintaannya agar mereka berbuat baik dan tidak lagi melanggar larangan-larangan Allah, mereka akan tetap saja dalam keadaan semula yaitu kafir dan mendustakan Muhammad saw sebagaimana firman Allah:\n\nDan seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (al-Mu'minun/23: 75)\n\nDan firman-Nya:\n\nSeandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta. (al-An'am/6: 28)" } } }, { "number": { "inQuran": 4430, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 198, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u0628\u0652\u0637\u0650\u0634\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0637\u0652\u0634\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0628\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0642\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma nabtishul batsha tal kubraa innaa muntaqimoon" } }, "translation": { "en": "The Day We will strike with the greatest assault, indeed, We will take retribution.", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan keras. Kami pasti memberi balasan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4430", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4430.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4430.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah pada hari ketika terjadi peperangan Badr, Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras dan sehebat-hebatnya sehingga mereka mengalami kekalahan yang besar dan banyak pemimpin-pemimpin mereka yang tewas. Kami adalah pemberi balasan terhadap mereka yang durhaka dan berdosa.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa di hari Kiamat nanti Dia akan memberikan balasan siksa yang amat pedih kepada orang kafir Mekah. Pada hari itu mereka tidak akan mendapat pembela, penolong dan penyelamat yang akan dapat menghalangi siksaan Allah yang dijatuhkan kepada mereka, dan pada waktu itu timbullah penyesalan mereka yang sangat. Firman Allah:\n\nMereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Saba'/34: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 4431, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laqad fatannaa qablahum qawma Fir'awna wa jaaa'ahum Rasoolun kareem" } }, "translation": { "en": "And We had already tried before them the people of Pharaoh, and there came to them a noble messenger,", "id": "Dan sungguh, sebelum mereka Kami benar-benar telah menguji kaum Fir’aun dan telah datang kepada mereka seorang Rasul yang mulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4431", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4431.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4431.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya, sebelum mereka, yakni kaum musyrik Mekah, Kami benar-benar telah menguji kaum Fir‘aun bersama dengan Fir’aun dengan berbagai nikmat dan ke senangan hidup dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia akhlaknya, yaitu Nabi Musa.", "long": "Allah menerangkan bahwa sebelum menguji kaum Nabi Muhammad, Dia telah menguji kaum Fir'aun yang sangat angkuh dan sombong. Ujiannya ialah, dengan mengutus kepada mereka seorang rasul yang mulia yaitu Nabi Musa. Peristiwa ini diharapkan menjadi contoh bagi kaum Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 4432, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 25, "page": 496, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "An addooo ilaiya 'ibaadal laahi innee lakum Rasoolun ameen" } }, "translation": { "en": "[Saying], \"Render to me the servants of Allah. Indeed, I am to you a trustworthy messenger,\"", "id": "(dengan berkata), “Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dapat kamu percaya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4432", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4432.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4432.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rasul yang Kami utus itu berkata kepada mereka dengan lembut, “Serahkanlah kepadaku dengan penuh kerelaan hamba-hamba Allah, yaitu Bani Israil, kaumku dan keluargaku, dengan membebaskan mereka dari perbudakan dan siksaanmu. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, Tuhan seluruh alam yang dapat di percaya oleh-Nya untuk menyampaikan apa yang seharusnya aku sampaikan kepadamu.", "long": "Nabi Musa berkata kepada kaum Fir'aun, \"Serahkanlah kepadaku Bani Israil dan lepaskanlah mereka dari perbudakan serta penyiksaan kamu sekalian, karena mereka itu adalah kaum yang merdeka untuk saya bawa ke negeri asal kami. Aku ini adalah Rasulullah yang telah dipercayakan untuk menyampaikan wahyu-Nya dan memperingatkan kepada kamu sekalian tentang siksaan-Nya apabila kamu sekalian mendurhakai-Nya. Firman Allah:\n\nMaka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah, \"Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. (thaha/20: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 4433, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0622\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa al laa ta'loo 'alal laahi innee aateekum bisultaanim mubeen" } }, "translation": { "en": "And [saying], \"Be not haughty with Allah. Indeed, I have come to you with clear authority.", "id": "dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4433", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4433.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4433.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah dengan menolak aku sebagai rasul yang di utus-Nya kepadamu dan mengabaikan apa yang di perintahkan-Nya. Sungguh, aku datang dan di utus oleh-Nya kepadamu dengan membawa bukti, berupa mukjizat yang nyata tentang kerasulanku.”", "long": "Musa menghimbau kaum Fir'aun agar mereka jangan menyombongkan diri kepada Allah dengan mengingkari ketuhanan-Nya, dengan mengakui bahwa ketuhanan itu ada pada diri mereka, dan jangan mendurhakai-Nya serta menyalahi perintah-Nya. Selanjutnya Musa menegaskan bahwa dia datang kepada mereka dengan membawa bukti yang nyata atas kebenaran apa yang dia serukan itu. Bukti nyata itu antara lain peristiwa yang terjadi antara Musa dan Fir'aun yang dikisahkan di dalam Al-Qur'an. Firman Allah:\n\nDia (Musa) berkata, \"Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (bukti) yang nyata?\"Dia (Fir'aun) berkata, \"Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!\"Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya. Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya. (asy-Syu'ara'/26: 30-33)" } } }, { "number": { "inQuran": 4434, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0639\u064f\u0630\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa innee 'uztu bi Rabbee wa rabbikum an tarjumoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, I have sought refuge in my Lord and your Lord, lest you stone me.", "id": "Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari ancamanmu untuk merajamku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4434", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4434.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4434.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu mereka mendustakannya dan berkeinginan untuk membunuhnya. Akan tetapi, Musa tetap menyeru mereka, “Dan se sungguhnya aku, sebagai rasul utusan-Nya berlindung kepada Tuhanku yang mengutus dan memeliharaku dan Tuhanmu yang telah menciptakan, memelihara, dan menjagamu, dari ancamanmu untuk merajamku, yakni melukaiku dengan batu atau membunuhku dengan melempariku dengan batu.", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini Musa berkata kepada Fir'aun dan kaumnya, bahwa dia akan minta perlindungan dari Tuhannya dan Tuhan mereka, Tuhan yang menciptakannya dan yang menciptakan mereka, berlindung dari tindakan jahat yang akan mereka timpakan kepadanya baik berupa perkataan atau perbuatan.\n\nKalau mereka tidak mau menerima apa yang dia serukan kepada mereka, Musa mengharapkan agar mereka itu membiarkannya menimpa kaumnya tanpa membalas sikap mereka itu.\n\nPersoalan antara Musa dan Fir'aun bersama kaumnya berlarut-larut, sekalipun kepada mereka telah diberikan bukti-bukti yang nyata, tetapi mereka tetap saja membangkang. Musa berdoa dan mengadu kepada Allah bahwa mereka itu tetap saja mempersekutukan-Nya dan mendustakan rasul-Nya. Firman Allah:\n\nDan Musa berkata, \"Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.\" (Yunus/10: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 4435, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0632\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa il lam tu'minoo lee fa'taziloon" } }, "translation": { "en": "But if you do not believe me, then leave me alone.\"", "id": "dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4435", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4435.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4435.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selanjutnya Nabi Musa berkata kepada mereka, “Jika kamu tetap tidak mau beriman kepadaku walau aku sudah menyampaikan bukti-bukti tentang kerasulanku dan keesaan Allah, maka biarkanlah aku memimpin Bani Israil dan jangan mengganggu aku untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhanku kepada mereka.”", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini Musa berkata kepada Fir'aun dan kaumnya, bahwa dia akan minta perlindungan dari Tuhannya dan Tuhan mereka, Tuhan yang menciptakannya dan yang menciptakan mereka, berlindung dari tindakan jahat yang akan mereka timpakan kepadanya baik berupa perkataan atau perbuatan.\n\nKalau mereka tidak mau menerima apa yang dia serukan kepada mereka, Musa mengharapkan agar mereka itu membiarkannya menimpa kaumnya tanpa membalas sikap mereka itu.\n\nPersoalan antara Musa dan Fir'aun bersama kaumnya berlarut-larut, sekalipun kepada mereka telah diberikan bukti-bukti yang nyata, tetapi mereka tetap saja membangkang. Musa berdoa dan mengadu kepada Allah bahwa mereka itu tetap saja mempersekutukan-Nya dan mendustakan rasul-Nya. Firman Allah:\n\nDan Musa berkata, \"Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.\" (Yunus/10: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 4436, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062f\u064e\u0639\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fada'aa rabbahooo anna haaa'ulaaa'i qawmum mujrimoon" } }, "translation": { "en": "And [finally] he called to his Lord that these were a criminal people.", "id": "Kemudian dia (Musa) berdoa kepada Tuhannya, “Sungguh, mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4436", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4436.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4436.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena telah nyata kekafiran dan ke engganan mereka untuk ber iman kepada Allah dan kepada Nabi Musa, lalu dia berdoa kepada Tuhannya, “Sesungguhnya, mereka ini, yakni Fir‘aun dan kaumnya, adalah kaum yang berdosa dan pendurhaka kepada Tuhannya. Oleh sebab itu, segerakanlah azab kepada mereka.”", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini Musa berkata kepada Fir'aun dan kaumnya, bahwa dia akan minta perlindungan dari Tuhannya dan Tuhan mereka, Tuhan yang menciptakannya dan yang menciptakan mereka, berlindung dari tindakan jahat yang akan mereka timpakan kepadanya baik berupa perkataan atau perbuatan.\n\nKalau mereka tidak mau menerima apa yang dia serukan kepada mereka, Musa mengharapkan agar mereka itu membiarkannya menimpa kaumnya tanpa membalas sikap mereka itu.\n\nPersoalan antara Musa dan Fir'aun bersama kaumnya berlarut-larut, sekalipun kepada mereka telah diberikan bukti-bukti yang nyata, tetapi mereka tetap saja membangkang. Musa berdoa dan mengadu kepada Allah bahwa mereka itu tetap saja mempersekutukan-Nya dan mendustakan rasul-Nya. Firman Allah:\n\nDan Musa berkata, \"Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.\" (Yunus/10: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 4437, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa asri bi'ibaadee lailan innakum muttaba'oon" } }, "translation": { "en": "[Allah said], \"Then set out with My servants by night. Indeed, you are to be pursued.", "id": "(Allah berfirman), “Karena itu berjalanlah dengan hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4437", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4437.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4437.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyambut permohonan Nabi Musa dengan berfirman kepadanya, “Karena itu berjalanlah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu, wahai Musa dan pengikut-pengikutmu, akan di ikuti, yakni di kejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya,", "long": "Allah memerintahkan Musa supaya pergi meninggalkan Mesir pada malam hari dan membawa serta Bani Israil dan orang-orang yang beriman kepadanya dari penduduk asli Mesir, tanpa sepengetahun Fir'aun. Ia diberitahu oleh Allah bahwa Fir'aun dan kaumnya akan mengejarnya, tetapi ia tidak akan tersusul oleh mereka. Allah berfirman:\n\nDan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, \"Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).\" (thaha/20: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 4438, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062a\u0652\u0631\u064f\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e \u0631\u064e\u0647\u0652\u0648\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u062f\u064c \u0645\u0651\u064f\u063a\u0652\u0631\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Watrukil bahra rahwan innahum jundum mughraqoon" } }, "translation": { "en": "And leave the sea in stillness. Indeed, they are an army to be drowned.\"", "id": "dan biarkanlah laut itu terbelah. Sesungguhnya mereka, bala tentara yang akan ditenggelamkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4438", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4438.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4438.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan jika kamu semua nanti sampai di Laut Merah, maka pukulkanlah tongkatmu, dan laut akan terbelah, lalu menyeberanglah kamu semua. Bila kamu telah tiba di pantai, biarkanlah laut itu tetap terbelah sehingga Fir‘aun dan bala tentaranya berusaha menyeberangi laut itu. Sesungguhnya mereka, yakni Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya adalah bala tentara yang akan di tenggelamkan ketika mereka berada di tengah-tengah laut itu", "long": "Allah memerintahkan Musa agar dia dan kaumnya meninggalkan laut yang dilaluinya itu dalam keadaan terbelah seperti halnya ketika dia memasukinya, hingga Fir'aun dan tentaranya memasukinya, kemudian Allah mempertautkan kembali laut yang terbelah tadi hingga tenggelamlah Fir'aun dan segenap tentaranya. Sedangkan Musa dan orang-orang yang bersama dia selamat sampai ke daratan, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah:\n\nDan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain. (asy-Syu'ara'/26: 65-66)" } } }, { "number": { "inQuran": 4439, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Kam tarakoo min jannaatinw wa 'uyoon" } }, "translation": { "en": "How much they left behind of gardens and springs", "id": "Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4439", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4439.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4439.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mereka ditenggelamkan dan semuanya mati, maka Allah menjelaskan bahwa betapa banyak taman-taman yang indah lagi menawan dan mata air mata air yang mengalir yang mereka tinggalkan,", "long": "Alangkah banyaknya kekayaan yang ditinggalkan Fir'aun dan tentaranya baik berupa taman-taman yang penuh dengan bunga-bungaan yang menjadikan hawa sejuk menyenangkan, dan mata air yang mengalir dengan indahnya. Demikian pula kebun-kebun yang menghijau, penuh dengan pohon-pohon yang berbuah dengan lebatnya, tempat-tempat yang berpemandangan indah, bangunan yang megah dan istana yang megah dan indah." } } }, { "number": { "inQuran": 4440, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0632\u064f\u0631\u064f\u0648\u0639\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064d \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa zuroo'inw wa maqaa min kareem" } }, "translation": { "en": "And crops and noble sites", "id": "juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4440", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4440.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4440.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "juga kebun-kebun yang beraneka ragam dan macamnya serta tempat-tempat kediaman yang nyaman, menyenangkan, dan indah,", "long": "Alangkah banyaknya kekayaan yang ditinggalkan Fir'aun dan tentaranya baik berupa taman-taman yang penuh dengan bunga-bungaan yang menjadikan hawa sejuk menyenangkan, dan mata air yang mengalir dengan indahnya. Demikian pula kebun-kebun yang menghijau, penuh dengan pohon-pohon yang berbuah dengan lebatnya, tempat-tempat yang berpemandangan indah, bangunan yang megah dan istana yang megah dan indah." } } }, { "number": { "inQuran": 4441, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa na'matin kaanoo feehaa faakiheen" } }, "translation": { "en": "And comfort wherein they were amused.", "id": "dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4441", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4441.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4441.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan kesenangan-kesenangan hidup yang berlimpah yang mereka semua adalah penikmatnya sebelum peristiwa penenggelaman itu terjadi.", "long": "Semula mereka hidup dengan penuh ketenangan dengan penghidupan yang serba cukup dan lengkap, rezeki berlimpah-limpah, kegembiraan yang selalu dinikmati. Semuanya itu dilimpahkan Allah kepada mereka, tetapi mereka itu tetap tidak mau sadar, bahwa kejahatan dan kekafiran mereka bertambah-tambah karenanya lalu Allah membinasakan mereka. Kekayaan mereka tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak dapat menolong mereka. Firman Allah:\n\nDan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa. (al-Lail/92: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 4442, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalika wa awrasnaahaa qawman aakhareen" } }, "translation": { "en": "Thus. And We caused to inherit it another people.", "id": "demikianlah, dan Kami wariskan (semua) itu kepada kaum yang lain." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4442", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4442.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4442.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Kami menguraikan dan menggambarkan keadaan mereka sebelum itu dan balasan yang Kami timpakan kepada mereka karena perbuatan mereka sendiri, dan Kami wariskan semua itu, yakni peninggalan mereka itu, kepada kaum yang lain sesudah mereka.", "long": "Demikianlah Allah membinasakan kaum yang mendustakan rasul-rasul-Nya yang selalu menyalahi perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya. Negeri yang penuh kekayaan yang berlimpah-limpah dialihkan Allah kepada kaum yang lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka baik hubungan kekeluargaan maupun agama. Maka bangsa-bangsa berganti menguasai Mesir. Ibnu Katsir berpendapat bahwa yang mewarisi kekayaan Fir'aun adalah Bani Israil. Demikianlah Allah memberikan kekayaan kepada orang yang dikehendaki-Nya dan mencabut kerajaan dari orang yang Dia kehendaki, memuliakan yang Dia kehendaki, dan menghinakan yang Dia kehendaki pula. Firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (Ali 'Imran/3: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 4443, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 431, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0638\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa bakat 'alaihimus samaaa'u wal ardu wa maa kaanoo munzareen" } }, "translation": { "en": "And the heaven and earth wept not for them, nor were they reprieved.", "id": "Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4443", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4443.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4443.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka langit dan bumi yang menyaksikan azab dan balasan yang di timpakan oleh Allah kepada Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak di beri penangguhan waktu, yakni kesempatan untuk memperbaiki diri mereka.", "long": "Langit dan bumi tidak menangisi kepergian dan kehancuran Fir'aun dan kaumnya. Tidak sesuatu pun baik di langit maupun di bumi yang menghiraukan kematian Fir'aun dan kaumnya yang jahat dan durjana itu. Mereka tidak mau bertobat memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka, oleh karenanya azab disegerakan tanpa ada penangguhan. Abu Ya'la meriwayatkan, demikian pula Abu Nu'aim dalam kitab hiyah al-Auliya:\n\nDari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda: Setiap muslim mempunyai dua pintu di langit; pintu tempat turun rezekinya dan pintu tempat masuk amal dan ucapannya, bila keduanya tidak ada maka menangislah kedua pintu tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 4444, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqad najjainaa Baneee Israaa'eela minal'azaabil muheen" } }, "translation": { "en": "And We certainly saved the Children of Israel from the humiliating torment -", "id": "Dan sungguh, telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksaan yang menghinakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4444", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4444.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4444.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dengan penenggelaman Fir‘aun dan bala tentaranya sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dengan kekuasaan Kami dari siksaan yang menghinakan,", "long": "Allah menyelamatkan Bani Israil dari siksaan Fir'aun dan kaumnya yang telah menghinakan mereka. Fir'aun telah menghancurkan musuh mereka, membunuh anak laki-laki mereka, dan membiarkan wanita-wanita hidup namun memaksakan pekerjaan yang berat. Fir'aun adalah seorang yang sombong dan berbuat melampaui batas di luar perikemanusiaan. Firman Allah:\n\nSungguh, Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia (Fir'aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan. (al-Qasas/28: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 4445, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Min Fir'awn; innahoo kaana 'aaliyam minal musrifeen" } }, "translation": { "en": "From Pharaoh. Indeed, he was a haughty one among the transgressors.", "id": "dari (siksaan) Fir‘aun, sungguh, dia itu orang yang sombong, termasuk orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4445", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4445.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4445.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dari siksaan Fir‘aun dan bala tentaranya. Sesungguhnya dia itu orang yang sombong terhadap Allah dan manusia, serta termasuk orang-orang yang melampaui batas, yaitu berlebihan dalam melakukan kejahatan dan perbuatan dosa.", "long": "Allah menyelamatkan Bani Israil dari siksaan Fir'aun dan kaumnya yang telah menghinakan mereka. Fir'aun telah menghancurkan musuh mereka, membunuh anak laki-laki mereka, dan membiarkan wanita-wanita hidup namun memaksakan pekerjaan yang berat. Fir'aun adalah seorang yang sombong dan berbuat melampaui batas di luar perikemanusiaan. Firman Allah:\n\nSungguh, Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia (Fir'aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan. (al-Qasas/28: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 4446, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqadikh tarnaahum 'alaa 'ilmin 'alal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And We certainly chose them by knowledge over [all] the worlds.", "id": "Dan sungguh, Kami pilih mereka (Bani Israil) dengan ilmu (Kami) di atas semua bangsa (pada masa itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4446", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4446.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4446.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dengan sungguh-sungguh, Kami telah memilih mereka, yakni Bani Israil, dengan dasar ilmu Kami untuk memiliki kelebihan di atas semua bangsa-bangsa yang lain pada masa itu.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah memilih Bani Israil atas orang-orang pandai pada zaman mereka; menurunkan kepada mereka kitab-kitab Samawi, mengutus pada mereka rasul-rasul karena Dia Maha Mengetahui kesanggupan dan kemampuan mereka.\n\nBeberapa fakta sejarah dan fakta kekinian telah membuktikan pernyataan Allah swt, seperti tercantum dalam Al-Qur'an, Surah al-Jatsiyah/45: 16 di bawah ini. \n\nDan sungguh, kepada Bani Israil telah Kami berikan Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian, Kami anugerahkan kepada mereka rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masa itu).\n\nFakta sejarah memperlihatkan kepada kita bahwa sebagian besar para Nabi dan rasul berasal dari kalangan Bani Israil. Nama-nama para nabi/rasul dari kalangan Bani Israil, yang tercantum di dalam Al-Qur'an, diawali dari Nabi Yakub. Nabi-nabi yang bergelar Israil, adalah: (1) Yakub [Jacob], (2) Yusuf [Joseph], (3) Musa,[Moses] (4) Harun [Aron], (5) Daud [David], (6) Sulaiman [Solomon], (7) Ilyas [Eliah], (8) Ilyasa [Elisha], (9) Uzair [Ezra], (10) Zulkifli [Ezekiel], (11) Junus [Jonah] (12) Ayyub [Job], (13) Zakariyya [Zeccharia], (14) Yahya [John], dan (15) Isa [Jesus]. Jika moyang Israil seperti Nabi Ibrahim [Abraham], Nabi Lut [Lot], dan Nabi Ishak,[Isaac] dimasukkan, maka jumlah nabi/rasul dari kalangan Israil yang tercantum dalam Al-Qur'an adalah 18 orang. Dari fakta sejarah ini jelas, bahwa bangsa Israil telah dikaruniai banyak rasul/nabi melebihi bangsa-bangsa lainnya. Sebagai pelengkap dari anugerah derajat kenabian/kerasulan itu, Allah swt menurunkan Kitab Suci Taurat kepada Nabi Musa dan Kitab Suci Zabur kepada Nabi Daud, yang menjadi pegangan hukum bagi kalangan Israil. Kemudian diturunkan pula Kitab Suci Injil kepada Nabi Isa, yang mestinya menjadi pegangan hukum pula bagi kalangan Bani Israil, namun kemudian ditolak oleh Bani Israil. Dalam agama Kristiani, kitab Taurat, Zabur dan Injil, dijadikan pegangan, dan ketiga Kitab Suci itu dikompilasikan kedalam Perjanjian Lama (untuk Taurat dan Zabur) dan Perjanjian Baru (untuk Injil). Ketiga Kitab Suci itulah yang telah membangkitkan atau melahirkan peradaban Yahudi-Kristiani yang ada di dunia sampai saat ini. Fakta sejarah juga menjelaskan kepada kita bahwa Nabi Daud dan Nabi Sulaiman adalah seorang raja yang sangat adil, dan kekuasaannya membentang sangat luas. Pada masa Raja Sulaiman, kekuasaannya membentang dari Palestina di barat sampai perbatasan India di sebelah timur. Ke selatan sampai dengan Yaman dan di utara sampai ke perbatasan Siria.\n\nFakta kekinian juga memperlihatkan bahwa banyak pionir ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu kealaman, teknologi atau ilmu-ilmu sosial, muncul dari kalangan Bani Israil. Para Pemenang Nobel (Nobel Laurreates) adalah dari kalangan Bani Israil. Mereka adalah: Albert Einstein (ahli Fisika, dan Kosmologi), Enrico Fermi (ahli Fisika-nuklir), Erwin Schrodinger (ahli Fisika Kuantum), Max Born (ahli Fisika Kuantum), Raould Hoffman (ahli Kimia Fisika Organik), Richard Feynmann (ahli Fisika Kuantum). Disamping itu, para ahli filsafat, seperti Karl Marx (penemu teori ekonomi Marxian), Charles Darwin (penemu Teori Evolusi) dan Sigmund Freud (ahli Psikoanalisis), juga berasal dari kalangan Bani Israil. Pionir-pionir diatas telah mempengaruhi jalannya sejarah ummat manusia sekarang ini. \n\nFakta di atas, telah dapat menjelaskan kepada kita tentang pernyataan Allah swt, yang tercantum dalam Al-Qur'an, surah 44: 32 dan 45: 16. Faktor genetik merupakan kunci dari keunggulan manusia, sebagaimana keunggulan dalam dunia Botani (Tumbuhan) maupun Zoologi (Hewan). Faktor genetik manusia juga dipengaruhi oleh lingkungannya. Jika suatu populasi kelompok manusia (Kelompok-A) bermigrasi ke suatu tempat kelompok manusia yang lain (kelompok-B), dan apabila terjadi perkawinan diantara anggota kedua populasi itu, maka akan terjadi gene flow baik dari gena kelompok-A ke kelompok-B maupun sebaliknya (lihat The New Encyclopaedia Brittanica, Vol. 19, Macropaedia, 2005, Gene in Populations, hal. 719-720)\n\nGene flow ini mampu memperkaya faktor genetik. Lebih kurang 4000 tahun yang lalu, keluarga Nabi Ibrahim, yang terdiri dari istri Beliau: Sarah, keponakan beliau: Nabi Lut, bermigrasi dari wilayah Ur (Babilonia, atau Iraq sekarang ini), ke utara sampai di wilayah Harran (Sekarang masuk wilayah tenggara Turki). Kemudian bermigrasi lagi ke selatan, yaitu ke Siria, Palestina; dan terus ke Mesir, dimana Beliau menikahi Hajar. Keluarga Ibrahim ini kemudian bermigrasi ke Arabia dan balik ke Palestina. Beliau bermukim di sana sampai wafatnya. Karena seringnya berpindah-pindah tempat inilah, maka kelompok kecil keluarga Ibrahim ini, dikenal sebagai suku Ibrani, artinya yang berpindah-pindah tempat. Dalam migrasinya ini, kelompok keluarga Ibrahim 'berhubungan dengan banyak peradaban-peradaban maju waktu itu, seperti peradaban Babilonia, Assiria, Kanaan, dan Mesir. Gen flow tentu akan terjadi pada era migrasi Ibrahim ini, sehingga suku Ibrani mengalami pengayaan genetik (genetic enrichment). Yang unik adalah, suku Ibrani ini tetap mampu menjaga ciri khasnya sebagai suku yang menganut Tauhid; berbeda dengan ummat-ummat sekitarnya. Kebiasaan suku Ibrani ini, yang kemudian diteruskan oleh generasi yang lebih muda: Bani Israil, diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya, baik dengan perluasan wilayah, seperti pada era Raja Sulaiman, maupun pada saat Bani Israil mengalami 'pembuangan selama hampir 2000 tahun di Eropa, mulai dari tahun 70 M sampai mereka kembali ke Palestina tahun 1948 M. Gene enrichment selama hampir 4000 tahun peradaban Israil terjadi; ini mungkin kelebihan yang dianugerahkan oleh Allah swt. kepada umat Israil itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4447, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa aatainaahum minal aayaati maa feehi balaaa'um mubeen" } }, "translation": { "en": "And We gave them of signs that in which there was a clear trial.", "id": "Dan telah Kami berikan kepada mereka di antara tanda-tanda (kebesaran Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4447", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4447.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4447.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan telah Kami berikan kepada mereka, melalui Nabi Musa yang Kami utus sebagai rasul Kami, di antara tanda-tanda kebesaran dan bukti ke kuasaan Kami sesuatu yang di dalamnya terdapat ujian serta nikmat yang nyata.", "long": "Allah telah menganugerahkan kepada Bani Israil berbagai kenikmatan yang menunjukkan kemuliaan mereka di sisi Allah yang bisa menjadi pelajaran bagi orang yang memperhatikannya. Allah menyelamatkan mereka dari musuh mereka, menaungi mereka dengan awan di atas mereka, menurunkan kepada mereka manna dan salwa dan kenikmatan-kenikmatan lainnya.\n\nAl-Hasan dan Qatadah mengatakan, yang dimaksud dengan kata-kata: \"Al-Bala'ul Mubin\" ialah nikmat yang nyata seperti firman Allah:\n\nDan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. (al-Anfal/8: 17)\n\nDan firman-Nya:\n\nKami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. (al-Anbiya'/21: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 4448, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna haaa'ulaaa'i la yaqooloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, these [disbelievers] are saying,", "id": "Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu pasti akan berkata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4448", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4448.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4448.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya mereka, kaum musyrik Mekah itu, yang mendustakan Nabi Muhammad dan mendustakan kebangkitan di hari akhirat, pasti akan berkata,", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir Mekah tidak mempercayai adanya hari kebangkitan karena menurut keyakinan mereka mustahil orang yang sudah mati itu dapat hidup kembali. Kepercayaan yang demikian itu timbul karena pikiran mereka telah dilumuri oleh noda-noda kemusyrikan; semakin lama noda itu semakin menebal sehingga menutupi seluruh hati dan pikiran mereka. Maka timbullah rasa sombong (takabur) dalam hati mereka disertai dengan keingkaran tanpa alasan. Mereka berpendapat apa yang dipandang benar oleh nenek moyang mereka adalah benar pula menurut mereka meskipun keyakinan nenek moyang mereka itu semata-mata berdasarkan dugaan yang tidak ada dasar kebenarannya. Keadaan mereka seperti orang yang terlanjur melontarkan kata-kata, kemudian kata-kata itu dibelanya mati-matian tanpa memperhatikan apakah yang dikatakannya itu benar atau salah. Mereka tidak lagi menggunakan pikiran yang sehat dalam menilai perkataan itu akan tetapi semata-mata menuruti hawa nafsu mereka.\n\nSikap dan keyakinan mereka itu tercetus dalam perkataan mereka. \"Kematian itu hanya sekali yaitu kematian di dunia ini saja, tidak dua kali, dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan kembali.\"\n\nDengan perkataan itu, berarti mereka telah menolak keterangan wahyu yang mengatakan bahwa mati itu dua kali. Allah berfirman:\n\nBagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (al-Baqarah/2: 28)\n\nAyat ini menerangkan bahwa manusia itu sebelum hidup di dunia adalah makhluk yang mati, lalu mereka dilahirkan sebagai makhluk hidup. Setelah itu, mereka menemui ajalnya dan mengalami kematian yang kedua. Kemudian pada hari Kiamat mereka akan dibangkitkan kembali dari kubur, dan hidup untuk kedua kalinya. Dalam ayat ini, diterangkan bahwa orang-orang musyrik mengakui satu kali kehidupan dan satu kali kematian, tidak mempercayai adanya kehidupan sesudah mati. Keingkaran mereka terhadap hari kebangkitan itu tidak beralasan karena pikiran mereka tidak sampai kepada ketentuan itu. Jika Allah kuasa menciptakan semua kehidupan ini, tentu Dia kuasa pula mengembalikan kehidupan itu sesudah kematian dan menghisab semua amal perbuatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4449, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064f\u0646\u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In hiya illaa mawtatunal oolaa wa maa nahnu bimun shareen" } }, "translation": { "en": "\"There is not but our first death, and we will not be resurrected.", "id": "”Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami tidak akan dibangkitkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4449", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4449.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4449.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Sesungguhnya tidak ada kehidupan selain kehidupan yang disusul dengan kematian di dunia ini. Dan karena itu pula, kami tidak akan dibangkitkan setelah kematian di dunia ini.”", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir Mekah tidak mempercayai adanya hari kebangkitan karena menurut keyakinan mereka mustahil orang yang sudah mati itu dapat hidup kembali. Kepercayaan yang demikian itu timbul karena pikiran mereka telah dilumuri oleh noda-noda kemusyrikan; semakin lama noda itu semakin menebal sehingga menutupi seluruh hati dan pikiran mereka. Maka timbullah rasa sombong (takabur) dalam hati mereka disertai dengan keingkaran tanpa alasan. Mereka berpendapat apa yang dipandang benar oleh nenek moyang mereka adalah benar pula menurut mereka meskipun keyakinan nenek moyang mereka itu semata-mata berdasarkan dugaan yang tidak ada dasar kebenarannya. Keadaan mereka seperti orang yang terlanjur melontarkan kata-kata, kemudian kata-kata itu dibelanya mati-matian tanpa memperhatikan apakah yang dikatakannya itu benar atau salah. Mereka tidak lagi menggunakan pikiran yang sehat dalam menilai perkataan itu akan tetapi semata-mata menuruti hawa nafsu mereka.\n\nSikap dan keyakinan mereka itu tercetus dalam perkataan mereka. \"Kematian itu hanya sekali yaitu kematian di dunia ini saja, tidak dua kali, dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan kembali.\"\n\nDengan perkataan itu, berarti mereka telah menolak keterangan wahyu yang mengatakan bahwa mati itu dua kali. Allah berfirman:\n\nBagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (al-Baqarah/2: 28)\n\nAyat ini menerangkan bahwa manusia itu sebelum hidup di dunia adalah makhluk yang mati, lalu mereka dilahirkan sebagai makhluk hidup. Setelah itu, mereka menemui ajalnya dan mengalami kematian yang kedua. Kemudian pada hari Kiamat mereka akan dibangkitkan kembali dari kubur, dan hidup untuk kedua kalinya. Dalam ayat ini, diterangkan bahwa orang-orang musyrik mengakui satu kali kehidupan dan satu kali kematian, tidak mempercayai adanya kehidupan sesudah mati. Keingkaran mereka terhadap hari kebangkitan itu tidak beralasan karena pikiran mereka tidak sampai kepada ketentuan itu. Jika Allah kuasa menciptakan semua kehidupan ini, tentu Dia kuasa pula mengembalikan kehidupan itu sesudah kematian dan menghisab semua amal perbuatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4450, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faatoo bi aabaaa'inaaa inkuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Then bring [back] our forefathers, if you should be truthful.\"", "id": "maka hadirkanlah (kembali) nenek moyang kami jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4450", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4450.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4450.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu besar keingkaran mereka terhadap kebangkitan itu, sampai-sampai mereka menantang dengan mengatakan, “Jika kehidupan yang kedua itu akan ada, maka hadirkanlah atau hidupkanlah kembali nenek moyang kami yang sudah meninggal itu jika kamu orang yang benar.”", "long": "Allah menerangkan tantangan orang musyrik Mekah kepada Rasulullah. Seandainya yang dikatakan rasul itu benar, yaitu adanya hari kebangkitan hendaklah dia mengemukakan bukti kebenaran dan hendaklah dia menghidupkan kembali nenek moyang mereka yang telah mati dahulu. Menurut mereka, seandainya Rasulullah saw dapat membangkitkan (dari kubur) menghidupkan kembali nenek moyang mereka tentu hal ini dapat menjadi bukti adanya hari kebangkitan itu.\n\nMaka Allah menjelaskan bahwa Dia kuasa mengumpulkan sesuatu yang berserakan, mulai dari benda padat, benda cair, dan udara, dari atom yang paling kecil sampai kepada molekul-molekul, semua dikumpulkan menjadi satu sehingga terbentuk seorang manusia. Tahukah manusia dari mana asal makanan yang dimakannya, pakaian yang dipakainya, alat rumah tangga yang mereka gunakan, dan sebagainya. Semua datang dari penjuru dunia yang berjauhan, kemudian dikumpulkan Tuhan pada suatu tempat untuk memenuhi keperluan dan keinginan seorang manusia. Jika hal yang demikian itu dapat dilakukan Allah, tentu mengumpulkan kembali tulang yang berserakan, daging yang telah hancur luluh menjadi tanah, dan rekaman perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan seseorang lebih mudah dilakukan-Nya, mengulang membuat sesuatu yang pernah ada jauh lebih mudah dari membuatnya pada pertama kalinya.\n\nDari keterangan demikian, dapat disimpulkan bahwa hari kebangkitan itu pasti terjadi. Hanya saja waktunya belum diketahui dan hanya Allah saja yang mengetahuinya. Yang jelas, hari kebangkitan itu akan terjadi setelah seluruh jagad raya mengalami kehancuran total termasuk semua isinya. Itulah sebabnya Allah tidak melayani tantangan orang-orang musyrik, karena tidak berguna menjawabnya. Tantangan itu dikemukakan mereka hanyalah untuk menutupi isi dan keinginan hati mereka. Dikabulkan atau tidak permintaan mereka itu, mereka tidak juga akan beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 4451, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u062a\u064f\u0628\u0651\u064e\u0639\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ahum khayrun am qawmu Tubba'inw wallazeena min qablihim; ahlaknaahum innahum kaanoo mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Are they better or the people of Tubba' and those before them? We destroyed them, [for] indeed, they were criminals.", "id": "Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik atau kaum Tubba‘, dan orang-orang yang sebelum mereka yang telah Kami binasakan karena mereka itu adalah orang-orang yang sungguh berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4451", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4451.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4451.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah mereka, yakni kaum musyrik Mekah itu yang lebih baik kekuasaan dan kekuatannya atau kaum Tubba‘, yaitu orang-orang Himyar dan raja-raja mereka di Yaman serta orang-orang yang musyrik dan para pendurhaka sebelum mereka? Tidak, sama sekali tidak. Kami telah binasakan mereka walaupun mereka memiliki kekuasaan dan kekuatan yang lebih, tetapi kekuasaan mereka tidak bermanfaat sedikit pun untuk menolak azab Kami. Sesungguhnya mereka itu adalah betul-betul para pendosa dan pendurhaka yang telah mendarah daging dalam diri mereka.", "long": "Kemudian Allah mengingatkan mereka pada kaum yang telah ditimpa malapetaka dan azab Allah, karena mereka durhaka dan tidak mengindahkan seruan para rasul yang diutus kepada mereka. Hendaklah mereka menjaga diri mereka, jangan sampai Allah mengazab mereka seperti yang telah dialami kaum yang terdahulu itu, Allah menyatakan bahwa keadaan mereka tidaklah lebih baik dari kaum Tubba'.\n\nSahl bin Sa'd berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda: Janganlah kalian mencela Tubba' karena dia sudah masuk Islam. (Riwayat Ahmad)\n\nTubba' adalah sebutan bagi raja-raja Himyar di Yaman. Kaumnya disebut kaum Tubba'. Mereka berbuat dosa yang melampaui batas sehingga negeri mereka dihancurkan Allah. Namun sebahagian kaumnya masih hidup mengembara ke negeri-negeri sekitarnya. Pada mulanya mereka adalah kaum yang mempunyai kemampuan dan ilmu yang cukup tinggi serta mempunyai balatentara yang cukup kuat. Kalau dibandingkan dengan orang Tubba', orang-orang kafir Mekah jauh ketinggalan dari orang Tubba'. Allah menyatakan bahwa orang-orang kafir Mekah itu tidak lebih baik keadaannya dari kaum 'Ad dan Samud. Kedua kaum ini juga dibinasakan Allah karena kesombongan dan pengingkaran mereka terhadap adanya hari kebangkitan.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menandaskan bahwa pada umat-umat terdahulu itu telah berlaku sunatullah. Mereka semua dibinasakan karena mereka telah tenggelam dalam lumpur kemaksiatan. Kejadian itu seharusnya menjadi pelajaran bagi orang-orang kafir Mekah seandainya mereka mau mengambil pelajaran. Dalam ayat yang lain, Allah menegaskan sunah-Nya ini. Allah berfirman:\n\nSebagai sunatullah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (al-Ahzab/33: 62)" } } }, { "number": { "inQuran": 4452, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627\u0639\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa khalaqnas samaawaati wal arda wa maa baina humaa laa'ibeen" } }, "translation": { "en": "And We did not create the heavens and earth and that between them in play.", "id": "Dan tidaklah Kami bermain-main menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4452", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4452.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4452.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidaklah Kami menciptakan langit demikian luas dan bertingkat-tingkat dan bumi yang kokoh dan terhampar luas dengan segala isinya serta aturannya yang tertata dan harmonis serta apa yang ada di antara keduanya, yakni antara langit dan bumi yang dapat kamu saksikan, dengan bermain-main.", "long": "Allah menjelaskan bahwa langit dan bumi beserta segala isinya tidaklah diciptakan dengan sia-sia atau secara kebetulan tanpa maksud dan tujuan, tetapi semuanya itu diciptakan sesuai dengan rencana dan kehendak Allah. Apabila diperhatikan dengan seksama setiap kehidupan yang ada di bumi dan segala kejadian di langit tentulah akan diketahui baik makhluk yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa dari berbagai macam tingkatan, dari tingkat terendah sampai dengan tingkat yang tertinggi, masing-masing faedahnya, ada ketentuan-ketentuan yang berlaku baginya, dan ada pula waktu yang ditentukan untuk kehidupannya.\n\nSebagai contoh seekor burung, ia ditetaskan dari sebuah telur yang berasal dari induknya. Setelah dierami dalam waktu tertentu, keluar anak burung yang kecil tanpa bulu dari telur itu. Dari hari ke hari burung itu diberi makan oleh induknya, sehingga anak burung itu tumbuh secara berangsur-angsur, badannya menjadi besar dan ditumbuhi bulu, sayapnya bertambah kuat. Kemudian diajar oleh induknya terbang, ia terbang dari dahan ke dahan, dibimbing induknya mencari makanan dan minuman. Setelah dewasa mulailah ia melaksanakan tugas hidupnya, mencari pasangan untuk mengembangkan keturunan. Bila telah sampai ajalnya, ia pun mati seperti burung-burung yang lain.\n\nJika diperhatikan, seakan-akan burung-burung itu membawa misi dalam kehidupan. Ditakdirkan Allah bahwa makanan burung itu adalah serangga, serangga itu makan dan merusak tanam-tanaman yang ditanam oleh manusia. Seolah-olah burung itu membantu usaha dan kehidupan manusia. Burung dengan suara dan kicauannya yang merdu menyenangkan dan menyejukkan hati orang yang mendengarnya. Bakteri, semacam binatang yang halus dan kecil, dan juga cacing seakan-akan tidak ada gunanya sama sekali. Jika diperhatikan maka bakteri dan cacing itu memakan sampah dan kotoran, baik yang berasal dari manusia maupun yang berasal dari makhluk yang lain. Jika bakteri dan cacing itu tidak ada, maka sampah dan kotoran akan menumpuk karena tidak akan membusuk sehingga terjadilah polusi yang membahayakan kehidupan manusia. Semakin dalam direnungkan dan diperhatikan alam dan kejadiannya ini, semakin dalam diketahui hikmah, guna dan tujuan penciptaannya; semakin terasa pula kasih sayang dan tujuan Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Hanya kebanyakan manusia tidak tahu diri dan merasa dirinya yang paling kuasa dan yang paling mampu. Dalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nMaka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. (al-Mu'minun/23: 115)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (shad/38: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 4453, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 25, "page": 497, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa khalaqnaahumaaa illaa bilhaqqi wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "We did not create them except in truth, but most of them do not know.", "id": "Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4453", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4453.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4453.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidaklah Kami ciptakan keduanya, yakni langit dan bumi itu, melainkan dengan haq atau benar sebagai bukti ke-Esaan dan kekuasaan Kami untuk kesempurnaan kehidupan manusia di dunia ini, tetapi kebanyakan mereka, kaum musyrik Mekah atau manusia tidak mengetahui.", "long": "Kemudian Allah menegaskan bahwa langit dan bumi serta isinya tidak diciptakan, kecuali (sebagai makhluk) tunduk kepada ketentuan-ketentuan yang benar dari Allah. Semuanya wajib tunduk kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku dan yang telah ditetapkan. Jika salah satu makhluk Tuhan menyimpang atau tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan itu, maka ia akan merasakan akibat dari penyimpangan itu. Seperti pohon pisang yang termasuk tanaman yang tumbuh di tempat yang cukup air. Jika tumbuh di tanah kering atau padang pasir, ia akan mati. Demikian pula halnya dengan ikan; ia ditetapkan hidup dalam air. Jika ia meloncat ke darat, ia pun akan mati. Demikian hukum Allah yang berlaku bagi seluruh makhluk-Nya.\n\nDari keterangan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penciptanya adalah zat yang Maha Esa lagi Mahakuasa dan Mahabijaksana, karena itu segala makhluk ciptaan-Nya wajib tunduk dan patuh kepada hukum-hukum-Nya itu baik secara sadar maupun terpaksa. Karena semua makhluk itu diciptakan berdasarkan iradah-Nya, maka berdasarkan iradah-Nya pulalah makhluk itu kembali kepada-Nya nanti. Yang demikian itu terjadi karena kemahaagungan dan kemahaperkasaan-Nya.\n\nMakhluk Allah yang beraneka ragam dan tidak terhitung banyaknya itu merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang dapat dijadikan bahan pemikiran bagi orang yang ingin mencari kebenaran. Dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya itu, orang dapat mengenal dan mengetahui betapa agung dan betapa luas ilmu penciptanya.\n\nKemudian Allah menyayangkan sikap orang-orang musyrik yang tidak mau memahami tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang ada di alam ini. Sikap mereka tampak di waktu mereka mendustakan kenabian Muhammad saw dan mengingkari hari kebangkitan. Sikap itu timbul karena kesombongan dan ketakaburan yang ada pada diri mereka sehingga menutupi kejernihan pikiran mereka. Akibatnya, mereka bertambah jauh dari rahmat Allah dan semakin tenggelam dalam lembah kedurhakaan." } } }, { "number": { "inQuran": 4454, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650 \u0645\u0650\u064a\u0642\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna yawmal fasli meeqaatuhum ajma'een" } }, "translation": { "en": "Indeed, the Day of Judgement is the appointed time for them all -", "id": "Sungguh, pada hari keputusan (hari Kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4454", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4454.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4454.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya hari penetapan keputusan tentang siapa yang taat dan siapa yang durhaka, yaitu hari Kiamat dan hari pemutusan dan pemilahan antara yang hak dan yang batil, itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, yakni semua manusia mukallaf untuk mempertanggungjawabkan semua amal mereka,", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan peristiwa yang terjadi pada hari perhitungan dengan menegaskan bahwa hari itu adalah hari yang telah ditetapkan Allah untuk memberikan keputusan kepada semua makhluk tentang balasan perbuatan yang telah dilakukannya yang baik atau yang buruk. Pada hari keputusan itu, orang-orang musyrik takut dan tercengang melihat kenyataan bahwa dugaan mereka sewaktu hidup di dunia dahulu adalah dugaan yang tidak mengandung kebenaran sedikit pun. Mereka dahulu mengingkari adanya hari perhitungan itu, tetapi kenyataannya benar-benar terjadi.\n\nPada hari itu, semua makhluk dihalau ke Padang Mahsyar dan dikumpulkan untuk menerima keputusan yang adil dari Allah. Pada waktu itu, terbukti pula bahwa berhala-berhala yang mereka sembah dan mohonkan pertolongannya semasa hidup di dunia tidak dapat memberinya manfaat dan pertolongan kepada mereka, bahkan berhala-berhala itu dimasukkan ke dalam neraka bersama-sama mereka. Anak-anak serta keluarga yang mereka bangga-banggakan dahulu di dunia tidak ada gunanya lagi dan tidak dapat menolong mereka menghindarkan diri dari azab Allah.\n\nAllah berfirman:\n\nKaum kerabatmu dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (al-Mumtahanah/60: 3)\n\nDan firman-Nya:\n\nSungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan. (an-Naba'/78: 17)" } } }, { "number": { "inQuran": 4455, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0649 \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0649 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma laa yughnee mawlan 'am mawlan shai'anw wa laa hum yunsaroon" } }, "translation": { "en": "The Day when no relation will avail a relation at all, nor will they be helped -", "id": "(yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4455", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4455.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4455.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu pada hari ketika seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat sedikit pun kepada teman lainnya dan mereka tidak akan dapat ditolong oleh siapa pun untuk menghindarkan diri dari azab Allah,", "long": "Pada hari itu, terputuslah hubungan antara orang seorang dengan yang lain, bahkan tidak ada lagi hubungan anak dengan bapaknya, hubungan anggota keluarga dengan anggota keluarga lainnya, apalagi hubungan teman dengan teman. Yang dapat menolong dan menentukan nasib manusia hanyalah amal perbuatannya sendiri yang telah dikerjakannya selama hidup di dunia. Barang siapa yang banyak menanam amal kebaikan, tentu akan mendapat hasil yang berlimpah dari amal kebaikannya itu. Sebaliknya, barang siapa yang mengikuti keinginan hawa nafsunya, tentulah akan mendapat azab neraka. Tidak ada suatu pun yang dapat mengurangi azab mereka walapun itu anak kandung, kerabat, atau handai tolan. Allah berfirman: \n\nApabila sangkakala diiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga diantara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya. (al-Mu'minun/23: 101)\n\nDan firman Allah:\n\nDan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya, sedang mereka saling melihat. (al-Ma'arij/70: 10-11)\n\nPada bagian akhir ayat ini, Allah menandaskan bahwa orang kafir Mekah yang tetap hidup bergelimang dalam kemusyrikan dan kesesatan, pada hari pembalasan nanti mereka tidak dapat pertolongan dari siapa pun juga." } } }, { "number": { "inQuran": 4456, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 432, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Illaa mar rahimal laah' innahoo huwal 'azeezur raheem" } }, "translation": { "en": "Except those [believers] on whom Allah has mercy. Indeed, He is the Exalted in Might, the Merciful.", "id": "Kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4456", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4456.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4456.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah, yaitu syafaat dan perlindungan-Nya yang dapat meringankannya dari siksa. Sungguh, Dia Mahaperkasa, yang tidak dapat dihalangi kekuasaan-Nya untuk mengazab orang-orang yang berdoa, dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang taat.", "long": "Allah menyebutkan hamba-hamba-Nya yang tidak akan mengalami azab yang mengerikan yaitu orang-orang yang mendapat limpahan rahmat-Nya, mereka adalah orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat-Nya, menaati semua perintah dan menghindari semua larangan-Nya. Mereka itu tidak memerlukan pembela dan penolong untuk menyelamatkan diri mereka dari siksaan Allah, karena amal salehnya telah cukup menjadi jaminan bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah yang tidak layak mendapat siksaan neraka.\n\nKemudian Allah menyatakan bahwa Dia adalah Mahaperkasa terhadap segala musuh-musuh-Nya, tidak ada sesuatu pun yang dapat melawan-Nya. Dia juga Maha Penyayang terhadap penegak agama-Nya dan para hamba-Nya yang selalu tunduk serta patuh kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4457, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0642\u0651\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Inna shajarataz zaqqoom" } }, "translation": { "en": "Indeed, the tree of zaqqum", "id": "Sungguh pohon zaqqum itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4457", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4457.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4457.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat yang lalu menggambarkan hukuman atau azab dunia bagi orang yang melakukan perbuatan dosa. Ayat-ayat berikut menggambarkan azab atau hukuman akhirat bagi mereka yang ingkar. Di antara hukuman itu adalah makanan berupa pohon zaqqum. Sesungguhnya pohon zaqqum itu, yang terdapat di pangkal api neraka itu,", "long": "Allah menggambarkan bagaimana siksaan yang disediakan bagi orang-orang kafir penghuni neraka. Dalam ayat yang lain, digambarkan keadaan pohon zaqqum itu yaitu mayangnya saja menakutkan orang yang melihatnya, Allah berfirman:\n\nMayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). (as-shaffat/37: 65-66)\n\nBetapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.\n\nSesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:\n\nKemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-shaffat/37: 67)\n\nDemikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum." } } }, { "number": { "inQuran": 4458, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062b\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Ta'aamul aseem" } }, "translation": { "en": "Is food for the sinful.", "id": "makanan bagi orang yang banyak dosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4458", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4458.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4458.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "adalah makanan bagi orang yang banyak melakukan perbuatan dosa.", "long": "Allah menggambarkan bagaimana siksaan yang disediakan bagi orang-orang kafir penghuni neraka. Dalam ayat yang lain, digambarkan keadaan pohon zaqqum itu yaitu mayangnya saja menakutkan orang yang melihatnya, Allah berfirman:\n\nMayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). (as-shaffat/37: 65-66)\n\nBetapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.\n\nSesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:\n\nKemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-shaffat/37: 67)\n\nDemikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum." } } }, { "number": { "inQuran": 4459, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Kalmuhli yaghlee filbutoon" } }, "translation": { "en": "Like murky oil, it boils within bellies", "id": "Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4459", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4459.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4459.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pohon itu bentuknya seperti cairan tembaga/minyak yang mendidih di dalam perut,", "long": "Allah menggambarkan bagaimana siksaan yang disediakan bagi orang-orang kafir penghuni neraka. Dalam ayat yang lain, digambarkan keadaan pohon zaqqum itu yaitu mayangnya saja menakutkan orang yang melihatnya, Allah berfirman:\n\nMayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). (as-shaffat/37: 65-66)\n\nBetapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.\n\nSesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:\n\nKemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-shaffat/37: 67)\n\nDemikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum." } } }, { "number": { "inQuran": 4460, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u063a\u064e\u0644\u0652\u064a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Kaghalyil hameem" } }, "translation": { "en": "Like the boiling of scalding water.", "id": "seperti mendidihnya air yang sangat panas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4460", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4460.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4460.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "seperti mendidihnya air yang sangat panas yang panasnya mencapai titik puncak.", "long": "Allah menggambarkan bagaimana siksaan yang disediakan bagi orang-orang kafir penghuni neraka. Dalam ayat yang lain, digambarkan keadaan pohon zaqqum itu yaitu mayangnya saja menakutkan orang yang melihatnya, Allah berfirman:\n\nMayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum). (as-shaffat/37: 65-66)\n\nBetapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.\n\nSesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:\n\nKemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-shaffat/37: 67)\n\nDemikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum." } } }, { "number": { "inQuran": 4461, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Khuzoohu fa'tiloohu ilaa sawaaa'il Jaheem" } }, "translation": { "en": "[It will be commanded], \"Seize him and drag him into the midst of the Hellfire,", "id": "”Peganglah dia kemudian seretlah dia sampai ke tengah-tengah neraka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4461", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4461.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4461.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika orang-orang yang berdosa sudah mendekat di pintu neraka, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat, “Peganglah dia, yakni pendosa dan pendurhaka itu, kemudian seretlah dia secara kasar dan paksa sampai ke tengah-tengah neraka yang sedang menyala-nyala itu,", "long": "Kemudian Allah menerangkan apa yang harus dilakukan malaikat kepada penghuni neraka itu. Allah memerintahkan kepada malaikat Zabaniyah merenggut dan menyeret penghuni-penghuni neraka itu dan melemparkannya ke tengah-tengah nyala api yang sedang berkobar-kobar sehingga mereka hangus terbakar. Ungkapan ini merupakan gambaran bagi manusia, bagaimana berat dan kerasnya siksa yang akan dialami penduduk neraka nanti.\n\nSetelah malaikat Zabaniyah itu mencampakkan penghuni-penghuni neraka ke tengah-tengah api yang menyala-nyala itu, maka ia pun menyiram mereka dengan cairan panas yang mendidih. Siksaan seperti itu adalah siksaan yang paling berat yang akan mereka rasakan dan terasa lebih merata ke seluruh badan mereka.\n\nDalam ayat yang lain diterangkan pula siksaan yang seperti itu, Allah berfirman:\n\nMaka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih. Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka. Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. (al-hajj/22: 19-21)" } } }, { "number": { "inQuran": 4462, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0635\u064f\u0628\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0631\u064e\u0623\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Summa subboo fawqa raasihee min 'azaabil hameem" } }, "translation": { "en": "Then pour over his head from the torment of scalding water.\"", "id": "kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4462", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4462.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4462.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab, yaitu siksaan, berupa air yang sangat panas.”", "long": "Kemudian Allah menerangkan apa yang harus dilakukan malaikat kepada penghuni neraka itu. Allah memerintahkan kepada malaikat Zabaniyah merenggut dan menyeret penghuni-penghuni neraka itu dan melemparkannya ke tengah-tengah nyala api yang sedang berkobar-kobar sehingga mereka hangus terbakar. Ungkapan ini merupakan gambaran bagi manusia, bagaimana berat dan kerasnya siksa yang akan dialami penduduk neraka nanti.\n\nSetelah malaikat Zabaniyah itu mencampakkan penghuni-penghuni neraka ke tengah-tengah api yang menyala-nyala itu, maka ia pun menyiram mereka dengan cairan panas yang mendidih. Siksaan seperti itu adalah siksaan yang paling berat yang akan mereka rasakan dan terasa lebih merata ke seluruh badan mereka.\n\nDalam ayat yang lain diterangkan pula siksaan yang seperti itu, Allah berfirman:\n\nMaka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih. Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka. Dan (azab) untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. (al-hajj/22: 19-21)" } } }, { "number": { "inQuran": 4463, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064f\u0642\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Zuq innaka antal 'azeezul kareem" } }, "translation": { "en": "[It will be said], \"Taste! Indeed, you are the honored, the noble!", "id": "”Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4463", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4463.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4463.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu dikatakan kepada mereka dengan nada mengejek dan menghina, “Rasakanlah semua siksaan yang ditimpakan kepadamu saat ini, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia.”", "long": "Dalam suatu riwayat diterangkan sebab turunnya ayat ini Al-Amawy meriwayatkan dalam kitabnya \"Al-Magazi\" bahwa 'Ikrimah mengatakan, Rasulullah saw pernah menemui Abu Jahal dan mengatakan kepadanya, \"Celakalah kamu\". Umpatan ini diulangi beliau tiga kali.\n\nKemudian Abu Jahal menarik tangannya dari tangan Rasulullah saw dan berkata, \"Apa yang engkau ancamkan kepadaku. Engkau dan Tuhanmu tidak akan mampu melakukan tindakan apapun terhadap aku. Sebenarnya, jika engkau mengetahui, akulah orang yang paling perkasa dan paling mulia di lembah (Mekah) ini. Engkau telah mengetahui bahwa akulah yang paling perkasa di antara penduduk negeri Batha' atas kaumnya.\" Kemudian Abu Jahal mati dalam Perang Badar dalam keadaan hina. Maka turunlah ayat ini seakan-akan menyindir perkataan Abu Jahal yang juga merupakan perkataan orang-orang kafir Mekah di waktu itu.\n\nPada ayat ini Allah menggambarkan hardikan dan cemoohan yang diucapkan malaikat Zabaniyah kepada penghuni-penghuni neraka. Para malaikat mengatakan kepada mereka itu. \"Rasakanlah hai orang yang mengaku perkasa dan mulia ini, rasakanlah olehmu pembalasan dari dosa yang telah kamu kerjakan selama hidup di dunia; seakan-akan kamulah yang menentukan segala sesuatu, tidak ada orang yang lebih berkuasa dari kamu.\"\n\nMereka berpendapat bahwa kesenangan duniawi itu adalah kesenangan yang sebenarnya. Karena itu mereka gunakan seluruh hidup dan kehidupan mereka untuk mendapatkan kesenangan itu. Mereka hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu bahwa sebenarnya hidup mereka bergantung pada manusia yang lain. Bahkan mereka berpendapat bahwa semua yang mereka peroleh itu adalah semata-mata hasil jerih payah mereka sendiri, mereka lupa bahwa semuanya itu adalah berasal dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tindakan mereka menunjukkan bahwa mereka merasa dirinya berkuasa lagi perkasa. Tetapi apa yang mereka alami pada hari pembalasan adalah kebalikan dari apa yang mereka duga sebelumnya. Mereka merasakan siksaan yang pedih dan derita yang maha berat. Mereka merasa tidak ada nilai harga dirinya di hadapan para malaikat yang sedang menyiksa mereka. Mereka menyesali diri mereka tiada putus-putusnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4464, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna haazaa maa kuntum bihee tamtaroon" } }, "translation": { "en": "Indeed, this is what you used to dispute.\"", "id": "Sungguh, inilah azab yang dahulu kamu ragukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4464", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4464.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4464.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya, azab inilah, yakni semua yang kamu rasakan saat ini, yang dahulu sewaktu di dunia kamu ragukan.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir semasa hidup di dunia tidak yakin bahwa mereka benar-benar akan diazab di akhirat nanti, mereka ragu terhadap berita itu. Keragu-raguan ini tergambar dalam perkataan dan tindakan mereka. Mereka membantah adanya hari kebangkitan dan adanya hari pembalasan. Mereka mengingkari kebenaran Al-Qur'an, bahkan mereka mengatakan Al-Qur'an itu buatan Muhammad saw dan Muhammad itu bukan utusan Allah, melainkan seorang tukang tenung dan tukang sihir. Akan tetapi setelah mereka dibangkitkan kembali dan digiring ke Padang Mahsyar untuk ditimbang perbuatan-perbuatan mereka dan dilemparkan ke dalam api yang menyala-nyala, barulah mereka sadar akan akibat kesombongan serta sikap keras kepala mereka selama hidup di dunia. Timbullah penyesalan yang tidak putus-putusnya pada diri mereka walaupun mereka mengetahui, bahwa penyesalan pada waktu itu tidak ada gunanya lagi. Allah berfirman:\n\nPada hari (ketika) itu mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya. (Dikatakan kepada mereka), \"Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya.\" (ath-thur/52: 13-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 4465, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064d \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Innal muttaqeena fee maqaamin ameen" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will be in a secure place;", "id": "Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4465", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4465.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4465.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang bertakwa, patuh, taat melaksanakan perintah Allah dan taat meninggalkan larangan-larangan-Nya, berada dalam tempat yang aman,", "long": "Sebagai perbandingan antara pahala yang diperoleh orang-orang yang beriman dengan azab yang diterima oleh orang-orang kafir, maka dalam ayat-ayat berikut digambarkan kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh oleh orang-orang yang beriman. Kenikmatan dan kebahagiaan yang mereka peroleh antara lain ialah:\n\n1. Mereka mendapat tempat kembali yang baik di sisi Tuhan mereka. Di tempat itu mereka aman dari segala macam gangguan baik berupa gangguan keamanan diri mereka maupun dari gangguan keamanan jiwa mereka. Mereka berada dalam perlindungan Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan perlindungan Allah. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan hati, tidak ada sikap orang lain yang dapat mengguncangkan perasaan, semuanya enak didengar, indah dilihat, menyejukkan hati dan menentramkan perasaan, tempatnya yang indah, udaranya yang nyaman, mata air yang jernih memancarkan air yang mengasyikkan orang yang tinggal di dalamnya.\n\n2. Di dalam surga itu, orang-orang yang beriman diberi pakaian yang terbuat dari sutera, baik sutera yang halus lagi lembut, memuaskan hati orang yang memakainya, maupun sutera tebal yang beraneka warna dan menghangatkan badan.\n\n3. Mereka duduk berbincang-bincang, berhadap-hadapan di tempat-tempat duduk yang menyenangkan. Dari wajah-wajah mereka, yang terpancar hanyalah rasa kebahagiaan yang tiada taranya dan rasa kepuasan terhadap pahala yang diberikan Allah kepada mereka.\n\n4. Mereka dianugerahi teman hidup yang mendampingi mereka, berupa jodoh atau pasangan yang serasi dan sesuai dengan keinginan mereka. Jodoh mereka itu tidak ada cacat celanya dan belum pernah hatinya tertambat kepada orang lain.\n\n5. Mereka disuguhi buah-buahan yang beraneka ragam macamnya dan makanan yang enak, tidak habis-habisnya dan tidak pernah membosankan.\n\nDemikian kesenangan dan kebahagiaan yang akan diperoleh ahli surga nanti. Sebenarnya kebahagiaan dan kesenangan itu tidak dapat dibayangkan manusia karena tidak ada bandingannya dalam kehidupan ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4466, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fee jannaatinw wa 'uyoon" } }, "translation": { "en": "Within gardens and springs,", "id": "(yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4466", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4466.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4466.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "damai, dam indah yang tidak dapat dilukiskan oleh manusia, yaitu di dalam taman-taman yang sangat indah dan mata air-mata air yang jernih mengalir,", "long": "Sebagai perbandingan antara pahala yang diperoleh orang-orang yang beriman dengan azab yang diterima oleh orang-orang kafir, maka dalam ayat-ayat berikut digambarkan kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh oleh orang-orang yang beriman. Kenikmatan dan kebahagiaan yang mereka peroleh antara lain ialah:\n\n1. Mereka mendapat tempat kembali yang baik di sisi Tuhan mereka. Di tempat itu mereka aman dari segala macam gangguan baik berupa gangguan keamanan diri mereka maupun dari gangguan keamanan jiwa mereka. Mereka berada dalam perlindungan Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan perlindungan Allah. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan hati, tidak ada sikap orang lain yang dapat mengguncangkan perasaan, semuanya enak didengar, indah dilihat, menyejukkan hati dan menentramkan perasaan, tempatnya yang indah, udaranya yang nyaman, mata air yang jernih memancarkan air yang mengasyikkan orang yang tinggal di dalamnya.\n\n2. Di dalam surga itu, orang-orang yang beriman diberi pakaian yang terbuat dari sutera, baik sutera yang halus lagi lembut, memuaskan hati orang yang memakainya, maupun sutera tebal yang beraneka warna dan menghangatkan badan.\n\n3. Mereka duduk berbincang-bincang, berhadap-hadapan di tempat-tempat duduk yang menyenangkan. Dari wajah-wajah mereka, yang terpancar hanyalah rasa kebahagiaan yang tiada taranya dan rasa kepuasan terhadap pahala yang diberikan Allah kepada mereka.\n\n4. Mereka dianugerahi teman hidup yang mendampingi mereka, berupa jodoh atau pasangan yang serasi dan sesuai dengan keinginan mereka. Jodoh mereka itu tidak ada cacat celanya dan belum pernah hatinya tertambat kepada orang lain.\n\n5. Mereka disuguhi buah-buahan yang beraneka ragam macamnya dan makanan yang enak, tidak habis-habisnya dan tidak pernah membosankan.\n\nDemikian kesenangan dan kebahagiaan yang akan diperoleh ahli surga nanti. Sebenarnya kebahagiaan dan kesenangan itu tidak dapat dibayangkan manusia karena tidak ada bandingannya dalam kehidupan ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4467, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0646\u062f\u064f\u0633\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0642\u064d \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yalbasoona min sundusinw wa istbraqim mutaqaabileen" } }, "translation": { "en": "Wearing [garments of] fine silk and brocade, facing each other.", "id": "mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadapan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4467", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4467.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4467.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal yang berkilauan, sambil duduk berhadap-hadapan.", "long": "Sebagai perbandingan antara pahala yang diperoleh orang-orang yang beriman dengan azab yang diterima oleh orang-orang kafir, maka dalam ayat-ayat berikut digambarkan kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh oleh orang-orang yang beriman. Kenikmatan dan kebahagiaan yang mereka peroleh antara lain ialah:\n\n1. Mereka mendapat tempat kembali yang baik di sisi Tuhan mereka. Di tempat itu mereka aman dari segala macam gangguan baik berupa gangguan keamanan diri mereka maupun dari gangguan keamanan jiwa mereka. Mereka berada dalam perlindungan Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan perlindungan Allah. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan hati, tidak ada sikap orang lain yang dapat mengguncangkan perasaan, semuanya enak didengar, indah dilihat, menyejukkan hati dan menentramkan perasaan, tempatnya yang indah, udaranya yang nyaman, mata air yang jernih memancarkan air yang mengasyikkan orang yang tinggal di dalamnya.\n\n2. Di dalam surga itu, orang-orang yang beriman diberi pakaian yang terbuat dari sutera, baik sutera yang halus lagi lembut, memuaskan hati orang yang memakainya, maupun sutera tebal yang beraneka warna dan menghangatkan badan.\n\n3. Mereka duduk berbincang-bincang, berhadap-hadapan di tempat-tempat duduk yang menyenangkan. Dari wajah-wajah mereka, yang terpancar hanyalah rasa kebahagiaan yang tiada taranya dan rasa kepuasan terhadap pahala yang diberikan Allah kepada mereka.\n\n4. Mereka dianugerahi teman hidup yang mendampingi mereka, berupa jodoh atau pasangan yang serasi dan sesuai dengan keinginan mereka. Jodoh mereka itu tidak ada cacat celanya dan belum pernah hatinya tertambat kepada orang lain.\n\n5. Mereka disuguhi buah-buahan yang beraneka ragam macamnya dan makanan yang enak, tidak habis-habisnya dan tidak pernah membosankan.\n\nDemikian kesenangan dan kebahagiaan yang akan diperoleh ahli surga nanti. Sebenarnya kebahagiaan dan kesenangan itu tidak dapat dibayangkan manusia karena tidak ada bandingannya dalam kehidupan ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4468, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062d\u064f\u0648\u0631\u064d \u0639\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Kazaalika wa zawwajnaahum bihoorin 'een" } }, "translation": { "en": "Thus. And We will marry them to fair women with large, [beautiful] eyes.", "id": "demikianlah, kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4468", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4468.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4468.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kenikmatan dan kedamaian yang dapat di rasakan oleh orang-orang yang bertakwa di dalam surga. Kemudian, di samping itu, Kami tambahkan lagi sesuatu yang dapat membahagiakan mereka dengan menjadikan mereka berpasangan dengan bidadari, sosok yang bermata indah.", "long": "Sebagai perbandingan antara pahala yang diperoleh orang-orang yang beriman dengan azab yang diterima oleh orang-orang kafir, maka dalam ayat-ayat berikut digambarkan kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh oleh orang-orang yang beriman. Kenikmatan dan kebahagiaan yang mereka peroleh antara lain ialah:\n\n1. Mereka mendapat tempat kembali yang baik di sisi Tuhan mereka. Di tempat itu mereka aman dari segala macam gangguan baik berupa gangguan keamanan diri mereka maupun dari gangguan keamanan jiwa mereka. Mereka berada dalam perlindungan Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan perlindungan Allah. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan hati, tidak ada sikap orang lain yang dapat mengguncangkan perasaan, semuanya enak didengar, indah dilihat, menyejukkan hati dan menentramkan perasaan, tempatnya yang indah, udaranya yang nyaman, mata air yang jernih memancarkan air yang mengasyikkan orang yang tinggal di dalamnya.\n\n2. Di dalam surga itu, orang-orang yang beriman diberi pakaian yang terbuat dari sutera, baik sutera yang halus lagi lembut, memuaskan hati orang yang memakainya, maupun sutera tebal yang beraneka warna dan menghangatkan badan.\n\n3. Mereka duduk berbincang-bincang, berhadap-hadapan di tempat-tempat duduk yang menyenangkan. Dari wajah-wajah mereka, yang terpancar hanyalah rasa kebahagiaan yang tiada taranya dan rasa kepuasan terhadap pahala yang diberikan Allah kepada mereka.\n\n4. Mereka dianugerahi teman hidup yang mendampingi mereka, berupa jodoh atau pasangan yang serasi dan sesuai dengan keinginan mereka. Jodoh mereka itu tidak ada cacat celanya dan belum pernah hatinya tertambat kepada orang lain.\n\n5. Mereka disuguhi buah-buahan yang beraneka ragam macamnya dan makanan yang enak, tidak habis-habisnya dan tidak pernah membosankan.\n\nDemikian kesenangan dan kebahagiaan yang akan diperoleh ahli surga nanti. Sebenarnya kebahagiaan dan kesenangan itu tidak dapat dibayangkan manusia karena tidak ada bandingannya dalam kehidupan ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4469, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064d \u0622\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yad'oona feehaa bikulli faakihatin aamineen" } }, "translation": { "en": "They will call therein for every [kind of] fruit - safe and secure.", "id": "Di dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4469", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4469.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4469.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalamnya, yaitu surga, mereka dapat meminta segala macam buah-buahan sesuai dengan selera mereka dengan aman dan tenteram,", "long": "Sebagai perbandingan antara pahala yang diperoleh orang-orang yang beriman dengan azab yang diterima oleh orang-orang kafir, maka dalam ayat-ayat berikut digambarkan kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh oleh orang-orang yang beriman. Kenikmatan dan kebahagiaan yang mereka peroleh antara lain ialah:\n\n1. Mereka mendapat tempat kembali yang baik di sisi Tuhan mereka. Di tempat itu mereka aman dari segala macam gangguan baik berupa gangguan keamanan diri mereka maupun dari gangguan keamanan jiwa mereka. Mereka berada dalam perlindungan Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan perlindungan Allah. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan hati, tidak ada sikap orang lain yang dapat mengguncangkan perasaan, semuanya enak didengar, indah dilihat, menyejukkan hati dan menentramkan perasaan, tempatnya yang indah, udaranya yang nyaman, mata air yang jernih memancarkan air yang mengasyikkan orang yang tinggal di dalamnya.\n\n2. Di dalam surga itu, orang-orang yang beriman diberi pakaian yang terbuat dari sutera, baik sutera yang halus lagi lembut, memuaskan hati orang yang memakainya, maupun sutera tebal yang beraneka warna dan menghangatkan badan.\n\n3. Mereka duduk berbincang-bincang, berhadap-hadapan di tempat-tempat duduk yang menyenangkan. Dari wajah-wajah mereka, yang terpancar hanyalah rasa kebahagiaan yang tiada taranya dan rasa kepuasan terhadap pahala yang diberikan Allah kepada mereka.\n\n4. Mereka dianugerahi teman hidup yang mendampingi mereka, berupa jodoh atau pasangan yang serasi dan sesuai dengan keinginan mereka. Jodoh mereka itu tidak ada cacat celanya dan belum pernah hatinya tertambat kepada orang lain.\n\n5. Mereka disuguhi buah-buahan yang beraneka ragam macamnya dan makanan yang enak, tidak habis-habisnya dan tidak pernah membosankan.\n\nDemikian kesenangan dan kebahagiaan yang akan diperoleh ahli surga nanti. Sebenarnya kebahagiaan dan kesenangan itu tidak dapat dibayangkan manusia karena tidak ada bandingannya dalam kehidupan ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4470, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Laa yazooqoona feehal mawtaa illal mawtatal oolaa wa qaqaahum 'azaabal jaheem" } }, "translation": { "en": "They will not taste death therein except the first death, and He will have protected them from the punishment of Hellfire", "id": "mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya selain kematian pertama (di dunia). Allah melindungi mereka dari azab neraka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4470", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4470.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4470.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak akan merasakan di dalamnya, yakni dalam surga itu, kematian selain kematian pertama sewaktu mereka di dunia. Allah melindungi mereka dari azab neraka,", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan kenikmatan lain yang dianugerahkan-Nya di dalam surga nanti, yaitu mereka tidak akan merasakan mati seperti yang mereka rasakan di dunia. Mereka akan hidup kekal di surga nanti. Hal ini berarti bahwa penghuni surga itu tetap dalam keadaan sehat wal afiat jasmani dan rohani dan mereka telah naik ke suatu martabat yang tidak dianugerahkan Allah kepada makhluk yang lain, kecuali malaikat yaitu hidup kekal penuh kebahagiaan.\n\nDalam hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan Muslim digambarkan keadaan penghuni-penghuni surga itu, yaitu:\n\n\"Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan Abu Sa'id bahwasanya Rasulullah saw bersabda, seorang penyeru menyerukan, \"Sesungguhnya kamu akan selalu sehat, karena itu kamu tidak akan menderita sakit selama-lamanya; sesungguhnya kamu akan tetap hidup dan tidak akan mati selama-lamanya, dan sesungguhnya kamu akan tetap muda dan tidak akan pernah mengalami ketuaan selama-lamanya dan sesungguhnya kamu akan merasa nikmat dan tidak akan menderita selama-lamanya.\" (Riwayat Muslim)\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa para penghuni surga itu terpelihara dari siksa neraka. Terpelihara dari siksa itu termasuk salah satu dari kenikmatan yang sangat berharga, karena apabila seseorang terlepas dari suatu bahaya atau melihat orang lain menderita sedangkan ia sendiri terlepas dari bahaya dan penderitaan itu, maka ia akan merasakan suatu nikmat dan merasa bahwa ia tidak pernah berbuat suatu kejahatan sehingga ia tidak mengalami penderitaan." } } }, { "number": { "inQuran": 4471, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Fadlam mir rabbik; zaalika huwal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "As bounty from your Lord. That is what is the great attainment.", "id": "itu merupakan karunia dari Tuhanmu. Demikian itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4471", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4471.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4471.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sebagai karunia dari Tuhanmu, wahai Muhammad. Demikian itulah kemenangan yang agung yang akan di peroleh oleh orang-orang yang taat dan patuh kepada Allah di akhirat nanti.", "long": "Segala nikmat yang diterima penghuni surga itu adalah karunia Allah yang diberikan sebagai tanda bahwa Dia meridai perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan selama hidup di dunia, dan sebagai bukti bahwa mereka mengikuti petunjuk wahyu yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya, taat kepada perintah-perintah yang harus mereka lakukan dan menjauhkan semua larangan yang harus mereka hentikan. Yang demikian itu mereka terima sebagai hasil jerih payah yang telah mereka lakukan dan imbalan dari keimanan mereka. Hasil yang mereka peroleh itu adalah hasil yang tiada bandingnya jika dibandingkan dengan hasil yang pernah dicapai seseorang selama hidup di dunia, menikmati hasil cucuran keringat sendiri yang merupakan suatu kenikmatan tersendiri pula." } } }, { "number": { "inQuran": 4472, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa innamaa yassarnaahu bilisaanika la'allahum yatazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And indeed, We have eased the Qur'an in your tongue that they might be reminded.", "id": "Sungguh, Kami mudahkan Al-Qur'an itu dengan bahasamu agar mereka mendapat pelajaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4472", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4472.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4472.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan berbagai nikmat yang diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa di akhirat nanti, Allah lalu menggambarkan bahwa Al-Qur’an adalah tuntunan untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat itu. Allah berfirman, “Sungguh, Kami memudahkannya, yakni memudahkan penyampaian pesan-pesan Al-Qur’an itu dengan bahasamu, yaitu bahasa Arab dengan harapan agar mereka mendapat pelajaran mengenai hari Kiamat, siksaan, dan nikmat yang di peroleh di akhirat kelak.", "long": "Allah menjelaskan petunjuk dan peringatan yang telah disampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah yang disampaikan oleh Rasul-Nya, Muhammad saw, berupa wahyu-Nya yang diturunkan dengan bahasa yang sudah mereka pahami yaitu bahasa mereka sendiri, bahasa Arab. Hal itu dimaksudkan agar kaum musyrik Mekah dapat dengan mudah mengambil petunjuk dan pelajaran dari pokok-pokok agama Islam, tamsil ibarat dan kisah-kisah umat yang dahulu yang terdapat di dalam Al-Qur'an wahyu yang telah diturunkan itu. Dengan membaca Al-Qur'an mereka akan merenungkan ayat-ayat yang menyuruh agar manusia memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang terdapat dalam kejadian langit dan bumi beserta apa yang ada antara keduanya, demikian pula bukti-bukti adanya hari kebangkitan.\n\nDengan bimbingan dan peringatan itu, diharapkan mereka mau bertobat, kembali ke jalan yang benar, mau mengakui dan mencari kebenaran yang hakiki dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan nenek moyang mereka yang telah nyata kesesatannya. Akan tetapi lantaran kebekuan hati mereka karena kesombongan dan keangkuhan mereka, maka petunjuk dan kebenaran yang dikemukakan Al-Qur'an kepada mereka tidak dapat mereka terima, sehingga mereka tetap dalam kegelapan dan kesesatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4473, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 25, "page": 498, "manzil": 6, "ruku": 433, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0628\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0631\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fartaqib innahum murta qiboon" } }, "translation": { "en": "So watch, [O Muhammad]; indeed, they are watching [for your end].", "id": "Maka tunggulah; sungguh, mereka itu (juga sedang) menunggu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4473", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4473.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4473.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka tunggulah, wahai Muhammad, apa yang akan terjadi pada mereka dengan dosa-dosa mereka. Sesungguhnya, mereka itu juga sedang menunggu apa yang akan terjadi pada dirimu dan dakwahmu.", "long": "Itulah sebabnya Allah membiarkan orang-orang musyrik Mekah sesat dalam kesyirikannya, membiarkan mereka menunggu ketentuan Allah pada saat yang telah ditentukan, dan mereka pasti akan menyaksikan sendiri siapakah yang benar nanti, mereka yang selalu menyekutukan Tuhan dan berbuat dosa ataukah orang-orang yang beriman yang mengikuti ajaran wahyu yang disampaikan Nabi Muhammad.\n\nSeandainya mereka mau mengakui kebenaran Al-Qur'an, tentulah mereka akan yakin bahwa kemenangan itu pasti diperoleh oleh orang-orang yang mengikuti agama tauhid yang berjuang dan beramal untuk mencari keridaan Allah. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat), (yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk. (Gafir/40: 51-52)\n\nSelama menunggu ketentuan dari Allah itu, terdapat perbedaan sikap dan keyakinan antara para pengikut rasul dengan orang-orang musyrik Mekah. Para pengikut rasul menunggu janji kemenangan dari Allah dengan bersabar dan tawakal. Mereka yakin bahwa Allah pasti menepati janji-Nya yaitu memenangkan Islam dan kaum Muslimin di dunia dan melimpahkan kenikmatan serta kebahagiaan abadi di akhirat nanti. Karena itu, mereka tidak pernah gentar dan takut, mati dan hidup bagi mereka sama saja karena semua yang ada pada mereka, jiwa maupun raga, harta dan nyawa mereka telah mereka serahkan kepada Allah. Sebaliknya, orang-orang musyrik menunggu dengan perasaan khawatir dan takut. Mereka sangat khawatir akan dihancurkan oleh kaum Muslimin. Setiap mereka melihat perkembangan, kemajuan, dan kemenangan kaum Muslimin atas mereka, semakin bertambah pula kekhawatiran pada diri mereka. Mereka sangat takut akan pembalasan dendam kaum Muslimin kepada mereka. Karena itu mereka berusaha sekuat tenaga dan mencurahkan segala yang ada pada mereka untuk mengatasi kemajuan dan kemenangan kaum Muslimin.\n\nHal ini terlihat pada usaha-usaha mereka itu sebagaimana yang telah mereka usahakan di Perang Ahzab, perjanjian Hudaibiyah dan sebagainya. Sebenarnya dalam hati mereka terbayang kebenaran sesungguhnya, namun karena kesombongan dan keangkuhan, mereka tetap menjauhkan diri dari kebenaran Al-Qur'an." } } } ] }, { "number": 45, "sequence": 65, "numberOfVerses": 37, "name": { "short": "الجاثية", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062c\u0627\u062b\u064a\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Jaathiya", "id": "Al-Jasiyah" }, "translation": { "en": "Crouching", "id": "Berlutut" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan. Dinamai dengan Al Jaatsiyah (yang berlutut) diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia. Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah. Dinamai juga dengan Asy Syari'ah diambil dari perkataan Syari'ah (Syari'at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4474, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u0645", "transliteration": { "en": "Haa-Meeem" } }, "translation": { "en": "Ha, Meem.", "id": "Ha Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4474", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4474.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4474.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hà Mìm", "long": "Ayat pertama terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya dipersilahkan menelaah masalah ini pada \"Al-Qur'an dan Tafsirnya\" jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.\"\n\nPada ayat berikutnya Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana menjelaskan bahwa kitab Al-Qur'an yang sempurna itu diturunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad saw. Disebutkan sifat Allah \"Mahaperkasa\" dalam ayat ini agar tergambar dalam pikiran orang yang membaca atau mendengarnya, bahwa yang menurunkan kitab Al-Qur'an itu ialah Zat yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas, tidak dapat ditandingi dan tidak dapat dibantah kehendak-Nya. Keinginan dan kehendak-Nya pasti terlaksana sesuai dengan rencana-Nya, tidak ada kekuasaan lain yang mampu menghalang-halangi dan mengubahnya.\n\nDemikian pula ditonjolkan sifat \"Mahabijaksana\" dalam ayat ini agar dipahami, bahwa dalam melaksanakan kehendak dan kekuasaan-Nya itu, Dia melaksanakan keadilan yang merata pada setiap makhluk-Nya. Dia bertindak, menciptakan dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan guna dan faedahnya. Kebijaksanaan ini dapat disaksikan pada seluruh tindakan dan semua makhluk yang diciptakan-Nya, dari tingkat yang paling sederhana sampai ke tingkat yang paling sempurna.\n\nPada tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, dan susunan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku pada tata surya, orang dapat mengetahui bahwa pada tiap-tiap makhluk ada hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang tidak dapat dilanggar; semuanya harus tunduk dan patuh baik secara sukarela maupun terpaksa. Tidak satu makhluk pun yang melanggar dan menyalahi hukum dan ketentuan yang telah ditetapkan Allah baginya, kecuali akan mengakibatkan kerusakan dan kehancuran.\n\nApabila orang mau menggunakan pikirannya yang jernih dan sehat tentu akan mengakui kekuasaan dan kebijaksanaan Allah terhadap semua makhluk-Nya. Dan apabila ia telah yakin akan hal itu, tentu ia akan menerima dan mengamalkan Al-Qur'an sebagai wahyu dan petunjuk Allah. Hal ini juga berarti bahwa diturunkannya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw dalam bahasa Arab, disampaikan untuk pertama kalinya kepada orang-orang Quraisy, kemudian baru tersebar ke seluruh penjuru dunia, ada hikmatnya sesuai dengan guna dan faedahnya. Hikmah, guna dan faedahnya itu diketahui manusia dengan perantaraan Al-Qur'an sendiri. Ada yang diketahui berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dipunyai oleh seseorang, dan ada yang belum diketahui oleh manusia, karena Yang Mahatahu hanyalah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4475, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Tanzeelul Kitaabi minal laahil 'Azeezil Hakeem" } }, "translation": { "en": "The revelation of the Book is from Allah, the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4475", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4475.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4475.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kitab, yaitu Al-Qur’an ini diturunkan secara berangsur-angsur dari Allah Yang Mahaperkasa terhadap ketentuan-Nya, lagi Mahabijaksana terhadap semua keputusan dan ketentuan-Nya.", "long": "Ayat pertama terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya dipersilahkan menelaah masalah ini pada \"Al-Qur'an dan Tafsirnya\" jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.\"\n\nPada ayat berikutnya Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana menjelaskan bahwa kitab Al-Qur'an yang sempurna itu diturunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad saw. Disebutkan sifat Allah \"Mahaperkasa\" dalam ayat ini agar tergambar dalam pikiran orang yang membaca atau mendengarnya, bahwa yang menurunkan kitab Al-Qur'an itu ialah Zat yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas, tidak dapat ditandingi dan tidak dapat dibantah kehendak-Nya. Keinginan dan kehendak-Nya pasti terlaksana sesuai dengan rencana-Nya, tidak ada kekuasaan lain yang mampu menghalang-halangi dan mengubahnya.\n\nDemikian pula ditonjolkan sifat \"Mahabijaksana\" dalam ayat ini agar dipahami, bahwa dalam melaksanakan kehendak dan kekuasaan-Nya itu, Dia melaksanakan keadilan yang merata pada setiap makhluk-Nya. Dia bertindak, menciptakan dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan guna dan faedahnya. Kebijaksanaan ini dapat disaksikan pada seluruh tindakan dan semua makhluk yang diciptakan-Nya, dari tingkat yang paling sederhana sampai ke tingkat yang paling sempurna.\n\nPada tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, dan susunan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku pada tata surya, orang dapat mengetahui bahwa pada tiap-tiap makhluk ada hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang tidak dapat dilanggar; semuanya harus tunduk dan patuh baik secara sukarela maupun terpaksa. Tidak satu makhluk pun yang melanggar dan menyalahi hukum dan ketentuan yang telah ditetapkan Allah baginya, kecuali akan mengakibatkan kerusakan dan kehancuran.\n\nApabila orang mau menggunakan pikirannya yang jernih dan sehat tentu akan mengakui kekuasaan dan kebijaksanaan Allah terhadap semua makhluk-Nya. Dan apabila ia telah yakin akan hal itu, tentu ia akan menerima dan mengamalkan Al-Qur'an sebagai wahyu dan petunjuk Allah. Hal ini juga berarti bahwa diturunkannya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw dalam bahasa Arab, disampaikan untuk pertama kalinya kepada orang-orang Quraisy, kemudian baru tersebar ke seluruh penjuru dunia, ada hikmatnya sesuai dengan guna dan faedahnya. Hikmah, guna dan faedahnya itu diketahui manusia dengan perantaraan Al-Qur'an sendiri. Ada yang diketahui berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dipunyai oleh seseorang, dan ada yang belum diketahui oleh manusia, karena Yang Mahatahu hanyalah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4476, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa fis samaawaati wal ardi la Aayaatil lilmu'mineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, within the heavens and earth are signs for the believers.", "id": "Sungguh, pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4476", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4476.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4476.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya, pada penciptaan langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda ke-Esaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah bagi orang-orang mukmin yang imannya mantap.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sebagai bukti Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, dapat dilihat pada kejadian langit, bumi, pada diri manusia dan pada binatang yang beraneka ragam macamnya. Ditegaskan bahwa di langit dan di bumi, banyak sekali terdapat tanda-tanda kekuasaan dan keperkasaan Allah. Orang yang berpikiran sederhana, pasti akan berkesimpulan bahwa di balik kejadian langit dan bumi beserta semua yang ada di antaranya, tentu ada zat yang Maha Pencipta lagi Mahakuasa. Apalagi orang yang tinggi ilmunya, tentu lebih dapat memahaminya lagi.\n\nPenciptaan langit, bumi dan isinya yang sangat menakjubkan sebagai tanda keagungan dan kekuasaan Allah bagi orang beriman, dan menunjukkan Allah-lah yang berhak disembah bukan selain Dia.\n\nDalam ayat ini disebutkan orang yang beriman bukan yang lainnya, karena merekalah yang dapat mengambil manfaat bahwa pencipta langit dan bumi adalah Allah, maka mereka tidak menyembah kecuali kepada-Nya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menjelaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan di bumi itu menjadi tanda dan bukti wujud dan kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman. Dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan di bumi itu, orang yang berjiwa bersih, berpikiran sehat yang ingin mencari kebenaran dan tidak dipengaruhi oleh godaan setan tentulah akan menjadi orang yang menerima kenyataan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad saw itu benar-benar wahyu dari Allah yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia yang ingin hidup bahagia di dunia dan di akhirat nanti. Sebaliknya, jiwa seseorang yang dikotori oleh noda-noda kemaksiatan, pikiran yang telah dibelenggu oleh kepercayaan syirik telah tergoda oleh tipu daya setan, maka bagaimana pun jelas dan cerahnya tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, mereka tidak akan dapat merasakan dan menghayatinya. Karena itu, mereka tetap bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan.\n\nTanda-tanda kekuasaan Allah tersebar baik di langit maupun di bumi. Sebagai contoh adalah berkaitan dengan benda-benda langit seperti terurai pada Surah al-An'am/6: 96-97. \n\nDia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (al-An'am/6: 96-97).\n\nMenurut kajian saintis, manusia sejak awal peradaban telah mengunakan benda-benda di langit seperti matahari dan bumi sebagai perhitungan penanggalan. Penanggalan berbasis pada 'gerak dan posisi matahari di langit bumi, atau yang dikenal dengan Solar Calendar, telah dilakukan oleh peradaban Barat (berasal dari Romawi dan Yunani), India; sedang peradaban Yahudi, Arab, Cina, juga India menggunakan Lunar Calendar, yaitu perhitungan berbasiskan kepada 'gerak dan posisi bulan di langit bumi. Dalam bahasa astronomi, Solar Calendar berbasiskan pada lintasan-orbit bumi terhadap posisi matahari, sedang Lunar Calendar berbasis pada lintasan-orbit bulan terhadap posisi bumi dan matahari. Demikian halnya bintang-bintang di langit sebagai yang digunakan sebagai indikator navigasi. Dalam bahasa ilmiah, indikator navigasi yang menggunakan atau berbasiskan posisi bintang-bintang di langit ini disebut stellar navigation. Stellar navigation juga telah digunakan oleh para pengembara darat untuk menentukan arah perjalanannya. Dalam dunia modern sekarang ini, ternyata stellar navigation juga telah digunakan oleh pesawat antariksa, seperti jenis pesawat Ulang-alik (Space Shuttle): Columbia, Challenger, dan Enterprise.\n\nDemikan halnya tanda-tanda kekuasaan Allah yang dapat dijumpai di bumi. Salah satunya adalah seperti disebut dalam Surah asy-Syura/42: 32 di atas, di mana gunung-gunung yang menurut awam tetap di tempatnya, ternyata mengapung dan bergerak." } } }, { "number": { "inQuran": 4477, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u064f\u062b\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0628\u0651\u064e\u0629\u064d \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064c \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa fee khalaqikum wa maa yabussu min daaabbatin Aayaatul liqawminy-yooqinoon" } }, "translation": { "en": "And in the creation of yourselves and what He disperses of moving creatures are signs for people who are certain [in faith].", "id": "Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (di bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4477", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4477.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4477.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan juga pada penciptaan dirimu, wahai manusia, dengan bentuk yang fungsi yang sempurna dan pada apa yang di tebarkan-Nya di permukaan bumi dari aneka jenis binatang melata, terdapat tanda-tanda keesaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah untuk kaum yang meyakini,", "long": "Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya pada kejadian manusia sendiri dan pada penciptaan binatang yang beraneka ragam jenis dan bentuknya.\n\nManusia diciptakan Allah dari unsur-unsur yang terdapat di dalam tanah. Berbagai zat yang terdiri dari karbohidrat, protein, zat lemak, zat gula, berbagai macam garam, berbagai macam vitamin, zat besi, dan sebagainya terkumpul dalam tubuh manusia, melalui makanan dan minuman yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Tumbuh-tumbuhan dan hewan itu semua berasal dari tanah. Allah berfirman:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (ar-Rum/30: 20)\n\nSebagian dari zat yang dimakan manusia itu ada yang menjadi spermatozoa pada diri laki-laki dan ovum pada diri perempuan. Sperma dan ovum itu bertemu, pada saat terjadinya senggama antara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian terjadilah pembuahan. Benih itu makin lama makin besar. Empatpuluh hari kemudian, terbentuklah jaringan-jaringan yang dipenuhi pembuluh-pembuluh darah. Empatpuluh hari kemudian, terlihatlah calon janin yang berbentuk seperti darah yang mengental. Kemudian setelah empatpuluh hari terbentuklah janin yang melekat pada dinding rahim. Pada saat itulah, mulai terlihat tanda-tanda kehidupan dan jantung bayi itu mulai berdenyut. Denyut jantung bayi itu telah dapat didengar apabila orang menempelkan telinganya ke bagian perut ibu yang sedang mengandung. Sejak terjadinya pembuahan dalam kandungan ibu sampai kepada terlihatnya tanda-tanda kehidupan, diperlukan waktu empat bulan. Lima bulan sepuluh hari setelah itu, lahirlah janin dari kandungan. Sejak itulah bayi itu bernapas dengan paru-parunya yang telah mulai bekerja, dan sejak itu pula ia berangsur-angsur melepaskan diri dari ketergantungannya kepada orang tuanya, terutama kepada ibunya. Dia telah diberi akal, perasaan dan kemampuan bekerja sehingga dengan kemampuan yang diberikan itu, ia telah dapat melaksanakan tugas hidupnya sebagai khalifah Allah di muka bumi. Akhirnya ia menjadi tua dan meninggal dunia.\n\nPenciptaan manusia Allah jelaskan dalam firman-Nya:\n\nDialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti. (Gafir/40: 67)\n\nDengan memperhatikan proses penciptaan manusia, bagaimana sulit dan ruwetnya hukum-hukum yang berlaku dalam penciptaan itu, orang yang sadar akan mengakui kekuasaan dan keagungan Allah, Tuhan Yang Maha Esa.\n\nAllah menunjukkan juga tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya yang terdapat pada kejadian dan kehidupan binatang melata yang beraneka ragam, jenis, macamnya, dan cara-cara kehidupannya. Dengan memperhatikan bentuknya, orang dapat membedakan binatang. Ada binatang yang beruas tulang belakang yang dalam Ilmu Hayat disebut \"vertebrata\", ada yang tidak beruas tulang belakang (invertebrata). Binatang yang beruas tulang belakang dibagi atas beberapa bagian seperti mamalia (binatang menyusui), jenis burung (aves), jenis binatang melata (reptilia), jenis binatang yang hidup di darat dan di air (amphibia), jenis ikan (pisces).\n\nBinatang yang tidak beruas tulang belakang dibeda-bedakan lagi menjadi beberapa bahagian seperti binatang berkutu (insektifora), binatang lunak (mollusca), hingga binatang yang bersel satu (protozoa). Tiap-tiap jenis dan macam binatang itu mempunyai hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan sendiri-sendiri yang disusun dengan rapi seperti cara hidup, makanannya, cara berkembang biak, cara mempertahankan hidup, sampai kepada keagungan dan faedahnya. Dan hal-hal yang diterangkan itu akan menjadi i'tibar dan pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir dan ingin mengetahui betapa Maha Tingginya Ilmu penciptanya; dengan demikian, akan memperkuat iman di hatinya." } } }, { "number": { "inQuran": 4478, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062e\u0652\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u064a\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u062d\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064c \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wakhtilaafil laili wannahaari wa maaa anzalal laahu minas samaaa'i mir rizqin fa ahyaa bihil arda ba'da mawtihaa wa tasreefir riyaahi Aayaatul liqawminy ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "And [in] the alternation of night and day and [in] what Allah sends down from the sky of provision and gives life thereby to the earth after its lifelessness and [in His] directing of the winds are signs for a people who reason.", "id": "dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dengan (air hujan) itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering); dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4478", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4478.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4478.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan pada perbedaan malam dan siang, yang datang silih berganti, malam datang lalu siang pergi, dan pada apa yang di turunkan Allah dari langit, seperti hujan sebagai rezeki lalu dengan air hujan itu di hidupkan-Nya bumi setelah matinya, yaitu kering, dan demikian pula pada perkisaran angin ke berbagai arah, perbedaan suhu dan kekuatannya serta manfaat dan bahayanya, terdapat pula tanda-tanda keesaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah bagi kaum yang mengerti.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengingatkan manusia akan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya yang terdapat pada pergantian siang dan malam baik dari segi panjang dan pendeknya.\n\nDari segi pergantian, orang dapat menyaksikan sejak matahari terbit di kaki langit sebelah timur hingga terbenam di kaki langit sebelah barat. Di siang hari, orang tidak menyaksikan apa pun di langit, terkecuali matahari yang bersinar dengan terangnya. Pada waktu itu, kebanyakan manusia bekerja dan berusaha mencari nafkah, memenuhi kebutuhan hidupnya.\n\nMatahari bergerak meninggalkan ufuk sebelah timur makin lama makin meninggi. Kemudian ia terlihat di meridian. Sesudah itu, makin menurun menuju ufuk langit sebelah barat. Akhirnya ia tenggelam di ufuk sebelah barat. Sejak itu, hari berangsur-angsur gelap, kadang-kadang terlihat awan kemerah-merahan, lalu mulailah bermunculan binatang-binatang satu demi satu, dari bintang yang paling terang cahayanya sampai kepada bintang yang bercahaya redup. Setelah gelap menyelubungi permukaan bumi seluruhnya, bertambah jelaslah nampak bintang-bintang bertaburan di angkasa raya, berbagai macam rasi dan aneka warna cahayanya. Pada penghujung malam, mulailah kelihatan fajar menyingsing di ufuk timur, sebagai tanda tidak lama lagi matahari akan terbit kembali. Sejak itulah, cahaya bintang mulai redup kembali karena cahayanya mulai dikalahkan oleh cahaya matahari.\n\nBegitulah seterusnya orang dapat menyaksikan keadaan itu berulang-ulang. Suasana yang seperti itu terjadi di negeri-negeri yang berada di daerah khatulistiwa, sedangkan belahan bumi bahagian selatan dan utara akan mengalami keadaan siang lebih panjang atau lebih pendek dari malam, sesuai dengan lintang dan deklinasi matahari.\n\nDari segi panjang pendeknya malam dan siang, orang yang berada di khatulistiwa selamanya akan menyaksikan panjang pendeknya siang malam yang hampir sama. Daerah yang berada di selatan khatulistiwa akan mengalami siang lebih panjang apabila matahari berada di sebelah selatan, tetapi akan mengalami siang yang lebih pendek apabila matahari berada di sebelah utara khatulistiwa. Demikian pula orang yang berada di sebelah utara khatulistiwa akan mengalami siang yang lebih panjang apabila matahari berada di sebelah selatan. Makin jauh suatu tempat baik ke utara maupun selatan khatulistiwa, makin jauh pula perbedaan panjang pendek waktu antara malam dan siang. Bagi orang yang berada di kutub utara dan kutub selatan, dalam satu tahun ada masa malam yang terus menerus dan ada pula masa siang yang terus menerus. Pada masa siang terus menerus matahari selalu berada di atas cakrawala, selalu kelihatan tidak pernah masuk ke bawah kaki langit, sedangkan pada masa malam terus menerus, matahari selalu berada di bawah kaki langit, tidak pernah kelihatan dan tidak pernah melewati kaki langit ke atas.\n\nDengan memperhatikan pergantian siang dan malam, dan panjang pendeknya yang selalu berubah-ubah sepanjang tahun, akan terlihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, serta akan nampak adanya hukum-hukum yang mengaturnya dengan sangat rapi, tidak pernah menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan.\n\nKemudian Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya yang terlihat pada turunnya hujan dari langit. Karena panas matahari, air pun menguap ke atas. Angin yang selalu bertiup mempercepat proses penguapan itu dan menghalaunya ke suatu tempat dan lama-kelamaan terkumpullah uap air itu di angkasa sebagai awan. Apabila awan yang berarak dihalau angin itu tertahan oleh gunung, maka terkumpullah ia di sana, semakin lama semakin tebal. Warnanya yang semula keputih-putihan berubah menjadi hitam. Dan apabila suhu udara telah mencapai kedinginan sedemikian rupa, turunlah uap air itu sebagai hujan yang menyirami permukaan bumi. Karena air hujan itu, tumbuhlah beraneka macam tumbuh-tumbuhan, dan karena air hujan itu pula, binatang dan manusia dapat hidup. Manusia dengan hasil pemikirannya dapat mengatur aliran air itu sehingga tidak mengalir seluruhnya ke laut. Sebahagian dimanfaatkan dan sebagian lagi dapat digunakan pada musim kemarau. Pada tiap daerah, di permukaan bumi, curah hujan tidak sama; bergantung kepada faktor-faktor yang menentukan. Ada daerah yang curah hujannya sangat lebat dan ada pula yang sangat tipis dan ada yang sedang. Dengan memperhatikan turunnya hujan itu dan manfaatnya bagi kehidupan makhluk, orang dapat mengetahui betapa luasnya kekuasaan penciptanya.\n\nSesudah itu Allah menunjukkan pula tanda-tanda kekuasaan-Nya yang dapat dilihat pada perkisaran tiupan angin yaitu perkisaran angin darat dan angin laut yang selalu berhembus berganti arah. Telah menjadi hukum alam bahwa daratan lebih cepat menjadi panas bila ditimpa sinar matahari dibandingkan dengan lautan yang lambat menjadi panas bila ditimpa sinar matahari. Sebaliknya daratan lebih cepat pula melepaskan panas di malam hari, pada waktu panas matahari tidak ada lagi dibandingkan dengan lautan yang lambat melepasnya. Dengan demikian, terdapatlah daerah maksimum dan minimum udaranya. Pada siang hari daratan lebih panas dari lautan sehingga udaranya menjadi minimum, sedangkan lautan kurang panas udaranya dibandingkan dengan daratan sehingga udaranya menjadi maksimum. Udara mengalir dari daerah maksimum ke daerah minimum, maka bertiuplah pada siang hari angin laut menuju daratan. Akan tetapi, di waktu malam, terjadi kebalikannya; daratan menjadi maksimum dan lautan menjadi minimum karena daratan lebih cepat menjadi dingin daripada lautan sehingga bertiuplah angin dari daratan menuju lautan.\n\nKeadaan yang demikian menguntungkan para nelayan. Mereka berangkat pada waktu malam, berlayar ke tengah lautan mengikuti arah hembusan angin laut. Di samping itu, perubahan letak matahari berada di lintang- balik -utara belahan bumi bagian selatan. Karena itu, udara maksimum di belahan bumi bahagiana selatan. Maka bertiuplah angin dari belahan bumi selatan ke belahan bumi bagian utara. Waktu itu di Indonesia mengalami musim kemarau. Akan tetapi, bila matahari berada pada lintang balik selatan, belahan bumi bagian selatan menerima panas lebih banyak dari bagian bumi sebelah utara. Karena itu, udara maksimum di bagian utara, maka bertiuplah angin dari utara ke selatan. Untuk Indonesia, angin bertiup dari padang pasir Gobi ke Tiongkok, menyusur Semenanjung Malaysia karena pengaruh perputaran bumi membelok ke timur, ke Indonesia, menuju Padang Pasir Victoria di Australia. Pada saat itu, di Indonesia mengalami musim hujan.\n\nDi samping itu, terdapat angin yang bertiup dari kutub utara dan kutub selatan secara tetap, karena daerah kutub selalu mengalami udara yang lebih dingin daripada khatulistiwa maka daerah-daerah kutub, udaranya selalu maksimum. Akan tetapi karena perputaran bumi pada porosnya dari barat ke timur, maka angin yang bertiup dari kutub itu mengalami pembelokan ke barat. Itulah sebabnya angin itu di Indonesia bertiup dari tenggara. Untuk daerah-daerah kutub sendiri, bertiuplah selalu angin barat yang tetap sepanjang masa.\n\nDari perkisaran angin itu, orang akan mengetahui betapa Mahabijaksana dan Mahaperkasa-Nya Allah yang menciptakan alam semesta ini.\n\nItulah sebabnya pada bagian akhir surah ini, Allah menegaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan-Nya yang dapat dilihat pada jagat raya, pada diri manusia, pada perkisaran angin, pada turunnya hujan, dan sebagainya menjadi bukti kekuasaan-Nya bagi orang yang mempergunakan akalnya dan bagi orang yang benar-benar mau mencari kebenaran.\n\nDengan bermacam-macam himbauan itulah, Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya agar manusia meyakini Kemahaesaan dan kemahakuasaan-Nya. Dengan mengetahui semuanya itu dengan benar, niscaya bertambah mantaplah iman mereka dan bertambah pulalah gairahnya untuk memanfaatkan pengetahuannya itu bagi kemaslahan umat manusia.\n\nDari keterangan di atas, dipahami pula amat banyak yang dapat dijadikan bukti adanya Allah, Mahakuasa dan Mahabijaksana, asal saja orang mau mengikuti cara berpikir yang digariskan Allah dalam Al-Qur'an, hal ini juga berarti bahwa sebenarnya, semakin tinggi ilmu seseorang semakin banyak ia mempunyai bukti-bukti itu. Jika ada seorang yang berilmu yang tidak mempercayai adanya Tuhan, berarti ia belum lagi mempergunakan ilmunya itu menurut yang semestinya.\n\nDalam ayat-ayat ini terdapat tiga kalimat berbeda, pertama yu'minun, kedua yuqinun, dan ketiga ya'qilun, hal ini dimaksudkan; jika kalian beriman maka pahamilah tanda-tanda keagungan Allah ini dan jika tidak beriman namun mencari kebenaran dan keyakinan maka pahamilah tanda-tanda ini, dan jika tidak beriman dan tidak mencari kenyataan maka jadilah kalian orang yang berakal dan pahamilah tanda-tanda ini. \n\nAyat ini dengan singkat menggambarkan adanya mekanisme-mekanisme perputaran dan peredaran bumi yang berkaitan dengan perubahan cuaca serta perkisaran angin. Ilmu pengetahuan saat ini menerangkan adanya siang dan malam di bumi disebabkan oleh perputaran (rotasi) bumi pada porosnya. Disamping berotasi, bumi juga beredar pada garis lintasannya (evolusi) yang berbentuk elips. Bumi memerlukan waktu satu tahun untuk beredar pada lintasan ini sampai berada kembali pada posisi yang sama. Proses rotasi dan evolusi bumi, di samping berkaitan dengan cuaca dan iklim di berbagai tempat di permukaan bumi, berkaitan pula dengan perubahan-perubahan arah angin. Hujan-hujan setempat umumnya terjadi setelah tengah hari, ketika suhu mulai mendingin, setelah pada pagi dan siang hari sebelumnya permukaan bumi mendapatkan panas matahari yang banyak dan cukup menghasilkan uap air untuk menghasilkan awan yang menurunkan hujan. \n\nPoros perputaran bumi membuat sudut sebesar 23,5o terhadap garis lintasan peredarannya, sehingga jumlah intensitas cahaya matahari yang diterima belahan bumi utara dan selatan selalu berbeda, kecuali pada posisi bidang lintasan tegak lurus terhadap bidang penampang setengah bola bumi, ketika itu matahari berada persis di atas khatulistiwa. Adanya tempat-tempat yang mendapatkan intensitas cahaya yang berbeda menyebabkan panas permukaan bumi berbeda-beda pula. Dengan adanya perbedaan panas di permukaan bumi maka terjadilah aliran udara (angin) dari tempat yang dingin ke tempat yang lebih panas. Di daerah sekitar khatulistiwa (ekuatorial) terdapat angin yang berhembus sepanjang tahun ke arah khatulistiwa yang selalu panas yang dikenal dengan angin pasat. Di Indonesia yang terletak di antara dua samudera besar dan dua benua berhembus angin yang berganti arah setiap setengah tahun, dikenal dengan angin muson (moonsoon). Pada bulan Oktober sampai April, angin berhembus dari barat laut ke arah tenggara (angin barat) yang membawa serta kelembaban dan menyebabkan musim hujan. Pada bulan April sampai Oktober, angin yang berhembus dari tenggara ke arah barat laut, bersifat kering, menyebabkan musim kemarau. \n\nDi permukaan laut, perbedaan panas cahaya matahari ini menyebabkan adanya arus laut dan perbedaan produksi uap air. Perpaduan dinamika arah angin dan produksi uap air di permukaan bumi menghasilkan siklus perubahan iklim, yang pada dasarnya akan berulang setiap tahun. Pada perioda perulangan tertentu biasa terjadi pula kasus-kasus ekstrim seperti misalnya fenomena El Nino dan La Nina." } } }, { "number": { "inQuran": 4479, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0646\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tilka Aayatul laahi natloohaa 'alika bilhaqq, fabiayyi hadeesim ba'dal laahi wa Aayaatihee yu'minoon" } }, "translation": { "en": "These are the verses of Allah which We recite to you in truth. Then in what statement after Allah and His verses will they believe?", "id": "Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4479", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4479.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4479.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah ayat-ayat Allah yang dihamparkan di alam ini untuk menggambarkan keesaan, kekuasaan, dan kebesaran-Nya yang Kami bacakan melalui malaikat Jibril kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dengan sebenarnya untuk engkau sampaikan kepada umatmu; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah firman Allah dan ayat-ayat-Nya itu? Kalau ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan Allah di muka bumi tidak mereka percayai, maka yang lain pun mereka lebih tidak percaya lagi.", "long": "Allah menyatakan kepada Rasulullah saw, bahwa ayat Al-Qur'an yang dibacakan kepadanya itu adalah ayat-ayat yang mengandung bukti, dan dalil-dalil yang kuat baik dari segi asal Al-Qur'an itu (dari Allah) maupun dari segi isi dan gaya bahasanya. Pernyataan Allah itu telah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw kepada kaum musyrik Mekah, tetapi semuanya itu tidak dapat mereka terima, bahkan mereka bertambah ingkar kepada Rasulullah saw.\n\nPada waktu Al-Qur'an dibacakan kepada orang kafir Mekah, hati mereka mengakui ketinggian isi dan gaya bahasanya. Pengakuan ini langsung diucapkan 'Utbah bin Rabi'ah dan Abu al-Walid, sastrawan kenamaan orang Arab waktu itu. Kepada mereka diperintahkan agar memperhatikan kejadian alam semesta ini, kejadian diri mereka sendiri, air hujan yang turun dari langit yang menyirami bumi sehingga bumi yang tandus menjadi subur, angin yang bertiup, dan sebagainya, semuanya itu dapat dijadikan bukti bahwa Allah adalah Maha Esa, Mahakuasa lagi Mahaperkasa. \n\nKepada mereka pun telah diutus seorang rasul yang akan menyampaikan agama Allah kepada seluruh manusia. Rasul itu adalah orang yang paling mereka percayai di antara mereka, orang yang mereka segani dan orang yang selalu mereka mintai nasihat dalam menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang terjadi di antara mereka. Rasul yang diutus itu dapat pula membuktikan bahwa ia benar-benar Rasul yang diutus Allah kepada manusia, misalnya dengan mengemukakan beberapa mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Sudah banyak bukti yang dikemukakan kepada mereka, tetapi mereka tidak juga beriman. Sebenarnya, bagi orang yang mau menggunakan pikirannya, cukup banyak bukti untuk menjadikan dia seorang yang beriman.\n\nItulah sebabnya maka Rasulullah saw diperintahkan oleh Allah menanyakan kepada kaum musyrik Mekah tentang keterangan apalagi yang mereka minta yang dapat mengubah hati mereka sehingga menjadi beriman.\n\nTelah lengkap keterangan yang diberikan kepada mereka. Tidak ada lagi dalil-dalil dan bukti-bukti yang lebih kuat daripada yang telah dikemukakan itu. Jika mereka tidak mau juga memahaminya dan tidak mau menerima bukti dan dalil-dalil itu, terserah kepada mereka sendiri. Mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal akibat sikap kepala batu mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4480, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0643\u064d \u0623\u064e\u062b\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wailul likulli affaakin aseem" } }, "translation": { "en": "Woe to every sinful liar", "id": "Celakalah bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4480", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4480.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4480.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecelakaan yang amat besar bagi setiap orang yang banyak berdusta, yaitu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, lagi banyak berdosa, yakni melakukan pelanggaran,", "long": "Kemudian Allah mengancam kaum musyrikin yang selalu mengingkari kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an dengan ancaman yang sangat mengerikan. Mereka tetap mendustakan kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an, padahal di dalamnya terdapat keterangan tentang dalil-dalil dan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya yang cukup jelas. Bukti dan keterangan itu telah mereka dengar sendiri. Menurut ukuran yang wajar, tentu mereka telah memahaminya. Akan tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya. Itulah sebabnya mereka disebut dalam ayat ini orang-orang yang banyak berdusta dan banyak melakukan perbuatan dosa.\n\nSelanjutnya diterangkan bahwa keadaan orang-orang musyrik sebelum dan sesudah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an tetap sama, tidak ada perubahan dalam sikap dan perilaku mereka, bahkan mereka bertambah ingkar dan menyombongkan diri. Itulah sebabnya dalam ayat ini mereka dikatakan seolah-olah tidak pernah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan kepada mereka.\n\nDalam ayat yang lain, diterangkan bahwa mereka sendiri mengakui tidak pernah merasa mendengar Al-Qur'an yang disampaikan kepada mereka. Allah berfirman:\n\nDan mereka berkata, \"Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu), sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami).\" (Fussilat/41: 5)\n\nDalam ayat lain:\n\nDan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. (Fussilat/41: 44)\n\nPada akhir ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya menyampaikan kabar gembira kepada mereka bahwa mereka akan memperoleh azab yang pedih di neraka nanti. Dalam ayat ini disebutkan bahwa memberitakan adanya azab yang pedih merupakan suatu berita gembira, bukan suatu berita duka. Ungkapan ini sengaja dibuat demikian untuk membalas sikap mereka yang memperolok-olokkan ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan kepadanya dan untuk menunjukkan bahwa sikap mereka itu merupakan sikap yang sudah melampaui batas. Karena itu, yang dimaksud dengan kabar gembira di sini ialah lawan daripada kabar gembira itu, yaitu kabar sedih sebagai penghinaan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4481, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0635\u0650\u0631\u0651\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yasma'u Aayaatil laahi tutlaa 'alaihi summa yusirru mustakbiran ka-al lam yasma'haa fabashshirhu bi'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "Who hears the verses of Allah recited to him, then persists arrogantly as if he had not heard them. So give him tidings of a painful punishment.", "id": "(yaitu) orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka peringatkanlah dia dengan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4481", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4481.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4481.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu orang yang selalu mendengar ayat-ayat Allah dengan begitu jelas ketika di bacakan kepadanya dengan lisan, namun tetap saja dia tidak mempercayainya, bahkan kemudian dia tetap mengingkarinya sambil menyombongkan diri seakan-akan dia tidak pernah mendengarnya. Karena sikap dan tindakannya yang demikian itulah, maka wahai Nabi Muhammad, peringatkanlah dia dengan azab yang pedih akibat perbuatan buruknya", "long": "Kemudian Allah mengancam kaum musyrikin yang selalu mengingkari kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an dengan ancaman yang sangat mengerikan. Mereka tetap mendustakan kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an, padahal di dalamnya terdapat keterangan tentang dalil-dalil dan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya yang cukup jelas. Bukti dan keterangan itu telah mereka dengar sendiri. Menurut ukuran yang wajar, tentu mereka telah memahaminya. Akan tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya. Itulah sebabnya mereka disebut dalam ayat ini orang-orang yang banyak berdusta dan banyak melakukan perbuatan dosa.\n\nSelanjutnya diterangkan bahwa keadaan orang-orang musyrik sebelum dan sesudah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an tetap sama, tidak ada perubahan dalam sikap dan perilaku mereka, bahkan mereka bertambah ingkar dan menyombongkan diri. Itulah sebabnya dalam ayat ini mereka dikatakan seolah-olah tidak pernah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan kepada mereka.\n\nDalam ayat yang lain, diterangkan bahwa mereka sendiri mengakui tidak pernah merasa mendengar Al-Qur'an yang disampaikan kepada mereka. Allah berfirman:\n\nDan mereka berkata, \"Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu), sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami).\" (Fussilat/41: 5)\n\nDalam ayat lain:\n\nDan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. (Fussilat/41: 44)\n\nPada akhir ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya menyampaikan kabar gembira kepada mereka bahwa mereka akan memperoleh azab yang pedih di neraka nanti. Dalam ayat ini disebutkan bahwa memberitakan adanya azab yang pedih merupakan suatu berita gembira, bukan suatu berita duka. Ungkapan ini sengaja dibuat demikian untuk membalas sikap mereka yang memperolok-olokkan ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan kepadanya dan untuk menunjukkan bahwa sikap mereka itu merupakan sikap yang sudah melampaui batas. Karena itu, yang dimaksud dengan kabar gembira di sini ialah lawan daripada kabar gembira itu, yaitu kabar sedih sebagai penghinaan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4482, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa izaa 'alima min Aayaatinaa shai'anit takhazahaa huzuwaa; ulaaa'ika lahum 'azaabum muheen" } }, "translation": { "en": "And when he knows anything of Our verses, he takes them in ridicule. Those will have a humiliating punishment.", "id": "Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka (ayat-ayat itu) dijadikan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4482", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4482.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4482.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila dia telah mengetahui dengan cara apa pun sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka dia menjadikannya sebagai bahan olok-olokan. Merekalah, yaitu para pembohong dan pendosa itu, yang akan menerima azab yang menghinakan.", "long": "Pada ayat ini diterangkan sikap yang lain dari orang musyrik Mekah sewaktu mendengar ayat-ayat Al-Qur'an disampaikan kepada mereka. Apabila ada di antara kawan-kawan mereka yang menyampaikan berita tentang ayat-ayat Al-Qur'an, mereka pun memperolok-olok ayat-ayat itu.\n\nDiriwayatkan bahwa ketika Abu Jahal mendengar firman Allah:\n\nSungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)\n\nia meminta korma dan keju, seraya berkata kepada kawan-kawannya, \"Makanlah buah zaqqum ini, yang diancamkan Muhammad saw kepadamu itu tidak lain adalah makanan yang manisnya seperti madu.\" Dan ketika ia mendengar firman Allah:\n\nDi atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (al-Muddatstsir/74: 30)\n\nAbu Jahal berkata, \"Kalau penjaganya hanya sembilan belas, maka saya sendiri akan melemparkan mereka itu.\" Banyak lagi cara-cara dan sikap lain yang bernada menghina dari orang-orang kafir Mekah pada waktu mereka mendengar bacaan Al-Qur'an. Bahkan Abu Jahal menantang sebagaimana yang diterangkan Al-Qur'an:\n\nDan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, \"Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.\" (al-Anfal/8: 32)\n\nKarena mereka selalu mendustakan ayat-ayat Allah dan memperolok-olokkannya, maka dalam ayat ini Allah menegaskan balasan yang akan mereka terima nanti di akhirat. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang menghinakan dan menyiksa mereka sebagai balasan dari sikap dan perbuatan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4483, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Minw waraaa'ihim Jahannamu wa laa yughnee 'anhum maa kasaboo shai'anw wa laa mat takhazoo min doonil laahi awliyaaa'a wa lahum 'azaabun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Before them is Hell, and what they had earned will not avail them at all nor what they had taken besides Allah as allies. And they will have a great punishment.", "id": "Di hadapan mereka neraka Jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula (bermanfaat) apa yang mereka jadikan sebagai pelindung-pelindung (mereka) selain Allah. Dan mereka akan mendapat azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4483", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4483.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4483.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di hadapan mereka kini sudah disiapkan neraka Jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula bermanfaat apa yang mereka jadikan sebagai pelindung-pelindung mereka, yaitu sesembahan mereka selain Allah. Dan mereka akan mendapat azab yang besar sebagai akibat dari perbuatan dosa yang mereka lakukan.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa kaum musyrikin di akhirat kelak akan berhadapan dengan neraka Jahanam yang telah disediakan untuk mereka, sebab mereka selalu bersikap sombong untuk menerima petunjuk yang disampaikan oleh Nabi Muhammad. Segala sesuatu yang mereka usahakan di dunia sedikit pun tidak dapat menyelamatkan mereka dari Jahanam, demikian pula apa yang mereka sembah selain Allah, tidak dapat memberikan perlindungan sedikit pun dan mereka akan memperoleh azab yang sangat besar." } } }, { "number": { "inQuran": 4484, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 434, "hizbQuarter": 199, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u062c\u0652\u0632\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Haazaa hudanw wal lazeena kafaroo bi aayaati Rabbihim lahum 'azaabum mir rijzin aleem" } }, "translation": { "en": "This [Qur'an] is guidance. And those who have disbelieved in the verses of their Lord will have a painful punishment of foul nature.", "id": "Ini (Al-Qur'an) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhannya mereka akan mendapat azab berupa siksaan yang sangat pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4484", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4484.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4484.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur\\'an ini adalah petunjuk yang menunjukkan dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka akan mendapat azab berupa siksaan yang sangat pedih.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk yang berasal dari Allah, yang disampaikan-Nya kepada Muhammad saw, agar disampaikan kepada seluruh umat manusia. Petunjuk itu yang menuntun manusia ke jalan yang benar menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.\n\nDiterangkan orang yang mengingkari petunjuk Al-Qur'an itu akan menempuh jalan yang sesat, jalan yang menuju kepada penderitaan hidup dunia dan akhirat.\n\nAl-Qur'an sebagai petunjuk dapat mengeluarkan manusia dari kesesatan menuju kebenaran, dari kekafiran menuju keimanan. Oleh karena itu, orang yang tidak beriman akan mendapat siksa yang sangat pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 4485, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee sahkhara lakumul bahra litajriyal fulku feehi bi amrihee wa litabtaghoo min fadlihee wa la'allakum tashkuroon" } }, "translation": { "en": "It is Allah who subjected to you the sea so that ships may sail upon it by His command and that you may seek of His bounty; and perhaps you will be grateful.", "id": "Allah-lah yang menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4485", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4485.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4485.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah kalian perhatikan, wahai manusia, bahwa Allah Yang Maha Esa lagi Mahakuasa lah yang telah menundukkan laut, yakni memudahkannya untuk kemaslahatan kamu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya membawa kamu dan barang-barang keperluanmu hingga ke tempat tujuan dengan izin dan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, yang berupa hasil laut, seperti ikan dan hasil laut lainnya, dan juga agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang di anugerahkan-Nya itu.", "long": "Allah menyatakan bahwa Dia-lah yang menundukkan laut untuk keperluan manusia. Hal ini berarti bahwa Allah menciptakan laut hanyalah untuk manusia. Dalam ayat yang lain diterangkan bahwa Allah menjadikan bumi dan semua isinya untuk manusia.\n\nAllah berfirman:\n\nDialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-Baqarah/2: 29)\n\nKarena itu, ayat ini seakan-akan mendorong manusia berusaha dan berpikir semaksimal mungkin, di mana laut dan segala isinya itu dapat dimanfaatkan untuk berbagi keperluan, demikian pula alam semesta ini. Sebagai contoh dikemukakan beberapa hasil pemikiran manusia yang telah digunakan dalam memanfaatkan lautan, misalnya kapal yang berlayar dari sebuah negeri ke negeri yang lain, mengangkut manusia dan barang-barang keperluan hidup mereka sehari-hari. Tentu saja lalu-lintas di laut itu akan dapat mempererat hubungan antara penduduk suatu negeri dengan penduduk negeri yang lain.\n\nManusia juga dapat memanfaatkan laut ini sebagai sumber penghidupan. Di dalamnya terdapat bahan-bahan yang dapat dijadikan makanan, seperti ikan, rumput-rumput laut, dan sebagainya. Juga terdapat bahan perhiasan seperti mutiara, marjan, dan semacamnya. Air laut dapat diuapkan sehingga menghasilkan garam yang berguna untuk menambah tenaga dan menyedapkan makanan, dan dapat diusahakan menjadi tawar untuk dijadikan air minum dan untuk mengairi tanaman, dan untuk lain-lain.\n\nBatu karang yang beraneka warna dan ragam bentuk dan jenisnya dikeluarkan dari laut, dijadikan kapur untuk bahan bangunan rumah tangga.\n\nPada masa sekarang, semakin banyak yang ditemukan dari dalam laut seperti minyak, besi dan logam yang bermacam-macam. Dalam menghadapi ledakan perkembangan penduduk dewasa ini, orang telah mulai mengarahkan pikirannya ke lautan. Mereka telah mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan memanfaatkan dan menggali hasil lautan sebagai sumber bahan makanan karena produksi bahan makanan di daratan di duga dalam waktu yang tidak lama lagi akan berkurang dan tidak seimbang dengan jumlah dan pertambahan penduduk.\n\nSemua itu adalah karunia Allah yang dianugerahkan kepada manusia sebagai tanda kemurahan-Nya, agar dengan demikian manusia mensyukurinya. Amat banyak lagi karunia Allah yang lain yang belum diketemukan manusia, karena itu hendaklah manusia berusaha dan berpikir bagaimana menemukannya.\n\nAllah menundukkan lautan supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya. Salah satu yang merupakan sekian banyak karunia-Nya adalah kemampuan manusia dengan izin Allah untuk menyelam pada kapal selam. Kapal selam, yang kini juga banyak digunakan dalam penelitian, merupakan suatu kendaraan air yang bisa beroperasi di dalam air pada tekanan-tekanan yang mampu ditahan oleh manusia. Kapal selam berada dalam keadaan terapung secara positif dan bobotnya lebih kecil dari volume air yang dipindahkannya. Untuk menyelam secara hidrostatis, suatu kapal harus mendapatkan keterapungan negatif dengan cara menambah bobotnya sendiri atau dengan memperkecil volume air yang dipindahkan. Untuk mengendalikan bobotnya, suatu kapal selam harus dilengkapi dengan tangki ballast yang dapat diisi baik dengan air dari sekelilingnya, atau dengan udara tekan. Untuk gerakan penyelaman dan pengapungan secara umum, maka kapal selam menggunakan tangki maju dan mundur yang dinamakan Tangki Balas Utama (Main Ballast Tank) yang bisa dibuka dan diisi penuh dengan air untuk bisa menyelam atau diisi dengan udara tekan untuk mengapung." } } }, { "number": { "inQuran": 4486, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 25, "page": 499, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa sakhkhara lakum maa fis samaawaati wa maa fil ardi jamee'am minh; inna feezaalika la Aayaatil liqawminy yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "And He has subjected to you whatever is in the heavens and whatever is on the earth - all from Him. Indeed in that are signs for a people who give thought.", "id": "Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4486", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4486.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4486.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hanya Dia Yang Maha Esa lagi Mahakuasa yang dapat menundukkan bagi kemaslahatan kamu apa yang ada di langit, seperti bintang-bintang dan planet-planet serta apa yang ada di bumi, seperti tanah yang subur, air, dan lain-lainnya untuk kemaslahatan kamu semuanya sebagai rahmat dari-Nya. Sesungguhnya, dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah bagi orang-orang yang berpikir dan merenungkan ayat-ayat-Nya.", "long": "Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Dia-lah yang menundukkan semua makhluk ciptaan-Nya yang ada di langit dan di bumi agar manusia dapat menggunakan dan memanfaatkannya untuk kepentingan mereka dalam melaksanakan tugas sebagai khalifah Allah di bumi. Hal ini berarti bahwa manusia wajib berusaha mencari manfaat dan kegunaan ciptaan Allah bagi mereka. Kunci dari semuanya adalah kemauan berusaha dan keinginan mengetahui sebagian pengetahuan Allah. Hal ini telah dimulai oleh manusia sejak zaman dahulu sampai sekarang sehingga semakin lama umur bumi ini didiami manusia, semakin banyak pula ilmu Allah yang diketahui manusia dan manfaat alam semesta. Semua ini untuk kepentingan hidup dan kehidupan manusia. Namun, baru sebagian kecil saja dari ilmu Allah yang telah diketahui manusia.\n\nCiptaan Allah yang ada di langit seperti matahari, bulan, bintang-bintang, awan, angin, air hujan, dan ciptaan-Nya yang ada di bumi seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, lautan dan sebagiannya semua diciptakan-Nya di samping sebagai rahmat dan karunia-Nya kepada manusia juga mengandung tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya, yang menunjukkan bahwa penciptanya adalah Zat Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan yang lain selain Dia, yang selalu menjaga makhluk-Nya dan tidak layak dipersekutukan dengan sesuatu pun. Kesimpulan seperti ini hanya akan diperoleh oleh hamba Allah yang melakukan pengamatan dengan cermat, menggunakan pikiran yang sehat dan mau mencari kebenaran.\n\nApabila seseorang mau memperhatikan alam semesta, mau memperhatikan hubungan kesatuan satu jenis makhluk dengan makhluk yang lain, tentulah ia akan sampai kepada kesimpulan bahwa masing-masing kesatuan itu ada kaitannya antara yang satu dengan yang lain, tidak dapat lepas atau berdiri sendiri. Terlihat dalam proses terjadinya hujan, erat hubungannya dengan adanya laut, adanya gunung-gunung, adanya panas yang dipancarkan matahari, adanya angin dan sebagainya. Demikian pula perkisaran arah angin ditentukan oleh banyak hal, seperti adanya awan, gunung dan panas matahari.\n\nKapal yang berlayar di laut memerlukan hembusan angin atau bahan bakar seperti batubara atau minyak. Semakin tinggi ilmu pengetahuan seseorang semakin banyak pula ia mengetahui hubungan antara satu makhluk dengan makhluk-makhluk yang lain. Bulan tidak dapat melepaskan lintasannya dari bumi, seolah-olah tertawan oleh bumi, demikian pula bumi dan planet-planet yang lain menjadi tawanan matahari. Planet-planet itu selalu mengitari matahari pada garis edarnya masing-masing. Selanjutnya matahari dan planet-planet yang mengikuti tidak dapat melepaskan diri dari kesatuan yang lebih besar, yaitu Galaksi Bimasakti. Akhirnya Galaksi Bimasakti bersama-sama galaksi-galaksi yang lain terikat pula kepada tata susunan tertentu pula. Maka dengan pemikiran dan penelitian orang akan sampai kepada kesimpulan bahwa penciptanya tentulah Zat Yang Maha Esa lagi Mahakuasa.\n\nAyat di atas sebagaimana banyak ayat senada memperlihatkan bagaimana Allah menundukkan langit dan bumi untuk manusia. Seperti diketahui alam memiliki sifat-sifat fisis yang semuanya merupakan ketetapan Allah, Sunatullah, dan merupakan manifestasi ketertundukan alam. Sebagai contoh, bumi memiliki sifat-sifat fisis seperti kelistrikan, kemagnetan, elastisitas dan kerapatan massa. Dari sifat-sifat fisis tersebut manusia, khususnya para ahli kebumian, dapat mempelajari bumi bahkan sampai jauh menembus bumi. Dengan memanfaatkan sifat elastisitas bumi, manusia bisa menangkap gelombang-gelombang gempa yang menjalar dalam perut bumi dan mengetahui karakter fisis lapisan bumi yang dilaluinya. Dengan gelombang gempa ini manusia dapat mengetahui lapisan-lapisan bumi dari atas hingga inti bumi yang berada sekitar 6000 km di bawah kita. Pada penggunaan praktis, pencarian minyak bumi menggunakan sifat elsatisitas bumi ini yakni dengan mengirim gelombang yang sumbernya berasal 'gempa buatan\", yang di masa lalu menggunakan dinamit.\n\nDi bagian dalam bumi terdapat intibumi, yang bagian luarnya bersifat cair. Inti inilah yang menyebabkan bumi memiliki medan magnet kuat yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan kehidupan. Menyebar jauh di atas permukaan, medan magnet ini melindungi bumi dari radiasi yang merusak dan berasal dari angkasa luar. Radiasi dari bintang selain matahari tidak dapat melewati perisai ini, yang disebut dengan nama Sabuk Van Allen. Perisai ini merentang hingga sekitar 18.000 km dari bumi, melindungi bola ini dari energi mematikan. Dalam aspek praktis, dengan mengetahui sifat kemagnetan ini pula para ahli-ahli kebumian mengembangkan metoda-metoda eksplorasi baik mineral maupun minyak bumi. \n\nPernyataan mengenai penciptaan yang dilakukan bukan untuk main-main, banyak di kemukakan dalam banyak ayat Al-Qur'an. Pernyataan inilah yang menjamin bahwa bumi layak huni. Bumi dimudahkan Allah untuk dihuni umat manusia.\n\nDialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi. (al-Mulk/67: 15)" } } }, { "number": { "inQuran": 4487, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul lillazeena aamanoo yaghfiroo lillazeena laa yarjoona ayyaamal laahi liyajziya qawmam bimaa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], to those who have believed that they [should] forgive those who expect not the days of Allah so that He may recompense a people for what they used to earn.", "id": "Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas suatu kaum sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4487", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4487.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4487.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang ber iman kepada Allah dan rasul-Nya, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang melakukan perbuatan jahat yang tidak takut akan hari-hari di mana Allah menimpakan siksaan kepada mereka karena Dia akan membalas suatu kaum di akhirat nanti sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan di dunia ini.", "long": "Al-Wahidi dan al-Qusyairi meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa ayat ini turun berhubungan dengan persoalan yang terjadi antara 'Umar bin al-Khaththab dan Abdullah bin Ubay dalam peperangan Bani Musthalik. Mereka singgah di sebuah sumur yang disebut Al-Muraisi', kemudian Abdullah mengutus seorang anak muda mengambil air, tetapi pemuda itu lama sekali kembali, Abdullah bin Ubay bertanya kepada pemuda itu mengapa begitu lama ia baru kembali. Pemuda itu menjawab bahwa Umar duduk di pinggir sumur. Ia tidak membiarkan seorang pun mengambil air sebelum ia mengisi girbai (tempat air dari kulit) Nabi Muhammad saw, girbai Abu Bakar, dan girbai bekas budak Umar, lalu Abdullah bin Ubay berkata, \"Kami dan mereka tidak ubahnya seperti perumpamaan: Gemukkan anjingmu, maka ia akan memakan engkau.\" Kemudian kata-kata Abdullah itu sampai kepada Umar. Beliau menjadi marah, lalu menghunus pedangnya untuk membunuh Abdullah bin Ubay, maka turunlah ayat ini yang melunakkan hati Umar.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw dan para pengikutnya agar berlapang dada dalam menghadapi sikap kaum musyrikin dan memaafkan tindakan mereka yang memperolok-olokkan ayat-ayat Allah. Mereka adalah orang yang menentang Allah dan tidak takut kepada ancaman-Nya.\n\nDari ayat ini dipahami nilai budi pekerti yang tinggi yang diajarkan agama Islam kepada penganutnya yaitu berlapang dada dan memaafkan orang-orang yang pernah bertindak tidak baik terhadap dirinya atau berusaha menghancurkan agamanya. Memaafkan kesalahan keluarga, teman sejawat, tetangga dan kenalan dapat dengan mudah dilakukan seseorang, tetapi berlapang dada dan memaafkan perbuatan orang yang selalu ingin merusak diri dan agamanya pada setiap kesempatan memerlukan kebesaran jiwa.\n\nAyat ini mengajarkan dan mendidik kaum Muslimin agar dapat berlapang dada, suka memaafkan, dan berjiwa besar dalam menghadapi segala sesuatu dalam hidupnya.\n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan mengapa Rasulullah saw dan pengikut-pengikutnya harus berlapang dada dan memaafkan tindakan orang Quraisy yang memperolok-olok ayat-ayat Allah itu. Sebabnya ialah karena Allah yang akan memberikan pembalasan yang setimpal kepada mereka sesuai dengan perbuatannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4488, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa 'amila saalihan falinafsihee wa man asaaa'a fa'alaihaa summa ilaa Rabbikum turja'oon" } }, "translation": { "en": "Whoever does a good deed - it is for himself; and whoever does evil - it is against the self. Then to your Lord you will be returned.", "id": "Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmu kamu dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4488", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4488.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4488.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pembalasan yang mereka dapatkan ialah bahwa barang siapa mengerjakan kebajikan sekecil apa pun, maka pahala dan ganjarannya itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan sekecil apa pun juga, maka dosa dan sanksi amalnya itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian setelah kehidupan dunia ini kepada Tuhanmu kamu di kembalikan.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa tiap-tiap orang akan mendapat balasan masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. Maka barang siapa di antara hamba-Nya menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh keikhlasan dan kesadaran, maka hasilnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Ia akan memperoleh tempat kembali yang penuh kenikmatan. Sebaliknya barang siapa yang mengingkari perintah-perintah-Nya dan tidak menghentikan larangan-larangan-Nya, maka akibat buruk sebagai balasan perbuatannya itu akan menimpa dirinya sendiri. Ia akan mendapat tempat kembali yang buruk, hina, dan azab yang sangat berat di dalam neraka.\n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa hanya kepada Allah dikembalikan semua makhluk, tidak kepada yang lain. Semuanya akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menerima keputusan yang adil dari Allah. Di antara mereka ada yang berseri-seri wajahnya kegirangan karena ia akan bertemu dengan Allah yang selalu diharapkan selama hidup di dunia. Mereka yakin bahwa Allah mengasihi hamba-Nya yang tabah, sabar dan selalu tunduk dan patuh kepada-Nya. Sebaliknya, ada pula orang yang muram mukanya karena hatinya penuh ketakutan dan penyesalan. Mereka takut menemui Allah karena akan menerima kemurkaan-Nya serta akan merasakan siksaan yang sangat pedih di dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 4489, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0628\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0641\u064e\u0636\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad aatainaa Baneee Israaa'eelal Kitaaba walhukma wan Nubuwwata wa razaqnaahum minat taiyibaati wa faddalnaahum;alal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "And We did certainly give the Children of Israel the Scripture and judgement and prophethood, and We provided them with good things and preferred them over the worlds.", "id": "Dan sungguh, kepada Bani Israil telah Kami berikan Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian, Kami anugerahkan kepada mereka rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masa itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4489", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4489.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4489.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, kepada Bani Israil telah Kami berikan Kitab, yaitu Taurat, Injil, dan Zabur masing-masing melalui Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Daud, kekuasaan, syariat dan ketetapan hukum, dan kenabian, yaitu Kami jadikan sebahagian di antara mereka sebagai nabi. Kami anugerahkan kepada mereka aneka macam rezeki yang baik-baik, seperti al-mann dan al-salwa, dan Kami lebihkan mereka atas seluruh alam, yakni atas bangsa-bangsa lain pada masa itu.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Bani Israil telah diberi Kitab Taurat, kemampuan memahami agama, kenabian, rezeki yang berlimpah dan keutamaan yang melebihi bangsa-bangsa lain pada masanya itu.\n\nAnugerah yang diberikan Allah kepada Bani Israil pada waktu itu adalah seimbang dengan sikap dan usaha Bani Israil menegakkan agama Allah. Karena itu, keutamaan yang diberikan itu juga merupakan keutamaan dunia dan akhirat. Dalam ayat yang ini disebutkan enam macam anugerah yang telah diberikan kepada mereka, yaitu:\n\nPertama : Kitab Taurat.\n\nKitab ini diturunkan kepada Nabi Musa. Di dalamnya terdapat petunjuk, pelajaran dan ketentuan-ketentuan yang dapat membimbing Bani Israil ke jalan yang benar. Kitab ini khusus diturunkan Allah untuk Bani Israil.\n\nKedua : Kemampuan memahami agama Allah.\n\nDengan kemampuan ini, Musa, Harun beserta pemimpin kaumnya dapat menjelaskan persengketaan yang terjadi di antara kaumnya dan dengan kemampuan ini pula dapat diterangkan agama Allah kepada Bani Israil dengan baik.\n\nKetiga : Kenabian\n\nBanyak di antara para rasul dan para nabi yang diutus Allah diangkat dari Bani Israil; ada di antara mereka sebagai Nabi saja seperti Nabi Khidir, ada pula sebagai nabi dan rasul seperti Musa, Harun, Ayyub, dan lain-lain, dan ada pula nabi dan rasul yang diangkat dari kalangan mereka di samping bertugas sebagai nabi dan rasul, juga sebagai kepala negara seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Dengan demikian, terhimpunlah kekuasaan dunia dan agama pada mereka.\n\nKeempat : Rezeki yang berlimpah-limpah\n\nBani Israil telah dianugerahi Allah masa kejayaan dan keemasan pada masa-masa pemerintahan Nabi Daud dan pada masa pemerintahan putranya Sulaiman. Banyak kisah yang menceritakan keagungan dan kejayaan Bani Israil pada masa kedua pemerintahan anak dan bapak itu. Kekuasaan dan kebijaksanaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman diterangkan dalam Al-Qur'an. Apa yang pernah dicapai Bani Israil pada waktu itu tidak diperoleh oleh bangsa lain yang sezaman dengannya.\n\nKelima : Keutamaan mereka yang melebihi bangsa-bangsa lain pada zamannya yaitu pada zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.\n\nKeenam:Allah telah memberikan kepada mereka hukum-hukum dan ajaran-ajaran yang diperkuat dengan mukjizat-mukjizat. Hal ini yang mendorong mereka untuk bersatu dan mereka tidak berselisih melainkan hanya perselisihan yang ringan yang tidak membawa kemudaratan. Akan tetapi tatkala datang ilmu kepada mereka, mereka berselisih sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah tersebut di atas. Perselisihan di antara mereka itu timbul setelah datang hujjah (argumen) yang nyata karena perebutan soal pimpinan dan kedengkian di antara mereka.\n\nSehubungan dengan keutamaan yang diperoleh Bani Israil ini, Ibnu 'Abbas pernah berkata, \"Tidak ada seorang pun di antara orang-orang di dunia ini yang dicintai Allah melebihi mereka itu.\" Allah telah menampakkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang dapat dilihat, didengar, dan dipahami mereka. Mereka pun mengikuti segala petunjuk Allah. Demikian keadaan Bani Israil pada zaman itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4490, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0628\u064e\u063a\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aatainaahum baiyinaatim minal amri famakh talafooo illaa mim ba'di maa jaaa'ahumul 'ilmu baghyam bainahum; inna Rabbaka yaqdee bainahum Yawmal Qiyaamati feemaa kaanoo feehi yakhtalifoon" } }, "translation": { "en": "And We gave them clear proofs of the matter [of religion]. And they did not differ except after knowledge had come to them - out of jealous animosity between themselves. Indeed, your Lord will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ.", "id": "Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih kecuali setelah datang ilmu kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sungguh, Tuhanmu akan memberi putusan kepada mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang selalu mereka perselisihkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4490", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4490.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4490.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan juga Kami telah berikan kepada mereka keterangan-keterangan, sebagai bukti-bukti yang jelas tentang urusan agama; maka sangat buruk sikap mereka karena mereka tidak berselisih kecuali setelah datang kepada mereka ilmu, pengetahuan yang sebenarnya dapat menyatukan mereka. Perselisihan mereka itu terjadi karena kedengkian yang ada di antara me-reka. Sungguh, Tuhanmu, yang memelihara dan membimbingmu, wahai Nabi Muhammad, akan memberi putusan kepada mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang selalu mereka perselisihkan sewaktu mereka hidup di dunia.", "long": "Pada ayat ini, dijelaskan keutamaan yang keenam yang pernah diberikan Allah kepada Bani Israil yaitu bahwa Allah telah memberikan kepada mereka kemampuan memahami dalil-dalil dan keterangan-keterangan tentang agama. Keterangan itu adakalanya berupa hukum, peringatan, dan ada pula yang berupa mukjizat. Semua dipahami dan dilaksanakan dengan baik sehingga kehidupan mereka menjadi baik, tidak terjadi perselisihan sesama mereka dan ikatan masyarakat mereka menjadi baik pula, karena itu banyak usaha besar yang dapat mereka lakukan waktu itu.\n\nSebenarnya ketentuan seperti di atas tidak saja berlaku bagi Bani Israil, tetapi juga berlaku bagi semua bangsa yang mau melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhkan larangan-Nya serta tunduk, patuh dan berserah diri kepada-Nya. Jika demikian, maka kebahagiaan yang diperoleh tidak saja berupa kebahagiaan dunia, tetapi juga kebahagiaan akhirat. Seakan-akan dengan ayat ini Allah mengingatkan manusia agar mencontoh kehidupan Bani Israil pada zaman dahulu itu.\n\nPada akhir ayat ini Allah menerangkan sebab-sebab terjadinya perselisihan di kalangan Bani Israil yang datang kemudian. Nabi-nabi mereka dahulu pernah menerangkan bahwa akan datang Nabi penutup nanti, yang diutus kepada semua manusia. Nabi itu termasuk keturunan Ibrahim dari anaknya Ismail. Setelah Nabi yang dimaksud itu datang dan memberikan keterangan sesuai dengan keterangan yang disampaikan nabi-nabi mereka dahulu, mereka pun mengingkarinya, dan tidak mempercayainya. Kedengkian itu timbul karena Nabi yang diutus itu bukan dari keturunan Ishak, dan mereka menganggap bahwa keturunan Ishak lebih mulia dari keturunan Ismail walaupun keduanya adalah saudara seayah (Nabi Ibrahim). Karena itu, tidak pantas nabi dan rasul terakhir diangkat dari keturunannya. Allah berfirman:\n\nDan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka. (asy-Syura/42: 14)\n\nMengenai masalah yang mereka persengketakan itu, Allah akan memberikan keputusan-Nya pada hari Kiamat dan akan menjelaskan alasan yang sebenarnya yang menyebabkan terjadinya perselisihan di antara mereka. Pada saat itu, tampak dengan jelas hasad dan kedengkian mereka, yang menjurus kepada fanatik golongan sehingga nikmat yang semula harus disyukuri, malah menjadikan mereka sombong dan takabur." } } }, { "number": { "inQuran": 4491, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa ja'alnaaka 'alaa sharee'atim minal amri fattabi'haa wa laa tattabi'ahwaaa'al-lazeena laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Then We put you, [O Muhammad], on an ordained way concerning the matter [of religion]; so follow it and do not follow the inclinations of those who do not know.", "id": "Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4491", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4491.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4491.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setelah terjadi perselisihan di antara mereka, Kami jadikan engkau, wahai Nabi Muhammad, mengikuti syariat peraturan dari agama itu yang mengantarkan engkau kepada kebenaran, maka ikutilah, yakni laksanakanlah syariat yang diturunkan kepadamu itu dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang kafir Quraisy dan orang-orang yang ingkar seperti mereka yang tidak mengetahui kebenaran, ke-Esaan Allah, dan syariat yang di turunkan kepadamu.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar jangan terpengaruh oleh sikap orang-orang Quraisy karena Allah telah menetapkan urusan syariat yang harus dijadikan pegangan dalam menetapkan urusan agama dengan perantara wahyu. Maka peraturan yang termuat dalam wahyu itulah yang harus diikuti, tidak boleh mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahuinya. Syariat yang dibawa oleh para rasul terdahulu dan syariat yang dibawa Nabi Muhammad pada asas dan hakikatnya sama, sama-sama berasaskan tauhid, membimbing manusia ke jalan yang benar, mewujudkan kemaslahatan dalam masyarakat, menyuruh berbuat baik dan mencegah berbuat mungkar. Jika terdapat perbedaan, maka perbedaan itu bukan masalah pokok, hanya dalam pelaksanaan ibadah dan cara-caranya. Hal itu disesuaikan dengan keadaan, tempat dan waktu." } } }, { "number": { "inQuran": 4492, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innahum lany yughnoo 'anka minal laahi shai'aa; wa innaz zaalimeena ba'duhum awliyaaa'u ba'dinw wallaahu waliyyul muttaqeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, they will never avail you against Allah at all. And indeed, the wrongdoers are allies of one another; but Allah is the protector of the righteous.", "id": "Sungguh, mereka tidak akan dapat menghindarkan engkau sedikit pun dari (azab) Allah. Dan sungguh, orang-orang yang zalim itu sebagian menjadi pelindung atas sebagian yang lain, sedangkan Allah pelindung bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4492", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4492.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4492.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, mereka yang kafir dan tidak mengikuti kebenaran itu tidak akan dapat menghindarkan engkau, wahai Nabi Muhammad, sedikit pun dari azab Allah. Dan sungguh, orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi pelindung atas sebagian yang lain dalam melakukan perbuatan dosa, sedangkan Allah pelindung bagi orang-orang yang bertakwa.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik tidak mengetahui syariat Allah dan tidak mengakui keesaan-Nya. Karenanya mereka tidak akan dapat menolak atau menghindari azab Allah yang ditimpakan kepada mereka di akhirat.\n\nKemudian diterangkan bahwa orang-orang musyrik itu saling menolong antara yang satu dengan yang lain dalam melakukan kemungkaran dan kemaksiatan. Ditegaskan bahwa tipu muslihat mereka dijalankan dengan bersekongkol untuk merintangi dan merusak agama Islam dan memecah belah kaum Muslimin. Hal seperti ini dapat mereka lakukan selama hidup di dunia saja, sedangkan di akhirat nanti hal itu tidak dapat mereka lakukan. Pada hari itu, seseorang tidak dapat menolong orang lain dan tidak dapat menanggung dosa orang lain; tiap-tiap orang bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri-sendiri.\n\nPada akhir ayat, Allah menegaskan bahwa Dia pelindung orang yang bertakwa. Takwa yang mereka lakukan untuk mencari keridaan Allah itu dibalas oleh-Nya dengan pahala yang berlipat ganda di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4493, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0635\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haazaa basaaa'iru linnaasi wa hudanw wa rahmatul liqawminy yooqinoon" } }, "translation": { "en": "This [Qur'an] is enlightenment for mankind and guidance and mercy for a people who are certain [in faith].", "id": "(Al-Qur'an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4493", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4493.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4493.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahyu berupa Al-Qur’an ini dan tuntunan yang diturunkan kepadamu adalah pedoman dan bukti bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu adalah pedoman hidup bagi manusia, petunjuk dan rahmat yang dikaruniakan kepada hamba-Nya yang meyakininya.\n\nAl-Qur'an disebut pedoman karena di dalamnya terdapat dalil-dalil dan keterangan-keterangan agama yang sangat mereka perlukan untuk kesejahteraan manusia di dunia dan kebahagiaan mereka di akhirat. Petunjuk dan rahmat Allah itu hanya akan dapat dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar yakin dan percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dalam melaksanakan isi Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 4494, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 435, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064b \u0645\u0651\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am hasibal lazeenaj tarahus saiyiaati an naj'alahum kallazeena aamanoo wa 'amilu saalihaati sawaaa'am mahyaahum wa mamaatuhum; saaa'a maa yahkumoon" } }, "translation": { "en": "Or do those who commit evils think We will make them like those who have believed and done righteous deeds - [make them] equal in their life and their death? Evil is that which they judge.", "id": "Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mere-ka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4494", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4494.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4494.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kemudian mempertanyakan sikap orang-orang kafir Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu di dunia ini mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka di akhirat kelak sama seperti orang-orang yang ber iman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Tentulah tidak sama. Alangkah buruknya penilaian mereka itu.", "long": "Allah memerintahkan Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir Mekah tentang persengketaan mereka dengan maksud menyangkal dugaan mereka. Mereka menduga bahwa Allah akan memperlakukan dan akan memberikan balasan yang sama kepada mereka seperti yang diberikan kepada orang-orang yang beriman. Apakah Allah akan mempersamakan orang yang beriman kepada-Nya tetapi tidak melaksanakan syariat-Nya dengan orang yang beriman yang melakukan syariat-Nya. Jawabannya tentu, tidak, sekali-kali tidak, sebagaimana firman Allah:\n\nTidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. (al-hasyr/59: 20)\n\nDalam ayat-ayat lain, diterangkan bahwa tidaklah sama orang-orang yang beriman yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhkan larangan-larangan-Nya dengan orang-orang fasik, yaitu orang yang beriman dan mengakui adanya perintah-perintah dan adanya larangan Allah, tetapi tidak melaksanakannya, Allah berfirman:\n\nMaka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama. (as-Sajdah/32: 18)\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa semua dugaan dan sangkaan orang-orang kafir itu adalah dugaan dan sangkaan yang tidak benar dan mustahil terjadi. Karena itu, hendaklah kaum Muslimin waspada terhadap sangkaan itu sehingga tidak terpengaruh olehnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4495, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 25, "page": 500, "manzil": 6, "ruku": 436, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa khalaqal laahus samaawaati wal arda bilhaqqi wa litujzaa kullu nafsim bimaa kasabat wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And Allah created the heavens and earth in truth and so that every soul may be recompensed for what it has earned, and they will not be wronged.", "id": "Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4495", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4495.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4495.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, yakni penuh hikmah dan aturan untuk menunjukkan ke-Esaan dan kekuasaan-Nya, dan agar setiap jiwa, yakni manusia, diberi balasan sesuai dengan apa, yakni amal yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan di rugikan dalam menerima balasan amalnya itu.", "long": "Allah menjelaskan bahwa langit dan bumi diciptakan dengan benar, dan memiliki tujuan penciptaan sesuai dengan kehendaknya. Tidak ada satu bendapun diadakan Tuhan tanpa mempunyai tujuan. Tujuan kehadiran satu ciptaan adalah untuk dimanfaatkan oleh ciptaan yang lain, dalam rangka mencapai tujuan ciptaan yang lain itu. Apabila suatu kegiatan tidak memiliki tujuan, maka yang terjadi adalah la'ib, permainan. Kata sebaliknya bathil, kebalikan kata haq banyak digunakan untuk menjelaskan hal yang sama, sebagaimana ayat di bawah: \n\nDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (shad/38: 27)\n\nSeperti yang kita saksikan, sifat fisis bumi, seperti massa, struktur, suhu, dan seterusnya begitu tepat bagi kehidupan. Namun, sifat-sifat itu saja tidak cukup untuk memungkinkan adanya kehidupan di bumi, faktor penting lain adalah susunan atmosfer [lihat Surah Ibrahim/14:19 dan Surah al-Jatsiyah/45: 3].\n\nTidak ada satu pun kekuatan lain yang dapat mengubah kehendak Allah. Ketentuan yang demikian berlaku bagi seluruh ciptaan-Nya sesuai dengan keadilan dan sunah-Nya. Di antara keadilan Allah ialah memberikan balasan yang setimpal kepada para hamba-Nya atas amal dan perbuatannya pada hari pembalasan.\n\nBarang siapa yang melakukan perbuatan yang baik akan menerima ganjarannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan-Nya, demikian pula barang siapa yang melakukan perbuatan jahat akan menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan jahatnya itu.\n\nMengapa dikatakan bahwa pemberian balasan yang setimpal itu sesuai dengan keadilan Allah. Karena Allah menciptakan manusia sebagai makhluk-Nya, dilengkapi dengan kecenderungan dan kemampuan untuk berbuat baik dan berbuat jahat. Kedua-duanya atau salah satu daripada kedua potensi itu dapat berkembang pada diri seseorang. Perkembangannya itu banyak ditentukan oleh keadaan, lingkungan, dan waktu. Di samping itu, Allah menganugerahi manusia akal pikiran. Dengan akal pikirannya itu manusia mempunyai kesanggupan-kesanggupan untuk menilai rangsangan-rangsangan yang mempengaruhi tindakan dan perilakunya. Sebelum seseorang menentukan sikap untuk melakukan suatu perbuatan atau tidak melakukannya, maka dalam dirinya terjadi gejolak dalam mempertimbangkan dan menetapkan suatu pilihan, sikap mana atau tindakan mana yang akan diambilnya dari kedua tindakan itu.\n\nPada saat-saat yang demikian itu, manusia diberi kemerdekaan memilih antara yang baik dan yang buruk. Dalam pergolakan yang demikian, maka jiwa manusia mendapat tekanan-tekanan yang disebut tekanan-tekanan kejiwaan. Apabila ia memilih dan memutuskan melakukan suatu kebaikan, maka perbuatan itu terjadi berdasarkan pilihannya sendiri. Bila ia memilih keputusan melakukan keburukan, maka itu pun terjadi karena pilihannya sendiri pula. Saat-saat yang seperti itu adalah saat-saat yang menentukan apakah ia sengaja melakukan suatu perbuatan atau ia tidak sengaja melakukannya. Dan juga membedakan antara perbuatan yang dilakukan; apakah perbuatan itu dilakukan dengan sadar atau tidak. Itulah sebabnya dikatakan bahwa balasan Allah terhadap hamba-Nya sesuai dengan amal dan perbuatannya, itulah gambaran keadilan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4496, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 436, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e\u0647\u064f \u0647\u064e\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0648\u064e\u062e\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u0650\u0647\u0650 \u063a\u0650\u0634\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afara'ayta manit takhaza ilaahahoo hawaahu wa adal lahul laahu 'alaa 'ilminw wa khatama 'alaa sam'ihee wa qalbihee wa ja'ala 'alaa basarihee ghishaawatan famany yahdeehi mim ba'dil laah; afalaa tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "Have you seen he who has taken as his god his [own] desire, and Allah has sent him astray due to knowledge and has set a seal upon his hearing and his heart and put over his vision a veil? So who will guide him after Allah? Then will you not be reminded?", "id": "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4496", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4496.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4496.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka pernahkah kamu, wahai Nabi Muhammad, melihat dan menyaksikan orang yang menyimpang dari fitrahnya dengan menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dengan mengikuti dan menurutinya dan Allah membiarkannya sesat dan larut dalam kesesatannya itu dengan sepengetahuan-Nya, yakni ilmu Allah Yang Mahaluas, dan Allah telah mengunci pendengaran sehingga mereka tidak dapat mendengar kebenaran dan mengunci hatinya sehingga dia enggan meyakini kebenaran serta meletakkan tutup atas penglihatannya sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti ke-Esaan Allah di muka bumi ini? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah berpaling dan membiarkannya sesat? Mengapa kamu, wahai kaum musyrik atau siapa pun juga, tidak meng-ambil pelajaran dari apa yang terjadi pada orang-orang yang sesat itu?", "long": "Muqatil mengatakan bahwa ayat ini turun berhubungan dengan peristiwa percakapan Abu Jahal dengan al-Walid bin al-Mugirah. Pada suatu malam Abu Jahal tawaf di Baitullah bersama Walid. Kedua orang itu membicarakan keadaan Nabi Muhammad. Abu Jahal berkata, \"Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa Muhammad itu adalah orang yang benar. \"Al-Walid berkata kepadanya, \"Biarkan saja, apa pedulimu dan apa alasan pendapatmu itu?\" Abu Jahal menjawab, \"Hai Abu Abdisy Syams, kita telah menamainya orang yang benar, jujur, dan terpercaya dimasa mudanya, tetapi sesudah ia dewasa dan sempurna akalnya, kita menamakannya pendusta lagi pengkhianat. Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa dia itu adalah benar.\" Al-Walid berkata, \"Apakah gerangan yang menghalangimu untuk membenarkan dan mempercayai seruannya?\" Abu Jahal menjawab, \"Nanti gadis-gadis Quraisy akan menggunjingkan bahwa aku pengikut anak yatim Abu thalib, padahal aku dari suku yang paling tinggi. Demi Al-Lata da Al-Uzza, saya tidak akan menjadi pengikutnya selama-lamanya.\" Kemudian turunlah ayat ini.\n\nSelanjutnya, pada ayat ini Allah menerangkan keadaan orang-orang kafir Mekah yang sedang tenggelam dalam perbuatan jahat. Semua yang mereka lakukan itu disebabkan oleh dorongan hawa nafsunya karena telah tergoda oleh tipu daya setan. Tidak ada lagi nilai-nilai kebenaran yang mendasari tingkah laku dan perbuatan mereka. Apa yang baik menurut hawa nafsu mereka itulah yang mereka perbuat. Seakan-akan mereka menganggap hawa nafsu mereka itu sebagai tuhan yang harus mereka ikuti perintahnya.\n\nMereka telah lupa bahwa kehadiran mereka di dunia yang fana ini ada maksud dan tujuannya. Ada misi yang harus mereka bawa yaitu sebagai khalifah Allah di muka bumi. Mereka telah menyia-nyiakan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka sebagai makhluk Tuhan yang paling baik bentuknya dan mempunyai kemampuan yang paling baik pula. Mereka tidak menyadari bahwa mereka harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya kepada Allah kelak dan bahwa Allah akan membalas setiap perbuatan dengan balasan yang setimpal. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah:\n\nMaka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (az-Zalzalah/99: 7-8)\n\nSebenarnya hawa nafsu yang ada pada manusia itu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya yang diberikan Allah kepada manusia. Di samping Allah memberikan akal dan agama kepada manusia agar dengan keduanya manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya. Jika seseorang mengendalikan hawa nafsunya sesuai dengan pertimbangan akal yang sehat dan tidak bertentangan dengan tuntunan agama, maka orang yang demikian itu telah berbuat sesuai dengan fitrahnya. Tetapi apabila seseorang memperturutkan hawa nafsunya tanpa pertimbangan akal yang sehat dan tidak lagi berpedoman kepada tuntutan agama, maka orang itu telah diperbudak oleh hawa nafsunya. Hal itu berarti bahwa ia telah berbuat menyimpang dari fitrahnya dan terjerumus dalam kesesatan.\n\nBerdasarkan keterangan di atas, maka dalam mengikuti hawa nafsunya, manusia terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama ialah kelompok yang dapat mengendalikan hawa nafsunya; mereka itulah orang yang bertakwa. Sedangkan kelompok kedua ialah orang yang dikuasai hawa nafsunya. Mereka itulah orang-orang yang berdosa dan selalu bergelimang dalam lumpur kejahatan.\n\nIbnu 'Abbas berkata, \"Setiap kali Allah menyebut hawa nafsu dalam Al-Qur'an, setiap kali itu pula Ia mencelanya.\" Allah berfirman:\n\nDan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir. (al-A'raf/7: 176)\n\nPada ayat lain :\n\nDan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. (shad/38: 26)\n\nDalam ayat ini, Allah memuji orang-orang yang dapat menguasai hawa nafsunya dan menjanjikan baginya tempat kembali yang penuh kenikmatan. Allah berfirman:\n\nDan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (an-Nazi'at/79: 40-41)\n\nBanyak hadis-hadis Nabi saw yang mencela orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya. Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Amr bin 'As bahwa Nabi saw berkata.\n\nTidak beriman seseorang dari antara kamu sehingga hawa nafsunya itu tunduk kepada apa yang saya bawa (petunjuk).(Riwayat al-Khathib al-Bagdadi)\n\nSyaddad bin Aus meriwayatkan hadis dari Nabi saw :\n\n‡)\n\nOrang yang cerdik ialah orang yang menguasai hawa nafsunya dan berbuat untuk kepentingan masa sesudah mati. Tetapi orang yang zalim ialah orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan mengharap-harap sesuatu yang mustahil dari Allah. (Riwayat at-Tirmidhi dan Ibnu Majah)\n\nOrang yang selalu memperturutkan hawa nafusnya biasanya kehilangan kontrol dirinya. Itulah sebabnya ia terjerumus dalam kesesatan karena ia tidak mau memperhatikan petunjuk yang diberikan kepadanya, dan akibat perbuatan jahat yang telah dilakukannya karena memperturutkan hawa nafsu.\n\nKeadaan orang yang memperturutkan hawa nafsunya itu diibaratkan seperti orang yang terkunci mati hatinya sehingga tidak mampu lagi menilai mana yang baik mana yang buruk, dan seperti orang yang telinganya tersumbat sehingga tidak mampu lagi memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat di langit dan di bumi, dan seperti orang yang matanya tertutup tidak dapat melihat dan mengetahui kebenaran adanya Allah Yang Maha Pencipta segala sesuatu.\n\nSelanjutnya, Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar tidak membenarkan sikap orang-orang kafir Mekah dengan mengatakan bahwa tidak ada kekuasaan yang akan memberikan petunjuk selain Allah setelah mereka tersesat dari jalan yang lurus. \n\nPada akhir ayat ini, Allah mengingatkan mereka mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari alam semesta, kejadian pada diri mereka sendiri, dan azab yang menimpa umat-umat terdahulu sebagai bukti bahwa Allah Mahakuasa lagi berhak disembah." } } }, { "number": { "inQuran": 4497, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 436, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo maa hiya illaa hayaatunad dunyaa namootu wa nahyaa wa maa yuhlikunaaa illad dahr; wa maa lahum bizaalika min 'ilmin in hum illaayazunnoon" } }, "translation": { "en": "And they say, \"There is not but our worldly life; we die and live, and nothing destroys us except time.\" And they have of that no knowledge; they are only assuming.", "id": "Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4497", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4497.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4497.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka, orang-orang musyrik dan yang mengingkari kebangkitan, berkata, “Ia, yakni kehidupan ini, tidak lain hanyalah kehidupan dunia kita saja, tidak ada kehidupan akhirat, sebahagian kita mati karena sampai ajalnya dan sebahagian kita hidup, yakni lahir lagi dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa, yakni akhir dari kehidupan kita.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu, yakni pengetahuan yang pasti, tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan keingkaran orang-orang musyrik terhadap hari kebangkitan. Menurut anggapan mereka kehidupan itu hanya di dunia saja. Di dunia mereka dilahirkan dan di dunia pula mereka dimatikan dan di situlah akhir dari segala sesuatu, dan demikian pula terjadi pada nenek moyang mereka. Menurut mereka, yang menyebabkan kematian dan kebinasaan segala sesuatu ialah pertukaran masa. Dari pendapat mereka, dapat diambil kesimpulan bahwa mereka mengingkari terjadinya hari kebangkitan.\n\nKeterangan itu diperkuat oleh adat kebiasaan orang Arab Jahiliah yaitu apabila mereka ditimpa bencana atau musibah, terlontarlah kata-kata dari mulut mereka, \"Aduhai celakalah masa.\" Mereka mengumpat-umpat masa karena menurut mereka masa itulah sumber dari segala musibah.\n\nDalam hadis Qudsi dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:\n\nAllah berfirman, \"Manusia telah menyakitiku dengan mengatakan wahai masa yang sial. Maka janganlah salah seorang kalian mengatakan 'masa yang sial karena Akulah (Pencipta dan Pengatur)masa. Aku menanti malam menjadi siang, dan jika Aku menghendakinya niscaya Aku genggam keduanya.\" (Riwayat Muslim)\n\nKemudian Allah menyayangkan sikap kaum musyrikin Mekah yang tidak didasarkan pada pengetahuan yang benar. Allah menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang hal yang menyangkut masa itu. Pendapat mereka itu hanyalah didasarkan pada sangkaan dan dugaan saja." } } }, { "number": { "inQuran": 4498, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 436, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0626\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa tutlaa 'alaihim aayaatuna baiyinaatim maa kaana hujjatahum illaaa an qaalu'too bi aabaaa'inaaa in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And when Our verses are recited to them as clear evidences, their argument is only that they say, \"Bring [back] our forefathers, if you should be truthful.\"", "id": "Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain mengatakan, “Hidupkanlah kembali nenek moyang kami, jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4498", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4498.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4498.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang sangat jelas pembuktiannya, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an atau tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini, tidak ada bantahan mereka terhadap ayat-ayat itu selain mengatakan, “Datangkanlah atau hidupkanlah kembali, wahai para pembaca ayat-ayat itu, nenek moyang kami yang sudah mati, jika kamu orang yang benar meyakini bahwa di akhirat nanti ada kebangkitan.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan dan menegaskan bahwa pendapat mereka itu benar-benar berdasarkan dugaan dan sangkaan belaka, yang menjurus kepada pengingkaran terjadinya hari kebangkitan. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang mengandung keterangan tentang bukti-bukti terjadinya hari kebangkitan, mereka tidak mau memahami keterangan yang dikemukakan itu, dan juga mereka menantang Rasulullah saw agar beliau menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Jika hal itu dapat dilakukan oleh Rasulullah, barulah mereka mau beriman.\n\nDari sikap mereka yang demikian itu, dapat diambil kesimpulan bahwa mereka benar-benar telah dikendalikan oleh hawa nafsu mereka, tidak lagi mempergunakan pikiran mereka dengan baik sehingga mereka tidak mau menerima segala kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah saw, bahwa hari kebangkitan itu akan datang pada saat yang telah ditentukan yaitu setelah semua manusia yang hidup dimatikan dan jagat raya serta segala isinya hancur-lebur. Namun hal ini tidak membuat mereka mengerti dan mengakui." } } }, { "number": { "inQuran": 4499, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 436, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qulil laahu yuhyeekum summa yumeetukum summa yajma'ukum ilaa Yawmil Qiyaamati laa raiba feehi wa laakinna aksaran naasi laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Allah causes you to live, then causes you to die; then He will assemble you for the Day of Resurrection, about which there is no doubt, but most of the people do not know.\"", "id": "Katakanlah, “Allah yang menghidupkan kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4499", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4499.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4499.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keingkaran mereka terhadap kebangkitan ini dibantah oleh Allah, Wahai Nabi Muhammad, Katakanlah kepada mereka yang mengingkari kebangkitan itu, ‘Allah yang Mahakuasa yang menciptakan dan menghidupkan kamu padahal kamu sebelumnya tidak ada, kemudian Dia pulalah yang mematikan kamu pada saat ajalmu datang, setelah itu Dia mengumpulkan kamu untuk dihisab pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi, pasti akan terjadi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kekuasaan Allah untuk membangkitkan mereka.”", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menjelaskan kepada orang-orang musyrik Mekah, bahwa Allah-lah yang berkuasa menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya. Dahulu mereka belum ada dan merupakan benda mati, sesudah itu atas kuasa Allah mereka dijadikan makhluk hidup di dunia untuk jangka waktu yang ditentukan. Apabila telah sampai waktu yang ditentukan itu, mereka pun dimatikan. Kemudian mereka dibangkitkan kembali pada hari Kiamat untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia.\n\nAllah menegaskan bahwa terjadinya hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang pasti, tidak ada keraguan sedikit pun. Jika Allah kuasa menghidupkan dan mematikan, tentu Dia kuasa pula menghidupkan dan menghimpun kembali bagian-bagian tubuh mereka yang telah hancur berserakan menjadi tanah. Mengulang kembali suatu perbuatan adalah lebih mudah daripada menciptakannya untuk pertama kali. Dan bagi Allah, tidak ada suatu perbuatan pun yang sukar.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menyayangkan mengapa kebanyakan orang-orang musyrik tidak meyakini kebenaran adanya hari kebangkitan dan tetap mengingkarinya dengan alasan bahwa orang yang telah mati, yang tubuhnya telah hancur lebur bersama tanah, tulang-tulangnya telah berserakan tidak mungkin hidup kembali. Allah berfirman:\n\nDan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur. (al-hajj/22: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 4500, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u062e\u0652\u0633\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi mulkus samaawaati wal ard; wa Yawma taqoomus Saa'atu Yawma 'iziny yakhsarul mubtiloon" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth. And the Day the Hour appears - that Day the falsifiers will lose.", "id": "Dan milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya Kiamat, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan (dosa)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4500", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4500.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4500.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hanya milik Allah, bukan miliki siapa-siapa, kerajaan langit dan bumi, Dialah yang menciptakan dan mengatur wujud seluruh alam. Dan pada hari terjadinya Kiamat, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan, yakni perbuatan dosa.", "long": "Allah menjelaskan bahwa yang memiliki kekuasaan di langit dan di bumi ialah Allah. Tidak ada yang melebihi kekuasaan-Nya yang berlaku sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak ada penguasa yang lain selain Dia dan tidak ada tuhan-tuhan lain yang pantas disembah selain-Nya. Kekuasaan-Nya meliputi seluruh alam; alam dunia dan alam akhirat. Allah juga berkuasa pada saat alam dunia berakhir dan mulainya hari akhirat. Pada saat itu manusia akan dibangkitkan dari alam kubur. Semua manusia akan digiring ke Padang Mahsyar untuk menghadapi ke pengadilan. Pada saat itu, perbuatan mereka akan diperiksa secara teliti. Tiap-tiap orang akan menerima catatan perbuatannya selama ia hidup di dunia, yang dibuat secara teliti oleh para malaikat pencatat amal. Pada hari itulah, tampak kemurungan orang-orang kafir yang mendustakan kebenaran ayat-ayat Allah. Kemurungan itu berubah menjadi kesengsaraan dan penderitaan yang amat berat ketika mereka diseret ke neraka Jahanam, disanalah mereka menampakkan penyesalan mereka, tetapi penyesalan itu tidak berguna lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 4501, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u062c\u064e\u0627\u062b\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u062a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taraa kulla ummatin jaasiyah; kullu ummatin tud'aaa ilaa kitaabihaa al Yawma tujzawna maa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "And you will see every nation kneeling [from fear]. Every nation will be called to its record [and told], \"Today you will be recompensed for what you used to do.", "id": "Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4501", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4501.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4501.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari itu engkau, wahai Nabi Muhammad, akan melihat setiap umat, penganut agama dan kepercayaan apa pun, yang berbuat baik maupun yang berbuat jahat, berlutut di hadapan Allah untuk menghadapi hari yang dahsyat untuk di hisab dan di adili. Setiap umat dipanggil untuk menerima dan melihat buku catatan amalnya, yang baik dan yang buruk, yang besar maupun yang kecil, semuanya tercantum di dalamnya. Pada hari itu kamu di beri balasan sesuai dengan apa yang dahulu telah kamu kerjakan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan keadaan manusia pada hari penentuan keputusan itu dan kedahsyatan huru-hara pada saat menunggu detik-detik yang menentukan, yaitu:\n\n1. Pada hari itu, manusia berlutut dan bersimpuh di hadapan Tuhan penguasa seluruh alam untuk menerima perhitungan amal perbuatan mereka dan menerima keputusan akhir yang akan ditetapkan atas mereka.\n\n2. Pada hari itu, mereka dipanggil melihat catatan mereka yang dibuat oleh para malaikat. Kemudian mereka memeriksa apakah ada di antara perbuatan mereka yang belum tercatat atau ada yang tercatat, tetapi tidak sesuai dengan yang telah mereka kerjakan. Apabila perbuatan mereka yang tercatat itu sesuai dengan yang diperintahkan oleh agama yang dibawa rasul mereka, maka mereka akan memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan, sedangkan apabila tidak sesuai dengan perintah dan banyak melanggar larangan agama mereka, maka mereka akan memperoleh kecelakaan dan azab di neraka. Allah berfirman:\n\nDan bumi (Padang Mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing), nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan. (az-Zumar/39: 69)\n\nPada ayat lain Allah berfirman:\n\nDan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)\n\nPada saat itu, manusia mendapat panggilan. Kepada mereka diberitahukan bahwa pada hari itulah mereka akan menerima balasan dari amal perbuatan mereka masing-masing dengan balasan yang setimpal." } } }, { "number": { "inQuran": 4502, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0633\u0650\u062e\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haazaa kitaabunaa yantiqu 'alaikum bilhaqq; innaa kunnaa nastansikhu maa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "This, Our record, speaks about you in truth. Indeed, We were having transcribed whatever you used to do.\"", "id": "(Allah berfirman), “Inilah Kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4502", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4502.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4502.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika kitab amal itu di serahkan kepada setiap umat, Allah berfirman, “Inilah kitab catatan Kami yang menuturkan kepadamu segala sesuatu yang telah kamu kerjakan di dunia dahulu dengan sebenar-benar-nya tanpa di kurangi dan di tambah sedikit pun. Sesungguhnya Kami telah menyuruh para malaikat pencatat amal untuk mencatat apa yang dahulu telah kamu kerjakan.”", "long": "Allah menyatakan firman-Nya kepada seluruh umat manusia bahwa kitab-kitab yang memuat catatan amal perbuatan itu adalah kitab yang benar, tidak ada suatu pun kesalahan terdapat di dalamnya, dibuat atas dasar perintah Allah Yang Mahakuasa, yang menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan keputusan bagi umat manusia.\n\nAllah juga menyatakan bahwa pada saat orang itu hidup di dunia, telah dikerahkan para pencatat amal perbuatan, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang buruk. Catatan itu tidak mungkin salah karena dibuat dengan ketelitian yang tinggi sebagai alat bukti yang tidak dapat diragukan kebenarannya" } } }, { "number": { "inQuran": 4503, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Fa ammal lazeena aamaanoo wa 'amilus saalihaati fayudkhiluhum Rabbuhum fee rahmatih; zaalika huwal fawzul mubeen" } }, "translation": { "en": "So as for those who believed and did righteous deeds, their Lord will admit them into His mercy. That is what is the clear attainment.", "id": "Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Demikian itulah kemenangan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4503", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4503.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4503.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta mengerjakan kebajikan-kebajikan yang telah di perintahkan Allah dan rasul-Nya, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, yakni surga. Demikian itulah kemenangan yang nyata yang di peroleh oleh orang-orang beriman.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan keadaan orang-orang yang beriman dan yang melakukan amal saleh. Mereka itu akan mendapat balasan yang setimpal dengan amal perbuatannya. Mereka itu termasuk hamba Allah yang memperoleh limpahan rahmat-Nya.\n\nYang dimaksud dengan rahmat Allah dalam ayat ini adalah surga. Hal ini sesuai dengan maksud hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:\n\n…)\n\nSesungguhnya Allah berkata kepada surga, \"Engkau adalah rahmat-Ku. Dengan kamu Aku melimpahkan Kasih sayang-Ku kepada orang-orang yang Aku kehendaki.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nPada bagian akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa surga itu merupakan kebahagiaan yang akan dicapai oleh orang-orang yang beriman karena nikmatnya yang berlimpah-limpah yang akan dirasakan penghuninya." } } }, { "number": { "inQuran": 4504, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ammal lazeena kafarooo afalam takun Aayaatee tutlaa 'alaikum fastakbartum wa kuntum qawmam mujrimeen" } }, "translation": { "en": "But as for those who disbelieved, [it will be said], \"Were not Our verses recited to you, but you were arrogant and became a people of criminals?", "id": "Dan adapun (kepada) orang-orang yang kafir (difirmankan), “Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu tetapi kamu menyombongkan diri dan kamu menjadi orang-orang yang berbuat dosa?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4504", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4504.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4504.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun kepada orang-orang yang kafir, Allah mengatakan kepada mereka, “Bukankah dahulu sewaktu kamu di dunia ayat-ayat-Ku telah di bacakan kepadamu oleh para rasul utusan-Ku, tetapi kamu tetap membangkang, mengingkari, dan menyombongkan diri dari ayat-ayat-Ku dan kamu tetap menjadi orang-orang yang berbuat dosa?”", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan keadaan orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya. Mereka itu selalu menerima cemoohan dan penghinaan karena kepada mereka telah didatangkan utusan Allah yang telah membacakan ayat-ayat-Nya, tetapi mereka bersikap sombong dan keras kepala.\n\nKarena itu mereka akan merasakan siksa Allah yang menghinakan disebabkan oleh perbuatan dosa yang telah mereka kerjakan. Pada saat itulah, mereka tergagap karena melihat kenyataan yang dahulu mereka dustakan." } } }, { "number": { "inQuran": 4505, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 25, "page": 501, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0642\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela inna wa'dallaahi haqqunw was Saa'atu laa raiba feehaa qultum maa nadree mas Saa'atu in nazunnu illaa zannanw wa maa nahnu bimustaiqineen" } }, "translation": { "en": "And when it was said, 'Indeed, the promise of Allah is truth and the Hour [is coming] - no doubt about it,' you said, 'We know not what is the Hour. We assume only assumption, and we are not convinced.' \"", "id": "Dan apabila dikatakan (kepadamu), “Sungguh, janji Allah itu benar, dan hari Kiamat itu tidak diragukan adanya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4505", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4505.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4505.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila di katakan kepadamu oleh siapa pun, “Sungguh, janji Allah Yang Mahakuasa itu adalah benar, dan hari Kiamat yang merupakan salah satu janji-Nya itu tidak di ragukan lagi adanya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, persoalan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang kami tidak mengerti, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja, pengetahuan kami tentang itu sangat terbatas dan kami tidak meyakininya.”", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan penyesalan orang-orang yang mengingkari terjadinya hari kebangkitan. Sewaktu masih di dunia, apabila disampaikan kepada mereka berita tentang terjadinya hari kebangkitan, mereka beranggapan bahwa berita hari kebangkitan itu adalah berita yang aneh dan mustahil. Bagi mereka mustahil membangkitkan orang yang telah mati yang tulang-tulangnya telah berserakan dan seluruh tubuhnya telah hancur menjadi tanah. Tetapi nanti setelah mereka menghadapi kenyataan dan berhadapan dengan siksa yang sangat mengerikan, barulah mereka menyesali sikap dan perbuatan mereka dahulu yang semata-mata didasarkan atas dugaan dan prasangka belaka, tidak berdasarkan ilmu pengetahuan dan kepercayaan kepada Allah Yang Maha Penguasa Semesta Alam." } } }, { "number": { "inQuran": 4506, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 25, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa badaa lahum saiyiaatu maa 'amiloo wa haaqa bihim maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And the evil consequences of what they did will appear to them, and they will be enveloped by what they used to ridicule.", "id": "Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan, dan berlakulah (azab) terhadap mereka yang dahulu mereka perolok-olokkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4506", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4506.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4506.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apa yang mereka nyatakan di dalam ayat di atas maka nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan yang mereka kerjakan, dan berlakulah azab terhadap mereka yang dahulu mereka perolok-olokkan.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan keadaan kaum musyrikin ketika kejahatan mereka telah terungkap dengan jelas. Mereka tergagap menghadapi tanggung jawab yang begitu besar. Mereka merasa takut melihat dosa mereka yang bertumpuk-tumpuk yang harus mereka tebus dengan siksaan neraka yang sangat mereka takuti. Mereka menyadari pula saat itu bahwa tidak ada seorang pun yang dapat membela mereka; kekuasaan mereka selama di dunia, harta benda yang melimpah ruah, anak cucu mereka, teman bersekongkol, dan sebagainya semuanya tidak ada artinya pada waktu itu. Satu-satunya pilihan yang dapat mereka ambil waktu itu hanyalah menunggu keputusan dan pasrah untuk menerima azab Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4507, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 25, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u0646\u0633\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qeelal yawma nansaakum kamaa naseetum liqaaa'a yawmikum haazaa wa maawaakumun Naaru wa maa lakum min naasireen" } }, "translation": { "en": "And it will be said, \"Today We will forget you as you forgot the meeting of this Day of yours, and your refuge is the Fire, and for you there are no helpers.", "id": "Dan kepada mereka dikatakan, “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini; dan tempat kembalimu ialah neraka dan se-kali-kali tidak akan ada penolong bagimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4507", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4507.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4507.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika itu kepada mereka di katakan, “Pada hari ini Kami memperlakukan kamu dengan perlakuan orang yang melupakan kamu sebagaimana kamu dahulu ketika di dunia telah melupakan pertemuanmu dengan harimu ini, yakni hari yang amat celaka bagimu; dan akibat dari perbuatan dosa yang kamu lakukan dahulu di dunia maka tempat kembalimu sekarang ialah neraka dan sekali-kali tidak akan ada penolong bagimu dalam menghadapi semua siksaan di neraka itu.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan cemoohan, penghinaan dan azab yang mereka tanggungkan pada hari Kiamat itu. Pada hari itu, Allah tidak akan menghiraukan jerit dan tangis mereka, ratapan dan penyesalan mereka karena semua yang mereka alami itu benar-benar sebagai pembalasan yang seimbang dengan perbuatan mereka di dunia dahulu.\n\nDi dunia mereka menganiaya dan memfitnah orang yang tidak bersalah, menghalalkan yang haram untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka; Allah akan memberikan balasan yang setimpal dengan amal mereka semua di akhirat nanti.\n\nJika Allah bersikap tidak mengacuhkan mereka karena sikap angkuh dan sombong yang telah mereka lakukan, serta sikap yang tidak berperikemanusiaan yang telah mereka lakukan. Maka sikap yang demikian itu adalah balasan yang wajar sesuai dengan keadilan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4508, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 25, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalikum bi annakumut takhaztum aayaatil laahi huzuwanw wa gharratkumul hayaatud dunyaa; fal yawma laa yukhrajoona minhaa wa laahum yusta'taboon" } }, "translation": { "en": "That is because you took the verses of Allah in ridicule, and worldly life deluded you.\" So that Day they will not be removed from it, nor will they be asked to appease [Allah].", "id": "Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia.” Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4508", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4508.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4508.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu, yakni apa yang kamu alami sekarang ini, karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah yang telah di bacakan kepadamu sewaktu di dunia dahulu sebagai olok-olokan dan kamu telah di tipu oleh kehidupan dunia.” Maka untuk menjalani siksaan yang amat pedih pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka di beri kesempatan untuk bertobat karena masa untuk bertobat telah berlalu.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan mengapa orang-orang kafir itu harus menerima siksaan dan azab yang mengerikan itu, sebabnya ialah:\n\n1. Karena waktu mereka hidup di dunia, mereka memperolok-olok ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada mereka melalui Rasul-Nya. Sikap ini dianggap sebagai sikap yang penuh keangkuhan dan kesombongan. Mereka juga ingin mendangkalkan iman yang telah meresap dalam dada kaum Muslimin dengan berbagai macam dalih dan cara.\n\n2. Mereka telah tertipu oleh kenikmatan hidup di dunia, sehingga mereka melupakan kehidupan akhirat yang menjadi tujuan akhir kehidupan manusia.\n\nItulah sebabnya ketika Allah menjatuhkan keputusan-Nya, tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk melepaskan diri dari azab dan tidak ada lagi ampunan bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4509, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 25, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falillaahil hamdu Rabbis samaawaati wa Rabbil ardi Rabbil-'aalameen" } }, "translation": { "en": "Then, to Allah belongs [all] praise - Lord of the heavens and Lord of the earth, Lord of the worlds.", "id": "Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan (pemilik) langit dan bumi, Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4509", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4509.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4509.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka segala puji hanya bagi Allah, Tuhan pencipta, pemilik, dan pemelihara langit dan bumi, Tuhan Yang Mahakuasa atas seluruh alam.", "long": "Kedua ayat ini merupakan ayat penutup Surah al-Jatsiyah. Dalam ayat-ayat ini Allah menyebutkan beberapa sifat-Nya yang ada hubungannya dengan dasar-dasar pengambilan keputusan di hari Kiamat nanti, yaitu:\n\n1. Dia Maha Terpuji, karena itu bagi-Nyalah segala puji. Ungkapan ini memberikan pengertian bahwa segala nikmat apa pun yang diperoleh manusia selama hidup di dunia berasal dari Allah agar manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah-Nya di bumi, bukan untuk berbuat sewenang-wenang dan memperturutkan hawa nafsu. Jika manusia tidak mensyukuri nikmat itu dan tidak mempergunakan nikmat itu menurut yang semestinya, tentulah orang itu akan mendapat murka dan azab-Nya.\n\n2. Allah Mahakuasa, Dia menguasai semesta alam. Perkataan ini memberikan pengertian bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi berada dalam kekuasaan-Nya. Dia menguasai dunia dan akhirat.\n\n3. Dia Mahaagung, karena keagungan dan keangkuhan hanya bagi Allah di langit dan di bumi dan kekuasaan-Nya berada di atas segala kekuasaan.\n\n4. Dia Mahaperkasa, keputusan-Nya tidak dapat ditolak, tidak dapat diubah oleh siapa pun, dan tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan-Nya itu.\n\n5. Dia Mahabijaksana. Maksudnya: Allah dalam menetapkan perintah-Nya kepada seluruh makhluk-Nya, selalu disertai aturan, perhitungan, dan berhasil serta pasti, terjadi sesuai dengan yang dikehendaki-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4510, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 25, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 437, "hizbQuarter": 200, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u0628\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa lahul kibriyaaa'u fissamaawaati wal ardi wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "And to Him belongs [all] grandeur within the heavens and the earth, and He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Dan hanya bagi-Nya segala keagungan di langit dan di bumi, dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4510", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4510.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4510.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hanya bagi-Nya segala kebesaran dan ke agungan di langit dan di bumi, dan Dialah Yang Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya, Mahabijaksana dalam pengaturan-Nya.", "long": "Kedua ayat ini merupakan ayat penutup Surah al-Jatsiyah. Dalam ayat-ayat ini Allah menyebutkan beberapa sifat-Nya yang ada hubungannya dengan dasar-dasar pengambilan keputusan di hari Kiamat nanti, yaitu:\n\n1. Dia Maha Terpuji, karena itu bagi-Nyalah segala puji. Ungkapan ini memberikan pengertian bahwa segala nikmat apa pun yang diperoleh manusia selama hidup di dunia berasal dari Allah agar manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah-Nya di bumi, bukan untuk berbuat sewenang-wenang dan memperturutkan hawa nafsu. Jika manusia tidak mensyukuri nikmat itu dan tidak mempergunakan nikmat itu menurut yang semestinya, tentulah orang itu akan mendapat murka dan azab-Nya.\n\n2. Allah Mahakuasa, Dia menguasai semesta alam. Perkataan ini memberikan pengertian bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi berada dalam kekuasaan-Nya. Dia menguasai dunia dan akhirat.\n\n3. Dia Mahaagung, karena keagungan dan keangkuhan hanya bagi Allah di langit dan di bumi dan kekuasaan-Nya berada di atas segala kekuasaan.\n\n4. Dia Mahaperkasa, keputusan-Nya tidak dapat ditolak, tidak dapat diubah oleh siapa pun, dan tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan-Nya itu.\n\n5. Dia Mahabijaksana. Maksudnya: Allah dalam menetapkan perintah-Nya kepada seluruh makhluk-Nya, selalu disertai aturan, perhitungan, dan berhasil serta pasti, terjadi sesuai dengan yang dikehendaki-Nya." } } } ] }, { "number": 46, "sequence": 66, "numberOfVerses": 35, "name": { "short": "الأحقاف", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0623\u062d\u0642\u0627\u0641", "transliteration": { "en": "Al-Ahqaf", "id": "Al-Ahqaf" }, "translation": { "en": "The Dunes", "id": "Bukit Pasir" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Ahqaaf terdiri dari 35 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah. Dinamai Al Ahqaaf (bukit-bukit pasir) dari perkataan Al Ahqaaf yang terdapat pada ayat 21 surat ini.Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud a.s. telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di Al Ahqaaf yang sekarang dikenal dengan Ar Rab'ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya. Akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang. Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4511, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 26, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u0645", "transliteration": { "en": "Haa-Meeeem" } }, "translation": { "en": "Ha, Meem.", "id": "Ha Mim" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4511", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4511.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4511.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ha Mìm.", "long": "ha mim termasuk huruf-huruf hijaiah yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Qur'an. Para mufasir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Untuk jelasnya dipersilakan menelaah kembali uraian yang ada pada permulaan Surah al-Baqarah jilid I \"Al-Qur'an dan Tafsirnya\" dengan judul \"Fawatihus-suwar\"." } } }, { "number": { "inQuran": 4512, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 26, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Tanzeelul Kitaabi minal laahil-'Azeezil Hakeem" } }, "translation": { "en": "The revelation of the Book is from Allah, the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Kitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4512", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4512.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4512.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya Allah menyatakan bahwa Kitab Al-Qur’an ini diturunkan secara berangsur-angsur dari Allah Yang Mahaperkasa kerajaan dan kekuasaanNya lagi Mahabijaksana perbuatan dan ketetapan-Nya.", "long": "Allah menegaskan bahwa Al-Qur'an ini benar-benar bersumber dari-Nya, tidak ada keraguan sedikit pun tentang itu, diturunkan kepada Nabi Muhammad, berisi ketentuan-ketentuan, bimbingan, dan pedoman hidup bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Allah yang menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad saw, adalah Tuhan yang Mahaperkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat menandingi-Nya. Dia Maha Bijaksana. Semua perintah, larangan, dan tindakan Allah adalah sesuai dengan sifat, kegunaan, dan faedah dari yang diciptakan-Nya dan hal itu tidak lepas dari hikmah penciptaan alam seluruhnya.\n\nKarena Al-Qur'an itu bersumber dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, maka hendaklah setiap manusia beriman kepadanya, mengakui kebenaran dan mengamalkan semua isinya. Beriman kepada Al-Qur'an berarti keharusan beriman pula kepada Nabi Muhammad sebagai rasul Allah, yaitu dengan mengikuti semua sunahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4513, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 26, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa khalaqnas samaawaati wal arda wa maa bainahumaaa illaa bilhaqqi wa ajalim musammaa; wallazeena kafaroo 'ammaaa unziroo mu'ridoon" } }, "translation": { "en": "We did not create the heavens and earth and what is between them except in truth and [for] a specified term. But those who disbelieve, from that of which they are warned, are turning away.", "id": "Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Namun orang-orang yang kafir, berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4513", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4513.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4513.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa, yakni segala makhluk yang ada di antara keduanya melainkan dengan cara dan tujuan yang benar yang mengandung hikmah dan dalam batas waktu yang ditentukan. Selanjutnya akan tiba masanya semua ciptaan binasa dan manusia dibangkitkan untuk menerima balasan dari amal perbuatannya. Namun orang-orang yang kafir berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka. Mereka tidak percaya datangnya hari Kiamat dan pembalasan di akhirat nanti atas perbuatan yang mereka lakukan di dunia.", "long": "Setelah menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu-Nya, bukan karangan Muhammad saw, Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Penciptaan ini mengandung hikmah, meskipun manusia belum mampu mengetahui semua hikmah tersebut. Manusia harus selalu berusaha menggali hikmah tersebut agar bisa memanfaatkan pesan-pesan Al-Qur'an.\n\nDalam ayat lain diterangkan bahwa di antara tujuan Allah menciptakan bumi dan semua yang ada padanya ialah untuk kepentingan manusia. Allah berfirman:\n\nYa Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Ali 'Imran/3: 191)\n\nDalam ayat yang lain diterangkan bahwa Allah menjadikan langit dan bumi bukanlah untuk menimbulkan kezaliman dan kebinasaan, tetapi untuk melahirkan dan membuktikan kebenaran serta keadilan. Dalam menyatakan keadilan itu, Allah membedakan antara orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat buruk atau jahat, baik dalam sikap-Nya terhadap mereka, maupun dalam memberi balasan terhadap perbuatan mereka. Allah berfirman:\n\nDan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (al-Jatsiyah/45: 22)\n\nAllah menciptakan langit dan bumi untuk waktu yang ditentukan-Nya sehingga dalam masa itu ada kesempatan bagi manusia melakukan segala sesuatu yang baik baginya, sesuai dengan ketentuan- ketentuan Allah agar ia dapat menikmati kebahagiaan hidup yang hakiki. Hal ini tentu sesuai pula dengan potensi dan hak ikhtiar yang diberikan Allah kepadanya.\n\nKarena Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan segala hikmah dan manfaatnya, maka untuk menunjukkan keadilan-Nya dan membuktikan hikmah penciptaan keduanya, Allah menciptakan hari pembalasan. Dengan adanya hari pembalasan itu, segala perbuatan manusia dapat dibalas dengan adil. Hari pembalasan akan datang setelah berakhirnya masa yang ditentukan bagi langit dan bumi. Pada hari pembalasan itu, ditetapkan pahala bagi orang-orang yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya berupa kebahagiaan abadi di dalam surga. Adapun orang-orang yang mengingkari perintah Allah dan melanggar larangan-Nya memperoleh kesengsaraan yang dialaminya di dalam neraka.\n\nPernyataan mengenai penciptaan langit dan bumi dilakukan dengan suatu tujuan yang benar banyak ditemui dalam Al-Qur'an (antara lain Surah Ibrahim/14: 19). Pada ayat 3 Surah al-Ahqaf/46 ini, ditambahkan kata \"dalam waktu yang ditentukan.\" Kata-kata ini dapat diartikan bahwa Tuhan memberi tahu kita mengenai waktu yang diperlukan hingga bumi terbentuk dan layak dihuni. Uraian yang lebih lugas mengenai waktu atau masa dari penciptaan terdapat pada Surah al-A'raf/7: 54 (lihat penjelasan pada juz 8).\n\nPada akhir ayat ini diterangkan keingkaran orang-orang musyrik terhadap peringatan yang telah disampaikan kepada mereka. Diterangkan bahwa sekalipun kepada mereka telah disampaikan bukti-bukti yang kuat tentang kebenaran Al-Qur'an sebagai firman Allah, pengangkatan Muhammad saw sebagai rasul-Nya, dan agama yang dibawa Muhammad saw, namun mereka tetap dalam kemusyrikan. Mereka tetap berpaling dari peringatan itu dengan mengingkari perintah Allah dan melanggar larangan-Nya, bahkan mereka menolak dalil-dalil dan bukti-bukti itu tanpa alasan yang benar. Mereka seakan-akan orang yang tuli, bisu, buta dan tidak berakal sehingga tidak dapat mendengar dan memahami seruan dan peringatan itu. Mereka tidak mau percaya bahwa kelalaian dan keingkaran mereka akan menimbulkan penyesalan yang terus-menerus di akhirat kelak, di samping mengalami siksaan yang amat berat." } } }, { "number": { "inQuran": 4514, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 26, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d6 \u0627\u0626\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062b\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ara'aytum maa tad'oona min doonil laahi aroonee maazaa khalaqoo minal ardi am lahum shirkun fis samaawaati eetoonee bi kitaabim min qabli haazaaa aw asaaratim min 'ilmin in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Have you considered that which you invoke besides Allah? Show me what they have created of the earth; or did they have partnership in [creation of] the heavens? Bring me a scripture [revealed] before this or a [remaining] trace of knowledge, if you should be truthful.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah (kepadaku) tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi atau adakah peran serta mereka dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (Al-Qur'an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4514", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4514.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4514.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Terangkanlah kepadaku wahai orang-orang musy-rik, tentang berhala-berhala atau apa saja yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari apa yang ada bumi ini atau adakah peran serta mereka dalam penciptaan langit dan benda-benda angkasa dengan sistemnya yang sangat teratur itu? Bawalah kepadaku kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an ini atau apa pun tulisan-tulisan yang merupakan peninggalan dari pengetahuan orang-orang dahulu yang mendukung perbuatan dan sesembahan kamu, jika kamu orang yang benar.” Sungguh kamu sekalian wahai orang-orang musyrikin, tidak mempunyai alasan sedikit pun tentang apa yang kamu perbuat itu.", "long": "Setelah menegaskan bahwa Dialah yang berhak disembah, Dialah Tuhan yang Maha Pengasih, Maha Penyayang lagi Mahaadil, dan setelah menegaskan tentang adanya hari pembalasan, Allah menunjukkan kesalahan akidah orang-orang musyrik yang menyembah sembahan selain Allah. Dia memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang yang menyembah sembahan selain Allah sebagai berikut, \"Hai orang-orang musyrik, terangkanlah kepadaku tentang berhala-berhala yang kamu sembah, setelah kamu memperhatikan kejadian langit dan bumi serta yang ada di dalamnya, setelah memperhatikan hukum-hukum yang berlaku pada benda-benda angkasa, alam semesta sejak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang paling besar, sejak dari yang tampak sampai kepada yang tidak tampak, sejak dari yang halus sampai kepada yang kasar, juga setelah kamu memperhatikan kejadian hewan, tumbuh-tumbuhan, sampai kepada kejadian diri kamu sendiri, yang semuanya itu diciptakan dengan rapi, indah, berfaedah dan penuh hikmah. Apakah ada di bumi ini benda yang telah diciptakan oleh berhala sehingga ia layak dan berhak disembah? Atau apakah ia telah menciptakan sesuatu yang ada di langit bersama-sama dengan Allah?\"\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa orang-orang musyrik tidak sanggup membuktikan dengan dalil-dalil yang masuk akal bahwa berhala itu berhak disembah di samping Allah karena mereka tidak dapat menunjukkan walaupun hanya satu benda kecil di antara benda-benda yang ada di bumi ini sebagai ciptaan berhala itu. Bahkan yang terbukti ialah berhala itu sendiri adalah hasil buatan mereka sendiri.\n\nAkhir ayat ini menegaskan bahwa di dalam kitab-kitab suci yang pernah diturunkan Allah kepada para rasul-Nya tidak terdapat satu keterangan pun yang menerangkan bahwa berhala itu harus disembah di samping Allah. Begitu juga dalam ilmu yang diwariskan oleh orang-orang dahulu pun tidak terdapat keterangan yang dijadikan dasar bagi penyembahan terhadap berhala. Hal ini diperintahkan Allah untuk disampaikan kepada orang-orang musyrik, \"Hai kaum musyrik, seandainya kepercayaan menyembah berhala itu benar, cobalah kemukakan satu ayat saja dari ayat-ayat yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur'an yang membenarkan kepercayaanmu itu, atau pengetahuan-pengetahuan orang-orang terdahulu yang ada pada kamu yang membenarkan kepercayaan syirik itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4515, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 26, "page": 502, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man adallu mimmany yad'oo min doonil laahi mallaa yastajeebu lahooo ilaa Yawmil Qiyaamati wa hum'an du'aaa'ihim ghaafiloon" } }, "translation": { "en": "And who is more astray than he who invokes besides Allah those who will not respond to him until the Day of Resurrection, and they, of their invocation, are unaware.", "id": "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah (sembahan) yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4515", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4515.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4515.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah,” yakni tidak ada yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah yang sesembahan itu tidak dapat memperkenan­kan doanya dan mengabulkan permintaannya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari memperhati­kan doa mereka? Berhala-berhala atau apa yang mereka sembah itu lalai dari dari memperhatikan doanya sebab mereka adalah benda-benda mati yang tidak dapat mengerti ataupun mendengar permintaannya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang musyrik yang menyembah berhala tanpa alasan yang benar itu adalah orang yang sesat karena mereka menyembah sesuatu yang tidak dapat berbuat, melihat, mendengar, apalagi memperkenankan doa orang-orang yang berdoa kepadanya. Hal itu tidak dapat dilakukannya di dunia, dan di akhirat tentu lebih tidak dapat dilakukannya. Berhala-berhala itu sebenarnya adalah batu-batu mati atau kayu yang dipahat oleh manusia sendiri. Oleh karena itu, mereka tidak dapat mendengar, memahami, dan memperhatikan orang-orang yang berdoa kepadanya. Orang yang benar adalah orang yang menganut akidah yang benar, yaitu akidah tauhid yang membawa manusia menyembah hanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Menentukan segala sesuatu, yang membimbing manusia ke jalan kebahagiaan di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4516, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0634\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa hushiran naasu kaanoo lahum a'daaa'anw wa kaanoo bi'ibaadatihim kaafireen" } }, "translation": { "en": "And when the people are gathered [that Day], they [who were invoked] will be enemies to them, and they will be deniers of their worship.", "id": "Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari Kiamat), sesembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan yang mereka lakukan kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4516", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4516.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4516.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila manusia dikumpulkan kelak pada hari Kiamat, sesembah-an yang disembah oleh orang-orang musyrik itu menjadi musuh mereka para penyembah itu. Mereka berlepas diri dari perbuatan mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan yang mereka lakukan kepadanya.", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang musyrik di akhirat nanti dan berhala-berhala yang mereka sembah. Pada saat semua manusia telah dibangkitkan dari kubur dan berkumpul untuk dihisab, maka berhala-berhala, dewa, dan sembahan yang lain yang mereka sembah selain Allah itu mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang menyembah mereka dengan mengatakan, \"Kami tidak pernah memerintahkan agar mereka menyembah kami. Kami tidak mengetahui apa yang mereka lakukan terhadap kami, bahkan kami tidak mengetahui sedikit pun bahwa mereka telah menyembah kami karena kami ini adalah benda-benda mati, tidak dapat melihat, mendengar, berkata, apalagi mengabulkan doa-doa orang-orang yang berdoa kepada kami. Allah berfirman:\n\nDan dia (Ibrahim) berkata, \"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu\". (al-'Ankabut/29: 25)\n\nPada ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam/19: 81-82)" } } }, { "number": { "inQuran": 4517, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa izaa tutlaa 'alaihim Aayaatunaa baiyinaatin qaalal lazeena kafaroo lilhaqqi lammaa jaaa'ahum haazaa sihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "And when Our verses are recited to them as clear evidences, those who disbelieve say of the truth when it has come to them, \"This is obvious magic.\"", "id": "Dan apabila mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas, orang-orang yang kafir berkata ketika kebenaran itu datang kepada mereka, “Ini adalah sihir yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4517", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4517.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4517.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas, yang bertebaran di dalam kitab suci Al-Qur’an orang-orang yang kafir yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya berkata ketika kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an itu datang kepada mereka, “Ini adalah sihir yang nyata.”", "long": "Ayat ini menerangkan sikap orang-orang musyrik ketika Rasulullah saw membacakan ayat-ayat Al-Qur'an kepada mereka. Mereka mengatakan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an itu adalah sihir yang dibacakan oleh tukang sihir, yaitu Muhammad saw. Menurut mereka, tukang sihir memang biasa mengada-adakan kebohongan dan menyihir orang lain untuk mencapai maksudnya.\n\nDalam ayat yang lain diterangkan tuduhan orang-orang musyrik terhadap Al-Qur'an bahwa Al-Qur'an adalah mimpi yang kacau yang diada-adakan, dan Muhammad saw adalah seorang penyair. Allah berfirman:\n\nBahkan mereka mengatakan, \"(Al-Qur'an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu.\" (al-Anbiya'/21: 5)\n\nOrang-orang musyrik menuduh Muhammad sebagai tukang sihir karena menurut mereka, Abu al-Walid bin al-Mugirah pernah disihirnya. Karena pengaruh sihir itu, ia menyatakan kekagumannya terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan Rasulullah saw kepadanya. Kisah ini bermula ketika pada suatu waktu, sebelum Rasulullah saw hijrah ke Medinah, para pemimpin Quraisy berkumpul untuk merundingkan cara menundukkan Rasulullah. Setelah bermusyawarah, akhirnya mereka sepakat mengutus Abu al-Walid, seorang sastrawan Arab yang tak ada bandingannya waktu itu untuk datang kepada Rasulullah, meminta kepada beliau agar berhenti menyampaikan risalahnya. Sebagai jawaban, Rasulullah membaca Surah 41 (Fussilat) dari awal sampai akhir. Abu al-Walid terpesona mendengar bacaan ayat itu; ia termenung memikirkan ketinggian isi dan keindahan gaya bahasanya. Kemudian ia langsung kembali kepada kaumnya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Rasulullah.\n\nSetelah Abu al-Walid kembali, ia ditanya oleh kaumnya tentang hasil usahanya. Mereka heran, mengapa Abu al-Walid bermuram durja. Abu al-Walid menjawab, \"Aku telah datang kepada Muhammad dan ia menjawab dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an kepadaku. Aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu. Tetapi perkataan itu bukanlah syair, bukan sihir, dan bukan pula kata-kata ahli tenung. Sesungguhnya Al-Qur'an itu ibarat pohon yang daunnya rindang, akarnya terhujam ke dalam tanah, susunan kata-katanya runtun dan enak didengar. Al-Qur'an itu bukanlah kata-kata manusia. Ia sangat tinggi dan tidak ada yang dapat menandingi keindahan susunannya.\"\n\nMendengar jawaban Abu al-Walid itu, kaum Quraisy menuduhnya telah berkhianat dan cenderung tertarik kepada agama Islam karena telah terkena pengaruh sihir Nabi Muhammad. Dari sikap Abu al-Walid setelah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an dan sikap orang-orang musyrik Mekah itu kepada Abu al-Walid, dapat diambil kesimpulan bahwa sebenarnya hati mereka telah mengakui kebenaran Al-Qur'an, telah mengagumi isi dan gaya bahasanya, namun ada sesuatu yang menghalangi mereka untuk mengucapkan dan menyatakan kebenaran itu. Abu al-Walid seorang yang mereka banggakan keahliannya dalam sastra dan bahasa Arab selama ini, tidak berkutik sedikit pun dan terpesona mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an. Bagaimana halnya dengan mereka yang jauh lebih rendah pengetahuannya dari Abu al-Walid? Karena tidak ada satu alasan pun yang dapat mereka kemukakan, dan untuk menutupi kelemahan mereka, maka mereka langsung menuduh bahwa Al-Qur'an adalah sihir yang berbentuk syair, dan Muhammad itu adalah tukang sihir yang menyihir orang dengan ucapan-ucapan yang berbentuk syair.\n\nDalam ayat yang lain, diterangkan bahwa sebab-sebab yang mendorong orang musyrikin tidak mau mengakui kebenaran Al-Qur'an sekalipun hati mereka sendiri telah mengakuinya, ialah kefanatikan mereka terhadap kepercayaan nenek moyang mereka. Allah berfirman:\n\nBahkan mereka berkata, \"Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.\" (az-Zukhruf/43: 22).\n\nDi samping kefanatikan kepada ajaran nenek moyang, mereka juga khawatir akan kehilangan kedudukan sebagai pemimpin suku atau kabilah, jika mereka menyatakan isi hati mereka yang sebenarnya terhadap kebenaran risalah Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 4518, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d6 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0641\u0650\u064a\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Am yaqooloonaf taraahu qul inif taraituhoo falaa tamlikoona lee minal laahi shai'an Huwa a'lamu bimaa tufeedoona feehi kafaa bihee shaheedam bainee wa bainakum wa Huwal Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "Or do they say, \"He has invented it?\" Say, \"If I have invented it, you will not possess for me [the power of protection] from Allah at all. He is most knowing of that in which you are involved. Sufficient is He as Witness between me and you, and He is the Forgiving the Merciful.\"", "id": "Bahkan mereka berkata, “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur'an).” Katakanlah, “Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tidak kuasa sedikit pun menghindarkan aku dari (azab) Allah. Dia lebih tahu apa yang kamu percakapkan tentang Al-Qur'an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dengan kamu. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4518", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4518.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4518.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan mereka orang-orang musyrik itu menuduh Nabi Muhammad seraya berkata, “Dia, Nabi Muhammad telah mengada-adakannya yakni Al-Qur’an.” Allah memerintahkan Nabi agar menjawab tuduhan itu dengan firman-Nya. Katakanlah, “Jika aku mengada-adakannya, jika aku berdusta dalam apa yang aku nyatakan bahwa Al-Qur’an itu wahyu Allah maka kamu wahai orang-orang musyrik tidak kuasa sedikit pun menghindarkan aku dari azab Allah yang sangat dahsyat yang akan ditimpakan kepadaku. Tetapi Allah tidak akan menimpakan azab kepadaku karena sedikitpun aku tidak menyatakan kebohongan terhadap Al-Qur’an. Dia lebih tahu dari siapa pun apa yang kamu per-cakapkan tentang Al-Qur’an itu, yakni kedengkian kamu terhadap Al-Qur’an dan tuduhan kamu bahwa aku telah mengada-adakannya. Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dengan kamu. Dia menjadi saksi bahwa apa yang aku nyatakan adalah benar dan apa yang kamu tuduhkan terhadap Al-Qur’an adalah kebohongan. Dia Maha Pengampun, terhadap hamba-Nya yang mau bertobat, lagi Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang taat kepadaNya.", "long": "Di samping menuduh Muhammad saw sebagai tukang sihir, orang-orang musyrik itu juga menuduh beliau sebagai orang yang suka mengada-ada dan mengatakan yang bukan-bukan tentang Allah. Karena itu, Allah memerintahkan kepada Muhammad saw untuk membantah tuduhan itu dengan mengatakan, \"Seandainya aku berdusta dengan mengada-ada atau mengatakan yang bukan-bukan tentang Allah, seperti jika aku bukanlah seorang rasul, tetapi aku mengatakan bahwa aku adalah seorang rasul Allah yang diutus-Nya kepadamu untuk menyampaikan agama-Nya, tentulah Allah menimpakan azab yang sangat berat kepadaku, dan tidak seorang pun di bumi ini yang sanggup menghindarkan aku dari azab itu. Mungkinkah aku mengada-adakan sesuatu dan mengatakan yang bukan-bukan tentang Allah dan Al-Qur'an, dan menjadikan diriku sebagai sasaran azab Allah, padahal tidak seorang pun yang dapat menolongku daripadanya?\" Allah berfirman:\n\nDan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya. Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya). (al-haqqah/69: 44-47).\n\nPada akhir ayat ini, Rasulullah saw menegaskan kepada orang-orang musyrik bahwa Allah Maha Mengetahui segala tindakan, perkataan, dan celaan mereka terhadap Al-Qur'an, misalnya mengatakan Al-Qur'an itu sihir, syair, suatu kebohongan, dan sebagainya; karena itu Dia akan memberi pembalasan yang setimpal. Nabi Muhammad mengatakan bahwa cukup Allah yang menjadi saksi tentang kebenaran dirinya menyampaikan agama Allah kepada mereka. Allah pula yang akan menjadi saksi tentang keingkaran serta sikap mereka yang menolak kebenaran.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad mengatakan kepada orang-orang musyrik bahwa meskipun mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, serta terhadap Al-Qur'an, namun pintu tobat tetap terbuka bagi mereka. Allah akan menerima tobat mereka asalkan mereka benar-benar bertobat kepada-Nya dengan tekad tidak akan durhaka lagi kepada-Nya, dan tidak akan melakukan perbuatan dosa yang lain. Allah mau menerima tobat mereka karena Ia Maha Pengampun dan tetap memberi rahmat kepada orang-orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4519, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u0628\u0650\u062f\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qul maa kuntu bid'am minal Rusuli wa maaa adreee ma yuf'alu bee wa laa bikum in attabi'u illaa maa yoohaaa ilaiya ya maaa ana illaa nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"I am not something original among the messengers, nor do I know what will be done with me or with you. I only follow that which is revealed to me, and I am not but a clear warner.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan terhadapmu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku hanyalah pemberi peringatan yang menjelaskan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4519", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4519.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4519.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara rasul-rasul yang diutus untuk menjelaskan wahyu Allah kepada umat manusia, dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku di dunia dan apa yang akan diperbuat terhadapmu, apakah akan menimpakan azab kepadamu atau menunda sampai datangnya hari Kiamat. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, yakni Al-Qur’an, dan aku hanyalah pemberi peringatan kepada umat manusia dari azab Allah dan yang menjelaskan ajaran-ajaran-Nya yang harus dipatuhi agar mereka selamat dari azab itu.", "long": "Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan bahwa ia bukanlah yang pertama di antara para rasul. Seperti telah disebutkan dalam keterangan kosakata, bid' artinya sesuatu yang baru, atau barang yang baru pertama kali adanya. Jika kaum musyrik mengingkari kerasulan Muhammad padahal sebelumnya telah banyak rasul Allah sejak Nabi Adam sampai Nabi Isa, maka sikap ingkar serupa itu sangat aneh dan perlu dipertanyakan karena diutusnya Muhammad sebagai rasul sesungguhnya bukan yang pertama di antara para rasul. Sebelum Nabi Muhammad, Allah telah mengutus banyak nabi dan rasul pada setiap zaman dan tempat yang berbeda. Pengutusan para nabi oleh Allah untuk memberi petunjuk kepada manusia adalah pengalaman universal umat manusia, bukan hanya untuk memperbaiki keadaan kaum musyrik Mekah. Jadi diutusnya Muhammad untuk mengemban misi risalah, bukanlah sesuatu yang baru sama sekali.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan agar Rasulullah menyampaikan kepada orang-orang musyrik bahwa ia tidak mengetahui sedikit pun apa yang akan dilakukan Allah terhadap dirinya dan mereka di dunia ini, apakah ia harus meninggalkan negeri ini dan hijrah ke negeri lain seperti yang telah dilakukan nabi-nabi terdahulu, ataukah ia akan mati terbunuh seperti nabi-nabi lain yang mati terbunuh. Ia juga tidak mengetahui apa yang akan ditimpakan kepada kaumnya. Semuanya itu hanya diketahui oleh Allah yang Maha Mengetahui. Rasulullah saw menegaskan kembali bahwa walaupun Allah telah berjanji akan memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin dan akan mengalahkan orang-orang kafir, memasukkan kaum Muslimin ke dalam surga dan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka, namun ia sedikit pun tidak mengetahui kapan hal itu akan terjadi.\n\nDari ayat ini dapat diambil kesimpulan bahwa hanya Allah saja yang mengetahui segala yang gaib. Para rasul dan para nabi tidak mengetahuinya, kecuali jika Allah memberitahukannya. Karena itu, ayat ini membantah dengan tegas kepercayaan yang menyatakan bahwa para wali mengetahui yang gaib, mengetahui apa yang akan terjadi. Rasulullah saw sendiri sebagai utusan Allah mengakui bahwa ia tidak mengetahui hal-hal yang gaib, apalagi para wali yang tingkatnya jauh di bawah tingkat para rasul.\n\nDalam hadis riwayat Imam al-Bukhari dan imam-imam yang lain: \n\nDari Ummul 'Ala', ketika 'Utsman bin Madz'un meninggal dunia aku berdoa semoga Allah merahmatimu hai Abu al Saib, sungguh Allah telah memuliakanmu. Maka Rasulullah menegur; Dari mana engkau mengetahui bahwa Allah telah memuliakannya? Adapun dia sendiri telah mendapat keyakinan dari Tuhannya dan aku benar-benar mengharapkan kebaikan baginya. Demi Allah, aku tidak mengetahui, padahal aku Rasul Allah, apakah yang akan diperbuat Allah terhadap diriku, begitu pula terhadap diri kamu semua\". Ummul 'Ala' berkata: \"Demi Allah semenjak itu aku tidak pernah lagi mensucikan (memuji) orang buat selama-lamanya. (Riwayat al-Bukhari)\n\nDari keterangan di atas jelas bahwa Rasulullah sendiri tidak mengetahui hal yang gaib. Beliau tidak mengetahui apakah sahabatnya 'Utsman bin Madz'un yang telah meninggal itu masuk surga atau masuk neraka. Namun, beliau berdoa agar sahabatnya itu diberi rahmat oleh Allah. Hal ini juga berarti bahwa tidak seorang pun yang dapat meramalkan sesuatu tentang seseorang yang baru meninggal. Rasulullah saw sendiri tidak mengetahui, apalagi seorang wali atau seorang ulama. Jika ada seorang wali menyatakan bahwa dia mengetahui yang gaib, maka pernyataan itu adalah bohong belaka. Rasulullah menjadi marah mendengar orang-orang yang menerka-nerka nasib seseorang yang meninggal dunia sebagaimana tersebut dalam hadis di atas.\n\nAyat ini memberikan petunjuk kepada kita tentang sikap yang baik dalam menghadapi atau melayat salah seorang teman yang meninggal dunia. Petunjuk itu adalah agar kita mendoakan dan jangan sekali-kali meramalkan nasibnya, karena yang mengetahui hal itu hanyalah Allah.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memerintahkan agar Rasulullah menegaskan keadaan dirinya yang sebenarnya untuk menguatkan apa yang telah disampaikannya. Dia diperintahkan agar mengatakan kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa tidak ada sesuatu pun yang diikutinya, selain Al-Qur'an yang diwahyukan Allah kepadanya, dan tidak ada suatu apa pun yang diada-adakannya. Semuanya berasal dari Allah Yang Mahakuasa. Ia hanyalah seorang pemberi peringatan yang diutus Allah untuk menyampaikan peringatan kepada mereka agar menjaga diri dari siksa dan murka Allah. Nabi saw juga menegaskan bahwa ia telah menyampaikan kepada mereka bukti-bukti kuat tentang kebenaran risalahnya. Ia bukan malaikat, sehingga ia tidak dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 4520, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 438, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul ara'aytum in kaana min 'indil laahi wa kafartum bihee wa shahida shaahidum mim Banee Israaa'eela 'alaa mislihee fa aamana wastak bartum innal laaha laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if the Qur'an was from Allah, and you disbelieved in it while a witness from the Children of Israel has testified to something similar and believed while you were arrogant...?\" Indeed, Allah does not guide the wrongdoing people.", "id": "Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, bagaimana pendapatmu jika sebenarnya (Al-Qur'an) ini datang dari Allah, dan kamu mengingkarinya, padahal ada seorang saksi dari Bani Israil yang mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur'an lalu dia beriman, kamu menyombongkan diri. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4520", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4520.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4520.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Terangkanlah kepadaku, bagaimana pendapatmu jika sebenarnya Al-Qur’an yang kusampaikan kepadamu ini datang dari Allah, dan kamu mengingkarinya dengan menuduh bahwa aku telah mengada-adakannya, padahal ada seorang saksi dari Bani Israil yang mengakui kebenaran yang serupa dengan yang disebut dalam Al-Qur’an, yakni wahyu Allah yang disebut dalam kitab Taurat dan kitab-kitab sebelumnya yang mengajarkan tentang tauhid, hari akhir dan ajaran-ajaran lainnya yang serupa dengan ajaran Al-Qur’an lalu dia beriman kepada apa yang tertulis di dalamnya, sedangkan kamu menyombongkan diri, tidak percaya kepada ajaran serupa itu yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim, disebabkan keengganan mereka untuk menerima petunjuk-Nya.", "long": "Allah memerintahkan kepada rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang musyrik bagaimana pendapat mereka seandainya terbukti bahwa Al-Qur'an itu benar-benar dari Allah. Dengan kenyataan bahwa tidak seorang pun dapat menandinginya, terbukti bahwa Al-Qur'an itu bukan sihir dan bukan pula diada-adakan, sebagaimana yang mereka tuduhkan. Namun demikian, mereka tetap mendustakan dan mengingkarinya, sedangkan ada di antara Bani Israil yang lebih tahu dan berpengalaman serta lebih pintar daripada mereka, tetapi tetap mengakui kebenarannya. Apakah yang akan diperbuat Tuhan terhadap mereka? Bukankah Tuhan akan mengazab mereka karena keingkaran dan kesombongan itu. Dia tidak akan memberi petunjuk kepada mereka sehingga mereka semua menjadi orang yang paling sesat di dunia ini.\n\nYang dimaksud dengan seorang saksi yang berasal dari Bani Israil ialah 'Abdullah bin Salam, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh at-Tirmidhi, Ibnu Jarir, dan Ibnu Mardawaih dari 'Abdullah bin Salam sendiri. Ia menyatakan:\n\n\"Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an tentang diriku. Diturunkan tentang diriku ayat : wa syahida syahidun min Bani Israil 'ala mitslihi, dan ayat: Qul kafa billahi syahidan baini wa bainakum wa man 'indahu 'ilmul kitab.\" (Riwayat at-Tirmidhi)\n\nPernyataan 'Abdullah bin Salam ini dikuatkan oleh hadis Rasulullah saw: \n\nDari Sa'ad bin Abi Waqqas, ia berkata, \"Aku belum pernah mendengar Rasulullah saw mengatakan kepada seorang yang ada di muka bumi bahwa ia termasuk ahli surga, kecuali kepada 'Abdullah bin Salam; dan berhubungan dengan dirinya turun ayat: \"Wa syahida syahidun min bani Isra'ila 'ala mitslihi.\" (Riwayat al-Bukhari)\n\n'Abdullah bin Salam adalah seorang Yahudi penduduk kota Medinah. Ia mempelajari dan memahami dengan baik isi Taurat yang menyebutkan akan datang nanti nabi dan rasul terakhir yang berasal dari Nabi Ibrahim, dan dari jalur Nabi Ismail, di Jazirah Arab, yang membawa Al-Qur'an sebagai kitab yang diturunkan Allah kepadanya. Setelah Rasulullah saw hijrah ke Medinah, 'Abdullah memperhatikan sifat-sifat Rasulullah dan ajaran yang disampaikannya berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepadanya.\n\nIa mengamati sikap Rasulullah terhadap sesama manusia dan sikap para pengikutnya yang telah mendalami agama baru itu. Akhirnya ia berkesimpulan bahwa Rasulullah dan ajaran agama yang dibawanya itu mempunyai ciri yang sama dengan yang diisyaratkan Taurat yang telah dipelajari dan diamalkannya. Demikian pula sifat-sifat para pengikut agama baru itu. Oleh karena itu, ia menyatakan diri masuk Islam dan menjadi pengikut Rasulullah saw.\n\nDengan demikian, dapat dipahami bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani yang benar-benar mengikuti dan meyakini Taurat dan Injil, pasti akan sampai kepada kesimpulan bahwa Al-Qur'an itu benar-benar dari Allah dan Muhammad saw itu benar-benar utusan-Nya sebagaimana yang telah dilakukan oleh 'Abdullah bin Salam.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa orang-orang musyrik sebenarnya adalah orang-orang yang sombong dan mengingkari ayat-ayat Allah. Oleh karena itu, mereka telah menganiaya diri sendiri. Akibat sikap dan tindakan seperti itu, Allah tidak lagi memberikan petunjuk kepada mereka. Hal ini sesuai dengan sunatullah bahwa Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada setiap orang zalim. Mereka mendapat kemurkaan Allah di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4521, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0641\u0652\u0643\u064c \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaalal lazeena kafaroo lillazeena aamanoo law kaana khairam maa sabaqoonaaa ilyh; wa iz lam yahtadoo bihee fasa yaqooloona haazaaa ifkun qadeem" } }, "translation": { "en": "And those who disbelieve say of those who believe, \"If it had [truly] been good, they would not have preceded us to it.\" And when they are not guided by it, they will say, \"This is an ancient falsehood.\"", "id": "Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Sekiranya Al-Qur'an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.” Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, “Ini adalah dusta yang lama.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4521", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4521.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4521.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya berkata kepada orang-orang yang beriman, “Sekiranya keimanan kepada Al-Qur’an itu sesuatu yang baik, lebih baik dari tradisi yang kami dapati dari nenek moyang kami tentu mereka orang-orang yang beriman yang miskin dan rendah kedudukan sosialnya tidak pantas mendahului kami, orang-orang yang kaya lagi tinggi kedudukan sosialnya beriman kepadanya, yakni kepada Al-Qur’an.” Tetapi disebabkan oleh karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, Ini adalah dusta yang lama.” Mereka mengingkari Al-Qur’an dan mengatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya hanyalah dongeng masa lalu yang berisi kebohongan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa perkataan orang-orang musyrik Mekah tentang Al-Qur'an dan orang-orang yang beriman tidak benar. Perkataan itu mereka ucapkan karena beberapa orang yang mereka anggap miskin, bodoh, dan rendah derajatnya seperti 'Ammar, Suhaib, Ibnu Mas'ud, Bilal, Khabbab, dan lain-lain telah masuk Islam. Menurut mereka, sesuatu yang benar dan datang dari Tuhan itu harus diakui kebenarannya oleh para bangsawan, orang kaya, orang terpandang dan para pembesar. Itulah ukuran kebenaran menurut mereka. Apabila kebenaran itu hanya diakui oleh orang-orang yang rendah derajatnya, miskin, dan rakyat jelata saja, maka kebenaran itu palsu.\n\nPerkataan orang-orang musyrik Mekah itu ialah, \"Sekiranya Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad saw mengandung kebajikan, tentulah kita orang-orang terpandang, bangsawan, dan orang-orang terkemuka ini lebih dahulu beriman kepadanya karena lebih mengetahui dan lebih dahulu mengerjakan kebaikan daripada orang-orang yang rendah derajatnya itu. Sekarang, merekalah yang lebih dahulu beriman daripada kita. Hal ini dapat kita jadikan bukti bahwa Al-Qur'an itu tidak ada nilainya dan tidak mengandung kebajikan sedikit pun.\"\n\nQatadah berkata, \"Orang-orang musyrik menyatakan, kami lebih perkasa. Kalau ada suatu kebaikan, tentulah kami yang lebih mengetahuinya. Karena kami yang lebih mengetahui, tentulah kami yang menentukannya. Tidak seorang pun yang dapat mendahului kami dalam hal ini. Sehubungan dengan perkataan mereka itu, turunlah ayat ini.\"\n\nMenurut satu riwayat, ketika kabilah-kabilah Juhainah, Muzainah, Aslam, dan Gifar memeluk agama Islam, Banu 'Amir, Bani Gatafan, dan Banu Asad berkata, \"Seandainya agama Islam itu suatu kebenaran, tentulah kita tidak didahului oleh penggembala-penggembala hewan itu.\"\n\nKarena orang-orang musyrik itu telah terkunci hati, pendengaran, dan penglihatannya oleh kedengkian dan hawa nafsu, maka mereka tidak dapat lagi mengambil petunjuk Al-Qur'an, dan menuduh bahwa Al-Qur'an itu adalah kabar bohong, dongeng orang dahulu, sihir, diada-adakan oleh Muhammad, dan tidak ada artinya sama sekali. Tuduhan orang-orang musyrik itu diterangkan pula dalam firman Allah:\n\nDan orang-orang kafir berkata,\"(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang- orang lain,\" Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar. Dan mereka berkata, \"(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.\" (al-Furqan/25: 4-5)\n\nMenurut ajaran Islam, beriman dan bertakwanya seseorang tidak berhubungan dengan status orang itu apakah ia kaya atau miskin, bangsawan atau budak, penguasa atau rakyat jelata, dan berilmu atau tidak berilmu. Setiap orang, apa pun jenis bangsa, warna kulit, dan tingkatannya dalam masyarakat dapat menjadi seorang muslim yang beriman dan bertakwa karena pokok iman dan takwa itu adalah kebersihan hati, keinginan mencari kebenaran yang hakiki, dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu. Dalam sebuah hadis disebutkan: \n\nKetahuilah bahwa dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah. Apabila baik, baik pula seluruh tubuh, dan apabila rusak, rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari an-Nu'man bin Basyir)" } } }, { "number": { "inQuran": 4522, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0645\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064c \u0644\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min qablihee kitaabu Moosaaa imaamanw-wa rahmah; wa haazaa Kitaabum musad diqul lisaanan 'Arabiyyal liyunziral lazeena zalamoo wa bushraa lilmuhsineen" } }, "translation": { "en": "And before it was the scripture of Moses to lead and as a mercy. And this is a confirming Book in an Arabic tongue to warn those who have wronged and as good tidings to the doers of good.", "id": "Dan sebelum (Al-Qur'an) itu telah ada Kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan (Al-Qur'an) ini adalah Kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4522", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4522.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4522.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebelum turunnya Al-Qur’an telah ada Kitab Musa, yaitu Kitab Taurat, sebagai imam, yakni petunjuk atau teladan dan rahmat bagi orang-orang Bani Isra’il yang beriman. Dan Al-Qur’an ini, adalah Kitab yang membenarkan kandungannya, yang tersusun dalam dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim yang berbuat aniaya kepada dirinya dengan menyekutukan Tuhan dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang senantiasa berbuat baik bahwa mereka akan masuk surga dan kekal di dalamnya selama-lamanya.", "long": "Ayat ini menolak tuduhan orang-orang musyrik terhadap Al-Qur'an dan membuktikan kebenarannya dengan mengatakan, \"Hai orang-orang kafir, kamu semua telah menyaksikan bahwa Allah telah menurunkan Taurat yang mengandung pokok-pokok agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan sebagai rahmat bagi Bani Israil. Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa mengisyaratkan kedatangan Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir yang membawa Al-Qur'an yang berbahasa Arab, membenarkan kitab-kitab terdahulu yang diturunkan Allah agar dengan kitab itu ia memperingatkan semua manusia, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang mengamalkan isinya, dan memperingatkan bahwa azab serta ancaman Allah akan menimpa orang-orang yang ingkar kepadanya.\"\n\nSekalipun kitab Taurat yang ada sekarang telah banyak dinodai oleh tangan manusia, masih banyak terdapat ayat-ayat yang mengisyaratkan kedatangan Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir yang paling sempurna. Hal ini dapat dibaca dalam kitab Kejadian 13: 2, 3 ; 15; 16: 10, 12 dan masih banyak lagi. Dalam kitab Kejadian 21: 13, diterangkan kedatangan nabi yang paling besar dari keturunan Nabi Ismail, \"Maka anak sahayamu itu pun akan aku jadikan suatu bangsa karena ia pun dari benihmu.\"\n\nDemikian juga dalam Kejadian 21: 13, \"Bangunlah engkau, angkatlah budak itu, sokonglah dia karena aku hendak menjadikan dia suatu bangsa yang besar.\"\n\nJuga dalam kitab Kejadian 17: 20, \"Maka akan hal Ismail itupun telah kululuskan permintaanmu: bahwa sesungguhnya Aku telah memberkati akan dia dan membiarkan dia dan memperbanyak dia amat sangat dan dua belas orang raja akan berpencar daripadanya dan Aku akan menjadikan dia satu bangsa yang besar.\"\n\nSudah tentu yang dimaksud ayat-ayat Taurat di atas adalah Nabi Muhammad. Nabi Musa dalam kitab Ulangan 18: 17-22 juga telah menyatakan kedatangan Nabi Muhammad saw: \n\nMaka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku (Musa). Benarlah kata mereka itu (Bani Israil). Bahwa Aku (Allah) akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya (yaitu dari Bani Ismail) yang seperti engkau (hai Musa), dan aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan dia akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia.\n\nBahwa sesungguhnya barang siapa yang tiada mau mendengar akan segala firman-Ku yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku, niscaya Aku menurut orang itu kelak.\n\nTetapi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan nama-Ku, yang tiada Kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa. Nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.\n\nMaka jikalau kamu kira berkata dalam hatimu demikian: Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya.\n\nBahwa jikalau Nabi itu berkata demi nama Tuhan lalu orang dikatakannya tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka Nabi itu pun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.\n\nDalam ayat-ayat Taurat yang enam di atas terdapat beberapa isyarat yang dapat dijadikan dalil untuk menyatakan nubuat tentang Nabi Muhammad. Dari perkataan \"seorang nabi dari antara segala saudaranya\" menunjukkan bahwa orang yang dinubuatkan oleh Tuhan itu akan datang dari saudara-saudara Bani Israil, bukan dari Bani Israil sendiri. Adapun saudara-saudara Bani Israil itu ialah Bani Ismail (bangsa Arab) sebab Ismail adalah saudara tua dari Ishak, bapak dari Israil (Yakub). Dan Nabi Muhammad saw jelas berasal dari keturunan Ismail.\n\nKemudian kalimat \"Yang seperti engkau\" memberi pengertian bahwa nabi yang akan datang itu haruslah yang seperti Nabi Musa, maksudnya, nabi yang membawa agama baru seperti Musa. Seperti diketahui, Nabi Muhammad itulah yang membawa syariat baru (agama Islam) yang juga berlaku untuk Bani Israil.\n\nLalu diterangkan lagi bahwa Nabi itu tidak sombong dan tidak akan mati dibunuh. Muhammad saw, seperti dimaklumi, bukanlah orang yang sombong, baik sebelum menjadi nabi maupun setelah menjadi nabi. Sebelum menjadi nabi beliau sudah disenangi masyarakatnya terbukti dengan gelar al-Amin artinya \"orang terpercaya\". Kalau beliau sombong, tentulah beliau tidak akan diberi gelar yang amat terpuji itu. Sesudah menjadi nabi, beliau justru lebih ramah.\n\nUmat Nasrani mengakui nubuat itu kepada Nabi Isa di samping mereka mengakui pula bahwa Isa mati terbunuh. Hal ini jelas bertentangan dengan ayat nubuat itu sendiri, sebab nabi yang dimaksud itu haruslah tidak mati terbunuh (tersalib atau sebab lain).\n\nItulah penegasan-penegasan yang diberikan para nabi sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. Semuanya diketahui oleh orang-orang kafir Mekah yang mengingkari kenabian Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 4523, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena qaaloo Rabbunal laahu summas taqaamoo falaa khawfun 'alaihim wa laahum yahzanoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have said, \"Our Lord is Allah,\" and then remained on a right course - there will be no fear concerning them, nor will they grieve.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4523", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4523.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4523.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami, pemelihara kami, adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqàmah bersungguh-sungguh meneguhkan pendirian mereka dengan melaksanakan tuntunan Allah, maka tidak ada rasa khawatir, tidak ada rasa takut pada mereka berkaitan dengan apa yang akan terjadi bagaimana pun dahsyatnya, dan tidak pula mereka bersedih hati apa pun keadaan yang dialami. Kelak di akhirat, mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, yaitu orang-orang yang mengakui dan mengatakan, \"Tuhan kami adalah Allah\", kemudian ia istikamah, yakni tetap dalam pengakuan itu, tidak dicampuri sedikit pun dengan perbuatan-perbuatan syirik. Orang tersebut konsisten mengikuti garis yang telah ditentukan agama, mengikuti perintah Allah dengan sebenar-benarnya, dan menjauhi larangan-Nya. Maka orang yang semacam itu tidak ada suatu kekhawatiran dalam diri mereka di hari Kiamat, karena Allah menjamin keselamatan mereka. Mereka tidak perlu bersedih terhadap apa yang mereka tinggalkan di dunia setelah wafat, begitu juga terhadap sesuatu yang luput dan hilang dari mereka selama hidup di dunia itu serta tidak ada penyesalan sedikit pun pada diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4524, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 26, "page": 503, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika Ashabul Jannati khaalideena feehaa jazaaa'am bimaa kaano ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Those are the companions of Paradise, abiding eternally therein as reward for what they used to do.", "id": "Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4524", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4524.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4524.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kelak di akhirat, mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah kemudian istikamah dalam keimanannya dengan melaksanakan ibadah dan perintah-perintah Allah, tetap bertawakal, dan menghindari larangan-larangan-Nya, akan memperoleh kebahagiaan abadi di akhirat, yaitu menjadi penghuni surga dan kekal di dalamnya. Bagi mereka disediakan berbagai kenikmatan di surga, sebagai balasan atas amal saleh mereka di dunia.\n\nSikap istikamah setelah beriman dan melaksanakan ibadah kepada Allah merupakan hal yang penting dan sangat terpuji, sebagaimana hadis Nabi saw yang memerintahkan kepada kita semua:\n\nKatakanlah, \"Aku beriman kepada Allah,\" lalu beristikamahlah. (Riwayat Muslim dari Sufyan bin 'Abdullah ats-saqafi)" } } }, { "number": { "inQuran": 4525, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 26, "page": 504, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0623\u064f\u0645\u0651\u064f\u0647\u064f \u0643\u064f\u0631\u0652\u0647\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0643\u064f\u0631\u0652\u0647\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0645\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0641\u0650\u0635\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0623\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064b \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u0650\u0639\u0652\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064e \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062a\u064f\u0628\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa wassainal insaana biwaalidaihi ihsaanan hamalathu ummuhoo kurhanw-wa wada'athu kurhanw wa hamluhoo wa fisaaluhoo salaasoona shahraa; hattaaa izaa balagha ashuddahoo wa balagho arba'eena sanatan qaala Rabbi aqzi'neee an ashkura ni'matakal lateee an'amta 'alaiya wa 'alaa waalidaiya wa an a'mala saalihan tardaahu wa aslih lee fee zurriyyatee innee tubtu ilaika wa innee minal muslimeen" } }, "translation": { "en": "And We have enjoined upon man, to his parents, good treatment. His mother carried him with hardship and gave birth to him with hardship, and his gestation and weaning [period] is thirty months. [He grows] until, when he reaches maturity and reaches [the age of] forty years, he says, \"My Lord, enable me to be grateful for Your favor which You have bestowed upon me and upon my parents and to work righteousness of which You will approve and make righteous for me my offspring. Indeed, I have repented to You, and indeed, I am of the Muslims.\"", "id": "Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4525", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4525.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4525.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami telah mewasiatkan, yakni telah perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan kebaikan yang sempurna. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung sampai menyapihnya yang sempurna adalah selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia, sang anak itu telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, merupakan usia yang menunjukkan kesempurnaan bagi perkembangan jasmani dan rohani manusia, maka dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan berilah aku kemampuan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir turun temurun sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau atas segala dosa-dosaku dan sungguh, aku termasuk orang muslim, yang tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah.", "long": "Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Abu Bakar. Beliau termasuk orang yang beruntung karena beliau termasuk sahabat yang paling dekat dengan Nabi saw. Salah satu putri beliau, yaitu 'Aisyah, adalah istri Rasulullah saw, dan kedua orang tuanya yaitu Abu Quhafah dan Ummul Khair binti Shakhar bin Amir telah masuk Islam, demikian pula anak-anak beliau yang lain dan saudara-saudaranya. Beliau bertobat, bersyukur, dan berdoa kepada Allah karena memperoleh nikmat yang tiada tara.\n\nAllah memerintahkan agar semua manusia berbuat baik kepada ibu-bapaknya, baik ketika keduanya masih hidup maupun telah meninggal dunia. Berbuat baik ialah melakukan semua perbuatan yang baik sesuai dengan perintah agama. Berbuat baik kepada orang tua ialah menghormatinya, memelihara, dan memberi nafkah apabila ia sudah tidak mempunyai penghasilan lagi. Sedangkan berbuat baik kepada kedua orang tua setelah meninggal dunia ialah selalu mendoakannya kepada Allah agar diberi pahala dan diampuni segala dosanya. Berbuat baik kepada kedua orang tua termasuk amal yang tinggi nilainya di sisi Allah, sedangkan durhaka kepadanya termasuk perbuatan dosa besar.\n\nAnak merupakan penerus kehidupan bagi kedua orang tuanya, cita-cita atau perbuatan yang tidak dapat dilakukan semasa hidupnya diharapkan dapat dilanjutkan oleh anaknya. Oleh karena itu, anak juga merupakan harapan orang tuanya, bukan saja harapan sewaktu ia masih hidup, tetapi juga harapan setelah meninggal dunia. Dalam hadis Rasulullah saw, diterangkan bahwa di antara amal yang tidak akan putus pahalanya diterima oleh manusia sekalipun ia telah meninggal dunia ialah doa dari anak-anaknya yang saleh yang selalu ditujukan untuk orang tuanya.\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nApabila manusia meninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDari hadis ini dapat dipahami bahwa orang tua hendaklah mendidik anaknya agar menjadi orang yang taat kepada Allah, suka beramal saleh, melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya. Pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, misalnya dengan pendidikan di sekolah, pendidikan di rumah, memberikan contoh yang baik, dan sebagainya. Hanya anak-anak yang saleh yang taat kepada Allah dan suka beramal saleh, yang dapat berbakti dan berdoa untuk orang tuanya.\n\nPada ayat ini, Allah menerangkan secara khusus mengapa orang harus berbuat baik kepada ibunya. Pengkhususan itu menunjukkan bahwa ketika anak akan berbuat baik kepada orang tuanya, ibu harus didahulukan daripada ayah. Sebab perhatian, pengorbanan, dan penderitaan ibu lebih besar dan lebih banyak dalam memelihara dan mendidik anak dibandingkan dengan perhatian, pengorbanan, dan penderitaan yang dialami oleh ayah. Di antara pengorbanan, perhatian, dan penderitaan ibu ialah:\n\n1. Ibu mengandung anak dalam keadaan penuh cobaan dan penderitaan. Semula dirasakan kandungan itu ringan, sekalipun telah mulai timbul perubahan-perubahan dalam dirinya, seperti makan tidak enak, perasaan gelisah, kadang-kadang mual, muntah, dan sebagainya. Semakin lama kandungan itu semakin berat. Bertambah berat kandungan itu bertambah berat pula cobaan yang ditanggung ibu, sampai saat-saat melahirkan. Hampir-hampir cobaan itu tidak tertanggungkan lagi, serasa nyawa akan putus.\n\n2. Setelah anak lahir, ibu memelihara dan menyusuinya. Masa mengandung dan menyusui ialah 30 bulan. Ayat Al-Qur'an menerangkan bahwa masa menyusui yang paling sempurna ialah dua tahun. Allah berfirman:\n\nDan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. (al-Baqarah/2: 233)\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa masa menyusui dan hamil adalah 30 bulan. Hal ini berarti bahwa ibu harus menumpahkan perhatiannya selama masa hamil dan menyusui, yaitu 30 bulan. \n\nSehubungan dengan ayat ini, ada riwayat yang mengatakan bahwa seorang wanita melahirkan dalam masa kandungan enam bulan. Maka perkara itu diajukan kepada 'Utsman bin 'Affan, khalifah waktu itu. 'Utsman bermaksud melakukan hukum had (merajam) karena wanita itu disangka telah berbuat zina lebih dahulu sebelum melakukan akad nikah. Maka 'Ali bin Abi thalib mengemukakan pendapat kepada 'Utsman dengan berkata, \"Allah swt menyatakan bahwa masa menyusui itu dua tahun (24 bulan), dan dalam ayat ini dinyatakan bahwa masa mengandung dan masa menyusui 30 bulan. Hal ini berarti bahwa masa hamil itu paling kurang 6 bulan. Berarti wanita tidak dapat dihukum rajam karena ia melahirkan dalam masa hamil yang ditentukan ayat.\" Mendengar itu, 'Utsman bin 'Affan mengubah pendapatnya semula dan mengikuti pendapat 'Ali bin Abi thalib. \n\nIbnu 'Abbas berkata, \"Apabila seorang wanita mengandung selama sembilan bulan, ia cukup menyusui anaknya selama 21 bulan, apabila ia mengandung 7 bulan, cukup ia menyusui anaknya 23 bulan, dan apabila ia mengandung 6 bulan ia menyusui anaknya selama 24 bulan.\n\nOleh karena itu, maka amat bijaksana kalau seorang anak disusui dengan air susu ibu (ASI), sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan sesuai pula dengan tuntunan ilmu kedokteran, kecuali kalau karena keadaan terpaksa bisa diganti dengan susu produk lain.\n\n3. Ibulah yang paling banyak berhubungan dengan anak dalam memelihara dan mendidiknya, sampai anaknya sanggup mandiri. Kewajiban ibu memelihara dan mendidik anaknya itu tidak saja selama ibu terikat dengan perkawinan dengan bapak si anak, tetapi juga pada saat ia telah bercerai dengan bapak si anak. \n\nKecintaan dan rasa sayang ibu terhadap anaknya adalah ketentuan dari Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. (Luqman/31: 14)\n\nSehubungan dengan persoalan di atas, Rasulullah saw menjawab pertanyaan seorang sahabat dalam salah satu hadis:\n\nDari Bahz bin hakim dari bapaknya dari kakeknya, mudah-mudahan Allah meridainya, ia berkata, \"Aku berkata, 'Ya Rasulullah, kepada siapa aku berbakti? Rasulullah menjawab, 'Kepada ibumu. Aku berkata, 'Kemudian kepada siapa? Jawab Rasulullah, 'Kepada ibumu. Aku berkata, 'Kemudian kepada siapa? Jawab Rasulullah, 'Kepada ibumu. Aku berkata, 'Kemudian kepada siapa? Rasulullah berkata, 'Kepada ayahmu, kemudian kepada karibmu yang paling dekat, lalu yang paling dekat.\" (Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidhi) \n\nAdapun tanggung jawab ayah sebagai orang tua adalah sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab memelihara, memberi nafkah, dan menjaga ketenteraman dan keharmonisan keluarga. Ayah sebagai pemimpin keluarga dapat membagi tugas-tugas kepada istri, anak-anak yang lebih tua, maupun anggota-anggota keluarga lain yang tinggal dalam keluarga tersebut. Tanggung jawab spiritual sebagai ayah ialah membawa keluarga pada kedekatan kepada Allah, melaksanakan ibadah dengan benar dan melahirkan generasi baru, sebagaimana firman Allah:\n\nDan orang-orang yang berkata, \"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.\" (al-Furqan/25: 74)\n\nAyat ini menerangkan sikap yang baik dari seorang anak kepada orang tuanya yang telah mengasuhnya sejak kecil sampai dewasa, pada saat-saat orang tuanya itu telah berusia lanjut, lemah, dan pikun. Waktu itu si anak telah berumur sekitar 40 tahun, ia berdoa, \"Wahai Tuhanku, berilah aku bimbingan dan petunjuk untuk mensyukuri nikmat-Mu yang tiada taranya yang telah engkau berikan kepadaku, baik yang berhubungan dengan petunjuk sehingga aku dapat melaksanakan perintah-Mu dan menghindari larangan-Mu, maupun petunjuk yang telah Engkau berikan kepada kedua orang tuaku sehingga mereka mencurahkan rasa kasih sayangnya kepadaku, sejak aku masih dalam kandungan, waktu aku masih kecil sampai aku dewasa. Wahai Tuhanku, terimalah semua amalku dan tanamkan dalam diriku semangat ingin beramal saleh yang sesuai dengan keridaan-Mu, dan bimbinglah pula keturunanku mengikuti jalan yang lurus; jadikanlah mereka orang yang bertakwa dan beramal saleh.\"\n\nSehubungan dengan ayat ini Ibnu 'Abbas berkata, \"Barang siapa telah mencapai umur 40 tahun, sedangkan perbuatan baiknya belum dapat mengalahkan perbuatan jahatnya, maka hendaklah ia bersiap-siap untuk masuk neraka.\"\n\nPada riwayat yang lain Ibnu 'Abbas berkata, \"Allah telah memperkenankan doa Abu Bakar. Beliau telah memerdekakan sembilan orang budak mukmin di antaranya Bilal dan Amir bin Fuhairah. Beliau tidak pernah bermaksud hendak melakukan suatu perbuatan baik, melainkan Allah menolongnya. Beliau berdoa, \"Wahai Tuhanku, berikanlah kebaikan pada diriku, dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku. Jadikanlah kebaikan dan ketakwaan itu menjadi darah daging bagi keturunanku.\" Allah telah memperkenankan doa beliau. Tidak seorang pun dari anak-anaknya yang tidak beriman kepada Allah; ibu-bapaknya dan anak-anaknya semua beriman. Oleh karena itu, tidak seorang pun di antara sahabat Rasulullah yang memperoleh keutamaan seperti ini.\n\nDiriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibnu Mas'ud dalam Sunan-nya bahwa Rasulullah saw pernah mengajarkan doa berikut ini:\n\nWahai Tuhanku, timbulkanlah rasa kasih sayang dalam hati kami; timbulkanlah perdamaian di antara kami, bimbinglah kami ke jalan keselamatan. Lepaskanlah kami dari kegelapan dan bimbinglah kami menuju cahaya yang terang. Jauhkanlah kami dari segala kekejian baik yang lahir maupun yang batin. Berkatilah kami pada pendengaran kami, pada penglihatan kami, pada hati kami, pada istri-istri kami, pada keturunan kami. Terimalah tobat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Jadikanlah kami orang yang selalu mensyukuri nikmat Engkau serta memuji-Mu, karena pemberian nikmatmu itu dan sempurnakanlah nikmat-Mu itu atas kami. (Riwayat Abu Dawud)" } } }, { "number": { "inQuran": 4526, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 26, "page": 504, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0648\u064e\u0632\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u062f\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena nata qabbalu 'anhum ahsana maa 'amiloo wa natajaawazu 'an saiyiaatihim feee Ashaabil jannati Wa'das sidqil lazee kaanoo yoo'adoon" } }, "translation": { "en": "Those are the ones from whom We will accept the best of what they did and overlook their misdeeds, [their being] among the companions of Paradise. [That is] the promise of truth which they had been promised.", "id": "Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan dan (orang-orang) yang Kami maafkan kesalahan-kesalahannya, (mereka akan menjadi) penghuni-penghuni surga. Itu janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4526", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4526.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4526.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memuji orang-orang yang berbuat baik kepada orang tua dengan menyatakan bahwa mereka itulah orang-orang yang mensyukuri nikmat dan berbuat kebaikan yang Kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan dan kepada mereka kami anugerahkan pahala yang besar sebagai balasan atas amalnya dan mereka itulah orang-orang yang Kami maafkan kesalahan-kesalahannya, maka Kami tidak menimpakan azab atasnya. Kelak di akhirat, mereka akan menjadi penghuni-penghuni surga. Itu janji yang benar dari Allah yang telah dijanjikan melalui para utusan-Nya kepada mereka.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan balasan yang akan diterima oleh orang saleh yang memiliki sifat sebagai anak yang saleh sebagaimana disebutkan pada ayat sebelumnya. Orang-orang yang semacam itu adalah orang-orang yang mempunyai amalan yang paling baik selama ia hidup di dunia menurut pandangan Allah karena keikhlasan, kepatuhan, dan ketaatan mereka melaksanakan agama-Nya. Orang-orang yang seperti itu akan dimaafkan segala kesalahannya karena selalu bertobat kepada-Nya dengan tobat yang sebenarnya. Ia memperoleh surga yang penuh kenikmatan di akhirat.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa balasan yang disebutkan itu adalah datang dari Allah, dan semua yang pernah dijanjikan-Nya, baik janji akan memberi pahala kepada orang-orang yang beriman maupun peringatan akan mengazab orang-orang kafir pasti ditepatinya; tidak satu pun yang akan dimungkiri-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4527, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 26, "page": 504, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0641\u0651\u064d \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0622\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazee qaala liwaali daihi uffil lakumaaa ata'idanineee an ukhraja wa qad khalatil quroonu min qablee wa humaa yastagheesaanil laaha wailaka aamin inna wa'dal laahi haqq, fa yaqoolu maa haazaaa illaaa asaateerul awwaleen" } }, "translation": { "en": "But one who says to his parents, \"Uff to you; do you promise me that I will be brought forth [from the earth] when generations before me have already passed on [into oblivion]?\" while they call to Allah for help [and to their son], \"Woe to you! Believe! Indeed, the promise of Allah is truth.\" But he says, \"This is not but legends of the former people\" -", "id": "Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, “Ah.” Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata), “Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu benar.” Lalu dia (anak itu) berkata, “Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4527", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4527.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4527.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, ketika kedua orang tuanya mengajaknya agar beriman kepada Allah, anaknya itu berkata; “Ah.” Ia tidak mau mengikuti nasihat kedua orang tuanya, lalu anak itu berkata, Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan dari kubur, padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu dan banyak dari mereka tidak mempercayai hari kebangkitan itu?\" Kedua orang tuanya tidak putus asa mengajak anaknya beriman kepada Allah. Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya berkata, “Celaka kamu, berimanlah kepada Allah! Sungguh, janji Allah akan datangnya hari kebangkitan itu benar dan pasti akan terjadi.” Tetapi anak itu tidak percaya, lalu dia berkata kepada kedua orang tuanya, “Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu.”", "long": "Ayat ini menerangkan ancaman Allah kepada orang yang ketika diajak oleh kedua orang tuanya untuk beriman kepada Allah dan hari akhirat, ia berkata, \"Ah, apakah yang bapak-ibu katakan ini; aku tidak senang kepada bapak-ibu yang mengatakan bahwa aku akan dibangkitkan dari kubur dalam keadaan hidup, sesudah aku mati dan hancur luluh bersama tanah. Apakah mungkin daging-daging yang telah hancur luluh bersama tanah dan tulang-belulang yang telah berserakan itu akan dapat kembali dikumpulkan dan menjadi tubuh yang hidup seperti semula? Alangkah aneh dan lucunya kepercayaan itu, wahai kedua orang tuaku. Bukankah telah banyak umat dahulu, sebelum kita, yang telah melakukan semua hal sesuai dengan keinginan mereka? Ada di antara mereka yang mengikuti ajaran rasul-rasul yang telah diutus kepada mereka, dan banyak pula di antara mereka yang mengingkarinya, tetapi tidak seorang pun di antara mereka yang telah dibangkitkan seperti yang ibu dan ayah katakan itu. Seandainya benar yang dikatakan ayah dan ibu itu, tentu kita akan melihat bukti-buktinya sekarang, dan tentu kita akan bertemu dengan nenek moyang kita yang telah mati dahulu.\"\n\nMendengar jawaban anaknya itu, timbullah rasa sedih dan kasihan dalam hati orang tua itu. Mereka merasa sedih karena sikap anaknya yang seakan-akan tidak menghormatinya lagi. Mereka merasa kasihan karena yakin bahwa anaknya itu kelak akan mendapat azab Allah di akhirat. Sekalipun demikian, mereka tidak putus asa untuk menyeru anaknya itu dan memohon kepada Allah Yang Maha Pemurah. Mereka berkata, \"Percayalah wahai anakku, bahwa Allah pasti menepati janji-Nya, dan hendaklah engkau yakin bahwa engkau benar-benar akan dibangkitkan nanti, karena janji Allah adalah janji yang hak, yang pasti ditepati, semoga Allah memberi kamu petunjuk.\"\n\nAllah melarang anak berkata ah kepada ibu dan ayahnya, atau kata-kata lain yang menyakitkan hati orang tuanya, karena keduanya telah berjasa memelihara dan mendidiknya sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan sampai dewasa, sebagaimana firman Allah: \n\nDan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (Luqman/31: 14)\n\nJika orang tua mendidik anaknya untuk beriman kepada Allah dan hari akhir, kemudian sang anak menolak dan mengatakan ah, yang demikian merupakan kedurhakaan yang besar dan kesesatan yang nyata. Pada ayat yang lain disebutkan: \n\nDan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan \"ah\" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (al-Isra'/17: 23)\n\nMenanggapi ajakan kedua orang tuanya, anak itu menjawab dengan sikap melecehkan keduanya dengan mengatakan bahwa ajakan orang tuanya untuk mempercayai Allah dan hari akhir itu hanya dongengan orang dahulu kala. Ia beranggapan kedua orang tuanya telah terpengaruh dongengan bohong sehingga mengakui kebenarannya. Menurutnya, adanya hari kebangkitan adalah suatu kepercayaan yang mustahil akan terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4528, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 26, "page": 504, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u064d \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena haqqa 'alaihimul qawlu feee umamin qad khalat min qablihim minal jinni wal insi innahum kaanoo khaasireen" } }, "translation": { "en": "Those are the ones upon whom the word has come into effect, [who will be] among nations which had passed on before them of jinn and men. Indeed, they [all] were losers.", "id": "Mereka itu orang-orang yang telah pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari (golongan) jin dan manusia. Mereka adalah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4528", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4528.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4528.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itu orang-orang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan dan tidak percaya kepada perhitungan amal baik dan buruk manusia kelak di akhirat telah pasti terkena ketetapan yakni ditimpakan azab atas mereka bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari golongan jin dan manusia yang durhaka kepada Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang rugi yakni celaka di akhirat disebabkan azab dari Tuhan karena kedurhakaannya di dunia.", "long": "Allah mengancam setiap anak yang bersikap seperti yang diterangkan ayat di atas kepada orang tuanya. Mereka pasti akan ditimpa azab di akhirat nanti, mendapat murka dan kemarahan Allah, dan dimasukkan ke dalam neraka yang apinya menyala-nyala, bersama umat-umat dahulu yang mendurhakai Allah, mendustakan para rasul, dan melecehkan kedua orang tuanya, baik mereka dari golongan jin maupun manusia. Dengan demikian, neraka itu akan dipenuhi dengan mereka semua seperti yang dijanjikan oleh Allah.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa jin itu adalah makhluk Allah yang sama kewajibannya dengan manusia. Di antara mereka, ada yang menganut agama Islam seperti kaum Muslimin, dan ada pula yang kafir. Mereka hidup berketurunan dan mati seperti manusia.\n\nAbu hayyan berkata, \"Al-hasan al-Basri berkata dalam suatu halaqah (majlis) pelajaran, \"Jin itu tidak mati.\" Maka Qatadah membantahnya dengan mengemukakan ayat ini. Lalu al-hasan al-Basri terdiam.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan sebab Allah mengazab mereka, jin dan manusia, adalah karena mereka adalah golongan yang merugi. Mereka merugi karena telah menyia-nyiakan fitrah yang telah diberikan Allah kepada mereka. Sejak dalam kandungan, manusia telah diberi Tuhan suatu naluri, yaitu potensi untuk menjadi orang yang beriman. Akan tetapi, potensi yang ada pada dirinya itu disia-siakannya, dengan menuruti hawa nafsu dan godaan setan, serta terpengaruh oleh kehidupan dunia dan lingkungan sehingga mereka menjadi orang-orang merugi di dunia apalagi di akhirat.\n\nBerbahagialah orang-orang yang dapat memanfaatkan fitrah yang telah ditanamkan Allah pada dirinya sehingga ia beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan senantiasa mendapat bimbingan, hidayah, dan taufik dalam kehidupannya. Firman Allah swt: \n\nMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (ar-Rum/30: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 4529, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 26, "page": 504, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u064d \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa likullin darajaatum mimmaa 'amiloo wa liyuwaf fiyahum a'maalahum wa hum laa yuzlamoon" } }, "translation": { "en": "And for all there are degrees [of reward and punishment] for what they have done, and [it is] so that He may fully compensate them for their deeds, and they will not be wronged.", "id": "Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4529", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4529.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4529.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setiap orang dari kedua kelompok manusia sebagaimana yang disebutkan itu memperoleh tingkatan yakni peringkat yang berbeda-beda baik di surga maupun di neraka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan di dunia dan peringkat itu disempurnakan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan dengan mengurangi ganjaran atau menambah siksaan.", "long": "Allah menerangkan bahwa manusia dan jin mempunyai martabat tertentu di sisi-Nya pada hari Kiamat, sesuai dengan perbuatan dan amal yang telah mereka kerjakan semasa hidup di dunia. Golongan yang beriman dan beramal saleh terbagi dalam beberapa martabat yang berbeda-beda tingginya, sedangkan golongan yang kafir kepada Allah juga terbagi dalam beberapa martabat yang berbeda-beda rendahnya. Perbedaan tinggi atau rendahnya martabat disebabkan karena adanya perbedaan iman dan amal seseorang, di samping ada pula perbedaan kekafiran dan kedurhakaan. Dengan perkataan lain, Allah menentukan martabat yang berbeda itu karena perbedaan amal manusia dan jin itu sendiri. Ada di antara mereka yang teguh iman dan banyak amalnya, sedangkan yang lain lemah dan sedikit. Demikian pula tentang kekafiran, ada orang yang sangat kafir kepada Allah dan ada yang kurang kekafiran dan keingkarannya. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling takwa kepada-Nya.\n\nAllah menyediakan martabat-martabat yang berbeda untuk membuktikan keadilan-Nya kepada makhluk-Nya, dan agar dapat memberi balasan yang sempurna kepada setiap jin dan manusia itu. Perbuatan takwa diberi balasan sesuai dengan tingkat ketakwaannya, dan perbuatan kafir dibalas pula sesuai dengan tingkat kekafirannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4530, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 26, "page": 504, "manzil": 6, "ruku": 439, "hizbQuarter": 201, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yu'radul lazeena kafaroo 'alan Naai azhabtum taiyibaatikum fee hayaatikumud dunyaa wastam ta'tum bihaa fal Yawma tujzawna 'azaabal hooni bimaa kuntum tastakbiroona fil ardi bighairil haqqi wa bimaa kuntum tafsuqoon" } }, "translation": { "en": "And the Day those who disbelieved are exposed to the Fire [it will be said], \"You exhausted your pleasures during your worldly life and enjoyed them, so this Day you will be awarded the punishment of [extreme] humiliation because you were arrogant upon the earth without right and because you were defiantly disobedient.\"", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka), “Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Allah).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4530", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4530.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4530.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah apa yang akan dihadapi pada hari kemudian yaitu pada hari ketika orang-orang kafir dihadapkan ke neraka sehingga mereka menyaksikan kobaran api neraka dan merasakan panasnya, ketika itu dikatakan kepada mereka “Kamu telah menghabiskan rezeki yang baik untuk kehidupan duniamu dan kamu telah bersenang-senang menikmatinya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu telah berlaku sombong di muka bumi tanpa alasan yang benar, mengindahkan kebenaran, dan karena kamu terus menerus melakukan kefasikan dan berbuat durhaka kepada Allah.”", "long": "Setelah menerangkan bahwa setiap jin dan manusia akan memperoleh balasan yang adil dari-Nya, Allah menerangkan keadaan orang-orang kafir pada saat mereka dihadapkan ke neraka. Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang- orang kafir keadaan mereka ketika dibawa ke dalam neraka. Kepada mereka dikatakan bahwa segala macam kebahagiaan dan kenikmatan yang diperuntukkan bagi mereka telah lengkap dan sempurna mereka terima semasa hidup di dunia. Tidak ada satu pun bagian yang akan mereka nikmati lagi di akhirat. Yang tinggal hanyalah kehinaan, kerendahan, azab pedih yang akan mereka alami sebagai pembalasan atas kesombongan, kefasikan, kezaliman, kemaksiatan, dan kekafiran yang mereka lakukan selama hidup di dunia.\n\nAyat ini memperingatkan manusia agar meninggalkan hidup mewah yang berlebih-lebihan, meninggalkan perbuatan mubazir, maksiat, dan menganjurkan agar kaum Muslimin hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan menggunakan sesuatu sesuai dengan keperluan dan keadaan, dan disesuaikan dengan tujuan hidup seorang muslim. Seandainya ada kelebihan harta, hendaklah diberikan kepada orang-orang miskin, orang-orang terlantar, dan anak yatim yang tidak ada yang bertanggung jawab atasnya, dan gunakanlah harta itu untuk keperluan meninggikan kalimat Allah.\n\nDiriwayatkan oleh al-Baihaqi dan lain-lain dari Ibnu 'Umar bahwa 'Umar melihat uang dirham di tangan Jabir bin 'Abdullah, maka beliau berkata, \"Uang dirham apakah itu?\" Jabir menjawab, \"Aku bermaksud membeli sepotong daging yang sudah lama diidamkan oleh keluargaku.\" 'Umar berkata, \"Apakah setiap kamu menginginkan sesuatu, lalu kamu beli? Bagaimana pendapatmu tentang ayat ini? Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniamu saja, dan kamu telah bersenang-senang dengannya?\" \n\nDari riwayat di atas dapat kita tarik pelajaran bahwa 'Umar bin al-Khaththab menasihati Jabir bin 'Abdullah dengan ayat ini agar tidak terlalu menuruti keinginannya dan mengingatkan bahwa kesenangan dan kebahagiaan di dunia ini hanya bersifat sementara, sedangkan kebahagiaan yang abadi ada di akhirat. Oleh karena itu, kita harus menggunakan segala rezeki yang telah dianugerahkan Allah dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan ketentuan yang digariskan agama.\n\nTentang hidup sederhana ini tergambar dalam kehidupan keluarga Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam hadis: \n\nDiriwayatkan dari sauban, ia berkata, \"Rasulullah saw apabila akan bepergian, keluarga terakhir yang dikunjunginya adalah Fatimah. Dan keluarganya yang lebih dahulu didatanginya apabila ia kembali dari perjalanan ialah Fatimah. Beliau kembali dari Gazah (peperangan), lalu beliau datang ke rumah Fatimah, dan beliau mengusap pintu rumah dan melihat gelang perak di tangan Hasan dan Husein, beliau kembali dan tidak masuk. Tatkala Fatimah melihat yang demikian, ia berpendapat bahwa Rasulullah saw tidak masuk ke rumahnya itu karena beliau melihat barang-barang itu. Maka Fatimah menyobek-nyobek kain pintu itu dan mencabut gelang-gelang dari tangan kedua anaknya dan memotong-motongnya, lalu kedua anaknya menangis, maka ia membagi-bagikannya kepada kedua anak itu. Maka keduanya pergi menemui Rasulullah saw dalam keadaan menangis, lalu Rasulullah saw mengambil barang-barang itu dari keduanya seraya berkata, 'Hai sauban, pergilah membawa barang-barang itu kepada Bani Fulan dan belikanlah untuk Fatimah kalung dari kulit lokan dan dua gelang dari gading, maka sesungguhnya mereka adalah keluargaku, dan aku tidak ingin mereka menghabiskan rezeki mereka yang baik sewaktu hidup di dunia ini.\" (Riwayat Ahmad dan al-Baihaqi)\n\nHadis ini maksudnya bukan melarang kaum Muslimin memakai perhiasan, suka kepada keindahan, menikmati rezeki yang telah dianugerahkan Allah, melainkan untuk menganjurkan agar orang hidup sesuai dengan kemampuan diri sendiri, tidak berlebih-lebihan, selalu menenggang rasa dalam hidup bertetangga dan dalam berteman. Jangan sampai harta yang dimiliki dengan halal itu menjadi sumber iri hati dan rasa dengki tetangga dan sahabat. Jangan pula hidup boros, dan berbelanja melebihi kemampuan. Ingatlah selalu bahwa banyak orang-orang lain yang memerlukan bantuan, masih banyak biaya yang diperlukan untuk meninggikan kalimat Allah. Rasulullah saw selalu merasa cukup bila memperoleh sesuatu dan bersabar bila sedang tak punya; makan kue jika ada kesanggupan membelinya, minum madu bila kebetulan ada, makan daging bila mungkin mendapatkannya. Hal yang demikian itu menjadi pegangan dan kebiasaan hidup beliau. Beliau selalu bersyukur kepada Allah setiap menerima nikmat-Nya.\n\nYang dilarang ialah memakai perhiasan secara berlebih-lebihan, bersenang-senang tanpa mengingat adanya kehidupan abadi di akhirat nanti. Memakai perhiasan dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak menimbulkan iri hati orang lain itu dibolehkan. Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik- baik? Katakanlah, \"Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui. (al-A'raf/7: 32)" } } }, { "number": { "inQuran": 4531, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 26, "page": 505, "manzil": 6, "ruku": 440, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0630\u064e\u0631\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0642\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0630\u064f\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wazkur akhaa 'Aad, iz anzara qawmahoo bil Ahqaafi wa qad khalatin nuzuru mim baini yadaihi wa min khalfiheee allaa ta'budooo illal laaha inneee akhaafu 'alaikum 'azaaba Yawmin 'azeem" } }, "translation": { "en": "And mention, [O Muhammad], the brother of 'Aad, when he warned his people in the [region of] al-Ahqaf - and warners had already passed on before him and after him - [saying], \"Do not worship except Allah. Indeed, I fear for you the punishment of a terrible day.\"", "id": "Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya (dengan berkata), “Janganlah kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4531", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4531.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4531.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah menyebutkan ancaman yang ditujukan kepada orang-orang yang durhaka. Selanjutnya Allah menjelaskan kisah Nabi Hud dan kaumnya yang membuktikan kebenaran ancaman Allah itu. Kisah tersebut merupakan peringatan bahwa ancaman Allah itu benar-benar terjadi. Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, dan berilah peringatan kepada kaummu agar mengambil pelajaran pada kisah Nabi Hud yaitu saudara sesuku kaum ‘Ad, yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya yang bertempat tinggal di bukit-bukit pasir yang terletak di negeri Yaman, dan ketahuilah sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya seperti Nabi Nuh, Nabi Syis dan lainnya dan setelahnya datang pula pemberi peringatan seperti Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Mereka menyeru kaumnya, “Janganlah kamu menyembah selain Allah. Aku sungguh khawatir jika kamu menyembah selain Allah nanti kamu ditimpa azab yang sangat pedih pada hari yang besar yang menggentarkan setiap manusia, yaitu hari Kiamat.\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah kisah Nabi Hud yang berasal dari kaum 'Ad, ketika ia memperingatkan kepada kaumnya yang berdomisili di Ahqaf itu akan azab Tuhan. Allah menjelaskan bahwa mengutus para rasul dan nabi kepada kaumnya masing-masing adalah suatu hal yang biasa, dan sudah menjadi sunatullah.\n\nSebelum Nabi Hud, Allah telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi yang memberi peringatan kepada kaum mereka masing-masing, begitu pula sesudahnya. Nabi Hud menyeru kaum agar tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menciptakan mereka, yang memberi rezeki sehingga mereka dapat hidup dengan rezeki itu dan menjaga kelangsungan hidup. Hendaklah mereka takut akan malapetaka yang akan menimpa nanti akibat kedurhakaan itu. Di akhirat nanti mereka akan mendapat azab yang pedih.\n\nKeadaan pada hari Kiamat itu diterangkan pada firman Allah:\n\nSungguh, pada hari keputusan (hari Kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, (yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (ad-Dukhan/44: 40-41)\n\nAl-Ahqaf berarti \"bukit-bukit pasir\". Kemudian nama itu dijadikan nama sebuah daerah yang terletak antara negeri Oman dan Mahrah. Daerah itu dinamai demikian oleh kaum 'Ad. Sekarang daerah itu terkenal dengan nama \"Sahara al-Ahqaf\", dan termasuk salah satu daerah yang menjadi wilayah Kerajaan Saudi Arabia bagian selatan. Daerah itu terletak di sebelah utara Hadramaut, sebelah timur dibatasi oleh laut Yaman, dan sebelah selatan berbatasan dengan Nejed.\n\nSemula kaum 'Ad menganut agama yang berdasarkan tauhid. Setelah berlalu beberapa generasi, kepercayaan tauhid itu dimasuki unsur-unsur syirik, dimulai dengan penghormatan kepada pembesar-pembesar dan pahlawan mereka yang telah meninggal dunia, dengan membuatkan patung-patungnya. Lama-kelamaan, pemberian penghormatan ini berubah menjadi pemberian penghormatan kepada patung, yang akhirnya berubah menjadi penyembahan kepada dewa, dengan arti bahwa pembesar dan pahlawan yang telah meninggal mereka anggap sebagai dewa. Untuk mengembalikan mereka kepada agama yang benar yaitu agama tauhid, Allah mengutus seorang rasul yang diangkat dari keluarga mereka sendiri, yaitu Nabi Hud. Hud menyeru mereka agar kembali kepada kepercayaan yang benar, yaitu kepercayaan tauhid, dengan hanya menyembah Allah semata, tidak lagi mempersekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4532, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 26, "page": 505, "manzil": 6, "ruku": 440, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u0641\u0650\u0643\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo aji'tanaa litaa fikanaa 'an aalihatinaa faatinaa bimaa ta'idunaaa in kunta minas saadiqeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Have you come to delude us away from our gods? Then bring us what you promise us, if you should be of the truthful.\"", "id": "Mereka menjawab, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah engkau ancamkan kepada kami jika engkau termasuk orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4532", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4532.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4532.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar ucapan Nabi Hud, mereka kaumnya itu, menjawab, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari per-buatan menyembah tuhan-tuhan kami dan menyuruh kami agar menyembah Tuhanmu? Sungguh, kami tidak akan mengikuti perin-tahmu.\" Kemudian untuk menegaskan penolakannya menyembah kepada Allah, mereka berkata, Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah engkau ancamkan kepada kami karena kami tetap menyembah tuhan-tuhan kami jika engkau termasuk orang yang benar dalam perkataanmu.”", "long": "Ketika Nabi Hud menyeru kaumnya untuk beriman, kaum 'Ad menjawab seruan itu dengan mengatakan, \"Apakah kamu diutus kepada kami untuk memalingkan kami dari agama nenek moyang kami sehingga kami tidak lagi menyembah tuhan-tuhan kami dan hanya menyembah Tuhanmu?\" Mereka meminta kepada Hud membuktikan kerasulannya dengan segera mendatangkan azab yang pernah dijanjikan kepada mereka, seandainya mereka tidak beriman. Bahkan pada ayat yang lain, mereka menuduh Hud sebagai orang gila. Allah berfirman:\n\nKami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. (Hud/11: 54)" } } }, { "number": { "inQuran": 4533, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 26, "page": 505, "manzil": 6, "ruku": 440, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064f\u0628\u064e\u0644\u0651\u0650\u063a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala innamal 'ilmu indal laahi wa uballighukum maaa uriltu bihee wa laakinneee araakum qawman tajhaloon" } }, "translation": { "en": "He said, \"Knowledge [of its time] is only with Allah, and I convey to you that with which I was sent; but I see you [to be] a people behaving ignorantly.\"", "id": "Dia (Hud) berkata, “Sesungguhnya ilmu (tentang itu) hanya pada Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang diwahyukan kepadaku, tetapi aku melihat kamu adalah kaum yang berlaku bodoh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4533", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4533.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4533.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak mau menyembah Allah, bahkan meminta kepada Nabi agar Allah menjatuhkan siksa kepada mereka. Kemudian dia, Nabi Hud, berkata, “Sesungguhnya ilmu tentang turunnya azab itu hanya pada Allah, hanya Allah yang mengetahui kapan datangnya siksaan itu dan aku hanya menyampaikan kepadamu apa yang diwahyukan kepadaku. Aku tidak diutus untuk menyampaikan kapan azab itu dijatuhkan kepadamu, tetapi aku melihat kamu adalah kaum yang berlaku bodoh, dengan meminta kepadaku sesuatu yang bukan urusanku yaitu menjatuhkan azab kepadamu.”", "long": "Pada ayat ini dijelaskan jawaban Nabi Hud atas tantangan orang kafir supaya segera didatangkan azab yang pernah dijanjikan kepada mereka jika mereka tidak beriman. Nabi Hud menjawab bahwa yang mengetahui kapan azab yang diancamkan itu datang hanyalah Allah. Nabi Hud sendiri juga tidak tahu kapan azab itu akan datang. Tugas nabi hanya menyampaikan risalah dari Allah.\n\nSeharusnya kaum 'Ad bersyukur dengan diutusnya salah seorang dari kaum mereka menjadi nabi yang memberi peringatan, informasi tentang hukum, pokok-pokok akidah, dan cara-cara beribadah yang benar. Semua itu disampaikan karena perintah Allah, Tuhan Maha Pencipta segala sesuatu.\n\nTanpa adanya petunjuk dari Allah tak ada yang mengetahui hakikat agama yang benar. Manusia tidak tahu manakah Tuhan yang benar-benar berhak disembah dan siapa yang berhak menentukan bagaimana cara beribadah yang benar. Oleh karena itu, wajar jika ada manusia yang tidak memahami semua hal, karena pikiran manusia memang terbatas. Di sinilah perlunya Allah mengutus para nabi dan rasul, dan manusia harus berusaha untuk memahami dan meyakininya." } } }, { "number": { "inQuran": 4534, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 26, "page": 505, "manzil": 6, "ruku": 440, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u0627\u0631\u0650\u0636\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0631\u0650\u0636\u064c \u0645\u0651\u064f\u0645\u0652\u0637\u0650\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0631\u0650\u064a\u062d\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Falammaa ra awhu 'aaridam mustaqbila awdiyatihim qaaloo haazaa 'aaridum mumtirunaa; bal huwa masta'jaltum bihee reehun feehaa 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And when they saw it as a cloud approaching their valleys, they said, \"This is a cloud bringing us rain!\" Rather, it is that for which you were impatient: a wind, within it a painful punishment,", "id": "Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4534", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4534.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4534.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab Allah yang dijanjikan kepada mereka itu benar terjadi. Maka ketika mereka melihat tanda-tanda azab itu datang kepada mereka yaitu berupa awan yang berjalan menuju ke lembah-lembah tempat tinggal mereka, lalu mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita. \"Mereka mengira awan itu menandakan turunnya hujan yang sangat mereka harapkan. Nabi Hud menjawab ucapan mereka,\" Bukan! Awan itu bukan tanda akan turun hujan, tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya, itulah angin yang sangat panas yang mengandung azab yang pedih,", "long": "Segala macam usaha telah dilakukan Nabi Hud untuk mengajak kaumnya menganut agama yang benar. Bahkan dalam ayat-ayat yang lain diterangkan bahwa Nabi Hud menantang kaumnya agar mereka semua dan dewa-dewa mereka itu bersama-sama melawan dan membunuh dirinya. Namun tantangan itu tidak mereka hiraukan, sehingga Allah memutuskan untuk menimpakan azab kepada mereka.\n\nAzab itu dimulai dengan datangnya musim kemarau panjang yang menimpa negeri mereka. Dalam keadaan demikian, mereka melihat awan hitam berarakan di atas langit dan bergerak menuju negeri mereka. Mereka semua bergembira menyambut kedatangan awan itu. Menurut mereka, awan itu adalah tanda akan hujan dalam waktu dekat, yang selama ini sangat mereka harapkan. Mereka mengatakan, \"Ini adalah awan yang membawa hujan.\" Lalu Nabi Hud menatap awan itu dan memperhatikannya dengan seksama, kemudian beliau berkata, \"Awan yang datang bergumpal-gumpal itu bukanlah sebagai tanda akan datangnya hujan sebagaimana yang kamu sangka, tetapi awan itu sebagai tanda datangnya azab yang kamu inginkan dan kamu tunggu-tunggu. Azab yang akan datang untuk menghancurkan kamu berupa angin kencang yang akan membinasakan kamu dan semua yang dilandanya. Dia akan membinasakan kamu dan semua hartamu dan akan menghancurkan seluruh kekuatan dewa-dewa yang selalu kamu bangga-banggakan, sesuai dengan tugas yang diperintahkan Tuhan kepadanya.\"\n\nDalam ayat yang lain diterangkan bentuk azab yang ditimpakan kepada kaum 'Ad itu. Allah berfirman:\n\nSedangkan kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka. (al-haqqah/69: 6-8).\n\nDan firman Allah:\n\nDan (juga) pada (kisah kaum) 'Ad, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. (Angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk. (adh-dzariyat/51: 41-42)\n\nBagaimana kedahsyatan azab yang telah ditimpakan kepada kaum 'Ad itu tergambar pada sikap Rasulullah saw sewaktu angin kencang bertiup. Di dalam suatu hadis diterangkan sebagai berikut: \n\n'Aisyah berkata, \"Rasulullah saw apabila ada angin kencang bertiup, beliau berdoa, 'Wahai Tuhan, aku mohon kepada Engkau angin yang paling baik; baik isinya dan paling baik pula yang dibawanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari angin yang buruk; buruk isinya dan buruk pula yang dibawanya. Apabila langit memperlihatkan gejala-gejala akan turunnya hujan berubahlah muka Rasulullah saw. Beliau mondar-mandir keluar masuk rumah, ke muka dan ke belakang. Maka apabila hujan telah turun legalah hati beliau, lalu aku bertanya kepada beliau, beliau menjawab, 'Aku tidak mengetahui, mudah-mudahan saja seperti yang dikatakan kaum 'Ad, 'Awan yang datang ini menurunkan hujan kepada kita.\" (Riwayat Muslim, at-Tirmidhi, dan an-Nasa'i) \n\nRasulullah juga bersabda sebagai berikut:\n\n'Aisyah berkata, \"Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw tertawa lebar hingga kelihatan anak lidahnya. Beliau hanya tersenyum, sedang apabila beliau melihat awan dan angin, berubah raut mukanya. Aku bertanya kepada beliau, 'Ya Rasulullah aku lihat orang apabila melihat awan mereka bergembira karena mengharapkan semoga awan itu membuat hujan, sedangkan engkau aku lihat bila melihat awan kelihatan perasaan kurang senang di mukamu. Rasulullah saw menjawab, 'Ya 'Aisyah, siapa yang dapat menjamin bahwa awan itu tidak membawa azab? Pernah suatu kaum diazab dengan angin itu. Sesungguhnya kaum itu melihat azab, tetapi mereka menyangkanya awan yang membawa hujan, maka berkatalah mereka, 'Awan itu datang membawa hujan kepada kita.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) \n\nPada hadis lain yang diriwayatkan Muslim diterangkan:\n\nIbnu 'Abbas menerangkan bahwa Nabi saw pernah bersabda, \"Saya ditolong oleh angin timur, dan kaum 'Ad dihancurkan dengan angin barat.\" (Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 4535, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 26, "page": 505, "manzil": 6, "ruku": 440, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064f\u062f\u064e\u0645\u0651\u0650\u0631\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tudammiru kulla shai'im bi-amri Rabbihaa fa asbahoo laa yuraaa illaa masaakinuhum; kazaalika najzil qawmal mujrimeen" } }, "translation": { "en": "Destroying everything by command of its Lord. And they became so that nothing was seen [of them] except their dwellings. Thus do We recompense the criminal people.", "id": "yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, sehingga mereka (kaum ‘Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4535", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4535.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4535.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya. Angin itu melanda seluruh negeri dan membinasakan segala sesuatu yang dilewatinya, baik jiwa maupun harta. Maka kaum ‘Ad, hancur lebur terbakar oleh angin panas dan mereka menjadi tidak tampak lagi di muka bumi kecuali hanya bekas-bekas tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa, baik dahulu, sekarang maupun yang akan datang. Sebagaimana Kami memberi balasan berupa azab kepada kaum ‘Ad, demikian pula Kami memberi memberi balasan serupa kepada mereka yang durhaka.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang musyrik Mekah bahwa Dia telah menimpakan azab yang amat dahsyat kepada kaum 'Ad. Demikian dahsyatnya azab itu sehingga apa saja yang dilanda oleh azab berupa angin amat dingin yang bertiup dengan keras itu, pasti hancur. Mereka mati bergelimpangan. Rumah-rumah dan bangunan-bangunan runtuh, barang-barang beterbangan, pohon-pohon kayu tumbang. Tidak ada yang kelihatan lagi, kecuali puing-puing dan tempat tinggal mereka yang telah berserakan. Azab yang seperti itu juga telah menimpa kaum-kaum yang lain, seperti kaum Samud, kaum Lut, dan kaum Syuaib. Semua mereka itu adalah orang-orang yang ingkar dan durhaka kepada Allah. Seandainya kaum Quraisy tetap ingkar, mereka akan ditimpa azab seperti itu pula." } } }, { "number": { "inQuran": 4536, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 26, "page": 505, "manzil": 6, "ruku": 440, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0645\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0652\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u062d\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u0642\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0647\u0652\u0632\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad makkannaahum feemaaa im makkannaakum feehi waj'alnaa lahum sam'anw wa absaaranw wa af'idatan famaaa aghnaa 'anhum samu'uhum wa laaa absaaruhum wa laaa af'idatuhum min shai'in iz kaanoo yajhadoona bi Aayaatil laahi wa haaqa bihim maa kaanoo bihee yastahzi'oon" } }, "translation": { "en": "And We had certainly established them in such as We have not established you, and We made for them hearing and vision and hearts. But their hearing and vision and hearts availed them not from anything [of the punishment] when they were [continually] rejecting the signs of Allah; and they were enveloped by what they used to ridicule.", "id": "Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4536", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4536.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4536.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dengan berlimpahnya harta dan menganugerahkan kepada mereka kekuatan fisik yang belum pernah Kami berikan kepada kamu wahai penduduk Mekah dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati agar mereka mendengar, melihat dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka tidak menggunakannya untuk memikirkan ayat-ayat Allah. Sebaliknya mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan oleh karena itu azab yang dahulu mereka perolok-olokkan dan mereka minta agar segera datang telah mengepung mereka sehingga mereka hancur binasa. Ayat ini memberikan peringatan kepada pen-duduk Mekah agar mereka takut kepada azab Tuhan. Kaum ‘Ad lebih kuat dari mereka dan lebih banyak jumlahnya, namun mereka tidak kuasa menolak azab Tuhan yang dijatuhkan kepadanya.", "long": "Dengan ayat ini, Allah membandingkan antara keadaan kaum 'Ad yang dihancurkan dengan orang-orang musyrik Mekah yang semakin bertambah keingkarannya kepada Nabi saw dengan mengatakan, \"Kami telah meneguhkan kedudukan kaum 'Ad pada beberapa segi kehidupan duniawi. Belum pernah Kami meneguhkan satu kaum seperti Kami meneguhkan mereka. Kami telah memberikan kepada mereka harta yang banyak, tubuh yang kuat dan perkasa, dan kemampuan untuk membentuk suatu negara sehingga mereka dapat menguasai negeri-negeri di sekitarnya, tetapi semuanya itu tidak dapat menghindarkan mereka dari azab Allah yang ditimpakan kepada mereka.\" Allah berfirman:\n\nMaka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. (Gafir/40: 82)\n\nSelanjutnya ayat 26 ini menjelaskan bahwa Allah telah memberikan banyak kenikmatan kepada kaum 'Ad. Allah telah memberikan tempat yang baik kepada mereka, menganugerahkan penglihatan yang baik, dan pendengaran yang tajam agar mereka dapat memperhatikan ayat-ayat dan tanda-tanda kebesaran Allah. Akan tetapi, mereka tidak mempergunakannya, bahkan semuanya itu tidak mereka manfaatkan dengan baik dan benar.\n\nSejarah telah membuktikan bahwa kaum 'Ad pernah mempunyai kebudayaan yang tinggi. Mereka telah sanggup menyusun pemerintahan dan membangun negara. Mereka telah membangun istana, benteng, menggali barang tambang dari perut bumi, dan membuat kanal untuk menciptakan irigasi yang teratur. Dengan adanya irigasi yang teratur itu, tanah negeri mereka menjadi subur. Mereka dapat pula mengolah tanah dengan baik sehingga mereka hidup makmur. Di samping itu, mereka juga mampu membentuk tentara yang kuat sehingga negara mereka menjadi negara yang terkemuka di Jazirah Arab pada masa itu. Firman Allah: \n\nApakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati, dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal? (asy-Syu'ara'/26: 128-129)\n\nSeharusnya kenikmatan dan kebesaran yang telah dianugerahkan Allah menjadi bahan pemikiran bagi mereka tentang siapa yang telah menolongnya mencapai semua yang mereka cita-citakan. Tetapi semuanya itu menambah kesombongan dan ketakaburan mereka. Mereka mengira bahwa keadaan yang demikian itu mereka peroleh semata-mata atas kesanggupan dan kemauan mereka, dan keadaan itu akan mereka punyai selama-lamanya. Allah berfirman:\n\nMaka adapun kaum 'Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, \"Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?\" Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami. (Fussilat/41: 15)\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa kaum 'Ad tidak dapat mengambil manfaat dari semua yang telah dianugerahkan kepada mereka, karena mereka mendustakan seruan rasul yang diutus kepada mereka serta mengingkari mukjizat-mukjizat rasul. Akibatnya, mereka ditimpa azab yang selalu mereka minta untuk disegerakan, karena menurut mereka azab itu mustahil akan terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4537, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 26, "page": 505, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad ahlaknaa ma hawlakum minal quraa wa sarrafnal Aayaati la'allahum yarji'oon" } }, "translation": { "en": "And We have already destroyed what surrounds you of [those] cities, and We have diversified the signs [or verses] that perhaps they might return [from disbelief].", "id": "Dan sungguh, telah Kami binasakan negeri-negeri di sekitarmu dan juga telah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami), agar mereka kembali (bertobat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4537", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4537.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4537.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, wahai penduduk Mekah telah Kami binasakan penduduk negeri-negeri di sekitarmu seperti kaum ‘Ad yang tinggal di Ahqaf, Kaum Šamùd yang tinggal di antara Mekah dan Syam, kaum Saba’ di Yaman, dan kaum Madyan yang dilewati oleh penduduk Mekah dalam perjalanan mereka di musim panas dan dingin, dan juga telah Kami jelaskan berulang-ulang dan dengan bermacam-macam cara tanda-tanda kebesaran Kami, agar mereka kembali, yakni bertobat dari kedurhakaan mereka. Akan tetapi mereka tidak menghiraukan peringatan kami, maka Kami hukum mereka dengan azab yang pedih.", "long": "Allah mengingatkan kaum musyrik Mekah agar mereka mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang telah dialami oleh orang-orang dahulu, yang telah mendustakan rasul yang diutus kepada mereka. Orang-orang dahulu itu bertempat tinggal tidak jauh dari Mekah seperti kaum 'Ad di Ahqaf, dan kaum Samud yang berdiam di daerah antara Mekah dan Syam. Kepada mereka telah diterangkan pula tanda-tanda keesaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah dan telah disampaikan pula agama-Nya. Akan tetapi, mereka tidak mengacuhkannya, bahkan mengingkari dan memperolok-olokkan para rasul. Pada waktu azab menimpa mereka, tidak ada satu pun dari sembahan-sembahan itu yang dapat menolong mereka, bahkan sembahan-sembahan berupa patung yang tak bernyawa itu ikut hancur-lebur bersama mereka.\n\nItulah kebohongan dan pengingkaran umat-umat dahulu dan itu pula balasan dan azab yang mereka terima. Dari ayat ini, terkandung suatu ancaman Allah kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa mereka pasti ditimpa azab, seperti yang dialami kaum 'Ad, Samud, dan umat yang lain apabila mereka tetap tidak mengindahkan seruan Muhammad saw sebagai rasul Allah yang diutus kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4538, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 26, "page": 505, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0641\u0652\u0643\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaw laa nasarahumul lazeenat takhazoo min doonil laahi qurbaanan aalihatam bal dalloo 'anhum' wa zaalika ifkuhum wa maa kaanoo yaftaroon" } }, "translation": { "en": "Then why did those they took besides Allah as deities by which to approach [Him] not aid them? But they had strayed from them. And that was their falsehood and what they were inventing.", "id": "Maka mengapa (berhala-berhala dan tuhan-tuhan) yang mereka sembah selain Allah untuk mendekatkan diri (kepada-Nya) tidak dapat menolong mereka? Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Dan itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4538", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4538.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4538.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mengapa berhala-berhala dan tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya tidak dapat menolong mereka? Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka ketika siksaan dijatuhkan kepada mereka? Itulah bukti bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah. Dan itulah akibat kebohongan mereka yang menganggap bahwa berhala-berhala adalah sekutu bagi Allah dan merupakan buah dari apa yang dahulu mereka ada-adakan yakni pendustaan terhadap Allah dan RasulNya. Ayat ini merupakan kecaman terhadap penduduk Mekah yang menyembah berhala-berhala sebagai sekutu Allah. Sekiranya berhala-berhala yang mereka sembah itu berguna bagi mereka, niscaya berguna pula bagi umat sebelum mereka yang telah dibinasakan. Tetapi berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun, bahkan mereka lenyap ketika azab Tuhan dijatuhkan.", "long": "Allah mengingatkan kaum musyrik Mekah agar mereka mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang telah dialami oleh orang-orang dahulu, yang telah mendustakan rasul yang diutus kepada mereka. Orang-orang dahulu itu bertempat tinggal tidak jauh dari Mekah seperti kaum 'Ad di Ahqaf, dan kaum Samud yang berdiam di daerah antara Mekah dan Syam. Kepada mereka telah diterangkan pula tanda-tanda keesaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah dan telah disampaikan pula agama-Nya. Akan tetapi, mereka tidak mengacuhkannya, bahkan mengingkari dan memperolok-olokkan para rasul. Pada waktu azab menimpa mereka, tidak ada satu pun dari sembahan-sembahan itu yang dapat menolong mereka, bahkan sembahan-sembahan berupa patung yang tak bernyawa itu ikut hancur-lebur bersama mereka.\n\nItulah kebohongan dan pengingkaran umat-umat dahulu dan itu pula balasan dan azab yang mereka terima. Dari ayat ini, terkandung suatu ancaman Allah kepada orang-orang musyrik Mekah bahwa mereka pasti ditimpa azab, seperti yang dialami kaum 'Ad, Samud, dan umat yang lain apabila mereka tetap tidak mengindahkan seruan Muhammad saw sebagai rasul Allah yang diutus kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4539, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 26, "page": 506, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0646\u064e\u0641\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0636\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0635\u0650\u062a\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz sarafinaaa ilaika nafaram minal jinni yastami'oonal Quraana falammaa hadaroohu qaalooo ansitoo falammaa qudiya wallaw ilaa qawmihim munzireen" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when We directed to you a few of the jinn, listening to the Qur'an. And when they attended it, they said, \"Listen quietly.\" And when it was concluded, they went back to their people as warners.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!” Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4539", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4539.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4539.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kelompok ayat yang lalu menjelaskan seruan Nabi Muhammad yang ditujukan kepada umat manusia, khususnya kepada penduduk negeri Mekah, dan menjelaskan bahwa di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tidak hanya diutus kepada umat manusia saja, tetapi juga diutus kepada golongan jin. Di antara golongan jin itu ada yang beriman dan dengan tekun mendengarkan perkataan Nabi, Dan ingatlah ketika Kami hadapkan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, serombongan jin, yang berjumlah tujuh atau sembilan, yang mendengarkan dengan tekun bacaan Al-Qur’an, maka ketika mereka menghadiri pembacaannya mereka berkata, satu sama lain, “Diamlah kamu untuk mendengarkannya!” Maka ketika telah selesai mendengar pembacaan itu dan memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah peristiwa tentang pertemuannya dengan sekelompok jin yang telah datang kepadanya untuk mendengarkan dan memperhatikan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an. Pada waktu mereka mendengarkan bacaannya, di antara mereka ada yang berkata kepada yang lain, \"Dengarlah baik-baik bacaan Al-Qur'an ini agar dengan demikian kita dapat memusatkan perhatian kepada bacaan yang belum pernah kita dengar selama ini dan untuk menunjukkan sikap dan budi pekerti yang baik pada waktu mendengarkan pembacaan ayat Al-Qur'an yang mulia ini.\" Setelah mereka selesai mendengarkan bacaan Al-Qur'an itu, mereka kembali kepada kaumnya untuk menyampaikan apa yang telah mereka dengarkan itu.\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa jin telah mendengarkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dari Nabi saw. Bagaimana cara jin mendengarkan pembacaan itu dan bagaimana Nabi saw memperdengarkannya tidak ada keterangan yang menerangkannya dengan jelas. Demikian pula, tidak ada bukti-bukti nyata yang dapat dikemukakan dengan pasti adanya alam jin itu sendiri. \n\nAdanya alam jin itu hanya didapat dari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi saw. Maka kita sebagai umat Islam wajib mempercayai adanya jin itu, sebagaimana kita wajib mempercayai adanya malaikat, karena kepercayaan kepada adanya jin dan malaikat termasuk dalam keimanan kepada seluruh isi Al-Qur'an yang merupakan sumber pokok agama Islam.\n\nMalaikat dan jin termasuk makhluk gaib, karena itu hanya Allah saja yang mengetahui dengan pasti tentang hakikat dan kejadiannya. Seorang Muslim wajib percaya bahwa Nabi Muhammad pernah berhubungan dengan malaikat, seperti ketika menerima wahyu dan sebagainya. Demikian pula seorang Muslim wajib percaya pula bahwa pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw masih hidup, beliau pernah berhubungan dengan jin, yaitu ketika membacakan ayat-ayat Al-Qur'an kepada mereka, dan waktu mereka mendengarkan dengan sungguh-sungguh, kemudian menyampaikan kepada kaumnya.\n\nMengenai hadis-hadis Rasulullah yang menerangkan pertemuan beliau dengan serombongan jin antara lain hadis di bawah ini:\n\nMasruq berkata, \"Aku bertanya kepada Ibnu Mas'ud tentang siapa yang memberitahukan kepada Nabi Muhammad saw akan kehadiran jin pada malam mereka mendengarkan bacaan Al-Qur'an,\" beliau menjawab, \"Yang memberitahukan kehadiran mereka ialah pohon kayu itu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nPada hadis yang lain disebutkan sebagai berikut:\n\n'Alqamah berkata, \"Aku bertanya kepada Ibnu Mas'ud, adakah salah seorang di antara kamu yang menyertai Rasulullah saw pada malam pertemuannya dengan jin?\" Ibnu Mas'ud menjawab, \"Tidak seorang pun di antara kami yang menyertainya.\" (Riwayat Ahmad, Muslim, dan at-Tirmidhi)\n\nAyat ini diturunkan ketika Rasulullah saw dan para sahabat sedang menghadapi tantangan yang sangat berat dari kaum musyrik Mekah. Setelah istri yang beliau cintai, Khadijah wafat, kemudian disusul dengan wafatnya paman beliau, Abu thalib, beliau merasa kehilangan orang-orang yang selama ini melindungi dan menolong beliau dari gangguan orang-orang Quraisy. Sementara itu, ancaman dan gangguan orang Quraisy semakin bertambah. Menghadapi keadaan semacam ini beliau pergi ke kota thaif dengan harapan akan mendapat perlindungan dan pertolongan dari Bani saqif. Tetapi beliau tidak memperoleh apa yang diharapkannya, bahkan Bani saqif sendiri bertindak kasar dengan menyuruh budak-budak mereka mengusir dan melempari Rasulullah saw sehingga kaki beliau luka dan berdarah. Mereka memaksa Rasulullah saw melarikan diri ke kebun 'Utbah dan Syaibah. Di sana beliau berlindung dari teriknya matahari. Setelah beliau berdoa meminta pertolongan dari Allah, barulah budak-budak itu pergi. Kemudian Rasulullah kembali ke Mekah. Dalam perjalanan itu, beliau singgah di Nakhlah, suatu tempat di pinggir kota Mekah. Beliau bermalam di sana. Maka pada malam ketika beliau sedang salat dan membaca Al-Qur'an dalam salat itu, Allah mengerahkan tujuh pemuka jin untuk mendengarkan Nabi saw membaca Al-Qur'an. Beliau tidak mengetahui akan kedatangan jin dan beliau juga tidak mengetahui saat jin itu kembali ke tempatnya. Dengan turunnya ayat ini barulah Rasulullah saw mengetahui kedatangan jin itu.\n\nAyat ini diturunkan untuk menenteramkan hati Nabi dan para sahabatnya. Tidak lama setelah itu, terjadilah peristiwa Isra' dan Mi'raj. Kedua peristiwa itu menambah kuat hati Nabi dan keyakinannya akan keberhasilannya menyampaikan risalah yang ditugaskan Allah kepadanya.\n\nAyat ini juga menerangkan bahwa jin memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca Rasulullah, kemudian menyampaikan isi Al-Qur'an itu kepada kaumnya. Dari peristiwa ini, dapat diambil kesimpulan bahwa seruan Rasulullah saw itu tidak saja tertuju kepada seluruh manusia, tetapi juga ditujukan kepada jin, makhluk gaib yang tidak dapat diketahui hakikat dan keadaannya oleh manusia. Hanya saja kita manusia tidak mengetahui kapan dan bagaimana caranya jin itu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.\n\nSebagian ahli tafsir mengambil kesimpulan berdasarkan ayat ini bahwa seandainya ada makhluk hidup yang berada di luar planet bumi ini, yang keadaannya seperti manusia, yaitu dapat berpikir, berbuat, dan berperasaan, maka risalah Muhammad saw berlaku pula bagi mereka, dan kaum Muslimin wajib menyampaikannya kepada mereka sedapat mungkin. Jin sebagai makhluk gaib wajib melaksanakan risalah Muhammad saw dan tentulah makhluk lain yang tidak gaib dan sama dengan manusia lebih wajib lagi melaksanakan risalah Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 4540, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 26, "page": 506, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa qawmanaaa innaa sami'naa Kitaaban unzila mim ba'di Moosa musaddiqal limaa baina yadihi yahdeee ilal haqqi wa ilaa Tareeqim Mustaqeem" } }, "translation": { "en": "They said, \"O our people, indeed we have heard a [recited] Book revealed after Moses confirming what was before it which guides to the truth and to a straight path.", "id": "Mereka berkata, “Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4540", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4540.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4540.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berkata, “Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan pembacaan Kitab yang agung yaitu Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah setelah kitab Nabi Musa, yang membenarkan kitab-kitab yang datang sebelumnya, yang membimbing siapa yang mengikuti tuntunannya kepada kebenaran dan menunjukkan mereka kepada jalan yang lurus.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa serombongan jin yang telah mendengar bacaan Al-Qur'an dari Nabi Muhammad saw menyeru kaumnya, \"Wahai kaumku, sesungguhnya kami telah mendengar pembacaan ayat-ayat sebuah kitab yang telah diturunkan Allah setelah Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa. Kitab itu membenarkan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya, menunjukkan jalan yang paling baik ditempuh seseorang yang ingin mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat serta menerangkan jalan yang diridai dan jalan yang tidak diridai Allah.\" Jin juga makhluk yang harus memikul kewajiban beribadah. Firman Allah:\n\n. \n\nAku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (adh-dzariyat/51: 56)" } } }, { "number": { "inQuran": 4541, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 26, "page": 506, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062c\u0650\u0631\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yaa qawmanaaa ajeeboo daa'iyal laahi wa aaminoo bihee yaghfir lakum min zunoobikum wa yujirkum min 'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "O our people, respond to the Messenger of Allah and believe in him; Allah will forgive for you your sins and protect you from a painful punishment.", "id": "Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang (Muhammad) yang menyeru kepada Allah. Dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4541", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4541.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4541.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara kelompok jin yang mendengar perkataan Nabi itu menyeru kaumnya agar beriman kepada Allah, \"Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, yaitu Nabi Muhammad, dan berimanlah kepada-Nya, karena seruannya mengajak kamu kepa-da jalan yang benar, dan jika kamu beriman kepadanya dengan mengikuti tuntunannya niscaya Dia, yakni Allah yang mengutusnya untuk memberi petunjuk kepada golongan jin dan manusia, akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.\" Ayat ini memberikan pengertian bahwa pada golongan jin juga berlaku pembalasan Allah berupa ampunan dan selamat dari siksaan pahala bagi siapa yang melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan.", "long": "Selanjutnya jin-jin itu menyeru kaumnya, \"Wahai kaumku, perkenankanlah dan terimalah seruan Muhammad saw sebagai rasul Allah yang telah menyeru manusia untuk mengikuti agama Allah, beriman kepada-Nya agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan melindungi mereka dari azab yang tidak seorang pun dapat melepaskan diri dari azab itu, kecuali dengan seizin-Nya.\" Ayat ini memberi pengertian bahwa:\n\n1. Meskipun ada jin yang beriman dan ada pula yang kafir, namun dalam ayat ini mereka diseru agar beriman kepada Allah.\n\n2. Jin berkewajiban beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, jin menerima syariat sebagaimana syariat yang disampaikan oleh para nabi dan rasul kepada manusia.\n\n3. Jin yang beriman akan selamat dari api neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 4542, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 26, "page": 506, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062c\u0650\u0628\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u0645\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa mal laa yujib daa'iyal laahi falaisa bimu'jizin fil ardi wa laisa lahoo min dooniheee awliyaaa'; ulaaa ika fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "But he who does not respond to the Caller of Allah will not cause failure [to Him] upon earth, and he will not have besides Him any protectors. Those are in manifest error.\"", "id": "Dan barang siapa tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah (Muhammad) maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksa Allah di bumi padahal tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4542", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4542.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4542.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan barang siapa tidak menerima seruan orang yang menyeru kepada Allah yaitu Nabi Muhammad maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksa Allah di muka bumi, jika Allah berkehendak untuk menimpakan siksa padahal tidak ada pelindung baginya yang dapat melindungi mereka dari siksaan itu selain Allah. Mereka yang tidak mengikuti seruan itu sungguh berada dalam kesesatan yang nyata.” Jalan yang benar telah dijelaskan, dan telah diberikan pula tuntunan bagaimana menempuh jalan itu. Siapa yang menempuh jalan itu akan selamat, dan siapa yang menyeleweng akan mendapat hukuman. Demikian ketetapan Allah yang berlaku bagi golongan jin dan manusia.", "long": "Kemudian diterangkan dalam ayat ini bahwa jika ada di antara jin yang menolak seruan Muhammad sebagai rasul Allah, yaitu tidak melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan-Nya yang tersebut dalam Al-Qur'an dan hadis, maka ia tidak dapat menghindarkan diri dari azab-Nya. Ia tidak mendapat seorang penolong pun untuk melepaskan dirinya dari azab Allah, kecuali jika Allah sendiri menghendakinya.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa seluruh ibadah yang diwajibkan kepada kaum Muslimin diwajibkan pula kepada seluruh jin untuk mengerjakannya, seperti salat, puasa, tolong-menolong, dan sebagainya. Diterangkan pula bahwa jin-jin yang tidak mengikuti seruan Muhammad saw berada dalam kesesatan dan menyimpang dari jalan yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 4543, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 26, "page": 506, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u064a\u064e \u0628\u0650\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Awalam yaraw annal laahal lazee khalaqas samaawaati wal larda wa lam ya'ya bikhal qihinna biqaadirin 'alaaa anyyuhiyal mawtaa; balaaa innahoo 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Do they not see that Allah, who created the heavens and earth and did not fail in their creation, is able to give life to the dead? Yes. Indeed, He is over all things competent.", "id": "Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah; sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4543", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4543.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4543.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya dan mengaturnya sepanjang waktu, dan Dia kuasa menghidupkan makhluk yang mati? Begitulah; sungguh, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah, sebab Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.", "long": "Ayat ini merupakan teguran keras kepada orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan, dan adanya hidup setelah mati untuk menghisab perbuatan yang telah dilakukan manusia. Allah mencela orang-orang kafir yang lalai dan tidak pernah merenungkan kejadian alam semesta ini sehingga tidak mengetahui bahwa Allah yang telah menciptakan langit dan bumi tidak pernah merasa letih dalam penciptaan itu. Allah juga berkuasa menghidupkan yang telah mati.\n\nDari ayat ini dipahami bahwa orang kafir tidak pernah menggunakan pikirannya untuk merenungkan kejadian alam semesta dalam arti yang sebenarnya. Mereka tidak mau memikirkan siapa pencipta alam yang amat teratur dan dilengkapi dengan hukum-hukum yang sangat rapi dan kokoh. Mereka juga tidak mau memikirkan siapa yang menciptakan dirinya sendiri dan menjaga kelangsungan hidupnya. Seandainya mereka mau memikirkan dengan tujuan ingin mencari kebenaran, mereka akan sampai kepada kesimpulan bahwa pencipta semua itu adalah Allah yang Maha Bijaksana lagi Mahakuasa. Jika Dia Mahakuasa, tentulah Dia sanggup melaksanakan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya, tanpa mengenal lelah. Zat yang bersifat demikian tentu mudah bagi-Nya menghidupkan kembali orang-orang yang telah dimatikan-Nya, karena menciptakan langit dan bumi itu jauh lebih sukar daripada menciptakan manusia serta mematikan dan menghidupkan kembali.\n\nAllah berfirman:\n\nSungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Gafir/40: 57)\n\nSelain itu, biasanya membuat kembali sesuatu lebih mudah dari menciptakan pertama kalinya. Allah berfirman:\n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (ar-Rum/30: 27)\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa yang Maha Pencipta segala sesuatu lagi Mahaperkasa itu adalah Allah Yang Mahakuasa. Dia dapat melakukan segala yang dikehendaki-Nya, tanpa seorang pun dapat menghalangi dan menentang-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4544, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 26, "page": 506, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Yawma yu'radul lazeena kafaroo 'alan naari alaisa haaza bil haqq; qaaloo balaa wa Rabbinaa; qaala fazooqul 'azaaba bimaa kuntum takfuroon" } }, "translation": { "en": "And the Day those who disbelieved are exposed to the Fire [it will be said], \"Is this not the truth?\" They will say, \"Yes, by our Lord.\" He will say, \"Then taste the punishment because you used to disbelieve.\"", "id": "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang yang kafir dihadapkan kepada neraka, (mereka akan ditanya), “Bukankah (azab) ini benar?” Mereka menjawab, “Ya benar, demi Tuhan kami.” Allah berfirman, “Maka rasakanlah azab ini disebabkan dahulu kamu mengingkarinya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4544", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4544.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4544.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah pada hari ketika orang-orang yang kafir dihadapkan kepada neraka sebelum dimasukkan ke dalamnya. Mereka akan ditanya oleh para malaikat, \"Bukankah azab ini yang dahulu ketika di dunia diperingkatkan oleh para Rasul itu benar?\" Mereka menjawab, \"Ya benar, demi Tuhan kami, azab itu benar terjadi .\" Allah berfirman, \"Maka rasakanlah azab ini karena dahulu ketika di dunia kamu mengingkarinya, yakni tidak percaya kepada Allah dan kepada siksaan-Nya di hari Kiamat kepada orang-orang yang tidak menaati-Nya.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan akibat yang akan diterima oleh orang-orang yang mengingkari adanya hari kebangkitan. Pada hari kebangkitan itu, mereka dan orang-orang yang tidak percaya akan adanya pahala dan siksa Allah, akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala.\n\nKepada orang-orang kafir diucapkan pertanyaan yang menyakitkan hati dan penuh penghinaan, \"Hai orang-orang kafir, bukankah azab yang kamu rasakan hari ini adalah azab yang pernah diperingatkan kepada kamu dahulu, semasa kamu hidup di dunia, sedangkan kamu mendustakan dan memperolok-olokkannya.\" Mereka menjawab, \"Benar ya Tuhan kami, kami benar-benar telah merasakan akibatnya.\" Allah mengatakan kepada mereka, \"Sekarang rasakanlah olehmu apa yang kamu perolok-olokkan itu. Inilah balasan yang setimpal dengan sikap dan tindakanmu itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4545, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 26, "page": 506, "manzil": 6, "ruku": 441, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0652\u0645\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064d \u06da \u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064c \u06da \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064f\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasbir kamaa sabara ulul 'azmi minar Rusuli wa laa tasta'jil lahum; ka annahum Yawma yarawna maa yoo'adoona lam yalbasooo illaa saa'atam min nahaar; balaagh; fahal yuhlaku illal qawmul faasiqoon" } }, "translation": { "en": "So be patient, [O Muhammad], as were those of determination among the messengers and do not be impatient for them. It will be - on the Day they see that which they are promised - as though they had not remained [in the world] except an hour of a day. [This is] notification. And will [any] be destroyed except the defiantly disobedient people?", "id": "Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4545", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4545.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4545.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akhir dari surah ini memberikan nasihat kepada Nabi Muhammad agar bersabar dalam berdakwah kepada kaumnya dan jangan meminta agar disegerakan azab kepada oran-orang yang tidak menyambut seru-annya. Maka bersabarlah engkau, wahai Nabi Muhammad, sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dalam menghadapi setiap kesulitan dalam menyampaikan tuntunan Allah kepada umatnya. Dan janganlah engkau meminta kepada Allah dengan berdoa agar azab disegerakan untuk mereka sebab azab itu pasti datang pada waktu yang ditentukan-Nya. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, sesaat sebelum kematian mereka atau kelak pada hari Kiamat mereka merasa disebabkan oleh dahsyatnya azab itu seolah-olah tinggal di dunia hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan apa yang diwahyukan Allah kepada mereka, bukan untuk menjadikannya ber-iman ataupun menimpakan azab atasnya. Azab adalah urusan Allah yang dijatuhkan dengan seadil-adilnya. Maka tidak ada yang dibinasakan, kecuali kaum yang fasik yakni orang-orang yang tidak taat kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar selalu tetap tabah dalam menghadapi sikap dan tindakan orang-orang kafir yang mengingkari dan mendustakan risalah yang disampaikan kepada mereka seperti ketabahan dan kesabaran yang telah dilakukan rasul-rasul ulul 'azmi terdahulu. Rasulullah saw melaksanakan dengan baik perintah Allah ini. Beliau selalu bersabar dan tabah menghadapi segala macam cobaan yang datang kepada beliau. Mengenai kesabaran beliau ini diterangkan dalam hadis sebagai berikut:\n\nDari 'Aisyah, ia berkata, \"Rasulullah saw senantiasa berpuasa, lalu perutnya jadi kempis, kemudian ia tetap berpuasa, lalu perutnya jadi kempis, kemudian ia berpuasa. Beliau berkata, 'Ya Aisyah, sesungguhnya kesenangan di dunia tidak patut bagi Muhammad dan keluarganya. Ya Aisyah, sesungguhnya Allah tidak menyukai para rasul ulul 'azmi (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad), kecuali bersabar atas segala cobaannya dan bersabar atas yang dicintainya, kemudian Allah tidak menyukai aku, kecuali Dia membebankan kepadaku seperti yang telah dibebankannya kepada para rasul itu. Maka Dia berkata, 'Bersabarlah seperti para rasul 'ulul 'azmi telah bersabar. Dan sesungguhnya aku, demi Allah, benar-benar akan bersabar seperti para rasul itu, dan tidak ada sesuatu pun kekuatan kecuali kekuatan Allah.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim dan ad-Dailami) \n\nSabar adalah sifat utama dan kunci menuju kesuksesan. Berbahagialah orang yang mempunyai sifat itu. Lawan dari sabar ialah tergesa-gesa. Dalam ayat ini, Allah mencela sifat tergesa-gesa, dan memperingatkan Nabi Muhammad agar jangan mempunyai sifat tersebut seperti memohon kepada Allah agar segera ditimpakan azab kepada orang-orang musyrik yang mengingkari seruan beliau karena azab itu pasti menimpa mereka, dan waktu kedatangannya hanya Allah yang mengetahui.\n\nAllah berfirman:\n\nDan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar. (al-Muzzammil/73: 11)\n\nDan firman Allah:\n\nKarena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu. (ath-thariq/86: 17)\n\nBerikutnya Allah menerangkan keadaan orang-orang kafir di akhirat ketika melihat azab yang akan menimpa mereka. Mereka merasa seakan-akan hidup di dunia ini hanya sesaat saja, di siang hari. Perasaan ini timbul karena dosa dan ketakutan yang timbul di hati mereka ketika melihat azab yang akan menimpa mereka. Keadaan mereka diterangkan Allah pada ayat yang lain ketika kepada mereka ditanyakan berapa lama mereka hidup di dunia.\n\nDia (Allah) berfirman, \"Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?\" Mereka menjawab, \"Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.\" (al-Mu'minun/23: 112-113)\n\nDan firman Allah:\n\nPada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari. (an-Nazi'at/79: 46)\n\nDalam ayat ini terdapat perkataan \"balag\" yang dalam ayat ini berarti \"cukup\". Maksudnya ialah: Allah menyatakan bahwa ayat ini merupakan penjelasan yang cukup bagi manusia, terutama orang-orang kafir yang mau berpikir dan merenungkan kejadian alam semesta ini. Seandainya mereka tidak mau mengindahkan penjelasan ini, mereka pasti akan menanggung akibatnya. Dalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran. (Ibrahim/14: 52)\n\nDan firman Allah:\n\nSungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur'an) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah). (al-Anbiya'/21: 106)\n\nPada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa betapapun besar dan dahsyatnya azab Allah itu, tidak akan menimpa orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Hanya orang-orang kafir yang tidak mengindahkan perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya saja yang akan ditimpa azab yang mengerikan itu. Ayat ini juga menggambarkan betapa besarnya rahmat dan karunia Allah yang dilimpahkan kepada orang-orang yang taat kepada-Nya. Sehubungan dengan rahmat dan karunia, azab dan malapetaka ini, Rasulullah saw sering berdoa kepada Allah, seperti yang tersebut dalam hadis di bawah ini:\n\n\"Diriwayatkan dari Anas, Nabi saw berdoa, \"Wahai Tuhan, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau penyebab rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, dan keberuntungan dari segala kebaikan, dan keselamatan dari setiap perbuatan dosa. Wahai Tuhan, janganlah Engkau biarkan satu dosa pun bagiku, kecuali Engkau mengampuninya, dan kesempitan kecuali Engkau melapangkannya, dan hutang kecuali Engkau membayarnya, demikian pula segala keperluan dari keperluan-keperluan duniawi dan ukhrawi, kecuali Engkau menyelesaikannya dengan rahmat Engkau, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah. (Riwayat ath-thabrani)" } } } ] }, { "number": 47, "sequence": 95, "numberOfVerses": 38, "name": { "short": "محمد", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0645\u062d\u0645\u062f", "transliteration": { "en": "Muhammad", "id": "Muhammad" }, "translation": { "en": "Muhammad", "id": "Muhammad" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Muhammad terdiri atas 38 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hadiid. Nama Muhammad sebagai nama surat ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Pada ayat 1, 2, dan 3 surat ini, Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya. Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa oleh Muhammad s.a.w merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya. Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad s.a.w adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterima, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.Dinamai juga dengan Al Qital (peperangan), karena sebahagian besar surat ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagaimana seharusnya sikap orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4546, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Allazeena kafaroo wa saddoo'an sabeelil laahi adalla a'maalahum" } }, "translation": { "en": "Those who disbelieve and avert [people] from the way of Allah - He will waste their deeds.", "id": "Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menghapus segala amal mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4546", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4546.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4546.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang terakhir dari Surah Al-Ahqàf menyebutkan ancaman kepada orang-orang fasik bahwa mereka akan dibinasakan oleh Allah. Ayat pertama dari surah ini menjelaskan ciri-ciri dari orang-orang fasik tersebut. Allah menjelaskan bahwasanya mereka ialah orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, yakni menghalang-halangi mereka memeluk Islam atau menghalang-halangi mereka beribadah di Masjidil Haram. Allah menghapus segala amal mereka, maka tidak ada pahala bagi amalnya itu dan tidak menyelamatkan dari api neraka disebabkan kekafirannya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah membagi manusia menjadi dua golongan: pertama, golongan kafir, yaitu orang-orang yang mengingkari kekuasaan dan keesaan Allah, menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Dia, menghalangi manusia beribadah kepada-Nya, membuat-buat cara beribadah kepada-Nya menurut pendapat dan keinginan sendiri, mencela dan menghalangi manusia beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad. Seluruh perbuatan golongan ini tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Allah yang termuat di dalam Al-Qur'an dan hadis Rasul-Nya, tetapi mengikuti keinginan sendiri dan mengikuti petunjuk setan. \n\nSemua perbuatan yang berdasarkan perbuatan setan tidak ada artinya di sisi Allah walaupun perbuatan itu baik bagi manusia dan kemanusiaan. Perbuatan itu seolah-olah buih yang timbul di permukaan air, kemudian hilang tanpa bekas sedikit pun. Oleh karena itu, semua amal dan perbuatan yang dikerjakan oleh orang-orang musyrik tidak ada arti dan pahalanya di sisi Allah di akhirat nanti. Mereka hanya mendapat balasan di dunia yang diperoleh dari manusia, walaupun bentuk amal dan perbuatan itu seperti budi pekerti yang mulia, berhubungan dengan orang lain (silaturrahim), memberi makan orang miskin, memelihara anak yatim, membuat usaha-usaha kemanusiaan, memelihara dan mendirikan masjid. \n\nPekerjaan seperti ini adalah pekerjaan yang pernah dikerjakan oleh orang-orang musyrik Mekah, seperti memakmurkan Masjidilharam, melindungi orang-orang yang memerlukan perlindungan, membantu orang-orang yang mengerjakan thawaf dan sebagainya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (al-Furqan/25: 23)\n\nKedua, golongan mukmin, yaitu orang-orang yang mengakui keesaan Allah, taat hanya kepada-Nya saja, beribadah sesuai dengan petunjuk Allah, tidak menurut kemauan sendiri dan menjauhi larangan-Nya, beriman kepada Al-Qur'an yang dibawa Nabi Muhammad, dan membantu manusia melaksanakan ibadah kepada-Nya. Ini adalah golongan yang diridai Allah. Amal dan perbuatan golongan mukmin diterima Allah, diampuni segala dosanya, mereka mendapat pahala di dunia sedang di akhirat akan mendapat kebahagiaan yang abadi.\n\nMenurut Ibnu 'Abbas, ayat pertama diturunkan berhubungan dengan orang-orang yang memberi makan tentara musyrik Mekah pada waktu Perang Badar. Mereka ada dua belas orang, yaitu Abu Jahal, al-harits bin Hisyam, 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Ubay bin Khalaf, Umayyah bin Khalaf, Munabbih bin al-hajjaj, Nubaih bin al-hajjaj, Abu al-Bukhturi bin Hisyam, Zam'ah bin al-Aswad, hakim bin hazam, dan al-harits bin 'Amir bin Naufal. Mereka semua mempunyai amal kebajikan pada masa Arab Jahiliah, seperti menyediakan minuman jemaah haji, memberi makan para tamu yang datang ke Masjidilharam, melindungi dan menjaga hak tetangga, dan sebagainya. Semua amal mereka dibatalkan pahalanya oleh Allah, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat apa pun, karena dasar diterimanya suatu amal dan perbuatan adalah iman kepada Allah dan Nabi Muhammad. \n\nSedangkan ayat kedua diturunkan berhubungan dengan orang Ansar di Medinah. Mereka beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, membantu orang-orang Muhajirin yang baru datang dari Mekah hijrah bersama Nabi Muhammad, dan mengikuti perintah dan menjauhi larangan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4547, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d9 \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0631\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0628\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati wa aamanoo bimaa nuzzila 'alaa Muhammadinw-wa huwal haqqu mir Rabbihim kaffara 'anhum saiyiaatihim wa aslaha baalahum" } }, "translation": { "en": "And those who believe and do righteous deeds and believe in what has been sent down upon Muhammad - and it is the truth from their Lord - He will remove from them their misdeeds and amend their condition.", "id": "Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan kebajikan serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad; dan itulah kebenaran dari Tuhan mereka; Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka, dan memperbaiki keadaan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4547", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4547.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4547.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membuktikan imannya itu dengan mengerjakan kebajikan serta ber-iman pula kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad yaitu Kitab Suci Al-Qur'an; dan mereka beriman pula kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya. Itulah kebenaran dari Tuhan mereka yang harus ditaati oleh manusia; Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka, dengan mengampuninya dan memperbaiki keadaan mereka dengan menganugerahkan pertolongan baik di dunia maupun di akhirat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah membagi manusia menjadi dua golongan: pertama, golongan kafir, yaitu orang-orang yang mengingkari kekuasaan dan keesaan Allah, menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Dia, menghalangi manusia beribadah kepada-Nya, membuat-buat cara beribadah kepada-Nya menurut pendapat dan keinginan sendiri, mencela dan menghalangi manusia beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad. Seluruh perbuatan golongan ini tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Allah yang termuat di dalam Al-Qur'an dan hadis Rasul-Nya, tetapi mengikuti keinginan sendiri dan mengikuti petunjuk setan. \n\nSemua perbuatan yang berdasarkan perbuatan setan tidak ada artinya di sisi Allah walaupun perbuatan itu baik bagi manusia dan kemanusiaan. Perbuatan itu seolah-olah buih yang timbul di permukaan air, kemudian hilang tanpa bekas sedikit pun. Oleh karena itu, semua amal dan perbuatan yang dikerjakan oleh orang-orang musyrik tidak ada arti dan pahalanya di sisi Allah di akhirat nanti. Mereka hanya mendapat balasan di dunia yang diperoleh dari manusia, walaupun bentuk amal dan perbuatan itu seperti budi pekerti yang mulia, berhubungan dengan orang lain (silaturrahim), memberi makan orang miskin, memelihara anak yatim, membuat usaha-usaha kemanusiaan, memelihara dan mendirikan masjid. \n\nPekerjaan seperti ini adalah pekerjaan yang pernah dikerjakan oleh orang-orang musyrik Mekah, seperti memakmurkan Masjidilharam, melindungi orang-orang yang memerlukan perlindungan, membantu orang-orang yang mengerjakan thawaf dan sebagainya.\n\nAllah berfirman:\n\nDan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (al-Furqan/25: 23)\n\nKedua, golongan mukmin, yaitu orang-orang yang mengakui keesaan Allah, taat hanya kepada-Nya saja, beribadah sesuai dengan petunjuk Allah, tidak menurut kemauan sendiri dan menjauhi larangan-Nya, beriman kepada Al-Qur'an yang dibawa Nabi Muhammad, dan membantu manusia melaksanakan ibadah kepada-Nya. Ini adalah golongan yang diridai Allah. Amal dan perbuatan golongan mukmin diterima Allah, diampuni segala dosanya, mereka mendapat pahala di dunia sedang di akhirat akan mendapat kebahagiaan yang abadi.\n\nMenurut Ibnu 'Abbas, ayat pertama diturunkan berhubungan dengan orang-orang yang memberi makan tentara musyrik Mekah pada waktu Perang Badar. Mereka ada dua belas orang, yaitu Abu Jahal, al-harits bin Hisyam, 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Ubay bin Khalaf, Umayyah bin Khalaf, Munabbih bin al-hajjaj, Nubaih bin al-hajjaj, Abu al-Bukhturi bin Hisyam, Zam'ah bin al-Aswad, hakim bin hazam, dan al-harits bin 'Amir bin Naufal. Mereka semua mempunyai amal kebajikan pada masa Arab Jahiliah, seperti menyediakan minuman jemaah haji, memberi makan para tamu yang datang ke Masjidilharam, melindungi dan menjaga hak tetangga, dan sebagainya. Semua amal mereka dibatalkan pahalanya oleh Allah, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat apa pun, karena dasar diterimanya suatu amal dan perbuatan adalah iman kepada Allah dan Nabi Muhammad. \n\nSedangkan ayat kedua diturunkan berhubungan dengan orang Ansar di Medinah. Mereka beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, membantu orang-orang Muhajirin yang baru datang dari Mekah hijrah bersama Nabi Muhammad, dan mengikuti perintah dan menjauhi larangan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4548, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annal lazeena kafarut taba'ul baatila wa annal lazeena aamanut taba'ul haqqa mir Rabbihim; kazaalika yadribul laahu linnaasi amsaalahum" } }, "translation": { "en": "That is because those who disbelieve follow falsehood, and those who believe follow the truth from their Lord. Thus does Allah present to the people their comparisons.", "id": "Yang demikian itu, karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil (sesat) dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4548", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4548.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4548.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu, yakni balasan yang adil berupa ganjaran bagi orang-orang yang beriman dan siksaan bagi orang-orang kafir, karena sesungguhnya orang-orang kafir secara bersungguh-sungguh mengikuti yang batik dan sesat, baik dalam kepercayaan maupun amal-amal mereka, dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti secara bersungguh-sungguh kebenaran yang diturunkan dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, agar mereka mengambil pelajaran.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan sebab dihapusnya pahala amal dan perbuatan orang-orang kafir dan sebab-sebab diterima serta diberi pahalanya amal dan perbuatan orang-orang yang beriman. Allah membatalkan pahala amal dan perbuatan orang-orang kafir karena mereka lebih memilih kesesatan daripada kebenaran, mengikuti godaan setan, mengikuti hawa nafsunya, dan tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. \n\nKunci diterimanya suatu amal dan perbuatan ialah iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Orang-orang yang beriman tunduk dan patuh kepada Allah, dan seluruh amal dan perbuatannya ditujukan semata-mata mencari keridaan Allah. Oleh karena itu, Allah menenangkan hati dan pikiran mereka serta membimbing mereka menempuh jalan yang lurus.\n\nDi samping menerangkan dengan tegas sikap dan tindakan-Nya terhadap orang-orang kafir dan orang-orang yang beriman, Allah membuat perumpamaan, tamsil, dan ibarat bagi manusia dengan mengemukakan berbagai sifat, perbuatan, dan keyakinan seseorang dalam hidup dan kehidupannya serta akibat dan balasan dari perbuatan mereka. Sebenarnya orang-orang yang mau mengerti dan memahami hikmah di balik perumpamaan, tamsil, dan ibarat itu, mereka tentu beriman kepada Allah, tetapi karena hati, pendengaran, dan penglihatan orang-orang kafir telah tertutup dan terkunci karena kejahatan yang telah dilakukan, maka semua perumpamaan itu tidak berarti sedikit pun bagi mereka.\n\nDari ayat ini dapat diambil satu kesimpulan, yaitu telah menjadi sunatullah (hukum Allah) yang tidak dapat dimungkiri oleh siapa pun, bahwa dasar semua amal dan perbuatan seseorang yang diridai Allah ialah iman kepada-Nya, kepada Muhammad sebagai rasul-Nya, kepada semua yang dibawa oleh rasul, mengerjakan semua perintah-perintah-Nya, serta menjauhi semua larangan-Nya. Itulah perbuatan yang bisa mendatangkan pahala, sedangkan perbuatan yang tidak didasari dengan iman, takwa, dan taat kepada-Nya, tidak ada pahalanya di sisi Allah, ibarat buih yang mengapung di permukaan air yang timbul dan hilang tanpa meninggalkan bekas." } } }, { "number": { "inQuran": 4549, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0636\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062b\u0652\u062e\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0634\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0651\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u062f\u064e\u0627\u0621\u064b \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u0628\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Fa-izaa laqeetumul lazeena kafaroo fadarbar riqaab, hattaaa izaa askhan tumoohum fashuddul wasaaq, fa immaa mannnam ba'du wa immaa fidaaa'an hattaa tada'al harbu awzaarahaa; zaalika wa law yashaaa'ul laahu lantasara minhum wa laakil laiyabluwa ba'dakum biba'd; wallazeena qutiloo fee sabeelil laahi falany yudilla a'maalahum" } }, "translation": { "en": "So when you meet those who disbelieve [in battle], strike [their] necks until, when you have inflicted slaughter upon them, then secure their bonds, and either [confer] favor afterwards or ransom [them] until the war lays down its burdens. That [is the command]. And if Allah had willed, He could have taken vengeance upon them [Himself], but [He ordered armed struggle] to test some of you by means of others. And those who are killed in the cause of Allah - never will He waste their deeds.", "id": "Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir (di medan perang), maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, tawanlah mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai. Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4549", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4549.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4549.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu dan beberapa ayat sebelumnya dijelaskan ciri-ciri orang kafir dan perbuatan mereka menghalang-halangi orang-orang yang beribadah kepada Allah. Ayat ini memberikan tuntunan tentang perbuatan yang harus dilakukan kaum muslim terhadap mereka. Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang memerangi kamu di medan perang, maka pukullah batang leher mereka, yakni perangilah dengan cara memukul batang leher mereka, itulah cara yang paling baik untuk melumpuhkan kekuatan mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, maka tawanlah yang masih hidup dari mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka tanpa tebusan atau membebaskan mereka dengan menerima tebusan berupa harta atau tukar menukar tawanan. Itulah yang kamu lakukan sampai perang selesai dan semua yang terlibat dalam peperangan meletakkan senjata. Demikianlah ketentuan yang telah ditetapkan Allah, dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka tanpa melibatkan orang-orang mukmin untuk berperang, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain dengan mewajibkan orang-orang mukmin memerangi orang-orang kafir yang memusuhi mereka. Orang-orang kafir yang mati dalam peperangan adalah orang-orang yang celaka di dunia dan di akhirat mendapat azab Tuhan. Dan orang-orang mukmin yang gugur di dalam peperangan pada jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka, tetapi memberikan kepada mereka pahala yang besar.", "long": "Ayat ini menerangkan kepada kaum Muslimin cara menghadapi orang-orang kafir dalam peperangan. Mereka harus mencurahkan segala kesanggupan dan kemampuan untuk menghancurkan musuh. Hendaklah mengutamakan kemenangan yang akan dicapai pada setiap medan pertempuran dan jangan mengutamakan penawanan musuh dan perebutan harta rampasan. Penawanan dilakukan setelah mereka dikalahkan, karena orang-orang kafir itu setiap saat berkeinginan membunuh dan menghancurkan kaum Muslimin dan mereka tidak dapat dipercaya. Mereka berpura-pura ingin berdamai, tetapi hati dan keyakinan mereka tetap ingin menghancurkan agama Islam dan pengikutnya pada setiap kesempatan yang mungkin mereka miliki. Setelah perang selesai dengan kemenangan di tangan kaum Muslimin, mereka boleh memilih salah satu dari dua hal, yaitu apakah akan membebaskan tawanan yang telah ditawan atau membebaskannya dengan membayar tebusan oleh pihak musuh atau dengan cara pertukaran tawanan.\n\nDalam ayat lain diterangkan bahwa batas kaum Muslimin harus berhenti memerangi orang-orang kafir Mekah itu adalah sampai tidak ada lagi fitnah. Allah berfirman:\n\nDan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim. (al-Baqarah/2: 193)\n\nIbnu 'Abbas berkata, \"Tatkala jumlah kaum Muslimin bertambah banyak dan kekuatannya semakin bertambah pula, Allah menurunkan ayat ini, dan Rasulullah bertindak menghadapi tawanan sesuai dengan ayat ini, begitu pula para khalifah yang datang sesudahnya.\"\n\nDari ayat di atas dan perkataan Ibnu 'Abbas dapat dipahami hal-hal sebagai berikut:\n\n1. Ayat ini diturunkan setelah Perang Badar karena pada saat peperangan itu Rasulullah saw lebih mengutamakan tebusan, seperti menebus dengan harta atau dengan menyuruh tawanan mengajarkan tulis baca kepada kaum Muslimin, sehingga Rasul mendapat teguran dari Allah. \n\n2. Ayat ini merupakan pegangan bagi Rasulullah dan para sahabat dalam menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan peperangan dan tawanan perang.\n\n3. Perintah membunuh orang-orang kafir dalam ayat ini dilakukan dalam peperangan, bukan di luar peperangan. Oleh karena itu, wajar jika Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin membunuh musuh-musuh mereka dalam peperangan yang sedang berkecamuk karena musuh sendiri bertindak demikian pula terhadap mereka. Jika Allah tidak memerintahkan demikian, tentu kaum Muslimin ragu-ragu menghadapi musuh yang akan membunuh mereka sehingga musuh berkesempatan menghancurkan mereka.\n\n4. Allah tidak memerintahkan kaum Muslimin membunuh orang-orang kafir di mana saja mereka temui, tetapi Allah hanya memerintahkan kaum Muslimin memerangi orang-orang kafir yang bermaksud merusak, memfitnah, dan menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Terhadap orang kafir yang bersikap baik terhadap agama Islam dan kaum Muslimin, kaum Muslimin wajib bersikap baik pula terhadap mereka. Allah berfirman:\n\nAllah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu, orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain)untuk mengusirmu. Barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim. (al-Mumtahanah/60: 8-9)\n\n5. Kepala negara mempunyai peranan dalam mengambil keputusan dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan peperangan dan tawanan perang. Ia harus mendasarkan keputusannya kepada kepentingan agama, kaum Muslimin dan kemanusiaan serta kemaslahatan pada umumnya.\n\nMemaksa tawanan masuk agama Islam tidak dibolehkan karena tindakan itu bertentangan dengan firman Allah yang melarang kaum Muslimin memaksa orang lain memeluk agama Islam. Allah berfirman: \n\nTidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (al-Baqarah/2: 256) \n\nMembunuh tawanan bagi kaum Muslimin tentu ada dasarnya. Tawanan yang dibunuh itu bukan tawanan biasa, tetapi merupakan penjahat perang yang telah banyak melakukan perbuatan mungkar. Bila ia hidup, maka kejahatannya dalam peperangan akan terus berlanjut dalam waktu lama.\n\nMenjadikan tawanan sebagai budak adalah tindakan yang biasa dilakukan oleh bangsa-bangsa di dunia sebelum kedatangan Islam. Setelah datang agama Islam, maka musuh-musuh Islam menjadikan kaum Muslimin yang mereka tawan menjadi budak. Pada dasarnya perbudakan itu dilarang oleh agama Islam, tetapi sebagai balasan dari tindakan orang kafir dan untuk menjaga perasaan kaum Muslimin, maka Rasulullah saw membolehkan kaum Muslimin menjadikan orang-orang kafir yang ditawannya sebagai budak. Hal ini berarti jika orang-orang kafir tidak menjadikan kaum Muslimin yang ditawannya menjadi budak, tentulah kaum Muslimin tidak boleh menjadikan orang-orang kafir yang ditawannya menjadi budak. Meskipun terjadi perbudakan karena adanya tawanan perang, maka dalam agama Islam banyak ketentuan hukum yang dihubungkan dengan upaya memerdekakan budak yang disebut dengan kaffarat.\n\nAgama Islam adalah agama perdamaian, bukan agama yang menganjurkan peperangan. Jika dalam sejarah Islam terdapat peperangan antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, maka peperangan itu terjadi karena mempertahankan agama Islam yang hendak dihapuskan orang-orang kafir, di samping mempertahankan diri dari kehancuran. Sejak Nabi Muhammad saw diangkat menjadi rasul, sejak itu pula timbul permusuhan dari orang-orang musyrik Mekah kepada beliau dan pengikut-pengikutnya. Berbagai cara yang mereka lakukan untuk menumpas agama Islam dan kaum Muslimin, mulai dari cara yang lunak sampai kepada yang paling keras. Puncak dari tindakan orang musyrik Mekah itu ialah berkomplot untuk membunuh Rasulullah saw sehingga Allah memerintahkan beliau hijrah ke Medinah. Setelah Rasulullah saw berada di Medinah permusuhan itu semakin keras, sehingga kaum Muslimin terpaksa memerangi mereka untuk mempertahankan agama dan diri mereka.\n\nSesampainya Rasulullah saw di Medinah, perjanjian damai dengan penduduk kota itu, yang antara lain adalah orang-orang Yahudi, ditandatangani, tetapi perjanjian damai itu dilanggar oleh mereka. Bahkan mereka melakukan percobaan untuk membunuh Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, Rasulullah saw terpaksa memerangi orang Yahudi di Medinah. \n\nSangat banyak contoh yang dapat dikemukakan yang membuktikan bahwa agama Islam tidak disebarkan melalui peperangan, tetapi melalui dakwah yang penuh hikmah dan kebijaksanaan.\n\nTerhadap tawanan perang, sikap Rasulullah saw baik sekali. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari diterangkan sikap beliau. Abu Hurairah berkata, \"Rasulullah saw mengirimkan pasukan berkuda ke Nejed, maka pasukan berkuda itu menawan seorang laki-laki dari Bani Hanifah yang bernama sumamah bin Utsal, ia diikat pada salah satu tiang masjid. Maka Rasulullah saw datang kepadanya, lalu berkata, 'Apa yang engkau punyai ya sumamah? sumamah menjawab, 'Aku mempunyai harta, jika engkau mau membunuhku, lakukanlah, dan jika engkau mau membebaskanku maka aku berterima kasih kepadamu, jika engkau menghendaki harta, maka mintalah berapa engkau mau. Esok harinya Rasulullah saw pun berkata kepadanya, 'Apakah yang engkau punya ya sumamah? Ia menjawab, 'Aku mempunyai apa yang telah kukatakan kepadamu. Rasulullah saw berkata, 'Lepaskanlah ikatan sumamah. Maka sumamah pergi ke dekat pohon kurma yang berada di dekat masjid, lalu mandi kemudian ia masuk ke masjid, lalu menyatakan, 'Aku mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu adalah Rasul-Nya. Demi Allah, dahulu tidak ada orang yang paling aku benci di dunia ini selain engkau, sekarang jadilah engkau orang yang paling aku cintai. Demi Allah, dahulu tidak ada agama yang paling aku benci selain agama engkau, maka jadilah sekarang agama engkau adalah agama yang paling aku cintai. Demi Allah, dahulu negeri yang paling aku benci adalah negerimu, sekarang jadilah negerimu negeri yang paling aku cintai. Sesungguhnya pasukan berkuda telah menangkapku, sedang aku bermaksud umrah, apa pendapatmu? Maka Rasulullah memberi kabar gembira kepadanya dan menyuruhnya melakukan umrah. Tatkala ia sampai di Mekah, seseorang mengatakan kepadanya, 'Engkau merasa rindu? sumamah menjawab, 'Tidak, tetapi aku telah masuk Islam bersama Muhammad saw.\"\n\nDari hadis ini dapat dipahami bahwa Rasulullah saw bersikap lemah-lembut kepada sumamah, seorang tawanan perang. Beliau memberi kebebasan kepadanya, sehingga ia tertarik kepada Rasulullah saw dan agama Islam, karena itu dia menyatakan dirinya masuk Islam.\n\nSeandainya Rasulullah bersikap kasar kepadanya, tentulah sumamah tidak akan mengatakan pernyataan tersebut di dalam hadis itu. Ia akan menyimpan dendam kepada Rasulullah saw dan pada setiap kesempatan ia akan berusaha membalaskan dendamnya itu.\n\nAgama Islam datang untuk menegakkan prinsip-prinsip yang harus ada dalam hidup dan kehidupan manusia, baik ia sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Di antara prinsip-prinsip itu ialah ketauhidan, keadilan, kemanusiaan, dan musyawarah. Dengan menegakkan prinsip-prinsip itu manusia akan berhasil dalam tugasnya sebagai khalifah Allah di bumi. Atas dasar semuanya itulah segala persoalan diselesaikan, termasuk persoalan peperangan dan tawanan perang.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan balasan apa yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan berjihad di jalan Allah dengan mengatakan, \"Bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah untuk membela agama Islam, sekali-kali Allah tidak akan mengurangi pahala mereka sedikit pun, bahkan dia akan membalasnya dengan pahala yang berlipat-ganda. Mengenai pahala berjihad di jalan Allah disebutkan dalam suatu hadis sebagai berikut:تَاDiriwayatkan al-Miqdam bin Ma'diyakrib, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya orang yang mati syahid itu memperoleh sembilan hal-atau sepuluh, yaitu akan diampuni pada saat darahnya pertama kali mengalir, melihat tempat tinggalnya di surga, dihiasi dengan perhiasan iman, dihindarkan dari azab kubur, dinikahkan dengan bidadari, memperoleh keamanan pada saat hari ketakutan yang besar (hari Kiamat), di atas kepalanya diletakkan mahkota kemuliaan dari bahan permata yang lebih baik dari pada dunia dan isinya, dinikahkan dengan 92 istri dari golongan bidadari, dan diberi hak syafaat bagi 70 orang kerabatnya.\" (Riwayat ath-thabrani)" } } }, { "number": { "inQuran": 4550, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f \u0628\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Sa-yahdeehim wa yusihu baalahum" } }, "translation": { "en": "He will guide them and amend their condition", "id": "Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4550", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4550.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4550.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah akan memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan kebahagiaan dan memperbaiki keadaan mereka baik di dunia maupun akhirat,", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah akan membimbing orang-orang yang beriman dalam melaksanakan pekerjaan yang diridai-Nya sehingga pekerjaan itu berhasil dengan baik, dan memelihara mereka agar tidak melakukan maksiat dan perbuatan dosa. Allah juga menyediakan bagi mereka tempat kembali di surga yang telah mereka ketahui karena Allah menunjukkan tempat-tempat itu kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4551, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wa yudkhiluhumul jannata 'arrafahaa lahum" } }, "translation": { "en": "And admit them to Paradise, which He has made known to them.", "id": "dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4551", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4551.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4551.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka segala keindahan dan kenikmatan di dalamnya.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah akan membimbing orang-orang yang beriman dalam melaksanakan pekerjaan yang diridai-Nya sehingga pekerjaan itu berhasil dengan baik, dan memelihara mereka agar tidak melakukan maksiat dan perbuatan dosa. Allah juga menyediakan bagi mereka tempat kembali di surga yang telah mereka ketahui karena Allah menunjukkan tempat-tempat itu kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4552, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062b\u064e\u0628\u0651\u0650\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanooo in tansurul laaha yansurkum wa yusabbit aqdaamakum" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, if you support Allah, He will support you and plant firmly your feet.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4552", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4552.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4552.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman, yang percaya kepada Allah dan rasul-Nya dan mengamalkan tuntunan-Nya! Jika kamu menolong agama Allah dengan berjihat memperjuangkan kebenaran di jalan Allah, niscaya Dia akan menolongmu menghadapi berbagai kesulitan dan niscaya Dia akan menolongmu menghadapi berbagai kesulitan dan meneguhkan kedudukanmu sehingga kamu dapat mengalahkan musuh-musuhmu. Itulah janji Allah untuk mendorong mereka orang yang beriman agar tidak segan dalam berjihad di jalan Allah.", "long": "Allah menyeru orang mukmin, jika mereka membela dan menolong agama-Nya dengan mengorbankan harta dan jiwa, niscaya Ia akan menolong mereka dari musuh-musuhnya. Allah akan menguatkan hati dan barisan mereka dalam melaksanakan kewajiban mempertahankan agama Islam dengan memerangi orang-orang kafir yang hendak meruntuhkannya, sehingga agama Allah itu tegak dengan kokohnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4553, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo fata's al lahum wa adalla a'maalahum" } }, "translation": { "en": "But those who disbelieve - for them is misery, and He will waste their deeds.", "id": "Dan orang-orang yang kafir maka celakalah mereka dan Allah menghapus segala amalnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4553", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4553.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4553.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan mengingkari tuntunan agama-Nya maka celakalah mereka baik di dunia maupun di akhirat dan Allah menghapus segala amalnya sehingga amal mereka itu sia-sia.", "long": "Selanjutnya dijelaskan bahwa orang yang tidak beriman kepada Allah, mengingkari keesaan dan kekuasaan-Nya, maka mereka akan celaka. Allah akan menghapus semua pahala amal dan perbuatan mereka. Perbuatan mereka tidak akan mendapat hidayah dan taufik dari Allah. Allah juga akan menggagalkan semua tipu daya mereka untuk menghancurkan kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 4554, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 202, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0637\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahum karihoo maaa anzalal laahu faahbata a'maalahum" } }, "translation": { "en": "That is because they disliked what Allah revealed, so He rendered worthless their deeds.", "id": "Yang demikian itu karena mereka membenci apa (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4554", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4554.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4554.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang demikian itu merupakan ketetapan Allah karena mereka membenci apa yang diturunkan Allah, yakni Al-Qur'an, maka Allah menghapus segala amal mereka, yakni tidak memberikan pahala kepada amal perbuatannya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak memberi pahala bagi amal dan perbuatan orang-orang kafir dan tidak memberi hidayah dan taufik-Nya karena mereka mengingkari petunjuk-petunjuk Al-Qur'an yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4555, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u062f\u064e\u0645\u0651\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Afalam yaseeroo fil ardi fayanzuroo kaifa kaana 'aaqibatul lazeena min qablihim; dammaral laahu 'alaihim wa lilkaafireena amsaaluhaa" } }, "translation": { "en": "Have they not traveled through the land and seen how was the end of those before them? Allah destroyed [everything] over them, and for the disbelievers is something comparable.", "id": "Maka apakah mereka tidak pernah mengadakan perjalanan di bumi sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Allah telah membinasakan mereka, dan bagi orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4555", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4555.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4555.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apakah mereka orang-orang kafir yang mendustakan llah dan rasul-Nya tidak pernah mengadakan perjalanan di bumi di mana terdapat peninggalan umat terdahulu sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan dan akibat yang diderita oleh orang-orang yang mendustakan rasul sebelum mereka seperti yang dialami oleh kaun 'Ad, kaum Ṡamūd, kaum Nabi Lut dan lainnya. Allah telah membinasakan jiwa, harta, dan anak keturunan mereka, dan bagi orang-orang kafir, kapan dan di mana pun akan menerima nasib yang serupa itu.", "long": "Orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan kenabian dan kerasulan Muhammad saw, serta mengingkari kebenaran petunjuk Al-Qur'an sebagai kitab yang berasal dari Allah Yang Mahakuasa, sebenarnya mempunyai berbagai bukti untuk membenarkan kenabian dan kerasulan beliau, karena negeri itu berada di sekitar negeri umat-umat terdahulu yang pernah mendustakan dan mengingkari seruan para rasul Allah. Bukankah mereka sering pergi ke Syria, sebelah utara negeri mereka, dan Hadramaut, di sebelah selatan. Bukankah mereka juga pergi ke Persia di sebelah timur dan ke Ethiopia di sebelah barat daya negeri mereka. Kepergian mereka ke negeri-negeri tersebut dengan tujuan berdagang. \n\nDalam perjalanan itu, mereka melalui sisa-sisa reruntuhan negeri kaum 'Ad, kaum Samud, kaum Syuaib, dan sebagainya yang telah dibinasakan Allah. Mereka masih dapat melihat bekas negeri itu berupa puing, peninggalan, dan sebagainya. Mereka dapat menyaksikan reruntuhan itu, karena negeri tersebut adalah pusat perniagaan pada masa itu dan terletak pada jalur perniagaan yang menghubungkan dunia barat dengan timur. Mereka juga telah mengetahui bahwa umat-umat dahulu telah dihancurkan Allah karena durhaka kepada-Nya dan rasul-Nya. Akan tetapi, mereka tidak mau memperhatikan dan merenungkan bahwa sunatullah berlaku bagi setiap orang yang mengingkari agama-Nya.\n\nOleh karena itu, orang-orang musyrik Mekah akan mengalami nasib seperti yang telah dialami oleh umat-umat dahulu seandainya mereka tetap tidak mengindahkan seruan Nabi Muhammad. Sebagai bukti kebenaran janji Allah itu, banyak orang musyrik Mekah yang mati terbunuh dalam Perang Badar dan begitu juga pada peperangan-peperangan sesudahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4556, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 26, "page": 507, "manzil": 6, "ruku": 442, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annal laaha mawlal lazeena aamanoo wa annal kaafireena laa mawlaa lahum" } }, "translation": { "en": "That is because Allah is the protector of those who have believed and because the disbelievers have no protector.", "id": "Yang demikian itu karena Allah pelindung bagi orang-orang yang beriman; sedang orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4556", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4556.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4556.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "karena Allah pelindung bagi orang-orang yang beriman yang melindungi mereka dan memberikan pertolongan; sedang orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka yang dapat menyelamatkan dari kehancuran.", "long": "Ayat ini menjelaskan tentang keadaan orang mukmin dan orang kafir di dunia dan sebab orang musyrik ditimpa malapetaka. Orang musyrik tidak mempunyai seorang penolong pun untuk menolak azab yang datang menimpa mereka, sedangkan orang mukmin mempunyai penolong, yaitu Allah Yang Mahakuasa dan Maha Penolong." } } }, { "number": { "inQuran": 4557, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 26, "page": 508, "manzil": 6, "ruku": 443, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064b\u0649 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Innal-laaha yudkhilul lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati Jannaatin tajree min tahtihal anhaaru wallazeena kafaroo yatamatta'oona wa yaakuloona kamaa taakuluian'aamu wan Naaru maswallahum" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah will admit those who have believed and done righteous deeds to gardens beneath which rivers flow, but those who disbelieve enjoy themselves and eat as grazing livestock eat, and the Fire will be a residence for them.", "id": "Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4557", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4557.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4557.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membuktikan keimanan mereka dengan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai penghormatan bagi keimanan mereka kepada Allah dan rasul-Nya. Dan orang-orang yang kafir menikmati ke-senangan dunia berupa harta benda dan kesenangannya yang tidak abadi dan mereka makan seperti hewan makan tanpa memikirkan kesudahan mereka; dan kelak nerakalah yang menjadi tempat tinggal bagi mereka sebagai balasan atas kekafirannya.", "long": "Ayat ini berbicara tentang keadaan orang mukmin dan orang kafir di akhirat. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh diberi pahala berlipat ganda berupa surga sebagai balasan dari keimanan dan ketaatan mereka. Sedangkan orang-orang yang mengingkari kekuasaan dan keesaan Allah dan mendustakan Rasul-Nya, terpengaruh oleh kenikmatan hidup di dunia yang hanya bersifat sementara. Mereka tidak mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang telah menimpa umat-umat dahulu. Mereka diumpamakan seperti hewan yang makan di kandang atau di padang rumput yang disediakan untuk mereka. Hewan-hewan itu tidak pernah memikirkan apakah makanan yang tersedia untuknya itu masih ada untuk dimakan besok atau semua habis pada hari ini, sehingga tidak ada makanan untuk dimakan lagi.\n\nAyat ini memberikan gambaran tentang keadaan dan apa yang dipikirkan orang-orang musyrik. Mereka hanya memikirkan apa yang enak dan dapat memenuhi keinginan hawa nafsu mereka. Mereka tidak mau memikirkan berapa lama yang enak dan keinginan hawa nafsu dapat mereka nikmati dan apa sumber dari keenakan dan kesenangan itu. Apakah mereka dapat terus-menerus menikmatinya, tidak pernah mereka pikirkan. Mereka juga tidak memikirkan akibat-akibat yang akan mereka alami seandainya mereka tidak mampu merasakan kenikmatan itu lagi. Mereka merasakan kenikmatan memakan sesuatu makanan, tetapi tidak pernah terpikir oleh mereka bahwa Allah telah menganugerahkan lidah kepada mereka untuk merasakan kenikmatan sesuatu yang dimakan. Bagaimana jadinya jika Allah memberi penyakit pada lidah mereka, sehingga tidak dapat merasakan sesuatu lagi? Mereka tidak memikirkan sikap dan tindakan yang paling baik yang harus mereka lakukan terhadap sumber kenikmatan itu.\n\nOrang-orang yang digambarkan ayat di atas tempat kembalinya ialah neraka Jahanam, karena itulah tempat kembali yang paling layak bagi orang-orang yang tidak menggunakan pikirannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4558, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 26, "page": 508, "manzil": 6, "ruku": 443, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e\u062a\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wa ka ayyim min qaryatin hiya ashaddu quwwatam min qaryatikal lateee akhrajatka ahlaknaahum falaa naasira lahum" } }, "translation": { "en": "And how many a city was stronger than your city [Makkah] which drove you out? We destroyed them; and there was no helper for them.", "id": "Dan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4558", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4558.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4558.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan betapa banyak negeri yang penduduknya mendustakan Allah dan rasul-Nya dan mereka lebih kuat dan lebih banyak jumlahnya dari penduduk negerimu yakni penduduk negeri Mekah yang telah mengusirmu itu. Meskipun demikian, Kami telah membinasakan mereka dengan bermacam-macam cara; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka dari kehancuran.", "long": "Diriwayatkan oleh 'Abd bin humaid, Abu Ya'la, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu 'Abbas, bahwa tatkala Nabi Muhammad akan meninggalkan Mekah, sebelum hijrah ke Medinah, beliau menoleh ke belakang melihat negeri Mekah dan berkata, \"Engkau (Mekah) adalah negeri Allah yang paling aku cintai, dan kalau penduduknya tidak mengusirku, tentu aku tidak akan meninggalkan engkau.\" Maka turunlah ayat ini.\n\nDalam ayat ini, Allah memberikan perbandingan sebagai penghibur hati Nabi Muhammad yang telah digundahkan oleh sikap dan tindakan orang-orang musyrik Mekah. Diterangkan bahwa berapa banyak negeri yang penduduknya lebih kuat badannya, lebih banyak pengetahuannya, lebih mampu membangun negerinya, lebih banyak tentaranya sehingga dapat menaklukkan negeri sekitar mereka dibandingkan dengan orang-orang musyrik Mekah. Semuanya itu telah dihancurkan Allah dengan berbagai macam malapetaka yang menimpa mereka. Dalam menghadapi malapetaka itu, mereka tidak mempunyai seorang penolong pun. Semua kekuatan, kekuasaan, dan tentara yang gagah perkasa tidak ada artinya sedikit pun dalam menghadapi malapetaka itu. Orang-orang musyrik Mekah akan mengalami nasib yang demikian pula seandainya mereka tetap mengingkari seruan Nabi Muhammad. Oleh karena itu, Nabi dihimbau untuk bersabar dan tabah menghadapi sikap dan tindakan mereka dan Allah pasti menolong dan memenangkan hamba-hamba yang taat kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4559, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 26, "page": 508, "manzil": 6, "ruku": 443, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0633\u064f\u0648\u0621\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645", "transliteration": { "en": "Afaman kaana 'alaa baiyinatim mir Rabbihee kaman zuyyina lahoo sooo'u 'amalihee wattaba'ooo ahwaaa'ahum" } }, "translation": { "en": "So is he who is on clear evidence from his Lord like him to whom the evil of his work has been made attractive and they follow their [own] desires?", "id": "Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya itu dan mengikuti keinginannya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4559", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4559.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4559.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya, ia melihat yang baik dan melakukannya dan memandang yang buruk kemudian meninggalkannya. Apakah orang yang demikian sifatnya itu sama dengan orang yang dijadikan oleh setan terasa indah baginya perbuatan buruknya itu dan sebaliknya tampak buruk baginya perbuatan yang baik dan oleh karena itu mereka senantiasa mengikuti keinginannya yang sesat dalam melakukan atau tidak melakukan perbuatan? Pasti, tidak sama.", "long": "Ayat ini menjelaskan perbandingan antara orang-orang yang beriman dengan orang kafir dengan mengatakan, \"Apakah sama orang yang mau berpikir sehingga ia mempunyai pengertian, pemahaman, dan keyakinan terhadap agama Allah dan Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad saw dengan orang-orang yang tidak mau menggunakan pikirannya, sehingga ia tidak percaya bahwa Allah akan memberi balasan yang setimpal kepada orang-orang yang menuruti hawa nafsunya dan godaan setan? Tentu saja kedua macam orang itu tidak sama, bahkan perbedaan keduanya sangat besar.\n\nPada ayat yang lain Allah berfirman:\n\nMaka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (ar-Ra'd/13: 19)\n\nDan firman Allah:\n\nTidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. (al-hasyr/59: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 4560, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 26, "page": 508, "manzil": 6, "ruku": 443, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0648\u064f\u0639\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0622\u0633\u0650\u0646\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0628\u064e\u0646\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u063a\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u0652 \u0637\u064e\u0639\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d \u0644\u0651\u064e\u0630\u0651\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0635\u064e\u0641\u0651\u064b\u0649 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Masalul jannatil latee wu'idal muttaqoona feehaaa anhaarum mim maaa'in ghayri aasininw wa anhaarum mil labanil lam yataghaiyar ta'muhoo wa anhaarum min khamril lazzatil lishshaaribeena wa anhaarum min 'asalim musaffanw wa lahum feeha min kullis samaraati wa maghfiratum mir Rabbihim kaman huwa khaalidun fin naari wa suqoo maaa'an hameeman faqatta'a am'aaa'ahum" } }, "translation": { "en": "Is the description of Paradise, which the righteous are promised, wherein are rivers of water unaltered, rivers of milk the taste of which never changes, rivers of wine delicious to those who drink, and rivers of purified honey, in which they will have from all [kinds of] fruits and forgiveness from their Lord, like [that of] those who abide eternally in the Fire and are given to drink scalding water that will sever their intestines?", "id": "Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4560", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4560.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4560.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perumpamaan keadaan yang sangat indah dan menakjubkan dari taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau,tidak berubah rasa dan baunya, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai khamar, yakni arak, yang tidak memabukkan sebagaimana arak dunia yang lezat rasanya bagi peminumnya dan di sana juga ada sungai-sungai madu yang murni tidak tercampur sesuatu selainnya. Di dalamnya mereka memperoleh pula segala macam buah-buahan yang beraneka macam jenisnya dan di samping kenikmatan yang telah disebutkan itu mereka juga memperoleh ampunan dari Tuhan mereka atas segala dosa yang diperbuatnya di dunia. Samakah mereka, orang yang mendapatkan kenikmatan surgawi dengan orang yang kekal dalam neraka, mereka terbakar oleh api neraka yang sangat panas dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga karena panasnya ususnya terpotong-potong? Jawabannya sangat pasti, keduanya tidak sama.", "long": "Tidak sama ganjaran yang akan diperoleh oleh orang yang beriman di akhirat dengan ganjaran yang akan diperoleh oleh orang yang tidak beriman. Ayat ini melukiskan keadaan surga dan neraka dalam bentuk simbolis yang menarik sekali. Di mulai dengan kata \"perumpamaan\"(matsalul jannati). Pertama \"surga\", dan \"perumpamaan\" kedua, \"samakah\" (kaman) yang dirangkum dalam nada tanya. Kata az-Zamakhsyari (dalam al-Kasysyaf), ungkapan ini dalam bentuk afirmasi, tetapi hakikatnya penyangkalan, suatu negasi.\n\nSifat-sifat surga yang dijelaskan dalam ayat ini di antaranya: pertama, di dalamnya mengalir sungai yang banyak dan setiap sungai mempunyai air yang berbagai macam jenis dan rasanya serta enak diminum oleh para penghuni surga. Di antara jenis air itu ialah:\n\n1.Ada yang airnya jernih lagi bersih, tidak dikotori oleh suatu apa pun. Oleh karena itu, tidak akan berubah rasa, warna, dan baunya.\n\n2.Ada sungai yang mengalirkan air susu yang baik diminum. Susu itu tetap baik dan enak, tidak akan berubah rasanya karena rusak atau busuk.\n\n3.Ada sungai yang mengalirkan khamar yang enak diminum, menyehatkan, dan menyegarkan tubuh dan perasaan peminumnya. Tidak seperti khamar di dunia. Sekali pun enak diminum oleh pecandunya, tetapi dapat merusak tubuh, akal, dan pikiran. Oleh karena itu, khamar di surga halal diminum, sedangkan khamar di dunia haram.\n\n4.Ada sungai yang mengalirkan madu yang bersih, seperti madu yang telah disaring, enak, dan menyehatkan badan peminumnya.\n\nDiriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidhi, dan lain-lain dari Mu'awiyah bin haidah, ia berkata: \n\nAku mendengar Rasulullah saw bersabda, \"Di surga ada lautan susu, lautan air, lautan madu, dan lautan khamar, kemudian mengalirlah sungai-sungai dari lautan-lautan itu.\" (Riwayat Ahmad, at-Tirmidhi, dan lain-lain dari Mu'awiyah bin haidah)\n\nKedua, di dalam surga terdapat buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya, berbeda warna, bentuk, dan rasanya. Semuanya merupakan makanan yang enak bagi setiap penghuni surga.\n\nKetiga, penduduk surga itu adalah orang-orang bersih dari segala noda dan dosa, karena mereka itu telah diampuni Allah Tuhan Yang Maha Penyayang, Pelindung mereka.\n\nKemudian Allah menerangkan keadaan orang-orang yang hidup dalam neraka. Mereka meminum air yang sangat panas yang menghancurkan usus-ususnya dan api neraka yang membakar hangus muka mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4561, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 26, "page": 508, "manzil": 6, "ruku": 443, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0622\u0646\u0650\u0641\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0637\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wa minhum mai yastami' ilaika hattaaa izaa kharajoo min 'indika qaaloo lillazeena ootul 'ilma maazaa qaala aanifaa; ulaaa'ikal lazeena taba'al laahu 'alaa quloobihim wattaba'ooo ahwaaa'ahum" } }, "translation": { "en": "And among them, [O Muhammad], are those who listen to you, until when they depart from you, they say to those who were given knowledge, \"What has he said just now?\" Those are the ones of whom Allah has sealed over their hearts and who have followed their [own] desires.", "id": "Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad), tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu (sahabat-sahabat Nabi), “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah dan mengikuti keinginannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4561", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4561.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4561.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu tentang Al-Qur'an dan penjelasannya dengan tekun, wahai nabi Muhammad, tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu meninggalkan majelismu mereka berkata kepada orang yang diberi ilmu, yakni sahabat-sahabat Nabi, untuk menanamkan keraguan terhadap perkataan Nabi. Mereka bertanya dengan tuuan mencemooh dan mengolok-olok, \"Apakah yang dikatakannya tadi?\" Itulah perbuatan orang-orang munafik seperti Abdullah bin Ubay dan lain-lainnya. Mereka itulah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah sehingga tidak ada petunjuk yang masuk ke dalam hatinya dan oleh karena itu mereka senantiasa mengikuti keinginannya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad membacakan Al-Qur'an, di antara yang mendengar terdapat orang-orang munafik, namun mereka tidak memahami bacaan beliau. Setelah mereka pergi meninggalkan Nabi, mereka bertanya kepada sahabat-sahabat Nabi yang berilmu dan memahami semua perkataannya, \"Apakah yang dikatakan Muhammad dalam pertemuan tadi?\" Pertanyaan ini adalah sesuatu yang tidak ada faedahnya.\n\nTujuan mereka melakukan yang demikian tidak lain hanyalah untuk memperolok-olok ucapan Rasulullah. Mereka seakan-akan memahami ucapan beliau, sehingga mereka bertanya dan memberikan tanggapan, dengan mengatakan bahwa yang diucapkan Rasulullah itu tidak ada artinya sedikit pun bagi mereka.\n\nDiriwayatkan oleh Muqatil bahwa Nabi Muhammad berkhutbah dan menerangkan keburukan budi pekerti orang munafik dan di antara yang mendengar khutbah itu ada pula orang munafik. Setelah khutbah selesai, orang munafik itu keluar dan bertanya kepada 'Abdullah bin Mas'ud dengan maksud memperolok-olok dan merendahkan Rasulullah. Di antaranya mereka mengatakan, \"Apa yang dikatakan Muhammad tadi?\" Ibnu 'Abbas berkata, \"Saya pun pernah ditanya dengan pertanyaan seperti itu.\"\n\nKemudian ayat itu menerangkan apa sebab kaum munafik melakukan yang demikian. Orang-orang yang telah diterangkan sifat-sifatnya itu adalah mereka yang telah dicap dan dikunci mati hatinya, sehingga mereka tidak dapat lagi menerima petunjuk dan kebenaran yang telah disampaikan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4562, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 26, "page": 508, "manzil": 6, "ruku": 443, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0632\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wallazeenah tadaw zaadahum hudanw wa aataahum taqwaahum" } }, "translation": { "en": "And those who are guided - He increases them in guidance and gives them their righteousness.", "id": "Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4562", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4562.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4562.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, yakni orang-orang yang beriman Allah akan menambah petunjuk kepada mereka sehingga bertambah terang bagi mereka jalan kepada kebenaran dan menganugerahi ketakwaan mereka dengan memberikan pertolongan dan kemudahan dalam melakukan kebajikan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan keadaan orang yang berlawanan sifatnya dengan orang munafik. Mereka adalah orang yang telah mendapat petunjuk, beriman, mendengar, memperhatikan, dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur'an. Dada mereka dilapangkan Allah, hati mereka menjadi tenteram bila mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an atau bila mereka membacanya, pengetahuannya semakin bertambah tentang agama Allah. Allah menambah petunjuk lagi bagi mereka dengan jalan ilham dan membimbing mereka untuk mengerjakan amal saleh serta memberi kesanggupan kepada mereka untuk menambah ketaatan dan ketakwaan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4563, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 26, "page": 508, "manzil": 6, "ruku": 443, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0627\u0637\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Fahal yanzuroona illas Saa'ata an taatiyahum baghtatan faqad jaaa'a ashraatuhaa; fa-annnaa lahum izaa jaaa'at hum zikraahum" } }, "translation": { "en": "Then do they await except that the Hour should come upon them unexpectedly? But already there have come [some of] its indications. Then what good to them, when it has come, will be their remembrance?", "id": "Maka apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila (hari Kiamat) itu sudah datang?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4563", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4563.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4563.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang munafik itu telah tertutup hatinya dari petunjuk Allah, ke-imanan mereka tidak dapat diharapkan lagi, maka bagi orang-orang munafik itu apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang pasti datangnya dan akan datang hari yang dijanjikan itu kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya, di antaranya kehadiran Nabi Muhammad sebagai Nabi penutup, sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari Kiamat itu sudah datang? Tidak ada lagi gunanya kesadaran yang terlambat datangnya.", "long": "Orang-orang yang telah dicap dan dikunci mati hatinya sehingga tidak dapat lagi menerima kebenaran dan petunjuk adalah orang yang hidupnya sudah tidak lagi berfaedah. Mereka hanya menunggu-nunggu kematian dan kedatangan hari Kiamat yang datang secara tiba-tiba. Apabila hari Kiamat itu telah datang, dan memang telah kelihatan tanda-tandanya, maka tidak ada lagi gunanya peringatan bagi mereka, dan Allah tidak akan menerima tobat mereka, bahkan tidak ada lagi gunanya iman dan amal bagi mereka. Allah berfirman:\n\nDan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. (al-Fajr/89: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 4564, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 26, "page": 508, "manzil": 6, "ruku": 443, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u0630\u064e\u0646\u0628\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064e\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u0652\u0648\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Fa'lam annahoo laaa ilaaha illal laahu wastaghfir lizambika wa lilmu'mineena walmu'minaat; wallaahu ya'lamu mutaqallabakum wa maswaakum" } }, "translation": { "en": "So know, [O Muhammad], that there is no deity except Allah and ask forgiveness for your sin and for the believing men and believing women. And Allah knows of your movement and your resting place.", "id": "Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4564", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4564.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4564.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas dosa orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha kamu mencari bermacam-macam keperluan hidupmu di dunia dan mengetahui tempat tinggalmu untuk beristirahat setelah engkau bekerja sepanjang hari.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad, apabila ia telah yakin dan mengetahui pahala yang akan diperoleh oleh orang-orang yang beriman, serta azab yang akan diperoleh oleh orang-orang kafir di akhirat, untuk berpegang teguh kepada agama Allah yang dapat mendatangkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Beliau juga diperintahkan untuk memohon kepada Allah agar mengampuni dosa-dosanya dan dosa-dosa orang beriman, selalu berdoa dan berzikir kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali memberi kesempatan kepada setan untuk melaksanakan maksud buruknya kepada beliau.\n\nSebuah hadis sahih mengatakan, Rasulullah saw selalu berdoa: \n\nWahai Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, dan perbuatanku yang berlebih-lebihan, dan dosaku yang lebih Engkau ketahui daripadaku. Wahai Allah, ampunilah dosa perkataanku yang tidak serius dan perkataanku yang sungguh-sungguh, kesalahanku, kesengajaanku, dan semua yang ada padaku.\" (Riwayat al-Bukhari dari Abu Musa al-Asy'ari) \n\nRasulullah sering berdoa pada akhir salatnya, sebelum mengucapkan salam:\n\nYa Allah, ampunilah dosaku yang terdahulu dan yang terkemudian, yang tersembunyi dan yang tampak, serta perbuatanku yang berlebihan dan dosaku yang Engkau lebih mengetahui daripadaku, Engkau Tuhanku, tak ada tuhan selain Engkau.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas)\n\nHai manusia, bertobatlah kamu kepada Tuhanmu maka sesungguhnya aku pun mohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya setiap hari lebih dari tujuh puluh kali. (Riwayat Muslim)\n\nAbu Bakar as-shiddiq berkata, \"Hendaklah kamu membaca, \"La ilaha illallah dan istigfar.\" Bacalah keduanya berulang kali, maka sesungguhnya Iblis berkata, \"Aku membinasakan manusia dengan perbuatan dosanya, dan mereka membinasakanku dengan membaca La ilaha illallah dan istigfar, maka ketika aku mengetahui yang demikian, mereka aku hancurkan dengan hawa nafsunya, mereka mengira mendapat petunjuk.\" (Riwayat Abu Ya'la).\n\nDalam satu atsar diterangkan perkataan Iblis, \"Demi keperkasaan dan keagungan-Mu, wahai Tuhan, aku senantiasa memperdaya mereka selama nyawa mereka dikandung badan.\" Lalu Allah berfirman, \"Demi keperkasaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni dosa mereka, selama mereka tetap memohon ampunan kepada-Ku.\"\n\nSelanjutnya Allah mendorong manusia melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan agar selalu berusaha untuk mencari rezeki dan kebahagiaan hidupnya. Allah berfirman, \"Dia mengetahui segala usaha, perilaku, dan tindak-tanduk mereka di siang hari, begitu pula tempat mereka berada di malam hari. Oleh karena itu, bertakwa dan meminta ampunlah kepada-Nya.\" Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya.) Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (Hud/11: 6)\n\nDan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (al-An'am/6: 60)" } } }, { "number": { "inQuran": 4565, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0632\u0651\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u064f\u062d\u0652\u0643\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0630\u064f\u0643\u0650\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f \u06d9 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0646\u064e\u0638\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0634\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wa yaqoolul lazeena aamanoo law laa nuzzilat Sooratun fa izaaa unzilat Sooratum Muhkamatunw wa zukira feehal qitaalu ra aytal lazeena fee quloobihim maraduny yanzuroona ilaika nazaral maghshiyyi 'alaihi minal mawti fa'awlaa lahum" } }, "translation": { "en": "Those who believe say, \"Why has a surah not been sent down? But when a precise surah is revealed and fighting is mentioned therein, you see those in whose hearts is hypocrisy looking at you with a look of one overcome by death. And more appropriate for them [would have been]", "id": "Dan orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tidak ada suatu surah (tentang perintah jihad) yang diturunkan?” Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4565", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4565.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4565.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu disebutkan sikap orang munafik, orang kafir dan orang beriman ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an tentang akidah, seperti keimanan kepada kesesaan Allah, kebangkitan dan sebagainya. Pada ayat berikut disebutkan sikap mereka pada waktu mendengar ayat-ayat Allah tentang perintah berjihad di jalan Allah. Orang-orang beriman selalu menungu-nunggu perintah berjihad, bahkan mereka ingin perintah itu dinyatakan dengan tegas. Dan orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tidak ada suatu surah yang kandungannya berisi tentang perintah jihad yang diturunkan agar kami mengamalkan dan mengikuti perintahnya?” Sedangkan bagi orang-orang munafik, bila diturunkan ayat yang mewajibkan mereka berjihad, mereka bersikap ingkar dan penuh rasa takut. Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut perintah perang, engkau wahai Nabi Muhammad, melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit kemunafikan atau lemah imannya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan sehingga matanya terbelalak karena takut mati menimpa mereka. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka. (Catatan : Sebagian ulama memaknai “fa awla lahum” dengan “maka kecelakaanlah bagi mereka”. Ayat ini seakan-akan menyatakan orang yang demikian lebih baik mati daripada hidup tidak taat kepada perintah agama).", "long": "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan setulus hati pasti bersedia mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka menunggu-nunggu turunnya wahyu Allah, terutama wahyu yang berhubungan dengan perintah jihad. Akan tetapi, perintah perang itu pada dasarnya bukan untuk menyerang, melainkan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, seperti yang terjadi dengan Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandak, dan lain-lain. Mereka berkata, \"Mengapa Allah tidak menurunkan kepada kita ayat-ayat yang tegas dan jelas maksudnya yang di dalamnya disebutkan bahwa berperang membela agama Allah itu adalah suatu perintah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap orang beriman.\" Sebaliknya orang-orang munafik bersikap lain. Bila diturunkan ayat yang tegas dan jelas maknanya yang berisi perintah jihad, melihat kepada Nabi dengan pandangan keingkaran dan ketakutan. Hati mereka kecut, tubuh mereka gemetar mendengarnya, dan mereka bungkam, seperti orang yang sedang menghadapi saat kematian.\n\nDalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nTidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, \"Tahanlah tanganmu (dari berperang), laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!\" Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu). Mereka berkata, \"Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?\" Katakanlah, \"Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.\" (an-Nisa'/4: 77)\n\nDari jawaban dan sikap orang munafik, tergambar apa yang tersirat dalam hati mereka. Orang yang demikian lebih baik mati daripada hidup mengekang diri dari perintah-perintah agama. Seseorang hidup untuk menjadi hamba Allah yang taat kepada-Nya, ingin mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Orang munafik tidak melaksanakan ketaatan itu. Mereka seakan-akan tidak memikirkan kebahagiaan hidup sesudah mati. Oleh karena itu, tidak ada arti hidup bagi mereka selain untuk melipat-gandakan perbuatan dosa yang menyebabkan mereka di azab di akhirat. Jika mereka mati waktu itu juga, azab mereka tidak akan bertambah di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 4566, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0637\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064c \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0632\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Taa'atunw wa qawlum ma'roof; fa izaa 'azamal amru falaw sadaqul laaha lakaana khairal lahum" } }, "translation": { "en": "Obedience and good words. And when the matter [of fighting] was determined, if they had been true to Allah, it would have been better for them.", "id": "(Yang lebih baik bagi mereka adalah) taat (kepada Allah) dan bertutur kata yang baik. Sebab apabila perintah (perang) ditetapkan (mereka tidak menyukainya). Padahal jika mereka benar-benar (beriman) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4566", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4566.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4566.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya yang lebih baik bagi orang yang beriman adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan bertutur kata yang baik sebagai bukti dari keimanan mereka. Sebab apabila perintah perang ditetapkan mereka tidak menyukainya. Padahal jika benar-benar beriman kepada Allah, pastilah mereka ikut berperang di jalan Allah, dan niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.", "long": "Ayat ini menjelaskan sikap yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang munafik adalah taat kepada Allah, mengucapkan perkataan yang makruf, daripada takut, dan gentar menghadapi musuh. Akan tetapi, mereka tidak demikian. Hal itu karena kesenangan hidup di dunia telah membuat mereka terpesona dan lupa diri. Mereka takut kehilangan kesenangan. Padahal jika mereka mengetahui bahwa kesenangan hidup di dunia adalah kesenangan yang semu dan sementara, sedangkan kesenangan hidup di akhirat adalah kesenangan yang sebenarnya, tentu mereka akan mengubah sikap.\n\nSelanjutnya diterangkan bahwa kaum munafik itu apabila datang perintah berperang, timbullah kebencian dalam hati mereka sehingga mereka enggan ikut berperang. Seandainya mereka mempunyai iman yang kuat di dalam dada mereka, benar-benar taat kepada Allah dan mengikuti Rasul, pasti mereka ikut berperang bersama Rasul. Hal itu lebih baik bagi mereka karena dengan demikian mereka dekat kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4567, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0633\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0642\u064e\u0637\u0651\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Fahal 'asaitum in tawallaitum an tufsidoo fil ardi wa tuqatti'ooo arhaamakum" } }, "translation": { "en": "So would you perhaps, if you turned away, cause corruption on earth and sever your [ties of] relationship?", "id": "Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4567", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4567.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4567.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, atau jika kamu berpaling dari iman, kamu akan berbuat kerusakan di bumi, menumpahkan darah, dan memutuskan hubungan kekeluargaan sehingga kamu saling membenci satu sama lain? Ayat ini mencela kaum munafik yang selalu mengejar ke-senangan hidup di dunia. Seandainya orang munafik berkuasa pastilah mereka berbuat aniaya dengan menumpahkan darah, merampas harta dan memutuskan hubungan silaturahmi.", "long": "Ayat ini mencela sikap kaum munafik yang selalu mengejar kesenangan hidup di dunia, dengan mengatakan, \"Hai orang munafik, karena kamu selalu mengejar kesenangan hidup di dunia dan kemewahannya, maka seandainya kamu berkuasa, pastilah kamu mempunyai sifat-sifat ingin mementingkan diri sendiri dengan memperlihatkan kekuasaan kepada rakyat jelata, suka mengambil dan memperkosa hak orang lain, dan memutuskan hubungan silaturrahim yang sangat dianjurkan untuk disambungkan." } } }, { "number": { "inQuran": 4568, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0645\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal lazeena la'anahumul laahu fa asammahum wa a'maaa absaarahum" } }, "translation": { "en": "Those [who do so] are the ones that Allah has cursed, so He deafened them and blinded their vision.", "id": "Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah; lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4568", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4568.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4568.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik yang bersikap seperti yang disebutkan di atas, mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah. Mereka telah dijauhkan dari rahmat dan kasih sayang Allah, lalu dibuat tuli pendengarannya sehingga tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang mereka dengar, dan dibutakan penglihatannya sehingga tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang mereka saksikan.", "long": "Orang-orang munafik yang bersikap seperti yang disebutkan di atas telah dijauhkan Allah dari rahmat-Nya. Oleh karena itu, Allah menghilangkan pendengaran mereka sehingga tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang dapat mereka dengar, dan Allah membutakan mereka sehingga mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang mereka lihat." } } }, { "number": { "inQuran": 4569, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062f\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064d \u0623\u064e\u0642\u0652\u0641\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Afalaa yatadabbaroonal Qur-aana am 'alaa quloobin aqfaaluhaa" } }, "translation": { "en": "Then do they not reflect upon the Qur'an, or are there locks upon [their] hearts?", "id": "Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4569", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4569.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4569.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah mengecam orang munafik yang selalu membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan silaturrahmi. Kecaman itu mash dilanjutkan pada ayat ini, Allah melanjutkan kecamannya dengan menyatakan, Maka tidakkah mereka, orang-orang munafik itu, menghayati Al-Qur’an, yakni tidak merenungkan atau memikirkan Al-Qur’an? Ataukah hati mereka sudah terkunci sehingga tidak dapat memahami petunjuknya? Pertanyaan yang mengandung kecam-an itu menegaskan bahwa orang munafik itu tidak mau memperhatikan petunjuk Al-Qur’an, atau tidak memahaminya, karena hati me-reka telah terkunci.", "long": "Apakah orang-orang munafik itu tidak memperhatikan dan memahami ajaran-ajaran Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an, tidak pula merenungkan dan memikirkannya, sehingga mereka mengetahui kesalahan sikap dan tindakan mereka selama ini? Atau telah terkunci hati dan penglihatan mereka sehingga tidak dapat lagi memahami isinya?\n\nSikap dan tindakan yang dilakukan oleh kaum munafik itu tidak saja dilakukan terhadap orang beriman, tetapi juga terhadap orang Yahudi. Mereka menyatakan kesediaan bekerja sama dengan orang Yahudi Bani Nadhir dan Bani Quraidzah. Bahkan mereka bersedia mengikuti sebahagian keinginan orang Yahudi untuk menarik hati mereka, tetapi semua janji dan kesediaan itu tidak mereka tepati. Mereka terkadang tidak segan-segan mencelakakan teman yang diajak bersekongkol, dengan menohok kawan seiring. \n\nAllah berfirman:\n\nTidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, \"Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu.\" Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta. (al-hasyr/59: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 4570, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649 \u06d9 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Innal lazeenar taddoo 'alaaa adbaarihim mim ba'di maa tabaiyana lahumul hudash Shaitaanu sawwala lahum wa amlaa lahum" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who reverted back [to disbelief] after guidance had become clear to them - Satan enticed them and prolonged hope for them.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4570", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4570.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4570.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang berbalik kepada kekafiran, setelah petunjuk itu yang disampaikan Allah melalui Rasul-Nya jelas bagi mereka, maka setanlah yang merayu mereka untuk berbuat dosa dan memanjangkan angan-angan mereka. Mereka terbuai oleh angan-angan palsu, sesuai dengan dorongan hawa nafsu, sehinggga terasa indah keburukan yang mereka lakukan.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang kembali kafir setelah nyata bagi mereka jalan yang lurus yang harus ditempuh dengan mengerjakan perbuatan dosa dan sesat adalah orang yang telah termakan dan terpengaruh oleh tipu daya setan. Setan menjadikan perbuatan dosa dan kesesatan yang mereka kerjakan sebagai perbuatan baik dalam pandangan mereka, sehingga mereka hidup dengan bergelimang dosa dan kesesatan. Di samping itu, mereka dibuai oleh angan-angan yang palsu, sesuai dengan dorongan hawa nafsu mereka. Dengan demikian, hawa nafsu itu menjadi ukuran baik atau buruknya suatu perbuatan. Apa yang dianggap baik oleh hawa nafsu mereka, itulah yang mereka anggap baik. Hal-hal inilah yang memunculkan kemunafikan dalam diri mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4571, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0646\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahum qaaloo lillazeena karihoo maa nazzalal laahu sanutee'ukum fee ba'dil amri wallaahu ya'lamu israarahum" } }, "translation": { "en": "That is because they said to those who disliked what Allah sent down, \"We will obey you in part of the matter.\" And Allah knows what they conceal.", "id": "Yang demikian itu, karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang-orang (Yahudi) yang tidak senang kepada apa yang diturunkan Allah, “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan,” tetapi Allah mengetahui rahasia mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4571", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4571.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4571.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik kembali kepada kekafiran, padahal tadinya mereka kelihatan telah beriman, karena memihak dan bersekutu dengan orang-orang Yahudi untuk memerangi orang yang beriman. Kaum munafik menyatakan bahwa mereka akan turut berperang di pihak orang-orang Yahudi dari suku Bani Naîir dan Bani Quraiîah menghadapi kaum muslim, sekiranya orang Yahudi diusir dari Madinah. Yang demikian itu, yakni kesesatan dan kemurtadan itu, karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang-orang yang tidak senang kepada apa yang diturukan Allah, yakni orang Yahudi dari suku Bani Nadzir dan Bani Quraidzah atau kaum musyrik Mekah yang mempunyai hubungan dengan musuh-musuh Islam di Madinah, “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan, antara lain tidak ikut berperang sebagaimana yang dianjurkan Nabi Muhammad.” Tetapi Allah mengetahui rahasia mereka dan tipu daya yang mereka sembunyikan.", "long": "Orang-orang munafik kembali kepada kekafiran, padahal tadinya mereka kelihatan telah beriman, karena mereka memihak dan bersekutu dengan orang Yahudi dari Bani Nadhir dan Bani Quraidzah untuk memerangi orang yang beriman. Kaum munafik menyatakan bahwa mereka akan turut berperang di pihak Bani Nadhir dan Bani Quraidzah menghadapi kaum Muslimin jika sekiranya suku Yahudi itu diusir dari Medinah. \n\nOrang Yahudi pernah menganjurkan kepada kaum munafik agar memperlihatkan kekafiran mereka dengan terang-terangan. Akan tetapi, mereka tidak mematuhi anjuran itu, kecuali dalam beberapa hal. Di antara yang tidak mereka patuhi adalah anjuran untuk menyatakan kekafiran dengan terus-terang. Kekafiran itu tetap mereka rahasiakan karena masih mengharapkan keuntungan dengan menyembunyikannya. Akan tetapi, Allah mengetahui tindakan yang mereka rahasiakan, karena tidak satu pun yang tidak diketahui-Nya. Dalam ayat lain, Allah menerangkan cara mereka mengatur siasat dan tipu dayanya. Allah berfirman:\n\nDan mereka (orang-orang munafik) mengatakan,\"(Kewajiban kami hanyalah) taat.\" Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad, sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung. (an-Nisa'/4: 81)" } } }, { "number": { "inQuran": 4572, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Fakaifa izaa tawaffat humul malaaa'ikatu yadriboona wujoohahum wa adbaa rahum" } }, "translation": { "en": "Then how [will it be] when the angels take them in death, striking their faces and their backs?", "id": "Maka bagaimana (nasib mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4572", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4572.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4572.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka bagaimana nasib dan keadaan mereka apabila Malaikat maut datang untuk mencabut nyawa mereka dengan cara yang buruk dan mengerikan? Pada saat nyawa dicabut para malaikat itu mengeluarkan ruh mereka dengan kasar dan terus menerus memukul wajah dan punggung mereka sebagai penghinaan? Keadaan orang munafik itu sangat terhina dan sengsara dalam menghadapi kematian.", "long": "Ayat ini masih berbicara tentang kaum munafik, apakah yang akan mereka lakukan jika tetap berada dalam kemunafikan itu. Mereka hanya dapat melakukan kemunafikan dan tipu daya semasa mereka masih hidup, berkuasa, dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Bagaimana pendapat mereka bila Allah menghilangkan kesehatan mereka dengan seketika, dan ketuaan berangsur pula mendekati kehidupan mereka? Bagaimana pendapat mereka di waktu kematian mendekati mereka dan malaikat maut memukul muka dan punggung mereka; apakah yang akan mereka lakukan? Bagaimana pula pendapat mereka jika mereka mati dengan tiba-tiba, sehingga tidak ada kesempatan sedikit pun bagi mereka untuk bertobat kepada Allah yang menentukan segala sesuatu di akhirat? Jika mereka memikirkan dan merenungkan semuanya itu, tentu mereka tidak akan melakukan perbuatan ingkar dan dosa.\n\nDalam ayat ini disebutkan bahwa ketika malaikat akan mencabut nyawa mereka, malaikat akan mengeluarkan roh mereka dengan kuat dan kasar serta memukul wajah dan punggung mereka. Orang Arab amat takut dipukul di wajah dan punggung. Karena mereka takut dipukul musuh di wajah dan punggung, maka mereka tidak mau pergi berperang. Ayat ini menunjukkan keadaan orang-orang munafik dalam keadaan sengsara dan terhina pada waktu menghadapi sakaratul maut. Allah berfirman:\n\nDan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang- orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (al-Anfal/8: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 4573, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 444, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0637\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0637\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahumut taba'oo maaa askhatal laaha wa karihoo ridwaanahoo fa ahbata a'maalahum" } }, "translation": { "en": "That is because they followed what angered Allah and disliked [what earns] His pleasure, so He rendered worthless their deeds.", "id": "Yang demikian itu, karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridaan-Nya; sebab itu Allah menghapus segala amal mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4573", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4573.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4573.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang mengalami keadaan yang demikian itu, yakni kematian yang mengerikan, karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang me-nimbulkan kemurkaan Allah, seperti kemunafikan dan berbuat maksiat dan membenci apa yang menimbul­kan keridaan-Nya seperti ketulusan dalam beriman dan bersungguh-sungguh melaksanakan perintahnya, sebab itu Allah menghapus segala amal mereka. Ayat ini menyatakan bahwa kematian yang mengerikan akan menimpa kita, apabila kita sering mengerjakan maksiat, dan tidak mau mengerjakan perbuatan yang diridai-Nya.", "long": "Mereka mengalami keadaan yang demikian karena sering mengerjakan maksiat, selalu ingkar kepada Allah, menuruti hawa nafsu, dan tidak mau mengerjakan pekerjaan yang diridai-Nya. Mereka beribadah kepada Allah hanya karena ria dan ingin dihargai orang. Oleh karena itu, semua amal yang mereka kerjakan, seperti bersedekah dan menolong orang-orang yang lemah, miskin, dan sengsara, tidak ada guna dan faedahnya. Sebab, amal dan perbuatan baik yang dapat diterima bila didasari dengan iman kepada Allah dan Rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4574, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 26, "page": 509, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0636\u0652\u063a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Am hasibal lazeena fee quloobihim maradun al lan yukhrijal laahu adghaanahum" } }, "translation": { "en": "Or do those in whose hearts is disease think that Allah would never expose their [feelings of] hatred?", "id": "Atau apakah orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4574", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4574.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4574.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau apakah orang-orang munafik yang dalam hatinya ada penyakit memendam kebencian dan permusuhan terhadap orang-orang mukmin mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian dan maksud buruk mereka terhadap Rasul dan umat Islam? Allah Yang Maha Mengetahui rahasia segala sesuatu akan memberitahukan kepada hamba-Nya yang beriman tentang semua rahasia jahat mereka.", "long": "Apakah orang munafik mengira bahwa dalam permusuhan, dan niat jahat terhadap orang-orang yang beriman yang terpendam dalam hati mereka tidak akan diketahui? Apakah mereka mengira bahwa Allah tidak mengetahuinya sehingga Dia tidak memberitahukannya kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, akan memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman tentang semua rahasia jahat mereka.\n\nMengenai rahasia dan rencana jahat kaum munafik diterangkan panjang lebar dalam Surah at-Taubah. Di antaranya ialah firman Allah: \n\nOrang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (at-Taubah/9: 67)" } } }, { "number": { "inQuran": 4575, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0644\u064e\u062d\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wa law nashaaa'u la-arainaakahum fala 'araftahum bi seemaahum; wa lata'rifan nahum fee lahnil qawl; wallaahu ya'lamu a'maalakum" } }, "translation": { "en": "And if We willed, We could show them to you, and you would know them by their mark; but you will surely know them by the tone of [their] speech. And Allah knows your deeds.", "id": "Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami perlihatkan mereka kepadamu (Muhammad) sehingga engkau benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan engkau benar-benar akan mengenal mereka dari nada bicaranya, dan Allah mengetahui segala amal perbuatan kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4575", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4575.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4575.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami perlihatkan sifat-sifat dan perbuatan mereka kepadamu wahai Nabi Muhammad, sehingga engkau benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya yang Kami sampaikan dengan jelas kepadamu. Dan engkau benar-benar akan mengenal mereka dari nada bicaranya yang penuh dengan tentang tipuan, kebencian dan permusuhan, dan Allah mengetahui segala amal perbuatan kamu, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah, baik dalam bentuk niat, ucapan maupun perbuatan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyatakan kepada Rasulullah saw, \"Hai Muhammad, jika Kami menghendaki untuk memperkenalkan kepadamu pribadi-pribadi orang munafik itu sehingga kamu mengenal seorang demi seorang berdasarkan tanda-tanda yang ada pada mereka, tentulah tidak sukar bagi Kami melakukannya. Akan tetapi, Kami tidak berbuat demikian, agar keluarga mereka yang beriman kepada Kami tidak mereka aniaya. Sekalipun demikian, kamu dapat mengetahui orang-orang munafik itu dengan memperhatikan ungkapan-ungkapan dan cara-cara mereka berbicara. Mereka tidak mau berbicara secara tegas dan jelas, melainkan selalu memakai isyarat dan sindiran serta kiasan yang kurang jelas maksudnya, dan mereka berbuat dan bertindak tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan.\n\nPada masa Rasulullah saw, orang munafik bila berbicara selalu menggunakan kata-kata yang muluk-muluk dan menyenangkan hati pendengarnya, tetapi dalam hati mereka terkandung maksud jahat. Al-Kalbi berkata, \"Setelah ayat ini turun, Rasulullah mengetahui orang-orang munafik bila mereka berbicara dengan beliau. Sedangkan Anas r.a. mengatakan, \"Allah memberitahukan orang-orang munafik kepada Rasulullah dengan perantara wahyu atau dengan tanda-tanda yang ditampakkannya kepada beliau.\"\n\nSehubungan dengan orang-orang munafik, 'Utsman bin 'Affan berkata, \"Tidak ada suatu rahasia yang tersembunyi dalam hati seseorang, kecuali Allah menampakkannya pada air muka dan ucapan lahirnya.\"\n\nPada akhir ayat ini, Allah menyatakan bahwa keadaan orang mukmin tidak sama dengan orang munafik. Dia akan membalas amal perbuatan orang mukmin sesuai dengan maksud dan niatnya masing-masing, karena Allah mengetahui amal perbuatan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4576, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u062e\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wa lanabluwannakum hattaa na'lamal mujaahideena minkum wassaabireena wa nabluwa akhbaarakum" } }, "translation": { "en": "And We will surely test you until We make evident those who strive among you [for the cause of Allah] and the patient, and We will test your affairs.", "id": "Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4576", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4576.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4576.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu, wahai kaum muslim dengan menyuruhmu berjuang dan melakukan perbuatan berat, sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad di jalan Allah dan bersabar dalam melaksanakan kewajiban di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu sehingga Kami mengetahui siapa di antara kamu yang benar-benar beriman dan siapa yang dusta.", "long": "Dengan adanya ketentuan perang dan kewajiban-kewajiban berat yang lain, Allah menguji keimanan kaum Muslimin hingga diketahui siapa yang berjihad di jalan-Nya dan siapa yang tidak, serta siapa yang sabar dan siapa yang tidak. Dengan cobaan itu pula akan bertambah kuat iman orang yang sabar dan makin berkurang iman orang yang ragu-ragu." } } }, { "number": { "inQuran": 4577, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 203, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0627\u0642\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u064f\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064f\u062d\u0652\u0628\u0650\u0637\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Innnal lazeena kafaroo wa saddoo 'an sabeelil laahi wa shaaaqqur Rasoola mim ba'di maa tabaiyana lahumul hudaa lany yadurrul laaha shai'anw wa sa yuhbitu a'maalahum" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieved and averted [people] from the path of Allah and opposed the Messenger after guidance had become clear to them - never will they harm Allah at all, and He will render worthless their deeds.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah ada petunjuk yang jelas bagi mereka, mereka tidak akan dapat memberi mudarat (bahaya) kepada Allah sedikit pun. Dan kelak Allah menghapus segala amal mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4577", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4577.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4577.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu Allah menerangkan keadaan orang-orang munafik yang selalu melaksanakan tipu daya dan maksud jahat kepada orang-orang yang beriman. Mereka mengira perbuatan jahat itu tidak diketahui oleh Allah. Pada ayat ini Allah menerangkan keadaaan orang-orang yang menghalangi manusia mengikuti jalannya setelah datang kepada mereka petunjuk. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah untuk mengikuti agama-Nya serta memusuhi rasul setelah ada petunjuk yang jelas bagi mereka, yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah rasul-Nya mereka tidak akan dapat memberi mudarat bahaya kepada Allah sedikit pun dengan sebab kekafirannya itu. Dan kelak Allah menghapus pahala segala amal mereka, disebabkan kekafirannya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, menghalang-halangi manusia memeluk agama-Nya yang dibawa oleh Nabi Muhammad, menentang dan memeranginya setelah dikemukakan kepada mereka bukti-bukti yang kuat, maka segala tindakan mereka itu tidak akan menimbulkan mudarat kepada Allah dan kepada perkembangan agama-Nya karena Allah Mahakuasa dan kehendak-Nya pasti terlaksana. Dia menolong Rasul-Nya di dunia dan mengazab setiap orang yang menentang-Nya. Di akhirat segala usaha mereka itu tidak akan berhasil sedikit pun. \n\n\"Orang yang menghalang-halangi manusia di jalan Allah\" yang disebutkan dalam ayat ini maksudnya ialah orang-orang yang menghalangi orang lain masuk Islam dengan berbagai macam cara. Dapat juga berarti orang yang berusaha menghancurkan Islam dan kaum Muslimin, baik dengan terang-terangan maupun dengan sembunyi-sembunyi.\n\nDiriwayatkan bahwa ayat ini turun berhubungan dengan orang-orang Yahudi dari Bani Quraidzah dan Bani Nadhir. Mereka menghalang-halangi manusia menganut agama Allah setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata yang terdapat dalam Taurat dan mukjizat-mukjizat yang dikemukakan Rasulullah. Tindakan mereka itu tidak akan bermanfaat sedikit pun terhadap rencana dan kehendak Allah, tetapi malahan akan menghancurkan diri mereka sendiri, dengan kegagalan semua usaha mereka, dan azab yang mereka terima di akhirat. \n\nAyat ini juga berhubungan dengan orang-orang Yahudi yang menghalang-halangi Bani Sa'ad yang telah menganut agama Islam, lalu mereka mengadukan hal itu kepada Nabi Muhammad. Beliau menjawab pengaduan itu dengan ayat ini, yang menyatakan bahwa tindakan orang-orang Yahudi itu tidak akan memberi mudarat kepada Allah, tetapi akan merugikan diri mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4578, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0637\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo atee'ul laaha wa atee'ur Rasoola wa laa tubtilooo a'maalakum" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, obey Allah and obey the Messenger and do not invalidate your deeds.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4578", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4578.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4578.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dengan cara melaksanakan perintah yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Sunnah dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu dengan melakukan maksiat kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah meminta orang-orang yang beriman agar taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya serta tidak menghiraukan sikap dan tindakan orang-orang kafir. Mereka hendaknya beriman, mengakui keesaan dan kekuasaan Allah yang memiliki sifat-sifat yang sempurna, menaati perintah-Nya, melaksanakan ajaran-Nya, dan tidak melanggar perintah-Nya yang menyebabkan hilangnya pahala amal yang mereka kerjakan.\n\nMenurut Abu al-'Aliyah, \"Semula para sahabat berpendapat bahwa tidak ada satu dosa pun yang dapat merusak ikrar seseorang bahwa \"tidak ada Tuhan selain Allah\", sebagaimana tidak ada manfaat sesuatu amal yang didasarkan kepada syirik sampai ayat ini turun. Setelah turunnya ayat ini, para sahabat merasa khawatir, kalau-kalau amal-amal mereka akan batal karena suatu perbuatan dosa.\"\n\nIbnu 'Umar berkata, \"Kami semua sahabat Rasulullah saw berpendapat bahwa perbuatan baik akan diterima Allah sampai turunnya ayat ini. Setelah ayat ini turun, kami bertanya, 'Apa sajakah yang membatalkan pahala amal-amal kami? Maka Rasulullah menjawab, 'Dosa besar, perbuatan jahat, dan perbuatan keji. Setelah itu apabila salah seorang kami berbuat dosa (zina) yang disebutkan itu, kami berkata, 'Sesungguhnya telah terhapus pahala amalnya, sampai turun ayat yang artinya, 'Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang mempersekutukan-Nya, tetapi mengampuni selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Setelah itu kami tidak membicarakan tentang hal itu lagi.\"\n\nAda ahli tafsir yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan taat kepada Allah ialah mengamalkan isi Al-Qur'an. Sedangkan yang dimaksud dengan taat kepada Rasul ialah mengikuti dan melaksanakan semua perintah dan larangan yang terkandung dalam hadis-hadis beliau." } } }, { "number": { "inQuran": 4579, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaroo wa saddoo 'an sabeelil laahi summa maatoo wa hum kuffaarun falany yaghfirallaahu lahum" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who disbelieved and averted [people] from the path of Allah and then died while they were disbelievers - never will Allah forgive them.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka Allah tidak akan mengampuni mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4579", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4579.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4579.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang kafir yang mengingkari keesaan Allah dan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka Allah tidak akan mengampuni mereka. Allah tidak akan menghapus dosa mereka bahkan Allah akan menghukum mereka dan memperlihatkan keburukan mereka di hadapan para saksi kelak di hari Kiamat.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang yang mengingkari kekuasaan dan keesaan Allah, mengingkari seruan rasul-Nya, menghalang-halangi manusia dari jalan-Nya, kemudian ia mati dalam keadaan kafir, maka Allah sekali-kali tidak akan mengampuni dosa-dosanya karena pintu tobat dan ampunan Allah hanya ada sewaktu masih hidup di dunia. Jika seseorang telah mati, maka semuanya telah tertutup baginya.\n\nSebagian ahli tafsir menerangkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan orang-orang kafir yang mati dalam Perang Badar yang dikubur dalam sebuah sumur. Lepas dari benar atau tidaknya pendapat itu, ayat ini berlaku bagi semua orang di mana dan kapan pun, bahwa setiap orang yang mati dalam keadaan kafir, tidak akan diampuni Allah dosa-dosanya." } } }, { "number": { "inQuran": 4580, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0650\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Falaa tahinoo wa tad'ooo ilas salmi wa antumul a'lawna wallaahu ma'akum wa lany yatirakum a'maalakum" } }, "translation": { "en": "So do not weaken and call for peace while you are superior; and Allah is with you and will never deprive you of [the reward of] your deeds.", "id": "Maka janganlah kamu lemah dan mengajak damai karena kamulah yang lebih unggul dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia tidak akan mengurangi segala amalmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4580", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4580.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4580.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka janganlah kamu lemah dan takut bertempur melawan orang musyrik dan mengajak damai untuk mencari dalih menghindari pepe-rangan karena kamulah yang lebih unggul yakni lebih mulia dari mereka karena kebenaran yang kamu miliki dan kamu perjuangkan, dan Allah pun bersama kamu. Dia yang akan membela dan memenangkan kamu dan Dia tidak akan berbuat aniaya kepadamu dengan mengurangi pahala segala amalmu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah meminta orang-orang yang beriman, bila perintah melaksanakan jihad sudah dikeluarkan dan mereka mengetahui bahwa Allah pasti menolong orang-orang yang beriman, mereka harus merasa kuat, tidak patah semangat, dan sekali-kali tidak mengajak musuh untuk berdamai. Mereka adalah orang-orang yang percaya bahwa umat Islam yang akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah. Allah tetap bersama mereka dan tidak akan mengurangi pahala mereka sedikit pun. Allah tidak akan bersama orang kafir, apalagi menolong mereka, karena mereka sebenarnya adalah makhluk Allah yang merendahkan derajatnya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4581, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064c \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Innamal hayaatud dunyaa la'ibunw wa lahw; wa in to'minoo wa tattaqoo yu'tikum ujoorakum wa laa yas'alkum amwaalakum" } }, "translation": { "en": "[This] worldly life is only amusement and diversion. And if you believe and fear Allah, He will give you your rewards and not ask you for your properties.", "id": "Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4581", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4581.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4581.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya kehidupan dunia itu bagi orang yang lengah hanyalah permainan yakni kegiatan tanpa tujuan yang benar dan senda gurau yang membawa kepada kelalaian. Jika kamu beriman kepada Tuhanmu serta bertakwa dengan sebenar-benarnya dengan menunaikan perintan-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, Allah akan memberikan pahala kepa-damu sebagai pembalasan dari amalmu dan Dia tidak akan meminta hartamu, yakni Dia tidak meminta hartamu seluruhnya melainkan hanya sebagian dari harta itu untuk diberikan kepada yang membutuhkan.", "long": "Allah mendorong orang-orang yang beriman agar berjihad dan menginfakkan harta di jalan-Nya, untuk menghancurkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh mereka, yaitu orang-orang kafir Mekah. Mereka jangan sekali-kali terpesona oleh kehidupan dunia yang menyebabkan mereka meninggalkan jihad karena kehidupan dunia hanyalah sementara, hanya sebagai permainan, dan senda gurau. Semua yang ada di dunia ini akan hilang lenyap, kecuali ketaatan dan ibadah kepada Allah karena ketaatan dan ibadah itu menjadi sebab untuk memperoleh kehidupan yang sebenarnya nanti di akhirat. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa jihad di jalan Allah termasuk perbuatan ibadah yang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada-Nya. Oleh karena itu, lakukanlah jihad sebagaimana melakukan ibadah-ibadah yang lain.\n\nSelanjutnya Allah menyatakan bahwa perbuatan yang bisa menjadi persiapan yang sebenarnya di akhirat nanti ialah beriman kepada Allah, melaksanakan segala perintah dan menjauhkan semua larangan-Nya, dan meninfakkan harta di jalan-Nya sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Yang dituntut dari harta yang diinfakkan itu hanyalah sebagian kecil dari penghasilan, tidak semuanya, dan diberikan sebagai zakat, sedekah, amal jariah, dan sebagainya. Jika mereka melaksanakan yang demikian itu, Allah akan membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda berupa ketenangan hidup di dunia, dan surga di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4582, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u062d\u0652\u0641\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652 \u0623\u064e\u0636\u0652\u063a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Iny yas'alkumoohaa fa yuhfikum tabkhaloo wa yukhrij adghaanakum" } }, "translation": { "en": "If He should ask you for them and press you, you would withhold, and He would expose your unwillingness.", "id": "Sekiranya Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (agar memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4582", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4582.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4582.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan tetapi Allah mengetahui sekiranya Dia meminta harta kepada-mu lalu mendesak kamu agar memberikan semuanya untuk berjihad niscaya kamu akan kikir sehingga tidak akan memberikannya karena kekikiranmu dan Dia akan menampakkan kedengkianmu dikarenakan cintamu yang berlebihan kepada harta.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan salah satu dari sifat manusia yang tercela ialah kikir dan sangat mencintai dan menginginkan harta. Allah menyatakan bahwa Ia tidak minta mereka memberikan harta mereka seluruhnya untuk diberikan kepada kaum Muslimin yang lemah. Bila Ia meminta seluruhnya seperti itu, pasti mereka tidak akan memberikannya karena mereka terlalu tamak kepada harta dan tidak akan memberikannya kepada orang-orang miskin. Allah mengetahui yang demikian. Semakin sering permintaan itu diulang-ulang, semakin bertambah rasa benci dan dengki mereka terhadap orang miskin tersebut.\n\nSifat kikir itu telah menjadi tabiat manusia. Ia merupakan sifat yang didatangkan kemudian, sebagaimana firman Allah:\n\nDan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. (an-Nisa'/4: 128)\n\nAllah swt berfirman:\n\nDan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang- orang yang beruntung. (al-hasyr/59: 9)\n\nDalam ayat yang lain dinyatakan jika manusia dapat menghilangkan atau mengurangi sifat kikirnya itu, maka ia akan menjadi orang yang beruntung hidup di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4583, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 26, "page": 510, "manzil": 6, "ruku": 445, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645", "transliteration": { "en": "haaa antum haaa'ulaaa'i tud'awna litunfiqoo fee sabeelillaahi faminkum many yabkhalu wa many yabkhal fa innamaa yabkhalu 'an nafsih; wallaahu Ghaniyyu wa antumul fuqaraaa'; wa in tatwal law yastabdil qawman ghairakum summa laa yakoonooo amsaalakum" } }, "translation": { "en": "Here you are - those invited to spend in the cause of Allah - but among you are those who withhold [out of greed]. And whoever withholds only withholds [benefit] from himself; and Allah is the Free of need, while you are the needy. And if you turn away, He will replace you with another people; then they will not be the likes of you.", "id": "Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4583", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4583.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4583.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah, wahai orang yang beriman, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan sebagian dari hartamu di jalan Allah. Lalu di antara kamu yang diajak menafkahkan harta itu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri dan merugikan diri sendiri, dan sedikit pun tidak merugikan kepada Allah. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan karunia-Nya. Karena itu jika kamu menyambut ajakan-Nya untuk bernafkah, kamu akan memperoleh keberuntungan Dan jika kamu berpaling dari jalan yang benar dan menolak ajakan-Nya, dia akan membinasakan kamu dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan durhaka seperti kamu yang enggan menyambut ajakan Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah memanggil mereka untuk menghilangkan sifat kikir. Mereka diminta menginfakkan harta mereka di jalan Allah. Dijelaskan bahwa siapa yang kikir, tidak mau menafkahkan harta di jalan Allah, maka kekikiran mereka itu akan merugikan diri sendiri karena kikir itu akan mengganggu hubungan dalam masyarakat dan akan menghapuskan pahala mereka, menjauhkan diri mereka dari Allah dan surga. Bila manusia berinfak, itu bukan untuk Allah karena Ia tidak memerlukan harta mereka, sebab Dia Mahakaya, tidak memerlukan apa pun. Infak itu justru untuk keuntungan mereka karena Allah akan membalasnya berlipat ganda, ditambah lagi dengan pahala yang balasannya adalah surga.\n\nKemudian Allah mengancam mereka dengan mengatakan bahwa jika mereka berpaling, yaitu tidak beriman dan tidak mau memenuhi perintah-Nya dengan berinfak, maka Allah akan menghancurkan mereka, kemudian mengganti mereka dengan kaum yang lain yang tidak seperti mereka, yaitu kaum yang mau berinfak, berjihad, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh al-Baihaqi, at-Tirmidhi dan lain-lainnya dari Abu Hurairah berkata: \n\nRasulullah saw membaca ayat ini sampai akhir, maka para sahabat bertanya, \"Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu yang jika kami berpaling mereka akan menggantikan kami dan mereka tidak seperti kami?\" Maka Rasulullah menepuk pundak Salman, kemudian berkata, \"Inilah orangnya dan kaumnya. Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, seandainya agama itu tergantung di bintang surayya, itu akan digapai oleh orang-orang dari Persia.\"" } } } ] }, { "number": 48, "sequence": 111, "numberOfVerses": 29, "name": { "short": "الفتح", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0641\u062a\u062d", "transliteration": { "en": "Al-Fath", "id": "Al-Fath" }, "translation": { "en": "The Victory", "id": "Kemenangan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Fath terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Jum'ah. Dinamakan Al Fath (kemenangan) diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Sebagian besar dari ayat-ayat surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad s.a.w. dalam peperangan-peperangannya. Nabi Muhammad s.a.w. sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini. Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari. Kegembiraan Nabi Muhammad s.a.w. itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad s.a.w. dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4584, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa fatahnaa laka Fatham Mubeenaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have given you, [O Muhammad], a clear conquest", "id": "Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4584", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4584.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4584.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata yang tidak ada keraguan sedikitpun tentang kemenangan itu.", "long": "Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud dari kata \"kemenangan\" (fath) dalam ayat ini. Sebagian mereka berpendapat penaklukan Mekah. Ada yang berpendapat, penaklukan negeri-negeri yang waktu itu berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi, dan ada pula yang berpendapat, Perdamaian Hudaibiyyah. Kebanyakan ahli tafsir mengikuti pendapat terakhir ini. Di antaranya ialah:\n\n1.Menurut pendapat Ibnu 'Abbas, kemenangan dalam ayat ini adalah Perdamaian Hudaibiyyah karena perdamaian itu menjadi sebab terjadinya penaklukan Mekah.\n\n2.Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa ia berkata, \"Kalian berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kemenangan dalam ayat ini ialah penaklukan Mekah, sedangkan kami berpendapat Perdamaian Hudaibiyyah. Pada riwayat yang lain diterangkan bahwa Surah al-Fath ini diturunkan pada suatu tempat yang terletak antara Mekah dan Medinah, setelah terjadi Perdamaian Hudaibiyyah, mulai dari permulaan sampai akhir surah.\n\n3.Az-Zuhri mengatakan, \"Tidak ada kemenangan yang lebih besar daripada kemenangan yang ditimbulkan oleh Perdamaian Hudaibiyyah dalam sejarah penyebaran agama Islam pada masa Rasulullah. Sejak terjadinya perdamaian itu, terjadilah hubungan yang langsung antara orang-orang Muslim dan orang-orang musyrik Mekah. Orang Muslim dapat menginjak kembali kampung halaman dan bertemu dengan keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Dalam hubungan dan pergaulan yang demikian itu, orang-orang kafir telah mendengar secara langsung percakapan kaum Muslimin, baik yang dilakukan sesama kaum Muslimin, maupun yang dilakukan dengan orang kafir sehingga dalam masa tiga tahun, banyak di antara mereka yang masuk Islam. Demikianlah proses itu berlangsung sampai saat penaklukan Mekah, kaum Muslimin dapat memasuki kota itu tanpa pertumpahan darah.\n\nHudaibiyyah adalah nama sebuah desa, kira-kira 30 km di sebelah barat kota Mekah. Nama itu berasal dari nama sebuah perigi yang ada di desa tersebut. Nama desa itu kemudian dijadikan sebagai nama suatu perjanjian antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir Mekah, yang terjadi pada bulan Zulkaidah tahun 6 H (Februari 628 M) di desa itu.\n\nPada tahun keenam Hijriah, Nabi Muhammad beserta kaum Muslimin yang berjumlah hampir 1.500 orang memutuskan untuk berangkat ke Mekah untuk melepaskan rasa rindu mereka kepada Baitullah kiblat mereka, dengan melakukan umrah dan untuk melepaskan rasa rindu kepada sanak keluarga yang telah lama mereka tinggalkan. Untuk menghilangkan prasangka yang tidak benar dari orang kafir Mekah, maka kaum Muslimin mengenakan pakaian ihram, membawa hewan-hewan untuk disembelih yang akan disedekahkan kepada penduduk Mekah. Mereka pun berangkat tidak membawa senjata, kecuali sekedar senjata yang biasa dibawa orang dalam perjalanan jauh.\n\nSesampainya di Hudaibiyyah, rombongan besar kaum Muslimin itu bertemu dengan Basyar bin Sufyan al-Ka'bi. Basyar mengatakan kepada Rasulullah bahwa orang-orang Quraisy telah mengetahui kedatangan beliau dan kaum Muslimin. Oleh karena itu, mereka telah mempersiapkan bala tentara dan senjata untuk menyambut kedatangan kaum Muslimin. Mereka sedang berkumpul di dzi thuwa. Rasulullah saw lalu mengutus 'Utsman bin 'Affan menemui pimpinan dan pembesar Quraisy untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau beserta kaum Muslimin. Maka berangkatlah 'Utsman. \n\nKaum Muslimin menunggu-nunggu kepulangan 'Utsman, tetapi ia tidak juga kunjung kembali. Hal itu terjadi karena 'Utsman ditahan oleh pembesar-pembesar Quraisy. Kemudian tersiar berita di kalangan kaum Muslimin bahwa 'Utsman telah mati dibunuh oleh para pembesar Quraisy. Mendengar berita itu, banyak kaum Muslimin yang telah hilang kesabarannya. Rasulullah bersumpah akan memerangi kaum kafir Quraisy. Menyaksikan hal itu, kaum Muslimin membaiat beliau bahwa mereka akan berperang bersama Nabi melawan kaum kafir. Hanya satu orang yang tidak membaiat, yaitu Jadd bin Qais al-Ansari. Baiat para sahabat itu diridai Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat 18 surah ini. Oleh karena itu, baiat itu disebut Bai'atur-Ridhwan yang berarti \"baiat yang diridai\".\n\nBai'atur-Ridhwan ini menggetarkan hati orang-orang musyrik Mekah karena takut kaum Muslimin akan menuntut balas bagi kematian 'Utsman, sebagaimana yang mereka duga. Oleh karena itu, mereka mengirimkan utusan yang menyatakan bahwa berita tentang pembunuhan 'Utsman itu tidak benar dan mereka datang untuk berunding dengan Rasulullah saw. Perundingan itu menghasilkan perdamaian yang disebut Perjanjian Hudaibiyyah (Sulhul-Hudaibiyyah).\n\nIsi perdamaian itu ialah:\n\n1. Menghentikan peperangan selama 10 tahun.\n\n2. Setiap orang Quraisy yang datang kepada Rasulullah saw tanpa seizin wali yang mengurusnya, harus dikembalikan, tetapi setiap orang Islam yang datang kepada orang Quraisy, tidak dikembalikan kepada walinya.\n\n3. Kabilah-kabilah Arab boleh memilih antara mengadakan perjanjian dengan kaum Muslimin atau dengan orang musyrik Mekah. Sehubungan dengan ini, maka kabilah Khuza'ah memilih kaum Muslimin, sedangkan golongan Bani Bakr memilih kaum musyrik Mekah.\n\n4. Nabi Muhammad dan rombongan tidak boleh masuk Mekah pada tahun perjanjian itu dibuat, tetapi baru dibolehkan pada tahun berikutnya dalam masa tiga hari. Selama tiga hari itu, orang-orang Quraisy akan mengosongkan kota Mekah. Nabi Muhammad dan kaum Muslimin tidak boleh membawa senjata lengkap memasuki kota Mekah.\n\nSetelah perjanjian itu, Rasulullah saw beserta kaum Muslimin kembali ke Medinah. Perjanjian perdamaian itu ditentang oleh sebagian sahabat karena mereka menganggap perjanjian itu merugikan kaum Muslimin dan lebih menguntungkan orang-orang musyrik Mekah. Apabila dilihat sepintas lalu, memang benar anggapan sebagian para sahabat itu, seperti yang tersebut pada butir dua dan butir empat. Dalam perjanjian itu ditetapkan bahwa setiap orang musyrik yang datang kepada nabi tanpa seizin walinya harus dikembalikan, sebaliknya kalau orang Muslimin datang kepada orang Quraisy tidak dikembalikan. Di samping itu, kaum Muslimin dilarang masuk kota Mekah pada tahun itu. Sekalipun dibolehkan pada tahun berikutnya, namun hanya dalam waktu tiga hari, sedang kota Mekah adalah kampung halaman mereka sendiri. Pada waktu itu, kaum Muslimin merasa telah mempunyai kekuatan yang cukup untuk memerangi dan mengalahkan orang-orang musyrik, mengapa tidak langsung saja memerangi mereka?\n\nLain halnya dengan Rasulullah saw dan para sahabat yang lain, yang memandangnya dari segi politik dan mempunyai pandangan yang jauh ke depan. Sesuai dengan ilham dari Allah, beliau yakin bahwa perjanjian itu akan merupakan titik pangkal kemenangan yang akan diperoleh kaum Muslimin pada masa-masa yang akan datang. Sekalipun butir dua dan empat dari perjanjian itu seakan-akan merugikan kaum Muslimin, beliau yakin bahwa tidak akan ada kaum Muslimin yang menjadi kafir kembali, karena mereka telah banyak mendapat ujian dari Tuhan mereka. Keyakinan beliau itu tergambar dalam sikap beliau setelah terjadinya perjanjian itu.\n\nJika dipelajari, maka apa yang diyakini oleh Rasulullah saw dapat dipahami, di antaranya ialah:\n\n1. Dengan adanya Perjanjian Hudaibiyyah, berarti orang-orang musyrik Mekah secara tidak langsung telah mengaku secara de facto pemerintahan kaum Muslimin di Medinah. Selama ini, mereka menyatakan bahwa Nabi dan kaum Muslimin tidak lebih dari sekelompok pemberontak yang ingin memaksakan kehendaknya kepada mereka.\n\n2. Dengan dibolehkannya Rasulullah saw bersama kaum Muslimin memasuki kota Mekah pada tahun yang akan datang untuk melaksanakan ibadah di sekitar Ka'bah, terkandung pengertian bahwa orang-orang musyrik Mekah telah mengakui agama Islam sebagai agama yang berhak menggunakan Ka'bah sebagai rumah ibadah mereka dan hal ini juga berarti bahwa mereka telah mengakui agama Islam sebagai salah satu dari agama-agama yang ada di dunia.\n\n3. Dengan terjadinya perjanjian itu, berarti kaum muslimin telah memperoleh jaminan keamanan dari orang-orang musyrik Mekah. Hal ini memungkinkan mereka menyusun dan membina masyarakat Islam dan melakukan dakwah Islamiyah ke seluruh penjuru tanah Arab, tanpa mendapat gangguan dari orang-orang musyrik Mekah. Selama ini, setiap usaha Rasulullah saw selalu mendapat rintangan dan gangguan dari mereka. Sejak itu pula, Rasulullah dapat mengirim surat untuk mengajak raja-raja yang berada di kawasan Jazirah Arab dan sekitarnya untuk masuk Islam, seperti Kisra Persia, Muqauqis dari Mesir, Heraklius kaisar Romawi, raja Gassan, pembesar-pembesar Yaman, raja Najasyi (Negus) dari Ethiopia dan sebagainya.\n\nPada tahun kedelapan Hijriah, orang Quraisy menyerang Bani Khuza'ah, sekutu kaum Muslimin. Dalam Perjanjian Hudaibiyyah disebutkan bahwa penyerangan kepada salah satu dari sekutu kaum Muslimin berarti penyerangan kepada kaum Muslimin. Hal ini berarti bahwa pihak yang menyerang telah melanggar secara sepihak perjanjian yang telah dibuat. Oleh karena itu, pada tahun kedelapan Hijriah tanggal 10 Ramadan, berangkatlah Rasulullah bersama 10.000 kaum Muslimin menuju Mekah. Setelah mendengar kedatangan kaum Muslimin dalam jumlah yang demikian besar, maka orang-orang Quraisy menjadi gentar dan takut, sehingga Abu Sufyan, pemimpin Quraisy waktu itu, segera menemui Rasulullah di luar kota Mekah. Ia menyatakan kepada Rasulullah saw bahwa ia dan seluruh kaumnya menyerahkan diri kepada beliau dan ia sendiri menyatakan masuk Islam saat itu juga. Dengan pernyataan Abu Sufyan itu, maka Rasulullah saw bersama kaum Muslimin memasuki kota Mekah dengan suasana aman, damai, dan tenteram, tanpa pertumpahan darah. Dengan demikian, sempurnalah kemenangan Rasulullah saw dan kaum Muslimin, yang terjadi dua tahun setelah Perjanjian Hudaibiyyah. Sejak itu pula, agama Islam tersebar dengan mudah ke segala penjuru Jazirah Arab. Sejak itu pula, pemerintahan Islam mulai melebarkan sayapnya ke daerah-daerah yang dikuasai oleh negara-negara besar pada waktu itu, seperti daerah-daerah kerajaan Romawi dan kerajaan Persia." } } }, { "number": { "inQuran": 4585, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0646\u0628\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064e \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064e \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Liyaghfira lakal laahu maa taqaddama min zambika wa maa ta akhkhara wa yutimma ni'matahoo 'alaika wa yahdiyaka siraatam mustaqeema" } }, "translation": { "en": "That Allah may forgive for you what preceded of your sin and what will follow and complete His favor upon you and guide you to a straight path", "id": "Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4585", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4585.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4585.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar Allah memberikan ampunan kepadamu, wahai Nabi Muhammad atas dosamu, yakni kekeliruan yang dapat dianggap sebagai dosa sesuai dengan kedudukanmu yang mulia, baik kekeliruan yang terjadi di masa yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dengan meluhurkan agamamu dan menunjukimu ke jalan yang lurus yang membimbingmu kepada keridaan Tuhan,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa dengan terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah, berarti Allah telah menyempurnakan nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada Rasulullah saw. Nikmat-nikmat itu ialah:\n\n1. Mengampuni dosa-dosa Rasulullah saw yang dilakukan sebelum dan sesudah terjadi Perjanjian Hudaibiyyah. Tentu saja yang dimaksud dosa dalam ayat ini ialah yang tidak mengurangi atau merusak fungsi kenabiannya karena Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terpelihara dari perbuatan dosa besar.\n\n2. Tersebarnya agama Islam ke seluruh Jazirah Arab, bahkan ke beberapa daerah kerajaan Romawi. Hal itu menjadikan Rasulullah saw sebagai orang yang bertanggung jawab mengurus persoalan agama dan juga sebagai kepala negara. Dalam sejarah, jarang terjadi hal yang demikian. Di antara nabi dan rasul yang merangkap sebagai kepala negara, hanya Nabi Daud dan putra beliau, Nabi Sulaiman.\n\n3. Membimbing Rasulullah saw ke jalan yang lurus dan diridai-Nya.\n\n4. Menolong Rasulullah dari gangguan dan serangan musuh sehingga tidak satu pun yang dapat menyerang dan membunuhnya.\n\nMenurut Mujahid, Sufyan ats-sauri, Ibnu Jarir, al-Wahidi, dan beberapa ulama lain, yang dimaksud dengan memberi pengampunan dalam ayat ini ialah mengampuni dosa-dosa Rasulullah saw sebelum dan sesudah beliau diangkat menjadi rasul.\n\nAz-Zamakhsyari, dalam tafsir al-Kasysyaf, mengatakan, \"Allah menjadikan penaklukan kota Mekah itu sebagai sebab bagi pengampunan dosa Muhammad, karena Allah menjadikannya sebagai penyebab Rasulullah mendapat empat hal, yaitu: pengampunan dosa, penyempurnaan nikmat, petunjuk ke jalan yang lurus, dan kemenangan yang gemilang.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4586, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yansurakal laahu nasran 'azeezaa" } }, "translation": { "en": "And [that] Allah may aid you with a mighty victory.", "id": "dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4586", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4586.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4586.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan agar Allah menolongmu terhadap musuh-musuhmu dengan pertolongan yang kuat yang tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa dengan terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah, berarti Allah telah menyempurnakan nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada Rasulullah saw. Nikmat-nikmat itu ialah:\n\n1. Mengampuni dosa-dosa Rasulullah saw yang dilakukan sebelum dan sesudah terjadi Perjanjian Hudaibiyyah. Tentu saja yang dimaksud dosa dalam ayat ini ialah yang tidak mengurangi atau merusak fungsi kenabiannya karena Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terpelihara dari perbuatan dosa besar.\n\n2. Tersebarnya agama Islam ke seluruh Jazirah Arab, bahkan ke beberapa daerah kerajaan Romawi. Hal itu menjadikan Rasulullah saw sebagai orang yang bertanggung jawab mengurus persoalan agama dan juga sebagai kepala negara. Dalam sejarah, jarang terjadi hal yang demikian. Di antara nabi dan rasul yang merangkap sebagai kepala negara, hanya Nabi Daud dan putra beliau, Nabi Sulaiman.\n\n3. Membimbing Rasulullah saw ke jalan yang lurus dan diridai-Nya.\n\n4. Menolong Rasulullah dari gangguan dan serangan musuh sehingga tidak satu pun yang dapat menyerang dan membunuhnya.\n\nMenurut Mujahid, Sufyan ats-sauri, Ibnu Jarir, al-Wahidi, dan beberapa ulama lain, yang dimaksud dengan memberi pengampunan dalam ayat ini ialah mengampuni dosa-dosa Rasulullah saw sebelum dan sesudah beliau diangkat menjadi rasul.\n\nAz-Zamakhsyari, dalam tafsir al-Kasysyaf, mengatakan, \"Allah menjadikan penaklukan kota Mekah itu sebagai sebab bagi pengampunan dosa Muhammad, karena Allah menjadikannya sebagai penyebab Rasulullah mendapat empat hal, yaitu: pengampunan dosa, penyempurnaan nikmat, petunjuk ke jalan yang lurus, dan kemenangan yang gemilang.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4587, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Huwal lazeee anzalas sakeenata fee quloobil mu'mineena liyazdaadooo eemaanamma'a eemaanihim; wa lillaahi junoodus samawaati wal ard; wa kaanal laahu 'Aleeman Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "It is He who sent down tranquillity into the hearts of the believers that they would increase in faith along with their [present] faith. And to Allah belong the soldiers of the heavens and the earth, and ever is Allah Knowing and Wise.", "id": "Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4587", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4587.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4587.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah yang telah menurunkan yakni mewujudkan dan memantapkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin sehingga mereka tidak gentar menghadapi dan memerangi musuh untuk menambah keimanan atas keimanan mereka tentang kebesaran Allah. Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, yang senantiasa patuh melaksanakan perintah-Nya untuk dan memberikan pertolongan kepada orang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui keadaan makhluk-Nya, Mahabijaksana dalam pengaturan dan perbuatan-Nya.", "long": "Allah menganugerahkan nikmat-Nya dengan menanamkan ketenangan dalam hati orang-orang yang beriman, terutama dalam hati para sahabat yang ikut bersama Rasulullah saw dalam Perjanjian Hudaibiyyah. Dengan ketenangan hati itu, para sahabat patuh kepada hukum Allah dan keputusan Rasul-Nya. Dengan ketenangan hati itu juga, Allah menambah iman para sahabat.\n\nImam al-Bukhari menetapkan kesimpulan berdasarkan ayat ini bahwa iman itu tidak sama kadarnya dalam setiap hati orang beriman, ada yang tebal, ada yang sedang, dan ada pula yang tipis. Di samping itu, iman dapat pula bertambah dan berkurang pada diri seseorang.\n\nSebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menurunkan ketenangan dalam hati orang-orang yang beriman ialah menghilangkan perbedaan pendapat yang terjadi di antara para sahabat Rasulullah saw tentang Perjanjian Hudaibiyyah. Dengan timbulnya ketenangan hati, semua sahabat Nabi akhirnya mengikuti keputusan Rasulullah. Diriwayatkan bahwa 'Umar bin al-Khaththab termasuk di antara sahabat yang tidak menyetujui Perjanjian Hudaibiyyah sehingga beliau berkata, \"Bukankah kita pada jalan yang hak, sedangkan mereka di jalan yang batil?\" Dengan rahmat Allah, perbedaan pendapat itu hilang. Para sahabat menyadari kebenaran pendapat Rasulullah saw, termasuk 'Umar bin al-Khaththab yang akhirnya menyetujui pendapat Rasulullah.\n\nAyat ini dapat berarti umum dan dapat pula berarti khusus. Dalam arti umum, ayat ini berarti bahwa Allah akan menanamkan ketenangan hati, kesabaran, dan ketabahan bagi setiap orang yang beriman sehingga tidak ada lagi perbedaan pendapat di antara mereka yang dapat menimbulkan perpecahan. Hanya orang-orang yang kurang imannya saja yang mudah berselisih dengan orang yang beriman lainnya. Sedangkan arti khususnya adalah bahwa Allah menimbulkan ketenangan hati pada setiap orang yang bersama Rasulullah saw dalam menghadapi Perjanjian Hudaibiyyah. Arti khusus inilah yang dimaksud dalam ayat ini karena ini yang sesuai dengan sebab turunnya.\n\nAllah menerangkan bahwa Dialah yang mengatur dan menguasai langit dan bumi. Dia mempunyai \"tentara langit\" dan \"tentara bumi\", yang dapat melaksanakan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya. Tidak ada satu pun dari tentara-Nya yang mengingkari perintah-Nya. Di antara \"tentara-tentara\" itu ada yang berupa malaikat, binatang, angin topan, gempa yang dahsyat, banjir, aneka rupa penyakit, dan sebagainya. Jika Allah menghendaki, Dia dapat menghancurkan segala sesuatu dengan satu macam tentara-Nya saja termasuk menghancurkan setan. Tetapi Dia tidak berbuat demikian, bahkan Dia memerintahkan kepada kaum Muslimin agar berjihad dan berperang di jalan-Nya. Semuanya itu ditetapkan sesuai dengan hikmah, tujuan, dan kemaslahatan yang diketahui-Nya, sedangkan manusia boleh jadi tidak mengetahuinya." } } }, { "number": { "inQuran": 4588, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Liyudkhilal mu'mineena walmu'minaati jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa wa yukaffira 'anhum saiyi aatihim; wa kaana zaalika 'indal laahi fawzan 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "[And] that He may admit the believing men and the believing women to gardens beneath which rivers flow to abide therein eternally and remove from them their misdeeds - and ever is that, in the sight of Allah, a great attainment -", "id": "Agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4588", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4588.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4588.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga untuk tinggal di sana selama-lamanya yang mengalir di bawah istananya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan agar mereka masuk ke dalam surga tanpa noda. Dan yang demikian itu, yakni surga dan ampunan Allah menurut Allah suatu keuntungan yang besar.", "long": "Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Bukhari bahwa Anas bin Malik bertanya kepada Rasulullah saw mengenai turunnya ayat 1 sampai dengan ayat 3 surah ini, dalam perjalanan pulang ke Medinah, setelah Perjanjian Hudaibiyyah. Rasulullah saw berkata, \"Sesungguhnya telah turun kepadaku ayat yang lebih aku suka daripada apa yang ada di permukaan bumi ini.\" Kemudian beliau membacanya. Para sahabat berkata, \"Alangkah baiknya ya Rasulullah, sesungguhnya telah diterangkan apa yang akan dianugerahkan kepada engkau, tetapi apakah yang akan dianugerahkan Allah kepada kami?\" Maka turunlah ayat ini, yang menerangkan anugerah yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman.\n\nKaum Muslimin yang membaiat Nabi Muhammad dan menerima Perjanjian Hudaibiyyah memperoleh tambahan nikmat dari Allah yang lebih besar lagi dengan menghapus dosa kesalahan-kesalahan yang telah mereka perbuat dan menyediakan tempat yang penuh kebahagiaan bagi mereka di surga. Hal itu merupakan kemenangan yang besar bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4589, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0646\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0648\u0652\u0621\u0650 \u06da \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0648\u0652\u0621\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0636\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yu'azzibal munaafiqeena walmunaafiqaati wal mushrikeena walmushrikaatiz zaaanneena billaahi zannas saw'; 'alaihim daaa'iratus saw'i wa ghadibal laahu 'alaihim wa la'anahum wa a'adda lahum jahannama wa saaa' at maseeraa" } }, "translation": { "en": "And [that] He may punish the hypocrite men and hypocrite women, and the polytheist men and polytheist women - those who assume about Allah an assumption of evil nature. Upon them is a misfortune of evil nature; and Allah has become angry with them and has cursed them and prepared for them Hell, and evil it is as a destination.", "id": "dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4589", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4589.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4589.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Dia, yakni Allah Yang Maha Kuasa, mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan juga orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan dengan azab di dunia dan akhirat. Mereka adalah orang-orang yang berprasangka buruk terhadap Allah dan menyangka bahwa Allah tidak menepati janji-Nya memberikan pertolongan kepada orang-orang mukmin. Mereka akan mendapat giliran azab kebinasaan yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka sehingga mereka tersiksa di dunia ini serta menyediakan kelak di akhirat neraka Jahanam bagi mereka. Dan neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.", "long": "Baiat kaum Muslimin kepada Nabi, dan penerimaan Perjanjian Hudaibiyyah, dijadikan Allah sebagai alasan untuk:\n\n1.Mengazab orang-orang munafik dan orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun perempuan, berupa kekalahan di dunia di samping timbulnya kebingungan, ketakutan, dan kesedihan pada diri mereka karena melihat kemenangan kaum Muslimin atas mereka, ditawannya sebagian mereka oleh orang-orang yang beriman, terbunuhnya sebagian keluarga mereka dalam peperangan, dan sebagainya. Semula mereka menyangka pasti akan menang dan mengalahkan kaum Muslimin, bahkan sanggup membunuh semuanya. Mereka pada waktu itu yakin bahwa keadaan mereka lebih baik daripada keadaan kaum Muslimin. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya dan segala macam penyesalan mereka itu tidak ada gunanya.\n\n2.Memurkai mereka sehingga kehidupan mereka celaka di dunia dan di akhirat.\n\n3.Melaknat mereka sehingga mereka tersiksa hidup di dunia.\n\n4.Memasukkan mereka ke dalam neraka Jahanam.\n\nDalam ayat ini, \"orang-orang munafik\" disebut lebih dahulu daripada \"orang-orang musyrik\". Hikmahnya ialah untuk menekankan bahwa orang-orang munafik lebih banyak menimbulkan kerugian bagi orang-orang yang beriman, dibandingkan dengan orang-orang musyrik. Orang munafik merupakan musuh yang tidak tampak dan sukar dihadapi, sedangkan orang-orang musyrik adalah musuh yang tampak dengan jelas sehingga mudah menghadapinya. Sehubungan dengan sikap orang-orang munafik ini, Allah berfirman:\n\nBahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa. (al-Fath/48: 12)\n\nDi samping bencana, orang-orang munafik dan orang-orang musyrik juga akan menerima kemurkaan Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan disediakan neraka Jahanam yang membakar hangus mereka di akhirat nanti. Neraka Jahanam itu adalah tempat paling buruk yang disediakan bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4590, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi junoodus samaawaati wal ard; wa kaanal laahu 'azeezan hakeema" } }, "translation": { "en": "And to Allah belong the soldiers of the heavens and the earth. And ever is Allah Exalted in Might and Wise.", "id": "Dan milik Allah bala tentara langit dan bumi. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4590", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4590.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4590.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, yang terdiri dari para malaikat, jin dan manusia, tanda-tanda alam seperti petir dan gempa yang jika Allah memerintahkan mereka untuk membinasakan musuh-musuh Allah niscaya mereka patuh melaksanakan perintah-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui keadaan makhluk-Nya, Mahabijaksana dalam pengaturan dan perbuatan-Nya.", "long": "Diriwayatkan bahwa setelah Perjanjian Hudaibiyyah, Ibnu Ubay berkata, \"Apakah Muhammad mengira bahwa setelah terjadi perdamaian Hudaibiyyah, ia tidak mempunyai musuh lagi? Bukankah masih ada kerajaan Persia dan Romawi?\" Maka turunlah ayat ini yang menerangkan bahwa Allah mempunyai tentara langit dan bumi, yang dapat mengalahkan tentara atau kekuatan apa pun jika Dia menghendakinya.\n\nOrang-orang munafik dan orang-orang musyrik tidak akan dapat menantang kekuasaan dan kehendak Allah karena Dia mempunyai tentara yang kuat di langit dan di bumi, yang terdiri dari malaikat, jin, manusia, petir yang dahsyat, angin kencang, banjir, gempa yang dahsyat, dan sebagainya. Semuanya itu dapat dikerahkan Allah kapan saja Dia kehendaki untuk menghancurkan orang-orang yang ingkar kepada-Nya.\n\nDalam ayat 4 telah diterangkan pula bahwa Allah mempunyai tentara di langit dan di bumi. Dalam ayat ini diulang lagi perkataan tersebut. Fungsinya ialah untuk menjelaskan bahwa Allah mempunyai tentara untuk menyampaikan rahmat dan menurunkan azab-Nya. Ayat 4 menerangkan tentara yang menyampaikan nikmat, sedangkan ayat ini menerangkan tentara yang menurunkan azab.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa Allah Mahaperkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan dan menandingi-Nya. Dia Mahabijaksana melakukan segala macam tindakan sesuai dengan faedah dan manfaatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4591, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaaa arsalnaaka shaahi danw wa mubashshiranw wa nazeera" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have sent you as a witness and a bringer of good tidings and a warner", "id": "Sesungguhnya Kami mengutus engkau (Muhammad) sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4591", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4591.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4591.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh Kami mengutus engkau wahai Nabi Muhammad sebagai saksi atas kebenaran, pembawa berita gembira bahwa mereka akan memperoleh surga apabila mereka beriman dan pemberi peringatan bahwa mereka akan disiksa apabila mereka membangkang.", "long": "Allah menyatakan bahwa sesungguhnya Dia mengutus Muhammad sebagai saksi atas umatnya mengenai kebenaran Islam dan keberhasilan dakwah yang beliau kerjakan. Nabi bertugas menyampaikan agama Allah kepada semua manusia, serta menyampaikan kabar gembira kepada orang- orang yang mau mengikuti agama yang disampaikannya. Mereka yang mengikuti ajakan Rasul akan diberi pahala yang berlipat ganda berupa surga di akhirat. Nabi juga bertugas memberikan peringatan kepada orang-orang yang mengingkari seruannya untuk mengikuti agama Allah bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka sebagai akibat dari keingkaran itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4592, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 26, "page": 511, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0639\u064e\u0632\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064f\u0648\u064e\u0642\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u062a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Litu minoo billaahi wa Rasoolihee wa tu'azziroohu watuwaqqiroohu watusabbi hoohu bukratanw wa aseelaa" } }, "translation": { "en": "That you [people] may believe in Allah and His Messenger and honor him and respect the Prophet and exalt Allah morning and afternoon.", "id": "agar kamu semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4592", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4592.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4592.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku mengutusmu dengan membawa pesan ini agar kamu semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan menaati perintah-Nya, me-nguatkan agama-Nya menghadapi segala musuhnya, dan membesarkan-Nya dengan sungguh-sungguh, dan bertasbih menyucikan kepada-Nya di waktu pagi dan petang, yakni sepanjang waktu.", "long": "Allah melakukan yang demikian agar manusia beriman kepada-Nya dan kepada Muhammad saw, sebagai rasul yang diutus-Nya; membela dan menegakkan agama-Nya dengan menyampaikan kepada manusia yang lain; mengagungkan-Nya dengan membesarkan nama-Nya; dan bertasbih dengan memuji dan menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya pada setiap pagi dan petang." } } }, { "number": { "inQuran": 4593, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 26, "page": 512, "manzil": 6, "ruku": 446, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u0627\u064a\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u064e\u0627\u064a\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0643\u064e\u062b\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0643\u064f\u062b\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yubaayi'oonaka innamaa yubaayi'oonal laaha yadul laahi fawqa aydehim; faman nakasa fainnamaa yuankusu 'alaa nafsihee wa man awfaa bimaa 'aahada 'alihul laaha fasa yu'teehi ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who pledge allegiance to you, [O Muhammad] - they are actually pledging allegiance to Allah. The hand of Allah is over their hands. So he who breaks his word only breaks it to the detriment of himself. And he who fulfills that which he has promised Allah - He will give him a great reward.", "id": "Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Dia akan memberinya pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4593", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4593.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4593.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu, wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya mereka pada hakikatnya hanya berjanji setia kepada Allah. Karena tujuan berjanji setia kepada Rasul adalah untuk menaati perintah Allah. Tangan Allah, yakni kekuasaan-Nya, di atas tangan-tangan mereka, Dia akan menolong orang yang berjanji itu dalam melaksanakan janjinya. Maka barangsiapa melanggar janji yang telah diucapkan kepada Nabi maka sesungguhnya dia melanggar atas janji sendiri, dan akibat pelanggaran itu akan menimpa diri sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, dan menunaikannya dengan sempurna, maka Dia akan memberinya pahala yang besar, yaitu surga.", "long": "Ayat ini menerangkan pernyataan Allah terhadap baiat yang dilakukan para sahabat kepada Rasulullah saw bahwa hal itu juga berarti mengadakan baiat kepada Allah. Baiat ialah suatu janji setia atau ikrar yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang berisi pengakuan untuk menaati seseorang misalnya karena ia diangkat menjadi pemimpin atau khalifah.\n\nYang dimaksud dengan baiat dalam ayat ini ialah Bai'atur Ridhwan yang terjadi di Hudaibiyyah yang dilakukan para sahabat di bawah pohon Samurah. Para sahabat waktu itu berjanji kepada Rasulullah saw bahwa mereka tidak akan lari dari medan pertempuran serta akan bertempur sampai titik darah penghabisan memerangi orang-orang musyrik Mekah, seandainya kabar yang disampaikan kepada mereka bahwa 'Utsman bin 'Affan yang diutus Rasulullah itu benar telah mati dibunuh orang musyrik Mekah.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dari Qatadah bahwa ia berkata kepada Sa'id bin al-Musayyab, \"Berapa jumlah orang yang ikut Bai'ah ar-Ridhwan?\" Sa'id menjawab, \"Seribu lima ratus orang.\" Ada pula yang berpendapat jumlahnya seribu empat ratus orang.\n\nDalam ayat ini, diterangkan cara baiat yang dilakukan para sahabat kepada Rasulullah saw yaitu dengan meletakkan tangan Rasul di atas tangan orang-orang yang berjanji. Dalam posisi demikian, diucapkanlah kata baiat.\n\nMaksud kalimat \"tangan Allah di atas tangan mereka\" ialah untuk menyatakan bahwa berjanji dengan Rasulullah saw sama hukumnya dengan berjanji kepada Allah. Tangan Allah dalam konteks ayat ini merupakan arti kiasan, karena Allah Mahasuci dari segala sifat yang menyerupai makhluk-Nya. Oleh karena itu, ada ahli tafsir yang mengartikan tangan di sini dengan kekuasaan.\n\nKemudian diterangkan akibat yang akan dialami orang-orang yang mengingkari perjanjian itu, yaitu mereka akan memikul dosa yang besar. Dosa besar itu diberlakukan terhadap mereka karena tidak mau membaiat Nabi saw, sedangkan kaum Muslimin membaiat beliau secara pribadi. Sebaliknya diterangkan pula pahala yang akan diperoleh orang-orang yang menepati baiatnya. Mereka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda di akhirat dan tempat mereka adalah surga yang penuh dengan kenikmatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4594, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 26, "page": 512, "manzil": 6, "ruku": 447, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0634\u064e\u063a\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Sa yaqoolu lakal mukhal lafoona minal-A'raabi shaighalatnaaa amwaalunaa wa ahloonaa fastaghfir lanaa; yaqooloona bi alsinatihim maa laisa fee quloobihim; qul famany yamliku lakum minal laahi shai'an in araada bikum darran aw araada bikum naf'aa; bal kaanal laahu bimaa ta'maloona Khabeeraa" } }, "translation": { "en": "Those who remained behind of the bedouins will say to you, \"Our properties and our families occupied us, so ask forgiveness for us.\" They say with their tongues what is not within their hearts. Say, \"Then who could prevent Allah at all if He intended for you harm or intended for you benefit? Rather, ever is Allah, with what you do, Acquainted.", "id": "Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata kepadamu, “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu? Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4594", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4594.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4594.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang Badui yang tertinggal di Madinah, yaitu mereka yang tidak turut serta bersama Nabi pergi ke Hudaibiyah, akan berbohong dan berkata kepadamu, wahai Nabi Muhammad, “Kami telah disibukkan oleh upaya memelihara harta dan keluarga kami, jika kami pergi maka harta kami akan lenyap dan keluarga kami akan terlantar. Maka mohonkanlah ampunan untuk kami atas kesalahan kami.” Menanggapi kebohongan itu, Allah menegaskan bahwa mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Bahwa alasan mere-ka tidak ikut pergi ke Hudaibiyah adalah alasan yang dibuat-buat saja. Maka Katakanlah kepada mereka yang berbohong itu, “Maka siapa-kah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu, dengan melenyapkan hartamu dan membinasakan keluargamu, atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu, de-ngan menyelamatkan hartamu dan keluagamu, walaupun kamu tidak menjaganya secara langsung? Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan.” Dia mengetahui bahwa alasan yang kamu yang kamu nyatakan itu adalah kebohongan belaka sebagai dalih untuk mengelak dari kecaman.", "long": "Allah menjelaskan kepada Rasulullah saw bahwa beberapa kabilah Arab penduduk padang pasir yang tidak turut pergi ke Mekah untuk mengerjakan umrah akan berkata kepada beliau, \"Kami tidak ikut bersama engkau ke Mekah mengerjakan umrah karena kami sedang sibuk mengurus pekerjaan, harta, dan keluarga kami. Sedangkan kami tidak mempunyai pembantu yang akan membantu kami mengurus semuanya itu sepeninggal kami pergi beserta engkau. Oleh karena itu, mohonkanlah ampunan untuk kami kepada Tuhan engkau, dengan alasan kesibukan kami itu.\"\n\nSewaktu Rasulullah saw memutuskan akan pergi untuk mengerjakan umrah ke Mekah pada tahun keenam Hijrah, beliau mengajak kaum Muslimin ikut bersama-sama beliau. Semakin banyak yang ikut bersama beliau, semakin besar pula artinya karena dengan jumlah kaum Muslimin yang banyak itu akan menimbulkan rasa gentar dalam hati orang-orang musyrik Mekah sehingga mereka menerima kaum Muslimin masuk ke Mekah, dan umrah dapat dilaksanakan dalam suasana yang aman. Di antara kaum Muslimin yang diajak terdapat kabilah-kabilah Arab yang tinggal di padang pasir sekitar kota Medinah, seperti kabilah-kabilah Juhainah, Muzainah, Gifar, Asyja', ad-Dil, dan Aslam. Rasulullah saw menyatakan kepada mereka bahwa tujuan ke Mekah itu semata-mata untuk mengerjakan ibadah umrah dan untuk melihat keluarga yang telah lama ditinggalkan. Oleh karena itu, kepergian ke Mekah tidak dengan senjata lengkap sebagaimana untuk pergi perang, kecuali membawa senjata-senjata yang biasa dibawa oleh para musafir. Di samping itu, dibawa juga binatang-binatang ternak untuk makanan dalam perjalanan dan untuk dihadiahkan kepada penduduk Mekah. Sekalipun demikian, ajakan Rasulullah itu tetap mereka tolak dengan alasan yang mereka kemukakan di atas, padahal mereka menyembunyikan alasan yang sebenarnya.\n\nSekalipun orang-orang Arab penduduk padang pasir berusaha menyembunyikan alasan mereka yang sebenarnya, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, Allah memberitahukan hal itu kepada Rasulullah. Alasan mereka yang sebenarnya adalah dugaan mereka bahwa Rasulullah saw dan kaum Muslimin akan kalah dan ditumpas habis oleh orang-orang musyrik Mekah. Jika mereka ikut bersama Rasulullah, tentu mereka akan kalah dan tertumpas habis pula. Alasan dan isi hati mereka itu disampaikan Allah kepada Rasulullah saw sebelum mereka menghadap beliau untuk memohon dimintakan ampunan kepada Allah atas penolakan mereka. Dengan demikian, Rasulullah telah mengetahui isi hati mereka yang sebenarnya pada saat mereka menghadap.\n\nAllah kemudian mengajarkan kepada Rasulullah jawaban tepat yang akan disampaikan kepada mereka pada waktu mereka minta agar beliau memohonkan ampunan kepada Allah atas dosa mereka. Allah mengajarkan Nabi dengan memerintahkan beliau untuk mengatakan kepada orang-orang Arab penduduk padang pasir itu sebagai penolakan terhadap permintaan mereka, \"Hai orang-orang Arab penduduk padang pasir, kamu menolak ajakanku pergi ke Mekah semata-mata karena kamu mau menghindari bencana dan malapetaka yang kamu duga akan menimpa dirimu. Siapakah di antara kamu yang sanggup melawan kekuasaan Allah jika Dia berkehendak menimpakan bencana dan malapetaka atas dirimu dan siapa pula yang menghindarkan sesuatu yang akan diberikan-Nya kepada seseorang, jika Dia menghendaki-Nya? Tidak seorang pun yang sanggup melakukannya. Oleh karena itu, tidaklah patut kamu mengemukakan alasan bahwa kamu sibuk mengurus urusan, harta, serta menjaga keluargamu sebagai alasan tidak ikut pergi bersamaku ke Mekah. Jika Allah hendak membinasakan semua yang kamu miliki itu, tidak seorang pun yang dapat mempertahankannya, walaupun yang menjaga itu adalah kamu sendiri.\"\n\nAyat ini juga merupakan peringatan kepada orang-orang yang selalu mengemukakan \"kesibukan duniawi\" sebagai alasan meninggalkan kewajiban agama yang telah dibebankan Allah kepada mereka dan untuk melanggar larangan Allah yang telah diperingatkan kepada mereka. Hendaklah kaum Muslimin benar-benar yakin bahwa kesibukan duniawi itu hanyalah untuk mencapai kesenangan dunia yang sifatnya sementara, sedang jihad fi sabilillah akan menghasilkan kebahagiaan hidup abadi di akhirat.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala sesuatu yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya, termasuk alasan-alasan palsu yang dikemukakan oleh seseorang untuk menghindarkan diri dari perintah Allah. Oleh karena itu, Dia akan memberikan balasan yang adil dan setimpal kepada setiap manusia terhadap segala dosa dan perbuatan yang telah dikerjakan." } } }, { "number": { "inQuran": 4595, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 26, "page": 512, "manzil": 6, "ruku": 447, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0632\u064f\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0648\u0652\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Bal zanantum al lany yanqalibar Rasoolu walmu'minoona ilaaa ahleehim abadanw wa zuyyina zaalika fee quloobikum wa zanantum zannnas saw'i wa kuntum qawmam booraa" } }, "translation": { "en": "But you thought that the Messenger and the believers would never return to their families, ever, and that was made pleasing in your hearts. And you assumed an assumption of evil and became a people ruined.\"", "id": "Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4595", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4595.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4595.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebenarnya tidak ikut sertanya kamu pergi ke Mekah bukan karena sebab yang kamu nyatakan. Sesungguhnya kamu menyangka akan terjadi peperangan, bahkan semula kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka di Madinah selama-lamanya, karena terbunuh dalam peperang-an dengan orang-orang musyrik di Mekah. Sangkaan itu keliru dan dijadikan oleh setan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, sehingga kamu memandangnya benar. Kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin akan terbunuh dalam peperangan dengan orang-orang musyrik dan kamu, dengan sangkaan yang demikian itu, telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa, bejat hatinya dan tidak pantas untuk memperoleh kebaikan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang Arab padang pasir telah termakan oleh tipu daya setan. Anggapan bahwa Rasulullah saw dan para sahabatnya akan hancur, benar-benar telah ditanamkan setan dalam hatinya, sehingga telah menjadi pendapat dan keyakinan mereka. Oleh karena itu, mereka sangat takut pergi bersama Rasulullah ke Mekah. Padahal jika mereka memikirkannya secara mendalam, maka keengganan mereka itu sebenarnya akan menjadi sebab kebinasaan mereka di dunia, apalagi di akhirat. Tempat yang disediakan bagi mereka adalah neraka yang menyala-nyala." } } }, { "number": { "inQuran": 4596, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 26, "page": 512, "manzil": 6, "ruku": 447, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mal lam yu'mim billaahi wa Rasoolihee fainnaaa a'tadnaa lilkaafireena sa'eeraa" } }, "translation": { "en": "And whoever has not believed in Allah and His Messenger - then indeed, We have prepared for the disbelievers a Blaze.", "id": "Dan barangsiapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu neraka yang menyala-nyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4596", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4596.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4596.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan barang siapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak membenarkan perkataan Allah dan Rasul-Nya dan tidak beramal se-suai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu neraka yang menyala-nyala sebagai balasan atas kekafirannya. Dan barang siapa yang beriman secara benar kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah menyediakan untuknya pahala yang besar.", "long": "Dalam ayat ini dinyatakan bahwa barang siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan menyediakan baginya api neraka yang menyala-nyala sebagai balasan terhadap keingkaran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4597, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 26, "page": 512, "manzil": 6, "ruku": 447, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa lillaahii mulkus samaawaati wal ard; yaghfiru limany yashaaa'u wa yu'azzibu many yashaaa'; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheemaa" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs the dominion of the heavens and the earth. He forgives whom He wills and punishes whom He wills. And ever is Allah Forgiving and Merciful.", "id": "Dan hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan akan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4597", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4597.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4597.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia memeliharanya dan mengaturnya sesuai ketentuan-Nya. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, tanpa ada yang menghalangi kehendak-Nya dan akan mengazab siapa yang Dia kehendaki, tanpa ada siapa pun yang dapat menolaknya. Dan Allah senatiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada orang yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya.", "long": "Ancaman Allah akan mengazab orang-orang kafir bukan ancaman yang dibuat-buat dan sukar dilaksanakan, tetapi sesuatu yang benar-benar akan terjadi dan mudah pelaksanaannya bagi Allah karena hanya Dialah penguasa langit dan bumi beserta semua isinya. Hanya Dialah yang memiliki, mengatur, mengurus, menetapkan hukum-hukum yang berlaku baginya, dan menjaga kelangsungan wujudnya dengan hikmah-hikmah yang sempurna. Dia pulalah yang berhak mengampuni, menolong, dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dialah Allah yang Maha Pengampun dan Mahakekal rahmat-Nya.\n\nAyat ini mengisyaratkan bahwa sekalipun orang-orang Arab penduduk padang pasir itu telah menolak dan mengingkari ajakan Rasulullah saw untuk pergi ke Mekah dan mengada-adakan alasan tentang sebab ketidakpergian mereka, namun Allah Maha Pengampun kepada hamba-hamba yang mau bertobat kepada-Nya dengan tobat yang sebenar-benarnya. Oleh karena itu, tergantung kepada mereka sendiri apakah mereka mau bertobat pada kesempatan yang telah diberikan Allah atau mereka akan tetap kafir. Dia akan melimpahkan rahmat yang tidak terhingga banyaknya kepada setiap orang yang ikhlas beribadah kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4598, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 26, "page": 512, "manzil": 6, "ruku": 447, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0646\u0637\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u063a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0645\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Sa yaqoolul mukhalla foona izan talaqtum ilaa maghaanima litaakhuzoohaa zaroonaa nattabi'kum yureedoona any yubaddiloo Kalaamallaah; qul lan tattabi'oonaa kazaalikum qaalal laahu min qablu fasa yaqooloona bal tahsudoonanna; bal kaanoo laa yafqahoona illaa qaleela" } }, "translation": { "en": "Those who remained behind will say when you set out toward the war booty to take it, \"Let us follow you.\" They wish to change the words of Allah. Say, \"Never will you follow us. Thus did Allah say before.\" So they will say, \"Rather, you envy us.\" But [in fact] they were not understanding except a little.", "id": "Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4598", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4598.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4598.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila kamu wahai Nabi Muhammad, berangkat menuju ke Khaibar bersama-sama dengan rombongan yang pergi ke Hudaibiyah untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal di Madinah itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu untuk mengambil harta rampasan itu.” Mereka hendak mengubah janji Allah, bahwa harta rampasan perang di Khaibar hanya diperuntukkan bagi rombongan yang ikut ke Hudaibiyah. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Kamu, wahai orang-orang Badui yang tidak ikut pergi ke Hudaibiyah, sekali-kali tidak boleh mengikuti kami untuk mengambil harta rampasan di Khaibar. Demikianlah ketentuan yang telah ditetapkan Allah sejak semula, yakni sejak lama sebelum diucapkan permintaanmu untuk pergi bersama kami. Mendengar keputusan itu maka mereka akan berkata, “Itu bukan keputusan Allah, melainkan kehendakmu. Sebenarnya kamu dengki kepada kami, kalau kami memperoleh harta rampasan itu.” Bukan karena kedengkian, melainkan karena mereka tidak mengerti perkara agama atau latar belakang keputusan itu melainkan sedikit sekali. Kalau mereka mengetahuinya niscaya mereka tidak mengatakan kepada Rasul ucapan yang demikian itu.", "long": "Orang-orang Arab Badui yang tidak ikut mengerjakan umrah ke Mekah bersama Rasulullah saw berkata kepada Nabi Muhammad saw pada waktu beliau akan pergi ke Khaibar, \"Hai Muhammad, berilah kesempatan kepada kami untuk ikut bersamamu ke Khaibar.\" Kesediaan mereka untuk pergi ke Khaibar itu karena mereka yakin bahwa Perang Khaibar akan dimenangkan oleh kaum Muslimin, sehingga akan memperoleh harta rampasan yang banyak dalam peperangan itu.\n\nRasulullah saw bersama sahabat pergi ke medan Perang Khaibar pada bulan Muharram tahun ketujuh, sekembali beliau dari Perjanjian Hudaibiyyah. Dalam peperangan itu, kaum Muslimin mendapat kemenangan dan memperoleh harta rampasan yang banyak dari orang Yahudi.\n\nDalam satu hadis sahih, diterangkan bahwa Allah telah menjanjikan kepada para sahabat yang ikut bersama Rasulullah saw ke Hudaibiyyah bahwa mereka akan mendapat kemenangan di Perang Khaibar dan harta rampasan yang banyak. Janji ini secara tidak langsung menolak kesediaan orang-orang Arab Badui yang ingin ikut berperang bersama Rasulullah saw karena perang ini khusus diikuti oleh kaum Muslimin yang ikut ke Hudaibiyyah.\n\nKarena maksud mereka yang tidak baik, maka Allah memerintahkan kepada Rasul untuk mengatakan kepada orang-orang yang bersedia ikut ke Khaibar, tetapi tidak ikut ke Hudaibiyyah, \"Kamu tidak perlu ikut dengan kami ke Khaibar karena kamu telah mengenal kami. Kamu hanya mau ikut jika akan memperoleh keuntungan diri sendiri, sedangkan jika tidak ada keuntungan bahkan yang ada hanya kesengsaraan dan malapetaka, maka kamu tidak mau pergi bersama kami, bahkan mengemukakan alasan yang bermacam-macam. Demikianlah Allah telah membukakan rahasia hatimu kepada kami sebelum kami kembali dari Hudaibiyyah dan Allah telah menyatakan kepada kami bahwa rampasan Khaibar hanya akan diterima oleh orang-orang yang ikut ke Hudaibiyyah saja, itulah sebabnya kamu tidak boleh ikut bersama kami.\"\n\nOrang-orang Arab Badui menjawab, \"Wahai Muhammad, kamu mengadakan kebohongan terhadap kami. Sebenarnya Allah tidak mengatakan demikian. Kamu mengadakan kebohongan itu semata-mata karena rasa dengki yang timbul dalam hatimu terhadap kami.\" Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang-orang munafik Arab Badui yang mengatakan hal itu adalah orang yang tidak mengetahui agama Allah. Mereka juga tidak mengetahui tujuan perintah jihad. Allah memerintahkan jihad bukan karena Dia tidak mampu menghancurkan mereka, melainkan untuk membedakan siapa di antara mereka yang beriman dan siapa pula yang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 4599, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 26, "page": 513, "manzil": 6, "ruku": 447, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0633\u064e\u062a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064d \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d \u062a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul lilmukhallafeena minal A'raabi satud'awna ilaa qawmin ulee baasin shadeedin tuqaati loonahum aw yuslimoona fa in tutee'oo yu'tikumul laahu ajran hasananw wa in tatawallaw kamaa tawallaitum min qablu yu'azzibkum 'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "Say to those who remained behind of the bedouins, \"You will be called to [face] a people of great military might; you may fight them, or they will submit. So if you obey, Allah will give you a good reward; but if you turn away as you turned away before, He will punish you with a painful punishment.\"", "id": "Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu harus memerangi mereka kecuali mereka menyerah. Jika kamu patuhi (ajakan itu) Allah akan memberimu pahala yang baik, tetapi jika kamu berpaling seperti yang kamu perbuat sebelumnya, Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4599", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4599.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4599.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, yaitu mereka yang tidak ikut pergi ke Hudaibiyah, “Kamu akan diajak untuk pergi menuju suatu kaum yang mempunyai kekuatan yang besar dan keberanian yang luar biasa. Ketika itu kamu harus memerangi mereka kecuali mereka menyerah dan masuk Islam. Jika kamu patuhi ajakan itu Allah akan memberimu pahala yang baik, berupa kemuliaan dan harta rampasan di dunia, dan di akhirat berupa surga. Tetapi jika kamu berpaling seperti yang kamu perbuat sebelumnya, yakni ketika Nabi mengajakmu ke Hudaibiyah Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih, berupa kehinaan di dunia dan neraka di akhirat.”", "long": "Ayat ini seakan-akan menguji isi hati dan kemauan orang-orang munafik Arab Badui, dengan memerintahkan Rasulullah agar mengatakan bahwa jika mereka benar-benar ingin bergabung dengan barisan kaum Muslimin, maka mereka akan diajak memerangi orang-orang yang mempunyai kekuatan yang besar. Mereka diharuskan untuk memerangi musuh itu kecuali kalau mereka menyerah dan memeluk agama Islam. \n\nKemudian kepada orang-orang Arab Badui itu dijanjikan bahwa jika mereka ikut berjihad, Allah akan melimpahkan nikmat-Nya kepada mereka, baik di dunia berupa kemenangan dan harta rampasan, maupun di akhirat berupa surga yang penuh kenikmatan. Sebaliknya jika mereka menyalahi perintah Allah, tidak mau berjihad, dan melaksanakan perintah itu, mereka akan menerima azab yang pedih di akhirat.\n\nDengan ayat ini, seakan-akan Allah memberikan kesempatan bertobat kepada mereka dengan menerima ajakan jihad itu. Akan tetapi, di wajah mereka tampak keingkaran dan ketakutan untuk menerima ajakan dan kesempatan bertobat itu.\n\nMaksud \"kaum yang mempunyai kekuatan\" di sini ialah orang-orang kafir Mekah. Sedangkan menurut sebagian yang lain mengartikan suku Hawazin dan Bani hanifah di Nejed." } } }, { "number": { "inQuran": 4600, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 26, "page": 513, "manzil": 6, "ruku": 447, "hizbQuarter": 204, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u062c\u0650 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0650\u064a\u0636\u0650 \u062d\u064e\u0631\u064e\u062c\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laisa 'alal a'maa harajunw wa laa 'alal a'raji harajunw wa laa 'alal mareedi haraj' wa many yutil'il laaha wa Rasoolahoo yudkhilhu jannaatin tajree min tahtihal anhaaru wa many yatawalla yu'azzibhu 'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "There is not upon the blind any guilt or upon the lame any guilt or upon the ill any guilt [for remaining behind]. And whoever obeys Allah and His Messenger - He will admit him to gardens beneath which rivers flow; but whoever turns away - He will punish him with a painful punishment.", "id": "Tidak ada dosa atas orang-orang yang buta, atas orang-orang yang pincang, dan atas orang-orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; tetapi barangsiapa berpaling, Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4600", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4600.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4600.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada dosa atas orang-orang yang buta apabila mereka tidak memenuhi ajakan itu, demikian juga atas orang-orang yang pincang, yakni cacat, dan atas orang-orang yang sakit apa pun jenis penyakitnya, apabila tidak ikut berperang. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; tetapi barangsiapa berpaling mengabaikan perintah dan larangan-Nya Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih.", "long": "Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa waktu ayat yang mengancam orang-orang yang tidak mau ikut berjihad bersama Rasulullah turun, maka orang-orang yang lumpuh berkata, \"Bagaimana dengan kami ya Rasulullah?\" Sebagai jawabannya turunlah ayat ini.\n\nDalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa alasan-alasan yang dibolehkan bagi seseorang untuk tidak ikut berperang adalah karena buta, pincang, cacat jasmani, atau sakit. Muqatil berkata, \"Nabi saw membenarkan alasan orang-orang yang sakit untuk tidak ikut bersama Rasulullah ke Hudaibiyyah dengan alasan ayat ini.\"\n\nKemudian Allah memberikan dorongan dan semangat kepada orang-orang beriman bahwa barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, serta memenuhi panggilan jihad di jalan-Nya, akan diberi balasan berupa surga yang penuh kenikmatan. Sebaliknya orang-orang yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mau ikut berjihad bersama kaum Muslimin yang lain, Allah akan mengazabnya dengan azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 4601, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 26, "page": 513, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064f\u0628\u064e\u0627\u064a\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062b\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laqad radiyal laahu 'anil mu'mineena iz yubaayi 'oonaka tahtash shajarati fa'alima maa fee quloobihim fa anzalas sakeenata 'alaihim wa asaa bahum fat han qareebaa" } }, "translation": { "en": "Certainly was Allah pleased with the believers when they pledged allegiance to you, [O Muhammad], under the tree, and He knew what was in their hearts, so He sent down tranquillity upon them and rewarded them with an imminent conquest", "id": "Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4601", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4601.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4601.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin, yaitu para sahabat Nabi ketika mereka berjanji setia kepadamu wahai Nabi Muhammad untuk meluhurkan agama Islam dan memerangi musuh-musuhnya. Janji setia itu berlangsung di di bawah pohon di tempat bernama Hudaibiyah, ketika Nabi dan para Sahabat dihalangi oleh kaum musyrik Mekah melaksanakan umrah. Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka menyangkut keteguhan iman dan keikhlasan berbaiat, lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan ketabahan dalam menghadapi musuh dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat, yaitu dalam peperangan di Khaibar, tidak lama sesudah mereka kembali dari Hudaibiyah.", "long": "Allah menyampaikan kepada Rasulullah saw bahwa Dia telah meridai baiat yang telah dilakukan para sahabat kepada beliau pada waktu Bai'ah ar-Ridhwan. Para sahabat yang ikut baiat pada waktu itu lebih kurang 1.400 orang. Menurut riwayat, ada seorang yang ikut bersama Rasulullah saw, tetapi tidak ikut baiat, yaitu Jadd bin Qais al-Ansari. Dia adalah seorang munafik.\n\nPara sahabat yang melakukan baiat itu telah berjanji akan menepati semua janji yang telah mereka ucapkan walaupun akan berakibat kematian diri mereka sendiri. Hal itu tersebut dalam hadis yang diriwayatkan al-Bukhari dari Salamah bin al-Akwa', bahwa ia berkata:\n\nAku telah melakukan baiat kepada Rasulullah saw kemudian aku berjalan menuju bayangan pohon (Samurah). Ketika orang-orang mulai sedikit, Nabi saw berkata, \"Wahai Ibnu al-Akwa', tidakkah kamu ikut melakukan baiat.\" Aku berkata, \"Wahai Rasulullah, aku sudah melakukan baiat.\" Rasulullah berkata, \"Yang ini juga.\" Maka aku melakukan baiat untuk kedua kalinya. Aku (Yazid bin Abu 'Ubaid, salah seorang sanad hadis ini) bertanya pada Salamah bin al-Akwa', \"Wahai Abu Muslim (panggilan Salamah), untuk apa kalian melakukan baiat pada hari itu?\" Ia menjawab, \"Untuk mati.\" (Riwayat al-Bukhari dari Salamah bin al-Akwa')\n\nAllah menjanjikan balasan berupa surga yang penuh kenikmatan kepada orang-orang yang ikut baiat itu. Hal ini ditegaskan pula dalam hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan at-Tirmidhi dari Jabir r.a., Rasulullah saw bersabda:\n\nTidak seorang pun akan masuk neraka dari orang-orang yang ikut baiat di bawah pohon (Samurah) itu. \n\nMenurut Nafi', ketika 'Umar bin al-Khaththab mendengar bahwa para sahabat sering berdatangan mengunjungi pohon itu untuk mengenang dan memperingati peristiwa Bai'ah ar-Ridhwan, maka beliau memerintahkan untuk menebang pohon itu. Umar memerintahkan agar pohon dan tempat itu tidak dikeramatkan dan dipuja oleh orang-orang yang datang kemudian sehingga menjadi tempat timbulnya syirik. Perbuatan Umar tersebut adalah sebagai saddu dhari'ah (menutupi celah atau kesempatan agar tidak terjadi syirik di kemudian hari).\n\nSelanjutnya Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui isi hati dan kebulatan tekad kaum Muslimin yang melakukan baiat itu. Oleh karena itu, Allah menanamkan dalam hati mereka ketenangan, kesabaran, dan ketaatan kepada keputusan Rasulullah saw. Allah menjanjikan pula kepada mereka kemenangan pada Perang Khaibar yang terjadi dalam waktu yang dekat. Dengan demikian, ayat ini termasuk ayat yang menerangkan peristiwa yang terjadi pada masa yang akan datang, yaitu kemenangan kaum Muslimin pada Perang Khaibar. Dan peristiwa itu benar-benar terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4602, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 26, "page": 513, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u063a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0645\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u064a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maghaanima kaseera tany yaakhuzoonahaa; wa kaanal laahu 'Azeezan Hakeemaa" } }, "translation": { "en": "And much war booty which they will take. And ever is Allah Exalted in Might and Wise.", "id": "dan harta rampasan perang yang banyak yang akan mereka peroleh. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4602", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4602.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4602.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kepada mereka dianugerahkan harta rampasan perang yang banyak yang akan mereka peroleh dalam peperangan itu. Dan Allah Mahaperkasa, tidak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya Mahabijaksana dalam segala ketetapan-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada Perang Khaibar yang akan terjadi, kaum Muslimin akan memperoleh kemenangan atas kaum kafir dan memperoleh harta rampasan yang banyak. Harta rampasan itu khusus diberikan kepada kaum Muslimin yang ikut Bai'ah ar-Ridhwan.\n\nPada akhir ayat ini, Allah mengulang ancaman-Nya kepada orang-orang munafik Arab Badui yang tidak mau ikut bersama Rasulullah saw ke Mekah. Allah akan memberlakukan sesuatu atas makhluk-Nya sesuai dengan hikmah dan faedahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4603, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 26, "page": 513, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u063a\u064e\u0627\u0646\u0650\u0645\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064b \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u062c\u0651\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u0651\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa'adakumul laahu ma ghaanima kaseeratan taakhuzoo nahaa fa'ajjala lakum haazihee wa kaffa aydiyan naasi 'ankum wa litakoona aayatal lilmu'mineena wa yahdiyakum siraatam mustaqeema" } }, "translation": { "en": "Allah has promised you much booty that you will take [in the future] and has hastened for you this [victory] and withheld the hands of people from you - that it may be a sign for the believers and [that] He may guide you to a straight path.", "id": "Allah menjanjikan kepadamu harta rampasan perang yang banyak yang dapat kamu ambil, maka Dia segerakan (harta rampasan perang) ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjukkan kamu ke jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4603", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4603.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4603.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjanjikan kepadamu harta rampasan perang yang banyak yang dapat kamu ambil dari negeri-negeri yang kamu taklukkan di masa yang akan datang. Akan tetapi Allah tidak membiarkan kamu sekalian menunggu berlama-lama, maka Dia segerakan harta rampasan perang ini untukmu yaitu dalam perang Khaibar. Dan Dia menahan tangan manusia dari membinasa­kanmu agar kamu mensyukuri-Nya dan agar menjadi bukti bagi orang-orang mukmin bahwa Allah senantiasa menjaga dan menolong mereka atas musuh-musuh-Nya dan agar Dia oleh karena ketaatanmu kepada Allah dan Rasul-Nya menunjukkan kamu ke jalan yang lurus.", "long": "Allah menjanjikan kemenangan dan harta rampasan yang banyak bagi kaum Muslimin dari orang-orang kafir secara berangsur-angsur pada masa yang akan datang. Allah akan segera memberikan kemenangan dan harta rampasan pada Perang Khaibar. Allah juga menjamin dan menghentikan orang-orang Yahudi yang ada di Medinah untuk mengganggu dan merusak harta kaum Muslimin sewaktu mereka pergi ke Mekah dan ke Khaibar. Peristiwa-peristiwa tersebut hendaklah mereka syukuri dan dijadikan sebagai bukti atas kebenaran Nabi Muhammad sebagai rasul yang diutus Allah kepada manusia. Allah membantu dan menolong kaum Muslimin dari ancaman dan serangan musuh-musuh, baik diketahui kedatangannya maupun yang tidak, dalam jumlah besar ataupun kecil. Allah membimbing kaum Muslimin menempuh jalan yang lurus dan diridai-Nya.\n\nMenurut Ibnu Jarir, yang dimaksud dengan perkataan, \"Allah menahan tangan manusia yang akan membinasakan Rasulullah dan kaum Muslimin\" ialah keinginan dan usaha penduduk Khaibar dan kabilah-kabilah lain yang bersekutu dengan mereka, karena dalam hati mereka masih terdapat rasa dengki dan sakit hati. Kabilah yang bersekutu dengan penduduk Khaibar itu ialah kabilah Asad dan Gathafan." } } }, { "number": { "inQuran": 4604, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 26, "page": 513, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u0637\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ukhraa lam taqdiroo 'alaihaa qad ahaatal laahu bihaa; wa kaanal laahu 'alaa kulli shai'in qadeera" } }, "translation": { "en": "And [He promises] other [victories] that you were [so far] unable to [realize] which Allah has already encompassed. And ever is Allah, over all things, competent.", "id": "Dan (kemenangan-kemenangan) atas negeri-negeri lain yang tidak dapat kamu perkirakan, tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4604", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4604.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4604.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah telah menjanjikan pula harta rampasan yang lain yang kamu peroleh dari kemenangan-kemenangan atas negeri-negeri lain yang tidak dapat kamu perkirakan, seperti kemenangan atas negeri Persia dan Romawi, tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya dengan ilmu-Nya dan kekuasaan-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang menghalangi kehendak-Nya.", "long": "Di samping kemenangan dan jaminan keamanan, Allah juga menjanjikan bahwa kaum Muslimin akan menaklukkan negeri-negeri lain yang belum dapat ditaklukkan. Negeri-negeri itu telah dipastikan Allah akan dapat dikuasai oleh kaum Muslimin dan dijaga dari kemungkinan untuk ditaklukkan oleh orang lain. Kebenaran janji Allah itu terbukti di kemudian hari, dengan ditaklukkannya negeri-negeri di sekitar Jazirah Arab seperti Persia, dan sebagian kerajaan Romawi.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia mempunyai kekuasaan yang tidak dapat ditandingi oleh siapa pun, dan tidak ada sesuatu yang sukar bagi-Nya. Seakan-akan dengan ayat ini, Allah menyatakan bahwa memenangkan kaum Muslimin atas kaum kafir itu bukanlah suatu hal yang sukar bagi-Nya. Jika Dia menghendaki yang demikian, pasti terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4605, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 26, "page": 513, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa law qaatalakumul lazeena kafaroo la wallawul adbaara summa laa yajidoona waliyanw-wa laa naseeraa" } }, "translation": { "en": "And if those [Makkans] who disbelieve had fought you, they would have turned their backs [in flight]. Then they would not find a protector or a helper.", "id": "Dan sekiranya orang-orang yang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka akan berbalik melarikan diri (kalah) dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4605", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4605.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4605.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekiranya orang-orang yang kafir itu yakni kaum musyrik Mekah yang telah menandatangani perjanjian Hudaibiyah memerangi kamu, pastilah mereka akan berbalik melarikan diri karena takut kepadamu dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung yang melindungi mereka dari kebinasaan dan penolong dapat menolong mereka dari kekalahan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberikan kabar gembira kepada kaum Muslimin bahwa sekiranya orang-orang Quraisy menyerang kaum Muslimin di Hudaibiyyah, pasti Ia akan menolong mereka, dan menghancurkan pasukan musyrikin. Allah juga menyatakan bahwa kaum Muslimin akan dapat menaklukkan Mekah dalam waktu yang dekat. Hal itu tergambar dalam firman-Nya, \"Hai kaum Muslimin, sekiranya orang-orang Mekah memerangimu dan tidak mau menerima Perjanjian Hudaibiyyah, pastilah Kami dapat mengalahkan mereka dan mereka akan mundur dan lari tunggang-langgang, karena tidak mempunyai pembantu dan pelindung yang akan membela mereka mempertahankan diri. Tetapi kamu, hai kaum Muslimin, mempunyai pembantu dan pelindung untuk memperoleh kemenangan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4606, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 26, "page": 513, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u0650\u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Sunnatal laahil latee qad khalat min qablu wa lan tajida lisunnatil laahi tabdeelaa" } }, "translation": { "en": "[This is] the established way of Allah which has occurred before. And never will you find in the way of Allah any change.", "id": "(Demikianlah) hukum Allah, yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4606", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4606.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4606.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah hukum Allah, yakni ketetapan Allah senantiasa menolong orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang yang mendustakan-Nya. Itu adalah kebiasaan yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa memenangkan keimanan atas kekafiran dan menghapus yang batil dengan yang hak telah menjadi sunah (hukum) Allah yang berlaku bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya sejak dahulu sampai sekarang, dan untuk masa yang akan datang. Tidak ada satu pun dari makhluk yang ada di alam semesta ini yang dapat mengubah sunah-Nya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4607, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 26, "page": 514, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0637\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0643\u0651\u064e\u0629\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa Huwal lazee kaffa aydiyahum 'ankum wa aydiyakum 'anhum bibatni Makkata mim ba'di an azfarakum 'alaihim; wa kaanal laahu bimaa ta'maloona Baseera" } }, "translation": { "en": "And it is He who withheld their hands from you and your hands from them within [the area of] Makkah after He caused you to overcome them. And ever is Allah of what you do, Seeing.", "id": "Dan Dialah yang mencegah tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (mencegah) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah (kota) Mekah setelah Allah memenangkan kamu atas mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4607", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4607.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4607.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dialah yang mencegah tangan mereka yakni orang-orang musyrik Mekah yang berangkat untuk menyerbu tentara Rasulullah di Hudaibiyah, dari membinasakan kamu dan mencegah tangan kamu dari membinasakan mereka ketika kamu berada di tengah kota Mekah setelah Allah memenangkan kamu atas mereka, yakni menjadikan kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dari mereka melalui Perjanjian Hudaibiyah. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.", "long": "Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, 'Abd bin humaid, Muslim, Abu Dawud, dan an-Nasa'i, dari Anas bin Malik, bahwa ia berkata, \"Pada Perang Hudaibiyyah, 80 orang musyrik Mekah dengan bersenjata lengkap telah menyerbu perkemahan Rasulullah dan para sahabat dari bukit Tan'im. Berkat doa Rasulullah saw, serangan itu dapat dipatahkan dan semua penyerbu itu dapat ditawan. Kemudian Rasulullah saw membebaskan dan memaafkan mereka maka turunlah ayat ini.\"\n\nAllah yang menahan dan menghambat serbuan orang-orang musyrik yang menyerbu perkemahan Rasulullah di Hudaibiyyah dan Allah pula yang menjanjikan kemenangan bagi Rasulullah saw dan kaum Muslimin. Kemudian Dia pula yang menimbulkan dalam hati Rasulullah saw rasa iba dan kasih sayang sehingga beliau membebaskan orang-orang kafir yang ditawan. Tidak seorang pun di antara mereka yang dibunuh, sekalipun kaum Muslimin telah berhasil memperoleh kemenangan.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui semua yang dikerjakan oleh makhluk-Nya, tidak ada suatu apa pun yang tersembunyi bagi-Nya. Oleh karena itu, Dia akan memberi balasan segala amal perbuatan mereka dengan balasan yang setimpal dan adil." } } }, { "number": { "inQuran": 4608, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 26, "page": 514, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u062f\u0652\u064a\u064e \u0645\u064e\u0639\u0652\u0643\u064f\u0648\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064e \u0645\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064c \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064c \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0637\u064e\u0626\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064c \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d6 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Humul lazeena kafaroo wa saddookum 'anil-Masjidil-Haraami walhadya ma'koofan any yablugha mahillah; wa law laa rijaalum mu'minoona wa nisaaa'um mu'minaatul lam ta'lamoohum an tata'oohum fatuseebakum minhum ma'arratum bighairi 'ilmin liyud khilal laahu fee rahmatihee many yashaaa'; law tazayyaloo la'azzabnal lazeena kafaroo minhum 'azaaban aleema" } }, "translation": { "en": "They are the ones who disbelieved and obstructed you from al-Masjid al-Haram while the offering was prevented from reaching its place of sacrifice. And if not for believing men and believing women whom you did not know - that you might trample them and there would befall you because of them dishonor without [your] knowledge - [you would have been permitted to enter Makkah]. [This was so] that Allah might admit to His mercy whom He willed. If they had been apart [from them], We would have punished those who disbelieved among them with painful punishment", "id": "Merekalah orang-orang kafir yang menghalang-halangi kamu (masuk) Masjidilharam dan menghambat hewan-hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau bukanlah karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui, tentulah kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan tanpa kamu sadari. Karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka terpisah, tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4608", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4608.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4608.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Merekalah orang-orang kafir yang menghalang-halangi kamu memasuki Masjidilharam untuk melaksanakan umrah dan menghambat hewan-hewan kurban sebanyak 70 onta yang akan kamu sembelih dan dagingnya kamu bagikan kepada fakir miskin untuk sampai ke tempat penyembelihannya yang paling utama di Marwah. Dan kalau bukanlah karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang kesemuanya menetap di kota Mekah yang tidak kamu ketahui sosoknya secara pasti dan mereka bertempat tinggal berbaur dengan orang-orang Mekah yang sebagian masih kafir, tentulah kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan seperti penyesalan dan kewajiban membayar diyat akibat membunuh mereka tanpa kamu sadari bahwa mereka adalah saudaramu seiman. Bahwa Allah mencegah tanganmu dari membinasakan mereka adalah karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya dengan memeluk Islam. Sekiranya mereka terpisah, tidak bercampur baur antara yang mukmin dan yang kafir tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka, penduduk Mekah itu, dengan azab yang pedih, dengan membunuhnya atau menjadikan mereka sebagai tawanan dan merampas harta bendanya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang kafir menghalang-halangi kaum Muslimin mengerjakan umrah di Masjidilharam. Mereka juga menghalangi kaum Muslimin membawa dan menyembelih binatang kurban ke daerah sekitar Masjidilharam seperti di Mina dan sebagainya.\n\nSebagaimana telah diterangkan bahwa Rasulullah saw pada tahun keenam Hijrah berangkat ke Mekah bersama rombongan sahabat untuk melakukan ibadah umrah dan menyembelih kurban di daerah haram. Karena terikat dengan Perjanjian Hudaibiyyah, maka Rasulullah saw beserta sahabat tidak dapat melakukan maksudnya pada tahun itu. Rasul berusaha menepati Perjanjian Hudaibiyyah, namun ada serombongan kaum musyrik yang menyerbu perkemahan Rasulullah saw di Hudaibiyyah, tetapi serbuan itu dapat digagalkan oleh Allah. Sekalipun demikian, banyak di antara kaum Muslimin yang ingin membalas serbuan itu walaupun telah terikat dengan Perjanjian Hudaibiyyah. Allah melunakkan hati kaum Muslimin sehingga mereka menerima keputusan Rasulullah. Allah menerangkan bahwa Dia melunakkan hati kaum Muslimin sehingga tidak menyerbu Mekah dengan tujuan: pertama, untuk menyelamatkan kaum Muslimin di Mekah yang menyembunyikan keimanannya kepada orang-orang kafir. Mereka takut dibunuh atau dianiaya oleh orang-orang kafir seandainya mereka menyatakan keimanannya. Kaum Muslimin sendiri tidak dapat membedakan mereka dengan orang-orang kafir. Seandainya terjadi penyerbuan kota Mekah, niscaya orang-orang mukmin yang berada di Mekah akan terbunuh seperti terbunuhnya orang-orang kafir. Kalau terjadi demikian, tentu kaum Muslimin akan ditimpa keaiban dan kesukaran karena harus membayar kifarat. Orang-orang musyrik juga akan mengatakan, \"Sesungguhnya orang-orang Muslim telah membunuh orang-orang yang seagama dengan mereka.\" \n\nKedua, ada kesempatan bagi kaum Muslimin menyeru orang-orang musyrik untuk beriman. Dengan terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah, kaum Muslimin telah dapat berhubungan langsung dengan orang-orang kafir. Dengan demikian, dapat terjadi pertukaran pikiran yang wajar antara mereka, tanpa mendapat tekanan dari pihak mana pun sehingga dapat diharapkan akan masuk Islam orang-orang tertentu yang diharapkan keislamannya atau diharapkan agar sikap mereka tidak lagi sekeras sikap sebelumnya. Diharapkan hal-hal itu terjadi sebelum kaum Muslimin melakukan umrah pada tahun yang akan datang.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah selalu menjaga dan melindungi orang-orang yang benar-benar beriman kepada-Nya, di mana pun orang itu berada. Bahkan Dia tidak akan menimpakan suatu bencana kepada orang-orang kafir, sekiranya ada orang yang beriman yang akan terkena bencana itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4609, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 26, "page": 514, "manzil": 6, "ruku": 448, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064e \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0632\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Iz ja'alal lazeena kafaroo fee quloobihimul hamiyyata hamiyyatal jaahiliyyati fa anzalal laahu sakeenatahoo 'alaa Rasoolihee wa 'alal mu mineena wa alzamahum kalimatat taqwaa wa kaanooo ahaqqa bihaa wa ahlahaa; wa kaanal laahu bikulli shai'in Aleema" } }, "translation": { "en": "When those who disbelieved had put into their hearts chauvinism - the chauvinism of the time of ignorance. But Allah sent down His tranquillity upon His Messenger and upon the believers and imposed upon them the word of righteousness, and they were more deserving of it and worthy of it. And ever is Allah, of all things, Knowing.", "id": "Ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu) kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin; dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4609", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4609.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4609.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat yang lalu menyatakan bahwa Allah akan mengazab orang-orang kafir dengan siksaan yang pedih. Ayat ini menjelaskan kapan waktunya, yaitu ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka yaitu kesombongan jahiliah yang ditandai dengan menolak keesaan Allah, tidak percaya kepada diutusnya para Nabi dan perbuatan menghalangi orang beriman mengunjungi Baitullah maka Allah menurunkan ketenangan, kesabaran, dan ketenteraman, kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin sehingga terlaksana Perjanjian Hudaibiyah dengan sempurna; dan Allah mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa, yaitu kalimat tauhid sehingga mereka terpelihara dari kemusyrikan, dan mereka lebih berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya sebagaimana ditunjukkan oleh ucapan dan perbuatannya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.", "long": "Ayat ini mengingatkan kaum Muslimin akan timbulnya rasa angkuh dan sombong di hati orang-orang musyrik Mekah. Rasa itu timbul ketika mereka tidak setuju dituliskan \"Bismillahir-Rahmanir-Rahimi\" pada permulaan surat Perjanjian Hudaibiyyah.\n\nDiriwayatkan, tatkala Rasulullah saw bermaksud memerangi orang-orang musyrik, mereka mengutus Suhail bin 'Amr, Khuwaithib bin 'Abd al-'Uzza, dan Mikras bin Hafadz kepada beliau. Mereka menyampaikan permintaan kepada beliau agar mengurungkan maksudnya dan mereka menyetujui jika maksud itu dilakukan pada tahun yang akan datang. Dengan demikian, ada kesempatan bagi mereka untuk mengosongkan kota Mekah pada waktu kaum muslimin mengerjakan umrah dan tidak akan mendapat gangguan dari siapa pun. Maka dibuat suatu perjanjian. Rasulullah saw memerintahkan 'Ali bin Abi thalib menulis \"Bismillahir-Rahmanir-Rahimi\". Mereka menjawab, \"Kami tidak mengetahuinya.\" Rasulullah mengatakan bahwa perjanjian ini sebagai tanda perdamaian dari beliau kepada penduduk Mekah. Mereka berkata, \"Kalau kami mengakui bahwa engkau rasul Allah, kami tidak menghalangi engkau dan tidak akan memerangi engkau, dan tuliskanlah perjanjian ini sebagai tanda perdamaian dari Muhammad bin Abdullah kepada penduduk Mekah.\" Maka Rasulullah saw berkata kepada sahabat-sahabatnya, \"Tulislah sesuai dengan keinginan mereka.\"\n\nKarena sikap mereka, maka sebagian kaum Muslimin enggan menerima perjanjian itu, dan ingin menyerbu kota Mekah. Maka Allah menanamkan ketenangan dan sikap taat dan patuh pada diri para sahabat kepada keputusan Rasulullah saw.\n\nSemua yang terjadi itu, baik di kalangan orang yang beriman maupun di kalangan orang kafir, diketahui Allah, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuannya. Oleh karena itu, Dia akan membalas setiap amal dan perbuatan hamba-Nya dengan seadil-adilnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4610, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 26, "page": 514, "manzil": 6, "ruku": 449, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0624\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u062a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0622\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064f\u062d\u064e\u0644\u0651\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0642\u064e\u0635\u0651\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laqad sadaqal laahu Rasoolahur ru'yaa bilhaqq, latadkhulunnal Masjidal-Haraama in shaaa'al laahu aamineena muhalliqeena ru'oosakum wa muqassireena laa takhaafoona fa'alima maa lam ta'lamoo faja'ala min dooni zaalika fathan qareebaa" } }, "translation": { "en": "Certainly has Allah showed to His Messenger the vision in truth. You will surely enter al-Masjid al-Haram, if Allah wills, in safety, with your heads shaved and [hair] shortened, not fearing [anyone]. He knew what you did not know and has arranged before that a conquest near [at hand].", "id": "Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4610", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4610.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4610.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya yaitu Nabi Muhammad tentang kebenaran mimpinya yang diwahyukan Allah bahwa kamu, wahai sahabat-sahabat Nabi yang turut serta ke Hudaibiyah, pasti akan memasuki Masjidilharam pada tahun yang akan datang, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, yakni pada saat memasukinya kamu tidak dihalangi orang siapa pun. Sebagian dari kamu memasuki Masjidilharam dengan menggundul rambut kepala dan sebagian dari kamu dengan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut kepada siapa pun. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat, yakni kemenangan di Hudaibiyah ini atau kemenangan di Khaibar segera sesudah terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.", "long": "Allah menerangkan bahwa mimpi Rasulullah yang melihat dirinya dan para sahabatnya memasuki kota Mekah dengan aman dan tenteram serta beliau melihat pula di antara para sahabat ada yang menggunting dan mencukur rambutnya adalah mimpi yang benar dan pasti akan terjadi dalam waktu dekat." } } }, { "number": { "inQuran": 4611, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 26, "page": 514, "manzil": 6, "ruku": 449, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0638\u0652\u0647\u0650\u0631\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Huwal lazeee arsala Rasoolahoo bilhudaa wa deenil haqqi liyuzhirahoo 'alad deeni kullih; wa kafaa billaahi Shaheeda" } }, "translation": { "en": "It is He who sent His Messenger with guidance and the religion of truth to manifest it over all religion. And sufficient is Allah as Witness.", "id": "Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4611", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4611.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4611.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah yang mengutus Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dengan membawa petunjuk, ilmu yang bermanfaat dan amal saleh, dan agama yang benar, yaitu agama Islam agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan kebenaran Muhammad saw sebagai rasul yang diutus Allah kepada manusia dengan menyatakan bahwa dia adalah rasul Allah yang diutus untuk membawa petunjuk dan agama Islam sebagai penyempurna terhadap agama-agama dan syariat yang telah dibawa oleh para rasul sebelumnya, menyatakan kesalahan dan kekeliruan akidah-akidah agama dan kepercayaan yang dianut manusia yang tidak berdasarkan agama, dan untuk menetapkan hukum-hukum yang berlaku bagi manusia sesuai dengan perkembangan zaman, perbedaan keadaan dan tempat. Hal ini juga berarti dengan datangnya agama Islam yang dibawa Muhammad saw, maka agama-agama yang lain tidak diakui lagi sebagai agama yang sah di sisi Allah.\n\nPada akhir ayat ini, dinyatakan bahwa semua yang dijanjikan Allah kepada Rasulullah saw dan kaum Muslimin itu pasti terjadi dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi terjadinya." } } }, { "number": { "inQuran": 4612, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 26, "page": 515, "manzil": 6, "ruku": 449, "hizbQuarter": 205, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064c \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0634\u0650\u062f\u0651\u064e\u0627\u0621\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0631\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0643\u0651\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0633\u064f\u062c\u0651\u064e\u062f\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06d6 \u0633\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062b\u064e\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u062f\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0643\u064e\u0632\u064e\u0631\u0652\u0639\u064d \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0634\u064e\u0637\u0652\u0623\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0622\u0632\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0644\u064e\u0638\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064f\u0648\u0642\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0628\u064f \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0631\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u063a\u0650\u064a\u0638\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Muhammadur Rasoolul laah; wallazeena ma'ahooo ashiddaaa'u 'alal kuffaaari ruhamaaa'u bainahum taraahum rukka'an sujjadany yabtaghoona fadlam minal laahi wa ridwaanan seemaahum fee wujoohihim min asaris sujood; zaalika masaluhum fit tawraah; wa masaluhum fil Injeeli kazar'in akhraja shat 'ahoo fa 'aazarahoo fastaghlaza fastawaa 'alaa sooqihee yu'jibuz zurraa'a liyagheeza bihimul kuffaar; wa'adal laahul lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati minhum maghfiratanw wa ajran 'azeemaa" } }, "translation": { "en": "Muhammad is the Messenger of Allah; and those with him are forceful against the disbelievers, merciful among themselves. You see them bowing and prostrating [in prayer], seeking bounty from Allah and [His] pleasure. Their mark is on their faces from the trace of prostration. That is their description in the Torah. And their description in the Gospel is as a plant which produces its offshoots and strengthens them so they grow firm and stand upon their stalks, delighting the sowers - so that Allah may enrage by them the disbelievers. Allah has promised those who believe and do righteous deeds among them forgiveness and a great reward.", "id": "Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4612", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4612.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4612.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang membawa rahmat bagi seluruh alam, dan orang-orang yang bersama dengan dia yakni sahabat-sahabat-Nya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang menentang agama-Nya, tetapi berkasih sayang dan saling mencintai sesama mereka yang beriman. Kamu senantiasa melihat mereka rukuk dan sujud dan itu dilakukan semata-mata untuk mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Engkau saksikan pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud berupa cahaya yang menunjukkan ketakwaan dan kesalehannya. Demikianlah sifat-sifat mereka yang sangat agung yang diungkapkan dalam Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa. Dan sifat-sifat me-reka yang diungkapkan dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya. Demikian perumpamaan orang-orang mukmin pengikut Nabi Muhammad. Sesungguhnya mereka itu mula-mula sedikit saja, kemudian ia bertambah semakin banyak, bagaikan tunas yang menumbuhkan tanaman yang subur dan banyak buahnya. Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya. Sifat-sifat yang luhur dan mulia dinyatakan karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir dengan menunjukkan semakin banyaknya jumlah orang-orang mukmin dan semakin besarnya kekuatan mereka dari masa ke masa. Demikianlah akhir Surah al-Fatë ini ditutup dengan janji Allah bahwa Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan atas dosa dan kesalahan mereka dan pahala yang besar yaitu surga. Semoga kami termasuk orang-orang yang memperoleh anugerah yang agung itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Muhammad saw adalah rasul Allah yang diutus kepada seluruh umat. Para sahabat dan pengikut Rasul bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi lemah lembut terhadap sesama mereka. Firman Allah: \n\nWahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah. (al-Ma'idah/5: 54)\n\nRasulullah bersabda:\n\nPerumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih mengasihi dan sayang-menyayangi antara mereka seperti tubuh yang satu; bila salah satu anggota badannya sakit demam, maka badan yang lain merasa demam dan terganggu pula. (Riwayat Muslim dan Ahmad dari an-Nu'man bin Basyir)\n\nOrang-orang yang beriman selalu mengerjakan salat dengan khusyuk, tunduk, dan ikhlas, mencari pahala, karunia, dan keridaan Allah. Tampak di wajah mereka bekas sujud. Maksudnya ialah air muka yang cemerlang, tidak ada gambaran kedengkian dan niat buruk kepada orang lain, penuh ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, bersikap dan berbudi pekerti yang halus sebagai gambaran keimanan mereka.\n\nMengenai cahaya muka orang yang beriman, 'Utsman berkata, \"Adapun rahasia yang terpendam dalam hati seseorang; niscaya Allah menyatakannya pada raut mukanya dan lidahnya.\" Sifat-sifat yang demikian itu dilukiskan dalam Taurat dan Injil.\n\nPara sahabat dan pengikut Nabi semula sedikit dan lemah, kemudian bertambah dan berkembang dalam waktu singkat seperti biji yang tumbuh, mengeluarkan batangnya, lalu batang bercabang dan beranting, kemudian menjadi besar dan berbuah sehingga menakjubkan orang yang menanamnya, karena kuat dan indahnya, sehingga menambah panas hati orang-orang kafir. \n\nKemudian kepada pengikut Rasulullah saw itu, baik yang dahulu maupun yang sekarang, Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa mereka, memberi mereka pahala yang banyak, dan menyediakan surga sebagai tempat yang abadi bagi mereka. Janji Allah yang demikian pasti ditepati." } } } ] }, { "number": 49, "sequence": 106, "numberOfVerses": 18, "name": { "short": "الحجرات", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062d\u062c\u0631\u0627\u062a", "transliteration": { "en": "Al-Hujuraat", "id": "Al-Hujurat" }, "translation": { "en": "The Inner Apartments", "id": "Kamar-Kamar" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Hujuraat terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Mujaadalah. Dinamai Al Hujuraat diambil dari perkataan Al Hujuraat yang terdapat pada ayat 4 surat ini. Ayat tersebut mencela para sahabat yang memanggil Nabi Muhammad SAW yang sedang berada di dalam kamar rumahnya bersama isterinya. Memanggil Nabi Muhammad SAW dengan cara dan dalam keadaan yang demikian menunjukkan sifat kurang hormat kepada beliau dan mengganggu ketenteraman beliau." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4613, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 26, "page": 515, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaa ayyuhal lazeena aamanoo la tuqaddimoo baina yada yil laahi wa Rasoolihee wattaqul laah; innal laaha samee'un 'Aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not put [yourselves] before Allah and His Messenger but fear Allah. Indeed, Allah is Hearing and Knowing.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4613", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4613.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4613.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada permulaan Surah al-Hujuràt ini Allah mengajarkan akhlak kepada kaum muslim ketika berhubungan dengan Allah dan Rasul-Nya. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, yakni jangan kamu tergesa-gesa dalam memutuskan suatu perkara sebelum mendapat keputusan Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sungguh, Allah Maha Mendengar ucapan kamu, Maha Mengetahui segala gerak-gerik dan perbuatan kamu. Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada kaum muslim agar ja-ngan mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam menetapkan hukum keagamaan atau persoalan duniawi yang menyangkut kehidupan me-reka. Hal ini bertujuan agar keputusan mereka tidak menyalahi syariat Islam sehingga menimbulkan kemurkaan Allah.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengajarkan kesopanan kepada kaum Muslimin ketika berhadapan dengan Rasulullah saw dalam hal perbuatan dan percakapan. Allah memperingatkan kaum Mukminin supaya jangan mendahului Allah dan rasul-Nya dalam menentukan suatu hukum atau pendapat.\n\nMereka dilarang memutuskan suatu perkara sebelum membahas dan meneliti lebih dahulu hukum Allah dan (atau) ketentuan dari rasul-Nya terhadap masalah itu. Hal ini bertujuan agar keputusan mereka tidak menyalahi apalagi bertentangan dengan syariat Islam, sehingga dapat menimbulkan kemurkaan Allah. \n\nYang demikian ini sejalan dengan yang dialami oleh sahabat Nabi Muhammad yaitu Mu'adh bin Jabal ketika akan diutus ke negeri Yaman. Rasulullah saw bertanya, \"Kamu akan memberi keputusan dengan apa?\" Dijawab oleh Mu'adh, \"Dengan kitab Allah.\" Nabi bertanya lagi, \"Jika tidak kamu jumpai dalam kitab Allah, bagaimana?\" Mu'adh menjawab, \"Dengan Sunah Rasulullah.\" Nabi Muhammad bertanya lagi, \"Jika dalam Sunah Rasulullah tidak kamu jumpai, bagaimana?\" Mu'adh menjawab, \"Aku akan ijtihad dengan pikiranku.\" Lalu Nabi Muhammad saw menepuk dada Mu'adh seraya berkata, \"Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik kepada utusan rasul-Nya tentang apa yang diridai Allah dan rasul-Nya.\" (Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidhi dan Ibnu Majah dari Mu'adh bin Jabal). \n\nDalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada kaum Mukminin supaya melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan tidak tergesa-gesa melakukan perbuatan atau mengemukakan pendapat dengan mendahului Al-Qur'an dan hadis Nabi yang ada hubungannya dengan sebab turunnya ayat ini. Tersebut dalam kitab al-Iklil bahwa mereka dilarang menyembelih kurban pada hari Raya Idul Adha sebelum nabi menyembelih, dan dilarang berpuasa pada hari yang diragukan, seperti apakah telah datang awal Ramadan atau belum, sebelum jelas hasil ijtihad untuk penetapannya. Kemudian Allah memerintahkan supaya mereka tetap bertakwa kepada-Nya karena Allah Maha Mendengar segala percakapan dan Maha Mengetahui segala yang terkandung dalam hati hamba-hamba-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4614, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 26, "page": 515, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0635\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0643\u064e\u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0637\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa ayyuhal lazeena aamanoo laa tarfa'ooo aswaatakum fawqa sawtin Nabiyi wa laa tajharoo lahoo bilqawli kajahri ba'dikum liba 'din an tahbata a 'maalukum wa antum laa tash'uroon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not raise your voices above the voice of the Prophet or be loud to him in speech like the loudness of some of you to others, lest your deeds become worthless while you perceive not.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4614", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4614.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4614.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi pada saat terjadi percakapan antara kamu dengan beliau, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap yang lain. Janganlah kamu memanggilnya dengan namanya, tetapi panggilah beliau dengan panggilan yang disertai penghormatan dan pengagungan. Apabila kamu tidak berlaku hormat kepada Nabi, dikhawatirkan nanti, pahala segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.", "long": "Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu Abi Mulaikah bahwa 'Abdullah bin Zubair memberitahukan kepadanya bahwa telah datang satu rombongan dari Kabilah Bani Tamim kepada Rasulullah saw. Abu Bakar berkata, \"Rombongan ini hendaknya diketuai oleh al-Qa'qa' bin Ma'bad.\" 'Umar bin al-Khaththab berkata, \"Hendaknya diketuai oleh al-Aqra' bin habis.\" Abu Bakar membantah, \"Kamu tidak bermaksud lain kecuali menentang aku.\" 'Umar menjawab, \"Saya tidak bermaksud menentangmu.\" Maka timbullah perbedaan pendapat antara Abu Bakar dan 'Umar sehingga suara mereka kedengarannya bertambah keras, maka turunlah ayat ini. Sejak itu, Abu Bakar bila berkata-kata kepada Nabi Muhammad, suaranya direndahkan sekali seperti bisikan saja demikian pula 'Umar. Oleh karena sangat halus suaranya hampir-hampir tak terdengar sehingga sering ditanyakan lagi apa yang diucapkannya itu.\n\nMereka sama-sama memahami bahwa ayat-ayat tersebut sengaja diturunkan untuk memelihara kehormatan Nabi Muhammad. Setelah ayat ini turun, maka sabit bin Qais tidak pernah datang lagi menghadiri majelis Rasulullah saw. Ketika ditanya oleh Nabi tentang sebabnya, sabit menjawab, \"Ya Rasulullah, telah diturunkan ayat ini dan saya adalah seorang yang selalu berbicara keras dan nyaring. Saya merasa khawatir kalau-kalau pahala saya akan dihapus sebagai akibat kebiasaan saya itu.\" Nabi Muhammad menjawab, \"Engkau lain sekali, engkau hidup dalam kebaikan dan insya Allah akan mati dalam kebaikan pula, engkau termasuk ahli surga.\" sabit menjawab, \"Aku sangat senang karena berita yang menggembirakan itu, dan saya tidak akan mengeraskan suara saya terhadap Nabi untuk selama-lama-nya.\" (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu Abi Mulaikah). Maka turunlah ayat berikutnya yaitu ayat ke 3 dari Surah al-hujurat. \n\nDari paparan di atas, dapat dipahami bagaimana Allah mengajarkan kepada kaum Mukminin kesopanan dalam percakapan ketika berhadapan dengan Nabi Muhammad. Allah melarang kaum Mukminin meninggikan suara mereka lebih dari suara Nabi. Mereka dilarang untuk berkata-kata kepada Nabi dengan suara keras karena perbuatan seperti itu tidak layak menurut kesopanan dan dapat menyinggung perasaan Nabi. Terutama jika dalam ucapan-ucapan yang tidak sopan itu tersimpan unsur-unsur cemoohan atau penghinaan yang menyakitkan hati Nabi dan dapat menyeret serta menjerumuskan orangnya kepada kekafiran, sehingga mengakibatkan hilang dan gugurnya segala pahala kebaikan mereka itu di masa lampau, padahal semuanya itu terjadi tanpa disadarinya." } } }, { "number": { "inQuran": 4615, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 26, "page": 515, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u063a\u064f\u0636\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0645\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yaghud doona aswaatahum 'inda Rasoolil laahi ulaaa'ikal lazeenam tah anal laahu quloobahum littaqwaa; lahum maghfiratunw waajrun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who lower their voices before the Messenger of Allah - they are the ones whose hearts Allah has tested for righteousness. For them is forgiveness and great reward.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4615", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4615.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4615.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang senantiasa merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, didorong oleh motivasi penghormatan dan pengagungan kepada beliau mereka itulah orang-orang tinggi kedudukannya yang telah diuji hatinya yakni dibersihkan oleh Allah dengan bermacam-macam ujian dan cobaan untuk menjadi orang bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan atas kesalahannya dan pahala yang besar atas ketaatan yang dilakukannya.", "long": "Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah saw setelah melatih diri dengan berbagai latihan yang ketat lagi berat, mereka itulah orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka telah berhasil menyucikan diri mereka dengan berbagai usaha dan kesadaran serta bagi mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.\n\nDiriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Mujahid bahwa ada sebuah pertanyaan tertulis yang disampaikan kepada Umar, \"Wahai Amirul Mukminin, ada seorang laki-laki yang tidak suka akan kemaksiatan dan tidak mengerjakannya, dan seorang laki-laki lagi yang hatinya cenderung kepada kemaksiatan, tetapi ia tidak mengerjakannya. Manakah di antara kedua orang itu yang paling baik?\"\n\nUmar menjawab dengan tulisan pula, \"Sesungguhnya orang ya-ng hatinya cenderung kepada kemaksiatan, akan tetapi tidak mengerjakannya, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4616, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 26, "page": 515, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u062c\u064f\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yunaadoo naka minw waraaa'il hujuraati aksaruhum laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who call you, [O Muhammad], from behind the chambers - most of them do not use reason.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4616", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4616.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4616.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau dengan cara yang tidak sopan dari luar kamar kediamanmu dan kediaman istri-istrimu kebanyakan mereka tidak mengerti tata krama penghormatan dan pengagungan yang seharusnya dilakukan kepadamu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberikan pelajaran kesopanan dan tata krama dalam menghadapi Rasulullah saw, terutama dalam mengadakan percakapan dengan beliau. Rasulullah saw selama di Medinah tinggal di sebuah rumah di samping masjid Medinah. Di dalam rumah itu terdapat kamar-kamar yang berjumlah sembilan buah, dan masing-masing diisi oleh seorang istri nabi. Bangunan tersebut dibuat sangat sederhana, atapnya rendah sekali sehingga mudah disentuh oleh tangan dan pintu-pintunya terdiri dari gantungan kulit binatang yang berbulu. \n\nPada masa Khalifah al-Walid bin 'Abd al-Malik, kamar-kamar itu dibongkar dan dijadikan halaman masjid. Hal itu sangat menyedihkan kaum Mukminin di Medinah. Sa'id bin al-Musayyab merespon dan berkata, \"Saya suka sekali jika kamar-kamar istri Nabi itu tetap berdiri dan tidak dirombak, agar generasi mendatang dari penduduk Medinah dan orang-orang yang datang dapat meneladani kesederhanaan Nabi Muhammad dalam mengatur rumah tangganya.\n\nIbnu Ishaq menerangkan dalam kitab Sirah-nya bahwa tahun kesembilan Hijrah itu merupakan tahun mengalirnya para delegasi dari seluruh Jazirah Arab. Setelah Pembebasan Mekah, seusai Perang Tabuk, dan Kabilah saqif dari thaif masuk Islam dan ikut membaiat Rasulullah saw, maka datanglah dengan berduyun-duyun berbagai delegasi ke Medinah untuk menemui Rasulullah saw.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Zaid bin Arqam bahwa sekumpulan orang-orang Badui berkata kepada kawan-kawannya, \"Marilah kita menemui laki-laki (Muhammad) itu, apabila ia benar-benar seorang nabi, maka kitalah yang paling bahagia beserta dia, dan jika ia seorang raja maka kita pun akan beruntung dapat hidup di sampingnya.\" Maka datanglah Zaid bin Arqam kepada Rasulullah saw menyampaikan berita itu lalu mere-ka datang beramai-ramai menemui beliau yang kebetulan sedang berada di kamar salah seorang istrinya. Mereka memanggil dengan suara yang lantang sekali, \"Ya Muhammad, ya Muhammad, keluarlah dari kamarmu untuk berjumpa dengan kami karena tujuan kami sangat indah dan celaan kami sangat menusuk perasaan.\" Nabi Muhammad saw keluar dari kamar istrinya untuk menemui mereka dan turunlah ayat ini. \n\nMenurut Qatadah, rombongan sebanyak tujuh puluh orang itu adalah dari kabilah Bani Tamim. Mereka berkata, \"Kami ini dari Bani Tamim, kami datang ke sini membawa pujangga-pujangga kami dalam bidang syair dan pidato untuk bertanding dengan penyair-penyair kamu.\" Nabi menjawab, \"Kami tidak diutus untuk mengemukakan syair dan kami tidak diutus untuk mem-perlihatkan kesombongan, tetapi bila kamu mau mencoba, boleh kemukakan syairmu itu.\" Maka tampillah salah seorang pemuda di antara mereka membangga-banggakan kaumnya dengan berbagai keutamaan. Nabi Muhammad menampilkan hassan bin sabit untuk menjawab syair mereka dan ternyata hassan dapat menundukkan mereka semuanya. Setelah mereka mengakui keunggulan hassan, mereka lalu mendekati Rasulullah saw dan mengucapkan dua kalimat syahadat dan sekaligus masuk Islam.\n\nKebijaksanaan Nabi Muhammad dalam menghadapi delegasi da-ri Bani Tamim yang tidak sopan itu akhirnya berkesudahan dengan baik. Sebelum pulang, mereka lebih dahulu telah men-dapat petunjuk tentang jalan yang benar dan kesopanan dalam pergaulan. Dengan tegas sekali Allah menerangkan bahwa orang-orang yang memanggil Nabi supaya keluar kamar istrinya yang ada di samping masjid Medinah, kebanyakan mereka itu bodoh, tidak mengetahui kesopanan dan tata krama dalam mengadakan kunjungan kehormatan kepada seorang kepala negara apalagi seorang nabi. Tata cara yang dikemukakan ayat ini, sekarang dikenal sebagai protokoler dan security (keamanan). Dari ayat ini dapat pula dipahami bahwa agama Islam sejak dahulu kala sudah mengatur kode etiknya dengan maksud memberikan penghormatan yang pantas kepada pembesar yang dikunjungi." } } }, { "number": { "inQuran": 4617, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 26, "page": 516, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa law annahum sabaroo hatta takhruja ilaihim lakaana khairal lahum; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "And if they had been patient until you [could] come out to them, it would have been better for them. But Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Dan sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4617", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4617.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4617.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekiranya mereka bersabar, yakni tidak memanggil-manggil namamu sampai engkau keluar dari kamarmu untuk menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka di sisi Allah. Dan itu tidak dilakukan oleh mereka, namun Allah tidak menyiksa mereka. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertobat, Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang taat. Berkaitan dengan ayat ini terdapat riwayat bahwa sekelompok rombongan Bani Tamim datang untuk menemui Nabi dan mereka memanggil-manggil dari luar kamarnya, “Hai Muhammad, keluarlah untuk menemui kami”. Nabi dengan berat hati menemui mereka, padahal ketika itu beliau sedang beristirahat. Ayat ini mengecam sikap mereka yang berlaku tidak sopan kepada Rasulullah.", "long": "Seandainya tamu-tamu delegasi itu tidak berteriak-teriak memanggil Nabi Muhammad dan mereka sabar menunggu sampai beliau sendiri keluar kamar peristirahatannya, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. Karena sikap demikian itu menunjukkan adanya takzim dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Maha Pengampun kepada mereka yang memanggil Nabi Muhammad dari belakang kamar-kamarnya bila mereka bertobat dan mengganti kecerobohan mereka dengan kesopanan tata krama. Allah Maha Penyayang kepada mereka, tidak mengazab mereka nanti pada hari Kiamat karena mereka telah menyesali perbuatan mereka yang memalukan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4618, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 26, "page": 516, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064c \u0628\u0650\u0646\u064e\u0628\u064e\u0625\u064d \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u062a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo in jaaa'akum faasqum binaba in fatabaiyanooo an tuseeboo qawmam bijahalatin fatusbihoo 'alaa maa fa'altum naadimeen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, if there comes to you a disobedient one with information, investigate, lest you harm a people out of ignorance and become, over what you have done, regretful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4618", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4618.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4618.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah kelompok ayat-ayat yang lalu menguraikan tuntunan bagai-mana bertatakrama dengan Rasullah, kelompok ayat ini menguraikan bagaimana berlaku dengan sesama manusia, termasuk kepada orang fasik. Diawali dengan tuntunan bagaimana menghadapi orang fasik, Allah berfirman, Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita yang penting, maka ja-nganlah kamu tergesa-gesa menerima berita itu, tetapi telitilah terlebih dahulu kebenarannya. Hal ini penting dilakukan agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan atau kecerobohan kamu mengikuti berita itu yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu yang terlanjur kamu lakukan. Ayat ini memberikan tuntunan kepada kaum muslim agar berhati-hati dalam menerima berita terutama jika bersumber dari orang yang fasik. Perlunya berhati-hati dalam menerima berita adalah untuk menghindarkan penyesalan akibat tindakan yang diakibatkan oleh berita yang belum diteliti kebenarannya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberitakan peringatan kepada kaum Mukminin, jika datang kepada mereka seorang fasik membawa berita tentang apa saja, agar tidak tergesa-gesa menerima berita itu sebelum diperiksa dan diteliti dahulu kebenarannya. Sebelum diadakan penelitian yang seksama, jangan cepat percaya kepada berita dari orang fasik, karena seorang yang tidak mempedulikan kefasikannya, tentu juga tidak akan mempedulikan kedustaan berita yang disampaikannya. Perlunya berhati-hati dalam menerima berita adalah untuk menghindarkan penyesalan akibat berita yang tidak diteliti atau berita bohong itu. Penyesalan yang akan timbul sebenarnya dapat dihindari jika bersikap lebih hati-hati.\n\nAyat ini memberikan pedoman bagi sekalian kaum Mukminin supaya berhati-hati dalam menerima berita, terutama jika bersumber dari seorang yang fasik. Maksud yang terkandung dalam ayat ini adalah agar diadakan penelitian dahulu mengenai kebenarannya. Mempercayai suatu berita tanpa diselidiki kebenarannya, besar kemungkinan akan membawa korban jiwa dan harta yang sia-sia, yang hanya menimbulkan penyesalan belaka." } } }, { "number": { "inQuran": 4619, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 26, "page": 516, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u0650\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062d\u064e\u0628\u0651\u064e\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0633\u064f\u0648\u0642\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0635\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0634\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa'lamooo anna feekum Rasoolal laah; law yutee'ukum fee kaseerim minal amrila'anittum wa laakinnal laaha habbaba ilaikumul eemaana wa zaiyanahoo fee quloobikum wa karraha ilaikumul kufra walfusooqa wal'isyaan; ulaaaika humur raashidoon" } }, "translation": { "en": "And know that among you is the Messenger of Allah. If he were to obey you in much of the matter, you would be in difficulty, but Allah has endeared to you the faith and has made it pleasing in your hearts and has made hateful to you disbelief, defiance and disobedience. Those are the [rightly] guided.", "id": "Dan ketahuilah olehmu bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4619", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4619.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4619.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah olehmu bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah, yang sepatutnya dihormati dan dipatuhi semua petunjuknya karena beliau senantiasa dalam bimbingan wahyu Ilahi. Kalau dia menuruti kemauan kamu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi dengan bimbingan Rasulullah, Allah menjadikan kamu, wahai para sahabat yang setia, cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu sehingga kamu mudah menjaga diri dari dosa serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan sehingga mudah bagi kamu melakukan ketaatan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti secara mantap jalan yang lurus.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Rasulullah saw ketika berada di tengah-tengah kaum Mukminin, sepatutnya dihormati dan diikuti semua petunjuknya karena lebih mengetahui kemaslahatan umatnya. Nabi lebih utama bagi orang-orang Mukmin dari diri mereka sendiri, sebagaimana dicantumkan dalam firman Allah:\n\nNabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri (al-Ahzab/33: 6)\n\nKarena Nabi Muhammad selalu berada dalam bimbingan wahyu Ilahi, maka beliau yang berada di tengah-tengah para sahabat itu sepatutnya dijadikan teladan dalam segala aspek kehidupan dan aspek kemasyarakatan. Seandainya beliau menuruti kemauan para sahabat dalam memecahkan persoalan hidup, niscaya mereka akan menemui berbagai kesulitan dan kemudaratan seperti dalam peristiwa al-Walid bin 'Uqbah. Seandainya Nabi saw menerima berita bohong tentang Bani al-Musthaliq, lalu mengirimkan pasukan untuk menggempur mereka yang disangka murtad dan menolak membayar zakat, niscaya yang demikian itu hanya akan menimbulkan penyesalan dan bencana. Akan tetapi, sebaliknya dengan kebijaksanaan dan bimbingan Rasulullah saw yang berada di tengah-tengah para sahabat, mereka dijadikan oleh Allah mencintai keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hati mereka, dan menjadikan mereka benci kepada kekafiran, ke-fasikan dan kedurhakaan.\n\nKarena iman yang sempurna itu terdiri dari pengakuan dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan beramal saleh dengan anggota tubuh, maka kebencian terhadap kekafiran berlawanan dengan kecintaan kepada keimanan. Menjadikan iman itu indah dalam hati adalah pararel dengan membenarkan (tasdiq) dalam hati, dan benci kepada kedurhakaan itu pararel dengan mengadakan amal saleh. Orang-orang yang demikian itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dan mengikuti jalan yang lu-rus, yang langsung menuju kepada keridaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4620, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 26, "page": 516, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fadlam minal laahi wa ni'mah; wallaahu 'Aleemun Hakeem" } }, "translation": { "en": "[It is] as bounty from Allah and favor. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4620", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4620.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4620.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hal yang demikian itu adalah sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang pantas mendapat anugerah-Nya, Mahabijaksana dalam mengatur segala urusan.", "long": "Karunia dan anugerah itu semata-mata kemurahan dari Allah dan merupakan nikmat dari-Nya. Allah Maha Mengetahui siapa yang berhak menerima petunjuk dan siapa yang terkena kesesatan, dan Maha bijaksana dalam mengatur segala urusan makhluk-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4621, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 26, "page": 516, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0628\u064e\u063a\u064e\u062a\u0652 \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062a\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650\u064a \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0641\u0650\u064a\u0621\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u0650\u0637\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in taaa'ifataani minal mu'mineenaq tataloo faaslihoo bainahumaa fa-im baghat ih daahumaa 'alal ukhraa faqaatilul latee tabhee hattaa tafeee'a ilaaa amril laah; fa-in faaa't fa aslihoo bainahumaa bil'adli wa aqsitoo innal laaha yuhibbul muqsiteen" } }, "translation": { "en": "And if two factions among the believers should fight, then make settlement between the two. But if one of them oppresses the other, then fight against the one that oppresses until it returns to the ordinance of Allah. And if it returns, then make settlement between them in justice and act justly. Indeed, Allah loves those who act justly.", "id": "Dan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4621", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4621.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4621.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah memperingatkan kepada orang mukmin supaya berhati-hati dalam menerima berita yang disampaikan orang fasik, maka Allah menerangkan pada ayat ini tentang apa yang bisa terjadi akibat berita itu. Misalnya pertikaian antara dua kelompok yang kadang-kadang menyebabkan peperangan. Dan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang atau bertikai satu sama lain maka damaikanlah antara keduanya dengan memberi petunjuk dan nasihat ke jalan yang benar. Jika salah satu dari keduanya, yakni golongan yang bermusuhan itu terus menerus berbuat zalim terhadap golongan yang lain, maka pera-ngilah golongan yang berbuat zalim itu, yang enggan menerima kebenar-an, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali kepada perintah Allah, yakni menerima kebenaran maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, sehingga terjadi hubungan baik antara keduanya, dan berlakulah adil dalam segala urusan agar putusan kamu diterima oleh semua golongan. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil dalam perbuatan mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan balasan yang sebaik-baiknya.", "long": "Allah menerangkan bahwa jika ada dua golongan dari orangorang Mukmin berperang, maka harus diusahakan perdamaian antara kedua pihak yang bermusuhan itu dengan jalan berdamai sesuai dengan ketentuan hukum dari Allah berdasarkan keadilan untuk kemaslahatan mereka yang bersangkutan. Jika setelah diusahakan perdamaian itu masih ada yang membangkang dan tetap juga berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka golongan yang agresif yang berbuat aniaya itu harus diperangi sehingga mereka kembali untuk menerima hukum Allah. Jika golongan yang membangkang itu telah tunduk dan kembali kepada perintah Allah, maka kedua golongan yang tadinya bermusuhan itu harus diperlakukan dengan adil dan bijaksana, penuh kesadaran sehingga tidak terulang lagi permusuhan seperti itu di masa yang akan datang. Allah memerintahkan supaya mereka tetap melakukan keadilan dalam segala urusan mereka, karena Allah menyukainya dan akan memberi pahala kepada orang-orang yang berlaku adil dalam segala urusan." } } }, { "number": { "inQuran": 4622, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 26, "page": 516, "manzil": 6, "ruku": 450, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062e\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamal mu'minoona ikhwatun fa aslihoo baina akhawaykum wattaqul laaha la'allakum tuhamoon" } }, "translation": { "en": "The believers are but brothers, so make settlement between your brothers. And fear Allah that you may receive mercy.", "id": "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4622", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4622.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4622.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, sebab mereka itu satu dalam keimanan, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang sedang beselisih atau bertikai satu sama lain dan bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintahnya antara lain mendamaikan kedua golongan yang saling bermusuhan itu agar kamu mendapat rahmat persudaraan dan persatuan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa sesungguhnya orang-orang Mukmin semuanya bersaudara seperti hubungan persaudaraan antara nasab karena sama-sama menganut unsur keimanan yang sama dan kekal dalam surga. Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan Muslim itu adalah saudara muslim yang lain, jangan berbuat aniaya dan jangan membiarkannya melakukan aniaya. Orang yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah membantu kebutuhannya. Orang yang melonggarkan satu kesulitan dari seorang muslim, maka Allah melonggarkan satu kesulitan di antara kesulitan-kesuliannya pada hari Kiamat. Orang yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi kekurangannya pada hari Kiamat. (Riwayat al-Bukhari dari 'Abdullah bin 'Umar) \n\nPada hadis sahih yang lain dinyatakan: Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya yang gaib, maka malaikat berkata, \"Amin, dan semoga kamu pun mendapat seperti itu.\" (Riwayat Muslim dan Abu ad-Darda') Karena persaudaraan itu mendorong ke arah perdamaian, maka Allah menganjurkan agar terus diusahakan di antara saudara seagama seperti perdamaian di antara saudara seketurunan, supaya mereka tetap memelihara ketakwaan kepada Allah. Mudah-mudahan mereka memperoleh rahmat dan ampunan Allah sebagai balasan terhadap usaha-usaha perdamaian dan ketakwaan mereka. Dari ayat tersebut dapat dipahami perlu adanya kekuatan sebagai penengah untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai." } } }, { "number": { "inQuran": 4623, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 26, "page": 516, "manzil": 6, "ruku": 451, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0631\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064d \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0644\u0652\u0645\u0650\u0632\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0628\u064e\u0632\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650 \u06d6 \u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0650\u0627\u0633\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0633\u064f\u0648\u0642\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0628\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo laa yaskhar qawmum min qawmin 'asaaa anyyakoonoo khairam minhum wa laa nisaaa'um min nisaaa'in 'Asaaa ay yakunna khairam minhunna wa laa talmizooo bil alqaab; bi'sal ismul fusooqu ba'dal eemaan; wa mal-lam yatub fa-ulaaa'ika humuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, let not a people ridicule [another] people; perhaps they may be better than them; nor let women ridicule [other] women; perhaps they may be better than them. And do not insult one another and do not call each other by [offensive] nicknames. Wretched is the name of disobedience after [one's] faith. And whoever does not repent - then it is those who are the wrongdoers.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4623", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4623.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4623.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menerangkan bahwa orang-orang mukmin adalah bersaudara, ayat ini menjelaskan tuntunan agar persaudaraan itu tetap terjaga. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum, yakni kelompok pria, mengolok-olok kaum, yakni kelompok pria yang lain karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olokkan perempuan lain karena boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dengan ucapan, perbuatan atau isyarat, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang dinilai buruk buruk oleh orang yang kamu panggil itu sehingga menyakiti hatinya. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk fasik setelah iman. Yakni seburuh-buruk panggilan kepada orang-orang mukmin adalah bila mereka disebut orang-orang fasik sesudah mereka dahulu disebut sebagai golongan yang yang beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, setelah melakukan kefasikan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim kepada diri sendiri dan karena perbuatannya itu maka Allah menimpakan hukuman atasnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kaum Mukminin supaya jangan ada suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain karena boleh jadi, mereka yang diolok-olokkan itu pada sisi Allah jauh lebih mulia dan terhormat dari mereka yang mengolok-olokkan. Demikian pula di kalangan wanita, jangan ada segolongan wanita yang mengolok-olokkan wanita yang lain karena boleh jadi, mereka yang diolok-olokkan itu pada sisi Allah lebih baik dan lebih terhormat dari wanita-wanita yang mengolok-olokkan. Allah melarang kaum mukminin mencela kaum mereka sendiri karena kaum Mukminin semuanya harus dipandang satu tubuh yang diikat dengan kesatuan dan persatuan. Allah melarang pula memanggil dengan panggilan yang buruk seperti panggilan kepada seseorang yang sudah beriman dengan kata-kata: hai fasik, hai kafir, dan sebagainya. Tersebut dalam sebuah hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari an-Nu'man bin Basyir: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih mengasihi dan sayang-menyayangi antara mereka seperti tubuh yang satu; bila salah satu anggota badannya sakit demam, maka badan yang lain merasa demam dan terganggu pula. (Riwayat Muslim dan Ahmad dari an-Nu'man bin Basyir) Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupamu dan harta kekayaanmu, akan tetapi Ia memandang kepada hatimu dan perbuatanmu. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah) \n\nHadis ini mengandung isyarat bahwa seorang hamba Allah jangan memastikan kebaikan atau keburukan seseorang semata-mata karena melihat kepada amal perbuatannya saja, sebab ada kemungkinan seseorang tampak mengerjakan amal kebajikan, padahal Allah melihat di dalam hatinya ada sifat yang tercela. Sebaliknya pula mungkin ada orang yang kelihatan melakukan suatu yang tampak buruk, akan tetapi Allah melihat dalam hatinya ada rasa penyesalan yang besar yang mendorongnya bertobat dari dosanya. Maka amal perbuatan yang tampak di luar itu, hanya merupakan tanda-tanda saja yang menimbulkan sangkaan yang kuat, tetapi belum sampai ke tingkat meyakinkan. Allah melarang kaum Mukminin memanggil orang dengan panggilan-panggilan yang buruk setelah mereka beriman. Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ibnu 'Abbas dalam menafsirkan ayat ini, menerangkan bahwa ada seorang laki-laki yang pernah di masa mudanya mengerjakan suatu perbuatan yang buruk, lalu ia bertobat dari dosanya, maka Allah melarang siapa saja yang menyebut-nyebut lagi keburukannya di masa yang lalu, karena hal itu dapat membangkitkan perasaan yang tidak baik. Itu sebabnya Allah melarang memanggil dengan panggilan dan gelar yang buruk. Adapun panggilan yang mengandung penghormatan tidak dilarang, seperti sebutan kepada Abu Bakar dengan as-shiddiq, kepada 'Umar dengan al-Faruq, kepada 'Utsman dengan sebutan dzu an-Nurain, kepada 'Ali dengan Abu Turab, dan kepada Khalid bin al-Walid dengan sebutan Saifullah (pedang Allah). Panggilan yang buruk dilarang untuk diucapkan setelah orangnya beriman karena gelar-gelar untuk itu mengingatkan kepada kedurhakaan yang sudah lewat, dan sudah tidak pantas lagi dilontarkan. Barang siapa tidak bertobat, bahkan terus pula memanggil-manggil dengan gelar-gelar yang buruk itu, maka mereka dicap oleh Allah sebagai orang-orang yang zalim terhadap diri sendiri dan pasti akan menerima konsekuensinya berupa azab dari Allah pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 4624, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 26, "page": 517, "manzil": 6, "ruku": 451, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u0650 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u064e\u0633\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0628 \u0628\u0651\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064e\u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064e \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062a\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanuj taniboo kaseeram minaz zanni inna ba'daz zanniismunw wa laa tajassasoo wa la yaghtab ba'dukum ba'daa; a yuhibbu ahadukum any yaakula lahma akheehi maitan fakarih tumooh; wattaqul laa; innal laaha tawwaabur Raheem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, avoid much [negative] assumption. Indeed, some assumption is sin. And do not spy or backbite each other. Would one of you like to eat the flesh of his brother when dead? You would detest it. And fear Allah; indeed, Allah is Accepting of repentance and Merciful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4624", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4624.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4624.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka buruk kepada manusia yang tidak disertai bukti atau tanda-tanda, sesungguhnya sebagian prasangka, yakni prasangka yang tidak disertai bukti atau tanda-tanda itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain yang sengaja ditutup-tutupi untuk mencemoohnya dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing, yakni membicarakan aib, sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Karena itu hindarilah pergunjingan karena itu sama dengan memakan daging saudara yang telah mati. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat kepada orang yang bertobat, Maha Penyayang kepada orang yang taat.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa permintaan mereka itu tidak mungkin diperkenankan oleh Allah. Mereka tidak akan dikembalikan ke dunia, karena hati mereka sudah tidak menerima kebenaran lagi. Di dunia, mereka kafir dan ingkar apabila diseru untuk hanya menyembah Allah saja, tetapi apabila Allah dipersekutukan dengan yang lain, mereka percaya dan membenarkannya. Permintaan mereka ke luar dari neraka dan dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh, dijawab oleh Allah dengan firman-Nya:\n\nDia (Allah) berfirman, \"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.\" (al-Mu'minun/23: 108)\n\nAndaikata permintaan mereka diperkenankan dan dikembalikan ke dunia, mereka akan tetap mengerjakan hal-hal yang dilarang Allah sebagaimana halnya dahulu. Mereka itu pembohong, sebagaimana firman Allah:\n\nSeandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta. (al-An'am/6: 28)\n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa putusan di hari Kiamat berada di tangan Allah yang akan memberi putusan dengan hak dan adil, Tuhan Yang Mahatinggi dan Mahabesar tiada sesuatu yang menyamai-Nya. Tuhan sangat benci kepada yang mempersekutukan-Nya dan telah memberlakukan kebijaksanaan yaitu mengekalkan mereka di dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 4625, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 26, "page": 517, "manzil": 6, "ruku": 451, "hizbQuarter": 206, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064d \u0648\u064e\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0639\u064f\u0648\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0642\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan naasu innaa khalaqnaakum min zakarinw wa unsaa wa ja'alnaakum shu'oobanw wa qabaaa'ila lita'aarafoo inna akramakum 'indal laahi atqaakum innal laaha 'Aleemun khabeer" } }, "translation": { "en": "O mankind, indeed We have created you from male and female and made you peoples and tribes that you may know one another. Indeed, the most noble of you in the sight of Allah is the most righteous of you. Indeed, Allah is Knowing and Acquainted.", "id": "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4625", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4625.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4625.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, yakni berasal dari keturunan yang sama yaitu Adam dan Hawa. Semua manusia sama saja derajat kemanusiaannya, tidak ada perbedaan antara satu suku dengan suku lainnya. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal dan dengan demikian saling membantu satu sama lain, bukan saling mengolok-olok dan saling memusuhi antara satu kelompok dengan lainnya. Allah tidak menyukai orang yang memperlihatkan kesombongan dengan keturunan, kekayaan atau kepangkatan karena sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Karena itu berusahalah untuk meningkatkan ketakwaan agar menjadi orang yang mulia di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu baik yang lahir maupun yang tersembunyi, Mahateliti sehingga tidak satu pun gerak-gerik dan perbuatan manusia yang luput dari ilmu-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Adam) dan seorang perempuan (Hawa) dan menjadikannya berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbeda-beda warna kulit bukan untuk saling mencemoohkan, tetapi supaya saling mengenal dan menolong. Allah tidak menyukai orang-orang yang memperlihatkan kesombongan dengan keturunan, kepangkatan, atau kekayaannya karena yang paling mulia di antara manusia pada sisi Allah hanyalah orang yang paling bertakwa kepada-Nya.\n\nKebiasaan manusia memandang kemuliaan itu selalu ada sangkut-pautnya dengan kebangsaan dan kekayaan. Padahal menurut pandangan Allah, orang yang paling mulia itu adalah orang yang paling takwa kepada-Nya.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu hibban dan at-Tirmidhi dari Ibnu 'Umar bahwa ia berkata:\n\nRasulullah saw melakukan tawaf di atas untanya yang telinganya tidak sempurna (terputus sebagian) pada hari Fath Makkah (Pembebasan Mekah). Lalu beliau menyentuh tiang Ka'bah dengan tongkat yang bengkok ujungnya. Beliau tidak mendapatkan tempat untuk menderumkan untanya di masjid sehingga unta itu dibawa keluar menuju lembah lalu menderumkannya di sana. Kemudian Rasulullah memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian berkata, \"Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah menghilangkan pada kalian keburukan perilaku Jahiliah. Wahai manusia, sesungguhnya manusia itu ada dua macam: orang yang berbuat kebajikan, bertakwa, dan mulia di sisi Tuhannya. Dan orang yang durhaka, celaka, dan hina di sisi Tuhannya. Kemudian Rasulullah membaca ayat: ya ayyuhan-nas inna khalaqnakum min dhakarin wa untsa¦ Beliau membaca sampai akhir ayat, lalu berkata, \"Inilah yang aku katakan, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian. (Riwayat Ibnu hibban dan at-Tirmidhi dari Ibnu 'Umar).\n\nSesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Mengetahui tentang apa yang tersembunyi dalam jiwa dan pikiran manusia. Pada akhir ayat, Allah menyatakan bahwa Dia Maha Mengetahui tentang segala yang tersembunyi di dalam hati manusia dan mengetahui segala perbuatan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4626, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 26, "page": 517, "manzil": 6, "ruku": 451, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u064f \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0650\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qaalatil-A 'raabu aamannaa qul lam tu'minoo wa laakin qoolooo aslamnaa wa lamma yadkhulil eemaanu fee quloobikum wa in tutee'ul laaha wa Rasoolahoo laa yalitkum min a'maalikum shai'aa; innal laaha Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "The bedouins say, \"We have believed.\" Say, \"You have not [yet] believed; but say [instead], 'We have submitted,' for faith has not yet entered your hearts. And if you obey Allah and His Messenger, He will not deprive you from your deeds of anything. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.\"", "id": "Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4626", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4626.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4626.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada ayat yang lalu dijelaskan bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah adalah orang yang paling bertakwa, ayat ini menjelaskan hakikat iman yang melekat pada orang yang bertakwa. Ayat ini dikemukakan dalam konteks penjelasan terhadap serombong-an orang-orang Badui yang datang kepada Nabi yang menyatakan bahwa mereka telah beriman dengan benar. Orang-orang Arab Badui berkata kepadamu, “Kami telah beriman.” Allah menegaskan melalui firman-Nya, Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, “Kamu belum beriman sebab hati kamu belum sepenuhnya percaya, dan perbuatan kamu belum mencerminkan iman sesuai apa yang kamu katakan tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk kepadamu.\\' Ucapan se-perti itu lebih pantas kamu katakan, karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amal perbuatanmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun kepada orang yang bertobat, Maha Penyayang kepada orang yang taat.”", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang Arab Badui yang mengaku bahwa diri mereka telah beriman. Ucapan mereka itu dibantah oleh Allah. Sepantasnya mereka itu jangan mengatakan telah beriman karena iman yang sungguh-sungguh ialah membenarkan dengan hati yang tulus dan percaya kepada Allah dengan seutuhnya. Hal itu belum terbukti karena mereka memperlihatkan bahwa mereka telah memberikan kenikmatan kepada Rasulullah saw dengan keislaman mereka dan dengan tidak memerangi Rasulullah saw.\n\nMereka dilarang oleh Allah mengucapkan kata beriman itu dan sepantasnya mereka hanya mengucapkan 'kami telah tunduk masuk Islam, karena iman yang sungguh-sungguh itu belum pernah masuk ke dalam hati mereka. Apa yang mereka ucapkan tidak sesuai dengan isi hati mereka.\n\nAz-Zajjaj berkata, \"Islam itu ialah memperlihatkan kepatuhan dan menerima apa-apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dengan memperlihatkan patuh itu terpeliharalah darah dan jiwa, dan jika ikrar tentang keislaman itu disertai dengan tasdiq (dibenarkan hati), maka barulah yang demikian itu yang dinamakan iman yang sungguh-sungguh. Jika mereka benar-benar telah taat kepada Allah dan rasul-Nya, ikhlas berbuat amal, dan meninggalkan kemunafikan, maka Allah tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amalan mereka, bahkan akan memperbaiki balasannya dengan berlipat ganda.\"\n\nTerhadap manusia yang banyak berbuat kesalahan, di mana pun ia berada, Allah akan mengampuninya karena Dia Maha Pengampun terhadap orang yang bertobat dan yang beramal penuh keikhlasan." } } }, { "number": { "inQuran": 4627, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 26, "page": 517, "manzil": 6, "ruku": 451, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamal muu'minoonal lazeena aamanoo billaahi wa Rasoolihee summa lam yartaaboo wa jaahadoo biamwaalihim wa anfusihim fee sabeelil laah; ulaaaika humus saadiqoon" } }, "translation": { "en": "The believers are only the ones who have believed in Allah and His Messenger and then doubt not but strive with their properties and their lives in the cause of Allah. It is those who are the truthful.", "id": "Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4627", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4627.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4627.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya ayat ini menjelaskan siapa yang benar-benar sempurna imannya. Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah me-reka yang beriman kepada Allah dan meyakini semua sifat-sifat-Nya dan membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya. Kemudian dalam berlalunya waktu mereka tidak ragu-ragu sedikitpun dan tidak goyah pendiriannya dan mereka berjihad dengan menye-rahkan harta dan me-ngorbankan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar dalam ucapan dan perbuatan mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan hakikat iman yang sebenarnya yaitu bahwa orang-orang yang diakui mempunyai iman yang sungguh-sungguh hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, tanpa keragu-raguan sedikit pun dan tidak goyah pendiriannya apa pun yang dihadapi. Mereka menyerahkan harta dan jiwa dalam berjihad di jalan Allah semata-mata untuk mencapai keridaan-Nya.\n\nOrang mukmin di dunia ada tiga golongan: pertama, orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu dan berjihad fi sabilillah dengan harta dan dirinya. Kedua, orang yang tidak mengganggu harta dan diri orang lain. Ketiga, orang yang mendapatkan kemuliaan ambisi, ia meninggalkannya karena Allah. (Riwayat Ahmad dari Abu Sa'id al-Khudri)\n\nMereka itulah orang-orang yang imannya diakui oleh Allah. Tidak seperti orang-orang Arab Badui itu yang hanya mengucapkan beriman dengan lidah belaka, sedangkan hati mereka kosong karena mereka masuk Islam itu hanya karena takut akan tebasan pedang, hanya sekadar untuk mengamankan jiwa dan harta bendanya." } } }, { "number": { "inQuran": 4628, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 26, "page": 517, "manzil": 6, "ruku": 451, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Qul atu'allimoonal laaha bideenikum wallaahu ya'lamu maa fis samaawaati wa maa fil ard; wallaahu bikulli shai'in 'Aleem" } }, "translation": { "en": "Say, \"Would you acquaint Allah with your religion while Allah knows whatever is in the heavens and whatever is on the earth, and Allah is Knowing of all things?\"", "id": "Katakanlah (kepada mereka), “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4628", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4628.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4628.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang Badui yang mengaku beriman itu,“Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah dan menjelaskan tentang agamamu serta keyakinanmu seperti yang engkau katakan kepada Nabi, padahal yang demikian itu tidak perlu karena Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.\"", "long": "Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar bertanya kepada orang-orang Arab Badui itu, apakah mereka akan memberitahukan kepada Allah tentang keyakinannya yang telah tersimpan di dalam hatinya, padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, termasuk apa yang terkandung di dalam hati mereka karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 4629, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 26, "page": 517, "manzil": 6, "ruku": 451, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0645\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064f\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0645\u064f\u0646\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yamunnoona 'alaika an aslamoo qul laa tamunnoo 'alaiya Islaamakum balillaahu yamunnu 'alaikum an hadaakum lil eemaani in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "They consider it a favor to you that they have accepted Islam. Say, \"Do not consider your Islam a favor to me. Rather, Allah has conferred favor upon you that He has guided you to the faith, if you should be truthful.\"", "id": "Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4629", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4629.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4629.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak ragu-ragu mengaku bahwa mereka merasa berjasa telah memberi nikmat kepadamu, yakni kepada Nabi Muhammad, dengan keislaman mereka. Maka kepada Nabi diperintahkan untuk mengatakan kepada mereka: Katakanlah, “Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebab manfaat keislamanmu bukan kepadaku tetapi untuk kamu sendiri dan sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar dalam ucapanmu.” Sungguh, Allah senantiasa mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah senantiasa Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. -", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang Arab Badui itu merasa telah memberi nikmat kepada Rasulullah saw. Mereka menganggap bahwa keislaman dan ketundukan mereka kepada Nabi Muhammad itu harus dipandang suatu nikmat yang harus disyukuri oleh Nabi. Kemudian Allah memerintahkan kepada rasul-Nya supaya membantah ucapan mereka yang selalu menonjol-nonjolkan pemberian nikmat karena sesungguhnya hanya Allah yang melimpahkan nikmat kepada mereka dengan menunjuki mereka keimanan, jika mereka sungguh-sungguh menjadi orang-orang yang benar imannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4630, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 26, "page": 517, "manzil": 6, "ruku": 451, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal laaha ya'lamu ghaibas samaawaati wal ard; wallaahu baseerum bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah knows the unseen [aspects] of the heavens and the earth. And Allah is Seeing of what you do.", "id": "Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4630", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4630.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4630.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "-1. Qàf. Allah bersumpah dengan kitab-Nya : Demi Al-Qur’an yang mulia.", "long": "Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Mengetahui apa-apa yang gaib di langit dan di bumi. Dia-lah yang melihat apa yang tersembunyi di dalam hati, dan apa yang diucapkan oleh lidah karena Allah Maha Melihat apa yang dikerjakan oleh seluruh hamba-hamba-Nya." } } } ] }, { "number": 50, "sequence": 34, "numberOfVerses": 45, "name": { "short": "ق", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0642", "transliteration": { "en": "Qaaf", "id": "Qaf" }, "translation": { "en": "The letter Qaaf", "id": "Qaf" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah diturunkan sesudah surat Al Murssalaat. Dinamai Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf Qaaf. Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Rasulullah SAW senang membaca surat ini pada rakaat pertama sembahyang subuh dan pada shalat hari raya. Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum'at. Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF sering dibaca Nabi Muhammad SAW di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, syurga, neraka, pahala, dosa, dsb. Surat ini dinamai juga Al Baasiqaat, diambil dari perkataan Al- Baasiqaat yang terdapat pada ayat 10 surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4631, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062c\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Qaaaf; wal Qur aanil Majeed" } }, "translation": { "en": "Qaf. By the honored Qur'an...", "id": "Qaf. Demi Al-Qur'an yang mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4631", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4631.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4631.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Qàf. Allah bersumpah dengan kitab-Nya : Demi Al-Qur’an yang mulia.", "long": "Telah diungkapkan sebelum ini bahwa huruf-huruf abjad yang ada pada permulaan surah biasanya memperingatkan betapa pentingnya perkara yang disebut kemudian, dan sering sekali yang disebut itu ialah sifat Al-Qur'an seperti yang disebutkan di sini.\n\nDalam ayat ini, Allah bersumpah dengan kitab-Nya, yang mengandung banyak berkah dan kebajikan (Al-Qur'an) yang sangat mulia bahwa Nabi Muhamammad benar-benar seorang utusan-Nya yang memberi peringatan kepada kaumnya tentang adanya hari kebangkitan. Senada dengan pernyataan ini, dalam permulaan Surah Yasin juga telah diterangkan bahwa Nabi Muhammad sungguh-sungguh adalah salah seorang rasul yang diutus agar memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan. Oleh karena itu, mereka lalai dan disebut zaman Jahiliah." } } }, { "number": { "inQuran": 4632, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u062c\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0639\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064c", "transliteration": { "en": "Bal 'ajibooo an jaa'ahum munzirum minhum faqaalal kaafiroona haazaa shai'un 'ajeeb" } }, "translation": { "en": "But they wonder that there has come to them a warner from among themselves, and the disbelievers say, \"This is an amazing thing.", "id": "(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir, “Ini adalah suatu yang sangat ajaib.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4632", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4632.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4632.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Kami mengutus engkau wahai Nabi Muhammad sebagai rasul untuk menyampaikan wahyu-wahyu Kami, tetapi kaum musyrik Mekah mengingkarinya, bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri yang mempunyai kebiasaan makan, minum dan berkeluarga sebagaimana manusia pada umumnya. Maka berkatalah orang-orang kafir, “Ini adalah suatu yang sangat ajaib.”", "long": "Mereka mengingkari kerasulan Nabi Muhammad, bahkan mereka itu bukan saja ragu-ragu dan mengingkari kerasulannya, malahan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang manusia yang memberi peringatan dari kalangan mereka sendiri. Mereka memandang sungguh aneh bahwa Allah mengutus seorang manusia seperti mereka sendiri, yang biasa makan-minum dan berkeluarga, yang biasa tidur dan kadang-kadang kena penyakit.\n\nMereka membayangkan bahwa seorang utusan Allah itu mesti malaikat seperti diterangkan dalam firman Allah:\n\nBagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? (al-Qamar/54: 24)\n\nDan firman-Nya\n\nMereka berkata, \"Kamu hanyalah manusia seperti kami juga.\" (Ibrahim/14: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 4633, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u06d6 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0631\u064e\u062c\u0652\u0639\u064c \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "'A-izaa mitnaa wa kunnaa turaaban zaalika raj'um ba'eed" } }, "translation": { "en": "When we have died and have become dust, [we will return to life]? That is a distant return.\"", "id": "Apakah apabila kami telah mati dan sudah menjadi tanah (akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4633", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4633.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4633.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menyaksikan bahwa kehadiran Rasul itu membawa peringatan tentang hari Kebangkitan, dengan penuh rasa keingkaran dan cemoohan, orang-orang kafir itu berkata, \"Apakah apabila kami telah mati dan sudah menjadi tanah akan kembali lagi? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin, dan sangat jauh dari penerimaan akal. Karena bagaimana mungkin jasmani yang sudah bercampur dengan tanah dapat kembali seperti semula.\"", "long": "Setelah mereka memperlihatkan rasa terkejutnya tentang kerasulan Muhammad saw itu, mereka dengan penuh rasa keingkaran dan cemoohan berkata, \"Apakah kami setelah mati dan setelah tulang-belulang kami menjadi tanah dan berserakan di dalam bumi, akan kembali hidup lagi?\" Mereka memandang bahwa bangkit dari kubur itu suatu hal yang mustahil, yang tidak mungkin terjadi dan sama sekali tidak masuk akal, karena mereka mengukur kekuasaan Allah sama dengan kekuasaan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4634, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0642\u064f\u0635\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064c", "transliteration": { "en": "Qad 'alimnaa maa tanqu-sul-ardu minhum wa 'indanaa Kitaabun Hafeez" } }, "translation": { "en": "We know what the earth diminishes of them, and with Us is a retaining record.", "id": "Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang ditelan bumi dari (tubuh) mereka, sebab pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4634", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4634.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4634.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hal itu tidak aneh. Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang ditelan bumi dari tubuh mereka baik sebelum maupun sesudah kematiannya, sebab pada Kami ada kitab yang berisi catatan tentang keadaan dan perbuatan mereka yang terpelihara baik. Dengan demikian tidak ada keraguan sedikit pun tentang kebangkitan dan bahwa itu pasti terjadi.", "long": "Allah mengemukakan dalil atas kebangkitan dari kubur karena Allah sungguh mengetahui apa yang telah dimakan dan dihancurkan oleh bumi dari tubuh-tubuh mereka, ke mana dari bagian-bagian tubuh manusia itu berpindah atau bergeser dan kemudian jadi apa, sebab semua kejadian itu perinciannya ada di sisi Allah. Seluruhnya tercatat dan terpelihara dalam kitab yang semuanya itu menggambarkan bahwa tidak sulit bagi Allah untuk menghidupkan mereka kembali pada hari Kiamat, hari yang pasti akan datang." } } }, { "number": { "inQuran": 4635, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u062c\u064d", "transliteration": { "en": "Bal kazzaboo bilhaqqi lammaa jaaa'ahum fahum feee amrim mareej" } }, "translation": { "en": "But they denied the truth when it came to them, so they are in a confused condition.", "id": "Bahkan mereka telah mendustakan kebenaran ketika (kebenaran itu) datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4635", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4635.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4635.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akan tetapi mereka tetap saja mengingkari kebangkitan itu, meskipun bukti-bukti telah dijelaskan. Bahkan mereka telah mendustakan kebenaran, yakni kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Nabi Muhammad, ketika kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau. Mereka sebenarnya mengetahui kebenaran, tetapi mengingkarinya.", "long": "Sesungguhnya mereka telah mendustakan dan mengingkari kerasulan Muhammad saw, Rasul yang diperkuat dengan mukjizat. Bila mereka mendustakan berita-berita yang dibawa oleh Rasulullah saw hal itu lebih mengakibatkan celaka karena telah memutuskan hubungan antara Allah dengan rasul-Nya yang paling terhormat dan dicintai sebagai Sayyidul-Mursalin.\n\nKarena itu mereka terus-menerus berada dalam keadaan kacau-balau. Mereka mengingkari kerasulan dari kalangan manusia dan mereka beranggapan bahwa yang patut jadi utusan Allah itu hanyalah mereka yang mempunyai kedudukan dan keturunan yang tinggi. Dan ucapan mereka itu disebut oleh Allah dalam firman-Nya:\n\nMengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?\" (az-Zukhruf/43: 31)\n\nLebih celaka lagi karena mereka memandang nabi itu sebagai seorang tukang sihir, dukun atau orang gila. Ucapan dan pandangan mereka itu menunjukkan bahwa mereka tidak tetap dalam pendirian, tidak tahu apa yang mereka ucapkan dan pikiran mereka selalu kacau-balau." } } }, { "number": { "inQuran": 4636, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0628\u064e\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064d", "transliteration": { "en": "Afalam yanzurooo ilas samaaa'i fawqahum kaifa banainaahaa wa zaiyannaahaa wa maa lahaa min furooj" } }, "translation": { "en": "Have they not looked at the heaven above them - how We structured it and adorned it and [how] it has no rifts?", "id": "Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya dan tidak terdapat retak-retak sedikit pun?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4636", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4636.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4636.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menyebutkan bahwa orang-orang kafir itu menganggap tidak mungkin terjadinya kebangkitan setelah mati, maka dilanjutkan pada ayat ini dengan menyebutkan dalil-dalil yang membantah perkataan mereka. Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya, menciptakan dan meninggikannya, dan menghiasinya dengan bintang-bintang, dan tidak terdapat pada langit itu retak-retak sedikit pun yang menjadikannya cacat?", "long": "Allah memerintahkan kepada orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan supaya mereka memandang ke langit yang ada di atas mereka untuk dijadikan bahan pemikiran, bagaimana Allah telah meninggikan langit itu tanpa tiang dan menghiasnya dengan berbagai bintang yang gemerlapan, sedangkan langit itu tidak retak sedikit pun. Dari segi ilmu pengetahuan, menurut penemuan terakhir dinyatakan bahwa langit itu merupakan benda kolosal yang homogen yang tidak dilapisi dengan benda-benda yang retak dan kosong, akan tetapi padat diisi dengan sejenis benda halus yang bernama ether (al-atsir) dan benda yang halus ini diketahui karena menjadi tempat lalu lintasnya nur atau cahaya. Di antara bintang-bintang itu, ada yang jauhnya dari bumi dengan jarak kecepatan cahaya dalam masa lebih dari sejuta setengah tahun, sedangkan matahari kita sendiri jauhnya dari bumi hanya dengan jarak kecepatan cahaya selama delapan menit dan delapan belas detik. Silakan membayangkan betapa jauhnya sebagian bintang yang ada di cakrawala itu. Cahaya yang dipancarkan oleh bintang itu ke bumi melalui ether itu dan seandainya benda halus itu tidak ada, tentu cahayanya akan terputus. Oleh karena itu, dalam ayat ini dinyatakan bahwa langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 4637, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u064e\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u0628\u064e\u0647\u0650\u064a\u062c\u064d", "transliteration": { "en": "Wal arda madadnaahaa wa alqainaa feehaa rawaasiya wa ambatnaa feehaa min kulli zawjim baheej" } }, "translation": { "en": "And the earth - We spread it out and cast therein firmly set mountains and made grow therein [something] of every beautiful kind,", "id": "Dan bumi yang Kami hamparkan dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4637", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4637.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4637.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi yang Kami hamparkan dengan mantap untuk kediaman bagi manusia dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh yang berfungsi sebagai pasak bumi agar bumi tidak goyah dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah dipandang mata?", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah menghamparkan bumi bagi kediaman manusia dan meletakkan beberapa gunung yang berfungsi sebagai pasak bumi agar bumi goyah bahkan kukuh dan stabil dan pada lereng-lerengnya ditumbuhkan berbagai tumbuh-tumbuhan yang indah permai sangat mengagumkan karena pemandangannya yang cantik itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4638, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064d \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Tabsiratanw wa zikraa likulli 'abdim muneeb" } }, "translation": { "en": "Giving insight and a reminder for every servant who turns [to Allah].", "id": "untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali (tunduk kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4638", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4638.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4638.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itu semua Kami ciptakan untuk menjadi pelajaran betapa besar kekuasaan Allah dan untuk menjadi peringatan bagi setiap hamba yang kembali kepada Allah, tunduk dan taat kepada-Nya.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa sengaja dibuat pemandangan-pemandangan yang indah itu supaya manusia ingat kepada Penciptanya, taat dan bertobat kepada-Nya. Langit yang begitu tinggi yang dihias dengan bintang-bintang supaya dijadikan bahan renungan dan pemikiran, alangkah agungnya dan alangkah kuasanya Allah. Dan bumi yang dihamparkan untuk kediaman manusia dihiasi dengan berbagai tumbuh-tumbuhan yang buahnya dimanfaatkan oleh manusia dan binatang ternaknya, semuanya itu harus dijadikan pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba Allah yang kembali mengingat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4639, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u062d\u064e\u0628\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0635\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa nazzalnaa minas samaaa'i maaa'am mubaarakan fa ambatnaa bihee jannaatinw wa habbal haseed" } }, "translation": { "en": "And We have sent down blessed rain from the sky and made grow thereby gardens and grain from the harvest", "id": "Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4639", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4639.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4639.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah bagi penghuni bumi, lalu Kami tumbuhkan dengan air yang tercurah itu bermacam-macam pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen, seperti gandum, jagung dan sebagainya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bagaimana cara menumbuhkan tumbuh-tumbuhan itu yaitu menurunkan dari langit air hujan yang banyak manfaatnya untuk menumbuhkan tanam-tanaman dan pohon-pohon yang berbuah, terutama tumbuh-tumbuhan dan biji tanamannya dapat dituai seperti padi, gandum, jagung, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 4640, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e \u0628\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0644\u0652\u0639\u064c \u0646\u0651\u064e\u0636\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wannakhla baasiqaatil laha tal'un nadeed" } }, "translation": { "en": "And lofty palm trees having fruit arranged in layers -", "id": "Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4640", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4640.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4640.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tumbuhkan pula pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun karena banyak sekali buahnya.", "long": "Allah menumbuhkan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun sebagai rezeki bagi hambahamba-Nya. Dalam ayat ini Allah tidak menyebutkan bahwa rezeki itu bagi hamba-hamba-Nya yang suka mengingat Allah seperti diuraikan-Nya pada ayat ke delapan, sebab rezeki itu lebih umum. Seorang yang kembali mengingat Allah memakan rezeki itu sambil mensyukuri nikmat Allah, sedangkan yang lain memakannya seperti binatang saja, tidak ingat kepada pemberi nikmat tersebut. Allah menghidupkan bumi yang kering dan tandus setelah turun hujan dengan berbagai tanaman yang beraneka ragam. Dan seperti itu pula terjadinya kebangkitan pada hari Kiamat. Setiap petani yang selalu mengolah ladang dan sawahnya harus selalu ingat dan bersiap-siap untuk menghadapi hari kebangkitan dengan ketakwaan dan amal kebajikan. Surah Qaf ayat 9 s/d 11 merupakan suatu kesatuan yang menyatakan manfaat air. Banyaknya manfaat air dapat dirasakan langsung oleh manusia, mulai dari kebutuhan pokok sebagai air minum, memasak, mencuci, pertanian, pemanfatannya untuk industri dan pengolahan bahan-bahan, sampai pada sarana transportasi. Pada ayat tersebut di atas dinyatakan bahwa dengan kehendak Allah lah air turun ke permukaan bumi dalam bentuk hujan. Contoh manfaat ditekankan pada peran air pada pertumbuhan tanaman. Semua tumbuhan, termasuk sumber pangan manusia, baik tumbuhan rendah seperti biji-bijian (bisa dimasukkan ke dalamnya perdu, rerumputan, jamur, lumut, ganggang dan bahkan bakteri) maupun pohon-pohonan yang besar seperti halnya kurma, memerlukan air untuk pertumbuhannya. Ayat-ayat tersebut di atas seolah mengatakan bahwa melalui daur air, Allah memberikan rezeki bagi makhluk ciptaan-Nya. Hanya dengan keberadaan air, tanah akan dapat menjadi media tumbuh bagi tanaman di atasnya. Maka tanah yang tandus pun apabila diberikan air akan dapat ditumbuhi. Proses pertumbuhan tanaman pada tanah tandus yang mendapatkan air sering dipakai untuk menggambarkan kejadian kebangkitan manusia di alam akhirat (lihat: Yunus/10: 24, Fussilat/41: 39, az-Zukhruf/43: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 4641, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0644\u0652\u062f\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064f", "transliteration": { "en": "Rizqal lil'ibaad, wa ahyainaa bihee baldatam maitaa; kazaalikal khurooj" } }, "translation": { "en": "As provision for the servants, and We have given life thereby to a dead land. Thus is the resurrection.", "id": "(sebagai) rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan (air) itu negeri yang mati (tandus). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4641", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4641.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4641.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itu semua Kami ciptakan sebagai rezeki bagi hamba-hamba Kami, dan Kami ingatkan bahwa Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, yakni Kami hidupkan tanah yang tandus yang tidak terdapat padanya tumbuh-tumbuhan sehingga menjadi tanah yang subur dan dapat menumbuhkan bermacam-macam tanaman yang indah. Seperti itulah, kekuasaan Allah menghidupkan sesuatu yang mati, terjadinya kebangkitan manusia dari kuburnya.", "long": "Allah menumbuhkan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun sebagai rezeki bagi hambahamba-Nya. Dalam ayat ini Allah tidak menyebutkan bahwa rezeki itu bagi hamba-hamba-Nya yang suka mengingat Allah seperti diuraikan-Nya pada ayat ke delapan, sebab rezeki itu lebih umum. Seorang yang kembali mengingat Allah memakan rezeki itu sambil mensyukuri nikmat Allah, sedangkan yang lain memakannya seperti binatang saja, tidak ingat kepada pemberi nikmat tersebut. Allah menghidupkan bumi yang kering dan tandus setelah turun hujan dengan berbagai tanaman yang beraneka ragam. Dan seperti itu pula terjadinya kebangkitan pada hari Kiamat. Setiap petani yang selalu mengolah ladang dan sawahnya harus selalu ingat dan bersiap-siap untuk menghadapi hari kebangkitan dengan ketakwaan dan amal kebajikan. Surah Qaf ayat 9 s/d 11 merupakan suatu kesatuan yang menyatakan manfaat air. Banyaknya manfaat air dapat dirasakan langsung oleh manusia, mulai dari kebutuhan pokok sebagai air minum, memasak, mencuci, pertanian, pemanfatannya untuk industri dan pengolahan bahan-bahan, sampai pada sarana transportasi. Pada ayat tersebut di atas dinyatakan bahwa dengan kehendak Allah lah air turun ke permukaan bumi dalam bentuk hujan. Contoh manfaat ditekankan pada peran air pada pertumbuhan tanaman. Semua tumbuhan, termasuk sumber pangan manusia, baik tumbuhan rendah seperti biji-bijian (bisa dimasukkan ke dalamnya perdu, rerumputan, jamur, lumut, ganggang dan bahkan bakteri) maupun pohon-pohonan yang besar seperti halnya kurma, memerlukan air untuk pertumbuhannya. Ayat-ayat tersebut di atas seolah mengatakan bahwa melalui daur air, Allah memberikan rezeki bagi makhluk ciptaan-Nya. Hanya dengan keberadaan air, tanah akan dapat menjadi media tumbuh bagi tanaman di atasnya. Maka tanah yang tandus pun apabila diberikan air akan dapat ditumbuhi. Proses pertumbuhan tanaman pada tanah tandus yang mendapatkan air sering dipakai untuk menggambarkan kejadian kebangkitan manusia di alam akhirat (lihat: Yunus/10: 24, Fussilat/41: 39, az-Zukhruf/43: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 4642, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u0651\u0650 \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Kazzabat qablahum qawmu Noohinw wa Ashaabur Rassi wa Samood" } }, "translation": { "en": "The people of Noah denied before them, and the companions of the well and Thamud", "id": "Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass dan Samud telah mendustakan (rasul-rasul)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4642", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4642.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4642.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menceritakan tentang pendustaan orang-orang musyrik terhadap Rasulullah, kelompok ayat-ayat ini menguraikan sikap serupa yang pernah dilakukan oleh umat para nabi terdahulu. Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass, yakni kaum Nabi Syu’aib yang dihancurkan dengan gempa sehingga tertimbun dalam sumur mereka, dan Samud, yakni kaum Nabi Saleh yang dibinasakan setelah menyembelih unta yang dianugerahkan kepada mereka sebagai bukti kekuasaan Kami, telah mendustakan rasul-rasul,", "long": "Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad saw. Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka. Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya. Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah swt dengan banjir topan. Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya. Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa. Kaum 'Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin. Fir'aun ditenggelamkan Allah dalam laut. Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan. Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah. Kaum Tubba' al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah. Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4643, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u0648\u064e\u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064f \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d", "transliteration": { "en": "Wa 'Aadunw wa Fir'awnu wikhwaanu loot" } }, "translation": { "en": "And 'Aad and Pharaoh and the brothers of Lot", "id": "dan (demikian juga) kaum ‘Ad, kaum Fir‘aun dan kaum Lut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4643", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4643.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4643.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demikian juga kaum ‘Ad, yakni kaum Nabi Hud, kaum Fir‘aun, yang ditenggelamkan dalam laut, dan kaum Lut, yang diporakporandakan pemukiman mereka akibat merajalelanya homoseksual di kalangan mereka,", "long": "Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad saw. Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka. Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya. Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah swt dengan banjir topan. Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya. Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa. Kaum 'Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin. Fir'aun ditenggelamkan Allah dalam laut. Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan. Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah. Kaum Tubba' al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah. Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4644, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u062a\u064f\u0628\u0651\u064e\u0639\u064d \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064c \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e \u0641\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa Ashaabul Aykati wa qawmu Tubba'; kullun kazzabar Rusula fahaqqa wa'eed" } }, "translation": { "en": "And the companions of the thicket and the people of Tubba'. All denied the messengers, so My threat was justly fulfilled.", "id": "dan (juga) penduduk Aikah serta kaum Tubba‘. Semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka berlakulah ancaman-Ku (atas mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4644", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4644.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4644.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan (juga) penduduk Aikah, yaitu kaum Nabi Syu’aib, serta kaum Tubba‘, yaitu penduduk negeri Yaman, juga dibinasakan Allah. Semua-nya telah mendustakan rasul-rasul maka berlakulah ancaman-Ku atas mereka.", "long": "Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad saw. Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka. Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya. Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah swt dengan banjir topan. Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya. Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa. Kaum 'Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin. Fir'aun ditenggelamkan Allah dalam laut. Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan. Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah. Kaum Tubba' al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah. Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4645, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 26, "page": 518, "manzil": 7, "ruku": 452, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u064a\u0650\u064a\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0644\u064e\u0628\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064d \u062c\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Afa'a yeenaa bilkhalqil awwal; bal hum fee labsim min khalqin jadeed" } }, "translation": { "en": "Did We fail in the first creation? But they are in confusion over a new creation.", "id": "Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Sama sekali tidak) bahkan mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4645", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4645.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4645.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apakah Kami letih yakni tidak mampu lagi melakukan penciptaan dengan sebab telah melakukan penciptaan yang pertama? Sama sekali Kami tidak letih! Kami mampu untuk menciptakan yang baru dan itu lebih mudah bagi Kami. Sesungguhnya bahkan mereka, orang kafir itu, dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru, yakni membangkitkan manusia setelah kematiannya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah dengan cara yang halus dan mendalam memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dengan mengatakan, \"Kami yang telah menciptakan sekalian makhluk dari permulaannya tanpa bantuan siapa pun, apakah Kami lelah dan letih untuk menciptakan makhluk-makhluk itu kedua kalinya, yang menurut pengalaman membuat kedua kalinya itu lebih mudah daripada menciptakannya yang pertama?\" Dinyatakan dalam firman-Nya sebagai berikut: \n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. (ar-Rum/30: 27) \n\nDemikian pula firman-Nya: \n\nDan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79) \n\nBerbicara mengenai penciptaan, Allah membuat pernyataan bahwa proses penciptaan masih terus berlanjut, baik untuk makhluk hidup maupun benda mati. Indikasinya dapat dilihat juga pada beberapa ayat di bawah ini: \n\nDan kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan sebagai perhiasan. Dan Dia menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (an-Nahl/16: 8) Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (an-Nur/24: 45) \n\nDua ayat di atas, dan dari sekian banyak ayat lainnya, memperlihatkan bahwa Allah \"belum selesai\" melakukan kerja penciptaan-Nya. Penciptaan diindikasikan sebagai suatu proses yang terus berjalan. Dari sudut ilmu pengetahuan, keadaan demikian ini terlihat jelas. Secara perlahan, para peneliti mulai menyadari dan mengerti bahwa banyak fenomena alam yang berada pada posisi sedang berkembang. Salah satu bukti adalah terjadinya evolusi jenis yang terus berkembang. Ditemukan banyak bukti dalam bentuk fosil yang memperlihatkan adanya jenis-jenis yang mempunyai \"bentuk antara\" dari dua jenis yang eksis pada saat ini. Beberapa contoh di atas hanyalah sedikit dari sekian banyak bukti. Masih banyak yang belum terungkap. Apa yang kita ketahui saat ini hanyalah bagian kecil dari puncak gunung es yang muncul di atas air. Sedangkan bagian besar dari gunung es, yang berada di bawah permukaan air, sama sekali belum diketahui. Banyak peneliti menyadari bahwa kemampuan alam untuk mengatur dirinya didasarkan pada kemampuan fundamental dan misterius dari alam semesta. Bukti bahwa alam memiliki kekuatan yang kreatif, dan mampu menciptakan berbagai variasi-variasi struktur dan bentuk yang kompleks, seringkali membatalkan hukumhukum alam yang sebelumnya dibuat manusia. Dengan demikian, tidaklah berlebihan apabila beberapa ahli filosofi menyatakan bahwa alam semesta, yang sementara ini dianggap sebagai benda mati, adalah sesuatu yang sangat kreatif. Apabila penciptaan itu belum selesai, tentunya banyak \"barang baru\", yang sebelumnya belum pernah ada, yang muncul di alam semesta. Banyak ilmuwan percaya bahwa alam semesta ini masih terus berkembang. Ini dikenal di antara para ilmuwan dengan nama teori ekspansi." } } }, { "number": { "inQuran": 4646, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u064e\u0633\u0652\u0648\u0650\u0633\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0631\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqad khalaqnal insaana wa na'lamu maa tuwaswisu bihee nafsuhoo wa Nahnu aqrabu ilaihi min hablil wareed" } }, "translation": { "en": "And We have already created man and know what his soul whispers to him, and We are closer to him than [his] jugular vein", "id": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4646", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4646.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4646.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh, Kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya bersama ibu bapak yang dijadikannya sebagai perantara telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yakni Allah Maha Mengetahui keadaan manusia walau yang paling tersembunyi sekali pun.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia dan berkuasa penuh untuk menghidupkannya kembali pada hari Kiamat dan Ia tahu pula apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan. Bisikan hati ini (dalam bahasa Arab) dinamakan hadisun nafsi. Bisikan hati tidak dimintai pertanggungjawaban kecuali jika dikatakan atau dilakukan. Allah swt lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri. Ibnu Mardawaih telah meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Sa'id bahwa Nabi saw bersabda: Allah dekat kepada manusia (putra Adam) dalam empat keadaan; Ia lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya. Ia seolah-olah dinding antara manusia dengan hatinya. Ia memegang setiap binatang pada ubun-ubunnya, dan Ia bersama dengan manusia dimana saja ia berada. (Riwayat Ibnu Mardawaih) \n\n(" } } }, { "number": { "inQuran": 4647, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0644\u064e\u0642\u0651\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0642\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "'Iz yatalaqqal mutalaqqi yaani 'anil yameeni wa 'anish shimaali qa'eed" } }, "translation": { "en": "When the two receivers receive, seated on the right and on the left.", "id": "(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4647", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4647.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4647.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah ketika dua malaikat mencatat perbuatan manusia, yang satu duduk di sebelah kanan, yaitu malaikat yang mencatat kebaikan dan yang lain di sebelah kiri, yaitu malaikat yang mencatat kejahatan.", "long": "Allah menerangkan bahwa walaupun Ia mengetahui setiap perbuatan hamba-hamba-Nya, namun Ia memerintahkan dua malaikat untuk mencatat segala ucapan dan perbuatan hambahamba-Nya, padahal Ia sendiri lebih dekat dari pada urat leher manusia itu sendiri. Malaikat itu ada di sebelah kanan mencatat kebaikan dan yang satu lagi di sebelah kirinya mencatat kejahatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4648, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0638\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0642\u0650\u064a\u0628\u064c \u0639\u064e\u062a\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Maa yalfizu min qawlin illaa ladaihi raqeebun 'ateed" } }, "translation": { "en": "Man does not utter any word except that with him is an observer prepared [to record].", "id": "Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4648", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4648.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4648.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada suatu kata yang diucapkannya, yang mengandung keba-ikan maupun kejahatan, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat dengan sangat teliti.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa tugas yang dibebankan kepada kedua malaikat itu ialah bahwa tiada satu kata pun yang diucapkan seseorang kecuali di sampingnya malaikat yang mengawasi dan mencatat amal perbuatannya. Al-hasan al-Basri dalam menafsirkan ayat ini berkata, \"Wahai anak-anak Adam, telah disiapkan untuk kamu sebuah daftar dan telah ditugasi malaikat untuk mencatat segala amalanmu, yang satu di sebelah kanan dan yang satu lagi di sebelah kiri. Adapun yang berada di sebelah kananmu ialah yang mencatat kebaikan dan yang satu lagi di kirimu mencatat kejahatan. Oleh karena itu, terserah kepadamu, apakah kamu mau memperkecil atau memperbesar amal dan perbuatan amal jahatmu, kamu diberi kebebasan dan bertanggung jawab terhadapnya dan nanti setelah mati, daftar itu ditutup dan digantungkan pada lehermu, masuk bersama-sama engkau ke dalam kubur sampai kamu dibangkitkan pada hari Kiamat, dan ketika itulah Allah akan berfirman: Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka. \"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.\" (al-Isra'/17: 13-14) \n\nKemudian al-hasan al-Basri berkata, \"Demi Allah, adil benar Tuhan yang menjadikan dirimu sebagai penghisab atas dirimu sendiri.\" Abu Usamah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, \"Malaikat yang mencatat kebajikan memimpin malaikat yang mencatat kejahatan. Jika manusia berbuat kebajikan, malaikat di sebelah kanan itu mencatat sepuluh kebajikan, tetapi jika manusia berbuat suatu kejahatan, ia berkata kepada yang di sebelah kiri, 'Tunggu dulu tujuh jam, barangkali ia membaca tasbih memohon ampunan.\" Hadis itu mengandung hikmah karena adanya malaikat di kanan dan kiri manusia mencatat perbuatannya. Allah tidak menciptakan manusia untuk diazab, akan tetapi untuk dididik dan dibersihkan. Setiap penderitaan itu bertujuan untuk meningkatkan daya tahan dan melatih kesabaran. Setiap benda biasanya lebih banyak mengandung kemanfaatan daripada kemudaratan, dan Allah menciptakan manusia dengan tujuan-tujuan yang mulia bagi manusia sendiri. Kebaikan itu yang pokok, sedangkan kejahatan itu datang kemudian. Benda (materi) pokoknya mengandung kemanfaatan sedangkan mudaratnya datang kemudian. Unsur yang empat pun demikian: api, angin, air dan tanah pokoknya untuk kemanfaatan manusia. Kebakaran, angin topan, banjir, dan gempa bumi datangnya kemudian. Perbuatan yang baik adalah yang pokok bagi manusia, dan kejahatan datang kemudian. Manusia diberi kebebasan dan pertanggungjawaban sepenuhnya dan oleh karena itu, siapa yang berbuat kejahatan janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4649, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06d6 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062a\u064e\u062d\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'at kullu nafsim ma'ahaa saaa'iqunw wa shaheed" } }, "translation": { "en": "And the intoxication of death will bring the truth; that is what you were trying to avoid.", "id": "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4649", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4649.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4649.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya, yakni pasti dan tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Datangnya kematian itulah yang dahulu hendak kamu hindari.", "long": "Setelah adanya keingkaran orang-orang kafir terhadap hari kebangkitan maka dalam ayat ini Allah menolak keingkaran dan kekafiran mereka dengan keterangan bahwa mereka akan meyakini kebenaran firman Allah itu, ketika mereka menghadapi sakaratulmaut dan pada hari Kiamat. Bila telah datang sakratulmaut, terbukalah kenyataan yang sebenarnya dan timbullah keyakinan akan datangnya hari kebangkitan; sakaratulmaut benarbenar membuka tabir, yang selalu mereka hindari. Sekarang bagi mereka tidak ada tempat berlindung atau pelarian lagi. Dalam hadis yang sahih diterangkan bahwa Nabi Muhammad ketika menghadapi saat tiba ajalnya bersabda, \"Subhanallah, Mahasuci Allah, sesungguhnya sakaratulmaut ini mengandung kedahsyatan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4650, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u0641\u0650\u062e\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa nufikha fis Soor; zaalika yawmul wa'eed" } }, "translation": { "en": "And the Horn will be blown. That is the Day of [carrying out] the threat.", "id": "Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4650", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4650.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4650.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ditiuplah sangkakala, pada hari Kiamat Itulah hari yang diancamkan, hari kebangkitan manusia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.", "long": "Dan ditiupkan sangkakala dengan tiupan yang kedua kalinya. Pertama tiupan hancurnya dunia kedua tiupan kebangkitan. Selanjutnya tibalah hari Kiamat yang mengandung banyak azab bagi orang-orang kafir. Rasulullah saw bersabda: Bagaimana aku akan bersenang-senang padahal malaikat pemilik atau peniup sangkakala sudah meletakkan sangkakala mulutnya, dan menundukkan dahinya menunggu perintah untuk meniup. Para sahabat bertanya, \"Ya Rasulullah, apa yang harus kami baca (menghadapi peristiwa yang dahsyat itu)?\" Beliau bersabda, \"Bacalah: hasbunallahu wa ni'mal-wakil.\" (Riwayat Ibnu hibban)" } } }, { "number": { "inQuran": 4651, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064c \u0648\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'at kullu nafsim ma'ahaa saaa'iqunw wa shaheed" } }, "translation": { "en": "And every soul will come, with it a driver and a witness.", "id": "Setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4651", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4651.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4651.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari itu setiap orang akan datang bersama malaikat penggiring ke padang mahsyar dan malaikat yang menjadi saksi atas amal diperbuat oleh manusia di dunia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa tiap-tiap diri akan datang kepada Tuhannya pada hari Kiamat dengan disertai malaikat pengiring dan malaikat penyaksi atas segala amal perbuatannya ketika hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 4652, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064e \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \u063a\u0650\u0637\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Laqad kunta fee ghaf latim min haazaa fakashafnaa 'anka ghitaaa'aka fabasarukal yawma hadeed" } }, "translation": { "en": "[It will be said], \"You were certainly in unmindfulness of this, and We have removed from you your cover, so your sight, this Day, is sharp.\"", "id": "Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4652", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4652.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4652.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika kematian datang menjemput seseorang, maka dikatakan kepada manusia, \"Sungguh, kamu dahulu ketika hidup di dunia lalai tentang peristiwa kematian dan kebangkitan ini, maka Kami singkapkan tutup yang menutupi matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam. Dengan demikian keraguanmu akan sirna.\"", "long": "Allah menegaskan kepada manusia yang ketika hidupnya di dunia penuh dengan kelengahan dalam menghadapi hari Kiamat yang hebat dan dahsyat, \"Sesungguhnya manusia berada dalam kelalaian tentang adanya hari Kiamat yang hebat dan dahsyat ini. Allah menyingkapkan dinding dan tabir yang selalu menghalanghalangi pandangannya, sekarang ini ia dapat melihat dengan matanya sendiri, apa yang dahulu selalu ia ingkari. Pandangan manusia pada hari itu amat tajam, menghilangkan segala keragu-raguan, akan tetapi apa gunanya kesadaran dan keinsafan ini, setelah ia berada di akhirat?\" Mestinya kesadaran dan keinsafan mereka miliki dahulu ketika masih berada di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 4653, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0639\u064e\u062a\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa qaala qareenuhoo haazaa maa ladaiya 'ateed" } }, "translation": { "en": "And his companion, [the angel], will say, \"This [record] is what is with me, prepared.\"", "id": "Dan (malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4653", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4653.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4653.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini melanjutkan apa yang akan dialami manusia di hari kemudian. Dan malaikat yang menyertainya berkata, “Inilah manusia yang Engkau tugaskan kepadaku untuk mengawasinya telah aku hadirkan beserta seluruh catatan perbuatan yang ada padaku.”", "long": "Malaikat yang menyertai dia berkata, \"Inilah anak Adam yang diserahkan kepadaku untuk mengawasinya, sekarang telah aku hadirkan dia beserta kitab amalannya agar dia diadili oleh Tuhan seadil-adilnya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4654, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0639\u064e\u0646\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Alqiyaa fee Jahannama kulla kaffaarin 'aneed" } }, "translation": { "en": "[Allah will say], \"Throw into Hell every obstinate disbeliever,", "id": "(Allah berfirman), “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka Jahanam semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4654", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4654.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4654.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah berfirman kepada malaikat penggiring dan penyaksi, “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka Jahanam semua orang yang sangat ingkar kepada Allah dan keras kepala dalam menentang kebenaran,", "long": "Allah berfirman kepada dua malaikat yang menggiring dan menyaksikan, \"Agar mereka berdua melemparkan ke dalam neraka semua orang kafir yang sangat ingkar dan keras kepala yaitu orang-orang yang sangat menghalangi kebajikan, menolak kewajiban-kewajiban yang diserahkan kepada mereka, yang melanggar batas-batas norma pergaulan dengan melakukan kezaliman, dan penuh dengan keraguan tentang adanya Allah dan kebenaran agamanya. Mereka yang mempersekutukan Allah dengan menyembah selain Allah, dilemparkan ke dalam api neraka yang azabnya pedih sekali. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4655, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0639\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u064f\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Mannaa'il lilkhayri mu'tadim mureeb" } }, "translation": { "en": "Preventer of good, aggressor, and doubter,", "id": "yang sangat enggan melakukan kebajikan, melampaui batas dan bersikap ragu-ragu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4655", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4655.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4655.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang sangat enggan melakukan kebajikan dan menghalangi orang-orang yang melakukan kebajikan, melampaui batas dengan melakukan kezaliman dan bersikap ragu-ragu tentang adanya Allah dan kebenaran agama-Nya atau menanamkan keraguan di hati orang lain,", "long": "Allah berfirman kepada dua malaikat yang menggiring dan menyaksikan, \"Agar mereka berdua melemparkan ke dalam neraka semua orang kafir yang sangat ingkar dan keras kepala yaitu orang-orang yang sangat menghalangi kebajikan, menolak kewajiban-kewajiban yang diserahkan kepada mereka, yang melanggar batas-batas norma pergaulan dengan melakukan kezaliman, dan penuh dengan keraguan tentang adanya Allah dan kebenaran agamanya. Mereka yang mempersekutukan Allah dengan menyembah selain Allah, dilemparkan ke dalam api neraka yang azabnya pedih sekali. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4656, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 207, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Allazee ja'ala ma'al laahi ilaahan aakhara fa alqiyaahu fil'azaabish shadeed" } }, "translation": { "en": "Who made [as equal] with Allah another deity; then throw him into the severe punishment.\"", "id": "yang mempersekutukan Allah dengan tuhan lain, maka lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4656", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4656.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4656.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang mempersekutukan Allah dengan tuhan lain, maka, Allah mengukuhkan perintah-Nya kepada kedua malaikat, \"lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras, di neraka Jahanam.\"", "long": "Allah berfirman kepada dua malaikat yang menggiring dan menyaksikan, \"Agar mereka berdua melemparkan ke dalam neraka semua orang kafir yang sangat ingkar dan keras kepala yaitu orang-orang yang sangat menghalangi kebajikan, menolak kewajiban-kewajiban yang diserahkan kepada mereka, yang melanggar batas-batas norma pergaulan dengan melakukan kezaliman, dan penuh dengan keraguan tentang adanya Allah dan kebenaran agamanya. Mereka yang mempersekutukan Allah dengan menyembah selain Allah, dilemparkan ke dalam api neraka yang azabnya pedih sekali. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4657, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0637\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Qaala qareenuhoo Rabbanaa maaa atghaituhoo wa laakin kaana fee dalaahim ba'eed" } }, "translation": { "en": "His [devil] companion will say, \"Our Lord, I did not make him transgress, but he [himself] was in extreme error.\"", "id": "(Setan) yang menyertainya berkata (pula), “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4657", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4657.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4657.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setan yang menyertainya berkata, “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh, sehingga aku mengajaknya berbuat jahat dan dia menerima ajakanku dengan kemauannya.\"", "long": "Setan yang menyertai orang kafir menolak tuduhan bahwa dialah yang menyesatkan dari jalan yang benar dengan mengatakan, \"Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, akan tetapi dia sendiri yang selalu berada dalam kesesatan yang jauh sekali.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4658, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Qaala laa takhtasimoo ladaayya wa qad qaddamtu ilaikum bilwa'eed" } }, "translation": { "en": "[Allah] will say, \"Do not dispute before Me, while I had already presented to you the warning.", "id": "(Allah) berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, dan sungguh, dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4658", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4658.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4658.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kepada setan yang menyertainya itu Allah berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku dan sungguh dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu. Tetapi engkau mengabaikan ancamanku, maka berlakulah hukuman-Ku kepadamu.\"", "long": "Allah berfirman kepada manusia dan setan yang menyesatkannya agar mereka tidak bertengkar di hadapan Allah, karena Dia telah cukup memberi petunjuk dengan wahyu, al-Kitab, kepada para rasul, disertai dengan hujjah-hujjah yang nyata dan telah memberi ancaman kepadanya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4659, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 453, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0638\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Maa yubaddalul qawlu ladaiya wa maaa ana bizal laamil lil'abeed" } }, "translation": { "en": "The word will not be changed with Me, and never will I be unjust to the servants.\"", "id": "Keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku tidak menzalimi hamba-hamba-Ku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4659", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4659.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4659.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Di hari pembalasan ini, keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku tidak menzalimi hamba-hamba-Ku. Sekali-kali Aku tidak pernah menyiksa orang-orang yang tidak berdosa.\"", "long": "Keputusan-keputusan yang telah ditetapkan Allah dan ancaman terhadap orang kafir dengan azab yang kekal dalam api neraka tidak dapat diubah lagi. Allah sama sekali tidak akan menganiaya siapa pun, atau mengazab orang tanpa kesalahan, atau mengganti seseorang yang diazab dengan orang lain, dan sebagainya. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4660, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0647\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0645\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Yawma naqoolu li'jahannama halim talaati wa taqoolu hal mim mazeed" } }, "translation": { "en": "On the Day We will say to Hell, \"Have you been filled?\" and it will say, \"Are there some more,\"", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” Ia menjawab, “Masih adakah tambahan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4660", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4660.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4660.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah pada hari ketika orang kafir ditetapkan masuk neraka, Kami, Allah dan para malaikat-Nya bertanya kepada Jahanam,“Apakah kamu sudah penuh oleh para pendurhaka?” Ia menjawab, “Masih adakah tambahan?” Ayat ini menunjukkan betapa luas dan dalamnya neraka Jahanam. Jin dan manusia dilemparkan ke dalamnya sehingga penuh sesak.", "long": "Nabi Muhammad diperintahkan Allah untuk memberi peringatan kepada kaumnya pada hari Allah akan berfirman kepada neraka Jahanam, \"Apakah kamu sudah penuh?\" Neraka Jahanam menjawab bahwa ia penuh dan boleh ditambah lagi. Ayat 30 ini menunjukkan betapa luas dan dalamnya neraka Jahanam. Jin dan manusia dilemparkan ke dalamnya sekelompok demi sekelompok sehingga penuh sesak. Percakapan dan tanya jawab ini dikemukakan secara tamsil agar lebih mudah ditanggapi dan supaya lebih jelas gambaran peristiwanya. Ibnu 'Abbas dalam menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa Allah telah bersumpah dalam ayat: \n\nSesungguhnya barangsiapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua. (al-A'raf/7: 18)" } } }, { "number": { "inQuran": 4661, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u0632\u0652\u0644\u0650\u0641\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa uzlifatil jannatu lil muttaqeena ghaira ba'eed" } }, "translation": { "en": "And Paradise will be brought near to the righteous, not far,", "id": "Sedangkan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4661", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4661.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4661.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut ini menjelaskan keadaan orang yang bertakwa dan kenikmatan yang dijanjikan Allah kepada mereka. Sedangkan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, yang mantap ketakwaannya, pada tempat yang tidak jauh dari mereka. Mereka dapat melihat kenikmatan dan kelezatan yang disediakan untuk mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang bertakwa berada di depan surga. Mereka melihat segala macam kenikmatan dan kegembiraan yang telah dijanjikan Allah kepada mereka dalam Al-Qur'an, segala macam kenikmatan dan kelezatan tidak ada habisnya, bahkan kekal selama-lamanya. Semua itu sebagai penghargaan kepada orang-orang yang bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 4662, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064d \u062d\u064e\u0641\u0650\u064a\u0638\u064d", "transliteration": { "en": "Haaza maa too'adoona likulli awwaabin hafeez" } }, "translation": { "en": "[It will be said], \"This is what you were promised - for every returner [to Allah] and keeper [of His covenant]", "id": "(Kepada mereka dikatakan), “Inilah nikmat yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang senantiasa bertobat (kepada Allah) dan memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4662", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4662.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4662.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Inilah nikmat, yakni surga dan segala kenikmatannya yang dijanjikan kepadamu, yaitu kepada setiap hamba yang senantiasa bertobat kepada Allah dan memelihara semua peraturan-peraturan-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan ketika orang-orang bertakwa berada di depan surga, malaikat berkata kepada mereka: bahwa yang di depan mereka adalah kenikmatan yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepada mereka dengan perantaraan para rasul-Nya dan tertulis dalam kitab-kitab-Nya yaitu kepada setiap hamba Allah yang selalu kembali dengan bertobat kepada Allah. Mereka selalu memohon ampun dari dosa-dosanya dan mereka selalu berusaha untuk memelihara semua peraturan-peraturan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 4663, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u0646\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Man khashiyar Rahmaana bilghaibi wa jaaa'a biqalbim muneeb" } }, "translation": { "en": "Who feared the Most Merciful unseen and came with a heart returning [in repentance].", "id": "(Yaitu) orang yang takut kepada Allah Yang Maha Pengasih sekalipun tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4663", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4663.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4663.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu orang yang takut kepada Allah Yang Maha Pengasih sekalipun dia Maha Ghaib, tidak kelihatan olehnya dan dia datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat  dan tunduk kepada-Nya.", "long": "Mereka takut kepada Allah Yang Maha Pemurah, sedangkan Dia tidak kelihatan oleh mereka, dan mereka menghadap ke hadirat Allah dengan hati yang bertobat dan tunduk kepada-Nya. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4664, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u06d6 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Udkhuloohaa bisalaamin zaalika yawmul khulood" } }, "translation": { "en": "Enter it in peace. This is the Day of Eternity.\"", "id": "masuklah ke (dalam surga) dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4664", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4664.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4664.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai penghormatan kepada mereka, para malaikat berkata, \"Masuklah ke dalam surga dengan aman, tanpa dihalangi, dan damai, penuh ketenteraman. Maka bergembiralah dan bersenang-senanglah kalian semua. Itulah hari yang abadi, tidak ada kematian dan kesulitan sesudah itu.”", "long": "Para malaikat berkata kepada mereka dengan penuh penghormatan bahwa mereka dipersilakan masuk ke dalam surga itu dengan aman dan sentosa. Ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang dipersilakan memasuki surga itu bahwa hari tersebut adalah kekal abadi, itulah tempat kediaman yang langgeng. Mereka tidak akan mati atau pindah dari surga." } } }, { "number": { "inQuran": 4665, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 26, "page": 519, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Lahum maa yashaaa'oona feehaa wa ladainaa mazeed" } }, "translation": { "en": "They will have whatever they wish therein, and with Us is more.", "id": "Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada Kami ada tambahannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4665", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4665.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4665.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka di dalamnya, yakni di dalam surga, memperoleh apa yang me-reka kehendaki, berupa segala macam kenikmatan dan pada Kami ada tambahannya, kenikmatan yang tidak ada taranya yang tidak pernah terlintas oleh pikiran.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa bagi mereka di dalam surga itu disediakan kenikmatan apa saja yang mereka ingini, kenikmatan yang belum pernah mereka lihat dengan mata, belum pernah mereka dengar dengan telinga dan belum pernah mereka bayangkan dalam hati, dan di samping kenikmatan yang tidak terkira itu, ada lagi tambahan dari Allah yaitu dapat melihat wajah Allah yang merupakan puncak dari segala kenikmatan seperti dalam firmanNya: \n\nBagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). (Yunus/10: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 4666, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064d \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0637\u0652\u0634\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0642\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0635\u064d", "transliteration": { "en": "Wa kam ahlaknaa qablahum min qarnin hum ashaddu minhum batshan fanaqqaboo fil bilaad, hal mim mahees" } }, "translation": { "en": "And how many a generation before them did We destroy who were greater than them in [striking] power and had explored throughout the lands. Is there any place of escape?", "id": "Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4666", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4666.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4666.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah memperingatkan orang-orang kafir dan menjelaskan siksaan yang akan menimpa mereka, pada ayat ini Allah memperingatkan mereka tentang datangnya azab yang dapat disegerakan kepada mereka di dunia, sebagaimana sunah Allah terhadap para pendusta. Ayat ini menyatakan Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, seperti kaum ‘Ad, kaum Ëamùd dan lain-lain padahal mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka, kaum musyrik Mekah. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri untuk mencari rezeki. Adakah tempat pelarian dari kebinasaan bagi mereka? Sama sekali tidak. Mereka semuanya telah binasa akibat kekafiran mereka kepada Allah dan pembangkangan terhadap Rasul-Nya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa banyak sekali di antara umat manusia sebelum Nabi Muhammad seperti kaum 'Ad, Samud, Tubba', dan lain-lain, tubuh dan kekuatan fisik mereka jauh lebih kuat dari manusia sekarang. Mereka telah menjelajahi beberapa negeri, melaksanakan berbagai usaha untuk mencari rezeki dan menumpuk kekayaan dengan segala macam kecerdikan, tetapi ternyata mereka tidak dapat menghindarkan diri dari azab Allah. Mereka semuanya telah binasa akibat kekufuran mereka kepada Allah dan pembangkangan terhadap seruan para rasul-Nya. Apakah mereka itu dapat lolos atau dapat menghindarkan diri dari kebinasaan itu? (" } } }, { "number": { "inQuran": 4667, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika lazikraa liman kaana lahoo qalbun aw alqas sam'a wa huwa shaheed" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a reminder for whoever has a heart or who listens while he is present [in mind].", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4667", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4667.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4667.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada yang demikian itu, yakni siksa yang menimpa para pendurhaka, pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati untuk memikirkan dan mengetahui kebenaran atau yang menggunakan pendengarannya untuk mendengarkan petunjuk, sedang dia menyaksikannya, yakni menyaksikan dengan sadar terhadap peringatan Allah.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya dalam peristiwa azab ditimpakan kepada mereka benar-benar terdapat peringatan yang sangat jelas bagi mereka yang menggunakan akalnya yang sehat atau menggunakan pandangannya, sambil menyaksikan faktafakta kenyataannya sehingga timbul kesadaran dan keinginan mawas diri." } } }, { "number": { "inQuran": 4668, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064f\u063a\u064f\u0648\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad khalaqnas samaawaati wal arda wa maa bainahumaa fee sittati ayyaamin wa maa massanaa mil lughoob" } }, "translation": { "en": "And We did certainly create the heavens and earth and what is between them in six days, and there touched Us no weariness.", "id": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak merasa letih sedikit pun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4668", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4668.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4668.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Kami telah menciptakan langit yang berlapis-lapis dan bumi yang terhampar dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak merasa letih sedikit pun.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengemukakan dalil atas kekuasaanNya yaitu bahwa Dia telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang berada di antara keduanya dalam enam masa, dan dalam menciptakan benda-benda yang besar yang penuh dengan berbagai keajaiban itu. Dia sama sekali tidak menjadi letih dan lemah. Sebaiknya manusia menjadikan alam kosmos itu untuk bahan pemikiran dan tafakur tentang keindahan dan kesempurnaannya, agar dijadikan media perantaraan untuk mengenal keagungan penciptanya. Dengan ayat ini, Allah menyatakan kesalahan anggapan orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dimulai dengan hari Ahad dan diakhiri dengan hari Jumat dan istirahat pada hari Sabtu, lalu berbaring di atas 'Arsy singgasana-Nya karena merasa letih. Maka Allah membantah anggapan itu dengan penjelasan bahwa Dia tidak merasakan keletihan sedikit pun. Mahasuci Allah dari segala sifat kekurangan atau kelemahan. Ayat ini sejalan dengan ayat berikut: \n\nDan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah; sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (alAhqaf/46: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 4669, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0637\u064f\u0644\u064f\u0648\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Fasbir 'alaa maa yaqooloona wa sabbih bihamdi Rabbika qabla tuloo'ish shamsi wa qablal ghuroob" } }, "translation": { "en": "So be patient, [O Muhammad], over what they say and exalt [Allah] with praise of your Lord before the rising of the sun and before its setting,", "id": "Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4669", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4669.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4669.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka bersabarlah engkau, wahai Nabi Muhammad, terhadap apa yang mereka katakan, yaitu pengingkaran mereka terhadap keniscayaan hari Kiamat dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit, yakni salat Subuh, dan sebelum terbenam, yakni salat Zuhur dan Asar.", "long": "Allah memerintahkan nabi-Nya supaya tetap sabar atas ucapan orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dalam masa yang tidak singkat itu tanpa kelemahan dan keletihan, tentu akan kuasa pula untuk membangkitkan mereka pada hari Kiamat dan membalas dengan perbuatan mereka masing-masing yang baik dengan pahala, yang buruk dengan siksa. Hal itu bukanlah suatu yang mustahil bagi Allah. Allah memerintahkan nabi-Nya supaya mensucikan Dia dengan tasbih sambil memuji-Nya pada waktu-waktu yang telah ditentukan, terutama dalam waktu-waktu salat, yaitu sebelum terbit dan sebelum terbenamnya matahari." } } }, { "number": { "inQuran": 4670, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa minal laili fasabbih hu wa adbaaras sujood" } }, "translation": { "en": "And [in part] of the night exalt Him and after prostration.", "id": "Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari dan setiap selesai salat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4670", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4670.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4670.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari, yakni salat Magrib dan Isya dan setiap selesai salat, yakni bertasbihlah setiap selesai mengerjakan salat.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada nabi-Nya, supaya bertasbih kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai salat, Ibnu 'Abbas menafsirkan ayat ini dan berkata bahwa salat sebelum terbit matahari ialah salat Subuh, dan sebelum terbenam matahari mencakup salat ¨uhur dan Asar, salat di malam hari mencakup salat Magrib dan Isya, dan setiap selesai salat mencakup salat ba'diyah. Dalam hadis riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas, dijelaskan bahwa Nabi saw diperintahkan untuk bertasbih setelah selesai salat apa saja. Dan dalam hadis riwayat Muslim, diterangkan bilangan tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali, tahmid (al-hamdulillah) 33 kali, dan takbir (Allahu Akbar) 33 kali, dan digenapkan 100 kali dengan bacaan \"La ilaha illallah wahdahu la syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir\". Semua itu dibaca tiap-tiap selesai salat. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4671, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064d \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wastami' yawma yunaa dil munaadi mim makaanin qareeb" } }, "translation": { "en": "And listen on the Day when the Caller will call out from a place that is near -", "id": "Dan dengarkanlah (seruan) pada hari (ketika) penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4671", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4671.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4671.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dengarkanlah seruan pada hari Kiamat, ketika penyeru, yaitu malaikat Israfil, menyeru dari tempat yang dekat, sehingga mudah terdengar oleh sekalian makhluk, agar mereka berkumpul di padang Mahsyar untuk dihisab dan menerima pembalasan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada nabi-Nya supaya mendengarkan seruan malaikat (Jibril) pada hari Kiamat. Seruan tersebut dilakukan dari tempat yang dekat sehingga dapat didengar oleh sekalian makhluk, \"Agar mereka berkumpul untuk dihisab (di Padang Mahsyar).\" Lalu mereka keluar semuanya dari kuburnya masing-masing dan datang menghadap kehadiran Allah seperti belalang yang bertaburan." } } }, { "number": { "inQuran": 4672, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650", "transliteration": { "en": "Yawma yasmaoonas sai hata bilhaqq zaalika yawmul khurooj" } }, "translation": { "en": "The Day they will hear the blast [of the Horn] in truth. That is the Day of Emergence [from the graves].", "id": "(Yaitu) pada hari (ketika) mereka men-dengar suara dahsyat dengan sebenarnya. Itulah hari keluar (dari kubur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4672", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4672.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4672.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu pada hari ketika mereka mendengar suara dahsyat dengan sebe-narnya. Itulah hari keluar dari kubur.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada hari mereka mendengar suara dahsyat yang kedua kalinya, itulah hari mereka keluar dari kuburnya. Menurut kajian ilmiah, alam semesta dimulai oleh suatu ledakan hebat dan dikenal dengan nama Big Bang. Mulai dari sini, alam kemudian berkembang meluas sampai kini. Para peneliti mengatakan, apabila perluasan alam semesta telah berkembang sampai pada tingkat tertentu dan berhenti, maka alam semesta akan hancur. Salah satu penyebab berhentinya perluasan adalah tidak bekerjanya gaya tarik menarik antar benda langit karena jarak yang terlalu jauh satu sama lain. Dipercaya bahwa pengembangan alam semesta akan berakhir dengan peledakan dalam suhu yang amat tinggi. Kejadian ini diberi nama Big Crunch. Peledakan ini disusul oleh akhir dari semua bentuk kehidupan. Alam semesta akan menghilang. Semua benda alam yang dapat kita lihat, dan yang tidak dapat kita lihat karena sangat jauh dari bumi, akan menciut, sampai dengan hanya sebesar proton. Proses peledakan alam semesta menyebabkan timbulnya energi negatif, yang dapat menyebabkan kondisi alam menjadi tidak stabil, dan akhirnya hancur. Diduga bahwa akhir ini akan terjadi tidak dalam waktu \"yang tidak terlalu lama\" dari sekarang, mengingat saat ini kita sudah berada di pertengahan siklus umur alam semesta. Diperkirakan perluasan alam semesta akan berhenti pada saat luas alam semesta mencapai luas 50 juta kali dari apa yang ada saat ini. Atau dengan kata lain, sekitar 7,5 x 1017 tahun dari saat ini. Berdasarkan teori Big Crunch, maka kehancuran alam semesta dimulai dengan perlahan, dan secara bertahap akan semakin cepat, hingga akhirnya mencapai kecepatan yang sangat tinggi. Pada akhir proses, maka alam semesta akan mengalami suatu tekanan dan suhu yang tidak terhingga, dan akan berada dalam ukuran yang sangat kecil. Teori yang muncul dalam konsep ini ternyata hampir mirip dengan penjelasan Al-Qur'an. \n\nPada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran bukubuku. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan Kami yang pertama Kami akan mengulanginya. Suatu janji atas diri Kami sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (al-Anbiya'/21: 104) \n\nDan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat, dan langit terlipat dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (az-Zumar/39: 67) \n\nSetelah peledakan, dan alam semesta akan menjadi hanya sebesar proton, apa yang akan terjadi? Siapa yang tahu? Alam Semesta akan terus berputar pada siklus Big Bang dan Big Crunch sepanjang masa? Atau, Big Crunch akan menjadi akhir dari semuanya. Apabila suatu alam semesta yang baru akan terbentuk, maka alam ini tidak akan mempunyai kenangan terhadap alam semesta sebelumnya. Ia akan berkembang tanpa harus mengetahui dan bergantung pada apa tang terjadi sebelumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4673, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Innaa Nahnu nuhyee wa numeetu wa ilainal maseer" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is We who give life and cause death, and to Us is the destination", "id": "Sungguh, Kami yang menghidupkan dan mematikan dan kepada Kami tempat kembali (semua makhluk)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4673", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4673.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4673.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami yang menghidupkan manusia di dunia dan mematikan manusia pada waktu yang ditentukan, dan kepada Kami tempat kembali semua makhluk untuk menerima pembalasan atas amal perbuatannya.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menghidupkan manusia di dunia dan mematikan mereka ketika tiba ajalnya masing-masing, dan hanya Allah-lah tempat kembali semua makhluk untuk menerima balasan amalnya" } } }, { "number": { "inQuran": 4674, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0634\u064e\u0642\u0651\u064e\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u0650\u0631\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062d\u064e\u0634\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Yawma tashaqqaqul ardu 'anhum siraa'aa; zaalika hashrun 'alainaa yaseer" } }, "translation": { "en": "On the Day the earth breaks away from them [and they emerge] rapidly; that is a gathering easy for Us.", "id": "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi terbelah, mereka keluar dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4674", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4674.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4674.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu pada hari ketika bumi terbelah, mereka keluar dari kubur dengan cepat menuju ke padang Mahsyar. Yang demikian itu adalah pengumpulan bagi sekalian manusia yang mudah bagi Kami.", "long": "Ayat ini mengungkapkan hari-hari ketika bumi terbelah sehingga tampak keluar semua isi kubur dengan cepat dari celahcelahnya sebagaimana yang diinformasikan Surah az-Zalzalah ayat 1-2: \n\nApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (az-Zalzalah/99: 1-2) Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Allah tanpa kesulitan sedikit pun. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4675, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 454, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0648\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Nahnu a'lamu bimaa yaqooloona wa maaa anta 'alihim bijabbaarin fazakkir bil quraani many yakhaafu wa'eed" } }, "translation": { "en": "We are most knowing of what they say, and you are not over them a tyrant. But remind by the Qur'an whoever fears My threat.", "id": "Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4675", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4675.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4675.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, yakni kebohongan kaum kafir Mekah, dan engkau wahai Nabi Muhammad bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Tugasmu adalah memberikan peringatan, maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada nabi-Nya supaya tetap sabar. Allah lebih mengetahui apa yang diucapkan oleh orang-orang musyrik tentang keingkaran mereka terhadap kerasulan Muhammad saw dan tentang sikap mereka yang mendustakan ayatayat Allah, terlebih-lebih keingkaran mereka tentang adanya hari kebangkitan. Maka Allah memerintahkan nabi-Nya berlaku sabar sebab beliau tidak ditugaskan untuk mengadakan paksaan kepada mereka, tugasnya hanya sekadar menyampaikan seruan dan risalah saja dan Allah-lah yang menghisab mereka. Walaupun demikian, nabi juga harus melangsungkan dakwahnya sebagai tugasnya yang pokok. Oleh karena itu, Allah tetap pula memerintahkan kepada nabiNya supaya memberikan peringatan dengan Al-Qur'an kepada orang yang takut akan ancaman Allah, karena memang hanya mereka saja yang mengambil manfaat dari peringatan Allah itu sesuai dengan firman-Nya: \n\nYang demikian itu (adalah untuk)orang-orang yang takut (menghadap) ke hadirat-Ku dan takut akan ancaman-Ku.\" (Ibrahim/14: 14)" } } } ] }, { "number": 51, "sequence": 67, "numberOfVerses": 60, "name": { "short": "الذاريات", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0630\u0627\u0631\u064a\u0627\u062a", "transliteration": { "en": "Adh-Dhaariyat", "id": "Az-Zariyat" }, "translation": { "en": "The Winnowing Winds", "id": "Angin yang Menerbangkan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Adz Dzaariyaat terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Ahqaaf. Dinamai Adz Dzaariyaat (angin yang menerbangkan), diambil dari perkataan Adz Dzaariyaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Allah bersumpah dengan angin, mega, bahtera, dan malaikat yang menjadi sumber kesejahteraan dan pembawa kemakmuran. Hal ini meng- isyaratkan inayat Allah kepada hamba-hamba-Nya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4676, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0630\u064e\u0631\u0652\u0648\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Waz-zaariyaati zarwaa" } }, "translation": { "en": "By those [winds] scattering [dust] dispersing", "id": "Demi (angin) yang menerbangkan debu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4676", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4676.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4676.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah yang lalu diakhiri dengan penjelasan tentang hari Kebangkitan yang pada saat itu akan terbukti ancaman-ancaman Allah yang telah diungkapkan sebelumnya. Oleh karena itu sangat tepat ketika surah ini dimulai dengan kalimat-kalimat yang mengukuhkan ancaman tersebut. Pengukuhan itu diungkapkan dengan sumpah-Nya bahwa semua yang diperingatkan itu pasti akan terbukti. :”Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat,", "long": "Surah adh-dzariyat ini dimulai dengan sumpah dari Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala amal pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah adh-dzariyat ini diberikan perinciannya. Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan hurufhuruf hijaiah (fawatihus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak. Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt. Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, \"Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.\" Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di alam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan. Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan. Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (adh-dzariyat/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4677, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u0650\u0642\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falhaamilaati wiqraa" } }, "translation": { "en": "And those [clouds] carrying a load [of water]", "id": "dan awan yang mengandung (hujan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4677", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4677.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4677.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan yang menyuburkan tanah,", "long": "Surah adh-dzariyat ini dimulai dengan sumpah dari Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala amal pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah adh-dzariyat ini diberikan perinciannya. Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan hurufhuruf hijaiah (fawatihus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak. Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt. Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, \"Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.\" Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di alam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan. Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan. Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (adh-dzariyat/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4678, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Faljaariyaati yusraa" } }, "translation": { "en": "And those [ships] sailing with ease", "id": "dan (kapal-kapal) yang berlayar dengan mudah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4678", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4678.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4678.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi kapal-kapal yang berlayar dengan membawa segala keperluan ke seluruh penjuru dengan mu-dah karena tiupan angin yang kuat,", "long": "Surah adh-dzariyat ini dimulai dengan sumpah dari Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala amal pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah adh-dzariyat ini diberikan perinciannya. Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan hurufhuruf hijaiah (fawatihus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak. Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt. Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, \"Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.\" Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di alam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan. Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan. Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (adh-dzariyat/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4679, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0633\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falmuqassimaati amraa" } }, "translation": { "en": "And those [angels] apportioning [each] matter,", "id": "dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4679", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4679.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4679.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi malaikat-malaikat yang membagi-bagi urusan yang diamanahkan kepada mereka, seperti menurunkan hujan, membagi rezeki, dan lainnya.", "long": "Surah adh-dzariyat ini dimulai dengan sumpah dari Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala amal pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah adh-dzariyat ini diberikan perinciannya. Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan hurufhuruf hijaiah (fawatihus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak. Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt. Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, \"Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.\" Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di alam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan. Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan. Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (adh-dzariyat/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4680, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064c", "transliteration": { "en": "Innamaa too'adoona la-saadiq" } }, "translation": { "en": "Indeed, what you are promised is true.", "id": "sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4680", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4680.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4680.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, apa saja yang telah dijanjikan kepadamu, seperti kebangkitan manusia setelah kematiannya, perhitungan di akhirat nanti pasti benar adanya,", "long": "Ayat ini menegaskan tentang isi sumpah tersebut: Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu seperti hari kebangkitan, pembalasan, hisab pada hari Kiamat semuanya itu pasti akan terjadi. Dan bahwa sesungguhnya hari pembalasan bagi setiap amal pasti terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4681, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 26, "page": 520, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064c", "transliteration": { "en": "Wa innad deena la waaqi'" } }, "translation": { "en": "And indeed, the recompense is to occur.", "id": "dan sungguh, (hari) pembalasan pasti terjadi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4681", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4681.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4681.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sungguh, hari pembalasan seperti yang telah diingatkan oleh-Nya melalui para rasul pasti terjadi, dan tidak satu pun di antara manusia yang dapat menghindarinya.", "long": "Ayat ini menegaskan tentang isi sumpah tersebut: Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu seperti hari kebangkitan, pembalasan, hisab pada hari Kiamat semuanya itu pasti akan terjadi. Dan bahwa sesungguhnya hari pembalasan bagi setiap amal pasti terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4682, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0628\u064f\u0643\u0650", "transliteration": { "en": "Wassamaaa'i zaatil hubuk" } }, "translation": { "en": "By the heaven containing pathways,", "id": "Demi langit yang mempunyai jalan-jalan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4682", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4682.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4682.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melanjutkan sumpah-Nya, ”Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang merupakan garis edar atau orbit yang teratur sebagai arah dari pergerakan semua benda langit, seperti bumi, bintang-bintang, planet-planet, dan galaksi-galaksi.", "long": "Dalam ayat ini Allah bersumpah: Demi langit yang mempunyai garis edar (orbit) tempat beredarnya bintang-bintang dan planetplanet. Menurut Quraish Shihab, kata al-hubuk dapat berarti yang indah dan baik atau yang teratur. Dapat pula dipahami sebagai bentuk jamak dari habikah atau hibak, yakni jalan, seperti jalan-jalan yang terlihat di atas air apabila ditimpa hembusan angin. Dalam teori fisika relativitas umum, dikenal mengenai mekanisme pemendekan jarak yang sangat jauh menjadi hanya beberapa meter saja. Einstein menyebutnya sebagai jembatan (bridge) dan saat ini para ilmuwan menyebutnya sebagai wormhole (lubang cacing). Wormhole ini merupakan jalan pintas yang menghubungkan dua tempat di jagad raya ini. Sebagai gambaran, kita ingin bepergian ke suatu galaksi yang letaknya 100 juta tahun cahaya dari bumi (jika 1 tahun cahaya = 9,46 x 1012 km, maka galaksi tersebut jaraknya dari bumi sekitar 9,46x1018 km, atau 9,46 juta-juta-juta km!). Tidak terbayangkan kapan kita sampai ke galaksi tersebut. Andaikata ada pesawat ulang-alik yang memiliki kecepatan mendekati kecepatan cahaya saja kita memerlukan waktu 100 juta tahun! Namun apabila kita menggunakan jalan pintas 'wormhole, kita akan sampai di galaksi hari ini. Perlu dicatat bahwa ini merupakan konsekuensi dari pemendekan jarak yang terjadi dalam wormhole. Dengan demikian bisa jadi, al-hubuk berupa sebuah jalan seperti yang digambarkan oleh para ahli fisika, wormhole, sebuah jalan 'khusus yang diberikan Allah kepada para Malaikat dan hambahambaNya yang terpilih. Perjalanan Rasulullah dalam peristiwa Isra' Mi'raj, boleh jadi melewati mekanisme pemendekan jarak sehingga jarak yang demikian jauhnya ditempuh Rasulullah hanya dalam bilangan jam." } } }, { "number": { "inQuran": 4683, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064d", "transliteration": { "en": "Innakum lafee qawlim mukhtalif" } }, "translation": { "en": "Indeed, you are in differing speech.", "id": "sungguh, kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4683", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4683.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4683.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "”Sungguh,wahai orang-orang musyrik kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, tentang Nabi Muhammad dan Al-Qur’an.\" Di antara mereka ada yang menganggap beliau sebagai tukang sihir, ada yang mengatakan bahwa ia adalah ahli syair, dan ada pula yang meng-anggapnya gila. Sedang mengenai Al-Qur’an, ada yang menyebutnya sebagai dongeng tentang kisah masa lalu, ada yang menilainya sebagai kitab syair, dan ada pula yang menganggapnya sebagai mantra sihir.", "long": "Ayat ini menegaskan tentang isi sumpah tersebut, bahwa sesungguhnya orang-orang musyrik benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat tentang Muhammad saw dan Al-Qur'an. Di antara mereka ada yang menganggap Muhammad saw sebagai tukang syair, ada pula yang menuduhnya sebagai seorang tukang sihir atau gila, dan terhadap Al-Qur'an ada yang menuduh sebagai kitab dongengan purbakala, kitab sihir atau pantun. Perbedaan pendapat yang sangat mencolok itu menjadi bukti yang nyata tentang rusaknya alam pikiran mereka yang penuh dengan syirik. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4684, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0641\u0650\u0643\u064e", "transliteration": { "en": "Yu'faku 'anhu man ufik" } }, "translation": { "en": "Deluded away from the Qur'an is he who is deluded.", "id": "dipalingkan darinya (Al-Qur'an dan Rasul) orang yang dipalingkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4684", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4684.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4684.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan sifat dan sikap yang ingkar dari orang-orang musyrik tersebut, mereka semakin dipalingkan darinya, yaitu dari Al-Qur’an dan Rasul, sehingga mereka semakin jauh dan benar-benar sebagai orang yang dipalingkan dari jalan yang lurus karena keingkaran hatinya sehingga lebih mengedepankan bisikan nafsunya ketimbang tuntunan Allah dan Rasul-Nya.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa dalam keadaan berbeda pendapat, orang musyrik tersebut semakin dijauhkan dan dipalingkan dari rasul dan Al-Qur'an sehingga mereka menjadi tambah sesat." } } }, { "number": { "inQuran": 4685, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qutilal kharraasoon" } }, "translation": { "en": "Destroyed are the falsifiers", "id": "Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4685", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4685.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4685.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Binasa dan terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta dan sering berbicara dengan tanpa dasar sehingga menyesatkan orang,", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang banyak berdusta dikutuk oleh Allah. Mereka termasuk golongan orang-orang yang sangat jahil, yang berkecimpung dalam kegelapan dan kesesatan, juga terbenam dalam kebodohan dan kelalaian yang sangat menyedihkan." } } }, { "number": { "inQuran": 4686, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u063a\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e\u0629\u064d \u0633\u064e\u0627\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena hum fee ghamratin saahoon" } }, "translation": { "en": "Who are within a flood [of confusion] and heedless.", "id": "(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan dan kelalaian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4686", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4686.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4686.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "mereka yang berperilaku demikian yaitu orang-orang yang terbenam dalam ke-sesatan, kebodohan dan sering kali berada dalam kelalaian, sehingga tidak memperhatikan bukti-bukti tentang kekuasaan Allah dan petunjuk-petunjuk-Nya.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang banyak berdusta dikutuk oleh Allah. Mereka termasuk golongan orang-orang yang sangat jahil, yang berkecimpung dalam kegelapan dan kesesatan, juga terbenam dalam kebodohan dan kelalaian yang sangat menyedihkan." } } }, { "number": { "inQuran": 4687, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Yas'aloona ayyaana yawmud Deen" } }, "translation": { "en": "They ask, \"When is the Day of Recompense?\"", "id": "mereka bertanya, “Kapankah hari pembalasan itu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4687", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4687.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4687.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pembohong yang lalai sehingga mereka dikutuk itu memperolok-olokkan dakwah Rasulullah dan cenderung mengingkarinya. Oleh karena itu mereka bertanya yang tujuannya adalah untuk mengejek dan bukan karena tidak tahu. Mereka berkata, “Kapankah datangnya hari pembalasan yang selalu engkau ungkapkan itu?”", "long": "Ayat ini mengungkapkan ketika orang musyrik itu mencemoohkan bertanya kepada Nabi saw, \"Kapankah datangnya hari pembalasan itu?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4688, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma hum 'alan naari yuftanoon" } }, "translation": { "en": "[It is] the Day they will be tormented over the Fire", "id": "(Hari pembalasan itu ialah) pada hari (ketika) mereka diazab di dalam api neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4688", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4688.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4688.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam rangka merespon olok-olok mereka, maka Allah berkata kepada Nabi Muhammad untuk menjawab bahwa hari pembalasan itu akan terjadi pada hari ketika mereka diazab di dalam api neraka sebagai hukuman dari keingkaran mereka terhadap ajaran-Nya.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa hari pembalasan itu ialah hari ketika orang-orang kafir di azab dengan azab yang sangat pedih di atas api neraka. Sesungguhnya orang-orang musyrik itu jika mempunyai hamba sahaya yang bekerja sebagai buruh harian tentu akan memeriksa pekerjaan mereka sebelum mereka diberi upah. Mereka memeriksa, bertanya dan meneliti hasil pekerjaan buruhburuh mereka. Apakah tidak dipikirkan oleh mereka tentang pengabdian sekalian manusia kepada Allah yang telah melimpahkan segala macam kenikmatan kepadanya, mulai dari penciptaan langit dan bumi dan segala isinya sampai kepada pemenuhan segala hajat kebutuhan manusia seperti sandang, pangan, perumahan, jaminan hari tua, dan sebagainya. Apakah patut Allah membiarkan mereka hidup berfoya-foya saja, padahal Allah tidak menciptakan manusia secara sia-sia, bahkan pasti akan mengadakan hari kebangkitan dan hari pembalasan? Oleh karena mereka tenggelam dalam arus kebodohan dan kelalaian, maka hal-hal yang sangat masuk akal dan nyata itu dibiarkan lewat begitu saja tanpa kesungguhan dan perhatian, dan barulah mereka sadar ketika mereka diazab di dalam api neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 4689, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zooqoo fitnatakum haa zal lazee kuntum bihee tas ta'jiloon" } }, "translation": { "en": "[And will be told], \"Taste your torment. This is that for which you were impatient.\"", "id": "(Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah azabmu ini. Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4689", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4689.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4689.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah para pembohong mendapatkan hukumannya, maka kemudian dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azabmu yang ditimpakan kepada kamu ini. Inilah azab yang dahulu ketika hidup di dunia tidak kamu percayai dan minta agar disegerakan datangnya.”", "long": "Di samping azab yang amat pedih, mereka juga menderita azab rohani ketika para malaikat berkata, \"Rasakanlah azabmu ini yang dahulu kamu waktu di dunia selalu kamu minta supaya disegerakan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4690, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Innal muttaqeena fee jannaatinw wa 'uyoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will be among gardens and springs,", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4690", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4690.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4690.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu dijelaskan tentang balasan bagi orang-orang yang durhaka, maka pada ayat-ayat berikut ini diterangkan tentang ganjaran bagi mereka yang bertakwa. ”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dan selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larang-an-Nya akan diberi ganjaran yang baik dan berada di dalam taman-taman, yaitu surga yang indah, menyenangkan, dan selain itu mereka juga berada di mata air yang jernih lagi sejuk menyegarkan.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, yang menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya berada di dalam taman-taman surga yang mengalir di bawahnya air yang jernih dan murni, sangat menyenangkan, sangat nyaman, di luar perkiraan dan bayangan yang tergores dalam hati dan terpandang oleh mata; terlebih-lebih karena mereka tetap abadi di dalamnya, tidak akan keluar lagi, tetap berada dalam keridaan Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Pahala yang demikian itu ada kaitannya dengan amal perbuatan mereka ketika di dunia yaitu mereka mengambil segala pemberian yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada mereka itu, karena sesungguhnya mereka ketika berada di dunia selalu mengerjakan amal kebajikan, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia dengan tujuan semata-mata untuk mencapai keridaan-Nya. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4691, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0622\u062e\u0650\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Aakhizeena maaa aataahum Rabbuhum; innahum kaanoo qabla zaalika muhsineen" } }, "translation": { "en": "Accepting what their Lord has given them. Indeed, they were before that doers of good.", "id": "mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4691", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4691.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4691.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka sangat menikmati ganjaran ini dan mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Orang-orang yang bertakwa itu mendapat anugerah yang membahagiakan ini karena sesungguhnya mereka sebelum itu, yakni saat kehidupannya di dunia adalah orang-orang yang selalu tekun beribadah dan berbuat baik kepada sesama dengan tujuan untuk mendapatkan rida-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, yang menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya berada di dalam taman-taman surga yang mengalir di bawahnya air yang jernih dan murni, sangat menyenangkan, sangat nyaman, di luar perkiraan dan bayangan yang tergores dalam hati dan terpandang oleh mata; terlebih-lebih karena mereka tetap abadi di dalamnya, tidak akan keluar lagi, tetap berada dalam keridaan Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Pahala yang demikian itu ada kaitannya dengan amal perbuatan mereka ketika di dunia yaitu mereka mengambil segala pemberian yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada mereka itu, karena sesungguhnya mereka ketika berada di dunia selalu mengerjakan amal kebajikan, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia dengan tujuan semata-mata untuk mencapai keridaan-Nya. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4692, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "kaanoo qaleelam minal laili maa yahja'oon" } }, "translation": { "en": "They used to sleep but little of the night,", "id": "mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4692", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4692.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4692.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, orang-orang yang bertakwa itu, sedikit sekali tidur pada waktu malam,", "long": "Ayat ini menerangkan tentang sifat-sifat orang yang takwa, yaitu sedikit sekali tidur di waktu malam karena mengisi waktu dengan salat Tahajud. Mereka dalam melakukan ibadah tahajudnya merasa tenang dan penuh dengan kerinduan dan dalam munajatnya kepada Allah sengaja memilih waktu yang sunyi dari gangguan makhluk lain seperti dua orang pengantin baru dalam menumpahkan isi hati kepada kesayangannya, tentu memilih tempat dan waktu yang nyaman dan aman bebas dari gangguan siapa pun. Mereka ingat bahwa hidup berkumpul dengan keluarga dan yang lainnya tidak dapat berlangsung selama-lamanya. Bila telah tiba ajal, pasti berpisah, masuk ke dalam kubur, masing-masing sendirian saja. Oleh karena itu, sebelum tiba waktu perpisahan, mereka merasa sangat perlu mengadakan hubungan khidmat dan mahabbah dengan Tuhan Yang Mahakuasa, satu-satunya penguasa yang dapat memenuhi segala harapan. Di akhir-akhir malam (pada waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah. Sengaja dipilihnya waktu sahur itu oleh karena kebanyakan orang sedang tidur nyenyak, keadaan sunyi dari segala kesibukan sehingga mudah menjalin hubungan dengan Tuhannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4693, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u062d\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa bilashaari hum yastaghfiroon" } }, "translation": { "en": "And in the hours before dawn they would ask forgiveness,", "id": "dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4693", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4693.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4693.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sebagian waktunya dipergunakan untuk melakukan kebaikan dan ibadah kepada Tuhannya, dan pada akhir malam, setelah melaksanakan salat tahajud mereka melanjutkan dengan zikir dan memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun kepada semua makhluk-Nya yang bertobat.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang sifat-sifat orang yang takwa, yaitu sedikit sekali tidur di waktu malam karena mengisi waktu dengan salat Tahajud. Mereka dalam melakukan ibadah tahajudnya merasa tenang dan penuh dengan kerinduan dan dalam munajatnya kepada Allah sengaja memilih waktu yang sunyi dari gangguan makhluk lain seperti dua orang pengantin baru dalam menumpahkan isi hati kepada kesayangannya, tentu memilih tempat dan waktu yang nyaman dan aman bebas dari gangguan siapa pun. Mereka ingat bahwa hidup berkumpul dengan keluarga dan yang lainnya tidak dapat berlangsung selama-lamanya. Bila telah tiba ajal, pasti berpisah, masuk ke dalam kubur, masing-masing sendirian saja. Oleh karena itu, sebelum tiba waktu perpisahan, mereka merasa sangat perlu mengadakan hubungan khidmat dan mahabbah dengan Tuhan Yang Mahakuasa, satu-satunya penguasa yang dapat memenuhi segala harapan. Di akhir-akhir malam (pada waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah. Sengaja dipilihnya waktu sahur itu oleh karena kebanyakan orang sedang tidur nyenyak, keadaan sunyi dari segala kesibukan sehingga mudah menjalin hubungan dengan Tuhannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4694, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa feee amwaalihim haqqul lissaaa'ili walmahroom" } }, "translation": { "en": "And from their properties was [given] the right of the [needy] petitioner and the deprived.", "id": "Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4694", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4694.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4694.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang bertakwa itu selalu taat dalam melaksanakan ajaran Allah, dan mereka juga menyadari bahwa pada harta benda yang mereka miliki sesungguhnya ada hak yang mesti dikeluarkan, baik berupa zakat maupun sedekah, untuk orang miskin yang meminta bantuan dan orang miskin yang tidak mengulurkan tangan untuk meminta kepada orang lain.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa di samping mereka melaksanakan salat wajib dan sunah, mereka juga selalu mengeluarkan infaq fi sabilillah dengan mengeluarkan zakat wajib atau sumbangan derma atau sokongan sukarela karena mereka memandang bahwa pada harta-harta mereka itu ada hak fakir miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta bagian karena merasa malu untuk meminta. Ibnu Jarir meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw pernah menerangkan siapa saja yang tergolong orang miskin, dengan sabdanya: Bukanlah orang miskin itu yang tidak diberi sebiji dan dua biji kurma atau sesuap dan dua suap makanan. Beliau ditanya, \"(Jika demikian) siapakah yang dinamakan miskin itu?\" Beliau menjawab, \"Orang yang tidak mempunyai apa yang diperlukan dan tidak dikenal tempatnya sehingga tidak diberikan sedekah kepadanya. Itulah orang yang mahrum tidak dapat bagian.\" (Riwayat Ibnu Jarir dari Abu Hurairah) Di dalam Al-Qur'an terdapat tiga kelompok ayat yang selalu ber dampingan, tidak dapat dipisahkan yaitu perintah untuk salat danmengeluarkan zakat, perintah supaya taat kepada Allah dan rasulNya, dan perintah untuk bersyukur kepada Allah dan kedua ibubapak. Setelah Allah menerangkan sifat-sifat orang yang bertakwa, maka Allah menjelaskan bahwa mereka itu melihat dengan hati nurani tanda-tanda kekuasaan Allah pada alam kosmos, pada alam semesta yang melintang di sekelilingnya, di bumi dan di langit sehingga memiliki ketenangan jiwa, sebagai tanda seorang yang sudah makrifah kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4695, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa fil ardi aayaatul lilmooqineen" } }, "translation": { "en": "And on the earth are signs for the certain [in faith]", "id": "Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4695", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4695.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4695.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan selain itu di bumi juga terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya. Namun semuanya itu hanya dapat dipahami bagi orang-orang yang yakin,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di bumi ini terdapat tandatanda yang menunjukkan kekuasaan Allah bila dilihat dengan mata hati yaitu benda-benda yang besar, cantik dan indah seperti matahari, bulan, gunung-gunung, hutan yang lebat, perkebunan yang subur, samudera yang biru luas sepanjang penglihatan mata yang diisi dengan bermacam-macam ikan seperti yang nampak dalam akuarium, dan lain-lain. Itu semuanya menunjukkan betapa agung dan sempurna Penciptanya yaitu Allah Rabbul 'alamin. Tafakur tentang keindahan alam ini benar-benar menambah cinta dan keyakinan orang yang yakin akan kekuasaan Allah. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4696, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa feee anfusikum; afalaa tubsiroon" } }, "translation": { "en": "And in yourselves. Then will you not see?", "id": "dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4696", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4696.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4696.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan di samping itu, sesungguhnya keagungan Allah juga banyak ditemukan pada dirimu sendiri. Sesudah dipahami semua tanda-tanda itu, maka apakah kamu tetap lalai dan tidak memperhatikan semua yang dapat disaksikan itu?", "long": "Ayat ini mengisyaratkan kepada manusia bahwa pada diri manusia terdapat bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah seperti perbedaan kemampuan, perbedaan bahasa, kecerdasan dan banyak macamnya anggota tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4697, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa fissamaaa'i rizqukum wa maa too'adoon" } }, "translation": { "en": "And in the heaven is your provision and whatever you are promised.", "id": "Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4697", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4697.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4697.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan di langit yang sangat luas itu terdapat pula sebab-sebab datangnya rezekimu seperti cahaya matahari yang menerangi jagat, hujan yang menyuburkan tanah, angin yang bertiup sepoi-sepoi dan selain itu terdapat pula apa yang telah dijanjikan Allah melalui Rasul-Nya kepadamu.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa di langit terdapat sebab-sebab rezeki bagi manusia seperti turunnya hujan yang menyebabkan datangnya kesuburan tanah pertanian dan perkebunan yang menghasilkan berbagai hasil bumi dan buah-buahan sebagai rezeki bagi manusia dan ternak piaraannya, dan terdapat pula apa yang dijanjikan Allah untuk manusia yaitu takdir penetapan Allah terhadap manusia itu masing-masing yang semuanya ditulis di Lauh Mahfudz. Sebab-sebab rezeki di langit yang berlaku bagi semua makhluk hidup dan telah umum diketahui paling tidak ada tiga yaitu, air dalam bentuk hujan, angin dan cahaya matahari. Air menjadi sebab rezeki. Melalui air hujan yang jatuh ke atas tanah dan memberikan kelembaban tanah sehingga memungkinkan ditumbuhi tanaman yang bermanfaat bagi manusia dalam bentuk bahan pangan, sandang dan perumahan Angin oleh manusia bisa dimanfaatkan energinya bagi pelayaran dan menggerakkan kincir sumber energi, atau karena menyebabkan terjadinya penyerbukan tanaman sehingga hasil pembuahannya bisa dimakan manusia (lihat adh-dzariyat/51 ayat 1s/d 3). Sedangkan cahaya matahari merupakan sumber utama energi di permukaan bumi yang bisa diperoleh langsung melalui kehangatannya atau secara tidak langsung melalui pertumbuhan tanaman (fotosintesa) pergerakan angin dan siklus hidrologi (lihat: adh-dzariyat/51 ayat 1s/d 3). Bahkan energi minyak bumi yang saat ini merupakan sumber energi yang paling banyak dipakai, berasal dari energi cahaya matahari yang ditangkap oleh organisma laut (plankton), untuk kemudian terakumulasi sebagai endapan yang kemudian berubah menjadi minyak bumi." } } }, { "number": { "inQuran": 4698, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 455, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fawa Rabbis samaaa'i wal ardi innahoo lahaqqum misla maa annakum tantiqoon" } }, "translation": { "en": "Then by the Lord of the heaven and earth, indeed, it is truth - just as [sure as] it is that you are speaking.", "id": "Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4698", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4698.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4698.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menyadari semua kenikmatan itu, maka demi Tuhan Pencipta langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan dan yang sering kamu ingkari itu, seperti keniscayaan Kiamat, hari perhitungan, balasan surga, dan azab neraka pasti benar-benar terjadi seperti apa yang telah kamu ucapkan memang benar terjadi dan tidak seorang pun mengingkarinya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah bersumpah untuk menetapkan keyakinan pada hati manusia tentang adanya hari kebangkitan. Allah bersumpah demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya hari Kiamat, hari kebangkitan, hari pembalasan dan pembagian rezeki itu yakin benarnya, seperti yakinnya seseorang terhadap perkataan yang diucapkannya. Maka demikian pula, manusia harus yakin akan menjumpai segala yang dijanjikan Allah itu seperti yakinnya dia mendengarkan ucapan-ucapan sendiri, terlebih-lebih jika ucapannya itu dapat direkam dalam sebuah kaset." } } }, { "number": { "inQuran": 4699, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064f \u0636\u064e\u064a\u0652\u0641\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hal ataaka hadeesu daifi Ibraaheemal mukrameen" } }, "translation": { "en": "Has there reached you the story of the honored guests of Abraham? -", "id": "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4699", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4699.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4699.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat-ayat yang lalu dijelaskan tentang keingkaran orang-orang musyrik dan ancaman Allah terhadap mereka yang pasti akan terjadi. Sedang pada ayat-ayat berikut diterangkan tentang perlakuan Allah terhadap utusan-Nya yang terpilih, yaitu Nabi Ibrahim dengan cara yang berbeda dari kebiasaan pada umumnya. Ayat-ayat ini diawali dengan pertanyaan untuk menarik minat mitra bicara dalam dialognya. \"Sudahkah sampai kepadamu wahai Nabi Muhammad cerita tamu terhormat dari Nabi Ibrahim yang sesungguhnya merupakan malaikat-malaikat yang dimuliakan Allah?", "long": "Allah mengisahkan Nabi Ibrahim dengan bentuk pertanyaan supaya lebih diperhatikan. Allah bertanya, \"Apakah sudah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (yaitu beberapa malaikat) yang dimuliakan?\" Para malaikat yang bertemu dengan Nabi Ibrahim itu sebenarnya dalam perjalanan menuju tempat kediaman kaum Nabi Lut di dekat kampung Sodom dan Gomorah, akan menyampaikan berita kepada Nabi Lut bahwa kaumnya yang durhaka dan melakukan homoseksual itu akan dibinasakan oleh Allah dengan azab yang pedih. Dalam perjalanan itu mereka mampir ke rumah Nabi Ibrahim untuk menyampaikan kabar gembira bahwa beliau akan mendapat seorang anak laki-laki yang alim dan saleh bernama Ishak dari istrinya Sarah walaupun beliau sudah lanjut usianya dan menyangka dirinya sudah mandul. Setibanya di rumah Nabi Ibrahim, mereka disambut oleh tuan rumah dengan penuh penghormatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4700, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0651\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iz dakhaloo 'alaihi faqaaloo salaaman qaala salaamun qawmum munkaroon" } }, "translation": { "en": "When they entered upon him and said, \"[We greet you with] peace.\" He answered, \"[And upon you] peace, [you are] a people unknown.", "id": "(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, “Salaman” (salam), Ibrahim menjawab, “Salamun” (salam). (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4700", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4700.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4700.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah mengemukakan pertanyaan tersebut Allah mengawali kisah ini dengan firman-Nya: Ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika mereka, yaitu para malaikat itu masuk ke tempatnya, yaitu ke rumah Nabi Ibrahim lalu mengucapkan, “Salàman”, yang maksudnya untuk menyatakan bahwa mereka datang dengan membawa kedamaian dan bukan untuk mengganggu ketenangannya. Ibrahim segera menjawab, “Salàmun”, yang merupakan doa agar kedamaian dan keselamatan selalu tercurah kepada semuanya. Saat menyambut tamunya, Nabi Ibrahim berkata dalam hatinya bahwa mereka itu adalah orang-orang yang belum dikenalnya.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa ketika tamu para malaikat itu masuk ke tempat Nabi Ibrahim lalu menyampaikan ucapan salam dan Nabi Ibrahim menjawab dengan salam pula, beliau memperlihatkan sikap bertanya karena belum mengenal mereka. Tamu terhormat itu baru pertama kali masuk ke rumah Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, beliau memperlihatkan sikap ingin mengenal dahulu. Tetapi beliau tidak menunggu kesempatan untuk berkenalan itu, bahkan secara diam-diam masuk ke dapur untuk menyiapkan hidangan. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4701, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u064e\u0627\u063a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0639\u0650\u062c\u0652\u0644\u064d \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Faraagha ilaaa ahlihee fajaaa'a bi'ijlin sameen" } }, "translation": { "en": "Then he went to his family and came with a fat [roasted] calf", "id": "Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4701", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4701.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4701.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah Nabi Ibrahim mempersilakan tamunya, maka kemudian dengan diam-diam dia pergi menemui keluarganya, yaitu istrinya untuk menyiapkan jamuan untuk mereka. Kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk yang sudah dibakar,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Ibrahim dengan diamdiam pergi menemui keluarganya yaitu Sarah, lalu menyembelih seekor anak sapi yang gemuk dan setelah dibakar, hidangan itu dibawanya sendiri ke hadapan tamu-tamunya seraya berkata dengan hormat, lalu mempersilakan mereka makan." } } }, { "number": { "inQuran": 4702, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqarrabahooo ilaihim qaala alaa taakuloon" } }, "translation": { "en": "And placed it near them; he said, \"Will you not eat?\"", "id": "lalu dihidangkannya kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4702", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4702.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4702.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "lalu dihidangkannya hidangan itu kepada mereka, tetapi ternyata mereka tidak mau makan jamuan itu. Segera saja Nabi Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan hidangan ini”.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Ibrahim dengan diamdiam pergi menemui keluarganya yaitu Sarah, lalu menyembelih seekor anak sapi yang gemuk dan setelah dibakar, hidangan itu dibawanya sendiri ke hadapan tamu-tamunya seraya berkata dengan hormat, lalu mempersilakan mereka makan." } } }, { "number": { "inQuran": 4703, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0633\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u0641\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0645\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fa awjasa minhm khee fatan qaaloo laa takhaf wa bashsharoohu bighulaamin 'aleem" } }, "translation": { "en": "And he felt from them apprehension. They said, \"Fear not,\" and gave him good tidings of a learned boy.", "id": "Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah kamu takut,” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4703", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4703.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4703.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika Nabi Ibrahim melihat tamunya tidak mau menyentuh makanan yang dihidangkan, maka dia kemudian merasa takut terhadap mereka. Melihat ketakutannya, mereka, yaitu para tamu itu berkata, “Janganlah kamu takut wahai Nabi Ibrahim,” Dan, selanjutnya mereka memberi kabar gembira kepadanya, yaitu dengan akan lahirnya seorang anak yang cerdas dan kelak akan menjadi seorang yang alim yang mendalam pengetahuannya yaitu Ishak.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa tamu Nabi Ibrahim tidak menyentuh makanan itu karena mereka itu bukan dari jenis manusia, melainkan malaikat yang tidak makan dan tidak minum. Maka Nabi Ibrahim merasa takut terhadap mereka karena menurut kebiasaan, jika tamu tidak mau memakan hidangan yang disodorkan kepadanya, itu berarti ada bahaya yang terselubung (berselimut) di belakangnya, atau akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman: \n\nMaka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, \"Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut.\" (Hud/11: 70) Setelah malaikat-malaikat menenteramkan hati Nabi Ibrahim, mereka menyampaikan kabar gembira bahwa Ibrahim akan mendapat anak laki-laki yang bernama Ishak dan di belakang Ishak ada lagi cucunya yaitu Nabi Yakub seperti diterangkan dalam ayat lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4704, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0635\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0635\u064e\u0643\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u062c\u064f\u0648\u0632\u064c \u0639\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fa aqbalatim ra-atuhoo fee sarratin fasakkat wajhahaa wa qaalat 'ajoozun 'aqeem" } }, "translation": { "en": "And his wife approached with a cry [of alarm] and struck her face and said, \"[I am] a barren old woman!\"", "id": "Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, “(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4704", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4704.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4704.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika mendengar berita yang disampaikan para tamu itu tentang akan lahirnya seorang anak yang alim, maka kemudian istrinya, yaitu Sarah datang memekik dengan tercengang karena heran dan gembira. Namun setelah menyadari keadaan dirinya, ia lalu menepuk wajah-nya sendiri seraya berkata, “Aku ini seorang perempuan tua yang mandul, bagaimana mungkin aku bisa melahirkan anak”.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa istrinya Sarah setelah mendengar berita tersebut, ia datang dengan pekikan suara yang kuat lalu menepuk mukanya sendiri seraya mengatakan, bagaimana mungkin aku akan melahirkan seorang anak, padahal aku adalah seorang perempuan tua yang mandul?" } } }, { "number": { "inQuran": 4705, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 26, "page": 521, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 208, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qaaloo kazaaliki qaala Rabbuki innahoo huwal hakeemul 'aleem" } }, "translation": { "en": "They said, \"Thus has said your Lord; indeed, He is the Wise, the Knowing.\"", "id": "Mereka berkata, “Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sungguh, Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4705", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4705.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4705.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika para tamu itu mengetahui keraguan Sarah, maka mereka berkata, “Demikianlah, yaitu seperti yang kami sampaikan Tuhanmu berfirman, dan ketetapan-Nya itu yang kami kabarkan. Sungguh, Dialah sendiri Yang Mahabijaksana dengan menempatkan segala sesuatu pada posisinya dan dalam waktu yang paling tepat, lagi Maha Mengetahui terhadap apa saja yang akan terjadi”.", "long": "Ayat ini mengungkapkan tentang jawaban malaikat itu terhadap keraguan Siti Sarah bahwa ia tidak perlu heran; yang demikian itu adalah keputusan Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." } } }, { "number": { "inQuran": 4706, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u0652\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala famaa khatbukum ayyuhal mursaloon" } }, "translation": { "en": "[Abraham] said, \"Then what is your business [here], O messengers?\"", "id": "Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4706", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4706.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4706.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan kedatangan para malaikat pemberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim tentang akan lahirnya seorang anak yang alim, pada ayat berikut Allah menerangkan bahwa dengan pengetahuannya sebagai seorang rasul, Nabi Ibrahim menduga para malaikat itu datang dengan tujuan lain. Dia berkata, “Apakah urusanmu yang penting, yang dengannya Allah menugaskanmu untuk datang ke wilayah ini, wahai para utusan yang mulia?”", "long": "Nabi Ibrahim bertanya kepada para malaikat setelah menjamu mereka dengan makanan, akan tetapi makanan yang dihidangkan tidak mereka sentuh, sehingga mendebarkan hati Nabi Ibrahim, kemudian beliau bertanya, \"Apakah ada firman Allah dalam hal ini hai para utusan?\" Pada firman Allah yang lain digambarkan sebagai berikut: \n\nMaka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bertanya jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Lut.Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah). Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak. (Hud/11: 74 - 76)" } } }, { "number": { "inQuran": 4707, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo innaaa ursilnaaa ilaa qawmim mujrimeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Indeed, we have been sent to a people of criminals", "id": "Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lut)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4707", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4707.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4707.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendapat pertanyaan dari Nabi Ibrahim, mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum Nabi Lut yang sebagian anggotanya adalah orang yang berdosa dan terang-terangan tanpa malu berbuat homoseksual.", "long": "Para malaikat menjawab, bahwa mereka sesungguhnya diutus kepada kaum Lut dengan membawa azab yang sangat pedih disebabkan dosa mereka yang sangat keji yaitu melakukan homoseksual. Para malaikat itu akan melempari kaum Lut dengan batu-batu berasal dari tanah yang sangat keras yang telah dibakar, dan telah diberi tanda-tanda dari sisi Allah dengan nama-nama orang yang akan dibinasakan yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam kedurhakaan. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4708, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0646\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0637\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Linursila 'alaihim hijaa ratam min teen" } }, "translation": { "en": "To send down upon them stones of clay,", "id": "agar Kami menimpa mereka dengan batu-batu dari tanah (yang keras)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4708", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4708.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4708.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami datang agar kami menimpa mereka yang berdosa dengan batu-batu dari tanah yang keras", "long": "Para malaikat menjawab, bahwa mereka sesungguhnya diutus kepada kaum Lut dengan membawa azab yang sangat pedih disebabkan dosa mereka yang sangat keji yaitu melakukan homoseksual. Para malaikat itu akan melempari kaum Lut dengan batu-batu berasal dari tanah yang sangat keras yang telah dibakar, dan telah diberi tanda-tanda dari sisi Allah dengan nama-nama orang yang akan dibinasakan yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam kedurhakaan. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4709, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064b \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Musawwamatan 'inda rabbika lilmusrifeen" } }, "translation": { "en": "Marked in the presence of your Lord for the transgressors.\"", "id": "yang ditandai dari Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4709", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4709.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4709.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang sudah ditandai dari Tuhanmu yang dipersiapkan untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas ajaran-ajaran Allah.", "long": "Para malaikat menjawab, bahwa mereka sesungguhnya diutus kepada kaum Lut dengan membawa azab yang sangat pedih disebabkan dosa mereka yang sangat keji yaitu melakukan homoseksual. Para malaikat itu akan melempari kaum Lut dengan batu-batu berasal dari tanah yang sangat keras yang telah dibakar, dan telah diberi tanda-tanda dari sisi Allah dengan nama-nama orang yang akan dibinasakan yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam kedurhakaan. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4710, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa akhrajnaa man kaana feehaa minal mu'mineen" } }, "translation": { "en": "So We brought out whoever was in the cities of the believers.", "id": "Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya (negeri kaum Lut) itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4710", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4710.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4710.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengkhususkan azabnya kepada mereka yang melampaui batas, sehingga orang-orang yang telah beriman tidak akan merasakan azab tersebut. Sebelum azab Allah datang, para malaikat memperingatkan mereka, lalu Kami, yakni Allah dan subjek lain yang berperan dalam penyelamatan ini, keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya,", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan, bahwa setelah para malaikat pergi kepada kaum Lut untuk menurunkan azab, timbullah tanya jawab di antara mereka tentang caranya menghancurkan orang-orang durhaka, maka Allah memerintahkan agar mereka lebih dahulu mengeluarkan orang-orang yang beriman dari kampung halaman mereka, supaya terhindar dari azab. Para malaikat itu hanya menjumpai sebuah rumah saja yaitu rumah Nabi Lut dengan penghuninya yang muslim sekitar tiga belas orang saja. Mereka yang selamat pada ayat ini disebut sebagai orang Islam yang berserah diri dan tekun melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Pada kedua ayat ini diterangkan bahwa di antara kaum Lut hidup orang-orang Mukminin dan Muslimin. Menurut Muhammad Ali asshabuni, mereka disebut Mukminin (ayat 35) karena mereka mengimani dengan hati, dan mereka disebut sebagai Muslimin (ayat 36) karena mereka mengamalkan ajaran-ajaran Allah dengan anggota tubuh mereka dengan ketaatan. Hal ini sejalan dengan hadis al-Bukhari dan Muslim yaitu ketika Rasulullah saw ditanya tentang Islam dan Iman: Apakah Islam? beliau menjawab, \"Engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat (yang lima waktu), mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan naik haji ke Baitullah. Dan apakah iman itu? beliau menjawab, Engkau Beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Nya, para utusan-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik dan yang buruk dari Allah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) Perlu dijelaskan di sini apabila kata Islam disebut secara sendiri, maka berarti tercakup pengertian iman. Demikian pula dengan kata iman bila disebut sendiri berarti tercakup kata Islam. Tetapi kalau keduanya disebutkan bersamaan, maka keduanya berbeda satu sama lain, masing-masing memiliki artinya sendiri-sendiri, iman berbeda dari Islam. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4711, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa wajadnaa feehaa ghaira baitim minal muslimeen" } }, "translation": { "en": "And We found not within them other than a [single] house of Muslims.", "id": "Maka Kami tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali sebuah rumah dari orang-orang Muslim (Lut)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4711", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4711.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4711.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yakni di negeri kaum Lut, itu agar mereka selamat dari bencana yang segera tiba. Maka para malaikat yang Kami utus tidak mendapati di dalamnya, yaitu di negeri tersebut, kecuali sebuah rumah saja dari orang-orang muslim yang beriman dan mengikuti ajaran Nabi Lut.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan, bahwa setelah para malaikat pergi kepada kaum Lut untuk menurunkan azab, timbullah tanya jawab di antara mereka tentang caranya menghancurkan orang-orang durhaka, maka Allah memerintahkan agar mereka lebih dahulu mengeluarkan orang-orang yang beriman dari kampung halaman mereka, supaya terhindar dari azab. Para malaikat itu hanya menjumpai sebuah rumah saja yaitu rumah Nabi Lut dengan penghuninya yang muslim sekitar tiga belas orang saja. Mereka yang selamat pada ayat ini disebut sebagai orang Islam yang berserah diri dan tekun melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Pada kedua ayat ini diterangkan bahwa di antara kaum Lut hidup orang-orang Mukminin dan Muslimin. Menurut Muhammad Ali asshabuni, mereka disebut Mukminin (ayat 35) karena mereka mengimani dengan hati, dan mereka disebut sebagai Muslimin (ayat 36) karena mereka mengamalkan ajaran-ajaran Allah dengan anggota tubuh mereka dengan ketaatan. Hal ini sejalan dengan hadis al-Bukhari dan Muslim yaitu ketika Rasulullah saw ditanya tentang Islam dan Iman: Apakah Islam? beliau menjawab, \"Engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat (yang lima waktu), mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan naik haji ke Baitullah. Dan apakah iman itu? beliau menjawab, Engkau Beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Nya, para utusan-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik dan yang buruk dari Allah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) Perlu dijelaskan di sini apabila kata Islam disebut secara sendiri, maka berarti tercakup pengertian iman. Demikian pula dengan kata iman bila disebut sendiri berarti tercakup kata Islam. Tetapi kalau keduanya disebutkan bersamaan, maka keduanya berbeda satu sama lain, masing-masing memiliki artinya sendiri-sendiri, iman berbeda dari Islam. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4712, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taraknaa feehaaa aayatal lillazeena yakhaafoonal 'azaabal aleem" } }, "translation": { "en": "And We left therein a sign for those who fear the painful punishment.", "id": "Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4712", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4712.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4712.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami turunkan azab sebagai peringatan bagi mereka yang ingkar, dan Kami telah tinggalkan pula padanya, yaitu negeri Nabi Lut, suatu tanda yang sangat jelas tentang kebesaran dan kekuasaan Kami. Kami menjadikannya pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan, bahwa peristiwa penghancuran kaum Lut hendaknya dijadikan peringatan bagi orangorang yang takut kepada Allah, dan bekas-bekas peristiwa itu dapat dilihat tanda-tandanya yaitu tumpukan batu-batu tempat diturunkan azab yang telah amblas (masuk ke dalam bumi) dan berbentuk sebuah danau yaitu danau Tabariyah (laut mati). Ayat ini mengandung isyarat, bahwa jika pada sebuah kota terdapat unsur kekafiran dan kefasikan yang sudah merajalela, maka jumlah orang Mukmin yang sedikit tidak dapat menghalang-halangi datangnya azab, dan bila mayoritas penduduknya terdiri dari umat yang saleh, maka mereka dapat terpelihara dari azab, walaupun terdapat di dalamnya beberapa orang yang durhaka kepada Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 4713, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa fee Moosaaa iz arsalnaahu ilaa Fir'wna bisultaa nim mubeen" } }, "translation": { "en": "And in Moses [was a sign], when We sent him to Pharaoh with clear authority.", "id": "Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir‘aun dengan membawa mukjizat yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4713", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4713.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4713.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menceritakan azab yang Allah timpakan kepada kaum Nabi Lut yang ingkar, pada ayat-ayat berikut Allah menyebut kisah umat masa lalu yang mengingkari nabinya. Kisah-kisah itu menunjukkan betapa Allah Mahakuasa, dan pada kisah Nabi Musa juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Bukti-bukti itu antara lain terlihat ketika Kami mengutusnya kepada Fira‘un, yaitu penguasa Mesir Kuno, dengan membawa tanda kekuasaan Kami, yaitu mukjizat yang nyata dan tidak terbantahkan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa dalam kisah Musa terdapat suatu iktibar untuk orang-orang yang berpikir. Yaitu ketika Allah mengutus Musa kepada Fir'aun dengan mengemukakan keterangan yang meyakinkan serta diperkuat dengan mukjizat yang nyata yang dapat disaksikan dengan mata kepala manusia pada waktu itu" } } }, { "number": { "inQuran": 4714, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0631\u064f\u0643\u0652\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Fatawalla biruknihee wa qaala saahirun aw majnoon" } }, "translation": { "en": "But he turned away with his supporters and said,\" A magician or a madman.\"", "id": "Tetapi dia (Fir‘aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, “Dia adalah seorang pesihir atau orang gila.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4714", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4714.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4714.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fira‘un melihat mukjizat itu, tetapi dia bersama bala tentaranya berpaling dan dengan angkuh menolak ajakan Nabi Musa karena merasa dirinya berkuasa dan memiliki harta berlimpah. Dia berpaling dan berkata, “Dia, yaitu Nabi Musa, adalah seorang pesihir yang tidak mengenal kemampuan orang lain atau orang gila yang berbuat sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu.”", "long": "Namun, Fir'aun menolak ajaran Musa dan membangkang seraya mengatakan bahwa apa yang dibawa oleh Musa itu adalah kebohongan belaka. Penolakan Fir'aun dilakukannya dengan berbangga atas bala tentaranya, pengawalnya, menteri-menterinya, kekuatannya dan kekuasaannya sambil berkata, \"Sesungguhnya Musa itu tukang sihir yang ahli atau orang gila.\" Ucapan Fir'aun seperti itu diungkapkan dalam Al-Qur'an: \n\nDia (Fir'aun) berkata, \"Sungguh, rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.\" (asy-Syu'ara'/26: 27) \n\nFir'aun bermaksud agar kaumnya menolak seruan Musa, sehingga mereka tidak memperhatikan serta memikirkan apa yang telah diserukan. Hal ini disebabkan Fir'aun takut kehilangan pengaruhnya, dan keruntuhan kekuasaannya, serta takut akan kehilangan kekayaan, wibawa dan kedudukannya. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4715, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0646\u064e\u0628\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064f\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fa akhaznaahu wa junoo dahoo fanabaznaahum fil yammi wa huwa muleem" } }, "translation": { "en": "So We took him and his soldiers and cast them into the sea, and he was blameworthy.", "id": "Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4715", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4715.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4715.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akibat keangkuhan dan penolakan Fira‘un terhadap dakwah Nabi Musa, maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya dengan berbagai musibah yang mengerikan, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut bagai barang yang tidak berguna. Kami menenggelamkannya hingga mati dalam keadaan tercela.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt sangat murka kepada Fir'aun dan bala tentaranya. Mereka semua dilemparkan dan dibenamkan ke dalam laut dengan mendapat cercaan karena kekufuran dan kedurhakaan mereka. Hal yang demikian itu sebagai tanda besarnya kekuasaan Allah untuk merendahkan orang-orang yang ingkar dan sebagai tanda bahwa mereka menerima akibat yang buruk. Juga sebagai balasan atas kesombongan dan keingkaran mereka terhadap perintah pencipta." } } }, { "number": { "inQuran": 4716, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u0650\u064a\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Wa fee 'Aadin iz arsalnaa 'alaihimur reehal'aqeem" } }, "translation": { "en": "And in 'Aad [was a sign], when We sent against them the barren wind.", "id": "Dan (juga) pada (kisah kaum) ‘Ad, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4716", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4716.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4716.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perhatikanlah pula tanda-tanda kekuasaan Kami pada kisah kaum ‘Ad. Ingatlah ketika Kami kirimkan kepada mereka angin beku atau angin panas yang membinasakan mereka.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah swt menceritakan tentang kisah binasanya kaum 'Ad. Bahwa bencana yang menimpa kaum itu mestinya dijadikan iktibar bagi orang-orang yang berpikir. Yaitu ketika Allah swt menurunkan angin panas yang membinasakan mereka sehingga tidak satu pun yang tersisa kecuali kehancuran dan kemusnahan, baik manusia dan hewan maupun bangunan. Tegasnya tidak seorang pun dari mereka yang selamat akibat angin panas dan hembusan api itu, lagi pula tidak satu bangunan pun yang tidak musnah, semuanya menjadi puing-puing dan hancur lebur." } } }, { "number": { "inQuran": 4717, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Maa tazaru min shai'in atat 'alaihi illaa ja'alat hu karrameem" } }, "translation": { "en": "It left nothing of what it came upon but that it made it like disintegrated ruins.", "id": "(angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4717", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4717.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4717.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saat bertiup, angin itu tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya tetap seperti kondisinya semula, sesuai dengan ketetapan Allah. Bahkan, apa saja yang diterjang dijadikannya seperti serbuk halus yang diterbangkan angin.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah swt menceritakan tentang kisah binasanya kaum 'Ad. Bahwa bencana yang menimpa kaum itu mestinya dijadikan iktibar bagi orang-orang yang berpikir. Yaitu ketika Allah swt menurunkan angin panas yang membinasakan mereka sehingga tidak satu pun yang tersisa kecuali kehancuran dan kemusnahan, baik manusia dan hewan maupun bangunan. Tegasnya tidak seorang pun dari mereka yang selamat akibat angin panas dan hembusan api itu, lagi pula tidak satu bangunan pun yang tidak musnah, semuanya menjadi puing-puing dan hancur lebur." } } }, { "number": { "inQuran": 4718, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa fee Samooda iz qeela lahum tamatta''oo hattaa heen" } }, "translation": { "en": "And in Thamud, when it was said to them, \"Enjoy yourselves for a time.\"", "id": "Dan pada (kisah kaum) Samud, ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4718", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4718.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4718.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan perhatikanlah pula tanda-tanda kekuasaan Kami pada ki-sah kaum Samud. Ingatlah ketika dikatakan kepada mereka oleh Nabi Saleh,“Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang telah ditentukan oleh Allah”.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan kisah kaum Samud yang berisi nasihat bagi yang sadar dan yang memikirkan tandatanda kenyataan adanya Tuhan. Yaitu ketika Nabi Saleh mengatakan kepada mereka supaya bersenang-senang di rumah mereka sampai datang azab Tuhan. Ayat lain yang bersamaan maksudnya, Allah berfirman: Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan. (Hud/11: 65) \n\nSetelah melalui tiga hari yang dijanjikan, Allah membinasakan mereka dengan azab yang berupa petir sebagaimana firman Allah berikut: \n\nDan adapun kaum Samud, mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. (Fussilat/41: 17) Kemudian setelah itu diturunkan kepada mereka azab yang tidak akan bisa mereka tolak. Akan tetapi mereka mengatakan bahwa semua itu hanyalah kabar bohong belaka, bahkan mereka berlaku sombong tanpa mengkhawatirkan akibat dari ancaman Tuhan tersebut. Maka selanjutnya Allah swt menurunkan petir dari langit menyambar mereka, dan menghapuskan mereka semuanya, mereka melihat dan mengalami kejadian itu. Bencana tersebut adalah balasan atas dosa mereka dan atas kejahilan yang mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 4719, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u064e\u062a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa'ataw 'an amri Rabbihim fa akhazal humus saa'iqatu wa hum yanzuroon" } }, "translation": { "en": "But they were insolent toward the command of their Lord, so the thunderbolt seized them while they were looking on.", "id": "Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4719", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4719.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4719.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu mereka berlaku angkuh dan ingkar terhadap perintah Tuhannya. Mereka bahkan menyembelih unta betina mukjizat Nabi Saleh. Akibat kedurhakaan ini maka mereka disambar oleh petir yang datang dari arah awan hitam. Mereka binasa karenanya, sedang mereka saat itu melihatnya sendiri saat azab itu menimpa.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan kisah kaum Samud yang berisi nasihat bagi yang sadar dan yang memikirkan tandatanda kenyataan adanya Tuhan. Yaitu ketika Nabi Saleh mengatakan kepada mereka supaya bersenang-senang di rumah mereka sampai datang azab Tuhan. Ayat lain yang bersamaan maksudnya, Allah berfirman: Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan. (Hud/11: 65) \n\nSetelah melalui tiga hari yang dijanjikan, Allah membinasakan mereka dengan azab yang berupa petir sebagaimana firman Allah berikut: \n\nDan adapun kaum Samud, mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. (Fussilat/41: 17) Kemudian setelah itu diturunkan kepada mereka azab yang tidak akan bisa mereka tolak. Akan tetapi mereka mengatakan bahwa semua itu hanyalah kabar bohong belaka, bahkan mereka berlaku sombong tanpa mengkhawatirkan akibat dari ancaman Tuhan tersebut. Maka selanjutnya Allah swt menurunkan petir dari langit menyambar mereka, dan menghapuskan mereka semuanya, mereka melihat dan mengalami kejadian itu. Bencana tersebut adalah balasan atas dosa mereka dan atas kejahilan yang mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 4720, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famas tataa'oo min qiyaaminw wa maa kaanoo muntasireen" } }, "translation": { "en": "And they were unable to arise, nor could they defend themselves.", "id": "Maka mereka tidak mampu bangun dan juga tidak mendapat pertolongan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4720", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4720.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4720.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Petir itu menyambar dengan dahsyat, maka mereka tidak mampu bangun untuk menyelamatkan diri dan juga tidak mendapat pertolongan dari siapa pun. Itulah kisah umat terdahulu yang durhaka kepada para nabinya,", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menjelaskan bahwa mereka tidak dapat lolos dari malapetaka itu dan mereka tidak pula mendapatkan jalan keluar dan pertolongan dari siapapun, juga mereka tidak dapat tolong menolong antara mereka untuk menghindarkan diri dari siksaan Tuhan ketika itu" } } }, { "number": { "inQuran": 4721, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 456, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qawma Noohim min qablu innahum kaano qawman faasiqeen" } }, "translation": { "en": "And [We destroyed] the people of Noah before; indeed, they were a people defiantly disobedient.", "id": "dan sebelum itu (telah Kami binasakan) kaum Nuh. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4721", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4721.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4721.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sesungguhnya sebelum itu telah Kami binasakan pula kaum Nuh karena keingkaran mereka. Sungguh, mereka semua adalah kaum yang fasik, durhaka, dan enggan beriman.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah sebelumnya telah membinasakan kaum Nuh dengan badai atau topan yang melanda mereka karena kefasikan, kejahatan, serta pelanggaran yang mereka lakukan terhadap yang dilarang (diharamkan) Allah swt" } } }, { "number": { "inQuran": 4722, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u064e\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u064d \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0633\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wassamaaa'a banainaa haa bi aydinw wa innaa lamoosi'oon" } }, "translation": { "en": "And the heaven We constructed with strength, and indeed, We are [its] expander.", "id": "Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4722", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4722.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4722.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya berkuasa mengazab umat yang durhaka dan ingkar pada ajaran nabi, Allah juga kuasa menciptakan langit dan alam semesta. Dan langit yang terhampar luas di atas kepalamu itu Kami bangun dengan kekuasaan Kami Yang Mahadahsyat dan Mahasempurna, dan Kami benar-benar memiliki kekuasaan yang tidak terbatas sehingga tidak ada yang dapat menghalangi Kami untuk meluaskannya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt telah menciptakan langit dengan bentuk indah yang menyatakan keagungan kekuasaanNya seperti diangkatnya langit di atas dengan kekuasaan-Nya, dijadikan laksana atap yang tinggi dan kokoh. Dan Allah swt kuasa atas semua itu, Dia tidak pernah lelah atau lesu dan tidak pernah pula merasa letih. Secara tidak langsung ayat ini menyanggah ucapan orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Allah swt menjadikan langit dan bumi selama 6 (enam) hari, namun pada hari ketujuh Allah beristirahat dan berbaring di 'Arsy-Nya karena letih. Kata 'langit banyak digunakan dalam berbagai ayat Al-Qur'an. Kata ini, dalam beberapa ayat mempunyai arti alam semesta. Demikian pula halnya pada ayat di atas. Alam semesta bukanlah sesuatu yang statis. Alam semesta adalah sesuatu yang dinamis, selalu berubah, dan meluas. Hal ini diungkapkan setelah ilmu astronomi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Keadaan demikian ini ternyata sudah disebutkan dalam Al-Qur'an 14 abad yang lalu, ketika ilmu astronomi masih sangat primitif. Sampai dengan permulaan abad ke-20, alam semesta hanya diketahui sebagai sesuatu yang tercipta pada suatu saat yang tidak dapat diketahui masanya, dan mempunyai bentuk seperti apa yang dilihat saat ini. Penelitian, observasi dan perhitungan-perhitungan dengan menggunakan teknologi modern yang tersedia, mengungkapkan bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan sampai saat ini secara teratur terus meluas. Alam semesta adalah kosmos, yaitu ruang angkasa serta semua benda langit yang terdapat di dalamnya, termasuk semua galaksi (tata bintang), baik yang sudah diketahui maupun belum diketahui manusia. Alam semesta, atau alam raya, tidak dapat dibayangkan luasnya. Para ilmuwan mengukur jarak di alam semesta dengan ukuran tahun cahaya. Satu tahun cahaya sama dengan 9,46 triliun km. Bagian alam semesta paling jauh yang sudah \"diketahui\" manusia adalah pada jarak 15 milyar tahun cahaya. Pada jarak itu ditemukan banyak gugus super galaksi yang jumlahnya tak terhitung. Bintang yang paling dekat dengan matahari berjarak sekitar 4,3 tahun cahaya dari bumi. Matahari dan semua bintang yang dapat kita lihat dengan mata telanjang terdapat dalam gugus galaksi tatasurya, atau dinamakan gugus bimasakti. Di seluruh alam raya ini, terdapat bermiliar galaksi yang sedang bergerak saling menjauh dengan cepat. Galaksi diperkirakan memenuhi ruang angkasa sampai jarak 10.000 juta tahun cahaya dari bumi. Jika dalam satu detik, cahaya menempuh jarak  200.000 km, berapa luas ruang angkasa sebenarnya? Allah meluaskan alam raya sebegitu luasnya sejak diciptakan. Meluasnya alam terus berlangsung sepanjang masa. Hal ini sesuai dengan teori ekspansi yang menyebutkan bahwa nebulae, calon bintang, menjauh dari galaksi bimasakti dengan kecepatan yang berbeda-beda. Bahkan, benda-benda langit dalam satu galaksi pun sedang saling menjauh satu sama lain. Para peneliti mulai melakukan penelitian mengenai pergerakan benda-benda langit pada tahun 1920-an. Diyakini bahwa pada tahun 1920-an merupakan momentum penting dalam perkembangan astronomi modern. Pada tahun 1922, ahli fisika Rusia, Alexander Friedman, menghasilkan perhitungan yang menunjukkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis. Ia menyebutkan bahwa penyebab sekecil apa pun cukup untuk menyebabkan struktur alam semesta mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein. George Lemaitre, seorang ahli kosmologi dari Belgia, adalah orang pertama yang menyadari arti perhitungan Friedman. Berdasarkan perhitungan ini, Lemaitre, menyatakan bahwa alam semesta mempunyai permulaan dan alam mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Pemikiran teoritis kedua ilmuwan ini tidak menarik banyak perhatian. Pemikiran ini barangkali akan terabaikan, jika tidak ditemukan bukti pengamatan baru yang mengguncangkan dunia ilmiah pada tahun 1929. Pada tahun itu, ahli astronomi Amerika, Edwin Hubble, membuat penemuan paling penting dalam sejarah astronomi. Ketika mengamati sejumlah bintang melalui teleskop raksasanya, dia menemukan bahwa cahaya bintang-bintang itu bergeser ke arah ujung merah spektrum. Pergeseran itu berkaitan langsung dengan perubahan jarak bintang-bintang dari bumi. Pengamatannya menemukan bahwa suatu galaksi yang berjarak satu juta tahun cahaya dari bumi sedang bergerak menjauh pada kecepatan 168 km per tahun. Alam semesta, dimana benda-benda langitnya secara teratur bergerak saling menjauhi, mengindikasikan bahwa alam semesta itu sendiri juga sedang mengembang. Pengamatan pada tahun-tahun berikutnya mengungkapkan dan mengkonfirmasi dugaan tersebut. Bintang-bintang tidak hanya menjauh dari bumi; mereka juga menjauhi satu sama lain. Satusatunya kesimpulan yang dapat diturunkan dari temuan ini adalah bahwa alam semesta sedang \"mengembang\". Suatu konfirmasi kepada pernyataan yang ada di dalam Al-Qur'an, jauh sebelum hal itu diketahui oleh umat manusia. Penemuan ini mengguncangkan landasan model alam semesta yang diyakini pada saat itu. Temuannya ini diakui dunia. Namun perhitungannya dianggap salah, dan direvisi kemudian. Menurut sementara ilmuwan, suatu saat nanti, diperkirakan alam raya ini tidak lagi berkembang. Ia akan mengkerut dan kembali menyatu seperti semula. Kalau peristiwa ledakan dahsyat yang menjadi tanda terbentuknya aneka planet, dan berpisahnya langit dan bumi, dinamai Big Bang; maka penyusutan dan penyatuan alam raya dinamai Big Crunch." } } }, { "number": { "inQuran": 4723, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u064e\u0631\u064e\u0634\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wal arda farashnaahaa fani'mal maahidoon" } }, "translation": { "en": "And the earth We have spread out, and excellent is the preparer.", "id": "Dan bumi Kami hamparkan; maka (Kami) sebaik-baik yang telah menghamparkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4723", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4723.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4723.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bumi Kami hamparkan seluas-luasnya untuk menjadi tempat tinggal manusia dan makhluk lain; maka dengan bukti-bukti itu nyatalah bahwa Kami adalah sebaik-baik yang telah menghamparkan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt membentangkan bumi berupa hamparan dengan maksud untuk dihuni oleh manusia dan hewan. Dijadikan-Nya bumi penuh rezeki dan bahan pangan, baik berupa binatangnya, tumbuh-tumbuhan maupun yang lain-lain yang terpelihara keabadiannya sampai hari Kiamat. Demikian juga Allah swt menjadikan dalam perut bumi barang-barang tambang yang tampak dan yang tidak tampak yang semuanya diperuntukkan bagi manusia. Dengan isi bumi itu manusia dapat mendirikan bangunanbangunan, membuat perhiasan dari emas, perak, dan batu-batu permata lainnya. Kemudian setelah itu manusia membuat alat perang, kapal laut, pesawat terbang dari bahan besi dan dari barang tambang lainnya. Pada akhir ayat ini Allah menyatakan kekuasaan dan keindahan ciptaan-Nya dengan mengatakan, \"Betapa bagusnya apa yang telah Kami jadikan, dan betapa indahnya apa yang telah Kami ciptakan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4724, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min kulli shai'in khalaqnaa zawjaini la'allakum tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And of all things We created two mates; perhaps you will remember.", "id": "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4724", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4724.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4724.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan segala sesuatu di alam semesta telah Kami ciptakan secara berpasang-pasangan untuk saling melengkapi. Yang demikian ini agar kamu selalu mengingat kekuasaan dan kebesaran Allah.", "long": "Selanjutnya Allah swt menerangkan bahwa Dia menciptakan segala macam kejadian dalam bentuk yang berlainan dan dengan sifat yang bertentangan. Yaitu setiap sesuatu itu merupakan lawan atau pasangan bagi yang lain. Dijadikan-Nya kebahagiaan dan kesengsaraan, petunjuk dan kesesatan, malam dan siang, langit dan bumi, hitam dan putih, lautan dan daratan, gelap dan terang, hidup dan mati, surga dan neraka, dan sebagainya. Semuanya itu dimaksudkan agar manusia ingat dan sadar serta mengambil pelajaran dari semuanya, sedangkan Allah Maha Esa tidak memerlukan pasangan. Dengan demikian hanya Allah yang tidak membutuhkan yang lain. Sehingga mengetahui bahwa Allah-lah Tuhan yang Maha Esa yang berhak disembah dan tak ada sekutu bagi-Nya. Dia-lah yang kuasa menjadikan segala sesuatu dan Dia pulalah yang kuasa untuk memusnahkannya, Dialah yang juga kuasa menciptakan segala sesuatu berpasang-pasang, bermacam-macam jenis dan bentuk, sedangkan mahluk-Nya tidak berdaya dan harus menyadari hal itu. Penjelasan mengenai Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan menurut kajian ilmiah dapat dilihat pada penjelasan Surah asy-Syura/42: 11. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4725, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0641\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Fafirrooo ilal laahi innee lakum minhu nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "So flee to Allah. Indeed, I am to you from Him a clear warner.", "id": "Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4725", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4725.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4725.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, demikian besar kekuasaan Allah, maka segeralah kembali kepada Allah dengan menaati ajaran-Nya dan menunaikan perintah-Nya. Sungguh, aku adalah seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kepentingan dan kebahagiaanmu.", "long": "Oleh sebab itu, hendaklah manusia meminta perlindungan kepada Allah dan berpegang kepada-Nya dalam segala urusan dan masalahnya dengan menaati segala perintah-Nya dan bekerja untuk tujuan taat kepada-Nya. Allah swt selanjutnya akan menyiksa orangorang yang tidak menaati perintah-Nya. Pada akhir ayat ini Allah memerintahkan rasul-Nya supaya menegaskan bahwa ia sesungguhnya mendapat amanat dari Allah swt untuk menyampaikan kepada manusia bahwa Allah swt akan membalas dengan siksaan kepada mereka atas segala pelanggaran pelanggaran terhadap perintah-Nya, sebagaimana Allah swt menurunkan siksa-Nya kepada umat-umat yang terdahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 4726, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 27, "page": 522, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064b\u0627 \u0622\u062e\u064e\u0631\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa taj'aloo ma'al laahi ilaahan aakhara innee lakum minhu nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "And do not make [as equal] with Allah another deity. Indeed, I am to you from Him a clear warner.", "id": "Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4726", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4726.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4726.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan untuk kembali kepada-Nya janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain untuk disembah selain Allah. Sungguh, aku merupakan seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kebaikan dan kesejahteraanmu.", "long": "Kemudian Allah swt dalam ayat ini melarang manusia menjadikan sesuatu sembahan di samping-Nya. Karena segala sesuatu selain Allah tidak patut disembah. Pada akhir ayat ini Allah swt memerintahkan kepada rasul-Nya supaya menegaskan bahwa ia sesungguhnya pemberi peringatan yang sebenarnya dari Allah, untuk menyampaikan peringatan akan adanya siksaan Allah bagi siapa saja yang menjadikan suatu makhluk sebagai tujuan ibadat dan disembah. Dalam ayat yang sama artinya Allah swt berfirman: \n\nBarang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.\" (al-Kahf/18: 110)" } } }, { "number": { "inQuran": 4727, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Kazaalika maaa atal lazeena min qablihim mir Rasoolin illaa qaaloo saahirun aw majnoon" } }, "translation": { "en": "Similarly, there came not to those before them any messenger except that they said, \"A magician or a madman.\"", "id": "Demikianlah setiap kali seorang Rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, “Dia itu pesihir atau orang gila.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4727", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4727.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4727.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya Nabi Muhammad yang didustakan oleh kaumnya yang ingkar, para rasul terdahulu pun menghadapi tentangan kaumnya yang durhaka. Demikianlah sikap orang kafir Mekah; mereka menentang dakwah Nabi Muhammad dan mengatainya sebagai pendusta. Hal yang sama juga terjadi pada masa lalu; setiap kali seorang rasul yang datang untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka yang ingkar pasti menolak dan mengingkarinya serta mengatakan, “Dia itu pasti seorang pesihir atau orang gila.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum Quraisy mendustakan Muhammad saw, dengan menuduh bahwa Muhammad saw itu tukang sihir atau orang gila. Demikian juga halnya umatumat terdahulu telah mendustakan rasul mereka. Mereka telah mengatakan seperti kata-kata yang dilontarkan oleh kaum kafir Mekah itu. Hal itu bukanlah suatu hal yang baru dalam kisah umat manusia. Semua rasul itu telah didustakan dan disakiti, akan tetapi rasul-rasul tersebut bersabar hingga datangnya pertolongan Allah. Ayat ini sebagai penghibur hati Rasulullah atas segala penderitaan yang dialaminya akibat penolakan kafir Mekah. Mereka telah menjadi angkuh dengan hal-hal kebendaan yang merupakan nikmat yang mengagungkan mereka. Mereka teperdaya oleh penundaan azab Tuhan kepada mereka. Maka segala peringatan dan nasihat tidak bermanfaat bagi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4728, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0635\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0637\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Atawaasaw bih; bal hum qawmun taaghoon" } }, "translation": { "en": "Did they suggest it to them? Rather, they [themselves] are a transgressing people.", "id": "Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4728", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4728.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4728.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap kaum kafir Mekah dan umat terdahulu identik, maka muncul pertanyaan apakah mereka pernah saling berpesan melalui kakek moyang tentang apa yang dikatakan itu? Tentu tidak. Mereka tidak saling berpesan, tetapi sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas dan be-nar-benar tidak mau beriman pada dakwah para rasul.", "long": "Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang kafir itu dengan mengatakan, \"Apakah orang-orang yang kafir terdahulu itu telah berpesan kepada yang kemudian dari mereka untuk mendustakan Muhammad saw dan mereka datang kemudian itu betul-betul menerima dan mengikuti saran tersebut?\" Mereka sesungguhnya adalah kaum yang durhaka yang melampaui batas dalam pelanggaran-pelanggaran ketentuan agama dan akal. Kedurhakaan mereka itulah yang merupakan tali pengikat antara orang-orang yang terdahulu dengan orang-orang kemudian yang seolah-olah memanifestasikan adanya pesan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 4729, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fatawalla 'anhum famaaa anta bimaloom" } }, "translation": { "en": "So leave them, [O Muhammad], for you are not to be blamed.", "id": "Maka berpalinglah engkau dari mereka, dan engkau sama sekali tidak tercela." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4729", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4729.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4729.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, mereka tidak akan berhenti mengingkarimu, maka berpalinglah engkau dari mereka. Biarkan mereka mencercamu, tetapi teruskan perjuanganmu mengajak mereka ke jalan Allah. Dan berkat keteguhan sikapmu dalam berdakwah, engkau sama sekali tidak keliru dan tidak pula tercela karena penolakan dan keingkaran mereka.", "long": "Muhammad saw diperintahkan Allah supaya berpaling dari mereka, dan Allah menerangkan bahwa ia tidak tercela karena Dia tidak membebani Rasulullah untuk mengislamkan kaum kafir Mekah. Tugasnya hanyalah melakukan dakwah dan ini telah dilakukannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4730, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa zakkir fa innaz zikraa tanfa'ul mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And remind, for indeed, the reminder benefits the believers.", "id": "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4730", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4730.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4730.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, dengan anugerah Allah, istikamahlah dalam dakwahmu dan tetaplah memberi peringatan kepada umatmu. Kalau orang-orang kafir itu tidak memperoleh faedah dari dakwahmu akibat penolakan mereka, jangan berputus asa karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin dan hal itu akan selalu menambah keyakinan mereka.", "long": "Ayat ini memerintahkan kepada Muhammad saw agar tetap memberikan peringatan dan nasihat, karena peringatan dan nasihat itu akan bermanfaat bagi orang yang hatinya siap menerima petunjuk. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi hatim, dan al-Baihaqi bahwa 'Ali bin Abi thalib berkata, \"Setelah diturunkan ayat 54 tersebut yaitu tatkala Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk memalingkan diri, maka setiap orang menyangka akan datang malapetaka yang akan menimpa. Maka turunlah ayat 55 ini, dan legalah perasaan dan lapanglah dada kami." } } }, { "number": { "inQuran": 4731, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya'budoon" } }, "translation": { "en": "And I did not create the jinn and mankind except to worship Me.", "id": "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4731", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4731.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4731.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memerintah Nabi Muhammad beristikamah dalam mengajak umatnya mengesakan Allah karena sesunguhnya itulah tujuan penciptaan. Aku tidak menciptakan jin dan manusia untuk kebaikan-Ku sendiri. Aku tidak menciptakan mereka melainkan agar tujuan hidup mereka adalah beribadah kepada-Ku karena ibadah itu pasti bermanfaat bagi mereka.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidaklah menjadikan jin dan manusia melainkan untuk mengenal-Nya dan supaya menyembah-Nya. Dalam kaitan ini Allah swt berfirman: \n\nPadahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang MahaEsa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9: 31) \n\nPendapat tersebut sama dengan pendapat az-Zajjaj, tetapi ahli tafsir yang lain berpendapat bahwa maksud ayat tersebut ialah bahwa Allah tidak menjadikan jin dan manusia kecuali untuk tunduk kepada-Nya dan untuk merendahkan diri. Maka setiap makhluk, baik jin atau manusia wajib tunduk kepada peraturan Tuhan, merendahkan diri terhadap kehendak-Nya. Menerima apa yang Dia takdirkan, mereka dijadikan atas kehendak-Nya dan diberi rezeki sesuai dengan apa yang telah Dia tentukan. Tak seorang pun yang dapat memberikan manfaat atau mendatangkan mudarat karena kesemuanya adalah dengan kehendak Allah. Ayat tersebut menguatkan perintah mengingat Allah swt dan memerintahkan manusia supaya melakukan ibadah kepada Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 4732, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Maaa ureedu minhum mir rizqinw wa maaa ureedu anyyut'imoon" } }, "translation": { "en": "I do not want from them any provision, nor do I want them to feed Me.", "id": "Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4732", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4732.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4732.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku menciptakan manusia dan jin hanya agar mereka beribadah, bukan agar mereka memberi balasan apa pun kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki atau balasan sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku, seperti halnya mereka memberi sesajian kepada dewa atau tuhan yang mereka sembah.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa sesungguhnya Dia tidak akan minta bantuan mereka untuk sesuatu kemanfaatan atau kemudaratan dan tidak pula menghendaki rezeki dan memberikan makan seperti apa yang dikerjakan oleh para majikan terhadap buruhnya, karena Allah tidak perlu kepada mereka, bahkan merekalah yang memerlukan-Nya dalam segala urusan mereka, Allah adalah pencipta mereka dan pemberi rezeki mereka. Dialah yang mempunyai kekuasaan, kemampuan dan kekuatan yang tak terhingga. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. Abu Hurairah meriwayatkan dan berkata: \n\nRasulullah bersabda: \"Allah berfirman:\"Wahai anak Adam, luangkanlah waktu untuk beribadat kepada-Ku niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Ku-tutupi kefakiranmu, dan jika engkau tidak berbuat (menyediakan waktu untuk beribadat kepadaKu) niscaya akan Ku-penuhi dadamu dengan kesibukan (keruwetan) dan tak akan Ku-tutupi keperluanmu (kefakiran).\" (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 4733, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0632\u0651\u064e\u0627\u0642\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Innal laaha Huwar Razzaaqu Zul Quwwatil Mateen" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is Allah who is the [continual] Provider, the firm possessor of strength.", "id": "Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4733", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4733.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4733.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Allah Mahakuasa dan tidak memerlukan sesuatu dari makhluknya karena Dialah Pemberi rezeki kepada makhluk-Nya, dan Dia juga yang mempunyai kekuatan yang sangat besar lagi sangat kukuh.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa sesungguhnya Dia tidak akan minta bantuan mereka untuk sesuatu kemanfaatan atau kemudaratan dan tidak pula menghendaki rezeki dan memberikan makan seperti apa yang dikerjakan oleh para majikan terhadap buruhnya, karena Allah tidak perlu kepada mereka, bahkan merekalah yang memerlukan-Nya dalam segala urusan mereka, Allah adalah pencipta mereka dan pemberi rezeki mereka. Dialah yang mempunyai kekuasaan, kemampuan dan kekuatan yang tak terhingga. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. Abu Hurairah meriwayatkan dan berkata: \n\nRasulullah bersabda: \"Allah berfirman:\"Wahai anak Adam, luangkanlah waktu untuk beribadat kepada-Ku niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Ku-tutupi kefakiranmu, dan jika engkau tidak berbuat (menyediakan waktu untuk beribadat kepadaKu) niscaya akan Ku-penuhi dadamu dengan kesibukan (keruwetan) dan tak akan Ku-tutupi keperluanmu (kefakiran).\" (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 4734, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0630\u064e\u0646\u064f\u0648\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0630\u064e\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fa inna lillazeena zalamoo zanoobam misla zanoobi ashaabihim falaa yasta'jiloon" } }, "translation": { "en": "And indeed, for those who have wronged is a portion [of punishment] like the portion of their predecessors, so let them not impatiently urge Me.", "id": "Maka sungguh, untuk orang-orang yang zalim ada bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4734", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4734.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4734.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan ajaran yang disampaikan para rasul, Allah menegaskan bahwa siapa saja yang ingkar kepada-Nya maka sungguh mereka diancam dengan azab yang pedih. Karena itu, untuk orang-orang yang zalim dan tidak taat pada tuntunan-Nya pasti akan ada bagian azab seperti bagian teman-teman mereka dari generasi terdahulu yang selalu ingkar; maka janganlah mereka yang durhaka itu meminta kepada-Ku untuk menyegerakan azab yang merupakan hukuman-Nya.", "long": "Allah swt menegaskan bahwa ancaman-Nya itu pasti terjadi, dan terjadinya pada hari Kiamat. Allah swt menyatakan dalam ayat ini bahwa bagi siapa yang menganiaya dirinya dengan menyibukkan diri pada segala sesuatu di luar ibadat kepada Allah swt, mempersekutukan Allah swt dan mendustakan para Rasul-Nya, mereka itu akan mendapat bagian siksa seperti bagian yang diperoleh oleh umat-umat terdahulu yang telah mendustakan para rasul mereka. Janganlah mereka memohon supaya Allah swt menyegerakan siksaan-Nya karena Allah swt tidak khawatir kehilangan kesempatan. Ini merupakan jawaban terhadap mereka yang digambarkan oleh Allah dalam ayat: \n\nMaka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!\" (alA'raf/7: 70) \n\nDalam ayat yang sama artinya dengan ayat ini Allah berfirman: \n\nKetetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. (an-Nahl/16: 1)" } } }, { "number": { "inQuran": 4735, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 457, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fawailul lillazeena kafaroo miny yawmihimul lazee yoo'adoon" } }, "translation": { "en": "And woe to those who have disbelieved from their Day which they are promised.", "id": "Maka celakalah orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka (hari Kiamat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4735", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4735.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4735.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila azab Allah datang, maka celakalah orang-orang yang kafir dan mendurhakai-Nya pada hari pembalasan yang telah dijanjikan kepada mereka. Pada saat itu tidak seorang pun dapat menghindarkan diri dari balasan perbuatannya dan tidak ada pula yang dapat menyelamatkannya dari azab tersebut.", "long": "Maka kecelakaanlah yang akan mereka temui sebagai azabazab yang telah dijanjikan untuk mereka pada hari Kiamat; saat itu tak seorang pun dapat membantu orang lain dan mereka pun tidak pula mendapat pertolongan." } } } ] }, { "number": 52, "sequence": 76, "numberOfVerses": 49, "name": { "short": "الطور", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0637\u0648\u0631", "transliteration": { "en": "At-Tur", "id": "At-Tur" }, "translation": { "en": "The Mount", "id": "Bukit Tursina" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah. Dinamai Ath Thuur (Bukit) diambil dari perkataan Ath Thuur yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan bukit di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Tuhannya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4736, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wat-Toor" } }, "translation": { "en": "By the mount", "id": "Demi gunung (Sinai)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4736", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4736.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4736.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah až-Žàriyàt ditutup dengan penegasan jatuhnya ancaman Allah bagi mereka yang kafir. Surah at-Tùr diawali dengan kepastian jatuhnya azab bagi mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah. Penegasan tentang kepastian azab ini diawali dengan sumpah-sumpah Allah. Demi gunung Sinai yang menjadi lokasi Nabi Musa menerima Taurat,", "long": "Ayat ini mengutarakan bahwa Allah swt bersumpah dengan ath-thur yang tinggi kedudukannya karena di atas ath-thur itu Allah telah berbicara dengan Nabi Musa dan menurunkan kitab Taurat kepadanya yang berisikan hukum-hukum, hikmat, dan budi pekerti dan mudah dibaca manusia. Ath-thur berarti bukit yaitu Bukit thursina yakni sebuah bukit di Madyan tempat Nabi Musa mendengarkan kalam Allah swt. Ath-thur dalam bahasa Suryani berarti juga bukit yang banyak pohon-pohonnya, tempat di mana Tuhan berbicara langsung dengan Nabi Musa dan di tempat itu pula diangkat menjadi rasul. Dinamakan ath-thur karena banyak pohonnya, bila tidak ada pohonnya, maka tidaklah dinamakan ath-thur, akan tetapi Jabal (gunung). Allah menggunakan gunung sebagai sumpah-Nya tentunya karena pentingnya gunung dalam terjadinya kehidupan di bumi ini. Mengenai gunung dan peranannya, antara lain dapat dilihat pada bahasan beberapa ayat berikut, Luqman/31: 10 dan an-Naml/27: 88. Bahasan selanjutnya juga dapat dilihat pada an-Naba'/78: 6-7 dan an-Nazi'at/79: 30-32." } } }, { "number": { "inQuran": 4737, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u0637\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa kitaabim mastoor" } }, "translation": { "en": "And [by] a Book inscribed", "id": "dan demi Kitab yang ditulis," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4737", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4737.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4737.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi Kitab Allah yang diwahyukan-Nya dan yang ditulis pada lembaran yang terbuka sehingga mudah dibaca dan dipahami maknanya,", "long": "Kemudian Allah swt bersumpah dengan sebuah kitab yang tertulis (bertulisan indah) dengan susunan huruf-hurufnya yang rapih. Ada yang berpendapat bahwa maksudnya ialah Lauh Mahfudz, dan ada pula yang berpendapat bahwa arti kitab yang tertulis indah, ialah yang diturunkan dan dibacakan kepada manusia dengan terang-terangan." } } }, { "number": { "inQuran": 4738, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u0642\u0651\u064d \u0645\u0651\u064e\u0646\u0634\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Fee raqqim manshoor" } }, "translation": { "en": "In parchment spread open", "id": "pada lembaran yang terbuka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4738", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4738.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4738.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan yang ditulis pada lembaran yang terbuka sehingga mudah dibaca dan dipahami maknanya,", "long": "Selanjutnya Allah swt menerangkan dalam ayat ini bahwa kitab-kitab itu mudah bagi setiap orang mempelajari isinya. Kitabkitab itu berisi hikmah-hikmah, hukum, kebudayaan dan budi pekerti (akhlak); karena itu ditulis pada lembaran-lembaran terbuka yang dapat dibaca. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4739, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wal baitil ma'moor" } }, "translation": { "en": "And [by] the frequented House", "id": "demi Baitulma‘mur (Ka‘bah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4739", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4739.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4739.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi Baitulma‘mur, yaitu Kakbah atau tempat yang menjadi lokasi para malaikat rukuk, sujud, dan tawaf,", "long": "Dalam ayat ini Allah swt bersumpah dengan al-Baitul-Ma'mur yaitu sebuah rumah di langit yang ketujuh yang setiap harinya dimasuki oleh 70 ribu malaikat untuk tawaf atau salat. Mereka telah masuk ke sana tidak akan kembali untuk selamanya. Hal ini ditegaskan dalam hadis Isra' yaitu: \"Terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim bahwa Rasulullah saw bersabda dalam hadis tentang Isra' sesudah melampaui langit ketujuh, kemudian aku diangkat ke Baitulma'mur, tiba-tiba di sana kulihat 70.000 malaikat masuk setiap hari dan mereka tidak akan kembali lagi setelah itu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) \n\nMaksud hadis di atas bahwa para malaikat itu beribadat dan melakukan tawaf di sana (Baitulma'mur) seperti halnya manusia di bumi, melakukan tawaf di Ka'bah Mekah. Begitulah keadaan para malaikat itu. Kemudian Qatadah, Rabi' bin Anas dan as-Suddi berkata, bahwa Rasulullah saw pada suatu hari berkata kepada para sahabat: \n\n\"Tahukah kamu apakah Baitulma'mur itu? Mereka menjawab, \"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui\" Rasulullah berkata, \"Baitulma'mur ialah sebuah masjid di langit yang searah dengan Ka'bah dan apabila (seseorang dari sana) jatuh, maka akan jatuh di atas Ka'bah, di sana salat 70.000 malaikat setiap hari; apabila mereka keluar dari sana, tidak akan kembali lagi.\" (Riwayat Ibnu Jarir)" } } }, { "number": { "inQuran": 4740, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0642\u0652\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0641\u064f\u0648\u0639\u0650", "transliteration": { "en": "Wassaqfil marfoo'" } }, "translation": { "en": "And [by] the heaven raised high", "id": "demi atap yang ditinggikan (langit)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4740", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4740.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4740.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi atap, yaitu langit, yang ditinggikan dan kukuh tanpa tiang penyangga,", "long": "Dalam ayat ini Allah swt bersumpah dengan atap yang ditinggikan (langit) yaitu alam tinggi yang mempunyai beberapa matahari, beberapa bulan, bintang-bintang tetap, dan bintang-bintang beredar. Di sana juga terletak 'Arsy dan kursi-Nya; demikian juga malaikat-malaikat-Nya (yang tidak pernah menolak perintah Allah swt dan selalu patuh terhadap apa yang Allah perintahkan kepada mereka). Di sana juga ada benda-benda alam yang tak terhitung banyaknya hanya Allah swt yang mengetahuinya, dan balatentara Allah swt yang kita juga tak mengetahui hakikatnya kecuali Dia yang menciptakannya. Dalam firman Allah swt dijelaskan: \n\nDan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. (al-Muddatstsir/74: 31) \n\nSufyan ats-sauri, Syu'bah dan Abdul Ahwas meriwayatkan dari Simak dari Harb dari Khalid bin Ar'arah dari 'Ali bahwa As-Saqful Marfu' artinya 'langit. Sufyan membaca firman Allah sebagai berikut: \n\nDan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara. (alAnbiya'/21: 32) \n\nMaksudnya ialah bahwa langit itu sebagai atap dan yang dimaksud dengan \"terpelihara\" ialah segala yang berada di langit itu dijaga oleh Allah swt dengan peraturan dan hukum-hukum yang menyebabkan semuanya berjalan dengan teratur dan tertib, sesuai sistem dan hukumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4741, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wal bahril masjoor" } }, "translation": { "en": "And [by] the sea filled [with fire],", "id": "demi lautan yang penuh gelombang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4741", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4741.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4741.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi lautan yang penuh gelombang yang di dalam tanahnya terdapat api.", "long": "Dalam ayat ini Allah bersumpah, Demi al-Bahrul-Masjur (laut yang di dalamnya ada api) yakni laut yang tertahan dari banjir karena kalau laut itu dilepaskan, ia akan menenggelamkan semua yang ada di atas bumi sehingga hewan dan tumbuh-tumbuhan semuanya akan habis musnah. Maka rusaklah aturan alam dan tidaklah ada hikmah alam ini dijadikan. Sebagian ulama berpendapat dan menetapkan bahwa lapisan bumi itu seluruhnya seperti semangka, dan kulitnya seperti kulit semangka, itu artinya bahwa perbandingan kulit bumi dan api yang ada di dalam kulitnya itu seperti kulit semangka dengan isinya, yang dimakan itu. Sebab itu sekarang kita sebenarnya berada di atas api yang besar, yakni di atas laut yang dibawahnya penuh dengan api dan laut itu tertutup dengan kulit bumi dari segala penjurunya. Dari waktu ke waktu api itu naik ke atas laut yang tampak pada waktu gempa dan pada waktu gunung berapi meletus; seperti gunung berapi Visofius yang meletus di Italia pada tahun 1909 M yang telah menelan kota Mozaina, dan gempa ini yang telah terjadi di Jepang pada tahun 1952 M yang memusnahkan kota-kotanya sekaligus. Menurut Jumhur bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah laut bumi. Akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam kata \"masjur\" di antara pendapatnya ialah berarti: dinyalakan api di hari Kiamat seperti dalam Al-Qur'an: \n\nDan apabila lautan dijadikan meluap. (al-Infithar/82: 3) \n\nFirman-Nya yang lain: \n\nDan apabila lautan dipanaskan. (at-Takwir/81: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 4742, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064c", "transliteration": { "en": "Inna 'azaaba Rabbika lawaaqi'" } }, "translation": { "en": "Indeed, the punishment of your Lord will occur.", "id": "sungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4742", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4742.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4742.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, azab Tuhanmu yang diancamkan kepada para pengingkar ayat-ayat dan ajaran-Nya pasti terjadi.", "long": "Kemudian Allah swt menyebutkan isi sumpah bahwa azabazab hari Kiamat diperuntunkkan bagi semua yang mendustakan para rasul. Azab tersebut pasti akan terjadi, tanpa ragu sedikitpun. Penegasan tentang kepastian datangnya azab sangat penting untuk menghilangkan keraguan di kalangan manusia yang meragukan peristiwa terjadinya azab itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4743, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064d", "transliteration": { "en": "Maa lahoo min daafi'" } }, "translation": { "en": "Of it there is no preventer.", "id": "tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4743", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4743.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4743.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika itu, tidak ada sesuatu pun, baik manusia maupun makhluk lain, yang dapat menolak atau menghindarinya,", "long": "Allah menerangkan bahwa azab tersebut tak seorang pun yang dapat menolaknya. Dan tidak pula ada jalan untuk keluar dari azab itu yang merupakan balasan bagi orang-orang yang telah menodai dirinya dengan perbuatan syirik dan dosa, dan yang telah menodai jiwanya dengan dusta terhadap para rasul dan hari kebangkitan. Kemudian diterangkan pula dalam ayat ini bahwa azab yang tidak dapat dihindarkan itu terjadi pada suatu hari tatkala langit berguncang di tempatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4744, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u064e\u0648\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma tamoorus samaaa'u mawraa" } }, "translation": { "en": "On the Day the heaven will sway with circular motion", "id": "pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4744", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4744.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4744.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Siksa bagi para pengingkar itu akan datang pada hari ketika langit berguncang dan bergerak naik turun", "long": "Allah menerangkan bahwa azab tersebut tak seorang pun yang dapat menolaknya. Dan tidak pula ada jalan untuk keluar dari azab itu yang merupakan balasan bagi orang-orang yang telah menodai dirinya dengan perbuatan syirik dan dosa, dan yang telah menodai jiwanya dengan dusta terhadap para rasul dan hari kebangkitan. Kemudian diterangkan pula dalam ayat ini bahwa azab yang tidak dapat dihindarkan itu terjadi pada suatu hari tatkala langit berguncang di tempatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4745, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0633\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa taseerul jibaalu sairaa" } }, "translation": { "en": "And the mountains will pass on, departing -", "id": "dan gunung berjalan (berpindah-pindah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4745", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4745.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4745.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kiri dan kanan dengan sekeras-kerasnya, dan gunung berjalan atau berpindah dari tempatnya bagaikan awan yang ditiup angin.", "long": "Dalam ayat ini Allah menambahkan penjelasannya bahwa pada hari Kiamat itu gunung-gunung berpindah dari tempatnya, berjalan seperti jalannya awan, dan terbang ke udara lalu jatuh ke bumi terpecah-pecah, kemudian hancur menjadi debu laksana bulu yang diterbangkan angin. Berguncangnya langit dan beterbangannya gunung-gunung ialah sebagai pemberitahuan dan peringatan kepada manusia bahwa mereka tidak akan dapat kembali ke dunia, karena ia telah musnah dan telah terjadi alam baru yaitu alam akhirat. Ayat di atas berkaitan dengan gambaran saat terjadinya kiamat, yang banyak pula disebut di ayat-ayat lainnya. Gunung yang mengekspresikan daratan atau kerak bumi, digambarkan berpindah tempat atau dengan kata lain gunung-gunung itu bergerak. Pergerakan gunung-gunung ini adalah manifestasi pergerakan lempeng bumi (lihat an-Naml/27: 88) dan dapat menimbulkan gempa bumi. Dalam Surah az-Zalzalah/99: 1-4 kejadian kiamat digambarkan dengan datangnya gempa yang dahsyat. Gempa dahsyat ini dapat menimbulkan retakan yang panjang dan dalam yang bukan mustahil memicu terjadinya letusan gunung api. Sebagai contoh adalah ketika terjadi gempa Nias pada tahun 2005 yang berkekuatan Mw=8,7, setelah gempa Aceh 2004, beberapa gunung api di Pulau Sumatra memperlihatkan kegiatan yang meningkat. \n\nFakta ilmiah memang menunjukkan bahwa gunung-gunung itu bergerak. Data Global Positioning Systems (GPS) merekam gerakangerakan tersebut dalam ukuran milimeter. Sebagai contoh adalah pulau-pulau terluar di sebelah barat Sumatra yang bergerak ke arah timurlaut sebesar 50-60 mm/tahun." } } }, { "number": { "inQuran": 4746, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fawailuny yawma 'izil lil mukaazzibeen" } }, "translation": { "en": "Then woe, that Day, to the deniers,", "id": "Maka celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4746", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4746.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4746.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika azab itu datang, maka celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah,", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan kepada siapa azab itu ditimpakan setelah terjadinya guncangan langit dan beterbangan gunung-gunung yaitu kepada orang-orang pendusta yang bergelimang dengan kebatilan dan selalu menolak kebenaran serta tidak ingat akan adanya hari perhitungan dan tidak pernah takut akan adanya siksaan Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 4747, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0648\u0652\u0636\u064d \u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena hum fee khawdiny yal'aboon" } }, "translation": { "en": "Who are in [empty] discourse amusing themselves.", "id": "Orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4747", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4747.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4747.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "terutama yang terkait dengan keesaan-Nya dan keniscayaan kiamat. Mereka itulah orang-orang yang terus bermain-main dalam kebatilan dan perbuatan dosa.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan kepada siapa azab itu ditimpakan setelah terjadinya guncangan langit dan beterbangan gunung-gunung yaitu kepada orang-orang pendusta yang bergelimang dengan kebatilan dan selalu menolak kebenaran serta tidak ingat akan adanya hari perhitungan dan tidak pernah takut akan adanya siksaan Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 4748, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u062f\u064e\u0639\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0627\u0631\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062f\u064e\u0639\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma yuda'-'oona ilaa naari jahannama da'-'aa" } }, "translation": { "en": "The Day they are thrust toward the fire of Hell with a [violent] thrust, [its angels will say],", "id": "pada hari (ketika) itu mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4748", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4748.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4748.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Datangnya azab kepada para pengingkar itu adalah suatu kepastian. Pada hari ketika siksa itu tiba, mereka didorong oleh para malaikat ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya sehingga mereka masuk ke dalamnya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang berbuat kejahatan tersebut, pada hari itu mereka dihardik dan didorong dengan paksa ke dalam neraka Jahanam, yang apinya selalu membakar dan menyala-nyala. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4749, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 27, "page": 523, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haazihin naarul latee kuntum bihaa tukazziboon" } }, "translation": { "en": "\"This is the Fire which you used to deny.", "id": "(Dikatakan kepada mereka), “Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4749", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4749.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4749.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saat para pengingkar itu dimasukkan ke neraka, dikatakan kepada mereka, “Inilah neraka yang di dunia dahulu kamu terus-menerus mendustakannya.”", "long": "Setelah mereka dekat dengan neraka, para penjaga menegaskan dengan ejekan, \"Inilah neraka, yang dahulu kamu dustakan di dunia.\" Pendustaan mereka terhadap neraka berarti dusta mereka terhadap rasul yang telah membawa berita tentang neraka itu, dengan wahyu yang telah diturunkan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 4750, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afasihrun haazaaaa am antum laa tubsiroon" } }, "translation": { "en": "Then is this magic, or do you not see?", "id": "Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4750", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4750.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4750.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu masuk neraka, para pengingkar itu mendapat ejekan dan kecaman. “Kamu sudah merasakan sendiri pedihnya azab neraka yang dauhlu kamu ingkari, maka dengan demikian, apakah neraka ini hanya merupakan sihir yang mengelabui mata ataukah kamu memang tidak melihat sehingga kamu akan terus mengingkari keberadaannya?", "long": "Karena itu dalam ayat ini Allah mengejek mereka, yaitu orang-orang musyrik yang ketika di dunia menganggap Muhammad saw tukang sihir yang menyihir akal dan menutup mata mereka. Allah swt mengejek mereka ketika mereka diazab di akhirat. \"Apakah yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sekarang ini, seperti azab yang diberitahukan kepada mereka di dunia itu, ataukah mereka masih terlena oleh sihir seperti dahulu mereka menganggap Muhammad saw menyihir mereka di dunia, ataukah mata mereka tidak melihat apa-apa?\" Sungguh azab itu telah menjadi kenyataan, mata mereka tidak kena sihir dan tidak pula ditutupi. \n\nJelasnya apakah dalam penglihatan mereka ada keraguan ataukah mata mereka sedang sakit? Tidak, kedua-duanya tidak, yang mereka lihat itu adalah kenyataan yang sebenarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4751, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0635\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Islawhaa fasbirooo aw laa tasbiroo sawaaa'un 'alaikum innamaa tujzawna maa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "[Enter to] burn therein; then be patient or impatient - it is all the same for you. You are only being recompensed [for] what you used to do.\"", "id": "Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4751", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4751.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4751.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai para pengingkar, masuklah ke dalamnya dan rasakanlah panas apinya; maka baik kamu bersabar atas pedihnya siksa neraka itu atau tidak bersabar atasnya, keduanya akan sama saja akibatnya bagimu. Tetapi, ketahuilah bahwa Allah tidak menganiaya kamu dengan siksa itu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan yang setimpal atas apa yang telah kamu kerjakan.", "long": "Ketika mereka tidak dapat mengingkari kenyataan dan mengakui bahwa itu bukan sihir dan bukan pula akibat salah melihat, Allah swt memerintahkan kepada mereka supaya masuk ke dalam api neraka untuk merasakan panasnya api neraka. Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa bersabar atau tidak, keadaannya serupa bagi mereka. Karena seorang yang tidak sabar akan sesuatu, maka ia berusaha untuk menolaknya baik dengan menjauhinya atau pun dengan mengatasinya. Namun, lain halnya dengan hari kebangkitan sebab azab di akhirat tidak sama dengan azab di dunia karena orang yang diazab di dunia, bila ia bersabar ia akan mendapat manfaat dari kesabarannya, baik manfaat yang berupa balasan di akhirat nanti maupun pujian di dunia berkenaan dengan kesabaran dan ketabahannya. Dan kalau dia tidak sabar dengan pengertian berkeluh-kesah tentulah ia dicela dan dianggap kekanak-kanakan. Akan tetapi kesabaran di akhirat tidak ada manfaatnya karena akhirat bukan tempat beramal tetapi untuk mendapat ganjaran dan pembalasan. Pada akhir ayat ini Allah swt menegaskan bahwa manusia itu akan menerima pembalasan dari Allah. Jika perbuatan mereka di dunia baik, mereka akan menerima balasan yang baik pula di akhirat. Dan jika perbuatan mereka di dunia jahat, mereka di akhirat akan menerima balasan setimpal dengan kejahatannya. Allah berfirman: \n\nDan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49) \n\nTegasnya Allah akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Balasan itu akan diterima apakah bersabar atau tidak, pasti terlaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 4752, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0646\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innal muttaqeena fee jannaatinw wa na'eem" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will be in gardens and pleasure,", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4752", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4752.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4752.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari penjelasan tentang azab bagi para pengingkar ayat-ayat Allah, pada ayat-ayat berikut Allah menjelaskan kenikmatan bagi mereka yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dan terus beribadah serta melakukan kebajikan, mereka itu berada dalam surga yang indah dan penuh kenikmatan ukhrawi yang tidak terlukiskan.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang takut akan murka Tuhannya, mereka melaksanakan ibadah kepadaNya baik dengan terang-terangan atau tidak, memenuhi kewajibankewajibannya terhadap Tuhan, dan menjalankan peraturanperaturan agama, tidak mengerjakan suatu perbuatan maksiat yakni tidak menodai dirinya dengan dosa dan tidak menodai jiwanya dengan kemunafikan. Kepada mereka Tuhan memberikan balasan surga, di dalamnya mereka bersenang-senang. Mereka mendapat apa yang belum pernah mereka lihat, belum pernah mereka dengar, dan belum pernah diterangkan oleh seorang manusia pun. Semuanya itu sebagai balasan atas perbuatan baik mereka selama hidup di dunia. Mereka menjauhi kemewahan duniawi yang membuat lalai pada ibadah serta bersabar atas cobaan-cobaan yang menimpa mereka dengan harapan agar mendapat rida Allah. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4753, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Faakiheena bimaaa aataahum rabbuhum wa waqaahum rabbuhum 'azaabal jaheem" } }, "translation": { "en": "Enjoying what their Lord has given them, and their Lord protected them from the punishment of Hellfire.", "id": "mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka dari azab neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4753", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4753.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4753.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di surga itu mereka selalu bersuka ria dan berbahagia dengan apa yang diberikan Tuhan Yang Maha Pengasih kepada mereka; dan selain itu, Tuhan Yang Maha Pemberi senantiasa memelihara mereka dari azab neraka yang panas dan pedihnya tidak terkira.", "long": "Dalam ayat ini digambarkan bahwa mereka merasakan suka cita dan kebahagiaan yang penuh karena anugerah dan hadiahhadiah yang dilimpahkan Allah kepadanya. Mereka tidak pernah terganggu oleh segala macam was-was atau dihinggapi oleh perasaan lelah. Mereka betul-betul berada dalam kesenangan dan kenikmatan serta kelezatan luar biasa, muka mereka berseri-seri, ceria, dan riang gembira. Mereka telah diselamatkan oleh Tuhannya dari azab. Mereka kini merasakan segala kenikmatan dan jauh dari kesengsaraan. Itulah kesenangan yang benar dan nikmat yang abadi." } } }, { "number": { "inQuran": 4754, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0646\u0650\u064a\u0626\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kuloo washraboo haneee 'am bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "[They will be told], \"Eat and drink in satisfaction for what you used to do.\"", "id": "(Dikatakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4754", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4754.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4754.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyediakan di surga beragam makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan. Kemudian dikatakan kepada mereka yang bertakwa, “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat semua yang sudah disediakan. Ini semua sebagai balasan dari apa, yaitu kebajikan, yang telah kamu kerjakan di dunia dengan ikhlas demi mengharap rida Allah.”", "long": "Dalam ayat ini Allah membolehkan mereka memakan dan meminum apa yang telah tersedia berupa segala makanan dan minuman yang lezat-lezat. Mereka tidak lagi khawatir akan bahaya yang akan menimpa seperti halnya apa yang mereka saksikan di dunia tentang adanya bahaya makanan dan minuman. Semua itu sebagai balasan terhadap segala amal baik mereka dan sebagai balasan atas kesungguhan mereka di dunia dalam berbakti kepada Allah swt. Mereka betul-betul merasa nikmat di akhirat itu. Diriwayatkan bahwa Rabi' bin Hisyam melakukan salat sepanjang malam. Lalu seorang bertanya kepadanya mengapa ia melelahkan dirinya seperti itu. Maka jawabannya bahwa ia memerlukan istirahat di akhirat nanti. Dalam ayat yang sama artinya Allah berfirman: \n\n(Kepada mereka dikatakan),\"Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.\" (al-hujurat/49: 17) \n\nPerkataan hani'an dalam ayat ini berarti kenikmatan makanan dan minuman dan terhindar dari segala apa yang membahayakan. Orang yang makan di dunia kadang-kadang mendatangkan penyakit dan lain-lain, sehingga ia kurang tenang dan kurang enak makan. Atau ia takut akan segera habisnya makanan itu sehingga ia harus mencarinya lagi. Atau karena habis, lalu kemudian harus memasak lagi hingga matang dan dapat dimakan. Hal-hal seperti ini tidak akan ditemui di surga. Perkataan \"bima kuntum ta'malun\" dalam ayat ini berarti sebagai balasan yang telah kamu perbuat di dunia, hal ini sebagai isyarat bahwa Allah telah memenuhi apa yang telah dijanjikan olehNya di dunia, sebab tidak ada nikmat di dunia yang bisa diperoleh tanpa adanya susah payah dahulu. Berlainan halnya dengan nikmat di akhirat. Nikmat di akhirat sebagai balasan atas iman dan amal saleh di dunia sebagaimana dijelaskan oleh Allah di dalam firmanNya: \n\nMereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, \"Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.\" (al-hujurat/49: 17)" } } }, { "number": { "inQuran": 4755, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064f\u0631\u064f\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0635\u0652\u0641\u064f\u0648\u0641\u064e\u0629\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0632\u064e\u0648\u0651\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u062d\u064f\u0648\u0631\u064d \u0639\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Muttaki'eena 'alaa sururim masfoofatinw wa zawwaj naahum bihoorin 'een" } }, "translation": { "en": "They will be reclining on thrones lined up, and We will marry them to fair women with large, [beautiful] eyes.", "id": "Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4755", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4755.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4755.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saat menikmati anugerah Allah itu, mereka duduk dengan nyaman sambil bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dengan indah dan rapi. Kami anugerahi mereka berbagai kenikmatan yang sempurna dan Kami berikan pula kepada mereka pasangan berupa bidadari yang bermata indah.", "long": "Kemudian Allah menyebutkan apa yang mereka nikmati misalnya kasur-kasurnya (dipan-dipannya). Mereka duduk di sofa yang berjajar dengan santai tanpa suatu apapun yang membebani hati mereka. Tidak ada satu masalah pun yang mesti mereka hadapi waktu itu, sebab barang siapa yang duduk, sedangkan ia menghadapi suatu masalah atau di bebani pikiran oleh suatu masalah berarti pikiran dan hatinya tidak tenteram. Pada ayat ini dipergunakan kata-kata yajlis (duduk) bukan kata-kata yattaki'u (duduk santai). Dengan maksud untuk menjelaskan keadaan duduk seseorang yang diliputi kepuasan dan ketenteraman. Maka keadaan di surga itu menunjukkan suatu keadaan yang tenang, tanpa kesusahan, tanpa beban dan tanpa masalah. Dalam ayat yang sama artinya dikatakan: \n\nDuduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (al-hijr/15: 47) \n\nDuduk santai sekadar ungkapan sebagai salah satu contoh tentang kebebasan yang sebenarnya di dalam surga sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad saw: \"Seseorang di dalam surga duduk santai selama 40 (empat puluh) tahun tidak berpindah dan tidak membosankannya, datang kepadanya (tanpa diusahakan) apa-apa yang diingini oleh dirinya dan disenangi oleh matanya.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim) Kemudian diterangkan bahwa mereka di sana menikmati pasangan-pasangan mereka. Allah telah memberi mereka istri-istri yang cantik yang bermata jeli." } } }, { "number": { "inQuran": 4756, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064d \u0623\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0627\u0645\u0652\u0631\u0650\u0626\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e \u0631\u064e\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo wattaba'at hum zurriyyatuhum bieemaanin alhaqnaa bihim zurriyyatahum wa maaa alatnaahum min 'amalihim min shai'; kullum ri'im bimaa kasaba raheen" } }, "translation": { "en": "And those who believed and whose descendants followed them in faith - We will join with them their descendants, and We will not deprive them of anything of their deeds. Every person, for what he earned, is retained.", "id": "Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4756", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4756.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4756.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di surga Allah akan mempertemukan orang tua dengan keturunannya yang seiman. Dan orang-orang yang beriman dan mendapat balasan surga, beserta anak cucu mereka atau ibu bapak mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, walaupun derajat keimanannya tidak serupa, akan Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di surga sebagai anugerah atas ketakwaan mereka, dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal kebajikan yang telah mereka perbuat di dunia. Setiap orang terikat dan akan bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakannya, dan dia tidak akan dihukum karena dosa orang lain.", "long": "Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang beriman yang diikuti oleh anak cucu mereka dalam keimanan, akan dipertemukan Allah dalam satu tingkatan dan kedudukan yang sama sebagai karunia Allah kepada mereka meskipun para keturunan itu ternyata belum mencapai derajat tersebut dalam amal mereka. Sehingga orang tua mereka menjadi senang, maka sempurnalah kegembiraan mereka karena dapat berkumpul semua bersama-sama. Ketika membaca ayat 21 ini Ibnu 'Abbas berkata bahwa keturunan anak cucu orang-orang beriman akan ditingkatkan oleh Allah swt derajatnya bila ternyata tingkatan mereka lebih rendah dari derajat orang tua mereka. Kemudian Allah swt memberikan gambaran tentang situasi surga penuh kenikmatan seperti tersedianya makanan mereka di dalam surga. Setiap buah-buahan atau makanan yang mereka inginkan pasti mereka peroleh sesuai dengan selera mereka. Kemudian digambarkan bagaimana mereka hidup senang di sana. Mereka saling berebutan minum, minum tetap dalam kesopanan, berbicara tentang hal lucu, di sana mereka dilayani oleh pelayanpelayan yang sangat ramah dan cantik. Mereka juga membicarakan hal ihwal mereka di dunia dahulu sebelum mereka berada di dalam kesenangan dan kemewahan surgawi. Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah bersabda: Apabila seseorang memasuki surga, menanyakan kedua orang tuanya, istrinya, dan anaknya, maka dikatakan kepadanya: \"Mereka belum sampai pada derajat dan amalanmu.\" Maka ia berkata: \"Ya Tuhanku, aku telah beramal untukku dan untuk mereka\". Maka (permohonannya dikabulkan Tuhan) disuruhlah mereka (orang tua, istri, anak) untuk bergabung dengan dia.\" (Riwayat Ibnu Mardawaih dan ath-thabrani dari Ibnu 'Abbas) \n\nIni merupakan karunia Allah swt terhadap anak cucu yang beriman dan berkat amal bapak-bapak mereka sebab bapak pun memperoleh karunia Allah swt dengan berkat anak cucu mereka sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:Sesungguhnya Allah swt niscaya mengangkat derajat seorang hamba, lalu ia bertanya, \"Ya Tuhanku, bagaimana aku memperoleh derajat ini?\" Allah menjawab, \"Kamu memperolehnya sebab doa anakmu.\" (Riwayat Ahmad dan al-Baihaqi dari Abu Hurairah) Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, \"Apabila mati seorang anak Adam, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: amal jariah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang saleh yang mendoakannya.\"(Riwayat Muslim dari Abu Hurairah) \n\nKemudian pada ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa pahala dari amal saleh para bapak yang saleh tidak dikurangi meskipun kedudukan anak dan isteri mereka yang beriman diangkat derajat mereka menjadi sama dengan suami/bapak mereka sebagai karunia Allah swt. Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa setiap orang memang hanya bertanggungjawab terhadap amal dan perbuatan masing-masing. Perbuatan dosa istri atau anak tidak menjadi tanggung jawab ayah/suami, demikian pula perbuatan dosa agar tidak dibebankan pada anak atau istrinya. Hal ini perlu ditegaskan bahwa hal itu merupakan prinsip dasar. Tetapi Allah memberi karunia banyak kepada orang tua yang beriman dan beramal saleh dengan menambah kebahagiaan orang tua untuk memenuhi keinginan orang tua berkumpul di surga bersama anak, istri dan cucu-cucunya, selama mereka beriman, meskipun derajat mereka lebih rendah, tetapi Allah mengangkat mereka menjadi sama dengan bapak yang mukmin dan saleh tadi. Apabila si anak berbahagia masuk surga dan merindukan bersama orang tuanya maka Allah melimpahkan karunia-Nya, mengangkat bapak ibunya yang beriman untuk mendapat kebahagiaan bersama anak mereka di surga. Karunia Allah yang demikian tidak mengubah prinsip setiap orang hanya bertanggungjawab atas perbuatan masing-masing, meskipun tetap masih ada pengecualian yang lain seperti firman Allah swt: \n\nSetiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya, kecuali golongan kanan. (al-Muddatstsir/74: 38-39) Setiap orang akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya di hadapan Allah swt. Tanggung jawab itu tidak akan terlepas dari mereka kecuali golongan kanan yaitu orang-orang yang berbuat baik. Mereka inilah yang akan terlepas dari tanggung jawab disebabkan oleh ketaatan mereka beribadah kepada Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 4757, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa amdadnaahum bifaa kihatinw wa lahmim mimmaa yashtahoon" } }, "translation": { "en": "And We will provide them with fruit and meat from whatever they desire.", "id": "Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4757", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4757.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4757.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu, Kami berikan pula kepada mereka tambahan berupa aneka buah-buahan yang lezat dan daging dari segala jenis hewan yang mereka inginkan.", "long": "Selanjutnya pada ayat ini Allah menyebutkan bahwa Dia menambahkan kesenangan penghuni surga tersebut dari waktu ke waktu dengan apa yang mereka inginkan, seperti disediakannya berbagai macam buah-buahan dan daging yang lezat, sekalipun mereka tidak memintanya. Mengapa Allah swt menyebutkan buah-buahan dan daging, tidak menyebutkan berbagai macam makanan yang lain karena buahbuahan dan daging merupakan makanan yang disenangi dan mengandung gizi yang diperlukan bagi tubuh dan sangat disenangi di dunia. Jadi Allah memberi semua yang menjadi kesenangan manusia" } } }, { "number": { "inQuran": 4758, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 209, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0623\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u0652\u0648\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062b\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yatanaaza'oona feehaa kaasal laa laghwun feehaa wa laa taaseem" } }, "translation": { "en": "They will exchange with one another a cup [of wine] wherein [results] no ill speech or commission of sin.", "id": "(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4758", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4758.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4758.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalam surga itu mereka bersuka ria dan merasakan kegembiraan yang tiada habis. Mereka saling mengulurkan gelas yang isinya minuman yang tidak memabukkan dan tidak pula menyebabkan munculnya ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa seperti halnya minuman keras di dunia.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menggambarkan tentang kegembiraan mereka di surga yaitu mereka masing-masing mengambil gelas minuman mereka. Mereka duduk sambil bersulang dengan teman-teman mereka, bersenda-gurau seperti terjadi dalam suatu kelompok sahabat, sebagai gambaran betapa riang-gembiranya mereka. Minuman khamar di akhirat tidak memabukkan seperti halnya dengan khamar di dunia, dan tidak pula menyebabkan orang berbicara melantur tak tentu arah atau mabuk seperti peminum di dunia. Allah swt telah menjelaskan dalam ayat lain, yakni tentang khamar di akhirat dan sedap rasa makanan yaitu ayat yang berbunyi dalam firman-Nya: \n\n(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya. (as-shaffat/37: 46-47) \n\nDan firman-Nya: \n\nMereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. (alWaqi'ah/56: 19)" } } }, { "number": { "inQuran": 4759, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u064a\u064e\u0637\u064f\u0648\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064f\u0624\u0652\u0644\u064f\u0624\u064c \u0645\u0651\u064e\u0643\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa yatoofu 'alaihim ghilmaanul lahum ka annahum lu'lu'um maknoon" } }, "translation": { "en": "There will circulate among them [servant] boys [especially] for them, as if they were pearls well-protected.", "id": "Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4759", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4759.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4759.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di surga itu, di sekitar mereka ada pelayan berupa anak-anak muda yang berkeliling untuk melayani keperluan mereka. Para pemuda itu tampak tampan dan berpakaian rapi seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan di tempat yang terjaga.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa penghuni surga dikelilingi oleh pelayan-pelayan yang muda belia yang membawa minuman. Pelayan-pelayan itu selalu siap diperintah. Mereka tampan dan cantik seperti mutiara yang berkilauan indah dan tersimpan dalam tempat yang tersembunyi. Dalam ayat yang sama artinya Allah menjelaskan: Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir. (al-Waqi'ah/56: 17-18) Terkait dengan ayat ini Qatadah berkata, \"Saya mendengar kabar Rasulullah ditanya tentang pelayan surga yang seperti mutiara, maka bagaimana dengan yang dilayani?\" Rasulullah bersabda: \"Demi Allah bahwa perbedaan kelebihan antara mereka, seperti kelebihan malam bulan purnama atas semua bintang.\" (Riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Mundhir) \n\nDiriwayatkan bahwa derajat yang paling rendah di surga ialah orang yang bilamana ia memanggil pelayannya, maka datanglah seribu pelayan berdiri di pintunya, dengan menjawab. Labbaik, labbaik (ya . . . ya . . . ).\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4760, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqbala ba'duhum 'alaa ba'diny yatasaaa'aloon" } }, "translation": { "en": "And they will approach one another, inquiring of each other.", "id": "Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4760", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4760.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4760.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang bertakwa itu sangat menikmati anugerah Allah, dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain untuk bercengkerama dan saling bertegur sapa dalam keriangan.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa penghuni surga itu saling mendatangi penghuni yang lain baik antara bapak, ibu dan keluarga mereka yang seiman di dunia dan juga dengan penghuni surga yang lain, bertanya tentang keadaan mereka di dunia dahulu yaitu meliputi ibadah atau seputar berbagai upaya nahi munkar karena takutnya mereka akan azab Allah swt ketika hidup di dunia. Kemudian mereka memuji Allah swt yang telah menghilangkan sedih, pilu, duka dan kegelisahan mereka. Mereka di surga tidak lagi merasakan kesusahan dan kesukaran mencari nafkah hidup atau mencari rezeki dan segala hal yang berkenaan dengan kehidupan. Mereka hanya tinggal menikmati berbagai kesenangan saja. Diriwayatkan bahwa Anas berkata sebagai berikut:Bersabda Rasulullah saw, \"Apabila penghuni surga telah memasuki surga dan mereka rindu kepada kawan-kawan mereka, lalu datanglah sofa seseorang mendekat hingga berhadapanlah dengan sofa yang lainnya keduanya duduk santai sambil bercakap-cakap dan membicarakan amal mereka di dunia dahulu. Maka berkatalah seseorang dari mereka, \"Hai fulan, tahukah engkau pada hari apa Tuhan mengampuni kita? Pada hari di tempat, di mana kita berdoa kepada Allah kemudian kita diampuni-Nya.\" (Riwayat al-Bazzar)" } } }, { "number": { "inQuran": 4761, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0634\u0652\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaalooo innaa kunnaa qablu feee ahlinaa mushfiqeen" } }, "translation": { "en": "They will say, \"Indeed, we were previously among our people fearful [of displeasing Allah].", "id": "Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4761", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4761.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4761.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika para penghuni surga ditanya tentang sikap dan perbuatan apa yang membuat mereka mendapat ganjaran surga, dengan serentak mereka berkata, “Sesungguhnya kami di dunia dahulu, sewaktu kami masih berada di tengah-tengah keluarga, kami selalu merasa takut akan diazab di neraka, karena itu kami selalu melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah swt merinci tanya jawab atas berbagai kesenangan yang mereka nikmati. Mereka berkata bahwa sesungguhnya mereka sewaktu di dunia, pada waktu itu di tengah-tengah keluarga mereka timbul rasa takut akan azab Allah dan siksanya. Kemudian Allah menghilangkan rasa takut itu dengan mengaruniakan nikmat-Nya kepada mereka yaitu mereka terpelihara dari api neraka yang disebut as-samum. Perasaan takut mereka di dunia akan azab Allah mendorong mereka mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya meskipun ketika itu mereka berada di tengah-tengah keluarga, mereka memperoleh ketenangan. Diriwayatkan bahwasanya Aisyah berkata, \"Andaikata Allah membukakan neraka di bumi ini seujung jari saja, maka akan terbakarlah bumi dan seluruh isinya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4762, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Famannnal laahu 'alainaa wa waqaanaa 'azaabas samoom" } }, "translation": { "en": "So Allah conferred favor upon us and protected us from the punishment of the Scorching Fire.", "id": "Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4762", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4762.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4762.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai rahmat dari dari Allah, maka Allah sesuai dengan janji-Nya memberikan karunia surga kepada kami dan senantiasa memelihara kami dari azab neraka yang tidak terkirakan pedihnya.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah swt merinci tanya jawab atas berbagai kesenangan yang mereka nikmati. Mereka berkata bahwa sesungguhnya mereka sewaktu di dunia, pada waktu itu di tengah-tengah keluarga mereka timbul rasa takut akan azab Allah dan siksanya. Kemudian Allah menghilangkan rasa takut itu dengan mengaruniakan nikmat-Nya kepada mereka yaitu mereka terpelihara dari api neraka yang disebut as-samum. Perasaan takut mereka di dunia akan azab Allah mendorong mereka mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya meskipun ketika itu mereka berada di tengah-tengah keluarga, mereka memperoleh ketenangan. Diriwayatkan bahwasanya Aisyah berkata, \"Andaikata Allah membukakan neraka di bumi ini seujung jari saja, maka akan terbakarlah bumi dan seluruh isinya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4763, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 458, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0646\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0651\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Innaa kunnaa min qablu nad'oohu innahoo huwal barrur raheem" } }, "translation": { "en": "Indeed, we used to supplicate Him before. Indeed, it is He who is the Beneficent, the Merciful.\"", "id": "Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4763", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4763.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4763.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya kami sebelum menerima anugerah ini selalu menyembah dan berdoa kepada-Nya sejak di dunia dahulu. Tuhan telah mengabulkan doa kami. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Melimpahkan kebaikan kepada orang yang bertakwa, lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.”", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa penghunipenghuni surga itu telah memenuhi persyaratan seruan Allah dan Rasul-Nya sehingga mereka mendapat kemuliaan itu. Mereka berkata bahwa mereka dahulu menyembah Allah dan memohon kepada-Nya. Maka Allah memperkenankan dan mengabulkan permintaan mereka dan menerima ibadah mereka, karena Allah yang melimpahkan kebaikan, dan pemberi karunia, lagi Maha Penyayang. Setiap orang yang beriman dan setiap orang kafir tidak akan pernah lupa, akan apa yang telah mereka perbuat di dunia, kenikmatan orang-orang yang beriman akan bertambah bila mereka melihat bahwa mereka telah berpindah dari penjara dunia ke alam kesenangan akhirat, dan dari kesempitan kepada kelapangan. Sebaliknya bertambahlah siksa orang kafir bilamana ia melihat bahwa dirinya telah berpindah dari kemewahan dunia ke alam penderitaan, dan kesengsaraan neraka Jahanam di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4764, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0643\u064e\u0627\u0647\u0650\u0646\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fazakkir famaaa anta bini'mati rabbika bikaahininw wa laa majnoon" } }, "translation": { "en": "So remind [O Muhammad], for you are not, by the favor of your Lord, a soothsayer or a madman.", "id": "Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4764", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4764.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4764.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk melanjutkan dak-wahnya, “Bila kesudahan manusia itu sesuai amal dan perbuatan masing-masing, maka peringatkanlah orang-orang kafir itu karena dengan nikmat dari Tuhanmu, engkau bukanlah seorang tukang tenung, seperti tuduhan mereka, yang menyampaikan berita gaib tanpa dasar yang jelas, dan engkau bukan pula orang gila yang berpikiran kacau.", "long": "Pada ayat 29 Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk tetap memberikan peringatan kepada kaumnya, dengan mengajarkan kepada mereka ayat-ayat Allah tanpa menghiraukan perbuatan-perbuatan mereka yang tidak mengandung kebenaran. Allah menegaskan bahwa hamba-Nya yang bernama Muhammad saw bukanlah tukang tenung dan bukan orang gila. Adapun orang-orang kafir menuduh Nabi Muhammad saw sebagai tukang tenung karena beliau banyak memberikan berita-berita gaib tentang masa lalu. Umat-umat yang diperjuangkan nabi-nabi sebelumnya juga memberikan berita hal-hal yang akan datang seperti hari Kiamat, hari kebangkitan dan hari pengadilan (yaumulhisab) dan tentang surga serta neraka. Berita-berita gaib ini merupakan sebuah kebenaran yang diterima dari Allah. Jadi jelaslah bahwa Nabi bukan tukang tenung yang menyampaikan hal-hal yang tidak benar. Orang kafir juga menuduh Rasulullah sebagai orang gila karena beliau menyatakan dan mengajarkan bahwa Tuhan itu hanya satu, sedangkan mereka menganggap Tuhan mereka yang berjumlah empat saja banyak persoalan dunia yang tidak selesai. Jika Tuhan hanya satu maka dunia tidak terpelihara lagi, kata mereka. Beberapa orientalis Barat menyatakan Nabi punya penyakit epilepsi (ayan) seperti ketika beliau menerima wahyu tiba-tiba diam dan tidak menghiraukan keadaan sekeliling seperti orang terjangkit penyakit ayan. Tetapi pada ayat 29 ini Allah menegaskan bahwa Muhammad saw tidaklah gila sebagimana dituduhkan orang-orang kafir. Nabi Muhammad saw adalah hamba Allah yang diangkat jadi rasul, memiliki akal yang sehat, cita-cita yang tinggi, akhlak dan perilaku yang mulia. Sedangkan pada ayat 30 orang-orang kafir masih menuduh Nabi sebagai penyair karena ayat-ayat Al-Qur'an sangat indah bahasanya, susunan kalimat dan pilihan katanya sangat luar biasa. Para penyair biasa memiliki kemampuan bahasa yang indah dan biasa menyusun kalimat dan memilih kata-katanya tidak seperti manusia biasa. Menurut mereka para penyair sering menemui kematian karena kecelakaan. Oleh karena itu mereka selalu menunggu-nunggu kecelakaan yang akan menimpa Muhammad saw. Pada ayat ini Allah swt menegaskan bahwa Nabi bukanlah penyair. Bahasa yang indah, susunan kalimat dan pilihan bahasa yang luar biasa pada ayat-ayat Al-Qur'an karena ayat-ayat itu merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dan Allah akan selalu melindungi Nabi-Nya. Firman Allah: \n\nWahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (al-Ma'idah/5: 67)" } } }, { "number": { "inQuran": 4765, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064e\u0627\u0639\u0650\u0631\u064c \u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0631\u064e\u064a\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Am yaqooloona shaa'irun natarabbasu bihee raibal manoon" } }, "translation": { "en": "Or do they say [of you], \"A poet for whom we await a misfortune of time?\"", "id": "Bahkan mereka berkata, “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4765", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4765.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4765.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya menuduhmu tukang tenung dan orang gila, bahkan mereka yang kafir itu juga berkata, “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan, seperti musibah atau kematian, menimpanya.”", "long": "Pada ayat 29 Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk tetap memberikan peringatan kepada kaumnya, dengan mengajarkan kepada mereka ayat-ayat Allah tanpa menghiraukan perbuatan-perbuatan mereka yang tidak mengandung kebenaran. Allah menegaskan bahwa hamba-Nya yang bernama Muhammad saw bukanlah tukang tenung dan bukan orang gila. Adapun orang-orang kafir menuduh Nabi Muhammad saw sebagai tukang tenung karena beliau banyak memberikan berita-berita gaib tentang masa lalu. Umat-umat yang diperjuangkan nabi-nabi sebelumnya juga memberikan berita hal-hal yang akan datang seperti hari Kiamat, hari kebangkitan dan hari pengadilan (yaumulhisab) dan tentang surga serta neraka. Berita-berita gaib ini merupakan sebuah kebenaran yang diterima dari Allah. Jadi jelaslah bahwa Nabi bukan tukang tenung yang menyampaikan hal-hal yang tidak benar. Orang kafir juga menuduh Rasulullah sebagai orang gila karena beliau menyatakan dan mengajarkan bahwa Tuhan itu hanya satu, sedangkan mereka menganggap Tuhan mereka yang berjumlah empat saja banyak persoalan dunia yang tidak selesai. Jika Tuhan hanya satu maka dunia tidak terpelihara lagi, kata mereka. Beberapa orientalis Barat menyatakan Nabi punya penyakit epilepsi (ayan) seperti ketika beliau menerima wahyu tiba-tiba diam dan tidak menghiraukan keadaan sekeliling seperti orang terjangkit penyakit ayan. Tetapi pada ayat 29 ini Allah menegaskan bahwa Muhammad saw tidaklah gila sebagimana dituduhkan orang-orang kafir. Nabi Muhammad saw adalah hamba Allah yang diangkat jadi rasul, memiliki akal yang sehat, cita-cita yang tinggi, akhlak dan perilaku yang mulia. Sedangkan pada ayat 30 orang-orang kafir masih menuduh Nabi sebagai penyair karena ayat-ayat Al-Qur'an sangat indah bahasanya, susunan kalimat dan pilihan katanya sangat luar biasa. Para penyair biasa memiliki kemampuan bahasa yang indah dan biasa menyusun kalimat dan memilih kata-katanya tidak seperti manusia biasa. Menurut mereka para penyair sering menemui kematian karena kecelakaan. Oleh karena itu mereka selalu menunggu-nunggu kecelakaan yang akan menimpa Muhammad saw. Pada ayat ini Allah swt menegaskan bahwa Nabi bukanlah penyair. Bahasa yang indah, susunan kalimat dan pilihan bahasa yang luar biasa pada ayat-ayat Al-Qur'an karena ayat-ayat itu merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dan Allah akan selalu melindungi Nabi-Nya. Firman Allah: \n\nWahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (al-Ma'idah/5: 67)" } } }, { "number": { "inQuran": 4766, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 27, "page": 524, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul tarabbasoo fa innee ma'akum minal mutarabbiseen" } }, "translation": { "en": "Say, \"Wait, for indeed I am, with you, among the waiters.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4766", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4766.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4766.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak memerintahkan Nabi Muhammad untuk menanggapi tuduhan orang kafir yang tidak berdasar itu. Dia berfirman, “Katakanlah kepada mereka, ‘Wahai orang kafir, tunggulah ketetapan Allah atasmu! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu datangnya ketetapan Allah itu.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menegaskan kepada Muhammad saw supaya ia mengancam mereka dengan mengajak menunggu hari kehancuran mereka. Muhammad saw juga menyatakan bahwa ia juga menunggu seperti mereka mengenai akan datangnya ketentuan dari Tuhan supaya mereka mengetahui siapa yang berakhir dengan kebaikan dan siapa pula yang mendapat kemenangan di dunia dan di akhirat. Sikap orang-orang kafir yang sombong memang kadang-kadang perlu dihadapi dengan tegas. Apalagi tuduhan mereka memang sudah keterlaluan dengan menyatakan Nabi sebagai tukang tenung, sebagai orang gila dan sebagainya, padahal pendapat-pendapat mereka hanya didasarkan pada prasangka yang tidak berdasar sama sekali. Maka perlu ditegaskan bahwa risalah Nabi adalah dari Allah yang Mahakuasa, oleh karena itu Nabi tidak perlu takut membuktikan semuanya sampai di hari akhirat nanti. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4767, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0637\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am taamuruhum ahlaamuhum bihaazaaa am hum qawmun taaghoon" } }, "translation": { "en": "Or do their minds command them to [say] this, or are they a transgressing people?", "id": "Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4767", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4767.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4767.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuduhan-tuduhan orang-orang kafir itu tidak berdasar. Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka yang sesat untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar ini ataukah mereka memang kaum yang melampaui batas kewajaran sehingga tidak segan melancarkan tuduhan negatif itu?", "long": "Kemudian pada ayat ini Allah swt mempertanyakan apakah orang-orang kafir itu mempergunakan akal sehat mereka atau hanya mempertaruhkan hawa nafsu dan angan-angan belaka dalam melemparkan tuduhan-tuduhan mereka yang aneh dan tidak ada dasarnya sama sekali. Nabi memang bukan penyair, juga bukan tukang tenung dan bukan orang gila. Tuduhan-tuduhan mereka semata-mata didasarkan pada rasa benci yang berlebih-lebihan, sehingga tidak memperhatikan akal sehat sama sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 4768, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u064e\u0642\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am yaqooloona taqawwalah; bal laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Or do they say, \"He has made it up\"? Rather, they do not believe.", "id": "Ataukah mereka berkata, “Dia (Muhammad) mereka-rekanya.” Tidak! Merekalah yang tidak beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4768", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4768.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4768.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah mereka juga menuduhnya menggubah Al-Qur’an, dengan berkata, “Dia telah mereka-rekanya dengan pikirannya sendiri dan mengklaimnya sebagai wahyu Allah.” Tidak! Semua yang mereka katakan itu tidaklah benar! Sesungguhnya merekalah yang tidak beriman kepada ajaran Allah.", "long": "Pada ayat ini dengan menggunakan bentuk kalimat pertanyaan, Allah menerangkan tuduhan orang-orang kafir bahwa Nabi dianggap mengada-ada, menyatakan sesuatu yang dikarangkarang sendiri oleh Nabi Muhammad saw. Bentuk pertanyaan ini merupakan suatu dorongan agar mereka berpikir untuk mencari jawaban dengan menggunakan akal sehat. Ayat-ayat Al-Qur'an memang memesona mereka, baik rangkaian bahasanya maupun isi kandungannya, sehingga mereka mengatakan Muhammad adalah penyair atau tukang tenung bahkan mereka anggap sebagai orang gila, sebetulnya mereka terkagum-kagum pada ayat Al-Qur'an, tetapi karena mereka tidak beriman, mereka menolak dan mengingkari firman-firman Allah dan kenabian Nabi Muhammad maka mereka asal tuduh saja. Memang mereka menghadapi dilema dengan kehebatan Al-Qur'an tetapi juga benci kepada Nabi Muhammad saw. Demikianlah jika seseorang tidak mendapat hidayah dari Allah swt, menderita batin di dunia, dan menderita lahir batin di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 4769, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falyaatoo bihadeesim misliheee in kaanoo saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Then let them produce a statement like it, if they should be truthful.", "id": "Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur'an) jika mereka orang-orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4769", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4769.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4769.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila orang-orang kafir itu bersikukuh dengan tuduhannya tentang Al-Qur’an, maka cobalah mereka, baik secara sendiri maupun berkelompok, membuat karya yang semisal dengannya, jika mereka memang merupakan orang-orang yang benar dalam tuduhan dan penilaiannya.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah menjawab berbagi tuduhan mereka terhadap Nabi Muhammad saw dengan tantangan untuk mencoba membuat seperti apa yang telah disampaikan oleh Nabi. Kalau Muhammad saw itu dituduh penyair, maka di tengah-tengah mereka itu banyak penyair yang fasih. Kalau Nabi dituduh tukang tenung, bukankah di tengah-tengah mereka juga banyak tukang tenung yang ahli. Atau kalau ia dituduh mengada-adakan, bukankah di tengah-tengah mereka itu juga banyak ahli pidato, lancar berbicara dengan keindahan tutur katanya, dan sebagainya. Maka mengapakah mereka, tidak sanggup membuat suatu ungkapan seperti Al-Qur'an bila mereka memang orang-orang yang benar dalam tuduhan mereka. Bahkan mereka mempunyai tokoh-tokoh ahli yang punya kemampuan besar dalam berpidato, bersyair, dan telah banyak pengalaman bekerja dengan menggunakan gaya bahasa puisi atau prosa. Mereka mengetahui benar sejarah bangsa Arab lebih dari pengetahuan Muhammad saw? Walaupun demikian, nyatanya mereka masih tidak mampu membuat suatu surah pun seperti Al-Qur'an meskipun mereka semua bekerja sama secara kelompok." } } }, { "number": { "inQuran": 4770, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am khuliqoo min ghairi shai'in am humul khaaliqoon" } }, "translation": { "en": "Or were they created by nothing, or were they the creators [of themselves]?", "id": "Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4770", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4770.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4770.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai memberi bantahan atas tuduhan orang-orang musyrik, Allah lalu memberi bantahan atas keyakinan mereka. Allah berfirman, “Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul yang jelas, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri sehingga tidak mau mengakui Allah sebagai Pencipta?", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan apakah orang-orang kafir itu mengingkari Allah sebagai Pencipta yang menjadikan semesta alam ini, atau mereka menganggap bahwa mereka itu diciptakan sebagus itu tanpa adanya pencipta. Namun, akal menetapkan bahwa setiap yang ada berasal dari tiada. Ini menunjukkan suatu bukti bahwa ada sesuatu yang mengadakannya pasti ada yang menciptakannya. Ataukah mereka menganggap bahwa diri mereka sendiri yang menciptakan mereka. Anggapan mereka seperti ini tentulah bertentangan dengan akal yang sehat, sebab setiap sesuatu itu harus ada yang menyebabkan adanya dan yang mengadakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4771, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u06da \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0642\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am khalaqus samaawaati wal ard; bal laa yooqinoon" } }, "translation": { "en": "Or did they create the heavens and the earth? Rather, they are not certain.", "id": "Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4771", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4771.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4771.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah mereka enggan beriman karena merasa telah menciptakan langit dan bumi yang demikian indah dan rapi? Sebenarnya mereka sendiri tidak meyakini apa yang mereka katakan, karena mereka memang tidak mengetahuinya.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah menegaskan pula dengan menyatakan kalau mereka itu menciptakan diri mereka sendiri, apakah juga mereka berani berkata bahwa mereka menciptakan alam semesta ini (langit dan bumi), sedangkan pada keduanya terdapat segala penyebab kehidupan mereka? Mereka pasti tidak dapat meyakinkan diri sendiri dan tidak konsekuen terhadap apa yang mereka katakan, karena bila ditanyai siapa yang menjadikannya dan yang menjadikan langit dan bumi, pasti mereka akan berkata, \"Allahlah yang menjadikan itu.\" Sesungguhnya bila mereka meyakini, mereka tidak akan mengingkari keesaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4772, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0632\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u064e\u064a\u0652\u0637\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am'indahum khazaaa'inu rabbika am humul musaitiroon" } }, "translation": { "en": "Or have they the depositories [containing the provision] of your Lord? Or are they the controllers [of them]?", "id": "Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4772", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4772.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4772.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah mereka ingkar karena merasa bahwa di sisi mereka ada per-bendaharaan Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, ataukah mereka yang berkuasa mengatur dan menggunakan perbendaharan Allah dengan semaunya sehingga mereka menolak risalahmu dan menuduhmu dengan ungkapan yang merendahkan?", "long": "Selanjutnya dinyatakan pada ayat ini dalam bentuk pertanyaan, apakah mereka bertindak selaku penguasa dan di tangan mereka perbendaharaan Tuhan. Kemudian mereka menganugerahkan jabatan kenabian kepada siapa yang mereka kehendaki dan memilih orang-orang yang mereka senangi? Ataukah mereka itu orang-orang yang berkuasa sehingga mereka mengatur urusan alam semesta, kemudian mereka menjadikan sesuatu atas kehendak dan kemauan mereka? Kenyataannya tidak demikian. Akan tetapi Allah-lah Yang Mahakuasa, yang mengatur dan menjadikan semuanya yang dikehendaki-Nya. Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari az-Zuhri, dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im bapaknya berkata, \"Saya mendengar Nabi Muhammad saw membaca Surah ath-thur ketika salat Magrib. Ketika telah sampai pada ayat 35-37 ini, jantungku hampir terasa melayang. Dan Jubair bin Muth'im telah datang kepada Nabi Muhammad saw setelah Perang Badar dalam tahanan. Saat itu dia masih seorang musyrik. Kemudian dia mendengarkan ayat ini yang akhirnya ia masuk Islam.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4773, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064c \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Am lahum sullamuny yastami'oona feehi falyaati mustami'uhum bisultaanim mubeen" } }, "translation": { "en": "Or have they a stairway [into the heaven] upon which they listen? Then let their listener produce a clear authority.", "id": "Atau apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4773", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4773.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4773.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau apakah mereka, yaitu orang-orang musyrik, mempunyai tangga menuju langit untuk mendengarkan hal-hal gaib? Bila demikian maka hendaklah orang yang mendengarkan berita gaib di antara mereka itu datang dengan membawa keterangan yang nyata yang didengarnya. Pasti tidak akan ada yang tampil untuk mengungkapkannya.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menyatakan dengan nada pertanyaan, apakah mereka mempunyai tangga untuk naik ke langit, kemudian mereka dapat mendengarkan perkataan malaikat tentang masalah-masalah gaib yang diwahyukan Allah. Sebenarnya mereka hanya berpegang kepada hawa nafsu saja. Mereka mengakui hal itu, maka cobalah mereka mengemukakan suatu bukti yang nyata, yang menerangkan kebenaran pengakuan mereka itu yang menolak risalah seperti pembuktian yang dibawa oleh Muhammad saw dari Tuhannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4774, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am lahul banaatu wa lakumul banoon" } }, "translation": { "en": "Or has He daughters while you have sons?", "id": "Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4774", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4774.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4774.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengecam kaum musyrik yang meyakini Dia punya anak perempuan, yaitu para malaikat, “Ataukah pantas bila kalian mengatakan bahwa untuk Dia Yang Maha Esa itu anak-anak perempuan seperti yang kamu yakini, sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki? Sungguh, itu semua merupakan anggapan yang sangat keji dan keliru.”", "long": "Dalam ayat ini Allah swt bertanya kepada mereka dengan mengatakan apakah menurut mereka Tuhan mempunyai anak-anak perempuan yang dinamakan malaikat, sedangkan mereka mempunyai anak laki-laki, padahal mereka tahu anak laki-laki lebih diinginkan dari pada anak perempuan. Dalam ayat ini Allah berfirman: \n\nYang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (anNajm/53: 2) \n\nIni merupakan kelengkapan penjelasan bahwa barang siapa yang berpendapat seperti itu, jelaslah bahwa dia tidak termasuk orangorang yang mempunyai pikiran yang sehat." } } }, { "number": { "inQuran": 4775, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0645\u064d \u0645\u0651\u064f\u062b\u0652\u0642\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am tas'aluhum ajran fahum mim maghramim musqaloon" } }, "translation": { "en": "Or do you, [O Muhammad], ask of them a payment, so they are by debt burdened down?", "id": "Ataukah engkau (Muhamamd) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4775", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4775.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4775.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu mengajak bicara Nabi Muhammad, “Ataukah keengganan kaum musyrik untuk beriman adalah karena engkau meminta imbalan kepada mereka saat menyampaikan dakwah sehingga mereka dibebani de-ngan utang? Tentu tidak. Engkau tidak pernah meminta upah pada mereka atas dakwahmu.”", "long": "Pada ayat ini Allah swt bertanya kepada mereka, perlukah Muhammad saw meminta upah kepada orang-orang musyrik, sedangkan dia diutus Allah swt kepada mereka untuk mengajak, mengesakan Tuhan dan taat kepada-Nya? Andaikata demikian, tidaklah upah yang diminta Muhammad saw itu memberatkan beban mereka sehingga mereka tidak dapat memenuhi seruan Muhammad? Pertanyaan ini mematahkan tuduhan mereka, apalagi jika Nabi Muhammad meminta upah kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4776, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am 'indahumul ghaibu fahum yaktuboon" } }, "translation": { "en": "Or have they [knowledge of] the unseen, so they write [it] down?", "id": "Ataukah di sisi mereka mempunyai (pengetahuan) tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4776", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4776.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4776.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah mereka menolak beriman karena di sisi mereka mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, lalu dengan pengetahuan itu mereka ingin menguasai segala hal dan menuliskannya untuk yang lain?", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini Allah bertanya kepada mereka apakah mereka mempunyai ilmu gaib yang tidak diketahui manusia, yang mereka tulis untuk keperluan manusia? Kemudian mereka memberitahukannya kepada manusia semau mereka? Tidaklah mungkin mereka mempunyai ilmu gaib karena tidak ada yang mengetahui kegaiban langit dan bumi kecuali Allah. Qatadah berkata, ayat ini merupakan jawaban terhadap perkataan mereka bahwa mereka menunggu perputaran masa (kematian Muhammad sebelum mereka). Maka Allah menegaskan, apakah ada pada mereka pengetahuan tentang yang gaib sehingga mereka mengetahui bahwa Muhammad saw akan wafat sebelum mereka" } } }, { "number": { "inQuran": 4777, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0643\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am yureedoona kaidan fallazeena kafaroo humul makeedoon" } }, "translation": { "en": "Or do they intend a plan? But those who disbelieve - they are the object of a plan.", "id": "Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu daya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4777", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4777.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4777.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah mereka dengan segala tindakan itu hendak melakukan tipu daya untuk memadamkan cahaya Ilahi? Sungguh, tipu daya mereka betapapun rapi dan kuat, pasti tidak akan berhasil. Tetapi, orang-orang yang kafir itu akan merasakan akibatnya karena justru merekalah yang terkena dampak buruk dari tipu daya mereka.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah swt berkata kepada mereka apakah mereka (orang-orang musyrik) hendak menipu manusia dan Rasul dengan perkataan mereka tentang rasul dan agama? Kalau memang ini yang mereka kehendaki, maka tipu daya mereka akan kembali kepada mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 4778, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am lahum ilaahun ghairul laa; subhaanal laahi 'ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "Or have they a deity other than Allah? Exalted is Allah above whatever they associate with Him.", "id": "Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4778", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4778.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4778.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah penolakan itu karena mereka mempunyai tuhan yang berkuasa selain Allah, yang melarang mereka untuk mempercayaimu, wahai Nabi Muhammad? Sungguh, tidak ada tuhan selain Dia, dan Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan, apa pun bentuknya.", "long": "Selanjutnya, pada ayat ini Allah berkata kepada mereka, apakah mereka mempunyai Tuhan selain Allah yang membantu dan menghindarkan mereka dari siksa Allah swt. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan dan dari yang mereka sembah selain Dia. Pertanyaan-pertanyaan ini adalah menyinggung orang-orang kafir untuk menemukan jawaban yang benar yang didasarkan pada akal sehat. Ini merupakan kecaman keras kepada orang-orang musyrik, terhadap penyembahan mereka kepada berhala sebagai yang dipersekutukan mereka terhadap Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4779, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0643\u0650\u0633\u0652\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0633\u064e\u0627\u0642\u0650\u0637\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u062d\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0643\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iny yaraw kisfam minas samaaa'i saaqitany yaqooloo sahaabum markoom" } }, "translation": { "en": "And if they were to see a fragment from the sky falling, they would say, \"[It is merely] clouds heaped up.\"", "id": "Dan jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, “Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4779", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4779.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4779.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut menerangkan keingkaran dan sikap kaum musyrik yang melampaui batas. Dan jika mereka melihat dengan mata kepala sendiri gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit ke bumi, mereka akan memandang remeh dan berkata, “Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk sehingga membentuk butir-butir hujan yang tidak membahayakan.”", "long": "Dalam ayat ini digambarkan bahwa orang-orang musyrik itu adalah kaum yang berwatak sombong dan keras kepala. Walaupun kepada mereka diperlihatkan tanda-tanda azab yang akan menimpa mereka dengan datangnya sekumpulan awan yang akan membawa bencana bagi mereka. Tetapi mereka menganggap ringan dan hanya memandang sebagai gumpalan awan yang sedang bermain-main dan saling bertumpuk. Hal ini disebabkan hati mereka sudah tertutup dan bersikap menyepelekan persoalan penting telah membutakan pandangan mereka. Mereka tetap mengingkari apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri. Dalam ayat yang sama artinya Allah berfirman: \n\nDan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, \"Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.\" (al-hijr/15: 14-15)" } } }, { "number": { "inQuran": 4780, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0639\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fazarhum hatta yulaaqoo yawmahumul lazee feehi yus'aqoon" } }, "translation": { "en": "So leave them until they meet their Day in which they will be struck insensible -", "id": "Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka, pada hari itu mereka dibinasakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4780", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4780.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4780.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena mereka meremehkan hal itu, maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya, wahai Nabi Muhammad, hingga mereka menemui hari jatuhnya ancaman yang dijanjikan kepada mereka. Pada hari itu, hari kiamat, mereka pasti dibinasakan sebagai balasan atas keingkaran mereka.", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk membiarkan mereka dalam keadaan keras kepala seperti itu, dan tidak mengacuhkan mereka hingga datangnya suatu hari dimana mereka akan dibalas dengan kehancuran disebabkan oleh kejahatan mereka, yaitu pada Perang Badar seperti yang dikatakan oleh alBiqa'i menurut dzahir ayat ini, atau sampai datang hari kebangkitan manusia di akhirat, sebagaimana firman Allah: \n\nDan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah). (azZumar/39: 68)" } } }, { "number": { "inQuran": 4781, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma laa yughnee 'anhum kaidumhum shai'anw wa laa hum yunsaroon" } }, "translation": { "en": "The Day their plan will not avail them at all, nor will they be helped.", "id": "(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan diberi pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4781", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4781.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4781.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Balasan itu datang pada hari ketika tipu daya yang mereka upayakan tidak berguna sedikit pun bagi mereka, dan pada hari itu mereka juga tidak akan diberi pertolongan.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa pada hari itu tidaklah berguna bagi mereka tipu daya yang telah mereka atur terhadap Muhammad saw untuk membangkitkan api permusuhan kepadanya. Dan mereka tidak akan mendapat bantuan atau pertolongan yang dapat menghalangi azab Allah yang menimpa mereka" } } }, { "number": { "inQuran": 4782, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna lillazeena zalamoo 'azaaban doona zalika wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, for those who have wronged is a punishment before that, but most of them do not know.", "id": "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim masih ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4782", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4782.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4782.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab yang dikemukakan pada ayat sebelumnya diberikan kepada orang yang ingkar, dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, masih ada azab selain yang sudah disebutkan itu. Tetapi, sayangnya kebanyakan di antara mereka tidak mengetahui.", "long": "Allah swt menjelaskan bahwa orang-orang kafir yang menganiaya diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kemaksiatan mereka, akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat. Di samping itu di dunia pun mereka memperoleh azab berupa kelaparan selama tujuh tahun sebelum terjadinya Perang Badar, dan kekalahan besar pada perang tersebut. Namun, kebanyakan mereka tidak mengetahui bahwasanya Allah akan menimpakan azab-Nya kepada mereka baik di dunia maupun di akhirat. Dalam ayat yang sama artinya Allah berfirman: \n\nDan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (as-Sajdah/32: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 4783, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wasbir lihukmi rabbika fa innaka bi-a'yuninaa wa sabbih bihamdi rabbika heena taqoom" } }, "translation": { "en": "And be patient, [O Muhammad], for the decision of your Lord, for indeed, you are in Our eyes. And exalt [Allah] with praise of your Lord when you arise.", "id": "Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4783", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4783.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4783.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, hendaklah engkau mengetahui keadaan mereka yang seperti itu, dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau selalu berada dalam pengawasan dan pemeliharaan Kami. Berzikir dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun pagi untuk melakukan kegiatan duniawi atau ukhrawi.", "long": "Setelah menjelaskan berbagai situasi yang besar, menyedihkan hati rasul, akibat tindakan membangkang dan keras kepala orang-orang kafir dan musyrik yang menolak beriman kepada Allah dan rasulnya. Maka dalam hal ini, Allah memerintahkan kepada Muhamamd saw supaya bersabar terhadap gangguan kaumnya dan tidak lagi menghiraukan mereka, serta tetap menyampaikan perintah-Nya dan memperingatkan larangan-Nya, dan menyampaikan apa yang telah diwahyukan kepadanya, sebab Allah selalu melihatnya dan memperhatikan pekerjaannya serta menjaga dan melindunginya dari gangguan dan rintangan musuhnya. Perihal bertasbih dan memuji Tuhan ketika bangun dan berdiri, meliputi tiga keadaan, yaitu: 1. Ketika bangun dari tidur 2. Ketika bangun dari duduk 3. Ketika bangun akan salat Hal ini mengandung hikmah supaya orang mukmin selalu bertasbih setiap saat, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun, terutama perubahan dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Atha', Sa'id, Sufyan ats-sauri, dan Abul Ahwas berkata: bahwa Nabi Muhammad saw bertasbih tatkala ia bangkit dari tempat duduknya. Sebagian hadis: Dari Abu Barzah al-Aslami berkata, Rasulullah saw pada akhir hayatnya, apabila beliau bangun dari tempat duduknya beliau mengucapkan, \"Subhanaka Allahumma wabihamdika asyahadu an la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaika! Engkau mengucapkan suatu ucapan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya. Rasulullah saw bersabda, \"Ucapan ini penghapus dosa dari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi di majlis.\" (Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa'i) \n\nDiriwayatkan bahwasanya Jibril telah mengajarkan kepada Nabi Muhammad saw agar ucapan tersebut dibaca ketika hendak bangkit dan duduk dalam satu majlis yaitu: \"Mahasuci engkau, wahai Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku mohon pengampunan-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.\" (Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa'i)" } } }, { "number": { "inQuran": 4784, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 27, "page": 525, "manzil": 7, "ruku": 459, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa minal laili fasabbihhu wa idbaaran nujoom" } }, "translation": { "en": "And in a part of the night exalt Him and after [the setting of] the stars.", "id": "dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4784", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4784.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4784.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu, pada sebagian malam, ketika kebanyakan orang tidur, dekatkanlah dirimu kepada Allah, bertasbihlah kepada-Nya, dan berzikir serta bertasbihlah pada waktu terbenamnya bintang-bintang pada waktu fajar.", "long": "Kemudian Allah dalam ayat ini memerintahkan kepada Muhammad saw supaya ia bertasbih kepada Allah dengan salat malam. Karena ibadah pada waktu itu berat melaksanakannya, dan jauh dari ria, dan supaya ia salat tatkala terbenamnya bintangbintang pada waktu subuh. Dalam ayat yang sama artinya Allah berfirman: \n\nDan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (al-Isra'/17: 79) \n\nMakna membaca tasbih dalam ayat ini dapat berarti membaca tasbih seperti pada hadis di atas, juga dapat diartikan melaksanakan salat, baik salat Isya, salat malam maupun salat Subuh." } } } ] }, { "number": 53, "sequence": 23, "numberOfVerses": 62, "name": { "short": "النجم", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u062c\u0645", "transliteration": { "en": "An-Najm", "id": "An-Najm" }, "translation": { "en": "The Star", "id": "Bintang" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ikhlash. Nama An Najm (bintang), diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Allah bersumpah dengan An Najm (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia, sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4785, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wannajmi izaa hawaa" } }, "translation": { "en": "By the star when it descends,", "id": "Demi bintang ketika terbenam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4785", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4785.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4785.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah at-Tùr diakhiri dengan perintah untuk bertasbih dan memuji Allah setiap saat, terutama pagi. Pada Surah an-Najm ini Allah memulai dengan bersumpah demi bintang. Demi bintang yang bertebaran di angkasa ketika hendak terbenam akibat terbitnya matahari di ufuk timur dengan sinarnya yang kuat.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa Ia bersumpah dengan makhlukNya yang besar yakni bintang yang beredar pada porosnya, sehingga tidak saling berbenturan satu dengan yang lainnya. Bintang-bintang itu merupakan petunjuk bagi manusia dalam hutan dan di padang pasir, di tempat kediaman dan dalam perjalanan, di kampung dan di kota, dan juga di lautan, bintang-bintang itu besar sekali faedahnya bagi kehidupan manusia. Allah swt mengarahkan sumpah-Nya kepada kaum musyrikin agar mengetahui betapa banyak manfaatnya bintang-bintang bagi mereka. Antara lain untuk mengetahui perubahan musim supaya mereka bersiap-siap untuk menggembalakan ternak mereka, kemudian setelah turun hujan mereka dapat menanam tanaman yang sesuai dengan musimnya. Sumpah Allah tersebut mengingatkan manusia bahwa di sana ada benda-benda yang perkasa di ruang angkasa yang harus mereka ketahui supaya mereka dapat meyakini besarnya sumber kekuasaan Allah dan indahnya ciptaan-Nya. Ilmu pengetahuan modern telah menerangkan bahwa di angkasa raya ada keajaiban yang dapat dilihat dari cepatnya peredaran dan bentuknya yang besar. Alam matahari terdiri dari matahari dan 9 buah planet yang kebanyakan dikelilingi oleh beberapa buah bulan. Matahari itu dalam alamnya adalah sebahagian daripada alam angkasa. Di alam angkasa ada sekitar 30.000.000.000 (tigapuluh milyar) bintangbintang. Setiap bintang adalah sebagai matahari seperti mataharinya manusia di bumi ini. Ada yang lebih besar dan ada pula yang lebih kecil daripadanya. Umur matahari adalah sekitar lima milyar tahun, umur bumi sekitar 2.000 juta tahun. Umur air di atas bumi sekitar 300 juta tahun. Dan umur manusia sekitar 300.000 tahun. Dan alam semesta itu mempunyai penjaga (hanya Allah-lah yang mengetahuinya). Dan tidak seorang pun yang mengetahui bala tentara Tuhan kecuali Dia. Al-'Amasy dari Mujahid mengatakan bahwa ayat ini merujuk pada Al-Qur'an ketika diturunkan seperti dalam firman-Nya: \n\nLalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui, dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia, dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfudz), tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam. (al-Waqi'ah/56: 75-80)" } } }, { "number": { "inQuran": 4786, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Maa dalla saahibukum wa maa ghawaa" } }, "translation": { "en": "Your companion [Muhammad] has not strayed, nor has he erred,", "id": "kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4786", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4786.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4786.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya kawanmu yang sangat kamu kenal kejujurannya, yaitu Nabi Muhammad, tidak sesat dalam perilakunya saat menyampaikan dakwah dan tidak pula keliru dalam ucapan-ucapan yang disampaikannya.", "long": "Allah menerangkan bahwa kawan mereka itu (Muhammad) adalah benar-benar seorang nabi. Dia tidak pernah menyimpang dari jalan yang benar. Ia Juga tidak pernah melakukan kebatilan. Pada kenyataannya Rasulullah saw adalah seorang rasul yang diberi petunjuk oleh Allah, dia mengikuti kebenaran. Dia bukan seorang yang menyesatkan (dan bukanlah pula ia berjalan pada jalan yang ia sendiri tidak mengetahuinya). Dia bukan seorang yang sesat yang berpaling dari kebenaran dengan suatu tujuan tertentu. Keadaan beliau yang seperti itu, bukan saja setelah beliau diangkat menjadi rasul, tetapi juga sebelumnya. Oleh sebab itulah Allah memberikan kepadanya petunjuk dan syariat untuk memberikan sinar terang kepada orang-orang yang sesat baik Yahudi maupun Nasrani yang sebenarnya mereka mengetahui kebenaran itu, tetapi tidak mengamalkannya" } } }, { "number": { "inQuran": 4787, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa maa yyantiqu 'anilhawaaa" } }, "translation": { "en": "Nor does he speak from [his own] inclination.", "id": "dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4787", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4787.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4787.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa saja yang dilakukan oleh Nabi Muhammad merupakan perintah Tuhannya, dan tidaklah pula yang diucapkannya itu, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an, merupakan perkataan kosong dan menurut keinginannya saja.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa Muhammad saw itu tidak sesat dan tidak keliru karena beliau seorang yang tidak pernah menuruti hawa nafsunya termasuk dalam perkataannya. Orang yang mungkin keliru atau tersesat ialah orang yang menuruti hawa nafsunya. Sebagaimana firman Allah: Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. (shad/38: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 4788, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062d\u0652\u064a\u064c \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "In huwa illaa Wahyuny yoohaa" } }, "translation": { "en": "It is not but a revelation revealed,", "id": "Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4788", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4788.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4788.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an yang disampaikannya tidak lain adalah wahyu Allah yang diwahyukan kepadanya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menguatkan ayat sebelumnya, yakni bahwa Muhammad saw hanyalah mengatakan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk disampaikan kepada manusia secara sempurna, tidak ditambah-tambah dan tidak pula dikurangi menurut apa yang diwahyukan kepadanya. 'Abdullah bin 'Amr bin 'As menulis setiap apa yang ia dengar dari Rasulullah saw, karena ia mau menghafalkannya. Tapi orang-orang Quraisy melarangnya. Mereka mengatakan mengapa ia menulis setiap perkataan Muhammad saw, sedangkan Muhammad itu adalah manusia biasa yang berkata dalam keadaan marah. Maka berhentilah 'Abdullah bin 'Umar menulis. Kemudian ia mendatangi Rasulullah saw, dan memberitahukan perihalnya itu. Maka bersabdalah Rasulullah saw:\"Tulislah demi Zat yang menguasai diriku, tidak ada yang keluar dari perkataanku kecuali kebenaran.\" (Riwayat Ahmad dan Abu Dawud) \n\nAl-hafidz Abu Bakar al-Bazzar menyebutkan riwayat Abu Hurairah bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda: ) \"Sesuatu yang aku kabarkan kepadamu bahwa ia dari Allah swt, maka tidak ada keraguan padanya.\" (Riwayat Ibnu hibban dan alBazzar) \n\nImam Ahmad dan al-Bazzar meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: \"Tidaklah aku berkata kecuali yang benar.\" (Riwayat Ahmad dan alBazzar)" } } }, { "number": { "inQuran": 4789, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "'Allamahoo shadeedul quwaa" } }, "translation": { "en": "Taught to him by one intense in strength -", "id": "yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4789", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4789.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4789.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahyu yang diterimanya diajarkan kepadanya oleh Jibril, malaikat yang sangat kuat,", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa Muhammad saw (kawan mereka itu) diajari oleh Jibril. Jibril itu sangat kuat, baik ilmunya maupun amalnya. Dalam firman Allah dijelaskan: \n\nSesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki 'Arsy, yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya. (at-Takwir/81: 1921) \n\nKemudian Muhammad saw mempelajarinya dan mengamalkannya. Ayat ini merupakan jawaban dari perkataan mereka yang mengatakan bahwa Muhamamd saw itu hanyalah tukang dongeng yang mendongengkan dongeng-dongengan (legendalegenda) orang-orang dahulu. Dari sini jelas bahwa Muhammad saw itu bukan diajari oleh seorang manusia, tapi ia diajari oleh Malaikat Jibril yang sangat kuat. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4790, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064f\u0648 \u0645\u0650\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Zoo mirratin fastawaa" } }, "translation": { "en": "One of soundness. And he rose to [his] true form", "id": "yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4790", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4790.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4790.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang mempunyai keteguhan sangat hebat; maka ia menampakkan diri kepada Nabi Muhammad dengan rupa yang asli, yakni bagus dan perkasa.i.", "long": "Allah swt menerangkan dalam ayat ini, bahwa Jibril itu mempunyai kekuatan yang luar biasa. Seperti dalam riwayat bahwa ia telah pernah membalikkan perkampungan Nabi Lut kemudian mereka diangkat ke langit lalu dijatuhkan ke bumi. Ia telah pernah menghembus kaum Samud hingga berterbangan. Dan apabila ia turun ke bumi hanya dibutuhkan waktu sekejap mata. Lagi pula ia dapat berubah bentuk menjadi seperti manusia. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4791, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0641\u064f\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa huwa bil ufuqil a'laa" } }, "translation": { "en": "While he was in the higher [part of the] horizon.", "id": "Sedang dia berada di ufuk yang tinggi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4791", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4791.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4791.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedang dia, yaitu Jibril, pada saat itu berada di ufuk langit yang tinggi.", "long": "Setelah itu Muhammad saw melihat Jibril di tempat yang tinggi. Kemudian Jibril memenuhi angkasa itu, lalu mendekati Muhammad saw dan Jibril semakin mendekat lagi kepada Muhammad saw hingga jaraknya hampir, kira-kira dua ujung busur panah lagi atau lebih dekat lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 4792, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062f\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Summa danaa fatadalla" } }, "translation": { "en": "Then he approached and descended", "id": "Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4792", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4792.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4792.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dia mendekat ke arah Nabi Muhammad, lalu turun sehingga bertambah dekat lagi.", "long": "Setelah itu Muhammad saw melihat Jibril di tempat yang tinggi. Kemudian Jibril memenuhi angkasa itu, lalu mendekati Muhammad saw dan Jibril semakin mendekat lagi kepada Muhammad saw hingga jaraknya hampir, kira-kira dua ujung busur panah lagi atau lebih dekat lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 4793, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0628\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0633\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fakaana qaaba qawsaini aw adnaa" } }, "translation": { "en": "And was at a distance of two bow lengths or nearer.", "id": "sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4793", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4793.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4793.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jibril semakin mendekat sehingga jaraknya dari Nabi Muhammad sekitar dua busur panah atau bahkan lebih dekat lagi.", "long": "Setelah itu Muhammad saw melihat Jibril di tempat yang tinggi. Kemudian Jibril memenuhi angkasa itu, lalu mendekati Muhammad saw dan Jibril semakin mendekat lagi kepada Muhammad saw hingga jaraknya hampir, kira-kira dua ujung busur panah lagi atau lebih dekat lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 4794, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa awhaaa ilaa 'abdihee maaa awhaa" } }, "translation": { "en": "And he revealed to His Servant what he revealed.", "id": "Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4794", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4794.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4794.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu disampaikan oleh-nya wahyu secara cepat dan rahasia kepada hamba-Nya, yaitu Nabi Muhammad, apa yang telah diwahyukan oleh Allah.", "long": "Selanjutnya diterangkan bahwa setelah Nabi Muhammad saw sudah berdekatan benar dengan Jibril, Jibril menyampaikan wahyu Allah mengenai persoalan-persoalan agama." } } }, { "number": { "inQuran": 4795, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0624\u064e\u0627\u062f\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Maa kazabal fu'aadu maa ra aa" } }, "translation": { "en": "The heart did not lie [about] what it saw.", "id": "Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4795", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4795.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4795.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hatinya, yaitu hati Nabi Muhammad, meyakini dan tidak mendusta-kan atau mengingkari apa yang telah dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kebanyakan manusia menyangka bahwa ia telah menggambarkan apa yang dilihatnya, padahal hatinya belum yakin terhadap apa yang telah ia lihat, tidak demikian penglihatan dan keyakinan Muhammad saw terhadap Jibril meskipun kedatangannya kepada Muhammad saw kerap kali berbeda bentuknya, karena Muhammad saw telah mengetahui bentuk yang aslinya. \n\nKarena Allah swt menguatkan keterangan bahwa kedatangan Jibril menyamar dalam bentuk seorang sahabat yang bernama Dihyah al-Kalbi tidaklah menghilangkan ciri-cirinya karena Muhammad saw pernah melihat bentuknya yang asli sebelum itu, yaitu di Gua Hira ketika menerima wahyu pertama, walaupun kemudian Jibril menampakkan diri lagi dengan rupa yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4796, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u062a\u064f\u0645\u064e\u0627\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Afatumaaroonahoo 'alaa maayaraa" } }, "translation": { "en": "So will you dispute with him over what he saw?", "id": "Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4796", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4796.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4796.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai kaum musyrik, apakah kamu dan orang yang meragukannya hendak membantahnya tentang apa, yaitu Jibril, yang telah dilihatnya itu?", "long": "Dalam ayat ini, Allah bertanya apakah orang-orang Quraisy akan mendustakan dan membantah Muhammad saw mengenai bentuk Jibril yang telah pernah dilihat Muhammad saw dengan mata kepalanya sendiri. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4797, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u0622\u0647\u064f \u0646\u064e\u0632\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa laqad ra aahu nazlatan ukhraa" } }, "translation": { "en": "And he certainly saw him in another descent", "id": "Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4797", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4797.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4797.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, dia, yaitu Nabi Muhammad, telah melihatnya, yakni Jibril, dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain,", "long": "Selanjutnya dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa sesungguhnya Muhammad saw sudah pernah melihat Jibril (untuk kedua kalinya) dalam rupanya yang asli pada waktu melakukan mi'raj ke Sidratul Muntaha yaitu suatu tempat yang merupakan batas alam yang dapat diketahui oleh para malaikat. Ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah seperti dalam firman Allah: \n\nDan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu). (an-Najm/53: 42) \n\nSetiap Mukmin wajib mempercayai bahwa Sidratul Muntaha itu sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah dalam ayat-Nya. Tetapi ia tidak boleh menerangkan tempatnya dan sifat-sifatnya, dengan keterangan yang melebihi daripada apa yang telah diterangkan oleh Allah dalam Al-Qur'an, kecuali bila keterangan itu kita dapat dari hadis Nabi Muhammad saw yang menerangkan kepada kita dengan jelas dan pasti, karena hal itu termasuk dalam hal yang gaib yang belum diizinkan kita untuk mengetahuinya. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, atTirmidhi, dan lain-lainnya bahwa Sidratul Muntaha itu ada di langit yang ketujuh." } } }, { "number": { "inQuran": 4798, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0633\u0650\u062f\u0652\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0647\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "'Inda sidratil muntaha" } }, "translation": { "en": "At the Lote Tree of the Utmost Boundary -", "id": "(yaitu) di Sidratul Muntaha," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4798", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4798.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4798.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu di Sidratul Muntahà saat mikraj.", "long": "Selanjutnya dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa sesungguhnya Muhammad saw sudah pernah melihat Jibril (untuk kedua kalinya) dalam rupanya yang asli pada waktu melakukan mi'raj ke Sidratul Muntaha yaitu suatu tempat yang merupakan batas alam yang dapat diketahui oleh para malaikat. Ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah seperti dalam firman Allah: \n\nDan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu). (an-Najm/53: 42) \n\nSetiap Mukmin wajib mempercayai bahwa Sidratul Muntaha itu sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah dalam ayat-Nya. Tetapi ia tidak boleh menerangkan tempatnya dan sifat-sifatnya, dengan keterangan yang melebihi daripada apa yang telah diterangkan oleh Allah dalam Al-Qur'an, kecuali bila keterangan itu kita dapat dari hadis Nabi Muhammad saw yang menerangkan kepada kita dengan jelas dan pasti, karena hal itu termasuk dalam hal yang gaib yang belum diizinkan kita untuk mengetahuinya. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, atTirmidhi, dan lain-lainnya bahwa Sidratul Muntaha itu ada di langit yang ketujuh." } } }, { "number": { "inQuran": 4799, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "'Indahaa jannatul maawaa" } }, "translation": { "en": "Near it is the Garden of Refuge -", "id": "di dekatnya ada surga tempat tinggal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4799", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4799.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4799.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dekatnya, yakni dekat Sidratul Muntahà, ada surga yang menjadi tempat tinggal.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa di tempat itulah (di dekat Sidratul Muntaha) letak surga. Ia merupakan tempat tinggal bagi orang-orang yang takwa dan orang-orang yang mati syahid." } } }, { "number": { "inQuran": 4800, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u062f\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Iz yaghshas sidrata maa yaghshaa" } }, "translation": { "en": "When there covered the Lote Tree that which covered [it].", "id": "(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4800", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4800.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4800.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Muhammad melihat Jibril ketika Sidratul Muntahà diliputi oleh sesuatu yang indah yang meliputinya dan memperlihatkan keagungan Tuhan.", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwasannya Muhammad saw melihat Jibril di Sidratul Muntaha itu ketika Sidratul Muntaha tertutup oleh suasana yang menandakan kebesaran Allah berupa sinar-sinar yang indah dan malaikat-malaikat. Al-Qur'an tidak menerangkan dengan jelas. Bagi kita cukuplah penjelasan yang sedemikian, tidak menambah atau menguranginya bila tidak ada dalil yang jelas yang menerangkannya. Seandainya ada manfaatnya untuk dijelaskan niscaya hal itu dijelaskan oleh Allah swt." } } }, { "number": { "inQuran": 4801, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u063a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0637\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Maa zaaghal basaru wa maa taghaa" } }, "translation": { "en": "The sight [of the Prophet] did not swerve, nor did it transgress [its limit].", "id": "penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4801", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4801.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4801.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena keindahan yang dilihat oleh Nabi Muhammad itu, penglihatannya tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampauinya.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa tatkala Rasulullah saw melihat Jibril di sana, ia tidak berpaling dari memandang semua keajaiban Sidratul Muntaha sesuai dengan apa yang telah diizinkan Allah kepadanya untuk dilihat. Dan ia tidak pula melampaui batas kecuali apa yang telah diizinkan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 4802, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0628\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Laqad ra aa min aayaati Rabbihil kubraaa" } }, "translation": { "en": "He certainly saw of the greatest signs of his Lord.", "id": "Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4802", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4802.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4802.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, pada saat itu dia, yakni Nabi Muhammad, telah melihat sebagian tanda-tanda keagungan dan kemuliaan Tuhannya yang paling besar.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa dengan melihat Sidratul Muntaha, berarti Muhammad saw telah melihat sebagian tandatanda kebesaran Allah yang merupakan keajaiban dari kekuasaanNya. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lain-lain bahwa saat itu Muhammad saw melihat suatu lambaian hijau dari surga yang memenuhi ufuk (arah pandangan). Maka hendaklah kita tidak membatasi apa yang telah dilihat oleh Muhammad saw dengan mata kepalanya, setelah diterangkan secara samar-samar dalam Al-Qur'an tentang hal itu. Yang jelas ialah bahwa Nabi telah melihat tanda-tanda kebesaran Allah swt yang tidak terbatas." } } }, { "number": { "inQuran": 4803, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u062a\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0632\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Afara'aytumul laata wal 'uzzaa" } }, "translation": { "en": "So have you considered al-Lat and al-'Uzza?", "id": "Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lata dan Al-‘Uzza," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4803", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4803.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4803.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila ayat-ayat yang lalu menjelaskan keteguhan sikap Nabi Muhammad dan kelurusan jalan yang ditempuhnya, maka pada ayat-ayat ini Allah menerangkan kecaman terhadap orang kafir yang tetap me-nyembah berhala. Wahai orang musyrik, maka apakah patut kamu menganggap Al-Làta dan Al-‘Uzzà,", "long": "Allah swt bertanya kepada orang-orang musyrik, apakah setelah mereka mendengar tanda-tanda Allah baik kesempurnaan maupun keagungan-Nya dalam kekuasaan, dan setelah mendengar keadaan malaikat dengan kedudukan dan kemampuan mereka yang tinggi, masih saja menjadikan berhala-berhala yang hina keadaannya itu sebagai sekutu bagi Allah, sedangkan mereka mengetahui kebesaran-Nya? Pertanyaan ini merupakan cemoohan dari Tuhan, sebab bagi seorang yang berakal tidak mungkin terlintas dalam pikirannya untuk menyembah berhala yang mereka buat sendiri, kemudian diletakkan dalam suatu rumah yang mereka dirikan sebagai tandingan Ka'bah. Adapun al-Lata adalah nama sebuah batu besar yang berwarna putih, di atas batu itu diukir gambar sebuah rumah. Al-Lata ini terletak di daerah thaif. Rumah itu dipasangi tabir. Di sekelilingnya ada teras yang diagung-agungkan oleh orang-orang thaif, antara lain Kabilah saqif dan pengikut-pengikutnya. Mereka tergolong orangorang yang lebih membanggakan benda itu daripada orang-orang Arab yang lain selain Quraisy. Kata Ibnu Jarir, mereka menganggap bahwa kata al-Lata itu diambil dari lafal Allah. Mereka menganggap al-Lata (Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan). Menurut Ibnu 'Abbas , Mujahid, Rabi' bin Anas, mereka menamakan al-Lata dari nama seorang laki-laki yang menumbuk tepung untuk jemaah haji. Setelah ia mati, maka orang-orang berkerumun melakukan iktikaf di atas kuburnya yang selanjutnya mereka menyembah dan membuatkan patungnya. Menurut Ibnu Jarir, al-'Uzza berasal dari kata 'Aziz, al-Uzza ialah sebuah pohon yang di atasnya ada sebuah bangunan dan bertirai, bertempat di Nakhlah yaitu antara Mekah dan thaif; orang-orang Quraisy mengagungkan pohon itu. Diriwayatkan bahwa Abu Sufyan ketika masih musyrik berkata pada waktu peperangan Uhud bahwa merekalah yang mempunyai Uzza, sedangkan yang lain tidak. Maka bersabdalah Rasulullah saw. \"Katakanlah! Allah adalah Tuhan kami, dan kamu tidak mempunyai Tuhan.\" (Riwayat al-Bukhari dan Ahmad)" } } }, { "number": { "inQuran": 4804, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062b\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa manaatas saalisatal ukhraa" } }, "translation": { "en": "And Manat, the third - the other one?", "id": "dan Manat, yang ketiga (yang) kemudian (sebagai anak perempuan Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4804", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4804.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4804.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Manàt, yang merupakan berhala ketiga yang kemudian kamu anggap sebagai anak perempuan Allah?", "long": "Dalam ayat ini Allah swt melanjutkan ayat yang sebelumnya yaitu bahwa orang-orang musyrik juga menyembah Manat yang ketiga yakni yang terakhir sebagai anak perempuan Allah. Manat itu sebuah batu besar terletak di Musyallal dengan Qudaid antara Mekah dan Medinah. Kabilah Khuza'ah, al-Aus dan Khazraj mengagungkan Manat ini dan dalam melakukan ibadah haji mereka mulai dari Manat sampai ke Ka'bah. Selain benda-benda yang tiga itu, masih banyak lagi benda-benda yang sangat dimuliakan oleh orang-orang musyrik. Akan tetapi, yang paling termasyhur adalah tiga benda itu. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa orang-orang Arab menganggap benda-benda yang tiga itu selain Ka'bah sebagai benda sembahan mereka, dibuat seperti bangunan Ka'bah yang mempunyai tabir yang mereka bertawaf padanya seperti tawaf pada Ka'bah dan memotong binatang kurban di sampingnya. Mereka juga mengetahui kemuliaan Ka'bah yaitu bahwa Ka'bah itu adalah rumah Ibrahim dan masjidnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4805, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "A-lakumuz zakaru wa lahul unsaa" } }, "translation": { "en": "Is the male for you and for Him the female?", "id": "Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4805", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4805.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4805.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah pantas bila kamu memilih untuk kamu sendiri anak yang laki-laki dan untuk-Nya kamu memilihkan anak yang perempuan, sedangkan kamu sendiri benci dan marah bila mendapatkan anak perempuan?", "long": "Dalam ayat ini Allah menolak anggapan mereka yang menyatakan bahwa Dia mempunyai anak perempuan dan mereka mempunyai anak laki-laki yang disebabkan oleh persangkaan mereka bahwa perempuan itu lemah dan mempunyai kekurangan sedangkan lakilaki itu sempurna. Ini mengungkapkan anggapan mereka bahwa Allah mempunyai kekurangan, sedangkan mereka yang memiliki kekurangan itu menganggap diri mereka sempurna. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4806, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0642\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0636\u0650\u064a\u0632\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Tilka izan qismatun deezaa" } }, "translation": { "en": "That, then, is an unjust division.", "id": "Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4806", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4806.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4806.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keinginan yang demikian itu tentulah merupakan suatu pembagian yang tidak adil untuk dihubungkan dengan Allah.", "long": "Pembagian yang seperti mereka katakan dalam ayat 21 itu adalah pembagian yang tidak adil, kurang pantas dan tidak sempurna sebab mereka menganggap bahwa Tuhan mereka mempunyai apa-apa yang mereka sendiri membencinya. Dan untuk mereka apa-apa yang mereka sukai" } } }, { "number": { "inQuran": 4807, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064c \u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u06da \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "In hiya illaaa asmaaa'un sammaitumoohaaa antum wa aabaaa'ukum maaa anzalal laahu bihaa min sultaan; inyyattabi'oona illaz zanna wa maa tahwal anfusu wa laqad jaaa'ahum mir Rabbihimul hudaa" } }, "translation": { "en": "They are not but [mere] names you have named them - you and your forefathers - for which Allah has sent down no authority. They follow not except assumption and what [their] souls desire, and there has already come to them from their Lord guidance.", "id": "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4807", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4807.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4807.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai kaum musyrik, sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah itu tidak lain hanyalah nama-nama belaka, yang tidak memiliki sifat ketuhanan dan karenanya tidak layak disembah. Kamulah pada masa ini dan nenek moyangmu pada masa lalu yang mengada-adakan nama mereka, sedang Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun terkait ketuhanannya sehingga kamu tidak punya alasan untuk menyembah-nya. Sesungguhnya mereka, yaitu kaum musyrik, hanya mengikuti dugaan yang tidak berdasar dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk yang benar dari Tuhan mereka. Andai saja mereka mau memahami dan menerimanya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa mereka menamakan berhala-berhala itu tuhan, padahal itu hanyalah nama-nama yang tidak mempunyai arti sama sekali. Mereka mengira dan berkeyakinan bahwa berhala-berhala itu mempunyai hak untuk diiktikafi demi ibadat kepadanya dan sebagai tempat menyajikan binatang kurban. Mereka tidak mempunyai alasan atau mereka tidak dapat menjelaskan sebab dari apa yang mereka katakan dan mereka lakukan. Mereka hanya meniru orang-orang yang terdahulu yang selanjutnya akan diikuti oleh anak cucu mereka. Dalam ayat yang bersamaan artinya Allah berfirman: \n\nApa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. (Yusuf/12: 40) \n\nKemudian Allah swt menguatkan penjelasan-Nya dengan menerangkan bahwa mereka tidak mempunyai alasan kecuali karena berbaik sangka kepada bapak-bapaknya, yang berjalan pada jalan yang salah dan mempertahankan kedudukan mereka dalam masyarakat, atau karena hormat mereka terhadap bapak-bapaknya. Yang jelas mereka menyembah berhala-berhala itu hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan saja, bahwa bapak-bapak mereka dahulu itu berjalan pada jalan yang benar, padahal sebenarnya mereka mengikuti hawa nafsu mereka. Selanjutnya, Allah swt menerangkan bahwa seharusnya mereka tidak pantas untuk berbuat seperti itu karena telah datang peringatan, apa yang mereka lakukan saat itu adalah suatu kelalaian dan kesalahan. Kemudian dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa mereka hanyalah mengikuti pendapat saja, sedangkan Allah telah mengutus rasul-Nya dengan kebenaran yang nyata dan dengan alasan yang jelas. Maka sudah seharusnyalah mereka menyadari kesalahannya. \n\nAkan tetapi, mereka masih tetap berpaling dari kebenaran. Diterangkan dalam firman Allah sebagai berikut: \n\nSeakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa. (al-Muddatstsir/74: 50-51)" } } }, { "number": { "inQuran": 4808, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Am lil insaani maa taman naa" } }, "translation": { "en": "Or is there for man whatever he wishes?", "id": "Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4808", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4808.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4808.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik mestinya menerima petunjuk Allah dan mendapatkan keselamatan atau apakah manusia yang musyrik itu akan mendapat segala yang dicita-citakannya,", "long": "Maka Allah swt menambahkan dalam ayat ini apakah mereka itu mengharapkan sesuatu yang mereka cita-citakan berupa syafaat dari tuhan-tuhan mereka di akhirat? Tidak, sama sekali berhala-berhala itu tidak ada gunanya, ia tidak akan membantu apa-apa karena berhala-berhala itu adalah benda mati yang keras bagai batu. Bahwasanya segala apa yang ada di dunia dan di akhirat adalah milik Allah, dan berhala-berhala itu tidak memiliki apa-apa. Allah telah membuat mereka berputus asa untuk mendapat kebaikan dari ibadat kepada berhala. Berhala itu tidak dapat menjadi alat penghubung untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4809, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 460, "hizbQuarter": 210, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Falillaahil aakhiratu wal oolaa" } }, "translation": { "en": "Rather, to Allah belongs the Hereafter and the first [life].", "id": "(Tidak!) Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4809", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4809.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4809.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu yang terkait dengan harta, kedudukan, dan kesenangan hidup? Tidak! Mereka hanya makhluk yang telah ditetapkan oleh Allah, maka sesungguhnya milik Allahlah kehidupan akhirat yang abadi dan kehidupan dunia yang fana.", "long": "Maka Allah swt menambahkan dalam ayat ini apakah mereka itu mengharapkan sesuatu yang mereka cita-citakan berupa syafaat dari tuhan-tuhan mereka di akhirat? Tidak, sama sekali berhala-berhala itu tidak ada gunanya, ia tidak akan membantu apa-apa karena berhala-berhala itu adalah benda mati yang keras bagai batu. Bahwasanya segala apa yang ada di dunia dan di akhirat adalah milik Allah, dan berhala-berhala itu tidak memiliki apa-apa. Allah telah membuat mereka berputus asa untuk mendapat kebaikan dari ibadat kepada berhala. Berhala itu tidak dapat menjadi alat penghubung untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4810, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 27, "page": 526, "manzil": 7, "ruku": 461, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0643\u064e\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0644\u064e\u0643\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa kam mim malakin fissamaawaati laa tughnee shafaa'atuhum shai'an illaa mim ba'di anyyaazanal laahu limany yashaaa'u wa yardaa" } }, "translation": { "en": "And how many angels there are in the heavens whose intercession will not avail at all except [only] after Allah has permitted [it] to whom He wills and approves.", "id": "Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4810", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4810.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4810.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berapa banyak manusia dengan kemampuan luar biasa nyatanya tidak dapat menggapai keinginannya, dan berapa banyak pula malaikat yang suci dan berkedudukan mulia di langit, tetapi syafa\\'at dan pertolongan mereka sedikit pun tidak berguna bagi makhluk lain, kecuali apabila Allah Yang Mahakuasa telah mengizinkan mereka untuk memberi syafa\\'at bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai karena amal saleh dan keta\\'atannya.", "long": "Kemudian Allah swt menerangkan tentang betapa banyak malaikat di langit yang tidak dapat menolong manusia dengan pertolongan apa pun, kecuali bila Allah memberikan izin kepada mereka untuk orang yang dikehendaki-Nya yaitu orang yang ikhlas dalam perkataan dan perbuatannya. Apabila keadaan malaikat demikian halnya, sedangkan malaikat adalah makhluk yang dekat kepada Tuhan, maka bagaimana dengan berhala-berhala yang hanya berupa benda mati tidak mempunyai ruh dan kehidupan itu? Jelasnya berhala-berhala itu sama sekali tidak ada manfaatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4811, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 461, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "innal lazeena laa yu'minoona bil aakhirati la yusammoonal malaaa'ikata tasmiyatal unsaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who do not believe in the Hereafter name the angels female names,", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4811", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4811.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4811.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, yaitu orang musyrik penyembah berhala, mereka benar-benar menamakan para malaikat dan menyifati mereka dengan nama dan sifat pe-rempuan. Selanjutnya, mereka mengatakan bahwa para malaikat itu adalah putri-putri Allah.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat dan apa-apa yang terjadi di alam akhirat sebagaimana yang telah disampaikan para rasul; mereka itu menambah kekafiran dengan kebodohan perkataan mereka yang menganggap bahwa malaikat itu adalah anak perempuan Tuhan (Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan). Allah swt mencap orang-orang yang seperti itu sebagai orangorang yang tidak beriman dan sebagai isyarat bahwa perkataan mereka telah sampai kepada batas kekejian yang tidak mungkin berasal dari orang yang percaya adanya hisab dan pembalasan. Perkataan mereka itu mengandung dua dosa: Yaitu pengakuan bahwa Tuhan mempunyai anak, dan bahwa anak Tuhan yang mereka katakan itu perempuan, dengan pengakuan yang demikian itu mereka merasa bangga telah melebihi Tuhan, karena mereka mempunyai anak laki-laki." } } }, { "number": { "inQuran": 4812, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 461, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u06d6 \u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa lahum bihee min 'ilmin iny yattabi'oona illaz zanna wa innaz zanna laa yughnee minal haqqi shai'aa" } }, "translation": { "en": "And they have thereof no knowledge. They follow not except assumption, and indeed, assumption avails not against the truth at all.", "id": "Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4812", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4812.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4812.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang musyrik itu hanya menuruti keinginannya saat me-nyatakan bahwa para malaikat itu adalah putri-putri Allah, dan mereka tidak mempunyai ilmu yang mendasari keyakinannya tentang hal itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan yang hanya berdasar hawa nafsu, dan sesungguhnya dugaan yang tidak didukung kenyataan atau ilmu itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran. Karena itu, dugaan demikian tidak dapat dijadikan sebagai dasar dalam keyakinan agama.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa perkataan yang demikian itu adalah suatu tanda bahwa mereka tidak mendapat petujuk Tuhan berupa pengetahuan yang membawa mereka ke jalan benar yang menyebabkan mereka mengatakan seperti itu. Mereka hanya terpengaruh oleh prasangka yang menjauhkan mereka dari kebenaran. Sesungguhnya suatu pengetahuan yang benar haruslah berdasarkan keyakinan, bukan hanya perkiraan atau persangkaan. Adapun orang musyrik itu hanyalah mengikuti persangkaan dalam menamakan malaikat sebagai anak perempuan Tuhan, bukan dengan analisa ilmiah. Dalam hadis sahih dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: ) \"Jauhilah prasangka buruk, sesungguhnya prasangka buruk adalah perkataan yang paling dusta.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) \n\nDalam ayat yang sama artinya Allah berfirman: \n\nDan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban. (az-Zukhruf/43: 19) \n\nTegasnya bahwa suatu hal yang berhubungan dengan iktikad hendaklah berdasarkan pemikiran yang sehat yang dapat diterima oleh akal dan tidak bertentangan dengan wahyu." } } }, { "number": { "inQuran": 4813, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 461, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0650\u062f\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Fa a'rid 'am man tawallaa 'an zikrinaa wa lam yurid illal hayaatad dunyaa" } }, "translation": { "en": "So turn away from whoever turns his back on Our message and desires not except the worldly life.", "id": "Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4813", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4813.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4813.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, jika orang-orang musyrik enggan meng-ikuti ajakanmu dan bersikeras menyembah berhala, maka tinggalkanlah orang yang berpaling dari peringatan Kami itu, dan ketahuilah bahwa dia hanya mengingini kehidupan dunia yang bersifat sementara seraya menolak kepastian hari akhirat.", "long": "Dalam ayat ini Allah swt memerintahkan Rasul saw agar berpaling dari orang-orang kafir dan musyrik yang telah berpaling dari Al-Qur'an kitab Allah, yang tidak mau menjadikannya sebagai pedoman hidup, padahal seharusnya mereka sadar bahwa Al-Qur'an bisa menuntun mereka untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Al-Qur'an juga berisi kisah umat-umat terdahulu, sikap mereka terhadap para nabi dan rasul, dan akibat dari pembangkangan mereka terhadap ajaran para rasul tersebut, yaitu azab yang pedih di akhirat. Orang-orang musyrik dan kafir malah tidak mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu, mereka mencukupkan diri dengan hal-hal yang berhubungan dengan keduniaan saja. Bahkan mereka rela tertipu dengan kepalsuan dunia dan terseret untuk hanya memikirkan kesenangan duniawi saja. Tegasnya, Muhammad saw diperintahkan oleh Allah agar tidak terlalu menghiraukan sikap orang-orang kafir yang berpaling dari Allah, karena mereka memang hanya menginginkan kesenangan duniawi yang merupakan tujuan hidup dan cita-cita mereka. Dalam keadaan seperti itu, sudah tidak ada lagi jalan untuk beriman. Maka Allah swt memerintahkan kepada rasul-Nya, Muhammad saw untuk merasa tidak kasihan atau bersedih hati atas keadaan mereka itu. Karena Rasul pernah hampir mencelakai dirinya hanya karena prihatin melihat keadaan kaumnya yang tidak beriman. Allah swt berfirman: Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman. (asySyu'ara'/26: 3) \n\nOrang-orang musyrik hanya membatasi diri kepada kehidupan duniawi, karena ilmu pengetahuan mereka terbatas pada masalahmasalah duniawi saja serta menyibukkan diri dengan berbagai kesibukan duniawi saja. Mereka sudah merasa berhasil dengan banyaknya harta dunia yang mereka miliki dan tingginya kedudukan sosial mereka. Mereka tidak memperhatikan berita-berita lainnya yang disampaikan oleh para rasul terutama tentang kehidupan akhirat. Keadaan mereka yang demikian itu menjadikan telinga tersumbat, tidak dapat mendengar berita-berita tentang akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4814, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 461, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u063a\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Zalika mablaghuhum minal 'ilm; inna rabbaka huwa a'lamu biman dalla 'an sabee lihee wa huwa a'lamu bimanih tadaa" } }, "translation": { "en": "That is their sum of knowledge. Indeed, your Lord is most knowing of who strays from His way, and He is most knowing of who is guided.", "id": "Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4814", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4814.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4814.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah, yaitu berpalingnya mereka dari kebenaran dan kecenderungan pada kenikmatan hidup duniawi, kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu yang selalu membimbing dan menunjukimu, Dia lebih mengetahui siapa yang lebih memilih kekafiran dengan mengikuti potensi fujùr, sehingga tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang mengetahui siapa di antara manu-sia yang memilih ketaatan dengan selalu mengikuti potensi takwanya sehingga ia selalu mendapat petunjuk ke jalan yang benar dan diridai-Nya.", "long": "Kemudian Allah swt menegaskan dalam ayat ini bahwa sesungguhnya Dia Maha Mengetahui orang-orang yang memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta ini serta memikirkan apa-apa yang terkandung dalam seruan rasul-Nya sehingga ia mendapat petunjuk ke jalan kebenaran yang menyelamatkannya pada hari kebangkitan dan mendapat keridaan Tuhannya. Ia berbahagia di dunia karena ia mengikuti apa-apa yang telah digariskan oleh Allah untuk manusia yang mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang menyeleweng dari jalan yang benar yang telah membuat hawa nafsunya menjadi tuhannya yang membekukan akal nuraninya itu. Allah akan memberikan balasan kepada semua makhluk-Nya tanpa memandang kedudukannya di dunia, sesuai keluasan ilmu-Nya, dengan mengutamakan orang-orang yang melakukan pengabdian kepada-Nya. Allah swt berfirman: \n\nBagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). (Yunus/10: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 4815, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 461, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Wa lillaahi maa fis samaawaati wa maa fil ardi liyajziyal lazeena asaaa'oo bimaa 'amiloo wa yajziyal lazeena ahsanoo bilhusnaa" } }, "translation": { "en": "And to Allah belongs whatever is in the heavens and whatever is in the earth - that He may recompense those who do evil with [the penalty of] what they have done and recompense those who do good with the best [reward] -", "id": "Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4815", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4815.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4815.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menolak anggapan bahwa orang yang sesat dan ingkar itu seolah-olah di luar pengetahuan Allah, ditegaskan bahwa semua sifat kesempurnaan itu ada pada Zat-Nya. Dan hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia yang menciptakan semua makhluk dan yang mengaturnya sesuai kehendak-Nya. Bisa saja Dia membuat semua ma-nusia beriman, tetapi Dia tidak menginginkannya karena Dia telah membekali mereka dengan akal, petunjuk, dan kebebasan memilih. Dengan demikian, Dia akan memberi balasan dan hukuman kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan dan anugerah kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik, yaitu surga dengan segala kenikmatan dan keindahannya.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah, semua berada dalam genggaman-Nya dan di bawah kekuasaan-Nya. Allah menjadikan semua yang ada di langit dan di bumi, Dia pemiliknya dan Dia yang mengaturnya, Dia mengetahui seluk-beluk keadaannya. Maka janganlah manusia mengira bahwa Allah akan membiarkan mereka dengan tidak membalas setiap manusia menurut amal perbuatannya. Dia akan membalas menurut ilmu-Nya yang mencakupi segala sesuatu. Orang-orang yang berbuat baik diberi ganjaran kebaikan dengan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai dan memberi kesenangan yang tidak pernah terlintas di hati manusia. Ia membalas orang-orang jahat sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya dari bermacam-macam seperti syirik dan maksiat karena hatinya tertutup oleh dosa-dosa besar dan kecil" } } }, { "number": { "inQuran": 4816, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 461, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0645\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Allazeena yajtaniboona kabaaa'iral ismi walfawaa hisha illal lamam; inna rabbaka waasi'ul maghfirah; huwa a'lamu bikum iz ansha akum minal ardi wa iz antum ajinnatun fee butooni umma haatikum falaa tuzakkooo anfusakum huwa a'lamu bimanit taqaa" } }, "translation": { "en": "Those who avoid the major sins and immoralities, only [committing] slight ones. Indeed, your Lord is vast in forgiveness. He was most knowing of you when He produced you from the earth and when you were fetuses in the wombs of your mothers. So do not claim yourselves to be pure; He is most knowing of who fears Him.", "id": "Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4816", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4816.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4816.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang akan mendapat anugerah dan kebaikan adalah mereka yang sungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa besar yang disebut secara khusus ancamannya, dan perbuatan keji yang dicela oleh akal dan tabiat manusia. Semua itu ada hukumannya, kecuali kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan sesekali dan tanpa sengaja. Sungguh, pengampunan atas dosa kecil itu karena Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia pun akan mengampuni dosa besar bila pelakunya bertobat dengan tulus. Janganlah kamu bangga karena telah berbuat baik. Sesungguhnya Dia mengetahui tentang keadaan kamu, bahkan sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu yang berproses sesuai tahapannya. Maka dengan pengampunan dan pahala itu, janganlah kamu menganggap dirimu suci dengan memuji diri dan membanggakan amal-amalmu. Sungguh, Dia yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa dan benar-benar suci.", "long": "Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang yang baik itu, ialah mereka yang menjauhkan dirinya dari dosa-dosa besar seperti syirik, membunuh, berzina, dan lain-lain, meskipun mereka melakukan dosa-dosa kecil yang kemudian disadari sehingga mereka segera bertaubat sambil menyesali perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan, mereka juga mengimbanginya dengan melakukan banyak perbuatan yang baik karena perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa-dosa kecil. Sebagaimana firman Allah: \n\nPerbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. (Hud/11: 114) \n\nJika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahankesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (an-Nisa'/4: 31) \n\nDosa-dosa besar itu ada tujuh, Sayidina 'Ali \"Karramallahu Wajhah\" mengatakan bahwa sebagaimana tersebut dalam Sahih alBukhari dan Muslim: Jauhilah tujuh dosa besar yang menghancurkan. Para sahabat bertanya, \"Apakah hal itu? Nabi menjawab, mempersekutukan Allah, sihir, membunuh manusia yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari perang yang sedang berkecamuk dan menuduh wanita-wanita muhsanat, gafilat mu'minat. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Ada pula yang menyatakan, \"Dosa-dosa besar adalah dosa-dosa yang diancam oleh Allah dengan neraka atau dengan amarah-Nya atau dengan laknat, azab atau mewajibkan had atau hukuman tertentu di dunia seperti qisas potong tangan, rajam dan lain-lain karena yang melakukannya tidak merasa khawatir dan tidak meyesal atas tindakannya itu, padahal tindakannya itu menyebabkan kerusakan besar, walaupun menurut pandangan manusia merupakan hal kecil.\" Selanjutnya, ayat 32 ini menegaskan bahwa Allah Mahaluas ampunan-Nya, dan Dia akan mengampuni dosa-dosa kecil jika menjauhi dosa besar dan Dia mengampuni dosa-dosa besar bila pelakunya bertobat, serta diiringi penyesalan atas perbuatannya, tapi tidak putus asa terhadap pengampunan Allah. Allah berfirman: \n\nKatakanlah, \"Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (azZumar/39: 53) \n\nAyat selanjutnya menjelaskan bahwa Allah swt lebih mengetahui keadaan, perbuatan, dan ucapan manusia dikala Dia menjadikan manusia dari tanah dan dikala Dia membentuk rupanya dalam rahim ibunya, dari satu tahap ke tahap yang lainnya. Maka janganlah ada yang mengatakan dirinya suci. Allahlah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. Bila kamu sadari yang demikian itu, maka janganlah kamu memuji dirinya dengan suci dari dosa atau suci dari perbuatan maksiat atau banyak melakukan kebaikan, tetapi hendaklah manusia banyak bersyukur kepada Allah atas limpahan karunia dan ampunan-Nya. Allah Maha Mengetahui siapa yang bersih dari kejahatan dan siapa yang menjerumuskan dirinya dalam kejahatan dan melumurkan dirinya dengan dosa. Sesungguhnya larangan menyucikan diri hanya berlaku bila yang mendorong seseorang untuk itu adalah riya', takabur atau bangga. Selain dari sebab di atas, maka menyucikan diri tidak terlarang, bahkan dianjurkan. Dalam ayat lain Allah berfirman: Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun. (an-Nisa'/4: 49)" } } }, { "number": { "inQuran": 4817, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Afara'ayatal lazee tawallaa" } }, "translation": { "en": "Have you seen the one who turned away", "id": "Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur'an)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4817", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4817.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4817.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa al-Walìd bin al-Mugìrah yang telah memeluk Islam kembali murtad akibat celaan teman-teman-nya ajakan mereka untuk kembali pada kemusyrikan. Wahai Nabi Muhammad, maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling dan menolak ajaran yang engkau sampaikan padahal sebelum itu dia telah menerimanya?", "long": "Menurut Mujahid dan Ibnu Zaid ayat ini turun pada peristiwa al-Walid bin al-Mugirah, dia telah mendengar bacaan Nabi saw dan selalu mendampingi beliau dan menerima nasihat-nasihat daripadanya sehingga hatinya tertarik kepada Islam dan Nabi juga mengharapkan keimanannya. Kebetulan seorang musyrik yang mengetahui keadaan al-Walid mencelanya, dan mengatakan, \"apakah akan engkau tinggalkan agama nenek moyangmu? Kembalilah kepada agamamu dan terus berpegang padanya! Saya akan menanggung semua yang mengkhawatirkanmu di akhirat nanti, dengan imbalan engkau berikan kepadaku sesuatu.\" Al-Walid menyetujui ajakan ini, lalu ia menarik kembali keinginannya memeluk agama Islam. Dengan demikian jadilah dia seorang sesat yang nyata dan dia telah menyerahkan sebagian imbalan yang disetujuinya kepada orang yang dijanjikannya dan ditahan bagian yang lain. Al-Walid hampir saja menjadi seorang Mukmin dan mengikuti petunjuk-petunjuk rasul, lalu salah seorang dari setan-setan manusia menggodanya agar ia tidak menerima bujukan, dan mengajak kembali kepada agama nenek moyangnya. Seseorang akan memikul dosa-dosanya bila al-Walid bin al-Mugirah sudi menyumbangkan sedikit dari hartanya. Ia menerima gagasan tersebut, tetapi ia hanya memberikannya sekali saja, dan tidak diberikannya apa-apa sesudah itu. Apakah ia mengetahui sesuatu yang gaib, bahwa temannya itu dapat memikul dosa-dosanya yang ditakutinya pada hari Kiamat nanti? Ditegaskan bahwa syariat-syariat terdahulu tidak membenarkan tentang pemikulan dosa oleh orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4818, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0637\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa a'taa qaleelanw wa akdaa" } }, "translation": { "en": "And gave a little and [then] refrained?", "id": "dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4818", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4818.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4818.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang berpaling itu juga bersifat tercela, dan dia memberikan sedikit dari apa yang dijanjikan, lalu menahan sisanya dan tidak mau memberi lagi.", "long": "Menurut Mujahid dan Ibnu Zaid ayat ini turun pada peristiwa al-Walid bin al-Mugirah, dia telah mendengar bacaan Nabi saw dan selalu mendampingi beliau dan menerima nasihat-nasihat daripadanya sehingga hatinya tertarik kepada Islam dan Nabi juga mengharapkan keimanannya. Kebetulan seorang musyrik yang mengetahui keadaan al-Walid mencelanya, dan mengatakan, \"apakah akan engkau tinggalkan agama nenek moyangmu? Kembalilah kepada agamamu dan terus berpegang padanya! Saya akan menanggung semua yang mengkhawatirkanmu di akhirat nanti, dengan imbalan engkau berikan kepadaku sesuatu.\" Al-Walid menyetujui ajakan ini, lalu ia menarik kembali keinginannya memeluk agama Islam. Dengan demikian jadilah dia seorang sesat yang nyata dan dia telah menyerahkan sebagian imbalan yang disetujuinya kepada orang yang dijanjikannya dan ditahan bagian yang lain. Al-Walid hampir saja menjadi seorang Mukmin dan mengikuti petunjuk-petunjuk rasul, lalu salah seorang dari setan-setan manusia menggodanya agar ia tidak menerima bujukan, dan mengajak kembali kepada agama nenek moyangnya. Seseorang akan memikul dosa-dosanya bila al-Walid bin al-Mugirah sudi menyumbangkan sedikit dari hartanya. Ia menerima gagasan tersebut, tetapi ia hanya memberikannya sekali saja, dan tidak diberikannya apa-apa sesudah itu. Apakah ia mengetahui sesuatu yang gaib, bahwa temannya itu dapat memikul dosa-dosanya yang ditakutinya pada hari Kiamat nanti? Ditegaskan bahwa syariat-syariat terdahulu tidak membenarkan tentang pemikulan dosa oleh orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4819, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "A'indahoo 'ilmul ghaibi fahuwa yaraa" } }, "translation": { "en": "Does he have knowledge of the unseen, so he sees?", "id": "Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat(nya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4819", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4819.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4819.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah dia merasa bahwa hanya dia yang mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat dan mengetahui kemaslahatan dan apa yang mendorongnya untuk berpaling dari kebenaran dan kikir dalam bersedekah?", "long": "Menurut Mujahid dan Ibnu Zaid ayat ini turun pada peristiwa al-Walid bin al-Mugirah, dia telah mendengar bacaan Nabi saw dan selalu mendampingi beliau dan menerima nasihat-nasihat daripadanya sehingga hatinya tertarik kepada Islam dan Nabi juga mengharapkan keimanannya. Kebetulan seorang musyrik yang mengetahui keadaan al-Walid mencelanya, dan mengatakan, \"apakah akan engkau tinggalkan agama nenek moyangmu? Kembalilah kepada agamamu dan terus berpegang padanya! Saya akan menanggung semua yang mengkhawatirkanmu di akhirat nanti, dengan imbalan engkau berikan kepadaku sesuatu.\" Al-Walid menyetujui ajakan ini, lalu ia menarik kembali keinginannya memeluk agama Islam. Dengan demikian jadilah dia seorang sesat yang nyata dan dia telah menyerahkan sebagian imbalan yang disetujuinya kepada orang yang dijanjikannya dan ditahan bagian yang lain. Al-Walid hampir saja menjadi seorang Mukmin dan mengikuti petunjuk-petunjuk rasul, lalu salah seorang dari setan-setan manusia menggodanya agar ia tidak menerima bujukan, dan mengajak kembali kepada agama nenek moyangnya. Seseorang akan memikul dosa-dosanya bila al-Walid bin al-Mugirah sudi menyumbangkan sedikit dari hartanya. Ia menerima gagasan tersebut, tetapi ia hanya memberikannya sekali saja, dan tidak diberikannya apa-apa sesudah itu. Apakah ia mengetahui sesuatu yang gaib, bahwa temannya itu dapat memikul dosa-dosanya yang ditakutinya pada hari Kiamat nanti? Ditegaskan bahwa syariat-syariat terdahulu tidak membenarkan tentang pemikulan dosa oleh orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4820, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062d\u064f\u0641\u0650 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Am lam yunabbaa bimaa fee suhuhfi Moosa" } }, "translation": { "en": "Or has he not been informed of what was in the scriptures of Moses", "id": "Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4820", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4820.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4820.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingkar dan kikir merupakan sifat tercela dan dia telah mendapat tuntunan untuk menghindarinya. Apakah dia memang ingkar ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Musa?", "long": "Pada ayat ini dijelaskan tentang ketentuan-ketentuan syariat Ibrahim yang telah melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya, telah menyampaikan risalahnya menurut semestinya, sebagaimana yang dimaksud oleh ayat: \n\nDan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, \"Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.\" (al-Baqarah/2: 124) \n\nIbnu 'Abbas menyatakan, Ibrahim telah menjalankan semua gagasan Islam yang tigapuluh macam banyaknya yang tidak pernah dijalankan oleh nabi yang lain, yaitu sepuluh gagasan tersebut dalam Surah at-Taubah/9 ayat 111 dan 112. Dalam ayat pertama tersebut hanya satu macam gagasan, yaitu berperang pada jalan Allah lalu ia membunuh atau terbunuh, sedang pada ayat kedua disebutkan sembilan macam, yaitu orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang mengembara (demi agama Islam), yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Sepuluh di Surah al-Ahzab/33, pada ayat 35, yaitu laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. Enam macam dalam Surah al-Mu'minun/23 dari ayat 2 sampai dengan ayat 9, yaitu: orang yang khusyu' dalam salat, orang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, orang yang menunaikan zakat, orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, mereka adalah orang yang melampaui batas, dan orang yang memelihara amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, orang yang memelihara salatnya. Empat macam dalam Surah al-Ma'arij/70, yaitu mulai dari ayat 26 sampai dengan ayat 33; orang yang mempercayai hari Pembalasan, orang yang takut terhadap azab Tuhannya, karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya), orang yang memelihara kemaluannya, kecuali kepada istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas, orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dikhususkan Ibrahim dengan sifat-sifat tersebut, karena beratnya cobaan yang telah dialaminya ketika terjadi perintah menyembelih putranya Ismail yang sudah jelas ceritanya. Adapun sebab menyebutkan syariat dua Nabi ini saja, karena orang musyrik mengaku bahwa mereka adalah pengikut Ibrahim, sedangkan Ahli Kitab mengaku bahwa mereka pengikut Taurat dan lembaran-lembarannya yang masih dekat masanya dengan mereka. Kemudian Allah menyatakan isi dari kedua syariat tersebut dalam ayat 38 dan 39 berikut." } } }, { "number": { "inQuran": 4821, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa Ibraaheemal lazee waffaaa" } }, "translation": { "en": "And [of] Abraham, who fulfilled [his obligations] -", "id": "Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4821", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4821.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4821.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apakah dia juga mengingkari tuntunan wahyu yang terdapat pada lembaran-lembaran yang diwahyukan kepada Nabi Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji kepada Allah?", "long": "Pada ayat ini dijelaskan tentang ketentuan-ketentuan syariat Ibrahim yang telah melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya, telah menyampaikan risalahnya menurut semestinya, sebagaimana yang dimaksud oleh ayat: \n\nDan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, \"Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.\" (al-Baqarah/2: 124) \n\nIbnu 'Abbas menyatakan, Ibrahim telah menjalankan semua gagasan Islam yang tigapuluh macam banyaknya yang tidak pernah dijalankan oleh nabi yang lain, yaitu sepuluh gagasan tersebut dalam Surah at-Taubah/9 ayat 111 dan 112. Dalam ayat pertama tersebut hanya satu macam gagasan, yaitu berperang pada jalan Allah lalu ia membunuh atau terbunuh, sedang pada ayat kedua disebutkan sembilan macam, yaitu orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang mengembara (demi agama Islam), yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Sepuluh di Surah al-Ahzab/33, pada ayat 35, yaitu laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. Enam macam dalam Surah al-Mu'minun/23 dari ayat 2 sampai dengan ayat 9, yaitu: orang yang khusyu' dalam salat, orang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, orang yang menunaikan zakat, orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, mereka adalah orang yang melampaui batas, dan orang yang memelihara amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, orang yang memelihara salatnya. Empat macam dalam Surah al-Ma'arij/70, yaitu mulai dari ayat 26 sampai dengan ayat 33; orang yang mempercayai hari Pembalasan, orang yang takut terhadap azab Tuhannya, karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya), orang yang memelihara kemaluannya, kecuali kepada istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas, orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dikhususkan Ibrahim dengan sifat-sifat tersebut, karena beratnya cobaan yang telah dialaminya ketika terjadi perintah menyembelih putranya Ismail yang sudah jelas ceritanya. Adapun sebab menyebutkan syariat dua Nabi ini saja, karena orang musyrik mengaku bahwa mereka adalah pengikut Ibrahim, sedangkan Ahli Kitab mengaku bahwa mereka pengikut Taurat dan lembaran-lembarannya yang masih dekat masanya dengan mereka. Kemudian Allah menyatakan isi dari kedua syariat tersebut dalam ayat 38 dan 39 berikut." } } }, { "number": { "inQuran": 4822, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Allaa taziru waaziratunw wizra ukhraa" } }, "translation": { "en": "That no bearer of burdens will bear the burden of another", "id": "(yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4822", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4822.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4822.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara ajaran dalam lembaran-lembaran kitab suci itu adalah bahwa seseorang yang berdosa karena perbuatan dan keingkarannya tidak akan memikul dosa orang lain dan tidak mendapat manfaat dari perbuat-an baik orang lain.", "long": "Seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. Setiap orang yang mengerjakan dosa karena kekafirannya atau karena kemaksiatannya maka dia sendiri yang memikul dosanya, dan tidak akan dipikul oleh orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. (Fathir/35: 18)" } } }, { "number": { "inQuran": 4823, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa al laisa lil insaani illaa maa sa'aa" } }, "translation": { "en": "And that there is not for man except that [good] for which he strives", "id": "dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4823", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4823.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4823.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan diajarkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan usahanya yang baik atau buruk tidak akan dihilangkan.", "long": "Atas perbuatan yang baik, manusia hanya memperoleh ganjaran dari usahanya sendiri maka dia tidak berhak atas pahala suatu perbuatan yang tidak dilakukannya. Dari ayat tersebut, Imam Malik dan Imam Syafi'i memahami bahwa tidak sah menghadiahkan pahala amalan orang hidup berupa bacaan Al-Qur'an kepada orang mati, karena bukan perbuatan mereka dan usaha mereka. Begitu pula seluruh ibadah badaniah, seperti salat, haji dan tilawah, karena Nabi saw tidak pernah mengutarakan yang demikian kepada umat, tidak pernah menyuruhnya secara sindiran dan tidak pula dengan perantaraan nas dan tidak pula para sahabat menyampaikan kepada kita. Sekiranya tindakan itu baik, tentu mereka telah terlebih dahulu mengerjakannya. Ada pun mengenai sedekah, maka pahalanya sampai kepada orang mati, sebagaimana oleh Muslim dan al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw bersabda: Apabila seorang anak Adam meninggal dunia putuslah semua amal perbuatan (yang menyampaikan pahala kepadanya) kecuali tiga perkara, anak yang saleh yang berdoa kepadanya, sedekah jariah (wakaf) sesudahnya dan ilmu yang dapat diambil manfaatnya. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah) \n\nSebenarnya ini semua termasuk usaha seseorang, jerih payahnya, sebagaimana tersebut dalam hadist : \n\nSesungguhnya sebaik-baik yang dimakan oleh seseorang adalah hasil usahanya sendiri dan anaknya termasuk usahanya juga.(Riwayat anNasa'i dan Ibnu hibban) Sedekah jariah seperti wakaf adalah bekas usahanya, Allah berfirman: \n\nSungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekasbekas yang mereka (tinggalkan). (Yasin/36: 12) \n\nIlmu yang disebarkan lalu orang-orang mengikutinya dan mengamalkannya termasuk juga usahanya. Dan telah diriwayatkan di antaranya hadis sahih: ÙŽOrang yang mengajak kepada suatu petunjuk maka baginya pahala yang serupa dengan pahala orang yang mengikuti petunjuk itu, tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya sedikit pun. (Riwayat Muslim) \n\nImam Ahmad bin hanbal dan sebagian besar pengikut Syafi'i berpendapat bahwa pahala bacaan sampai kepada orang mati, bila bacaan itu tidak dibayar dengan upah. Tetapi bila bacaan itu dengan upah, sebagaimana biasa terjadi sekarang, maka pahalanya tidak sampai kepada orang mati, karena haram mengambil upah untuk membaca Al-Qur'an, meskipun boleh mengambil upah mengajarinya.Termasuk ibadah yang pahalanya sampai kepada orang lain adalah doa dan sedekah. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4824, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa anna sa'yahoo sawfa yuraa" } }, "translation": { "en": "And that his effort is going to be seen -", "id": "dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4824", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4824.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4824.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua itu kelak akan diperlihatkan kepadanya sehingga ia dapat berbangga dengan kebaikannya dan malu dengan amal buruknya.", "long": "Amal perbuatan seseorang akan diperlihatkan di hari mahsyar sehingga semua orang akan dapat melihatnya. Ini berarti penghormatan bagi orang-orang baik dan penghinaan bagi orangorang jahat. Dan katakanlah, \"Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.\" (at-Taubah/9: 105)" } } }, { "number": { "inQuran": 4825, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Summa yujzaahul jazaaa 'al awfaa" } }, "translation": { "en": "Then he will be recompensed for it with the fullest recompense", "id": "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4825", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4825.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4825.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa Allah akan membalas amal perbuatan seseorang dengan balasan yang lebih sempurna dengan melipatgandakan baginya perbuatan baik, dan membalas suatu kejahatan dengan yang serupa atau dimaafkan. \n\nKabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (al-hijr/15: 49-50)" } } }, { "number": { "inQuran": 4826, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0647\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa anna ilaa rabbikal muntahaa" } }, "translation": { "en": "And that to your Lord is the finality", "id": "dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4826", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4826.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4826.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Amal yang baik akan mendapat balasan yang berlipat ganda, dan amal yang buruk akan dibalas sesuai kadar keburukannya. Dan selain itu, disebutkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu permulaan dan kesudahan segala sesuatu.", "long": "Allah tempat kembali segala sesuatu pada hari Kiamat dan Ia akan menghisab yang kecil dan besar, lalu Ia memberi pahala atau siksa sesuai dengan perbuatan mereka masing-masing. Ayat ini merupakan peringatan keras bagi orang jahat, dan bujukan yang halus bagi orang-orang baik dan sebagai penghibur hati bagi Nabi Muhammad saw, seperti firman-Nya: \n\nMaka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. (Yasin/36: 76)" } } }, { "number": { "inQuran": 4827, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0636\u0652\u062d\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0643\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa annahoo huwa adhaka wa abkaa" } }, "translation": { "en": "And that it is He who makes [one] laugh and weep", "id": "dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4827", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4827.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4827.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu, diterangkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya Dialah Yang Mahakuasa yang telah menjadikan orang tertawa dan menangis serta menciptakan faktor-faktor yang menyebabkannya,", "long": "Allah-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis serta sebab-sebabnya. Maksudnya, Dia yang menjadikan manusia gembira karena perbuatannya yang baik, dan Dia yang menyebabkan manusia sedih, menangis dan prihatin karena perbuatannya, yaitu perbuatan yang menyenangkan atau menyusahkan" } } }, { "number": { "inQuran": 4828, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 27, "page": 527, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annahoo huwa amaata wa ahyaa" } }, "translation": { "en": "And that it is He who causes death and gives life", "id": "dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4828", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4828.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4828.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sesungguhnya Dia pula yang mematikan dan menghidupkan ciptaan-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa sesungguhnya Dia-lah yang menjadikan mati dan hidup karena Dia adalah zat yang sanggup untuk menghidupkan, mematikan dan menghidupkan kembali. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (al-Mulk/67: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 4829, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa annahoo khalaqaz zawjainiz zakara wal unsaa" } }, "translation": { "en": "And that He creates the two mates - the male and female -", "id": "dan sesungguhnya Dialah yang men-ciptakan pasangan laki-laki dan perempuan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4829", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4829.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4829.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan disebutkan pula dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan, jantan dan betina,", "long": "Allah yang menciptakan laki-laki dan perempuan dari \"air mani yang dipancarkan ke dalam rahim.\" Kemudian dihembuskannya ruh, sehingga dia hidup dan bergerak. Ayat 45 kembali menjelaskan mengenai keberpasangan ciptaan. Uraiannya dapat dilihat pada beberapa ayat terdahulu, seperti: Yasin/36: 36; ar-Ra'd/13: 3; asy-Syu'ara'/26: 7; dan adhdzariyat/51: 49. Ayat 46 menjelaskan penciptaan manusia yang datangnya dari pasangan laki-laki dan perempuan, sebagai tercantum dalam beberapa ayat sebelumnya. Air mani sebagai salah satu komponen pembentuk kehidupan diuraikan secara sepintas saja. Penjelasannya dapat ditemui pada beberapa uraian dalam ayat-ayat, seperti, alhajj/22: 5; al-Mu'minun/23: 13-14; dan Fathir/35: 11. Dalam ayatayat tersebut telah diuraikan secara sangat rinci bertahap-tahap dalam proses pengembangan embrio manusia. Bahkan mengenai air mani sendiri, dijelaskan, antara lain, pada ayat-ayat as-Sajdah/32: 7-9. Penjelasan selanjutnya, yang sangat ilmiah, ditemukan pada penjelasan dari Surah ath-thariq/86: 6-7 dan al-Insan/76: 2." } } }, { "number": { "inQuran": 4830, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0645\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Min nutfatin izaa tumnaa" } }, "translation": { "en": "From a sperm-drop when it is emitted", "id": "dari mani, apabila dipancarkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4830", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4830.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4830.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dari mani apabila dipancarkan, yang selanjutnya pencipaan itu melalui proses yang telah ditetapkan.", "long": "Allah yang menciptakan laki-laki dan perempuan dari \"air mani yang dipancarkan ke dalam rahim.\" Kemudian dihembuskannya ruh, sehingga dia hidup dan bergerak. Ayat 45 kembali menjelaskan mengenai keberpasangan ciptaan. Uraiannya dapat dilihat pada beberapa ayat terdahulu, seperti: Yasin/36: 36; ar-Ra'd/13: 3; asy-Syu'ara'/26: 7; dan adhdzariyat/51: 49. Ayat 46 menjelaskan penciptaan manusia yang datangnya dari pasangan laki-laki dan perempuan, sebagai tercantum dalam beberapa ayat sebelumnya. Air mani sebagai salah satu komponen pembentuk kehidupan diuraikan secara sepintas saja. Penjelasannya dapat ditemui pada beberapa uraian dalam ayat-ayat, seperti, alhajj/22: 5; al-Mu'minun/23: 13-14; dan Fathir/35: 11. Dalam ayatayat tersebut telah diuraikan secara sangat rinci bertahap-tahap dalam proses pengembangan embrio manusia. Bahkan mengenai air mani sendiri, dijelaskan, antara lain, pada ayat-ayat as-Sajdah/32: 7-9. Penjelasan selanjutnya, yang sangat ilmiah, ditemukan pada penjelasan dari Surah ath-thariq/86: 6-7 dan al-Insan/76: 2." } } }, { "number": { "inQuran": 4831, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0634\u0652\u0623\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa anna 'alaihin nash atal ukhraa" } }, "translation": { "en": "And that [incumbent] upon Him is the next creation", "id": "dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4831", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4831.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4831.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dalam kedua suhuf itu juga diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain,", "long": "Allah yang menghidupkan manusia sesudah mati untuk membalas orang yang berbuat baik atau jahat sesuai dengan apa yang dikerjakannya" } } }, { "number": { "inQuran": 4832, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa annahoo huwa aghnaa wa aqnaa" } }, "translation": { "en": "And that it is He who enriches and suffices", "id": "dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4832", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4832.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4832.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan disebutkan pula bahwa sesungguhnya Dialah yang memberikan kepada semua makhluk kekayaan serta kepuasan hati dari kegiatan yang diusahakan dan memberikan kecukupan atas apa yang disimpan.", "long": "Allah yang memberikan kekayaan atau kemiskinan bagi orang yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya, sesuai dengan kesanggupan dan usaha masing-masing. Ayat ini menunjukkan kekuasaan yang sempurna, bahwa nuthfah (setetes mani) adalah sesuai bagian-bagiannya menurut kenyataan. Dari nutfah ini Allah jadikan bermacam-macam anggota, tabiat yang berlain-lainan dan laki-laki atau perempuan, maka tidak ada orang yang mengaku dapat membuatnya, sebagaimana tidak ada yang mengaku menjadikan langit dan bumi selain Allah. \n\nDan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, \"Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?\" Tentu mereka akan menjawab, \"Allah.\" (Luqman/31: 25) \n\nApakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang lakilaki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (al-Qiyamah/75: 36-40)" } } }, { "number": { "inQuran": 4833, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0639\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa annahoo huwa rabbush shi'raa" } }, "translation": { "en": "And that it is He who is the Lord of Sirius", "id": "dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi‘ra," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4833", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4833.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4833.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan selain itu, dalam kedua suhuf itu juga disebutkan bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan yang menciptakan, memiliki, dan mengendalikan bintang Syi‘ra, bintang sembahan orang Arab pada masa Jahiliah.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Dia-lah Tuhan yang memiliki bintang Syi'ra, yang sangat gemerlapan ini, yang terbit beriringan dengan bintang Jauza' di pertengahan musim panas. Mengkhususkan sebutan bintang ini dari planet-planet angkasa lainnya yang lebih besar dan lebih gemerlapan, karena bintang ini disembah pada zaman jahiliyah, yang menyembahnya adalah kabilah Himyar dan Khuza'ah. Orang pertama yang mengadakan penyembahan ini adalah Abu Kabsyah. Dia adalah pembesar bangsa Arab, sehingga orang Quraisy menyatakan, bahwa Nabi Muhammad saw, adalah anak Abu Kabsyah, sebagai persamaan karena berbeda dalam hal prinsip agamanya dengan agama nenek moyang mereka. Abu Kabsyah ini adalah salah seorang dari nenek Nabi Muhammad saw, dari pihak ibunya. Sebagaimana yang dikatakan Abu Sufyan ketika ia berada di hadapan Heraklius yang menjadi Pembesar Rum, \"Sungguh telah menjadi besar persoalan anak Abu Kabsyah ini (Nabi saw). Di antara bangsa Arab ada yang memuja bintang dan mengakui pengaruhnya terhadap alam semesta dan mereka membicarakan tentang masalah-masalah yang gaib ketika bintang itu terbit. Bintang Syi'ra ini ada dua, satu di antaranya berada di sebelah Syam (Palestina) dan yang lain berada di sebelah Yaman. Keterangan inilah yang dimaksudkan di sini yang disembah selain Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4834, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa annahooo ahlak a 'Aadanil oolaa" } }, "translation": { "en": "And that He destroyed the first [people of] 'Aad", "id": "dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum ‘Ad dahulu kala," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4834", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4834.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4834.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan ajaran dan tuntunan Allah dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa, pada ayat ini Allah menyebut azab yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat masa lalu. Dan diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan umat Nabi Hud, yakni kaum ‘Ad pada zaman dahulu kala,", "long": "Allah yang membinasakan kaum 'Ad yang pertama yaitu kaum Nabi Hud, dan yang dimaksud dengan kaum 'Ad yang kedua ialah kaum Iram bin Sam bin Nuh. \n\nTidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) 'Ad? (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum 'Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain. (al-Fajr/89: 6-8) \n\nKaum 'Ad kedua ini golongan manusia yang sangat kuat dan banyak berbuat durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya, Kemudian Allah membinasakan mereka dengan angin yang sangat dingin dan kencang, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan tujuh hari terus-menerus. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4835, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa samooda famaaa abqaa" } }, "translation": { "en": "And Thamud - and He did not spare [them] -", "id": "dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4835", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4835.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4835.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Allah pula yang telah membinasakan kaum Samud, umat Nabi Saleh. Karena kafir, mereka semua dibinasakan dan tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya dalam keadaan hidup.", "long": "Allah membinasakan kaum Samud dan tidak membiarkan mereka hidup, bahkan mereka disiksa dengan azab Tuhan yang sangat dahsyat, dalam ayat yang bersamaan maksudnya Allah berfirman: \n\nMaka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? (al-haqqah/69: 8)" } } }, { "number": { "inQuran": 4836, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0652\u063a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa qawma Noohim min qablu innahum kaanoo hum azlama wa atghaa" } }, "translation": { "en": "And the people of Noah before. Indeed, it was they who were [even] more unjust and oppressing.", "id": "dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4836", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4836.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4836.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan karena keingkarannya pula kaum Nabi Nuh dibinasakan sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka dibanding kedua umat sebelumnya, ‘Ad dan Samud.", "long": "Allah membinasakan kaum Nuh sebelum kaum 'Ad dan Samud. Mereka lebih zalim daripada kedua kaum ini, karena mereka adalah orang-orang yang pertama membuat kezaliman dan kedurhakaan sedangkan orang yang paling zalim, sebagaimana hadis Nabi, \"Barang siapa mengadakan suatu perbuatan jahat, maka dia memikul dosanya.\" Kaum Nuh lebih durhaka daripada kaum 'Ad dan Samud, karena mereka telah melampaui batas, padahal sejak lama mereka telah mendengar seruan Nabi Nuh, namun mereka tetap membangkang sehingga Nabi Nuh habis kesabarannya dan mendoakan kebinasaan mereka. \n\nDan Nuh berkata, \"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Nuh/71: 26) \n\nAda seorang ayah yang membawa anaknya pergi menemui Nuh untuk memperingatkannya seraya mengatakan kepada anaknya, \"Wahai anakku! Ayahku dahulu membawa aku kepada orang ini, seperti sekarang aku membawamu. Awas engkau jangan mempercayainya!\" Si ayah mati dalam kekafirannya sedang anaknya yang masih kecil hidup berpegang kepada wasiat ayahnya, sehingga seruan Nuh mengajar manusia beriman tidak mempengaruhi lagi anak itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4837, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e\u0641\u0650\u0643\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wal mu'tafikata ahwaa" } }, "translation": { "en": "And the overturned towns He hurled down", "id": "Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Lut)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4837", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4837.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4837.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah kisah umat yang durhaka kepada nabinya, dan selain mereka hukuman Allah yang berupa prahara angin telah meruntuhkan negeri kaum Nabi Lut yang ingkar dan menolak ajarannya,", "long": "Allah telah memusnahkan kaum Lut dengan menjungkirbalikkan negeri mereka dan menurunkan azab kepada mereka berupa hujan batu yang terbakar, sambil menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar, bertubi-tubi. Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman: \n\nDan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. (asy-Syu'ara'/26: 173) \n\nInilah yang dikehendaki oleh Allah dengan firman-Nya, \"Allah menimpakan atas negeri mereka azab yang menimpanya.\" Pengungkapan keadaan dengan kata-kata tersebut menunjukkan kehebatan azab yang menimpa mereka karena Allah membalikkanNya, yang atas menjadi bawah dan bawah menjadi atas. Keterangan yang jelas dan nyata itu tak dapat meyakinkan mereka, bahkan membikin mereka ragu-ragu, mereka menertawakannya, walaupun Nabi Muhammad saw terus-menerus memperingatkan mereka. Sebenarnya mereka harus menangis atas kesalahan dan kelengahan mereka dan sembah sujud kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4838, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u063a\u064e\u0634\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0634\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Faghashshaahaa maa ghashshaa" } }, "translation": { "en": "And covered them by that which He covered.", "id": "lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4838", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4838.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4838.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "lalu dengan angin tersebut Allah menimbuni negeri itu dengan puing-puing dan bebatuan yang menimpanya.", "long": "Allah telah memusnahkan kaum Lut dengan menjungkirbalikkan negeri mereka dan menurunkan azab kepada mereka berupa hujan batu yang terbakar, sambil menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar, bertubi-tubi. Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman: \n\nDan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. (asy-Syu'ara'/26: 173) \n\nInilah yang dikehendaki oleh Allah dengan firman-Nya, \"Allah menimpakan atas negeri mereka azab yang menimpanya.\" Pengungkapan keadaan dengan kata-kata tersebut menunjukkan kehebatan azab yang menimpa mereka karena Allah membalikkanNya, yang atas menjadi bawah dan bawah menjadi atas. Keterangan yang jelas dan nyata itu tak dapat meyakinkan mereka, bahkan membikin mereka ragu-ragu, mereka menertawakannya, walaupun Nabi Muhammad saw terus-menerus memperingatkan mereka. Sebenarnya mereka harus menangis atas kesalahan dan kelengahan mereka dan sembah sujud kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4839, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbika tatamaaraa" } }, "translation": { "en": "Then which of the favors of your Lord do you doubt?", "id": "Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4839", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4839.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4839.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehancuran umat-umat pengingkar pada masa lalu merupakan peringatan dari Allah untuk generasi sekarang dan mendatang. Merupakan salah satu bentuk nikmat-Nya bagaimana umat pada masa kini dapat mengambil pelajaran dan lebih berhati-hati dalam kehidupannya. Wahai manusia, jika umat-umat itu mendapat hukuman karena keingkaran mereka, maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan sehingga kamu mengingkarinya?", "long": "Allah menyatakan dalam bentuk pertanyaan kepada manusia tentang nikmat-Nya yang manakah, yang masih diragukan, dalam ayat berikut ini yang sama maksudnya. \n\nWahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia. (al-Infithar/82: 6) \n\nTetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah. (al-Kahf/18: 54) \n\nMaka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (arRahman/55: 16) Pada hakikatnya musibah yang menimpa itu dapat membawa manusia kepada kesadaran bagi mereka yang memperhatikannya. Semua nikmat itu adalah bukti yang nyata atas ke-Esaan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 4840, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Haazaa nazeerum minan nuzuril oolaa" } }, "translation": { "en": "This [Prophet] is a warner like the former warners.", "id": "Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4840", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4840.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4840.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, Nabi Muhammad ini adalah salah seorang pemberi peringatan yang diamanati untuk mengingatkan kamu dan ia termasuk di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw dengan Al-Qur'annya adalah pemberi peringatan terhadap orang yang menyimpang dari petunjuk-Nya dengan mengikuti hawa nafsu yang membawa kepada kecelakaan dunia dan akhirat. Nabi Muhammad saw, seperti para rasul sebelumnya, menyampaikan seruan kepada manusia, tetapi sebagian manusia mendustakan kerasulan-Nya, maka Allah menghancurkan dan menjatuhkan azab kepada mereka sesuai dengan kedustaan dan keingkaran mereka terhadap nikmat-nikmat yang terus-menerus datang dari Tuhan, dalam ayat yang lain: \n\nDia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.\" (Saba'/34: 46) \n\nDalam hadis Nabi yang ada hubungannya dengan ayat ini yaitu: Saya pemberi peringatan yang tak berpakaian. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) Maksudnya, karena terburu-buru melihat kejahatan, sehingga tidak sempat memakai pakaian, terus berangkat untuk mengingatkan kaumnya. Bisa juga berarti polos dan tegas. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4841, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0632\u0650\u0641\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u0632\u0650\u0641\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Azifatil laazifah" } }, "translation": { "en": "The Approaching Day has approached.", "id": "Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4841", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4841.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4841.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara peringatan Nabi Muhammad adalah kepastian akan datangnya hari kiamat yang semakin hari semakin dekat. Sesuatu yang dekat, yaitu hari kiamat, kedatangannya telah makin mendekat", "long": "Ayat ini menerangkan, bahwa hari Kiamat sudah dekat masanya dan neraka telah tersedia, tiap manusia akan menerima balasan sesuai dengan perbuatannya, maka waspadalah, agar kamu tidak termasuk di antara orang yang binasa, yaitu pada suatu hari yang tidak berguna. Pada waktu itu harta dan anak, kecuali orang yang datang menghadapi Allah dengan hati yang bersih pada hari seorang anggota keluarga tidak dapat memberi manfaat kepada anggota keluarga lainnya sedikit pun dan mereka tidak mendapat pertolongan apa pun. \n\nApabila terjadi hari Kiamat, terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal). (al-Waqi'ah/56: 1-2) Dan tersebut dalam hadis: Kerasulanku ini dibandingkan dengan hari Kiamat adalah seperti dua ini, dan beliau menceraikan antara dua anak jari-jari tengah dan telunjuk. (Riwayat Ahmad" } } }, { "number": { "inQuran": 4842, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0634\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Laisa lahaa min doonil laahi kaashifah" } }, "translation": { "en": "Of it, [from those] besides Allah, there is no remover.", "id": "Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4842", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4842.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4842.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan tidak ada seorang pun yang akan dapat mengungkapkan kapan hari itu tiba, selain Allah yang telah menetapkannya sejak zaman azali.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa, tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu tibanya hari Kiamat selain dari Allah, maka bersiap-siaplah untuk menghadapi hari itu sebelum datang secara tibatiba, dalam keadaan kamu tidak memperkirakan. Kamu akan menyesali kesalahan yang tidak ada gunanya, karenanya, beramallah selama masih ada kesempatan untuk beramal. Dengan ayat ini diungkapkan tiga macam dasar agama yaitu: 1. Keesaan Allah berdasarkan firman-Nya; maka dengan nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu? 2. Pengukuhan kerasulan Nabi Muhammad saw, dengan firman-Nya; ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan. 3. Pengukuhan tentang adanya pengumpulan dan kebangkitan pada hari Kiamat dengan firman-Nya; telah dekatlah kejadiannya hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 4843, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afamin hazal hadeesi ta'jaboon" } }, "translation": { "en": "Then at this statement do you wonder?", "id": "Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4843", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4843.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4843.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai kaum kafir, bila kiamat memang akan datang, maka apakah kamu masih merasa heran terhadap pemberitaan ini, lalu menolak kebenarannya?", "long": "Ayat ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan, maksudnya: Apakah layak bagi kamu, sesudah keterangan yang jelas itu bahwa manusia merasa heran terhadap Al-Qur'an, sedang AlQur'an membawa petunjuk untuk kamu ke jalan yang benar dan menghantarkan kamu ke jalan yang lurus; atau kamu masih memandangnya rendah dengan mencemoohkan dan berpaling dari padanya. Al-Baihaqi dalam Kitab Syu'abul Iman meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, \"Ketika turun firman Allah 'maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?\" Ahli Suffah menangis sehingga mengalir air mata mereka ke pipi. Dan ketika Nabi Muhammad saw melihat tangisan mereka beliau pun menangis, lalu kami menangis karena tangisan beliau, seraya berkata: Tidak akan masuk neraka orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang-orang yang terusmenerus mengerjakan maksiat Dan kalaulah orang-orang tidak melakukan dosa sungguh Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa, lalu mereka beristigfar, maka Allah mengampuni mereka. (Riwayat al-Baihaqi) \n\nKemudian Allah menyatakan kewajiban mengagungkan dan khusyu' ketika mendengar Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah: \n\nDan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk. (al-Isra'/17: 109)" } } }, { "number": { "inQuran": 4844, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0636\u0652\u062d\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u0652\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tadhakoona wa laa tabkoon" } }, "translation": { "en": "And you laugh and do not weep", "id": "dan kamu tertawakan dan tidak menangis," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4844", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4844.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4844.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya menolaknya, kamu bahkan terus menertawakan berita ini dan tidak menangis sebagaimana orang yang sepenuhnya percaya dan takut karena merasa belum cukup bekal untuk menghadapi hari itu.", "long": "Ayat ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan, maksudnya: Apakah layak bagi kamu, sesudah keterangan yang jelas itu bahwa manusia merasa heran terhadap Al-Qur'an, sedang AlQur'an membawa petunjuk untuk kamu ke jalan yang benar dan menghantarkan kamu ke jalan yang lurus; atau kamu masih memandangnya rendah dengan mencemoohkan dan berpaling dari padanya. Al-Baihaqi dalam Kitab Syu'abul Iman meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, \"Ketika turun firman Allah 'maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?\" Ahli Suffah menangis sehingga mengalir air mata mereka ke pipi. Dan ketika Nabi Muhammad saw melihat tangisan mereka beliau pun menangis, lalu kami menangis karena tangisan beliau, seraya berkata: Tidak akan masuk neraka orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang-orang yang terusmenerus mengerjakan maksiat Dan kalaulah orang-orang tidak melakukan dosa sungguh Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa, lalu mereka beristigfar, maka Allah mengampuni mereka. (Riwayat al-Baihaqi) \n\nKemudian Allah menyatakan kewajiban mengagungkan dan khusyu' ketika mendengar Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah: \n\nDan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk. (al-Isra'/17: 109)" } } }, { "number": { "inQuran": 4845, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa antum saamidoon" } }, "translation": { "en": "While you are proudly sporting?", "id": "sedang kamu lengah (darinya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4845", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4845.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4845.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai kaum kafir, saat sedang menertawakan berita tentang kiamat itu kamu berada dalam keadaan lengah dan lalai dari kedatangannya dan siksa di dalamnya.", "long": "Ayat ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan, maksudnya: Apakah layak bagi kamu, sesudah keterangan yang jelas itu bahwa manusia merasa heran terhadap Al-Qur'an, sedang AlQur'an membawa petunjuk untuk kamu ke jalan yang benar dan menghantarkan kamu ke jalan yang lurus; atau kamu masih memandangnya rendah dengan mencemoohkan dan berpaling dari padanya. Al-Baihaqi dalam Kitab Syu'abul Iman meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, \"Ketika turun firman Allah 'maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?\" Ahli Suffah menangis sehingga mengalir air mata mereka ke pipi. Dan ketika Nabi Muhammad saw melihat tangisan mereka beliau pun menangis, lalu kami menangis karena tangisan beliau, seraya berkata: Tidak akan masuk neraka orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang-orang yang terusmenerus mengerjakan maksiat Dan kalaulah orang-orang tidak melakukan dosa sungguh Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa, lalu mereka beristigfar, maka Allah mengampuni mereka. (Riwayat al-Baihaqi) \n\nKemudian Allah menyatakan kewajiban mengagungkan dan khusyu' ketika mendengar Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah: \n\nDan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk. (al-Isra'/17: 109)" } } }, { "number": { "inQuran": 4846, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 462, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": true } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u06e9", "transliteration": { "en": "Fasjudoo lillaahi wa'budoo" } }, "translation": { "en": "So prostrate to Allah and worship [Him].", "id": "Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4846", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4846.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4846.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, demi keselamatanmu bersujudlah kepada Allah, patuhi ajaran-Nya, dan sembahlah Dia secara tulus, baik dengan ibadah yang diwajibkan maupun yang dianjurkan.", "long": "Ayat ini memerintahkan manusia supaya tunduk dan beribadah kepada Allah dengan ikhlas, karena Allah menurunkan AlQur'an kepada manusia melalui rasul-Nya, tugasnya memberi petunjuk dan membawa berita gembira. Hendaklah manusia menyambut Al-Qur'an itu dengan meninggalkan penyembahan terhadap berhala yang tidak membawa manfaat." } } } ] }, { "number": 54, "sequence": 37, "numberOfVerses": 55, "name": { "short": "القمر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0642\u0645\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Qamar", "id": "Al-Qamar" }, "translation": { "en": "The Moon", "id": "Bulan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Qamar terdiri atas 55 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesedah surat Ath Thaariq. Nama Al Qamar (bulan) diambil dari perkataan Al Qamar yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pada ayat ini diterangkan tentang terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad s.a.w." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4847, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0646\u0634\u064e\u0642\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Iqtarabatis Saa'atu wsan shaqqal qamar" } }, "translation": { "en": "The Hour has come near, and the moon has split [in two].", "id": "Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4847", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4847.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4847.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Terdapat keterkaitan erat antara Surah an-Najm dengan Surah al-Qamar. Bila Surah an-Najm ditutup dengan ancaman terhadap orang kafir tentang hari kiamat yang makin dekat, Surah al-Qamar diawali dengan penegasan bahwa kiamat itu benar-benar telah dekat. Allah juga menunjukkan kuasa-Nya terhadap bulan. Saat kedatangan hari kiamat yang telah ditetapkan semakin dekat, bulan pun terbelah.", "long": "Allah menyatakan bahwa hari Kiamat hampir datang, pada waktu kehidupan dunia akan berakhir. Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman: \n\nKetetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. (an-Nahl/16: 1) \n\nAllah berfirman: \n\nTelah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat). (al-Anbiya'/21: 1) \n\nPada waktu itu bulan akan pecah bercerai-berai akibat penyimpangan dari peredarannya, sebagaimana diutarakan dalam ayat-ayat yang lain yang bersamaan maksudnya: \n\nApabila langit terbelah. (al-Insyiqaq/84: 1) \n\nDan firman-Nya: \n\nApabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan. (at-Takwir/81: 1-2) \n\nBanyak lagi ayat lain yang menunjukkan kejadian yang sangat dahsyat yang akan terjadi ketika hancurnya alam ini dengan tibanya hari Kiamat. Kebanyakan mufasir berpendapat bahwa kejadian tersebut pada ayat pertama telah terjadi dan bulan telah terbelah dua pada masa Nabi Muhammad saw, lima tahun sebelum beliau hijrah. Menurut hadis yang diriwayatkan al-Bukhari, Muslim dan Ibnu Jarir dari Anas bin Malik bahwa penduduk Mekah meminta kepada Nabi Muhammad saw, agar mengemukakan suatu mukjizat sebagai bukti kerasulannya, maka Allah memperlihatkan kepada mereka bulan terbelah dua, sehingga mereka melihat \"Jabal Nur\" berada di antara dua belahan bulan tersebut. Diriwayatkan pula dari Sahih alBukhari, Muslim dan para perawi-perawi hadis lainnya dari Ibnu Mas'ud bahwa: \"Bulan telah terbelah pada masa Nabi Muhammad saw, menjadi dua belah, sebelah berada di atas bukit dan yang lain berada di bawahnya, seraya Nabi Muhammad saw berseru, \"Saksikanlah!\" Abu Dawud meriwayatkan pula bahwa, \"Telah terjadi pembelahan bulan pada masa Nabi Muhammad saw, maka orang-orang Quraisy berkata, \"Ini adalah sihir anak Abu Kabsyah.\" Lalu seorang dari mereka berkata, \"Tunggulah dahulu berita yang dibawa oleh para musafir yang tiba, karena Muhammad saw tak sanggup mensihirkan semua manusia.\" Lalu tibalah para musafir membawa berita kejadian tersebut. Lalu dalam riwayat al-Baihaqi terdapat tambahan, \"Lalu mereka bertanya kepada para musafir yang berdatangan dari semua penjuru, jawaban mereka, \"Sungguh kami telah melihatnya,\" lalu Allah menurunkan ayat ini, \"Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.\" Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang terbelahnya bulan. Sebagian berpendapat bahwa bulan itu memang telah terbelah pada masa Nabi sebagai bagian dari mukjizatnya. Tetapi sebagian mufasir berpendapat bulan pasti terbelah bukan terjadi pada masa nabi, tetapi akan terjadi nanti pada saat hari Kiamat. Hal ini disebabkan karena hilangnya keseimbangan daya tarik menarik antar planet. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4848, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0631\u0651\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iny yaraw aayatany yu'ridoo wa yaqooloo sihrum mustamirr" } }, "translation": { "en": "And if they see a miracle, they turn away and say, \"Passing magic.\"", "id": "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4848", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4848.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4848.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang musyrik selalu enggan memercayai berita yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dan jika mereka melihat dengan mata kepala satu tanda dan mukjizat yang membuktikan kebenaran ajaran beliau, mereka tetap berpaling seraya menolak kebenaran itu dan berkata, “Semua yang terjadi ini sesungguhnya hanya sihir yang bersifat terus-menerus.”", "long": "Kaum musyrik melihat suatu bukti tentang kebenaran kerasulan Muhammad, maka mereka berpaling dan mendustakan serta mengingkarinya sambil berkata bahwa, \"Ini adalah sihir yang memesonakan kita yang akan terus-menerus dilakukannya.\" Demikianlah jika memang tidak ada iman, maka meskipun pikirannya dapat menerima kebenaran Al-Qur'an dan secara empirik terlihat pada perbuatan dan perilaku Nabi yang membuktikan kerasulan beliau, tetapi mereka tetap ingkar pada kebenaran yang ada di depan mata mereka. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4849, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0631\u0651\u064c", "transliteration": { "en": "Wa kazzaboo wattaba'ooo ahwaaa'ahum; wa kullu amrim mustaqirr" } }, "translation": { "en": "And they denied and followed their inclinations. But for every matter is a [time of] settlement.", "id": "Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4849", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4849.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4849.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah sikap orang musyrik, dan mereka memang senantiasa mendustakan kebenaran dari-Nya. Mereka cenderung menyimpang dari fitrah dan mengikuti keinginannya yang menjerumuskan mereka pada kesesatan, padahal setiap urusan yang terjadi pasti telah ada ketetapannya.", "long": "Kaum musyrik mendustakan kebenaran yang disampaikan kepada mereka oleh Nabi Muhammad saw, dan mengikuti hawa nafsu karena kebodohan mereka. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa sesuatu itu akan berhenti pada sasaran yang telah ditetapkan, sesuai dengan ketetapan Allah. Karena itu persoalan orang-orang musyrik akan berhenti pada kehinaan di dunia dan azab yang kekal di akhirat, sedang persoalanmu hai Muhammad saw akan berhenti pada kemenangan di dunia dan surga di akhirat" } } }, { "number": { "inQuran": 4850, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0632\u0652\u062f\u064e\u062c\u064e\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laqad jaaa'ahum minal ambaaa'i maa feehi muzdajar" } }, "translation": { "en": "And there has already come to them of information that in which there is deterrence -", "id": "Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4850", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4850.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4850.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman bagi mereka untuk tidak berbuat ingkar dan syirik.", "long": "Kaum musyrik yang mendustakan kerasulan Muhammad dan mengikuti hawa nafsu, telah mengetahui beberapa kisah tentang umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul, sehingga Allah menurunkan azab kepada mereka, sebagaimana tersebut dalam AlQur'an. Namun kisah-kisah itu tidak berkesan di hati mereka dan tidak dapat mencegah kekafiran, lalu Allah membinasakan mereka, sedang di akhirat nanti akan disiksa sesuai dengan perbuatan syirik yang telah menghiasi jiwa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 4851, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0630\u064f\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Hikmatum baalighatun famaa tughnin nuzur" } }, "translation": { "en": "Extensive wisdom - but warning does not avail [them].", "id": "(itulah) suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4851", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4851.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4851.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, peristiwa-peristiwa yang engkau sam-paikan kepada umatmu adalah hikmah, yaitu ilmu amaliah dan amal ilmiah, yang sempurna kebenaran dan kejelasannya. Tetapi, sesungguhnya peringatan-peringatan itu tidak berguna bagi mereka.", "long": "Kisah tersebut mengandung hikmah yang sangat tinggi nilainya dalam memberi petunjuk bagi manusia kepada jalan yang benar, tetapi hikmah dan peringatan yang terkandung dalam kisahkisah itu tidak berguna lagi bagi mereka karena hati nurani mereka telah terkunci mati. Firman Allah: \n\nTidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman. (Yunus/10: 101)" } } }, { "number": { "inQuran": 4852, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 27, "page": 528, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d8 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0646\u0651\u064f\u0643\u064f\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Fatawalla 'anhum; yawma yad'ud daa'i ilaa shai 'in nukur" } }, "translation": { "en": "So leave them, [O Muhammad]. The Day the Caller calls to something forbidding,", "id": "maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4852", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4852.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4852.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, berpalinglah engkau dari mereka! Orang musyrik itu akan menghadapi masa yang mengerikan, yaitu pada hari ketika penyeru, ketika malaikat atau utusan-Nya, mengajak mereka kepada sesuatu yang tidak menyenangkan, yaitu datangnya kiamat dan keharusan setiap orang mempertanggung jawabkan perbuatannya.", "long": "Allah memerintahkan rasul-Nya agar tidak mengadakan perdebatan dengan kaum musyrik, karena tidak ada faedahnya. Sebab itu hendaklah berpaling dari mereka, pendusta-pendusta itu. Karena mereka sudah sampai ke tingkat tidak mau tunduk kepada bukti dan kebenaran, maka sudah pantas bagimu tidak memberi nasihat kepada mereka lagi. Allah mengetahui bahwa Rasulullah saw tidak bosan terhadap persoalan mereka dan jengkel karena kecongkakannya. Allah mengingatkan kepada manusia bahwa akan terjadi hari kebangkitan, yang hari itu malaikat akan memanggil manusia datang ke suatu tempat yang sangat berbahaya dan dibenci oleh kaum musyrik, yaitu Padang Mahsyar." } } }, { "number": { "inQuran": 4853, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064f\u0634\u0651\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062c\u0652\u062f\u064e\u0627\u062b\u0650 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064c \u0645\u0651\u064f\u0646\u062a\u064e\u0634\u0650\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "khushsha'an absaaruhum yakrujoona minal ajdaasi ka annahum jaraadum muntashir" } }, "translation": { "en": "Their eyes humbled, they will emerge from the graves as if they were locusts spreading,", "id": "pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4853", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4853.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4853.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang diseru itu akan datang pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan dengan ketakutan. Keadaan ini menyebabkan mereka berjalan serampangan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.", "long": "Mereka akan keluar dari kubur dalam keadaan pandangan mereka tunduk, karena tidak sanggup memandang kedahsyatan yang terjadi pada hari itu, dan ketika mereka bersama-sama keluar dari kubur, tergopoh-gopoh menuju ke tempat perhitungan amal sesuai dengan panggilan, laksana belalang-belalang yang beterbangan di udara. Dalam ayat lain yang bersamaan maksudnya Allah berfirman: \n\nPada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan. (alQari'ah/101: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 4854, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 211, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064f\u0647\u0652\u0637\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0639\u064e\u0633\u0650\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Muhti'eena ilad daa'i yaqoolul kafiroona haazaa yawmun 'asir" } }, "translation": { "en": "Racing ahead toward the Caller. The disbelievers will say, \"This is a difficult Day.\"", "id": "dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4854", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4854.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4854.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan patuh dan penuh rasa takut mereka segera datang kepada penyeru itu. Dalam keadaan seperti ini orang-orang kafir terus saja berkata, “Ini adalah hari yang sangat sulit dihadapi.”", "long": "Mereka segera datang memenuhi seruan, tidak ada yang menentang seruan itu, tidak ada pula yang terlambat memenuhinya, seraya mereka berkata, \"Ini adalah hari yang sangat berbahaya dan tempat yang mencelakakan.\" Firman Allah: \n\nMaka itulah hari yang serba sulit, bagi orang-orang kafir tidak mudah. (al-Muddatstsir/74: 9-10)" } } }, { "number": { "inQuran": 4855, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c \u0648\u064e\u0627\u0632\u0652\u062f\u064f\u062c\u0650\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Kazzabat qablahum qawmu Noohin fakazzaboo 'abdanaa wa qaaloo majnoo nunw wazdujir" } }, "translation": { "en": "The people of Noah denied before them, and they denied Our servant and said, \"A madman,\" and he was repelled.", "id": "Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “Dia orang gila!” Lalu diusirnya dengan ancaman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4855", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4855.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4855.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat berikut menguraikan siksaan duniawi atas orang-orang yang mengingkari para rasul. Sebelum mereka, yaitu kaum musyrik Mekah, sebagian besar kaum Nabi Nuh juga telah mendustakan dan menolak dakwah hamba Kami. Maka mereka mendustakan Nabi Nuh, hamba Kami yang terpilih, dan mengatakan, “Dia adalah orang gila!” Lalu diusirnya dengan ancaman, ejekan, dan makian dari hampir seluruh kaumnya.”", "long": "Sebelum umat Nabi Muhammad saw, kaum Nuh telah terlebih dahulu mendustakan kerasulan Nabi Nuh. Mereka mendustakan kerasulan Nabi Nuh bahkan mereka menuduhnya gila serta mengancam dan menakut-nakuti Nabi Nuh supaya menghentikan dakwahnya, jika tidak mereka akan merajamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4856, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062f\u064e\u0639\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u063a\u0652\u0644\u064f\u0648\u0628\u064c \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Fada'aa Rabbahooo annee maghloobun fantasir" } }, "translation": { "en": "So he invoked his Lord, \"Indeed, I am overpowered, so help.\"", "id": "Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4856", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4856.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4856.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pembangkangan kaum Nabi Nuh makin menjadi. Meski sudah didakwahi sekian ratus tahun, hanya segelintir kaumnya yang beriman. Maka dia menengadahkan tangan, mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan dengan keingkaran dan perlakuan buruk kaumku, maka tolonglah aku, wahai Tuhan Pemeliharaku.”", "long": "Nabi Nuh berdoa kepada Allah swt bahwa ia tidak berdaya menghadapi ancaman kaumnya, dan memohon kepada Allah agar menolongnya. Doa Nabi Nuh terdapat dalam Surah Nuh/71: 26-28, bahwa Nabi Nuh memohon kepada Allah agar orang kafir dihancurkan, karena mereka hanya akan menyesatkan manusia dan akan melahirkan orang-orang durhaka dan kafir. Di samping itu Nabi Nuh juga memohon ampunan bagi kedua orangtua dan orang-orang yang beriman. Hal ini dilakukan setelah Nabi Nuh mengetahui keingkaran mereka dan hampir lelahnya Nabi Nuh dalam menyampaikan dakwahnya. Firman Allah: Dan Nuh berkata, \"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.\" (Nuh/71: 26-28)" } } }, { "number": { "inQuran": 4857, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0645\u0651\u064f\u0646\u0652\u0647\u064e\u0645\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Fafatahnaaa abwaabas sa maaa'i bimaa'im munhamir" } }, "translation": { "en": "Then We opened the gates of the heaven with rain pouring down", "id": "Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4857", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4857.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4857.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah meperkenankan doa Nabi Nuh, lalu Kami bukakan pintu-pintu langit, yaitu awan yang mencurahkan hujan dan membanjiri permukiman kaum Nabi Nuh dengan air yang tercurah deras,", "long": "Allah mengabulkan doa Nabi Nuh dengan mencurahkan air yang banyak dari langit dan berlangsung bertahun-tahun." } } }, { "number": { "inQuran": 4858, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064e\u062c\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064f\u062f\u0650\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Wa fajjamal arda 'uyoonan faltaqal maaa'u 'alaaa amrin qad qudir" } }, "translation": { "en": "And caused the earth to burst with springs, and the waters met for a matter already predestined.", "id": "dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4858", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4858.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4858.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan selain itu Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air. Karena dahsyatnya peristiwa itu, maka bertemulah air-air yang tercurah dari langit dan tersembur dari bumi itu sehingga meluap dan menimbulkan keadaan dan bencana yang telah ditetapkan untuk menghukum kaum yang mengingkari rasulnya.", "long": "Disamping itu dari dalam bumi, Allah memancarkan sumber mata air di permukaannya, lalu bertemulah dua air tersebut, yaitu air yang diturunkan dari langit dan air yang dipancarkan dari bumi, terjadilah banjir yang besar sebagaimana yang sudah ditentukan Allah. Ayat ini menguraikan mengenai peristiwa air bah pada masa Nabi Nuh. Akan tetapi, apabila penggalan kata-kata pertama dalam kalimat di atas, dan dikaitkan dengan pernyataan dalam ayat sebelumnya, maka keduanya akan memperlihatkan siklus air. Penggalan mengenai siklus air ini menjelaskan tentang turunnya air hujan dan bumi mengeluarkannya lagi dalam bentuk mata air." } } }, { "number": { "inQuran": 4859, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062d\u064d \u0648\u064e\u062f\u064f\u0633\u064f\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa hamalnaahu 'alaa zaati alwaahinw wa dusur" } }, "translation": { "en": "And We carried him on a [construction of] planks and nails,", "id": "Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4859", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4859.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4859.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Limpahan air dari langit dan pancarannya dari bumi merupakan azab bagi kaum Nabi Nuh yang ingkar. Dan Kami angkut serta selamatkan dia bersama orang-orang yang beriman ke atas kapal yang terbuat dari papan yang disusun dan diikat dengan pasak,", "long": "Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari banjir besar dengan memerintahkan Nuh beserta pengikutnya naik ke kapal besar yang terbuat dari papan-papan yang dipaku yang telah disiapkan sebelumnya. Maksud ayat ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah al-'Ankabut: \n\nMaka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu. (al-'Ankabut/29: 15)" } } }, { "number": { "inQuran": 4860, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0643\u064f\u0641\u0650\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Tajree bi a'yuninaa jazaaa 'al liman kaana kufir" } }, "translation": { "en": "Sailing under Our observation as reward for he who had been denied.", "id": "yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4860", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4860.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4860.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang berlayar dengan pemeliharaan dan pengawasan Kami, sebagai ganjaran dan balasan bagi orang yang telah diingkari oleh kaumnya.", "long": "Meskipun topan sangat dahsyat disertai hujan yang sangat lebat dan gelombang air laksana gunung besarnya, kapal itu berlayar dengan selamat berjalan di bawah pengawasan Allah sebagai balasan doanya, sebagaimana diinformasikan dalam ayat lain. \n\nDan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, \"Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.\" (Hud/11: 42)" } } }, { "number": { "inQuran": 4861, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f \u062a\u0651\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqat taraknaahaad aayatan fahal mim muddakir" } }, "translation": { "en": "And We left it as a sign, so is there any who will remember?", "id": "Dan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan sebagai tanda (pelajaran). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4861", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4861.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4861.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, kapal itu telah Kami awetkan dan Kami jadikan sebagai tanda dan pelajaran bagi kaum yang datang kemudian. Maka, adakah orang yang mau dan bersungguh-sungguh mengambil pelajaran dari peristiwa itu? Bila hal itu tidak menyadarkannya untuk menaati ajakan rasul,", "long": "Peristiwa bencana buat kaum Nuh dijadikan Allah sebagai pelajaran bagi manusia sepanjang masa. Sehingga mereka dapat membela kebenaran dan menghancurkan kebatilan yang mendustakan terhadap rasul-rasul Allah. Bahtera tersebut mendarat di bukit \"Judi.\" (Nama Gunung di daerah Kurdistan) \n\nDan difirmankan, \"Wahai bumi! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan!) berhentilah.\" Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan dan kapal itupun berlabuh di atas gunung Judi, dan dikatakan, \"Binasalah orang-orang zalim.\" (Hud/11: 44) \n\nDalam ayat lain peristiwa itu dinyatakan: \n\nSesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal, agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (al-haqqah/69: 11-12) \n\nSelanjutnya pada akhir ayat ini Allah bertanya, \"masih adakah orang-orang yang mau mengingat dan merenungkan peristiwa itu untuk dijadikan pelajaran.\" Artinya peristiwa itu perlu direnungkan dan diingat sepanjang masa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan." } } }, { "number": { "inQuran": 4862, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Fakaifa kaana 'azaabee wa nuzur" } }, "translation": { "en": "And how [severe] were My punishment and warning.", "id": "Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4862", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4862.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4862.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka perhatikan betul-betul betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku.", "long": "Allah memperingatkan orang yang membangkang dan mendustakan para rasul serta tidak mengambil iktibar terhadap dahsyatnya siksaan Tuhan dan ancaman-ancamannya yang ditujukan kepada orang-orang yang tidak mengindahkan seruan para rasul" } } }, { "number": { "inQuran": 4863, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad yassamal Quraana liz zikri fahal mimmuddakir" } }, "translation": { "en": "And We have certainly made the Qur'an easy for remembrance, so is there any who will remember?", "id": "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4863", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4863.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4863.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua manusia, maka adakah di antara mereka yang mau mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia kepada-nya dan membantunya memahami kitab suci ini?", "long": "Allah yang menurunkan Al-Qur'an yang mudah dibaca dan difahami untuk dijadikan pelajaran bagi orang yang mau menjadikan pelajaran, karena itu hendaknya manusia mengimaninya dan menjalankannya. Dalam ayat lain dinyatakan bahwa Al-Qur'an hanya bermanfaat bagi orang yang beriman, karena mereka menjalankannya: \n\nDan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang Mukmin. (adh-dzariyat/51: 55) \n\nDan seperti firman-Nya: \n\nKitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran. (shad/38: 29) \n\nMaka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur'an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang. (Maryam/19: 97) \n\nAl-Qur'an itu mudah difahami dan dijalankan, karena Nabi saw menjelaskan dan mencontohkan pelaksanaannya. Isi Al-Qur'an adalah kabar gembira bagi yang takwa dan peringatan bagi yang membangkang, karena itu hendaknya manusia menjadi orang yang takwa dengan menjalankannya dan tidak mengingkarinya, karena akan menjadi orang yang merugi." } } }, { "number": { "inQuran": 4864, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Kazzabat 'Aadun fakaifa kaana 'azaabee wa nuzur" } }, "translation": { "en": "'Aad denied; and how [severe] were My punishment and warning.", "id": "Kaum ‘Ad pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4864", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4864.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4864.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagaimana kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad pun mengingkari dakwah nabi mereka, Nabi Hud. Kaum ‘Ad pun telah mendustakan Nabi Hud yang telah Kami utus kepada mereka. Kami binasakan mereka, maka lihatlah betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku yang telah Kusampaikan melalui rasul-rasul-Ku.", "long": "Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa kaum 'Ad memandang nabi mereka dan risalah yang ia bawa untuk mereka adalah bohong. Kepada kaum yang mendustakan para rasul itu Allah telah menyampaikan peringatan dan menurunkan azab yang sangat dahsyat. Hal tersebut hendaknya dijadikan iktibar oleh orang-orang yang datang kemudian." } } }, { "number": { "inQuran": 4865, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u0650\u064a\u062d\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0631\u0652\u0635\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0631\u0651\u064d", "transliteration": { "en": "Innaa arsalnaa 'alaihim reehan sarsaran fee Yawmi nahsim mustamirr" } }, "translation": { "en": "Indeed, We sent upon them a screaming wind on a day of continuous misfortune,", "id": "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4865", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4865.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4865.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai hukuman atas keingkaran kaum ‘Ad, sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari yang mereka anggap sebagai hari nahas. Embusan yang tidak ada bandingannya itu terjadi secara terus-menerus.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah melepaskan topan yang amat dahsyat menderu-deru. Hal tersebut merupakan azab Allah kepada kaum 'Ad di kala bergelimangan dosa dan durhaka. Peristiwa ini terjadi selama tujuh malam delapan hari terus-menerus sebagaimana diinformasikan dalam ayat lain: \n\nMaka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas. (Fussilat/41: 16) \n\nDan firman-Nya: \n\nAllah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus. (al-haqqah/69: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 4866, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u0639\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0627\u0632\u064f \u0646\u064e\u062e\u0652\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0646\u0642\u064e\u0639\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Tanzi;un naasa ka anna huma'jaazu nakhlim munqa'ir" } }, "translation": { "en": "Extracting the people as if they were trunks of palm trees uprooted.", "id": "yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4866", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4866.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4866.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengembuskan angin mahadahsyat yang membuat manusia durhaka itu bergelimpangan seakan-akan mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.", "long": "Pada ayat ini dinyatakan bahwa angin itu melemparkan mereka kemudian menghempaskan mereka ke bawah dengan kepala lebih dahulu karena begitu kerasnya kepala mereka terpenggal dan tubuh mereka bergelimangan bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang berserakan karena tercabut oleh badai. Demikianlah dahsyatnya badai itu yang dapat menumbangkan tubuh mereka yang besar-besar sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya: \n\nOrang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. (ar-Rum/30: 9)" } } }, { "number": { "inQuran": 4867, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "'Fakaifa kaana 'azaabee wa nuzur" } }, "translation": { "en": "And how [severe] were My punishment and warning.", "id": "Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4867", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4867.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4867.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka perhatikanlah betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku kepada orang-orang yang ingkar dan durhaka.", "long": "Allah kembali menyatakan, betapa hebat azab-Nya dan peringatan-Nya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Allah sendiri memandang peristiwa tersebut hebat sekali. Dalam ayat yang lain memang disebutkan bahwa azab Allah sangat hebat: Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan. (Fussilat/41: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 4868, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 463, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad yassamal Quraana liz zikri fahal mim muddakir" } }, "translation": { "en": "And We have certainly made the Qur'an easy for remembrance, so is there any who will remember?", "id": "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4868", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4868.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4868.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peristiwa yang menimpa kaum ‘Ad merupakan pelajaran berharga bagi orang yang mau memperhatikan. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua manusia. Maka, adakah di antara mereka orang yang mau mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia kepadanya dan membantunya memahami kitab suci ini?", "long": "Allah juga kembali menegaskan bahwa Al-Qur'an mudah dipahami dan diambil sebagai peringatan karena Allah menyampaikan contoh yang gamblang di dalamnya, karena itu manusia seharusnya mengimaninya dalam menjalankan ajaranajaran yang terdapat di dalamnya supaya mereka bahagia di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4869, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Kazzabat Samoodu binnuzur" } }, "translation": { "en": "Thamud denied the warning", "id": "Kaum Samud pun telah mendustakan peringatan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4869", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4869.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4869.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Seperti kaum Nabi Nuh dan kaum ‘Ad, kaum Samud pun mengingkari dakwah nabi mereka, Nabi Saleh. Kaum Samud pun telah mendustakan rasul Allah dan peringatan itu", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum Samud menganggap dusta peringatan-peringatan yang disampaikan nabi mereka Nabi Saleh, yaitu mentauhidkan Allah, iman kepada rasul dan hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 4870, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u0633\u064f\u0639\u064f\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Faqaalooo a-basharam minnaa waahidan nattabi'uhooo innaa izal lafee dalaalinw wa su'ur" } }, "translation": { "en": "And said, \"Is it one human being among us that we should follow? Indeed, we would then be in error and madness.", "id": "Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4870", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4870.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4870.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia biasa di antara kita yang tidak memiliki keistimewaan dan pengikut, sedang dia mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan nenek moyang kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.", "long": "Mereka memandang Nabi Saleh dusta, karena dalam pandangan mereka, tidak mungkin ajaran baru yang diajarkan satu orang lebih benar dari ajaran yang telah diikuti oleh semua orang dan telah diterima semenjak nenek moyang mereka. Mereka memandang bahwa mengikuti satu orang yang membawa ajaran yang lain dari ajaran yang mereka terima sejak nenek moyang akan membuat sesat dan gila." } } }, { "number": { "inQuran": 4871, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0634\u0650\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "'A-ulqiyaz zikru 'alaihi mim baininaa bal huwa kazzaabun ashir" } }, "translation": { "en": "Has the message been sent down upon him from among us? Rather, he is an insolent liar.\"", "id": "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4871", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4871.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4871.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah wahyu itu justru diturunkan kepadanya, bukan kepada orang lain di antara kita yang lebih istimewa dan berpengaruh? Pastilah dia seorang pendusta besar lagi sombong.”", "long": "Selanjutnya mereka berdalih bahwa tidak mungkin wahyu itu diturunkan kepada seseorang yaitu Nabi Saleh sedang ia manusia biasa. Mengapa wahyu tidak diturunkan kepada pemimpin mereka yang berkuasa, disegani, berharta, dan sebagainya. Oleh karena itu dalam pandangan mereka Nabi Saleh bohong dan hanya menyombongkan diri. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4872, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u063a\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0634\u0650\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Sa-ya'lamoona ghadam manil kazzaabul ashir" } }, "translation": { "en": "They will know tomorrow who is the insolent liar.", "id": "Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4872", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4872.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4872.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membantah, “Kelak, saat bukti-bukti yang menguatkan kenabiannya ditampakkan, mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya layak disebut sangat pendusta dan sombong itu.”", "long": "Allah membantah dengan keras pandangan mereka dengan menyatakan bahwa dalam waktu dekat mereka akan mengetahui siapa sebenarnya yang bohong dan sombon" } } }, { "number": { "inQuran": 4873, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 27, "page": 529, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0628\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0637\u064e\u0628\u0650\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Innaa mursilun naaqati fitnatal lahum fartaqibhum wastabir" } }, "translation": { "en": "Indeed, We are sending the she-camel as trial for them, so watch them and be patient.", "id": "Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4873", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4873.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4873.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Kami akan menciptakan dan mengirimkan seekor unta betina sebagai mukjizat yang membuktikan kebenaran Nabi Saleh dan sebagai cobaan bagi mereka, apakah mereka beriman atau tidak. Maka sesudah kami kirimkan unta itu, tunggulah tindakan mereka kepadanya dan bersabarlah menanti tindakan Kami terhadap mereka.", "long": "Allah menerangkan bahwa ia memenuhi permintaan mereka untuk menjelmakan seekor unta betina dari sebuah batu besar sesuai permintaan mereka, sebagai mukjizat Nabi Saleh. Mereka meminta mukjizat seperti itu karena mereka terkenal sebagai pemahat batu yang hebat dan gunung-gunung batu sebagai tempat tinggal mereka. Unta betina yang dijelmakan dari batu gunung itu dijadikan Allah sebagai ujian bagi umat Nabi Saleh. Tempat mereka tinggal itu sekarang dekat Mada'in, suatu daerah antara Hijaz dan Syiria. Pada akhir ayat ini Allah memerintahkan Nabi Saleh untuk menunggu apa yang akan mereka lakukan, apakah beriman atau mereka tetap kafir. Dan supaya Nabi Saleh bersabar terhadap gangguan-gangguan mereka sampai datang ketentuan Allah, karena Allah tetap membela kebenaran dan menghancurkan kebatilan." } } }, { "number": { "inQuran": 4874, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0642\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0634\u0650\u0631\u0652\u0628\u064d \u0645\u0651\u064f\u062d\u0652\u062a\u064e\u0636\u064e\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa nabbi'hum annal maaa'a qismatum bainahum kullu shirbim muhtadar" } }, "translation": { "en": "And inform them that the water is shared between them, each [day of] drink attended [by turn].", "id": "Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4874", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4874.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4874.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Saleh, dan beritahukanlah kepada mereka, yaitu kaum Samud, bahwa air sumur yang menjadi sumber minum mereka itu dibagi di antara mereka dengan unta betina itu; setiap orang berhak mendapat giliran minum dan hanya bisa mengambil jatah sesuai giliran tersebut.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Saleh supaya memberitahukan kepada kaumnya tentang pembagian air sumur antara mereka dan unta, yaitu sehari untuk unta betina dan sehari untuk mereka. Masing-masing datang menurut gilirannya untuk mengambil air sumur itu. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4875, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0637\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Fanaadaw saahibahum fata'aataa fa'aqar" } }, "translation": { "en": "But they called their companion, and he dared and hamstrung [her].", "id": "Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4875", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4875.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4875.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka merasa kecewa dengan pembagian jatah air itu. Maka mereka memanggil kawannya yang dikenal kuat dan kejam untuk membunuh unta itu, lalu dia menangkap unta itu dan memotongnya. Akibat kedurhakaan ini,", "long": "Allah menerangkan bahwa akhirnya kaum Samud keberatan atas pembagian seperti itu dan ingin membunuh unta. Mereka lalu memanggil seorang warga mereka yang terkenal sangat kejam, namanya Kudar bin Salif dan mencincang unta tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 4876, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Fakaifa kaana 'azaabee wa nuzur" } }, "translation": { "en": "And how [severe] were My punishment and warning.", "id": "Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4876", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4876.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4876.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka lihatlah betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku kepada mereka.", "long": "Allah kembali menerangkan bagaimana hebatnya azab Allah dan ancaman-ancamannya-Nya. Mereka telah diperingatkan ancaman dan bencana, tetapi mereka tidak menghiraukannya" } } }, { "number": { "inQuran": 4877, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0635\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0647\u064e\u0634\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Innaaa arsalnaa 'alaihim saihatanw waahidatan fakaano kahasheemil muhtazir" } }, "translation": { "en": "Indeed, We sent upon them one blast from the sky, and they became like the dry twig fragments of an [animal] pen.", "id": "Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4877", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4877.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4877.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu unta tersebut dibunuh, datanglah azab Allah kepada mereka. Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras dan mengguntur, maka dengan sangat cepat jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk.", "long": "Azab pada ayat ini adalah saihah. Sebagaimana sudah diterangkan dalam kosakata Surah Hud/11: 67, saihah adalah rajfah (gempa hebat) dan saiqah (petir yang menyambar). Dengan demikian azab yang mereka terima adalah petir yang menggelegar disertai gempa yang dahsyat. Petir itu menghanguskan tubuh mereka sehingga mati terbakar dan kering bagaikan rerumputan yang mati kering karena kekeringan. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4878, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad yassarnal quraana liz zikri fahal mim muddakir" } }, "translation": { "en": "And We have certainly made the Qur'an easy for remembrance, so is there any who will remember?", "id": "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4878", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4878.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4878.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Uraian pada ayat-ayat sebelumnya menjadi pelajaran bagi mereka mau berpikir dan mengambil ibrah. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan peringatan, maka adakah orang yang secara sungguh-sungguh mau mengambil pelajaran darinya sehingga Allah melimpahkan karunia dan membantu dia memahami isinya?", "long": "Demikianlah penjelasan Al-Qur'an mengenai umat terdahulu. Penjelasan itu lugas, semoga siapapun mau mengambilnya menjadi pelajaran untuk beriman." } } }, { "number": { "inQuran": 4879, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Kazzabat qawmu lootim binnuzur" } }, "translation": { "en": "The people of Lot denied the warning.", "id": "Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4879", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4879.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4879.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari kisah Kaum Samud dan azab yang menimpa mereka, Allah lalu bertutur tentang kisah Nabi Lut. Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan nabinya itu.", "long": "Kisah itu dimulai untuk menghukum mereka. Allah menerangkan bahwa kaum Lut juga telah menganggap peringatan-peringatan Allah yang disampaikan-Nya melalui Nabi Lut, bohong. Peringatan-peringatan itu adalah agar mereka meninggalkan perbuatan-perbuatan kotor yang mereka lakukan yaitu hubungan kelamin sesama laki-laki." } } }, { "number": { "inQuran": 4880, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0635\u0650\u0628\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0622\u0644\u064e \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u06d6 \u0646\u0651\u064e\u062c\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u064e\u062d\u064e\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Innaa arsalnaa 'alaihim haasiban illaaa aala Loot najjainaahum bisahar" } }, "translation": { "en": "Indeed, We sent upon them a storm of stones, except the family of Lot - We saved them before dawn", "id": "Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4880", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4880.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4880.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akibat keingkaran mereka, sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang berembus amat kencang dan membawa batu-batu untuk kami timpakan kepada mereka, kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka dari bencana itu sebelum fajar menyingsing.", "long": "Allah mengirimkan mereka angin puting beliung yang menerbangkan batu-batu lalu menghempaskan kepala mereka sehingga mereka binasa, yang selamat hanya keluarga Nabi Lut yaitu orang-orang yang beriman kepadanya. Karena diperintahkan Allah mereka lebih dahulu keluar dari negeri mereka pada dini hari sebelum fajar." } } }, { "number": { "inQuran": 4881, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u0651\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Ni'matam min 'indinaa; kazaalika najzee man shakar" } }, "translation": { "en": "As favor from us. Thus do We reward he who is grateful.", "id": "sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4881", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4881.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4881.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami lakukan itu semua sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami selalu memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.", "long": "Penyelamatan itu merupakan nikmat dari Allah kepada orang-orang yang beriman tersebut. Nikmat itu berupa keselamatan mereka dari azab tersebut. Demikianlah hukum Allah, bahwa Dia senantiasa memberikan nikmat kepada orang-orang yang bersyukur dan patuh menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan menghukum orang yang membangkang." } } }, { "number": { "inQuran": 4882, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0630\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0637\u0652\u0634\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqad anzarahum batshatanaa fatamaaraw binnuzur" } }, "translation": { "en": "And he had already warned them of Our assault, but they disputed the warning.", "id": "Dan sungguh, dia (Lut) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4882", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4882.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4882.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak menimpakan azab itu kepada kaum Nabi Lut secara tiba-tiba karena sebelumnya mereka telah diberi peringatan. Dan sungguh, dia telah memperingatkan mereka agar berhenti dari kedurhakaan yang akan menyebabkan jatuhnya hukuman Kami, tetapi mereka tetap mendustakan peringatan-Ku.", "long": "Hukuman terhadap mereka yang membangkang pantas dijatuhkan karena Allah melalui Nabi Lut telah memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka tidak memperdulikannya, mereka terus melakukan perbuatan hubungan kelamin sesama laki-laki." } } }, { "number": { "inQuran": 4883, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u0627\u0648\u064e\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0636\u064e\u064a\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0637\u064e\u0645\u064e\u0633\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqad raawadoohu 'andaifee fatamasnaaa a'yunahum fazooqoo 'azaabee wa nuzur" } }, "translation": { "en": "And they had demanded from him his guests, but We obliterated their eyes, [saying], \"Taste My punishment and warning.\"", "id": "Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4883", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4883.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4883.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Puncak keingkaran kaum Nabi Lut adalah kebiasaan mereka berhubungan seksual sesama jenis. Suatu hari Nabi Lut kedatangan tamu pria. Mereka pun bergegas ke rumah Nabi Lut. Dan sungguh, mereka telah membujuknya agar menyerahkan tamunya itu kepada mereka untuk diajak berhubungan seksual, lalu Kami butakan mata mereka akibat kedurhakaan ini, maka rasakanlah betapa pedih azab-Ku dan peringatan-Ku!", "long": "Kejahatan mereka sampai ke puncaknya ketika yang mereka minta dari Nabi Lut agar menyerahkan kepada mereka, tamu-tamunya. Tamu-tamu itu adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai pemuda-pemuda ganteng untuk menguji mereka. Mereka mengetahui tamu-tamu itu karena pengkhianatan istri Lut yang menyampaikan kepada mereka berita kedatangannya. Ketika Nabi Lut melihat mereka datang, ia menutup pintu untuk melindungi tamu-tamunya, dan menawarkan kepada mereka \"anakanak perempuannya.\" Namun mereka tidak tertarik pada anak-anak perempuannya itu dan berusaha mendobrak pintu. Akhirnya Nabi Lut membukakan pintu. Begitu mereka masuk, mata mereka menjadi buta tidak dapat melihat tamu-tamu tersebut karena ditampar oleh Jibril dengan sayapnya. Pada akhir ayat ini Allah menyatakan kepada mereka supaya mereka merasakan azab-Nya berupa kebutaan mata mereka, yang sebelumnya kepada mereka telah diberi ancaman." } } }, { "number": { "inQuran": 4884, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u0628\u0651\u064e\u062d\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0631\u0651\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laqad sabbahahum bukratan 'azaabum mustaqirr" } }, "translation": { "en": "And there came upon them by morning an abiding punishment.", "id": "Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4884", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4884.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4884.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya membutakan mata mereka, Allah juga menimpakan kepada mereka azab yang lebih pedih. Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap sehingga binasalah mereka semua.", "long": "Pada pagi harinya, azab pun datang. Mereka dihujani batu oleh Allah sehingga mereka dan negerinya terkubur habis. Nabi Lut sendiri beserta keluarga yaitu kedua putrinya dan mereka yang beriman sudah diperintahkan keluar dari negeri itu sebelum fajar sehingga mereka selamat." } } }, { "number": { "inQuran": 4885, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0648\u064e\u0646\u064f\u0630\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Fazooqoo 'azaabee wa nuzur" } }, "translation": { "en": "So taste My punishment and warning.", "id": "Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4885", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4885.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4885.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka rasakanlah betapa pedihnya azab-Ku dan bukti dari peringatan-Ku!", "long": "Demikianlah azab Allah terhadap kaum Nabi Lut. Kedahsyatan azab itu harus mereka rasakan karena mereka tidak mau memperhatikan peringatan-peringatan Allah melalui nabi-Nya. Peringatan-peringatan Allah pasti terjadi, karena itu tidak boleh diabaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 4886, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 464, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad yassarnal Quraana liz zikri fahal mim muddakir" } }, "translation": { "en": "And We have certainly made the Qur'an easy for remembrance, so is there any who will remember?", "id": "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4886", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4886.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4886.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menuturkan kisah ini untuk mengingatkan betapa besar nikmat-Nya kepada manusia. Allah ingin agar manusia mau mengambil dari kisah itu pelajaran bagi kehidupannya. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan peringatan, maka adakah orang yang secara sungguh-sungguh mau mengambil pelajaran darinya sehingga Allah melimpahkan karunia dan membantunya memahami isinya?", "long": "Tafsir ayat ini sebagaimana yang telah diterangkan pada ayat 32 surah ini yang selalu dijadikan penutup dari masing-masing empat kisah tersebut (yaitu kisah kaum Nuh, kisah kaum 'Ad, kisah kaum Samud dan kisah kaum Lut). Allah juga kembali menegaskan bahwa Al-Qur'an mudah dipahami dan diambil sebagai peringatan karena Allah menyampaikan contoh yang gamblang di dalamnya, karena itu manusia seharusnya mengimaninya dalam menjalankan ajaran-ajaran yang terdapat di dalamnya supaya mereka bahagia di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 4887, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0622\u0644\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0630\u064f\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laqad jaaa'a Aala Fir'awnan nuzur" } }, "translation": { "en": "And there certainly came to the people of Pharaoh warning.", "id": "Dan sungguh, peringatan telah datang kepada keluarga Fir‘aun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4887", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4887.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4887.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dari kisah kaum Nabi Lut Allah beralih menyebut kisah Fira‘un dan kaumnya. Dan sungguh, peringatan Kami telah datang kepada keluarga Fira‘un dan kaumnya agar mereka beriman kepada Allah Yang Esa.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa sungguh peringatan demi peringatan telah berkali-kali disampaikan kepada kaum Fir'aun dan pengikut-pengikutnya. Namun mereka tetap mendustakannya. Peringatan-peringatan itu adalah semua tanda-tanda kerasulan dan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa sebagaimana diungkapkan dalam Surah al-A'raf/7: 133 dan al-Isra'/17: 101. Karena itu Allah menurunkan azab kepada mereka. Azab datang dari Zat yang Mahakuat dan Mahakuasa, yang menunjukkan bahwa azab itu amat hebat. Berupa tenggelamnya Fir'aun dan pengikutnya di Laut Merah." } } }, { "number": { "inQuran": 4888, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0630\u064e \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064d \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Kazzaboo bi Aayaatinaa kullihaa fa akhaznaahum akhza 'azeezim muqtadir" } }, "translation": { "en": "They denied Our signs, all of them, so We seized them with a seizure of one Exalted in Might and Perfect in Ability.", "id": "Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Yang Mahaperkasa, Mahakuasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4888", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4888.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4888.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun, mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya yang ditunjukkan oleh Nabi Musa, maka Kami azab mereka dengan azab dari Allah Yang Mahaperkasa, lagi Mahakuasa.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa sungguh peringatan demi peringatan telah berkali-kali disampaikan kepada kaum Fir'aun dan pengikut-pengikutnya. Namun mereka tetap mendustakannya. Peringatan-peringatan itu adalah semua tanda-tanda kerasulan dan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa sebagaimana diungkapkan dalam Surah al-A'raf/7: 133 dan al-Isra'/17: 101. Karena itu Allah menurunkan azab kepada mereka. Azab datang dari Zat yang Mahakuat dan Mahakuasa, yang menunjukkan bahwa azab itu amat hebat. Berupa tenggelamnya Fir'aun dan pengikutnya di Laut Merah." } } }, { "number": { "inQuran": 4889, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0628\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Akuffaarukum khairum min ulaaa'ikum am lakum baraaa'atun fiz Zubur" } }, "translation": { "en": "Are your disbelievers better than those [former ones], or have you immunity in the scripture?", "id": "Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4889", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4889.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4889.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kemudian mengalihkan arah komunikasi kepada kaum musyrik Mekah. Wahai kaum musyrik, apakah orang-orang kafir di lingkunganmu yang lebih baik daripada mereka yang telah dikisahkan itu, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan dari azab seperti yang tercantum dalam kitab-kitab terdahulu, sehingga kamu bersikeras untuk ingkar?", "long": "Allah memperingatkan orang-orang kafir Mekah apakah mereka merasa lebih mulia dari kaum kafir sebelum mereka yang telah ditimpa hukuman Allah seperti kaum Nuh, kaum 'Ad dan kaum Samud. Apakah mereka akan selamat dari azab Allah karena kekafiran mereka terhadap-Nya dan kedustaan mereka terhadap rasulNya. Ataukah mereka benar mendapat jaminan tertulis dalam kitabkitab suci bahwa mereka merasa bebas dari azab Allah walaupun selalu kafir dan berbuat jahat. Jika keyakinan mereka itu benar perlu menunjukkan landasan kebenaran keyakinan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4890, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0645\u0651\u064f\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Am yaqooloona nahnu jamee'um muntasir" } }, "translation": { "en": "Or do they say, \"We are an assembly supporting [each other]\"?", "id": "Atau mereka mengatakan, “Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4890", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4890.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4890.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peringatan itu tidak diperhatikan oleh kaum musyrik Mekah. Atau mereka mengatakan dengan penuh kesombongan, “Kami ini golongan yang sangat kompak dan selalu bersatu. Kami adalah golongan yang pasti menang dalam menghadapi siapa saja.”", "long": "Allah masih melanjutkan pertanyaan apakah mereka merasa merupakan suatu kekuatan yang sangat kompak sehingga begitu kuatnya dan tidak mungkin dikalahkan. Abu Jahal berkata, pasukan mereka banyak dan kuat, mereka pasti akan menang (pada peristiwa Perang Badar). (" } } }, { "number": { "inQuran": 4891, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064f\u0647\u0652\u0632\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0628\u064f\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Sa yuhzamul jam'u wa yuwalloonad dubur" } }, "translation": { "en": "[Their] assembly will be defeated, and they will turn their backs [in retreat].", "id": "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4891", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4891.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4891.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegasikan keyakinan kaum kafir itu . Golongan itu pasti akan dikalahkan oleh kaum yang beriman dan mereka akan mundur ke belakang sambil berlari pontang-panting.", "long": "Allah menegaskan bahwa kesatuan mereka akan diceraiberaikan dan kekuatan mereka akan dipatahkan oleh pasukan Islam. Janji Allah itu terbukti dalam Perang Badar, dimana lebih dari 70 orang pemuka-pemuka mereka tewas dan sisanya lari terbirit-birit kembali ke Mekah. Bukti tentang benarnya kenabian Muhammad saw, karena ayat ini turun di Mekah, sedang Nabi saw belum mempunyai pasukan, bahkan pengikut-pengikut Nabi terpencarpencar, diburu dan disiksa oleh orang-orang musyrik di mana saja mereka berada, 'Umar bin al-Khaththab berkata, \"Ketika ayat itu turun saya tidak mengerti apa maksudnya. Tetapi pada Perang Badar, saya lihat Nabi saw memakai baju besi dan saya dengan beliau membaca ayat ini, 'Golongan itu pasti akan dikalahkan, waktu itu barulah saya mengerti maksud ayat tersebut.\" Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas bahwa Nabi saw berkata ketika beliau masih dalam kemah, pada hari Perang Badar: \"Aku menagih pesan-Mu dan janji-Mu! Ya Allah, jika Engkau menghendaki (kekalahan kami) niscaya Engkau tidak akan disembah lagi sesudah hari ini\". Lalu Abu Bakar memegang tangan Nabi dan berkata, \"Cukup sudah ya Rasulullah! Engkau telah begitu mendesak Tuhanmu.\"Lalu beliau keluar (dari kemah) melompat dengan memakai baju besi sambil membaca ayat ini. (Riwayat alBukhari) \n\nKemudian Allah menyatakan bahwa yang tersebut itu adalah azab dunia dan mereka akan menemui azab yang lebih hebat lagi pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 4892, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u062f\u0652\u0647\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u0651\u064f", "transliteration": { "en": "Balis Saa'atu maw'iduhum was Saa'atu adhaa wa amarr" } }, "translation": { "en": "But the Hour is their appointment [for due punishment], and the Hour is more disastrous and more bitter.", "id": "Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4892", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4892.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4892.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kekalahan mereka di dunia bukan akhir segalanya karena di akhirat mereka juga akan menerima azab atas kekafirannya. Bahkan, hari Kiamat itulah hari paling sulit yang dijanjikan oleh Allah kepada mereka, dan hari Kiamat itu lebih dahsyat daripada semua bencana dunia dan lebih pahit karena siksa itu berlanjut tanpa akhir.", "long": "Peperangan tersebut adalah azab yang akan mereka rasakan di dunia, berupa kekalahan, dibunuh atau ditawan tetapi mereka masih akan menerima azab lain yang lebih dahsyat, yaitu azab neraka di akhirat. Azab akhirat itu lebih hebat dan berlangsung kekal dan kuat selama-lamanya." } } }, { "number": { "inQuran": 4893, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u0633\u064f\u0639\u064f\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Innal mujrimeena fee dalaalinw wa su'ur" } }, "translation": { "en": "Indeed, the criminals are in error and madness.", "id": "Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada dalam neraka (di akhirat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4893", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4893.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4893.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Uraian tentang peringatan terhadap kaum kafir Mekah diikuti oleh penjelasan mengenai siksa bagi pendosa dan pahala bagi orang yang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan saat di dunia, dan di akhirat kelak akan berada dalam neraka yang penuh siksa pedih.", "long": "Allah menyatakan, bahwa sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan Allah dan mendustakan rasul-rasul-Nya adalah orang-orang sesat dan menyimpang dari jalan yang benar di dunia. Di akhirat nanti mereka akan ditimpa azab yang pedih akibat kesesatannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4894, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0633\u0652\u062d\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e \u0633\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma yushaboona fin Naari'alaa wujoohimim zooqoo massa saqar" } }, "translation": { "en": "The Day they are dragged into the Fire on their faces [it will be said], \"Taste the touch of Saqar.\"", "id": "Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4894", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4894.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4894.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari mereka yang kafir itu diseret ke neraka pada wajahnya, dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah sentuhan api neraka yang sangat panas itu.”", "long": "Orang-orang yang durhaka akan digiring ke dalam neraka dengan terseret-seret dan terbentur-bentur mukanya ke tanah karena itu mereka sangat menderita. Penderitaan mereka di dalam neraka lebih hebat lagi. Neraka akan melelehkan kulit dan daging mereka" } } }, { "number": { "inQuran": 4895, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 27, "page": 530, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Innaa kulla shai'in khalaqnaahu biqadar" } }, "translation": { "en": "Indeed, all things We created with predestination.", "id": "Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4895", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4895.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4895.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang terjadi pada semua makhluk sudah ditetapkan oleh Allah. Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, yaitu suatu sistem dan ketentuan yang telah ditetapkan.", "long": "Seluruh makhluk diciptakan-Nya sesuai ketentuan dan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Karena itu bila seseorang dihukum karena ketetapan dan hukum-hukumnya itu. Dan segala sesuatu akan terjadi sesuai ketetapan-Nya. Dalam ayat lain Allah juga berfirman mengenai ketetapan atau takdir yaitu: \n\nDan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuranukurannya dengan tepat. (al-Furqan/25: 2) \n\nTetapi manusia wajib berusaha, ketentuan-Nya diserahkan kepada Allah sesuai firman Allah: \n\nDan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40) \n\nDalam hadis sahih yang diriwayatkan Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah: Rasulullah saw bersabda, \"Minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Bila sesuatu menimpamu, maka katakanlah, Allah telah menetapkannya. Apa yang Dia kehendaki, Dia kerjakan, dan jangan kamu berkata: seandainya aku berbuat begini maka akan begitu. Sesungguhnya kata \"seandainya\" membuka (kemungkinan pada) perbuatan setan. Sesuai dengan hadis Rasulullah saw: Rasullah saw bersabda: segala sesuatu ditetapkan ukurannya bahkan kelemahan dan kecerdasan. (Riwayat Imam Ahmad dan Muslim dari Ibnu 'Umar) Allah swt berfirman: \n\nBaginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (ar-Ra'd/13: 11)" } } }, { "number": { "inQuran": 4896, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064c \u0643\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652\u062d\u064d \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maaa amrunaaa illaa waahidatun kalamhim bilbasar" } }, "translation": { "en": "And Our command is but one, like a glance of the eye.", "id": "Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4896", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4896.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4896.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketahuilah bahwa semua perintah Kami yang menyangkut apa pun hanyalah diungkapkan dengan satu perkataan yang mudah dan cepat, seperti kejapan mata.", "long": "Sesungguhnya perintah Allah hanya disampaikan satu kali dan perintah itu pasti terjadi dengan cepat, lebih cepat dari kedipan mata. Bila Allah swt menghendaki terjadinya sesuatu maka Ia hanya mengatakan \"Jadilah\" yang dikehendaki-Nya itu segera terwujud. Begitu pulalah mengenai hukuman terhadap orang kafir, hukuman pasti terlaksana di akhirat. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4897, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0627\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laqad ahlaknaaa ashyaa'akum fahal mim muddakir" } }, "translation": { "en": "And We have already destroyed your kinds, so is there any who will remember?", "id": "Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu (kekafirannya). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4897", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4897.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4897.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab atas kaum-kaum terdahulu membuktikan betapa Allah Mahakuasa. Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang kekafirannya serupa dengan kamu, wahai kaum musyrik Mekah. Maka, adakah di antara kamu orang yang mau mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa itu?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah membinasakan orangorang yang sama dengan mereka, yaitu umat-umat yang mendustakan para nabi pada zaman lampau, mereka telah hancur karena pembangkangannya. Peristiwa-peristiwa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum kafir Mekah dan bagi siapa saja sesudah mereka beriman. Allah berfirman dalam ayat lain mengenai hukuman yang dijatuhkan kepada satu generasi, sama dengan hukuman yang dijatuhkan pada generasi sebelumnya. Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam. (Saba'/34: 54)" } } }, { "number": { "inQuran": 4898, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0628\u064f\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa kullu shai'in fa'aloohu fiz Zubur" } }, "translation": { "en": "And everything they did is in written records.", "id": "Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4898", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4898.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4898.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami juga mengetahui apa saja yang berkaitan dengan mereka. Dan untuk membuktikan perilaku mereka, segala sesuatu yang telah mereka perbuat kapan dan di mana pun tercatat dengan rinci oleh malaikat Kami dalam buku-buku catatan.", "long": "Semua perbuatan manusia terhimpun dalam buku catatan masing-masing. Hal itu karena setiap perbuatan manusia kecil ataupun besar, baik atau buruk dicatat oleh malaikat di dalam buku catatan itu, Malaikat Kiram atau sebut saja Raqib, mencatat perbuatan yang baik dan Malaikat Katibin atau 'Atid mencatat perbuatan yang tidak baik. Dalam ayat lain Allah berfirman: \n\nTidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 18) \n\nOleh karena semua aktivitas manusia, baik perbuatan maupun ucapan, baik yang baik maupun yang buruk, baik besar maupun kecil tercatat di dalam buku catatan masing-masing, maka sangat mudah bagi Allah menjatuhkan hukuman kepada yang berdosa dan memberikan pahala kepada yang berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 4899, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0635\u064e\u063a\u0650\u064a\u0631\u064d \u0648\u064e\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa kullu sagheerinw wa kabeerim mustatar" } }, "translation": { "en": "And every small and great [thing] is inscribed.", "id": "Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4899", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4899.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4899.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping itu, segala sesuatu baik yang kecil dan remeh maupun yang besar dan penting tertulis di sana dengan rinci.", "long": "Semua perbuatan manusia terhimpun dalam buku catatan masing-masing. Hal itu karena setiap perbuatan manusia kecil ataupun besar, baik atau buruk dicatat oleh malaikat di dalam buku catatan itu, Malaikat Kiram atau sebut saja Raqib, mencatat perbuatan yang baik dan Malaikat Katibin atau 'Atid mencatat perbuatan yang tidak baik. Dalam ayat lain Allah berfirman: \n\nTidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 18) \n\nOleh karena semua aktivitas manusia, baik perbuatan maupun ucapan, baik yang baik maupun yang buruk, baik besar maupun kecil tercatat di dalam buku catatan masing-masing, maka sangat mudah bagi Allah menjatuhkan hukuman kepada yang berdosa dan memberikan pahala kepada yang berbuat baik." } } }, { "number": { "inQuran": 4900, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0646\u064e\u0647\u064e\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Innal muttaqeena fee jannaatinw wa nahar" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will be among gardens and rivers,", "id": "Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4900", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4900.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4900.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila orang-orang musyrik diseret pada wajahnya ke arah neraka, maka sungguh, orang-orang yang benar-benar bertakwa secara tulus berada di taman-taman dan sungai-sungai yang beragam.", "long": "Bagi mereka yang bertakwa, Allah memberikan surgasurga sesuai tingkat ketakwaan mereka. Sebagaimana diketahui surga itu bertingkat-tingkat. Di dalam surga-surga mengalir sungaisungai yang menunjukkan bahwa surga adalah tempat yang menyejukkan, indah dan memberikan hasil yang banyak. Mereka menempati tempat yang benar yang tidak ada cacat atau kekurangannya dan mereka berada di bawah naungan Maharaja yang Mahakuasa, yang akan memberi mereka apa yang Ia kehendaki tanpa halangan siapa pun." } } }, { "number": { "inQuran": 4901, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 465, "hizbQuarter": 212, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0642\u0652\u0639\u064e\u062f\u0650 \u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u064d \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0645\u064e\u0644\u0650\u064a\u0643\u064d \u0645\u0651\u064f\u0642\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Fee maq'adi sidqin 'inda Maleekim Muqtadir" } }, "translation": { "en": "In a seat of honor near a Sovereign, Perfect in Ability.", "id": "di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4901", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4901.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4901.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tinggal di tempat yang disenangi dan penuh kebahagiaan, di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.", "long": "Bagi mereka yang bertakwa, Allah memberikan surgasurga sesuai tingkat ketakwaan mereka. Sebagaimana diketahui surga itu bertingkat-tingkat. Di dalam surga-surga mengalir sungaisungai yang menunjukkan bahwa surga adalah tempat yang menyejukkan, indah dan memberikan hasil yang banyak. Mereka menempati tempat yang benar yang tidak ada cacat atau kekurangannya dan mereka berada di bawah naungan Maharaja yang Mahakuasa, yang akan memberi mereka apa yang Ia kehendaki tanpa halangan siapa pun." } } } ] }, { "number": 55, "sequence": 97, "numberOfVerses": 78, "name": { "short": "الرحمن", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646", "transliteration": { "en": "Ar-Rahmaan", "id": "Ar-Rahman" }, "translation": { "en": "The Beneficent", "id": "Maha Pengasih" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat- surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra'du. Dinamai Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan Ar Rahmaan yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4902, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Ar Rahmaan" } }, "translation": { "en": "The Most Merciful", "id": "(Allah) Yang Maha Pengasih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4902", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4902.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4902.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Uraian pada akhir Surah al-Qamar tentang keagungan kuasa Allah dan kesempurnaan kodrat-Nya disusul dengan penjelasan mengenai limpahan rahmat Allah kepada makhluk-Nya, yang disebutkan dalam Surah ar-Rahmàn. Surah ini diawali dengan nama-Nya yang indah. Dialah Allah Yang Maha Pengasih kepada makhluk, baik jin, manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya dalam kehidupan mereka di dunia.", "long": "Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajarkan Al-Qur'an kepada Muhammad saw yang selanjutnya diajarkannya ke umatnya. Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang mengatakan: \n\nSesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). (an-Nahl/16: 103) \n\nOleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajarkan Al-Qur'an kepada manusia. Hal itu karena manusia dengan mengikuti ajaran Al-Qur'an akan berbahagia di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk-Nya akan tercapai tujuan di kedua tempat tersebut. Al-Qur'an adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan melalui makhluk Allah yang terbaik di bumi ini yaitu Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 4903, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Allamal Quran" } }, "translation": { "en": "Taught the Qur'an,", "id": "Yang telah mengajarkan Al-Qur'an." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4903", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4903.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4903.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyebut rahmat-Nya yang paling agung. Dialah Tuhan Yang telah mengajarkan Al-Qur’an kepada siapa saja yang Dia kehendaki.", "long": "Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajarkan Al-Qur'an kepada Muhammad saw yang selanjutnya diajarkannya ke umatnya. Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang mengatakan: \n\nSesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). (an-Nahl/16: 103) \n\nOleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajarkan Al-Qur'an kepada manusia. Hal itu karena manusia dengan mengikuti ajaran Al-Qur'an akan berbahagia di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk-Nya akan tercapai tujuan di kedua tempat tersebut. Al-Qur'an adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan melalui makhluk Allah yang terbaik di bumi ini yaitu Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 4904, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Khalaqal insaan" } }, "translation": { "en": "Created man,", "id": "Dia menciptakan manusia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4904", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4904.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4904.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia juga yang menciptakan manusia,", "long": "Pada ayat ini Allah menyebutkan nikmat-Nya yang lain yaitu penciptaan manusia. Nikmat itu merupakan landasan nikmat-nikmat yang lain. Sesudah Allah menyatakan nikmat mengajarkan Al-Qur'an pada ayat yang lalu, maka pada ayat ini Dia menciptakan jenis makhluk-Nya yang terbaik yaitu manusia dan diajari-Nya pandai mengutarakan apa yang tergores dalam hatinya dan apa yang terpikir dalam otaknya, karena kemampuan berpikir dan berbicara itulah Al-Qur'an bisa diajarkan kepada umat manusia. Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Ia dijadikan-Nya tegak, sehingga tangannya lepas. Dengan tangan yang lepas, otak bebas berpikir, dan tangan dapat merealisasikan apa yang dipikirkan oleh otak. Otak menghasilkan ilmu pengetahuan, dan tangan menghasilkan teknologi. Ilmu dan teknologi adalah peradaban, dengan demikian hanya manusia yang memiliki peradaban. Lidah adalah organ yang terletak pada rongga mulut. Organ ini, yang merupakan struktur berotot yang terdiri atas tujuh belas otot yang memiliki beberapa fungsi. Fungsi pengecap rasa adalah salah satu fungsi lidah yang utama. Terdapat sekitar 10.000 titik pengecap di lidah. Lidah juga berfungsi untuk turut membantu mengatur bunyi untuk berkomunikasi. Lidah, dalam agama, hampir selalu dikaitkan dengan hati, dan digunakan untuk mengukur baik-buruknya perilaku seseorang. Manusia akan menjadi baik apabila keduanya baik. Dan manusia akan menjadi buruk, apabila keduanya buruk. Nabi Muhammad saw menunjuk lidah sebagai faktor utama yang membawa bencana bagi manusia, dan ia merupakan tolok ukur untuk bagian tubuh lainnya. Beliau bersabda dalam hadisnya: Bukankah manusia dijungkirbalikkan wajah mereka di neraka karena lidah mereka? (Riwayat at-Tirmidhi dan Ibnu Majah) Jika manusia bangun di pagi hari, maka seluruh anggota tubuhnya mengingatkan lidah dan berpesan, \"Bertakwalah kepada Allah menyangkut kami, karena kami tidak lain kecuali denganmu. Jika engkau lurus, kami pun lurus, dan jika engkau bengkok, kami pun bengkok.\" (Riwayat at-Tirmidhi) \n\nUntuk dapat mengeluarkan bunyi yang berbeda-beda, atau yang disebut berbicara, lidah bekerjasama dengan beberapa organ lainnya, seperti bibir, rongga mulut, paru-paru, kerongkongan, dan pita suara. Kita dapat berkomunikasi dengan berbicara, setelah seluruh masyarakat menyepakati arti dari satu bunyi. Kemudian bunyi-bunyi yang masing-masing sudah disepakati artinya tersebut digabungkan dalam susunan yang tepat untuk menjadi kalimat. Pada tahap selanjutnya, akan tercipta suatu bahasa. Bahasa diuraikan dalam salah satu ayat Allah demikian: \n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang mengetahui. (ar-Rum/30: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 4905, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Allamalhul bayaan" } }, "translation": { "en": "[And] taught him eloquence.", "id": "mengajarnya pandai berbicara." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4905", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4905.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4905.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "makhluk yang paling memerlukan tuntunan-Nya, dan kemudian mengajarnya pandai berbicara untuk mengungkapkan ide dalam benaknya.", "long": "Pada ayat ini Allah menyebutkan nikmat-Nya yang lain yaitu penciptaan manusia. Nikmat itu merupakan landasan nikmat-nikmat yang lain. Sesudah Allah menyatakan nikmat mengajarkan Al-Qur'an pada ayat yang lalu, maka pada ayat ini Dia menciptakan jenis makhluk-Nya yang terbaik yaitu manusia dan diajari-Nya pandai mengutarakan apa yang tergores dalam hatinya dan apa yang terpikir dalam otaknya, karena kemampuan berpikir dan berbicara itulah Al-Qur'an bisa diajarkan kepada umat manusia. Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Ia dijadikan-Nya tegak, sehingga tangannya lepas. Dengan tangan yang lepas, otak bebas berpikir, dan tangan dapat merealisasikan apa yang dipikirkan oleh otak. Otak menghasilkan ilmu pengetahuan, dan tangan menghasilkan teknologi. Ilmu dan teknologi adalah peradaban, dengan demikian hanya manusia yang memiliki peradaban. Lidah adalah organ yang terletak pada rongga mulut. Organ ini, yang merupakan struktur berotot yang terdiri atas tujuh belas otot yang memiliki beberapa fungsi. Fungsi pengecap rasa adalah salah satu fungsi lidah yang utama. Terdapat sekitar 10.000 titik pengecap di lidah. Lidah juga berfungsi untuk turut membantu mengatur bunyi untuk berkomunikasi. Lidah, dalam agama, hampir selalu dikaitkan dengan hati, dan digunakan untuk mengukur baik-buruknya perilaku seseorang. Manusia akan menjadi baik apabila keduanya baik. Dan manusia akan menjadi buruk, apabila keduanya buruk. Nabi Muhammad saw menunjuk lidah sebagai faktor utama yang membawa bencana bagi manusia, dan ia merupakan tolok ukur untuk bagian tubuh lainnya. Beliau bersabda dalam hadisnya: Bukankah manusia dijungkirbalikkan wajah mereka di neraka karena lidah mereka? (Riwayat at-Tirmidhi dan Ibnu Majah) Jika manusia bangun di pagi hari, maka seluruh anggota tubuhnya mengingatkan lidah dan berpesan, \"Bertakwalah kepada Allah menyangkut kami, karena kami tidak lain kecuali denganmu. Jika engkau lurus, kami pun lurus, dan jika engkau bengkok, kami pun bengkok.\" (Riwayat at-Tirmidhi) \n\nUntuk dapat mengeluarkan bunyi yang berbeda-beda, atau yang disebut berbicara, lidah bekerjasama dengan beberapa organ lainnya, seperti bibir, rongga mulut, paru-paru, kerongkongan, dan pita suara. Kita dapat berkomunikasi dengan berbicara, setelah seluruh masyarakat menyepakati arti dari satu bunyi. Kemudian bunyi-bunyi yang masing-masing sudah disepakati artinya tersebut digabungkan dalam susunan yang tepat untuk menjadi kalimat. Pada tahap selanjutnya, akan tercipta suatu bahasa. Bahasa diuraikan dalam salah satu ayat Allah demikian: \n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orangorang yang mengetahui. (ar-Rum/30: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 4906, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f \u0628\u0650\u062d\u064f\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Ashshamsu walqamaru bihusbaan" } }, "translation": { "en": "The sun and the moon [move] by precise calculation,", "id": "Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4906", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4906.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4906.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa matahari dan bulan beredar pada porosnya menurut perhitungan yang sangat teliti dan tepat tanpa cacat;", "long": "Allah menyebutkan bahwa matahari dan bulan yang termasuk di antara benda-benda angkasa yang terbesar, beredar dalam orbitnya masing-masing matahari dan bulan yang sangat pasti, karena adanya itu maka terjadilah perubahan musim-musim. Dengan memperhitungkan perubahan-perubahan tersebut manusia dapat mengatur pertanian, perdagangan, pendidikan dan sebagainya. Banyak ayat dalam Al-Qur'an menyebut dan menjelaskan tentang pasangan matahari dan bulan. Matahari sebagai sumber cahaya yang terang membara (wahhaj) akibat reaksi nuklir di dalamnya. Sementara bulan hanya sebagai pemantul cahaya yang diterimanya dari matahari memiliki permukaan yang cerah berbinar-binar (munir). Matahari dan bulan bersama benda-benda langit lainnya tidak diam. Mereka bergerak di angkasa pada jalan (garis edar) masingmasing sebagaimana Allah berfirman dalam Surah adhdzariyat/51:7. Jalan yang dimaksud adalah garis edar dari bendabenda langit, termasuk matahari dan bulan. Dalam fisika, garis edar benda langit disebut orbit merupakan jalan atau lintasan yang dilalui oleh suatu benda langit, di sekitar benda langit lainnya, di dalam pengaruh dari gaya-gaya tertentu. Orbit pertama kali dianalisa secara matematis oleh Johannes Kepler yang merumuskan hasil perhitungannya dalam hukum Kepler tentang gerak planet. Dia menemukan bahwa orbit dari planet dalam tata surya kita adalah berbentuk ellips dan bukan lingkaran atau episiklus seperti yang semula dipercaya. Pada tahun 1601 Kepler berusaha mencocokkan berbagai bentuk kurva geometri pada data-data posisi Planet Mars yang ada. Hingga tahun 1606, setelah hampir setahun menghabiskan waktunya hanya untuk mencari penyelesaian perbedaan sebesar 8 menit busur (mungkin bagi kebanyakan orang hal ini akan diabaikan), Kepler mendapatkan orbit Planet Mars. Menurut Kepler, lintasan berbentuk ellips adalah gerakan yang paling sesuai untuk orbit planet yang mengitari matahari. Pada tahun 1609 dia memublikasikan Astronomia Nova yang menyatakan dua hukum gerak planet. Pergerakan-pergerakan benda langit ini terkendali sepenuhnya dan semuanya harus bergerak dalam suatu orbit yang terhitung. Jika tidak yang akan terjadi adalah tabrakan yang berarti kehancuran yang fatal. Perlu diketahui bahwa bulan beredar mengitari bumi dalam waktu 29.53059 hari. Waktu ini adalah waktu edar bulan relatif terhadap bumi tanpa memasukkan unsur peredaran bumi terhadap matahari. Apabila dimasukkan unsur pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap semua bintang di alam maka lama peredaran bumi bukan 24 jam tetapi 23 jam 56 menit 4 detik dan waktu edar bulan terhadap bumi adalah 27.321661 hari atau 86164.0906 detik. Suatu angka yang fantastic, Subhanallah. Hal ini dipertegas lagi dalam firman-Nya pada Surah Yasin 36: 38, 40 dan Surah alAnbiya'/21: 33. Bumi dan planet-planet lain di sistem tata surya ini bergerak pada orbitnya masing-masing mengelilingi matahari. Matahari di lintasan orbitnya juga bergerak mengelilingi sistem yang lebih besar lagi yakni galaksi Bimasakti, begitu seterusnya. Tetapi tidak satupun dari bintang, planet dan benda-benda langit lainnya di angkasa bergerak tidak terkendali atau memotong orbit lain ataupun saling berbenturan. Tampak jelas kecermatan takdir pada keserasian antara ciptaan dan gerakan. Di angkasa yang luas ini pergerakan setiap benda langit tidak ada yang melenceng sehelai rambut pun atau terlambat sedetikpun. Al-Qur'an mengisyaratkan pergerakan benda-benda langit di alam semesta ini secara serasi, hal tersebut diungkap dalam adhdzariyat/51:7" } } }, { "number": { "inQuran": 4907, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0645\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u062c\u064e\u0631\u064f \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wannajmu washshajaru yasjudan" } }, "translation": { "en": "And the stars and trees prostrate.", "id": "dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4907", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4907.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4907.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan tetumbuhan tak berbatang dan pepohonan berbatang pun keduanya tunduk kepada ketentuan-Nya.", "long": "Allah menyatakan bahwa tanaman-tanaman perdu, dan pohon-pohon yang bercabang, kedua-duanya tunduk kepada kehendak-Nya secara naluri, sebagaimana tunduknya manusia menurut fitrahnya. Perbedaan antara tumbuh-tumbuhan dan pohonpohonan dalam bentuk dan rupa, warna dan rasa, semua itu adalah karena patuh dan tunduk kepada kekuasaan yang menciptakan-Nya" } } }, { "number": { "inQuran": 4908, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wassamaaa'a rafa'ahaa wa wada'al Meezan" } }, "translation": { "en": "And the heaven He raised and imposed the balance", "id": "Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4908", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4908.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4908.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia telah menciptakan langit. Langit itu telah ditinggikan-Nya setelah sebelumnya menyatu dengan bumi dalam bentuk gumpalan, dan Dia ciptakan keseimbangan dengan mantap", "long": "Allah menyatakan bahwa Dia menciptakan langit tempat diturunkan perintah dan larangan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, tempat malaikat-malaikat yang turun membawa wahyu-Nya kepada nabi-nabi-Nya, Di samping itu Dia menghendaki adanya keseimbangan dalam segala hal. Di antaranya adalah perimbangan akidah, yaitu mentauhidkan-Nya, karena tauhid adalah pertengahan antara mengingkari adanya Allah dengan mempersekutukan-Nya begitu saja, Perimbangan dalam ibadah, dalam beramal dan dalam budi pekerti, perimbangan dalam kekuatan rohani dan jasmani dan sebagainya. Demikianlah perimbangan dan keadilan yang dikehendaki-Nya dengan tidak membiarkan sesuatu karena kecilnya dan tidak pula mementingkan yang lain karena besarnya. Perimbangan-Nya mencakup semua yang ada di alam ini." } } }, { "number": { "inQuran": 4909, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0637\u0652\u063a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Allaa tatghaw fil meezaan" } }, "translation": { "en": "That you not transgress within the balance.", "id": "agar kamu jangan merusak keseimbangan itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4909", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4909.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4909.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "agar kamu jangan merusak keseimbangan itu dengan berbuat melampaui batas,", "long": "Allah menyatakan bahwa Dia melakukan yang demikian itu agar manusia tidak melampaui dan melangkahi batas-batas keadilan dan kelancaran menjalankan sesuatu menurut neraca yang telah ditetapkan bagi segala sesuatu, maka dengan demikian keadaan manusia akan bertambah baik, akhlak dan amal perbuatan akan lebih mulia dan teratur." } } }, { "number": { "inQuran": 4910, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0632\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa aqeemul wazna bilqisti wa laa tukhsirul meezaan" } }, "translation": { "en": "And establish weight in justice and do not make deficient the balance.", "id": "dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4910", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4910.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4910.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan karenanya tegakkanlah keseimbangan itu dalam segala bentuknya, termasuk kepada dirimu atau keluargamu, dengan adil sehingga menguntungkan semua pihak, dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu dengan cara dan bentuk apa pun.", "long": "Allah memerintahkan manusia untuk menegakkan timbangan dengan adil dan jangan berlaku curang. Ini menunjukkan bahwa manusia harus memperhatikan timbangan yang adil dalam semua amal perbuatan dan ucapan-ucapannya. Dalam Al-Qur'an Allah tidak saja memberitahu manusia mengenai ciptaan-Nya, namun juga memberikan indikasi-indikasi untuk memanfaatkan semua ciptaan untuk kesejahteraan manusia. Dalam kaitan dengan matahari dan bulan, Allah memberikan petunjuk yang sangat jelas bahwa kedua benda langit tersebut akan sangat berguna untuk dijadikan patokan. Diberitahukan bahwa peredaran kedua benda langit itu mempunyai perhitungan. Ilmu pengetahuan kemudian menggunakan keteraturan itu untuk dijadikan penanda waktu atau kalender. Petunjuk itu juga ada pada dua ayat berikut: \n\nDan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terusmenerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu. (Ibrahim/14: 33) \n\nSesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa. (at-Taubah/9: 36) \n\nManusia telah diberikan petunjuk untuk membagi waktu dan penanggalan dengan jelas. Dalam astronomi modern, maka yang disebut satu tahun dalam perhitungan Kalender Matahari (Solar Calendar) adalah periode waktu yang diperlukan oleh bumi untuk melakukan satu putaran dalam orbitnya mengelilingi matahari. Waktu yang diperlukan adalah 365 hari, 5 jam, 48 menit, 46 detik. Atau sekitar 365,25 hari kurang 1 menit 14 detik. Apabila satu bulan Solar adalah sekitar 30 hari. Sedangkan satu tahun dalam perhitungan Kalender Bulan (Lunar Calendar) adalah satu periode dari 12 bulan Lunar. Jika satu bulan Lunar (periode yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi) adalah 29,5 hari, maka satu tahun Lunar adalah 354 hari. Sejarah peradaban umat manusia dalam membuat kalender menunjukkan angka yang berbeda-beda. Bangsa Romawi kuno membagi satu tahun dalam 10 bulan. Pada masa Pra-Julius Caesar, dilakukan koreksi dan menjadi 12 bulan. Kemudian disempurnakan lagi oleh Paus Gregorius XIII (Gregorian Calendar) dan digunakan sebagai kalender modern yang digunakan saat ini. Kalender juga sudah digunakan pada peradaban yang lebih tua. Bangsa-bangsa Akkadia, Sumeria, Babilonia, Assiria, Yahudi, India dan Cina memberikan angka 12 bulan dalam setahunnya. Sedangkan Yunani menghitung 10 bulan dalam setahun. Bangsa Aztec, Maya dan Inca di Amerika Selatan, membagi satu tahun menjadi 13 bulan, dengan jumlah hari per bulannya sebanyak 20 hari. Pada salah satu ayat di atas ada kata \"menundukkan\". Ini mengisyaratkan agar manusia menggunakan akal dalam memanfaatkan kedua benda langit tersebut. Di sini dikandung perintah untuk mengembangkan teknologi. Salah satunya adalah menggunakan keteraturan orbit matahari dan bulan untuk pembuatan penanggalan dan pengaturan waktu. \n\nDialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Yunus/10: 5) \n\nLintasan-lintasan orbit matahari, bulan dan bumi sudah sangat diketahui. Namun bahwa matahari juga memiliki lintasan orbitnya sendiri baru diketahui para ahli astronomi dan astrofisika modern pada paruh abad ke-20 yang lalu. Matahari mengorbit pusat galaksi di pinggiran piringan galaksi Bimasakti. Adapun garis tengah piringan galaksi ini adalah 3 x 107 km. Waktu yang diperlukan matahari untuk mengelilingi pusat galaksi adalah 250 juta tahun. Khusus untuk Surah at-Taubah/9 ayat 36 di atas, diingatkan akan empat bulan yang disucikan (bulan-bulan Muharam, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah). Keempat bulan itu sudah disucikan masyarakat Timur Tengah sejak zaman Nabi Ibrahim." } } }, { "number": { "inQuran": 4911, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wal arda wada'ahaa lilanaame" } }, "translation": { "en": "And the earth He laid [out] for the creatures.", "id": "Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4911", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4911.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4911.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan neraca keseimbangan di alam semesta, Allah kemudian berbicara tentang bumi. Dan di samping langit yang diatur dengan baik, bumi pun telah dibentangkan dan dihamparkan-Nya untuk kenyamanan semua makhluk yang menghuninya.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia mendatarkan bumi untuk tempat tinggal binatang, dan semua jenis yang mempunyai roh dan di bumi itu tempat kehidupan untuk dapat mengambil manfaat dari benda-benda di permukaan bumi dan yang berada di dalam perutnya," } } }, { "number": { "inQuran": 4912, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f \u0630\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0645\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Feehaa faakihatunw wan nakhlu zaatul akmaam" } }, "translation": { "en": "Therein is fruit and palm trees having sheaths [of dates]", "id": "di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4912", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4912.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4912.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bumi tidak hanya dihamparkan. Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,", "long": "Allah memberitahukan bahwa di bumi ini terdapat bermacam-macam bahan yang dapat dijadikan makanan dari aneka ragam buah-buahan, baik yang dimakan setelah masak dari pohonnya atau setelah dimasak dengan rapi, baik dari buah-buahan setelah dikeringkan maupun dalam keadaan masih basah. Seterusnya Allah menyatakan, pohon-pohon kurma yang mempunyai selodang pembungkus buahnya ketika ia keluar. Dikhususkan sebutan kurma ini karena ditanam di tanah Arab dan sangat banyak faedahnya. Buahnya baik dimakan di waktu masih muda maupun setelah ia matang, baik keadaan basah maupun setelah ia dikeringkan. Dari seluruh pohonnya dapat juga diambil faedah seperti daunnya untuk keranjang dan tikar, sabutnya untuk tali, pelepahnya untuk atap rumah, dan batangnya untuk tiang. Dari beberapa faedah yang disebutkan, jenis kurma dikhususkan dalam menyebutnya di antara buah-buahan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4913, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0628\u0651\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0635\u0652\u0641\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Walhabbu zul 'asfi war Raihaanu" } }, "translation": { "en": "And grain having husks and scented plants.", "id": "dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4913", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4913.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4913.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "tempat buah sebelum kemunculannya, dan ada pula biji-bijian yang berkulit pelindung dan bunga-bunga yang harum baunya.", "long": "Pada ayat ini Allah menyatakan bahwa semua biji-bijian yang dijadikan sebagai bahan makanan, seperti gandum, padi dan jelai mempunyai daun yang menutupi tandan-tandannya, begitu pula semua yang berbau harum dari tumbuh-tumbuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 4914, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan" } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4914", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4914.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4914.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah lalu menantang jin dan manusia, “Wahai manusia dan jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?", "long": "Allah menantang manusia dan jin; nikmat manakah dari nikmat-nikmat yang telah mereka rasakan itu yang mereka dustakan. Yang dimaksud dengan pendustaan nikmat-nikmat tersebut adalah kekafiran mereka terhadap Tuhan mereka, karena mempersekutukan tuhan-tuhan mereka dengan Allah. Dalam peribadatan adalah bukti tentang kekafiran mereka terhadap tuhan mereka, karena nikmat-nikmat itu harus disyukuri, sedangkan syukur artinya menyembah yang memberi nikmat-nikmat kepada mereka. Ayat tersebut diulang-ulang dalam surah ini tiga puluh satu kali banyaknya untuk memperkuat tentang adanya nikmat dan untuk memperingatkannya. Dari itu, sambil Allah menyebut satu persatu dari nikmat-nikmat tersebut Dia memisahkannya dengan kata-kata memperingati dan memperkuat tentang adanya nikmat-nikmat tersebut. Susunan kata serupa ini banyak terdapat dalam bahasa Arab, dari itu telah menjadi kebiasaan bahwa seorang mengatakan kepada temannya yang telah menerima kebaikannya, tetapi ia mengingkarinya. \"Bukankah engkau dahulu miskin, lalu aku menolongmu sehingga berkecukupan? Apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak berpakaian, maka aku memberi pakaian; apakah engkau mengingkarinya? Bukankah engkau dahulu tidak dikenal, maka aku mengangkat derajatmu, lalu engkau menjadi dikenal apakah engkau mengingkarinya?\" Seakan-akan Allah swt berkata, \"Bukankah Aku menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara, Aku jadikan matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Aku jadikan bermacam-macam kayu-kayuan. Aku jadikan aneka ragam buah-buahan, baik di dusundusun maupun di bandar-bandar untuk mereka yang beriman dan kafir kepada-Ku, terkadang Aku menyiraminya dengan air hujan, adakalanya dengan air sungai dan alur-alur; apakah kamu hai manusia dan jin mengingkari yang demikian itu?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 4915, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0635\u064e\u0644\u0652\u0635\u064e\u0627\u0644\u064d \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062e\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Khalaqal insaana min salsaalin kalfakhkhaari" } }, "translation": { "en": "He created man from clay like [that of] pottery.", "id": "Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4915", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4915.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4915.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan penciptaan langit dan bumi seisinya, Allah menjelaskan penciptaan manusia dan jin. Dia menciptakan jenis manusia dari tanah kering seperti tembikar,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia pertama Nabi Adam dari tanah kering seperti tembikar, dan keras seperti tanah yang telah dipanggang. Di dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah dan yang lain menyebutkan bahwa ia diciptakan dari tanah liat serta di sini disebutkan tanah kering seperti tembikar. Tanah liat yang dipanggang dengan bara yang panas untuk menjaga ia tetap bersatu, tidak bercerai berai. Demikian pula manusia mempunyai nafsu makan dan minum, mempunyai nafsu kawin agar badannya dapat terpelihara dan dapat melanjutkan hidupnya, serta mempunyai keturunan. Ia mempunyai nafsu marah yang menjadikannya berani dan kuat untuk menjaga kelangsungan hidupnya dan mempertahankan dirinya dari bahaya yang mengancamnya serta serbuan musuh-musuh yang berada di sekitarnya. Kekuatan manusia ini seolah-olah sama dengan tanah liat yang telah masak agar menjadi tanah kering yang bagian-bagiannya melekat dengan kuat. Apabila tidak ada hal-hal itu tentu dia tidak akan dapat mempertahankan dirinya dari bahaya dan musuhmusuhnya, dari manusia lain atau binatang-binatang buas, maka ia akan hancur berkeping-keping menjadi santapan burung-burung dan binatang-binatang, sebagaimana tanah yang belum dimasak bertaburan diterbangkan angin. Penciptaan manusia dari tanah telah banyak dibicarakan pada ayat-ayat sebelumnya, antara lain pada ayat-ayat: al-hijr/15: 26 (dari lumpur hitam), al- hijr/15: 28 (tanah liat kering), ar-Rum/30: 20 (dari tanah), Fathir/35: 11 (dari tanah), shad/38: 71 (tanah liat), Gafir/40 (dari tanah), sedangkan pada Surah al-Furqan/25: ayat 54 dinyatakan bahwa manusia diciptakan dari air. Dari berbagai pernyataan ayat-ayat di atas tentang bahan penciptaan manusia, maka terdapat dua bahan yaitu air dan tanah. Sedangkan macam tanah yang sering dijelaskan adalah tanah liat, suatu jenis tanah yang tersusun oleh partikel yang sangat halus, dengan ukuran diameter partikel kurang dari 2 mikron. Jenis tanah ini memiliki sifat-sifat fisik yang plastis bila mengandung air. Secara kimia, larutan tanah liat dalam air memiliki kapasitas tukar kation, yaitu dapat mengikat ion atau senyawa kimia lainnya yang bermuatan listrik, tetapi dengan ikatan yang tidak terlalu kuat sehingga ion yang terikat bisa berganti-ganti dengan mudah. Tanah jenis ini pulalah yang biasa dipakai sebagai bahan untuk membuat tembikar. Sementara proses penciptaannya amat sedikit diketahui (lihat Tafsir al-hijr/15: 26 dan 28)." } } }, { "number": { "inQuran": 4916, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u062c\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa khalaqal jaaan mim maarijim min naar" } }, "translation": { "en": "And He created the jinn from a smokeless flame of fire.", "id": "dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4916", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4916.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4916.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Dia menciptakan jenis jin dari nyala api yang murni tanpa asap.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bila manusia pertama dijadikan dari tanah, maka jin yang pertama atau iblis berbeda, ia dijadikan dari api (dari nyala api), dari nyala api yang bergabung dengan yang lain; dari nyala api yang berwarna kuningmerah dan kehijau-hijauan. Sebagaimana manusia dijadikan dari tanah yang bermacam-macam. Ayat-ayat tersebut mengingatkan bahwa Adam diciptakan melalui proses yang pertama dari tanah, kemudian lumpur yang dibentuk selanjutnya dari tanah kering seperti tembikar." } } }, { "number": { "inQuran": 4917, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 27, "page": 531, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan" } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4917", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4917.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4917.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menunjukkan nikmat yang berlimpah-limpah yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya baik itu dari kalangan jin maupun manusia, tetapi mengapa mereka mendustakan. Dalam hubungan ayat ini Ibnu 'Umar berkata: Rasulullah saw membaca Surah ar-Rahman atau surah itu dibacakan kepadanya, lalu beliau bersabda, \"Mengapa saya mendengar jin lebih baik jawabannya kepada Tuhannya dari kalian?\" Mereka bertanya, \"Apakah itu, wahai Rasulullah?\" Beliau menjelaskan tentang jawaban mereka (jin) apabila saya membaca firman Allah, \"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?\" Maka mereka berkata, \"Tidak ada sesuatu pun dari nikmat Tuhan yang kami dustakan.\" (Riwayat Ibnu Jarir dari Ibnu 'Umar)" } } }, { "number": { "inQuran": 4918, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Rabbul mashriqayni wa Rabbul maghribayni" } }, "translation": { "en": "[He is] Lord of the two sunrises and Lord of the two sunsets.", "id": "Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4918", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4918.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4918.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Yang Maha Pencipta itu adalah Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua timur, yaitu dua tempat terbit matahari pada musim panas dan musim dingin, dan Dia pula Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua barat, yaitu tempat terbenamnya matahari pada kedua musim tersebut.", "long": "Ayat ini menjelaskan tentang peredaran matahari dan bulan, Bahwa Dialah yang menciptakan keduanya dan yang mengatur peredaran menurut perhitungan yang tepat. Tuhan memelihara dua tempat terbit, dua tempat terbenam matahari dan musim panas dan musim dingin. Atas perubahan\n\nIndeks 687 \n\nperubahan itu timbullah musim panas, musim dingin, musim semi dan musim gugur dan menimbulkan pula perubahan udara yang mengakibatkan perubahan pada curah hujan, perubahan pada pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan serta sungai-sungai. \"Dua Timur\" dan \"Dua Barat\" yang tersurat dalam ayat di atas berkaitan dengan bulatnya bentuk bumi. Karena, hanya pada benda yang berbentuk seperti bola dapat terjadi hal yang demikian (dua timur dan dua barat). Secara kenyataan, memang bumi mempunyai dua titik tempat terbitnya matahari dan dua titik tempat terbenamnya matahari. Di sini, ayat Allah dan ilmu pengetahuan kembali saling bersetuju. Penjelasannya demikian: \"Ketika matahari terbit di satu titik di bagian sebelah bumi, maka pada waktu yang sama matahari akan terbenam di bagian sebelah bumi lainnya. Saat matahari terbenam di sebelah bagian bumi, kembali, pada waktu yang sama, di belahan bumi yang lain, matahari sedang terbit. Dengan demikian, pada kenyataannya, memang betul bahwa ada dua titik dimana matahari terbit, dan pada waktu yang sama, terdapat dua titik dimana matahari terbenam.\" Keadaan demikian ini dilaporkan oleh para antariksawan pada saat mereka memandang bumi dari ruang angkasa. Al-Qur'an menguraikan hal ini sedemikian rupa, seolah-olah konsep bumi yang seperti bola memang sudah dikenal manusia saat itu. Sedangkan sebenarnya tidaklah demikian. Bentuk bumi yang seperti bola juga dapat dilihat pada beberapa ayat lainnya, seperti dua ayat di bawah ini: \n\nTidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (Luqman/31: 29) Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun. (az-Zumar/39: 5) \n\nSaat ini, kita dapat melihat pada bola dunia (globe) gambaran tentang bumi yang mempunyai bentuk seperti bola. Sebenarnya, pada 1400 tahun yang lalu, Al-Qur'an telah memberikan indikasi yang demikian. Dua ayat di atas, dengan menggunakan perumpamaan, telah menjelaskan tentang bentuk bumi. Pada saat masyarakat di Eropa masih mempercayai bahwa bumi itu datar, maka para pelajar di universitas di dunia Islam sudah mempelajari bumi dengan menggunakan bola dunia. Karena Al-Quran diturunkan bukan sebagai ilmu pengetahuan (science), maka di dalamnya tidak ada pernyataan secara khusus bahwa bentuk bumi adalah bulat seperti bola. Akan tetapi, dari beberapa ayat, manusia mulai berpikir bahwa bentuk bumi seperti bola. Contohnya pada Surah Luqman/31 ayat 29. Ayat lainnya, Surah az-Zumar/39 ayat 5 menunjukkan bagaimana Allah \"menggulung\" siang dengan malam. Kata \"menggulung\" pada ayat di atas adalah terjemahan dari kata Arab \"kawwara\", yang digunakan untuk menggambarkan seorang sedang menggulungkan sorban di sekeliling kepalanya. Untuk dapat mengerti lebih jelas mengenai kedua ayat di atas, lakukanlah suatu percobaan di rumah. Alat yang diperlukan adalah bola dunia dan lampu senter. Bawa kedua alat ini ke kamar yang gelap. Sinari bola dunia dengan lampu senter dari salah satu sisinya. Sinar dari lampu senter ini akan berperan seperti sinar matahari. Maka akan tampak bahwa sebagian belahan dunia akan terang, dan belahan lainnya gelap. Lalu putarkan bola dunia secara perlahan, sebagaimana halnya bumi melakukan putaran pada sumbunya. Perhatikan saat bola dunia berputar, maka sinar matahari akan secara menerus mulai menerangi bagian bumi yang semula gelap. Demikian pula halnya gelap. Ia akan secara perlahan menggantikan terang di bagian bumi yang lain. Ayat di bawah ini juga berbicara mengenai bentuk bumi: \n\nTuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (ar-Rahman/55: 17-18) \n\nPada saat manusia mempercayai bahwa bumi datar dan menetap (tidak bergerak), Al-Qur'an sudah mengungkapkan, secara eksplisit maupun implisit, bahwa bumi itu bulat. Tidak hanya bulat, akan tetapi lebih rinci, yaitu bentuknya lebih seperti telur daripada bulat. Mengenai pemeliharaan tempat terbit dan tenggelamnya matahari. Ketika manusia memercayai bahwa bumi datar dan diam/tidak bergerak, maka Al Qur'an mengungkapkan bahwa bumi itu bulat, melalui firman-Nya dalam ayat tersebut di atas. Karena hanya pada benda berbentuk seperti bola peristiwa tersebut dapat terjadi, dua timur dan dua barat ? Sayyid Quthub berpendapat mungkin itu tempat terbitnya matahari dan bulan serta tempat terbenamnya matahari dan bulan. Tapi bisa juga maksudnya dua tempat terbit matahari yang berbeda posisinya pada musim panas dan musim dingin. Demikian pula dua tempat terbenamnya. Sementara Ilmu Pengetahuan berpendapat bahwa manakala matahari terbit di satu titik di belahan bumi, maka pada saat yang sama justru matahari tersebut akan terbenam dilihat dari titik belahan lainnya yang letaknya jauh ke arah timur. Begitu pula tatkala matahari terlihat terbenam di suatu titik di belahan bumi, maka pada saat yang bersamaan dari belahan bumi yang letaknya jauh ke sebelah barat, matahari tersebut dilihat sedang terbit. Fenomena ini yang diartikan dengan (seolah) ada dua titik di mana matahari terbit dan pada waktu yang sama ada dua titik tempat matahari terbenam. Apapun makna dari pesan tersebut, sesuatu yang penting untuk disyukuri adalah pemeliharaan Allah atas dua timur dan dua barat merupakan bagian dari nikmat-Nya di alam semesta ini? (" } } }, { "number": { "inQuran": 4919, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan" } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4919", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4919.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4919.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Dalam ayat ini Allah menantang manusia dan jin, nikmat Tuhan yang manakah yang mereka dustakan. Apakah mereka mengingkari hujan dan faedah-faedahnya? Ataukah mereka mengingkari manfaat adanya perubahan musim yang di dalamnya terdapat perubahan tanaman-tanaman yang harus ditanam pada musim panas atau musim dingin? Ataukah mereka mengingkari tentang keistimewaan yang terdapat pada perubahan udara yang mengatur perasaan manusia dan binatang. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4920, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Marajal bahrayni yalta qiyaani" } }, "translation": { "en": "He released the two seas, meeting [side by side];", "id": "Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4920", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4920.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4920.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia membiarkan bebas dua laut mengalir berdampingan yang kemudian keduanya bertemu pada permukaannya.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa Allah mengalirkan air yang asin dari air yang tawar berdekatan yang kemudian berkumpul menjadi satu, masing-masing tidak mempengaruhi yang lain, yang asin tidak mempengaruhi yang tawar sehingga yang tawar menjadi asin dan yang asin menjadi tawar. Allah telah membatasi di antara keduanya dengan batas yang telah diciptakan dengan kekuasaan-Nya atau dibatasinya dengan batas yang berupa tanah. Firman Allah: \n\nDan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus. (al-Furqan/25: 53) \n\nPeristiwa di atas dapat dilihat seperti sungai-sungai yang mengalir dari gunung-gunung yang akhirnya masuk ke dalam laut dan rasanya menjadi asin sedang air sungainya tetap tawar. Menurut kajian ilmiah, laut mempunyai sifat fisika dan kimia yang tidak homogen. Ketidak homogenan ini yang menyebabkan laut bergerak dinamis. Proses yang memicu pergerakan ini sangat kompleks dan melibatkan tenaga dari luar seperti angin, rotasi bumi, topografi dasar laut maupun hubungan satu sama lain antar laut. Distribusi rapat massa yang tergantung pada tingkat kegaraman, temperatur dan tekanan udara juga mempunyai peranan penting. Aliran arus permukaan yang hangat dari kawasan tropis mengalir melintasi khatulistiwa menuju Lautan Atlantik Utara dan Laut Norwegia, untuk kemudian mengalami pendinginan. Akibat pendinginan ini terjadi peningkatan rapat massa dan laut bergerak ke bawah sebagai aliran arus bawah dan bergerak menuju Lautan Atlantik Selatan, Lautan Hindia dan menuju Lautan Pasifik. Gerakan aliran arus bawah ini dikenal sebagai pola sirkulasi thermohalin yang gerakannya sering diidentikan dengan conveyor belt yang menggerakan air, temperatur dan sifat-sifat lainnya dan materimateri di lautan. Apa yang digambarkan di atas adalah gambaran global mengenai pergerakan arus laut. Dalam kenyataannya pergerakan arus laut adalah lebih kompleks. Sebagai contoh adalah apa yang digambarkan oleh Djamil (2004) yang menyebutkan bahwa di bawah garis khatulistiwa di Lautan Pasifik, Atlantik dan Lautan Hindia terdapat arus yang bergerak melawan arus permukaannya dan dikenal sebagai Pacific Equatorial Undercurrent atau disebut juga sebagai Cromwell Current. Arus ini bergerak ke timur, yang menentang arus Pacific South Equatorial Current yang bergerak ke barat. Arus yang mempunyai ketebalan 150 m dan panjang 402 km, dan batas atasnya antara 42-91 m, selalu bergerak di bawah khatulistiwa. Air laut yang bergerak dalam aliran arus Cromwell ini yang bergerak ke timur menentang aliran arus ke barat dan antar keduanya terdapat batas. Batas antara dua lautan ini tidak hanya sebatas wilayah yang disebutkan di atas tetapi juga di temui di Selat Gibraltar, maupun di sebelah timur Jepang. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4921, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0652\u0632\u064e\u062e\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u063a\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Bainahumaa barzakhul laa yabghiyaan" } }, "translation": { "en": "Between them is a barrier [so] neither of them transgresses.", "id": "di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4921", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4921.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4921.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara keduanya ada batas yang diciptakan Allah sehingga batas itu tidak dilampaui oleh masing-masing.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa Allah mengalirkan air yang asin dari air yang tawar berdekatan yang kemudian berkumpul menjadi satu, masing-masing tidak mempengaruhi yang lain, yang asin tidak mempengaruhi yang tawar sehingga yang tawar menjadi asin dan yang asin menjadi tawar. Allah telah membatasi di antara keduanya dengan batas yang telah diciptakan dengan kekuasaan-Nya atau dibatasinya dengan batas yang berupa tanah. Firman Allah: \n\nDan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus. (al-Furqan/25: 53) \n\nPeristiwa di atas dapat dilihat seperti sungai-sungai yang mengalir dari gunung-gunung yang akhirnya masuk ke dalam laut dan rasanya menjadi asin sedang air sungainya tetap tawar. Menurut kajian ilmiah, laut mempunyai sifat fisika dan kimia yang tidak homogen. Ketidak homogenan ini yang menyebabkan laut bergerak dinamis. Proses yang memicu pergerakan ini sangat kompleks dan melibatkan tenaga dari luar seperti angin, rotasi bumi, topografi dasar laut maupun hubungan satu sama lain antar laut. Distribusi rapat massa yang tergantung pada tingkat kegaraman, temperatur dan tekanan udara juga mempunyai peranan penting. Aliran arus permukaan yang hangat dari kawasan tropis mengalir melintasi khatulistiwa menuju Lautan Atlantik Utara dan Laut Norwegia, untuk kemudian mengalami pendinginan. Akibat pendinginan ini terjadi peningkatan rapat massa dan laut bergerak ke bawah sebagai aliran arus bawah dan bergerak menuju Lautan Atlantik Selatan, Lautan Hindia dan menuju Lautan Pasifik. Gerakan aliran arus bawah ini dikenal sebagai pola sirkulasi thermohalin yang gerakannya sering diidentikan dengan conveyor belt yang menggerakan air, temperatur dan sifat-sifat lainnya dan materimateri di lautan. Apa yang digambarkan di atas adalah gambaran global mengenai pergerakan arus laut. Dalam kenyataannya pergerakan arus laut adalah lebih kompleks. Sebagai contoh adalah apa yang digambarkan oleh Djamil (2004) yang menyebutkan bahwa di bawah garis khatulistiwa di Lautan Pasifik, Atlantik dan Lautan Hindia terdapat arus yang bergerak melawan arus permukaannya dan dikenal sebagai Pacific Equatorial Undercurrent atau disebut juga sebagai Cromwell Current. Arus ini bergerak ke timur, yang menentang arus Pacific South Equatorial Current yang bergerak ke barat. Arus yang mempunyai ketebalan 150 m dan panjang 402 km, dan batas atasnya antara 42-91 m, selalu bergerak di bawah khatulistiwa. Air laut yang bergerak dalam aliran arus Cromwell ini yang bergerak ke timur menentang aliran arus ke barat dan antar keduanya terdapat batas. Batas antara dua lautan ini tidak hanya sebatas wilayah yang disebutkan di atas tetapi juga di temui di Selat Gibraltar, maupun di sebelah timur Jepang. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4922, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan" } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4922", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4922.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4922.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keduanya tidak bercampur atau melampaui batas tersebut. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Pada ayat ini Allah swt menantang jin dan manusia agar mengemukakan suatu nikmat yang tidak berasal daripada-Nya. Cobalah mereka bayangkan seandainya air yang asin mempengaruhi yang tawar sehingga menjadi asin pula, maka tentu tidak akan ada air yang dapat diminum manusia dan binatang, tidak ada air untuk menyirami tumbuh-tumbuhan sehingga tumbuh-tumbuhan itu mati, manusia dan binatang pun mati kehausan dan kelaparan." } } }, { "number": { "inQuran": 4923, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064f\u0624\u0652\u0644\u064f\u0624\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u064e\u0627\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Yakhruju minhumal lu 'lu u wal marjaanu" } }, "translation": { "en": "From both of them emerge pearl and coral.", "id": "Dari keduanya keluar mutiara dan marjan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4923", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4923.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4923.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah Allah membiarkan kedua laut itu mengalir berdampingan. Dari keduanya keluar atau ditemukan mutiara dan marjan yang indah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di dalam laut itu terdapat barang-barang yang sangat berharga, misalnya mutiara dan marjan dari laut yang asin dan tawar. Keduanya dapat dijadikan sebagai perhiasan yang tinggi nilainya dan mahal harganya." } } }, { "number": { "inQuran": 4924, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan" } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4924", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4924.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4924.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Allah swt menantang jin dan manusia jika ada nikmat yang bukan berasal dari Dia yang berada di laut, tentu jin dan manusia tidak akan mendustakannya, terutama nikmat yang berupa mutiara dan marjan." } } }, { "number": { "inQuran": 4925, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0634\u064e\u0622\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa lahul jawaaril mun sha'aatu fil bahri kal a'laam" } }, "translation": { "en": "And to Him belong the ships [with sails] elevated in the sea like mountains.", "id": "Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4925", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4925.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4925.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan yang tampak bagaikan gunung-gunung yang menjulang tinggi.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah-lah yang menguasai bahtera-bahtera yang tinggi layarnya laksana gunung-gunung di lautan, ia berlayar di lautan dan memberikan manfaat kepada manusia guna mengangkut barang-barang dagangan dari suatu negeri ke negeri lain, makanan-makanan yang banyak terdapat pada suatu tempat dan tempat yang lain kekurangan bahan-bahan tersebut, dan lain sebagainya. Dengan demikian, terlaksana pertukaran barang-barang dagangan dan terpenuhi keperluankeperluan manusia tentang makanan dan minuman." } } }, { "number": { "inQuran": 4926, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 466, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4926", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4926.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4926.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menantang jin dan mansuia agar menerangkan nikmat yang mereka dustakan sebagai berikut: Siapakah yang menciptakan bahan-bahan pembuatan bahtera itu? Atau bagaimanakah membuatnya? Apakah mereka kira bahwa iman kepada Allah sudah cukup dengan hanya bersyukur atas nikmatnikmat yang telah diberikan-Nya kepada mereka? Apakah matahari, bulan dan bintang, pohon-pohonan, tumbuh-tumbuhan, dan bijibijian, sungai-sungai dan lautan-lautan, mutiara dan marjan dijadikan-Nya untuk orang-orang yang tidak berakal? Atau dijadikanNya bagi orang-orang yang pandai bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat yang diberikan-Nya? Dan bagaimanakah mereka akan bersyukur kepada-Nya bila mereka tidak mengetahuinya?" } } }, { "number": { "inQuran": 4927, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Kullu man 'alaihaa faan" } }, "translation": { "en": "Everyone upon the earth will perish,", "id": "Semua yang ada di bumi itu akan binasa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4927", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4927.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4927.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan anugerah-Nya bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi, Allah mengingatkan bahwa semua itu tidak akan membuat mereka kekal. Semua yang ada di bumi itu akan binasa,", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa semua yang ada di bumi dan di langit akan rusak binasa dan yang kekal hanyalah Zat Allah yang Mahabesar dan Mahamulia. Dialah yang tetap hidup selamanya dan tidak akan mati. Oleh karena itu manusia jangan terpesona dengan kenikmatankenikmatan yang ada di dunia, sebab semuanya akan punah dan lenyap, manusia akan dimintakan pertanggungjawaban atas segala nikmat yang telah diperolehnya. Firman Allah: \n\nDan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenangNya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan. (al-Qasas/28: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 4928, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa yabqaa wajhu rabbika zul jalaali wal ikraam" } }, "translation": { "en": "And there will remain the Face of your Lord, Owner of Majesty and Honor.", "id": "tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4928", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4928.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4928.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "mati dan meninggalkan dunia ini, tetapi wajah atau Zat Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan itu tetap kekal.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa semua yang ada di bumi dan di langit akan rusak binasa dan yang kekal hanyalah Zat Allah yang Mahabesar dan Mahamulia. Dialah yang tetap hidup selamanya dan tidak akan mati. Oleh karena itu manusia jangan terpesona dengan kenikmatankenikmatan yang ada di dunia, sebab semuanya akan punah dan lenyap, manusia akan dimintakan pertanggungjawaban atas segala nikmat yang telah diperolehnya. Firman Allah: \n\nDan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenangNya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan. (al-Qasas/28: 88)" } } }, { "number": { "inQuran": 4929, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4929", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4929.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4929.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Dalam ayat ini Allah menantang jin dan manusia agar mengungkapkan nikmat-Nya yang mereka dustakan. Cobalah mereka bayangkan, tidaklah kebinasaan itu melainkan merupakan pintu bagi kehidupan yang kekal. Apabila tidak ada yang mati, maka akan terhalanglah kehidupan di akhirat. Lihatlah kehidupan manusia, apabila mereka beranak terus sepanjang masa, tidak ada yang mati, maka akan penuhlah bumi ini dengan manusia sehingga binatang, tumbuh-tumbuhan, dan makanan tidak akan mencukupi keperluannya lagi dan akhirnya tidak ada jalan lagi bagi mereka kecuali sedang membunuh sesamaanya yang akhirnya dunia ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 4930, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Yas'aluhoo man fissamaawaati walard; kulla ywmin huwa fee shaan" } }, "translation": { "en": "Whoever is within the heavens and earth asks Him; every day He is bringing about a matter.", "id": "Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4930", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4930.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4930.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam kehidupan ini, apa saja yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya untuk memenuhi hajat hidup mereka. Karenanya, setiap waktu Dia terus berada dalam kesibukan mengatur dan memenuhi kebutuhan makhluk-Nya.", "long": "Allah senantiasa menghidupkan dan mematikan, serta memberi rezeki, memuliakan dan menghinakan, memberi sakit dan menyembuhkan, menyuruh dan melarang, mengampuni dan menghukum, mengasihi dan memarahi terhadap makhluk-Nya. Dan Dia pula memberikan apa-apa yang diminta oleh semua yang ada di langit dan di bumi, seperti yang diungkapkan dalam hadis ini: Dari 'Abdullah bin Munib, ia berkata, \"Rasulullah membacakan kepada kami ayat ini, lalu kami berkata, Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan 'urusan? Rasulullah bersabda, 'Mengampuni dosa, melapangkan kesusahan, meninggikan satu golongan dan merendahkan golongan yang lain (Riwayat alBazzar, Ibnu Jarir, ath-thabrani dan Ibnu 'Asakir)" } } }, { "number": { "inQuran": 4931, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4931", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4931.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4931.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Dalam ayat ini, Allah menantang jin dan manusia agar mengungkapkan nikmat-Nya yang mereka dustakan. Berapa banyak permohonan yang telah dikabulkan-Nya. Berapa banyak hal-hal yang baru diciptakan-Nya. Dan berapa banyak orang yang lemah ditolongNya." } } }, { "number": { "inQuran": 4932, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0646\u064e\u0641\u0652\u0631\u064f\u063a\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0642\u064e\u0644\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Sanafrughu lakum ayyuhas saqalaan" } }, "translation": { "en": "We will attend to you, O prominent beings.", "id": "Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4932", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4932.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4932.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami bersama para malaikat akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu, wahai golongan manusia dan jin. Kami akan melakukan perhitungan secara cermat atas semua perbuatanmu.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia akan memperhatikan dan membalas segala amal perbuatan sekalian manusia dan jin, ayat ini merupakan ancaman yang sangat menakutkan, bagi seluruh hambaNya agar ingat pada hari pembalasan." } } }, { "number": { "inQuran": 4933, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4933", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4933.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4933.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Allah swt menantang jin dan manusia, agar mengungkapkan nikmat yang manakah yang mereka dustakan. Adakah yang mereka dustakan itu balasan-balasan yang akan mereka terima pada hari Kiamat nanti baik berupa pahala maupun berupa siksaan pada hari itu tidak ada kedustaan." } } }, { "number": { "inQuran": 4934, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u0652\u0634\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0637\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0641\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064f\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Yaa ma'sharal jinni wal insi inis tata'tum an tanfuzoo min aqtaaris samaawaati wal ardi fanfuzoo; laa tanfuzoona illaa bisultaan" } }, "translation": { "en": "O company of jinn and mankind, if you are able to pass beyond the regions of the heavens and the earth, then pass. You will not pass except by authority [from Allah].", "id": "Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4934", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4934.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4934.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan bahwa manusia dan jin tidak akan dapat menghindar dari pertanggung jawaban. Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus atau melintasi penjuru langit dan bumi untuk menghindari pertanggung jawaban dan balasan yang akan menimpamu, maka keluar dan tembuslah keduanya. Ketauhilah, kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan, sedangkan kamu sama sekali tidak mempunyai kekuatan itu.", "long": "Ayat ini menyeru jin dan manusia jika mereka sanggup menembus, melintasi penjuru langit dan bumi karena takut akan siksaan dan hukuman Allah, mereka boleh mencoba melakukannya, mereka tidak akan dapat berbuat demikian. Mereka tidak mempunyai kekuatan sedikit pun dalam menghadapi kekuatan Allah swt. Menurut sebagian ahli tafsir, pengertian sulthan pada ayat ini adalah ilmu pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan ilmu manusia dapat menembus ruang angkasa." } } }, { "number": { "inQuran": 4935, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4935", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4935.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4935.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Dalam ayat ini Allah bertanya kepada jin dan manusia yang berbuat jahat kemudian bertobat, lalu diterima oleh Allah tobatnya, bukankah itu merupakan nikmat? Sebelum itu Allah mengancam orang-orang yang berbuat jahat. Karenanya nikmat Allah yang mana lagi yang kamu dustakan." } } }, { "number": { "inQuran": 4936, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0634\u064f\u0648\u064e\u0627\u0638\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064d \u0648\u064e\u0646\u064f\u062d\u064e\u0627\u0633\u064c \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Yursalu 'alaikumaa shuwaazum min naarifiw-wa nuhaasun falaa tantasiraan" } }, "translation": { "en": "There will be sent upon you a flame of fire and smoke, and you will not defend yourselves.", "id": "Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4936", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4936.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4936.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai jin dan manusia, bila kamu berupaya menembus langit dan bumi, maka kepada kamu akan dikirim nyala api dan cairan tembaga panas yang meleleh sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri dari-nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kepada jin dan manusia akan ditimpakan bermacam-macam bentuk azab yaitu sambaran nyala api atau cairan yang bercampur dengan tembaga. Mereka tidak dapat melarikan diri daripadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 4937, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4937", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4937.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4937.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Allah swt menantang jin dan manusia, apakah mereka tetap mendustakan nikmat Tuhan. Di antara nikmat itu tentang ancaman siksa yang tercantum pada ayat 35 di atas telah diberitakan di dunia ini. Jika kamu di dunia ini berkesempatan berbuat baik dan terhindar dari siksa itu, itulah merupakan kenikmatan." } } }, { "number": { "inQuran": 4938, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0646\u0634\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0631\u0652\u062f\u064e\u0629\u064b \u0643\u064e\u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fa-izan shaqqatis samaaa'u fakaanat wardatan kaddihaan" } }, "translation": { "en": "And when the heaven is split open and becomes rose-colored like oil -", "id": "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4938", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4938.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4938.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan ketidakmampuan manusia menghindar dari pertanggung jawaban, Allah menguraikan keadaan pada hari kemudian. Maka apabila langit telah terbelah karena takut dengan balasan Allah dan menjadi merah mawar seperti kilauan minyak akibat panas yang menerpanya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa apabila datang hari Kiamat, terbelahlah langit dan warnanya menjadi merah mawar seperti kilapan minyak. Maka rusaklah peraturan-peraturan alam dan bertebaranlah bintang-bintang serta segala apa-apa yang ada di langit, pindah dari tempatnya karena dahsyatnya hari itu. Dalam ayat-ayat lain Allah berfirman: \n\nApabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan. (al-Infithar/82: 1-2) \n\nApabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh. (al-Insyiqaq/84: 1-2). \n\nDan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh. (al-haqqah/69: 16) \n\nAyat di atas berbicara mengenai alam semesta. Alam semesta diperkirakan berumur antara 15 sampai 18 miliar tahun. Batuan tertua yang pernah ditemukan di bumi berumur sekitar 4,6 miliar tahun. Kehidupan tertua di bumi ditemukan berumur 3,8 juta tahun yang lalu. Sedangkan manusia mulai menghuni bumi baru sekitar 100.000 tahun yang lalu. Apapun yang mengakibatkan terbentuknya alam semesta, yang pasti, ia sangat besar dan hebat, dan tidak mungkin tercipta secara kebetulan. Apa yang diungkap oleh Al-Qur'an tersebut, nampaknya mustahil dikemukakan oleh seseorang yang hidup 1400 tahun yang lalu. Teori mengenai \"lahirnya\" alam semesta ini, hanya dapat dijelaskan oleh seseorang yang paham sekali dengan ilmu \"fisika nuklir\" (nuclear physics). Suatu bidang keilmuan yang baru berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Bagaimana mungkin seorang Muhammad pada saat itu dapat menyatakan bahwa asal bumi dan seluruh isi langit dari materi \"asap\" yang sama. Sangat mustahil. Ayat 37 Surah ar-Rahman di atas menggambarkan ledakan sebuah bintang. Gambaran mengenai ledakan bintang tersebut dikonfirmasi oleh ilmu pengetahuan modern. Ledakan bintang yang demikian ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Fenomena alam ini juga tidak dapat ditangkap dengan menggunakan teropong bintang biasa. Diperlukan teropong bintang super canggih sekaliber \"Huble Space Super Telescope\" yang dimiliki oleh NASA, suatu lembaga antariksa Amerika Serikat. Namun hal ini sudah digambarkan dalam Al-Quran secara sangat jelas pada 1400 tahun yang lalu. Dengan kemajuan teknologi, ternyata apa yang diuraikan dalam Al-Qur'an, terbukti secara detail. Ledakan yang terjadi memang sangat mirip dengan bunga mawar merah yang sedang berkembang. Ledakan bintang atau disebut dengan istilah supernova, adalah sebuah bintang raksasa yang \"menghancurkan diri sendiri\" dalam ledakan dahsyat. Materi intinya akan bertebaran ke seluruh penjuru. Cahaya yang dihasilkan dalam peristiwa ini ribuan kali lebih terang daripada keadaan normal. Para ilmuwan masa kini menganggap bahwa supernova memainkan peran penting dalam penciptaan alam semesta. Ledakan ini menyebabkan unsur atau materi yang berbeda-benda berpencar dan berpindah ke bagian lain alam semesta. Diasumsikan bahwa materi yang dilontarkan ledakan ini kemudian bergabung untuk membentuk galaksi atau bintang baru di bagian lain alam semesta. Menurut hipotesis ini, tata surya kita, matahari dan planetnya termasuk bumi, merupakan produk supernova yang terjadi dahulu kala. Meskipun supernova tampak seperti ledakan biasa, pada kenyataannya, ledakan tersebut sangat terstruktur dalam setiap detailnya. Jarak antar supernova, dan bahkan antar semua bintang, sangat penting untuk alasan yang lain. Jarak antar bintang dalam galaksi kita adalah sekitar 30 juta tahun cahaya. Jika jarak ini lebih dekat, orbit planet-planet akan tidak stabil. Jika lebih jauh, maka debu hasil supernova akan tersebar begitu acak sehingga sistem planet seperti tata surya kita tidak mungkin pernah terbentuk. Jika alam semesta menjadi rumah bagi kehidupan, maka kedipan supernova harus terjadi pada laju yang sangat tepat dan jarak ratarata di antaranya harus sangat dekat dengan jarak yang teramati sekarang. Perbandingan antara supernova dan jarak antar bintang hanyalah dua rincian yang sangat selaras pada alam semesta yang penuh keajaiban. Mengamati lebih teliti alam semesta, maka pengaturannya akan terlihat begitu indah, baik dalam rancangan maupun susunannya." } } }, { "number": { "inQuran": 4939, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny? -", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4939", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4939.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4939.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini Allah menantang jin dan manusia apakah mereka masih mendustakan nikmat-Nya. Allah mengabarkan segala sesuatu yang dapat mengakibatkan manusia menghindari segala kejahatan, sehingga akhirnya ia selamat dari ancaman, itulah nikmat Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 4940, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0630\u064e\u0646\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0633\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0651\u064c", "transliteration": { "en": "Fa-yawma'izil laa yus'alu 'an zambiheee insunw wa laa jaann" } }, "translation": { "en": "Then on that Day none will be asked about his sin among men or jinn.", "id": "Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4940", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4940.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4940.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka pada hari ketika langit terbelah itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya, melainkan ditanya untuk diminta pertanggung jawabannya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat hari kebangkitan mereka tidak ditanyai tentang dosa, sebab mereka yang berdosa dapat terlihat besar kecil dosanya oleh ciri tertentu, tatkala keluar dari kuburnya dan digiring ke Padang Mahsyar. Firman Allah: \n\nInilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. (alMursalat/77: 35- 36) \n\nKemudian mereka akan ditanyai tentang perbuatan-perbuatan mereka dengan firman-Nya: \n\nMaka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. (al-hijr/15: 92-9" } } }, { "number": { "inQuran": 4941, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 27, "page": 532, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4941", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4941.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4941.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya tentang nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Allah juga mengingatkan tentang kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikanNya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 4942, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u064e\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0633\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062e\u064e\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0635\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Yu'raful mujrimoona biseemaahum fa'yu'khazu binna waasi wal aqdaam" } }, "translation": { "en": "The criminals will be known by their marks, and they will be seized by the forelocks and the feet.", "id": "Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4942", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4942.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4942.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu dengan mudah mereka direnggut ubun-ubun dan kakinya untuk dilempar ke neraka. Ini merupakan peringatan keras Allah kepada para jin dan manusia.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang berdosa dapat dikenal dari tanda-tanda yang membedakan mereka dengan orang yang lain yaitu: wajahnya hitam pekat, matanya membelalak karena takut. Pada hari hisab tidak akan didengar alasan-alasan dan keterangan yang mereka kemukakan. Ubun-ubun dan kaki mereka dipegang sebagai penghinaan, lalu diseret, dimasukkan ke dalam api neraka Jahanam." } } }, { "number": { "inQuran": 4943, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4943", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4943.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4943.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya mengenai nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Allah juga mengingatkan tentang kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikanNya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 4944, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haazihee jahannamul latee yukazzibu bihal mujrimoon" } }, "translation": { "en": "This is Hell, which the criminals deny.", "id": "Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4944", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4944.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4944.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kepada mereka dikatakan, “Inilah neraka Jahanam yang selalu di dustakan oleh orang-orang yang berdosa, termasuk olehmu.”", "long": "Allah membuktikan janji-janji-Nya kepada mereka yang berbuat jahat bahwa sekarang telah mereka saksikan dan telah mereka lihat dengan mata mereka sendiri azab Tuhan yang mereka tunggu-tunggu; supaya mereka merasakan siksaan api neraka Jahanam dan meminum air yang mendidih, yang dapat menghancurkan usus dan isi perut siapa yang meminumnya. Mereka berkeliling di antara api dan air mendidih yang sangat panas. Tegasnya, apabila mereka minta tolong supaya dikeluarkan dari api neraka, maka mereka dipindahkan ke suatu tempat minuman air yang lebih tinggi suhu panasnya. Seperti diungkapkan dalam firman Allah sebagai berikut: \n\nKetika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (Gafir/40: 71-72)" } } }, { "number": { "inQuran": 4945, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0637\u064f\u0648\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d \u0622\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Yatoofoona bainahaa wa baina hameemim aan" } }, "translation": { "en": "They will go around between it and scalding water, heated [to the utmost degree].", "id": "Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4945", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4945.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4945.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka ber-keliling berulang kali di sana, di antara neraka itu, dan di antara air yang mendidih karena panas api neraka.", "long": "Allah membuktikan janji-janji-Nya kepada mereka yang berbuat jahat bahwa sekarang telah mereka saksikan dan telah mereka lihat dengan mata mereka sendiri azab Tuhan yang mereka tunggu-tunggu; supaya mereka merasakan siksaan api neraka Jahanam dan meminum air yang mendidih, yang dapat menghancurkan usus dan isi perut siapa yang meminumnya. Mereka berkeliling di antara api dan air mendidih yang sangat panas. Tegasnya, apabila mereka minta tolong supaya dikeluarkan dari api neraka, maka mereka dipindahkan ke suatu tempat minuman air yang lebih tinggi suhu panasnya. Seperti diungkapkan dalam firman Allah sebagai berikut: \n\nKetika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (Gafir/40: 71-72)" } } }, { "number": { "inQuran": 4946, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 467, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4946", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4946.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4946.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya mengenai nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Allah juga mengingatkan tentang kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikanNya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 4947, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0641\u064e \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa liman khaafa maqaama rabbihee jannataan" } }, "translation": { "en": "But for he who has feared the position of his Lord are two gardens -", "id": "Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4947", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4947.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4947.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain menyediakan siksa bagi pendurhaka, Allah juga menjanjikan pahala bagi orang yang bertakwa. Dan bagi siapa yang takut akan keagungan dan kekuasaan-Nya pada saat menghadap Tuhannya sehingga ia terdorong untuk beramal saleh, baginya ada dua surga.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyediakan dua surga bagi orang yang takut akan Tuhannya dan berkeyakinan bahwa mereka akan mendapat balasan atas perbuatannya. Bila tergerak hatinya akan berbuat maksiat, maka ia ingat akan Tuhan yang mengetahui segala sesuatu baik yang kelihatan maupun yang tersembunyi. Karena itu ia meninggalkan perbuatan itu, takut akan azab dan hukuman yang akan diterimanya. Mereka berbuat baik dan mengajak manusia berbuat baik pula. Dua surga itu ialah: 1. Surga rohani di mana mereka mendapat keridaan Allah. Firman Allah: \n\nDan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung. (at-Taubah/9: 72) 2. Surga jasmani yang mereka peroleh sesuai dengan amal saleh yang mereka perbuat di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 4948, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny? -", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4948", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4948.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4948.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyediakan dua surga bagi orang yang takut akan Tuhannya dan berkeyakinan bahwa mereka akan mendapat balasan atas perbuatannya. Bila tergerak hatinya akan berbuat maksiat, maka ia ingat akan Tuhan yang mengetahui segala sesuatu baik yang kelihatan maupun yang tersembunyi. Karena itu ia meninggalkan perbuatan itu, takut akan azab dan hukuman yang akan diterimanya. Mereka berbuat baik dan mengajak manusia berbuat baik pula. Dua surga itu ialah: 1. Surga rohani di mana mereka mendapat keridaan Allah. Firman Allah: \n\nDan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung. (at-Taubah/9: 72) 2. Surga jasmani yang mereka peroleh sesuai dengan amal saleh yang mereka perbuat di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 4949, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Zawaataaa afnaan" } }, "translation": { "en": "Having [spreading] branches.", "id": "kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4949", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4949.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4949.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedua surga yang Allah janjikan kepada orang yang bertakwa itu mempunyai aneka pepohonan yang rindang dan buah-buahan yang beraneka ragam dan menyenangkan", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa kedua surga itu mempunyai pohon-pohon yang rindang dan buah-buahan yang beraneka ragam coraknya, yang membuat mereka tambah bernafsu, tambah berselera untuk memakannya. Kemudian Allah berkata, \"Apakah kamu, hai manusia dan jin, mengingi" } } }, { "number": { "inQuran": 4950, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4950", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4950.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4950.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya mengenai nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikan-Nya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar dan bagi kamu sekalian. (" } } }, { "number": { "inQuran": 4951, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0646\u0650 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Feehimaa 'aynaani tajriyaan" } }, "translation": { "en": "In both of them are two springs, flowing.", "id": "Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4951", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4951.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4951.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya pepohonan dengan buahnya yang beraneka ragam, di dalam kedua surga itu ada pula dua buah mata air yang memancar, mengeluarkan air yang jernih.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa di kedua surga itu ada dua mata air mengalir, menyirami pohon-pohon yang bermacam-macam jenisnya. Air itu dialirkan ke mana saja mereka kehendaki. Salah satu dari mata air itu bernama at-tasnim dan satu lagi nama as-salsabil, sebagaimana firman Allah: \n\nDan campurannya dari tasnim, (yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat dengan Allah. (al-Muthaffifin/83: 27-28) \n\nDan firman-Nya: Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil. (al-Insan/76: 17-18)" } } }, { "number": { "inQuran": 4952, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4952", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4952.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4952.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya mengenai nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikan-Nya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar dan bagi kamu sekalian. Oleh karena itu nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan hai jin dan manusia? Karena itu merupakan kenyataan yang tak dapat dipungkiri dan merupakan nikmat yang sungguh besar." } } }, { "number": { "inQuran": 4953, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064d \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Feehimaa min kulli faakihatin zawjaan" } }, "translation": { "en": "In both of them are of every fruit, two kinds.", "id": "Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4953", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4953.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4953.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain itu, di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada kedua surga itu terdapat bermacam-macam buah-buahan basah dan kering, kedua-duanya sama lezatnya, berlainan dengan buah-buahan di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 4954, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4954", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4954.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4954.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikan-Nya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar bagi kamu sekalian." } } }, { "number": { "inQuran": 4955, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064f\u0631\u064f\u0634\u064d \u0628\u064e\u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0625\u0650\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0642\u064d \u06da \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062f\u064e\u0627\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Muttaki'eena 'alaa furushim bataaa'inuhaa min istabraq; wajanal jannataini daan" } }, "translation": { "en": "[They are] reclining on beds whose linings are of silk brocade, and the fruit of the two gardens is hanging low.", "id": "Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4955", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4955.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4955.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para penghuni surga itu sangat menikmati anugerah Allah. Mereka bersandar dengan santai di atas permadani yang bagian dalamnya terbuat dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu sangat dekat sehingga dapat dipetik dari dekat, tanpa perlu beranjak dari tempat mereka bersandar.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang permadani atau kasur-kasur. Mereka duduk santai tidur di atas kasur yang sebelah dalamnya dari sutra yang tebal. Apabila keadaan sebelah dalamnya demikian indahnya, maka bayangkanlah bagaimana keadaan sebelah luarnya. Firman Allah: \n\nMaka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. (as-Sajdah/32: 17) Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa Ini menunjukkan bagaimana bagusnya permadani-permadani dan besarnya kesenangan yang abadi yang mereka terima dari pahala-pahala yang diberikan kepada mereka. Buah-buahan dari kedua surga itu dekat kepada mereka bila mereka ingin memetiknya sebagaimana yang diutarakan oleh ayat-ayat lain yang sama-sama maksudnya: \n\nBuah-buahannya dekat. (al-haqqah/69: 23) \n\nDan firman-Nya: \n\nDan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya. (al-Insan/76: 14) \n\nBuah-buahannya tidak akan menghindar, bahkan akan merendah agar mudah dipetik." } } }, { "number": { "inQuran": 4956, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4956", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4956.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4956.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikan-Nya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar bagi kamu sekalian." } } }, { "number": { "inQuran": 4957, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0631\u0652\u0641\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0637\u0652\u0645\u0650\u062b\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0633\u064c \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0651\u064c", "transliteration": { "en": "Feehinna qaasiratut tarfi lam yatmishunna insun qablahum wa laa jaaann" } }, "translation": { "en": "In them are women limiting [their] glances, untouched before them by man or jinni -", "id": "Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4957", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4957.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4957.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak saja buah-buahan, di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menjadi pasangan para pria penghuni surga, dan bagi wanita ada pula pasangannya, yang amat santun sehingga membatasi pandangan dan tidak menoleh kecuali kepada pasangannya. Mereka itu perawan yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa di dalam surga ada bidadari-bidadari sopan yang menundukkan pandangannya, tidak mau memandang orang lain selain suaminya; tak akan ada manusia lebih baik dari mereka. Mereka masih gadis, perawan yang tidak pernah disentuh oleh manusia atau pun jin, sebelum penghunipenghuni surga yang masuk ke dalamnya menjadi suami mereka. Kalau demikian, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (" } } }, { "number": { "inQuran": 4958, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny? -", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4958", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4958.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4958.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya mengenai nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikan-Nya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar bagi kamu sekalian." } } }, { "number": { "inQuran": 4959, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u062a\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u064e\u0627\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "ka annahunnal yaaqootu wal marjaan" } }, "translation": { "en": "As if they were rubies and coral.", "id": "Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4959", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4959.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4959.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para bidadari itu demikian cantik dan sedap dipandang seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bidadari itu bening sebagai permata yakut dan putih sebagai mutiara dan marjan. Ini adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang maksudnya menyatakan bahwa bidadari itu sangat cantik dan rupawan." } } }, { "number": { "inQuran": 4960, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4960", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4960.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4960.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikan-Nya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar bagi kamu sekalian." } } }, { "number": { "inQuran": 4961, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Hal jazaaa'ul ihsaani illal ihsaan" } }, "translation": { "en": "Is the reward for good [anything] but good?", "id": "Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4961", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4961.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4961.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada balasan untuk amal kebaikan selain anugerah Ilahi yang berupa kebaikan pula.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa tidak ada ganjaran bagi perbuatan yang baik kecuali kebaikan pula. Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman: \n\nBagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, merek a kekal di dalamnya. (Yunus/10: 26) \n\nSehubungan dengan ayat 60 ini Ibnu Abi hatim\n\nDari Anas bin Malik bahwa Rasulullah membaca ayat (yang artinya), \"Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan,\" kemudian beliau bertanya, \"Apakah yang kalian ketahui dari firman Tuhan tersebut?\" Mereka menjawab, \"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.\" Nabi menjawab, \"Allah berfirman, 'Tidak ada balasan kebaikan bagi mereka yang Kuberi nikmat dengan mengesakan (Aku) kecuali surga.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqi)" } } }, { "number": { "inQuran": 4962, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4962", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4962.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4962.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya tentang nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Allah juga mengingatkan tentang kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikanNya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar bagi kamu sekalian." } } }, { "number": { "inQuran": 4963, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa min doonihimaa jannataan" } }, "translation": { "en": "And below them both [in excellence] are two [other] gardens -", "id": "Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4963", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4963.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4963.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila pada ayat yang lalu Allah menjelaskan keadaan surga, pada ayat ini Dia menerangkan suasana surga yang lain lagi. Dan selain dari dua surga yang telah dijelaskan itu masih ada dua surga lagi.", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa selain dua surga yang tersebut terdahulu ada lagi dua surga yang disediakan untuk orang-orang mukmin dari golongan Ashsabul-yamin. Yaitu dua surga yang terdahulu diperuntukkan bagi golongan orang-orang yang terdahulu beriman dan dua surga yang lain diperuntukkan bagi golongan Ashabul-yamin dari orang yang beriman kemudian. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah dalam hadisnya: Dua surga dari emas untuk Muqarrabin dan dua buah lagi surga dari perak untuk Ashabul-yamin.\" (Riwayat Ibnu Jarir, Ibnu Abi hatim, Ibnu Mardawaih dari Abu Musa) \n\nMaka nikmat Tuhan yang manakah yang masih didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4964, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny? -", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4964", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4964.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4964.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa selain dua surga yang tersebut terdahulu ada lagi dua surga yang disediakan untuk orang-orang mukmin dari golongan Ashsabul-yamin. Yaitu dua surga yang terdahulu diperuntukkan bagi golongan orang-orang yang terdahulu beriman dan dua surga yang lain diperuntukkan bagi golongan Ashabul-yamin dari orang yang beriman kemudian. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah dalam hadisnya: Dua surga dari emas untuk Muqarrabin dan dua buah lagi surga dari perak untuk Ashabul-yamin.\" (Riwayat Ibnu Jarir, Ibnu Abi hatim, Ibnu Mardawaih dari Abu Musa) \n\nMaka nikmat Tuhan yang manakah yang masih didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4965, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064f\u062f\u0652\u0647\u064e\u0627\u0645\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Mudhaaammataan" } }, "translation": { "en": "Dark green [in color].", "id": "kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4965", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4965.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4965.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedua surga yang lain itu tampak hijau tua warnanya karena lebat-nya pepohonan.", "long": "Di dalam dua surga yang lain itu terdapat tumbuhtumbuhan dan bunga-bungaan yang hijau tua warnanya. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4966, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4966", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4966.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4966.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Di dalam dua surga yang lain itu terdapat tumbuhtumbuhan dan bunga-bungaan yang hijau tua warnanya. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4967, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0646\u064e\u0636\u0651\u064e\u0627\u062e\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Feehimaa 'aynaani nad daakhataan" } }, "translation": { "en": "In both of them are two springs, spouting.", "id": "Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4967", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4967.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4967.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalam keduanya ada dua buah mata air yang memancar dan mengeluarkan air yang jernih dan segar.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa di dalam surga ada dua mata air yang memancarkan air, berbeda dengan air pada surga yang terdahulu. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4968, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 27, "page": 533, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4968", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4968.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4968.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa di dalam surga ada dua mata air yang memancarkan air, berbeda dengan air pada surga yang terdahulu. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4969, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0646\u064e\u062e\u0652\u0644\u064c \u0648\u064e\u0631\u064f\u0645\u0651\u064e\u0627\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Feehimaa faakihatunw wa nakhlunw wa rummaan" } }, "translation": { "en": "In both of them are fruit and palm trees and pomegranates.", "id": "Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4969", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4969.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4969.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalam kedua surga itu juga ada buah-buahan, kurma, dan delima yang lezat dan manis.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada kedua surga tersebut terdapat buah-buahan yang beraneka ragam cita rasanya di antaranya kurma dan delima. Disebutkannya kurma dan delima walaupun keduanya termasuk ke dalam jenis buah-buahan, karena ada perbedaan dengan buah-buahan yang lain sebab keduanya terdapat pada musim gugur dan musim dingin. Di samping itu kurma adalah buah-buahan bergizi, dan delima dapat dijadikan obat. Maka nikmat Allah yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4970, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4970", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4970.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4970.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada kedua surga tersebut terdapat buah-buahan yang beraneka ragam cita rasanya di antaranya kurma dan delima. Disebutkannya kurma dan delima walaupun keduanya termasuk ke dalam jenis buah-buahan, karena ada perbedaan dengan buah-buahan yang lain sebab keduanya terdapat pada musim gugur dan musim dingin. Di samping itu kurma adalah buah-buahan bergizi, dan delima dapat dijadikan obat. Maka nikmat Allah yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4971, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u062a\u064c \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Feehinna khairaatun hisaan" } }, "translation": { "en": "In them are good and beautiful women -", "id": "Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4971", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4971.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4971.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di dalam surga-surga itu juga ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan cantik jelita sebagai pasangan para penghuninya.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik budi pekertinya dan cantik rupanya. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4972, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny? -", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4972", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4972.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4972.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik budi pekertinya dan cantik rupanya. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4973, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064f\u0648\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0642\u0652\u0635\u064f\u0648\u0631\u064e\u0627\u062a\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062e\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Hoorum maqsooraatun fil khiyaam" } }, "translation": { "en": "Fair ones reserved in pavilions -", "id": "Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4973", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4973.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4973.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bidadari-bidadari yang terdapat dalam kedua surga itu dipelihara dan dijaga di dalam kemah-kemah.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa bidadari-bidadari itu adalah perempuan yang baik akhlaknya dan cantik rupanya dengan mempunyai mata yang indah, manis, putih, bersih sekeliling hitamnya, dipingit di dalam rumah, bukan yang berkeliaran di jalanjalan" } } }, { "number": { "inQuran": 4974, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny? -", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4974", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4974.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4974.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa bidadari-bidadari itu adalah perempuan yang baik akhlaknya dan cantik rupanya dengan mempunyai mata yang indah, manis, putih, bersih sekeliling hitamnya, dipingit di dalam rumah, bukan yang berkeliaran di jalanjalan" } } }, { "number": { "inQuran": 4975, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0637\u0652\u0645\u0650\u062b\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0633\u064c \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0646\u0651\u064c", "transliteration": { "en": "Lam yatmis hunna insun qablahum wa laa jaaann" } }, "translation": { "en": "Untouched before them by man or jinni -", "id": "Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4975", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4975.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4975.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para bidadari itu terjaga dengan baik. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa bidadari itu tidak pernah disentuh oleh manusia atau pun jin sebelum datang penghuni surga yang menjadi suami mereka. Hanya suami-suami mereka inilah yang berhak menyentuh mereka. Pengulangan pernyataan ini, dimana sebelumnya telah disebutkan dalam ayat 56 Surah ar-Rahman ini, adalah untuk menunjukkan bahwa mereka sungguh suci dan kesucian mereka terpelihara sangat baik. Oleh karena itu, maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia? (" } } }, { "number": { "inQuran": 4976, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny? -", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4976", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4976.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4976.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa bidadari itu tidak pernah disentuh oleh manusia atau pun jin sebelum datang penghuni surga yang menjadi suami mereka. Hanya suami-suami mereka inilah yang berhak menyentuh mereka. Pengulangan pernyataan ini, dimana sebelumnya telah disebutkan dalam ayat 56 Surah ar-Rahman ini, adalah untuk menunjukkan bahwa mereka sungguh suci dan kesucian mereka terpelihara sangat baik. Oleh karena itu, maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia? (" } } }, { "number": { "inQuran": 4977, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u0641\u064d \u062e\u064f\u0636\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064d \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Muttaki'eena 'alaa rafratin khudrinw wa 'abqariyyin hisaan" } }, "translation": { "en": "Reclining on green cushions and beautiful fine carpets.", "id": "Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4977", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4977.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4977.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, para bidadari, bersandar pada bantal-bantal empuk yang berwarna hijau dan permadani-permadani yang indah.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa penghuni-penghuni surga itu duduk santai di atas bantal-bantal yang hijau, besar-besar dan permadani-permadani yang indah-indah, indah rupanya dan indah tenunannya, dan di sebelah dalamnya terbuat dari sutra. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4978, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0622\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan." } }, "translation": { "en": "So which of the favors of your Lord would you deny?", "id": "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4978", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4978.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4978.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa penghuni-penghuni surga itu duduk santai di atas bantal-bantal yang hijau, besar-besar dan permadani-permadani yang indah-indah, indah rupanya dan indah tenunannya, dan di sebelah dalamnya terbuat dari sutra. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?" } } }, { "number": { "inQuran": 4979, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 468, "hizbQuarter": 213, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Tabaarakasmu Rabbika Zil-Jalaali wal-Ikraam" } }, "translation": { "en": "Blessed is the name of your Lord, Owner of Majesty and Honor.", "id": "Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4979", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4979.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4979.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah nikmat-nikmat Tuhanmu, wahai manusia dan jin. Akhirnya, wahai Nabi Muhammad, Mahasuci nama Tuhanmu, pemilik keagungan dan kemuliaan.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa, hanya Allah-lah yang mempunyai kebesaran dan karunia atas segala nikmat yang diberikan-Nya, nikmat yang sangat banyak dan ganjaran yang sangat berharga. Ini adalah pelajaran bagi hamba-Nya bahwa semuanya itu adalah rahmat-Nya. Dia yang menjadikan langit dan bumi, surga dan neraka, menyiksa orang-orang berdosa, memberi pahala kepada orang-orang yang menaati-Nya." } } } ] }, { "number": 56, "sequence": 46, "numberOfVerses": 96, "name": { "short": "الواقعة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0648\u0627\u0642\u0639\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Waaqia", "id": "Al-Waqi'ah" }, "translation": { "en": "The Inevitable", "id": "Hari Kiamat" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Waaqi'ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa. \tDinamai dengan Al Waaqi'ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi'ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 4980, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Izaa waqa'atil waaqi'ah" } }, "translation": { "en": "When the Occurrence occurs,", "id": "Apabila terjadi hari Kiamat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4980", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4980.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4980.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengawali surah ini dengan penjelasan tentang hari akhir yang Dia tetapkan sebagai tanda dimulainya balasan bagi hamba. Apabila terjadi hari kiamat pada akhir kehidupan dunia kelak", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa apabila terjadi hari Kiamat, maka kejadian itu tidak dapat didustakan dan juga tidak dapat diragukan, tidak seorang pun dapat mendustakannya atau mengingkarinya dan nyata dilihat oleh setiap orang. Tatkala di dunia, banyak benar manusia yang mendustakannya dan mengingkarinya karena belum merasakan azab sengsara yang telah diderita oleh orang-orang yang telah disiksa itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4981, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u0648\u064e\u0642\u0652\u0639\u064e\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Laisa liwaq'atihaa kaazibah" } }, "translation": { "en": "There is, at its occurrence, no denial.", "id": "terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4981", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4981.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4981.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "terjadinya peristiwa dahsyat ini tidak dapat didustakan atau disangkal oleh siapa pun. Peristiwa ini merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa apabila terjadi hari Kiamat, maka kejadian itu tidak dapat didustakan dan juga tidak dapat diragukan, tidak seorang pun dapat mendustakannya atau mengingkarinya dan nyata dilihat oleh setiap orang. Tatkala di dunia, banyak benar manusia yang mendustakannya dan mengingkarinya karena belum merasakan azab sengsara yang telah diderita oleh orang-orang yang telah disiksa itu." } } }, { "number": { "inQuran": 4982, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0641\u0650\u0636\u064e\u0629\u064c \u0631\u0651\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Khafidatur raafi'ah" } }, "translation": { "en": "It will bring down [some] and raise up [others].", "id": "(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4982", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4982.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4982.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peristiwa itu akan merendahkan golongan yang ingkar kepada Allah dan meninggikan golongan lain yang beriman, melaksanakan perintah Allah, dan meninggalkan larangan-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa kejadian hari Kiamat akan merendahkan satu golongan dan meninggikan golongan yang lain, demikian kata Ibnu 'Abbas. Karena kejadian yang besar pengaruhnya membawa perubahan yang besar pula. Kemudian diterangkan bahwa hari Kiamat itu menurunkan derajat golongan yang satu dan meninggikan golongan yang lain. Tatkala itu, ada gempa yang menghancurkan semua yang ada di atas, gunung-gunung dan bangunanbangunan hancur-lebur seperti debu yang beterbangan di udara. Manusia ketika itu terbagi atas tiga golongan yaitu golongan kanan (Ashabul-yamin), golongan kiri (Ashabusy-syimal), dan golongan orang terdahulu beriman (As-sabiqun). (" } } }, { "number": { "inQuran": 4983, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064f\u062c\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0631\u064e\u062c\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Izaa rujjatil ardu rajjaa" } }, "translation": { "en": "When the earth is shaken with convulsion", "id": "Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4983", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4983.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4983.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya pada saat kiamat dan gempa hebat di seluruh penjuru bumi menghancurkan apa saja yang ada di atasnya (lihat pula: Surah az-Zalzalah/99: 1),", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari Kiamat akan timbul gempa bumi yang sangat dahsyat dengan guncangan-guncangan yang hebat di segenap pelosok bumi, menghancurkan benteng-benteng dan gunung-gunung, merobohkan rumah-rumah dan bangunanbangunan, serta apa saja yang terdapat di permukaan bumi. Dalam ayat lain, Allah berfirman: \n\nApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. (azZalzalah/99: 1) \n\nDan firman-Nya: \n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (al-hajj/22: 1)." } } }, { "number": { "inQuran": 4984, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064f\u0633\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0628\u064e\u0633\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa bussatil jibaalu bassaa" } }, "translation": { "en": "And the mountains are broken down, crumbling", "id": "dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4984", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4984.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4984.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan ketika itu gunung-gunung dihancur-luluhkan seluluh-luluhnya,", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa pada hari Kiamat gununggunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya menjadi tumpukan tanah yang bercerai-berai, menjadi debu yang beterbangan seperti daun kering yang diterbangkan angin. Ringkasnya, gunung-gunung akan hilang dari tempatnya sesuai pula dengan ayat 9 al-Ma'arij/70. Dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan). (alMa'arij/70: 9) \n\nDan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya. (alWaqi'ah/56: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 4985, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0647\u064e\u0628\u064e\u0627\u0621\u064b \u0645\u0651\u064f\u0646\u0628\u064e\u062b\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fakaanat habaaa'am mumbassaa" } }, "translation": { "en": "And become dust dispersing.", "id": "maka jadilah ia debu yang beterbangan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4985", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4985.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4985.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka jadilah ia debu yang beterbangan bagai bulu tertiup angin ke segala arah (lihat pula: Su-rah al-Qàri‘ah/101: 5).", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa pada hari Kiamat gununggunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya menjadi tumpukan tanah yang bercerai-berai, menjadi debu yang beterbangan seperti daun kering yang diterbangkan angin. Ringkasnya, gunung-gunung akan hilang dari tempatnya sesuai pula dengan ayat 9 al-Ma'arij/70. Dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan). (alMa'arij/70: 9) \n\nDan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya. (alWaqi'ah/56: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 4986, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Wa kuntum azwaajan salaasah" } }, "translation": { "en": "And you become [of] three kinds:", "id": "dan kamu menjadi tiga golongan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4986", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4986.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4986.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada saat kiamat itu kamu, wahai manusia, akan terbagi menjadi tiga golongan.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa manusia pada waktu itu terdiri atas tiga golongan, yaitu-golongan kanan, golongan kiri, dan golongan orang-orang yang paling dahulu beriman, sebagaimana akan diterangkan pada ayat berikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4987, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Fa as haabul maimanati maaa as haabul maimanah" } }, "translation": { "en": "Then the companions of the right - what are the companions of the right?", "id": "yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4987", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4987.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4987.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu golongan kanan; mereka itulah orang yang beriman kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Alangkah mulianya golongan kanan itu karena mereka akan mendapat karunia yang Dia janjikan.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa \"golongan kanan\" adalah orang-orang yang menerima buku-buku catatan amal mereka dengan tangan kanan yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni surga. Tentulah keadaan mereka sangat baik dan sangat menyenangkan. \"golongan kiri\" ialah orang-orang yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan kiri yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni neraka dan akan mendapat siksaan serta hukuman yang sangat menyedihkan. Berkenaan dengan ayat ini Mu'adh bin Jabal meriwayatkan: Nabi Muhammad saw tatkala membaca ayat di atas, beliau menggenggam tangannya seraya berkata, \"Ini (yang digenggam dengan tangan kanan beliau) adalah ahli surga dan tidak perlu aku memperhatikan, dan (yang digenggam dengan tangan kiri beliau) ini adalah ahli neraka dan tidak perlu aku mempedulikannya.\" (Riwayat Ahmad dari Mu'adh bin Jabal)" } } }, { "number": { "inQuran": 4988, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0623\u064e\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0623\u064e\u0645\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Wa as haabul mash'amati maaa as haabul mash'amah" } }, "translation": { "en": "And the companions of the left - what are the companions of the left?", "id": "dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4988", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4988.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4988.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan yang kedua adalah golongan kiri, yaitu mereka yang ingkar dan berbuat kemaksiatan. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan mendapat hukuman akibat kemungkarannya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa \"golongan kanan\" adalah orang-orang yang menerima buku-buku catatan amal mereka dengan tangan kanan yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni surga. Tentulah keadaan mereka sangat baik dan sangat menyenangkan. \"golongan kiri\" ialah orang-orang yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan kiri yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni neraka dan akan mendapat siksaan serta hukuman yang sangat menyedihkan. Berkenaan dengan ayat ini Mu'adh bin Jabal meriwayatkan: Nabi Muhammad saw tatkala membaca ayat di atas, beliau menggenggam tangannya seraya berkata, \"Ini (yang digenggam dengan tangan kanan beliau) adalah ahli surga dan tidak perlu aku memperhatikan, dan (yang digenggam dengan tangan kiri beliau) ini adalah ahli neraka dan tidak perlu aku mempedulikannya.\" (Riwayat Ahmad dari Mu'adh bin Jabal)" } } }, { "number": { "inQuran": 4989, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wassaabiqoonas saabiqoon" } }, "translation": { "en": "And the forerunners, the forerunners -", "id": "dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4989", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4989.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4989.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan yang ketiga adalah orang-orang yang paling dahulu beriman pada dakwah Rasulullah. Karena itu, merekalah yang paling dulu masuk surga sebagai balasan atas keimanan dan ketaatannya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang paling dahulu beriman kepada Allah tidak asing lagi bagi kita pribadi hal ini tampak karena kebesarannya serta perbuatan-perbuatan mereka yang mengagumkan. Dapat pula diartikan bahwa orang-orang yang paling dahulu mematuhi perintah Allah, mereka pulalah yang paling dahulu menerima rahmat Allah. Barang siapa yang lebih awal membuat kebaikan di dunia ini, maka ia adalah orang yang lebih awal pula mendapat ganjaran di akhirat nanti. Ayat ini menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan \"as-sabiqun\", ialah mereka yang disebut dalam hadis 'Aisyah sebagai Nabi Muhammad saw telah bersabda, \"Apakah kamu sekalian tahu siapa yang paling dahulu mendapat perlindungan dari Allah pada hari Kiamat nanti?\" Mereka (para sahabat) berkata, \"Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.\" Rasulullah bersabda, \"Mereka itu adalah orang yang apabila diberi haknya menerimanya, apabila diminta, memberikannya dan apabila menjatuhkan hukuman terhadap orang lain sama seperti mereka menjatuhkan hukuman terhadap diri mereka sendiri.\" (Riwayat Ahmad dari 'Aisyah) (" } } }, { "number": { "inQuran": 4990, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ikal muqarraboon" } }, "translation": { "en": "Those are the ones brought near [to Allah]", "id": "Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4990", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4990.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4990.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang pertama beriman itu adalah orang-orang yang dekat kepada Allah. Sebagai balasan, mereka akan mendapat rahmat-Nya,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa mereka yang paling dahulu beriman itulah yang menerima ganjaran yang lebih dahulu dari Allah. Mereka adalah ahli surga yang dilimpahi nikmat-nikmat yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta terpikirkan oleh siapa pun juga sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi saw. Di dalam surga terdapat nikmat dan kesenangan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta tidak pernah terlintas di hati manusia. (Riwayat al-Bazzar dari Abu Sa'id)" } } }, { "number": { "inQuran": 4991, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fee Jannaatin Na'eem" } }, "translation": { "en": "In the Gardens of Pleasure,", "id": "Berada dalam surga kenikmatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4991", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4991.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4991.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu berada dalam surga yang penuh kenikmatan sebagaimana yang Dia janjikan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa mereka yang paling dahulu beriman itulah yang menerima ganjaran yang lebih dahulu dari Allah. Mereka adalah ahli surga yang dilimpahi nikmat-nikmat yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta terpikirkan oleh siapa pun juga sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi saw. Di dalam surga terdapat nikmat dan kesenangan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta tidak pernah terlintas di hati manusia. (Riwayat al-Bazzar dari Abu Sa'id)" } } }, { "number": { "inQuran": 4992, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sullatum minal awwaleen" } }, "translation": { "en": "A [large] company of the former peoples", "id": "segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4992", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4992.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4992.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat ini menerangkan kenikmatan yang akan mereka terima di surga tersebut. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu beriman kepada Allah", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa prosentase umat dahulu yang termasuk \"as-Sabiqun al-Muqarrabun\" lebih besar dibanding dengan prosentase umat Nabi Muhammad. Namun karena jumlah umat Nabi Muhammad itu jauh lebih besar dari jumlah umat nabi-nabi sebelumnya, maka jumlah umat Nabi Muhammad yang termasuk \"as-Sabiqun al-Muqarrabun\" jauh lebih besar dibanding dengan jumlah umat-umat dahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 4993, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa qaleelum minal aa khireen" } }, "translation": { "en": "And a few of the later peoples,", "id": "dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4993", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4993.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4993.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian yang tetap teguh dalam ketaatan dan tauhid akan mendapat balasan yang Dia janjikan.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa prosentase umat dahulu yang termasuk \"as-Sabiqun al-Muqarrabun\" lebih besar dibanding dengan prosentase umat Nabi Muhammad. Namun karena jumlah umat Nabi Muhammad itu jauh lebih besar dari jumlah umat nabi-nabi sebelumnya, maka jumlah umat Nabi Muhammad yang termasuk \"as-Sabiqun al-Muqarrabun\" jauh lebih besar dibanding dengan jumlah umat-umat dahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 4994, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064f\u0631\u064f\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "'Alaa sururim mawdoonah" } }, "translation": { "en": "On thrones woven [with ornament],", "id": "Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4994", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4994.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4994.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berada di atas dipan yang kukuh dan indah karena bertahta emas dan permata,", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa mereka duduk santai berhadap-hadapan di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata. Mereka dalam keadaan rukun, damai, hidup berbahagia dan bergaul dengan baik; tidak terdapat pada hati mereka perasaan permusuhan atau kebencian yang akan memisahkan seseorang dengan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4995, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 27, "page": 534, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Muttaki'eena 'alaihaa mutaqabileen" } }, "translation": { "en": "Reclining on them, facing each other.", "id": "mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4995", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4995.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4995.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan sambil mensyukuri nikmat yang mereka terima.", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa mereka duduk santai berhadap-hadapan di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata. Mereka dalam keadaan rukun, damai, hidup berbahagia dan bergaul dengan baik; tidak terdapat pada hati mereka perasaan permusuhan atau kebencian yang akan memisahkan seseorang dengan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 4996, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0637\u064f\u0648\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u0650\u0644\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yatoofu 'alaihim wildaa num mukkhalladoon" } }, "translation": { "en": "There will circulate among them young boys made eternal", "id": "Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4996", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4996.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4996.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di surga itu mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dan selalu menyenangkan bila dipandang.", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa mereka dikelilingi oleh anakanak muda yang tetap muda serta menyenangkan bila dipandang. Mereka ini bertindak selaku pelayan yang melayani penghunipenghuni surga di waktu makan, minum, dan lain-lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 4997, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0623\u064e\u0643\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u0652\u0633\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Bi akwaabinw wa abaareeq, wa kaasim mim ma'een" } }, "translation": { "en": "With vessels, pitchers and a cup [of wine] from a flowing spring -", "id": "dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4997", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4997.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4997.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Anak-anak muda itu melayani mereka dengan membawa gelas, cerek, dan minuman segar yang diambil dari air yang mengalir dari sumber yang tidak pernah kering.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa anak-anak muda tersebut melayani penghuni surga dengan membawa gelas, piala, cerek, dan minuman khamar yang diambil dari air yang mengalir dari mata airnya, tidak diperas, bening dan bersih yang tidak habis-habisnya. Mereka dapat mengambil dan minum semaunya dan hal itu tidak membuat mereka pening dan mabuk." } } }, { "number": { "inQuran": 4998, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0632\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yusadda'oona 'anhaa wa laa yunzifoon" } }, "translation": { "en": "No headache will they have therefrom, nor will they be intoxicated -", "id": "mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4998", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4998.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4998.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka juga mendapat minuman anggur yang tidak memabukkan sehingga mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa anak-anak muda tersebut melayani penghuni surga dengan membawa gelas, piala, cerek, dan minuman khamar yang diambil dari air yang mengalir dari mata airnya, tidak diperas, bening dan bersih yang tidak habis-habisnya. Mereka dapat mengambil dan minum semaunya dan hal itu tidak membuat mereka pening dan mabuk." } } }, { "number": { "inQuran": 4999, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062e\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa faakihatim mimmaa yatakhaiyaroon" } }, "translation": { "en": "And fruit of what they select", "id": "dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/4999", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/4999.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/4999.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di sana disediakan pula makanan dan buah-buahan yang beragam sehingga mereka mendapatkan buah apa pun yang mereka pilih.", "long": "Ayat ini mengungkapkan jenis minuman dan makanan di dalam surga yaitu berupa buah-buahan yang mereka kehendaki dan daging burung yang mereka sukai, yang membangkitkan selera karena lezat rasanya, sebagaimana firman Allah: \n\nPerumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungaisungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. (Muhammad/47: 15) \n\nFirman dalam ayat lain: \n\nDan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. (ath-thur/52: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 5000, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650 \u0637\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lahmi tairim mimmaa yashtahoon" } }, "translation": { "en": "And the meat of fowl, from whatever they desire.", "id": "dan daging burung apa pun yang mereka inginkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5000", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5000.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5000.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dihidangkan pula kepada mereka daging burung apa pun yang menggugah selera, seperti yang mereka inginkan.", "long": "Ayat ini mengungkapkan jenis minuman dan makanan di dalam surga yaitu berupa buah-buahan yang mereka kehendaki dan daging burung yang mereka sukai, yang membangkitkan selera karena lezat rasanya, sebagaimana firman Allah: \n\nPerumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungaisungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. (Muhammad/47: 15) \n\nFirman dalam ayat lain: \n\nDan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. (ath-thur/52: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 5001, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064f\u0648\u0631\u064c \u0639\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa hoorun'een" } }, "translation": { "en": "And [for them are] fair women with large, [beautiful] eyes,", "id": "Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5001", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5001.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5001.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang beriman itu mendapat karunia dan nikmat saat di surga, dan di sekeliling mereka ada bidadari-bidadari yang cantik jelita dan bermata jeli.", "long": "Ayat ini mengungkapkan di dalam surga itu ada bidadaribidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik. Bidadari bagaikan mutiara yang belum tersentuh tangan dan bersih dari debu sangat cantik dan memesona. Pada umumnya para mufasir menafsirkan ayat ini bahwa yang dimaksud dengan hawariyyun adalah perempuan yang putih, matanya sangat jelas warna putih dan hitamnya. Firman Allah: \n\nBidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya. (arRahman/55: 72-74) \n\nFirman Allah dalam ayat lain: \n\nMereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah. (ath-thur/52: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 5002, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064f\u0624\u0652\u0644\u064f\u0624\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0643\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Ka amsaalil lu'lu'il maknoon" } }, "translation": { "en": "The likenesses of pearls well-protected,", "id": "laksana mutiara yang tersimpan baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5002", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5002.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5002.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka laksana mutiara yang tersimpan baik dan tidak ternoda oleh apa pun.", "long": "Ayat ini mengungkapkan di dalam surga itu ada bidadaribidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik. Bidadari bagaikan mutiara yang belum tersentuh tangan dan bersih dari debu sangat cantik dan memesona. Pada umumnya para mufasir menafsirkan ayat ini bahwa yang dimaksud dengan hawariyyun adalah perempuan yang putih, matanya sangat jelas warna putih dan hitamnya. Firman Allah: \n\nBidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya. (arRahman/55: 72-74) \n\nFirman Allah dalam ayat lain: \n\nMereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah. (ath-thur/52: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 5003, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Jazaaa'am bimaa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "As reward for what they used to do.", "id": "Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5003", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5003.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5003.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami berikan kenikmatan itu sebagai balasan atas keimanan mereka kepada Allah dan kebaikan apa saja yang mereka kerjakan di dunia.", "long": "Ayat ini mengungkapkan sebab mereka mendapat nikmat yang luar biasa itu, yang merupakan balasan bagi apa-apa yang telah mereka kerjakan di dunia, menunaikan kewajiban, mematuhi perintah Allah swt, dan menjauhkan diri dari larangan-larangan-Nya dengan sebaik-baiknya. Mereka bangun tengah malam, salat, memuji, berzikir, merenungkan kebesaran Allah dan memohon ampunan-Nya serta berpuasa siang harinya. Sebagaimana yang diutarakan dalam firman Allah: \n\nMereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. (adh-dzariyat/51: 17-19)" } } }, { "number": { "inQuran": 5004, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062b\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa yasma'oona feehaa laghwanw wa laa taaseemaa" } }, "translation": { "en": "They will not hear therein ill speech or commission of sin -", "id": "Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5004", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5004.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5004.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia, seperti gurauan atau perkataan yang tidak bermanfaat, dan tidak pula mereka mendengar perkataan yang menimbulkan dosa.", "long": "Ayat-ayat ini mengungkapkan bahwa di dalam surga itu tidak akan terdengar kata-kata sia-sia, yang memuakkan, yang tidak layak diucapkan oleh orang baik-baik yang mempunyai akhlak tinggi dan mempunyai perasaan yang halus, terlebih kata-kata yang menimbulkan dosa. Di sana akan terdengar ucapan-ucapan salam dan kata-kata yang baik, yang enak didengar telinga. Demikian di ayat lain Allah berfirman: \n\nDoa mereka di dalamnya ialah, \"Subhanakallahumma\" (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, \"Salam\" (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, \"Alhamdu lillahi Rabbil 'alamin\" (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam). (Yunus/10: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 5005, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illaa qeelan salaaman salaamaa" } }, "translation": { "en": "Only a saying: \"Peace, peace.\"", "id": "tetapi mereka mendengar ucapan salam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5005", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5005.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5005.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tetapi, di dalam sana mereka hanya mendengar ucapan salam hangat dan doa yang menyejukkan.", "long": "Ayat-ayat ini mengungkapkan bahwa di dalam surga itu tidak akan terdengar kata-kata sia-sia, yang memuakkan, yang tidak layak diucapkan oleh orang baik-baik yang mempunyai akhlak tinggi dan mempunyai perasaan yang halus, terlebih kata-kata yang menimbulkan dosa. Di sana akan terdengar ucapan-ucapan salam dan kata-kata yang baik, yang enak didengar telinga. Demikian di ayat lain Allah berfirman: \n\nDoa mereka di dalamnya ialah, \"Subhanakallahumma\" (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, \"Salam\" (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, \"Alhamdu lillahi Rabbil 'alamin\" (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam). (Yunus/10: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 5006, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa as haabul yameeni maaa as haabul Yameen" } }, "translation": { "en": "The companions of the right - what are the companions of the right?", "id": "Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5006", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5006.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5006.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menguraikan nikmat bagi orang beriman, pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan siapakah golongan kanan itu. Dan sebagian manusia termasuk golongan kanan, yaitu mereka yang beriman dan menaati ajaran Allah. Alangkah bahagianya mereka yang termasuk golongan kanan itu. Mereka pasti akan mendapat balasan surga yang penuh kenikmatan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan mengenai kedudukan golongan kanan, ialah suatu golongan yang mempunyai pangkat yang tinggi dan kedudukan yang mulia. Sudah menjadi kebiasaan dalam bahasa Arab dan juga dalam bahasa Indonesia, dalam menjelaskan sesuatu yang penting, biasa diulangi sebutannya dengan tanda tanya. Maka karena demikian pentingnya kedudukan golongan kanan, dalam ayat ini Allah menegaskan, \"Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan tersebut.\" Sesudah itu baru diiringi penjelasan yang lebih terperinci mengenai kenikmatan dan kebahagiaan dari golongan kanan tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 5007, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062f\u0652\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u062e\u0652\u0636\u064f\u0648\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Fee sidrim makhdood" } }, "translation": { "en": "[They will be] among lote trees with thorns removed", "id": "(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5007", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5007.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5007.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang termasuk golongan kanan itu berada di antara pohon bidara yang tak berduri dengan penuh kegembiraan,", "long": "Dalam ayat ini, secara terperinci diterangkan bahwa mereka golongan kanan, yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya adalah penghuni surga yang akan bersenangsenang dan bergembira dalam taman surga yang di antara pohonpohonnya terdapat pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya. Mereka bersuka-ria di bawah naungan berbagai macam pohon yang rindang, di mana tercurah air yang mengalir dan pohon-pohon yang lain dengan buahnya yang lezat serta berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim, dengan kelezatan cita rasanya dan pohon-pohon bunga yang wangi lagi semerbak harum baunya yang dapat menikmatinya kapan dan di mana pun mereka berada, tanpa ada yang melarang akan apa yang dikehendakinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5008, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0637\u064e\u0644\u0652\u062d\u064d \u0645\u0651\u064e\u0646\u0636\u064f\u0648\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa talhim mandood" } }, "translation": { "en": "And [banana] trees layered [with fruit]", "id": "dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5008", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5008.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5008.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan di sekeliling mereka terdapat pohon pisang yang bersusun-susun buahnya dan telah masak.", "long": "Dalam ayat ini, secara terperinci diterangkan bahwa mereka golongan kanan, yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya adalah penghuni surga yang akan bersenangsenang dan bergembira dalam taman surga yang di antara pohonpohonnya terdapat pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya. Mereka bersuka-ria di bawah naungan berbagai macam pohon yang rindang, di mana tercurah air yang mengalir dan pohon-pohon yang lain dengan buahnya yang lezat serta berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim, dengan kelezatan cita rasanya dan pohon-pohon bunga yang wangi lagi semerbak harum baunya yang dapat menikmatinya kapan dan di mana pun mereka berada, tanpa ada yang melarang akan apa yang dikehendakinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5009, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0638\u0650\u0644\u0651\u064d \u0645\u0651\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa zillim mamdood" } }, "translation": { "en": "And shade extended", "id": "dan naungan yang terbentang luas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5009", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5009.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5009.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Suasana di tempat itu sangat menyenangkan. Dan di bagian atasnya terdapat naungan yang terbentang luas,", "long": "Dalam ayat ini, secara terperinci diterangkan bahwa mereka golongan kanan, yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya adalah penghuni surga yang akan bersenangsenang dan bergembira dalam taman surga yang di antara pohonpohonnya terdapat pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya. Mereka bersuka-ria di bawah naungan berbagai macam pohon yang rindang, di mana tercurah air yang mengalir dan pohon-pohon yang lain dengan buahnya yang lezat serta berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim, dengan kelezatan cita rasanya dan pohon-pohon bunga yang wangi lagi semerbak harum baunya yang dapat menikmatinya kapan dan di mana pun mereka berada, tanpa ada yang melarang akan apa yang dikehendakinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5010, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0645\u0651\u064e\u0633\u0652\u0643\u064f\u0648\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maaa'im maskoob" } }, "translation": { "en": "And water poured out", "id": "dan air yang mengalir terus-menerus," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5010", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5010.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5010.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "menjadikannya terasa sejuk, dan selain itu terdapat pula air jernih yang tercurah di sana.", "long": "Dalam ayat ini, secara terperinci diterangkan bahwa mereka golongan kanan, yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya adalah penghuni surga yang akan bersenangsenang dan bergembira dalam taman surga yang di antara pohonpohonnya terdapat pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya. Mereka bersuka-ria di bawah naungan berbagai macam pohon yang rindang, di mana tercurah air yang mengalir dan pohon-pohon yang lain dengan buahnya yang lezat serta berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim, dengan kelezatan cita rasanya dan pohon-pohon bunga yang wangi lagi semerbak harum baunya yang dapat menikmatinya kapan dan di mana pun mereka berada, tanpa ada yang melarang akan apa yang dikehendakinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5011, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064d \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Wa faakihatin kaseerah" } }, "translation": { "en": "And fruit, abundant [and varied],", "id": "dan buah-buahan yang banyak," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5011", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5011.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5011.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di surga terdapat beragam sayuran dan buah-buahan yang sudah masak dan banyak macamnya.", "long": "Dalam ayat ini, secara terperinci diterangkan bahwa mereka golongan kanan, yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya adalah penghuni surga yang akan bersenangsenang dan bergembira dalam taman surga yang di antara pohonpohonnya terdapat pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya. Mereka bersuka-ria di bawah naungan berbagai macam pohon yang rindang, di mana tercurah air yang mengalir dan pohon-pohon yang lain dengan buahnya yang lezat serta berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim, dengan kelezatan cita rasanya dan pohon-pohon bunga yang wangi lagi semerbak harum baunya yang dapat menikmatinya kapan dan di mana pun mereka berada, tanpa ada yang melarang akan apa yang dikehendakinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5012, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0642\u0652\u0637\u064f\u0648\u0639\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0645\u0652\u0646\u064f\u0648\u0639\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Laa maqtoo'atinw wa laa mamnoo'ah" } }, "translation": { "en": "Neither limited [to season] nor forbidden,", "id": "yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5012", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5012.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5012.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pepohonan di dalamnya merupakan tumbuhan yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang pula bagi penghuni surga untuk mengambilnya.", "long": "Dalam ayat ini, secara terperinci diterangkan bahwa mereka golongan kanan, yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya adalah penghuni surga yang akan bersenangsenang dan bergembira dalam taman surga yang di antara pohonpohonnya terdapat pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya. Mereka bersuka-ria di bawah naungan berbagai macam pohon yang rindang, di mana tercurah air yang mengalir dan pohon-pohon yang lain dengan buahnya yang lezat serta berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim, dengan kelezatan cita rasanya dan pohon-pohon bunga yang wangi lagi semerbak harum baunya yang dapat menikmatinya kapan dan di mana pun mereka berada, tanpa ada yang melarang akan apa yang dikehendakinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5013, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064f\u0631\u064f\u0634\u064d \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0641\u064f\u0648\u0639\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Wa furushim marfoo'ah" } }, "translation": { "en": "And [upon] beds raised high.", "id": "dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5013", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5013.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5013.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi mereka disediakan pula tempat istirahat yang dilengkapi pembaringan, dan di atasnya terdapat kasur-kasur yang tebal lagi empuk.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, lebih diperinci kesenangan dan kegembiraan yang dinikmati oleh para penghuni surga tersebut ialah bahwa mereka akan duduk di atas kasur tebal berlapis-lapis, empuk dan halus yang isinya terbuat dari sutra, di atas ranjang kencana yang bertahtakan emas dan permata, dengan diciptakan pasangannya ialah bidadari-bidadari yang cantik jelita dan suci tak pernah haid dan hamil selama-lamanya, yang selalu dalam keadaan perawan sepanjang masa; bidadari-bidadari yang cantik jelita dan lemah gemulai itu berpakaian serba sutra yang halus dan sangat menarik, dengan hiasan gelang, kalung, dan anting-anting yang menambah kecantikannya yang asli, ditambah lagi dengan semerbak harum wanginya yang sangat menggiurkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5014, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0634\u064e\u0627\u0621\u064b", "transliteration": { "en": "Innaaa anshaanaahunna inshaaa'aa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have produced the women of Paradise in a [new] creation", "id": "Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5014", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5014.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5014.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain kenikmatan yang telah diuraikan, sesungguhnya di surga juga terdapat bidadari-bidadari cantik yang Kami ciptakan mereka secara langsung.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, lebih diperinci kesenangan dan kegembiraan yang dinikmati oleh para penghuni surga tersebut ialah bahwa mereka akan duduk di atas kasur tebal berlapis-lapis, empuk dan halus yang isinya terbuat dari sutra, di atas ranjang kencana yang bertahtakan emas dan permata, dengan diciptakan pasangannya ialah bidadari-bidadari yang cantik jelita dan suci tak pernah haid dan hamil selama-lamanya, yang selalu dalam keadaan perawan sepanjang masa; bidadari-bidadari yang cantik jelita dan lemah gemulai itu berpakaian serba sutra yang halus dan sangat menarik, dengan hiasan gelang, kalung, dan anting-anting yang menambah kecantikannya yang asli, ditambah lagi dengan semerbak harum wanginya yang sangat menggiurkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5015, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0628\u0652\u0643\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Faja'alnaahunna abkaaraa" } }, "translation": { "en": "And made them virgins,", "id": "lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5015", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5015.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5015.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, lebih diperinci kesenangan dan kegembiraan yang dinikmati oleh para penghuni surga tersebut ialah bahwa mereka akan duduk di atas kasur tebal berlapis-lapis, empuk dan halus yang isinya terbuat dari sutra, di atas ranjang kencana yang bertahtakan emas dan permata, dengan diciptakan pasangannya ialah bidadari-bidadari yang cantik jelita dan suci tak pernah haid dan hamil selama-lamanya, yang selalu dalam keadaan perawan sepanjang masa; bidadari-bidadari yang cantik jelita dan lemah gemulai itu berpakaian serba sutra yang halus dan sangat menarik, dengan hiasan gelang, kalung, dan anting-anting yang menambah kecantikannya yang asli, ditambah lagi dengan semerbak harum wanginya yang sangat menggiurkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5016, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064f\u0631\u064f\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "'Uruban atraabaa" } }, "translation": { "en": "Devoted [to their husbands] and of equal age,", "id": "yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5016", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5016.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5016.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka selalu penuh dengan cinta lagi sebaya umurnya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, lebih diperinci kesenangan dan kegembiraan yang dinikmati oleh para penghuni surga tersebut ialah bahwa mereka akan duduk di atas kasur tebal berlapis-lapis, empuk dan halus yang isinya terbuat dari sutra, di atas ranjang kencana yang bertahtakan emas dan permata, dengan diciptakan pasangannya ialah bidadari-bidadari yang cantik jelita dan suci tak pernah haid dan hamil selama-lamanya, yang selalu dalam keadaan perawan sepanjang masa; bidadari-bidadari yang cantik jelita dan lemah gemulai itu berpakaian serba sutra yang halus dan sangat menarik, dengan hiasan gelang, kalung, dan anting-anting yang menambah kecantikannya yang asli, ditambah lagi dengan semerbak harum wanginya yang sangat menggiurkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5017, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 469, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Li as haabil yameen" } }, "translation": { "en": "For the companions of the right [who are]", "id": "untuk golongan kanan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5017", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5017.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5017.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami ciptakan mereka khusus untuk golongan kanan yang teguh imannya dan selalu menaati aturan Allah.", "long": "Setelah dijelaskan pelbagai nikmat dan kesenangan yang disediakan bagi penghuni surga, kenikmatan dan kesenangan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga siapa pun dan bahkan belum pernah diduga, dan dilamunkan oleh khayalan dan hati siapa pun. Dijelaskan bahwa nikmat dan kesenangan tersebut disediakan untuk golongan kanan yang sebahagian besar terdiri dari umat-umat pengikut nabi dan rasul terdahulu, dan sebahagian besar lagi terdiri dari pengikut-pengikut Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 5018, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sullatum minal awwa leen" } }, "translation": { "en": "A company of the former peoples", "id": "segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5018", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5018.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5018.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karunia dan kenikmatan itu diperuntukkan bagi kelompok kanan, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu beriman dan menaati ajaran Allah,", "long": "Setelah dijelaskan pelbagai nikmat dan kesenangan yang disediakan bagi penghuni surga, kenikmatan dan kesenangan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga siapa pun dan bahkan belum pernah diduga, dan dilamunkan oleh khayalan dan hati siapa pun. Dijelaskan bahwa nikmat dan kesenangan tersebut disediakan untuk golongan kanan yang sebahagian besar terdiri dari umat-umat pengikut nabi dan rasul terdahulu, dan sebahagian besar lagi terdiri dari pengikut-pengikut Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 5019, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062b\u064f\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa sullatum minal aakhireen" } }, "translation": { "en": "And a company of the later peoples.", "id": "dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5019", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5019.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5019.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan disiapkan pula bagi segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian dalam memeluk Islam.", "long": "Setelah dijelaskan pelbagai nikmat dan kesenangan yang disediakan bagi penghuni surga, kenikmatan dan kesenangan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga siapa pun dan bahkan belum pernah diduga, dan dilamunkan oleh khayalan dan hati siapa pun. Dijelaskan bahwa nikmat dan kesenangan tersebut disediakan untuk golongan kanan yang sebahagian besar terdiri dari umat-umat pengikut nabi dan rasul terdahulu, dan sebahagian besar lagi terdiri dari pengikut-pengikut Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 5020, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Wa as haabush shimaali maaa as haabush shimaal" } }, "translation": { "en": "And the companions of the left - what are the companions of the left?", "id": "Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5020", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5020.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5020.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari uraian tentang golongan kanan, Allah pada ayat-ayat berikut menerangkan golongan kiri. Dan orang-orang yang termasuk golongan kiri adalah mereka yang ingkar pada Allah dan selalu berbuat menyimpang. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan menerima azab sesuai dengan perilakunya di dunia.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menyebut ashabusy-syimal, kemudian diulang kata-kata itu dalam bentuk pertanyaan dengan maksud mencela. Kemudian diterangkan azab yang akan menimpa mereka yaitu: 1. Angin panas yang bertiup dengan membawa udara yang sangat panas dan menyengat seluruh tubuh. Mereka lari mencari naungan dari asap jahanam. 2. Air yang disediakan untuk minuman mereka bukan air yang sejuk, tetapi air mendidih yang panasnya tidak terhingga. 3. Awan yang ada di atas mereka berupa gumpalan awan, dari asap api neraka yang sangat hitam yang tidak menyejukkan dan tidak menyenangkan. Hal itu sesuai dengan firman Allah: \n\n(Akan dikatakan), \"Pergilah kamu mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.\" Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran). (alMursalat/77: 29-34) \n\nAngin samum yang panas luar biasa dan awan hitam yang juga menambah suasana panas yang sangat luar biasa itulah yang menyebabkan mereka merasa haus dan dahaga yang tidak ada bandingannya dan yang sudah tidak tertahankan lagi, yang memaksa mereka untuk minum sebanyak-banyaknya walaupun air yang diminum itu adalah air yang panas dan mendidih bagaikan lumeran timah dan tembaga. Dengan demikian, semakin bertubi-tubilah penderitaan siksa dan azab yang mereka rasakan." } } }, { "number": { "inQuran": 5021, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0645\u064f\u0648\u0645\u064d \u0648\u064e\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fee samoominw wa hameem" } }, "translation": { "en": "[They will be] in scorching fire and scalding water", "id": "(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5021", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5021.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5021.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka disiksa dalam pusaran angin yang membawa udara amat panas hingga membuat seluruh tubuh mereka melepuh, dan bagi mereka disediakan pula minuman dari air panas yang mendidih sehingga lidah mereka terbakar saat meminumnya.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menyebut ashabusy-syimal, kemudian diulang kata-kata itu dalam bentuk pertanyaan dengan maksud mencela. Kemudian diterangkan azab yang akan menimpa mereka yaitu: 1. Angin panas yang bertiup dengan membawa udara yang sangat panas dan menyengat seluruh tubuh. Mereka lari mencari naungan dari asap jahanam. 2. Air yang disediakan untuk minuman mereka bukan air yang sejuk, tetapi air mendidih yang panasnya tidak terhingga. 3. Awan yang ada di atas mereka berupa gumpalan awan, dari asap api neraka yang sangat hitam yang tidak menyejukkan dan tidak menyenangkan. Hal itu sesuai dengan firman Allah: \n\n(Akan dikatakan), \"Pergilah kamu mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.\" Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran). (alMursalat/77: 29-34) \n\nAngin samum yang panas luar biasa dan awan hitam yang juga menambah suasana panas yang sangat luar biasa itulah yang menyebabkan mereka merasa haus dan dahaga yang tidak ada bandingannya dan yang sudah tidak tertahankan lagi, yang memaksa mereka untuk minum sebanyak-banyaknya walaupun air yang diminum itu adalah air yang panas dan mendidih bagaikan lumeran timah dan tembaga. Dengan demikian, semakin bertubi-tubilah penderitaan siksa dan azab yang mereka rasakan." } } }, { "number": { "inQuran": 5022, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0638\u0650\u0644\u0651\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa zillim miny yahmoom" } }, "translation": { "en": "And a shade of black smoke,", "id": "dan naungan asap yang hitam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5022", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5022.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5022.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikian pedih azab bagi golongan kiri itu, dan mereka selalu dalam naungan asap yang hitam dari api neraka.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menyebut ashabusy-syimal, kemudian diulang kata-kata itu dalam bentuk pertanyaan dengan maksud mencela. Kemudian diterangkan azab yang akan menimpa mereka yaitu: 1. Angin panas yang bertiup dengan membawa udara yang sangat panas dan menyengat seluruh tubuh. Mereka lari mencari naungan dari asap jahanam. 2. Air yang disediakan untuk minuman mereka bukan air yang sejuk, tetapi air mendidih yang panasnya tidak terhingga. 3. Awan yang ada di atas mereka berupa gumpalan awan, dari asap api neraka yang sangat hitam yang tidak menyejukkan dan tidak menyenangkan. Hal itu sesuai dengan firman Allah: \n\n(Akan dikatakan), \"Pergilah kamu mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.\" Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran). (alMursalat/77: 29-34) \n\nAngin samum yang panas luar biasa dan awan hitam yang juga menambah suasana panas yang sangat luar biasa itulah yang menyebabkan mereka merasa haus dan dahaga yang tidak ada bandingannya dan yang sudah tidak tertahankan lagi, yang memaksa mereka untuk minum sebanyak-banyaknya walaupun air yang diminum itu adalah air yang panas dan mendidih bagaikan lumeran timah dan tembaga. Dengan demikian, semakin bertubi-tubilah penderitaan siksa dan azab yang mereka rasakan." } } }, { "number": { "inQuran": 5023, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u062f\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Laa baaridinw wa laa kareem" } }, "translation": { "en": "Neither cool nor beneficial.", "id": "tidak sejuk dan tidak menyenangkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5023", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5023.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5023.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Asap hitam itu membuat suasana di neraka sama sekali tidak sejuk dan tidak pula menyenangkan.", "long": "Pada ayat-ayat ini Allah menyebut ashabusy-syimal, kemudian diulang kata-kata itu dalam bentuk pertanyaan dengan maksud mencela. Kemudian diterangkan azab yang akan menimpa mereka yaitu: 1. Angin panas yang bertiup dengan membawa udara yang sangat panas dan menyengat seluruh tubuh. Mereka lari mencari naungan dari asap jahanam. 2. Air yang disediakan untuk minuman mereka bukan air yang sejuk, tetapi air mendidih yang panasnya tidak terhingga. 3. Awan yang ada di atas mereka berupa gumpalan awan, dari asap api neraka yang sangat hitam yang tidak menyejukkan dan tidak menyenangkan. Hal itu sesuai dengan firman Allah: \n\n(Akan dikatakan), \"Pergilah kamu mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.\" Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran). (alMursalat/77: 29-34) \n\nAngin samum yang panas luar biasa dan awan hitam yang juga menambah suasana panas yang sangat luar biasa itulah yang menyebabkan mereka merasa haus dan dahaga yang tidak ada bandingannya dan yang sudah tidak tertahankan lagi, yang memaksa mereka untuk minum sebanyak-banyaknya walaupun air yang diminum itu adalah air yang panas dan mendidih bagaikan lumeran timah dan tembaga. Dengan demikian, semakin bertubi-tubilah penderitaan siksa dan azab yang mereka rasakan." } } }, { "number": { "inQuran": 5024, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaahum kaanoo qabla zaalika mutrafeen" } }, "translation": { "en": "Indeed they were, before that, indulging in affluence,", "id": "Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5024", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5024.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5024.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Golongan kiri itu mendapat azab yang sangat pedih karena sesungguhnya mereka sebelum itu selalu hidup bermewahan dari harta yang tidak halal,", "long": "Dalam ayat-ayat ini Allah swt menjelaskan apa sebabnya mereka golongan kiri itu menerima siksa yang sedemikian pedihnya. Dahulu, sewaktu mereka hidup di dunia semestinya mereka wajib beriman kepada Allah dengan menjalankan pelbagai amal saleh serta menjauhkan larangan Tuhannya, tetapi yang mereka jalankan adalah sebaliknya, yaitu: \n\na. Mereka hidup bermewah-mewah. b. Mereka tidak berhenti-hentinya mengerjakan dosa besar. c. Mereka mengingkari adanya hari kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 5025, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0635\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0646\u062b\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wa kaanoo yusirroona 'alal hinsil 'azeem" } }, "translation": { "en": "And they used to persist in the great violation,", "id": "dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5025", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5025.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5025.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan di samping itu mereka terus menerus mengerjakan dosa besar.", "long": "Dalam ayat-ayat ini Allah swt menjelaskan apa sebabnya mereka golongan kiri itu menerima siksa yang sedemikian pedihnya. Dahulu, sewaktu mereka hidup di dunia semestinya mereka wajib beriman kepada Allah dengan menjalankan pelbagai amal saleh serta menjauhkan larangan Tuhannya, tetapi yang mereka jalankan adalah sebaliknya, yaitu: \n\na. Mereka hidup bermewah-mewah. b. Mereka tidak berhenti-hentinya mengerjakan dosa besar. c. Mereka mengingkari adanya hari kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 5026, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0626\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kaanoo yaqooloona a'izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa izaaman'ainnaa lamab'oosoon" } }, "translation": { "en": "And they used to say, \"When we die and become dust and bones, are we indeed to be resurrected?", "id": "dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5026", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5026.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5026.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Golongan kiri itu tidak mempercayai adanya hari kebangkitan, dan mereka selalu mengatakan, “Apakah bila kami mati, dikubur, dan menjadi tanah dan tulang belulang kami hancur, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali seperti saat di dunia ini?", "long": "Dalam ayat-ayat ini Allah swt menjelaskan apa sebabnya mereka golongan kiri itu menerima siksa yang sedemikian pedihnya. Dahulu, sewaktu mereka hidup di dunia semestinya mereka wajib beriman kepada Allah dengan menjalankan pelbagai amal saleh serta menjauhkan larangan Tuhannya, tetapi yang mereka jalankan adalah sebaliknya, yaitu: \n\na. Mereka hidup bermewah-mewah. b. Mereka tidak berhenti-hentinya mengerjakan dosa besar. c. Mereka mengingkari adanya hari kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 5027, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0622\u0628\u064e\u0627\u0624\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Awa aabaaa'unal awwaloon" } }, "translation": { "en": "And our forefathers [as well]?\"", "id": "Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5027", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5027.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5027.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah bapak-bapak kami yang sudah meninggal terdahulu juga akan dibangkitkan seperti halnya kami?”", "long": "Dalam ayat-ayat ini Allah swt menjelaskan apa sebabnya mereka golongan kiri itu menerima siksa yang sedemikian pedihnya. Dahulu, sewaktu mereka hidup di dunia semestinya mereka wajib beriman kepada Allah dengan menjalankan pelbagai amal saleh serta menjauhkan larangan Tuhannya, tetapi yang mereka jalankan adalah sebaliknya, yaitu: \n\na. Mereka hidup bermewah-mewah. b. Mereka tidak berhenti-hentinya mengerjakan dosa besar. c. Mereka mengingkari adanya hari kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 5028, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innal awwaleena wal aakhireen" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Indeed, the former and the later peoples", "id": "Katakanlah, “(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5028", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5028.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5028.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.", "long": "Berhubungan dengan ejekan dan cemoohan mereka itu, Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya supaya memberikan jawaban yang tegas dan tandas, bahwa sesungguhnya nenek-moyang mereka yang mereka anggap mustahil dapat dibangkitkan dan anak cucu mereka kemudian yang mereka anggap tidak akan dibangkitkan, pasti benar semuanya akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada hari yang sudah ditentukan. Tidak ragu lagi bahwa berkumpulnya umat yang tidak terkira banyaknya itu lebih menakjubkan lagi daripada kebangkitan itu sendiri. Dalam ayat yang sama maksudnya Allah berfirman: \n\nMaka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (anNazi'at/79: 13-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 5029, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 27, "page": 535, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0645\u064e\u062c\u0652\u0645\u064f\u0648\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u064a\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Lamajmoo'oona ilaa meeqaati yawmim ma'loon" } }, "translation": { "en": "Are to be gathered together for the appointment of a known Day.\"", "id": "pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5029", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5029.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5029.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.", "long": "Berhubungan dengan ejekan dan cemoohan mereka itu, Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya supaya memberikan jawaban yang tegas dan tandas, bahwa sesungguhnya nenek-moyang mereka yang mereka anggap mustahil dapat dibangkitkan dan anak cucu mereka kemudian yang mereka anggap tidak akan dibangkitkan, pasti benar semuanya akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada hari yang sudah ditentukan. Tidak ragu lagi bahwa berkumpulnya umat yang tidak terkira banyaknya itu lebih menakjubkan lagi daripada kebangkitan itu sendiri. Dalam ayat yang sama maksudnya Allah berfirman: \n\nMaka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (anNazi'at/79: 13-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 5030, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "summa innakum ayyuhad daaalloonal mukazziboon" } }, "translation": { "en": "Then indeed you, O those astray [who are] deniers,", "id": "Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5030", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5030.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5030.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan kepada mereka yang sesat, yang senantiasa mengerjakan dosa besar dengan mendustakan para rasul dan mengingkari hari kebangkitan dan hari pembalasan, bahwa mereka benar-benar akan memakan buah pohon zaqqum, dan karena perasaan lapar yang tak terhingga, bukan satu dua buah zaqqum yang dimakannya, melainkan mereka memakan sepenuh perutnya; dan karena perasaan haus dan dahaga yang tidak tertahankan lagi, maka mereka kembali minum air yang sangat panas bagaikan cairan timah dan tembaga yang mendidih, namun mereka tetap minum terus bagaikan minumnya unta yang sangat haus dan sangat dahaga." } } }, { "number": { "inQuran": 5031, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0622\u0643\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0632\u064e\u0642\u0651\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "La aakiloona min shaja rim min zaqqoom" } }, "translation": { "en": "Will be eating from trees of zaqqum", "id": "pasti akan memakan pohon zaqqum," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5031", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5031.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5031.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan kepada mereka yang sesat, yang senantiasa mengerjakan dosa besar dengan mendustakan para rasul dan mengingkari hari kebangkitan dan hari pembalasan, bahwa mereka benar-benar akan memakan buah pohon zaqqum, dan karena perasaan lapar yang tak terhingga, bukan satu dua buah zaqqum yang dimakannya, melainkan mereka memakan sepenuh perutnya; dan karena perasaan haus dan dahaga yang tidak tertahankan lagi, maka mereka kembali minum air yang sangat panas bagaikan cairan timah dan tembaga yang mendidih, namun mereka tetap minum terus bagaikan minumnya unta yang sangat haus dan sangat dahaga." } } }, { "number": { "inQuran": 5032, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaali'oona minhal butoon" } }, "translation": { "en": "And filling with it your bellies", "id": "maka akan penuh perutmu dengannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5032", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5032.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5032.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan kepada mereka yang sesat, yang senantiasa mengerjakan dosa besar dengan mendustakan para rasul dan mengingkari hari kebangkitan dan hari pembalasan, bahwa mereka benar-benar akan memakan buah pohon zaqqum, dan karena perasaan lapar yang tak terhingga, bukan satu dua buah zaqqum yang dimakannya, melainkan mereka memakan sepenuh perutnya; dan karena perasaan haus dan dahaga yang tidak tertahankan lagi, maka mereka kembali minum air yang sangat panas bagaikan cairan timah dan tembaga yang mendidih, namun mereka tetap minum terus bagaikan minumnya unta yang sangat haus dan sangat dahaga." } } }, { "number": { "inQuran": 5033, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0634\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fashaariboona 'alaihi minal hameem" } }, "translation": { "en": "And drinking on top of it from scalding water", "id": "Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5033", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5033.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5033.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan kepada mereka yang sesat, yang senantiasa mengerjakan dosa besar dengan mendustakan para rasul dan mengingkari hari kebangkitan dan hari pembalasan, bahwa mereka benar-benar akan memakan buah pohon zaqqum, dan karena perasaan lapar yang tak terhingga, bukan satu dua buah zaqqum yang dimakannya, melainkan mereka memakan sepenuh perutnya; dan karena perasaan haus dan dahaga yang tidak tertahankan lagi, maka mereka kembali minum air yang sangat panas bagaikan cairan timah dan tembaga yang mendidih, namun mereka tetap minum terus bagaikan minumnya unta yang sangat haus dan sangat dahaga." } } }, { "number": { "inQuran": 5034, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0634\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0634\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fashaariboona shurbal heem" } }, "translation": { "en": "And will drink as the drinking of thirsty camels.", "id": "Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5034", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5034.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5034.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan kepada mereka yang sesat, yang senantiasa mengerjakan dosa besar dengan mendustakan para rasul dan mengingkari hari kebangkitan dan hari pembalasan, bahwa mereka benar-benar akan memakan buah pohon zaqqum, dan karena perasaan lapar yang tak terhingga, bukan satu dua buah zaqqum yang dimakannya, melainkan mereka memakan sepenuh perutnya; dan karena perasaan haus dan dahaga yang tidak tertahankan lagi, maka mereka kembali minum air yang sangat panas bagaikan cairan timah dan tembaga yang mendidih, namun mereka tetap minum terus bagaikan minumnya unta yang sangat haus dan sangat dahaga." } } }, { "number": { "inQuran": 5035, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Haazaa nuzuluhum yawmad deen" } }, "translation": { "en": "That is their accommodation on the Day of Recompense.", "id": "Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5035", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5035.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5035.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.57. Setelah menjelaskan azab bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan, pada ayat-ayat ini Allah menguraikan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terkait kiamat tersebut. Wahai manusia, Kami Yang Mahakuasa telah menciptakan kamu, maka saat kamu mengetahui hal itu, mengapa kamu tidak membenarkan adanya penciptaan dan kebangkitan?", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa buah pohon zaqqum dan minuman air yang sangat panas itu adalah hidangan pertama yang disediakan untuk golongan kiri tersebut. Hal ini disebabkan juga dalam Surah ad-Dukhan ayat 43 berkenaan dengan makanan yang disediakan untuk orang yang berdosa. Golongan kiri adalah orang kafir atau yang berbuat dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 5036, "inSurah": 57 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Nahnu khalaqnaakum falaw laa tusaddiqoon" } }, "translation": { "en": "We have created you, so why do you not believe?", "id": "Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5036", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5036.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5036.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan azab bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan, pada ayat-ayat ini Allah menguraikan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terkait kiamat tersebut. Wahai manusia, Kami Yang Mahakuasa telah menciptakan kamu, maka saat kamu mengetahui hal itu, mengapa kamu tidak membenarkan adanya penciptaan dan kebangkitan?58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?", "long": "Dalam ayat ini Allah menciptakan manusia dari tidak ada sama sekali. Bukankah hal tersebut suatu dalil yang tidak dapat dibantah lagi tentang kekuasaan Allah? Dan hal tersebut bukankah suatu dalil yang kuat bahwa Allah Mahakuasa untuk menghidupkan kembali manusia dari kuburnya setelah ia mati, dan hancur tulangbelulangnya? Hal tersebut adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah lagi tentang adanya hari Kiamat, hari kebangkitan manusia dari dalam kuburnya; dan hal tersebut adalah merupakan penolakan atas anggapan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari Kiamat, yang ucapan mereka digambarkan pada ayat lain: Dan mereka berkata, \"Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (al-Waqi'ah/56: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 5037, "inSurah": 58 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0645\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afara'aytum maa tumnoon" } }, "translation": { "en": "Have you seen that which you emit?", "id": "Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5037", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5037.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5037.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?", "long": "Allah menekankan lagi berupa pertanyaan bagaimana orang kafir dapat memproses kejadian air mani (sperma) yang dipancarkan ke dalam rahim? Merekakah yang memproses air mani itu menjadi manusia yaitu tubuh yang lengkap dengan badan, kepala, kaki dan tangan, yang dilengkapi pula dengan mata, hidung, mulut dan telinga ataukah Allah yang menciptakannya? Pastilah orang kafir tidak dapat menjawab kecuali mengakui bahwa sebenarnya Allah yang menyebabkan air mani tersebut menjadi manusia, dan Allah pula yang menentukan apakah air mani tersebut menjadi manusia pria atau wanita; demikian pula, hanya Allah sajalah yang menetapkan berapa umur manusia tersebut. Bukankah Allah yang berkuasa menciptakan manusia pertama kalinya, juga Mahakuasa menghidupkannya kembali sesudah matinya, dengan membangkitkannya pada hari Kiamat untuk menerima balasan yang paling sempurna." } } }, { "number": { "inQuran": 5038, "inSurah": 59 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'A-antum takhluqoo nahooo am nahnul khaaliqoon" } }, "translation": { "en": "Is it you who creates it, or are We the Creator?", "id": "Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5038", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5038.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5038.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.", "long": "Allah menekankan lagi berupa pertanyaan bagaimana orang kafir dapat memproses kejadian air mani (sperma) yang dipancarkan ke dalam rahim? Merekakah yang memproses air mani itu menjadi manusia yaitu tubuh yang lengkap dengan badan, kepala, kaki dan tangan, yang dilengkapi pula dengan mata, hidung, mulut dan telinga ataukah Allah yang menciptakannya? Pastilah orang kafir tidak dapat menjawab kecuali mengakui bahwa sebenarnya Allah yang menyebabkan air mani tersebut menjadi manusia, dan Allah pula yang menentukan apakah air mani tersebut menjadi manusia pria atau wanita; demikian pula, hanya Allah sajalah yang menetapkan berapa umur manusia tersebut. Bukankah Allah yang berkuasa menciptakan manusia pertama kalinya, juga Mahakuasa menghidupkannya kembali sesudah matinya, dengan membangkitkannya pada hari Kiamat untuk menerima balasan yang paling sempurna." } } }, { "number": { "inQuran": 5039, "inSurah": 60 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0648\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Nahnu qaddarnaa baina kumul mawta wa maa nahnu bimasbooqeen" } }, "translation": { "en": "We have decreed death among you, and We are not to be outdone", "id": "Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5039", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5039.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5039.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.", "long": "Ayat ini menjelaskan, bahwa sesungguhnya Allah menentukan kematian manusia, dan bahkan Ia telah menetapkan waktu tertentu bagi kematian setiap manusia, yang semuanya itu ditentukan dan ditetapkan menurut kehendak-Nya, suatu hal yang mengandung hikmah dan kebijaksanaan yang tidak dapat diketahui oleh manusia. Ketentuan dan ketetapan Allah dalam menciptakan atau mematikan seseorang tidaklah dapat dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh siapa pun. Demikian juga Allah Mahakuasa untuk menggantikan suatu umat dengan umat lain yang serupa dan Mahakuasa melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh manusia, antara lain membangkitkan manusia kembali dari kuburnya, manusia tidak dapat mengetahui kapan terjadinya" } } }, { "number": { "inQuran": 5040, "inSurah": 61 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0646\u0634\u0650\u0626\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Alaaa an nubaddila amsaalakum wa nunshi'akum fee maa laa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "In that We will change your likenesses and produce you in that [form] which you do not know.", "id": "untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5040", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5040.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5040.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.62. Allah pencipta seluruh makhluk, termasuk manusia. Dan sungguh, wahai orang yang mengingkari kebangkitan, kamu telah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melakukan penciptaan manusia yang pertama, maka tentu Dia kuasa pula untuk menghidupkan kembali mereka yang sudah mati pada penciptaan kedua. Maka, mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kekuasaan-Nya itu untuk meyakini adanya kebangkitan?", "long": "Ayat ini menjelaskan, bahwa sesungguhnya Allah menentukan kematian manusia, dan bahkan Ia telah menetapkan waktu tertentu bagi kematian setiap manusia, yang semuanya itu ditentukan dan ditetapkan menurut kehendak-Nya, suatu hal yang mengandung hikmah dan kebijaksanaan yang tidak dapat diketahui oleh manusia. Ketentuan dan ketetapan Allah dalam menciptakan atau mematikan seseorang tidaklah dapat dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh siapa pun. Demikian juga Allah Mahakuasa untuk menggantikan suatu umat dengan umat lain yang serupa dan Mahakuasa melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh manusia, antara lain membangkitkan manusia kembali dari kuburnya, manusia tidak dapat mengetahui kapan terjadinya" } } }, { "number": { "inQuran": 5041, "inSurah": 62 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0634\u0652\u0623\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad 'alimtumun nash atal oolaa falaw laa tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "And you have already known the first creation, so will you not remember?", "id": "Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5041", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5041.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5041.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah pencipta seluruh makhluk, termasuk manusia. Dan sungguh, wahai orang yang mengingkari kebangkitan, kamu telah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melakukan penciptaan manusia yang pertama, maka tentu Dia kuasa pula untuk menghidupkan kembali mereka yang sudah mati pada penciptaan kedua. Maka, mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kekuasaan-Nya itu untuk meyakini adanya kebangkitan? 63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia itu mengetahui bahwa Allah-lah yang menciptakan mereka dari semula dari sejak tidak ada, dan tidak pernah menjadi sebutan sebelumnya. Cobalah mereka pikirkan dan renungkan bahwa Allah yang Mahakuasa menciptakan mereka pada penciptaan yang pertama, tentunya Ia Mahakuasa menciptakan mereka lagi pada penciptaan yang kedua, yakni bahwa Allah Mahakuasa menghidupkan mereka dari tulang-belulang, yang sekian lamanya berada di alam kubur, Allah Mahakuasa untuk menghidupkan kembali seperti keadaan sebelum mati. Bahkan dinyatakan dalam ayat lain bahwa menghidupkan orang yang telah mati dari kuburnya itu lebih mudah daripada menciptakannya pada pertama kali, sebagaimana firman-Nya: \n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. (ar-Rum/30: 27). \n\nDan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Katakanlah, \"Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-'Ankabut/29: 19-20)" } } }, { "number": { "inQuran": 5042, "inSurah": 63 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afara'aytum maa tahrusoon" } }, "translation": { "en": "And have you seen that [seed] which you sow?", "id": "Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5042", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5042.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5042.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?", "long": "Dengan cara mengemukakan pertanyaan, Allah mengungkapkan kepada manusia bahwa sebagian besar dari mereka lupa akan keagungan nikmat yang diungkapkan tersebut, walaupun mereka merasakan kelezatan nikmat-nikmat tersebut sepanjang masa. Allah menyampaikan pertanyaan kepada manusia, untuk dipikirkan dan direnungkan mengenai berbagai tanaman yang ditanam oleh manusia, baik tanaman yang di sawah, ladang, maupun bibit pohon-pohonan yang ditanam di perkebunan. Diungkapkan bahwa bagi semua tanaman tersebut di atas, kedudukan manusia hanya sekadar sebagai penanamnya, memupuk dan memeliharanya dari berbagai gangguan yang membawa kerugian. Tetapi kebanyakan manusia lupa terhadap siapakah yang menumbuhkan tanaman tersebut. Siapakah yang menambah panjang akarnya menembus ke dalam tanah, sehingga pohon tersebut dapat berdiri tegak? Siapakah yang menumbuhkan daun dan dahannya? Siapa pula yang menumbuhkan bunga dan buahnya? Pertanyaan-pertanyaan yang dikumpulkan dalam ayat ini adalah soal-soal yang penting yang sering diabaikan oleh manusia. Bukankah manusia sekedar mencangkul dan menggemburkan tanahnya? Bukankah manusia sekedar menanamkan bibit yang telah dipilihnya sebagai bibit yang terbaik? Dan bukankah manusia sekedar menyiram, mengairinya, dan membersihkannya dari berbagai rumput dan hama yang mengganggu pertumbuhannya dan bukankah manusia sekedar memupuknya? Tetapi yang terang dan jelas serta tidak ragu-ragu lagi adalah bahwa Allah menumbuhkan tanaman tersebut, menumbuhkan tunas membesarkan pohon-pohonnya, menambah dahan dan ranting serta memekarkan bunga sampai menjadi buah yang bisa dinikmati manusia" } } }, { "number": { "inQuran": 5043, "inSurah": 64 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0632\u0652\u0631\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'A-antum tazra'oonahooo am nahnuz zaari'ooon" } }, "translation": { "en": "Is it you who makes it grow, or are We the grower?", "id": "Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5043", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5043.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5043.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”", "long": "Dengan cara mengemukakan pertanyaan, Allah mengungkapkan kepada manusia bahwa sebagian besar dari mereka lupa akan keagungan nikmat yang diungkapkan tersebut, walaupun mereka merasakan kelezatan nikmat-nikmat tersebut sepanjang masa. Allah menyampaikan pertanyaan kepada manusia, untuk dipikirkan dan direnungkan mengenai berbagai tanaman yang ditanam oleh manusia, baik tanaman yang di sawah, ladang, maupun bibit pohon-pohonan yang ditanam di perkebunan. Diungkapkan bahwa bagi semua tanaman tersebut di atas, kedudukan manusia hanya sekadar sebagai penanamnya, memupuk dan memeliharanya dari berbagai gangguan yang membawa kerugian. Tetapi kebanyakan manusia lupa terhadap siapakah yang menumbuhkan tanaman tersebut. Siapakah yang menambah panjang akarnya menembus ke dalam tanah, sehingga pohon tersebut dapat berdiri tegak? Siapakah yang menumbuhkan daun dan dahannya? Siapa pula yang menumbuhkan bunga dan buahnya? Pertanyaan-pertanyaan yang dikumpulkan dalam ayat ini adalah soal-soal yang penting yang sering diabaikan oleh manusia. Bukankah manusia sekedar mencangkul dan menggemburkan tanahnya? Bukankah manusia sekedar menanamkan bibit yang telah dipilihnya sebagai bibit yang terbaik? Dan bukankah manusia sekedar menyiram, mengairinya, dan membersihkannya dari berbagai rumput dan hama yang mengganggu pertumbuhannya dan bukankah manusia sekedar memupuknya? Tetapi yang terang dan jelas serta tidak ragu-ragu lagi adalah bahwa Allah menumbuhkan tanaman tersebut, menumbuhkan tunas membesarkan pohon-pohonnya, menambah dahan dan ranting serta memekarkan bunga sampai menjadi buah yang bisa dinikmati manusia" } } }, { "number": { "inQuran": 5044, "inSurah": 65 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u062d\u064f\u0637\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0638\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law nashaaa'u laja'al naahu hutaaman fazaltum tafakkahoon" } }, "translation": { "en": "If We willed, We could make it [dry] debris, and you would remain in wonder,", "id": "Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5044", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5044.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5044.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”", "long": "Kemudian dijelaskan oleh Allah bahwa walaupun tanaman tersebut sangat baik pertumbuhan dan buahnya yang menimbulkan harapan untuk mendatangkan keuntungan berlimpah-limpah, namun apabila Allah menghendaki lain daripada itu, maka tanaman yang diharapkan itu dapat berubah menjadi tanaman yang tidak berbuah, hampa atau terserang berbagai macam penyakit dan hama, seperti hama wereng, hama tikus, dan sebagainya, sehingga pemiliknya tertegun dan merasa sedih, karena keuntungannya dalam sekejap mata menjadi kerugian yang luar biasa. Sedang untuk membayar berbagai macam pengeluaran seperti ongkos-ongkos mencangkul, menanam, menyiram, memupuk, dan membersihkan rumput merupakan beban berat dan merugikan baginya." } } }, { "number": { "inQuran": 5045, "inSurah": 66 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u063a\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa lamughramoon" } }, "translation": { "en": "[Saying], \"Indeed, we are [now] in debt;", "id": "(sambil berkata), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5045", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5045.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5045.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”", "long": "Kemudian dijelaskan oleh Allah bahwa walaupun tanaman tersebut sangat baik pertumbuhan dan buahnya yang menimbulkan harapan untuk mendatangkan keuntungan berlimpah-limpah, namun apabila Allah menghendaki lain daripada itu, maka tanaman yang diharapkan itu dapat berubah menjadi tanaman yang tidak berbuah, hampa atau terserang berbagai macam penyakit dan hama, seperti hama wereng, hama tikus, dan sebagainya, sehingga pemiliknya tertegun dan merasa sedih, karena keuntungannya dalam sekejap mata menjadi kerugian yang luar biasa. Sedang untuk membayar berbagai macam pengeluaran seperti ongkos-ongkos mencangkul, menanam, menyiram, memupuk, dan membersihkan rumput merupakan beban berat dan merugikan baginya." } } }, { "number": { "inQuran": 5046, "inSurah": 67 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal nahnu mahroomoon" } }, "translation": { "en": "Rather, we have been deprived.\"", "id": "bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5046", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5046.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5046.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?", "long": "Kemudian dijelaskan oleh Allah bahwa walaupun tanaman tersebut sangat baik pertumbuhan dan buahnya yang menimbulkan harapan untuk mendatangkan keuntungan berlimpah-limpah, namun apabila Allah menghendaki lain daripada itu, maka tanaman yang diharapkan itu dapat berubah menjadi tanaman yang tidak berbuah, hampa atau terserang berbagai macam penyakit dan hama, seperti hama wereng, hama tikus, dan sebagainya, sehingga pemiliknya tertegun dan merasa sedih, karena keuntungannya dalam sekejap mata menjadi kerugian yang luar biasa. Sedang untuk membayar berbagai macam pengeluaran seperti ongkos-ongkos mencangkul, menanam, menyiram, memupuk, dan membersihkan rumput merupakan beban berat dan merugikan baginya." } } }, { "number": { "inQuran": 5047, "inSurah": 68 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afara'aytumul maaa'allazee tashraboon" } }, "translation": { "en": "And have you seen the water that you drink?", "id": "Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5047", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5047.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5047.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?", "long": "Dalam ayat-ayat ini Allah mengungkapkan salah satu dari nikmat-Nya yang agung, untuk direnungkan dan dipikirkan oleh manusia apakah mereka mengetahui tentang fungsi air yang mereka minum. Apakah mereka yang menurunkan air itu dari langit yaitu air hujan ataukah Allah yang menurunkannya. Air hujan itu manakala direnungkan oleh manusia, bahwa ia berasal dari uap air yang terkena panas matahari. Setelah menjadi awan dan kemudian menjadi mendung yang sangat hitam bergumpal-gumpal, maka turunlah uap air itu sebagai air hujan yang sejuk dan tawar, tidak asin seperti air laut. Air tawar tersebut menyegarkan badan serta menghilangkan haus. Bila tidak ada hujan, pasti tidak ada sungai yang mengalir, tidak akan ada mata air walau berapa meter pun dalamnya orang menggali sumur, niscaya tidak akan keluar airnya. Bila tidak ada air, rumput pun tidak akan tumbuh, apalagi tanaman yang ditanam orang. Apabila tidak ada hujan, pasti tidak ada air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kalau tanaman dan tumbuh-tumbuhan tidak tumbuh, maka binatang ternak pun tidak ada. Tidak akan ada ayam, tidak akan ada kerbau dan sapi, tidak akan ada kambing dan domba. Sebab hidup memerlukan makan dan minum. Kalau tidak ada yang dimakan, dan tidak ada yang diminum, bagaimana bisa hidup? Dan kalau tidak ada tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan tidak ada air tawar untuk diminum, bagaimana manusia bisa hidup? Apakah mesti makan tanah? Dan apakah yang akan diminum? Jika air dijadikan Tuhan asin rasanya, pasti tidak bisa menghilangkan haus dan tidak dapat dipergunakan untuk menyiram atau mengairi tanaman. Dan siapakah yang menurunkan hujan tersebut? Bukankah hanya Allah saja yang dapat menurunkan hujan sehingga mengalir dan sumur dapat mengeluarkan air? Mengapakah manusia tidak bersyukur kepada Allah? Padahal Dialah yang menurunkan hujan yang demikian banyak manfaatnya sebagaimana firman-Nya: \n\nDialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (an-Nahl/16: 10-11) \n\nDalam hubungan ini terdapat hadis yang berbunyi: Sesungguhnya Nabi saw apabila selesai minum, beliau mengucapkan, \"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan minuman kepada kita air tawar yang menyegarkan dengan rahmatNya dan tidak menjadikannya asin karena dosa kita.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim dari Abu Ja'far) \n\nMenurut kajian ilmiah, air yang dapat diminum dan tidak membahayakan bagi kesehatan manusia adalah air yang mempunyai kandungan garam dan unsur-unsur terlarut cukup dan seimbang, serta tidak mengandung zat yang beracun. Air yang mengandung jumlah garam dan unsur-unsur terlarut yang melebihi keperluan, misalnya air laut, bila diminum berbahaya bagi kesehatan dan dapat merusak organ-organ tubuh. Pemerintah setiap negara biasanya memiliki peraturan yang memberikan batasan tentang air yang bisa diminum berdasarkan hasil analisis kandungan unsur-unsur yang terlarut. Air yang bisa diminum biasa dicirikan dengan warna yang jernih, aroma yang segar dan rasanya yang enak (lihat pula: alFurqan/25: 48). Air yang bisa diminum adalah air yang berada di daratan yang berasal dari air hujan. Air laut tidak layak untuk diminum kecuali yang telah diolah melalui destilasi atau ultrafiltrasi. Ayat inipun menegaskan kembali bahwa Allah-lah yang menurunkan hujan. Meskipun sekarang telah berkembang teknologi untuk melakukan hujan buatan, tetapi teknologi ini hanya dapat diterapkan pada kondisi atmosfir tertentu yang terjadi di luar kendali manusia, syarat terpenting di antaranya adalah tersedianya uap air dalam jumlah yang memadai di udara." } } }, { "number": { "inQuran": 5048, "inSurah": 69 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0632\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'A-antum anzaltumoohu minal muzni am nahnul munziloon" } }, "translation": { "en": "Is it you who brought it down from the clouds, or is it We who bring it down?", "id": "Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5048", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5048.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5048.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?", "long": "Dalam ayat-ayat ini Allah mengungkapkan salah satu dari nikmat-Nya yang agung, untuk direnungkan dan dipikirkan oleh manusia apakah mereka mengetahui tentang fungsi air yang mereka minum. Apakah mereka yang menurunkan air itu dari langit yaitu air hujan ataukah Allah yang menurunkannya. Air hujan itu manakala direnungkan oleh manusia, bahwa ia berasal dari uap air yang terkena panas matahari. Setelah menjadi awan dan kemudian menjadi mendung yang sangat hitam bergumpal-gumpal, maka turunlah uap air itu sebagai air hujan yang sejuk dan tawar, tidak asin seperti air laut. Air tawar tersebut menyegarkan badan serta menghilangkan haus. Bila tidak ada hujan, pasti tidak ada sungai yang mengalir, tidak akan ada mata air walau berapa meter pun dalamnya orang menggali sumur, niscaya tidak akan keluar airnya. Bila tidak ada air, rumput pun tidak akan tumbuh, apalagi tanaman yang ditanam orang. Apabila tidak ada hujan, pasti tidak ada air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kalau tanaman dan tumbuh-tumbuhan tidak tumbuh, maka binatang ternak pun tidak ada. Tidak akan ada ayam, tidak akan ada kerbau dan sapi, tidak akan ada kambing dan domba. Sebab hidup memerlukan makan dan minum. Kalau tidak ada yang dimakan, dan tidak ada yang diminum, bagaimana bisa hidup? Dan kalau tidak ada tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan tidak ada air tawar untuk diminum, bagaimana manusia bisa hidup? Apakah mesti makan tanah? Dan apakah yang akan diminum? Jika air dijadikan Tuhan asin rasanya, pasti tidak bisa menghilangkan haus dan tidak dapat dipergunakan untuk menyiram atau mengairi tanaman. Dan siapakah yang menurunkan hujan tersebut? Bukankah hanya Allah saja yang dapat menurunkan hujan sehingga mengalir dan sumur dapat mengeluarkan air? Mengapakah manusia tidak bersyukur kepada Allah? Padahal Dialah yang menurunkan hujan yang demikian banyak manfaatnya sebagaimana firman-Nya: \n\nDialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (an-Nahl/16: 10-11) \n\nDalam hubungan ini terdapat hadis yang berbunyi: Sesungguhnya Nabi saw apabila selesai minum, beliau mengucapkan, \"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan minuman kepada kita air tawar yang menyegarkan dengan rahmatNya dan tidak menjadikannya asin karena dosa kita.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim dari Abu Ja'far) \n\nMenurut kajian ilmiah, air yang dapat diminum dan tidak membahayakan bagi kesehatan manusia adalah air yang mempunyai kandungan garam dan unsur-unsur terlarut cukup dan seimbang, serta tidak mengandung zat yang beracun. Air yang mengandung jumlah garam dan unsur-unsur terlarut yang melebihi keperluan, misalnya air laut, bila diminum berbahaya bagi kesehatan dan dapat merusak organ-organ tubuh. Pemerintah setiap negara biasanya memiliki peraturan yang memberikan batasan tentang air yang bisa diminum berdasarkan hasil analisis kandungan unsur-unsur yang terlarut. Air yang bisa diminum biasa dicirikan dengan warna yang jernih, aroma yang segar dan rasanya yang enak (lihat pula: alFurqan/25: 48). Air yang bisa diminum adalah air yang berada di daratan yang berasal dari air hujan. Air laut tidak layak untuk diminum kecuali yang telah diolah melalui destilasi atau ultrafiltrasi. Ayat inipun menegaskan kembali bahwa Allah-lah yang menurunkan hujan. Meskipun sekarang telah berkembang teknologi untuk melakukan hujan buatan, tetapi teknologi ini hanya dapat diterapkan pada kondisi atmosfir tertentu yang terjadi di luar kendali manusia, syarat terpenting di antaranya adalah tersedianya uap air dalam jumlah yang memadai di udara." } } }, { "number": { "inQuran": 5049, "inSurah": 70 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064f\u062c\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law nashaaa'u ja'alnaahu ujaajan falaw laa tashkuroon" } }, "translation": { "en": "If We willed, We could make it bitter, so why are you not grateful?", "id": "Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5049", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5049.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5049.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”", "long": "Dalam ayat-ayat ini Allah mengungkapkan salah satu dari nikmat-Nya yang agung, untuk direnungkan dan dipikirkan oleh manusia apakah mereka mengetahui tentang fungsi air yang mereka minum. Apakah mereka yang menurunkan air itu dari langit yaitu air hujan ataukah Allah yang menurunkannya. Air hujan itu manakala direnungkan oleh manusia, bahwa ia berasal dari uap air yang terkena panas matahari. Setelah menjadi awan dan kemudian menjadi mendung yang sangat hitam bergumpal-gumpal, maka turunlah uap air itu sebagai air hujan yang sejuk dan tawar, tidak asin seperti air laut. Air tawar tersebut menyegarkan badan serta menghilangkan haus. Bila tidak ada hujan, pasti tidak ada sungai yang mengalir, tidak akan ada mata air walau berapa meter pun dalamnya orang menggali sumur, niscaya tidak akan keluar airnya. Bila tidak ada air, rumput pun tidak akan tumbuh, apalagi tanaman yang ditanam orang. Apabila tidak ada hujan, pasti tidak ada air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kalau tanaman dan tumbuh-tumbuhan tidak tumbuh, maka binatang ternak pun tidak ada. Tidak akan ada ayam, tidak akan ada kerbau dan sapi, tidak akan ada kambing dan domba. Sebab hidup memerlukan makan dan minum. Kalau tidak ada yang dimakan, dan tidak ada yang diminum, bagaimana bisa hidup? Dan kalau tidak ada tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan tidak ada air tawar untuk diminum, bagaimana manusia bisa hidup? Apakah mesti makan tanah? Dan apakah yang akan diminum? Jika air dijadikan Tuhan asin rasanya, pasti tidak bisa menghilangkan haus dan tidak dapat dipergunakan untuk menyiram atau mengairi tanaman. Dan siapakah yang menurunkan hujan tersebut? Bukankah hanya Allah saja yang dapat menurunkan hujan sehingga mengalir dan sumur dapat mengeluarkan air? Mengapakah manusia tidak bersyukur kepada Allah? Padahal Dialah yang menurunkan hujan yang demikian banyak manfaatnya sebagaimana firman-Nya: \n\nDialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (an-Nahl/16: 10-11) \n\nDalam hubungan ini terdapat hadis yang berbunyi: Sesungguhnya Nabi saw apabila selesai minum, beliau mengucapkan, \"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan minuman kepada kita air tawar yang menyegarkan dengan rahmatNya dan tidak menjadikannya asin karena dosa kita.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim dari Abu Ja'far) \n\nMenurut kajian ilmiah, air yang dapat diminum dan tidak membahayakan bagi kesehatan manusia adalah air yang mempunyai kandungan garam dan unsur-unsur terlarut cukup dan seimbang, serta tidak mengandung zat yang beracun. Air yang mengandung jumlah garam dan unsur-unsur terlarut yang melebihi keperluan, misalnya air laut, bila diminum berbahaya bagi kesehatan dan dapat merusak organ-organ tubuh. Pemerintah setiap negara biasanya memiliki peraturan yang memberikan batasan tentang air yang bisa diminum berdasarkan hasil analisis kandungan unsur-unsur yang terlarut. Air yang bisa diminum biasa dicirikan dengan warna yang jernih, aroma yang segar dan rasanya yang enak (lihat pula: alFurqan/25: 48). Air yang bisa diminum adalah air yang berada di daratan yang berasal dari air hujan. Air laut tidak layak untuk diminum kecuali yang telah diolah melalui destilasi atau ultrafiltrasi. Ayat inipun menegaskan kembali bahwa Allah-lah yang menurunkan hujan. Meskipun sekarang telah berkembang teknologi untuk melakukan hujan buatan, tetapi teknologi ini hanya dapat diterapkan pada kondisi atmosfir tertentu yang terjadi di luar kendali manusia, syarat terpenting di antaranya adalah tersedianya uap air dalam jumlah yang memadai di udara." } } }, { "number": { "inQuran": 5050, "inSurah": 71 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062a\u064f\u0648\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afara'aytumun naaral latee tooroon" } }, "translation": { "en": "And have you seen the fire that you ignite?", "id": "Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5050", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5050.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5050.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”", "long": "Dalam ayat ini Allah mengungkapkan tentang nikmat yang hampir dilupakan manusia. Ungkapan tersebut berbentuk pertanyaan untuk dipikirkan dan direnungkan oleh manusia, apakah manusia mengetahui pentingnya fungsi api? Cara membuat api yang dilakukan pada zaman purba adalah dengan cara menggosokgosokkan dua batang kayu, hingga menyala, atau dengan cara menggoreskan baja di atas batu, sehingga memercikkan api dan ditampung percikan tersebut pada kawul (semacam kapuk berwarna kehitam-hitaman yang melekat pada pelepah aren) tersebut, yang kemudian dapat dipergunakan untuk menyalakan api di dapur guna memasak berbagai masakan yang akan dihidangkan untuk dinikmati oleh manusia, atau api yang dinyalakan menurut cara sekarang dengan menggoreskan batang geretan pada korek api, maka nyalalah ia. Atau dengan korek yang mempergunakan roda baja kecil sebagai alat pemutar untuk diputarkan pada batu api kemudian percikannya ditampung pada sumbu yang dibasahi dengan bensin, sehingga sumbu nyala. Atau seperti cara yang sekarang ini melalui kompor minyak tanah atau dengan gas. Membuat api dengan cara zaman dahulu maupun menurut cara zaman sekarang, yang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang menyediakan kayunya atau batu apinya, bajanya, dan kawulnya atau minyak tanah dan gas? Juga siapakah yang menyediakan bahan bensin dan sebagainya? Bukankah bahan-bahan yang menjadi sebab api menyala baik berupa kayu bakar maupun minyak tanah, hanyalah Allah saja yang menjadikan-Nya? Meskipun tersedia beras, sayur-mayur dan lauk-pauknya, bila tidak ada api, tidak dapat kita memakannya karena masih mentah. Alangkah tidak enaknya, kalau makanan tersebut mentah seperti, daging mentah, dan nasinya masih berupa beras. Bagaimanakah selera bisa timbul, kalau segala-galanya serba mentah? Dengan gambaran tersebut, jelaslah bagaimana pentingnya api bagi keperluan manusia. Karena api itu didapat dengan mudah setiap hari, maka hampir-hampir tidak terpikirkan oleh manusia betapa api itu memberi kenikmatan. Hampir-hampir jarang orang bersyukur dan berterima kasih atas adanya api. Karena pentingnya api itu, Allah menegaskan bahwa api dijadikan untuk peringatan bagi manusia dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir, maka wajarlah manusia bertasbih dengan menyebut nama Tuhan Yang Mahabesar." } } }, { "number": { "inQuran": 5051, "inSurah": 72 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0634\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'A-antum anshaatum shajaratahaaa am nahnul munshi'oon" } }, "translation": { "en": "Is it you who produced its tree, or are We the producer?", "id": "Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5051", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5051.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5051.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”", "long": "Dalam ayat ini Allah mengungkapkan tentang nikmat yang hampir dilupakan manusia. Ungkapan tersebut berbentuk pertanyaan untuk dipikirkan dan direnungkan oleh manusia, apakah manusia mengetahui pentingnya fungsi api? Cara membuat api yang dilakukan pada zaman purba adalah dengan cara menggosokgosokkan dua batang kayu, hingga menyala, atau dengan cara menggoreskan baja di atas batu, sehingga memercikkan api dan ditampung percikan tersebut pada kawul (semacam kapuk berwarna kehitam-hitaman yang melekat pada pelepah aren) tersebut, yang kemudian dapat dipergunakan untuk menyalakan api di dapur guna memasak berbagai masakan yang akan dihidangkan untuk dinikmati oleh manusia, atau api yang dinyalakan menurut cara sekarang dengan menggoreskan batang geretan pada korek api, maka nyalalah ia. Atau dengan korek yang mempergunakan roda baja kecil sebagai alat pemutar untuk diputarkan pada batu api kemudian percikannya ditampung pada sumbu yang dibasahi dengan bensin, sehingga sumbu nyala. Atau seperti cara yang sekarang ini melalui kompor minyak tanah atau dengan gas. Membuat api dengan cara zaman dahulu maupun menurut cara zaman sekarang, yang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang menyediakan kayunya atau batu apinya, bajanya, dan kawulnya atau minyak tanah dan gas? Juga siapakah yang menyediakan bahan bensin dan sebagainya? Bukankah bahan-bahan yang menjadi sebab api menyala baik berupa kayu bakar maupun minyak tanah, hanyalah Allah saja yang menjadikan-Nya? Meskipun tersedia beras, sayur-mayur dan lauk-pauknya, bila tidak ada api, tidak dapat kita memakannya karena masih mentah. Alangkah tidak enaknya, kalau makanan tersebut mentah seperti, daging mentah, dan nasinya masih berupa beras. Bagaimanakah selera bisa timbul, kalau segala-galanya serba mentah? Dengan gambaran tersebut, jelaslah bagaimana pentingnya api bagi keperluan manusia. Karena api itu didapat dengan mudah setiap hari, maka hampir-hampir tidak terpikirkan oleh manusia betapa api itu memberi kenikmatan. Hampir-hampir jarang orang bersyukur dan berterima kasih atas adanya api. Karena pentingnya api itu, Allah menegaskan bahwa api dijadikan untuk peringatan bagi manusia dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir, maka wajarlah manusia bertasbih dengan menyebut nama Tuhan Yang Mahabesar." } } }, { "number": { "inQuran": 5052, "inSurah": 73 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0652\u0648\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Nahnu ja'alnaahaa tazkira tanw wa mataa'al lilmuqween" } }, "translation": { "en": "We have made it a reminder and provision for the travelers,", "id": "Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5052", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5052.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5052.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”", "long": "Dalam ayat ini Allah mengungkapkan tentang nikmat yang hampir dilupakan manusia. Ungkapan tersebut berbentuk pertanyaan untuk dipikirkan dan direnungkan oleh manusia, apakah manusia mengetahui pentingnya fungsi api? Cara membuat api yang dilakukan pada zaman purba adalah dengan cara menggosokgosokkan dua batang kayu, hingga menyala, atau dengan cara menggoreskan baja di atas batu, sehingga memercikkan api dan ditampung percikan tersebut pada kawul (semacam kapuk berwarna kehitam-hitaman yang melekat pada pelepah aren) tersebut, yang kemudian dapat dipergunakan untuk menyalakan api di dapur guna memasak berbagai masakan yang akan dihidangkan untuk dinikmati oleh manusia, atau api yang dinyalakan menurut cara sekarang dengan menggoreskan batang geretan pada korek api, maka nyalalah ia. Atau dengan korek yang mempergunakan roda baja kecil sebagai alat pemutar untuk diputarkan pada batu api kemudian percikannya ditampung pada sumbu yang dibasahi dengan bensin, sehingga sumbu nyala. Atau seperti cara yang sekarang ini melalui kompor minyak tanah atau dengan gas. Membuat api dengan cara zaman dahulu maupun menurut cara zaman sekarang, yang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang menyediakan kayunya atau batu apinya, bajanya, dan kawulnya atau minyak tanah dan gas? Juga siapakah yang menyediakan bahan bensin dan sebagainya? Bukankah bahan-bahan yang menjadi sebab api menyala baik berupa kayu bakar maupun minyak tanah, hanyalah Allah saja yang menjadikan-Nya? Meskipun tersedia beras, sayur-mayur dan lauk-pauknya, bila tidak ada api, tidak dapat kita memakannya karena masih mentah. Alangkah tidak enaknya, kalau makanan tersebut mentah seperti, daging mentah, dan nasinya masih berupa beras. Bagaimanakah selera bisa timbul, kalau segala-galanya serba mentah? Dengan gambaran tersebut, jelaslah bagaimana pentingnya api bagi keperluan manusia. Karena api itu didapat dengan mudah setiap hari, maka hampir-hampir tidak terpikirkan oleh manusia betapa api itu memberi kenikmatan. Hampir-hampir jarang orang bersyukur dan berterima kasih atas adanya api. Karena pentingnya api itu, Allah menegaskan bahwa api dijadikan untuk peringatan bagi manusia dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir, maka wajarlah manusia bertasbih dengan menyebut nama Tuhan Yang Mahabesar." } } }, { "number": { "inQuran": 5053, "inSurah": 74 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 470, "hizbQuarter": 214, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fasabbih bismi Rabbikal 'azeem" } }, "translation": { "en": "So exalt the name of your Lord, the Most Great.", "id": "Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5053", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5053.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5053.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”", "long": "Dalam ayat ini Allah mengungkapkan tentang nikmat yang hampir dilupakan manusia. Ungkapan tersebut berbentuk pertanyaan untuk dipikirkan dan direnungkan oleh manusia, apakah manusia mengetahui pentingnya fungsi api? Cara membuat api yang dilakukan pada zaman purba adalah dengan cara menggosokgosokkan dua batang kayu, hingga menyala, atau dengan cara menggoreskan baja di atas batu, sehingga memercikkan api dan ditampung percikan tersebut pada kawul (semacam kapuk berwarna kehitam-hitaman yang melekat pada pelepah aren) tersebut, yang kemudian dapat dipergunakan untuk menyalakan api di dapur guna memasak berbagai masakan yang akan dihidangkan untuk dinikmati oleh manusia, atau api yang dinyalakan menurut cara sekarang dengan menggoreskan batang geretan pada korek api, maka nyalalah ia. Atau dengan korek yang mempergunakan roda baja kecil sebagai alat pemutar untuk diputarkan pada batu api kemudian percikannya ditampung pada sumbu yang dibasahi dengan bensin, sehingga sumbu nyala. Atau seperti cara yang sekarang ini melalui kompor minyak tanah atau dengan gas. Membuat api dengan cara zaman dahulu maupun menurut cara zaman sekarang, yang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang menyediakan kayunya atau batu apinya, bajanya, dan kawulnya atau minyak tanah dan gas? Juga siapakah yang menyediakan bahan bensin dan sebagainya? Bukankah bahan-bahan yang menjadi sebab api menyala baik berupa kayu bakar maupun minyak tanah, hanyalah Allah saja yang menjadikan-Nya? Meskipun tersedia beras, sayur-mayur dan lauk-pauknya, bila tidak ada api, tidak dapat kita memakannya karena masih mentah. Alangkah tidak enaknya, kalau makanan tersebut mentah seperti, daging mentah, dan nasinya masih berupa beras. Bagaimanakah selera bisa timbul, kalau segala-galanya serba mentah? Dengan gambaran tersebut, jelaslah bagaimana pentingnya api bagi keperluan manusia. Karena api itu didapat dengan mudah setiap hari, maka hampir-hampir tidak terpikirkan oleh manusia betapa api itu memberi kenikmatan. Hampir-hampir jarang orang bersyukur dan berterima kasih atas adanya api. Karena pentingnya api itu, Allah menegaskan bahwa api dijadikan untuk peringatan bagi manusia dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir, maka wajarlah manusia bertasbih dengan menyebut nama Tuhan Yang Mahabesar." } } }, { "number": { "inQuran": 5054, "inSurah": 75 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Falaa uqsimu bimaawaa qi'innujoom" } }, "translation": { "en": "Then I swear by the setting of the stars,", "id": "Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5054", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5054.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5054.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”", "long": "Sebagian ahli tafsir menjelaskan ayat ini, bahwa Allah bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Qur'an guna menunjukkan betapa pentingnya hal tersebut. Al-Qur'an diturunkan sekaligus dari Lauh Mahfudz ke langit paling dekat pada malam Lailatul Qadar (malam yang sangat mulia). Kemudian, diturunkan lagi secara berangsur-angsur menurut keperluannya dari langit dunia kepada Nabi Muhammad saw hingga selesai seluruhnya dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari. Masa turunnya bagian-bagian Al-Qur'an tersebut mengandung arti penting, kebijaksanaan turunnya sebagian-sebagian yaitu tiap surah atau tiap ayat antara lain ialah agar tiap surah atau ayat itu dapat dimengerti secara lebih luas dan lebih mendalam. Allah menegaskan bahwa sumpah dalam bagian-bagian Al-Qur'an tersebut sangat besar artinya karena hal itu mengandung isyarat terhadap agungnya kekuasaan Allah dan kesempurnaan kebijaksanaan-Nya dan keluasan rahmat-Nya dan tidak menyianyiakan hamba-Nya. Dalam ayat 75, Allah bersumpah untuk meyakinkan terhadap hamba-hamba-Nya dengan sesuatu yang menggambarkan kemahakuasaan-Nya terhadap alam jagat raya ini, yakni suatu \"tempat beredarnya bintang-bintang.\" Andaikan ketika manusia mampu melihat bagaimana teraturnya bintang-bintang yang selalu bergerak pada orbitnya masing-masing dengan aman dan serasi, tentulah mereka akan berpendapat lain. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi barulah diketahui betapa banyaknya kumpulan bintang-bintang di angkasa raya yang tidak terhitung jumlahnya. Para pakar astrofisika dan astronomi menjelaskan bahwa mata telanjang tidak akan mungkin mampu melihat isi jagat yang luas tidak berbatas. Sistem Tata Surya yang terdiri dari jutaan bintang bahkan mungkin lebih (termasuk di dalamnya bumi kita ini) hanyalah menjadi bagian kecil dari Galaksi Bimasakti yang memuat lebih dari 100 milyar bintang. Bimasakti pun itu hanyalah satu dari 500 milyar lebih galaksi dalam jagat raya yang diketahui, subhanallah! Semua bintang-bintang itu beredar pada orbitnya, termasuk matahari kita. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: \n\nDan matahari beredar di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Mahaperkasa dan Maha Mengetahui. (Yasin/36: 38) \n\nBerdasarkan pengamatan para pakar, matahari bergerak dalam kecepatan yang tinggi kira-kira 720, 000 km per jam mengarah ke bintang Vega dalam satu orbit tertentu dalam sistem Solar Apex. Bersama-sama dengan matahari, dan semua planet dan satelit yang berada dalam lingkungan sistem Tata Surya (sistem solar) juga turut bergerak pada jarak yang sama. Semua benda-benda langit ini bergerak menempati orbit-orbit yang telah dihisab (diperhitungkan). Untuk berapa juta tahun, semuanya 'berenang' melintasi orbit masing-masing dalam keseimbangan dan susunan yang sempurna bersama-sama dengan yang lain. Orbit-orbit dalam alam semesta juga dimiliki oleh galaksi-galaksi yang bergerak pada kecepatan yang besar dalam orbit-orbit yang telah ditetapkan. Ketika bergerak, tidak ada satupun benda-benda langit ini yang memotong orbit atau bertabrakan dengan benda langit lainnya. Bagaimanapun, hal ini secara jelas diterangkan kepada manusia dalam Al-Qur'an yang diwahyukan ketika itu, karena Al-Qur'an sebenarnya adalah kalam dari Sang Penguasa, Yang Maha Menjaga dan Memelihara Kestabilan Alam Semesta ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5055, "inSurah": 76 }, "meta": { "juz": 27, "page": 536, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0642\u064e\u0633\u064e\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wa innahoo laqasamul lawta'lamoona'azeem" } }, "translation": { "en": "And indeed, it is an oath - if you could know - [most] great.", "id": "Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5055", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5055.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5055.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.", "long": "Sebagian ahli tafsir menjelaskan ayat ini, bahwa Allah bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Qur'an guna menunjukkan betapa pentingnya hal tersebut. Al-Qur'an diturunkan sekaligus dari Lauh Mahfudz ke langit paling dekat pada malam Lailatul Qadar (malam yang sangat mulia). Kemudian, diturunkan lagi secara berangsur-angsur menurut keperluannya dari langit dunia kepada Nabi Muhammad saw hingga selesai seluruhnya dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari. Masa turunnya bagian-bagian Al-Qur'an tersebut mengandung arti penting, kebijaksanaan turunnya sebagian-sebagian yaitu tiap surah atau tiap ayat antara lain ialah agar tiap surah atau ayat itu dapat dimengerti secara lebih luas dan lebih mendalam. Allah menegaskan bahwa sumpah dalam bagian-bagian Al-Qur'an tersebut sangat besar artinya karena hal itu mengandung isyarat terhadap agungnya kekuasaan Allah dan kesempurnaan kebijaksanaan-Nya dan keluasan rahmat-Nya dan tidak menyianyiakan hamba-Nya. Dalam ayat 75, Allah bersumpah untuk meyakinkan terhadap hamba-hamba-Nya dengan sesuatu yang menggambarkan kemahakuasaan-Nya terhadap alam jagat raya ini, yakni suatu \"tempat beredarnya bintang-bintang.\" Andaikan ketika manusia mampu melihat bagaimana teraturnya bintang-bintang yang selalu bergerak pada orbitnya masing-masing dengan aman dan serasi, tentulah mereka akan berpendapat lain. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi barulah diketahui betapa banyaknya kumpulan bintang-bintang di angkasa raya yang tidak terhitung jumlahnya. Para pakar astrofisika dan astronomi menjelaskan bahwa mata telanjang tidak akan mungkin mampu melihat isi jagat yang luas tidak berbatas. Sistem Tata Surya yang terdiri dari jutaan bintang bahkan mungkin lebih (termasuk di dalamnya bumi kita ini) hanyalah menjadi bagian kecil dari Galaksi Bimasakti yang memuat lebih dari 100 milyar bintang. Bimasakti pun itu hanyalah satu dari 500 milyar lebih galaksi dalam jagat raya yang diketahui, subhanallah! Semua bintang-bintang itu beredar pada orbitnya, termasuk matahari kita. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: \n\nDan matahari beredar di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Mahaperkasa dan Maha Mengetahui. (Yasin/36: 38) \n\nBerdasarkan pengamatan para pakar, matahari bergerak dalam kecepatan yang tinggi kira-kira 720, 000 km per jam mengarah ke bintang Vega dalam satu orbit tertentu dalam sistem Solar Apex. Bersama-sama dengan matahari, dan semua planet dan satelit yang berada dalam lingkungan sistem Tata Surya (sistem solar) juga turut bergerak pada jarak yang sama. Semua benda-benda langit ini bergerak menempati orbit-orbit yang telah dihisab (diperhitungkan). Untuk berapa juta tahun, semuanya 'berenang' melintasi orbit masing-masing dalam keseimbangan dan susunan yang sempurna bersama-sama dengan yang lain. Orbit-orbit dalam alam semesta juga dimiliki oleh galaksi-galaksi yang bergerak pada kecepatan yang besar dalam orbit-orbit yang telah ditetapkan. Ketika bergerak, tidak ada satupun benda-benda langit ini yang memotong orbit atau bertabrakan dengan benda langit lainnya. Bagaimanapun, hal ini secara jelas diterangkan kepada manusia dalam Al-Qur'an yang diwahyukan ketika itu, karena Al-Qur'an sebenarnya adalah kalam dari Sang Penguasa, Yang Maha Menjaga dan Memelihara Kestabilan Alam Semesta ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5056, "inSurah": 77 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innahoo la quraanun kareem" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is a noble Qur'an", "id": "dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5056", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5056.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5056.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an ini adalah wahyu ilahi yang mengandung faedah dan kemanfaatan yang tiada terhingga dan berisi ilmu serta petunjuk pasti yang membawa kebahagiaan kepada manusia untuk kehidupan dunia dan akhirat, dan membacanya termasuk ibadah. Al-Qur'an merupakan sumber ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu tasawuf, dan lain-lain. Al-Qur'an terjamin kesuciannya, hanya Malaikat al-Muqarrabin yang pernah menyentuhnya dari Lauh Mahfudz, yaitu Malaikat Jibril yang ditugaskan menyampaikannya kepada Nabi Muhammad saw. Mengenai ayat 79, sebagian ahli tafsir berbeda pendapat. \n\nTidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. (al- Waqi'ah/56: 79) \n\nJumhur ulama mengistimbatkan bahwa ayat 79 ini melarang orang-orang yang berhadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, menyentuh atau memegang mushaf Al-Qur'an, berdasarkan hadis Mu'adh bin Jabal, Rasul bersabda, \"Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang suci.\" Pendapat inilah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia. Ada dua pendapat tentang hukum menyentuh mushaf yaitu: 1. Imam empat mazhab berpendapat tidak boleh menyentuh mushaf tanpa wudu. Menurut Imam Nawawi, firman Allah: la yamassuhu illal-muthahharun bermakna tidak menyentuh mushaf ini kecuali orang suci dari hadas. 2. Mazhab az-¨ahiri berpendapat boleh menyentuh mushaf tanpa wudu dengan alasan bahwa Rasulullah saw pernah mengirim surat yang ada ayat Al-Qur'annya kepada Heraklius padahal dia non muslim dan tidak berwudu. Anak kecil membawa tempat menulis Al-Qur'an dan buku yang ada tulisan Al-Qur'an diperbolehkan oleh para ulama. Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an ini sesungguhnya diturunkan dari Tuhan yang menguasai alam semesta. Sebagai pedoman hidup untuk dibaca, dihafal, dipahami dan diamalkan. Maka sungguh sesatlah orang-orang yang menuduh bahwa Al-Qur'an ini sihir atau syair." } } }, { "number": { "inQuran": 5057, "inSurah": 78 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u064e\u0643\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Fee kitaabim maknoon" } }, "translation": { "en": "In a Register well-protected;", "id": "dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5057", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5057.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5057.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an ini adalah wahyu ilahi yang mengandung faedah dan kemanfaatan yang tiada terhingga dan berisi ilmu serta petunjuk pasti yang membawa kebahagiaan kepada manusia untuk kehidupan dunia dan akhirat, dan membacanya termasuk ibadah. Al-Qur'an merupakan sumber ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu tasawuf, dan lain-lain. Al-Qur'an terjamin kesuciannya, hanya Malaikat al-Muqarrabin yang pernah menyentuhnya dari Lauh Mahfudz, yaitu Malaikat Jibril yang ditugaskan menyampaikannya kepada Nabi Muhammad saw. Mengenai ayat 79, sebagian ahli tafsir berbeda pendapat. \n\nTidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. (al- Waqi'ah/56: 79) \n\nJumhur ulama mengistimbatkan bahwa ayat 79 ini melarang orang-orang yang berhadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, menyentuh atau memegang mushaf Al-Qur'an, berdasarkan hadis Mu'adh bin Jabal, Rasul bersabda, \"Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang suci.\" Pendapat inilah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia. Ada dua pendapat tentang hukum menyentuh mushaf yaitu: 1. Imam empat mazhab berpendapat tidak boleh menyentuh mushaf tanpa wudu. Menurut Imam Nawawi, firman Allah: la yamassuhu illal-muthahharun bermakna tidak menyentuh mushaf ini kecuali orang suci dari hadas. 2. Mazhab az-¨ahiri berpendapat boleh menyentuh mushaf tanpa wudu dengan alasan bahwa Rasulullah saw pernah mengirim surat yang ada ayat Al-Qur'annya kepada Heraklius padahal dia non muslim dan tidak berwudu. Anak kecil membawa tempat menulis Al-Qur'an dan buku yang ada tulisan Al-Qur'an diperbolehkan oleh para ulama. Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an ini sesungguhnya diturunkan dari Tuhan yang menguasai alam semesta. Sebagai pedoman hidup untuk dibaca, dihafal, dipahami dan diamalkan. Maka sungguh sesatlah orang-orang yang menuduh bahwa Al-Qur'an ini sihir atau syair." } } }, { "number": { "inQuran": 5058, "inSurah": 79 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yamassuhooo illal mutahharoon" } }, "translation": { "en": "None touch it except the purified.", "id": "tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5058", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5058.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5058.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an ini adalah wahyu ilahi yang mengandung faedah dan kemanfaatan yang tiada terhingga dan berisi ilmu serta petunjuk pasti yang membawa kebahagiaan kepada manusia untuk kehidupan dunia dan akhirat, dan membacanya termasuk ibadah. Al-Qur'an merupakan sumber ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu tasawuf, dan lain-lain. Al-Qur'an terjamin kesuciannya, hanya Malaikat al-Muqarrabin yang pernah menyentuhnya dari Lauh Mahfudz, yaitu Malaikat Jibril yang ditugaskan menyampaikannya kepada Nabi Muhammad saw. Mengenai ayat 79, sebagian ahli tafsir berbeda pendapat. \n\nTidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. (al- Waqi'ah/56: 79) \n\nJumhur ulama mengistimbatkan bahwa ayat 79 ini melarang orang-orang yang berhadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, menyentuh atau memegang mushaf Al-Qur'an, berdasarkan hadis Mu'adh bin Jabal, Rasul bersabda, \"Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang suci.\" Pendapat inilah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia. Ada dua pendapat tentang hukum menyentuh mushaf yaitu: 1. Imam empat mazhab berpendapat tidak boleh menyentuh mushaf tanpa wudu. Menurut Imam Nawawi, firman Allah: la yamassuhu illal-muthahharun bermakna tidak menyentuh mushaf ini kecuali orang suci dari hadas. 2. Mazhab az-¨ahiri berpendapat boleh menyentuh mushaf tanpa wudu dengan alasan bahwa Rasulullah saw pernah mengirim surat yang ada ayat Al-Qur'annya kepada Heraklius padahal dia non muslim dan tidak berwudu. Anak kecil membawa tempat menulis Al-Qur'an dan buku yang ada tulisan Al-Qur'an diperbolehkan oleh para ulama. Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an ini sesungguhnya diturunkan dari Tuhan yang menguasai alam semesta. Sebagai pedoman hidup untuk dibaca, dihafal, dipahami dan diamalkan. Maka sungguh sesatlah orang-orang yang menuduh bahwa Al-Qur'an ini sihir atau syair." } } }, { "number": { "inQuran": 5059, "inSurah": 80 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tanzeelum mir Rabbil'aalameen" } }, "translation": { "en": "[It is] a revelation from the Lord of the worlds.", "id": "Diturunkan dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5059", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5059.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5059.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?", "long": "Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an ini adalah wahyu ilahi yang mengandung faedah dan kemanfaatan yang tiada terhingga dan berisi ilmu serta petunjuk pasti yang membawa kebahagiaan kepada manusia untuk kehidupan dunia dan akhirat, dan membacanya termasuk ibadah. Al-Qur'an merupakan sumber ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu tasawuf, dan lain-lain. Al-Qur'an terjamin kesuciannya, hanya Malaikat al-Muqarrabin yang pernah menyentuhnya dari Lauh Mahfudz, yaitu Malaikat Jibril yang ditugaskan menyampaikannya kepada Nabi Muhammad saw. Mengenai ayat 79, sebagian ahli tafsir berbeda pendapat. \n\nTidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. (al- Waqi'ah/56: 79) \n\nJumhur ulama mengistimbatkan bahwa ayat 79 ini melarang orang-orang yang berhadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, menyentuh atau memegang mushaf Al-Qur'an, berdasarkan hadis Mu'adh bin Jabal, Rasul bersabda, \"Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang suci.\" Pendapat inilah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia. Ada dua pendapat tentang hukum menyentuh mushaf yaitu: 1. Imam empat mazhab berpendapat tidak boleh menyentuh mushaf tanpa wudu. Menurut Imam Nawawi, firman Allah: la yamassuhu illal-muthahharun bermakna tidak menyentuh mushaf ini kecuali orang suci dari hadas. 2. Mazhab az-¨ahiri berpendapat boleh menyentuh mushaf tanpa wudu dengan alasan bahwa Rasulullah saw pernah mengirim surat yang ada ayat Al-Qur'annya kepada Heraklius padahal dia non muslim dan tidak berwudu. Anak kecil membawa tempat menulis Al-Qur'an dan buku yang ada tulisan Al-Qur'an diperbolehkan oleh para ulama. Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an ini sesungguhnya diturunkan dari Tuhan yang menguasai alam semesta. Sebagai pedoman hidup untuk dibaca, dihafal, dipahami dan diamalkan. Maka sungguh sesatlah orang-orang yang menuduh bahwa Al-Qur'an ini sihir atau syair." } } }, { "number": { "inQuran": 5060, "inSurah": 81 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0652\u0647\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afabihaazal hadeesi antum mudhinoon" } }, "translation": { "en": "Then is it to this statement that you are indifferent", "id": "Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5060", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5060.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5060.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?", "long": "Allah mencela orang-orang yang meremehkan Al-Qur'an, yang memandangnya sebagai ucapan manusia biasa, mereka juga mencemoohkan orang-orang yang berpegang kepada Al-Qur'an dan tidak membelanya bila ada orang-orang yang menghinanya. Selanjutnya Allah swt mencela orang yang tidak mensyukuri nikmat-nikmat Tuhan yang dikaruniakan kepada mereka, malahan nikmat-nikmat tersebut mereka sambut dengan mendustakannya. Dalam ayat yang lain yang sama maksudnya Allah berfirman: \n\nDan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. (al-Anfal/8: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 5061, "inSurah": 82 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa taj'aloona rizqakum annakum tukazziboon" } }, "translation": { "en": "And make [the thanks for] your provision that you deny [the Provider]?", "id": "dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5061", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5061.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5061.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?", "long": "Allah mencela orang-orang yang meremehkan Al-Qur'an, yang memandangnya sebagai ucapan manusia biasa, mereka juga mencemoohkan orang-orang yang berpegang kepada Al-Qur'an dan tidak membelanya bila ada orang-orang yang menghinanya. Selanjutnya Allah swt mencela orang yang tidak mensyukuri nikmat-nikmat Tuhan yang dikaruniakan kepada mereka, malahan nikmat-nikmat tersebut mereka sambut dengan mendustakannya. Dalam ayat yang lain yang sama maksudnya Allah berfirman: \n\nDan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. (al-Anfal/8: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 5062, "inSurah": 83 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Falaw laaa izaa balaghatil hulqoom" } }, "translation": { "en": "Then why, when the soul at death reaches the throat", "id": "Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5062", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5062.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5062.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan betapa ngerinya kalau nyawa manusia sudah sampai di tenggorokannya. Keluarga-keluarga yang hadir datang hanya untuk melihat dan menyaksikan peristiwa tersebut sebagai pertemuan terakhir. Dalam peristiwa tersebut, keluarganya tidak dapat menyaksikan malaikat yang mencabut nyawa saudaranya, padahal ia berada di sebelahnya. Keadaan ini menggambarkan bahwa setiap insan tidak dapat mempertahankan rohnya dari malaikat maut. Ini suatu bukti bahwa baik roh maupun jasad bukan milik manusia. (86-87) Ayat-ayat ini menerangkan tentang manusia yang sedang menghadapi sakratulmaut, mereka dalam keadaan sama sekali tidak berdaya, dan manakala mereka mempunyai kesanggupan dan kemampuan, tentulah mereka dapat menahan nyawa mereka ketika sampai di tenggorokan, untuk mengembalikannya kepada keadaan semula seperti ketika keadaan sehat. Anggapan mereka bahwa hari kebangkitan dan pembalasan semuanya itu tidak ada. Kenyataannya mereka tidak berdaya menahan rohnya ketika sampai di tenggorokannya, namun mereka membangkang. (88-94) Dalam ayat ini dijelaskan keadaan manusia setelah meninggal dunia. Mereka itu terbagi atas 3 golongan yaitu: 1. Golongan orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah (al-muqarrabin) dengan mengerjakan berbagai macam ibadah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Mereka ini akan mendapat kemenangan dan kegembiraan serta memperoleh rezeki yang luas dan macam-macam nikmat, tempat kediaman mereka di surga, di mana mereka akan menikmati di dalamnya segala sesuatu yang belum pernah dipandang oleh mata, didengar oleh telinga, dan terlintas di hati. 2. Golongan kanan yakni (al-Abrar atau Ashabul-yamin) yang akan menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya. Mereka itu akan disambut dengan gembira oleh para malaikat sambil menyampaikan salam dari teman-teman mereka dari kalangan Ashabul-yamin. Dalam ayat lain, Allah berfirman: \n\nSesungguhnya orang-orang yang berkata, \"Tuhan kami adalah Allah\" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), \"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.\" Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Fussilat/41: 30-32). 3. Golongan orang-orang kafir (Ashabusy-syimal) ialah yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, sehingga mereka tersesat dari jalan yang lurus dan akan menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya. Mereka akan ditempatkan dalam api neraka yang berkobar-kobar nyalanya, diberi minum air yang sangat panas, dan makan buah zaqqum sehingga menghancurkan isi perut dan seluruh kulit badan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5063, "inSurah": 84 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u062a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa antum heena'izin tanzuroon" } }, "translation": { "en": "And you are at that time looking on -", "id": "dan kamu ketika itu melihat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5063", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5063.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5063.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan betapa ngerinya kalau nyawa manusia sudah sampai di tenggorokannya. Keluarga-keluarga yang hadir datang hanya untuk melihat dan menyaksikan peristiwa tersebut sebagai pertemuan terakhir. Dalam peristiwa tersebut, keluarganya tidak dapat menyaksikan malaikat yang mencabut nyawa saudaranya, padahal ia berada di sebelahnya. Keadaan ini menggambarkan bahwa setiap insan tidak dapat mempertahankan rohnya dari malaikat maut. Ini suatu bukti bahwa baik roh maupun jasad bukan milik manusia. (86-87) Ayat-ayat ini menerangkan tentang manusia yang sedang menghadapi sakratulmaut, mereka dalam keadaan sama sekali tidak berdaya, dan manakala mereka mempunyai kesanggupan dan kemampuan, tentulah mereka dapat menahan nyawa mereka ketika sampai di tenggorokan, untuk mengembalikannya kepada keadaan semula seperti ketika keadaan sehat. Anggapan mereka bahwa hari kebangkitan dan pembalasan semuanya itu tidak ada. Kenyataannya mereka tidak berdaya menahan rohnya ketika sampai di tenggorokannya, namun mereka membangkang. (88-94) Dalam ayat ini dijelaskan keadaan manusia setelah meninggal dunia. Mereka itu terbagi atas 3 golongan yaitu: 1. Golongan orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah (al-muqarrabin) dengan mengerjakan berbagai macam ibadah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Mereka ini akan mendapat kemenangan dan kegembiraan serta memperoleh rezeki yang luas dan macam-macam nikmat, tempat kediaman mereka di surga, di mana mereka akan menikmati di dalamnya segala sesuatu yang belum pernah dipandang oleh mata, didengar oleh telinga, dan terlintas di hati. 2. Golongan kanan yakni (al-Abrar atau Ashabul-yamin) yang akan menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya. Mereka itu akan disambut dengan gembira oleh para malaikat sambil menyampaikan salam dari teman-teman mereka dari kalangan Ashabul-yamin. Dalam ayat lain, Allah berfirman: \n\nSesungguhnya orang-orang yang berkata, \"Tuhan kami adalah Allah\" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), \"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.\" Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Fussilat/41: 30-32). 3. Golongan orang-orang kafir (Ashabusy-syimal) ialah yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, sehingga mereka tersesat dari jalan yang lurus dan akan menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya. Mereka akan ditempatkan dalam api neraka yang berkobar-kobar nyalanya, diberi minum air yang sangat panas, dan makan buah zaqqum sehingga menghancurkan isi perut dan seluruh kulit badan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5064, "inSurah": 85 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa nahnu aqrabu ilaihi minkum wa laakil laa tubsiroon" } }, "translation": { "en": "And Our angels are nearer to him than you, but you do not see -", "id": "dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5064", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5064.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5064.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan betapa ngerinya kalau nyawa manusia sudah sampai di tenggorokannya. Keluarga-keluarga yang hadir datang hanya untuk melihat dan menyaksikan peristiwa tersebut sebagai pertemuan terakhir. Dalam peristiwa tersebut, keluarganya tidak dapat menyaksikan malaikat yang mencabut nyawa saudaranya, padahal ia berada di sebelahnya. Keadaan ini menggambarkan bahwa setiap insan tidak dapat mempertahankan rohnya dari malaikat maut. Ini suatu bukti bahwa baik roh maupun jasad bukan milik manusia. (86-87) Ayat-ayat ini menerangkan tentang manusia yang sedang menghadapi sakratulmaut, mereka dalam keadaan sama sekali tidak berdaya, dan manakala mereka mempunyai kesanggupan dan kemampuan, tentulah mereka dapat menahan nyawa mereka ketika sampai di tenggorokan, untuk mengembalikannya kepada keadaan semula seperti ketika keadaan sehat. Anggapan mereka bahwa hari kebangkitan dan pembalasan semuanya itu tidak ada. Kenyataannya mereka tidak berdaya menahan rohnya ketika sampai di tenggorokannya, namun mereka membangkang. (88-94) Dalam ayat ini dijelaskan keadaan manusia setelah meninggal dunia. Mereka itu terbagi atas 3 golongan yaitu: 1. Golongan orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah (al-muqarrabin) dengan mengerjakan berbagai macam ibadah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Mereka ini akan mendapat kemenangan dan kegembiraan serta memperoleh rezeki yang luas dan macam-macam nikmat, tempat kediaman mereka di surga, di mana mereka akan menikmati di dalamnya segala sesuatu yang belum pernah dipandang oleh mata, didengar oleh telinga, dan terlintas di hati. 2. Golongan kanan yakni (al-Abrar atau Ashabul-yamin) yang akan menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya. Mereka itu akan disambut dengan gembira oleh para malaikat sambil menyampaikan salam dari teman-teman mereka dari kalangan Ashabul-yamin. Dalam ayat lain, Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang berkata, \"Tuhan kami adalah Allah\" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), \"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.\" Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Fussilat/41: 30-32). 3. Golongan orang-orang kafir (Ashabusy-syimal) ialah yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, sehingga mereka tersesat dari jalan yang lurus dan akan menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya. Mereka akan ditempatkan dalam api neraka yang berkobar-kobar nyalanya, diberi minum air yang sangat panas, dan makan buah zaqqum sehingga menghancurkan isi perut dan seluruh kulit badan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5065, "inSurah": 86 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaw laaa in kuntum ghira madeeneen" } }, "translation": { "en": "Then why do you not, if you are not to be recompensed,", "id": "maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5065", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5065.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5065.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?", "long": "(86-87) Ayat-ayat ini menerangkan tentang manusia yang sedang mengha¬dapi sakratulmaut, mereka dalam keadaan sama sekali tidak berdaya, dan manakala mereka mempunyai kesanggupan dan kemampuan, tentulah mereka dapat menahan nyawa mereka ketika sampai di tenggorokan, untuk me¬¬ngem¬balikannya kepada keadaan semula seperti ketika keadaan sehat.\n\nAnggapan mereka bahwa hari kebangkitan dan pembalasan semuanya itu tidak ada. Kenyataannya, mereka tidak berdaya menahan rohnya ketika sampai di tenggorokannya, namun mereka membangkang." } } }, { "number": { "inQuran": 5066, "inSurah": 87 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tarji'oonahaaa in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Bring it back, if you should be truthful?", "id": "kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5066", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5066.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5066.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.", "long": "(86-87) Ayat-ayat ini menerangkan tentang manusia yang sedang mengha¬dapi sakratulmaut, mereka dalam keadaan sama sekali tidak berdaya, dan manakala mereka mempunyai kesanggupan dan kemampuan, tentulah mereka dapat menahan nyawa mereka ketika sampai di tenggorokan, untuk me¬¬ngem¬balikannya kepada keadaan semula seperti ketika keadaan sehat.\n\nAnggapan mereka bahwa hari kebangkitan dan pembalasan semuanya itu tidak ada. Kenyataannya, mereka tidak berdaya menahan rohnya ketika sampai di tenggorokannya, namun mereka membangkang." } } }, { "number": { "inQuran": 5067, "inSurah": 88 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ammaaa in kaana minal muqarrabeen" } }, "translation": { "en": "And if the deceased was of those brought near to Allah,", "id": "Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5067", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5067.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5067.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.", "long": "(88-94) Dalam ayat ini dijelaskan keadaan manusia setelah meninggal dunia. Mereka itu terbagi atas 3 golongan yaitu:\n\n1. Golongan orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah (al-muqarrabin) dengan mengerjakan berbagai macam ibadah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Mereka ini akan mendapat kemenangan dan kegembiraan serta memperoleh rezeki yang luas dan macam-macam nik¬mat, tempat kediaman mereka di surga, di mana mereka akan menikmati di dalamnya segala sesuatu yang belum pernah dipandang oleh mata, didengar oleh telinga, dan terlintas di hati.\n\n2. Golongan kanan yakni (al-Abrar atau Ashabul-yamin) yang akan menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya. Mereka itu akan disam¬but dengan gembira oleh para malaikat sambil menyampaikan salam dari teman-teman mereka dari kalangan Ashabul-yamin.\n\nDalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemu¬dian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergem¬biralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepa¬da¬mu.” Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu ingin¬kan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghor¬ma¬tan (bag¬i¬mu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penya¬yang. (Fussilat/41: 30-32).\n\nGolongan orang-orang kafir (Ashabusy-syimal) ialah yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, sehingga mereka tersesat dari jalan yang lurus dan akan menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya. Mereka akan ditempatkan dalam api neraka yang berkobar-kobar nyalanya, diberi minum air yang sangat panas, dan makan buah zaqqum sehingga menghan-curkan isi perut dan seluruh kulit badan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5068, "inSurah": 89 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u062d\u064c \u0648\u064e\u0631\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064c \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064f \u0646\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Farawhunw wa raihaa nunw wa jannatu na'eem" } }, "translation": { "en": "Then [for him is] rest and bounty and a garden of pleasure.", "id": "maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5068", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5068.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5068.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.", "long": "lihat ayat 88" } } }, { "number": { "inQuran": 5069, "inSurah": 90 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa ammaaa in kaana min as haabil yameen" } }, "translation": { "en": "And if he was of the companions of the right,", "id": "Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5069", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5069.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5069.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.", "long": "lihat ayat 88" } } }, { "number": { "inQuran": 5070, "inSurah": 91 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fasalaamul laka min as haabil yameen" } }, "translation": { "en": "Then [the angels will say], \"Peace for you; [you are] from the companions of the right.\"", "id": "maka, “Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!” (sambut malaikat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5070", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5070.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5070.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.", "long": "lihat ayat 88" } } }, { "number": { "inQuran": 5071, "inSurah": 92 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0627\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ammaaa in kaana minal mukazzibeenad daaalleen" } }, "translation": { "en": "But if he was of the deniers [who were] astray,", "id": "Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5071", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5071.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5071.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.", "long": "lihat ayat 88" } } }, { "number": { "inQuran": 5072, "inSurah": 93 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0646\u064f\u0632\u064f\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fanuzulum min hameem" } }, "translation": { "en": "Then [for him is] accommodation of scalding water", "id": "maka dia disambut siraman air yang mendidih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5072", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5072.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5072.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.", "long": "lihat ayat 88" } } }, { "number": { "inQuran": 5073, "inSurah": 94 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0629\u064f \u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa tasliyatu jaheem" } }, "translation": { "en": "And burning in Hellfire", "id": "dan dibakar di dalam neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5073", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5073.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5073.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.", "long": "lihat ayat 88" } } }, { "number": { "inQuran": 5074, "inSurah": 95 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Inna haaza lahuwa haqqul yaqeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, this is the true certainty,", "id": "Sungguh, inilah keyakinan yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5074", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5074.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5074.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa segala sesuatu yang telah diungkapkan dalam surah ini, baik yang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hari kebangkitan yang mereka dustakan maupun yang bertalian dengan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran adanya hal-hal yang akan terjadi setelah hari kebangkitan, yaitu yang berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan yang akan diterima oleh golongan (muqarrabin) Ashabul-yamin dan siksaan Tuhan yang akan menimpa golongan Ashabusy-syimal, semua itu adalah berita yang meyakinkan yang tidak mengandung sedikit pun hal-hal yang diragukan. Berhubungan dengan itu, manusia diperintahkan oleh Allah supaya memperbanyak ibadah dan amal saleh, antara lain dengan membaca tasbih, untuk mengagungkan Allah, Tuhan Yang Mahaagung. Dalam hubungan ayat ini terdapat hadis Nabi yang berbunyi: Tatkala turun ayat Fasabbih Bismirabbikal-'Adzim, kepada Rasulullah, beliau bersabda, \"Jadikanlah bacaan Tasbih pada saat kamu ruku' (yaitu dengan membaca Subhanarabbial-'Adzim)\", dan tatkala turun ayat Sabbihismarabbikal A'la. Rasulullah bersabda, \"Jadikanlah bacaan Tasbih ini ketika kamu sujud (yaitu dengan membaca Subhanarabbial-A'la)\" (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani)" } } }, { "number": { "inQuran": 5075, "inSurah": 96 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 471, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fasabbih bismi rabbikal 'azeem" } }, "translation": { "en": "So exalt the name of your Lord, the Most Great.", "id": "Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5075", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5075.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5075.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.1. Apa yang di langit, baik makhluk hidup seperti burung maupun makhluk mati semisal planet, bintang, bulan, dan matahari, dan demi-kian juga makhluk di bumi; mereka bertasbih kepada Allah untuk mengakui kebesaran dan kesucian-Nya. Dialah yang Mahaperkasa atas semua makhluk, lagi Mahabijaksana dalam menetapkan ketentuan dan hukum bagi mereka.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa segala sesuatu yang telah diungkapkan dalam surah ini, baik yang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hari kebangkitan yang mereka dustakan maupun yang bertalian dengan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran adanya hal-hal yang akan terjadi setelah hari kebangkitan, yaitu yang berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan yang akan diterima oleh golongan (muqarrabin) Ashabul-yamin dan siksaan Tuhan yang akan menimpa golongan Ashabusy-syimal, semua itu adalah berita yang meyakinkan yang tidak mengandung sedikit pun hal-hal yang diragukan. Berhubungan dengan itu, manusia diperintahkan oleh Allah supaya memperbanyak ibadah dan amal saleh, antara lain dengan membaca tasbih, untuk mengagungkan Allah, Tuhan Yang Mahaagung. Dalam hubungan ayat ini terdapat hadis Nabi yang berbunyi: Tatkala turun ayat Fasabbih Bismirabbikal-'Adzim, kepada Rasulullah, beliau bersabda, \"Jadikanlah bacaan Tasbih pada saat kamu ruku' (yaitu dengan membaca Subhanarabbial-'Adzim)\", dan tatkala turun ayat Sabbihismarabbikal A'la. Rasulullah bersabda, \"Jadikanlah bacaan Tasbih ini ketika kamu sujud (yaitu dengan membaca Subhanarabbial-A'la)\" (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani)" } } } ] }, { "number": 57, "sequence": 94, "numberOfVerses": 29, "name": { "short": "الحديد", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062d\u062f\u064a\u062f", "transliteration": { "en": "Al-Hadid", "id": "Al-Hadid" }, "translation": { "en": "The Iron", "id": "Besi" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Hadiid terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Az Zalzalah. Dinamai Al Hadiid (Besi), diambil dari perkataan Al Hadiid yang terdapat pada ayat 25 surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5076, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0628\u0651\u064e\u062d\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Sabbaha lillaahi maa fissamaawaati wal ardi wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Whatever is in the heavens and earth exalts Allah, and He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5076", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5076.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5076.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang di langit, baik makhluk hidup seperti burung maupun makhluk mati semisal planet, bintang, bulan, dan matahari, dan demi-kian juga makhluk di bumi; mereka bertasbih kepada Allah untuk mengakui kebesaran dan kesucian-Nya. Dialah yang Mahaperkasa atas semua makhluk, lagi Mahabijaksana dalam menetapkan ketentuan dan hukum bagi mereka.2. Allah adalah Pencipta semua makhluk, karena itu hanya milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Dia berkuasa menghidupkan dan mematikan apa saja sesuai kehendak-Nya, dan Dia Mahakuasa untuk menentukan apa yang Dia inginkan atas segala sesuatu.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa semua yang diciptakan Allah, baik yang berada di langit maupun yang berada di bumi seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, batu dan lain-lain yang bernyawa atau pun tidak, seharusnya setiap waktu dengan tulus dan ikhlas bertasbih kepada-Nya, menyatakan kebesaran-Nya, dan mengakui bahwa Dia-lah yang Mahakuasa. Semuanya tunduk menyembah serta mematuhi segala perintah-Nya. Jika demikian, manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal seharusnya menyucikan Allah, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam ayat lain yang menunjukkan kedudukan makhluk, Allah berfirman: \n\nLangit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (al-Isra'/17: 44) \n\nDia pulalah Yang Mahaperkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat menyaingi-Nya. Dia Mahabijaksana menciptakan, memerintah dan mengatur makhluk-Nya dengan peraturan yang sudah ditentukanNya, yang sesuai dengan kehendak-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5077, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Lahoo mulkus samaawaati wal ardi yuhyee wa yumeetu wa Huwa 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "His is the dominion of the heavens and earth. He gives life and causes death, and He is over all things competent.", "id": "Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5077", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5077.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5077.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah adalah Pencipta semua makhluk, karena itu hanya milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Dia berkuasa menghidupkan dan mematikan apa saja sesuai kehendak-Nya, dan Dia Mahakuasa untuk menentukan apa yang Dia inginkan atas segala sesuatu.3. Sebagai Pencipta, Dialah Yang Awal tanpa permulaan, dan Dia pula Yang Akhir karena Dia abadi tanpa batas akhir bagi eksistensinya. Selain itu, Dia adalah Yang Zahir dan mengetahui apa saja yang tampak, dan Yang Batin dan mengetahui apa saja yang disembunyikan atau yang tersirat dalam hati. Dia lebih dekat kepada makhluk daripada dirinya sendiri, dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu di alam semesta.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dia-lah yang berkuasa melakukan sesuatu atas makhluk-Nya, menciptakan, menghidupkan dan mematikan, memberikan rezeki kepada siapa saja yang kehendaki-Nya, sesuai dengan keadaan yang dikehendaki-Nya. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi. Hal ini mengharuskan manusia beribadah dan meminta pertolongan kepadaNya." } } }, { "number": { "inQuran": 5078, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 27, "page": 537, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0646\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Huwal Awwalu wal'Aakhiru waz Zaahiru wal Baatinu wa huwa bikulli shai'in Aleem" } }, "translation": { "en": "He is the First and the Last, the Ascendant and the Intimate, and He is, of all things, Knowing.", "id": "Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5078", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5078.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5078.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai Pencipta, Dialah Yang Awal tanpa permulaan, dan Dia pula Yang Akhir karena Dia abadi tanpa batas akhir bagi eksistensinya. Selain itu, Dia adalah Yang Zahir dan mengetahui apa saja yang tampak, dan Yang Batin dan mengetahui apa saja yang disembunyikan atau yang tersirat dalam hati. Dia lebih dekat kepada makhluk daripada dirinya sendiri, dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu di alam semesta.4. Dialah yang menciptakan langit dan bumi beserta semua yang ada di dalam dan di antara keduanya dalam enam masa; kemudian setelah penciptaan itu Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur urusan makhluk-Nya. Apa saja yang terjadi pada ciptaan-Nya tidak pernah luput dari pengetahuan-Nya. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, seperti hewan yang menyusup, dan apa yang keluar dari dalamnya, seperti tanaman yang tumbuh. Dia mengetahui pula apa yang turun dari langit, seperti air hujan, dan apa yang naik ke sana, seperti kebajikan dan doa manusia. Wajib diyakini bahwa Allah itu ada dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan; tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menyatakan bahwa Dialah Yang Awal, yang telah ada sebelum segala sesuatunya ada, karena Dia-lah yang menjadikannya, dan yang menciptakannya. Dia-lah Yang ¨ahir, yang nyata adanya, karena banyaknya buktibukti tentang adanya. Dialah Yang Mahatinggi dari apa saja, tidak ada sesuatu pun yang lebih tinggi daripada-Nya. Dia-lah Yang Batin, Yang hakikat Zat-Nya tidak dapat digambarkan oleh akal. Dia mengetahui semua yang tersimpan, yang tidak nyata dan segala yang tersembunyi. Dia yang paling dekat kepada apa yang telah diciptakan-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat kepada makhluk-Nya selain Dia; sebagaimana firmanNya: \n\nDan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Qaf/50: 16) \n\nDalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah: Fatimah datang kepada Nabi saw meminta seorang pembantu, lalu Nabi menyuruhnya berdoa, \"Ya Allah, Tuhan segala sesuatu, yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur'an, yang membelah bijibijian. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan setiap sesuatu. Engkaulah yang mengaturnya. Engkaulah Zat yang awal yang tidak ada sebelum-Mu sesuatu apa pun, Engkaulah Zat yang akhir yang tidak ada sesudah-Mu sesuatu apa pun. Engkaulah adz-¨ahir yang tidak ada sesuatu pun di atas-Mu, dan Engkaulah al-Bathin yang tidak ada sesuatu apa pun di bawah-Mu. Lunasilah hutang kami dan cukupilah kebutuhan kami. (Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 5079, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 27, "page": 538, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062a\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u06da \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0650\u062c\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0632\u0650\u0644\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Huwal lazee khalaqas samaawaati wal arda fee sittati ayyaamin summas tawaa 'alal 'Arsh; ya'lamu maa yaliju filardi wa maa yakhruju minhaa wa maa yanzilu minas samaaa'i wa maa ya'ruju feeha wa Huwa ma'akum ayna maa kuntum; wallaahu bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "It is He who created the heavens and earth in six days and then established Himself above the Throne. He knows what penetrates into the earth and what emerges from it and what descends from the heaven and what ascends therein; and He is with you wherever you are. And Allah, of what you do, is Seeing.", "id": "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5079", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5079.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5079.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah yang menciptakan langit dan bumi beserta semua yang ada di dalam dan di antara keduanya dalam enam masa; kemudian setelah penciptaan itu Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur urusan makhluk-Nya. Apa saja yang terjadi pada ciptaan-Nya tidak pernah luput dari pengetahuan-Nya. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, seperti hewan yang menyusup, dan apa yang keluar dari dalamnya, seperti tanaman yang tumbuh. Dia mengetahui pula apa yang turun dari langit, seperti air hujan, dan apa yang naik ke sana, seperti kebajikan dan doa manusia. Wajib diyakini bahwa Allah itu ada dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan; tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.5. Allah adalah Pencipta semua makhluk, karena itu milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Semua berasal dari-Nya dan hanya kepada Allah segala urusan yang terkait dengan makhluk dikembalikan.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi beserta semua yang terdapat pada keduanya. Dialah yang mengaturnya dengan sistem yang telah ditentukan-Nya dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy yang sesuai dengan kebesaran dan kesucian-Nya. Dari sanalah diatur seluruh kerajaan dengan hikmat dan bijaksana. Dianugerahkan-Nya kepada sebagian hamba-hamba-Nya petunjuk-petunjuk yang dapat membawa mereka kepada jalan yang sempurna untuk mengabdi dan bersyukur kepadaNya sehingga mereka dapat hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Dia mengetahui semua makhluk-Nya yang masuk ke dalam bumi, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya dan Dia pun mengetahui apa-apa yang keluar dari bumi, yang berupa tumbuhtumbuhan, tanam-tanaman dan buah-buahan serta benda yang berupa emas, perak, minyak bumi dan lain-lain sebagainya. Dalam ayat yang lain Allah berfirman: \n\nDan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (al-An'am/6: 59) \n\nAllah mengetahui apa yang turun dari langit seperti hujan, malaikat dan amal perbuatan yang baik, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut ini: \n\nBarang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataanperkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (Fathir/35: 10) \n\nAllah melihat segala perbuatan manusia di mana pun ia berada. Dia mengawasi manusia, mendengar perkataannya, mengetahui apaapa yang manusia sembunyikan dan yang tergerak dalam hatinya, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut ini: \n\nSama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari. (ar-Ra'd/13: 10)" } } }, { "number": { "inQuran": 5080, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 27, "page": 538, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0631\u0652\u062c\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Lahoo mulkus samaawaati wal ard; wa ilal laahi turja'ul umoor" } }, "translation": { "en": "His is the dominion of the heavens and earth. And to Allah are returned [all] matters.", "id": "Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5080", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5080.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5080.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah adalah Pencipta semua makhluk, karena itu milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Semua berasal dari-Nya dan hanya kepada Allah segala urusan yang terkait dengan makhluk dikembalikan.6. Di antara tanda kekuasaan Allah adalah pergantian waktu. Dia memasukkan sebagian waktu malam ke dalam siang sehingga waktunya lebih panjang saat musim panas, dan memasukkan siang ke dalam malam sehingga waktunya lebih lama saat musim dingin. Dia mengatur semua yang ada dan Dia Maha mengetahui segala isi hati, baik yang kemudian diungkapkan maupun yang terus disembunyikan.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kerajaan langit dan bumi beserta segala yang berada pada keduanya adalah kepunyaanNya. Dialah yang mengatur keduanya dengan hikmat bijaksana dan keputusan-Nyalah yang berlaku atas keduanya sesuai dengan kehendak dan ketentuan-Nya, serta kepada-Nya semua makhluk dan segala urusan akan kembali. Sebagaimana firman-Nya di dalam ayatayat berikut ini: \n\nDan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu. (al-Lail/92: 13) \n\nDan Allah berfirman: \n\nDan Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan. (al-Qasas/28: 70)" } } }, { "number": { "inQuran": 5081, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 27, "page": 538, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0648\u0644\u0650\u062c\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Yoolijul laila fin nahaari wa yoolijun nahaara fil lail; wa Huwa 'Aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "He causes the night to enter the day and causes the day to enter the night, and he is Knowing of that within the breasts.", "id": "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5081", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5081.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5081.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara tanda kekuasaan Allah adalah pergantian waktu. Dia memasukkan sebagian waktu malam ke dalam siang sehingga waktunya lebih panjang saat musim panas, dan memasukkan siang ke dalam malam sehingga waktunya lebih lama saat musim dingin. Dia mengatur semua yang ada dan Dia Maha mengetahui segala isi hati, baik yang kemudian diungkapkan maupun yang terus disembunyikan. 7. Bila sebelumnya Allah memperlihatkan bukti-bukti kekuasaan-Nya, pada ayat ini Allah menganjurkan orang mukmin untuk berinfak. Wahai manusia, berimanlah kamu kepada Allah yang telah menciptakanmu dan kepada Rasul yang diutus-Nya untuk menyampaikan tuntunan-Nya, dan infakkanlah sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya, kepada orang yang berhak. Sesungguhnya dalam hartamu itu terdapat bagian Allah bagi mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya di antara kamu dan menginfakkan sebagian dari hartanya di jalan Allah akan memperoleh pahala yang besar, baik di dunia maupun akhirat.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam sesuai dengan kebijaksanaan dan ketentuan yang dikehendaki-Nya. Kadang-kadang siang lebih panjang dari malam, kadang-kadang malam lebih panjang dari siang serta kadang-kadang sama panjangnya. Dijadikan-Nya musim panas, musim dingin, musim semi dan musim gugur, yang bermanfaat bagi hamba-Nya, dan sesuai dengan rencana-Nya. Dia-lah yang mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi sampai kepada benda yang paling kecil dan Dia juga mengetahui apa yang tergerak dalam hati dan keinginan hamba-Nya sebagaimana Ia dapat mengetahui perbuatan-perbuatan mereka yang baik dan yang buruk. Dengan ini Allah mendorong kita untuk berpikir secara mendalam dan teliti segala yang bermanfaat secara sungguh-sungguh lalu kemudian bersyukur atas karunia dan nikmat yang telah dianugerahkan-Nya yang memberikan keberuntungan bagi kita di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5082, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 27, "page": 538, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Aaaminoo billaahi wa Rasoolihee wa anfiqoo mimmaa ja'alakum mustakh lafeena feehi fallazeena aamanoo minkum wa anfaqoo lahum ajrun kabeer" } }, "translation": { "en": "Believe in Allah and His Messenger and spend out of that in which He has made you successors. For those who have believed among you and spent, there will be a great reward.", "id": "Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5082", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5082.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5082.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bila sebelumnya Allah memperlihatkan bukti-bukti kekuasaan-Nya, pada ayat ini Allah menganjurkan orang mukmin untuk berinfak. Wahai manusia, berimanlah kamu kepada Allah yang telah menciptakanmu dan kepada Rasul yang diutus-Nya untuk menyampaikan tuntunan-Nya, dan infakkanlah sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya, kepada orang yang berhak. Sesungguhnya dalam hartamu itu terdapat bagian Allah bagi mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya di antara kamu dan menginfakkan sebagian dari hartanya di jalan Allah akan memperoleh pahala yang besar, baik di dunia maupun akhirat.8. Dan mengapa kamu, wahai manusia, tidak beriman kepada Allah Yang Maha Pencipta, padahal Rasul mengajak dan menyeru kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan sungguh, Dia telah mengambil janji setia-mu untuk bertauhid kepada-Nya. Kamu tentu akan menepati janji itu jika kamu adalah orang-orang mukmin.", "long": "Pada ayat ini Allah swt memerintahkan agar beriman kepadaNya dan rasul-Nya menafkahkan harta-harta yang mereka miliki, karena harta dan anak itu adalah titipan Allah pada seseorang, tentu saja pada suatu hari titipan tersebut akan diambil kembali. Syu'bah berkata, \"Aku mendengar Qatadah menceritakan tentang Muththarif yang menemui Nabi saw, beliau membaca Surah atTakatsur, lalu berkata: Manusia berkata, \"Hartaku, hartaku.\" Hartamu hanya yang telah engkau makan lalu habis, atau pakaian yang engkau pakai lalu menjadi usang, atau sesuatu yang engkau sedekahkan lalu menjadi kekal (tetap). Maka selain dari itu akan lenyap dan untuk orang lain. (Riwayat Muslim) \n\nKemudian Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah membenarkan rasul-Nya serta menginfakkan hartaharta yang jatuh menjadi milik dari peninggalan orang terdahulu, mereka ini akan mendapat pahala yang besar yang tidak pernah dilihat dan tergores di hati." } } }, { "number": { "inQuran": 5083, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 27, "page": 538, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0645\u0650\u064a\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa lakum laa tu'minoona billaahi war Rasoolu yad'ookum lituu'minoo bi Rabbikum wa qad akhaza meesaaqakum in kuntum mu'mineen" } }, "translation": { "en": "And why do you not believe in Allah while the Messenger invites you to believe in your Lord and He has taken your covenant, if you should [truly] be believers?", "id": "Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5083", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5083.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5083.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mengapa kamu, wahai manusia, tidak beriman kepada Allah Yang Maha Pencipta, padahal Rasul mengajak dan menyeru kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan sungguh, Dia telah mengambil janji setia-mu untuk bertauhid kepada-Nya. Kamu tentu akan menepati janji itu jika kamu adalah orang-orang mukmin.9. Sungguh, Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang, yaitu Al-Qur’an, yang diwahyukan kepada hamba-Nya untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan, yaitu kekafiran dan kemungkaran, kepada cahaya petunjuk menuju keimanan dan kebajikan. Dan sungguh, terhadap kamu Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang, baik di dunia maupun akhirat.", "long": "Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang yang tidak beriman dengan menyatakan, apakah alasan tidak beriman kepada Allah, sedangkan rasul-Nya berada di tengah-tengah kamu yang mengajakmu beriman dan mengesakan-Nya dengan mengemukakan bukti-bukti nyata. Mengenai keimanan manusia ini Nabi saw pernah bersabda: Menurut kalian, siapakah yang paling mengagumkan keimanannya? Mereka (para sahabat) menjawab, \"Malaikat.\" Nabi bersabda, \"Bagaimana mungkin mereka tidak beriman sedangkan mereka di sisi Tuhannya.\" Lalu mereka menjawab, \"Para Nabi.\" Nabi menjawab, \"Bagaimana mungkin mereka tidak beriman sedangkan mereka menerima wahyu.\" Lalu mereka berkata, \"Kalau begitu, kamilah orangnya.\" Nabi menjawab, \"Bagaimana mungkin kalian tidak akan beriman sedangkan aku berada di tengah-tengah kalian. Iman seseorang yang paling mengagumkan ialah mereka yang datang sesudah kalian, membaca Al-Qur'an dan mengimaninya.\" (Riwayat al-Bukhari) \n\nSelanjutnya Allah mencela orang-orang kafir, mengapa kamu tidak beriman, padahal Allah telah memperlihatkan bukti ketauhidan-Nya di alam semesta baik secara ratio maupun secara logika. Bumi, langit, laut, daratan dan semua ciptaan Allah yang kamu saksikan baik pada diri kamu maupun pada semua ciptaan-Nya adalah bukti yang nyata jika kamu benar-benar berpegang kepadaNya. Maksudnya adalah bukti wajib beriman kepada Allah dan RasulNya terdapat pada seluruh benda ciptaan-Nya serta para rasul telah membuktikan kebenaran dakwah mereka dan mukjizat-mukjizat, tetapi apa sebabnya lagi kamu tidak mau beriman?" } } }, { "number": { "inQuran": 5084, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 27, "page": 538, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0646\u064e\u0632\u0651\u0650\u0644\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Huwal lazee yunazzilu 'alaa 'abdiheee Aayaatim baiyinaatil liyukhrijakum minaz zulumaati ilan noor; wa innal laaha bikum la Ra'oofur Raheem" } }, "translation": { "en": "It is He who sends down upon His Servant [Muhammad] verses of clear evidence that He may bring you out from darknesses into the light. And indeed, Allah is to you Kind and Merciful.", "id": "Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5084", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5084.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5084.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang, yaitu Al-Qur’an, yang diwahyukan kepada hamba-Nya untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan, yaitu kekafiran dan kemungkaran, kepada cahaya petunjuk menuju keimanan dan kebajikan. Dan sungguh, terhadap kamu Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang, baik di dunia maupun akhirat.10. Dalam hartamu ada bagian Allah yang mesti kamu infakkan. Lalu, mengapa kamu kikir dan mengapa kamu tidak menginfakkan sebagian hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Dialah yang menciptakannya dan semua yang ada di antara keduanya. Ketahuilah, tidak akan sama orang yang menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan Mekah. Dengan kebajikan dan perjuangannya itu mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan sebagian hartanya dan berpe-rang setelah penaklukan kota Mekah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka balasan yang lebih baik sesuai amal dan niat masing-masing. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu lakukan kapan dan di mana pun. Dia akan memberi balasan atasnya dengan setimpal.", "long": "Ayat ini menerangkan mengapa orang kafir tidak beriman padahal Allah telah mengutus rasul-Nya dengan membawa bukti yang nyata agar dapat mengeluarkan mereka dari kegelapan, kekafiran kepada nur iman dan dari alam kesesatan kepada petunjuk. Dengan rahmat-Nya pula maka manusia diajak memikirkan keajaiban ciptaan-Nya agar keimanan semakin sempurna." } } }, { "number": { "inQuran": 5085, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 27, "page": 538, "manzil": 7, "ruku": 472, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u064a\u0631\u064e\u0627\u062b\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064e \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0638\u064e\u0645\u064f \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa lakum allaa tunfiqoo fee sabeelil laahi wa lillaahi meeraasus samaawaati wal-ard; laa yastawee minkum man anfaqa min qablil fat-hi wa qaatal; ulaaaika a'zamu darajatam minal lazeena anfaqoo mim ba'du wa qaataloo; wa kullanw wa'adallaahul husnaa; wallaahu bimaa ta'maloona Khabeer" } }, "translation": { "en": "And why do you not spend in the cause of Allah while to Allah belongs the heritage of the heavens and the earth? Not equal among you are those who spent before the conquest [of Makkah] and fought [and those who did so after it]. Those are greater in degree than they who spent afterwards and fought. But to all Allah has promised the best [reward]. And Allah, with what you do, is Acquainted.", "id": "Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5085", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5085.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5085.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam hartamu ada bagian Allah yang mesti kamu infakkan. Lalu, mengapa kamu kikir dan mengapa kamu tidak menginfakkan sebagian hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Dialah yang menciptakannya dan semua yang ada di antara keduanya. Ketahuilah, tidak akan sama orang yang menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan Mekah. Dengan kebajikan dan perjuangannya itu mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan sebagian hartanya dan berpe-rang setelah penaklukan kota Mekah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka balasan yang lebih baik sesuai amal dan niat masing-masing. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu lakukan kapan dan di mana pun. Dia akan memberi balasan atasnya dengan setimpal.11. Untuk mendorong agar manusia gemar bersedekah, Allah menetap-kan bahwa barang siapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, berupa kebajikan atau sedekah kepada orang lain, maka Allah akan mengembalikannya dengan jumlah yang berlipat ganda untuknya. Dan selain itu, baginya akan dikaruniakan pahala yang mulia dari Allah.", "long": "Setelah Allah mencela mereka karena tidak mau beriman, maka pada ayat ini Allah mencela mereka karena tidak mau berinfak di jalan-Nya. Mengapa manusia tidak mau membelanjakan harta yang dikaruniai Allah pada jalan-Nya, sedangkan hartanya itu akan kembali kepada Allah. Bila ia tidak menginfakkan pada jalan-Nya berarti ia tidak yakin bahwa semua harta tersebut pada hakikatnya milik Allah, karena langit dan bumi serta semua isinya akan kembali kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5086, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 27, "page": 538, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0642\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u0650\u0641\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "man zal lazee yuqridul laaha qardan hasanan fa yudaa'ifahoo lahoo wa lahooo ajrun kareem" } }, "translation": { "en": "Who is it that would loan Allah a goodly loan so He will multiply it for him and he will have a noble reward?", "id": "Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5086", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5086.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5086.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk mendorong agar manusia gemar bersedekah, Allah menetap-kan bahwa barang siapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, berupa kebajikan atau sedekah kepada orang lain, maka Allah akan mengembalikannya dengan jumlah yang berlipat ganda untuknya. Dan selain itu, baginya akan dikaruniakan pahala yang mulia dari Allah.12. Usai menerangkan fadilah berinfak di jalan Allah, melalui ayat berikut Allah menjelaskan balasan di akhirat bagi orang yang berinfak. Ingatlah pada hari ketika engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan di akhirat, betapa cahaya mereka yang terang bersinar di depan dan di samping kanan mereka sebagai balasan atas kebajikan dan kepatuhan mereka. Dikatakan kepada mereka, “Pada hari ini ada berita gembira untukmu. Allah menganugerahkan kepadamu surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan air, susu yang tidak berubah rasa, khamr yang lezat, dan madu. Mereka semua kekal di dalamnya. Demikian itulah anugerah dan kemenangan yang agung dari Allah.”", "long": "Setelah Allah mencela mereka karena tidak mau beriman, maka pada ayat ini Allah mencela mereka karena tidak mau berinfak di jalan-Nya. Mengapa manusia tidak mau membelanjakan harta yang dikaruniai Allah pada jalan-Nya, sedangkan hartanya itu akan kembali kepada Allah. Bila ia tidak menginfakkan pada jalan-Nya berarti ia tidak yakin bahwa semua harta tersebut pada hakikatnya milik Allah, karena langit dan bumi serta semua isinya akan kembali kepada-Nya. Allah memerintahkan kepada manusia menginfakkan hartanya pada jalan Allah sebelum mati, agar menjadi simpanan di sisi Allah. Hal yang demikian itu tidak dapat dilakukan manusia sesudah mati karena semua harta akan kembali kepada Allah Pemilik sekalian alam. Selanjutnya Allah swt menyatakan perbedaan derajat yang diperoleh orang-orang yang berinfak karena perbedaan kondisi dan situasi mereka dalam mengerjakannya. Bahwa derajat orang-orang yang berinfak dan hijrah sebelum pembebasan Mekah lebih tinggi dari derajat orang yang berinfak dan berhijrah sesudah itu, karena pada masa sebelum pembebasan Mekah manusia dalam keadaan susah dan selalu terancam. Tidak ada yang akan beriman dan berinfak kecuali orang-orang yang betul-betul sadar, tetapi sesudah pembebasan Mekah, Islam telah berkembang dan manusia berduyunduyun mengikutinya. Derajat mereka yang berjihad dan berinfak sebelum pembebasan Mekah lebih besar dari pahala yang diperoleh orang-orang yang berjihad dan berinfak sesudahnya. Qatadah berkata, \"Ada dua jihad, yang satu lebih tinggi nilainya dari yang lain, dan ada dua macam infak yang satu lebih utama dari yang lain; jihad dan infak sebelum pembebasan Mekah lebih utama dari jihad dan infak sesudahnya.\" Tetapi walau bagaimanapun untuk masing-masing yang berjihad dan berinfak sebelum atau sesudah pembebasan Mekah ada pahalanya meskipun terdapat perbedaan antara besar dan kecil pahala tersebut. Dalam ayat lain yang hampir sama maksudnya. Allah berfirman: \n\nTidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (an-Nisa'/4: 95) Telah diriwayatkan, bahwa telah terjadi perselisihan kata antara Khalid bin al-Walid dengan 'Abdurrahman bin 'Auf, lalu Khalid berkata kepada Abdurrahman, \"Kamu menganggap dirimu lebih mulia daripada kami, karena kamu lebih dahulu menjadi pengikut Nabi Muhammad saw daripada kami.\" Kemudian ucapan Khalid itu diketahui oleh Nabi, lalu beliau bersabda Biarkan aku yang menilai sahabat-sahabatku. Demi Allah, yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, seandainya kamu menginfakkan emas sebesar bukit Uhud atau sebesar gunung tidak akan kamu mencapai pahala amal perbuatan mereka. (Riwayat Ahmad dari Anas) Janganlah kamu mencaci maki sahabat-sahabatku, demi Allah Tuhan yang nyawa Muhammad dalam kekuasaan-Nya, seandainya salah seorang dari kamu menginfakkan emas sebesar bukit Uhud, tidak akan ia mencapai satu mud yang mereka sedekahkan dan tidak pula separuhnya.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri) \n\nAllah berfirman: Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (atTaubah/9: 100) \n\nSebagai penutup ayat ini, Allah memperingatkan bahwa Dia mengetahui semua keadaan manusia, lahir dan batin, karena itu Dia akan memberi balasan yang setimpal. Karena pengetahuan-Nya itu, maka Allah melebihkan pahala infak dan juga jihad sebelum pembebasan Mekah atas pahala infak dan berjihad sesudahnya, keikhlasan berinfak dan berjihad lebih berat dalam keadaan susah dan sulit. Dalam hal ini Abu Bakar adalah yang paling berbahagia karena beliau telah menafkahkan seluruh hartanya dalam rangka menuntut keridaan Allah semata.\n\n(11) Allah mengajak berinfak pada jalan-Nya serta menjanjikan kepada orang yang mau melakukannya. Siapa saja yang berinfak pada jalan Tuhannya dengan harapan mendapat pahala, maka Tuhannya akan melipatgandakan pahala infaknya itu dengan memberikan satu kebajikan menjadi tujuh ratus kali dan akan memperoleh balasan yang tidak terhingga di dalam surga. Ibnu Mas'ud berkata, \"Ketika sebelum ayat ini turun, Abu Dahdah al-Ansari bertanya kepada Nabi saw. \"Wahai Rasulullah, menurut pengertian saya, bahwa Allah sesungguhnya menghendaki pinjaman.\" \"Ya, benar, hai Abu Dahdah,\" jawab Nabi Muhammad saw. \"Ya Rasulullah ulurkanlah tanganmu,\" lalu dipegangnya tangan beliau sambil berkata, \"Ya Rasulullah kebun kurma saya kupinjamkan kepada Allah. Di dalamnya ada tujuh ratus batang kurma dan tinggal di sana istri Abu Dahdah bersama anak-anaknya lalu dikatakannya kepada istrinya. \"Keluarlah engkau dari kebun ini wahai istriku bersama anak-anakmu karena sesungguhnya aku telah meminjamkan kebun kita ini kepada Allah,\" istrinya menjawab, \"Sungguh benar kabarmu hai Abu Dahdah.\" Lalu keluarlah istri dan anak-anaknya dari kebun itu. Lalu Nabi Muhammad saw bersabda, \"Alangkah banyaknya mata air di dalam surga kepunyaan Abu Dahdah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5087, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 27, "page": 539, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Yawma taral mu'mineena walmu'minaati yas'aa nooruhum baina aydeehim wa biaymaanihim bushraakumul yawma jannaatun tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feeha; zaalika huwal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "On the Day you see the believing men and believing women, their light proceeding before them and on their right, [it will be said], \"Your good tidings today are [of] gardens beneath which rivers flow, wherein you will abide eternally.\" That is what is the great attainment.", "id": "pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5087", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5087.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5087.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menerangkan fadilah berinfak di jalan Allah, melalui ayat berikut Allah menjelaskan balasan di akhirat bagi orang yang berinfak. Ingatlah pada hari ketika engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan di akhirat, betapa cahaya mereka yang terang bersinar di depan dan di samping kanan mereka sebagai balasan atas kebajikan dan kepatuhan mereka. Dikatakan kepada mereka, “Pada hari ini ada berita gembira untukmu. Allah menganugerahkan kepadamu surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan air, susu yang tidak berubah rasa, khamr yang lezat, dan madu. Mereka semua kekal di dalamnya. Demikian itulah anugerah dan kemenangan yang agung dari Allah.”13. Balasan bagi orang yang memberi Allah pinjaman yang baik juga akan terlihat pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah dan jangan tinggalkan kami! Kami ingin mengambil cahayamu untuk menerangi kami.” Dikatakan kepada mereka dengan nada mengejak, “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya yang menyinari dirimu.” Lalu di antara mereka dipasang dinding pemisah yang berpintu. Di sebelah dalam dinding itu ada rahmat dan anugerah bagi orang yang beriman dan beramal saleh, dan di luarnya hanya ada azab dan hukuman bagi orang munafik.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang Mukmin akan memperoleh pahala yang besar di akhirat, yaitu diberikan cahaya di hadapan dan dikanannya sesuai kadar amal saleh yang dilakukan, yang mengantarkan ke surga. Dalam sebuah hadis disebutkan: Mereka menerima cahayanya sesuai dengan kadar amalannya. Mereka melewati as-sirath. Di antara mereka ada yang cahayanya sebesar gunung, ada pula yang sebesar pohon kurma, sedangkan cahaya yang paling kecil sebesar jari ibu, kadang menyala kadang padam. (Riwayat Ibnu Jarir, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqi) \n\nMereka membersihkan jiwa mereka dengan tauhid dan beramal saleh, tidak mempersekutukan-Nya, sehingga kembali kepada-Nya dengan jiwa yang ikhlas serta menerima buku catatan amal perbuatan mereka dengan tangan kanan, sebagaimana Allah menyatakan dalam firman-Nya: \n\nMaka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (al-Insyiqaq/84: 7-9) Ketika itu malaikat berkata kepada orang Mukmin, \"Bergembiralah kamu dengan memasuki surga yang mengalir di dalamnya sungai sebagai balasan yang setimpal dengan amal perbuatan kamu dan usaha kamu untuk menjauhkan diri dari syirik dan dosa, oleh karena zikirmu yang terus-menerus, maka berbahagialah kamu dalam amal perbuatanmu itu.\" Dalam ayat lain Allah menyatakan: \n\n(Yaitu) surga-surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasanganpasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), \"Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.\" Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra'd/13: 23-24) Sebagai penutup ayat ini, Allah menyatakan bahwa kehebatan hidup dalam surga yang keadaannya telah diketahui orang Mukmin adalah suatu kemenangan besar yang diidam-idamkan, setelah mereka bebas dari siksa Allah. (" } } }, { "number": { "inQuran": 5088, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 27, "page": 539, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u0633\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0636\u064f\u0631\u0650\u0628\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0633\u064f\u0648\u0631\u064d \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0627\u0628\u064c \u0628\u064e\u0627\u0637\u0650\u0646\u064f\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u0650\u0628\u064e\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Yawma yaqoolul munaa fiqoona walmunaafiqaatu lillazeena aamanun zuroonaa naqtabis min noorikum qeelarji'oo waraaa'akum faltamisoo nooran faduriba bainahum bisooril lahoo baab, baatinuhoo feehir rahmatu wa zaahiruhoo min qibalihi-'azaab" } }, "translation": { "en": "On the [same] Day the hypocrite men and hypocrite women will say to those who believed, \"Wait for us that we may acquire some of your light.\" It will be said, \"Go back behind you and seek light.\" And a wall will be placed between them with a door, its interior containing mercy, but on the outside of it is torment.", "id": "Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka) dikatakan, ”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5088", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5088.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5088.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Balasan bagi orang yang memberi Allah pinjaman yang baik juga akan terlihat pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah dan jangan tinggalkan kami! Kami ingin mengambil cahayamu untuk menerangi kami.” Dikatakan kepada mereka dengan nada mengejak, “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya yang menyinari dirimu.” Lalu di antara mereka dipasang dinding pemisah yang berpintu. Di sebelah dalam dinding itu ada rahmat dan anugerah bagi orang yang beriman dan beramal saleh, dan di luarnya hanya ada azab dan hukuman bagi orang munafik.14. Begitu mendapati azab, orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami di dunia dahulu bersama kamu?” Mereka yang beriman menjawab, “Benar, tetapi kamu selalu mencelakakan dirimu sendiri dengan melakukan perbuatan yang tidak patut dan hanya menunggu kehancuran kami dengan pengkhianatanmu, dan kamu meragukan janji Allah dan seringkali kamu ditipu oleh angan-angan kosong sampai pada akhirnya datanglah ketetapan Allah; dan setan penipu datang memperdaya kamu tentang Allah sehingga kamu terus berada dalam keraguan.", "long": "Setelah Allah menyatakan keadaan orang-orang Mukmin pada hari Kiamat. Pada ayat ini Allah mengungkapkan bahwa orang-orang munafik pada hari Kiamat itu berseru kepada orang-orang beriman yang mendapatkan keridaan-Nya dan menjadi penghuni surga. \"Tunggulah kami sehingga kita bersama menemui Allah serta biarkanlah mengambil sedikit dari cahaya kamu agar kami dapat keluar melalui sinar kamu dari azab yang pedih.\" Lalu permintaan ini dijawab dengan jawaban yang memutuskan harapan mereka serta menimbulkan kesedihan dan kesesalan, yaitu, \"Tetaplah kamu di mana kamu berada, carilah di sana cahaya dan jangan mengharapkannya dari kami apa yang telah kami perbuat untuk diri kami dari amal saleh, karena tidak akan memberi manfaat bagi seseorang kecuali amal saleh sendiri.\" Yang demikian itu adalah olokan terhadap mereka sebagaimana mereka memperolok-olokkan orang-orang Mukmin semasa di dunia ketika mereka berkata: Kami beriman, padahal mereka tidak beriman. Inilah yang dikehendaki dengan firman-Nya; Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan. (al-Baqarah/2: 15) Maka untuk memberi balasan semua perbuatan mereka, ditetapkanlah bagian yang membatasi tempat orang-orang Mukmin dan orang-orang munafik. Bagian yang ditempati orang-orang Mukmin adalah surga yang penuh dengan kenikmatan, sebaliknya bagian yang ditempati oleh orang-orang munafik adalah neraka yang dipenuhi siksa." } } }, { "number": { "inQuran": 5089, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 27, "page": 539, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0646\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0635\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Yunaadoonahum alam nakum ma'akum qaaloo balaa wa laakinnakum fatantum anfusakum wa tarabbastum wartabtum wa gharratkumul amaaniyyu hatta jaaa'a amrul laahi wa gharrakum billaahil gharoor" } }, "translation": { "en": "The hypocrites will call to the believers, \"Were we not with you?\" They will say, \"Yes, but you afflicted yourselves and awaited [misfortune for us] and doubted, and wishful thinking deluded you until there came the command of Allah. And the Deceiver deceived you concerning Allah.", "id": "Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami dahulu bersama kamu?” Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5089", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5089.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5089.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu mendapati azab, orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami di dunia dahulu bersama kamu?” Mereka yang beriman menjawab, “Benar, tetapi kamu selalu mencelakakan dirimu sendiri dengan melakukan perbuatan yang tidak patut dan hanya menunggu kehancuran kami dengan pengkhianatanmu, dan kamu meragukan janji Allah dan seringkali kamu ditipu oleh angan-angan kosong sampai pada akhirnya datanglah ketetapan Allah; dan setan penipu datang memperdaya kamu tentang Allah sehingga kamu terus berada dalam keraguan.15. Wahai orang munafik, karena keraguanmu kepada Allah dan janji-Nya, maka pada hari ini, yaitu di akhirat, tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Karena sikapmu itu maka tempat kamu yang sesuai adalah di neraka. Itulah tempat berlindungmu untuk selama-lamanya, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali bagi orang yang ingkar.”", "long": "Kemudian pada ayat ini Allah menyatakan peristiwa yang dialami orang-orang munafik di akhirat nanti, yaitu mereka berseru kepada orang-orang Mukmin dan mengatakan, \"Bukankah kami bersama-sama kamu semasa hidup di dunia?\" Lalu orang-orang Mukmin menjawab, \"Ya benar, kita sama-sama salat, berwukuf di Arafah, berperang dan mengerjakan kewajiban-kewajiban agama lainnya tetapi kamu berfoya-foya dengan kelezatan dan maksiat, ragu tentang hari kebangkitan, teperdaya oleh angan-angan sehingga kamu mengatakan bahwa dosa kamu akan diampuni Allah, karena bisikan setan yang mengatakan kepadamu bahwa Allah Maha Pengampun, dan Dia akan memaafkan dosa-dosamu.\" Maksudnya, sebenarnya kamu hai orang-orang munafik bersama kami di dunia hanya tubuhmu yang kasar saja, padahal jiwamu tidak bersama kami, tidak mempunyai ketegasan dalam pendirian maka kamu jarang sekali mengingat Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5090, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 27, "page": 539, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 215, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062e\u064e\u0630\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u062f\u0652\u064a\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u06d6 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Fal Yawma laa yu'khazu minkum fidyatunw wa laa minal lazeena kafaroo; maawaakumun Naaru hiya maw laakum wa bi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "So today no ransom will be taken from you or from those who disbelieved. Your refuge is the Fire. It is most worthy of you, and wretched is the destination.", "id": "Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5090", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5090.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5090.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang munafik, karena keraguanmu kepada Allah dan janji-Nya, maka pada hari ini, yaitu di akhirat, tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Karena sikapmu itu maka tempat kamu yang sesuai adalah di neraka. Itulah tempat berlindungmu untuk selama-lamanya, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali bagi orang yang ingkar.”16. Usai menjelaskan balasan bagi orang munafik dan kafir, pada ayat ini Allah memberi teguran kepada orang mukmin yang lalai pada ibadahnya. Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang tidak meragukan janji Allah, untuk secara khusyuk mengingat Allah dengan berzikir dan beribadah, dan mematuhi kebenaran Al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada mereka? Dan janganlah mereka berperilaku seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, di mana sebagia dari mereka mengingkari hukumnya dan sebagian yang lain menyembunyikan atau mengubah isinya, kemudian mereka melalui masa yang panjang tanpa adanya rasul yang mengingatkan mereka se-hingga pada akhirnya hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik karena tidak ada yang mengingatkan kekeliruannya.", "long": "Pada ayat ini Allah menjelaskan akibat tindakan orang-orang munafik. Mereka akan terus binasa dan tidak ada jalan untuk melepaskan diri dari neraka, yaitu jika salah seorang dari mereka ingin menebus dirinya dari azab dengan tebusan berupa emas sepenuh bumi, tidak juga akan diterima. Mereka tetap dilempar di dalam neraka sebab tidak ada tempat yang lebih layak bagi mereka selain itu. Dan itulah tempat yang paling buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 5091, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 27, "page": 539, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0646\u0650 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0639\u064e \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0632\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u0637\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u064e\u062f\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u0633\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam yaani laillzeena aamanooo an takhsha'a quloo buhum lizikril laahi wa maa nazala minal haqqi wa laa yakoonoo kallazeena ootul Kitaaba min qablu fataala 'alaihimul amadu faqasat quloobuhum wa kaseerum minhum faasiqoon" } }, "translation": { "en": "Has the time not come for those who have believed that their hearts should become humbly submissive at the remembrance of Allah and what has come down of the truth? And let them not be like those who were given the Scripture before, and a long period passed over them, so their hearts hardened; and many of them are defiantly disobedient.", "id": "Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5091", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5091.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5091.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan balasan bagi orang munafik dan kafir, pada ayat ini Allah memberi teguran kepada orang mukmin yang lalai pada ibadahnya. Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang tidak meragukan janji Allah, untuk secara khusyuk mengingat Allah dengan berzikir dan beribadah, dan mematuhi kebenaran Al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada mereka? Dan janganlah mereka berperilaku seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, di mana sebagia dari mereka mengingkari hukumnya dan sebagian yang lain menyembunyikan atau mengubah isinya, kemudian mereka melalui masa yang panjang tanpa adanya rasul yang mengingatkan mereka se-hingga pada akhirnya hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik karena tidak ada yang mengingatkan kekeliruannya.17. Wahai orang yang beriman, ketahuilah bahwa Allah berkuasa menghidupkan bumi setelah mati dan kering-nya dengan menurunkan hujan sehingga bumi menjadi subur dan menjadi media tumbuh tanaman. Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami, baik yang ada di alam semesta atau pada dirimu sendiri, agar kamu mengerti.", "long": "Pada ayat ini Allah menegur dan memperingatkan orangorang Mukmin tentang keadaan mereka yang berlalai-lalai. Belum datangkah waktunya bagi orang-orang Mukmin untuk mempunyai hati yang lembut, senantiasa mengingat Allah, suka mendengar dan memahami ajaran-ajaran agama mereka, taat dan patuh mengikuti petunjuk-petunjuk kebenaran yang telah diturunkan, yang terbentang di dalam Al-Qur'an Selanjutnya orang-orang Mukmin diperingatkan agar jangan sekali-kali meniru-niru orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah diberikan Kitab Taurat dan Injil. Sekalipun telah lama dan memakan waktu agak panjang, mereka belum juga mengikuti dan memahami ajaran mereka dan nabi-nabi mereka, sehingga hati mereka menjadi keras dan susah membantu, tidak lagi dapat menerima nasihat, tidak membekas pada diri mereka ancaman-ancaman yang ditujukan kepada mereka. Mereka mengubah Kitab yang ada di tangan mereka dan ajaran-ajaran Kitab mereka dilempar jauh-jauh. Pendeta dan pastur mereka jadikan tuhan selain Allah, membikin agama tanpa alasan. Kebanyakan mereka menjadi fasik, meninggalkan ajaranajaran mereka yang asli. Sejalan dengan ayat ini firman Allah: \n\n(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (al-Ma'idah/5: 13)" } } }, { "number": { "inQuran": 5092, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 27, "page": 539, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "I'lamooo annal laaha yuhyil arda ba'da mawtihaa; qad baiyannaa lakumul Aayaati la'allakum ta'qiloon" } }, "translation": { "en": "Know that Allah gives life to the earth after its lifelessness. We have made clear to you the signs; perhaps you will understand.", "id": "Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5092", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5092.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5092.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang yang beriman, ketahuilah bahwa Allah berkuasa menghidupkan bumi setelah mati dan kering-nya dengan menurunkan hujan sehingga bumi menjadi subur dan menjadi media tumbuh tanaman. Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami, baik yang ada di alam semesta atau pada dirimu sendiri, agar kamu mengerti. 18. Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah dengan menginfakkan sebagian hartanya, baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka dengan ikhlas meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan balasan kebaikan bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia dari sisi-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia yang menghidupkan bumi sesudah mati. Allah melembutkan hati yang keras, memberi petunjuk manusia yang sesat, menghilangkan kesukaran yang menimpa dengan penjelasan dan petunjuk Al-Qur'an dengan nasihat dan pengajaran yang dapat melembutkan batu yang keras yakni hati yang kesat, sebagaimana menghidupkan dan menyuburkan tanah yang gersang membatu dengan hujan yang lebat. Demikianlah Allah telah menjelaskan agar manusia itu dapat memikirkan dan mempergunakan akalnya dengan sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 5093, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 27, "page": 539, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u0651\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u0651\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u064e\u0641\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innal mussaddiqeena wal mussaddiqaati wa aqradul laaha qardan hassanany yudaa'afu lahum wa lahum ajrun kareem" } }, "translation": { "en": "Indeed, the men who practice charity and the women who practice charity and [they who] have loaned Allah a goodly loan - it will be multiplied for them, and they will have a noble reward.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5093", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5093.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5093.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah dengan menginfakkan sebagian hartanya, baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka dengan ikhlas meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan balasan kebaikan bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia dari sisi-Nya.19. Dan orang-orang yang beriman dengan mantap kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta tidak meragukan janji-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati dan pecinta kebenaran, dan mereka menjadi saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Karena keimanan dan kebaikan itu mereka berhak mendapat pahala dan cahaya dari sisi Allah. Tetapi, orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta mengingkari ajaran-ajaran Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang membenarkan dan mempercayai Allah dan Rasul-Nya baik laki-laki dan perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik dengan jalan bersedekah dan mendermakan hartanya di jalan Allah dengan ikhlas, mengharap-harapkan rida-Nya semata-mata, tidak menghendaki balasan dan terima kasih, akan dilipatgandakan pembalasannya oleh Allah swt. Satu kebaikan yang dikerjakan dibalas dengan sepuluh kebaikan dan dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali, dan bagi mereka itu pahala yang banyak dan tempat tinggal yang baik yaitu Jannatun na'im di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5094, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 27, "page": 540, "manzil": 7, "ruku": 473, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u0650\u062f\u0651\u0650\u064a\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena aamanoo billaahi wa Rusuliheee ulaaa'ika humus siddeeqoona wash shuhadaaa'u 'inda Rabbihim lahum ajruhum wa nooruhum wallazeena kafaroo wa kazzaboo bi aayaatinaaa ulaaaika As haabul jaheem" } }, "translation": { "en": "And those who have believed in Allah and His messengers - those are [in the ranks of] the supporters of truth and the martyrs, with their Lord. For them is their reward and their light. But those who have disbelieved and denied Our verses - those are the companions of Hellfire.", "id": "Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati (pencinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5094", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5094.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5094.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan orang-orang yang beriman dengan mantap kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta tidak meragukan janji-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati dan pecinta kebenaran, dan mereka menjadi saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Karena keimanan dan kebaikan itu mereka berhak mendapat pahala dan cahaya dari sisi Allah. Tetapi, orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta mengingkari ajaran-ajaran Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.20. Wahai orang mukmin, ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan. Karena itu, jangan sampai kamu larut di dalamnya. Kehidupan dunia ini juga merupakan perhiasan bagimu dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan. Semua itu seperti hujan yang menumbuhkan tanam-tanamannya sehingga mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering saat kemarau dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Itulah permisalan bagi kehidupan dunia yang fana. Dan ketahuilah, di akhirat nanti ada azab yang keras bagi mereka yang ingkar dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya bagi orang yang beriman dan mematuhi ajaran-Nya. Dan kehidupan dunia yang sekarang kamu nik-mati tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.", "long": "Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dan mengakui keesaan Allah swt, membenarkan rasul-rasul-Nya, percaya kepada apa yang dibawa mereka dari sisi Tuhannya menurut penilaian Allah swt sederajat dengan orang-orang shiddiqin, yaitu orangorang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul, dan orang-orang yang mati syahid di jalan Allah. Bagi mereka pahala yang banyak dan cahaya yang terang benderang menerangi mereka. Sejalan dengan itu firman Allah: \n\nDan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orangorang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (an-Nisa'/4: 69) \n\nAdapun orang-orang kafir yang mendustakan alasan-alasan dan tanda-tanda yang menunjukkan keesaan Allah swt dan kebesaran rasul-Nya, mereka itu adalah penghuni neraka Jahim, kekal dan abadi di dalamnya. Sejalan dengan ini firman Allah: \n\nAdapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (alBaqarah/2: 39)" } } }, { "number": { "inQuran": 5095, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 27, "page": 540, "manzil": 7, "ruku": 474, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064c \u0648\u064e\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0627\u062e\u064f\u0631\u064c \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062b\u064f\u0631\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650 \u06d6 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u062b\u064d \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0647\u0650\u064a\u062c\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0645\u064f\u0635\u0652\u0641\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u062d\u064f\u0637\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "I'lamooo annamal hayaa tud dunyaa la'ibunw wa lahwunw wa zeenatunw wa takaasurun bainakum wa takaasurn fil amwaali wal awlaad, kamasali ghaisin a'jabal kuffaara nabaatuhoo summa yaheeju fataraahu musfaaran summa yakoonu hutaamaa; wa fil aakhirati 'azaabun shadeedunw wa magh firatum minal laahi wa ridwaan; wa mal haiyaa tuddun yaaa illaa mataa'ul ghuroor" } }, "translation": { "en": "Know that the life of this world is but amusement and diversion and adornment and boasting to one another and competition in increase of wealth and children - like the example of a rain whose [resulting] plant growth pleases the tillers; then it dries and you see it turned yellow; then it becomes [scattered] debris. And in the Hereafter is severe punishment and forgiveness from Allah and approval. And what is the worldly life except the enjoyment of delusion.", "id": "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5095", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5095.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5095.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang mukmin, ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan. Karena itu, jangan sampai kamu larut di dalamnya. Kehidupan dunia ini juga merupakan perhiasan bagimu dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan. Semua itu seperti hujan yang menumbuhkan tanam-tanamannya sehingga mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering saat kemarau dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Itulah permisalan bagi kehidupan dunia yang fana. Dan ketahuilah, di akhirat nanti ada azab yang keras bagi mereka yang ingkar dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya bagi orang yang beriman dan mematuhi ajaran-Nya. Dan kehidupan dunia yang sekarang kamu nik-mati tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.21. Setelah kamu semua wahai orang beriman mengetahui hakikat kehidupan dunia, maka segera berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dengan istigfar dan berlombalah untuk men-dapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi dengan selalu melakukan kebaikan, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia tertinggi Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia dikehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar bagi mereka yang beriman dan berbuat kebajikan.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menjelaskan kepada manusia bahwa kehidupan dan kesenangan dunia hanyalah seperti mainan dan sesuatu yang lucu, menjadi bahan kelakar antara mereka, serta perhiasan untuk melengkapi dandanan mereka. Mereka berbanggabangga dengan harta dan keturunan yang dianugerahkan kepada mereka. Dunia yang sifatnya sementara, hanya berlangsung beberapa saat lalu hilang lenyap dan berakhirlah wujudnya. Keadaan ini tidak beda dengan bumi yang kena hujan lebat lalu menumbuhkan tanamantanaman yang mengagumkan para petani, menyebabkan mereka riang bermuka cerah dan merasa gembira. Kemudian berubah menjadi kering dan layu, hancur berguguran diterbangkan angin. Selanjutnya Allah swt menjelaskan bahwa di akhirat nanti ada azab pedih yang terus-menerus disediakan bagi orang-orang yang sangat mencintai dunia, meninggalkan amal-amal saleh, dan melibatkan dirinya ke dalam kemusyrikan dan penyembahan berhala. Di samping itu ada ampunan dari Allah dan keridaan-Nya yang dianugerahkan kepada orang-orang yang mensucikan dirinya dari dosa dan maksiat, merendahkan diri kepada Allah dan kembali kepada-Nya, taat dan patuh pada segenap perintah dan laranganNya. Ayat 20 ini, ditutup dengan satu ketegasan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang akan lenyap dan hilang serta menipu. Orang-orang yang condong kepada dunia akan tertipu dan teperdaya. Mereka menyangka bahwa kehidupan hanyalah di dunia ini, dan tidak ada lagi kehidupan sesudahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5096, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 27, "page": 540, "manzil": 7, "ruku": 474, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0639\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064f\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Saabiqooo ilaa maghfiratim mir Rabbikum wa jannatin 'arduhaa ka-'ardis samaaa'i wal ardi u'iddat lillazeena aamanoo billaahi wa Rusulih; zaalika fadlul laahi yu'teehi many yashaaa'; wal laahu zul fadlil 'azeem" } }, "translation": { "en": "Race toward forgiveness from your Lord and a Garden whose width is like the width of the heavens and earth, prepared for those who believed in Allah and His messengers. That is the bounty of Allah which He gives to whom He wills, and Allah is the possessor of great bounty.", "id": "Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5096", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5096.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5096.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah kamu semua wahai orang beriman mengetahui hakikat kehidupan dunia, maka segera berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dengan istigfar dan berlombalah untuk men-dapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi dengan selalu melakukan kebaikan, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia tertinggi Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia dikehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar bagi mereka yang beriman dan berbuat kebajikan.22. Usai menjelaskan karunia-Nya kepada orang memohon ampunan, Allah menerangkan bahwa semua yang terjadi di alam ini merupakan ketetapan Allah yang tertulis di Lauh Mahfuz. Setiap bencana yang menimpa di bumi, seperti gempa, banjir, erupsi, dan lainnya, dan demikian pula bencana yang menimpa dirimu sendiri, seperti sakit, kecelakaan, dan lainnya, semuanya telah tertulis dalam Kitab yang disebut Lauh Mahfuz sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu, yaitu semua yang terjadi, sangat mudah bagi Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah memerintahkan supaya manusia itu bersegera dan berlomba-lomba mengerjakan amal saleh untuk dapat memperoleh ampunan dari Allah dan mendapat surga di akhirat kelak, yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang-orang yang beriman, kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mengakui keesaan Allah membenarkan rasul-rasul-Nya. Semua yang dipersiapkan Allah bagi mereka, adalah karunia, rahmat dan anugerah daripada-Nya. Di dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu shalih dari Abu Hurairah dijelaskan sebagai berikut: Fakir miskin dari kalangan Muhajirin mengeluh, \"Wahai Rasulullah! Orang-orang kaya telah membawa pergi pahala, derajat yang tinggi dan nikmat yang tiada hingga.\" Rasulullah bertanya, \"Apa itu?\" Fakir miskin Muhajirin menjawab, \"Mereka (orang-orang kaya) salat sebagaimana kami salat, puasa sebagaimana kami puasa, tetapi mereka bersedekah sedangkan kami tidak, mereka memerdekakan budak sedangkan kami tidak (karena tidak mampu.)\" Nabi menjawab, \"Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang apabila diamalkan niscaya kalian mendahului orang-orang sesudahmu serta tidak ada seorang pun yang lebih mulia darimu kecuali seseorang yang mengerjakan amalan seperti amalan kalian, yakni membaca tasbih, takbir, tahmid, tiga puluh tiga kali setiap selesai salat. Abu shalih (perawi) berkata, \"Kemudian fakir miskin Muhajirin itu kembali kepada Nabi seraya berkata, 'Saudara-saudara kita yang kaya itu telah mendengar amalan yang kita kerjakan lalu mereka mengamalkan apa yang kita amalkan. Lalu Nabi bersabda, 'Itu merupakan keutamaan Allah yang diberikan kepada orang yang ia kehendaki.\" (Riwayat Muslim dari Abu shalih dari Abu Hurairah) \n\nAyat ini ditutup dengan ketegasan bahwa Allah itu amat luas pemberian-Nya dan besar karunia-Nya. Dia memberikan orang yang dikehendaki-Nya apa saja menurut kehendak-Nya; dilapangkan rezekinya di dunia, dianugerahi bermacam-macam nikmat, diberitahu di mana ia harus bersyukur, kemudian dibalas di akhirat dengan balasan yang menyenangkan yaitu surga Jannatun Na'im." } } }, { "number": { "inQuran": 5097, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 27, "page": 540, "manzil": 7, "ruku": 474, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Maaa asaaba mim musee batin fil ardi wa laa feee anfusikum illaa fee kitaabim min qabli an nabra ahaa; innaa zaalika 'alal laahi yaseer" } }, "translation": { "en": "No disaster strikes upon the earth or among yourselves except that it is in a register before We bring it into being - indeed that, for Allah, is easy -", "id": "Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5097", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5097.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5097.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan karunia-Nya kepada orang memohon ampunan, Allah menerangkan bahwa semua yang terjadi di alam ini merupakan ketetapan Allah yang tertulis di Lauh Mahfuz. Setiap bencana yang menimpa di bumi, seperti gempa, banjir, erupsi, dan lainnya, dan demikian pula bencana yang menimpa dirimu sendiri, seperti sakit, kecelakaan, dan lainnya, semuanya telah tertulis dalam Kitab yang disebut Lauh Mahfuz sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu, yaitu semua yang terjadi, sangat mudah bagi Allah.23. Kami beritahukan hal tersebut agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak dapat kamu capai, dan jangan pula terlalu gembira dan sombong terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ketahuilah, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri dengan kelebihan atau anugerah yang Dia karuniakan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa semua bencana dan malapetaka yang menimpa permukaan bumi, seperti gempa bumi, banjir dan bencana alam yang lain serta bencana yang menimpa manusia, seperti kecelakaan, penyakit dan sebagainya telah ditetapkan akan terjadi sebelumnya dan tertulis di Lauh Mahfudz, sebelum Allah menciptakan makhluk-Nya. Hal ini berarti tidak ada suatu pun yang terjadi di alam ini yang luput dari pengetahuan Allah dan tidak tertulis di Lauh Mahfudz. Menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi itu adalah sangat mudah bagi Allah, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang telah ada maupun yang akan ada nanti, baik yang besar maupun yang kecil, yang tampak dan yang tidak tampak. Ayat ini merupakan peringatan sebagian kaum Muslimin yang masih percaya kepada tenung, suka meminta sesuatu kepada kuburan yang dianggap keramat, menanyakan sesuatu yang akan terjadi kepada dukun dan sebagainya. Hendaklah mereka hanya percaya kepada Allah saja, karena hanyalah Dia yang menentukan segala sesuatu. Mempercayai adanya kekuatan-kekuatan gaib, selain dari kekuasaan Allah termasuk memperserikatkan-Nya dengan makhluk ciptaan-Nya dan berarti tidak percaya kepada tauhid rububiyyah yang ada pada Allah. (" } } }, { "number": { "inQuran": 5098, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 27, "page": 540, "manzil": 7, "ruku": 474, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0643\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u0652\u0633\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u064e\u062e\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Likailaa taasaw 'alaa maa faatakum wa laa tafrahoo bimaaa aataakum; wallaahu laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhoor" } }, "translation": { "en": "In order that you not despair over what has eluded you and not exult [in pride] over what He has given you. And Allah does not like everyone self-deluded and boastful -", "id": "Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5098", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5098.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5098.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami beritahukan hal tersebut agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak dapat kamu capai, dan jangan pula terlalu gembira dan sombong terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ketahuilah, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri dengan kelebihan atau anugerah yang Dia karuniakan. 24. Allah tidak menyukai orang sombong dan membanggakan diri, yaitu orang-orang yang kikir, yang enggan menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah, dan menyuruh orang lain berbuat kikir pula. Barang siapa berpaling dari perintah Allah dan mengingkari ajaran-Nya, maka sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya dan tidak memerlukan sesuatu, Maha Terpuji dengan segala sifat kebaikan-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah swt menyatakan bahwa semua peristiwa itu ditetapkan sebelum terjadinya, agar manusia bersabar menerima cobaan Allah. Cobaan Allah itu adakalanya berupa kesengsaraan dan malapetaka, adakalanya berupa kesenangan dan kegembiraan. Karena itu janganlah terlalu bersedih hati menerima kesengsaraan dan malapetaka yang menimpa diri, sebaliknya jangan pula terlalu bersenang hati dan bergembira menerima sesuatu yang menyenangkan hati. Sikap yang paling baik ialah sabar dalam menerima bencana dan malapetaka yang menimpa serta bersyukur kepada Allah atas setiap menerima nikmat yang dianugerahkan-Nya. Ayat ini bukan untuk melarang kaum Muslimin bergembira dan bersedih hati, tetapi maksudnya ialah melarang kaum Muslimin bergembira dan bersedih hati dengan berlebih-lebihan. 'Ikrimah berkata, \"Tidak ada seorang pun melainkan ia dalam keadaan sedih dan gembira, tetapi hendaklah ia menjadikan kegembiraan itu sebagai tanda bersyukur kepada Allah dan kesedihan itu sebagai tanda bersabar.\" Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa orang yang terlalu bergembira menerima sesuatu yang menyenangkan hatinya dan terlalu bersedih hati menerima bencana yang menimpanya adalah orang yang pada dirinya terdapat tanda-tanda tabkhil dan angkuh, seakan-akan ia hanya memikirkan kepentingan dirinya saja. Allah swt menyatakan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang mempunyai sifat-sifat bakhil dan angkuh." } } }, { "number": { "inQuran": 5099, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 27, "page": 540, "manzil": 7, "ruku": 474, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Allazeeena yabkhaloona wa yaamuroonan naasa bil bukhl; wa many yatawalla fa innal laaha Huwal Ghaniyyul Hameed" } }, "translation": { "en": "[Those] who are stingy and enjoin upon people stinginess. And whoever turns away - then indeed, Allah is the Free of need, the Praiseworthy.", "id": "yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5099", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5099.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5099.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak menyukai orang sombong dan membanggakan diri, yaitu orang-orang yang kikir, yang enggan menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah, dan menyuruh orang lain berbuat kikir pula. Barang siapa berpaling dari perintah Allah dan mengingkari ajaran-Nya, maka sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya dan tidak memerlukan sesuatu, Maha Terpuji dengan segala sifat kebaikan-Nya.25. Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat manusia dengan bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka kitab sebagai pedoman hidup, dan Kami turunkan pula neraca sebagai ukuran keadilan agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi sebagai kelengkapan hidup yang mempunyai kekuatan, hebat, dan banyak manfaat bagi manusia, dan Kami ciptakan semua itu agar Allah mengetahui siapa yang menolong agama-Nya dan rasul-rasul-Nya dalam berdakwah, walaupun Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat terhadap segala sesuatu, Mahaperkasa menghadapi semua yang mengingkari-Nya.", "long": "Orang-orang yang mempunyai sifat sombong dan angkuh adalah orang yang bila memperoleh suatu nikmat, kesenangan atau harta, maka ia berpendapat bahwa semuanya itu diperolehnya semata-mata karena kesanggupan dan kepandaiannya sendiri. Karena berusaha, maka ia memperolehnya, bukan karena pertolongan dan anugerah Allah kepadanya. Kemudian setan membisik-bisikkan ketelinganya bahwa ia adalah orang-orang yang kuat dan mampu, tidak memerlukan pertolongan orang lain. Karena yakin akan kemampuan dirinya itu, ia merasa tidak mengindahkan orang lain dan memberi orang lain. Jika ia memberi dan mengindahkan orang lain ia akan menjadi miskin. Keyakinan itu disampaikan pula kepada orang lain dan menganjurkan orang lain berkeyakinan sepertinya pula, yaitu berlaku kikir agar tidak menjadi miskin. Pada ayat ini ditegaskan bahwa orang yang mempunyai sifat-sifat seperti di atas adalah orang-orang yang berpaling dari perintahperintah Allah. Allah memerintahkan agar manusia bersifat rendah hati, suka menolong sesamanya, membantu fakir miskin, berinfak di jalan Allah dan sebagainya, tetapi mereka menganjurkan dan berbuat sebaliknya. Allah menyatakan bahwa sikap dan tindakan mereka yang demikian itu tidak akan merugikan Allah sedikit pun, melainkan akan merugikan diri mereka sendiri, karena Allah tidak memerlukan sedikit pun harta dan pemberian mereka, tetapi merekalah yang memerlukannya. Allah Maha Terpuji karena Dialah yang melimpahkan nikmat kepada seluruh makhluk-Nya. Ayat lain yang sama artinya dengan ayat ini, ialah: Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwa kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar, maka (ketahuilah), milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji. (an-Nisa'/4: 131)" } } }, { "number": { "inQuran": 5100, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 27, "page": 541, "manzil": 7, "ruku": 474, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u064a\u0632\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0633\u0652\u0637\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064c \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064f \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c", "transliteration": { "en": "Laqad arsalnaa Rusulanaa bilbaiyinaati wa anzalnaa ma'ahumul Kitaaba wal Meezaana liyaqooman naasu bilqist, wa anzalnal hadeeda feehi baasun shadeedunw wa manaafi'u linnaasi wa liya'lamal laahu many yansuruhoo wa Rusulahoo bilghaib; innal laaha Qawiyyn 'Azeez" } }, "translation": { "en": "We have already sent Our messengers with clear evidences and sent down with them the Scripture and the balance that the people may maintain [their affairs] in justice. And We sent down iron, wherein is great military might and benefits for the people, and so that Allah may make evident those who support Him and His messengers unseen. Indeed, Allah is Powerful and Exalted in Might.", "id": "Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5100", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5100.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5100.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat manusia dengan bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka kitab sebagai pedoman hidup, dan Kami turunkan pula neraca sebagai ukuran keadilan agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi sebagai kelengkapan hidup yang mempunyai kekuatan, hebat, dan banyak manfaat bagi manusia, dan Kami ciptakan semua itu agar Allah mengetahui siapa yang menolong agama-Nya dan rasul-rasul-Nya dalam berdakwah, walaupun Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat terhadap segala sesuatu, Mahaperkasa menghadapi semua yang mengingkari-Nya.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah mengutus para rasul kepada umat-umat-Nya dengan membawa bukti-bukti yang kuat untuk membuktikan kebenaran risalah-Nya. Di antara bukti-bukti itu, ialah mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para rasul. Di antara mukjizat tersebut seperti tidak terbakar oleh api sebagai mukjizat Nabi Ibrahim, mimpi yang benar sebagai mukjizat Nabi Yusuf, tongkat sebagai mukjizat Nabi Musa, Al-Qur'an sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw dan sebagainya. Setiap rasul yang diutus itu bertugas menyampaikan agama Allah kepada umatnya. Ajaran agama itu adakalanya tertulis dalam sahifah-sahifah dan adakalanya termuat dalam suatu kitab, seperti Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an. Ajaran agama itu merupakan petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Sebagai dasar untuk mengatur dan membina masyarakat, maka setiap agama yang dibawa oleh para rasul itu mempunyai asas \"keadilan\". Keadilan itu wajib ditegakkan oleh para rasul dan pengikut-pengikutnya dalam masyarakat, yaitu keadilan penguasa terhadap rakyatnya, keadilan suami sebagai kepala rumah tangga, keadilan pemimpin atas yang dipimpinnya dan sebagainya, sehingga seluruh anggota masyarakat sama kedudukannya dalam hukum, sikap dan perlakuan. Di samping itu Allah swt menganugerahkan kepada manusia \"besi\" suatu karunia yang tidak terhingga nilai dan manfaatnya. Dengan besi dapat dibuat berbagai macam keperluan manusia, sejak dari yang besar sampai kepada yang kecil, seperti berbagai macam kendaraan di darat, di laut dan di udara, keperluan rumah tangga dan sebagainya. Dengan besi pula manusia dapat membina kekuatan bangsa dan negaranya, karena dari besi dibuat segala macam alat perlengkapan pertahanan dan keamanan negeri, seperti senapan, kendaraaan perang dan sebagainya. Tentu saja semuanya itu hanya diizinkan Allah menggunakannya untuk menegakkan agama-Nya, menegakkan keadilan dan menjaga keamanan negeri. Sebuah ensiklopedia sains modern menggambarkan unsur-unsur kimia yang ada di bumi kita ini mempunyai variasi yang menakjubkan, beberapa di antaranya susah ditemukan tapi ada juga yang berlimpah. Ada yang dapat dilihat oleh mata telanjang karena berbentuk cairan dan padatan, tetapi ada juga yang tak tampak karena berupa gas. Sekitar 300 tahun yang lalu hanya 12 unsur yang diketahui di antaranya adalah unsur Ferrum (Fe) yang bernomor atom 26 pada Tabel Susunan Berkala Unsur-Unsur. Fe ini lebih dikenal dengan sebutan besi. Besi merupakan salah satu unsur paling mudah ditemukan di Bumi. Diperkirakan 5% daripada kerak Bumi adalah besi. Kebanyakan besi ditemukan dalam bentuk oksida besi, seperti bahan galian hematit, magnetit dan takonit. Juga diduga keras permukaaan bumi banyak mengandung aloi logam besi-nikel. Konon unsur besi bukan unsur asli \"kepunyaan\" bumi tapi ia berasal dari luar bumi. Para pakar sependapat bahwa meteorit turut andil dalam pembentukan aloi besi-nikel yang ada di bumi. Barangkali, inilah \"cara\" Allah mendatangkan\" unsur besi ke permukaan bumi jauh sebelum manusia ada. Pada umumnya besi adalah logam yang diperoleh dari bijih besi, dan dijumpai bukan dalam keadaan bebas tetapi selalu dalam bentuk senyawa atau campuran dengan unsur-unsur yang lain. Karenanya untuk mendapatkan unsur besi, unsur lain harus dipisahkan yang biasanya dilakukan melalui proses kimia. Seperti dalam industri besi baja, besi banyak digunakan yakni dalam bentuk logam campuran (aloi). Jenis campuran ada yang terdiri dari logam-logam yang berlainan tetapi ada juga bahan campuran yang digunakan berasal dari nonlogam, misalnya karbon. Semuanya dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan dengan pertimbangan untuk menekan biaya produksi. Sifat fisis unsur Fe jika dipanaskan terus menerus maka sebelum mencair ia akan mengalami fasa pelelehan. Fasa dimana besi dalam keadaan padat tapi ia memiliki sifat lunak. Karenanya pada fasa atau keadaan ini besi mudah dibentuk walaupun hanya dengan menggunakan teknologi tradisional yang sederhana seperti teknologi pandai besi (black-smith). Dengan teknologi yang sederhana tadi maka dalam sejarah perkembangan manusia pemanfaatan besi telah digunakan banyak dalam aspek kehidupan manusia sehari-hari, termasuk juga untuk perang. Sayyid Quthub dalam tulisannya menguraikan, \"Allah menurunkan besi ' ¦yang padanya terdapat kekuatan yang hebat¦, yaitu kekuatan dalam perang dan damai. Kemudian '¦Dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasulrasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya¦ Penggalan ini mengisyaratkan jihad dengan senjata. Sebuah penyajian yang selaras dengan konteks surah yang tengah membicarakan pengorbanan dengan jiwa dan harta.\" Dalam pengetahuan biologi maka unsur besi (Fe) dalam bentuk zat besi juga amat dibutuhkan oleh semua makhluk organik, kecuali bagi sebagian kecil bakteria. Seperti dalam tubuh kita zat besi sangat diperlukan. Dalam tubuh manusia besi kebanyakan ditemukan dalam bentuk logamprotein (metalloprotein) yang stabil, jika tidak maka ia dapat menyebabkan timbulnya radikal bebas yang cenderung menjadi racun bagi sel. Dalam tubuh manusia zat besi terlibat dalam pembentukan sel“ sel darah merah. Sementara sel-sel darah merah sangat penting keberadaannya karena dialah yang membawa zat asam (oksigen) dari paru-paru ke seluruh jaringan-jaringan yang ada dalam tubuh kita. Jaringan hidup memerlukan persediaan zat asam. Lebih giat suatu jaringan maka semakin banyak ia membutuhkan zat asam. Kekurangan zat besi dalam darah dapat menyebabkan anemia, mungkin jumlah sel darah merahnya atau karena hemoglogin (bahan yang berisi zat besi berwarna merah yang dapat mengangkut zat asam) dalam sel darah merah berkurang dari biasanya. Allah swt menerangkan bahwa Dia berbuat yang demikian itu agar Dia mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Nya yang mengikuti dan menolong agama yang disampaikan para rasul yang diutus-Nya dan siapa yang mengingkarinya. Dengan anugerah itu Allah ingin menguji manusia dan mengetahui sikap manusia terhadap nikmat-Nya. Manusia yang taat dan tunduk kepada Allah akan melakukan semua yang disampaikan para rasul itu, karena ia yakin bahwa semua perbuatan, sikap dan isi hatinya diketahui Allah, walaupun ia tidak melihat Allah mengawasi dirinya. Pada akhir ayat ini Allah swt menegaskan kepada manusia bahwa Dia Mahakuat, tidak ada sesuatu pun yang mengalahkan-Nya, bahwa Dia Mahaperkasa dan tidak seorang pun yang dapat mengelakkan diri dari hukuman yang telah ditetapkan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5101, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 27, "page": 541, "manzil": 7, "ruku": 475, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0628\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laqad arsalnaa Noohanw wa Ibraaheema wa ja'alnaa fee zurriyyatihiman nubuwwata wal Kitaaba faminhum muhtad; wa kaseerum minhum faasiqoon" } }, "translation": { "en": "And We have already sent Noah and Abraham and placed in their descendants prophethood and scripture; and among them is he who is guided, but many of them are defiantly disobedient.", "id": "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami berikan kenabian dan kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya, di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5101", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5101.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5101.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehidupan kependetaan bukan ajaran Allah. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi Nuh dan Ibrahim kepada umat masing-masing untuk mengajak mereka bertauhid, dan Kami berikan pula kenabian dan kitab petunjuk kepada keturunan keduanya; di antara mereka ada yang menerima petunjuk itu sehingga beriman dan berbuat kebajikan sesuai perintah-Nya, dan banyak di antara mereka yang fasik akibat mengingkari petunjuk itu dan memilih kekafiran.27. Sesudah Nabi Nuh dan Ibrahim, kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami untuk mengikuti jejak mereka, yaitu dengan mengajak umatnya beriman dan mentaati perintah-Nya, dan Kami susulkan pula Isa putra Maryam, dan Kami berikan Injil kepadanya sebagai pedoman bagi umatnya, dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang kepada sesama manusia dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Sebagian dari mereka mengada-adakan rahbàniyyah, yaitu hidup membujang dan mengurung diri dalam biara, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka. Ka-mi hanya mewajibkan mereka untuk mencari keridaan Allah, tetapi tuntunan itu tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka, kepada orang-orang yang beriman di antara mereka dan berbuat kebajikan, Kami berikan pahalanya. Dan banyak di antara mereka yang fasik dengan mengingkari atau mengubah ajaran itu.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia telah mengutus Nuh sebagai rasul kepada kaumnya, kemudian Dia mengutus Ibrahim sebagai rasul kepada kaum yang lain. Diterangkan pula bahwa para rasul yang datang kemudian setelah kedua orang rasul itu, semuanya berasal dari keturunan mereka berdua, tidak ada seorang pun daripada rasul yang diutus Allah yang bukan dari keturunan mereka berdua. Hal ini dapat dibuktikan kebenarannya sampai kepada rasul terakhir Nabi Muhammad saw. Diterangkan bahwa tidak semua keturunan Nuh dan Ibrahim beriman kepada Allah, di antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan dari mereka tidak beriman, mereka adalah orang-orang yang fasik, yang mengurangi, menambah dan mengubah agama yang dibawa oleh para rasul sesuai dengan keinginan hawa nafsu mereka. Dari ayat ini dipahami bahwa belum tentu seseorang hamba yang saleh kemudian anaknya menjadi hamba yang saleh pula, tetapi banyak tergantung kepada bagaimana cara seseorang mendidik dan membesarkan anaknya. Ayat ini juga merupakan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang telah beriman dan mengikuti para rasul yang diutus kepada mereka, tetapi mereka tidak mengikuti ajaran yang dibawa para rasul itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5102, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 27, "page": 541, "manzil": 7, "ruku": 475, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0622\u062b\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u062c\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0631\u064e\u0623\u0652\u0641\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0631\u064e\u0647\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0639\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064e \u0631\u0650\u0639\u064e\u0627\u064a\u064e\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa qaffainaa 'alaa aasaarihim bi Rusulinaa wa qaffainaa be 'Eesab ni Maryama wa aatainaahul Injeela wa ja'alnaa fee quloobil lazeenat taba' oohu raafatanw wa rahmatanw wa rahbaaniyyatanib tada' oohaa maa katanaahaa 'alaihim illab tighaaa'a ridwaanil laahi famaa ra'awhaa haqqa ri'aayatihaa fa aatainal lazeena aamanoo minhum ajrahum wa kaseerum minhum faasiqoon" } }, "translation": { "en": "Then We sent following their footsteps Our messengers and followed [them] with Jesus, the son of Mary, and gave him the Gospel. And We placed in the hearts of those who followed him compassion and mercy and monasticism, which they innovated; We did not prescribe it for them except [that they did so] seeking the approval of Allah. But they did not observe it with due observance. So We gave the ones who believed among them their reward, but many of them are defiantly disobedient.", "id": "Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan rahbaniyyah, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5102", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5102.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5102.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah Nabi Nuh dan Ibrahim, kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami untuk mengikuti jejak mereka, yaitu dengan mengajak umatnya beriman dan mentaati perintah-Nya, dan Kami susulkan pula Isa putra Maryam, dan Kami berikan Injil kepadanya sebagai pedoman bagi umatnya, dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang kepada sesama manusia dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Sebagian dari mereka mengada-adakan rahbàniyyah, yaitu hidup membujang dan mengurung diri dalam biara, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka. Ka-mi hanya mewajibkan mereka untuk mencari keridaan Allah, tetapi tuntunan itu tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka, kepada orang-orang yang beriman di antara mereka dan berbuat kebajikan, Kami berikan pahalanya. Dan banyak di antara mereka yang fasik dengan mengingkari atau mengubah ajaran itu.28. Allah menerangkan keingkaran Ahli Kitab pada kenabian Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah. Laksa-nakan semua perintah-Nya dan jauhilah semua larangan-Nya, dan berimanlah kepada Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad yang diutus untuk melengkapi dan meluruskan syariat terdahulul. Jika kamu melaksanakannya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, yaitu kebahagiaan di dunia dan kemuliaan di akhirat, dan menjadikan cahaya terang untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dengan tenang tanpa takut tersesat, serta Dia akan mengampuni semua dosa kamu bila kamu bertobat dengan sungguh-sungguh. Dan Allah Maha Pengampun atas dosamu dan dosa seluruh manusia yang bertobat, Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.", "long": "Demikianlah Allah mengutus para rasul, kemudian diiringi pula oleh rasul-rasul yang sesudahnya, untuk menyampaikan agamaNya kepada manusia, sehingga tidak ada alasan bagi manusia di akhirat untuk mengatakan, mengapa mereka diazab padahal kepada mereka tidak diutus seorang rasul pun. Dalam ayat ini Allah mengkhususkan keterangan tentang Isa karena banyak pengikut-pengikutnya yang fasik, yaitu mengubahubah, menambah dan mengurangi ajaran-ajaran yang disampaikan Isa. Diterangkan bahwa Isa adalah putra Maryam, diberikan kepadanya Kitab Injil, berisi pokok ajaran yang agar dijadikan petunjuk oleh kaumnya dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat dan sebagai penyempurnaan ajaran Allah yang terdapat dalam kitab Taurat yang telah diturunkan kepada Nabi Musa sebelumnya. Kemudian diterangkan sifat-sifat pengikut Nabi Isa: 1. Allah swt menjadikan dalam hati mereka rasa saling menyantuni sesama mereka, mereka berusaha menghindarkan kebinasaan yang datang kepada mereka dan saudara-saudara mereka serta berusaha memperbaiki kebinasaan yang terjadi pada mereka. 2. Antara sesama mereka terdapat hubungan kasih sayang dan menginginkan kebaikan pada diri mereka. Sekalipun mereka telah mempunyai sifat-sifat terpuji dan baik seperti yang diajarkan Nabi Isa, tetapi mereka melakukan kefasikan, yaitu mengada-adakan rahbaniyyah, dengan menetapkan ketentuan larangan kawin bagi pendeta-pendeta mereka, padahal perkawinan termasuk sunah Allah yang ditetapkan bagi makhluk-Nya. Mereka menetapkan rabbaniyah itu dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah, tetapi Allah tidak pernah menetapkannya. Karena itu mereka adalah orang yang suka mengada-adakan sesuatu yang bertentangan dengan sunatullah, yaitu tidak mensyariatkan perkawinan bagi pendeta-pendeta mereka yang tujuannya untuk melanjutkan keturunan dan menjaga kelangsungan hidup manusia. Perbuatan fasik lain yang mereka lakukan, ialah mereka telah mengubah, menambah dan mengurangi agama yang dibawa Nabi Isa, yang terdapat dalam Injil, karena memperturutkan hawa nafsu mereka. Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia akan memberikan pahala yang berlipat-ganda kepada orang-orang yang beriman, mengikuti syariat yang dibawa para rasul, tidak mengadaadakan yang bukan-bukan dan tidak pula menambah dan mengubah kitab-kitab-Nya. Sedang kepada orang-orang fasik itu akan ditimpakan azab yang sangat berat." } } }, { "number": { "inQuran": 5103, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 27, "page": 541, "manzil": 7, "ruku": 475, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u0650\u0641\u0652\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamaanut taqullaaha wa aaminoo bi Rasoolihee yu'tikum kiflaini mir rahmatihee wa yaj'al lakum nooran tamshoona bihee wa yaghfir lakum; wallaahu Ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fear Allah and believe in His Messenger; He will [then] give you a double portion of His mercy and make for you a light by which you will walk and forgive you; and Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5103", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5103.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5103.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menerangkan keingkaran Ahli Kitab pada kenabian Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah. Laksa-nakan semua perintah-Nya dan jauhilah semua larangan-Nya, dan berimanlah kepada Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad yang diutus untuk melengkapi dan meluruskan syariat terdahulul. Jika kamu melaksanakannya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, yaitu kebahagiaan di dunia dan kemuliaan di akhirat, dan menjadikan cahaya terang untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dengan tenang tanpa takut tersesat, serta Dia akan mengampuni semua dosa kamu bila kamu bertobat dengan sungguh-sungguh. Dan Allah Maha Pengampun atas dosamu dan dosa seluruh manusia yang bertobat, Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.29. Semua peringatan itu disampaikan agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah jika mereka tidak beriman kepada Nabi Muhammad dan mengikuti sunahnya, dan agar mereka mengetahui bahwa karunia itu ada di tangan Allah; Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki, yaitu mereka yang beriman dan berbuat kebajikan. Dan Allah mempunyai karunia yang besar bagi siapa saja yang mematuhi ajaran-Nya.", "long": "Allah swt memerintahkan kepada Bani Israil yang telah beriman kepada Isa bin Maryam sebagai rasul dan utusan-Nya agar beriman kepada Muhammad saw yang datang sesudah itu, mengikuti perintah-perintah dan menghentikan larangan-larangan-Nya yang terdapat di dalam Al-Qur'an dan Hadis. Perintah ini pada hakikatnya menguatkan perintah Allah yang terdapat dalam Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa. Jika Bani Israil mengikuti perintah Allah swt, maka Allah menjanjikan kepada mereka pahala dua kali lipat dari pahala yang akan diterima orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad saw saja. Di samping itu akan mengampuni dosa-dosa mereka, karena Dia mengampuni dosa-dosa orang-orang yang dikehendakiNya. Jika yang dijanjikan Allah kepada pengikut Nabi Isa dan mereka beriman pula kepada Muhammad ialah: 1. Mereka akan dianugerahi pahala dua kali lipat. 2. Mereka akan diterangi cahaya petunjuk dalam menghadapi kesengsaraan dan malapetaka di hari Kiamat dan dalam menuju surga yang penuh kenikmatan. 3. Allah swt mengampuni dosa-dosa yang telah mereka perbuat. \n\nDalam hadis di bawah ini diterangkan orang-orang yang akan memperoleh pahala dua kali lipat, yaitu: Diriwayatkan oleh asy- Sya'biy dari Abu Burdah dari bapaknya Abu Musa al-Asy'ari, ia berkata, \"Rasulullah saw bersabda, 'Tiga macam orang yang diberi pahala dua kali lipat, yaitu ahli kitab yang beriman kepada nabinya dan beriman pula kepadaku, maka baginya dua pahala, dan budak yang menunaikan hak Allah dan hak tuannya maka baginya dua pahala, dan orang yang mendidik budak perempuannya dengan baik kemudian dimerdekakan dan dikawini, maka baginya dua pahala pula.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 5104, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 27, "page": 541, "manzil": 7, "ruku": 475, "hizbQuarter": 216, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0626\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064e \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Li'alla ya'lama Ahlul kitaabi allaa yaqdiroona 'alaa shai'im min fadlil laahi wa annal fadla bi Yadil laahi u'teehi many yashaaa'; wallaahu Zul fadilil 'azeem" } }, "translation": { "en": "[This is] so that the People of the Scripture may know that they are not able [to obtain] anything from the bounty of Allah and that [all] bounty is in the hand of Allah; He gives it to whom He wills. And Allah is the possessor of great bounty.", "id": "agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5104", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5104.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5104.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua peringatan itu disampaikan agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah jika mereka tidak beriman kepada Nabi Muhammad dan mengikuti sunahnya, dan agar mereka mengetahui bahwa karunia itu ada di tangan Allah; Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki, yaitu mereka yang beriman dan berbuat kebajikan. Dan Allah mempunyai karunia yang besar bagi siapa saja yang mematuhi ajaran-Nya.", "long": "Pada ayat ini Allah menolak pendapat Bani Israil yang mengatakan bahwa rasul-rasul dan nabi-nabi itu hanyalah diangkat dari keturunan mereka saja. Allah mengangkat Nabi Muhammad saw bukan dari keturunan Bani Israil, agar mereka mengetahui bahwa hanya Dia yang menentukan segala sesuatu dan yang akan memperoleh pahala dua kali lipat itu hanyalah ahli kitab yang beriman kepada Muhammad saw saja, jika mereka tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw mereka tidak akan mendapat pahala sedikit pun. Pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia mempunyai karunia yang tidak terhingga banyaknya, yang akan dianugerahkan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya." } } } ] }, { "number": 58, "sequence": 105, "numberOfVerses": 22, "name": { "short": "المجادلة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u062c\u0627\u062f\u0644\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Mujaadila", "id": "Al-Mujadalah" }, "translation": { "en": "The Pleading Woman", "id": "Gugatan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Mujaadilah terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Munaafiquun. Surat ini dinamai dengan Al Mujaadilah (wanita yang mengajukan gugatan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa'labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya. Hal ini diadukan kepada Rasulullah s.a.w. dan ia menuntut supaya beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu. Dinamai juga Al Mujaadalah yang berarti perbantahan." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5105, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 542, "manzil": 7, "ruku": 476, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062a\u064f\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0643\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u062a\u064e\u062d\u064e\u0627\u0648\u064f\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064c \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Qad sami'al laahu qawlal latee tujaadiluka fee zawjihaa wa tashtakeee ilal laahi wallaahu yasma'u tahaawurakumaa; innal laaha samee'um baseer" } }, "translation": { "en": "Certainly has Allah heard the speech of the one who argues with you, [O Muhammad], concerning her husband and directs her complaint to Allah. And Allah hears your dialogue; indeed, Allah is Hearing and Seeing.", "id": "Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5105", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5105.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5105.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir Surah al-Hadìd Allah menyeru orang-orang beriman agar taat kepada Rasul-Nya, niscaya Allah akan memberikan cahaya dan mengampuni mereka. Pada ayat ini dijelaskan, sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya, yang telah menzihar dirinya, yaitu menganggap dirinya sama dengan ibu kandungnya sehingga haram digauli, dan dia pun mengadukan keadaan itu kepada Allah agar Allah memberikan kepastian hukum tentang kasus zihar tersebut dan Allah mendengar percakapan di antara kamu berdua bersama perempuan yang bernama Khaulah binti Ša‘labah yang dizihar suaminya tersebut. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar semua jenis percakapan yang terbuka maupun tertutup, Maha Melihat yang tampak maupun yang tersembunyi.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menerima gugatan seorang perempuan yang diajukan kepada Rasulullah saw tentang tindakan suaminya. Ia merasa dirugikan oleh suaminya itu, karena dizihar yang berakibat hidupnya akan terkatung-katung. Allah telah mendengar pula tanya jawab yang terjadi antara istri yang menggugat dengan Rasulullah saw. Oleh karena itu, Allah menurunkan hukum yang dapat menghilangkan kekhawatiran istri itu.\n\nZihar adalah ucapan suami kepada istrinya, \"Anti 'alayya ka dhahri ummi (Engkau menurutku haram aku campuri, seperti aku haram mencampuri ibuku).\" Zihar termasuk hukum Arab Jahiliah yang kemudian dinyatakan berlaku di kalangan umat Islam dengan turunnya ayat ini. Akan tetapi, hukumnya telah berubah sedemikian rupa sehingga telah hilang unsur-unsur yang dapat merugikan pihak istri.\n\nMenurut hukum Arab Jahiliah, bila seorang suami menzihar istrinya maka sejak itu istrinya haram dicampurinya. Maka sejak itu pula istrinya hidup dalam keadaan terkatung-katung. Setelah zihar, perkawinannya dengan suaminya belum putus, tetapi ia tidak boleh dicampuri lagi oleh suaminya. Biasanya istri yang dizihar tidak lagi diberi nafkah oleh suaminya, dan untuk kawin dengan orang lain terhalang oleh masih adanya ikatan perkawinan dengan suaminya.\n\nZihar dilakukan suami kepada istri di zaman Arab Jahiliah biasanya karena suami tidak mencintai istrinya lagi atau karena marah kepada istrinya, tetapi ia bermaksud mengikat istrinya. Perbuatan yang demikian biasa di zaman Arab Jahiliah karena memandang rendah derajat perempuan. Sedangkan agama Islam menyamakan derajat perempuan dengan pria." } } }, { "number": { "inQuran": 5106, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 542, "manzil": 7, "ruku": 476, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u0646\u0643\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0632\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u0651\u064c \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Allazeena yuzaahiroona minkum min nisaaa'ihim maa hunnaa ummahaatihim in ummahaatuhum illal laaa'ee waladnahum; wa innaahum la yaqooloona munkaram minal qawli wa zooraa; wa innal laaha la'afuwwun ghafoor" } }, "translation": { "en": "Those who pronounce thihar among you [to separate] from their wives - they are not [consequently] their mothers. Their mothers are none but those who gave birth to them. And indeed, they are saying an objectionable statement and a falsehood. But indeed, Allah is Pardoning and Forgiving.", "id": "Orang-orang di antara kamu yang menzihar istrinya, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) istri mereka itu bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkannya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5106", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5106.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5106.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang, yakni para suami, di antara kamu yang menzihar istrinya, yaitu menyamakan status hukum istrinya dengan ibunya, yaitu memandang keduanya sama-sama haram digauli, karena tidak lagi menyukainya. Suami yang memperlakukan istrinya demikian telah berbuat kesalahan yang berat, karena istri mereka itu bukanlah ibunya sehingga tidak haram digauli. Mereka tidak menyadari bahwa ibu-ibu mereka adalah perempuan yang telah melahirkannya. Dan sesungguhnya mereka, para suami yang menzihar istrinya, benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar karena ucapan itu hanya alasan bahwa ia tidak lagi menyukai istrinya dan merupakan ucapan dusta, karena tidak sesuai dengan fakta bahwa istri itu berbeda dengan ibu kandungnya. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf kepada siapa saja yang menyadari kesalahannya bahwa ia telah menzihar istrinya; Maha Pengampun kepada yang bertobat dengan tulus.", "long": "Ayat ini mencela suami-suami yang telah menzihar istrinya dengan mengatakan bahwa orang-orang yang telah menzihar istrinya adalah perkataan yang tidak benar yang dikatakan oleh orang-orang yang tidak menggunakan akal sehatnya. Apakah mungkin istri itu sama dengan ibu? Istri adalah teman hidup yang dihubungkan oleh akad nikah, sedang ibu adalah orang yang melahirkannya sehingga ada hubungan darah.\n\nOleh karena itu, orang yang demikian adalah orang yang mengatakan perkataan yang tidak etis dan tidak dibenarkan oleh agama, akal, maupun adat kebiasaan. Perkataan itu adalah perkataan yang tidak etis, tidak mempunyai alasan sedikit pun. Sekalipun demikian, Allah akan mengampuni dosa orang yang telah menzihar istrinya, jika ia mengikuti ketentuan-ketentuan-Nya.\n\nAda suatu prinsip dalam agama Islam yang harus ditegakkan, yaitu \"mengakui kenyataan-kenyataan yang ada sesuai dengan sunatullah.\" Dalam menetapkan hukum-hukum yang berlaku di alam ini, Allah mengetahui hikmah dan akibatnya secara benar dan pasti. Oleh karena itu, sangat tercela orang-orang yang mau mengubah-ubah sunatullah itu, seperti memandang istri sebagai mahramnya, padahal Allah telah menetapkan orang-orang yang haram dinikahi oleh seorang pria (lihat Surah an-Nisa'/4: 22-24, dan beberapa ayat lainnya). \n\nPada ayat 4 Surah al-Ahzab/33, perkataan zihar digandengkan dengan perkataan anak angkat. Karena mengakui anak orang lain sebagai anak kandung sendiri sama hukumnya dengan anak sendiri, termasuk mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan sunatullah, dan tidak sesuai dengan kebenaran. Kemudian Allah menegaskan bahwa anak angkat itu adalah anak ayah dan ibunya, bukan sekali-kali anak orang yang mengangkatnya. Allah berfirman:\n\nPanggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Ahzab/33: 5)\n\nDari ayat ketiga surah ini dapat dipahami bahwa suami yang menzihar istrinya memperoleh hukuman ukhrawi dan hukuman duniawi. Hukuman ukhrawi ialah mereka berdosa karena mengatakan yang bukan-bukan, yaitu mengatakan bahwa istrinya haram dicampurinya seperti ia haram mencampuri ibunya. Dalam agama termasuk perbuatan terlarang apabila seseorang menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal, karena yang menentukan halal dan haram itu hanyalah Allah saja. Hukuman duniawi ialah ia wajib membayar kafarat jika ia hendak mencampuri istrinya kembali, dan kafarat itu cukup besar jumlahnya, seperti yang akan diterangkan nanti.\n\nPara ulama sepakat bahwa menyamakan istri dengan ibu dengan maksud untuk menyatakan kasih sayang kepadanya atau untuk menyatakan penghormatan dan terima kasih kepadanya, tidaklah termasuk zihar. Karena zihar itu hanyalah ucapan suami yang menyatakan bahwa istrinya itu haram dicampurinya.\n\nPerkataan anti 'alaiyya ka dhahri ummi merupakan suatu ungkapan (idiom) yang mempunyai arti yang khusus dalam bahasa Arab. Hanyalah orang yang mendalam rasa bahasanya yang dapat merasakan arti ungkapan itu. Oleh karena itu, jika suami yang hanya mengerti bahasa Indonesia, mengucapkan sigat dhihar itu dengan ungkapan yang dipahami oleh orang Indonesia maka hukum di atas berlaku pula baginya.\n\nMenurut Hanifah, Auza'i, ats-tsauri dan salah satu qaul Imam Syafi'i boleh disebut dalam sigat dhihar perempuan selain ibu, asal saja perempuan yang disebut namanya itu termasuk muhrim laki-laki yang menzihar, seperti suami mengatakan, \"Engkau haram aku campuri, seperti aku haram mencampuri adik kandungku yang perempuan.\"\n\nJika seorang suami telah menzihar istrinya, tidak berarti telah terjadi perceraian antara kedua suami-istri itu. Masing-masing masih terikat oleh hak dan kewajiban sebagai suami dan istri. Mereka hanya terlarang melakukan persetubuhan. Demikian pula untuk menghindarkan diri dari perbuatan haram, maka haram pula kedua suami-istri itu berkhalwat (berduaan di tempat sunyi) sebelum suami membayar kafarat.\n\nAgar istri tidak terkatung-katung hidupnya dan menderita karena zihar itu, sebaiknya ditetapkan waktu menunggu bagi istri. Waktu menunggu itu dapat dikiaskan kepada waktu menunggu dalam ila'), yaitu empat bulan. Apabila telah lewat waktu empat bulan sejak suami mengucapkan ziharnya, sedang suami belum lagi menetapkan keputusan, bercerai atau melanjutkan perkawinan dengan membayar kafarat, maka istri berhak mengajukan gugatan kepada pengadilan. Hakim tentu akan mengabulkan gugatan istri bila gugatan itu terbukti.\n\nJika zihar berakibat perceraian, maka jatuhlah talak ba'in kubra, dimana perkawinan kembali antara bekas suami-istri itu haruslah dengan syarat membayar kafarat." } } }, { "number": { "inQuran": 5107, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 542, "manzil": 7, "ruku": 476, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0631\u0650\u064a\u0631\u064f \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0633\u0651\u064e\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena yuzaahiroona min nisaaa'ihim summa ya'oodoona limaa qaaloo fatabreeru raqabatim min qabli any-yatamaaassaa; zaalikum too'azoona bih; wallaahu bimaa ta'maloona khabeer" } }, "translation": { "en": "And those who pronounce thihar from their wives and then [wish to] go back on what they said - then [there must be] the freeing of a slave before they touch one another. That is what you are admonished thereby; and Allah is Acquainted with what you do.", "id": "Dan mereka yang menzihar istrinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5107", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5107.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5107.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka yang menzihar istrinya, lalu menyesali perbuatannya, kemudian segera menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan kepada istrinya itu, maka mereka para suami yang telah menzihar istrinya itu diwajibkan membayar kafarat, yakni tebusan dengan memerdekakan seorang budak sebelum suami istri itu bercampur kembali seperti sebelum menziharnya. Demikianlah yang diajarkan Allah kepadamu, kaum muslim tentang hukum zihar dan panduan membayar tebusannya, dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan agar orang-orang beriman menyadari kemahatelitian Allah sehingga tidak berbuat curang dalam hidupnya.", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan syarat-syarat bagi suami-istri agar dapat bercampur atau melaksanakan perkawinan kembali jika mereka telah bercerai, yaitu pihak suami wajib membayar kafarat. Kewajiban membayar kafarat itu disebabkan telah terjadinya zihar dan adanya kehendak suami mencampuri istrinya ('aud).\n\nDalam ayat ini diterangkan tiga tahap kafarat zihar. Tahap pertama harus diupayakan melaksanakannya. Kalau tahap pertama tidak sanggup dilaksanakan, boleh menjalankan tahap kedua. Bila tahap kedua juga tidak sanggup melaksanakannya, wajib dijalankan tahap ketiga. Tahap-tahap itu ialah:\n\n1.Memerdekakan seorang budak sebelum melaksanakan persetubuhan kembali. Ini adalah ketetapan Allah yang ditetapkan bagi seluruh orang yang beriman, agar mereka berhati-hati terhadap perbuatan mungkar dan membayar kafarat itu sebagai penghapus dosa perbuatan mungkar. Allah memperhatikan dan mengetahui semua perbuatan hamba-Nya, dan akan mengampuni semua hamba-Nya yang mau menghentikan perbuatan mungkar dan melaksanakan hukum-hukum Allah. Pada saat ini perbudakan telah hapus dari permukaan bumi, karena itu kafarat tingkat pertama ini tidak mungkin dilaksanakan lagi. Memerdekakan budak sebagai kafarat, termasuk salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yang pernah membudaya di kalangan bangsa-bangsa di dunia, seperti yang terjadi di Amerika, Eropa, dan lain-lain. Oleh karena itu, agama Islam adalah agama yang berusaha menghapus perbudakan dan menetapkan cara-cara untuk melenyapkannya dengan segera.\n\n2.Jika yang pertama tidak dapat dilakukan, hendaklah puasa dua bulan berturut-turut. Berturut-turut merupakan salah satu syarat dari puasa yang akan dilakukan itu. Hal ini berarti jika ada hari-hari puasa yang tidak terlaksana seperti puasa sehari atau lebih kemudian tidak puasa pada hari yang lain dalam masa dua bulan itu, maka puasa itu tidak dapat dijadikan kafarat, walaupun tidak berpuasa itu disebabkan perjalanan jauh (safar) atau sakit. Puasa itu harus dilakukan sebelum melakukan persetubuhan suami istri.\n\n3.Jika yang kedua tidak juga dapat dilaksanakan, maka dilakukan tahap ketiga, yaitu memberi makan enam puluh orang miskin.\n\nZihar adalah semacam sumpah, yaitu sumpah suami yang menyatakan bahwa istrinya haram dicampuri seperti haramnya mencampuri ibunya. Oleh karena itu, yang wajib membayar kafarat ialah suami yang melakukan zihar saja, karena dialah yang bersumpah, sedang istri yang tidak pernah melakukan zihar tidak wajib membayar kafarat.\n\nJumlah atau bentuk kafarat zihar yang ditetapkan itu adalah jumlah atau bentuk yang sangat tinggi, apalagi jika diingat bahwa hukum itu berlaku bagi seluruh kaum Muslimin, baik yang kaya atau yang miskin. Bagi seorang yang kaya tidak ada kesulitan membayar kafarat itu, tetapi merupakan hal yang sulit dan berat membayarnya bagi orang-orang miskin.\n\nMenghadapi masalah yang seperti ini, syariat Islam mempunyai prinsip-prinsip yang dapat meringankan suatu beban yang dipikulkan Allah kepada kaum Muslimin, yaitu prinsip, \"Kesukaran itu menimbulkan kemudahan,\" asal saja kesukaran itu benar-benar suatu kesukaran yang tidak dapat diatasi, disertai dengan keinginan di dalam hati untuk mencari keridaan Allah.\n\nSehubungan dengan ini, pada kelanjutan hadis Khuwailah binti Malik yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, dikatakan:\n\nMaka Rasulullah saw berkata, \"Hendaklah ia memerdekakan seorang budak.\" Khaulah berkata, \"Ia tidak sanggup mengusahakannya.\" Nabi berkata, \"(Kalau demikian) maka ia berpuasa dua bulan berturut-turut.\" Khaulah berkata, \"Ya Rasulullah, sesungguhnya ia (suamiku) adalah seorang yang telah tua bangka, tidak sanggup lagi berpuasa.\" Nabi berkata, \"Maka hendaklah ia memberi makan enam puluh orang miskin.\" Khaulah berkata, \"Ia tidak mempunyai sesuatu pun yang akan disedekahkannya.\" Rasulullah saw Berkata, \"(Kalau demikian) maka sesungguhnya aku akan membantunya dengan segantang tamar.\" Khaulah berkata, \"Dan aku akan membantunya pula dengan segantang tamar.\" Berkata Rasulullah saw, \"Engkau benar-benar baik, pergilah, maka beritahukanlah atas namanya, beri makanlah dengan tamar ini enam puluh orang fakir-miskin.\" (Riwayat Abu Dawud)\n\nPada riwayat yang lain diterangkan bahwa Khaulah mengatakan kepada Rasulullah saw bahwa orang yang paling miskin di negeri ini adalah keluarganya. Maka Rasulullah saw menyuruh Khaulah membawa kurma sebagai kafarat itu pulang ke rumahnya untuk dimakan keluarganya sendiri.\n\nPada dasarnya agama Islam tidak menyetujui adanya zihar itu, bahkan memandangnya sebagai perbuatan mungkar dan dosa, karena perbuatan zihar itu adalah perbuatan yang tidak mempunyai dasar, mengatakan sesuatu yang bukan-bukan. Akan tetapi, karena zihar itu adalah suatu kebiasaan bangsa Arab Jahiliah, sedang untuk menghapus kebiasaan itu dalam waktu yang singkat akan menimbulkan kegoncangan pada masyarakat Islam yang baru tumbuh, sedang masyarakat itu berasal dari orang-orang Arab masa Jahiliah, maka agama Islam tidak langsung menghapuskan kebiasaan tersebut. Agama Islam menghilangkan semua akibat yang ditimbulkan oleh perbuatan zihar itu dengan menetapkan waktu menunggu empat bulan. Dalam masa itu, suami boleh menceraikan istrinya atau membayar kafarat bagi yang ingin mencampuri istrinya kembali, yakni mencabut kembali ucapan zihar yang telah diucapkannya. Jadi zihar itu berasal dari hukum Arab masa Jahiliah yang telah dihapuskan oleh Islam. Oleh karena itu, bagi negara-negara atau umat Islam yang tidak mengenal zihar tersebut, tidak perlu mencantumkan hukum itu apabila mereka membuat suatu undang-undang perkawinan.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa Allah menerangkan kewajiban membayar kafarat itu bagi suami yang telah menzihar istrinya adalah untuk memperdalam jiwa tauhid, mempercayai Nabi Muhammad saw sebagai rasul Allah, dan agar berhati-hati mengucapkan suatu perkataan, sehingga tidak mengadakan kedustaan dan mengatakan yang bukan-bukan. Dengan demikian, tertanamlah dalam hati setiap orang yang beriman keinginan melaksanakan semua hukum-hukum Allah dengan sebaik-baiknya. Tertanam juga dalam hati mereka bahwa mengingkari hukum-hukum Allah itu akan menimbulkan kesengsaraan di dunia maupun di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 5108, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 542, "manzil": 7, "ruku": 476, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0635\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064f \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064f\u062a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0633\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0637\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064f \u0633\u0650\u062a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Famal lam yajid fa siyaamu shahraini mutataabi'ayni min qabli any-yatamaaassaa famal lam yastati' fa-it'aamu sitteena miskeena; zaalika litu'minoo billaahi wa rasoolih'wa tilka hudoodul laah; wa lilkaafireena 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "And he who does not find [a slave] - then a fast for two months consecutively before they touch one another; and he who is unable - then the feeding of sixty poor persons. That is for you to believe [completely] in Allah and His Messenger; and those are the limits [set by] Allah. And for the disbelievers is a painful punishment.", "id": "Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang sangat pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5108", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5108.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5108.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka barang siapa yang tidak menemukan, tidak memiliki uang untuk memerdekakan hamba sahaya karena harganya mahal, maka dia wajib membayar kafarat zihar dengan berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur kembali. Barang siapa tidak mampu, membayar kafarat zihar dengan berpuasa dua bulan berturut-turut, maka ia wajib membayar kafarat zihar dengan memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah, Allah menjelaskan hukum zihar dan kafarat-nya agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan benar-benar berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunah-Nya dan itulah hukum-hukum Allah tentang zihar dan kafarat-kafaratnya; dan Allah memperingatkan bahwa bagi orang-orang yang mengingkarinya, yakni hukum zihar, akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat, karena mengatakan yang bukan-bukan, mengharamkan menggauli istri yang dihalalkan Allah.", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan syarat-syarat bagi suami-istri agar dapat bercampur atau melaksanakan perkawinan kembali jika mereka telah bercerai, yaitu pihak suami wajib membayar kafarat. Kewajiban membayar kafarat itu disebabkan telah terjadinya zihar dan adanya kehendak suami mencampuri istrinya ('aud).\n\nDalam ayat ini diterangkan tiga tahap kafarat zihar. Tahap pertama harus diupayakan melaksanakannya. Kalau tahap pertama tidak sanggup dilaksanakan, boleh menjalankan tahap kedua. Bila tahap kedua juga tidak sanggup melaksanakannya, wajib dijalankan tahap ketiga. Tahap-tahap itu ialah:\n\n1.Memerdekakan seorang budak sebelum melaksanakan persetubuhan kembali. Ini adalah ketetapan Allah yang ditetapkan bagi seluruh orang yang beriman, agar mereka berhati-hati terhadap perbuatan mungkar dan membayar kafarat itu sebagai penghapus dosa perbuatan mungkar. Allah memperhatikan dan mengetahui semua perbuatan hamba-Nya, dan akan mengampuni semua hamba-Nya yang mau menghentikan perbuatan mungkar dan melaksanakan hukum-hukum Allah. Pada saat ini perbudakan telah hapus dari permukaan bumi, karena itu kafarat tingkat pertama ini tidak mungkin dilaksanakan lagi. Memerdekakan budak sebagai kafarat, termasuk salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yang pernah membudaya di kalangan bangsa-bangsa di dunia, seperti yang terjadi di Amerika, Eropa, dan lain-lain. Oleh karena itu, agama Islam adalah agama yang berusaha menghapus perbudakan dan menetapkan cara-cara untuk melenyapkannya dengan segera.\n\n2.Jika yang pertama tidak dapat dilakukan, hendaklah puasa dua bulan berturut-turut. Berturut-turut merupakan salah satu syarat dari puasa yang akan dilakukan itu. Hal ini berarti jika ada hari-hari puasa yang tidak terlaksana seperti puasa sehari atau lebih kemudian tidak puasa pada hari yang lain dalam masa dua bulan itu, maka puasa itu tidak dapat dijadikan kafarat, walaupun tidak berpuasa itu disebabkan perjalanan jauh (safar) atau sakit. Puasa itu harus dilakukan sebelum melakukan persetubuhan suami istri.\n\n3.Jika yang kedua tidak juga dapat dilaksanakan, maka dilakukan tahap ketiga, yaitu memberi makan enam puluh orang miskin.\n\nZihar adalah semacam sumpah, yaitu sumpah suami yang menyatakan bahwa istrinya haram dicampuri seperti haramnya mencampuri ibunya. Oleh karena itu, yang wajib membayar kafarat ialah suami yang melakukan zihar saja, karena dialah yang bersumpah, sedang istri yang tidak pernah melakukan zihar tidak wajib membayar kafarat.\n\nJumlah atau bentuk kafarat zihar yang ditetapkan itu adalah jumlah atau bentuk yang sangat tinggi, apalagi jika diingat bahwa hukum itu berlaku bagi seluruh kaum Muslimin, baik yang kaya atau yang miskin. Bagi seorang yang kaya tidak ada kesulitan membayar kafarat itu, tetapi merupakan hal yang sulit dan berat membayarnya bagi orang-orang miskin.\n\nMenghadapi masalah yang seperti ini, syariat Islam mempunyai prinsip-prinsip yang dapat meringankan suatu beban yang dipikulkan Allah kepada kaum Muslimin, yaitu prinsip, \"Kesukaran itu menimbulkan kemudahan,\" asal saja kesukaran itu benar-benar suatu kesukaran yang tidak dapat diatasi, disertai dengan keinginan di dalam hati untuk mencari keridaan Allah.\n\nSehubungan dengan ini, pada kelanjutan hadis Khuwailah binti Malik yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, dikatakan:\n\nMaka Rasulullah saw berkata, \"Hendaklah ia memerdekakan seorang budak.\" Khaulah berkata, \"Ia tidak sanggup mengusahakannya.\" Nabi berkata, \"(Kalau demikian) maka ia berpuasa dua bulan berturut-turut.\" Khaulah berkata, \"Ya Rasulullah, sesungguhnya ia (suamiku) adalah seorang yang telah tua bangka, tidak sanggup lagi berpuasa.\" Nabi berkata, \"Maka hendaklah ia memberi makan enam puluh orang miskin.\" Khaulah berkata, \"Ia tidak mempunyai sesuatu pun yang akan disedekahkannya.\" Rasulullah saw Berkata, \"(Kalau demikian) maka sesungguhnya aku akan membantunya dengan segantang tamar.\" Khaulah berkata, \"Dan aku akan membantunya pula dengan segantang tamar.\" Berkata Rasulullah saw, \"Engkau benar-benar baik, pergilah, maka beritahukanlah atas namanya, beri makanlah dengan tamar ini enam puluh orang fakir-miskin.\" (Riwayat Abu Dawud)\n\nPada riwayat yang lain diterangkan bahwa Khaulah mengatakan kepada Rasulullah saw bahwa orang yang paling miskin di negeri ini adalah keluarganya. Maka Rasulullah saw menyuruh Khaulah membawa kurma sebagai kafarat itu pulang ke rumahnya untuk dimakan keluarganya sendiri.\n\nPada dasarnya agama Islam tidak menyetujui adanya zihar itu, bahkan memandangnya sebagai perbuatan mungkar dan dosa, karena perbuatan zihar itu adalah perbuatan yang tidak mempunyai dasar, mengatakan sesuatu yang bukan-bukan. Akan tetapi, karena zihar itu adalah suatu kebiasaan bangsa Arab Jahiliah, sedang untuk menghapus kebiasaan itu dalam waktu yang singkat akan menimbulkan kegoncangan pada masyarakat Islam yang baru tumbuh, sedang masyarakat itu berasal dari orang-orang Arab masa Jahiliah, maka agama Islam tidak langsung menghapuskan kebiasaan tersebut. Agama Islam menghilangkan semua akibat yang ditimbulkan oleh perbuatan zihar itu dengan menetapkan waktu menunggu empat bulan. Dalam masa itu, suami boleh menceraikan istrinya atau membayar kafarat bagi yang ingin mencampuri istrinya kembali, yakni mencabut kembali ucapan zihar yang telah diucapkannya. Jadi zihar itu berasal dari hukum Arab masa Jahiliah yang telah dihapuskan oleh Islam. Oleh karena itu, bagi negara-negara atau umat Islam yang tidak mengenal zihar tersebut, tidak perlu mencantumkan hukum itu apabila mereka membuat suatu undang-undang perkawinan.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa Allah menerangkan kewajiban membayar kafarat itu bagi suami yang telah menzihar istrinya adalah untuk memperdalam jiwa tauhid, mempercayai Nabi Muhammad saw sebagai rasul Allah, dan agar berhati-hati mengucapkan suatu perkataan, sehingga tidak mengadakan kedustaan dan mengatakan yang bukan-bukan. Dengan demikian, tertanamlah dalam hati setiap orang yang beriman keinginan melaksanakan semua hukum-hukum Allah dengan sebaik-baiknya. Tertanam juga dalam hati mereka bahwa mengingkari hukum-hukum Allah itu akan menimbulkan kesengsaraan di dunia maupun di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 5109, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 542, "manzil": 7, "ruku": 476, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0628\u0650\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0628\u0650\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064d \u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yuhaaaddoonal laaha wa Rasoolahoo kubitoo kamaa kubital lazeena min qablihim; wa qad anzalnaaa aayaatim baiyinaat; wa lilkaa fireena 'azaabum muheen" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who oppose Allah and His Messenger are abased as those before them were abased. And We have certainly sent down verses of clear evidence. And for the disbelievers is a humiliating punishment.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh, Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5109", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5109.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5109.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat di atas Allah menerangkan hukum zihar dan kafarat-kafaratnya. Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang yang menentang hukum Allah dan Rasul-Nya akan mendapat kehinaan dunia akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya dengan menolak dan mengingkari ajaran yang disampaikan Rasulullah pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh orang-orang sebelum mereka seperti kaum Yahudi yang durhaka kepada Nabi Musa yang diubah menjadi kera. Dan sungguh, Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata tentang kebenaran agama Allah dan hukum-hukum-Nya dengan mengutus para nabi dan rasul. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya dengan kufur dan merintangi pelaksanaannya akan mendapat azab yang menghinakan di dunia dan di akhirat.", "long": "Ayat ini memperingatkan manusia yang menentang Allah dan rasul-Nya, dengan memilih hukum yang berlaku pada dirinya, bukan hukum yang telah ditetapkan Allah dan rasul-Nya, dan memeluk agama yang bukan agama yang disyariatkan-Nya. Mereka akan ditimpa azab berupa kehinaan selama hidup di dunia, sebagaimana telah ditimpakan kepada orang-orang dahulu yang mengingkari para rasul yang diutus Allah kepada mereka.\n\nAyat ini merupakan kabar gembira dan menambah semangat kaum Muslimin yang sedang mengalami tekanan dari orang-orang yang bersekutu dalam Perang Ahzab. Pada waktu itu, orang-orang Yahudi, orang-orang musyrik Mekah, dan orang-orang munafik bersatu dan bersekutu menghadapi kaum Muslimin, sehingga jumlah mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah kaum Muslimin. Karena semangat kaum Muslimin yang tinggi dan keyakinan mereka akan pertolongan Allah yang akan diberikan kepada mereka, maka mereka dapat mengalahkan tentara yang bersekutu itu.\n\nAyat ini merupakan peringatan kepada para pemimpin bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat, apakah mereka telah menjalankan hukum-hukum Allah dalam pemerintahan mereka. Sebab, Allah telah menegaskan bahwa hukum dan agama yang boleh dianut manusia hanyalah agama Islam. Selain dari itu, manusia dilarang mengikuti dan menganutnya. Allah berfirman:\n\nPada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al-Ma'idah/5: 3)\n\nAgama Islam yang dimaksud ialah agama yang didakwahkan Nabi Muhammad yang diterima dari Allah.\n\nSementara itu mengenai hal-hal yang telah ditentukan, para penguasa atau orang-orang yang mewakili rakyatnya dibolehkan menetapkan hukum-hukum lain yang mengatur kehidupan masyarakatnya, selama hukum itu tidak bertentangan dengan hukum yang telah ditetapkan Allah.\n\nDiterangkan bahwa Allah telah menurunkan ayat-ayat-Nya kepada Nabi Muhammad, yang mengemukakan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat akan kebenaran agama beserta hukum-hukum-Nya. Tidak seorang pun yang dapat mematahkan dalil-dalil dan bukti-bukti, sekalipun mereka masih tetap ingkar dan melanggar hukum-hukum itu.\n\nDari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa Allah memerintahkan kepada manusia terutama kepada cerdik-pandai agar mempelajari dan membahas hukum-hukum Allah, menggunakan akal, pikiran, dan pengalaman mereka, bahkan dengan seluruh kemampuan yang ada pada mereka. Kemudian memberikan penilaian yang tepat dan objektif.\n\nDalam ayat ke-4 yang lalu dikatakan, \"Wa lil-kafirina 'adhabun alim\" (dan bagi orang-orang kafir azab yang pedih), sedangkan pada ayat kelima ini dikatakan, \"Wa lil kafirina 'adhabun muhin\" (dan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan). Yang dimaksud dengan orang-orang kafir pada ayat ke-4 ialah orang-orang mukmin yang melanggar ketentuan-ketentuan. Mereka memperoleh azab yang pedih sebagai pelajaran bagi mereka agar segera bertobat dan menyadari kesalahan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan orang kafir pada ayat kelima ini ialah orang yang benar-benar kafir, tidak beriman. Bagi mereka azab yang menimbulkan kehinaan selama kehidupan dunia, seperti hilangnya rasa malu pada diri mereka, merasa biasa melakukan perbuatan terlarang, merasa biasa berbuat curang dan melakukan perbuatan keji. Orang yang seperti itu biasanya adalah orang yang berkuasa yang dapat melakukan semua yang dikehendakinya, tetapi orang lain tidak lagi mempunyai penghargaan dalam arti yang sebenarnya pada mereka. Banyak lagi bentuk penghinaan yang lebih berat yang mereka terima." } } }, { "number": { "inQuran": 5110, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 542, "manzil": 7, "ruku": 476, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Yawma yab'asuhumul laahu jamee'an fayunabbi'uhum bimaa 'amiloo; ahsaahul laahu wa nasooh; wallaahu 'alaa kulli shai'in shaheed" } }, "translation": { "en": "On the Day when Allah will resurrect them all and inform them of what they did. Allah had enumerated it, while they forgot it; and Allah is, over all things, Witness.", "id": "Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5110", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5110.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5110.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kehinaan bagi yang mengingkari hukum Allah yang disebutkan pada ayat di atas akan diberikan pada hari Kiamat, yaitu: pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah menuju padang mahsyar, tempat berkumpul manusia sejak Nabi Adam hingga manusia terakhir, lalu diberitakan kepada mereka semua apa yang telah mereka kerjakan dengan lengkap, menyeluruh, dan terinci; Allah menghitungnya dengan akurat semua amal perbuatan mereka itu, meskipun mereka telah melupakannya karena sudah berlangsung lama, tetapi Allah mengetahuinya, ada catatan dua malaikat, ada dokumentasi pada diri manusia (Lihat: Surah al-Isrà’/17: 13—14) dan ada kesaksian kedua tangan dan kaki (Lihat: Surah Yàsìn/36: 65). Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu yang dilakukan manusia.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan keadaan orang-orang yang menentang dan melanggar hukum Allah di akhirat nanti. Allah mengumpulkan mereka semua sejak manusia pertama yaitu Adam, sampai saat terakhir kehidupan manusia, pada hari Kiamat. Kemudian Allah memberitahukan kepada mereka yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Semuanya itu tercatat dalam kitab catatan mereka masing-masing, tidak ada satu pun yang dilupakan, walaupun mereka sendiri telah melupakannya karena tidak sesuatu pun yang luput dari pengetahuan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5111, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 543, "manzil": 7, "ruku": 477, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0633\u064e\u0627\u062f\u0650\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Alam tara annal laaha ya'lamu maa fis samaawaati wa maa fil ardi maa yakoonu min najwaa salaasatin illaa Huwa raabi'uhum wa laa khamsatin illaa huwa saadisuhum wa laaa adnaa min zaalika wa laaa aksara illaa huwa ma'ahum ayna, maa kaanoo summa yunabbi'uhum bimaa 'amiloo yawmal qiyaamah; innal laaha bikulli shai'in aleem" } }, "translation": { "en": "Have you not considered that Allah knows what is in the heavens and what is on the earth? There is in no private conversation three but that He is the fourth of them, nor are there five but that He is the sixth of them - and no less than that and no more except that He is with them [in knowledge] wherever they are. Then He will inform them of what they did, on the Day of Resurrection. Indeed Allah is, of all things, Knowing.", "id": "Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5111", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5111.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5111.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain menyaksikan segala sesuatu, Allah juga mengetahui semua pembicaraan rahasia. Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, karena penglihatan Allah menembus batas-batas ruang dan waktu? Oleh sebab itu, bagi Allah, tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya, karena Allah ada, hadir dan terlibat dalam keseharian hamba-hamba-Nya. Dan tidak ada lima orang yang terlibat dalam pembicaraan rahasia, melainkan Dialah yang keenamnya, karena Allah dekat dan terlibat dalam aktivitas manusia. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak yang terlibat dalam pembicaraan rahasia, melainkan Dia, pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada, meskipun manusia sering tidak merasakan kehadiran Allah bersama mereka, karena kalbunya yang terhijab. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan dengan menghadirkan catatan yang merekam seluruh jejak hidupnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang dilakukan manusia termasuk pembicaraan rahasia di antara mereka.", "long": "Ayat ini menerangkan bagaimana luas, dalam, dan lengkapnya pengetahuan Allah tentang makhluk yang diciptakan-Nya, sejak dari yang kecil sampai kepada yang sebesar-besarnya. Diterangkan bahwa ilmu Allah mencakup segala yang ada di langit dan di bumi, betapa pun kecil dan halusnya. Jika ada tiga orang di langit dan di bumi berbisik-bisik, maka Allah yang keempatnya. Jika yang berbisik dan mengadakan perundingan rahasia itu empat orang, maka Allah yang kelimanya, dan jika yang berbisik dan mengadakan perundingan rahasia itu lima orang maka Allah yang keenamnya. Bahkan berapa orang saja berbisik dan mengadakan perundingan rahasia dan di mana saja mereka melakukannya, pasti Allah mengetahuinya.\n\nPenyebutan bilangan tiga, empat, dan lima orang dalam ayat hanyalah untuk menyatakan bahwa biasanya perundingan itu dilakukan oleh beberapa orang seperti tiga, empat, lima, dan seterusnya, dan tiap-tiap perundingan itu pasti Allah menyaksikannya. Allah berfirman:\n\nTidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib? (at-Taubah/9: 78)\n\nDan berfirman:\n\nAtaukah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka. (az-Zukhruf/43: 80)\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa kebenaran tentang Allah Maha Mengetahui segala sesuatu itu, barulah mereka ketahui di hari Kiamat nanti, yaitu ketika dikemukakan catatan amal mereka yang di dalamnya tercatat seluruh perbuatan yang pernah mereka kerjakan selama hidup di dunia, yaitu berupa perbuatan baik maupun perbuatan buruk, tidak ada satu pun yang dilupakan untuk dicatat. Pada saat itu, orang-orang kafir barulah menyesali perbuatan mereka, tetapi penyesalan di kemudian hari itu tidak ada gunanya sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 5112, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 543, "manzil": 7, "ruku": 477, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064f\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u062c\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u064a\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0643\u064e \u062d\u064e\u064a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062d\u064e\u064a\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u06da \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena nuhoo 'anin najwaa summa ya'oodoona limaa nuhoo 'anhu wa yatanaajawna bil ismi wal'udwaani wa ma'siyatir rasooli wa izaa jaaa'ooka haiyawka bimaa lam yuhai yika bihil laahu wa yaqooloona fee anfusihim law laa yu'azzibunal laahu bimaa naqool; hasbuhum jahannnamu yaslawnahaa fabi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "Have you not considered those who were forbidden from private conversation, then they return to that which they were forbidden and converse among themselves about sin and aggression and disobedience to the Messenger? And when they come to you, they greet you with that [word] by which Allah does not greet you and say among themselves, \"Why does Allah not punish us for what we say?\" Sufficient for them is Hell, which they will [enter to] burn, and wretched is the destination.", "id": "Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5112", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5112.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5112.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu disebutkan bahwa tidak satu pun yang tersembunyi bagi Allah, dari bisikan sampai yang diucapkan dengan terang-terangan. Pada ayat ini dijelaskan perjanjian rahasia yang dilakukan orang-orang Yahudi di Madinah untuk menghancurkan Islam, karena mereka tidak menyadari bahwa Allah mengetahui rahasia jahat mereka. Tidakkah engkau, Muhammad, memperhatikan orang-orang, yakni kaum Yahudi di Madinah, yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia untuk memusuhi Islam, mencelakakan, dan berusaha membunuh Rasulullah, karena mereka telah mengikat perjanjian damai dengan kaum muslim dalam Piagam Madinah; kemudian mereka kembali mengerjakan larangan itu dengan mengabaikan kesepakatan damai tersebut; dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul. Mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan kaum Ansar yang dahulunya Bani Aus dan Khazraj yang suka berperang di antara mereka. Mereka pun memancing-mancing permusuhan dengan cara berbisik-bisik sesama mereka, jika ada seorang muslim yang lewat di hadapan mereka sehingga kaum muslim merasa tidak aman jika berada di perkampungan Yahudi. Dan apabila mereka datang kepadamu Muhammad, mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu, yaitu dengan ucapan, “Mudah-mudahan kematian menimpamu wahai Abul Qasim.”Rasulullah menjawab, “Dan atas kamu juga.” Dan, setelah orang-orang Yahudi mengucapkan salam penghinaan kepada Rasulullah tersebut, mereka mengatakan pada diri mereka sendiri dengan nada menantang, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?” Kalau benar Muhammad seorang rasul, tentu Allah akan mengabulkan jawaban Muhammad, “Dan atas kamu juga,” bencana atau kematian. Benar Allah akan mengazab setiap orang yang durhaka kepada-Nya, tetapi kapan datangnya azab itu adalah kewenangan Allah. Dia akan menimpakan azab itu bila dikehendaki-Nya, namun yang pasti adalah cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki dengan kehinaan dan penderitaan abadi. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali di akhirat yang kekal selama-lamanya bagi orang-orang kafir.", "long": "Ayat ini mencela perbuatan yang dilakukan orang Yahudi yang melakukan tindakan yang memancing perselisihan dan permusuhan antara mereka dan kaum Muslimin, padahal telah diadakan perjanjian damai antara mereka dan kaum Muslimin. Rasulullah saw memperingatkan sikap mereka itu, tetapi mereka tidak mengindahkannya.\n\nPembicaraan mereka dengan berbisik-bisik itu sebenarnya dapat memperbesar dosa mereka kepada Allah. Dosa itu karena mereka telah melanggar perjanjian damai yang mereka adakan dengan Rasulullah, bahwa mereka dengan kaum Muslimin akan memelihara ketenteraman dan berusaha menciptakan suasana damai di kota Medinah. Mereka bersalah karena setiap saat mencari-cari kesempatan untuk menghancurkan kaum Muslimin dan menggagalkan dakwah Nabi Muhammad.\n\nOrang-orang Yahudi itu jika mereka bertemu atau datang kepada Rasulullah saw mereka mengucapkan salam, tetapi isinya menghina Rasulullah saw. 'Aisyah menjawab dengan jawaban yang lebih kasar, karena sikap dan tindakan orang-orang Yahudi itu melampaui batas, baik ditinjau dari segi rasa kesopanan dalam pergaulan maupun ditinjau dari segi adat kebiasaan yang berlaku waktu itu.\n\nDitinjau dari segi agama Islam, maka tindakan orang-orang Yahudi itu benar-benar telah melampaui batas, karena Muhammad saw adalah seorang nabi dan rasul Allah, di mana setiap kaum Muslimin mendoakan keselamatan dan kebaikan untuknya. Allah swt berfirman:\n\nSesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (al-Ahzab/33: 56)\n\nDari ayat di atas dan sebab-sebab turunnya dapat diambil pengertian bahwa hendaklah kita berlaku sabar terhadap ucapan-ucapan keji yang dilontarkan kepada kita. Jangan langsung membalas seperti yang mereka lakukan, karena di sanalah letak perbedaan antara orang Muslim dan orang kafir. Dengan bersabar mereka akan sadar dan insaf bahwa mereka telah melakukan kesalahan.\n\nSetelah orang-orang Yahudi itu mengucapkan salam penghinaan kepada Rasulullah sebagaimana tersebut di atas, mereka berkata kepada sesamanya, \"Kenapa Allah tidak menimpakan azab kepada kita sebagai akibat jawaban Muhammad. Seandainya Muhammad benar-benar seorang nabi dan rasul yang diutus Allah, tentulah kita telah ditimpa azab.\" Sangkaan mereka yang demikian terhadap Allah, yaitu Allah akan langsung mengazab setiap orang yang durhaka kepada-Nya, adalah sangkaan yang salah. Benar Dia akan mengazab setiap orang yang durhaka kepada-Nya, tetapi kapan datangnya azab itu, adalah urusan-Nya. Dia akan menimpakan azab itu bila dikehendaki-Nya. Tetapi jika azab itu telah datang, maka tidak seorang pun yang dapat menghindarkan diri daripadanya.\n\nDalam hal menjawab salam terhadap non muslim, para ulama berbeda pendapat. Ibnu 'Abbas, asy-Sya'bi, dan Qatadah menyatakan bahwa menjawab salam terhadap non muslim hukumnya wajib, sama halnya dengan menjawab salam terhadap sesama muslim. Sedangkan Imam Malik dan Syafi'i menyatakan bahwa hal tersebut tidak wajib, dalam arti hanya boleh saja. Bila mereka mengucapkan salam, maka bagi kita cukup menjawabnya dengan \"'alaika.\" \n\nPada akhir ayat ini, Allah membantah anggapan mereka dengan tegas bahwa mereka pasti akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam. Mereka akan terbakar hangus di dalamnya. Jahanam itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali yang disediakan bagi orang-orang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 5113, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 543, "manzil": 7, "ruku": 477, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u062c\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u062c\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u062f\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u064a\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u062c\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo izaa tanaajaytum falaa tatanaajaw bil ismi wal 'udwaani wa ma'siyatir rasooli wa tanaajaw bil birri wattaqwaa wattaqul laahal lazeee ilaihi tuhsharoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when you converse privately, do not converse about sin and aggression and disobedience to the Messenger but converse about righteousness and piety. And fear Allah, to whom you will be gathered.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5113", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5113.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5113.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu mengingatkan orang-orang beriman agar tidak mengikuti kebiasaan Yahudi mengadakan pembicaraan rahasia kecuali untuk kebaikan. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu terpaksa mengadakan atau terlibat dalam pembicaraan rahasia, maka perhatikanlah, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, perencanaan, cara maupun strategi; dan jangan pula membahas permusuhan, kebencian, dan fitnah; dan jangan pula membicarakan perbuatan yang tergolong durhaka kepada Rasul, namun, jika terpaksa mengadakan atau terlibat dalam pembicaraan rahasia, maka bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan meliputi perdamaian, dan kerukunan hidup beragama, dan penguatan takwa kepada Allah. Dan bertakwalah kepada Allah, wahai seluruh umat dengan menjaga kesinambungan iman dan ibadah, serta amal saleh, yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali pada hari Kiamat untuk mempertanggung jawabkan hidup di hadapan Allah.", "long": "Kemudian Allah menghadapkan perintahnya kepada orang-orang yang beriman agar jangan sekali-kali mengadakan perundingan rahasia di antara mereka dengan tujuan berbuat dosa, mengadakan permusuhan, dan mendurhakai Allah dan rasul.\n\nJika mereka mengadakan perundingan rahasia juga, hal itu diperbolehkan, tetapi yang dibicarakan di dalam perundingan itu hanyalah kebajikan, membahas cara-cara yang baik, mengerjakan perbuatan-perbuatan takwa, dan menghindarkan diri dari perbuatan mungkar. Perlu diketahui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Oleh karena itu, betapa pun rahasianya perundingan yang dilakukan, pasti diketahui-Nya.\n\nDan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. (an-Nisa'/4: 14)\n\nDalam satu hadis diterangkan sebagai berikut:\n\nApabila kamu bertiga, maka janganlah dua orang di antara kamu itu berbisik-bisik tanpa mengajak yang ketiga sehingga kamu bergabung dengan orang lain, karena sikap itu menyedihkan perasaannya. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 5114, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 543, "manzil": 7, "ruku": 477, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064e\u062d\u0652\u0632\u064f\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u0650\u0636\u064e\u0627\u0631\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaman najwaa minash shaitaani liyahzunal lazeena aamanoo wa laisa bidaaarrihim shai'an illaa bi-iznil laah; wa 'alal laahi falyatawakkalil mu'minoon" } }, "translation": { "en": "Private conversation is only from Satan that he may grieve those who have believed, but he will not harm them at all except by permission of Allah. And upon Allah let the believers rely.", "id": "Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5114", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5114.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5114.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang beriman dilarang mengadakan pembicaraan rahasia karena pembicaraan rahasia itu karakter setan dalam menghasut manusia membangkitkan permusuhan dan kebencian. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk perbuatan setan dalam membujuk manusia mengikuti strateginya: berpaling dari Allah, mengikuti dorongan rendah dan membawa manusia kepada jurang kemaksiatan agar orang-orang beriman itu setelah tertipu strategi setan menyesal dan bersedih hati, sedang pembicaraan rahasia itu tidaklah memberi bencana sedikit pun kepada mereka, orang-orang beriman, kecuali dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal, menyerahkan hidup dan kehidupannya lahir batin setelah merencanakan secara optimal dan berusaha secara maksimal.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa berbisik-bisik dan mengadakan perundingan rahasia untuk menimbulkan permusuhan dan pertentangan itu adalah usaha dan perbuatan setan. Ia mendorong manusia melakukannya, agar mereka mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. Itulah tujuan hidup setan. Ia mempengaruhi manusia sejak dari nenek moyang mereka, yaitu Nabi Adam. Semakin banyak manusia yang dapat digodanya, semakin banyak temannya di neraka.\n\nDiterangkan pula bahwa usaha setan adalah untuk menimbulkan kesedihan dalam hati orang-orang yang beriman. Bisik-bisik dan perundingan rahasia yang dilakukan orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik, menimbulkan rasa tidak aman dalam hati orang-orang yang beriman. Sebenarnya kecelakaan manusia yang diusahakan oleh setan tidak akan terwujud dan terlaksana, tanpa izin dari Allah yang Mahakuasa lagi Maha Menentukan segala sesuatu.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa kaum Muslimin tidak boleh terpancing dan merasa tidak aman karena bisik-bisik dan perjanjian rahasia yang diadakan orang-orang kafir. Semuanya tidak akan terlaksana, kecuali jika Allah mengizinkannya. Oleh karena itu, setiap Muslim mesti bertawakal kepada Allah dan tidak percaya kepada siapa pun, kecuali kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5115, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 543, "manzil": 7, "ruku": 477, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0633\u0651\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062c\u064e\u0627\u0644\u0650\u0633\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0641\u0652\u0633\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u062d\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u0646\u0634\u064f\u0632\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0634\u064f\u0632\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo izaa qeela lakum tafassahoo fil majaalisi fafsahoo yafsahil laahu lakum wa izaa qeelan shuzoo fanshuzoo yarfa'il laahul lazeena aamanoo minkum wallazeena ootul 'ilma darajaat; wallaahu bimaa ta'maloona khabeer" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when you are told, \"Space yourselves\" in assemblies, then make space; Allah will make space for you. And when you are told, \"Arise,\" then arise; Allah will raise those who have believed among you and those who were given knowledge, by degrees. And Allah is Acquainted with what you do.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5115", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5115.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5115.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat yang lalu Allah memerintahkan kaum muslim agar menghindarkan diri dari perbuatan berbisik-bisik dan pembicaraan rahasia, karena akan menimbulkan rasa tidak enak bagi muslim lainnya. Pada ayat ini, Allah memerintahkan kaum muslim untuk melakukan perbuatan yang menimbulkan rasa persaudaraan dalam semua pertemuan. Wahai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu, dalam berbagai forum atau kesempatan, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, agar orang-orang bisa masuk ke dalam ruangan itu,” maka lapangkanlah jalan menuju majelis tersebut, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu dalam berbagai kesempatan, forum, atau majelis. Dan apabila dikatakan kepada kamu dalam berbagai tempat, “Berdirilah kamu untuk memberi penghormatan,” maka berdirilah sebagai tanda kerendahan hati, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu karena keyakinannya yang benar, dan Allah pun akan mengangkat orang-orang yang diberi ilmu, karena ilmunya menjadi hujah yang menerangi umat, beberapa derajat dibandingkan orang-orang yang tidak berilmu. Dan Allah Mahateliti terhadap niat, cara, dan tujuan dari apa yang kamu kerjakan, baik persoalan dunia maupun akhirat.", "long": "Ayat ini memberikan penjelasan bahwa jika di antara kaum Muslimin ada yang diperintahkan Rasulullah saw berdiri untuk memberikan kesempatan kepada orang tertentu untuk duduk, atau mereka diperintahkan pergi dahulu, hendaklah mereka berdiri atau pergi, karena beliau ingin memberikan penghormatan kepada orang-orang itu, ingin menyendiri untuk memikirkan urusan-urusan agama, atau melaksanakan tugas-tugas yang perlu diselesaikan dengan segera.\n\nDari ayat ini dapat dipahami hal-hal sebagai berikut:\n\n1.Para sahabat berlomba-lomba mencari tempat dekat Rasulullah saw agar mudah mendengar perkataan yang beliau sampaikan kepada mereka.\n\n2.Perintah memberikan tempat kepada orang yang baru datang merupakan anjuran, jika memungkinkan dilakukan, untuk menimbulkan rasa persahabatan antara sesama yang hadir.\n\n3.Sesungguhnya tiap-tiap orang yang memberikan kelapangan kepada hamba Allah dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka Allah akan memberi kelapangan pula kepadanya di dunia dan di akhirat.\n\nMemberi kelapangan kepada sesama Muslim dalam pergaulan dan usaha mencari kebajikan dan kebaikan, berusaha menyenangkan hati saudara-saudaranya, memberi pertolongan, dan sebagainya termasuk yang dianjurkan Rasulullah saw. Beliau bersabda:\n\nAllah selalu menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya. (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)\n\nBerdasarkan ayat ini para ulama berpendapat bahwa orang-orang yang hadir dalam suatu majelis hendaklah mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam majelis itu atau mematuhi perintah orang-orang yang mengatur majelis itu.\n\nJika dipelajari maksud ayat di atas, ada suatu ketetapan yang ditentukan ayat ini, yaitu agar orang-orang menghadiri suatu majelis baik yang datang pada waktunya atau yang terlambat, selalu menjaga suasana yang baik, penuh persaudaraan dan saling bertenggang rasa. Bagi yang lebih dahulu datang, hendaklah memenuhi tempat di muka, sehingga orang yang datang kemudian tidak perlu melangkahi atau mengganggu orang yang telah lebih dahulu hadir. Bagi orang yang terlambat datang, hendaklah rela dengan keadaan yang ditemuinya, seperti tidak mendapat tempat duduk. Inilah yang dimaksud dengan sabda Nabi saw:\n\nJanganlah seseorang menyuruh temannya berdiri dari tempat duduknya, lalu ia duduk di tempat tersebut, tetapi hendaklah mereka bergeser dan berlapang-lapang.\" (Riwayat Muslim dari Ibnu 'Umar)\n\nAkhir ayat ini menerangkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman, taat dan patuh kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, berusaha menciptakan suasana damai, aman, dan tenteram dalam masyarakat, demikian pula orang-orang berilmu yang menggunakan ilmunya untuk menegakkan kalimat Allah. Dari ayat ini dipahami bahwa orang-orang yang mempunyai derajat yang paling tinggi di sisi Allah ialah orang yang beriman dan berilmu. Ilmunya itu diamalkan sesuai dengan yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya.\n\nKemudian Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui semua yang dilakukan manusia, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Dia akan memberi balasan yang adil sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya. Perbuatan baik akan dibalas dengan surga dan perbuatan jahat dan terlarang akan dibalas dengan azab neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 5116, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 477, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0627\u062c\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanooo izaa naajitumur Rasoola faqaddimoo baina yadai najwaakum sadaqah; zaalika khairul lakum wa athar; fa il lam tajidoo fa innal laaha ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when you [wish to] privately consult the Messenger, present before your consultation a charity. That is better for you and purer. But if you find not [the means] - then indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5116", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5116.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5116.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya Allah memerintahkan agar orang-orang beriman mengembangkan adab yang baik, yaitu saling memberikan tempat dalam pertemuan tanda saling menghormati dan menumbuhkan persaudaraan. Allah pun meninggikan derajat orang yang beriman, berilmu, dan beramal dengan ilmunya itu. Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa para sahabat yang ingin menghadap Nabi diperintahkan mengembangkan adab yang baik, yaitu bersedekah terlebih dahulu guna menyucikan dirinya. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul untuk berkonsultasi tentang masalah yang sangat pribadi, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) agar diri kamu menjadi bersih dari penyakit kikir, juga untuk mengurangi beban beliau menerima orang-orang yang tidak berkepentingan, sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Yang demikian itu, bersedekah kepada fakir miskin sebelum berkonsultasi dengan Nabi, lebih baik bagimu, karena kamu berbagi dan peduli dengan orang-orang kecil dan lebih bersih, karena kamu membuang sifat kikir dan cinta harta yang berlebihan. Tetapi jika kamu tidak memperoleh harta atau uang (yang akan disedekahkan) sebelum bertemu Nabi karena kemiskinan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun kepada orang yang hendak bersedekah, tetapi tidak sanggup, Maha Penyayang kepada hamba yang baik hati.", "long": "Menurut riwayat Ibnu Abi hatim dari Ibnu 'Abbas, diterangkan bahwa para sahabat banyak yang ingin bertanya kepada Rasulullah saw, sehingga membebaninya. Untuk meringankan bebannya, Allah menurunkan ayat ini, dengan memerintahkan bersedekah sebelum menghadap Rasulullah.\n\nAyat ini memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apabila mereka ingin berbicara secara rahasia dengan Rasulullah saw tentang sesuatu hal yang penting, hendaklah bersedekah sebelum melakukan pembicaraan itu. Perintah itu untuk membuktikan kebesaran Rasulullah dengan mengagungkannya, dan mendatangkan manfaat kepada fakir-miskin. Hal ini juga untuk membedakan antara orang yang benar-benar cinta kepada Rasulullah dan mengharapkan pelajaran darinya, dengan orang munafik yang berbeda perkataan dan perbuatannya. Di sisi lain, perintah ini mencegah orang yang datang beramai-ramai kepada Rasulullah tanpa keperluan yang sangat penting sehingga menyibukkan beliau.\n\nMenurut Abu Muslim, Allah memerintahkan demikian karena orang-orang munafik yang mulutnya menyatakan iman, sedang hatinya tetap kafir. Menyatakan bahwa mereka masuk Islam dengan sebenar-benarnya. Untuk menguji pernyataan itu, maka turun perintah untuk bersedekah lebih dahulu sebelum menghadap Rasulullah.\n\nFaedah memberi sedekah ialah mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah, membersihkan dan menyucikan harta yang dimiliki, serta membersihkan jiwa dari keinginan mengumpulkan harta dan menjadikannya sebagai tujuan hidup. Suka bersedekah dapat mengurangi kesengsaraan orang-orang fakir dan dapat pula meninggikan kalimat Allah. Harta yang disedekahkan itu langsung diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, tidak diberikan kepada Nabi saw, karena di antara tujuan sedekah itu ialah mengagungkan Rasulullah saw dan meringankan beban hidup fakir-miskin.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan bahwa jika orang yang akan menghadap Rasulullah saw itu tidak mempunyai sesuatu yang akan disedekahkan, sedangkan ia memerlukan sekali bertemu dengan beliau, maka Allah memberikan keringanan kepadanya dengan tidak mengharuskannya bersedekah.\n\nSedekah yang dimaksud di sini adalah sedekah sunah, bukan sedekah wajib, dan jumlahnya pun tidak ditentukan, hanya menurut keikhlasan dan kesanggupan yang memberi. Yang ditekankan ayat ini ialah agar kaum Muslimin suka bersedekah, tidak kikir, dan sadar bahwa harta yang mereka peroleh itu semata-mata sebagai alat untuk mencari keridaan Allah. Keharusan memberi sedekah dalam ayat ini untuk menguji kemauan orang-orang munafik yang baru masuk Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 5117, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 477, "hizbQuarter": 217, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0641\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0648\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0627\u062a\u064d \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'A-ashfaqtum an tuqaddimoo baina yadai najwaakum sadaqaat; fa-iz lam taf'aloo wa taabal laahu 'alaikum fa aqeemus Salaata wa aatuz Zakaata wa atee'ul laaha wa rasoolah; wallaahu khabeerum bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Have you feared to present before your consultation charities? Then when you do not and Allah has forgiven you, then [at least] establish prayer and give zakah and obey Allah and His Messenger. And Allah is Acquainted with what you do.", "id": "Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan Rasul? Tetapi jika kamu tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepadamu, maka laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya! Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5117", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5117.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5117.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melalui ayat ini Allah memberi dispensasi kebolehan menghadap Rasulullah tanpa bersedekah terlebih dahulu. Allah berfirman, “Apakah kamu takut menjadi miskin karena kamu memberikan sedekah sebelum melakukan pembicaraan khusus dengan Rasul? Jika kamu tidak mampu melakukannya, yakni bersedekah kepada fakir miskin sebelum berjumpa dengan Nabi dan Allah telah memberi ampun kepadamu karena kamu beristigfar dan benar-benar tidak mampu bersedekah, kamu diberikan dispensasi untuk berjumpa dengan beliau tanpa bersedekah terlebih dahulu kepada fakir miskin, maka sebagai kompensasinya, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya! Karena salat menyempurnakan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan kamu dari perbuatan keji dan mungkar, sedangkan zakat menyucikan jiwa dan harta kamu. Dan Allah Mahateliti terhadap niat, cara dan tujuan dari apa yang kamu kerjakan, baik persoalan dunia maupun akhirat.”", "long": "Menurut riwayat Ibnu Abi hatim dari thalhah dari Ibnu 'Abbas dikatakan bahwa setelah turun ayat ke 12 di atas, maka kebanyakan orang menahan dirinya bertanya kepada Rasulullah karena keharusan membayar sedekah. Oleh karena itu, turunlah ayat ini sebagai teguran kepada orang-orang yang tidak mau bertanya kepada Rasulullah saw karena adanya keharusan membayar sedekah.\n\nAyat ini menegur orang-orang yang menahan dirinya untuk tidak menemui Rasulullah karena adanya keharusan membayar sedekah lebih dahulu. Dalam ayat ini dinyatakan, \"Apakah kamu tidak datang menghadap Rasulullah saw karena takut miskin lantaran keharusan membayar sedekah lebih dahulu, padahal kamu sangat memerlukan penjelasan dan keterangannya?\"\n\nAllah lalu memberikan keringanan kepada orang-orang itu dengan me-nasakh ayat 12 dengan ayat 13, terutama dengan menyatakan, \"Seandainya kamu sekalian benar-benar tidak sanggup melaksanakan anjuran untuk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah saw, maka kamu sekalian boleh menghadap untuk menanyakan sesuatu yang diperlukan penjelasannya, tanpa memberi sedekah lebih dahulu. Laksanakanlah apa yang telah diterangkan ini dengan sebaik-baiknya.\"\n\nKemudian Allah mengingatkan kewajiban lainnya bagi kaum Muslimin yang harus dilaksanakan, yaitu agar mereka mendirikan salat terus-menerus menurut waktu yang telah ditentukan, jangan sekali-kali meninggalkannya walau dalam keadaan bagaimanapun. Salat sangat besar faedahnya bagi manusia, yaitu untuk menyempurnakan penghambaan diri kepada Allah, dan memurnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada-Nya, tidak kepada yang lain. Salat itu dapat menghilangkan dan mengikis keinginan-keinginan untuk mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. \n\nKaum Muslimin juga diperintahkan untuk mengeluarkan zakat jika telah memenuhi syarat-syaratnya. Zakat itu bertujuan untuk menyucikan jiwa, menghilangkan sifat-sifat kikir yang ada dalam hati, dan membantu penderitaan orang miskin. Kemudian ditegaskan agar kaum Muslimin menaati perintah-perintah Allah dan rasul-Nya dan menghentikan segala yang dilarang-Nya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memperingatkan manusia agar selalu berhati-hati terhadap semua perbuatan dan keinginan hatinya. Sebab, Allah mengetahui semuanya, tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya. Berdasarkan pengetahuan-Nya itu, Dia memberi balasan yang setimpal kepada setiap manusia. Allah berfirman:\n\nMaka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (az-Zalzalah/99: 7-8)\n\nDan Firman Allah:\n\n(Yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. (an-Najm/53: 38-41)" } } }, { "number": { "inQuran": 5118, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0636\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena tawallaw qawman ghadibal laahu 'alaihim maa hum minkum wa laa minhum wa yahlifoona 'alal kazibi wa hum ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Have you not considered those who make allies of a people with whom Allah has become angry? They are neither of you nor of them, and they swear to untruth while they know [they are lying].", "id": "Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5118", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5118.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5118.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya diterangkan kebiasaan orang-orang beriman yang akan menghadap Rasulullah, yaitu bersedekah kepada kaum duafa sebelum menghadap Nabi. Pada ayat ini diterangkan kebiasaan orang-orang munafik yang menyembunyikan kekafiran dalam memperlakukan Nabi dan larangan berteman akrab dengan orang-orang yang memusuhi Islam. Apakah engkau Muhammad, tidak memperhatikan orang-orang munafik di Madinah yang secara lisan menyatakan beriman kepada engkau, tetapi faktanya mereka adalah orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah, yaitu kaum Yahudi di Madinah, sebagai sahabat? Orang-orang munafik itu bukan dari kaum kamu, yakni orang-orang beriman yang benar sebagaimana pengakuan mereka. Orang-orang munafik mengaku beriman untuk mengambil hati orang-orang beriman saja; dan bukan dari kaum mereka, golongan Yahudi yang benar. Mereka mengaku Yahudi untuk memperoleh perlindungan dari Yahudi. Dan mereka, orang-orang munafik itu tidak segan-segan bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, padahal sumpah mereka itu atas kebohongan, yakni bersumpah beriman, padahal tidak beriman; sedangkan mereka, orang-orang munafik itu, mengetahui kebohongan-nya.", "long": "Allah memerintahkan kaum Muslimin agar memperhatikan dengan seksama orang-orang munafik yang menjadikan orang-orang Yahudi sebagai teman setia mereka, dan mereka menyampaikan kepada orang-orang Yahudi rahasia-rahasia yang sering mereka dengarkan dari Nabi saw dan kaum Muslimin. Bila bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka menyatakan keimanan mereka, serta berjanji akan ikut berdakwah dan berjuang menegakkan kalimat Allah. Akan tetapi, bila mereka bertemu dengan orang-orang Yahudi, mereka menggambarkan kejelekan kaum Muslimin dan berjanji bersama-sama akan menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Firman Allah:\n\nDan di antara manusia ada yang berkata, \"Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,\" padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta. (al-Baqarah/2: 8-10)\n\nMenurut riwayat Ahmad dan al-hakim yang diterima dari as-Suddi dari Ibnu 'Abbas, bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan 'Abdullah bin Nabtal, seorang munafik yang sering menyampaikan rahasia-rahasia kaum Muslimin kepada orang-orang Yahudi. Pada suatu hari, Rasulullah sedang duduk di rumahnya, kemudian beliau menyampaikan kepada para sahabat yang duduk di sekitar beliau, \"Akan datang ke tempatmu ini seorang yang pandangannya seperti pandangan setan. Jika ia datang nanti, janganlah kalian berbicara dengannya.\" Tidak berapa lama kemudian, datanglah seseorang, yaitu 'Abdullah bin Nabtal, dan Rasulullah berkata kepadanya, \"Mengapa kamu beserta teman-teman kamu itu mencaci-makiku dan sahabat-sahabatku?\" Orang itu menjawab, \"Akan aku panggil sahabat-sahabatku untuk membuktikan ketidakbenaran tuduhan itu.\" Setelah ia dan teman-temannya sampai di hadapan Rasulullah saw, mereka bersumpah dengan menyebut nama Allah, bahwa mereka semua tidak pernah melakukan seperti apa yang dituduhkan itu. \n\nAllah menegaskan bahwa orang-orang munafik bukanlah orang mukmin yang benar, sebagaimana pengakuan mereka. Mereka mengaku beriman semata-mata untuk mengambil hati orang-orang yang beriman saja, dan menjaga hubungan baik dengan mereka. Orang-orang munafik itu juga tidak termasuk golongan Yahudi yang benar. Mereka mengaku Yahudi semata-mata untuk mengambil hati orang-orang Yahudi, sehingga memperoleh perlindungan dari mereka. Dengan cara bermuka dua itu, mereka menduga akan dapat menghindarkan diri dari peperangan yang terjadi antara kaum Muslimin dan orang-orang kafir, termasuk di dalamnya orang Yahudi. Allah berfirman:\n\nMereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (an-Nisa'/4: 143)\n\nDiterangkan bahwa orang-orang munafik itu tidak segan-segan bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk meyakinkan orang-orang yang beriman dan menyatakan bahwa mereka benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Demikian pula bila mereka bertemu dengan orang-orang Yahudi, mereka bersumpah pula bahwa mereka adalah teman setia dan berjanji akan saling membantu dalam menghadapi orang-orang Islam. Orang-orang munafik itu mengetahui benar bahwa perbuatan mereka itu adalah tidak baik dan terlarang" } } }, { "number": { "inQuran": 5119, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "A'addal laahu lahum 'azaaban shadeedan innahum saaa'a maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "Allah has prepared for them a severe punishment. Indeed, it was evil that they were doing.", "id": "Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5119", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5119.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5119.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka, orang-orang munafik, yaitu berada di dalam kerak neraka. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan di dunia, yaitu menipu Allah, Rasulullah, dan orang-orang beriman, padahal hakikatnya mereka menipu diri mereka sendiri.", "long": "Pada ayat ini diterangkan bahwa karena kemunafikan itu, Allah menyediakan bagi mereka azab yang sangat berat. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa kemunafikan itu termasuk perbuatan buruk, membahayakan masyarakat, dan dosa besar. Orang-orang munafik itu menipu dan membeberkan rahasia-rahasia kaum Muslimin kepada musuh-musuh mereka, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik Mekah. Tindakan itu dapat mengakibatkan kehancuran agama Islam dan kaum Muslimin. Allah menyediakan bagi mereka di akhirat nanti azab neraka sebagai hukuman atas perbuatan mereka di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5120, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0647\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Ittakhazooo aymaanahum junnatan fasaddoo 'an sabeelil laahi falahum 'azaabum muheen" } }, "translation": { "en": "They took their [false] oaths as a cover, so they averted [people] from the way of Allah, and for them is a humiliating punishment.", "id": "Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi mereka azab yang menghinakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5120", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5120.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5120.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan salah satu karakter busuk orang-orang munafik, yaitu: Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka, yakni bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan bersedia berjihad mengharumkan Islam, padahal sumpah itu hanyalah sebagai perisai untuk menutupi kekafiran mereka, bahkan untuk menutupi kebencian mereka terhadap Islam dan kaum muslim; lalu mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, bekerja sama dengan kaum Yahudi agar kabilah-kabilah Arab itu tidak masuk Islam; maka bagi mereka azab yang menghinakan mereka di dalam kerak neraka.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan tujuan mereka melakukan kemunafikan itu. Dengan berdusta yang dikuatkan dengan sumpah, banyak kaum Muslimin yang mempercayai mereka. Karena disangka orang yang benar-benar beriman, sehingga terhindar dari pembalasan atau pengusiran oleh kaum Muslimin.\n\nDengan tindakan itu, mereka mendapat keuntungan dari kaum Muslimin, yang mempercayai perkataan mereka, sehingga membela mereka. Dengan jalan demikian, mereka dapat menghalang-halangi orang lain memeluk agama Islam dengan cara menjelek-jelekkan Islam dan kaum Muslimin. Bahkan mereka dapat menimbulkan ketakutan dan keengganan pada hati kaum Muslimin untuk ikut berperang bersama Rasulullah. Dalam salah satu firman-Nya, Allah menjelaskan sikap dari orang-orang munafik:\n\nOrang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, \"Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.\" Katakanlah (Muhammad), \"Api neraka Jahanam lebih panas,\" jika mereka mengetahui. (at-Taubah/9: 81)\n\nKarena dosa besar yang telah mereka lakukan, maka sudah sepantasnya orang-orang munafik menerima siksa yang menghinakan di dunia dan di akhirat, sebagai balasan perbuatan mereka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5121, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lan tughniya 'anhum amwaaluhum wa laaa awladuhum minal laahi shai'aa; ulaaa 'ika As haabun Naari hum feehaa khaalidoon" } }, "translation": { "en": "Never will their wealth or their children avail them against Allah at all. Those are the companions of the Fire; they will abide therein eternally", "id": "Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5121", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5121.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5121.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa harta dan anak-anak tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab yang menghinakan itu. Harta benda yang diperoleh dengan menghalalkan segala cara dan anak-anak mereka yang mendorong mereka mencari harta dengan cara seperti itu, ketika menghadap Allah tidak berguna sedikit pun untuk menolong mereka dari azab Allah, karena yang akan menyelamatkan itu iman dan amal saleh, sedangkan harta dan anak hanya penopang. Mereka itulah penghuni neraka, karena keputusan mereka waktu hidup memilih tidak beriman, mereka kekal di dalamnya tanpa ada harapan keluar dari neraka.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa harta dan anak-anak orang munafik tidak dapat membantu menyelamatkan dan menghindarkan diri mereka dari azab Allah. Ayat ini menggambarkan bahwa watak dan sifat orang-orang munafik adalah merasa bangga mempunyai anak-anak dan harta yang banyak, seakan-akan apa yang mereka miliki itu dapat membela dan melepaskan mereka dari malapetaka yang mengancam mereka. Allah berfirman:\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba'/34: 35)\n\nKarena mendapat nikmat yang besar di dunia, maka orang-orang munafik itu merasa bahwa mereka adalah orang yang dikasihi Allah dan tidak akan diazab di akhirat. Menurut mereka, gambaran kehidupan akhirat bagi seseorang adalah kehidupan dunianya. Jika seseorang berbahagia dalam kehidupan dunia, tentu mereka berbahagia pula dalam kehidupan akhirat. Sebaliknya jika mereka sengsara dalam kehidupan dunia, tentu akan sengsara pula dalam kehidupan akhirat. Dugaan mereka itu keliru, karena tujuan hidup yang utama ialah mencari keridaan Allah. Selama seorang mencari keridaan Allah dalam kehidupannya, selama itu pula ia dilindungi-Nya, baik ia terlihat hidup berkecukupan atau tidak.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa orang-orang yang menyatakan harta dan anak-anak mereka dapat digunakan untuk menghindarkan diri dari azab Allah akan menjadi penghuni neraka di akhirat. Mereka kelak hidup di dalamnya dengan penuh penderitaan." } } }, { "number": { "inQuran": 5122, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma yab'asuhumul laahujamee'an fa yahlifoona lahoo kamaa yahlifoona lakum wa yahsaboona annahum 'alaa shai'; alaaa innahum humul kaaziboon" } }, "translation": { "en": "On the Day Allah will resurrect them all, and they will swear to Him as they swear to you and think that they are [standing] on something. Unquestionably, it is they who are the liars.", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5122", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5122.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5122.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari Kiamat nanti, ketika mereka semua, orang-orang munafik, dibangkitkan Allah dari alam kubur menuju mahsyar, lalu mereka bersumpah kepada-Nya bahwa mereka orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan orang-orang kafir, sebagaimana mereka bersumpah kepadamu di dunia bahwa mereka orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, padahal sumpah mereka itu atas kebohongan, yakni bersumpah beriman, padahal sejatinya tidak beriman; dan mereka menyangka bahwa mereka dengan bersumpah palsu itu akan memperoleh sesuatu manfaat, dikeluarkan dari neraka.Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta baik di dunia di hadapan Rasulullah maupun di akhirat di hadapan Allah.", "long": "Orang-orang yang menyatakan bahwa harta dan anak-anak mereka dapat dipergunakan untuk menghindarkan diri dari azab Allah di akhirat, mereka juga berdusta di hadapan Allah ketika hari perhitungan nanti. Mereka bersumpah bahwa mereka benar-benar termasuk orang-orang beriman, sebagaimana mereka telah bersumpah sewaktu mereka hidup di dunia, seakan-akan mereka dapat mengelabui Allah dengan pengakuan tersebut. Mereka mengira bahwa dengan berdusta seperti itu, mereka akan dapat menghindarkan diri dari azab yang akan ditimpakan kepada mereka.\n\nAyat ini mengisyaratkan bahwa watak dan sifat seorang manusia selama hidup di dunia akan diperlihatkan Allah di akhirat. Jika watak, sifat, dan tabiat mereka baik selama hidup di dunia, maka hal itu akan tampak baik di akhirat. Sebaliknya jika watak, sifat, dan tabiat mereka jelek selama hidup di dunia, hal itu akan tampak jelek di akhirat. Di dunia mereka masih dapat mengelabui mata manusia, sedangkan di akhirat, mereka langsung berhadapan dengan Allah yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.\n\nDalam ayat-ayat yang lain, Allah menerangkan sikap orang-orang munafik di akhirat, yaitu:\n\nDan apabila dikatakan kepada mereka, \"Janganlah berbuat kerusakan di bumi!\" Mereka menjawab, \"Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.\" Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (al-Baqarah/2: 11-12)" } } }, { "number": { "inQuran": 5123, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u0648\u064e\u0630\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0633\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Istahwaza 'alaihimush shaitaanu fa ansaahum zikral laah; ulaaa'ika hizbush shaitaaan; alaaa innaa hizbash shaitaani humul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "Satan has overcome them and made them forget the remembrance of Allah. Those are the party of Satan. Unquestionably, the party of Satan - they will be the losers.", "id": "Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5123", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5123.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5123.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik itu menjadi pendusta karena diri mereka sepenuhnya dikendalikan Iblis. Setan telah menguasai diri, pikiran, perasaan, dan ruhani mereka, sehingga cahaya Allah terhalang masuk ke dalam pikiran, perasaan, dan ruhani mereka itu. Lalu setan dengan cerdik menghadang dari depan, belakang, kanan, dan kiri, serta menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan, yaitu manusia yang akal dan nuraninya dikuasai setan. Ketahuilah dengan perenungan yang mendalam bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi, karena akal sehat dan nuraninya yang jernih tidak digunakan untuk berpikir secara mendalam, masuk akal dan sistematis dalam menyikapi ajaran Allah sehingga akal dan hati mereka tertutup dari iman.", "long": "Allah menerangkan sebab-sebab orang-orang munafik di atas dimasukkan ke dalam api neraka adalah karena hati dan pikiran mereka telah dipengaruhi oleh bisikan-bisikan setan, sehingga mereka tidak dapat lagi mengingat Allah, mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya. Yang baik menurut pikiran mereka ialah apa yang menurut nafsu dan keinginan mereka baik. Oleh karena itu, mereka bersumpah untuk menarik simpati orang lain, seakan-akan yang mereka ucapkan itu adalah suatu kebenaran. Firman Allah:\n\nDan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan. (al-An'am/6: 112)\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa orang-orang munafik yang diterangkan di atas adalah tentara dan pesuruh setan. Mereka berkumpul dan mengadakan perundingan rahasia untuk mengerjakan perbuatan dosa dan menimbulkan permusuhan di kalangan kaum Muslimin. Tujuan mereka melakukan usaha yang demikian adalah untuk menuruti hawa nafsu mereka. Tentara dan pesuruh setan itu adalah orang-orang yang durhaka kepada Allah. Orang-orang yang durhaka kepada Allah pasti akan binasa dan hancur, serta di akhirat akan dimasukkan ke dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 5124, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0630\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yuhaaaddoonal laaha wa Rasoolahooo ulaaa'ika fil azalleen" } }, "translation": { "en": "Indeed, the ones who oppose Allah and His Messenger - those will be among the most humbled.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5124", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5124.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5124.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat sebelumnya disebutkan bahwa orang-orang munafik itu membohongi Allah dan Rasul-Nya karena dirinya dikuasai setan sehingga termasuk golongan setan. Sementara itu pada ayat ini disebutkan bahwa sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya dengan tidak beriman atau bersumpah beriman padahal hatinya penuh dengan kekafiran dan menghalangi orang untuk beriman, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina, karena karakternya busuk, hipokrit, tidak sportif, bermuka dua dan berpura-pura.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang orang-orang yang menentang Allah, mereka tidak mengindahkan perintah-perintah-Nya, tidak mematuhi larangan-larangan-Nya, dan enggan mengerjakan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah bagi mereka. Mereka termasuk orang-orang yang hina karena kaum Muslimin akan mengalahkan mereka dengan memerangi dan menawan mereka. Bahkan ada di antara mereka yang diusir dari negeri mereka.\n\nAyat ini mengingatkan kaum Muslimin akan azab Allah yang ditimpakan kepada orang-orang musyrik Mekah berupa kekalahan pada fath Makkah. Akibat Perang Ahzab orang-orang Yahudi diusir dari kota Medinah karena melanggar perjanjian damai dengan Rasulullah saw. Orang-orang yang telah dinyatakan Allah sebagai orang yang hina, tidak dapat dimuliakan oleh siapa pun, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:\n\nYa Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim. (Â'li 'Imran/3: 192)\n\nAyat ke-20 ini merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang sedang menerima cobaan-cobaan yang sangat berat bahwa mereka akan dapat mengalahkan musuh-musuh mereka dan agama Islam akan berkembang di mana-mana dalam waktu dekat." } } }, { "number": { "inQuran": 5125, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 28, "page": 544, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0628\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u064a \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064c", "transliteration": { "en": "Katabal laahu la aghlibanna ana wa Rusulee; innal laaha qawiyyun 'Azeez" } }, "translation": { "en": "Allah has written, \"I will surely overcome, I and My messengers.\" Indeed, Allah is Powerful and Exalted in Might.", "id": "Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5125", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5125.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5125.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengingatkan manusia tentang sunah-Nya bahwa Dia telah menetapkan pada kitab induk di Loh Mahfuz bahwa “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang” dalam melawan kebatilan. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa menghadapi musuh-musuh-Nya.", "long": "Allah mengingatkan manusia tentang sunah-Nya yang telah ditetapkan di Lauh Mahfudh dan berlaku di sepanjang masa dan di semua tempat. Sunah-Nya itu ialah mengenai ketetapan Allah dan rasul-Nya yang pasti akan mengalahkan setiap orang yang ingkar kepada-Nya. Di antaranya Allah telah menghancurkan kaum Nuh, kaum Lut, kaum Saleh, Fir'aun serta pengikutnya dengan bermacam-macam cara. Kemenangan seperti itu akan diperoleh pula oleh Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya, dan juga setiap orang yang benar-benar melaksanakan agama Islam dengan sebaik-baiknya. Ini adalah sunatullah yang berlaku bagi hamba-Nya. Allah berfirman:\n\nDan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang. (as-saffat/37: 171-173)\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan lagi bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak, kuasa menolong rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, dan mengalahkan orang-orang kafir. Tidak seorang pun di langit maupun di bumi yang sanggup melawan kehendak-Nya. Dia sangat mudah melaksanakan kehendak-Nya. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36: 82)" } } }, { "number": { "inQuran": 5126, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 28, "page": 545, "manzil": 7, "ruku": 478, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0648\u064e\u0627\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0627\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0631\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u062d\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062d\u0650\u0632\u0652\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa tajidu qawmany yu'minoona billaahi wal yawmil aakhiri yuwaaaddoona man haaaddal laaha wa Rasoolahoo wa law kaanooo aabaaa'ahum aw abnaaa'ahum aw ikhwaa nahum aw 'asheeratahum; ulaaa'ika kataba fee quloobihi mul eemaana wa ayyadahum biroohimminhu wa yudkhilu hum jannatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa; radiyal laahu 'anhum wa radoo 'anh; ulaaa 'ika hizbul laah; alaaa inna hizbal laahi humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "You will not find a people who believe in Allah and the Last Day having affection for those who oppose Allah and His Messenger, even if they were their fathers or their sons or their brothers or their kindred. Those - He has decreed within their hearts faith and supported them with spirit from Him. And We will admit them to gardens beneath which rivers flow, wherein they abide eternally. Allah is pleased with them, and they are pleased with Him - those are the party of Allah. Unquestionably, the party of Allah - they are the successful.", "id": "Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5126", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5126.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5126.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menyatakan, “Engkau, Muhammad, tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau keluarganya.” Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia berupa kemauan dan kekuatan batin, kebersihan hati, kemenangan terhadap musuh dan lain-lain. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim, ath-thabrani, Abu Nu'aim, dan al-Baihaqi dari Ibnu 'Abbas bahwa ia berkata, \"Ayat ini turun berhubungan dengan Abu Ubaidah bin 'Abdillah al-Jarrah, yang mana dalam Perang Badar, selalu ditantang berperang tanding oleh ayahnya, 'Abdullah al-Jarrah. Akan tetapi, ia selalu berusaha menghindarkan diri dari perang tanding itu. Karena terus-menerus dicari dan diburu oleh ayahnya, ia terpaksa melayaninya, sehingga Abu Ubaidah membunuh ayahnya. Maka turunlah ayat ini.\n\nAyat ini menerangkan bahwa sebenarnya orang munafik itu benar-benar kafir, bahkan lebih berbahaya dari orang yang terang-terangan menyatakan kekafirannya. Orang-orang munafik yang dimaksud dalam ayat ini ialah orang-orang yang selalu berusaha dan mengadakan tipu daya dalam mencapai tujuan mereka untuk menghancurkan agama Islam dan kaum Muslimin. Orang-orang kafir yang tidak memusuhi kaum Muslimin atau orang yang tidak berusaha menghancurkan agama Islam dan kaum Muslimin tidak termasuk dalam ayat ini.\n\nKaum Muslimin dilarang berteman dengan orang-orang kafir yang menjadi musuh Islam karena hal itu berarti ikut berusaha menghancurkan Islam dan kaum Muslimin. Sedangkan terhadap orang-orang kafir yang tidak memusuhi kaum Muslimin dan tidak berusaha menghancurkan agama Islam, kaum Muslimin dibolehkan berteman dan bergaul dengan mereka, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw sendiri dan para sahabat. Sesuai dengan firman Allah:\n\nAllah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (al-Mumtahanah/60: 8)\n\nKemudian ditegaskan, seandainya ada kaum Muslimin yang berteman erat dengan orang kafir yang memusuhi Islam maka hal itu adalah sikap yang tidak wajar. Sebab, tidak mungkin ada orang-orang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah berteman dengan orang kafir yang ingin menghancurkan Islam.\n\nDengan demikian, kaum Muslimin diminta agar selalu waspada setiap terjadi permusuhan dan pertempuran dengan orang-orang kafir. Sekali-kali tidak boleh berteman erat dengan mereka, karena akan membahayakan kaum Muslimin. \n\nAllah menerangkan bahwa orang-orang yang telah diterangkan kekuatan iman dan keikhlasan hati mereka, seperti Abu Ubaidah, adalah orang yang telah tertanam keimanan dalam hatinya. Sehingga mereka tidak tahan mendengar Allah dan Rasul-Nya dicaci-maki orang, atau agama Islam direndahkan.\n\nDi samping mempunyai keimanan yang kuat, Allah juga telah menguatkan hati dan jiwa mereka sehingga menimbulkan ketenangan jiwa dan ketetapan hati dalam menegakkan agama Allah. Oleh karena itu, mereka tidak dapat melakukan kerja sama dengan orang-orang yang memusuhi Islam dan kaum Muslimin.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan balasan yang akan mereka peroleh dari Allah, yaitu:\n\n1.Di akhirat mereka akan ditempatkan di dalam surga yang penuh kenikmatan, dan di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya.\n\n2.Allah rida dan menyukai perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia dan keadaan mereka di akhirat. Mereka pun rida dan senang terhadap balasan yang dianugerahkan Allah kepada mereka cepat atau lambat.\n\n3.Mereka termasuk orang-orang yang dimuliakan Allah karena telah bersedia menjadi tentara Allah dan mengorbankan segala yang ada pada mereka untuk meninggikan kalimat-Nya.\n\n4.Mereka termasuk orang-orang yang beruntung, karena dirinya telah berhasil melaksanakan tugas hidupnya sebagai hamba Allah di dunia dan di akhirat." } } } ] }, { "number": 59, "sequence": 101, "numberOfVerses": 24, "name": { "short": "الحشر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062d\u0634\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Hashr", "id": "Al-Hasyr" }, "translation": { "en": "The Exile", "id": "Pengusiran" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Bayyinah. \tDinamai surat Al Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5127, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 545, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0628\u0651\u064e\u062d\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Sabbaha lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ardi wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Whatever is in the heavens and whatever is on the earth exalts Allah, and He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5127", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5127.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5127.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang ada di langit, bintang, bulan, planet, dan seluruh isi galaksi, dan apa yang ada di bumi, lautan, daratan, gunung, sungai, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain-lain semuanya bertasbih kepada Allah, menyatakan kemahasucian Allah menurut caranya masing-masing sesuai dengan keadaan dan kejadiannya, sedangkan manusia tidak memahami tasbih makhluk-makhluk tersebut; dan Dialah Yang Mahaperkasa, menciptakan dan menghancurkan jagat raya; Mahabijaksana, dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa telah bertasbih kepada Allah dan mengagungkan-Nya segala yang ada di langit dan di bumi, dengan menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, baik dengan ucapan, perbuatan, maupun dengan pernyataan hati sanubarinya. Allah berfirman:\n\nLangit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (al-Isra'/17: 44)\n\nDari ayat pertama ini dipahami bahwa seluruh makhluk Allah yang di langit dan di bumi, baik berupa makhluk hidup, seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan, maupun makhluk mati seperti batu, air, udara, planet, sungai-sungai, dan sebagainya, bertasbih kepada-Nya. Masing-masing bertasbih menurut keadaan dan kejadiannya. Jika diperhatikan seluruh makhluk Allah yang ada, akan diketahui bahwa tiap-tiap makhluk itu tunduk kepada hukum dan ketetapan yang telah ditentukan baginya. Seakan-akan makhluk-makhluk itu tidak sanggup melepaskan diri dari hukum dan ketetapan itu. Jika ia melanggarnya, niscaya ia akan rusak atau hancur. Hukum dan ketetapan ini merupakan sunatullah.\n\nSebagai contoh ialah hukum air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Air hujan yang turun dari langit menimpa daerah pegunungan, akan tertahan alirannya jika ada yang menahannya. Yang menahannya ialah tumbuh-tumbuhan yang tumbuh dengan subur di pegunungan. Dengan adanya tumbuh-tumbuhan, maka air akan masuk ke dalam tanah melalui akar-akarnya, sehingga air hujan tidak langsung mengalir ke tempat yang rendah. Aliran air itu seakan-akan diatur sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk minum, pertanian, dan sebagainya. \n\nJika suatu daerah adalah area yang tandus, maka air hujan tidak ada yang menahannya. Air langsung mengalir ke tempat yang rendah menuju laut, sehingga tidak dapat dimanfaatkan manusia, bahkan dapat merusak manusia dengan adanya bahaya banjir dan kekeringan pada musim kemarau. Dalam hal ini, air tunduk kepada hukum dan ketetapan yang ditetapkan Allah. Tidak seorang pun yang dapat mengingkari hukum dan ketetapan itu, termasuk manusia. Jika manusia memusnahkan hutan, maka bahayanya langsung menimpa mereka. Sebaliknya, jika mereka memeliharanya dengan baik, maka manfaatnya langsung pula mereka terima.\n\nBanyak lagi contoh lain yang menunjukkan bahwa seluruh makhluk senantiasa tunduk dan patuh kepada hukum Allah, seperti hukum daya tarik bumi, dan hukum yang berlaku bagi manusia seperti, barang siapa yang rajin akan berhasil, dan barang siapa yang pemalas tidak akan berhasil. Semua manusia secara fisik tunduk kepada hukum ini. Mengikuti hukum dan ketetapan Allah dengan sebaik-baiknya itu berarti bertasbih kepada-Nya.\n\nSeluruh benda baik di langit maupun di bumi, dari partikel terkecil hingga super galaksi tunduk mengikuti ketetapan Allah (sunatullah). Sebagai contoh adalah perbedaan massa dan orbit planet-planet dalam tata surya kita membentuk sistem dinamis yang stabil dan sempurna, dan berinteraksi satu sama lain dengan penuh harmoni. Semua bertasbih atau tunduk pada ketentuan Allah. \n\nSebagaimana telah diterangkan pada ayat-ayat yang lalu bahwa hukum Allah itu berupa sunatullah, yaitu hukum yang berlaku di alam ini. Syariat adalah ketentuan dan aturan Allah yang dibawa oleh para rasul untuk manusia. Manusia pasti tunduk dan patuh kepada sunatullah dan wajib taat dan melaksanakan syariat Allah. Adapun makhluk-makhluk yang lain hanya tunduk kepada sunatullah. Manusia yang tunduk kepada kedua hukum Allah itu adalah manusia yang berbahagia hidupnya di dunia dan di akhirat.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Maksudnya ialah Allah Pencipta semesta alam adalah Zat Mahaperkasa, tidak ada suatu apa pun yang dapat melanggar hukum dan ketetapan-Nya. Barang siapa yang menentang dan melanggarnya akan merasakan akibatnya baik secara langsung atau tidak. Seandainya di dunia mereka belum menerima akibatnya, di akhirat pasti akan merasakannya. Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui dengan pasti faedah dan kegunaan penciptaannya. Allah mengetahui dengan pasti sebab sesuatu diciptakan dan mengetahui dengan pasti pula akibat-akibat yang akan ditimbulkan ciptaan-Nya itu, baik akibatnya itu besar atau kecil." } } }, { "number": { "inQuran": 5128, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 545, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650 \u06da \u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u0639\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0635\u064f\u0648\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0630\u064e\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0639\u0652\u0628\u064e \u06da \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Huwal lazeee akharajal lazeena kafaroo min ahlil kitaabi min diyaarihim li awwalil Hashr; maa zanantum any yakhrujoo wa zannooo annahum maa ni'atuhum husoonuhum minal laahi faataahumul laahu min haisu lam yahtasiboo wa qazafa fee quloobihimur ru'ba yukhriboona bu yootahum bi aydeehim wa aydil mu'mineena fa'tabiroo yaaa ulil absaar" } }, "translation": { "en": "It is He who expelled the ones who disbelieved among the People of the Scripture from their homes at the first gathering. You did not think they would leave, and they thought that their fortresses would protect them from Allah; but [the decree of] Allah came upon them from where they had not expected, and He cast terror into their hearts [so] they destroyed their houses by their [own] hands and the hands of the believers. So take warning, O people of vision.", "id": "Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halamannya pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka; sehingga memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5128", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5128.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5128.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyatakan bahwa Dialah yang mengeluarkan dengan cara memerintahkan kepada Rasulullah untuk mengusir orang-orang kafir di antara Ahli Kitab, yakni kaum Yahudi Bani Nadir dan Bani Qainuqa‘, dua kabilah Yahudi dari kampung halamannya di Madinah yang sudah menetap di sana sejak sebelum kelahiran Nabi. Peristiwa ini terjadi pada saat pengusiran yang pertama yang dilakukan Rasulullah terhadap Bani Qainuqa‘ setelah Perang Badar. Pengusiran kedua adalah pengusiran terhadap Bani Nadir dan Bani Quraizah setelah Perang Ahzab. Pengusiran ketiga dilakukan oleh ‘Umar bin Khattab terhadap semua kaum Yahudi di Madinah, karena pelanggaran mereka terhadap kesepakatan damai. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dari Madinah dengan mudah, karena sistem pertahanan mereka kuat dan memiliki SDM yang berkualitas. Mereka yakin bahwa Muhammad dan para pengikutnya tidak akan pernah sanggup mengeluarkan mereka dari Madinah. Dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka yang kuat dan strategis akan dapat mempertahankan mereka dari hukuman Allah yang dilancarkan kaum muslim kepada mereka. Maka Allah segera mendatangkan hukuman itu kepada mereka, melalui tangan-tangan kaum muslim, setelah Bani Qainuqa‘ menunjukan permusuhan kepada umat Islam. Pada waktu yang sama, rencana Bani Nadir dan Bani Quraizah untuk membunuh Rasulullah terbongkar dari arah yang tidak mereka sangka-sangka, karena mereka tidak mengira Rasulullah akan bertindak cepat mengepung benteng mereka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka, ketika Rasulullah memberitahukan bahwa mereka akan diminta keluar dari Madinah sehingga mereka dengan inisiatif sendiri memusnahkan rumah-rumah mereka dengan peralatan dan tangannya sendiri agar rumah-rumah itu tidak bisa digunakan oleh kaum muslim; dan rumah-rumah mereka pun dihancurkan oleh tangan orang-orang mukmin yang bertugas dalam operasi pembersihan ini. Maka ambillah pelajaran berharga dari peristiwa pengusiran kaum Yahudi di Madinah itu wahai orang-orang beriman yang mempunyai pandangan yang luas bahwa kehebatan benteng pertahanan musuh-musuh Allah dan kerja sama mereka yang kuat bukan penghalang untuk bisa dikalahkan sehingga mereka merasakan kehinaan, terusir dari Madinah.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa di antara bukti keperkasaan dan kebijaksanaan Allah ialah menjadikan orang Yahudi terusir dari kota Medinah. Atas pertolongan-Nya, kaum Muslimin dapat mengusir mereka dari tempat kediaman mereka, padahal mereka sebelumnya adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan menguasai suku Aus dan Khazraj dalam berbagai bidang kehidupan.\n\nSejak sebelum kelahiran Nabi Isa, orang-orang Yahudi telah mendiami kota Medinah. Mereka terdiri atas tiga suku, yaitu suku Bani Qainuqa', Bani Nadhir, dan Bani Quraidhah. Setelah Nabi Muhammad hijrah ke Medinah, beliau mengadakan perjanjian damai dengan ketiga suku itu. Di antara isi perjanjian damai itu ialah:\n\n1.Kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi sama-sama berusaha menciptakan suasana damai di kota Medinah. Masing-masing dari mereka dibebaskan memeluk agama yang mereka yakini.\n\n2.Kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi wajib saling menolong dan memerangi setiap orang atau kabilah lain yang hendak menyerang kota Medinah.\n\n3.Barang siapa di antara masing-masing mereka bertempat tinggal di dalam atau di luar kota Medinah, wajib dipelihara keamanan dan hartanya.\n\n4.Seandainya terjadi perselisihan atau pertentangan antara kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi, yang tidak dapat diselesaikan, maka urusannya diserahkan kepada Nabi Muhammad.\n\nSekalipun telah diadakan perjanjian damai seperti yang telah diterangkan di atas, dalam hati orang-orang Yahudi masih tertanam rasa dengki dan iri hati kepada Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin. Mereka menganggap diri mereka sebagai putra dan kekasih Allah, dengan demikian rasul dan kenabian itu adalah hak mereka sebagai orang Yahudi. Menurut mereka, suku bangsa yang lain tidak berhak atas kedudukan yang diberikan Allah itu. Perasaan dengki dan iri hati mereka semakin bertambah setelah melihat keberhasilan Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam, sehingga semakin hari semakin berkembang, sedangkan mereka tidak mampu menghalanginya. Sekalipun demikian, mereka selalu mengintai kesempatan untuk melaksanakan keinginan mereka. Allah berfirman:\n\nBanyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapangdadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Baqarah/2: 109)\n\nPada awalnya, mereka mencoba mengalahkan Nabi Muhammad dengan cara berdebat, tetapi mereka selalu gagal dalam mematahkan alasan-alasan yang dikemukakannya. Oleh karena itu, mereka mulai menempuh cara kekerasan, provokasi, dan fitnah.\n\nMula-mula Bani Qainuqa' melanggar perjanjian damai yang telah dibuat dengan Rasulullah saw. Pada suatu hari, seorang perempuan Arab Muslimah masuk pasar Bani Qainuqa', lalu mereka menganiayanya. Seorang Arab yang kebetulan sedang lewat di tempat itu mencoba membelanya, tetapi ia dikeroyok dan dipukuli sampai meninggal dunia. Perbuatan Bani Qainuqa' ini menimbulkan amarah kaum Muslimin, sehingga terjadilah perkelahian antara kedua kelompok, yang menimbulkan kerugian harta dan jiwa pada kedua belah pihak. Rasulullah saw berusaha mendamaikannya, tetapi mereka selalu mengingkarinya dan melakukan keonaran. Karena sikap mereka yang selalu menunjukkan permusuhan kepada kaum Muslimin dan membahayakan keamanan kota Medinah, maka Rasulullah memberi keputusan memerangi mereka sehingga mereka keluar dari kota Medinah. Peristiwa itu terjadi setelah Perang Badar.\n\nSetelah peristiwa Bani Qainuqa', orang-orang Yahudi Bani Nadhir melakukan pengkhianatan pula. Mereka merencanakan pembunuhan atas diri Nabi Muhammad. Percobaan pembunuhan itu mereka lakukan pada waktu Nabi dan para sahabat berkunjung ke perkampungan mereka. Akan tetapi, rencana mereka itu gagal dan Rasulullah saw selamat dari percobaan pembunuhan itu. Sehubungan dengan hal itu, Allah berfirman:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal. (al-Ma'idah/5: 11)\n\nSetelah Rasulullah saw membongkar rencana pembunuhan itu, maka beliau memutuskan untuk mengusir Bani Nadhir dari kota Medinah. Pengusiran ini terjadi pada bulan Rabiulawal tahun keempat Hijriah. Di antara mereka ada yang menetap di Syam dan Khaibar. \n\nKeputusan Rasulullah saw ini mereka tentang, dan secara diam-diam mereka menyusun kekuatan untuk memerangi kaum Muslimin. Mereka mengadakan persekutuan dengan orang-orang musyrik Mekah dan orang munafik. Bani Quraidhah yang masih tinggal dalam kota Medinah ikut pula dalam persekutuan itu. Maka Rasulullah saw mengepung mereka selama 25 hari. Di antara mereka ada yang terbunuh dan diusir. \n\nDengan demikian, semua orang Yahudi yang dahulu tinggal di Medinah telah berpindah ke tempat lain, seperti Khaibar, Syam, dan negeri-negeri yang lain. Inilah yang dimaksud dengan pengusiran dalam ayat ini, yaitu pengusiran orang-orang Yahudi dari kota Medinah karena pengkhianatan mereka terhadap perjanjian yang telah mereka buat dengan Rasulullah saw.\n\nAyat ini menerangkan bahwa Allah telah mengusir orang-orang Yahudi, Bani Qainuqa' dan Bani Nadhir, dari Medinah untuk pertama kalinya dengan memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin untuk mengalahkan dan mengusir mereka.\n\nPerkataan \"pertama kalinya\" menunjukkan bahwa ada beberapa kali terjadi pengusiran orang-orang Yahudi dari Medinah. Adapun yang dimaksud dalam ayat ini adalah pengusiran pertama. Pengusiran berikutnya ialah pengusiran orang-orang Yahudi Bani Quraidhah setelah Perang Ahzab, dan pengusiran yang dilakukan 'Umar bin al-Khaththab ketika beliau menjadi khalifah.\n\nOrang-orang yang beriman tidak mengira bahwa orang-orang Yahudi dapat terusir dari kota Medinah, mengingat keadaan, kekuatan, kekayaan, pengetahuan, dan perlengkapan mereka. Orang-orang Yahudi yang tinggal di Medinah pada waktu itu lebih baik keadaannya dibandingkan dengan kaum Muhajirin dan kaum Ansar. Mereka banyak yang pandai tulis baca, banyak yang berilmu, dan sebagainya, di samping kelihaian mereka dalam berusaha, berdagang dan mengurus sesuatu. Kenyataan menunjukkan bahwa pengusiran itu terlaksana. Hal ini dapat memperkuat iman kaum Muslimin dan kepercayaan mereka akan adanya pertolongan Allah.\n\nBani Nadhir semula mengira bahwa benteng-benteng yang kokoh yang telah mereka buat dapat menyelamatkan mereka dari serangan musuh-musuh. Mereka percaya benar akan kekuatannya, sehingga mereka semakin berani mengadu domba dan memfitnah kaum Muslimin, sehingga orang-orang musyrik Mekah bertambah kuat rasa permusuhannya. Lalu orang Yahudi merencanakan persekutuan dengan orang-orang musyrik dan orang-orang munafik untuk memerangi kaum Muslimin.\n\nDalam keadaan yang demikian itu, tiba-tiba Bani Nadhir dikalahkan oleh kaum Muslimin yang mereka anggap enteng selama ini. Bahkan mereka diusir dari Medinah. Mereka hanya diperkenankan membawa barang-barang mereka sekadar yang dapat dibawa unta-unta mereka. Sebagian Bani Nadhir pergi ke Adhriat (Syam) dan sebahagian lagi ke Khaibar.\n\nKemudian diterangkan sebab-sebab kekalahan, penerimaan, dan ketundukan Bani Nadhir kepada keputusan Rasulullah saw ketika beliau datang kepada mereka. Pada waktu itu, timbullah ketakutan yang amat sangat dalam hati mereka, terutama karena tindakan Rasulullah menjatuhkan hukuman mati kepada pimpinan mereka yaitu Ka'ab bin Asyraf dan ditambah lagi dengan tindakan orang-orang munafik yang tidak menepati janjinya terhadap mereka.\n\nAllah menerangkan keadaan orang-orang Yahudi Bani Nadhir di waktu mereka akan meninggalkan Medinah dalam keadaan terusir. Mereka meruntuhkan rumah-rumah mereka, dan menutup jalan-jalan yang ada dalam perkampungan mereka, dengan maksud agar rumah itu tidak dapat dipakai kaum Muslimin dan agar mereka dapat membawa peralatannya sebanyak mungkin. Mereka meninggalkan Medinah dengan penuh kemarahan dan dendam kepada kaum Muslimin, tetapi mereka tidak mau memahami dan memikirkan sebab-sebab mereka diusir, apakah keputusan itu telah sesuai dengan tindakan mereka atau tidak.\n\nPada akhir ayat ini, Allah memperingatkan kaum Muslimin yang mau menggunakan pikirannya agar merenungkan peristiwa itu, dan mengambil pelajaran darinya. Jika mereka merenungkan dan memikirkan dengan baik, tentu akan berkesimpulan bahwa keputusan dan hukuman yang dijatuhkan kepada Bani Nadhir itu adalah keputusan dan hukuman yang setimpal, bahkan dianggap ringan mengingat perbuatan dan tindakan yang telah mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 5129, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 545, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0643\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa law laaa an katabal laahu 'alaihimul jalaaa'a la'azzabahum fid dunyaa wa lahum fil Aakhirati 'azaabun Naar" } }, "translation": { "en": "And if not that Allah had decreed for them evacuation, He would have punished them in [this] world, and for them in the Hereafter is the punishment of the Fire.", "id": "Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5129", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5129.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5129.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pengusiran Yahudi itu bisa terjadi karena dua hal; kepemimpinan Rasulullah yang tegas dan keridaan Allah terhadap kaum muslim. Dan sekiranya tidak karena persetujuan Allah yang telah menetapkan hukum sebab-akibat yang menjadi dasar pengusiran mereka, kabilah-kabilah Yahudi dari Madinah, pasti Allah tetap mengazab mereka dengan cara lain di dalam kehidupan dunia sebagai balasan atas pengkhianatan mereka. Dan di akhirat mereka tetap akan mendapat azab neraka yang pedih selama-lamanya.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa hukuman mati bagi pemimpin mereka dan hukuman pengusiran itu adalah hukuman yang sebanding dengan kejahatan yang telah mereka lakukan. Sebenarnya hukuman itu masih lebih ringan jika dibandingkan dengan hukuman yang diberikan kepada orang-orang musyrik di Perang Badar, lebih ringan dari hukuman yang diberikan kepada suku Bani Quraidhah. Apalagi dibanding dengan hukuman-hukuman yang ditimpakan Allah kepada umat-umat yang lalu." } } }, { "number": { "inQuran": 5130, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 546, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0642\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0634\u064e\u0627\u0642\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahum shaaqqul laaha wa Rasoolahoo wa many yushaaaqqil laaha fa innal laaha shadeedul-'iqaab" } }, "translation": { "en": "That is because they opposed Allah and His Messenger. And whoever opposes Allah - then indeed, Allah is severe in penalty.", "id": "Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5130", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5130.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5130.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun yang demikian itu, perintah pengusiran Bani Qainuqa‘, Bani Nadir dan Bani Quraizah dari Madinah, walaupun mereka sudah mengikat perjanjian damai dengan Rasulullah, karena sesungguhnya mereka menentang Allah dengan menolak beriman dan menentang Rasul-Nya dengan merencanakan untuk membunuh beliau, padahal mereka mengetahui bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah. Barang siapa menentang Allah dengan membangkang, berkhianat, dan mengacau keamanan, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya kepada mereka dengan pengusiran dan penghinaan, serta di akhirat dengan kekal di dalam neraka.", "long": "Hukuman yang diperoleh orang-orang Yahudi ialah mereka dikalahkan oleh orang-orang yang beriman dan diusir dari Medinah. Hukuman itu terjadi karena mereka menentang Allah dan rasul-Nya, serta mendustakan wahyu-Nya. Telah menjadi sunatullah bahwa setiap orang yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya akan ditimpa azab dan mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat.\n\nMenurut riwayat al-hakim dari 'Aisyah, golongan Yahudi Bani Nadhir yang tinggal dan berkebun kurma dalam kota Medinah telah dibatasi gerak-gerik mereka oleh Rasulullah saw enam bulan setelah Perang Badar. Kemudian mereka diusir ke luar kota Medinah dan dibolehkan membawa harta kekayaan mereka sekadar apa yang dapat dibawa oleh unta mereka. Sebelum itu Rasulullah saw memerintahkan untuk menguasai dan menebang pohon kurma mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5131, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 546, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0635\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa qata'tum mil leenatin aw taraktumoohaa qaaa'imatan'alaaa usoolihaa fabi iznil laahi wa liyukhziyal faasiqeen" } }, "translation": { "en": "Whatever you have cut down of [their] palm trees or left standing on their trunks - it was by permission of Allah and so He would disgrace the defiantly disobedient.", "id": "Apa yang kamu tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5131", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5131.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5131.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pengusiran kaum Yahudi di Madinah merupakan ketetapan Allah dan atas izin-Nya. Apa yang kamu tebang dan bakar di antara pohon kurma yang berada di dekat benteng Yahudi atau yang kamu biarkan batang pohon kurma itu tumbuh berdiri di atas pokoknya, maka pada hakikatnya ide untuk melakukan itu muncul dengan izin Allah. Penebangan dan pembakaran pohon kurma, karena orang-orang Yahudi itu bersembunyi di dalam benteng yang berada di balik pohon kurma. Mereka tidak akan pernah keluar dari benteng itu untuk menyerahkan diri kepada Rasulullah kecuali setelah merasa sesak terkena asap; dan oleh sebab itu, perintah penebangan dan pembakaran pohon kurma itu karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik, yakni kaum Yahudi di Madinah yang mengacau keamanan, mengkhianati kesepakatan damai dengan kaum muslim, dan merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah.", "long": "Diriwayatkan dari Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir yang berasal dari Qatadah, Mujahid, dan Yazid bin Ruman bahwa ketika Rasulullah sampai ke tempat Bani Nadhir, mereka bersembunyi dalam benteng-benteng mereka. Rasulullah saw memerintahkan kaum Muslimin menebang dan membakar pohon kurma mereka sehingga memunculkan asap. Bani Nadhir berteriak memanggil Rasulullah saw, \"Hai Muhammad, engkau telah melarang mengadakan kerusakan di muka bumi ini dan mencela orang-orang yang berbuat kerusakan itu, akan tetapi mengapa engkau menebang pohon kurma dan membakarnya?\" Oleh karena itu, timbullah pada pikiran orang-orang yang beriman keragu-raguan. Mereka berkata, \"Kami akan menanyakan kepada Rasulullah saw. Apakah kami memperoleh pahala karena menebang pohon-pohon kurma itu, atau kami berdosa karena kami tidak mengetahui.\" Maka turunlah ayat ini yang menerangkan bahwa perintah penebangan dan pembakaran pohon kurma orang-orang Yahudi itu adalah atas perintah Allah, dan Allah membenarkan untuk merusak harta orang-orang kafir seandainya hal itu diperlukan.\n\nSemua tindakan yang dilakukan Rasulullah terhadap orang-orang Yahudi Bani Nadhir, baik merobohkan pohon-pohon kurma mereka atau tidak, semua itu berdasarkan perintah Allah dengan maksud membersihkan Medinah dari kejahatan Bani Nadhir.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah memerintahkan yang demikian itu untuk memuliakan dan meningkatkan semangat orang-orang yang beriman, serta menghinakan dan melipatgandakan kedukaan orang-orang Yahudi Bani Nadhir. Kedukaan karena kalah dalam berperang, kedukaan karena terusir dari kampung halaman, dan kedukaan karena kemusnahan harta benda mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5132, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 546, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0644\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0631\u0650\u0643\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u0650\u0637\u064f \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maaa afaaa'al laahu 'alaaa Rasoolihee minhum famaaa awjaftum 'alaihi min khailiinw wa laa rikaabinw wa laakinnal laaha yusallitu Rusulahoo 'alaa many yashaaa'; wallaahu 'alaa kulli shai'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "And what Allah restored [of property] to His Messenger from them - you did not spur for it [in an expedition] any horses or camels, but Allah gives His messengers power over whom He wills, and Allah is over all things competent.", "id": "Dan harta rampasan fai' dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5132", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5132.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5132.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah menerangkan hukum fai’, yakni rampasan perang yang ditinggalkan musuh setelah sebelumnya Allah menjelaskan bahwa Rasulullah mengepung dan mengusir kaum Yahudi di Madinah. Mereka hanya dibolehkan membawa harta yang bisa dibawa oleh seekor unta. Dan harta rampasan berupa fai’, yaitu yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran, maka harta itu dari mereka, berasal dari musuh, diberikan oleh Allah kepada Rasul-Nya untuk mengharumkan Islam. Kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya dalam pertempuran, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya, termasuk kepada Nabi Muhammad untuk mengalahkan siapa saja yang Dia kehendaki di antara musuh-musuh-Nya sehingga dengan kekuasaan ini Rasulullah mendapatkan fai’. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu sehingga bukanlah suatu yang sulit bagi Allah menolong Rasul-Nya mengusir dan menghinakan kaum Yahudi di Madinah.", "long": "Ayat ini menerangkan hukum fai', yaitu harta rampasan yang diperoleh dari musuh, tanpa peperangan. Hal ini terjadi karena musuh telah menyerah dan mengaku kalah, sebelum terjadinya pertempuran. Harta-harta yang ditinggalkan Bani Nadhir setelah mereka diusir dari kota Medinah dianggap sebagai fai', karena Bani Nadhir menyerah kepada kaum Muslimin sebelum terjadi peperangan.\n\nAllah menerangkan bahwa harta-harta Bani Nadhir yang mereka tinggalkan karena diusir dari Medinah jatuh ke tangan Rasulullah saw dengan kehendak Allah, sehingga menjadi milik Allah dan rasul-Nya. Harta itu tidak dibagi-bagikan kepada tentara yang berperang, sebagaimana yang berlaku pada harta rampasan perang (ganimah). Karena harta itu diperoleh tanpa melalui peperangan, tanpa menggunakan tentara berkuda dan berunta, seakan-akan tidak ada usaha dari tentara kaum Muslimin dalam mendapatkan harta itu. Orang-orang Yahudi Bani Nadhir yang memiliki harta itu telah menyatakan bahwa mereka mengaku kalah sebelum terjadinya peperangan, dan bersedia menerima syarat-syarat yang ditetapkan Allah dan rasul-Nya bagi mereka. Harta itu digunakan untuk menegakkan agama Allah dan kepentingan umum.\n\nMenurut al-Qurthubi, bahwa harta fai' yang diserahkan Allah kepada Rasul-Nya tidak diambil dan dipergunakan Rasul semuanya, tetapi Rasul hanya mengambil sekedar untuk kebutuhan keluarganya. Sedangkan sisa yang lain dipergunakan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan kaum Muslimin.\n\nAllah menerangkan bahwa sunah-Nya telah berlaku bagi semua makhluk ciptaan-Nya pada setiap keadaan, masa, dan tempat, yaitu mengalahkan dan menimbulkan rasa takut di dalam hati musuh-musuh rasul-Nya. Di antaranya adalah Allah telah menjadikan dalam hati Bani Nadhir rasa takut, sehingga mereka menyerah kepada Rasulullah saw. Karena mereka telah menyerah, maka Allah memberikan wewenang kepada rasul-Nya untuk menguasai harta Bani Nadhir. Oleh karenanya, tentara kaum Muslimin tidak berhak memperolehnya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah mengingatkan kekuasaan-Nya atas semua makhluk ciptaan-Nya. Jika Allah menghendaki, Dia menanamkan rasa takut dan gentar musuh-musuh-Nya tanpa pertempuran, sebagaimana yang telah terjadi pada Bani Nadhir. Mereka menyerah kalah, walaupun berada dalam benteng-benteng yang kukuh." } } }, { "number": { "inQuran": 5133, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 546, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0628\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062f\u064f\u0648\u0644\u064e\u0629\u064b \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0641\u064e\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0647\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Maaa afaaa'al laahu 'alaa Rasoolihee min ahlil quraa falillaahi wa lir Rasooli wa lizil qurbaa wal yataamaa walmasaakeeni wabnis sabeeli kai laa yakoona doolatam bainal aghniyaaa'i minkum; wa maaa aataakumur Rasoolu fakhuzoohu wa maa nahaakum 'anhu fantahoo; wattaqul laaha innal laaha shadeedul-'iqaab" } }, "translation": { "en": "And what Allah restored to His Messenger from the people of the towns - it is for Allah and for the Messenger and for [his] near relatives and orphans and the [stranded] traveler - so that it will not be a perpetual distribution among the rich from among you. And whatever the Messenger has given you - take; and what he has forbidden you - refrain from. And fear Allah; indeed, Allah is severe in penalty.", "id": "Harta rampasan (fai') dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5133", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5133.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5133.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menjelaskan apa itu fai’ dan peruntukannya. Harta rampasan dari mereka, musuh-musuh Allah yang meninggalkan hartanya tanpa perlawanan, maka harta itu diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk beberapa negeri seperti Bani Quraizah, Bani Nadir, penduduk Fadak dan Khaibar, penyalurannya adalah untuk Allah, untuk kepentingan fasilitas umum dan fasilitas sosial; untuk Rasul guna menopang perjuangan Islam; untuk kerabat Rasul yang membutuhkan bantuan; untuk anak-anak yatim guna menopang pendidikan mereka; untuk orang-orang miskin agar bisa mengembangkan diri; dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan guna mencari penghidupan yang lebih baik. Singkatnya, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu, tetapi harus memiliki fungsi sosial seperti air mengalir ke tempat yang lebih rendah sehingga bermanfaat bagi kaum duafa. Allah mengajarkan prinsip dalam mengamalkan Islam: Apa yang diberikan Rasul kepadamu, perintah maupun anjuran dalam ibadah dan muamalah, maka terimalah sebagai pedoman dalam ber-Islam. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah sebagai sesuatu yang harus dijauhi, karena di balik perintah dan larangan itu ada hikmah yang sangat berharga bagi manusia, dunia akhirat. Dan bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya bagi kaum yang menolak beriman kepada Rasulullah padahal mereka mengetahui bahwa beliau sebenarnya utusan Allah seperti kaum Yahudi di Madinah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa harta fai' yang berasal dari orang kafir, seperti harta-harta Bani Quraidhah, Bani Nadhir, penduduk Fadak dan Khaibar, kemudian diserahkan Allah kepada Rasul-Nya, dan digunakan untuk kepentingan umum, tidak dibagi-bagikan kepada tentara kaum Muslimin. Kemudian diterangkan pembagian harta fai itu untuk Allah, Rasulullah, kerabat-kerabat Rasulullah dari Bani Hasyim dan Bani Muththalib, anak-anak yatim yang fakir, orang-orang miskin yang memerlukan pertolongan, dan orang-orang yang kehabisan uang belanja dalam perjalanan.\n\nSetelah Rasulullah saw wafat, maka bagian Rasul yang empat perlima dan yang seperlima dari seperlima itu digunakan untuk keperluan orang-orang yang melanjutkan tugas kerasulan, seperti para pejuang di jalan Allah, para dai, dan sebagainya. Sebagian pengikut Syafi'i berpendapat bahwa bagian Rasulullah itu diserahkan kepada badan-badan yang mengusahakan kemaslahatan kaum Muslimin dan untuk menegakkan agama Islam.\n\nIbnus-sabil yang dimaksud dalam ayat ini ialah orang-orang yang terlantar dalam perjalanan untuk tujuan baik, karena kehabisan ongkos dan orang-orang yang terlantar tidak mempunyai tempat tinggal. Kemudian diterangkan bahwa Allah menetapkan pembagian yang demikian bertujuan agar harta itu tidak jatuh ke bawah kekuasaan orang-orang kaya dan dibagi-bagi oleh mereka, sehingga harta itu hanya berputar di kalangan mereka saja seperti yang biasa dilakukan pada zaman Arab Jahiliah.\n\nAllah memerintahkan kaum Muslimin agar mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah diputuskan itu, baik mengenai harta fai' maupun harta ganimah. Harta itu halal bagi kaum Muslimin dan segala sesuatu yang dilarang Allah hendaklah mereka jauhi dan tidak mengambilnya.\n\nAyat ini mengandung prinsip-prinsip umum agama Islam, yaitu agar menaati Rasulullah dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya, karena menaati Rasulullah saw pada hakikatnya menaati Allah juga. Segala sesuatu yang disampaikan Rasulullah berasal dari Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (an Najm/53: 3-4)\n\nRasulullah saw menyampaikan segala sesuatu kepada manusia dengan tujuan untuk menjelaskan agama Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an. Allah berfirman:\n\n(Mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Adh-dzikr (Al-Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan. (an-Nahl/16: 44)\n\nAyat 44 surah an-Nahl ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin agar melaksanakan hadis-hadis Rasulullah, sebagaimana melaksanakan pesan-pesan Al-Qur'an, karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.\n\nPada akhir ayat 7 ini, Allah memerintahkan manusia bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Tidak bertakwa kepada Allah berarti durhaka kepada-Nya. Setiap orang yang durhaka itu akan ditimpa azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 5134, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 546, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0644\u0652\u0641\u064f\u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Lilfuqaraaa'il Muhaaji reenal lazeena ukhrijoo min diyaarihim wa amwaalihim yabtaghoona fadlam minal laahi wa ridwaananw wa yansuroonal laaha wa Rasoolah; ulaaa'ika humus saadiqoon" } }, "translation": { "en": "For the poor emigrants who were expelled from their homes and their properties, seeking bounty from Allah and [His] approval and supporting Allah and His Messenger, [there is also a share]. Those are the truthful.", "id": "(Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5134", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5134.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5134.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain disalurkan sebagaimana disebutkan pada ayat di atas, fai’ juga disalurkan untuk orang-orang fakir yang berhijrah yaitu anak-anak yatim dan para duafa yang berhijrah bersama Rasulullah ke Madinah. Selain itu, fai’ juga diberikan kepada orang-orang yang terusir dari kampung halamannya di Mekah karena beriman dan berhijrah bersama Nabi; dan fai’ diberikan juga kepada Muhajirin yang terpaksa harus meninggalkan harta bendanya di Mekah karena hijrah bersama Rasulullah ke Madinah demi mencari karunia dari Allah dan keridaan-Nya, mengharumkan Islam dan kaum muslim, dan demi menolong agama Allah agar bisa dilaksanakan dalam kehidupan ini dan demi menolong Rasul-Nya dalam menunaikan misi kerasulan. Mereka itulah, orang-orang yang beriman dan berhijrah bersama Rasulullah demi mengharumkan agama Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang benar sikap, niat, dan langkahnya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang yang berhak memperoleh pembagian harta fai' dalam ayat 7 di atas, adalah orang-orang Muhajirin karena mereka dianggap kerabat Rasulullah saw. Mereka sebagai Muhajirin telah datang ke Medinah mengikuti Rasulullah saw berhijrah dengan meninggalkan kampung halaman, sanak keluarga, harta benda, dan handai tolan yang biasa membantu mereka. Di Medinah mereka hidup dalam keadaan miskin, tetapi mereka adalah pembela Rasul dan pejuang di jalan Allah. Seakan-akan dengan ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar memperhatikan mereka dengan menyerahkan sebagian fai' ini untuk mereka.\n\nKemudian Allah menerangkan sifat-sifat orang-orang Muhajirin itu sebagai berikut: \n\n1.Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka menunjukkan ketaatan mereka hanya kepada Allah saja dengan mengorbankan semua yang mereka miliki hanya untuk mencari keridaan-Nya.\n\n2.Orang-orang yang rela meninggalkan rumah dan harta bendanya untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.\n\n3.Orang-orang yang berani mengorbankan jiwa dan raganya untuk membela Allah dan Rasul-Nya.\n\nDiriwayatkan bahwa kemiskinan dan penderitaan orang-orang Muhajirin sedemikian rupa sehingga ada yang mengikatkan tali ke perut mereka untuk mengurangi rasa lapar. Namun demikian, mereka tidak menampakkan kemiskinan dan penderitaan mereka kepada orang lain.\n\nPada ayat yang lain, Allah memerintahkan kaum Muslimin agar memberi nafkah kepada mereka, di samping juga menyebutkan sifat-sifat mereka:\n\n(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui. (al-Baqarah/2: 273)\n\nOleh karena itu, Allah menyediakan pahala yang besar untuk mereka sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis Nabi saw: \n\nRasulullah saw bersabda, \"Berilah kabar gembira wahai kaum Muhajirin yang miskin dengan cahaya yang sempurna di hari Kiamat. Kalian masuk surga lebih dahulu setengah hari sebelum orang-orang kaya. Setengah hari (pada hari Kiamat) adalah selama lima ratus tahun (masa di dunia).\" (Riwayat Abu Dawud dari Sa'id al-Khudri)\n\nOrang yang memiliki sifat dan keadaan seperti orang Muhajirin itu ada sepanjang masa selama ada perjuangan menegakkan agama Allah. Oleh karena itu, perintah dalam ayat ini berlaku juga bagi kaum Muslimin saat ini dan kaum Muslimin di masa yang akan datang." } } }, { "number": { "inQuran": 5135, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 546, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062a\u064e\u0628\u064e\u0648\u0651\u064e\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0627\u062c\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u062c\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062b\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0635\u064e\u0627\u0635\u064e\u0629\u064c \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0648\u0642\u064e \u0634\u064f\u062d\u0651\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena tabawwa'ud daara wal eemaana min qablihim yuhibboona man haajara ilaihim wa laa yajidoona fee sudoorihim haajatam mimmaa ootoo wa yu'siroona 'alaa anfusihim wa law kaana bihim khasaasah; wa many yooqa shuhha nafsihee fa ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "And [also for] those who were settled in al-Madinah and [adopted] the faith before them. They love those who emigrated to them and find not any want in their breasts of what the emigrants were given but give [them] preference over themselves, even though they are in privation. And whoever is protected from the stinginess of his soul - it is those who will be the successful.", "id": "Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5135", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5135.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5135.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Muhajirin, menurut ayat sebelumnya, adalah orang-orang yang terusir dari kampung halamannya di Mekah dan berhijrah bersama Rasulullah ke Madinah demi menolong Allah dan Rasul-Nya. Pada ayat ini disebutkan sikap dan penerimaan kaum Ansar terhadap Muhajirin dengan cinta dan persaudaraan sejati. Dan orang-orang Ansar, para penolong, yang telah menempati kota Madinah jauh sebelum Rasulullah hijrah ke kota ini. Dan mereka telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sebelum kedatangan mereka, Muhajirin ke Madinah. Mereka, para penolong itu, mencintai Muhajirin, orang yang berhijrah ke tempat mereka, karena Allah. Dan mereka, orang-orang Ansar, ketika membantu Muhajirin yang berhijrah ke Madinah dengan harta dan berbagai fasilitas, tidak menaruh keinginan dalam hati mereka benda-benda yang diberikan itu, karena penuh keikhlasan, terhadap apa yang diberikan kepada mereka, baik harta maupun tenaga. Dan mereka mengutamakan kepentingan para sahabat Muhajirin atas dirinya sendiri, meskipun sebenarnya mereka juga memerlukan semua fasilitas yang diberikan itu. Sungguh ketentuan Allah menegaskan: dan siapa yang dijaga dirinya oleh Allah atas usaha dan perjuangan mereka dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung, karena berhasil melawan ego dan berhasil menjadi pribadi yang mulia.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan sikap orang-orang mukmin dari golongan Ansar dalam menerima dan menolong saudara-saudara mereka orang-orang Muhajirin yang miskin, dan pernyataan Allah yang memuji sikap mereka itu. Sifat-sifat orang Ansar itu ialah:\n\n1.Mereka mencintai orang-orang Muhajirin, dan menginginkan agar orang Muhajirin itu memperoleh kebaikan sebagaimana mereka menginginkan kebaikan itu untuk dirinya. Rasulullah saw memper-saudarakan orang-orang Muhajirin dengan orang-orang Ansar, seakan-akan mereka saudara kandung. Orang-orang Ansar menyedia-kan sebagian rumah-rumah mereka untuk orang-orang Muhajirin, dan mencarikan perempuan-perempuan Ansar untuk dijadikan istri orang-orang Muhajirin dan sebagainya.\n\n'Umar bin al-Khaththab pernah berkata, \"Aku mewasiatkan kepada khalifah yang diangkat sesudahku, agar mereka mengetahui hak orang Muhajirin dan memelihara kehormatan mereka. Dan aku berwasiat agar berbuat baik kepada orang-orang Ansar, orang yang tinggal di kota Medinah dan telah beriman sebelum kedatangan orang Muhajirin, agar Allah menerima kebaikan mereka dan memaafkan segala kesalahan mereka.\"\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Mundhir dari Yazid bin al-Aslam diterangkan bahwa orang Ansar berkata, \"Ya Rasulullah, bagi dia tanah kami ini, yang sebagian untuk kami kaum Ansar dan sebagian lagi untuk kaum Muhajirin.\" Nabi saw menjawab, \"Tidak, penuhi saja keperluan mereka dan bagi dualah buah kurma itu, tanah itu tetap kepunyaanmu.\" Mereka berkata, \"Kami rida atas keputusan itu.\" Maka turunlah ayat ini yang menggambarkan sifat-sifat orang-orang Ansar.\n\n2.Orang Ansar tidak berkeinginan memperoleh harta fai' itu seperti yang telah diberikan kepada kaum Muhajirin. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw berkata kepada orang-orang Ansar, \"Sesungguhnya saudara-saudara kami (Muhajirin) telah meninggalkan harta-harta dan anak-anak mereka dan telah hijrah ke negerimu.\" Mereka berkata, \"Harta kami telah terbagi-bagi di antara kami.\" Rasulullah berkata, \"Atau yang lain dari itu?\" Mereka berkata, \"Apa ya Rasulullah?\" Beliau berkata, \"Mereka adalah orang yang tidak bekerja, maka sediakan tamar dan bagikanlah kepada mereka.\" Mereka menjawab, \"Baik ya Rasulullah.\"\n\n3.Mereka mengutamakan orang Muhajirin atas diri mereka, sekalipun mereka sendiri dalam kesempitan, sehingga ada seorang Ansar mempunyai dua orang istri, kemudian yang seorang diceraikannya agar dapat dikawini temannya Muhajirin.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidhi, dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah, ia berkata, \"Seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah saw, dan berkata, 'Aku lapar. Maka Rasulullah berkata kepada istri-istrinya menanyakan makanan, tapi tidak ada, beliau berkata, 'Apakah tidak ada seorang yang mau menerima orang ini sebagai tamu malam ini? Ketahuilah bahwa orang yang mau menerima laki-laki ini sebagai tamu (dan memberi makan) malam ini, akan diberi rahmat oleh Allah. Abu thalhah, seorang dari golongan Ansar, berkata, 'Saya ya Rasulullah. Maka ia pergi menemui istrinya dan berkata, 'Hormatilah tamu Rasulullah. Istrinya menjawab, 'Demi Allah, tidak ada makanan kecuali makanan untuk anak-anak. Abu thalhah berkata, 'Apabila anak-anak hendak makan malam, tidurkanlah mereka, padamkanlah lampu biarlah kita menahan lapar pada malam ini agar kita dapat menerima tamu Rasulullah. Maka hal itu dilakukan istrinya. Pagi-pagi besoknya Abu thalhah menghadap Rasulullah saw menceritakan peristiwa malam itu dan beliau bersabda, 'Allah benar-benar kagum malam itu terhadap perbuatan suami-istri tersebut. Maka ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa itu.\"\n\nDiriwayatkan pula oleh al-Wahidi dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu 'Umar bahwa seorang sahabat Rasulullah saw dari golongan Ansar diberi kepala kambing. Timbul dalam pikirannya bahwa mungkin ada orang lain lebih memerlukan dari dirinya. Seketika itu juga kepala kambing itu dikirimkan kepada kawannya, tetapi oleh kawannya itu dikirim pula kepada kawannya yang lain, sehingga kepala kambing itu berpindah-pindah pada tujuh rumah dan akhirnya kembali ke rumah orang yang pertama. Riwayat ini ada hubungannya dengan penurunan ayat ini.\n\nAllah selanjutnya menegaskan bahwa orang-orang yang dapat mengendalikan dirinya dengan mengikuti agama Allah, sehingga ia dapat menghilangkan rasa loba terhadap harta, sifat kikir, dan sifat mengutamakan diri sendiri, adalah orang-orang yang beruntung. Mereka telah berhasil mencapai tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan Allah.\n\nDalam sebuah hadis Nabi saw dijelaskan bahwa beliau bersabda:\n\nTidak akan berkumpul debu-debu (yang lengket) pada wajah seseorang ketika berjuang di jalan Allah dengan asap neraka Jahannam selama-lamanya, dan tidak akan berkumpul pada hati seorang hamba sifat kikir dan keimanan selama-lamanya. (Riwayat an-Nasa'i)\n\nDalam hadis lain dijelaskan:\n\nRasulullah bersabda, \"Peliharalah dirimu dari perbuatan zalim, sesungguhnya perbuatan zalim (menimbulkan) kegelapan di hari Kiamat, peliharalah dirimu dari sifat-sifat kikir, karena sesungguhnya kikir itu menghancurkan orang-orang yang sebelum kamu, menimbulkan pertumpahan darah di antara mereka dan akan menghalalkan yang mereka haramkan.\" (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, Muslim, dan al-Baihaqi dari Jabir bin 'Abdullah)\n\nNabi saw juga bersabda dalam hadis lain:\n\n(Tiga golongan) yang terbebas dari sifat kikir, yaitu orang yang membayarkan zakat, memuliakan tamu, dan memberikan sesuatu kepada orang yang susah. (Riwayat ath-thabrani)" } } }, { "number": { "inQuran": 5136, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 547, "manzil": 7, "ruku": 479, "hizbQuarter": 218, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062c\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0646\u064e\u0627 \u063a\u0650\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0641\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena jaaa'oo min ba'dihim yaqooloona Rabbanagh fir lanaa wa li ikhwaani nal lazeena sabqoonaa bil eemaani wa laa taj'al fee quloobinaa ghillalil lazeena aamanoo rabbannaaa innaka Ra'oofur Raheem" } }, "translation": { "en": "And [there is a share for] those who came after them, saying, \"Our Lord, forgive us and our brothers who preceded us in faith and put not in our hearts [any] resentment toward those who have believed. Our Lord, indeed You are Kind and Merciful.\"", "id": "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5136", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5136.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5136.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesudah menjelaskan keberhasilan Muhajirin dan Ansar membangun persaudaraan sejati atas dasar iman, Allah lalu menjelaskan karakter orang-orang beriman generasi sesudah mereka. Dan orang-orang beriman, berilmu, dan beramal saleh yang datang sesudah mereka dari generasi ke generasi hingga hari Kiamat, mereka berdoa kepada Allah, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja dan ampuni pula dosa-dosa saudara-saudara kami seiman yang telah beriman lebih dahulu dari kami, umat Rasulullah maupun umat para nabi sebelumnya dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman karena kedengkian itu menghapuskan amal saleh. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun kepada setiap hamba, Maha Penyayang kepada hamba yang beriman sehingga mereka mendapat kebaikan dunia dan akhirat.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa generasi kaum Muslimin yang datang kemudian, setelah berakhirnya generasi Muhajirin dan Ansar, sampai datangnya hari Kiamat nanti berdoa kepada Allah, yang artinya, \"Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara-saudara kami seagama yang lebih dahulu beriman daripada kami.\"\n\nAda beberapa hal yang dapat diambil dari ayat ini, yaitu:\n\n1.Jika seseorang berdoa, maka doa itu dimulai untuk diri sendiri, kemudian untuk orang lain.\n\n2.Kaum Muslimin satu dengan yang lain mempunyai hubungan persaudaraan, seperti hubungan saudara seibu-sebapak. Mereka saling mendoakan agar diampuni Allah segala dosa-dosanya, baik yang sekarang, maupun yang terdahulu.\n\n3.Kaum Muslimin wajib mencintai para sahabat Rasulullah saw, karena mereka telah memberikan contoh dalam berhubungan yang baik dengan sesama manusia. Jika seseorang ingin hidupnya bahagia di dunia dan di akhirat, hendaklah mencontoh hubungan persaudaraan yang telah dilakukan kaum Muhajirin dan Ansar itu.\n\nAyat ke-10 ini mempunyai hubungan erat dengan ayat sebelumnya (ayat ke-9). Oleh karena itu, maksud ayat ini ialah menjelaskan bagaimana hubungan orang-orang Muhajirin yang telah meninggalkan kampung halaman, keluarga, dan harta mereka di Mekah dengan orang-orang Ansar yang beriman yang menerima orang-orang Muhajirin dengan penuh kecintaan dan persaudaraan di kampung halaman mereka, yang mereka lakukan semata-mata untuk mencari keridaan Allah dan bersama-sama menegakkan agama Allah serta menunjukkan iman mereka yang benar, demikian pulalah hendaknya hubungan kaum Muslimin yang datang sesudahnya. Hendaklah mereka tolong-menolong dan mempererat persaudaraan dalam meninggikan kalimat Allah.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa hubungan orang yang sedang berhijrah dan penduduk negeri yang menerima mereka, dapat menimbulkan hubungan persaudaraan yang kuat di antara manusia, asal dalam hubungan itu terdapat unsur-unsur keimanan, keikhlasan, dan tolong-menolong, seperti yang telah dilakukan kaum Muhajirin dan kaum Ansar. Dalam situasi ini terdapat kesempatan yang paling banyak bagi seorang mukmin untuk melakukan berbagai perbuatan yang membentuk sifat-sifat takwa dan diridai Allah.\n\nIbnu Abi Laila berkata, \"Manusia terbagi kepada beberapa tingkatan yaitu tingkatan Muhajirin, tingkatan Ansar, dan tingkatan generasi sesudahnya yang selalu mengikuti jejak Muhajirin dan Ansar. Oleh karena itu, hendaknya kita berupaya agar dapat masuk ke dalam salah satu dari tiga tingkatan tersebut.\n\nKemudian disebutkan lanjutan doa orang-orang yang beriman itu, yang artinya, \"Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau timbulkan dalam hati kami rasa dengki kepada orang-orang yang beriman.\"\n\nRasa dengki dan dendam adalah sumber segala kejahatan dan maksiat yang mendorong orang berbuat kebinasaan, kezaliman, dan menumpahkan darah di muka bumi. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (at-Taubah/9: 100)\n\nPada akhir ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang tersebut dalam ayat 10 ini mengatakan bahwa Allah Maha Penyayang kepada para hamba-Nya, dan banyak melimpahkan rahmat-Nya. Oleh karena itu, mereka mohon agar Dia memperkenankan doa-doa mereka.\n\nDiriwayatkan dari Ibnu 'Umar bahwa ia mendengar seorang laki-laki bertemu dengan sebagian orang Muhajirin, maka dibacakan ayat, \"Lil fuqara'il-muhajirin\" (bagi orang fakir golongan Muhajirin), kemudian salah seorang berkata kepadanya, \"Mereka itu orang-orang Muhajirin, apakah kamu termasuk sebagian dari mereka.\" Orang itu menjawab, \"Tidak.\" Kemudian dibacakan pula kepadanya: \"Wal-ladhina tabawwa'ud-dara wal-imana min qablihim\" (dan orang-orang yang telah menempati kota Medinah dan telah beriman sebelum kedatangan mereka). Kemudian salah seorang berkata kepadanya, \"Mereka itu golongan Ansar, apakah engkau dari golongan mereka?\" Ia menjawab, \"Tidak.\" Kemudian dibacakan ayat: \"Wal-ladhina ja'u min ba'dihim\" (orang-orang yang datang kemudian), Seseorang juga bertanya kepadanya, \"Apakah engkau dari golongan mereka?\" Ia menjawab, \"Aku mengharap demikian.\" Kemudian ia berkata, \"Bukankah sebagian mereka mencela sebagian yang lain?\" Ayat ini menunjukkan bahwa antara orang-orang mukmin tidak boleh mencela sesama mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5137, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 547, "manzil": 7, "ruku": 480, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u0627\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f \u0641\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0648\u062a\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam tara ilal lazeena naafaqoo yaqooloona li ikhwaanihimul lazeena kafaroo min ahlil kitaabi la'in ukhrijtum lanakhrujanna ma'akum wa laa nutee'u feekum ahadan abadanw-wa in qootiltum lanansuran nakum wallaahu yashhadu innahum lakaaziboon" } }, "translation": { "en": "Have you not considered those who practice hypocrisy, saying to their brothers who have disbelieved among the People of the Scripture, \"If you are expelled, we will surely leave with you, and we will not obey, in regard to you, anyone - ever; and if you are fought, we will surely aid you.\" But Allah testifies that they are liars.", "id": "Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, “Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu.” Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5137", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5137.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5137.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika pada ayat sebelumnya, Allah menjelaskan persaudaraan sejati di antara Muhajirin dan Ansar dan sifat orang-orang beriman generasi sesudah mereka, pada ayat ini Allah menjelaskan sifat orang-orang munafik di Madinah pada masa Rasulullah. Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik seperti ‘Abdullàh bin Ubay bin Salùl, Wadì‘ah bin Màlik, Suwaid, dan Da’is yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, yakni Bani Nadir yang sedang dikepung kaum muslim karena merencanakan untuk membunuh Rasulullah, “Sungguh, jika kamu, wahai Bani Nadir, benar-benar diusir oleh Muhammad dari perkampungan kamu di Madinah, niscaya kami pun akan keluar bersama kamu dari Madinah sebagai bentuk solidaritas kami kepada Anda; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, yakni mendengar dan mematuhi perintah Muhammad; dan jika kamu diperangi Muhammad agar kamu keluar dari Madinah, pasti kami akan membantumu melawan Muhammad.” Dan Allah menyaksikan, kebohongan janji orang-orang munafik terhadap Bani Nadir tersebut, baik sesudah maupun sebelum pengepungan kaum muslim terhadap Bani Nadir bahwa mereka, orang-orang munafik itu benar-benar pendusta, sebab janji mereka untuk menolong Bani Nadir itu tidak ditepati sehingga Bani Nadir menyerah kepada Rasulullah untuk menerima hukuman diusir dari Madinah.12. Orang-orang munafik itu adalah benar-benar pendusta. Allah menjelaskan kebohongan janji mereka terhadap Bani Nadir. Sungguh, jika mereka, Bani Nadir, diusir, dari Madinah, orang-orang munafik itu tidak akan keluar dari Madinah bersama mereka; dan jika mereka, Bani Nadir, diperangi oleh kaum muslim karena mereka berkhianat; mereka juga, orang-orang munafik itu, tidak akan menolong sekutu-nya, Bani Nadir; dan kalau pun mereka menolongnya dengan mengerahkan pasukan, pastilah mereka, orang-orang munafik itu, akan berpaling lari ke belakang, berbalik arah untuk kembali ke tempat semula sehingga bantuan pasukan itu tidak terjadi. Kemudian nasib mereka di akhirat ketika mereka membutuhkan pertolongan Allah tidak akan mendapat pertolongan dalam bentuk apa pun sehingga mereka kekal dalam kerak neraka.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq, Ibnu Mundhir, dan Abu Nu'aim dari Ibnu 'Abbas bahwa ayat ini turun berhubungan dengan segolongan orang dari Bani Auf, di antaranya ialah 'Abdullah bin Ubay bin Salul, Wadi'ah bin Malik, Suwaid, dan Da'is, diutus kepada Bani Nadhir sebagaimana diterangkan ayat ini.\n\nAllah mengatakan kepada Rasulullah saw, \"Apakah engkau tidak heran hai Muhammad melihat tindakan-tindakan orang-orang munafik itu? Mereka menjanjikan sesuatu kepada orang-orang Yahudi Bani Nadhir, yang berlawanan dengan keinginan mereka sendiri. Orang-orang munafik yang dipimpin oleh 'Abdullah bin Ubay mengatakan kepada orang Yahudi Bani Nadhir bahwa mereka adalah teman akrab, karena mereka menyimpan permusuhan dengan kaum Muslimin.\"\n\nMereka mengatakan, \"Hai Bani Nadhir, jika kamu sekalian diusir dari negerimu sebagaimana dikehendaki Muhammad saw dan kaum Muslimin, pastilah kami akan bersama-sama dengan kamu, dan tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi kami ikut serta dengan kamu sekalian.\"\n\nSelanjutnya orang-orang munafik itu mengatakan, \"Hai Bani Nadhir, jika kamu sekalian diperangi Muhammad kami pasti menolongmu dan ikut menumpas musuh-musuh kamu\", kenyataannya semua yang dijanjikan orang-orang munafik itu bohong belaka. Mereka dengan mudah mengingkari janji yang telah mereka janjikan walaupun janji itu dikuatkan dengan sumpah. Allah mengetahui bahwa mereka berdusta.\n\nPerkataan \"Allah menyaksikan bahwa mereka benar-benar pendusta\" merupakan suatu kabar gaib yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Sebagaimana disebutkan bahwa orang-orang munafik telah menjanjikan pertolongan kepada Bani Nadhir, tetapi Allah menyatakan bahwa orang-orang munafik itu tidak akan menepati janjinya. Hal itu benar-benar terbukti di kemudian hari. Pemberitaan suatu kejadian yang akan terjadi di kemudian hari ini termasuk bukti kemukjizatan Al-Qur'an.\n\n'Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya ketika melihat kaum Muslimin mengepung Bani Nadhir, mengirim dua orang utusan untuk menyampaikan pesan bahwa ia dan kawan-kawannya akan datang membantu dengan segala kekuatan yang ada pada mereka, untuk membebaskan mereka dari kepungan Muhammad. Setelah Bani Nadhir dikepung rapat oleh kaum Muslimin selama berhari-hari, bantuan yang dijanjikan itu tidak kunjung datang. Akhirnya orang Yahudi Bani Nadhir yakin bahwa janji 'Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya itu adalah janji bohong belaka. Maka timbullah rasa takut dan gentar dalam hati mereka. Oleh karena itu, mereka menyatakan menyerah kepada Rasulullah saw tanpa syarat. Maka Rasulullah saw menetapkan bahwa mereka harus menerima hukuman yang ditetapkan bagi mereka, dan keluar dari kota Medinah dengan paksa." } } }, { "number": { "inQuran": 5138, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 28, "page": 547, "manzil": 7, "ruku": 480, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0648\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u064a\u064f\u0648\u064e\u0644\u0651\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0635\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La'in ukhrijoo laa yakhrujoona ma'ahum wa la'in qootiloo laa yansuroonahum wa la'in nasaroohum la yuwallunnal adbaara summa laa yunsaroon" } }, "translation": { "en": "If they are expelled, they will not leave with them, and if they are fought, they will not aid them. And [even] if they should aid them, they will surely turn their backs; then [thereafter] they will not be aided.", "id": "Sungguh, jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan jika mereka di-perangi; mereka (juga) tidak akan menolongnya; dan kalau pun mereka menolongnya pastilah mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5138", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5138.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5138.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik itu adalah benar-benar pendusta. Allah menjelaskan kebohongan janji mereka terhadap Bani Nadir. Sungguh, jika mereka, Bani Nadir, diusir, dari Madinah, orang-orang munafik itu tidak akan keluar dari Madinah bersama mereka; dan jika mereka, Bani Nadir, diperangi oleh kaum muslim karena mereka berkhianat; mereka juga, orang-orang munafik itu, tidak akan menolong sekutu-nya, Bani Nadir; dan kalau pun mereka menolongnya dengan mengerahkan pasukan, pastilah mereka, orang-orang munafik itu, akan berpaling lari ke belakang, berbalik arah untuk kembali ke tempat semula sehingga bantuan pasukan itu tidak terjadi. Kemudian nasib mereka di akhirat ketika mereka membutuhkan pertolongan Allah tidak akan mendapat pertolongan dalam bentuk apa pun sehingga mereka kekal dalam kerak neraka.13. Orang munafik itu bersikap demikian karena kamu, kaum muslim, benar-benar lebih ditakuti dalam hati mereka, orang-orang munafik, daripada Allah. Mereka sangat takut kekufurannya diketahui oleh kaum muslim. Jika mereka benar-benar membantu Bani Nadir, maka permusuhannya kepada kaum muslim terbongkar. Yang demikian itu, sikap orang munafik yang lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Allah, karena mereka orang-orang yang tidak mengerti bahwa mereka hanya bisa bersembunyi dari manusia, tetapi tidak bisa bersembunyi dari Allah.", "long": "Pada ayat ini Allah menegaskan kebenaran kembali pemberitaan akan terjadinya suatu peristiwa pada masa yang akan datang dengan menyatakan bahwa sebenarnya jika Bani Nadhir itu diusir dari kota Medinah, tidak ada orang munafik yang ikut bersama mereka. Demikian pula jika Muhammad saw memerangi Bani Nadhir, mereka pun tidak akan memberikan pertolongan dan Bani Nadhir akan kalah, karena Allah tidak memberi pertolongan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5139, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 28, "page": 547, "manzil": 7, "ruku": 480, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0631\u064e\u0647\u0652\u0628\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "La antum ashaddu rahbatan fee sudoorihim minal laah; zaalika bi annahum qawmul laa yafqahoon" } }, "translation": { "en": "You [believers] are more fearful within their breasts than Allah. That is because they are a people who do not understand.", "id": "Sesungguhnya dalam hati mereka, kamu (Muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5139", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5139.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5139.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang munafik itu bersikap demikian karena kamu, kaum muslim, benar-benar lebih ditakuti dalam hati mereka, orang-orang munafik, daripada Allah. Mereka sangat takut kekufurannya diketahui oleh kaum muslim. Jika mereka benar-benar membantu Bani Nadir, maka permusuhannya kepada kaum muslim terbongkar. Yang demikian itu, sikap orang munafik yang lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Allah, karena mereka orang-orang yang tidak mengerti bahwa mereka hanya bisa bersembunyi dari manusia, tetapi tidak bisa bersembunyi dari Allah.14. Karena lebih takut kepada kaum muslim daripada kepada Allah, mereka, orang-orang munafik itu, tidak akan pernah berani memerangi kamu secara terbuka bersama-sama menggabungkan dua kekuatan, yaitu orang-orang munafik Bani ‘Auf dan Yahudi Bani Nadir, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng agar mereka bisa berlindung di dalamnya atau di balik tembok dengan cara bergerilya. Permusuhan antara sesama mereka orang-orang munafik Bani ‘Auf dan antara Bani ‘Auf dengan Yahudi Bani Nadir sangat hebat. Kamu, kaum muslim, jika melihat mereka sepintas, akan mengira bahwa mereka itu bersatu, padahal jika kamu memperhatikan keadaan mereka lebih dalam, kamu akan menemukan bahwa hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu, perbedaan penampilan luar dan keadaan hati mereka, karena mereka orang-orang yang tidak mengerti bahwa inti kekuatan persatuan dan kesatuan itu tidak terletak pada penampilan, tetapi pada kesatuan rasa dan keterpautan hati dalam kekuatan iman.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa sebab-sebab orang munafik tidak menepati janjinya menolong Bani Nadhir, sebagaimana yang telah mereka sepakati, adalah karena mereka lebih takut kepada kaum Muslimin daripada kepada Allah. Oleh karena itu, mereka tidak berani melawan kaum Muslimin, meskipun mereka bersama Bani Nadhir.\n\nAyat ini menunjukkan apa yang terkandung dalam hati orang-orang munafik. Mereka tidak percaya kepada kekuasaan dan kebesaran Allah. Hal terpenting bagi mereka ialah keselamatan diri dan harta benda mereka masing-masing. Untuk keselamatan itu, mereka melakukan apa yang mungkin dilakukan, seperti perbuatan nifaq, kepada Rasulullah mereka menyatakan termasuk orang-orang yang beriman, sedang kepada Bani Nadhir mereka menyatakan senasib dan sepenanggungan dalam menghadapi kaum Muslimin.\n\nDi samping itu, mereka tidak mau memahami ajaran yang disampaikan Rasulullah kepada mereka. Apakah ajaran itu benar atau tidak, bagi mereka, yang menentukan segala sesuatu hanyalah harta benda dan kekayaan. Oleh karena itu, tampak dalam sikap mereka ketika menghadapi kesulitan, mereka tidak mempunyai pegangan, dan terombang-ambing ke sana ke mari. Mereka lebih takut kepada manusia daripada Allah. Firman Allah:\n\nKetika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu). (an-Nisa'/4: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 5140, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 28, "page": 547, "manzil": 7, "ruku": 480, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0631\u064b\u0649 \u0645\u0651\u064f\u062d\u064e\u0635\u0651\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062c\u064f\u062f\u064f\u0631\u064d \u06da \u0628\u064e\u0623\u0652\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c \u06da \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yuqaatiloonakum jamee'an illaa fee quram muhas sanatin aw minw waraaa'i judur; baasuhum bainahum shadeed; tahsabuhum jamee'anw-wa quloobuhum shatta; zaalika biannahum qawmul laa ya'qiloon" } }, "translation": { "en": "They will not fight you all except within fortified cities or from behind walls. Their violence among themselves is severe. You think they are together, but their hearts are diverse. That is because they are a people who do not reason.", "id": "Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5140", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5140.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5140.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena lebih takut kepada kaum muslim daripada kepada Allah, mereka, orang-orang munafik itu, tidak akan pernah berani memerangi kamu secara terbuka bersama-sama menggabungkan dua kekuatan, yaitu orang-orang munafik Bani ‘Auf dan Yahudi Bani Nadir, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng agar mereka bisa berlindung di dalamnya atau di balik tembok dengan cara bergerilya. Permusuhan antara sesama mereka orang-orang munafik Bani ‘Auf dan antara Bani ‘Auf dengan Yahudi Bani Nadir sangat hebat. Kamu, kaum muslim, jika melihat mereka sepintas, akan mengira bahwa mereka itu bersatu, padahal jika kamu memperhatikan keadaan mereka lebih dalam, kamu akan menemukan bahwa hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu, perbedaan penampilan luar dan keadaan hati mereka, karena mereka orang-orang yang tidak mengerti bahwa inti kekuatan persatuan dan kesatuan itu tidak terletak pada penampilan, tetapi pada kesatuan rasa dan keterpautan hati dalam kekuatan iman.15. Pada awal surah ini dijelaskan bahwa Bani Qainuqa‘ diusir dari Madinah pada hari Sabtu bulan Syawal, 20 bulan setelah Nabi hijrah, karena mengkhianati perjanjian damai, menganiaya dan membunuh kaum muslim serta mengganggu keamanan kota Madinah. Melalui ayat ini Allah menjelaskan nasib Bani Nadir di Madinah seperti nasib orang-orang yang sebelum mereka, Bani Qainuqa‘, diusir dari Madinah karena merencanakan pembunuhan Rasulullah. Peristiwa ini terjadi belum lama berselang, tidak lama setelah Perang Badar. Rasulullah mengepung benteng tempat mereka bersembunyi; menebang pohon kurma yang berada di dekat benteng dan membakarnya sehingga mereka terpaksa keluar dari benteng tersebut dan diusir dari Madinah. Dengan demikian, mereka telah merasakan akibat buruk perbuatan mereka mengkhianati perjanjian damai disebabkan perbuatan mereka sendiri, merencanakan pembunuhan Rasulullah. Dan di akhirat, mereka akan mendapat azab yang pedih, kekal selama-lamanya di dalam neraka.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa mental orang Yahudi dan orang munafik itu telah jatuh sedemikian rupa. Seandainya orang-orang munafik menepati janji mereka dan berperang bersama orang Yahudi Bani Nadhir menghadapi kaum Muslimin, mereka pun tidak akan mampu menghadapinya, karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar terhadap kaum Muslimin. Seandainya mereka berperang juga, mereka hanya berperang di balik benteng-benteng yang kokoh yang telah mereka buat, di balik tembok rumah-rumah mereka, tidak berani keluar berhadapan dengan kaum Muslimin.\n\nPada akhir ayat ini diterangkan sebab lain yang menyebabkan mereka takut berperang menghadapi kaum Muslimin, yaitu di antara mereka sendiri terjadi pertentangan dan permusuhan yang hebat, tak ada persatuan di antara mereka.\n\nAyat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa persatuan dan kesatuan itu merupakan syarat untuk mencapai kemenangan. Betapa pun kuatnya persenjataan, perlengkapan, dan kesatuan tentara, tidak akan ada artinya apabila mereka tidak bersatu dan tidak yakin akan tercapainya cita-cita mereka. Karena bangsa atau umat yang bersatu meskipun dengan perlengkapan yang memadai akan dapat mencapai segala yang mereka cita-citakan. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh umat manusia di mana pun mereka berada.\n\nSehubungan dengan perlu adanya keyakinan yang kuat, persatuan, dan kesatuan dalam menghadapi apa pun, Allah berfirman:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. (al-Anfal/8: 45-46)\n\nJika tertanam pada suatu bangsa iman yang kuat dan persatuan yang kokoh dan kesatuan tentara yang tak terpecahkan, niscaya mereka akan sanggup menghadapi segala macam kesukaran menghadapi musuh-musuh yang akan memerangi mereka. Allah berfirman:\n\nMereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, \"Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.\" Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (al-Baqarah/2: 249)\n\nSementara itu, Allah mengingatkan kaum Muslimin agar jangan sekali-kali terpengaruh oleh sesuatu yang kelihatannya baik seperti hubungan orang-orang munafik dengan Bani Nadhir , mereka seakan-akan bersatu-padu menghadapi kaum Muslimin, padahal di antara mereka terdapat pertentangan dan permusuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 5141, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 28, "page": 547, "manzil": 7, "ruku": 480, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u06d6 \u0630\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Kamasalil lazeena min qablihim qareeban zaaqoo wabaala amrihim wa lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "[Theirs is] like the example of those shortly before them: they tasted the bad consequence of their affair, and they will have a painful punishment.", "id": "(Mereka) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang, telah merasakan akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka akan men-dapat azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5141", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5141.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5141.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada awal surah ini dijelaskan bahwa Bani Qainuqa‘ diusir dari Madinah pada hari Sabtu bulan Syawal, 20 bulan setelah Nabi hijrah, karena mengkhianati perjanjian damai, menganiaya dan membunuh kaum muslim serta mengganggu keamanan kota Madinah. Melalui ayat ini Allah menjelaskan nasib Bani Nadir di Madinah seperti nasib orang-orang yang sebelum mereka, Bani Qainuqa‘, diusir dari Madinah karena merencanakan pembunuhan Rasulullah. Peristiwa ini terjadi belum lama berselang, tidak lama setelah Perang Badar. Rasulullah mengepung benteng tempat mereka bersembunyi; menebang pohon kurma yang berada di dekat benteng dan membakarnya sehingga mereka terpaksa keluar dari benteng tersebut dan diusir dari Madinah. Dengan demikian, mereka telah merasakan akibat buruk perbuatan mereka mengkhianati perjanjian damai disebabkan perbuatan mereka sendiri, merencanakan pembunuhan Rasulullah. Dan di akhirat, mereka akan mendapat azab yang pedih, kekal selama-lamanya di dalam neraka.16. Bujukan orang-orang munafik kepada Bani Nadir untuk bekerja sama melawan kaum muslim dan berjanji akan menolong Bani Nadir, jika diserang dan diusir seperti bujukan setan ketika ia berkata kepada manusia dengan meyakinkan, “Kafirlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya!” Kemudian ketika manusia itu mengikuti bujukan setan menjadi kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, ia, setan itu, berkata kepada orang-orang yang sudah berhasil dijerumuskan, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, kamu sendiri yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu di hadapan Allah di akhirat, karena sesungguhnya aku sendiri sebenarnya takut kepada Allah, terutama saat diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah, Tuhan seluruh alam.”", "long": "Allah menerangkan bahwa keadaan orang-orang Yahudi Bani Nadhir itu sama halnya dengan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa' yang juga berdomisili di sekitar kota Medinah. Karena tindakan Bani Qainuqa' serupa dengan tindakan Bani Nadhir, maka mereka diperangi oleh Rasulullah saw pada hari Sabtu bulan Syawal, 20 bulan setelah Nabi hijrah. Akhirnya mereka diusir dari Medinah ke suatu tempat bernama Adhri'at di negeri Syam. Bani Qainuqa' telah merasakan akibat buruk dari perbuatan mereka. Jarak waktu antara kedua kejadian itu tidak lama, hanya dua tahun. Jadi peristiwa Bani Nadhir terjadi pada tahun keempat hijrah.\n\nSemestinya peristiwa pengusiran Bani Qainuqa' menjadi pelajaran bagi Bani Nadhir ketika mengadakan hubungan dengan kaum Muslimin di Medinah. Seandainya mereka melaksanakan ketentuan yang disepakati dalam perjanjian damai yang telah mereka tetapkan bersama Rasulullah saw, mereka akan hidup damai dan tenteram di bawah pemerintahan Rasulullah saw. Tetapi mereka melanggar perjanjian damai itu, sehingga mereka mengalami nasib yang sama dengan Bani Qainuqa'.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa kaum Muslimin diperintahkan bersikap baik kepada orang-orang yang bukan Islam, selama orang-orang yang bukan Islam itu bersikap baik kepada mereka. Sikap baik itu adalah cermin dari keinginan hati, kemudian terwujud dalam perbuatan dan tindakan, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Keinginan hati itu terbaca pula pada air muka seseorang dalam pergaulannya. Seandainya orang-orang yang bukan Muslim tidak bersikap baik, seperti yang dilakukan Bani Qainuqa' dan Bani Nadhir, adalah wajar apabila kaum Muslimin melakukan tindakan yang setimpal untuk mengimbangi tindakan-tindakan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5142, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 28, "page": 547, "manzil": 7, "ruku": 480, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0627\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kamasalish shaitaani izqaala lil insaanik fur falammaa kafara qaala innee bareee'um minka inneee akhaaful laaha rabbal 'aalameen" } }, "translation": { "en": "[The hypocrites are] like the example of Satan when he says to man, \"Disbelieve.\" But when he disbelieves, he says, \"Indeed, I am disassociated from you. Indeed, I fear Allah, Lord of the worlds.\"", "id": "(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, “Kafirlah kamu!” Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5142", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5142.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5142.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bujukan orang-orang munafik kepada Bani Nadir untuk bekerja sama melawan kaum muslim dan berjanji akan menolong Bani Nadir, jika diserang dan diusir seperti bujukan setan ketika ia berkata kepada manusia dengan meyakinkan, “Kafirlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya!” Kemudian ketika manusia itu mengikuti bujukan setan menjadi kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, ia, setan itu, berkata kepada orang-orang yang sudah berhasil dijerumuskan, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, kamu sendiri yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu di hadapan Allah di akhirat, karena sesungguhnya aku sendiri sebenarnya takut kepada Allah, terutama saat diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah, Tuhan seluruh alam.”17. Maka kesudahan bagi keduanya, baik yang menggoda maupun yang digoda, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, karena perbuatan mereka sendiri. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya tanpa ada peluang keluar dari neraka. Demikianlah balasan Allah di akhirat bagi orang-orang zalim, yaitu orang-orang yang menganiaya diri sendiri dengan memilih menjadi manusia yang kafir, bukan manusia yang beriman.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa perbuatan khianat orang-orang munafik yang berjanji akan menolong Bani Nadhir bila diserang kaum Muslimin dan ikut mereka bila diusir dari Medinah, adalah seperti perbuatan setan.\n\nSetan selalu merayu manusia agar mengingkari Allah dan tidak mengikuti agama yang telah disampaikan rasul-Nya. Akan tetapi, bila manusia itu memerlukan pertolongan dalam menghadapi kesengsaraan dan malapetaka yang datang kepada mereka, setan berlepas diri dan tidak menepati janjinya. Mereka bahkan berkata, \"Sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam.\"\n\nAllah menyamakan orang-orang munafik dengan setan untuk menunjukkan bahwa sifat-sifat orang-orang munafik itu sama dengan sifat-sifat setan. Setan yang durhaka mematuhi hukum-hukum Allah, percaya bahwa Allah itu ada, Maha Esa, dan hanya Dia yang berhak disembah. Setan juga percaya bahwa syarat-syarat memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat hanya dengan mengikuti agama Allah. Akan tetapi, mereka adalah kaum yang fasik. Mereka mengetahui kebenaran sesuatu tetapi tidak melaksanakannya. Demikian pula halnya dengan orang-orang munafik, mereka tahu mana yang benar dan mana yang salah, tetapi mereka tidak melaksanakan kebenaran itu. Mereka bahkan melakukan perbuatan-perbuatan menghasut dan terlarang. Allah berfirman:\n\nDan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, \"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.\" Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22)\n\nJadi bentuk perumpamaan dalam ayat ini ialah orang-orang munafik diserupakan dengan setan. Orang-orang Yahudi Bani Nadhir disamakan dengan orang-orang yang teperdaya oleh bujukan setan. Ketakutan mereka kepada kaum Muslimin disamakan dengan ketakutan mereka kepada Allah, bahkan lebih dari itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5143, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 28, "page": 548, "manzil": 7, "ruku": 480, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fakaana 'aaqibatahumaaa annahumaa fin naari khaalidaini feehaa; wa zaalika jazaaa'uz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "So the outcome for both of them is that they will be in the Fire, abiding eternally therein. And that is the recompense of the wrong-doers.", "id": "Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5143", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5143.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5143.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka kesudahan bagi keduanya, baik yang menggoda maupun yang digoda, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, karena perbuatan mereka sendiri. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya tanpa ada peluang keluar dari neraka. Demikianlah balasan Allah di akhirat bagi orang-orang zalim, yaitu orang-orang yang menganiaya diri sendiri dengan memilih menjadi manusia yang kafir, bukan manusia yang beriman.18. Salah satu sifat orang munafik adalah menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya secara lisan, padahal mereka bukan orang beriman (Lihat: Surah al-Baqarah/2:10) sehingga nasib mereka di akhirat kekal di dalam neraka. Pada ayat ini Allah mengingatkan orang beriman agar benar-benar bertakwa kepada Allah dan memperhatikan hari esok, akhirat. Wahai orang-orang yang beriman! Kapan dan di mana saja kamu berada bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh melakukan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya; dan hendaklah setiap orang siapa pun dia memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, yakni untuk hidup sesudah mati, di akhirat dengan berbuat kebaikan atas dasar iman, ditopang dengan ilmu dan hati yang ikhlas semata-mata mengharap rida Allah, sebab hidup di dunia ini sementara, sedangkan hidup di akhirat itu abadi; dan bertakwalah kepada Allah dengan menjaga hubungan baik dengan Allah, manusia dan alam. Sungguh, Allah Mahateliti sekecil apa pun juga terhadap apa yang kamu kerjakan sehingga semua yang kamu lakukan berada dalam pengetahuan Allah (Lihat: Surah Qàf/50: 18).", "long": "Pada ayat ini diterangkan akibat yang akan dialami oleh orang-orang munafik dan orang-orang Yahudi Bani Nadhir yang telah diperdaya setan. Kedua golongan ini akan dimasukkan ke dalam neraka bersama setan yang menjadi teman mereka. Mereka kekal di dalam neraka. Itulah balasan yang setimpal dengan perbuatan-perbuatan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5144, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 28, "page": 548, "manzil": 7, "ruku": 481, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u063a\u064e\u062f\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanut taqul laa; waltanzur nafsum maa qaddamat lighadiw wattaqual laah; innal laaha khabeerum bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, fear Allah. And let every soul look to what it has put forth for tomorrow - and fear Allah. Indeed, Allah is Acquainted with what you do.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5144", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5144.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5144.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu sifat orang munafik adalah menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya secara lisan, padahal mereka bukan orang beriman (Lihat: Surah al-Baqarah/2:10) sehingga nasib mereka di akhirat kekal di dalam neraka. Pada ayat ini Allah mengingatkan orang beriman agar benar-benar bertakwa kepada Allah dan memperhatikan hari esok, akhirat. Wahai orang-orang yang beriman! Kapan dan di mana saja kamu berada bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh melakukan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya; dan hendaklah setiap orang siapa pun dia memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, yakni untuk hidup sesudah mati, di akhirat dengan berbuat kebaikan atas dasar iman, ditopang dengan ilmu dan hati yang ikhlas semata-mata mengharap rida Allah, sebab hidup di dunia ini sementara, sedangkan hidup di akhirat itu abadi; dan bertakwalah kepada Allah dengan menjaga hubungan baik dengan Allah, manusia dan alam. Sungguh, Allah Mahateliti sekecil apa pun juga terhadap apa yang kamu kerjakan sehingga semua yang kamu lakukan berada dalam pengetahuan Allah (Lihat: Surah Qàf/50: 18). 19. Allah mengingatkan orang berimaan dengan berfirman, “Dan janganlah kamu, wahai orang-orang beriman seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, tidak menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi manusia dalam kehidupan ini sehingga Allah menjadikan mereka, karena pola hidup mereka yang hanya mencari kepuasaan, kelezatan, dan kenikmatan duniawi tanpa mempertimbangkan kebutuhan hidup sesudah mati, manusia yang lupa akan diri sendiri, yakni manusia yang tercabut dari akar kemanusiaannya. Mereka itulah, manusia yang lupa kepada Allah dan lupa kepada diri sendiri adalah orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang bergelimang dosa dan perbuatan keji.”", "long": "Kepada orang-orang yang beriman diperintahkan agar bertakwa kepada Allah, dengan melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Termasuk melaksanakan perintah Allah ialah memurnikan ketaatan dan menundukkan diri hanya kepada-Nya, tidak ada sedikit pun unsur syirik di dalamnya, melaksanakan ibadah-ibadah yang diwajibkan, dan mengadakan hubungan baik sesama manusia.\n\nDalam ayat yang lain diterangkan tanda-tanda orang bertakwa:\n\nKebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (al-Baqarah/2: 177)\n\nDalam Al-Qur'an ungkapan kata takwa mempunyai beberapa arti, di antaranya: Pertama, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan diajarkan Rasulullah saw seperti contoh ayat di atas. Kedua, takut melanggar perintah Allah dan memelihara diri dari perbuatan maksiat.\n\nOrang yang bertakwa kepada Allah hendaklah selalu memperhatikan dan meneliti apa yang akan dikerjakan, apakah ada manfaat untuk dirinya di akhirat nanti atau tidak. Tentu yang akan dikerjakannya semua bermanfaat bagi dirinya di akhirat nanti. Di samping itu, hendaklah seseorang selalu memperhitungkan perbuatannya sendiri, apakah sesuai dengan ajaran agama atau tidak. Jika lebih banyak dikerjakan yang dilarang Allah, hendaklah ia berusaha menutupnya dengan amal-amal saleh. Dengan perkataan lain, ayat ini memerintahkan manusia agar selalu mawas diri, memperhitungkan segala yang akan dan telah diperbuatnya sebelum Allah menghitungnya di akhirat nanti.\n\nSuatu peringatan pada akhir ayat ini agar selalu bertakwa kepada Allah, karena Dia mengetahui semua yang dikerjakan hamba-hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang lahir maupun yang batin, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5145, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 28, "page": 548, "manzil": 7, "ruku": 481, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0646\u064e\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0633\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa takoonoo kallazeena nasul laaha fa ansaahum anfusahum; ulaaa'ika humul faasiqoon" } }, "translation": { "en": "And be not like those who forgot Allah, so He made them forget themselves. Those are the defiantly disobedient.", "id": "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5145", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5145.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5145.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengingatkan orang berimaan dengan berfirman, “Dan janganlah kamu, wahai orang-orang beriman seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, tidak menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi manusia dalam kehidupan ini sehingga Allah menjadikan mereka, karena pola hidup mereka yang hanya mencari kepuasaan, kelezatan, dan kenikmatan duniawi tanpa mempertimbangkan kebutuhan hidup sesudah mati, manusia yang lupa akan diri sendiri, yakni manusia yang tercabut dari akar kemanusiaannya. Mereka itulah, manusia yang lupa kepada Allah dan lupa kepada diri sendiri adalah orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang bergelimang dosa dan perbuatan keji.”20. Manusia yang lupa kepada Allah hingga lupa terhadap diri sendiri adalah manusia yang bergelimang dosa dan akan menjadi penghuni neraka. Tidak sama para penghuni neraka, pola pikir, sikap dan perilakunya dengan para penghuni surga. Para penghuni surga itu adalah orang-orang beriman yang berusaha menyucikan jiwanya, mendekatkan diri kepada Allah, menjalani hidup dengan berbagi dan peduli. Mereka lah orang-orang yang memperoleh kemenangan mendapatkan surga karena keberhasilannya mengendalikan hawa nafsu dan tipu daya iblis dalam hidup dan kehidupan.", "long": "Ayat ini dapat berarti khusus dan dapat pula berarti umum. Berarti khusus ialah ayat ini berhubungan dengan orang munafik dan orang-orang Yahudi Bani Nadhir serta sikap dan tindakan mereka terhadap kaum Muslimin pada waktu turunnya ayat ini. Berarti umum ialah semua orang yang suka menyesatkan orang lain dari jalan yang benar dan orang-orang yang mau disesatkan karena teperdaya oleh rayuan dan janji-janji yang muluk-muluk dari orang yang menyesatkan.\n\nMaksudnya, janganlah sekali-kali orang yang beriman seperti orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah melupakannya. Orang yang lupa kepada Allah, seperti orang munafik dan orang Yahudi Bani Nadhir di masa Rasulullah saw, tidak bertakwa kepada-Nya. Mereka hanya memikirkan kehidupan dunia saja, tidak memikirkan kehidupan di akhirat. Mereka disibukkan oleh harta dan anak cucu mereka serta segala yang berhubungan dengan kesenangan duniawi. Firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (al-Munafiqun/63: 9)\n\nKemudian diterangkan bahwa jika seseorang lupa kepada Allah, maka Allah pun melupakannya. Maksud pernyataan Allah melupakan mereka ialah Allah tidak menyukai mereka, sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan, makin lama mereka makin sesat, sehingga makin jauh dari jalan yang lurus, jalan yang diridai Allah. Oleh karena itu, di akhirat mereka juga dilupakan Allah, dan Allah tidak menolong dan meringankan beban penderitaan mereka. Akhirnya mereka dimasukkan ke dalam neraka, sebagai balasan perbuatan dan tindakan mereka.\n\nDitegaskan bahwa orang-orang seperti kaum munafik dan Yahudi Bani Nadhir adalah orang-orang yang fasik. Mereka mengetahui mana yang baik (hak) dan mana yang batil, mana yang baik dan mana yang jahat. Namun demikian, mereka tidak melaksanakan yang benar dan baik itu, tetapi malah melaksanakan yang batil dan yang jahat." } } }, { "number": { "inQuran": 5146, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 28, "page": 548, "manzil": 7, "ruku": 481, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0650\u064a \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0626\u0650\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yastaweee as-haabun naari wa ashaabul jannah; as haabul jannati humul faaa'izoon" } }, "translation": { "en": "Not equal are the companions of the Fire and the companions of Paradise. The companions of Paradise - they are the attainers [of success].", "id": "Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5146", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5146.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5146.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia yang lupa kepada Allah hingga lupa terhadap diri sendiri adalah manusia yang bergelimang dosa dan akan menjadi penghuni neraka. Tidak sama para penghuni neraka, pola pikir, sikap dan perilakunya dengan para penghuni surga. Para penghuni surga itu adalah orang-orang beriman yang berusaha menyucikan jiwanya, mendekatkan diri kepada Allah, menjalani hidup dengan berbagi dan peduli. Mereka lah orang-orang yang memperoleh kemenangan mendapatkan surga karena keberhasilannya mengendalikan hawa nafsu dan tipu daya iblis dalam hidup dan kehidupan.21. Allah menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan bagi manusia yang menggunakan nalar dan mengikuti hati nurani. Sekiranya Kami turun-kan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung yang diberi akal, pikiran, dan perasaan seperti manusia; pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah, karena gunung-gunung itu akan menggunakan nalar, rasa, dan nuraninya dalam memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya. Dan perumpamaan-perumpamaan itu, yakni manusia yang kecil dan lemah dibandingkan dengan gunung yang begitu besar, tinggi dan keras; Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir bahwa gunung bisa menggunakan nalar, rasa dan nurani untuk memahami dan menerapkan Al-Qur’an hingga tunduk dan pecah karena takut kepada Allah. Mengapa manusia yang benar-benar memiliki nalar, rasa dan nurani tidak menggunakannya secara optimal dalam memahami dan menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan ini?", "long": "Tidaklah sama penghuni neraka seperti orang-orang munafik dan Bani Nadhir, dengan penghuni surga, seperti kaum Muhajirin dan Ansar. Allah berfirman:\n\nApakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mere-ka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu. (al-Jatsiyah/45: 21)\n\nDan firman-Nya:\n\nPantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat? (sad/38: 28)\n\nAllah menjelaskan bahwa mereka tidak sama, karena orang-orang yang dimasukkan ke dalam surga itu adalah mereka yang beruntung, mencapai apa yang diinginkannya. Amal saleh yang mereka kerjakan melebihi perbuatan buruk yang terlanjur mereka kerjakan, sehingga pahala yang mereka terima dapat menutupi dosa-dosa yang telah mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 5147, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 28, "page": 548, "manzil": 7, "ruku": 481, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u0628\u064e\u0644\u064d \u0644\u0651\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0639\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064f \u0646\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Law anzalnaa haazal quraana 'alaa jabilil lara aytahoo khaashi'am muta saddi'am min khashiyatil laah; wa tilkal amsaalu nadribuhaa linnaasi la'allahum yatafakkaroon" } }, "translation": { "en": "If We had sent down this Qur'an upon a mountain, you would have seen it humbled and coming apart from fear of Allah. And these examples We present to the people that perhaps they will give thought.", "id": "Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5147", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5147.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5147.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan bagi manusia yang menggunakan nalar dan mengikuti hati nurani. Sekiranya Kami turun-kan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung yang diberi akal, pikiran, dan perasaan seperti manusia; pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah, karena gunung-gunung itu akan menggunakan nalar, rasa, dan nuraninya dalam memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya. Dan perumpamaan-perumpamaan itu, yakni manusia yang kecil dan lemah dibandingkan dengan gunung yang begitu besar, tinggi dan keras; Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir bahwa gunung bisa menggunakan nalar, rasa dan nurani untuk memahami dan menerapkan Al-Qur’an hingga tunduk dan pecah karena takut kepada Allah. Mengapa manusia yang benar-benar memiliki nalar, rasa dan nurani tidak menggunakannya secara optimal dalam memahami dan menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan ini?", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa seandainya gunung-gunung itu diberi akal, pikiran, dan perasaan seperti yang telah dianugerahkan kepada manusia, kemudian diturunkan Al-Qur'an kepadanya, tentulah gunung-gunung itu tunduk kepada Allah, bahkan hancur-lebur karena takut kepada-Nya. Akan tetapi, Al-Qur'an bukan untuk gunung, melainkan untuk manusia. Sungguh indah metafora ini, membandingkan manusia yang kecil dan lemah, dengan gunung yang begitu besar, tinggi, dan keras. Dikatakan bahwa gunung itu akan tunduk di hadapan wahyu Allah, dan akan hancur karena rasa takut.\n\nAyat ini merupakan suatu peringatan kepada manusia yang tidak mau menggunakan akal, pikiran, dan perasaan yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Mereka lebih banyak terpengaruh oleh hawa nafsu dan kesenangan hidup di dunia, sehingga hal itu menutup akal dan pikiran mereka. Karena takut kehilangan pengaruh dan kedudukan, maka mereka tidak akan mau mengikuti kebenaran.\n\nBetapa tingginya nilai Al-Qur'an, sehingga tidak semua makhluk Allah dapat memahami dengan baik maksud dan tujuannya. Untuk memahaminya harus memenuhi syarat-syarat tertentu, antara lain: ilmu yang memadai, menggunakan akal pikiran, membersihkan hati nuraninya, dan niat yang setulus-tulusnya.\n\nKeadaan sebagian manusia diterangkan dalam firman Allah:\n\nKemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (al-Baqarah/2: 74)\n\nAyat ini sama pula dengan firman Allah:\n\nDan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat diguncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al-Qur'an). (ar-Ra'd/13: 31)\n\nKemudian diterangkan bahwa perumpamaan-perumpamaan yang terdapat dalam Al-Qur'an itu harus menjadi pelajaran bagi orang yang mau mempergunakan akal, pikiran, dan perasaannya. Dengan demikian, mereka dapat melaksanakan petunjuk-petunjuk Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya." } } }, { "number": { "inQuran": 5148, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 28, "page": 548, "manzil": 7, "ruku": 481, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06d6 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u06d6 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Huwal-laahul-lazee laaa Ilaaha illaa Huwa 'Aalimul Ghaibi wash-shahaada; Huwar Rahmaanur-Raheem" } }, "translation": { "en": "He is Allah, other than whom there is no deity, Knower of the unseen and the witnessed. He is the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5148", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5148.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5148.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an adalah wahyu Allah petunjuk bagi manusia. Pada ayat ini dan seterusnya hingga akhir surah, Allah menjelaskan al-asma’ al-husna, nama-nama Allah yang indah. Apabila al-asma’ al-ëusna dipahami dan diresapkan secara mendalam ke dalam sanubari akan menguatkan keyakinan kepada-Nya. Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Dia memperkenalkan nama-nama-Nya. Bila zat-Nya dipikirkan akan membingungkan, karena pikiran manusia tidak sanggup menjangkaunya; bila nama-Nya disebut akan menggetarkan hati yang beriman; bila sifat-Nya diuraikan akan mempesona; dan bila perbuatan-Nya diamati dengan cermat akan mengagumkan setiap manusia; karena itu tidak ada Tuhan layak diibadati selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib, karena pengetahuan-Nya tak terbatas; dan Yang Mengetahui yang nyata, karena pengetahuan-Nya meliputi zarrah. Dialah Yang Maha Pengasih, yang kasih sayang-Nya tak mengenal batas; Maha Penyayang, yang rahmat-Nya kepada orang yang beriman sejak di dunia hingga di surga.", "long": "Allah yang menurunkan Al-Qur'an dan menetapkannya sebagai petunjuk bagi manusia, adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia. Dialah yang berhak disembah, tidak ada yang lain. Segala penyembahan terhadap selain Allah, seperti pohon, batu, patung, matahari, dan sebagainya, adalah perbuatan sesat. Dia Maha Mengetahui segala yang ada, baik yang tampak maupun yang gaib di langit dan di bumi. Dia Maha Pemurah kepada makhluk-Nya, dan Maha Pengasih." } } }, { "number": { "inQuran": 5149, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 28, "page": 548, "manzil": 7, "ruku": 481, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0633\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u064e\u064a\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f \u06da \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal-laahul-lazee laaa Ilaaha illaa Huwal-Malikul Quddoosus-Salaamul Muminul Muhaiminul-'aAzeezul Jabbaarul-Mutakabbir; Subhaanal laahi 'Ammaa yushrikoon" } }, "translation": { "en": "He is Allah, other than whom there is no deity, the Sovereign, the Pure, the Perfection, the Bestower of Faith, the Overseer, the Exalted in Might, the Compeller, the Superior. Exalted is Allah above whatever they associate with Him.", "id": "Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5149", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5149.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5149.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia, tidak ada Tuhan yang berhak diibadati selain Dia. Maharaja, Yang kekuasaan-Nya tak terbatas; Yang Mahasuci dari segala bentuk kekurangan; Yang Mahasejahtera, Yang menjadi sumber kedamaian yang didambakan manusia; Yang Menjaga Keamanan, Yang Pengayoman-Nya lengkap, sempurna, dan menyeluruh. Pemelihara Keselamatan manusia, terutama di akhirat; Yang Mahaperkasa mencabut kekuasaan para penguasa dunia; Yang Mahakuasa menghentikan paksa ambisi para pecandu kekuasaan. Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan, karena Allah berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya.", "long": "Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki segala sesuatu yang ada, dan mengurus segalanya menurut yang dikehendaki-Nya. Yang Mahasuci dari segala macam bentuk cacat dan kekurangan. Yang Mahasejahtera, Yang Maha Memelihara keamanan, keseimbangan, dan kelangsungan hidup seluruh makhluk-Nya, Mahaperkasa tidak menganiaya makhluk-Nya, tetapi tuntutan-Nya sangat keras. Dia Mahabesar dan Mahasuci dari segala apa yang dipersekutukan dengan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5150, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 28, "page": 548, "manzil": 7, "ruku": 481, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u0642\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u0650\u0626\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u064e\u0648\u0651\u0650\u0631\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u06da \u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Huwal Laahul Khaaliqul Baari 'ul Musawwir; lahul Asmaaa'ul Husnaa; yusabbihu lahoo maa fis samaawaati wal ardi wa Huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "He is Allah, the Creator, the Inventor, the Fashioner; to Him belong the best names. Whatever is in the heavens and earth is exalting Him. And He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5150", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5150.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5150.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Allah Yang Menciptakan seluruh makhluk dengan hikmah yang mengagumkan. Yang Mengadakan segala sesuatu dari tiada menjadi ada. Yang Membentuk Rupa manusia ketika masih janin dalam rahim. Dia memiliki nama-nama yang indah yang menggambarkan sifat dan perbuatan-Nya yang mempesona. Apa yang di langit: bintang, bulan, planet, dan seluruh isi galaksi dan apa yang ada di bumi lautan, daratan, gunung, sungai, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain-lain semuanya bertasbih kepada-Nya, tetapi manusia tidak memahami tas-bihnya. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa menghentikan rencana dan harapan manusia dengan kematian. Mahabijaksana dalam memperlakukan manusia dan menata jagat raya.", "long": "Allah Pencipta seluruh makhluk-Nya. Dia yang mengadakan seluruh makhluk dari tidak ada kepada ada. Yang membentuk makhluk sesuai dengan tugas dan sifatnya masing-masing. Dia mempunyai sifat-sifat yang indah, nama yang agung yang tidak dipunyai oleh makhluk lain, selain dari Dia. Kepada-Nya bertasbih dan memuji segala yang ada di langit dan di bumi.\n\nSebenarnya yang penting dalam berdoa adalah keikhlasan hati, kekhusyukan dan ketundukan kepada Allah. Dengan membaca ayat-ayat itu, diharapkan ketiganya muncul, sehingga doa itu diterima Allah.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda:\n\nSesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafal, menghayati, dan meresapinya, niscaya akan masuk surga. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nYang dimaksud dengan menghayati dan meresapinya di sini ialah benar-benar memahami sifat-sifat Allah itu, merasakan keagungan, kebesaran, dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk, dan merasakan kasih sayang-Nya. Hal itu menimbulkan ketundukan, kepatuhan, dan kekhusyukan pada setiap orang yang melakukan ibadah kepada-Nya." } } } ] }, { "number": 60, "sequence": 91, "numberOfVerses": 13, "name": { "short": "الممتحنة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u062d\u0646\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Mumtahana", "id": "Al-Mumtahanah" }, "translation": { "en": "She that is to be examined", "id": "Wanita Yang Diuji" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Mumtahanah terdiri atas 13 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Ahzab. Dinamai Al Mumtahanah (wanita yang diuji), diambil dari kata \"Famtahinuuhunna\" yang berarti maka ujilah mereka, yang terdapat pada ayat 10 surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5151, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 549, "manzil": 7, "ruku": 482, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u062a\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d9 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062c\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a \u06da \u062a\u064f\u0633\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Yaa ayyuhal lazeena aamanoo laa tattakhizoo 'aduwwee wa 'aduwaakum awliyaaa'a tulqoona ilaihim bilmawaddati wa qad kafaroo bima jaaa'akum minal haqq, yukhrijoonar Rasoola wa iyyaakum an tu'minoo billaahi rabbikum in kuntum kharajtum jihaadan fee sabeelee wabtighaaa'a mardaatee; tusirroona ilaihim bilma waddati wa ana a'alamu bimaaa akhfaitum wa maaa a'lantum; wa many yaf'alhu minkum faqad dalla sawaaa'as sabeel" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not take My enemies and your enemies as allies, extending to them affection while they have disbelieved in what came to you of the truth, having driven out the Prophet and yourselves [only] because you believe in Allah, your Lord. If you have come out for jihad in My cause and seeking means to My approval, [take them not as friends]. You confide to them affection, but I am most knowing of what you have concealed and what you have declared. And whoever does it among you has certainly strayed from the soundness of the way.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5151", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5151.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5151.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman di mana pun dan kapan pun kamu hidup! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku, yaitu mereka yang menolak ajaran-Ku, dan musuhmu yang membenci, menganiaya, berencana membunuh dan mengusir kamu dari tanah kelahiran kamu hanya karena kamu beriman kepada-Ku sebagai teman setia sehingga kamu merasa perlu menyampaikan kepada mereka informasi tentang Nabi Muhammad yang membahayakan Islam dan kaum muslim, karena kasih sayang kamu kepada mereka, padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran, menolak beriman kepada Al-Qur’an yang disampaikan kepada kamu melalui Rasulullah. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri, ketika kamu bersama Rasulullah berada di Mekah sebelum hijrah ke Madinah, tanpa ada alasan apa pun hanya karena kamu beriman kepada Allah, Tuhan kamu, yang memelihara kamu dan seluruh jagat raya. Janganlah kamu berbuat demikan, bersahabat dengan orang-orang kafir dan membocorkan rahasia kepada mereka, jika kamu benar-benar keluar dari kota kelahiran kamu, Mekah dan berhijrah ke Madinah bersama Rasul untuk berjihad pada jalan-Ku guna mengharumkan Islam dan kaum muslim. Kamu benar-benar pengkhianat, karena kamu memberitahukan secara rahasia informasi-informasi tentang Nabi Muhammad kepada mereka, yang membahayakan Islam dan kaum muslim serta keamanan Negara Madinah, karena kecintaan kamu kepada mereka, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dari Rasul dan kaum muslim dan apa yang kamu nyatakan secara terbuka di hadapan publik. Dan barang siapa di antara kamu, wahai orang-orang beriman, melakukannya, membocorkan rahasia kepada orang-orang kafir, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus hingga bertobat dan kembali setia kepada ajaran Islam.", "long": "Ayat ini memperingatkan kaum Muslimin agar tidak mengadakan hubungan kasih sayang dengan kaum musyrik yang menjadi musuh Allah dan kaum Muslimin. Sebab, dengan adanya hubungan yang demikian itu, tanpa disadari mereka telah membukakan rahasia-rahasia kaum Muslimin, menyampaikan sesuatu yang akan dilaksanakan Rasulullah saw kepada mereka dalam usaha menegakkan kalimat Allah. Oleh karena itu, kaum Muslimin dilarang melakukan yang demikian sekalipun kepada kaum kerabatnya.\n\nMenjadikan orang-orang kafir yang memusuhi kaum Muslimin sebagai teman setia dan penolong adalah suatu hal yang dilarang. Hal ini tidak boleh dilakukan selama orang-orang kafir itu ingin menghancurkan agama Islam dan kaum Muslimin. \n\nAllah kemudian menjelaskan penyebab larangan menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia, yaitu:\n\n1.Mereka menyangkal dan tidak membenarkan semua yang dibawa Rasulullah. Mereka ingkar kepada Allah, Rasul-Nya, dan Al-Qur'an. Mungkinkah orang yang seperti itu dijadikan penolong-penolong dan teman setia? Kemudian disampaikan kepada mereka rahasia-rahasia yang bermanfaat bagi mereka dan menimbulkan bahaya bagi kaum Muslimin?\n\n2.Mereka telah mengusir Rasulullah saw dan orang-orang Muhajirin dari kampung halaman mereka karena beriman kepada Allah, bukan karena sebab yang lain.\n\nAyat ini sama maksudnya dengan firman Allah:\n\nDan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji (al-Buruj/85: 8)\n\nDan Firman Allah:\n\n(Yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, \"Tuhan kami ialah Allah.\" Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa (al-hajj/22: 40)\n\nAllah memperingatkan kaum Muslimin bahwa jika mereka keluar dari kampung halaman atau terusir karena berjihad di jalan Allah dan mencari keridaan-Nya, maka janganlah sekali-kali menjadikan orang-orang kafir itu sebagai teman setia dan penolong-penolong mereka. Cukuplah kaum Muslimin menderita akibat tindakan-tindakan mereka, dan jangan sekali-kali memberi kesempatan kepada mereka menambah penderitaan kaum Muslimin. Bagaimana mungkin ada di antara kaum Muslimin melakukan seperti yang dilakukan hathib yang menyampaikan kepada orang-orang kafir langkah-langkah yang akan diambil Rasulullah dalam menghadapi orang-orang kafir?\n\nAllah Mahatahu segala yang dilakukan hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, Dia menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah, sehingga beliau segera dapat mengambil tindakan. Dengan demikian, kaum Muslimin tidak dirugikan.\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa barang siapa yang berkasih-kasihan dengan musuh Islam dan menjadikan mereka penolong-penolong, berarti ia telah menyimpang dari jalan yang lurus." } } }, { "number": { "inQuran": 5152, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 549, "manzil": 7, "ruku": 482, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u062b\u0652\u0642\u064e\u0641\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u0633\u064f\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0633\u0650\u0646\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Iny yasqafookum yakoonoo lakum a'daaa'anw wa yabsutooo ilaikum aydiyahum wa alsinatahum bissooo'i wa waddoo law takfuroon" } }, "translation": { "en": "If they gain dominance over you, they would be to you as enemies and extend against you their hands and their tongues with evil, and they wish you would disbelieve.", "id": "Jika mereka menangkapmu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu lalu melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu (kembali) kafir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5152", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5152.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5152.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menjelaskan mengapa ia melarang kaum muslim membocorkan rahasia kepada kaum kafir. Jika mereka, orang-orang kafir yang memusuhi kamu, menangkap kamu atau mengalahkan kamu dalam perang, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagi kamu dengan berbuat kezaliman di luar batas kemanusiaan, karena orang kafir yang membenci Islam dan kaum muslim tidak bisa dijadikan sahabat setia; lalu melepaskan tangan mereka dengan tindakan dan lidahnya dengan kata-kata kasar dan tajam kepada kamu untuk menyakiti perasaan kamu, menghujat ajaran Islam, serta melukai kehormatan kamu sebagi muslim; dan mereka sangat menginginkan agar kamu kembali kafir, mengikuti keyakinan mereka.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan sebab-sebab yang lain Allah melarang kaum Muslimin berteman akrab dan saling menolong dengan orang kafir, yaitu:\n\n1.Jika suatu waktu mereka menangkap atau mengalahkan kaum Muslimin, mereka pasti akan melakukan kezaliman yang di luar dugaan. Mereka berteman dengan kaum Muslimin semata-mata mencari keuntungan bagi diri dan golongan mereka. Bila tidak ada keuntungan yang diharapkan, mereka akan menjauhkan diri, bahkan akan menghancurkan kaum Muslimin.\n\n2.Mereka selalu berusaha menjelek-jelekkan dan memusuhi kaum Muslimin. Bagaimana mungkin ada satu atau sebagian dari kaum Muslimin membukakan rahasia kepada mereka atau berteman erat dengan mereka. Orang yang dapat dijadikan teman itu hanyalah orang yang menginginkan kebaikan untuk kita, bukan sebaliknya.\n\n3.Mereka mengharapkan kaum Muslimin mengingkari kebenaran dan kafir kepada Allah, sehingga kaum Muslimin sama dengan mereka, yaitu sama-sama kafir. Oleh karena itu, mereka hanya mau berteman erat atau bertolong-tolongan dengan kaum Muslimin selama hal itu bisa memenuhi keinginan-keinginan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5153, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 549, "manzil": 7, "ruku": 482, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0627\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u0644\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Lan tanfa'akum arhaamukum wa laaa awlaadukum; yawmal qiyaamati yafsilu bainakum; wallaahu bimaa ta'maloon baseer" } }, "translation": { "en": "Never will your relatives or your children benefit you; the Day of Resurrection He will judge between you. And Allah, of what you do, is Seeing.", "id": "Kaum kerabatmu dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5153", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5153.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5153.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum kerabat dan anak-anak kamu yang selama ini menjadi kebanggaan kamu tidak akan bermanfaat bagi kamu pada hari kiamat, karena kehidupan di akhirat bersifat individual, tidak ada jual beli, tidak ada persahabatan, dan tidak ada tolong menolong. (al-Baqarah/2: 254); dan akhirat akan memisahkan hubungan di antara kamu, kecuali yang seiman akan dipertemukan di dalam surga. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan, kebaikan maupun keburukan yang disembunyikan maupun yang dinyatakan secara terbuka.", "long": "Pada hari Kiamat setiap orang mempertanggungjawabkan diri mereka masing-masing kepada Allah. Karib-kerabat, teman setia, anak-anak, atau orang tua sekalipun tidak dapat menolong seseorang di hari Kiamat. Yang dapat menolong seseorang dari siksa Allah hanyalah iman dan amal saleh yang dilakukan selama hidup di dunia.\n\nKarib-kerabat, teman setia, anak-anak dan orang tua tidak dapat dijadikan penolong di hari Kiamat karena masing-masing berusaha menghindarkan diri dari malapetaka yang akan menimpa, sehingga tidak sempat memikirkan kerabat atau temannya, sebagaimana firman Allah:\n\nMaka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, Dan dari ibu dan bapaknya, Dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ('Abasa/80: 33-37)\n\nPada akhir ayat ini, Allah memberi peringatan bahwa Dia Maha Mengetahui semua yang dilakukan manusia, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Oleh karena itu, Dia akan memberikan balasan yang seadil-adilnya. Maka itu berhati-hatilah dan jagalah dirimu sebaik mungkin." } } }, { "number": { "inQuran": 5154, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 549, "manzil": 7, "ruku": 482, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0633\u0652\u0648\u064e\u0629\u064c \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064c \u0641\u0650\u064a \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0631\u064e\u0622\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u063a\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064f \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0644\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u06d6 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Qad kaanat lakum uswatun basanatun feee Ibraaheema wallazeena ma'ahoo iz qaaloo liqawmihim innaa bura'aaa'u minkum wa mimmaa ta'budoona min doonil laahi kafarnaa bikum wa badaa bainanaa wa bainakumul 'adaawatu wal baghdaaa'u abadan hattaa tu'minoo billaahi wahdahooo illaa qawla Ibraheema li abeehi la astaghfiranna laka wa maaa amliku laka minal laahi min shai; rabbanaa 'alaika tawakkalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal maseer" } }, "translation": { "en": "There has already been for you an excellent pattern in Abraham and those with him, when they said to their people, \"Indeed, we are disassociated from you and from whatever you worship other than Allah. We have denied you, and there has appeared between us and you animosity and hatred forever until you believe in Allah alone\" except for the saying of Abraham to his father, \"I will surely ask forgiveness for you, but I have not [power to do] for you anything against Allah. Our Lord, upon You we have relied, and to You we have returned, and to You is the destination.", "id": "Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ”Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.” (Ibrahim berkata), “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5154", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5154.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5154.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melalui ayat ini, Allah memberikan pelajaran berharga dari hubungan Nabi Ibrahim dengan ayahnya. Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagi kamu, orang-orang beriman di akhir zaman, pada Ibrahim dan orang-orang beriman yang bersama dengannya, para pengikut, dan sahabat-sahabatnya, ketika mereka berkata kepada kaumnya yang menyembah berhala dan mempertuhankan matahari, bulan, dan bintang, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, tidak menjadi sahabat kalian, dan mendukung perbuatan kalian, beribadah kepada selain Allah; kami mengingkari kekafiran kalian lahir batin, pernyataan, pikiran, perasaan, dan keyakinan, dan menurut kami telah nyata antara kami dan kalian ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya, karena kalian menolak beriman kepada Allah dan berusaha membunuh kami, orang-orang beriman, hingga kalian beriman kepada Allah saja dengan tauhid yang benar, sebab dengan beriman kalian menjadi saudara. “Allah tidak membenarkan orang beriman memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (Lihat: Surah an-Nisà’/4: 48), kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya yang bernama Azar, “Sungguh aku akan memohonkan ampunan kepada Allah bagimu, karena cinta dan kasih sayang anak kepada orang tua, namun aku sebagai hamba Allah sama sekali tidak dapat menolak siksaan Allah kepadamu, karena aku tidak memiliki daya dan kekuatan apa pun.” Ibrahim berkata dalam doanya yang tulus, “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal, karena Engkau menyukai orang yang bertawakal dan hanya Engkau saja yang pantas menjadi tempat kami bertawakal; dan hanya kepada Engkau kami bertobat, karena Engkau menyukai hamba-hamba yang tobat dari dosa mereka dan hanya kepada Engkau kami kembali, karena hanya Engkau yang memiliki akhirat dan Engkau pangkal seluruh kehidupan.”", "long": "Allah memerintahkan kaum Muslimin untuk mencontoh Nabi Ibrahim dan orang-orang yang beriman besertanya, ketika ia berkata kepada kaumnya yang kafir dan menyembah berhala, \"Hai kaumku, sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu semua, dan dari apa yang kamu sembah selain Allah.\"\n\nKemudian diterangkan bahwa yang dimaksud Ibrahim dengan berlepas diri itu ialah:\n\n1.Nabi Ibrahim mengingkari kaumnya, tidak mengacuhkan tuhan-tuhan mereka, dan tidak membenarkan perbuatan mereka yang menyembah patung-patung yang tidak dapat memberi manfaat dan mudarat kepada siapa pun. Allah berfirman: \n\nWahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah. (al-hajj/22: 73)\n\n2.Nabi Ibrahim mengatakan bahwa antara dia dengan kaumnya yang ingkar telah terjadi permusuhan dan saling membenci selamanya. Ibrahim menyatakan akan tetap menentang kaumnya sampai mereka meninggalkan perbuatan syirik. Jika mereka telah beriman, permusuhan itu baru akan berakhir.\n\nTerhadap ayahnya yang masih kafir, ia tidak mengambil sikap yang tegas seperti sikapnya terhadap kaumnya. Ia berjanji akan mendoakan agar Allah mengampuni dosa-dosa ayahnya. Dalam hal ini, Allah melarang kaum Muslimin mencontoh Ibrahim, sekalipun ia akhirnya berlepas tangan pula terhadap ayahnya, setelah nyata baginya keingkaran bapaknya itu.\n\nBenar ada di antara orang yang beriman mendoakan ayah-ayah mereka yang meninggal dalam keadaan musyrik. Mereka beralasan mencontoh perbuatan Ibrahim itu. Maka Allah membantah perbuatan mereka:\n\nTidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam. Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (at-Taubah/9: 113-114)\n\nSelanjutnya Nabi Ibrahim berkata kepada ayahnya bahwa dia tidak mampu menolongnya. Ia hanya bisa berdoa agar Allah memberi taufik berupa iman kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5155, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 549, "manzil": 7, "ruku": 482, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Rabbana laa taj'alnaa fitnatal lillazeena kafaroo waghfir lanaa rabbanaa innaka antal azeezul hakeem" } }, "translation": { "en": "Our Lord, make us not [objects of] torment for the disbelievers and forgive us, our Lord. Indeed, it is You who is the Exalted in Might, the Wise.\"", "id": "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5155", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5155.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5155.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami, orang-orang beriman, menjadi sasaran fitnah bagi orang-orang kafir, karena keluguan kami. Dan ampunilah kami, seluruh dosa dan kekhilafan kami agar jiwa kami bersih, aib kami tertutup, dan hidup kami bahagia. Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, menyadarkan dan mengubah jalan hidup orang-orang berdosa; Maha bijaksana, menghadapi perilaku hamba yang lalai.", "long": "Sebelum Nabi Ibrahim berpisah dengan kaumnya yang tidak mau menerima seruannya, ia berdoa kepada Allah dengan hati yang tunduk dan berserah diri kepada-Nya. Dalam doanya ia berkata, \"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir.\"\n\nDengan perkataan lain, arti ayat ini ialah Nabi Ibrahim memohon agar Allah tidak memenangkan orang kafir atas orang beriman. Hal itu akan memberi kesempatan kepada orang kafir untuk memfitnah orang beriman. Kemenangan itu juga bisa menimbulkan keyakinan pada orang kafir bahwa mereka berada di jalan yang benar sedangkan orang beriman berada di jalan yang salah.\n\nDi akhir ayat, Nabi Ibrahim berdoa, \"Wahai Tuhan kami, ampunilah dan maafkanlah dosa kami sehingga perbuatan dosa itu seakan-akan tidak pernah kami kerjakan. Engkaulah tempat kami berlindung. Tuntutan-Mu sangat keras. Engkau melakukan dan menciptakan segala sesuatu sesuai dengan sifat, guna, dan faedahnya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5156, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 550, "manzil": 7, "ruku": 482, "hizbQuarter": 219, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0633\u0652\u0648\u064e\u0629\u064c \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Laqad kaana lakum feehim uswatunhasanatul liman kaana yarjul laaha wal yawmal aakhir; wa many yatawalla fa innal laaha huwal ghaniyyul hameed" } }, "translation": { "en": "There has certainly been for you in them an excellent pattern for anyone whose hope is in Allah and the Last Day. And whoever turns away - then indeed, Allah is the Free of need, the Praiseworthy.", "id": "Sungguh, pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian, dan barangsiapa berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5156", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5156.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5156.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dari kisah Nabi Ibrahim itu, Allah menyatakan bahwa sungguh pada mereka itu, Ibrahim dan umatnya yang beriman, terdapat suri teladan yang baik bagi kamu, berkenaan dengan sikap beragama, ketegasan, dan kekhusyukan dalam berdoa bagi orang-orang yang berharap kepada Allah, karena Allah tempat memohon dan bergantung seluruh makhluk, dan berharap mendapat keselamatan pada hari akhir, karena kebahagiaan sejati bukan di dunia, tetapi di akhirat ketika selamat dari azab Allah. Dan barang siapa berpaling dari Allah dengan menjauh dan menyimpang dari ajaran-Nya, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, tidak bertambah keagungan-Nya dengan ketaatan hamba dan tidak berkurang keagungan-Nya dengan kekufuran seluruh makhluk, Maha Terpuji, sifat dan perbuatan-Nya.", "long": "Ayat ini mengulang perintah untuk menjadikan Nabi Ibrahim dan orang-orang yang beriman besertanya sebagai teladan yang baik dengan maksud agar perintah itu diperhatikan oleh orang-orang yang beriman. Hal ini terutama ditujukan bagi orang yang yakin akan bertemu dengan Allah di akhirat, dan mengharapkan pahala serta balasan surga sebagai tempat yang nikmat.\n\nOrang yang tidak mengikuti perintah Allah, dan tidak mengambil teladan dari orang-orang yang saleh, maka hendaklah mereka ketahui bahwa Allah sedikit pun tidak memerlukannya. Allah Maha Terpuji di langit dan di bumi, dan Dia tidak memerlukan bantuan makhluk-Nya dalam melaksanakan kehendak-Nya. Allah berfirman:\n\nDan Musa berkata, \"Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji. (Ibrahim/14: 8)" } } }, { "number": { "inQuran": 5157, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 550, "manzil": 7, "ruku": 483, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u062f\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0629\u064b \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Asal laahu any yaj'ala bainakum wa bainal lazeena 'aadaitum minhum mawaddah; wallahu qadeer; wallahu ghafoorur raheem" } }, "translation": { "en": "Perhaps Allah will put, between you and those to whom you have been enemies among them, affection. And Allah is competent, and Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5157", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5157.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5157.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang beriman menaruh harapan kepada Allah untuk mengubah kebencian dengan kasih sayang. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang yang tulus dan bersemi di antara kamu, orang-orang beriman dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka, orang-orang kafir. Allah Mahakuasa mengubah benci menjadi cinta dan permusuhan menjadi persahabatan. Dan Allah Maha Pengampun kepada yang tobat dari dosa-dosanya, Maha Penyayang kepada hamba yang taat kepada-Nya.", "long": "Menurut al-hasan al-Basri dan Abu salih, ayat ini diturunkan berhubungan dengan Khuza'ah, Bani al-harits bin Ka'ab, Kinanah, Khuzaimah, dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Mereka minta diadakan perdamaian dengan kaum Muslimin dengan mengemukakan ikrar tidak akan memerangi kaum Muslimin dan tidak menolong musuh-musuh mereka. Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan kaum Muslimin untuk menerima permusuhan mereka.\n\nAyat ini menyatakan kepada Rasulullah dan orang-orang yang beriman bahwa mudah-mudahan Allah akan menjalinkan rasa cinta dan kasih sayang antara kaum Muslimin yang ada di Medinah dengan orang-orang musyrik Mekah yang selama ini membenci dan menjadi musuh mereka. Hal itu mudah bagi Allah, sebagai Zat Yang Mahakuasa dan menentukan segalanya. Apalagi jika orang-orang kafir mau beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah mereka lakukan sebelumnya, yaitu dosa memusuhi Rasulullah dan kaum Muslimin.\n\nIsyarat yang terdapat dalam ayat ini terbukti kebenarannya pada pembebasan kota Mekah oleh kaum Muslimin, tanpa terjadi pertumpahan darah. Sewaktu Rasulullah memasuki kota Mekah, karena orang-orang musyrik melanggar perjanjian mereka dengan kaum Muslimin, mereka merasa gentar menghadapi tentara kaum Muslimin, dan bersembunyi di rumah-rumah mereka. Oleh karena itu, Rasulullah mengumumkan bahwa barang siapa memasuki Baitullah, maka dia mendapat keamanan, barang siapa memasuki Masjidil Haram, maka ia mendapat keamanan, dan barang siapa memasuki rumah Abu Sufyan, ia mendapat keamanan. Perintah itu ditaati oleh kaum musyrik dan mereka pun berlindung di Ka'bah, di Masjidil Haram, dan rumah Abu Sufyan. Maka waktu itu, kaum Muslimin yang telah hijrah bersama Rasulullah ke Medinah bertemu kembali dengan keluarganya yang masih musyrik dan tetap tinggal di Mekah, setelah beberapa tahun mereka berpisah. Maka terjalinlah kembali hubungan baik dan kasih sayang diantara mereka.\n\nKarena baiknya sikap kaum Muslimin kepada mereka, maka mereka berbondong-bondong masuk Islam. Firman Allah: \n\nApabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (an-Nasr/110:1-3)" } } }, { "number": { "inQuran": 5158, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 550, "manzil": 7, "ruku": 483, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0637\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yanhaakumul laahu 'anil lazeena lam yuqaatilookum fid deeni wa lam yukhrijookum min diyaarikum an tabarroohum wa tuqsitooo ilaihim; innal laaha yuhibbul muqsiteen" } }, "translation": { "en": "Allah does not forbid you from those who do not fight you because of religion and do not expel you from your homes - from being righteous toward them and acting justly toward them. Indeed, Allah loves those who act justly.", "id": "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5158", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5158.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5158.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil, karena kebaikan dan keadilan itu bersifat universal, kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kamu karena agama dengan menekankan kebebasan dan toleransi beragama; dan tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, karena kamu beriman kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.", "long": "Diriwayatkan bahwa Ahmad bin hanbal menceritakan kepada beberapa imam yang lain dari 'Abdullah bin Zubair, ia berkata, \"Telah datang ke Medinah (dari Mekah) Qutailah binti 'Abdul 'Uzza, bekas istri Abu Bakar sebelum masuk Islam, untuk menemui putrinya Asma' binti Abu Bakar dengan membawa berbagai hadiah. Asma' enggan menerima hadiah itu dan tidak memperkenankan ibunya memasuki rumahnya. Kemudian Asma' mengutus seseorang kepada 'Aisyah agar menanyakan hal itu kepada Rasulullah. Maka turunlah ayat ini yang membolehkan Asma' menerima hadiah dan mengizinkan ibunya yang kafir itu tinggal di rumahnya.\n\nAllah tidak melarang orang-orang yang beriman berbuat baik, mengadakan hubungan persaudaraan, tolong-menolong, dan bantu-membantu dengan orang musyrik selama mereka tidak mempunyai niat menghancurkan Islam dan kaum Muslimin, tidak mengusir kaum Muslimin dari negeri-negeri mereka, dan tidak pula berteman akrab dengan orang yang hendak mengusir itu.\n\nAyat ini memberikan ketentuan umum dan prinsip agama Islam dalam menjalin hubungan dengan orang-orang yang bukan Islam dalam satu negara. Kaum Muslimin diwajibkan bersikap baik dan bergaul dengan orang-orang kafir, selama mereka bersikap dan ingin bergaul baik, terutama dengan kaum Muslimin.\n\nSeandainya dalam sejarah Islam, terutama pada masa Rasulullah saw dan masa para sahabat, terdapat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kaum Muslimin kepada orang-orang musyrik, maka tindakan itu semata-mata dilakukan untuk membela diri dari kezaliman dan siksaan yang dilakukan oleh pihak musyrik.\n\nDi Mekah, Rasulullah dan para sahabat disiksa dan dianiaya oleh orang-orang musyrik, sampai mereka terpaksa hijrah ke Medinah. Sesampai di Medinah, mereka pun dimusuhi oleh orang Yahudi yang bersekutu dengan orang-orang musyrik, sekalipun telah dibuat perjanjian damai antara mereka dengan Rasulullah. Oleh karena itu, Rasulullah terpaksa mengambil tindakan keras terhadap mereka. Demikian pula ketika kaum Muslimin berhadapan dengan kerajaan Persia dan Romawi, orang-orang kafir di sana telah memancing permusuhan sehingga terjadi peperangan.\n\nJadi ada satu prinsip yang perlu diingat dalam hubungan orang-orang Islam dengan orang-orang kafir, yaitu boleh mengadakan hubungan baik, selama pihak yang bukan Islam melakukan yang demikian pula. Hal ini hanya dapat dibuktikan dalam sikap dan perbuatan kedua belah pihak.\n\nDi Indonesia prinsip ini dapat dilakukan, selama tidak ada pihak agama lain bermaksud memurtadkan orang Islam atau menghancurkan Islam dan kaum Muslimin." } } }, { "number": { "inQuran": 5159, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 550, "manzil": 7, "ruku": 483, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0638\u064e\u0627\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u062c\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innamaa yanhaakumul laahu 'anil lazeena qaatalookum fid deeni wa akhrajookum min diyaarikum wa zaaharoo 'alaa ikhraajikum an tawallawhum; wa many yatawallahum faulaaa'ika humuz zaalimoon" } }, "translation": { "en": "Allah only forbids you from those who fight you because of religion and expel you from your homes and aid in your expulsion - [forbids] that you make allies of them. And whoever makes allies of them, then it is those who are the wrongdoers.", "id": "Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5159", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5159.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5159.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu, orang-orang beriman, menjadikan mereka, orang-orang kafir yang tidak bersedia hidup berdampingan dengan kamu secara damai, yaitu mereka yang memerangi kamu karena agama, tidak ada kebebasan dan toleransi beragama; mengusir kamu dari tempat tinggal kamu, karena pembersihan ras, suku, dan agama, serta penguasaan teritorial, dan membantu pihak lain untuk mengusir kamu karena kerja sama yang sistemik dan terencana; sebagai sahabat dekat kamu lahir batin. Barang siapa yang menjadikan mereka sebagai kawan, karena kepentingan ekonomi, politik, dan keamanan; maka mereka itulah orang zalim terhadap perjuangan Islam dan kaum muslim.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah hanya melarang kaum Muslimin bertolong-tolongan dengan orang-orang yang menghambat atau menghalangi manusia beribadah di jalan Allah, dan memurtadkan kaum Muslimin sehingga ia berpindah kepada agama lain, yang memerangi, mengusir, dan membantu pengusir kaum Muslimin dari negeri mereka. Dengan orang yang semacam itu, Allah dengan tegas melarang kaum Muslimin untuk berteman dengan mereka.\n\nDi akhir ayat ini, Allah mengingatkan kaum Muslimin yang menjadikan musuh-musuh mereka sebagai teman dan tolong-menolong dengan mereka, bahwa jika mereka melanggar larangan ini, maka mereka adalah orang-orang yang zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 5160, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 550, "manzil": 7, "ruku": 483, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u0645\u064f\u0647\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u0627\u0645\u0652\u062a\u064e\u062d\u0650\u0646\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0639\u0650\u0635\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0648\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaa ayyuhal lazeena aamanoo izaa jaaa'akumul mu'minaatu muhaajiraatin famtah inoohunna Allaahu a'lamu bieemaanihinna fa in 'alimtumoohunna mu'minaatin falaa tarji'oohunna ilal kuffaar; laa hunna hillul lahum wa laa hum uahilloona lahunna wa aatoohum maa anfaqoo wa laa junaaha 'alaikum an tankihoohunna izaaa aataitumoohunna ujoorahunn; wa laa tumsikoo bi 'isamil kawaafiri was'aloo maaa anfaqtum walyas'aloo maaa anfaqoo zaalikum hukmul laahi yahkumu bainakum wallaahu 'aleemun hakeem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when the believing women come to you as emigrants, examine them. Allah is most knowing as to their faith. And if you know them to be believers, then do not return them to the disbelievers; they are not lawful [wives] for them, nor are they lawful [husbands] for them. But give the disbelievers what they have spent. And there is no blame upon you if you marry them when you have given them their due compensation. And hold not to marriage bonds with disbelieving women, but ask for what you have spent and let them ask for what they have spent. That is the judgement of Allah; He judges between you. And Allah is Knowing and Wise.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5160", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5160.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5160.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melalui ayat ini Allah menjelaskan tentang tata cara yang harus dilakukan Rasulullah apabila menerima perempuan yang berasal dari daerah kafir dan hukum perkawinan mereka. “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin yang berasal daerah yang dikuasai orang-orang kafir datang berhijrah kepadamu ke Madinah, maka hendaklah kamu uji keimanan mereka agar kamu mengetahui latar belakang dan motivasi kedatangan mereka, serta dapat memberikan perlindungan yang tepat kepada mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka, hakikat, kualitas, bahkan yang terbesit dalam hati mereka; namun, pengujian ini diperlukan untuk kewaspadaan. Jika kamu telah mengetahui, setelah kamu melakukan wawancara mendalam terhadap mereka bahwa mereka, perempuan-perempuan yang meminta perlindungan itu benar-benar beriman, maka janganlah kamu mengembalikan mereka kepada orang-orang kafir, yakni suami-suami mereka yang kafir, karena perkawinan mereka batal, ketika perempuan-perempuan itu masuk Islam. Mereka, perempuan-perempuan muslimah itu tidak halal bagi orang-orang kafir itu, yakni bagi para suami mereka untuk berhubungan suami-istri dan orang-orang kafir itu pun, yakni para suami yang kafir, tidak halal bagi mereka, para istri yang sudah menjadi muslimah untuk berhubungan suami-istri. Dan berikanlah kepada suami mereka, yang masih tetap kafir itu mahar yang telah mereka berikan kepada mantan istrinya yang menjadi muslimah, jika mereka meminta. Dan tidak ada dosa bagi kamu, para laki-laki muslim untuk menikahi mereka, karena perempuan-perempuan itu berstatus janda, apabila kamu menikahinya setelah selesai masa iddah, mengikuti hukum Allah dan dengan tujuan pernikahan yang benar, serta membayarkan kepada mereka maharnya sesuai kesepakatan.” Sebaliknya jika perempuan-perempuan muslimah meninggalkan suami mereka, masuk ke daerah kafir dan menjadi kafir, maka Allah menegaskan, “Dan janganlah kamu, para laki-laki muslim tetap berpegang pada tali pernikahan dengan perempuan-perempuan kafir, karena pernikahan kamu dengan mereka batal setelah mereka murtad; dan hendaklah kamu, para laki-laki muslim meminta kembali mahar yang telah kamu berikan kepada mantan istri kamu yang murtad itu.” Sementara itu tentang perempuan beriman yang menghadap kepada Nabi di Madinah, Allah menegaskan, “Dan jika suaminya tetap kafir, sedangkan perempuan-perempuan itu benar-benar beriman, biarkanlah mereka, para suami itu, meminta kembali mahar yang telah mereka bayarkan kepada mantan istrinya yang telah beriman. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu tentang perceraian karena suami atau istri murtad atau istri masuk Islam, serta larangan menikah beda agama. Dan Allah Maha Mengetahui semua yang tersimpan dalam hati, Mahabijasana dalam menyikapi tingkah laku manusia.”", "long": "Ayat ini menerangkan perintah Allah kepada Rasulullah dan orang-orang yang beriman tentang sikap yang harus diambil, jika seorang perempuan beriman yang berasal dari daerah kafir datang menghadap atau minta perlindungan. Allah menyatakan bahwa apabila datang seorang perempuan dari daerah kafir yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan tidak tampak padanya tanda-tanda keingkaran dan kemunafikan, maka perlu diperiksa lebih dahulu, apakah mereka benar telah beriman, atau datang karena melarikan diri dari suaminya, sedangkan ia sebenarnya tidak beriman.\n\nAllah memerintahkan yang demikian itu bukan karena Dia tidak mengetahui hal ihwal mereka. Allah Maha Mengetahui hakikat iman mereka, bahkan mengetahui semua yang terbesit dalam hati mereka. Akan tetapi, untuk kewaspadaan dan berjaga-jaga di kalangan kaum Muslimin yang sedang berperang menghadapi orang-orang kafir, maka usaha-usaha mengadakan penelitian itu harus dilakukan, walaupun orang itu kerabat sendiri.\n\nJika dalam pemeriksaan itu terbukti mereka adalah orang-orang yang beriman, maka jangan sekali-kali kaum Muslimin mengembalikan mereka ke daerah kafir, sebab perempuan-perempuan yang beriman tidak halal lagi bagi suaminya yang kafir. Sebaliknya, pria-pria yang kafir tidak halal bagi perempuan yang beriman.\n\nDari ayat ini dapat ditetapkan suatu hukum yang menyatakan bahwa jika seorang istri telah masuk Islam, berarti sejak itu ia telah bercerai dengan suaminya yang masih kafir. Oleh karena itu, ia haram kembali kepada suaminya. Ayat ini juga menguatkan hukum yang menyatakan bahwa haram hukumnya seorang perempuan muslimat kawin dengan laki-laki kafir.\n\nKemudian Allah menetapkan agar mas kawin yang telah diterima istri yang masuk Islam itu dikembalikan kepada suaminya. Menurut Imam Syafi'i, istri wajib mengembalikan mahar itu jika pihak suaminya yang kafir itu memintanya. Jika pihak suami tidak memintanya, maka mahar itu tidak wajib dikembalikan. Sebagian ulama berpendapat bahwa mahar yang wajib dikembalikan itu jika suaminya termasuk orang yang telah melakukan perjanjian damai dengan kaum Muslimin, sedang bagi suami yang tidak termasuk dalam perjanjian damai dengan kaum Muslimin maharnya tidak wajib dikembalikan. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa hukum pengembalian mahar itu bukan wajib tetapi sunah dan itu pun jika diminta oleh suaminya.\n\nSementara itu kaum Muslimin dibolehkan mengawini perempuan-perempuan mukminat yang berhijrah itu dengan membayar mahar. Hal ini berarti bahwa perempuan itu tidak boleh dijadikan budak, karena mereka bukan berasal dari tawanan perang. Allah menganjurkan kaum Muslimin mengawini mereka agar diri mereka terpelihara. \n\nAllah menerangkan bahwa penyebab larangan melanjutkan perkawinan istri yang beriman dengan suami yang kafir itu adalah karena tidak akan ada hubungan perkawinan antara perempuan-perempuan yang sudah beriman dengan suami-suami mereka yang masih kafir dan berada di daerah kafir. Akad perkawinan mereka tidak berlaku lagi sejak sang istri masuk Islam. Sebaliknya jika yang pergi ke daerah kafir itu adalah istri-istri yang beriman kemudian ia menjadi kafir, kaum Muslimin diperintahkan untuk membiarkan mereka pergi. Akan tetapi, mereka harus mengembalikan barang-barang yang pernah diberikan suaminya yang Muslim.\n\nSemua yang disebutkan itu adalah hukum-hukum Allah yang wajib ditaati oleh setiap orang yang menghambakan diri kepada-Nya, karena dalam menetapkan hukum-Nya, Allah Maha Mengetahui kesanggupan hamba yang akan memikul hukum itu dan mengetahui sesuatu yang paling baik dilakukan oleh hamba-hamba-Nya. Dalam menetapkan hukum itu, Allah juga mengetahui faedah dan akibat menetapkan hukum serta keserasian hukum itu bagi yang memikulnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5161, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 550, "manzil": 7, "ruku": 483, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0627\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0627\u0642\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa in faatakum shai'um min azwaajikum ilal kuffaari fa'aaqabtum fa aatul lazeena zahabat azwaajuhum misla maaa anfaqoo; wattaqul laahal lazeee antum bihee mu'minoon" } }, "translation": { "en": "And if you have lost any of your wives to the disbelievers and you subsequently obtain [something], then give those whose wives have gone the equivalent of what they had spent. And fear Allah, in whom you are believers.", "id": "Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan mereka maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5161", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5161.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5161.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menjelaskan cara-cara pengembalian mahar kepada para suami yang ditinggalkan istri mereka tersebut. Dan jika ada sesuatu tentang pengembalian mahar yang belum selesai dari istri-istri kamu yang lari kepada orang-orang kafir, karena para mantan istri kamu itu tidak memiliki niat baik untuk mengembalikan mahar kepada kamu, kemudian kamu berhasil mengalahkan mereka dalam perang, yakni mengalahkan orang-orang kafir yang kepada mereka mantan istri-istri kamu lari, maka berikanlah dengan mengambil dari harta rampasan perang kepada orang-orang yang istri-istri mereka lari kepada orang-orang kafir sebanyak mahar yang telah mereka berikan kepada mantan istri-istri mereka. Dan bertakwalah kamu, wahai para suami yang ditinggalkan istri, kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman agar kamu tetap tegar.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan hukum seorang istri mukminat yang murtad dan lari dari suaminya ke daerah kafir, sedang ia belum mengembalikan mahar yang pernah diterima dari suaminya yang Mukmin itu. Jika si suami menyerang daerah kafir, kemudian dapat menawan bekas istrinya, maka bekas istrinya itu boleh diambilnya kembali dengan mengganti mahar yang telah diterima oleh istri dari suami yang kafir.\n\nDiriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari al-hasan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan peristiwa Ummul hakam binti Abi Sufyan yang telah murtad dan melarikan diri dari suaminya, kemudian ia menikah dengan seorang laki-laki dari Bani tsaqif. Ayat ini memerintahkan agar mas kawin yang diterima Ummul hakam dari suaminya yang kafir itu diganti dan diambilkan dari hasil rampasan perang, dan Ummul hakam kembali kepada suaminya semula (yang Muslim).\n\nMenurut riwayat Ibnu 'Abbas, mas kawin itu diambil dan diberikan kepada suami yang kafir sebelum harta rampasan perang dibagi lima sebanyak yang pernah diberikan suami yang kafir kepada perempuan yang lari itu.\n\nPada akhir ayat ini Allah memerintahkan agar kaum Muslimin bertakwa dan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya, baik yang diterangkan pada ayat di atas, maupun yang disebut pada ayat-ayat yang lain serta yang terdapat di dalam hadis, jika mereka beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5162, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 28, "page": 551, "manzil": 7, "ruku": 483, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064f \u064a\u064f\u0628\u064e\u0627\u064a\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650\u0642\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0652\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0628\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u0627\u0646\u064d \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u06d9 \u0641\u064e\u0628\u064e\u0627\u064a\u0650\u0639\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan nabbiyyu izaa jaaa'akal mu'minaau yubaai naka 'alaaa allaa yushrikna billaahi shai 'anw wa laa yasriqna wa laa yazneena wa laa yaqtulna awlaadahunna wa laa yaateena bibuhtaaniny yaftaree nahoo baina aydeehinna wa arjulihinna wa laa ya'seenaka fee ma'roofin fabaayi'hunna wastaghfir lahunnal laaha innnal laaha ghafoorur raheem" } }, "translation": { "en": "O Prophet, when the believing women come to you pledging to you that they will not associate anything with Allah, nor will they steal, nor will they commit unlawful sexual intercourse, nor will they kill their children, nor will they bring forth a slander they have invented between their arms and legs, nor will they disobey you in what is right - then accept their pledge and ask forgiveness for them of Allah. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan yang mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai‘at (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5162", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5162.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5162.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini berbicara tentang perempuan yang berbaiat kepada Nabi bahwa mereka berjanji setia tidak akan melakukan dosa-dosa besar. Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan beriman dari berbagai kabilah datang kepadamu untuk berbaiat, berjanji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun setelah mengokohkan dua kalimat syahadat; tidak akan mencuri milik orang lain dengan cara apa pun; tidak akan berzina dengan siapa pun; tidak akan membunuh anak-anak mereka seperti kebiasaan masyarakat Arab sebelum zaman Islam, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dengan mengadakan pengakuan-pengakuan palsu mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan seperti tuduhan berzina, tuduhan bahwa anak seorang perempuan bukan anak suaminya; dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan kebaikan yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya; maka terimalah janji setia mereka semoga menjadi momentum untuk perbaikan akhlak mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah agar dosa-dosa mereka dihapuskan oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun kepada siapa saja yang bertobat dengan tulus, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan mendekatkan diri kepada-Nya.", "long": "Allah menyatakan kepada Nabi Muhammad bahwa perempuan-perempuan yang menyatakan keimanan dan ketaatannya harus berjanji bahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak akan mencuri harta orang lain, tidak akan berzina, tidak akan menggugurkan anak dalam kandungannya, dan tidak akan mengerjakan yang dilarang, seperti meratapi orang mati dengan mengoyak-ngoyak pakaian, dan sebagainya. Bila mereka telah berjanji, maka pernyataan iman mereka harus diterima. Nabi juga diperintahkan untuk mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan mendapat ampunan Allah dan pahala dari-Nya jika mereka konsekuen melaksanakan janji mereka itu. Nabi juga diminta untuk berdoa kepada Allah agar dosa-dosa mereka diampuni, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\n\nDiriwayatkan oleh al-Bukhari dari 'Urwah bin Zubair bahwa 'Aisyah berkata, \"Rasulullah saw menguji perempuan yang hijrah sesuai ayat: ya ayyuhan-nabiyy idha ja'akal-mu'minat¦..innallaha gafurur-rahim. Barang siapa yang telah memenuhi syarat-syarat di atas, berarti perempuan itu telah mengikrarkan pernyataan bahwa dirinya beriman.\"\n\nDiriwayatkan pula oleh 'Urwah bin Zubair dari 'Aisyah, ia berkata, \"Telah datang Fathimah binti 'Utbah untuk menyatakan keimanannya kepada Rasulullah, maka beliau meminta ia berjanji tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak menggugurkan kandungannya, maka Fathimah merasa malu menyebut janji itu sambil meletakkan tangan di atas kepalanya.\" Maka 'Aisyah berkata, \"Hendaklah engkau akui yang dikatakan Nabi itu. Demi Allah, kami tidak menyatakan keimanan kecuali dengan cara demikian.\" Fathimah melaksanakan yang diminta 'Aisyah itu, lalu Nabi menerima pengakuannya.\n\nMenurut riwayat yang lain bahwa Nabi Muhammad banyak menerima pernyataan beriman dari para perempuan ketika penaklukan Mekah. Di antara yang menyatakan keimanannya itu terdapat Hindun binti 'Utbah, istri Abu Sufyan, kepala suku Quraisy." } } }, { "number": { "inQuran": 5163, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 28, "page": 551, "manzil": 7, "ruku": 483, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u063a\u064e\u0636\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0626\u0650\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0626\u0650\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena amanoo laa tatawallaw qawman ghadibal laahu 'alaihim qad ya'isoo minal aakhirati kamaa ya'isal kuffaaru min as haabil quboor" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, do not make allies of a people with whom Allah has become angry. They have despaired of [reward in] the Hereafter just as the disbelievers have despaired of [meeting] the inhabitants of the graves.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu, sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5163", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5163.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5163.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini berbicara tentang larangan memohon perlindungan kepada orang-orang kafir. Wahai orang-orang beriman kuatkanlah iman kamu, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang dimurka Allah seperti orang-orang kafir, orang-orang munafik, dan orang-orang fasik, pelaku dosa besar secara terus-menerus sebagai penolong kamu ketika kamu mengalami kesulitan atau mempunyai masalah dunia atau agama. Sungguh mereka telah berputus asa terhadap akhirat sehingga kamu seperti berpegang kepada pohon yang tumbang atau dahan yang hanyut. Mereka tidak meyakini akhirat, bagaimana menolong kamu memperhatikan akhirat. Kehidupan mereka sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada di dalam kubur berputus asa dari kasih sayang Allah. Mereka kehilangan asa untuk mendapatkan keselamatan.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu Mundhir dari Ibnu Ishaq dari 'Ikrimah dan Abu Sa'id dari Ibnu 'Abbas, ia menerangkan bahwa 'Abdullah bin 'Umar dan Zaid bin haritsah bersahabat dengan orang-orang Yahudi. Maka turunlah ayat ini yang melarang kaum Muslimin berteman erat dengan orang yang dimurkai Allah.\n\nDalam ayat ini, Allah menegaskan kembali larangan menjadikan orang-orang Yahudi, Nasrani, dan musyrik Mekah yang berniat jahat terhadap kaum Muslimin sebagai wali atau teman akrab, karena dikhawatirkan orang-orang yang beriman akan menyampaikan rahasia-rahasia penting kepada mereka.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu telah putus asa untuk memperoleh kebaikan dari Allah di akhirat, karena kedurhakaan mereka kepada Rasulullah saw yang telah diisyaratkan kedatangannya dalam kitab-kitab mereka. Padahal, persoalan itu sudah dikuatkan pula dengan bukti-bukti yang jelas dan mukjizat yang nyata. Keputusasaan mereka untuk memperoleh rahmat Allah di hari akhirat sama halnya dengan keputusasaan mereka di dalam kubur karena mereka tidak percaya adanya kebangkitan kembali di akhirat." } } } ] }, { "number": 61, "sequence": 109, "numberOfVerses": 14, "name": { "short": "الصف", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0635\u0641", "transliteration": { "en": "As-Saff", "id": "As-Saff" }, "translation": { "en": "The Ranks", "id": "Barisan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ash Shaff terdiri atas 14 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah. Dinamai dengan Ash Shaff, karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata Shaffan yang berarti satu barisan. Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya. Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya. Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5164, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 551, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0628\u0651\u064e\u062d\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Sabbaha lillaahi maa fisamaawaati wa maa fil ardi wa huwal 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Whatever is in the heavens and whatever is on the earth exalts Allah, and He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5164", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5164.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5164.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan apa yang ada di bumi, hewan dan tetumbuhan bertasbih kepada Allah, mengakui dan menyatakan kemahasucian Allah yang berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya; dan Dialah Yang Mahaperkasa menciptakan dan menghancurkan jagat raya sekejap mata; Mahabijaksana, tidak terburu menggunakan kekuasaan-Nya yang tiada terbatas untuk menghancurkan jagat raya atau menghukum manusia yang berdosa.", "long": "Segala apa yang di langit dan bumi mengakui bahwa hanyalah Allah yang berhak disembah tidak ada yang lain, Dialah yang menciptakan, menguasai, menjaga kelangsungan hidup, serta menentukan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.\n\nAllah mempunyai sifat-sifat yang sempurna, dan semua makhluk tunduk di bawah kehendak-Nya. Dia menciptakan segala sesuatu sesuai dengan maksud dan tujuan yang Dia kehendaki, serta sesuai pula dengan kegunaannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5165, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 551, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa ayyuhal lazeena aamanoo lima taqooloona maa laa taf'aloon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, why do you say what you do not do?", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5165", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5165.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5165.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya! Mengapa kamu mengatakan secara terbuka di hadapan orang banyak atau secara tertutup sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Apakah kamu merasa tidak bersalah melakukannya?", "long": "Setelah Allah menerangkan sifat-sifat kesempurnaan-Nya, ia mengingatkan kaum Muslimin akan kekurangan-kekurangan yang ada pada mereka, yaitu mereka mengatakan suatu perkataan, tetapi mereka tidak merealisasikan atau mengerjakannya. Di antaranya, mereka berkata, \"Kami ingin mengerjakan kebajikan-kebajikan yang diperintahkan Allah,\" tetapi jika datang perintah itu, mereka tidak mengerjakannya.\n\nAda dua macam kelemahan manusia yang dikemukakan ayat ini, yaitu:\n\n1.Ketidaksesuaian antara perkataan dan perbuatan mereka. Kelemahan ini kelihatannya mudah diperbaiki, tetapi sukar dilaksanakan. Sangat banyak manusia yang pandai berbicara, suka menganjurkan suatu perbuatan baik, dan mengingatkan agar orang lain menjauhi larangan-larangan Allah, tetapi ia sendiri tidak melaksanakannya. Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas bahwa 'Abdullah bin Rawahah berkata, \"Para mukmin pada masa Rasulullah sebelum jihad diwajibkan berkata, \"Seandainya kami mengetahui perbuatan-perbuatan yang disukai Allah, tentu kami akan melaksanakannya.\" Maka Rasulullah menyampaikan bahwa perbuatan yang paling disukai Allah ialah beriman kepada-Nya, berjihad menghapuskan kemaksiatan yang dapat merusak iman, dan mengakui kebenaran risalah yang disampaikan Nabi-Nya. Setelah datang perintah jihad, sebagian orang-orang yang beriman merasa berat melakukannya. Maka turunlah ayat ini sebagai celaan akan sikap mereka yang tidak baik itu.\n\n2.Tidak menepati janji yang telah mereka buat. Suka menepati janji yang telah ditetapkan merupakan salah satu ciri dari ciri-ciri orang-orang yang beriman. Jika ciri itu tidak dipunyai oleh orang yang mengaku beriman kepada Allah dan rasul-Nya, berarti ia telah menjadi orang munafik.\n\nRasulullah saw bersabda:Tanda orang munafik ada tiga macam: bila berjanji, ia menyalahi janjinya, bila berkata, ia berdusta dan bila dipercaya, ia berkhianat. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nNamun tidak berarti bahwa orang-orang tidak boleh mengatakan kebenaran bila ia sendiri belum mampu melaksanakannya. Mengatakan kebenaran wajib, sedangkan melaksanakannya tergantung kemampuan. Allah berfirman:\n\nMaka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (at-Tagabun/64: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 5166, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 551, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0628\u064f\u0631\u064e \u0645\u064e\u0642\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kabura maqtan 'indal laahi an taqooloo maa laa taf'aloon" } }, "translation": { "en": "Great is hatred in the sight of Allah that you say what you do not do.", "id": "(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5166", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5166.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5166.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perbuatan kamu, wahai orang-orang yang beriman, yang tidak melakukan apa yang sudah dikatakan atau disampaikan kepada orang lain sangatlah dibenci di sisi Allah, jika kamu mengikuti kebiasaan orang-orang munafik, mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan, bermuka dua, tidak ada kesatuan kata dan perbuatan dan tidak ada integritas.", "long": "Allah memperingatkan bahwa sangat besar dosanya orang mengatakan sesuatu, tetapi ia sendiri tidak melaksanakannya. Hal ini berlaku baik dalam pandangan Allah maupun dalam pandangan masyarakat.\n\nMenepati janji merupakan perwujudan iman yang kuat. Budi pekerti yang agung, dan sikap yang berperikemanusiaan pada seseorang, menimbulkan kepercayaan dan penghormatan masyarakat. Sebaliknya, perbuatan menyalahi janji tanda iman yang lemah, serta tingkah laku yang jelek dan sikap yang tidak berperikemanusiaan, akan menimbulkan saling mencurigai dan dendam di dalam masyarakat. Oleh karena itulah, agama Islam sangat mencela orang yang suka berdusta dan menyalahi janjinya.\n\nAgar sifat tercela itu tidak dipunyai oleh orang-orang beriman, alangkah baiknya jika menepati janji dan berkata benar itu dijadikan tujuan pendidikan yang utama yang diajarkan kepada anak-anak di samping beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan melatih diri mengerjakan berbagai bentuk ibadah yang diwajibkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5167, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 551, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0641\u0651\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0635\u064f\u0648\u0635\u064c", "transliteration": { "en": "Innal laaha yuhibbul lazeena yuqaatiloona fee sabeelihee saffan kaannahum bunyaanum marsoos" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah loves those who fight in His cause in a row as though they are a [single] structure joined firmly.", "id": "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5167", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5167.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5167.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menyatakan bahwa Allah suka kepada orang-orang yang berjihad dalam barisan yang teratur. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya untuk membela diri dan membela kehormatan Islam dan kaum muslim dalam barisan yang teratur, kuat, militan, dan terorganisir dengan baik; mereka seakan-akan dalam membangun kekuatan umat seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh, saling menguatkan komponen umat muslim yang satu terhadap komponen umat muslim lainnya.", "long": "Dalam ayat ini Allah memuji orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan barisan yang teratur dan persatuan yang kokoh. Allah menyukai kaum Muslimin yang demikian. Tidak ada celah-celah perpecahan, walau yang kecil sekali pun, seperti tembok yang kokoh yang tersusun rapat dari batu-batu beton.\n\nAyat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin agar mereka menjaga persatuan yang kuat dan persatuan yang kokoh, mempunyai semangat yang tinggi, suka berjuang, dan berkorban. Membentuk dan menjaga persatuan serta kesatuan di kalangan kaum Muslimin berarti menyingkirkan segala sesuatu yang mungkin menimbulkan perpecahan, seperti perbedaan pendapat tentang sesuatu yang sepele dan tidak penting, sifat mementingkan diri sendiri, membangga-banggakan suku dan keturunan, mementingkan golongan, tidak berperikemanusiaan, dan sebagainya. \n\nOleh karena itulah, dalam membina persatuan dan kesatuan, Allah memperingatkan dan memerintahkan kaum Muslimin menjaga dan mengatur saf (barisan) dalam salat dengan rapi, bahu-membahu, tidak ada satu pun tempat yang kosong. Tempat yang kosong akan diisi oleh setan, sedangkan setan adalah musuh manusia. Tidak baik jika seseorang salat sendirian di belakang saf, kecuali dengan menarik ke belakang seorang yang berada dalam saf yang di depannya. Mengatur barisan dalam salat merupakan latihan mengatur barisan dalam berjihad di jalan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5168, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 551, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f \u062a\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0632\u064e\u0627\u063a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala Moosa liqawmihee yaa qawmi lima tu'zoonanee wa qat ta'lamoona annee Rasoolul laahi ilaikum falammaa zaaghooo azaaghal laahu quloobahum; wallaahu laa yahdil qawmal faasiqeen" } }, "translation": { "en": "And [mention, O Muhammad], when Moses said to his people, \"O my people, why do you harm me while you certainly know that I am the messenger of Allah to you?\" And when they deviated, Allah caused their hearts to deviate. And Allah does not guide the defiantly disobedient people.", "id": "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?” Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5168", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5168.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5168.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah selanjutnya berbicara tentang orang-orang fasik yang menyakiti Nabi Musa karena pembangkangannya. Dan ingatlah wahai Muhammad, ketika Musa berkata kepada kaumnya, Bani Israil, “Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku dengan menyembah patung anak sapi ketika aku munajat kepada Allah di Gunung Sinai, dan menolak berjihad, padahal Allah menjanjikan kemenangan kepada kamu untuk masuk ke Yerussalem. Apakah kamu tidak menyadari, padahal kamu sungguh mengetahui, bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu untuk mengajarkan prinsip tiada tuhan selain Allah, tiada ibadah kecuali kepada-Nya, dan tidak mempertuhankan manusia?” Maka ketika mereka berpaling dari kebenaran dengan menutup mata, telinga, pikiran, dan hati, maka Allah pun memalingkan hati mereka dari kebenaran dan membiarkan mereka sesat sehingga mereka bertambah jauh dari kebenaran. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasik, yaitu yang terus-menerus berbuat dosa besar, tanpa merasa bersalah.", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menyampaikan kepada kaum Muslimin dan Ahli Kitab tentang Nabi Musa yang menyesali kaumnya, mengapa mereka menentang dan menyakitinya. Padahal mereka tahu bahwa ia adalah seorang rasul yang diutus Allah kepada mereka.\n\nDalam ayat yang lain diterangkan bahwa Musa memerintahkan kaumnya berperang agar mereka bisa memasuki kota Baitulmakdis, tetapi kaumnya mengingkari. Allah berfirman:\n\nWahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi. Mereka berkata, \"Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk.\" (al-Ma'idah/5: 21-22)\n\nAyat ini merupakan penawar hati Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin agar selalu bersabar menghadapi sikap orang-orang munafik, yang mengaku dirinya muslim, tetapi di belakang Rasulullah mereka mengingkarinya. Sehubungan dengan itu, Rasulullah pernah bersabda, \"Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Musa yang disakiti kaumnya lebih berat daripada yang terjadi pada diriku ini, tetapi ia tetap sabar.\"\n\nAllah melarang kaum Muslimin menyakiti hati Rasulullah Muhammad saw, seperti yang telah dialami oleh Nabi Musa. Dia berfirman:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. (al-Ahzab/33: 69)\n\nSetelah orang-orang yang durhaka dan menyakiti hati Nabi Muhammad itu berpaling dan mengingkari kebenaran, sedangkan mereka mengetahui kebenaran itu, Allah pun memalingkan hati mereka dari petunjuk-Nya. Dengan demikian, mereka tidak mungkin lagi mendapat petunjuk. Allah berfirman:\n\nDan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan. (al-An'am/6: 110)\n\nMaksud perkataan Allah \"memalingkan hati orang-orang kafir\" dalam ayat ini ialah membiarkan mereka dalam keadaan sesat. Semakin banyak kesesatan dan kemaksiatan yang mereka perbuat, semakin jauh pula mereka dari petunjuk Allah, sehingga sulit bagi mereka kembali ke jalan yang benar.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan pernyataan-Nya di atas bahwa orang yang telah jauh dari jalan yang benar tidak mungkin lagi memperoleh taufik dan hidayah dari-Nya. Mereka adalah orang-orang yang fasik, sedangkan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." } } }, { "number": { "inQuran": 5169, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0633\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062f\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iz qaala 'Eesab-nu-Mayama yaa Banee Israaa'eela innee Rasoolul laahi ilaikum musaddiqal limaa baina yadayya minat Tawraati wa mubashshiram bi Rasooliny yaatee mim ba'dis muhooo Ahmad; falammaa jaaa'ahum bil baiyinaati qaaloo haazaa sihrum mubeen" } }, "translation": { "en": "And [mention] when Jesus, the son of Mary, said, \"O children of Israel, indeed I am the messenger of Allah to you confirming what came before me of the Torah and bringing good tidings of a messenger to come after me, whose name is Ahmad.\" But when he came to them with clear evidences, they said, \"This is obvious magic.\"", "id": "Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5169", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5169.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5169.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini membicarakan umat Nabi Isa yang menolak beriman kepada Nabi Muhammad, padahal Allah sudah memberitahukan tentang kelahiran beliau di dalam Injil. Dan ingatlah wahai Muhammad, ketika Isa putra Maryam berkata kepada kaumnya, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu untuk mengajarkan prinsip tiada tuhan selain Allah, tiada ibadah kecuali kepada-Nya, dan tidak mempertuhankan sesama manusia yang membenarkan kitab yang turun sebelumku, yaitu Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan memberi kabar gembira kepada kamu dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang bernama Ahmad dan/atau Muhammad yang merupakan nabi dan rasul terakhir; namun ketika Rasul itu datang kepada mereka, kaum Nasrani, dengan membawa bukti-bukti yang nyata tentang kenabian dan kerasulan beliau di dalam Al-Qur’an, mereka berkata kepada sesama orang-orang Kristen, “Al-Qur’an ini adalah sihir yang nyata, bukan wahyu Allah, bukan kitab suci.”", "long": "Allah memerintahkan Nabi Muhammad menyampaikan kepada kaum Muslimin dan Ahli Kitab, kisah keingkaran kaum Isa ketika ia mengatakan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul Allah yang diutus kepada mereka. Ia juga membenarkan kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa, demikian pula kitab-kitab Allah yang telah diturunkan kepada para nabi sebelumnya. Ia menyeru kaumnya agar beriman pula kepada rasul yang datang kemudian yang bernama Ahmad (Muhammad saw).\n\nDalam ayat yang lain ditegaskan pula bahwa berita tentang kedatangan Muhammad sebagai nabi dan rasul Allah terakhir terdapat pula dalam Kitab Taurat dan Injil. Allah berfirman:\n\n(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. (al-A'raf/7: 157)\n\nDalam sebuah hadis, Nabi saw bersabda:\n\nSesungguhnya aku adalah hamba Allah sebagai penutup para nabi. Sesungguhnya Nabi Adam bagaikan batu permata. Aku akan mengabarkan kepadamu tentang penakwilan ayat tersebut, yaitu doa bapakku Nabi Ibrahim dan kabar gembira dari Nabi Isa mengenai kedatanganku, dan mimpi yang dilihat oleh ibuku dan sekalian ibu para nabi. (Riwayat Ahmad dari 'Irbadh bin Sariyah)\n\nDalam kitab Taurat banyak disebutkan isyarat-isyarat kedatangan Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir, seperti Kitab Kejadian 21: 13.\n\n\"Maka anak sahayamu itu pun akan terjadikan suatu bangsa, karena itu ia dari benihmu.\"\n\nMaksudnya ialah keturunan Hajar, ibu dari Ismail yang kemudian menjadi orang-orang Arab yang mendiami Semenanjung Arabia. Waktu Nabi Ibrahim pergi ke Mesir bersama istrinya, Sarah, beliau dianugerahi oleh Raja Mesir seorang hamba sahaya perempuan, yang bernama Hajar, yang kemudian dijadikannya sebagai istri. Sewaktu Hajar telah melahirkan putranya Ismail, ia diantarkan Ibrahim ke Mekah atas perintah Allah. Di Mekahlah Ismail menjadi besar dan berketurunan. Di antara keturunannya itu bernama Muhammad yang kemudian menjadi nabi dan rasul terakhir.\n\nKitab Kejadian 21: 18 memerintahkan agar Bani Israil mengikuti dan menyokong Nabi Muhammad, yang akan datang kemudian.\n\n\"Bangunlah engkau, angkatlah budak itu, sokonglah dia, karena Aku hendak menjadikan dia suatu bangsa yang besar.\"\n\nDemikian pula dengan Kitab Kejadian 17: 20 menyebutkan:\n\n\"Maka akan hal Ismail itu pun telah Kululuskan permintaanmu, bahwa sesungguhnya Aku telah memberkati akan dia dan memberikan dia dan memperbanyak dia amat sangat dua belas orang raja-raja akan berpencar daripadanya dan Aku akan menjadikan dia suatu bangsa yang besar.\"\n\nKitab Habakuk 3: 3 menyebutkan:\n\n\"Bahwa Allah datang dari teman dan Yang Mahasuci dari pegunungan Paran-Selah. Maka kemuliaan-Nya menudungilah segala langit dan bumi pun adalah penuh dengan pujinya.\"\n\nDi sini diterangkan tentang teman dan orang-orang suci dari pegunungan Paran. Yang dimaksud dengan teman di sini adalah Nabi Muhammad, dan Paran adalah Mekah.\n\nDemikian pula Nabi Musa dalam Kitab Ulangan 18: 17-22 telah menyatakan kedatangan Nabi Muhammad saw itu:\n\n\"Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku (Musa), \"Benarlah kata mereka itu (Bani Israil).\" Bahwa Aku (Allah) akan menjadikan bagi mereka itu seorang nabi dari antara segala saudaranya (yaitu Nabi dan Bani Israil) yang seperti engkau (Nabi Musa) dan aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan dia pun akan mengatakan kepadanya segala yang kusuruh akan dia.\n\nBahwa sesungguhnya barang siapa yang tiada mau dengar segala firman-Ku yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku, niscaya Aku menuntutnya kelak pada orang itu. Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan nama-Ku, yang tiada Ku-suruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.\n\nMaka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian, \"Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya?\"\n\nBahwa jikalau Nabi itu berkata demi nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya tidak jadi atau tidak datang, yaitu perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka Nabi itu pun berkata dengan sembarangan, janganlah kamu takut akan dia.\"\n\nDalam ayat-ayat Taurat di atas terdapat petunjuk-petunjuk nubuwwah Nabi Muhammad saw sebagai berikut, \"Seorang Nabi di antara segala saudaranya.\" Hal ini menunjukkan bahwa yang akan menjadi nabi itu akan muncul dari saudara-saudara Bani Israil, tetapi bukan dari Bani Israil sendiri, karena Bani Israil itu keturunan Yakub dan ia adalah anak Ishak. Sedangkan Ishak adalah saudara Ismail. Saudara-saudara Bani Israil itu ialah Bani Ismail, dan Nabi Muhammad sudah jelas adalah keturunan Bani Ismail.\n\nKemudian kalimat \"yang seperti engkau\" memberi pengertian bahwa nabi yang akan datang itu haruslah seperti Nabi Musa, maksudnya nabi yang membawa agama seperti yang dibawa Nabi Musa. Seperti dituliskan bahwa Nabi Muhammad itulah satu-satunya nabi yang membawa syariat yang berlaku juga bagi Bani Israil.\n\nKemudian dikatakan bahwa Nabi itu \"tidak sombong\", \"dan tidak akan mati dibunuh.\" Muhammad saw seperti dimaklumi bukanlah orang yang sombong, baik sebelum menjadi nabi apalagi setelah menjadi nabi. Sebelum menjadi nabi, ternyata beliau telah disenangi oleh khalayak umum, dan dipercaya oleh orang-orang Quraisy. Hal ini terbukti dengan panggilan beliau al-Amin (kepercayaan). Kalau beliau sombong, tentulah beliau tidak diberi gelar yang sangat terpuji itu dan Nabi Muhammad tidak mati di bunuh.\n\nUmat Nasrani menerapkan kenabian itu kepada Isa, padahal mereka percaya bahwa Isa mati disalib. Hal ini jelas bertentangan dengan ayat kenabian itu sendiri. Sebab nabi itu haruslah tidak mati dibunuh (disalib dan sebagainya).\n\nBanyak lagi petunjuk di dalam Taurat yang menerangkan kenabian Muhammad saw seperti yang diberikan Nabi Yesaya 42: 1-2; Nabi Yermin 31: 31-32, Nabi Daniel 2: 38-45; dan masih banyak lagi yang tidak perlu disebutkan di sini. Demikian pula dalam kitab Injil di mana tentang Muhammad banyak disebut dalam kitab Yahya.\n\nKemudian diterangkan bahwa nabi dan rasul yang bernama Ahmad itu lahir dengan membawa dalil-dalil yang kuat serta mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah. Akan tetapi, mereka pun mengingkarinya dan mengatakan bahwa Muhammad adalah seorang tukang sihir. Tentang Nabi Muhammad itu disampaikan oleh semua nabi, dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nDan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, \"Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.\" Allah berfirman, \"Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?\" Mereka menjawab, \"Kami setuju.\" Allah berfirman, \"Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu.\" (Ali 'Imran/3: 81)" } } }, { "number": { "inQuran": 5170, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa man azlamu mimma nif taraa 'alal laahil kaziba wa huwa yad'aaa ilal Islaam; wallaahu laa yahdil qawmaz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And who is more unjust than one who invents about Allah untruth while he is being invited to Islam. And Allah does not guide the wrongdoing people.", "id": "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5170", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5170.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5170.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan siapakah yang lebih zalim, yakni tidak ada yang paling zalim, daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dengan meyakini konsep trinitas, Tuhan Bapak, Tuhan Yesus, dan Tuhan Bunda Maria; padahal dia, orang yang meyakini konsep trinitas itu diajak kepada agama Islam? Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang yang menyekutukan atau mengada-adakan kebohongan tentang Allah.", "long": "Allah menyatakan, \"Siapakah yang lebih zalim dari orang-orang yang mengada-adakan sesuatu tentang Allah\", seperti mengatakan bahwa Allah mempunyai sekutu dalam mengatur alam ini. Dari ayat ini dipahami bahwa orang yang paling zalim ialah orang yang diajak memeluk agama Allah, agama yang benar dan membawa manusia kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat yaitu Islam, mereka menolak ajakan itu. Bahkan mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, seperti mendustakan Nabi Muhammad, memandang Al-Qur'an sebagai sihir ciptaan tukang sihir yang bernama Muhammad, dan sebagainya.\n\nOrang-orang yang mengada-adakan kebohongan tentang Allah itu berarti menganiaya diri mereka sendiri, dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang terlarang. Orang-orang yang mengerjakan perbuatan itu tidak akan memperoleh taufik dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5171, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u064a\u064f\u0637\u0652\u0641\u0650\u0626\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062a\u0650\u0645\u0651\u064f \u0646\u064f\u0648\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yureedoona liyutfi'oo nooral laahi bi afwaahimim wallaahu mutimmu noorihee wa law karihal kaafiroon" } }, "translation": { "en": "They want to extinguish the light of Allah with their mouths, but Allah will perfect His light, although the disbelievers dislike it.", "id": "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5171", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5171.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5171.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka, orang-orang yang mengada-adakan kebohongan tentang Allah, hendak memadamkan cahaya agama Allah yang menekankan prinsip tauhid, prinsip tidak ada tuhan selain Allah, prinsip tidak dibenarkan beribadah kecuali kepada-Nya dan prinsip tidak ada manusia yang mempertuhankan manusia dengan mulut, ucapan-ucapan mereka, bahkan dengan sikap dan tindakan mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya, agama-Nya dengan menurunkan wahyu, mengutus rasul dan memerintahkan rasul, mengajak umat meyakininya, meskipun orang-orang kafir membencinya dan merintanginya dengan berbagai cara.", "long": "Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas bahwa wahyu pernah tidak turun kepada Nabi Muhammad selama empat puluh hari. Maka seorang pemuka Yahudi, yaitu Ka'ab bin al-Asyraf, meminta kepada orang-orang Yahudi agar bergembira karena Allah telah memadamkan cahaya dakwah Muhammad saw dengan tidak lagi menurunkan wahyu kepadanya. Mendengar ucapan Ka'ab itu Rasulullah merasa sedih. Berkenaan dengan itu turunlah ayat ini.\n\nPada ayat ini diterangkan alasan orang-orang yang berbuat kebohongan terhadap Allah. Perbuatan dosa dan ucapan mengada-ada itu bertujuan untuk memadamkan sinar agama Islam yang menerangi manusia yang sedang berada dalam kegelapan. Perbuatan mereka itu tak ubahnya seperti orang yang ingin memadamkan cahaya matahari yang menyilaukan pemandangan dengan hembusan mulutnya yang tidak berarti apa-apa. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah akan tetap memancarkan sinar agama-Nya ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya." } } }, { "number": { "inQuran": 5172, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 484, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0638\u0652\u0647\u0650\u0631\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Huwal lazee arsala Rasoolahoo bilhudaa wa deenil haqqi liyuzhirahoo 'alad deeni kullihee wa law karihal mushrikoon" } }, "translation": { "en": "It is He who sent His Messenger with guidance and the religion of truth to manifest it over all religion, although those who associate others with Allah dislike it.", "id": "Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5172", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5172.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5172.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, prinsip tauhid yang lurus untuk memenangkannya di atas segala agama yang bertentangan dengan prinsip tauhid, mempertuhankan manusia dan tidak memanusiakan manusia, meskipun orang-orang musyrik membencinya, bahkan merintanginya dengan berbagai cara.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah telah mengutus Nabi Muhammad dengan tugas menyampaikan agama-Nya kepada seluruh manusia. Pokok-pokok agama itu terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis, yang berisi petunjuk untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan munculnya agama Islam, maka agama yang ada sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi. Agama Islam itu mengungguli agama-agama lain sesuai dengan kehendak Allah, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya." } } }, { "number": { "inQuran": 5173, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 485, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062f\u064f\u0644\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062a\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064d \u062a\u064f\u0646\u062c\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aammano hal adullukum 'alaa tijaaratin tunjeekum min 'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, shall I guide you to a transaction that will save you from a painful punishment?", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5173", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5173.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5173.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman di mana pun dan pada zaman apa pun kamu hidup! Maukah kamu Aku tunjukkan melalui bimbingan Rasulullah suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih di akhirat?", "long": "(10-11) Dalam ayat ini Allah memerintahkan kaum Muslimin agar melakukan amal saleh dengan mengatakan, “Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul -Nya, apakah kamu sekalian mau Aku tunjukkan suatu perniagaan yang bermanfaat dan pasti mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda dan keberuntungan yang kekal atau melepaskan kamu dari api neraka.”\n\nUngkapan ayat di atas memberikan pengertian bahwa amal saleh dengan pahala yang besar, sama hebatnya dengan perniagaan yang tak pernah merugi karena ia akan masuk surga dan selamat dari api neraka. Firman Allah:\n\n\"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka\". (At-Taubah/9:111)\n\nKemudian disebutkan bentuk-bentuk perdagangan yang memberikan keuntungan yang besar itu, yaitu:\n\n1.Senantiasa beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, adanya hari Kiamat, qada‘ dan qadar Allah.\n\n2.Mengerjakan amal saleh semata-mata karena Allah bukan karena ria adalah perwujudan iman seseorang.\n\n3.Berjihad di jalan Allah. Berjihad ialah segala macam upaya dan usaha yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah. Ada dua macam jihad yang disebut dalam ayat ini yaitu berjihad dengan jiwa raga dan berjihad dengan harta. Berjihad dengan jiwa dan raga ialah berperang melawan musuh-musuh agama yang menginginkan kehancuran Islam dan kaum Muslimin. Berjihad dengan harta yaitu membelanjakan harta benda untuk menegakkan kalimat Allah, seperti untuk biaya berperang, mendirikan masjid, rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, dan kepentingan umum lainnya.\n\nDi samping itu, ada bentuk-bentuk jihad yang lain, yaitu jihad menentang hawa nafsu, mengendalikan diri, berusaha membentuk budi pekerti yang baik pada diri sendiri, menghilangkan rasa iri, dan sebagainya. \n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa iman dan jihad itu adalah perbuatan yang paling baik akibatnya, baik untuk diri sendiri, anak-anak, keluarga, harta benda, dan masyarakat, jika manusia itu memahami dengan sebenar-benarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5174, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 485, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tu'minoona billaahi wa Rasoolihee wa tujaahidoona fee sabeelil laahi bi amwaalikum wa anfusikum; zaalikum khairul lakum in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "[It is that] you believe in Allah and His Messenger and strive in the cause of Allah with your wealth and your lives. That is best for you, if you should know.", "id": "Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5174", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5174.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5174.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bisnis yang menyelamatkan manusia dari azab itu adalah kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mantap dan kokoh dan berjihad di jalan Allah, yaitu berusaha sekuat tenaga untuk mengharumkan Islam dan kaum muslim, serta membela hak, martabat dan kehormatan kaum muslim dari serangan musuh-musuh Islam dengan harta dan jiwa kamu hingga kamu mati syahid. Itulah yang lebih baik bagi kamu, dalam berbisnis dengan Allah, jika kamu mengetahui, kebaikan dan keuntungan beriman dan berjihad dengan benar.", "long": "lihat ayat 10" } } }, { "number": { "inQuran": 5175, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 485, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u0646\u064e \u0637\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0629\u064b \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Yaghfir lakum zunoobakum wa yudkhilkum Jannaatin tajree min tahtihal anhaaru wa masaakina taiyibatan fee Jannaati 'Ad; zaalikal fawzul 'Azeem" } }, "translation": { "en": "He will forgive for you your sins and admit you to gardens beneath which rivers flow and pleasant dwellings in gardens of perpetual residence. That is the great attainment.", "id": "niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5175", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5175.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5175.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan perniagaan itu adalah niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu, baik dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja dan memasukkan kamu ke dalam surga di akhirat yang penuh kenikmatan, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sehingga kehidupan terasa indah dan menyenangkan; dan juga Allah memasukkan kamu ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn sehingga kenikmatan terasa di atas kenikmatan. Itulah kemenangan yang besar, karena keputusan yang tepat selama hidup di dunia untuk beriman dan berjihad.", "long": "Diriwayatkan oleh at-Tirmidhi dan al-hakim dan dinyatakan sahih dari 'Abdullah bin Salam bahwa ketika para sahabat Rasulullah sedang duduk-duduk santai sambil berbincang-bincang, di antara mereka ada yang berkata, \"Sekiranya kami mengetahui amal yang lebih dicintai Allah pasti kami akan mengerjakannya,\" maka turunlah ayat ini. \n\nJika manusia beriman, mengakui kebenaran Rasulullah saw dan berjihad di jalan-Nya, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Seakan-akan dosa itu tidak pernah diperbuatnya atau menjauhkannya dari perbuatan dosa itu. Allah juga menyediakan tempat bagi mereka di dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tempat di dalam surga adalah tempat yang paling indah, dan paling menyenangkan hati orang yang berada di dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5176, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 485, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064c \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c \u06d7 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ukhraa tuhibboonahaa nasrum minal laahi wa fat hun qaree; wa bashshiril mu 'mineen" } }, "translation": { "en": "And [you will obtain] another [favor] that you love - victory from Allah and an imminent conquest; and give good tidings to the believers.", "id": "Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5176", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5176.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5176.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi orang yang beriman dan berjihad selain mendapat ampunan dan masuk surga ‘Adn juga akan mendapat keuntungan lain yang sangat berharga. Dan ada lagi karunia yang lain yang kamu sukai dari keuntungan beriman dan berjihad pada jalan Allah, yaitu pertolongan dari Allah dalam menghadapi musuh-musuh Islam dan kaum muslim sehingga Islam menjadi harum; dan kemenangan yang dekat waktunya untuk meraih kekuasaan dalam mengatur kehidupan ini. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin karena dengan beriman dan berjihad mereka akan mendapat pertolongan dan kemenangan di dunia dan mendapat ampunan dan surga di akhirat.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan kemenangan dan keuntungan yang akan diperoleh oleh Rasulullah dan kaum Muslimin di dunia, yaitu mereka akan dapat mengalahkan musuh-musuh mereka, menaklukkan beberapa negeri dalam waktu yang dekat, memberikan kedudukan yang baik bagi kaum Muslimin, serta kekuatan iman dan fisik. Dengan demikian, mereka berkuasa di Timur dan Barat, dan agama Islam tersebar di seluruh dunia.\n\nAyat ini termasuk ayat yang menerangkan kemukjizatan, yaitu menerangkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Hal ini dipercayai betul oleh Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, sehingga menumbuhkan kekuatan dan semangat yang hebat di kalangan kaum Muslimin. Dalam sejarah terlihat dan terbukti bahwa dalam waktu yang sangat singkat agama Islam telah dianut oleh sebagian penduduk dunia, sejak dari ujung barat Afrika sampai ujung timur Indonesia, dari Maroko ke Merauke, dan dari Asia Tengah di utara sampai ke Afrika di selatan.\n\nKemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan kepada kaum Muslimin mengenai keuntungan yang akan mereka peroleh dari perdagangan itu di dunia dengan keuntungan-keuntungan dan di akhirat berupa surga. Penggunaan kata perniagaan dalam ayat ini sebagai perumpamaan karena masyarakat Arab pada saat itu hidup dari perniagaan dan perdagangan." } } }, { "number": { "inQuran": 5177, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 28, "page": 552, "manzil": 7, "ruku": 485, "hizbQuarter": 220, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u0650\u064a\u0633\u064e\u0649 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e\u062a \u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a\u0644\u064e \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u062a \u0637\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamaanoo koonooo ansaaral laahi kamaa qaala 'Eesab-nu-Maryama lil Hawaariyyeena man ansaareee ilal laah; qaalal Hawaariyyoona nahnu ansaa rul laahi fa aamanat taaa'ifatum mim Bannee Israaa'eela wa kafarat taaa'ifatun fa ayyadnal lazeena aammanoo 'alaa 'aduwwihim fa asbahoo zaahireen" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, be supporters of Allah, as when Jesus, the son of Mary, said to the disciples, \"Who are my supporters for Allah?\" The disciples said, \"We are supporters of Allah.\" And a faction of the Children of Israel believed and a faction disbelieved. So We supported those who believed against their enemy, and they became dominant.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan ke-pada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5177", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5177.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5177.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Di mana pun dan kapan pun kamu hidup, jadilah kamu penolong-penolong agama Allah dengan memahami, mengamalkan, dan mengharumkan Islam dan kaum muslim, serta berjihad membela hak dan kehormatan Islam sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, kaum hawariyun, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah dalam kehidupan ini?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata kepada Nabi Isa dengan meyakinkan, “Kamilah penolong-penolong agama Allah.” Mereka menyampaikan ajaran Allah kepada masyarakat dan mengajak masyarakat beriman dan mengamalkannya; lalu segolongan dari Bani Israil beriman kepada Allah dan mengikuti ajaran Nabi Isa dengan setia; dan segolongan yang lain yang jumlahnya jauh lebih banyak memilih kafir, yaitu menjadi orang yang menutup diri, menolak, dan mendustakan ajaran Nabi Isa, bahkan berusaha menghalangi penyebaran ajarannya dan membunuh para juru dakwahnya. Orang beriman itu bermunajat kepada Kami, lalu Kami memberikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka dengan menghilangan perasaan lemah, takut, dan ragu untuk berjihad sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang dalam menghadapi musuh.", "long": "Allah memerintahkan kaum Muslimin agar menjadi penolong-penolong agama Allah, menyebarluaskan agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya sehingga tidak ada yang mengalahkannya, dengan beriman dan berjihad. Hal yang sama pernah dilakukan sahabat-sahabat terdekat Nabi Isa yang berkata kepada mereka, \"Siapakah penolong agama Allah?\" Mereka menjawab, \"Kamilah penolong-penolong agama Allah.\"\n\nKetika Nabi Isa menyampaikan risalahnya kepada Bani Israil dengan bantuan sahabat-sahabat setianya, sebagian Bani Israil itu ada yang memperkenankan seruannya, sedang yang lain ada yang mengingkari dan menolaknya. Mereka yang menolak itu menuduh Isa sebagai seorang anak zina, yang dilahirkan karena perzinaan ibunya Maryam dengan seorang laki-laki, dan ada pula yang mengatakan bahwa Isa itu putra Allah, kekasih-Nya, dan sebagainya.\n\nDalam menghadapi orang-orang yang mengingkari seruan Nabi Isa itu serta mengada-adakan kebohongan tentangnya, maka Allah menguatkan hati orang-orang yang beriman dari mereka, sehingga mereka berhasil mengalahkan musuh-musuh itu. Firman Allah:\n\nSesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat). (Gafir/40: 51)" } } } ] }, { "number": 62, "sequence": 110, "numberOfVerses": 11, "name": { "short": "الجمعة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062c\u0645\u0639\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Jumu'a", "id": "Al-Jumu'ah" }, "translation": { "en": "Friday", "id": "Jumat" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Jumu'ah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat Ash Shaf. Nama surat Al Jumu'ah diambil dari kata Al Jumu'ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya: hari Jum'at." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5178, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 553, "manzil": 7, "ruku": 486, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Yusabbihu lilaahi maa fis samaawaati wa maa fil ardil Malikil Quddoosil 'Azeezil Hakeem" } }, "translation": { "en": "Whatever is in the heavens and whatever is on the earth is exalting Allah, the Sovereign, the Pure, the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5178", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5178.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5178.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari dan seluruh planet; dan apa yang ada di bumi, hewan dan tetumbuhan bertasbih kepada Allah, mengakui dan menyatakan kemahasucian Allah yang berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya; Dia adalah Maharaja yang kekuasaan-Nya mutlak; Yang Mahasuci dari segala yang diduga manusia; dan Dialah Yang Mahaperkasa menciptakan dan menghancurkan jagat raya sekejap mata; Mahabijaksana, tidak terburu menggunakan kekuasaan-Nya yang tiada terbatas untuk menghancurkan jagat raya atau menghukum manusia yang berdosa.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi baik yang bernyawa maupun tidak, benda keras ataupun cair, pepohonan, dan sebagainya, bertasbih kepada Allah, menyucikan-Nya dari hal-hal yang tidak wajar, seperti sifat-sifat kekurangan dan sebagainya. Setiap kita melihat dan memandang kepada apa yang ada di bumi dan di langit, semuanya itu menunjukkan kepada kita atas keesaan penciptanya yaitu Allah dan kebesaran kekuasaan-Nya. Ini sejalan dengan firman Allah:\n\nDan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. (al-Isra'/17: 44)\n\nAyat pertama ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu merajai segala apa yang ada di bumi dan di langit, bertasbih kepada-Nya dengan kehendak-Nya berdasarkan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya, suci dari segala yang tidak layak dan tidak sesuai dengan ketinggian dan kesempurnaan-Nya. Tuhan Yang Mahaperkasa, menundukkan segala makhluk-Nya dengan kekuasaan-Nya. Mahabijaksana dalam mengatur hal ihwal mereka. Dialah yang lebih mengetahui kemaslahatan mereka, yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5179, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 553, "manzil": 7, "ruku": 486, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Huwal lazee ba'asa fil ummiyyeena Rasoolam min hum yatloo 'alaihim aayaatihee wa yuzakkeehim wa yu'allimuhumul Kitaaba wal Hikmata wa in kaano min qablu lafee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "It is He who has sent among the unlettered a Messenger from themselves reciting to them His verses and purifying them and teaching them the Book and wisdom - although they were before in clear error -", "id": "Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5179", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5179.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5179.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah yang mengutus seorang Rasul, Muhammad kepada kaum yang buta huruf, yang secara khusus ditujukan kepada bangsa Arab yang kebanyakan tidak bisa baca tulis, dari kalangan mereka sendiri, yaitu dari kalangan bangsa Arab, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, ayat-ayat Al-Qur’an, yang isinya menyucikan jiwa mereka yang beriman kepadanya; dan mengajarkan kepada mereka yang membuka diri menerima dan membenaran kerasulan beliau, Kitab Al-Qur’an, dan Hikmah yakni Sunah Nabi, meskipun sebelumnya, yakni sebelum kelahiran Rasulullah di masa jahiliah, mereka, sebagian di antara para sahabat Rasulullah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Keyakinan mereka menyimpang dari prinsip tauhid dan perilaku mereka bertentangan dengan nilai kemanusiaan, salah satunya mengubur anak perempuan hidup-hidup.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dialah yang mengutus kepada bangsa Arab yang masih buta huruf, yang pada saat itu belum tahu membaca dan menulis, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Muhammad saw dengan tugas sebagai berikut:\n\n1.Membacakan ayat suci Al-Qur'an yang di dalamnya terdapat petunjuk dan bimbingan untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat.\n\n2.Membersihkan mereka dari akidah yang menyesatkan, kemusyrikan, sifat-sifat jahiliah yang biadab sehingga mereka itu berakidah tauhid mengesakan Allah, tidak tunduk kepada pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dan tidak percaya lagi kepada sesembahan mereka seperti batu, berhala, pohon kayu, dan sebagainya.\n\n3.Mengajarkan kepada mereka al-Kitab yang berisi syariat agama beserta hukum-hukum dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya.\n\nDisebutkan secara khusus bangsa Arab yang buta huruf tidaklah berarti bahwa kerasulan Nabi Muhammad saw itu ditujukan terbatas hanya kepada bangsa Arab saja. Akan tetapi, kerasulan Nabi Muhammad saw itu diperuntukkan bagi semua makhluk terutama jin dan manusia, sebagaimana firman Allah:\n\nDan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (al-Anbiya'/21: 107)\n\nDan firman-Nya:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua,\" (al-A'raf/7: 158) \n\nAyat kedua Surah al-Jumu'ah ini diakhiri dengan ungkapan bahwa orang Arab itu sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Mereka itu pada umumnya menganut dan berpegang teguh kepada agama samawi yaitu agama Nabi Ibrahim. Mereka lalu mengubah dan menukar akidah tauhid dengan syirik, keyakinan mereka dengan keraguan, dan mengadakan sesembahan selain dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5180, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 553, "manzil": 7, "ruku": 486, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Wa aakhareena minhum lammaa yalhaqoo bihim wa huwal 'azeezul hakeem" } }, "translation": { "en": "And [to] others of them who have not yet joined them. And He is the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5180", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5180.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5180.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selain mengutus kepada bangsa Arab yang tidak bisa baca tulis, Allah juga mengutus Rasulullah kepada bangsa-bangsa lain di luar bangsa Arab, bahkan kepada seluruh dunia. Dan Rasulullah juga diutus kepada kaum yang lain dari mereka di luar bangsa Arab untuk masa yang tiada terbatas hingga hari kiamat, kaum yang belum berhubungan dengan mereka, karena hidup pada zaman dan tempat yang berbeda dengan mereka, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan Kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (Lihat: Surah al-Anbiyà’/21: 107). Dan Dialah Yang Mahaperkasa, menciptakan dan menghancurkan jagat raya sekejap mata; Mahabijaksana, tidak terburu menggunakan kekuasaan-Nya yang tiada terbatas untuk menghukum manusia yang berdosa.", "long": "Allah menjelaskan bahwa kerasulan Muhammad saw tidaklah terbatas kepada bangsa Arab yang ada pada waktu itu, tetapi juga kepada orang-orang yang belum bergabung kepada mereka sampai hari Kiamat, yaitu orang-orang yang datang sesudah para sahabat Nabi saw, sampai hari Pembalasan, seperti bangsa Persia, Romawi dan lain-lain. Di dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah, ia berkata:\n\nAbu Hurairah meriwayatkan bahwa ketika kami duduk bersama Nabi saw, lalu diturunkan kepadanya Surah al-Jumu'ah \"wa akharina minhum lamma yalhaqu bihim.\" Abu Hurairah bertanya, \"Siapa mereka wahai Rasulullah? Namun Nabi saw tidak menjawab sampai ia bertanya tiga kali. Abu Hurairah berkata, \"Pada saat itu ada Salman al-Farisi bersama kami. Kemudian Nabi meletakkan tangannya di pundak Salman, seraya berkata, 'Seandainya keimanan terdapat pada bintang-bintang, maka tentulah akan dicapai oleh orang-orang dari mereka (bangsa Persia).\" (Riwayat al-Bukhari)\n\nAllah itu Mahaperkasa, kuasa meningkatkan kecerdasan orang yang bodoh, dan menguatkan umat yang lemah dengan mengutus seorang rasul dari kalangan mereka juga, untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan, dan membawa kepada petunjuk kebenaran, dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang. Allah juga Mahabijaksana dalam mengatur kepentingan makhluk-Nya yang akan membawa mereka kepada kebaikan dan keuntungan." } } }, { "number": { "inQuran": 5181, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 553, "manzil": 7, "ruku": 486, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Zaalika fadlul laahi yu'teehi many-yashaaa; wallaahu zul fadil 'azeem" } }, "translation": { "en": "That is the bounty of Allah, which He gives to whom He wills, and Allah is the possessor of great bounty.", "id": "Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5181", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5181.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5181.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki seperti mengangkat Rasulullah menjadi nabi dan rasul dan diutus kepada umat manusia seluruh alam; dan Allah memiliki karunia yang besar yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa diutusnya rasul kepada manusia, untuk membersihkan mereka dari kemusyrikan dan sifat-sifat kebiadaban. Hal tersebut merupakan nikmat dan karunia Allah yang terbesar diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dari hamba-hamba-Nya yang telah dipilih-Nya, karena kebersihan hati mereka dan kesediaan menerimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5182, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 553, "manzil": 7, "ruku": 486, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064f\u0645\u0651\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0629\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0645\u064e\u0627\u0631\u0650 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Masalul lazeena hum milut tawraata summa lam yahmiloonhaa kamasalil himaari yah milu asfaaraa; bi'sa masalul qawmil lazeena kaazzaboo bi aayaatil laah; wallaahu laa yahdil qawmazzaalimeen" } }, "translation": { "en": "The example of those who were entrusted with the Torah and then did not take it on is like that of a donkey who carries volumes [of books]. Wretched is the example of the people who deny the signs of Allah. And Allah does not guide the wrongdoing people.", "id": "Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5182", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5182.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5182.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengecam manusia yang mendapat karunia-Nya menjadi ahli agama, tetapi tidak mengamalkannya. Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, menjadi ulama dan bertugas membimbing manusia beragama, kemudian mereka tidak membawanya, tidak mengamalkan agama dan tidak menjadikan dirinya teladan bagi umat adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal, dirinya dibebani oleh pengetahuan agama, tetapi pengetahuan agama itu tidak membawa kebaikan apa pun bagi dirinya. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah yang diwahyukan kepada Nabi dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak akan pernah memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim, yang membiarkan dirinya gelap, padahal mereka memegang lampu.", "long": "Pada ayat ini Allah menyatakan kemurkaan-Nya kepada orang-orang Yahudi yang telah diturunkan kepada mereka kitab Taurat untuk diamalkan, tetapi mereka tidak melaksanakan isinya. Mereka itu tidak ada bedanya dengan keledai yang memikul kitab yang banyak, tetapi tidak mengetahui apa yang dipikulnya itu. Bahkan mereka lebih bodoh lagi dari keledai, karena keledai itu memang tidak mempunyai akal untuk memahaminya, sedangkan mereka itu mempunyai akal, tetapi tidak dipergunakan. Di sisi lain, ketika menggunakan akal, mereka menggunakannya untuk menyelewengkan Taurat dengan mengurangi, menambah, mengubah, atau menakwilkannya kepada arti yang mereka inginkan. Keadaan mereka itu digambarkan dalam ayat ini, sebagai berikut:\n\nMereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (al-A'raf/7: 179)\n\nAlangkah buruknya perumpamaan yang diberikan kepada mereka. Itu tidak lain karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah yang dibawa oleh rasul mereka. Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim terhadap dirinya sendiri, yang bergelimang dosa sehingga matanya tidak dapat melihat cahaya kebenaran. Hatinya merana tidak dapat merasakan hal-hal yang benar, bahkan dia berada dalam kegelapan yang menyebabkannya tidak dapat melihat jalan sampai kepada sasaran." } } }, { "number": { "inQuran": 5183, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 553, "manzil": 7, "ruku": 486, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a\u064e\u0627\u0621\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0648\u064f\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaaa ayyuhal lazeena haadoo in za'amtum annakum awliyaaa'u lilaahi min doonin naasi fatamannawul mawta in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"O you who are Jews, if you claim that you are allies of Allah, excluding the [other] people, then wish for death, if you should be truthful.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5183", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5183.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5183.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pemuka Yahudi tidak hanya tidak mengamalkan agamanya, tetapi juga menilai dirinya kekasih Allah, padahal mereka kufur kepada-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada para tokoh Agama Yahudi, “Wahai orang-orang Yahudi Bani Naýir, Bani Quraizah dan Bani Qainuqà‘! Jika kamu mengira dengan penuh keyakinan bahwa kamulah kekasih Allah, karena menjadi bangsa pilihan, bukan orang-orang yang lain, seperti kaum muslim, maka harapkanlah kematianmu, karena kematian membuktikan apakah kamu kekasih Allah atau bukan, jika kamu orang yang benar, dalam pengakuanmu itu.”", "long": "Pada ayat ini Allah memberi peringatan kepada orang-orang Yahudi bahwa kalau memang mereka mendakwakan dan menyangkal bahwa mereka adalah kekasih dan kesayangan Allah, maka silakan memohon kepada Allah agar mereka itu cepat-cepat mati, dan segera bertemu dengan Tuhan mereka. Biasanya orang yang ingin cepat-cepat bertemu dengan kekasih dan kesayangannya, ingin cepat-cepat bebas dari kesusahan dan kesulitan dunia dan menempati surga yang penuh dengan segala macam kenikmatan. Firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar.\" (al-Baqarah/2: 94)" } } }, { "number": { "inQuran": 5184, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 553, "manzil": 7, "ruku": 486, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yatamannaw nahooo abadam bimaa qaddamat aydeehim; wallaahu 'aleemum bix zaalimeen" } }, "translation": { "en": "But they will not wish for it, ever, because of what their hands have put forth. And Allah is Knowing of the wrongdoers.", "id": "Dan mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5184", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5184.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5184.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun demikian, mereka tidak mungkin mengharapkan kematian. Dan mereka, tokoh-tokoh Yahudi di Madinah yang mengaku kekasih Allah tidak akan pernah mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Hal ini karena hati kecil mereka mengakui dirinya salah dan menyadari bahwa kematian akan mengungkapkan siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan Allah Maha Mengetahui pengakuan, perasaan, dan kegelisahan orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan berbuat kejahatan, padahal mereka mengetahuinya.", "long": "Allah menegaskan bahwa para penganut agama Yahudi tidak akan meminta cepat mati, karena mereka menyadari dan mengetahui kesalahan dan keadaan mereka yang bergelimang dosa. Kalau mereka betul-betul menginginkan agar cepat mati, pasti akan terlaksana atas iradat dan kodrat Allah, dan kepada mereka itu akan ditimpakan siksa Allah yang amat pedih.\n\nDan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (al-Baqarah/2: 96)" } } }, { "number": { "inQuran": 5185, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 553, "manzil": 7, "ruku": 486, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062a\u064e\u0641\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u062a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul innal mawtal lazee tafirroona minhu fa innahoo mulaaqeekum summa turaddoona ilaa 'Aalimil Ghaibi wash shahaadati fa yunabbi'ukum bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, the death from which you flee - indeed, it will meet you. Then you will be returned to the Knower of the unseen and the witnessed, and He will inform you about what you used to do.\"", "id": "Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5185", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5185.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5185.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kematian yang tidak diharapkan itu pasti akan datang. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada para pemuka Yahudi di Madinah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, karena kamu menyadari bahwa kematian akan mengungkapkan siapa yang salah dan siapa yang benar, ia, kematian, meskipun dijauhi pasti menemui kamu, di mana pun kamu berada; kemudian kamu, melalui pintu kematian, akan dikembalikan kepada Allah untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatan selama hidup di dunia. Dia Yang Maha Mengetahui yang gaib, yang tidak terlihat, dan yang nyata, yang kasat mata; lalu Dia akan memberitahukan kepada kamu dengan lengkap dan menyeluruh apa yang telah kamu kerjakan, baik kejahatan maupun kebaikan.”", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi sangat takut menghadapi kematian dan berusaha menghindarinya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Rasulullah agar menyampaikan kepada mereka bahwa kematian pasti datang menemui mereka. Kemudian mereka dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang kelihatan, baik di langit maupun di bumi. Maka Allah memberitahukan kepada mereka segala apa yang telah mereka kerjakan, lalu dibalas sesuai dengan amal perbuatannya. Jahat dibalas dengan jahat, yaitu neraka, baik dibalas dengan baik, yaitu surga, sebagaimana firman Allah:\n\nMereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Saba'/34: 33)\n\nDan firman-Nya:\n\nDan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (an-Najm/53: 31)" } } }, { "number": { "inQuran": 5186, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 554, "manzil": 7, "ruku": 487, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062f\u0650\u064a\u064e \u0644\u0650\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0645\u064f\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u0639\u064e \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo izaa noodiya lis-Salaati miny yawmil Jumu'ati fas'aw ilaa zikril laahi wa zarul bai'; zaalikum khayrul lakum in kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, when [the adhan] is called for the prayer on the day of Jumu'ah [Friday], then proceed to the remembrance of Allah and leave trade. That is better for you, if you only knew.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5186", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5186.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5186.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menghimbau orang-orang beriman agar segera ke masjid untuk salat berjamaah apabila azan sudah dikumandangkan. Wahai orang-orang yang beriman! Di mana pun dan kapan pun kamu berada. Apabila telah diseru dengan dikumandangkan azan untuk melaksanakan salat Jumat pada hari Jumat, atau salat lima waktu maka segeralah kamu mengingat Allah, dengan melaksanakan salat yang khusyuk serta zikir dan doa sesudah salat; dan tinggalkanlah jual beli dan berbagai kegiatan lainnya. Yang demikian itu, meninggalkan sementara berbagai kegiatan untuk segera melaksanakan salat wajib berjamaah di masjid, lebih baik bagi kamu dibandingkan dengan menunda salat, jika kamu mengetahui keutamaan salat di awal waktu dengan berjamaah di masjid.", "long": "Allah menerangkan bahwa apabila muazin mengumandangkan azan pada hari Jumat, maka hendaklah kita meninggalkan perniagaan dan segala usaha dunia serta bersegera ke masjid untuk mendengarkan khutbah dan melaksanakan salat Jumat, dengan cara yang wajar, tidak berlari-lari, tetapi berjalan dengan tenang sampai ke masjid, sebagaimana sabda Nabi saw:\n\nApabila salat telah diikamahkan, maka janganlah kamu mendatanginya dengan tergesa-gesa. Namun datangilah salat dalam keadaan berjalan biasa penuh ketenangan. Lalu, berapa rakaat yang kamu dapatkan maka ikutilah, sedangkan rakaat yang ketinggalan maka sempurnakanlah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nSeandainya seseorang mengetahui betapa besar pahala yang akan diperoleh orang yang mengerjakan salat Jumat dengan baik, maka melaksanakan perintah itu (memenuhi panggilan salat dan meninggalkan jual-beli), adalah lebih baik daripada tetap di tempat melaksanakan jual-beli dan meneruskan usaha untuk memperoleh keuntungan dunia. Firman Allah:\n\nPadahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (al-A'la/87: 17)" } } }, { "number": { "inQuran": 5187, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 554, "manzil": 7, "ruku": 487, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064f \u0641\u064e\u0627\u0646\u062a\u064e\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa-izaa qudiyatis Salaatu fantashiroo fil ardi wabtaghoo min fadlil laahi wazkurul laaha kaseeral la'allakum tuflihoon" } }, "translation": { "en": "And when the prayer has been concluded, disperse within the land and seek from the bounty of Allah, and remember Allah often that you may succeed.", "id": "Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5187", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5187.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5187.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila salat wajib telah dilaksanakan di awal waktu dengan berjamaah di masjid; maka bertebaranlah kamu di bumi, kembali bekerja dan berbisnis; carilah karunia Allah, rezeki yang halal, berkah, dan melimpah dan ingatlah Allah banyak-banyak ketika salat maupun ketika bekerja atau berbisnis agar kamu beruntung, menjadi pribadi yang seimbang, serta sehat mental dan fisik.", "long": "Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah selesai melakukan salat Jumat, umat Islam boleh bertebaran di muka bumi untuk melaksanakan urusan duniawi, dan berusaha mencari rezeki yang halal, sesudah menunaikan yang bermanfaat untuk akhirat. Hendaklah mengingat Allah sebanyak-banyaknya dalam mengerjakan usahanya dengan menghindarkan diri dari kecurangan, penyelewengan, dan lain-lainnya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi apalagi yang tampak nyata, sebagaimana firman Allah:\n\nYang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (at-Tagabun/64: 18)\n\nDengan demikian, tercapailah kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan di akhirat. Dianjurkan kepada siapa yang telah selesai salat Jumat membaca doa yang biasa dilakukan oleh Arrak bin Malik\n\n\"Ya Allah! Sesungguhnya aku telah memenuhi panggilan-Mu, dan melaksanakan kewajiban kepada-Mu, dan bertebaran (di muka bumi) sebagaimana Engkau perintahkan kepadaku, maka anugerahkanlah kepadaku karunia-Mu. Engkaulah sebaik-baik Pemberi rezeki.\" (Riwayat Ibnu Abi hatim)" } } }, { "number": { "inQuran": 5188, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 554, "manzil": 7, "ruku": 487, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0627 \u062a\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0627\u0646\u0641\u064e\u0636\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0648\u0643\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064b\u0627 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0652\u0648\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u0632\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra'aw tijaaratan aw lahwanin faddooo ilaihaa wa tarakooka qaaa'imaa; qul maa 'indal laahi khairum minal lahwi wa minat tijaarah; wallaahu khayrur raaziqeen" } }, "translation": { "en": "But when they saw a transaction or a diversion, [O Muhammad], they rushed to it and left you standing. Say, \"What is with Allah is better than diversion and than a transaction, and Allah is the best of providers.\"", "id": "Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5188", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5188.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5188.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya mengingatkan orang-orang beriman agar kembali bekerja mencari rezeki yang halal apabila sudah melaksanakan salat Jumat. Ayat ini menegur kaum muslim yang meninggalkan Rasulullah ketika sedang menyampaikan khutbah Jumat untuk berburu barang dagangan. Dan apabila mereka, orang-orang beriman yang sedang menyimak khutbah Jum\\'at, melihat perdagangan, kafilah dagang yang membawa barang-barang berharga tiba di Madinah atau permainan, hiburan musik dan tari yang diselenggarakan guna menyambut kafilah dagang yang baru tiba dari Syam, mereka, sebagian besar orang-orang yang sedang menyimak khutbah Jumat itu, segera menuju kepadanya, ke tempat kafilah dagang dan hiburan itu; dan mereka meninggalkan engkau Muhammad yang sedang berdiri, menyampaikan khutbah Jumat. Katakanlah, wahai Muhammad kepada mereka, “Apa yang ada di sisi Allah, kenikmatan surga yang diberikan kepada orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya lebih baik daripada permainan, hiburan, musik dan tari, dan perdagangan barang-barang berharga yang dicari dan disukai manusia.” Dan Allah pemberi rezeki yang terbaik kepada setiap manusia.", "long": "Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan at-Tirmidhi dari Jabir bin 'Abdullah bahwa ketika Nabi saw berdiri berkhotbah pada hari Jumat, tiba-tiba datanglah rombongan unta (pembawa dagangan), maka para sahabat Rasulullah bergegas mendatanginya sehingga tidak ada yang tinggal mendengarkan khotbah kecuali 12 orang. Saya (Jabir), Abu Bakar, dan Umar termasuk mereka yang tinggal, maka Allah Ta'ala menurunkan ayat: wa idha ra'au tijaratan au lahwan, sampai akhir surah). \n\nPada ayat ini Allah mencela perbuatan orang-orang mukmin yang lebih mementingkan kafilah dagang yang baru tiba dari pada Rasulullah, sehingga mereka meninggalkan Nabi saw dalam keadaan berdiri berkhotbah. Ayat ini ada hubungannya dengan peristiwa kedatangan Dihyah al-Kalbi dari Syam (Suriah), bersama rombongan untanya membawa barang dagangannya seperti tepung, gandum, minyak dan lain-lainnya. Menurut kebiasaan apabila rombongan unta dagangan tiba, wanita-wanita muda keluar menyambutnya dengan menabuh gendang, sebagai pemberitahuan atas kedatangan rombongan itu, supaya orang-orang datang berbelanja membeli barang dagangan yang dibawanya. \n\nSelanjutnya Allah memerintahkan Nabi-Nya supaya menyampaikan kekeliruan perbuatan mereka dengan menegaskan bahwa apa yang di sisi Allah jauh lebih baik daripada keuntungan dan kesenangan dunia. Kebahagiaan akhirat itu kekal, sedangkan keuntungan dunia akan lenyap.\n\nAyat ini ditutup dengan satu penegasan bahwa Allah itu sebaik-baik pemberi rezeki. Oleh karena itu, kepada-Nyalah kita harus mengarahkan segala usaha dan ikhtiar untuk memperoleh rezeki yang halal, mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya dan rida-Nya." } } } ] }, { "number": 63, "sequence": 104, "numberOfVerses": 11, "name": { "short": "المنافقون", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0646\u0627\u0641\u0642\u0648\u0646", "transliteration": { "en": "Al-Munaafiqoon", "id": "Al-Munafiqun" }, "translation": { "en": "The Hypocrites", "id": "Orang-Orang Munafik" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hajj. Surat ini dinamai Al-Munaafiquun yang artinya orang-orang munafik, karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafik." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5189, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 554, "manzil": 7, "ruku": 488, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Izaa jaaa'akal munaafiqoona qaaloo nashhadu innaka la rasoolul laah; wallaahu ya'lamu innaka la rasooluhoo wallaahu yashhadu innal munaafiqeena lakaaziboon" } }, "translation": { "en": "When the hypocrites come to you, [O Muhammad], they say, \"We testify that you are the Messenger of Allah.\" And Allah knows that you are His Messenger, and Allah testifies that the hypocrites are liars.", "id": "Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, “Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5189", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5189.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5189.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila orang-orang munafik di Madinah datang kepadamu Muhammad, lalu mereka berkata di hadapanmu, “Kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah,” untuk menunjukkan bahwa mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka janganlah engkau percaya terhadap ucapan mereka. Dan sebaliknya yakinlah, Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya dengan menurunkan wahyu dan melindungimu; dan Allah menyaksikan dengan menunjukkan bukti kepada kamu bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta tentang pengakuannya bahwa mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.", "long": "Allah menerangkan bahwa apabila orang-orang munafik hadir pada majelis Nabi saw, di antaranya 'Abdullah bin Ubay, mereka mengakui dengan pengakuan yang tidak mengandung keraguan sedikit pun bahwa Muhammad saw itu benar-benar rasul dari sisi Allah, telah diberi wahyu, dan diturunkan kepadanya kitab Al-Qur'an sebagai rahmat kepada hamba-hamba Allah. Allah sebelumnya telah menandaskan bahwa Muhammad itu adalah rasul atau utusan-Nya kepada manusia seluruhnya, memberi kabar gembira dan ancaman untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan, dan membawa mereka kepada petunjuk yang benar. Allah mengetahui kebohongan orang-orang munafik itu di dalam pengakuannya. Mereka itu benar-benar lain di mulut lain di hati. Orang munafik adalah orang yang beriman secara lahiriah, tetapi tidak secara batiniah." } } }, { "number": { "inQuran": 5190, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 554, "manzil": 7, "ruku": 488, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ittakhazoo aymaanahum junnatan fasaddoo 'an sabeelil laah; innahum saaa'a maa kaanoo ya'maloon" } }, "translation": { "en": "They have taken their oaths as a cover, so they averted [people] from the way of Allah. Indeed, it was evil that they were doing.", "id": "Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5190", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5190.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5190.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan salah satu sifat orang munafik. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka di hadapan Nabi dan orang-orang beriman sebagai perisai, yaitu mereka mengaku beriman hanya untuk menjaga agar diri mereka tidak dibunuh atau ditawan dan harta mereka tidak dirampas, ketika terjadi perang antara orang-orang Islam dengan orang-orang kafir. Setelah keadaan aman, lalu mereka menghalang-halangi masyarakat dari jalan Allah, yaitu dari beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan, pura-pura beriman untuk menyelamatkan diri, tetapi berusaha menghalangi masyarakat agar tidak beriman.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa dalam menguatkan pengakuannya yang palsu itu, orang-orang munafik itu berani bersumpah, tetapi hal itu hanya sebagai perisai untuk menyelamatkan diri dari hukuman bunuh, penahanan, atau pengambilan harta benda mereka sebagai ganimah, sebagaimana hukuman yang dijatuhkan kepada orang-orang kafir. Qatadah berkata, \"Setiap akan dijatuhi hukuman terhadap orang-orang munafik atas perbuatannya, mereka mengemukakan sumpah palsu untuk menyelamatkan jiwa, darah, dan harta benda mereka.\" Tindakan mereka tidak terbatas dengan hal itu saja. Mereka juga menghalang-halangi manusia untuk masuk dan menganut agama Islam. \n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa perbuatan orang-orang munafik itu adalah perbuatan yang paling jahat. Mereka lebih suka memilih kekafiran daripada iman, dan menampakkan apa yang berbeda dalam hatinya. Di dunia mereka akan kecewa dan di akhirat akan menyesal. Mereka akan dihina di depan khalayak ramai dengan menyatakan kemunafikan mereka kepada orang-orang mukmin di dunia ini. Sedangkan di akhirat, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam. Sejalan dengan ayat ini firman Allah:\n\nSungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (an-Nisa'/4: 145)\n\nFirman Allah:\n\nAllah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal. (at-Taubah/9: 68)" } } }, { "number": { "inQuran": 5191, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 554, "manzil": 7, "ruku": 488, "hizbQuarter": 221, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0637\u064f\u0628\u0650\u0639\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahum aamanoo summa kafaroo fatubi'a 'alaa quloobihim fahum laa yafqahoon" } }, "translation": { "en": "That is because they believed, and then they disbelieved; so their hearts were sealed over, and they do not understand.", "id": "Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5191", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5191.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5191.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang munafik melakukan perbuatan keji yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah mengaku beriman secara lisan, kemudian menjadi kafir, karena iman mereka hanya di mulut; maka hati mereka dikunci oleh diri mereka sendiri sehingga mereka tidak dapat mengerti pentingnya iman dan iman pun tidak akan pernah masuk ke dalam hati mereka karena terkunci.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa perbuatan jahat dan hina orang-orang munafik itu adalah karena mereka itu menampakkan iman pada lahiriahnya, kemudian mereka kafir dan ingkar dalam batinnya. Mereka itu tadinya memang beriman, lalu mereka kafir dan menyembunyikan kekafirannya yang menyebabkan hati mereka dikunci mati sehingga tidak dapat lagi memahami dan mengetahui mana yang baik, mana yang buruk, dan sebagainya. Akhirnya mereka itu tidak ada bedanya dengan orang-orang yang bisu, tuli, dan buta, sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah:\n\nDan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak mengerti. (al-Baqarah/2: 171)" } } }, { "number": { "inQuran": 5192, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 554, "manzil": 7, "ruku": 488, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0628\u064f\u0643\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0633\u064e\u0627\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06d6 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064f\u0634\u064f\u0628\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0646\u0651\u064e\u062f\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0635\u064e\u064a\u0652\u062d\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064f \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0642\u064e\u0627\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0641\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra aytahum tu'jibuka ajsaamuhum wa iny yaqooloo tasma' liqawlihim kaannahum khushubum musannadah; yahsaboona kulla saihatin 'alaihim; humul 'aduwwu fahzarhum; qaatalahumul laahu annaa yu'fakoon" } }, "translation": { "en": "And when you see them, their forms please you, and if they speak, you listen to their speech. [They are] as if they were pieces of wood propped up - they think that every shout is against them. They are the enemy, so beware of them. May Allah destroy them; how are they deluded?", "id": "Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5192", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5192.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5192.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila engkau, Nabi Muhammad, melihat mereka secara lahiriah, tubuh mereka akan mengagumkanmu, karena penampilan mereka menarik. Dan jika mereka berkata tentang agama dan kemasyarakatan, engkau akan mendengarkan tutur-katanya baik dan benar seperti orang bijak. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar, benda yang memiliki bentuk, tetapi tak bernyawa, penampilan mereka menarik dan pandai berorasi, tetapi otak mereka kosong tidak dapat memahami kebenaran. Mereka mengira bahwa setiap teriakan, yakni ungkapan amar makruf dan nahi mungkar yang diucapkan Rasulullah dan para sahabat, ditujukan kepada mereka, karena hati kecil mereka merasa dan menyadari kesalahan mereka. Mereka itulah musuh yang sebenarnya, jika topeng mereka dibuka. Maka waspadalah terhadap mereka, wahai Nabi dan orang-orang beriman; Allah membinasakan mereka di dunia melalui tanganmu dan di akhirat dengan dimasukkan ke dalam neraka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dari iman, padahal mereka menyaksikan turunnya Al-Qur’an kepada Nabi?", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang munafik itu terlihat sangat menakjubkan. Tubuh mereka tegap-tegap, simpatik, dan lancar berbicara serta mengasyikkan. Apabila mereka berkata, orang senang mendengarnya karena tutur bahasanya yang teratur, menarik, dan tidak membosankan. Mereka tidak ubahnya seperti kayu yang tersandar, benda yang mempunyai bentuk, tetapi tidak bernyawa. Ini biasa dipakai sebagai perumpamaan bagi orang yang kelihatannya bagus, tetapi amal perbuatannya jelek. Lahiriahnya elok, tetapi hatinya busuk, tidak ubahnya dengan kayu yang di dalamnya kosong melompong, kelihatannya indah, tetapi tidak dapat digunakan, tidak dapat diharapkan daripadanya hal yang baik dan bermanfaat. \n\nSetiap ada kata-kata yang sifatnya amar ma'ruf nahi mungkar, mereka menyangka bahwa kata-kata itu ditujukan kepadanya. Mereka takut kalau-kalau kedudukan dan pangkatnya terancam dan rahasianya terbongkar. Cercaan dan cemoohan terhadap mereka akan datang dan mereka akan menjadi bulan-bulanan. Allah berfirman:\n\nMereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam. (al-Ahzab/33: 19)\n\nMereka itu sebenarnya adalah musuh, karena itu berhati-hatilah menghadapinya, jangan terpengaruh dengan keramah-tamahan mereka, dan jangan termakan dengan bujuk rayu mereka. Mereka kelihatan tersenyum, tetapi di dalam hatinya terpendam dendam yang mendalam, iktikad jahat yang membawa maut. Mereka itu dilaknat Allah dan jauh dari rahmat-Nya, karena perbuatan mereka yang sangat jahat. Penerangan dan penjelasan tentang kebenaran telah cukup diberikan kepada mereka, tetapi mereka itu membuang kebenaran itu, dan melaksanakan kebatilan yang dilarang oleh Allah" } } }, { "number": { "inQuran": 5193, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 555, "manzil": 7, "ruku": 488, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0648\u0652\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0648\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0635\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahum ta'aalaw yastaghfir lakum rasoolul laahi lawwaw ru'oo sahum wa ra aytahum yasuddoona wa hum mustakbiroon" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Come, the Messenger of Allah will ask forgiveness for you,\" they turn their heads aside and you see them evading while they are arrogant.", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (beriman), agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu,” mereka membuang muka dan engkau lihat mereka berpaling dengan menyombongkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5193", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5193.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5193.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan penolakan orang-orang munafik, apabila diajak beriman dan memohon ampun kepada Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka dalam berbagai kesempatan, “Marilah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu dari segala kesalahan kamu,” mereka membuang muka, karena keengganan mereka untuk beriman; dan engkau lihat mereka berpaling dari ajakanmu dengan menyombongkan diri, karena merasa dirinya hebat.", "long": "Orang-orang munafik itu apabila diajak mendatangi Rasulullah saw agar beliau memintakan ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat, mereka itu menolak mentah-mentah ajakan itu. Mereka memalingkan mukanya dengan gaya yang menunjukkan keangkuhan dan kesombongan. Hal ini disebutkan pula dalam firman Allah:\n\nDan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (an-Nisa'/4: 61)" } } }, { "number": { "inQuran": 5194, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 555, "manzil": 7, "ruku": 488, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0648\u064e\u0627\u0621\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Sawaaa'un 'alaihim as taghfarta lahum am lam tastaghfir lahum lany yaghfiral laahu lahum; innal laaha laa yahdil qawmal faasiqeen" } }, "translation": { "en": "It is all the same for them whether you ask forgiveness for them or do not ask forgiveness for them; never will Allah forgive them. Indeed, Allah does not guide the defiantly disobedient people.", "id": "Sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5194", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5194.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5194.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengingatkan Nabi bahwa sama saja bagi mereka, orang munafik yang tetap dalam kemunafikannya hingga mati, apakah engkau wahai Nabi Muhammad memohonkan ampunan untuk mereka, atau engkau tidak memohonkan ampunan bagi mereka, Allah tetap saja tidak akan mengampuni mereka yang mati dalam keadaan munafik; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang yang terus menerus berbuat dosa hingga pikiran dan mereka tertutup dari cahaya Allah.", "long": "Allah menerangkan bahwa bagi orang-orang munafik, dimintakan ampunan atau tidak, sama saja. Allah tidak akan mengampuni mereka. Dia telah menetapkan mereka termasuk orang-orang yang celaka karena perbuatan mereka yang bergelimang dosa dan menunjukkan dengan jelas kemunafikan serta keingkaran di dalam hati mereka yang disembunyikan. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang fasik yang kerjanya hanya berbuat jahat, tidak memperhatikan nasihat-nasihat yang baik, dan tidak akan menyadari peringatan yang diberikan kepadanya. Perkataannya penuh kebohongan dan keingkaran yang keterlaluan, sebagaimana Allah berfirman:\n\nSungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar. (az-Zumar/39: 3)\n\nFirman Allah:\n\nSesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta. (Gafir/40: 28)\n\nDan firman Allah:\n\n(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (at-Taubah/9: 80)" } } }, { "number": { "inQuran": 5195, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 555, "manzil": 7, "ruku": 488, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0636\u0651\u064f\u0648\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062e\u064e\u0632\u064e\u0627\u0626\u0650\u0646\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Humul lazeena yaqooloona laa tunfiqoo 'alaa man inda Rasoolil laahi hatta yanfaddoo; wa lillaahi khazaaa' inus samaawaati wal ardi wa laakinnal munaafiqeena la yafqahoon" } }, "translation": { "en": "They are the ones who say, \"Do not spend on those who are with the Messenger of Allah until they disband.\" And to Allah belongs the depositories of the heavens and the earth, but the hypocrites do not understand.", "id": "Mereka yang berkata (kepada orang-orang Ansar), “Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” Padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5195", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5195.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5195.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah, yakni orang-orang munafik di Madinah yang berkata dengan pentuh hasutan kepada orang-orang Ansar, “Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang yang ada di sisi Rasulullah yaitu kaum Muhajirin sampai mereka bubar, meninggalkan Rasulullah agar umat Islam pecah dan lemah.” Padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi yang menjamin rezeki setiap orang, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami bahwa rezeki, hidup, dan mati setiap makhluk berada di tangan Allah.", "long": "Allah menjelaskan bahwa orang-orang munafik itu selalu menganjurkan agar orang-orang Ansar tidak memberi nafkah kepada orang-orang Muhajirin yang datang bersama-sama Muhammad saw dari Mekah dan membiarkan mereka menderita kelaparan, sehingga mereka akan meninggalkan Nabi saw. Anjuran dan anggapan orang-orang munafik itu keliru. Mereka tidak mengetahui bahwa semua yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Di tangan-Nya-lah kunci perbendaharaan rezeki manusia. Tidak seorang pun yang dapat memberikan sesuatu kepada yang lain kecuali dengan kehendak-Nya. Mereka tidak mau memahami sunatullah yang berlaku bagi makhluk-makhluk-Nya. Allah telah menjamin rezeki hamba-hamba-Nya di mana pun mereka berada. Setiap mereka bekerja dan berusaha, mereka akan memperoleh rezekinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5196, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 555, "manzil": 7, "ruku": 488, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062c\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0630\u064e\u0644\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0632\u0651\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0644\u0650\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaqooloona la'ir raja'naaa ilal madeenati la yukhrijanal a'azzu minhal azall; wa lillaahil 'izzatu wa li Rasoolihee wa lilmu'mineena wa laakinnal munaafiqeena laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "They say, \"If we return to al-Madinah, the more honored [for power] will surely expel therefrom the more humble.\" And to Allah belongs [all] honor, and to His Messenger, and to the believers, but the hypocrites do not know.", "id": "Mereka berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5196", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5196.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5196.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berkata kepada sesama orang munafik, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah seusai perang Bani Mustalik, yaitu perang yang diiikuti orang-orang munafik bersama kaum muslim, pastilah orang yang kuat, yaitu orang-orang munafik akan mengusir orang-orang yang lemah, yakni kaum muslim dari sana, Madinah.” Padahal kekuatan itu hakikatnya hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan milik orang-orang mukmin, selama mereka bersatu dan memiliki mental kejuangan, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui bahwa yang lemah itu mereka dan yang kuat itu Rasulullah bersama para sahabat.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa 'Abdullah bin Ubay dan pengikut-pengikutnya merencanakan apabila kembali ke Medinah dari peperangan Bani Musthaliq, mereka akan mengusir orang-orang mukmin dari Medinah. Mereka merasa dan menganggap bahwa merekalah yang kuat, perkasa, dan mulia, sedangkan orang-orang mukmin itu lemah dan hina. Mereka tidak menyadari bahwa kekuatan, keperkasaan, dan kemuliaan berada di tangan Allah dan rasul-Nya, serta orang-orang mukmin yang telah dimuliakan-Nya. \n\nDiriwayatkan bahwa 'Abdullah putra 'Abdullah bin Ubay adalah orang yang benar-benar beriman. Ia pernah mencabut pedang mengancam ayahnya, 'Abdullah bin Ubay, ketika mereka sudah dekat di Medinah dan berkata, \"Demi Allah, saya tidak akan memasukkan pedangku ini ke dalam sarungnya, sehingga engkau mengucapkan, 'Bahwa Muhammad itulah yang mulia dan sayalah yang hina.\" 'Abdullah putra 'Abdullah bin Ubay tetap pada sikapnya, sehingga ayahnya mengucapkan pengakuan tersebut yaitu Muhammadlah yang mulia dan dia yang hina. \n\nOrang-orang munafik tidak mengetahui bahwa sesungguhnya kemuliaan itu ada pada Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Kemenangan terakhir ada pada orang-orang yang bertakwa dan Allah akan memberi pertolongan kepada orang-orang yang menegakkan agama-Nya, sebagaimana diterangkan dalam ayat lain:\n\nAllah telah menetapkan, \"Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.\" Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-Mujadalah/58: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 5197, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 555, "manzil": 7, "ruku": 489, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0644\u0652\u0647\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanoo la tulhikum amwaalukum wa laa awlaadukum 'anzikril laah; wa mai-yaf'al zaalika fa-ulaaa'ika humul khaasiroon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, let not your wealth and your children divert you from remembrance of Allah. And whoever does that - then those are the losers.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5197", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5197.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5197.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah mengingatkan orang-orang beriman agar kesibukan mengurus harta dan memperhatikan urusan anak tidak menghalangi ibadah kepada Allah. Wahai orang-orang yang beriman di mana pun berada! Janganlah harta bendamu yang kamu cari dan anak-anakmu yang kamu sayangi, melalaikan kamu dari mengingat Allah, yakni salat lima waktu dan aturan-aturan Allah tentang bekerja, bermasyarakat, dan bernegara. Dan barang siapa berbuat demikian, melalaikan ibadah dan aturan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang rugi, karena kebutuhan ruhaninya tidak terpenuhi dan hidupnya tidak seimbang.", "long": "Allah mengingatkan bahwa kesibukan mengurus harta benda dan memperhatikan persoalan anak-anak jangan membuat manusia lalai dari kewajibannya kepada Allah atau bahkan tidak menunaikannya. Hendaknya perhatian mereka terhadap dunia dan akhirat seimbang, sebagaimana tertuang dalam sebuah riwayat:\n\nBeramallah (amalan duniawi) seperti amalan seseorang yang mengira bahwa ia tidak akan meninggal selama-lamanya. Namun, waspadalah seperti kewaspadaan seseorang yang akan meninggal besok. (Riwayat al-Baihaqi dari Abdullah bin Ibnu 'Amru bin al-'As)\n\nDalam hadis lain, Nabi bersabda:\n\nBukanlah orang yang terbaik di antara kamu seseorang yang meninggalkan (kepentingan) dunianya karena akhirat, dan sebaliknya meninggalkan (kepentingan) akhiratnya karena urusan dunianya, sehingga ia mendapatkan (bagian) keduanya sekaligus, ini dikarenakan kehidupan dunia merupakan wasilah yang menyampaikan ke kehidupan akhirat dan janganlah kamu menjadi beban terhadap orang lain. (Riwayat Ibnu 'Asakir dari Anas bin Malik) \n\nDi sinilah letak keistimewaan dan keunggulan agama yang dibawa oleh junjungan kita Nabi Muhammad saw yaitu agama Islam. Agama yang tidak menghendaki umatnya bersifat materialistis, yang semua pikiran dan usahanya hanya ditujukan untuk mengumpulkan kekayaan dan kenikmatan dunia, seperti halnya orang-orang Yahudi. Islam juga agama yang tidak membenarkan umatnya hanya mementingkan akhirat saja, tenggelam dalam kerohanian, menjauhkan diri dari kelezatan hidup, membujang terus dan tidak kawin, sebagaimana halnya orang-orang Nasrani. Allah berfirman:\n\nWahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. (al-A'raf/7: 31)\n\nFirman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? (al-A'raf/7: 32)\n\nAllah menegaskan pada akhir ayat 9 ini bahwa orang-orang yang sangat mementingkan urusan dunia dan meninggalkan kebahagiaan akhirat, berarti telah mengundang murka Allah. Mereka akan merugi karena menukar sesuatu yang kekal abadi dengan sesuatu yang fana dan hilang lenyap." } } }, { "number": { "inQuran": 5198, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 555, "manzil": 7, "ruku": 489, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0632\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0651\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa anifqoo mim maa razaqnaakum min qabli any-yaatiya ahadakumul mawtu fa yaqoola rabbi law laaa akhkhartaneee ilaaa ajalin qareebin fa assaddaqa wa akum minassaaliheen" } }, "translation": { "en": "And spend [in the way of Allah] from what We have provided you before death approaches one of you and he says, \"My Lord, if only You would delay me for a brief term so I would give charity and be among the righteous.\"", "id": "Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5198", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5198.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5198.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menghimbau orang-orang beriman untuk memfungsikan harta dengan benar. Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu untuk kepentingan duafa, fasilitas umum, dan fasilitas sosial sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu sehingga kamu tak sempat berinfak; lalu dia berkata setelah kematian terjadi, menyesalinya, “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dengan hartaku ini dan aku dengan demikian akan termasuk orang-orang yang saleh, karena menjadi dermawan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menganjurkan agar orang-orang mukmin membelanjakan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan kepadanya, sebagai tanda syukur atas nikmat-Nya. Hal itu bisa berupa menyantuni anak-anak yatim, orang-orang fakir miskin, dan sebagainya. Hal ini merupakan bekal untuk akhirat untuk dinikmati di hari kemudian. Janganlah kekayaan itu hanya ditumpuk untuk diwarisi oleh para ahli waris yang belum tentu akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya serta mendatangkan kegembiraan, atau untuk disia-siakan yang akan mengakibatkan kekecewaan. Kekayaan yang ada pada seseorang, bagaimanapun banyaknya, hanya tiga macam yang menjadi miliknya, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: \n\nMutharrif bin Syu'bah meriwayatkan dari ayahnya berkata, \"Aku mendatangi Nabi saw, sedangkan beliau sedang membaca ayat 'alhakumut-takatsur.\" Lalu Nabi saw bersabda, \"(Ada seorang) manusia mengatakan 'hartaku-hartaku.\" Nabi saw bersabda lagi, \"Wahai manusia, kamu tidaklah memiliki harta (yang kamu kumpulkan), melainkan apa yang kamu makan maka telah habis, apa yang kamu pakai maka telah lusuh, dan apa yang kamu sedekahkan maka telah berlalu.\" (Riwayat Muslim)\n\nMembelanjakan harta benda untuk kemanfaataan dunia dan akhirat, janganlah ditunda-tunda sampai datang sakaratul maut. Dan jangan berandai-andai kalau-kalau umurnya masih bisa diperpanjang atau kematiannya masih bisa ditunda. Ia harus membelanjakan harta bendanya kepada yang diridai Allah, dan beramal baik sehingga ia dapat digolongkan bersama orang-orang yang saleh sebelum ajal tiba, karena apabila ajal telah sampai pada batasnya, tak dapat lagi diubah, dimajukan, atau ditangguhkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5199, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 555, "manzil": 7, "ruku": 489, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lany yu 'akhkhiral laahu nafsan izaa jaaa'a ajaluhaa; wallaahu khabeerum bimaa ta'maloon" } }, "translation": { "en": "But never will Allah delay a soul when its time has come. And Allah is Acquainted with what you do.", "id": "Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5199", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5199.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5199.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila waktu kematiannya telah datang dengan memperpanjang hidupnya. Dan Allah Mahateliti dengan cermat tentang apa yang kamu kerjakan.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila telah sampai ajalnya. Oleh karena itu, bersiap-siaplah untuk menghadapi maut itu. Kumpulkanlah sebanyak-banyaknya bekal berupa amal saleh yang akan dibawa dan yang bermanfaat di akhirat nanti. \n\n\n\nFirman Allah:\n\nMaka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (al-Qari'ah/101: 6-11)\n\nAyat yang kesebelas ini ditutup dengan penegasan bahwa Allah itu Maha Mengetahui apa yang diperbuat hamba-Nya. Semua itu akan dibalas di hari kemudian, sesuai dengan amal perbuatannya. Kalau baik dimasukkan ke dalam surga, dan kalau jahat akan dimasukkan ke dalam neraka." } } } ] }, { "number": 64, "sequence": 108, "numberOfVerses": 18, "name": { "short": "التغابن", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062a\u063a\u0627\u0628\u0646", "transliteration": { "en": "At-Taghaabun", "id": "At-Tagabun" }, "translation": { "en": "Mutual Disillusion", "id": "Pengungkapan Kesalahan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat At Tahrim. Nama At Taghaabun diambil dari kata At Taghaabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari dinampakkan kesalahan-kesalahan." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5200, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Yusabbihu lillaahi maa fis samaawaati wa maa fil ardi lahul mulku wa lahul hamd, wa Huwa 'alaa kulli shai 'in Qadeer" } }, "translation": { "en": "Whatever is in the heavens and whatever is on the earth is exalting Allah. To Him belongs dominion, and to Him belongs [all] praise, and He is over all things competent.", "id": "Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah; milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula) segala puji; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5200", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5200.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5200.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan demikian juga apa yang ada di bumi, daratan, lautan, gunung, lembah, hewan, dan tumbuh-tumbuhan; seluruhnya senantiasa bertasbih kepada Allah dengan cara masing-masing; milik-Nya semua kerajaan, kekuasaan, dan kewenangan yang tiada terbatas, dan bagi-Nya pula segala puji yang sempurna; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu dengan kekuasaan yang tak terbatas, tetapi tidak sewenang-wenang.", "long": "Allah menerangkan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih menyucikan-Nya. Ini berarti bahwa apa yang ada di langit dan di bumi menunjukkan kesucian dan kesempurnaan Allah serta semua makhluk itu tunduk dan menyerah kepada-Nya. Dialah Maharaja yang berwenang berbuat sesuai dengan kehendak-Nya terhadap semua yang ada, berhak dipuji atas penciptaan-Nya, karena Dia sumber segala kebaikan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, apa yang dikehendaki-Nya pasti berwujud dan menjadi kenyataan tanpa ada yang dapat menghalangi-Nya. Sedangkan terhadap apa yang tidak dikehendaki-Nya, hal itu tidak akan ada." } } }, { "number": { "inQuran": 5201, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064c \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Huwal lazee khalaqakum faminkum kaafirunw wa min kum mu'min ; wallaahu bimaa ta'maloona Baseer" } }, "translation": { "en": "It is He who created you, and among you is the disbeliever, and among you is the believer. And Allah, of what you do, is Seeing.", "id": "Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5201", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5201.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5201.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah yang menciptakan kamu dalam bentuk yang sebaik-baiknya, lalu di antara kamu ada yang kafir, karena mengikuti hawa nafsu; dan di antara kamu juga ada yang mukmin, karena Allah memberikan petunjuk dan manusia menggunakan akal dan nuraninya. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan sehingga tidak satu pun perbuatan manusia yang tidak diketahui-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allahlah yang menciptakan semua yang ada menurut kehendak-Nya. Allah berfirman:\n\nAllah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu. (az-Zumar/39: 62)\n\nPada dasarnya manusia ketika dilahirkan dalam keadaan fitrah, tetapi sebagian dari manusia itu memilih kekafiran yang bertentangan dengan fitrahnya dan sebahagian lagi memilih iman sesuai dengan tuntutan fitrahnya, sebagaimana sabda Nabi saw:\n\nSetiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam). Maka kedua orang tualah yang akan menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nAndaikata manusia itu mau memikirkan kejadiannya dan kejadian yang ada di alam raya ini, pasti cukup menjadi jaminan bagi manusia untuk kembali kepada yang hak dengan memilih iman, dan mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya. Akan tetapi, manusia itu tidak sadar dan insaf atas semuanya itu, sehingga terjadilah perpecahan, mengingkari Tuhan yang menciptakannya, serta nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya. Selayaknya manusia itu menginsafi bahwa Allah melihat segala yang dikerjakannya, dan di akhirat nanti dia akan diberi balasan terhadap semua itu. Yang baik dibalas dengan surga, sedangkan yang jahat dibalas dengan siksaan dan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam, sejahat-jahat tempat kediaman, sebagaimana Allah berfirman:\n\nSungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (al-Furqan/25: 66)" } } }, { "number": { "inQuran": 5202, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0648\u0651\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0635\u064f\u0648\u064e\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Khalaqas samaawaati wal arda bilhaqqi wa sawwarakum fa ahsana suwarakum wa ilaihil maseer" } }, "translation": { "en": "He created the heavens and earth in truth and formed you and perfected your forms; and to Him is the [final] destination.", "id": "Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu lalu memperbagus rupamu, dan kepada-Nya tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5202", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5202.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5202.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia menciptakan langit tujuh lapis dan menciptakan bumi tujuh lapis dengan tujuan yang benar sehingga tidak sia-sia, Dia membentuk rupamu dengan tujuan yang baik untuk kemaslahatan kamu, lalu memperbagus rupamu supaya kamu bersyukur dan kepada-Nya tempat kembali dengan dikumpulkan di mahsyar.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, penuh kebijaksanaan, dan menjamin kebahagiaan makhluknya di dunia dan akhirat. Dia pulalah yang menjadikan manusia dalam bentuk yang sebagus-bagusnya, berbeda dengan makhluk yang lain. Manusia akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia lalu mendapat balasan yang setimpal, Allah berfirman:\n\nSungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (at-Tin/95: 4)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nDan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)\n\nPenjelasan mengenai penciptaan dengan tujuan yang benar dapat dilihat pada uraian mengenai hal yang sama pada Surah ad-Dukhan/44: 38-39 dan sad/38: 27." } } }, { "number": { "inQuran": 5203, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0639\u0652\u0644\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Ya'lamu maa fis samaawaati wal ardi wa ya'lamu maa tusirroona wa maa tu'linoon; wallaahu 'Aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "He knows what is within the heavens and earth and knows what you conceal and what you declare. And Allah is Knowing of that within the breasts.", "id": "Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5203", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5203.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5203.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia, menurut ayat ini, harus menyadari bahwa Dia mengetahui apa yang di langit dengan pengetahuan yang menyeluruh; dan mengetahui segala yang ada di bumi, termasuk benda paling kecil yang tak terlihat mata dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan di dalam hati dan mengetahui apa yang kamu nyatakan secara lisan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati yang tersembunyi.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak satu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Dialah yang mengatur yang ada sesuai dengan ilmu-Nya yang luas dan kekuasaan-Nya yang mencakup dan meliputi segala sesuatu menurut kehendak-Nya, sebagaimana Allah berfirman:\n\nSesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36: 82)\n\nAllah mengetahui segala sesuatu, baik yang dirahasiakan apalagi yang tampak nyata. Maka seyogyanya manusia berbuat sesuai dengan apa yang digariskan agama Allah yang dibawa junjungan kita Nabi Muhammad saw yaitu agama Islam, untuk mendapat rida-Nya, memperoleh pahala yang berlipat-ganda, dan berbahagia di dunia dan akhirat.\n\nAyat ke-4 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu Maha Mengetahui segala isi hati, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Firman Allah:\n\nSungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-'Ankabut/29: 62)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Luqman/31: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 5204, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f \u0641\u064e\u0630\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Alam yaatikum naba'ul lazeena kafaroo min qablu fazaaqoo wabaala amrihim wa lahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Has there not come to you the news of those who disbelieved before? So they tasted the bad consequence of their affair, and they will have a painful punishment.", "id": "Apakah belum sampai kepadamu (orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? Maka mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya dan mereka memperoleh azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5204", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5204.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5204.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengingatkan orang-orang kafir tentang nasib para pendahulu mereka yang harus dijadikan cermin. Allah berfirman, “Apakah belum sampai kepadamu, wahai orang-orang kafir, berita orang-orang kafir dahulu seperti umat Nabi Nuh, Nabi Lut, dan Nabi Musa? Maka mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya dengan mendapat azab di dunia; dan mereka pun akan memperoleh azab yang pedih di akhirat.", "long": "Orang-orang munafik itu apabila diajak mendatangi Rasulullah saw agar beliau memintakan ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat, mereka itu menolak mentah-mentah ajakan itu. Mereka memalingkan mukanya dengan gaya yang menunjukkan keangkuhan dan kesombongan. Hal ini disebutkan pula dalam firman Allah:\n\nDan apabila dikatakan kepada mereka, \"Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,\" (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (an-Nisa'/4: 61)" } } }, { "number": { "inQuran": 5205, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a \u062a\u0651\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0627 \u06da \u0648\u0651\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Zaalika bi annahoo kaanat taateehim Rusuluhum bilbaiyinaati faqaaloo a basharuny yahdoonanaa fakafaroo wa tawallaw; wastaghnal laah; wallaahu ghaniyyun hameed" } }, "translation": { "en": "That is because their messengers used to come to them with clear evidences, but they said, \"Shall human beings guide us?\" and disbelieved and turned away. And Allah dispensed [with them]; and Allah is Free of need and Praiseworthy.", "id": "Yang demikian itu karena sesungguhnya ketika rasul-rasul datang kepada mereka (membawa) keterangan-ke-terangan lalu mereka berkata, “Apakah (pantas) manusia yang memberi petunjuk kepada kami?” Lalu mereka ingkar dan berpaling; padahal Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5205", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5205.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5205.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan alasan orang-orang kafir menolak kehadiran para rasul. Allah menyatakan bahwa yang demikian itu, yakni penolakan mereka terhadap para rasul, karena sesungguhnya ketika rasul-rasul datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan tentang ajaran Allah; lalu mereka berkata di hadapan para rasul itu dengan nada melecehkan, “Apakah pantas manusia yang memberi petunjuk kepada kami, bukan malaikat?” Lalu mereka menolak ajaran para rasul dan berpaling dari kebenaran; padahal Allah tidak memerlukan keimanan mereka. Dan Allah Mahakaya dari ketergantungan kepada makhluk, Maha Terpuji dalam sifat dan perbuatan-Nya.", "long": "Allah memperingatkan orang-orang musyrik penduduk Mekah tentang kejadian-kejadian yang telah dialami oleh orang-orang yang mengingkari para rasul sebelum mereka, seperti kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh, dan lainnya. Kepada mereka telah ditimpakan berbagai azab dan siksa yang bermacam-macam bentuknya. Ada yang berupa banjir yang menenggelamkan dan merusak apa yang ada di atas bumi, ada yang berupa angin topan yang menerbangkan dan menghancurkan bangunan-bangunan tempat tinggal mereka, dan lain sebagainya.\n\n(6) Allah menerangkan bahwa sebab-sebab ditimpakan berbagai azab kepada umat terdahulu itu ialah karena kecerobohan mereka mendustakan para rasul sesudah mereka diberi keterangan yang jelas, dan diperlihatkan mukjizat-mukjizat nyata. Mereka berkata, \"Satu hal yang ajaib bahwa orang yang akan memberi petunjuk kepada kami ialah manusia biasa yang tidak mempunyai sedikit pun kelebihan dari kami. Ia tidak mempunyai pikiran lebih unggul dari kami, dan tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menundukkan kami.\" Dalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nMaka mereka berkata, \"Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?\" (al-Qamar/54: 24)\n\nMereka tidak mengetahui bahwa para nabi dan rasul itu adalah orang-orang yang telah dipilih Allah menurut kehendak-Nya, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya:\n\nAllah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. (al-An'am/6: 124)\n\nSetelah keingkaran mereka berkepanjangan dan pembangkangan mereka berlarut-larut, maka Allah membinasakan mereka. Allah tidak memerlukan mereka serta tidak mempunyai kepentingan sedikit pun kepada mereka. Dia Mahakuasa, tidak mempunyai keperluan sedikit pun kepada sesuatu, Maha Terpuji atas segala nikmat yang telah ditetapkan kepada makhluk-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5206, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0632\u064e\u0639\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u062a\u064f\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f\u0646\u0651\u064e \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u062a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0624\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Za'amal lazeena kafarooo al-lany yub'asoo; qul balaa wa rabbee latub'asunna summa latunabba'unna bimaa 'amiltum; wa zaalika 'alal laahi yaseer" } }, "translation": { "en": "Those who disbelieve have claimed that they will never be resurrected. Say, \"Yes, by my Lord, you will surely be resurrected; then you will surely be informed of what you did. And that, for Allah, is easy.\"", "id": "Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan.” Dan yang demikian itu mudah bagi Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5206", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5206.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5206.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang kafir menolak ajakan para rasul karena mengira, bahkan meyakini bahwa mereka tidak akan dibangkitkan setelah mereka mati. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka, “Tidak demikian, yang sebenarnya. Demi Tuhanku, Yang Mahabenar, kamu pasti akan dibangkitkan dari alam kubur, kemudian diberitakan dengan lengkap dan menyeluruh semua yang telah kamu kerjakan di dunia, baik kejahatan maupun kebaikan.” Dan yang demikian itu mudah bagi Allah, karena Allah berkuasa atas segala sesuatu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang musyrik beranggapan tidak akan ada hari kebangkitan, hari perhitungan, dan hari pembalasan. Anggapan mereka ini diungkapkan juga dalam ayat yang berbunyi:\n\nApabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru? (ar-Ra'd/13: 5)\n\nFirman Allah:\n\nSiapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh? (Yasin/36: 78)\n\nAnggapan orang musyrik yang salah itu ditolak Allah dengan tegas. Allah menyatakan bahwa hari kebangkitan dan hari pembalasan itu pasti ada, dan semua manusia dihidupkan kembali pada hari itu. Lalu diberitakan semua yang pernah mereka perbuat di dunia sampai kepada yang sekecil-kecilnya untuk dihisab dan diberi balasan. Yang demikian ini bagi Allah sangat mudah dan tidak ada kesulitan sama sekali. Firman Allah:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36:79)\n\nDalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan orang-orang yang kafir berkata, \"Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami.\" Katakanlah, \"Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. (Saba'/34: 3)" } } }, { "number": { "inQuran": 5207, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0622\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Fa-aaminoo billaahi wa rasoolihee wannooril lazeee anzalnaa; wallaahu bima ta'maloona khabeer" } }, "translation": { "en": "So believe in Allah and His Messenger and the Qur'an which We have sent down. And Allah is Acquainted with what you do.", "id": "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur'an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5207", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5207.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5207.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengajak orang-orang kafir untuk beriman dan mengajak orang-orang beriman yang ragu untuk benar-benar beriman. Maka berimanlah kamu, wahai seluruh manusia kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mantap dan berimanlah kepada cahaya Allah, yaitu Al-Qur’an yang telah Kami turunkan kepada Nabi Muhammad. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan sehingga tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tidak diketahui-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan orang-orang musyrik, sesudah ditegaskan bahwa hari kebangkitan itu pasti ada, agar beriman kepada-Nya, Rasul-Nya, dan cahaya Al-Qur'an yang telah diturunkan-Nya, yang akan memberi petunjuk dan membimbing manusia ke jalan yang benar. Amal perbuatan mereka itu tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Semua diketahui-Nya dan akan dibalas pada hari kebangkitan nanti, yang baik maupun yang buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 5208, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 556, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650 \u06d6 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u063a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0646\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Ywma yajma'ukum li yawmil jam'i zaalika yawmut taghaabun; wa many-yumim billaahi wa ya'mal saalihany yukaffir 'anhu sayyi aatihee wa yudkhilhu jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaaa abadaa; zaalikal fawzul 'azeem" } }, "translation": { "en": "The Day He will assemble you for the Day of Assembly - that is the Day of Deprivation. And whoever believes in Allah and does righteousness - He will remove from him his misdeeds and admit him to gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide forever. That is the great attainment.", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5208", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5208.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5208.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengingatkan manusia tentang kepastian adanya hari akhirat. Ingatlah wahai manusia, pada hari ketika Allah mengumpulkan kamu, seluruh manusia pada hari berhimpun, yaitu pada hari akhir; itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan yang selama hidup di dunia disembunyikan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dengan iman yang mantap dan mengerjakan kebajikan, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari Kiamat nanti Dia akan mengumpulkan orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian di suatu lapangan, sebagaimana firman-Nya:\n\nItulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). (Hud/11: 103)\n\nFirman Allah dalam ayat lain:\n\nKatakanlah, \"(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian, pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.\" (al-Waqi'ah/56: 49-50)\n\nPada hari itulah nanti akan diteliti dan dibalas amal yang telah dilakukan setiap manusia di dunia ini. Semua amal, baik berupa kesalahan atau kebenaran, akan terungkap pada hari itu. Hari itulah yang dinamakan hari \"tagabun\". Orang-orang kafir yang telah menukar kehidupan akhirat dengan dunia yakni memilih kelezatan dunia dari kenikmatan akhirat, akan merugi dan tidak memperoleh keuntungan sedikit pun. Sedangkan orang-orang mukmin yang telah mengorbankan dirinya untuk memperoleh surga, mereka itulah yang beruntung dan tak akan merugi sedikit pun. Dalam sebuah hadis diriwayatkan:\n\nTidak seseorang masuk surga melainkan diperlihatkan kepadanya tempat (yang pernah disediakan baginya) di neraka, seandainya ia berbuat keburukan agar menambah kesyukuran. Dan tidaklah seseorang masuk neraka melainkan diperlihatkan kepadanya tempat (yang pernah disediakan baginya) di surga, seandainya ia berbuat kebaikan agar penyesalannya bertambah. (Riwayat Ahmad dan al-Bukhari dari Abu Hurairah)\n\nOrang-orang yang percaya kepada Allah dan taat kepada perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, niscaya dihapus semua kesalahan dan dosanya, serta diampuni dan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya, tidak akan mati, dan tidak akan keluar dari sana. Yang demikian itu adalah satu keuntungan dan kebahagiaan yang tiada taranya, karena telah terhindar dari kebinasaan dan kehancuran. Allah berfirman dalam ayat lain:\n\nTetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia), (yaitu) surga-surga 'Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri. (thaha/20: 75-76)" } } }, { "number": { "inQuran": 5209, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 490, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo wa kazzaboo bi aayaaatinaaa ulaaa'ika ashaabun naari khaalideena feehaa bi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "But the ones who disbelieved and denied Our verses - those are the companions of the Fire, abiding eternally therein; and wretched is the destination.", "id": "Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5209", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5209.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5209.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berbeda dengan orang-orang beriman dan beramal saleh yang akan diampuni dan dimasukkan ke dalam surga, Allah menegaskan tentang nasib orang-orang kafir. Dan orang-orang yang kafir, yaitu orang-orang yang menolak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya; dan mendustakan ayat-ayat Kami, ayat-ayat Al-Qur’an; mereka itulah penghuni neraka, karena kekufuran mereka selama hidup di dunia; mereka kekal di dalamnya, karena Allah tidak akan mengampuni orang-orang kafir. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali, karena neraka itu tempat hukuman, bukan tempat kenikmatan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya, dan mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad, adalah penghuni neraka. Mereka akan tinggal kekal di dalamnya, sebagaimana Allah berfirman:\n\nAdapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 39)\n\nDalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nAdapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. (al-Ma'idah/5: 10)\n\nAlangkah ruginya penghuni neraka karena tempat itu adalah seburuk-buruk tempat kembali, dan sejahat-jahat tempat tinggal, sebagaimana Allah berfirman:\n\nSungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (al-Furqan/25: 66)" } } }, { "number": { "inQuran": 5210, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 491, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Maaa asaaba mim musee batin illaa bi-iznil laah; wa many yu'mim billaahi yahdi qalbah; wallaahu bikulli shai;in Aleem" } }, "translation": { "en": "No disaster strikes except by permission of Allah. And whoever believes in Allah - He will guide his heart. And Allah is Knowing of all things.", "id": "Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5210", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5210.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5210.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak hanya menciptakan makhluk, tetapi juga mengatur seluruh makhluk. Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa seseorang dalam kehidupan ini, kecuali dengan izin Allah, karena Allah mengetahui dan mengatur kehidupan ini; dan barang siapa beriman kepada Allah dengan istikamah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya dengan memantapkan imannya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang terjadi di jagat raya maupun yang terjadi di jagat kecil, sanubari manusia.", "long": "Allah menerangkan bahwa apa yang menimpa manusia, baik yang merupakan kenikmatan dunia maupun yang berupa siksa adalah qadha' dan qadar, sesuai dengan kehendak Allah yang telah ditetapkan di muka bumi. Dalam berusaha keras, manusia hendaknya tidak menyesal dan merasa kecewa apabila menemui hal-hal yang tidak sesuai dengan usaha dan keinginannya. Hal itu di luar kemampuannya, karena ketentuan Allah-lah yang akan berlaku dan menjadi kenyataan. Sebagaimana firman-Nya:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami.\" (at-Taubah/9: 51)\n\nAllah memberi petunjuk kepada orang yang beriman untuk melapangkan dadanya, menerima dengan segala senang hati apa yang terjadi pada dirinya, baik sesuai dengan yang diinginkan, maupun yang tidak, karena ia yakin bahwa kesemuanya itu dari Allah. Ibnu Abbas menafsirkan bahwa Allah memberikan kepada orang mukmin dalam hatinya suatu keyakinan. Begitu pula ketika seseorang ditimpa musibah, ia mengatakan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, hal itu karena iman yang menyebabkan sabar dan akhirnya musibah itu ringan baginya." } } }, { "number": { "inQuran": 5211, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 491, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Wa atee'ul laaha wa atee'ur Rasool; fa in tawallaitum fa innamaa 'alaa Rasoolinal balaaghul mubeen" } }, "translation": { "en": "And obey Allah and obey the Messenger; but if you turn away - then upon Our Messenger is only [the duty of] clear notification.", "id": "Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5211", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5211.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5211.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengajarkan kepada manusia cara yang benar dan tepat dalam hidup ini. Dan taatlah wahai manusia kepada Allah dengan beriman dan melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya; dan taatlah kepada Rasul dengan mengikuti sunah-sunahnya. Jika kamu berpaling dari Allah dengan kufur atau mengabaikan perintah-Nya dan berpaling dari Rasul dengan melupakan sunahnya, maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan ajaran Allah kepada umat manusia dengan terang sehingga manusia mengenal ajaran Allah dengan benar.", "long": "Allah memerintahkan agar manusia taat kepada-Nya dan rasul-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Manakala mereka itu tetap tidak menaati dan patuh, ketahuilah bahwa tugas Rasulullah hanyalah sekedar menyampaikan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah:\n\nJika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas. (al-Ma'idah/5: 92)" } } }, { "number": { "inQuran": 5212, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 491, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allaahu laaa ilaaha illaa Hoo; wa 'alal laahi falyata wakkalil mu'minoon" } }, "translation": { "en": "Allah - there is no deity except Him. And upon Allah let the believers rely.", "id": "(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5212", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5212.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5212.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu ajaran bahwa sesungguhnya Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia yang menciptakan makhluk dan mengaturnya. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah dalam segala keadaan.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Dialah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maka hendaklah kita semua mengesakan-Nya, berbakti kepada-Nya dengan ikhlas, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:\n\n(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung. (al-Muzzammil/73: 9)\n\nDan dijelaskan pula dalam ayat lain:\n\nDan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. (an-Nisa'/4: 36)\n\nKarena Allah adalah Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki. Kepada Allah-lah orang-orang mukmin itu hendaknya bertawakal. Firman Allah:\n\nDan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman. (al-Ma'idah/5: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 5213, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 491, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u062d\u0652\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0635\u0652\u0641\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aamanooo inna min azwaaji kum wa awlaadikum 'aduwwal lakum fahzaroohum; wa in ta'foo wa tasfahoo wa taghfiroo fa innal laaha ghafoorur Raheem" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, indeed, among your wives and your children are enemies to you, so beware of them. But if you pardon and overlook and forgive - then indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5213", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5213.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5213.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah, pada ayat ini orang-orang beriman diperingatkan tentang istri dan anak-anak mereka. Wahai orang-orang yang beriman! Hendaknya kamu waspada. Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu dunia-akhirat. Kadang-kadang istri dapat menjerumuskan suami dan anak-anak dapat mencelakakan bapaknya untuk melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dengan mengawasi dan menanamkan pendidikan agama kepada mereka; dan jika kamu memaafkan mereka ketika mereka melakukan kesalahan; dan kamu menyantuni mereka dengan sikap yang lembut, serta memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa ada di antara istri-istri dan anak-anak yang menjadi musuh bagi suami dan orang tuanya yang mencegah mereka berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah, menghalangi mereka beramal saleh yang berguna bagi akhirat mereka. Bahkan adakalanya menjerumuskan mereka kepada perbuatan maksiat, perbuatan haram yang dilarang oleh agama.\n\nKarena rasa cinta dan sayang kepada istri dan anaknya, agar keduanya hidup mewah dan senang, seorang suami atau ayah tidak segan berbuat yang dilarang agama, seperti korupsi dan lainnya. Oleh karena itu, ia harus berhati-hati, dan sabar menghadapi anak istrinya. Mereka perlu dibimbing, tidak terlalu ditekan, sebaiknya dimaafkan dan tidak dimarahi, tetapi diampuni. Allah sendiri pun Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nTetapi jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (an-Nisa'/4: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 5214, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 491, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innamaa amwaalukum wa awlaadukum fitnah; wallaahu 'indahooo ajrun 'azeem" } }, "translation": { "en": "Your wealth and your children are but a trial, and Allah has with Him a great reward.", "id": "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5214", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5214.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5214.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia harus menyadari dengan penuh keinsafan peringatan Allah pada ayat ini. Sesungguhnya harta kamu yang sangat kamu cintai dan anak-anak kamu yang menjadi kebanggaan kamu hanyalah cobaan bagimu, apakah kamu mengelolanya dengan baik dan benar, serta mendidik mereka dengan agama yang lurus; dan di sisi Allah pahala yang besar bagi orang-orang beriman yang mengelola harta dengan baik dan mendidik anak-anak dengan benar.", "long": "Allah menerangkan bahwa cinta terhadap harta dan anak adalah cobaan. Jika tidak berhati-hati, akan mendatangkan bencana. Tidak sedikit orang, karena cintanya yang berlebihan kepada harta dan anaknya, berani berbuat yang bukan-bukan dan melanggar ketentuan agama. Dalam ayat ini, harta didahulukan dari anak karena ujian dan bencana harta itu lebih besar, sebagaimana firman Allah:\n\nSekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup. (al-'Alaq/96: 6-7)\n\nDijelaskan pula dalam sabda Nabi saw.\n\nSesungguhnya bagi tiap-tiap umat ada cobaan dan sesungguhnya cobaan umatku (yang berat) ialah harta, (Riwayat Ahmad, at-Tirmidhi, ath-thabrani, dan al-hakim, dari Ka'ab bin 'Iyadh)\n\nKalau manusia dapat menahan diri, tidak akan berlebihan cintanya kepada harta dan anaknya, jika cintanya kepada Allah lebih besar daripada cintanya kepada yang lain, maka ia akan mendapat pahala yang besar dan berlipat ganda." } } }, { "number": { "inQuran": 5215, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 491, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0648\u0642\u064e \u0634\u064f\u062d\u0651\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0641\u0652\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fattaqul laaha mastat'tum wasma'oo wa atee'oo waanfiqoo khairal li anfusikum; wa many-yooqa shuha nafsihee fa-ulaaa'ika humul muflihoon" } }, "translation": { "en": "So fear Allah as much as you are able and listen and obey and spend [in the way of Allah]; it is better for your selves. And whoever is protected from the stinginess of his soul - it is those who will be the successful.", "id": "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5215", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5215.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5215.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, Allah memberikan bimbingan. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu, karena Allah tidak membebani manusia kecuali sesuai dengan kesanggupannya; dan dengarlah ayat-ayat Allah, serta taatlah kepada-Nya; dan infakkanlah harta kamu yang baik, yaitu yang diperoleh dengan cara yang halal kepada fakir miskin, karena infak itu hakikatnya untuk diri kamu bekal di akhirat. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran dengan membiasakan diri sejak kecil menjadi dermawan; mereka itulah orang-orang yang beruntung karena baik dan benar dalam mengelola harta yang dititipkan Allah kepada mereka.", "long": "Allah memerintahkan agar manusia yang mempunyai harta, anak, dan istri bertakwa kepada-Nya sekuat tenaga dan kemampuannya, sebagaimana dijelaskan oleh sabda Nabi saw:\n\nApabila saya perintahkan kamu dengan sesuatu maka laksanakanlah dengan maksimal dan apa yang saya larang melakukannya, maka jauhilah ia. (Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)\n\n\n\nDalam firman Allah juga dijelaskan:\n\nBertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (Ali 'Imran/3: 102)\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan orang-orang beriman agar mendengar dan patuh kepada perintah Allah dan rasul-Nya. Tidak terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya, sehingga melanggar apa yang dilarang agama. Harta benda agar dibelanjakan untuk meringankan penderitaan fakir miskin, menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, dan untuk membantu berbagai kegiatan yang berguna bagi umat dan agama, yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Yang demikian itu jauh lebih baik daripada menumpuk harta dan memanjakan anak. \n\nAyat ke-16 ini ditutup dengan satu penegasan bahwa orang yang menjauhi kebakhilan dan ketamakan pada harta adalah orang yang beruntung. Ia akan mencapai keinginannya di dunia dan akhirat, serta disenangi oleh teman-temannya. Di akhirat nanti, ia sangat berbahagia karena dekat dengan Tuhannya, disenangi, diridai, dan dimasukkan ke dalam surga." } } }, { "number": { "inQuran": 5216, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 491, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0642\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0639\u0650\u0641\u0652\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u0643\u064f\u0648\u0631\u064c \u062d\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "In tuqridul laaha qardan hasanany yudd'ifhu lakum wa yaghfir lakum; wallaahu Shakoorun Haleem" } }, "translation": { "en": "If you loan Allah a goodly loan, He will multiply it for you and forgive you. And Allah is Most Appreciative and Forbearing.", "id": "Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5216", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5216.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5216.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang berinfak atau bersedekah itu beruntung karena pada hakikatnya dia meminjamkan hartanya kepada Allah. Allah berfirman, “Jika kamu meminjamkan harta kamu kepada Allah dengan pinjaman yang baik, yakni berinfak dengan harta halal dengan ikhlas, niscaya Dia melipatgandakan balasan infak tersebut untuk kamu di dunia dan akhirat; dan mengampuni dosa dan kesalahan kamu. Dan Allah Maha Menerima syukur hamba-hamba-Nya yang beriman, Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya yang menyantuni makhluk-makhluk Allah.”", "long": "Allah menerangkan bahwa orang yang meminjamkan kepada-Nya dengan pinjaman yang baik sewaktu di dunia yakni membelanjakan harta-bendanya di jalan yang diridai-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan ikhlas dan hati yang lega, akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh sampai tujuh ratus pahala. Bahkan akan dilipatgandakan lebih dari itu, sesuai dengan keikhlasannya yang mantap di dalam hati, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:\n\nBarang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. (al-Baqarah/2: 245)\n\nSelain daripada itu, dosanya pun akan diampuni Allah. Dia Maha Pembalas jasa, melipatgandakan pahala bagi orang yang taat kepada-Nya, lagi Maha Penyantun. Allah tidak menyegerakan azab kepada orang yang berdosa, meskipun dosa dan kesalahannya bertumpuk." } } }, { "number": { "inQuran": 5217, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 28, "page": 557, "manzil": 7, "ruku": 491, "hizbQuarter": 222, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "'Aalimul-Ghaibi wash-shahaadatil 'Azeezul Hakeem" } }, "translation": { "en": "Knower of the unseen and the witnessed, the Exalted in Might, the Wise.", "id": "Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5217", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5217.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5217.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang Mengetahui yang gaib yang tak terlihat mata manusia dan yang nyata yang terlihat mata manusia. Yang Mahaperkasa karena kekuasaan-Nya tak terbatas, Mahabijaksana, karena kelembutan dan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui yang gaib apalagi yang tampak. Apa saja yang dikerjakan oleh manusia, semuanya tercatat dan tersimpan di sisi-Nya. Tidak satu pun yang luput sekalipun sebesar biji sawi, sebagaimana dijelaskan oleh Allah dengan firman-Nya:\n\nKitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" (al-Kahf/18: 49)\n\nAyat di atas mendorong manusia untuk berinfak, karena segala perbuatan pasti terlihat oleh Allah dan dibalas dengan berlipat ganda.\n\nAmal yang tercatat dalam kitab seseorang akan dibalas oleh Allah dengan sangat teliti. Yang baik dibalas dengan baik yaitu surga, dan yang jahat dibalas dengan siksa di dalam neraka. Dia itu Mahaperkasa dan Mahakuasa. Semua kehendak-Nya terwujud menjadi kenyataan, Mahabijaksana mengatur ciptaan-Nya, memberikan apa yang baik kepada siapa yang dikehendaki-Nya." } } } ] }, { "number": 65, "sequence": 99, "numberOfVerses": 12, "name": { "short": "الطلاق", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0637\u0644\u0627\u0642", "transliteration": { "en": "At-Talaaq", "id": "At-Talaq" }, "translation": { "en": "Divorce", "id": "Talak" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Insaan. Dinamai surat Ath Thalaaq karena kebanyakan ayat-ayatnya mengenai masalah talak dan yang berhubungan dengan masalah itu." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5218, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 558, "manzil": 7, "ruku": 492, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0637\u064e\u0644\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u0629\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064f\u064a\u064f\u0648\u062a\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0628\u0650\u0641\u064e\u0627\u062d\u0650\u0634\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064d \u06da \u0648\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f \u06da \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u062f\u0650\u062b\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan nabiyyu izaa tallaqtummun nisaaa'a fatalliqoohunna li'iddatihinna wa ahsul'iddata; wattaqul laaha rabbakum laa tukhri joohunna mim bu-yootihinna wa laa yakhrujna illaaa any yaateema bifaahishatim mubaiyinah; wa tilka hudoodul laah; wa many yata'adda hudoodal laahi faqad zalama nafsha; laa tadree la'allal laaha yuhdisu ba'dazaalika amraa" } }, "translation": { "en": "O Prophet, when you [Muslims] divorce women, divorce them for [the commencement of] their waiting period and keep count of the waiting period, and fear Allah, your Lord. Do not turn them out of their [husbands'] houses, nor should they [themselves] leave [during that period] unless they are committing a clear immorality. And those are the limits [set by] Allah. And whoever transgresses the limits of Allah has certainly wronged himself. You know not; perhaps Allah will bring about after that a [different] matter.", "id": "Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5218", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5218.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5218.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada akhir Surah at-Tagàbun, Allah memberitahukan bahwa istri dan anak bisa jadi musuh; dan Allah memerintahkan agar bersikap baik dan pemaaf kepada mereka. Pada ayat ini diterangkan bahwa di antara suami istri bisa terjadi perceraian, namun Allah mengingatkan Nabi tentang hukum dan etika perceraian dalam Islam. Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu, perbuatan halal, tetapi paling tidak disukai Allah, maka hendaklah kamu ceraikan mereka atau salah seorang di antara mereka pada waktu mereka dapat menghadapi idahnya dengan tidak memberatkan, yaitu ketika masa suci dari haid agar tidak lama menunggu untuk bisa menikah lagi dengan laki-laki lain. Dan hitunglah waktu idah itu dengan cermat kapan mulainya dan kapan berakhir; serta bertakwalah, kamu semua, kepada Allah Tuhanmu dalam segala urusan. Janganlah kamu keluarkan mereka, istri yang dijatuhi talak itu selama masa idah, dari rumah yang ditempati-nya dan janganlah mereka diizinkan keluar secara bebas kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas seperti berzina. Itulah hukum-hukum Allah yang harus dilaksanakan manusia. Dan barang siapa melanggar hukum-hukum Allah secara sengaja atau karena lalai, maka sungguh dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri, karena merugikan dirinya, sedangkan ia tetap harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Kamu tidak mengetahui, wahai Nabi, rencana Allah bagi kamu, barangkali setelah itu, yakni setelah kamu menjatuhkan talak kepada istrimu, Allah mengadakan sesuatu yang baru, yakni memberikan istri yang lebih baik.", "long": "Dalam ayat ini, khithab (seruan) Allah ditujukan kepada Nabi Muhammad, tetapi pada hakikatnya dimaksudkan juga kepada umatnya yang beriman. Allah menyerukan kepada orang-orang mukmin apabila mereka ingin menceraikan (menalak) istri-istri mereka, agar melakukannya ketika istrinya langsung bisa menjalani idahnya, yaitu pada waktu istri-istri itu suci dari haid dan belum dicampuri, sebagaimana dijelaskan dalam satu hadis Nabi saw yang berasal dari Ibnu 'Umar: \n\n'Abdullah bin 'Umar telah menalak istrinya dalam keadaan haid. Lalu 'Umar bin Khaththab menanyakan hal itu kepada Nabi saw, lalu beliau memerintahkan 'Abdullah bin 'Umar merujuk istrinya, menahan istrinya (tinggal bersama) sampai masa suci. Lalu menunggu masa haidnya lagi sampai suci, maka setelah itu jika ia menginginkan tinggal bersama istrinya (maka lakukanlah), dan jika ia ingin menalak istrinya (maka lakukanlah) sebelum menggaulinya. Demikianlah masa idah yang diperintahkan Allah ketika perempuan ditalak. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)\n\nSeorang suami yang akan menalak istrinya, agar meneliti dan memperhitungkan betul kapan idah istrinya mulai dan kapan berakhir, agar istri langsung bisa menjalani idahnya sehingga tidak menunggu terlalu lama. Suami juga diminta melaksanakan hukum-hukum dan memenuhi hak-hak istri yang harus dipenuhi selama masa idah. Hendaklah suami itu takut kepada Allah dan jangan menyalahi apa yang telah diperintahkan-Nya mengenai talak, yaitu menjatuhkan talak pada masa yang direstui-Nya dan memenuhi hak istri yang di talak. Antara lain, janganlah sang suami mengeluarkan istri yang ditalaknya dari rumah yang ditempatinya sebelum ditalak dengan alasan marah dan sebagainya, karena menempatkan istri itu pada tempat yang layak adalah hak istri yang telah diwajibkan Allah selama ia masih dalam idah. \n\nSang suami juga dilarang untuk mengeluarkan istri yang sedang menjalani idah dari rumah yang ditempatinya. Apalagi membiarkan keluar sekehendaknya, karena yang demikian merupakan pelanggaran agama, kecuali apabila istri terang-terangan mengerjakan perbuatan keji, seperti melakukan perbuatan zina dan sebagainya. Jika sang istri berkelakuan tidak sopan terhadap mertua, maka bolehlah ia dikeluarkan dari tempat tinggalnya. Demikianlah batas-batas dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan Allah mengenai talak, idah, dan sebagainya.\n\nOleh karena itu, barang siapa melanggar hukum-hukum Allah itu, berarti ia berbuat zalim kepada dirinya sendiri. Andaikata Allah menakdirkan satu perubahan, lalu hati suami berbalik menjadi cinta lagi kepada istrinya yang telah ditalaknya dan merasa menyesal atas perbuatannya kemudian ia ingin rujuk kembali, maka baginya sudah tertutup jalan, bila keinginannya itu dilaksanakan sesudah habis masa idahnya karena ia telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya. Istri yang dimaksud di sini ialah istri yang sudah atau masih haid dan sudah dicampuri sesudah akad nikah. Ada pun istri yang masih kecil atau sudah ayisah (tidak haid lagi) atau belum dicampuri sesudah akad nikah, apabila ditalak, mempunyai hukum idah tersendiri. Berbeda dengan hukum yang berlaku seperti tersebut di atas." } } }, { "number": { "inQuran": 5219, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 558, "manzil": 7, "ruku": 492, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0630\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652 \u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u0638\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa izaa balaghna ajalahunna fa amsikoohunna bima'roofin aw faariqoohunna bima'roofinw wa ashhidoo zawai 'adlim minkum wa aqeemush shahaadata lillaah; zaalikum yoo'azu bihee man kaana yu'minu billaahi wal yawmil aakhir; wa many yattaqil laaha yaj'al lahoo makhrajaa" } }, "translation": { "en": "And when they have [nearly] fulfilled their term, either retain them according to acceptable terms or part with them according to acceptable terms. And bring to witness two just men from among you and establish the testimony for [the acceptance of] Allah. That is instructed to whoever should believe in Allah and the Last day. And whoever fears Allah - He will make for him a way out", "id": "Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5219", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5219.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5219.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apabila mereka, para istri yang dijatuhi talak telah mendekati akhir masa idahnya, maka rujuklah, kembali kepada mereka dengan baik guna mempertahankan ikatan perkawinan; atau lepaskanlah mereka, yakni terus menceraikannya dengan baik dengan memperhatikan hak-hak anak. Dan persaksikanlah keputusan kamu untuk menceraikannya dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu, yakni dua orang laki-laki atau satu orang laki-laki dan dua orang perempuan; dan hendaklah kamu menegakkan kesaksian itu karena Allah dengan jujur dan adil, serta dengan menaati hukum Allah. Demikianlah pengajaran itu, perintah untuk mematuhi hukum Allah dengan tulus diberikan kepada orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat di antara hamba-hamba-Nya. Barang siapa bertakwa kepada Allah dalam segala urusan; niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dari segala kesulitan.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa apabila masa idah istri hampir habis dan suami masih ingin berkumpul kembali, ia boleh rujuk kepada istrinya dan tinggal bersama secara baik sebagai suami-istri, melaksanakan kewajibannya, memberi belanja, pakaian, tempat tinggal, dan lainnya. Akan tetapi, kalau suami tetap tidak akan rujuk kepada istri, maka ia boleh melepaskannya secara baik pula tanpa ada ketegangan terjadi, menyempurnakan maharnya, memberi mut'ah sebagai imbalan dan terima kasih atas kebaikan istrinya selama ia hidup bersama dan lain-lain yang menghibur hatinya. Apabila suami memilih rujuk, maka hendaknya hal itu disaksikan oleh dua orang saksi laki-laki yang adil, untuk memantapkan rumah tangganya kembali.\n\nSelanjutnya Allah menyerukan agar kesaksian itu diberikan secara jujur karena Allah semata-mata tanpa mengharapkan bayaran dan tanpa memihak, sebagaimana firman Allah:\n\nJadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri. (an-Nisa'/4: 135)\n\nDemikian seruan mengenai rujuk dan talak untuk menjadi pelajaran bagi orang yang beriman kepada Allah di hari akhirat. Orang yang bertakwa kepada Allah, dan patuh menaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan-Nya, antara lain mengenai rujuk dan talak tersebut di atas, niscaya Ia akan menunjukkan baginya jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya.\n\nBagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, tidak saja diberi dan dimudahkan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya, tetapi juga diberi rezeki oleh Allah dari arah yang tidak disangka-sangka, yang belum pernah terlintas dalam pikirannya. Selanjutnya Allah menyerukan agar mereka bertawakal kepada-Nya, karena Allah-lah yang mencukupkan keperluannya mensukseskan urusannya. \n\nBertawakal kepada Allah artinya berserah diri kepada-Nya, menyerahkan sepenuhnya kepada-Nya keberhasilan usaha. Setelah ia berusaha dan memantapkan satu ikhtiar, barulah ia bertawakal. Bukanlah tawakal namanya apabila seorang menyerahkan keadaannya kepada Allah tanpa usaha dan ikhtiar. Berusaha dan berikhtiar dahulu baru bertawakal menyerahkan diri kepada Allah. \n\nPernah terjadi seorang Arab Badui berkunjung kepada Nabi di Medinah dengan mengendarai unta. Setelah orang Arab itu sampai ke tempat yang dituju, ia turun dari untanya lalu masuk menemui Nabi saw. Nabi bertanya, \"Apakah unta sudah ditambatkan?\" Orang Badui itu menjawab, \"Tidak! Saya melepaskan begitu saja, dan saya bertawakal kepada Allah.\" Nabi saw bersabda, \"Tambatkan dulu untamu, baru bertawakal.\"\n\nAllah akan melaksanakan dan menyempurnakan urusan orang yang bertawakal kepada-Nya sesuai dengan kodrat iradat-Nya, pada waktu yang telah ditetapkan, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nDan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya. (ar-Ra'd/13: 8)" } } }, { "number": { "inQuran": 5220, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 558, "manzil": 7, "ruku": 492, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0633\u0650\u0628\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yarzuqhu min haisu laa yahtasib; wa many yatawakkal 'alal laahi fahuwa husbuh; innal laaha baalighu amrih; qad ja'alal laahu likulli shai'in qadraa" } }, "translation": { "en": "And will provide for him from where he does not expect. And whoever relies upon Allah - then He is sufficient for him. Indeed, Allah will accomplish His purpose. Allah has already set for everything a [decreed] extent.", "id": "dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5220", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5220.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5220.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia pun akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya dengan memberikan kebutuhan fisik maupun kebutuhan ruhani. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah dalam segala urusan, niscaya Allah cukup sebagai tempat mengadu bagi diri-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya dengan penuh hikmah bagi manusia. Sungguh, Allah telah menjadikan segala sesuatu dengan kadarnya sehingga setiap orang tidak akan menghadapi masalah di luar batas kemampuannya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa apabila masa idah istri hampir habis dan suami masih ingin berkumpul kembali, ia boleh rujuk kepada istrinya dan tinggal bersama secara baik sebagai suami-istri, melaksanakan kewajibannya, memberi belanja, pakaian, tempat tinggal, dan lainnya. Akan tetapi, kalau suami tetap tidak akan rujuk kepada istri, maka ia boleh melepaskannya secara baik pula tanpa ada ketegangan terjadi, menyempurnakan maharnya, memberi mut'ah sebagai imbalan dan terima kasih atas kebaikan istrinya selama ia hidup bersama dan lain-lain yang menghibur hatinya. Apabila suami memilih rujuk, maka hendaknya hal itu disaksikan oleh dua orang saksi laki-laki yang adil, untuk memantapkan rumah tangganya kembali.\n\nSelanjutnya Allah menyerukan agar kesaksian itu diberikan secara jujur karena Allah semata-mata tanpa mengharapkan bayaran dan tanpa memihak, sebagaimana firman Allah:\n\nJadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri. (an-Nisa'/4: 135)\n\nDemikian seruan mengenai rujuk dan talak untuk menjadi pelajaran bagi orang yang beriman kepada Allah di hari akhirat. Orang yang bertakwa kepada Allah, dan patuh menaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan-Nya, antara lain mengenai rujuk dan talak tersebut di atas, niscaya Ia akan menunjukkan baginya jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya.\n\nBagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, tidak saja diberi dan dimudahkan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya, tetapi juga diberi rezeki oleh Allah dari arah yang tidak disangka-sangka, yang belum pernah terlintas dalam pikirannya. Selanjutnya Allah menyerukan agar mereka bertawakal kepada-Nya, karena Allah-lah yang mencukupkan keperluannya mensukseskan urusannya. \n\nBertawakal kepada Allah artinya berserah diri kepada-Nya, menyerahkan sepenuhnya kepada-Nya keberhasilan usaha. Setelah ia berusaha dan memantapkan satu ikhtiar, barulah ia bertawakal. Bukanlah tawakal namanya apabila seorang menyerahkan keadaannya kepada Allah tanpa usaha dan ikhtiar. Berusaha dan berikhtiar dahulu baru bertawakal menyerahkan diri kepada Allah. \n\nPernah terjadi seorang Arab Badui berkunjung kepada Nabi di Medinah dengan mengendarai unta. Setelah orang Arab itu sampai ke tempat yang dituju, ia turun dari untanya lalu masuk menemui Nabi saw. Nabi bertanya, \"Apakah unta sudah ditambatkan?\" Orang Badui itu menjawab, \"Tidak! Saya melepaskan begitu saja, dan saya bertawakal kepada Allah.\" Nabi saw bersabda, \"Tambatkan dulu untamu, baru bertawakal.\"\n\nAllah akan melaksanakan dan menyempurnakan urusan orang yang bertawakal kepada-Nya sesuai dengan kodrat iradat-Nya, pada waktu yang telah ditetapkan, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nDan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya. (ar-Ra'd/13: 8)" } } }, { "number": { "inQuran": 5221, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 558, "manzil": 7, "ruku": 492, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a \u064a\u064e\u0626\u0650\u0633\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062d\u0650\u064a\u0636\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0631\u064d \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062d\u0650\u0636\u0652\u0646\u064e \u06da \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0636\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e \u062d\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallaaa'ee ya'isna minal maheedi min nisaaa 'ikum inir tabtum fa'iddatuhunna salaasatu ashhurinw wallaaa'ee lam yahidn; wa ulaatul ahmaali ajaluhunna any yada'na hamlahun; wa many yattaqil laaha yaj'al lahoo min armrihee yusraa" } }, "translation": { "en": "And those who no longer expect menstruation among your women - if you doubt, then their period is three months, and [also for] those who have not menstruated. And for those who are pregnant, their term is until they give birth. And whoever fears Allah - He will make for him of his matter ease.", "id": "Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idahnya adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5221", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5221.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5221.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun perempuan-perempuan yang tidak haid lagi, yaitu perempuan yang sudah menopause di antara istri-istri kamu jika kamu menjatuhkan talak kepadanya, maka masa idahnya jika kamu ragu-ragu adalah tiga bulan. Dan demikian pula masa idah bagi perempuan-perempuan yang tidak pernah haid sepanjang hidupnya juga tiga bulan. Sedangkan perempuan-perempuan hamil yang dijatuhi talak, maka waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Seusai melahirkan, maka masa idahnya berakhir. Dan barang siapa bertakwa kepada Allah dengan ketakwaan yang sesungguhnya dalam segala urusan, niscaya Dia akan menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya karena ketakwaannya.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa idah perempuan-perempuan yang ya'is (tidak haid lagi), adalah tiga bulan. Begitu juga perempuan muda yang belum pernah haid. Adapun bagi perempuan-perempuan yang hamil, maka idahnya sampai melahirkan kandungannya. Begitu juga perempuan-perempuan hamil yang meninggal suaminya, idahnya sampai melahirkan kandungannya, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Malik, Imam Syafi'i, Abdur Razaq, Ibnu Abi Syaibah, dan Ibnu Mundhir dari Ibnu 'Umar. Ketika ditanya tentang perempuan hamil yang meninggal suaminya, Ibnu 'Umar menjawab, \"Apabila perempuan itu melahirkan kandungannya, maka ia menjadi halal (untuk dinikahi).\" Mengenai hal ini ada ulama yang berpendapat yang didasarkan pada masa terlama dari dua waktu, yaitu kalau hamil tua dan segera melahirkan maka idahnya 4 bulan 10 hari. Sedang kalau hamil muda, idahnya sampai perempuan itu melahirkan. Orang yang bertakwa kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka ia akan dimudahkan urusannya, dilepaskan dari kesulitan yang dialaminya.\n\nDua ayat di atas (ayat 1 dan 4), dan 2 (dua) ayat lain yang berada di antaranya (ayat 2 dan 3), mengatur mengenai tata cara perceraian. Di antaranya hal yang mengatur masa idah. Masa tersebut dengan jelas disebutkan sebagai 3 (tiga) bulan bagi wanita yang (sedang) tidak haid dan mereka yang sudah memasuki masa menopause, dan sampai saat melahirkan bagi mereka yang sedang mengandung.\n\nPada dasarnya, waktu tiga bulan, apabila tidak lagi terjadi persetubuhan, maka akan dapat ditentukan kondisi wanita, apakah dalam keadaan hamil atau tidak. Karena mulai pada bulan pertama kehamilan, haid akan berhenti. Tentunya, berhentinya haid ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Dapat karena hamil, atau sedang memulai proses menopause, atau karena adanya penyakit. Bagi seorang wanita, mereka akan mengetahui terjadinya kehamilan dari adanya beberapa ciri lain, karena kehamilan tidak saja ditandai oleh terlambatnya haid atau makin \"gendutnya\" perut. Masih ada tanda-tanda lainnya. Memang tidak mudah mengetahui apakah seseorang benar-benar hamil atau tidak." } } }, { "number": { "inQuran": 5222, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 558, "manzil": 7, "ruku": 492, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u0652\u0638\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Zaalika amrul laahi anzalahoo ilaikum; wa many yattaqil laaha yukaffir 'anhu saiyi aatihee wa yu'zim lahoo ajraa" } }, "translation": { "en": "That is the command of Allah, which He has sent down to you; and whoever fears Allah - He will remove for him his misdeeds and make great for him his reward.", "id": "Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5222", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5222.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5222.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah aturan Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu agar dilaksanakan dengan baik dan benar; barang siapa bertakwa kepada Allah dengan mantap, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya sebagai penghargaan atas kepatuhannya; dan Allah akan melipatgandakan pahala baginya atas usahanya yang sungguh-sungguh.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa hukum-hukum yang telah disyariatkan mengenai talak, tempat tinggal, dan idah perempuan yang tertera pada ayat-ayat yang lalu adalah ketentuan Allah yang mesti diamalkan dan dilaksanakan.\n\nPada akhir ayat ini, sekali lagi Allah menjelaskan bahwa bagi orang yang bertakwa kepada-Nya dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, niscaya Dia akan menghapus dan mengampuni dosanya sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya. Dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nPerbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. (Hud/11: 114)\n\nSelain dari itu, Allah juga melipatgandakan pahala amal mereka, sebagaimana yang Ia janjikan dalam firman-Nya:\n\nBarang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi). (al-An'am/6: 160)" } } }, { "number": { "inQuran": 5223, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 559, "manzil": 7, "ruku": 492, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0633\u0652\u0643\u0650\u0646\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0648\u064f\u062c\u0652\u062f\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0636\u064e\u0627\u0631\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0636\u064e\u064a\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062d\u064e\u0645\u0652\u0644\u064d \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0636\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e \u062d\u064e\u0645\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0633\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u062a\u064f\u0631\u0652\u0636\u0650\u0639\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Askinoohunna min haisu sakantum minw wujdikum wa laa tudaaarroohunna litudaiyiqoo 'alaihinn; wa in kunna ulaati hamlin fa anfiqoo 'alihinna hattaa yada'na hamlahunn; fain arda'na lakum fa aatoo hunna ujoorahunna waatamiroo bainakum bima'roofinw wa in ta'aasartum fasaturdi'u lahooo ukhraa" } }, "translation": { "en": "Lodge them [in a section] of where you dwell out of your means and do not harm them in order to oppress them. And if they should be pregnant, then spend on them until they give birth. And if they breastfeed for you, then give them their payment and confer among yourselves in the acceptable way; but if you are in discord, then there may breastfeed for the father another woman.", "id": "Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5223", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5223.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5223.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini diperintahkan kepada para suami untuk menyiapkan tempat tinggal bagi istri mereka. Allah berfirman, “Tempatkanlah mereka, para istri, di mana kamu bertempat tinggal, yakni di tempat tinggal kamu yang layak menurut kemampuan kamu; dan janganlah kamu menyusahkan mereka, para istri untuk menyempitkan hati dan perasaan mereka. Dan jika mereka, istri-istri yang sudah ditalak itu sedang hamil, maka, wahai para suami, berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan, karena itu merupakan bukti tanggung jawab kamu terhadap perempuan yang akan melahirkan keturunan kamu; kemudian jika mereka menyusukan anak-anak kamu, maka berikanlah imbalannya kepada mereka yang pantas; dan musyawarahkanlah di antara kamu tentang segala sesuatu berkenaan dengan nafkah dan imbalan menyusui anakmu dengan baik; dan jika kamu berdua saling menemukan kesulitan untuk memberikan ASI kepada anakmu karena sesuatu dan lain hal, maka perempuan lain yang sehat boleh menyusukan anak itu untuk kelangsungan hidup-nya dengan imbalan yang layak dan sadarilah bahwa anakmu akan menjadi anak persusuan perempuan itu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa menjadi kewajiban bagi suami memberi tempat tinggal yang layak, sesuai dengan kemampuannya kepada istri yang tengah menjalani idah. Jangan sekali-kali ia berbuat yang menyempitkan dan menyusahkan hati sang istri dengan menempatkannya pada tempat yang tidak layak atau membiarkan orang lain tinggal bersamanya, sehingga ia merasa harus meninggalkan tempat itu dan menuntut tempat lain yang disenangi.\n\nJika istri yang di talak ba'in sedang hamil, maka ia wajib diberi nafkah secukupnya sampai melahirkan. Apabila ia melahirkan, maka habislah masa idahnya. Namun demikian, karena ia menyusukan anak-anak dari suami yang menceraikannya, maka ia wajib diberi nafkah oleh sang suami sebesar yang umum berlaku. Sebaiknya seorang ayah dan ibu merundingkan dengan cara yang baik tentang kemaslahatan anak-anaknya, baik mengenai kesehatan, pendidikan, maupun hal lainnya. Di sejumlah negara muslim, hak-hak perempuan yang dicerai telah diatur secara khusus dalam undang-undang.\n\nApabila di antara kedua belah pihak tidak terdapat kata sepakat, maka pihak ayah boleh saja memilih perempuan lain yang dapat menerima dan memahami kemampuannya untuk menyusukan anak-anaknya. Sekalipun demikian, kalau anak itu tidak mau menyusu kepada perempuan lain, tetapi hanya ke ibunya, maka sang bapak wajib memberi nafkah yang sama besarnya seperti nafkah yang diberikan kepada orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 5224, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 559, "manzil": 7, "ruku": 492, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u0652 \u0630\u064f\u0648 \u0633\u064e\u0639\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u064e\u0639\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0642\u064f\u062f\u0650\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0646\u0641\u0650\u0642\u0652 \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u0650\u0641\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0633\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064d \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Liyuntiq zoo sa'atim min sa'atihee wa man qudira 'alaihi riquhoo falyunfiq mimmaaa aataahul laah; laa yukalliful laahu nafsan illaa maaa aataahaa; sa yaj'alul laahu ba'da'usriny yusraa" } }, "translation": { "en": "Let a man of wealth spend from his wealth, and he whose provision is restricted - let him spend from what Allah has given him. Allah does not charge a soul except [according to] what He has given it. Allah will bring about, after hardship, ease.", "id": "Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5224", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5224.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5224.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hendaklah orang yang mempunyai keluasan, yaitu suami yang berkecukupan, memberi nafkah kepada istri yang ditalaknya selama masa idah dan memberikan imbalan kepadanya karena telah menyusui anaknya, dari kemampuannya yang telah diberikan Allah kepadanya. Dan adapun orang yang terbatas rezekinya, yakni suami yang tidak sanggup, hendaklah memberi nafkah kepada istri yang ditalaknya selama masa idah dari harta yang diberikan Allah kepadanya sesuai dengan kesanggupannya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan apa yang diberikan Allah kepadanya, rezeki dan kemampuan; Allah akan memberikan kemudahan kepada seseorang setelah ia menunjukkan kegigihan dalam menghadapi kesulitan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa kewajiban ayah memberikan upah kepada perempuan yang menyusukan anaknya menurut kemampuannya. Jika kemampuan ayah itu hanya dapat memberi makan karena rezekinya sedikit, maka hanya itulah yang menjadi kewajibannya. Allah tidak akan memikulkan beban kepada seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana firman-Nya:\n\nAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (al-Baqarah/2: 286)\n\nDalam ayat lain juga dijelaskan:\n\nSeseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. (al-Baqarah/2: 233)\n\nTidak ada yang kekal di dunia. Pada suatu waktu, Allah akan mem-berikan kelapangan sesudah kesempitan, kekayaan sesudah kemiskinan, kesenangan sesudah penderitaan. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. (asy-Syarh/94: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 5225, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 559, "manzil": 7, "ruku": 493, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062d\u064e\u0627\u0633\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ka ayyim min qaryatin 'atat 'an amri Rabbihaa wa Rusulihee fahaasabnaahaa hisaaban shadeedanw wa 'azzabnaahaa 'azaaban nukraa" } }, "translation": { "en": "And how many a city was insolent toward the command of its Lord and His messengers, so We took it to severe account and punished it with a terrible punishment.", "id": "Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan (di akhirat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5225", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5225.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5225.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan betapa banyak penduduk dari suatu negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, seperti penduduk al-Hijr, Madyan, Sodom, dan Gomorah; maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, yaitu dengan mengazab mereka di dunia sebanding dengan pembangkangannya; dan Kami pun mengazab mereka dengan azab yang mengerikan di akhirat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa tidak sedikit daerah yang penduduknya menyalahi perintah-Nya, mendustakan rasul-rasul yang telah diutus kepada mereka. Mereka akan dihisab dengan perhitungan yang sangat teliti, sehingga terbongkar segala kejahatan yang telah diperbuatnya di dunia. Mereka lalu diazab dengan siksaan yang mengerikan." } } }, { "number": { "inQuran": 5226, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 559, "manzil": 7, "ruku": 493, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0627\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fazaaqat wabbala amrihaa wa kaana 'aaqibatu amrihaa khusraa" } }, "translation": { "en": "And it tasted the bad consequence of its affair, and the outcome of its affair was loss.", "id": "sehingga mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan mereka, itu adalah kerugian yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5226", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5226.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5226.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sehingga mereka, orang-orang yang mencemoohkan misi para rusul itu, merasakan akibat buruk dari perbuatannya, baik azab di dunia lebih-lebih azab di akhirat, dan akibat perbuatan mereka itu akan disadari oleh mereka di akhirat merupakan kerugian yang besar bagi diri mereka sendiri.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang diazab di hari Kiamat dengan azab yang mengerikan adalah seperti orang-orang yang memetik hasil tanaman mereka, mendapatkan hasil usaha mereka sesuai dengan tanaman dan usaha mereka. Jika baik yang ditanam, baik pula yang akan dipetik, sebaliknya jika buruk yang ditanam, buruk pula yang akan dipetik, dan tidak mungkin terjadi sebaliknya. Sejalan dengan uraian ini, dalam ayat lain dijelaskan:\n\nBarang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-(Nya). (Fussilat/41: 46)\n\nAkibat perbuatan buruk yang mereka kerjakan, mereka memperoleh kerugian yang sangat besar." } } }, { "number": { "inQuran": 5227, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 559, "manzil": 7, "ruku": 493, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u06da \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "A'addal laahu lahum 'azaaban shadeedan fattaqul laaha yaaa ulil albaab, allazeena aammanoo; qad anzalal laahu ilaikum zikraa" } }, "translation": { "en": "Allah has prepared for them a severe punishment; so fear Allah, O you of understanding who have believed. Allah has sent down to you the Qur'an.", "id": "Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal! (Yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepadamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5227", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5227.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5227.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sejalan dengan ayat sebelumnya, Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, yaitu bagi orang-orang yang menolak beriman kepada-Nya; maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal, yaitu orang-orang yang berpikir, lagi beriman dan bertakwa kepada Allah supaya kamu terhindar dari azab yang mengerikan di akhirat. Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan, yakni al-Qur\\'an kepada kamu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa bagi orang-orang yang senantiasa memperlihatkan keingkaran dan pembangkangan terhadap ajaran-ajaran para rasul yang berasal dari Allah, telah disediakan azab yang pedih di hari kemudian. Orang-orang yang berakal dan beriman mestinya bertakwa kepada Allah, karena Ia telah lama menurunkan peringatan yaitu Al-Qur'an, yang memperingatkan segala sesuatunya, untuk menjadi pegangan dengan mengamalkan serta mematuhi isinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5228, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 559, "manzil": 7, "ruku": 493, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rasoolany yatloo 'alaikum aayaatil laahi mubaiyinaatil liyukhrijal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati minaz zulumaati ilan noor; wa many yu'mim billaahi wa ya;mal saalihany yudkhilhu jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa abadan qad ahsanal laahu lahoo rizqqq" } }, "translation": { "en": "[He sent] a Messenger [Muhammad] reciting to you the distinct verses of Allah that He may bring out those who believe and do righteous deeds from darknesses into the light. And whoever believes in Allah and does righteousness - He will admit him into gardens beneath which rivers flow to abide therein forever. Allah will have perfected for him a provision.", "id": "(dengan mengutus) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum), agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5228", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5228.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5228.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Allah telah seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepada kamu sekalian yang menerangkan ajaran Allah agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dari kegelapan kufur dan kebodohan kepada cahaya iman dan ilmu. Dan barang siapa beriman kepada Allah dengan keimanan yang sejatinya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga di akhirat yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sehingga merasakan kenikmatan yang tiada tara; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya dalam suasana penuh kenikmatan. Sungguh, Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya dengan mendaptkan rida-Nya sehingga diizinkan masuk surga.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia telah mengutus seorang rasul untuk membacakan dan mengajarkan ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya, yang mengandung bermacam-macam petunjuk dan hukum. Ayat-ayatnya sangat jelas dan mudah dipahami oleh orang yang mau memikirkan dan mempergunakan akalnya, agar orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh memperoleh petunjuk, dan keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Orang-orang yang beriman kepada Allah mengakui kebesaran kekuasaan-Nya. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya, tidak akan mati dan tidak akan dikeluarkan. Di dalam surga, mereka memperoleh beraneka macam kenikmatan yang besar, kelapangan rezeki berupa makanan dan minuman yang tidak pernah dilihat mata, didengar telinga, dan terlintas di dalam hati manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5229, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 28, "page": 559, "manzil": 7, "ruku": 493, "hizbQuarter": 223, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u0637\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Allaahul lazee khalaq Sab'a Samaawaatinw wa minal ardi mislahunna yatanazzalul amru bainahunna lita'lamooo annal laaha 'alaa kulli shai'in Qadeerunw wa annal laaha qad ahaata bikulli shai'in ilmaa" } }, "translation": { "en": "It is Allah who has created seven heavens and of the earth, the like of them. [His] command descends among them so you may know that Allah is over all things competent and that Allah has encompassed all things in knowledge.", "id": "Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5229", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5229.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5229.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah yang menciptakan tujuh lapis langit dan demikian juga penciptaan dari bumi serupa itu, yakni tujuh lapis bumi. Perintah Allah berupa hukum alam berlaku padanya secara mutlak, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu yang menyadarkan manusia untuk beriman dan taat kepada Allah; dan menyadari bahwa ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu, baik yang kasat mata maupun yang tersembunyi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan tujuh petala langit dan yang menciptakan tujuh lapis bumi. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud , Nabi saw bersabda: \n\nWahai Abu dzarr, tidaklah ada (perbandingan) tujuh petala langit dengan kursi melainkan seperti lingkaran kecil di hamparan tanah yang luas. Sedangkan (perbandingan) 'Arsy dengan kursi di hamparan tanah yang luas dengan lingkaran kecil. (Riwayat Ibn hibban dan Abu Nu'aim)\n\nPerintah, qadha', dan qadar Allah berlaku di antara bumi dan langit. Dialah yang mengatur semuanya sesuai dengan ilmu-Nya yang Mahaluas, menerapkan kebijaksanaan-Nya yang adil dan membawa maslahat. Semuanya itu bertujuan agar manusia mengetahui sejauh mana kekuasaan Allah. Tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi kehendak-Nya. Dia kuasa di atas segala sesuatu. Hal ini juga bertujuan agar manusia mengetahui bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatunya. Tidak ada sesuatu di langit dan di bumi walau bagaimanapun kecilnya, kecuali diketahui Allah. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:\n\nBagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit. (Ali 'Imran/3: 5)\n\nDijelaskan juga dalam firman-Nya yang lain:\n\nDan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. (Ibrahim/14: 38)" } } } ] }, { "number": 66, "sequence": 107, "numberOfVerses": 12, "name": { "short": "التحريم", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062a\u062d\u0631\u064a\u0645", "transliteration": { "en": "At-Tahrim", "id": "At-Tahrim" }, "translation": { "en": "The Prohibition", "id": "Pengharaman" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hujuraat. Dinamai surat At Tahrim karena pada awal surat ini terdapat kata tuharrim yang kata asalnya adalah Attahrim yang berarti mengharamkan." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5230, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 28, "page": 560, "manzil": 7, "ruku": 494, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e \u062a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0645\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u06d6 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a \u0645\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0627\u062a\u064e \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhan nabiyyu lima tuharrimu maaa ahallal laahu laka tabtaghee mardaata azwaajik; wallaahu ghafoorur raheem" } }, "translation": { "en": "O Prophet, why do you prohibit [yourself from] what Allah has made lawful for you, seeking the approval of your wives? And Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5230", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5230.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5230.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pada surah sebelumnya Allah menyapa Nabi tentang hukum dan etika menceraikan istri, pada awal surah ini Allah menyapa, “Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu dengan bersumpah tidak akan pernah minum madu setelah minum madu di rumah Zainab binti Jahsy, salah seorang istrimu, dan tidak akan pernah melakukan hubungan suami istri dengan Mariyah al-Qibíiyyah, setelah berhubungan di rumah Hafsah? hanya karena Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu, terutama Hafsah dan ‘À’isyah?” Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada siapa saja yang bertobat, termasuk dua istri Nabi, yaitu Hafsah dan ‘À’isyah.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegur Nabi saw karena bersumpah tidak akan meminum madu lagi, padahal madu itu adalah minuman yang halal. Sebabnya hanyalah karena menghendaki kesenangan hati istri-istrinya.\n\nAyat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah Maha Pengampun atas dosa hamba-Nya yang bertobat, dan Dia telah mengampuni kesalahan Nabi saw yang telah bersumpah tidak mau lagi minum madu." } } }, { "number": { "inQuran": 5231, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 28, "page": 560, "manzil": 7, "ruku": 494, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0641\u064e\u0631\u064e\u0636\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Qad faradal laahu lakum tahillata aymaanikum; wallaahu mawlaakum wa huwal'aleemul hakeem" } }, "translation": { "en": "Allah has already ordained for you [Muslims] the dissolution of your oaths. And Allah is your protector, and He is the Knowing, the Wise.", "id": "Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5231", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5231.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5231.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi untuk membatalkan sumpah beliau mengharamkan minum madu dan berhubungan dengan salah seorang istri beliau, Mariyah al-Qibíiyyah. “Sungguh, Allah telah mewajibkan kepada kamu, wahai Nabi untuk membebaskan diri dari sumpah kamu untuk tidak akan minum madu dan tidak akan berhubungan dengan istri dengan membayar kafarat; dan Allah adalah pelindungmu, wahai Nabi dari segala keadaan yang tidak menyenangkan dan Dia Maha Mengetahui, semua yang dirahasiakan manusia; Mahabijaksana dalam menilai perbuatan mereka.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia telah menetapkan satu ketentuan yaitu wajib bagi seseorang membebaskan dirinya dari sumpah yang pernah diucapkannya dengan membayar kafarat sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah:\n\nMaka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. (al-Ma'idah/5: 89)\n\nSumpah yang wajib dilanggar ialah jika bersifat menghalalkan sesuatu yang hukumnya haram, atau sebaliknya sumpah itu mengharamkan sesuatu yang halal. Untuk membatalkan sumpah tidak minum madu, Nabi saw telah memenuhi ketentuan Allah tersebut di atas, dengan membayar kafarat yaitu memerdekakan seorang budak, sebagaimana yang diinformasikan dalam sebuah hadis: \n\nDari Ibnu 'Abbas, ia berkata, \"Saya bertanya kepada 'Umar bin al-Khaththab tentang siapa kedua perempuan itu? Ia berkata, 'Aisyah dan Hafsah. Dia mengawali cerita tentang Ummu Ibrahim (Mariyah) al-Qibthiyyah yang digauli Nabi saw di rumah Hafsah pada hari (giliran)nya, lalu Hafsah mengetahuinya. Hafsah lalu berkata, 'Wahai Nabi Allah, engkau telah memperlakukan saya dengan perlakuan yang tidak engkau lakukan kepada istri-istrimu yang lain pada hari saya, rumah saya, dan di atas tempat tidur saya. Nabi berkata, 'Senangkah engkau bila saya mengharamkannya dengan tidak menggaulinya lagi? Ia menjawab, 'Baik, haramkan dia! Nabi lalu berkata, 'Janganlah engkau katakan hal ini kepada siapa pun. Tetapi Hafsah mengatakannya kepada 'Aisyah. Kemudian Allah memberitahukan hal itu kepada Nabi saw, lalu menurunkan ayat: \"ya ayyuhan-nabiyyu lima tuharrimu¦\" dan seterusnya. Kami mendapat berita bahwa Nabi saw membayar kafarat sumpahnya dan menggauli Maryam al-Qibtiyyah kembali.\" (Riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Mundhir)\n\nKesimpulan dari apa yang terkandung dalam ayat ini adalah bahwa yang diharamkan Nabi saw untuk dirinya adalah sesuatu yang telah dihalalkan Allah, bisa berupa budak, minuman, atau yang lainnya. Apa pun kasusnya, yang jelas Nabi mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah. Oleh karena itulah, Allah menegur dan meminta Nabi untuk membatalkan sumpahnya dan membayar kafarat.\n\nDi bagian akhir ayat ini dijelaskan bahwa Allah adalah pelindung orang beriman, mengalahkan musuh-musuhnya, memudahkannya menempuh jalan yang menguntungkan di dunia dan di akhirat, memberikan hidayat dan bimbingan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dia Maha Mengetahui apa yang mendatangkan maslahat. Allah Mahabijaksana dalam mengatur segala sesuatunya, tidak akan melarang dan memerintahkan sesuatu kecuali tujuannya ialah maslahat manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5232, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 28, "page": 560, "manzil": 7, "ruku": 494, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0631\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650 \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0638\u0652\u0647\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0631\u0651\u064e\u0641\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u0623\u064e\u0643\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa iz asarran nabiyyu ilaa ba'di azwaajihee hadeesan falammaa nabba at bihee wa azharahul laahu 'alaihi 'arrafa ba'dahoo wa a'rada 'am ba'din falammaa nabba ahaa bihee qaalat man amba aka haaza qaala nabba aniyal 'aleemul khabeer" } }, "translation": { "en": "And [remember] when the Prophet confided to one of his wives a statement; and when she informed [another] of it and Allah showed it to him, he made known part of it and ignored a part. And when he informed her about it, she said, \"Who told you this?\" He said, \"I was informed by the Knowing, the Acquainted.\"", "id": "Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya, “Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab, “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5232", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5232.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5232.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya, yaitu kepada Hafsah bahwa beliau bersumpah tidak akan pernah berhubungan suami-istri dengan Mariyah al-Qibíiyyah setelah berhubungan dengannya di rumah Hafsah. Beliau berpesan agar kejadian ini tidak diberitahukan kepada siapa pun. Lalu dia, Hafsah, menceritakan peristiwa itu kepada ‘À’isyah sehingga rahasia Nabi diketahui ‘À’isyah. Dan Allah pun segera memberitahukan peristiwa pembocoran rahasia itu kepadanya, yakni kepada Nabi. Lalu beliau memberitahukan kasus pembocoran rahasia itu kepada Hafsah sebagian, yakni berkenaan dengan sumpah beliau tidak akan pernah berhubungan suami istri dengan Mariyah al-Qibíiyyah dan tidak akan pernah minum madu di rumah Zainab binti Jahsy; dan menyembunyikan sebagian yang lain perihal kepemimpinan setelah beliau wafat akan jatuh kepada Abu Bakar kemudian kepada ‘Umar. Maka ketika dia, yakni Nabi memberitahukan pembicaraan itu kepadanya, yakni kepada Hafsah, maka segera dia bertanya, sangat kaget. “Siapa yang telah memberitahukan kejadian ini kepada kamu, wahai Nabi Allah? Nabi menjawab, “Yang memberitahukan kepadaku tentang pembocoran rahasia itu adalah Allah Yang Maha Mengetahui segala yang tampak maupun yang tersembunyi, Mahateliti terhadap segala keadaan.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengingatkan suatu peristiwa yang terjadi pada diri Nabi saw yaitu ketika beliau meminta kepada Hafsah (salah seorang istrinya) untuk merahasiakan dan tidak memberitahukan kepada siapa pun bahwa beliau pernah meminum madu di rumah Zainab binti Jahsy, lalu bersumpah tidak akan mengulangi hal itu lagi. Setelah Hafsah menceritakan hal itu kepada 'Aisyah, Allah lalu memberitahukan kepada Nabi percakapan antara keduanya itu. Nabi saw kemudian memberitahu Hafsah tentang perbuatannya yang telah menyiarkan rahasia beliau. Ketika itu Hafsah menjadi heran dan bertanya, \"Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?\" Ia menyangka bahwa 'Aisyahlah yang memberitahukan, Nabi saw menjawab bahwa yang memberitahukan ialah Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui segala rahasia dan bisikan, Maha Mengenal apa yang ada di bumi dan apa yang ada di langit, tiada sesuatu yang tersembunyi bagi-Nya. Firman Allah:\n\nBagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit. (Ali 'Imran/3: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 5233, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 28, "page": 560, "manzil": 7, "ruku": 494, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0635\u064e\u063a\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0638\u064e\u0627\u0647\u064e\u0631\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u062c\u0650\u0628\u0652\u0631\u0650\u064a\u0644\u064f \u0648\u064e\u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0638\u064e\u0647\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "In tatoobaaa ilal laahi faqad saghat quloobukumaa wa in tazaaharaa 'alihi fa innal laaha huwa mawlaahu wa jibreelu wa saalihul mu'mineen; walma laaa'ikatu ba'dazaalika zaheer" } }, "translation": { "en": "If you two [wives] repent to Allah, [it is best], for your hearts have deviated. But if you cooperate against him - then indeed Allah is his protector, and Gabriel and the righteous of the believers and the angels, moreover, are [his] assistants.", "id": "Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5233", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5233.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5233.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika kamu berdua, wahai Hafsah dan ‘À’isyah, bertobat kepada Allah dengan menghentikan kebiasaan yang tidak nyaman bagi Nabi, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong untuk menciptakan kedamaian bagi beliau; dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi seperti selama ini terjadi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan juga Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya yang menunjukkan bahwa Nabi dilindungi Allah, para malaikat, dan para sahabat beliau.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa jika Hafsah dan 'Aisyah mau bertobat, dan mengatakan bahwa dirinya telah menyalahi kehendak Nabi saw, keduanya cinta kepada apa yang beliau cintai, dan membenci apa yang beliau benci, berarti keduanya telah cenderung untuk menerima kebaikan.\n\nDalam riwayat lain, Ibnu 'Abbas berkata, \"Saya senantiasa ingin menanyakan kepada Umar tentang dua istri Nabi saw yang dimaksudkan firman Allah, \"Jika kamu berdua bertobat kepada Allah¦,\" sampai 'Umar menunaikan ibadah haji dan saya pun menunaikan ibadah haji bersama dia. Ketika 'Umar dalam perjalanannya mampir untuk berwudu, saya guyur kedua tangannya dan bertanya, 'Wahai Amirul Mukminin! Siapakah kedua istri Nabi yang dituju oleh firman Allah, \"Jika kamu berdua bertobat kepada Allah ¦.\" 'Umar lalu menjawab, 'Wahai Ibnu 'Abbas! Kedua istri Nabi saw yang dimaksud itu ialah 'Aisyah dan Hafsah. Kalau keduanya ('Aisyah dan Hafsah) tetap sepakat berbuat apa yang menyakiti hati Nabi saw dengan menyiarkan rahasianya, hal itu tidak akan menyusahkan Nabi, karena Allah-lah pelindungnya, serta membantunya di dalam urusan agama dan semua hal yang dihadapinya. Begitu pula Jibril, orang-orang mukmin yang saleh, dan para malaikat, semuanya turut menolong dan membantunya." } } }, { "number": { "inQuran": 5234, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 28, "page": 560, "manzil": 7, "ruku": 494, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0637\u064e\u0644\u0651\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064d \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u064e\u0627\u062a\u064d \u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u064d \u062b\u064e\u064a\u0651\u0650\u0628\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0643\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "'Asaa rabbuhooo in tallaqakunna anyyubdilahooo azwaajan khairam mnkunna muslimaatim mu'minaatin qaanitaatin taaa'ibaatin 'aabidaatin saaa'ihaatin saiyibaatinw wa abkaaraa" } }, "translation": { "en": "Perhaps his Lord, if he divorced you [all], would substitute for him wives better than you - submitting [to Allah], believing, devoutly obedient, repentant, worshipping, and traveling - [ones] previously married and virgins.", "id": "Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5234", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5234.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5234.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah lalu menyampaikan peringatan kepada para istri Nabi. Jika dia, yakni Nabi, menceraikan kamu, karena kamu bersikap keras dan menyakiti beliau, boleh jadi Tuhannya, yaitu Allah akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu segala-galanya, karena Allah melindungi dan menyayangi beliau. Allah bisa mengganti dengan perempuan-perempuan yang patuh kepada Allah, yang beriman, yang taat kepada suami, yang bertobat setiap saat, yang beribadah dengan ikhlas, yang berpuasa dan berhasil mengendalikan ucapan dan perbuatan, yang janda dan yang perawan, keduanya mudah bagi Nabi.", "long": "Diriwayatkan oleh Anas dari 'Umar bahwa ia berkata, \"Telah sampai kepadaku bahwa sebagian istri-istri Nabi bersikap keras kepada Nabi dan menyakiti hati beliau. Maka saya selidiki hal itu. Saya menasihatinya satu-persatu dan melarangnya menyakiti hati Nabi saw, saya berkata, 'Jika kalian tetap tidak mau taat maka boleh jadi Allah memberikan kepada Nabi, istri-istri baru yang lebih baik dari kalian. Dan setelah saya menemui Zainab, ia berkata, 'Wahai Ibnu Khaththab! Apakah tidak ada usaha Rasulullah untuk menasihati istri-istrinya? Maka nasihatilah mereka sampai mereka itu tidak diceraikan, maka turunlah ayat ini.\"\n\nAyat ini berisi peringatan dari Allah terhadap istri-istri yang menyakiti hati Nabi saw. Jika Nabi menceraikan mereka, boleh jadi Allah menggantinya dengan istri-istri baru yang lebih baik dari mereka, baik keislaman maupun keimanannya, yaitu istri-istri yang tekun beribadah, bertobat kepada Allah, patuh kepada perintah-perintah Rasul." } } }, { "number": { "inQuran": 5235, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 28, "page": 560, "manzil": 7, "ruku": 494, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064c \u063a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0638\u064c \u0634\u0650\u062f\u064e\u0627\u062f\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena samanoo qooo anfusakum wa ahleekum naaranw waqoodu han naasu wal hijaaratu 'alaihaa malaaa'ikatun ghilaazun shidaadul laa ya'soonal laaha maa amarahum wa yaf'aloona maa yu'maroon" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, protect yourselves and your families from a Fire whose fuel is people and stones, over which are [appointed] angels, harsh and severe; they do not disobey Allah in what He commands them but do what they are commanded.", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5235", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5235.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5235.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dari api neraka, yakni dari murka Allah yang menyebabkan kamu diseret ke dalam neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ada manusia yang dibakar dan ada manusia yang menjadi bahan bakar; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka sehingga tidak ada malaikat yang bisa disogok untuk mengurangi atau meringankan hukuman; dan mereka patuh dan disiplin selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah. Mereka juga diperintahkan untuk mengajarkan kepada keluarganya agar taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Keluarga merupakan amanat yang harus dipelihara kesejahteraannya baik jasmani maupun rohani.\n\nDi antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah:\n\nDan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. (thaha/20: 132)\n\nDan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat. (asy-Syu'ara'/26: 214)\n\nDiriwayatkan bahwa ketika ayat ke-6 ini turun, 'Umar berkata, \"Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga kami?\" Rasulullah saw menjawab, \"Larang mereka mengerjakan apa yang kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkan mereka melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Begitulah caranya menyelamatkan mereka dari api neraka. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras yang pemimpinnya berjumlah sembilan belas malaikat. Mereka diberi kewenangan mengadakan penyiksaan di dalam neraka. Mereka adalah para malaikat yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5236, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 28, "page": 560, "manzil": 7, "ruku": 494, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena kafaroo la ta'tazinul yawma innamaa tujzawna maa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "O you who have disbelieved, make no excuses that Day. You will only be recompensed for what you used to do.", "id": "Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5236", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5236.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5236.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini, karena Rasul sudah datang, informasi sudah disampaikan dan ayat Al-Qur’an sudah dibacakan. Sesungguhnya kamu pada hari ini hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan, sebanding dengan perbuatan kamu, karena Allah tidak akan pernah menzalimi hamba-Nya sedikit pun.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengeluarkan satu ketegasan yang ditujukan kepada orang-orang kafir bahwa di hari kemudian nanti, tidak ada lagi gunanya mereka itu mengemukakan alasan, serta menginginkan satu kehendak dan harapan. Waktu dan kesempatan untuk mengemukakan alasan dan harapan sudah lewat. Hari Kiamat hanyalah hari untuk mempertanggungjawabkan dan menerima pembalasan dari apa yang telah dikerjakan di dunia, sebagaimana firman Allah:\n\nDemikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Mahabenar. (al-An'am/6: 146)\n\nDijelaskan pula dalam ayat lain:\n\nDemikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. (Saba'/34: 17)" } } }, { "number": { "inQuran": 5237, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 28, "page": 561, "manzil": 7, "ruku": 495, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u0652\u0628\u064e\u0629\u064b \u0646\u0651\u064e\u0635\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0641\u0651\u0650\u0631\u064e \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0651\u0650\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0645\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u0631\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal lazeena aammano toobooo ilal laahi tawbatan nasoohan 'asaa rabbukum any-yukaffira 'ankum sayyi aatikum wa yudkhilakum jannaatin tajree min tahtihal anhaaru yawma laa yukhzil laahun nabiyya wallazeena aamanoo ma'ahoo nooruhum yas'aa baina aydeehim wa bi aymaanihim yaqooloona rabbanaaa atmim lanaa nooranaa waghfir lana innaka 'alaa kulli shai'in qadeer" } }, "translation": { "en": "O you who have believed, repent to Allah with sincere repentance. Perhaps your Lord will remove from you your misdeeds and admit you into gardens beneath which rivers flow [on] the Day when Allah will not disgrace the Prophet and those who believed with him. Their light will proceed before them and on their right; they will say, \"Our Lord, perfect for us our light and forgive us. Indeed, You are over all things competent.\"", "id": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5237", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5237.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5237.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dari dosa besar maupun dosa kecil dengan tobat yang semurni-murninya yang melahirkan perubahan sikap dan perbuatan; mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu yang sudah ditinggalkan secata total dan memasukkan kamu dengan izin-Nya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai tanda kenikmatan yang sempurna, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya, ketika dibangkitkan menuju mahsyar; sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, yang bersumber dari iman dan amal saleh mereka, sambil mereka berkata, memohon kepada Allah, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dengan cahaya keridaan-Mu, dan ampunilah, semua kesalahan kami di dunia; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk mengampuni dan menyelamatkan kami dari api neraka.”", "long": "Seruan pada ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada Allah dan para rasul-Nya. Mereka diperintahkan bertobat kepada Allah dari dosa-dosa mereka dengan tobat yang sebenar-benarnya (tobat nasuha), yaitu tobat yang memenuhi tiga syarat. Pertama, berhenti dari maksiat yang dilakukannya. Kedua, menyesali perbuatannya, dan ketiga, berketetapan hati tidak akan mengulangi perberbuatan maksiat tersebut. \n\nBila syarat-syarat itu terpenuhi, Allah menghapuskan semua kesalahan dan kejahatan yang telah lalu dan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Pada saat itu, Allah tidak mengecewakan dan menghinakan Nabi saw dan orang-orang yang beriman bersamanya. Bahkan pada hari itu, kebahagiaan mereka ditonjolkan, cahaya mereka memancar menerangi mereka waktu berjalan menuju Mahsyar tempat diadakan perhitungan dan pertanggungjawaban. Mereka itu meminta kepada Allah agar cahaya mereka disempurnakan, tetap memancar dan tidak akan padam sampai mereka itu melewati sirathal Mustaqim, tempat orang-orang munafik baik laki-laki maupun perempuan memohon dengan sangat agar dapat ditunggu untuk dapat ikut memanfaatkan cahaya mereka. \n\nMereka juga memohon agar dosa-dosa mereka dihapus dan diampuni. Dengan demikian, mereka tidak merasa malu dan kecewa pada waktu diadakan hisab dan pertanggungjawaban. Tidak ada yang patut dimintai untuk menyempurnakan cahaya dan mengampuni dosa kecuali Allah, karena Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu, berbuat sesuai dengan kodrat dan iradat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5238, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 28, "page": 561, "manzil": 7, "ruku": 495, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u063a\u0652\u0644\u064f\u0638\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "yaaa ayyuuhan nabiyyu jaahidil kuffaara walmunaa-fiqeena waghluz 'alaihim; wa maawaahum jahannamu wa bi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "O Prophet, strive against the disbelievers and the hypocrites and be harsh upon them. And their refuge is Hell, and wretched is the destination.", "id": "Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5238", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5238.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5238.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melalui ayat ini, Allah mengingatkan Nabi untuk berperang ketika kaum muslim diperangi hanya karena keyakinan mereka tidak ada tuhan selain Allah. Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik ketika mereka memerangi kamu setelah kamu hijrah ke Madinah; dan bersikap keraslah terhadap mereka, jika mereka tidak menunjukkan niat baik untuk hidup berdampingan secara damai dengan orang yang berbeda agama, padahal tempat mereka di akhirat adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali bagi orang-orang kafir dan munafik.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad mengangkat senjata dan memerangi orang-orang kafir dengan sungguh-sungguh dan memberi ancaman serta bertindak tegas dan keras kepada orang-orang munafik. Nabi juga diperintahkan untuk menjelaskan bahwa mereka akan mengalami kekecewaan di akhirat nanti karena kemunafikan mereka. Oleh karena itu, Nabi saw pernah mengusir secara tegas sebagian orang munafik dan menyuruhnya keluar dari masjid. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam yang merupakan seburuk-buruk tempat tinggal, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:\n\nSungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (al-Furqan/25: 66)\n\nDalam ayat lain juga dijelaskan:\n\nMaka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali. (an-Nisa'/4: 97)" } } }, { "number": { "inQuran": 5239, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 28, "page": 561, "manzil": 7, "ruku": 495, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064d \u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e \u0644\u064f\u0648\u0637\u064d \u06d6 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0641\u064e\u062e\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u062e\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Darabal laahu masalal lillazeena kafarum ra ata Noobinw wamra ata Loot, kaanataa tahta 'abdaini min 'ibaadinaa saalihaini fakhaanataahumaa falam yughniyaa 'anhumaa minal laahi shai anw-wa qeelad khulan naara ma'ad Daakhileen" } }, "translation": { "en": "Allah presents an example of those who disbelieved: the wife of Noah and the wife of Lot. They were under two of Our righteous servants but betrayed them, so those prophets did not avail them from Allah at all, and it was said, \"Enter the Fire with those who enter.\"", "id": "Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5239", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5239.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5239.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menerangkan bahwa istri seorang Nabi tidak dijamin masuk surga, jika tidak beriman kepada Allah. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir bahwa menjadi istri nabi itu tidak otomatis dijamin masuk surga apabila tidak beriman kepada Allah seperti istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut. Keduanya sebagai istri berada di bawah pengawasan suami masing-masing, dua orang hamba yang saleh, yaitu Nabi Nuh dan Lut, di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, istri Nabi Nuh menuduh suaminya gila dan istri Nabi Lut memberitahukan kehadiran para tamu ganteng kepada orang banyak yang homoseks, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun untuk menyelamatkannya dari siksaan Allah karena kekufuran mereka; dan dikatakan kepada kedua istri nabi itu di akhirat, “Masuklah kamu berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka karena kekufuran mereka kepada Allah.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah membuat satu perumpamaan yang menjelaskan keadaan orang-orang kafir yang tidak bermanfaat lagi baginya pelajaran dan nasihat dari orang-orang mukmin yang jujur, antara lain para nabi dan rasul karena kerasnya hati mereka. Tidak ada kesediaan mereka untuk beriman dan fitrah mereka sudah menyimpang dari kebenaran, seperti istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut. Keduanya di dalam asuhan dan pengawasan dua orang nabi, yang mestinya dapat memberikan petunjuk sehingga memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Akan tetapi, keduanya tidak mau, bahkan mereka berbuat khianat dan kekafiran. Istri Nabi Nuh menuduh suaminya gila, sedang istri Nabi Lut menuntun kaum suaminya untuk berbuat yang tidak wajar dan tidak sopan terhadap tamu-tamu suaminya yaitu para malaikat. \n\nKeakraban kedua istri-istri itu dengan para suami yaitu Nabi Nuh dan Nabi Lut, dua hamba Allah yang saleh, tidak dapat membendung dan mencegah keduanya dari berbuat khianat dan kufur. Oleh karena itu, kedua istri itu pantas mendapat azab Allah dan akan dimasukkan ke dalam neraka bersama rombongan penghuni neraka, sebagai balasan yang setimpal dari perbuatan keduanya yang jahat, yang merupakan dosa besar." } } }, { "number": { "inQuran": 5240, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 28, "page": 561, "manzil": 7, "ruku": 495, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0636\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0644\u0650\u064a \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0643\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u0650\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa darabal laahu masa lal-lillazeena aamanumra ata Fir'awn; iz qaalat rabbibni lee 'indaka baitan fil jannati wa najjinee min Fir'awna wa 'amalihii wa najjinee minal qawmiz zaalimeen" } }, "translation": { "en": "And Allah presents an example of those who believed: the wife of Pharaoh, when she said, \"My Lord, build for me near You a house in Paradise and save me from Pharaoh and his deeds and save me from the wrongdoing people.\"", "id": "Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5240", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5240.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5240.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Begitu juga sebab kaya, istri yang beriman tidak bisa juga menyelamatkan suamiya yang kaifr dari azab Allah. Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman bahwa perempuan beriman, meskipun menjadi istri seorang kafir yang pada waktu dibolehkan, akan memperoleh keselamatan di akhirat seperti istri Firaun, ketika dia berkata dalam doanya kepada Allah waktu menghadapi siksaan suaminya yang memaksanya untuk murtad, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, karena tidak nyaman berada di istana Firaun; dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya yang terus menyiksa; dan doanya kepada Allah, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim, balatentara Firaun yang terus menyiksanya hingga wafat sehingga ia tidak merasakan siksaan mereka.”", "long": "Pada ayat ini, Allah membuat perumpamaan sebaliknya yaitu keadaan orang-orang yang beriman. Perumpamaan itu ialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir'aun. Dalam perumpamaan itu, Allah menjelaskan bahwa hubungan orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir tidak akan membahayakan kalau diri itu murni dan suci dari kotoran. Sekalipun Asiyah binti Muzahim berada di bawah pengawasan suaminya, musuh Allah yang sangat berbahaya, tetapi ia tetap beriman. Ia selalu memohon dan berdoa, \"Ya Tuhanku! Bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5241, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 28, "page": 561, "manzil": 7, "ruku": 495, "hizbQuarter": 224, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e \u0639\u0650\u0645\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0641\u064e\u0631\u0652\u062c\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0646\u064e\u0641\u064e\u062e\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0643\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u062a\u064f\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa Maryamab nata 'Imraanal lateee ahsanat farjahaa fanafakhnaa feehi mir roobinaa wa saddaqat bikali maati Rabbihaa wa Kutubihee wakaanat minal qaaniteen" } }, "translation": { "en": "And [the example of] Mary, the daughter of 'Imran, who guarded her chastity, so We blew into [her garment] through Our angel, and she believed in the words of her Lord and His scriptures and was of the devoutly obedient.", "id": "dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5241", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5241.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5241.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan kesalehan seorang perempuan yang tak pernah bersuami, tetapi memiliki seorang putra. Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, lalu Allah memberikan penghargaan, penghomatan, dan kemuliaan kepadanya, maka Kami meniupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh ciptaan Kami sehingga ia hamil dan melahirkan bayi tanpa bapak; dan dia, Maryam putri Imran, membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya yang menjelaskan kekuasaan Allah yang tak terbatas dan kitab-kitab-Nya, yaitu Kitab Taurat dan Zabur; dan dia termasuk orang-orang yang taat kepada Allah dengan rukuk dan sujud dan menjaga kehormatan dirinya.", "long": "Pada ayat ini, Allah sekali lagi membuat perumpamaan bagi orang-orang mukmin yaitu keadaan Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya dan telah diberikan karamah di dunia dan akhirat. Ia dipilih Tuhannya karena bereaksi kepada Jibril tentang pengisian rahimnya dengan ucapan sebagaimana diabadikan di dalam Al-Qur'an:\n\nDia (Maryam) berkata, \"Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.\" (Maryam/19: 18)\n\nDengan demikian, kesalehannya menjadi mantap dan sempurna kesuciannya, maka ditiupkanlah ke dalam rahimnya oleh Jibril sebagian roh ciptaan Allah, yang mewujudkan seorang nabi yaitu Isa bin Maryam binti Imran, membenarkan syariat Allah dan kitab-kitab yang diturunkan-Nya kepada nabi-Nya. Dia termasuk dan terbilang orang yang bertakwa, tekun beribadah, merendahkan diri, dan taat kepada Tuhan-Nya.\n\nAhmad meriwayatkan dalam Musnadnya bahwa penghulu wanita penghuni surga ialah Maryam lalu Fatimah menyusul Khadijah dan Asiyah.\n\nDi dalam kitab sahih diterangkan bahwa laki-laki yang sempurna banyak bilangannya, tetapi perempuan yang sempurna hanya empat yaitu Asiyah binti Muzahim (istri Fir'aun), Maryam binti 'Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fathimah binti Muhammad. Sedangkan kelebihan Siti 'Aisyah atas wanita-wanita yang lain seperti kelebihan tsarid atas makanan-makanan yang lain." } } } ] }, { "number": 67, "sequence": 77, "numberOfVerses": 30, "name": { "short": "الملك", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0644\u0643", "transliteration": { "en": "Al-Mulk", "id": "Al-Mulk" }, "translation": { "en": "The Sovereignty", "id": "Kerajaan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah Ath Thuur. Nama Al Mulk diambil dari kata Al Mulk yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan. Dinamai pula surat ini dengan At Tabaarak (Maha Suci)." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5242, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Tabaarakal lazee biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli shai-in qadeer" } }, "translation": { "en": "Blessed is He in whose hand is dominion, and He is over all things competent -", "id": "Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5242", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5242.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5242.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah sebelumnya yaitu at-Tahrìm, diakhiri dengan uraian tentang kebinasaan yang menimpa siapa yang durhaka tanpa dapat ditolong oleh siapa pun, seperti halnya istri Nuh dan Lut. Dan kebahagiaan akan diraih bagi yang taat tanpa dapat diganggu oleh siapa pun, seperti halnya istri Fir’aun dan Maryam. Ini disebabkan yang mengatur itu semua adalah Allah Yang Mahakuasa, karena itu awal surah ini menguraikan kuasa Allah serta limpahan anugerah-Nya: Mahasuci Allah yang menguasai segala kerajaan, di langit dan di bumi, Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada satu perkara pun yang melemahkan-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah Yang Mahasuci dan yang tidak terhingga rahmat-Nya, adalah penguasa semua kerajaan dunia yang fana ini dengan segala macam isinya, dan kerajaan akhirat yang terjadi setelah lenyapnya kerajaan dunia. Allah berfirman:\n\nDan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Ma'idah/5: 17)\n\nFirman Allah yang lain :\n\nSegala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. (al-Fatihah/1: 2-4)\n\nAllah adalah penguasa kerajaan dunia. Hal ini berarti bahwa Dialah yang menciptakan seluruh alam ini beserta segala yang terdapat di dalamnya. Dia pulalah yang mengembangkan, menjaga kelangsungan wujudnya, mengatur, mengurus, menguasai, dan menentukan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai yang dikehendaki-Nya. Dalam mengatur, mengurus, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan wujud alam ini, Allah menetapkan hukum-hukum dan peraturan-peraturan. Semua wajib tunduk dan mengikuti hukum-hukum dan peraturan yang dibuat-Nya itu tanpa ada pengecualian sedikit pun. Apa dan siapa saja yang tidak mau tunduk dan patuh, serta mengingkari hukum-hukum dan peraturan-peraturan itu pasti akan binasa atau sengsara.\n\nHukum dan peraturan Allah yang berlaku di alam ini ada dua; pertama, sunatullah yang merupakan hukum dan ketentuan Allah yang berlaku di alam semesta ini, baik bagi makhluk hidup maupun benda mati, baik bagi manusia maupun bagi hewan, tumbuh-tumbuhan, dan benda yang tidak bernyawa, baik bagi bumi dengan segala isinya maupun bagi seluruh planet-planet yang beredar di jagat raya yang tiada terbatas luasnya. Di antara hukum dan peraturan Allah itu ialah api membakar, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, hukum Pascal, dan, hukum Archimedes. Manusia hidup memerlukan oksigen, makan dan minum, baik berupa makanan dan minuman jasmani maupun rohani. Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. Tiap-tiap planet, termasuk bumi, mempunyai daya tarik-menarik dan berjalan pada garis edarnya yang telah ditentukan; dan banyak lagi hukum-hukum dan peraturan-peraturan Allah, baik yang telah diketahui manusia maupun yang belum diketahuinya.\n\nPelanggaran terhadap hukum dan peraturan Allah berarti kesengsaraan dan kebinasaan bagi yang melanggarnya. Seperti memasukkan tangan ke dalam api berakibat terbakarnya tangan tersebut, dan merusak alam atau menebang hutan yang melampaui batas berakibat banjir dan kerugian bagi manusia. Bahkan bintang-bintang dan meteor yang menyalahi hukum Allah akan mengalami kehancuran.\n\nKedua, agama Allah, yang berisi petunjuk-petunjuk bagi manusia. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk itu, manusia akan hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Agama yang berisi petunjuk-petunjuk itu diturunkan Allah kepada para rasul yang telah diutus-Nya, sejak dari Nabi Adam sampai kepada Nabi Muhammad, sebagai nabi dan rasul Allah yang terakhir, penutup dari segala rasul dan nabi. Manusia yang hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad, sampai akhir zaman, wajib mengikuti agama yang dibawanya jika mereka ingin hidup selamat, berbahagia di dunia dan di akhirat .\n\nDemikianlah Allah yang menguasai, mengurus, mengatur, dan menjaga kelangsungan wujud alam ini, menetapkan undang-undang dan ketentuan-ketentuan, sehingga dengan demikian terlihat semuanya teratur rapi, indah, dan bermanfaat bagi manusia. Apabila seorang warga negara wajib tunduk dan patuh kepada semua hukum dan ketentuan yang berlaku di negaranya, tentu ia harus lebih wajib lagi tunduk dan patuh kepada hukum dan peraturan Allah yang menciptakan, memberi nikmat, dan menjaganya. Jika suatu negara menetapkan sanksi bagi setiap warga negara yang melanggar hukum dan peraturan yang telah ditetapkannya, maka Allah lebih menetapkan sanksi dan mengadili dengan seadil-adilnya setiap makhluk yang mengingkari hukum dan peraturan yang telah dibuat-Nya.\n\nDi samping sebagai penguasa kerajaan dunia, Allah juga menguasai kerajaan akhirat, yang ada setelah kehancuran seluruh kerajaan dunia. Kerajaan akhirat merupakan kerajaan abadi; dimulai dari terjadinya hari Kiamat, hari kehancuran dunia dan pembangkitan manusia dari kubur. Kemudian mereka dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk diadili dan ditimbang amal dan perbuatannya. Dari pengadilan itu diputuskan; bagi yang iman dan amal salehnya lebih berat dibandingkan dengan kesalahan yang telah diperbuatnya, maka ia diberi balasan dengan surga, tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan. Sebaliknya jika perbuatan jahat yang telah dikerjakannya selama hidup di dunia lebih berat dari iman dan amal saleh yang telah dilakukannya, maka balasan yang mereka peroleh adalah neraka, tempat yang penuh kesengsaraan yang tiada tara. Kehidupan di akhirat, baik di surga maupun di neraka, adalah kehidupan yang kekal. Di surga Allah melimpahkan kenikmatan dan kebahagiaan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sedangkan di neraka Allah menimpakan siksaan yang sangat berat kepada orang-orang kafir dan berbuat jahat.\n\nAllah berfirman:\n\nBukan demikian! Barang siapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya, Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 81-82)\n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah sebagai penguasa kerajaan dunia dan kerajaan akhirat, Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada suatu apa pun yang dapat menandingi kekuasaan-Nya dan tidak ada suatu apa pun yang dapat luput dari kekuasaan-Nya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5243, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0644\u0650\u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Allazee khalaqal mawta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa; wa huwal 'azeezul ghafoor" } }, "translation": { "en": "[He] who created death and life to test you [as to] which of you is best in deed - and He is the Exalted in Might, the Forgiving -", "id": "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5243", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5243.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5243.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Salah satu bukti kekuasaan-Nya adalah Dia Yang menciptakan mati dan menentukan ajalnya, dan hidup dengan menentukan kadar-kadarnya, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya dengan seikhlas mungkin. Dan Dia Mahaperkasa tidak ada satu pun yang dapat mengalahkan-Nya, Maha Pengampun dengan menghapus dosa bagi orang-orang yang bertobat.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Tuhan yang memegang kekuasaan kerajaan dunia dan kerajaan akhirat serta menguasai segala sesuatunya itu, adalah Tuhan yang menciptakan kematian dan kehidupan. Hanya Dia yang menentukan saat kematian setiap makhluk. Jika saat kematian itu telah tiba, tidak ada suatu apa pun yang dapat mempercepat atau memperlambatnya barang sekejap pun. Demikian pula keadaan makhluk yang akan mati, tidak ada suatu apa pun yang dapat mengubahnya dari yang telah ditentukan-Nya. Allah berfirman:\n\nDan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (al-Munafiqun/63: 11)\n\nTidak seorang pun manusia atau makhluk hidup lain yang dapat menghindarkan diri dari kematian yang telah ditetapkan Allah, sebagaimana firman-Nya:\n\nDimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. (an-Nisa'/4: 78)\n\nDemikian pula dinyatakan bahwa Allah yang menciptakan kehidupan. Maksudnya ialah bahwa Dialah yang menghidupkan seluruh makhluk hidup yang ada di alam ini. Dialah yang menyediakan segala kebutuhan hidupnya dan Dia pula yang memberikan kemungkinan kelangsungan jenis makhluk hidup itu, sehingga tidak terancam kepunahan. Kemudian Dia pula yang menetapkan lama kehidupan suatu makhluk dan menetapkan keadaan kehidupan seluruh makhluk. Dalam pada itu, Allah pun menentukan sampai kapan kelangsungan hidup suatu makhluk, sehingga bila waktu yang ditentukan-Nya itu telah berakhir, musnahlah jenis makhluk itu sebagaimana yang dialami oleh jenis-jenis hewan purba.\n\nDalam ayat ini diterangkan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang beriman dan beramal saleh dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang dibawa Nabi Muhammad dan siapa pula yang mengingkarinya. Dari ayat di atas dipahami bahwa dengan menciptakan kehidupan itu, Allah memberi kesempatan yang sangat luas kepada manusia untuk memilih mana yang baik menurut dirinya. Apakah ia akan mengikuti hawa nafsunya, atau ia akan mengikuti petunjuk, hukum, dan ketentuan Allah sebagai penguasa alam semesta ini. Seandainya manusia ditimpa azab yang pedih di akhirat nanti, maka azab itu pada hakikatnya ditimpakan atas kehendak diri mereka sendiri. Begitu juga jika mereka memperoleh kebahagiaan, maka kebahagiaan itu datang karena kehendak diri mereka sendiri sewaktu hidup di dunia.\n\nBerdasarkan ujian itu pula ditetapkan derajat dan martabat seorang manusia di sisi Allah. Semakin kuat iman seseorang semakin banyak amal saleh yang dikerjakannya. Semakin ia tunduk dan patuh mengikuti hukum dan peraturan Allah, semakin tinggi pula derajat dan martabat yang diperolehnya di sisi Allah. Sebaliknya jika manusia tidak beriman kepada-Nya, tidak mengerjakan amal saleh dan tidak taat kepada-Nya, ia akan memperoleh tempat yang paling hina di akhirat.\n\nKehidupan duniawi adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang selalu menggunakan akal dan pikirannya memahami agama Allah, dan memilih mana perbuatan yang paling baik dikerjakannya, sehingga perbuatannya itu diridai Allah. Juga untuk mengetahui siapa yang tabah dan tahan mengekang diri dari mengerjakan larangan-larangan Allah dan siapa pula yang paling taat kepada-Nya.\n\nAyat ini mendorong dan menganjurkan agar manusia selalu waspada dalam hidupnya. Hendaklah mereka selalu memeriksa hati mereka apakah ia benar-benar seorang yang beriman, dan juga memeriksa segala yang akan mereka perbuat, apakah telah sesuai dengan yang diperintahkan Allah atau tidak, dan apakah yang akan mereka perbuat itu larangan Allah atau bukan. Jika perbuatan itu telah sesuai dengan perintah Allah, bahkan termasuk perbuatan yang diridai-Nya, hendaklah segera mengerjakannya. Sebaliknya jika perbuatan itu termasuk larangan Allah, maka jangan sekali-kali melaksanakannya.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia Mahaperkasa, tidak ada satu makhluk pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya jika Ia hendak melakukan sesuatu, seperti hendak memberi pahala orang-orang yang beriman dan beramal saleh atau hendak mengazab orang yang durhaka kepada-Nya. Dia Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertobat kepada-Nya dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dikerjakannya, berjanji tidak akan melakukan dosa itu lagi serta berjanji pula tidak akan melakukan dosa-dosa yang lain.\n\nPada ayat ini, Allah menyebut secara bergandengan dua macam di antara sifat-sifat-Nya, yaitu sifat Mahaperkasa dan Maha Pengampun, seakan-akan kedua sifat ini adalah sifat yang berlawanan. Sifat Mahaperkasa memberi pengertian memberi kabar yang menakut-nakuti, sedang sifat Maha Pengampun memberi pengertian adanya harapan bagi setiap orang yang mengerjakan perbuatan dosa, jika ia bertobat. Hal ini menunjukkan bahwa Allah yang berhak disembah itu benar-benar dapat memaksakan kehendak-Nya kepada siapa pun, tidak ada yang dapat menghalanginya. Dia mengetahui segala sesuatu, sehingga dapat memberikan balasan yang tepat kepada setiap hamba-Nya, baik berupa pahala maupun siksa. Dengan pengetahuan itu pula, Dia dapat membedakan antara orang yang taat dan durhaka kepada-Nya, sehingga tidak ada kemungkinan sedikit pun seorang yang durhaka memperoleh pahala atau seorang yang taat dan patuh memperoleh siksa. Allah tidak pernah keliru dalam memberikan pembalasan.\n\nFirman Allah lainnya yang menyebut secara bergandengan kabar peringatan dan pengharapan itu ialah:\n\nKabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (al-hijr/15: 49-50)" } } }, { "number": { "inQuran": 5244, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064d \u0637\u0650\u0628\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627 \u06d6 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0627\u0648\u064f\u062a\u064d \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e \u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064f\u0637\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Allazee khalaqa sab'a samaawaatin tibaaqam maa taraa fee khalqir rahmaani min tafaawutin farji'il basara hal taraa min futoor" } }, "translation": { "en": "[And] who created seven heavens in layers. You do not see in the creation of the Most Merciful any inconsistency. So return [your] vision [to the sky]; do you see any breaks?", "id": "Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5244", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5244.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5244.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kuasa Allah menciptakan hidup dan mati dikaitkan dengan kuasa-Nya menciptakan alam raya. Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis sangat serasi dan harmonis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang aib atau tidak sempurna, pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih Tuhan yang rahmat-Nya mencakup seluruh wujud, baik pada ciptaan-Nya yang kecil maupun yang besar. Maka lihatlah sekali lagi dan berulang-ulang disertai dengan berpikir yang keras, maka adakah kamu lihat atau menemukan padanya sesuatu yang cacat atau retak?", "long": "Allah menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan seluruh langit secara bertingkat di alam semesta. Tiap-tiap benda alam itu seakan-akan terapung kokoh di tengah-tengah jagat raya, tanpa ada tiang-tiang yang menyangga dan tanpa ada tali-temali yang mengikatnya. Tiap-tiap langit itu menempati ruangan yang telah ditentukan baginya di tengah-tengah jagat raya dan masing-masing lapisan itu terdiri atas begitu banyak planet yang tidak terhitung jumlahnya. Tiap-tiap planet berjalan mengikuti garis edar yang telah ditentukan baginya. Allah berfirman:\n\nDia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. (Luqman/31: 10)\n\nSemua benda langit beserta bintang-bintang yang terdapat di dalamnya tunduk dan patuh mengikuti ketentuan dan hukum yang ditetapkan Allah baginya. Semuanya tetap seperti itu sampai pada waktu yang ditentukan baginya. Allah berfirman:\n\nAllah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu. (ar-Ra'd/13: 2)\n\nMenurut ilmu Astronomi, di jagat raya yang luasnya tiada terhingga itu, terdapat galaksi-galaksi atau gugusan-gugusan bintang yang di dalamnya terdapat miliaran bintang yang tiada terhitung jumlahnya. Bintang-bintang yang berada di dalam setiap galaksi itu ada yang kecil seperti bumi dan ada pula yang besar seperti matahari, dan bahkan banyak yang lebih besar lagi. Setiap galaksi mempunyai sistem yang teratur rapi, yang tidak terlepas dari sistem ruang angkasa seluruhnya. Adanya daya tarik-menarik yang terdapat pada setiap planet, menyebabkan planet-planet itu tidak jatuh dan tidak berbenturan antara yang satu dengan yang lain, sehingga ia tetap terapung dan beredar pada garis edarnya masing-masing di angkasa.\n\nBila dihubungkan pengertian ayat tersebut dengan yang dijelaskan ilmu Astronomi, maka yang dimaksud dengan tingkat-tingkat langit yang banyak itu ialah galaksi-galaksi. Sedang angka tujuh dalam bahasa Arab biasa digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang jumlahnya banyak. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan tingkat langit yang tujuh itu adalah galaksi-galaksi yang banyak terdapat di langit. Sementara itu, ada pula ahli tafsir yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan \"tujuh lapisan langit\" ialah tujuh bintang yang berada di sekitar matahari, dan ada pula ahli tafsir yang tidak mau menafsirkannya. Mereka menyerahkannya kepada Allah karena hal itu ada pada pengetahuan-Nya yang belum diketahui dengan pasti oleh manusia.\n\nDemikianlah gambaran umum keadaan sistem galaksi-galaksi. Mengenai keadaan setiap planet yang tidak terhitung banyaknya itu, seperti bagaimana sifat dan tabiatnya, apa yang terkandung di dalamnya, bagaimana bentuknya secara terperinci, dan sebagainya masih sangat sedikit yang diketahui manusia. Hal itu pun hanya sekelumit kecil dari pengetahuan tentang galaksi itu.\n\nSeperti mengenai penciptaan \"langit\" yang tujuh lapis terdapat pada beberapa ayat lainnya, seperti al-Baqarah/2: 29, al-An'am/6: 125, Nuh/71: 15, dan an-Naba'/78: 12. Menurut para saintis, kata langit dapat ditafsirkan sebagai langit bumi yang berupa atmosfer atau langit alam semesta. Apabila langit bumi, ternyata bahwa atmosfer dibagi dalam tujuh lapisan. Dan masing-masing lapisan mempunyai tugas dan fungsi melindungi bumi. \n\nPembagian atmosfer menjadi tujuh lapis didasarkan pada perbedaan kandungan kimia dan suhu udara. Ketujuh lapisan tersebut dinamakan: Troposfer, Stratosfer, lapisan-lapisan Mesosfer, Thermosfer, Exosfer, Ionosfer, dan Magnetosfer. Dalam Surah Fussilat/41 ayat 11-12 dinyatakan bahwa tiap lapis langit mempunyai urusannya sendiri-sendiri. Hal ini dikonfirmasi ilmu pengetahuan, misal ada lapisan yang bertugas untuk membuat hujan, mencegah kerusakan akibat radiasi, memantulkan gelombang radio, sampai dengan lapisan yang mencegah agar meteor tidak merusak bumi.\n\nAkan tetapi, dengan adanya ayat 5 pada surah yang sama (al-Mulk/67: 5), tampaknya yang dimaksudkan dengan langit bukanlah langit atmosfer, melainkan langit semesta. Bunyi ayat tersebut demikian:\n\nDan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala. (al-Mulk/67: 5)\n\nDinyatakan secara jelas bahwa pada \"langit yang dekat\" (mungkin dapat ditafsirkan sebagai lapis langit pertama) dihiasi oleh bintang-bintang. Kata yang digunakan bukan bintang (bentuk tunggal yang dapat menunjuk pada matahari sebagai bintang dalam tata surya), akan tetapi bintang-bintang (bentuk jamak). Dengan demikian \"langit yang dekat\" adalah seluruh galaksi yang kita ketahui saat ini.\n\nApabila demikian halnya, apa yang dinyatakan dalam Al-Qur'an mengenai hal ini, sama sekali belum dapat dijangkau oleh temuan ilmu pengetahuan. Berkaitan dengan itu, adalah suatu hal yang sangat sombong jika seorang manusia mengakui tahu segala sesuatu. Betapa pun luasnya pengetahuan seseorang, masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan pengetahuan Allah. Apabila seseorang mengumpamakan dirinya sebagai bumi, kemudian melihat dirinya terletak di antara planet-planet yang banyak itu, tentu akan merasa bahwa dirinya sebenarnya tidak ada artinya jika dibandingkan dengan makhluk Allah yang beraneka ragam bentuk dan coraknya yang tiada terhitung jumlahnya.\n\nAllah lalu memerintahkan manusia memandang dan memperhatikan langit dan bumi beserta isinya, serta mempelajari sifat-sifatnya. Misalnya, perhatikanlah matahari bersinar dan bulan bercahaya, sampai di mana manfaat dan faedah sinar dan cahaya itu bagi kehidupan seluruh makhluk yang ada. Perhatikanlah binatang ternak yang digembalakan di padang rumput, tumbuh-tumbuhan yang menghijau, gunung-gunung yang tinggi kokoh menjulang yang menyejukkan mata orang yang memandangnya; laut yang terhampar luas membiru; langit dan segala isinya. Semuanya tumbuh, berkembang, tetap dalam kelangsungan hidup dan wujudnya, serta berkesinambungan dan mempunyai sistem, hukum, dan peraturan yang sangat rapi. Sistem itu tidak terlepas dari sistem hukum dan peraturan yang lebih besar daripadanya yaitu yang berlaku pada seluruh alam yang fana ini. Cobalah pikirkan dan renungkan, apakah ada cacat atau cela pada makhluk yang diciptakan Allah, demikian juga pada sistem, hukum dan peraturan yang berlaku padanya? Mahabesar dan Maha Pencipta Allah, Tuhan seru sekalian alam, tiada suatu cacat atau cela pun terdapat pada makhluk yang diciptakan-Nya.\n\nKemudian seolah-olah Allah melanjutkan pertanyaan-Nya kepada manusia apakah mereka masih ragu tentang kekuasaan dan kebesaran-Nya? Apakah manusia masih ragu tentang sistem, hukum, dan peraturan yang dibuat untuk makhluk-Nya, termasuk di dalamnya mereka sendiri? Jika masih ragu, manusia diperintahkan untuk memperhatikan, merenungkan, dan mempelajari kembali dengan sebenar-benarnya. Apakah mereka masih mendapatkan dalam ciptaan Allah itu sebagian yang tidak sempurna?\n\nDari pertanyaan yang dikemukakan ayat ini, dapat dipahami bahwa seakan-akan Allah menantang manusia, agar mencari (kalau ada) sedikit saja kekurangan dan ketidaksempurnaan pada ciptaan-Nya. Seandainya ada kekurangan, cacat, dan cela dalam ciptaan Allah, maka manusia pantas untuk mengingkari keesaan dan kekuasaan-Nya. Akan tetapi, mereka kagum dan mengakui kerapian ciptaan Allah itu, bahkan mereka mengakui kelemahan mereka. Jika demikian halnya, maka keingkaran mereka itu bukanlah ditimbulkan karena ketidakpercayaan mereka kepada Allah, tetapi semata-mata karena kesombongan dan keangkuhan mereka semata." } } }, { "number": { "inQuran": 5245, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064e \u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062d\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Summar ji'il basara karrataini yanqalib ilaikal basaru khaasi'anw wa huwa haseer" } }, "translation": { "en": "Then return [your] vision twice again. [Your] vision will return to you humbled while it is fatigued.", "id": "Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5245", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5245.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5245.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setelah sekian lama kamu serius memperhatikannya, maka ulangi pandanganmu sekali lagi dan sekali lagi yaitu berkali-kali, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dalam keadaan kecewa karena tanpa menemukan cacat yang kamu usahakan untuk menemukannya, dan ia, pandanganmu, dalam keadaan letih dan ada batasnya.", "long": "Pertanyaan Allah kepada manusia pada ayat di atas dijawab sendiri oleh Allah pada ayat ini dengan mengatakan bahwa sekali pun manusia berulang-ulang memperhatikan, mempelajari, dan merenungkan seluruh ciptaan Allah, pasti ia tidak akan menemukan kekurangan dan cacat, walau sedikit pun. Jika mereka terus-menerus melakukan yang demikian itu, bahkan seluruh hidup dan kehidupannya digunakan untuk itu, akhirnya ia hanya akan merasa dan tidak akan menemukan kekurangan, sampai ia mati dan kembali kepada Tuhannya.\n\nDari ayat ini, dapat dipahami bahwa tidak ada seorang pun di antara manusia yang sanggup mencari kekurangan pada ciptaan Allah. Jika ada di antara manusia yang sanggup, hal ini berarti bahwa dia mengetahui seluruh ilmu Allah. Sampai saat ini belum ada seorang pun yang mengetahuinya dan tidak akan ada seorang pun yang dapat memiliki seluruh ilmu Allah. Seandainya ada di antara manusia yang dianggap paling luas ilmunya, maka ilmu yang diketahuinya itu hanyalah merupakan sebahagian kecil dari ilmu Allah. Akan tetapi, banyak di antara manusia yang tidak mau menyadari kelemahan dan kekurangannya, sehingga mereka tetap ingkar kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5246, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0632\u064e\u064a\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u062d\u064e \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqad zaiyannas samaaa'ad dunyaa bimasaa beeha wa ja'alnaahaa rujoomal lish shayaateeni wa a'tadnaa lahum 'azaabas sa'eer" } }, "translation": { "en": "And We have certainly beautified the nearest heaven with stars and have made [from] them what is thrown at the devils and have prepared for them the punishment of the Blaze.", "id": "Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5246", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5246.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5246.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukti kuasa Allah itu bukan hanya pada kesempurnaan penciptaan langit dan bumi. Dan Kami bersumpah bahwa sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, yaitu yang dekat dengan bumi sehingga dapat dilihat dengan pandangan mata secara langsung. Kami menghiasinya dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya bintang-bintang itu sebagai alat-alat pelempar setan dari golongan jin, dan Kami sediakan bagi mereka di akhirat nanti, azab neraka yang menyala-nyala.", "long": "Setelah menyatakan bahwa tidak terdapat kekurangan sedikit pun dalam ciptaan-Nya, Allah menegaskan bahwa Dialah Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahaagung, dengan mengatakan bahwa Dia telah menghias langit yang terdekat ke bumi dengan matahari yang bercahaya terang pada siang hari, bulan dan bintang-bintang yang bersinar pada malam hari, yang dapat dilihat oleh manusia setiap datangnya siang dan malam. Langit yang berhiaskan matahari, bulan, dan bintang-bintang yang bersinar itu terlihat oleh manusia seakan-akan rumah yang berhiaskan lampu-lampu yang gemerlapan di malam hari, sehingga menyenangkan hati orang yang memandangnya. \n\nPerumpamaan yang dikemukakan ayat di atas merupakan perumpamaan yang indah dan langsung mengenai sasarannya. Yaitu bahwa alam semesta ini diumpamakan seperti rumah. Rumah merupakan tempat tinggal manusia, tempat mereka berlindung dari terik matahari dan tempat berteduh di waktu hujan, tempat mereka bersenang-senang dan beristirahat, tempat mereka membesarkan anak-anak mereka, dan sebagainya. Demikianlah alam ini diciptakan Allah untuk kepentingan manusia seluruhnya.\n\nBintang-bintang itu di samping menghiasi langit, juga dapat menimbulkan nyala api yang dapat digunakan untuk melempari setan terkutuk yang mencuri dengar pembicaraan penduduk langit.\n\nSebagian ulama ada yang menafsirkan ayat ini dengan mengatakan bahwa Allah menciptakan bintang-bintang sebagai hiasan dunia dan untuk menimbulkan rezeki bagi manusia, yaitu dengan adanya siang dan malam dengan segala macam manfaatnya yang dapat diperoleh darinya. Rezeki yang diperoleh manusia karena adanya siang dan malam itu, ada yang menjadi sebab timbulnya kebaikan dan ada pula yang menjadi sebab timbulnya kejahatan yang dapat mengobarkan nafsu jahat.\n\nQatadah mengatakan bahwa Allah menciptakan bintang-bintang itu dengan tiga tujuan, yaitu: pertama, untuk hiasan langit; kedua, untuk melempar setan; dan ketiga, untuk menjadi petunjuk arah dan alamat bagi para musafir yang sedang dalam perjalanan, baik di darat, laut, maupun di ruang angkasa yang sangat luas ini. Barangkali Qatadah menerangkan di antara tujuan Allah menciptakan bintang-bintang sejauh yang ia ketahui, karena masih banyak tujuan yang lain, baik yang telah diketahui maupun yang belum diketahui oleh manusia. Allah Mahaluas ilmu-Nya lagi Mahabijaksana.\n\nDemikianlah Allah menciptakan bintang-bintang yang menghiasi alam raya yang tidak terhitung banyaknya. Semua itu dapat dimanfaatkan manusia sesuai dengan keinginan yang hendak dicapainya. Jika keinginan yang hendak dicapai itu adalah keinginan yang sesuai dengan keridaan Allah, tentu Allah akan melapangkan jalan bagi tercapainya keinginan itu dan memberinya pahala yang berlipat-ganda. Sebaliknya jika keinginan yang hendak dicapai itu adalah keinginan yang berlawanan dengan keridaan Allah, maka bagi mereka disediakan azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 5247, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0628\u0650\u0626\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa lillazeena kafaroo bi rabbihim 'azaabu jahannama wa bi'sal maseer" } }, "translation": { "en": "And for those who disbelieved in their Lord is the punishment of Hell, and wretched is the destination.", "id": "Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5247", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5247.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5247.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Telah menjadi ketetapan Allah bahwa setiap orang yang menyekutu-kan dan mengingkari Allah, serta mendustakan para rasul akan dimasukkan ke dalam neraka di akhirat kelak. Inilah yang ditegaskan pada ayat ini. Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Itulah tempat kediaman mereka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.", "long": "Telah menjadi ketetapan dan sunatullah bahwa setiap orang yang menyekutukan dan mengingkari Allah, serta mendustakan para rasul yang diutus-Nya, akan dimasukkan ke dalam neraka. Neraka itulah tempat yang paling buruk yang disediakan bagi mereka. Di dalamnya mereka akan merasakan penderitaan dan siksaan yang amat pedih dan menyengsarakan.\n\nKemudian Allah menerangkan sikap neraka pada waktu orang-orang kafir dimasukkan ke dalamnya, yaitu:\n\n1.Ketika orang-orang kafir dilemparkan ke dalamnya, terdengarlah suaranya yang gemuruh lagi dahsyat sebagai tanda kemarahannya.\n\n2.Neraka itu menggelegak, laksana periuk besar merebus orang-orang kafir dengan airnya yang mendidih.\n\n3.Neraka itu seakan-akan hampir pecah waktu orang-orang kafir dilemparkan ke dalamnya.\n\n4.Neraka itu sangat ganas dan marah kepada setiap orang yang berada di dalamnya.\n\n5.Setiap kali rombongan orang kafir dimasukkan ke dalamnya, penjaga-penjaga neraka itu mencerca mereka, \"Belum pernahkah seorang rasul datang kepada kamu. Kenapa kamu tidak mengikuti seruan para rasul yang disampaikan kepadamu?\"\n\n6.Penduduk neraka mengakui bahwa telah datang rasul-rasul kepada mereka, akan tetapi mereka mendustakannya; bahkan menuduh bahwa para rasul itulah yang berada dalam kesesatan" } } }, { "number": { "inQuran": 5248, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u0642\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Izaaa ulqoo feehaa sami'oo lahaa shaheeqanw wa hiya tafoor" } }, "translation": { "en": "When they are thrown into it, they hear from it a [dreadful] inhaling while it boils up.", "id": "Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5248", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5248.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5248.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, karena kerasnya kobaran api, sedang neraka itu membara, dengan sangat dahsyatnya,", "long": "Dalam ayat ini, diterangkan keadaan neraka sebagai tempat yang disediakan bagi orang-orang kafir serta sikapnya ketika mereka dilemparkan ke dalamnya. Pada waktu orang-orang kafir dilemparkan ke dalamnya, terdengarlah oleh mereka suara gemuruh yang amat dahsyat dan menakutkan. Neraka itu terdengar menggelegak seakan-akan seperti periuk besar dan orang-orang kafir direbus di dalamnya dengan air yang mendidih dan menggelegak karena panasnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5249, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u062a\u064e\u0645\u064e\u064a\u0651\u064e\u0632\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0638\u0650 \u06d6 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u062c\u064c \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0632\u064e\u0646\u064e\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Takaadu tamayyazu minal ghaizi kullamaaa uliqya feehaa fawjun sa alahum khazanatuhaaa alam yaatikum nazeer" } }, "translation": { "en": "It almost bursts with rage. Every time a company is thrown into it, its keepers ask them, \"Did there not come to you a warner?\"", "id": "hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5249", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5249.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5249.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "hampir saja neraka meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan orang-orang kafir dilemparkan ke dalamnya, para malaikat penjaga-penjaga neraka itu bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu di dunia tentang ancaman Allah?”", "long": "Selanjutnya diterangkan bahwa neraka itu menerima orang-orang kafir dengan kemarahan yang sangat. Demikian marahnya, sehingga hampir saja mereka itu pecah berkeping-keping. Dalam keadaan demikian, malaikat Zabaniyah pun mencela dan mencerca mereka, \"Tidak pernahkah datang kepada kamu seorang rasul yang diutus Allah yang memperingatkan kamu kepada azab hari Kiamat yang menimpamu pada saat ini?\" Hal ini juga menunjukkan bahwa Allah tidak akan mengazab suatu kaum, melainkan setelah Dia mengutus seorang rasul dan mereka tidak mengindahkan seruan itu. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\n¦tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra'/17: 15)\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa manusia dituntut melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya jika telah disampaikan kepada mereka seruan rasul yang diutus kepada mereka. Hal ini berlaku baik seruan itu disampaikan secara langsung maupun tidak langsung, yaitu dengan perantaraan orang-orang yang telah beriman kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5250, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Qaaloo balaa qad jaaa'anaa nazeerun fakazzabnaa wa qulnaa maa nazzalal laahu min shai in in antum illaa fee dalaalin kabeer" } }, "translation": { "en": "They will say,\" Yes, a warner had come to us, but we denied and said, 'Allah has not sent down anything. You are not but in great error.'\"", "id": "Mereka menjawab, “Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5250", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5250.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5250.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pertanyaan para penjaga neraka tersebut dijawab dengan jujur oleh para pendurhaka itu. Mereka menjawab, “Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, menyampaikan tentang adanya azab Allah, tetapi kami mendustakannya dan kami katakan, \\'Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun kepadamu, kamu wahai orang yang meng-ku sebagai utusan Allah, sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.'”", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa pertanyaan para malaikat itu dijawab oleh orang-orang kafir yang sedang diazab itu dengan mengakui bahwa telah datang kepada mereka seorang rasul. Dia telah membacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan dan telah memperingatkan mereka akibat yang akan diterima oleh orang-orang yang tidak memperkenankan seruan itu. Akan tetapi, mereka mendustakan dan bahkan mengejek para rasul itu dengan mengatakan; Hai orang yang telah mengaku menerima wahyu dari Allah. Sebenarnya tidak ada sesuatu wahyu pun yang diturunkan Allah kepadamu karena engkau bukanlah seorang rasul yang diutus kepada kami. Engkau hanyalah manusia biasa seperti kami juga, bahkan engkau lebih miskin dan lebih rendah derajatnya daripada kami. Tidak ada guna dan faedahnya sedikit pun semua perkataan yang engkau ucapkan itu bagi kami, bahkan kamu seluruhnya yang mengaku bahwa sebagai rasul yang diutus oleh Tuhan, sebetulnya adalah orang-orang yang berada dalam kesesatan yang besar.\" Pada ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nOrang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, \"Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?\" Mereka menjawab, \"Benar, ada,\" tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir. (az-Zumar/39: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 5251, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo law kunnaa nasma'u awna'qilu maa kunnaa feee as haabis sa'eer" } }, "translation": { "en": "And they will say, \"If only we had been listening or reasoning, we would not be among the companions of the Blaze.\"", "id": "Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5251", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5251.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5251.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka orang-orang yang tersiksa di neraka itu berkata, “Sekiranya dahulu kami mendengarkan dengan sungguh-sungguh atau memikirkan dengan serius peringatan itu tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala yang azabnya sungguh tidak terbayang oleh kami.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir yang sedang diazab di dalam neraka itu menyesali sikap dan tindakan mereka selama hidup di dunia dengan mengatakan, \"Sekiranya kami mau menggunakan akal dan pikiran kami yang telah dianugerahkan Allah, untuk menilai dan mengambil manfaat dari seruan rasul itu, demikian pula seandainya kami menggunakan telinga kami untuk mendengar ayat-ayat Allah yang telah diturunkan dan disampaikan kepada kami oleh rasul yang telah diutus-Nya, tentu kami tidak akan menyangkal dan mengingkari kebenaran yang disampaikan itu. Kami tidak akan tepedaya oleh kesenangan dan pengaruh dunia yang fana ini, tidak akan teperdaya oleh tipu daya setan, dan tidak akan dimasukkan ke dalam neraka yang menyala ini yang azabnya tidak tertanggungkan sedikit pun oleh kami.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5252, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0641\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0646\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064f\u062d\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Fa'tarafoo bizambihim fasuhqal li as haabis sa'eer" } }, "translation": { "en": "And they will admit their sin, so [it is] alienation for the companions of the Blaze.", "id": "Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5252", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5252.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5252.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka dengan ucapan itu mereka mengakui dosanya. Namun itu pengakuan yang tidak berguna. Tetapi kebinasaanlah yaitu jauhlah dari rahmat Allah bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan pula bahwa sekalipun orang-orang kafir yang sedang diazab di dalam neraka itu telah mengakui perbuatan dosa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia dan menyatakan tobat dengan sesungguhnya, namun pengakuan dan pernyataan tobat mereka itu tidak ada manfaatnya sedikit pun. Sebab, tobat yang diterima Allah hanyalah tobat yang dilakukan oleh seseorang pada waktu ia hidup di dunia, dengan syarat:\n\n1.Meninggalkan dosa yang dilakukan dengan segera.\n\n2.Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan.\n\n3.Berjanji tidak akan melakukan perbuatan dosa yang telah dikerjakannya dan perbuatan-perbuatan yang lain yang dilarang oleh Allah.\n\nDi akhirat, orang-orang kafir itu telah dijauhkan dari rahmat Allah sehingga apa pun yang berupa rahmat-Nya, seperti pengampunan dosa, kebahagiaan hidup, dan lain-lain, tidak akan mereka dapatkan lagi. Hanya kebinasaan yang akan menimpa mereka.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa sebenarnya seruan agar menganut agama Allah dan mengikuti seruan rasul itu telah sampai kepada hampir seluruh tempat di dunia ini dan kepada seluruh manusia. Sementara itu, ajaran agama yang disampaikan rasul itu mudah diterima dan dilaksanakan oleh manusia mana pun yang telah balig dan berakal, karena tujuan ajaran agama itu ialah untuk kemaslahatan umat manusia dalam hidup di dunia dan di akhirat nanti, bukan untuk memberatkan dan menyempitkan. Di samping itu, ajaran agama itu mudah diterima akal yang sehat karena sifatnya yang mudah dimengerti dan sesuai dengan akal budi manusia. Akan tetapi, karena hawa nafsu, kedudukan, pangkat, harta, dan ingin mendapat simpati, kehormatan, dan ditambah lagi dengan godaan setan yang tujuannya hanyalah untuk menyesatkan manusia, mereka tidak mengindahkan seruan itu. Akibatnya, mereka mendapat balasan yang setimpal dengan kekafiran dan keingkaran mereka itu. Betapa banyak orang yang tadinya telah beriman dan melakukan ajaran agama Islam dengan baik tetapi kemudian karena pengaruh hawa nafsu dan godaan setan, mereka tidak segan-segan meninggalkan kepercayaan dan keyakinan yang telah tumbuh dengan subur dalam hati mereka, bahkan mereka tidak segan-segan menghancurkan Islam dan kaum Muslimin.\n\nAllah sendiri selalu mengingatkan mereka dengan memberikan cobaan-cobaan berupa kesenangan dan penderitaan, tetapi mereka hanya sadar sampai cobaan itu hilang dari mereka. Setelah itu, mereka kembali mengingkari ajaran dan seruan rasul. Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika di akhirat nanti mereka tidak akan mendapat pertolongan dari Allah dan akan dijauhkan dari rahmat-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5253, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 562, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Innal lazeena yakhshawna rabbahum bilghaibi lahum maghfiratunw wa ajrun kabeer" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who fear their Lord unseen will have forgiveness and great reward.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5253", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5253.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5253.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi orang yang mengingkari kekuasaan Allah, ancamannya dije-laskan pada ayat sebelumnya. Pada ayat ini diterangkan siapa yang akan meraih pahala yang besar, Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, atau mereka takut kepada-Nya walau mereka itu sendirian tidak terlihat oleh siapa pun, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.", "long": "Ayat ini menerangkan tanda-tanda orang bertakwa yang tunduk dan patuh kepada Allah, dan yakin bahwa Allah mengetahui segala yang mereka lakukan baik yang tampak maupun yang tersembunyi.\n\nTanda-tanda itu ialah:\n\n1.Senantiasa takut kepada azab Allah walaupun azab itu merupakan suatu yang gaib, tidak tampak dan belum tentu kapan datangnya.\n\n2.Merasa takut akan kedatangan hari Kiamat, karena mengingat malapetaka yang akan terjadi pada diri mereka seandainya mengingkari Allah, seperti peristiwa yang akan terjadi pada hari perhitungan, hari pembalasan, dan azab neraka yang tiada terkirakan.\n\n3.Yakin dan percaya bahwa Allah selalu mengawasi, memperhatikan, dan mengetahui di mana dan dalam keadaan bagaimana mereka setiap saat.\n\nDalam hadis Nabi Muhammad disebutkan:\n\nDari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, \"Tak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah. (Riwayat at-Tirmidhi, an-Nasa'i, Ahmad, al-hakim, dan lainnya)\n\nOrang yang benar-benar beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh, tidak ada kekhawatiran terhadap diri mereka dan mereka tidak bersedih hati terhadap segala sesuatu yang luput dari mereka, sebagaimana firman Allah:\n\nSungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (al-Baqarah/2: 277)\n\nOrang-orang yang beriman dan taat kepada Allah selalu merasa mendapat pengawasan dari-Nya. Mereka yakin bahwa Dia melihat dan memperhatikan mereka, sebagaimana yang diucapkan Nabi Muhammad dalam konteks ihsan:\n\nEngkau beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, dan Abu Hurairah)\n\nAllah menjanjikan bahwa orang-orang mukmin yang bersifat demikian akan diampuni dosa-dosanya dan akan diberi pahala yang besar di akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 5254, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0650\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u062c\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c \u0628\u0650\u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa asirroo qawlakum awijharoo bihee innahoo 'aleemum bizaatis sudoor" } }, "translation": { "en": "And conceal your speech or publicize it; indeed, He is Knowing of that within the breasts.", "id": "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5254", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5254.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5254.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Gunjingan kaum musyrik yang ternyata diketahui oleh Rasulullah, menjadikan mereka saling merendahkan bahkan merahasiakan ucapan di antara mereka agar tidak didengar Tuhan Nabi Muhammad. Ayat ini turun untuk meresponss sikap tersebut. Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati dan segala apa yang kamu rahasiakan.", "long": "Menurut riwayat Ibnu 'Abbas, ia berkata, \"Pada suatu ketika orang-orang musyrikin mempergunjingkan Nabi Muhammad dan menjelek-jelekkannya, maka Allah menurunkan kepada beliau semua yang dibicarakan mereka itu. Lalu sebahagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, \"Rendahkanlah suaramu agar kata-katamu tidak didengar oleh Tuhan Muhammad.\" Maka turunlah ayat ini yang antara lain menjelaskan bahwa tidak ada suatu apa pun yang luput dari pengetahuan Allah. \n\nPada ayat ini, Allah kembali menjelaskan bahwa Dia mengetahui segala yang dirahasiakan dan segala yang dilahirkan oleh hamba-hamba-Nya, baik berupa perkataan, perbuatan, dan segala yang dirasakan oleh hati dan panca indera. Semuanya itu tidak luput sedikit pun dari pengetahuan Allah, karena Dia Maha Mengetahui segala isi hati.\n\nDari ayat ini dapat pula diambil kesimpulan bahwa semua doa yang dipanjatkan kepada Allah, baik dengan suara keras, berbisik, lemah-lembut maupun dengan gerakan hati saja akan diketahui Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5255, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 496, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0637\u0650\u064a\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Alaa ya'lamu man khalaq wa huwal lateeful khabeer" } }, "translation": { "en": "Does He who created not know, while He is the Subtle, the Acquainted?", "id": "Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5255", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5255.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5255.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini masih kelanjutan sanggahan Allah terhadap sikap kaum musyrik: Apakah pantas Allah yang menciptakan semua makhluk termasuk kamu, wahai manusia, itu tidak mengetahui apa yang kamu lahirkan dan rahasiakan? Padahal Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. Sungguh Dia pasti Maha Mengetahui segalanya.", "long": "Ayat ini seakan-akan memperingatkan orang-orang musyrik yang tidak percaya akan luas dan detilnya pengetahuan Allah, bahwa Tuhan Maha Mengetahui segala isi langit dan bumi betapa pun kecilnya, betapa pun jauh disembunyikan, serta mengetahui perkataan-perkataan yang dirahasiakan. Sesungguhnya pengetahuan Allah dapat menembus dinding yang sangat tebal dan kokoh dan sesuatu yang paling tersembunyi letaknya sekalipun.\n\nSeandainya orang-orang kafir mau menggunakan akalnya, tentu ia akan berpendapat bahwa yang menciptakan seluruh alam ini, termasuk di dalamnya bumi dengan segala isinya, adalah Allah. Pencipta itu pasti mengetahui keadaan dan sifat-sifat dari ciptaan-Nya, baik yang kecil maupun yang besar. Oleh karena itu, apa pun yang terjadi pada ciptaan-Nya, Allah mengetahuinya dengan rinci." } } }, { "number": { "inQuran": 5256, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0630\u064e\u0644\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0645\u0652\u0634\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0643\u0650\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u0650\u0632\u0652\u0642\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0634\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Huwal lazee ja'ala lakumul arda zaloolan famshoo fee manaakibihaa wa kuloo mir rizqihee wa ilaihin nushoor" } }, "translation": { "en": "It is He who made the earth tame for you - so walk among its slopes and eat of His provision - and to Him is the resurrection.", "id": "Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5256", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5256.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5256.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ditegaskan bahwa Allah adalah Mahahalus dan Maha luas pengetahuan-Nya, kini diuraikan kembali tentang Kuasa-Nya. Dialah Allah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi untuk melakukan aneka aktifitas yang bermanfaat, maka jelajahilah di segala penjurunya, berkelanalah ke seluruh pelosoknya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya yang disediakan untuk kamu, serta bersyukurlah dengan segala karunia-Nya itu. Dan karena pada akhirnya, hanya kepada-Nyalah kamu kembali setelah dibangkitkan.", "long": "Ayat ini menerangkan nikmat Allah yang tiada terhingga yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia, dengan menyatakan bahwa Allah telah menciptakan bumi dan memudahkannya untuk mereka, sehingga mereka dapat mengambil manfaat yang tidak terhingga untuk kepentingan hidup mereka. Dia menciptakan bumi itu bundar dan melayang-layang di angkasa luas. Manusia tinggal di atasnya seperti berada di tempat yang datar terhampar, tenang, dan tidak bergoyang. Dengan perputaran bumi terjadilah malam dan siang, sehingga manusia dapat berusaha pada siang hari dan beristirahat pada malam hari. Bumi memancarkan sumber-sumber mata air, yang mengalirkan air untuk diminum manusia dan binatang ternak peliharaannya. \n\nDengan air itu pula manusia mengairi kebun-kebun dan sawah-sawah mereka, demikian pula kolam-kolam tempat mereka memelihara ikan. Dengan air itu pula mereka mandi membersihkan badan mereka yang telah kotor, sehingga mereka merasa segar dan nyaman. Diciptakan-Nya pula bukit-bukit, lembah-lembah, gunung-gunung yang menghijau yang menyejukkan hati orang yang memandangnya. Dari celah-celah bukit itu mengalirlah sungai-sungai dan di antara bukit-bukit dan lembah-lembah itu manusia membuat jalan-jalan yang menghubungkan suatu negeri dengan negeri yang lain. Alangkah banyaknya nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada manusia. Seandainya Allah menahan suatu nikmat saja kepada manusia, misalnya tidak memberikan udara yang akan dihirup, manusia akan mengalami penderitaan yang sangat. Siapakah yang dapat mengingkari nikmat Allah yang demikian banyaknya itu?\n\nMenurut para saintis, bumi yang diseliputi atmosfer sangat dinamis. Proses-proses geologi yang mencakup dari proses erosi, pengendapan, naik-turun muka laut, gempa bumi, pergerakan magma, sampai ke letusan gunung api dalam rentang waktu jutaan tahun telah memungkinkan terjadinya cebakan-cebakan mineral maupun energi. Di bagian lain, laut dan atmosfer pun tak kalah dinamisnya. Interaksinya dengan daratan dan perjalanannya bersama bulan mengitari matahari membentuk iklim dan musim. Proses-proses dinamis yang melibatkan daratan-laut dan atmosfer tersebut memungkinkan terjadinya siklus hidrologi yang pada gilirannya menurunkan hujan dan menyebabkan kesuburan tanah serta terbentuknya cadangan air baik di danau, sungai maupun dalam tanah. Oksigen dan air yang merupakan kebutuhan vital manusia tersedia melimpah dan amat mudah didapatkannya. \n\nAyat ini menyatakan bahwa dengan sifat rahman-Nya kepada seluruh umat manusia, maka Allah bukan saja telah menyediakan seluruh sarana dan prasarana bagi manusia. Ia juga telah memudahkan manusia untuk hidup di permukaan bumi. Manusia diperintahkan Allah untuk berjalan di permukaan bumi untuk mengenali baik tempatnya, penghuninya, manusianya, hewan dan tumbuhannya.\n\nManusia tidak saja diberi udara, tumbuhan, hewan, dan cuaca yang menyenangkan, tapi juga diberi perlengkapan dan kenyamanan untuk mencari rezeki di bumi dengan segala yang ada di atasnya maupun terkandung di dalamnya. \n\nSetelah Allah menerangkan bahwa alam ini diciptakan untuk manusia dan memudahkannya untuk keperluan mereka, maka Dia memerintahkan agar mereka berjalan di muka bumi, untuk memperhatikan keindahan alam, berusaha mengolah alam yang mudah ini, berdagang, beternak, bercocok tanam dan mencari rezeki yang halal. Sebab, semua yang disediakan Allah itu harus diolah dan diusahakan lebih dahulu sebelum dimanfaatkan bagi keperluan hidup manusia.\n\nDengan memahami ayat ini, dapat dikemukakan hal-hal yang berikut:\n\n1.Allah memerintahkan agar manusia berusaha dan mengolah alam untuk kepentingan mereka guna memperoleh rezeki yang halal. Hal ini berarti bahwa tidak mau berusaha dan bersifat pemalas bertentangan dengan perintah Allah.\n\n2.Karena berusaha dan mencari rezeki itu termasuk melaksanakan perintah Allah, maka orang yang berusaha dan mencari rezeki adalah orang yang menaati Allah, dan hal itu termasuk ibadah. Dengan perkataan lain bahwa berusaha dan mencari rezeki itu bukan mengurangi ibadah, tetapi memperkuat dan memperbanyak ibadah itu sendiri.\n\nDiriwayatkan oleh Ahmad dari 'Umar bin al-Khaththab, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah bersabda:\n\nJika kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki-Nya kepada burung. Pergi mencari rezeki dengan perut yang kosong, dan petang hari ia kembali ke sarangnya dengan perut yang berisi penuh. (Riwayat at-Tirmidhi, Ahmad, al-Baihaqi, dan Abu Dawud dari 'Umar bin al-Khaththab) \n\nHadis ini menunjukkan bahwa waktu sejak pagi hari sampai petang adalah waktu untuk mencari rezeki, seperti yang telah dilakukan burung. Jika manusia benar-benar mau berusaha sejak pagi sampai petang pasti Allah memberinya rezeki. Mereka tidak akan kelaparan. Dari hadis ini juga dapat dipahami bahwa orang yang tidak mau berusaha tidak akan diberi rezeki oleh Allah.\n\nDiriwayatkan oleh al-hakim dan at-Tirmidhi dari Mu'awiyah bin Qurrah, ia berkata, \"Pada suatu hari 'Umar bin Khaththab lewat di perkampungan suatu kaum, lalu beliau bertanya kepada kaum itu, \"Siapakah kamu?\" Mereka menjawab, \"Kami adalah orang-orang yang bertawakal kepada Allah.\" Umar berkata, \"Kamu bukanlah orang-orang yang bertawakal kepada Allah, melainkan orang-orang yang telah dimakan karat. Adapun orang yang bertawakal kepada Allah ialah orang yang menanamkan benih ke dalam tanah, lalu ia bertawakal kepada Allah.\"\n\nDalam mencari rezeki ajaran Islam memberikan beberapa pedoman:\n\n1.Agar setiap manusia berusaha mencukupkan keperluan dirinya dan keluarganya. Oleh karena itu, orang yang berangkat dari rumahnya pagi hari untuk mencari rezeki, termasuk orang yang didoakan oleh Nabi Muhammad agar diberkahi Allah.\n\nBahwa Nabi Muhammad saw berkata, \"Wahai Allah, berkatilah umatku yang berangkat berusaha pagi-pagi.\" (Riwayat at-Tirmidhi dari sakhr bin al-Gamidi)\n\n2.Dalam berusaha itu hendaklah mencari yang halal. Maksudnya ialah mencari rezeki dengan cara-cara yang halal, tidak dengan mencuri, menipu, korupsi, dan sebagainya. Rezeki yang dicari itu adalah rezeki yang halal, bukan yang haram, seperti khamar, bangkai, dan sebagainya, sesuai dengan hadis: Dari Ali bahwa Rasulullah saw bersabda, \"Sesungguhnya Allah Ta'ala senang melihat hamba-Nya, dalam mencari yang halal.\" (Riwayat ath-thabrani)\n\nHadis yang lain menerangkan:\n\nDari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, \"Mencari rezeki yang halal wajib bagi setiap orang muslim.\" (Riwayat ath-thabrani)\n\nPada akhir ayat, Allah memberi peringatan kepada manusia bahwa semua makhluk akan kembali kepada-Nya pada hari Kiamat, dan pada waktu itu akan ditimbang semua perbuatan manusia. Amal baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedangkan perbuatan buruk akan dibalas dengan azab neraka. Oleh karena itu, hendaklah manusia selalu mawas diri, berusaha melaksanakan amal saleh sebanyak mungkin dan menilai serta meneliti perbuatan-perbuatan yang akan dikerjakan, berusaha memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telanjur dilakukan atau yang tanpa disadari bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan yang dilarang Allah. Maka setiap muslim seyogyanya mencari rezeki yang halal saja, jangan sekali-kali memakan rezeki yang diperoleh dengan cara yang haram atau bendanya sendiri adalah benda yang haram. Ingatlah bahwa semua makhluk tanpa ada kecualinya akan kembali kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 5257, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0633\u0650\u0641\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "'A-amintum man fissamaaa'i aiyakhsifa bi kumul arda fa izaa hiya tamoor" } }, "translation": { "en": "Do you feel secure that He who [holds authority] in the heaven would not cause the earth to swallow you and suddenly it would sway?", "id": "Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5257", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5257.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5257.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukti kekuasaan dan keluasan ilmu-Nya sudah dipaparkan, kalau manusia tetap durhaka maka Allah menegaskan dalam ayat ini: Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia Allah yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?. Mestinya kamu tidak merasa aman dengan tetap durhaka. Karena orang sebelum kamu seperti Karun karena kedurhakaannya dia ditelan bumi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang kafir tentang azab yang akan menimpa mereka, apabila tetap dalam kekafiran. Peringatan ini diberikan Allah karena mereka seakan-akan merasa akan terhindar dari siksa Allah yang akan ditimpakan kepada mereka, bahkan mereka merasa telah mendapat rahmat yaitu kesenangan duniawi yang sedang mereka rasakan. Tanda-tanda kekafiran itu terlihat pada sikap, tindakan, dan tingkah laku mereka. Oleh karena itu, Allah memperingatkan mereka dengan mengatakan, \"Hai orang-orang kafir apakah kamu sekalian merasa aman dan akan terhindar dari azab Allah, padahal azab itu pasti akan menimpa kamu? Apakah kekuasaan dan kesenangan yang kamu peroleh itu tidak mungkin dilenyapkan Allah padahal kekuasaan dan kesenangan itu semata-mata berasal dari rahmat-Nya? Apakah tidak mungkin bahwa itu adalah ujian dari Allah kepadamu? Ingatlah, Allah telah menimpakan azab yang dahsyat kepada orang-orang dahulu, seperti azab yang ditimpakan kepada Karun dan pengikut-pengikutnya. Mereka telah dibenamkan ke dalam bumi. Pada saat Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi, maka terjadilah gempa yang dahsyat yang mengguncangkan bumi.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5258, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0650\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0635\u0650\u0628\u064b\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Am amintum man fissamaaa'i ai yursila 'alaikum haasiban fasata'lamoona kaifa nazeer" } }, "translation": { "en": "Or do you feel secure that He who [holds authority] in the heaven would not send against you a storm of stones? Then you would know how [severe] was My warning.", "id": "Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5258", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5258.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5258.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia Allah yang di langit yang mengendalikan sepenuhya semua makhluk, tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu yang dapat membinasakan kamu? Namun kalau kamu tetap durhaka, kelak kamu akan mengetahui bagaimana akibat mendustakan peringatan-Ku.", "long": "Pada ayat ini, Allah melanjutkan peringatan-Nya, \"Demikian pula apakah kamu merasa aman dan akan terhindar dari azab Allah yang sewaktu-waktu dapat mengembuskan angin bercampur batu yang dapat menghancurkan kamu sekalian seketika? Ingatlah, azab yang seperti ini telah menimpa kaum Lut, karena mereka telah mendustakan Nabi Lut yang diutus kepada mereka. Pada saat kedatangan azab itu, kamu semua akan menyaksikan betapa dahsyatnya azab Kami, tetapi pengetahuan kamu pada waktu itu tidak ada gunanya.\"\n\nPada ayat lain, Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.\" Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya). (al-An'am/6: 65)\n\nFirman Allah yang lain:\n\nMaka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin kencang yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun. (al-Isra'/17: 68)" } } }, { "number": { "inQuran": 5259, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0646\u064e\u0643\u0650\u064a\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqad kazzabal lazeena min qablihim fakaifa kaana nakeer" } }, "translation": { "en": "And already had those before them denied, and how [terrible] was My reproach.", "id": "Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5259", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5259.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5259.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangan ada yang menduga bahwa ancaman yang dikemukakan pada ayat-ayat yang lalu hanya “gertak sambal” yaitu ancaman yang tanpa bukti. Sungguh ancaman itu dapat juga menimpa kaum musyrik Mekah. Ayat ini menegaskan: Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka kaum musyrik Mekah itu pun telah mendustakan dan mendurhakai rasul-rasul-Nya. Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!", "long": "Kemudian Allah memerintahkan agar orang-orang kafir memperhatikan penderitaan yang telah dialami umat-umat yang terdahulu, karena telah mendustakan para rasul yang telah diutus kepada mereka. Di antaranya seperti kaum Nuh yang telah ditenggelamkan banjir yang mahadahsyat, kaum Syuaib yang telah dibinasakan dengan petir, serta Fir'aun dan kaumnya telah ditenggelamkan di Laut Merah. Mereka semua baru menyesali perbuatan yang mereka lakukan pada saat azab itu datang menimpa. Semuanya bisa menjadi pelajaran untuk direnungkan dan diperhatikan betapa dahsyat siksa Allah yang ditimpakan kepada orang-orang yang durhaka kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5260, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0641\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0636\u0652\u0646\u064e \u06da \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0645\u0652\u0633\u0650\u0643\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Awalam yaraw ilat tairi fawqahum saaaffaatinw wa yaqbidn; maa yumsikuhunna illaar rahmaan; innahoo bikulli shai im baseer" } }, "translation": { "en": "Do they not see the birds above them with wings outspread and [sometimes] folded in? None holds them [aloft] except the Most Merciful. Indeed He is, of all things, Seeing.", "id": "Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5260", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5260.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5260.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada bagian awal surah ini telah disinggung kuasa Allah di langit. Ayat ini menegaskan kembali hal tersebut: Tidakkah mereka yaitu kaum musyrik Mekah dan siapa saja yang meragukan kuasa Allah, memperhatikan burung-burung ketika terbang yang selalu mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya burung-burung itu di udara selain Yang Maha Pengasih Tuhan Pelimpah rahmat bagi segala makhluk. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu dan Maha Mengetahui bagaimana menciptakan segala sesuatu.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dia Mahakuasa lagi Maha Menentukan segala sesuatu. Sebagai salah satu buktinya ialah kekuasaan-Nya menahan burung yang sedang berada di angkasa, sehingga tidak jatuh ke bumi. Burung-burung yang sedang berada di angkasa kadang-kadang terbang melayang dengan mengembangkan sayapnya. Ia terbang meninggi atau menukik ke bawah, seakan-akan ia akan terhempas ke bumi. Kadang-kadang dia mengatupkan kedua sayapnya. Siapakah yang menahan burung itu dari kejatuhan pada waktu dia mengembangkan dan mengatupkan sayapnya? Bukankah ini bertentangan dengan hukum alam bahwa barang yang berat itu akan jatuh ke bumi disebabkan daya tarik (gravitasi) bumi?\n\nHal yang senada juga dapat dilihat pada ayat di bawah ini.\n\nTidakkah mereka melihat burung-burung yang ditundukkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang beriman. (an-Nahl/16: 79)\n\nSecara saintifik dapat dijelaskan bahwa burung bisa terbang adalah keunikan. Untuk dapat terbang, burung seharusnya sangat ringan. Untuk dapat lepas landas dan terus terbang di udara, burung-burung semestinya harus cukup ringan. Pada saat yang sama, ia juga harus sangat kuat dan tangguh. Kekuatan diperlukan untuk dapat tetap terbang dalam waktu yang lama, dan bermanuver untuk menangkap mangsa atau saat turun ke tempat mereka hinggap. \n\nTulang leher burung harus kuat sekaligus lentur. Jumlah ruas tulang leher bervariasi, ada yang 11 ada yang lebih. Kelenturan leher diperoleh dari sekelompok otot yang bekerja dengan sangat efisien. Kelenturan diperlukan untuk berbagai keperluan. Seperti pada burung laut yang menyambar ikan dengan kecepatan sangat tinggi.\n\nTulang burung umumnya berlubang di tengahnya, dan berdinding tipis. Berat tubuh burung diletakkan di bagian tengah tubuh. Di bagian dada terdapat tulang dada yang besar yang melekat pada otot dada besar. Otot dada inilah yang menggerakkan sayap. Otot dada meliputi sekitar 25-30% dari keseluruhan berat badan burung.\n\nOtot dada yang bekerja keras untuk menggerakkan sayap cukup mengganggu kerja paru-paru. Untuk menanggulanginya, burung mempunyai sistem pernapasan yang berbeda. Sistem pernapasan yang digunakan adalah dengan tersebarnya kantung-kantung udara di seluruh bagian tubuhnya. Kantung demikian ini juga dapat ditemui di tulang bagian tengah yang berlubang. Udara dialirkan ke semua bagian tubuh burung dan diserap darah dengan cepat. Penyerapan berjalan cepat karena denyut jantung yang sangat kuat.\n\nPenglihatan yang tajam merupakan syarat utama. Burung merupakan binatang yang paling mengandalkan penglihatan dalam kehidupannya. Pada beberapa burung, bahkan besar matanya melebihi besar otaknya. Burung dapat melihat ke kejauhan delapan kali lebih jelas dari manusia. Matanya dapat beradaptasi dengan cepat untuk berpindah dari melihat dekat ke melihat jauh, begitu juga sebaliknya. \n\nHal terpenting agar burung dapat terbang adalah terdapatnya organ sayap dan bulu. Sayap adalah semacam tangan yang mempunyai sendi peluru yang besar dan kuat di bagian bahu. Sendi ini sangat khusus, dan digunakan untuk melakukan mobilitas yang sangat rumit. Kegunaannya adalah agar burung dapat bermanuver dengan baik di udara. Sendi peluru yang demikian ini dapat memposisikan sayap sehingga burung dapat berputar dengan cepat, berganti arah, memperlambat terbang, terbang ke belakang, menukik dengan kecepatan tinggi, dan mendarat dengan anggun.\n\nDengan gerakan mengembangkan dan mengatupkan sayapnya, maka sesungguhnya burung-burung itu sedang mengepakkan sayapnya untuk membangkitkan aerodynamic force (gaya aerodinamika), yaitu mengumpulkan tekanan udara yang cukup di bawah sayapnya, yang akan memberikan gaya angkat dan gaya dorong kepada burung-burung untuk dapat terbang. Gaya angkat ini untuk melawan berat burung, sedang gaya dorong untuk melawan hambatan udara. Kedua gaya ini dibangkitkan oleh gerakan kepakan sayap burung dengan siklus ke atas, ke bawah, dan ke belakang secara kontiniu dan periodik. Sungguh Maha Pemurah Allah. Jika Dia berkehendak menghilangkan udara, pasti burung-burung itu tidak mungkin dapat terbang.\n\nBulu sayap adalah ciptaan Tuhan yang sangat indah. Ringan, namun kuat, lentur, serba guna, mudah dirawat, berfungsi sebagai penyekat panas, kedap air, dan dapat diganti. Warna bulu sangat penting bagi burung. Beberapa burung mempunyai warna yang sesuai dengan lingkungannya sehingga berfungsi untuk kamuflase. Jenis lainnya menggunakan warnanya untuk menarik lawan jenisnya. \n\nBanyak jenis burung melakukan migrasi dan melakukan perjalanan yang sangat jauh. Dalam melakukan ini, mereka mempunyai berbagai cara untuk menyimpan tenaga dalam perjalanan jauh ini. Bentuk formasi terbang berkelompok yang menyerupai huruf V pada kebanyakan bebek atau belibis saat bermigrasi, ternyata mempunyai maksud tertentu. Formasi ini ternyata menghemat energi untuk seluruh kelompok. Hal ini disebabkan karena formasi V ini menghasilkan aliran udara yang menguntungkan. Pada posisi tertentu dalam formasi ini, individu burung dapat beristirahat karena ditopang oleh pola aliran udara yang memungkinkan untuk beristirahat. Siapakah yang mengajar mereka?\n\nSekarang kita tahu bahwa burung menghilang dari satu tempat karena mereka berpindah ke tempat lain. Kita tahu kapan mereka pergi, ke mana mereka menuju, dan rute mana yang mereka pilih. \n\nKadang-kadang perjalanan mereka sangat jauh, seperti burung sandpiper. Burung ini bermigrasi dari Canada (di utara benua Amerika) ke Tierro del-Fuego (di ujung selatan benua Amerika). Beberapa jenis walet terbang sejauh 10.000 km dari Alaska ke Patagonia, Cile. Burung-burung walet yang ada di Skandinavia (Eropa utara) terbang ke selatan Afrika di musim dingin. Burung warbler yang sangat kecil, beratnya kurang dari satu ons, terbang pada malam hari dari Jerman ke Afrika pada menjelang musim dingin. Uniknya, burung ini terbang secara individu. Tidak terbang berkelompok seperti jenis burung lainnya.\n\nBurung tern artic adalah juara terbang jarak jauh. Mereka kawin dan membesarkan anaknya di Kutub Utara pada saat musim panas, dan menghabiskan musim dingin di Kutub Selatan. Allah berfirman:\n\nTidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (an-Nur/24: 41)\n\nKita tahu bahwa burung dapat terbang, karena Allah 'memegangnya di udara. Mereka melakukan migrasi sepanjang jalur yang misterius karena melaksanakan rencana Allah. Mereka terbang sebagai bagian dari tasbih kepada Allah Sang Pencipta. Burung perkutut tidak ingin menjadi burung elang. Burung gagak tidak peduli bahwa warna bulunya tidak seindah burung nuri. Burung pemakan madu tidak akan mencoba untuk menangkap ikan sebagai ganti madu. Itu adalah pelajaran bagi kita semua yang dapat berpikir. \n\nSiapakah yang mengajar burung itu terbang mengembangkan sayapnya? Bahkan, siapakah yang menciptakan burung itu dengan bentuk tertentu, serta dilengkapi dengan organ-organ (alat-alat) sehingga ia mampu terbang dan tidak jatuh ke bumi? Kenapa kuda tidak dapat terbang seperti burung? Bila manusia mau memikirkan semua yang disebutkan itu akan yakinlah ia bahwa sesungguhnya Allah Maha Pencipta, Mahakuasa, Maha Pemurah, dan Maha Mengetahui segala yang diciptakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5261, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064f\u0648\u064e \u062c\u064f\u0646\u062f\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Amman haazal lazee huwa jundul lakum yansurukum min doonir rahmaan; inilkaafiroona illaa fee ghuroor" } }, "translation": { "en": "Or who is it that could be an army for you to aid you other than the Most Merciful? The disbelievers are not but in delusion.", "id": "Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5261", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5261.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5261.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik Mekah sering kali mengandalkan kekuatan material atau berhala-berhala yang mereka sembah sebagai pembela mereka. Ayat ini menampik klaim tersebut Atau siapakah yang akan kamu andalkan untuk menjadi bala tentara dan pembela bagimu yang dapat membelamu selain Allah Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam keadaan tertipu.", "long": "Allah mencela orang-orang kafir yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah dengan bentuk pertanyaan yang menyatakan tak ada orang yang akan datang menolong mereka serta melepaskannya dari siksa Allah. Mereka telah tertipu oleh bisikan-bisikan setan yang menanamkan kepercayaan dalam hati mereka bahwa berhala-berhala itu dapat menolong dan mengabulkan permintaan mereka. Dalam kenyataannya tidaklah demikian. Berhala-berhala itu sendiri tidak dapat berbuat apa-apa sama sekali, malah sebaliknya manusialah yang menentukan segala sesuatu bagi dirinya. Orang-orang kafir itu tertipu oleh bisikan setan. Oleh karena itu, Allah berfirman:\n\nDan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. (al-Furqan/25: 55)\n\nPerkataan \"min dunir-rahman\" (selain dari Allah Yang Maha Pemurah) mengandung pengertian bahwa rahmat Allah itu dilimpahkan kepada seluruh makhluk yang ada di alam ini, baik yang beriman kepada Allah maupun yang kafir. Demikian pula kepada hewan, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya, sehingga semuanya dapat hidup dan berkembang. Akan tetapi, di akhirat nanti rahmat itu hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman saja. Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, \"Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat.\" Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui. (al-A'raf/7: 32)" } } }, { "number": { "inQuran": 5262, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e\u0643\u064e \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f \u06da \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u062c\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0639\u064f\u062a\u064f\u0648\u0651\u064d \u0648\u064e\u0646\u064f\u0641\u064f\u0648\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Amman haazal lazee yarzuqukum in amsaka rizqah; bal lajjoo fee 'utuwwinw wa nufoor" } }, "translation": { "en": "Or who is it that could provide for you if He withheld His provision? But they have persisted in insolence and aversion.", "id": "Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5262", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5262.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5262.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menampik adanya sumber pembelaan selain Allah, kini diteruskan dengan menampik adanya sumber pemberi rezeki. Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki secara terus menerus, jika Dia Yang Maha Pengasih, menahan rezeki-Nya? Pastilah tidak ada. Meskipun bukti sudah sangat jelas, kaum musyrik itu tetap durhaka, bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri dari kebenaran.", "long": "Kepada orang-orang kafir yang mengingkari rezeki Allah, disampaikan pernyataan dalam bentuk pertanyaan bahwa tak seorang pun dapat memberi rezeki, bila Allah menahan untuk tidak memberikan rezeki itu kepada mereka. Mereka diminta merenungkan seandainya Allah tidak lagi menurunkan hujan, mematikan segenap tumbuh-tumbuhan sehingga seluruh permukaan bumi kering dan tandus, mematikan semua hewan ternak yang dapat dimakan, menjadikan matahari berhenti terbit di ufuk timur dan menjadikan hari terus menerus terang-benderang tanpa berganti dengan gelap, bagaimana dan dari manakah mereka akan beroleh rezeki?\n\nKemudian diterangkan bahwa sebenarnya orang-orang kafir itu percaya akan keesaan dan kekuasaan Allah. Mereka mempersekutukan Allah hanya didorong oleh kesombongan serta keengganan mereka menerima kebenaran karena takut kehilangan kedudukan dan pengaruh di dalam masyarakatnya. Kesombongan dan keingkaran itu timbul dan disuburkan oleh tipu daya serta godaan setan yang selalu menumbuhkan perasaan dalam pikiran dan angan-angan mereka bahwa perbuatan mereka yang buruk itu adalah perbuatan baik dan terpuji. Memang demikianlah tujuan setan hidup di dunia ini.\n\nAllah berfirman:\n\n(Allah) berfirman, \"Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.\" (Iblis) menjawab, \"Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.\" (Allah) berfirman, \"Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.\" (al-A'raf/7: 13-15)" } } }, { "number": { "inQuran": 5263, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0645\u064f\u0643\u0650\u0628\u0651\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0634\u0650\u064a \u0633\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Afamai yamshee mukibban 'alaa wajhihee ahdaaa ammany yamshee sawiyyan 'alaa siratim mustaqeem" } }, "translation": { "en": "Then is one who walks fallen on his face better guided or one who walks erect on a straight path?", "id": "Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5263", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5263.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5263.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik yang durhaka itu dilukiskan pada ayat ini dan dibandingkan dengan kaum yang selalu taat kepada Allah dengan ungkapan yang tegas. Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup sehingga terjungkal jatuh, yang lebih terpimpin dalam kebenaran ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang luas lagi lurus? Tentu saja keduanya tidak sama. Hanya orang yang bodoh yang menilainya sama.", "long": "Pada ayat ini, Allah memberikan perbandingan kepada manusia antara perjalanan hidup yang ditempuh oleh orang-orang kafir dengan yang ditempuh oleh orang-orang yang beriman. Perbandingan ini diberikan dalam bentuk pertanyaan yang menyatakan bahwa orang yang selalu terjerembab atau tersungkur ketika berjalan dan kakinya selalu tersandung karena melalui jalan yang berbatu-batu dan berlubang-lubang, tidak mungkin akan selamat dan berjalan lebih cepat mencapai tujuan dibandingkan dengan orang yang berjalan dalam suasana yang baik dan aman, di atas jalan yang datar dan mulus, serta dalam cuaca yang baik pula.\n\nPerbandingan dalam ayat di atas dikemukakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Kalimat pertanyaan dalam ayat ini bukanlah maksudnya untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui, tetapi untuk menyatakan suatu maksud yaitu bahwa perbuatan orang-orang kafir itu adalah perbuatan yang tidak benar. Dinyatakan bahwa perjalanan hidup orang-orang kafir itu adalah perjalanan hidup menuju kesengsaraan dan penderitaan yang sangat. Seakan-akan ayat ini menyatakan bahwa tentu orang yang berjalan tertelungkup dengan muka menyapu tanah akan mudah tersesat dalam perjalanannya mengarungi samudera hidup di dunia yang fana ini, sedang di akhirat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sedangkan orang yang berjalan dengan cara yang baik, menempuh jalan yang baik dan lurus, yaitu jalan yang diridai Allah, tidak akan tersesat dalam perjalanan hidupnya di dunia ini dan pasti akan sampai kepada tujuan yang diinginkannya dan diridai Allah. Di akhirat nanti, mereka akan menempati surga yang penuh kenikmatan yang disediakan Allah bagi mereka yang bertakwa.\n\nSelanjutnya dapat pula diambil pengertian dari ayat ini bahwa manusia dalam menjalankan usahanya, melaksanakan pekerjaan, dan menunaikan kewajibannya haruslah berdasarkan kepada ketentuan agama Islam, petunjuk ilmu pengetahuan, akal pikiran yang sehat dan pengalaman, serta hasil penelitian para ahli sebelumnya. Ini bertujuan agar usaha dan pekerjaannya membuahkan hasil yang baik. Janganlah ia membabi-buta atau bekerja dengan semaunya saja, karena yang demikian itu hanyalah akan mengundang kegagalan dan bencana, baik untuk dirinya maupun orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 5264, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u064e \u06d6 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul huwal lazee ansha akum wa ja'ala lakumus sam'a wal absaara wal af'idata qaleelam maa tashkuroon" } }, "translation": { "en": "Say, \"It is He who has produced you and made for you hearing and vision and hearts; little are you grateful.\"", "id": "Katakanlah, “Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5264", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5264.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5264.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik yang telah diberikan aneka potensi yang semestinya dapat digunakan untuk meraih petunjuk ternyata justru mengabaikannya. Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan seluruh manusia untuk menyadari potensi itu. Katakanlah, “Dialah yang menciptakan kamu tahap demi tahap dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu agar kamu menggunakannya secara baik sebagai tanda syukur kepada-Nya. Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini, Allah menyuruh manusia memperhatikan kejadian diri mereka sendiri. Allah memerintahkan Nabi Muhammad mengatakan kepada orang-orang kafir bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menganugerahkan kepada manusia telinga sehingga dapat mendengarkan ajaran-ajaran agama-Nya yang disampaikan kepada mereka oleh para rasul. Allah juga menganugerahkan kepada mereka mata sehingga mereka dapat melihat, memandang, dan memperhatikan kejadian alam semesta ini. Diberi-Nya mereka hati, akal, dan pikiran untuk memikirkan, merenungkan, menimbang, dan membedakan mana yang baik bagi mereka dan mana yang tidak baik, mana yang bermanfaat dan mana pula yang tidak bermanfaat. Sebenarnya dengan anugerah Allah itu, manusia dapat mencapai semua yang baik bagi diri mereka sebagai makhluk-Nya.\n\nSesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati merupakan satu kesatuan. Pendengaran dan penglihatan adalah piranti yang digunakan oleh manusia untuk dapat memahami ayat-ayat Allah, sunatullah, yang dapat digunakan (diaplikasikan) dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia. Metode observasi (pengamatan) dalam penemuan-penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sangat bergantung kepada penggunaan piranti pendengaran dan penglihatan. Namun apabila hanya piranti pendengaran dan penglihatan yang dipakai, dan mengabaikan hati (al-af'idah) dalam keputusan penerapannya, maka hasilnya akan counter productive, yaitu akan memberikan hasil yang lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya. Pada hakikatnya, hati (al-af'idah) harus dijadikan panduan dalam pengambilan keputusan untuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dihasilkan dengan metode pendengaran dan penglihatan tadi. Dari al-af'idah ini dapat dikembangkan etika ilmu pengetahuan dan teknologi (science ethics) yang didasarkan kepada nilai-nilai Islami.\n\nSedikit sekali manusia yang mau bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya itu. Sangat sedikit manusia yang menyadari ketergantungan mereka kepada nikmat itu, padahal apabila sedikit saja nikmat itu ditangguhkan pemberiannya kepadanya atau dicabut oleh Tuhan, mereka merasa mendapat kesulitan yang sangat besar. Di saat itulah mereka ingat kepada-Nya. Akan tetapi, bila nikmat itu mereka peroleh kembali dan kesukaran itu telah berlalu, mereka kembali kafir kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5265, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0630\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0634\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul huwal lazee zara akum fil ardi wa ilaihi tuhsharoon" } }, "translation": { "en": "Say, \"It is He who has multiplied you throughout the earth, and to Him you will be gathered.\"", "id": "Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5265", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5265.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5265.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia diingatkan melalui ayat ini bahwa pada akhirnya semua akan kembali kepada-Nya, maka tidak sewajarnya menyombongkan diri dan mendurhakai perintah-Nya. Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan di mahsyar untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kamu ketika di dunia dan akan memberikan balasan sesuai dengan amal kamu.”25. Penegasan Allah bahwa semua manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan seperti ditegaskan pada ayat di atas, direspons oleh kaum musyrik, seperti yang terekam dalam ayat ini. Dan kaum musyrik itu berkata sambil berolok-olok, “Kapan datangnya janji ancaman tentang hari kebangkitan itu jika kamu, wahai Nabi Muhammad, adalah orang yang benar?” Tentu kamu mengetahui dan dapat memberitahukan kepada kami.\"", "long": "Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad menyampaikan kepada orang-orang kafir bahwa Dia telah menciptakan mereka semua dalam bentuk yang berbeda-beda dan warna kulit yang bermacam-macam, menyediakan tempat bagi mereka di bumi dan menyebarkan mereka semua ke setiap penjuru bumi. Allah pulalah yang memudahkan mereka menguasai dan mengolah bumi untuk hidup dan kehidupan mereka. Oleh karena itu, hanya kepada Allah-lah mereka kembali dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah mereka kerjakan selama hidup di bumi. Di akhirat nanti Allah akan memberikan balasan dengan adil kepada mereka semua. Perbuatan baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedangkan perbuatan buruk diganjar dengan siksaan api neraka setimpal dengan keburukan amalnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5266, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yaqooloona mataa haazal wa'du in kuntum saadiqeen" } }, "translation": { "en": "And they say, \"When is this promise, if you should be truthful?\"", "id": "Dan mereka berkata, “Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu orang yang benar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5266", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5266.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5266.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penegasan Allah bahwa semua manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan seperti ditegaskan pada ayat di atas, direspons oleh kaum musyrik, seperti yang terekam dalam ayat ini. Dan kaum musyrik itu berkata sambil berolok-olok, “Kapan datangnya janji ancaman tentang hari kebangkitan itu jika kamu, wahai Nabi Muhammad, adalah orang yang benar?” Tentu kamu mengetahui dan dapat memberitahukan kepada kami.\"", "long": "Orang-orang kafir itu bertanya kepada Rasulullah saw dengan maksud mengejek dan menentang tentang kapan waktunya ditimpakan kepada mereka runtuhan tanah yang mengimpit, angin kencang yang bercampur batu yang mengembus dan melemparkan mereka, sebagai azab yang sering disebut-sebut akan menimpa orang kafir? Kapan pula datangnya hari Kiamat yang pada hari itu seluruh perbuatan manusia selama hidup di dunia akan dipertanggungjawabkan, dan mereka sebagai orang yang durhaka akan masuk ke dalam neraka? Mereka minta dijelaskan semuanya, jika Nabi termasuk orang yang dapat dipercaya perkataannya.\n\nDari pertanyaan orang-orang kafir ini dipahami bahwa mereka menantang kebenaran yang disampaikan Rasulullah saw, karena menurut mereka yang diancam itu tidak mungkin terjadi. Menurut mereka, mestinya Muhammad saw dan pengikut-pengikutnya yang akan diazab, dan kenyataannya mereka telah diazab Allah di dunia, berupa kesengsaraan dan siksaan yang ditimpakan kepada mereka seperti kemiskinan, kemelaratan, dan hukuman yang diberikan oleh orang-orang kafir Mekah kepada mereka. Orang-orang kafir itu mengatakan bahwa yang akan diterima Muhammad dan pengikut-pengikutnya di akhirat nanti lebih berat dari siksaan yang mereka terima di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5267, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 563, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qul innamal 'ilmu 'indallaahi wa innamaaa ana nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"The knowledge is only with Allah, and I am only a clear warner.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5267", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5267.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5267.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menanggapi ucapan kaum musyrik tersebut Nabi Muhammad diperintahkan Allah seperti yang ditegaskan pada ayat ini: Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya ilmu tentang hari Kiamat itu hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasulullah menjawab omongan orang kafir itu dengan mengatakan, \"Wahai orang-orang kafir, hanya Allah sajalah yang mengetahui semua yang kamu tanyakan itu. Sebab, tentang kapan datangnya azab, dan terjadinya hari Kiamat termasuk pengetahuan yang gaib, hanya Allah saja yang mengetahuinya. Mengenai diriku, tidak lain hanyalah rasul dan pesuruh Allah yang diberi tugas menyampaikan agama-Nya kepada kamu sekalian, agar kamu berbahagia hidup di dunia dan di akhirat nanti. Aku diperintahkan-Nya menyampaikan berita kepadamu bahwa azab itu pasti datang menimpa orang-orang kafir dan hari Kiamat itu pasti terjadi.\n\nPada ayat yang lain Allah berfirman:\n\nManusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, \"Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.\" Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya. (al-Ahzab/33: 63)\n\nDari jawaban itu dapat dipahami bahwa Rasulullah hanyalah manusia biasa dan mempunyai sifat-sifat dan kemampuan seperti manusia biasa pula. Kelebihannya hanyalah terletak pada tugas yang diberikan kepadanya. Di samping sifatnya seperti manusia biasa, ia diberi tugas menyampaikan agama Allah. Oleh karena itu, ia tidak mengetahui ilmu yang gaib kecuali jika Allah memberitahukan kepadanya. Tugasnya bukanlah menjadikan seseorang beriman, tetapi semata-mata menyampaikan agama Allah dan memberi penjelasan kepada manusia. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nKami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku. (Qaf/50: 45)\n\nFirman Allah lainnya:\n\nBukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272)" } } }, { "number": { "inQuran": 5268, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f \u0632\u064f\u0644\u0652\u0641\u064e\u0629\u064b \u0633\u0650\u064a\u0626\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062f\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaammaa ra-awhu zulfatan seee'at wujoohul lazeena kafaroo wa qeela haazal lazee kuntum bihee tadda'oon" } }, "translation": { "en": "But when they see it approaching, the faces of those who disbelieve will be distressed, and it will be said, \"This is that for which you used to call.\"", "id": "Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulunya kamu minta.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5268", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5268.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5268.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keadaan kaum musyrik yang mengolok kedatangan Kiamat dan mendurhakai Allah digambarkan dalam ayat ini. Maka ketika mereka melihat azab yang mereka dustakan itu sudah dekat kehadirannya yaitu pada hari Kiamat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan kepada mereka, “Inilah azab yang dahulunya selalu kamu minta untuk disegerakan.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa hati orang-orang kafir menjadi kecut dan warna muka mereka berubah setelah meyakini akan dekatnya kedatangan azab yang dijanjikan pada hari Kiamat dan kedahsyatan yang akan menimpa mereka pada hari itu. Mereka berada dalam keadaan penuh ketakutan dan penyesalan yang tidak henti-hentinya. Pada saat itu malaikat mengatakan, \"Inilah hari Kiamat dan azab Allah yang kamu dustakan sewaktu hidup di dunia dahulu, bahkan kamu selalu meminta-minta kedatangannya.\"\n\nPada ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nDan jelaslah bagi mereka kejahatan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh apa yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya. (az-Zumar/39: 48)" } } }, { "number": { "inQuran": 5269, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Qul ara'aytum in ahlaka niyal laahu wa mam ma'iya aw rahimanaa famai-yujeerul kaafireena min 'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"Have you considered: whether Allah should cause my death and those with me or have mercy upon us, who can protect the disbelievers from a painful punishment?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5269", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5269.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5269.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik karena kebenciannya kepada Nabi Muhammad sering mengharapkan agar Nabi Muhammad cepat mati. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku yaitu yang sama dalam keimanan sebagaimana yang kamu harapkan maka kami akan masuk surga, atau memberi rahmat kepada kami dengan memanjangkan usia kami sehingga menganugerahkan kemenangan kepada kami. Sedangkan kamu, wahai kaum musyrik, akan mendapat siksa, lalu siapa yang dapat melindungi kamu dan orang-orang kafir selain kamu dari azab yang pedih?”", "long": "Rasulullah saw menyeru orang-orang kafir agar beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah berhala itu adalah orang yang bodoh, karena mereka menyembah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfaat dan mudarat. Sebagai reaksi terhadap seruan Rasulullah itu, mereka berkata kepada teman-temannya, \"Tunggu sajalah sampai saat tuhan kita membunuh atau mencelakakan Muhammad dan pengikut-pengikutnya. Jika mereka telah rusak binasa atau terbunuh semuanya, tentu mereka akan berhenti dengan sendirinya menyiarkan agama mereka. Pada waktu itu barulah kita terlepas dari gangguan dan hasutan-hasutannya.\"\n\nBukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan (sesembahan) yang selain Dia. Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (az-Zumar/39: 36)\n\nAllah membantah perkataan mereka dengan memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada mereka, \"Wahai orang-orang musyrik, cobalah terangkan kepadaku, apakah faedah dan manfaat yang akan kamu peroleh, jika doamu itu diperkenankan oleh berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, sementara aku dan semua orang-orang yang beriman rusak binasa dan mati semua? Apakah kebinasaan aku dan orang-orang yang beriman bersamaku itu dapat membebaskan kamu dari azab Allah yang kamu durhakai itu? Tidaklah kamu sekalian ingat bahwa telah menjadi ketetapan-Nya, bahwa azab itu tetap diberikan kepada setiap orang yang ingkar kepada-Nya dan selalu berbuat kejahatan? Apakah kamu tidak pernah memikirkan akibat doamu itu hai orang-orang kafir? Seandainya aku dan pengikut-pengikutku mati semua dan dimasukkan-Nya ke dalam surga yang dijanjikan-Nya kepada kami, apakah kamu akan lepas dari azab Allah, dan siapakah yang dapat melepaskan kamu dari azab Allah itu?\"\n\nJawaban yang disampaikan oleh Rasulullah saw di atas merupakan jawaban yang sangat tepat dan mempengaruhi hati dan pikiran kaum musyrikin, karena yang menyampaikan perkataan itu kepada mereka adalah orang yang mereka percayai, segani, dan akui kepemimpinannya. Orang itu adalah Nabi Muhammad yang pernah mereka serahi menyelesaikan perselisihan yang terjadi antar mereka, dan mereka mengakui penyelesaiannya itu adalah penyelesaian yang paling tepat dan adil. Walaupun ajaran yang disampaikan Muhammad itu berbeda dengan kepercayaan yang mereka anut, tetapi pribadi Muhammad itu adalah jawaban yang dapat diterima oleh orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan benar." } } }, { "number": { "inQuran": 5270, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u06d6 \u0641\u064e\u0633\u064e\u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qul huwar rahmaanu aamannaa bihee wa 'alaihi tawakkalnaa fasata'lamoona man huwa fee dalaalim mubeen" } }, "translation": { "en": "Say, \"He is the Most Merciful; we have believed in Him, and upon Him we have relied. And you will [come to] know who it is that is in clear error.\"", "id": "Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5270", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5270.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5270.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik itu tidak berkutik dengan pertanyaan itu. Katakanlah, wahai Nabi, “Dialah saja bukan selain-Nya, Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal dengan sepenuh hati. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata apakah golongan kami atau kamu.”", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada orang-orang kafir Mekah, \"Hai orang-orang kafir; aku dan pengikut-pengikutku telah beriman kepada Tuhan semesta alam, Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya, Tuhan yang menetapkan hukum dengan adil. Hanya kepada-Nya sajalah kami serahkan diri dan segala urusan kami, karena Dialah yang menentukan keadaan diri kami dan hanya kepada-Nya sajalah kami mohon pertolongan, karena hanya Dialah yang memberi pertolongan dan memberi kami rezeki untuk kelangsungan hidup dan kehidupan kami. Hanya Dialah yang dapat membebaskan kami dari semua bencana dan malapetaka yang mungkin menimpa kami.\" \n\nAyat ini seolah-olah mencela sikap dan tindakan orang-orang kafir yang menyembah patung-patung yang mereka buat sendiri yang tidak dapat memberi manfaat dan mudarat bahkan harus mereka sendiri yang memelihara dan merawatnya. Demikian pula sikap orang-orang kafir yang selalu membangga-banggakan kekayaan, kekuasaan, dan keturunan mereka, sebagaimana Allah berfirman:\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba'/34: 35)\n\nKarena kekafiran itu, mereka tidak akan memperoleh kesenangan hidup di akhirat nanti. Kelak mereka akan mengetahui, siapa di antara mereka dan orang-orang mukmin yang menempuh jalan yang benar dan siapa yang menempuh jalan yang sesat. Yang menempuh jalan yang benar sampai ke tempat yang baik penuh kenikmatan dan yang menempuh jalan yang sesat tentu akan sampai di tempat yang sesat pula, penuh kesengsaraan dan penderitaan." } } }, { "number": { "inQuran": 5271, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 497, "hizbQuarter": 225, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u0645\u064e\u0627\u0624\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u0648\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627\u0621\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Qul ara'aytum in asbaha maaa'ukum ghawran famai yaateekum bimaaa'im ma'een" } }, "translation": { "en": "Say, \"Have you considered: if your water was to become sunken [into the earth], then who could bring you flowing water?\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5271", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5271.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5271.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai penutup surah ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengingat aneka nikmat Allah, terutama nikmat air yang merupakan sumber utama kehidupan (lihat surah al-Anbiyà’/21:30). Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu dan sumber air lainnya menjadi kering. maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”. Pasti tidak ada kecuali Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. Maka sudah sewajarnya kalau manusia hanya menyembah kepada-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan lagi tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, setelah pada ayat yang lalu Dia memerintahkan agar bertawakal kepada-Nya. Allah memerintahkan Muhammad mengatakan kepada orang-orang kafir, \"Hai orang-orang kafir, cobalah terangkan kepadaku, apa yang terpikir olehmu, seandainya atas kehendak Allah seluruh air yang mengalir di permukaan bumi ini meresap ke dalam tanah, sehingga sumber-sumber air dan sumurmu menjadi kering, timba-timbamu tidak dapat menimba air lagi. Apakah tuhanmu yang lain dapat mendatangkan air itu, sehingga kamu dapat minum, kebun-kebunmu menjadi subur kembali dan binatang-binatang ternakmu dapat berkembang biak? Tidak ada sesuatu pun yang dapat mendatangkan air itu kecuali Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Kenapa kamu masih menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak layak bagi-Nya?\"\n\nAyat ini menyuruh orang-orang kafir membandingkan dasar ketuhanan menurut pengertian mereka dengan sifat pemahaman ketuhanan menurut agama yang disampaikan Muhammad saw. Tuhan yang disembah menurut yang diajarkan Rasulullah adalah Tuhan pencipta seluruh makhluk, dan menjaga kelangsungan hidup semua yang hidup di alam ini. Dia Mahakuasa dan Maha Menentukan segala sesuatu, tidak memerlukan sesuatu apa pun untuk menolong-Nya dan sebagainya. Bukan Tuhan yang dibuat manusia atau diangkat oleh manusia sendiri untuk disembah, seperti pemahaman ketuhanan orang-orang musyrik. Ayat ini seakan mengingatkan mereka bahwa Tuhan yang pantas disembah itu hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak beranak, tidak dilahirkan, tidak berserikat dengan suatu apa pun, dan tidak memerlukan makhluk-makhluk lain untuk membantu-Nya melaksanakan setiap urusan." } } } ] }, { "number": 68, "sequence": 2, "numberOfVerses": 52, "name": { "short": "القلم", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0642\u0644\u0645", "transliteration": { "en": "Al-Qalam", "id": "Al-Qalam" }, "translation": { "en": "The Pen", "id": "Pena" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 52 ayat,termasuk golongan surat-surat Makkiyah,diturunkan sesudah surat Al Alaq. Nama Al Qalam diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat iniyang artinya pena. Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun)." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5272, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u064e\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0637\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Noon; walqalami wa maa yasturoon" } }, "translation": { "en": "Nun. By the pen and what they inscribe,", "id": "Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5272", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5272.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5272.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Akhir surah sebelumnya, berbicara tentang dua kelompok yang saling bertolak belakang. satu dibinasakan dan satu diselamatkan. Di awal surah ini dijelaskan sifat siapa yang akan mendapat keselamatan dan siapa yang akan mendapat azab. Nùn. Demi pena yang biasa digunakan untuk menulis oleh malaikat atau oleh siapa pun, dan juga demi apa yang mereka tuliskan.", "long": "Para mufasir berbeda pendapat tentang arti huruf \"nun\" yang terdapat dalam ayat ini. (Selanjutnya lihat jilid I dalam keterangan tentang huruf-huruf hijaiah yang terdapat pada permulaan surah dalam Al-Qur'an). Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan al-qalam (pena) dan segala macam yang ditulis dengannya.\n\nSuatu sumpah dilakukan adalah untuk meyakinkan pendengar atau orang yang diajak berbicara bahwa ucapan atau perkataan yang disampaikan itu adalah benar, tidak diragukan sedikit pun. Akan tetapi, sumpah itu kadang-kadang mempunyai arti yang lain, yaitu untuk mengingatkan orang yang diajak berbicara atau pendengar bahwa yang dipakai untuk bersumpah itu adalah suatu yang mulia, bernilai, bermanfaat, dan berharga. Oleh karena itu, perlu dipikirkan dan direnungkan agar dapat menjadi iktibar dan pengajaran dalam kehidupan dunia yang fana ini. \n\nSumpah dalam arti kedua ini adalah sumpah-sumpah Allah yang terdapat dalam surah-surah Al-Qur'an, seperti wal-'asr (demi masa), was-sama' (demi langit), wal-fajr (demi fajar), dan sebagainya. Seakan-akan dengan sumpah itu, Allah mengingatkan kepada manusia agar memperhatikan masa, langit, fajar, dan sebagainya. Segala sesuatu yang berhubungan dengan yang disebutkan itu perlu diperhatikan karena ada kaitannya dengan hidup dan kehidupan manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.\n\nDalam ayat ini, Allah bersumpah dengan qalam (pena) dan segala sesuatu yang ditulis dengannya. Hal itu untuk menyatakan bahwa qalam itu termasuk nikmat besar yang dianugerahkan Allah kepada manusia, di samping nikmat pandai berbicara dan menjelaskan sesuatu kepada orang lain. Dengan qalam, orang dapat mencatat ajaran agama Allah yang disampaikan kepada para rasul-Nya, dan mencatat pengetahuan-pengetahuan Allah yang baru ditemukannya. Dengan surat yang ditulis dengan qalam, orang dapat menyampaikan berita gembira dan berita duka kepada keluarga dan teman akrabnya. Dengan qalam, orang dapat mencerdaskan dan mendidik bangsanya, dan banyak lagi nikmat yang diperoleh manusia dengan qalam itu.\n\nPada masa Rasulullah saw, masyarakat Arab telah mengenal qalam dan kegunaannya, yaitu untuk menulis segala sesuatu yang terasa, yang terpikir, dan yang akan disampaikan kepada orang lain. Sekalipun demikian, belum banyak di antara mereka yang mempergunakannya karena masih banyak yang buta huruf dan ilmu pengetahuan belum berkembang. \n\nPada masa itu, kegunaan qalam sebagai sarana menyampaikan agama Allah sangat dirasakan. Dengan qalam, ayat-ayat Al-Qur'an ditulis di pelepah-pelepah kurma dan tulang-tulang binatang atas perintah Rasulullah. Beliau sendiri sangat menghargai orang-orang yang pandai menulis dan membaca. Hal ini tampak pada keputusan Nabi Muhammad saw pada Perang Badar, yaitu seorang kafir yang ditawan kaum Muslimin dapat dibebaskan dengan cara membayar uang tebusan atau mengajar kaum Muslimin menulis dan membaca.\n\nDengan ayat ini, seakan-akan Allah mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa ilmu-Nya sangat luas, tiada batas dan tiada terhingga. Oleh karena itu, cari dan tuntutlah ilmu-Nya yang sangat luas itu agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan duniawi. Untuk mencatat dan menyampaikan ilmu kepada orang lain dan agar tidak hilang karena lupa atau orang yang memilikinya meninggal dunia, diperlukan qalam sebagai alat untuk menuliskannya. Oleh karena itu, qalam erat hubungannya dan tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan ilmu, kesejahteraan, dan kemaslahatan umat manusia.\n\nMasa turun ayat ini dekat dengan ayat Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, yaitu lima ayat pertama Surah al-'Alaq. Setelah Nabi menerima ayat 1-5 Surah al-'Alaq itu, beliau pulang ke rumahnya dalam keadaan gemetar dan ketakutan. Setelah hilang rasa gentar dan takutnya, Nabi saw dibawa Khadijah, istri beliau, ke rumah Waraqah bin Naufal, anak dari saudara ayahnya (saudara sepupu). Semua yang terjadi atas diri Rasulullah di gua Hira itu disampaikan kepada Waraqah, dan menanggapi hal itu, ia berkata, \"Yang datang kepada Muhammad saw itu adalah seperti yang pernah datang kepada nabi-nabi sebelumnya. Oleh karena itu, yang disampaikan malaikat Jibril itu adalah agama yang benar-benar berasal dari Allah.\" Kemudian Waraqah mengatakan bahwa ia akan mengikuti agama yang dibawa Muhammad itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5273, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Maa anta bini'mati Rabbika bimajnoon" } }, "translation": { "en": "You are not, [O Muhammad], by the favor of your Lord, a madman.", "id": "dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5273", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5273.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5273.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan karunia Tuhanmu yang berupa risalah dan nubuwah, engkau, wahai Nabi Muhammad sekali-kali bukanlah orang gila sebagaimana yang dituduhkan oleh kaum musyrik.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan dengan tegas kepada Nabi Muhammad saw bahwa beliau tidak memerlukan suatu nikmat pun dari orang lain selain dari nikmat Allah. Mungkinkah Muhammad itu dikatakan seorang gila, karena memperoleh nikmat dan karunia yang sangat besar dari Allah? Pada ayat lain dinyatakan:\n\nDan mereka berkata, \"Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur'an, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang gila.\" (al-hijr/15: 6)\n\nSetelah orang-orang Quraisy mengetahui pernyataan Waraqah bin Naufal itu dan Rasulullah menyampaikan agama Islam kepada mereka, maka mereka menuduh bahwa Muhammad saw dihinggapi penyakit gila atau seorang tukang tenung yang ingin memalingkan orang-orang Quraisy dari agama nenek moyang mereka. Oleh karena itu, mereka memerintahkan kepada kaumnya agar jangan sekali-kali mendengarkan ucapan Muhammad saw, dan jangan mempercayai bahwa yang diterimanya benar-benar agama Allah. Mungkinkah seorang manusia, seorang gila atau seorang tukang tenung dipercaya Allah menyampaikan agama-Nya?\n\nSehubungan dengan sikap orang-orang Quraisy itu, turunlah ayat ini untuk menguatkan risalah Muhammad saw, menguatkan hati beliau, dan mengingatkan karunia yang telah dilimpahkan kepadanya. Dengan ini, Allah mengisyaratkan bahwa agama yang benar dan berasal dari-Nya ialah agama yang mendorong manusia mencari dan menuntut ilmu-Nya yang luas, kemudian memanfaatkan ilmu itu untuk kepentingan manusia dan kemanusiaan. \n\nSetiap ilmu Allah yang diperoleh itu harus ditulis dengan pena, agar dapat dipelajari dan dibaca oleh orang lain, sehingga ilmu itu berkembang. Dengan ilmu itu juga, manusia akan dapat mencapai kemajuan. Oleh karena itu, belajar membaca dan menulis dengan pena adalah pangkal kemajuan suatu umat. Apabila manusia ingin maju, maka galakkanlah belajar menulis dan membaca. Dengan turunnya ayat ini, hati Rasulullah saw bertambah mantap, tenang, dan kuat untuk melaksanakan tugasnya menyampaikan agama Allah. Beliau mempunyai argumentasi yang kuat pula dalam menghadapi sikap orang-orang Quraisy.\n\nDengan ayat ini, Allah menjawab tuduhan orang-orang Quraisy itu dengan menyuruh mereka mempelajari kembali sejarah hidup Nabi Muhammad yang besar dan tumbuh di hadapan mata kepala mereka sendiri. Bukankah sebelum ia diutus menjadi rasul, orang-orang yang mengatakannya gila itu menghormati dan menjadikannya sebagai orang yang paling mereka percayai? Apakah mereka tidak ingat lagi bahwa di antara mereka pernah terjadi perselisihan tentang siapa yang berhak mengangkat hajar Aswad dan meletakkannya pada tempatnya yang semula. Peristiwa itu hampir menimbulkan pertumpahan darah, dan tidak seorang pun yang dapat mendamaikannya. Lalu mereka minta kepada Muhammad untuk bersedia menjadi juru damai di antara mereka. Mereka menerima keputusan yang ditetapkan Muhammad atas mereka, dan mereka menganggap bahwa keputusan yang diberikannya itu adalah keputusan yang paling adil.\n\nMungkinkah seorang yang semula baik, dianugerahi Allah kejujuran, kehalusan budi pekerti, selalu menolong dan membantu siapa saja yang memerlukannya, dan menjadi contoh dan teladan bagi orang Quraisy, tiba-tiba menjadi gila karena ia melaksanakan perintah Tuhan semesta alam, yaitu menyampaikan agama Allah dan berhijrah ke Medinah.\n\nJika diperhatikan susunan ayat ini, ada suatu teladan yang harus ditiru oleh kaum Muslimin, yaitu walaupun orang-orang Quraisy telah bersikap kasar dan menyakiti hati dan jasmaninya, namun Rasulullah saw membantah tuduhan-tuduhan mereka dengan cara yang baik dan mendidik. Beliau menyuruh mereka menggunakan akal pikiran yang benar dan menggunakan norma-norma yang baik." } } }, { "number": { "inQuran": 5274, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u0645\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa inna laka la ajran ghaira mamnoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, for you is a reward uninterrupted.", "id": "Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5274", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5274.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5274.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya berkat perjuangan dan kesabaranmu engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.", "long": "Pada ayat yang lalu digambarkan tuduhan orang-orang kafir Mekah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad itu gila karena berani melawan ajaran nenek moyang mereka dan terus menerus mendakwahkan ajaran baru yang bertentangan dengan ajaran mereka, yang menyembah patung-patung dan berhala, padahal semua yang dilakukan Nabi adalah atas perintah Allah. Allah yang memberikan nikmat kepada Nabi dengan ketabahan dan semangat yang besar dalam melaksanakan dakwah. Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Nabi benar-benar memperoleh pahala yang terus menerus tiada terputus. Maka hal ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad bukanlah orang yang gila karena beliau seorang yang memperoleh pahala dari Allah\n\nAyat ini juga termasuk yang menerangkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang, karena mengisyaratkan bahwa Nabi Muhammad dan kaum Muslimin akan memperoleh kemenangan besar. Berkat pertolongan dan perlindungan Allah, usaha dan jerih payahnya membawa hasil dengan tersebarnya agama Islam di Jazirah Arab, yang kemudian memancar ke seluruh penjuru dunia. Orang-orang Quraisy yang semula berkuasa dan menganut agama syirik dalam masa 23 tahun menjadi mukmin dan menjadi pembela-pembela agama Islam. Hal ini merupakan kemenangan yang besar bagi Muhammad saw dan kaum Muslimin, dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh balasan kenikmatan yang kekal di dalam surga.\n\nDengan pernyataan Allah yang demikian dan isyarat yang dipahami Nabi saw dari firman-Nya itu, bertambahlah kekuatan hati, kebulatan tekad, dan kesabaran beliau dalam melaksanakan dakwah, dengan tidak menghiraukan ejekan dan tekanan tindakan orang-orang Quraisy." } } }, { "number": { "inQuran": 5275, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062e\u064f\u0644\u064f\u0642\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa innaka la'alaa khuluqin 'azeem" } }, "translation": { "en": "And indeed, you are of a great moral character.", "id": "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5275", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5275.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5275.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Karena Tuhanmu yang mendidikmu dengan akhlak al-Qur’an.", "long": "Ayat ini memperkuat alasan yang dikemukakan ayat di atas dengan menyatakan bahwa pahala yang tidak terputus itu diperoleh Rasulullah saw sebagai buah dari akhlak beliau yang mulia. Pernyataan bahwa Nabi Muhammad mempunyai akhlak yang agung merupakan pujian Allah kepada beliau, yang jarang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang lain. Secara tidak langsung, ayat ini juga menyatakan bahwa tuduhan-tuduhan orang musyrik bahwa Nabi Muhammad adalah orang gila merupakan tuduhan yang tidak beralasan sedikit pun, karena semakin baik budi pekerti seseorang semakin jauh ia dari penyakit gila. Sebaliknya semakin buruk budi pekerti seseorang, semakin dekat ia kepada penyakit gila. Nabi Muhammad adalah seorang yang berakhlak agung, sehingga jauh dari perbuatan gila.\n\nAyat ini menggambarkan tugas Rasulullah saw sebagai seorang yang berakhlak mulia. Beliau diberi tugas menyampaikan agama Allah kepada manusia agar dengan menganut agama itu mereka mempunyai akhlak yang mulia pula. Beliau bersabda:\n\nSesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia (dari manusia). (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 5276, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fasatubsiru wa yubsiroon" } }, "translation": { "en": "So you will see and they will see", "id": "Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5276", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5276.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5276.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka kelak engkau wahai Nabi Muhammad akan melihat dan me-ngetahui, dan mereka yaitu orang-orang kafir itu pun akan melihat dan mengetahui ketika telah jelas kebenaran pada hari Kiamat,", "long": "Kedua ayat ini merupakan peringatan kepada kaum musyrikin dan menyatakan dengan pasti bahwa mereka benar-benar dalam keadaan sesat, karena tidak berapa lama lagi akan kelihatan kebenaran ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. Akan kelihatan kekuatan Islam dan kelemahan kaum musyrikin itu. Kaum Muslimin akan mengalahkan mereka, dan agama Islam menjadi ajaran yang tersebar luas.\n\nDengan keterangan ini jelaslah bahwa Nabi Muhammad saw tidak gila, tetapi orang-orang kafir yang menolak kebenaran dan terus menerus mengikuti hawa nafsu itulah yang kehilangan akal sehat. Hal ini justru berbahaya bagi mereka karena sikap dan pendirian yang salah ini akan membawa kehancuran dan kehinaan bagi mereka. Di dunia mereka akan kehilangan pengaruh dan kekuasaan seperti terjadi pada beberapa kali peperangan dengan orang Islam yaitu pada Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Di akhirat mereka pasti akan menyesali kesesatan mereka karena akan mendapat siksa yang pedih karena penolakan mereka pada dakwah Nabi Muhammad saw.\n\nPada hari Kiamat, semua perbuatan manusia dihisab, ditimbang, dan diperlihatkan kepada masing-masing mereka. Di saat itu, kaum musyrikin melihat dengan nyata, siapakah di antara mereka yang benar, apakah Rasul yang mereka tuduh gila ataukah mereka sendiri? Di sini tampak dengan jelas bahwa Nabi Muhammad saw adalah yang benar, sedangkan mereka dilemparkan ke dalam neraka Jahanam. Firman Allah:\n\nKelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu. (al-Qamar/54: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 5277, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u064a\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Bi ayyikumul maftoon" } }, "translation": { "en": "Which of you is the afflicted [by a devil].", "id": "siapa di antara kamu yang gila?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5277", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5277.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5277.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "siapa di antara kamu yang gila engkau atau mereka?", "long": "Kedua ayat ini merupakan peringatan kepada kaum musyrikin dan menyatakan dengan pasti bahwa mereka benar-benar dalam keadaan sesat, karena tidak berapa lama lagi akan kelihatan kebenaran ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. Akan kelihatan kekuatan Islam dan kelemahan kaum musyrikin itu. Kaum Muslimin akan mengalahkan mereka, dan agama Islam menjadi ajaran yang tersebar luas.\n\nDengan keterangan ini jelaslah bahwa Nabi Muhammad saw tidak gila, tetapi orang-orang kafir yang menolak kebenaran dan terus menerus mengikuti hawa nafsu itulah yang kehilangan akal sehat. Hal ini justru berbahaya bagi mereka karena sikap dan pendirian yang salah ini akan membawa kehancuran dan kehinaan bagi mereka. Di dunia mereka akan kehilangan pengaruh dan kekuasaan seperti terjadi pada beberapa kali peperangan dengan orang Islam yaitu pada Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Di akhirat mereka pasti akan menyesali kesesatan mereka karena akan mendapat siksa yang pedih karena penolakan mereka pada dakwah Nabi Muhammad saw.\n\nPada hari Kiamat, semua perbuatan manusia dihisab, ditimbang, dan diperlihatkan kepada masing-masing mereka. Di saat itu, kaum musyrikin melihat dengan nyata, siapakah di antara mereka yang benar, apakah Rasul yang mereka tuduh gila ataukah mereka sendiri? Di sini tampak dengan jelas bahwa Nabi Muhammad saw adalah yang benar, sedangkan mereka dilemparkan ke dalam neraka Jahanam. Firman Allah:\n\nKelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu. (al-Qamar/54: 26)" } } }, { "number": { "inQuran": 5278, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa Rabbaka Huwa a'lamu biman dalla 'an sabeelihee wa Huwa a'lamu bilmuhtadeen" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord is most knowing of who has gone astray from His way, and He is most knowing of the [rightly] guided.", "id": "Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5278", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5278.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5278.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Tuhan yang memelihara dan membimbing-mu, wahai Nabi Muhammad, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya serta siapa yang gila. dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk serta mengamalkan dengan mantap dan istikamah petunjuk tersebut.", "long": "Pada ayat ini, Allah menegaskan lagi pernyataan-Nya pada ayat dahulu dengan mengatakan kepada Nabi Muhammad saw bahwa orang-orang musyrik itu pasti mengetahui perbuatan-perbuatan nyata yang telah dilaksanakannya. Allah dan Nabi Muhammad lebih mengetahui siapa yang menyimpang dari jalan yang benar yang telah dibentangkan untuknya sehingga mereka memperoleh kesengsaraan hidup di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui pula siapa yang mengikuti jalan yang benar sehingga memperoleh segala yang mereka inginkan yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, tindakan orang-orang yang menyimpang dari jalan yang benar, karena itu mereka akan merasakan kesengsaraan di dunia, seperti kekalahan dalam peperangan dan kehancuran kepercayaan mereka dan di akhirat mereka mendapat azab yang pedih." } } }, { "number": { "inQuran": 5279, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaa tuti'il mukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Then do not obey the deniers.", "id": "Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5279", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5279.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5279.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena sudah jelas siapa yang sesat dan siapa yang lurus, Maka janganlah engkau patuhi orang-orang kafir yang menuduhmu gila, yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.", "long": "Ayat ini memerintahkan Rasulullah saw agar tetap menolak segala macam tawaran, ajakan, dan keinginan orang-orang musyrik Mekah yang tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah, bahkan mereka mendustakannya. Rasulullah dilarang mengikuti mereka, karena mereka berada di jalan yang sesat sedang beliau telah berada di jalan yang lurus.\n\nPada ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. (al-An'am/6: 116)" } } }, { "number": { "inQuran": 5280, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064f\u062f\u0652\u0647\u0650\u0646\u064f \u0641\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u0647\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Waddoo law tudhinu fa-yudhinoon" } }, "translation": { "en": "They wish that you would soften [in your position], so they would soften [toward you].", "id": "Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5280", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5280.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5280.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka sangat menginginkan dengan keinginan yang kuat agar engkau bersikap lunak terhadap tuhan-tuhan mereka, maka dengan sikap lunakmu itu mereka akan bersikap lunak pula kepadamu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik ingin agar Rasulullah mengikuti dan memenuhi permintaan, dan memperkenankan ajakan mereka agar Rasulullah bersikap lunak terhadap mereka. Jika Rasulullah dan kaum Muslimin mau bersikap lunak terhadap mereka, maka mereka akan bersikap lunak pula terhadap beliau dan kaum Muslimin.\n\nMenurut suatu riwayat, orang-orang Quraisy pernah menawarkan kepada Rasulullah agar bersedia mengurangi kegiatan dakwahnya, dan tidak lagi mencela berhala-berhala mereka. Bahkan mereka bersedia mengikuti ajaran Nabi selama sekali waktu, asalkan setelah itu Nabi dan pengikutnya mengikuti ajaran mereka sekali waktu, begitu secara bergilir. Ajakan ini tentu saja ditolak oleh Nabi karena tidak sesuai dengan dakwah yang dibawanya untuk meninggalkan kemusyrikan dan mengganti dengan ajaran tauhid.\n\nAjakan ini bermula ketika Rasulullah menyampaikan agama Allah kepada orang-orang musyrik Mekah dengan terang-terangan dan penuh keberanian, walaupun pada waktu itu kaum Muslimin dalam keadaan lemah dan musuh dalam keadaan kuat. Seluruh alasan-alasan yang dikemukakan Rasulullah yang berhubungan dengan bukti kebenaran risalahnya tidak dapat dijawab oleh orang-orang musyrik. Bahkan sebaliknya, jawaban mereka itu menunjukkan kelemahan kepercayaan yang mereka anut. Oleh karena itu, mereka meminta Rasulullah agar bersikap lunak terhadap mereka dan menghentikan celaan-celaan beliau kepada berhala-berhala yang mereka sembah. Jika Rasulullah saw bersedia menerima tawaran itu, maka mereka bersedia pula memenuhi keinginan-keinginan beliau, seperti bersikap lunak terhadap Rasulullah saw dan kaum Muslimin. Mereka juga bersedia ikut menyembah Allah di samping tetap dibolehkan menyembah tuhan-tuhan mereka dan melaksanakan kebiasaan nenek moyang mereka. Mereka juga bersedia mencarikan istri yang disenangi Nabi saw atau mengumpulkan harta yang diinginkannya.\n\nDilandasi keinginan untuk meringankan penderitaan yang sedang dialami sahabat-sahabatnya akibat siksaan yang dilakukan orang-orang musyrik, maka terlintas dalam pikiran Nabi Muhammad untuk bersikap lunak terhadap orang-orang musyrik dengan menerima sebahagian tawaran mereka. Maka turunlah ayat ini yang memperingatkan Nabi saw agar jangan sekali-kali bersikap lunak terhadap mereka, tetapi tetap seperti biasa, yaitu mengambil sikap keras dan tegas.\n\nAyat ini senada dengan firman Allah:\n\nDan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka. Jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) dua kali lipat di dunia ini dan dua kali lipat setelah mati, dan engkau (Muhammad) tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami. (al-Isra'/17: 74-75)\n\nJika dikaji maksud ayat ini, akan diketahui bahwa ada tujuan tertentu dari orang-orang musyrik, yang tidak boleh diketahui oleh Rasulullah, dalam mengemukakan tawaran mereka kepada beliau. Mereka ingin menipu Rasulullah saw dengan ajakan itu, dimana jika diterima, maka agama Islam yang baru disampaikan itu akan bercampur dengan unsur-unsur syirik. Akan terjadi saling mempengaruhi antara kedua macam kepercayaan itu, sehingga agama Islam tidak lagi mempunyai akidah tauhid yang murni.\n\nTeguran Allah kepada Rasulullah saw ini juga merupakan teguran kepada seluruh kaum Muslimin, agar mereka berhati-hati dalam soal akidah. Jangan sekali-kali memasukkan ke dalam akidah Islam unsur syirik walaupun sedikit." } } }, { "number": { "inQuran": 5281, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u062d\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0641\u064d \u0645\u0651\u064e\u0647\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laa tuti' kulla hallaa fim maheen" } }, "translation": { "en": "And do not obey every worthless habitual swearer", "id": "Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5281", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5281.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5281.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk mengukuhkan larangan tersebut, Allah menyifati me-reka dengan sifat-sifat buruk seperti yang dirinci dalam ayat ini. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah baik dalam kebenaran maupun kebatilan, dan berkepribadian buruk karena suka menghina, lagi suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah untuk memecah belah anggota masyarakat,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan dan memerintahkan Nabi Muhammad agar:\n\n1.Tidak mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah seorang pendusta. Sedangkan dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat. Oleh karena itu pula, agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik. Nabi Muhammad bersabda, sebagaimana diriwayatkan al-Bukhari:Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara, ia berdusta, jika dipercaya, ia khianat, dan jika berjanji, ia tidak menepati janjinya. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidhi, dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah)\n\nOrang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik. Orang yang tidak baik pikiran dan maksudnya kepada orang lain menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya. Oleh karena itu, untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, ia pun bersumpah.\n\n1.Tidak mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan, seperti ajakan mengikuti agama mereka dalam beberapa hal.\n\n1.Tidak mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, dan menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.\n\n2.Tidak mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti mempengaruhi orang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, dan berusaha menimbulkan kekacauan. Allah menyatakan bahwa fitnah dengan pengertian kekacauan itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.\n\nDan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. (al-Baqarah/2: 191)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang suka melarang perbuatan baik dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak suka berbuat baik.\n\n2.Tidak mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya. Allah berfirman:\n\nDan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. (an-Nisa'/4: 14)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat karena ia adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik. Perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia. Allah tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa. Dia berfirman:\n\nDan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa. (an-Nisa'/4: 107)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan. Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan berlawanan dengan sifat-sifat Allah. Salah satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab ialah karena sikap Nabi Muhammad yang lemah-lembut. Seandainya ia bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindarinya. Allah berfirman:\n\nMaka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. (Ali 'Imran/3: 159)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal-usulnya, yaitu:\n\n1.Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya, dan sebagainya.\n\n2.Orang yang tidak diketahui asal usulnya dan tidak jelas maksud dan tujuannya serta apa motif yang ada di balik ajakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5282, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0632\u064d \u0645\u0651\u064e\u0634\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u0628\u0650\u0646\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Hammaazim mash shaaa'im binameem" } }, "translation": { "en": "[And] scorner, going about with malicious gossip -", "id": "suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5282", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5282.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5282.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan yang suka merintangi segala bentuk perbuatan yang baik dengan bersikap kikir, selain itu dia juga gemar bersikap melampaui batas dan banyak dosa baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan dan memerintahkan Nabi Muhammad agar:\n\n1.Tidak mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah seorang pendusta. Sedangkan dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat. Oleh karena itu pula, agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik. Nabi Muhammad bersabda, sebagaimana diriwayatkan al-Bukhari:Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara, ia berdusta, jika dipercaya, ia khianat, dan jika berjanji, ia tidak menepati janjinya. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidhi, dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah)\n\nOrang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik. Orang yang tidak baik pikiran dan maksudnya kepada orang lain menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya. Oleh karena itu, untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, ia pun bersumpah.\n\n1.Tidak mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan, seperti ajakan mengikuti agama mereka dalam beberapa hal.\n\n1.Tidak mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, dan menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.\n\n2.Tidak mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti mempengaruhi orang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, dan berusaha menimbulkan kekacauan. Allah menyatakan bahwa fitnah dengan pengertian kekacauan itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.\n\nDan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. (al-Baqarah/2: 191)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang suka melarang perbuatan baik dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak suka berbuat baik.\n\n2.Tidak mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya. Allah berfirman:\n\nDan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. (an-Nisa'/4: 14)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat karena ia adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik. Perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia. Allah tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa. Dia berfirman:\n\nDan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa. (an-Nisa'/4: 107)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan. Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan berlawanan dengan sifat-sifat Allah. Salah satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab ialah karena sikap Nabi Muhammad yang lemah-lembut. Seandainya ia bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindarinya. Allah berfirman:\n\nMaka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. (Ali 'Imran/3: 159)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal-usulnya, yaitu:\n\n1.Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya, dan sebagainya.\n\n2.Orang yang tidak diketahui asal usulnya dan tidak jelas maksud dan tujuannya serta apa motif yang ada di balik ajakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5283, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0639\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064d \u0623\u064e\u062b\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Mannaa'il lilkhairi mu'tadin aseem" } }, "translation": { "en": "A preventer of good, transgressing and sinful,", "id": "yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5283", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5283.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5283.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang bertabiat kasar, selain itu juga yang lebih buruk lagi adalah ia terkenal dengan kejahatannya. Di antara tokoh yang dimaksud pada ayat ini adalah al-Walid bin al-Mugirah atau Abu Jahl bin Hisyam.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan dan memerintahkan Nabi Muhammad agar:\n\n1.Tidak mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah seorang pendusta. Sedangkan dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat. Oleh karena itu pula, agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik. Nabi Muhammad bersabda, sebagaimana diriwayatkan al-Bukhari:Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara, ia berdusta, jika dipercaya, ia khianat, dan jika berjanji, ia tidak menepati janjinya. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidhi, dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah)\n\nOrang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik. Orang yang tidak baik pikiran dan maksudnya kepada orang lain menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya. Oleh karena itu, untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, ia pun bersumpah.\n\n1.Tidak mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan, seperti ajakan mengikuti agama mereka dalam beberapa hal.\n\n1.Tidak mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, dan menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.\n\n2.Tidak mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti mempengaruhi orang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, dan berusaha menimbulkan kekacauan. Allah menyatakan bahwa fitnah dengan pengertian kekacauan itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.\n\nDan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. (al-Baqarah/2: 191)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang suka melarang perbuatan baik dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak suka berbuat baik.\n\n2.Tidak mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya. Allah berfirman:\n\nDan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. (an-Nisa'/4: 14)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat karena ia adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik. Perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia. Allah tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa. Dia berfirman:\n\nDan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa. (an-Nisa'/4: 107)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan. Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan berlawanan dengan sifat-sifat Allah. Salah satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab ialah karena sikap Nabi Muhammad yang lemah-lembut. Seandainya ia bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindarinya. Allah berfirman:\n\nMaka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. (Ali 'Imran/3: 159)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal-usulnya, yaitu:\n\n1.Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya, dan sebagainya.\n\n2.Orang yang tidak diketahui asal usulnya dan tidak jelas maksud dan tujuannya serta apa motif yang ada di balik ajakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5284, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064f\u062a\u064f\u0644\u0651\u064d \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0632\u064e\u0646\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "'Utullim ba'da zaalika zaneem" } }, "translation": { "en": "Cruel, moreover, and an illegitimate pretender.", "id": "yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5284", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5284.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5284.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "10-13. Untuk mengukuhkan larangan tersebut, Allah menyifati me-reka dengan sifat-sifat buruk seperti yang dirinci dalam ayat ini. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah baik dalam kebenaran maupun kebatilan, dan berkepribadian buruk karena suka menghina, lagi suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah untuk memecah belah anggota masyarakat, dan yang suka merintangi segala bentuk perbuatan yang baik dengan bersikap kikir, selain itu dia juga gemar bersikap melampaui batas dan banyak dosa baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia, yang bertabiat kasar, selain itu juga yang lebih buruk lagi adalah ia terkenal dengan kejahatannya. Di antara tokoh yang dimaksud pada ayat ini adalah al-Walid bin al-Mugirah atau Abu Jahl bin Hisyam.14-16. Di antara faktor yang menyebabkan orang tersebut berperangai buruk adalah karena dia merasa diri sebagai pemilik harta yang banyak, kaya dan juga memiliki banyak anak. Namun dia mengingkari ajaran Allah, maka apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “lni adalah dongeng-dongeng orang dahulu.” Sungguh buruk sifat orang ini! Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai yaitu hidung-nya, diberikan tanda tersebut sebagai bentuk penghinaan kepadanya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan dan memerintahkan Nabi Muhammad agar:\n\n1.Tidak mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah seorang pendusta. Sedangkan dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat. Oleh karena itu pula, agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik. Nabi Muhammad bersabda, sebagaimana diriwayatkan al-Bukhari:Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara, ia berdusta, jika dipercaya, ia khianat, dan jika berjanji, ia tidak menepati janjinya. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidhi, dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah)\n\nOrang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik. Orang yang tidak baik pikiran dan maksudnya kepada orang lain menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya. Oleh karena itu, untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, ia pun bersumpah.\n\n1.Tidak mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan, seperti ajakan mengikuti agama mereka dalam beberapa hal.\n\n1.Tidak mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, dan menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.\n\n2.Tidak mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti mempengaruhi orang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, dan berusaha menimbulkan kekacauan. Allah menyatakan bahwa fitnah dengan pengertian kekacauan itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.\n\nDan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. (al-Baqarah/2: 191)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang suka melarang perbuatan baik dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak suka berbuat baik.\n\n2.Tidak mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya. Allah berfirman:\n\nDan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. (an-Nisa'/4: 14)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat karena ia adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik. Perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia. Allah tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa. Dia berfirman:\n\nDan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa. (an-Nisa'/4: 107)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan. Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan berlawanan dengan sifat-sifat Allah. Salah satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab ialah karena sikap Nabi Muhammad yang lemah-lembut. Seandainya ia bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindarinya. Allah berfirman:\n\nMaka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. (Ali 'Imran/3: 159)\n\n1.Tidak mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal-usulnya, yaitu:\n\n1.Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya, dan sebagainya.\n\n2.Orang yang tidak diketahui asal usulnya dan tidak jelas maksud dan tujuannya serta apa motif yang ada di balik ajakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5285, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "An kaana zaa maalinw-wa baneen" } }, "translation": { "en": "Because he is a possessor of wealth and children,", "id": "karena dia kaya dan banyak anak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5285", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5285.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5285.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara faktor yang menyebabkan orang tersebut berperangai buruk adalah karena dia merasa diri sebagai pemilik harta yang banyak, kaya dan juga memiliki banyak anak.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memperingatkan Nabi Muhammad dan kaum Muslimin agar sekali-kali tidak mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat di atas, sekalipun ia mempunyai harta yang banyak, kedudukan yang tinggi, kekuasaan yang besar, atau ia merasakan suatu kenikmatan dan kesenangan duniawi yang sifatnya sementara saja. Semua itu tidak akan ada manfaatnya di sisi Allah pada hari Kiamat. Allah berfirman:\n\nBiarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya, dan Aku beri kekayaan yang melimpah, dan anak-anak yang selalu bersamanya, dan Aku beri kelapangan (hidup) seluas-luasnya. Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya. Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur'an). Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Kemudian dia (merenung) memikirkan, lalu berwajah masam dan cemberut, kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri. (al-Muddatstsir/74: 11-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 5286, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 564, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Izaa tutlaa 'alaihi aayaatunaa qaala asaateerul awwaleen" } }, "translation": { "en": "When Our verses are recited to him, he says, \"Legends of the former peoples.\"", "id": "Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5286", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5286.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5286.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun dia mengingkari ajaran Allah, maka apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “lni adalah dongeng-dongeng orang dahulu.”", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa bila orang-orang musyrik Mekah mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an, mereka mengatakan Al-Qur'an itu tidak lain adalah perkataan Muhammad saja dan berisi dongeng-dongeng orang dahulu kala, sama sekali bukan wahyu yang disampaikan Allah kepadanya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nLalu dia berkata, \"(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia.\" (al-Muddatstsir/74: 24-25)\n\nDi samping, orang-orang musyrik juga mengatakan bahwa Al-Qur'an itu adalah sihir yang dikemukakan seorang tukang sihir dan sebagainya. Akan tetapi, dari semua tuduhan yang mereka lontarkan itu, dapat dipahami bahwa mereka melakukan hal demikian semata-mata karena telah kehilangan akal mencari alasan yang dapat dikemukakan untuk membantah kebenaran Al-Qur'an. Setiap kali mereka merenungkannya, semakin timbul kepercayaan dalam hati mereka kepada Al-Qur'an. Namun demikian, nafsu mereka masih mengalahkan kebenaran yang telah timbul dalam lubuk hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5287, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650\u0645\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0631\u0652\u0637\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Sanasimuhoo 'alal khurtoom" } }, "translation": { "en": "We will brand him upon the snout.", "id": "Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5287", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5287.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5287.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh buruk sifat orang ini! Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai yaitu hidung-nya, diberikan tanda tersebut sebagai bentuk penghinaan kepadanya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang benar-benar sesat, dan Ia akan menjadikan mereka hina di dunia. Untuk menyatakan kehinaan mereka itu, Allah akan memberi tanda di hidung mereka seperti belalai gajah, sehingga setiap orang mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya. Maksud memberi tanda di hidung mereka ialah agar semua orang mengetahui bahwa mereka adalah orang jahat dan banyak dosa, sehingga mudah dikenali." } } }, { "number": { "inQuran": 5288, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u0642\u0652\u0633\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa balawnaahum kamaa balawnaaa As-haabal jannati iz 'aqsamoo la-yasri munnahaa musbiheen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have tried them as We tried the companions of the garden, when they swore to cut its fruit in the [early] morning", "id": "Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5288", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5288.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5288.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang dialami oleh para pengingkar ayat-ayat Allah yaitu kaum musyrik Mekah itu memiliki kesamaan dengan kisah sekelompok pemilik kebun yang juga angkuh lagi kikir. Sungguh, Kami telah menguji mereka, yaitu orang musyrik Mekah, sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika dua dari tiga di antara mereka itu bersumpah pasti akan memetik hasilnya pada pagi hari, agar fakir miskin tidak melihatnya,", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah memberi orang-orang musyrik Mekah nikmat yang banyak berupa kesenangan hidup di dunia dan kemewahan. Semua itu bertujuan untuk mengetahui apakah mereka mau mensyukuri nikmat lebih yang diberikan itu dengan mengeluarkan hak-hak orang miskin, memperkenankan seruan Nabi saw untuk mengikuti jalan yang benar serta tunduk dan taat kepada Allah, atau dengan nikmat ini, mereka ingin menumpuk harta, menantang seruan Nabi, dan menyimpang dari jalan yang benar? Allah akan menimpakan azab yang pedih kepada mereka dan melenyapkan nikmat-nikmat itu seandainya mereka tetap ingkar, sebagaimana yang menimpa beberapa pemilik kebun.\n\nPemilik kebun itu semula adalah seorang laki-laki saleh, taat, dan patuh melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia mempunyai sebidang kebun sebagai sumber penghidupannya. Jika akan memetik hasil kebunnya, ia memberitahu orang-orang fakir dan miskin agar datang ke kebunnya, dan langsung memberikan hak-hak mereka yang terdapat dari hasil kebun itu. Setelah ia meninggal dunia, kebun itu diwarisi oleh anak-anak mereka. Pada waktu akan memetik hasilnya, mereka pun bermusyawarah apakah tetap melakukan seperti yang telah dilakukan ayah mereka atau membuat rencana baru. Salah seorang di antaranya mengusulkan agar tetap melakukan apa yang biasa dilakukan bapak mereka, yaitu memberitahu orang-orang fakir miskin agar datang pada waktu hari memetik.\n\nAkan tetapi, usulan ini ditolak oleh saudara-saudaranya yang lain. Mereka tidak mau memberikan hasil kebun itu sedikit pun kepada fakir-miskin sebagaimana yang telah dilakukan bapaknya. Sekalipun telah diingatkan oleh saudara yang seorang itu akan bahaya yang mungkin menimpa, tetapi mereka tetap dengan keputusan untuk memetik hasil kebun itu tanpa memberitahu lebih dahulu kepada fakir-miskin, dan seluruh hasil kebun itu akan mereka miliki sendiri tanpa mengeluarkan hak-hak orang lain yang ada di dalamnya. \n\nPara ahli waris pemilik kebun itu mengingkari ketentuan-ketentuan yang biasa dilakukan bapaknya ketika hidup, setelah melihat kesuburan tanamannya dan kelebatan buah yang akan dipetik. Mereka pun yakin bahwa semua itu pasti akan menjadi milik mereka. Oleh karena itu, mereka bersumpah akan memetiknya pagi-pagi benar agar tidak diketahui oleh seorang pun. Mereka juga sepakat untuk tidak akan memberikan hasil kebun itu kepada orang lain walaupun sedikit." } } }, { "number": { "inQuran": 5289, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062b\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yastasnoon" } }, "translation": { "en": "Without making exception.", "id": "tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, “Insya Allah”)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5289", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5289.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5289.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "tetapi mereka tidak menyisihkan dengan mengucapkan, “lnsya Allah”.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah memberi orang-orang musyrik Mekah nikmat yang banyak berupa kesenangan hidup di dunia dan kemewahan. Semua itu bertujuan untuk mengetahui apakah mereka mau mensyukuri nikmat lebih yang diberikan itu dengan mengeluarkan hak-hak orang miskin, memperkenankan seruan Nabi saw untuk mengikuti jalan yang benar serta tunduk dan taat kepada Allah, atau dengan nikmat ini, mereka ingin menumpuk harta, menantang seruan Nabi, dan menyimpang dari jalan yang benar? Allah akan menimpakan azab yang pedih kepada mereka dan melenyapkan nikmat-nikmat itu seandainya mereka tetap ingkar, sebagaimana yang menimpa beberapa pemilik kebun.\n\nPemilik kebun itu semula adalah seorang laki-laki saleh, taat, dan patuh melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia mempunyai sebidang kebun sebagai sumber penghidupannya. Jika akan memetik hasil kebunnya, ia memberitahu orang-orang fakir dan miskin agar datang ke kebunnya, dan langsung memberikan hak-hak mereka yang terdapat dari hasil kebun itu. Setelah ia meninggal dunia, kebun itu diwarisi oleh anak-anak mereka. Pada waktu akan memetik hasilnya, mereka pun bermusyawarah apakah tetap melakukan seperti yang telah dilakukan ayah mereka atau membuat rencana baru. Salah seorang di antaranya mengusulkan agar tetap melakukan apa yang biasa dilakukan bapak mereka, yaitu memberitahu orang-orang fakir miskin agar datang pada waktu hari memetik.\n\nAkan tetapi, usulan ini ditolak oleh saudara-saudaranya yang lain. Mereka tidak mau memberikan hasil kebun itu sedikit pun kepada fakir-miskin sebagaimana yang telah dilakukan bapaknya. Sekalipun telah diingatkan oleh saudara yang seorang itu akan bahaya yang mungkin menimpa, tetapi mereka tetap dengan keputusan untuk memetik hasil kebun itu tanpa memberitahu lebih dahulu kepada fakir-miskin, dan seluruh hasil kebun itu akan mereka miliki sendiri tanpa mengeluarkan hak-hak orang lain yang ada di dalamnya. \n\nPara ahli waris pemilik kebun itu mengingkari ketentuan-ketentuan yang biasa dilakukan bapaknya ketika hidup, setelah melihat kesuburan tanamannya dan kelebatan buah yang akan dipetik. Mereka pun yakin bahwa semua itu pasti akan menjadi milik mereka. Oleh karena itu, mereka bersumpah akan memetiknya pagi-pagi benar agar tidak diketahui oleh seorang pun. Mereka juga sepakat untuk tidak akan memberikan hasil kebun itu kepada orang lain walaupun sedikit." } } }, { "number": { "inQuran": 5290, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0637\u064e\u0627\u0641\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fataafa 'alaihaa taaa'i fum mir rabbika wa hum naaa'imoon" } }, "translation": { "en": "So there came upon the garden an affliction from your Lord while they were asleep.", "id": "Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5290", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5290.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5290.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu akibat perbuatannya tersebut, kebun itu ditimpa bencana yang besar dan buruk yang datang dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur lelap.", "long": "Ketentuan dan kehendak Allah pasti berlaku tanpa seorang pun yang dapat menghalanginya. Maka pada malam hari, dengan ketetapan dan kehendak Allah, datanglah petir yang membakar seluruh kebun mereka. Tidak ada satu pun yang tinggal, semua hangus terbakar. Kejadian tersebut terjadi ketika para pemilik kebun itu sedang tidur nyenyak, sehingga tidak seorang pun yang tahu bahwa kebunnya telah habis terbakar. Mereka lalai dan tidak ingat kepada Allah, Tuhan yang memberi rezeki kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5291, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e\u062a\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fa asbahat kassareem" } }, "translation": { "en": "And it became as though reaped.", "id": "Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5291", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5291.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5291.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka jadilah kebun itu hitam karena terbakar hangus, seperti malam yang gelap gulita, atau pohon itu telah menjadi gundul setelah dipetik semua buahnya.", "long": "Ketentuan dan kehendak Allah pasti berlaku tanpa seorang pun yang dapat menghalanginya. Maka pada malam hari, dengan ketetapan dan kehendak Allah, datanglah petir yang membakar seluruh kebun mereka. Tidak ada satu pun yang tinggal, semua hangus terbakar. Kejadian tersebut terjadi ketika para pemilik kebun itu sedang tidur nyenyak, sehingga tidak seorang pun yang tahu bahwa kebunnya telah habis terbakar. Mereka lalai dan tidak ingat kepada Allah, Tuhan yang memberi rezeki kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5292, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fatanaadaw musbiheen" } }, "translation": { "en": "And they called one another at morning,", "id": "lalu pada pagi hari mereka saling memanggil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5292", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5292.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5292.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka belum mengetahui bahwa kebun sudah hancur. Sesuai dengan rencana mereka, lalu dengan penuh rahasia pada pagi hari mereka saling memanggil,", "long": "Setelah bangun pada pagi harinya, mereka saling memanggil dan mengajak untuk pergi ke kebun guna memetik hasilnya. Setelah berkumpul, mereka pun berangkat dan berjalan dengan sembunyi-sembunyi sambil berbisik-bisik di antara mereka, \"Jangan biarkan seorang pun di antara orang-orang miskin itu datang ke kebun kita seperti dulu ketika ayah masih hidup. Hendaknya seluruh panen kebun ini dapat kita manfaatkan untuk keperluan kita sendiri.\" Mereka pergi ke kebun pagi-pagi sekali dengan maksud agar orang-orang miskin tidak masuk ke kebun mereka dan mereka sangat yakin akan dapat memetik seluruh hasil kebun itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5293, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u063a\u0652\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Anighdoo 'alaa harsikum in kuntum saarimeen" } }, "translation": { "en": "[Saying], \"Go early to your crop if you would cut the fruit.\"", "id": "”Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5293", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5293.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5293.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil sesuai dengan yang telah kita rencanakan.", "long": "Setelah bangun pada pagi harinya, mereka saling memanggil dan mengajak untuk pergi ke kebun guna memetik hasilnya. Setelah berkumpul, mereka pun berangkat dan berjalan dengan sembunyi-sembunyi sambil berbisik-bisik di antara mereka, \"Jangan biarkan seorang pun di antara orang-orang miskin itu datang ke kebun kita seperti dulu ketika ayah masih hidup. Hendaknya seluruh panen kebun ini dapat kita manfaatkan untuk keperluan kita sendiri.\" Mereka pergi ke kebun pagi-pagi sekali dengan maksud agar orang-orang miskin tidak masuk ke kebun mereka dan mereka sangat yakin akan dapat memetik seluruh hasil kebun itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5294, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0646\u0637\u064e\u0644\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064e\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fantalaqoo wa hum yatakhaafatoon" } }, "translation": { "en": "So they set out, while lowering their voices,", "id": "Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5294", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5294.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5294.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka mereka pun berangkat dengan diam-diam sambil berbisik-bisik dengan meng-ingatkan,", "long": "Setelah bangun pada pagi harinya, mereka saling memanggil dan mengajak untuk pergi ke kebun guna memetik hasilnya. Setelah berkumpul, mereka pun berangkat dan berjalan dengan sembunyi-sembunyi sambil berbisik-bisik di antara mereka, \"Jangan biarkan seorang pun di antara orang-orang miskin itu datang ke kebun kita seperti dulu ketika ayah masih hidup. Hendaknya seluruh panen kebun ini dapat kita manfaatkan untuk keperluan kita sendiri.\" Mereka pergi ke kebun pagi-pagi sekali dengan maksud agar orang-orang miskin tidak masuk ke kebun mereka dan mereka sangat yakin akan dapat memetik seluruh hasil kebun itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5295, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Al laa yadkhulannahal yawma 'alaikum miskeen" } }, "translation": { "en": "[Saying], \"There will surely not enter it today upon you [any] poor person.\"", "id": "”Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5295", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5295.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5295.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Pada hari ini jangan sampai ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.” Khususnya pada saat sedang memetik hasilnya. Kalau sampai ada, itu akan merusak rencana.", "long": "Setelah bangun pada pagi harinya, mereka saling memanggil dan mengajak untuk pergi ke kebun guna memetik hasilnya. Setelah berkumpul, mereka pun berangkat dan berjalan dengan sembunyi-sembunyi sambil berbisik-bisik di antara mereka, \"Jangan biarkan seorang pun di antara orang-orang miskin itu datang ke kebun kita seperti dulu ketika ayah masih hidup. Hendaknya seluruh panen kebun ini dapat kita manfaatkan untuk keperluan kita sendiri.\" Mereka pergi ke kebun pagi-pagi sekali dengan maksud agar orang-orang miskin tidak masuk ke kebun mereka dan mereka sangat yakin akan dapat memetik seluruh hasil kebun itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5296, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u063a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064e\u0631\u0652\u062f\u064d \u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ghadaw 'alaa hardin qaadireen" } }, "translation": { "en": "And they went early in determination, [assuming themselves] able.", "id": "Dan berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5296", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5296.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5296.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah semuanya siap termasuk segala peralatan yang dibutuhkan, maka berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin mendapatkan pemberian hasil kebun mereka, padahal mereka mampu menolongnya.", "long": "Setelah bangun pada pagi harinya, mereka saling memanggil dan mengajak untuk pergi ke kebun guna memetik hasilnya. Setelah berkumpul, mereka pun berangkat dan berjalan dengan sembunyi-sembunyi sambil berbisik-bisik di antara mereka, \"Jangan biarkan seorang pun di antara orang-orang miskin itu datang ke kebun kita seperti dulu ketika ayah masih hidup. Hendaknya seluruh panen kebun ini dapat kita manfaatkan untuk keperluan kita sendiri.\" Mereka pergi ke kebun pagi-pagi sekali dengan maksud agar orang-orang miskin tidak masuk ke kebun mereka dan mereka sangat yakin akan dapat memetik seluruh hasil kebun itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5297, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0636\u064e\u0627\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falammaa ra awhaa qaalooo innaa ladaaalloon" } }, "translation": { "en": "But when they saw it, they said, \"Indeed, we are lost;", "id": "Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, “Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5297", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5297.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5297.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka betapa terkejutnya ketika mereka melihat kebun itu ternyata telah binasa, mereka pun berkata, “Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat dengan merencanakan sesuatu yang buruk, akhirnya rusaklah kebun kita,", "long": "Setelah sampai di kebun, mereka pun tercengang karena kebun itu telah musnah dan habis terbakar. Mereka mengira bahwa yang terbakar itu bukan kebun mereka, karena kebun mereka yang dipenuhi tanaman-tanaman yang subur dan buahnya lebat, telah waktunya untuk dipetik." } } }, { "number": { "inQuran": 5298, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0645\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f\u0648\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Bal nahnu mahroomoon" } }, "translation": { "en": "Rather, we have been deprived.\"", "id": "bahkan kita tidak memperoleh apa pun,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5298", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5298.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5298.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "bahkan kita tidak memperoleh apa pun.", "long": "Akhirnya mereka sadar dan yakin bahwa yang terbakar itu memang kebun mereka, dan berkata, \"Kita tidak tersesat ke kebun yang lain, ini memang kepunyaan kita. Karena kita telah berdosa dengan tidak mengikuti apa yang telah digariskan oleh bapak kita pada setiap memetik hasil kebun, maka Allah memusnahkan kebun ini.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5299, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0633\u064e\u0637\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaala awsatuhum alam aqul lakum law laa tusabbihoon" } }, "translation": { "en": "The most moderate of them said, \"Did I not say to you, 'Why do you not exalt [Allah]?' \"", "id": "berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5299", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5299.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5299.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah melihat kenyataan tersebut, berkatalah salah seorang yang paling bijak di antara mereka, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu bahwa rencana kamu itu sungguh buruk, semestinya kamu merencanakan hal yang baik lagi terpuji, tapi mengapa kamu malah tidak bertasbih kepada Tuhanmu dengan mengucapkan \\'lnsya Allah\\'? Rupanya ketika itu para pemilik kebun tersebut sadar,", "long": "Salah seorang di antara mereka yang pernah memperingatkan mereka sebelumnya berkata, \"Bukankah telah aku anjurkan sebelum ini agar kita semua melakukan yang biasa dilakukan bapak kita dahulu, yaitu selalu bertasbih kepada Tuhan dan mensucikan-Nya, selalu mensyukuri setiap nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita dengan memberikan sebagian dari hasilnya kepada yang berhak menerima, dan selalu berdoa kepada-Nya agar kita selalu dilimpahi berkah dan karunia-Nya. Akan tetapi, kamu sekalian tidak mengacuhkan sedikit pun anjuranku itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5300, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo subhaana rabbinaaa innaa kunnaa zaalimeen" } }, "translation": { "en": "They said, \"Exalted is our Lord! Indeed, we were wrongdoers.\"", "id": "Mereka mengucapkan, “Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5300", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5300.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5300.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "karena itu mereka mengucapkan,”Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim dengan rencana buruk tersebut, semestinya kami bersyukur dengan berbagi kepada fakir miskin atas hasil kebun kami.”", "long": "Mereka mengakui kesalahan dan kekhilafan mereka dengan menyatakan bahwa Allah membinasakan kebun itu bukan karena kezaliman-Nya terhadap mereka, tetapi karena mereka sendiri yang telah menganiaya diri sendiri dengan tidak memberikan hak fakir dan miskin." } } }, { "number": { "inQuran": 5301, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0627\u0648\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aqbala ba'duhum 'alaa ba'diny yatalaawamoon" } }, "translation": { "en": "Then they approached one another, blaming each other.", "id": "Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5301", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5301.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5301.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah pemilik kebun tersebut sadar, lalu mulailah mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan. Ada yang mengatakan, “Ini gara-gara kamu!” Yang lain lagi menjawab,“Kenapa aku yang disalahkan?”. Setelah beberapa saat berlalu pada akhirnya semua mengaku bersalah,", "long": "Mereka kemudian saling menyalahkan dengan mengatakan, \"Kamulah yang menganjurkan agar kita semua tidak lagi memberikan hak-hak orang kafir dan miskin yang biasa diberikan ayah kita dahulu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5302, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u063a\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo yaa wailanaaa innaa kunnaa taagheen" } }, "translation": { "en": "They said, \"O woe to us; indeed we were transgressors.", "id": "Mereka berkata, “Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5302", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5302.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5302.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kemudian mereka berkata, “Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas yaitu dengan bersumpah tidak akan memberi hasil panen kepada fakir miskin.", "long": "Setelah saling menyalahkan, akhirnya mereka menyesali diri masing-masing. Mereka lalu menyadari bahwa tindakan dan sikap merekalah yang mengundang nasib yang demikian. Mereka berkata, \"Sesungguhnya kamilah yang bersalah. Kami telah melanggar garis-garis yang telah ditetapkan Allah dengan tidak memberikan hak-hak fakir-miskin, yang ada pada harta kami. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kami kebun yang lebih baik dari yang telah musnah ini. Kami benar-benar akan bertobat, tunduk, dan patuh menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Semoga Allah menganugerahkan yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.\"\n\nMenurut riwayat dari Mujahid, setelah mereka bertobat, maka Allah menganugerahkan kebun yang lebih baik dari kebun mereka yang musnah dan mengabulkan doa-doa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5303, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0627\u063a\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Asaa rabbunaaa any yubdilanaa khairam minhaaa innaaa ilaa rabbinaa raaghiboon" } }, "translation": { "en": "Perhaps our Lord will substitute for us [one] better than it. Indeed, we are toward our Lord desirous.\"", "id": "Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5303", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5303.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5303.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menyadari kekeliruannya, mereka pun berharap, Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan kebun atau apa saja yang lebih baik daripada kebun yang telah rusak ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dan karunia dari Tuhan kita.” Setelah selesai menguraikan kisah para pemilik kebun tersebut,", "long": "Setelah saling menyalahkan, akhirnya mereka menyesali diri masing-masing. Mereka lalu menyadari bahwa tindakan dan sikap merekalah yang mengundang nasib yang demikian. Mereka berkata, \"Sesungguhnya kamilah yang bersalah. Kami telah melanggar garis-garis yang telah ditetapkan Allah dengan tidak memberikan hak-hak fakir-miskin, yang ada pada harta kami. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kami kebun yang lebih baik dari yang telah musnah ini. Kami benar-benar akan bertobat, tunduk, dan patuh menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Semoga Allah menganugerahkan yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.\"\n\nMenurut riwayat dari Mujahid, setelah mereka bertobat, maka Allah menganugerahkan kebun yang lebih baik dari kebun mereka yang musnah dan mengabulkan doa-doa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5304, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 498, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f \u06da \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazaalikal azaab, wa la'azaabul aakhirati akbar; law kaanoo ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "Such is the punishment [of this world]. And the punishment of the Hereafter is greater, if they only knew.", "id": "Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar se-kiranya mereka mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5304", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5304.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5304.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memperingatkan kepada siapa saja dengan menyatakan bahwa seperti itulah azab di dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar dibandingkan azab dunia itu, karena azab akhirat, di samping lebih dahsyat juga da-lam waktu yang tidak terbayangkan. Semestinya manusia menyadari hal itu sekiranya mereka mengetahui.", "long": "Demikianlah malapetaka yang ditimpakan Allah kepada para pemilik kebun itu sebagai cobaan bagi mereka. Cobaan itu sangat bermanfaat, sehingga mereka bertobat dan menyesali perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, dan tetap taat kepada Allah serta tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan terlarang lainnya. Karena mereka benar-benar bertobat, Allah mengabulkan doa-doa mereka dan memberikan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.\n\nBagaimanakah halnya dengan orang-orang musyrik Mekah, apakah mereka akan tetap bersikap dan bertindak seperti yang telah mereka lakukan terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin? Jika mereka memperkenankan seruan Nabi Muhammad, niscaya Allah akan memberikan kepada mereka sebagaimana yang telah diberikan kepada para pemilik kebun itu. Sebaliknya jika mereka tetap pada pendirian mereka, mereka tidak saja akan memperoleh azab di dunia, tetapi juga akan menerima azab akhirat.\n\nSesungguhnya azab akhirat itu lebih keras dan lebih berat dari azab di dunia. Jika azab dunia hanya berupa kehilangan harta dan kesenangan saja, maka azab akhirat lebih dahsyat lagi dari itu, yaitu azab yang menimbulkan kesengsaraan dan malapetaka bagi jasmani dan rohani orang yang mengalaminya." } } }, { "number": { "inQuran": 5305, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Inna lilmuttaqeena 'inda rabbihim jannaatin na'eem" } }, "translation": { "en": "Indeed, for the righteous with their Lord are the Gardens of Pleasure.", "id": "Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5305", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5305.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5305.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "34-35.Bagi yang durhaka maka azab yang pedih akan menjadi balasannya, sedangkan bagi yang bertakwa balasannya seperti yang diuraikan pada ayat ini. Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang mukmin yang melaksanakan perintah-perintah Allah, menjauhi larangan-larangan-Nya, serta tunduk dan patuh kepada-Nya, akan ditempatkan di dalam surga yang penuh kenikmatan di akhirat. Hal ini sebagai balasan atas keimanan mereka kepada Allah dan amal saleh mereka ketika hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5306, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Afanaj'alul muslimeena kalmujrimeen" } }, "translation": { "en": "Then will We treat the Muslims like the criminals?", "id": "Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5306", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5306.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5306.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum kafir merasa bahwa mereka akan memperoleh yang lebih baik dari yang dijanjikan kepada kaum muslim tersebut, maka ayat ini menyanggah anggapan tersebut. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang lslam itu seperti orang-orang yang berdosa yaitu orang-orang kafir? Tentu saja tidak mungkin keduanya dipersamakan.", "long": "Menurut Muqatil, tatkala turun ayat ke-34 di atas, orang-orang kafir Mekah berkata kepada kaum Muslimin, \"Sesungguhnya Allah telah melebihkan kami dari kamu dalam kehidupan dunia ini. Oleh karena itu, tidak boleh tidak, kami akan dilebihkan-Nya atas kamu di akhirat nanti, atau paling tidak, sama dengan kamu sekalian.\" Maka Allah membantah pernyataan orang-orang kafir itu dengan ayat ini dengan mengatakan, \"Apakah Kami akan menyalahi janji-janji Kami dengan menyamakan orang-orang yang berserah diri, tunduk, dan taat kepada Kami dengan orang-orang yang mengerjakan perbuatan dosa dan selalu ingkar kepada Kami?\"\n\nFirman Allah:\n\nTidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. (al-hasyr/59: 20)\n\nDari perkataan orang-orang kafir ini dapat dipahami bahwa menurut mereka kehidupan di dunia ini sebagai gambaran kehidupan di akhirat nanti. Jika kepada seseorang dalam kehidupan dunia ini dianugerahi harta yang banyak, kekuasaan, pangkat, kesenangan, dan kemewahan, tentu di akhirat nanti mereka akan demikian pula. Sebaliknya jika kehidupan dunia seseorang mengalami kesengsaraan dan penderitaan, tentu di akhirat mereka juga akan sengsara dan menderita.\n\nAnggapan orang-orang kafir yang demikian adalah anggapan yang keliru. Kehidupan di dunia adalah persiapan kehidupan di akhirat. Jika seseorang baik ibadah dan amalnya, sekalipun tidak dianugerahi harta yang banyak, kekuasaan, pangkat, dan sebagainya, maka ia tetap mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah. Sebaliknya, jika mereka ingkar dan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa, sekalipun ia memperoleh harta yang banyak, pangkat, dan kekuasaan, maka di akhirat akan disediakan tempat yang penuh kesengsaraan dan kehinaan." } } }, { "number": { "inQuran": 5307, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Maa lakum kaifa tahhkumoon" } }, "translation": { "en": "What is [the matter] with you? How do you judge?", "id": "Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5307", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5307.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5307.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecaman atas anggapan kaum musyrik itu masih dilanjutkan dalam ayat ini. Mengapa kamu berbuat demikian, mempersamakan antara kaum muslim dengan orang kafir? Bagaimana kamu mengambil keputusan yang tidak adil itu?", "long": "Pada ayat ini, Allah menyatakan keanehan jalan berpikir orang-orang kafir sehingga menetapkan yang demikian. Seakan-akan mereka tidak menggunakan pertimbangan yang benar, akal yang sehat, dan keputusan yang adil. Mungkinkah orang yang sesat sama dengan orang yang benar, orang yang takwa dengan orang yang berdosa, orang yang bertakwa kepada Allah dengan orang yang ingkar kepada-Nya, dan sebagainya. Cara berpikir seperti yang digunakan orang-orang kafir itu adalah cara berpikir yang salah dan dipengaruhi oleh setan yang selalu menyesatkan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5308, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u064f\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am lakum kitaabun feehi tadrusoon" } }, "translation": { "en": "Or do you have a scripture in which you learn", "id": "Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5308", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5308.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5308.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Logika apa yang kamu gunakan? Kalau kamu tidak memiliki dalil aqli yang dapat diterima akal sehat, atau apakah kamu mempunyai kitab yang diturunkan Allah yang kamu pelajari,", "long": "Dalam ayat ini, dinyatakan bahwa pendapat atau jalan pikiran orang-orang kafir itu tidak berdasarkan wahyu dari Allah. Tidak ada satu pun dari kitab Allah yang menerangkan hal yang demikian itu. Ungkapan itu dilontarkan kepada mereka dalam bentuk pertanyaan, \"Apakah kamu, hai orang-orang kafir, mempunyai suatu kitab yang diturunkan dari langit, yang kamu terima dari nenek moyangmu kemudian kamu pelajari secara turun-temurun, yang mengandung suatu ketentuan seperti yang kamu katakan itu. Apakah kamu memiliki kitab yang semacam itu yang membolehkan kamu memilih apa yang kamu inginkan sesuai dengan kehendakmu.\"\n\nAyat ini dikemukakan dalam bentuk kalimat tanya. Biasanya kalimat tanya bermaksud untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui, tetapi kalimat tanya di sini untuk mengingkari dan menyatakan kejelekan suatu perbuatan. Seakan-akan Allah menyatakan kepada orang-orang kafir bahwa tidak ada suatu pun wahyu-Nya yang menyatakan demikian. Ucapan mereka itu adalah ucapan yang mereka ada-adakan dan cara mengada-adakan yang demikian itu adalah cara yang tidak terpuji." } } }, { "number": { "inQuran": 5309, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u064e\u064a\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Inna lakum feehi lamaa takhaiyaroon" } }, "translation": { "en": "That indeed for you is whatever you choose?", "id": "sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5309", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5309.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5309.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sehingga menemukan ketentuan bahwa sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya?", "long": "Dalam ayat ini, dinyatakan bahwa pendapat atau jalan pikiran orang-orang kafir itu tidak berdasarkan wahyu dari Allah. Tidak ada satu pun dari kitab Allah yang menerangkan hal yang demikian itu. Ungkapan itu dilontarkan kepada mereka dalam bentuk pertanyaan, \"Apakah kamu, hai orang-orang kafir, mempunyai suatu kitab yang diturunkan dari langit, yang kamu terima dari nenek moyangmu kemudian kamu pelajari secara turun-temurun, yang mengandung suatu ketentuan seperti yang kamu katakan itu. Apakah kamu memiliki kitab yang semacam itu yang membolehkan kamu memilih apa yang kamu inginkan sesuai dengan kehendakmu.\"\n\nAyat ini dikemukakan dalam bentuk kalimat tanya. Biasanya kalimat tanya bermaksud untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui, tetapi kalimat tanya di sini untuk mengingkari dan menyatakan kejelekan suatu perbuatan. Seakan-akan Allah menyatakan kepada orang-orang kafir bahwa tidak ada suatu pun wahyu-Nya yang menyatakan demikian. Ucapan mereka itu adalah ucapan yang mereka ada-adakan dan cara mengada-adakan yang demikian itu adalah cara yang tidak terpuji." } } }, { "number": { "inQuran": 5310, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0627\u0644\u0650\u063a\u064e\u0629\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u06d9 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am lakum aymaanun 'alainaa baalighatun ilaa yawmil qiyaamati inna lakum lamaa tahkumoon" } }, "translation": { "en": "Or do you have oaths [binding] upon Us, extending until the Day of Resurrection, that indeed for you is whatever you judge?", "id": "Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5310", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5310.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5310.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalil aqli tidak ada demikian juga dalil naqli pun juga tidak ada, maka ayat ini membuka kemungkinan lain atas sikap kaum musyrik itu, sekaligus untuk dinafikan, Atau apakah kamu memperoleh janji-janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat. bahwa kamu dapat mengambil keputusan sekehendakmu dan memperoleh apa yang kamu inginkan?", "long": "Pada ayat ini, sekali lagi Allah mengejek orang-orang kafir dengan mengemukakan kalimat tanya, \"Hai orang-orang kafir, apakah kamu sekalian pernah menerima janji-janji dari Kami yang harus Kami tepati seperti yang kamu katakan itu, yaitu kamu akan memperoleh segala yang kamu ingini, padahal kamu mengingkari Kami?\" Dari pertanyaan ini dapat dipahami bahwa Allah sekali-kali tidak pernah menetapkan atau menjanjikan kepada hamba-hamba-Nya seperti yang mereka katakan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5311, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0632\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Salhum ayyuhum bizaa lika za'eem" } }, "translation": { "en": "Ask them which of them, for that [claim], is responsible.", "id": "Tanyakanlah kepada mereka, “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5311", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5311.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5311.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apa yang dinyatakan di atas pun jelas tidak ada. Kalau begitu tanyakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka, “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?", "long": "Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir dengan maksud mencela cara-cara yang mereka lakukan, \"Hai Orang-orang kafir, jika kamu mempunyai kitab yang menerangkan apa yang kamu katakan itu, perlihatkanlah kepada kami. Jika benar bahwa Allah telah berjanji kepadamu yang ditetapkan dengan sumpah bahwa kamu akan memperoleh semua yang kamu inginkan, cobalah buktikan sumpah itu. Jika kamu mempunyai seseorang yang dapat menjamin kebenaran perkataanmu itu cobalah tunjukkan kepada kami orangnya.\"\n\nPertanyaan dan permintaan Nabi kepada orang-orang kafir itu menyebabkan mereka bungkam seribu bahasa, karena mereka tidak akan sanggup menjawab dan memenuhi permintaan itu. Kenyataannya mereka menyembah berhala atau patung. Patung dan berhala itu mereka buat sendiri, dan mereka tahu bahwa patung dan berhala itu tidak akan dapat menjamin yang mereka katakan, seakan-akan mereka tidak berdaya lagi mempertahankan pendapat mereka.\n\nKata za'im (sesuatu yang bertanggung jawab) yang terdapat dalam akhir ayat ini maksudnya adalah orang yang menjamin bahwa sesuatu pasti terlaksana dan penuh kebenaran. Bila seorang mengatakan sesuatu atau menjanjikan sesuatu, maka seorang za'im menjamin bahwa perkataan orang itu adalah perkataan yang benar, atau janji yang telah dijanjikannya itu pasti ditepati. Orang-orang kafir Mekah diminta untuk mengemukakan siapa yang menjamin kebenaran perkataan mereka yang mengatakan bahwa Allah menyamakan balasan yang diterima orang-orang beriman dengan balasan yang mereka terima, padahal Allah tidak pernah mengatakan yang demikian itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5312, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0634\u064f\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0635\u064e\u0627\u062f\u0650\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am lahum shurakaaa'u falyaatoo bishurakaaa 'ihim in kaanoo saadiqeen" } }, "translation": { "en": "Or do they have partners? Then let them bring their partners, if they should be truthful.", "id": "Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5312", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5312.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5312.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau apakah mungkin mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar dalam ucapan mereka bahwa mereka akan memperoleh sama bahkan lebih dari perolehan kaum muslim.", "long": "Dalam ayat ini, kembali Nabi Muhammad diperintahkan untuk menanyakan kepada orang-orang kafir itu apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang dapat menjamin kebenaran perkataan yang mereka ucapkan. Jika ada, cobalah kemukakan atau mendatangkannya untuk membuktikan jaminan mereka.\n\nYang dimaksud dengan \"sekutu-sekutu\" mereka dalam ayat ini ialah semua yang mereka sembah selain Allah, seperti patung Lata, 'Uzza, Manah, dan sebagainya. Juga termasuk di dalamnya orang-orang yang mereka hormati, dan pemuka-pemuka agama mereka.\n\nDengan pertanyaan terakhir ini, orang-orang kafir Mekah bertambah diam dan bungkam karena ternyata tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah, para ahli sastra mereka yang terkenal, seperti al-Walid bin al-Mugirah, dan lain-lain tidak sanggup mengemukakan atau mendatangkannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5313, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 29, "page": 565, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0643\u0652\u0634\u064e\u0641\u064f \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0627\u0642\u064d \u0648\u064e\u064a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u062f\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma yukshafu 'am saaqinw wa yud'awna ilas sujoodi falaa yastatee'oon" } }, "translation": { "en": "The Day the shin will be uncovered and they are invited to prostration but the disbelievers will not be able,", "id": "(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5313", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5313.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5313.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah tidak ditemukan lagi alasan atas anggapan mereka, ini berarti sikap mereka itu semata-mata sebagai bentuk pembangkangan terhadap Allah dan Rasul-Nya. lngatlah pada hari ketika betis disingkapkan, yaitu menggambarkan keadaan orang yang sedang ketakutan yang hendak lari karena hebatnya huru-hara hari Kiamat dan mereka diseru untuk bersujud. maka mereka tidak mampu.", "long": "Ayat ini menyatakan kepada orang-orang kafir Mekah bahwa jika mereka mempunyai penjamin kebenaran perkataan mereka bahwa mereka pasti akan masuk surga seperti orang-orang mukmin masuk surga, maka cobalah datangkan saksi atau penjamin itu nanti pada hari Kiamat. Pada hari itu, semua orang dalam keadaan ketakutan dan sedang berusaha lari dari ketakutan itu. Pada hari itu mereka diminta sujud untuk menguji keimanan mereka padahal mereka tidak sanggup lagi sujud, karena persendian tulang-tulang mereka telah lemah, karena azab telah meliputi mereka dari atas dan bawah, serta dari samping kanan dan kiri. Hari yang seperti itu pasti datang dan huru-hara seperti yang dimaksudkan itu pasti terjadi. Pada saat itu, tiada satu pun tempat berlindung kecuali Allah, Tuhan Yang Mahakuasa." } } }, { "number": { "inQuran": 5314, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0647\u064e\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Khaashi'atan absaaruhum tarhaquhum zillatunw wa qad kaanoo yud'awna ilassujoodi wa hum saalimoon" } }, "translation": { "en": "Their eyes humbled, humiliation will cover them. And they used to be invited to prostration while they were sound.", "id": "pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5314", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5314.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5314.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pandangan mereka tertunduk ke bawah pertanda penyesalan dan rasa takut yang menyelimuti hati mereka, dan mereka juga diliputi kehinaan. Dan, sungguh, dahulu di dunia mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat tetapi mereka tidak melakukan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa orang-orang kafir pada hari Kiamat berada dalam keadaan tidak berdaya sedikit pun. Tidak ada yang memberi mereka pertolongan dan mereka dalam keadaan hina-dina. Mereka hanya dalam keadaan penuh penyesalan, tetapi semua itu tidak berguna lagi.\n\nKetika hidup di dunia dahulu, mereka dalam keadaan sehat, berkecukupan, berkuasa, dan berpangkat, tetapi mereka tidak mau salat, sujud dan menyembah Allah, serta menyerahkan diri kepada-Nya. Setelah di akhirat, di waktu penyesalan itu tiba, mereka memanggil Tuhan, ingin mengerjakannya untuk menghambakan diri kepada-Nya, akan tetapi mereka tidak sanggup mengerjakannya lagi. Hal itu karena di samping tulang-tulang mereka telah lemah, pintu tobat juga telah ditutup. Hanya orang-orang beriman sajalah yang dapat bersujud di akhirat ketika Allah menampakkan diri-Nya kepada mereka" } } }, { "number": { "inQuran": 5315, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u0650 \u06d6 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fazarnee wa many yukazzibu bihaazal hadeesi sanastad rijuhum min haisu laa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "So leave Me, [O Muhammad], with [the matter of] whoever denies the Qur'an. We will progressively lead them [to punishment] from where they do not know.", "id": "Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5315", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5315.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5315.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menjelaskan sanksi yang akan diterima para pembangkang, kini Allah menasihati Nabi Muhammad, Maka serahkanlah kepada-Ku wahai Nabi urusannya dan orang-orang yang mendustakan AI-Qur’an ini. Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur menuju kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui,", "long": "Ayat ini merupakan penawar hati dan hiburan kepada Nabi Muhammad dan ancaman keras bagi orang-orang kafir. Sangat banyak sikap dan tindakan orang-orang kafir terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dalam melaksanakan tugas yang dibebankan Allah kepada mereka. Di antaranya ada yang menghalang-halangi orang untuk masuk Islam, menyiksa para sahabat Nabi yang telah masuk Islam, menyakiti, mengejek, memboikot, dan mengucilkan (mengisolir) Nabi, dan sebagainya. Oleh karena itu, kadang-kadang timbul dalam hati Nabi untuk berdoa agar Allah mengazab dan menyiksa mereka yang ingkar itu seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang lalu. Dengan ayat ini, Allah menyatakan bahwa Dia mengetahui segala macam bentuk sikap dan tindakan orang-orang kafir itu, dan akan mengazab mereka sesuai dengan apa yang mereka lakukan. \n\nSelanjutnya Allah menyatakan bahwa karena mendustakan Al-Qur'an dan mengingkari Allah, maka orang-orang kafir itu mendapat kesempatan untuk melakukan perbuatan-perbuatan dosa dan melakukan penganiayaan sehingga perbuatan dosa yang mereka lakukan itu bertambah banyak. Dengan demikian, balasan azabnya pun bertambah berat, sehingga tidak tertanggungkan oleh mereka. Mereka menyangka bahwa dengan pangkat, harta, dan kekuasaan yang ada pada mereka, Allah telah melimpahkan karunia yang tiada taranya kepada mereka, padahal tidak demikian halnya. Bahkan, dengan pangkat, kekayaan, dan kekuasaan yang ada pada mereka itu, dosa mereka semakin bertambah besar. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nMaka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan. Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya. (al-Mu'minun/23: 54-56)\n\nFirman Allah lainnya:\n\nMaka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. (al-An'am/6: 44)" } } }, { "number": { "inQuran": 5316, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0652\u0644\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u062a\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa umlee lahum; inna kaidee mateen" } }, "translation": { "en": "And I will give them time. Indeed, My plan is firm.", "id": "dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5316", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5316.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5316.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Aku sendiri yang memutuskan untuk memberi tenggang waktu kepada mereka, dan Aku pula yang menetapkan jatuhnya siksa atas mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.", "long": "Allah menyatakan bahwa Dia memberi tempo kepada orang-orang kafir itu sampai pada waktu yang ditentukan dengan membiarkan mereka bertambah-tambah kekafiran dan kezalimannya. Allah juga menyatakan bahwa rencana-Nya tidak dapat digagalkan oleh siapa pun, dan pasti terlaksana, tidak seorang pun yang dapat menghalang-halangi-Nya.\n\nSebenarnya jika orang-orang kafir mau menyadari tentu mereka akan sampai kepada suatu pendirian dan pandangan bahwa yang mereka gunakan untuk menghalang-halangi Rasulullah saw dan orang-orang beriman menegakkan agama Allah, adalah nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepada mereka, seperti kekayaan, pangkat, jabatan, dan sebagainya. Seharusnya nikmat-nikmat itu mereka gunakan untuk mencari keridaan-Nya. Sangat besar dosa mereka karena mengingkari dan menyalahgunakan nikmat Allah itu.\n\nMengenai azab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir ini diterangkan dalam hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim:\n\nSesungguhnya Allah Ta'ala akan menangguhkan azab bagi orang-orang yang zalim, hingga apabila Dia mengazabnya, tidak ada yang luput dari azab itu. Kemudian Nabi saw membaca (Surah Hud/11: 102): \"Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.\" (Riwayat al-Bukhari, Muslim, Abu Ya'la, al-Baihaqi dan an-Nasa'i dari Abu Musa al-Asy'ari)" } } }, { "number": { "inQuran": 5317, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u063a\u0652\u0631\u064e\u0645\u064d \u0645\u0651\u064f\u062b\u0652\u0642\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am tas'aluhum ajran fahum mim maghramim musqaloon" } }, "translation": { "en": "Or do you ask of them a payment, so they are by debt burdened down?", "id": "Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan utang?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5317", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5317.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5317.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah ada yang meragukan dengan ajaran Al-Qur\\'an ataukah engkau, wahai Nabi Muhammad, meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang?", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengajukan kepada Rasul saw suatu pertanyaan dengan maksud untuk menerka jalan pikiran orang-orang kafir bahwa seseorang melakukan sesuatu pekerjaan untuk mengharapkan suatu upah, keuntungan, atau kesenangan duniawi. Menurut mereka, tidak ada orang yang mau bekerja dan berusaha semata-mata karena Allah. Pertanyaan Allah itu ialah: Wahai Muhammad, apakah engkau meminta upah kepada orang-orang yang mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang lain, karena engkau memberinya nasihat, menyeru mereka kepada kebenaran dan mengikuti agama-Ku, sehingga mereka harus dibebani oleh hutang karena upah yang kau minta itu?" } } }, { "number": { "inQuran": 5318, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u064f \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Am 'indahumul ghaibu fahum yaktuboon" } }, "translation": { "en": "Or have they [knowledge of] the unseen, so they write [it] down?", "id": "Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5318", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5318.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5318.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ataukah mungkin mereka secara khusus mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya? Hal ini pun jelas tidak ada.", "long": "Pada ayat ini pertanyaan tersebut masih dilanjutkan: Apakah mereka mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, atau mempunyai seperti Lauh Mahfudh yang mencatat segala sesuatu dengan yang mereka kehendaki yaitu bukti kebenaran pendapat mereka?\n\nOrang-orang kafir Mekah beranggapan bahwa patung-patung yang mereka sembah dapat memberitahukan kepada mereka segala sesuatu yang akan terjadi dan segala sesuatu yang gaib. Akan tetapi, anggapan mereka itu tidak ada buktinya sama sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 5319, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0643\u064e\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0648\u062a\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0643\u0652\u0638\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Fasbir lihkmi rabbika wa laa takun kasaahibil boot; iz naadaa wa huwa makzoom" } }, "translation": { "en": "Then be patient for the decision of your Lord, [O Muhammad], and be not like the companion of the fish when he called out while he was distressed.", "id": "Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5319", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5319.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5319.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada satu pun alasan logis yang menjadikan kaum musyrik menolak Al-Qur\\'an. Jika demikian, maka bersabarlah engkau, wahai Nabi Muhammad, terhadap ketetapan Tuhanmu di antaranya menyangkut kendala dalam berdakwah, dan janganlah engkau menjadi seperti Yunus orang yang berada dalam perut ikan, ketika dia berdoa dengan hati sedih.", "long": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar bersabar dalam menerima ketetapan-Nya, tetap melaksanakan tugas kerasulan yang telah dibebankan kepadanya, dan menghindari segala sesuatu yang dapat menghalangi atau mengganggu usaha-usaha dalam melaksanakan tugas itu. Kemudian Allah memperingatkan beliau agar tidak bersikap dan bertindak seperti seorang yang berada dalam perut ikan, yaitu Nabi Yunus. Karena marah kepada kaumnya, Nabi Yunus lalu meninggalkan mereka dan berdoa kepada Allah agar mereka ditimpa azab yang membinasakan.\n\nKisah ini bermula ketika Nabi Yunus diutus Allah kepada penduduk kota Niniveh. Ia menyeru kaumnya agar menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia. Tetapi penduduk kota Niniveh menolak ajakan itu, bahkan mereka mengingkari dan mengancamnya. Karena sikap dan tindakan kaumnya yang demikian itu, beliau pun marah serta memperingatkan mereka bahwa Allah akan menimpakan malapetaka yang sangat dahsyat sebagai balasan terhadap sikap dan keingkaran mereka. Beliau pun lalu meninggalkan kaumnya. \n\nSepeninggal Nabi Yunus, kaumnya sadar dan takut kepada ancaman Allah itu, maka mereka pun keluar dari rumah-rumah mereka menuju tanah lapang bersama istri, anak, dan binatang ternak mereka. Di tanah lapang itu, mereka bersama-sama menyatakan bertobat kepada Allah, dan merendahkan diri dengan penuh keimanan. Mereka berjanji kepada Allah akan mengikuti seruan Yunus, melaksanakan perintah dan menghentikan larangan-Nya. Karena kaum Yunus itu bertobat dengan sebenar-benarnya, tunduk, dan menyerahkan diri kepada-Nya, maka Allah mengabulkan doa mereka dengan mengurungkan datangnya malapetaka itu kepada mereka, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\nMaka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu. (Yunus/10: 98)\n\nAdapun Nabi Yunus, setelah memberi peringatan itu, pergi dari kaumnya dengan meninggalkan tugas yang dipercayakan Allah kepadanya sebagai rasul-Nya. Tanpa mendapat izin dari Allah, beliau pergi dengan menumpang sebuah kapal yang sarat dengan muatan. Setelah kapal itu berlayar dan berada di tengah lautan timbullah kekhawatiran nakhodanya bahwa kapal itu bakal tenggelam, seandainya muatannya itu tidak dikurangi.\n\nUntuk mengurangi muatan kapal itu, mereka mengadakan undian di antara penumpang. Barang siapa yang kalah dalam undian itu, akan dilemparkan ke dalam laut. Dengan demikian, kapal itu akan terhindar dari bahaya tenggelam. Dalam undian itu, Nabi Yunus kalah, namun para penumpang kapal itu merasa berat melakukan keputusan tersebut. Hal itu diulangi hingga tiga kali dan hasilnya sama, Nabi Yunus tetap kalah. Namun sebagaimana yang pertama, para penumpang juga merasa berat melaksanakan keputusan itu. Akhirnya Nabi Yunus mengambil keputusan sendiri, dan ia pun terjun ke dalam laut. Setelah Yunus terjun ke dalam laut, Allah memerintahkan seekor ikan hiu yang besar menelannya. Kepada ikan itu diwahyukan agar jangan memakan daging dan tulang Yunus, tetapi cukup menjadikan perutnya sebagai penjara bagi Yunus, karena Yunus bukan makanannya.\n\nNabi Yunus merasa menderita dan sengsara dalam perut ikan yang gelap itu. Ia bertobat, berdoa, dan menyerahkan dirinya kepada Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menyelamatkannya, sebagaimana diterangkan pada firman Allah yang lain:\n\nDan (ingatlah kisah) dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, \"Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.\" Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (al-Anbiya'/21: 87-88)" } } }, { "number": { "inQuran": 5320, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e\u0647\u064f \u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064f\u0628\u0650\u0630\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0645\u064e\u0630\u0652\u0645\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Law laaa an tadaara kahoo ni'matum mir rabbihee lanubiza bil'araaa'i wa huwa mazmoom" } }, "translation": { "en": "If not that a favor from his Lord overtook him, he would have been thrown onto the naked shore while he was censured.", "id": "Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5320", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5320.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5320.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekiranya Nabi Yunus tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, yaitu di antaranya berupa petunjuk untuk bertobat pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Tetapi Tuhannya menerima tobatnya,", "long": "Setelah beberapa hari berada dalam perut ikan, Nabi Yunus dilimpahi rahmat oleh Allah dengan mewahyukan kepada ikan itu agar melontarkan Yunus ke daratan. Maka ikan itu pun melontarkan Yunus ke daratan. Ia jatuh di daratan yang tandus, sepi tidak ada air, tumbuh-tumbuhan, dan kayu-kayuan di sekitarnya. Badannya pun dalam keadaan sangat lemah dan sakit, karena penderitaan yang dialaminya selama berada dalam perut ikan, dan karena kesedihannya akibat sikap kaumnya yang menantang dakwahnya. Untuk melindunginya dari terik panas matahari dan kedinginan malam, Allah menumbuhkan di sampingnya semacam pohon labu (yaqthin). Dengan demikian, Nabi Yunus terlindungi dan juga dapat memakan buahnya sebagai penguat tubuhnya yang lemah, sebagaimana firman Allah:\n\nKemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit. Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu. (as-saffat/37: 145-146)\n\nSeandainya Allah tidak melimpahkan rahmat-Nya kepada Yunus, tentu ia akan tenggelam di lautan, atau hancur lumat di dalam perut ikan, atau mati kelaparan dan kekeringan di tengah-tengah padang yang tandus. Akan tetapi, Allah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertobat dengan sebenar-benarnya, seperti yang dilakukan Nabi Yunus. Oleh karena itu, Allah melimpahkan rahmat kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5321, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fajtabaahu rabbuhoo faja'alahoo minas saaliheen" } }, "translation": { "en": "And his Lord chose him and made him of the righteous.", "id": "Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5321", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5321.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5321.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh yaitu kelompok para nabi.", "long": "Setelah kesehatan Yunus pulih kembali, demikian pula kekuatan badannya, maka Allah mengutusnya kembali kepada kaumnya yang pada waktu itu berjumlah seratus ribu orang lebih, sebagaimana firman Allah:\n\nDan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih, sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu. (as saffat/37: 147-148)\n\nKedatangan Yunus disambut kaumnya dengan gembira dan menyatakan keimanan kepadanya, sehingga mereka termasuk orang-orang yang saleh.\n\nDengan ayat-ayat di atas, Allah memperingatkan Nabi Muhammad agar jangan sekali-kali bersikap dan bertindak seperti yang dilakukan Nabi Yunus yang mudah marah dan mudah berputus asa, sehingga ia meninggalkan kaumnya dan tugas suci yang telah dibebankan kepadanya, yaitu tugas kerasulan. Nabi Muhammad diperintahkan untuk selalu tabah dan sabar dalam keadaan bagaimana pun karena Allah menyukai orang-orang yang sabar." } } }, { "number": { "inQuran": 5322, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u064a\u064f\u0632\u0652\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa iny-yakaadul lazeena kafaroo la-yuzliqoonaka biabsaarihim lammaa saml'uz-Zikra wa yaqooloona innahoo lamajnoon" } }, "translation": { "en": "And indeed, those who disbelieve would almost make you slip with their eyes when they hear the message, and they say, \"Indeed, he is mad.\"", "id": "Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata, “Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5322", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5322.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5322.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ayat ini melanjutkan penjelasannya mengapa Nabi Muhammad harus tabah dan menguatkan kesabarannya. Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka yang penuh kedengkian dan kebencian kepadamu, khususnya ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata, “ Dia Nabi Muhammad itu benar-benar orang gila. ltu dilakukan agar masyarakat menolak ajaran Al-Qur’an,", "long": "Allah menyatakan kepada Nabi Muhammad saw bahwa karena orang-orang musyrik sangat marah dan benci kepada beliau, mereka memandang Nabi dari sudut matanya dengan pandangan yang penuh kemarahan dan kebencian. Hal ini terutama setiap kali mereka mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur'an.\n\nMenurut sebagian ahli tafsir, yang dimaksudkan dengan \"orang-orang yang hampir-hampir menggelincirkan Nabi dengan pandangan matanya\" ialah Bani Asad, salah satu kabilah di negeri Arab waktu itu. Diriwayatkan bahwa orang-orang dari Bani Asad mempunyai semacam ilmu yang dapat mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ketajaman sorotan matanya. Maka sebahagian mereka bermaksud mencobakan ilmunya itu kepada Nabi Muhammad, karena menurut mereka seandainya Muhammad itu benar-benar seorang rasul yang diutus Allah, tentu ia tidak akan terpengaruh oleh ilmu mereka itu. Kenyataannya bahwa ilmu itu memang tidak mempan terhadap Rasulullah saw.\n\nDari riwayat di atas ayat ini dipahami bahwa segala macam ilmu gaib apa pun tidak akan dapat mengenai atau mempengaruhi seseorang jika ia beriman kepada Allah, kecuali ilmu-ilmu yang sesuai dengan sunatullah, seperti menyakiti seseorang dengan cara mempengaruhi jiwanya sesuai dengan dalil dan ketetapan ilmu jiwa, menganiaya seseorang dengan aliran listrik, dan sebagainya. Ilmu-ilmu yang demikian itu dapat mempengaruhi seseorang.\n\nKarena orang-orang musyrik itu tidak dapat mempengaruhi Rasulullah dengan ilmu-ilmu yang ada pada mereka, seperti sorotan ketajaman mata, dan karena tidak dapat menandingi ayat-ayat Al-Qur'an, maka mereka mengatakan bahwa sesungguhnya ia (Muhammad) itu benar-benar orang yang gila." } } }, { "number": { "inQuran": 5323, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 499, "hizbQuarter": 226, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa huwa illaa zikrul lil'aalameen" } }, "translation": { "en": "But it is not except a reminder to the worlds.", "id": "Padahal (Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5323", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5323.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5323.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Padahal Al-Qur’an itu tidak lain adalah peringatan, nasihat dan pengajaran bagi seluruh alam.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengatakan dengan tegas bahwa Al-Qur'an itu berisi petunjuk dan pelajaran untuk kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Ia diperuntukkan bagi seluruh manusia di mana pun mereka berada, baik bagi penduduk negeri-negeri yang telah maju ataupun bagi penduduk negeri yang sedang berkembang atau terbelakang, baik untuk orang yang pintar maupun untuk orang yang bodoh, baik penduduk kota maupun penduduk desa, baik bagi orang yang kaya maupun bagi orang-orang yang miskin, dan sebagainya. Oleh karena itu, setiap orang dapat belajar memahami dan mempelajari Al-Qur'an, asal ia mempunyai sikap akan menerima setiap kebenaran yang disampaikan kepadanya. Jika seseorang belum mempunyai sikap yang demikian, walaupun hati dan pikirannya telah menerima kebenaran Al-Qur'an, namun hawa nafsunya memerintahkan agar ia menentang Al-Qur'an itu dan mengatakannya sebagai buatan manusia atau tuduhan lainnya.\n\nBerapa banyak orang yang terus-menerus melawan kebenaran dan keadilan karena memperturutkan hawa nafsunya, seperti hawa nafsu ingin pangkat, kedudukan, harta yang banyak, takut dipencilkan oleh golongannya, takut meninggalkan kepercayaan nenek moyangnya, dan sebagainya. Betapa banyak orang yang bersedia membunuh teman, saudara kandung, bahkan ayah dan ibunya karena mengiuti hawa nafsunya.\n\nMuhammad saw adalah seorang nabi dan rasul Allah yang telah terbukti kejujurannya, seorang yang dihormati dan dipercayai oleh kaumnya, adil sempurna akal pikirannya, tidak seorang pun yang mengingkarinya. Setelah beliau diangkat Allah sebagai nabi dan rasul, timbullah rasa benci itu, karena mengikuti Muhammad saw berarti meninggalkan pangkat, harta, kesenangan, dan kesewenang-wenangan." } } } ] }, { "number": 69, "sequence": 78, "numberOfVerses": 52, "name": { "short": "الحاقة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062d\u0627\u0642\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Haaqqa", "id": "Al-Haqqah" }, "translation": { "en": "The Reality", "id": "Hari Kiamat" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 52 ayat,termasuk golongan surat-surat Makkiyah,diturunkan sesudah surat Al Mulk. Nama Al Haaqqah diambil dari kata Al Haaqqah yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya hari kiamat" }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5324, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u0651\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Al haaaqqah" } }, "translation": { "en": "The Inevitable Reality -", "id": "Hari Kiamat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5324", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5324.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5324.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada surah sebelumnya disinggung sekilas tentang hari Kiamat, pada awal surah ini dimulai dengan kata al-Hàqqah", "long": "Al-haqqah menurut bahasa berarti yang pasti terjadi. Hari Kiamat dinamai al-haqqah karena hari itu pasti terjadi. Tentang keadaan dan sifatnya tidak dapat dijelaskan dan diterangkan oleh manusia, karena pengetahuan tentang hari Kiamat termasuk pengetahuan yang gaib. Apa yang diketahui manusia tentang hari Kiamat terbatas pada yang disampaikan Al-Qur'an. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nMereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, \"Kapan terjadi?\" Katakanlah, \"Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.\" Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.\" (al-A'raf/7: 187)\n\nHari Kiamat, sebagaimana beberapa perkara gaib lainnya, hanya diketahui Allah. Firman-Nya:\n\nSesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Luqman/31: 34)\n\nApa yang dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk mengetahui terjadinya hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini dipahami bahwa ada beberapa hal yang dapat memberikan keterangan kepada manusia tentang proses kejadian yang terjadi pada hari Kiamat, karena pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang dapat dicapai oleh makhluk dengan bantuan berbagai macam pengetahuan. Memang kejadian hari Kiamat tidak dapat dikira-kirakan. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah digambarkan oleh siapa pun. Karena hakikat hari Kiamat tidak dapat diketahui makhluk, orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya, berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat diketahui atau dicapai oleh pikiran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5325, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u0651\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Mal haaaqqah" } }, "translation": { "en": "What is the Inevitable Reality?", "id": "apakah hari Kiamat itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5325", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5325.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5325.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang secara kebahasaan berarti yang pasti kehadirannya yaitu hari Kiamat, apakah hari Kiamat yang sungguh dahsyat itu?", "long": "Al-haqqah menurut bahasa berarti yang pasti terjadi. Hari Kiamat dinamai al-haqqah karena hari itu pasti terjadi. Tentang keadaan dan sifatnya tidak dapat dijelaskan dan diterangkan oleh manusia, karena pengetahuan tentang hari Kiamat termasuk pengetahuan yang gaib. Apa yang diketahui manusia tentang hari Kiamat terbatas pada yang disampaikan Al-Qur'an. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nMereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, \"Kapan terjadi?\" Katakanlah, \"Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.\" Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.\" (al-A'raf/7: 187)\n\nHari Kiamat, sebagaimana beberapa perkara gaib lainnya, hanya diketahui Allah. Firman-Nya:\n\nSesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Luqman/31: 34)\n\nApa yang dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk mengetahui terjadinya hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini dipahami bahwa ada beberapa hal yang dapat memberikan keterangan kepada manusia tentang proses kejadian yang terjadi pada hari Kiamat, karena pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang dapat dicapai oleh makhluk dengan bantuan berbagai macam pengetahuan. Memang kejadian hari Kiamat tidak dapat dikira-kirakan. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah digambarkan oleh siapa pun. Karena hakikat hari Kiamat tidak dapat diketahui makhluk, orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya, berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat diketahui atau dicapai oleh pikiran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5326, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0642\u0651\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maaa adraaka mal haaaqqah" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is the Inevitable Reality?", "id": "Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5326", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5326.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5326.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?", "long": "Al-haqqah menurut bahasa berarti yang pasti terjadi. Hari Kiamat dinamai al-haqqah karena hari itu pasti terjadi. Tentang keadaan dan sifatnya tidak dapat dijelaskan dan diterangkan oleh manusia, karena pengetahuan tentang hari Kiamat termasuk pengetahuan yang gaib. Apa yang diketahui manusia tentang hari Kiamat terbatas pada yang disampaikan Al-Qur'an. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nMereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, \"Kapan terjadi?\" Katakanlah, \"Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.\" Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.\" (al-A'raf/7: 187)\n\nHari Kiamat, sebagaimana beberapa perkara gaib lainnya, hanya diketahui Allah. Firman-Nya:\n\nSesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Luqman/31: 34)\n\nApa yang dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk mengetahui terjadinya hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini dipahami bahwa ada beberapa hal yang dapat memberikan keterangan kepada manusia tentang proses kejadian yang terjadi pada hari Kiamat, karena pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang dapat dicapai oleh makhluk dengan bantuan berbagai macam pengetahuan. Memang kejadian hari Kiamat tidak dapat dikira-kirakan. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah digambarkan oleh siapa pun. Karena hakikat hari Kiamat tidak dapat diketahui makhluk, orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya, berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat diketahui atau dicapai oleh pikiran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5327, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f \u0648\u064e\u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Kazzabat samoodu wa 'Aadum bil qaari'ah" } }, "translation": { "en": "Thamud and 'Aad denied the Striking Calamity.", "id": "Kaum Samud, dan ‘Ad telah mendustakan hari Kiamat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5327", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5327.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5327.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Telah banyak generasi di masa lalu yang mengingkari hari Kiamat. Kelompok ayat ini mengungkap sekelumit tentang kaum yang mengingkari hari Kiamat dan sanksi yang mereka terima. Kaum Samud, dan ‘Ad telah mendustakan hari Kiamat.", "long": "Dalam ayat ini, diterangkan bahwa kaum Samud dan kaum 'Ad tidak mempercayai adanya hari Kiamat. Mereka tidak percaya bahwa nanti akan terjadi kehancuran dunia dan peristiwa dahsyat yang huru-haranya tidak tertanggungkan. Hal ini juga difirmankan Allah:\n\n(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim), ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, \"(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya.\" Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah). (as-Syams/91: 11-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 5328, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f \u0641\u064e\u0623\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u0650\u064a\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Fa-ammaa Samoodu fauhlikoo bittaaghiyah" } }, "translation": { "en": "So as for Thamud, they were destroyed by the overpowering [blast].", "id": "Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5328", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5328.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5328.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras yaitu suara guntur yang menggelegar bercampur dengan kilat,", "long": "Kaum Samud telah dihancurkan Allah dengan thagiyah yaitu suara petir yang mengguntur dari langit yang membinasakan semua yang ada di permukaan bumi. Disebut thagiyah (sesuatu yang luar biasa) karena memang suara itu luar biasa; tidak seperti suara petir yang pernah terjadi. Mereka diazab oleh Tuhan karena telah bertindak melampaui batas yang telah ditetapkan Nabi Saleh terhadap mereka. Mereka membunuh unta betina yang diperintahkan Nabi Saleh untuk dijaga dengan baik.\n\nPada firman Allah yang lain diterangkan bahwa kaum Samud dibinasakan dengan sa'iqah (petir).\n\nDan adapun kaum Samud, mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. (Fussilat/41: 17)" } } }, { "number": { "inQuran": 5329, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u062f\u064c \u0641\u064e\u0623\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0631\u0650\u064a\u062d\u064d \u0635\u064e\u0631\u0652\u0635\u064e\u0631\u064d \u0639\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Wa ammaa 'Aadun fa uhlikoo bireehin sarsarin 'aatiyah" } }, "translation": { "en": "And as for 'Aad, they were destroyed by a screaming, violent wind", "id": "sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5329", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5329.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5329.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin dan memiliki daya rusak yang sangat kuat.", "long": "Adapun kaum 'Ad dibinasakan Allah dengan angin dingin yang sangat kencang (sarsar 'atiyah). Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nMaka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan. (Fussilat/41: 16)" } } }, { "number": { "inQuran": 5330, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u064d \u062d\u064f\u0633\u064f\u0648\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0631\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0627\u0632\u064f \u0646\u064e\u062e\u0652\u0644\u064d \u062e\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Sakhkharahaa 'alaihim sab'a la yaalinw wa samaaniyata ayyaamin husooman fataral qawma feehaa sar'aa ka annahum a'jaazu nakhlin khaawiyah" } }, "translation": { "en": "Which Allah imposed upon them for seven nights and eight days in succession, so you would see the people therein fallen as if they were hollow trunks of palm trees.", "id": "Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5330", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5330.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5330.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menimpakan angin itu sebagai bentuk siksa kepada mereka dengan kekuasaan-Nya selama tujuh malam delapan hari terus-menerus tanpa henti untuk membinasakan mereka. maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong yaitu telah lapuk bagian dalamnya", "long": "Angin dingin yang sangat kencang itu bertiup di negeri mereka tidak henti-hentinya selama tujuh malam delapan hari, memusnahkan rumah-rumah, istana-istana, harta-benda, binatang ternak, tanaman-tanaman, dan semua yang ada di negeri mereka.\n\nKaum 'Ad atau bangsa 'Ad merupakan bangsa ras semitik, yang hidup sekitar 5000-4000 tahun yang lalu. Kaum ini hidup di wilayah Arabia Selatan, di suatu kawasan bukit-bukit al-Ahqaf (lihat Surah al-Ahqaf/46: 21), atau yang sekarang dikenal dengan nama Rab al-Khali, yang membentang antara Yaman bagian selatan sampai ke wilayah Oman. Mayoritas kaum 'Ad telah menolak kerasulan dan misi Nabi Hud. Mereka mendapat azab dari Allah berupa angin yang sangat dingin lagi kencang yang berlangsung terus menerus selama tujuh malam delapan hari. Data ilmiah paleogeologik tentang peristiwa itu belum didapatkan. Namun mungkin kita dapat membandingkannya dengan apa yang terjadi di Amerika Serikat, tepatnya di Negara bagian New Orleans, ketika wilayah itu diterjang oleh Badai Katrina (Katrina Hurricane) pada tanggal 23-31 Agustus 2005 yang lalu. Katrina Hurricane ini mempunyai kecepatan badai 280 km/jam, tekanan (minimal) 902 mbar (hPa: 26.65 inHg); suhu badai cukup hangat, sekitar 28,4 oC, berlangsung selama lebih kurang 8 (delapan) hari, terus menerus. Wilayah hantamannya meliputi Bahamas, Florida Selatan, Kuba, Louisiana (utamanya Greater New Orleans), Mississippi, Alabama, Florida Panhandle, dan sebagian besar pantai timur Amerika Utara. Radius Katrina Hurricane ini sekitar 160 km dari titik sentral badai itu. Korban manusia meninggal 1.836 jiwa. Korban harta sebesar US$ 84 Miliar. Katrina Hurricane ini tercatat sebagai jenis Badai Atlantik yang terkuat ke-enam dalam sejarah Amerika, atau terkuat ketiga, yang terjadi pada musim landfall (musim gugur) di Amerika Serikat. Sebagai perbandingan Galveston Hurricane yang terjadi pada tahun 1900 di Amerika Serikat menelan korban jiwa antara 6000-12.000 orang. Dengan demikian, angin atau badai yang sangat dingin lagi kencang, yang menimpa kaum 'Ad selama tujuh malam delapan hari terus menerus, mungkin mirip atau jauh lebih hebat dari Katrina Hurricane ini; karena suhunya sangat dingin dan mampu menghancurkan suatu kaum (umat).\n\nPerkataan \"tujuh malam delapan hari\" memberi peringatan bahwa angin kencang dunia itu benar-benar merupakan azab bagi mereka, dan menimpa seluruh yang ada di negeri itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5331, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 566, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Fahal taraa lahum mim baaqiyah" } }, "translation": { "en": "Then do you see of them any remains?", "id": "Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5331", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5331.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5331.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka adakah kamu wahai siapa pun kamu, melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? Tidak tersisa satu orang pun. ltu berarti mereka sama sekali tidak memiliki keturunan yang dapat melanjutkan regenerasi kaum mereka.", "long": "Angin dingin yang sangat kencang itu bertiup di negeri mereka tidak henti-hentinya selama tujuh malam delapan hari, memusnahkan rumah-rumah, istana-istana, harta-benda, binatang ternak, tanaman-tanaman, dan semua yang ada di negeri mereka.\n\nKaum 'Ad atau bangsa 'Ad merupakan bangsa ras semitik, yang hidup sekitar 5000-4000 tahun yang lalu. Kaum ini hidup di wilayah Arabia Selatan, di suatu kawasan bukit-bukit al-Ahqaf (lihat Surah al-Ahqaf/46: 21), atau yang sekarang dikenal dengan nama Rab al-Khali, yang membentang antara Yaman bagian selatan sampai ke wilayah Oman. Mayoritas kaum 'Ad telah menolak kerasulan dan misi Nabi Hud. Mereka mendapat azab dari Allah berupa angin yang sangat dingin lagi kencang yang berlangsung terus menerus selama tujuh malam delapan hari. Data ilmiah paleogeologik tentang peristiwa itu belum didapatkan. Namun mungkin kita dapat membandingkannya dengan apa yang terjadi di Amerika Serikat, tepatnya di Negara bagian New Orleans, ketika wilayah itu diterjang oleh Badai Katrina (Katrina Hurricane) pada tanggal 23-31 Agustus 2005 yang lalu. Katrina Hurricane ini mempunyai kecepatan badai 280 km/jam, tekanan (minimal) 902 mbar (hPa: 26.65 inHg); suhu badai cukup hangat, sekitar 28,4 oC, berlangsung selama lebih kurang 8 (delapan) hari, terus menerus. Wilayah hantamannya meliputi Bahamas, Florida Selatan, Kuba, Louisiana (utamanya Greater New Orleans), Mississippi, Alabama, Florida Panhandle, dan sebagian besar pantai timur Amerika Utara. Radius Katrina Hurricane ini sekitar 160 km dari titik sentral badai itu. Korban manusia meninggal 1.836 jiwa. Korban harta sebesar US$ 84 Miliar. Katrina Hurricane ini tercatat sebagai jenis Badai Atlantik yang terkuat ke-enam dalam sejarah Amerika, atau terkuat ketiga, yang terjadi pada musim landfall (musim gugur) di Amerika Serikat. Sebagai perbandingan Galveston Hurricane yang terjadi pada tahun 1900 di Amerika Serikat menelan korban jiwa antara 6000-12.000 orang. Dengan demikian, angin atau badai yang sangat dingin lagi kencang, yang menimpa kaum 'Ad selama tujuh malam delapan hari terus menerus, mungkin mirip atau jauh lebih hebat dari Katrina Hurricane ini; karena suhunya sangat dingin dan mampu menghancurkan suatu kaum (umat).\n\nPerkataan \"tujuh malam delapan hari\" memberi peringatan bahwa angin kencang dunia itu benar-benar merupakan azab bagi mereka, dan menimpa seluruh yang ada di negeri itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5332, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e\u0641\u0650\u0643\u064e\u0627\u062a\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'a Firawnu wa man qablahoo wal mu'tafikaatu bilhaati'ah" } }, "translation": { "en": "And there came Pharaoh and those before him and the overturned cities with sin.", "id": "Kemudian datang Fir‘aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5332", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5332.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5332.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukan hanya kaum \\'Ad dan Hamud yang diazab oleh Allah. Kemudian setelah beberapa waktu lamanya datanglah Fir’aun penguasa Mesir di masa lalu yang kepadanya Nabi Musa diutus, dan orang-orang yang sebelumnya di antaranya adalah kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi lbrahim. Dan penduduk negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar yaitu kaum Nabi Lut.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Fir'aun dan kaum Lut beserta pengikut-pengikutnya juga telah berbuat kerusakan yang besar yaitu mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka. Oleh karena itu, mereka diazab oleh Tuhan. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nSemuanya telah mendustakan rasul-rasul maka berlakulah ancaman-Ku (atas mereka). (Qaf/50: 14)" } } }, { "number": { "inQuran": 5333, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0652\u0630\u064e\u0629\u064b \u0631\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Fa'ansaw Rasoola Rabbihim fa akhazahum akhzatar raabiyah" } }, "translation": { "en": "And they disobeyed the messenger of their Lord, so He seized them with a seizure exceeding [in severity].", "id": "Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5333", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5333.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5333.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka diakibatkan sikap mereka yang mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras sehingga memusnahkan mereka.", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan kaum Muslimin agar melakukan amal saleh dengan mengatakan, \"Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul -Nya, apakah kamu sekalian mau Aku tunjukkan suatu perniagaan yang bermanfaat dan pasti mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda dan keberuntungan yang kekal atau melepaskan kamu dari api neraka.\"\n\nUngkapan ayat di atas memberikan pengertian bahwa amal saleh dengan pahala yang besar, sama hebatnya dengan perniagaan yang tak pernah merugi karena ia akan masuk surga dan selamat dari api neraka. Firman Allah:\n\nSesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (at-Taubah/9: 111)\n\nKemudian disebutkan bentuk-bentuk perdagangan yang memberikan keuntungan yang besar itu, yaitu:\n\n1.Senantiasa beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, adanya hari Kiamat, qadha' dan qadar Allah.\n\n2.Mengerjakan amal saleh semata-mata karena Allah bukan karena ria adalah perwujudan iman seseorang.\n\n3.Berjihad di jalan Allah. Berjihad ialah segala macam upaya dan usaha yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah. Ada dua macam jihad yang disebut dalam ayat ini yaitu berjihad dengan jiwa raga dan berjihad dengan harta. Berjihad dengan jiwa dan raga ialah berperang melawan musuh-musuh agama yang menginginkan kehancuran Islam dan kaum Muslimin. Berjihad dengan harta yaitu membelanjakan harta benda untuk menegakkan kalimat Allah, seperti untuk biaya berperang, mendirikan masjid, rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, dan kepentingan umum lainnya.\n\nDi samping itu, ada bentuk-bentuk jihad yang lain, yaitu jihad menentang hawa nafsu, mengendalikan diri, berusaha membentuk budi pekerti yang baik pada diri sendiri, menghilangkan rasa iri, dan sebagainya. \n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa iman dan jihad itu adalah perbuatan yang paling baik akibatnya, baik untuk diri sendiri, anak-anak, keluarga, harta benda, dan masyarakat, jika manusia itu memahami dengan sebenar-benarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5334, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0637\u064e\u063a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u062d\u064e\u0645\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Innaa lammaa taghal maaa'u hamalnaakum fil jaariyah" } }, "translation": { "en": "Indeed, when the water overflowed, We carried your ancestors in the sailing ship", "id": "Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5334", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5334.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5334.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak semua umat para nabi itu dibinasakan mereka yang taat akan diselamatkan, di antaranya adalah para pengikut Nabi Nuh, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sesungguhnya ketika air naik membumbung sampai ke puncak gunung Kami membawa nenek moyang kamu ke dalam kapal,", "long": "Dalam ayat ini Allah memerintahkan kaum Muslimin agar melakukan amal saleh dengan mengatakan, \"Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul -Nya, apakah kamu sekalian mau Aku tunjukkan suatu perniagaan yang bermanfaat dan pasti mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda dan keberuntungan yang kekal atau melepaskan kamu dari api neraka.\"\n\nUngkapan ayat di atas memberikan pengertian bahwa amal saleh dengan pahala yang besar, sama hebatnya dengan perniagaan yang tak pernah merugi karena ia akan masuk surga dan selamat dari api neraka. Firman Allah:\n\nSesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (at-Taubah/9: 111)\n\nKemudian disebutkan bentuk-bentuk perdagangan yang memberikan keuntungan yang besar itu, yaitu:\n\n1.Senantiasa beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, adanya hari Kiamat, qadha' dan qadar Allah.\n\n2.Mengerjakan amal saleh semata-mata karena Allah bukan karena ria adalah perwujudan iman seseorang.\n\n3.Berjihad di jalan Allah. Berjihad ialah segala macam upaya dan usaha yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah. Ada dua macam jihad yang disebut dalam ayat ini yaitu berjihad dengan jiwa raga dan berjihad dengan harta. Berjihad dengan jiwa dan raga ialah berperang melawan musuh-musuh agama yang menginginkan kehancuran Islam dan kaum Muslimin. Berjihad dengan harta yaitu membelanjakan harta benda untuk menegakkan kalimat Allah, seperti untuk biaya berperang, mendirikan masjid, rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, dan kepentingan umum lainnya.\n\nDi samping itu, ada bentuk-bentuk jihad yang lain, yaitu jihad menentang hawa nafsu, mengendalikan diri, berusaha membentuk budi pekerti yang baik pada diri sendiri, menghilangkan rasa iri, dan sebagainya. \n\nPada akhir ayat ini ditegaskan bahwa iman dan jihad itu adalah perbuatan yang paling baik akibatnya, baik untuk diri sendiri, anak-anak, keluarga, harta benda, dan masyarakat, jika manusia itu memahami dengan sebenar-benarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5335, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0630\u064f\u0646\u064c \u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Linaj'alahaa lakum tazki ratanw-wa ta'iyahaa unzununw waa'iyah" } }, "translation": { "en": "That We might make it for you a reminder and [that] a conscious ear would be conscious of it.", "id": "agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5335", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5335.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5335.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "agar Kami jadikan peristiwa itu, akan diselamatkan nya mereka yang beriman dibinasakannya mereka yang durhaka ,sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan azab yang telah ditimpakan kepada kaum Nuh, sehingga mereka semua musnah. Yang tinggal hanya orang-orang yang ikut bersama Nabi Nuh menaiki bahtera atau kapal. Diterangkan bahwa setelah air menggenangi seluruh negeri disertai hembusan angin topan yang dahsyat, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya menaiki bahtera yang telah disediakan, agar mereka tidak termasuk orang-orang yang tenggelam.\n\nBerdasarkan keterangan ini, sebahagian mufasir berpendapat bahwa Nabi Nuh merupakan bapak manusia kedua setelah Adam, karena hanya beliau dan orang-orang yang bersamanya yang masih hidup, yang kemudian menurunkan seluruh manusia yang ada sekarang.\n\nAllah menyelamatkan semua orang-orang yang beriman dari banjir dan topan itu, serta menenggelamkan dan memusnahkan orang-orang yang ingkar kepada Nuh, agar peristiwa itu dijadikan iktibar dan pelajaran oleh orang-orang yang datang kemudian. Dengan demikian, Allah memperlihatkan kepada manusia kekuasaan dan kebesaran-Nya.\n\nAllah menceritakan kisah itu juga bertujuan agar telinga orang-orang yang benar-benar beriman kepada-Nya dapat mendengar dan mengambil manfaat dari wahyu-wahyu yang diturunkan-Nya serta mengamalkan pesan-pesan yang dibawanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5336, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0641\u0650\u062e\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0646\u064e\u0641\u0652\u062e\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Fa izaa nufikha fis soori nafkhatunw waahidah" } }, "translation": { "en": "Then when the Horn is blown with one blast", "id": "Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5336", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5336.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5336.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di awal surah diuraikan tentang Kiamat, kini diuraikan tentang proses terjadinya Kiamat. Maka apabila sangkakala ditiup oleh malaikat lsrafil sekali tiup,", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa apabila Allah berkehendak mendatangkan hari Kiamat, maka Ia memerintahkan Malaikat Israfil meniup sangkakala pertama. Firman Allah:\n\nLalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya. (Yasin/36: 51)" } } }, { "number": { "inQuran": 5337, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064f\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0641\u064e\u062f\u064f\u0643\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0643\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Wa humilatil ardu wal jibaalu fadukkataa dakkatanw waahidah" } }, "translation": { "en": "And the earth and the mountains are lifted and leveled with one blow -", "id": "dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5337", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5337.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5337.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung dengan sangat mudahnya, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan maka bumi menjadi datar,", "long": "Pada saat itu berguncanglah seluruh bumi, dan gunung-gunung terangkat dari tempat-tempatnya kemudian saling berbenturan. Berguncangnya bumi dan bergeraknya gunung menandakan bahwa telah terjadi gempa dahsyat yang menghancurkan seluruh yang ada di permukaan bumi, termasuk manusia yang berdiam di atasnya. Pada firman Allah yang lain diterangkan:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka. (al-Kahf/18: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 5338, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0648\u064e\u0642\u064e\u0639\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Fa yawma'izinw waqa'atil waaqi'ah" } }, "translation": { "en": "Then on that Day, the Resurrection will occur,", "id": "Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5338", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5338.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5338.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "tidak ada lagi gunung dan lembah (Lihat: surah Tàhà/20:105-106). Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat.", "long": "Pada saat terjadinya hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah sehingga terbelah. Jika diperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini sesuai dengan hukum itu. Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik-menarik. Dengan adanya daya tersebut, maka seluruh planet-planet menjadi selalu beredar pada garis edar yang tetap, tidak jatuh dan tidak menyimpang. Seandainya salah satu saja di antara planet yang banyak itu bergeser dari falaknya, maka hilanglah keseimbangan tarik-menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar. Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.\n\nKajian saintifik modern saat ini menyatakan bahwa jagad-raya seisinya ini diawali pembentukannya dari adanya singularity. Singularity adalah sesuatu dimana calon/bakal ruang, energi, materi, dan waktu masih terkumpul menjadi satu (manunggal). Dentuman Besar (Big Bang) meledakkan singularity ini dan berkembanglah seperti spiral-kerucut yang terus menerus berekspansi melebar dan melebar terus. Sejak Big Bang itulah, waktu mulai memisahkan diri dari ruang, begitu pula energi, materi, dan gaya-gaya, dan selama bermiliar-miliar tahun terbentuklah seluruh jagad-raya yang berisi miliaran galaksi. Ruang dan waktu terus mengalami ekspansi meluas. Bahiruddin S. Mahmud menjelaskan bahwa ekspansi jagad raya bukannya tak terbatas dan terus menerus. Laju ekspansi atau perkembangan ini berangsur-angsur menurun, karena gaya gravitasi antar galaksi (yang mereka sesamanya terus saling menjauh) mulai mengendor, sehingga suatu saat akan berhentilah ekspansi jagad raya itu.\n\nKetika jagad raya atau alam semesta menghentikan aktivitas ekspansinya (perluasannya), masa penyusutannya (pemadatannya) pun dimulai. Jika ekspansi diawali dari singularity, Big Bang, dan ekspansi alam semesta; maka penyusutan alam semesta atau pemadatan (kontraksi) alam semesta diawali dengan alam semesta yang secara perlahan menyusut, di mana ruang, waktu, energi, materi, dan gaya-gaya akan bersatu kembali menjadi singularity. Penyusutan ini makin lama makin cepat, dari dimensi waktu miliaran tahun, jutaan tahun, puluhan tahun, tahunan, bulanan, mingguan, harian, terus ke jam, menit, detik, mikro-detik dan akhirnya terjadi ledakan hebat yang disebut Big Crunch (Kompresan Besar) menjadi singularity kembali. Jadi Big Crunch, adalah seperti Big Bang dalam arah yang berbalikkan. Proses penyusutan alam semesta menuju Big Crunch ini, berlangsung dengan periode waktu yang sangat lama, kemudian semakin cepat, dan super cepat!! Menurut Paul Davies, ketika alam semesta telah memadat sampai seper-seratus (1/100) dari luasnya yang sekarang ini, maka efek tekanannya akan mengakibatkan suhu yang meninggi sampai mencapai titik didih benda cair; dan bumi menjadi tempat yang tidak layak huni lagi. Galaksi sudah tidak dapat dibedakan satu sama lainnya, karena mereka telah berfusi, dan merapat satu sama lainnya. Selanjutnya gerak kepadatan makin naik hingga mencapai titik api pijar. Pada saat inilah antariksa tampak bagaikan bola api plasma yang pijar. Kemungkinan inilah yang disebut dalam Surah al-Ma'arij/70: 8, \"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak.\" \n\nKetika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron, dan sebagainya, gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat, dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Saat itulah benda-benda langit mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan akibatnya terjadilah tubrukan-tubrukan dahsyat antar planet, sehingga bumi berbenturan dengan planet-planet lainnya, gunung-gunung berbenturan karena hilangnya gaya gravitasi yang menopangnya sehingga berbenturan sesamanya. Langit antariksa mulai lemah karena ketiadaan topangan gaya gravitasi, dan mulai menyusut/ mengerut dan retak/terbelah. Proses ini menimbulkan suara gemuruh dahsyat, yang dipuncaki dengan dentuman Big Crunch. Apakah sangkakala (sur) yang dimaksud adalah mulainya suara gemuruh ketika terjadi proses penyusutan ini? Wallahu a'lam bis-sawab. Akhirnya setelah dentuman Big Crunch kembalilah ke singularity lagi, semua serba fana, kecuali Allah, sebagaimana firman-Nya: \n\nSemua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (ar-Rahman/55: 26-27)" } } }, { "number": { "inQuran": 5339, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0646\u0634\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0648\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wanshaqqatis samaaa'u fahiya yawma 'izinw-waahiyah" } }, "translation": { "en": "And the heaven will split [open], for that Day it is infirm.", "id": "dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5339", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5339.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5339.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah gunung hancur dan bumi menjadi rata dan terbelahlah langit, karena dahsyatnya situasi saat itu maka pada hari itu langit menjadi rapuh.", "long": "Pada saat terjadinya hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah sehingga terbelah. Jika diperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini sesuai dengan hukum itu. Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik-menarik. Dengan adanya daya tersebut, maka seluruh planet-planet menjadi selalu beredar pada garis edar yang tetap, tidak jatuh dan tidak menyimpang. Seandainya salah satu saja di antara planet yang banyak itu bergeser dari falaknya, maka hilanglah keseimbangan tarik-menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar. Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.\n\nKajian saintifik modern saat ini menyatakan bahwa jagad-raya seisinya ini diawali pembentukannya dari adanya singularity. Singularity adalah sesuatu dimana calon/bakal ruang, energi, materi, dan waktu masih terkumpul menjadi satu (manunggal). Dentuman Besar (Big Bang) meledakkan singularity ini dan berkembanglah seperti spiral-kerucut yang terus menerus berekspansi melebar dan melebar terus. Sejak Big Bang itulah, waktu mulai memisahkan diri dari ruang, begitu pula energi, materi, dan gaya-gaya, dan selama bermiliar-miliar tahun terbentuklah seluruh jagad-raya yang berisi miliaran galaksi. Ruang dan waktu terus mengalami ekspansi meluas. Bahiruddin S. Mahmud menjelaskan bahwa ekspansi jagad raya bukannya tak terbatas dan terus menerus. Laju ekspansi atau perkembangan ini berangsur-angsur menurun, karena gaya gravitasi antar galaksi (yang mereka sesamanya terus saling menjauh) mulai mengendor, sehingga suatu saat akan berhentilah ekspansi jagad raya itu.\n\nKetika jagad raya atau alam semesta menghentikan aktivitas ekspansinya (perluasannya), masa penyusutannya (pemadatannya) pun dimulai. Jika ekspansi diawali dari singularity, Big Bang, dan ekspansi alam semesta; maka penyusutan alam semesta atau pemadatan (kontraksi) alam semesta diawali dengan alam semesta yang secara perlahan menyusut, di mana ruang, waktu, energi, materi, dan gaya-gaya akan bersatu kembali menjadi singularity. Penyusutan ini makin lama makin cepat, dari dimensi waktu miliaran tahun, jutaan tahun, puluhan tahun, tahunan, bulanan, mingguan, harian, terus ke jam, menit, detik, mikro-detik dan akhirnya terjadi ledakan hebat yang disebut Big Crunch (Kompresan Besar) menjadi singularity kembali. Jadi Big Crunch, adalah seperti Big Bang dalam arah yang berbalikkan. Proses penyusutan alam semesta menuju Big Crunch ini, berlangsung dengan periode waktu yang sangat lama, kemudian semakin cepat, dan super cepat!! Menurut Paul Davies, ketika alam semesta telah memadat sampai seper-seratus (1/100) dari luasnya yang sekarang ini, maka efek tekanannya akan mengakibatkan suhu yang meninggi sampai mencapai titik didih benda cair; dan bumi menjadi tempat yang tidak layak huni lagi. Galaksi sudah tidak dapat dibedakan satu sama lainnya, karena mereka telah berfusi, dan merapat satu sama lainnya. Selanjutnya gerak kepadatan makin naik hingga mencapai titik api pijar. Pada saat inilah antariksa tampak bagaikan bola api plasma yang pijar. Kemungkinan inilah yang disebut dalam Surah al-Ma'arij/70: 8, \"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak.\" \n\nKetika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron, dan sebagainya, gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat, dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Saat itulah benda-benda langit mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan akibatnya terjadilah tubrukan-tubrukan dahsyat antar planet, sehingga bumi berbenturan dengan planet-planet lainnya, gunung-gunung berbenturan karena hilangnya gaya gravitasi yang menopangnya sehingga berbenturan sesamanya. Langit antariksa mulai lemah karena ketiadaan topangan gaya gravitasi, dan mulai menyusut/ mengerut dan retak/terbelah. Proses ini menimbulkan suara gemuruh dahsyat, yang dipuncaki dengan dentuman Big Crunch. Apakah sangkakala (sur) yang dimaksud adalah mulainya suara gemuruh ketika terjadi proses penyusutan ini? Wallahu a'lam bis-sawab. Akhirnya setelah dentuman Big Crunch kembalilah ke singularity lagi, semua serba fana, kecuali Allah, sebagaimana firman-Nya: \n\nSemua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (ar-Rahman/55: 26-27)" } } }, { "number": { "inQuran": 5340, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0648\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u062b\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wal malaku 'alaaa arjaaa'ihaa; wa yahmilu 'Arsha Rabbika fawqahum yawma'izin samaaniyah" } }, "translation": { "en": "And the angels are at its edges. And there will bear the Throne of your Lord above them, that Day, eight [of them].", "id": "Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5340", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5340.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5340.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika itu juga atas perintah Allah para malaikat berada di berbagai penjuru langit yang telah rapuh itu. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung’Arsy yaitu singgasana Tuhanmu di atas kepala mereka.", "long": "Pada hari Kiamat, para malaikat berada di segenap penjuru langit. Delapan malaikat menjunjung 'Arasy Allah di atas kepalanya. Persoalan malaikat dan 'Arasy ini adalah persoalan yang gaib, tidak seorang pun yang mengetahuinya. Tidak dijelaskan bentuk 'Arasy yang dipikul para malaikat itu, dan ke mana mereka membawanya. Oleh karena itu, kita menerima semuanya itu berdasarkan iman kita kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5341, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u062a\u064f\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0641\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Yawma'izin tu'radoona laa takhfaa min kum khaafiyah" } }, "translation": { "en": "That Day, you will be exhibited [for judgement]; not hidden among you is anything concealed.", "id": "Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5341", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5341.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5341.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan proses kehancuran alam raya, kini dijelaskan keadaan manusia yaitu pada hari itu kamu dihadapkan kepada Tuhanmu untuk dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kamu, maka tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi bagi Allah.", "long": "Pada hari Kiamat itu seluruh manusia dihadapkan ke hadirat Allah, untuk dihisab dan ditimbang amal dan perbuatannya. Tidak ada satu pun perbuatan dan amal manusia yang luput dari pengetahuan Allah sejak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya, sejak dari yang tersembunyi dan yang nyata, yang halus dan yang kasar; semuanya diketahui Allah.\n\nPada hari itu yang dapat menolong seseorang hanyalah Allah semata. Pertolongan itu diberikan berdasarkan amal mereka selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5342, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0647\u064e\u0627\u0624\u064f\u0645\u064f \u0627\u0642\u0652\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652", "transliteration": { "en": "Fa ammaa man ootiya kitaabahoo biyameenihee fa yaqoolu haaa'umuq ra'oo kitaabiyah" } }, "translation": { "en": "So as for he who is given his record in his right hand, he will say, \"Here, read my record!", "id": "Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini).”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5342", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5342.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5342.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun orang yang kitab catatan amal-nya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata kepada siapa yang ada di sekelilingnya dari hamba-hamba Allah yang taat untuk menunjukkan rasa syukurnya, “Ambillah, dan bacalah kitabku ini betapa sangat menyenangkan isinya.", "long": "Ayat ini menggambarkan hamba Allah yang beriman dan beramal saleh pada hari Kiamat. Ketika itu, mereka merasa gembira karena jarak perjalanan yang akan ditempuhnya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan semakin dekat dengan tempat yang disediakan Allah baginya.\n\nPerasaan gembira yang demikian sebenarnya telah mereka rasakan sejak roh mereka berpisah dengan jasad. Ketika itu, mereka telah melihat tanda-tanda keberuntungan, sebagaimana firman Allah:\n\n(Yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), \"Salamun 'alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.\" (an-Nahl/16: 32)\n\nMereka selalu ingat janji Allah dalam firman-Nya:\n\nKejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), \"Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.\" (al-Anbiya'/21: 103)\n\nMaka hari yang mereka tunggu-tunggu itu tiba dan orang-orang mukmin menerima catatan amalnya dengan tangan kanan yang disodorkan dari sebelah kanannya, maka meledaklah kegembiraan dalam hati mereka. Mereka pun ingin agar catatan amal itu dibaca oleh teman-temannya yang sama keadaannya dengan mereka, dengan mengatakan, \"Hai teman-temanku yang sama-sama memperoleh keridaan Allah, inilah catatan bahwa kita sama. Ambillah dan bacalah isinya, tentu kamu akan mengetahui bahwa kita semua mendapatkan buku catatan dari sebelah kanan dan sama-sama akan mendapat pahala dari Allah.\" Maka mereka pun bersama-sama bergembira." } } }, { "number": { "inQuran": 5343, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u064d \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652", "transliteration": { "en": "Innee zannantu annee mulaaqin hisaabiyah" } }, "translation": { "en": "Indeed, I was certain that I would be meeting my account.\"", "id": "Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5343", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5343.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5343.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya ketika di dunia aku yakin, bahwa suatu saat aku akan menerima perhitungan terhadap diriku. ltulah sebabnya aku telah mempersiapkan diri untuk menghadapinya.\"", "long": "Dengan bangga dan penuh kepuasan orang-orang mukmin berkata, \"Aku telah yakin bahwa Tuhan akan menghisabku dan aku akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatanku hari ini. Karena itulah, selama hidup di dunia aku beriman kepada Allah serta melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya yang disampaikan Nabi Muhammad. Aku pun yakin bahwa Tuhanku akan menghisab dan menimbang amal perbuatanku.\"\n\nMenurut adh-ahhak, setiap perkataan dhann (dugaan) yang berhubungan dengan orang-orang yang beriman, yang terdapat dalam Al-Qur'an berarti yakin, dan kalau berhubungan dengan orang-orang kafir berarti ragu-ragu.\n\nAl-hasan berkata, \"Sesungguhnya orang-orang yang beriman mempunyai dugaan yang mendekati keyakinan (dhann) yang paling baik kepada Tuhannya, lalu mereka meningkatkan amalnya untuk akhirat, sedangkan orang-orang munafik mempunyai keragu-raguan (dhann) yang paling buruk terhadap Tuhannya; maka ia mempunyai amal yang buruk pula untuk akhirat.\"\n\nDemikian pula dalam ayat ini. Perkataan dhanantu berarti \"aku yakin\" bukan \"aku ragu\", atau \"aku menduga\". Arti yang semakna dengan ini terdapat pula pada firman Allah:\n\nMengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, \"Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.\" (an-Nur/24: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 5344, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0639\u0650\u064a\u0634\u064e\u0629\u064d \u0631\u0651\u064e\u0627\u0636\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Fahuwa fee 'eeshatir raadiyah" } }, "translation": { "en": "So he will be in a pleasant life -", "id": "Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5344", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5344.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5344.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka sebagai balasan atas amal salehnya ketika di dunia orang itu berada dalam kehidupan yang menyenangkan dan diridai,", "long": "Pada ayat ini, diterangkan bahwa balasan yang diterima orang-orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan adalah berada dalam kehidupan yang diridai. Hidup yang diridai itu adalah hidup yang dicita-citakan oleh setiap orang yang beriman, yaitu hidup yang diridai Allah, seluruh manusia, bahkan seluruh makhluk Allah. Tidak ada satu pun yang menaruh iri, dengki, dendam, dan benci kepadanya, sehingga segala sesuatu yang dihadapinya adalah baik dan menimbulkan kebaikan kepada dirinya. Tidak ada sesuatu yang menyakitkan hatinya dan tidak ada perbuatan atau sikap yang menyinggung perasaannya, semuanya enak didengar dan dirasakan.\n\nDalam firman Allah yang lalu diterangkan bahwa jiwa yang tenang adalah jiwa yang hidup dalam kehidupan yang diridai dan termasuk kelompok hamba-hamba Allah:\n\nWahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (al-Fajr/89: 27-30)" } } }, { "number": { "inQuran": 5345, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Fee jannnatin 'aaliyah" } }, "translation": { "en": "In an elevated garden,", "id": "dalam surga yang tinggi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5345", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5345.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5345.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sehingga dia benar-benar merasa puas dengan anugerah Allah tersebut yaitu dalam surga yang tinggi tempat dan martabatnya", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan tempat yang disediakan bagi orang-orang yang beriman di akhirat nanti, yakni suatu tempat yang indah, dan nyaman dengan kebun-kebun dan taman-taman yang menyenangkan hati orang yang memandangnya, dan pohon-pohon yang berbuah rendah, mudah dipetik oleh siapa saja yang menghendakinya, baik sambil berdiri, sambil duduk maupun sambil berbaring.\n\nDalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nDi sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan. Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya. (al-Insan/76: 13-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 5346, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0637\u064f\u0648\u0641\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Qutoofuhaa daaniyah" } }, "translation": { "en": "Its [fruit] to be picked hanging near.", "id": "buah-buahannya dekat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5346", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5346.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5346.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara fasilitasnya adalah buah-buahannya dekat sehingga mudah untuk memetiknya.", "long": "Ayat ini menerangkan keadaan tempat yang disediakan bagi orang-orang yang beriman di akhirat nanti, yakni suatu tempat yang indah, dan nyaman dengan kebun-kebun dan taman-taman yang menyenangkan hati orang yang memandangnya, dan pohon-pohon yang berbuah rendah, mudah dipetik oleh siapa saja yang menghendakinya, baik sambil berdiri, sambil duduk maupun sambil berbaring.\n\nDalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nDi sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan. Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya. (al-Insan/76: 13-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 5347, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0646\u0650\u064a\u0626\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Kuloo washraboo haneee'am bimaaa aslaftum fil ayyaamil khaliyah" } }, "translation": { "en": "[They will be told], \"Eat and drink in satisfaction for what you put forth in the days past.\"", "id": "(kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5347", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5347.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5347.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kepada mereka dikatakan, “Makan dan minumlah dengan nikmat apa saja yang kamu inginkan. ltu semua adalah ganjaran dari Allah karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” Demikianlah ke-Mahaadilan Allah, Ia memberikan balasan yang sempurna bagi orang-orang yang bersabar untuk senantiasa taat kepada-Nya selama hidup di dunia.", "long": "Para malaikat berkata kepada orang-orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan di dalam surga, \"Makanlah segala macam jenis buah-buahan dan segala rupa makanan yang ditemukan di dalam surga ini, dan minum pulalah sepuas hati minuman-minuman yang enak dan menyegarkan. Tidak ada satu pun yang dapat melarang kamu mengambilnya, semuanya itu disediakan untuk kamu sekalian. Semuanya itu disediakan karena kamu sekalian telah beriman kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh serta tunduk dan menyerahkan diri kepada-Nya selama kamu hidup di dunia dahulu.\"\n\nDari perkataan \"bima aslaftum\" (karena amal yang telah kamu kerjakan) dapat dipahami bahwa pahala yang diterima di akhirat nanti adalah balasan dari hasil iman dan amal perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia. Hal ini berarti bahwa mustahil seorang hamba memperoleh pahala dari Allah jika ia tidak beriman dan beramal.\n\nDari perkataan hani'an (dengan sedap) dapat dipahami bahwa makanan dan minuman yang diberikan di dalam surga adalah makanan dan minuman yang luar biasa enaknya, dan tidak pernah ada yang seenak itu rasanya di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5348, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0634\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652", "transliteration": { "en": "Wa ammaa man ootiya kitaabahoo bishimaalihee fa yaqoolu yaalaitanee lam oota kitaaabiyah" } }, "translation": { "en": "But as for he who is given his record in his left hand, he will say, \"Oh, I wish I had not been given my record", "id": "Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5348", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5348.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5348.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah uraian tentang balasan yang diterima oleh orang-orang yang taat kini giliran diuraikan keadaan orang-orang yang durhaka. Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan, “Alangkah baiknya jika kitab catatan amalku ini tidak diberikan kepadaku.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan keadaan orang kafir di akhirat ketika menerima catatan amal perbuatan yang mereka kerjakan selama hidup di dunia. Kepada mereka disampaikan catatan amal perbuatannya dari sebelah kiri dan menerimanya dengan tangan kiri. Setelah membaca catatan itu, timbullah ketakutan dalam hatinya karena berdasarkan catatan itu, ia pasti dimasukkan ke dalam neraka. Ia berkata, \"Alangkah jeleknya perbuatanku dan alangkah bahagianya aku seandainya amalku yang berisi seperti ini tidak diberikan kepadaku, aku tidak menyangka bahwa semua perbuatanku di dunia tercatat dalam kitab ini.\"\n\nOrang kafir berada dalam ketakutan yang luar biasa ketika menerima catatan amalnya, seakan-akan telah ditimpa azab yang dahsyat. Padahal mereka belum ditimpa azab tersebut. Hal ini memberi pengertian bahwa azab rohani itu lebih berat dari azab jasmani." } } }, { "number": { "inQuran": 5349, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652", "transliteration": { "en": "Wa lam adri maa hisaabiyah" } }, "translation": { "en": "And had not known what is my account.", "id": "Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5349", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5349.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5349.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitungan terhadap diriku.", "long": "Pernyataan bahwa azab rohani lebih berat dirasakan dari azab jasmani diperkuat oleh perkataan orang-orang kafir itu, \"Alangkah bahagianya aku, jika aku tidak mengetahui catatan amalku, sehingga aku tidak mengetahui azab yang akan ditimpakan kepadaku nanti di dalam neraka.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5350, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0636\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e", "transliteration": { "en": "Yaa laitahaa kaanatil qaadiyah" } }, "translation": { "en": "I wish my death had been the decisive one.", "id": "Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5350", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5350.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5350.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai, kiranya kematian yang telah kualami di dunia itulah yang menyudahi segala sesuatu yaitu yang mengakhiri hidupku sehingga tidak perlu mengalami kehidupan seperti ini di akhirat.", "long": "Ayat ini seakan-akan memberi pengertian bahwa orang kafir itu tidak mengetahui sedikit pun bahwa akan terjadi hari Kiamat, akan terjadi kehidupan setelah mati, yang waktu itu amal baik dibalas pahala yang berlipat ganda sedang perbuatan jahat dibalasi dengan siksa yang pedih. Oleh karena itu, mereka berkata, \"Alangkah baiknya seandainya mati yang telah menimpa diriku di dunia dahulu, merupakan akhir seluruh kehidupanku, tidak dibangkitkan lagi seperti sekarang, sehingga aku tidak menemui penderitaan yang berat.\"\n\nTetapi sebenarnya orang kafir itu telah mengetahui dengan yakin selama mereka hidup di dunia akan adanya hari seperti ini. Memang demikianlah sifat-sifat orang kafir yang selalu mengingkari keyakinan mereka. \n\nDan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), \"Bukankah Aku ini Tuhanmu?\" Mereka menjawab, \"Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.\" (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, \"Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.\" (al-A'raf/7: 172)\n\nMereka mengharapkan urusan mereka selesai semua dengan kematian, semata-mata karena takut disiksa, bukan karena tidak mengetahui bahwa akan ada hari Kiamat dan hari penghisaban." } } }, { "number": { "inQuran": 5351, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652 \u06dc", "transliteration": { "en": "Maaa aghnaa 'annee maaliyah" } }, "translation": { "en": "My wealth has not availed me.", "id": "Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5351", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5351.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5351.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ternyata hartaku yang dengan susah payah kukumpulkan sama sekali tidak berguna bagiku.", "long": "Ayat ini menerangkan tentang jalan pikiran orang kafir sewaktu hidup di dunia. Menurut mereka, yang menentukan keadaan dan derajat seseorang ialah pangkat, kekuasaan, dan harta. Dengan harta, mereka akan dapat memperoleh segala yang diinginkan, dan dengan pangkat dan kekuasaan, mereka dapat memuaskan hawa nafsu. Setelah berada di akhirat, jelaslah bagi mereka kekeliruan jalan pikiran semacam itu, sehingga terucap juga di mulut mereka perasaan hati waktu itu dengan mengatakan, \"Harta yang aku miliki waktu berada di dunia dahulu tidak dapat menolong dan menghindarkanku dari siksa Allah. Demikian pula kekuasaan yang telah aku miliki di dunia telah lenyap pada saat ini, sehingga aku tidak mempunyai seorang penolong pun.\"\n\nAnggapan orang kafir waktu di dunia bahwa yang menentukan segala sesuatu itu adalah harta dan kekuasaan diterangkan dalam firman Allah: \n\nDan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, \"Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.\" (al-Kahf/18: 34)\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba'/34: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 5352, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0633\u064f\u0644\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652", "transliteration": { "en": "Halaka 'annee sultaaniyah" } }, "translation": { "en": "Gone from me is my authority.\"", "id": "Kekuasaanku telah hilang dariku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5352", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5352.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5352.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikian juga dengan kekuasaanku yang dahulu kubanggakan di dunia kini telah hilang dariku.”", "long": "Ayat ini menerangkan tentang jalan pikiran orang kafir sewaktu hidup di dunia. Menurut mereka, yang menentukan keadaan dan derajat seseorang ialah pangkat, kekuasaan, dan harta. Dengan harta, mereka akan dapat memperoleh segala yang diinginkan, dan dengan pangkat dan kekuasaan, mereka dapat memuaskan hawa nafsu. Setelah berada di akhirat, jelaslah bagi mereka kekeliruan jalan pikiran semacam itu, sehingga terucap juga di mulut mereka perasaan hati waktu itu dengan mengatakan, \"Harta yang aku miliki waktu berada di dunia dahulu tidak dapat menolong dan menghindarkanku dari siksa Allah. Demikian pula kekuasaan yang telah aku miliki di dunia telah lenyap pada saat ini, sehingga aku tidak mempunyai seorang penolong pun.\"\n\nAnggapan orang kafir waktu di dunia bahwa yang menentukan segala sesuatu itu adalah harta dan kekuasaan diterangkan dalam firman Allah: \n\nDan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, \"Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.\" (al-Kahf/18: 34)\n\nDan mereka berkata, \"Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.\" (Saba'/34: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 5353, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u063a\u064f\u0644\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Khuzoohu faghullooh" } }, "translation": { "en": "[Allah will say], \"Seize him and shackle him.", "id": "(Allah berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5353", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5353.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5353.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sudah terjatuh tertimpa tangga. Begitulah gambaran para pendurhaka di akhirat. Di tengah kesedihan yang bercampur ketakutan melihat catatan amalnya kemudian Allah berfirman, “Tangkaplah dia lalu belenggulah yaitu ikatlah tangannya ke lehernya.", "long": "Karena sikap orang kafir yang demikian dan berdasarkan catatan amalnya, maka Allah memerintahkan malaikat untuk melaksanakan hukuman kepada orang kafir itu. Pada waktu Kiamat, mereka dalam keadaan menderita, terhina, dan tidak dapat melepaskan diri sedikit pun dari keadaan yang demikian. Bahkan, azab itu ditambah lagi dengan membelenggu mereka. Hal ini memberi pengertian bahwa orang kafir di dalam neraka tidak mempunyai satu cara pun untuk mengurangi dan meringankan rasa azab yang pedih itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5354, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064e \u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Summal Jaheema sallooh" } }, "translation": { "en": "Then into Hellfire drive him.", "id": "Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5354", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5354.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5354.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.", "long": "Karena sikap orang kafir yang demikian dan berdasarkan catatan amalnya, maka Allah memerintahkan malaikat untuk melaksanakan hukuman kepada orang kafir itu. Pada waktu Kiamat, mereka dalam keadaan menderita, terhina, dan tidak dapat melepaskan diri sedikit pun dari keadaan yang demikian. Bahkan, azab itu ditambah lagi dengan membelenggu mereka. Hal ini memberi pengertian bahwa orang kafir di dalam neraka tidak mempunyai satu cara pun untuk mengurangi dan meringankan rasa azab yang pedih itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5355, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u0644\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e\u0629\u064d \u0630\u064e\u0631\u0652\u0639\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0630\u0650\u0631\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0648\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Summa fee silsilatin zar'uhaa sab'oona ziraa'an faslukooh" } }, "translation": { "en": "Then into a chain whose length is seventy cubits insert him.\"", "id": "Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5355", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5355.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5355.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Siksaan itu tidak hanya sampai di situ, Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta maksudnya rantai yang sangat panjang.\"", "long": "Karena sikap orang kafir yang demikian dan berdasarkan catatan amalnya, maka Allah memerintahkan malaikat untuk melaksanakan hukuman kepada orang kafir itu. Pada waktu Kiamat, mereka dalam keadaan menderita, terhina, dan tidak dapat melepaskan diri sedikit pun dari keadaan yang demikian. Bahkan, azab itu ditambah lagi dengan membelenggu mereka. Hal ini memberi pengertian bahwa orang kafir di dalam neraka tidak mempunyai satu cara pun untuk mengurangi dan meringankan rasa azab yang pedih itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5356, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Innahoo kaana laa yu'minubillaahil 'Azeem" } }, "translation": { "en": "Indeed, he did not used to believe in Allah, the Most Great,", "id": "Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5356", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5356.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5356.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa si pendurhaka itu disiksa sedemikian hebat? Inilah yang menjadi penyebabnya. Sesungguhnya dia dahulu ketika di dunia adalah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.", "long": "Penyebab orang kafir ditimpa azab yang sangat pedih adalah karena selain mempersekutukan Allah, mereka adalah para pemuka dari kaum kafir yang mempelopori kekafiran, dan tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makan fakir miskin.\n\nDisebutkan juga dalam ayat ini keharusan memberi makan fakir-miskin setelah beriman kepada Allah. Hal ini menunjukkan betapa tingginya nilai perbuatan memberi makan fakir-miskin di sisi Allah, sehingga dalam firman-Nya yang lain dinyatakan bahwa orang yang tidak memberi makan fakir-miskin adalah orang yang mendustakan agama.\n\nTahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. (al-Ma'un/107: 1-3)\n\nDengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa tanda orang yang benar-benar beriman kepada Allah ialah senang membantu orang-orang fakir-miskin, karena usaha itu merupakan peningkatan dari imannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5357, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 29, "page": 567, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u064f\u0636\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "wa laa yahuddu 'alaa ta'aamil miskeen" } }, "translation": { "en": "Nor did he encourage the feeding of the poor.", "id": "Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5357", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5357.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5357.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan juga dia tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makan orang miskin, padahal dia memiliki kemampuan.", "long": "Penyebab orang kafir ditimpa azab yang sangat pedih adalah karena selain mempersekutukan Allah, mereka adalah para pemuka dari kaum kafir yang mempelopori kekafiran, dan tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makan fakir miskin.\n\nDisebutkan juga dalam ayat ini keharusan memberi makan fakir-miskin setelah beriman kepada Allah. Hal ini menunjukkan betapa tingginya nilai perbuatan memberi makan fakir-miskin di sisi Allah, sehingga dalam firman-Nya yang lain dinyatakan bahwa orang yang tidak memberi makan fakir-miskin adalah orang yang mendustakan agama.\n\nTahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. (al-Ma'un/107: 1-3)\n\nDengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa tanda orang yang benar-benar beriman kepada Allah ialah senang membantu orang-orang fakir-miskin, karena usaha itu merupakan peningkatan dari imannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5358, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0647\u064e\u0627\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Falaysa lahul yawma haahunaa hameem" } }, "translation": { "en": "So there is not for him here this Day any devoted friend", "id": "Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5358", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5358.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5358.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas segala perbuatan buruk yang dilakukan di dunia, maka akhirnya pada hari ini yaitu hari di akhirat, di sini yaitu di neraka, tidak ada seorang teman pun baginya yang dapat menolong atau meringankan siksa yang dia terima.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan keadaan orang musyrik di dalam neraka:\n\n1.Mereka tidak mempunyai seorang pun teman atau penolong. Sebagaimana diketahui bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Hidup manusia yang berbahagia adalah jika mereka dapat memenuhi kepentingan pribadinya dan kepentingan hidup dalam pergaulan bermasyarakat. Jika di dunia dalam keadaan biasa, manusia merasa tersiksa hidup sendirian, tentu di akhirat akan lebih tersiksa lagi.\n\n2.Makanan mereka adalah darah dan nanah, suatu makanan yang tidak termakan oleh orang ketika hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5359, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u0650\u0633\u0652\u0644\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa laa ta'aamun illaa min ghisleen" } }, "translation": { "en": "Nor any food except from the discharge of wounds;", "id": "Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5359", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5359.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5359.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada pula baginya makanan sedikit pun kecuali berupa gislin yaitu makanan yang terbuat dari darah penghuni neraka dan juga nanah.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan keadaan orang musyrik di dalam neraka:\n\n1.Mereka tidak mempunyai seorang pun teman atau penolong. Sebagaimana diketahui bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Hidup manusia yang berbahagia adalah jika mereka dapat memenuhi kepentingan pribadinya dan kepentingan hidup dalam pergaulan bermasyarakat. Jika di dunia dalam keadaan biasa, manusia merasa tersiksa hidup sendirian, tentu di akhirat akan lebih tersiksa lagi.\n\n2.Makanan mereka adalah darah dan nanah, suatu makanan yang tidak termakan oleh orang ketika hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5360, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 500, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa yaakuluhooo illal khati'oon" } }, "translation": { "en": "None will eat it except the sinners.", "id": "Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5360", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5360.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5360.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa yaitu yang secara terus menerus berbuat durhaka.", "long": "Makanan yang dimakan oleh orang kafir itu, yang terdiri dari darah dan nanah, adalah makanan yang sangat jijik dan tiada termakan oleh siapa pun. Hal ini menunjukkan gambaran kehidupan neraka yang penuh kehinaan." } } }, { "number": { "inQuran": 5361, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaaa uqsimu bimaa tubsiroon" } }, "translation": { "en": "So I swear by what you see", "id": "Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5361", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5361.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5361.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua yang diuraikan pada ayat-ayat di atas belum terlihat oleh manusia, maka kelompok ayat ini menegaskan tentang kebenaran informasi al-Qur\\'an dengan bersumpah menyebut wujud yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,", "long": "Menurut Muqatil bahwa ayat-ayat ini diturunkan berhubungan dengan sikap para pemuka Quraisy ketika mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur'an, seperti perkataan al-Walid bin al-Mugirah bahwa sesungguhnya Muhammad seorang pesihir, perkataan Abu Jahal bahwa Muhammad seorang penyair, dan perkataan 'Uqbah bahwa Muhammad seorang tukang tenung. Ayat ini membantah perkataan-perkataan itu.\n\nAllah menegaskan kepada orang musyrik Mekah dengan bersumpah dengan makhluk-Nya, baik yang dapat dilihat, diketahui, dan dirasakan dengan pancaindra maupun tidak, bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad itu benar-benar wahyu dari-Nya. Al-Qur'an bukan perkataan Muhammad atau perkataan yang diada-adakan Muhammad kemudian dikatakan sebagai firman Allah.\n\nDari perkataan bima tubsirun (segala yang dapat kamu lihat) dapat dipahami bahwa sebenarnya orang musyrik Mekah seharusnya dapat meyakinkan bahwa Al-Qur'an itu berasal dari Allah, bukan buatan Muhammad. Hal ini berdasarkan pada pengetahuan yang ada pada mereka, seperti pengetahuan tentang Muhammad, pengetahuan tentang gaya bahasa dan keindahan bahasa Arab yang terdapat dalam Al-Qur'an, dan isi Al-Qur'an itu sendiri. Kemudian dari perkataan \"wama la tubsirun\" (dan apa yang tidak kamu lihat) dipahami bahwa banyak hal yang tidak diketahui oleh orang musyrik Mekah. Jika mereka mengetahui yang demikian itu, tentu akan dapat menambah keyakinan dan kepercayaan mereka kepada Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5362, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa laa tubsiroon" } }, "translation": { "en": "And what you do not see", "id": "dan demi apa yang tidak kamu lihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5362", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5362.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5362.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi apa yang tidak kamu lihat dari ciptaan-ciptaan-Ku.", "long": "Menurut Muqatil bahwa ayat-ayat ini diturunkan berhubungan dengan sikap para pemuka Quraisy ketika mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur'an, seperti perkataan al-Walid bin al-Mugirah bahwa sesungguhnya Muhammad seorang pesihir, perkataan Abu Jahal bahwa Muhammad seorang penyair, dan perkataan 'Uqbah bahwa Muhammad seorang tukang tenung. Ayat ini membantah perkataan-perkataan itu.\n\nAllah menegaskan kepada orang musyrik Mekah dengan bersumpah dengan makhluk-Nya, baik yang dapat dilihat, diketahui, dan dirasakan dengan pancaindra maupun tidak, bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad itu benar-benar wahyu dari-Nya. Al-Qur'an bukan perkataan Muhammad atau perkataan yang diada-adakan Muhammad kemudian dikatakan sebagai firman Allah.\n\nDari perkataan bima tubsirun (segala yang dapat kamu lihat) dapat dipahami bahwa sebenarnya orang musyrik Mekah seharusnya dapat meyakinkan bahwa Al-Qur'an itu berasal dari Allah, bukan buatan Muhammad. Hal ini berdasarkan pada pengetahuan yang ada pada mereka, seperti pengetahuan tentang Muhammad, pengetahuan tentang gaya bahasa dan keindahan bahasa Arab yang terdapat dalam Al-Qur'an, dan isi Al-Qur'an itu sendiri. Kemudian dari perkataan \"wama la tubsirun\" (dan apa yang tidak kamu lihat) dipahami bahwa banyak hal yang tidak diketahui oleh orang musyrik Mekah. Jika mereka mengetahui yang demikian itu, tentu akan dapat menambah keyakinan dan kepercayaan mereka kepada Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5363, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innahoo laqawlu Rasoolin kareem" } }, "translation": { "en": "[That] indeed, the Qur'an is the word of a noble Messenger.", "id": "Sesungguhnya ia (Al-Qur'an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5363", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5363.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5363.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya ia, Al-Qur’an, itu benar-benar wahyu yang diturunkan kepada Rasul yang mulia yaitu Nabi Muhammad.", "long": "Menurut Muqatil bahwa ayat-ayat ini diturunkan berhubungan dengan sikap para pemuka Quraisy ketika mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur'an, seperti perkataan al-Walid bin al-Mugirah bahwa sesungguhnya Muhammad seorang pesihir, perkataan Abu Jahal bahwa Muhammad seorang penyair, dan perkataan 'Uqbah bahwa Muhammad seorang tukang tenung. Ayat ini membantah perkataan-perkataan itu.\n\nAllah menegaskan kepada orang musyrik Mekah dengan bersumpah dengan makhluk-Nya, baik yang dapat dilihat, diketahui, dan dirasakan dengan pancaindra maupun tidak, bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad itu benar-benar wahyu dari-Nya. Al-Qur'an bukan perkataan Muhammad atau perkataan yang diada-adakan Muhammad kemudian dikatakan sebagai firman Allah.\n\nDari perkataan bima tubsirun (segala yang dapat kamu lihat) dapat dipahami bahwa sebenarnya orang musyrik Mekah seharusnya dapat meyakinkan bahwa Al-Qur'an itu berasal dari Allah, bukan buatan Muhammad. Hal ini berdasarkan pada pengetahuan yang ada pada mereka, seperti pengetahuan tentang Muhammad, pengetahuan tentang gaya bahasa dan keindahan bahasa Arab yang terdapat dalam Al-Qur'an, dan isi Al-Qur'an itu sendiri. Kemudian dari perkataan \"wama la tubsirun\" (dan apa yang tidak kamu lihat) dipahami bahwa banyak hal yang tidak diketahui oleh orang musyrik Mekah. Jika mereka mengetahui yang demikian itu, tentu akan dapat menambah keyakinan dan kepercayaan mereka kepada Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5364, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0634\u064e\u0627\u0639\u0650\u0631\u064d \u06da \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa ma huwa biqawli shaa'ir; qaleelam maa tu'minoon" } }, "translation": { "en": "And it is not the word of a poet; little do you believe.", "id": "dan ia (Al-Qur'an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5364", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5364.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5364.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dania Al-Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair yang biasanya menghias kata dan kalimat dengan indah tanpa menghiraukan kandungannya. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.", "long": "Al-Qur'an bukan syair seperti yang biasa diucapkan penyair-penyair mereka, karena Al-Qur'an di samping indah susunan gaya bahasanya juga mempunyai isi yang dalam. Syair-syair yang diucapkan para penyair mereka tidak memiliki susunan gaya bahasa seindah susunan dan gaya bahasa Al-Qur'an dan tidak mempunyai arti yang tinggi. Banyak terdapat ayat Al-Qur'an yang menantang orang musyrik agar membuat yang serupa atau sebanding dengan Al-Qur'an, tetapi mereka tidak sanggup melakukannya. \n\nDan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (al-Baqarah/2: 23-24)\n\nDitegaskan pula bahwa Al-Qur'an itu juga bukan berasal dari perkataan tukang tenung. Biasanya tukang tenung teman setan karena mereka menenung itu semata-mata mencari-cari bisikan setan. Padahal Al-Qur'an mencela perbuatan setan, sehingga dengan demikian, ia bukan bisikan setan dan bukan pula hasil tukang tenung. Sehubungan dengan itu, ayat ini menyanggah orang-orang musyrik agar tidak buru-buru berkesimpulan bahwa Al-Qur'an itu adalah tenung hanya karena belum atau tidak mengetahui isi Al-Qur'an. Sangat sedikit di antara mereka yang mau beriman kepada Al-Qur'an ketika itu, dan mau mengambil pelajaran dari isinya. Mukjizat Qur'an terletak pada isi. Makin tinggi ilmu pengetahuan seseorang, akan makin mudah mencerna maksudnya, di samping nilai bahasanya.\n\nUmat Islam Indonesia pada umumnya kesulitan membuktikan dan mengetahui letak kemukjizatan Al-Qur'an dari segi bahasa, karena untuk mengetahui ketinggian susunan kata-kata haruslah dapat merasakan keindahan gaya dan bahasa itu sendiri. Oleh karena itu, untuk mengetahui ketinggian Al-Qur'an, cukup dengan mengetahui pendapat dan sikap para sastrawan Arab penantang Islam terhadap Al-Qur'an itu. Di antaranya adalah Abu al-Walid, yaitu seorang pemimpin dan sastrawan Arab yang terkenal pada masa itu. Ia pernah diutus kaumnya kepada Nabi saw untuk meminta beliau menghentikan dakwahnya. Mendengar permintaan Abu al-Walid itu, Nabi saw membaca Surah Fussilat/41 dari ayat pertama hingga akhir ayat 14. Abu al-Walid terpesona mendengar ayat-ayat itu, sehingga ia termenung memikirkan keindahan gaya bahasanya. Lalu ia langsung kembali kepada kaumnya. Ketika ditanya tentang hasil pertemuan itu, ia mengatakan kepada kaumnya, \"Aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu. Apa yang dibaca itu bukanlah syair, sihir, atau kata-kata ahli tenung. Mendengar jawaban Abu al-Walid, mereka menuduh bahwa ia telah terkena sihir oleh Muhammad dan berkhianat kepada agama nenek moyang mereka. Di antara pemuka dan sesepuh Quraisy adalah al-Walid bin al-Mugirah. Orang ini pernah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan Nabi. Maka ia berkata kepada kaumnya (Bani Makhzum), \"Baru-baru ini aku mendengar dari Muhammad suatu ucapan yang menurutku bukanlah perkataan manusia atau jin. Ucapan itu enak didengar, bagus disimak, laksana sebatang pohon, yang atasnya berbuah, dan bawahnya terhunjam ke tanah. Dia benar-benar unggul dan tidak akan dapat diungguli. Di samping dua orang tersebut, banyak juga sastrawan Arab pada waktu itu yang mencoba membuat yang serupa ayat-ayat Al-Qur'an , tetapi tidak seorang pun yang sanggup melakukannya.\n\nDari kedua ayat ini dapat dipahami bahwa sangat sedikit di antara kaum musyrik Mekah yang mengakui bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang diturunkan Allah kepada Muhammad, begitu juga yang mengambil pelajaran dari isinya. Yang demikian itu adalah karena:\n\n1.Mereka takut dikucilkan oleh kaumnya dengan mempelajari Al-Qur'an, walaupun hati dan pikiran mereka telah mengakuinya, seperti halnya pada Abu al-Walid dan al-Walid bin al-Mugirah.\n\n2.Sebahagian mereka tidak mengetahui isinya karena tidak mau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Mereka lebih dahulu mendustakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5365, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0647\u0650\u0646\u064d \u06da \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa biqawli kaahin; qaleelam maa tazakkaroon" } }, "translation": { "en": "Nor the word of a soothsayer; little do you remember.", "id": "Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5365", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5365.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5365.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Al-Qur’an itu bukan pula perkataan tukang tenung yang sering merasa mengetahui hal-hal yang gaib. Sedikit sekali kamu berpikir untuk memahami perbedaan antara keduanya dan mengambil pelajaran darinya. Ia, Al-Qur’an,", "long": "Al-Qur'an bukan syair seperti yang biasa diucapkan penyair-penyair mereka, karena Al-Qur'an di samping indah susunan gaya bahasanya juga mempunyai isi yang dalam. Syair-syair yang diucapkan para penyair mereka tidak memiliki susunan gaya bahasa seindah susunan dan gaya bahasa Al-Qur'an dan tidak mempunyai arti yang tinggi. Banyak terdapat ayat Al-Qur'an yang menantang orang musyrik agar membuat yang serupa atau sebanding dengan Al-Qur'an, tetapi mereka tidak sanggup melakukannya. \n\nDan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (al-Baqarah/2: 23-24)\n\nDitegaskan pula bahwa Al-Qur'an itu juga bukan berasal dari perkataan tukang tenung. Biasanya tukang tenung teman setan karena mereka menenung itu semata-mata mencari-cari bisikan setan. Padahal Al-Qur'an mencela perbuatan setan, sehingga dengan demikian, ia bukan bisikan setan dan bukan pula hasil tukang tenung. Sehubungan dengan itu, ayat ini menyanggah orang-orang musyrik agar tidak buru-buru berkesimpulan bahwa Al-Qur'an itu adalah tenung hanya karena belum atau tidak mengetahui isi Al-Qur'an. Sangat sedikit di antara mereka yang mau beriman kepada Al-Qur'an ketika itu, dan mau mengambil pelajaran dari isinya. Mukjizat Qur'an terletak pada isi. Makin tinggi ilmu pengetahuan seseorang, akan makin mudah mencerna maksudnya, di samping nilai bahasanya.\n\nUmat Islam Indonesia pada umumnya kesulitan membuktikan dan mengetahui letak kemukjizatan Al-Qur'an dari segi bahasa, karena untuk mengetahui ketinggian susunan kata-kata haruslah dapat merasakan keindahan gaya dan bahasa itu sendiri. Oleh karena itu, untuk mengetahui ketinggian Al-Qur'an, cukup dengan mengetahui pendapat dan sikap para sastrawan Arab penantang Islam terhadap Al-Qur'an itu. Di antaranya adalah Abu al-Walid, yaitu seorang pemimpin dan sastrawan Arab yang terkenal pada masa itu. Ia pernah diutus kaumnya kepada Nabi saw untuk meminta beliau menghentikan dakwahnya. Mendengar permintaan Abu al-Walid itu, Nabi saw membaca Surah Fussilat/41 dari ayat pertama hingga akhir ayat 14. Abu al-Walid terpesona mendengar ayat-ayat itu, sehingga ia termenung memikirkan keindahan gaya bahasanya. Lalu ia langsung kembali kepada kaumnya. Ketika ditanya tentang hasil pertemuan itu, ia mengatakan kepada kaumnya, \"Aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu. Apa yang dibaca itu bukanlah syair, sihir, atau kata-kata ahli tenung. Mendengar jawaban Abu al-Walid, mereka menuduh bahwa ia telah terkena sihir oleh Muhammad dan berkhianat kepada agama nenek moyang mereka. Di antara pemuka dan sesepuh Quraisy adalah al-Walid bin al-Mugirah. Orang ini pernah mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan Nabi. Maka ia berkata kepada kaumnya (Bani Makhzum), \"Baru-baru ini aku mendengar dari Muhammad suatu ucapan yang menurutku bukanlah perkataan manusia atau jin. Ucapan itu enak didengar, bagus disimak, laksana sebatang pohon, yang atasnya berbuah, dan bawahnya terhunjam ke tanah. Dia benar-benar unggul dan tidak akan dapat diungguli. Di samping dua orang tersebut, banyak juga sastrawan Arab pada waktu itu yang mencoba membuat yang serupa ayat-ayat Al-Qur'an , tetapi tidak seorang pun yang sanggup melakukannya.\n\nDari kedua ayat ini dapat dipahami bahwa sangat sedikit di antara kaum musyrik Mekah yang mengakui bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang diturunkan Allah kepada Muhammad, begitu juga yang mengambil pelajaran dari isinya. Yang demikian itu adalah karena:\n\n1.Mereka takut dikucilkan oleh kaumnya dengan mempelajari Al-Qur'an, walaupun hati dan pikiran mereka telah mengakuinya, seperti halnya pada Abu al-Walid dan al-Walid bin al-Mugirah.\n\n2.Sebahagian mereka tidak mengetahui isinya karena tidak mau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Mereka lebih dahulu mendustakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5366, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Tanzeelum mir rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "[It is] a revelation from the Lord of the worlds.", "id": "Ia (Al-Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5366", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5366.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5366.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam. Diturunkan sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada seluruh alam.", "long": "Al-Qur'an benar-benar berasal dari Tuhan Maha Pencipta, Maha Pengatur, Maha Penjaga dan Maha Menguasai seluruh alam." } } }, { "number": { "inQuran": 5367, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0642\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0642\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Wa law taqawwala 'alainaa ba'dal aqaaweel" } }, "translation": { "en": "And if Muhammad had made up about Us some [false] sayings,", "id": "Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5367", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5367.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5367.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ditegaskan bahwa al-Qur\\'an adalah bersumber dari Allah, ayat-ayat ini memperkuat penegasan tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada campur tangan sedikit pun dari Nabi Muhammad dalam menyusun isi kandungan Al-Qur\\'an. Dan sekiranya dia, Nabi Muhammad, mengada-adakan sebagian perkataan apalagi semua atas nama Kami, pasti Kami siksa dia dengan sangat keras", "long": "Kedua ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an itu benar-benar berasal dari Allah, bukan buatan Muhammad, syair, atau khayalan tukang tenung, karena tidak seorang makhluk pun yang sanggup membuat seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu. Allah menegaskan bahwa seandainya Nabi Muhammad mengatakan sesuatu tentang-Nya dan mengucapkan perkataan yang dikatakannya berasal dari-Nya, padahal Ia tidak pernah menyatakan atau mengatakannya, Allah pasti pegang tangan kanannya untuk menerima hukuman dari-Nya. Bagi Allah tidaklah berat dan sukar menghukumnya dengan hukuman yang sangat besar sekalipun, karena Ia Mahakuasa atas segala sesuatu.\n\nUngkapan \"memegang tangan kanan\" (al-akhdhu bil yamin) dalam ayat ini merupakan ungkapan untuk suatu tindakan yang dilakukan terhadap orang yang berada di bawah kekuasaan seseorang, dengan maksud memberi hukuman kepada orang itu. Contohnya seperti seorang raja yang memberikan hukuman kepada seorang pemberontak.\n\nDalam ayat ini, ungkapan tersebut dipakai untuk menyatakan bahwa bagi Allah tidak ada suatu keberatan pun untuk melakukan suatu tindakan terhadap Muhammad, kalau ia mengadakan sesuatu yang tidak benar terhadap-Nya. Hal itu sebagai hukuman bagi Nabi saw, bagaimana pun beratnya hukuman itu.\n\nAyat ini juga mengisyaratkan bahwa seandainya Al-Qur'an itu buatan Muhammad, pasti akan ditolak oleh manusia dan beliau akan gagal dalam melaksanakan dakwahnya. Kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya, Muhammad diterima oleh orang-orang beriman karena mereka percaya akan kebenaran Al-Qur'an. Dan ternyata pula bahwa agama Islam makin hari makin berkembang." } } }, { "number": { "inQuran": 5368, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "La-akhaznaa minhu bilyameen" } }, "translation": { "en": "We would have seized him by the right hand;", "id": "pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5368", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5368.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5368.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau pastilah Kami pegang dia pada tangan kanannya.", "long": "Kedua ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an itu benar-benar berasal dari Allah, bukan buatan Muhammad, syair, atau khayalan tukang tenung, karena tidak seorang makhluk pun yang sanggup membuat seperti ayat-ayat Al-Qur'an itu. Allah menegaskan bahwa seandainya Nabi Muhammad mengatakan sesuatu tentang-Nya dan mengucapkan perkataan yang dikatakannya berasal dari-Nya, padahal Ia tidak pernah menyatakan atau mengatakannya, Allah pasti pegang tangan kanannya untuk menerima hukuman dari-Nya. Bagi Allah tidaklah berat dan sukar menghukumnya dengan hukuman yang sangat besar sekalipun, karena Ia Mahakuasa atas segala sesuatu.\n\nUngkapan \"memegang tangan kanan\" (al-akhdhu bil yamin) dalam ayat ini merupakan ungkapan untuk suatu tindakan yang dilakukan terhadap orang yang berada di bawah kekuasaan seseorang, dengan maksud memberi hukuman kepada orang itu. Contohnya seperti seorang raja yang memberikan hukuman kepada seorang pemberontak.\n\nDalam ayat ini, ungkapan tersebut dipakai untuk menyatakan bahwa bagi Allah tidak ada suatu keberatan pun untuk melakukan suatu tindakan terhadap Muhammad, kalau ia mengadakan sesuatu yang tidak benar terhadap-Nya. Hal itu sebagai hukuman bagi Nabi saw, bagaimana pun beratnya hukuman itu.\n\nAyat ini juga mengisyaratkan bahwa seandainya Al-Qur'an itu buatan Muhammad, pasti akan ditolak oleh manusia dan beliau akan gagal dalam melaksanakan dakwahnya. Kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya, Muhammad diterima oleh orang-orang beriman karena mereka percaya akan kebenaran Al-Qur'an. Dan ternyata pula bahwa agama Islam makin hari makin berkembang." } } }, { "number": { "inQuran": 5369, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0642\u064e\u0637\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u062a\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa laqata'naa minhul wateen" } }, "translation": { "en": "Then We would have cut from him the aorta.", "id": "Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5369", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5369.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5369.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian vang lebih mengerikan lagi adalah pasti Kami potong pembuluh jantungnya sehingga dia tidak akan hidup sekejap pun.", "long": "Pada kedua ayat ini ditegaskan lagi kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya. Seandainya Allah ingin melakukan sesuatu kepada hamba-hamba-Nya, tidak seorang pun yang dapat menghalanginya, sekalipun tindakan itu adalah tindakan yang menentukan hidup-matinya seseorang, seperti tindakan memutuskan urat nadi jantungnya, yang berakibat kematiannya. Demikian pula kepada Muhammad. Seandainya dia berdusta terhadap Allah, tentu Allah akan marah kepadanya dan menghukumnya dengan hukuman mati, yaitu dengan memutus pembuluh darahnya. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi-Nya dari melaksanakan hukuman itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5370, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u062d\u064e\u0627\u062c\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa minkum min ahadin'anhu haajizeen" } }, "translation": { "en": "And there is no one of you who could prevent [Us] from him.", "id": "Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5370", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5370.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5370.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekiranya itu Kami lakukan maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi Kami untuk menghukumnya.", "long": "Pada kedua ayat ini ditegaskan lagi kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya. Seandainya Allah ingin melakukan sesuatu kepada hamba-hamba-Nya, tidak seorang pun yang dapat menghalanginya, sekalipun tindakan itu adalah tindakan yang menentukan hidup-matinya seseorang, seperti tindakan memutuskan urat nadi jantungnya, yang berakibat kematiannya. Demikian pula kepada Muhammad. Seandainya dia berdusta terhadap Allah, tentu Allah akan marah kepadanya dan menghukumnya dengan hukuman mati, yaitu dengan memutus pembuluh darahnya. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi-Nya dari melaksanakan hukuman itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5371, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innahoo latazkiratul lilmuttaqeen" } }, "translation": { "en": "And indeed, the Qur'an is a reminder for the righteous.", "id": "Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5371", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5371.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5371.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan bahwa al-Qur\\'an bersumber dari Allah, kini diuraikan fungsi dari al-Qur\\'an dan respons manusia atas kehadirannya. Dan sungguh, Al-Qur’an itu adalah pelajaran yang amat berharga bagi orang-orang yang bertakwa.", "long": "Al-Qur'an bukanlah perkataan penyair, bukan hasil tenung tukang tenung, dan bukan pula perkataan Muhammad, tetapi adalah kalam Allah yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada umat manusia. Dengan Al-Qur'an itu, manusia akan beriman dan akan mendapat petunjuk dalam mengayuh bahtera kehidupannya ke pulau yang dicita-citakannya, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.\n\nDari ayat ini dipahami bahwa manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, memerlukan petunjuk-petunjuk. Petunjuk itu ada yang dapat dicapai oleh akal pikiran, dan ada yang tidak. Yang dapat dicapai oleh akal pikiran ialah seperti bagaimana cara mereka hidup, mencari nafkah, menanam padi, memelihara binatang ternak, bagaimana melindungi diri dari kehujanan dan kepanasan, dan sebagainya. Ada pula petunjuk yang tidak dapat dicapai oleh akal pikiran manusia, sehingga harus ada yang menunjukkannya. Hanya Allah, sebagai pencipta, pemilik dan penguasa seluruh makhluk, yang bisa memberikan petunjuk itu. Semua petunjuk Allah itu termuat dalam Al-Qur'an dan dijelaskan oleh sunah Nabi saw, serta diberikan kepada orang berpikir. Apakah orang kafir memikirkan yang demikian itu?" } } }, { "number": { "inQuran": 5372, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna lana'lamu anna minkum mukazzibeen" } }, "translation": { "en": "And indeed, We know that among you are deniers.", "id": "Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5372", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5372.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5372.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu wahai manusia ada orang yang mendustakan disamping ada pula yang menerimanya dengan segala ketulusan hatinya.", "long": "Ayat ini merupakan peringatan keras kepada kaum musyrik. Dijelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang terdapat di alam ini, sejak dari yang kecil sampai yang besar, yang halus sampai yang kasar, serta yang tidak tampak sampai yang tampak. Oleh karena itu, Allah mengetahui setiap orang yang mendustakan Al-Qur'an, mengingkari rasul, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang terlarang. Maka Allah akan melakukan tindakan dan menghukum dengan seadil-adilnya di antara manusia, sesuai dengan perbuatannya.\n\nDari perkataan \"minkum\" (sebahagian kamu) yang terdapat dalam ayat ini dapat dipahami bahwa ada di antara orang musyrik itu yang mempercayai kebenaran Al-Qur'an dan Rasulullah. Akan tetapi, karena hawa nafsu, takut dipencilkan kaumnya, takut kehilangan pangkat dan harta, mereka mendustakannya. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Kemudian dia (merenung) memikirkan, lalu berwajah masam dan cemberut, kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, \"(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia.\" (al-Muddatstsir/74: 18-25)" } } }, { "number": { "inQuran": 5373, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062d\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0629\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa innahu lahasratun 'alal kaafireen" } }, "translation": { "en": "And indeed, it will be [a cause of] regret upon the disbelievers.", "id": "Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5373", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5373.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5373.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Al-Qur’an itu akan benar-benar menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir khususnya di akhirat nanti setelah mereka melihat pahala yang diperoleh bagi yang beriman dan mengetahui siksa yang mereka alami.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Al-Qur'an menimbulkan kekecewaan bagi orang kafir, baik selama hidup di dunia maupun di akhirat. Di dunia mereka kecewa karena pengaruh agama Islam bertambah kuat sehingga pengaruh kepercayaan syirik makin berkurang, bahkan akhirnya hilang seluruhnya tanpa bekas sedikit pun. Al-Qur'an menyatakan kebatilan kepercayaan mereka, seperti menyembah patung yang tidak dapat menimbulkan mudarat dan manfaat.\n\nDi akhirat nanti setelah mengalami azab yang dahsyat, mereka menyesal kenapa tidak mengikuti seruan Nabi Muhammad, seperti yang dilakukan orang-orang yang beriman. Akan tetapi, penyesalan mereka itu tidak ada gunanya lagi karena pintu tobat telah tertutup." } } }, { "number": { "inQuran": 5374, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa innahoo lahaqqul yaqeen" } }, "translation": { "en": "And indeed, it is the truth of certainty.", "id": "Dan Sungguh, (Al-Qur'an) itu kebenaran yang meyakinkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5374", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5374.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5374.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Sungguh, Al-Qur’an itu adalah kebenaran yang meyakinkan tanpa ada sedikit pun keraguan.", "long": "Dalam ayat ini, ditegaskan lagi bahwa Al-Qur'an adalah suatu yang benar dan nyata kebenarannya. Ia benar-benar berasal dari Tuhan semesta alam, bukan perkataan yang diada-adakan Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5375, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 501, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Fasbbih bismi Rabbikal 'Azeem" } }, "translation": { "en": "So exalt the name of your Lord, the Most Great.", "id": "Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5375", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5375.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5375.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahaagung serta sucikanlah Dia dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya.", "long": "Oleh karena itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk bertasbih dengan menyebut nama Allah dan bersyukur kepada-Nya karena Dia telah melimpahkan rahmat yang tidak terhingga kepadanya dan kepada seluruh manusia berupa Al-Qur'an, sebagai petunjuk dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya Tuhan yang telah memberi rahmat itu adalah Tuhan Yang Mahaagung." } } } ] }, { "number": 70, "sequence": 79, "numberOfVerses": 44, "name": { "short": "المعارج", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0639\u0627\u0631\u062c", "transliteration": { "en": "Al-Ma'aarij", "id": "Al-Ma'arij" }, "translation": { "en": "The Ascending Stairways", "id": "Tempat Naik" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.Perkataan Al Ma'arij yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari Mi'raj, diambil dari perkataan Al Ma'arij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa tempat naik. Sedang para ahli tafsir memberi arti bermacam-macam, di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah s.w.t kepada ahli surga." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5376, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064e \u0633\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064c \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064d", "transliteration": { "en": "Sa ala saaa'ilum bi'azaa binw-waaqi'" } }, "translation": { "en": "A supplicant asked for a punishment bound to happen", "id": "Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5376", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5376.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5376.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah al-Hàqqah menjelaskan sangat jelas tentang peristiwa Kiamat, pada awal surah ini dikemukakan adanya seseorang yang bertanya dengan tujuan untuk mengejek tentang Kiamat. Seseorang bertanya tentang tentang azab yang pasti terjadi,", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang musyrik Mekah seperti an-Nadhr bin al-Harits meminta kepada Nabi Muhammad agar segera menimpakan azab yang telah dijanjikan itu kepada mereka, seandainya ancaman itu benar-benar berasal dari Allah, dan jika Muhammad itu benar-benar seorang rasul yang diutus Allah. Permintaan itu dijawab oleh ayat ini dengan mengatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa orang-orang kafir, baik diminta atau tidak. Sebab, telah menjadi sunatullah bahwa azab itu pasti ditimpakan kepada setiap orang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 5377, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062f\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u064c", "transliteration": { "en": "Lilkaafireen laisa lahoo daafi'" } }, "translation": { "en": "To the disbelievers; of it there is no preventer.", "id": "bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5377", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5377.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5377.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "siksa yang pasti akan dijatuhkan Allah bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya,", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang musyrik Mekah seperti an-Nadhr bin al-Harits meminta kepada Nabi Muhammad agar segera menimpakan azab yang telah dijanjikan itu kepada mereka, seandainya ancaman itu benar-benar berasal dari Allah, dan jika Muhammad itu benar-benar seorang rasul yang diutus Allah. Permintaan itu dijawab oleh ayat ini dengan mengatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa orang-orang kafir, baik diminta atau tidak. Sebab, telah menjadi sunatullah bahwa azab itu pasti ditimpakan kepada setiap orang kafir." } } }, { "number": { "inQuran": 5378, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u0631\u0650\u062c\u0650", "transliteration": { "en": "Minal laahi zil ma'aarij" } }, "translation": { "en": "[It is] from Allah, owner of the ways of ascent.", "id": "(Azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5378", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5378.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5378.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "azab itu datangnya dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik yaitu tempat naiknya para malaikat atau amal-amal manusia", "long": "Azab itu datang dari Allah pada waktu yang telah ditentukan, dan jika datang, tidak seorang pun yang dapat menolaknya. Maksud perkataan “al-ma‘arij” (mempunyai tangga) yang terdapat dalam ayat ini adalah bahwa azab datang dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahasempurna. Tidak ada sifat kekurangan sedikit pun pada Allah, dan kedatangan azab itu semata-mata atas kehendak dan keputusan-Nya, bukan berdasarkan permintaan makhluk, seperti yang dilakukan oleh an-Nadhr bin al-Harits itu.\n\nDari ayat ini dipahami bahwa seakan-akan orang musyrik tidak mengetahui kemuliaan dan kebesaran Allah. Seakan-akan kepada Allah, dapat dimintakan seluruh kehendak dan keinginan mereka, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap berhala-berhala." } } }, { "number": { "inQuran": 5379, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f \u062e\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Ta'rujul malaaa'ikatu war Roohu ilaihi fee yawmin kaana miqdaaruhoo khamseena alfa sanah" } }, "translation": { "en": "The angels and the Spirit will ascend to Him during a Day the extent of which is fifty thousand years.", "id": "Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5379", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5379.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5379.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para malaikat dan Jibril naik menghadap kepada Tuhan, dalam sehari yang kadarnya setara dengan lima puluh ribu tahun dari tahun-tahun di dunia, hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya azab yang akan dialami oleh kaum kafir, karena terasa amat panjang.", "long": "Malaikat-malaikat dan Jibril menghadap Allah memakan waktu yang sangat singkat dan jika dilakukan manusia akan memakan waktu lima puluh ribu tahun. Angka 50.000 tahun yang disebutkan dalam ayat ini bukanlah bilangan yang sebenarnya, tetapi untuk menerangkan bahwa Arasy Allah itu sangat jauh dan tinggi, tidak akan dapat dicapai oleh hamba-hamba-Nya yang mana pun. Di sini ada beberapa makhluk Tuhan yang lain yang berbeda-beda tingkat dan kemampuannya.\n\nDalam firman Allah yang lain, diterangkan bahwa Dia mengatur urusan dari langit ke bumi dalam suatu saat yang kadarnya sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia:\n\nDia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (As-Sajdah/32: 5)\n\nSebenarnya persoalan berapa lama umur dunia ini, dan berapa lama waktu yang diperlukan malaikat naik kepada Allah kemudian turun kembali ke dunia ini melaksanakan perintah-perintah-Nya, termasuk perkara gaib. Hanya Allah yang mengetahuinya dengan pasti. Bagi kita sebagai hamba Allah, cukup percaya bahwa ada azab Allah yang akan ditimpakan kepada yang mereka yang mengingkari hari Kiamat.\n\nDalam Surah Az-Zariyat/51: 7, Allah bersumpah demi langit yang mem­punyai jalan-jalan. Jalan-jalan ini secara ilmiah, dapat ditafsirkan sebagai wormhole, yakni jalan pintas yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain di jagad raya ini. Kemudian Allah menegaskan dalam Surah Al-Ma\\\\\\'arij/70: 4 bahwa Ia memiliki ma‘arij, di mana malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. \n\nSeperti telah dijelaskan dalam penafsiran Surah Az-Zariyat/51: 7 bahwa dalam teori fisika relativitas umum, dikenal mengenai mekanisme pemendekan jarak yang sangat jauh menjadi hanya beberapa meter saja yang saat ini oleh para ilmuwan disebut sebagai wormhole (lubang cacing). Jalan-jalan itu boleh jadi adalah ma‘arij, di mana Allah memperinci lebih jauh bahwa para malaikat dan Jibril naik menghadap Allah melalui jalan tersebut dan digambarkan bahwa mereka naik dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. \n\nMeski belum satu pun para ahli fisika menggunakannya, dalam wormhole kita bergerak tanpa membutuhkan energi. Begitu kita masuk ke dalamnya, medan gaya berat menarik kita dan tahu-tahu kita telah terlempar ke suatu tempat yang lain. Dalam wormhole, arloji kita bergerak lebih lambat dan tongkat yang kebetulan kita bawa juga memendek. Namun, begitu keluar semua kembali seperti sediakala termasuk jam dan tongkat yang kita bawa. Siapa saja melewati ma‘arij ini akan mengalami pemanjangan (dilation) waktu yakni sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun di bumi. Hal ini bukan berarti berapa lama kita melalui ma‘arij, tetapi jika kita melalui jalan ini kita akan menjadi lebih tua dengan perbandingan tersebut.\n\nPerjalanan Rasulullah dalam peristiwa Isra‘ Mi‘raj, boleh jadi melewati mekanisme pemendekan jarak sehingga jarak yang demikian jauhnya ditempuh Rasulullah hanya dalam bilangan jam. Ketika Rasulullah menceritakan peristiwa yang dialaminya, orang-orang kafir jelas tidak mempercayainya. Padahal itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah. Menarik disimak dalam Surah Al-Hijr/15: 13-15:\n\nMereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur‘an) padahal telah berlalu sunatullah terhadap orang-orang terdahulu. Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.” (Al-Hijr/15: 13-15)\n\nDengan demikian, Allah menyatakan bahwa bagi mereka yang tidak beriman, sampai seandainya pintu langit dibuka dan mereka melaluinya, mereka akan tetap berdalih bahwa itu sebuah ilusi.\n\nSub¥anallah, Allah memberikan gambaran bagaimana mengatur makhluk-Nya. Para malaikat lalu lalang dari satu tempat ke tempat dengan menggunakan jalan khusus yang disebut ma‘arij, dan Rasulullah, Sang Kekasih Allah, mendapat kesempatan melalui ma‘arij-jalan istimewa- tersebut pada suatu malam yang sangat mengguncangkan, yakni Isra‘ Mi‘raj." } } }, { "number": { "inQuran": 5380, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fasbir ssabran jameelaa" } }, "translation": { "en": "So be patient with gracious patience.", "id": "Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5380", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5380.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5380.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menghadapi cemoohan kaum kafir tersebut, Allah memerintahkan agar Rasulullah bersabar. Allah berfirman. Maka bersabarlah engkau wahai Nabi Muhammad dengan kesabaran yang baik yaitu tanpa keluh kesah atau mengadu kepada makhluk.", "long": "Rasulullah saw disuruh bersabar terhadap sikap orang musyrik yang selalu memperolok-olokkannya. Beliau juga diminta untuk tidak merasa gelisah oleh sikap mereka, karena urusan azab adalah urusan Allah. Hanya Allah yang mengetahui kapan azab itu akan ditimpakan kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5381, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inaahum yarawnahoo ba'eedaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, they see it [as] distant,", "id": "Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5381", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5381.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5381.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka kaum kafir itu memandang azab itu jauh yaitu mustahil terjadi.", "long": "Kaum musyrik memandang bahwa azab itu mustahil terjadi, karena teperdaya oleh kesenangan dunia yang sifatnya sementara. Juga karena ilmu mereka sangat sedikit dan tidak mengindahkan petunjuk Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5382, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa naraahu qareebaa" } }, "translation": { "en": "But We see it [as] near.", "id": "Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5382", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5382.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5382.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedangkan Kami memandangnya dekat yaitu pasti terjadi dan mudah bagi Kami.", "long": "Namun demikian, azab itu pasti terjadi karena Allah-lah yang menentukan segala sesuatu. Tidak ada satu pun yang sukar bagi-Nya. Jika Dia menghendaki terjadinya sesuatu, maka akan terjadi pada saat yang dikehendaki-Nya. Tidak ada suatu pun yang dapat melawan kehendaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 5383, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Yawma takoonus samaaa'u kalmuhl" } }, "translation": { "en": "On the Day the sky will be like murky oil,", "id": "(Ingatlah) pada hari ketika langit men-jadi bagaikan cairan tembaga," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5383", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5383.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5383.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah siksa yang akan dialami oleh kaum kafir itu akan terjadi pada hari ketika langit yang sehari-harinya terlihat kokoh menjadi bagaikan cairan tembaga,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan saat-saat kedatangan azab serta keadaan manusia waktu itu. Azab datang kepada orang kafir pada waktu langit hancur luluh, seperti perak yang mencair karena dipanaskan, dan pada saat gunung-gunung hancur bertaburan, seakan-akan bulu-bulu burung yang sedang beterbangan karena hembusan angin. Kebingungan dan penderitaan dihadapi manusia pada waktu itu. Masing-masing tidak dapat menolong orang lain, tidak seorang pun teman akrab yang menanyakan temannya, sedangkan mereka melihat dan mengetahui penderitaan temannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5384, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0647\u0652\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa takoonul jibaalu kal'ihn" } }, "translation": { "en": "And the mountains will be like wool,", "id": "dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5384", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5384.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5384.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan gunung-gunung yang demikian berat menancap di bumi bagaikan bulu yang beterbangan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan saat-saat kedatangan azab serta keadaan manusia waktu itu. Azab datang kepada orang kafir pada waktu langit hancur luluh, seperti perak yang mencair karena dipanaskan, dan pada saat gunung-gunung hancur bertaburan, seakan-akan bulu-bulu burung yang sedang beterbangan karena hembusan angin. Kebingungan dan penderitaan dihadapi manusia pada waktu itu. Masing-masing tidak dapat menolong orang lain, tidak seorang pun teman akrab yang menanyakan temannya, sedangkan mereka melihat dan mengetahui penderitaan temannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5385, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 568, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064c \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa yas'alu hameemun hameemaa" } }, "translation": { "en": "And no friend will ask [anything of] a friend,", "id": "dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5385", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5385.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5385.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan ketika itu tidak ada seorang teman karib pun menanyakan keadaan temannya, karena mencekamnya situasi dan kesibukan masing-masing dengan urusannya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan saat-saat kedatangan azab serta keadaan manusia waktu itu. Azab datang kepada orang kafir pada waktu langit hancur luluh, seperti perak yang mencair karena dipanaskan, dan pada saat gunung-gunung hancur bertaburan, seakan-akan bulu-bulu burung yang sedang beterbangan karena hembusan angin. Kebingungan dan penderitaan dihadapi manusia pada waktu itu. Masing-masing tidak dapat menolong orang lain, tidak seorang pun teman akrab yang menanyakan temannya, sedangkan mereka melihat dan mengetahui penderitaan temannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5386, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0628\u064e\u0635\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06da \u064a\u064e\u0648\u064e\u062f\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f \u0644\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u062f\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0626\u0650\u0630\u064d \u0628\u0650\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Yubassaroonahum; ya waddul mujrimu law yaftadee min 'azaabi yawma'izim bibaneeh" } }, "translation": { "en": "They will be shown each other. The criminal will wish that he could be ransomed from the punishment of that Day by his children", "id": "sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5386", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5386.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5386.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedang mereka saling melihat, mereka semua sadar bahwa ketika itu, tidak berguna lagi bantuan teman dan kerabat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus dirinya dari azab dengan menyerahkan anak-anaknya,", "long": "Pada hari itu, orang kafir mengharapkan agar terlepas dari azab yang mereka derita, dengan menebus diri dengan anak-anak yang mereka banggakan, istri yang mereka cintai, saudara-saudara yang biasa membantu mereka selama hidup di dunia, kaum yang selalu membantu dan melindungi mereka, dan semua manusia yang ada di muka bumi. Karena demikianlah yang biasa mereka lakukan di dunia; menolong teman, keluarga, dan anak-anak mereka, walaupun yang ditolong itu melakukan perbuatan jahat dan zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 5387, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Wa saahibatihee wa akheeh" } }, "translation": { "en": "And his wife and his brother", "id": "dan istrinya dan saudaranya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5387", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5387.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5387.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan istri yang selalu menemaninya dan saudaranya yang merupakan darah dagingnya,", "long": "Pada hari itu, orang kafir mengharapkan agar terlepas dari azab yang mereka derita, dengan menebus diri dengan anak-anak yang mereka banggakan, istri yang mereka cintai, saudara-saudara yang biasa membantu mereka selama hidup di dunia, kaum yang selalu membantu dan melindungi mereka, dan semua manusia yang ada di muka bumi. Karena demikianlah yang biasa mereka lakukan di dunia; menolong teman, keluarga, dan anak-anak mereka, walaupun yang ditolong itu melakukan perbuatan jahat dan zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 5388, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064e\u0635\u0650\u064a\u0644\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062a\u064f\u0624\u0652\u0648\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Wa faseelathil latee tu'weeh" } }, "translation": { "en": "And his nearest kindred who shelter him", "id": "dan keluarga yang melindunginya (di dunia)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5388", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5388.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5388.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan bukan hanya itu bahkan keluarga seperti ayah ibu yang selalu melindunginya di dunia.", "long": "Pada hari itu, orang kafir mengharapkan agar terlepas dari azab yang mereka derita, dengan menebus diri dengan anak-anak yang mereka banggakan, istri yang mereka cintai, saudara-saudara yang biasa membantu mereka selama hidup di dunia, kaum yang selalu membantu dan melindungi mereka, dan semua manusia yang ada di muka bumi. Karena demikianlah yang biasa mereka lakukan di dunia; menolong teman, keluarga, dan anak-anak mereka, walaupun yang ditolong itu melakukan perbuatan jahat dan zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 5389, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0646\u062c\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Wa man fil ardi jamee'an summa yunjeeh" } }, "translation": { "en": "And whoever is on earth entirely [so] then it could save him.", "id": "dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5389", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5389.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5389.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka berharap jika dapat menebus dirinya dengan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan kiranya tebusan itu dapat menyelamatkannya dari azab.", "long": "Pada hari itu, orang kafir mengharapkan agar terlepas dari azab yang mereka derita, dengan menebus diri dengan anak-anak yang mereka banggakan, istri yang mereka cintai, saudara-saudara yang biasa membantu mereka selama hidup di dunia, kaum yang selalu membantu dan melindungi mereka, dan semua manusia yang ada di muka bumi. Karena demikianlah yang biasa mereka lakukan di dunia; menolong teman, keluarga, dan anak-anak mereka, walaupun yang ditolong itu melakukan perbuatan jahat dan zalim." } } }, { "number": { "inQuran": 5390, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0638\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Kallaa innahaa lazaa" } }, "translation": { "en": "No! Indeed, it is the Flame [of Hell],", "id": "Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5390", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5390.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5390.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Keinginan para pendurhaka untuk menebus dirinya dengan segala sesuatu direspons oleh ayat ini: Sama sekali tidak bisa dan tidak akan ada tebusan! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,", "long": "Tidak akan diterima tebusan apa pun dari perbuatan dosa yang telah dikerjakan orang kafir. Allah tidak memerlukan tebusan, Dia Mahakaya dan tidak memerlukan sesuatu apa pun.\n\nSungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali Imran/3: 91)\n\nAzab yang disediakan bagi orang kafir ialah neraka. Tidak seorang pun yang selamat dan dapat melepaskan diri dari azabnya. Neraka itu memanggil orang kafir untuk diazab, begitu juga orang-orang yang membelakang dan lari dari kebenaran, suka berbuat curang atau jahat, dan suka mengumpulkan harta, tetapi tidak mau mengeluarkan sedekah dan hak-hak Allah, seperti yang telah ditetapkan-Nya.\n\nAyat ini tidak bertujuan untuk melarang kaum Muslimin mengumpulkan harta. Ayat ini hanya melarang mengumpulkan harta tanpa mengeluarkan hak-hak Allah yang ada dalam harta yang telah dikumpulkan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5391, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0634\u0651\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Nazzaa'atal lishshawaa" } }, "translation": { "en": "A remover of exteriors.", "id": "yang mengelupaskan kulit kepala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5391", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5391.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5391.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang mengelupaskan kulit kepala bahkan semua kulit tubuh.", "long": "Tidak akan diterima tebusan apa pun dari perbuatan dosa yang telah dikerjakan orang kafir. Allah tidak memerlukan tebusan, Dia Mahakaya dan tidak memerlukan sesuatu apa pun.\n\nSungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali Imran/3: 91)\n\nAzab yang disediakan bagi orang kafir ialah neraka. Tidak seorang pun yang selamat dan dapat melepaskan diri dari azabnya. Neraka itu memanggil orang kafir untuk diazab, begitu juga orang-orang yang membelakang dan lari dari kebenaran, suka berbuat curang atau jahat, dan suka mengumpulkan harta, tetapi tidak mau mengeluarkan sedekah dan hak-hak Allah, seperti yang telah ditetapkan-Nya.\n\nAyat ini tidak bertujuan untuk melarang kaum Muslimin mengumpulkan harta. Ayat ini hanya melarang mengumpulkan harta tanpa mengeluarkan hak-hak Allah yang ada dalam harta yang telah dikumpulkan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5392, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Tad'oo man adbara wa tawallaa" } }, "translation": { "en": "It invites he who turned his back [on truth] and went away [from obedience]", "id": "Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5392", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5392.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5392.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang selalu memanggil orang yang membelakangi iman dan kebenaran dan yang berpaling dari petunjuk agama,", "long": "Tidak akan diterima tebusan apa pun dari perbuatan dosa yang telah dikerjakan orang kafir. Allah tidak memerlukan tebusan, Dia Mahakaya dan tidak memerlukan sesuatu apa pun.\n\nSungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali Imran/3: 91)\n\nAzab yang disediakan bagi orang kafir ialah neraka. Tidak seorang pun yang selamat dan dapat melepaskan diri dari azabnya. Neraka itu memanggil orang kafir untuk diazab, begitu juga orang-orang yang membelakang dan lari dari kebenaran, suka berbuat curang atau jahat, dan suka mengumpulkan harta, tetapi tidak mau mengeluarkan sedekah dan hak-hak Allah, seperti yang telah ditetapkan-Nya.\n\nAyat ini tidak bertujuan untuk melarang kaum Muslimin mengumpulkan harta. Ayat ini hanya melarang mengumpulkan harta tanpa mengeluarkan hak-hak Allah yang ada dalam harta yang telah dikumpulkan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5393, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 227, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "W jama'a fa aw'aa" } }, "translation": { "en": "And collected [wealth] and hoarded.", "id": "dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5393", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5393.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5393.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan orang yang mengumpulkan harta benda tanpa menghiraukan hukum dan ketentuan Allah lalu menyimpannya, yakni harta yang dikumpulkannya itu, enggan menafkahkan di jalan Allah.", "long": "Tidak akan diterima tebusan apa pun dari perbuatan dosa yang telah dikerjakan orang kafir. Allah tidak memerlukan tebusan, Dia Mahakaya dan tidak memerlukan sesuatu apa pun.\n\nSungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali Imran/3: 91)\n\nAzab yang disediakan bagi orang kafir ialah neraka. Tidak seorang pun yang selamat dan dapat melepaskan diri dari azabnya. Neraka itu memanggil orang kafir untuk diazab, begitu juga orang-orang yang membelakang dan lari dari kebenaran, suka berbuat curang atau jahat, dan suka mengumpulkan harta, tetapi tidak mau mengeluarkan sedekah dan hak-hak Allah, seperti yang telah ditetapkan-Nya.\n\nAyat ini tidak bertujuan untuk melarang kaum Muslimin mengumpulkan harta. Ayat ini hanya melarang mengumpulkan harta tanpa mengeluarkan hak-hak Allah yang ada dalam harta yang telah dikumpulkan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5394, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e \u0647\u064e\u0644\u064f\u0648\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innal insaana khuliqa haloo'aa" } }, "translation": { "en": "Indeed, mankind was created anxious:", "id": "Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5394", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5394.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5394.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan tentang orang-orang yang durhaka, kini diuraikan sebab-sebab kedurhakaan mereka, yaitu adanya sifat buruk pada manusia: Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh lagi kikir.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa manusia memiliki sifat suka berkeluh kesah dan kikir. Namun, sifat ini dapat diubah jika menuruti petunjuk Tuhan yang dinyatakan-Nya dalam ayat 22 sampai 24 surah ini. Manusia yang tidak mempedulikan petunjuk Tuhan dan seruan rasul adalah orang yang sesat. Firman Allah:\n\nDan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Yusuf/12: 103)\n\nManusia bisa sesat dari jalan Allah karena sifatnya yang tergesa-gesa, gelisah, dan kikir. Hal ini bukanlah ketentuan dari Allah terhadapnya, tetapi mereka menjadi mukmin atau menjadi kafir karena usaha dan pilihan mereka sendiri. \n\nDialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (At-Tagabun/64: 2)\n\nKepada manusia dibentangkan jalan lurus menuju keridaan Allah dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat seperti yang disampaikan Rasulullah, sebagaimana yang termuat dalam Al-Qur'an dan hadis. Di samping itu, terbentang pula jalan yang sesat, jalan yang dimurkai Allah dan menuju ke tempat yang penuh derita dan sengsara di akhirat. Manusia boleh memilih salah satu dari kedua jalan itu; jalan mana yang akan ditempuhnya, apakah jalan yang lurus atau jalan yang sesat. Kemudian mereka diberi balasan sesuai dengan pilihan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5395, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u064f \u062c\u064e\u0632\u064f\u0648\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Izaa massahush sharru jazoo'aa" } }, "translation": { "en": "When evil touches him, impatient,", "id": "Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5395", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5395.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5395.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila dia ditimpa sedikit kesusahan atau musibah, dia berkeluh kesah,", "long": "Jika manusia ditimpa kesusahan, mereka tidak sabar dan tabah, kadang-kadang berputus asa. Akan tetapi, jika memperoleh rezeki dan karunia yang banyak dari Allah, ia menjadi kikir. Kegelisahan dan kekikiran itu timbul pada diri manusia lantaran mereka tidak beriman dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Ia merasa seakan-akan dirinya terpencil, tidak ada sesuatu pun yang dapat menolongnya dalam kesukaran itu. Namun apabila mendapat rezeki, ia merasa bahwa rezeki itu diperolehnya semata-mata karena usahanya sendiri, tanpa pertolongan dari orang lain. Mereka beranggapan bahwa rezeki dan karunia yang diperolehnya itu bukan karunia dari Allah. Oleh karena itu, timbullah sifat kikir. \n\nLain halnya dengan orang yang beriman. Ia percaya bahwa segala yang datang kepadanya merupakan ujian dan cobaan dari Allah, baik yang datang itu berupa penderitaan maupun kesenangan. Cobaan itu diberikan kepadanya untuk menguji dan menambah kuat imannya. Oleh karena itu, ia tetap tabah dan sabar dalam menerima semua cobaan, serta bertobat kepada Allah dengan tobat yang sesungguhnya jika ada kesalahan yang telah dilakukannya. Sebaliknya jika ia menerima rahmat dan karunia dari Allah, ia bersyukur kepada-Nya dan merasa dirinya terikat dengan rahmat itu. Kemudian ia mengeluarkan hak orang lain atau hak Allah yang ada dalam hartanya itu, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Ayub:\n\nDan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami. (Al-Anbiya‘/21: 83-84)\n\nOrang yang beriman tidak akan bersedih hati dan putus asa terhadap urusan dunia yang luput darinya, dan tidak akan berpengaruh pada jiwanya, karena ia yakin kepada Qada dan Qadar Allah. Belum tentu yang dikira buruk itu, buruk pula di sisi Allah, dan yang dikira baik itu, baik pula di sisi-Nya. Mungkin sebaliknya, yang dikira buruk itu, baik di sisi Allah dan yang kelihatannya baik itu adalah buruk di sisi Allah. Ia yakin benar hal yang demikian, karena dinyatakan Allah dalam firman-Nya:\n\nJika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya. (an-Nisa\\\\\\'/4: 19)\n\nAdapun orang kafir tidak mempunyai kepercayaan yang demikian. Mereka tidak percaya bahwa suka dan duka yang didatangkan Allah kepada seseorang merupakan cobaan Allah kepadanya. Mereka beranggapan bahwa hal itu merupakan malapetaka baginya. Ketika dalam keadaan senang dan gembira, mereka hanya melihat seakan-akan diri mereka sajalah yang ada, sedangkan yang lain tidak ada, sebagaimana firman Allah:\n\nManusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya. Dan jika Kami berikan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, “Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.” Maka sungguh, akan Kami beritahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan, dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka azab yang berat. (Fussilat/41: 49-50)" } } }, { "number": { "inQuran": 5396, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa massahul khairu manoo'aa" } }, "translation": { "en": "And when good touches him, withholding [of it],", "id": "dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5396", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5396.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5396.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan apabila mendapat kebaikan harta yaitu keluasan rezeki, dia menjadi sangat kikir,", "long": "Jika manusia ditimpa kesusahan, mereka tidak sabar dan tabah, kadang-kadang berputus asa. Akan tetapi, jika memperoleh rezeki dan karunia yang banyak dari Allah, ia menjadi kikir. Kegelisahan dan kekikiran itu timbul pada diri manusia lantaran mereka tidak beriman dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Ia merasa seakan-akan dirinya terpencil, tidak ada sesuatu pun yang dapat menolongnya dalam kesukaran itu. Namun apabila mendapat rezeki, ia merasa bahwa rezeki itu diperolehnya semata-mata karena usahanya sendiri, tanpa pertolongan dari orang lain. Mereka beranggapan bahwa rezeki dan karunia yang diperolehnya itu bukan karunia dari Allah. Oleh karena itu, timbullah sifat kikir. \n\nLain halnya dengan orang yang beriman. Ia percaya bahwa segala yang datang kepadanya merupakan ujian dan cobaan dari Allah, baik yang datang itu berupa penderitaan maupun kesenangan. Cobaan itu diberikan kepadanya untuk menguji dan menambah kuat imannya. Oleh karena itu, ia tetap tabah dan sabar dalam menerima semua cobaan, serta bertobat kepada Allah dengan tobat yang sesungguhnya jika ada kesalahan yang telah dilakukannya. Sebaliknya jika ia menerima rahmat dan karunia dari Allah, ia bersyukur kepada-Nya dan merasa dirinya terikat dengan rahmat itu. Kemudian ia mengeluarkan hak orang lain atau hak Allah yang ada dalam hartanya itu, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Ayub:\n\nDan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami. (Al-Anbiya\\'/21: 83-84)\n\nOrang yang beriman tidak akan bersedih hati dan putus asa terhadap urusan dunia yang luput darinya, dan tidak akan berpengaruh pada jiwanya, karena ia yakin kepada Qada dan Qadar Allah. Belum tentu yang dikira buruk itu, buruk pula di sisi Allah, dan yang dikira baik itu, baik pula di sisi-Nya. Mungkin sebaliknya, yang dikira buruk itu, baik di sisi Allah dan yang kelihatannya baik itu adalah buruk di sisi Allah. Ia yakin benar hal yang demikian, karena dinyatakan Allah dalam firman-Nya:\n\nJika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya. (an-Nisa\\'/4: 19)\n\nAdapun orang kafir tidak mempunyai kepercayaan yang demikian. Mereka tidak percaya bahwa suka dan duka yang didatangkan Allah kepada seseorang merupakan cobaan Allah kepadanya. Mereka beranggapan bahwa hal itu merupakan malapetaka baginya. Ketika dalam keadaan senang dan gembira, mereka hanya melihat seakan-akan diri mereka sajalah yang ada, sedangkan yang lain tidak ada, sebagaimana firman Allah:\n\nManusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya. Dan jika Kami berikan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, “Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.” Maka sungguh, akan Kami beritahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan, dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka azab yang berat. (Fussilat/41: 49-50)" } } }, { "number": { "inQuran": 5397, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illal musalleen" } }, "translation": { "en": "Except the observers of prayer -", "id": "kecuali orang-orang yang melaksanakan salat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5397", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5397.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5397.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali orang-orang yang melaksanakan salat dengan baik dan benar, sehingga dapat mengalahkan sifat negatif tersebut.", "long": "Demikian sifat-sifat manusia pada umumnya, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. Salat merupakan rukun Islam kedua; tanda yang membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir. Jika seseorang salat, berarti ia mempunyai hubungan dengan Tuhannya. Dia akan selalu teringat kepada Tuhannya. Sebaliknya jika ia tidak salat, ia akan lupa kepada Tuhannya sehingga hubungannya terputus.\n\nSungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (°aha/20: 14)\n\nJika orang benar-benar khusyuk dalam salatnya, berarti hati dan pikirannya tertuju kepada Allah semata. Dia merasa berhadapan langsung dengan Allah dalam salatnya. Timbul dalam hatinya takut karena dosa-dosa yang telah diperbuatnya di samping penuh harap akan limpahan pahala, rahmat, dan karunia-Nya. Oleh karena itu, ia berjanji dalam hatinya akan menjauhi dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Hatinya pasrah dan tenteram menyerahkan diri kepada-Nya. Orang yang salat secara demikian, akan terhindar dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar.\n\nBacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-‘Ankabµt/29: 45)\n\nDalam ayat ini disebutkan salat dalam arti yang umum, termasuk di dalamnya salat wajib yang lima waktu dan salat-salat sunah. Hal ini berarti bahwa semua salat yang diperintahkan Allah untuk dikerjakan dapat menghilangkan kegelisahan, menenteramkan hati, dan menambah kekuatan iman orang yang mengerjakannya. Sekalipun demikian, tentu salat yang paling diutamakan mengerjakannya ialah salat yang lima waktu.\n\nKemudian diteruskan bahwa salat itu selalu dikerjakan pada setiap waktu yang ditentukan, terus-menerus, tidak ada yang luput dikerjakan walaupun satu salat. Inilah syarat mengerjakan salat yang dapat menghilangkan kegelisahan hati dan kekikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 5398, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena hum 'alaa Salaatihim daaa'imoon" } }, "translation": { "en": "Those who are constant in their prayer", "id": "mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5398", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5398.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5398.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya secara istikamah,", "long": "Demikian sifat-sifat manusia pada umumnya, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. Salat merupakan rukun Islam kedua; tanda yang membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir. Jika seseorang salat, berarti ia mempunyai hubungan dengan Tuhannya. Dia akan selalu teringat kepada Tuhannya. Sebaliknya jika ia tidak salat, ia akan lupa kepada Tuhannya sehingga hubungannya terputus.\n\nSungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (Thaha/20: 14)\n\nJika orang benar-benar khusyuk dalam salatnya, berarti hati dan pikirannya tertuju kepada Allah semata. Dia merasa berhadapan langsung dengan Allah dalam salatnya. Timbul dalam hatinya takut karena dosa-dosa yang telah diperbuatnya di samping penuh harap akan limpahan pahala, rahmat, dan karunia-Nya. Oleh karena itu, ia berjanji dalam hatinya akan menjauhi dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Hatinya pasrah dan tenteram menyerahkan diri kepada-Nya. Orang yang salat secara demikian, akan terhindar dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar.\n\nBacalah Kitab (Al-Qur‘an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-‘Ankabµt/29: 45)\n\nDalam ayat ini disebutkan salat dalam arti yang umum, termasuk di dalamnya salat wajib yang lima waktu dan salat-salat sunah. Hal ini berarti bahwa semua salat yang diperintahkan Allah untuk dikerjakan dapat menghilangkan kegelisahan, menenteramkan hati, dan menambah kekuatan iman orang yang mengerjakannya. Sekalipun demikian, tentu salat yang paling diutamakan mengerjakannya ialah salat yang lima waktu.\n\nKemudian diteruskan bahwa salat itu selalu dikerjakan pada setiap waktu yang ditentukan, terus-menerus, tidak ada yang luput dikerjakan walaupun satu salat. Inilah syarat mengerjakan salat yang dapat menghilangkan kegelisahan hati dan kekikiran." } } }, { "number": { "inQuran": 5399, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0651\u064c \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Wallazeena feee amwaalihim haqqum ma'loom" } }, "translation": { "en": "And those within whose wealth is a known right", "id": "dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5399", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5399.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5399.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan orang-orang yang dalam hartanya yang diraihnya secara halal disiapkan bagian tertentu,", "long": "Di samping mengerjakan salat untuk mengingat dan menghambakan diri kepada Allah, manusia diperintahkan agar selalu meneliti harta yang telah dianugerahkan Allah kepadanya; apakah dalam harta itu telah atau belum ada hak orang miskin yang meminta-minta, dan orang miskin yang tidak mempunyai sesuatu apa pun. Jika ada hak mereka, ia segera mengeluarkannya karena dia percaya bahwa selama ada hak orang lain dalam hartanya itu, berarti hartanya belum suci.\n\nAmbillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. (at-Taubah/9: 103)\n\nDari perkataan ¥aqq ma‘lµm (bagian tertentu) dipahami bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah sedekah wajib, yaitu zakat. Hal ini diperkuat dengan penyebutannya dalam ayat ini diiringi dengan penyebutan salat. Di dalam Al-Qur‘an terdapat dua puluh tujuh tempat yang menyebutkan secara beriringan perintah mengerjakan salat dengan perintah mengerjakan zakat. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya mempunyai hubungan yang erat. Dengan salat, seorang dapat menyucikan dirinya dari segala perbuatan syirik dan terlarang, serta menyerahkan dan menghambakan diri hanya kepada Allah. Sedangkan dengan zakat, seseorang dapat menyucikan hartanya dari milik orang lain serta menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa harta yang dikaruniakan Allah itu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk jalan yang diridai-Nya. Harta itu hanya sebagai alat untuk mencari keridaan-Nya, bukan sebagai tujuan hidup. Dengan perkataan lain bahwa zakat adalah hasil dan perwujudan dari berhasilnya salat yang dikerjakan seseorang." } } }, { "number": { "inQuran": 5400, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062d\u0652\u0631\u064f\u0648\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Lissaaa 'ili walmahroom" } }, "translation": { "en": "For the petitioner and the deprived -", "id": "bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5400", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5400.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5400.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk diserahkan bagi orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta karena menjaga kehormatannya.", "long": "Di samping mengerjakan salat untuk mengingat dan menghambakan diri kepada Allah, manusia diperintahkan agar selalu meneliti harta yang telah dianugerahkan Allah kepadanya; apakah dalam harta itu telah atau belum ada hak orang miskin yang meminta-minta, dan orang miskin yang tidak mempunyai sesuatu apa pun. Jika ada hak mereka, ia segera mengeluarkannya karena dia percaya bahwa selama ada hak orang lain dalam hartanya itu, berarti hartanya belum suci.\n\nAmbillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. (at-Taubah/9: 103)\n\nDari perkataan ¥aqq ma‘lµm (bagian tertentu) dipahami bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah sedekah wajib, yaitu zakat. Hal ini diperkuat dengan penyebutannya dalam ayat ini diiringi dengan penyebutan salat. Di dalam Al-Qur‘an terdapat dua puluh tujuh tempat yang menyebutkan secara beriringan perintah mengerjakan salat dengan perintah mengerjakan zakat. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya mempunyai hubungan yang erat. Dengan salat, seorang dapat menyucikan dirinya dari segala perbuatan syirik dan terlarang, serta menyerahkan dan menghambakan diri hanya kepada Allah. Sedangkan dengan zakat, seseorang dapat menyucikan hartanya dari milik orang lain serta menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa harta yang dikaruniakan Allah itu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk jalan yang diridai-Nya. Harta itu hanya sebagai alat untuk mencari keridaan-Nya, bukan sebagai tujuan hidup. Dengan perkataan lain bahwa zakat adalah hasil dan perwujudan dari berhasilnya salat yang dikerjakan seseorang." } } }, { "number": { "inQuran": 5401, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0635\u064e\u062f\u0651\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena yusaddiqoona bi yawmid Deen" } }, "translation": { "en": "And those who believe in the Day of Recompense", "id": "dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5401", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5401.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5401.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, mereka mengimaninya dengan hati dan perbuatan, sehingga mempersiapkan bekal menghadapinya,", "long": "Orang yang tidak suka berkeluh kesah adalah orang yang menjalankan salat dan menunaikan zakat. Merekalah yang percaya adanya hari kiamat, adanya hidup setelah mati, dan waktu ditimbang semua amal perbuatan yang telah dikerjakan selama hidup di dunia. Amal baik dibalas dengan surga, sedangkan perbuatan jahat, yang tidak diridai Allah akan dibalas dengan neraka.\n\nOrang yang percaya akan adanya hari akhirat sangat yakin bahwa mereka pada hari itu akan mendapat pahala iman dan amal yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia. Mereka percaya bahwa hidup di akhiratlah hidup yang sebenarnya; sedangkan hidup di dunia hanyalah hidup sementara, untuk mempersiapkan diri bagi hidup di akhirat itu. Oleh karena itu, segala macam cobaan yang datang kepada mereka selama di dunia, dihadapi dengan tabah dan sabar. Mereka tidak pernah berkeluh-kesah, bagaimana pun cobaan yang diderita. Mereka tidak pula akan kikir untuk menolong sesamanya yang hidup dalam kepapaan dan penderitaan.\n\nTelah menjadi dasar bagi kebahagiaan hidup manusia ialah bahwa usahanya menghindarkan diri dari bahaya dan kemudaratan selalu lebih besar dan lebih didahulukan daripada usahanya untuk memperoleh kebahagiaan dan kemanfaatan. Akan tetapi, manusia dalam kehidupannya sehari-hari kadang-kadang lupa atau lalai terhadap dasar ini. Dia kadang-kadang cepat terpukau oleh sesuatu yang kelihatannya akan mendatangkan kebaikan atau memberi manfaat baginya. Maka dikerjakanlah sesuatu itu dengan tidak memperhitungkan atau mempertimbangkan kemudaratan yang akan ditimbulkannya. Akibatnya ia menderita dan sengsara. Itulah hukuman dan azab dari Tuhan atas kelalaian itu.\n\nAda kaidah Usul Fikih yang berbunyi:\n\nMenolak kemudaratan itu didahulukan daripada mengambil maslahat." } } }, { "number": { "inQuran": 5402, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0634\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum min 'azaabi Rabbihim mushfiqoon" } }, "translation": { "en": "And those who are fearful of the punishment of their Lord -", "id": "dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5402", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5402.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5402.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya, sehingga selalu berusaha melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.", "long": "Orang yang tidak suka berkeluh kesah adalah orang yang menjalankan salat dan menunaikan zakat. Merekalah yang percaya adanya hari kiamat, adanya hidup setelah mati, dan waktu ditimbang semua amal perbuatan yang telah dikerjakan selama hidup di dunia. Amal baik dibalas dengan surga, sedangkan perbuatan jahat, yang tidak diridai Allah akan dibalas dengan neraka.\n\nOrang yang percaya akan adanya hari akhirat sangat yakin bahwa mereka pada hari itu akan mendapat pahala iman dan amal yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia. Mereka percaya bahwa hidup di akhiratlah hidup yang sebenarnya; sedangkan hidup di dunia hanyalah hidup sementara, untuk mempersiapkan diri bagi hidup di akhirat itu. Oleh karena itu, segala macam cobaan yang datang kepada mereka selama di dunia, dihadapi dengan tabah dan sabar. Mereka tidak pernah berkeluh-kesah, bagaimana pun cobaan yang diderita. Mereka tidak pula akan kikir untuk menolong sesamanya yang hidup dalam kepapaan dan penderitaan.\n\nTelah menjadi dasar bagi kebahagiaan hidup manusia ialah bahwa usahanya menghindarkan diri dari bahaya dan kemudaratan selalu lebih besar dan lebih didahulukan daripada usahanya untuk memperoleh kebahagiaan dan kemanfaatan. Akan tetapi, manusia dalam kehidupannya sehari-hari kadang-kadang lupa atau lalai terhadap dasar ini. Dia kadang-kadang cepat terpukau oleh sesuatu yang kelihatannya akan mendatangkan kebaikan atau memberi manfaat baginya. Maka dikerjakanlah sesuatu itu dengan tidak memperhitungkan atau mempertimbangkan kemudaratan yang akan ditimbulkannya. Akibatnya ia menderita dan sengsara. Itulah hukuman dan azab dari Tuhan atas kelalaian itu.\n\nAda kaidah Usul Fikih yang berbunyi:\n\nMenolak kemudaratan itu didahulukan daripada mengambil maslahat." } } }, { "number": { "inQuran": 5403, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Inna 'azaaba Rabbihim ghairu maamoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the punishment of their Lord is not that from which one is safe -", "id": "sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5403", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5403.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5403.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman dari kedatangannya, sebab azab tersebut pasti datang.", "long": "Tidak satu pun di antara manusia yang merasa dirinya aman dari kedatangan azab Tuhannya. Oleh karena itu, ia berusaha agar dia terjauh dari azab itu dengan bertakwa kepada-Nya. Azab Tuhan hanya akan ditimpakan kepada orang yang tidak bertakwa kepada-Nya. Semua orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, mendirikan salat wajib, menunaikan zakat, dan percaya kepada adanya hari akhirat, hari dilaksanakan keadilan yang sesungguhnya, akan tenteram hatinya dan tidak merasa khawatir akan kedatangan azab Allah, sekalipun mereka belum dapat memastikan apakah mereka termasuk penghuni surga atau penghuni neraka. Yang menenteramkan hati orang yang beriman itu ialah iman dan amal saleh yang telah dikerjakan. Firman Allah:\n\nBarang siapa beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati. (al-Ma'idah/5: 69)\n\nDan firman-Nya:\n\nTidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (al-Baqarah/2: 112)" } } }, { "number": { "inQuran": 5404, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum lifuroo jihim haafizoon" } }, "translation": { "en": "And those who guard their private parts", "id": "dan orang-orang yang memelihara kemaluannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5404", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5404.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5404.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan sifat yang berfungsi untuk memelihara diri, kini diuraikan hal-hal yang harus dijauhi untuk menghindari keburuk-an. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya secara mantap dan sungguh-sungguh,", "long": "Dalam dua ayat ini diterangkan sifat manusia yang hatinya tenteram, tidak berkeluh kesah dan tidak kikir, yaitu orang yang menjaga kehormatannya dan tidak melakukan perbuatan zina. Mereka hanya melakukan apa yang telah dihalalkan, hanya menggauli istri-istri mereka atau dengan budak-budak perempuan yang telah mereka miliki.\n\nPerkataan fa innahum gairu malµm³n (maka sesungguhnya mereka tidak tercela) memberi pengertian bahwa hak mencampuri istri atau budak-budak yang dimiliki, bukanlah hak tanpa batas, melainkan harus disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan agama. Menurut agama Islam, hubungan suami istri adalah hubungan yang suci, hubungan yang diridai Allah, hubungan cinta kasih, hubungan yang dilatarbelakangi oleh keinginan mengikuti sunah Rasulullah, dan ingin memperoleh keturunan. Hubungan suami-istri mempunyai unsur-unsur ibadah. Hubungan ini dilukiskan dalam firman Allah:\n\nDihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. (Al-Baqarah/2: 187)\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nDari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwa Rasulullah saw bersabda, “Dunia itu adalah sesuatu yang menyenangkan, sebaik-baik harta benda kehidupan dunia itu ialah istri yang saleh.” (Riwayat Muslim)\n\nAyat ini memberikan petunjuk kepada suami-istri bahwa dalam melakukan hubungan dengan istri atau suami, tuan dengan budak perempuan, hendaklah dilakukan sedemikian rupa, sehingga dalam hubungan itu terdapat unsur-unsur ibadah, akhlak yang mulia, tata cara yang baik, dan sebagainya, sehingga dapat menjaga kemuliaan dan martabatnya sebagai seorang muslim. Tidak sekadar memenuhi hawa nafsu, keperluan biologis, atau seperti yang dilakukan oleh binatang, melainkan untuk tujuan yang agung.\n\nSurah Al-Ma‘arij ini Makkiyyah, jadi waktu itu belum ada ketentuan pernikahan seperti yang kemudian diatur dalam Surah an-Nisa‘/4: 24-25. Kata-kata au ma malakat aimanuhum yang terdapat dalam beberapa surah, sering diterjemahkan “atau budak-budak perempuan yang mereka miliki” Ayat ini memerlukan penjelasan, seperti dikemukakan oleh beberapa mufasir secara lebih mendalam, bahwa ma malakat aimanuhum ialah perempuan yang sudah bercerai dengan suaminya, yang sekarang menjadi miliknya (biasanya dari tawanan perang), dan harus dalam arti tawanan dalam perang jihad, di bawah perintah imam yang saleh dan adil dalam menghadapi lawan yang hendak menindas orang beriman. Tawanan perempuan itu boleh digauli, tetapi harus dengan dinikahi terlebih dulu, dan perkawinan itu bukan karena didorong oleh nafsu, melainkan untuk memelihara kesucian pihak perempuan, yang dalam hal ini berarti pihak suami menghindari perbuatan zina dan sekaligus mengangkat martabat perempuan dari status budak bekas tawanan perang (yang memang sudah berlaku umum waktu itu) menjadi perempuan mereka, tidak lagi berstatus budak. Kebiasaan tawanan perang semacam ini sekarang sudah tidak berlaku lagi\n\nJika seorang muslim telah dapat melakukan hubungan dengan istrinya atau dengan budaknya sesuai dengan tuntutan agama Islam, berarti ia telah dapat menguasai puncak hawa nafsunya, karena puncak hawa nafsu itu terletak dalam hubungan seperti antara laki-laki dan wanita. Jika mereka telah dapat melakukan yang demikian, maka mereka akan lebih dapat melakukan hal-hal yang lain yang lebih rendah tingkatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5405, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa 'alaaa azwaajihim aw maa malakat aymaanuhum fainnahum ghairu maloomeen" } }, "translation": { "en": "Except from their wives or those their right hands possess, for indeed, they are not to be blamed -", "id": "kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5405", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5405.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5405.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kecuali terhadap istri-istri pasangan-pasangan mereka yang sah menurut agama, atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela selama mereka lakukan tidak melanggar ketentuan agama.", "long": "Dalam dua ayat ini diterangkan sifat manusia yang hatinya tenteram, tidak berkeluh kesah dan tidak kikir, yaitu orang yang menjaga kehormatannya dan tidak melakukan perbuatan zina. Mereka hanya melakukan apa yang telah dihalalkan, hanya menggauli istri-istri mereka atau dengan budak-budak perempuan yang telah mereka miliki.\n\nPerkataan fa innahum gairu malµm³n (maka sesungguhnya mereka tidak tercela) memberi pengertian bahwa hak mencampuri istri atau budak-budak yang dimiliki, bukanlah hak tanpa batas, melainkan harus disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan agama. Menurut agama Islam, hubungan suami istri adalah hubungan yang suci, hubungan yang diridai Allah, hubungan cinta kasih, hubungan yang dilatarbelakangi oleh keinginan mengikuti sunah Rasulullah, dan ingin memperoleh keturunan. Hubungan suami-istri mempunyai unsur-unsur ibadah. Hubungan ini dilukiskan dalam firman Allah:\n\nDihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. (Al-Baqarah/2: 187)\n\nRasulullah saw bersabda:\n\nDari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwa Rasulullah saw bersabda, “Dunia itu adalah sesuatu yang menyenangkan, sebaik-baik harta benda kehidupan dunia itu ialah istri yang saleh.” (Riwayat Muslim)\n\nAyat ini memberikan petunjuk kepada suami-istri bahwa dalam melakukan hubungan dengan istri atau suami, tuan dengan budak perempuan, hendaklah dilakukan sedemikian rupa, sehingga dalam hubungan itu terdapat unsur-unsur ibadah, akhlak yang mulia, tata cara yang baik, dan sebagainya, sehingga dapat menjaga kemuliaan dan martabatnya sebagai seorang muslim. Tidak sekadar memenuhi hawa nafsu, keperluan biologis, atau seperti yang dilakukan oleh binatang, melainkan untuk tujuan yang agung.\n\nSurah Al-Ma‘arij ini Makkiyyah, jadi waktu itu belum ada ketentuan pernikahan seperti yang kemudian diatur dalam Surah an-Nisa‘/4: 24-25. Kata-kata au ma malakat aimanuhum yang terdapat dalam beberapa surah, sering diterjemahkan “atau budak-budak perempuan yang mereka miliki” Ayat ini memerlukan penjelasan, seperti dikemukakan oleh beberapa mufasir secara lebih mendalam, bahwa ma malakat aimanuhum ialah perempuan yang sudah bercerai dengan suaminya, yang sekarang menjadi miliknya (biasanya dari tawanan perang), dan harus dalam arti tawanan dalam perang jihad, di bawah perintah imam yang saleh dan adil dalam menghadapi lawan yang hendak menindas orang beriman. Tawanan perempuan itu boleh digauli, tetapi harus dengan dinikahi terlebih dulu, dan perkawinan itu bukan karena didorong oleh nafsu, melainkan untuk memelihara kesucian pihak perempuan, yang dalam hal ini berarti pihak suami menghindari perbuatan zina dan sekaligus mengangkat martabat perempuan dari status budak bekas tawanan perang (yang memang sudah berlaku umum waktu itu) menjadi perempuan mereka, tidak lagi berstatus budak. Kebiasaan tawanan perang semacam ini sekarang sudah tidak berlaku lagi\n\nJika seorang muslim telah dapat melakukan hubungan dengan istrinya atau dengan budaknya sesuai dengan tuntutan agama Islam, berarti ia telah dapat menguasai puncak hawa nafsunya, karena puncak hawa nafsu itu terletak dalam hubungan seperti antara laki-laki dan wanita. Jika mereka telah dapat melakukan yang demikian, maka mereka akan lebih dapat melakukan hal-hal yang lain yang lebih rendah tingkatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5406, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famanib taghaa waraaa'a zaalika fa ulaaa'ika humul 'aadoon" } }, "translation": { "en": "But whoever seeks beyond that, then they are the transgressors -", "id": "Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5406", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5406.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5406.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka barangsiapa mencari pelampiasan hawa nafsunya di luar itu seperti zina, homoseks, dan lesbian, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas ajaran agama dan moral, maka wajar dicela atau disiksa.", "long": "Barang siapa yang berbuat di luar ketentuan-ketentuan tersebut, misalnya berzina, melakukan homoseksual atau lesbian, mereka adalah orang-orang yang melampaui batas.\n\nDalam ayat yang sebelum ini, diterangkan bahwa di antara syarat menghilangkan suka berkeluh kesah dan sifat kikir ialah menjaga kehormatan dan kemuliaan diri, yaitu hanya dengan mencampuri istri atau budak yang dimiliki. Selain dari itu, dengan menjauhi perbuatan-perbuatan yang dapat mendorong atau mempercepat orang melakukan perbuatan yang terlarang itu, seperti pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita, dan sebagainya. Oleh karena itu, Allah menegaskan dalam firman-Nya:\n\nKatakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (an-Nµr/24: 30)\n\nDalam ayat ini dapat dipahami bahwa Allah memerintahkan agar kaum Muslimin memelihara pandangannya adalah untuk menjaga diri dari perbuatan zina." } } }, { "number": { "inQuran": 5407, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum li amaa naatihim wa 'ahdihim raa'oon" } }, "translation": { "en": "And those who are to their trusts and promises attentive", "id": "Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5407", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5407.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5407.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mengecam siapa yang melampaui batas, kini diteruskan dengan memuji orang yang akan meraih surg.. Dan orang-orang yang memelihara amanat yang dipikulkan atas mereka oleh Allah atau oleh manusia, dan yang memenuhi janjinya,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan syarat-syarat lain yang dapat menghilangkan sifat suka berkeluh-kesah dan kikir, yaitu memelihara amanat yang dipercayakan kepadanya, baik berupa amanat Allah, seperti wajib beriman, mengerjakan salat, menunaikan zakat, mengerjakan haji, berjihad, dan sebagainya, maupun amanat manusia terhadap dirinya, seperti memelihara kemaluan, memenuhi janji, dan sebagainya. Amanat ialah suatu perjanjian untuk memelihara sesuatu yang dilakukan oleh hamba kepada Tuhannya, dirinya sendiri, dan orang lain.\n\nSanggup memelihara amanat termasuk salah satu dari sifat orang muslim, dan sifat ini pulalah yang membedakan orang mukmin dari orang munafik. Nabi Muhammad bersabda:\n\nNabi Muhammad bersabda, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu: apabila ia berkata, ia berdusta, apabila ia berjanji, ia ingkar (menyalahinya), dan apabila ia diberi amanat, ia berkhianat.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 5408, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0634\u064e\u0647\u064e\u0627\u062f\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum bishahaadaatihim qaaa'imoon" } }, "translation": { "en": "And those who are in their testimonies upright", "id": "dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5408", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5408.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5408.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan mereka juga orang-orang yang berpegang teguh dengan sungguh-sungguh pada kesaksiannya, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan diri, keluarga atau kelompok,", "long": "Maksud kalimat “orang yang berpegang teguh dengan kesaksiannya” yang terdapat dalam ayat ini ialah orang yang mau melaksanakan kesaksian bila diperlukan dan bila menjadi saksi, ia melakukannya dengan benar, tidak berbohong, tidak mengubah atau menyembunyikan sesuatu dalam kesaksiannya itu. Firman Allah:\n\nDan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena barang siapa menyembunyikannya, sungguh, hatinya kotor (berdosa). Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Baqarah/2: 283)\n\nManusia juga diperintahkan untuk melaksanakan kesaksian guna menegakkan keadilan dengan tujuan mencari keridaan Allah, bukan untuk suatu maksud yang berlawanan dengan ajaran-Nya. \n\nPersaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. (Al-Alaq/65: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 5409, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallazeena hum 'alaa salaatihim yuhaafizoon" } }, "translation": { "en": "And those who [carefully] maintain their prayer:", "id": "dan orang-orang yang memelihara salatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5409", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5409.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5409.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan juga orang-orang yang memelihara salatnya, baik menyangkut waktu pelaksanannya, syarat, rukun dan wajibnya serta sunah-sunahnya.", "long": "Selain yang telah disebutkan di atas, masih ada satu hal lagi yang dapat menghilangkan sifat suka berkeluh kesah dan sifat kikir, yaitu selalu memelihara salat. Pengertian memelihara salat dalam ayat ini ialah:\n\n1. Berusaha melengkapi syarat-syarat salat dengan baik dan sempurna, seperti meneliti pakaian yang dipakai sehingga tidak terdapat najis, berwudu dengan baik, dan mengenyampingkan segala sesuatu yang dapat menghilangkan atau mengurangi kekhusyukan.\n\n2. Berusaha melaksanakan semua rukun salat dengan baik dan sempurna.\n\n3. Berusaha khusyuk.\n\n4. Berusaha melaksanakan salat wajib yang lima waktu.\n\n5. Berusaha melaksanakan salat pada awal waktunya." } } }, { "number": { "inQuran": 5410, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 502, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika fee jannaatim mukramoon" } }, "translation": { "en": "They will be in gardens, honored.", "id": "Mereka itu dimuliakan di dalam surga." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5410", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5410.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5410.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang melaksanakan amal-amal itu dimuliakan di dalam surga dan mereka kekal di dalamnya.", "long": "Manusia yang mempunyai sifat-sifat di atas akan mendapat balasan surga di akhirat dan orang yang bersifat demikian akan dapat mengikis sifat suka berkeluh kesah dan sifat kikir dari hatinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5411, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0642\u0650\u0628\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0645\u064f\u0647\u0652\u0637\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa lil lazeena kafaroo qibalaka muhti'een" } }, "translation": { "en": "So what is [the matter] with those who disbelieve, hastening [from] before you, [O Muhammad],", "id": "Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5411", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5411.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5411.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penjelasan telah disampaikan ayat-ayat telah dibacakan, tetapi kaum kafir tetap durhaka. Kelompok ayat ini mengecam sikap keras kepala mereka. Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu,", "long": "Menurut sebahagian ahli tafsir, ayat ini berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah saw salat dan membaca Al-Qur‘an di dekat Ka‘bah. Lalu orang-orang musyrik berkumpul berkelompok-kelompok di dekatnya sambil mengejek dan mengatakan bahwa mereka lebih pantas masuk surga daripada kaum Muslimin, karena mereka lebih mulia.\n\nOrang-orang musyrik Mekah yang datang kepada Nabi bergegas duduk di kanan dan di kiri beliau untuk mendengar dan memperhatikan ayat-ayat yang beliau baca, seakan-akan mereka mengimaninya. Bila mendengar Nabi saw membaca Al-Qur‘an, mereka memelototkan mata seperti orang ketakutan. Mereka duduk di kanan-kiri Rasulullah berkelompok-kelompok dan seakan-akan memperhatikan ayat-ayat yang dibacakan itu. Mereka juga mengangguk-anggukkan kepala, tetapi maksud mereka sesungguhnya untuk menghina Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5412, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0639\u0650\u0632\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Anil yameeni wa 'anish shimaali 'izeen" } }, "translation": { "en": "[To sit] on [your] right and [your] left in separate groups?", "id": "dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5412", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5412.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5412.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "wahai Muhammad, sambil terus menerus memandangmu dari arah kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?", "long": "Menurut sebahagian ahli tafsir, ayat ini berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah saw salat dan membaca Al-Qur‘an di dekat Ka‘bah. Lalu orang-orang musyrik berkumpul berkelompok-kelompok di dekatnya sambil mengejek dan mengatakan bahwa mereka lebih pantas masuk surga daripada kaum Muslimin, karena mereka lebih mulia.\n\nOrang-orang musyrik Mekah yang datang kepada Nabi bergegas duduk di kanan dan di kiri beliau untuk mendengar dan memperhatikan ayat-ayat yang beliau baca, seakan-akan mereka mengimaninya. Bila mendengar Nabi saw membaca Al-Qur‘an, mereka memelototkan mata seperti orang ketakutan. Mereka duduk di kanan-kiri Rasulullah berkelompok-kelompok dan seakan-akan memperhatikan ayat-ayat yang dibacakan itu. Mereka juga mengangguk-anggukkan kepala, tetapi maksud mereka sesungguhnya untuk menghina Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5413, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0627\u0645\u0652\u0631\u0650\u0626\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u064e\u0644\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0646\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Ayatma'u kullum ri'im minhum anyyudkhala jannata Na'eem" } }, "translation": { "en": "Does every person among them aspire to enter a garden of pleasure?", "id": "Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5413", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5413.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5413.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan seperti kaum mukmin? Semestinya yang datang kepada Nabi Muhammad itu yang bersedia mengikuti ajarannya,", "long": "Allah mengatakan bahwa perbuatan orang-orang musyrik itu sangat mengherankan. Apakah mereka berbuat demikian karena ingin masuk surga? Hal itu tidak mungkin karena mereka mengingkari ayat-ayat Al-Qur'an itu. Allah menyediakan surga hanya bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bukan untuk orang-orang kafir seperti mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5414, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 29, "page": 569, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaaa innaa khalaq nahum mimmaa ya'lamoon" } }, "translation": { "en": "No! Indeed, We have created them from that which they know.", "id": "Tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5414", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5414.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5414.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak mungkin, sekali-kali tidak akan masuk surga mereka itu! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui yaitu dari setetes mani yang mereka jijik melihatnya. Faktor lahiriah tersebut tidak mungkin mengantar mereka masuk surga, tetapi keimananlah yang dapat mengantarkan mereka masuk surga.", "long": "Mereka beranggapan akan masuk surga, karena merasa lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang beriman. Akan tetapi, anggapan mereka itu salah karena mereka dijadikan dari air mani seperti juga halnya seluruh manusia, tak ada bedanya. Tidak ada keistimewaan seseorang atas yang lain dan Allah tidak membeda-bedakannya. Hanya yang membedakan derajat seorang manusia dengan manusia yang lain hanya iman dan amal. Hal demikian itu adalah hukum Allah dan tidak seorang pun yang dapat mengubahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5415, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Falaaa uqsimu bi Rabbil mashaariqi wal maghaaribi innaa laqaadiroon" } }, "translation": { "en": "So I swear by the Lord of [all] risings and settings that indeed We are able", "id": "Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5415", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5415.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5415.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "40-41. Ayat ini untuk menegaskan kemahakuasaan Allah. Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang, sungguh Kami benar-benar Mahakuasa atas segala sesuatu,", "long": "Allah bersumpah dengan diri-Nya sebagai Tuhan penguasa dan pemilik alam semesta beserta seluruh isinya, untuk menegaskan bahwa Dia kuasa menghancurkan mereka seketika dan menggantinya dengan umat lain yang lebih baik dari mereka. Tidak seorang pun yang dapat menolak kehendak-Nya atau menghindarkan diri dari azab yang akan ditimpakan itu. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nTidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah mencipta­kan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu), dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah. (Ibrahim/14: 19-20) \n\nPada akhir ayat ini, ditegaskan bahwa Allah tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun yang telah ditetapkan azab baginya. Mereka tidak akan dapat menghindarinya sebagaimana diterangkan-Nya dalam firman-Nya yang lain:\n\nAtaukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu! (al-‘Ankabµt/29: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 5416, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0633\u0652\u0628\u064f\u0648\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Alaaa an nubaddila khairam minhum wa maa Nahnu bimasbooqeen" } }, "translation": { "en": "To replace them with better than them; and We are not to be outdone.", "id": "untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5416", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5416.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5416.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Kami pasti mampu untuk mengganti mereka yang kafir itu dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.", "long": "Allah bersumpah dengan diri-Nya sebagai Tuhan penguasa dan pemilik alam semesta beserta seluruh isinya, untuk menegaskan bahwa Dia kuasa menghancurkan mereka seketika dan menggantinya dengan umat lain yang lebih baik dari mereka. Tidak seorang pun yang dapat menolak kehendak-Nya atau menghindarkan diri dari azab yang akan ditimpakan itu. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nTidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah mencipta­kan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu), dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah. (Ibrahim/14: 19-20) \n\nPada akhir ayat ini, ditegaskan bahwa Allah tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun yang telah ditetapkan azab baginya. Mereka tidak akan dapat menghindarinya sebagaimana diterangkan-Nya dalam firman-Nya yang lain:\n\nAtaukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu! (al-‘Ankabµt/29: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 5417, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0644\u0652\u0639\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u064a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fazarhum yakhoodoo wa yal'aboo hattaa yulaaqoo yaw mahumul lazee yoo'adoon" } }, "translation": { "en": "So leave them to converse vainly and amuse themselves until they meet their Day which they are promised -", "id": "Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5417", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5417.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5417.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, wahai Nabi Muhammad, biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main dalam kesesatan dengan menghabiskan waktu melakukan aktifitas yang tidak bermanfaat sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka.", "long": "Ayat ini merupakan peringatan keras kepada kaum musyrikin yang selalu menentang dan mengingkari seruan Nabi Muhammad. Berbagai macam cara telah dilakukan untuk menyadarkan, namun mereka tetap ingkar. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk membiarkan orang-orang musyrik itu mengingkari seruannya, agar mereka tenggelam dalam kesesatan dan lalai oleh kesenangan hidup yang mereka nikmati. Mereka pasti mati dan kemudian dibangkitkan pada hari Kiamat. Pada hari itu, barulah mereka mengetahui kebenaran risalah yang telah disampaikan Nabi saw kepada mereka, yaitu ketika mereka diminta mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5418, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062c\u0652\u062f\u064e\u0627\u062b\u0650 \u0633\u0650\u0631\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064f\u0635\u064f\u0628\u064d \u064a\u064f\u0648\u0641\u0650\u0636\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma yakhrujoona minal ajdaasi siraa'an ka anna hum ilaa nusubiny yoofidoon" } }, "translation": { "en": "The Day they will emerge from the graves rapidly as if they were, toward an erected idol, hastening.", "id": "(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5418", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5418.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5418.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hari yang diancamkan kepada mereka itu yaitu pada hari ketika mereka, orang-orang kafir yang meminta disegerakan azab, keluar dari kubur menyambut panggilan malaikat yang ditugaskan Allah dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala yang mereka sembah sewaktu di dunia,", "long": "Pada hari Kiamat itu, mereka dihidupkan kembali dan dibangkitkan dari kubur. Mereka datang dengan tergesa-gesa untuk memenuhi panggilan yang memanggil mereka waktu itu dengan harapan panggilan itu berisi sesuatu yang menyenangkan. Mereka datang tergesa-gesa sebagaimana ketika mereka datang untuk menyembah berhala mereka dulu waktu di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5419, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 503, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0647\u064e\u0642\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0630\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u064c \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Khaashi'atan absaaruhum tarhaquhum zillah; zaalikal yawmul lazee kaanoo yoo'adoon" } }, "translation": { "en": "Their eyes humbled, humiliation will cover them. That is the Day which they had been promised.", "id": "pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5419", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5419.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5419.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka bergegas dan pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka yang dahulu ketika di dunia selalu mereka olok-olokkan bahkan mereka meminta disege-rakan.", "long": "Pada hari yang dijanjikan itu, orang-orang musyrik berlarian dengan kepala tertunduk menuju pengadilan Allah. Itulah hari yang pernah diperingatkan Allah kepada mereka. Hari itu adalah hari yang penuh kesengsaraan dan penderitaan. Pada hari itu tidak ada suatu pun yang dapat memberi pertolongan selain Allah." } } } ] }, { "number": 71, "sequence": 71, "numberOfVerses": 28, "name": { "short": "نوح", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0646\u0648\u062d", "transliteration": { "en": "Nooh", "id": "Nuh" }, "translation": { "en": "Noah", "id": "Nuh" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat An Nahl. Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan da'wah dan doa Nabi Nuh a.s." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5420, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0648\u062d\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064c \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Innaaa arsalnaa Noohan ilaa qawmihee an anzir qawmaka min qabli any yaatiyahum 'azaabun aleem" } }, "translation": { "en": "Indeed, We sent Noah to his people, [saying], \"Warn your people before there comes to them a painful punishment.\"", "id": "Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5420", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5420.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5420.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada penutup surah sebelumnya diuraikan tentang ancaman siksa yang akan diterima kaum yang durhaka. Di awal surah ini diuraikan kisah Nabi Nuh dan kaumnya sebagai peringatan bagi siapa saja termasuk kaum musyrik Mekah, apabila durhaka maka bagi Allah mudah untuk mengazabnya. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dengan perintah, “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk menyampaikan agama-Nya, supaya mereka takut kepada azab-Nya yang dahsyat sebelum saatnya tiba, serta beriman dan mengikuti ajarannya.\n\nNabi Nuh adalah nabi dan rasul Allah yang ketiga setelah Adam dan Idris. Beliau diutus kepada kaumnya yang menyembah berhala. Allah memerintahkan Nuh agar berdakwah kepada kaumnya itu supaya mereka beriman kepada-Nya dan menghentikan penyembahan berhala. Allah mengancam bahwa jika mereka tidak mengindahkan peringatan itu, mereka akan ditimpa azab yang dahsyat sebagai akibat keingkaran mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5421, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Qaala yaa qawmi innee lakum nazeerum mubeen" } }, "translation": { "en": "He said, \"O my people, indeed I am to you a clear warner,", "id": "Dia (Nuh) berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5421", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5421.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5421.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh melaksanakan perintah Allah tersebut. Dia Nuh berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan akan azab Allah yang menjelaskan peringatan itu kepada kamu", "long": "Nuh segera berdakwah untuk melaksanakan tugas kerasulannya. Ia mengatakan bahwa ia benar-benar rasul Allah untuk mengajak mereka beriman dan meninggalkan penyembahan berhala." } } }, { "number": { "inQuran": 5422, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Ani'udul laaha watta qoohu wa atee'oon" } }, "translation": { "en": "[Saying], 'Worship Allah, fear Him and obey me.", "id": "(yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5422", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5422.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5422.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu sembahlah Allah Yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, bertakwalah kepada-Nya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dan taatlah kepadaku.", "long": "Dalam ayat ini, diterangkan isi seruan Nabi Nuh, yaitu:\n\n1.Hendaklah mereka menyembah Allah saja, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Dalam perintah menyembah Allah yang disampaikan Nuh itu, terkandung isyarat agar mereka mengerjakan segala yang wajib, dan menghentikan segala yang diharamkan. Dari perintah Allah untuk hanya menyembah-Nya, dapat dipahami bahwa agama yang dianut kaum Nuh itu adalah agama syirik.\n\n2.Hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, yaitu melaksanakan semua yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.\n\n3.Menaati segala yang diperintahkan dan dilarangnya, karena apa yang ia perintahkan dan larang itu berasal dari Allah. Menaati Nuh berarti menaati Allah. Untuk dapat beribadah dengan baik kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, kaum Nuh perlu mengikuti penjelasan dan contoh yang diberikan Nabi Nuh." } } }, { "number": { "inQuran": 5423, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u0650\u0631\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064b\u0649 \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064f \u06d6 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yaghfir lakum min zunoobikum wa yu'akhkhirkum ilaaa ajalim musammaa; innaa ajalal laahi izaa jaaa'a laa yu'akhkhar; law kuntum ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Allah will forgive you of your sins and delay you for a specified term. Indeed, the time [set by] Allah, when it comes, will not be delayed, if you only knew.' \"", "id": "niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5423", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5423.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5423.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kalau kamu lakukan itu semua niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu yaitu dengan memanjangkan umurmu untuk kemaslahatanmu sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda sedikit pun, seandainya kamu mengetahui hal itu maka tentu kamu akan menjadi orang yang beriman.”", "long": "Dalam ayat ini, diterangkan janji Allah kepada kaum Nuh bila mereka mematuhi seruannya, yaitu:\n\n1.Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka. Dosa-dosa mereka karena menyembah berhala-berhala itu akan terhapus oleh keimanan mereka. \n\n1.Allah akan memanjangkan umur mereka. Sekalipun umur mereka telah ditentukan, namun jika mereka beriman, Allah akan memanjangkan umur mereka dan menghentikan azab yang akan dijatuhkan kepada mereka. Melakukan yang demikian itu merupakan perkara yang mudah bagi Allah, karena Dia Mahakuasa dan Maha Menentukan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.\n\nSehubungan dengan masalah menangguhkan kedatangan ajal, yakni memanjang umur yang disebut dalam ayat ini, sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Allah akan mengubah takdir yang telah ditentukan-Nya, jika Dia menghendakinya. Oleh karena itu, taat kepada Allah, melakukan perbuatan-perbuatan takwa, dan menghubungkan silaturrahim dapat memanjangkan umur manusia. Nabi Muhammad bersabda:\n\nDari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda: Barang siapa menghendaki diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menjalin silaturrahim. (Riwayat al-Bukhari)\n\nHal ini akan lebih jelas maksudnya jika dihubungkan dengan ilmu jiwa. Menurut ilmu jiwa, ada hubungan timbal-balik antara jasmani seseorang dengan rohaninya. Kesehatan rohani besar pengaruhnya terhadap kesehatan jasmani, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, orang dikatakan sehat jika jasmani dan rohaninya sehat. Pada umumnya orang yang tekun mengerjakan amal saleh dan menghubungkan silaturrahim adalah orang yang sehat rohaninya. Dengan perkataan lain, takwa kepada Allah dapat menghilangkan penyakit-penyakit rohani. Jika rohani sehat, tentulah jasmani sehat pula dan umur pun akan panjang.\n\nPada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa apabila Ia telah menetapkan ajal seseorang atau semua manusia, setelah ikhtiarnya, maka kedatangannya itu tidak dapat ditangguhkan atau tidak pula dapat dipercepat sesaat pun." } } }, { "number": { "inQuran": 5424, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u064a \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala rabbi innee da'awtu qawmee lailanw wa naharaa" } }, "translation": { "en": "He said, \"My Lord, indeed I invited my people [to truth] night and day.", "id": "Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5424", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5424.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5424.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ajakan Nabi Nuh tidak disambut dengan baik oleh kaumnya, maka dia Nabi Nuh mengadu kepada Allah, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku untuk beriman kepada-Mu dengan berbagai cara, dan itu kulakukan siang dan malam terus menerus,", "long": "Nabi Nuh mengeluhkan sikap kaumnya kepada Allah bahwa sekalipun ia sudah menyeru umatnya siang dan malam, tetapi mereka tetap tidak menghiraukannya. Bahkan, mereka semakin diseru, semakin menjauh dan lari dari seruan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5425, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0632\u0650\u062f\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falam yazid hum du'aaa 'eee illaa firaaraa" } }, "translation": { "en": "But my invitation increased them not except in flight.", "id": "tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5425", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5425.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5425.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "tetapi seruanku itu tidak menambah iman dan kebaikan mereka, justru mereka lari menjauh dari kebenaran.", "long": "Nabi Nuh mengeluhkan sikap kaumnya kepada Allah bahwa sekalipun ia sudah menyeru umatnya siang dan malam, tetapi mereka tetap tidak menghiraukannya. Bahkan, mereka semakin diseru, semakin menjauh dan lari dari seruan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5426, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0622\u0630\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0627 \u062b\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u0650\u0643\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa inee kullamaa da'awtuhum litaghfira lahum ja'alooo asaabi'ahum fee aazaanihim wastaghshaw siyaabahum wa asaarroo wastakbarus tikbaaraa" } }, "translation": { "en": "And indeed, every time I invited them that You may forgive them, they put their fingers in their ears, covered themselves with their garments, persisted, and were arrogant with [great] arrogance.", "id": "Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5426", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5426.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5426.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka untuk beriman kepada ajaran-Mu agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya karena enggan untuk mendengar bahkan membenci seruanku itu, dan menutupkan bajunya ke wajahnya sehingga tidak melihatku dan mereka tetap keras kepala mengingkari dan sangat menyombongkan diri sehingga tidak mempan dengan segala cara yang kulakukan.", "long": "Nabi Nuh juga mengeluhkan bahwa setiap kali ia menyeru mereka agar beriman dan tidak lagi menyembah berhala-berhala agar dosa-dosa mereka diampuni, mereka menyumbatkan jari-jari mereka ke lubang telinga agar tidak mendengar seruannya. Mereka bahkan menutupi muka masing-masing supaya tidak melihatnya. Hal ini didorong oleh kebencian mereka terhadapnya. Lebih dari itu, mereka juga semakin ingkar dan sombong." } } }, { "number": { "inQuran": 5427, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u0650\u0647\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa innee da'aw tuhum jihaara" } }, "translation": { "en": "Then I invited them publicly.", "id": "Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5427", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5427.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5427.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh melanjutkan pengaduannya kepada Allah. Lalu sesungguhnya aku telah menyeru mereka dengan cara terang-terangan dengan suara yang jelas dan di hadapan umum.", "long": "Nabi Nuh mengadukan kepada Allah bahwa segala upaya telah ia lakukan supaya mereka beriman. Ia telah menyeru mereka secara terang-terangan di hadapan umum, dan adakalanya dengan dua cara sekaligus, yaitu mengajak mereka secara bersama di depan umum, dan mendekati mereka seorang demi seorang secara pribadi. Akan tetapi, mereka tetap menampik dan menolak seruan itu.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Nabi Nuh telah melaksanakan tugas tanpa menghiraukan bahaya yang dapat mengancam jiwanya. Nuh sangat cinta kepada kaumnya, dan beliau ingin mereka beriman supaya terhindar dari azab Allah. Dan ia telah melaksanakan tugasnya dengan penuh pengabdian kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5428, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0646\u062a\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0633\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summaa inneee a'lantu lahum wa asrartu lahum israaraa" } }, "translation": { "en": "Then I announced to them and [also] confided to them secretly", "id": "Kemudian aku menyeru mereka secara terbuka dan dengan diam-diam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5428", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5428.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5428.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian pada kesempatan lain aku menyeru mereka dengan dua cara sekaligus yaitu secara terbuka dan dengan diam-diam.", "long": "Nabi Nuh mengadukan kepada Allah bahwa segala upaya telah ia lakukan supaya mereka beriman. Ia telah menyeru mereka secara terang-terangan di hadapan umum, dan adakalanya dengan dua cara sekaligus, yaitu mengajak mereka secara bersama di depan umum, dan mendekati mereka seorang demi seorang secara pribadi. Akan tetapi, mereka tetap menampik dan menolak seruan itu.\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa Nabi Nuh telah melaksanakan tugas tanpa menghiraukan bahaya yang dapat mengancam jiwanya. Nuh sangat cinta kepada kaumnya, dan beliau ingin mereka beriman supaya terhindar dari azab Allah. Dan ia telah melaksanakan tugasnya dengan penuh pengabdian kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5429, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 570, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u063a\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Faqultus taghfiroo Rabakam innahoo kaana Ghaffaaraa" } }, "translation": { "en": "And said, 'Ask forgiveness of your Lord. Indeed, He is ever a Perpetual Forgiver.", "id": "maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5429", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5429.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5429.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itu semua telah kulakukan maka aku pun berkata kepada mereka, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu atas segala dosa terutama dosa syirik. Sungguh, Dia Maha Pengampun bagi siapa saja yang tulus memohon ampunan-Nya.\"", "long": "Nuh menyeru kaumnya agar memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa mereka menyembah berhala. Bila mereka memohon ampunan, maka Allah pasti akan mengabulkannya, karena Ia Maha Pengampun. Keimanan mereka akan menghapus dosa-dosa syirik yang telah mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 5430, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yursilis samaaa'a 'alaikum midraaraa" } }, "translation": { "en": "He will send [rain from] the sky upon you in [continuing] showers", "id": "niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5430", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5430.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5430.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Kalau kamu benar-benar memohon ampunan-Nya niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,", "long": "Nabi Nuh menyampaikan kepada kaumnya janji Allah bila mereka beriman kepada-Nya, yaitu:\n\n1.Allah akan menurunkan hujan lebat yang akan menyuburkan tanah mereka dan memberikan hasil yang berlimpah sehingga mereka akan makmur.\n\n2.Allah akan menganugerahkan kepada mereka kekayaan yang berlimpah.\n\n3.Allah akan menganugerahkan anak-anak yang banyak untuk melanjutkan keturunan mereka, sehingga tidak punah.\n\n4.Allah akan menyuburkan kebun-kebun mereka, sehingga memberi hasil yang berlimpah.\n\n5.Allah akan memberi mereka sungai-sungai dan irigasi untuk mengairi kebun-kebun mereka, sehingga subur dan hijau.\n\nJanji Allah kepada umat Nuh sangat cocok dengan masyarakat waktu itu. Umat Nabi Nuh adalah nenek moyang umat manusia sekarang. Kebudayaan mereka masih dalam taraf permulaan kebudayaan manusia. Akan tetapi, janji Allah itu tidak menarik hati mereka sedikit pun. Hal ini menunjukkan keingkaran mereka yang sangat hebat. \n\nJanji Allah itu mengandung isyarat bahwa Ia menyuruh mereka mempergunakan akal pikiran. Mereka seakan-akan disuruh memikirkan kegunaan hujan bagi mereka. Hujan akan menyuburkan bumi tempat mereka berdiam, menghasilkan tanam-tanaman dan buah-buahan yang mereka perlukan. Sebagian hasil pertanian itu bisa mereka makan dan sebagian lainnya dijual, sehingga menambah kekayaan mereka. Hujan akan mengalirkan air menjadi sungai-sungai yang bermanfaat bagi mereka. Jika mereka mau menggunakan pikiran seperti itu, mereka tentu akan sampai kepada kesimpulan tentang siapa yang menurunkan hujan dan menyuburkan bumi sehingga menghasilkan keperluan-keperluan hidup mereka. Akhirnya, mereka tentu akan sampai kepada suatu kesimpulan sebagaimana seruan yang disampaikan Nuh kepada mereka, yaitu beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan yang menciptakan semua keperluan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5431, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0652\u062f\u0650\u062f\u0652\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yumdidkum bi am waalinw wa baneena wa yaj'al lakum Jannaatinw wa yaj'al lakum anhaaraa" } }, "translation": { "en": "And give you increase in wealth and children and provide for you gardens and provide for you rivers.", "id": "dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5431", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5431.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5431.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan pula kebun-kebun untukmu yang dapat kamu nikmati keindahan dan buahnya dan mengadakan sungai-sungai untukmu guna mengairi kebun dan memberi minum ternakmu.”", "long": "Nabi Nuh menyampaikan kepada kaumnya janji Allah bila mereka beriman kepada-Nya, yaitu:\n\n1.Allah akan menurunkan hujan lebat yang akan menyuburkan tanah mereka dan memberikan hasil yang berlimpah sehingga mereka akan makmur.\n\n2.Allah akan menganugerahkan kepada mereka kekayaan yang berlimpah.\n\n3.Allah akan menganugerahkan anak-anak yang banyak untuk melanjutkan keturunan mereka, sehingga tidak punah.\n\n4.Allah akan menyuburkan kebun-kebun mereka, sehingga memberi hasil yang berlimpah.\n\n5.Allah akan memberi mereka sungai-sungai dan irigasi untuk mengairi kebun-kebun mereka, sehingga subur dan hijau.\n\nJanji Allah kepada umat Nuh sangat cocok dengan masyarakat waktu itu. Umat Nabi Nuh adalah nenek moyang umat manusia sekarang. Kebudayaan mereka masih dalam taraf permulaan kebudayaan manusia. Akan tetapi, janji Allah itu tidak menarik hati mereka sedikit pun. Hal ini menunjukkan keingkaran mereka yang sangat hebat. \n\nJanji Allah itu mengandung isyarat bahwa Ia menyuruh mereka mempergunakan akal pikiran. Mereka seakan-akan disuruh memikirkan kegunaan hujan bagi mereka. Hujan akan menyuburkan bumi tempat mereka berdiam, menghasilkan tanam-tanaman dan buah-buahan yang mereka perlukan. Sebagian hasil pertanian itu bisa mereka makan dan sebagian lainnya dijual, sehingga menambah kekayaan mereka. Hujan akan mengalirkan air menjadi sungai-sungai yang bermanfaat bagi mereka. Jika mereka mau menggunakan pikiran seperti itu, mereka tentu akan sampai kepada kesimpulan tentang siapa yang menurunkan hujan dan menyuburkan bumi sehingga menghasilkan keperluan-keperluan hidup mereka. Akhirnya, mereka tentu akan sampai kepada suatu kesimpulan sebagaimana seruan yang disampaikan Nuh kepada mereka, yaitu beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan yang menciptakan semua keperluan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5432, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Maa lakum laa tarjoona lillaahi waqaaraa" } }, "translation": { "en": "What is [the matter] with you that you do not attribute to Allah [due] grandeur", "id": "Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5432", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5432.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5432.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi Nuh menasihati kaumnya seperti dijelaskan di atas dan beliau melanjutkan nasihatnya. Mengapa kamu tidak mengagungkan Allah dengan sebenarnya dan tidak takut akan kebesaran Allah?", "long": "Nabi Nuh menasihati kaumnya bahwa mereka seharusnya mengakui kekuasaan Allah yang Mahabesar. Mereka juga seharusnya berharap agar dimuliakan Allah dengan beriman kepada-Nya. Akan tetapi, hal itu tetap tidak mereka lakukan." } } }, { "number": { "inQuran": 5433, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0637\u0652\u0648\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qad khalaqakum at waaraa" } }, "translation": { "en": "While He has created you in stages?", "id": "Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5433", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5433.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5433.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian dan pertumbuhan yaitu dari nutfah, segumpal daging, kemudian menjadi janin dan bentuk yang sempurna sebagai manusia.", "long": "Nabi Nuh mengingatkan lagi kebesaran dan kekuasaan Allah yang terdapat di dalam diri mereka, yaitu bahwa mereka diciptakan-Nya secara bertahap. Dari setetes air mani, kemudian menjadi zigot, darah, seberkas lempeng daging dan tulang, janin, dan kemudian dilahirkan. Dari bayi yang tidak tahu suatu apa pun, mereka menjadi manusia dewasa, berketurunan, dan akhirnya meninggal dunia. Berdasarkan kekuasaan Allah itu, mereka seharusnya beriman kepada-Nya.\n\nTahap-tahap kejadian manusia yang menunjukkan kekuasaan Allah itu dinyatakan pula dalam ayat-ayat lain:\n\nDialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti. (al-Mu'min/40: 67)\n\nDalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (al-Mu'minun/23: 12-14)\n\nSecara ilmiah, tahapan penciptaan manusia itu dapat dijelaskan sebagai berikut: \n\n1.Tingkat sari pati tanah, ketika manusia belum bisa disebut sebagai apa-apa. Mohon dilihat kembali penjelasan tentang \"sari pati tanah pada telaah ilmiah Surah al-hijr/15 ayat 26, 28, dan 33.\n\n2.Tingkat nuthfah. Ketika semua sari pati tanah, masuk ke dalam tubuh kita, kemudian digunakan oleh tubuh sebagai 'starting materials dalam proses metabolisme pembentukan nuthfah di dalam sel-sel reproduksi. Nuthfah diterjemahkan sebagai air mani atau setetes mani. Pengertian harfiahnya adalah tetes atau bagian kecil dari fluida (cairan kental, konsentrat). Dalam dunia sains, merupakan konsentrasi fluida yang mengandung sperma. Disebut pula sebagai nuthfatun amsyaj atau setetes mani yang bercampur. Ini mengandung arti percampuran dua nuthfah atau benih, yaitu dari pihak laki-laki (sperma) dan dari pihak wanita (sel telur, ovarium). Dalam Surah al-Insan/76:2, tampak sekali bahwa hanya satu tetes mani (satu sperma) yang bercampur (membuahi) ovarium. Ini sangat bersesuaian dengan ilmu embryology. Nuthfah disebut pula sebagai air yang hina (ma'in mahin, al-Mursalat/77: 20) atau air yang terpancar (ma'in dafiq, ath-thariq/86: 6). Yang pertama, menyiratkan tentang hakikat keluarnya air mani melalui alat genetalia, yang kesehariannya untuk membuang kotoran (urine). Yang terakhir ini menunjukkan proses masuknya nutfah (sperma) ke dalam rahim.\n\n3.Tingkat 'alaqah. 'Alaqah merupakan bentuk perkembangan pra-embrionik, yang terjadi setelah percampuran sel mani (sperma) dan sel telur. Moore dan Azzindani (1982) menjelaskan bahwa 'alaqah dalam Bahasa Arab berarti lintah (leech) atau suatu suspensi (suspended thing) atau segumpal darah (a clot of blood). Lintah merupakan binatang tingkat rendah, berbentuk seperti buah pir, dan hidup dengan cara menghisap darah. Jadi 'alaqah merupakan tingkatan (stadium) embrionik, yang berbentuk seperti buah pir, di mana sistem kardiovaskuler (sistem pembuluh-jantung) sudah mulai tampak, dan hidupnya tergantung dari darah ibunya, mirip dengan lintah. 'Alaqah terbentuk sekitar 24-25 hari sejak pembuahan. Jika jaringan pra-embrionik 'alaqah ini diambil keluar (digugurkan), memang tampak seperti segumpal darah (a blood clot like).\n\n4.Tingkat Mudhgah. 'Alaqah yang terbentuk sekitar 24-25 hari setelah pembuahan, kemudian berkembang menjadi mudhgah pada hari ke 26-27, dan berakhir sebelum hari ke-42. Cepatnya perubahan dari 'alaqah ke mudhgah terlihat dalam penggunaan kata fa pada surah 23:14. Dalam bahasa Arab kata fa menunjukkan rangkaian perubahan yang cepat. Secara umum, mudhgah diterjemahkan sebagai 'segumpal daging. Mudhgah merupakan tingkatan embrionik yang berbentuk seperti 'kunyahan permen karet, yang menunjukkan permukaan yang tidak teratur. Mudhgah atau 'segumpal daging terdiri dari sel-sel atau jaringan-jaringan yang telah mengalami diferensiasi maupun yang belum mengalami diferensiasi. sebagaimana dapat dilihat pada penjelasan pada Surah al-hajj/22: 5 di atas oleh Moore dan Azzadani. Pada ayat 5, surah al-hajj/22, dijelaskan: \"....,kemudian dari segumpal daging (mudhgah) yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim,...\" Moore dan Azzindani (1982), menerjemahkan dengan kalimat \"....,kemudian dari segumpal daging (mudhgah) yang telah terdiferensiasi dan yang belum terdiferensiasi, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim,...\" . Memang hakikat dari mudhgah, terdiri dari sel-sel atau jaringan/organ yang telah mengalami diferensiasi maupun yang belum.\n\n5.Tingkat pembentukkan tulang. Setelah tingkat mudhgah inilah, mulai dibentuk tulang. Ini sangat bersesuaian sekali dengan embryology modern dewasa ini.\n\n6.Tingkat pembungkusan tulang oleh daging, Janin mulai terbentuk.\n\n7.Tingkat bayi dalam kandungan, merupakan perkembangan lanjutan dari Tingkat ke-6 di atas. Kemudian dilanjutkan dengan penyempurnaan pembentukan manusia. Wallahu a'lam bi as-sawab\n\nDemikianlah perjalanan hidup manusia yang menunjukkan bahwa kejadian manusia itu melalui proses yang rumit dan rentan. Oleh karena itu, terwujudnya mereka di alam ini hendaknya disyukuri dengan beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5434, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u064d \u0637\u0650\u0628\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam taraw kaifa khalaqal laahu sab'a samaawaatin tibaaqaa" } }, "translation": { "en": "Do you not consider how Allah has created seven heavens in layers", "id": "Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5434", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5434.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5434.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ajakan kepada manusia untuk memperhatikan dirinya, ayat ini melanjutkan untuk memperhatikan alam raya. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit yang indah serta berlapis-lapis?", "long": "Dalam ayat ini, Nuh meminta kaumnya agar memperhatikan langit yang terdiri atas tujuh tingkat. Ayat ini dapat berarti khusus untuk kaum Nuh dan dapat pula berarti umum (untuk seluruh manusia) karena ayat ini menggunakan kata-kata alam tarau (tidakkah kamu memperhatikan). Memperhatikan di sini artinya dengan mempergunakan pikiran. Oleh karena itu, cara memperhatikan yang diperintahkan adalah dengan cara yang lazim digunakan dunia ilmu pengetahuan.\n\nAyat ini berarti khusus untuk umat Nabi Nuh maksudnya adalah mereka seharusnya mempergunakan pancaindra dan akal dalam mengamati alam ini. Dengan pengamatan demikian, mereka juga bisa mengetahui betapa besar dan hebat alam ini. Bahwa langit itu begitu luas dan bertingkat-tingkat juga dapat mereka pahami menurut pemahaman mereka yang sederhana. Mereka seharusnya mengakui kebesaran Allah dengan beriman kepada-Nya.\n\nAyat ini juga berlaku secara umum, yaitu ditujukan kepada umat Nabi Muhammad sampai sekarang dan masa yang akan datang. Sampai sekarang pun para ahli tafsir belum dapat memastikan \"langit\" yang terdiri atas tujuh tingkat itu. Tapi tentang \"langit\" itu tidak mustahil akan ditemukan oleh generasi yang akan datang. Mengenai langit, ayat lain menginformasikan:\n\nDan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman? (al-Anbiya'/21: 30)\n\nApa yang baru dapat dipahami oleh para ilmuwan sekarang adalah bahwa alam semesta ini terjadi dari satu massa yang amat padat, kemudian meledak, dan memunculkan galaksi-galaksi, tata surya, planet-planet, dan sebagainya. Akan tetapi, itu pun masih merupakan teori yang disebut teori big bang (ledakan besar).\n\nDari ayat ini dapat dipahami bahwa perintah memikirkan dan merenungkan kekuasaan dan kebesaran Allah itu tertuju kepada seluruh manusia, baik yang tinggi tingkat pengetahuannya maupun yang masih rendah. Seluruh manusia sanggup dan mampu melakukannya, sehingga menambah kuat imannya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.\n\nAyat ini juga mengajarkan kepada manusia mengenai cara mengenal dan mencari agama-Nya, yaitu dengan merenungkan kejadian alam ini. Dengan perenungan itu, manusia akan sampai kepada Penciptanya. Pencipta alam ini tentulah Yang Mahatahu dan Mahakuasa, bukan sesuatu yang tidak tahu apa-apa dan tidak berdaya sama sekali. Dialah yang menentukan segala sesuatu, Yang Maha Esa, tidak berserikat dengan sesuatu apa pun. Oleh karena itu, agama yang benar adalah agama yang mengakui keesaan Tuhan dan ibadah yang benar ialah ibadah yang langsung ditujukan kepada-Nya, tidak menggunakan perantara dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 5435, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0646\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064e \u0633\u0650\u0631\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ja'alal qamara feehinna nooranw wa ja'alash shamsa siraajaa" } }, "translation": { "en": "And made the moon therein a [reflected] light and made the sun a burning lamp?", "id": "Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5435", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5435.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5435.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di sana di langit yang indah itu Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita yang cemerlang?", "long": "Nabi Nuh menerangkan kepada kaumnya bahwa Allah yang disembah itu menciptakan bulan bercahaya dan matahari bersinar. Dari ayat itu dapat dipahami bahwa:\n\n1.Matahari memancarkan sinar sendiri, sedang bulan mendapat cahaya dari matahari. Cahaya yang dipancarkan bulan berasal dari sinar matahari yang dipantulkannya ke bumi. Oleh karena itu, sinar matahari lebih keras dan terang dari cahaya bulan.\n\n2.Sinar dan cahaya itu berguna bagi manusia, tetapi bentuk kegunaannya berbeda-beda.\n\nAyat yang membedakan cahaya dan sinar dari dua benda langit, matahari dan bulan telah berkali-kali dikemukakan. Bintang mempunyai sumber sinar, sedangkan planet tidak. Penjelasan mengenai hal ini dapat dilihat pada Surah Yunus/10: 5. Uraian mengenai hal ini secara ilmiah adalah demikian:\n\nDalam membicarakan benda-benda angkasa, Al-Qur'an juga sudah membedakan bintang dan planet. Bintang adalah benda langit yang memancarkan sinar, sedangkan planet hanya memantulkan sinar yang diterima dari bintang. \n\nDialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Yunus/10: 5)\n\nMatahari adalah benda angkasa terbesar dalam tata surya kita. Ia merupakan gumpalan gas yang berpijar, dengan garis tengah sekitar 1,4 juta km. Jarak rata-rata antara titik pusat bumi dan matahari sekitar 150 juta km. Di pusat matahari, suhu mencapai sekitar 20.0000C.\n\nDalam ilmu astronomi, matahari merupakan benda langit yang digolongkan ke dalam jenis bintang. Di jagad raya ini terdapat miliaran, bahkan triliunan bintang. Matahari adalah salah satunya. Bintang merupakan benda langit yang memancarkan sinar karena di permukaan maupun bagian dalam bintang masih berlangsung reaksi-reaksi nuklir hidrogen yang dahsyat. Hasil reaksi inilah yang menimbulkan pancaran sinar. Sedangkan 10 benda langit yang mengorbit matahari, termasuk di dalamnya bumi (dan bulan yang mengorbit bumi), digolongkan ke dalam jenis planet.\n\nJumlah bintang diperkirakan lebih dari 6 miliar, bahkan boleh jadi mencapai 100 miliar. Akan tetapi, hanya sekitar 6.000 bintang yang dapat diamati dengan mata telanjang. Suhu, warna, ukuran, dan kepadatan bintang bervariasi. Bintang yang terpanas umumnya berwarna putih kebiruan. Suhu permukaannya dapat mencapai 20.0000C. Sedangkan yang kurang panas berwarna kuning, sebagaimana matahari. Ukurannya ada yang melebihi ribuan atau jutaan kali ukuran Matahari. Adapun jarak bintang terdekat dari tata surya adalah 4.000 tahun cahaya. Apabila kecepatan cahaya 186.000 mil per detik, maka jarak bintang terdekat tersebut mencapai 104 x 109 mil. Cahaya bintang terdekat ke tata surya, Alpha Centauri, memerlukan waktu 4 tahun untuk mencapai bumi. Sedang bintang \"terjauh\", Riga, cahayanya baru mencapai bumi lebih dari 1.000 tahun kemudian. Bandingkan dengan cahaya matahari yang mencapai bumi dalam hanya 4 menit saja.\n\nPlanet dapat dikategorikan sebagai bintang yang telah 'mati. Permukaannya telah mendingin, dan berubah menjadi padatan. Planet tidak memancarkan sinar. Akan tetapi, apabila ia disinari oleh satu sumber sinar (misal matahari), maka ia akan memantulkannya, sehingga tampak seperti bercahaya. Dengan demikian, kata 'bercahaya dapat diartikan sebagai dapat dilihat oleh mata karena memantulkan sinar yang diterima dari sumber sinar. Bulan bercahaya karena memantulkan sinar yang diterimanya dari matahari." } } }, { "number": { "inQuran": 5436, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallaahu ambatakum minal ardi nabaataa" } }, "translation": { "en": "And Allah has caused you to grow from the earth a [progressive] growth.", "id": "Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5436", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5436.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5436.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah disinggung tentang penciptaan langit, kini diuraikan tentang bumi. Dan Allah menumbuhkan yaitu menciptakan kamu dari tanah, tumbuh berangsur-angsur dalam keadaan yang sangat menakjubkan,", "long": "Nabi Nuh selanjutnya menerangkan kepada kaumnya bahwa Allah Yang Maha Esa dan wajib disembah itu adalah Tuhan yang membuat manusia tumbuh dengan nutrisi yang berasal dari tanah. Di samping itu, manusia juga diciptakan dari tanah yaitu dari mani dan ovum yang terbentuk dari makanan yang berasal dari tanah. \n\nDari mani dan ovum yang terbentuk dari nutrisi yang berasal dari tanah itu terjadi pembuahan, kemudian mereka tumbuh menjadi manusia seperti tumbuhnya tanaman. Tanaman dalam perjalanan hidupnya mengalami berbagai macam proses, manusia juga demikian. Umat kaum Nuh tidak mengambil pelajaran dari proses penciptaan manusia itu. Mereka tetap mengingkari Tuhan dan tidak mempercayai kebesaran-Nya. Inilah yang diingatkan oleh Nabi Nuh kepada mereka dalam ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5437, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Summa yu'eedukum feehaa wa ukhrijukum ikhraajaa" } }, "translation": { "en": "Then He will return you into it and extract you [another] extraction.", "id": "kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5437", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5437.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5437.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kemudian setelah berakhir pertumbuhan yaitu tiba saat kematian, Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya, yaitu tanah, dan mengeluarkan kamu pada hari Kiamat dengan pasti.", "long": "Nabi Nuh juga menerangkan kepada kaumnya bahwa mereka akan mati dan akan dikembalikan ke dalam tanah atau dikuburkan. Selanjutnya mereka akan dikeluarkan dari tanah itu pada hari Kiamat untuk diminta pertanggungjawabannya. Karena adanya pertanggungjawaban itu, mereka seharusnya beriman dan berbuat baik dalam kehidupan di dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5438, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u0650\u0633\u064e\u0627\u0637\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wallaahu ja'ala lakumul arda bisaataa" } }, "translation": { "en": "And Allah has made for you the earth an expanse", "id": "Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5438", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5438.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5438.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu dapat menetap di sana dengan nyaman,", "long": "Allah menegaskan lagi nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia, yaitu Dia telah menciptakan bumi luas dan datar sehingga mereka dapat menjalankan kehidupan dengan mudah. Dengan datarnya permukaan bumi, manusia dapat membuat jalan sehingga mereka dapat menjelajahi bumi sampai ke tempat-tempat yang jauh letaknya.\n\nAyat-ayat ini menggambarkan bahwa bumi telah dijadikan Allah relatif datar (plane), terlepas dari fakta bahwa di bumi banyak gunung yang dijadikan sebagai tiang pancang permukaan bumi, dan fakta bahwa 70% dari permukaan bumi berupa permukaan laut. Namun demikian, profil permukaan bumi relatif lebih rata dan mulus dibandingkan dengan planet atau benda-benda langit lainnya di alam semesta. Menurut para ahli, kondisi bumi termasuk permukaannya sangat sesuai dengan kondisi kehidupan dan kenyamanan manusia yang menghuninya. Allah dengan kerahmanan-Nya telah mengkondisikan permukaan bumi sehingga manusia menikmati kenyamanan kehidupan di dunia. Mengapa Allah menjadikan permukaan bumi datar (sebagai hamparan)? Sebabnya ialah supaya manusia dapat menjelajahi jalan-jalannya. Ini berarti bahwa Allah mengharapkan manusia agar mempelajari dan mengeksplorasi seluruh permukaan maupun kandungan perut bumi. Yang dimaksud dengan \"menjalani jalan-jalan\" ini ialah bukan hanya secara fisik menjelajahi permukaan bumi, tapi juga secara ilmiah. Untuk mencapai atau menghasilkan pengetahuan manusia perlu mengembara, menjelajahi seraya mengamati seluruh seluk beluk dan semua pelosok bumi, agar bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah di permukaan bumi. Akumulasi pengetahuan manusia mengenai bumi disebut ilmu bumi, dan pada perkembangan lebih lanjut manusia perlu mempelajari ilmu bumi dan juga ilmu-ilmu kebumian serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan untuk dapat mengelola bumi ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5439, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 504, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u062a\u064e\u0633\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0628\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0641\u0650\u062c\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Litaslukoo minhaa subulan fijaajaa" } }, "translation": { "en": "That you may follow therein roads of passage.' \"", "id": "agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5439", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5439.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5439.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas, sehingga dapat memenuhi kebutuhanmu.", "long": "Allah menegaskan lagi nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia, yaitu Dia telah menciptakan bumi luas dan datar sehingga mereka dapat menjalankan kehidupan dengan mudah. Dengan datarnya permukaan bumi, manusia dapat membuat jalan sehingga mereka dapat menjelajahi bumi sampai ke tempat-tempat yang jauh letaknya.\n\nAyat-ayat ini menggambarkan bahwa bumi telah dijadikan Allah relatif datar (plane), terlepas dari fakta bahwa di bumi banyak gunung yang dijadikan sebagai tiang pancang permukaan bumi, dan fakta bahwa 70% dari permukaan bumi berupa permukaan laut. Namun demikian, profil permukaan bumi relatif lebih rata dan mulus dibandingkan dengan planet atau benda-benda langit lainnya di alam semesta. Menurut para ahli, kondisi bumi termasuk permukaannya sangat sesuai dengan kondisi kehidupan dan kenyamanan manusia yang menghuninya. Allah dengan kerahmanan-Nya telah mengkondisikan permukaan bumi sehingga manusia menikmati kenyamanan kehidupan di dunia. Mengapa Allah menjadikan permukaan bumi datar (sebagai hamparan)? Sebabnya ialah supaya manusia dapat menjelajahi jalan-jalannya. Ini berarti bahwa Allah mengharapkan manusia agar mempelajari dan mengeksplorasi seluruh permukaan maupun kandungan perut bumi. Yang dimaksud dengan \"menjalani jalan-jalan\" ini ialah bukan hanya secara fisik menjelajahi permukaan bumi, tapi juga secara ilmiah. Untuk mencapai atau menghasilkan pengetahuan manusia perlu mengembara, menjelajahi seraya mengamati seluruh seluk beluk dan semua pelosok bumi, agar bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah di permukaan bumi. Akumulasi pengetahuan manusia mengenai bumi disebut ilmu bumi, dan pada perkembangan lebih lanjut manusia perlu mempelajari ilmu bumi dan juga ilmu-ilmu kebumian serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan untuk dapat mengelola bumi ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5440, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 505, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064c \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0635\u064e\u0648\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0632\u0650\u062f\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0633\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qaala Noohur Robbi innahum 'asawnee wattaba'oo mal lam yazid hu maaluhoo wa waladuhooo illaa khasaara" } }, "translation": { "en": "Noah said, \"My Lord, indeed they have disobeyed me and followed him whose wealth and children will not increase him except in loss.", "id": "Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5440", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5440.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5440.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Nabi Nuh yang dinasihati dengan aneka cara itu tidak bergeming, tetap saja membangkang, maka Nabi Nuh pun kembali mengadu kepada Allah. Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka yang kuseru untuk beriman itu durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti pemuka-pemuka masyarakat yaitu orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya kelak di akhirat.\"", "long": "Nuh mengadu kepada Allah bahwa umatnya tetap durhaka kepadanya. Mereka tidak mau mengikuti seruannya, dan tetap mengikuti pemimpin-pemimpin mereka yang terdiri dari orang-orang kaya, yang mempunyai harta dan anak-anak yang banyak. Akan tetapi, harta itu hanya digunakan untuk berfoya-foya. Anak-anak mereka juga tidak dididik dengan baik, sehingga bila dewasa nanti, mereka menjadi sesat dan jahat" } } }, { "number": { "inQuran": 5441, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 505, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0643\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064f\u0628\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa makaroo makran kubbaaraa" } }, "translation": { "en": "And they conspired an immense conspiracy.", "id": "dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5441", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5441.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5441.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka para pemuka masyarakat itu melakukan tipu daya yang sangat besar untuk menghalangiku menyampaikan dakwah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa para pembesar dan pemimpin umat Nabi Nuh, melakukan segala macam tipu muslihat untuk menghambat dan menghancurkan agama yang dibawa Nabi Nuh. Di antaranya adalah dengan menghalangi dan mengancam orang-orang yang hendak mengikuti seruan Nuh, memperkuat kedudukan berhala, dan bahkan menghasut masyarakat untuk menganiaya Nabi Nuh." } } }, { "number": { "inQuran": 5442, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 505, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0646\u0651\u064e \u0622\u0644\u0650\u0647\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0648\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u064f\u0648\u062b\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0639\u064f\u0648\u0642\u064e \u0648\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaaloo laa tazarunna aalihatakum wa laa tazarunna Waddanw wa laa Suwaa'anw wa laa Yaghoosa wa Ya'ooqa wa Nasraa" } }, "translation": { "en": "And said, 'Never leave your gods and never leave Wadd or Suwa' or Yaghuth and Ya'uq and Nasr.", "id": "Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagus, Ya‘uq dan Nasr.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5442", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5442.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5442.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mere-ka memprovokasi masyarakat dengan berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan tuhan-tuhan kamu dan untuk menegaskan larangannya itu mereka menyebut satu demi satu tuhan-tuhan yang mereka sembah sambil lebih tegas lagi menyatakan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagùš, Ya‘ùq dan Nasr. Itu semua adalah nama-nama berhala yang terbesar pada kabilah-kabilah kaum Nuh, yang semula nama-nama orang saleh.", "long": "Pembesar-pembesar umat Nabi Nuh meminta kaumnya agar tidak meninggalkan tuhan-tuhan yang telah disembah nenek moyang mereka dahulu. Mereka disuruh untuk tetap menyembah berhala-berhala mereka yaitu, wadd, suwa', yuguts, ya'uq dan nasr.\n\nKelima berhala tersebut merupakan berhala yang paling dihormati di antara sekian banyak berhala kabilah-kabilah kaum Nuh. Masing-masing kabilah juga mempunyai berhala-berhala sendiri yang berbeda-beda satu sama lain. Dari sinilah para ulama berpendapat bahwa agama syirik mulai berkembang pada zaman Nabi Nuh. Sebelumnya, yaitu pada masa Nabi Adam dan Idris, belum ada keyakinan syirik ataupun penyembahan berhala.\n\nPenyembahan kepada banyak berhala itu kemudian turun kepada bangsa Arab. Oleh karena itu, bangsa Arab juga memiliki berhala-berhala yang dinamai dengan nama-nama yang pernah dipakai oleh umat Nuh.\n\nMenurut riwayat al-Bukhari, Ibnu al-Mundhir, dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu 'Abbas bahwa ia berkata, \"Kemudian berhala-berhala itu pindah kepada bangsa Arab, maka Wadd menjadi berhala kabilah Kalb, Suwa' menjadi berhala kabilah Hudhail, Yaguts menjadi berhala kabilah Murad yang kemudian berpindah kepada kabilah Guthaif; Ya'uq menjadi berhala kabilah Hamdan, dan Nasr menjadi adalah nama berhala kabilah Himyar.\"\n\nDi samping itu, juga terdapat berhala-berhala selain tersebut dalam ayat di atas yang disembah oleh umat Nuh, yang kemudian berpindah pula kepada bangsa Arab, seperti al-Lat, berhala kaum tsaqif di tha'if; al-'Uzza, berhala kabilah Sulaim, Gathfan, dan Jusyam; Manah, berhala kabilah Khuza'ah di Qudaid; Asaf, Na'ilah, dan Hubal, berhala-berhala yang disembah penduduk Mekah. Hubal adalah berhala yang terbesar dan teragung, menurut mereka, yang diletakkan di atas Ka'bah. Berhala-berhala itu mereka buat sendiri untuk disembah.\n\nPerpindahan berhala-berhala itu dari bangsa-bangsa lain ke bangsa Arab seperti diisyaratkan oleh riwayat di atas menunjukkan bahwa ajaran monoteisme yang dibawa oleh Nabi Muhammad berlaku atau bersifat universal. Ajaran itu tidak hanya untuk bangsa Arab, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain." } } }, { "number": { "inQuran": 5443, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 505, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qad adalloo kasee ranw wa laa tazidiz zaalimeena illaa dalaalaa" } }, "translation": { "en": "And already they have misled many. And, [my Lord], do not increase the wrongdoers except in error.\"", "id": "Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5443", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5443.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5443.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, mereka dengan menggunakan berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak orang serta menyimpangkan dari fitrah kesucian mereka. dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim sudah mendarah daging itu selain kesesatan.", "long": "Para pembesar dan pemimpin umat Nabi Nuh telah menyesatkan masyarakatnya dari jalan Allah dan mempengaruhi mereka dengan berbagai macam tipu muslihat, sehingga mereka mengikutinya. Dengan demikian, orang-orang yang datang sesudah mereka kemudian mengikuti jejak mereka, sampai kepada orang-orang Arab Jahiliah.\n\nDoa Nabi Ibrahim berikut mengindikasikan bahwa penyembahan berhala itu terus berlangsung sampai ke zamannya. Oleh karena itulah, ia berdoa kepada Allah agar anak cucunya terhindar dari meyembah berhala tersebut. Firman Allah:\n\nDan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, \"Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barang siapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.\" (Ibrahim/14: 35-36)\n\nPada akhir ayat ini, Nuh berdoa agar Allah menambah kesesatan kaumnya itu. Hal itu ia lakukan karena mereka sudah zalim, yaitu ingkar dan semakin ingkar ketika dinasihati. Doa itu dimohonkan Nabi Nuh setelah melihat bahwa kaumnya tidak mungkin lagi dinasihati dengan cara apa pun." } } }, { "number": { "inQuran": 5444, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 505, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0637\u0650\u064a\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064f\u063a\u0652\u0631\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0635\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Mimmaa khateee' aatihim ughriqoo fa udkhiloo Naaran falam yajidoo lahum min doonil laahi ansaaraa" } }, "translation": { "en": "Because of their sins they were drowned and put into the Fire, and they found not for themselves besides Allah [any] helpers.", "id": "Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5444", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5444.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5444.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menyambut doa Nabi Nuh dan menjelaskan mengapa mereka disiksa. Disebabkan oleh kesalahan-kesalahan mereka, maka mereka ditenggelamkan oleh banjir besar yang dikirim Allah kepada para pendurhaka itu, lalu segera setelah Kiamat datang mereka dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menenggelamkan umat Nabi Nuh yang zalim itu dengan banjir yang luar biasa besarnya. Semua itu disebabkan keingkaran dan dosa mereka kepada Allah. Dalam keadaan demikian, tidak seorang pun yang dapat menghindarkan mereka dari azab Allah. Bahkan berhala yang mereka sembah itu tidak dapat menolong diri dari kehancuran, apalagi menolong orang lain. Di akhirat nanti, mereka akan dijebloskan ke dalam neraka Jahanam.\n\nDalam ayat-ayat yang sebelumnya, seperti dalam Surah Hud, telah diterangkan bahwa setelah Nabi Nuh berpendapat bahwa kaumnya tidak mungkin memperkenankan seruannya, maka atas wahyu Allah, beliau mulai membuat kapal. Setelah kapal selesai, banjir pun datang, sehingga Nuh dan keluarganya beserta orang-orang yang beriman dengannya dapat diselamatkan dengan kapal itu" } } }, { "number": { "inQuran": 5445, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 505, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0646\u064f\u0648\u062d\u064c \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u062f\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaala Noohur Rabbi laa tazar 'alal ardi minal kaafireena daiyaaraa" } }, "translation": { "en": "And Noah said, \"My Lord, do not leave upon the earth from among the disbelievers an inhabitant.", "id": "Dan Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5445", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5445.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5445.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini merekam kembali doa Nabi Nuh. Dan Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan, seorang pun di antara orang-orang kafir yang sudah mendarah daging dan mantap kekafirannya itu tinggal di atas bumi.", "long": "Pada waktu terjadinya banjir itu, Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar Dia memusnahkan seluruh orang-orang kafir dengan menenggelamkan mereka. Permohonan Nuh ini dikabulkan Allah.\n\nAlasan Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar memusnahkan seluruh orang-orang kafir adalah:\n\n1.Jika di antara mereka ada yang dibiarkan hidup, mereka tetap akan berusaha menyesatkan manusia.\n\n2.Jika di antara mereka ada yang dibiarkan hidup, mereka akan menurunkan anak-anak yang kafir pula dan akan berusaha menjadikan orang-orang lain menjadi kafir.\n\nNabi Nuh berkesimpulan bahwa orang-orang kafir yang berada di zamannya itu tidak mungkin lagi akan beriman. Kesimpulannya ini didasarkan pada pengalamannya menyeru mereka selama 950 tahun. Oleh karena itulah, dia berdoa kepada Tuhan agar seluruh orang kafir itu ditenggelamkan tanpa meninggalkan seorang pun di antara mereka.\n\nPada ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nDan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya. (al-Anbiya'/21: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 5446, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 505, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0644\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062c\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaka in tazarhum yudil loo 'ibaadaka wa laa yalidooo illaa faajiran kaffaaraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, if You leave them, they will mislead Your servants and not beget except [every] wicked one and [confirmed] disbeliever.", "id": "Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5446", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5446.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5446.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal hidup di bumi, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu yang taat kepada-Mu, dan jika Engkau biarkan mereka tinggal di bumi mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat yaitu selalu berbuat maksiat dan tidak tahu bersyukur kepada-Mu.", "long": "Pada waktu terjadinya banjir itu, Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar Dia memusnahkan seluruh orang-orang kafir dengan menenggelamkan mereka. Permohonan Nuh ini dikabulkan Allah.\n\nAlasan Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar memusnahkan seluruh orang-orang kafir adalah:\n\n1.Jika di antara mereka ada yang dibiarkan hidup, mereka tetap akan berusaha menyesatkan manusia.\n\n2.Jika di antara mereka ada yang dibiarkan hidup, mereka akan menurunkan anak-anak yang kafir pula dan akan berusaha menjadikan orang-orang lain menjadi kafir.\n\nNabi Nuh berkesimpulan bahwa orang-orang kafir yang berada di zamannya itu tidak mungkin lagi akan beriman. Kesimpulannya ini didasarkan pada pengalamannya menyeru mereka selama 950 tahun. Oleh karena itulah, dia berdoa kepada Tuhan agar seluruh orang kafir itu ditenggelamkan tanpa meninggalkan seorang pun di antara mereka.\n\nPada ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nDan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya. (al-Anbiya'/21: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 5447, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 571, "manzil": 7, "ruku": 505, "hizbQuarter": 228, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0650\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0651\u064e \u0648\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e \u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rabbigh fir lee wa liwaa lidaiya wa liman dakhala baitiya mu'minanw wa lil mu'mineena wal mu'minaati wa laa tazidiz zaalimeena illaa tabaaraa" } }, "translation": { "en": "My Lord, forgive me and my parents and whoever enters my house a believer and the believing men and believing women. And do not increase the wrongdoers except in destruction.\"", "id": "Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5447", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5447.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5447.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah doa untuk mereka yang durhaka, kini Nabi Nuh, berdoa untuk yang taat kepada Allah. Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan dan janganlah Engkau tambahkan untuk mereka kecuali kebahagiaan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim yang mantap kezalimannya itu selain kehancuran.", "long": "Setelah Nuh berdoa kepada Allah agar membinasakan orang-orang kafir, beliau berdoa untuk keselamatan diri dan kedua orang tuanya serta seluruh orang-orang yang beriman. \n\nPada akhir ayat, Nuh memohon lagi kepada Allah agar menambah kesesatan orang-orang kafir, sehingga mereka akhirnya akan merasakan azab yang tidak terkirakan di hari Kiamat." } } } ] }, { "number": 72, "sequence": 40, "numberOfVerses": 28, "name": { "short": "الجن", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062c\u0646", "transliteration": { "en": "Al-Jinn", "id": "Al-Jinn" }, "translation": { "en": "The Jinn", "id": "Jin" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Jin terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al A'raaf. Dinamai Al Jin diambil dari perkataan Al Jin yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Al Quran dan mereka mengikuti ajaran Al Quran tersebut." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5448, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e \u0646\u064e\u0641\u064e\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064b\u0627 \u0639\u064e\u062c\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul oohiya ilaiya annna hustama'a nafarum minal jinnni faqaalooo innaa sami'naa quraanan 'ajabaa" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"It has been revealed to me that a group of the jinn listened and said, 'Indeed, we have heard an amazing Qur'an.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5448", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5448.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5448.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di akhir surah sebelum surah ini yaitu surah Nuh disebutkan doa Nabi Nuh atas perilaku kaumnya yang menolak dakwahnya. Di awal surah ini dijelaskan tentang dakwah Nabi Muhammad dengan al-Qur’an yang merupakan kitab suci yang amat mengagumkan dari segala aspeknya. Katakanlah wahai Nabi Muhammad kepada seluruh manusia, “Telah diwahyukan kepadaku melalui Jibril, bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan al-Qur’an, lalu mereka berkata, \\'Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan kata-kata maupun kandungan Al-Qur’an.\\'\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada para sahabat tentang jin yang beriman kepada Allah. Keimanan jin itu mengandung arti:\n\n1.bahwa Nabi Muhammad adalah rasul bagi umat manusia dan juga bagi jin, sebagaimana juga diungkapkan dalam ayat yang lain.\n\n2.bahwa jin mendengar dan mengerti bahasa manusia, sebagaimana juga dinyatakan dalam ayat-ayat lain.\n\n3.bahwa jin juga akan dihisab sebagaimana halnya manusia.\n\n4.bahwa adanya jin yang juga yang berdakwah kepada kaumnya.\n\n5.agar orang-orang Quraisy mengetahui bahwa jin saja ketika mendengar Al-Qur'an mengakui kemukjizatannya dan beriman kepadanya.\n\nBerdasarkan pengertian ayat ini, dipahami bahwa Nabi Muhammad mengetahui bahwa jin mendengar bacaan beliau dengan perantaraan wahyu, bukan dengan menyaksikan dengan mata beliau sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 5449, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0634\u0652\u062f\u0650 \u0641\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yahdeee ilar rushdi fa aamannaa bihee wa lan nushrika bi rabbinaaa ahadaa" } }, "translation": { "en": "It guides to the right course, and we have believed in it. And we will never associate with our Lord anyone.", "id": "(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5449", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5449.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5449.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Al-Qur’an yang memberi petunjuk dengan jelas lagi lemah lembut kepada jalan yang benar untuk mengenal Allah, kami yakin itu pasti firman Allah bukan buatan manusia, lalu kami beriman kepadanya. Dan sejak saat itu kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami, karena hal tersebut adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah.\"", "long": "Sebagaimana di ayat pertama, dalam ayat kedua ini Allah menyatakan bahwa jin telah mendengar Al-Qur'an yang membuat mereka takjub karena memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu mereka beriman. Mereka bertekad tidak akan mempersekutukan Allah dengan apa pun. Apa yang mereka dengar dan sikap mereka setelah itu juga disampaikan kepada kaum mereka, sebagaimana disebutkan juga dalam ayat lain:\n\nMaka ketika telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (al-Ahqaf/46: 29)" } } }, { "number": { "inQuran": 5450, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062c\u064e\u062f\u0651\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annahoo Ta'aalaa jaddu Rabbinaa mat takhaza saahibatanw wa la waladaa" } }, "translation": { "en": "And [it teaches] that exalted is the nobleness of our Lord; He has not taken a wife or a son", "id": "dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak beranak.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5450", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5450.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5450.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah para jin yang mendengar al Qur’an tersebut berjanji tidak akan menyekutukan Allah, mereka kemudian memuji Allah dengan pujian yang tulus. Dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami sehingga tidak terjangkau oleh siapa pun dan apa pun, Dia tidak beristri dan tidak beranak.”", "long": "Dalam ayat ini, diterangkan bahwa sebagaimana mereka menghindarkan diri dari mempersekutukan Allah, para jin itu juga menyucikan-Nya dari mempunyai istri atau anak. Mempunyai teman istri dan anak hanyalah keperluan manusia, sebagaimana firman Allah:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. (ar-Rum/30: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 5451, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0633\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0634\u064e\u0637\u064e\u0637\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annahoo kaana yaqoolu safeehunaa 'alal laahi shatataa" } }, "translation": { "en": "And that our foolish one has been saying about Allah an excessive transgression.", "id": "Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5451", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5451.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5451.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jin yang mendengar bacaan al-Qur’an tersebut melanjutkan testimoninya di hadapan kaumnya dengan menyatakan, \"Dan sesungguhnya orang yang bodoh kurang sehat akalnya di antara kami dahulu selalu mengucapkan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah yang Maha Esa,", "long": "Dalam ayat ini, diungkapkan bahwa di antara jin-jin itu ada yang mengucapkan perkataan yang jauh dari kebenaran, yaitu bahwa Allah mempunyai anak dan teman wanita." } } }, { "number": { "inQuran": 5452, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annaa zanannaaa al lan taqoolal insu wal jinnu 'alal laahi kazibaa" } }, "translation": { "en": "And we had thought that mankind and the jinn would never speak about Allah a lie.", "id": "dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5452", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5452.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5452.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah, dengan menasabkan sekutu, istri dan anak kepada-Nya.\"", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa jin itu menyatakan tidak pantas bila ada jin maupun manusia yang berani mengatakan Allah beranak dan mempunyai istri." } } }, { "number": { "inQuran": 5453, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0631\u0650\u062c\u064e\u0627\u0644\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u0641\u064e\u0632\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0647\u064e\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annahoo kaana rijaa lum minal insi ya'oozoona birijaalim minal jinni fazaa doohum rahaqaa" } }, "translation": { "en": "And there were men from mankind who sought refuge in men from the jinn, so they [only] increased them in burden.", "id": "dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5453", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5453.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5453.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Masih melanjutkan ucapan jin tersebut, \"Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia di antaranya adalah tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam masyarakatnya yang meminta perlindungan kepada beberapa tokoh laki-laki dari jin, tetapi mereka jin tersebut menjadikan mereka manusia bertambah sesat. Ada di antara orang-orang Arab apabila mereka melintasi tempat yang sunyi, mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu.", "long": "Jin itu juga mengatakan bahwa banyak di antara manusia yang berlindung dan memohon kepada jin. Hal itu mengakibatkan manusia dikuasai oleh jin, dan dibawa untuk berbuat kejahatan sehingga mereka durhaka dan berdosa. Firman Allah:\n\nDan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), \"Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia¦.\" (al-An'am/6: 128)" } } }, { "number": { "inQuran": 5454, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0638\u064e\u0646\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annahum zannoo kamaa zanantum al lany yab'asal laahu ahadaa" } }, "translation": { "en": "And they had thought, as you thought, that Allah would never send anyone [as a messenger].", "id": "Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5454", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5454.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5454.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya mereka jin mengira seperti kamu orang kaum musyrik Mekah yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun pada hari Kiamat untuk dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya.", "long": "Selanjutnya diterangkannya bahwa jin yang tidak beriman itu mengira sebagaimana perkiraan manusia, bahwa Allah tidak akan mengutus seorang rasul pun kepada makhluk-Nya untuk mengajak mereka kepada tauhid dan iman kepada-Nya dan hari kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 5455, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0633\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0644\u0650\u0626\u064e\u062a\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u0633\u064b\u0627 \u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0634\u064f\u0647\u064f\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annaa lamasnas sa maaa'a fa wajadnaahaa muli'at harasan shadeedanw wa shuhubaa" } }, "translation": { "en": "And we have sought [to reach] the heaven but found it filled with powerful guards and burning flames.", "id": "Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5455", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5455.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5455.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah berbicara yang berkaitan dengan tidak adanya hari kebangkitan, jin tersebut yang telah sadar tersebut melanjutkan ucapannya, \"Dan sesungguhnya kami jin telah mencoba berusaha keras untuk mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dari para malaikat dan panah-panah api yang menghalangi kami dan siapa pun untuk mendekat.\"", "long": "Pada ayat ini, Allah menambah lagi pernyataan jin ketika Dia mengutus Nabi Muhammad dan menurunkan Al-Qur'an kepadanya serta menjaga beliau dari jin-jin itu. Langit ketika itu dijaga dengan ketat, dan panah-panah api disediakan di seluruh penjuru langit untuk mencegah jin-jin mendekatinya guna mencuri berita-berita yang dapat didengar, sebagaimana yang sering mereka lakukan.\n\nTelah diriwayatkan oleh at-Tirmidhi, dan ath-thabrani dari Ibnu 'Abbas, ia berkata: \n\nDahulu jin-jin itu dapat naik ke langit untuk mendengar wahyu. Ketika mereka mendengar suatu kata lalu mereka tambah dengan sembilan kata lainnya. Ucapan (yang mereka dengar) adalah benar tetapi tambahan-tambahan mereka semuanya bohong. Ketika Nabi saw diutus menjadi rasul, mereka dilarang menduduki tempat-tempat tersebut. Lalu mereka sampaikan larangan tersebut kepada Iblis; sedangkan ketika itu bintang-bintang belum dipakai untuk memanah jin-jin itu. Lalu iblis berkata kepada mereka, \"Larangan itu disebabkan suatu kejadian di muka bumi,\" lalu Iblis mengirim tentara-tentaranya untuk menyelidiki kejadian tersebut. Mereka mendapatkan Nabi saw yang sedang mengerjakan salat di antara dua gunung di Mekah, lalu mereka menemui Iblis dan menyampaikan penemuan mereka itu kepadanya, lalu Iblis berkata, \"Inilah kejadian yang terjadi di permukaan bumi.\" (Riwayat at-Tirmizi dan ath-thabrani)" } } }, { "number": { "inQuran": 5456, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u0652\u0639\u064f\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0639\u0650\u062f\u064e \u0644\u0650\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u0652\u0639\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0634\u0650\u0647\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u0635\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annaa kunnaa naq'udu minhaa maqaa'ida lis'sam'i famany yastami'il aana yajid lahoo shihaabar rasada" } }, "translation": { "en": "And we used to sit therein in positions for hearing, but whoever listens now will find a burning flame lying in wait for him.", "id": "dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5456", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5456.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5456.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan sesungguhnya kami jin dahulu yaitu sebelum Nabi Muhammad diutus Allah seringkali dapat menduduki satu tempat dari beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar berita-beritanya ketika itu kami dapat mendengar tanpa gangguan apa pun. Tetapi sekarang setelah diutusnya Nabi Muhammad siapa pun yang mencoba mencuri dengar seperti itu pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai untuk membakarnya.", "long": "Dalam ayat ini kembali dijelaskan tentang keterangan jin bahwa mereka menduduki tempat-tempat tersebut tanpa ada penjaga dan panah-panah api. Mereka lalu diusir dari sana sehingga tidak dapat mencuri atau mendengar Al-Qur'an sedikit pun untuk disampaikan kepada ahli-ahli nujum dan tukang-tukang tenung yang akan mencampuradukkan yang benar dengan yang batil. Yang demikian itu disebabkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dan sebagai penjagaan terhadap kitab-Nya, Al-Qur'an. Maka barang siapa yang ingin mencuri berita-berita tersebut sejak itu dia akan diburu dengan panah-panah api yang akan menusuk dan membinasakannya.\n\nKita harus beriman kepada apa yang diberitakan oleh Al-Qur'an mengenai jin yang mencuri berita-berita yang dapat didengarkan, kemudian mereka dilarang sesudah pengutusan Nabi Muhammad, walaupun kita tidak tahu bagaimana cara mereka mencuri, cara bagaimana penjagaan, berapa banyak para penjaga. Kita juga tidak tahu apa yang dimaksud dengan panah-panah api yang mengintip mereka, sedangkan jin itu juga berasal dari api, maka bagaimana cara mereka dapat ditembusi oleh panah-panah api itu.\n\nDi antara mufassir ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan \"tempat-tempat untuk mencuri berita\" adalah tempat-tempat yang dipergunakan oleh jin di dalam dada manusia untuk menggoda mereka dan menghalangi mereka mengikuti jalan yang benar. Sedangkan yang dimaksud dengan \"penjaga\" adalah dalil-dalil akli (akal/rasio) yang dijadikan Allah sebagai petunjuk bagi hamba-hamba-Nya, dan yang dimaksud dengan \"panah-panah api\" adalah bukti-bukti alamiah yang tersebar dalam tubuh masing-masing dan di seluruh penjuru alam.\n\nDengan demikian, maksud ayat tersebut adalah sesungguhnya Al-Qur'an yang mengandung bukti-bukti akliah dan alamiah adalah penjaga agama dari kemasukan hal-hal syubhat yang dilontarkan oleh setan, sebagai alat untuk menggoda dan membimbangkan orang-orang yang dapat digodanya. Juga untuk mempengaruhi jiwa-jiwa orang yang sesat agar mereka tidak menghiraukan agama dan menolak petunjuk-petunjuknya. Maka barang siapa yang ingin mempengaruhi jiwa-jiwa orang yang beriman dengan keragu-raguan dan pikiran yang bukan-bukan, maka ia akan berhadapan dengan bukti-bukti yang dapat memusnahkan keragu-raguan itu dari akar-akarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5457, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0623\u064e\u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0623\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0634\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annaa laa nadreee asharrun ureeda biman fil ardi am araada bihim rabbuhum rashadaa" } }, "translation": { "en": "And we do not know [therefore] whether evil is intended for those on earth or whether their Lord intends for them a right course.", "id": "Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5457", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5457.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5457.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah diutusnya Nabi Muhammad itu, tidak diketahui persis oleh para jin, maka mereka pun menegas­kan, \"Dan sesungguhnya kami jin tidak mengetahui adanya penjagaan yang ketat itu apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah menambah lagi keterangan jin tentang keyakinan mereka bahwa langit itu dijaga karena salah satu dari dua hal:\n\n1.karena Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada penduduk bumi secara tiba-tiba.\n\n2.karena dia akan mengutus seorang rasul yang akan membimbing umat manusia dan memperbaiki keadaan mereka.\n\nSeolah-olah jin itu berkata, \"Apakah karena Allah akan menurunkan siksa atas penduduk bumi maka kita dilarang mencuri berita, dan merajam siapa yang berani mencuri berita tersebut dengan panah-panah api, atau karena Allah menghendaki memberi petunjuk kepada manusia dengan mengirim seorang rasul yang akan membimbing mereka ke jalan yang lurus?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5458, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064e \u0642\u0650\u062f\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annaa minnas saalihoona wa minnaa doona zaalika kunnaa taraaa'ilqa qidadaa" } }, "translation": { "en": "And among us are the righteous, and among us are [others] not so; we were [of] divided ways.", "id": "Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5458", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5458.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5458.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lebih jauh para jin itu menguraikan keadaan anggota masyarakat mereka dengan mengatakan, \"Dan sesungguhnya di antara kami, kaum jin ada yang saleh yang bertakwa lagi mantap kesalehannya, dan ada pula kebalikannya yang tidak saleh bahkan durhaka dan mengajak kepada kedurhakaan. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda akibat perbedaan pandangan dan kecenderungan kami.", "long": "Dalam keterangan selanjutnya, Allah menyatakan bahwa di antara jin-jin itu ada yang Islam, mengerjakan amal saleh, dan taat kepada Allah, tetapi ada pula yang sebaliknya, yaitu tidak beriman dan ingkar kepada perintah Allah. Jin-jin itu juga mempunyai kemauan bermacam-macam dan pendapat yang berbeda-beda, sehingga di antara mereka ada yang beriman, ada yang fasik, dan ada pula yang kafir, seperti halnya manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5459, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0646\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0639\u0652\u062c\u0650\u0632\u064e\u0647\u064f \u0647\u064e\u0631\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annaa zanannaaa al lan nu'jizal laaha fil ardi wa lan nu'jizahoo harabaa" } }, "translation": { "en": "And we have become certain that we will never cause failure to Allah upon earth, nor can we escape Him by flight.", "id": "Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5459", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5459.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5459.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "\"Dan sesungguhnya kami telah menduga dan percaya setelah berpikir dan mendengar ayat-ayat Allah dan menyadari kelemahan kami, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah di bumi dan tidak pula dapat lari melepaskan diri dari segala ketentuan dan ketetapan-Nya.\"", "long": "Jin-jin itu juga menjelaskan bahwa mereka yakin tidak akan terlepas dari genggaman Allah, di mana pun mereka berada di dunia ini, dan juga tidak dapat melepaskan diri. Allah Maha Menguasai jin-jin itu di mana saja mereka berada dan tidak ada jalan untuk melarikan diri daripada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5460, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 572, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0622\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0628\u064e\u062e\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0647\u064e\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annaa lammaa sami'nal hudaaa aamannaa bihee famany yu'mim bi rabbihee falaa yakhaafu bakhsanw wa laa rahaqaa" } }, "translation": { "en": "And when we heard the guidance, we believed in it. And whoever believes in his Lord will not fear deprivation or burden.", "id": "Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5460", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5460.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5460.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah berbicara tentang adanya siksa bagi yang durhaka, maka ayat ini berbicara tentang sekelompok jin yang beriman. \"Dan sesungguhnya ketika kami mendengar petunjuk al-Qur’an, kami beriman kepada-Nya tanpa ragu dan tanpa berpikir panjang, karena petunjuk dalam al-Qur’an begitu jelas. Maka barang siapa beriman kepada Tuhan dan selalu memperbarui keimanannya, maka tidak perlu ia takut rugi karena berkurang amalnya atau berdosa.\"", "long": "Dijelaskan juga bahwa ketika jin-jin itu mendengar Al-Qur'an yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, mereka langsung beriman kepadanya serta mengakui bahwa Al-Qur'an itu dari Allah.\n\nMenurut Qatadah, ayat ini memiliki pengertian bahwa barang siapa beriman kepada Allah dan membenarkan apa yang dibawa oleh para rasul, tidak ada kekhawatiran baginya tentang pengurangan pahala kebajikannya dan tidak ada pula dosa orang lain yang harus dipertanggungjawabkannya. Ia akan menerima pahala amal baik sepenuhnya tanpa pengurangan sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 5461, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0633\u0650\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u062a\u064e\u062d\u064e\u0631\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064e\u0634\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annaa minnal muslimoona wa minnal qaasitoona faman aslama fa ulaaa'ika taharraw rashadaa" } }, "translation": { "en": "And among us are Muslims [in submission to Allah], and among us are the unjust. And whoever has become Muslim - those have sought out the right course.", "id": "Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5461", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5461.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5461.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak semua jin durhaka begitu juga tidak semuanya beriman. Inilah yang ditegaskan pada ayat ini. \"Dan di antara kami ada yang Islam yang beriman dan patuh kepada Allah dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran yang sangat mantap kedurhakaannya. Siapa yang Islam patuh kepada Allah, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus yang akan mengantarkannya kepada kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.", "long": "Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa di antara jin-jin itu ada yang beriman menaati Allah, khusyuk dan ikhlas, serta beramal saleh. Ada pula di antara mereka yang berpaling dari ajaran yang benar. Oleh karena itu, barang siapa yang beriman kepada Allah dan menaati-Nya, sesungguhnya dia telah menempuh jalan yang akan menyampaikannya kepada kebahagiaan. Hal itu juga berarti bahwa ia telah melakukan sesuatu yang menyelamatkannya dari siksa neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 5462, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0633\u0650\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062d\u064e\u0637\u064e\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ammal qaasitoona fa kaanoo li jahannama hatabaa" } }, "translation": { "en": "But as for the unjust, they will be, for Hell, firewood.'", "id": "Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahanam.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5462", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5462.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5462.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jin yang kufur dan tidak bertobat dari kekufurannya maka akan mendapat azab yang pedih. Inilah yang ditegaskan pada ayat ini. \"Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahanam.”", "long": "Jin-jin yang beriman itu mencela jin yang kafir, dengan penegasan mereka sendiri, bahwa jin yang berpaling dari ketentuan-ketentuan Islam akan dijadikan bahan bakar neraka dan disiksa di dalamnya, sebagaimana manusia yang kafir. Mereka juga menyatakan bahwa barang siapa yang taat (Islam), maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.\n\nSemua yang dijelaskan dalam ayat-ayat yang telah lalu adalah pernyataan jin yang diungkapkan Allah. Berikut ini, Allah meneruskan kembali wahyu-wahyu-Nya yang disampaikan kepada Rasulullah saw." } } }, { "number": { "inQuran": 5463, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u064e\u0629\u0650 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064b \u063a\u064e\u062f\u064e\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa alla wis taqaamoo 'alat tareeqati la asqaynaahum maa'an ghadaqaa" } }, "translation": { "en": "And [Allah revealed] that if they had remained straight on the way, We would have given them abundant provision", "id": "Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5463", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5463.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5463.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedangkan yang istikamah pada jalan kebenaran siapa pun dia termasuk para jin pasti akan mendapat balasan nikmat yang sempurna. \"Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu yakni agama Islam, niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup dan berbagai rezeki yang melimpah.\"", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa siapa saja di antara manusia atau jin yang tetap berpegang dan menjalankan ketentuan-ketentuan Islam, Allah akan melapangkan rezekinya serta memudahkan semua urusan dunia mereka.\n\nDalam rangka melapangkan rezeki, Allah mengungkapkannya dengan kata \"air yang segar\", karena air itu adalah sumber kehidupan. Banyak air berarti kebahagiaan yang luas. Firman Allah:\n\nDan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. (al-A'raf/7: 96)" } } }, { "number": { "inQuran": 5464, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0644\u064f\u0643\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0639\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Linaftinahum feeh; wa many yu'rid 'an zikri rabbihee yasluk hu 'azaaban sa'adaa" } }, "translation": { "en": "So We might test them therein. And whoever turns away from the remembrance of his Lord He will put into arduous punishment.", "id": "Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5464", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5464.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5464.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan cara itu, tujuan pemberian rezeki adalah bahwa Kami hendak menguji mereka, barang siapa lulus dari ujian itu dengan tetap patuh kepada Allah, maka akan mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.", "long": "Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa mereka diberi kelapangan hidup untuk menguji dan mengamati siapa di antara mereka yang mensyukuri nikmat-Nya dan siapa pula yang mengingkarinya. Bagi yang mensyukurinya, Allah menyediakan balasan yang paling sempurna, dan bagi mereka yang mengingkari, Allah memberikan kesempatan dan mengundurkan siksa-Nya. Kemudian barulah Allah menjatuhkan azab-Nya. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nDan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh. (al-Qalam/68: 45)\n\nSelanjutnya Allah menjelaskan bahwa barang siapa yang berpaling dari Al-Qur'an dan petunjuk-Nya, tanpa mengikuti perintah-perintah-Nya serta tidak pula menjauhi larangan-larangan-Nya, Allah akan menyiksanya dengan azab yang paling dahsyat dan ia tidak dapat melepaskan diri daripada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5465, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annal masaajida lillaahi falaa tad'oo ma'al laahi ahadaa" } }, "translation": { "en": "And [He revealed] that the masjids are for Allah, so do not invoke with Allah anyone.", "id": "Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5465", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5465.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5465.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kelompok ayat ini berbicara tentang kenabian, keesaan Allah dan keniscayaan Kiamat sebagai kesimpulan uraian kisah jin yang disebut pada ayat-ayat sebelumnya. Dan sesungguhnya masjid-masjid yaitu bangunan khusus yang didirikan sebagai tempat beribadah kepada Allah itu adalah untuk Allah sehingga seluruh aktifitas di dalamnya haruslah difokuskan hanya untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa masjid-masjid itu adalah milik-Nya. Oleh sebab itu, seyogyanya tidak ada penyembahan di dalamnya selain kepada-Nya dan tidak pula mempersekutukan-Nya.\n\nQatadah berkata, \"Orang-orang Yahudi dan Nasrani bila masuk ke gereja dan tempat-tempat peribadatan, mereka mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan lainnya. Lalu Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya agar mengesakan-Nya dan mengabdi kepada-Nya dengan penuh khusyu. \n\nAl-hasan al-Basri berkata, \"Yang dimaksud dengan masjid-masjid adalah semua tempat sujud di bumi, baik yang telah disediakan untuk sujud maupun tidak, karena bumi seluruhnya adalah tempat sujud bagi umat Nabi Muhammad.\" Pengertian semacam ini adalah masjid dalam arti lugawi atau bahasa, sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, dan an-Nasa'i dari Jabir:\n\nTelah dijadikan bumi ini seluruhnya bagiku sebagai tempat sujud dan menyucikan. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, dan an-Nasa'i) \n\nMasjid bukan hanya untuk salat saja, melainkan untuk berbagai kegiatan ibadah-ibadah lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5466, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 506, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0645\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa annahoo lammaa qaama 'adul laahi yad'oohu kaadoo yakoonoona 'alaihi libadaa" } }, "translation": { "en": "And that when the Servant of Allah stood up supplicating Him, they almost became about him a compacted mass.\"", "id": "Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5466", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5466.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5466.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya ketika hamba Allah yaitu Nabi Muhammad berdiri menyembah-Nya yaitu melaksanakan salat dengan sungguh-sungguh, mereka, jin-jin itu berdesakan mengerumuninya karena merasa takjub dengan apa yang mereka lihat dan dengar.", "long": "Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad menyembah Allah, maka jin-jin yang menyaksikannya menjadi heran dan tercengang melihat cara Nabi dan para sahabat menyembah-Nya. Keheranan itu juga dikarenakan bacaan Al-Qur'an yang belum pernah mereka dengar. Lebih-lebih lagi ketika melihat para sahabat sebagai makmum mengikuti Nabi Muhammad salat dalam keadaan berdiri, rukuk, dan sujud.\n\nAl-hasan dan Qatadah berkata, \"Ketika hamba Allah menyiarkan risalah dengan memanggil untuk mentauhidkan Allah, berbeda dengan ibadah orang-orang musyrik kepada berhala-berhala mereka, maka hampir orang-orang kafir yang menentang dan memusuhi Nabi Muhammad, bersatu padu dan bantu-membantu dalam memusuhi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5467, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul innamaaa ad'oo rabbee wa laaa ushriku biheee ahadaa" } }, "translation": { "en": "Say, [O Muhammad], \"I only invoke my Lord and do not associate with Him anyone.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5467", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5467.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5467.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada yang takjub tersebut bahwa, sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya baik malaikat, berhala, manusia jin atau makhluk apa pun.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang yang memusuhinya bahwa beliau hanya menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Hal yang demikian itu bukanlah suatu yang luar biasa dan bukan pula suatu yang harus dibenci, sehingga mereka beramai-ramai memusuhinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5468, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0634\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul innee laaa amliku lakum darranw wa laa rashadaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, I do not possess for you [the power of] harm or right direction.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5468", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5468.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5468.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk melanjutkan menyampaikan pesan Allah, Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu tanpa izin-Nya.” Tugasku hanyalah menyampaikan apa yang diwahyukannya kepadaku.", "long": "Allah menyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak dapat bertindak lain dalam persoalan tersebut, tidak sanggup memberi petunjuk, dan mendatangkan kebahagiaan atau kebajikan bagi mereka. Allah memerintahkan Nabi saw untuk menyampaikan kepada orang-orang kafir bahwa ia tidak dapat memberi suatu kemudaratan kepada mereka, baik dalam urusan agama maupun urusan dunia, dan tidak dapat pula memberi manfaat kepada mereka. Hanya Allah yang dapat berbuat demikian seluruhnya. Allah memiliki segala sesuatu dan Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. \n\nNabi Muhammad juga diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah karena Dialah yang akan memberi pahala atas tindakannya yang baik. Dia pulalah yang akan memberi balasan kepada orang-orang kafir atas tindakan-tindakan buruk yang mereka lakukan. Hal ini berarti pula bahwa Nabi saw tidak akan meninggalkan dakwah walaupun orang-orang kafir terus menentang." } } }, { "number": { "inQuran": 5469, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062c\u0650\u064a\u0631\u064e\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064f\u0644\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul innee lany yujeeranee minal laahi ahad, wa lan ajida min doonihee multahadaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"Indeed, there will never protect me from Allah anyone [if I should disobey], nor will I find in other than Him a refuge.", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5469", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5469.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5469.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jangankan terhadap orang lain bahkan terhadap diri sendiri Nabi pun tidak berkuasa. Inilah yang diisyaratkan pada ayat ini. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari azab Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak sanggup melindungi dirinya sebagaimana ia tidak sanggup pula melindungi orang lain. Oleh sebab itu, Allah menyuruh Nabi-Nya untuk mengatakan bahwa tidak ada seorang pun di antara makhluk Allah yang sanggup melindunginya dari kemudaratan bila Allah menghendakinya. Tidak ada yang dapat membantunya dan tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah. Bila Nabi saw terus menjalankan risalah dan menaati-Nya, Allah pasti akan melindunginya. Maksudnya, tidak ada yang akan membela Nabi saw dari ancaman-ancaman Allah bila ia tidak menjalankan risalah-Nya. Nabi hanya bertugas untuk menyampaikan risalah dan peringatan Allah sebagaimana firman-Nya:\n\nWahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. (al-Ma'idah/5: 67)\n\nSelanjutnya Allah menjelaskan bahwa barang siapa yang berani durhaka terhadap suatu perintah atau larangan-Nya serta mendustai Rasul-Nya maka baginya telah disediakan neraka yang akan ditempatinya untuk selama-lamanya. Ia tidak akan sanggup menghindarkan diri dari neraka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5470, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0635\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illaa balaagham minal laahi wa risaalaatih; wa many ya'sil laaha wa rasoolahoo fa inna lahoo naara jahannama khaalideena feehaaa abadaa" } }, "translation": { "en": "But [I have for you] only notification from Allah, and His messages.\" And whoever disobeys Allah and His Messenger - then indeed, for him is the fire of Hell; they will abide therein forever.", "id": "(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5470", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5470.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5470.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi yang tetap menolak dakwah Nabi Muhammad maka Allah perintahkan untuk menyatakan bahwa aku hanya menyampaikan peringatan dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya setelah disampaikan peringatan tersebut, maka sesungguhnya dia akan mendapat azab neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak sanggup melindungi dirinya sebagaimana ia tidak sanggup pula melindungi orang lain. Oleh sebab itu, Allah menyuruh Nabi-Nya untuk mengatakan bahwa tidak ada seorang pun di antara makhluk Allah yang sanggup melindunginya dari kemudaratan bila Allah menghendakinya. Tidak ada yang dapat membantunya dan tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah. Bila Nabi saw terus menjalankan risalah dan menaati-Nya, Allah pasti akan melindunginya. Maksudnya, tidak ada yang akan membela Nabi saw dari ancaman-ancaman Allah bila ia tidak menjalankan risalah-Nya. Nabi hanya bertugas untuk menyampaikan risalah dan peringatan Allah sebagaimana firman-Nya:\n\nWahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. (al-Ma'idah/5: 67)\n\nSelanjutnya Allah menjelaskan bahwa barang siapa yang berani durhaka terhadap suatu perintah atau larangan-Nya serta mendustai Rasul-Nya maka baginya telah disediakan neraka yang akan ditempatinya untuk selama-lamanya. Ia tidak akan sanggup menghindarkan diri dari neraka itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5471, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u064f \u0646\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u062f\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hattaaa izaa ra aw maa yoo'adoona fasaya'lamoona man ad'afu naasiranw wa aqallu 'adadaa" } }, "translation": { "en": "[The disbelievers continue] until, when they see that which they are promised, then they will know who is weaker in helpers and less in number.", "id": "Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5471", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5471.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5471.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sikap durhaka manusia terus akan berlanjut dan baru berhenti setelah mereka melihat azab neraka. Inilah yang diisyaratkan oleh ayat ini. Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepadanya dan itu pasti akan terjadi, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya, apakah Nabi Muhammad ataukah para pendurhaka.", "long": "Allah lalu menghibur dan menenteramkan Nabi Muhammad serta mengejek orang-orang kafir karena kekurangperhatian mereka terhadap jin, sedangkan mereka mengaku sebagai cerdik pandai, dan juga karena kecerobohan mereka mendustakan dan mengejek sesuatu. Akan tetapi di samping itu, mereka cepat mengakui kebenaran jin serta mengharap petunjuk darinya. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir senantiasa menghina dan mengejek orang-orang mukmin sehingga mereka melihat dengan mata kepala sendiri siksa-siksa yang dijanjikan kepada mereka. Ketika itu, barulah mereka sadar siapakah sebenarnya yang hina, apakah orang-orang mukmin yang mentauhidkan Allah ataukah orang-orang musyrik yang tidak mempunyai pembantu dan penolong?\n\n¦ sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya. (Maryam/19: 75)" } } }, { "number": { "inQuran": 5472, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0623\u064e\u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0645\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qul in adreee a qareebum maa too'adoona am yaj'alu lahoo rabbeee amadaa" } }, "translation": { "en": "Say, \"I do not know if what you are promised is near or if my Lord will grant for it a [long] period.\"", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5472", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5472.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5472.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum musyrik apabila diancam dengan siksa, seringkali melecehkan dan bertanya untuk tujuan mengejek, kapankah datangnya ancaman itu. Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama, aku tidak diberitahu tentang hal itu.”", "long": "Ayat ini dan ayat-ayat sesudahnya adalah jawaban atas pertanyaan, \"Bilakah datangnya hari yang dijanjikan itu kepada kami.\" Allah menyuruh Nabi-Nya agar menyampaikan kepada manusia bahwa hari Kiamat itu pasti akan tiba, tidak ada keraguan padanya. Akan tetapi, tidak ada yang mengetahui kapan waktunya tiba, apakah dalam waktu dekat ataukah masih dalam jangka waktu yang panjang.\n\nNabi saw pernah ditanya Jibril tentang hari Kiamat ketika berhadapan dengan Nabi saw dalam rupa seorang Badui, tetapi beliau tidak menjawabnya. Antara lain Jibril bertanya, \"Hai Muhammad! Kabarkan kepadaku tentang hari Kiamat itu.\" Beliau menjawab, \"Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.\" Kemudian orang Badui itu bertanya lagi dengan suara keras, \"Hai Muhammad! Bilakah tibanya hari Kiamat itu?\" Nabi menjawab, \"Jangan khawatir, ia pasti datang, tetapi apa yang telah engkau sediakan untuk menghadapinya?\" Badui menjawab, \"Saya tidak banyak mengerjakan salat atau puasa, tetapi saya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.\" Lalu Nabi saw bersabda, \"Maka engkau bersama orang-orang yang engkau cintai.\" Anas berkata, \"Orang-orang mukmin tidak gembira terhadap sesuatu sebagaimana gembira mereka mendengar hadis ini.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5473, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0647\u0650\u0631\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "'Aalimul ghaibi falaa yuzhiru alaa ghaibiheee ahadaa" } }, "translation": { "en": "[He is] Knower of the unseen, and He does not disclose His [knowledge of the] unseen to anyone", "id": "Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5473", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5473.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5473.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yang mengetahui secara pasti tentang datangnya azab itu hanyalah Allah, karena Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui semua yang gaib, tidak terlihat, dan tidak diketahui oleh hamba-Nya. Semua yang gaib yang tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah, dapat diketahui oleh para rasul yang diridai oleh-Nya dan Dia akan memperlihatkan kepada mereka sekadar apa yang dikehendaki-Nya. Allah berfirman:\n\nDan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 255)\n\nAyat ini menunjukkan bahwa pekerjaan tukang tenung, ahli nujum, dan tukang sihir semuanya itu salah karena mereka tidak termasuk orang-orang yang diridai Allah, bahkan mereka termasuk yang dibenci-Nya. Ayat ini juga menerangkan bahwa orang-orang yang mengaku bahwa bintang itu dapat menunjukkan siapa yang akan hidup dan siapa pula yang akan mati, adalah orang-orang yang telah kafir dan mengingkari Al-Qur'an.\n\nFakhruddin ar-Razi berkata, \"Yang dimaksud dengan tidak dapat menyaksikan yang gaib adalah gaib yang khusus yaitu tentang waktu tibanya hari Kiamat.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5474, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0631\u0652\u062a\u064e\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0633\u0652\u0644\u064f\u0643\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0635\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illaa manir tadaa mir rasoolin fa innahoo yasluku mim baini yadihi wa min khalfihee rasadaa" } }, "translation": { "en": "Except whom He has approved of messengers, and indeed, He sends before each messenger and behind him observers", "id": "Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5474", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5474.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5474.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya yaitu dari golongan malaikat maupun manusia. Apabila Allah hendak memperlihatkan yang gaib kepada rasul-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga malaikat di depan dan di belakangnya.", "long": "Selanjutnya Allah mengungkapkan bahwa para rasul yang memperoleh keridaan-Nya sehingga dapat menyaksikan alam gaib, dijaga oleh malaikat Hafadhah dengan penjagaan yang sangat ketat. Dengan penjagaan itu, godaan setan, jin, dan para pengacau lainnya tidak sampai kepada mereka, sehingga para rasul itu dapat menyampaikan wahyu-wahyu Allah menurut aslinya. Mereka juga dijaga dari rongrongan setan-setan manusia sehingga mereka selamat dari bahaya dan kemudaratan manusia.\n\nAdh-ahhak berkata, \"Allah tidak mengutus seorang rasul kecuali baginya telah disiapkan pengawal-pengawal dari malaikat untuk menjaganya dari setan-setan yang datang dalam bentuk rupa malaikat. Bila setan-setan itu datang, maka pengawalnya mengingatkannya agar hati-hati karena yang datang itu setan, dan bila yang menemui rasul itu malaikat, maka pengawal berkata, \"Ini adalah utusan Tuhanmu.\"\n\nPengawal-pengawal itu adalah malaikat yang bertugas menjaga kekuatan lahir dan batin para rasul dan untuk memelihara mereka dari bisikan-bisikan setan." } } }, { "number": { "inQuran": 5475, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 573, "manzil": 7, "ruku": 507, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627 \u0631\u0650\u0633\u064e\u0627\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u064e\u0627\u0637\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u062f\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Liya'lama an qad ablaghoo risaalaati rabbihim wa ahaata bima ladihim wa ahsaa kulla shai'in 'adadaa" } }, "translation": { "en": "That he may know that they have conveyed the messages of their Lord; and He has encompassed whatever is with them and has enumerated all things in number.", "id": "Agar Dia mengetahui bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5475", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5475.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5475.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tujuan Allah melakukan penjagaan itu agar Dia mengetahui bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang sebenarnya dengan ilmu dan Kuasa-Nya meliputi secara rinci apa yang ada pada diri mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu dan tidak satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan tujuan dari penjagaan yang sangat rapi itu, yaitu agar para rasul itu dapat menjalankan tugas dengan sempurna dan agar wahyu-wahyu yang disampaikan kepada mereka terpelihara dengan baik. Penjagaan itu juga bertujuan agar dapat dibuktikan dengan pasti bahwa para rasul itu telah menyampaikan risalah Tuhan mereka kepada manusia dengan sebaik-baiknya. Allah berfirman:\n\nDan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang yang munafik. (al-'Ankabut/29: 11)\n\nSelanjutnya Allah menjelaskan bahwa ilmu-Nya meliputi apa yang diketahui oleh malaikat-malaikat pengawas, apa yang telah ada, dan yang akan ada satu persatu. Dia mengetahui segala sesuatu secara sempurna, tidak ada persamaan. Malaikat itu adalah perantara yang menyampaikan ilmu-ilmu-Nya kepada para rasul." } } } ] }, { "number": 73, "sequence": 3, "numberOfVerses": 20, "name": { "short": "المزمل", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0632\u0645\u0644", "transliteration": { "en": "Al-Muzzammil", "id": "Al-Muzzammil" }, "translation": { "en": "The Enshrouded One", "id": "Orang Yang Berselimut" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Qalam.Dinamai Al Muzzammil (orang yang berselimut) diambil dari perkataan Al Muzzammil yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan orang yang berkemul ialah Nabi Muhammad s.a.w." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5476, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0632\u0651\u064e\u0645\u0651\u0650\u0644\u064f", "transliteration": { "en": "Yaw ayyuhal muzzammil" } }, "translation": { "en": "O you who wraps himself [in clothing],", "id": "Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5476", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5476.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5476.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di akhir surah al-Jinn dijelaskan tentang keagungan al-Qur’an dan pemeliharaan Allah atas wahyu yang diturunkannya tersebut, sedangkan di awal surah ini berisi petunjuk kepada Nabi Muhammad untuk mempersiapkan diri menghadapi turunnya wahyu yang berat. Wahai orang yang berselimut, yaitu Nabi Muhammad!", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad yang sedang berselimut supaya mendirikan salat pada sebagian malam. Seruan Allah kepada Nabi Muhammad ini didahului dengan kata-kata \"Hai orang yang berselimut" } } }, { "number": { "inQuran": 5477, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qumil laila illaa qaleelaa" } }, "translation": { "en": "Arise [to pray] the night, except for a little -", "id": "Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5477", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5477.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5477.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bangunlah untuk mengerjakan salat dan bermunajat kepada Allah pada malam hari, kecuali sebagian kecil dari waktu malammu dapat digunakan untuk istirahat tidur,", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad yang sedang berselimut supaya mendirikan salat pada sebagian malam. Seruan Allah kepada Nabi Muhammad ini didahului dengan kata-kata \"Hai orang yang berselimut" } } }, { "number": { "inQuran": 5478, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u0651\u0650\u0635\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0646\u0642\u064f\u0635\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Nisfahooo awinqus minhu qaleelaa" } }, "translation": { "en": "Half of it - or subtract from it a little", "id": "(yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5478", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5478.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5478.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu separuhnya atau kurang sedikit dari itu,", "long": "Allah menerangkan maksud perkataan sebagian yang terdapat dalam ayat sebelumnya, yaitu separuh atau lebih. Allah menyerahkan kepada Nabi Muhammad untuk memilih waktu melakukan salat malam. Ia dapat memilih antara sepertiga, seperdua, atau dua pertiga malam. Allah memberi kebebasan kepada Nabi Muhammad untuk memilih waktu-waktu tersebut. \n\nSepertiga malam menurut waktu Indonesia ialah kira-kira antara jam 10 dan jam 11 malam, seperdua malam ialah waktu antara jam 12 dan 1 malam dan dua pertiga malam ialah waktu antara jam 2 dan 3 sampai sebelum fajar." } } }, { "number": { "inQuran": 5479, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0632\u0650\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062a\u0651\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u062a\u064e\u0631\u0652\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Aw zid 'alaihi wa rattilil Qur'aana tarteela" } }, "translation": { "en": "Or add to it, and recite the Qur'an with measured recitation.", "id": "atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5479", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5479.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5479.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan dengan bacaan yang baik dan benar.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya membaca Al-Qur'an secara seksama (tartil). Maksudnya ialah membaca Al-Qur'an dengan pelan-pelan, bacaan yang fasih, dan merasakan arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca itu, sehingga berkesan di hati. Perintah ini dilaksanakan oleh Nabi saw. 'Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw membaca Al-Qur'an dengan tartil, sehingga surah yang dibacanya menjadi lebih lama dari ia membaca biasa.\n\nDalam hubungan ayat ini, al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari 'Abdullah bin Mugaffal, bahwa ia berkata:\n\nAku melihat Rasulullah saw pada hari penaklukan kota Mekah, sedang menunggang unta beliau membaca Surah al-Fath di mana dalam bacaan itu beliau melakukan tarji' (bacaan lambat dengan mengulang-ulang). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Abdullah bin Mugaffal)\n\nPengarang buku Fathul Bayan berkata, \"Yang dimaksud dengan tartil ialah kehadiran hati ketika membaca, bukan asal mengeluarkan bunyi dari tenggorokan dengan memoncong-moncongkan muka dan mulut dengan alunan lagu, sebagaimana kebiasaan yang dilakukan pembaca-pembaca Al-Qur'an zaman sekarang. Membaca yang seperti itu adalah suatu bacaan yang dilakukan orang-orang yang tidak mengerti agama.\"\n\nMembaca Al-Qur'an secara tartil mengandung hikmah, yaitu terbukanya kesempatan untuk memperhatikan isi ayat-ayat yang dibaca dan di waktu menyebut nama Allah, si pembaca akan merasakan kemahaagungan-Nya. Ketika tiba pada ayat yang mengandung janji, pembaca akan timbul harapan-harapan, demikian juga ketika membaca ayat ancaman, pembaca akan merasa cemas.\n\nSebaliknya membaca Al-Qur'an secara tergesa-gesa atau dengan lagu yang baik, tetapi tidak memahami artinya adalah suatu indikasi bahwa si pembaca tidak memperhatikan isi yang terkandung dalam ayat yang dibacanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5480, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0646\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627 \u062b\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa sanulqee 'alika qawalan saqeelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We will cast upon you a heavy word.", "id": "Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5480", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5480.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5480.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk beribadah di waktu malam, alasannya disebut dalam ayat ini. Sesungguhnya Kami melalui malaikat Jibril akan menurunkan perkataan yang berat yaitu firman-firman Allah berupa al-Qur’an kepadamu wahai Nabi Muhammad.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah akan menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad saw yang di dalamnya terdapat perintah dan larangan-Nya. Hal ini merupakan beban yang berat, baik terhadap Muhammad saw maupun pengikutnya. Tidak ada yang mau memikul beban yang berat itu kecuali orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5481, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0646\u064e\u0627\u0634\u0650\u0626\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u0648\u064e\u0637\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0645\u064f \u0642\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inn naashi'atal laili hiya ashadddu wat anw wa aqwamu qeelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, the hours of the night are more effective for concurrence [of heart and tongue] and more suitable for words.", "id": "Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5481", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5481.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5481.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Diperintahkannya ibadah di waktu malam adalah mengandung hikmah yang sangat besar di antaranya seperti yang disebut pada ayat ini. Sungguh, bangun untuk beribadah di waktu malam itu lebih kuat mengisi jiwa. dan bacaan di waktu itu lebih berkesan serta lebih mudah untuk dipahami dan dihayati.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam hari terasa lebih berkesan dan mantap, baik di hati maupun di lidah, sebab bacaan ayat-ayat itu lebih jelas dibandingkan bacaan pada siang hari di saat manusia sedang disibukkan oleh urusan-urusan kehidupan duniawi." } } }, { "number": { "inQuran": 5482, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0637\u064e\u0648\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna laka fin nahaari sabhan taweelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, for you by day is prolonged occupation.", "id": "Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5482", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5482.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5482.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebaliknya, sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang dan melelahkan. Karena itu bangunlah di malam hari agar pekerjaanmu di siang hari yang banyak itu dapat sukses dengan pertolongan Allah.", "long": "Ayat ini memerintahkan supaya Nabi Muhammad dapat membedakan antara suasana melakukan ibadah pada siang hari dan malamnya, saat ketenangan jiwa bermunajat kepada Tuhan, menghendaki kebebasan pikiran. Kesibukan yang terdapat pada siang hari membuat perhatian beliau tidak terfokus kepada kesibukan menjalankan risalah Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 5483, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0650 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u062a\u0651\u064e\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wazkuris ma rabbika wa tabattal ilaihi tabteelaa" } }, "translation": { "en": "And remember the name of your Lord and devote yourself to Him with [complete] devotion.", "id": "Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5483", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5483.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5483.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Meskipun di siang hari kamu sangat sibuk bukan berarti boleh melupakan Allah. Ayat ini memerintahkan untuk selalu menyebut dan mengingat Allah. Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya senantiasa mengingat-Nya, baik siang maupun malam, dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, salat, dan membaca Al-Qur'an. Dengan demikian, ia dapat melenyapkan dari hatinya segala sesuatu yang melalaikan perintah-perintah Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5484, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0631\u0650\u0642\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0643\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rabbul mashriqi wal maghriibi laaa ilaaha illaa Huwa fattakhizhu wakeelaa" } }, "translation": { "en": "[He is] the Lord of the East and the West; there is no deity except Him, so take Him as Disposer of [your] affairs.", "id": "(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5484", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5484.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5484.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa harus menyebut nama Allah, karena Dialah Tuhan timur dan barat yakni alam semesta, tidak ada tuhan yang mengendalikan alam raya selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung dan serahkanlah segala urusan hidup setelah berusaha dengan maksimal.", "long": "Selanjutnya dijelaskan bahwa Allah adalah pemilik timur dan barat. Tidak ada Tuhan selain Dia. Oleh karena itu, hendaklah Muhammad saw menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Firman Allah:\n\nMaka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. (Hud/11: 123)" } } }, { "number": { "inQuran": 5485, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0647\u0652\u062c\u064f\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wasbir 'alaa maa yaqoo loona wahjurhum hajran jameelaa" } }, "translation": { "en": "And be patient over what they say and avoid them with gracious avoidance.", "id": "Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5485", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5485.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5485.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di samping berusaha sungguh-sungguh dan berserah diri kepada Allah, modal sukses dalam menyampaikan dakwah adalah sabar. Inilah yang ditegaskan dalam ayat ini. Dan bersabarlah wahai Nabi Muhammad terhadap apa saja yang mereka katakan yang menyakitimu dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik sehingga mereka tidak merasa bahwa engkau memusuhi mereka dan menaruh dendam terhadap mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya sabar dan menahan diri menghadapi orang-orang musyrik yang melontarkan kata-kata yang tidak senonoh terhadap dirinya dan Tuhannya, karena kesabaran membawa kepada tercapainya cita-cita. Allah juga memerintahkan supaya Muhammad saw memutuskan pergaulan dengan orang-orang yang seperti itu dengan bijaksana tanpa melontarkan cercaan terhadap mereka. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nApabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. (al-An'am/6: 68)\n\nDan firman-Nya:\n\nMaka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya menginginkan kehidupan dunia. (an-Najm/53: 29)\n\nAllah juga berfirman:\n\nKarena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya. (an-Nisa'/4: 63)" } } }, { "number": { "inQuran": 5486, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0647\u0651\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa zarnee walmukaz zibeena ulin na'mati wa mahhilhum qaleelaa" } }, "translation": { "en": "And leave Me with [the matter of] the deniers, those of ease [in life], and allow them respite a little.", "id": "Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5486", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5486.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5486.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah segala cara ditempuh untuk mengajak kaum musyrik beriman, ternyata mereka tetap musyrik, maka tidak perlu berkecil hati, karena Allah yang akan membalas mereka. Dan biarkanlah Aku yang bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar saja,", "long": "Ayat ini memerintahkan supaya Muhammad saw mengembalikan urusannya kepada Allah dalam menghadapi pendusta-pendusta agama yang kaya raya dan bermegah-megahan dengan kekayaan itu. Allah-lah yang akan menyiksa mereka dengan azab yang telah disiapkan-Nya untuk mereka. Oleh karenanya, hendaklah Muhammad saw membiarkan mereka bermegah-megahan dengan kekayaan mereka dalam waktu sementara, karena Allah pasti akan memenuhi janji-Nya mengazab mereka sebagaimana telah diperlihatkan-Nya kepada orang-orang mukmin pada hari peperangan Badar yang peristiwanya terjadi tidak lama setelah turun ayat ini. Allah berfirman:\n\nKami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras. (Luqman/31: 24)" } } }, { "number": { "inQuran": 5487, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0643\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna ladainaaa ankaalanw wa jaheemaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, with Us [for them] are shackles and burning fire", "id": "Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5487", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5487.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5487.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "karena sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat yang akan mengikat mereka dan api neraka yang menyala-nyala,", "long": "Ayat ini menggambarkan tentang berbagai macam azab Tuhan di akhirat nanti terhadap pendusta-pendusta tersebut. Allah berkuasa mengazab mereka karena Dia mempunyai belenggu untuk mengikat kaki mereka sebagai penghinaan terhadap mereka dan tidak ada kekhawatiran kalau-kalau mereka melarikan diri. Allah mempunyai api neraka yang menyala-nyala dan dapat menghanguskan serta merusak kulit muka dan badan serta melemahkan sendi-sendi tulang mereka. Allah mempunyai makanan-makanan dalam api neraka yang sifatnya mencekik kerongkongan yang tidak dapat dikeluarkan dan tidak dapat pula ditelan. Hal ini merupakan azab Tuhan yang memedihkan seluruh bagian tubuh mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5488, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0630\u064e\u0627 \u063a\u064f\u0635\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ta'aaman zaa ghussa tinw wa'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "And food that chokes and a painful punishment -", "id": "dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5488", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5488.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5488.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan mereka juga diberi makanan tetapi ada makanan yang apabila dimakan akan menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.", "long": "Ayat ini menggambarkan tentang berbagai macam azab Tuhan di akhirat nanti terhadap pendusta-pendusta tersebut. Allah berkuasa mengazab mereka karena Dia mempunyai belenggu untuk mengikat kaki mereka sebagai penghinaan terhadap mereka dan tidak ada kekhawatiran kalau-kalau mereka melarikan diri. Allah mempunyai api neraka yang menyala-nyala dan dapat menghanguskan serta merusak kulit muka dan badan serta melemahkan sendi-sendi tulang mereka. Allah mempunyai makanan-makanan dalam api neraka yang sifatnya mencekik kerongkongan yang tidak dapat dikeluarkan dan tidak dapat pula ditelan. Hal ini merupakan azab Tuhan yang memedihkan seluruh bagian tubuh mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5489, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0647\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yawma tarjuful ardu waljibaalu wa kaanatil jibaalu kaseebam maheelaa" } }, "translation": { "en": "On the Day the earth and the mountains will convulse and the mountains will become a heap of sand pouring down.", "id": "(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5489", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5489.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5489.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah siksa yang diancamkan itu pasti akan terjadi yaitu pada hari ketika bumi dan gunung-gunung berguncang keras ketika itu bumi menjadi datar, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan yang tampak ringan, padahal sebelumnya adalah sesuatu yang berat lagi kokoh.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa azab tersebut terjadi pada hari di mana bumi dan gunung berguncang sekeras-kerasnya sehingga gunung dan bukit menjadi berserakan, bercerai-berai seperti tumpukan pasir yang beterbangan. Firman Allah dalam ayat lain:\n\nDan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (al-Qari'ah/101: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 5490, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa arsalnaaa ilaikum rasoolan shahidan 'alikum kamaaa arsalnaaa ilaa Fir'awna Rasoolna" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have sent to you a Messenger as a witness upon you just as We sent to Pharaoh a messenger.", "id": "Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir‘aun." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5490", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5490.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5490.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah dijelaskan ancaman siksa akhirat yang akan diterima bagi para pendurhaka, ayat ini mengingatkan manusia tentang siksa dunia. Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul, Muhammad kepada kamu, wahai penduduk Mekah, bahkan juga seluruh manusia, yang menjadi saksi terhadapmu menyangkut sikap dan perbuatan kamu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul yaitu Musa, kepada Fir‘aun.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus kepada penduduk Mekah seorang rasul yaitu Muhammad saw untuk membawa mereka ke jalan yang benar dan menjadi saksi bagi mereka pada hari Kiamat tentang sikap mereka terhadap ajakan Rasul, apakah mereka menerima atau menolaknya, sebagaimana Allah mengutus seorang rasul kepada Fir'aun dan kaumnya. Akan tetapi, Fir'aun menentang kerasulan Musa sehingga Allah membinasakannya beserta pengikut-pengikutnya dengan menenggelamkan mereka ke dalam lautan. Oleh sebab itu, hendaklah penduduk Mekah mengambil pelajaran dari peristiwa ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5491, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064e\u062e\u0652\u0630\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa'asaa Fir'awnur Rasoola fa akhaznaahu akhzanw wabeelaa" } }, "translation": { "en": "But Pharaoh disobeyed the messenger, so We seized him with a ruinous seizure.", "id": "Namun Fir‘aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5491", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5491.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5491.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun Fir‘aun mendurhakai Rasul yang Kami utus itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat. Maka jika kamu wahai penduduk Mekah mendurhakai Nabi Muhammad, Kami dapat menyiksa kamu seperti yang dialami oleh Fir’aun.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus kepada penduduk Mekah seorang rasul yaitu Muhammad saw untuk membawa mereka ke jalan yang benar dan menjadi saksi bagi mereka pada hari Kiamat tentang sikap mereka terhadap ajakan Rasul, apakah mereka menerima atau menolaknya, sebagaimana Allah mengutus seorang rasul kepada Fir'aun dan kaumnya. Akan tetapi, Fir'aun menentang kerasulan Musa sehingga Allah membinasakannya beserta pengikut-pengikutnya dengan menenggelamkan mereka ke dalam lautan. Oleh sebab itu, hendaklah penduduk Mekah mengambil pelajaran dari peristiwa ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5492, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u0650\u0644\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u064e \u0634\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fakaifa tattaqoona in kafartum yawmany yaj'alul wildaana sheeba" } }, "translation": { "en": "Then how can you fear, if you disbelieve, a Day that will make the children white- haired?", "id": "Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5492", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5492.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5492.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu ketentuan Allah yang akan menghukum siapa saja yang mendurhakai Rasul-Nya tetap berlaku sepanjang masa, bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu dari jatuhnya siksa Allah jika kamu tetap kafir kepada hari yang sedemikian berat lagi dahsyat sehingga menjadikan anak-anak kecil saking takutnya berubah menjadi tua dan beruban.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang kafir tidak takut kepada datangnya hari Kiamat. Padahal pada hari itu, mereka tidak akan merasa aman karena kekufuran mereka. Mereka tidak sanggup menolak azab Tuhan pada hari yang sangat dahsyat yang menjadikan anak-anak muda beruban. Langit pun pada hari itu terpecah-belah. Hal itu menunjukkan sangat dahsyatnya hari tersebut. Kedatangan hari tersebut, yaitu turunnya azab Tuhan kepada orang kafir dan pahala Tuhan berupa nikmat kepada orang mukmin, adalah janji Tuhan yang pasti dipenuhi-Nya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5493, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0645\u064f\u0646\u0641\u064e\u0637\u0650\u0631\u064c \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f\u0647\u064f \u0645\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f\u0648\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Assamaaa'u munfatirum bih; kaana wa'duhoo maf'oola" } }, "translation": { "en": "The heaven will break apart therefrom; ever is His promise fulfilled.", "id": "Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5493", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5493.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5493.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedemikian dahsyatnya langit yang begitu kokoh menjadi terbelah dan berantakan pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana karena Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang kafir tidak takut kepada datangnya hari Kiamat. Padahal pada hari itu, mereka tidak akan merasa aman karena kekufuran mereka. Mereka tidak sanggup menolak azab Tuhan pada hari yang sangat dahsyat yang menjadikan anak-anak muda beruban. Langit pun pada hari itu terpecah-belah. Hal itu menunjukkan sangat dahsyatnya hari tersebut. Kedatangan hari tersebut, yaitu turunnya azab Tuhan kepada orang kafir dan pahala Tuhan berupa nikmat kepada orang mukmin, adalah janji Tuhan yang pasti dipenuhi-Nya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5494, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 574, "manzil": 7, "ruku": 508, "hizbQuarter": 229, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna haazihee tazkiratun fa man shaaa'at takhaza ilaa Rabbihee sabeelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, this is a reminder, so whoever wills may take to his Lord a way.", "id": "Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5494", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5494.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5494.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah ancaman disampaikan al-Qur’an kembali menegaskan bahwa sungguh, ayat-ayat al-Qur’an ini adalah peringatan sekaligus petunjuk. Barangsiapa menghendaki kebaikan, niscaya dia mengambil jalan yang lurus kepada Tuhannya.", "long": "Allah menegaskan bahwa sesungguhnya hal-hal yang lalu yang mengungkapkan berbagai hal tentang siksaan yang disediakan Allah bagi orang yang mendustakan-Nya, dan bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan diri dari azab-Nya, merupakan pengajaran atau peringatan, khususnya bagi orang yang ingin kembali kepada jalan Tuhannya.\n\nMenempuh jalan kepada Tuhan berarti mengimani-Nya, mengerjakan perbuatan yang bersifat menaati-Nya, serta menundukkan diri kepada-Nya. Itulah upaya seseorang untuk mencapai mardhatillah (keridaan Allah). Itulah jalan hidup yang lurus dan kokoh." } } }, { "number": { "inQuran": 5495, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 509, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0623\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646 \u062b\u064f\u0644\u064f\u062b\u064e\u064a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0646\u0650\u0635\u0652\u0641\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062b\u064f\u0644\u064f\u062b\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0637\u064e\u0627\u0626\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u06da \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u062a\u064f\u062d\u0652\u0635\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u06da \u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0633\u064e\u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u06d9 \u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d9 \u0648\u064e\u0622\u062e\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u0631\u064e\u0621\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0622\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0631\u0650\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0642\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u062a\u064e\u062c\u0650\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0638\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Inna Rabbaka ya'lamu annaka taqoomu adnaa min sulusa yil laili wa nisfahoo wa sulusahoo wa taaa'ifatum minal lazeena ma'ak; wal laahu yuqaddirul laila wanna haar; 'alima al lan tuhsoohu fataaba 'alaikum faqra'oo maa tayassara minal quraan; 'alima an sa yakoonu minkum mardaa wa aakharoona yadriboona fil ardi yabtaghoona min fadlil laahi wa aakharoona yuqaatiloona fee sabeelil laahi faqra'oo ma tayassara minhu wa aqeemus salaata wa aatuz zakaata wa aqridul laaha qardan hasanaa; wa maa tuqadimoo li anfusikum min khairin tajidoohu 'indal laahi huwa khayranw wa a'zama ajraa; wastaghfirul laahaa innal laaha ghafoorur raheem." } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord knows, [O Muhammad], that you stand [in prayer] almost two thirds of the night or half of it or a third of it, and [so do] a group of those with you. And Allah determines [the extent of] the night and the day. He has known that you [Muslims] will not be able to do it and has turned to you in forgiveness, so recite what is easy [for you] of the Qur'an. He has known that there will be among you those who are ill and others traveling throughout the land seeking [something] of the bounty of Allah and others fighting for the cause of Allah. So recite what is easy from it and establish prayer and give zakah and loan Allah a goodly loan. And whatever good you put forward for yourselves - you will find it with Allah. It is better and greater in reward. And seek forgiveness of Allah. Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.", "id": "Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5495", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5495.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5495.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jalan lurus menuju Tuhan mungkin dirasakan berat bagi sementara orang, maka ayat ini memberi petunjuk solusinya. Sesungguhnya Tuhanmu senantiasa mengetahui bahwa engkau, wahai Nabi Muhammad, terkadang berdiri untuk mengerjakan salat kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersamamu yaitu para sahabat yang mengikutimu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu secara pasti dan rinci dalam melaksanakan salat, maka Dia memberi keringanan kepadamu menyangkut apa yang telah ditetapkan-Nya sebelum ini, karena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit sehingga akan sulit melaksanakan salat malam seperti yang diperintahkan, dan ada juga yang berjalan di bumi yaitu bepergian jauh untuk mencari sebagian karunia Allah baik urusan perniagaan atau menuntut ilmu. dan Allah mengetahui juga akan ada yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an dan laksanakanlah salat secara baik dan berkesinambungan, tunaikanlah zakat secara sempurna dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik yaitu segala pemberian di jalan Allah di luar kewajiban zakat. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasan-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan di samping amalan tersebut maka mohonlah ampunan kepada Allah. sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.", "long": "Dalam ayat-ayat yang lalu, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk salat malam, maka dalam ayat ini, Allah menunjukkan kemahapengasihan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dia memberikan keringanan pada hamba-Nya dengan tidak mewajibkan salat Tahajud setiap malam.\n\nTuhan menegaskan bahwa Dia mengetahui sebagian kaum muslimin bersama Nabi mengerjakan salat malam itu sepanjang 2/3 malam, atau 1/2-nya atau 1/3-nya. Waktu itu masih merupakan perintah wajib yang tentu saja terkadang-kadang terasa berat.\n\nKetika ayat pertama Surah al-Muzzammil turun, para sahabat mengerjakan salat sesuai dengan petunjuk dalam ayat 2 sampai dengan 4. Hal itu kadang-kadang memberatkan, sekalipun salat Tahajud itu khusus difardukan atau diwajibkan kepada Rasulullah saw, dan disunatkan bagi umatnya. Banyak di antara para sahabat tidak mengetahui dengan pasti berapa ukuran 1/2 atau 1/3 malam itu, hingga karena takut luput dari waktu salat malam yang diperintahkan itu, sehingga ada di antara mereka yang berjaga-jaga sepanjang malam. Hal ini sangat melelahkan badan mereka, sebab mereka bangun sampai fajar. Tentu saja bangun dan berjaga-jaga demikian melemahkan fisik. Untuk meringankan itu, Allah menurunkan ayat ini:\n\n¦Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu¦ (al-Muzzammil/73: 20)\n\nDari ayat 20 ini dapat pula diambil pelajaran bahwa mengerjakan perintah fardu itu tidak boleh melebihi batas ukuran yang ditentukan agar tidak memberatkan diri sendiri. Oleh karena itu, Allah memerintahkan bagi yang biasa salat malam apabila terasa agak memberatkan boleh dikurangi waktunya, sehingga dikerjakan tidak dalam keadaan terpaksa. Begitulah Allah memudahkan sesuatu yang berat menjadi ringan, agar seseorang selalu mengerjakan yang mudah itu.\n\nBegitu pula dalam bacaan salat malam (termasuk Magrib dan Isya), hendaklah dibaca ayat-ayat yang pendek-pendek, sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan ad-Daruquthni dari Qais bin hazim bahwa ia salat berjamaah yang diimami oleh Ibnu 'Abbas. Qais mengatakan bahwa Ibnu 'Abbas membaca beberapa ayat dari permulaan Surah al-Baqarah setelah al-Fatihah. Selesai salat, Ibnu 'Abbas mengajarkan kepada yang mengikutinya:\n\nSelesai salat, Ibnu 'Abbas menghampiri kami seraya berkata, Allah berfirman \"Bacalah olehmu mana yang mudah dari (ayat-ayat Al-Qur'an itu)\" (Riwayat al-Baihaqi dan ad-Daruquthni)\n\nBerapa ukuran ayat-ayat yang mudah itu tidak dijelaskan lebih lanjut, demikian pula apakah untuk salat fardu atau salat Tahajud dan sunah-sunah lainnya. Boleh jadi membaca mana yang mudah dari ayat-ayat Al-Qur'an berlaku untuk beberapa salat wajib dan beberapa salat sunah (seperti salat Tahajud).\n\nKemudian disebutkan pula uzur (halangan) yang kedua yakni karena sakit, sehingga diringankan tuntutan mengerjakan salat malam. Uzur yang ketiga adalah karena sibuk mencari rezeki di siang hari. Keempat karena sedang berjuang dengan senjata (fisik) membela dan mempertahankan agama Allah dari serangan musuh.\n\nFaktor sakit, sibuk mencari rezeki, dan sedang berjihad di jalan Allah menyebabkan seseorang sulit baginya untuk bangun pada malam hari mengerjakan salat Tahajud. Demikianlah pula ternyata ayat ini tidak membeda-bedakan usaha berjihad mengangkat senjata melawan musuh dengan berusaha mencari rezeki, sebab keduanya bermanfaat bagi kaum muslimin, asal dikerjakan menurut perintah Allah. Berjuang berarti mempertahankan agama, sedang berdagang atau berusaha dapat membiayai keluarga dan kegiatan agama (dengan zakat, sedekah, dan lain-lain).\n\nSetelah menyebutkan tiga sebab yang mendatangkan rukhsah (keringanan) dalam beribadah pada malam hari yang berarti pula terhapusnya kewajiban salat malam (mansukh), maka ayat ini menyebutkan pula apa yang mereka kerjakan setelah mendapat keringanan tersebut yakni hendaklah membaca Al-Qur'an dalam salat mana yang mudah-mudah saja.\n\nSelanjutnya Allah memerintahkan untuk menegakkan salat dan mengeluarkan zakat. Selain itu dianjurkan pula untuk memberikan pinjaman kepada Allah, dalam bentuk memberikan nafkah (bantuan) bagi kepentingan sabilillah, baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Dengan qiradh (pinjaman) itulah agama ini bisa ditegakkan, dan urusan sosial kemasyarakatan dapat ditegakkan. Dalam ayat lain dinyatakan:\n\nBarang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (al-Baqarah/2: 245)\n\nKemudian Tuhan menganjurkan supaya memperbanyak sedekah (memberikan harta kepada yang memerlukannya di luar zakat yang wajib) dan memperbanyak amal saleh. Apa yang dinafkahkan dan dikorbankan dengan bersedekah di jalan Allah, adalah lebih baik dibandingkan dengan apa yang dihabiskan untuk kepentingan duniawi, dan dengan demikian seseorang semakin memperbesar persiapannya untuk menuju kampung yang kekal dan abadi. \n\nAyat ini diakhiri dengan anjuran agar kita memperbanyak istigfar (mohon ampun kepada Allah), karena dosa dan kesalahan yang kita kerjakan terlalu banyak. Istigfar yang diterima Allah itulah yang akan menutup aib seseorang tatkala diadakan perhitungan dan pertanggungjawaban amal manusia di hadapan-Nya kelak. Allah-lah Yang Maha Pengampun; Dialah yang menutupi dosa seseorang atau menguranginya. Dialah yang Maha Pengasih, yang seseorang tidak akan disiksa bilamana tobatnya telah diterima." } } } ] }, { "number": 74, "sequence": 4, "numberOfVerses": 56, "name": { "short": "المدثر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u062f\u062b\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Muddaththir", "id": "Al-Muddassir" }, "translation": { "en": "The Cloaked One", "id": "Orang Yang Berkemul" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Muddatstsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil. \tDinamai Al Muddatstsir (orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5496, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062f\u0651\u064e\u062b\u0651\u0650\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal muddassir" } }, "translation": { "en": "O you who covers himself [with a garment],", "id": "Wahai orang yang berkemul (berselimut)!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5496", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5496.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5496.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di akhir surah al-Muzammil berisi berita gembira bagi yang berbuat kebajikan, di awal surah ini berisi perintah untuk bersemangat menyeru kepada kebajikan. Wahai orang yang berkemul atau berselimut yakni Nabi Muhammad!", "long": "Dalam ayat 1-2 disebutkan bahwa Nabi Muhammad sedang berselubung dengan selimut karena diliputi perasaan takut melihat rupa Malaikat Jibril, lalu turunlah wahyu yang memerintahkan agar segera bangun dan memperingatkan umat yang masih sesat itu supaya mereka mengenal jalan yang benar.\n\nPerkataan \"qum\" (bangunlah) menunjukkan bahwa seorang rasul harus rajin, ulet, dan tidak mengenal putus asa karena ejekan orang yang tidak senang menerima seruannya. Rasul tidak boleh malas dan berpangku tangan. Semenjak ayat ini turun, Nabi Muhammad tidak pernah berhenti melaksanakan tugas dakwah. Sepanjang hidupnya diisi dengan berbagai macam kegiatan yang berguna bagi kepentingan umat dan penyiaran agama Islam.\n\nPeringatan-peringatan yang beliau sampaikan kepada penduduk Mekah yang masih musyrik pada waktu itu, berupa kedahsyatan siksaan Allah di hari Kiamat kelak. Untuk menyelamatkan diri dari azab tersebut, manusia hendaknya mengenal Allah dan patuh mengikuti perintah Rasul saw." } } }, { "number": { "inQuran": 5497, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u0650\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Qum fa anzir" } }, "translation": { "en": "Arise and warn", "id": "bangunlah, lalu berilah peringatan!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5497", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5497.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5497.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bangunlah dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat, lalu berilah peringatan!", "long": "Dalam ayat 1-2 disebutkan bahwa Nabi Muhammad sedang berselubung dengan selimut karena diliputi perasaan takut melihat rupa Malaikat Jibril, lalu turunlah wahyu yang memerintahkan agar segera bangun dan memperingatkan umat yang masih sesat itu supaya mereka mengenal jalan yang benar.\n\nPerkataan \"qum\" (bangunlah) menunjukkan bahwa seorang rasul harus rajin, ulet, dan tidak mengenal putus asa karena ejekan orang yang tidak senang menerima seruannya. Rasul tidak boleh malas dan berpangku tangan. Semenjak ayat ini turun, Nabi Muhammad tidak pernah berhenti melaksanakan tugas dakwah. Sepanjang hidupnya diisi dengan berbagai macam kegiatan yang berguna bagi kepentingan umat dan penyiaran agama Islam.\n\nPeringatan-peringatan yang beliau sampaikan kepada penduduk Mekah yang masih musyrik pada waktu itu, berupa kedahsyatan siksaan Allah di hari Kiamat kelak. Untuk menyelamatkan diri dari azab tersebut, manusia hendaknya mengenal Allah dan patuh mengikuti perintah Rasul saw." } } }, { "number": { "inQuran": 5498, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0643\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Wa rabbaka fakabbir" } }, "translation": { "en": "And your Lord glorify", "id": "dan agungkanlah Tuhanmu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5498", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5498.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5498.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam menyampaikan dakwah pastilah akan banyak rintangan, maka hal itu tidak perlu merisaukan hatimu wahai Nabi. Ikutilah petunjuk-Ku, pertama, agar tetap tegar dan tidak pudar semangatmu, agungkanlah Tuhanmu,", "long": "Ayat ini memerintahkan agar Nabi Muhammad mengagungkan Allah dengan bertakbir dan menyerahkan segala urusan kepada kehendak-Nya. Beliau dilarang mencari pertolongan selain kepada-Nya.\n\nMengagungkan Allah dengan segenap jiwa dan raga tentu menumbuhkan kepribadian yang tangguh dan tidak mudah goyah. Sebab, manusia yang beriman memandang bahwa tidak ada yang ditakuti selain Allah. Sikap ini perlu dihayati oleh seorang dai (juru dakwah) yang tugasnya sehari-hari mengajak manusia ke jalan Allah.\n\nAyat ini juga mengandung arti bahwa Nabi Muhammad diperintahkan supaya bertakbir yaitu membesarkan nama Tuhan-Nya, melebihi dari segala sesuatu yang ada. Sebab setelah manusia mengenal pencipta alam dan dirinya sendiri serta yakin bahwa pencipta itu memang ada, maka hendaklah dia membersihkan zat-Nya dari segala tandingan-Nya. Bila tidak demikian, orang musyrik pun mengagungkan nama tuhan mereka, akan tetapi keagungan yang berserikat dengan zat-zat lain.\n\nMembesarkan Allah berarti mengagungkan-Nya dalam ucapan dan perbuatan, menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya, beribadah dan membersihkan zat-Nya dari segala yang dipersekutukan dengan-Nya, dan menggantungkan harapan kepada-Nya saja. Kalau unsur-unsur yang demikian dipenuhi dalam membesarkan Allah, barulah sempurna penghayatan iman bagi seorang mukmin." } } }, { "number": { "inQuran": 5499, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062b\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Wa siyaabaka fatahhir" } }, "translation": { "en": "And your clothing purify", "id": "dan bersihkanlah pakaianmu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5499", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5499.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5499.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan kedua, untuk menunjang dakwahmu, bersihkanlah pakaianmu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya membersihkan pakaian. Makna membersihkan pakaian menurut sebagian ahli tafsir adalah:\n\n1.Membersihkan pakaian dari segala najis dan kotoran, karena bersuci dengan maksud beribadah hukumnya wajib, dan selain beribadah hukumnya sunah. Membersihkan di sini juga termasuk cara memperolehnya, yaitu pakaian yang digunakan harus diperoleh dengan cara yang halal. Ketika Ibnu 'Abbas ditanya orang tentang maksud ayat ini, beliau menjawab bahwa firman Allah tersebut berarti larangan memakai pakaian untuk perbuatan dosa dan penipuan. Jadi menyucikan pakaian adalah membersihkannya dari najis dan kotoran. Pengertian yang lebih luas lagi, yakni membersihkan tempat tinggal dan lingkungan hidup dari segala bentuk kotoran, sampah, dan lain-lain, sebab dalam pakaian, tubuh, dan lingkungan yang kotor banyak terdapat dosa. Sebaliknya dengan membersihkan badan, tempat tinggal, dan lain-lain berarti berusaha menjauhkan diri dari dosa. Demikianlah para ulama Syafi'iyah mewajibkan membersihkan pakaian dari najis bagi orang yang hendak salat. Begitulah Islam mengharuskan para pengikutnya untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan jasmani mengangkat manusia kepada akhlak yang mulia.\n\n2.Membersihkan pakaian berarti membersihkan rohani dari segala watak dan sifat-sifat tercela. Khusus buat Nabi Muhammad, ayat ini memerintahkan beliau menyucikan nilai-nilai nubuwwah (kenabian) yang dipikulnya dari segala yang mengotorinya (dengki, dendam, pemarah, dan lain-lain). Pengertian kedua ini bersifat kiasan (majazi), dan memang dalam bahasa Arab kadang-kadang menyindir orang yang tidak menepati janji dengan memakai perkataan, \"Dia suka mengotori baju (pakaian)-nya,\" Sedangkan kalau orang yang suka menepati janji selalu dipuji dengan ucapan, \"Dia suka membersihkan baju (pakaian)-nya.\"\n\nSecara singkat, ayat ini memerintahkan agar membersihkan diri, pakaian, dan lingkungan dari segala najis, kotoran, sampah, dan lain-lain. Di samping itu juga berarti perintah memelihara kesucian dan kehormatan pribadi dari segala perangai yang tercela." } } }, { "number": { "inQuran": 5500, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e \u0641\u064e\u0627\u0647\u0652\u062c\u064f\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Warrujza fahjur" } }, "translation": { "en": "And uncleanliness avoid", "id": "dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5500", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5500.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5500.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan petunjuk yang ketiga adalah, tinggalkanlah segala perbuatan yang keji seperti penyembahan berhala, betapa pun banyak yang melakukan.", "long": "Selanjutnya Nabi Muhammad diperintahkan supaya meninggalkan perbuatan dosa seperti menyembah berhala atau patung. Kata ar-rujz yang terdapat dalam ayat ini berarti siksaan, dan dalam hal ini yang dimaksudkan ialah perintah menjauhkan segala sebab yang mendatangkan siksaan, yakni perbuatan maksiat. Termasuk yang dilarang oleh ayat ini ialah mengerjakan segala macam perbuatan yang menyebabkan perbuatan maksiat.\n\nMembersihkan diri dari dosa apalagi bagi seorang dai adalah suatu kewajiban. Sebab, kalau pada diri sang dai sendiri diketahui ada cela dan aib oleh masyarakat, tentu perkataan dan nasihatnya sulit diterima orang. Bahkan mubalig yang pandai memelihara diri sekali pun pasti menghadapi dua bentuk tantangan, yakni:\n\n1.Boleh jadi orang yang diajak dan diseru ke jalan Allah akan menepuk dada, memperlihatkan kesombongannya, sehingga merasa tidak lagi membutuhkan nasihat. Dengan kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kedudukan tinggi yang dimilikinya, ia merasa tidak perlu lagi diajak ke jalan Allah.\n\n2.Mungkin pula sang dai dimusuhi oleh penguasa dan yang tidak senang kepadanya. Sang dai akan diusir, disiksa, dikurangi hak-haknya, diintimidasi, dilarang, atau dihalang-halangi menyampaikan dakwah dan menegakkan yang hak. Semuanya itu merupakan akibat yang harus dihadapi bagi siapa saja yang berjihad di jalan Allah. Memelihara diri dari segala tindakan dan perkataan yang melunturkan nama baik di mata masyarakat adalah sebagian dari ikhtiar dalam rangka mencapai kesuksesan dalam berdakwah." } } }, { "number": { "inQuran": 5501, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0646\u064f\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u062b\u0650\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laa tamnun tastaksir" } }, "translation": { "en": "And do not confer favor to acquire more", "id": "dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5501", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5501.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5501.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Petunjuk yang keempat, dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, memberi yaitu usahamu dalam berdakwah dengan maksud untuk mendapatkan imbalan duniawi dari manusia. Dengan demikian engkau akan memperoleh balasan dari Allah, yang lebih banyak.", "long": "Dalam ayat ini, Nabi Muhammad dilarang memberi dengan maksud memperoleh yang lebih banyak. Artinya dengan usaha dan ikhtiar mengajak manusia ke jalan Allah, serta dengan ilmu dan risalah yang disampaikan, beliau dilarang mengharapkan ganjaran atau upah yang lebih besar dari orang-orang yang diserunya. Tegasnya jangan menjadikan dakwah sebagai objek bisnis yang mendatangkan keuntungan duniawi. Bagi seorang nabi lebih ditekankan lagi agar tidak mengharapkan upah sama sekali dalam dakwah, guna memelihara keluhuran martabat kenabian yang dipikulnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5502, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Wa li Rabbika fasbir" } }, "translation": { "en": "But for your Lord be patient.", "id": "Dan karena Tuhanmu, bersabarlah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5502", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5502.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5502.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Petunjuk terakhir, kelima, larangan memperoleh imbalan dapat menimbulkan kesulitan maka apabila menghadapi kesulitan ayat ini memberi petunjuk, dan hanya karena Tuhanmu, maka bersabarlah, pasti engkau akan berhasil dalam dakwahmu.", "long": "Ayat ini memerintahkan supaya Nabi Muhammad bersikap sabar, karena dalam berbuat taat itu pasti banyak rintangan dan cobaan yang dihadapi. Apalagi dalam berjihad untuk menyampaikan risalah Islam. Sabar dalam ayat ini juga berarti tabah menderita karena disiksa atau disakiti karena apa yang disampaikan itu tidak disenangi orang. Bagi seorang dai, ayat ini berarti bahwa ia harus dapat menahan diri dan menekan perasaan ketika misinya tidak diterima orang, dan ketika kebenaran yang diserukannya tidak dipedulikan orang. Janganlah putus asa, sebab tidak ada perjuangan yang berhasil tanpa pengorbanan, sebagaimana perjuangan yang telah dialami para nabi dan rasul.\n\nAda beberapa bentuk sabar yang ditafsirkan dari ayat di atas, di antaranya: (1) sabar dalam melakukan perbuatan taat, sehingga tidak dihinggapi kebosanan, (2) sabar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan menghadapi musuh, (3) sabar ketika menghadapi cobaan dan ketetapan (qadar) Allah, dan (4) sabar menghadapi kemewahan hidup di dunia. Dengan sikap sabar dan tabah itulah sesuatu perjuangan dijamin akan berhasil, seperti yang diperlihatkan oleh junjungan kita, Nabi Muhammad saw." } } }, { "number": { "inQuran": 5503, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0642\u0650\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0642\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Fa izaa nuqira fin naaqoor" } }, "translation": { "en": "And when the trumpet is blown,", "id": "Maka apabila sangkakala ditiup," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5503", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5503.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5503.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kesulitan dalam dakwah tidaklah seberapa, akan ada saat yang lebih sulit lagi, maka apabila sangkakala ditiup yaitu hari Kiamat telah tiba,", "long": "Setelah memberikan pengarahan khusus kepada Nabi Muhammad (yang juga menjadi cermin pengajaran bagi umat beliau) yang dimulai dari ayat 1 sampai dengan ayat 7 di atas, maka pada ayat ini, Allah menjelaskan pula tentang suasana kedatangan hari Kiamat. Di hari yang dijanjikan itu, orang-orang yang telah menyakiti hati para rasul dan juru dakwah karena menyampaikan ajaran Allah, akan mengalami suatu kesulitan yang luar biasa. Mereka tersentak mendengar seruan Kiamat ditiup Malaikat Israfil. Mereka langsung merasakan betapa hebatnya kesulitan yang harus ditempuh. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya bersabar menghadapi gangguan-gangguan musuh tersebut.\n\nPada hari Kiamat, semua orang mendapatkan apa yang telah mereka amalkan: kesenangan yang abadi bagi orang yang beriman dan berjihad menegakkan keimanan yang benar, serta kecelakaan dan kesengsaraan bagi siapa yang ingkar dan hidup di atas keingkaran itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5504, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0639\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Fazaalika yawma 'iziny yawmun 'aseer" } }, "translation": { "en": "That Day will be a difficult day", "id": "maka itulah hari yang serba sulit," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5504", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5504.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5504.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka itulah hari yang serba sulit, bagi siapa saja.", "long": "Setelah memberikan pengarahan khusus kepada Nabi Muhammad (yang juga menjadi cermin pengajaran bagi umat beliau) yang dimulai dari ayat 1 sampai dengan ayat 7 di atas, maka pada ayat ini, Allah menjelaskan pula tentang suasana kedatangan hari Kiamat. Di hari yang dijanjikan itu, orang-orang yang telah menyakiti hati para rasul dan juru dakwah karena menyampaikan ajaran Allah, akan mengalami suatu kesulitan yang luar biasa. Mereka tersentak mendengar seruan Kiamat ditiup Malaikat Israfil. Mereka langsung merasakan betapa hebatnya kesulitan yang harus ditempuh. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya bersabar menghadapi gangguan-gangguan musuh tersebut.\n\nPada hari Kiamat, semua orang mendapatkan apa yang telah mereka amalkan: kesenangan yang abadi bagi orang yang beriman dan berjihad menegakkan keimanan yang benar, serta kecelakaan dan kesengsaraan bagi siapa yang ingkar dan hidup di atas keingkaran itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5505, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "'Alal kaafireena ghayru yaseer" } }, "translation": { "en": "For the disbelievers - not easy.", "id": "bagi orang-orang kafir tidak mudah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5505", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5505.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5505.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Terlebih bagi orang-orang kafir yaitu yang keras kepala mengingkari kebenaran, pada hari itu tidak mudah, keadaannya akan diliputi kesulitan yang dahsyat.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan lagi bahwa tidak mudah bagi orang-orang kafir menghadapi suasana hari Kiamat yang dahsyat dan menakutkan itu. Sebab, pada hari itulah mereka menerima segala hasil perbuatan mereka dalam buku amalan dari sebelah kiri sebagai tanda masuk neraka. Tidak ada lagi kebahagiaan bagi orang kafir pada hari tersebut. Semuanya serba susah dan pedih, tidak seperti kesenangan yang pernah mereka nikmati di dunia dahulu.\n\nKenapa mereka mengalami kesulitan? Selain pernah menerima buku di sebelah kiri, mereka juga harus mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan mereka di hadapan Mahkamah Allah Yang Mahaadil, yang tidak seorang pun dapat mengelak dan tidak seorang pun yang merasa dirugikan. Sebab, di hari itu pula segala anggota tubuh ikut berbicara mengajukan kesaksian dengan sendirinya terhadap yang pernah dikerjakan, padahal mulut yang di dunia pandai bicara, pada hari itu terkunci rapat diam membisu seribu bahasa. Semua manusia pada hari Kiamat menundukkan kepala di hadapan Allah, mengakui kesalahan dan kekhilafan masa lalu, tetapi pintu penyesalan sudah ditutup. Adapun orang mukmin yang telah menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk berjihad di jalan Allah, menghadapi kiamat dengan perasaan cerah, tanpa diliputi ketakutan sedikit pun. Mereka tidak akan dipersulit perhitungan amalnya, dan berjalan berbaris serta bersaf-saf menuju Mahkamah Ilahi dengan wajah cerah." } } }, { "number": { "inQuran": 5506, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u062d\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Zamee wa man khalaqtu waheedaa" } }, "translation": { "en": "Leave Me with the one I created alone", "id": "Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5506", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5506.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5506.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara tokoh pendurhaka yang menjadi latar belakang turunnya ayat-ayat ini dan akan mengalami kesulitan pada hari Kiamat adalah al-Walid bin al-Mugirah. Terhadap tokoh ini dan siapa saja yang perilakunya sama dengan al-Walid, maka Allah menegaskan demikian, Biarkanlah Aku yang bertindak terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya, tanpa bantuan dari siapa pun", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa Dialah yang akan berbuat sesuatu terhadap orang yang telah diciptakan-Nya sendiri. Dia telah menciptakan dan mengeluarkannya dari perut ibunya, tanpa harta bahkan tanpa anak. Lalu Dia menganugerahkan rezeki kepadanya, dan kepandaian memimpin kaumnya. Akan tetapi, dia membangkang kepada-Nya.\n\nAyat ini menyebutkan kata-kata \"wahid\" (satu-satunya), sebagai sindiran kepada al-Walid yang bergelar wahid, sebab dialah yang paling menonjol di kalangan kaumnya karena kekayaan, pangkat, dan harta yang dimilikinya. Al-Walid memiliki kebun ladang serta areal peternakan yang luas antara Mekah dan tha'if. Ia mempunyai unta, kuda, kambing, dan budak belian. Mempunyai tujuh orang anak yang perkasa (tiga di antaranya masuk Islam, yaitu Khalid, Hisyam, dan 'Imarah). Menurut Mujahid, putranya 10 orang. Lebih dari itu, Allah telah menganugerahkan usia panjang dengan kekayaan yang cukup kepada al-Walid itu (wafat dalam usia 90 tahun), dihormati dan disegani kaumnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5507, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ja'altu lahoo maalam mamdoodaa" } }, "translation": { "en": "And to whom I granted extensive wealth", "id": "dan Aku beri kekayaan yang melimpah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5507", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5507.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5507.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penciptaan manusia pastilah melibatkan kedua orang tua, namun pada ayat ini peran itu dinafikan karena menunjukkan ancaman yang serius terhadap yang durhaka. Dan orang tersebut juga Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah melalui sebab-sebab yang telah ditetapkan,", "long": "Allah mengungkapkan bahwa Dia memberikan kepada al-Walid harta yang banyak. Allah telah menganugerahinya berbagai macam harta, sehingga menjadi satu-satunya orang terkaya di kalangan kaumnya. Tidaklah mengherankan kalau sampai terlontar ucapan dari mulut al-Walid perkataan:\n\nSayalah satu-satunya anak dari satu-satunya di negeri ini, tiada seorang pun di kalangan Arab yang sepertiku atau seperti ayahku, al-Mugirah. (Riwayat al-Qurthubi)" } } }, { "number": { "inQuran": 5508, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0634\u064f\u0647\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa baneena shuhoodaa" } }, "translation": { "en": "And children present [with him]", "id": "dan anak-anak yang selalu bersamanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5508", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5508.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5508.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan juga anugerah berupa anak-anak yang selalu bersamanya,", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa Allah pun menganugerahkan kepada hartawan dan bangsawan Quraisy ini putra yang selalu ikut serta bersamanya. Sebab dia orang kaya dan tidak memerlukan bantuan orang lain mengurus anaknya, maka anaknya tidak perlu mengembara ke negeri lain untuk mencari rezeki karena semuanya harus berdekatan dengan ayahnya sendiri. Ada pula yang mengartikan bahwa anak-anak al-Walid selalu mendampinginya apabila ia menghadiri pertemuan atau perayaan-perayaan, sehingga menimbulkan kesan akan kebesaran dan kemuliaannya. Putra-putra yang dibanggakan itu ada 7 orang (al-Walid, Khalid, 'Imarah Hisyam, 'As, Qais, dan 'Abdussyam). Tiga orang di antaranya (Khalid, Hisyam, dan 'Imarah) telah masuk Islam, memenuhi seruan Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5509, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0647\u0651\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u062a\u064e\u0645\u0652\u0647\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa mahhattu lahoo tamheeda" } }, "translation": { "en": "And spread [everything] before him, easing [his life].", "id": "dan Aku beri kelapangan (hidup) seluas-luasnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5509", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5509.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5509.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini melanjutkan uraian tentang keistimewaan yang diberikan Allah kepada al-Walid bin al-Mugirah. Dan di samping itu Aku berikan baginya kelapangan hidup seluas-luasnya.", "long": "Ayat ini mengutarakan bahwa Allah mencurahkan rezeki sebanyak-banyaknya kepada al-Walid berupa harta, anak, dan umur panjang. Ditambah lagi karunia berupa kedudukan yang tinggi di kalangan Quraisy, sehingga mendapat gelar terhormat sebagai \"Raihanah Quraisy\".\n\nSeharusnya al-Walid bersyukur kepada Allah atas segenap nikmat dan kesenangan yang diterimanya. Akan tetapi, justru sebaliknya dia berpaling dari kebenaran dan bersikap keras kepala. Sifat seperti ini disebutkan dalam Al-Qur'an:\n\nSegala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu. (al-An'am/6: 1)" } } }, { "number": { "inQuran": 5510, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0637\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Summa yat ma'u an azeed" } }, "translation": { "en": "Then he desires that I should add more.", "id": "Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5510", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5510.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5510.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dia juga berharap ingin sekali agar Aku menambahnya dengan bentuk anugerah lainnya, bahkan kalau bisa diberikan surga.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa al-Walid ingin sekali supaya Allah menambah kekayaannya, walaupun sudah demikian kaya dalam segala-galanya. Dia masih mengharapkan tambahan dari apa yang sudah ada. Begitulah watak manusia yang tidak kenal puas, tidak pernah terbatas angan-angan dan keinginannya. Watak ini akan selalu muncul sepanjang zaman. Rasulullah saw telah memperingatkan dalam sabdanya yang berbunyi:\n\nAndaikata anak Adam (manusia) mempunyai satu lembah dari harta, pastilah ia menginginkan yang kedua dan jika ia memiliki dua lembah, pastilah ia menginginkan yang ketiga. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidhi, dan Ahmad dari Anas)\n\nDalam hadis lain, Rasulullah bersabda: عبّاس)\n\nDua orang yang banyak makan yang tidak pernah kenyang (yakni) penuntut ilmu dan pencari harta benda. (Riwayat ad-Darimi dari Ibnu 'Abbas). \n\nKesombongan al-Walid memang keterlaluan sekali. Al-Qurthubi mengatakan bahwa al-hasan dan lainnya berkata, \"Al-Walid pernah melontarkan ucapan:\n\nKalau memang Muhammad itu seorang yang benar, tentulah surga itu tidak diciptakan melainkan untuk saya. (Riwayat al-Qurthubi dan al-Alusi)" } } }, { "number": { "inQuran": 5511, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kallaaa innahoo kaana li Aayaatinaa 'aneedaa" } }, "translation": { "en": "No! Indeed, he has been toward Our verses obstinate.", "id": "Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur'an)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5511", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5511.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5511.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aneka nikmat yang dianugerahkan kepadanya mestinya dia syukuri dengan berbuat baik, ternyata malah membangkang maka tidak bisa terpenuhi keinginannya! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami yakni Al-Qur’an.", "long": "Allah menegaskan bahwa sikap al-Walid itu tidak akan menambah apa yang diinginkannya, karena sesungguhnya ia menentang ayat-ayat-Nya. Allah sekali-kali tidak akan mengabulkan kehendaknya. Bahkan menurut riwayat, semenjak turunnya pernyataan Allah ini, harta dan kekayaan al-Walid semakin berkurang. Anak pun begitu, meninggal satu persatu sehingga habis semua. Akhirnya al-Walid tinggal sebatang kara.\n\nAl-Walid selalu menunjukkan secara terang-terangan sikap menentang terhadap apa yang disampaikan Nabi Muhammad, berupa dalil-dalil tentang keesaan dan kekuasaan Allah, penjelasan tentang adanya hari kebangkitan, keterangan tentang risalah dan nubuat yang beliau bawa, dan lain-lain. Al-Walid menentang dengan keras wahyu Allah yang diturunkan melalui Muhammad saw. Oleh karena itu, ia berusaha pula hendak berbicara meniru gaya Al-Qur'an. Dia menganggap kalau Allah tetap hendak mengutus seorang rasul di kalangan bangsa Arab, maka tidak ada yang lebih pantas untuk menerima tugas suci itu melainkan dia sendiri. Begitulah kesombongan dan sikap keras kepala menghilangkan segala kesenangan duniawinya.\n\nSegi lain yang kita ambil dari ayat ini adalah keingkaran al-Walid terhadap Allah dikategorikan kufur 'inad, maksudnya dia tahu betul dan mengakui dengan hati kecilnya bahwa apa yang disampaikan Nabi Muhammad adalah benar, namun lidah (ucapan) tetap mengingkarinya. Inilah jenis kekafiran yang paling kotor dan keji. Seperti banyak terdapat pada masa sekarang. Hati kecil mengakui ajaran agama itu benar dan menguntungkan, namun lidah tetap menentang karena berbagai faktor." } } }, { "number": { "inQuran": 5512, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 575, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0623\u064f\u0631\u0652\u0647\u0650\u0642\u064f\u0647\u064f \u0635\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Sa urhiquhoo sa'oodaa" } }, "translation": { "en": "I will cover him with arduous torment.", "id": "Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5512", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5512.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5512.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah melanjutkan ancamannya terhadap yang menolak kebenaran Al-Qur’an. Karena ia berkeras menolak ayat-ayat-Ku, maka Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia akan memikulkan kepada al-Walid pendakian yang memayahkan. Maksudnya adalah Tuhan melemparkannya ke dalam neraka yang sangat dahsyat yang tidak ada sanggup ditahan sakitnya. Diibaratkan Allah bahwa kesukaran yang kelak dirasakan pada hari Kiamat diibaratkan seperti pendaki gunung yang disuruh memikul beban yang berat.\n\nDalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa arti sa'ud (pendakian) dalam ayat ini adalah sebagai berikut:\n\nSa'ud adalah gunung api (di neraka) yang akan didaki oleh orang-orang kafir selama 70 tahun dan kemudian mereka (yang mendakinya) jatuh lagi ke bawah. Begitulah berulang-ulang untuk selama-lamanya. (Riwayat Ahmad dan at-Tirmidhi dari Abu Sa'id)\n\nAda yang mengartikan sa'ud itu dengan suatu azab yang kalau sudah menimpa seseorang, tidak akan pernah berhenti." } } }, { "number": { "inQuran": 5513, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Innahoo fakkara wa qaddar" } }, "translation": { "en": "Indeed, he thought and deliberated.", "id": "Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5513", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5513.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5513.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya dia yang sangat keras kepala itu telah memikirkan dengan sungguh-sungguh untuk mencari kelemahan Al-Qur’an dan menetapkan apa yang ditetapkannya", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya al-Walid memikirkan dan memahami wahyu Allah yang telah didengarnya. Akan tetapi, dia berusaha pula hendak menyusun kata-kata sendiri dengan maksud hendak mencela apa yang ada dalam Al-Qur'an. Dia mereka-reka perkataan lain yang bersifat menentang Al-Qur'an, sehingga orang Quraisy merasa senang dengannya, merasa cocok keinginan mereka dengan al-Walid." } } }, { "number": { "inQuran": 5514, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Faqutila kayfa qaddar" } }, "translation": { "en": "So may he be destroyed [for] how he deliberated.", "id": "maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5514", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5514.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5514.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka celakalah dan terkutuklah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sungguh aneh caranya. Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?", "long": "Allah mengutuk al-Walid dengan kata-kata \"celakalah dia, bagaimana dia menetapkan?\" Terkutuklah al-Walid dan orang Quraisy yang berbuat seperti itu. Sehubungan dengan hal ini, Allah berfirman:\n\nDan orang-orang Yahudi berkata, \"Uzair putra Allah,\" dan orang-orang Nasrani berkata, \"Al-Masih putra Allah.\" Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (at-Taubah/9: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 5515, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Summa qutila kaifa qaddar" } }, "translation": { "en": "Then may he be destroyed [for] how he deliberated.", "id": "Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5515", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5515.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5515.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh aneh caranya. Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sungguh tidak masuk akal sehat.", "long": "Maka celakalah al-Walid bagaimana dia menetapkan. Kata-kata ini diulang lagi oleh Allah. Begitu kerasnya kutukan Allah kepada al-Walid, karena dia telah menetapkan begitu saja bahwa apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad adalah sihir dan menuduh beliau sebagai tukang sihir, seperti disebutkan dalam ayat ke-24 di depan." } } }, { "number": { "inQuran": 5516, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064e\u0638\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Summa nazar" } }, "translation": { "en": "Then he considered [again];", "id": "Kemudian dia (merenung) memikirkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5516", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5516.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5516.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat-ayat ini merupakan kelanjutan dari gejolak hati dan pikir-an tokoh sentral dari surah ini. Kemudian dia merenung memikirkan bagaimana cara melecehkan Al-Qur’an,", "long": "Kemudian al-Walid memikirkan berulang-ulang kalau-kalau ada suatu kesalahan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Ia juga berharap kalau-kalau ada ayat Al-Qur'an yang sesuai dengan keinginannya. Lalu dia teliti kembali boleh jadi ada titik kelemahan ayat yang dapat dijadikan senjata untuk mengkritik dan mencela Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5517, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0639\u064e\u0628\u064e\u0633\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0633\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Summa 'abasa wa basar" } }, "translation": { "en": "Then he frowned and scowled;", "id": "lalu berwajah masam dan cemberut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5517", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5517.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5517.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "lalu sesudah itu dia berwajah masam dan cemberut, karena dia tidak menemukan celah untuk melecehkannya,", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa al-Walid bermasam muka dan cemberut karena gagal mencari kelemahan Al-Qur'an, dan tidak tahu lagi apa yang harus diucapkan untuk mencelanya. Hal ini merupakan isyarat bahwa al-Walid dan orang-orang yang ahli seperti dia sebenarnya dalam hati kecilnya telah mengakui kebenaran Nabi Muhammad. Hanya saja sikap keras kepalanya (kufur 'inad) mendorongnya untuk mencaci dan mencela Nabi. Andaikata ia mantap pada keyakinannya akan kebenaran tersebut, tentu dia mendapat yang ia inginkan. Tidak mungkin dia berwajah cemberut yang melambangkan perasaan yang tidak puas." } } }, { "number": { "inQuran": 5518, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Summaa adbara wastakbar" } }, "translation": { "en": "Then he turned back and was arrogant", "id": "kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5518", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5518.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5518.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "kemudian dia berpaling dari kebenaran yang sebenarnya dia ketahui dan akui, dan menyombongkan diri,", "long": "Ayat ini mengungkapkan bahwa al-Walid berpaling dari kebenaran dan menyombongkan diri dengan memalingkan muka dari menatap kebenaran tersebut. Sambil menunjukkan keangkuhannya, ia sama sekali tidak mau tunduk dan patuh kepada kebenaran yang dibawa Nabi Muhammad." } } }, { "number": { "inQuran": 5519, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062d\u0652\u0631\u064c \u064a\u064f\u0624\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Faqaala in haazaaa illaa sihruny yu'sar" } }, "translation": { "en": "And said, \"This is not but magic imitated [from others].", "id": "lalu dia berkata, “(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5519", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5519.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5519.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dengan congkaknya lalu dia berkata, “Al-Qur’an ini hanyalah sihir yang dipelajari dari orang-orang dahulu.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa al-Walid lalu mengatakan bahwa Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Menurut dugaannya, Al-Qur'an adalah suatu ucapan yang disalin Muhammad dari orang lain yang lebih dahulu daripadanya, diterima dari orang yang bercerita kepadanya. \n\nAl-Walid juga mengatakan bahwa Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah perkataan manusia. Maksudnya selain menuduh Al-Qur'an sebagai sihir yang bisa dipelajari, juga perkataan manusia biasa dan Muhammad mencurinya dari ucapan-ucapan orang lain. Secara ringkas, ia mengatakan bahwa Al-Qur'an bukan kalamullah seperti yang didakwahkan oleh Muhammad.\n\nAndaikata tuduhan al-Walid itu benar, bahwa Al-Qur'an itu perkataan manusia biasa, tentu orang lain selain Muhammad saw sanggup pula menyusun seperti itu atau membuat tantangan yang lebih bagus lagi. Padahal di kalangan bangsa Arab banyak sekali terdapat tokoh-tokoh sastrawan yang lidahnya fasih bersyair dan berpidato. Di antara mereka, juga ada yang mendalam penguasaannya tentang berbagai macam ilmu pengetahuan. Namun demikian, tidak ada seorang pun yang sanggup menandingi ucapan yang keluar dari mulut Muhammad itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5520, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "In haazaaa illaa qawlul bashar" } }, "translation": { "en": "This is not but the word of a human being.\"", "id": "Ini hanyalah perkataan manusia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5520", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5520.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5520.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ini hanyalah perkataan manusia bukan firman Allah.”", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa al-Walid lalu mengatakan bahwa Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Menurut dugaannya, Al-Qur'an adalah suatu ucapan yang disalin Muhammad dari orang lain yang lebih dahulu daripadanya, diterima dari orang yang bercerita kepadanya. \n\nAl-Walid juga mengatakan bahwa Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah perkataan manusia. Maksudnya selain menuduh Al-Qur'an sebagai sihir yang bisa dipelajari, juga perkataan manusia biasa dan Muhammad mencurinya dari ucapan-ucapan orang lain. Secara ringkas, ia mengatakan bahwa Al-Qur'an bukan kalamullah seperti yang didakwahkan oleh Muhammad.\n\nAndaikata tuduhan al-Walid itu benar, bahwa Al-Qur'an itu perkataan manusia biasa, tentu orang lain selain Muhammad saw sanggup pula menyusun seperti itu atau membuat tantangan yang lebih bagus lagi. Padahal di kalangan bangsa Arab banyak sekali terdapat tokoh-tokoh sastrawan yang lidahnya fasih bersyair dan berpidato. Di antara mereka, juga ada yang mendalam penguasaannya tentang berbagai macam ilmu pengetahuan. Namun demikian, tidak ada seorang pun yang sanggup menandingi ucapan yang keluar dari mulut Muhammad itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5521, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0623\u064f\u0635\u0652\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Sa usleehi saqar" } }, "translation": { "en": "I will drive him into Saqar.", "id": "Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5521", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5521.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5521.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai akibat dari kedurhakaan yang dilakukan oleh al-Walid dan siapa pun, sebagaimana diuraikan oleh ayat-ayat yang lalu, maka ia disiksa dan puncaknya dijelaskan pada ayat-ayat ini. Kelak, Aku akan menyiksanya dengan memasukkannya ke dalam neraka Saqar,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menggambarkan balasan yang setimpal bagi orang yang begitu lancang menuduh Al-Qur'an sebagai ucapan manusia. Allah akan memasukkan al-Walid ke dalam neraka Saqar. Saqar adalah salah satu nama neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 5522, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0642\u064e\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maaa adraaka maa saqar" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is Saqar?", "id": "dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5522", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5522.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5522.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan tahukah kamu apa neraka Saqar itu?", "long": "Ayat ini menggambarkan sifat neraka Saqar. Perkataan wa ma adra ka (dan tahukah engkau) dalam bahasa Arab menunjukkan besar dan sangat dahsyatnya masalah yang dipertanyakan. Apakah yang engkau ketahui tentang Saqar? Dan pasti tidak seorang pun mengetahuinya dan mencapai hakikatnya kecuali dengan keterangan yang diberikan oleh wahyu.\n\nSaqar itu tidak meninggalkan dan tidak mengembalikan. Artinya setiap tubuh manusia yang di bakarnya, tidak satu pun yang tersisa dari daging maupun tulang. Kemudian tubuh yang telah hangus itu dikembalikan lagi menjadi baru dan segar, tetapi dibakar lagi sampai hangus untuk kedua kali dan seterusnya. Keterangan seperti itu kita peroleh dari ayat yang lain berbunyi:\n\nSetiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. (an-Nisa'/4: 56)" } } }, { "number": { "inQuran": 5523, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0642\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Laa tubqee wa laa tazar" } }, "translation": { "en": "It lets nothing remain and leaves nothing [unburned],", "id": "Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5523", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5523.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5523.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saqar itu tidak meninggalkan atau menyisakan, semua anggota tubuhnya akan diliputi siksa dan tidak membiarkan mati, sehingga terbebas dari azab.", "long": "Ayat ini menggambarkan sifat neraka Saqar. Perkataan wa ma adra ka (dan tahukah engkau) dalam bahasa Arab menunjukkan besar dan sangat dahsyatnya masalah yang dipertanyakan. Apakah yang engkau ketahui tentang Saqar? Dan pasti tidak seorang pun mengetahuinya dan mencapai hakikatnya kecuali dengan keterangan yang diberikan oleh wahyu.\n\nSaqar itu tidak meninggalkan dan tidak mengembalikan. Artinya setiap tubuh manusia yang di bakarnya, tidak satu pun yang tersisa dari daging maupun tulang. Kemudian tubuh yang telah hangus itu dikembalikan lagi menjadi baru dan segar, tetapi dibakar lagi sampai hangus untuk kedua kali dan seterusnya. Keterangan seperti itu kita peroleh dari ayat yang lain berbunyi:\n\nSetiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. (an-Nisa'/4: 56)" } } }, { "number": { "inQuran": 5524, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u062d\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Lawwaahatul lilbashar" } }, "translation": { "en": "Blackening the skins.", "id": "yang menghanguskan kulit manusia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5524", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5524.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5524.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saqar itu adalah yang menghanguskan kulit manusia.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa neraka Saqar itu pembakar kulit manusia. Maksudnya, Saqar itu membakar hangus kulit manusia sampai hitam warnanya. Makna kata lawwahah dalam ayat ini sebenarnya adalah \"yang mengubah kulit menjadi hitam\". Lebih hitam dari kegelapan malam." } } }, { "number": { "inQuran": 5525, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "'Alaihaa tis'ata 'ashar" } }, "translation": { "en": "Over it are nineteen [angels].", "id": "Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5525", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5525.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5525.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di atas neraka Saqar ada sembilan belas malaikat penjaga, yang siap siaga mengawasi penghuninya.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa Saqar itu dijaga oleh 19 malaikat yang dikepalai oleh Malik. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan Ibnu Mardawaih dari al-Bara' bahwa serombongan orang Yahudi pernah bertanya kepada sebagian sahabat Nabi tentang penjaga-penjaga neraka Jahanam. Mereka menjawab, \"Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.\" Kemudian turunlah Jibril kepada Rasulullah menerangkan tentang apa yang mereka tanyakan itu, seperti dalam ayat ke-30 ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5526, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 510, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064b \u06d9 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u0650\u062f\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u064a\u0652\u0642\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u06d9 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d9 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0631\u064e\u0636\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u0636\u0650\u0644\u0651\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u06da \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maaja''alnaaa As haaban naari illaa malaaa 'ikatanw wa maa ja'alnaa 'iddatahum illaa fitnatal lillazeena kafaroo liyastayqinal lazeena ootul kitaaba wa yazdaadal lazeena aamanooo eemaananw wa laa yartaabal lazeena ootul kitaaba walmu'minoona wa liyaqoolal lazeena fee quloo bihim maradunw walkaafiroona maazaaa araadal laahu bihaazaa masalaa; kazaalika yudillul laahu many yashaaa'u wa yahdee many yashaaa'; wa maa ya'lamu junooda rabbika illaa hoo; wa maa hiya illaa zikraa lil bashar" } }, "translation": { "en": "And We have not made the keepers of the Fire except angels. And We have not made their number except as a trial for those who disbelieve - that those who were given the Scripture will be convinced and those who have believed will increase in faith and those who were given the Scripture and the believers will not doubt and that those in whose hearts is hypocrisy and the disbelievers will say, \"What does Allah intend by this as an example?\" Thus does Allah leave astray whom He wills and guides whom He wills. And none knows the soldiers of your Lord except Him. And mention of the Fire is not but a reminder to humanity.", "id": "Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5526", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5526.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5526.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mendengar penjaga saqar ada sembilan belas, mereka menduga sembilan belas orang, kaum musyrik dengan angkuhnya menyatakan akan mengalahkan sembilan belas penjaga tersebut. Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat yang sangat kuat lagi kasar serta patuh kepada Allah, dan Kami menentukan bilangan mereka yang sembilan belas itu hanya sebagai cobaan yang dapat menyebabkan kesesatan bagi orang-orang kafir yang menganggap sepele jumlah tersebut, di sisi lain agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin karena bilangan tersebut sesuai dengan apa yang termaktub dalam kitab suci mereka, dan agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu. dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata,, “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.", "long": "Pada permulaan ayat ini, Allah menegaskan bahwa petugas yang diangkat oleh Allah untuk mengurus urusan neraka dan memberikan siksaan kepada penghuninya adalah para malaikat. Mereka diberi kepercayaan mengatur dan mengawasinya. Mereka adalah makhluk Allah yang hebat dan perkasa serta bertindak atas perintah-Nya. Mereka bukan manusia dan bukan pula jin, sebab yang disiksa di sana adalah kedua makhluk itu. Andaikata penjaga neraka itu dari jenis manusia atau jin, tentu mereka akan kasihan dan lemah lembut kepada makhluk yang sejenis dengan mereka.\n\nAdapun jumlah mereka yang sedikit itu (19 malaikat) dibandingkan dengan begitu luas neraka yang tiada bertepi yang harus diawasi serta puluhan miliar jin dan manusia yang mengisinya, hanyalah sekadar ujian dan cobaan bagi golongan yang tidak percaya. Sehingga mereka berkata seenaknya bahwa mereka sanggup berkelahi dengan malaikat, seperti ucapan Ibnu Kaladah di atas. Allah dengan sengaja menyebutkan jumlah yang sedikit itu agar orang kafir itu semakin congkak, sehingga berlipat-ganda pula pembalasan yang harus mereka derita.\n\nFitnah (cobaan) yang dimaksudkan di sini tentulah karena jumlah mereka yang terlalu sedikit. Hal itu bagi orang yang tidak percaya akan menimbulkan tanda tanya, \"Bagaimana pula malaikat yang tidak sampai 20 itu sanggup mengendalikan jutaan bahkan ribuan juta jin dan manusia yang menghuni neraka? Padahal kalau mereka menyadari, sesungguhnya malaikat itu hanyalah sekadar alat belaka (atribut) yang bekerja atas perintah dan kekuasaan Allah. Biar pun hanya dua atau tiga malaikat, akan tetapi kalau Zat Yang Mahakuasa di belakangnya, pasti pekerjaan itu berjalan lancar.\n\nSebaliknya untuk orang yang telah diturunkan kitab (kaum Yahudi dan Nasrani) keterangan ayat ini seharusnya menambahkan keyakinan mereka akan kebenaran yang diucapkan oleh Nabi Muhammad. Sebab, jumlah yang 19 itu sesuai dengan keterangan yang mereka peroleh dalam kitab-kitab suci mereka (Taurat dan Injil). Allah sekaligus menegaskan bahwa antara kitab-kitab suci yang telah diturunkan-Nya itu tidak mungkin ada pertentangan satu sama lain. Orang beriman pasti akan bertambah yakin dengan keimanannya, sebab mereka melihat bagaimana orang ahli kitab membenarkan dan mengakui ayat Al-Qur'an, karena sesuai isinya dengan Taurat dan Injil.\n\nDengan demikian, orang-orang beriman dan golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) yang bersifat jujur tidak meragukan lagi pengertian kalimat 19 malaikat itu. Mereka (ahli kitab) juga tidak ragu lagi bagaimana hakikat iman seorang muslim, bahkan mereka diharapkan pula dapat menjelaskan hal demikian kepada orang yang masih ragu-ragu, seperti kepada golongan munafik dan lain-lain.\n\nDi sini disebutkan tentang ahli kitab dan munafik, padahal ayatnya diturunkan di Mekah, dan orang ahli Kitab dan munafik baru muncul setelah Rasulullah saw berada di Medinah. Oleh karena itu, ayat ini harus dipandang sebagai berita gaib yang pasti akan terjadi yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad. Menceritakan yang masih gaib atau belum terwujud termasuk salah satu bentuk mukjizat Nabi seperti disebutkan dalam kitab-kitab hadis.\n\nBagi orang-orang yang tidak percaya kepada kebenaran yang dibawa Nabi saw akan mempertanyakan kembali soal malaikat yang 19 itu. Apa sesungguhnya yang dikehendaki Allah dengan menyebutkan bilangan terlalu sedikit ini, dan kenapa tidak disebutkan 20 saja? Karena kebiasaan yang berlaku menyebut contoh/misal selalu menggunakan bilangan genap, maka perumpamaan Allah ini dipandang ganjil.\n\nLalu Allah menjelaskan, \"Demikianlah Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dari golongan munafik dan musyrik yang selalu mempersoalkan jumlah bilangan malaikat itu. Akan tetapi, Dia pula yang memberikan petunjuk ke jalan yang benar bagi orang yang dikehendaki-Nya sehingga mereka paham dengan maksud ayat ini.\n\nDari keterangan ini jelaslah bagi kita bahwa perbedaan pendapat di kalangan manusia bahkan antara orang muslim adalah wajar, dan itu merupakan sunatullah. Hanya orang yang mendapat bimbingan akan memperoleh hakikat yang sebenarnya dari masalah yang dipersoalkan.\n\nAllah kembali menegaskan kekuasaan-Nya bahwa hanya Dia yang tahu hakikat malaikat yang diperintahkan untuk mengawasi orang-orang kafir di neraka. Hanya Dia saja yang mengerti bagaimana sesungguhnya malaikat yang bertugas itu. Tidak ada seorang pun manusia yang mengerti hikmah menjadikan jumlah 19 itu. Ada yang menerangkan bahwa ayat ini turun sebagai jawaban dari ucapan Abu Jahal ketika mendengar ayat tentang penjaga neraka 19 orang itu, \"Tahukah engkau bahwa Tuhan Muhammad itu cuma 19 malaikat saja penolong-Nya?\" Yang jelas 19 malaikat itu dibantu oleh tentara Allah yang lain yang banyaknya tiada yang tahu melainkan Dia saja.\n\nAyat ini menegaskan bahwa neraka Saqar yang disertai dengan gambaran seperti diturunkan ayat di atas, merupakan peringatan bagi sekalian manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5527, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Kallaa walqamar" } }, "translation": { "en": "No! By the moon", "id": "Tidak! Demi bulan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5527", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5527.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5527.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menafikan dugaan orang-orang kafir tentang kemampuan mereka menghadapi penjaga-penjaga neraka, atau untuk mengancam dan menghardik mereka yang memperolok-olokkan bilangan itu, maka Allah berfirman, Sekali-kali Tidak! Aku bersumpah demi bulan,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memperingatkan bahwa tidak ada jalan bagi manusia untuk mengingkari kekuasaan-Nya yang nyata-nyata dapat mereka saksikan sendiri.\n\nKata-kata \"kalla\" (sekali-kali tidak) juga merupakan bantahan terhadap ucapan-ucapan orang musyrik di atas. Untuk menguatkan hal itu, Allah bersumpah dengan bulan, malam bila ia telah berlalu, dan bila subuh mulai bersinar. Dengan bulan, malam, dan subuh itu Allah menegaskan bahwa neraka Saqar itu merupakan suatu bencana yang amat dahsyat bagi umat manusia.\n\nAda yang menerangkan bahwa maksud ihda al-kubar (salah satu bencana yang sangat besar) adalah salah satu dari tujuh neraka yang dahsyat. Ketujuh lembah neraka (seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat lain) itu adalah: Jahanam, Ladha, Huthamah, Sa'ir, Saqar, Jahim, dan Hawiyah.\n\nHal tersebut adalah sebagai ancaman bagi manusia. Adanya tujuh neraka itu (satu di antaranya Saqar) merupakan ancaman bagi yang masih tidak mau tunduk kepada kehendak Allah.\n\nAda yang mengartikan nadhir (yang memberi ancaman) itu adalah sifat Allah, sehingga arti ayat ini adalah: \"Aku ini memberikan ancaman kepadamu, karena itu hendaklah kamu takut kepada ancaman itu\". Ada yang mengartikan nadhir sebagai sifat Nabi Muhammad seperti disebutkan dalam ayat kedua di atas tadi." } } }, { "number": { "inQuran": 5528, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaili adbar" } }, "translation": { "en": "And [by] the night when it departs", "id": "dan demi malam ketika telah berlalu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5528", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5528.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5528.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi malam ketika telah berlalu", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memperingatkan bahwa tidak ada jalan bagi manusia untuk mengingkari kekuasaan-Nya yang nyata-nyata dapat mereka saksikan sendiri.\n\nKata-kata \"kalla\" (sekali-kali tidak) juga merupakan bantahan terhadap ucapan-ucapan orang musyrik di atas. Untuk menguatkan hal itu, Allah bersumpah dengan bulan, malam bila ia telah berlalu, dan bila subuh mulai bersinar. Dengan bulan, malam, dan subuh itu Allah menegaskan bahwa neraka Saqar itu merupakan suatu bencana yang amat dahsyat bagi umat manusia.\n\nAda yang menerangkan bahwa maksud ihda al-kubar (salah satu bencana yang sangat besar) adalah salah satu dari tujuh neraka yang dahsyat. Ketujuh lembah neraka (seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat lain) itu adalah: Jahanam, Ladha, Huthamah, Sa'ir, Saqar, Jahim, dan Hawiyah.\n\nHal tersebut adalah sebagai ancaman bagi manusia. Adanya tujuh neraka itu (satu di antaranya Saqar) merupakan ancaman bagi yang masih tidak mau tunduk kepada kehendak Allah.\n\nAda yang mengartikan nadhir (yang memberi ancaman) itu adalah sifat Allah, sehingga arti ayat ini adalah: \"Aku ini memberikan ancaman kepadamu, karena itu hendaklah kamu takut kepada ancaman itu\". Ada yang mengartikan nadhir sebagai sifat Nabi Muhammad seperti disebutkan dalam ayat kedua di atas tadi." } } }, { "number": { "inQuran": 5529, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0628\u0652\u062d\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Wassub hi izaaa asfar" } }, "translation": { "en": "And [by] the morning when it brightens,", "id": "dan demi subuh apabila mulai terang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5529", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5529.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5529.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi subuh apabila mulai terang,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memperingatkan bahwa tidak ada jalan bagi manusia untuk mengingkari kekuasaan-Nya yang nyata-nyata dapat mereka saksikan sendiri.\n\nKata-kata \"kalla\" (sekali-kali tidak) juga merupakan bantahan terhadap ucapan-ucapan orang musyrik di atas. Untuk menguatkan hal itu, Allah bersumpah dengan bulan, malam bila ia telah berlalu, dan bila subuh mulai bersinar. Dengan bulan, malam, dan subuh itu Allah menegaskan bahwa neraka Saqar itu merupakan suatu bencana yang amat dahsyat bagi umat manusia.\n\nAda yang menerangkan bahwa maksud ihda al-kubar (salah satu bencana yang sangat besar) adalah salah satu dari tujuh neraka yang dahsyat. Ketujuh lembah neraka (seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat lain) itu adalah: Jahanam, Ladha, Huthamah, Sa'ir, Saqar, Jahim, dan Hawiyah.\n\nHal tersebut adalah sebagai ancaman bagi manusia. Adanya tujuh neraka itu (satu di antaranya Saqar) merupakan ancaman bagi yang masih tidak mau tunduk kepada kehendak Allah.\n\nAda yang mengartikan nadhir (yang memberi ancaman) itu adalah sifat Allah, sehingga arti ayat ini adalah: \"Aku ini memberikan ancaman kepadamu, karena itu hendaklah kamu takut kepada ancaman itu\". Ada yang mengartikan nadhir sebagai sifat Nabi Muhammad seperti disebutkan dalam ayat kedua di atas tadi." } } }, { "number": { "inQuran": 5530, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0628\u064e\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Innahaa la ihdal kubar" } }, "translation": { "en": "Indeed, the Fire is of the greatest [afflictions]", "id": "sesunggunya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5530", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5530.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5530.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang sangat besar,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memperingatkan bahwa tidak ada jalan bagi manusia untuk mengingkari kekuasaan-Nya yang nyata-nyata dapat mereka saksikan sendiri.\n\nKata-kata \"kalla\" (sekali-kali tidak) juga merupakan bantahan terhadap ucapan-ucapan orang musyrik di atas. Untuk menguatkan hal itu, Allah bersumpah dengan bulan, malam bila ia telah berlalu, dan bila subuh mulai bersinar. Dengan bulan, malam, dan subuh itu Allah menegaskan bahwa neraka Saqar itu merupakan suatu bencana yang amat dahsyat bagi umat manusia.\n\nAda yang menerangkan bahwa maksud ihda al-kubar (salah satu bencana yang sangat besar) adalah salah satu dari tujuh neraka yang dahsyat. Ketujuh lembah neraka (seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat lain) itu adalah: Jahanam, Ladha, Huthamah, Sa'ir, Saqar, Jahim, dan Hawiyah.\n\nHal tersebut adalah sebagai ancaman bagi manusia. Adanya tujuh neraka itu (satu di antaranya Saqar) merupakan ancaman bagi yang masih tidak mau tunduk kepada kehendak Allah.\n\nAda yang mengartikan nadhir (yang memberi ancaman) itu adalah sifat Allah, sehingga arti ayat ini adalah: \"Aku ini memberikan ancaman kepadamu, karena itu hendaklah kamu takut kepada ancaman itu\". Ada yang mengartikan nadhir sebagai sifat Nabi Muhammad seperti disebutkan dalam ayat kedua di atas tadi." } } }, { "number": { "inQuran": 5531, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u0630\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0628\u064e\u0634\u064e\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Nazeeral lilbashar" } }, "translation": { "en": "As a warning to humanity -", "id": "sebagai peringatan bagi manusia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5531", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5531.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5531.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sebagai ancaman yang mengerikan dan sekaligus sebagai peringatan bagi manusia,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memperingatkan bahwa tidak ada jalan bagi manusia untuk mengingkari kekuasaan-Nya yang nyata-nyata dapat mereka saksikan sendiri.\n\nKata-kata \"kalla\" (sekali-kali tidak) juga merupakan bantahan terhadap ucapan-ucapan orang musyrik di atas. Untuk menguatkan hal itu, Allah bersumpah dengan bulan, malam bila ia telah berlalu, dan bila subuh mulai bersinar. Dengan bulan, malam, dan subuh itu Allah menegaskan bahwa neraka Saqar itu merupakan suatu bencana yang amat dahsyat bagi umat manusia.\n\nAda yang menerangkan bahwa maksud ihda al-kubar (salah satu bencana yang sangat besar) adalah salah satu dari tujuh neraka yang dahsyat. Ketujuh lembah neraka (seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat lain) itu adalah: Jahanam, Ladha, Huthamah, Sa'ir, Saqar, Jahim, dan Hawiyah.\n\nHal tersebut adalah sebagai ancaman bagi manusia. Adanya tujuh neraka itu (satu di antaranya Saqar) merupakan ancaman bagi yang masih tidak mau tunduk kepada kehendak Allah.\n\nAda yang mengartikan nadhir (yang memberi ancaman) itu adalah sifat Allah, sehingga arti ayat ini adalah: \"Aku ini memberikan ancaman kepadamu, karena itu hendaklah kamu takut kepada ancaman itu\". Ada yang mengartikan nadhir sebagai sifat Nabi Muhammad seperti disebutkan dalam ayat kedua di atas tadi." } } }, { "number": { "inQuran": 5532, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Liman shaaa'a minkum any yataqaddama aw yata akhkhar" } }, "translation": { "en": "To whoever wills among you to proceed or stay behind.", "id": "(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5532", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5532.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5532.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu bagi siapa di antara kamu yang ingin maju meraih kebajikan atau mundur sehingga enggan untuk meraihnya.", "long": "Allah menegaskan bahwa ancaman tersebut ditujukan kepada siapa saja yang mau menerima atau menolaknya. Boleh saja ancaman itu ditolak, namun akan merasakan akibatnya, seperti halnya al-Walid yang disebut dalam ayat yang lalu. Yang berkehendak maju atau mundur dalam ayat ini berarti \"bagi siapa yang ingin mencapai kebaikan dan perbuatan taat sebanyak-banyaknya atau menjauhi kebaikan dan ketaatan itu sehingga terjatuh ke dalam lembah dosa dan maksiat\".\n\nSecara singkat dapat dijelaskan bahwa orang-orang kafir itu telah memahami tentang adanya neraka Saqar, siksaannya, dan para malaikat penjaganya. Terserah kepada mereka apakah akan segera menghindarinya dengan mengejar sebanyak mungkin perbuatan amal saleh dan taat, ataukah tetap menolak dan mengingkarinya, sehingga pada saat yang dijanjikan, mereka akan melihat sendiri buktinya.\n\nDari ayat ke-37 ini, Ibnu 'Abbas menyimpulkan bahwa selain kalimat-kalimatnya bersifat ancaman (tahdid), juga merupakan suatu maklumat bahwa siapa yang beriman dan taat kepada Nabi Muhammad pasti dibalasi dengan pahala yang tiada putusnya, sebaliknya yang menolak kebenaran Muhammad saw serta mendustainya akan disiksa dengan azab yang tiada henti-hentinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5533, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064e\u0647\u0650\u064a\u0646\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Kullu nafsim bim kasabat raheenah" } }, "translation": { "en": "Every soul, for what it has earned, will be retained", "id": "Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5533", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5533.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5533.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "38-39. Ayat-ayat berikut merupakan pernyataan kepada manusia seluruhnya dalam kaitan dengan kebebasan memilih yang telah ditegaskan pada ayat-ayat sebelumnya. Manusia mau maju meraih kebaikan atau mundur yang jelas setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya masing-masing, kecuali golongan kanan golongan inilah yang meraih keberuntungan karena memilih yang baik.38-39. Ayat-ayat berikut merupakan pernyataan kepada manusia seluruhnya dalam kaitan dengan kebebasan memilih yang telah ditegaskan pada ayat-ayat sebelumnya. Manusia mau maju meraih kebaikan atau mundur yang jelas setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya masing-masing, kecuali golongan kanan golongan inilah yang meraih keberuntungan karena memilih yang baik.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa setiap jiwa manusia tergadai di sisi Allah. Baik yang muslim maupun yang kafir, yang ingkar atau pun yang taat, semuanya tergantung kepada Allah. Tiap jiwa terikat dengan amal yang dikerjakan sampai hari Kiamat, kecuali golongan kanan. Artinya mereka dapat melepaskan keterikatan mereka di sisi Allah dengan amal-amal baik yang mereka kerjakan, sebagaimana halnya seorang dapat melepaskan diri dari status gadai karena telah membayarkan kewajibannya.\n\nGolongan kanan yang dimaksudkan adalah orang-orang mukmin yang ikhlas, yang menerima buku amalan mereka di sebelah kanan di hari Kiamat. Akan tetapi, ada pula yang mengatakan golongan kanan dalam ayat ini adalah anak-anak yang memang belum diperhitungkan dosa dan kejahatannya. Bahkan ada yang berpendapat golongan kanan itu adalah para malaikat." } } }, { "number": { "inQuran": 5534, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Illaaa as haabal yameen" } }, "translation": { "en": "Except the companions of the right,", "id": "kecuali golongan kanan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5534", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5534.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5534.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "38-39. Ayat-ayat berikut merupakan pernyataan kepada manusia seluruhnya dalam kaitan dengan kebebasan memilih yang telah ditegaskan pada ayat-ayat sebelumnya. Manusia mau maju meraih kebaikan atau mundur yang jelas setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya masing-masing, kecuali golongan kanan golongan inilah yang meraih keberuntungan karena memilih yang baik.40-42. Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, \"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi.", "long": "Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa setiap jiwa manusia tergadai di sisi Allah. Baik yang muslim maupun yang kafir, yang ingkar atau pun yang taat, semuanya tergantung kepada Allah. Tiap jiwa terikat dengan amal yang dikerjakan sampai hari Kiamat, kecuali golongan kanan. Artinya mereka dapat melepaskan keterikatan mereka di sisi Allah dengan amal-amal baik yang mereka kerjakan, sebagaimana halnya seorang dapat melepaskan diri dari status gadai karena telah membayarkan kewajibannya.\n\nGolongan kanan yang dimaksudkan adalah orang-orang mukmin yang ikhlas, yang menerima buku amalan mereka di sebelah kanan di hari Kiamat. Akan tetapi, ada pula yang mengatakan golongan kanan dalam ayat ini adalah anak-anak yang memang belum diperhitungkan dosa dan kejahatannya. Bahkan ada yang berpendapat golongan kanan itu adalah para malaikat." } } }, { "number": { "inQuran": 5535, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fee jannaatiny yata saaa'aloon" } }, "translation": { "en": "[Who will be] in gardens, questioning each other", "id": "berada di dalam surga, mereka saling menanyakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5535", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5535.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5535.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "40-42. Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, \"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi.40-42. Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, \\\\\"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi.", "long": "Ayat ini menjelaskan lebih lanjut bahwa golongan kanan itu tempatnya di surga, mereka saling bertanya bagaimana nasib golongan yang durhaka. Mereka disambut oleh malaikat dengan ucapan salam sebagaimana firman Allah:\n\nMaka,\"Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!\" (sambut malaikat). (al-Waqi'ah/56: 91)\n\nDan firman Allah:\n\n¦Penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, \"Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.\" (az-Zumar/39: 73)" } } }, { "number": { "inQuran": 5536, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Anil mujrimeen" } }, "translation": { "en": "About the criminals,", "id": "tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5536", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5536.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5536.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "40-42. Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, \\\\\"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi.40-42. Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, \\\\\"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi.", "long": "Ayat ini menjelaskan lebih lanjut bahwa golongan kanan itu tempatnya di surga, mereka saling bertanya bagaimana nasib golongan yang durhaka. Mereka disambut oleh malaikat dengan ucapan salam sebagaimana firman Allah:\n\nMaka,\"Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!\" (sambut malaikat). (al-Waqi'ah/56: 91)\n\nDan firman Allah:\n\n¦Penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, \"Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.\" (az-Zumar/39: 73)" } } }, { "number": { "inQuran": 5537, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Maa salakakum fee saqar" } }, "translation": { "en": "[And asking them], \"What put you into Saqar?\"", "id": "”Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5537", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5537.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5537.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "40-42. Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, \\\\\"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi.43-44. Ayat-ayat di atas adalah jawaban para pendurhaka atas pertanyaan penghuni surga yang dikemukakan dalam ayat yang lalu. Mereka menjawab untuk menjelaskan mengapa mereka masuk neraka Saqar. “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat, dan kami juga tidak memberi makan orang miskin.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa golongan kanan berada dalam kamar surga yang penuh kenikmatan, sementara golongan yang berdosa bergelimang dalam azab neraka. Namun demikian, mereka saling dapat tanya bertanya, \"Kenapa engkau sampai dimasukkan ke dalam neraka itu?\"\n\nMereka menjawab dengan jujur dan terus terang bahwa mereka tidak mengerjakan salat di atas dunia dahulu, berbeda dengan orang-orang mukmin yang tetap melaksanakan salat. Sebab waktu itu mereka tidak yakin sedikit pun bahwa hal itu memang sebenarnya diperintahkan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5538, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0643\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qaaloo lam naku minal musalleen" } }, "translation": { "en": "They will say, \"We were not of those who prayed,", "id": "Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan salat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5538", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5538.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5538.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "43-44. Ayat-ayat di atas adalah jawaban para pendurhaka atas pertanyaan penghuni surga yang dikemukakan dalam ayat yang lalu. Mereka menjawab untuk menjelaskan mengapa mereka masuk neraka Saqar. “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat, dan kami juga tidak memberi makan orang miskin.43-44. Ayat-ayat di atas adalah jawaban para pendurhaka atas pertanyaan penghuni surga yang dikemukakan dalam ayat yang lalu. Mereka menjawab untuk menjelaskan mengapa mereka masuk neraka Saqar. “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat, dan kami juga tidak memberi makan orang miskin.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa golongan kanan berada dalam kamar surga yang penuh kenikmatan, sementara golongan yang berdosa bergelimang dalam azab neraka. Namun demikian, mereka saling dapat tanya bertanya, \"Kenapa engkau sampai dimasukkan ke dalam neraka itu?\"\n\nMereka menjawab dengan jujur dan terus terang bahwa mereka tidak mengerjakan salat di atas dunia dahulu, berbeda dengan orang-orang mukmin yang tetap melaksanakan salat. Sebab waktu itu mereka tidak yakin sedikit pun bahwa hal itu memang sebenarnya diperintahkan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5539, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0643\u064f \u0646\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa lam naku nut'imul miskeen" } }, "translation": { "en": "Nor did we used to feed the poor.", "id": "dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5539", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5539.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5539.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "43-44. Ayat-ayat di atas adalah jawaban para pendurhaka atas pertanyaan penghuni surga yang dikemukakan dalam ayat yang lalu. Mereka menjawab untuk menjelaskan mengapa mereka masuk neraka Saqar. “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat, dan kami juga tidak memberi makan orang miskin.45-47. Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa mereka tidak termasuk golongan yang senantiasa berbuat baik kepada kaum fakir miskin dan duafa. Padahal mereka dapat berbuat demikian karena berlebihnya nikmat dan rezeki Allah yang mereka peroleh. Mereka tidak mau meringankan kesulitan fakir-miskin dengan sedekah yang seharusnya mereka keluarkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5540, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062e\u064f\u0648\u0636\u064f \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0626\u0650\u0636\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa kunnaa nakhoodu ma'al khaaa'ideen" } }, "translation": { "en": "And we used to enter into vain discourse with those who engaged [in it],", "id": "bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5540", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5540.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5540.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "45-47. Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”45-47. Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa mereka ikut terlibat dalam perbuatan orang yang tercela, yang tidak senang kepada Islam dan Nabi Muhammad dengan menuduh beliau pendusta atau tukang sihir yang gila. Mengenai Al-Qur'an mereka menganggapnya hanyalah sihir, syair, atau mantra untuk tenung. Pokoknya mereka terlibat dalam perbuatan kebatilan." } } }, { "number": { "inQuran": 5541, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa kunnaa nukazzibu bi yawmid Deen" } }, "translation": { "en": "And we used to deny the Day of Recompense", "id": "dan kami mendustakan hari pembalasan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5541", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5541.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5541.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "45-47. Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”45-47. Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”", "long": "Ayat ini mengutarakan pengakuan mereka selanjutnya bahwa mereka mendustakan hari kemudian. Artinya mereka mendustakan adanya hari hisab dan pembalasan atas segala perbuatan manusia, sampai datang kepada mereka keyakinan, yakni mati. Tegasnya mereka yakin dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semuanya akan kembali kepada Allah di negeri akhirat.\n\nMaka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat. Artinya kalau seseorang telah memiliki watak-watak seperti yang disebutkan dalam ayat di atas (tidak mengerjakan salat, tidak mau menghiraukan nafkah fakir-miskin, terlibat dalam perbuatan orang yang senang mencela, mendustakan kedatangan hari akhirat) syafaat (pertolongan) apa pun tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka. Sebab syafaat hanyalah berguna bagi yang berhak menerimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5542, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 29, "page": 576, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064f", "transliteration": { "en": "Hattaaa ataanal yaqeen" } }, "translation": { "en": "Until there came to us the certainty.\"", "id": "sampai datang kepada kami kematian.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5542", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5542.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5542.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "45-47. Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”48. Kedurhakaan yang mereka lakukan berlanjut sampai kematian datang, maka mereka berharap kiranya mendapat syafaat atau pertolongan dari siapa saja. Maka Allah menegaskan, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat pertolongan dari orang-orang yang memberikan syafaat seandainya dimungkinkan.", "long": "Ayat ini mengutarakan pengakuan mereka selanjutnya bahwa mereka mendustakan hari kemudian. Artinya mereka mendustakan adanya hari hisab dan pembalasan atas segala perbuatan manusia, sampai datang kepada mereka keyakinan, yakni mati. Tegasnya mereka yakin dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semuanya akan kembali kepada Allah di negeri akhirat.\n\nMaka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat. Artinya kalau seseorang telah memiliki watak-watak seperti yang disebutkan dalam ayat di atas (tidak mengerjakan salat, tidak mau menghiraukan nafkah fakir-miskin, terlibat dalam perbuatan orang yang senang mencela, mendustakan kedatangan hari akhirat) syafaat (pertolongan) apa pun tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka. Sebab syafaat hanyalah berguna bagi yang berhak menerimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5543, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0641\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0641\u0650\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa tanfa'uhum shafaa'atush shaafi'een" } }, "translation": { "en": "So there will not benefit them the intercession of [any] intercessors.", "id": "Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5543", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5543.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5543.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kedurhakaan yang mereka lakukan berlanjut sampai kematian datang, maka mereka berharap kiranya mendapat syafaat atau pertolongan dari siapa saja. Maka Allah menegaskan, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat pertolongan dari orang-orang yang memberikan syafaat seandainya dimungkinkan.49-51.Konsekuensi yang akan dialami di akhirat sudah mereka ketahui, maka ayat ini mengecam para pendurhaka tersebut. Lalu mengapa mereka orang-orang kafir, berpaling dari peringatan Allah yakni Al-Qur’an dan juga tuntunan yang disampaikan Rasulullah, seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.", "long": "Ayat ini mengutarakan pengakuan mereka selanjutnya bahwa mereka mendustakan hari kemudian. Artinya mereka mendustakan adanya hari hisab dan pembalasan atas segala perbuatan manusia, sampai datang kepada mereka keyakinan, yakni mati. Tegasnya mereka yakin dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semuanya akan kembali kepada Allah di negeri akhirat.\n\nMaka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat. Artinya kalau seseorang telah memiliki watak-watak seperti yang disebutkan dalam ayat di atas (tidak mengerjakan salat, tidak mau menghiraukan nafkah fakir-miskin, terlibat dalam perbuatan orang yang senang mencela, mendustakan kedatangan hari akhirat) syafaat (pertolongan) apa pun tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka. Sebab syafaat hanyalah berguna bagi yang berhak menerimanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5544, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064f\u0639\u0652\u0631\u0650\u0636\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa lahum 'anittazkirati mu'rideen" } }, "translation": { "en": "Then what is [the matter] with them that they are, from the reminder, turning away", "id": "Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5544", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5544.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5544.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "49-51.Konsekuensi yang akan dialami di akhirat sudah mereka ketahui, maka ayat ini mengecam para pendurhaka tersebut. Lalu mengapa mereka orang-orang kafir, berpaling dari peringatan Allah yakni Al-Qur’an dan juga tuntunan yang disampaikan Rasulullah, seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.49-51.Konsekuensi yang akan dialami di akhirat sudah mereka ketahui, maka ayat ini mengecam para pendurhaka tersebut. Lalu mengapa mereka orang-orang kafir, berpaling dari peringatan Allah yakni Al-Qur’an dan juga tuntunan yang disampaikan Rasulullah, seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.", "long": "Pada ayat ini, dalam nada cercaan, Allah bertanya, \"Mengapa orang-orang kafir itu berpaling dari peringatan-Ku?\" Maksudnya adalah kenapa orang-orang Mekah dan orang-orang seperti mereka menentang kebenaran Al-Qur'an yang telah memberikan peringatan-peringatan begitu hebat dan dahsyat kepada mereka?\n\nCara berpaling dari Allah (dari Al-Qur'an itu) ada dua macam, yaitu: pertama, bersifat keras kepala dan sama sekali tidak mengakuinya (mengingkarinya); kedua, meninggalkan amal perbuatan yang disuruh-Nya. Demikian pendapat Muqatil, salah seorang tabi'in." } } }, { "number": { "inQuran": 5545, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0645\u064f\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Ka annahum humurum mustanfirah" } }, "translation": { "en": "As if they were alarmed donkeys", "id": "seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5545", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5545.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5545.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "49-51.Konsekuensi yang akan dialami di akhirat sudah mereka ketahui, maka ayat ini mengecam para pendurhaka tersebut. Lalu mengapa mereka orang-orang kafir, berpaling dari peringatan Allah yakni Al-Qur’an dan juga tuntunan yang disampaikan Rasulullah, seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.49-51.Konsekuensi yang akan dialami di akhirat sudah mereka ketahui, maka ayat ini mengecam para pendurhaka tersebut. Lalu mengapa mereka orang-orang kafir, berpaling dari peringatan Allah yakni Al-Qur’an dan juga tuntunan yang disampaikan Rasulullah, seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.", "long": "Kemudian digambarkan pula sikap orang-orang musyrik dan kafir itu menghindarkan diri dari peringatan agama. Mereka diibaratkan seperti keledai liar yang lari terkejut menjauh dari singa. Artinya mereka orang-orang musyrik itu lari dari Muhammad saw atau mereka yang kafir itu lari dari agama Islam, seperti keledai ketakutan lari dikejar singa, atau lari ketakutan karena diburu manusia (pemburu).\n\nAyat ini mengisyaratkan pula bahwa orang-orang yang seharusnya telah menerima seruan Islam dan mengambil pelajaran dari peringatan-peringatan yang diberikan Allah, malah justru menentangnya tanpa sebab-sebab yang logis. Di sini pula kita perbandingkan bagaimana seekor keledai lari ketakutan tanpa arah. Demikian pula manusia lari dari agama tanpa alasan yang tepat. Sifat berusaha menghindarkan diri dari kewajiban-kewajiban agama seperti itu kita lihat sekarang, memang sejak dari dulu telah digambarkan oleh Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 5546, "inSurah": 51 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Farrat min qaswarah" } }, "translation": { "en": "Fleeing from a lion?", "id": "lari dari singa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5546", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5546.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5546.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "49-51.Konsekuensi yang akan dialami di akhirat sudah mereka ketahui, maka ayat ini mengecam para pendurhaka tersebut. Lalu mengapa mereka orang-orang kafir, berpaling dari peringatan Allah yakni Al-Qur’an dan juga tuntunan yang disampaikan Rasulullah, seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.52. Setelah digambarkan sikap lahiriah para pendurhaka yang lari kebingungan bagaikan keledai, kini dilukiskan tentang keadaan batin mereka. Bahkan yang lebih aneh lagi setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran kitab yang terbuka dari Tuhan.", "long": "Kemudian digambarkan pula sikap orang-orang musyrik dan kafir itu menghindarkan diri dari peringatan agama. Mereka diibaratkan seperti keledai liar yang lari terkejut menjauh dari singa. Artinya mereka orang-orang musyrik itu lari dari Muhammad saw atau mereka yang kafir itu lari dari agama Islam, seperti keledai ketakutan lari dikejar singa, atau lari ketakutan karena diburu manusia (pemburu).\n\nAyat ini mengisyaratkan pula bahwa orang-orang yang seharusnya telah menerima seruan Islam dan mengambil pelajaran dari peringatan-peringatan yang diberikan Allah, malah justru menentangnya tanpa sebab-sebab yang logis. Di sini pula kita perbandingkan bagaimana seekor keledai lari ketakutan tanpa arah. Demikian pula manusia lari dari agama tanpa alasan yang tepat. Sifat berusaha menghindarkan diri dari kewajiban-kewajiban agama seperti itu kita lihat sekarang, memang sejak dari dulu telah digambarkan oleh Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 5547, "inSurah": 52 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0627\u0645\u0652\u0631\u0650\u0626\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0635\u064f\u062d\u064f\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0646\u064e\u0634\u0651\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Bal yureedu kullum ri'im minhum any yu'taa suhufam munashsharah" } }, "translation": { "en": "Rather, every person among them desires that he would be given scriptures spread about.", "id": "Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5547", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5547.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5547.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah digambarkan sikap lahiriah para pendurhaka yang lari kebingungan bagaikan keledai, kini dilukiskan tentang keadaan batin mereka. Bahkan yang lebih aneh lagi setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran kitab yang terbuka dari Tuhan. 53-55. Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyebutkan contoh sikap mereka yang keras kepala yang tidak dapat diterima akal sehat atau oleh hati yang berperasaan. Masing-masing mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran catatan yang terbuka (kitab). Setiap mereka menginginkan pula diturunkan wahyu seperti yang telah diterima Nabi Muhammad. Ditambah lagi kitab itu agak istimewa buat mereka, yakni dengan lembaran-lembaran terbuka yang turun dari langit.\n\nDiriwayatkan oleh ahli-ahli tafsir bahwa serombongan kaum Quraisy datang kepada Rasulullah dan mengatakan, \"Alangkah baiknya kalau setiap pemimpin kami mempunyai kitab dalam lembaran terbuka yang turun dari Allah. Dalam kitab itu dapat kami baca keterangan yang menyebutkan engkau, hai Muhammad, adalah rasul-Nya. Lembaran itu pula yang menyuruh kami mengimani engkau dan mengikuti agama engkau.\"\n\nDari Qatadah diterima keterangan bahwa maksud ayat di atas ialah mereka menghendaki bebas dari segala dosa-dosa tanpa bekerja dan berbuat kebaikan sedikit pun.\n\nDiriwayatkan pula bahwa Abu Jahal bersama rombongannya yang terdiri dari pemuka-pemuka Quraisy mengatakan kepada Nabi, \"Hai Muhammad, kami tidak akan beriman kepada engkau melainkan bila engkau beri masing-masing kami kitab itu alamatnya masing-masing yang berasal dari Tuhan dan terdapat pula di sana suruhan yang memerintahkan kami mengikuti agama engkau.\" Ungkapan demikian juga terdapat dalam salah satu ayat Al-Qur'an:\n\nDan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.\" Katakanlah (Muhammad), \"Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?\" (al-Isra'/17: 93)" } } }, { "number": { "inQuran": 5548, "inSurah": 53 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaa bal laa yakhaafoonal aakhirah" } }, "translation": { "en": "No! But they do not fear the Hereafter.", "id": "Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5548", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5548.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5548.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "53-55. Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia.53-55. Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia.", "long": "Dengan nada cemooh, Allah menolak dengan tegas permintaan itu, sebab sebenarnya mereka tidak takut kepada hari akhirat. Artinya Allah tidak akan mengabulkan tuntutan mereka. Allah tidak akan menurunkan kitab dari langit khusus buat mereka.\n\nAllah mengatakan dengan tegas bahwa sesungguhnya yang membuat jiwa mereka kasar, akhlak mereka jahat, penglihatan mereka tertutup, dan pendengaran mereka tersumbat dari kebenaran, adalah karena tidak percaya kepada hari akhirat dengan segala kedahsyatannya.\n\nAndaikata permintaan mereka itu dikabulkan, tentu masih banyak permintaan-permintaan lain menyusul, sekadar menunjukkan iktikad mereka yang tidak baik kepada Islam. Sebab sudah cukup banyak dalil dan bukti-bukti kebenaran Nabi Muhammad untuk mereka. Lalu mereka minta kebenaran Nabi Muhammad buat mereka dan meminta lagi tambahan lain yang tidak pantas diminta, permintaan yang tidak berarti sama sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 5549, "inSurah": 54 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Kallaaa innahoo tazkirah" } }, "translation": { "en": "No! Indeed, the Qur'an is a reminder", "id": "Tidak! Sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar suatu peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5549", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5549.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5549.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "53-55. Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia.53-55. Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia.", "long": "Selanjutnya dalam ayat ini, Allah menegaskan lagi, \"Sekali-kali tidak demikian halnya, sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah peringatan.\" Al-Qur'an bukan sebagaimana yang mereka tuduhkan. Al-Qur'an bukan sihir yang dapat dipelajari, melainkan peringatan langsung dari Allah, sehingga tiada seorang pun yang dapat melepaskan diri dari pertanggungjawaban kepada Allah pada hari kemudian nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 5550, "inSurah": 55 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Fa man shaaa'a zakarah" } }, "translation": { "en": "Then whoever wills will remember it.", "id": "Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5550", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5550.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5550.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "53-55. Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia.56. Ayat sebelumnya dapat menimbulkan kesan bahwa manusia memiliki kebebasan mutlak, maka ayat ini menegaskan bahwa, dan mereka tidak akan mengambil pelajaran dari Al-Qur’an kecuali jika Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut kita bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan Dia juga yang berhak memberi ampunan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.", "long": "Allah mengatakan bahwa barang siapa menghendaki Al-Qur'an sebagai petunjuk, niscaya dia mendapatkan pelajaran darinya. Siapa saja yang selalu ingat kepada Al-Qur'an, tidak melupakannya, dan menjadikan sebagai pedoman hidupnya, maka manfaatnya adalah untuk dirinya sendiri. Dalam Al-Qur'an terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5551, "inSurah": 56 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 511, "hizbQuarter": 230, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maa yazkuroona illaaa any yashaaa'al laah; Huwa ahlut taqwaa wa ahlul maghfirah" } }, "translation": { "en": "And they will not remember except that Allah wills. He is worthy of fear and adequate for [granting] forgiveness.", "id": "Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5551", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5551.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5551.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat sebelumnya dapat menimbulkan kesan bahwa manusia memiliki kebebasan mutlak, maka ayat ini menegaskan bahwa, dan mereka tidak akan mengambil pelajaran dari Al-Qur’an kecuali jika Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut kita bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan Dia juga yang berhak memberi ampunan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. 1-2. Akhir surah al-Muddasir menguraikan tentang Kiamat serta betapa mengerikannya peristiwa itu, namun kaum pendurhaka mendustakannya. Segala argumen sudah dipaparkan, kalau mereka tetap tidak beriman, maka ayat ini menunjukkan Allah, tidak akan meladeni mereka lagi. Aku bersumpah dengan kepastian hari Kiamat karena semuanya sudah jelas, dan Aku juga bersumpah dengan jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri. Sungguh manusia pasti akan dibangkitkan.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil pelajaran dari Al-Qur'an kecuali jika Allah menghendakinya. Hanya Dia yang berhak memberi ampunan.\n\nTegasnya tidak ada yang memperoleh peringatan dan pengajaran dari Al-Qur'an melainkan siapa yang dikehendaki Allah. Tidak seorang pun yang sanggup berbuat demikian kecuali berdasarkan kekuasaan yang diberikan Allah. Begitulah Allah berbuat sekehendak-Nya tanpa terhalang oleh siapa pun. Oleh karena itulah kepada Allah saja manusia patut bertakwa, hanya Dia saja yang harus ditakuti dan Dia saja yang harus ditaati. Dialah memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang beriman.\n\nDalam sebuah hadis disebutkan:\n\nBahwasanya Rasulullah saw, membaca ayat ini \"huwa ahlut-takwa wa ahlul-magfirah\" dan bersabda, \"Tuhanmu berfirman, 'Sayalah yang paling patut ditakuti, maka janganlah dijadikan bersama-Ku Tuhan yang lain. Barang siapa yang takwa kepada-Ku dan sekali-kali ia tidak menjadikan bersama-Ku Tuhan yang lain, maka Aku-lah yang berhak untuk mengampuninya.\" (Riwayat Ahmad, ad-Darimi, at-Tirmizi, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah dari Anas bin Malik)" } } } ] }, { "number": 75, "sequence": 31, "numberOfVerses": 40, "name": { "short": "القيامة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0642\u064a\u0627\u0645\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Qiyaama", "id": "Al-Qiyamah" }, "translation": { "en": "The Resurrection", "id": "Hari Kiamat" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Qaari'ah. Dinamai Al Qiyaamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al Qiyaamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5552, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Laaa uqsimu bi yawmil qiyaamah" } }, "translation": { "en": "I swear by the Day of Resurrection", "id": "Aku bersumpah dengan hari Kiamat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5552", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5552.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5552.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "1-2. Akhir surah al-Muddasir menguraikan tentang Kiamat serta betapa mengerikannya peristiwa itu, namun kaum pendurhaka mendustakannya. Segala argumen sudah dipaparkan, kalau mereka tetap tidak beriman, maka ayat ini menunjukkan Allah, tidak akan meladeni mereka lagi. Aku bersumpah dengan kepastian hari Kiamat karena semuanya sudah jelas, dan Aku juga bersumpah dengan jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri. Sungguh manusia pasti akan dibangkitkan.1-2. Akhir surah al-Muddasir menguraikan tentang Kiamat serta betapa mengerikannya peristiwa itu, namun kaum pendurhaka mendustakannya. Segala argumen sudah dipaparkan, kalau mereka tetap tidak beriman, maka ayat ini menunjukkan Allah, tidak akan meladeni mereka lagi. Aku bersumpah dengan kepastian hari Kiamat karena semuanya sudah jelas, dan Aku juga bersumpah dengan jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri. Sungguh manusia pasti akan dibangkitkan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan hari Kiamat. Maksudnya ialah Allah menyatakan dengan tegas bahwa hari Kiamat itu pasti datang. Oleh karena itu, manusia hendaknya bersiap-siap menghadapinya dengan beriman dan mengerjakan amal saleh, karena hari Kiamat merupakan hari pembalasan amal." } } }, { "number": { "inQuran": 5553, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laaa uqsimu bin nafsil lawwaamah" } }, "translation": { "en": "And I swear by the reproaching soul [to the certainty of resurrection].", "id": "dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5553", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5553.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5553.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "1-2. Akhir surah al-Muddasir menguraikan tentang Kiamat serta betapa mengerikannya peristiwa itu, namun kaum pendurhaka mendustakannya. Segala argumen sudah dipaparkan, kalau mereka tetap tidak beriman, maka ayat ini menunjukkan Allah, tidak akan meladeni mereka lagi. Aku bersumpah dengan kepastian hari Kiamat karena semuanya sudah jelas, dan Aku juga bersumpah dengan jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri. Sungguh manusia pasti akan dibangkitkan.3-4. Atas penegasan tentang kepastian hari Kiamat mestinya manusia percaya, tetapi banyak yang ingkar. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya yang telah berserakan setelah kematiannya? Jangankan hanya mengumpulkan kembali tulang-belulang, bahkan Kami mampu menyusun kembali jari jemarinya dengan sempurna.", "long": "Allah juga bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri (an-nafs al-lawwamah) terhadap sikap dan tingkah lakunya pada masa lalu yang tidak sempat lagi diisi dengan perbuatan baik. An-Nafs al-lawwamah juga berarti jiwa yang menyesali dirinya karena berbuat kejahatan, kenapa masih saja tidak sanggup dihentikan? Pada kebaikan yang disadari manfaatnya kenapa tidak diperbanyak atau dilipatgandakan saja? Begitulah an-nafs al-lawwamah berkata dan menyesali dirinya sendiri.\n\nPerasaan menyesal itu senantiasa ada walaupun ia sudah berusaha keras dengan segenap upaya untuk mengerjakan amal saleh. Padahal semuanya pasti akan diperhitungkan kelak. An-Nafs al-lawwamah juga berarti jiwa yang tidak bisa dikendalikan pada waktu senang maupun susah. Waktu senang bersikap boros dan royal, sedang di masa susah menyesali nasibnya dan menjauhi agama.\n\nAn-Nafs al-lawwamah sebenarnya adalah jiwa seorang mukmin yang belum mencapai tingkat yang lebih sempurna. Penyesalan adalah benteng utama dari jiwa seperti ini karena telah melewati hidup di atas dunia dengan kebaikan yang tidak sempurna.\n\nPerlu dijelaskan di sini hubungan antara hari Kiamat dengan an-nafs al-lawwamah, yang sama-sama digunakan Allah untuk bersumpah dalam awal surah ini. Hari Kiamat itu kelak akan membeberkan tentang jiwa seseorang, apakah ia memperoleh kebahagiaan atau kecelakaan. Maka jiwa atau an-nafs al-lawwamah boleh jadi termasuk golongan yang bahagia atau termasuk golongan yang celaka. Dari segi lain, Allah sengaja menyebutkan jiwa yang menyesali dirinya ini karena begitu besarnya persoalan jiwa dari sudut pandangan Al-Qur'an.\n\nHuruf \"la\" yang terdapat pada ayat 1 dan 2 di atas adalah \"la zaidah\" yang menguatkan arti perkataan sesudahnya, yaitu adanya hari Kiamat dan an-nafs al-lawwamah.\n\nAllah sendiri menjawab sumpah-Nya walaupun dalam teks ayat tidak disebutkan. Jadi setelah bersumpah dengan hari Kiamat dan an-nafs al-lawwamah, Allah menegaskan, \"Sungguh kamu akan dibangkitkan dan akan dimintai pertanggungjawabanmu.\" Pengertian ini diketahui dari ayat berikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5554, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064e \u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Ayahsabul insaanu al lan najm'a 'izaamah" } }, "translation": { "en": "Does man think that We will not assemble his bones?", "id": "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5554", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5554.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5554.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "3-4. Atas penegasan tentang kepastian hari Kiamat mestinya manusia percaya, tetapi banyak yang ingkar. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya yang telah berserakan setelah kematiannya? Jangankan hanya mengumpulkan kembali tulang-belulang, bahkan Kami mampu menyusun kembali jari jemarinya dengan sempurna. 3-4. Atas penegasan tentang kepastian hari Kiamat mestinya manusia percaya, tetapi banyak yang ingkar. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya yang telah berserakan setelah kematiannya? Jangankan hanya mengumpulkan kembali tulang-belulang, bahkan Kami mampu menyusun kembali jari jemarinya dengan sempurna.", "long": "Apakah manusia mengira bahwa Allah tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya? Apakah manusia mengira bahwa tulangnya yang telah hancur di dalam kubur, setelah berserakan di tempat yang terpisah-pisah tidak dapat dikumpulkan Allah kembali? Ayat yang diungkapkan dengan nada pertanyaan ini mengandung makna agar manusia memikirkan persoalan mati dan adanya hari kebangkitan itu secara serius." } } }, { "number": { "inQuran": 5555, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0633\u064e\u0648\u0651\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Balaa qaadireena 'alaaa an nusawwiya banaanah" } }, "translation": { "en": "Yes. [We are] Able [even] to proportion his fingertips.", "id": "(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5555", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5555.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5555.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "3-4. Atas penegasan tentang kepastian hari Kiamat mestinya manusia percaya, tetapi banyak yang ingkar. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya yang telah berserakan setelah kematiannya? Jangankan hanya mengumpulkan kembali tulang-belulang, bahkan Kami mampu menyusun kembali jari jemarinya dengan sempurna.5-6. Kepastian Kiamat tidak diragukan lagi, tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus. Manusia tidak menyadari sama sekali atas akibat perbuatannya. Justru dengan nada menantang dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat yang diancamkan itu?”", "long": "Diriwayatkan bahwa ayat ke 3 dan ke 4 ini diturunkan karena ulah dua orang yang bernama 'Adiyy bin Abi Rabi'ah bersama Akhnasy bin Syuraiq. 'Adiyy pernah menjumpai Rasulullah dengan bertanya, \"Hai Muhammad, tolong ceritakan kepadaku kapan datang hari Kiamat dan bagaimana keadaan manusia pada waktu itu?\" Rasulullah saw menceritakan apa adanya. 'Adiyy menjawab pula, \"Demi Allah, andaikata aku melihat dengan mata kepalaku sendiri akan hari itu, aku juga tidak akan membenarkan ucapanmu itu dan aku juga tidak percaya kepadamu dan kepada hari Kiamat itu. Apakah mungkin hai Muhammad, Allah sanggup mengumpulkan kembali tulang-belulang manusia?\" Kemudian turunlah ayat ke 4 di atas yang menegaskan kekuasaan Allah sebagai jawaban terhadap pertanyaan 'Adiyy bin Abi Rabi'ah dan orang-orang yang bersikap seperti dia.\n\nUntuk menghilangkan keragu-raguan itu, Allah menegaskan sebenarnya Dia berkuasa menyusun (kembali) jari-jemari manusia dengan sempurna. Bahkan Allah sanggup mengumpulkan dan menyusun kembali bagian-bagian tubuh yang hancur sekalipun itu adalah bagian terkecil seperti jari-jemari yang begitu banyak ruas dan bukunya. Andaikata Allah tidak mempunyai ilmu pengetahuan dan kekuasaan yang sempurna, tentu tidak mungkin Allah bisa menyusunnya kembali. Ringkasnya sebagaimana tulang-belulang dan jari-jemari itu tersusun dengan sempurna, maka Allah sanggup mengembalikannya lagi seperti semula." } } }, { "number": { "inQuran": 5556, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0644\u0650\u064a\u064e\u0641\u0652\u062c\u064f\u0631\u064e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u0645\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Bal yureedul insaanu liyafjura amaamah" } }, "translation": { "en": "But man desires to continue in sin.", "id": "Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5556", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5556.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5556.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "5-6. Kepastian Kiamat tidak diragukan lagi, tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus. Manusia tidak menyadari sama sekali atas akibat perbuatannya. Justru dengan nada menantang dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat yang diancamkan itu?”5-6. Kepastian Kiamat tidak diragukan lagi, tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus. Manusia tidak menyadari sama sekali atas akibat perbuatannya. Justru dengan nada menantang dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat yang diancamkan itu?”", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa sebenarnya manusia dengan perkembangan pikirannya menyadari bahwa Allah sanggup berbuat begitu, namun kehendak nafsu mempengaruhi pikirannya. Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus-menerus. Sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak mengenal kekuasaan Tuhannya, untuk menghidupkan dan menyusun tulang-belulang orang yang sudah mati. Akan tetapi, mereka masih ingin bergelimang dengan berbagai perbuatan maksiat, kemudian menunda-nunda tobat atau menghindarkan diri daripadanya.\n\nSesungguhnya manusia yang seperti ini, menurut Sa'id bin Jubair, suka cepat-cepat memperturutkan kehendak hati dan berbuat apa saja yang diinginkan. Nafsu selalu menggodanya, \"Nanti sajalah aku bertobat; nanti sajalah aku mengerjakan kebaikan.\" Celakanya dia belum sempat tobat dan beramal baik, malaikat maut sudah lebih dahulu mencabut nyawanya. Padahal pada saat itu, ia sedang asyik dalam perbuatan maksiat.\n\nBoleh jadi juga maksud ayat ini adalah bahwa seseorang selalu berangan-angan tentang betapa nikmatnya kalau ia mendapat ini dan itu, mendapat mobil dan rumah mewah atau jabatan yang empuk, dan seterusnya, namun lupa mengingat mati, lupa dengan akan datangnya hari kebangkitan, hari saat diperiksa segala pekerjaannya.\n\nKata-kata liyafjura berarti cenderung kepada yang batil, atau suka menyimpang dari kebenaran. Orang seperti ini ingin hidup bebas seperti binatang. Ia tidak mau dihalangi untuk mengerjakan apa saja dengan teguran akal sehat atau larangan agama yang mengekang keinginannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5557, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Yas'alu ayyyaana yawmul qiyaamah" } }, "translation": { "en": "He asks, \"When is the Day of Resurrection?\"", "id": "Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5557", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5557.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5557.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "5-6. Kepastian Kiamat tidak diragukan lagi, tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus. Manusia tidak menyadari sama sekali atas akibat perbuatannya. Justru dengan nada menantang dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat yang diancamkan itu?”7-10.Atas pertanyaan kaum pendurhaka yang tujuannya untuk mengejek maka ayat ini menegaskan ancamannya kepada mereka. Maka apabila mata terbelalak karena ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, dan saat itulah Kiamat terjadi. Pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari untuk menyelamatkan diri?” Sama sekali tidak ada tempat yang aman.", "long": "Selanjutnya, Allah menggambarkan sikap orang keras kepala yang bertanya, \"Bilakah hari Kiamat itu?\" Pertanyaan ini muncul sebagai tanda terlalu jauhnya jangkauan hari Kiamat itu dalam pikiran si penanya dan menunjukkan ketidakpercayaan akan terjadinya. Hal ini ada hubungannya dengan ayat sebelumnya, yakni: \"Kenapa ia terus-menerus ingin mengerjakan kejahatan?\" Karena mereka mengingkari adanya hari kebangkitan, sehingga tidak merasa perlu memikirkan segala akibat dari kejahatan yang dilakukan. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nJauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu, (kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi). (al-Mu'minun/23: 36-37)\n\nKalau disimpulkan, ada dua sebab ketidakpercayaan manusia kepada hari Kiamat, yaitu:\n\n1.Karena ragu-ragu dengan kekuasaan Allah. Misalnya pikiran yang berpendapat bahwa bagian tubuh yang sudah hancur, berserakan, dan bercampur aduk dengan tanah, di timur maupun di barat, mungkinkah dapat disusun dan dihidupkan kembali? Bagaimana bisa tubuh manusia yang demikian kembali kepada keadaan semula?\n\nSeperti bunyi ayat 3 dan 4:\n\nApakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna. (al-Qiyamah/75: 3-4)\n\n1.Karena keinginan yang terus-menerus untuk menikmati kesenangan duniawi, dan kedatangan Kiamat (hari berkumpul dan berhisab) tentu saja memutuskan segala bentuk kesenangan itu, seperti disebutkan dalam ayat ke-5:\n\nTetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus. (al-Qiyamah/75: 5)" } } }, { "number": { "inQuran": 5558, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0650\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0635\u064e\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Fa izaa bariqal basar" } }, "translation": { "en": "So when vision is dazzled", "id": "Maka apabila mata terbelalak (ketakutan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5558", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5558.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5558.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "7-10.Atas pertanyaan kaum pendurhaka yang tujuannya untuk mengejek maka ayat ini menegaskan ancamannya kepada mereka. Maka apabila mata terbelalak karena ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, dan saat itulah Kiamat terjadi. Pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari untuk menyelamatkan diri?” Sama sekali tidak ada tempat yang aman.7-10.Atas pertanyaan kaum pendurhaka yang tujuannya untuk mengejek maka ayat ini menegaskan ancamannya kepada mereka. Maka apabila mata terbelalak karena ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, dan saat itulah Kiamat terjadi. Pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari untuk menyelamatkan diri?” Sama sekali tidak ada tempat yang aman.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan tiga hal tanda kedatangan hari Kiamat, yakni:\n\n1.Apabila mata terbelalak (karena ketakutan). Pada waktu itu, mata tidak sanggup menyaksikan sesuatu hal yang sangat dahsyat. Dalam ayat lain tercantum makna yang sama, yakni:\n\nMereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrahim/14: 43)\n\n1.Apabila bulan telah hilang cahayanya untuk selama-lamanya, bukan seperti keadaan waktu gerhana bulan yang hanya berlangsung sebentar saja.\n\n1.Matahari dan bulan dikumpulkan. Artinya matahari dan bulan saling bertemu, keduanya terbit dan terbenam pada tempat yang sama, menyebabkan gelapnya suasana alam semesta ini. Padahal keadaan begitu tidak pernah terjadi, masing-masing berada dalam posisi yang telah ditentukan. Allah berfirman:\n\nTidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yasin/36: 40)\n\nPada saat itulah manusia yang kafir menyadari betapa janji Allah menjadi kenyataan. Semua orang berusaha hendak menyelamatkan diri.\n\nMenurut kajian ilmiah, skenario kiamat ada bermacam-macam, ada yang berupa skenario besar (Grand Scenario), ada pula skenario \"lokal\" walaupun dampaknya bisa universal dan berpengaruh kepada seluruh alam semesta. Pada Grand Scenario sistem alam semesta mengalami suatu perubahan sistem yang memburuk bahkan bisa secara drastis sehingga alam semesta sebagai sistem menjadi ambruk dan kiamat datang. \n\nSkenario jenis kedua bersifat \"lokal\", artinya hanya terjadi di salah satu galaksi atau tata surya. Besar kemungkinan bahwa kejadian ini berlangsung di galaksi Bima Sakti atau bahkan di tata surya kita, di mana manusia berada. Salah satu skenario yang mungkin adalah mengarahnya lubang hitam (black hole) ke tata surya kita. Bila anggota tata surya kita, termasuk planet bumi, dikenai lubang hitam, yang berarti akan tersedot gravitasi yang sangat kuat, maka semua yang ada di permukaan bumi termasuk manusia akan terangkat kemudian kaki-kakinya akan terlepas dan akhirnya tubuh manusia akan tercerai-berai hingga enam puluh empat bagian. Sedangkan pada saat yang sama, matahari akan tersedot, termasuk energi nuklirnya hingga habis, sedangkan planet seluruh anggota tata surya kita dan matahari juga akan bersama-sama tersedot, hingga akan menyatu karena sedotan gravitasi yang sangat kuat. Jelaslah bahwa cahaya bulan dan tentu saja cahaya sumbernya yaitu matahari akan menghilang. Maka seluruh tata surya kita akan lebur sehingga mengganggu keseimbangan galaksi kita, dan akibat universalnya, keseimbangan Bima Sakti ini akan berdampak pada keseimbangan posisi dan energi alam semesta, sehingga kiamat hanyalah soal waktu." } } }, { "number": { "inQuran": 5559, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062e\u064e\u0633\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "We khasafal qamar" } }, "translation": { "en": "And the moon darkens", "id": "dan bulan pun telah hilang cahayanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5559", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5559.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5559.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "7-10.Atas pertanyaan kaum pendurhaka yang tujuannya untuk mengejek maka ayat ini menegaskan ancamannya kepada mereka. Maka apabila mata terbelalak karena ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, dan saat itulah Kiamat terjadi. Pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari untuk menyelamatkan diri?” Sama sekali tidak ada tempat yang aman.7-10.Atas pertanyaan kaum pendurhaka yang tujuannya untuk mengejek maka ayat ini menegaskan ancamannya kepada mereka. Maka apabila mata terbelalak karena ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, dan saat itulah Kiamat terjadi. Pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari untuk menyelamatkan diri?” Sama sekali tidak ada tempat yang aman.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan tiga hal tanda kedatangan hari Kiamat, yakni:\n\n1.Apabila mata terbelalak (karena ketakutan). Pada waktu itu, mata tidak sanggup menyaksikan sesuatu hal yang sangat dahsyat. Dalam ayat lain tercantum makna yang sama, yakni:\n\nMereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrahim/14: 43)\n\n1.Apabila bulan telah hilang cahayanya untuk selama-lamanya, bukan seperti keadaan waktu gerhana bulan yang hanya berlangsung sebentar saja.\n\n1.Matahari dan bulan dikumpulkan. Artinya matahari dan bulan saling bertemu, keduanya terbit dan terbenam pada tempat yang sama, menyebabkan gelapnya suasana alam semesta ini. Padahal keadaan begitu tidak pernah terjadi, masing-masing berada dalam posisi yang telah ditentukan. Allah berfirman:\n\nTidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yasin/36: 40)\n\nPada saat itulah manusia yang kafir menyadari betapa janji Allah menjadi kenyataan. Semua orang berusaha hendak menyelamatkan diri.\n\nMenurut kajian ilmiah, skenario kiamat ada bermacam-macam, ada yang berupa skenario besar (Grand Scenario), ada pula skenario \"lokal\" walaupun dampaknya bisa universal dan berpengaruh kepada seluruh alam semesta. Pada Grand Scenario sistem alam semesta mengalami suatu perubahan sistem yang memburuk bahkan bisa secara drastis sehingga alam semesta sebagai sistem menjadi ambruk dan kiamat datang. \n\nSkenario jenis kedua bersifat \"lokal\", artinya hanya terjadi di salah satu galaksi atau tata surya. Besar kemungkinan bahwa kejadian ini berlangsung di galaksi Bima Sakti atau bahkan di tata surya kita, di mana manusia berada. Salah satu skenario yang mungkin adalah mengarahnya lubang hitam (black hole) ke tata surya kita. Bila anggota tata surya kita, termasuk planet bumi, dikenai lubang hitam, yang berarti akan tersedot gravitasi yang sangat kuat, maka semua yang ada di permukaan bumi termasuk manusia akan terangkat kemudian kaki-kakinya akan terlepas dan akhirnya tubuh manusia akan tercerai-berai hingga enam puluh empat bagian. Sedangkan pada saat yang sama, matahari akan tersedot, termasuk energi nuklirnya hingga habis, sedangkan planet seluruh anggota tata surya kita dan matahari juga akan bersama-sama tersedot, hingga akan menyatu karena sedotan gravitasi yang sangat kuat. Jelaslah bahwa cahaya bulan dan tentu saja cahaya sumbernya yaitu matahari akan menghilang. Maka seluruh tata surya kita akan lebur sehingga mengganggu keseimbangan galaksi kita, dan akibat universalnya, keseimbangan Bima Sakti ini akan berdampak pada keseimbangan posisi dan energi alam semesta, sehingga kiamat hanyalah soal waktu." } } }, { "number": { "inQuran": 5560, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064f\u0645\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Wa jumi'ash shamusu wal qamar" } }, "translation": { "en": "And the sun and the moon are joined,", "id": "lalu matahari dan bulan dikumpulkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5560", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5560.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5560.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "7-10.Atas pertanyaan kaum pendurhaka yang tujuannya untuk mengejek maka ayat ini menegaskan ancamannya kepada mereka. Maka apabila mata terbelalak karena ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, dan saat itulah Kiamat terjadi. Pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari untuk menyelamatkan diri?” Sama sekali tidak ada tempat yang aman.7-10.Atas pertanyaan kaum pendurhaka yang tujuannya untuk mengejek maka ayat ini menegaskan ancamannya kepada mereka. Maka apabila mata terbelalak karena ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, dan saat itulah Kiamat terjadi. Pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari untuk menyelamatkan diri?” Sama sekali tidak ada tempat yang aman.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan tiga hal tanda kedatangan hari Kiamat, yakni:\n\n1.Apabila mata terbelalak (karena ketakutan). Pada waktu itu, mata tidak sanggup menyaksikan sesuatu hal yang sangat dahsyat. Dalam ayat lain tercantum makna yang sama, yakni:\n\nMereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrahim/14: 43)\n\n1.Apabila bulan telah hilang cahayanya untuk selama-lamanya, bukan seperti keadaan waktu gerhana bulan yang hanya berlangsung sebentar saja.\n\n1.Matahari dan bulan dikumpulkan. Artinya matahari dan bulan saling bertemu, keduanya terbit dan terbenam pada tempat yang sama, menyebabkan gelapnya suasana alam semesta ini. Padahal keadaan begitu tidak pernah terjadi, masing-masing berada dalam posisi yang telah ditentukan. Allah berfirman:\n\nTidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yasin/36: 40)\n\nPada saat itulah manusia yang kafir menyadari betapa janji Allah menjadi kenyataan. Semua orang berusaha hendak menyelamatkan diri.\n\nMenurut kajian ilmiah, skenario kiamat ada bermacam-macam, ada yang berupa skenario besar (Grand Scenario), ada pula skenario \"lokal\" walaupun dampaknya bisa universal dan berpengaruh kepada seluruh alam semesta. Pada Grand Scenario sistem alam semesta mengalami suatu perubahan sistem yang memburuk bahkan bisa secara drastis sehingga alam semesta sebagai sistem menjadi ambruk dan kiamat datang. \n\nSkenario jenis kedua bersifat \"lokal\", artinya hanya terjadi di salah satu galaksi atau tata surya. Besar kemungkinan bahwa kejadian ini berlangsung di galaksi Bima Sakti atau bahkan di tata surya kita, di mana manusia berada. Salah satu skenario yang mungkin adalah mengarahnya lubang hitam (black hole) ke tata surya kita. Bila anggota tata surya kita, termasuk planet bumi, dikenai lubang hitam, yang berarti akan tersedot gravitasi yang sangat kuat, maka semua yang ada di permukaan bumi termasuk manusia akan terangkat kemudian kaki-kakinya akan terlepas dan akhirnya tubuh manusia akan tercerai-berai hingga enam puluh empat bagian. Sedangkan pada saat yang sama, matahari akan tersedot, termasuk energi nuklirnya hingga habis, sedangkan planet seluruh anggota tata surya kita dan matahari juga akan bersama-sama tersedot, hingga akan menyatu karena sedotan gravitasi yang sangat kuat. Jelaslah bahwa cahaya bulan dan tentu saja cahaya sumbernya yaitu matahari akan menghilang. Maka seluruh tata surya kita akan lebur sehingga mengganggu keseimbangan galaksi kita, dan akibat universalnya, keseimbangan Bima Sakti ini akan berdampak pada keseimbangan posisi dan energi alam semesta, sehingga kiamat hanyalah soal waktu." } } }, { "number": { "inQuran": 5561, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064f", "transliteration": { "en": "Yaqoolul insaanu yaw ma 'izin aynal mafarr" } }, "translation": { "en": "Man will say on that Day, \"Where is the [place of] escape?\"", "id": "pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5561", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5561.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5561.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "7-10.Atas pertanyaan kaum pendurhaka yang tujuannya untuk mengejek maka ayat ini menegaskan ancamannya kepada mereka. Maka apabila mata terbelalak karena ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan, dan saat itulah Kiamat terjadi. Pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari untuk menyelamatkan diri?” Sama sekali tidak ada tempat yang aman.11-13. Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata! Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu. Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia. Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.", "long": "Allah menegaskan bahwa pada hari Kiamat itu manusia berkata, \"Ke manakah tempat lari?\" Masing-masing orang berusaha mencari jalan untuk menyelamatkan diri. Sebagian mengartikan ayat ini dengan \"Ke manakah tempat lari menghindari api neraka?\" Tentulah manusia yang dimaksudkan adalah orang-orang kafir, karena pada saat itu orang-orang mukmin tidak ada yang menyangsikan kedatangan hari Kiamat itu seperti disebutkan dalam beberapa hadis Nabi. Apakah orang-orang kafir itu dapat menyelamatkan diri? Tidak!" } } }, { "number": { "inQuran": 5562, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0632\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaa laa wazar" } }, "translation": { "en": "No! There is no refuge.", "id": "Tidak! Tidak ada tempat berlindung!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5562", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5562.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5562.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "11-13. Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata! Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu. Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia. Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.11-13. Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata! Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu. Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia. Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa sekali-kali tidak ada tempat berlindung. Tidak ada satu perlindungan pun yang mungkin menyelamatkan mereka dari siksaan Allah. Tidak ada benteng maupun bukit atau senjata yang dapat digunakan. Demikian dalam ayat lain Allah menegaskan:\n\nPatuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (atas perintah dari Allah). Pada hari itu kamu tidak memperoleh tempat berlindung dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). (asy-Syura/42: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 5563, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e\u0631\u0651\u064f", "transliteration": { "en": "Ilaa rabbika yawma 'izinil mustaqarr" } }, "translation": { "en": "To your Lord, that Day, is the [place of] permanence.", "id": "Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5563", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5563.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5563.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "11-13. Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata! Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu. Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia. Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.11-13. Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata! Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu. Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia. Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.", "long": "Kemudian dalam ayat ini diterangkan keadaan yang sebenarnya dan ke mana manusia hendak dikumpulkan. Hanya kepada Allah tempat manusia kembali. Di tempat penuh kesengsaraan atau di tempat penuh nikmat penuh kebahagiaan. Semuanya tergantung kepada kehendak Allah. Dia Penguasa Tunggal di hari itu. Semua manusia kembali kepada Allah tanpa kecuali. Ke sanalah tujuan perjalanan hidup yang terakhir. Allah berfirman:\n\nDan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu). (an-Najm/53: 42)" } } }, { "number": { "inQuran": 5564, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u064e\u0623\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Yunabba 'ul insaanu yawma 'izim bimaa qaddama wa akhkhar" } }, "translation": { "en": "Man will be informed that Day of what he sent ahead and kept back.", "id": "Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5564", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5564.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5564.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "11-13. Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata! Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu. Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia. Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.14-15. Sebenarnya setiap orang sudah mengetahui keadaan diri mereka masing-masing, tidak perlu diberitahu, bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, anggota tubuh mereka akan berbicara dan menjadi saksi atas perbuatan mereka. (Lihat surah Yasin/36, 65. An-Nur/24, 24. Fusssilat/41, 20-21). Dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya, dengan argumen yang kuat, namun itu tidak akan membantu meringankan azab yang mereka terima.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Kepada manusia diceritakan ketika telah tiba waktunya menghisab dan menimbang amalannya. Semua akan dibeberkan dengan jelas, mana perbuatan baik yang telah dikerjakan dan mana yang seharusnya dikerjakan tapi tidak sempat lagi dilaksanakan. Demikian pula mana yang semestinya dahulu diperbuat guna menghindarkan diri dari azab Allah dan mencapai pahala-Nya. Tidak ada yang luput dari pemberitaan itu, karya yang kecil maupun yang besar, yang baru maupun yang usang.\n\nIbnu 'Abbas mengartikan ayat ini dengan menjelaskan bahwa yang diceritakan tidak hanya sekadar perbuatan buruk dan baik seseorang menjelang dia meninggal dunia, tetapi juga segala karya, pikiran, dan kebiasaannya. Semua orang akan menyaksikan sendiri di hadapannya segala wujud amaliahnya, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:\n\nDan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)\n\nSehubungan dengan hal ini, disebutkan pula dalam hadis Rasulullah saw:\n\nTujuh macam perbuatan seorang hamba yang tetap mengalir pahalanya bagi orang yang sudah wafat: orang yang mengajarkan ilmu, orang yang membuat aliran sungai, orang yang menggali sumur, orang yang menanam pohon kurma, orang yang mendirikan masjid, orang yang mewariskan (menyebarluaskan) mushaf (kitab suci Al-Qur'an), dan orang yang meninggalkan anak (keturunan) yang memohonkan ampunan baginya setelah ia meninggal. (Riwayat Abu Nu'aim dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik)" } } }, { "number": { "inQuran": 5565, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Balil insaanu 'alaa nafsihee baseerah" } }, "translation": { "en": "Rather, man, against himself, will be a witness,", "id": "Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5565", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5565.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5565.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "14-15. Sebenarnya setiap orang sudah mengetahui keadaan diri mereka masing-masing, tidak perlu diberitahu, bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, anggota tubuh mereka akan berbicara dan menjadi saksi atas perbuatan mereka. (Lihat surah Yasin/36, 65. An-Nur/24, 24. Fusssilat/41, 20-21). Dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya, dengan argumen yang kuat, namun itu tidak akan membantu meringankan azab yang mereka terima.14-15. Sebenarnya setiap orang sudah mengetahui keadaan diri mereka masing-masing, tidak perlu diberitahu, bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, anggota tubuh mereka akan berbicara dan menjadi saksi atas perbuatan mereka. (Lihat surah Yasin/36, 65. An-Nur/24, 24. Fusssilat/41, 20-21). Dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya, dengan argumen yang kuat, namun itu tidak akan membantu meringankan azab yang mereka terima.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa diri manusia itu sendiri menjadi saksi. Tidak perlu orang lain menceritakan kepadanya karena semua bagian tubuhnya menjadi saksi atas segala yang telah dikerjakannya, dengan jujur tanpa berbohong. Siapa yang berbuat jahat diberi siksaan dan tidak bisa dihindari. Pendengaran, penglihatan, kaki, tangan, dan semua anggota tubuh membeberkan segala yang telah dikerjakannya.\n\nPada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Yasin/36: 65)\n\nMeskipun telah diterangkan dalam Al-Qur'an akan datangnya hari Kiamat dan manusia mempertanggungjawabkan amalnya, tetapi manusia tetap saja ingin mengajukan berbagai alasan untuk mendebat keputusan Allah, karena mengikuti hawa nafsunya." } } }, { "number": { "inQuran": 5566, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u0630\u0650\u064a\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Wa law alqaa ma'aazeerah" } }, "translation": { "en": "Even if he presents his excuses.", "id": "dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5566", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5566.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5566.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "14-15. Sebenarnya setiap orang sudah mengetahui keadaan diri mereka masing-masing, tidak perlu diberitahu, bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, anggota tubuh mereka akan berbicara dan menjadi saksi atas perbuatan mereka. (Lihat surah Yasin/36, 65. An-Nur/24, 24. Fusssilat/41, 20-21). Dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya, dengan argumen yang kuat, namun itu tidak akan membantu meringankan azab yang mereka terima.16-17. Kalau ayat-ayat yang lalu menjelaskan tentang orang-orang yang enggan memperhatikan Al-Qur’an, kelompok ayat ini menjelaskan tentang yang sangat memperhatikan Al-Qur’an. Jangan engkau, wahai Nabi Muhammad, gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an sebelum Malaikat Jibril selesai membacakannya, karena hendak cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya, sehingga engkau menjadi pandai dan lancar dalam membacanya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa biarpun manusia berusaha mengajukan berbagai alasan guna menutupi segala kesalahannya, dan menyembunyikan segala perbuatan jeleknya, namun semua itu tidak akan berguna karena anggota tubuhnya akan menjadi saksi atas dirinya. Dalam ayat lain disebutkan:\n\nBacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu. (al-Isra'/17: 14)\n\nPada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Yasin/36: 65)\n\nDari isyarat ayat di atas dapat pula kita mengambil pelajaran bahwa keyakinan orang musyrik mempersekutukan Allah dan menyembah patung atau berhala, serta ketidakpercayaan mereka pada hari kebangkitan adalah kepercayaan yang salah. Hati kecil mereka sendiri sesungguhnya tidak mengakui yang demikian. Oleh karena itu, segala alasan yang mereka kemukakan guna menolak kebenaran, sebenarnya adalah alasan palsu. Mereka mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak hati nurani sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 5567, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062d\u064e\u0631\u0651\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e\u0643\u064e \u0644\u0650\u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Laa tuharrik bihee lisaa naka lita'jala bih" } }, "translation": { "en": "Move not your tongue with it, [O Muhammad], to hasten with recitation of the Qur'an.", "id": "Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur'an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5567", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5567.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5567.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "16-17. Kalau ayat-ayat yang lalu menjelaskan tentang orang-orang yang enggan memperhatikan Al-Qur’an, kelompok ayat ini menjelaskan tentang yang sangat memperhatikan Al-Qur’an. Jangan engkau, wahai Nabi Muhammad, gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an sebelum Malaikat Jibril selesai membacakannya, karena hendak cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya, sehingga engkau menjadi pandai dan lancar dalam membacanya.16-17. Kalau ayat-ayat yang lalu menjelaskan tentang orang-orang yang enggan memperhatikan Al-Qur’an, kelompok ayat ini menjelaskan tentang yang sangat memperhatikan Al-Qur’an. Jangan engkau, wahai Nabi Muhammad, gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an sebelum Malaikat Jibril selesai membacakannya, karena hendak cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya, sehingga engkau menjadi pandai dan lancar dalam membacanya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah melarang Nabi Muhammad menggerakkan lidahnya untuk membaca Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat menguasainya. Dalam bahasa lain, Allah melarang Nabi saw menggerak-gerakkan lidah dan bibirnya untuk cepat-cepat menangkap bacaan Jibril karena takut bacaan itu luput dari ingatannya.\"\n\nHal ini terjadi ketika Surah thaha turun, dan semenjak ada teguran Allah dalam ayat ke 16 ini, tentu beliau sudah tenang dalam menerima wahyu, dan tidak perlu cepat-cepat menangkapnya. Pada ayat lain terdapat maksud yang sama, yakni:\n\nMaka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur'an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, \"Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.\" (thaha/20: 114)\n\nAllah melarang Nabi saw meniru bacaan Jibril kalimat demi kalimat sebelum selesai membacakannya, agar Nabi Muhammad dapat menghafal dan memahami dengan baik ayat yang diturunkan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5568, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Inna 'alainaa jam'ahoo wa qur aanah" } }, "translation": { "en": "Indeed, upon Us is its collection [in your heart] and [to make possible] its recitation.", "id": "Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5568", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5568.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5568.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "16-17. Kalau ayat-ayat yang lalu menjelaskan tentang orang-orang yang enggan memperhatikan Al-Qur’an, kelompok ayat ini menjelaskan tentang yang sangat memperhatikan Al-Qur’an. Jangan engkau, wahai Nabi Muhammad, gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an sebelum Malaikat Jibril selesai membacakannya, karena hendak cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya, sehingga engkau menjadi pandai dan lancar dalam membacanya.18-19. Caranya adalah apabila Kami melalui malaikat Jibril telah selesai membacakannya kepadamu maka ikutilah bacaannya itu dengan lidah serta pikiran dan hatimu secara sungguh-sungguh. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskan makna-maknanya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa larangan mengikuti bacaan Jibril ketika ia sedang membacakannya adalah karena sesungguhnya atas tanggungan Allah-lah mengumpulkan wahyu itu di dalam dada Muhammad dan membuatnya pandai membacanya. Allah-lah yang bertanggung jawab bagaimana supaya Al-Qur'an itu tersimpan dengan baik dalam dada atau ingatan Muhammad, dan memantapkannya dalam kalbunya. Allah pula yang memberikan bimbingan kepadanya bagaimana cara membaca ayat itu dengan sempurna dan teratur, sehingga Muhammad hafal dan tidak lupa selama-lamanya.\n\nApabila Jibril telah selesai membacakan ayat-ayat yang harus diturunkan, hendaklah Muhammad saw membacanya kembali. Nanti ia akan mendapatkan dirinya selalu ingat dan hafal ayat-ayat itu. Tegasnya pada waktu Jibril membaca, hendaklah Muhammad diam dan mendengarkan bacaannya.\n\nDari sudut lain, ayat ini juga berarti bahwa bila telah selesai dibacakan kepada Muhammad ayat-ayat Allah, hendaklah ia segera mengamalkan hukum-hukum dan syariat-syariatnya.\n\nSemenjak perintah ini turun, Rasulullah senantiasa mengikuti dan mendengarkan dengan penuh perhatian wahyu yang dibacakan Jibril. Setelah Jibril pergi, barulah beliau membacanya dan bacaannya itu tetap tinggal dalam ingatan beliau. Diterangkan dalam hadis riwayat al-Bukhari bahwa Ibnu 'Abbas berkata:\n\nSetelah perintah itu turun, Rasulullah selalu mendengarkan dan memperhatikan ketika Jibril datang, setelah Jibril pergi beliau membacanya sebagaimana diajarkan Jibril. (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)." } } }, { "number": { "inQuran": 5569, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0631\u064e\u0623\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Fa izaa qaraanaahu fattabi' qur aanah" } }, "translation": { "en": "So when We have recited it [through Gabriel], then follow its recitation.", "id": "Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5569", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5569.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5569.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "18-19. Caranya adalah apabila Kami melalui malaikat Jibril telah selesai membacakannya kepadamu maka ikutilah bacaannya itu dengan lidah serta pikiran dan hatimu secara sungguh-sungguh. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskan makna-maknanya.18-19. Caranya adalah apabila Kami melalui malaikat Jibril telah selesai membacakannya kepadamu maka ikutilah bacaannya itu dengan lidah serta pikiran dan hatimu secara sungguh-sungguh. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskan makna-maknanya.", "long": "Allah menjelaskan bahwa larangan mengikuti bacaan Jibril ketika ia sedang membacakannya adalah karena sesungguhnya atas tanggungan Allah-lah mengumpulkan wahyu itu di dalam dada Muhammad dan membuatnya pandai membacanya. Allah-lah yang bertanggung jawab bagaimana supaya Al-Qur'an itu tersimpan dengan baik dalam dada atau ingatan Muhammad, dan memantapkannya dalam kalbunya. Allah pula yang memberikan bimbingan kepadanya bagaimana cara membaca ayat itu dengan sempurna dan teratur, sehingga Muhammad hafal dan tidak lupa selama-lamanya.\n\nApabila Jibril telah selesai membacakan ayat-ayat yang harus diturunkan, hendaklah Muhammad saw membacanya kembali. Nanti ia akan mendapatkan dirinya selalu ingat dan hafal ayat-ayat itu. Tegasnya pada waktu Jibril membaca, hendaklah Muhammad diam dan mendengarkan bacaannya.\n\nDari sudut lain, ayat ini juga berarti bahwa bila telah selesai dibacakan kepada Muhammad ayat-ayat Allah, hendaklah ia segera mengamalkan hukum-hukum dan syariat-syariatnya.\n\nSemenjak perintah ini turun, Rasulullah senantiasa mengikuti dan mendengarkan dengan penuh perhatian wahyu yang dibacakan Jibril. Setelah Jibril pergi, barulah beliau membacanya dan bacaannya itu tetap tinggal dalam ingatan beliau. Diterangkan dalam hadis riwayat al-Bukhari bahwa Ibnu 'Abbas berkata:\n\nSetelah perintah itu turun, Rasulullah selalu mendengarkan dan memperhatikan ketika Jibril datang, setelah Jibril pergi beliau membacanya sebagaimana diajarkan Jibril. (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)." } } }, { "number": { "inQuran": 5570, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 577, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Summa inna 'alainaa bayaanah" } }, "translation": { "en": "Then upon Us is its clarification [to you].", "id": "Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5570", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5570.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5570.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "18-19. Caranya adalah apabila Kami melalui malaikat Jibril telah selesai membacakannya kepadamu maka ikutilah bacaannya itu dengan lidah serta pikiran dan hatimu secara sungguh-sungguh. Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskan makna-maknanya.20-21. Ayat ini kembali menceritakan tentang orang-orang yang mengabaikan petunjuk Al-Qur’an. Tidak! Bahkan kamu terlalu mencintai kehidupan dunia yang fana ini, dan mengabaikan kehidupan akhirat yang sempurna dan abadi.", "long": "Ayat ini menjelaskan adanya jaminan Allah bahwa sesungguhnya atas tanggungan Allah-lah penjelasannya. Maksudnya setelah Jibril selesai membacakan Al-Qur'an itu kepada Nabi Muhammad saw, maka Allah langsung memberikan penjelasan kepada beliau melalui ilham-ilham yang ditanamkan ke dalam dada Nabi saw, sehingga pengertian ayat ini secara sempurna sebagaimana yang dikehendaki Allah dapat diketahui Nabi saw. Allah pula yang menyampaikan kepada Nabi segala rahasia, hukum-hukum, dan pengetahuan Al-Qur'an itu secara sempurna. Dengan begitu, tidak dapat diragukan sedikit pun bahwa sesungguhnya Al-Qur'an itu dari sisi Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5571, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0644\u064e\u0629\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaa bal tuhibboonal 'aajilah" } }, "translation": { "en": "No! But you love the immediate", "id": "Tidak! Bahkan kamu mencintai kehidupan dunia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5571", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5571.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5571.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "20-21. Ayat ini kembali menceritakan tentang orang-orang yang mengabaikan petunjuk Al-Qur’an. Tidak! Bahkan kamu terlalu mencintai kehidupan dunia yang fana ini, dan mengabaikan kehidupan akhirat yang sempurna dan abadi.20-21. Ayat ini kembali menceritakan tentang orang-orang yang mengabaikan petunjuk Al-Qur’an. Tidak! Bahkan kamu terlalu mencintai kehidupan dunia yang fana ini, dan mengabaikan kehidupan akhirat yang sempurna dan abadi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mencela kehidupan orang musyrik yang sangat mencintai dunia. Allah menyerukan, \"Sekali-kali jangan. Sesungguhnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan kehidupan akhirat.\" Dengan ayat ini terdapat suatu kesimpulan umum bahwa mencintai kehidupan adalah salah satu watak manusia seluruhnya. Memang ada sebagian yang mengharapkan kebahagiaan akhirat, namun yang mencintai hidup dunia serta mendustai adanya hari kebangkitan jauh lebih besar jumlahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5572, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e", "transliteration": { "en": "Wa tazaroonal Aakhirah" } }, "translation": { "en": "And leave the Hereafter.", "id": "dan mengabaikan (kehidupan) akhirat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5572", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5572.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5572.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "20-21. Ayat ini kembali menceritakan tentang orang-orang yang mengabaikan petunjuk Al-Qur’an. Tidak! Bahkan kamu terlalu mencintai kehidupan dunia yang fana ini, dan mengabaikan kehidupan akhirat yang sempurna dan abadi.22-23. Setelah mengecam orang yang durhaka, ayat ini menjelaskan tentang keadaan manusia di akhirat sesuai dengan amalnya ketika di dunia. Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu di akhirat berseri-seri karena rasa bahagia yang ada padanya ketika memandang Tuhannya.", "long": "Terpengaruh dengan kehidupan duniawi biasanya dibarengi dengan sikap mendustai wahyu, serta melupakan kehidupan hari akhirat dan bahkan tidak percaya dengan kedatangannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5573, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0646\u0651\u064e\u0627\u0636\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wujoohuny yawma 'izin naadirah" } }, "translation": { "en": "[Some] faces, that Day, will be radiant,", "id": "Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5573", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5573.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5573.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "22-23. Setelah mengecam orang yang durhaka, ayat ini menjelaskan tentang keadaan manusia di akhirat sesuai dengan amalnya ketika di dunia. Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu di akhirat berseri-seri karena rasa bahagia yang ada padanya ketika memandang Tuhannya. 22-23. Setelah mengecam orang yang durhaka, ayat ini menjelaskan tentang keadaan manusia di akhirat sesuai dengan amalnya ketika di dunia. Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu di akhirat berseri-seri karena rasa bahagia yang ada padanya ketika memandang Tuhannya.", "long": "Ayat ini menerangkan sebagian hal ihwal manusia pada hari kebangkitan saat wajah-wajah orang beriman pada waktu itu berseri-seri. Golongan yang gembira dan berwajah ceria inilah calon penghuni surga. Merekalah yang berwajah cerah yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya.\n\nDi mana pun mereka dapat melihat-Nya. Artinya mereka langsung memandang kepada Allah tanpa dinding pembatas (hijab). Demikian kesimpulan pendapat ulama ahli sunnah berdasarkan hadis-hadis sahih yang menerangkan lebih lanjut tentang makna melihat Tuhan yang disebutkan dalam ayat ini. Dikatakan bahwa orang yang beriman yang beruntung melihat Allah dengan mata kepalanya sendiri pada hari akhirat sebagaimana mereka melihat bulan purnama yang bersinar terang benderang yang tidak ada awan di bawahnya. Hadis al-Bukhari yang menyebutkan hal itu berbunyi:\n\nSesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu dengan mata kepalamu sendiri (terang-terang) sebagaimana kamu melihat bulan (purnama), kamu tidak berdesak-desakan dalam melihat-Nya. Jika kamu mampu tidak meninggalkan salat sebelum terbit matahari dan terbenam matahari maka lakukanlah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Jarir bin 'Abdillah)\n\nSekalipun ada keterangan yang jelas dari ayat 22 ini yang diperkuat dengan beberapa hadis di atas yang menegaskan bahwa manusia mukmin nanti melihat sendiri wajah Allah itu, namun sebagian dari ulama salaf mencoba mentakwilkan (memalingkan) pengertian ayat dan hadis-hadis tersebut. Mujahid (seorang tabiin yang terkenal) berpendapat bahwa arti melihat Allah di dalam surga adalah \"melihat pahala yang ada di sisi Allah\". Namun hal demikian dianggap tidak berdasarkan alasan yang kuat, sebab kata-kata \"nadhara\" (melihat) dalam bahasa Arab betul-betul berarti melihat dengan mata kepala sendiri bukan melihat dengan mata hati dan sebagainya.\n\nPermasalahan tentang \"apakah manusia nanti melihat Allah pada hari Kiamat atau tidak?\" menjadi persoalan yang diperselisihkan (khilafiah) sejak dari dahulu. Ulama ahli sunnah tetap berpendirian bahwa orang mukmin pasti melihat Allah berdasarkan ayat di atas, ditambah keterangan dari berbagai hadis sahih. Sebaliknya ulama-ulama Mu'tazilah menegaskan tidak mungkin sama sekali manusia melihat wajah dan zat Allah berdasarkan bunyi ayat ke 103 Surah al-An'am: Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu.\n\nAyat ini, menurut Mu'tazilah, terbatas pengertiannya pada melihat nikmat, keridaan, dan pahala yang disediakan Allah. Persoalan akhirat adalah persoalan gaib, tidak dapat kita ukur dalam perbandingan dengan apa yang ada sekarang.\n\nJalan yang ringkas dan selamat serta tidak terlibat dalam pertikaian yang berlarut-larut itu adalah \"mengimani sepenuhnya apa yang diberikan ayat tanpa membahasnya lagi. Bagaimana pengertian yang sesungguhnya, kita serahkan kepada Allah saja. Masih banyak lapangan ijtihad (pemikiran) yang lain bila seseorang ingin mendalami maksud ayat-ayat suci Al-Qur'an.\"\n\nBerikut ini kita kutip beberapa hadis tentang melihat Allah di akhirat:\n\nOrang-orang bertanya kepada Rasulullah saw, \"Wahai Rasulullah apakah kami dapat melihat Tuhan kami di hari Kiamat kelak?\" Beliau menjawab, \"Apakah sulit bagi kalian melihat matahari dan bulan yang tidak dihalangi oleh awan?\" Mereka menjawab, \"Tidak.\" Beliau bersabda lagi, \"Demikian pula kamu melihat Tuhanmu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDiriwayatkan dari suhaib dari Nabi saw bahwa beliau bersabda, \"Bila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, Allah berfirman, 'Apakah engkau ingin lagi sesuatu yang hendak Aku tambahkan? Mereka menjawab, 'Bukankah Engkau sudah cerahkan wajah kami, bukankah telah Engkau masukkan kami ke dalam surga. Dan telah Engkau lepaskan kami dari api neraka? Allah menjawab dan kemudian hijab pun tersingkap, maka tiadalah sesuatu pemberian yang lebih mereka senangi selain daripada melihat Tuhan mereka.\" Kemudian beliau membaca ayat ini (Yunus/10: 26): lilladhina ahsanu al-husna wa ziyadah (Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 5574, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Ilaa rabbihaa naazirah" } }, "translation": { "en": "Looking at their Lord.", "id": "memandang Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5574", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5574.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5574.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "22-23. Setelah mengecam orang yang durhaka, ayat ini menjelaskan tentang keadaan manusia di akhirat sesuai dengan amalnya ketika di dunia. Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu di akhirat berseri-seri karena rasa bahagia yang ada padanya ketika memandang Tuhannya. 24-25. Dan ada juga wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram karena mereka lengah terhadap akhirat. Mereka merasa yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. Dimana mereka tidak dapat mengelak sama sekali.", "long": "Ayat ini menerangkan sebagian hal ihwal manusia pada hari kebangkitan saat wajah-wajah orang beriman pada waktu itu berseri-seri. Golongan yang gembira dan berwajah ceria inilah calon penghuni surga. Merekalah yang berwajah cerah yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya.\n\nDi mana pun mereka dapat melihat-Nya. Artinya mereka langsung memandang kepada Allah tanpa dinding pembatas (hijab). Demikian kesimpulan pendapat ulama ahli sunnah berdasarkan hadis-hadis sahih yang menerangkan lebih lanjut tentang makna melihat Tuhan yang disebutkan dalam ayat ini. Dikatakan bahwa orang yang beriman yang beruntung melihat Allah dengan mata kepalanya sendiri pada hari akhirat sebagaimana mereka melihat bulan purnama yang bersinar terang benderang yang tidak ada awan di bawahnya. Hadis al-Bukhari yang menyebutkan hal itu berbunyi:\n\nSesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu dengan mata kepalamu sendiri (terang-terang) sebagaimana kamu melihat bulan (purnama), kamu tidak berdesak-desakan dalam melihat-Nya. Jika kamu mampu tidak meninggalkan salat sebelum terbit matahari dan terbenam matahari maka lakukanlah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Jarir bin 'Abdillah)\n\nSekalipun ada keterangan yang jelas dari ayat 22 ini yang diperkuat dengan beberapa hadis di atas yang menegaskan bahwa manusia mukmin nanti melihat sendiri wajah Allah itu, namun sebagian dari ulama salaf mencoba mentakwilkan (memalingkan) pengertian ayat dan hadis-hadis tersebut. Mujahid (seorang tabiin yang terkenal) berpendapat bahwa arti melihat Allah di dalam surga adalah \"melihat pahala yang ada di sisi Allah\". Namun hal demikian dianggap tidak berdasarkan alasan yang kuat, sebab kata-kata \"nadhara\" (melihat) dalam bahasa Arab betul-betul berarti melihat dengan mata kepala sendiri bukan melihat dengan mata hati dan sebagainya.\n\nPermasalahan tentang \"apakah manusia nanti melihat Allah pada hari Kiamat atau tidak?\" menjadi persoalan yang diperselisihkan (khilafiah) sejak dari dahulu. Ulama ahli sunnah tetap berpendirian bahwa orang mukmin pasti melihat Allah berdasarkan ayat di atas, ditambah keterangan dari berbagai hadis sahih. Sebaliknya ulama-ulama Mu'tazilah menegaskan tidak mungkin sama sekali manusia melihat wajah dan zat Allah berdasarkan bunyi ayat ke 103 Surah al-An'am: Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu.\n\nAyat ini, menurut Mu'tazilah, terbatas pengertiannya pada melihat nikmat, keridaan, dan pahala yang disediakan Allah. Persoalan akhirat adalah persoalan gaib, tidak dapat kita ukur dalam perbandingan dengan apa yang ada sekarang.\n\nJalan yang ringkas dan selamat serta tidak terlibat dalam pertikaian yang berlarut-larut itu adalah \"mengimani sepenuhnya apa yang diberikan ayat tanpa membahasnya lagi. Bagaimana pengertian yang sesungguhnya, kita serahkan kepada Allah saja. Masih banyak lapangan ijtihad (pemikiran) yang lain bila seseorang ingin mendalami maksud ayat-ayat suci Al-Qur'an.\"\n\nBerikut ini kita kutip beberapa hadis tentang melihat Allah di akhirat:\n\nOrang-orang bertanya kepada Rasulullah saw, \"Wahai Rasulullah apakah kami dapat melihat Tuhan kami di hari Kiamat kelak?\" Beliau menjawab, \"Apakah sulit bagi kalian melihat matahari dan bulan yang tidak dihalangi oleh awan?\" Mereka menjawab, \"Tidak.\" Beliau bersabda lagi, \"Demikian pula kamu melihat Tuhanmu.\" (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)\n\nDiriwayatkan dari suhaib dari Nabi saw bahwa beliau bersabda, \"Bila penduduk surga telah masuk ke dalam surga, Allah berfirman, 'Apakah engkau ingin lagi sesuatu yang hendak Aku tambahkan? Mereka menjawab, 'Bukankah Engkau sudah cerahkan wajah kami, bukankah telah Engkau masukkan kami ke dalam surga. Dan telah Engkau lepaskan kami dari api neraka? Allah menjawab dan kemudian hijab pun tersingkap, maka tiadalah sesuatu pemberian yang lebih mereka senangi selain daripada melihat Tuhan mereka.\" Kemudian beliau membaca ayat ini (Yunus/10: 26): lilladhina ahsanu al-husna wa ziyadah (Riwayat Muslim)" } } }, { "number": { "inQuran": 5575, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0628\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wa wujoohuny yawma 'izim baasirah" } }, "translation": { "en": "And [some] faces, that Day, will be contorted,", "id": "Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5575", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5575.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5575.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "24-25. Dan ada juga wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram karena mereka lengah terhadap akhirat. Mereka merasa yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. Dimana mereka tidak dapat mengelak sama sekali.24-25. Dan ada juga wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram karena mereka lengah terhadap akhirat. Mereka merasa yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. Dimana mereka tidak dapat mengelak sama sekali.", "long": "Ayat berikut ini menjelaskan bahwa wajah orang-orang kafir pada hari itu muram. Mereka bermuram durja, berwajah masam melambangkan kesedihan dan ketakutan yang luar biasa. Mereka yakin akan ditimpa malapetaka yang dahsyat, sebagaimana firman Allah:\n\nPada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), \"Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.\" (Ali 'Imran/3: 106)\n\nAdapun wajah orang-orang mukmin ketika itu menjadi putih berseri mukanya. Mereka berada dalam rahmat Allah (surga) dan kekal di dalamnya, sebagaimana firman-Nya:\n\nPada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram), tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan). Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka. ('Abasa/80: 38-42)" } } }, { "number": { "inQuran": 5576, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Tazunnu any yuf'ala bihaa faaqirah" } }, "translation": { "en": "Expecting that there will be done to them [something] backbreaking.", "id": "mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5576", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5576.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5576.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "24-25. Dan ada juga wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram karena mereka lengah terhadap akhirat. Mereka merasa yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. Dimana mereka tidak dapat mengelak sama sekali.26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini?” Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka.", "long": "Ayat berikut ini menjelaskan bahwa wajah orang-orang kafir pada hari itu muram. Mereka bermuram durja, berwajah masam melambangkan kesedihan dan ketakutan yang luar biasa. Mereka yakin akan ditimpa malapetaka yang dahsyat, sebagaimana firman Allah:\n\nPada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), \"Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.\" (Ali 'Imran/3: 106)\n\nAdapun wajah orang-orang mukmin ketika itu menjadi putih berseri mukanya. Mereka berada dalam rahmat Allah (surga) dan kekal di dalamnya, sebagaimana firman-Nya:\n\nPada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram), tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan). Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka. ('Abasa/80: 38-42)" } } }, { "number": { "inQuran": 5577, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0631\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaaa izaa balaghatit taraaqee" } }, "translation": { "en": "No! When the soul has reached the collar bones", "id": "Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5577", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5577.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5577.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini?” Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyerukan manusia supaya sekali-kali tidak melupakan akhirat. Apabila napas seseorang telah sampai ke kerongkongan maka pertobatan tidak ada lagi gunanya. Jangan sekali-kali terpengaruh dengan kehidupan duniawi dan ingatlah bahwa pada waktunya, jiwa manusia akan dicabut oleh malaikat maut. Bila nyawa bercerai dengan tubuh, maka hubungan manusia dengan segala apa yang dimilikinya terputus dan ia akan menghadapi babak baru dari kehidupannya yang kekal dan abadi. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nMaka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat. (al-Waqi'ah/56: 83-84)" } } }, { "number": { "inQuran": 5578, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u06dc \u0631\u064e\u0627\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Wa qeela man raaq" } }, "translation": { "en": "And it is said, \"Who will cure [him]?\"", "id": "dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang dapat menyembuhkan?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5578", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5578.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5578.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini?” Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka.", "long": "Ayat ini menggambarkan suasana orang yang dalam sakratulmaut ketika keluarganya bertanya-tanya, \"Siapakah yang dapat menyembuhkan?\" Secara umum, pada saat seseorang sedang sakratulmaut, kaum famili dan sanak keluarganya ditimpa oleh kegelisahan, \"Siapa dan dokter mana gerangan yang dapat menyembuhkan dia dari sakitnya?\" Artinya usaha-usaha pengobatan tetap dilakukan, namun orang harus yakin kalau memang sudah ajal, tidak seorang pun yang dapat menyelamatkannya dari ketentuan Allah itu. Semuanya tanpa pandang bulu, bahkan semua yang fana ini pasti akan hancur. Hanya Allah sendiri yang tidak hancur.\n\nMenurut Ibnu 'Abbas, ayat ini berarti \"siapakah gerangan yang mencabut nyawanya, apakah malaikat azab atau malaikat rahmat\". Pokoknya terjadi saling bertanya, apakah si mayat berbahagia atau celaka dengan kematiannya. Manusia memang tidak mengetahui sebelum kedatangan malaikat maut apakah ia akan selamat atau celaka." } } }, { "number": { "inQuran": 5579, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0627\u0642\u064f", "transliteration": { "en": "Wa zanna annahul firaaq" } }, "translation": { "en": "And the dying one is certain that it is the [time of] separation", "id": "Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5579", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5579.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5579.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini?” Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka.", "long": "Ayat-ayat ini menggambarkan bahwa orang yang sedang menghadapi sakratulmaut itu yakin bahwa itulah saat perpisahan dengan dunia. Dalam bahasa lain dapat dikatakan bahwa di saat kematian datang, seseorang baru merasa yakin bahwa telah tiba saatnya berpisah buat selama-lamanya dengan dunia, harta, keluarga, dan sanak famili.\n\nAllah sengaja menyebutkan kata-kata dhanna (yang sebenarnya berarti menyangka) karena pada saat jiwa akan melayang itu pun, dia masih sangat ingin hidup lagi disebabkan kecintaannya yang berlebihan terhadap kehidupan yang fana ini. Manusia belum begitu yakin akan kematiannya sendiri.\n\nPernyataan ayat ini yang menyebutkan \"betis kirinya telah bertaut dengan betis kanan\" mengandung arti bahwa dia sudah tidak dapat menggerakkan kedua betisnya (kaki)nya. Bahkan ia juga tidak lagi dapat menggerakkan batang tubuhnya karena organ dan jaringan tubuh telah berhenti bekerja.\n\nKata-kata iltaffa (bertaut) diartikan Ibnu 'Abbas dengan bertautnya di saat kematian itu antara beratnya meninggalkan dunia ini dengan ketakutan yang luar biasa menghadapi akhirat. Bertautlah bala dengan bala, dan disitulah letaknya siksaan sakratulmaut yang hanya dapat dirasakan oleh yang bersangkutan." } } }, { "number": { "inQuran": 5580, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0641\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0642\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Waltaffatis saaqu bissaaq" } }, "translation": { "en": "And the leg is wound about the leg,", "id": "dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5580", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5580.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5580.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini?” Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka.", "long": "Ayat-ayat ini menggambarkan bahwa orang yang sedang menghadapi sakratulmaut itu yakin bahwa itulah saat perpisahan dengan dunia. Dalam bahasa lain dapat dikatakan bahwa di saat kematian datang, seseorang baru merasa yakin bahwa telah tiba saatnya berpisah buat selama-lamanya dengan dunia, harta, keluarga, dan sanak famili.\n\nAllah sengaja menyebutkan kata-kata dhanna (yang sebenarnya berarti menyangka) karena pada saat jiwa akan melayang itu pun, dia masih sangat ingin hidup lagi disebabkan kecintaannya yang berlebihan terhadap kehidupan yang fana ini. Manusia belum begitu yakin akan kematiannya sendiri.\n\nPernyataan ayat ini yang menyebutkan \"betis kirinya telah bertaut dengan betis kanan\" mengandung arti bahwa dia sudah tidak dapat menggerakkan kedua betisnya (kaki)nya. Bahkan ia juga tidak lagi dapat menggerakkan batang tubuhnya karena organ dan jaringan tubuh telah berhenti bekerja.\n\nKata-kata iltaffa (bertaut) diartikan Ibnu 'Abbas dengan bertautnya di saat kematian itu antara beratnya meninggalkan dunia ini dengan ketakutan yang luar biasa menghadapi akhirat. Bertautlah bala dengan bala, dan disitulah letaknya siksaan sakratulmaut yang hanya dapat dirasakan oleh yang bersangkutan." } } }, { "number": { "inQuran": 5581, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 512, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0642\u064f", "transliteration": { "en": "Ilaa rabbika yawma'izinil masaaq" } }, "translation": { "en": "To your Lord, that Day, will be the procession.", "id": "kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5581", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5581.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5581.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini?” Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka.31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa pada hari itu manusia dihalau kepada Tuhannya, yakni dikembalikan apakah dia akan ditempatkan di neraka atau di dalam surga.\n\nMenurut Ibnu 'Abbas, ayat ini merupakan pemberitaan tentang orang kafir yang tidak diterima di sisi Allah, roh yang dahulu tidak pernah mau beriman dan hanya berbuat menurut apa yang disukainya. Pengertian ayat ini dikaitkan dengan ayat lain:\n\nDan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya. Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat. (al-An'am/6: 61-62)" } } }, { "number": { "inQuran": 5582, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Falaa saddaqa wa laa sallaa" } }, "translation": { "en": "And the disbeliever had not believed, nor had he prayed.", "id": "Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Al-Qur'an dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan salat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5582", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5582.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5582.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial.31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang kafir itu tidak mau membenarkan rasul, dan berpaling dari kebenaran serta tidak mau mengerjakan salat. Ia selalu mendustakan Rasulullah dan Al-Qur'an, dan tidak mau mengesakan Allah. Ia tetap menyekutukan-Nya dan meyakini bahwa Tuhan itu berbilang. Ia juga tidak mau mengerjakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya, dan selalu menentang dan berpaling dari perintah Tuhan, serta terpengaruh oleh kesenangan duniawi." } } }, { "number": { "inQuran": 5583, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa laakin kazzaba wa tawalla" } }, "translation": { "en": "But [instead], he denied and turned away.", "id": "tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5583", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5583.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5583.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial.31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial.", "long": "Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang kafir itu tidak mau membenarkan rasul, dan berpaling dari kebenaran serta tidak mau mengerjakan salat. Ia selalu mendustakan Rasulullah dan Al-Qur'an, dan tidak mau mengesakan Allah. Ia tetap menyekutukan-Nya dan meyakini bahwa Tuhan itu berbilang. Ia juga tidak mau mengerjakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya, dan selalu menentang dan berpaling dari perintah Tuhan, serta terpengaruh oleh kesenangan duniawi." } } }, { "number": { "inQuran": 5584, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u0637\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Summa zahaba ilaaa ahlihee yatamatta" } }, "translation": { "en": "And then he went to his people, swaggering [in pride].", "id": "kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5584", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5584.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5584.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran. Bukan hanya sampai di situ, bahkan kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. Dapat juga diartikan bahwa ayat 31-32, menggambarkan hubungannya yang buruk terhadap Allah, sedangkan ayat 33 menggambarkan buruknya hubungan sosial.34-35. Atas sikapnya yang buruk terhadap Allah dan sesama khususnya kepada keluarga, ayat ini menggambarkan kecaman yang diterimanya. Celakalah kamu! Maka celakalah! Sekali lagi, celakalah kamu hai manusia durhaka! Maka celakalah! Kalimat dalam ayat-ayat ini tertuju kepada setiap orang yang durhaka dan mengingkari keniscayaan Kiamat.", "long": "Ayat ini selanjutnya menjelaskan bahwa orang kafir itu tidak hanya menantang dan tidak mau patuh kepada Allah, bahkan dia mendatangi keluarga dan sanak familinya untuk menceritakan segala sikapnya itu dengan sombong dan angkuh.\n\nOrang-orang yang mengingkari Allah selalu bersikap mendustakan kebenaran Ilahi dengan hatinya, serta berbuat dan bertindak sehari-hari dengan sikap itu. Lebih dari itu, dia merasa bangga dan sombong terhadap apa yang dikerjakannya. Tidak sedikit pun kebaikan menurut pandangan Allah yang melekat pada diri orang itu, lahiriah maupun batiniah." } } }, { "number": { "inQuran": 5585, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Awlaa laka fa awlaa" } }, "translation": { "en": "Woe to you, and woe!", "id": "Celakalah kamu! Maka celakalah!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5585", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5585.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5585.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "34-35. Atas sikapnya yang buruk terhadap Allah dan sesama khususnya kepada keluarga, ayat ini menggambarkan kecaman yang diterimanya. Celakalah kamu! Maka celakalah! Sekali lagi, celakalah kamu hai manusia durhaka! Maka celakalah! Kalimat dalam ayat-ayat ini tertuju kepada setiap orang yang durhaka dan mengingkari keniscayaan Kiamat.34-35. Atas sikapnya yang buruk terhadap Allah dan sesama khususnya kepada keluarga, ayat ini menggambarkan kecaman yang diterimanya. Celakalah kamu! Maka celakalah! Sekali lagi, celakalah kamu hai manusia durhaka! Maka celakalah! Kalimat dalam ayat-ayat ini tertuju kepada setiap orang yang durhaka dan mengingkari keniscayaan Kiamat.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa dengan nada mengancam, Allah mengingatkan orang kafir akan kedatangan kecelakaan baginya. Ucapan ini berarti suatu ancaman dan peringatan keras. Merekalah yang paling patut dan pantas menerima siksaan. Orang Arab mengucapkan kalimat itu kepada seseorang yang mengerjakan perbuatan tercela." } } }, { "number": { "inQuran": 5586, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Summa awlaa laka fa awla" } }, "translation": { "en": "Then woe to you, and woe!", "id": "Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5586", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5586.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5586.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "34-35. Atas sikapnya yang buruk terhadap Allah dan sesama khususnya kepada keluarga, ayat ini menggambarkan kecaman yang diterimanya. Celakalah kamu! Maka celakalah! Sekali lagi, celakalah kamu hai manusia durhaka! Maka celakalah! Kalimat dalam ayat-ayat ini tertuju kepada setiap orang yang durhaka dan mengingkari keniscayaan Kiamat.36. Pembuktian keniscayaan Kiamat pada ayat ini ditekankan pada hikmahnya. Manusia yang durhaka menduga bahwa hidup hanya di dunia setelah itu selesai. Ayat ini mengecam hal tersebut. Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban?", "long": "Ancaman ini diulang sekali lagi untuk memperkuatnya, \"Kecelakaanlah bagi orang kafir dan kecelakaan baginya.\" Diriwayatkan oleh ahli-ahli tafsir dari Qatadah bahwa pada suatu hari Rasulullah saw memegang erat-erat lengan Abu Jahal sambil menghardik musuh Allah itu, \"Celaka engkau hai Abu Jahal, celaka engkau!\" Abu Jahal menjawab dengan sombong, \"Muhammad, engkau mengancamku? Demi Allah, tak sanggup engkau berbuat sesuatu terhadapku, bahkan Tuhan yang engkau sembah juga tidak! Demi Allah, saya ini lebih perkasa dari segala orang yang berjalan antara bukit ini, dari segala penduduk Mekah.\" Tetapi di hari pertempuran Badar, Allah membinasakan Abu Jahal dengan kematian yang buruk sekali. Ketika berita tewasnya Abu Jahal disampaikan kepada Rasulullah, beliau bersabda, \"Sesungguhnya setiap umat itu ada Fir'aunnya (ada orang yang paling sombong), maka Fir'aun dari umat ini adalah Abu Jahal.\"\n\nSa'id bin Jubair bertanya kepada Ibnu 'Abbas tentang perkataan \"aula laka fa aula\" ini, apakah sesuatu yang diucapkan Nabi ini berasal dari dirinya atau memang Allah yang menyuruhnya? Ibnu 'Abbas menjawab, \"Benar beliau yang mengucapkannya, kemudian Allah menurunkan wahyu sama dengan ucapan beliau itu.\" Kutukan Allah ini berlaku bagi orang yang berwatak seperti Abu Jahal yang akan muncul pada setiap masa." } } }, { "number": { "inQuran": 5587, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062a\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e \u0633\u064f\u062f\u064b\u0649", "transliteration": { "en": "Ayahsabul insaanu anyytraka sudaa" } }, "translation": { "en": "Does man think that he will be left neglected?", "id": "Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5587", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5587.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5587.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pembuktian keniscayaan Kiamat pada ayat ini ditekankan pada hikmahnya. Manusia yang durhaka menduga bahwa hidup hanya di dunia setelah itu selesai. Ayat ini mengecam hal tersebut. Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban?37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah Yang Mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati? Kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya.", "long": "Ayat ini mengemukakan dalil tentang kebenaran hari kebangkitan dengan menggunakan kalimat pertanyaan, yaitu apakah manusia dijadikan percuma begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Apakah manusia diciptakan kemudian dibiarkan hidup seenaknya, tanpa ada perintah dan larangan dari Allah yang harus ditaatinya? Apakah setelah ia mati, Allah tidak meminta pertanggungjawaban hidupnya, di alam kubur dan di Padang Mahsyar kelak?\n\nAllah berfirman:\n\nSungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan. (thaha/20: 15)\n\nFirman Allah lainnya:\n\nDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (sad/38: 27)\n\nDalil yang terdapat di balik pengertian ayat ini adalah meyakinkan kepada manusia yang ragu tentang adanya hari kebangkitan, dan menolak atau membantah dengan keras orang yang mengingkarinya, baik karena kecerobohan, sikap keras kepala, atau hanya karena ingin mempermainkan ayat-ayat suci." } } }, { "number": { "inQuran": 5588, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f \u0646\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064d \u064a\u064f\u0645\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Alam yaku nutfatam mim maniyyiny yumnaa" } }, "translation": { "en": "Had he not been a sperm from semen emitted?", "id": "Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5588", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5588.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5588.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah Yang Mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati? Kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya.37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah Yang Mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati? Kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan kembali tentang asal mula penciptaan manusia, yaitu ia diciptakan dari setetes air mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim) Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakan, dan menyempurnakannya. Allah juga menjadikan dari padanya sepasang laki-laki dan perempuan.\n\nAyat ini mengingatkan manusia yang ingkar bagaimana air mani itu diciptakan Allah menjadi daging yang dengannya manusia diciptakan dengan sempurna melalui proses kehamilan. Adalah hal yang mudah juga bagi Allah menghidupkan manusia, kemudian mematikan dan menghidupkannya kembali.\n\nSperma laki-laki dan sel telur perempuan bercampur menjadi satu sehingga tercipta manusia yang sempurna, lengkap dengan penglihatan dan pendengaran, baik dari jenis laki-laki maupun perempuan. Maka apakah manusia tidak pernah memikirkan bahwa sang Pencipta dari segala proses kejadian itu mampu pula menghancurkan dunia ini kemudian menciptakan hari Kiamat serta manusia yang telah mati dibangkitkan hidup kembali?\n\nIni suatu penegasan bagi manusia yang mau berpikir andaikata masih ragu-ragu tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali manusia yang telah mati." } } }, { "number": { "inQuran": 5589, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Summa kaana 'alaqata fakhalaq fasawwaa" } }, "translation": { "en": "Then he was a clinging clot, and [Allah] created [his form] and proportioned [him]", "id": "kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5589", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5589.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5589.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah Yang Mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati? Kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya.37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah Yang Mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati? Kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan kembali tentang asal mula penciptaan manusia, yaitu ia diciptakan dari setetes air mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim) Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakan, dan menyempurnakannya. Allah juga menjadikan dari padanya sepasang laki-laki dan perempuan.\n\nAyat ini mengingatkan manusia yang ingkar bagaimana air mani itu diciptakan Allah menjadi daging yang dengannya manusia diciptakan dengan sempurna melalui proses kehamilan. Adalah hal yang mudah juga bagi Allah menghidupkan manusia, kemudian mematikan dan menghidupkannya kembali.\n\nSperma laki-laki dan sel telur perempuan bercampur menjadi satu sehingga tercipta manusia yang sempurna, lengkap dengan penglihatan dan pendengaran, baik dari jenis laki-laki maupun perempuan. Maka apakah manusia tidak pernah memikirkan bahwa sang Pencipta dari segala proses kejadian itu mampu pula menghancurkan dunia ini kemudian menciptakan hari Kiamat serta manusia yang telah mati dibangkitkan hidup kembali?\n\nIni suatu penegasan bagi manusia yang mau berpikir andaikata masih ragu-ragu tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali manusia yang telah mati." } } }, { "number": { "inQuran": 5590, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0648\u0652\u062c\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Faja'ala minhuz zawjayniz zakara wal unsaa" } }, "translation": { "en": "And made of him two mates, the male and the female.", "id": "lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5590", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5590.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5590.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah Yang Mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati? Kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya.37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah Yang Mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati? Kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan kembali tentang asal mula penciptaan manusia, yaitu ia diciptakan dari setetes air mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim) Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakan, dan menyempurnakannya. Allah juga menjadikan dari padanya sepasang laki-laki dan perempuan.\n\nAyat ini mengingatkan manusia yang ingkar bagaimana air mani itu diciptakan Allah menjadi daging yang dengannya manusia diciptakan dengan sempurna melalui proses kehamilan. Adalah hal yang mudah juga bagi Allah menghidupkan manusia, kemudian mematikan dan menghidupkannya kembali.\n\nSperma laki-laki dan sel telur perempuan bercampur menjadi satu sehingga tercipta manusia yang sempurna, lengkap dengan penglihatan dan pendengaran, baik dari jenis laki-laki maupun perempuan. Maka apakah manusia tidak pernah memikirkan bahwa sang Pencipta dari segala proses kejadian itu mampu pula menghancurkan dunia ini kemudian menciptakan hari Kiamat serta manusia yang telah mati dibangkitkan hidup kembali?\n\nIni suatu penegasan bagi manusia yang mau berpikir andaikata masih ragu-ragu tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali manusia yang telah mati." } } }, { "number": { "inQuran": 5591, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 513, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Alaisa zaalika biqaadirin 'alaaa any yuhyiyal mawtaa" } }, "translation": { "en": "Is not that [Creator] Able to give life to the dead?", "id": "Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5591", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5591.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5591.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah Yang Mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati? Kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya.1. Surah ini diawali dengan peringatan kepada manusia tentang kehadirannya di pentas bumi sekaligus menjelaskan tentang tujuan penciptaannya. Bukankah, yaitu sungguh, pernah datang kepada manusia waktu dari masa yaitu sebelum ia diciptakan, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Ketika itu manusia dalam ketiadaan, jangankan wujudnya, namanya pun belum ada.", "long": "Ayat ini merupakan jawaban dari semua itu, bahwa bukankah Allah yang berbuat demikian, berkuasa pula menghidupkan orang yang telah mati? Maksud pernyataan ini adalah apakah Zat yang menciptakan makhluk yang sempurna dari setetes air mani itu tidak sanggup mengembalikan orang yang sudah meninggal? Justru yang demikian itu lebih mudah bagi-Nya. Begitulah Allah menegaskan dalam firman-Nya:\n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (ar-Rum/30: 27)\n\nDalam beberapa hadis disebutkan bahwa bila selesai membaca surah ini, Rasulullah saw berdoa:\n\nSelepas membaca Surah al-Qiyamah, Rasulullah memanjatkan doa, \"Subhanaka Allahumma wa bala (Maha Suci Engkau ya Allah dan Engkaulah yang Mahakuasa). (Riwayat Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah) \n\nDemikian pula bila selesai membaca Surah at-Tin, beliau berdoa:\n\nRasulullah bersabda: Siapa saja yang membaca Surah at-Tin sampai selesai, hendaklah ia berdoa, \"Bala wa'ana dhalikum minasy-syahidin (Ya , saya bersaksi atas hal tersebut). Dan siapa yang membaca Surah al-Qiyamah sampai akhir, hendaklah ia berdoa, \"Bala\" (ya, Engkaulah yang Mahakuasa). Dan siapa yang membaca Surah al-Mursalat hingga akhir, hendaklah ia berdoa, \"Amanna billahi (kami beriman kepada Allah). (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidhi, ibnu al-Mindhir, Ibnu Mardawaih, al-Baihaqi, dan disahihkan oleh al-hakim dari Abu Hurairah)\n\nDoa-doa di atas dibaca Rasulullah setelah membaca ayat-ayat seperti ini ketika di luar salat. Sedangkan ketika dalam salat, beliau tidak melakukannya dan tidak terdapat keterangan atau dalil tentang hal itu." } } } ] }, { "number": 76, "sequence": 98, "numberOfVerses": 31, "name": { "short": "الانسان", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0627\u0646\u0633\u0627\u0646", "transliteration": { "en": "Al-Insaan", "id": "Al-Insan" }, "translation": { "en": "Man", "id": "Manusia" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan. Dinamai al Insaan (manusia) diambil dari perkataan Al Insaan yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5592, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u062d\u0650\u064a\u0646\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0630\u0652\u0643\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hal ataa 'alal insaani heenum minad dahri lam yakun shai'am mazkooraa" } }, "translation": { "en": "Has there [not] come upon man a period of time when he was not a thing [even] mentioned?", "id": "Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5592", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5592.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5592.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Surah ini diawali dengan peringatan kepada manusia tentang kehadirannya di pentas bumi sekaligus menjelaskan tentang tujuan penciptaannya. Bukankah, yaitu sungguh, pernah datang kepada manusia waktu dari masa yaitu sebelum ia diciptakan, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Ketika itu manusia dalam ketiadaan, jangankan wujudnya, namanya pun belum ada.2. Proses awal penciptaan manusia ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yaitu dari sperma laki-laki dan indung telur perempuan yang tujuan utamanya Kami hendak mengujinya dengan berbagai perintah dan larangan, karena itu Kami jadikan dia mendengar dengan telinganya dan melihat dengan matanya.", "long": "Ayat pertama ini menegaskan tentang proses kejadian manusia dari tidak ada menjadi ada, pada saat manusia belum berwujud sama sekali. Disebutkan bahwa manusia berasal dari tanah yang tidak dikenal dan tidak disebut-sebut sebelumnya. Apa dan bagaimana jenis tanah itu tidak dikenal sama sekali. Kemudian Allah meniupkan roh kepadanya, sehingga jadilah dia makhluk yang bernyawa.\n\nAyat di atas dapat diinterpretasikan sebagai salah satu bagian yang menceritakan evolusi manusia. Uraian sepenuhnya mengenai hal ini dapat dilihat di bawah ini. \n\nPada abad-19, Charles Darwin mengemukakan teori bahwa jenis manusia ada di muka bumi melalui suatu proses panjang evolusi. Mereka tidak langsung ada sebagaimana dinyatakan pada banyak kitab suci. Dia menyatakan bahwa waktu yang diperlukan untuk proses evolusi, yang berujung pada terbentuknya manusia, kemungkinan besar memerlukan waktu jutaan tahun. Hal kedua yang dikemukakan oleh teori Darwin adalah bahwa manusia berkembang dari binatang. \n\nPada permulaan adanya kehidupan, demikian dinyatakan oleh teori ini, bentuk kehidupan yang ada adalah binatang-binatang tingkat rendah. Dengan berjalannya waktu, muncul binatang-binatang tingkat tinggi dan berukuran lebih besar. Dengan tidak sengaja, dari salah satu binatang berkembang menjadi manusia. Hal demikian ini dibuktikannya dengan adanya sederet bukti dari tengkorak hewan yang secara runut mengarah ke tengkorak manusia saat ini. Bukti lain juga dikemukakan dari perkembangan bentuk embrio. Dalam perkembangannya, embrio manusia berubah-ubah bentuk. Dimulai dari mirip bentuk embrio ikan, kelinci, dan jenis binatang lainnya, dan berakhir berbentuk manusia. Dari temuan terakhir ini, kemudian disimpulkan bahwa evolusi panjang manusia berasal dari bintang tingkat rendah.\n\nPoint kedua dari teori Darwin adalah bahwa manusia dan kera datang dari satu moyang yang sudah punah saat ini. Moyang yang punah ini disebutnya sebagai \"missing link\", rantai yang hilang. Haekel, seorang peneliti setelah masa Darwin, berpendapat bahwa binatang yang menjadi \"missing link\" adalah yang disebut Lypotilu. Apabila binatang ini atau sisa-sisa dari binatang ini dapat ditemukan, maka teka-teki mengenai evolusi manusia dapat dijelaskan dengan lebih baik. Para pemikir yang mempercayai teori ini menganggap bahwa gorila dan simpanse ada pada jalur evolusi manusia. Peneliti lain yang bernama Huxley mempunyai pemikiran yang sedikit berbeda. Ia menyimpulkan bahwa garis manusia dapat saja terjadi jauh sebelum munculnya jenis-jenis kera. Jadi, manusia dan kera tidak pernah berhubungan.\n\nPenelitian yang lebih kemudian yang dilakukan oleh Prof. Jones dan Prof. Osborne, cenderung untuk menyimpulkan bahwa walaupun manusia ada melalui proses evolusi, namun prosesnya sudah terpisah dari binatang lainnya di masa yang lebih jauh. Dan dari saat itu, manusia berevolusi pada garisnya sendiri, tanpa bercampur dengan evolusi binatang lainnya. Dengan kata lain, manusia bukanlah cabang dari binatang lain, katakanlah kera, sebagaimana dipercaya oleh Darwin.\n\nPara ahli arkeologi dan antropologi menemukan bahwa peradaban manusia terjadi melalui jalur yang terbagi secara jelas. Pada zaman batu, manusia pertama kali melangkah masuk ke daerah budaya dan kemasyarakatan. Sejak masa itu, manusia melakukan evolusi dalam mempertahankan hidup sebagai \"binatang yang lemah\". Karena tidak memiliki kekuatan, cakar, dan taring yang kuat sebagaimana binatang lain, manusia menggunakan batu sebagai alat mempertahankan diri dan kegunaan lainnya. Kemudian datang zaman perunggu, dimana manusia mulai menggunakan bahan metal untuk membuat peralatan. Zaman ini diikuti oleh zaman besi. Dari berbagai situs yang ditemukan para arkeologi disimpulkan bahwa berbagai zaman dari kehidupan manusia dilakukan dengan perubahan budaya dari satu masa ke masa lainnya.\n\nDi dalam Al-Qur'an, ada satu ayat yang berkaitan erat dengan penciptaan manusia yang bertahap, yaitu:\n\nMengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian). Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis? Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)? Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur), kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas. (Nuh/71: 13-20)\n\nAyat di atas mencela manusia yang masih meragukan bahwa penciptaan tidak dilakukan berdasarkan perencanaan yang baik. Diperlihatkan bagaimana semuanya dilakukan melalui fase-fase atau masa-masa, yang teratur dan didasarkan pada perencanaan yang bijak. Penciptaan dilakukan bukan tanpa tujuan, dan mengarah pada kesempurnaan.\n\nTernyata hukum evolusi yang dikembangkan para peneliti di Eropa telah dijelaskan secara sangat rinci oleh Al-Qur'an pada 1400 tahun sebelumnya. Dijelaskan oleh Al-Qur'an bahwa manusia tidak diciptakan secara mendadak dan dalam bentuk dan rupa sebagaimana kita saat ini. Allah tidak membuat model dari tanah liat dan \"meniupkan\" kehidupan ke dalamnya untuk menjadi manusia pertama di muka bumi. Manusia mencapai tahap seperti saat ini setelah melalui proses beberapa masa perubahan.\n\nHal kedua yang diungkapkan Al-Qur'an dalam kaitan penciptaan manusia adalah dari kondisi ketiadaan. Suatu subjek yang bertolak belakang dengan penjelasan sebelumnya.\n\nDan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia belum berwujud sama sekali? (Maryam/19: 67)\n\nAyat di atas menunjuk pada ciptaan pertama dari jenis manusia. Sangat berbeda dengan apa yang terjadi sekarang. Reproduksi manusia pada saat ini terjadi dengan bibit yang diproduksi dari organ laki-laki dan perempuan. \n\nHarus diperhatikan secara cermat bahwa dalam ayat tersebut, ada pernyataan bahwa sesuatu ada dari bukan sesuatu. Ayat tersebut menyatakan bahwa sebelum tahapan dimana material dan benda lain menjadi benda hidup, ada satu tahapan lain dimana tidak ada eksistensi apa pun. Kita dapat menyatakan bahwa kursi dibuat dari kayu; atau rantai dibuat dari besi. Di sini kita memiliki material yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat barang tertentu. Mereka yang tidak mempercayai agama seringkali menyatakan ayat di atas sebagai dongeng saja. Akan tetapi, ayat di atas tidak menyatakan hal yang demikian. Arti ayat di atas jelas memberitahukan bahwa sebelum adanya penciptaan, tidak ada apa-apa di alam semesta. Setelah ada penciptaan alam semesta, menyusul kemudian penciptaan-penciptaan lainnya, termasuk penciptaan manusia.\n\nTahap kedua perkembangan manusia tampaknya terjadi pada saat manusia ada secara fisik, namun otak belum berkembang baik. Dengan demikian, posisinya masih sama atau lebih rendah dari binatang. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang ia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (al-Insan/76: 1).\n\nTahap ketiga evolusi manusia dicapai saat reproduksi antara manusia laki-laki dan perempuan mulai terjadi. Di dalam Al-Qur'an, Dinyatakan suatu masa dari evolusi manusia. Ketika itu manusia mempunyai karakter binatang tingkat tinggi. Karakter ini adalah adanya perbedaan didasarkan pada seks, terbagi menjadi jantan dan betina. Pada masa ini, perkembangbiakan sudah melalui sperma yang dihasilkan manusia laki-laki. Keadaan demikian ini menjadikan manusia sudah memiliki ciri yang sama dengan binatang tingkat tinggi. Dua penggalan ayat di bawah ini menunjukkan hal tersebut:\n\nDialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), \"Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.\" (al-A'raf/7: 189)\n\nDan firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak¦. (an-Nisa'/4: 1)\n\nLebih lanjut Al-Qur'an memperlihatkan perkembangan manusia ke tingkat yang lebih lanjut, yaitu menggunakan nalarnya, demikian:\n\nSungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (al-Insan/76: 2)\n\nMulai dari masa ini, karena peran pentingnya di alam semesta, manusia mulai mempelajari alam. Untuk dapat mengelola dengan baik, manusia memerlukan penguasaan pengetahuan secara luas. Tahap keempat ini dicapai saat otak manusia telah mencapai kesempurnaannya. Diciri dari perkembangan kecerdasan dan kepedulian terhadap lingkungan yang sangat cepat. Dengan kemampuannya dalam mendengarkan dan melihat, sebagaimana juga dapat dilakukan oleh binatang, manusia kemudian mulai melatih kecerdasannya sampai pada tingkat dapat melakukan penemuan-penemuan yang berguna untuk kehidupannya. Di sini manusia telah menempatkan dirinya jauh di atas binatang. Ia menjadi jenis binatang yang dapat bertahan hidup melalui kemampuan berpikir dan berbicara.\n\nUraian evolusi manusia ini tidak dengan eksplisit disampaikan dalam Al-Qur'an . Mengapa? Karena kitab ini tidak dimaksudkan sebagai buku ilmiah. Al-Qur'an diciptakan untuk mengungkapkan kebenaran, dan meninggalkan beberapa gap atau rumpang yang akan diisi oleh kemajuan pengetahuan manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5593, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u0645\u0652\u0634\u064e\u0627\u062c\u064d \u0646\u0651\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0639\u064b\u0627 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa khalaqnal insaana min nutfatin amshaajin nabta leehi faja'alnaahu samee'am baseeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We created man from a sperm-drop mixture that We may try him; and We made him hearing and seeing.", "id": "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5593", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5593.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5593.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Proses awal penciptaan manusia ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yaitu dari sperma laki-laki dan indung telur perempuan yang tujuan utamanya Kami hendak mengujinya dengan berbagai perintah dan larangan, karena itu Kami jadikan dia mendengar dengan telinganya dan melihat dengan matanya.3. Potensi lainnya yang dianugerahkan Allah kepada manusia adalah berupa petunjuk, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang jelas lagi lurus tidak ada jalan yang lurus selainnya, di antara manusia ada yang bersyukur atas nikmat dan petunjuk Tuhannya dan ada pula yang kufur, menutupi kebenaran dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.", "long": "Ayat ini menerangkan unsur-unsur penciptaan manusia, yaitu bahwa manusia diciptakan dari sperma (nuthfah) laki-laki dan ovum perempuan yang bercampur. Kedua unsur itu berasal dari sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan dan keluar secara berpancaran. Firman Allah:\n\nDia diciptakan dari air (mani) yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada. (ath-thariq/86: 6-7)\n\nPerkataan amsyaj (bercampur) yang terdapat dalam ayat ini maksudnya ialah bercampurnya sperma laki-laki yang berwarna keputih-putihan dengan sel telur perempuan yang kekuning-kuningan. Campuran itulah yang menghasilkan segumpal darah ('alaqah), kemudian segumpal daging (mudgah), lalu tulang belulang yang dibungkus dengan daging, dan seterusnya, sehingga setelah 9 bulan dalam rahim ibu lahirlah bayi yang sempurna.\n\nMaksud Allah menciptakan manusia adalah untuk mengujinya dengan perintah (taklif) dan larangan, dan untuk menjunjung tegaknya risalah Allah di atas bumi ini. Sebagai ujiannya, di antaranya adalah apakah mereka bisa bersyukur pada waktu senang dan gembira, dan sabar dan tabah ketika menghadapi musuh.\n\nKarena kelahiran manusia pada akhirnya bertujuan sebagai penjunjung amanat Allah, kepadanya dianugerahkan pendengaran dan penglihatan yang memungkinkannya menyimak dan menyaksikan kebesaran, kekuasaan, dan besarnya nikmat Allah. Manusia dianugerahi pendengaran dan akal pikiran adalah sebagai bukti tentang kekuasaan Allah. Penyebutan secara khusus pendengaran dan penglihatan dalam ayat ini bermakna bahwa keduanya adalah indra yang paling berfungsi mengamati ciptaan Allah untuk membawa manusia mentauhidkan-Nya.\n\nDengan alat penglihatan dan pendengaran serta dilengkapi pula dengan pikiran (akal), tersedialah dua kemungkinan bagi manusia. Apakah ia cenderung kembali kepada sifat asalnya sebagai makhluk bumi sehingga ia sama dengan makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan, atau ia cenderung untuk menjadi makhluk yang Ilahiah, yang berpikir dan memperhatikan kebesaran-Nya?\n\nSetelah menjadi manusia yang sempurna indranya sehingga memungkinkan dia untuk memikul beban (taklif) dari Allah, maka diberikanlah kepadanya dua alternatif jalan hidup seperti disebutkan dalam ayat berikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5594, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0643\u0650\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa hadainaahus sabeela immaa shaakiranw wa immaa kafoora" } }, "translation": { "en": "Indeed, We guided him to the way, be he grateful or be he ungrateful.", "id": "Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5594", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5594.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5594.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Potensi lainnya yang dianugerahkan Allah kepada manusia adalah berupa petunjuk, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang jelas lagi lurus tidak ada jalan yang lurus selainnya, di antara manusia ada yang bersyukur atas nikmat dan petunjuk Tuhannya dan ada pula yang kufur, menutupi kebenaran dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.4. Bagi yang kufur maka Allah telah menyediakan balasan siksa yang mengerikan, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir yang mantap kekafirannya, rantai yang digunakan untuk mengikat kaki, dan belenggu dan juga neraka yang menyala-nyala.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya Allah telah menunjukkan manusia ke jalan yang lurus. Di antara mereka ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. Dengan bimbingan wahyu-Nya yang disampaikan lewat Nabi Muhammad, manusia telah ditunjuki jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Allah menunjukkan kepadanya kebaikan dan kejahatan.\n\nDari perkataan sabil yang terdapat dalam ayat ini, tergambar keinginan Allah terhadap manusia yakni membimbing mereka kepada hidayah-Nya. Kata sabil lebih tepat diartikan sebagai petunjuk daripada jalan. Hidayah itu berupa dalil-dalil keesaan Allah dan kenabian yang disebutkan dalam kitab suci.\n\nSabil (hidayah) itu dapat ditangkap dengan pendengaran, penglihatan, dan pikiran. Tuhan hendak menunjukkan kepada manusia bukti-bukti wujud-Nya melalui penglihatan terhadap diri mereka sendiri dan alam semesta, sehingga pikirannya merasa puas untuk mengimani-Nya.\n\nAkan tetapi, memang sudah merupakan kenyataan bahwa terhadap pemberian Allah itu, sebagian manusia ada yang bersyukur, tetapi ada pula yang ingkar (kafir). Tegasnya ada yang menjadi mukmin, dan ada pula yang kafir. Dengan sabil itu pula manusia bebas menentukan pilihannya antara dua alternatif yang tersedia. Pada ayat lain disebutkan:\n\nYang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (al-Mulk/67: 2)\n\nFirman Allah:\n\nDan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu. (Muhammad/47: 31)\n\nBahwa manusia diciptakan atas fitrah dan hidayah-Nya terlebih dahulu, baru kemudian datang godaan untuk mengingkari Allah, disebutkan dalam suatu ayat:\n\n¦(sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. (ar-Rum/30: 30)\n\n\n\nDalam suatu hadis disebutkan:\n\nTiada seorang pun yang keluar (rumah), kecuali di tangannya ada dua bendera: bendera (yang satu) di tangan malaikat dan bendera (yang lain) di tangan setan. Jika seseorang keluar karena mengharapkan apa yang dicintai atau disenangi Allah, niscaya ia diikuti oleh malaikat dengan benderanya. Ia senantiasa berada di bawah bendera malaikat sampai ia kembali ke rumahnya. Dan jika seseorang keluar karena mencari apa yang dimurkai Allah, niscaya ia diikuti oleh setan dengan benderanya. Ia senantiasa berada di bawah bendera setan sampai ia kembali ke rumahnya. (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah)" } } }, { "number": { "inQuran": 5595, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0633\u0650\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0644\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaaa a'tadnaa lilkaa fireena salaasila wa aghlaalanw wa sa'eeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have prepared for the disbelievers chains and shackles and a blaze.", "id": "Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5595", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5595.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5595.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagi yang kufur maka Allah telah menyediakan balasan siksa yang mengerikan, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir yang mantap kekafirannya, rantai yang digunakan untuk mengikat kaki, dan belenggu dan juga neraka yang menyala-nyala.5-6. Bagi yang bertakwa Allah menyiapkan balasan yang sempurna. Di antaranya disebut pada ayat ini. Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur, agar lebih menyegarkan dan menambah aroma lebih sedap. Kafur yang dimaksud adalah mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah yang taat dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya, dan mereka para penghuni surga tersebut dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya Allah telah menyediakan rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala bagi orang-orang kafir, yaitu orang yang mengingkari dan bahkan membantah, nikmat dan pemberian yang telah dianugerahkan kepadanya. Rantai dipakai untuk mengikat kaki mereka supaya tidak lari, sedang belenggu untuk merantai tangan dan leher yang diikat ke neraka. Neraka Sa'ir (yang menyala-nyala) seperti disebutkan dalam surah yang lalu adalah neraka yang nyalanya tidak dapat dibandingkan dengan jenis api mana pun di atas dunia ini. Api di dunia hanya sepertujuh puluh dari api neraka.\n\nAyat lain menyebutkan:\n\nKetika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret. (Gafir/40: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 5596, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 578, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u064e \u064a\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0623\u0652\u0633\u064d \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0632\u064e\u0627\u062c\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "innal abraara yashra boona min kaasin kaana mizaa juhaa kaafooraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will drink from a cup [of wine] whose mixture is of Kafur,", "id": "Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5596", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5596.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5596.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "5-6. Bagi yang bertakwa Allah menyiapkan balasan yang sempurna. Di antaranya disebut pada ayat ini. Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur, agar lebih menyegarkan dan menambah aroma lebih sedap. Kafur yang dimaksud adalah mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah yang taat dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya, dan mereka para penghuni surga tersebut dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.5-6. Bagi yang bertakwa Allah menyiapkan balasan yang sempurna. Di antaranya disebut pada ayat ini. Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur, agar lebih menyegarkan dan menambah aroma lebih sedap. Kafur yang dimaksud adalah mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah yang taat dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya, dan mereka para penghuni surga tersebut dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.", "long": "Ayat ini menerangkan balasan Allah kepada orang yang berbuat kebajikan, yaitu berupa minuman dari gelas yang berisikan air yang campurannya adalah air kafur, yaitu nama suatu mata air di surga yang warnanya putih, baunya sedap, dan rasanya enak." } } }, { "number": { "inQuran": 5597, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064f\u0641\u064e\u062c\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u062c\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "'Aynany yashrabu bihaa 'ibaadul laahi yafajjiroonahaa tafjeeraa" } }, "translation": { "en": "A spring of which the [righteous] servants of Allah will drink; they will make it gush forth in force [and abundance].", "id": "(yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5597", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5597.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5597.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "5-6. Bagi yang bertakwa Allah menyiapkan balasan yang sempurna. Di antaranya disebut pada ayat ini. Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur, agar lebih menyegarkan dan menambah aroma lebih sedap. Kafur yang dimaksud adalah mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah yang taat dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya, dan mereka para penghuni surga tersebut dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.7. Di antara amal kebaikan yang akan diberikan balasan seperti di atas antara lain adalah bahwa mereka memenuhi nazar sebagai bukti mereka adalah orang-orang cenderung kepada kebaikan, dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana yaitu siksa neraka.", "long": "Mata air di dalam surga itu adalah sebagai minuman lezat bagi hamba-hamba Allah. Mereka pun dapat mengalirkannya dengan sesukanya.\n\nJadi kafur itu berasal dari mata air yang airnya diminum oleh para hamba Allah yang muqarrabin (yang dekat kepada-Nya). Mereka dapat mengalirkan air sungai itu menurut kehendak hati tanpa ada yang menghalangi. Mereka bebas menikmati air itu sepuas-puasnya. Air itu akan mengalir ke tempat-tempat yang mereka kehendaki, ke dalam kamar, mahligai, atau ke dalam kebun-kebun yang mereka inginkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5598, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0648\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0630\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064f\u0647\u064f \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yoofoona binnazri wa yakhaafoona yawman kaana sharruhoo mustateeraa" } }, "translation": { "en": "They [are those who] fulfill [their] vows and fear a Day whose evil will be widespread.", "id": "Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5598", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5598.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5598.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara amal kebaikan yang akan diberikan balasan seperti di atas antara lain adalah bahwa mereka memenuhi nazar sebagai bukti mereka adalah orang-orang cenderung kepada kebaikan, dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana yaitu siksa neraka.8-9. Dan amalan lain yang mereka lakukan adalah mereka memberikan makanan sesuai dengan kemampuannya yang disukainya kepada orang miskin yang amat membutuhkan, anak yatim dan orang yang ditawan baik tertawan karena peperangan maupun karena terbelenggu oleh perbudakan, sambil berkata, “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.", "long": "Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya menyebutkan beberapa sifat orang-orang abrar (berbuat kebaikan), yaitu: mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Menunaikan nazar adalah menepati suatu kewajiban yang datang dari pribadi sendiri dalam rangka menaati Allah. Berbeda dengan kewajiban syara (agama) yang datang dari Allah, maka nazar bersifat pembebanan yang timbul karena keinginan sendiri dengan niat mensyukuri nikmat Allah. Baik nazar maupun syarak, kedua-duanya hukumnya wajib dilaksanakan.\n\nDalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Malik, al-Bukhari, dan Muslim dari 'Aisyah, Rasulullah saw bersabda:\n\nBarang siapa yang bernazar menaati Allah, hendaklah ia menepati nazar itu, (tetapi) janganlah dipenuhi jika nazar itu untuk mendurhakai-Nya. (Riwayat al-Bukhari, Malik, Abu Dawud, at-Tirmidhi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah dari 'Aisyah)\n\nDalam beberapa hadis dijelaskan tentang ketentuan nazar, di antaranya adalah:\n\n1.Hadis riwayat al-Bukhari dari 'Aisyah di atas menjelaskan bahwa nazar yang bermaksud hendak menaati Allah wajib dipenuhi, sedangkan nazar dengan niat mendurhakai Allah tidak boleh dipenuhi. Demikian pula hadis-hadis riwayat at-Tirmidhi, Abu Dawud, dan an Nasa'i.\n\n2.Rasulullah saw memerintahkan kepada Sa'ad bin Ubadah agar membayar puasa nazar yang pernah diucapkan oleh ibunya yang telah meninggal. Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Sa'ad bin Ubadah.\n\nSelain dari menyempurnakan janji, orang abrar juga mau meninggalkan segala perbuatan terlarang (muharramat) karena takut akan dahsyatnya siksa yang harus diterima di hari Kiamat akibat mengerjakannya. Sebab pada hari itu, segala kejahatan dan kedurhakaan yang pernah dikerjakan seseorang disebarluaskan. Hanya orang-orang yang dikasihi Allah saja yang selamat dari keadaan yang mengerikan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5599, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u062d\u064f\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yut''imoonat ta'aama 'alaa hubbihee miskeenanw wa yatemanw wa aseeraa" } }, "translation": { "en": "And they give food in spite of love for it to the needy, the orphan, and the captive,", "id": "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5599", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5599.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5599.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "8-9. Dan amalan lain yang mereka lakukan adalah mereka memberikan makanan sesuai dengan kemampuannya yang disukainya kepada orang miskin yang amat membutuhkan, anak yatim dan orang yang ditawan baik tertawan karena peperangan maupun karena terbelenggu oleh perbudakan, sambil berkata, “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.8-9. Dan amalan lain yang mereka lakukan adalah mereka memberikan makanan sesuai dengan kemampuannya yang disukainya kepada orang miskin yang amat membutuhkan, anak yatim dan orang yang ditawan baik tertawan karena peperangan maupun karena terbelenggu oleh perbudakan, sambil berkata, “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.", "long": "Disebutkan bahwa latar belakang turunnya ayat ke 8 ini berkaitan dengan seorang laki-laki Ansar bernama Abu Dahdah yang pada suatu hari mengerjakan puasa. Ketika waktu berbuka datang, berkunjunglah ke rumahnya satu orang miskin, seorang anak yatim, dan seorang tawanan. Ketiganya dijamu oleh Abu Dahdah dengan tiga potong roti. Untuk keluarga dan anak-anaknya akhirnya hanya tersedia sepotong roti padahal dia hendak berbuka puasa. Maka Allah menurunkan ayat ini.\n\nRiwayat lain mengatakan bahwa Ali bin Abi thalib mendapat upah bekerja dengan seorang Yahudi berupa sekarung gandum. Sepertiga gandum itu dimasak, ketika siap dihidangkan datanglah seorang miskin memintanya. Tanpa berpikir panjang, Ali langsung saja memberikannya. Kemudian dimasaknya sepertiga lagi. Setelah siap dimakan, datang pula seorang anak yatim meminta bubur gandum itu. Ali pun memberikannya. Kali ketiga sisa gandum itu dimasak semuanya, dan secara kebetulan datang pula seorang tawanan yang masih musyrik dan mohon dikasihani. Ali memberikan lagi sisa bubur gandum itu, sehingga untuk dia sendiri tidak ada lagi yang tersisa. Demikianlah untuk menghargai sikap sosial itulah Allah menurunkan ayat ke 8 ini. \n\nAyat ini menerangkan bahwa orang-orang abrar memberikan makanan yang sangat diperlukan dan disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Memberikan makan dalam hal ini dapat pula berarti memberikan bantuan dan sokongan kepada orang yang memerlukan. Makanan disebutkan di sini karena merupakan kebutuhan pokok hidup seseorang. Boleh jadi pula memberikan makanan berarti berbuat baik kepada orang yang sangat membutuhkannya dengan cara dan bentuk apa pun. Boleh jadi pula yang dimaksud dengan memberikan makanan berarti pula berbuat baik kepada makhluk yang sangat memerlukannya dengan cara dan bentuk apa pun. Disebutkan secara khusus memberikan makanan karena itulah bentuk ihsan (kebaikan) yang paling tinggi nilainya.\n\nBentuk ihsan lain yang juga tinggi nilainya disebutkan dalam ayat lain, yakni:\n\nDia mengatakan, \"Aku telah menghabiskan harta yang banyak.\" Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya? Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah, dan sepasang bibir? Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan), tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar? (al-Balad/90: 6-11)\n\nDari ayat ini dapat diambil kesimpulan bahwa memberikan bantuan (pertolongan) diutamakan kepada orang yang kuat berusaha mencari keperluan hidupnya, namun penghasilannya tidak memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Miskin juga berarti orang yang tidak berharta sama sekali dan karena keadaan fisiknya tidak memungkinkan untuk berusaha mencari nafkah hidup.\n\nAdapun orang yang ditawan, selain berarti tawanan perang, dapat pula berarti orang yang sedang dipenjarakan (karena melanggar ketentuan syara atau berbuat kesalahan), atau budak yang belum dapat memerdekakan dirinya dan yang patut dibantu. Dengan demikian, bantuan berupa makanan kepada orang yang memerlukan tidak terbatas kepada orang Islam saja, tetapi juga non muslim. Yang perlu diingat oleh seseorang yang hendak beramal sosial seperti itu adalah keikhlasan dalam mengerjakannya tanpa pamrih." } } }, { "number": { "inQuran": 5600, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0637\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064f\u0643\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaamaa nut'imukum li wajhil laahi laa nureedu minkum jazaaa'anw wa laa shukooraa" } }, "translation": { "en": "[Saying], \"We feed you only for the countenance of Allah. We wish not from you reward or gratitude.", "id": "(sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5600", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5600.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5600.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "8-9. Dan amalan lain yang mereka lakukan adalah mereka memberikan makanan sesuai dengan kemampuannya yang disukainya kepada orang miskin yang amat membutuhkan, anak yatim dan orang yang ditawan baik tertawan karena peperangan maupun karena terbelenggu oleh perbudakan, sambil berkata, “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.10. Orang-orang yang disebut al-abràr yang selalu berbuat baik juga menegaskan bahwa pemberian tersebut semata karena mengharap rida Allah dan rasa takut akan azab. Seperti yang disebut pada ayat ini. Sungguh, kami takut akan azab Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.”", "long": "Ayat ini menerangkan keikhlasan orang-orang abrar yang menyatakan bahwa mereka memberikan makanan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan hanya untuk mengharapkan keridaan Allah semata, tidak menghendaki balasan dan tidak pula mengharapkan ucapan terima kasih. Jadi, di saat hendak memulai usaha sosial itu hendaklah hati dan lidah berniat ikhlas karena Allah, tanpa dicampuri oleh perasaan lain yang ingin menerima balasan yang setimpal atau mengharapkan pujian dan sanjungan orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 5601, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0628\u064f\u0648\u0633\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0645\u0652\u0637\u064e\u0631\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa nakhaafu mir Rabbinna Yawman 'aboosan qamtareeraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, We fear from our Lord a Day austere and distressful.\"", "id": "Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5601", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5601.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5601.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang disebut al-abràr yang selalu berbuat baik juga menegaskan bahwa pemberian tersebut semata karena mengharap rida Allah dan rasa takut akan azab. Seperti yang disebut pada ayat ini. Sungguh, kami takut akan azab Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.”11-12. Sebagai imbalan atas perbuatan baik yang dilakukan seseorang, seperti yang disebut pada ayat di atas, maka Allah melindungi mereka dari kesusahan dan juga keburukan hari itu, dan memberikan kepada mereka aneka macam nikmat yang menimbulkan keceriaan pada wajah mereka dan kegembiraan pada hati mereka. Dan di samping yang telah disebut di atas, Dia memberi juga balasan kepada mereka karena kesabarannya dalam aneka macam situasi, berupa surga dan pakaian sutera.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang abrar adalah orang yang mengerjakan segala perbuatan kebaikan seperti tersebut di atas karena takut pada azab Allah yang ditimpakan pada suatu hari yang penuh kesulitan. Mereka berbuat sosial membantu orang lain seperti memberi makanan dan lain-lain, adalah dengan harapan agar Tuhan mengasihi dan memelihara mereka dengan kasih sayang-Nya dari siksaan hari Kiamat pada saat manusia datang menemui Tuhan dengan wajah masam karena berbagai macam kesulitan dan ketakutan." } } }, { "number": { "inQuran": 5602, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u0631\u0651\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0636\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0633\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa waqaahumul laahu sharra zaalikal yawmi wa laqqaahum nadratanw wa surooraa" } }, "translation": { "en": "So Allah will protect them from the evil of that Day and give them radiance and happiness", "id": "Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5602", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5602.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5602.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "11-12. Sebagai imbalan atas perbuatan baik yang dilakukan seseorang, seperti yang disebut pada ayat di atas, maka Allah melindungi mereka dari kesusahan dan juga keburukan hari itu, dan memberikan kepada mereka aneka macam nikmat yang menimbulkan keceriaan pada wajah mereka dan kegembiraan pada hati mereka. Dan di samping yang telah disebut di atas, Dia memberi juga balasan kepada mereka karena kesabarannya dalam aneka macam situasi, berupa surga dan pakaian sutera.11-12. Sebagai imbalan atas perbuatan baik yang dilakukan seseorang, seperti yang disebut pada ayat di atas, maka Allah melindungi mereka dari kesusahan dan juga keburukan hari itu, dan memberikan kepada mereka aneka macam nikmat yang menimbulkan keceriaan pada wajah mereka dan kegembiraan pada hati mereka. Dan di samping yang telah disebut di atas, Dia memberi juga balasan kepada mereka karena kesabarannya dalam aneka macam situasi, berupa surga dan pakaian sutera.", "long": "Dijelaskan juga bahwa sebagai balasan kepada orang-orang abrar, Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu dan memberikan kepada mereka keceriaan wajah dan kegembiraan hati. Tampak pada wajah mereka kegembiraan yang berseri-seri sebagai tanda kepuasan hati karena anugerah Allah yang telah mereka terima. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nPada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria. ('Abasa/80: 38-39)" } } }, { "number": { "inQuran": 5603, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa jazaahum bimaa sabaroo janatanw wa hareeraa" } }, "translation": { "en": "And will reward them for what they patiently endured [with] a garden [in Paradise] and silk [garments].", "id": "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5603", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5603.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5603.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "11-12. Sebagai imbalan atas perbuatan baik yang dilakukan seseorang, seperti yang disebut pada ayat di atas, maka Allah melindungi mereka dari kesusahan dan juga keburukan hari itu, dan memberikan kepada mereka aneka macam nikmat yang menimbulkan keceriaan pada wajah mereka dan kegembiraan pada hati mereka. Dan di samping yang telah disebut di atas, Dia memberi juga balasan kepada mereka karena kesabarannya dalam aneka macam situasi, berupa surga dan pakaian sutera.13-14. Di sana yaitu di dalam surga, mereka duduk bersandar di atas dipan bersama pasangan mereka dan keluarga besar. Di sana mereka tidak melihat dan juga tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula merasakan udara dingin yang berlebihan. Dan anugerah tersebut semakin membahagiakan dengan adanya naungan pepohonannya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik buahnya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah memberi mereka ganjaran karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutra. Karena kesabaran mereka dalam berbuat kebaikan, ketabahan menahan diri dari godaan nafsu, dan terkadang-kadang harus menahan lapar dan kurang pakaian (karena berbuat sosial dalam keadaan miskin), maka Allah membalasi yang demikian itu dengan kenikmatan surga dalam bentuk yang lain berupa pakaian yang terbuat dari sutra. Ayat ini sama artinya dengan firman Allah:\n\n(Mereka akan mendapat) surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra. (Fathir/35: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 5604, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064f\u062a\u0651\u064e\u0643\u0650\u0626\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0645\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0645\u0652\u0647\u064e\u0631\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "muttaki'eena feeha 'alal araaa 'iki laa yarawna feehaa shamsanw wa laa zamhareeraa" } }, "translation": { "en": "[They will be] reclining therein on adorned couches. They will not see therein any [burning] sun or [freezing] cold.", "id": "Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5604", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5604.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5604.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "13-14. Di sana yaitu di dalam surga, mereka duduk bersandar di atas dipan bersama pasangan mereka dan keluarga besar. Di sana mereka tidak melihat dan juga tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula merasakan udara dingin yang berlebihan. Dan anugerah tersebut semakin membahagiakan dengan adanya naungan pepohonannya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik buahnya.13-14. Di sana yaitu di dalam surga, mereka duduk bersandar di atas dipan bersama pasangan mereka dan keluarga besar. Di sana mereka tidak melihat dan juga tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula merasakan udara dingin yang berlebihan. Dan anugerah tersebut semakin membahagiakan dengan adanya naungan pepohonannya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik buahnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan keadaan ahli surga bahwa mereka duduk bertelekan di atas dipan. Mereka tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula dinginnya udara. Dipan-dipan dalam surga itu dikatakan tidak pernah ditimpa terik matahari, tidak disentuh oleh udara dingin yang menusuk sumsum tulang seperti halnya di dunia ini, akan tetapi di sana hanya ada satu iklim sejuk yang tak pernah berubah. Tidak ada yang merasakan panas maupun dingin.\n\nTumbuhnya pohon yang sangat rindang dan menyejukkan itu melindungi orang-orang abrar sehingga makin bertambahlah kenikmatan yang mereka peroleh. Demikian pula buah-buahan yang lezat cita rasanya, dan mudah dipetik. Mereka menikmati sambil berbaring duduk atau berdiri sesuka hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5605, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0638\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0644\u0651\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064f\u0637\u064f\u0648\u0641\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa daaniyatan 'alaihim zilaaluhaa wa zullilat qutoofu haa tazleela" } }, "translation": { "en": "And near above them are its shades, and its [fruit] to be picked will be lowered in compliance.", "id": "Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5605", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5605.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5605.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "13-14. Di sana yaitu di dalam surga, mereka duduk bersandar di atas dipan bersama pasangan mereka dan keluarga besar. Di sana mereka tidak melihat dan juga tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula merasakan udara dingin yang berlebihan. Dan anugerah tersebut semakin membahagiakan dengan adanya naungan pepohonannya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik buahnya.15-16. Setelah berbicara aneka fasilitas surga, kini giliran hidangan bagi para penghuni surga. Dan kepada mereka diedarkan oleh para pelayan surga bejana-bejana tempat minum yang terbuat dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak saking jernihnya isinya nampak dari luar, mereka tentukan ukurannya yang sesuai dengan kehendak mereka, untuk disuguhkan bagi penghuni surga.", "long": "(13-14) Dalam ayat ini, Allah menerangkan keadaan ahli surga bahwa mereka duduk bertelekan di atas dipan. Mereka tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula dinginnya udara. Dipan-dipan dalam surga itu dikatakan tidak pernah ditimpa terik matahari, tidak disentuh oleh udara dingin yang menusuk sumsum tulang seperti halnya di dunia ini, akan tetapi di sana hanya ada satu iklim sejuk yang tak pernah berubah. Tidak ada yang merasakan panas maupun dingin.\n\nTumbuhnya pohon yang sangat rindang dan menyejukkan itu melindungi orang-orang abrar sehingga makin bertambahlah kenikmatan yang mereka peroleh. Demikian pula buah-buahan yang lezat cita rasanya, dan mudah dipetik. Mereka menikmati sambil berbaring duduk atau berdiri sesuka hati mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5606, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0637\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0622\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0636\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064d \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0642\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0631\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yutaafu 'alaihim bi aaniyatim min fiddatinw wa akwaabin kaanat qawaareeraa" } }, "translation": { "en": "And there will be circulated among them vessels of silver and cups having been [created] clear [as glass],", "id": "Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5606", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5606.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5606.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "15-16. Setelah berbicara aneka fasilitas surga, kini giliran hidangan bagi para penghuni surga. Dan kepada mereka diedarkan oleh para pelayan surga bejana-bejana tempat minum yang terbuat dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak saking jernihnya isinya nampak dari luar, mereka tentukan ukurannya yang sesuai dengan kehendak mereka, untuk disuguhkan bagi penghuni surga.15-16. Setelah berbicara aneka fasilitas surga, kini giliran hidangan bagi para penghuni surga. Dan kepada mereka diedarkan oleh para pelayan surga bejana-bejana tempat minum yang terbuat dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak saking jernihnya isinya nampak dari luar, mereka tentukan ukurannya yang sesuai dengan kehendak mereka, untuk disuguhkan bagi penghuni surga.", "long": "Pada ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan pula makanan dan minuman yang dihidangkan kepada mereka berbagai bentuk, bejana yang terbuat dari perak juga sejumlah gelas yang sangat bening laksana kaca yang berkilauan. Bejana dan gelas-gelas itu bening sekali seolah-olah kaca yang sangat indah dan tinggi sekali nilainya.\n\nHadis riwayat Ibnu Abi hatim dari Ibnu 'Abbas menerangkan sebagai berikut:\n\nTidak ada sesuatu pun dalam surga, melainkan di dunia telah dianugerahkan Allah kepadamu sesuatu yang mirip dengan itu, kecuali botol-botol yang terbuat dari perak. (Riwayat Ibnu Abi hatim dari Ibnu 'Abbas).\n\nDalam sebuah ayat lain disebutkan pula:\n\nKepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya. (az-Zukhruf/43: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 5607, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0636\u0651\u064e\u0629\u064d \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Qawaareera min fiddatin qaddaroohaa taqdeeraa" } }, "translation": { "en": "Clear glasses [made] from silver of which they have determined the measure.", "id": "kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5607", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5607.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5607.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "15-16. Setelah berbicara aneka fasilitas surga, kini giliran hidangan bagi para penghuni surga. Dan kepada mereka diedarkan oleh para pelayan surga bejana-bejana tempat minum yang terbuat dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak saking jernihnya isinya nampak dari luar, mereka tentukan ukurannya yang sesuai dengan kehendak mereka, untuk disuguhkan bagi penghuni surga.17-18. Di dalam surga itu mereka mendapat suguhan minuman yang jenisnya di antaranya seperti yang disebut pada ayat ini. Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe, yang pastilah berbeda dengan rasa jahe yang ada di dunia. Karena air minum tersebut yang didatangkan dari sebuah mata air di surga yang dinamakan Salsabìl.", "long": "Pada ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan pula makanan dan minuman yang dihidangkan kepada mereka berbagai bentuk, bejana yang terbuat dari perak juga sejumlah gelas yang sangat bening laksana kaca yang berkilauan. Bejana dan gelas-gelas itu bening sekali seolah-olah kaca yang sangat indah dan tinggi sekali nilainya.\n\nHadis riwayat Ibnu Abi hatim dari Ibnu 'Abbas menerangkan sebagai berikut:\n\nTidak ada sesuatu pun dalam surga, melainkan di dunia telah dianugerahkan Allah kepadamu sesuatu yang mirip dengan itu, kecuali botol-botol yang terbuat dari perak. (Riwayat Ibnu Abi hatim dari Ibnu 'Abbas).\n\nDalam sebuah ayat lain disebutkan pula:\n\nKepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya. (az-Zukhruf/43: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 5608, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064f\u0633\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0623\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0632\u064e\u0627\u062c\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0646\u062c\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yusawna feehaa kaasan kaana mizaajuhaa zanjabeelaa" } }, "translation": { "en": "And they will be given to drink a cup [of wine] whose mixture is of ginger", "id": "Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5608", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5608.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5608.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "17-18. Di dalam surga itu mereka mendapat suguhan minuman yang jenisnya di antaranya seperti yang disebut pada ayat ini. Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe, yang pastilah berbeda dengan rasa jahe yang ada di dunia. Karena air minum tersebut yang didatangkan dari sebuah mata air di surga yang dinamakan Salsabìl.17-18. Di dalam surga itu mereka mendapat suguhan minuman yang jenisnya di antaranya seperti yang disebut pada ayat ini. Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe, yang pastilah berbeda dengan rasa jahe yang ada di dunia. Karena air minum tersebut yang didatangkan dari sebuah mata air di surga yang dinamakan Salsabìl.", "long": "Kemudian disebutkan jenis minuman yang dihidangkan di surga, yakni mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya jahe. Maksudnya penduduk surga disuguhi minuman yang terbuat dari zanjabil, yakni sejenis tumbuhan yang lezat cita-rasanya dan tumbuh di daerah Timur Tengah dahulu kala. Biasanya zanjabil digunakan untuk wangi-wangian dan orang-orang Arab menyukainya. Ada pula yang mengatakan nama dari Bait Ma'ruf. \n\nMenurut Ibnu 'Abbas, minuman, makanan, mata air, buah-buahan, dan lain-lain dalam surga yang disebutkan Al-Qur'an, satu pun tidak ada tandingannya. Kesamaan hanya pada namanya, sedangkan rasanya jauh lebih lezat." } } }, { "number": { "inQuran": 5609, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 231, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0633\u064e\u0645\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0644\u0652\u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "'Aynan feeha tusammaa salsabeelaa" } }, "translation": { "en": "[From] a fountain within Paradise named Salsabeel.", "id": "(Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5609", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5609.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5609.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "17-18. Di dalam surga itu mereka mendapat suguhan minuman yang jenisnya di antaranya seperti yang disebut pada ayat ini. Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe, yang pastilah berbeda dengan rasa jahe yang ada di dunia. Karena air minum tersebut yang didatangkan dari sebuah mata air di surga yang dinamakan Salsabìl.19. Setelah diuraikan apa yang disajikan di surga, kini dijelaskan siapa yang menyajikan hidangan tersebut. Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda sambil membawa hidangan dan menawarkan pelayanan. Apabila kamu wahai penghuni surga, melihatnya dari arah mana saja melihatnya, akan kamu kira mereka, bukan anak muda melainkan mutiara yang bertaburan karena keindahan dan kebeningan penampilan mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa minuman ini didatangkan dari sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Mereka minum campuran zanjabil yang berasal dari sebuah sungai yang bernama salsabil. Perkataan ini sendiri dalam bahasa Arab berarti 'minuman atau makanan yang lezat dan juga berarti 'mata air yang mengalir. Akan tetapi, mufasir Ibnu 'Arabi menegaskan, \"Aku tidak mendengar satu perkataan pun seperti salsabil ini melainkan di dalam Al-Qur'an saja.\"\n\nDari keterangan di atas, kita hanya dapat menyimpulkan bahwa nama seperti salsabil, zanjabil, dan sebagainya diberikan keterangan sedemikian rupa yang tidak ada bandingannya dengan yang ada di dunia. Mengenai surga, kita telah yakin bahwa dia adalah sesuatu yang baik dan penuh nikmat yang mata belum pernah melihatnya, telinga belum pernah mendengarnya. Oleh karena itu, kita tak dapat memastikan apakah betul-betul demikian makna yang dikehendaki ayat di atas." } } }, { "number": { "inQuran": 5610, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0648\u064e\u064a\u064e\u0637\u064f\u0648\u0641\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u0650\u0644\u0652\u062f\u064e\u0627\u0646\u064c \u0645\u0651\u064f\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0633\u0650\u0628\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064f\u0624\u0652\u0644\u064f\u0624\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064e\u0646\u062b\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yatoofu 'alaihim wildaanum mukhalladoona izaa ra aytahum hasibtahum lu'lu 'am mansoora" } }, "translation": { "en": "There will circulate among them young boys made eternal. When you see them, you would think them [as beautiful as] scattered pearls.", "id": "Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5610", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5610.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5610.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah diuraikan apa yang disajikan di surga, kini dijelaskan siapa yang menyajikan hidangan tersebut. Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda sambil membawa hidangan dan menawarkan pelayanan. Apabila kamu wahai penghuni surga, melihatnya dari arah mana saja melihatnya, akan kamu kira mereka, bukan anak muda melainkan mutiara yang bertaburan karena keindahan dan kebeningan penampilan mereka.20. Dan di samping para pelayan yang menakjubkan, maka apabila engkau melihat keadaan di sana yaitu di surga, niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan yang sempurna dan kerajaan yang besar, luas tanpa batas yang belum pernah terlintas dalam benak manusia.", "long": "Kemudian dilanjutkan lagi bahwa penduduk surga dikelilingi pelayan-pelayan surga yang muda belia untuk selamanya. Para pelayan itu datang dan berkeliling guna melayani segala keperluan sesuai dengan permintaan penduduk surga. Mereka tetap muda, cerah, dan berseri-seri dan tidak pernah jemu dan lelah melayani penghuni surga. Begitu menarik wajah pelayan itu, cerah dan gembira, sehingga yang memandangnya melihat bagaikan mutiara bertebaran." } } }, { "number": { "inQuran": 5611, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u062b\u064e\u0645\u0651\u064e \u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0646\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra ayta summa ra ayta na'eemanw wa mulkan kabeera" } }, "translation": { "en": "And when you look there [in Paradise], you will see pleasure and great dominion.", "id": "Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5611", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5611.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5611.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping para pelayan yang menakjubkan, maka apabila engkau melihat keadaan di sana yaitu di surga, niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan yang sempurna dan kerajaan yang besar, luas tanpa batas yang belum pernah terlintas dalam benak manusia.21. Hidangan dan pelayan sudah dijelaskan kini giliran dijelaskan tentang pakaian para penghuni surga. Mereka berpakaian sutera halus yang berwarna hijau dan sutera tebal dan juga memakai gelang terbuat dari perak masing-masing sesuai dengan kedudukannya, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih dan suci yang benar-benar berbeda dengan minuman selainnya.", "long": "Apabila penduduk surga melihat keadaan di surga, niscaya ia akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Kalau dilihat surga itu menurut penuturan ayat ini bagaikan sebuah kerajaan besar yang tiada taranya, sehingga banyak penafsiran yang saling berbeda tentang pengertian kerajaan besar itu. Yang terpenting bagi kita ialah beriman dan percaya tentang adanya surga yang tidak dapat dilukiskan." } } }, { "number": { "inQuran": 5612, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062b\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064f \u0633\u064f\u0646\u062f\u064f\u0633\u064d \u062e\u064f\u0636\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0642\u064c \u06d6 \u0648\u064e\u062d\u064f\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0641\u0650\u0636\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0633\u064e\u0642\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0637\u064e\u0647\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "'Aaliyahum siyaabu sundusin khudrunw wa istabraq, wa hullooo asaawira min fiddatinw wa saqaahum Rabbuhum sharaaban tahooraa" } }, "translation": { "en": "Upon the inhabitants will be green garments of fine silk and brocade. And they will be adorned with bracelets of silver, and their Lord will give them a purifying drink.", "id": "Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5612", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5612.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5612.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hidangan dan pelayan sudah dijelaskan kini giliran dijelaskan tentang pakaian para penghuni surga. Mereka berpakaian sutera halus yang berwarna hijau dan sutera tebal dan juga memakai gelang terbuat dari perak masing-masing sesuai dengan kedudukannya, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih dan suci yang benar-benar berbeda dengan minuman selainnya.22. Semua kenikmatan tersebut disajikan sambil dikatakan kepada mereka, \"Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui Allah dengan memberi balasan yang sempurna melebihi amal-amal kamu.\"", "long": "Kemudian dalam ayat ini diterangkan pula bahwa pakaian mereka terbuat dari sutra halus berwarna hijau, dihiasi gelang yang terbuat dari perak dan emas. Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih dan lezat cita rasanya. Sutra dan emas disebutkan secara khusus di sini karena keduanya sangat disukai manusia dan dianggap sebagai barang berharga dan simbol kemewahan. Pada ayat lain, Allah berfirman:\n\n¦Mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah. (al-Kahf/18: 31)\n\nDibandingkan dengan kebiasaan para raja-raja di dunia ini yang memakai pakaian kebesaran bertahtakan emas dan berlian, maka kesenangan yang dinikmati dalam surga itu jauh lebih sempurna, hebat, dan nikmat, serta sifatnya kekal abadi.\n\nDemikianlah beberapa gambaran kebahagiaan yang akan diperoleh golongan abrar di surga kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 5613, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 514, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa haazaa kaana lakum jazz 'anw wa kaana sa'yukum mashkooraa" } }, "translation": { "en": "[And it will be said], \"Indeed, this is for you a reward, and your effort has been appreciated.\"", "id": "Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5613", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5613.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5613.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua kenikmatan tersebut disajikan sambil dikatakan kepada mereka, \"Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui Allah dengan memberi balasan yang sempurna melebihi amal-amal kamu.\"23-24. Setelah diuraikan tentang balasan bagi yang bertakwa, selanjutnya dijelaskan tentang bagaimana bertakwa secara baik itu. Allah menurunkan petunjuk-Nya melalui al-Qur’an. Inilah yang disinggung oleh ayat ini. Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an kepadamu wahai Nabi Muhammad secara berangsur-angsur agar mudah memahaminya. Maka bersabarlah setiap saat untuk menghadapi dan melaksanakan ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka yang mencoba untuk menghentikan dakwahmu.", "long": "Ayat ini menegaskan lagi bahwa sesungguhnya kenikmatan yang dianugerahkan Allah itu merupakan ganjaran bagi orang-orang abrar, karena amal perbuatan mereka di dunia disyukuri, diterima, dan diridai Allah. Inilah pemberian Allah kepada mereka sebagai balasan atas apa yang sudah mereka lakukan di dunia. Pada ayat lain, Allah berfirman:\n\n(Kepada mereka dikatakan), \"Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.\" (al-haqqah/69: 24)" } } }, { "number": { "inQuran": 5614, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u062a\u064e\u0646\u0632\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innaa nahnu nazzalnaa 'alaikal quraana tanzeelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is We who have sent down to you, [O Muhammad], the Qur'an progressively.", "id": "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an kepadamu (Muhammad) secara berangsur-angsur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5614", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5614.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5614.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "23-24. Setelah diuraikan tentang balasan bagi yang bertakwa, selanjutnya dijelaskan tentang bagaimana bertakwa secara baik itu. Allah menurunkan petunjuk-Nya melalui al-Qur’an. Inilah yang disinggung oleh ayat ini. Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an kepadamu wahai Nabi Muhammad secara berangsur-angsur agar mudah memahaminya. Maka bersabarlah setiap saat untuk menghadapi dan melaksanakan ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka yang mencoba untuk menghentikan dakwahmu.23-24. Setelah diuraikan tentang balasan bagi yang bertakwa, selanjutnya dijelaskan tentang bagaimana bertakwa secara baik itu. Allah menurunkan petunjuk-Nya melalui al-Qur’an. Inilah yang disinggung oleh ayat ini. Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an kepadamu wahai Nabi Muhammad secara berangsur-angsur agar mudah memahaminya. Maka bersabarlah setiap saat untuk menghadapi dan melaksanakan ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka yang mencoba untuk menghentikan dakwahmu.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad dengan berangsur-angsur. Al-Qur'an diturunkan selama 22 tahun lebih secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit. Tujuannya agar mudah dipahami, dihafal, dan diajarkan kepada para sahabat. Terkadang ayat diturunkan dengan maksud untuk menjelaskan suatu peristiwa yang terjadi yang memerlukan bimbingan dari Allah. Dengan cara berangsur-angsur itu, Al-Qur'an menjadi mantap diimani dan menambah ketakwaan mereka. Ayat ini sekaligus membantah anggapan beberapa orang bahwa Al-Qur'an merupakan sihir atau barang renungan yang bisa dipelajari, atau sebagai perkataan manusia biasa." } } }, { "number": { "inQuran": 5615, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652 \u0644\u0650\u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0622\u062b\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fasbir lihukmi Rabbika wa laa tuti' minhum aasiman aw kafooraa" } }, "translation": { "en": "So be patient for the decision of your Lord and do not obey from among them a sinner or ungrateful [disbeliever].", "id": "Maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5615", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5615.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5615.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "23-24. Setelah diuraikan tentang balasan bagi yang bertakwa, selanjutnya dijelaskan tentang bagaimana bertakwa secara baik itu. Allah menurunkan petunjuk-Nya melalui al-Qur’an. Inilah yang disinggung oleh ayat ini. Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an kepadamu wahai Nabi Muhammad secara berangsur-angsur agar mudah memahaminya. Maka bersabarlah setiap saat untuk menghadapi dan melaksanakan ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka yang mencoba untuk menghentikan dakwahmu.25-26. Dan untuk lebih menguatkan hatimu menghadapi kesulitan dakwah, maka ingatlah selalu serta sebutlah nama Tuhanmu di antaranya dengan melaksanakan salat pada waktu pagi yaitu Subuh dan petang yaitu Zuhur dan Asar. Dan pada sebagian dari malam yaitu Maghrib dan Isya’, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya yaitu dengan melaksanakan salat tahajud pada bagian yang panjang di malam hari.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menganjurkan kepada Rasul-Nya agar menghadapi celaan dan sikap permusuhan orang musyrik itu dengan sabar, dan tidak mengikuti mereka. Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad dan orang-orang mukmin agar bersikap sabar dan tahan uji menghadapi seribu satu gangguan dalam menegakkan agama Allah. Mereka diperintahkan untuk bersabar katika pertolongan belum dating dalam menghadapi orang-orang musyrik anti-Islam. Bersabar ketika menyampaikan kebenaran Allah dalam menghadapi tantangan penuh bahaya. Sebab tantangan itu suatu kewajaran dan sikap sabar menghadapinya adalah sikap yang terpuji.\n\nKemudian Allah memerintahkan pula agar umat Islam tidak terbawa arus mengikuti jalan pikiran orang yang sudah hanyut dalam lautan dosa, atau orang yang sudah sangat keterlaluan memusuhi agama. Orang yang seperti itu di antaranya adalah Abu Jahal. Ketika Rasulullah saw diperintahkan untuk pertama kali mengerjakan salat, Abu Jahal berusaha menghalangi orang Islam melaksanakan perintah itu. Ia berkata, \"Kalau aku lihat Muhammad salat, pasti akan aku patahkan lehernya\".\n\nContoh yang lain adalah 'Utbah bin Rabi'ah (sahabat karib Abu Jahal). Dialah yang membujuk Nabi agar berhenti berdakwah. Suatu kali dia bersama al-Walid datang menemui Nabi sambil membujuk, \"Kalau engkau bermaksud dengan kegiatan dakwah itu hendak memperoleh wanita cantik atau harta yang banyak, berhentilah dan saya berjanji akan mengawinkan engkau dengan anakku sendiri dan aku berikan kepadamu tanpa mahar.\" Sementara itu, al-Walid menyeru pula, \"Dan saya, hai Muhammad, akan memberikan kepadamu harta sebanyak-banyaknya sampai engkau puas, asal engkau berhenti melakukan kegiatan ini.\" \n\nAllah mengingatkan kepada Nabi saw dan umatnya agar tidak tergiur dengan bujukan dan rayuan itu, sebab nilai akidah dan perjuangan tidak dapat ditukar dengan kekayaan dunia. Dalam artian lain, ayat ini melarang seorang mukmin, apalagi kalau ia sebagai pemimpin umat, tergiur dengan berbagai kesenangan duniawi yang ditawarkan oleh orang-orang yang penuh dosa dan maksiat, dengan tujuan hendak mematikan gerakan dakwah. Namun yang betul-betul seratus persen bebas dari bujukan dan rayuan itu hanyalah Nabi Muhammad saw saja, karena beliau dijamin suci dan maksum dari dosa. Akan tetapi, kepada umat Islam dianjurkan untuk mengikuti apa yang dicontohkan beliau. Jangan terlalu mudah mengikuti gejolak nafsu, agar selamat dari kebinasaan, dan menemui Allah di hari Kiamat dengan lembaran amal yang putih bersih, bebas dari cela dan aib." } } }, { "number": { "inQuran": 5616, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 579, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0630\u0652\u0643\u064f\u0631\u0650 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0628\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0635\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wazkuris ma Rabbika bukratanw wa aseelaa" } }, "translation": { "en": "And mention the name of your Lord [in prayer] morning and evening", "id": "Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5616", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5616.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5616.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "25-26. Dan untuk lebih menguatkan hatimu menghadapi kesulitan dakwah, maka ingatlah selalu serta sebutlah nama Tuhanmu di antaranya dengan melaksanakan salat pada waktu pagi yaitu Subuh dan petang yaitu Zuhur dan Asar. Dan pada sebagian dari malam yaitu Maghrib dan Isya’, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya yaitu dengan melaksanakan salat tahajud pada bagian yang panjang di malam hari.25-26. Dan untuk lebih menguatkan hatimu menghadapi kesulitan dakwah, maka ingatlah selalu serta sebutlah nama Tuhanmu di antaranya dengan melaksanakan salat pada waktu pagi yaitu Subuh dan petang yaitu Zuhur dan Asar. Dan pada sebagian dari malam yaitu Maghrib dan Isya’, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya yaitu dengan melaksanakan salat tahajud pada bagian yang panjang di malam hari.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya menyebut nama Tuhan pada waktu pagi dan petang. Maksudnya hendaklah umat Islam selalu ingat kepada Allah dalam keadaan bagaimanapun, di mana dan kapan pun, baik dengan hati maupun dengan lidah. Ada yang mengatakan bahwa maksud mengingat Allah pada waktu pagi dan petang ialah mengerjakan salat pada saat-saat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5617, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0637\u064e\u0648\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa minal laili fasjud lahoo wa sabbihhu lailan taweelaa" } }, "translation": { "en": "And during the night prostrate to Him and exalt Him a long [part of the] night.", "id": "Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5617", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5617.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5617.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "25-26. Dan untuk lebih menguatkan hatimu menghadapi kesulitan dakwah, maka ingatlah selalu serta sebutlah nama Tuhanmu di antaranya dengan melaksanakan salat pada waktu pagi yaitu Subuh dan petang yaitu Zuhur dan Asar. Dan pada sebagian dari malam yaitu Maghrib dan Isya’, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya yaitu dengan melaksanakan salat tahajud pada bagian yang panjang di malam hari.27. Di antara alasan utama mengapa manusia menolak dakwah karena sesungguhnya mereka, orang kafir, itu mencintai kehidupan dunia yang memang kasat mata dan cepat diraih, meskipun juga cepat musnahnya, dan meninggalkan hari yang berat yaitu hari akhirat di belakangnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi supaya bersujud, salat malam, dan bertasbih kepada-Nya pada bagian yang panjang pada malam hari. Perintah mengerjakan salat pada sebagian waktu malam, yakni salat Magrib dan Isya, kemudian salat Tahajud pada malam hari disebutkan juga dalam ayat lain:\n\nDan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (al-Isra'/17: 79)" } } }, { "number": { "inQuran": 5618, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0644\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062b\u064e\u0642\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna haaa'ulaa'i yuhibboona 'aajilata wa yazaroona waraaa'ahum yawman saqeelaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, these [disbelievers] love the immediate and leave behind them a grave Day.", "id": "Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5618", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5618.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5618.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di antara alasan utama mengapa manusia menolak dakwah karena sesungguhnya mereka, orang kafir, itu mencintai kehidupan dunia yang memang kasat mata dan cepat diraih, meskipun juga cepat musnahnya, dan meninggalkan hari yang berat yaitu hari akhirat di belakangnya.28. Ayat ini mengingatkan manusia akan kuasa Allah dalam menciptakan makhluk dari ketiadaan. Kami telah menciptakan mereka bukan ciptaan yang sembarangan dan juga menguatkan persendian tubuh mereka padahal tadinya hanyalah air mani yang begitu lemah dan hina. Tetapi, jika Kami menghendaki untuk membinasakan mereka itupun mudah, dan kemudian Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mencela sikap orang kafir yang mabuk kesenangan duniawi dengan melupakan hari akhirat disebabkan mereka itu menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan hari berat, hari akhirat.\n\nMemang watak orang kafir itu sebenarnya cinta dunia dan takut mati, melupakan hari akhirat dan tidak mempercayai sama sekali. Dikatakan bahwa hari akhirat itu sebagai \"hari yang berat\" karena begitu beratnya pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5619, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u0651\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0634\u064e\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0634\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u062f\u0651\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0652\u062b\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Nahnu khalaqnaahum wa shadadnaaa asrahum wa izaa shi'naa baddalnaaa amsaala hum tabdeelaa" } }, "translation": { "en": "We have created them and strengthened their forms, and when We will, We can change their likenesses with [complete] alteration.", "id": "Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Tetapi, jika Kami menghendaki, Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5619", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5619.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5619.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini mengingatkan manusia akan kuasa Allah dalam menciptakan makhluk dari ketiadaan. Kami telah menciptakan mereka bukan ciptaan yang sembarangan dan juga menguatkan persendian tubuh mereka padahal tadinya hanyalah air mani yang begitu lemah dan hina. Tetapi, jika Kami menghendaki untuk membinasakan mereka itupun mudah, dan kemudian Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka.29. Sebagai bagian akhir dari surah ini maka Allah mengingatkan tentang salah satu fungsi utama Al-Qur’an. Sungguh, ayat-ayat ini adalah peringatan tentang Kuasa Allah, maka barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya tentu dia akan bersungguh-sungguh mengambil jalan menuju kepada Tuhannya.", "long": "Dalam ayat ini, seolah-olah Allah menegur manusia yang lalai itu kenapa mereka melupakan Allah, padahal Dialah yang menciptakan mereka, menyusun dan mengatur demikian rapi tubuh mereka sehingga tidak ada celanya. Apakah setelah menciptakan mereka dengan sebaik-baiknya itu, lalu Allah membiarkan saja mereka berbuat sekehendaknya?\n\nOleh karena itu, Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya yang Mahamutlak untuk sewaktu-waktu melenyapkan dan mengganti mereka dengan generasi manusia yang lain. Dalam ayat lain disebutkan:\n\nDan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemeliharanya. (an-Nisa'/4: 132)\n\nDemikianlah sunatullah telah berlaku di alam semesta ini sejak dahulu. Allah menghancurkan manusia-manusia yang ingkar kepada-Nya kemudian segera menggantinya dengan generasi baru. Sunatullah ini pasti akan berlaku karena manusia yang ingkar kepadanya tetap akan bermunculan sepanjang masa." } } }, { "number": { "inQuran": 5620, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna haazihee tazkiratun fa man shaaa'at takhaza ilaa rabbihee sabeela" } }, "translation": { "en": "Indeed, this is a reminder, so he who wills may take to his Lord a way.", "id": "Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju kepada Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5620", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5620.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5620.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai bagian akhir dari surah ini maka Allah mengingatkan tentang salah satu fungsi utama Al-Qur’an. Sungguh, ayat-ayat ini adalah peringatan tentang Kuasa Allah, maka barangsiapa menghendaki kebaikan bagi dirinya tentu dia akan bersungguh-sungguh mengambil jalan menuju kepada Tuhannya.30. Terkadang ada yang merasa memiliki kemampuan untuk mewujudkan kehendaknya, Allah menampik anggapan tersebut. Tetapi kamu tidak mampu menempuh jalan itu, kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Mahabijaksana dalam seluruh kehendak dan ketetapan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah kembali mengingatkan bahwa semua yang disebutkan di atas merupakan peringatan (tadhkirah) dan pengajaran (mau'idhah) bagi siapa yang ingin mendengarnya. Segala peringatan yang terkandung dalam Surah al-Insan ini merupakan bahan renungan bagi siapa yang suka belajar kepada kenyataan yang pernah terjadi. Barang siapa yang ingin kebaikan bagi pribadinya untuk kehidupan dunia dan akhirat, hendaklah ia menjadikan ayat-ayat ini sebagai peringatan. Hendaklah ia mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan taat, mengikuti segala perintah, dan menjauhi segala larangan-Nya, agar dia memperoleh rida Allah, agar ia selamat dari segala kesulitan hidup di kampung akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 5621, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0643\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa maa tashaaa'oona illaa anyyashaaa'al laah; innal laahaa kaana'Aleeman Hakeema" } }, "translation": { "en": "And you do not will except that Allah wills. Indeed, Allah is ever Knowing and Wise.", "id": "Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila Allah kehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5621", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5621.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5621.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Terkadang ada yang merasa memiliki kemampuan untuk mewujudkan kehendaknya, Allah menampik anggapan tersebut. Tetapi kamu tidak mampu menempuh jalan itu, kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Mahabijaksana dalam seluruh kehendak dan ketetapan-Nya. 31. Dan Dia akan memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki yang dinilai-Nya wajar menerimanya, ke dalam rahmat-Nya yaitu surga. Adapun bagi orang-orang zalim yang begitu mantap kezalimannya maka disediakan-Nya azab yang pedih.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa manusia tidak akan mencapai keselamatan itu kecuali dengan kehendak-Nya, dan bila Ia memberikan taufik kepadanya. Usaha seseorang saja tanpa ada bimbingan Allah tidak akan mencapai kebaikan dan tidak dapat menolak kejahatan.\n\nAyat ini ditutup dengan suatu kepastian bahwa Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Allah Mahatahu siapa di antara hamba-Nya yang berhak menerima hidayat itu sehingga dimudahkan jalan baginya dan didatangkan sebab-sebab untuk mendapatkan hidayat itu. Sebaliknya yang sering terlibat dalam perbuatan memperturutkan hawa nafsu, hidayah itu dihilangkan Allah darinya. Allah Mahabijaksana dan Mahaadil." } } }, { "number": { "inQuran": 5622, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 515, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yudkhilu mai yashaaa'u fee rahmatih; wazzaalimeena a'adda lahum 'azaaban aleemaa" } }, "translation": { "en": "He admits whom He wills into His mercy; but the wrongdoers - He has prepared for them a painful punishment.", "id": "Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Adapun bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5622", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5622.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5622.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia akan memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki yang dinilai-Nya wajar menerimanya, ke dalam rahmat-Nya yaitu surga. Adapun bagi orang-orang zalim yang begitu mantap kezalimannya maka disediakan-Nya azab yang pedih.1-2. Orang-orang kafir mendustakan janji dan ancaman Allah. Surah ini dimulai dengan sumpah Allah, demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan demi malaikat-malaikat yang terbang dengan kencangnya,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia memasukkan siapa saja yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya, yaitu surga. Bagi orang zalim disediakan azab yang pedih.\n\nAllah menunjukkan manfaat perbuatan taat kepada orang tersebut sehingga dengan perbuatan itu, dia mempersiapkan dirinya memasuki rahmat Allah berupa surga. Bagi orang-orang yang merugikan diri mereka, dan mati dalam kekafiran, Allah telah menyediakan bagi mereka di akhirat azab yang paling hebat, yaitu neraka Jahanam." } } } ] }, { "number": 77, "sequence": 33, "numberOfVerses": 50, "name": { "short": "المرسلات", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0631\u0633\u0644\u0627\u062a", "transliteration": { "en": "Al-Mursalaat", "id": "Al-Mursalat" }, "translation": { "en": "The Emissaries", "id": "Malaikat Yang Diutus" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Mursalaat terdiri atas 50 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Humazah. Dinamai Al Mursalaat (Malaikat-Malaikat yang diutus), diambil dari perkataan Al Mursalaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5623, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064f\u0631\u0652\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wal mursalaati'urfaa" } }, "translation": { "en": "By those [winds] sent forth in gusts", "id": "Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5623", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5623.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5623.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "1-2. Orang-orang kafir mendustakan janji dan ancaman Allah. Surah ini dimulai dengan sumpah Allah, demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan demi malaikat-malaikat yang terbang dengan kencangnya,1-2. Orang-orang kafir mendustakan janji dan ancaman Allah. Surah ini dimulai dengan sumpah Allah, demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan demi malaikat-malaikat yang terbang dengan kencangnya,", "long": "Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang menyebarkan kebaikan. Al-Mursalat (malaikat-malaikat yang diutus) adalah para malaikat yang bertugas untuk menyampaikan nikmat atau karunia Ilahi kepada suatu kaum atau mendatangkan siksaan kepada kelompok lain yang pantas menerimanya. Sebagian ulama mengartikan al-mursalat itu dengan angin yang bertiup terus-menerus ke segala arah atas perintah Tuhan untuk menyebarkan rahmat dan nikmat ke dunia ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5624, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0635\u0650\u0641\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0639\u064e\u0635\u0652\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fal'aasifaati 'asfaa" } }, "translation": { "en": "And the winds that blow violently", "id": "dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5624", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5624.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5624.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "1-2. Orang-orang kafir mendustakan janji dan ancaman Allah. Surah ini dimulai dengan sumpah Allah, demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan demi malaikat-malaikat yang terbang dengan kencangnya,3-4. Dan juga demi malaikat-malaikat yang menyebarkan rahmat Allah dengan seluas-luasnya, dan demi malaikat-malaikat yang membedakan antara yang baik dan yang buruk dengan pembedaan yang sejelas-jelasnya,", "long": "Allah juga bersumpah dengan angin yang bertiup dengan kencang. Ada pula yang mengartikan al-'asifat dengan malaikat-malaikat yang menjauhkan diri dari kebatilan sebagaimana halnya angin kencang yang berhembus meniup onggokan tanah atau debu di atas batu. Yang lain menafsirkannya dengan angin yang menyebarkan air hujan." } } }, { "number": { "inQuran": 5625, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0634\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0646\u064e\u0634\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wannaashiraati nashraa" } }, "translation": { "en": "And [by] the winds that spread [clouds]", "id": "dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5625", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5625.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5625.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "3-4. Dan juga demi malaikat-malaikat yang menyebarkan rahmat Allah dengan seluas-luasnya, dan demi malaikat-malaikat yang membedakan antara yang baik dan yang buruk dengan pembedaan yang sejelas-jelasnya,3-4. Dan juga demi malaikat-malaikat yang menyebarkan rahmat Allah dengan seluas-luasnya, dan demi malaikat-malaikat yang membedakan antara yang baik dan yang buruk dengan pembedaan yang sejelas-jelasnya,", "long": "Selanjutnya Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang menyebarkan rahmat-Nya seluas-luasnya. Terdapat berbagai macam penafsiran tentang kata an-nasyirat di sini. Ada yang mengartikannya dengan malaikat yang menebarkan maut kepada orang yang ditetapkan kematiannya tanpa diketahui sedikit pun. Ada pula yang menafsirkannya dengan malaikat yang menebarkan dan meratakan syariat-syariat Allah kepada sekalian nabi dan rasul-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5626, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0652\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falfaariqaati farqaa" } }, "translation": { "en": "And those [angels] who bring criterion", "id": "dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5626", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5626.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5626.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "3-4. Dan juga demi malaikat-malaikat yang menyebarkan rahmat Allah dengan seluas-luasnya, dan demi malaikat-malaikat yang membedakan antara yang baik dan yang buruk dengan pembedaan yang sejelas-jelasnya,5-6. Dan demi malaikat-malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada yang dipilih Allah untuk menerimanya, wahyu tersebut diturunkan untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan bagi yang durhaka.", "long": "Allah bersumpah pula dengan para malaikat yang membedakan antara yang hak dengan yang batil dengan sejelas-jelasnya, membedakan antara petunjuk dan kesesatan.\n\nSebagian mufasir mengartikan al-fariqat dengan angin yang dapat membedakan mana yang membawa rahmat dan mana yang bertugas merusak manusia banyak. Dengan kata lain, angin pembawa rahmat dan angin pembawa bencana." } } }, { "number": { "inQuran": 5627, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Falmulqiyaati zikra" } }, "translation": { "en": "And those [angels] who deliver a message", "id": "dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5627", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5627.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5627.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "5-6. Dan demi malaikat-malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada yang dipilih Allah untuk menerimanya, wahyu tersebut diturunkan untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan bagi yang durhaka.5-6. Dan demi malaikat-malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada yang dipilih Allah untuk menerimanya, wahyu tersebut diturunkan untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan bagi yang durhaka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan malaikat yang bertugas membawa wahyu kepada para nabi dan rasul. Akan tetapi, seperti pada ayat-ayat sebelumnya, ada yang mengartikan al-mulqiyat ini dengan angin yang menurunkan peringatan akan bencana Allah kepada manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5628, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064f\u0630\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0646\u064f\u0630\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "'Uzran aw nuzraa" } }, "translation": { "en": "As justification or warning,", "id": "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5628", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5628.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5628.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "5-6. Dan demi malaikat-malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada yang dipilih Allah untuk menerimanya, wahyu tersebut diturunkan untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan bagi yang durhaka.7-9. Demi semua yang telah disebut itu, sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu, yaitu hari kebangkitan, juga surga dan neraka pasti terjadi. Kehidupan akhirat itu dimulai setelah Kiamat dunia ini. Dan inilah gambaran Kiamat itu. Maka apabila bintang-bintang dihapuskan cahayanya dengan mudah oleh Allah, dan apabila langit terbelah, sehingga langit dengan segala yang ada hancur.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa kedatangan wahyu kepada para nabi yang dibawa oleh malaikat adalah untuk menyampaikan alasan guna membantah ketidakpercayaan orang musyrik kepada adanya hari kebangkitan, dan untuk mengancam mereka dengan azab yang pedih bila mereka membangkang perintah Tuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 5629, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u064e\u0648\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064c", "transliteration": { "en": "Innamaa too'adoona lawaaqi'" } }, "translation": { "en": "Indeed, what you are promised is to occur.", "id": "Sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5629", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5629.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5629.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "7-9. Demi semua yang telah disebut itu, sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu, yaitu hari kebangkitan, juga surga dan neraka pasti terjadi. Kehidupan akhirat itu dimulai setelah Kiamat dunia ini. Dan inilah gambaran Kiamat itu. Maka apabila bintang-bintang dihapuskan cahayanya dengan mudah oleh Allah, dan apabila langit terbelah, sehingga langit dengan segala yang ada hancur.7-9. Demi semua yang telah disebut itu, sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu, yaitu hari kebangkitan, juga surga dan neraka pasti terjadi. Kehidupan akhirat itu dimulai setelah Kiamat dunia ini. Dan inilah gambaran Kiamat itu. Maka apabila bintang-bintang dihapuskan cahayanya dengan mudah oleh Allah, dan apabila langit terbelah, sehingga langit dengan segala yang ada hancur.", "long": "Setelah bersumpah dengan beberapa macam makhluk-Nya di atas, maka dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa sesungguhnya apa yang telah dijanjikan kepada manusia itu pasti akan terjadi. Yang dijanjikan itu adalah datangnya hari kebangkitan, terjadinya kiamat, dihidupkannya kembali segala makhluk yang sudah mati sejak dahulu, sekarang, hingga yang akan datang dan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Semuanya itu menurut penegasan ayat ini pasti akan terjadi!" } } }, { "number": { "inQuran": 5630, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u064f \u0637\u064f\u0645\u0650\u0633\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Fa izam nujoomu tumisat" } }, "translation": { "en": "So when the stars are obliterated", "id": "Maka apabila bintang-bintang dihapuskan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5630", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5630.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5630.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "7-9. Demi semua yang telah disebut itu, sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu, yaitu hari kebangkitan, juga surga dan neraka pasti terjadi. Kehidupan akhirat itu dimulai setelah Kiamat dunia ini. Dan inilah gambaran Kiamat itu. Maka apabila bintang-bintang dihapuskan cahayanya dengan mudah oleh Allah, dan apabila langit terbelah, sehingga langit dengan segala yang ada hancur.7-9. Demi semua yang telah disebut itu, sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu, yaitu hari kebangkitan, juga surga dan neraka pasti terjadi. Kehidupan akhirat itu dimulai setelah Kiamat dunia ini. Dan inilah gambaran Kiamat itu. Maka apabila bintang-bintang dihapuskan cahayanya dengan mudah oleh Allah, dan apabila langit terbelah, sehingga langit dengan segala yang ada hancur.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa pada waktu kedatangan hari Kiamat itu, cahaya bintang-bintang telah dihilangkan karena sumbernya telah berantakan, sebagaimana tersebut dalam ayat lain:\n\nDan apabila bintang-bintang berjatuhan. (at-Takwir/81: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 5631, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064f\u0631\u0650\u062c\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izas samaaa'u furijat" } }, "translation": { "en": "And when the heaven is opened", "id": "dan apabila langit terbelah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5631", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5631.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5631.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "7-9. Demi semua yang telah disebut itu, sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu, yaitu hari kebangkitan, juga surga dan neraka pasti terjadi. Kehidupan akhirat itu dimulai setelah Kiamat dunia ini. Dan inilah gambaran Kiamat itu. Maka apabila bintang-bintang dihapuskan cahayanya dengan mudah oleh Allah, dan apabila langit terbelah, sehingga langit dengan segala yang ada hancur.10-11.Tidak hanya sampai di situ. Dan juga apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, untuk dimintai pertanggung jawaban akan tugas dan kesaksiannya.Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu.", "long": "Dikatakan pula bila langit pecah hancur berantakan berkeping-keping karena terjadinya guncangan gempa yang sangat dahsyat akibat benda-benda langit beradu sesamanya. Demikianlah beberapa ayat lain menceritakan hal yang sama, yakni:\n\nDan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang. (al-Furqan/25: 25)" } } }, { "number": { "inQuran": 5632, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0646\u064f\u0633\u0650\u0641\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal jibaalu nusifat" } }, "translation": { "en": "And when the mountains are blown away", "id": "dan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5632", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5632.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5632.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "10-11.Tidak hanya sampai di situ. Dan juga apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, untuk dimintai pertanggung jawaban akan tugas dan kesaksiannya.Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu.10-11.Tidak hanya sampai di situ. Dan juga apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, untuk dimintai pertanggung jawaban akan tugas dan kesaksiannya.Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu.", "long": "Ayat ini menyebutkan bahwa gunung-gunung dihancurkan menjadi debu. Dalam ayat lain disebutkan kedatangan hari Kiamat menyebabkan gunung-gunung beterbangan bagaikan kapas atau bulu yang diterbangkan angin atau dihancurkan sehancur-hancurnya. Firman Allah: \n\nDan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, \"Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya.\" (thaha/20: 105)" } } }, { "number": { "inQuran": 5633, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0633\u064f\u0644\u064f \u0623\u064f\u0642\u0651\u0650\u062a\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izar Rusulu uqqitat" } }, "translation": { "en": "And when the messengers' time has come...", "id": "dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5633", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5633.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5633.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "10-11.Tidak hanya sampai di situ. Dan juga apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, untuk dimintai pertanggung jawaban akan tugas dan kesaksiannya.Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu.12-14. Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu, “Sampai hari apakah ditangguhkan azab orang-orang kafir itu?” Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Sungguh dahsyat hari keputusan itu, tidak terjangkau nalar dan tidak juga terbayangkan oleh khayalan manusia.", "long": "Dalam ayat ini ditegaskan bahwa dengan kedatangan hari Kiamat, para nabi dan rasul dikumpulkan bersama-sama umat masing-masing. Tujuannya agar nabi dan rasul itu diberi kesempatan untuk mempertanggungjawabkan misi kenabian dan kerasulan mereka di hadapan Allah serta umatnya sebagai saksi. \n\nDan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisa'/4: 41)" } } }, { "number": { "inQuran": 5634, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0623\u064f\u062c\u0651\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Li ayyi yawmin ujjilat" } }, "translation": { "en": "For what Day was it postponed?", "id": "(Niscaya dikatakan kepada mereka), “Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang-orang kafir itu)?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5634", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5634.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5634.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "12-14. Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu, “Sampai hari apakah ditangguhkan azab orang-orang kafir itu?” Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Sungguh dahsyat hari keputusan itu, tidak terjangkau nalar dan tidak juga terbayangkan oleh khayalan manusia.12-14. Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu, “Sampai hari apakah ditangguhkan azab orang-orang kafir itu?” Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Sungguh dahsyat hari keputusan itu, tidak terjangkau nalar dan tidak juga terbayangkan oleh khayalan manusia.", "long": "Ayat ini menegaskan bahwa sampai kapankah urusan umat dengan rasul mereka ditangguhkan, sehingga yang kafir harus diazab atau mendapatkan kehinaan, dan sebaliknya yang beriman memperoleh kenikmatan dan pemeliharaan dari Allah? Ayat ini merupakan ancaman betapa hebatnya masalah-masalah yang dihadapi umat di hari itu, dan betapa beratnya tanggung jawab manusia di hadapan Allah kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 5635, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Li yawmil Fasl" } }, "translation": { "en": "For the Day of Judgement.", "id": "Sampai hari keputusan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5635", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5635.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5635.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "12-14. Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu, “Sampai hari apakah ditangguhkan azab orang-orang kafir itu?” Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Sungguh dahsyat hari keputusan itu, tidak terjangkau nalar dan tidak juga terbayangkan oleh khayalan manusia.12-14. Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu, “Sampai hari apakah ditangguhkan azab orang-orang kafir itu?” Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Sungguh dahsyat hari keputusan itu, tidak terjangkau nalar dan tidak juga terbayangkan oleh khayalan manusia.", "long": "Kemudian Allah menerangkan bahwa pada hari yang dijanjikan itu Dia menyelesaikan segala perkara yang terjadi di antara sesama makhluk. Pada hari itulah tegaknya Mahkamah Ilahi yang mengadili segala perkara dengan seadil-adilnya. Itulah hari yang disebut Yaumul-Fasl (hari pemisah)." } } }, { "number": { "inQuran": 5636, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maaa adraaka maa yawmul fasl" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is the Day of Judgement?", "id": "Dan tahukah kamu apakah hari ke-putusan itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5636", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5636.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5636.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "12-14. Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu, “Sampai hari apakah ditangguhkan azab orang-orang kafir itu?” Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Sungguh dahsyat hari keputusan itu, tidak terjangkau nalar dan tidak juga terbayangkan oleh khayalan manusia.15. Ketika hari keputusan itu telah tiba maka celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menunjukkan betapa dahsyatnya hari itu dalam bentuk pertanyaan kepada Nabi Muhammad, \"Tahukah engkau apakah hari pemisah itu?\" Apakah hari saat umat dan rasul mereka masing-masing dikumpulkan?" } } }, { "number": { "inQuran": 5637, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailuny yawma 'izillilmukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5637", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5637.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5637.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika hari keputusan itu telah tiba maka celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.16-17. Dahsyatnya Kiamat yang dilukiskan pada ayat di atas mungkin belum bisa menyadarkan para pendurhaka, kini ditunjukkan kuasa Allah yang lebih konkrit. Bukankah telah Kami binasakan generasi orang-orang yang dahulu karena keingkaran mereka? Lalu Kami juga akan susulkan azab Kami terhadap orang-orang yang datang kemudian seperti terhadap kamu wahai kaum musyrik Mekah, dan juga generasi pembangkang yang datang setelah kamu.", "long": "Kemudian Allah sendiri menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang disebutkan dalam ayat di atas. Pada hari itu azab dan kehinaan menimpa orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul serta kitab suci yang diturunkan-Nya. Azab akan dijatuhkan kepada manusia yang suka mendustakan apa yang telah disampaikan dan diceritakan para rasul.\n\nSemua orang kafir masih ragu terhadap semua yang ditegaskan Allah. Akan tetapi, Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Ayat lain menegaskan:\n\n(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa. (Ibrahim/14:: 48)" } } }, { "number": { "inQuran": 5638, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064f\u0647\u0652\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alam nuhlikil awwaleen" } }, "translation": { "en": "Did We not destroy the former peoples?", "id": "Bukankah telah Kami binasakan orang-orang yang dahulu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5638", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5638.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5638.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "16-17. Dahsyatnya Kiamat yang dilukiskan pada ayat di atas mungkin belum bisa menyadarkan para pendurhaka, kini ditunjukkan kuasa Allah yang lebih konkrit. Bukankah telah Kami binasakan generasi orang-orang yang dahulu karena keingkaran mereka? Lalu Kami juga akan susulkan azab Kami terhadap orang-orang yang datang kemudian seperti terhadap kamu wahai kaum musyrik Mekah, dan juga generasi pembangkang yang datang setelah kamu.16-17. Dahsyatnya Kiamat yang dilukiskan pada ayat di atas mungkin belum bisa menyadarkan para pendurhaka, kini ditunjukkan kuasa Allah yang lebih konkrit. Bukankah telah Kami binasakan generasi orang-orang yang dahulu karena keingkaran mereka? Lalu Kami juga akan susulkan azab Kami terhadap orang-orang yang datang kemudian seperti terhadap kamu wahai kaum musyrik Mekah, dan juga generasi pembangkang yang datang setelah kamu.", "long": "Ayat ini dimulai dengan pertanyaan Allah, \"Apakah Kami tidak membinasakan orang-orang yang telah mendustakan rasul-Nya sebelum kamu?\" Sejarah para nabi dan rasul bersama kaumnya mencatat bahwa hampir setiap bangsa yang telah mendurhakai Allah dan rasul-Nya telah dibinasakan dengan berbagai macam azab yang satu dengan yang lainnya berbeda.\n\nTerkadang Allah menghancurkan mereka dengan banjir seperti nasib yang telah diderita oleh umat Nabi Nuh, ketika negeri mereka ditenggelamkan Allah dengan air bah. Ada yang ditelan binasa oleh bumi setelah negeri itu dilanda oleh gempa yang sangat hebat, seperti halnya umat Nabi Lut. Ada pula yang diserang angin kencang selama 8 hari 7 malam, yang menyebabkan seluruh penduduknya tewas, kecuali orang yang beriman, yakni umat Nabi Saleh. Begitulah seterusnya.\n\nPertanyaan Allah yang demikian mengandung suatu peringatan halus agar manusia yang masih kafir itu hendaknya mawas diri, sebab bagaimana pun juga sunatullah peraturan Allah yang berlaku tidak akan diubah. Dalam hal ini, siapa yang kafir baik dahulu maupun sekarang atau pada masa yang akan datang, tetap akan merasakan siksaan dari-Nya. Oleh karena itu, hendaklah manusia sadar sebelum datang penyesalan yang tiada berguna." } } }, { "number": { "inQuran": 5639, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0646\u064f\u062a\u0652\u0628\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa nutbi'uhumul aakhireen" } }, "translation": { "en": "Then We will follow them with the later ones.", "id": "Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5639", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5639.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5639.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "16-17. Dahsyatnya Kiamat yang dilukiskan pada ayat di atas mungkin belum bisa menyadarkan para pendurhaka, kini ditunjukkan kuasa Allah yang lebih konkrit. Bukankah telah Kami binasakan generasi orang-orang yang dahulu karena keingkaran mereka? Lalu Kami juga akan susulkan azab Kami terhadap orang-orang yang datang kemudian seperti terhadap kamu wahai kaum musyrik Mekah, dan juga generasi pembangkang yang datang setelah kamu.18-19. Demikianlah yang akan terus terjadi, Kami akan perlakukan orang-orang yang berdosa sesuai dengan ketetapan Kami, kapan dan di mana pun. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa azab Allah yang menimpa bangsa-bangsa dahulu kala itu silih berganti datangnya. Umat yang satu binasa, ada umat lain yang serupa. Pada saatnya mereka akan binasa pula bila tidak mau belajar dari sejarah nenek moyang mereka yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya.\n\nDengan penurunan Al-Qur'an, Allah memperingatkan orang Mekah yang bersikap menantang dan mendustakan Nabi Muhammad dan juga kepada umat yang hidup sesudah beliau pada masa kini dan akan datang. Hendaklah umat manusia selalu belajar dari sejarah, karena sejarah itu akan datang mengulang dirinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5640, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kazzlika naf'alu bilmujrimeen" } }, "translation": { "en": "Thus do We deal with the criminals.", "id": "Demikianlah Kami perlakukan orang-orang yang berdosa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5640", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5640.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5640.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "18-19. Demikianlah yang akan terus terjadi, Kami akan perlakukan orang-orang yang berdosa sesuai dengan ketetapan Kami, kapan dan di mana pun. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.18-19. Demikianlah yang akan terus terjadi, Kami akan perlakukan orang-orang yang berdosa sesuai dengan ketetapan Kami, kapan dan di mana pun. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah sekali lagi menegaskan bahwa apa yang telah diperbuat-Nya terhadap umat dahulu akan sama saja dengan apa yang dilakukan-Nya terhadap umat sekarang. Sebab sunnah-Nya sejak dahulu sampai sekarang tetap sama, tidak akan berubah sedikit pun. Begitulah Dia telah menghancurkan orang-orang yang berdosa akibat perbuatan dan sikap mereka yang mendustai-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5641, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 29, "page": 580, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailunw yawma 'izil lil mukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5641", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5641.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5641.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "18-19. Demikianlah yang akan terus terjadi, Kami akan perlakukan orang-orang yang berdosa sesuai dengan ketetapan Kami, kapan dan di mana pun. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.20-22. Setelah mengecam para pendurhaka, ayat-ayat berikut mengingatkan tentang kelemahan manusia dan bagaimana makhluk ini benar-benar berada dalam kendali-Nya. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina yaitu sperma, kemudian Kami letakkan ia sperma tersebut setelah melalui proses yang telah ditetapkan, dalam tempat yang kokoh, yaitu rahim, sampai waktu dan tahap penciptaan yang ditentukan Allah,", "long": "Ayat ini berisi kecaman Allah terhadap orang-orang yang mendustakan-Nya serta para nabi dan rasul-Nya dengan kecaman \"celakalah orang yang mendustakan\".\n\nPengulangan sumpah dan kecaman yang terdapat dalam Surah al-Mursalat ini, di samping dimaksudkan untuk menegaskan arti (ta'kid), juga mengandung pengertian lain, yakni bahwa kecaman tersebut tidak hanya diberlakukan di akhirat, melainkan juga diperlihatkan-Nya di dunia ini.\n\nImam al-Qurthubi mengatakan kata wail diulang-ulang dalam surah ini untuk menunjukkan bahwa untuk masing-masing bangsa yang mendustakan Allah, diberikan siksaan yang berlainan dengan apa yang diterima oleh bangsa lain sebelumnya. Masing-masing umat nabi dahulu kala yang bersikap membangkang telah menerima siksaan Ilahi yang berlainan satu dengan lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5642, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062e\u0652\u0644\u064f\u0642\u0643\u0651\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u0645\u0651\u064e\u0647\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Alam nakhlukkum mimmaaa'im maheen" } }, "translation": { "en": "Did We not create you from a liquid disdained?", "id": "Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5642", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5642.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5642.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "20-22. Setelah mengecam para pendurhaka, ayat-ayat berikut mengingatkan tentang kelemahan manusia dan bagaimana makhluk ini benar-benar berada dalam kendali-Nya. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina yaitu sperma, kemudian Kami letakkan ia sperma tersebut setelah melalui proses yang telah ditetapkan, dalam tempat yang kokoh, yaitu rahim, sampai waktu dan tahap penciptaan yang ditentukan Allah,20-22. Setelah mengecam para pendurhaka, ayat-ayat berikut mengingatkan tentang kelemahan manusia dan bagaimana makhluk ini benar-benar berada dalam kendali-Nya. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina yaitu sperma, kemudian Kami letakkan ia sperma tersebut setelah melalui proses yang telah ditetapkan, dalam tempat yang kokoh, yaitu rahim, sampai waktu dan tahap penciptaan yang ditentukan Allah,", "long": "Pada ayat ini, Allah mengingatkan kembali dengan suatu pertanyaan, \"Tidakkah manusia itu dijadikan dari setetes air yang hina?\" Air yang hina yang disebut mani ini tersimpan dalam tempat yang kokoh yakni rahim ibu. Di situlah mani sang ayah dengan sel telur ibu bercampur dan mengikuti proses kejadian tahap demi tahap yang diatur dengan sangat rapi dan teliti oleh yang Mahakuasa. Setelah cukup waktu yang ditetapkan, maka lahirlah calon manusia itu dalam bentuk bayi.\n\nKetiga ayat di atas kembali mengulang mengenai peran air mani dalam perkembangan manusia. Namun, dalam ayat ini disebutkan rahim secara khusus. Untuk itu, tekanan interpretasi yang berkait dengan ayat ini adalah rahim.\n\nMenurut sains, rahim atau uterus adalah tempat dimana embrio dan janin tumbuh dan berkembang, sebelum dilahirkan dalam bentuk anak manusia yang utuh. Rahim disebutkan sebagai tempat yang kokoh dan aman karena beberapa hal, yaitu:\n\n1.Letaknya terlindung karena terletak di antara tulang panggul. Ia 'dipegang secara kuat di kedua sisinya oleh otot-otot, yang pada saat bersamaan memberikan kebebasan kepada rahim untuk bergerak dan tumbuh sampai beberapa ratus kali ukuran sebelumnya, pada saat puncak kandungan sebelum melahirkan.\n\n2.Pada saat kehamilan, dihasilkan suatu cairan yang dinamakan progesteron, atau biasa disebut sebagai hormon kehamilan, yang berfungsi untuk merendahkan frekuensi kontraksi rahim.\n\n3.Embrio yang ada di dalam rahim dikelilingi oleh beberapa lapisan membran yang menghasilkan suatu cairan dimana embrio itu berenang di dalamnya. Hal ini menjaga embrio dari kemungkinan rusak akibat benturan dari luar.\n\nAda satu ayat lain yang mengindikasikan tahapan-tahapan pengembangan dan keamanan yang ditawarkan rahim kepada janin:\n\n... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan? (az-Zumar/39: 6)\n\nMengenai tahapan-tahapan sudah kita bahas di depan. Sedangkan mengenai keamanan janin di dalam rahim, para ahli menemukan adanya tiga lapis membran (di dalam ayat di atas disebutkan dengan 'tiga kegelapan) yang dapat mengamankan janin selama berada di dalam rahim, yaitu:\n\n1.Lapisan membran amnion yang mengandung cairan sehingga janin dalam keadaan berenang. Kondisi demikian ini melindungi janin apabila ada benturan dari luar. Di samping itu, posisi berenang ini memberikan kesempatan kepada janin dalam memposisikan diri saat akan dilahirkan.\n\n2.Lapisan membran chorion\n\n3.Lapisan membran decidua\n\nBeberapa peneliti menghubungkan tiga lapisan kegelapan dalam ayat di atas dengan lapisan membran amniotik yang mengelilingi rahim, dinding rahim itu sendiri, dan dinding abdomen di bagian perut." } } }, { "number": { "inQuran": 5643, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0631\u064e\u0627\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Faja'alnaahu fee qaraarim makeen" } }, "translation": { "en": "And We placed it in a firm lodging", "id": "kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5643", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5643.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5643.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "20-22. Setelah mengecam para pendurhaka, ayat-ayat berikut mengingatkan tentang kelemahan manusia dan bagaimana makhluk ini benar-benar berada dalam kendali-Nya. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina yaitu sperma, kemudian Kami letakkan ia sperma tersebut setelah melalui proses yang telah ditetapkan, dalam tempat yang kokoh, yaitu rahim, sampai waktu dan tahap penciptaan yang ditentukan Allah,20-22. Setelah mengecam para pendurhaka, ayat-ayat berikut mengingatkan tentang kelemahan manusia dan bagaimana makhluk ini benar-benar berada dalam kendali-Nya. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina yaitu sperma, kemudian Kami letakkan ia sperma tersebut setelah melalui proses yang telah ditetapkan, dalam tempat yang kokoh, yaitu rahim, sampai waktu dan tahap penciptaan yang ditentukan Allah,", "long": "Pada ayat ini, Allah mengingatkan kembali dengan suatu pertanyaan, \"Tidakkah manusia itu dijadikan dari setetes air yang hina?\" Air yang hina yang disebut mani ini tersimpan dalam tempat yang kokoh yakni rahim ibu. Di situlah mani sang ayah dengan sel telur ibu bercampur dan mengikuti proses kejadian tahap demi tahap yang diatur dengan sangat rapi dan teliti oleh yang Mahakuasa. Setelah cukup waktu yang ditetapkan, maka lahirlah calon manusia itu dalam bentuk bayi.\n\nKetiga ayat di atas kembali mengulang mengenai peran air mani dalam perkembangan manusia. Namun, dalam ayat ini disebutkan rahim secara khusus. Untuk itu, tekanan interpretasi yang berkait dengan ayat ini adalah rahim.\n\nMenurut sains, rahim atau uterus adalah tempat dimana embrio dan janin tumbuh dan berkembang, sebelum dilahirkan dalam bentuk anak manusia yang utuh. Rahim disebutkan sebagai tempat yang kokoh dan aman karena beberapa hal, yaitu:\n\n1.Letaknya terlindung karena terletak di antara tulang panggul. Ia 'dipegang secara kuat di kedua sisinya oleh otot-otot, yang pada saat bersamaan memberikan kebebasan kepada rahim untuk bergerak dan tumbuh sampai beberapa ratus kali ukuran sebelumnya, pada saat puncak kandungan sebelum melahirkan.\n\n2.Pada saat kehamilan, dihasilkan suatu cairan yang dinamakan progesteron, atau biasa disebut sebagai hormon kehamilan, yang berfungsi untuk merendahkan frekuensi kontraksi rahim.\n\n3.Embrio yang ada di dalam rahim dikelilingi oleh beberapa lapisan membran yang menghasilkan suatu cairan dimana embrio itu berenang di dalamnya. Hal ini menjaga embrio dari kemungkinan rusak akibat benturan dari luar.\n\nAda satu ayat lain yang mengindikasikan tahapan-tahapan pengembangan dan keamanan yang ditawarkan rahim kepada janin:\n\n... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan? (az-Zumar/39: 6)\n\nMengenai tahapan-tahapan sudah kita bahas di depan. Sedangkan mengenai keamanan janin di dalam rahim, para ahli menemukan adanya tiga lapis membran (di dalam ayat di atas disebutkan dengan 'tiga kegelapan) yang dapat mengamankan janin selama berada di dalam rahim, yaitu:\n\n1.Lapisan membran amnion yang mengandung cairan sehingga janin dalam keadaan berenang. Kondisi demikian ini melindungi janin apabila ada benturan dari luar. Di samping itu, posisi berenang ini memberikan kesempatan kepada janin dalam memposisikan diri saat akan dilahirkan.\n\n2.Lapisan membran chorion\n\n3.Lapisan membran decidua\n\nBeberapa peneliti menghubungkan tiga lapisan kegelapan dalam ayat di atas dengan lapisan membran amniotik yang mengelilingi rahim, dinding rahim itu sendiri, dan dinding abdomen di bagian perut." } } }, { "number": { "inQuran": 5644, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d \u0645\u0651\u064e\u0639\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Illaa qadrim ma'loom" } }, "translation": { "en": "For a known extent.", "id": "sampai waktu yang ditentukan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5644", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5644.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5644.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "20-22. Setelah mengecam para pendurhaka, ayat-ayat berikut mengingatkan tentang kelemahan manusia dan bagaimana makhluk ini benar-benar berada dalam kendali-Nya. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina yaitu sperma, kemudian Kami letakkan ia sperma tersebut setelah melalui proses yang telah ditetapkan, dalam tempat yang kokoh, yaitu rahim, sampai waktu dan tahap penciptaan yang ditentukan Allah,23-24. Lalu Kami tentukan bentuknya serta masa kelahirannya, maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan bentuk setiap makhluk. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengingatkan kembali dengan suatu pertanyaan, \"Tidakkah manusia itu dijadikan dari setetes air yang hina?\" Air yang hina yang disebut mani ini tersimpan dalam tempat yang kokoh yakni rahim ibu. Di situlah mani sang ayah dengan sel telur ibu bercampur dan mengikuti proses kejadian tahap demi tahap yang diatur dengan sangat rapi dan teliti oleh yang Mahakuasa. Setelah cukup waktu yang ditetapkan, maka lahirlah calon manusia itu dalam bentuk bayi.\n\nKetiga ayat di atas kembali mengulang mengenai peran air mani dalam perkembangan manusia. Namun, dalam ayat ini disebutkan rahim secara khusus. Untuk itu, tekanan interpretasi yang berkait dengan ayat ini adalah rahim.\n\nMenurut sains, rahim atau uterus adalah tempat dimana embrio dan janin tumbuh dan berkembang, sebelum dilahirkan dalam bentuk anak manusia yang utuh. Rahim disebutkan sebagai tempat yang kokoh dan aman karena beberapa hal, yaitu:\n\n1.Letaknya terlindung karena terletak di antara tulang panggul. Ia 'dipegang secara kuat di kedua sisinya oleh otot-otot, yang pada saat bersamaan memberikan kebebasan kepada rahim untuk bergerak dan tumbuh sampai beberapa ratus kali ukuran sebelumnya, pada saat puncak kandungan sebelum melahirkan.\n\n2.Pada saat kehamilan, dihasilkan suatu cairan yang dinamakan progesteron, atau biasa disebut sebagai hormon kehamilan, yang berfungsi untuk merendahkan frekuensi kontraksi rahim.\n\n3.Embrio yang ada di dalam rahim dikelilingi oleh beberapa lapisan membran yang menghasilkan suatu cairan dimana embrio itu berenang di dalamnya. Hal ini menjaga embrio dari kemungkinan rusak akibat benturan dari luar.\n\nAda satu ayat lain yang mengindikasikan tahapan-tahapan pengembangan dan keamanan yang ditawarkan rahim kepada janin:\n\n... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan? (az-Zumar/39: 6)\n\nMengenai tahapan-tahapan sudah kita bahas di depan. Sedangkan mengenai keamanan janin di dalam rahim, para ahli menemukan adanya tiga lapis membran (di dalam ayat di atas disebutkan dengan 'tiga kegelapan) yang dapat mengamankan janin selama berada di dalam rahim, yaitu:\n\n1.Lapisan membran amnion yang mengandung cairan sehingga janin dalam keadaan berenang. Kondisi demikian ini melindungi janin apabila ada benturan dari luar. Di samping itu, posisi berenang ini memberikan kesempatan kepada janin dalam memposisikan diri saat akan dilahirkan.\n\n2.Lapisan membran chorion\n\n3.Lapisan membran decidua\n\nBeberapa peneliti menghubungkan tiga lapisan kegelapan dalam ayat di atas dengan lapisan membran amniotik yang mengelilingi rahim, dinding rahim itu sendiri, dan dinding abdomen di bagian perut." } } }, { "number": { "inQuran": 5645, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Faqadarnaa fani'mal qaadiroon" } }, "translation": { "en": "And We determined [it], and excellent [are We] to determine.", "id": "lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5645", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5645.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5645.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "23-24. Lalu Kami tentukan bentuknya serta masa kelahirannya, maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan bentuk setiap makhluk. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.23-24. Lalu Kami tentukan bentuknya serta masa kelahirannya, maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan bentuk setiap makhluk. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Dalam urusan mengatur dan menetapkan masa lamanya si anak \"tersimpan\" dalam rahim itu dan kemudian menetapkan bila dia harus lahir sebagai anak yang sempurna ke alam ini, adalah urusan Allah semata. Manusia boleh mengetahui lewat pikirannya, namun soal pengaturannya tetaplah di tangan Yang Mahakuasa. Terhadap soal ini, Allah menegaskan bahwa Dialah sebaik-baiknya yang menentukan.\n\nBetapa tepat, indah, dan harmonis kejadian manusia yang diciptakan-Nya itu dapat kita bandingkan, umpamanya, dengan bentuk dan rupa hewan. Sekalipun jenis makhluk hewan itu tidak ada yang cacat maupun yang janggal menurut penglihatan kita, namun ciptaan dan susunan anatomi tubuh manusia tetap jauh lebih sempurna, indah, dan menarik, dibandingkan dengan segala makhluk hidup yang ada. Dengan merenungkan hal itu, barulah kita menyimpulkan bahwa memang Tuhanlah yang sebaik-baik menentukan.\n\nAyat ini mengandung ajakan bagi manusia untuk berpikir dan menyimpulkan sikap hidupnya terhadap Zat yang menjadikan itu. Apakah tidak patut manusia bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya? Apakah tidak selayaknya kalau manusia menanggalkan sikap ingkar dan keras kepalanya setelah ia menyadari sepenuhnya betapa kasih sayang Allah, dan betapa Allah telah membimbing kehidupan ini dengan mengirim rasul-Nya guna mengajarkan ajaran tentang keesaan-Nya?" } } }, { "number": { "inQuran": 5646, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailuny yawma 'izil lilmukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5646", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5646.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5646.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "23-24. Lalu Kami tentukan bentuknya serta masa kelahirannya, maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan bentuk setiap makhluk. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.25-26. Nikmat penciptaan manusia telah diuraikan, kini nikmat lain yang diberikan kepada manusia yaitu tempat kediaman di bumi yang nyaman untuk ditinggali. Bukankah Kami jadikan bumi untuk tempat berkumpul, bagi yang masih hidup di permukaan bumi mereka berkeliaran, dan di perut bumi makhluk yang sudah mati itu dikuburkan?", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa terlepas dari semua itu kalau memang manusia tak mau mengubah tabiat dan karakternya, tetap saja kafir laknat, dan lebih dari itu juga berusaha merongrong kewibawaan Ilahi itu dengan mempersekutukan-Nya dengan makhluk lain ciptaan-Nya, dan sama sekali tidak yakin adanya hari kebangkitan, hari manusia menerima ganjaran amal perbuatan baiknya, maka Tuhan mengancam untuk kedua kalinya, \"Celaka besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5647, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0643\u0650\u0641\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam naj'alil arda kifaataa" } }, "translation": { "en": "Have We not made the earth a container", "id": "Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5647", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5647.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5647.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "25-26. Nikmat penciptaan manusia telah diuraikan, kini nikmat lain yang diberikan kepada manusia yaitu tempat kediaman di bumi yang nyaman untuk ditinggali. Bukankah Kami jadikan bumi untuk tempat berkumpul, bagi yang masih hidup di permukaan bumi mereka berkeliaran, dan di perut bumi makhluk yang sudah mati itu dikuburkan?25-26. Nikmat penciptaan manusia telah diuraikan, kini nikmat lain yang diberikan kepada manusia yaitu tempat kediaman di bumi yang nyaman untuk ditinggali. Bukankah Kami jadikan bumi untuk tempat berkumpul, bagi yang masih hidup di permukaan bumi mereka berkeliaran, dan di perut bumi makhluk yang sudah mati itu dikuburkan?", "long": "Setelah menyebutkan berbagai rupa nikmat-Nya di sekitar proses kejadian manusia, maka dalam ayat ini, Allah mengajak manusia memperhatikan dengan seksama terhadap nikmat-Nya yang ada di cakrawala ini. Hal ini diungkapkan Allah dengan kalimat pertanyaan, \"Bukankah Kami telah menciptakan bumi yang terhampar dan terbentang begitu luas sebagai tempat berkumpul dan tempat hidup bersama-sama mencari penghidupan.\n\nSecara saintifik, planet bumi ini beserta atmosfernya telah diciptakan Allah dengan benar dan tepat. Bumi kita dan atmosfernya mengandung substansi atau materi yang mendukung adanya proses kehidupan, antara lain adanya gas nitrogen (N2) yang tak berbahaya bagi makhluk hidup, namun sangat dibutuhkan untuk timbulnya suatu proses kehidupan, dan gas oksigen (O2), yang sangat dibutuhkan dalam kelangsungan kehidupan semua makhluk hidup. Oleh sebab itu, di bumi semua kehidupan berkumpul (lebih detail lihat Al-Qur'an dan Tafsirnya Jilid 5 Surah Ibrahim/14:19)." } } }, { "number": { "inQuran": 5648, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Ahyaaa'anw wa amwaataa" } }, "translation": { "en": "Of the living and the dead?", "id": "bagi yang masih hidup dan yang sudah mati?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5648", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5648.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5648.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "25-26. Nikmat penciptaan manusia telah diuraikan, kini nikmat lain yang diberikan kepada manusia yaitu tempat kediaman di bumi yang nyaman untuk ditinggali. Bukankah Kami jadikan bumi untuk tempat berkumpul, bagi yang masih hidup di permukaan bumi mereka berkeliaran, dan di perut bumi makhluk yang sudah mati itu dikuburkan?27-28. Dan di samping nikmat di atas Kami juga jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi lagi kokoh, sehingga menjadikan bumi tetap stabil, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar? Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Kegunaan bumi diciptakan terhampar dan tempat berkumpul bukan saja untuk yang masih hidup yang tinggal di atas permukaannya, melainkan juga bagi yang telah meninggal dunia untuk dikuburkan dalam perutnya. Itulah sebabnya dikatakan bumi untuk orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Kifat dalam bahasa Arab berarti kuburan bagi yang meninggal dan rumah bagi yang masih hidup.\n\nMenurut para ilmuwan, bagian atas bumi merupakan lempengan-lempengan kulit bumi yang saling berinteraksi satu sama lain dan mengakibatkan terjadinya deformasi kerak bumi yang antara lain dimanifestasikan dengan pembentukan pegunungan, gunung api dan gempa bumi. Pegunungan-pegunungan yang tinggi ikut serta dalam siklus hidrologi dimana air akhirnya tersimpan di daratan dan menjadi sumber air minum manusia dan kehidupan lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5649, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650\u064a\u064e \u0634\u064e\u0627\u0645\u0650\u062e\u064e\u0627\u062a\u064d \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064b \u0641\u064f\u0631\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ja'alnaa feehaa rawaasiya shaamikhaatinw wa asqainaakum maaa'an furaataa" } }, "translation": { "en": "And We placed therein lofty, firmly set mountains and have given you to drink sweet water.", "id": "Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5649", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5649.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5649.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "27-28. Dan di samping nikmat di atas Kami juga jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi lagi kokoh, sehingga menjadikan bumi tetap stabil, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar? Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.27-28. Dan di samping nikmat di atas Kami juga jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi lagi kokoh, sehingga menjadikan bumi tetap stabil, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar? Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Selain itu, Allah juga mengarahkan perhatian manusia kepada tujuan penciptaan gunung yang menjulang tinggi dari permukaan bumi. Ia dikatakan sebagai pasak bumi dan dengan demikian, manusia merasa tenteram tinggal di bumi. Gunung itulah yang bertugas sebagai pasak tiang untuk menjaga keseimbangan bumi tersebut. Terkadang sebagian badan gunung-gunung itu terbenam dalam tanah atau dalam laut maupun sungai-sungai.\n\nSelanjutnya Allah mengajak manusia memikirkan tentang air tawar yang diminum setiap hari, sebagai anugerah dari-Nya. Dialah yang menurut ayat ini memberikan minum. Terkadang air itu tercurah dari langit yang dibawa hujan yang berasal dari gumpalan awan atau dari salju mencair dan adakalanya pula mengalir dari anak-anak sungai atau memancar dari mata air, di bawah celah-celah gunung maupun di pinggir kali, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 5650, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailuny yawma 'izil lilmukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5650", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5650.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5650.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "27-28. Dan di samping nikmat di atas Kami juga jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi lagi kokoh, sehingga menjadikan bumi tetap stabil, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar? Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.29-31. Pada bagian terdahulu dijelaskan tentang ancaman Allah kepada yang durhaka. Kelompok ayat ini menerangkan sekelumit ancaman tersebut nanti di akhirat. Akan dikatakan kepada mereka, “Pergilah kamu wahai para pendurhaka, mendapatkan apa azab yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan asap api neraka yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi yaitu tidak menaungi dari panasnya api neraka, dan tidak pula menolak jilatan nyala api neraka yang sangat panas.”", "long": "Oleh karena itu, bagi siapa yang masih mendustakan nikmat Allah itu terkena oleh kutukan ayat ini, \"Celaka besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5651, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0646\u0637\u064e\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Intaliqooo ilaa maa kuntum bihee tukazziboon" } }, "translation": { "en": "[They will be told], \"Proceed to that which you used to deny.", "id": "(Akan dikatakan), “Pergilah kamu mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5651", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5651.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5651.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "29-31. Pada bagian terdahulu dijelaskan tentang ancaman Allah kepada yang durhaka. Kelompok ayat ini menerangkan sekelumit ancaman tersebut nanti di akhirat. Akan dikatakan kepada mereka, “Pergilah kamu wahai para pendurhaka, mendapatkan apa azab yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan asap api neraka yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi yaitu tidak menaungi dari panasnya api neraka, dan tidak pula menolak jilatan nyala api neraka yang sangat panas.”29-31. Pada bagian terdahulu dijelaskan tentang ancaman Allah kepada yang durhaka. Kelompok ayat ini menerangkan sekelumit ancaman tersebut nanti di akhirat. Akan dikatakan kepada mereka, “Pergilah kamu wahai para pendurhaka, mendapatkan apa azab yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan asap api neraka yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi yaitu tidak menaungi dari panasnya api neraka, dan tidak pula menolak jilatan nyala api neraka yang sangat panas.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang bernasib malang yang hendak dimasukkan ke dalam neraka Jahanam, akan ditegur oleh malaikat penjaga dengan suara keras agar mereka pergi kepada azab dan siksaan yang didustakan ketika masih di dunia dahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 5652, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0646\u0637\u064e\u0644\u0650\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0638\u0650\u0644\u0651\u064d \u0630\u0650\u064a \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u0650 \u0634\u064f\u0639\u064e\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Intaliqooo ilaa zillin zee salaasi shu'ab" } }, "translation": { "en": "Proceed to a shadow [of smoke] having three columns", "id": "Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5652", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5652.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5652.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "29-31. Pada bagian terdahulu dijelaskan tentang ancaman Allah kepada yang durhaka. Kelompok ayat ini menerangkan sekelumit ancaman tersebut nanti di akhirat. Akan dikatakan kepada mereka, “Pergilah kamu wahai para pendurhaka, mendapatkan apa azab yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan asap api neraka yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi yaitu tidak menaungi dari panasnya api neraka, dan tidak pula menolak jilatan nyala api neraka yang sangat panas.”29-31. Pada bagian terdahulu dijelaskan tentang ancaman Allah kepada yang durhaka. Kelompok ayat ini menerangkan sekelumit ancaman tersebut nanti di akhirat. Akan dikatakan kepada mereka, “Pergilah kamu wahai para pendurhaka, mendapatkan apa azab yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan asap api neraka yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi yaitu tidak menaungi dari panasnya api neraka, dan tidak pula menolak jilatan nyala api neraka yang sangat panas.”", "long": "Gumpalan asap neraka itu bercabang tiga. Satu bagian di sebelah kanan, satu cabang di kiri, dan yang ketiga di atas pundak mereka, sehingga mereka terkepung di dalamnya dan tidak dapat keluar lagi. Di dalam ayat yang lain, Allah berfirman:\n\nSesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. (al-Kahf/18: 29)" } } }, { "number": { "inQuran": 5653, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0638\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Laa zaleelinw wa laa yughnee minal lahab" } }, "translation": { "en": "[But having] no cool shade and availing not against the flame.\"", "id": "yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5653", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5653.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5653.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "29-31. Pada bagian terdahulu dijelaskan tentang ancaman Allah kepada yang durhaka. Kelompok ayat ini menerangkan sekelumit ancaman tersebut nanti di akhirat. Akan dikatakan kepada mereka, “Pergilah kamu wahai para pendurhaka, mendapatkan apa azab yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan asap api neraka yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi yaitu tidak menaungi dari panasnya api neraka, dan tidak pula menolak jilatan nyala api neraka yang sangat panas.”32-34. Kedahsyatan lain dari siksa neraka dijelaskan pada ayat ini,.Sungguh, neraka itu menyemburkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning dalam bentuk dan warnanya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Allah mengatakan dalam ayat ini bahwa biarpun neraka itu disebutkan punya lindungan namun bukan melindungi mereka dari panasnya api neraka. Tidak ada tempat beristirahat dan tempat berteduh dari kepanasan. Ditegaskan pula di sini bahwa lindungan mereka bukan lindungan seperti yang diperoleh seorang mukmin, karena tidak ada yang dapat menaungi mereka dari panas gejolak api neraka.\n\nAyat lain menerangkan:\n\n(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih, dan naungan asap yang hitam, tidak sejuk dan tidak menyenangkan. (al-Waqi'ah/56: 42-44)" } } }, { "number": { "inQuran": 5654, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0645\u0650\u064a \u0628\u0650\u0634\u064e\u0631\u064e\u0631\u064d \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Innahaa tarmee bishararin kalqasr" } }, "translation": { "en": "Indeed, it throws sparks [as huge] as a fortress,", "id": "Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5654", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5654.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5654.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "32-34. Kedahsyatan lain dari siksa neraka dijelaskan pada ayat ini,.Sungguh, neraka itu menyemburkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning dalam bentuk dan warnanya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.32-34. Kedahsyatan lain dari siksa neraka dijelaskan pada ayat ini,.Sungguh, neraka itu menyemburkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning dalam bentuk dan warnanya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Allah menyebutkan pula bahwa neraka itu selalu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana ke seluruh penjuru. Allah mengumpamakan gejolak api neraka Jahanam yang sangat dahsyat itu dengan unta kuning yang sangat banyak dan bergerak cepat. Allah mengulangi lagi ancamannya bahwa kecelakaan bagi orang yang mendustakan karena mereka tidak dapat mengelakkan diri dari siksaan yang begitu hebat." } } }, { "number": { "inQuran": 5655, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u062c\u0650\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u062a\u064c \u0635\u064f\u0641\u0652\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Ka annahoo jimaalatun sufr" } }, "translation": { "en": "As if they were yellowish [black] camels.", "id": "seakan-akan iring-iringan unta yang kuning." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5655", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5655.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5655.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "32-34. Kedahsyatan lain dari siksa neraka dijelaskan pada ayat ini,.Sungguh, neraka itu menyemburkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning dalam bentuk dan warnanya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.32-34. Kedahsyatan lain dari siksa neraka dijelaskan pada ayat ini,.Sungguh, neraka itu menyemburkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning dalam bentuk dan warnanya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Allah menyebutkan pula bahwa neraka itu selalu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana ke seluruh penjuru. Allah mengumpamakan gejolak api neraka Jahanam yang sangat dahsyat itu dengan unta kuning yang sangat banyak dan bergerak cepat. Allah mengulangi lagi ancamannya bahwa kecelakaan bagi orang yang mendustakan karena mereka tidak dapat mengelakkan diri dari siksaan yang begitu hebat." } } }, { "number": { "inQuran": 5656, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailuny yawma 'izil lilmukazibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5656", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5656.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5656.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "32-34. Kedahsyatan lain dari siksa neraka dijelaskan pada ayat ini,.Sungguh, neraka itu menyemburkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning dalam bentuk dan warnanya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.35-37. Bagi yang mendustakan azab Allah tersebut, maka ayat ini menguraikan tentang kepastian datangnya azab tersebut. Inilah hari yaitu hari Kiamat, saat mereka tidak dapat berbicara pada waktu dan tempat-tempat tertentu, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Allah menyebutkan pula bahwa neraka itu selalu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana ke seluruh penjuru. Allah mengumpamakan gejolak api neraka Jahanam yang sangat dahsyat itu dengan unta kuning yang sangat banyak dan bergerak cepat. Allah mengulangi lagi ancamannya bahwa kecelakaan bagi orang yang mendustakan karena mereka tidak dapat mengelakkan diri dari siksaan yang begitu hebat." } } }, { "number": { "inQuran": 5657, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haazaa yawmu laa uantiqoon" } }, "translation": { "en": "This is a Day they will not speak,", "id": "Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5657", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5657.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5657.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "35-37. Bagi yang mendustakan azab Allah tersebut, maka ayat ini menguraikan tentang kepastian datangnya azab tersebut. Inilah hari yaitu hari Kiamat, saat mereka tidak dapat berbicara pada waktu dan tempat-tempat tertentu, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.35-37. Bagi yang mendustakan azab Allah tersebut, maka ayat ini menguraikan tentang kepastian datangnya azab tersebut. Inilah hari yaitu hari Kiamat, saat mereka tidak dapat berbicara pada waktu dan tempat-tempat tertentu, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa pada hari itu manusia tidak bisa berbicara dan hanya terpukau karena kedahsyatan keadaan. Mereka tidak diizinkan berbicara, dan andaikata diizinkan pun, hal itu tidak ada gunanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5658, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0630\u064e\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0630\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa laa yu'zanu lahum fa ya'taziroon" } }, "translation": { "en": "Nor will it be permitted for them to make an excuse.", "id": "dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5658", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5658.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5658.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "35-37. Bagi yang mendustakan azab Allah tersebut, maka ayat ini menguraikan tentang kepastian datangnya azab tersebut. Inilah hari yaitu hari Kiamat, saat mereka tidak dapat berbicara pada waktu dan tempat-tempat tertentu, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.35-37. Bagi yang mendustakan azab Allah tersebut, maka ayat ini menguraikan tentang kepastian datangnya azab tersebut. Inilah hari yaitu hari Kiamat, saat mereka tidak dapat berbicara pada waktu dan tempat-tempat tertentu, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Allah selanjutnya menerangkan bahwa mereka tidak diizinkan untuk minta uzur, sebab hari itu bukanlah hari pembelaan diri, tetapi hari untuk menerima keputusan. Mereka dapat mengeluh dan menyesali nasib, namun untuk mengajukan sanggahan tidak mungkin lagi karena keputusan Allah tidak dapat diganggu gugat. Dalam Surah al-An'am/6: 23, orang musyrik di hari itu menyatakan bahwa mereka tidak mau musyrik lagi. Pada Surah an-Nisa'/4: 42 disebutkan bahwa mereka tidak bisa menyembunyikan pembicaraannya, dan dalam ayat az-Zumar/39: 31 disebutkan mereka orang-orang kafir berdebat di muka Allah, saling menuduh, dan saling menyalahkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5659, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailunw yawma 'izil lilmukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5659", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5659.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5659.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "35-37. Bagi yang mendustakan azab Allah tersebut, maka ayat ini menguraikan tentang kepastian datangnya azab tersebut. Inilah hari yaitu hari Kiamat, saat mereka tidak dapat berbicara pada waktu dan tempat-tempat tertentu, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.38-40. Untuk lebih menekankan tentang dahsyatnya situasi saat itu, maka Allah menambahkan penegasannya, Inilah hari keputusan yaitu penentuan keadaan manusia. Pada hari ini Kami kumpulkan kamu wahai para pendurhaka yang hidup pada masa Nabi Muhammad dan setelahnya, dan orang-orang yang terdahulu yang telah Kami binasakan. Maka jika kamu punya tipu daya yaitu upaya untuk menghindari siksa, maka lakukanlah tipu daya itu terhadap-Ku. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengulangi lagi ancaman-Nya bahwa kecelakaan besar di hari itu bagi orang yang mendustakan. Sebab rasul telah mengajak mereka supaya beriman dan mengancam dengan memperingatkan mereka dengan akan datangnya azab yang mereka hadapi itu. Sayang mereka tidak mau menerima dan mendengarkan ajakan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5660, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650 \u06d6 \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Haaza yawmul fasli jama 'naakum wal awwaleen" } }, "translation": { "en": "This is the Day of Judgement; We will have assembled you and the former peoples.", "id": "Inilah hari keputusan; (pada hari ini) Kami kumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5660", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5660.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5660.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "38-40. Untuk lebih menekankan tentang dahsyatnya situasi saat itu, maka Allah menambahkan penegasannya, Inilah hari keputusan yaitu penentuan keadaan manusia. Pada hari ini Kami kumpulkan kamu wahai para pendurhaka yang hidup pada masa Nabi Muhammad dan setelahnya, dan orang-orang yang terdahulu yang telah Kami binasakan. Maka jika kamu punya tipu daya yaitu upaya untuk menghindari siksa, maka lakukanlah tipu daya itu terhadap-Ku. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.38-40. Untuk lebih menekankan tentang dahsyatnya situasi saat itu, maka Allah menambahkan penegasannya, Inilah hari keputusan yaitu penentuan keadaan manusia. Pada hari ini Kami kumpulkan kamu wahai para pendurhaka yang hidup pada masa Nabi Muhammad dan setelahnya, dan orang-orang yang terdahulu yang telah Kami binasakan. Maka jika kamu punya tipu daya yaitu upaya untuk menghindari siksa, maka lakukanlah tipu daya itu terhadap-Ku. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Allah menerangkan bahwa hari ini adalah hari keputusan. Inilah hari yang memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, hari ketika diungkapkan kebenaran dan kepalsuan seseorang.\n\nDi hari itu, Allah menghimpun semua manusia yang pernah hidup di dunia ini sejak zaman Nabi Adam sampai akhir masa pada tempat yang satu. Tujuannya untuk memberikan suatu keputusan hukum buat mereka siapa yang salah dan siapa yang benar, sehingga masing-masing orang memperoleh haknya." } } }, { "number": { "inQuran": 5661, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064c \u0641\u064e\u0643\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fa in kaana lakum kaidun fakeedoon" } }, "translation": { "en": "So if you have a plan, then plan against Me.", "id": "Maka jika kamu punya tipu daya, maka lakukanlah (tipu daya) itu terhadap-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5661", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5661.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5661.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "38-40. Untuk lebih menekankan tentang dahsyatnya situasi saat itu, maka Allah menambahkan penegasannya, Inilah hari keputusan yaitu penentuan keadaan manusia. Pada hari ini Kami kumpulkan kamu wahai para pendurhaka yang hidup pada masa Nabi Muhammad dan setelahnya, dan orang-orang yang terdahulu yang telah Kami binasakan. Maka jika kamu punya tipu daya yaitu upaya untuk menghindari siksa, maka lakukanlah tipu daya itu terhadap-Ku. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.38-40. Untuk lebih menekankan tentang dahsyatnya situasi saat itu, maka Allah menambahkan penegasannya, Inilah hari keputusan yaitu penentuan keadaan manusia. Pada hari ini Kami kumpulkan kamu wahai para pendurhaka yang hidup pada masa Nabi Muhammad dan setelahnya, dan orang-orang yang terdahulu yang telah Kami binasakan. Maka jika kamu punya tipu daya yaitu upaya untuk menghindari siksa, maka lakukanlah tipu daya itu terhadap-Ku. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menantang dengan cara mengejek orang-orang kafir dan orang-orang yang merasa mempunyai kekuatan membela diri, untuk menggunakan kepandaian dan tipu dayanya guna menyelamatkan diri dari siksaan-Nya.\n\nSelain itu, ayat ini memberikan suatu pelajaran keras bagi orang-orang yang menentang agama Islam, yang selalu menipu dan mempermainkan orang-orang yang beriman bahwa kelak pada saatnya mereka akan mengetahui betapa lemahnya alasan mereka yang suka mengolok-olokkan agama itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5662, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 516, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailuny yawma'izil lilmukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5662", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5662.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5662.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "38-40. Untuk lebih menekankan tentang dahsyatnya situasi saat itu, maka Allah menambahkan penegasannya, Inilah hari keputusan yaitu penentuan keadaan manusia. Pada hari ini Kami kumpulkan kamu wahai para pendurhaka yang hidup pada masa Nabi Muhammad dan setelahnya, dan orang-orang yang terdahulu yang telah Kami binasakan. Maka jika kamu punya tipu daya yaitu upaya untuk menghindari siksa, maka lakukanlah tipu daya itu terhadap-Ku. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.41-42. Setelah dijelaskan sekilas tentang siksa bagi yang durhaka, kini diuraikan sekilas tentang kenikmatan bagi yang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan pepohonan surga yang teduh dan di sekitar mata air yang mengalir jernih. Dan juga buah-buahan serta aneka hidangan surga yang mereka sukai.", "long": "Allah mengulangi lagi ancaman-Nya bahwa kecelakaan besar di hari kebangkitan bagi orang-orang yang mendustakan-Nya. Kecelakaan buat mereka di hari kebangkitan karena waktu itulah terbukti kelemahan dan mereka berhadapan dengan Allah yang mereka dustai. Pada saat seperti itu terbukti betapa batalnya dakwaan yang mereka yakini selama ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5663, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0638\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u064a\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Innal muttaqeena fee zilaalinw wa 'uyoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will be among shades and springs", "id": "Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5663", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5663.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5663.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "41-42. Setelah dijelaskan sekilas tentang siksa bagi yang durhaka, kini diuraikan sekilas tentang kenikmatan bagi yang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan pepohonan surga yang teduh dan di sekitar mata air yang mengalir jernih. Dan juga buah-buahan serta aneka hidangan surga yang mereka sukai.41-42. Setelah dijelaskan sekilas tentang siksa bagi yang durhaka, kini diuraikan sekilas tentang kenikmatan bagi yang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan pepohonan surga yang teduh dan di sekitar mata air yang mengalir jernih. Dan juga buah-buahan serta aneka hidangan surga yang mereka sukai.", "long": "Dalam ayat ini dan ayat berikutnya Allah menerangkan berbagai kenikmatan buat orang-orang yang bertakwa yaitu naungan surga yang berada di (sekitar) mata air, di bawah pohon rindang yang mengalir anak-anak sungai di bawahnya, tidak pernah mereka merasakan udara panas dan gejolak api yang membakar. Dalam ayat ini, Allah berfirman:\n\nMereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan. (Yasin/36: 56)" } } }, { "number": { "inQuran": 5664, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064e\u0648\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa fawaakiha mimmaa yastahoon" } }, "translation": { "en": "And fruits from whatever they desire,", "id": "dan buah-buahan yang mereka sukai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5664", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5664.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5664.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "41-42. Setelah dijelaskan sekilas tentang siksa bagi yang durhaka, kini diuraikan sekilas tentang kenikmatan bagi yang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan pepohonan surga yang teduh dan di sekitar mata air yang mengalir jernih. Dan juga buah-buahan serta aneka hidangan surga yang mereka sukai.43-45. Dikatakan kepada mereka, “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat, lezat dan menyenangkan tanpa khawatir ada dampak negatifnya. Itu semua sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan ketika di dunia.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan istikamah, kebaikan tersebut telah menjadi karakter hidupnya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa di dalam surga terdapat anak sungai, berbagai jenis buah-buahan yang cita rasanya manis dan lezat, boleh dipetik dan dimakan kapan saja dikehendaki tanpa ada yang mengganggu. Bagi yang memakannya tidak perlu takut dan khawatir akan menimbulkan penyakit kalau terlalu banyak memakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5665, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0646\u0650\u064a\u0626\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kuloo washraboo haneee 'am bimaa kuntum ta'maloon" } }, "translation": { "en": "[Being told], \"Eat and drink in satisfaction for what you used to do.\"", "id": "(Katakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5665", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5665.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5665.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "43-45. Dikatakan kepada mereka, “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat, lezat dan menyenangkan tanpa khawatir ada dampak negatifnya. Itu semua sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan ketika di dunia.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan istikamah, kebaikan tersebut telah menjadi karakter hidupnya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.43-45. Dikatakan kepada mereka, “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat, lezat dan menyenangkan tanpa khawatir ada dampak negatifnya. Itu semua sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan ketika di dunia.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan istikamah, kebaikan tersebut telah menjadi karakter hidupnya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Penduduk surga diterima dengan sambutan yang ramah dari penjaganya, yang mengatakan bahwa orang yang berbuat baik di dunia dahulu, dibolehkan menikmati segala buah-buahan dan minuman yang telah tersedia selama-lamanya. Mereka tidak akan sakit dan tidak pula perlu khawatir akan habis. Inilah balasan terhadap segala jerih payah mereka dulu dengan beramal menaati Allah, berjuang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5666, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0646\u064e\u062c\u0652\u0632\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa kazaalika najzil muhsineen" } }, "translation": { "en": "Indeed, We thus reward the doers of good.", "id": "Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5666", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5666.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5666.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "43-45. Dikatakan kepada mereka, “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat, lezat dan menyenangkan tanpa khawatir ada dampak negatifnya. Itu semua sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan ketika di dunia.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan istikamah, kebaikan tersebut telah menjadi karakter hidupnya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.43-45. Dikatakan kepada mereka, “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat, lezat dan menyenangkan tanpa khawatir ada dampak negatifnya. Itu semua sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan ketika di dunia.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan istikamah, kebaikan tersebut telah menjadi karakter hidupnya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Selanjutnya Allah menerangkan bahwa semua kenikmatan itu merupakan pemberian dari-Nya sebagai pembalasan bagi orang yang bertakwa, dan orang yang senantiasa mengamalkan kebaikan dengan dasar dan menghambakan diri kepada-Nya. Tidak ada kebaikan yang luput dari pembalasan pahala Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:\n\nSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu. (al-Kahf/18: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 5667, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailuny yawma 'izil lilmuzkazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5667", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5667.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5667.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "43-45. Dikatakan kepada mereka, “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat, lezat dan menyenangkan tanpa khawatir ada dampak negatifnya. Itu semua sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan ketika di dunia.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan istikamah, kebaikan tersebut telah menjadi karakter hidupnya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.46-47. Bagi para pendurhaka, janji kenikmatan surga nampaknya tidak menjadikan mereka tertarik, karena merasa sudah meraihnya itu semua di dunia. Katakan kepada orang-orang kafir, “Makan dan bersenang-senanglah kamu di dunia sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka dan di akhirat pasti akan mendapat siksa!” Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Dalam ayat ini sekali lagi Allah mengutuk orang-orang yang mendustakan-Nya, \"Kecelakaan bagi orang-orang yang mendustakan (Kami) pada hari itu.\" Kecelakaan bagi mereka karena mendustakan apa yang telah diberikan Allah, yaitu kemuliaan orang bertakwa dan dengan kehinaan mereka pada hari Kiamat. Sungguh sial nasib orang yang mendustakan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5668, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0645\u064e\u062a\u0651\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062c\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kuloo wa tamatta'oo qaleelan innakum mujrimoon" } }, "translation": { "en": "[O disbelievers], eat and enjoy yourselves a little; indeed, you are criminals.", "id": "(Katakan kepada orang-orang kafir), “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5668", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5668.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5668.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "46-47. Bagi para pendurhaka, janji kenikmatan surga nampaknya tidak menjadikan mereka tertarik, karena merasa sudah meraihnya itu semua di dunia. Katakan kepada orang-orang kafir, “Makan dan bersenang-senanglah kamu di dunia sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka dan di akhirat pasti akan mendapat siksa!” Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.46-47. Bagi para pendurhaka, janji kenikmatan surga nampaknya tidak menjadikan mereka tertarik, karena merasa sudah meraihnya itu semua di dunia. Katakan kepada orang-orang kafir, “Makan dan bersenang-senanglah kamu di dunia sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka dan di akhirat pasti akan mendapat siksa!” Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah berseru dan mengancam dengan firman-Nya agar mereka makan dan menikmati sisa-sisa kesenangan hidup di dunia yang tinggal sedikit itu, sebab kelak pada waktunya Allah akan memberlakukan sunah berupa kedatangan siksa dan azab buat mereka seperti berulang-ulang dijatuhkan pada bangsa-bangsa sebelum mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5669, "inSurah": 47 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailunny yawma 'izil lilmukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5669", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5669.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5669.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "46-47. Bagi para pendurhaka, janji kenikmatan surga nampaknya tidak menjadikan mereka tertarik, karena merasa sudah meraihnya itu semua di dunia. Katakan kepada orang-orang kafir, “Makan dan bersenang-senanglah kamu di dunia sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka dan di akhirat pasti akan mendapat siksa!” Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.48-49. Salah satu bentuk kedurhakaan mereka digambarkan pada ayat ini. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” yaitu salatlah dan taatlah kepada Allah, mereka tidak mau rukuk. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran!", "long": "Allah lalu mengulangi lagi celaan dan ancaman-Nya kepada orang yang mendustakan-Nya. Mereka telah melakukan suatu perbuatan yang menyebabkan diri mereka terbenam dalam azab dan kesengsaraan abadi. Padahal di dunia mereka cuma menikmati kesenangan yang sangat sedikit dan tiada lama waktunya." } } }, { "number": { "inQuran": 5670, "inSurah": 48 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0631\u0652\u0643\u064e\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa qeela lahumur ka'oo aa yarka'oon" } }, "translation": { "en": "And when it is said to them, \"Bow [in prayer],\" they do not bow.", "id": "Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5670", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5670.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5670.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "48-49. Salah satu bentuk kedurhakaan mereka digambarkan pada ayat ini. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” yaitu salatlah dan taatlah kepada Allah, mereka tidak mau rukuk. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran!48-49. Salah satu bentuk kedurhakaan mereka digambarkan pada ayat ini. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” yaitu salatlah dan taatlah kepada Allah, mereka tidak mau rukuk. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran!", "long": "Diriwayatkan bahwa ayat ini turun ketika Rasulullah saw berdakwah menyuruh penduduk negeri Saqif, suatu negeri yang tidak jauh dari Mekah untuk salat menyembah Allah. Mereka menjawab dengan sombong, \"Kami tak akan ruku' (salat) karena bukan merupakan suatu kebiasaan kami.\" Nabi menjawab bahwa tidak ada kebaikan bagi suatu agama yang tidak ada padanya ruku' dan sujud. Ada yang mengatakan perintah ini adalah ketika orang-orang kafir disuruh sujud di hadapan Allah di hari akhirat, mereka tak sanggup melakukannya, sebab tidak biasa mengerjakan di atas dunia.\n\nAllah menyatakan bahwa mereka diperintahkan ruku' (mengerjakan salat), tetapi mereka enggan. Apabila disuruh patuh dan taat serta takut kepada Allah dan pada hari yang di waktu itu semua mata tunduk karena takut, mereka bersikap keras kepala." } } }, { "number": { "inQuran": 5671, "inSurah": 49 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailunny yawma 'izil lilmukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers.", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5671", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5671.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5671.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "48-49. Salah satu bentuk kedurhakaan mereka digambarkan pada ayat ini. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” yaitu salatlah dan taatlah kepada Allah, mereka tidak mau rukuk. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran!50. Sudah berulang kali Al-Qur’an menasihati dan memperingatkan mereka, namun tetap saja mereka menolak, maka kepada ajaran mana-kah selain Al-Qur’an ini mereka akan beriman? Pasti tidak ada lagi, karena Al-Qur’an dalah kitab petunjuk yang paling sempurna.", "long": "Sebagai penutup dari dua ayat terakhir ini, Allah mengulang kembali kutukan-Nya terhadap orang-orang yang mendustakan perintah dan larangan-Nya. Kecelakaan besar bagi orang yang mendustakan karena tidak patuh kepada perintah-Nya dan tidak mau meninggalkan larangan-Nya.\n\nSetelah mencela orang kafir dengan sangat keras agar mengikuti agama yang benar, maka Allah mengakhiri surah ini dengan menegaskan bahwa orang-orang musyrik itu sama sekali tidak mau mendengarkan nasihat para dai yang mengajak mereka untuk mengikuti ajaran Ilahi bagi kepentingan kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Allah mengatakan, \"Maka kepada perkataan apakah selain Al-Qur'an mereka akan beriman?\" Jadi dengan keterangan-keterangan Al-Qur'an yang begitu jelas dan mudah dimengerti disertai dengan bukti-bukti yang jelas, mereka tidak juga mau beriman, maka manakah lagi kebenaran yang mampu membawa mereka kepada petunjuk Ilahi?\"\n\nDari ayat terakhir ini jelaslah bahwa Allah telah menetapkan ajaran Al-Qur'an tentang dunia dan akhirat yang menghimpun sekalian keterangan yang ada, lengkap dengan segala seluk-beluknya sebagai alasan yang kuat. Dengan demikian, Al-Qur'an satu-satunya kitab suci yang dikenal manusia yang mengandung keterangan yang begitu jelas dan lengkap. Hanya manusia tidak mau beriman menjelang ajal datang mencabut kehidupannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5672, "inSurah": 50 }, "meta": { "juz": 29, "page": 581, "manzil": 7, "ruku": 517, "hizbQuarter": 232, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fabi ayyi hadeesim ba'dahoo yu'minoon" } }, "translation": { "en": "Then in what statement after the Qur'an will they believe?", "id": "Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Qur'an) ini mereka akan beriman?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5672", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5672.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5672.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sudah berulang kali Al-Qur’an menasihati dan memperingatkan mereka, namun tetap saja mereka menolak, maka kepada ajaran mana-kah selain Al-Qur’an ini mereka akan beriman? Pasti tidak ada lagi, karena Al-Qur’an dalah kitab petunjuk yang paling sempurna.1. Saat Nabi Muhammad diutus, kaum kafir Mekah bertanya-tanya tentang diri Nabi, dakwah, dan ajarannya, salah satunya adalah perihal hari kebangkitan. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya di antara mereka?", "long": "Sebagai penutup dari dua ayat terakhir ini, Allah mengulang kembali kutukan-Nya terhadap orang-orang yang mendustakan perintah dan larangan-Nya. Kecelakaan besar bagi orang yang mendustakan karena tidak patuh kepada perintah-Nya dan tidak mau meninggalkan larangan-Nya.\n\nSetelah mencela orang kafir dengan sangat keras agar mengikuti agama yang benar, maka Allah mengakhiri surah ini dengan menegaskan bahwa orang-orang musyrik itu sama sekali tidak mau mendengarkan nasihat para dai yang mengajak mereka untuk mengikuti ajaran Ilahi bagi kepentingan kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Allah mengatakan, \"Maka kepada perkataan apakah selain Al-Qur'an mereka akan beriman?\" Jadi dengan keterangan-keterangan Al-Qur'an yang begitu jelas dan mudah dimengerti disertai dengan bukti-bukti yang jelas, mereka tidak juga mau beriman, maka manakah lagi kebenaran yang mampu membawa mereka kepada petunjuk Ilahi?\"\n\nDari ayat terakhir ini jelaslah bahwa Allah telah menetapkan ajaran Al-Qur'an tentang dunia dan akhirat yang menghimpun sekalian keterangan yang ada, lengkap dengan segala seluk-beluknya sebagai alasan yang kuat. Dengan demikian, Al-Qur'an satu-satunya kitab suci yang dikenal manusia yang mengandung keterangan yang begitu jelas dan lengkap. Hanya manusia tidak mau beriman menjelang ajal datang mencabut kehidupannya." } } } ] }, { "number": 78, "sequence": 80, "numberOfVerses": 40, "name": { "short": "النبإ", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u0628\u0623", "transliteration": { "en": "An-Naba", "id": "An-Naba'" }, "translation": { "en": "The Announcement", "id": "Berita Besar" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat An Naba´ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Ma´aarij. Dinamai An Naba´ (berita besar) diambil dari perkataan An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5673, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Amma Yatasaa-aloon" } }, "translation": { "en": "About what are they asking one another?", "id": "Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5673", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5673.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5673.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saat Nabi Muhammad diutus, kaum kafir Mekah bertanya-tanya tentang diri Nabi, dakwah, dan ajarannya, salah satunya adalah perihal hari kebangkitan. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya di antara mereka?", "long": "Orang-orang musyrik Mekah ketika berkumpul di tempat pertemuan mereka yang berada di dekat Baitullah, sering membicarakan keadaan Nabi Muhammad dan Kitab Al-Qur'an yang dibawanya. Mereka sering bertanya satu sama lain bahwa apakah Muhammad itu seorang tukang sihir, penyair, atau seorang dukun tukang tenung yang terkena pengaruh buruk oleh berhala-berhala mereka? Mereka juga bertanya-tanya apakah Al-Qur'an itu sihir, syair, atau mantra-mantra saja? Masing-masing mengemukakan pendapat sesuai dengan hawa nafsu dan angan-angan mereka, sedangkan Nabi Muhammad sendiri dengan sikap yang tenang menyampaikan seruannya berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi sinar penerangan kepada manusia menuju jalan kebenaran dan petunjuk yang lurus.\n\nSelain itu mereka sering bercakap-cakap tentang hari kebangkitan sehingga sering menimbulkan perdebatan, sebab di antara mereka ada yang mengingkarinya dan beranggapan bahwa setelah mati habislah urusan mereka. Tidak ada lagi kebangkitan setelah mati. Mereka berpendapat bahwa manusia itu lahir ke dunia lalu ia mati dan ditelan bumi karena tidak ada yang membinasakan mereka kecuali masa atau waktu saja. Di sisi lain, ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa yang dibangkitkan itu hanya arwah saja dan bukan jasad yang telah habis dimakan bumi. Ada pula di antara mereka yang menjumpai salah seorang sahabat Nabi dan menanyakan tentang hal itu dengan sikap mencemoohkan.\n\nSehubungan dengan sikap mereka yang demikian itu, surah ini turun untuk menolak keingkaran mereka, dan mengemukakan argumen yang nyata bahwa Allah benar-benar Mahakuasa membangkitkan mereka kembali setelah mati, walaupun mereka telah menjadi tanah, dimakan binatang buas, ditelan ikan di laut, terbakar api dan diterbangkan angin, atau sebab lainnya.\n\nDalam ayat ini, Allah mencela perselisihan orang-orang kafir Mekah mengenai hari kebangkitan dengan mengatakan, \"Tentang apakah orang-orang musyrik di kalangan penduduk Mekah itu saling bertanya-tanya?\"\n\nAllah menjawab pertanyaan mereka itu dengan firman-Nya. Yang dimaksud dengan berita yang sangat besar dalam ayat ini ialah berita tentang hari Kiamat. Disebut berita yang sangat besar karena hari Kiamat itu amat besar huru-haranya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (al-hajj/22: 1-2)\n\nMeskipun begitu, orang-orang musyrik masih meragukan bahkan banyak yang tidak percaya, sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi). (al-Mu'minun/23: 37)\n\nFirman Allah:\n\nKami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin. (al-Jatsiyah/45: 32)\n\nAdapun hikmah Ilahi menyampaikan persoalan ini dalam bentuk pertanyaan dan jawaban adalah agar lebih mendekatkan kepada pengertian dan penjelasan, seperti tercantum dalam firman Allah:\n\n(Lalu Allah berfirman), \"Milik siapakah kerajaan pada hari ini?\" Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. (Gafir/40: 16)\n\nKemudian Allah menjawab pertanyaan mereka dengan nada ancaman, \"Sekali-kali tidak. Jauh sekali dari kebenaran apa yang mereka anggap itu. Nanti mereka akan mengetahui pada waktu menyaksikan keadaan yang sebenarnya pada hari Kiamat yang selalu mereka ingkari.\"\n\nSebaiknya mereka jangan memperolok-olokkan karena mereka kelak pasti akan mengetahui keadaan yang sebenarnya. Apa-apa yang diragukan itu pasti akan mereka alami. Allah menguatkan firman-Nya itu dengan mengulang pernyataan itu sekali lagi.\n\nKemudian Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang Mahaagung dan tanda-tanda rahmat-Nya yang sering dilupakan oleh mereka. Padahal tanda-tanda itu tampak jelas di hadapan mata. Allah mengemukakan sembilan perkara yang dapat mereka saksikan dengan mata sebagai bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya, seperti disebutkan pada ayat-ayat berikut, yaitu dari ayat 6 sampai ayat 14." } } }, { "number": { "inQuran": 5674, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u064e\u0625\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "'Anin-nabaa-il 'azeem" } }, "translation": { "en": "About the great news -", "id": "Tentang berita yang besar (hari kebangkitan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5674", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5674.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5674.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka bertanya-tanya tentang berita yang besar. Itulah hari dibangkitkannya manusia dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.", "long": "Orang-orang musyrik Mekah ketika berkumpul di tempat pertemuan mereka yang berada di dekat Baitullah, sering membicarakan keadaan Nabi Muhammad dan Kitab Al-Qur'an yang dibawanya. Mereka sering bertanya satu sama lain bahwa apakah Muhammad itu seorang tukang sihir, penyair, atau seorang dukun tukang tenung yang terkena pengaruh buruk oleh berhala-berhala mereka? Mereka juga bertanya-tanya apakah Al-Qur'an itu sihir, syair, atau mantra-mantra saja? Masing-masing mengemukakan pendapat sesuai dengan hawa nafsu dan angan-angan mereka, sedangkan Nabi Muhammad sendiri dengan sikap yang tenang menyampaikan seruannya berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi sinar penerangan kepada manusia menuju jalan kebenaran dan petunjuk yang lurus.\n\nSelain itu mereka sering bercakap-cakap tentang hari kebangkitan sehingga sering menimbulkan perdebatan, sebab di antara mereka ada yang mengingkarinya dan beranggapan bahwa setelah mati habislah urusan mereka. Tidak ada lagi kebangkitan setelah mati. Mereka berpendapat bahwa manusia itu lahir ke dunia lalu ia mati dan ditelan bumi karena tidak ada yang membinasakan mereka kecuali masa atau waktu saja. Di sisi lain, ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa yang dibangkitkan itu hanya arwah saja dan bukan jasad yang telah habis dimakan bumi. Ada pula di antara mereka yang menjumpai salah seorang sahabat Nabi dan menanyakan tentang hal itu dengan sikap mencemoohkan.\n\nSehubungan dengan sikap mereka yang demikian itu, surah ini turun untuk menolak keingkaran mereka, dan mengemukakan argumen yang nyata bahwa Allah benar-benar Mahakuasa membangkitkan mereka kembali setelah mati, walaupun mereka telah menjadi tanah, dimakan binatang buas, ditelan ikan di laut, terbakar api dan diterbangkan angin, atau sebab lainnya.\n\nDalam ayat ini, Allah mencela perselisihan orang-orang kafir Mekah mengenai hari kebangkitan dengan mengatakan, \"Tentang apakah orang-orang musyrik di kalangan penduduk Mekah itu saling bertanya-tanya?\"\n\nAllah menjawab pertanyaan mereka itu dengan firman-Nya. Yang dimaksud dengan berita yang sangat besar dalam ayat ini ialah berita tentang hari Kiamat. Disebut berita yang sangat besar karena hari Kiamat itu amat besar huru-haranya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (al-hajj/22: 1-2)\n\nMeskipun begitu, orang-orang musyrik masih meragukan bahkan banyak yang tidak percaya, sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi). (al-Mu'minun/23: 37)\n\nFirman Allah:\n\nKami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin. (al-Jatsiyah/45: 32)\n\nAdapun hikmah Ilahi menyampaikan persoalan ini dalam bentuk pertanyaan dan jawaban adalah agar lebih mendekatkan kepada pengertian dan penjelasan, seperti tercantum dalam firman Allah:\n\n(Lalu Allah berfirman), \"Milik siapakah kerajaan pada hari ini?\" Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. (Gafir/40: 16)\n\nKemudian Allah menjawab pertanyaan mereka dengan nada ancaman, \"Sekali-kali tidak. Jauh sekali dari kebenaran apa yang mereka anggap itu. Nanti mereka akan mengetahui pada waktu menyaksikan keadaan yang sebenarnya pada hari Kiamat yang selalu mereka ingkari.\"\n\nSebaiknya mereka jangan memperolok-olokkan karena mereka kelak pasti akan mengetahui keadaan yang sebenarnya. Apa-apa yang diragukan itu pasti akan mereka alami. Allah menguatkan firman-Nya itu dengan mengulang pernyataan itu sekali lagi.\n\nKemudian Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang Mahaagung dan tanda-tanda rahmat-Nya yang sering dilupakan oleh mereka. Padahal tanda-tanda itu tampak jelas di hadapan mata. Allah mengemukakan sembilan perkara yang dapat mereka saksikan dengan mata sebagai bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya, seperti disebutkan pada ayat-ayat berikut, yaitu dari ayat 6 sampai ayat 14." } } }, { "number": { "inQuran": 5675, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064f\u062e\u0652\u062a\u064e\u0644\u0650\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazi hum feehi mukh talifoon" } }, "translation": { "en": "That over which they are in disagreement.", "id": "yang dalam hal itu mereka berselisih." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5675", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5675.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5675.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah berita besar yang dalam hal itu mereka berselisih. Sebagian dari mereka mengingkarinya dan sebagian yang lain menyangsikannya. Mereka tidak percaya jasad manusia yang sudah hancur akan hidup kembali.", "long": "Orang-orang musyrik Mekah ketika berkumpul di tempat pertemuan mereka yang berada di dekat Baitullah, sering membicarakan keadaan Nabi Muhammad dan Kitab Al-Qur'an yang dibawanya. Mereka sering bertanya satu sama lain bahwa apakah Muhammad itu seorang tukang sihir, penyair, atau seorang dukun tukang tenung yang terkena pengaruh buruk oleh berhala-berhala mereka? Mereka juga bertanya-tanya apakah Al-Qur'an itu sihir, syair, atau mantra-mantra saja? Masing-masing mengemukakan pendapat sesuai dengan hawa nafsu dan angan-angan mereka, sedangkan Nabi Muhammad sendiri dengan sikap yang tenang menyampaikan seruannya berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi sinar penerangan kepada manusia menuju jalan kebenaran dan petunjuk yang lurus.\n\nSelain itu mereka sering bercakap-cakap tentang hari kebangkitan sehingga sering menimbulkan perdebatan, sebab di antara mereka ada yang mengingkarinya dan beranggapan bahwa setelah mati habislah urusan mereka. Tidak ada lagi kebangkitan setelah mati. Mereka berpendapat bahwa manusia itu lahir ke dunia lalu ia mati dan ditelan bumi karena tidak ada yang membinasakan mereka kecuali masa atau waktu saja. Di sisi lain, ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa yang dibangkitkan itu hanya arwah saja dan bukan jasad yang telah habis dimakan bumi. Ada pula di antara mereka yang menjumpai salah seorang sahabat Nabi dan menanyakan tentang hal itu dengan sikap mencemoohkan.\n\nSehubungan dengan sikap mereka yang demikian itu, surah ini turun untuk menolak keingkaran mereka, dan mengemukakan argumen yang nyata bahwa Allah benar-benar Mahakuasa membangkitkan mereka kembali setelah mati, walaupun mereka telah menjadi tanah, dimakan binatang buas, ditelan ikan di laut, terbakar api dan diterbangkan angin, atau sebab lainnya.\n\nDalam ayat ini, Allah mencela perselisihan orang-orang kafir Mekah mengenai hari kebangkitan dengan mengatakan, \"Tentang apakah orang-orang musyrik di kalangan penduduk Mekah itu saling bertanya-tanya?\"\n\nAllah menjawab pertanyaan mereka itu dengan firman-Nya. Yang dimaksud dengan berita yang sangat besar dalam ayat ini ialah berita tentang hari Kiamat. Disebut berita yang sangat besar karena hari Kiamat itu amat besar huru-haranya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (al-hajj/22: 1-2)\n\nMeskipun begitu, orang-orang musyrik masih meragukan bahkan banyak yang tidak percaya, sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi). (al-Mu'minun/23: 37)\n\nFirman Allah:\n\nKami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin. (al-Jatsiyah/45: 32)\n\nAdapun hikmah Ilahi menyampaikan persoalan ini dalam bentuk pertanyaan dan jawaban adalah agar lebih mendekatkan kepada pengertian dan penjelasan, seperti tercantum dalam firman Allah:\n\n(Lalu Allah berfirman), \"Milik siapakah kerajaan pada hari ini?\" Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. (Gafir/40: 16)\n\nKemudian Allah menjawab pertanyaan mereka dengan nada ancaman, \"Sekali-kali tidak. Jauh sekali dari kebenaran apa yang mereka anggap itu. Nanti mereka akan mengetahui pada waktu menyaksikan keadaan yang sebenarnya pada hari Kiamat yang selalu mereka ingkari.\"\n\nSebaiknya mereka jangan memperolok-olokkan karena mereka kelak pasti akan mengetahui keadaan yang sebenarnya. Apa-apa yang diragukan itu pasti akan mereka alami. Allah menguatkan firman-Nya itu dengan mengulang pernyataan itu sekali lagi.\n\nKemudian Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang Mahaagung dan tanda-tanda rahmat-Nya yang sering dilupakan oleh mereka. Padahal tanda-tanda itu tampak jelas di hadapan mata. Allah mengemukakan sembilan perkara yang dapat mereka saksikan dengan mata sebagai bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya, seperti disebutkan pada ayat-ayat berikut, yaitu dari ayat 6 sampai ayat 14." } } }, { "number": { "inQuran": 5676, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaa sa y'alamoon" } }, "translation": { "en": "No! They are going to know.", "id": "Tidak! Kelak mereka akan mengetahui," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5676", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5676.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5676.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak! Persoalan yang sebenarnya tidak seperti apa yang mereka duga. Kelak, pada hari kebangkitan itu benar-benar tiba, mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya.", "long": "Orang-orang musyrik Mekah ketika berkumpul di tempat pertemuan mereka yang berada di dekat Baitullah, sering membicarakan keadaan Nabi Muhammad dan Kitab Al-Qur'an yang dibawanya. Mereka sering bertanya satu sama lain bahwa apakah Muhammad itu seorang tukang sihir, penyair, atau seorang dukun tukang tenung yang terkena pengaruh buruk oleh berhala-berhala mereka? Mereka juga bertanya-tanya apakah Al-Qur'an itu sihir, syair, atau mantra-mantra saja? Masing-masing mengemukakan pendapat sesuai dengan hawa nafsu dan angan-angan mereka, sedangkan Nabi Muhammad sendiri dengan sikap yang tenang menyampaikan seruannya berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi sinar penerangan kepada manusia menuju jalan kebenaran dan petunjuk yang lurus.\n\nSelain itu mereka sering bercakap-cakap tentang hari kebangkitan sehingga sering menimbulkan perdebatan, sebab di antara mereka ada yang mengingkarinya dan beranggapan bahwa setelah mati habislah urusan mereka. Tidak ada lagi kebangkitan setelah mati. Mereka berpendapat bahwa manusia itu lahir ke dunia lalu ia mati dan ditelan bumi karena tidak ada yang membinasakan mereka kecuali masa atau waktu saja. Di sisi lain, ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa yang dibangkitkan itu hanya arwah saja dan bukan jasad yang telah habis dimakan bumi. Ada pula di antara mereka yang menjumpai salah seorang sahabat Nabi dan menanyakan tentang hal itu dengan sikap mencemoohkan.\n\nSehubungan dengan sikap mereka yang demikian itu, surah ini turun untuk menolak keingkaran mereka, dan mengemukakan argumen yang nyata bahwa Allah benar-benar Mahakuasa membangkitkan mereka kembali setelah mati, walaupun mereka telah menjadi tanah, dimakan binatang buas, ditelan ikan di laut, terbakar api dan diterbangkan angin, atau sebab lainnya.\n\nDalam ayat ini, Allah mencela perselisihan orang-orang kafir Mekah mengenai hari kebangkitan dengan mengatakan, \"Tentang apakah orang-orang musyrik di kalangan penduduk Mekah itu saling bertanya-tanya?\"\n\nAllah menjawab pertanyaan mereka itu dengan firman-Nya. Yang dimaksud dengan berita yang sangat besar dalam ayat ini ialah berita tentang hari Kiamat. Disebut berita yang sangat besar karena hari Kiamat itu amat besar huru-haranya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (al-hajj/22: 1-2)\n\nMeskipun begitu, orang-orang musyrik masih meragukan bahkan banyak yang tidak percaya, sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi). (al-Mu'minun/23: 37)\n\nFirman Allah:\n\nKami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin. (al-Jatsiyah/45: 32)\n\nAdapun hikmah Ilahi menyampaikan persoalan ini dalam bentuk pertanyaan dan jawaban adalah agar lebih mendekatkan kepada pengertian dan penjelasan, seperti tercantum dalam firman Allah:\n\n(Lalu Allah berfirman), \"Milik siapakah kerajaan pada hari ini?\" Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. (Gafir/40: 16)\n\nKemudian Allah menjawab pertanyaan mereka dengan nada ancaman, \"Sekali-kali tidak. Jauh sekali dari kebenaran apa yang mereka anggap itu. Nanti mereka akan mengetahui pada waktu menyaksikan keadaan yang sebenarnya pada hari Kiamat yang selalu mereka ingkari.\"\n\nSebaiknya mereka jangan memperolok-olokkan karena mereka kelak pasti akan mengetahui keadaan yang sebenarnya. Apa-apa yang diragukan itu pasti akan mereka alami. Allah menguatkan firman-Nya itu dengan mengulang pernyataan itu sekali lagi.\n\nKemudian Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang Mahaagung dan tanda-tanda rahmat-Nya yang sering dilupakan oleh mereka. Padahal tanda-tanda itu tampak jelas di hadapan mata. Allah mengemukakan sembilan perkara yang dapat mereka saksikan dengan mata sebagai bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya, seperti disebutkan pada ayat-ayat berikut, yaitu dari ayat 6 sampai ayat 14." } } }, { "number": { "inQuran": 5677, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Thumma kallaa sa y'alamoon" } }, "translation": { "en": "Then, no! They are going to know.", "id": "sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5677", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5677.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5677.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegaskan sekali lagi. Sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya ketika hari kebangkitan itu benar-benar tiba.", "long": "Orang-orang musyrik Mekah ketika berkumpul di tempat pertemuan mereka yang berada di dekat Baitullah, sering membicarakan keadaan Nabi Muhammad dan Kitab Al-Qur'an yang dibawanya. Mereka sering bertanya satu sama lain bahwa apakah Muhammad itu seorang tukang sihir, penyair, atau seorang dukun tukang tenung yang terkena pengaruh buruk oleh berhala-berhala mereka? Mereka juga bertanya-tanya apakah Al-Qur'an itu sihir, syair, atau mantra-mantra saja? Masing-masing mengemukakan pendapat sesuai dengan hawa nafsu dan angan-angan mereka, sedangkan Nabi Muhammad sendiri dengan sikap yang tenang menyampaikan seruannya berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi sinar penerangan kepada manusia menuju jalan kebenaran dan petunjuk yang lurus.\n\nSelain itu mereka sering bercakap-cakap tentang hari kebangkitan sehingga sering menimbulkan perdebatan, sebab di antara mereka ada yang mengingkarinya dan beranggapan bahwa setelah mati habislah urusan mereka. Tidak ada lagi kebangkitan setelah mati. Mereka berpendapat bahwa manusia itu lahir ke dunia lalu ia mati dan ditelan bumi karena tidak ada yang membinasakan mereka kecuali masa atau waktu saja. Di sisi lain, ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa yang dibangkitkan itu hanya arwah saja dan bukan jasad yang telah habis dimakan bumi. Ada pula di antara mereka yang menjumpai salah seorang sahabat Nabi dan menanyakan tentang hal itu dengan sikap mencemoohkan.\n\nSehubungan dengan sikap mereka yang demikian itu, surah ini turun untuk menolak keingkaran mereka, dan mengemukakan argumen yang nyata bahwa Allah benar-benar Mahakuasa membangkitkan mereka kembali setelah mati, walaupun mereka telah menjadi tanah, dimakan binatang buas, ditelan ikan di laut, terbakar api dan diterbangkan angin, atau sebab lainnya.\n\nDalam ayat ini, Allah mencela perselisihan orang-orang kafir Mekah mengenai hari kebangkitan dengan mengatakan, \"Tentang apakah orang-orang musyrik di kalangan penduduk Mekah itu saling bertanya-tanya?\"\n\nAllah menjawab pertanyaan mereka itu dengan firman-Nya. Yang dimaksud dengan berita yang sangat besar dalam ayat ini ialah berita tentang hari Kiamat. Disebut berita yang sangat besar karena hari Kiamat itu amat besar huru-haranya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (al-hajj/22: 1-2)\n\nMeskipun begitu, orang-orang musyrik masih meragukan bahkan banyak yang tidak percaya, sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:\n\n(Kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi). (al-Mu'minun/23: 37)\n\nFirman Allah:\n\nKami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin. (al-Jatsiyah/45: 32)\n\nAdapun hikmah Ilahi menyampaikan persoalan ini dalam bentuk pertanyaan dan jawaban adalah agar lebih mendekatkan kepada pengertian dan penjelasan, seperti tercantum dalam firman Allah:\n\n(Lalu Allah berfirman), \"Milik siapakah kerajaan pada hari ini?\" Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. (Gafir/40: 16)\n\nKemudian Allah menjawab pertanyaan mereka dengan nada ancaman, \"Sekali-kali tidak. Jauh sekali dari kebenaran apa yang mereka anggap itu. Nanti mereka akan mengetahui pada waktu menyaksikan keadaan yang sebenarnya pada hari Kiamat yang selalu mereka ingkari.\"\n\nSebaiknya mereka jangan memperolok-olokkan karena mereka kelak pasti akan mengetahui keadaan yang sebenarnya. Apa-apa yang diragukan itu pasti akan mereka alami. Allah menguatkan firman-Nya itu dengan mengulang pernyataan itu sekali lagi.\n\nKemudian Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang Mahaagung dan tanda-tanda rahmat-Nya yang sering dilupakan oleh mereka. Padahal tanda-tanda itu tampak jelas di hadapan mata. Allah mengemukakan sembilan perkara yang dapat mereka saksikan dengan mata sebagai bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya, seperti disebutkan pada ayat-ayat berikut, yaitu dari ayat 6 sampai ayat 14." } } }, { "number": { "inQuran": 5678, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0645\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Alam naj'alil arda mihaa da" } }, "translation": { "en": "Have We not made the earth a resting place?", "id": "Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5678", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5678.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5678.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menjawab kesangsian mereka tentang hari kiamat dengan memperlihatkan sembilan tanda kebesaran-Nya. Bukankah Kami telah menjadikan bumi dengan segala isinya sebagai hamparan yang memungkinkan manusia hidup di atasnya dan memanfaatkan fasilitas yang ada?", "long": "Pertama, bukankah Allah telah menjadikan bumi sebagai hamparan yang mudah didiami oleh manusia dan hewan ternak yang berguna bagi manusia. Sebetulnya bumi ini bundar seperti bola, tetapi karena begitu besarnya, maka permukaannya tampak datar seperti hamparan." } } }, { "number": { "inQuran": 5679, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wal jibaala au taada" } }, "translation": { "en": "And the mountains as stakes?", "id": "dan gunung-gunung sebagai pasak?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5679", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5679.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5679.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Kami telah pancangkan gunung-gunung sebagai pasak supaya bumi tidak bergoncang sehingga manusia dapat hidup tenang di atasnya?", "long": "Kedua, Allah jadikan gunung-gunung sebagai pasak untuk mengokohkan bumi, sehingga tidak bergoyang karena guncangan-guncangan yang ada di bawahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5680, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa khalaq naakum azwaaja" } }, "translation": { "en": "And We created you in pairs", "id": "Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5680", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5680.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5680.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Kami telah menciptakan kamu, wahai manusia, berpasang-pasangan; lelaki dan perempuan agar kamu beranak pinak untuk terus mendiami bumi dan memakmurkannya?", "long": "Ketiga, yang tidak kalah hebatnya Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan, agar timbul kecintaan dan kesayangan di antara suami-istri untuk menempuh hidup bahagia dan memelihara keturunan yang baik, mempertahankan kelangsungan jenis manusia sehingga tidak punah.\n\nAyat ini sejalan dengan maksud firman Allah:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. (ar-Rum/30: 21)" } } }, { "number": { "inQuran": 5681, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0628\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Waja'alnan naumakum subata" } }, "translation": { "en": "And made your sleep [a means for] rest", "id": "dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5681", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5681.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5681.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Kami telah pula menjadikan tidurmu untuk istirahat dari kepenatan bekerja di siang hari sehingga kamu bisa kembali bekerja esok hari dengan tenaga baru? Tidur laksana kematian sesaat. Bangun tidur merupakan permisalan kecil hari kebangkitan. Mengapa orang musyrik masih saja mengingkari hari kebangkitan?", "long": "Keempat, Allah menjadikan tidur pada malam hari untuk beristirahat dari kesibukan pekerjaan pada siang hari, agar menghasilkan berbagai mata pencaharian. Dengan istirahat waktu tidur itu, manusia dapat mengembalikan daya dan kekuatan untuk melangsungkan pekerjaan pada keesokan harinya. Seandainya tidak diselingi oleh istirahat tidur tentu kekuatan siapa pun akan merosot sehingga tidak dapat melangsungkan tugas sehari-hari." } } }, { "number": { "inQuran": 5682, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u0628\u064e\u0627\u0633\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Waja'alnal laila libasa" } }, "translation": { "en": "And made the night as clothing", "id": "dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5682", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5682.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5682.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Kami telah menjadikan malam yang gelap gulita menutupi suatu wilayah di bumi sebagai-mana pakaian menutupi jasad manusia?", "long": "Kelima, Allah menjadikan malam sebagai pakaian. Maksudnya malam itu gelap menutupi permukaan bumi sebagaimana pakaian menutup tubuh manusia. Hal itu berarti bahwa malam itu berfungsi sebagai pakaian bagi manusia yang dapat menutupi auratnya pada waktu tidur dari pandangan orang-orang yang mungkin melihatnya. Demikian pula sebagai pakaian, maka gelap malam itu dapat melindungi dan menyembunyikan seseorang yang tidur dari bahaya atau musuh yang sedang mengancam." } } }, { "number": { "inQuran": 5683, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0627\u0634\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Waja'alnan nahara ma 'aasha" } }, "translation": { "en": "And made the day for livelihood", "id": "dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5683", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5683.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5683.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Kami juga telah menjadikan siang yang terang benderang sebagai waktu bagi kamu untuk mencari penghidupan? Siang yang terang memudahkan kamu untuk bekerja, baik di daratan maupun di lautan.", "long": "Keenam, Allah menjadikan siang untuk berusaha dan mencari rezeki yang diperlukan dalam kehidupan dan untuk hidup bermasyarakat." } } }, { "number": { "inQuran": 5684, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0634\u0650\u062f\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa banaina fauqakum sab 'an shi daada" } }, "translation": { "en": "And constructed above you seven strong [heavens]", "id": "dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5684", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5684.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5684.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Kami telah pula membangun di atas kamu tujuh langit yang kukuh, padahal tidak kau jumpai tiang-tiang yang menyangganya? Tidak kamu dapati keretakan di langit itu agar dapat menjadi atap kuat yang menanungi penghuni bumi.", "long": "Ketujuh, Allah membangun di atas manusia tujuh langit yang kokoh tanpa memiliki tiang dan tunduk kepada hukum Allah.\n\nSecara ilmiah, tujuh langit yang kokoh kemungkinan dapat diartikan dengan lapisan-lapisan atmosfer yang dekat dengan bumi ini, seperti: (1) Troposphere (Troposfer), (2) Tropopause (Tropopaus), (3) Stratosphere (Stratosfer), (4) Stratopause (Stratopaus), (5) Mesosphere (Mesosfer), (6) Mesopause (Mesopause), dan (7) Thermosphere (Termosfer). Pembagian ini berdasarkan temperatur (suhu) dari lapisan-lapisan atmosfer dan jaraknya dari permukaan bumi. Kekokohan lapisan-lapisan tersebut, dalam pengertian kokoh dalam menyelimuti bola bumi kita, karena adanya gaya gravitasi bumi. (lihat pula telaah ilmiah dalam Surah ar-Ra'd/13:2, Juz-13). Pada telaah ilmiah Surah ar-Ra'd/13: 2 tersebut, pembagian lapisan atmosfer sedikit berbeda dengan yang dijelaskan pada telaah ilmiah ini, di mana Ionosfer dan Eksosfer disatukan dalam Termosfer. \n\nNamun apabila pengertian tujuh langit ini dikaitkan dengan Mi'raj Rasulullah Muhammad saw, tampak kurang tepat. Tujuh langit dalam Surah an-Naba'/78: 12 ini mungkin dapat diartikan sebagai Tujuh Dimensi Ruang-Waktu dalam Kaluza-Klein Theory (KKT). Seperti dinyatakan dalam fisika bahwa terdapat empat (4) Gaya Fundamental yang ada di jagad raya ini, yaitu Gaya Elektromagnetik, Gaya Nuklir Lemah, Gaya Nuklir Kuat, dan Gaya Gravitasi. Jika keempat gaya ini terbentuk dari Ledakan Besar (Big Bang) dari suatu Singularity, maka mestinya keempat gaya ini dahulunya 'menyatu sebagai Satu Gaya Tunggal (Grand Unified Force), ini yang dikenal dalam Grand Unified Theory (GUT, Teori Ketersatuan Agung?). KKT menjelaskan bahwa untuk dapat menerangkan ketersatuan gaya-gaya yang empat itu, maka adanya geometri ruang-waktu yang kita berada di dalamnya sekarang ini tidaklah cukup. Geometri ruang-waktu yang kita berada di dalamnya sekarang ini hanya mampu menjelaskan sedikit tentang gaya-gaya Elektromagnetik dan dalam beberapa hal Gaya Gravitasi. Untuk bisa menjelaskan keempat gaya tersebut, maka KKT menyatakan harus ada tujuh dimensi ruang-waktu (time-space dimensions) yang lain. Dengan demikian bersama empat dimensi yang sudah dikenal, yaitu: garis, bidang, ruang dan waktu; maka total dimensi ada sebelas (11) dimensi. Pernyataan ini berbasiskan pada perhitungan Matematika-Fisika. Berbasiskan pada KKT ini, para saintis telah mampu pula menghitung 'garis tengah salah satu dimensi ruang-waktu itu, yaitu sebesar 10-32 cm, jadi dimensi itu sangat kecil sekali. Dengan demikian, tidaklah mungkin dengan instrument yang ada sekarang ini kita dapat menembus tujuh dimensi ruang-waktu yang lain itu. Kaluza-Klein Theory telah memberikan gambaran adanya Tujuh Dimensi Ruang-Waktu, yang kesemuanya ini akan mengokohkan geometri jagad-raya dengan empat gaya-gaya fundamentalnya. Mungkinkah tujuh langit yang kokoh tersebut adalah tujuh dimensi ruang-waktu menurut Kaluza-Klein Theory ? Wallahu a'lam bis-sawab." } } }, { "number": { "inQuran": 5685, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0633\u0650\u0631\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Waja'alna siraajaw wah haaja" } }, "translation": { "en": "And made [therein] a burning lamp", "id": "dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5685", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5685.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5685.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Kami juga telah menjadikan matahari dengan sinarnya yang kuat sebagai pelita yang terang-benderang? Cahayanya yang terang, panasnya yang menyebar, dan bergesernya posisi matahari di langit dari musim ke musim membawa maanfaat sangat banyak bagi kehidupan manusia.", "long": "Kedelapan, Allah menjadikan matahari sebagai pelita yang terang benderang, menyebarkan cahaya dan panasnya ke seluruh angkasa.\n\nAllah telah menjadikan matahari yang sinarnya mengandung obat untuk membunuh kuman-kuman dan mengusir penyakit-penyakit yang dapat mengganggu makhluk yang hidup seandainya tidak cukup mendapat sinar." } } }, { "number": { "inQuran": 5686, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u0652\u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064b \u062b\u064e\u062c\u0651\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa anzalna minal m'usiraati maa-an saj-jaaja" } }, "translation": { "en": "And sent down, from the rain clouds, pouring water", "id": "dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5686", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5686.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5686.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah telah pula Kami turunkan dari sela-sela awan yang mengandung uap air yang pekat itu air hujan yang tercurah dengan hebatnya? Air sangat besar artinya bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, baik flora maupun fauna.", "long": "Kesembilan, Allah menurunkan dari awan air hujan yang banyak dan memberi manfaat, terutama untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi manusia dan binatang.\n\nHal itu bertujuan agar dapat menumbuhkan biji-bijian seperti gandum, sayur, padi, dan tumbuh-tumbuhan untuk bahan makanan manusia dan hewan ternak. Demikian pula kebun-kebun dan taman-taman yang lebat dengan daun-daunnya yang rimbun.\n\nDalam ayat ini, Allah menyebut bermacam-macam tanaman yang tumbuh di bumi, di antaranya ada yang mempunyai batang dan ada yang tidak. Ada yang menghasilkan buah-buahan dan ada pula yang menghasilkan biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lain untuk makanan manusia. Ada pula tanaman-tanaman untuk makanan binatang ternak. Semuanya itu merupakan makanan-makanan pokok dan tambahan bagi manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5687, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0646\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0628\u0651\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0628\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Linukh rija bihee habbaw wana baata" } }, "translation": { "en": "That We may bring forth thereby grain and vegetation", "id": "untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5687", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5687.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5687.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami turunkan hujan untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian, seperti padi dan gandum dan tanam-tanaman lainnya. Biji-bijian yang pada awalnya terlihat mati akan hidup dan tumbuh begitu tersiram air hujan. Begitulah gambaran kebangkitan manusia di hari kiamat.", "long": "Kesembilan, Allah menurunkan dari awan air hujan yang banyak dan memberi manfaat, terutama untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi manusia dan binatang.\n\nHal itu bertujuan agar dapat menumbuhkan biji-bijian seperti gandum, sayur, padi, dan tumbuh-tumbuhan untuk bahan makanan manusia dan hewan ternak. Demikian pula kebun-kebun dan taman-taman yang lebat dengan daun-daunnya yang rimbun.\n\nDalam ayat ini, Allah menyebut bermacam-macam tanaman yang tumbuh di bumi, di antaranya ada yang mempunyai batang dan ada yang tidak. Ada yang menghasilkan buah-buahan dan ada pula yang menghasilkan biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lain untuk makanan manusia. Ada pula tanaman-tanaman untuk makanan binatang ternak. Semuanya itu merupakan makanan-makanan pokok dan tambahan bagi manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5688, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064d \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u0627\u0641\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa jan naatin alfafa" } }, "translation": { "en": "And gardens of entwined growth.", "id": "dan kebun-kebun yang rindang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5688", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5688.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5688.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dengan air hujan itu tumbuh kebun-kebun yang rindang. Kebun-kebun itu kemudian memproduksi oksigen, memberi kerindangan, dan menciptakan pemandangan yang indah.", "long": "Kesembilan, Allah menurunkan dari awan air hujan yang banyak dan memberi manfaat, terutama untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi manusia dan binatang.\n\nHal itu bertujuan agar dapat menumbuhkan biji-bijian seperti gandum, sayur, padi, dan tumbuh-tumbuhan untuk bahan makanan manusia dan hewan ternak. Demikian pula kebun-kebun dan taman-taman yang lebat dengan daun-daunnya yang rimbun.\n\nDalam ayat ini, Allah menyebut bermacam-macam tanaman yang tumbuh di bumi, di antaranya ada yang mempunyai batang dan ada yang tidak. Ada yang menghasilkan buah-buahan dan ada pula yang menghasilkan biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lain untuk makanan manusia. Ada pula tanaman-tanaman untuk makanan binatang ternak. Semuanya itu merupakan makanan-makanan pokok dan tambahan bagi manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5689, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u0650 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u064a\u0642\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna yaumal-fasli kana miqaata" } }, "translation": { "en": "Indeed, the Day of Judgement is an appointed time -", "id": "Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5689", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5689.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5689.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Beralih dari penyebutan sembilan tanda kekuasaan-Nya, Allah lalu menyatakan hari kebangkitan sebagai suatu keniscayaan. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan. Hanya Allah yang tahu kapan hari kiamat terjadi. Pada hari itu semua persoalan manusia akan diputuskan oleh Allah dengan seadil-adilnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa hari kebangkitan itu pasti terjadi pada waktu yang telah ditetapkan. Pada hari itu diputuskan siksa yang akan diterima orang yang kafir di dalam neraka dan pahala yang akan diterima orang-orang mukmin di dalam surga, baik orang-orang terdahulu, sekarang, maupun yang kemudian. Di sana akan sangat jauh beda nasib dan kehidupan mereka sesuai dengan derajat amal perbuatan mereka ketika di dunia. Allah telah menjadikan hari itu sebagai batas antara dunia dan akhirat, tempat seluruh makhluk akan dihimpun di Padang Mahsyar agar masing-masing dapat melihat dan menyaksikan apa yang telah mereka perbuat selama hidup di dunia, sehingga orang yang berbuat kebajikan akan menerima pahalanya dan orang yang berbuat kejahatan akan menerima siksaan. Kemudian Allah menerangkan tanda-tanda hari itu dan kedahsyatannya dengan firman-Nya dalam ayat berikut ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5690, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064f\u0646\u0641\u064e\u062e\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yauma yun fakhu fis-soori fataa toona afwaaja" } }, "translation": { "en": "The Day the Horn is blown and you will come forth in multitudes", "id": "(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5690", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5690.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5690.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hari keputusan itu tiba pada hari ketika sangkakala ditiup oleh Israfil, lalu kamu akan bangkit dari kuburmu dan datang berbondong-bondong dan berduyun-duyun menuju tempat berkumpul, yaitu padang mahsyar untuk menanti keputusan Allah.", "long": "Pada hari Kiamat itu, ditiup sangkakala yang kedua oleh malaikat Israfil yang menyebabkan seluruh makhluk akan dibangkitkan kembali, bangkit dari kuburnya masing-masing dan berkumpul di Padang Mahsyar. Tiap-tiap umat dipimpin oleh rasulnya, sehingga datang berkelompok-kelompok seperti dalam firman Allah.\n\n(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya. (al-Isra'/17: 71)" } } }, { "number": { "inQuran": 5691, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064f\u062a\u0650\u062d\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa futiha tis samaa-u fakaanat abwaaba" } }, "translation": { "en": "And the heaven is opened and will become gateways", "id": "dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5691", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5691.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5691.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari itu langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu akibat banyaknya rekahan di sana. Dari pintu-pintu itu para malaikat turun untuk melaksanakan tugas masing-masing.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa pada hari keputusan itu langit terbuka dan mempunyai pintu-pintu yang memisahkan satu bagian dengan bagian yang lain. Maksudnya langit itu terbelah-belah sehingga mempunyai celah-celah seakan-akan terbuka dan mempunyai pintu-pintu. Hal ini dijelaskan oleh firman Allah yang lain:\n\nApabila langit terbelah. (al-Insyiqaq/84: 1)\n\nHal demikian terjadi karena muncul perubahan besar dalam susunan planet-planet di alam raya, yang menyebabkan perubahan dalam daya tarik dan perjalanan orbitnya. Kejadian itu menjurus ke arah kehancuran alam raya, dan juga kehancuran alam dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5692, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064f\u064a\u0651\u0650\u0631\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0641\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0633\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa suyyi raatil jibaalu fa kaanat saraaba" } }, "translation": { "en": "And the mountains are removed and will be [but] a mirage.", "id": "dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5692", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5692.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5692.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari itu gunung-gunung pun yang tadinya kukuh dijalankan oleh Allah dengan terlebih dahulu dihancurluluhkan, lalu diempaskan menjadi abu, lalu menjadi seperti kapas yang beterbangan, lalu pada akhirnya terempas sehingga menjadi fatamorgana. Seperti halnya fatamorgana di gurun pasir, asap pekat yang menggumpal tampak seperti gunung padahal tidak ada gunung di sana (Lihat pula: Surah al-Kahf/18: 47, Tàhà/20: 105–107, an-Naml/27: 88, al-Qàri‘ah/101: 5).", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bawah gunung-gunung pada hari itu tidak lagi seperti sediakala, tetapi akan diguncang sehingga hancur lebur seperti kabut yang dari jauh kelihatan seperti bayangan air. Akan tetapi jika didekati, ternyata tidak ada apa-apa karena bagian-bagiannya telah terpecah belah, dihancurkan, dan beterbangan ke mana-mana.\n\nFirman Allah dalam hal ini:\n\nDan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan. (al-haqqah/69: 14)\n\nKemudian dalam ayat yang lain Allah berfirman:\n\nDan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan. (al-Waqi'ah/56: 5-6)\n\nKemudian gunung-gunung itu akan dihancurleburkan seperti debu yang beterbangan seperti dijelaskan dalam firman Allah:\n\nDan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (al-Qari'ah/101: 5)\n\nAyat 17-20 dari Surah an-Naba'/78 di atas tampaknya berbicara mengenai terjadinya kiamat. Pada ayat yang dibahas, ada penggambaran mengenai tiupan sangkakala. Ada ayat lain yang juga menggunakan kata sangkakala atau trompet dalam menggambarkan kiamat, seperti Surah an-Nazi'at/79: 6-9, \"(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, (tiupan pertama) itu diiringi dengan tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, pandangannya tunduk.\"\n\nKeempat ayat di atas membahas tentang apa yang akan terjadi saat terjadinya hari kiamat. Salah satu kejadian pada hari itu adalah gempa bumi yang sangat dahsyat. Pada ayat 6-9 Surah an-Nazi'at/79, peristiwa gempa, mungkin saja bumi, digambarkan dengan kata \"tiupan\". \n\nApabila kita perhatikan ayat 6 dan 7 dari Surah an-Nazi'at/79 di atas tampak adanya kemiripan dalam gambaran tentang hari kiamat. Namun ada dua pendapat mengenai penggambarannya. Di satu pihak, para ulama menginterpretasikan kata ar-rajifah sebagai bunyi trompet yang pertama, dan ar-radifah adalah tiupan trompet yang kedua. Di pihak lain, ar-rajifah dinyatakan sebagai bumi, dan ar-radifah sebagai saat terjadinya pengadilan. Ada juga yang menginterpretasikan ar-rajifah sebagai kekacauan dari unsur-unsur bumi, sedangkan ar-radifah adalah gempa buminya. Tampaknya pendapat terakhir yang lebih realistis. Tidak ada beda antara kekacauan unsur-unsur bumi dan gempa bumi.\n\nAkan tetapi tampaknya ada pendapat lain yang lebih masuk akal. Mungkin kedua kata yang coba diinterpretasikan oleh banyak ulama sebenarnya menunjukkan adanya gempa utama dan gempa susulan, seperti dapat dilihat pada terjemahan dan tafsir ayat 6 dan 7 Surah an-Nazi'at/79 dalam Tafsir Al-Misbah, \"Pada hari ketika berguncang-guncangan yang dahsyat, diikuti oleh yang mengiringi (nya).\" \n\nSebelum terjadinya gempa utama (main shock), beberapa gempa kecil (fore shock) akan mengawalinya. Setelah gempa utama terjadi maka diikuti oleh gempa susulan (after shocks) yang kekuatannya lebih kecil dan jumlahnya banyak sekali. Lambat laun gempa susulan ini menurun baik jumlah maupun kekuatannya. \n\nPerlu diketahui bahwa gempa awal sulit diidentifikasi. Umumnya gempa utama langsung datang, dan memorak-porandakan segalanya tanpa memperlihatkan adanya gempa awal. Sebagai gambaran adalah gempa Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 dengan magnitudo Mw=9,3 datang tanpa gempa awal. Gempa yang mematahkan dasar laut sepanjang hampir 1000 km ini menimbulkan tsunami dan menghancurkan wilayah yang berada di sekitar Lautan Hindia. Gempa Aceh ini kemudian memicu gempa Nias dengan kekuatan sangat besar pula, yakni Mw=8,7. Jadi, pada hakikatnya gempa Nias bukan gempa susulan melainkan gempa yang dipicu oleh gempa besar yang pertama. Baik gempa Aceh maupun gempa Nias diikuti gempa susulan masing-masing. Dengan gambaran tersebut, gempa bumi yang datang pada hari kiamat akan jauh lebih dahsyat dan mampu memicu gempa-gempa yang sama dahsyatnya sehingga bumi hancur lebur." } } }, { "number": { "inQuran": 5693, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0631\u0652\u0635\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna jahan nama kaanat mirsaada" } }, "translation": { "en": "Indeed, Hell has been lying in wait", "id": "Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5693", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5693.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5693.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah fenomena hari kiamat yang sangat mencekam. Allah lalu beralih menjelaskan nasib orang kafir di akhirat. Sungguh, neraka Jahanam itu Kami jadikan sebagai tempat mengintai bagi para penjaga yang mengawasi neraka. Tidak ada satu orang kafir pun yang bisa lari dari siksa neraka.", "long": "Sesungguhnya tempat pelaksanaan azab Allah yaitu neraka Jahanam, yang selalu dalam posisi menunggu kedatangan orang-orang kafir untuk disiksa di dalamnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mundhir dari al-hasan al-Basri, \"Tidak seorang pun masuk surga kecuali setelah melalui neraka. Apabila dia sudah melewatinya, selamatlah dia dan jika tidak, dia akan tertahan.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5694, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u063a\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0622\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Lit taa gheena ma aaba" } }, "translation": { "en": "For the transgressors, a place of return,", "id": "menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5694", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5694.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5694.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Neraka Jahanam itu menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas dengan menentang aturan agama dan mendustakan para rasul Allah. Kami akan siksa mereka di sana sebagai balasan atas perbuatan mereka, sebagaimana telah Kami peringatkan sebelumnya.", "long": "Dijelaskan di sini bahwa neraka Jahanam itu menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka dan melampaui batas, yang tidak mau mendengar ajakan para rasul yang membawa petunjuk dan kebenaran." } } }, { "number": { "inQuran": 5695, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u062b\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0642\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa bitheena feehaa ahqaaba" } }, "translation": { "en": "In which they will remain for ages [unending].", "id": "Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5695", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5695.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5695.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang melampaui batas itu tinggal di sana yakni neraka Jahanam dalam masa yang lama. Hanya Allah yang mengetahui berapa lama mereka akan tinggal di neraka secara pasti. Bagi orang yang menderita, masa yang sebentar akan terasa sangat lama, apalagi jika masa itu benar-benar lama hingga ribuan tahun atau lebih.", "long": "Mereka tinggal di dalam neraka dalam waktu yang lama sebagaimana diterangkan pula dalam firman Allah:\n\nMereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal. (al-Ma'idah/5: 37)" } } }, { "number": { "inQuran": 5696, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa ya zooqoona feeha bar daw walaa sharaaba" } }, "translation": { "en": "They will not taste therein [any] coolness or drink", "id": "mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5696", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5696.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5696.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka mendiami neraka Jahanam dengan penuh penderitaan. Mereka tidak pernah merasakan kesejukan di dalamnya untuk sekadar menikmati udara segar atau keteduhan, dan tidak pula mendapat minuman untuk melepas dahaga yang sangat berat.", "long": "Di dalam neraka Jahanam itu mereka tidak merasakan kesejukan yang dapat mengurangi panas yang sangat menghanguskan dan tidak pula mendapat minuman yang dapat menghilangkan rasa haus." } } }, { "number": { "inQuran": 5697, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0648\u064e\u063a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Illa hamee maw-wa ghas saaqa" } }, "translation": { "en": "Except scalding water and [foul] purulence -", "id": "selain air yang mendidih dan nanah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5697", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5697.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5697.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tidak diberi minuman apa pun selain air yang mendidih yang menghancurkan usus mereka dan nanah yang keluar dari kulit-kulit mereka yang berbau busuk dan menjijikkan.", "long": "Selain air yang mendidih yang sampai kepada puncak panas, ada pula nanah yang sangat busuk baunya." } } }, { "number": { "inQuran": 5698, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0648\u0650\u0641\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Jazaa-aw wi faaqa" } }, "translation": { "en": "An appropriate recompense.", "id": "sebagai pembalasan yang setimpal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5698", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5698.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5698.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua itu Kami sediakan sebagai pembalasan yang setimpal atas perbuatan buruk mereka. Ancaman Allah melalui para rasul-Nya terhadap mereka ketika di dunia benar-benar akan terbukti.", "long": "Neraka Jahanam itu disediakan sebagai balasan dari Allah yang setimpal dengan dosa dan pelanggaran yang mereka lakukan di dunia, karena setiap kejahatan dan keburukan akan dibalas dengan kejahatan dan keburukan yang setimpal. Azab yang setimpal itu diberikan karena dosa yang sangat berat yang telah mereka lakukan yaitu mempersekutukan Allah. Mereka dibakar dalam neraka Jahanam dalam waktu yang lama sekali." } } }, { "number": { "inQuran": 5699, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648\u0646\u064e \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innahum kaanu laa yarjoona hisaaba" } }, "translation": { "en": "Indeed, they were not expecting an account", "id": "Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5699", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5699.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5699.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka pantas menerima siksa Jahanam karena sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan amal di akhirat, bahkan mereka mendustakan dan menertawakan hari perhitungan itu. Jika mereka meyakini hari perhitungan, pasti mereka akan berbuat kebajikan.", "long": "Setelah menerangkan azab neraka secara garis besar dalam ayat-ayat yang lalu, maka dalam ayat-ayat berikut ini Allah menyebutkan perincian terhadap dosa itu, yaitu terbagi atas dua bagian: pertama, mereka tidak takut kepada hari perhitungan karena mengingkari kedatangannya. Oleh karena itu, mereka tidak takut melakukan pelanggaran-pelanggaran itu sesuai dengan ajakan hawa nafsunya. Kedua, mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan apa yang disebutkan dalam Al-Qur'an tentang kewajiban mentauhidkan Allah sesuai dengan seruan para rasul serta mempercayai hari kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 5700, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0643\u0650\u0630\u0651\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kazzabu bi aayaa tina kizzaba" } }, "translation": { "en": "And denied Our verses with [emphatic] denial.", "id": "Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5700", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5700.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5700.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping itu, mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami tentang tauhid, kenabian, dan hari kebangkitan. Mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah cerita usang yang penuh kebohongan.", "long": "Setelah menerangkan azab neraka secara garis besar dalam ayat-ayat yang lalu, maka dalam ayat-ayat berikut ini Allah menyebutkan perincian terhadap dosa itu, yaitu terbagi atas dua bagian: pertama, mereka tidak takut kepada hari perhitungan karena mengingkari kedatangannya. Oleh karena itu, mereka tidak takut melakukan pelanggaran-pelanggaran itu sesuai dengan ajakan hawa nafsunya. Kedua, mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan apa yang disebutkan dalam Al-Qur'an tentang kewajiban mentauhidkan Allah sesuai dengan seruan para rasul serta mempercayai hari kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 5701, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0623\u064e\u062d\u0652\u0635\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kulla shai-in ahsai naahu kitaa ba" } }, "translation": { "en": "But all things We have enumerated in writing.", "id": "Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5701", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5701.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5701.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tidak pernah salah dalam menentukan siapa yang berhak mendapat siksa karena Dia mempunyai catatan amal setiap orang. Dan segala sesuatu tentang amal perbuatan manusia telah Kami catat dalam suatu Kitab, yaitu buku catatan amal manusia, baik amal kecil maupun besar. Catatan itu akan menjadi saksi atas pelanggaran-pelanggaran mereka.", "long": "Setelah menerangkan amal perbuatan mereka yang buruk dan akidah yang sesat, maka Allah dalam ayat ini menerangkan bahwa segala sesuatu yang mereka kerjakan itu telah dihitung sesuai dengan catatan yang ada pada sisi-Nya. Segala amalan manusia secara keseluruhan telah tercatat dalam catatan-Nya itu, tidak ada yang ketinggalan sedikit pun." } } }, { "number": { "inQuran": 5702, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 30, "page": 582, "manzil": 7, "ruku": 518, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064f\u0648\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa zooqoo falan-nazee dakum ill-laa azaaba" } }, "translation": { "en": "\"So taste [the penalty], and never will We increase you except in torment.\"", "id": "Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5702", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5702.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5702.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah Allah menjelaskan tentang keburukan perbuatan mereka, Allah mengatakan kepada mereka, “Maka karena semua perbuatan buruk yang kamu kerjakan itu rasakanlah siksa api neraka ini! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab. Mereka ditimpa azab demi azab yang sangat pedih, menyakitkan jiwa dan raga, tidak ada jeda sedikit pun antara satu azab dan azab berikutnya. Mereka merasakannya dalam rentang waktu yang sangat lama. Inilah siksaan bagi mereka yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa akibat dari kekafiran dan kedurhakaan itu, mereka akan merasakan siksaan-Nya. Allah tidak akan menambah kecuali dengan azab yang lebih pedih lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 5703, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064e\u0641\u064e\u0627\u0632\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna lil mutta qeena mafaaza" } }, "translation": { "en": "Indeed, for the righteous is attainment -", "id": "Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5703", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5703.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5703.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan nasib para pendurhaka, Allah beralih menguraikan nasib orang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang bertakwa dan selalu berbuat baik serta menghindari perbuatan buruk akan mendapat kemenangan dan kebahagiaan di akhirat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang bertakwa itu benar-benar akan mendapat kemenangan dan kebahagiaan dengan penghormatan dan pahala yang besar di dalam surga." } } }, { "number": { "inQuran": 5704, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Hadaa-iqa wa a'anaa ba" } }, "translation": { "en": "Gardens and grapevines", "id": "(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5704", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5704.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5704.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemenangan dan kebahagiaan yang akan mereka dapatkan di antaranya berupa kebun-kebun yang rindang, indah, damai, dan sejuk; dan buah anggur yang kelezatan rasanya sangat berbeda dari anggur dunia meski memiliki sebutan yang sama. Inilah bentuk kenikmatan lingkungan dan makanan di surga.", "long": "Di dalamnya terdapat berbagai nikmat, antara lain berupa kebun-kebun kurma dan buah anggur yang sangat lezat rasanya, cocok dengan selera, dan sedap dalam pandangan mata." } } }, { "number": { "inQuran": 5705, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0648\u064e\u0627\u0639\u0650\u0628\u064e \u0623\u064e\u062a\u0652\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa kaawa 'iba at raaba" } }, "translation": { "en": "And full-breasted [companions] of equal age", "id": "dan gadis-gadis montok yang sebaya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5705", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5705.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5705.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Allah sediakan pula bagi mereka sebagai kenikmatan seksual dan pemberi ketenteraman hati, bidadari surga yaitu gadis-gadis yang cantik jelita, berpayudara montok, yang umur mereka sebaya.", "long": "Lalu diterangkan pula bahwa di dalam surga itu terdapat pula banyak bidadari yang cantik, montok, dan sebaya usianya. Kesenangan bergaul dengan kaum wanita yang biasanya merupakan kesenangan yang memuncak di dunia, akan dialami pula oleh ahli surga dengan cara yang lebih sempurna, tetapi tidak dapat dibayangkan bagaimana terjadinya nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 5706, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0623\u0652\u0633\u064b\u0627 \u062f\u0650\u0647\u064e\u0627\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ka'san di haaqa" } }, "translation": { "en": "And a full cup.", "id": "dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5706", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5706.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5706.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bagi mereka Allah berikan kenikmatan lainnya, yaitu gelas-gelas yang penuh minuman. Minuman itu amat beragam, di antaranya susu, anggur, dan khamar yang tidak memabukkan.", "long": "Di dalamnya juga terdapat hidangan-hidangan minuman yang dikemas dalam gelas-gelas yang penuh. Dalam firman Allah yang lain dinyatakan:\n\nDan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe. (al-Insan/76: 17)" } } }, { "number": { "inQuran": 5707, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u063a\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0643\u0650\u0630\u0651\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Laa yasma'oona fiha lagh waw walaa kizzaba" } }, "translation": { "en": "No ill speech will they hear therein or any falsehood -", "id": "Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5707", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5707.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5707.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Suasana di surga itu amat damai dan menyenangkan. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia, tidak bermanfaat, maupun perkataan dusta.", "long": "Di dalam surga itu, mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berarti atau sia-sia dan tidak pula perkataan yang dusta walaupun mereka meminum arak, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\n(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa. (ath-thur/52: 23)" } } }, { "number": { "inQuran": 5708, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0637\u064e\u0627\u0621\u064b \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Jazaa-am mir-rabbika ataa-an hisaaba" } }, "translation": { "en": "[As] reward from your Lord, [a generous] gift [made due by] account,", "id": "Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5708", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5708.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5708.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua kenikmatan itu disediakan sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu yang telah menuntunmu menuju jalan ketakwaan.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa kemenangan dan kebahagiaan yang besar itu adalah pemberian yang banyak dari Allah, sebagai rahmat dan karunia-Nya kepada hamba yang taat kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5709, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u06d6 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062e\u0650\u0637\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Rabbis samaa waati wal ardi wa maa baina humar rahmaani laa yam likoona minhu khi taaba" } }, "translation": { "en": "[From] the Lord of the heavens and the earth and whatever is between them, the Most Merciful. They possess not from Him [authority for] speech.", "id": "Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5709", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5709.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5709.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuhan yang menganugerahkan semua itu adalah Tuhan Pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dialah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahakaya. Dia mempunyai rahmat yang sangat banyak. Mereka tidak mampu berbicara dengan Dia. Semua unduk dan patuh kepada-Nya, tidak ada yang mampu berbicara dengan-Nya kecuali atas seizin-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dialah Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan segala yang berada di antaranya dengan sifat-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Pemurah. Keagungan Allah pada hari Kiamat itu tampak sekali, tidak seorang pun yang akan berbicara dengan Allah, melainkan dengan izin-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5710, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0635\u064e\u0641\u0651\u064b\u0627 \u06d6 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0635\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yauma yaqoo mur roohu wal malaa-ikatu saf-fal laa yata kalla moona illa man azina lahur rahmaanu wa qaala sawaaba" } }, "translation": { "en": "The Day that the Spirit and the angels will stand in rows, they will not speak except for one whom the Most Merciful permits, and he will say what is correct.", "id": "Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5710", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5710.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5710.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada yang mampu berbicara langsung dengan Allah pada hari ketika ruh, yaitu Jibril, dan para malaikat lain yang berdiri bersaf-saf secara teratur dengan penuh tunduk dan khusyuk. Mereka, baik Jibril atau lainnya, tidak berani berkata-kata karena khidmatnya situasi saat itu, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih untuk berkata kepada-Nya, dan dia hanya mengatakan sesuatu yang benar dan diridai Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa pada hari Kiamat itu Malaikat Jibril dan para malaikat lainnya berdiri bersaf-saf menunggu perintah Allah. Mereka tidak berkata apa pun kecuali setelah diberi izin oleh Allah Yang Maha Pemurah. Kata-kata yang mereka ucapkan pun ketika itu hanya kata-kata yang benar." } } }, { "number": { "inQuran": 5711, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0622\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Zaalikal yaumul haqqu faman shaa-at ta khaaza ill-laa rabbihi ma-aaba" } }, "translation": { "en": "That is the True Day; so he who wills may take to his Lord a [way of] return.", "id": "Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5711", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5711.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5711.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah hari yang pasti terjadi sesuai janji Allah. Allah pasti menepati janji-Nya. Maka, barang siapa menghendaki agar mendapat keridaan Allah di akhirat nanti, niscaya dia harus senantiasa menempuh jalan kembali kepada Tuhannya dengan selalu berbuat baik.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa hari Kiamat itu pasti terjadi dan persoalan-persoalan yang tadinya tertutup atau tersembunyi pasti akan diungkapkan. Begitu pula apa-apa yang tersimpan dalam hati manusia, pada hari itu pasti diperlihatkan. Oleh karena itu, Allah mendorong mereka agar bertambah dekat kepada-Nya dan melakukan perbuatan yang menjauhkan diri dari azab-Nya. Dengan demikian, ia pasti menempuh jalan kembali kepada Tuhannya dengan penuh kebahagiaan." } } }, { "number": { "inQuran": 5712, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 519, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0630\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0621\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "In naa anzar naakum azaaban qareebaiy-yauma yan zurul marr-u maa qaddamat yadaahu wa ya qoolul-kaafiru yaa lai tanee kuntu turaaba" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have warned you of a near punishment on the Day when a man will observe what his hands have put forth and the disbeliever will say, \"Oh, I wish that I were dust!\"", "id": "Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5712", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5712.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5712.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu azab di akhirat yang waktunya sungguh sangat dekat dan segera tiba, yaitu pada hari ketika manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, oleh dirinya sendiri, dan orang kafir berkata dengan penuh penyesalan, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah, bukan menjadi manusia yang mendapat taklif agama, niscaya aku tidak dihadapkan pada pertanggungjawaban atas perbuatanku sebagaimana yang aku hadapi hari ini.\"", "long": "Ayat ini memberi peringatan kepada orang-orang kafir bahwa sesungguhnya Allah telah memberi peringatan kepada mereka dengan siksaan yang dekat.\n\nSetiap orang harus mengerti bahwa apa saja yang akan dialaminya telah dekat waktu terjadinya. Soal jarak waktu bukanlah suatu hal yang penting, tetapi yang penting adalah peristiwa itu pasti akan dialaminya. Maka seorang yang berakal sehat selalu bersiap-siap untuk menghadapi peristiwa-peristiwa yang akan dijumpainya. Pada hari itu, manusia akan melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, sebagaimana dijelaskan pula dalam firman Allah:\n\n(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. (Ali 'Imran/3: 30)\n\nPada hari itu, orang kafir akan berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan, \"Andaikata aku dahulu di dunia hanya menjadi tanah, dan tidak menjadi manusia yang durhaka kepada Tuhan.\"" } } } ] }, { "number": 79, "sequence": 81, "numberOfVerses": 46, "name": { "short": "النازعات", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u0627\u0632\u0639\u0627\u062a", "transliteration": { "en": "An-Naazi'aat", "id": "An-Nazi'at" }, "translation": { "en": "Those who drag forth", "id": "Malaikat Yang Mencabut" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat An Naazi´aat terdiri atas 46 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat An Naba´. Dinamai An Naazi´aat diambil dari perkataan An Naazi´aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai pula as Saahirah yang diambil dari ayat 14, dinamai juga Ath Thaammah diambil dari ayat 34." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5713, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0632\u0650\u0639\u064e\u0627\u062a\u0650 \u063a\u064e\u0631\u0652\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wan naazi 'aati gharqa" } }, "translation": { "en": "By those [angels] who extract with violence", "id": "Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5713", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5713.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5713.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberiNya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah berfirman dalam bentuk sumpah terhadap beberapa malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras dan juga kepada para malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan lemah-lembut. Hal ini dalam rangka menegaskan adanya hari kebangkitan yang diingkari orang-orang musyrik. Ayat-ayat selanjutnya yang juga dalam bentuk kalimat-kalimat sumpah kepada para malaikat yang turun dari langit dengan cepat sambil membawa perintah Allah. Bahkan Allah bersumpah kepada para malaikat yang mendahului malaikat yang lain dengan kencang, serta para malaikat yang mengatur dunia.\n\nFirman-firman dalam bentuk sumpah ini banyak terdapat pada surah-surah Makkiyyah karena banyak orang-orang musyrik menolak dan mengingkari hari kebangkitan, seperti pada Surah as-saffat/37: 1-4:\n\nDemi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh, demi (rombongan) yang membacakan peringatan, sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. (as-saffat/37: 1-4)\n\nAdapun jawab qasam (isi dari sumpah) pada awal Surah an-Nazi'at ini terdapat dalam ayat 6, yaitu sungguh pada saat alam berguncang ketika tiupan sangkakala pertama, semuanya rusak dan hancur.\n\nTiupan sangkakala yang pertama itu kemudian diikuti oleh tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kuburnya. Inilah hari Kiamat dalam arti yang sebenarnya.\n\nAyat-ayat permulaan pada Surah an-Nazi'at ini oleh jumhur mufasir dipahami sebagai sumpah-sumpah kepada para malaikat. Akan tetapi, ada mufasir lain, seperti Ahmad Musthafa al-Maragi, yang memahami sumpah ini bukan kepada para malaikat, tetapi kepada bintang-bintang yang beredar menurut aturan tertentu, seperti matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Dalam tafsir al-MarAgi, ayat-ayat ini dipahami sebagai bintang-bintang yang sigap dan cepat jalannya, cahaya-cahaya yang keluar dari bintang ke bintang, dan bintang-bintang yang jalannya cepat dari bintang-bintang yang lain.\n\nAdapun tentang pemahaman jawab qasam-nya sama dengan pendapat jumhur mufasir." } } }, { "number": { "inQuran": 5714, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0634\u0650\u0637\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0646\u064e\u0634\u0652\u0637\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wan naa shi taati nashta" } }, "translation": { "en": "And [by] those who remove with ease", "id": "Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5714", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5714.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5714.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.”", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah berfirman dalam bentuk sumpah terhadap beberapa malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras dan juga kepada para malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan lemah-lembut. Hal ini dalam rangka menegaskan adanya hari kebangkitan yang diingkari orang-orang musyrik. Ayat-ayat selanjutnya yang juga dalam bentuk kalimat-kalimat sumpah kepada para malaikat yang turun dari langit dengan cepat sambil membawa perintah Allah. Bahkan Allah bersumpah kepada para malaikat yang mendahului malaikat yang lain dengan kencang, serta para malaikat yang mengatur dunia.\n\nFirman-firman dalam bentuk sumpah ini banyak terdapat pada surah-surah Makkiyyah karena banyak orang-orang musyrik menolak dan mengingkari hari kebangkitan, seperti pada Surah as-saffat/37: 1-4:\n\nDemi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh, demi (rombongan) yang membacakan peringatan, sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. (as-saffat/37: 1-4)\n\nAdapun jawab qasam (isi dari sumpah) pada awal Surah an-Nazi'at ini terdapat dalam ayat 6, yaitu sungguh pada saat alam berguncang ketika tiupan sangkakala pertama, semuanya rusak dan hancur.\n\nTiupan sangkakala yang pertama itu kemudian diikuti oleh tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kuburnya. Inilah hari Kiamat dalam arti yang sebenarnya.\n\nAyat-ayat permulaan pada Surah an-Nazi'at ini oleh jumhur mufasir dipahami sebagai sumpah-sumpah kepada para malaikat. Akan tetapi, ada mufasir lain, seperti Ahmad Musthafa al-Maragi, yang memahami sumpah ini bukan kepada para malaikat, tetapi kepada bintang-bintang yang beredar menurut aturan tertentu, seperti matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Dalam tafsir al-MarAgi, ayat-ayat ini dipahami sebagai bintang-bintang yang sigap dan cepat jalannya, cahaya-cahaya yang keluar dari bintang ke bintang, dan bintang-bintang yang jalannya cepat dari bintang-bintang yang lain.\n\nAdapun tentang pemahaman jawab qasam-nya sama dengan pendapat jumhur mufasir." } } }, { "number": { "inQuran": 5715, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0652\u062d\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wass saabi-haati sabha" } }, "translation": { "en": "And [by] those who glide [as if] swimming", "id": "Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5715", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5715.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5715.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkanNya sepanjang waktu,", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah berfirman dalam bentuk sumpah terhadap beberapa malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras dan juga kepada para malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan lemah-lembut. Hal ini dalam rangka menegaskan adanya hari kebangkitan yang diingkari orang-orang musyrik. Ayat-ayat selanjutnya yang juga dalam bentuk kalimat-kalimat sumpah kepada para malaikat yang turun dari langit dengan cepat sambil membawa perintah Allah. Bahkan Allah bersumpah kepada para malaikat yang mendahului malaikat yang lain dengan kencang, serta para malaikat yang mengatur dunia.\n\nFirman-firman dalam bentuk sumpah ini banyak terdapat pada surah-surah Makkiyyah karena banyak orang-orang musyrik menolak dan mengingkari hari kebangkitan, seperti pada Surah as-saffat/37: 1-4:\n\nDemi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh, demi (rombongan) yang membacakan peringatan, sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. (as-saffat/37: 1-4)\n\nAdapun jawab qasam (isi dari sumpah) pada awal Surah an-Nazi'at ini terdapat dalam ayat 6, yaitu sungguh pada saat alam berguncang ketika tiupan sangkakala pertama, semuanya rusak dan hancur.\n\nTiupan sangkakala yang pertama itu kemudian diikuti oleh tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kuburnya. Inilah hari Kiamat dalam arti yang sebenarnya.\n\nAyat-ayat permulaan pada Surah an-Nazi'at ini oleh jumhur mufasir dipahami sebagai sumpah-sumpah kepada para malaikat. Akan tetapi, ada mufasir lain, seperti Ahmad Musthafa al-Maragi, yang memahami sumpah ini bukan kepada para malaikat, tetapi kepada bintang-bintang yang beredar menurut aturan tertentu, seperti matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Dalam tafsir al-MarAgi, ayat-ayat ini dipahami sebagai bintang-bintang yang sigap dan cepat jalannya, cahaya-cahaya yang keluar dari bintang ke bintang, dan bintang-bintang yang jalannya cepat dari bintang-bintang yang lain.\n\nAdapun tentang pemahaman jawab qasam-nya sama dengan pendapat jumhur mufasir." } } }, { "number": { "inQuran": 5716, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0642\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fass saabi qaati sabqa" } }, "translation": { "en": "And those who race each other in a race", "id": "dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5716", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5716.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5716.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi malaikat yang mendahului yang lain dengan kencang, cepat, dan cekatan untuk melakukan tugas-tugasnya tanpa mengulur waktu,", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah berfirman dalam bentuk sumpah terhadap beberapa malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras dan juga kepada para malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan lemah-lembut. Hal ini dalam rangka menegaskan adanya hari kebangkitan yang diingkari orang-orang musyrik. Ayat-ayat selanjutnya yang juga dalam bentuk kalimat-kalimat sumpah kepada para malaikat yang turun dari langit dengan cepat sambil membawa perintah Allah. Bahkan Allah bersumpah kepada para malaikat yang mendahului malaikat yang lain dengan kencang, serta para malaikat yang mengatur dunia.\n\nFirman-firman dalam bentuk sumpah ini banyak terdapat pada surah-surah Makkiyyah karena banyak orang-orang musyrik menolak dan mengingkari hari kebangkitan, seperti pada Surah as-saffat/37: 1-4:\n\nDemi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh, demi (rombongan) yang membacakan peringatan, sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. (as-saffat/37: 1-4)\n\nAdapun jawab qasam (isi dari sumpah) pada awal Surah an-Nazi'at ini terdapat dalam ayat 6, yaitu sungguh pada saat alam berguncang ketika tiupan sangkakala pertama, semuanya rusak dan hancur.\n\nTiupan sangkakala yang pertama itu kemudian diikuti oleh tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kuburnya. Inilah hari Kiamat dalam arti yang sebenarnya.\n\nAyat-ayat permulaan pada Surah an-Nazi'at ini oleh jumhur mufasir dipahami sebagai sumpah-sumpah kepada para malaikat. Akan tetapi, ada mufasir lain, seperti Ahmad Musthafa al-Maragi, yang memahami sumpah ini bukan kepada para malaikat, tetapi kepada bintang-bintang yang beredar menurut aturan tertentu, seperti matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Dalam tafsir al-MarAgi, ayat-ayat ini dipahami sebagai bintang-bintang yang sigap dan cepat jalannya, cahaya-cahaya yang keluar dari bintang ke bintang, dan bintang-bintang yang jalannya cepat dari bintang-bintang yang lain.\n\nAdapun tentang pemahaman jawab qasam-nya sama dengan pendapat jumhur mufasir." } } }, { "number": { "inQuran": 5717, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062f\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fal mu dab-bi raati amra" } }, "translation": { "en": "And those who arrange [each] matter,", "id": "dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5717", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5717.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5717.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi malaikat yang mengatur urusan dunia, seperti pengisaran angin, turunnya hujan, dan sebagainya sesuai perintah Allah.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah berfirman dalam bentuk sumpah terhadap beberapa malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras dan juga kepada para malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan lemah-lembut. Hal ini dalam rangka menegaskan adanya hari kebangkitan yang diingkari orang-orang musyrik. Ayat-ayat selanjutnya yang juga dalam bentuk kalimat-kalimat sumpah kepada para malaikat yang turun dari langit dengan cepat sambil membawa perintah Allah. Bahkan Allah bersumpah kepada para malaikat yang mendahului malaikat yang lain dengan kencang, serta para malaikat yang mengatur dunia.\n\nFirman-firman dalam bentuk sumpah ini banyak terdapat pada surah-surah Makkiyyah karena banyak orang-orang musyrik menolak dan mengingkari hari kebangkitan, seperti pada Surah as-saffat/37: 1-4:\n\nDemi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh, demi (rombongan) yang membacakan peringatan, sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. (as-saffat/37: 1-4)\n\nAdapun jawab qasam (isi dari sumpah) pada awal Surah an-Nazi'at ini terdapat dalam ayat 6, yaitu sungguh pada saat alam berguncang ketika tiupan sangkakala pertama, semuanya rusak dan hancur.\n\nTiupan sangkakala yang pertama itu kemudian diikuti oleh tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kuburnya. Inilah hari Kiamat dalam arti yang sebenarnya.\n\nAyat-ayat permulaan pada Surah an-Nazi'at ini oleh jumhur mufasir dipahami sebagai sumpah-sumpah kepada para malaikat. Akan tetapi, ada mufasir lain, seperti Ahmad Musthafa al-Maragi, yang memahami sumpah ini bukan kepada para malaikat, tetapi kepada bintang-bintang yang beredar menurut aturan tertentu, seperti matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Dalam tafsir al-MarAgi, ayat-ayat ini dipahami sebagai bintang-bintang yang sigap dan cepat jalannya, cahaya-cahaya yang keluar dari bintang ke bintang, dan bintang-bintang yang jalannya cepat dari bintang-bintang yang lain.\n\nAdapun tentang pemahaman jawab qasam-nya sama dengan pendapat jumhur mufasir." } } }, { "number": { "inQuran": 5718, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0641\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062c\u0650\u0641\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Yawma tarjufur raajifa" } }, "translation": { "en": "On the Day the blast [of the Horn] will convulse [creation],", "id": "(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5718", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5718.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5718.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, demi lima macam malaikat itu, kiamat pasti akan terjadi pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, menghancurkan gunung, mengubah lautan menjadi api, dan sebagainya. Setelah tiupan pertama ini semua makhluk hidup akan mati.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah berfirman dalam bentuk sumpah terhadap beberapa malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras dan juga kepada para malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan lemah-lembut. Hal ini dalam rangka menegaskan adanya hari kebangkitan yang diingkari orang-orang musyrik. Ayat-ayat selanjutnya yang juga dalam bentuk kalimat-kalimat sumpah kepada para malaikat yang turun dari langit dengan cepat sambil membawa perintah Allah. Bahkan Allah bersumpah kepada para malaikat yang mendahului malaikat yang lain dengan kencang, serta para malaikat yang mengatur dunia.\n\nFirman-firman dalam bentuk sumpah ini banyak terdapat pada surah-surah Makkiyyah karena banyak orang-orang musyrik menolak dan mengingkari hari kebangkitan, seperti pada Surah as-saffat/37: 1-4:\n\nDemi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh, demi (rombongan) yang membacakan peringatan, sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. (as-saffat/37: 1-4)\n\nAdapun jawab qasam (isi dari sumpah) pada awal Surah an-Nazi'at ini terdapat dalam ayat 6, yaitu sungguh pada saat alam berguncang ketika tiupan sangkakala pertama, semuanya rusak dan hancur.\n\nTiupan sangkakala yang pertama itu kemudian diikuti oleh tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kuburnya. Inilah hari Kiamat dalam arti yang sebenarnya.\n\nAyat-ayat permulaan pada Surah an-Nazi'at ini oleh jumhur mufasir dipahami sebagai sumpah-sumpah kepada para malaikat. Akan tetapi, ada mufasir lain, seperti Ahmad Musthafa al-Maragi, yang memahami sumpah ini bukan kepada para malaikat, tetapi kepada bintang-bintang yang beredar menurut aturan tertentu, seperti matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Dalam tafsir al-MarAgi, ayat-ayat ini dipahami sebagai bintang-bintang yang sigap dan cepat jalannya, cahaya-cahaya yang keluar dari bintang ke bintang, dan bintang-bintang yang jalannya cepat dari bintang-bintang yang lain.\n\nAdapun tentang pemahaman jawab qasam-nya sama dengan pendapat jumhur mufasir." } } }, { "number": { "inQuran": 5719, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062f\u0650\u0641\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Tatba'u har raadifa" } }, "translation": { "en": "There will follow it the subsequent [one].", "id": "(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5719", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5719.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5719.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua, di mana manusia bangkit dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah berfirman dalam bentuk sumpah terhadap beberapa malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan keras dan juga kepada para malaikat yang mencabut nyawa manusia dengan lemah-lembut. Hal ini dalam rangka menegaskan adanya hari kebangkitan yang diingkari orang-orang musyrik. Ayat-ayat selanjutnya yang juga dalam bentuk kalimat-kalimat sumpah kepada para malaikat yang turun dari langit dengan cepat sambil membawa perintah Allah. Bahkan Allah bersumpah kepada para malaikat yang mendahului malaikat yang lain dengan kencang, serta para malaikat yang mengatur dunia.\n\nFirman-firman dalam bentuk sumpah ini banyak terdapat pada surah-surah Makkiyyah karena banyak orang-orang musyrik menolak dan mengingkari hari kebangkitan, seperti pada Surah as-saffat/37: 1-4:\n\nDemi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh, demi (rombongan) yang membacakan peringatan, sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. (as-saffat/37: 1-4)\n\nAdapun jawab qasam (isi dari sumpah) pada awal Surah an-Nazi'at ini terdapat dalam ayat 6, yaitu sungguh pada saat alam berguncang ketika tiupan sangkakala pertama, semuanya rusak dan hancur.\n\nTiupan sangkakala yang pertama itu kemudian diikuti oleh tiupan kedua yang membangkitkan manusia dari kuburnya. Inilah hari Kiamat dalam arti yang sebenarnya.\n\nAyat-ayat permulaan pada Surah an-Nazi'at ini oleh jumhur mufasir dipahami sebagai sumpah-sumpah kepada para malaikat. Akan tetapi, ada mufasir lain, seperti Ahmad Musthafa al-Maragi, yang memahami sumpah ini bukan kepada para malaikat, tetapi kepada bintang-bintang yang beredar menurut aturan tertentu, seperti matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Dalam tafsir al-MarAgi, ayat-ayat ini dipahami sebagai bintang-bintang yang sigap dan cepat jalannya, cahaya-cahaya yang keluar dari bintang ke bintang, dan bintang-bintang yang jalannya cepat dari bintang-bintang yang lain.\n\nAdapun tentang pemahaman jawab qasam-nya sama dengan pendapat jumhur mufasir." } } }, { "number": { "inQuran": 5720, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0641\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Quloobuny-yau maaiziw-waaji-fa" } }, "translation": { "en": "Hearts, that Day, will tremble,", "id": "Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5720", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5720.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5720.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Suasana pada hari itu sangat mencekam. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, jantung mereka berdegup kencang karena mereka akan dihadapkan ke pengadilan Allah untuk menunggu putusan Allah kepada mereka.", "long": "Pada ayat-ayat ini dijelaskan bahwa hati orang-orang kafir pada waktu itu sangat takut setelah mereka menyaksikan sendiri apa yang telah diberitahukan kepada mereka dahulu di dunia. Orang-orang kafir Mekah ketika di dunia bahkan telah diberitahu langsung oleh Nabi Muhammad. Pandangan mereka tertunduk lemas, selalu melihat ke bawah karena rasa takut dan gelisah yang sangat tinggi.\n\nPada ayat lain digambarkan keadaan orang-orang kafir pada hari Kiamat itu sebagai berikut:\n\nMereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrahim/14: 43)" } } }, { "number": { "inQuran": 5721, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0628\u0652\u0635\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Absaa ruhaa khashi'ah" } }, "translation": { "en": "Their eyes humbled.", "id": "pandangannya tunduk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5721", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5721.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5721.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pandangannya tunduk karena merasa hina dina di hadapan Allah.", "long": "Pada ayat-ayat ini dijelaskan bahwa hati orang-orang kafir pada waktu itu sangat takut setelah mereka menyaksikan sendiri apa yang telah diberitahukan kepada mereka dahulu di dunia. Orang-orang kafir Mekah ketika di dunia bahkan telah diberitahu langsung oleh Nabi Muhammad. Pandangan mereka tertunduk lemas, selalu melihat ke bawah karena rasa takut dan gelisah yang sangat tinggi.\n\nPada ayat lain digambarkan keadaan orang-orang kafir pada hari Kiamat itu sebagai berikut:\n\nMereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrahim/14: 43)" } } }, { "number": { "inQuran": 5722, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064e\u0631\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Ya qoo loona a-inna lamar doo doona fil haafirah" } }, "translation": { "en": "They are [presently] saying, \"Will we indeed be returned to [our] former state [of life]?", "id": "(Orang-orang kafir) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5722", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5722.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5722.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan berkata dengan penuh pengingkaran, “Setelah kematian, apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”", "long": "Pada ayat ini kemudian dijelaskan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan bertanya dengan nada penyesalan, \"Apakah kami betul-betul dikembalikan seperti kehidupan semula?\" Hal ini juga pernah mereka tanyakan, sebagaimana terdapat dalam firman Allah:\n\nMereka berkata, \"Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (al-Mu'minun/23: 82)\n\nPada hari Kiamat pun mereka masih bertanya, \"Apakah kami akan dibangkitkan juga apabila telah menjadi tulang-belulang yang hancur dan bersatu dengan tanah?\" padahal ketika di dunia sudah dijelaskan dalam firman Allah:\n\nDia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)" } } }, { "number": { "inQuran": 5723, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0638\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0646\u0651\u064e\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Aizaa kunna 'izaa man-nakhirah" } }, "translation": { "en": "Even if we should be decayed bones?", "id": "Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5723", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5723.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5723.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "“Apakah kita akan dibangkitkan juga apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Mereka memandang persoalan hari kebangkitan hanya dengan pendekatan logika, padahal persoalan ini harus didekati dengan keimanan. Al-Qur’an banyak menyajikan dalil meyakinkan tentang keniscayaan hari kebangkitan.”", "long": "Pada ayat ini kemudian dijelaskan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan bertanya dengan nada penyesalan, \"Apakah kami betul-betul dikembalikan seperti kehidupan semula?\" Hal ini juga pernah mereka tanyakan, sebagaimana terdapat dalam firman Allah:\n\nMereka berkata, \"Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (al-Mu'minun/23: 82)\n\nPada hari Kiamat pun mereka masih bertanya, \"Apakah kami akan dibangkitkan juga apabila telah menjadi tulang-belulang yang hancur dan bersatu dengan tanah?\" padahal ketika di dunia sudah dijelaskan dalam firman Allah:\n\nDia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?\" Katakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)" } } }, { "number": { "inQuran": 5724, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0625\u0650\u0630\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064c \u062e\u064e\u0627\u0633\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Qaalu tilka izan karratun khaasirah." } }, "translation": { "en": "They say, \"That, then, would be a losing return.\"", "id": "Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5724", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5724.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5724.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang ingkar itu berkata dengan nada mengejek, “Kalau hal yang demikian itu benar-benar terjadi, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan bagi kami. Hal itu tidak akan terjadi kepada kami.”", "long": "Dalam ayat ini akhirnya mereka berkata juga, \"Kalau demikian, sungguh kami akan mengalami pengembalian yang sangat merugikan.\" Allah menjawab ejekan dan penyesalan mereka itu dengan menjelaskan bahwa pengembalian itu cukup sederhana saja, yaitu dapat terjadi hanya dengan satu kali tiupan saja oleh Malaikat Israfil.\n\nAkhirnya mereka menyadari bahwa manusia tidak dapat memandang peristiwa hari kebangkitan itu sebagai mustahil. Sebab, dengan itu mereka dapat serta merta akan hidup kembali di permukaan bumi sebagai permulaan hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5725, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0632\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0627\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Fa inna ma hiya zajratuw-waahida" } }, "translation": { "en": "Indeed, it will be but one shout,", "id": "Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5725", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5725.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5725.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pengembalian dan pembangkitan itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja oleh Malaikat Israfil melalui tiupan yang kedua.", "long": "Dalam ayat ini akhirnya mereka berkata juga, \"Kalau demikian, sungguh kami akan mengalami pengembalian yang sangat merugikan.\" Allah menjawab ejekan dan penyesalan mereka itu dengan menjelaskan bahwa pengembalian itu cukup sederhana saja, yaitu dapat terjadi hanya dengan satu kali tiupan saja oleh Malaikat Israfil.\n\nAkhirnya mereka menyadari bahwa manusia tidak dapat memandang peristiwa hari kebangkitan itu sebagai mustahil. Sebab, dengan itu mereka dapat serta merta akan hidup kembali di permukaan bumi sebagai permulaan hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5726, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Faizaa hum biss saahirah" } }, "translation": { "en": "And suddenly they will be [alert] upon the earth's surface.", "id": "Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5726", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5726.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5726.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi yang baru. Dengan tiupan sangkakala kedua itu saja semua manusia akan bangkit dari kubur dan digiring ke Padang Mahsyar.", "long": "Dalam ayat ini akhirnya mereka berkata juga, \"Kalau demikian, sungguh kami akan mengalami pengembalian yang sangat merugikan.\" Allah menjawab ejekan dan penyesalan mereka itu dengan menjelaskan bahwa pengembalian itu cukup sederhana saja, yaitu dapat terjadi hanya dengan satu kali tiupan saja oleh Malaikat Israfil.\n\nAkhirnya mereka menyadari bahwa manusia tidak dapat memandang peristiwa hari kebangkitan itu sebagai mustahil. Sebab, dengan itu mereka dapat serta merta akan hidup kembali di permukaan bumi sebagai permulaan hari akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5727, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 583, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064f \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Hal ataaka hadeethu Musaa" } }, "translation": { "en": "Has there reached you the story of Moses? -", "id": "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5727", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5727.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5727.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, bersabarlah atas pengingkaran kaummu sebagaimana kesabaran nabi-nabi terdahulu. Sudahkah sampai kepadamu kisah Nabi Musa yang berdakwah kepada Fir‘aun yang zalim?", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengingatkan Nabi Muhammad tentang kisah Musa dalam bentuk pertanyaan, yaitu apakah belum diketahui olehnya tentang kisah Musa yang diutus Allah kepada Fir'aun untuk menyampaikan risalahnya dengan cara yang halus dan lemah lembut seperti tercantum dalam firman Allah:\n\nMaka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. (thaha/20: 44)\n\nKisah Nabi Musa terutama tatkala Tuhan memanggil Musa di lembah suci yaitu di Lembah thuwa di dekat Gunung Sinai. Pada saat itu, Nabi Musa bermunajat kepada Allah sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5728, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0633\u0650 \u0637\u064f\u0648\u064b\u0649", "transliteration": { "en": "Iz nadaahu rabbuhu bil waadil-muqad dasi tuwa" } }, "translation": { "en": "When his Lord called to him in the sacred valley of Tuwa,", "id": "Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5728", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5728.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5728.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ingatlah kisah ketika Tuhan memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa;", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengingatkan Nabi Muhammad tentang kisah Musa dalam bentuk pertanyaan, yaitu apakah belum diketahui olehnya tentang kisah Musa yang diutus Allah kepada Fir'aun untuk menyampaikan risalahnya dengan cara yang halus dan lemah lembut seperti tercantum dalam firman Allah:\n\nMaka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. (thaha/20: 44)\n\nKisah Nabi Musa terutama tatkala Tuhan memanggil Musa di lembah suci yaitu di Lembah thuwa di dekat Gunung Sinai. Pada saat itu, Nabi Musa bermunajat kepada Allah sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5729, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0637\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Izhab ilaa fir'auna innahu taghaa." } }, "translation": { "en": "\"Go to Pharaoh. Indeed, he has transgressed.", "id": "pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5729", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5729.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5729.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di lembah itu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa dan membekalinya dengan dua mukjizat: tongkat yang berubah menjadi ular dan telapak tangan yang bercahaya. Wahai Nabi Musa, pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, memperbudak bangsa Israel, membunuhi anak lelaki mereka, dan membiarkan hidup anak perempuan mereka.", "long": "Tugas Nabi Musa ialah supaya pergi kepada Fir'aun dan menasihatinya karena Fir'aun sudah melampaui batas, berlaku sombong terhadap Bani Israil dan memperbudak mereka dengan kekejaman yang luar biasa dan di luar peri kemanusiaan. Di antaranya adalah perintah untuk membunuh bayi-bayi laki-laki dan membiarkan bayi perempuan hidup. Kemudian Allah menyuruh Nabi Musa supaya melaksanakan dakwah dengan halus dan lemah lembut.\n\nNabi Musa diperintahkan untuk berdialog secara baik-baik dengan Fir'aun dan mengemukakan pertanyaan apakah Fir'aun mau membersihkan diri dari kesesatan. Fir'aun telah bergelimang dalam kesesatan, sehingga sebaiknya mau menerima petunjuk dari Allah yang dibawa Nabi Musa. Fir'aun perlu menempuh jalan kebajikan yaitu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan jahat.\n\nKemudian Nabi Musa diperintahkan untuk menjelaskan secara terbuka dengan mengajak Fir'aun untuk mengikuti risalahnya menuju ke jalan Allah dengan bertakwa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5730, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0632\u064e\u0643\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Faqul hal laka ilaa-an tazakka." } }, "translation": { "en": "And say to him, 'Would you [be willing to] purify yourself", "id": "Maka katakanlah (kepada Fir‘aun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5730", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5730.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5730.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka nasihati dan katakanlah kepada Fir‘aun dengan sopan dan lemah lembut, “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri dari kesesatan dan dosa?", "long": "Tugas Nabi Musa ialah supaya pergi kepada Fir'aun dan menasihatinya karena Fir'aun sudah melampaui batas, berlaku sombong terhadap Bani Israil dan memperbudak mereka dengan kekejaman yang luar biasa dan di luar peri kemanusiaan. Di antaranya adalah perintah untuk membunuh bayi-bayi laki-laki dan membiarkan bayi perempuan hidup. Kemudian Allah menyuruh Nabi Musa supaya melaksanakan dakwah dengan halus dan lemah lembut.\n\nNabi Musa diperintahkan untuk berdialog secara baik-baik dengan Fir'aun dan mengemukakan pertanyaan apakah Fir'aun mau membersihkan diri dari kesesatan. Fir'aun telah bergelimang dalam kesesatan, sehingga sebaiknya mau menerima petunjuk dari Allah yang dibawa Nabi Musa. Fir'aun perlu menempuh jalan kebajikan yaitu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan jahat.\n\nKemudian Nabi Musa diperintahkan untuk menjelaskan secara terbuka dengan mengajak Fir'aun untuk mengikuti risalahnya menuju ke jalan Allah dengan bertakwa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5731, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa ahdi yaka ila rabbika fatakh sha" } }, "translation": { "en": "And let me guide you to your Lord so you would fear [Him]?'\"", "id": "dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5731", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5731.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5731.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan engkau akan kupimpin dan kubimbing ke jalan Tuhanmu yang benar dan lurus agar engkau takut kepada-Nya dengan menyembah-Nya dan berbuat baik?”", "long": "Tugas Nabi Musa ialah supaya pergi kepada Fir'aun dan menasihatinya karena Fir'aun sudah melampaui batas, berlaku sombong terhadap Bani Israil dan memperbudak mereka dengan kekejaman yang luar biasa dan di luar peri kemanusiaan. Di antaranya adalah perintah untuk membunuh bayi-bayi laki-laki dan membiarkan bayi perempuan hidup. Kemudian Allah menyuruh Nabi Musa supaya melaksanakan dakwah dengan halus dan lemah lembut.\n\nNabi Musa diperintahkan untuk berdialog secara baik-baik dengan Fir'aun dan mengemukakan pertanyaan apakah Fir'aun mau membersihkan diri dari kesesatan. Fir'aun telah bergelimang dalam kesesatan, sehingga sebaiknya mau menerima petunjuk dari Allah yang dibawa Nabi Musa. Fir'aun perlu menempuh jalan kebajikan yaitu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan jahat.\n\nKemudian Nabi Musa diperintahkan untuk menjelaskan secara terbuka dengan mengajak Fir'aun untuk mengikuti risalahnya menuju ke jalan Allah dengan bertakwa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5732, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u064a\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0628\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa araahul-aayatal kubra." } }, "translation": { "en": "And he showed him the greatest sign,", "id": "Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5732", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5732.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5732.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir‘aun marah mendengar ajakan Nabi Musa dan memintanya memperlihatkan bukti kerasulannya. Nabi Musa lalu memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar, yaitu tongkat yang berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya.", "long": "Kemudian Allah menerangkan bahwa Fir'aun tetap membangkang dan tidak mau mengikuti ajakan Nabi Musa sehingga Musa terpaksa memperlihatkan mukjizat-mukjizatnya. Lalu Musa memperlihatkan kepada Fir'aun mukjizat yang besar yaitu tongkat menjadi ular dan telapak tangan yang bersinar terang. Meskipun begitu, Fir'aun masih mengingkari kenabian Musa dan tetap bersikap durhaka dan menentang Allah. Kemudian Fir'aun berpaling dan berusaha untuk mengadakan perlawanan kepada Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 5733, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0635\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa kazzaba wa asaa." } }, "translation": { "en": "But Pharaoh denied and disobeyed.", "id": "Tetapi dia (Fir‘aun) mendustakan dan mendurhakai." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5733", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5733.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5733.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir‘aun semakin marah karena merasa terhina dan harga dirinya terusik oleh kedatangan Nabi Musa. Bukan beriman, tetapi dia justru mendustakan Nabi Musa dan mendurhakai-nya dan menuduh beliau sebagai pesihir ulung.", "long": "Kemudian Allah menerangkan bahwa Fir'aun tetap membangkang dan tidak mau mengikuti ajakan Nabi Musa sehingga Musa terpaksa memperlihatkan mukjizat-mukjizatnya. Lalu Musa memperlihatkan kepada Fir'aun mukjizat yang besar yaitu tongkat menjadi ular dan telapak tangan yang bersinar terang. Meskipun begitu, Fir'aun masih mengingkari kenabian Musa dan tetap bersikap durhaka dan menentang Allah. Kemudian Fir'aun berpaling dan berusaha untuk mengadakan perlawanan kepada Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 5734, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062f\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Thumma adbara yas'aa." } }, "translation": { "en": "Then he turned his back, striving.", "id": "Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5734", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5734.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5734.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dia berpaling dari kebenaran seraya berusaha menantang Nabi Musa untuk bertanding melawan para pesihir yang didatangkannya dari seluruh pelosok Mesir.", "long": "Kemudian Allah menerangkan bahwa Fir'aun tetap membangkang dan tidak mau mengikuti ajakan Nabi Musa sehingga Musa terpaksa memperlihatkan mukjizat-mukjizatnya. Lalu Musa memperlihatkan kepada Fir'aun mukjizat yang besar yaitu tongkat menjadi ular dan telapak tangan yang bersinar terang. Meskipun begitu, Fir'aun masih mengingkari kenabian Musa dan tetap bersikap durhaka dan menentang Allah. Kemudian Fir'aun berpaling dan berusaha untuk mengadakan perlawanan kepada Musa." } } }, { "number": { "inQuran": 5735, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062d\u064e\u0634\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa hashara fanada." } }, "translation": { "en": "And he gathered [his people] and called out", "id": "Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5735", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5735.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5735.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dia mengumpulkan pembesar-pembesarnya yang setia lalu berseru memanggil kaumnya melalui petugas dan bala tentaranya.", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa Fir'aun mengumpulkan pembesar-pembesarnya dan berseru memanggil kaumnya yang sebagiannya terdiri dari para tukang sihir. Dengan penuh kesombongan, Fir'aun berkata, \"Akulah tuhan kamu yang paling tinggi. Jangan ikuti ajakan Musa.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5736, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Faqala ana rabbu kumul-a'laa." } }, "translation": { "en": "And said, \"I am your most exalted lord.\"", "id": "(Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5736", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5736.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5736.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Fir‘aun berkata dengan sombong dan angkuh, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi. Hanya aku yang berhak kamu taati, bukan Tuhan Nabi Musa. Akulah yang paling berkuasa di negeri Mesir ini.”", "long": "Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa Fir'aun mengumpulkan pembesar-pembesarnya dan berseru memanggil kaumnya yang sebagiannya terdiri dari para tukang sihir. Dengan penuh kesombongan, Fir'aun berkata, \"Akulah tuhan kamu yang paling tinggi. Jangan ikuti ajakan Musa.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5737, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0643\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa-akha zahul laahu nakalal aakhirati wal-oola." } }, "translation": { "en": "So Allah seized him in exemplary punishment for the last and the first [transgression].", "id": "Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5737", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5737.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5737.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pertandingan melawan para pesihir akhirnya dihelat dan memunculkan Nabi Musa sebagai pemenang. Mereka lantas beriman kepada Nabi Musa. Merasa terancam, Fir‘aun mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga pinggir Laut Merah. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dengan siksaan yang pedih dan siksaan di dunia dengan menenggelamkannya di Laut Merah bersama para prajuritnya.", "long": "Maka Allah menurunkan siksa kepadanya, bukan di dunia saja bahkan juga di akhirat. Siksaan di dunia ialah dengan ditenggelamkan bersama kaumnya di Laut Merah, dan siksaan di akhirat dengan dijerumuskan ke dalam neraka Jahanam, yang merupakan tempat kembali yang sangat buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 5738, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 520, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0629\u064b \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Inna fee zaalika la'ibratal limaiy-yaksha" } }, "translation": { "en": "Indeed in that is a warning for whoever would fear [Allah].", "id": "Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5738", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5738.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5738.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah kisah dakwah dan ketabahan Nabi Musa menghadapi Fir‘aun. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang takut kepada Allah. Kisah itu mengajarkan bahwa kebenaran pasti akan mengalahkan kebatilan dan jabatan yang tinggi seringkali menjerumuskan seseorang untuk melanggar baik terhadap aturan agama maupun etika.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan sesungguhnya pada kejadian yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal dan dapat memperhitungkan tiap-tiap kejadian dengan akibatnya, terutama bagi orang yang takut kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5739, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u062f\u0651\u064f \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u06da \u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "A-antum a shaddu khalqan amis samaa-u banaaha." } }, "translation": { "en": "Are you a more difficult creation or is the heaven? Allah constructed it.", "id": "Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5739", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5739.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5739.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjelaskan keperkasaan Allah dan kelemahan manusia, Allah berfrman, “Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? Secara logika, penciptaan langit yang demikian luas tentu lebih sulit daripada penciptaan manusia.", "long": "Ayat ini menghimbau manusia untuk menggunakan akalnya untuk membandingkan penciptaan dirinya yang kecil dan lemah dengan penciptaan alam semesta yang demikian luas dan kokoh. Hal itu menunjukkan kekuasaan Allah. Ibnu Khaldun menggambarkan keadaan manusia yang terlalu mengagungkan kemampuan logika tanpa mengasah kalbunya dengan mengatakan, \"Bagaimana manusia dengan otaknya yang hanya sebesar timbangan emas mau digunakan untuk menimbang alam semesta?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5740, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e \u0633\u064e\u0645\u0652\u0643\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Raf'a sam kaha fasaw waaha" } }, "translation": { "en": "He raised its ceiling and proportioned it.", "id": "Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5740", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5740.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5740.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menciptakan langit. Dia telah meninggikan bangunannya sedemikian tinggi dan kukuh lalu Dia menyempurnakannya sehingga tidak kamu jumpai di sana keretakan atau bentuk-bentuk cacat lainnya.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah meninggikan langit, meluaskan, dan melengkapinya dengan benda-benda angkasa, seperti planet dan lainnya. Allah lalu menetapkan ketentuan-ketentuan yang mengatur benda-benda angkasa itu, sehingga tetap di tempatnya dan tidak berjatuhan, seakan-akan menjadi perhiasan seluruh jagatnya. Menciptakan dan mengatur alam raya (makrokosmos) ini jauh lebih rumit dan kompleks daripada menciptakan manusia yang hanya disebut mikrokosmos.\n\nKajian saintifik modern saat ini menyatakan bahwa jagad-raya seisinya ini diawali pembentukannya dari adanya singularity. Singularity adalah sesuatu dimana calon/bakal ruang, energi, materi dan waktu masih terkumpul menjadi satu (manunggal). Dentuman Besar (Big Bang) meledakkan singularity ini dan berkembanglah bak seperti spiral-kerucut yang terus menerus berekspansi melebar dan melebar terus. Sejak Big Bang itulah, waktu mulai memisahkan diri dari ruang, begitu pula energi, materi dan gaya-gaya memisahkan diri, dan selama bermiliar-miliar tahun terbentuklah seluruh jagad-raya yang berisi miliaran galaksi. Ruang dan waktu terus mengalami ekspansi meluas. Inilah yang disebut dengan \"meninggikan bangunannya (langitnya)\". Bahiruddin S. Mahmud menjelaskan bahwa ekspansi jagad raya bukannya tak terbatas, bukannya terus menerus. Laju ekspansi atau perkembangan ini berangsur-angsur menurun, karena gaya gravitasi antar galaksi (yang mereka sesamanya terus saling menjauh) mulai mengendur, sehingga suatu saat akan berhentilah ekspansi jagad raya itu, maka sempurnalah bangunan itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5741, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0637\u064e\u0634\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0636\u064f\u062d\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa aghtasha lailaha wa akhraja duhaaha." } }, "translation": { "en": "And He darkened its night and extracted its brightness.", "id": "dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5741", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5741.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5741.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dia menyediakan malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu bekerja. Penciptaan siang dan malam bukan perkara mudah, melainkan melalui mekanisme yang amat rumit dalam pandangan manusia.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah menjadikan malam gelap gulita dan siang terang benderang, dan pergantian siang dan malam, serta perbedaan musim-musim sebagai akibat dari peredaran planet-planet di sekitar orbitnya. Mengatur dan memelihara peredaran planet-planet ini sungguh pekerjaan yang luar biasa hebatnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5742, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062f\u064e\u062d\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wal arda b'ada zaalika dahaaha." } }, "translation": { "en": "And after that He spread the earth.", "id": "Dan setelah itu bumi Dia hamparkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5742", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5742.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5742.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan setelah penciptaan langit itu bumi Dia hamparkan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia dan makhluk lainnya.", "long": "Juga diterangkan bahwa Allah menjadikan bumi terhampar, sehingga makhluk Allah mudah melaksanakan kehidupan di sana. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan bumi lebih dahulu, kemudian menciptakan langit, kemudian kembali lagi ke bumi dan menghamparkannya untuk kediaman manusia. Setelah menyiapkan tempat-tempat tinggal, maka Allah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan manusia yaitu tentang makanan dan minuman, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5743, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0631\u0652\u0639\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Akhraja minha maa-aha wa mar 'aaha." } }, "translation": { "en": "He extracted from it its water and its pasture,", "id": "Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5743", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5743.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5743.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia hamparkan bumi dan darinya Dia pancarkan mata air dan Dia tumbuhkan tumbuh-tumbuhannya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makhluk hidup di sana.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah memancarkan dari perut bumi sumber-sumber mata air dan sungai-sungai dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya, baik untuk dimakan manusia maupun binatang ternak." } } }, { "number": { "inQuran": 5744, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wal jibala arsaaha." } }, "translation": { "en": "And the mountains He set firmly", "id": "Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5744", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5744.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5744.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di bumi itu gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh agar bumi tidak bergoncang sehingga bisa ditempati dengan nyaman.", "long": "Pada ayat ini juga dijelaskan bahwa Allah memancangkan gunung-gunung dengan cara yang teguh sekali laksana tonggak sehingga menjadikan bumi stabil tidak goyah. Allah menerangkan hikmahnya pada ayat berikut ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5745, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Mataa'al lakum wali an 'aamikum." } }, "translation": { "en": "As provision for you and your grazing livestock.", "id": "(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5745", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5745.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5745.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menciptakan itu semua untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. Kamu bisa hidup di bumi dengan memanfaatkan apa yang ada, sebagai bukti kasih sayang Allah yang tak terhingga.", "long": "Semuanya itu untuk kesenangan manusia dan hewan-hewan ternaknya. Dengan demikian, manusia dan hewan-hewan itu dapat hidup dengan tenang dan mencari rezeki dengan melakukan berbagai kegiatan.\n\nHal ini juga dijelaskan dalam firman Allah yang lain:\n\nDialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. (an-Nahl/16: 10)\n\nSetelah mempelajari kandungan ayat-ayat tersebut yang ditujukan untuk meyakinkan tentang adanya hari kebangkitan, maka sepatutnya menjadi bahan renungan bahwa Tuhan yang telah menciptakan manusia dan menciptakan apa-apa yang diperlukan untuk kehidupannya, yang telah mengangkat langit di atas dan menghamparkan bumi di bawah, tidakkah berkuasa untuk membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat? Pantaskah Allah membiarkan manusia melakukan perbuatan yang sia-sia setelah menyiapkan sarana bagi mereka dan menghimpun kebaikan-kebaikan yang melimpah ruah itu untuk mereka?" } } }, { "number": { "inQuran": 5746, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u0645\u0651\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0628\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa-izaa jaaa'atit taaam matul kubraa." } }, "translation": { "en": "But when there comes the greatest Overwhelming Calamity -", "id": "Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5746", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5746.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5746.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apabila malapetaka besar hari kiamat telah datang dengan hancurnya alam semesta.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa apabila malapetaka yang sangat besar yaitu hari Kiamat telah datang yang menyebabkan rambut pemuda bisa beruban dan neraka dapat dilihat, maka setiap orang akan melupakan malapetaka-malapetaka lain yang pernah dialaminya. Allah akan memisahkan antara orang-orang yang taat serta bertakwa, yang mana akan dimasukkan ke dalam surga, dengan orang-orang yang membangkang dan durhaka, yang mana akan dimasukkan ke dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 5747, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Yauma Yata zakkarul insaanu ma sa'aa." } }, "translation": { "en": "The Day when man will remember that for which he strove,", "id": "yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5747", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5747.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5747.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, yang selama ini mereka lupakan, baik berupa amal baik maupun buruk.", "long": "Pada hari Kiamat, manusia akan teringat kepada apa yang telah dikerjakannya ketika hidup di dunia, karena amal-amalnya tercatat dalam sebuah kitab yang lengkap berisi rekaman-rekaman dari ucapan dan perbuatannya sejak mulai balig sampai mati." } } }, { "number": { "inQuran": 5748, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0628\u064f\u0631\u0651\u0650\u0632\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa burrizatil-jaheemu limany-yaraa." } }, "translation": { "en": "And Hellfire will be exposed for [all] those who see -", "id": "dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5748", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5748.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5748.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan nanti di akhirat, neraka dengan segala siksaan yang sangat mengerikan di dalamnya akan diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.", "long": "Pada hari Kiamat, manusia akan teringat kepada apa yang telah dikerjakannya ketika hidup di dunia, karena amal-amalnya tercatat dalam sebuah kitab yang lengkap berisi rekaman-rekaman dari ucapan dan perbuatannya sejak mulai balig sampai mati." } } }, { "number": { "inQuran": 5749, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0637\u064e\u063a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa ammaa man taghaa." } }, "translation": { "en": "So as for he who transgressed", "id": "Maka adapun orang yang melampaui batas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5749", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5749.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5749.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di akhirat Allah akan memberi putusan kepada manusia, memisahkan mereka menjadi dua kelompok besar. Maka adapun orang yang melampaui batas dengan berlaku musyrik, kafir, dan maksiat,", "long": "Adapun orang-orang yang sombong dan melampaui batas, lebih mengutamakan kelezatan kehidupan dunia dari pahala di akhirat. Maka sesungguhnya neraka Jahimlah tempat kediamannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5750, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0622\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa aasaral hayaatad dunyaa" } }, "translation": { "en": "And preferred the life of the world,", "id": "dan lebih mengutamakan kehidupan dunia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5750", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5750.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5750.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat,", "long": "Adapun orang-orang yang sombong dan melampaui batas, lebih mengutamakan kelezatan kehidupan dunia dari pahala di akhirat. Maka sesungguhnya neraka Jahimlah tempat kediamannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5751, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064e \u0647\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa innal jaheema hiyal maawaa." } }, "translation": { "en": "Then indeed, Hellfire will be [his] refuge.", "id": "maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5751", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5751.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5751.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya untuk waktu yang sangat lama. Inilah bukti keadilan Allah.", "long": "Adapun orang-orang yang sombong dan melampaui batas, lebih mengutamakan kelezatan kehidupan dunia dari pahala di akhirat. Maka sesungguhnya neraka Jahimlah tempat kediamannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5752, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0641\u064e \u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0646\u064e\u0647\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa ammaa man khaafa maqaama Rabbihee wa nahan nafsa 'anil hawaa" } }, "translation": { "en": "But as for he who feared the position of his Lord and prevented the soul from [unlawful] inclination,", "id": "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5752", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5752.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5752.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dengan melakukan amal saleh dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dengan menaati ajaran agama,", "long": "Sebaliknya ditegaskan pula bahwa orang-orang yang takut dan mengadakan persiapan karena memandang kebesaran Tuhannya serta menahan diri dari ajakan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat kediamannya yang kekal dan abadi. Alangkah beruntung mereka memperoleh bagian seperti itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5753, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0647\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0623\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa innal jannata hiyal maawaa" } }, "translation": { "en": "Then indeed, Paradise will be [his] refuge.", "id": "maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5753", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5753.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5753.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka sungguh, surgalah tempat tinggal-nya untuk selama-lamanya dengan segala kenikmatan di dalamnya. Itulah anugerah agung Tuhan Yang Maha Pemurah.", "long": "Sebaliknya ditegaskan pula bahwa orang-orang yang takut dan mengadakan persiapan karena memandang kebesaran Tuhannya serta menahan diri dari ajakan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat kediamannya yang kekal dan abadi. Alangkah beruntung mereka memperoleh bagian seperti itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5754, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0631\u0652\u0633\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Yas'aloonaka 'anis saa'ati ayyaana mursaahaa" } }, "translation": { "en": "They ask you, [O Muhammad], about the Hour: when is its arrival?", "id": "Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5754", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5754.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5754.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, orang-orang kafir akan mengingkari hari kiamat. Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat dengan penuh keingkaran, “Kapankah terjadinya?”", "long": "Orang-orang musyrik bertanya kepada Nabi tentang kapan waktunya hari Kiamat itu datang. Mereka menanyakan hal itu dengan nada mengejek dan mencemooh. Nabi sendiri ingin sekali menjawab pertanyaan mereka dengan tepat, akan tetapi Allah melarangnya karena hanya Dia sendirilah yang mengetahui kapan hari Kiamat itu akan terjadi." } } }, { "number": { "inQuran": 5755, "inSurah": 43 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0645\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Feema anta min zikraahaa" } }, "translation": { "en": "In what [position] are you that you should mention it?", "id": "Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5755", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5755.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5755.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk apa engkau perlu menyebutkan waktu-nya kepada mereka, sedang engkau sendiri tidak mengetahui hal itu?", "long": "Dalam ayat ini, Allah menanyakan apakah Nabi Muhammad akan menyebutkan waktu Kiamat itu? Padahal tugasnya hanya sekadar memberi peringatan sehingga tidak ada kewenangan untuk menyebutkan tentang kedatangan hari kebangkitan. Waktu datangnya hari Kiamat tetap merupakan rahasia Allah. Nabi sendiri tidak mengetahui tentang waktu kedatangannya, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur'an:\n\nKewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). (asy-Syura/42: 48)\n\nDalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh 'Umar bin al-Khaththab, ketika Nabi ditanya tentang kapan datangnya hari Kiamat, beliau menjawab:\n\nOrang yang ditanya tidaklah lebih mengetahui daripada orang yang bertanya. (Riwayat Muslim dari 'Umar bin al-Khaththab)\n\nAllah tetap merahasiakan waktu datangnya hari Kiamat mempunyai hikmah yang besar, yaitu supaya manusia selalu mempersiapkan diri setiap saat dengan banyak-banyak berbuat kebaikan dan selalu menghindari perbuatan jahat." } } }, { "number": { "inQuran": 5756, "inSurah": 44 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0647\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Ilaa Rabbika muntahaa haa" } }, "translation": { "en": "To your Lord is its finality.", "id": "Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5756", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5756.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5756.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya, yakni ketentuan waktunya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa hanya Allah saja yang mengetahui kapan ketentuan waktunya. Tidak ada yang mengetahui kapan ketentuan waktunya, dan kapan akan terjadinya kiamat kecuali Allah sendiri. Firman Allah:\n\nMereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, \"Kapan terjadi?\" Katakanlah, \"Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.\" Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.\" (al-A'raf/7: 187)" } } }, { "number": { "inQuran": 5757, "inSurah": 45 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u064f\u0646\u0630\u0650\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Innamaaa anta munziru maiy yakshaahaa" } }, "translation": { "en": "You are only a warner for those who fear it.", "id": "Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5757", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5757.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5757.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, engkau tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Engkau kami utus hanyalah sebagai pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya, lalu beriman dan berbuat baik untuk menghindari azab di akhirat.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Nabi Muhammad hanya ditugaskan untuk memberi peringatan kepada orang yang takut kepada hari kebangkitan. Mereka diminta untuk mempersiapkan diri dengan beramal kebaikan dan menghindari kejahatan." } } }, { "number": { "inQuran": 5758, "inSurah": 46 }, "meta": { "juz": 30, "page": 584, "manzil": 7, "ruku": 521, "hizbQuarter": 233, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0631\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0634\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0636\u064f\u062d\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Ka annahum Yawma yarawnahaa lam yalbasooo illaa 'ashiyyatan aw duhaahaa" } }, "translation": { "en": "It will be, on the Day they see it, as though they had not remained [in the world] except for an afternoon or a morning thereof.", "id": "Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5758", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5758.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5758.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hari kiamat itu penuh dengan huru-hara yang membuat manusia sangat tercengang. Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya sebentar saja tinggal di dunia, hidup di dunia seakan hanya pada waktu sore atau pagi hari.", "long": "Pada hari menyaksikan hari kebangkitan dan merasakan huru-haranya, mereka merasa seolah-olah tinggal di dunia hanya sementara saja, seperti sepenggal pagi atau sepenggal sore pada masa-masa yang lalu itu. Kehidupan manusia di dunia ini memang hanya sebentar saja, sebagaimana firman Allah:\n\nPada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. (al-Ahqaf/46: 35)" } } } ] }, { "number": 80, "sequence": 24, "numberOfVerses": 42, "name": { "short": "عبس", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0639\u0628\u0633", "transliteration": { "en": "Abasa", "id": "'Abasa" }, "translation": { "en": "He frowned", "id": "Bermuka Masam" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat 'Abasa terdiri atas 42 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat An Najm. Dinamai 'Abasa diambil dari perkataan 'Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah s.a.w. menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah s.a.w. membacakan kepadanya ayat- ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah. tetapi Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5759, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0628\u064e\u0633\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "'Abasa wa tawallaa." } }, "translation": { "en": "The Prophet frowned and turned away", "id": "Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5759", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5759.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5759.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika bagian akhir Surah an-Nàzi‘àt menjelaskan tugas Nabi sebagai pemberi peringatan tentang hari kiamat, maka pada permulaan Surah ‘Abasa Allah menyebutkan siapa yang akan mendapatkan manfaat dari peringatan tersebut. Disebutkan bahwa seorang pria buta bernama ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm, anak paman Khadìjah, menghadap Nabi untuk meminta petunjuk. Ketika itu Nabi tengah berdakwah kepada para pemuka Quraisy. Nabi kurang berkenan dengan kedatangannya. Muka Nabi menjadi masam. Atas perilaku tersebut Allah menegurnya dengan halus. Teguran ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan Nabi melainkan kalàmullah. Dengan teguran itu Allah menghendaki agar Nabi Muhammad melakukan hal yang lebih utama, yaitu memperhatikan orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran dan berpegang teguh dengan Islam. Dia, Nabi Muhammad, berwajah masam karena kedatangan Ibnu Ummi Maktùm, dan berpaling darinya untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemuka Quraisy.", "long": "Pada permulaan Surah 'Abasa ini, Allah menegur Nabi Muhammad yang bermuka masam dan berpaling dari 'Abdullah bin Ummi Maktum yang buta, ketika sahabat ini menyela pembicaraan Nabi dengan beberapa tokoh Quraisy. Saat itu 'Abdullah bin Ummi Maktum bertanya dan meminta Nabi saw untuk membacakan dan mengajarkan beberapa wahyu yang telah diterima Nabi. Permintaan itu diulanginya beberapa kali karena ia tidak tahu Nabi sedang sibuk menghadapi beberapa pembesar Quraisy.\n\nSebetulnya Nabi saw sesuai dengan skala prioritas sedang menghadapi tokoh-tokoh penting yang diharapkan dapat masuk Islam karena hal ini akan mempunyai pengaruh besar pada perkembangan dakwah selanjutnya. Maka adalah manusiawi jika Nabi saw tidak memperhatikan pertanyaan 'Abdullah bin Ummi Maktum, apalagi telah ada porsi waktu yang telah disediakan untuk pembicaraan Nabi dengan para sahabat.\n\nTetapi Nabi Muhammad sebagai manusia terbaik dan contoh teladan utama bagi setiap orang mukmin (uswah hasanah), maka Nabi tidak boleh membeda-bedakan derajat manusia. Dalam menetapkan skala prioritas juga harus lebih memberi perhatian kepada orang kecil apalagi memiliki kelemahan seperti 'Abdullah bin Ummi Maktum yang buta dan tidak dapat melihat. Maka seharusnya Nabi lebih mendahulukan pembicaraan dengan 'Abdullah bin Ummi Maktum daripada dengan para tokoh Quraisy.\n\nDalam peristiwa ini Nabi saw tidak mengatakan sepatah katapun kepada 'Abdullah bin Ummi Maktum yang menyebabkan hatinya terluka, tetapi Allah melihat raut muka Nabi Muhammad saw yang masam itu dan tidak mengindahakan Ummi Maktum yang menyebabkan dia tersinggung.\n\nHikmah adanya teguran Allah kepada Nabi Muhammad juga memberi bukti bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan Nabi, tetapi betul-betul firman Allah. Teguran yang sangat keras ini tidak mungkin dikarang sendiri oleh Nabi.\n\n'Abdullah bin Ummi Maktum adalah seorang yang bersih dan cerdas. Apabila mendengarkan hikmah, ia dapat memeliharanya dan membersihkan diri dari kebusukan kemusyrikan. Adapun para pembesar Quraisy itu sebagian besar adalah orang-orang yang kaya dan angkuh sehingga tidak sepatutnya Nabi terlalu serius menghadapi mereka untuk diislamkan. Tugas Nabi hanya sekadar menyampaikan risalah dan persoalan hidayah semata-mata berada di bawah kekuasaan Allah. Kekuatan manusia itu harus dipandang dari segi kecerdasan pikiran dan keteguhan hatinya serta kesediaan untuk menerima dan melaksanakan kebenaran. Adapun harta, kedudukan, dan pengaruh kepemimpinan bersifat tidak tetap, suatu ketika ada dan pada saat yang lain hilang sehingga tidak bisa diandalkan. \n\nNabi sendiri setelah ayat ini turun selalu menghormati 'Abdullah bin Ummi Maktum dan sering memuliakannya melalui sabda beliau, \"Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah. Apakah engkau mempunyai keperluan?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5760, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "An jaa-ahul 'a-maa" } }, "translation": { "en": "Because there came to him the blind man, [interrupting].", "id": "karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5760", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5760.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5760.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Nabi kurang berkenan sehingga bermuka masam karena seorang buta telah datang kepadanya, yaitu ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm. Allah menegur Nabi karena lebih mementingkan bertemu dengan pemuka Quraisy untuk mengajak mereka masuk Islam. Dalam pandangan Allah, semestinya Nabi lebih mementingkan siapa pun yang betul-betul ingin mengamalkan ajaran Islam, tidak peduli ia dari kalangan fakir miskin bahkan cacat. ‘Abdullàh terus memanggil-manggil Nabi, sedang dia karena kebutaannya tidak tahu bahwa beliau sedang bersama para pemuka Quraisy (Lihat: Surah al-An‘àm/6: 52; al-Kahf/18: 28).", "long": "Pada permulaan Surah 'Abasa ini, Allah menegur Nabi Muhammad yang bermuka masam dan berpaling dari 'Abdullah bin Ummi Maktum yang buta, ketika sahabat ini menyela pembicaraan Nabi dengan beberapa tokoh Quraisy. Saat itu 'Abdullah bin Ummi Maktum bertanya dan meminta Nabi saw untuk membacakan dan mengajarkan beberapa wahyu yang telah diterima Nabi. Permintaan itu diulanginya beberapa kali karena ia tidak tahu Nabi sedang sibuk menghadapi beberapa pembesar Quraisy.\n\nSebetulnya Nabi saw sesuai dengan skala prioritas sedang menghadapi tokoh-tokoh penting yang diharapkan dapat masuk Islam karena hal ini akan mempunyai pengaruh besar pada perkembangan dakwah selanjutnya. Maka adalah manusiawi jika Nabi saw tidak memperhatikan pertanyaan 'Abdullah bin Ummi Maktum, apalagi telah ada porsi waktu yang telah disediakan untuk pembicaraan Nabi dengan para sahabat.\n\nTetapi Nabi Muhammad sebagai manusia terbaik dan contoh teladan utama bagi setiap orang mukmin (uswah hasanah), maka Nabi tidak boleh membeda-bedakan derajat manusia. Dalam menetapkan skala prioritas juga harus lebih memberi perhatian kepada orang kecil apalagi memiliki kelemahan seperti 'Abdullah bin Ummi Maktum yang buta dan tidak dapat melihat. Maka seharusnya Nabi lebih mendahulukan pembicaraan dengan 'Abdullah bin Ummi Maktum daripada dengan para tokoh Quraisy.\n\nDalam peristiwa ini Nabi saw tidak mengatakan sepatah katapun kepada 'Abdullah bin Ummi Maktum yang menyebabkan hatinya terluka, tetapi Allah melihat raut muka Nabi Muhammad saw yang masam itu dan tidak mengindahakan Ummi Maktum yang menyebabkan dia tersinggung.\n\nHikmah adanya teguran Allah kepada Nabi Muhammad juga memberi bukti bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan Nabi, tetapi betul-betul firman Allah. Teguran yang sangat keras ini tidak mungkin dikarang sendiri oleh Nabi.\n\n'Abdullah bin Ummi Maktum adalah seorang yang bersih dan cerdas. Apabila mendengarkan hikmah, ia dapat memeliharanya dan membersihkan diri dari kebusukan kemusyrikan. Adapun para pembesar Quraisy itu sebagian besar adalah orang-orang yang kaya dan angkuh sehingga tidak sepatutnya Nabi terlalu serius menghadapi mereka untuk diislamkan. Tugas Nabi hanya sekadar menyampaikan risalah dan persoalan hidayah semata-mata berada di bawah kekuasaan Allah. Kekuatan manusia itu harus dipandang dari segi kecerdasan pikiran dan keteguhan hatinya serta kesediaan untuk menerima dan melaksanakan kebenaran. Adapun harta, kedudukan, dan pengaruh kepemimpinan bersifat tidak tetap, suatu ketika ada dan pada saat yang lain hilang sehingga tidak bisa diandalkan. \n\nNabi sendiri setelah ayat ini turun selalu menghormati 'Abdullah bin Ummi Maktum dan sering memuliakannya melalui sabda beliau, \"Selamat datang kepada orang yang menyebabkan aku ditegur oleh Allah. Apakah engkau mempunyai keperluan?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5761, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a\u0643\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0632\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa maa yudreeka la'allahu yaz zakkaa." } }, "translation": { "en": "But what would make you perceive, [O Muhammad], that perhaps he might be purified", "id": "Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5761", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5761.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5761.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, Kami menegur sikapmu yang demikian karena tahukah engkau barangkali dia datang menghadapmu untuk minta pengajaran darimu sebab dia ingin menyucikan dirinya dari dosa dan kesalahan masa lalunya?", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menegur Rasul-Nya, \"Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini? Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5762, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Au yaz zak karu fatanfa 'ahuz zikraa." } }, "translation": { "en": "Or be reminded and the remembrance would benefit him?", "id": "atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5762", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5762.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5762.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atau tahukah engkau bila dia datang karena dia ingin mendapatkan pengajaran Al-Qur’an dan ajaran Islam darimu, yang memberi manfaat kepadanya sehingga dia lebih tekun beribadah, beramal saleh, dan menjadi pengikut setiamu?", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menegur Rasul-Nya, \"Apa yang memberitahukan kepadamu tentang keadaan orang buta ini? Boleh jadi ia ingin membersihkan dirinya dengan ajaran yang kamu berikan kepadanya atau ingin bermanfaat bagi dirinya dan ia mendapat keridaan Allah, sedangkan pengajaran itu belum tentu bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy yang sedang kamu hadapi itu.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5763, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Amma manis taghnaa" } }, "translation": { "en": "As for he who thinks himself without need,", "id": "Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5763", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5763.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5763.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup dengan apa yang dia punya, seperti kedudukan, status sosial, dan kekayaan; sehingga dia enggan beriman kepada Allah dan mengikuti ajaranmu,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah melanjutkan teguran-Nya, \"Adapun orang-orang kafir Mekah yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5764, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062a\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa-anta lahu tasaddaa" } }, "translation": { "en": "To him you give attention.", "id": "maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5764", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5764.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5764.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka engkau justru memberi perhatian kepadanya secara penuh agar jika dia masuk Islam dan menjadi pelopor bagi pengikutnya. Dalam berdakwah kepada pemuka Quraiys, Nabi sebetulnya mempunyai niat yang mulia, tetapi Allah menegur perlakuan Nabi kepada ‘Abdullàh lebih karena Dia menginginkan Nabi melakukan sesuatu yang lebih baik.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah melanjutkan teguran-Nya, “Adapun orang-orang kafir Mekah yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.”" } } }, { "number": { "inQuran": 5765, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0632\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa ma 'alaika allaa yaz zakka." } }, "translation": { "en": "And not upon you [is any blame] if he will not be purified.", "id": "padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5765", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5765.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5765.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, mengapa engkau lebih mengutamakan pelayanan terhadap pemuka Quraisy itu, padahal tidak ada celaan atasmu kalau dia tidak menyucikan diri dengan beriman kepada Allah? Tugasmu hanyalah menyampaikan wahyu, dan setelah itu tidak ada dosa bagimu jika dia tetap berpaling dan enggan mengikuti petunjukmu. Lalu, mengapa engkau menomorduakan permintaan orang buta lagi fakir yang ingin belajar Islam darimu?", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah melanjutkan teguran-Nya, \"Adapun orang-orang kafir Mekah yang merasa dirinya serba cukup dan mampu, mereka tidak tertarik untuk beriman padamu, mengapa engkau bersikap terlalu condong pada mereka dan ingin sekali supaya mereka masuk Islam.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5766, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa amma man jaa-aka yas'a" } }, "translation": { "en": "But as for he who came to you striving [for knowledge]", "id": "Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5766", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5766.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5766.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang, yaitu ‘Abdullàh bin Ummi Maktùm, yang datang kepadamu dengan bersegera dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan pengajaran Islam darimu,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan Nabi Muhammad, \"Dan adapun orang seperti 'Abdullah bin Ummi Maktum yang datang kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5767, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wahuwa yakhshaa," } }, "translation": { "en": "While he fears [Allah],", "id": "sedang dia takut (kepada Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5767", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5767.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5767.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sedang dia takut akan siksa Allah jika tidak mematuhi-Nya,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan Nabi Muhammad, \"Dan adapun orang seperti 'Abdullah bin Ummi Maktum yang datang kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5768, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa-anta 'anhu talah haa." } }, "translation": { "en": "From him you are distracted.", "id": "engkau (Muhammad) malah mengabaikannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5768", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5768.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5768.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "engkau malah mengabaikannya, berpaling darinya, tidak menghiraukannya, dan bermuka masam kepadanya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan Nabi Muhammad, \"Dan adapun orang seperti 'Abdullah bin Ummi Maktum yang datang kepadamu dengan bersegera untuk mendapat petunjuk dan rahmat dari Tuhannya, sedang ia takut kepada Allah jika ia jatuh ke dalam lembah kesesatan, maka kamu bersikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan permintaannya.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5769, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0643\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Kalla innaha tazkirah" } }, "translation": { "en": "No! Indeed, these verses are a reminder;", "id": "Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5769", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5769.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5769.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan al-Walid bin al-Mugirah beserta kawan-kawannya.\n\nSesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5770, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Faman shaa a zakarah" } }, "translation": { "en": "So whoever wills may remember it.", "id": "maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5770", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5770.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5770.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perigatan-peringatan Allah sudah sangat jelas, maka barang siapa menghendaki untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh, tentulah dia akan memperhatikannya, menghayatinya, lalu mengamalkannya. Tidak ada yang menghalangi seseorang memperoleh peringatan itu selain hati yang penuh kesombongan dan keingkaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan al-Walid bin al-Mugirah beserta kawan-kawannya.\n\nSesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5771, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062d\u064f\u0641\u064d \u0645\u0651\u064f\u0643\u064e\u0631\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Fi suhufim mukar rama," } }, "translation": { "en": "[It is recorded] in honored sheets,", "id": "di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5771", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5771.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5771.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peringatan-peringatan dalam ayat Al-Qur’an itu terdapat di dalam kitab-kitab yang dimuliakan karena berada di sisi Allah dan memuat kalam serta dan pesan-Nya yang sangat berharga.", "long": "Al-Qur'an adalah salah satu dari kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi. Ia merupakan kitab yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan. Al-Qur'an diturunkan dengan perantaraan para penulis yaitu para malaikat yang sangat mulia lagi berbakti, sebagaimana dalam firman Allah:\n\nYang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 5772, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0641\u064f\u0648\u0639\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Marfoo'atim mutah hara," } }, "translation": { "en": "Exalted and purified,", "id": "yang ditinggikan (dan) disucikan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5772", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5772.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5772.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah lembaran-lembaran mulia yang ditinggikan derajatnya dan disucikan; tidak ada yang bisa mengotori bahkan menjamahnya. Lembaran-lembaran itu dijauhkan dari segala kekurangan dan tidak ada pertentangan di antara ayat-ayatnya.", "long": "Al-Qur'an adalah salah satu dari kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi. Ia merupakan kitab yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan. Al-Qur'an diturunkan dengan perantaraan para penulis yaitu para malaikat yang sangat mulia lagi berbakti, sebagaimana dalam firman Allah:\n\nYang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 5773, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Bi'aidee safara" } }, "translation": { "en": "[Carried] by the hands of messenger-angels,", "id": "di tangan para utusan (malaikat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5773", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5773.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5773.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lembaran-lembaran itu berada di tangan para utusan, yaitu para malaikat, pesuruh Allah yang bertugas sebagai penyampai pesan-pesan-Nya.", "long": "Al-Qur'an adalah salah satu dari kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi. Ia merupakan kitab yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan. Al-Qur'an diturunkan dengan perantaraan para penulis yaitu para malaikat yang sangat mulia lagi berbakti, sebagaimana dalam firman Allah:\n\nYang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 5774, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0650\u0631\u064e\u0627\u0645\u064d \u0628\u064e\u0631\u064e\u0631\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Kiraamim bararah." } }, "translation": { "en": "Noble and dutiful.", "id": "yang mulia lagi berbakti." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5774", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5774.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5774.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para malaikat penulis itu adalah makhluk Allah yang mulia lagi berbakti. Mereka tidak pernah durhaka kepada-Nya dan tidak pula melanggar titah-Nya.", "long": "Al-Qur'an adalah salah satu dari kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi. Ia merupakan kitab yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan. Al-Qur'an diturunkan dengan perantaraan para penulis yaitu para malaikat yang sangat mulia lagi berbakti, sebagaimana dalam firman Allah:\n\nYang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)" } } }, { "number": { "inQuran": 5775, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Qutilal-insanu maa akfarah." } }, "translation": { "en": "Cursed is man; how disbelieving is he.", "id": "Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5775", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5775.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5775.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai kitab yang penuh peringatan bagi manusia agar mereka mengikuti jalan Allah, tetapi celakalah manusia, alangkah jauh mereka dari rahmat Allah, alangkah kufurnya dia kepada peringatan Tuhan!", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memberi peringatan keras kepada manusia dengan kalimat-kalimat yang tegas, yaitu: binasalah manusia! Alangkah besar keingkarannya kepada nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya sejak mulai lahir sampai matinya. Allah mengemukakan pertanyaan supaya dijadikan renungan oleh manusia untuk dapat menimbulkan kesadaran, yaitu dari apakah Allah menciptakannya?\n\nAllah memberi perincian tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia dalam tiga masa, yaitu permulaan, pertengahan dan bagian akhir. Allah memberi isyarat kepada yang pertama dengan pertanyaan berikut ini: \"Dari apakah manusia diciptakan Allah?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5776, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Min aiyyi shai-in Khalaq" } }, "translation": { "en": "From what substance did He create him?", "id": "Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5776", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5776.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5776.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa mereka ingkar? Tidakkah mereka sadar dari apakah Dia menciptakannya?", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memberi peringatan keras kepada manusia dengan kalimat-kalimat yang tegas, yaitu: binasalah manusia! Alangkah besar keingkarannya kepada nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya sejak mulai lahir sampai matinya. Allah mengemukakan pertanyaan supaya dijadikan renungan oleh manusia untuk dapat menimbulkan kesadaran, yaitu dari apakah Allah menciptakannya?\n\nAllah memberi perincian tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia dalam tiga masa, yaitu permulaan, pertengahan dan bagian akhir. Allah memberi isyarat kepada yang pertama dengan pertanyaan berikut ini: \"Dari apakah manusia diciptakan Allah?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5777, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Min nutfah; khalaqahu faqad-darah." } }, "translation": { "en": "From a sperm-drop He created him and destined for him;", "id": "Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5777", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5777.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5777.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah. Allah menciptakannya dari sesuatu yang hina, yaitu setetes mani. Dia menciptakannya melalui berbagai tahapan, dari tahap alaqah yang menempel di dinding rahim, lalu berubah menjadi mudgah, kemudian tahap pembentukan tulang, kemudian tahap dibungkusnya tulang itu dengan daging, lalu Allah menentukannya dan mewujudkannya dalam bentuk yang sempurna, dilengkapi dengan panca indera, akal, dan sebagainya.", "long": "Sebagai jawaban dari pertanyaan di atas, Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari setetes mani yang hina. Allah lalu menentukan tahap-tahap kejadian, umur, rezeki, dan nasibnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5778, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Thummas sabeela yas-sarah" } }, "translation": { "en": "Then He eased the way for him;", "id": "Kemudian jalannya Dia mudahkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5778", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5778.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5778.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah mewujudkan manusia dalam bentuk yang sempurna, dengan kasih sayang-Nya kemudian jalannya Dia mudahkan dengan cara mengeluarkannya dari perut ibunya. Dia juga memberinya kemudahan untuk membedakan kebaikan dan keburukan agar dia memilih jalan hidupnya sendiri.", "long": "Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia telah memudahkan jalan manusia pada bagian pertengahan yaitu memberi kesempatan kepadanya untuk menempuh jalan yang benar atau jalan yang sesat. Sebenarnya manusia tidak pantas menyombongkan diri, apabila ia mengerti asal kejadiannya, sebagaimana firman Allah:\n\nYang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani). (as-Sajdah/32: 7-8)" } } }, { "number": { "inQuran": 5779, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Thumma amatahu fa-aqbarah" } }, "translation": { "en": "Then He causes his death and provides a grave for him.", "id": "kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5779", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5779.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5779.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setelah manusia menuntaskan hidupnya di dunia, Dia mematikannya dengan mencabut rohnya dan menguburkannya untuk menjalani kehidupan baru di alam barzakh. Manusia tidak bisa menolak kematian; sebagaiamana dia diciptakan dari tanah, dia akan kembali ke tanah.", "long": "Dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa dalam tahap terakhir (penghabisan), Allah mematikan dan memasukkan manusia ke dalam kubur. Sampai saatnya nanti pada hari Kiamat, Allah membangkitkannya kembali dari kubur-kubur mereka. Firman Allah menjelaskan:\n\nDarinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain. (thaha/20: 55)" } } }, { "number": { "inQuran": 5780, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u0646\u0634\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Thumma iza shaa-a ansharah" } }, "translation": { "en": "Then when He wills, He will resurrect him.", "id": "kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5780", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5780.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5780.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah manusia berada di alam barzakh sekian lama, kemudian jika Dia menghendaki, Dia akan membangkitkannya kembali di hari kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia.", "long": "Dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa dalam tahap terakhir (penghabisan), Allah mematikan dan memasukkan manusia ke dalam kubur. Sampai saatnya nanti pada hari Kiamat, Allah membangkitkannya kembali dari kubur-kubur mereka. Firman Allah menjelaskan:\n\nDarinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain. (thaha/20: 55)" } } }, { "number": { "inQuran": 5781, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0636\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Kalla lamma yaqdi maa amarah." } }, "translation": { "en": "No! Man has not yet accomplished what He commanded him.", "id": "Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5781", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5781.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5781.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah telah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada manusia, namun banyak dari mereka enggan bersyukur, bahkan berbuat maksiat. Sungguh suatu hal yang mengherankan. Sekali-kali jangan berbuat demikian; dia itu belum melaksanakan apa yang Dia perintahkan kepadanya, yaitu beriman, beribadah, dan menaati aturan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengulangi lagi peringatan-Nya akan kekafiran manusia terhadap nikmat-Nya dengan menyatakan bahwa setiap orang kafir itu sangat aneh. Semestinya mereka beriman dan mengagungkan Allah setelah merasakan nikmat yang dianugerahkan kepada mereka, tetapi mereka bersikap sebaliknya. Mereka mengingkari nikmat itu seakan-akan hanya hasil usaha mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 5782, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Falyanzuril insanu ilaa ta-amih" } }, "translation": { "en": "Then let mankind look at his food -", "id": "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5782", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5782.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5782.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika manusia bersikeras dengan keingkarannya, maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya yang dia makan setiap hari; dari mana makanan itu berasal?", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyuruh manusia untuk memperhatikan makanannya, bagaimana Ia telah menyiapkan makanan yang bergizi yang mengandung protein, karbohidrat, dan lain-lain sehingga memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia dapat merasakan kelezatan makanan dan minumannya yang juga menjadi pendorong bagi pemeliharaan tubuhnya sehingga tetap dalam keadaan sehat dan mampu menunaikan tugas yang dibebankan kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5783, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0628\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e \u0635\u064e\u0628\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Anna sabab nalmaa-a sabba." } }, "translation": { "en": "How We poured down water in torrents,", "id": "Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5783", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5783.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5783.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamilah yang menyediakan makanan itu bagi mereka melalui beberapa tahap. Kamilah yang telah mencurahkan air hujan yang melimpah dari arah langit, yang berasal dari uap air yang membentuk awan yang menggumpal dan saling bertumpuk.", "long": "Pada ayat ini dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah telah mencurahkan air hujan dari langit dengan curahan yang cukup besar sehingga memenuhi kebutuhan semua makhluk-Nya, baik manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 5784, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0634\u064e\u0642\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0634\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Thumma sha qaqnal-arda shaqqa." } }, "translation": { "en": "Then We broke open the earth, splitting [it with sprouts],", "id": "kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5784", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5784.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5784.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian setelah air hujan itu membasahi bumi, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Kami suburkan kembali bumi yang tadinya tandus. Biji-bijian di dalam tanah mulai hidup dan menyeruak ke atas, membelah permukaan tanah.", "long": "Kemudian Allah membukakan permukaan bumi dengan sebaik-baiknya agar supaya udara dan sinar matahari dapat masuk ke dalam bagian bumi, sehingga tanahnya menjadi subur untuk menumbuhkan berbagai tanaman." } } }, { "number": { "inQuran": 5785, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0628\u064e\u062a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0628\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa ambatna feeha habba" } }, "translation": { "en": "And caused to grow within it grain", "id": "lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5785", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5785.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5785.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian dengan segala macam dan ragamnya, seperti biji padi dan gandum.", "long": "Dalam ayat ini dan selanjutnya Allah menyebutkan beberapa macam tumbuh-tumbuhan: pertama, Allah menumbuhkan di bumi biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lainnya yang menjadi makanan pokok.\n\nKedua dan ketiga, Allah menumbuhkan pula buah anggur dan bermacam sayuran yang dapat dimakan secara langsung.\n\nKeempat dan kelima, buah zaitun dan pohon kurma.\n\nKeenam, kebun-kebun yang besar, tinggi, dan lebat buahnya. Tidak hanya buahnya yang dapat dimanfaatkan, tetapi pohonnya pun dapat dijadikan bahan bangunan dan alat-alat perumahan.\n\nKetujuh, bermacam-macam buah-buahan yang lain, seperti buah pir, apel, mangga, dan sebagainya.\n\nKedelapan, berbagai macam rumput-rumputan.\n\nAir yang turun dari langit dan perannya dalam \"menghidupkan tanah yang mati\" secara jelas diuraikan pada Surah al-Furqan/25: 48-49. Apa kandungan dari air hujan sehingga dapat digunakan untuk tumbuhnya tumbuhan ada pada Surah Qaf/50: 9. \n\nSedangkan uraian bagaimana bumi \"terbelah\", di samping ayat di atas, juga terdapat pada Surah Fussilat/41: 39, sebagaimana pada penggalannya: \"Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah engkau melihat bumi kering tandus maka apabila telah Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan mengembang.\"\n\nAyat tersebut menerangkan apa yang akan terjadi pada tanah yang kering apabila butiran hujan jatuh di atasnya. Ayat tersebut juga menjelaskan adanya tiga tahap bagaimana perkembangan tumbuhan sampai dengan menghasilkan buah.\n\nTingkat-tingkat perkembangan tumbuhan yang dijelaskan oleh ayat di atas adalah demikian:\n\nPertama: Bergeraknya tanah. Apa yang dimaksud dengan bergeraknya tanah adalah gerakan partikel tanah. Partikel ini terdiri dari lapisan-lapisan yang terdiri atas bahan silika dan alumina. Ketika air masuk ke lapisan-lapisan partikel, maka akan terjadi pembengkakan dari partikel-partikel pembentuk lumpur. Hal ini dapat dijelaskan demikian:\n\n1.Muatan listrik elektrostatis yang ada di permukaan partikel (yang terjadi setelah kehadiran air) akan mengakibatkan terganggunya stabilitas. Partikel ini akan bergerak terus, sebelum ada stabilisator yang berupa partikel yang bermuatan listrik yang berlawanan. Di sini kita seharusnya bersyukur, tentang bagaimana Allah telah menciptakan semuanya dalam pasangan-pasangan, sehingga mendatangkan suasana yang stabil dan sentosa. Termasuk dalam hal ini adalah muatan listrik\n\n2.Pergerakan partikel tanah juga disebabkan karena adanya tabrakan dengan partikel air. Pergerakan partikel air yang tidak teratur menyebabkan partikel tanah bergerak ke semua arah. Gerakan yang demikian ini ditemukan oleh seorang ahli tumbuhan bernama Robert Brown pada tahun 1828. Pergerakannya sangat tergantung pada kecepatan dan jumlah partikel air. Dengan demikian, pergerakan yang terjadi adalah interaksi langsung antara partikel tanah dan partikel air.\n\nKedua: Mengembangnya tanah. Apa yang dimaksud dengan mengembangnya tanah adalah mengembangnya partikel tanah. Partikel tanah akan bertambah tebal. Dengan demikian, tanah akan mengembang, sejalan dengan mengembangnya partikel tanah. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa partikel tanah terdiri atas lapisan-lapisan yang berhubungan satu sama lain. Antara lapisan satu dan lainnya terdapat pori-pori. Ke dalam pori-pori inilah air dan ion-ion yang terlarut akan masuk. Dengan bentuk pori-pori yang sangat sempit dan adanya medan elektrostatis di permukaan lapisan, maka air seperti di taruh dalam botol, dan tidak mengalir ke luar. Dengan kata lain, air akan disimpan di pori-pori di setiap lapisan.\n\nKetiga: Tahap Perkecambahan. Tahap perkecambahan biji terjadi saat air sudah tersedia. Saat air sudah pada tahap cukup, maka embrio yang ada di dalam biji akan menjadi aktif dan menyerap matrial nutrisi yang sederhana (material nutrisi kompleks dipecah menjadi sederhana dengan bantuan enzim). Pada tahap ini, bakal akar tumbuh ke bawah, bergerak di antara partikel tanah untuk mencari kawasan yang memenuhi syarat dan memperoleh nutrisi yang diperlukannya. Kemudian bakal daun akan berkembang ke atas, menembus permukaan tanah, dan mengarahkan pada sumber sinar matahari.\n\nJadi, secara singkat, tahapan-tahapan di atas dapat dijelaskan demikian. Kata \"bergerak\" jelas mengindikasikan efek dari air terhadap partikel tanah. Efek ini dapat terjadi sebagai akibat adanya muatan listrik elektrostatis atau benturan langsung antara partikel-partikel air dan tanah. Sedangkan kata \"membengkak\" mengacu pada menebalnya partikel tanah karena terperangkapnya air di antara lapisan-lapisan pembentuk partikel tanah. Dengan demikian, partikel tanah berfungsi sebagai reservoar air, tempat menyimpan air. Ini sesuai dengan ayat berikut: \n\nDan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya. (al-Mu'minun/23: 18)\n\nKemudian bakal akar, dan disusul bakal daun, mulai tumbuh. Anak pohon akan muncul, terus tumbuh dan memberikan hasil untuk keperluan manusia. Apakah manusia masih tidak bersyukur?\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 5786, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0639\u0650\u0646\u064e\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0636\u0652\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa 'inabaw-wa qadba" } }, "translation": { "en": "And grapes and herbage", "id": "dan anggur dan sayur-sayuran," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5786", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5786.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5786.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tumbuhkan pula di sana anggur dan sayur-sayuran,", "long": "Dalam ayat ini dan selanjutnya Allah menyebutkan beberapa macam tumbuh-tumbuhan: pertama, Allah menumbuhkan di bumi biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lainnya yang menjadi makanan pokok.\n\nKedua dan ketiga, Allah menumbuhkan pula buah anggur dan bermacam sayuran yang dapat dimakan secara langsung.\n\nKeempat dan kelima, buah zaitun dan pohon kurma.\n\nKeenam, kebun-kebun yang besar, tinggi, dan lebat buahnya. Tidak hanya buahnya yang dapat dimanfaatkan, tetapi pohonnya pun dapat dijadikan bahan bangunan dan alat-alat perumahan.\n\nKetujuh, bermacam-macam buah-buahan yang lain, seperti buah pir, apel, mangga, dan sebagainya.\n\nKedelapan, berbagai macam rumput-rumputan.\n\nAir yang turun dari langit dan perannya dalam \"menghidupkan tanah yang mati\" secara jelas diuraikan pada Surah al-Furqan/25: 48-49. Apa kandungan dari air hujan sehingga dapat digunakan untuk tumbuhnya tumbuhan ada pada Surah Qaf/50: 9. \n\nSedangkan uraian bagaimana bumi \"terbelah\", di samping ayat di atas, juga terdapat pada Surah Fussilat/41: 39, sebagaimana pada penggalannya: \"Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah engkau melihat bumi kering tandus maka apabila telah Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan mengembang.\"\n\nAyat tersebut menerangkan apa yang akan terjadi pada tanah yang kering apabila butiran hujan jatuh di atasnya. Ayat tersebut juga menjelaskan adanya tiga tahap bagaimana perkembangan tumbuhan sampai dengan menghasilkan buah.\n\nTingkat-tingkat perkembangan tumbuhan yang dijelaskan oleh ayat di atas adalah demikian:\n\nPertama: Bergeraknya tanah. Apa yang dimaksud dengan bergeraknya tanah adalah gerakan partikel tanah. Partikel ini terdiri dari lapisan-lapisan yang terdiri atas bahan silika dan alumina. Ketika air masuk ke lapisan-lapisan partikel, maka akan terjadi pembengkakan dari partikel-partikel pembentuk lumpur. Hal ini dapat dijelaskan demikian:\n\n1.Muatan listrik elektrostatis yang ada di permukaan partikel (yang terjadi setelah kehadiran air) akan mengakibatkan terganggunya stabilitas. Partikel ini akan bergerak terus, sebelum ada stabilisator yang berupa partikel yang bermuatan listrik yang berlawanan. Di sini kita seharusnya bersyukur, tentang bagaimana Allah telah menciptakan semuanya dalam pasangan-pasangan, sehingga mendatangkan suasana yang stabil dan sentosa. Termasuk dalam hal ini adalah muatan listrik\n\n2.Pergerakan partikel tanah juga disebabkan karena adanya tabrakan dengan partikel air. Pergerakan partikel air yang tidak teratur menyebabkan partikel tanah bergerak ke semua arah. Gerakan yang demikian ini ditemukan oleh seorang ahli tumbuhan bernama Robert Brown pada tahun 1828. Pergerakannya sangat tergantung pada kecepatan dan jumlah partikel air. Dengan demikian, pergerakan yang terjadi adalah interaksi langsung antara partikel tanah dan partikel air.\n\nKedua: Mengembangnya tanah. Apa yang dimaksud dengan mengembangnya tanah adalah mengembangnya partikel tanah. Partikel tanah akan bertambah tebal. Dengan demikian, tanah akan mengembang, sejalan dengan mengembangnya partikel tanah. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa partikel tanah terdiri atas lapisan-lapisan yang berhubungan satu sama lain. Antara lapisan satu dan lainnya terdapat pori-pori. Ke dalam pori-pori inilah air dan ion-ion yang terlarut akan masuk. Dengan bentuk pori-pori yang sangat sempit dan adanya medan elektrostatis di permukaan lapisan, maka air seperti di taruh dalam botol, dan tidak mengalir ke luar. Dengan kata lain, air akan disimpan di pori-pori di setiap lapisan.\n\nKetiga: Tahap Perkecambahan. Tahap perkecambahan biji terjadi saat air sudah tersedia. Saat air sudah pada tahap cukup, maka embrio yang ada di dalam biji akan menjadi aktif dan menyerap matrial nutrisi yang sederhana (material nutrisi kompleks dipecah menjadi sederhana dengan bantuan enzim). Pada tahap ini, bakal akar tumbuh ke bawah, bergerak di antara partikel tanah untuk mencari kawasan yang memenuhi syarat dan memperoleh nutrisi yang diperlukannya. Kemudian bakal daun akan berkembang ke atas, menembus permukaan tanah, dan mengarahkan pada sumber sinar matahari.\n\nJadi, secara singkat, tahapan-tahapan di atas dapat dijelaskan demikian. Kata \"bergerak\" jelas mengindikasikan efek dari air terhadap partikel tanah. Efek ini dapat terjadi sebagai akibat adanya muatan listrik elektrostatis atau benturan langsung antara partikel-partikel air dan tanah. Sedangkan kata \"membengkak\" mengacu pada menebalnya partikel tanah karena terperangkapnya air di antara lapisan-lapisan pembentuk partikel tanah. Dengan demikian, partikel tanah berfungsi sebagai reservoar air, tempat menyimpan air. Ini sesuai dengan ayat berikut: \n\nDan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya. (al-Mu'minun/23: 18)\n\nKemudian bakal akar, dan disusul bakal daun, mulai tumbuh. Anak pohon akan muncul, terus tumbuh dan memberikan hasil untuk keperluan manusia. Apakah manusia masih tidak bersyukur?\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 5787, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0632\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062e\u0652\u0644\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa zaitoonaw wanakh la'" } }, "translation": { "en": "And olive and palm trees", "id": "dan zaitun dan pohon kurma," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5787", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5787.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5787.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demikian pula zaitun dan pohon kurma yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.", "long": "Dalam ayat ini dan selanjutnya Allah menyebutkan beberapa macam tumbuh-tumbuhan: pertama, Allah menumbuhkan di bumi biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lainnya yang menjadi makanan pokok.\n\nKedua dan ketiga, Allah menumbuhkan pula buah anggur dan bermacam sayuran yang dapat dimakan secara langsung.\n\nKeempat dan kelima, buah zaitun dan pohon kurma.\n\nKeenam, kebun-kebun yang besar, tinggi, dan lebat buahnya. Tidak hanya buahnya yang dapat dimanfaatkan, tetapi pohonnya pun dapat dijadikan bahan bangunan dan alat-alat perumahan.\n\nKetujuh, bermacam-macam buah-buahan yang lain, seperti buah pir, apel, mangga, dan sebagainya.\n\nKedelapan, berbagai macam rumput-rumputan.\n\nAir yang turun dari langit dan perannya dalam \"menghidupkan tanah yang mati\" secara jelas diuraikan pada Surah al-Furqan/25: 48-49. Apa kandungan dari air hujan sehingga dapat digunakan untuk tumbuhnya tumbuhan ada pada Surah Qaf/50: 9. \n\nSedangkan uraian bagaimana bumi \"terbelah\", di samping ayat di atas, juga terdapat pada Surah Fussilat/41: 39, sebagaimana pada penggalannya: \"Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah engkau melihat bumi kering tandus maka apabila telah Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan mengembang.\"\n\nAyat tersebut menerangkan apa yang akan terjadi pada tanah yang kering apabila butiran hujan jatuh di atasnya. Ayat tersebut juga menjelaskan adanya tiga tahap bagaimana perkembangan tumbuhan sampai dengan menghasilkan buah.\n\nTingkat-tingkat perkembangan tumbuhan yang dijelaskan oleh ayat di atas adalah demikian:\n\nPertama: Bergeraknya tanah. Apa yang dimaksud dengan bergeraknya tanah adalah gerakan partikel tanah. Partikel ini terdiri dari lapisan-lapisan yang terdiri atas bahan silika dan alumina. Ketika air masuk ke lapisan-lapisan partikel, maka akan terjadi pembengkakan dari partikel-partikel pembentuk lumpur. Hal ini dapat dijelaskan demikian:\n\n1.Muatan listrik elektrostatis yang ada di permukaan partikel (yang terjadi setelah kehadiran air) akan mengakibatkan terganggunya stabilitas. Partikel ini akan bergerak terus, sebelum ada stabilisator yang berupa partikel yang bermuatan listrik yang berlawanan. Di sini kita seharusnya bersyukur, tentang bagaimana Allah telah menciptakan semuanya dalam pasangan-pasangan, sehingga mendatangkan suasana yang stabil dan sentosa. Termasuk dalam hal ini adalah muatan listrik\n\n2.Pergerakan partikel tanah juga disebabkan karena adanya tabrakan dengan partikel air. Pergerakan partikel air yang tidak teratur menyebabkan partikel tanah bergerak ke semua arah. Gerakan yang demikian ini ditemukan oleh seorang ahli tumbuhan bernama Robert Brown pada tahun 1828. Pergerakannya sangat tergantung pada kecepatan dan jumlah partikel air. Dengan demikian, pergerakan yang terjadi adalah interaksi langsung antara partikel tanah dan partikel air.\n\nKedua: Mengembangnya tanah. Apa yang dimaksud dengan mengembangnya tanah adalah mengembangnya partikel tanah. Partikel tanah akan bertambah tebal. Dengan demikian, tanah akan mengembang, sejalan dengan mengembangnya partikel tanah. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa partikel tanah terdiri atas lapisan-lapisan yang berhubungan satu sama lain. Antara lapisan satu dan lainnya terdapat pori-pori. Ke dalam pori-pori inilah air dan ion-ion yang terlarut akan masuk. Dengan bentuk pori-pori yang sangat sempit dan adanya medan elektrostatis di permukaan lapisan, maka air seperti di taruh dalam botol, dan tidak mengalir ke luar. Dengan kata lain, air akan disimpan di pori-pori di setiap lapisan.\n\nKetiga: Tahap Perkecambahan. Tahap perkecambahan biji terjadi saat air sudah tersedia. Saat air sudah pada tahap cukup, maka embrio yang ada di dalam biji akan menjadi aktif dan menyerap matrial nutrisi yang sederhana (material nutrisi kompleks dipecah menjadi sederhana dengan bantuan enzim). Pada tahap ini, bakal akar tumbuh ke bawah, bergerak di antara partikel tanah untuk mencari kawasan yang memenuhi syarat dan memperoleh nutrisi yang diperlukannya. Kemudian bakal daun akan berkembang ke atas, menembus permukaan tanah, dan mengarahkan pada sumber sinar matahari.\n\nJadi, secara singkat, tahapan-tahapan di atas dapat dijelaskan demikian. Kata \"bergerak\" jelas mengindikasikan efek dari air terhadap partikel tanah. Efek ini dapat terjadi sebagai akibat adanya muatan listrik elektrostatis atau benturan langsung antara partikel-partikel air dan tanah. Sedangkan kata \"membengkak\" mengacu pada menebalnya partikel tanah karena terperangkapnya air di antara lapisan-lapisan pembentuk partikel tanah. Dengan demikian, partikel tanah berfungsi sebagai reservoar air, tempat menyimpan air. Ini sesuai dengan ayat berikut: \n\nDan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya. (al-Mu'minun/23: 18)\n\nKemudian bakal akar, dan disusul bakal daun, mulai tumbuh. Anak pohon akan muncul, terus tumbuh dan memberikan hasil untuk keperluan manusia. Apakah manusia masih tidak bersyukur?\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 5788, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064e\u062f\u064e\u0627\u0626\u0650\u0642\u064e \u063a\u064f\u0644\u0652\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa hadaa-iqa ghulba" } }, "translation": { "en": "And gardens of dense shrubbery", "id": "dan kebun-kebun (yang) rindang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5788", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5788.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5788.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami tumbuhkan juga dengan air hujan itu kebun-kebun yang rindang dan menyejukkan pandangan, menjadi tempat tinggal ber-bagai binatang, dan memproduksi oksigen.", "long": "Dalam ayat ini dan selanjutnya Allah menyebutkan beberapa macam tumbuh-tumbuhan: pertama, Allah menumbuhkan di bumi biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lainnya yang menjadi makanan pokok.\n\nKedua dan ketiga, Allah menumbuhkan pula buah anggur dan bermacam sayuran yang dapat dimakan secara langsung.\n\nKeempat dan kelima, buah zaitun dan pohon kurma.\n\nKeenam, kebun-kebun yang besar, tinggi, dan lebat buahnya. Tidak hanya buahnya yang dapat dimanfaatkan, tetapi pohonnya pun dapat dijadikan bahan bangunan dan alat-alat perumahan.\n\nKetujuh, bermacam-macam buah-buahan yang lain, seperti buah pir, apel, mangga, dan sebagainya.\n\nKedelapan, berbagai macam rumput-rumputan.\n\nAir yang turun dari langit dan perannya dalam \"menghidupkan tanah yang mati\" secara jelas diuraikan pada Surah al-Furqan/25: 48-49. Apa kandungan dari air hujan sehingga dapat digunakan untuk tumbuhnya tumbuhan ada pada Surah Qaf/50: 9. \n\nSedangkan uraian bagaimana bumi \"terbelah\", di samping ayat di atas, juga terdapat pada Surah Fussilat/41: 39, sebagaimana pada penggalannya: \"Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah engkau melihat bumi kering tandus maka apabila telah Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan mengembang.\"\n\nAyat tersebut menerangkan apa yang akan terjadi pada tanah yang kering apabila butiran hujan jatuh di atasnya. Ayat tersebut juga menjelaskan adanya tiga tahap bagaimana perkembangan tumbuhan sampai dengan menghasilkan buah.\n\nTingkat-tingkat perkembangan tumbuhan yang dijelaskan oleh ayat di atas adalah demikian:\n\nPertama: Bergeraknya tanah. Apa yang dimaksud dengan bergeraknya tanah adalah gerakan partikel tanah. Partikel ini terdiri dari lapisan-lapisan yang terdiri atas bahan silika dan alumina. Ketika air masuk ke lapisan-lapisan partikel, maka akan terjadi pembengkakan dari partikel-partikel pembentuk lumpur. Hal ini dapat dijelaskan demikian:\n\n1.Muatan listrik elektrostatis yang ada di permukaan partikel (yang terjadi setelah kehadiran air) akan mengakibatkan terganggunya stabilitas. Partikel ini akan bergerak terus, sebelum ada stabilisator yang berupa partikel yang bermuatan listrik yang berlawanan. Di sini kita seharusnya bersyukur, tentang bagaimana Allah telah menciptakan semuanya dalam pasangan-pasangan, sehingga mendatangkan suasana yang stabil dan sentosa. Termasuk dalam hal ini adalah muatan listrik\n\n2.Pergerakan partikel tanah juga disebabkan karena adanya tabrakan dengan partikel air. Pergerakan partikel air yang tidak teratur menyebabkan partikel tanah bergerak ke semua arah. Gerakan yang demikian ini ditemukan oleh seorang ahli tumbuhan bernama Robert Brown pada tahun 1828. Pergerakannya sangat tergantung pada kecepatan dan jumlah partikel air. Dengan demikian, pergerakan yang terjadi adalah interaksi langsung antara partikel tanah dan partikel air.\n\nKedua: Mengembangnya tanah. Apa yang dimaksud dengan mengembangnya tanah adalah mengembangnya partikel tanah. Partikel tanah akan bertambah tebal. Dengan demikian, tanah akan mengembang, sejalan dengan mengembangnya partikel tanah. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa partikel tanah terdiri atas lapisan-lapisan yang berhubungan satu sama lain. Antara lapisan satu dan lainnya terdapat pori-pori. Ke dalam pori-pori inilah air dan ion-ion yang terlarut akan masuk. Dengan bentuk pori-pori yang sangat sempit dan adanya medan elektrostatis di permukaan lapisan, maka air seperti di taruh dalam botol, dan tidak mengalir ke luar. Dengan kata lain, air akan disimpan di pori-pori di setiap lapisan.\n\nKetiga: Tahap Perkecambahan. Tahap perkecambahan biji terjadi saat air sudah tersedia. Saat air sudah pada tahap cukup, maka embrio yang ada di dalam biji akan menjadi aktif dan menyerap matrial nutrisi yang sederhana (material nutrisi kompleks dipecah menjadi sederhana dengan bantuan enzim). Pada tahap ini, bakal akar tumbuh ke bawah, bergerak di antara partikel tanah untuk mencari kawasan yang memenuhi syarat dan memperoleh nutrisi yang diperlukannya. Kemudian bakal daun akan berkembang ke atas, menembus permukaan tanah, dan mengarahkan pada sumber sinar matahari.\n\nJadi, secara singkat, tahapan-tahapan di atas dapat dijelaskan demikian. Kata \"bergerak\" jelas mengindikasikan efek dari air terhadap partikel tanah. Efek ini dapat terjadi sebagai akibat adanya muatan listrik elektrostatis atau benturan langsung antara partikel-partikel air dan tanah. Sedangkan kata \"membengkak\" mengacu pada menebalnya partikel tanah karena terperangkapnya air di antara lapisan-lapisan pembentuk partikel tanah. Dengan demikian, partikel tanah berfungsi sebagai reservoar air, tempat menyimpan air. Ini sesuai dengan ayat berikut: \n\nDan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya. (al-Mu'minun/23: 18)\n\nKemudian bakal akar, dan disusul bakal daun, mulai tumbuh. Anak pohon akan muncul, terus tumbuh dan memberikan hasil untuk keperluan manusia. Apakah manusia masih tidak bersyukur?\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 5789, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u064e\u0627\u0643\u0650\u0647\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa faki hataw-wa abba." } }, "translation": { "en": "And fruit and grass -", "id": "dan buah-buahan serta rerumputan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5789", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5789.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5789.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dengan air hujan itu pula Kami tumbuhkan pohon penghasil buah-buahan yang beraneka warna serta rerumputan.", "long": "Dalam ayat ini dan selanjutnya Allah menyebutkan beberapa macam tumbuh-tumbuhan: pertama, Allah menumbuhkan di bumi biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lainnya yang menjadi makanan pokok.\n\nKedua dan ketiga, Allah menumbuhkan pula buah anggur dan bermacam sayuran yang dapat dimakan secara langsung.\n\nKeempat dan kelima, buah zaitun dan pohon kurma.\n\nKeenam, kebun-kebun yang besar, tinggi, dan lebat buahnya. Tidak hanya buahnya yang dapat dimanfaatkan, tetapi pohonnya pun dapat dijadikan bahan bangunan dan alat-alat perumahan.\n\nKetujuh, bermacam-macam buah-buahan yang lain, seperti buah pir, apel, mangga, dan sebagainya.\n\nKedelapan, berbagai macam rumput-rumputan.\n\nAir yang turun dari langit dan perannya dalam \"menghidupkan tanah yang mati\" secara jelas diuraikan pada Surah al-Furqan/25: 48-49. Apa kandungan dari air hujan sehingga dapat digunakan untuk tumbuhnya tumbuhan ada pada Surah Qaf/50: 9. \n\nSedangkan uraian bagaimana bumi \"terbelah\", di samping ayat di atas, juga terdapat pada Surah Fussilat/41: 39, sebagaimana pada penggalannya: \"Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah engkau melihat bumi kering tandus maka apabila telah Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan mengembang.\"\n\nAyat tersebut menerangkan apa yang akan terjadi pada tanah yang kering apabila butiran hujan jatuh di atasnya. Ayat tersebut juga menjelaskan adanya tiga tahap bagaimana perkembangan tumbuhan sampai dengan menghasilkan buah.\n\nTingkat-tingkat perkembangan tumbuhan yang dijelaskan oleh ayat di atas adalah demikian:\n\nPertama: Bergeraknya tanah. Apa yang dimaksud dengan bergeraknya tanah adalah gerakan partikel tanah. Partikel ini terdiri dari lapisan-lapisan yang terdiri atas bahan silika dan alumina. Ketika air masuk ke lapisan-lapisan partikel, maka akan terjadi pembengkakan dari partikel-partikel pembentuk lumpur. Hal ini dapat dijelaskan demikian:\n\n1.Muatan listrik elektrostatis yang ada di permukaan partikel (yang terjadi setelah kehadiran air) akan mengakibatkan terganggunya stabilitas. Partikel ini akan bergerak terus, sebelum ada stabilisator yang berupa partikel yang bermuatan listrik yang berlawanan. Di sini kita seharusnya bersyukur, tentang bagaimana Allah telah menciptakan semuanya dalam pasangan-pasangan, sehingga mendatangkan suasana yang stabil dan sentosa. Termasuk dalam hal ini adalah muatan listrik\n\n2.Pergerakan partikel tanah juga disebabkan karena adanya tabrakan dengan partikel air. Pergerakan partikel air yang tidak teratur menyebabkan partikel tanah bergerak ke semua arah. Gerakan yang demikian ini ditemukan oleh seorang ahli tumbuhan bernama Robert Brown pada tahun 1828. Pergerakannya sangat tergantung pada kecepatan dan jumlah partikel air. Dengan demikian, pergerakan yang terjadi adalah interaksi langsung antara partikel tanah dan partikel air.\n\nKedua: Mengembangnya tanah. Apa yang dimaksud dengan mengembangnya tanah adalah mengembangnya partikel tanah. Partikel tanah akan bertambah tebal. Dengan demikian, tanah akan mengembang, sejalan dengan mengembangnya partikel tanah. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa partikel tanah terdiri atas lapisan-lapisan yang berhubungan satu sama lain. Antara lapisan satu dan lainnya terdapat pori-pori. Ke dalam pori-pori inilah air dan ion-ion yang terlarut akan masuk. Dengan bentuk pori-pori yang sangat sempit dan adanya medan elektrostatis di permukaan lapisan, maka air seperti di taruh dalam botol, dan tidak mengalir ke luar. Dengan kata lain, air akan disimpan di pori-pori di setiap lapisan.\n\nKetiga: Tahap Perkecambahan. Tahap perkecambahan biji terjadi saat air sudah tersedia. Saat air sudah pada tahap cukup, maka embrio yang ada di dalam biji akan menjadi aktif dan menyerap matrial nutrisi yang sederhana (material nutrisi kompleks dipecah menjadi sederhana dengan bantuan enzim). Pada tahap ini, bakal akar tumbuh ke bawah, bergerak di antara partikel tanah untuk mencari kawasan yang memenuhi syarat dan memperoleh nutrisi yang diperlukannya. Kemudian bakal daun akan berkembang ke atas, menembus permukaan tanah, dan mengarahkan pada sumber sinar matahari.\n\nJadi, secara singkat, tahapan-tahapan di atas dapat dijelaskan demikian. Kata \"bergerak\" jelas mengindikasikan efek dari air terhadap partikel tanah. Efek ini dapat terjadi sebagai akibat adanya muatan listrik elektrostatis atau benturan langsung antara partikel-partikel air dan tanah. Sedangkan kata \"membengkak\" mengacu pada menebalnya partikel tanah karena terperangkapnya air di antara lapisan-lapisan pembentuk partikel tanah. Dengan demikian, partikel tanah berfungsi sebagai reservoar air, tempat menyimpan air. Ini sesuai dengan ayat berikut: \n\nDan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya. (al-Mu'minun/23: 18)\n\nKemudian bakal akar, dan disusul bakal daun, mulai tumbuh. Anak pohon akan muncul, terus tumbuh dan memberikan hasil untuk keperluan manusia. Apakah manusia masih tidak bersyukur?\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)" } } }, { "number": { "inQuran": 5790, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Mata'al-lakum wa li-an'amikum." } }, "translation": { "en": "[As] enjoyment for you and your grazing livestock.", "id": "(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5790", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5790.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5790.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami tumbuhkan itu semua untuk kesenanganmu agar hidupmu makmur dan sejahtera, dan untuk kesenangan hewan-hewan ternakmu. Dengan itu semua kamu hidup tenang dan tidak bersusah payah. Kamu hanya perlu emanfaatkannya, menjaga kelestariannya, dan mengimani Penciptanya sebagai bentuk rasa syukurmu kepada-Nya.", "long": "Semua itu merupakan harta benda untuk kesenangan hidup manusia, dan merupakan makanan baginya dan bagi ternaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 5791, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u062e\u0651\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Faiza jaa-atis saakhah." } }, "translation": { "en": "But when there comes the Deafening Blast", "id": "Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5791", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5791.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5791.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kenikmatan-kenikmatan itu kelak akan diminta pertanggungjawabannya pada hari kiamat. Maka apabila datang suara tiupan sangkakala kedua yang memekakkan telinga dan menjadi penanda bangkitnya manusia dari kubur,", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan apabila datang hari Kiamat, ketika terdengar suara yang sangat dahsyat yang memekakkan telinga, yaitu tiupan Malaikat Israfil yang kedua kalinya, maka pada hari tersebut terasa kesedihan dan penyesalan bagi seluruh orang-orang yang kafir. Dalam ayat berikutnya diperinci kedahsyatan hari Kiamat itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5792, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0641\u0650\u0631\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0621\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Yauma yafir-rul mar-u min akheeh" } }, "translation": { "en": "On the Day a man will flee from his brother", "id": "pada hari itu manusia lari dari saudaranya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5792", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5792.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5792.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu pada hari itu manusia lari dari orang yang dicintainya, seperti saudaranya,", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa pada hari Kiamat, manusia lari dari saudara, ibu, dan bapaknya, bahkan dari istri dan anak-anaknya. Hal itu disebabkan seluruh pikiran hanya tertuju pada penyelamatan diri dari bencana yang sangat menakutkan, sehingga lupa pada orang tua, saudara, istri, dan anak-anak. Firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (Luqman/31: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 5793, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Wa ummihee wa abeeh" } }, "translation": { "en": "And his mother and his father", "id": "dan dari ibu dan bapaknya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5793", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5793.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5793.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan dari ibu dan bapaknya yang melindungi dan mengayominya,", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa pada hari Kiamat, manusia lari dari saudara, ibu, dan bapaknya, bahkan dari istri dan anak-anaknya. Hal itu disebabkan seluruh pikiran hanya tertuju pada penyelamatan diri dari bencana yang sangat menakutkan, sehingga lupa pada orang tua, saudara, istri, dan anak-anak. Firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (Luqman/31: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 5794, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Wa sahi batihee wa baneeh." } }, "translation": { "en": "And his wife and his children,", "id": "dan dari istri dan anak-anaknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5794", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5794.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5794.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan dari istri dan anak-anaknya yang selalu bersamanya,", "long": "Pada ayat-ayat ini diterangkan bahwa pada hari Kiamat, manusia lari dari saudara, ibu, dan bapaknya, bahkan dari istri dan anak-anaknya. Hal itu disebabkan seluruh pikiran hanya tertuju pada penyelamatan diri dari bencana yang sangat menakutkan, sehingga lupa pada orang tua, saudara, istri, dan anak-anak. Firman Allah:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (Luqman/31: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 5795, "inSurah": 37 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u0650\u0626\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0634\u064e\u0623\u0652\u0646\u064c \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Likul limri-im-minuhm yaumaa-izin shaa nuy-yughneeh" } }, "translation": { "en": "For every man, that Day, will be a matter adequate for him.", "id": "Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5795", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5795.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5795.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. Semua ingin menyelamatkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Mereka takut dan cemas atas apa yang terjadi di hadapan mereka dan khawatir akan nasib mereka.", "long": "Setiap manusia pada hari Kiamat yang dahsyat itu mempunyai urusan masing-masing yang cukup menyibukkannya sehingga tidak sempat memperhatikan orang lain. Ketika masih di dunia, mereka saling memberikan pertolongan sampai menebus dengan harta bilamana diperlukan, apalagi jika bersangkutan dengan keselamatan anak-anaknya sendiri yang akan meneruskan generasinya yang akan datang atau mengenai kehormatan istrinya, orang yang paling dekat dan paling setia kepadanya.\n\nAkan tetapi pada hari akhirat nanti, tidak ada kesempatan lagi untuk memperhatikan anggota-anggota keluarganya itu karena kedahsyatan pada hari Kiamat yang sangat menyibukkan itu.\n\nPada hari itu manusia terbagi dua golongan: yang bahagia dan yang celaka, dan terhadap golongan yang pertama dinyatakan dalam ayat berikut ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5796, "inSurah": 38 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wujoo huny-yauma-izim-musfira;" } }, "translation": { "en": "[Some] faces, that Day, will be bright -", "id": "Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5796", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5796.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5796.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri. Itulah muka orang-orang yang pada saat di dunia beriman dan beramal saleh.", "long": "Banyak muka orang-orang mukmin pada hari itu berseri-seri dengan penuh kegembiraan karena mereka dapat menyaksikan sendiri apa yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman ternyata semuanya dapat terlaksana dengan penuh kebahagiaan. Mereka tertawa dan bergembira." } } }, { "number": { "inQuran": 5797, "inSurah": 39 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0636\u064e\u0627\u062d\u0650\u0643\u064e\u0629\u064c \u0645\u0651\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652\u0634\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Dahi katum mustab shirah" } }, "translation": { "en": "Laughing, rejoicing at good news.", "id": "tertawa dan gembira ria," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5797", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5797.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5797.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka tertawa dan bergembira ria bersama kaum mukmin yang lain. Mereka tidak takut dan khawatir akan nasib mereka karena yakin Allah akan memberi balasan dengan sebaik-baiknya.", "long": "Banyak muka orang-orang mukmin pada hari itu berseri-seri dengan penuh kegembiraan karena mereka dapat menyaksikan sendiri apa yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman ternyata semuanya dapat terlaksana dengan penuh kebahagiaan. Mereka tertawa dan bergembira." } } }, { "number": { "inQuran": 5798, "inSurah": 40 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0628\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wa wujoohuy yauma-izin 'alaiha ghabar a" } }, "translation": { "en": "And [other] faces, that Day, will have upon them dust.", "id": "dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5798", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5798.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5798.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di sisi yang lain pada hari itu ada pula wajah-wajah manusia yang tertutup debu,", "long": "Sebaliknya terhadap golongan kedua dinyatakan bahwa banyak pula muka orang-orang kafir pada hari itu tertutup debu penuh dengan sesal dan kesedihan. Mereka itu ditutup lagi oleh kegelapan karena ditimpa oleh kehinaan dan kesusahan. Mereka itulah orang-orang kafir yang amat durhaka." } } }, { "number": { "inQuran": 5799, "inSurah": 41 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0631\u0652\u0647\u064e\u0642\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Tarhaquha qatarah." } }, "translation": { "en": "Blackness will cover them.", "id": "tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5799", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5799.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5799.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "pucat pasi, menghitam, dipenuhi kecemasan serta ketakutan yang sangat, tertutup oleh kegelapan akibat ditimpa kehinaan dan kesusahan.", "long": "Sebaliknya terhadap golongan kedua dinyatakan bahwa banyak pula muka orang-orang kafir pada hari itu tertutup debu penuh dengan sesal dan kesedihan. Mereka itu ditutup lagi oleh kegelapan karena ditimpa oleh kehinaan dan kesusahan. Mereka itulah orang-orang kafir yang amat durhaka." } } }, { "number": { "inQuran": 5800, "inSurah": 42 }, "meta": { "juz": 30, "page": 585, "manzil": 7, "ruku": 522, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Ulaa-ika humul-kafa ratul-fajarah." } }, "translation": { "en": "Those are the disbelievers, the wicked ones.", "id": "Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5800", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5800.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5800.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka. Mereka tidak beriman, tidak bersyukur, dan tidak pula beribadah kepada-Nya, bahkan sering berbuat maksiat. Demikianlah kesudahan umat manusia di akhirat nanti.", "long": "Sebaliknya terhadap golongan kedua dinyatakan bahwa banyak pula muka orang-orang kafir pada hari itu tertutup debu penuh dengan sesal dan kesedihan. Mereka itu ditutup lagi oleh kegelapan karena ditimpa oleh kehinaan dan kesusahan. Mereka itulah orang-orang kafir yang amat durhaka." } } } ] }, { "number": 81, "sequence": 7, "numberOfVerses": 29, "name": { "short": "التكوير", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0648\u064a\u0631", "transliteration": { "en": "At-Takwir", "id": "At-Takwir" }, "translation": { "en": "The Overthrowing", "id": "Penggulungan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat At Takwir terdiri atas 29 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Masadd. Kata At Takwir (terbelah) yang menjadi nama bagi surat ini adalah dari kata asal (mashdar) dari kata kerja kuwwirat (digulung) yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5801, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u0643\u064f\u0648\u0651\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Izash shamsu kuwwirat" } }, "translation": { "en": "When the sun is wrapped up [in darkness]", "id": "Apabila matahari digulung," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5801", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5801.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5801.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengawali surah ini dengan menyebutkan dua belas peristiwa besar yang akan terjadi pada hari kiama — disebutkan dari ayat 1 s.d. 13. Apabila matahari yang demikian besar digulung dengan mudah seperti halnya serban, hingga cahayanya memudar dan redup.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa jika matahari telah digulung, telah padam cahayanya dan jatuh berantakan bersamaan dengan hancurnya alam semesta yang pernah didiami oleh makhluk-makhluk yang hidup di dunia, maka musnahlah segala alam karena berpindah kepada alam yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 5802, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u062c\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0646\u0643\u064e\u062f\u064e\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izan nujoomun kadarat" } }, "translation": { "en": "And when the stars fall, dispersing,", "id": "dan apabila bintang-bintang berjatuhan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5802", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5802.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5802.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila bintang-bintang yang begitu banyak dan menghiasi cakrawala berjatuhan, tidak berada di garis edarnya lagi akibat hilangnya gaya tarikmenarik antar-benda langit.", "long": "Apabila bintang-bintang berjatuhan dan padam sekalian cahayanya." } } }, { "number": { "inQuran": 5803, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0633\u064f\u064a\u0651\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal jibaalu suyyirat" } }, "translation": { "en": "And when the mountains are removed", "id": "dan apabila gunung-gunung dihancurkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5803", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5803.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5803.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila gunung-gunung yang demikian tegar dan kukuh dihancurkan hingga luluh lantak menjadi pasir, kemudian diempaskan oleh angin dahsyat dengan mudahnya seperti gumpalan kapas raksasa yang beterbangan.", "long": "Dan apabila gunung-gunung dihancurkan setelah dicabut dari bumi, diterbangkan di angkasa ketika terjadinya gempa yang amat dahsyat sehingga gunung-gunung itu terlepas dari dasarnya dan dilemparkan di angkasa seperti awan yang ditiup angin laksana kapas.\n\nUntuk telaah ilmiah Surah at-Takwir/81: 1-3 ini, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69: 13-16 dan Surah al-Ma'arij/70: 8. Ketika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron dan sebagainya. Gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Saat itulah benda-benda langit mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan akibatnya terjadilah tabrakan-tabrakan dahsyat antar bintang, inilah gambaran 'bintang-bintang berjatuhan, karena kehilangan gaya-gaya gravitasinya. \n\nMatahari yang juga merupakan jenis bintang mengalami hal sama. Ketika benda-benda langit saling mendekat, kekuatan gravitasi bagian luar boleh jadi akan melebihi cengkeraman kekuatan plasma di dalam bintang-bintang itu (termasuk matahari). Akibatnya adalah volume matahari dan bintang-bintang yang lain akan memuai. Matahari akan menjadi lebih besar volumenya, namun tekanan internalnya berkurang, dan cukup untuk menghentikan energi yang menghasilkan reaksi perpaduan nuklirnya. Akibatnya sinar matahari (yang memuai itu) akan meredup menjadi merah. Ketika pengembangan volume matahari telah mencapai maksimum, maka matahari akan mengalami kontraksi dan volumenya akan menurun dan menurun terus, mengecil yang akhirnya menjadi bintik hitam yang super-padat (dwarf black hole atau bintik hitam kerdil). Inikah yang dimaksud dengan matahari digulung pada ayat 1 di atas? \n\nBenturan juga terjadi antar-planet, sehingga bumi berbenturan dengan planet-planet lainnya. Akibat peristiwa inilah terjadinya kehancuran gunung-gunung. Semua proses ini akan mengarah ke Big Crunch dan kembali menjadi singularity." } } }, { "number": { "inQuran": 5804, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0634\u064e\u0627\u0631\u064f \u0639\u064f\u0637\u0651\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal 'ishaaru 'uttilat" } }, "translation": { "en": "And when full-term she-camels are neglected", "id": "dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5804", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5804.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5804.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila unta-unta yang bunting dan menjadi harta yang dibanggakan ditinggalkan begitu saja dan tidak lagi dipedulikan dan diurus oleh pemiliknya.", "long": "Dan apabila unta-unta bunting yang termasuk benda paling dihargai oleh orang-orang Arab, ditinggalkan dan tidak dipedulikan oleh pemiliknya karena kedahsyatan hari Kiamat tersebut. Hal ini menggambarkan kedahsyatan hari Kiamat yang jika diperkirakan, jika ada seorang laki-laki mempunyai unta yang bunting tentu ditinggalkan karena terlalu sibuk memikirkan keselamatan dirinya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 5805, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u062d\u064f\u0648\u0634\u064f \u062d\u064f\u0634\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal wuhooshu hushirat" } }, "translation": { "en": "And when the wild beasts are gathered", "id": "dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5805", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5805.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5805.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hal ini mengisyaratkan betapa besar kebingungan yang meliputi manusia saat kiamat tiba. Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan untuk diberi balasan bila berbuat aniaya kepada sesamanya. Binatang liar yang saling memusuhi saat itu bisa dikumpulkan menjadi satu dalam suasanya yang sangat menegangkan.", "long": "Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan dan dimusnahkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5806, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u062d\u064e\u0627\u0631\u064f \u0633\u064f\u062c\u0651\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal bihaaru sujjirat" } }, "translation": { "en": "And when the seas are filled with flame", "id": "dan apabila lautan dipanaskan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5806", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5806.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5806.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila lautan dipanaskan dan dijadikan meluap. Air laut memanas akibat munculnya kobaran api mahadahsyat dari dasarnya.", "long": "Dan apabila lautan-lautan dijadikan meluap, sehingga menjadi satu, kemudian menyala dengan kobaran api yang tadinya terpendam di bawah bumi tersebut.\n\nSetelah Allah menerangkan beberapa peristiwa yang menjadi permulaan hancurnya alam semesta dan matinya semua makhluk yang berada di atasnya, maka Allah menjelaskan apa yang terjadi setelah itu tentang kebangkitan." } } }, { "number": { "inQuran": 5807, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0641\u064f\u0648\u0633\u064f \u0632\u064f\u0648\u0651\u0650\u062c\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izan nufoosu zuwwijat" } }, "translation": { "en": "And when the souls are paired", "id": "dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5807", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5807.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5807.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila roh-roh dipertemukan dengan tubuh sehingga manusia hidup kembali dalam suasana yang sama sekali berbeda dari kehidupan dunia. Manusia saat itu bergabung dengan manusia lain yang senasib; penaat bersama penaat, begitupun sebaliknya.", "long": "Dan apabila roh-roh dipertemukan kembali dengan tubuh untuk memasuki kehidupan di alam akhirat. Ayat ini mengandung isyarat bahwa roh-roh itu tetap utuh setelah mati dan pada hari Kiamat dikembalikan lagi pada badannya.\n\nPendapat lain menyebutkan arti ayat ini dengan bertemunya kelompok orang-orang termasuk ashabul-yamin dengan kelompok ashabusy-syimal. Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa arti ayat ini adalah dipertemukannya roh orang-orang yang beriman dengan pasangan-pasangannya di surga dan roh orang-orang kafir dipertemukan dengan setan-setan pembantunya." } } }, { "number": { "inQuran": 5808, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0621\u064f\u0648\u062f\u064e\u0629\u064f \u0633\u064f\u0626\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal maw'oodatu su'ilat" } }, "translation": { "en": "And when the girl [who was] buried alive is asked", "id": "dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5808", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5808.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5808.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya,", "long": "Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh? Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bayi-bayi yang pernah dikubur hidup-hidup akan dihidupkan kembali di hadapan orang yang menguburkannya dan ditanya karena dosa apakah dia dibunuh. Jawaban pertanyaan ini memberikan kesan yang lebih dalam kepada si pembunuhnya karena bayi perempuan itu akan menjawab bahwa ia dikubur hidup-hidup tanpa dosa sama sekali, hanya karena orang tuanya takut dihinggapi kefakiran dan kemiskinan. Kebiasaan orang Arab pada zaman Jahiliah ini sangat di luar peri kemanusiaan.\n\nDi kalangan mereka ada yang tidak mengubur hidup-hidup anaknya yang perempuan, tetapi ia memberikan pekerjaan kepadanya dengan menggembalakan kambing di padang pasir dengan pakaian bulu dan membiarkan hidup dalam kesepian.\n\nDan ada pula yang membiarkan anak perempuannya itu hidup sampai umur enam tahun kemudian ia berkata kepada ibunya, \"Dandanilah anak ini dengan pakaian yang baik, karena akan dibawa ziarah mengunjungi bibinya.\" Sebelumnya ia telah menggali sebuah sumur di padang pasir. Setelah ia sampai dengan anak perempuannya itu di tepi sumur itu, lalu berkata, \"Tengok, apa yang ada dalam sumur itu.\" Kemudian anak perempuan itu ditendang dari belakang dan setelah jatuh ke dalam sumur itu lalu ditimbun dan diratakan dengan tanah. Dan di antara mereka ada yang berbuat lebih kejam lagi daripada ini. Setelah datang agama Islam, maka kekejaman yang di luar peri kemanusiaan itu diganti dengan sikap yang penuh ramah dan kesayangan.\n\nDi antara alasan pembunuhan anak perempuan di masa Jahiliah adalah karena anak perempuan dianggap tidak punya nilai ekonomis yang bisa menguntungkan keluarga. Alasan lain adalah karena anak perempuan dianggap sangat lemah, sering menjadi korban pelecehan seksual atau karena perempuan dianggap sebagai penggoda laki-laki yang bisa membuat malu keluarga.\n\nDalam Surah an-Nahl/16: 58, Allah menggambarkan seorang laki-laki yang mendapat kelahiran putrinya dengan wajah hitam karena menahan marah.\n\nPadahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. (an-Nahl/16: 58)\n\nIslam adalah agama yang menghormati perempuan, sama seperti menghormati laki-laki. Oleh sebab itu, Islam melarang pembunuhan bayi laki-laki maupun perempuan, baik karena kemiskinan atau karena takut miskin. Allah berfirman:\n\nJanganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (al-An'am/6: 151)" } } }, { "number": { "inQuran": 5809, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0630\u064e\u0646\u0628\u064d \u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Bi ayyi zambin qutilat" } }, "translation": { "en": "For what sin she was killed", "id": "karena dosa apa dia dibunuh?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5809", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5809.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5809.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup.", "long": "Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh? Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bayi-bayi yang pernah dikubur hidup-hidup akan dihidupkan kembali di hadapan orang yang menguburkannya dan ditanya karena dosa apakah dia dibunuh. Jawaban pertanyaan ini memberikan kesan yang lebih dalam kepada si pembunuhnya karena bayi perempuan itu akan menjawab bahwa ia dikubur hidup-hidup tanpa dosa sama sekali, hanya karena orang tuanya takut dihinggapi kefakiran dan kemiskinan. Kebiasaan orang Arab pada zaman Jahiliah ini sangat di luar peri kemanusiaan.\n\nDi kalangan mereka ada yang tidak mengubur hidup-hidup anaknya yang perempuan, tetapi ia memberikan pekerjaan kepadanya dengan menggembalakan kambing di padang pasir dengan pakaian bulu dan membiarkan hidup dalam kesepian.\n\nDan ada pula yang membiarkan anak perempuannya itu hidup sampai umur enam tahun kemudian ia berkata kepada ibunya, \"Dandanilah anak ini dengan pakaian yang baik, karena akan dibawa ziarah mengunjungi bibinya.\" Sebelumnya ia telah menggali sebuah sumur di padang pasir. Setelah ia sampai dengan anak perempuannya itu di tepi sumur itu, lalu berkata, \"Tengok, apa yang ada dalam sumur itu.\" Kemudian anak perempuan itu ditendang dari belakang dan setelah jatuh ke dalam sumur itu lalu ditimbun dan diratakan dengan tanah. Dan di antara mereka ada yang berbuat lebih kejam lagi daripada ini. Setelah datang agama Islam, maka kekejaman yang di luar peri kemanusiaan itu diganti dengan sikap yang penuh ramah dan kesayangan.\n\nDi antara alasan pembunuhan anak perempuan di masa Jahiliah adalah karena anak perempuan dianggap tidak punya nilai ekonomis yang bisa menguntungkan keluarga. Alasan lain adalah karena anak perempuan dianggap sangat lemah, sering menjadi korban pelecehan seksual atau karena perempuan dianggap sebagai penggoda laki-laki yang bisa membuat malu keluarga.\n\nDalam Surah an-Nahl/16: 58, Allah menggambarkan seorang laki-laki yang mendapat kelahiran putrinya dengan wajah hitam karena menahan marah.\n\nPadahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. (an-Nahl/16: 58)\n\nIslam adalah agama yang menghormati perempuan, sama seperti menghormati laki-laki. Oleh sebab itu, Islam melarang pembunuhan bayi laki-laki maupun perempuan, baik karena kemiskinan atau karena takut miskin. Allah berfirman:\n\nJanganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (al-An'am/6: 151)" } } }, { "number": { "inQuran": 5810, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062d\u064f\u0641\u064f \u0646\u064f\u0634\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izas suhufu nushirat" } }, "translation": { "en": "And when the pages are made public", "id": "Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5810", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5810.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5810.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan apabila catatan-catatan amal perbuatan manusia dibuka, maka mereka akan melihat kebajikan atau kejahatan yang mereka perbuat ketika di dunia. Mereka akan tercengang keheranan karena tidak menyangka semuanya tercatat rapi dan teliti. Allah berfirman:\n\nDan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, \"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,\" dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)\n\nBagaimana bentuk kitab atau catatan amal perbuatan manusia itu di Padang Mahsyar tidak kita ketahui. Namun kalau manusia saja mampu menciptakan berbagai alat perekam yang begitu canggih dan teliti, kita percaya bahwa Allah Sang Pencipta manusia punya sistem dan cara untuk merekam perbuatan, perkataan, dan isi hati manusia dengan hasil yang lebih baik dari apa yang dapat dibuat manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 5811, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0643\u064f\u0634\u0650\u0637\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izas samaaa'u kushitat" } }, "translation": { "en": "And when the sky is stripped away", "id": "dan apabila langit dilenyapkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5811", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5811.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5811.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya.", "long": "Dan apabila langit dilenyapkan karena kehancuran planet-planet yang ada di dalamnya. Langit yang begitu luas dapat dilipat seperti melipat kertas. Firman Allah:\n\n(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. (al-Anbiya'/21: 104)" } } }, { "number": { "inQuran": 5812, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f \u0633\u064f\u0639\u0651\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal jaheemu su'-'irat" } }, "translation": { "en": "And when Hellfire is set ablaze", "id": "dan apabila neraka Jahim dinyalakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5812", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5812.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5812.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila neraka Jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah.", "long": "Dan apabila neraka Jahim yang disediakan untuk menyiksa orang-orang kafir dan durhaka telah dinyalakan sehebat-hebatnya sehingga orang yang memasukinya merasa kesakitan yang paling dahsyat. Itulah azab yang diancamkan Allah kepada orang-orang yang mengingkari-Nya. Firman Allah:\n\nSungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. (al-Insan/76: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 5813, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0623\u064f\u0632\u0652\u0644\u0650\u0641\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal jannatu uzlifat" } }, "translation": { "en": "And when Paradise is brought near,", "id": "dan apabila surga didekatkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5813", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5813.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5813.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh.", "long": "Dan apabila surga didekatkan kepada orang-orang yang akan memasukinya yaitu orang-orang mukmin yang bertakwa. Ini adalah balasan atas jerih payah dan usaha mereka berjihad menegakkan agama Allah dan menjalankan perintah agama. Allah berfirman:\n\nDan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa. (asy-Syu'ara'/26: 90)" } } }, { "number": { "inQuran": 5814, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0636\u064e\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "'Alimat nafsum maaa ahdarat" } }, "translation": { "en": "A soul will [then] know what it has brought [with it].", "id": "setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5814", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5814.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5814.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya di dunia, apakah perbuatan baik atau buruk.", "long": "Jika semua peristiwa-peristiwa yang disebutkan sebelum ayat ini telah terjadi, tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. Sebagian besar dari manusia ketika hidup di dunia tertipu oleh godaan setan. Mereka akan menjumpai amal perbuatan mereka pada hari Kiamat tidak diterima oleh Allah bahkan dijauhkan dari rahmat-Nya dan berada di bawah murka-Nya.\n\nOrang-orang yang amal perbuatannya diselubungi dengan ria, tidak mendapat faedah dari amalnya itu kecuali sekadar kepayahan dan kesulitan. Setiap orang wajib memandang kepada amal perbuatannya dengan kaca mata agama dan menimbangnya dengan timbangan yang benar, sebab Allah tidak menerima amal perbuatan melainkan yang muncul dari hati yang penuh dengan keimanan dan keikhlasan." } } }, { "number": { "inQuran": 5815, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0646\u0651\u064e\u0633\u0650", "transliteration": { "en": "Falaaa uqsimu bil khunnas" } }, "translation": { "en": "So I swear by the retreating stars -", "id": "Aku bersumpah demi bintang-bintang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5815", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5815.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5815.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Usai menjelaskan ihwal hari kiamat dan kesudahan manusia, Allah beralih menjelaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai kalamullah yang didustakan oleh kafir Quraisy. Aku bersumpah demi bintang-bintang yang cahayanya redup di siang hari dan terang di malam hari.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah demi bintang-bintang yang beredar dan terbenam. Bintang-bintang itu semuanya tidak tampak oleh penglihatan pada siang hari, namun akan kelihatan bersinar pada malam hari. Allah bersumpah dengan bintang-bintang itu karena dalam keadaannya yang silih berganti, tidak tampak ketika siang dan bersinar pada malam hari, merupakan tanda atas kekuasaan Allah yang mengatur perjalanannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5816, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0648\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0646\u0651\u064e\u0633\u0650", "transliteration": { "en": "Al jawaaril kunnas" } }, "translation": { "en": "Those that run [their courses] and disappear -", "id": "yang beredar dan terbenam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5816", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5816.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5816.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang beredar di garis edarnya dan terbenam,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah demi bintang-bintang yang beredar dan terbenam. Bintang-bintang itu semuanya tidak tampak oleh penglihatan pada siang hari, namun akan kelihatan bersinar pada malam hari. Allah bersumpah dengan bintang-bintang itu karena dalam keadaannya yang silih berganti, tidak tampak ketika siang dan bersinar pada malam hari, merupakan tanda atas kekuasaan Allah yang mengatur perjalanannya." } } }, { "number": { "inQuran": 5817, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0633\u0652\u0639\u064e\u0633\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaili izaa 'as'as" } }, "translation": { "en": "And by the night as it closes in", "id": "demi malam apabila telah larut," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5817", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5817.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5817.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "demi malam apabila telah larut dan meninggalkan gelapnya, atau datang dengan kegelapan yang dibawanya,", "long": "Dalam ayat ini, Allah bersumpah demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya." } } }, { "number": { "inQuran": 5818, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0628\u0652\u062d\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0641\u0651\u064e\u0633\u064e", "transliteration": { "en": "Wassubhi izaa tanaffas" } }, "translation": { "en": "And by the dawn when it breathes", "id": "dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5818", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5818.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5818.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, tersibak cahayanya sedikit demi sedikit, layaknya orang bernafas. Ketiga peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta yang dapat dilihat. Begitupun, Al-Qur’an merupakan tanda kebesaran-Nya yang dapat dibaca.", "long": "Kemudian dalam ayat ini Allah bersumpah demi subuh apabila fajar mulai menyingsing dan bersinar. Waktu subuh digunakan Allah dalam bersumpah karena waktu ini menimbulkan harapan yang menggembirakan bagi setiap manusia yang bangun pagi karena menghadapi hari yang baru. Saat itu mereka dapat menemukan hajat keperluan hidupnya mengganti yang hilang dan bersiap-siap untuk yang akan datang.\n\nKemudian Allah menerangkan apa yang dijadikan objek sumpahnya itu, dengan firman-Nya pada ayat berikut ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5819, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innahoo laqawlu rasoolin kareem" } }, "translation": { "en": "[That] indeed, the Qur'an is a word [conveyed by] a noble messenger", "id": "sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5819", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5819.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5819.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi ketiga hal itu, sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman Allah yang dibawa turun oleh utusan yang mulia, yaitu Jibril yang diamanati untuk mengawal wahyu Allah kepada para nabi.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan objek sumpah yang disebutkan dalam ayat 15-18 di atas, yaitu sesungguhnya apa yang diberitahukan oleh Muhammad saw tentang peristiwa-peristiwa hari Kiamat bukanlah kata-kata seorang dukun atau isapan jempol. Akan tetapi, benar-benar wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril dari Tuhannya. Allah telah menyifati utusan yang membawa Al-Qur'an tersebut, yaitu Malaikat Jibril, dengan lima macam sifat yang mengandung keutamaan:\n\n1.Yang mulia pada sisi Tuhannya karena Allah memberikan padanya sesuatu yang paling berharga yaitu hidayah, dan memerintahkannya untuk menyampaikan hidayah itu kepada para nabi-Nya diteruskan kepada para hamba-Nya.\n\n2.Yang mempunyai kekuatan dalam memelihara Al-Qur'an jauh dari sifat pelupa atau keliru.\n\n3.Yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arasy.\n\n4.Yang ditaati di kalangan malaikat karena kewenangannya.\n\n5.Yang dipercaya untuk menyampaikan wahyu karena terpelihara dari sifat-sifat khianat dan penyelewengan." } } }, { "number": { "inQuran": 5820, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u0650\u064a \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0645\u064e\u0643\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Zee quwwatin 'inda zil 'arshi makeen" } }, "translation": { "en": "[Who is] possessed of power and with the Owner of the Throne, secure [in position],", "id": "yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5820", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5820.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5820.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami turunkan Al-Qur’an melalui Jibril yang memiliki kekuatan yang tidak tertandingi oleh makhluk lain. Jibril mempunyai 600 sayap. Dengan sayap sebanyak itu Jibril sanggup menembus langit ketujuh dengan kecepatan luar biasa. Itulah Jibril yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki ‘Arsy, singgasana yang agung karena ketaatannya kepada Allah dan tugasnya yang sangat mulia sebagai pembawa wahyu.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan objek sumpah yang disebutkan dalam ayat 15-18 di atas, yaitu sesungguhnya apa yang diberitahukan oleh Muhammad saw tentang peristiwa-peristiwa hari Kiamat bukanlah kata-kata seorang dukun atau isapan jempol. Akan tetapi, benar-benar wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril dari Tuhannya. Allah telah menyifati utusan yang membawa Al-Qur'an tersebut, yaitu Malaikat Jibril, dengan lima macam sifat yang mengandung keutamaan:\n\n1.Yang mulia pada sisi Tuhannya karena Allah memberikan padanya sesuatu yang paling berharga yaitu hidayah, dan memerintahkannya untuk menyampaikan hidayah itu kepada para nabi-Nya diteruskan kepada para hamba-Nya.\n\n2.Yang mempunyai kekuatan dalam memelihara Al-Qur'an jauh dari sifat pelupa atau keliru.\n\n3.Yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arasy.\n\n4.Yang ditaati di kalangan malaikat karena kewenangannya.\n\n5.Yang dipercaya untuk menyampaikan wahyu karena terpelihara dari sifat-sifat khianat dan penyelewengan." } } }, { "number": { "inQuran": 5821, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0651\u064f\u0637\u064e\u0627\u0639\u064d \u062b\u064e\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Mutaa'in samma ameen" } }, "translation": { "en": "Obeyed there [in the heavens] and trustworthy.", "id": "yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5821", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5821.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5821.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah Jibril yang di sana, di alam malaikat, ditaati dan dipercaya atas wahyu yang disampaikannya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan objek sumpah yang disebutkan dalam ayat 15-18 di atas, yaitu sesungguhnya apa yang diberitahukan oleh Muhammad saw tentang peristiwa-peristiwa hari Kiamat bukanlah kata-kata seorang dukun atau isapan jempol. Akan tetapi, benar-benar wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril dari Tuhannya. Allah telah menyifati utusan yang membawa Al-Qur'an tersebut, yaitu Malaikat Jibril, dengan lima macam sifat yang mengandung keutamaan:\n\n1.Yang mulia pada sisi Tuhannya karena Allah memberikan padanya sesuatu yang paling berharga yaitu hidayah, dan memerintahkannya untuk menyampaikan hidayah itu kepada para nabi-Nya diteruskan kepada para hamba-Nya.\n\n2.Yang mempunyai kekuatan dalam memelihara Al-Qur'an jauh dari sifat pelupa atau keliru.\n\n3.Yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arasy.\n\n4.Yang ditaati di kalangan malaikat karena kewenangannya.\n\n5.Yang dipercaya untuk menyampaikan wahyu karena terpelihara dari sifat-sifat khianat dan penyelewengan." } } }, { "number": { "inQuran": 5822, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa saahibukum bimajnoon" } }, "translation": { "en": "And your companion is not [at all] mad.", "id": "Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5822", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5822.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5822.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami turunkan wahyu melalui Jibril kepada Nabi Muhammad, temanmu yang kamu kenal baik sifatnya. Dan temanmu itu bukanlah orang gila seperti tuduhanmu kepadanya. Dia adalah seorang yang santun, tepercaya, dan berakhlak mulia. Perkataan orang gila bersifat racauan, tidak beraturan, dan tidak mempunyai nilai. Berbeda dari AlQur’an, kitab yang susunan kalimat maupun kandungannya mempunyai nilai sangat tinggi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyifati Nabi Muhammad dengan mengatakan bahwa Muhammad itu bukanlah orang gila, sebagaimana yang dituduhkan oleh orang-orang kafir Mekah.\n\nKalimat \"temanmu\" dalam ayat ini merupakan alasan untuk menerangkan kedustaan mereka. Sebab, setiap orang akan mengenal tabiat temannya yang sehari-hari bergaul dengannya. Orang-orang Quraisy itu selalu bergaul dengan Nabi Muhammad semenjak beliau masih kecil dan mengetahui kejujuran beliau. Oleh karena itu, mereka memberikan julukan kehormatan kepadanya dengan kata-kata \"al-Amin\" sebelum beliau menjadi nabi.\n\nBeliau tidak pernah berdusta, menyalahi janji, atau berkhianat, sehingga apa-apa yang dituduhkan kepada Nabi Muhammad itu tentang sifat gila, tukang sihir, atau pendusta adalah bohong semata." } } }, { "number": { "inQuran": 5823, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0631\u064e\u0622\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0641\u064f\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0628\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laqad ra aahu bilufuqil mubeen" } }, "translation": { "en": "And he has already seen Gabriel in the clear horizon.", "id": "Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5823", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5823.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5823.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menegaskan pertemuan antara Jibril dalam wujudnya yang asli dengan Nabi Muhammad sesaat setelah Nabi menerima wahyu pertama di Gua Hira. Kaum musyrik mendustakan hal tersebut. Dan sungguh, dia telah melihatnya, yakni melihat Jibril, di ufuk yang terang, sehingga tidak dapat diragukan bahwa sosok yang datang itu adalah Jibril.", "long": "Nabi Muhammad pernah melihat Jibril dalam bentuk yang asli dua kali dalam hidupnya. Pertama, ketika beliau berada di Gua Hira sebelum turunnya Surah al-Muddatstsir, dan kedua, ketika beliau mi'raj ke langit ketujuh. Firman Allah \n\nDan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. (an-Najm/53: 13-14)" } } }, { "number": { "inQuran": 5824, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0628\u0650\u0636\u064e\u0646\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa huwa 'alal ghaibi bidaneen" } }, "translation": { "en": "And Muhammad is not a withholder of [knowledge of] the unseen.", "id": "Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5824", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5824.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5824.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dia bukanlah orang yang kikir untuk menerangkan ihwal perkara yang gaib, seperti Allah, malaikat, dan hari kiamat. Nabi dengan senang hati memberi penjelasan demi kemaslahatan banyak orang. Hal ini berbeda dari para dukun yang hanya mau membeberkan hal yang rahasia jika diberi imbalan.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang bakhil dalam menyampaikan seluruh wahyu yang disampaikan malaikat Jibril kepadanya. Di samping itu, beliau adalah seorang yang sangat dipercaya karena tidak pernah mengubah wahyu walaupun satu huruf dengan ucapannya sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 5825, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064d \u0631\u0651\u064e\u062c\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa huwa biqawli shaitaanir rajeem" } }, "translation": { "en": "And the Qur'an is not the word of a devil, expelled [from the heavens].", "id": "Dan (Al-Qur'an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5825", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5825.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5825.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Al-Qur’an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk. Ada perbedaan nyata antara Al-Qur’an dan perkataan setan. Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, sedangkan setan mengajak kepada kebatilan, kemaksiatan, dan kemungkaran.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an bukanlah perkataan setan yang terkutuk, dan bukanlah perkataan yang diletakkan oleh setan di atas lidah Muhammad ketika mengganggu akalnya seperti yang dituduhkan oleh orang Quraisy. Muhammad sudah terkenal sejak kecilnya dengan pikiran yang sehat dan tidak pernah berbuat khianat. Oleh karena itu, apa yang diterangkan oleh Muhammad tentang berita akhirat, surga, dan neraka bukanlah perkataan setan." } } }, { "number": { "inQuran": 5826, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u062a\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa ayna tazhaboon" } }, "translation": { "en": "So where are you going?", "id": "maka ke manakah kamu akan pergi?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5826", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5826.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5826.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, ke manakah kamu akan pergi? Jalan mana yang akan kamu pilih untuk menemukan kebenaran? Tidak ada yang lebih terang daripada jalan yang dijelaskan oleh Al-Qur’an.", "long": "Kemudian Allah menerangkan bahwa orang-orang Quraisy itu telah sesat, jauh dari jalan kebenaran, dan tidak mengetahui jalan kebijaksanaan, sehingga Allah bertanya kepada mereka, \"Maka ke manakah kamu akan pergi?\" Maksudnya ialah sesudah diterangkan bahwa Al-Qur'an itu benar-benar datang dari Allah dan di dalamnya terdapat pelajaran dan petunjuk yang membimbing manusia ke jalan yang lurus, ditanyakan kepada orang-orang kafir itu, \"Jalan manakah yang akan kamu tempuh lagi?\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5827, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "In huwa illaa zikrul lil'aalameen" } }, "translation": { "en": "It is not except a reminder to the worlds", "id": "(Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5827", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5827.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5827.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam. Al-Qur’an menjelaskan segala sesuatu untuk kebaikan manusia, baik urusan dunia maupun akhirat; mereka yang berbuat baik akan mendapat pahala dan surga, dan yang berbuat jahat akan mendapat dosa dan neraka.", "long": "Kemudian Allah menyatakan bahwa Al-Qur'an itu tiada lain hanya peringatan bagi semesta alam, bagi mereka yang mempunyai hati cenderung kepada kebaikan. Namun demikian, tidak semua manusia dapat mengambil manfaat dari Al-Qur'an ini. Yang mengambil manfaat ialah siapa yang mau menempuh jalan yang lurus. Adapun orang yang menyimpang dari jalan itu, maka ia tidak dapat mengambil manfaat dari peringatan Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 5828, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Liman shaaa'a minkum ai yastaqeem" } }, "translation": { "en": "For whoever wills among you to take a right course.", "id": "(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5828", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5828.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5828.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Peringatan Al-Qur’an itu ditujukan bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus, yaitu agama Islam, dan beristikamah dalam mengamalkan ajarannya.", "long": "Kemudian Allah menyatakan bahwa Al-Qur'an itu tiada lain hanya peringatan bagi semesta alam, bagi mereka yang mempunyai hati cenderung kepada kebaikan. Namun demikian, tidak semua manusia dapat mengambil manfaat dari Al-Qur'an ini. Yang mengambil manfaat ialah siapa yang mau menempuh jalan yang lurus. Adapun orang yang menyimpang dari jalan itu, maka ia tidak dapat mengambil manfaat dari peringatan Al-Qur'an." } } }, { "number": { "inQuran": 5829, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 30, "page": 586, "manzil": 7, "ruku": 523, "hizbQuarter": 234, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa tashaaa'oona illaaa ai yashaaa 'al laahu Rabbul 'Aalameen" } }, "translation": { "en": "And you do not will except that Allah wills - Lord of the worlds.", "id": "Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5829", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5829.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5829.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hanya saja, keinginan seseorang untuk berbuat sesuatu tidak akan terlaksana kecuali jika Allah menghendaki. Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengatakan bahwa manusia tidak mempunyai kehendak sendiri untuk berbuat sesuatu yang dikehendakinya bilamana tidak sesuai dengan kehendak Allah." } } } ] }, { "number": 82, "sequence": 82, "numberOfVerses": 19, "name": { "short": "الإنفطار", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0646\u0641\u0637\u0627\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Infitaar", "id": "Al-Infitar" }, "translation": { "en": "The Cleaving", "id": "Terbelah" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah dan diturunkan sesudah surat An Naazi'aat. Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5830, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0646\u0641\u064e\u0637\u064e\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Izas samaaa'un fatarat" } }, "translation": { "en": "When the sky breaks apart", "id": "Apabila langit terbelah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5830", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5830.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5830.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ada empat peristiwa besar pada hari kiamat yang disebutkan di bagian awal surah ini, dari ayat 1 s.d. 4. Dua peristiwa yang pertama terjadi di langit dan sisanya di bumi. Apabila langit yang demikian besar dan kukuh terbelah, retak, kemudian digulung.", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan kekacauan yang terjadi menjelang hari Kiamat dan kehancuran alam semesta. Gejala kehancuran alam digambarkan dengan keadaan langit yang terbelah sehingga formasi alam semesta berubah menjadi kacau. Bintang-bintang jatuh berserakan, tidak lagi pada posisinya. Padahal Allah menginformasikan bahwa matahari memiliki posisi tertentu yang menjadi pusat rotasinya, dan begitu juga dengan bulan. Firman Allah:\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)\n\nFenomena lainnya adalah lautan meluap menenggelamkan semua daratan. Air tawar bercampur dengan air asin, tidak ada lagi daratan yang bisa dihuni oleh makhluk hidup apalagi air laut yang meluap menjadi panas. Sungguh bumi telah berubah, bukan lagi bumi yang biasa dikenal oleh manusia. \n\n(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa. (Ibrahim/14: 48)\n\nUntuk telaah ilmiah Surah al-Infithar/82:1-3, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69: 13-16; al-Ma'arij/70: 8, dan at-Takwir/81: 1-3. Ketika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron dan sebagainya, gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Langit antariksa mulai lemah karena tidak ada topangan gaya gravitasi, dan mulai menyusut/mengerut dan retak/terbelah. Saat itulah benda-benda langit, termasuk bintang-bintang yang mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, bertubrukan antar sesamanya. Inilah gambaran 'bintang-bintang jatuh berserakan, karena kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan karena terurai kembali atau meluruh menjadi materi-materi fundamentalnya. \n\nMenurut Bashiruddin, ketika matahari telah mencapai evolusi membengkak dan berwarna merah (red star)(lihat telaah ilmiah Surah at-Takwir/81: 1-3), maka suhu bumi akan meninggi, sampai air laut mencapai titik didihnya. Panasnya bumi oleh radiasi matahari merah ini, sangat mungkin akan mencairkan gunung-gunung es di Artik (Kutub Utara) dan benua es Antartika (Kutub Selatan), sehingga samudera akan meluap secara dahsyat, menenggelamkan banyak pulau. Air laut ini kemudian akan mendidih dan menguap dan lenyap dari bumi. Bumi menjadi tidak layak huni. Paul Davies mengatakan bahwa ketika alam semesta telah memadat sampai seper-seratus (1/100) dari luasnya yang sekarang ini, maka efek tekanannya akan mengakibatkan suhu yang meninggi sampai mencapai titik didih benda cair; dan bumi menjadi tempat yang tidak layak-huni lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 5831, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0648\u064e\u0627\u0643\u0650\u0628\u064f \u0627\u0646\u062a\u064e\u062b\u064e\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal kawaakibun tasarat" } }, "translation": { "en": "And when the stars fall, scattering,", "id": "dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5831", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5831.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5831.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, keluar dari garis edarnya, dan berhamburan secara acak akibat hilangnya gaya tarik-menarik antar-benda angkasa.", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan kekacauan yang terjadi menjelang hari Kiamat dan kehancuran alam semesta. Gejala kehancuran alam digambarkan dengan keadaan langit yang terbelah sehingga formasi alam semesta berubah menjadi kacau. Bintang-bintang jatuh berserakan, tidak lagi pada posisinya. Padahal Allah menginformasikan bahwa matahari memiliki posisi tertentu yang menjadi pusat rotasinya, dan begitu juga dengan bulan. Firman Allah:\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)\n\nFenomena lainnya adalah lautan meluap menenggelamkan semua daratan. Air tawar bercampur dengan air asin, tidak ada lagi daratan yang bisa dihuni oleh makhluk hidup apalagi air laut yang meluap menjadi panas. Sungguh bumi telah berubah, bukan lagi bumi yang biasa dikenal oleh manusia. \n\n(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa. (Ibrahim/14: 48)\n\nUntuk telaah ilmiah Surah al-Infithar/82:1-3, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69: 13-16; al-Ma'arij/70: 8, dan at-Takwir/81: 1-3. Ketika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron dan sebagainya, gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Langit antariksa mulai lemah karena tidak ada topangan gaya gravitasi, dan mulai menyusut/mengerut dan retak/terbelah. Saat itulah benda-benda langit, termasuk bintang-bintang yang mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, bertubrukan antar sesamanya. Inilah gambaran 'bintang-bintang jatuh berserakan, karena kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan karena terurai kembali atau meluruh menjadi materi-materi fundamentalnya. \n\nMenurut Bashiruddin, ketika matahari telah mencapai evolusi membengkak dan berwarna merah (red star)(lihat telaah ilmiah Surah at-Takwir/81: 1-3), maka suhu bumi akan meninggi, sampai air laut mencapai titik didihnya. Panasnya bumi oleh radiasi matahari merah ini, sangat mungkin akan mencairkan gunung-gunung es di Artik (Kutub Utara) dan benua es Antartika (Kutub Selatan), sehingga samudera akan meluap secara dahsyat, menenggelamkan banyak pulau. Air laut ini kemudian akan mendidih dan menguap dan lenyap dari bumi. Bumi menjadi tidak layak huni. Paul Davies mengatakan bahwa ketika alam semesta telah memadat sampai seper-seratus (1/100) dari luasnya yang sekarang ini, maka efek tekanannya akan mengakibatkan suhu yang meninggi sampai mencapai titik didih benda cair; dan bumi menjadi tempat yang tidak layak-huni lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 5832, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u062d\u064e\u0627\u0631\u064f \u0641\u064f\u062c\u0651\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal bihaaru fujjirat" } }, "translation": { "en": "And when the seas are erupted", "id": "dan apabila lautan dijadikan meluap," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5832", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5832.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5832.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila lautan dijadikan meluap, di mana batas antara satu laut dengan lainnya terbelah dan hancur sehingga air meluap. Air tawar dan asin pun menyatu, berkumpul menjadi lautan raksasa tak bertepi.", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan kekacauan yang terjadi menjelang hari Kiamat dan kehancuran alam semesta. Gejala kehancuran alam digambarkan dengan keadaan langit yang terbelah sehingga formasi alam semesta berubah menjadi kacau. Bintang-bintang jatuh berserakan, tidak lagi pada posisinya. Padahal Allah menginformasikan bahwa matahari memiliki posisi tertentu yang menjadi pusat rotasinya, dan begitu juga dengan bulan. Firman Allah:\n\nMaka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (ar-Rum/30: 50)\n\nFenomena lainnya adalah lautan meluap menenggelamkan semua daratan. Air tawar bercampur dengan air asin, tidak ada lagi daratan yang bisa dihuni oleh makhluk hidup apalagi air laut yang meluap menjadi panas. Sungguh bumi telah berubah, bukan lagi bumi yang biasa dikenal oleh manusia. \n\n(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa. (Ibrahim/14: 48)\n\nUntuk telaah ilmiah Surah al-Infithar/82:1-3, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69: 13-16; al-Ma'arij/70: 8, dan at-Takwir/81: 1-3. Ketika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron dan sebagainya, gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Langit antariksa mulai lemah karena tidak ada topangan gaya gravitasi, dan mulai menyusut/mengerut dan retak/terbelah. Saat itulah benda-benda langit, termasuk bintang-bintang yang mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, bertubrukan antar sesamanya. Inilah gambaran 'bintang-bintang jatuh berserakan, karena kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan karena terurai kembali atau meluruh menjadi materi-materi fundamentalnya. \n\nMenurut Bashiruddin, ketika matahari telah mencapai evolusi membengkak dan berwarna merah (red star)(lihat telaah ilmiah Surah at-Takwir/81: 1-3), maka suhu bumi akan meninggi, sampai air laut mencapai titik didihnya. Panasnya bumi oleh radiasi matahari merah ini, sangat mungkin akan mencairkan gunung-gunung es di Artik (Kutub Utara) dan benua es Antartika (Kutub Selatan), sehingga samudera akan meluap secara dahsyat, menenggelamkan banyak pulau. Air laut ini kemudian akan mendidih dan menguap dan lenyap dari bumi. Bumi menjadi tidak layak huni. Paul Davies mengatakan bahwa ketika alam semesta telah memadat sampai seper-seratus (1/100) dari luasnya yang sekarang ini, maka efek tekanannya akan mengakibatkan suhu yang meninggi sampai mencapai titik didih benda cair; dan bumi menjadi tempat yang tidak layak-huni lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 5833, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u064f \u0628\u064f\u0639\u0652\u062b\u0650\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal qubooru bu'sirat" } }, "translation": { "en": "And when the [contents of] graves are scattered,", "id": "dan apabila kuburan-kuburan dibongkar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5833", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5833.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5833.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar sehingga mayat-mayat yang ada di dalamnya hidup kembali lalu berhamburan keluar tak tentu arah.", "long": "Dan apabila kuburan-kuburan terbongkar sehingga keluarlah mayat-mayat yang berada di dalamnya setelah dibangkitkan dan dihidupkan kembali untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di dunia di hadapan Allah Sang Pencipta. Hal ini ditegaskan kembali dalam firman Allah yang lain:\n\nMaka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan. (al-'Adiyat/100: 9)" } } }, { "number": { "inQuran": 5834, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0651\u064e\u0631\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "'Alimat nafsum maa qaddamat wa akhkharat" } }, "translation": { "en": "A soul will [then] know what it has put forth and kept back.", "id": "(maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5834", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5834.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5834.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui secara rinci amal baik atau buruk apa saja yang telah dikerjakan olehnya di dunia dan apa yang dilalaikan-nya. Dia kemudian akan mendapat balasan atas perbuatannya tersebut.", "long": "Manusia dibebani tanggung jawab untuk beramal di dunia, namun ada di antara mereka yang lalai dan tidak menjalankan kewajibannya, bahkan ada yang melakukan perbuatan yang dilarang. Dalam ayat ini, Allah bersumpah demi kuburan-kuburan yang dibongkar dan mayat-mayat yang ada di dalamnya keluar, dibangkitkan, dan dihidupkan kembali untuk diadili dan dihisab amalnya selama hidup di dunia.\n\nPada hari kiamat itu, manusia mengetahui amal-amalnya, yang baik maupun yang buruk, yang dikerjakan maupun yang dilalaikan. Mereka mengetahui yang demikian itu dari kitab yang diserahkan kepada mereka, sebagaimana firman Allah:\n\nDan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka. \"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.\" (al-Isra'/17: 13-14)\n\nAyat ini mendorong manusia untuk selalu menaati Allah, beramal saleh, dan meninggalkan semua perbuatan maksiat yang akan merugikan mereka di akhirat kelak." } } }, { "number": { "inQuran": 5835, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0631\u0651\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal insaaanu maa gharraka bi Rabbikal kareem" } }, "translation": { "en": "O mankind, what has deceived you concerning your Lord, the Generous,", "id": "Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5835", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5835.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5835.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Malaikat menyeru penuh heran, “Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu sehingga berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia, padahal Dialah yang telah menciptakanmu, memeliharamu, mendidikmu, dan menjadikanmu makhluk terbaik?”", "long": "Dalam ayat ini, Allah mencela manusia-manusia yang kafir, teperdaya, dan berani berbuat hal-hal yang dilarang Allah. Padahal, Allah Maha Pemurah dengan berbagai karunia yang dianugerahkannya kepada manusia, seperti rezeki yang banyak, keturunan yang baik dan saleh, kesehatan tubuh, dan lain-lain. Seharusnya mereka bersyukur sebagai balasan atas kemurahan Allah, bukan berbuat sebaliknya. Peringatan Allah untuk tidak teperdaya oleh apa pun sehingga tidak terdorong untuk berlaku sombong kepada-Nya disebutkan kembali dalam firman-Nya:\n\nMaka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (Luqman/31: 33)" } } }, { "number": { "inQuran": 5836, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e", "transliteration": { "en": "Allazee khalaqaka fasaw waaka fa'adalak" } }, "translation": { "en": "Who created you, proportioned you, and balanced you?", "id": "yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5836", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5836.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5836.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mengapa kamu ingkar kepada Tuhan yang telah menciptakanmu dari tiada dalam ukuran yang tepat, lalu Dia menyempurnakan kejadianmu dengan anggota-anggota tubuh, dan Dia menjadikan susunan tubuh-mu seimbang?", "long": "Allah kembali mengingatkan manusia atas segala kemurahan-Nya, dengan menyebutkan penciptaan-Nya pada diri manusia. Allah telah menjadikan tubuh manusia seimbang, berdiri tegak dengan gagahnya, tidak seperti binatang berkaki empat atau melata. Allah juga menciptakan semua anggota tubuh manusia bekerja dengan teratur, harmonis, dan seimbang. Allah mengatakan bahwa penciptaan manusia adalah sebaik-baik penciptaan makhluk. Allah berfirman: \n\nSungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (at-Tin/95: 4)" } } }, { "number": { "inQuran": 5837, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u064a\u0651\u0650 \u0635\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0643\u0651\u064e\u0628\u064e\u0643\u064e", "transliteration": { "en": "Feee ayye sooratim maa shaaa'a rakkabak" } }, "translation": { "en": "In whatever form He willed has He assembled you.", "id": "dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5837", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5837.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5837.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu dengan sempurna. Tidak ada manusia yang sama persis dengan lainnya. Karena mempunyai bentuk tubuh yang sempurna, semestinya manusia bersyukur kepada Allah dan tidak bermaksiat bahkan menyekutukanNya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyebutkan bahwa penciptaan manusia sesuai dengan kehendaknya. Ada manusia yang berkulit putih, kuning, hitam, kuning langsat, dan lain-lain. Ada manusia yang berambut lurus, keriting, berwarna hitam, pirang, coklat, dan sebagainya. Ada juga manusia yang berpostur tubuh tinggi, langsing, tinggi besar, pendek kecil, dan sebagainya. Namun demikian, yang layak diingat bahwa meskipun manusia memiliki sifat dan bentuk yang secara prinsip sama, tapi tetap ada yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. \n\n(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna. (al-Qiyamah/75: 4)\n\nTinjauan ilmiah ayat- 7-8: Allah telah menjadikan susunan tubuh manusia seimbang. Bila kita melihat morfologi (bentuk tubuh fisik manusia) dari depan, akan jelas tampak sekali keseimbangan itu. Morfologi manusia tampak simetris dan seimbang apabila kita tarik garis tengah dari kepala, -melalui titik tengahnya-, sampai ke bawah, akan tampak keseimbangan susunan fisik tubuh manusia itu. Belahan kiri dan kanan seolah merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya. Masing-masing belahan mempunyai satu mata, satu telinga, satu lubang hidung, satu kuping, satu tangan, dan satu kaki, yang satu belahan dengan belahan yang lainnya, merupakan bayangan cermin yang simetris seimbang.\n\nAllah telah menganugerahkan sistem syaraf pada manusia, yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan kesetimbangan tubuh manusia, serta kemampuan manusia untuk berorientasi pada ruang 3 dimensi. Sistem syaraf yang mengatur keseimbangan manusia itu berada di dalam Sistem Syaraf Perifer (SSP) manusia. Dalam SSP terdapat sistem syaraf yang mengatur keseimbangan tubuh manusia, yaitu yang dikenal dengan syaraf ke-VIII, atau disebut pula Vestibulocochlear nerve (syaraf \"siput-telinga\" depan). Syaraf ke-VIII ini mempunyai fungsi bagi adanya balance (keseimbangan), equillibrium (kesetimbangan), serta orientation in three-dimensional space (orientasi dalam ruang tiga dimensi), (Nerves and Nervous Systems dalam The New Encyclopaedia Britannica, Vol. 24, Macropaedia, 2005, p. 817).\n\nDalam mekanisme faali (fisiologik) manusia, Allah juga telah melengkapi manusia dengan dua sistem syaraf, di mana antara yang satu sama lain saling menyeimbangkan. Di dalam SSP tersebut terdapat pula Susunan Syaraf Otonom yang terdiri dari Sistem Syaraf Simpati (Sympathetic Nervous System, SNS) dan Sistem Syaraf Parasimpati (Parasympathetic Nervous System, PNS), yang kedua sistem saraf itu bekerja antagonistik, namun saling menyeimbangkan satu sama lainnya. Fungsi SNS adalah merespon kondisi stress yang dihadapi manusia, dengan mengeluarkan hormon (neurotransmitter), adreanaline (epinephrine), dan noradrenaline (norepinephrine). Dengan adanya kedua hormon ini, maka tekanan darah naik, denyut jantung bertambah cepat (tachy-cardia), pembuluh darah otot-tulang melebar (skeletal muscle vasodilatation), pembuluh darah pada perut-usus menyempit (gastrointestinal vasoconstriction), pupil mata melebar (puppillary dilatation), paru-paru melebar (broncheal dilatation). Sedangkan fungsi PSN adalah sebaliknya dari SNS tadi. PNS akan mengeluarkan hormon (neurotransmitter): acetylcholine. Adanya hormon ini akan menyebabkan: tekanan darah menurun, denyut jantung menjadi lambat (brady-cardia), pupil-mata menyempit. Kedua sistem syaraf ini: SNS dan PNS saling bekerja komplemeter, bagi berjalannya proses-proses fisiologik (faali) manusia, untuk menjaga kelangsungan hidupnya. (Nerves and Nervous Systems dalam The New Encyclopaedia Britannica, Vol. 24, Macropaedia, 2005, p. 818-820).\n\nKeseimbangan juga terdapat dalam struktur otak manusia. Dalam otak manusia terdapat dua pasang belahan atau sisi otak, yang satu sama lain merupakan bentuk bayangan cerminnya. Belahan Otak Dominan (dominant hemisphere), sering disebut 'belahan otak kiri, digunakan untuk merekam atau menyimpan hal-hal yang berkaitan dengan: bahasa, matematika, dan fungsi-fungsi analitik dan keterampilan. Sedang Belahan Otak Non-dominan (non-dominant hemisphere), sering disebut 'belahan otak kanan, digunakan untuk merekam atau menyimpan hal-hal yang berkaitan dengan konsep-konsep spasial sederhana (simple spasial consept), musik, pengenalan rupa, dan emosi. Kedua belahan otak ini saling seimbang dan melengkapi, dan kedua belahan otak ini dihubungkan oleh banyak syaraf proyeksi melalui corpus collosum. (Nerves and Nervous Systems dalam The New Encyclopaedia Britannica, Vol. 24, Macropaedia, 2005, p. 805)." } } }, { "number": { "inQuran": 5838, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Kalla bal tukazziboona bid deen" } }, "translation": { "en": "No! But you deny the Recompense.", "id": "Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5838", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5838.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5838.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali-kali jangan begitu; janganlah kamu berbuat durhaka! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan meski bukti-bukti yang menerangkan keniscayaannya telah kamu saksikan dengan nyata.", "long": "Ayat ini menjelaskan akibat dari perbuatan manusia yang teperdaya sehingga berani berbuat hal-hal yang dilarang Allah. Perbuatan mereka tidak berhenti pada kejahatan ini saja, tetapi mereka bahkan mendustakan hari pembalasan, dimana amal baik dan buruk manusia akan dibalas di akhirat kelak. \n\nTidak percaya kepada hari pembalasan menyebabkan orang tidak perlu bertanggung jawab, sehingga boleh berbuat sekehendak hatinya. Tidak percaya pada hari perhitungan bertentangan dengan tujuan penciptaan manusia (lihat Surah al-Baqarah/2: 30 dan adh-dzariyat/51/: 56) sehingga Allah mempertanyakan kepada manusia apa sebenarnya pemahaman mereka terhadap penciptaan diri mereka. Firman Allah:\n\nMaka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (al-Mu'minun/23: 115)" } } }, { "number": { "inQuran": 5839, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa inna 'alaikum lahaa fizeen" } }, "translation": { "en": "And indeed, [appointed] over you are keepers,", "id": "Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5839", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5839.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5839.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mengapa kamu mendustakan hari pembalasan, padahal sesungguhnya bagi kamu ada para malaikat yang mengawasi semua perbuatanmu.", "long": "Ayat-ayat ini memberi peringatan kepada orang-orang kafir yang tidak mempercayai hari kebangkitan agar mereka tidak terus-menerus lalai dan ingkar serta tidak bersiap-siap menyediakan bekal untuk menghadapi hari perhitungan karena menyangka tidak ada yang mengawasi tingkah laku dan perbuatan mereka. Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa ada malaikat-malaikat yang diberi tugas mengawasi dan mencatat semua perbuatan manusia, baik yang buruk maupun yang baik, dan yang dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.\n\nMalaikat yang mulia ini mencatat semua amal manusia. Dalam Al-Qur'an, para malaikat itu disebut Raqib dan 'Atid. Allah berfirman:\n\n(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 17-18)\n\nPara malaikat mengetahui apa yang dilakukan manusia dan mencatatnya. Tidak ada informasi dalam Al-Qur'an bagaimana para malaikat itu mencatatnya, namun kita percaya Allah punya sistem dan cara yang melampaui kemampuan manusia dalam pencatatan data tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 5840, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0650\u0631\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627 \u0643\u064e\u0627\u062a\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kiraaman kaatibeen" } }, "translation": { "en": "Noble and recording;", "id": "yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5840", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5840.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5840.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka adalah makhluk yang mulia di sisi Allah karena kepatuhan dan ketaatan mereka, dan yang tidak pernah luput mencatat amal perbuatanmu, dari yang baik hingga yang buruk, dari yang kecil hingga yang besar.", "long": "Ayat-ayat ini memberi peringatan kepada orang-orang kafir yang tidak mempercayai hari kebangkitan agar mereka tidak terus-menerus lalai dan ingkar serta tidak bersiap-siap menyediakan bekal untuk menghadapi hari perhitungan karena menyangka tidak ada yang mengawasi tingkah laku dan perbuatan mereka. Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa ada malaikat-malaikat yang diberi tugas mengawasi dan mencatat semua perbuatan manusia, baik yang buruk maupun yang baik, dan yang dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.\n\nMalaikat yang mulia ini mencatat semua amal manusia. Dalam Al-Qur'an, para malaikat itu disebut Raqib dan 'Atid. Allah berfirman:\n\n(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 17-18)\n\nPara malaikat mengetahui apa yang dilakukan manusia dan mencatatnya. Tidak ada informasi dalam Al-Qur'an bagaimana para malaikat itu mencatatnya, namun kita percaya Allah punya sistem dan cara yang melampaui kemampuan manusia dalam pencatatan data tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 5841, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Ya'lamoona ma taf'aloon" } }, "translation": { "en": "They know whatever you do.", "id": "mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5841", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5841.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5841.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para malaikat itu mencatat perbuatanmu dengan rinci dan mereka mengetahui apa saja yang kamu kerjakan.", "long": "Ayat-ayat ini memberi peringatan kepada orang-orang kafir yang tidak mempercayai hari kebangkitan agar mereka tidak terus-menerus lalai dan ingkar serta tidak bersiap-siap menyediakan bekal untuk menghadapi hari perhitungan karena menyangka tidak ada yang mengawasi tingkah laku dan perbuatan mereka. Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa ada malaikat-malaikat yang diberi tugas mengawasi dan mencatat semua perbuatan manusia, baik yang buruk maupun yang baik, dan yang dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.\n\nMalaikat yang mulia ini mencatat semua amal manusia. Dalam Al-Qur'an, para malaikat itu disebut Raqib dan 'Atid. Allah berfirman:\n\n(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 17-18)\n\nPara malaikat mengetahui apa yang dilakukan manusia dan mencatatnya. Tidak ada informasi dalam Al-Qur'an bagaimana para malaikat itu mencatatnya, namun kita percaya Allah punya sistem dan cara yang melampaui kemampuan manusia dalam pencatatan data tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 5842, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u064e \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innal abraara lafee na'eem" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will be in pleasure,", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5842", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5842.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5842.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua perbuatan manusia tercatat dalam buku catatan amal yang kelak akan diperlihatkan kepada mereka di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti, beriman, dan beramal saleh, benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan tiada tara, tak terbayangkan, apalagi terbandingkan dengan kenikmatan duniawi.", "long": "Ayat ini menjelaskan hasil atau akibat dari pencatatan amal manusia, yaitu adanya pahala dan surga bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, dan azab bagi orang-orang yang berbuat maksiat dan dosa. Surga adalah balasan bagi orang-orang bertakwa dan beramal saleh. Allah berfirman:\n\nDan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (an-Nazi'at/79: 40-41)\n\nSedangkan orang-orang yang durhaka diazab Allah di api neraka. Allah berfirman:\n\nMaka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (an-Nazi'at/79: 37-39)" } } }, { "number": { "inQuran": 5843, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u062c\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa innal fujjaara lafee jaheem" } }, "translation": { "en": "And indeed, the wicked will be in Hellfire.", "id": "dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5843", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5843.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5843.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka kepada Allah, enggan menaati-Nya, bahkan mengingkari, mendurhakai, dan menyekutukan-Nya, benar-benar berada dalam neraka yang penuh siksaan yang sangat mengerikan.", "long": "Ayat ini menjelaskan hasil atau akibat dari pencatatan amal manusia, yaitu adanya pahala dan surga bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, dan azab bagi orang-orang yang berbuat maksiat dan dosa. Surga adalah balasan bagi orang-orang bertakwa dan beramal saleh. Allah berfirman:\n\nDan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (an-Nazi'at/79: 40-41)\n\nSedangkan orang-orang yang durhaka diazab Allah di api neraka. Allah berfirman:\n\nMaka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (an-Nazi'at/79: 37-39)" } } }, { "number": { "inQuran": 5844, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Yaslawnahaa Yawmad Deen" } }, "translation": { "en": "They will [enter to] burn therein on the Day of Recompense,", "id": "Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5844", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5844.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5844.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang durhaka itu masuk ke dalamnya pada hari pembalasan, di mana semua manusia harus mempertanggungjawabkan tiap detail perbuatannya.", "long": "Allah menjelaskan sekali lagi bahwa orang-orang yang durhaka itu akan dimasukkan ke dalam neraka pada hari kiamat kelak. Itulah tempat kembali yang paling buruk. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (al-Mulk/67: 6)\n\nMereka kekal di dalam neraka selama-lamanya. Mereka tidak punya kemampuan untuk mengeluarkan diri mereka dari tempat itu karena tidak ada lagi penolong yang dapat membantu mereka. Allah berfirman:\n\nMereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal. (al-Ma'idah/5: 37)" } } }, { "number": { "inQuran": 5845, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maa hum 'anhaa bighaaa 'ibeen" } }, "translation": { "en": "And never therefrom will they be absent.", "id": "Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5845", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5845.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5845.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka yang ingkar dan durhaka kepada Allah itu tidak mungkin keluar dari neraka itu dan tidak pula mati di dalamnya. Mereka menetap dan hidup di dalamnya selama-lamanya.", "long": "Allah menjelaskan sekali lagi bahwa orang-orang yang durhaka itu akan dimasukkan ke dalam neraka pada hari kiamat kelak. Itulah tempat kembali yang paling buruk. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (al-Mulk/67: 6)\n\nMereka kekal di dalam neraka selama-lamanya. Mereka tidak punya kemampuan untuk mengeluarkan diri mereka dari tempat itu karena tidak ada lagi penolong yang dapat membantu mereka. Allah berfirman:\n\nMereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal. (al-Ma'idah/5: 37)" } } }, { "number": { "inQuran": 5846, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maaa adraaka maa Yawmud Deen" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is the Day of Recompense?", "id": "Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5846", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5846.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5846.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menegaskan ketegangan hari kebangkitan, Allah bertanya, “Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?”", "long": "Dalam ayat 17 dan 18, Allah bertanya kepada Nabi dan kaumnya apakah mereka tahu apa hari pembalasan itu? Pertanyaan ini bukan meminta jawaban, tetapi celaan bagi orang-orang yang tidak mau percaya pada hari pembalasan ini. Apakah semua informasi dan tanda yang dipaparkan Al-Qur'an belum cukup untuk membuat mereka percaya? \n\nAllah kemudian menjelaskan dalam ayat 19 bahwa di hari perhitungan tidak ada manusia yang bisa menolong orang lain. Orang tua tidak bisa menolong anaknya dan begitu juga sebaliknya. Suami tidak bisa menolong istrinya, dan teman atau sahabat tidak bisa menolong temannya. Semua sibuk dengan diri masing-masing. Segala urusan pada hari itu berada di tangan Allah. Yang bisa menolong manusia hanyalah amalnya. Firman Allah:\n\nDan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nDan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. (al-Kahf/18: 43)" } } }, { "number": { "inQuran": 5847, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Summa maaa adraaka maa Yawmud Deen" } }, "translation": { "en": "Then, what can make you know what is the Day of Recompense?", "id": "Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5847", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5847.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5847.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengulangi sekali lagi pertanyaan-Nya guna memberi efek yang lebih menggetarkan jiwa, “Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?”", "long": "Dalam ayat 17 dan 18, Allah bertanya kepada Nabi dan kaumnya apakah mereka tahu apa hari pembalasan itu? Pertanyaan ini bukan meminta jawaban, tetapi celaan bagi orang-orang yang tidak mau percaya pada hari pembalasan ini. Apakah semua informasi dan tanda yang dipaparkan Al-Qur'an belum cukup untuk membuat mereka percaya? \n\nAllah kemudian menjelaskan dalam ayat 19 bahwa di hari perhitungan tidak ada manusia yang bisa menolong orang lain. Orang tua tidak bisa menolong anaknya dan begitu juga sebaliknya. Suami tidak bisa menolong istrinya, dan teman atau sahabat tidak bisa menolong temannya. Semua sibuk dengan diri masing-masing. Segala urusan pada hari itu berada di tangan Allah. Yang bisa menolong manusia hanyalah amalnya. Firman Allah:\n\nDan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nDan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. (al-Kahf/18: 43)" } } }, { "number": { "inQuran": 5848, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 524, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0645\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0644\u0651\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Yawma laa tamliku nafsul linafsin shai'anw walamru yawma'izil lillaah" } }, "translation": { "en": "It is the Day when a soul will not possess for another soul [power to do] a thing; and the command, that Day, is [entirely] with Allah.", "id": "(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5848", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5848.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5848.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hari pembalasan itu adalah pada hari ketika seseorang sama sekali tidak berdaya menolong orang lain. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan amalnya sendiri. Hanya iman dan amal saleh yang mampu menyelamatkan seseorang dari siksa neraka. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. Dialah penguasa tunggal; tidak ada penguasa lain selain Dia.", "long": "Dalam ayat 17 dan 18, Allah bertanya kepada Nabi dan kaumnya apakah mereka tahu apa hari pembalasan itu? Pertanyaan ini bukan meminta jawaban, tetapi celaan bagi orang-orang yang tidak mau percaya pada hari pembalasan ini. Apakah semua informasi dan tanda yang dipaparkan Al-Qur'an belum cukup untuk membuat mereka percaya? \n\nAllah kemudian menjelaskan dalam ayat 19 bahwa di hari perhitungan tidak ada manusia yang bisa menolong orang lain. Orang tua tidak bisa menolong anaknya dan begitu juga sebaliknya. Suami tidak bisa menolong istrinya, dan teman atau sahabat tidak bisa menolong temannya. Semua sibuk dengan diri masing-masing. Segala urusan pada hari itu berada di tangan Allah. Yang bisa menolong manusia hanyalah amalnya. Firman Allah:\n\nDan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40)\n\nDan firman-Nya lagi:\n\nDan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. (al-Kahf/18: 43)" } } } ] }, { "number": 83, "sequence": 86, "numberOfVerses": 36, "name": { "short": "المطففين", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0637\u0641\u0641\u064a\u0646", "transliteration": { "en": "Al-Mutaffifin", "id": "Al-Mutaffifin" }, "translation": { "en": "Defrauding", "id": "Orang-Orang Curang" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 36 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al 'Ankabuut dan merupakan surat yang terakhir di Mekkah sebelum hijrah. Al Muthaffifiin yang dijadikan nama bagi surat ini diambil dari kata Al Muthaffifiin yang terdapat pada ayat pertama." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5849, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u064e\u0641\u0651\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailul lil mutaffifeen" } }, "translation": { "en": "Woe to those who give less [than due],", "id": "Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5849", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5849.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5849.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada permulaan surah ini Allah memberi peringatan keras kepada mereka yang berbuat curang dalam timbangan dan takaran. Celakalah bagi orang-orang yang berbuat curang dalam menimbang dan menakar sehingga merugikan banyak orang!", "long": "Azab dan kehinaan yang besar pada hari Kiamat disediakan bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang. Allah telah menyampaikan ancaman yang pedas kepada orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang yang terjadi di tempat-tempat jual beli di Mekah dan Medinah pada waktu itu.\n\nDiriwayatkan bahwa di Medinah ada seorang laki-laki bernama Abu Juhainah. Ia mempunyai dua macam takaran yang besar dan yang kecil. Bila ia membeli gandum atau kurma dari para petani, ia mempergunakan takaran yang besar, akan tetapi jika ia menjual kepada orang lain ia mempergunakan takaran yang kecil.\n\nPerbuatan seperti itu menunjukkan adanya sifat tamak, ingin mencari keuntungan bagi dirinya sendiri walaupun dengan jalan merugikan orang lain. Terhadap orang seperti itu, Nabi Muhammad telah memberi ancaman yang pedas sekali seperti tersebut dalam hadis ini:\n\nAda lima perkara yang dibalas dengan lima perkara: Tidak pernah suatu kaum yang melanggar janji, melainkan Allah akan membiarkan kaum itu dikuasai musuhnya. Tidak pernah mereka yang memutuskan suatu perkara dengan hukuman yang tidak diturunkan oleh Allah, melainkan akan tersebar luaslah kefakiran di kalangan mereka. Perzinaan tidak pernah meluas di kalangan mereka secara luas, melainkan akan tersebar luaslah bahaya kematian. Tidak pernah mereka yang berbuat curang dalam menakar dan menimbang, melainkan mereka akan kehilangan kesuburan tumbuh-tumbuhan dan ditimpa musim kemarau. Dan tidak pernah mereka yang menahan zakat, melainkan akan diazab dengan tertahannya hujan (kemarau yang panjang). (Riwayat ath-thabrani dari Ibnu 'Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 5850, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0643\u0652\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0648\u0652\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Allazeena izak taaloo 'alan naasi yastawfoon" } }, "translation": { "en": "Who, when they take a measure from people, take in full.", "id": "(Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5850", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5850.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5850.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang berbuat curang itu adalah orang-orang yang apabila menerima takaran atau timbangan dari orang lain, mereka minta takaran itu dicukupkan dan dipenuhi sehingga tidak berkurang sedikit pun,", "long": "Dalam dua ayat ini, Allah menjelaskan perilaku orang yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka adalah orang-orang yang ingin dipenuhi takaran atau timbangannya ketika membeli karena tidak mau rugi. Sebaliknya, apabila menjual kepada orang lain, mereka akan mengurangi takaran atau timbangannya. \n\nOrang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan mendapat dosa yang besar karena dengan perbuatan itu, dia dianggap telah memakan harta orang lain tanpa kerelaan pemiliknya. Allah melarang perbuatan yang demikian itu. Allah berfirman:\n\nDan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil. (al-Baqarah/2: 188)\n\nYang dimaksud dengan takaran di sini mencakup segala ukuran dan timbangan yang biasa dipakai dalam jual beli dan terkait dengan pengurangan hak orang lain. Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sekarang ini pengurangan-pengurangan yang merugikan orang lain, seperti menjual tabung gas yang isinya tidak sesuai dengan standar, mengurangi literan bensin yang dijual, penjual kain yang mengurangi ukuran kain yang dijualnya. Termasuk dalam pengurangan takaran yang sangat merugikan dan berbahaya adalah korupsi. Pelaku korupsi mengurangi dana sebuah proyek dari perencanaan semula demi memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, atau mengurangi kualitas bahan yang diperlukan dalam proyek tersebut dan menggantinya dengan bahan yang berkualitas lebih rendah.\n\nAyat ini mengingatkan manusia untuk menjauhi praktek-praktek yang merugikan orang lain dan ancaman hukumannya sangat besar di dunia dan akhirat. Ayat senada yang menyuruh manusia untuk memenuhi dan menyempurnakan timbangan adalah firman Allah:\n\nDan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Isra'/17: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 5851, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648 \u0648\u0651\u064e\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa kaaloohum aw wazanoohum yukhsiroon" } }, "translation": { "en": "But if they give by measure or by weight to them, they cause loss.", "id": "dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5851", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5851.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5851.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan apabila mereka menakar sesuatu dengan alat takar, seperti beras, gandum, atau lainnya, atau menimbang suatu barang seperti emas, perak, atau lainnya untuk orang lain, mereka mengurangi takaran atau timbangannya secara sengaja dengan cara licik agar tidak diketahui oleh pembeli. Hal ini sangat merugikan orang lain, dan harta yang diperoleh dari upaya ini hukumnya haram, tidak berkah, dan mengantar pelakunya ke neraka.", "long": "Dalam dua ayat ini, Allah menjelaskan perilaku orang yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka adalah orang-orang yang ingin dipenuhi takaran atau timbangannya ketika membeli karena tidak mau rugi. Sebaliknya, apabila menjual kepada orang lain, mereka akan mengurangi takaran atau timbangannya. \n\nOrang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan mendapat dosa yang besar karena dengan perbuatan itu, dia dianggap telah memakan harta orang lain tanpa kerelaan pemiliknya. Allah melarang perbuatan yang demikian itu. Allah berfirman:\n\nDan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil. (al-Baqarah/2: 188)\n\nYang dimaksud dengan takaran di sini mencakup segala ukuran dan timbangan yang biasa dipakai dalam jual beli dan terkait dengan pengurangan hak orang lain. Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sekarang ini pengurangan-pengurangan yang merugikan orang lain, seperti menjual tabung gas yang isinya tidak sesuai dengan standar, mengurangi literan bensin yang dijual, penjual kain yang mengurangi ukuran kain yang dijualnya. Termasuk dalam pengurangan takaran yang sangat merugikan dan berbahaya adalah korupsi. Pelaku korupsi mengurangi dana sebuah proyek dari perencanaan semula demi memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, atau mengurangi kualitas bahan yang diperlukan dalam proyek tersebut dan menggantinya dengan bahan yang berkualitas lebih rendah.\n\nAyat ini mengingatkan manusia untuk menjauhi praktek-praktek yang merugikan orang lain dan ancaman hukumannya sangat besar di dunia dan akhirat. Ayat senada yang menyuruh manusia untuk memenuhi dan menyempurnakan timbangan adalah firman Allah:\n\nDan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Isra'/17: 35)" } } }, { "number": { "inQuran": 5852, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0628\u0652\u0639\u064f\u0648\u062b\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alaa yazunnu ulaaa'ika annahum mab'oosoon" } }, "translation": { "en": "Do they not think that they will be resurrected", "id": "Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5852", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5852.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5852.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengecam mereka, “Mengapa mereka berbuat curang? Tidaklah mereka itu mengira bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,", "long": "Ayat ini mencela orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan dengan pertanyaan apakah mereka itu menyangka hari kebangkitan itu tidak akan pernah ada. Sebab, jika mereka menyangka saja, belum meyakini adanya hari kebangkitan, tentu mereka tidak tergugah untuk menghindari kecurangan. Memang mereka itu tidak mengharapkan adanya hari penghitungan, sebagaimana firman Allah:\n\nSesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan. (an-Naba'/78: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 5853, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Li Yawmin 'Azeem" } }, "translation": { "en": "For a tremendous Day -", "id": "pada suatu hari yang besar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5853", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5853.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5853.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "pada suatu hari yang besar, yaitu hari kebangkitan yang penuh kejadian mengerikan dan menegangkan?”", "long": "Mereka akan dibangkitkan untuk dihisab pada hari pembalasan. Allah menerangkan bahwa ketika itu semua umat manusia berdiri menghadap Allah Rabbul 'Alamin untuk dihisab dan diperiksa segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Semuanya dihisab dengan penuh keadilan karena Allah Mahaadil. Timbangan itu adalah lambang keadilan yang senantiasa harus ditegakkan dan dipertahankan." } } }, { "number": { "inQuran": 5854, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 587, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yawma yaqoomun naasu li Rabbil 'aalameen" } }, "translation": { "en": "The Day when mankind will stand before the Lord of the worlds?", "id": "(yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5854", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5854.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5854.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu pada hari ketika semua orang bangkit dari kubur mereka untuk menghadap Tuhan seluruh alam. Tuhan akan menghisab perilaku mereka. Pada saat itu tidak ada kekuasaan selain kuasa Allah.", "long": "Mereka akan dibangkitkan untuk dihisab pada hari pembalasan. Allah menerangkan bahwa ketika itu semua umat manusia berdiri menghadap Allah Rabbul 'Alamin untuk dihisab dan diperiksa segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Semuanya dihisab dengan penuh keadilan karena Allah Mahaadil. Timbangan itu adalah lambang keadilan yang senantiasa harus ditegakkan dan dipertahankan." } } }, { "number": { "inQuran": 5855, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u062c\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0633\u0650\u062c\u0651\u0650\u064a\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Kallaaa inna kitaabal fujjaari lafee Sijjeen" } }, "translation": { "en": "No! Indeed, the record of the wicked is in sijjeen.", "id": "Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5855", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5855.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5855.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menegur sekali lagi perilaku mereka, “Sekali-kali jangan begitu; jangan berbuat curang! Sesungguhnya catatan perbuatan orang yang durhaka, berbuat jahat, melanggar aturan agama, dan merugikan orang lain dalam bentuk apa pun, benar-benar tersimpan dengan baik dalam sijjin.”", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang tidak percaya terhadap hari kebangkitan bahwa perbuatan mereka harus dipertanggungjawabkan. Mereka tidak bisa menghindari hukuman Allah karena masing-masing manusia diawasi oleh malaikat yang mencatat semua perbuatannya . \n\nBuku catatan orang-orang yang durhaka kepada Allah akan disimpan di Sijjin, yaitu kitab yang tertulis. Di dalamnya tercatat kejahatan dan kecurangan manusia. Catatan-catatan inilah yang akan dijadikan takaran untuk menghisab mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5856, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062c\u0651\u0650\u064a\u0646\u064c", "transliteration": { "en": "Wa maa adraaka maa Sijjeen" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is sijjeen?", "id": "Dan tahukah engkau apakah Sijjin itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5856", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5856.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5856.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengajukan pertanyaan untuk memberi kesan betapa besar dan serius persoalan ini, “Dan tahukah engkau apakah sijjin itu?”", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang tidak percaya terhadap hari kebangkitan bahwa perbuatan mereka harus dipertanggungjawabkan. Mereka tidak bisa menghindari hukuman Allah karena masing-masing manusia diawasi oleh malaikat yang mencatat semua perbuatannya . \n\nBuku catatan orang-orang yang durhaka kepada Allah akan disimpan di Sijjin, yaitu kitab yang tertulis. Di dalamnya tercatat kejahatan dan kecurangan manusia. Catatan-catatan inilah yang akan dijadikan takaran untuk menghisab mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5857, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0642\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Kitaabum marqoom" } }, "translation": { "en": "It is [their destination recorded in] a register inscribed.", "id": "(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5857", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5857.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5857.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sijjin yaitu kitab yang berisi catatan perilaku orang yang melakukan kejahatan dan akan diperlihatkan kepada mereka pada hari kiamat nanti untuk menjadi bukti kejahatan mereka.", "long": "Ayat-ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang tidak percaya terhadap hari kebangkitan bahwa perbuatan mereka harus dipertanggungjawabkan. Mereka tidak bisa menghindari hukuman Allah karena masing-masing manusia diawasi oleh malaikat yang mencatat semua perbuatannya . \n\nBuku catatan orang-orang yang durhaka kepada Allah akan disimpan di Sijjin, yaitu kitab yang tertulis. Di dalamnya tercatat kejahatan dan kecurangan manusia. Catatan-catatan inilah yang akan dijadikan takaran untuk menghisab mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5858, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wailuny yawma'izil lil mukazzibeen" } }, "translation": { "en": "Woe, that Day, to the deniers,", "id": "Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5858", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5858.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5858.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan, sebagaimana mereka yang berbuat curang dalam menimbang dan menakar.", "long": "Dua ayat ini kembali mengancam orang-orang yang mendustakan hari pembalasan dengan azab yang sangat pedih, yaitu neraka. Ancaman dan hukuman bagi orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan memang sangat pedih, karena mengingkari hari kiamat berarti mengingkari keadilan Allah, dan hukum-hukum syariat agama yang berlaku di dunia dan berakibat di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5859, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Allazeena yukazziboona bi yawmid deen" } }, "translation": { "en": "Who deny the Day of Recompense.", "id": "(yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5859", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5859.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5859.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Merekalah orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Keingkaran pada hari kiamat membuat seseorang tega melakukan apa pun karena tidak ada rasa takut pada dirinya terhadap akibat perbuatannya yang merugikan orang lain.", "long": "Dua ayat ini kembali mengancam orang-orang yang mendustakan hari pembalasan dengan azab yang sangat pedih, yaitu neraka. Ancaman dan hukuman bagi orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan memang sangat pedih, karena mengingkari hari kiamat berarti mengingkari keadilan Allah, dan hukum-hukum syariat agama yang berlaku di dunia dan berakibat di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 5860, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0645\u064f\u0639\u0652\u062a\u064e\u062f\u064d \u0623\u064e\u062b\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa maa yukazzibu biheee illaa kullu mu'tadin aseem" } }, "translation": { "en": "And none deny it except every sinful transgressor.", "id": "Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5860", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5860.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5860.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada yang mendustakannya, yakni hari pembalasan itu, melainkan setiap orang yang melampaui batas dalam aturan agama dan berdosa akibat melakukan perbuatan mungkar dan maksiat.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang mengingkari hari Kiamat kecuali orang-orang yang selalu melampaui batas-batas agama, yang tertutup hatinya oleh kekafiran, dan yang tidak lagi bermanfaat baginya berbagai peringatan dan ancaman. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (al-Baqarah/2: 6)\n\nSifat lain dari manusia yang mengingkari hari Kiamat adalah tenggelam dalam perbuatan dosa-dosa besar, acuh tak acuh terhadap perintah dan larangan Allah, lebih mementingkan kesenangan duniawi daripada kehidupan akhirat. Firman Allah:\n\nMaka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (an-Nazi'at/79: 37-39)" } } }, { "number": { "inQuran": 5861, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0633\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Izaa tutlaa'alaihi aayaatunaa qaala asaateerul awwaleen" } }, "translation": { "en": "When Our verses are recited to him, he says, \"Legends of the former peoples.\"", "id": "yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5861", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5861.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5861.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah orang yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, yaitu Al-Qur’an yang berisi ajaran Islam yang mulia, dia berkata sembari menertawakannya, “Itu adalah dongeng dan bualan orang-orang dahulu.”", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa ketika dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an kepada orang-orang yang melampaui batas, selalu berdosa, tidak mempercayai hari akhirat dan Al-Qur'an sebagai kitab suci yang berisi petunjuk-petunjuk Allah untuk mengantarkan manusia ke jalan yang lurus menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, mereka tidak mau mendengarkannya dengan khusyuk atau menyimak isinya. Mereka bahkan mengatakan bahwa Al-Qur'an itu adalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang didiktekan kepada Nabi Muhammad. Firman Allah:\n\nDan orang-orang kafir berkata, \"(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain,\" Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar. Dan mereka berkata, \"(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.\" Katakanlah (Muhammad), \"(Al-Qur'an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.\" (al-Furqan/25: 4-6)" } } }, { "number": { "inQuran": 5862, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u06dc \u0631\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaa bal raana 'alaa quloobihim maa kaanoo yaksiboon" } }, "translation": { "en": "No! Rather, the stain has covered their hearts of that which they were earning.", "id": "Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5862", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5862.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5862.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali-kali tidak demikian! Al-Qur’an adalah kalam dan wahyu Allah kepada Nabi Muhammad. Bahkan apa yang mereka kerjakan itu, yaitu kekufuran dan maksiat, telah menutupi hati mereka sehingga tidak mampu membedakan antara yang hak dan batil.", "long": "Dalam ayat ini, Allah membantah tuduhan orang-orang kafir Mekah yang mengatakan bahwa Al-Qur'an itu dongengan orang dahulu. Sama sekali bukan demikian. Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Kebiasaan mereka berbuat dosa telah menyebabkan hati mereka jadi keras, gelap, dan tertutup laksana logam yang berkarat. Oleh karena itu, mereka tidak dapat membedakan antara dusta yang berat dengan kebenaran yang terang benderang. Hati yang demikian hanya bisa dibersihkan dengan tobat yang sempurna." } } }, { "number": { "inQuran": 5863, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u062d\u0652\u062c\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaaa innahum 'ar Rabbihim yawma'izil lamah jooboon" } }, "translation": { "en": "No! Indeed, from their Lord, that Day, they will be partitioned.", "id": "Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5863", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5863.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5863.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka yang kafir dan berbuat maksiat pada hari pembalasan itu benar-benar terhalang dari rahmat Tuhannya. Mereka tidak mendapatkan rahmat Allah dan tidak pula mampu melihat-Nya di akhirat nanti.", "long": "Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang kafir yang tidak mau mengakui Al-Qur'an sebagai wahyu Allah terhalang dari rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Mereka terhalang dari nikmat terbesar bagi seorang hamba, yaitu memandang dan melihat Allah di akhirat. Imam Syafi'i mengatakan ayat ini bisa dijadikan dalil bahwa orang-orang Mukmin tidak akan terhalangi dari memandang Allah di akhirat, sebagaimana firman-Nya:\n\nWajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, memandang Tuhannya. (al-Qiyamah/75: 22-23)" } } }, { "number": { "inQuran": 5864, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0635\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Summa innahum lasaa lul jaheem" } }, "translation": { "en": "Then indeed, they will [enter and] burn in Hellfire.", "id": "Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5864", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5864.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5864.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah terhalang dari rahmat Allah, kemudian sesungguhnya mereka yang ingkar dan berbuat maksiat itu benar-benar masuk neraka yang penuh siksa mengerikan.", "long": "Setelah dijauhkan dari rahmat Allah dan tidak dapat mencapai cita-cita yang diangan-angankannya pada hari pembalasan, orang-orang kafir itu benar-benar masuk neraka Jahim yang sangat panas." } } }, { "number": { "inQuran": 5865, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Summa yuqaalu haazal lazee kuntum bihee tukazziboon" } }, "translation": { "en": "Then it will be said [to them], \"This is what you used to deny.\"", "id": "Kemudian, dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5865", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5865.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5865.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian dikatakan kepada mereka dengan nada geram, “Inilah azab yang dahulu kamu dustakan.” Pada saat itulah mereka yang dahulu mendustakan hari akhirat merasakan sakitnya siksa, kerugian, dan penyesalan yang mendalam.", "long": "Kemudian dikatakan kepada mereka ucapan yang mengandung cercaan sehingga penderitaan mereka itu berlipat ganda. Di samping penderitaan fisik, mereka juga menderita secara psikis (kejiwaan). Inilah azab yang selalu mereka dustakan ketika di dunia. Inilah balasan terhadap sikap mereka mendustakan berita-berita rasul yang benar, seperti anggapan mereka bahwa manusia tidak akan dibangkitkan kembali, Al-Qur'an itu dongengan orang-orang dahulu, Muhammad saw itu hanya seorang tukang sihir atau pendusta, dan berbagai macam tuduhan lainnya.\n\nDi akhirat nanti, akan menjadi jelas bagaimana fakta kebenaran yang sesungguhnya yang dapat disaksikan oleh pancaindra mereka. Alangkah sedihnya dirasakan oleh seorang yang sedang menderita azab bila diberi kecaman yang sangat menusuk hatinya, padahal ia sempat menempuh jalan keselamatannya jika ia benar-benar beriman dan bertakwa." } } }, { "number": { "inQuran": 5866, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0639\u0650\u0644\u0651\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kallaaa inna kitaabal abraari lafee'Illiyyeen" } }, "translation": { "en": "No! Indeed, the record of the righteous is in 'illiyyun.", "id": "Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ’Illiyyin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5866", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5866.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5866.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali-kali tidak! Tidaklah sama keadaan orang kafir dan orang mukmin di akhirat nanti. Sesungguhnya catatan perbuatan orang-orang yang berbakti, beriman, dan beramal saleh benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyin.", "long": "Dalam ayat ini, Allah membantah tuduhan orang-orang durhaka yang mengingkari hari kebangkitan dan kebenaran Al-Qur'an. Sekali-kali tidak demikian. Sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti disimpan dalam suatu tempat yang tinggi yang diberi nama 'Illiyyun, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat muqarrabin (yang dekat dengan Allah)." } } }, { "number": { "inQuran": 5867, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0639\u0650\u0644\u0651\u0650\u064a\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa adraaka maa 'Illiyyoon" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is 'illiyyun?", "id": "Dan tahukah engkau apakah ’Illiyyin itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5867", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5867.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5867.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menggugah perhatian manusia, Allah bertanya, “Dan tahukah engkau apakah ‘Illiyyin itu?", "long": "Untuk memperlihatkan keagungan 'Illiyyun itu, Allah mengemukakan pertanyaan, \"Tahukah kamu apakah 'Illiyyun itu?\" Allah lalu menjelaskannya langsung, \"Yaitu kitab yang tertulis dan disaksikan oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5868, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0642\u064f\u0648\u0645\u064c", "transliteration": { "en": "Kitaabum marqoom" } }, "translation": { "en": "It is [their destination recorded in] a register inscribed", "id": "(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5868", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5868.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5868.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "‘Illiyyin adalah kitab yang berisi catatan perbuatan yang tertulis dengan jelas sehingga mudah dibaca oleh mereka yang berhak mendapatkannya.", "long": "Untuk memperlihatkan keagungan 'Illiyyun itu, Allah mengemukakan pertanyaan, \"Tahukah kamu apakah 'Illiyyun itu?\" Allah lalu menjelaskannya langsung, \"Yaitu kitab yang tertulis dan disaksikan oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5869, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Yashhadu hul muqarra boon" } }, "translation": { "en": "Which is witnessed by those brought near [to Allah].", "id": "yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5869", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5869.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5869.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah kitab yang berada di tempat yang luhur, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allah karena kepatuhan mereka. Kesaksian malaikat terhadap catatan amal orang-orag mukmin menunjukkan kebenaran isi kitab itu dan penghormatan kepada penerimanya.", "long": "Untuk memperlihatkan keagungan 'Illiyyun itu, Allah mengemukakan pertanyaan, \"Tahukah kamu apakah 'Illiyyun itu?\" Allah lalu menjelaskannya langsung, \"Yaitu kitab yang tertulis dan disaksikan oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5870, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0631\u064e \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Innal abraara lafee Na'eem" } }, "translation": { "en": "Indeed, the righteous will be in pleasure", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5870", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5870.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5870.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah buku catatan amal orang yang berbakti. Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan. Itulah surga yang penuh kenikmatan yang tidak terbayang sebelumnya dalam benak manusia mana pun. Kenikmatan itu abadi, tidak pernah membosankan apalagi berkurang.", "long": "Setelah menerangkan kitab orang-orang yang berbakti yang diberi nama 'Illiyyun, lalu Allah menerangkan keadaan orang yang berbakti (al-abrar) itu secara terperinci. Sesungguhnya mereka yang membenarkan apa-apa yang dibawa oleh Muhammad saw itu, benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar, yaitu surga." } } }, { "number": { "inQuran": 5871, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u0650 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Alal araaa'iki yanzuroon" } }, "translation": { "en": "On adorned couches, observing.", "id": "mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5871", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5871.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5871.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang berbakti itu duduk di atas dipan-dipan melepas pandangan ke arah pemandangan yang indah, menenangkan, dan mendamaikan. Inilah kebahagiaan hakiki, balasan bagi orang yang taat dan patuh kepada Allah.", "long": "Mereka duduk di atas dipan-dipan sambil memandang berbagai macam kenikmatan surga seperti bidadari, anak-anak mereka yang mati sebelum balig yang disediakan dalam surga untuk berkhidmat kepada orang tuanya, aneka macam makanan dan minuman, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 5872, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0639\u0652\u0631\u0650\u0641\u064f \u0641\u0650\u064a \u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0636\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Ta'rifu fee wujoohihim nadratan na'eem" } }, "translation": { "en": "You will recognize in their faces the radiance of pleasure.", "id": "Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5872", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5872.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5872.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wajah-wajah mereka berseri. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tanda-tanda kebahagiaan itu tampak pada wajah-wajah mereka. Orang yang melihatnya dapat merasakan kesenangan hidup mereka yang penuh dengan kenikmatan seperti tercantum dalam firman Allah:\n\nPada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria. ('Abasa/80: 38-39)" } } }, { "number": { "inQuran": 5873, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064f\u0633\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0642\u064d \u0645\u0651\u064e\u062e\u0652\u062a\u064f\u0648\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Yusqawna mir raheeqim makhtoom" } }, "translation": { "en": "They will be given to drink [pure] wine [which was] sealed.", "id": "Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5873", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5873.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5873.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka diberi minum dari khamar murni yang tidak memabukkan, yang tempatnya masih dilak dan disegel sehingga isinya terjaga keaslian serta kesegarannya, dan belum pernah ada yang meminum bahkan menyentuhnya.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang berbakti itu diberi minum dari khamar murni yang bersih dari campuran dan tidak memabukkan. Khamar itu disimpan di tempat yang tersegel sehingga terpelihara dari pencemaran." } } }, { "number": { "inQuran": 5874, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u0650\u062a\u064e\u0627\u0645\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u064c \u06da \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u064e\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0641\u0650\u0633\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Khitaamuhoo misk; wa fee zaalika falyatanaafasil Mutanaafisoon" } }, "translation": { "en": "The last of it is musk. So for this let the competitors compete.", "id": "laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5874", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5874.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5874.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Khamar itu dilak dengan rapat, di mana laknya berasal dari kasturi yang beraroma harum dan menyegarkan. Bagusnya lak menunjukkan khamr itu sangat baik dan berkualitas. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut, yakni dengan banyak beribadah dan beramal saleh.", "long": "Segelnya adalah kasturi dan untuk mencapai kenikmatan yang demikian itu, hendaklah orang berlomba-lomba dalam rangka melaksanakan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah. Barang siapa yang giat beribadah kepada-Nya, maka akan cepat pula melintasi jembatan as-sirathal-mustaqim yang berada di atas api neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 5875, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0632\u064e\u0627\u062c\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0646\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Wa mizaajuhoo min Tasneem" } }, "translation": { "en": "And its mixture is of Tasneem,", "id": "Dan campurannya dari tasnim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5875", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5875.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5875.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya dilak dengan kasturi, campurannya dari tasnim.", "long": "Dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa campuran khamar murni itu ialah dari tasnim yang datang dari daerah yang tinggi. Tasnim adalah mata air yang menjadi sumber air minum orang-orang yang didekatkan kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5876, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0628\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Ainaiy yashrabu bihal muqarraboon" } }, "translation": { "en": "A spring from which those near [to Allah] drink.", "id": "(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5876", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5876.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5876.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tasnim adalah mata air surga yang berada di ketinggian dan berkualitas tinggi pula. Itulah mata air yang diminum oleh mereka yang dekat kepada Allah karena sungguh-sungguh beriman dan beramal saleh. Inilah salah satu penghargaan tertinggi yang Allah berikan kepada mereka.", "long": "Dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa campuran khamar murni itu ialah dari tasnim yang datang dari daerah yang tinggi. Tasnim adalah mata air yang menjadi sumber air minum orang-orang yang didekatkan kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5877, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0636\u0652\u062d\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Innal lazeena ajramoo kaanoo minal lazeena aamanoo yadhakoon" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who committed crimes used to laugh at those who believed.", "id": "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5877", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5877.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5877.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Berbeda dari orang-orang berbakti yang selalu beriman dan beramal saleh, sesungguhnya orang-orang yang berdosa dan kafir adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman, terutama yang fakir dan miskin. Mereka beranggapan bahwa agama yang benar adalah yang banyak diikuti oleh kaum bangsawan dan kaya.", "long": "Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas dan berdosa dahulu selalu menertawakan orang-orang yang beriman. Ketika Nabi Muhammad membawa Al-Qur'an dengan ajaran Islam yang mengandung kebajikan, ia mendapatkan perlawanan yang hebat dari orang-orang musyrik Mekah. Perlawanan ini terutama dari para pembesarnya yang sejak nenek moyangnya sudah biasa menyembah patung berhala. Mereka menentang ajaran apa saja yang datang dari luar yang bertentangan dengan kepercayaan mereka.\n\nTelah menjadi kebiasaan bagi orang-orang besar yang bersandar kepada kekuasaan dan kebendaan atau kekayaan bahwa mereka selalu bersikap sinis atau mencemoohkan pihak lain yang tidak sejalan dengan kepercayaan dan kebudayaan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5878, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064e\u063a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0632\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa marroo bihim yataghaamazoon" } }, "translation": { "en": "And when they passed by them, they would exchange derisive glances.", "id": "Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5878", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5878.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5878.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila mereka, yakni orang-orang yang beriman, melintas di hadapan mereka yang berdosa dan kafir itu, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya sebagai tanda ejekan terhadap mereka.", "long": "Apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, orang-orang yang berdosa itu saling memberi isyarat dengan kedipan mata yang mengandung unsur ejekan dan cemoohan. Apabila kembali kepada kaum kerabatnya, mereka membangga-banggakan diri karena telah mengadakan tindakan terhadap pengikut-pengikut Muhammad saw dengan berbagai tindakan yang mengandung unsur ejekan, cemoohan, dan permusuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 5879, "inSurah": 31 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0643\u0650\u0647\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izan qalabooo ilaaa ahlihimun qalaboo fakiheen" } }, "translation": { "en": "And when they returned to their people, they would return jesting.", "id": "dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5879", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5879.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5879.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya mengejek orang beriman di jalan, apabila orang-orang yang berdosa dan kafir kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria karena telah menertawakan orang beriman. Mereka dengan riang menceritakan kepada kaumnya hinaan dan ejekan yang telah mereka lakukan kepada kaum mukmin. dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.", "long": "Apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, orang-orang yang berdosa itu saling memberi isyarat dengan kedipan mata yang mengandung unsur ejekan dan cemoohan. Apabila kembali kepada kaum kerabatnya, mereka membangga-banggakan diri karena telah mengadakan tindakan terhadap pengikut-pengikut Muhammad saw dengan berbagai tindakan yang mengandung unsur ejekan, cemoohan, dan permusuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 5880, "inSurah": 32 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0624\u064f\u0644\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0644\u064e\u0636\u064e\u0627\u0644\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa izaa ra awhum qaalooo inna haaa'ulaaa'i ladaaal loon" } }, "translation": { "en": "And when they saw them, they would say, \"Indeed, those are truly lost.\"", "id": "Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5880", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5880.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5880.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila mereka yang berdosa dan kafir itu melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat karena telah beriman kepada Muhammad dan meninggalkan keyakinan nenek moyang mereka.”", "long": "Apabila melihat orang-orang Mukmin, orang-orang yang berdosa itu berkata bahwa sesungguhnya mereka melihat orang yang benar-benar sesat dan menyimpang dari kebenaran, karena mengubah kepercayaan yang sejak dahulu kala mereka warisi dari nenek moyang mereka tentang penyembahan berhala." } } }, { "number": { "inQuran": 5881, "inSurah": 33 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa maaa ursiloo 'alaihim haafizeen" } }, "translation": { "en": "But they had not been sent as guardians over them.", "id": "padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5881", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5881.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5881.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka menganggap sesat orang mukmin, padahal mereka yang kafir dan berdosa itu tidak diutus oleh Allah sebagai penjaga orang-orang mukmin. Mereka bukanlah pihak yang berhak menilai dan menentukan sesat-tidaknya satu kaum.", "long": "Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir itu hidup di dunia tidak ditugaskan untuk melindungi atau menjaga orang-orang Mukmin. Mereka tidak berwenang menjaga orang-orang Mukmin karena orang-orang Mukmin tidak berada di bawah kekuasaan mereka. Oleh sebab itu, mereka tidak berhak mengejek, mengawasi, dan menyakiti orang-orang Mukmin yang tulus ikhlas beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5882, "inSurah": 34 }, "meta": { "juz": 30, "page": 588, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u064a\u064e\u0636\u0652\u062d\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fal yawmal lazeena aamanoo minal kuffaari yadhakoon" } }, "translation": { "en": "So Today those who believed are laughing at the disbelievers,", "id": "Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5882", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5882.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5882.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai balasan atas perilaku mereka yang kafir itu, maka pada hari pembalasan ini, giliran orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir yang dulu menertawakan mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari pembalasan giliran orang-orang Mukmin dalam surga mencemoohkan orang-orang kafir yang sedang menderita azab neraka. Pada hari itu, orang-orang yang beriman akan tertawa lebar karena menyaksikan pahala dan berbagai macam kenikmatan yang sesuai dengan janji Allah. Mereka juga menertawakan orang-orang kafir yang dahulu di dunia pernah mencemoohkan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5883, "inSurah": 35 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u0650 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "'Alal araaa'iki yanzuroon" } }, "translation": { "en": "On adorned couches, observing.", "id": "mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5883", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5883.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5883.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka yang beriman itu duduk di atas dipan-dipan sambil melepas pandangan ke arah pemandangan yang indah, bersama orang yang mereka cintai, sembari menikmati makanan dan minuman yang sangat lezat.", "long": "Mereka duduk santai di atas dipan-dipan sambil memandang apa yang diperbuat oleh Allah terhadap orang-orang kafir dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 5884, "inSurah": 36 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 525, "hizbQuarter": 235, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u062b\u064f\u0648\u0651\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Hal suwwibal kuffaaru maa kaanoo yaf'aloon" } }, "translation": { "en": "Have the disbelievers [not] been rewarded [this Day] for what they used to do?", "id": "Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5884", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5884.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5884.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Saat orang-orang kafir itu di akhirat nanti mendapat siksa Jahim, tertutup dari rahmat Tuhan, dan mendapat hinaan dari orang mukmin yang dahulu mereka hina, apakah orang-orang kafir itu sudah diberi balasan dan hukuman setimpal terhadap apa yang telah mereka perbuat di dunia dulu, berupa kekafiran dan kemaksiatan? Tentu sudah.", "long": "Mereka meyakinkan bahwa sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak dianiaya, tetapi hanya diberi balasan terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Sebab, balasan itu biasanya diambil dari jenis perbuatan, yang baik dibalas dengan baik, dan yang jahat dibalas dengan jahat." } } } ] }, { "number": 84, "sequence": 83, "numberOfVerses": 25, "name": { "short": "الإنشقاق", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0646\u0634\u0642\u0627\u0642", "transliteration": { "en": "Al-Inshiqaaq", "id": "Al-Insyiqaq" }, "translation": { "en": "The Splitting Open", "id": "Terbelah" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Infithaarr. Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan Insyaqqat yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5885, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0646\u0634\u064e\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Izas samaaa'un shaqqat" } }, "translation": { "en": "When the sky has split [open]", "id": "Apabila langit terbelah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5885", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5885.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5885.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila langit yang kukuh itu terbelah ketika Allah menghilangkan keseimbangan di antara benda-benda langit. Terjadilah tabrakan antarbenda langit. Langit pun terbelah lalu digulung dan akhirnya terempas tidak berbekas.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa apabila langit terbelah karena telah rusak hubungan bagian-bagiannya dengan rusaknya peraturan alam semesta pada hari Kiamat nanti, disebabkan perbenturan bintang-bintang di langit karena masing-masing mempunyai daya tarik tersendiri. Oleh karena itu, rusaklah peraturan alam semesta dan terjadilah gumpalan-gumpalan awan yang gelap gulita yang timbul di beberapa tempat di angkasa luar, dan langit itu akan patuh kepada apa-apa yang diperintahkan Allah. Ia pantas menjadi patuh karena dialah makhluk Tuhan yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5886, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064f\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa azinat li Rabbihaa wa huqqat" } }, "translation": { "en": "And has responded to its Lord and was obligated [to do so]", "id": "dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5886", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5886.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5886.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan langit pada saat itu patuh kepada Tuhan Pencipta dan Pengatur-nya, dan sudah semestinya langit itu patuh, demikian pula alam raya, kepada Tuhan (Lihat: Surah Fussilat/41: 11).", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa apabila langit terbelah karena telah rusak hubungan bagian-bagiannya dengan rusaknya peraturan alam semesta pada hari Kiamat nanti, disebabkan perbenturan bintang-bintang di langit karena masing-masing mempunyai daya tarik tersendiri. Oleh karena itu, rusaklah peraturan alam semesta dan terjadilah gumpalan-gumpalan awan yang gelap gulita yang timbul di beberapa tempat di angkasa luar, dan langit itu akan patuh kepada apa-apa yang diperintahkan Allah. Ia pantas menjadi patuh karena dialah makhluk Tuhan yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5887, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0645\u064f\u062f\u0651\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa izal ardu muddat" } }, "translation": { "en": "And when the earth has been extended", "id": "dan apabila bumi diratakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5887", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5887.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5887.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila bumi diratakan setelah gunung-gunung tersapu dari tempatnya akibat dahsyatnya kekuatan yang menghempaskannya. Gunung yang besar dan kekar berubah menjadi pasir yang kemudian diterbangkan oleh tiupan angin yang dahsyat, menjadi abu yang beterbangan.", "long": "Selanjutnya Allah menerangkan bahwa bila bumi dan gunung-gunung hancur berkeping-keping sehingga menjadi rata dan mengeluarkan apa yang ada di dalam \"perut\"-nya, maka hal itu adalah karena ketundukannya pada perintah Allah dan kepatuhan melakukan kehendak-Nya.\n\nDalam ayat-ayat lain, Allah berfirman:\n\nApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (az-Zalzalah/99: 1-2)\n\nDan apabila kuburan-kuburan dibongkar. (al-Infithar/82: 4)\n\nMaka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan. (al-'Adiyat/100: 9)\n\nUntuk tafsir pada kalimat \"langit terbelah\" di atas, dapat dilihat kembali pada telaah ilmiah Surah al-Insyiqaq/84:1-5, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69:16 dan Surah al-Infithar/82:1. Kemudian, kalimat yang mengikutinya: \"¦dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh\", mengandung pengertian bahwa kejadian itu berlangsung menurut sunatullah, yaitu menurut hukum-hukum Allah yang ada di alam semesta ini. Pengertian \"bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong\" adalah bahwa bumi benar-benar luluh lantak, baik terjadinya benturan dengan planet atau benda langit lainnya, karena hilang atau kacaunya gaya gravitasi. Luluh lantaknya bumi inilah yang juga menyebabkan seluruh isi bumi dimuntahkan dan menjadikan isi bumi kosong. Kemudian, kalimat yang mengikutinya: \"¦dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh\", mengandung pengertian bahwa kejadian itu berlangsung menurut sunatullah, yaitu menurut hukum-hukum Allah yang ada di alam semesta ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5888, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u062e\u064e\u0644\u0651\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa alqat maa feehaa wa takhallat" } }, "translation": { "en": "And has cast out that within it and relinquished [it]", "id": "dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5888", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5888.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5888.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila bumi memuntahkan apa saja yang ada di dalamnya, seperti manusia yang terkubur, batuan, dan sebagainya, dan karenanya menjadi kosong bagaikan ibu hamil yang telah melahirkan janinnya.", "long": "Selanjutnya Allah menerangkan bahwa bila bumi dan gunung-gunung hancur berkeping-keping sehingga menjadi rata dan mengeluarkan apa yang ada di dalam \"perut\"-nya, maka hal itu adalah karena ketundukannya pada perintah Allah dan kepatuhan melakukan kehendak-Nya.\n\nDalam ayat-ayat lain, Allah berfirman:\n\nApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (az-Zalzalah/99: 1-2)\n\nDan apabila kuburan-kuburan dibongkar. (al-Infithar/82: 4)\n\nMaka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan. (al-'Adiyat/100: 9)\n\nUntuk tafsir pada kalimat \"langit terbelah\" di atas, dapat dilihat kembali pada telaah ilmiah Surah al-Insyiqaq/84:1-5, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69:16 dan Surah al-Infithar/82:1. Kemudian, kalimat yang mengikutinya: \"¦dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh\", mengandung pengertian bahwa kejadian itu berlangsung menurut sunatullah, yaitu menurut hukum-hukum Allah yang ada di alam semesta ini. Pengertian \"bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong\" adalah bahwa bumi benar-benar luluh lantak, baik terjadinya benturan dengan planet atau benda langit lainnya, karena hilang atau kacaunya gaya gravitasi. Luluh lantaknya bumi inilah yang juga menyebabkan seluruh isi bumi dimuntahkan dan menjadikan isi bumi kosong. Kemudian, kalimat yang mengikutinya: \"¦dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh\", mengandung pengertian bahwa kejadian itu berlangsung menurut sunatullah, yaitu menurut hukum-hukum Allah yang ada di alam semesta ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5889, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0630\u0650\u0646\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062d\u064f\u0642\u0651\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa azinat li Rabbihaa wa huqqat" } }, "translation": { "en": "And has responded to its Lord and was obligated [to do so] -", "id": "dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5889", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5889.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5889.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan apabila bumi patuh kepada Tuhan yang telah menciptakan-nya, dan sudah semestinya bumi itu dan alam semesta tunduk patuh dalam kekuasaan dan genggaman-Nya. Ketika kejadian-kejadian luar biasa ini tiba, manusia akan mengetahui balasan atas semua perbuatannya.", "long": "Selanjutnya Allah menerangkan bahwa bila bumi dan gunung-gunung hancur berkeping-keping sehingga menjadi rata dan mengeluarkan apa yang ada di dalam \"perut\"-nya, maka hal itu adalah karena ketundukannya pada perintah Allah dan kepatuhan melakukan kehendak-Nya.\n\nDalam ayat-ayat lain, Allah berfirman:\n\nApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (az-Zalzalah/99: 1-2)\n\nDan apabila kuburan-kuburan dibongkar. (al-Infithar/82: 4)\n\nMaka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan. (al-'Adiyat/100: 9)\n\nUntuk tafsir pada kalimat \"langit terbelah\" di atas, dapat dilihat kembali pada telaah ilmiah Surah al-Insyiqaq/84:1-5, lihat pula telaah ilmiah Surah al-haqqah/69:16 dan Surah al-Infithar/82:1. Kemudian, kalimat yang mengikutinya: \"¦dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh\", mengandung pengertian bahwa kejadian itu berlangsung menurut sunatullah, yaitu menurut hukum-hukum Allah yang ada di alam semesta ini. Pengertian \"bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong\" adalah bahwa bumi benar-benar luluh lantak, baik terjadinya benturan dengan planet atau benda langit lainnya, karena hilang atau kacaunya gaya gravitasi. Luluh lantaknya bumi inilah yang juga menyebabkan seluruh isi bumi dimuntahkan dan menjadikan isi bumi kosong. Kemudian, kalimat yang mengikutinya: \"¦dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh\", mengandung pengertian bahwa kejadian itu berlangsung menurut sunatullah, yaitu menurut hukum-hukum Allah yang ada di alam semesta ini." } } }, { "number": { "inQuran": 5890, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0643\u064e\u0627\u062f\u0650\u062d\u064c \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u062f\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0645\u064f\u0644\u064e\u0627\u0642\u0650\u064a\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyuhal insaanu innaka kaadihun ilaa Rabbika kad han famulaaqeeh" } }, "translation": { "en": "O mankind, indeed you are laboring toward your Lord with [great] exertion and will meet it.", "id": "Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5890", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5890.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5890.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia! Sesungguhnya kamu ketika di dunia telah bekerja keras siang dan malam untuk terus berbuat baik maupun buruk guna menuju kepada Tuhanmu, maka pada akhirnya pasti kamu akan menemui-Nya. Tiap hari yang seseorang lalui pada hakikatnya adalah langkah menuju kematian, menuju pertemuan dengan Tuhannya, berbekal amal masing-masing, lalu Tuhan akan memberinya balasan yang setimpal.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa manusia dalam masa hidupnya bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-citanya. Setiap langkah manusia sesungguhnya menuju kepada akhir hidupnya, yaitu mati. Hal ini berarti kembali kepada Allah. Oleh karena itu, manusia akan mengetahui tentang baik buruk pekerjaan yang telah mereka kerjakan." } } }, { "number": { "inQuran": 5891, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Fa ammaa man ootiya kitaabahoo biyameenih" } }, "translation": { "en": "Then as for he who is given his record in his right hand,", "id": "Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5891", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5891.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5891.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di hadapan Allah manusia akan terbagi menjadi dua kelompok: kelompok yang berbahagia dan kelompok yang sengsara. Maka adapun orang yang catatan amal-nya diberikan dari sebelah kanannya—mereka adalah orang yang beriman dan berbuat baik,", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan golongan yang menerima catatan dengan tangan kanannya yang berisi apa-apa yang telah dikerjakannya, maka ia akan dihisab dengan mudah dan ringan. Dipaparkanlah semua perbuatannya yang baik dan yang buruk, kemudian diberi ganjaran atas perbuatannya yang baik dan dimaafkanlah perbuatannya yang buruk.\n\nDalam sebuah hadis Nabi saw dijelaskan:\n\nDari 'Aisyah, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw. berdoa dalam sebagian salat yang dilakukannya, \"Wahai Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah\". Ketika Rasul selesai salat, aku berkata: \"Wahai Nabi Allah, apakah hisab yang mudah itu? Rasulullah menjawab, \"Hisab yang mudah adalah ketika Allah memeriksa catatan amal seseorang, Dia memaafkan. Wahai 'Aisyah, orang yang diinterogasi pada perhitungan amalnya di hari itu (Hari Kiamat), maka ia celaka. Dan setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, Allah akan mengampuni (dosanya) dengan musibah itu, walau hanya sekedar tertusuk duri.\" (Riwayat Ahmad)\n\nMaksud Rasulullah dengan perhitungan yang mudah ialah dimaafkan segala kesalahannya, sedangkan orang yang diperiksa catatannya dengan teliti adalah orang yang mendapat malapetaka. Barang siapa mendapat perhitungan yang mudah dan ringan, ia akan kembali kepada keluarganya yang mukmin dengan gembira sebagaimana firman Allah:\n\nAdapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, \"Ambillah, bacalah kitabku (ini). Sesungguhnya aku yakin bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.\" Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai. (al-haqqah/69: 19-21)" } } }, { "number": { "inQuran": 5892, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0633\u064e\u0628\u064f \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fasawfa yuhaasabu hi saabai yaseeraa" } }, "translation": { "en": "He will be judged with an easy account", "id": "maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5892", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5892.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5892.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Amal mereka akan ditampilkan secara sekilas, dan kesalahan mereka tertutup oleh kebaikan.", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan golongan yang menerima catatan dengan tangan kanannya yang berisi apa-apa yang telah dikerjakannya, maka ia akan dihisab dengan mudah dan ringan. Dipaparkanlah semua perbuatannya yang baik dan yang buruk, kemudian diberi ganjaran atas perbuatannya yang baik dan dimaafkanlah perbuatannya yang buruk.\n\nDalam sebuah hadis Nabi saw dijelaskan:\n\nDari 'Aisyah, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw. berdoa dalam sebagian salat yang dilakukannya, \"Wahai Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah\". Ketika Rasul selesai salat, aku berkata: \"Wahai Nabi Allah, apakah hisab yang mudah itu? Rasulullah menjawab, \"Hisab yang mudah adalah ketika Allah memeriksa catatan amal seseorang, Dia memaafkan. Wahai 'Aisyah, orang yang diinterogasi pada perhitungan amalnya di hari itu (Hari Kiamat), maka ia celaka. Dan setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, Allah akan mengampuni (dosanya) dengan musibah itu, walau hanya sekedar tertusuk duri.\" (Riwayat Ahmad)\n\nMaksud Rasulullah dengan perhitungan yang mudah ialah dimaafkan segala kesalahannya, sedangkan orang yang diperiksa catatannya dengan teliti adalah orang yang mendapat malapetaka. Barang siapa mendapat perhitungan yang mudah dan ringan, ia akan kembali kepada keluarganya yang mukmin dengan gembira sebagaimana firman Allah:\n\nAdapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, \"Ambillah, bacalah kitabku (ini). Sesungguhnya aku yakin bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.\" Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai. (al-haqqah/69: 19-21)" } } }, { "number": { "inQuran": 5893, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0646\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yanqalibu ilaaa ahlihee masrooraa" } }, "translation": { "en": "And return to his people in happiness.", "id": "dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5893", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5893.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5893.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan dia akan kembali kepada keluarganya yang sama-sama beriman dengan riang gembira. Segala kecemasan yang mereka rasakan sebelum itu akan sirna. Mereka berbahagia bagaikan pahlawan yang memenangkan peperangan (Lihat: Surah al-Hàqqah/69: 19–20).", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan golongan yang menerima catatan dengan tangan kanannya yang berisi apa-apa yang telah dikerjakannya, maka ia akan dihisab dengan mudah dan ringan. Dipaparkanlah semua perbuatannya yang baik dan yang buruk, kemudian diberi ganjaran atas perbuatannya yang baik dan dimaafkanlah perbuatannya yang buruk.\n\nDalam sebuah hadis Nabi saw dijelaskan:\n\nDari 'Aisyah, ia berkata, \"Aku mendengar Rasulullah saw. berdoa dalam sebagian salat yang dilakukannya, \"Wahai Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah\". Ketika Rasul selesai salat, aku berkata: \"Wahai Nabi Allah, apakah hisab yang mudah itu? Rasulullah menjawab, \"Hisab yang mudah adalah ketika Allah memeriksa catatan amal seseorang, Dia memaafkan. Wahai 'Aisyah, orang yang diinterogasi pada perhitungan amalnya di hari itu (Hari Kiamat), maka ia celaka. Dan setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, Allah akan mengampuni (dosanya) dengan musibah itu, walau hanya sekedar tertusuk duri.\" (Riwayat Ahmad)\n\nMaksud Rasulullah dengan perhitungan yang mudah ialah dimaafkan segala kesalahannya, sedangkan orang yang diperiksa catatannya dengan teliti adalah orang yang mendapat malapetaka. Barang siapa mendapat perhitungan yang mudah dan ringan, ia akan kembali kepada keluarganya yang mukmin dengan gembira sebagaimana firman Allah:\n\nAdapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, \"Ambillah, bacalah kitabku (ini). Sesungguhnya aku yakin bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.\" Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai. (al-haqqah/69: 19-21)" } } }, { "number": { "inQuran": 5894, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0648\u062a\u0650\u064a\u064e \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0638\u064e\u0647\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650", "transliteration": { "en": "Wa ammaa man ootiya kitaabahoo waraaa'a zahrih" } }, "translation": { "en": "But as for he who is given his record behind his back,", "id": "Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5894", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5894.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5894.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang yang catatan amal-nya diberikan dari sebelah belakang sebagai tanda ketidaksenangan kepada mereka,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa golongan kedua adalah mereka yang banyak mengerjakan perbuatan maksiat, durhaka, dan tidak diridai Allah. Mereka akan menerima catatan perbuatan mereka dengan tangan kiri, dan dari belakang, kemudian mereka dimasukkan ke dalam neraka.\n\nDan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, \"Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku. Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku.\" (al-haqqah/69: 25-29)" } } }, { "number": { "inQuran": 5895, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648 \u062b\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fasawfa yad'oo subooraa" } }, "translation": { "en": "He will cry out for destruction", "id": "maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5895", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5895.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5895.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!” (Lihat: Surah al-Hàqqah/69: 25–29). Dia merasa lebih baik mati daripada harus merasakan menghadapi azab yang akan menimpanya. Itulah balasan bagi mereka yang telah mendustakan rasul, mengingkari Allah, dan berbuat maksiat.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa golongan kedua adalah mereka yang banyak mengerjakan perbuatan maksiat, durhaka, dan tidak diridai Allah. Mereka akan menerima catatan perbuatan mereka dengan tangan kiri, dan dari belakang, kemudian mereka dimasukkan ke dalam neraka.\n\nDan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, \"Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku. Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku.\" (al-haqqah/69: 25-29)" } } }, { "number": { "inQuran": 5896, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0639\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa yaslaa sa'eeraa" } }, "translation": { "en": "And [enter to] burn in a Blaze.", "id": "Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5896", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5896.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5896.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya itu, dia juga akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala dan kadar panasnya jauh lebih tinggi daripada api dunia.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa golongan kedua adalah mereka yang banyak mengerjakan perbuatan maksiat, durhaka, dan tidak diridai Allah. Mereka akan menerima catatan perbuatan mereka dengan tangan kiri, dan dari belakang, kemudian mereka dimasukkan ke dalam neraka.\n\nDan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, \"Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku. Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku.\" (al-haqqah/69: 25-29)" } } }, { "number": { "inQuran": 5897, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0633\u0652\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innahoo kaana feee ahlihee masrooraa" } }, "translation": { "en": "Indeed, he had [once] been among his people in happiness;", "id": "Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5897", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5897.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5897.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, dia yang menerima catatan amalnya dari arah belakang dahulu di dunia bergembira di kalangan keluarganya yang kafir. Mereka melampiaskan hawa nafsu dengan kufur dan berbuat maksiat, seakan mereka akan hidup selamanya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan bahwa ada dua hal yang menjadi sebab mengapa mereka menerima catatan amalnya dengan tangan kiri, yaitu: pertama, mereka berbuat sekehendak hatinya, mengerjakan kejahatan dan kemaksiatan dengan tidak memikirkan akibat buruk yang akan menimpa mereka di akhirat kelak.\n\nKedua, mereka menyangka bahwa mereka tidak akan kembali kepada Tuhannya dan tidak akan dibangkitkan kembali untuk dihisab dan menerima hasil perbuatan mereka di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5898, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0638\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062d\u064f\u0648\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Innahoo zanna al lai yahoor" } }, "translation": { "en": "Indeed, he had thought he would never return [to Allah].", "id": "Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5898", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5898.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5898.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya dia menikmati kekafirannya, merasa leluasa berbuat maksiat, dan mengira bahwa dia tidak akan kembali kepada Tuhan untuk dimintai pertanggungjawaban.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan bahwa ada dua hal yang menjadi sebab mengapa mereka menerima catatan amalnya dengan tangan kiri, yaitu: pertama, mereka berbuat sekehendak hatinya, mengerjakan kejahatan dan kemaksiatan dengan tidak memikirkan akibat buruk yang akan menimpa mereka di akhirat kelak.\n\nKedua, mereka menyangka bahwa mereka tidak akan kembali kepada Tuhannya dan tidak akan dibangkitkan kembali untuk dihisab dan menerima hasil perbuatan mereka di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 5899, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Balaaa inna Rabbahoo kaana bihee baseeraa" } }, "translation": { "en": "But yes! Indeed, his Lord was ever of him, Seeing.", "id": "Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5899", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5899.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5899.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak demikian. Mereka pasti akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Sesungguhnya Tuhannya selalu melihat dan mencatat perbuatan-nya, lalu Dia akan membalasnya dengan sangat adil. Perbuatan baik dibalas kebaikan dan perbuatan buruk dibalas dengan siksa.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa mereka sesungguhnya akan kembali kepada-Nya dan akan menerima hasil perbuatan mereka di dunia. Orang yang saleh dan patuh mengerjakan perintah-Nya akan dimasukkan ke dalam surga, sedang orang yang durhaka dan banyak berbuat maksiat akan dimasukkan ke dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 5900, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0641\u064e\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Falaaa uqsimu bishshafaq" } }, "translation": { "en": "So I swear by the twilight glow", "id": "Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5900", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5900.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5900.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuhan Mahakuasa di alam semesta. Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja, saat matahari akan terbenam dan cahayanya yang tampak kemerahan masih pendar ke sebagian penjuru langit.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan cahaya merah pada waktu senja, dengan malam dan apa-apa yang diselubunginya dan dengan bulan apabila jadi purnama bahwa sesungguhnya manusia melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, dari setetes air mani sampai dilahirkan.\n\nKemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan dewasa sampai tua. Kemudian dari hidup sampai mati, lalu dibangkitkan kembali, hidup kembali di surga atau neraka setelah melalui ujian dan perhitungan yang sangat teliti." } } }, { "number": { "inQuran": 5901, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0642\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaili wa maa wasaq" } }, "translation": { "en": "And [by] the night and what it envelops", "id": "demi malam dan apa yang diselubunginya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5901", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5901.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5901.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Aku pun bersumpah demi malam dan apa yang diselubunginya dengan kegelapan akibat hilangnya cahaya matahari.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan cahaya merah pada waktu senja, dengan malam dan apa-apa yang diselubunginya dan dengan bulan apabila jadi purnama bahwa sesungguhnya manusia melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, dari setetes air mani sampai dilahirkan.\n\nKemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan dewasa sampai tua. Kemudian dari hidup sampai mati, lalu dibangkitkan kembali, hidup kembali di surga atau neraka setelah melalui ujian dan perhitungan yang sangat teliti." } } }, { "number": { "inQuran": 5902, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0633\u064e\u0642\u064e", "transliteration": { "en": "Walqamari izat tasaq" } }, "translation": { "en": "And [by] the moon when it becomes full", "id": "demi bulan apabila jadi purnama," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5902", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5902.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5902.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Aku bersumpah pula demi bulan apabila jadi purnama, ketika bulan bercahaya penuh sehingga suasana malam menjadi menawan. Perubahan suasana alam menunjukkan adanya kekuatan luar biasa yang mampu mengendalikannya. Dialah Allah Yang Mahakuasa.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan cahaya merah pada waktu senja, dengan malam dan apa-apa yang diselubunginya dan dengan bulan apabila jadi purnama bahwa sesungguhnya manusia melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, dari setetes air mani sampai dilahirkan.\n\nKemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan dewasa sampai tua. Kemudian dari hidup sampai mati, lalu dibangkitkan kembali, hidup kembali di surga atau neraka setelah melalui ujian dan perhitungan yang sangat teliti." } } }, { "number": { "inQuran": 5903, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u0643\u064e\u0628\u064f\u0646\u0651\u064e \u0637\u064e\u0628\u064e\u0642\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0646 \u0637\u064e\u0628\u064e\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Latarkabunna tabaqan 'an tabaq" } }, "translation": { "en": "[That] you will surely experience state after state.", "id": "sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5903", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5903.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5903.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, akan kamu jalani kehidupanmu tingkat demi tingkat. Kamu semula berupa nutfah, lalu menjadi alaqah, menjadi mudgah, lalu menerima ruh dari Tuhanmu, terlahir ke dunia, tumbuh dari kanak-kanak hingga dewasa dan tua. Akan kamu rasakan dalam hidupmu berbagai keadaan, dari yang mudah hingga yang sulit. Setelah itu kamu mati, dibangkitkan, dan dipisahkan menjadi dua kelompok: penghuni surga dan penghuni neraka.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan cahaya merah pada waktu senja, dengan malam dan apa-apa yang diselubunginya dan dengan bulan apabila jadi purnama bahwa sesungguhnya manusia melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, dari setetes air mani sampai dilahirkan.\n\nKemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan dewasa sampai tua. Kemudian dari hidup sampai mati, lalu dibangkitkan kembali, hidup kembali di surga atau neraka setelah melalui ujian dan perhitungan yang sangat teliti." } } }, { "number": { "inQuran": 5904, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Famaa lahum laa yu'minoon" } }, "translation": { "en": "So what is [the matter] with them [that] they do not believe,", "id": "Maka mengapa mereka tidak mau beriman?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5904", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5904.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5904.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang begitu nyata, maka mengapa mereka yang kafir itu bersikeras tidak mau beriman kepada Allah, hari kebangkitan, Nabi Muhammad, dan Al-Qur’an?", "long": "Dalam ayat ini, Allah mencela sikap dan perbuatan mereka, \"Mengapa mereka masih tidak mau beriman, sedangkan bukti telah nyata menunjukkan adanya hari kebangkitan itu?\" Firman Allah:\n\nOrang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), \"Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan.\" Dan yang demikian itu mudah bagi Allah. (at-Tagabun/64: 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 5905, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": true, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0650\u0626\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u06e9", "transliteration": { "en": "Wa izaa quri'a 'alaihimul Quraanu laa yasjudoon" } }, "translation": { "en": "And when the Qur'an is recited to them, they do not prostrate [to Allah]?", "id": "Dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5905", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5905.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5905.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mengapa pula apabila Al-Qur’an yang penuh nilai kebenaran dan sastra yang tinggi itu dibacakan kepada mereka, mereka tidak mau bersujud kepada Allah dan tunduk pada ajaran Al-Qur’an, padahal kaum kafir itu selalu menyanjung dan mengagumi karya sastra yang bernilai tinggi?", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka tidak mau mengakui bahwa Al-Qur'an itu kalam Ilahi yang harus dimuliakan dan dipatuhi serta mengakui bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw utusan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5906, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Balil lazeena kafaroo yukazziboon" } }, "translation": { "en": "But those who have disbelieved deny,", "id": "bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5906", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5906.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5906.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka enggan beriman, bahkan orang-orang kafir itu mendustakan Al-Qur’an dan hari kebangkitan dengan berbagai alasan, seperti dengki kepada Nabi Muhammad, khawatir kehilangan status sosial, atau hanya merasa diri mulia.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka tidak mau mengakui bahwa Al-Qur'an itu kalam Ilahi yang harus dimuliakan dan dipatuhi serta mengakui bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw utusan Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5907, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wallaahu a'lamu bimaa yoo'oon" } }, "translation": { "en": "And Allah is most knowing of what they keep within themselves.", "id": "Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5907", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5907.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5907.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka tetap ingkar, padahal Allah lebih mengetahui dengan pasti apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Allah akan membuka semua isi hati mereka kelak di hari kiamat.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan sebab mereka tidak mau mengakuinya, yaitu:\n\n1.Mereka dengki kepada Nabi Muhammad atas kelebihan yang telah dikaruniakan Allah kepadanya.\n\n2.Mereka takut kehilangan pengaruh dan kedudukan sebagai pemimpin bangsanya.\n\n3.Mereka tidak mau mengganti kepercayaan yang telah dianut oleh nenek moyang mereka dengan kepercayaan yang lain. Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Oleh karena itu, Allah mengejek mereka dengan kata-kata, \"Berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih di hari Kiamat nanti.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5908, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0628\u064e\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u0623\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Fabashshirhum bi'azaabin aleem" } }, "translation": { "en": "So give them tidings of a painful punishment,", "id": "Maka sampaikanlah kepada mereka (ancaman) azab yang pedih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5908", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5908.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5908.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Atas pengingkaran mereka terhadap kebenaran yang datang dari Allah, maka sampaikanlah kepada mereka ancaman berupa azab yang pedih di akhirat.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan sebab mereka tidak mau mengakuinya, yaitu:\n\n1.Mereka dengki kepada Nabi Muhammad atas kelebihan yang telah dikaruniakan Allah kepadanya.\n\n2.Mereka takut kehilangan pengaruh dan kedudukan sebagai pemimpin bangsanya.\n\n3.Mereka tidak mau mengganti kepercayaan yang telah dianut oleh nenek moyang mereka dengan kepercayaan yang lain. Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Oleh karena itu, Allah mengejek mereka dengan kata-kata, \"Berilah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih di hari Kiamat nanti.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5909, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 30, "page": 589, "manzil": 7, "ruku": 526, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0645\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Illal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati lahum ajrun ghairu mamnoon" } }, "translation": { "en": "Except for those who believe and do righteous deeds. For them is a reward uninterrupted.", "id": "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5909", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5909.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5909.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah, Allah akan mengazab orang-orang yang ingkar. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya sebagai anugerah dari Allah dan penghargaan atas perbuatan baiknya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, percaya kepada Al-Qur'an, serta mengerjakan ajarannya dengan sebaik-baiknya, akan mendapat ganjaran dari Allah yang tidak ada putus-putusnya, abadi selama-lamanya." } } } ] }, { "number": 85, "sequence": 27, "numberOfVerses": 22, "name": { "short": "البروج", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0628\u0631\u0648\u062c", "transliteration": { "en": "Al-Burooj", "id": "Al-Buruj" }, "translation": { "en": "The Constellations", "id": "Gugusan Bintang" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Buruuj terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Asy-Syams.Dinamai Al Buruuj (gugusan bintang) diambil dari perkataan Al Buruuj yang terdapat pada ayat 1 surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5910, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650", "transliteration": { "en": "Wassamaaa'i zaatil burooj" } }, "translation": { "en": "By the sky containing great stars", "id": "Demi langit yang mempunyai gugusan bintang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5910", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5910.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5910.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah bersumpah demi tiga hal yang luar biasa, baik kejadian maupun prosesnya. Demi langit luas yang mempunyai gugusan bintang atau orbit-orbit bintang ketika beredar di angkasa, yang menjadi penanda kekuasaan Allah yang tidak terbatas.", "long": "Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan langit yang mempunyai gugusan bintang-bintang yang luar biasa besarnya dan tak terhitung jumlah bintang di dalamnya. Sebagian sangat jauh jaraknya dari bumi sehingga cahayanya dalam perhitungan biasa baru sampai kepada kita setelah ribuan tahun lamanya, bahkan ada pula yang setelah miliaran tahun.\n\nAllah bersumpah dengan gugusan bintang karena mempunyai keajaiban yang luar biasa dan mengandung hikmah yang besar dan banyak serta sangat berguna bagi manusia dalam kehidupannya.\n\nBerbagai keajaiban dan hikmah itu menunjukkan kepada kita tentang kebesaran penciptanya yang Mahakuasa dan Mahatinggi ilmu-Nya serta Mahabijaksana." } } }, { "number": { "inQuran": 5911, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u064f\u0648\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wal yawmil maw'ood" } }, "translation": { "en": "And [by] the promised Day", "id": "dan demi hari yang dijanjikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5911", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5911.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5911.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demi hari yang dijanjikan. Itulah hari kiamat, kebangkitan, dan perhitungan yang pasti datang dengan segala kejadian dan kerepotan yang luar biasa di dalamnya.", "long": "Dalam ayat kedua, Allah bersumpah dengan hari yang dijanjikan-Nya, yaitu hari Kiamat, serta hari kepastian dan pembalasan. Ketika itu, hanya kekuasaan dan hukum Allah-lah yang berlaku." } } }, { "number": { "inQuran": 5912, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0634\u064e\u0627\u0647\u0650\u062f\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0634\u0652\u0647\u064f\u0648\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Wa shaahidinw wa mashhood" } }, "translation": { "en": "And [by] the witness and what is witnessed,", "id": "Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5912", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5912.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5912.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi orang yang menyaksikan hari yang dijanjikan itu dan kejadiankejadian mengerikan dan mencengangkan yang disaksikan oleh mereka pada hari itu.", "long": "Dalam ayat yang ketiga, Allah bersumpah dengan alam semesta ini yang dapat memalingkan perhatian. Ringkasnya, Allah bersumpah dengan alam semesta agar dapat memalingkan manusia memikirkan kebesaran dan keagungan-Nya, agar mereka dapat mengambil manfaat dari apa yang dapat mereka lihat itu dan agar mereka mencurahkan perhatiannya untuk dapat memperoleh hakikat dan rahasia alam yang masih tersembunyi." } } }, { "number": { "inQuran": 5913, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u062a\u0650\u0644\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u062f\u064f\u0648\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Qutila as haabul ukhdood" } }, "translation": { "en": "Cursed were the companions of the trench", "id": "Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5913", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5913.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5913.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah melaknat penguasa kafir dari Najràn, sebuah wilayah di Yaman saat ini, yang berbuat keji terhadap kaum beriman. Terlaknat dan binasalah orang-orang yang membuat parit untuk dijadikan ladang pembantaian terhadap kaum beriman yang tidak mau murtad. Merekalah para pembesar Najran di Yaman.", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah telah membinasakan Najran, sebuah kota di Yaman, karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh para pengikut Nabi Isa (orang-orang Nasrani) yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk di sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan yang tidak berperikemanusia-an itu.\n\nSiksaan itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya. Sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.\n\nBagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5914, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0642\u064f\u0648\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Annaari zaatil waqood" } }, "translation": { "en": "[Containing] the fire full of fuel,", "id": "yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5914", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5914.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5914.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka membuat parit yang berapi dan dinyalakan dengan kayu bakar hingga membara untuk membakar kaum beriman.", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah telah membinasakan Najran, sebuah kota di Yaman, karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh para pengikut Nabi Isa (orang-orang Nasrani) yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk di sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan yang tidak berperikemanusia-an itu.\n\nSiksaan itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya. Sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.\n\nBagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5915, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0639\u064f\u0648\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Iz hum 'alaihaa qu'ood" } }, "translation": { "en": "When they were sitting near it", "id": "ketika mereka duduk di sekitarnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5915", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5915.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5915.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penguasa kafir itu menyiksa dan membantai kaum beriman di parit berapi tersebut. Peristiwa memilukan itu terjadi ketika mereka duduk di sekitarnya untuk menyaksikan kekejian mereka.", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah telah membinasakan Najran, sebuah kota di Yaman, karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh para pengikut Nabi Isa (orang-orang Nasrani) yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk di sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan yang tidak berperikemanusia-an itu.\n\nSiksaan itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya. Sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.\n\nBagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5916, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0634\u064f\u0647\u064f\u0648\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa hum 'alaa maa yaf'aloona bilmu 'mineena shuhood" } }, "translation": { "en": "And they, to what they were doing against the believers, were witnesses.", "id": "sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5916", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5916.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5916.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Penguasa kafir dan prajuritnya itu duduk-duduk di sekitar parit, sedang mereka menyaksikan dan menikmati kekejiaan macam apa pun yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin. Satu per satu orang beriman dipaksa untuk murtad. Bila menolak, mereka akan dilemparkan ke parit berapi tersebut. Inilah salah satu pelanggaran hak asasi manusia terbesar dalam sejarah keagamaan di dunia.", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah telah membinasakan Najran, sebuah kota di Yaman, karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh para pengikut Nabi Isa (orang-orang Nasrani) yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk di sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan yang tidak berperikemanusia-an itu.\n\nSiksaan itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya. Sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.\n\nBagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5917, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0642\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0650\u064a\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maa naqamoo minhum illaaa aiyu'minoo billaahil 'azeezil Hameed" } }, "translation": { "en": "And they resented them not except because they believed in Allah, the Exalted in Might, the Praiseworthy,", "id": "Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5917", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5917.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5917.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan mereka yang kafir dan zalim tersebut menyiksa dan membantai orang-orang mukmin itu hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah telah membinasakan Najran, sebuah kota di Yaman, karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh para pengikut Nabi Isa (orang-orang Nasrani) yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk di sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan yang tidak berperikemanusia-an itu.\n\nSiksaan itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya. Sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya.\n\nBagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5918, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Allazee lahoo mulkus samaawaati wal ard; wallaahu 'alaa kulli shai 'in Shaheed" } }, "translation": { "en": "To whom belongs the dominion of the heavens and the earth. And Allah, over all things, is Witness.", "id": "yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5918", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5918.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5918.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Tuhan yang memiliki kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta karena semua itu masuk dalam wilayah kekuasaan-Nya. Allah menyaksikan perbuatan orang mukmin dan kafir untuk memberi mereka balasan yang sesuai.", "long": "Pada akhir ayat ini, Allah menerangkan bahwa Ia telah menyaksikan segala sesuatunya dan dengan demikian akan memberikan balasan yang setimpal atas kekejaman yang telah dilakukan oleh orang-orang kafir itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5919, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062a\u064f\u0648\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0650\u064a\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Innal lazeena fatanul mu'mineena wal mu'minaati summa lam yatooboo falahum 'azaabu Jahannama wa lahum 'azaabul hareeq" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have tortured the believing men and believing women and then have not repented will have the punishment of Hell, and they will have the punishment of the Burning Fire.", "id": "Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5919", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5919.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5919.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan dengan menghadapkan mereka pada pilihan mempertahankan keimanan atau disiksa dalam api yang membara, lalu mereka tidak bertobat dari kekejian mereka, kemudian melakukan amal saleh sebagai tanda tobat mereka, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab neraka yang membakar. Allah menyediakan bagi mereka azab dari jenis yang sama dengan apa yang mereka timpakan kepada kaum beriman, namun kadarnya lebih hebat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa bagi orang-orang kafir yang menganiaya dan menyiksa orang-orang mukmin dan mereka tidak mau meninggalkan agamanya, tetap dalam kekufuran, tidak bertobat sebelum mereka meninggal, telah disediakan api neraka untuk mengazab mereka di akhirat nanti." } } }, { "number": { "inQuran": 5920, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064c \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0648\u0652\u0632\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati lahum Jannaatun tajree min tahtihal anhaar; zaalikal fawzul kabeer" } }, "translation": { "en": "Indeed, those who have believed and done righteous deeds will have gardens beneath which rivers flow. That is the great attainment.", "id": "Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5920", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5920.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5920.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang beriman dengan kukuh dan membawanya hingga mati, dan mengerjakan kebajikan baik secara ritual maupun sosial, mereka akan mendapat taman-taman surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang jernih, indah, dan menyejukkan hati. Itulah kemenangan yang agung; anugerah yang Allah khususkan bagi orang yang taat kepada-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman mengakui bahwa Tuhan Maha Esa. Oleh karena itu, mereka mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan perintah Allah dan menjauhkan diri dari semua larangan-Nya. Semua itu mereka lakukan untuk mengharapkan keridaan-Nya. Di akhirat Allah akan memberi mereka kebun-kebun yang mengalir di bawahnya anak sungai, sehingga mereka hidup bahagia abadi di dalam surga, sebagai ganjaran atas keimanan dan kepatuhan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5921, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0628\u064e\u0637\u0652\u0634\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Inna batsha Rabbika lashadeed" } }, "translation": { "en": "Indeed, the vengeance of your Lord is severe.", "id": "Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5921", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5921.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5921.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah Mahaperkasa dan Mahakuasa. Dia pasti akan merealisasikan janji dan ancamannya. Sungguh, azab Tuhanmu yang diancamkan-Nya kepada para pendurhaka sangat keras dan pedih.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa siksa yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir yang menganiaya, menyiksa, dan membunuh orang-orang mukmin karena tidak mau meninggalkan agama mereka, sangatlah keras. Perlu diingat bahwa Allah-lah yang telah menciptakan mereka, dan Dia pula yang menghidupkan mereka kembali.\n\nMereka akhirnya akan kembali kepada Allah. Apabila Ia belum menyiksa mereka di dunia ini, bukanlah berarti mereka tidak akan mendapat siksaan sama sekali. Akan tetapi, siksaan itu diundurkan waktunya sampai mereka kembali kepada-Nya, yaitu pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 5922, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u0650\u0626\u064f \u0648\u064e\u064a\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Innahoo Huwa yubdi'u wa yu'eed" } }, "translation": { "en": "Indeed, it is He who originates [creation] and repeats.", "id": "Sungguh, Dialah yang memulai pen-ciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5922", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5922.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5922.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Dialah yang mampu memulai penciptaan apa pun, kemudian mematikannya dan Dia pula yang menghidupkannya kembali seperti semula dengan sangat mudah.", "long": "Dalam ayat ini dijelaskan bahwa siksa yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir yang menganiaya, menyiksa, dan membunuh orang-orang mukmin karena tidak mau meninggalkan agama mereka, sangatlah keras. Perlu diingat bahwa Allah-lah yang telah menciptakan mereka, dan Dia pula yang menghidupkan mereka kembali.\n\nMereka akhirnya akan kembali kepada Allah. Apabila Ia belum menyiksa mereka di dunia ini, bukanlah berarti mereka tidak akan mendapat siksaan sama sekali. Akan tetapi, siksaan itu diundurkan waktunya sampai mereka kembali kepada-Nya, yaitu pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 5923, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u062f\u064f\u0648\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa Huwal Ghafoorul Wadood" } }, "translation": { "en": "And He is the Forgiving, the Affectionate,", "id": "Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5923", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5923.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5923.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Azab Allah sangat pedih, tetapi rahmat dan ampunan-Nya juga mahaluas. Dan Dialah Yang Maha Pengampun bagi mereka yang bertobat, Maha Pengasih bagi makhluk-Nya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang kembali kepada-Nya dengan bertobat, Maha Pengasih bagi mereka yang sungguh-sungguh dan dengan ikhlas mencintai-Nya. Allah juga mempunyai kekuasaan yang mesti berlaku, perintah-Nya tidak dapat dibantah, dan Ia berbuat apa yang Ia kehendaki. Apabila Allah menghendaki kebinasaan bagi mereka yang ingkar dan durhaka, tidak ada suatu kekuasaan pun yang dapat menghalangi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5924, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0630\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062c\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Zul 'Arshil Majeed" } }, "translation": { "en": "Honorable Owner of the Throne,", "id": "yang memiliki ‘Arsy, lagi Mahamulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5924", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5924.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5924.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah yang memiliki ‘Arsy, singgasana yang agung dan kerajaan yang mahabesar, lagi Mahamulia di atas semua makhluk-Nya.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang kembali kepada-Nya dengan bertobat, Maha Pengasih bagi mereka yang sungguh-sungguh dan dengan ikhlas mencintai-Nya. Allah juga mempunyai kekuasaan yang mesti berlaku, perintah-Nya tidak dapat dibantah, dan Ia berbuat apa yang Ia kehendaki. Apabila Allah menghendaki kebinasaan bagi mereka yang ingkar dan durhaka, tidak ada suatu kekuasaan pun yang dapat menghalangi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5925, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0639\u0651\u064e\u0627\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Fa' 'aalul limaa yureed" } }, "translation": { "en": "Effecter of what He intends.", "id": "Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5925", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5925.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5925.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki. Jika Dia berkehendak mengazab orang kafir atau menganugerahkan nikmat kepada orang beriman, tidak ada yang mampu menahan kehendak-Nya tersebut.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang kembali kepada-Nya dengan bertobat, Maha Pengasih bagi mereka yang sungguh-sungguh dan dengan ikhlas mencintai-Nya. Allah juga mempunyai kekuasaan yang mesti berlaku, perintah-Nya tidak dapat dibantah, dan Ia berbuat apa yang Ia kehendaki. Apabila Allah menghendaki kebinasaan bagi mereka yang ingkar dan durhaka, tidak ada suatu kekuasaan pun yang dapat menghalangi-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5926, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Hal ataaka hadeesul junood" } }, "translation": { "en": "Has there reached you the story of the soldiers -", "id": "Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5926", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5926.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5926.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menceritakan kisah Fir‘aun dan kaum Šamùd untuk menenteramkan hati Nabi yang mengalami tekanan hebat dari kaum kafir Mekah. Wahai Nabi Muhammad, sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara penentang,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan dalam bentuk pertanyaan kepada Nabi Muhammad bahwa apakah telah sampai kepadanya tentang kisah Fir'aun dan kaumnya yang telah mendustakan kenabian Nabi Musa, kisah tentang kesombongan Fir'aun, dan kekufuran kaumnya, serta akibat dari perbuatan mereka, yaitu ditenggelamkan ke dalam laut.\n\nDemikian pula dengan kaum Samud yang telah mendustakan Nabi Saleh sebagai utusan Allah. Mereka telah menyembelih unta yang menjadi tanda kenabiannya. Sebagai akibatnya, Allah menurunkan siksaan-Nya kepada mereka dengan menghancurkan negeri mereka serta memusnahkan semua yang ada.\n\nRingkasnya, orang-orang kafir itu sejak dahulu tidak berubah. Mereka selalu mengingkari kebenaran agama yang dibawa oleh para nabi utusan Allah. Mereka tentu akan menerima balasannya sebagaimana kaum-kaum sebelum mereka, bila mereka tidak bertobat dan kembali kepada jalan yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5927, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Fir'awna wa Samood" } }, "translation": { "en": "[Those of] Pharaoh and Thamud?", "id": "(yaitu) Fir‘aun dan Samud?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5927", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5927.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5927.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu Fir‘aun, penguasa Mesir penindas Bani Israil pada masanya, dan kaum Šamùd, para pendurhaka terhadap Nabi Saleh? Fir‘aun dan tentaranya ditenggelamkan di Laut Merah, sedangkan kaum Šamùd dihancurkan dengan sambaran petir.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan dalam bentuk pertanyaan kepada Nabi Muhammad bahwa apakah telah sampai kepadanya tentang kisah Fir'aun dan kaumnya yang telah mendustakan kenabian Nabi Musa, kisah tentang kesombongan Fir'aun, dan kekufuran kaumnya, serta akibat dari perbuatan mereka, yaitu ditenggelamkan ke dalam laut.\n\nDemikian pula dengan kaum Samud yang telah mendustakan Nabi Saleh sebagai utusan Allah. Mereka telah menyembelih unta yang menjadi tanda kenabiannya. Sebagai akibatnya, Allah menurunkan siksaan-Nya kepada mereka dengan menghancurkan negeri mereka serta memusnahkan semua yang ada.\n\nRingkasnya, orang-orang kafir itu sejak dahulu tidak berubah. Mereka selalu mengingkari kebenaran agama yang dibawa oleh para nabi utusan Allah. Mereka tentu akan menerima balasannya sebagaimana kaum-kaum sebelum mereka, bila mereka tidak bertobat dan kembali kepada jalan yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5928, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u062a\u064e\u0643\u0652\u0630\u0650\u064a\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Balil lazeena kafaroo fee takzeeb" } }, "translation": { "en": "But they who disbelieve are in [persistent] denial,", "id": "Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5928", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5928.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5928.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, bersabarlah engkau atas keingkaran kaummu sebagaimana Nabi Musa dan Nabi Saleh. Memang, orang-orang kafir dari kaummu itu keras kepala dan selalu mendustakan kebenaran yang kamu tunjukkan kepada mereka.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan dalam bentuk pertanyaan kepada Nabi Muhammad bahwa apakah telah sampai kepadanya tentang kisah Fir'aun dan kaumnya yang telah mendustakan kenabian Nabi Musa, kisah tentang kesombongan Fir'aun, dan kekufuran kaumnya, serta akibat dari perbuatan mereka, yaitu ditenggelamkan ke dalam laut.\n\nDemikian pula dengan kaum Samud yang telah mendustakan Nabi Saleh sebagai utusan Allah. Mereka telah menyembelih unta yang menjadi tanda kenabiannya. Sebagai akibatnya, Allah menurunkan siksaan-Nya kepada mereka dengan menghancurkan negeri mereka serta memusnahkan semua yang ada.\n\nRingkasnya, orang-orang kafir itu sejak dahulu tidak berubah. Mereka selalu mengingkari kebenaran agama yang dibawa oleh para nabi utusan Allah. Mereka tentu akan menerima balasannya sebagaimana kaum-kaum sebelum mereka, bila mereka tidak bertobat dan kembali kepada jalan yang diridai Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 5929, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064c", "transliteration": { "en": "Wallaahu minw waraaa'ihim muheet" } }, "translation": { "en": "While Allah encompasses them from behind.", "id": "padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5929", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5929.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5929.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka mendustakanmu seakan mereka tidak takut pada azab dan murka Allah, padahal Allah mengepung dari belakang mereka sehingga mereka tidak akan bisa lolos. Dia mengetahui apa saja yang mereka perbuat. Tidak ada tempat lari bagi mereka dari siksa Allah. Karena itu, janganlah engkau bersedih atas kekafiran mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa mereka tidak akan lepas dari kekuasaan-Nya, dan tidak akan dapat lari dari jangkauan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5930, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064c \u0645\u0651\u064e\u062c\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Bal huwa Quraanum Majeed" } }, "translation": { "en": "But this is an honored Qur'an", "id": "Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur'an yang mulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5930", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5930.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5930.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bahkan yang didustakan oleh kaummu yang kafir itu ialah Al-Qur’an yang mulia, yang tinggi kedudukannya di antara kitab-kitab suci lain, kalam Tuhan Yang Mahaagung. Betapapun didustakan dan dianggap sebagai kumpulan dongeng orang kuno oleh kaummu yang kafir itu, Al-Qur’an tetap tidak ternodai kemuliaannya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu adalah kitab Allah yang mulia, tersimpan dalam Lauh Mahfudh. Tidak ada yang dapat menandingi isi dan susunan kata-katanya, terpelihara dari pemalsuan dan perubahan. Ini sebagai jawaban kepada orang-orang kafir yang mendustakan Al-Qur'an dengan mengatakan bahwa ia adalah cerita-cerita orang dahulu kala." } } }, { "number": { "inQuran": 5931, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 590, "manzil": 7, "ruku": 527, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0644\u064e\u0648\u0652\u062d\u064d \u0645\u0651\u064e\u062d\u0652\u0641\u064f\u0648\u0638\u064d", "transliteration": { "en": "Fee Lawhim Mahfooz" } }, "translation": { "en": "[Inscribed] in a Preserved Slate.", "id": "yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuzh)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5931", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5931.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5931.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah kitab suci yang tersimpan dalam tempat yang terjaga, Lauh Mahfùz. Itulah tempat paling rahasia yang tidak diketahui hakikatnya oleh manusia. Di dalamnya terdapat detail peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam semesta. Tempat ini terjaga dari setan yang berusaha mengintai dan mencari tahu isinya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu adalah kitab Allah yang mulia, tersimpan dalam Lauh Mahfudh. Tidak ada yang dapat menandingi isi dan susunan kata-katanya, terpelihara dari pemalsuan dan perubahan. Ini sebagai jawaban kepada orang-orang kafir yang mendustakan Al-Qur'an dengan mengatakan bahwa ia adalah cerita-cerita orang dahulu kala." } } } ] }, { "number": 86, "sequence": 36, "numberOfVerses": 17, "name": { "short": "الطارق", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0637\u0627\u0631\u0642", "transliteration": { "en": "At-Taariq", "id": "At-Tariq" }, "translation": { "en": "The Morning Star", "id": "Yang Datang Di Malam Hari" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Ath Thaariq terdiri atas 17 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Balad. Dinamai Ath Thaariq (yang datang di malam hari) diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat 1 surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5932, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Wassamaaa'i wattaariq" } }, "translation": { "en": "By the sky and the night comer -", "id": "Demi langit dan yang datang pada malam hari." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5932", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5932.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5932.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi langit yang terbentang dengan kukuh tanpa penopang dan demi apa yang datang pada malam hari dan menghiasi langit.", "long": "Dalam ayat-ayat ini dan pada beberapa ayat lain, Allah bersumpah dengan langit, matahari, bulan, dan malam karena terdapat padanya hal-hal, bentuk-bentuk, perjalanan-perjalanan, terbit dan tenggelamnya; maka keadaan yang ajaib dan luar biasa ini adalah bukti bagi orang yang berpikir dan memperhatikan bahwa ada penciptanya Yang Mahakuasa, tidak ada sekutu dalam penciptaannya.\n\nDalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang terbit pada malam hari. Sinarnya memecahkan kegelapan, dan menjadi petunjuk jalan kepada manusia pada waktu gelap di bumi dan di laut. Dari bintang itu, manusia dapat mengetahui musim hujan dan hal-hal lain yang diperlukannya dalam kehidupan. Ada beberapa arti yang dikemukakan oleh para mufasir mengenai bintang tersebut. Pendapat yang terbaik adalah yang mengartikannya sebagai bintang yang bercahaya." } } }, { "number": { "inQuran": 5933, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maaa adraaka mattaariq" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is the night comer?", "id": "Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5933", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5933.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5933.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan wahai Nabi, tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?", "long": "Dalam ayat-ayat ini dan pada beberapa ayat lain, Allah bersumpah dengan langit, matahari, bulan, dan malam karena terdapat padanya hal-hal, bentuk-bentuk, perjalanan-perjalanan, terbit dan tenggelamnya; maka keadaan yang ajaib dan luar biasa ini adalah bukti bagi orang yang berpikir dan memperhatikan bahwa ada penciptanya Yang Mahakuasa, tidak ada sekutu dalam penciptaannya.\n\nDalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang terbit pada malam hari. Sinarnya memecahkan kegelapan, dan menjadi petunjuk jalan kepada manusia pada waktu gelap di bumi dan di laut. Dari bintang itu, manusia dapat mengetahui musim hujan dan hal-hal lain yang diperlukannya dalam kehidupan. Ada beberapa arti yang dikemukakan oleh para mufasir mengenai bintang tersebut. Pendapat yang terbaik adalah yang mengartikannya sebagai bintang yang bercahaya." } } }, { "number": { "inQuran": 5934, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064f", "transliteration": { "en": "Annajmus saaqib" } }, "translation": { "en": "It is the piercing star -", "id": "(yaitu) bintang yang bersinar tajam," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5934", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5934.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5934.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah bintang yang bersinar tajam dan cahayanya menembus kegelapan malam. Malam bagaikan tirai yang menyelubungi langit. Cahaya bintang menyeruak, menembus tirai itu sehingga tampak gemerlap.", "long": "Dalam ayat-ayat ini dan pada beberapa ayat lain, Allah bersumpah dengan langit, matahari, bulan, dan malam karena terdapat padanya hal-hal, bentuk-bentuk, perjalanan-perjalanan, terbit dan tenggelamnya; maka keadaan yang ajaib dan luar biasa ini adalah bukti bagi orang yang berpikir dan memperhatikan bahwa ada penciptanya Yang Mahakuasa, tidak ada sekutu dalam penciptaannya.\n\nDalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang terbit pada malam hari. Sinarnya memecahkan kegelapan, dan menjadi petunjuk jalan kepada manusia pada waktu gelap di bumi dan di laut. Dari bintang itu, manusia dapat mengetahui musim hujan dan hal-hal lain yang diperlukannya dalam kehidupan. Ada beberapa arti yang dikemukakan oleh para mufasir mengenai bintang tersebut. Pendapat yang terbaik adalah yang mengartikannya sebagai bintang yang bercahaya." } } }, { "number": { "inQuran": 5935, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0644\u0651\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0627\u0641\u0650\u0638\u064c", "transliteration": { "en": "In kullu nafsil lammaa 'alaihaa haafiz" } }, "translation": { "en": "There is no soul but that it has over it a protector.", "id": "setiap orang pasti ada penjaganya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5935", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5935.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5935.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi itu semua, setiap orang pasti ada malaikat yang ditugasi oleh Allah sebagai penjaganya. Malaikat itu mencatat apa saja yang dilakukan oleh setiap individu, baik itu kebaikan maupun keburukan. Catatan itu akan menjadi bukti pada hari perhitungan kelak.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa setiap orang ada penjaga dan pengatur keperluannya dalam seluruh perjalanan hidupnya hingga ajalnya tiba. Mengenai penjaga manusia ini, terdapat dua pengertian, yaitu:\n\n1.Penjaga dari malaikat yang memperhatikan dan menghitung perbuatan manusia, sebagaimana firman Allah:\n\nTidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 18)\n\n1.Penjaga dari malaikat yang selalu mendampingi setiap saat dan memelihara kehidupan sehari-hari, sebagaimana firman Allah:\n\nBaginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. (ar-Ra'd/13: 11)\n\nKata thariq, nama surah ke-86 ini, berasal dari akar kata tharaqa yang makna dasarnya adalah memukul dengan cukup keras untuk menimbulkan suara. Dengan mempertimbangkan akar kata yang dapat diartikan sebagai 'berdenyut/berdetak, 'memukul keras. Adapun tsaqib yang berasal dari kata tsaqaba memiliki arti melubangi atau menembus sesuatu yang padat. Al-Qur'an tampaknya mengarahkan kita pada sebuah kenyataan ilmiah penting, yakni menuju ke arah apa yang pada saat ini dikenal dengan bintang pulsar, yang diambil dari kata kerja bahasa Inggris to pulse, yang berarti bergetar, berdenyut dengan irama teratur. Dengan demikian, surah di atas berbunyi atau berarti sebuah bintang yang mengetuk di malam hari dan membuat lubang.\n\nMelalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, mahasiswa doktoral bersama pembimbingnya Antony Hewish di Universitas Cambridge pada tahun 1967, ditemukan adanya sinyal radio yang terpancar secara teratur dari luar angkasa. Namun demikian, pada saat itu belum diketahui benda langit mana yang menjadi sumber getaran tersebut. Jocelyn Bell (ketika itu belum menyandang nama Burnell, suaminya) menandai rekaman yang diperolehnya dengan LGM, kependekan dari Little Green Men, sebab sinyal tersebut seperti sebuah pesan datang dari sebuah pemancar yang disampaikan oleh makhluk cerdas (intellegent life). Tidak lama kemudian, pulsar ini diinterpretasikan berasal dari bintang neutron yang berotasi dan terisolasi. Massa bintang yang sedang menuju 'kematiannya ini sangat padat dimana digambarkan materi pulsar seukuran satu sendok teh memiliki berat 1 miliar ton, dan memiliki gravitasi yang demikian besar. Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui ledakan supernova, termasuk benda-benda langit yang paling terang dan bergerak paling cepat di ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali per detik. Bila bintang ini terus menuju keruntuhannya, maka lahirlah apa yang dikenal sebagai black hole (lubang hitam).\n\nApabila teleskop radio ini dihubungkan dengan 'loud speaker maka akan terdengar seperti suara orang mengetuk pintu (ath-thariq), yang berasal dari bintang sedang membuat lubang, untuk kemudian menjadi lubang hitam.\n\nAkhirnya Allah mengingatkan bahwa setiap jiwa ada penjaganya. Bahwa apa yang difirmankan Allah sebelumnya, tentang bintang-bintang, adalah haqq, maka firman Allah bahwa setiap jiwa ada penjaganya adalah haqq. Ayat ini merupakan peringatan bagi manusia untuk selalu sadar bahwa Allah senantiasa mengamati." } } }, { "number": { "inQuran": 5936, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e \u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e", "transliteration": { "en": "Fal yanzuril insaanu mimma khuliq" } }, "translation": { "en": "So let man observe from what he was created.", "id": "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5936", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5936.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5936.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, hari kebangkitan itu pasti akan terjadi. Maka, hendaklah manusia memperhatikan asal kejadiannya; dari apa dia diciptakan. Dengan demikian, dia akan mengetahui besarnya kekuasan Allah dan keterbatasan dirinya.", "long": "Pada ayat ini, Allah mengingatkan manusia agar memperhatikan dari apakah ia diciptakan. Hal ini berarti bahwa Allah memerintahkan manusia untuk berpikir dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh dari apa ia dijadikan. Dengan demikian, ia dapat mengetahui kekuasaan penciptanya dan mengetahui pula bahwa bila penciptanya dapat menciptakannya dari bahan yang tidak memiliki tanda-tanda kehidupan sedikit pun, maka tentulah Ia akan lebih mudah menghidupkannya kembali." } } }, { "number": { "inQuran": 5937, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0627\u0621\u064d \u062f\u064e\u0627\u0641\u0650\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Khuliqa mim maaa'in daafiq" } }, "translation": { "en": "He was created from a fluid, ejected,", "id": "Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5937", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5937.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5937.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia pada mulanya diciptakan dari air mani yang terpancar dari laki-laki dan perempuan.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa manusia dijadikan-Nya dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung (as-sulb) dan tulang dada laki-laki. Pernyataan Allah ini adalah sebagai jawaban atas pertanyaan pada ayat terdahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 5938, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0644\u0652\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Yakhruju mim bainissulbi wat taraaa'ib" } }, "translation": { "en": "Emerging from between the backbone and the ribs.", "id": "yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5938", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5938.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5938.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah sperma yang keluar dari antara tulang punggung laki-laki dan ovum yang keluar dari antara tulang dada perempuan. Campuran keduanya kemudian melalui berbagai proses dan tahapan di dalam rahim menjadi janin, cikal bakal manusia.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa manusia dijadikan-Nya dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung (as-sulb) dan tulang dada laki-laki. Pernyataan Allah ini adalah sebagai jawaban atas pertanyaan pada ayat terdahulu." } } }, { "number": { "inQuran": 5939, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u062c\u0652\u0639\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0642\u064e\u0627\u062f\u0650\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Innahoo 'alaa raj'ihee laqaadir" } }, "translation": { "en": "Indeed, Allah, to return him [to life], is Able.", "id": "Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5939", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5939.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5939.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah kuasa menciptakan manusia dari ketiadaan, dari air yang memancar, maka sungguh Allah benar-benar kuasa pula untuk mengembalikannya menjadi hidup kembali sesudah mati. Mengembalikan sesuatu kepada kondisi semula, dalam perspektif manusia, tentu lebih mudah daripada menciptakannya untuk pertama kali. Namun, kedua hal itu sama mudahnya bagi Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Ia benar-benar berkuasa untuk mengembalikan manusia hidup sesudah mati. Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 79)\n\nDan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (ar-Rum/30: 27)" } } }, { "number": { "inQuran": 5940, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u062a\u064f\u0628\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0631\u064e\u0627\u0626\u0650\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Yawma tublas saraaa'ir" } }, "translation": { "en": "The Day when secrets will be put on trial,", "id": "Pada hari ditampakkan segala rahasia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5940", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5940.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5940.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah akan membangkitkan manusia dari kubur mereka pada hari ditampakkan segala rahasia, seperti isi hati manusia, meliputi keyakinan, niat dan rahasia lain yang belum terkuak di dunia.", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah akan membangkitkan manusia kembali pada hari yang ditampakkan segala rahasia, yaitu hari Kiamat. Ketika itu, tidak seorang pun dapat luput dari apa yang sudah ditentukan sebagai balasan atas perbuatannya, yaitu surga bagi yang beramal saleh dan neraka bagi yang durhaka dan melanggar perintah Allah.\n\nKetika di akhirat, semua manusia akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatan masing-masing. Jadi, setiap orang akan memperoleh sebagaimana amal yang telah dilakukan di dunia. Tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mengubahnya dan tidak ada penolong yang dapat membantunya kecuali kekuasaan Allah semata, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. (al-Kahf/18: 43)" } } }, { "number": { "inQuran": 5941, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0627\u0635\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Famaa lahoo min quwwatinw wa laa naasir" } }, "translation": { "en": "Then man will have no power or any helper.", "id": "maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5941", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5941.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5941.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika semua persoalan terkuak di hadapan Allah maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dalam dirinya sendiri dan tidak pula ada penolong dari luar dirinya yang mengelakkan nya dari balasan Allah. Allah-lah penguasa tunggal pada hari itu.", "long": "Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah akan membangkitkan manusia kembali pada hari yang ditampakkan segala rahasia, yaitu hari Kiamat. Ketika itu, tidak seorang pun dapat luput dari apa yang sudah ditentukan sebagai balasan atas perbuatannya, yaitu surga bagi yang beramal saleh dan neraka bagi yang durhaka dan melanggar perintah Allah.\n\nKetika di akhirat, semua manusia akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatan masing-masing. Jadi, setiap orang akan memperoleh sebagaimana amal yang telah dilakukan di dunia. Tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mengubahnya dan tidak ada penolong yang dapat membantunya kecuali kekuasaan Allah semata, sebagaimana firman-Nya:\n\nDan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. (al-Kahf/18: 43)" } } }, { "number": { "inQuran": 5942, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u0652\u0639\u0650", "transliteration": { "en": "Wassamaaa'i zaatir raj'" } }, "translation": { "en": "By the sky which returns [rain]", "id": "Demi langit yang mengandung hujan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5942", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5942.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5942.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi langit yang mengandung hujan yang turun kembali ke bumi. Dengan hujan bumi yang tandus menjadi subur. Inilah salah satu bukti kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan langit yang mengandung hujan yang sangat diharapkan manusia, karena hujanlah yang menjadikan tanah tandus menjadi subur, yang membuat makhluk yang berada di bumi hidup dan yang menjadikan udara panas menjadi sejuk." } } }, { "number": { "inQuran": 5943, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u0652\u0639\u0650", "transliteration": { "en": "Wal ardi zaatis sad'" } }, "translation": { "en": "And [by] the earth which cracks open,", "id": "dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5943", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5943.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5943.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demi bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. Benih yang tersiram hujan akan mulai tumbuh dan menembus permukaan tanah untuk berkembang. Banyaknya tumbuhan dan pepohonan mendatangkan manfaat yang besar bagi makhluk hidup lainnya.", "long": "Allah bersumpah dengan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang sangat diperlukan untuk kehidupan manusia dan binatang ternak mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5944, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064c \u0641\u064e\u0635\u0652\u0644\u064c", "transliteration": { "en": "Innahoo laqawlun fasl" } }, "translation": { "en": "Indeed, the Qur'an is a decisive statement,", "id": "sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5944", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5944.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5944.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Al-Quran yang didustakan oleh kaum kafir itu benar-benar firman yang menjadi pemisah antara perkara hak dan batil. Sulit bagi manusia untuk membedakan keduanya tanpa tuntunan Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi salah satu bukti kasih sayang Allah karena menjadi penerang jalan hidup dan pemberi solusi bagi persoalan manusia.", "long": "Allah menegaskan bahwa sumpah-Nya dengan langit dan bumi itu menyatakan bahwa sesungguhnya Al-Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad benar-benar firman Allah yang memisahkan antara yang hak dan yang batil, dan sama sekali bukanlah senda gurau. Dengan demikian, sudah seharusnya Al-Qur'an menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Allah menjelaskan di dalam Al-Qur'an tentang yang hak dan batil karena keterbatasan kemampuan akal manusia untuk mengetahuinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5945, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0647\u064e\u0632\u0652\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maa huwa bil hazl" } }, "translation": { "en": "And it is not amusement.", "id": "dan (Al-Qur'an) itu bukanlah sendagurauan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5945", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5945.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5945.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebagai firman Allah, Al-Qur’an itu bukanlah sendagurauan. AlQur’an bukan sesuatu yang tidak bermakna, bukan pula dongeng masa lalu. Al-Qur’an adalah murni rahmat Tuhan yang Maha Pengasih bagi seluruh alam.", "long": "Allah menegaskan bahwa sumpah-Nya dengan langit dan bumi itu menyatakan bahwa sesungguhnya Al-Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad benar-benar firman Allah yang memisahkan antara yang hak dan yang batil, dan sama sekali bukanlah senda gurau. Dengan demikian, sudah seharusnya Al-Qur'an menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Allah menjelaskan di dalam Al-Qur'an tentang yang hak dan batil karena keterbatasan kemampuan akal manusia untuk mengetahuinya." } } }, { "number": { "inQuran": 5946, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Innahum yakeedoona kaidaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, they are planning a plan,", "id": "Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5946", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5946.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5946.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, abaikanlah penentangan kaummu yang kafir dan teruslah menyampaikan risalah Tuhanmu karena Aku akan menjagamu. Sungguh, mereka merencanakan tipu daya yang jahat, baik terhadap dirimu dengan merencanakan pembunuhan atasmu, terhadap Al-Qur’an dengan menganggapnya dongeng masa lalu, rapalan pesihir, dan racauan orang gila; atau terhadap Islam dengan berupaya menghalangi tersebarnya agama ini.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang kafir merencanakan tipu daya yang jahat dengan mengatakan tidak ada hari kebangkitan, sebagaimana diterangkan Allah dalam ayat-ayat berikut ini tentang apa-apa yang telah mereka katakan:\n\nDan tentu mereka akan mengatakan (pula), \"Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.\" (al-An'am/6: 29)\n\nDan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, \"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?\" (Yasin/36: 78)\n\nTipu daya itu adakalanya berupa fitnah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad tukang sihir, penyair, atau gila. Pada puncaknya, mereka merencanakan untuk membunuh Nabi Muhammad, sebagaimana firman Allah:\n\nDan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (al-Anfal/8: 30)" } } }, { "number": { "inQuran": 5947, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0650\u064a\u062f\u064f \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa akeedu kaidaa" } }, "translation": { "en": "But I am planning a plan.", "id": "Dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5947", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5947.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5947.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Aku pun membuat rencana yang jitu untuk membalas tipu daya mereka. Akan Aku biarkan mereka bergelimang dosa dan hidup dengan nyaman dan berkecukupan. Di akhirat nanti, Aku akan azab mereka dengan siksa yang pedih.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa Allah menghadapi rencana jahat mereka itu dengan menolong Rasul-Nya dan mengangkat agama-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5948, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 528, "hizbQuarter": 236, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0647\u0651\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0645\u0652\u0647\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064f\u0648\u064e\u064a\u0652\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Famahhilil kaafireena amhilhum ruwaidaa" } }, "translation": { "en": "So allow time for the disbelievers. Leave them awhile.", "id": "Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5948", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5948.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5948.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, Allah telah berjanji demikian. Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu dan jangan engkau terburu-buru meminta Allah membinasakan mereka. Biarkan mereka hidup di dunia ini beberapa tahun lagi bersama keingkaran mereka. Di akhirat nanti mereka akan menghadap Tuhan dalam keadaan hina dan dimurkai.", "long": "Allah menyuruh Nabi Muhammad agar meneruskan dakwahnya dan tidak mengharapkan agar orang kafir cepat-cepat mendapat siksa. Allah menangguhkan siksa-Nya agar dosa mereka bertambah banyak, sehingga bila Allah menurunkan azab-Nya nanti, tidak akan ada seorang pun lagi yang menaruh kasihan kepada mereka. Allah berfirman:\n\nKami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras. (Luqman/31: 24)" } } } ] }, { "number": 87, "sequence": 8, "numberOfVerses": 19, "name": { "short": "الأعلى", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0623\u0639\u0644\u0649", "transliteration": { "en": "Al-A'laa", "id": "Al-A'la" }, "translation": { "en": "The Most High", "id": "Maha Tinggi" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir. Nama Al A´laa diambil dari kata Al A´laa yang terdapat pada ayat pertama, berarti Yang Paling Tinggi. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man ibnu Basyir bahwa Rasulullah s.a.w. pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat Jum'at membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5949, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0650 \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Sabbihisma Rabbikal A'laa" } }, "translation": { "en": "Exalt the name of your Lord, the Most High,", "id": "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5949", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5949.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5949.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, sucikanlah nama Tuhanmu yang Mahatinggi dari hal-hal yang tidak layak bagi kemuliaan-Nya.", "long": "Allah memerintahkan Rasul-Nya agar menyucikan nama-Nya dari segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kebesaran serta kemuliaan zat dan sifat-Nya. Nama Allah hanya diucapkan dalam rangka memuji-Nya, tidak boleh sesuatu dinamai dengan nama-Nya. Mahasuci Allah Yang Mahatinggi." } } }, { "number": { "inQuran": 5950, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Allazee khalaqa fasawwaa" } }, "translation": { "en": "Who created and proportioned", "id": "Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5950", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5950.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5950.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah Tuhan Yang menciptakan segala sesuatu dari tiada, lalu menyempurnakan penciptaan-Nya. Ciptaannya sepadan, teratur, padu, rapi, dan sempurna dari semua sisi.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan segala makhluk. Allah pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang. Di samping itu, Dia menetapkan ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum yang berlaku bagi tiap-tiap makhluk-Nya, sehingga dapat hidup berkembang biak, dan menjaga hidupnya masing-masing.\n\nAllah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan yang hijau dan segar untuk makanan binatang dan ternak yang kemudian dijadikan-Nya kering dengan warna kehitam-hitaman. Allah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan dan mengubahnya menjadi kering, bukanlah patung-patung yang disembah oleh orang kafir itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5951, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u064e \u0641\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wallazee qaddara fahadaa" } }, "translation": { "en": "And who destined and [then] guided", "id": "Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5951", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5951.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5951.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dialah pula yang menentukan kadar masing-masing ciptaan-Nya dengan kadar dan ukuran yang sempurna, dan memberi petunjuk kepada makhluk hidup apa yang menjadi kebutuhan dan kemaslahatan hidupnya melalui naluri yang Allah ciptakan pada diri mereka.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan segala makhluk. Allah pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang. Di samping itu, Dia menetapkan ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum yang berlaku bagi tiap-tiap makhluk-Nya, sehingga dapat hidup berkembang biak, dan menjaga hidupnya masing-masing.\n\nAllah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan yang hijau dan segar untuk makanan binatang dan ternak yang kemudian dijadikan-Nya kering dengan warna kehitam-hitaman. Allah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan dan mengubahnya menjadi kering, bukanlah patung-patung yang disembah oleh orang kafir itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5952, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wallazeee akhrajal mar'aa" } }, "translation": { "en": "And who brings out the pasture", "id": "dan Yang menumbuhkan rerumputan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5952", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5952.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5952.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Dialah pula yang menumbuhkan rerumputan dan tetumbuhan yang bisa dikonsumsi oleh manusia dan hewan melalui proses rumit yang hanya diketahui rinciannya oleh Allah.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan segala makhluk. Allah pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang. Di samping itu, Dia menetapkan ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum yang berlaku bagi tiap-tiap makhluk-Nya, sehingga dapat hidup berkembang biak, dan menjaga hidupnya masing-masing.\n\nAllah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan yang hijau dan segar untuk makanan binatang dan ternak yang kemudian dijadikan-Nya kering dengan warna kehitam-hitaman. Allah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan dan mengubahnya menjadi kering, bukanlah patung-patung yang disembah oleh orang kafir itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5953, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u063a\u064f\u062b\u064e\u0627\u0621\u064b \u0623\u064e\u062d\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Faja'alahoo ghusaaa'an ahwaa" } }, "translation": { "en": "And [then] makes it black stubble.", "id": "lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5953", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5953.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5953.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Rerumputan itu tumbuh, lalu setelah sekian lama dijadikan-Nya rerumputan itu kering dan berubah warna menjadi kehitam-hitaman. Begitulah siklus kehidupan di dunia: lahir, tumbuh, berkembang, matang, kemudian mati. Semua tunduk pada aturan Allah dan tidak ada yang mampu menghindari kehendak-Nya.", "long": "Allah menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan segala makhluk. Allah pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang. Di samping itu, Dia menetapkan ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum yang berlaku bagi tiap-tiap makhluk-Nya, sehingga dapat hidup berkembang biak, dan menjaga hidupnya masing-masing.\n\nAllah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan yang hijau dan segar untuk makanan binatang dan ternak yang kemudian dijadikan-Nya kering dengan warna kehitam-hitaman. Allah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan dan mengubahnya menjadi kering, bukanlah patung-patung yang disembah oleh orang kafir itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5954, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0646\u064f\u0642\u0652\u0631\u0650\u0626\u064f\u0643\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Sanuqri'uka falaa tansaaa" } }, "translation": { "en": "We will make you recite, [O Muhammad], and you will not forget,", "id": "Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5954", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5954.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5954.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, sebagaimana Kami kuasa menciptakan makhluk dan menyempurnakan bentuknya, Kami kuasa pula menjadikan Al-Qur’an melekat di hatimu. Kami akan membacakan Al-Qur’an kepadamu, Aku tancapkan bacaan itu langsung ke relung hatimu, sehingga engkau tidak akan lupa. Inilah salah satu bentuk penjagaan Allah terhadap kemurnian Al-Qur’an saat turun ke bumi.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad untuk dibacanya dan Ia akan membukakan hati Nabi-Nya dan menguatkan ingatannya. Dengan demikian, setelah mendengarnya satu kali, maka ia tidak akan lupa apa yang telah didengarnya. Allah berfirman:\n\nMaka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur'an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, \"Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.\" (thaha/20: 114)\n\nDan firman-Nya:\n\nJangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur'an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. (al-Qiyamah/75: 16-17)" } } }, { "number": { "inQuran": 5955, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Illaa maa shaaa'al laah; innahoo ya'lamul jahra wa maa yakhfaa" } }, "translation": { "en": "Except what Allah should will. Indeed, He knows what is declared and what is hidden.", "id": "kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5955", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5955.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5955.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah akan terus menjaga hafalan Al-Qur’an Nabi, kecuali jika Allah menghendaki untuk menghapus hafalan itu dari hatinya. Hal ini membuktikan Al-Qur’an bukan ucapan Nabi, melainkan kalam Allah. Hal ini juga membuktikan bahwa hafalan Al-Qur’an Nabi merupakan anugerah-Nya semata. Sungguh Dia yang berbuat demikian adalah Tuhan yang mengetahui yang terang dan yang tersembunyi, di antaranya hafalan dalam hati Nabi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa bila Ia menghendaki agar Nabi Muhammad melupakan apa yang telah diwahyukan, maka hal itu dapat dilakukan-Nya. Allah berfirman:\n\nDan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami. (al-Isra'/17: 86)\n\nTidak lupa apa yang sudah didengar Nabi Muhammad satu kali itu adalah karunia dan kebaikan dari Allah. Sesungguhnya Dia mengetahui apa yang terang dan apa yang tersembunyi, apa yang disebutkan dan apa yang dirahasiakan." } } }, { "number": { "inQuran": 5956, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064f\u064a\u064e\u0633\u0651\u0650\u0631\u064f\u0643\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa nu-yassiruka lilyusraa" } }, "translation": { "en": "And We will ease you toward ease.", "id": "Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5956", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5956.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5956.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan Kami akan menuntunmu dan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan. Kami mudahkan langkahmu menuju kemudahan, seperti menjalankan syariat Islam, mengemban risalah, serta mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Ia akan memberi Nabi-Nya taufik kepada jalan yang mudah, yang membawa kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dialah yang memberinya agama yang mudah diterima jiwa dan tidak sukar dipahami oleh akal." } } }, { "number": { "inQuran": 5957, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fazakkir in nafa'atizzikraa" } }, "translation": { "en": "So remind, if the reminder should benefit;", "id": "oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5957", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5957.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5957.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Oleh sebab itu, berikanlah kaummu peringatan dengan Al-Qur’an yang kami wahyukan dan mudahkan kepadamu, karena peringatan itu bermanfaat. Tugas Nabi semata memberi peringatan, sedangkan hasilnya tergantung pada kemauan masing-masing individu yang mendengar peringatan itu untuk mengikuti atau menolak.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasul-Nya agar memperingatkan umat manusia tentang yang telah ia terima dari-Nya. Allah menyatakan bahwa peringatan itu amat besar kegunaan dan faedahnya bagi manusia, karena peringatan itu memberi petunjuk kepadanya tentang cara-cara mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Akan tetapi, ternyata mereka tetap saja membangkang dan ingkar. Maka Rasulullah janganlah bersedih hati." } } }, { "number": { "inQuran": 5958, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0630\u0651\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Sa yazzakkaru maiyakhshaa" } }, "translation": { "en": "He who fears [Allah] will be reminded.", "id": "orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5958", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5958.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5958.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang takut kepada Allah dan hari akhir akan mendapat pelajaran dari peringatan itu,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa mereka yang beruntung adalah yang dapat menerima panggilan atau peringatan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan siksaan-Nya. Mereka inilah yang mempergunakan pikiran mereka yang waras untuk mencapai kebenaran yang kelak akan menjadi pegangan hidup mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 5959, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u062a\u064e\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0634\u0652\u0642\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Wa yatajannabuhal ashqaa" } }, "translation": { "en": "But the wretched one will avoid it -", "id": "dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5959", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5959.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5959.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan orang-orang yang celaka dengan bersikeras memilih jalan kekafiran dan menutup hatinya dari peringatan Nabi akan mencibir, menertawakan, menyepelekan, dan menjauhinya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa bagi orang yang ingkar, durhaka, dan menjauhkan diri dari petunjuk-petunjuk yang diberikan Nabi Muhammad, tidak akan berfaedah peringatan yang disampaikan. Oleh karena itu, mereka tetap dalam kekafiran dan akan dilemparkan ke dalam neraka yang paling bawah.\n\nSecara ringkas, orang yang menghadapi panggilan Nabi Muhammad ke jalan Allah itu ada tiga golongan:\n\n1.Golongan orang yang mengetahui dan yakin akan kebenarannya, tidak ada keraguan sedikit pun di dalam hatinya. Orang ini adalah orang mukmin yang sempurna (mu'min kamil) yang takut kepada Tuhannya.\n\n2.Golongan orang yang dalam menerima petunjuk, kemudian ia yakin akan petunjuk itu, lalu menyatakan keimanannya. Orang ini adalah golongan yang agak kurang nilainya dari yang pertama.\n\n3.Golongan yang durhaka dan ingkar, yang telah tertutup hatinya dari panggilan ke jalan Allah. Mereka ini adalah golongan yang paling jahat dan paling jauh dari kebaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 5960, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0628\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Allazee yaslan Naaral kubraa" } }, "translation": { "en": "[He] who will [enter and] burn in the greatest Fire,", "id": "(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5960", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5960.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5960.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang yang celaka dan kafir itulah orang yang akan memasuki api yang besar, yakni neraka di akhirat, sebagai balasan atas kesombongan dan penentangannya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa bagi orang yang ingkar, durhaka, dan menjauhkan diri dari petunjuk-petunjuk yang diberikan Nabi Muhammad, tidak akan berfaedah peringatan yang disampaikan. Oleh karena itu, mereka tetap dalam kekafiran dan akan dilemparkan ke dalam neraka yang paling bawah.\n\nSecara ringkas, orang yang menghadapi panggilan Nabi Muhammad ke jalan Allah itu ada tiga golongan:\n\n1.Golongan orang yang mengetahui dan yakin akan kebenarannya, tidak ada keraguan sedikit pun di dalam hatinya. Orang ini adalah orang mukmin yang sempurna (mu'min kamil) yang takut kepada Tuhannya.\n\n2.Golongan orang yang dalam menerima petunjuk, kemudian ia yakin akan petunjuk itu, lalu menyatakan keimanannya. Orang ini adalah golongan yang agak kurang nilainya dari yang pertama.\n\n3.Golongan yang durhaka dan ingkar, yang telah tertutup hatinya dari panggilan ke jalan Allah. Mereka ini adalah golongan yang paling jahat dan paling jauh dari kebaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 5961, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Summa laa yamootu feehaa wa laa yahyaa" } }, "translation": { "en": "Neither dying therein nor living.", "id": "selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5961", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5961.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5961.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Selanjutnya, dia yang celaka dan kafir itu di neraka sana tidak akan mati, tidak memperoleh kesempatan sejenak pun untuk lepas dari siksa, dan tidak pula hidup dengan nyaman. Telah menjadi ketentuan Allah bahwa semua penghuni surga dan neraka tidak akan mati selamanya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu menjalani siksaan yang tidak ada habis-habisnya. Mereka merasakan sakit yang tidak ada batasnya, tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. (Fathir/35: 36)" } } }, { "number": { "inQuran": 5962, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0632\u064e\u0643\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Qad aflaha man tazakkaa" } }, "translation": { "en": "He has certainly succeeded who purifies himself", "id": "Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5962", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5962.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5962.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri dengan beriman kepada Allah secara hakiki, membersihkan diri dari dosa,", "long": "Allah menerangkan bahwa orang yang beruntung, yaitu terhindar dari siksa akhirat, adalah orang yang bersih, beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, serta percaya kepada yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.\n\nBila terlintas dalam hatinya dan ia ingat sifat-sifat Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, maka ketika itu pula ia tunduk kepada kekuasaan-Nya lalu sujud melakukan salat. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (al-Anfal/8: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 5963, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 591, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0627\u0633\u0652\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa zakaras ma Rabbihee fasallaa" } }, "translation": { "en": "And mentions the name of his Lord and prays.", "id": "dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5963", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5963.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5963.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan mengingat nama Tuhannya setiap waktu, baik lapang maupun sempit, lalu dia menunaikan salat dengan khusyuk dan sempurna sebagai tanda penghambaanya kepada Allah.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang yang beruntung, yaitu terhindar dari siksa akhirat, adalah orang yang bersih, beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, serta percaya kepada yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.\n\nBila terlintas dalam hatinya dan ia ingat sifat-sifat Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, maka ketika itu pula ia tunduk kepada kekuasaan-Nya lalu sujud melakukan salat. Allah berfirman:\n\nSesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (al-Anfal/8: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 5964, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u064e\u0644\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u062b\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Bal tu'siroonal hayaatad dunyaa" } }, "translation": { "en": "But you prefer the worldly life,", "id": "Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5964", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5964.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5964.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sedangkan kamu, wahai kebanyakan manusia, lebih memilih kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. Kalian melalaikan hal-hal yang menjamin kebahagiaanmu di akhirat dan terlena dengan gemerlap dunia.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang kafir lebih mengutamakan kesenangan di dunia daripada kesenangan di akhirat. Padahal, semestinya mereka memilih kesenangan akhirat, sesuai dengan yang dikehendaki oleh agama Allah. Kesenangan akhirat itu lebih baik dan kekal abadi, sedangkan kesenangan di dunia akan lenyap diliputi oleh kekotoran dan kesedihan. Meskipun begitu, secara umum manusia perlu seimbang dalam usaha dan mengatur porsi waktu untuk kepentingan dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah:\n\nDan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (al-Qasas/28: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 5965, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wal Aakhiratu khairunw wa abqaa" } }, "translation": { "en": "While the Hereafter is better and more enduring.", "id": "padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5965", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5965.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5965.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu lalai dari kehidupan akhirat, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Kebahagiaan ukhrawi lebih murni dan tak berbatas, sedangkan kebahagiaan duniawi bersifat melenakan dan akan segera sirna.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang kafir lebih mengutamakan kesenangan di dunia daripada kesenangan di akhirat. Padahal, semestinya mereka memilih kesenangan akhirat, sesuai dengan yang dikehendaki oleh agama Allah. Kesenangan akhirat itu lebih baik dan kekal abadi, sedangkan kesenangan di dunia akan lenyap diliputi oleh kekotoran dan kesedihan. Meskipun begitu, secara umum manusia perlu seimbang dalam usaha dan mengatur porsi waktu untuk kepentingan dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah:\n\nDan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (al-Qasas/28: 77)" } } }, { "number": { "inQuran": 5966, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062d\u064f\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Inna haazaa lafis suhu fil oolaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, this is in the former scriptures,", "id": "Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5966", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5966.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5966.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dasar-dasar ajaran agama samawi adalah sama, yaitu mereka yang beriman, beramal saleh, ingat kepada Allah, membersihkan diri dari dosa, dan memilih kehidupan akhirat akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang memilih jalan kekafiran dan hidup berlumur dosa akan celaka. Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yang diturunkan sebelum Al-Qur’an,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa apa yang disampaikan-Nya kepada Nabi Muhammad tentang perintah dan larangan, janji anugerah dan peringatan adalah sama dengan apa yang telah terdapat di dalam kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Dengan demikian, Nabi Muhammad hanya mengingatkan kembali kepada agama-Nya yang terdahulu yang telah dilupakan oleh manusia. Agama yang ada itu telah diubah oleh tangan-tangan manusia, dirusak oleh hawa nafsu dan adat istiadat nenek moyang mereka sehingga telah menyimpang dari yang sebenarnya. Firman Allah:\n\nDan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu. (asy-Syu'ara'/26: 192-196)\n\nDia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya). (asy-Syura/42: 13)" } } }, { "number": { "inQuran": 5967, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 529, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0635\u064f\u062d\u064f\u0641\u0650 \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0648\u064e\u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Suhufi Ibraaheema wa Moosaa" } }, "translation": { "en": "The scriptures of Abraham and Moses.", "id": "(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5967", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5967.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5967.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu kitab-kitab Ibrahim dan Musa. Kedua nabi ini sangat disegani oleh para pengikut agama samawi. Nabi Ibrahim menerima sepuluh suhuf, sedangkan Nabi Musa menerima Taurat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa apa yang disampaikan-Nya kepada Nabi Muhammad tentang perintah dan larangan, janji anugerah dan peringatan adalah sama dengan apa yang telah terdapat di dalam kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Dengan demikian, Nabi Muhammad hanya mengingatkan kembali kepada agama-Nya yang terdahulu yang telah dilupakan oleh manusia. Agama yang ada itu telah diubah oleh tangan-tangan manusia, dirusak oleh hawa nafsu dan adat istiadat nenek moyang mereka sehingga telah menyimpang dari yang sebenarnya. Firman Allah:\n\nDan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu. (asy-Syu'ara'/26: 192-196)\n\nDia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya). (asy-Syura/42: 13)" } } } ] }, { "number": 88, "sequence": 68, "numberOfVerses": 26, "name": { "short": "الغاشية", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u063a\u0627\u0634\u064a\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Ghaashiya", "id": "Al-Gasyiyah" }, "translation": { "en": "The Overwhelming", "id": "Hari Kiamat" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat. Nama Ghaasyiyah diambil dari kata Al Ghaasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tapi yang dimaksud adalah hari kiamat. Surat ini adalah surat yang kerap kali dibaca Nabi pada rakaat kedua pada shalat hari-hari Raya dan shalat Jum'at" }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5968, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0643\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0627\u0634\u0650\u064a\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Hal ataaka hadeesul ghaashiyah" } }, "translation": { "en": "Has there reached you the report of the Overwhelming [event]?", "id": "Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5968", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5968.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5968.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hari kiamat adalah rahasia besar. Wahai Nabi, sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari kiamat yang penuh kengerian itu?", "long": "Allah menyindir penduduk neraka dengan mengatakan, \"Sudahkah sampai kepada kamu berita tentang hari Kiamat.\"" } } }, { "number": { "inQuran": 5969, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wujoohuny yawma 'izin khaashi'ah" } }, "translation": { "en": "[Some] faces, that Day, will be humbled,", "id": "Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5969", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5969.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5969.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari kiamat manusia terbagi menjadi dua, kelompok yang celaka dan kelompok yang berbahagia. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina. Mereka saat itu menyadari perilaku buruk mereka. Hati mereka terguncang dan sangat risau akan nasib mereka.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan bahwa manusia ketika itu terbagi dua, yaitu golongan orang kafir dan golongan orang mukmin.\n\nGolongan orang kafir ketika melihat kedahsyatan yang terjadi ketika itu, menjadi tertunduk dan merasa terhina. Allah berfirman:\n\nDan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), \"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.\" (as-Sajdah/32: 12)\n\nDan firman Allah:\n\nDan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, \"Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.\" Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal. (asy-Syura/42: 45)" } } }, { "number": { "inQuran": 5970, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650\u0644\u064e\u0629\u064c \u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u0628\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "'Aamilatun naasibah" } }, "translation": { "en": "Working [hard] and exhausted.", "id": "(karena) bekerja keras lagi kepayahan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5970", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5970.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5970.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Raut wajah mereka kusut seperti orang yang telah bekerja keras lagi kepayahan karena beban berat yang menimpa mereka.", "long": "Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu semasa hidup di dunia bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh. Akan tetapi, perbuatan mereka itu tidak diterima karena mereka tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yang merupakan syarat utama untuk diterimanya perbuatan dan mendapat ganjaran-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 5971, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u062d\u064e\u0627\u0645\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Taslaa naaran haamiyah" } }, "translation": { "en": "They will [enter to] burn in an intensely hot Fire.", "id": "mereka memasuki api yang sangat panas (neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5971", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5971.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5971.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wajah-wajah dan tubuh-tubuh mereka akan memasuki api neraka yang sangat panas. Kadar panasnya tidak tergambarkan, jauh melebihi panas api dunia.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:\n\nDan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)\n\nDan firman Allah:\n\nKemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)" } } }, { "number": { "inQuran": 5972, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064f\u0633\u0652\u0642\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u0622\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Tusqaa min 'aynin aaniyah" } }, "translation": { "en": "They will be given drink from a boiling spring.", "id": "diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5972", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5972.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5972.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Panas api neraka membuat mereka haus. Saat itulah mereka diberi minum dengan air dari sumber mata air yang sangat panas, membuat kerongkongan dan organ pencernaan mereka lebur.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:\n\nDan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)\n\nDan firman Allah:\n\nKemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)" } } }, { "number": { "inQuran": 5973, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0636\u064e\u0631\u0650\u064a\u0639\u064d", "transliteration": { "en": "Laisa lahum ta'aamun illaa min daree'" } }, "translation": { "en": "For them there will be no food except from a poisonous, thorny plant", "id": "Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5973", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5973.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5973.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang rasanya pahit, panas, menjijikkan, dan berbau tidak sedap. Para penghuni neraka itu memakannya, di samping memakan pohon Zaqqùm (Lihat: ad-Dukhàn/44: 43) dan “Gislìn” (Lihat: al-Ma‘àrij/70: 36).", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:\n\nDan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)\n\nDan firman Allah:\n\nKemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)" } } }, { "number": { "inQuran": 5974, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062c\u064f\u0648\u0639\u064d", "transliteration": { "en": "Laa yusminu wa laa yughnee min joo'" } }, "translation": { "en": "Which neither nourishes nor avails against hunger.", "id": "yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5974", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5974.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5974.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah makanan yang sama sekali tidak memberi manfaat bagi pemakannya. Makanan itu tidak menggemukkan badan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:\n\nDan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)\n\nDan firman Allah:\n\nKemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)\n\nDalam ayat lain Allah berfirman:\n\nSungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)" } } }, { "number": { "inQuran": 5975, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0646\u0651\u064e\u0627\u0639\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wujoohuny yawma 'izin naa'imah" } }, "translation": { "en": "[Other] faces, that Day, will show pleasure.", "id": "Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5975", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5975.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5975.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di sisi lain, para penghuni surga mendapat kebahagiaan yang tiada tara. Pada hari itu banyak pula wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan.", "long": "Allah menerangkan bahwa di dalam surga, muka orang mukmin berseri penuh kegembiraan. Mereka merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Allah yang kemudian mendapat imbalan surga yang diidam-idamkan.\n\n(10-16) Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5976, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u0650\u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0627\u0636\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Lisa'yihaa raadiyah" } }, "translation": { "en": "With their effort [they are] satisfied", "id": "merasa senang karena usahanya (sendiri)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5976", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5976.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5976.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka merasa senang dan puas karena usahanya sendiri di dunia. Mereka beriman, beramal saleh, dan bermanfaat bagi orang lain. Hidup mereka penuh nilai ibadah. Usaha mereka ini tidak akan sia-sia.", "long": "Allah menerangkan bahwa di dalam surga, muka orang mukmin berseri penuh kegembiraan. Mereka merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Allah yang kemudian mendapat imbalan surga yang diidam-idamkan.\n\n(10-16) Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5977, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Fee jannatin 'aaliyah" } }, "translation": { "en": "In an elevated garden,", "id": "(mereka) dalam surga yang tinggi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5977", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5977.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5977.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang tinggi, istana yang sangat indah, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan jenis air yang bermacam-macam.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5978, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627\u063a\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Laa tasma'u feehaa laaghiyah" } }, "translation": { "en": "Wherein they will hear no unsuitable speech.", "id": "di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5978", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5978.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5978.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di surga sana kamu tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. Tidak ada perkataan kotor, umpatan, ungkapan kemarahan, dan semisalnya. Di sana mereka hanya mendengar hal-hal yang menyenangkan.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5979, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064c \u062c\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Feehaa 'aynun jaariyah" } }, "translation": { "en": "Within it is a flowing spring.", "id": "Di sana ada mata air yang mengalir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5979", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5979.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5979.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di surga sana ada mata air yang mengalir dengan deras, jernih, dan menyejukkan.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5980, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064f\u0631\u064f\u0631\u064c \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0641\u064f\u0648\u0639\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Feehaa sururum marfoo'ah" } }, "translation": { "en": "Within it are couches raised high", "id": "Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5980", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5980.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5980.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Di surga sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, baik posisinya maupun derajatnya, sebagai tempat mereka duduk dan berbaring.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5981, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064c \u0645\u0651\u064e\u0648\u0652\u0636\u064f\u0648\u0639\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wa akwaabum mawdoo 'ah" } }, "translation": { "en": "And cups put in place", "id": "dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5981", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5981.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5981.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di sana ada pula gelas-gelas berisi bermacam minuman yang tersedia di dekat mereka. Mereka tidak perlu beringsut untuk mengambilnya.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5982, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0645\u064e\u0627\u0631\u0650\u0642\u064f \u0645\u064e\u0635\u0652\u0641\u064f\u0648\u0641\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wa namaariqu masfoofah" } }, "translation": { "en": "And cushions lined up", "id": "dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5982", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5982.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5982.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di sana tersedia pula bantal-bantal sandaran yang tersusun. Mereka duduk bersandar pada bantal itu, menikmati suasana bahagia di surga.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5983, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0632\u064e\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0651\u064f \u0645\u064e\u0628\u0652\u062b\u064f\u0648\u062b\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Wa zaraabiyyu mabsoosah" } }, "translation": { "en": "And carpets spread around.", "id": "dan permadani-permadani yang terhampar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5983", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5983.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5983.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di sana ada pula permadani-permadani yang terhampar, indah, dan berwarna-warni. Demikianlah ganjaran yang Allah berikan kepada mereka atas amal saleh mereka di dunia. Inilah bukti kemurahan dan kasih sayang Allah kepada hamba yang beriman dan bertakwa.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:\n\n1.Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.\n\n2.Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.\n\n3.Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.\n\n4.Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.\n\n5.Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.\n\n6.Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.\n\n7.Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.\n\n8.Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5984, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0628\u0650\u0644\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Afalaa yanzuroona ilalibili kaifa khuliqat" } }, "translation": { "en": "Then do they not look at the camels - how they are created?", "id": "Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5984", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5984.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5984.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah memperlihatkan begitu banyak tanda kekuasaan-Nya di hadapan manusia. Maka, tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? Unta diciptakan oleh Allah dengan bentuk tubuh dan anggota badan yang sesuai dengan lingkungan hidupnya di padang pasir. Air susunya dan dagingnya menjadi bahan makanan yang lezat, sedangkan kulitnya dapat dijadikan kemah dan sebagainya (Lihat pula: an-Nahl/16: 7, 81; Gàfir/40: 79–80).", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.\n\nApabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 5985, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0631\u064f\u0641\u0650\u0639\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa ilas samaaa'i kaifa rufi'at" } }, "translation": { "en": "And at the sky - how it is raised?", "id": "dan langit, bagaimana ditinggikan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5985", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5985.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5985.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah pula mereka memperhatikan langit, bagaimana ditinggikan? Allah menjadikan langit sebagai atap bumi yang kukuh meski tanpa penopang. Di sana matahari, bulan, planet, dan berbagai benda langit beredar. Allah menghiasinya dengan bintang yang dapat menjadi petunjuk arah bagi para musafir. Dari langit itu pula turun hujan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.\n\nApabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 5986, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0635\u0650\u0628\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa ilal jibaali kaifa nusibat" } }, "translation": { "en": "And at the mountains - how they are erected?", "id": "Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5986", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5986.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5986.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah mereka memperhatikan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan? Gunung, dengan akarnya yang menancap kukuh dan kuat di dalam perut bumi, berfungsi sebagai pasak yang menahan bumi agar tidak bergoncang dan dengan demikian bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman (Lihat pula: an-Nahl/16: 15, 82).", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.\n\nApabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 5987, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0633\u064f\u0637\u0650\u062d\u064e\u062a\u0652", "transliteration": { "en": "Wa ilal ardi kaifa sutihat" } }, "translation": { "en": "And at the earth - how it is spread out?", "id": "Dan bumi bagaimana dihamparkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5987", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5987.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5987.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah mereka memperhatikan bumi, bagaimana dihamparkan? Di bumi itu manusia tinggal, beraktivitas, bercocok tanam, dan sebagainya. Di bumi Allah menciptakan beraneka flora, fauna, sungai, sumber air, dan lain sebagainya untuk kepentingan makhluk hidup.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.\n\nApabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat." } } }, { "number": { "inQuran": 5988, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0645\u064f\u0630\u064e\u0643\u0651\u0650\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Fazakkir innama anta Muzakkir" } }, "translation": { "en": "So remind, [O Muhammad]; you are only a reminder.", "id": "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5988", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5988.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5988.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semestinya dengan memperhatikan fenomena-fenomena itu manusia bersedia mengabdi kepada Allah. Allah meminta Nabi untuk terus berdakwah meski banyak manusia yang ingkar. Maka berilah peringatan kepada mereka yang tetap ingkar meski bukti-bukti tentang kekuasaan Allah mereka saksikan setiap hari. Ingatkanlah mereka karena sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar memberi peringatan dan petunjuk serta menyampaikan agama-Nya kepada umat manusia, karena tugasnya tidak lain hanyalah memberi peringatan dengan menyampaikan kabar gembira dan kabar yang menakutkan." } } }, { "number": { "inQuran": 5989, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0651\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u0645\u064f\u0635\u064e\u064a\u0652\u0637\u0650\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Lasta 'alaihim bimusaitir" } }, "translation": { "en": "You are not over them a controller.", "id": "Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5989", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5989.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5989.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. Engkau tidak bisa memaksa mereka beriman, demikian juga para dai setelah dirimu, karena sesungguhnya hidayah adalah urusan Allah.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad tidak berkuasa menjadikan seseorang beriman. Akan tetapi, Allah-lah yang berkuasa menjadikan manusia beriman. Sementara itu, barang siapa yang berpaling dengan mengingkari kebenaran petunjuk Nabi-Nya, niscaya Allah menghukumnya. Allah berfirman:\n\nDan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman? (Yunus/10: 99)\n\nDan Allah berfirman:\n\nKami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku. (Qaf/50: 45)\n\nBerkaitan dengan hal itu, para juru dakwah cukup menyampaikan pesan-pesan Al-Qur'an dan hadis Nabi sambil mengajak setiap manusia untuk beriman dan beramal saleh, serta masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhan (kaffah). Penampilan dan metode dakwah perlu dengan cara yang baik dan tidak boleh bersikap memaksa, sebagaimana firman Allah:\n\nTidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. (al-Baqarah/2: 256)\n\nDan Allah berfirman:\n\nSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (an-Nahl/16: 125)" } } }, { "number": { "inQuran": 5990, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Illaa man tawallaa wa kafar" } }, "translation": { "en": "However, he who turns away and disbelieves -", "id": "kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5990", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5990.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5990.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Engkau tidak kuasa memberi mereka hidayah, kecuali jika ada orang yang berpaling dari ajakanmu dan memilih untuk tetap kafir kepada Allah dan hari akhir,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad tidak berkuasa menjadikan seseorang beriman. Akan tetapi, Allah-lah yang berkuasa menjadikan manusia beriman. Sementara itu, barang siapa yang berpaling dengan mengingkari kebenaran petunjuk Nabi-Nya, niscaya Allah menghukumnya. Allah berfirman:\n\nDan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman? (Yunus/10: 99)\n\nDan Allah berfirman:\n\nKami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku. (Qaf/50: 45)\n\nBerkaitan dengan hal itu, para juru dakwah cukup menyampaikan pesan-pesan Al-Qur'an dan hadis Nabi sambil mengajak setiap manusia untuk beriman dan beramal saleh, serta masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhan (kaffah). Penampilan dan metode dakwah perlu dengan cara yang baik dan tidak boleh bersikap memaksa, sebagaimana firman Allah:\n\nTidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. (al-Baqarah/2: 256)\n\nDan Allah berfirman:\n\nSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (an-Nahl/16: 125)" } } }, { "number": { "inQuran": 5991, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Fa yu'azzibuhul laahul 'azaabal akbar" } }, "translation": { "en": "Then Allah will punish him with the greatest punishment.", "id": "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5991", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5991.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5991.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar dan tak tertahankan. Azab itu bukanlah bentuk kezaliman Allah karena Dia telah memaparkan kepada mereka bukti-bukti eksistensi dan keesaan Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad, namun mereka masih ingkar dan membangkang, bahkan menantang dan menyakiti Nabi.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad tidak berkuasa menjadikan seseorang beriman. Akan tetapi, Allah-lah yang berkuasa menjadikan manusia beriman. Sementara itu, barang siapa yang berpaling dengan mengingkari kebenaran petunjuk Nabi-Nya, niscaya Allah menghukumnya. Allah berfirman:\n\nDan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman? (Yunus/10: 99)\n\nDan Allah berfirman:\n\nKami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku. (Qaf/50: 45)\n\nBerkaitan dengan hal itu, para juru dakwah cukup menyampaikan pesan-pesan Al-Qur'an dan hadis Nabi sambil mengajak setiap manusia untuk beriman dan beramal saleh, serta masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhan (kaffah). Penampilan dan metode dakwah perlu dengan cara yang baik dan tidak boleh bersikap memaksa, sebagaimana firman Allah:\n\nTidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. (al-Baqarah/2: 256)\n\nDan Allah berfirman:\n\nSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (an-Nahl/16: 125)" } } }, { "number": { "inQuran": 5992, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u064a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Innaa ilainaaa iyaabahum" } }, "translation": { "en": "Indeed, to Us is their return.", "id": "Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5992", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5992.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5992.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Engkau tidak bisa memaksa manusia untuk beriman. Janganlah bersedih atas keingkaran mereka. Sungguh, setelah mereka mati, hanya kepada Kamilah mereka kembali. Kamilah yang akan membalas dan menentukan nasib mereka di akhirat nanti.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. Tidak ada jalan bagi mereka untuk lari daripada-Nya. Dialah yang akan menghisab mereka atas perbuatan yang telah mereka perbuat di dunia dan kemudian menjatuhkan hukuman-Nya. Ayat-ayat ini adalah penghibur hati bagi Nabi Muhammad dan sebagai obat bagi kesedihan dan kepedihan hatinya atas keingkaran orang-orang kafir itu." } } }, { "number": { "inQuran": 5993, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 30, "page": 592, "manzil": 7, "ruku": 530, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062d\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f\u0645", "transliteration": { "en": "Summa inna 'alainaa hisaabahum" } }, "translation": { "en": "Then indeed, upon Us is their account.", "id": "kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5993", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5993.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5993.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, sesungguhnya Kamilah pula yang akan membuat perhitungan atas mereka. Kami akan memberi mereka balasan sesuai tingkat kedurhakaan mereka supaya mereka tahu bahwa kehidupan ini bukan untuk bermain-main, melainkan harus dijalani dengan serius dan bertanggung jawab.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. Tidak ada jalan bagi mereka untuk lari daripada-Nya. Dialah yang akan menghisab mereka atas perbuatan yang telah mereka perbuat di dunia dan kemudian menjatuhkan hukuman-Nya. Ayat-ayat ini adalah penghibur hati bagi Nabi Muhammad dan sebagai obat bagi kesedihan dan kepedihan hatinya atas keingkaran orang-orang kafir itu." } } } ] }, { "number": 89, "sequence": 10, "numberOfVerses": 30, "name": { "short": "الفجر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0641\u062c\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Fajr", "id": "Al-Fajr" }, "translation": { "en": "The Dawn", "id": "Fajar" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Lail. Nama Al Fajr diambil dari kata Al Fajr yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya fajar." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 5994, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wal-Fajr" } }, "translation": { "en": "By the dawn", "id": "Demi fajar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5994", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5994.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5994.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi fajar, yaitu awal mula terangnya bumi setelah kegelapan malam sirna. Pada waktu ini manusia memulai aktivitasnya. Di balik kemunculan fajar itu pasti ada Zat Yang Mahaperkasa.", "long": "Allah bersumpah dengan fajar. Fajar yang dimaksud adalah fajar yaumun-nahr (hari penyembelihan kurban), yaitu tanggal 10 Zulhijah, karena ayat berikutnya membicarakan \"malam yang sepuluh\", yaitu sepuluh hari pertama bulan itu. Akan tetapi, ada yang berpendapat bahwa fajar yang dimaksud adalah fajar setiap hari yang mulai menyingsing yang menandakan malam sudah berakhir dan siang sudah dimulai. Ada pula yang berpendapat bahwa fajar itu adalah fajar 1 Muharram sebagai awal tahun, atau fajar 1 Zulhijah sebagai bulan pelaksanaan ibadah haji." } } }, { "number": { "inQuran": 5995, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0627\u0644\u064d \u0639\u064e\u0634\u0652\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Wa layaalin 'ashr" } }, "translation": { "en": "And [by] ten nights", "id": "demi malam yang sepuluh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5995", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5995.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5995.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi malam yang sepuluh, yaitu sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Mereka yang beramal saleh pada hari-hari tersebut akan mendapat pahala yang sangat agung.", "long": "Berikutnya Allah bersumpah dengan \"malam yang sepuluh\". Yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, yang merupakan hari-hari yang sangat dimuliakan beramal pada hari-hari tersebut, sebagaimana diinformasikan hadis berikut:\n\nTidak ada hari apa pun berbuat baik lebih dicintai Allah padanya daripada hari-hari ini. (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)\n\nAkan tetapi, ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Muharram, atau sepuluh hari pertama bulan Ramadan, atau sepuluh hari pertama setiap bulan." } } }, { "number": { "inQuran": 5996, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u062a\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wash shaf'i wal watr" } }, "translation": { "en": "And [by] the even [number] and the odd", "id": "demi yang genap dan yang ganjil," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5996", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5996.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5996.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi yang genap dan yang ganjil dari semua hal. Bisa juga dipahami bahwa yang genap itu adalah makhluk Allah, sedangkan yang ganjil adalah Allah. Dia Maha Esa dan tanpa bandingan. Allah tidak membutuhkan apa dan siapa pun, sedang makhluk sangat bergantung pada yang lain.", "long": "Berikutnya lagi Allah bersumpah dengan \"yang genap dan yang ganjil\". \"Yang genap adalah yaumun-nahr di atas, yaitu tanggal 10 Zulhijah, dan \"yang ganjil\" adalah hari 'Arafah, yaitu tanggal 9 Zulhijah. Itu adalah hari-hari yang dimuliakan juga. Tanggal 9 Zulhijah adalah hari wukuf di 'Arafah, yaitu hari dimulainya ibadah haji, dan tanggal 10 Zulhijah adalah hari mulai penyembelihan hewan kurban." } } }, { "number": { "inQuran": 5997, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wallaili izaa yasr" } }, "translation": { "en": "And [by] the night when it passes,", "id": "demi malam apabila berlalu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5997", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5997.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5997.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi malam apabila berlalu dan digantikan siang.", "long": "Selanjutnya Allah bersumpah dengan \"malam ketika berlalu\". Malam yang dimaksud adalah malam ketika jamaah haji sudah berlalu dari 'Arafah dan singgah di Muzdalifah dalam perjalanan menuju Mina dalam pelaksanaan ibadah haji.\n\nDemikianlah Allah bersumpah dengan hari-hari dalam pelaksanaan ibadah haji untuk menunjukkan bahwa ibadah haji itu besar maknanya dalam pandangan Allah. Hal itu karena ibadah haji itu mengingatkan manusia tentang adanya kematian. Dengan ingat kematian, manusia diharapkan beriman dan berbuat baik.\n\nAyat ini juga bisa ditafsirkan bahwa Allah bersumpah dengan hari-hari yang terus silih berganti untuk menunjukkan bahwa Allah Mahakuasa memelihara dan mengelola alam. Bila sudah tiba waktunya, yaitu hari Kiamat, Ia Mahakuasa pula menghancurkannya dan menghidupkannya kembali" } } }, { "number": { "inQuran": 5998, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0642\u064e\u0633\u064e\u0645\u064c \u0644\u0651\u0650\u0630\u0650\u064a \u062d\u0650\u062c\u0652\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Hal fee zaalika qasamul lizee hijr" } }, "translation": { "en": "Is there [not] in [all] that an oath [sufficient] for one of perception?", "id": "Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5998", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5998.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5998.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah yang dapat diterima bagi orang-orang yang berakal? Bagi mereka sumpah-sumpah tersebut sangat menggugah. Mereka tergugah untuk memikirkannya secara mendalam karena sumpah itu menunjukkan kekuasaan Allah dan anugerah-Nya yang besar bagi manusia.", "long": "Pesan yang ingin disampaikan Allah dengan bersumpah di atas adalah bahwa orang yang mau menggunakan akalnya harusnya mengerti bahwa Allah Mahakuasa mengadakan, memelihara, menghancurkan, dan menghidupkan kembali alam ini. Oleh karena itu, mereka seharusnya beriman dan berbuat baik. \n\nAyat ini merupakan peringatan bagi kaum kafir Mekah pada saat ayat ini turun, agar beriman kepada Allah dan hari kemudian, berbuat baik, dan meninggalkan perbuatan jahat mereka. Juga menjadi peringatan bagi seluruh umat manusia" } } }, { "number": { "inQuran": 5999, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u0639\u064e\u0627\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'aad" } }, "translation": { "en": "Have you not considered how your Lord dealt with 'Aad -", "id": "Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/5999", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/5999.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/5999.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah engkau, wahai Rasul dan kaum musyrik, memperhatikan dan merenungkan dengan pikiran jernih bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad? Allah mengazab mereka karena telah berbuat durhaka, meski mereka memiliki kekuatan yang luar biasa.", "long": "Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya untuk memberitahukan kepada beliau atau siapa saja untuk direnungkan, tentang kaum 'Ad. Kaum ini adalah umat Nabi Hud yang mendiami daerah yang disebut Ahqaf di daerah Hadramaut, Yaman. 'Ad adalah nama nenek moyang mereka, 'Ad bin Iram bin Sam bin Nuh. Mereka diberi nama dengan nama nenek moyang mereka itu. Mereka terkenal sebagai bangsa yang kuat dan memiliki tubuh yang tinggi, besar, dan perkasa. Bukti keperkasaan mereka adalah bahwa mereka telah mampu membangun kota yang disebut Iram dengan gedung-gedung yang kokoh, tinggi, dan megah untuk ukuran pada masa itu. Mereka juga menguasai bangsa-bangsa sekitarnya. Walaupun demikian perkasa dan memiliki peradaban yang tinggi, Allah tetap mampu menghancurkan mereka sehingga hanya tinggal nama. Semua itu akibat pembangkangan mereka kepada Allah dan kesewenang-wenangan mereka kepada manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 6000, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0631\u064e\u0645\u064e \u0630\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0645\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Iramaa zaatil 'imaad" } }, "translation": { "en": "[With] Iram - who had lofty pillars,", "id": "(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6000", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6000.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6000.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah hancurkan kaum ‘Ad, yaitu penduduk kota Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi dan bentuk fisik yang kuat.", "long": "Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya untuk memberitahukan kepada beliau atau siapa saja untuk direnungkan, tentang kaum 'Ad. Kaum ini adalah umat Nabi Hud yang mendiami daerah yang disebut Ahqaf di daerah Hadramaut, Yaman. 'Ad adalah nama nenek moyang mereka, 'Ad bin Iram bin Sam bin Nuh. Mereka diberi nama dengan nama nenek moyang mereka itu. Mereka terkenal sebagai bangsa yang kuat dan memiliki tubuh yang tinggi, besar, dan perkasa. Bukti keperkasaan mereka adalah bahwa mereka telah mampu membangun kota yang disebut Iram dengan gedung-gedung yang kokoh, tinggi, dan megah untuk ukuran pada masa itu. Mereka juga menguasai bangsa-bangsa sekitarnya. Walaupun demikian perkasa dan memiliki peradaban yang tinggi, Allah tetap mampu menghancurkan mereka sehingga hanya tinggal nama. Semua itu akibat pembangkangan mereka kepada Allah dan kesewenang-wenangan mereka kepada manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 6001, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u062e\u0652\u0644\u064e\u0642\u0652 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Allatee lam yukhlaq misluhaa fil bilaad" } }, "translation": { "en": "The likes of whom had never been created in the land?", "id": "yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6001", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6001.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6001.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah kota dengan bangunan-bangunan megah yang pada masanya belum pernah dibangun seperti itu megahnya di negeri-negeri lain.", "long": "Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya untuk memberitahukan kepada beliau atau siapa saja untuk direnungkan, tentang kaum 'Ad. Kaum ini adalah umat Nabi Hud yang mendiami daerah yang disebut Ahqaf di daerah Hadramaut, Yaman. 'Ad adalah nama nenek moyang mereka, 'Ad bin Iram bin Sam bin Nuh. Mereka diberi nama dengan nama nenek moyang mereka itu. Mereka terkenal sebagai bangsa yang kuat dan memiliki tubuh yang tinggi, besar, dan perkasa. Bukti keperkasaan mereka adalah bahwa mereka telah mampu membangun kota yang disebut Iram dengan gedung-gedung yang kokoh, tinggi, dan megah untuk ukuran pada masa itu. Mereka juga menguasai bangsa-bangsa sekitarnya. Walaupun demikian perkasa dan memiliki peradaban yang tinggi, Allah tetap mampu menghancurkan mereka sehingga hanya tinggal nama. Semua itu akibat pembangkangan mereka kepada Allah dan kesewenang-wenangan mereka kepada manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 6002, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u062c\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa samoodal lazeena jaabus sakhra bil waad" } }, "translation": { "en": "And [with] Thamud, who carved out the rocks in the valley?", "id": "dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6002", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6002.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6002.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidakkah kamu perhatikan pula azab yang telah Allah timpakan atas kaum Šamud yang memotong dan memahat batu-batu besar di lembah untuk dijadikan kediaman mereka?", "long": "Begitu juga Allah telah menghancurleburkan kaum Samud, umat Nabi Saleh. Bangsa ini juga telah memiliki peradaban yang tinggi, yang ditunjukkan oleh kemampuan mereka membangun gedung-gedung megah di tempat-tempat datar dan memotong, memahat batu-batu di pegunungan untuk dibuat tempat-tempat peristirahatan, serta membuat relief-relief dan perhiasan-perhiasan dari batu atau marmer. Keahlian mereka itu diceritakan dalam ayat lain:\n\nDan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah. (asy-Syu'ara'/26: 149)\n\nWalaupun mereka sudah begitu maju, kuat, dan memiliki peradaban yang tinggi, Allah tetap kuasa menghancurkan mereka karena pembangkangan mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6003, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0641\u0650\u0631\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa fir'awna zil awtaad" } }, "translation": { "en": "And [with] Pharaoh, owner of the stakes? -", "id": "dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6003", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6003.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6003.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan tidakkah kamu juga memperhatikan azab Allah kepada Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak? Allah mengazabnya meski ia mampu membangun piramida-piramida yang besar dan mempunyai bala tentara yang banyak.", "long": "Allah juga telah menghancurkan Fir'aun. Ia terkenal sebagai raja yang zalim bahkan memandang dirinya tuhan bangsa Mesir. Bangsa ini di bawah Fir'aun juga telah mencapai peradaban yang tinggi, di antara buktinya adalah kemampuan mereka membangun piramid-piramid yang merupakan salah satu keajaiban dunia sampai sekarang. Mereka juga telah memiliki angkatan bersenjata yang besar. Akan tetapi, semuanya itu juga sudah dihancurleburkan Allah sehingga sekarang mereka hanya tinggal nama untuk dikenang." } } }, { "number": { "inQuran": 6004, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0637\u064e\u063a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Allazeena taghaw fil bilaad" } }, "translation": { "en": "[All of] whom oppressed within the lands", "id": "yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6004", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6004.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6004.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah orang-orang yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri dan berbuat zalim melewati batas kemanusiaan.", "long": "Semua bangsa yang telah disebutkan di atas, yaitu kaum 'Ad, Samud, dan Fir'aun telah melakukan kesewenang-wenangan di bumi ini, yaitu mempertuhankan manusia atau benda dan memperkosa hak-hak asasi manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 6005, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Fa aksaroo feehal fasaad" } }, "translation": { "en": "And increased therein the corruption.", "id": "lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6005", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6005.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6005.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "lalu mereka dengan kezalimannya banyak berbuat kerusakan, dosa, dan maksiat dalam negeri itu.", "long": "Di samping itu, mereka telah melakukan kerusakan di muka bumi, seperti menindas kaum yang lemah bahkan membunuh siapa saja yang mereka kehendaki." } } }, { "number": { "inQuran": 6006, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0635\u064e\u0628\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0633\u064e\u0648\u0652\u0637\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Fasabba 'alaihim Rabbuka sawta 'azaab" } }, "translation": { "en": "So your Lord poured upon them a scourge of punishment.", "id": "karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6006", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6006.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6006.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena kesewenangan dan kezaliman mereka itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka. Allah membinasakan kaum ‘Ad dengan topan yang sangat dingin selama tujuh malam berturut-turut; kaum Šamud dengan suara menggelegar dan petir yang menyambar (Lihat:Fussilat/41:16; al-Hàqqah:/69:6–7); dan Fir‘aun beserta tentaranya ditenggelamkan di Laut Merah.", "long": "Akhirnya Allah \"menumpahkan kepada mereka cemeti azab\", yang berarti bahwa azab itu dicurahkan seluruhnya kepada mereka sehebat-hebatnya, sehingga mereka hancur lebur tak bersisa dan yang tertinggal hanyalah nama untuk diingat orang. Yang menimpakan azab itu adalah \"Tuhanmu\" (ya, Muhammad!), yang berarti bahwa peristiwa-peristiwa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum kafir Mekah agar mereka tidak terus-menerus membangkang.\n\nBagaimana azab yang ditimpakan kepada bangsa-bangsa itu dinyatakan dalam ayat-ayat lain:\n\nMaka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras, sedangkan kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? Kemudian datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar. Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. (al-haqqah/69: 5-10)" } } }, { "number": { "inQuran": 6007, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0631\u0652\u0635\u064e\u0627\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Inna Rabbaka labil mirsaad" } }, "translation": { "en": "Indeed, your Lord is in observation.", "id": "sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6007", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6007.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6007.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah timpakan azab kepada mereka karena sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi gerak gerik dan perilaku mereka. Tidak seorang pun lepas dari pengawasan Allah. Kebinasaan tiga kaum itu hendaknya menjadi pelajaran bagi umat setelahnya, terutama kaum musyrik Mekah.", "long": "Allah menegaskan bahwa Ia sungguh amat kuat pengawasan-Nya terhadap makhluk-Nya. Tidak ada perbuatan sekecil apa pun yang tidak diketahui-Nya. Oleh karena itu, yang membangkang dan bergelimang dosa seharusnya sadar dan kemudian beriman dan tobat dari dosa-dosanya." } } }, { "number": { "inQuran": 6008, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u0639\u0651\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fa ammal insaanu izaa mab talaahu Rabbuhoo fa akramahoo wa na' 'amahoo fa yaqoolu Rabbeee akraman" } }, "translation": { "en": "And as for man, when his Lord tries him and [thus] is generous to him and favors him, he says, \"My Lord has honored me.\"", "id": "Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6008", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6008.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6008.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ayat ini menjelaskan sifat dasar manusia kafir ketika mendapat kebahagiaan dan kesusahan, yakni bergembira berlebihan saat mendapat kenikmatan dan putus asa ketika tertimpa kesulitan. Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu dia memuliakannya dan memberinya kesenangan serta kenikmatan, baik lahir maupun batin, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.” Mereka menilai kenikmatan yang diterimanya adalah berkat kemuliaan nya di sisi Allah. Mereka lupa bahwa nikmat itu pada dasarnya salah satu bentuk ujian Allah kepada manusia.", "long": "Ayat ini menyatakan bahwa Allah menguji manusia dengan kemuliaan dan berbagai nikmat-Nya, seperti kekuasaan dan kekayaan. Orang yang kafir dan durhaka akan memandang hal itu sebagai tanda bahwa Allah menyayangi mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6009, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0647\u064e\u0627\u0646\u064e\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa ammaaa izaa mabtalaahu faqadara 'alaihi rizqahoo fa yaqoolu Rabbeee ahaanan" } }, "translation": { "en": "But when He tries him and restricts his provision, he says, \"My Lord has humiliated me.\"", "id": "Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6009", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6009.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6009.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinakanku.” Mereka tidak dapat memahami bahwa kefakiran dan kesusahan bukanla htolok ukur mutlak bagi kehinaan seseorang di mata Allah karena keduanya tidak lain hanyalah cobaan dari Allah.", "long": "Sebaliknya, bila Allah menguji mereka dengan cara membatasi rezeki, mereka menyangka bahwa Allah telah membenci mereka. Pandangan itu tidak benar, karena Allah memberi siapa yang disukai-Nya atau tidak memberi siapa yang tidak disukai-Nya. Allah ingin menguji manusia, dan karena itu Ia menghendaki agar manusia itu selalu patuh kepada-Nya, baik dalam keadaan berkecukupan maupun kekurangan. Bila Allah memberi, maka manusia yang diberi harus bersyukur, dan bila Ia tidak memberi, manusia harus bersabar." } } }, { "number": { "inQuran": 6010, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0628\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u0652\u0631\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Kalla bal laa tukrimooo nal yateem" } }, "translation": { "en": "No! But you do not honor the orphan", "id": "Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6010", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6010.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6010.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali-kali tidak demikian. Ketahuilah, kemuliaan seseorang tidak diukur dari kekaya annya dan kehinaan tidak dipandang dari kemiskinannya. Kemulian diukur dari ketaatan dan kehinaan adalah akibat kemaksiatan seseorang kepada Allah. Bahkan kamu tidak memuliakan, menyantuni, mengasihi, dan menolong anak yatim. Kamu biarkan mereka susah, padahal menyantuni mereka adalah amal saleh yang menjanjikan derajat tinggi di sisi Allah.", "long": "Akan tetapi banyak manusia yang ingkar, mereka tidak mensyukuri nikmat yang diberikan kepadanya. Bersyukur adalah mengucapkan kata-kata syukur dan menggunakan nikmat itu sesuai dengan ketentuan Yang Memberinya. Salah satu ketentuan-Nya adalah bahwa orang yang diberi kelebihan rezeki harus memperhatikan mereka yang berkekurangan. Di antara mereka adalah anak-anak yatim. Anak yatim perlu diasuh sampai mereka dewasa. Manusia yang ingkar dan tak mau bersyukur tidak mau memperhatikan pengasuhan anak-anak yatim itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6011, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062d\u064e\u0627\u0636\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa laa tahaaaddoona 'alaata'aamil miskeen" } }, "translation": { "en": "And you do not encourage one another to feed the poor.", "id": "dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6011", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6011.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6011.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kamu tidak saling mengajak satu sama lain untuk memberi makan orang miskin. Tidak mengajak orang lain untuk berbuat baik juga merupakan tindakan tidak terpuji. Mengajak orang lain berbuat baik adalah tindakan terpuji, apa lagi jika dibarengi dengan melakukannya. Makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Memberi makanan fakir miskin, baik muslim atau bukan, adalah suatu bentuk kesalehan sosial yang sangat terpuji (Lihat pula: al-Insàn/76: 8).", "long": "Di samping itu, mereka tidak menaruh kasihan pada penderitaan orang miskin. Jangankan untuk melepaskan mereka dari kemiskinan, membantu mencukupkan kebutuhan pokok mereka saja mereka tidak ada perhatian." } } }, { "number": { "inQuran": 6012, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u062a\u0651\u064f\u0631\u064e\u0627\u062b\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa taakuloonat turaasa aklal lammaa" } }, "translation": { "en": "And you consume inheritance, devouring [it] altogether,", "id": "sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6012", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6012.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6012.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu tidak berbuat baik kepada anak yatim dan orang miskin, sedangkan kamu justru memakan harta warisan dengan cara mencampur baurkan yang halal dengan yang haram. Harta warisan adalah hak ahli waris tertentu. Merampas harta warisan yang menjadi hak orang lain adalah perbuatan zalim.", "long": "Tambahan lagi manusia yang ingkar dan durhaka itu sangat tamak. Mereka tega merampas harta warisan yang menjadi hak anak yatim secara akal-akalan, misalnya mencampurkannya ke dalam kekayaan mereka lalu menyatakan bahwa yang mereka makan adalah harta mereka sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 6013, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e \u062d\u064f\u0628\u0651\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0645\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa tuhibboonal maala hubban jammaa" } }, "translation": { "en": "And you love wealth with immense love.", "id": "dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6013", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6013.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6013.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak hanya itu, kamu juga mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan. Kecintaan berlebih seseorang terhadap harta menjadikan motivasi hidupnya semata untuk mengumpul­kan harta, tidak peduli halal atau haram. Di sisi lain, dia akan menjadi kikir dan tidak mau peduli kepada sesama. Perilaku ini akan menjerumuskannya ke neraka.", "long": "Orang yang durhaka itu terus mencari dan mengumpulkan kekayaan tanpa mengenal rasa lelah dan tidak peduli halal atau haram. Di samping itu, mereka sangat pelit, tidak mau mengeluarkan kewajiban berkenaan harta, yaitu membayar zakat dan membantu orang yang berkekurangan.\n\nAllah tidak mungkin sayang kepada orang kaya raya yang memperoleh kekayaan itu dengan cara yang tidak benar. Juga kepada orang yang tidak mau membantu orang lain. Mereka jangan mengira bahwa mereka memperoleh kekayaan itu sebagai tanda bahwa Allah menyayangi mereka. Sebaliknya, Allah sesungguhnya membenci mereka. Tidak mustahil mereka akan dijatuhi azab seperti yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat terdahulu itu. Di akhirat nanti, Allah akan memasukkan mereka ke dalam neraka. Hakikat ini hendaknya disadari oleh kaum kafir Mekah yang masih juga membangkang. Hal itu hendaknya dijadikan pelajaran oleh seluruh umat manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 6014, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0643\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u062f\u064e\u0643\u0651\u064b\u0627 \u062f\u064e\u0643\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Kallaaa izaaa dukkatil ardu dakkan dakka" } }, "translation": { "en": "No! When the earth has been leveled - pounded and crushed -", "id": "Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6014", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6014.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6014.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali-kali tidak! janganlah kamu berbuat demikian. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut, memuntahkan isinya, hancur lebur, kemudian muncul bumi yang sama sekali baru,", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberitahukan bahwa orang-orang kafir itu nanti di akhirat akan menyesal. Allah memberitahukan bahwa dunia ini akan hancur karena planet-planet ini akan bertubrukan satu sama lain dengan dahsyatnya dan semua makhluk akan mati. Setelah itu Allah menghidupkan semua makhluk itu kembali dan menghadapkan mereka di Padang Mahsyar. Kemudian Allah dan para malaikat yang membuat formasi-formasi khusus memeriksa setiap amal manusia. Waktu itulah neraka Jahanam dihadapkan kepada orang-orang yang durhaka ketika di dunia. Waktu itu mereka yang durhaka sadar atas kedurhakaannya. Akan tetapi, sadar pada waktu itu tidak ada gunanya, karena \"nasi sudah jadi bubur\", dunia tempat beramal sudah berakhir, dan yang ada hanyalah tempat melihat hasil amal di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 6015, "inSurah": 22 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f \u0635\u064e\u0641\u0651\u064b\u0627 \u0635\u064e\u0641\u0651\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa jaaa'a Rabbuka wal malaku saffan saffaa" } }, "translation": { "en": "And your Lord has come and the angels, rank upon rank,", "id": "dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6015", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6015.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6015.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan setelah itu datanglah Tuhanmu dengan cara yang tidak diketahui hakikatnya sama sekali oleh manusia; dan malaikat menunggu perintah Tuhan sambil berbaris-baris penuh kepatuhan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberitahukan bahwa orang-orang kafir itu nanti di akhirat akan menyesal. Allah memberitahukan bahwa dunia ini akan hancur karena planet-planet ini akan bertubrukan satu sama lain dengan dahsyatnya dan semua makhluk akan mati. Setelah itu Allah menghidupkan semua makhluk itu kembali dan menghadapkan mereka di Padang Mahsyar. Kemudian Allah dan para malaikat yang membuat formasi-formasi khusus memeriksa setiap amal manusia. Waktu itulah neraka Jahanam dihadapkan kepada orang-orang yang durhaka ketika di dunia. Waktu itu mereka yang durhaka sadar atas kedurhakaannya. Akan tetapi, sadar pada waktu itu tidak ada gunanya, karena \"nasi sudah jadi bubur\", dunia tempat beramal sudah berakhir, dan yang ada hanyalah tempat melihat hasil amal di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 6016, "inSurah": 23 }, "meta": { "juz": 30, "page": 593, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062c\u0650\u064a\u0621\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u06da \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa jeee'a yawma'izim bi jahannnam; Yawma 'iziny yatazakkarul insaanu wa annaa lahuz zikraa" } }, "translation": { "en": "And brought [within view], that Day, is Hell - that Day, man will remember, but what good to him will be the remembrance?", "id": "dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6016", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6016.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6016.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam kepada orang kafir agar mereka melihat dengan mata kepada sendiri apa yang dahulu mereka ingkari. Ketika semua itu terjadi, maka pada hari itu sadarlah manusia yang ingkar atas kealpaannya, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Kesempatan untuk bertobat sudah tiada. Kini tiba saatnya untuk menghitung dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Betapa besar penyesalan orang kafir pada hari itu.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memberitahukan bahwa orang-orang kafir itu nanti di akhirat akan menyesal. Allah memberitahukan bahwa dunia ini akan hancur karena planet-planet ini akan bertubrukan satu sama lain dengan dahsyatnya dan semua makhluk akan mati. Setelah itu Allah menghidupkan semua makhluk itu kembali dan menghadapkan mereka di Padang Mahsyar. Kemudian Allah dan para malaikat yang membuat formasi-formasi khusus memeriksa setiap amal manusia. Waktu itulah neraka Jahanam dihadapkan kepada orang-orang yang durhaka ketika di dunia. Waktu itu mereka yang durhaka sadar atas kedurhakaannya. Akan tetapi, sadar pada waktu itu tidak ada gunanya, karena \"nasi sudah jadi bubur\", dunia tempat beramal sudah berakhir, dan yang ada hanyalah tempat melihat hasil amal di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 6017, "inSurah": 24 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u062d\u064e\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Yaqoolu yaa laitanee qaddamtu lihayaatee" } }, "translation": { "en": "He will say, \"Oh, I wish I had sent ahead [some good] for my life.\"", "id": "Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6017", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6017.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6017.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia berkata dengan penuh kesadaran, “Alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini.” Penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal saleh.", "long": "Ketika itu orang-orang yang durhaka menyesali diri mereka mengapa dulu di dunia tidak melakukan sesuatu yang berguna untuk kehidupannya di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 6018, "inSurah": 25 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Fa Yawma izil laa yu'azzibu 'azaabahooo ahad" } }, "translation": { "en": "So on that Day, none will punish [as severely] as His punishment,", "id": "Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6018", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6018.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6018.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya yang adil. Azab Allah mahadahsyat. Orang yang menerima azab Allah pada hari itu akan merasa sebagai orang yang paling sengsara.", "long": "Di akhirat, yang ada hanya azab bagi orang yang durhaka. Azab itu tiada tara sehingga tidak ada bandingannya. Azab itu dijatuhkan sesuai dengan dosa-dosa mereka pada waktu di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 6019, "inSurah": 26 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0648\u062b\u0650\u0642\u064f \u0648\u064e\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa laa yoosiqu wasaaqa hooo ahad" } }, "translation": { "en": "And none will bind [as severely] as His binding [of the evildoers].", "id": "dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6019", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6019.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6019.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya. Ikatan Allah sangat kukuh dan kuat. Tidak ada kekuatan yang mampu mengendurkan ikatan itu, apalagi melepaskannya.", "long": "Pada waktu itu tidak ada yang lebih dipercaya dalam melaksanakan tugasnya selain Malaikat Zabaniyah. Malaikat itu akan melaksanakan tugasnya persis sebagaimana yang diperintahkan Allah, yaitu bahwa orang-orang yang durhaka itu akan diazab di dalam neraka Jahanam sesuai dengan dosa-dosa mereka. Dengan demikian, terbuktilah bahwa kelimpahan nikmat yang mereka terima pada waktu di dunia itu bukanlah tanda bahwa Allah cinta kepada mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6020, "inSurah": 27 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064e\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0637\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Yaaa ayyatuhan nafsul mutma 'innah" } }, "translation": { "en": "[To the righteous it will be said], \"O reassured soul,", "id": "Wahai jiwa yang tenang!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6020", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6020.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6020.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah berfirman kepada manusia yang beriman dan beramal saleh, “Wahai jiwa yang tenang, tenteram, damai, dan tidak takut apa pun serta tidak merasa sedih karena apa pun.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memanggil jiwa yang tenang dan damai ketika diwafatkan, yaitu jiwa yang suci karena iman dan amal saleh yang dikerjakannya, sehingga memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepadanya. Jiwa itu diminta Allah untuk pulang memenuhi panggilan-Nya dengan menghadap kepada-Nya kembali dengan perasaan puas dan senang karena telah memenuhi perintah-perintah-Nya waktu hidup di dunia. Allah juga puas dan senang kepadanya karena sudah menjalankan perintah-perintah-Nya. Setelah datang kepada-Nya, jiwa itu dipersilakan Allah masuk ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya, yaitu ke dalam surga-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6021, "inSurah": 28 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u0650\u064a \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u0650 \u0631\u064e\u0627\u0636\u0650\u064a\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Irji'eee ilaa Rabbiki raadiyatam mardiyyah" } }, "translation": { "en": "Return to your Lord, well-pleased and pleasing [to Him],", "id": "Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6021", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6021.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6021.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kembalilah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan mendidikmu, dengan hati yang rida atas pahala dan nikmat yang Allah siapkan untukmu, dan di ridai-Nya karena Allah telah menerima amalan salehmu.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memanggil jiwa yang tenang dan damai ketika diwafatkan, yaitu jiwa yang suci karena iman dan amal saleh yang dikerjakannya, sehingga memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepadanya. Jiwa itu diminta Allah untuk pulang memenuhi panggilan-Nya dengan menghadap kepada-Nya kembali dengan perasaan puas dan senang karena telah memenuhi perintah-perintah-Nya waktu hidup di dunia. Allah juga puas dan senang kepadanya karena sudah menjalankan perintah-perintah-Nya. Setelah datang kepada-Nya, jiwa itu dipersilakan Allah masuk ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya, yaitu ke dalam surga-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6022, "inSurah": 29 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Fadkhulee fee 'ibaadee" } }, "translation": { "en": "And enter among My [righteous] servants", "id": "Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6022", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6022.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6022.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka kini masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku yang saleh, seperti para nabi, orang yang jujur, pecinta kebenaran, dan syuhada.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memanggil jiwa yang tenang dan damai ketika diwafatkan, yaitu jiwa yang suci karena iman dan amal saleh yang dikerjakannya, sehingga memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepadanya. Jiwa itu diminta Allah untuk pulang memenuhi panggilan-Nya dengan menghadap kepada-Nya kembali dengan perasaan puas dan senang karena telah memenuhi perintah-perintah-Nya waktu hidup di dunia. Allah juga puas dan senang kepadanya karena sudah menjalankan perintah-perintah-Nya. Setelah datang kepada-Nya, jiwa itu dipersilakan Allah masuk ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya, yaitu ke dalam surga-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6023, "inSurah": 30 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 531, "hizbQuarter": 237, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a", "transliteration": { "en": "Wadkhulee jannatee" } }, "translation": { "en": "And enter My Paradise.\"", "id": "dan masuklah ke dalam surga-Ku." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6023", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6023.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6023.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan masuklah bersama mereka ke dalam surga-Ku yang telah Aku persiapkan untukmu, surga yang penuh kenikmatan. Kekallah di sana selama-lamanya. Terima dan nikmatilah anugerah-Ku yang agung ini.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memanggil jiwa yang tenang dan damai ketika diwafatkan, yaitu jiwa yang suci karena iman dan amal saleh yang dikerjakannya, sehingga memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepadanya. Jiwa itu diminta Allah untuk pulang memenuhi panggilan-Nya dengan menghadap kepada-Nya kembali dengan perasaan puas dan senang karena telah memenuhi perintah-perintah-Nya waktu hidup di dunia. Allah juga puas dan senang kepadanya karena sudah menjalankan perintah-perintah-Nya. Setelah datang kepada-Nya, jiwa itu dipersilakan Allah masuk ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya, yaitu ke dalam surga-Nya." } } } ] }, { "number": 90, "sequence": 35, "numberOfVerses": 20, "name": { "short": "البلد", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0628\u0644\u062f", "transliteration": { "en": "Al-Balad", "id": "Al-Balad" }, "translation": { "en": "The City", "id": "Negeri" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Balad terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Qaaf. Dinamai Al Balad, diambil dari perkataan Al Balad yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan kota di sini ialah kota Mekah." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6024, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Laaa uqsimu bihaazal balad" } }, "translation": { "en": "I swear by this city, Makkah -", "id": "Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6024", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6024.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6024.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku bersumpah dengan negeri ini, yakni kota Mekah, kota kelahiran Nabi dan kota suci umat Islam.", "long": "Ayat ini secara harfiah terjemahannya, \"Aku tidak bersumpah dengan negeri ini.\" Kata \"tidak\" (lA) dalam ayat itu berfungsi menguatkan, karena itu maksudnya, \"Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini.\" Atau ayat itu dibaca, \"Tidak! Aku bersumpah dengan negeri ini,\" yang juga bermakna menekankan. \n\nAllah bersumpah dengan kota Mekah, tempat di mana terdapat Ka'bah yang dituju oleh manusia dari segala penjuru semenjak didirikan oleh Nabi Ibrahim sampai sekarang untuk melaksanakan ibadah haji. Di samping itu, kota ini juga menjadi pusat perdagangan semenjak lama sekali. Karena didatangi setiap tahun dari segenap penjuru itu, maka kota itu dinamai juga Ummul-Qura (Induk Negeri-negeri). Kota itu makmur sekalipun sekelilingnya padang pasir." } } }, { "number": { "inQuran": 6025, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062d\u0650\u0644\u0651\u064c \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa anta hillum bihaazal balad" } }, "translation": { "en": "And you, [O Muhammad], are free of restriction in this city -", "id": "dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6025", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6025.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6025.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan engkau, wahai Nabi, bertempat tinggal di negeri Mekah ini, membuatnya bertambah mulia.", "long": "Kata hill dalam ayat itu berarti \"bertempat\". Maksudnya adalah bahwa kota ini adalah juga tempat lahir Nabi Muhammad yang merupakan nabi terbesar dan terakhir yang membawa agama Islam. Dengan demikian, Allah bersumpah dengan kota Mekah yang agung karena tempat kelahiran manusia agung, yaitu Muhammad saw. Ada pula yang menafsirkan hill dalam ayat itu \"halal\", yaitu halal bagi Nabi berperang dalam kota itu bila diperangi, apa yang tidak dihalalkan bagi orang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 6026, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Wa waalidinw wa maa walad" } }, "translation": { "en": "And [by] the father and that which was born [of him],", "id": "dan demi (pertalian) bapak dan anaknya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6026", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6026.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6026.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demi pertalian bapak dan anaknya, demi Adam dan anak cucunya. Manusia dengan kehendak Allah mengalami siklus dari kanak-kanak menuju dewasa, berkeluarga, beranak pinak, dan berakhir dengan kematian. Inilah fenomena kehidupan yang perlu direnungi.", "long": "Allah bersumpah dengan seorang ayah, yaitu Ibrahim, dan anaknya, yaitu Ismail yang nanti menurunkan Nabi Muhammad. Dengan demikian, Allah bersumpah dengan nenek moyang Nabi Muhammad setelah sebelumnya Allah bersumpah dengan beliau dan kota kelahiran beliau, yang menunjukkan pertalian kedua nabi tersebut. Ada pula yang menafsirkan \"ayah\" dengan Adam yang merupakan ayah umat manusia dan anak cucunya yang lahir sesudah itu siapa saja." } } }, { "number": { "inQuran": 6027, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0643\u064e\u0628\u064e\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Laqad khalaqnal insaana fee kabad" } }, "translation": { "en": "We have certainly created man into hardship.", "id": "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6027", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6027.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6027.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. Siapa pun, termasuk Nabi, dalam masa hidupnya pasti menemui kepayahan, sejak dalam kandungan sampai masa dewasa. Manusia mesti bersusah payah mencari nafkah, mengalami sakit, dan mati. Dalam alam kubur menuju alam mahsyar pun manusia menghadapi kepayahan. Manusia harus mengisi kehidupannya di dunia dengan amal saleh agar tidak menemukan kepayahan lagi di akhirat.", "long": "Setelah bersumpah, Allah menyampaikan pesan penting yang hendak dikemukakan-Nya yang karena itu Ia perlu terlebih dahulu bersumpah. Pesan itu adalah bahwa manusia terlahir dalam kesulitan. Maksudnya, manusia tidak bisa lagi hidup tanpa susah payah sebagaimana dialami oleh nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, di surga, karena semuanya tersedia. Tetapi mereka harus hidup dengan terlebih dahulu bersusah payah: berusaha, mencari rezeki, mengatasi berbagai rintangan, dan sebagainya. Berdasarkan perjuangan itulah, Allah menilai manusia tersebut. Semakin besar perjuangan yang dilakukan manusia dan semakin besar manfaat yang diberikan hasil perjuangannya itu bagi umat manusia, semakin tinggi nilai manusia itu dalam pandangan Allah. Begitu pulalah Nabi Muhammad di kota ini, beliau perlu berjuang agar kebenaran menjadi nyata dan kebatilan menjadi sirna. Demikian pula seluruh manusia. Oleh karena itu, manusia mati seharusnya meninggalkan jasa." } } }, { "number": { "inQuran": 6028, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0631\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Ayahsabu al-lai yaqdira 'alaihi ahad" } }, "translation": { "en": "Does he think that never will anyone overcome him?", "id": "Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6028", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6028.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6028.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah dia yang Kami ciptakan dalam kepayahan itu mengira bahwa dirinya kuat dan berkuasa sehingga tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya? Apakah ia mengingkari kuasa Allah, Pencipta alam semesta, yang mampu menundukkan siapa pun, betapapun kuatnya?", "long": "Dalam ayat ini, Allah bertanya apakah manusia yang selalu berada dalam kesulitan, dan untuk bisa hidup harus mampu mengatasi kesulitan itu, dapat menyombongkan dirinya setelah berhasil dalam perjuangan itu. Menyombongkan diri itu misalnya menyangka dirinya begitu kuasanya sehingga berpandangan bahwa tidak akan ada seorang pun yang akan mampu menyaingi dan mengalahkannya, termasuk Allah sendiri. Ia tidak boleh berpandangan demikian karena bila ada seorang yang hebat, pasti akan ada lagi orang yang lebih hebat darinya. Di atas segala yang hebat itu, Allah adalah yang terhebat dari segala yang hebat, sebagaimana difirmankan-Nya:\n\nDan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui. (Yusuf/12: 76)" } } }, { "number": { "inQuran": 6029, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0644\u0651\u064f\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Yaqoolu ahlaktu maalal lubadaa" } }, "translation": { "en": "He says, \"I have spent wealth in abundance.\"", "id": "Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6029", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6029.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6029.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia dengan angkuh mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.” Sikap ini sangat tidak terpuji, apalagi jika dia membelanjakan harta untuk memusuhi Allah dan rasul-Nya.", "long": "Kesombongannya itu misalnya berkenaan pengeluarannya untuk membantu orang lain. Pengeluaran itu dalam pandangannya sudah begitu besar, sehingga dianggapnya sia-sia. Ia merasa pengeluaran itu sudah sangat banyak sehingga tidak akan ada seorang pun yang akan mampu menandinginya, karena itu ia menjadi sombong." } } }, { "number": { "inQuran": 6030, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f \u0623\u064e\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Ayahsabu al lam yarahooo ahad" } }, "translation": { "en": "Does he think that no one has seen him?", "id": "Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6030", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6030.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6030.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apakah dia bermaksud pamer dengan perbuatannya itu lalu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya? Tidak demikian. Semua gerak-gerik manusia, kecil maupun besar, selalu dalam pantauan Allah. Dia akan membalas sekecil apa pun perbuatan manusia.", "long": "Allah bertanya mengenai orang yang sombong dengan pengeluarannya itu, \"Apakah ia mengira bahwa tidak seorang pun yang melihat perbuatannya itu?\" Artinya, bila ia sombong dengan pengeluarannya itu, berarti ia mengorbankan kekayaannya hanya untuk mencari nama, maka pengorbanan itu tidak akan diterima-Nya. Jangan ia menyangka bahwa Allah tidak melihat perbuatannya itu dan tidak mengetahui motif di balik perbuatan baiknya itu, yang tidak diketahui oleh manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 6031, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Alam naj'al lahoo 'aynayn" } }, "translation": { "en": "Have We not made for him two eyes?", "id": "Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6031", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6031.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6031.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allahlah yang berkuasa atasnya dan melihat setiap perbuatannya. Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata untuk membantunya melihat sekeliling,", "long": "Allah selanjutnya bertanya mengenai orang itu, \"Tidakkah Kami beri ia dua mata?\" Artinya, untuk dapat mencari kekayaan, ia perlu dua mata, lalu siapakah yang memberinya dua mata itu bila bukan Allah? Untuk mencari rezeki ia perlu berbicara, lalu siapakah yang telah memberinya lidah dan dua bibir untuk mampu bicara? Dalam membesarkannya, ia telah menyusu pada kedua susu ibunya, siapakah yang telah menyediakan air susu ibunya itu bila bukan Allah? Dengan demikian, keberhasilannya adalah karena bantuan dan kasih sayang Allah. Oleh karena itu, ia tidak perlu menyombongkan dirinya karena hartanya.\n\nDi samping itu, mata, lidah, dan nafsu adalah nikmat Allah kepadanya yang tiada taranya. Ia akan bertemu dengan dua jalan yang disediakan Allah, yaitu jalan yang benar dan jalan yang salah. Ia perlu menggunakan mata, lidah, dan nafsu itu untuk jalan yang diridai oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 6032, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0634\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa lisaananw wa shafatayn" } }, "translation": { "en": "And a tongue and two lips?", "id": "dan lidah dan sepasang bibir?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6032", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6032.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6032.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan lidah dan sepasang bibir untuk memungkinkannya mencecap, berbicara, dan memberi penjelasan kepada orang lain,", "long": "Allah selanjutnya bertanya mengenai orang itu, \"Tidakkah Kami beri ia dua mata?\" Artinya, untuk dapat mencari kekayaan, ia perlu dua mata, lalu siapakah yang memberinya dua mata itu bila bukan Allah? Untuk mencari rezeki ia perlu berbicara, lalu siapakah yang telah memberinya lidah dan dua bibir untuk mampu bicara? Dalam membesarkannya, ia telah menyusu pada kedua susu ibunya, siapakah yang telah menyediakan air susu ibunya itu bila bukan Allah? Dengan demikian, keberhasilannya adalah karena bantuan dan kasih sayang Allah. Oleh karena itu, ia tidak perlu menyombongkan dirinya karena hartanya.\n\nDi samping itu, mata, lidah, dan nafsu adalah nikmat Allah kepadanya yang tiada taranya. Ia akan bertemu dengan dua jalan yang disediakan Allah, yaitu jalan yang benar dan jalan yang salah. Ia perlu menggunakan mata, lidah, dan nafsu itu untuk jalan yang diridai oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 6033, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u062c\u0652\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa hadaynaahun najdayn" } }, "translation": { "en": "And have shown him the two ways?", "id": "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6033", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6033.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6033.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan bukankah Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan, yaitu kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan, melalui fitrah, akal, dan petunjuk lain? Kami sudah memberinya petunjuk, lalu manusia itu sendiri yang akan memutuskan jalan hidupnya; apakah memilih jalan kesesatan atau kebenaran.", "long": "Allah selanjutnya bertanya mengenai orang itu, \"Tidakkah Kami beri ia dua mata?\" Artinya, untuk dapat mencari kekayaan, ia perlu dua mata, lalu siapakah yang memberinya dua mata itu bila bukan Allah? Untuk mencari rezeki ia perlu berbicara, lalu siapakah yang telah memberinya lidah dan dua bibir untuk mampu bicara? Dalam membesarkannya, ia telah menyusu pada kedua susu ibunya, siapakah yang telah menyediakan air susu ibunya itu bila bukan Allah? Dengan demikian, keberhasilannya adalah karena bantuan dan kasih sayang Allah. Oleh karena itu, ia tidak perlu menyombongkan dirinya karena hartanya.\n\nDi samping itu, mata, lidah, dan nafsu adalah nikmat Allah kepadanya yang tiada taranya. Ia akan bertemu dengan dua jalan yang disediakan Allah, yaitu jalan yang benar dan jalan yang salah. Ia perlu menggunakan mata, lidah, dan nafsu itu untuk jalan yang diridai oleh Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 6034, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064e", "transliteration": { "en": "Falaq tahamal-'aqabah" } }, "translation": { "en": "But he has not broken through the difficult pass.", "id": "tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6034", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6034.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6034.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami telah menganugerahkan itu semua kepada manusia, tetapi mengapa dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki dan sukar, padahal itu baik baginya? Melakukan kebaikan tidak jarang memerlukan perjuangan dan kesabaran. Begitulah kehidupan dunia, semuanya terasa berat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah bertanya, \"Apakah tidak sebaiknya ia merapikan jalan mendaki yang terjal?\" Artinya, manusia seharusnya bekerja keras dan berjuang semaksimal mungkin mengatasi segala rintangan supaya berhasil menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar dan meninggalkan jasa-jasa besar." } } }, { "number": { "inQuran": 6035, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maaa adraaka mal'aqabah" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is [breaking through] the difficult pass?", "id": "Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6035", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6035.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6035.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu, sehingga manusia merasa berat untuk menempuhnya?", "long": "Allah bertanya kepada manusia untuk memotivasi mereka, \"Apakah jalan mendaki yang terjal itu?\" Artinya, pekerjaan-pekerjaan besar itu memang sulit dikerjakan tetapi harus diatasi." } } }, { "number": { "inQuran": 6036, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u0651\u064f \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Fakku raqabah" } }, "translation": { "en": "It is the freeing of a slave", "id": "(yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6036", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6036.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6036.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jalan yang mendaki dan sukar itu adalah melepaskan hamba sahaya dari perbudakan atau membantunya untuk membebaskan diri, karena perbudakan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,", "long": "Allah menegaskan bahwa pekerjaan besar yang sulit dilaksanakan itu adalah memerdekakan budak. Hal itu karena perbudakan pada waktu itu sudah sangat dalam merasuk ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik di dunia Arab maupun di luarnya. Segala aktivitas manusia, seperti perdagangan, pertanian, kemiliteran, bahkan kehidupan sehari-hari, dan sebagainya, tidak akan bisa berjalan dengan baik pada waktu itu tanpa adanya budak yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat. Namun Allah meminta umat Islam agar menghapus perbudakan. Pelaksanaannya memang tidak sekaligus, tetapi berangsur-angsur. Seorang tuan seharusnya dapat memerdekakan budaknya, inilah yang dirasakan mereka sangat berat. Pemerdekaan budak juga dilakukan melalui cara-cara lain, misalnya dengan sanksi pelanggaran-pelanggaran yang hukumannya adalah memerdekakan budak. Juga dengan cara memberi kesempatan kepada budak itu untuk menebus dirinya." } } }, { "number": { "inQuran": 6037, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u0637\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u064c \u0641\u0650\u064a \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0630\u0650\u064a \u0645\u064e\u0633\u0652\u063a\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Aw it'aamun fee yawmin zee masghabah" } }, "translation": { "en": "Or feeding on a day of severe hunger", "id": "atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6037", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6037.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6037.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan kepada orang yang sangat membutuhkannya,", "long": "Pekerjaan besar dan berat lainnya yang sulit dikerjakan adalah memberi makan orang pada musim kelaparan, ekonomi morat-marit, dan sebagainya. Hal itu karena yang memberi juga membutuhkannya. Namun demikian, Allah menguji umat Islam, apakah mereka mau dan mampu mengerjakannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6038, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0642\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Yateeman zaa maqrabah" } }, "translation": { "en": "An orphan of near relationship", "id": "(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6038", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6038.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6038.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yakni kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat sehingga dia akan mendapat dua pahala kebaikan sekaligus, yakni pahala sedekah dan silaturrahim", "long": "Memberi makan orang yang lapar pada masa kelaparan pertama sekali ditujukan pada anak-anak yatim yang ada hubungan keluarga dengan pemberi. Siapa lagi yang akan mau memperhatikan mereka bila bukan keluarga sendiri karena orang tuanya sudah tiada? Perhatian pada keluarga memang harus didahulukan sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut:\n\nSedekah kepada orang miskin adalah sedekah (satu amal), sedekah kepada orang yang punya hubungan keluarga ada dua amal, sedekah dan silaturrahim. (Riwayat Ahmad, at-Tirmidhi, dan an-Nasa'i).\n\nSelanjutnya yang perlu mendapat perhatian utama adalah orang-orang miskin yang terhempas ke tanah, yaitu orang-orang yang begitu miskinnya sehingga tidak punya tempat untuk berteduh. Mereka misalnya tunawisma, gelandangan, anak jalanan, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 6039, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u0652\u0631\u064e\u0628\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Aw miskeenan zaa matrabah" } }, "translation": { "en": "Or a needy person in misery", "id": "atau orang miskin yang sangat fakir." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6039", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6039.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6039.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Kepedulian kepada anak yatim dan orang miskin adalah akhlak yang sangat terpuji, namun butuh sifat kedermawanan agar seseorang bisa melakukannya.", "long": "Memberi makan orang yang lapar pada masa kelaparan pertama sekali ditujukan pada anak-anak yatim yang ada hubungan keluarga dengan pemberi. Siapa lagi yang akan mau memperhatikan mereka bila bukan keluarga sendiri karena orang tuanya sudah tiada? Perhatian pada keluarga memang harus didahulukan sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut:\n\nSedekah kepada orang miskin adalah sedekah (satu amal), sedekah kepada orang yang punya hubungan keluarga ada dua amal, sedekah dan silaturrahim. (Riwayat Ahmad, at-Tirmidhi, dan an-Nasa'i).\n\nSelanjutnya yang perlu mendapat perhatian utama adalah orang-orang miskin yang terhempas ke tanah, yaitu orang-orang yang begitu miskinnya sehingga tidak punya tempat untuk berteduh. Mereka misalnya tunawisma, gelandangan, anak jalanan, dan sebagainya." } } }, { "number": { "inQuran": 6040, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0635\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0635\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Summa kaana minal lazeena aamanoo wa tawaasaw bissabri wa tawaasaw bilmarhamah" } }, "translation": { "en": "And then being among those who believed and advised one another to patience and advised one another to compassion.", "id": "Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6040", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6040.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6040.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, bila dia mau menempuh jalan yang mendaki dan sukar itu maka dia termasuk orang-orang yang beriman dengan kukuh dan saling berpesan untuk bersabar dalam berbuat baik, menjauhi maksiat, serta menghadapi kesusahan hidup, dan saling berpesan untuk berkasih sayang kepada sesama makhluk.", "long": "Pekerjaan berat lainnya adalah beriman dan saling menasihati untuk sabar dan menyayangi antara sesama Muslim. Sabar adalah kemampuan menahan diri, tabah menghadapi kesulitan, dan usaha keras mengatasi kesulitan tersebut. Kaum Muslimin harus mampu membuktikan imannya dengan melaksanakan sikap sabar itu, dan mendorong kaum Muslimin lainnya untuk melaksanakannya.\n\nJuga yang berat melaksanakannya adalah menyayangi orang lain seperti menyayangi diri sendiri atau keluarga sendiri. Akan tetapi, umat Islam harus mampu membuktikan imannya dengan melaksanakan sikap saling menyayangi itu, sebagaimana juga diperintahkan Rasulullah:\n\nOrang yang penyayang disayang oleh Yang Maha Penyayang. Sayangilah orang yang ada di bumi, maka yang ada di langit akan menyayangi kalian. (Riwayat at-Tirmidhi, Abu Dawud, dan Ahmad dari Abdullah bin 'Amr)." } } }, { "number": { "inQuran": 6041, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Ulaaa'ika As-haabul maimanah" } }, "translation": { "en": "Those are the companions of the right.", "id": "Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6041", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6041.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6041.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila mereka berkenan menempuh jalan yang sukar, beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan berkasih sayang, mereka adalah golongan kanan yang akan menemui kebahagiaan di akhirat berupa surga dengan segala kenikmatan di dalamnya.", "long": "Kaum Muslimin yang berhasil melaksanakan pekerjaan-pekerjaan sulit di atas digolongkan sebagai \"golongan kanan\". Balasan bagi \"golongan kanan\" tersebut adalah surga yang penuh nikmat, sebagaimana dinyatakan dalam Surah al-Waqi'ah/56: 27-40." } } }, { "number": { "inQuran": 6042, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0634\u0652\u0623\u064e\u0645\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Wallazeena kafaroo bi aayaatinaa hum as-haabul Mash'amah" } }, "translation": { "en": "But they who disbelieved in Our signs - those are the companions of the left.", "id": "Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6042", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6042.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6042.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebaliknya, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, baik dengan ucapan maupun tindakan, mereka itu adalah golongan kiri yang akan celaka dan menjumpai azab yang pedih.", "long": "Mereka yang ingkar tidak mau melaksanakan pekerjaan-pekerjaan besar dan sulit itu. Mereka disebut ashabul-masy'amah, yaitu golongan kiri. Tempat mereka adalah neraka yang tertutup rapat, sehingga neraka begitu luar biasa panasnya. Mereka itu tentu akan sangat menderita di dalamnya. Dengan demikian, ia menemukan kesulitan hidup yang tiada taranya di akhirat, tidak sebanding dengan kesulitan mengerjakan perbuat-perbuatan baik waktu di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 6043, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 594, "manzil": 7, "ruku": 532, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064c \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0635\u064e\u062f\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Alaihim naarum mu'sadah" } }, "translation": { "en": "Over them will be fire closed in.", "id": "Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6043", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6043.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6043.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat dari semua sisinya. Tidak ada jalan keluar bagi mereka dari neraka itu dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk sekadar beristirahat dari siksanya.", "long": "Mereka yang ingkar tidak mau melaksanakan pekerjaan-pekerjaan besar dan sulit itu. Mereka disebut ashabul-masy'amah, yaitu golongan kiri. Tempat mereka adalah neraka yang tertutup rapat, sehingga neraka begitu luar biasa panasnya. Mereka itu tentu akan sangat menderita di dalamnya. Dengan demikian, ia menemukan kesulitan hidup yang tiada taranya di akhirat, tidak sebanding dengan kesulitan mengerjakan perbuat-perbuatan baik waktu di dunia." } } } ] }, { "number": 91, "sequence": 26, "numberOfVerses": 15, "name": { "short": "الشمس", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0634\u0645\u0633", "transliteration": { "en": "Ash-Shams", "id": "Asy-Syams" }, "translation": { "en": "The Sun", "id": "Matahari" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Asy Syams terdiri atas 15 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qadar. Dinamai Asy Syams (matahari) diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6044, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0636\u064f\u062d\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wash shamsi wa duhaa haa" } }, "translation": { "en": "By the sun and its brightness", "id": "Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6044", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6044.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6044.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi matahari dan semburat sinarnya pada pagi hari. Penciptaan matahari, peredarannya pada poros dan orbitnya membuktikan kuasa Allah. Sinarnya yang terang dan panas sangat berman­faat bagi kehidupan manusia di bumi.", "long": "Allah bersumpah dengan matahari dan cahayanya pada waktu duha yang sangat terang dan kontras dengan sesaat sebelumnya di mana kegelapan menutup alam ini. Kemudian Allah bersumpah dengan bulan yang bertolak belakang dengan matahari, sebab ia bukan sumber cahaya tetapi hanya menerima cahaya dari matahari.\n\nMenurut kajian ilmiah, cahaya di pagi hari adalah yang paling lengkap kekayaan panjang gelombangnya. Oleh karena itu, cahaya matahari pagi paling baik khasiatnya bagi manusia. Matahari adalah sumber energi utama bagi manusia, sedang cahayanya terdiri dari cahaya tampak, inframerah, dan ultraviolet. Cahaya tampak memiliki tujuh spektrum yang berbeda dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda bagi tubuh manusia. Adapun inframerah bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pada otot-otot, dan ultraviolet berfungsi sebagai fitokatalis yang mempercepat perubahan pro-vitamin D yang ada pada kulit manusia menjadi vitamin D." } } }, { "number": { "inQuran": 6045, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0644\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wal qamari izaa talaa haa" } }, "translation": { "en": "And [by] the moon when it follows it", "id": "demi bulan apabila mengiringinya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6045", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6045.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6045.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi bulan apabila mengiringinya dan menggantikan tugasnya menerangi bumi setelah matahari itu terbenam. Bulan muncul dalam bentuk bulan sabit, kemudian seiring pergantian hari berubah menjadi purnama, dan kembali ke bulan sabit lagi pada akhir bulan.", "long": "Allah bersumpah dengan matahari dan cahayanya pada waktu duha yang sangat terang dan kontras dengan sesaat sebelumnya di mana kegelapan menutup alam ini. Kemudian Allah bersumpah dengan bulan yang bertolak belakang dengan matahari, sebab ia bukan sumber cahaya tetapi hanya menerima cahaya dari matahari.\n\nMenurut kajian ilmiah, cahaya di pagi hari adalah yang paling lengkap kekayaan panjang gelombangnya. Oleh karena itu, cahaya matahari pagi paling baik khasiatnya bagi manusia. Matahari adalah sumber energi utama bagi manusia, sedang cahayanya terdiri dari cahaya tampak, inframerah, dan ultraviolet. Cahaya tampak memiliki tujuh spektrum yang berbeda dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda bagi tubuh manusia. Adapun inframerah bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pada otot-otot, dan ultraviolet berfungsi sebagai fitokatalis yang mempercepat perubahan pro-vitamin D yang ada pada kulit manusia menjadi vitamin D." } } }, { "number": { "inQuran": 6046, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wannahaari izaa jallaa haa" } }, "translation": { "en": "And [by] the day when it displays it", "id": "demi siang apabila menampakkannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6046", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6046.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6046.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi siang apabila menampakkannya, yakni menampakkan matahari. Siang yang terang menjadi waktu bagi manusia untuk beraktivitas.", "long": "Selanjutnya Allah bersumpah dengan siang dan malam. Siang menampakkan matahari, sedangkan malam menyembunyikan matahari. Dengan ini, Allah memberikan isyarat tentang sistem perputaran bulan dan bumi terhadap matahari sebagai penanda waktu bagi manusia. Perputaran bumi terhadap matahari menimbulkan sistem penanda waktu syamsiah sedang perputaran bulan terhadap bumi menimbulkan penanda waktu qomariyah. Pergerakan ketiga benda langit ini yang begitu terstruktur tersebut menunjukkan betapa kuasa Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 6047, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wallaili izaa yaghshaa haa" } }, "translation": { "en": "And [by] the night when it covers it", "id": "demi malam apabila menutupinya (gelap gulita)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6047", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6047.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6047.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi malam apabila menutupinya sehingga suasana menjadi gelap gulita. Malam menjadi waktu istirahat bagi manusia guna mengembalikan kekuatan untuk kembali beraktivitas esok hari.", "long": "Selanjutnya Allah bersumpah dengan siang dan malam. Siang menampakkan matahari, sedangkan malam menyembunyikan matahari. Dengan ini, Allah memberikan isyarat tentang sistem perputaran bulan dan bumi terhadap matahari sebagai penanda waktu bagi manusia. Perputaran bumi terhadap matahari menimbulkan sistem penanda waktu syamsiah sedang perputaran bulan terhadap bumi menimbulkan penanda waktu qomariyah. Pergerakan ketiga benda langit ini yang begitu terstruktur tersebut menunjukkan betapa kuasa Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 6048, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wassamaaa'i wa maa banaahaa" } }, "translation": { "en": "And [by] the sky and He who constructed it", "id": "demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6048", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6048.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6048.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi langit serta pembinaannya yang menakjubkan. Langit yang kukuh laksana atap yang melindungi manusia di bawahnya. Langit menjadi tempat bagi miliaran benda langit yang beredar pada orbit masing-masing. Tidak ada benturan antara satu benda langit dengan lainnya. Semuanya mencerminkan kekuasaan Zat Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa.", "long": "Selanjutnya lagi, Allah bersumpah dengan langit dan bumi. Langit, yaitu kosmos beserta segala isinya, menyangga langit itu sehingga tetap berfungsi sebagai atap bumi. Dan bumi itu terhampar sehingga menyediakan potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan manusia untuk hidup di atasnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6049, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0637\u064e\u062d\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wal ardi wa maa tahaahaa" } }, "translation": { "en": "And [by] the earth and He who spread it", "id": "demi bumi serta penghamparannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6049", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6049.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6049.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi bumi serta penghamparannya sehingga menjadi tempat makhluk hidup berpijak. Karena bumi terhampar luas, manusia dapat dengan mudah berpindah dari satu ke tempat lain.", "long": "Selanjutnya lagi, Allah bersumpah dengan langit dan bumi. Langit, yaitu kosmos beserta segala isinya, menyangga langit itu sehingga tetap berfungsi sebagai atap bumi. Dan bumi itu terhampar sehingga menyediakan potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan manusia untuk hidup di atasnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6050, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa nafsinw wa maa sawwaahaa" } }, "translation": { "en": "And [by] the soul and He who proportioned it", "id": "demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6050", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6050.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6050.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya. Jiwa bukan materi sebagaimana benda-benda yang disebut sebelumnya, tetapi jiwa mempunyai peran yang sangat sentral dalam memben­tuk perilaku manusia.", "long": "Terakhir, Allah bersumpah dengan diri manusia yang telah Ia ciptakan dengan kondisi fisik dan psikis yang sempurna. Setelah menciptakannya secara sempurna, Allah memasukkan ke dalam diri manusia potensi jahat dan baik." } } }, { "number": { "inQuran": 6051, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0644\u0652\u0647\u064e\u0645\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064f\u062c\u064f\u0648\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Fa-alhamahaa fujoorahaa wa taqwaahaa" } }, "translation": { "en": "And inspired it [with discernment of] its wickedness and its righteousness,", "id": "maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6051", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6051.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6051.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Setelah menyempurnakan ciptaan jwia itu maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya. Jiwa manusia laksana wadah bagi nilai-nilai yang diembannya. Jiwa bisa menjadi baik atau buruk tergantung nilai mana yang manusia pilih dan aktualisasikan.", "long": "Terakhir, Allah bersumpah dengan diri manusia yang telah Ia ciptakan dengan kondisi fisik dan psikis yang sempurna. Setelah menciptakannya secara sempurna, Allah memasukkan ke dalam diri manusia potensi jahat dan baik." } } }, { "number": { "inQuran": 6052, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0644\u064e\u062d\u064e \u0645\u064e\u0646 \u0632\u064e\u0643\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Qad aflaha man zakkaahaa" } }, "translation": { "en": "He has succeeded who purifies it,", "id": "sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6052", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6052.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6052.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwa itu dan menyucikannya dari segala keko­toran seperti syirik, kufur, takabur, iri, dengki, kikir, tamak, dan sebagainya, lalu menghiasinya dengan sifat-sifat baik seperti iman, ikhlas, sabar, syukur, dan sebagainya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menegaskan pesan yang begitu pentingnya sehingga untuk itu Ia perlu bersumpah. Pesan itu adalah bahwa orang yang membersihkan dirinya, yaitu mengendalikan dirinya sehingga hanya mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, akan beruntung, yaitu bahagia di dunia dan terutama di akhirat. Sedangkan orang yang mengotori dirinya, yaitu mengikuti hawa nafsunya sehingga melakukan perbuatan-perbuatan dosa, akan celaka, yaitu tidak bahagia di dunia dan di akhirat masuk neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 6053, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u064e\u0646 \u062f\u064e\u0633\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qad khaaba man dassaahaa" } }, "translation": { "en": "And he has failed who instills it [with corruption].", "id": "dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6053", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6053.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6053.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh rugi orang yang menutupi kemuliaan jiwa itu, mengotorinya dengan sifat-sifat buruk, dan mematikan potensinya untuk berbuat baik. Dengan melakukan hal itu, manusia tidak malu lagi berperilaku buruk, berbuat dosa, dan merugikan orang lain.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menegaskan pesan yang begitu pentingnya sehingga untuk itu Ia perlu bersumpah. Pesan itu adalah bahwa orang yang membersihkan dirinya, yaitu mengendalikan dirinya sehingga hanya mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, akan beruntung, yaitu bahagia di dunia dan terutama di akhirat. Sedangkan orang yang mengotori dirinya, yaitu mengikuti hawa nafsunya sehingga melakukan perbuatan-perbuatan dosa, akan celaka, yaitu tidak bahagia di dunia dan di akhirat masuk neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 6054, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u062f\u064f \u0628\u0650\u0637\u064e\u063a\u0652\u0648\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Kazzabat Samoodu bi taghwaahaaa" } }, "translation": { "en": "Thamud denied [their prophet] by reason of their transgression,", "id": "(Kaum) samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6054", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6054.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6054.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Samud, yang dahulu tinggal di sebelah selatan Madinah, adalah contoh manusia yang mengotori jiwa dengan kekafiran dan maksiat. Kaum Šamud telah mendustakan rasulnya, yaitu Nabi Saleh, karena mereka melampaui batas dalam keingkaran terhadap ajakan nabi mereka dan melakukan tindakan yang penuh dosa.", "long": "Kaum Samud adalah umat Nabi Saleh. Mereka telah mendustakan dan mengingkari kenabian dan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi Saleh dari Allah. Nabi Saleh diberi mukjizat oleh Allah sebagai ujian bagi kaumnya, yaitu seekor unta betina yang dijelmakan dari sebuah batu besar, untuk menandingi keahlian kaum itu yang sangat piawai dalam seni patung dari batu. Bila mereka piawai dalam seni patung sehingga patung itu terlihat bagaikan hidup, maka mukjizat Nabi Saleh adalah menjelmakan seekor unta betina yang benar-benar hidup dari sebuah batu. Akan tetapi, mereka tidak mengakuinya, dan berusaha membunuh unta itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6055, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u0650 \u0627\u0646\u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e \u0623\u064e\u0634\u0652\u0642\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Izim ba'asa ashqaahaa" } }, "translation": { "en": "When the most wretched of them was sent forth.", "id": "ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6055", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6055.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6055.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Puncak perilaku buruk mereka tampak ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka untuk melakukan tindakan yang sangat buruk akibatnya bagi mereka semua, yaitu membantai unta mukjizat Nabi Saleh.", "long": "Awal kecelakaan bagi kaum Samud adalah ketika tampil seorang yang paling jahat dari mereka, yaitu Qudar bin Salif. Ia adalah seorang yang sangat berani, perkasa, dan bengis. Ia datang memprovokasi kaumnya untuk membunuh unta betina mukjizat Nabi Saleh." } } }, { "number": { "inQuran": 6056, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0627\u0642\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064f\u0642\u0652\u064a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Faqaala lahum Rasoolul laahi naaqatal laahi wa suqiyaahaa" } }, "translation": { "en": "And the messenger of Allah [Salih] said to them, \"[Do not harm] the she-camel of Allah or [prevent her from] her drink.\"", "id": "lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6056", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6056.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6056.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Melihat gelagat buruk itu lalu Rasul Allah, Nabi Saleh, berkata kepada mereka, “Biarkanlah unta betina dari Allah ini dengan minumannya.” Janganlah kamu mengusik apalagi membunuh­nya. Jangan pula kamu larang unta itu mengambil jatah air minumnya sesuai kesepakatan kita satu hari untuk unta dan hari berikutnya untuk kaum Šamud.", "long": "Nabi Saleh memperingatkan kaumnya agar tidak mengganggu unta itu. Ia memperingatkan bahwa unta itu adalah mukjizat dari Allah, dan haknya untuk memperoleh minum berselang hari dengan mereka, harus dihormati. Ia memperingatkan pula bahwa bila mereka mengganggunya, mereka akan mendapat bahaya." } } }, { "number": { "inQuran": 6057, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0641\u064e\u0639\u064e\u0642\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0641\u064e\u062f\u064e\u0645\u0652\u062f\u064e\u0645\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0630\u064e\u0646\u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Fakazzaboohu fa'aqaroohaa fadamdama 'alaihim Rabbuhum bizambihim fasaw waahaa" } }, "translation": { "en": "But they denied him and hamstrung her. So their Lord brought down upon them destruction for their sin and made it equal [upon all of them].", "id": "Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6057", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6057.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6057.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kaum Samud tidak rela dengan pembagian jatah air itu. Nabi Saleh telah menasihati mereka, namun mereka mengabaikan serta mendustakannya, dan dengan beringas pria paling celaka itu menyembelih­ unta tersebut dan membantainya atas perintah kaum Samud. Karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya mereka dengan tanah. Hanya Nabi Saleh dan orang beriman yang selamat dari azab itu. Kejadian ini memberi pesan kepada generasi setelahnya bahwa aturan agama Allah harus diindahkan. Mereka yang menentang dan melakukan dosa akan mendapatkan sanksi yang keras dari Allah di dunia sebelum sanksi yang lebih keras lagi di akhirat.", "long": "Akan tetapi, kaumnya memandang Nabi Saleh bohong, begitu juga unta itu sebagai mukjizat, dan menganggap sepi peringatan Nabi Saleh tersebut. Unta itu mereka tangkap beramai-ramai, lalu Qudar bin Salif membunuhnya dengan cara memotong-motongnya. Akhirnya Allah meratakan negeri mereka dengan tanah, dengan mengirim petir yang menggelegar yang diiringi gempa yang dahsyat, sebagai balasan pembangkangan dan dosa-dosa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6058, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 533, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa laa yakhaafu'uqbaahaa" } }, "translation": { "en": "And He does not fear the consequence thereof.", "id": "dan Dia tidak takut terhadap akibatnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6058", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6058.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6058.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah membinasakan mereka dan Dia tidak takut terhadap akibatnya. Allah tidak diminta pertanggungjawaban atas tindakan-Nya oleh siapa pun. Tindakan Allah, apa pun bentuknya, adalah keadilan sejati. Makhluk harus menaati aturan-Nya dan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di hadapan Allah di akhirat nanti.", "long": "Allah tidak peduli bencana yang Ia timpakan kepada mereka dengan korban yang begitu besar. Hal itu karena pembangkangan mereka yang sudah sangat keterlaluan, yaitu membunuh unta betina (mukjizat) yang diturunkan-Nya kepada nabi-Nya." } } } ] }, { "number": 92, "sequence": 9, "numberOfVerses": 21, "name": { "short": "الليل", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0644\u064a\u0644", "transliteration": { "en": "Al-Lail", "id": "Al-Lail" }, "translation": { "en": "The Night", "id": "Malam" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al A'laa. Surat ini dinamai Al Lail (malam), diambil dari perkataan Al Lail yang terdapat pada ayat pertama surat ini" }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6059, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u0634\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wallaili izaa yaghshaa" } }, "translation": { "en": "By the night when it covers", "id": "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6059", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6059.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6059.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi malam apabila menutupi cahaya siang. Malam yang gelap gulita dan hening menjadi waktu bagi manusia untuk beristirahat dari kepenatan kerja di siang hari.", "long": "Allah bersumpah dengan malam apabila menutupi, yaitu ketika malam sudah merata menutupi alam ini. Ini adalah waktu isya yaitu ketika cahaya merah sudah hilang di ufuk barat. Waktu itu manusia pada umumnya sudah mengakhiri aktivitasnya, dan ingin istirahat dan pergi tidur. Kemudian Allah bersumpah dengan aktivitas alam sebaliknya, yaitu siang ketika terang benderang. Waktu itu adalah waktu duha ketika cahaya matahari sudah merata menyinari alam ini, yang kontras dengan malam yang baru saja berakhir, dan manusia mulai bekerja." } } }, { "number": { "inQuran": 6060, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wannahaari izaa tajalla" } }, "translation": { "en": "And [by] the day when it appears", "id": "demi siang apabila terang benderang," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6060", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6060.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6060.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi waktu siang apabila terang benderang oleh cahaya matahari sehingga manusia dapat beraktivitas dengan leluasa.", "long": "Allah bersumpah dengan malam apabila menutupi, yaitu ketika malam sudah merata menutupi alam ini. Ini adalah waktu isya yaitu ketika cahaya merah sudah hilang di ufuk barat. Waktu itu manusia pada umumnya sudah mengakhiri aktivitasnya, dan ingin istirahat dan pergi tidur. Kemudian Allah bersumpah dengan aktivitas alam sebaliknya, yaitu siang ketika terang benderang. Waktu itu adalah waktu duha ketika cahaya matahari sudah merata menyinari alam ini, yang kontras dengan malam yang baru saja berakhir, dan manusia mulai bekerja." } } }, { "number": { "inQuran": 6061, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0646\u062b\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa maa khalaqaz zakara wal unthaa" } }, "translation": { "en": "And [by] He who created the male and female,", "id": "demi penciptaan laki-laki dan perempuan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6061", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6061.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6061.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi penciptaan laki-laki dan perempuan dari setetes mani. Manusia tidak mempunyai rekayasa apa pun dalam penciptaan kedua jenis ini. Semua diatur oleh Allah sesuai kebijaksana­an-Nya terhadap makhluk.", "long": "Selanjutnya, Allah bersumpah dengan laki-laki dan perempuan yang telah diciptakan-Nya. Ini adalah juga dua makhluk yang berlawanan jenis dan kodratnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6062, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0634\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Inna sa'yakum lashattaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, your efforts are diverse.", "id": "sungguh, usahamu memang beraneka macam." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6062", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6062.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6062.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi ketiga hal itu, sungguh usahamu memang beraneka macam. Sebagian dari kamu memilih jalan ketaatan kepada Allah dan sebagian yang lain memilih durhaka.", "long": "Setelah bersumpah dengan dua-dua makhluk-Nya yang berlawanan jenis dan sifatnya, Allah menegaskan bahwa perbuatan atau tingkah laku manusia itu memang bermacam-macam. Perbedaan itu terjadi karena perbedaan kemauannya, apakah mengikuti potensi positifnya ataukah mengikuti potensi negatifnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6063, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0637\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa ammaa man a'taa wattaqaa" } }, "translation": { "en": "As for he who gives and fears Allah", "id": "Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6063", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6063.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6063.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka barang siapa memberikan hartanya di jalan Allah, seperti ke-pada fakir miskin, anak yatim, dan kebajikan lainnya, dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan adanya tiga tingkah laku manusia. Pertama, suka memberi, yaitu menolong antara sesama manusia. Ia tidak hanya mengeluarkan zakat kekayaannya, yang merupakan kewajiban, tetapi juga berinfak, bersedekah, dan sebagainya yang bukan wajib. Kedua, bertakwa, yaitu takut mengabaikan perintah-Nya atau melanggar larangan-Nya. \n\nKetiga, membenarkan kebaikan Allah, yaitu mengakui nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya lalu mensyukurinya. Nikmat terbesar Allah yang ia akui adalah surga. Oleh karena itu, ia tidak segan-segan beramal di dunia untuk memperolehnya, di antaranya membantu antara sesama manusia.\n\nKepada mereka yang melakukan tiga aspek perbuatan baik di atas, Allah akan memberikan kemudahan bagi mereka, yaitu kemudahan untuk memperoleh keberuntungan di dunia maupun di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 6064, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa saddaqa bil husnaa" } }, "translation": { "en": "And believes in the best [reward],", "id": "dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6064", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6064.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6064.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat, atau membenarkan kalimat tauhid dengan beriman kepada Allah dengan kukuh,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan adanya tiga tingkah laku manusia. Pertama, suka memberi, yaitu menolong antara sesama manusia. Ia tidak hanya mengeluarkan zakat kekayaannya, yang merupakan kewajiban, tetapi juga berinfak, bersedekah, dan sebagainya yang bukan wajib. Kedua, bertakwa, yaitu takut mengabaikan perintah-Nya atau melanggar larangan-Nya. \n\nKetiga, membenarkan kebaikan Allah, yaitu mengakui nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya lalu mensyukurinya. Nikmat terbesar Allah yang ia akui adalah surga. Oleh karena itu, ia tidak segan-segan beramal di dunia untuk memperolehnya, di antaranya membantu antara sesama manusia.\n\nKepada mereka yang melakukan tiga aspek perbuatan baik di atas, Allah akan memberikan kemudahan bagi mereka, yaitu kemudahan untuk memperoleh keberuntungan di dunia maupun di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 6065, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0646\u064f\u064a\u064e\u0633\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fasanu yassiruhoo lilyusraa" } }, "translation": { "en": "We will ease him toward ease.", "id": "maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6065", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6065.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6065.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan dan kebahagiaan; menuju surga. Kami juga akan memudahkan jalannya untuk senantiasa beramal saleh dan taat kepada Kami.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan adanya tiga tingkah laku manusia. Pertama, suka memberi, yaitu menolong antara sesama manusia. Ia tidak hanya mengeluarkan zakat kekayaannya, yang merupakan kewajiban, tetapi juga berinfak, bersedekah, dan sebagainya yang bukan wajib. Kedua, bertakwa, yaitu takut mengabaikan perintah-Nya atau melanggar larangan-Nya. \n\nKetiga, membenarkan kebaikan Allah, yaitu mengakui nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya lalu mensyukurinya. Nikmat terbesar Allah yang ia akui adalah surga. Oleh karena itu, ia tidak segan-segan beramal di dunia untuk memperolehnya, di antaranya membantu antara sesama manusia.\n\nKepada mereka yang melakukan tiga aspek perbuatan baik di atas, Allah akan memberikan kemudahan bagi mereka, yaitu kemudahan untuk memperoleh keberuntungan di dunia maupun di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 6066, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0628\u064e\u062e\u0650\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa ammaa mam bakhila wastaghnaa" } }, "translation": { "en": "But as for he who withholds and considers himself free of need", "id": "dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6066", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6066.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6066.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang yang kikir terhadap hartanya dengan tidak memenuhi hak Allah dalam harta itu dan merasa dirinya cukup dengan apa yang dia punya sehingga tidak lagi memerlukan pahala dari Allah tidak mau beramal untuk kehidupan akhiratnya", "long": "Sebaliknya, ada manusia yang bertingkah laku sebaliknya. Ia bakhil, pelit, tidak mau menolong antar sesama, apalagi mengeluarkan kewajibannya yaitu zakat. Di samping itu, ia sudah merasa cukup segala-galanya. Oleh karena itu, ia merasa tidak memerlukan orang lain bahkan Allah. Akibatnya, ia sombong dan tidak mengakui nikmat-nikmat Allah yang telah ia terima dan tidak mengharapkan nikmat-nikmat itu. Akibatnya ia tidak mengindahkan aturan-aturan Allah. Orang itu akan dimudahkan Allah menuju kesulitan, baik kesulitan di dunia maupun di akhirat. Kesulitan di dunia misalnya kejatuhan, penyakit, kecelakaan, musibah, dan sebagainya. Kesulitan di akhirat adalah ketersiksaan yang puncaknya adalah neraka.\n\nManusia, bila sudah mati tanpa memiliki amal dan kemudian masuk neraka di akhirat, maka harta benda dan kekayaan mereka tidak berguna apa pun. Hal itu karena harta itu tidak akan bisa digunakan untuk menebus dosa-dosa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6067, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa kazzaba bil husnaa" } }, "translation": { "en": "And denies the best [reward],", "id": "serta mendustakan (pahala) yang terbaik," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6067", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6067.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6067.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "serta mendustakan pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat; atau ingkar kepada Allah, hari akhir, dan apa yang Allah janjikan kepada mereka yang beramal saleh sehingga dia senantiasa melakukan maksiat,", "long": "Sebaliknya, ada manusia yang bertingkah laku sebaliknya. Ia bakhil, pelit, tidak mau menolong antar sesama, apalagi mengeluarkan kewajibannya yaitu zakat. Di samping itu, ia sudah merasa cukup segala-galanya. Oleh karena itu, ia merasa tidak memerlukan orang lain bahkan Allah. Akibatnya, ia sombong dan tidak mengakui nikmat-nikmat Allah yang telah ia terima dan tidak mengharapkan nikmat-nikmat itu. Akibatnya ia tidak mengindahkan aturan-aturan Allah. Orang itu akan dimudahkan Allah menuju kesulitan, baik kesulitan di dunia maupun di akhirat. Kesulitan di dunia misalnya kejatuhan, penyakit, kecelakaan, musibah, dan sebagainya. Kesulitan di akhirat adalah ketersiksaan yang puncaknya adalah neraka.\n\nManusia, bila sudah mati tanpa memiliki amal dan kemudian masuk neraka di akhirat, maka harta benda dan kekayaan mereka tidak berguna apa pun. Hal itu karena harta itu tidak akan bisa digunakan untuk menebus dosa-dosa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6068, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0646\u064f\u064a\u064e\u0633\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fasanu yassiruhoo lil'usraa" } }, "translation": { "en": "We will ease him toward difficulty.", "id": "maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6068", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6068.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6068.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran dan kesengsaraan. Kami tutup hatinya dari keinginan untuk berbuat kebajikan dan Kami tahan langkahnya untuk taat kepada Kami.", "long": "Sebaliknya, ada manusia yang bertingkah laku sebaliknya. Ia bakhil, pelit, tidak mau menolong antar sesama, apalagi mengeluarkan kewajibannya yaitu zakat. Di samping itu, ia sudah merasa cukup segala-galanya. Oleh karena itu, ia merasa tidak memerlukan orang lain bahkan Allah. Akibatnya, ia sombong dan tidak mengakui nikmat-nikmat Allah yang telah ia terima dan tidak mengharapkan nikmat-nikmat itu. Akibatnya ia tidak mengindahkan aturan-aturan Allah. Orang itu akan dimudahkan Allah menuju kesulitan, baik kesulitan di dunia maupun di akhirat. Kesulitan di dunia misalnya kejatuhan, penyakit, kecelakaan, musibah, dan sebagainya. Kesulitan di akhirat adalah ketersiksaan yang puncaknya adalah neraka.\n\nManusia, bila sudah mati tanpa memiliki amal dan kemudian masuk neraka di akhirat, maka harta benda dan kekayaan mereka tidak berguna apa pun. Hal itu karena harta itu tidak akan bisa digunakan untuk menebus dosa-dosa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6069, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u064e\u062f\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa maa yughnee 'anhu maaluhooo izaa taraddaa" } }, "translation": { "en": "And what will his wealth avail him when he falls?", "id": "dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6069", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6069.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6069.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa dalam kemurkaan Allah. Allah tidak membutuhkan harta sebanyak apa pun. Hanya iman dan ketaatan, bukan harta, yang menyelamatkan seseorang dari azab Allah.", "long": "Sebaliknya, ada manusia yang bertingkah laku sebaliknya. Ia bakhil, pelit, tidak mau menolong antar sesama, apalagi mengeluarkan kewajibannya yaitu zakat. Di samping itu, ia sudah merasa cukup segala-galanya. Oleh karena itu, ia merasa tidak memerlukan orang lain bahkan Allah. Akibatnya, ia sombong dan tidak mengakui nikmat-nikmat Allah yang telah ia terima dan tidak mengharapkan nikmat-nikmat itu. Akibatnya ia tidak mengindahkan aturan-aturan Allah. Orang itu akan dimudahkan Allah menuju kesulitan, baik kesulitan di dunia maupun di akhirat. Kesulitan di dunia misalnya kejatuhan, penyakit, kecelakaan, musibah, dan sebagainya. Kesulitan di akhirat adalah ketersiksaan yang puncaknya adalah neraka.\n\nManusia, bila sudah mati tanpa memiliki amal dan kemudian masuk neraka di akhirat, maka harta benda dan kekayaan mereka tidak berguna apa pun. Hal itu karena harta itu tidak akan bisa digunakan untuk menebus dosa-dosa mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6070, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Inna 'alainaa lal hudaa" } }, "translation": { "en": "Indeed, [incumbent] upon Us is guidance.", "id": "Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6070", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6070.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6070.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk kepada manusia sesuai dengan kebijaksanaan Kami agar mereka berjalan pada jalan yang benar demi kebaikan mereka di dunia dan akhirat,", "long": "Allah menegaskan bahwa Ia berkewajiban menunjuki manusia mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, sebagaimana dinyatakan-Nya dalam ayat lain:\n\nDan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, \"Salamun 'alaikum (selamat sejahtera untuk kamu).\" Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-An'am/6: 54)" } } }, { "number": { "inQuran": 6071, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa inna lanaa lal Aakhirata wal oolaa" } }, "translation": { "en": "And indeed, to Us belongs the Hereafter and the first [life].", "id": "dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6071", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6071.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6071.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sesungguhnya milik Kamilah kerajaan akhirat dan dunia. Kami yang mengatur urusan keduanya, sedangkan manusia tinggal menjalankan apa yang wajib baginya dan meninggalkan apa yang dilarang darinya.", "long": "Allah juga pemilik alam ini, baik alam akhirat maupun alam dunia. Bila Allah pemilik segala-galanya, maka tiada jalan bagi manusia selain meminta semuanya itu kepada-Nya dengan jalan mengimani dan bertakwa kepada-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6072, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 595, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u062a\u064e\u0644\u064e\u0638\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Fa anzartukum naaran talazzaa" } }, "translation": { "en": "So I have warned you of a Fire which is blazing.", "id": "Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6072", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6072.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6072.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka, Aku memperingatkan kamu, wahai manusia, dengan neraka yang menyala-nyala dan panas tiada tara; itulah neraka Jahanam. Demikianlah cara Allah mendidik manusia, dengan memberi sanksi kepada pelanggar dan penghargaan kepada penaat.", "long": "Di samping Allah telah menunjuki manusia jalan yang benar, Ia juga memperingatkan manusia tentang adanya neraka yang senantiasa menyala-nyala. Penghuni neraka itu adalah mereka yang paling durhaka, yaitu orang-orang yang senantiasa memandang dusta wahyu-wahyu yang disampaikan kepadanya, dan karena itu tidak mau mengimaninya dan menjalankannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6073, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0634\u0652\u0642\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Laa yaslaahaaa illal ashqaa" } }, "translation": { "en": "None will [enter to] burn therein except the most wretched one.", "id": "yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6073", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6073.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6073.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Itulah neraka yang hanya dimasuki dan dirasakan panasnya oleh orang yang paling celaka.", "long": "Di samping Allah telah menunjuki manusia jalan yang benar, Ia juga memperingatkan manusia tentang adanya neraka yang senantiasa menyala-nyala. Penghuni neraka itu adalah mereka yang paling durhaka, yaitu orang-orang yang senantiasa memandang dusta wahyu-wahyu yang disampaikan kepadanya, dan karena itu tidak mau mengimaninya dan menjalankannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6074, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Allazee kazzaba wa tawallaa" } }, "translation": { "en": "Who had denied and turned away.", "id": "yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6074", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6074.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6074.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka itulah orang yang mendustakan kebenaran yang datang dari Allah dan berpaling dari iman kepada-Nya.", "long": "Di samping Allah telah menunjuki manusia jalan yang benar, Ia juga memperingatkan manusia tentang adanya neraka yang senantiasa menyala-nyala. Penghuni neraka itu adalah mereka yang paling durhaka, yaitu orang-orang yang senantiasa memandang dusta wahyu-wahyu yang disampaikan kepadanya, dan karena itu tidak mau mengimaninya dan menjalankannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6075, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0633\u064e\u064a\u064f\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062a\u0652\u0642\u064e\u0649", "transliteration": { "en": "Wa sa yujannnabuhal atqaa" } }, "translation": { "en": "But the righteous one will avoid it -", "id": "Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6075", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6075.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6075.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebaliknya, akan selamat dari neraka itu dijauhkan darinya orang yang paling bertakwa sebagai penghargaan iman dan amal salehnya.", "long": "Sebaliknya adalah orang yang takwa, yaitu orang yang memberikan kekayaannya untuk membantu orang lain untuk menyucikan dirinya. Orang yang takwa itu akan terjauh dari neraka. Contoh orang yang paling takwa adalah Abu Bakar as-siddiq yang telah menggunakan seluruh kekayaannya untuk memerdekakan orang-orang lemah dan perempuan-perempuan yang masuk Islam dan membantu mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6076, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u062a\u064e\u0632\u064e\u0643\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Allazee yu'tee maalahoo yatazakkaa" } }, "translation": { "en": "[He] who gives [from] his wealth to purify himself", "id": "yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6076", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6076.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6076.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia itulah orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah untuk membersihkan dirinya dari kekikiran, ketamakan, dan sifat buruk lainnya.", "long": "Sebaliknya adalah orang yang takwa, yaitu orang yang memberikan kekayaannya untuk membantu orang lain untuk menyucikan dirinya. Orang yang takwa itu akan terjauh dari neraka. Contoh orang yang paling takwa adalah Abu Bakar as-siddiq yang telah menggunakan seluruh kekayaannya untuk memerdekakan orang-orang lemah dan perempuan-perempuan yang masuk Islam dan membantu mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6077, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064d \u062a\u064f\u062c\u0652\u0632\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa maa li ahadin 'indahoo min ni'matin tujzaaa" } }, "translation": { "en": "And not [giving] for anyone who has [done him] a favor to be rewarded", "id": "dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6077", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6077.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6077.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat atau jasa padanya yang harus dibalasnya. Dia tidak berinfak hanya karena hendak membalas budi baik orang lain kepadanya, melainkan berinfak dengan tulus dan ikhlas.", "long": "Orang-orang yang bertakwa membantu orang lain bukan karena orang itu berjasa kepadanya yang karena itu ia perlu membalasnya. Ia membantu orang itu semata-mata karena mengharapkan rida dan surga Allah di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 6078, "inSurah": 20 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u062a\u0650\u063a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Illab tighaaa'a wajhi rabbihil a 'laa" } }, "translation": { "en": "But only seeking the countenance of his Lord, Most High.", "id": "tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6078", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6078.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6078.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia tidak berinfak demi manusia, tetapi berinfak semata karena mencari keridaan Tuhannya yang Mahatinggi. Allah sangat senang kepada orang yang tulus dan ikhlas dalam berinfak maupun ibadah lainnya.", "long": "Orang-orang yang bertakwa membantu orang lain bukan karena orang itu berjasa kepadanya yang karena itu ia perlu membalasnya. Ia membantu orang itu semata-mata karena mengharapkan rida dan surga Allah di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 6079, "inSurah": 21 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 534, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa lasawfa yardaa" } }, "translation": { "en": "And he is going to be satisfied.", "id": "Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6079", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6079.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6079.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan yang sempurna dari Allah sebagai balasan atas ketulusannya. Allah memperlakukannya dengan baik, memasukkanya ke surga yang penuh nikmat, dan mempersilakannya bertemu dan melihat Allah.", "long": "Orang takwa yang membantu orang lain untuk mencari rida Allah itu akhirnya akan memperolehnya. Orang itu terjauh dari neraka, dan pasti masuk surga." } } } ] }, { "number": 93, "sequence": 11, "numberOfVerses": 11, "name": { "short": "الضحى", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0636\u062d\u0649", "transliteration": { "en": "Ad-Dhuhaa", "id": "Ad-Duha" }, "translation": { "en": "The Morning Hours", "id": "Duha" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat Makiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Fajr. Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, artinya : waktu matahari sepenggalahan naik." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6080, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u062d\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wad duhaa" } }, "translation": { "en": "By the morning brightness", "id": "Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6080", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6080.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6080.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi waktu duha ketika matahari naik sepenggalah, atau demi waktu siang seluruhnya. Penyebutan waktu duha mengisyaratkan bahwa tenggang waktu ketika Nabi tidak menerima wahyu beberapa lama bagaikan malam yang gelap, sedangkan turunnya surah ini setelah itu bagaikan fajar yang menyingsing.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan dua macam tanda-tanda kebesaran-Nya, yaitu dhuha (waktu matahari naik sepenggalah) bersama cahayanya dan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya, bahwa Dia tidak meninggalkan Rasul-Nya, Muhammad, dan tidak pula memarahinya, sebagaimana orang-orang mengatakannya atau perasaan Rasulullah sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 6081, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u062c\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wal laili iza sajaa" } }, "translation": { "en": "And [by] the night when it covers with darkness,", "id": "dan demi malam apabila telah sunyi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6081", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6081.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6081.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demi malam apabila telah sunyi dan gelap. Ketika matahari bergeser ke tempat lain, belahan bumi yang ditinggalkannya beranjak tenang dan gelap, menjadi waktu yang tepat untuk istirahat.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan dua macam tanda-tanda kebesaran-Nya, yaitu dhuha (waktu matahari naik sepenggalah) bersama cahayanya dan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya, bahwa Dia tidak meninggalkan Rasul-Nya, Muhammad, dan tidak pula memarahinya, sebagaimana orang-orang mengatakannya atau perasaan Rasulullah sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 6082, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062f\u0651\u064e\u0639\u064e\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Ma wad da'aka rabbuka wa ma qalaa" } }, "translation": { "en": "Your Lord has not taken leave of you, [O Muhammad], nor has He detested [you].", "id": "Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6082", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6082.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6082.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, tidak adanya wahyu yang turun kepadamu dalam beberapa hari ini bukan karena Allah membencimu. Tuhanmu yang telah memilihmu sebagai nabi dan rasul tidak akan meninggalkan engkau sendirian dalam menyampaikan risalah dan tidak pula membencimu.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan dua macam tanda-tanda kebesaran-Nya, yaitu dhuha (waktu matahari naik sepenggalah) bersama cahayanya dan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya, bahwa Dia tidak meninggalkan Rasul-Nya, Muhammad, dan tidak pula memarahinya, sebagaimana orang-orang mengatakannya atau perasaan Rasulullah sendiri." } } }, { "number": { "inQuran": 6083, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u0651\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Walal-aakhiratu khairul laka minal-oola" } }, "translation": { "en": "And the Hereafter is better for you than the first [life].", "id": "dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6083", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6083.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6083.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. Akhirat beserta pahala yang Allah sediakan untukmu itu lebih baik daripada dunia ini. Kenikmatan akhirat bersifat abadi, sedangkan kehidupan dunia hanya sementara.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan sesuatu yang melapangkan dada Nabi saw dan menenteramkan jiwanya, bahwa keadaan Nabi dalam kehidupannya di hari-hari mendatang akan lebih baik dibandingkan dengan hari-hari yang telah lalu. Kebesarannya akan bertambah dan namanya akan lebih dikenal. Allah akan selalu membimbingnya untuk mencapai kemuliaan dan untuk menuju kepada kebesaran.\n\nSeakan-akan Allah mengatakan kepada Rasul-Nya, \"Apakah engkau kira bahwa Aku akan meninggalkanmu? Bahkan kedudukanmu di sisi-Ku sekarang lebih kukuh dan lebih dekat dari masa yang sudah-sudah.\"\n\nJanji Allah kepada Nabi Muhammad terus terbukti karena sejak itu nama Nabi saw semakin terkenal, kedudukannya semakin bertambah kuat, sehingga mencapai tingkat yang tidak pernah dicapai oleh para rasul sebelumnya. Allah telah menjadikan Nabi Muhammad sebagai rahmat, petunjuk, dan cahaya untuk seluruh alam dan seluruh hamba-Nya. Allah menjadikan cinta kepada Nabi Muhammad termasuk cinta kepada-Nya juga; mengikuti Nabi dan mematuhinya adalah jalan untuk memperoleh nikmat-nikmat-Nya, serta menjadikan umat Nabi sebagai saksi-saksi untuk manusia seluruhnya. Nabi saw sendiri telah menyiarkan agama Allah sesuai dengan kehendak-Nya sehingga sampai ke pelosok-pelosok dunia.\n\nIni adalah suatu kebesaran yang tiada bandingnya, suatu keunggulan yang tiada taranya, dan suatu kemuliaan yang tidak ada yang dapat mengimbanginya. Semua itu adalah anugerah Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendaki-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6084, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u064a\u064f\u0639\u0652\u0637\u0650\u064a\u0643\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0641\u064e\u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa la sawfa y'uteeka rabbuka fatarda" } }, "translation": { "en": "And your Lord is going to give you, and you will be satisfied.", "id": "Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6084", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6084.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6084.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya yang berlimpah kepadamu, baik dalam urusan dunia seperti kesuksesan menyampaikan risalah, maupun di akhirat dengan pahala, hak memberi syafaat, dan sebagainya. Dia akan mencurahkan karunia kepadamu sehingga engkau menjadi puas karenanya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyampaikan berita gembira kepada Nabi Muhammad, bahwa Dia akan terus-menerus melimpahkan anugerah-Nya kepada beliau, sehingga beliau menjadi senang dan bahagia. Di antara pemberian-Nya itu ialah turunnya wahyu terus-menerus setelah itu sebagai petunjuk bagi Nabi saw dan umatnya untuk mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan hari akhirat. Dia akan memenangkan agama yang dibawa Nabi Muhammad atas seluruh agama lainnya dan Dia akan mengangkat kedudukannya di atas kedudukan manusia seluruhnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6085, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0650\u062f\u0652\u0643\u064e \u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0622\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Alam ya jidka yateeman fa aawaa" } }, "translation": { "en": "Did He not find you an orphan and give [you] refuge?", "id": "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6085", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6085.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6085.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim ketika kedua orang tuamu wafat, lalu Dia melindungimu dalam asuhan kakek dan pamanmu? Ayah Nabi wafat ketika beliau dalam kandungan dan ibunya wafat ketika beliau berumur 6 tahun. Allah melindungi Nabi dalam asuhan kakeknya, ‘Abdul Muttalib, sampai usia 8 tahun, dilanjutkan oleh pamannya, Abù Tàlib, hingga sang paman wafat.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengingatkan nikmat yang pernah diterima Nabi Muhammad dengan mengatakan, \"Bukankah engkau hai Muhammad seorang anak yatim, tidak mempunyai ayah yang bertanggung jawab atas pendidikanmu, menanggulangi kepentingan serta membimbingmu, tetapi Aku telah menjaga, melindungi, dan membimbingmu serta menjauhkanmu dari dosa-dosa perilaku orang-orang Jahiliah dan keburukan mereka, sehingga engkau memperoleh julukan Manusia sempurna.\"\n\nNabi saw hidup dalam keadaan yatim karena ayahnya meninggal dunia sedangkan ia masih dalam kandungan ibunya. Ketika lahir, Allah memelihara Muhammad saw dengan cara menjadikan kakeknya, Abdul Muththalib, mengasihi dan menyayanginya. Nabi Muhammad berada dalam asuhan dan bimbingannya sampai Abdul Muththalib wafat, sedang umur Nabi ketika itu delapan tahun. Dengan meninggalnya Abdul Muththalib, Nabi Muhammad menjadi tanggungan paman beliau, Abu thalib, berdasarkan wasiat dari Abdul Muththalib. Abu thalib telah mengerahkan semua perhatiannya untuk mengasuh Nabi saw, sehingga beliau meningkat dewasa dan diangkat menjadi rasul. Setelah Muhammad diangkat menjadi rasul, orang-orang Quraisy memusuhi dan menyakitinya, tetapi Abu thalib terus membelanya dari semua ancaman orang musyrik hingga Abu thalib wafat.\n\nDengan wafatnya Abu thalib, bangsa Quraisy mendapat peluang untuk menyakiti Nabi dengan perantaraan orang-orang jahat di kalangan mereka yang menyebabkan beliau terpaksa hijrah.\n\nBetapa hebatnya penggemblengan Allah dan asuhan-Nya terhadap Nabi Muhammad. Biasanya keyatiman seorang anak menjadi sebab kehancuran akhlaknya karena tidak ada pengasuh dan pembimbing yang bertanggung jawab. Apalagi suasana dan sikap penduduk Mekah lebih dari cukup untuk menyesatkan Nabi saw. akan tetapi, perlindungan Allah yang sangat rapi dapat mencegah beliau menemani mereka. Dengan demikian, jadilah beliau seorang pemuda yang sangat jujur, terpercaya, tidak pernah berdusta, dan tidak pernah berlumur dengan dosa orang-orang Jahiliah." } } }, { "number": { "inQuran": 6086, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e \u0636\u064e\u0627\u0644\u0651\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa wa jadaka daal lan fahada" } }, "translation": { "en": "And He found you lost and guided [you],", "id": "dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6086", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6086.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6086.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Dia juga mendapatimu sebelum menjadi nabi sebagai seorang yang bingung karena belum mengetahui akidah dan hukum yang benar, lalu Dia memberikan petunjuk melalui wahyu dan membimbingmu sampai akhir hayatmu?", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan, bahwa Dia mendapatkan Nabi Muhammad dalam keadaan tidak mengerti tentang syariat dan tidak mengetahui tentang Al-Qur'an. Kemudian Allah memberikan petunjuk kepadanya.\n\nHal yang sangat membingungkan Nabi Muhammad adalah apa yang dilihatnya di kalangan bangsa Arab sendiri tentang kerendahan akidah, kelemahan pertimbangan disebabkan pengaruh dugaan-dugaan yang salah, kejelekan amal perbuatan, dan keadaan mereka yang terpecah-belah dan suka bermusuhan. Mereka menuju kepada kehancuran karena memakai orang-orang asing yang leluasa bertindak di kalangan mereka yang terdiri dari bangsa Persi, Habsyi, dan Romawi.\n\nJalan apakah yang harus ditempuh untuk membetulkan akidah-akidah mereka, membebaskan mereka dari pengaruh adat istiadat yang buruk itu, dan cara bagaimana yang harus dijalankan untuk membangunkan mereka dari tidur yang nyenyak itu?\n\nUmat-umat nabi lain pun tidak lebih baik keadaannya daripada umatnya. Tetapi walaupun begitu, Allah tidak membiarkan Nabi Muhammad menjalankan dakwah tanpa bantuan-Nya. Allah bahkan memberikan wahyu yang menjelaskan kepadanya jalan yang harus ditempuh dalam usaha memperbaiki keadaan kaumnya. Allah berfirman:\n\nDan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. (asy-Syura/42: 52)" } } }, { "number": { "inQuran": 6087, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Wa wa jadaka 'aa-ilan fa aghnaa" } }, "translation": { "en": "And He found you poor and made [you] self-sufficient.", "id": "dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6087", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6087.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6087.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan bukankah Dia juga mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan kepadamu dengan mengelola dagangan Khadijah dan dengan harta lainnya, seperti ganimah, serta membekalimu dengan sifat kanaah dan kesabaran atas pemberian-Nya?", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang miskin. Ayahnya tidak meninggalkan pusaka baginya kecuali seekor unta betina dan seorang hamba sahaya perempuan. Kemudian Allah memberinya harta benda berupa keuntungan yang amat besar dari memperdagangkan harta Khadijah dan ditambah pula dengan harta yang dihibahkan Khadijah kepadanya dalam perjuangan menegakkan agama Allah.\n\nDari keterangan-keterangan tersebut di atas, sesungguhnya Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa Dialah yang memeliharanya dalam keadaan yatim, menghindarkannya dari kebingungan, dan menjadikannya berkecukupan. Allah tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad selama hidupnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6088, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0647\u064e\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Fa am mal yateema fala taqhar" } }, "translation": { "en": "So as for the orphan, do not oppress [him].", "id": "Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6088", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6088.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6088.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dengan karunia Allah yang demikian agung itu, maka berbuat baiklah terhadap anak yatim dan janganlah engkau berlaku sewenang-wenang kepadanya, seperti mengambil hartanya, menghardiknya, dan menyakiti hatinya.", "long": "Sesudah menyatakan dalam ayat-ayat terdahulu tentang bermacam-macam nikmat yang diberikan kepada Nabi Muhammad, maka pada ayat ini, Allah meminta kepada Nabi-Nya agar mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, serta tidak menghina anak-anak yatim dan memperkosa haknya.\n\nSebaliknya, Nabi Muhammad diminta mendidik mereka dengan adab dan sopan-santun, serta menanamkan akhlak yang mulia dalam jiwa mereka, sehingga mereka menjadi anggota masyarakat yang berguna, tidak menjadi bibit kejahatan yang merusak orang-orang yang bergaul dengannya. Nabi Muhammad bersabda:\n\nAku (kedudukanku) dan orang yang mengasuh anak yatim di surga (sangat dekat), seperti dua ini (dua jari, yaitu telunjuk dan jari tengah).(Riwayat at-Tirmidhi dari Sahl bin Sa'ad)\n\nBarang siapa yang telah merasa kepahitan hidup dalam serba kekurangan maka selayaknya ia dapat merasakan kepahitan itu pada orang lain. Allah telah menghindarkan Nabi Muhammad dari kesengsaraan dan kehinaan, maka selayaknya Nabi memuliakan semua anak yatim sebagai tanda mensyukuri nikmat-nikmat yang dilimpahkan Allah kepadanya." } } }, { "number": { "inQuran": 6089, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064e \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Wa am mas saa-ila fala tanhar" } }, "translation": { "en": "And as for the petitioner, do not repel [him].", "id": "Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6089", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6089.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6089.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan berbuat baiklah terhadap orang yang meminta-minta, baik meminta ilmu pengetahuan atau harta, dan janganlah engkau menghardiknya. Berilah mereka apa yang engkau mampu atau tolaklah dengan halus dan ramah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar orang-orang yang meminta sesuatu kepadanya jangan ditolak dengan kasar dan dibentak, malah sebaliknya diberi sesuatu atau ditolak secara halus. Ada pendapat bahwa yang dimaksud dengan kata as-sa'il adalah orang yang memohon petunjuk, maka hendaknya pemohon ini dilayani dengan lemah lembut sambil memenuhi permohonannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6090, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 535, "hizbQuarter": 238, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0646\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u062d\u064e\u062f\u0651\u0650\u062b\u0652", "transliteration": { "en": "Wa amma bi ni'mati rabbika fahad dith" } }, "translation": { "en": "But as for the favor of your Lord, report [it].", "id": "Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6090", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6090.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6090.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan dengan dibarengi rasa bersyukur. Allah telah memberimu nikmat yang tiada tara, seperti nikmat kenabian dan turunnya Al-Qur’an kepadamu. Sampaikan dan perlihatkanlah nikmat-nikmat Allah itu kepada orang lain sebagai bentuk rasa syukurmu kepada-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan lagi kepada Nabi Muhammad agar memperbanyak pemberiannya kepada orang-orang fakir dan miskin serta mensyukuri, menyebut, dan mengingat nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya. Menyebut-nyebut nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita bukanlah untuk membangga-banggakan diri, tetapi untuk mensyukuri dan mengharapkan orang lain mensyukuri pula nikmat yang telah diperolehnya. Dalam sebuah hadis, Nabi saw mengatakan:\n\nOrang yang tidak berterima kasih kepada manusia tidak mensyukuri Allah. (Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmizi dari Abu Hurairah).\n\nKebiasaan orang-orang kikir sering menyembunyikan harta kekayaannya untuk menjadi alasan tidak bersedekah, dan mereka selalu memperdengarkan kekurangan. Sebaliknya, orang-orang dermawan senantiasa menampakkan pemberian dan pengorbanan mereka dari harta kekayaan yang dianugerahkan kepada mereka dengan menyatakan syukur dan terima kasih kepada Allah atas limpahan karunia-Nya itu." } } } ] }, { "number": 94, "sequence": 12, "numberOfVerses": 8, "name": { "short": "الشرح", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0634\u0631\u062d", "transliteration": { "en": "Ash-Sharh", "id": "Asy-Syarh" }, "translation": { "en": "The Consolation", "id": "Lapang" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah dan diturunkan sesudah surat Adh Dhuhaa. Nama Alam Nasyrah diambil dari kata Alam Nasyrah yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti: bukankah Kami telah melapangkan." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6091, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 536, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u062d\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e", "transliteration": { "en": "Alam nashrah laka sadrak" } }, "translation": { "en": "Did We not expand for you, [O Muhammad], your breast?", "id": "Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6091", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6091.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6091.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Kami telah menjadikanmu seorang nabi yang menerima syariat agama, berakhlak mulia, berwawasan luas, santun, dan sabar dalam menghadapi kepahitan hidup.", "long": "Dalam ayat ini dinyatakan bahwa Allah telah melapangkan dada Nabi Muhammad dan menyelamatkannya dari ketidaktahuan tentang syariat. Nabi juga dirisaukan akibat kebodohan dan keras kepala kaumnya. Mereka tidak mau mengikuti kebenaran, sedang Nabi saw selalu mencari jalan untuk melepaskan mereka dari lembah kebodohan, sehingga ia menemui jalan untuk itu dan menyelamatkan mereka dari kehancuran yang sedang mereka alami.\n\nMaksud dari ayat ini adalah Allah telah membersihkan jiwa Nabi saw dari segala macam perasaan cemas, sehingga dia tidak gelisah, susah, dan gusar. Nabi juga dijadikan selalu tenang dan percaya akan pertolongan dan bantuan Allah kepadanya. Nabi juga yakin bahwa Dia yang menugasinya sebagai rasul, sekali-kali tidak akan membantu musuh-musuhnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6092, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 536, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0643\u064e \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e", "transliteration": { "en": "Wa wa d'ana 'anka wizrak" } }, "translation": { "en": "And We removed from you your burden", "id": "dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6092", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6092.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6092.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa Dia berkenan meringankan beban yang dipikulkan kepada Nabi Muhammad dalam menunaikan penyebaran risalah-Nya. Dengan demikian, dengan mudah Nabi dapat menyampaikannya kepada manusia, dan dengan jiwa yang tenteram menghadapi tantangan musuh-musuhnya walaupun kadang-kadang tantangan itu berbahaya.\n\nSetelah Muhammad diangkat menjadi rasul, maka beliau mulai melaksanakan tugas menyampaikan agama Allah kepada orang-orang Quraisy. Karena timbul reaksi yang kuat dari mereka, beliau menyiarkan agama Islam dengan sembunyi-sembunyi. Oleh karena itu, beliau merasakan sangat berat melakukan tugas itu. Dengan masuk Islamnya beberapa orang pembesar Quraisy seperti Umar bin al-Khaththab, Hamzah, dan lain-lain, Rasulullah merasa ringan melaksanakan tugasnya. Hal ini ditambah lagi dengan datangnya perintah Allah untuk menyiarkan agama Islam dengan terang-terangan dan adanya jaminan Allah untuk menolong beliau, sebagaimana firman-Nya:\n\nMaka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan (engkau), (yaitu) orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah. Mereka kelak akan mengetahui (akibatnya). (al-hijr/15: 94-96)" } } }, { "number": { "inQuran": 6093, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 536, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0642\u064e\u0636\u064e \u0638\u064e\u0647\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e", "transliteration": { "en": "Allazee anqada zahrak" } }, "translation": { "en": "Which had weighed upon your back", "id": "yang memberatkan punggungmu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6093", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6093.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6093.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang memberatkan punggungmu? Kami jadikan tugasmu yang sejatinya berat, seperti menyampaikan risalah dan mendakwahkan syariat, terasa ringan.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa Dia berkenan meringankan beban yang dipikulkan kepada Nabi Muhammad dalam menunaikan penyebaran risalah-Nya. Dengan demikian, dengan mudah Nabi dapat menyampaikannya kepada manusia, dan dengan jiwa yang tenteram menghadapi tantangan musuh-musuhnya walaupun kadang-kadang tantangan itu berbahaya.\n\nSetelah Muhammad diangkat menjadi rasul, maka beliau mulai melaksanakan tugas menyampaikan agama Allah kepada orang-orang Quraisy. Karena timbul reaksi yang kuat dari mereka, beliau menyiarkan agama Islam dengan sembunyi-sembunyi. Oleh karena itu, beliau merasakan sangat berat melakukan tugas itu. Dengan masuk Islamnya beberapa orang pembesar Quraisy seperti Umar bin al-Khaththab, Hamzah, dan lain-lain, Rasulullah merasa ringan melaksanakan tugasnya. Hal ini ditambah lagi dengan datangnya perintah Allah untuk menyiarkan agama Islam dengan terang-terangan dan adanya jaminan Allah untuk menolong beliau, sebagaimana firman-Nya:\n\nMaka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan (engkau), (yaitu) orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah. Mereka kelak akan mengetahui (akibatnya). (al-hijr/15: 94-96)" } } }, { "number": { "inQuran": 6094, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 536, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0643\u064e", "transliteration": { "en": "Wa raf 'ana laka zikrak" } }, "translation": { "en": "And raised high for you your repute.", "id": "dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6094", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6094.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6094.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan Kami pun telah tinggikan sebutan namamu bagimu. Kami sebut namamu secara berurutan dengan nama-Ku, seperti dalam syahadat, azan, tasyahud, dan sebagainya. Itu adalah kemu­liaan tersendiri yang tidak Kami berikan kepada nabi-nabi yang lain.", "long": "Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah mengangkat derajat Nabi Muhammad, meninggikan kedudukan dan memperbesar pengaruhnya. Apakah ada kedudukan yang lebih mulia dari kedudukan nubuwwah (kenabian) yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Apakah ada yang lebih utama dari tersebarnya ke seluruh dunia pengikut-pengikut yang setia yang patuh menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya.\n\nMereka melakukan yang demikian itu karena yakin bahwa dalam menjalankan perintah-perintahnya itu terdapat keuntungan yang besar, sedang mendurhakainya adalah kerugian besar. Apakah ada sebutan yang lebih mulia dan dapat membanggakan hati daripada menyebut namanya bersama nama Allah Yang Maha Pengasih, sebagai tanda kesempurnaan insani? Sebutan mana lagi yang lebih mulia daripada sebutan yang dijadikan tanda pengakuan kerasulannya dan pengakuan tersebut dijadikan syarat seseorang menjadi penghuni surga.\n\nSelain dari itu, Nabi saw telah membebaskan umat manusia dari perbudakan, kebodohan, dan kerusakan pikiran, serta membawa manusia kembali kepada fitrah yang menjamin kebebasan berpikir dan berkehendak. Dengan demikian, manusia dapat menemukan yang hak dan mengetahui siapakah sebenarnya yang harus disembah. Mereka kemudian bersatu dalam keimanan dan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, sesudah mereka berbeda-beda dalam penyembuhan mereka. Beliaulah yang menyingkirkan awan-awan kegelapan dari mereka, serta menerangi jalan yang harus ditempuh untuk menuju kepada kejayaan dan kebahagiaan." } } }, { "number": { "inQuran": 6095, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 536, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa inna ma'al usri yusra" } }, "translation": { "en": "For indeed, with hardship [will be] ease.", "id": "Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6095", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6095.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6095.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demikianlah nikmat-nikmat-Ku kepadamu. Maka tetaplah optimis dan berharap pada perto­longan Tuhanmu karena sesungguhnya beserta kesulitan apa pun pasti ada kemudahan yang menyertainya. Engkau hadapi kesulitan besar dalam menyampaikan dakwah kepada kaummu; mereka ingkar dan menentangmu, tetapi Allah memberimu kemudahan untuk menaklukkan mereka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa sesungguhnya di dalam setiap kesempitan, terdapat kelapangan, dan di dalam setiap kekurangan sarana untuk mencapai suatu keinginan, terdapat pula jalan keluar. Namun demikian, dalam usaha untuk meraih sesuatu itu harus tetap berpegang pada kesabaran dan tawakal kepada Allah. Ini adalah sifat Nabi saw, baik sebelum beliau diangkat menjadi rasul maupun sesudahnya, ketika beliau terdesak menghadapi tantangan kaumnya.\n\nWalaupun demikian, beliau tidak pernah gelisah dan tidak pula mengubah tujuan, tetapi beliau bersabar menghadapi kejahatan kaumnya dan terus menjalankan dakwah sambil berserah diri dengan tawakal kepada Allah dan mengharap pahala daripada-Nya. Begitulah keadaan Nabi saw sejak permulaan dakwahnya. Pada akhirnya, Allah memberikan kepadanya pendukung-pendukung yang mencintai beliau sepenuh hati dan bertekad untuk menjaga diri pribadi beliau dan agama yang dibawanya. Mereka yakin bahwa hidup mereka tidak akan sempurna kecuali dengan menghancurleburkan segala sendi kemusyrikan dan kekufuran. Lalu mereka bersedia menebus pahala dan nikmat yang disediakan di sisi Allah bagi orang-orang yang berjihad pada jalan-Nya dengan jiwa, harta, dan semua yang mereka miliki. Dengan demikian, mereka sanggup menghancurkan kubu-kubu pertahanan raja-raja Persi dan Romawi.\n\nAyat tersebut seakan-akan menyatakan bahwa bila keadaan telah terlalu gawat, maka dengan sendirinya kita ingin keluar dengan selamat dari kesusahan tersebut dengan melalui segala jalan yang dapat ditempuh, sambil bertawakal kepada Allah. Dengan demikian, kemenangan bisa tercapai walau bagaimanapun hebatnya rintangan dan cobaan yang dihadapi.\n\nDengan ini pula, Allah memberitahukan kepada Nabi Muhammad bahwa keadaannya akan berubah dari miskin menjadi kaya, dari tidak mempunyai teman sampai mempunyai saudara yang banyak dan dari kebencian kaumnya kepada kecintaan yang tidak ada taranya." } } }, { "number": { "inQuran": 6096, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 536, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u0650 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Inna ma'al 'usri yusra" } }, "translation": { "en": "Indeed, with hardship [will be] ease.", "id": "sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6096", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6096.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6096.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sesungguhnya beserta kesulitan itu pasti ada kemudahan.", "long": "Ayat ini adalah ulangan ayat sebelumnya untuk menguatkan arti yang terkandung dalam ayat yang terdahulu. Bila kesulitan itu dihadapi dengan tekad yang sungguh-sungguh dan berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk melepaskan diri darinya, tekun dan sabar serta tidak mengeluh atas kelambatan datangnya kemudahan, pasti kemudahan itu akan tiba." } } }, { "number": { "inQuran": 6097, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 536, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u0627\u0646\u0635\u064e\u0628\u0652", "transliteration": { "en": "Fa iza faragh ta fansab" } }, "translation": { "en": "So when you have finished [your duties], then stand up [for worship].", "id": "Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6097", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6097.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6097.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Bila engkau menyelesaikan suatu urusan dunia atau berdakwah, bergegaslah bersimpuh di hadapan Tuhanmu. Begitu engkau selesai beribadah, bersungguh-sungguhlah dalam ber­doa. Demikian seterusnya.", "long": "Sesudah menyatakan nikmat-nikmat-Nya kepada Nabi Muhammad dan janji-Nya akan menyelamatkan beliau dari bahaya-bahaya yang menimpa, Allah memerintahkan kepadanya agar menyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan tekun beramal saleh sambil bertawakal kepada-Nya. Bila telah selesai mengerjakan suatu amal perbuatan, maka hendaklah beliau mengerjakan amal perbuatan lainnya. Sebab, dalam keadaan terus beramal, beliau akan menemui ketenangan jiwa dan kelapangan hati. Ayat ini menganjurkan agar Nabi saw tetap rajin dan terus-menerus tekun beramal." } } }, { "number": { "inQuran": 6098, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 596, "manzil": 7, "ruku": 536, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u0631\u0652\u063a\u064e\u0628", "transliteration": { "en": "Wa ilaa rabbika far ghab" } }, "translation": { "en": "And to your Lord direct [your] longing.", "id": "dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6098", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6098.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6098.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau patut berharap dengan selalu bertawakal serta meng­harap rahmat dan rida-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan agar Nabi Muhammad tidak mengharapkan pahala dari hasil amal perbuatannya, akan tetapi hanya menuntut keridaan Allah semata. Karena Dia-lah sebenarnya yang dituju dalam amal ibadah dan pada-Nyalah tempat merendahkan diri." } } } ] }, { "number": 95, "sequence": 28, "numberOfVerses": 8, "name": { "short": "التين", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062a\u064a\u0646", "transliteration": { "en": "At-Tin", "id": "At-Tin" }, "translation": { "en": "The Fig", "id": "Buah Tin" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Buruuj. Nama At Tiin diambil dari kata At Tiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya buah Tin." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6099, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 537, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wat teeni waz zaitoon" } }, "translation": { "en": "By the fig and the olive", "id": "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6099", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6099.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6099.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi buah Tin dan Zaitun,", "long": "Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan tin dan zaitun. Ada yang berpendapat bahwa tin dan zaitun adalah nama buah yang dikenal sekarang, yang menunjukkan kelebihan kandungan yang dimiliki kedua buah itu. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah tempat banyaknya tin dan zaitun itu tumbuh, yaitu Yerusalem, tempat Nabi Isa lahir dan menerima wahyu.\n\nDua nama tumbuhan, ara (at-tin) dan zaitun (az-zaitun), dan dua tempat (Bukit Sinai”tempat Nabi Musa memerima wahyu; dan kota yang aman (Mekah)”tempat Nabi Muhammad menerima wahyu), digunakan Allah untuk menjadi semacam bukti kebenaran sumpah-Nya. Beberapa ulama menyatakan bahwa at-tin dan az-zaitun sebenarnya juga menunjuk pada dua tempat. At-Tin adalah bukit di sekitar Damaskus, Siria. Sementara az-zaitun adalah tempat Nabi Isa menerima wahyu.\n\nAda juga yang memahami at-tin dan az-zaitun sebagai jenis tumbuhan. Buah ara (at-tin) adalah buah dari sejenis pohon yang banyak tumbuh di kawasan Timur Tengah. Buahnya bila telah matang berwarna coklat, dan mempunyai biji seperti tomat. Rasanya manis dan dinilai memiliki gizi yang tinggi.\n\nPenelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah ara memiliki kandungan serat yang sangat tinggi dibandingkan buah lainnya. Satu buah ara yang sudah dikeringkan mengandung 20% serat dari yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang setiap harinya. Sebagaimana diketahui, penelitian yang dilakukan dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa serat dari tumbuhan sangat penting agar alat pencernaan dapat berfungsi dengan baik. Serat akan membantu sistem pencernaan dan juga dapat mencegah seseorang terkena kanker usus.\n\nKandungan yang dimiliki oleh buah ara juga sangat menjanjikan. Buah ini mengandung antioksidan yang dapat mencegah timbulnya beberapa penyakit. Antioksidan berperan untuk menetralisir beberapa unsur yang merusak (free radicals), baik yang dihasilkan di dalam tubuh (karena beberapa reaksi kimia dalam pencernaan) atau masuk ke dalam tubuh dari luar. Kandungan Phenol pada buah ara juga tinggi. Bahan Phenol ini berfungsi sebagai antiseptik untuk membunuh mikroba.\n\nPenelitian di Universitas Rutgers di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kandungan yang tinggi dari omega-3, omega-6 dan phytosterol, maka buah ara sangat potensial untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sebagaimana diketahui, omega-3 dan omega-6 tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Keduanya hanya dapat diperoleh dari asupan makanan. Kedua jenis asam lemak ini juga sangat berpengaruh terhadap kinerja jantung, otak, dan sistem syaraf. Phytosterol sendiri berfungsi untuk menghilangkan kolesterol yang diperoleh dari daging, sebelum kolesterol tersebut masuk ke dalam sistem jaringan darah.\n\nPohon ara mengandung mineral yang cukup lengkap dibandingkan buah lainnya. Dari 40 gram buah ara mengandung 244 mg kalium (sebanyak 7% dari kebutuhan per hari), 53 mg kalsium (6% dari kebutuhan per hari), dan 1,2 mg besi (6% dari kebutuhan per hari). Tingginya kadar kalsium ini hanya dikalahkan oleh jeruk.\n\nBuah ara juga dipercaya mempercepat penyembuhan pada seseorang yang sedang sakit. Buah ini mengandung bahan-bahan yang diperlukan agar badan si pasien cepat segar dan berenergi. Komponen nutrisi utama yang dikandung buah ara adalah gula. Persentasenya cukup tinggi, yaitu sebanyak 51% sampai 74% dari seluruh bagian buah. \n\nDemikian pula halnya dengan zaitun. Sederetan penelitian telah mengungkapkan berbagai manfaat buah zaitun untuk kesehatan manusia. Zaitun, yang diberi pujian sebagai \"pohon yang penuh berkah\" dalam ayat 35 Surah an-Nur/24, adalah tumbuhan perdu. Jenis-jenisnya tersebar di kawasan sekitar Laut Tengah. Pohonnya dapat mencapai umur ratusan tahun. Buah zaitun dapat dipanen untuk masa yang sangat panjang.\n\nSebagai bahan makanan, buah zaitun mengandung beberapa unsur yang diperlukan manusia, seperti protein yang cukup tinggi, zat garam, besi dan fosfor, vitamin A dan B. Zaitun juga dikenal sebagai penghalus kulit dan digunakan dalam industri sabun. Minyaknya juga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki minyak hewani atau minyak nabati lainnya. Diketahui bahwa minyak zaitun menyehatkan jantung dan pembuluh darah. \n\nBeberapa kegunaan minyak zaitun adalah untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, pencegahan kanker, arthistis, memperlambat proses penuaan, membantu pertumbuhan pada anak-anak, menurunkan tekanan darah tinggi, serta kegunaan lain bagi berbagai organ bagian dalam." } } }, { "number": { "inQuran": 6100, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 537, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0637\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0633\u0650\u064a\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa toori sineen" } }, "translation": { "en": "And [by] Mount Sinai", "id": "demi gunung Sinai," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6100", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6100.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6100.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "demi gunung Sinai,", "long": "Setelah itu, Allah bersumpah dengan Gunung Sinai, tempat Nabi Musa menerima wahyu (Taurat). Mengenai bahwa Nabi Musa menerima wahyu di tempat itu dikisahkan pula antara lain dalam Surah al-A'raf/7: 144. Allah berfirman: \n\n(Allah) berfirman, \"Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegang-teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.\" (al-A'raf/7: 144)\n\nDalam ayat sebelumnya dikisahkan bagaimana Nabi Musa naik bukit Sinai untuk menerima wahyu. Dalam ayat ini dinyatakan pengangkatan Musa sebagai nabi dan menerima wahyu yaitu kitab Taurat." } } }, { "number": { "inQuran": 6101, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 537, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa haazal balad-il ameen" } }, "translation": { "en": "And [by] this secure city [Makkah],", "id": "dan demi negeri (Mekah) yang aman ini." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6101", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6101.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6101.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan demi negeri Mekah yang aman ini. Buah Tin dan Zaitun banyak tumbuh di Syam dan Baitul makdis, tempat para nabi diutus, antara lain Nabi Isa. Gunung Sinai adalah tempat Nabi Musa bermunajat, sedangkan Mekah adalah tem­pat kelahiran dan pengutusan Nabi Muhammad. Ketiga nabi ini memiliki misi yang sama, yaitu mengajak manusia menuju tauhid.", "long": "Selanjutnya Allah bersumpah dengan \"negeri yang damai\". Maksudnya adalah Mekah, tempat Nabi Muhammad lahir dan menerima wahyu. Bahwa Mekah adalah tempat asal Nabi Muhammad dinyatakan pula antara lain dalam Surah Muhammad/47: 13:\n\nDan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka. (Muhammad/47: 13)\n\nDalam ayat ini terdapat informasi bahwa beliau telah dipaksa meninggalkan negeri asalnya, yaitu tempat kelahirannya (Mekah) dan hijrah ke Medinah. \n\nBerdasarkan ayat-ayat lain lebih tepat dipahami bahwa ketiga ayat di atas menyatakan tempat ketiga nabi itu lahir atau menerima tugas kenabian mereka. Di dalam ayat-ayat lain, ketiga nabi itu memang sering disebutkan bersamaan, misalnya dalam Surah as-saff/61: 5-6:\n\nDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, \"Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?\" Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, \"Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).\" Namun ketika rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, \"Ini adalah sihir yang nyata.\" (as-saff/61: 5-6)\n\nDalam Perjanjian Lama, Kitab Ulangan 33 ayat 2 juga dinyatakan tempat ketiga nabi itu, \"Tuhan telah datang dari Sina, dan terbit kepada mereka di Seir, kelihatan Dia dengan gemerlapan cahayanya dari Gunung Paran.\" Sina adalah Sinai tempat Nabi Musa menerima wahyu, Seir adalah pegunungan di Baitul Maqdis tempat Nabi Isa lahir dan menerima kenabian, dan pegunungan Paran adalah pegunungan Mekah, tempat Nabi Muhammad lahir dan menerima kenabiannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6102, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 537, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u0650 \u062a\u064e\u0642\u0652\u0648\u0650\u064a\u0645\u064d", "transliteration": { "en": "Laqad khalaqnal insaana fee ahsani taqweem" } }, "translation": { "en": "We have certainly created man in the best of stature;", "id": "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6102", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6102.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6102.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk fisik yang sebaik-baiknya, jauh lebih sempurna daripada hewan. Kami juga bekali mereka dengan akal dan sifat-sifat yang unggul. Dengan kelebihan-kelebihan itulah Kami amanati manusia sebagai khalifah di bumi.", "long": "Setelah bersumpah dengan buah-buahan yang bermanfaat atau tempat-tempat yang mulia itu, Allah menegaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik dan psikis terbaik. Dari segi fisik, misalnya, hanya manusia yang berdiri tegak sehingga otaknya bebas berpikir, yang menghasilkan ilmu, dan tangannya juga bebas bergerak untuk merealisasikan ilmunya itu, sehingga melahirkan teknologi. Bentuk manusia adalah yang paling indah dari semua makhluk-Nya. Dari segi psikis, hanya manusia yang memiliki pikiran dan perasaan yang sempurna. Dan lebih-lebih lagi, hanya manusia yang beragama. Banyak lagi keistimewaan manusia dari segi fisik dan psikis itu yang tidak mungkin diuraikan di sini.\n\nPenegasan Allah bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik dan psikis terbaik itu mengandung arti bahwa fisik dan psikis manusia itu perlu dipelihara dan ditumbuhkembangkan. Fisik manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan memberinya gizi yang cukup dan menjaga kesehatannya. Dan psikis manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan memberinya agama dan pendidikan yang baik. Bila fisik dan psikis manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan, maka manusia akan dapat memberikan kemanfaatan yang besar kepada alam ini. Dengan demikianlah ia akan menjadi makhluk termulia." } } }, { "number": { "inQuran": 6103, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 537, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0631\u064e\u062f\u064e\u062f\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0623\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0644\u064e \u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Thumma ra dad naahu asfala saafileen" } }, "translation": { "en": "Then We return him to the lowest of the low,", "id": "kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6103", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6103.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6103.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, yaitu ke neraka, bila mereka durhaka kepada Allah dan tidak menaati utusan-Nya. Ketika itu, kesempurnaan fisik, akal, dan sifat mereka tidak akan menyelamatkannya dari azab Allah.", "long": "Manusia yang paling baik dan sempurna kejadiannya itu akan menjadi tidak berguna bila tidak dijaga pertumbuhannya dan tidak dipelihara kesehatannya. Manusia yang paling sempurna rohaninya itu akan menjadi jahat dan merusak di muka bumi ini bila tidak diberi agama dan pendidikan yang baik. Manusia yang lemah akan menjadi beban, dan manusia yang jahat akan merusak masyarakatnya. Akhirnya di akhirat ia akan masuk neraka. Dengan demikian, manusia itu akan menjadi makhluk terhina." } } }, { "number": { "inQuran": 6104, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 537, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u064c \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0645\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064d", "transliteration": { "en": "Ill-lal lazeena aamanoo wa 'amilus saalihaati; falahum ajrun ghairu mamnoon" } }, "translation": { "en": "Except for those who believe and do righteous deeds, for they will have a reward uninterrupted.", "id": "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6104", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6104.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6104.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kami masukkan manusia ke neraka, kecuali orang-orang yang benar-benar beriman dan mengerjakan kebajikan, baik spiritual maupun sosial, secara ikhlas dan sesuai syariat Islam; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya dan tidak pula berkurang. Kami selamatkan mereka dari neraka dan Kami berikan itu semua kepada mereka sebagai ganjaran dari Kami.", "long": "Yang terhindar dari kehinaan itu adalah orang-orang yang beriman dan berbuat baik. Dengan demikian, tolok ukur kemuliaan adalah iman dan perbuatan baik itu. Hal itu karena iman berarti mengakui adanya Allah dan nilai-nilai yang diajarkan-Nya. Pengakuan itu akan menjadi jalan hidup atau akidahnya, dan karena telah menjadi akidahnya, maka nilai-nilai itu akan dilaksanakannya dengan sepenuh hatinya. Karena nilai-nilai yang diajarkan Allah seluruhnya baik, maka manusia yang melaksanakannya akan menjadi manusia baik pula. Semakin tinggi akidah seseorang semakin baik perbuatannya, sehingga ia akan menjadi manusia terbaik dan termulia.\n\nManusia yang memiliki sikap hidup yang didasarkan atas iman dan perbuatan baik itu akan memperoleh balasan dari Allah tanpa putus-putusnya. Iman dan perbuatan baiknya itu akan berbuah di dunia, berupa kesentosaan hidup baginya dan bagi masyarakatnya, dan kebahagiaan hidup di akhirat di dalam surga." } } }, { "number": { "inQuran": 6105, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 537, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0643\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Fama yu kaz zibuka b'adu bid deen" } }, "translation": { "en": "So what yet causes you to deny the Recompense?", "id": "Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6105", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6105.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6105.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menciptakanmu dengan bentuk yang sempurna dari setetes mani yang menjadi janin, kemudian melewati berbagai tahap dari bayi, remaja, dewasa, tua, hingga meninggal. Itu merupakan dalil yang paling jelas tentang kekuasaan Allah; bahwa Dia kuasa untuk membang­kitkanmu dari kematian. Maka, apa yang menyebabkan mereka mendustakanmu tentang hari pembalasan yaitu hari kiamat setelah adanya keterangan-keterangan yang gamblang itu?", "long": "Allah mempertanyakan bila masih ada manusia yang menganggap bohong apa yang disampaikan-Nya kepada Nabi Muhammad bahwa kemuliaan manusia itu diukur dari imannya dan perbuatan baiknya. Hal itu karena iman itulah yang akan membuahkan perbuatan baik, sedangkan keingkaran hanya akan membuahkan kejahatan." } } }, { "number": { "inQuran": 6106, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 537, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u062d\u0652\u0643\u064e\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0627\u0643\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Alai sal laahu bi-ahkamil haakimeen" } }, "translation": { "en": "Is not Allah the most just of judges?", "id": "Bukankah Allah hakim yang paling adil?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6106", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6106.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6106.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukankah Allah adalah hakim yang paling adil? Jangan kaukira Allah menciptakan manusia secara sia-sia dengan tidak memberinya perintah dan larangan. Allah telah menurunkan aturan syariat. Dia akan memberi putusan dengan adil; memberi pahala kepada orang yang taat dan menghukum orang yang bersalah.", "long": "Allah menegaskan bahwa menerapkan ketentuan tentang kemuliaan manusia itu didasarkan atas iman dan perbuatan baiknya, itu adalah bukti bahwa Allah Mahabijaksana. Hal itu karena iman itulah yang akan membuahkan perbuatan baik, sedangkan keingkaran hanya akan membuahkan kejahatan, sebagaimana disampaikan di atas. Bila kemuliaan diletakkan pada kekafiran dan kejahatan, itu akan menghancurkan alam ini." } } } ] }, { "number": 96, "sequence": 1, "numberOfVerses": 19, "name": { "short": "العلق", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0639\u0644\u0642", "transliteration": { "en": "Al-Alaq", "id": "Al-'Alaq" }, "translation": { "en": "The Clot", "id": "Segumpal Darah" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al 'Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Al Quran yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad s.a.w. berkhalwat di gua Hira'. Surat ini dinamai Al 'Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan Iqra atau Al Qalam." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6107, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0642\u0652\u0631\u064e\u0623\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e", "transliteration": { "en": "Iqra bismi rab bikal lazee khalaq" } }, "translation": { "en": "Recite in the name of your Lord who created -", "id": "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6107", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6107.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6107.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, bacalah apa yang Allah wahyukan kepadamu dengan terlebih dahulu menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan segala sesuatu dengan keesaan-Nya.", "long": "Allah memerintahkan manusia membaca (mempelajari, meneliti, dan sebagainya.) apa saja yang telah Ia ciptakan, baik ayat-ayat-Nya yang tersurat (qauliyah), yaitu Al-Qur'an, dan ayat-ayat-Nya yang tersirat, maksudnya alam semesta (kauniyah). Membaca itu harus dengan nama-Nya, artinya karena Dia dan mengharapkan pertolongan-Nya. Dengan demikian, tujuan membaca dan mendalami ayat-ayat Allah itu adalah diperolehnya hasil yang diridai-Nya, yaitu ilmu atau sesuatu yang bermanfaat bagi manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 6108, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0642\u064d", "transliteration": { "en": "Khalaqal insaana min 'alaq" } }, "translation": { "en": "Created man from a clinging substance.", "id": "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6108", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6108.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6108.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia telah menciptakan manusia yang sempurna bentuk dan pengetahuannya dari segumpal darah, sebagai kelanjutan dari fase nutfah. Setelah itu berturut-turut akan terbentuk sekepal daging, tulang, pelapisan tulang dengan daging, dan peniupan roh.", "long": "Allah menyebutkan bahwa di antara yang telah Ia ciptakan adalah manusia, yang menunjukkan mulianya manusia itu dalam pandangan-Nya. Allah menciptakan manusia itu dari 'alaqah (zigot), yakni telur yang sudah terbuahi sperma, yang sudah menempel di rahim ibu. Karena sudah menempel itu, maka zigot dapat berkembang menjadi manusia. Dengan demikian, asal usul manusia itu adalah sesuatu yang tidak ada artinya, tetapi kemudian ia menjadi manusia yang perkasa. Allah berfirman:\n\nDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (ar-Rum/30: 20)\n\nAsal usulnya itu juga labil, zigot itu bisa tidak menempel di rahim, atau bisa terlepas lagi dari rahim itu, sehingga pembentukan manusia terhenti prosesnya. Oleh karena itu, manusia seharusnya tidak sombong dan ingkar, tetapi bersyukur dan patuh kepada-Nya, karena dengan kemahakuasaan dan karunia Allah-lah, ia bisa tercipta. Allah berfirman menyesali manusia yang ingkar dan sombong itu:\n\nDan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata! (Yasin/36: 77)\n\nMenurut kajian ilmiah, 'alaqah merupakan bentuk perkembangan pra-embrionik, yang terjadi setelah percampuran sel mani (sperma) dan sel telur. Moore dan Azzindani menjelaskan bahwa 'alaqah dalam bahasa Arab berarti lintah (leech) atau suatu suspensi (suspended thing) atau segumpal darah (a clot of blood). Lintah merupakan binatang tingkat rendah, berbentuk seperti buah per, dan hidup dengan cara menghisap darah. Jadi 'alaqah merupakan tingkatan (stadium) embrionik, yang berbentuk seperti buah per, di mana sistem kardiovaskuler (sistem pembuluh-jantung) sudah mulai tampak, dan hidupnya tergantung dari darah ibunya, mirip dengan lintah. 'Alaqah terbentuk sekitar 24-25 hari sejak pembuahan. Jika jaringan pra-embrionik 'alaqah ini diambil keluar (digugurkan), memang tampak seperti segumpal darah (a blood clot like). Lihat pula telaah ilmiah pada penjelasan Surah Nuh/71 ayat 14." } } }, { "number": { "inQuran": 6109, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0642\u0652\u0631\u064e\u0623\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0645\u064f", "transliteration": { "en": "Iqra wa rab bukal akram" } }, "translation": { "en": "Recite, and your Lord is the most Generous -", "id": "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6109", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6109.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6109.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, bacalah firman yang Allah turunkan kepadamu, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Dia membagi kemurahan-Nya kepada semua makhluk. Di antara kemurahan-Nya adalah menjadikan manusia bisa membaca, menulis, dan mempelajari ilmu pengetahuan.", "long": "Allah meminta manusia membaca lagi, yang mengandung arti bahwa membaca yang akan membuahkan ilmu dan iman itu perlu dilakukan berkali-kali, minimal dua kali. Bila Al-Qur'an atau alam ini dibaca dan diselidiki berkali-kali, maka manusia akan menemukan bahwa Allah itu pemurah, yaitu bahwa Ia akan mencurahkan pengetahuan-Nya kepadanya dan akan memperkokoh imannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6110, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u064e\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Al lazee 'allama bil qalam" } }, "translation": { "en": "Who taught by the pen -", "id": "Yang mengajar (manusia) dengan pena." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6110", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6110.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6110.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tuhanmu itulah yang mengajar manusia menulis dengan perantaraan pena atau alat tulis lain. Tulisan berguna untuk menyimpan dan menyebarkan pesan serta ilmi pengetahuan kepada orang lain.", "long": "Di antara bentuk kepemurahan Allah adalah Ia mengajari manusia mampu menggunakan alat tulis. Mengajari di sini maksudnya memberinya kemampuan menggunakannya. Dengan kemampuan menggunakan alat tulis itu, manusia bisa menuliskan temuannya sehingga dapat dibaca oleh orang lain dan generasi berikutnya. Dengan dibaca oleh orang lain, maka ilmu itu dapat dikembangkan. Dengan demikian, manusia dapat mengetahui apa yang sebelumnya belum diketahuinya, artinya ilmu itu akan terus berkembang. Demikianlah besarnya fungsi baca-tulis." } } }, { "number": { "inQuran": 6111, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "'Al lamal insaana ma lam y'alam" } }, "translation": { "en": "Taught man that which he knew not.", "id": "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6111", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6111.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6111.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Manusia adalah makhluk yang potensial untuk berkarya melalui ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari Allah. Manusia belajar baik dari alam sekitar yang merupakan ciptaan-Nya maupun dari wahyu yang Allah sampaikan melalui para rasul.", "long": "Di antara bentuk kepemurahan Allah adalah Ia mengajari manusia mampu menggunakan alat tulis. Mengajari di sini maksudnya memberinya kemampuan menggunakannya. Dengan kemampuan menggunakan alat tulis itu, manusia bisa menuliskan temuannya sehingga dapat dibaca oleh orang lain dan generasi berikutnya. Dengan dibaca oleh orang lain, maka ilmu itu dapat dikembangkan. Dengan demikian, manusia dapat mengetahui apa yang sebelumnya belum diketahuinya, artinya ilmu itu akan terus berkembang. Demikianlah besarnya fungsi baca-tulis." } } }, { "number": { "inQuran": 6112, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u064e\u0637\u0652\u063a\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Kallaa innal insaana layatghaa" } }, "translation": { "en": "No! [But] indeed, man transgresses", "id": "Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6112", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6112.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6112.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Manusia sangat bangga dengan materi sehingga tidak segan berbuat zalim. Sekali kali tidak boleh demikian! Sungguh,", "long": "Allah menyesali manusia karena banyak mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, yaitu kafir kepada Allah dan sewenang-wenang terhadap manusia. Kecenderungan itu terjadi ketika mereka merasa sudah berkecukupan. Dengan demikian, ia merasa tidak perlu beriman, dan karena itu ia berani melanggar hukum-hukum Allah. Begitu juga karena sudah merasa berkecukupan, ia merasa tidak butuh orang lain dan merasa berkuasa, dan karena itu ia akan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6113, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0622\u0647\u064f \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Ar-ra aahus taghnaa" } }, "translation": { "en": "Because he sees himself self-sufficient.", "id": "apabila melihat dirinya serba cukup." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6113", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6113.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6113.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "manusia itu benar-benar melampaui batas apabila melihat dirinya serba cukup dengan harta, jabatan, pengikut, dan semisalnya. Apa yang dimiliki membuatnya mudah mengingkari nikmat Allah dan lupa bahwa semua adalah anugerah-Nya.", "long": "Allah menyesali manusia karena banyak mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, yaitu kafir kepada Allah dan sewenang-wenang terhadap manusia. Kecenderungan itu terjadi ketika mereka merasa sudah berkecukupan. Dengan demikian, ia merasa tidak perlu beriman, dan karena itu ia berani melanggar hukum-hukum Allah. Begitu juga karena sudah merasa berkecukupan, ia merasa tidak butuh orang lain dan merasa berkuasa, dan karena itu ia akan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6114, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u062c\u0652\u0639\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Innna ilaa rabbikar ruj'aa" } }, "translation": { "en": "Indeed, to your Lord is the return.", "id": "Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6114", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6114.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6114.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, sungguh hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali-mu. Pada hari kiamat Allah akan menghitung apa saja yang engkau perbuat di dunia. Dia akan mem­balas orang yang melampaui batas sesuai dengan azab yang setimpal.", "long": "Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa mereka yang durhaka itu akan kembali kepada-Nya. Mereka pasti mati dan akan berhadapan dengan-Nya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bila mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, berarti mereka nanti akan tahu, bahwa mereka akan diazab dan menyesal. Dalam ayat lain, Allah berfirman mengenai bagaimana keadaan yang akan dialami para pendurhaka itu:\n\nDan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrahim/14: 42-43)" } } }, { "number": { "inQuran": 6115, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Ara-aital lazee yanhaa" } }, "translation": { "en": "Have you seen the one who forbids", "id": "Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6115", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6115.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6115.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Rasul atau siapa saja, bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang", "long": "Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya meminta beliau memperhatikan orang yang melarang manusia melakukan salat. Orang yang dilarang adalah Nabi Muhammad saw untuk melakukan salat di Masjidil Haram. Sedangkan yang melarang adalah Abu Jahal. Ia mengancam Nabi saw dengan kata-kata:\n\nAbu Jahal berkata, \"Jika saya melihat Muhammad salat di Ka'bah, saya akan lindas-lindaskan tengkuknya (ke tanah).\" Ketika hal itu sampai kepada Nabi saw., beliau bersabda, \"Jika itu ia lakukan, malaikat akan menghajarnya.\" (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 6116, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "'Abdan iza sallaa" } }, "translation": { "en": "A servant when he prays?", "id": "seorang hamba ketika dia melaksanakan salat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6116", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6116.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6116.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "seorang hamba ketika dia melaksanakan salat? Adakah yang lebih mengherankan daripada kelakukan orang (Abù Jahl) yang menghalang-halangi hamba-Ku (Nabi Muhammad) mendekatkan diri kepada Tuhan yang telah memberinya kehidupan dan kecukupan?", "long": "Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya meminta beliau memperhatikan orang yang melarang manusia melakukan salat. Orang yang dilarang adalah Nabi Muhammad saw untuk melakukan salat di Masjidil Haram. Sedangkan yang melarang adalah Abu Jahal. Ia mengancam Nabi saw dengan kata-kata:\n\nAbu Jahal berkata, \"Jika saya melihat Muhammad salat di Ka'bah, saya akan lindas-lindaskan tengkuknya (ke tanah).\" Ketika hal itu sampai kepada Nabi saw., beliau bersabda, \"Jika itu ia lakukan, malaikat akan menghajarnya.\" (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)" } } }, { "number": { "inQuran": 6117, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Ara-aita in kana 'alal hudaa" } }, "translation": { "en": "Have you seen if he is upon guidance", "id": "bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6117", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6117.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6117.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagaimana pendapatmu jika dia yang dilarang salat itu berada di atas kebenaran dan petunjuk dari Tuhannya dalam salatnya,", "long": "Selanjutnya Allah meminta Nabi Muhammad memperhatikan, seandainya orang yang dilarang salat di masjid itu membawa hidayah dan membimbing orang kepada iman, dan mengajak orang kepada ketakwaan, yaitu mengerjakan kebaikan dan kebenaran. Tindakan itu pasti lebih baik, karena pasti menguntungkan dirinya dan masyarakatnya. Orang yang berperilaku seperti itu adalah Nabi Muhammad sendiri. Itu adalah dua perilaku yang bertolak belakang dan bertentangan seperti siang dan malam: yang pertama jahat dan membawa kepada kejahatan, dan yang kedua baik dan membawa kepada kebaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 6118, "inSurah": 12 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Au amara bit taqwaa" } }, "translation": { "en": "Or enjoins righteousness?", "id": "atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6118", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6118.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6118.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "atau dia menyuruh orang lain bertakwa kepada Allah untuk kemaslahatan mereka? Bukankah amat mengherankan bila orang yang sesat melarang orang yang mendapat pentunjuk untuk melaksanakan perintah Tuhannya dan membimbing orang lain ke jalan takwa?", "long": "Selanjutnya Allah meminta Nabi Muhammad memperhatikan, seandainya orang yang dilarang salat di masjid itu membawa hidayah dan membimbing orang kepada iman, dan mengajak orang kepada ketakwaan, yaitu mengerjakan kebaikan dan kebenaran. Tindakan itu pasti lebih baik, karena pasti menguntungkan dirinya dan masyarakatnya. Orang yang berperilaku seperti itu adalah Nabi Muhammad sendiri. Itu adalah dua perilaku yang bertolak belakang dan bertentangan seperti siang dan malam: yang pertama jahat dan membawa kepada kejahatan, dan yang kedua baik dan membawa kepada kebaikan." } } }, { "number": { "inQuran": 6119, "inSurah": 13 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Ara-aita in kaz zaba wa ta walla" } }, "translation": { "en": "Have you seen if he denies and turns away -", "id": "Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6119", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6119.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6119.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bagaimana pendapatmu jika dia yang melarang itu mendustakan Nabi serta wahyu Allah dan berpaling dari keimanan dan berbuat kebajikan?", "long": "Selanjutnya Allah meminta Nabi Muhammad memperhatikan orang yang melarang orang beribadah itu, yaitu Abu Jahal sebagai contoh, apakah jika ia memandang Allah dan ajaran-ajaran-Nya dusta, lalu berpaling, dan tidak mau menggubrisnya. Ia tidak tahu bahwa Allah melihat perbuatannya itu. Tidak demikian halnya, Allah mengetahui setiap perbuatan dosanya itu dan akan memberikan balasannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6120, "inSurah": 14 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670", "transliteration": { "en": "Alam y'alam bi-an nal lahaa yaraa" } }, "translation": { "en": "Does he not know that Allah sees?", "id": "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6120", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6120.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6120.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidakkah dia yang berbuat demikian jahat itu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat dan akan membalas perbuatan jahatnya? Allah Maha Melihat dan pasti akan memberi balasan dengan seadil-adilnya.", "long": "Selanjutnya Allah meminta Nabi Muhammad memperhatikan orang yang melarang orang beribadah itu, yaitu Abu Jahal sebagai contoh, apakah jika ia memandang Allah dan ajaran-ajaran-Nya dusta, lalu berpaling, dan tidak mau menggubrisnya. Ia tidak tahu bahwa Allah melihat perbuatannya itu. Tidak demikian halnya, Allah mengetahui setiap perbuatan dosanya itu dan akan memberikan balasannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6121, "inSurah": 15 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u062a\u064e\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0633\u0652\u0641\u064e\u0639\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0635\u0650\u064a\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Kalla la illam yantahi la nasfa'am bin nasiyah" } }, "translation": { "en": "No! If he does not desist, We will surely drag him by the forelock -", "id": "Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6121", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6121.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6121.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia tidak dibenarkan untuk melarang orang lain melaksanakan salat dan mendekatkan diri kepada Allah. Sekali kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti berbuat demikian niscaya Kami tarik ubun-ubunnya dengan sangat kasar ke arah neraka;", "long": "Allah mencela orang yang melarang orang beribadah di dalam masjid, dengan contohnya Abu Lahab. Allah mengancam bahwa bila mereka tidak menghentikan perbuatannya, Allah akan mencabut ubun-ubunnya, yaitu menarik nyawanya sehingga mati seketika. Hukuman itu dijatuhkan padanya karena ubun-ubun itu adalah denyut kehidupannya, sedangkan denyut kehidupannya itu selalu penuh kebohongan dan dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 6122, "inSurah": 16 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u0627\u0635\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d \u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u064e\u0629\u064d \u062e\u064e\u0627\u0637\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Nasiyatin kazi batin khaatiyah" } }, "translation": { "en": "A lying, sinning forelock.", "id": "yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6122", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6122.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6122.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan nabi dan durhaka kepada Allah.", "long": "Allah mencela orang yang melarang orang beribadah di dalam masjid, dengan contohnya Abu Lahab. Allah mengancam bahwa bila mereka tidak menghentikan perbuatannya, Allah akan mencabut ubun-ubunnya, yaitu menarik nyawanya sehingga mati seketika. Hukuman itu dijatuhkan padanya karena ubun-ubun itu adalah denyut kehidupannya, sedangkan denyut kehidupannya itu selalu penuh kebohongan dan dosa." } } }, { "number": { "inQuran": 6123, "inSurah": 17 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Fal yad'u naadiyah" } }, "translation": { "en": "Then let him call his associates;", "id": "Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6123", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6123.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6123.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Apabila azab Kami datang kepadanya maka biarlah dia memanggil golongannya yang dia banggakan untuk menyelamatkannya dari azab itu.", "long": "Allah mempersilakan mereka yang sewenang-wenang dan melarang orang melakukan ibadah itu untuk meminta bantuan kelompok mereka. Ayat ini khususnya ditujukan kepada Abu Jahal, yang dikenal sebagai pemimpin terbesar orang-orang yang menentang Nabi saw di Mekah. Allah mengancam bahwa bila Abu Jahal memanggil teman-teman komplotannya untuk meminta tolong, maka Allah akan memanggil malaikat-malaikat Zabaniyah, yaitu para penjaga neraka yang sangat bengis. Artinya, ia di dunia akan celaka dan di akhirat akan masuk neraka. Ancaman itu kemudian terbukti, yaitu pada tahun kedua setelah umat Islam hijrah ke Medinah, terjadi Perang Badar, di mana Abu Jahal sebagai pemimpin Quraisy mati terbunuh. Dan di akhirat nanti ia pasti masuk neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 6124, "inSurah": 18 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0646\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e", "transliteration": { "en": "Sanad 'uz zabaaniyah" } }, "translation": { "en": "We will call the angels of Hell.", "id": "Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6124", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6124.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6124.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah yang bengis dan kasar untuk mencampak­kannya ke dalam azab Kami dan menyelamatkan Nabi beserta para pengikutnya.", "long": "Allah mempersilakan mereka yang sewenang-wenang dan melarang orang melakukan ibadah itu untuk meminta bantuan kelompok mereka. Ayat ini khususnya ditujukan kepada Abu Jahal, yang dikenal sebagai pemimpin terbesar orang-orang yang menentang Nabi saw di Mekah. Allah mengancam bahwa bila Abu Jahal memanggil teman-teman komplotannya untuk meminta tolong, maka Allah akan memanggil malaikat-malaikat Zabaniyah, yaitu para penjaga neraka yang sangat bengis. Artinya, ia di dunia akan celaka dan di akhirat akan masuk neraka. Ancaman itu kemudian terbukti, yaitu pada tahun kedua setelah umat Islam hijrah ke Medinah, terjadi Perang Badar, di mana Abu Jahal sebagai pemimpin Quraisy mati terbunuh. Dan di akhirat nanti ia pasti masuk neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 6125, "inSurah": 19 }, "meta": { "juz": 30, "page": 597, "manzil": 7, "ruku": 538, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": true } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0637\u0650\u0639\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062c\u064f\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064e\u0631\u0650\u0628 \u06e9", "transliteration": { "en": "Kalla; la tuti'hu wasjud waqtarib" } }, "translation": { "en": "No! Do not obey him. But prostrate and draw near [to Allah].", "id": "sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6125", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6125.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6125.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Perbuatan jahat orang itu (Abù Jahl) tidak akan mengenai dirimu, wahai Nabi. Sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya. Tetaplah menunaikan salat sesuai perintah Tuhanmu dan sujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada-Nya dengan menaati aturannya, niscaya Dia akan selalu melindungimu dari ancamannya.", "long": "Allah meminta Nabi saw atau siapa saja yang ingin beribadah agar tidak takut dan tidak mematuhi ancaman orang yang melarang mereka beribadah. Mereka diminta untuk tetap melaksanakan ibadah dengan tekun, terutama salat, dan menggunakan masjid untuk melaksanakannya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. (al-Ahzab/33: 48)\n\nDi samping salat, umat Islam diminta pula mengerjakan ibadah-ibadah sunat lainnya dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya, baik itu berupa salat-salat sunat maupun zikir-zikir, dan sebagainya." } } } ] }, { "number": 97, "sequence": 25, "numberOfVerses": 5, "name": { "short": "القدر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0642\u062f\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Qadr", "id": "Al-Qadr" }, "translation": { "en": "The Power, Fate", "id": "Kemuliaan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Qadr terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat 'Abasa. Surat ini dinamai Al Qadr (kemuliaan), diambil dari perkataan Al Qadr yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6126, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 539, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Innaa anzalnaahu fee lailatil qadr" } }, "translation": { "en": "Indeed, We sent the Qur'an down during the Night of Decree.", "id": "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6126", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6126.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6126.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Al-Qur’an adalah kitab suci yang mulia. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya untuk pertama kali kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, atau menurunkannya secara sekaligus dari Lauë Maëfùî ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, pada malam qadar, malam kemuliaan dan ke agungan.", "long": "Terdapat empat tempat dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang penurunannya kepada Nabi saw yaitu:\n\n1.Dalam Surah al-Qadr.\n\n2.Dalam Surah ad-Dukhan, yaitu pada firman-Nya:\n\nha Mim. Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas, sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan. Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (ad-Dukhan/44: 1-6)\n\n3.Dalam Surah al-Baqarah, yaitu pada firman-Nya:\n\nBulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). (al-Baqarah/2: 185)\n\n4.Dalam Surah al-Anfal, yaitu pada firman-Nya:\n\nDan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Anfal/8: 41)\n\nAyat Surah al-Qadr menyatakan bahwa turunnya Al-Qur'an dari Lauh Mahfudh ke Baitul-'Izzah jelas pada malam Lailatul Qadr. Ayat Surah ad-Dukhan menguatkan turunnya Al-Qur'an pada malam yang diberkahi, ayat Surah al-Baqarah menunjukkan turunnya Al-Qur'an pada bulan Ramadan. Sedangkan Surah al-Anfal/8: 41 di atas menerangkan penyelesaian pembagian rampasan perang pada Perang Badar. Perang ini disebut yaumul-furqan karena merupakan pertempuran antara tentara Islam dengan tentara kafir, di mana kemenangan berada di tangan tentara Islam. \n\nDalam ayat ini diungkapkan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an pertama kali kepada Nabi saw pada malam yang mulia. Kemudian diturunkan terus-menerus secara berangsur-angsur menurut peristiwa dan suasana yang menghendakinya dalam jangka waktu dua puluh dua tahun lebih sebagai petunjuk bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nanti.\n\nSehubungan dengan uraian di atas, para ulama mengatakan bahwa kata anzala dan nazzala berbeda penggunaan dan maknanya. Oleh sebab itu, makna anzalnahu dalam Surah al-Qadr menunjukkan turunnya kitab suci Al-Qur'an pertama kali dan sekaligus dari Lauh Mahfudh ke langit dunia. Kemudian diturunkan berangsur-angsur dari langit dunia kepada Nabi Muhammad, yang dibawa oleh Malaikat Jibril selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari. Sedangkan makna nazzala bermakna diturunkan berangsur-angsur.\n\nTidak diragukan lagi bahwa manusia sangat memerlukan Al-Qur'an sebagai pedoman yang menjelaskan sesuatu yang mereka ragukan dalam hal-hal yang berhubungan dengan soal-soal keagamaan atau masalah-masalah duniawi. Al-Qur'an juga menerangkan kepada mereka kejadian manusia dan kejadian yang akan datang ketika datangnya hari kebangkitan.\n\nManusia memerlukan pegangan tersebut karena tanpanya, mereka tidak dapat memahami prinsip-prinsip kemaslahatan yang sebenarnya untuk membentuk peraturan-peraturan dan undang-undang. Oleh sebab itu, benarlah pendapat yang menyatakan bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari agama dan petunjuk rohani yang menentukan ukuran dan nilai sesuatu setelah mengetahui secara ilmiah keadaan dan khasiat sesuatu." } } }, { "number": { "inQuran": 6127, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 539, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maa adraaka ma lailatul qadr" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is the Night of Decree?", "id": "Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6127", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6127.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6127.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tahukah kamu, wahai Nabi Muhammad, apakah malam kemuliaan dan keagungan itu? Ungkapan Lailatul Qadr baru disebut oleh Al-Qur’an dalam ayat pertama surah ini sehingga Allah perlu menjelaskan artinya dan menggugah perhatian Nabi tentangnya.", "long": "Kemudian dalam ayat ini, Allah menyatakan keutamaan Lailatul-Qadr yang tidak dapat diketahui oleh para ulama dan ilmuwan, bagaimanapun tingginya ilmu pengetahuan mereka. Pengertian dan pengetahuan Nabi-Nya pun tidak sanggup menentukan kebesaran dan keutamaan malam itu. Hanya Allah yang mengetahui segala hal yang gaib, yang menciptakan alam semesta, yang mewujudkannya dari tidak ada menjadi ada." } } }, { "number": { "inQuran": 6128, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 539, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650 \u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Lailatul qadri khairum min alfee shahr" } }, "translation": { "en": "The Night of Decree is better than a thousand months.", "id": "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6128", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6128.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6128.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan tanpa malam qadar di dalamnya. Ibadah pada malam itu mempunyai nilai yang sangat tinggi di mata Allah, lebih tinggi daripada ibadah selama seribu bulan.", "long": "Pada ayat ini, Allah menerangkan keutamaan Lailatul-Qadr yang sebenarnya. Malam itu adalah suatu malam yang memancarkan cahaya hidayah sebagai permulaan tasyri' yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia. Malam itu juga sebagai peletakan batu pertama syariat Islam, sebagai agama penghabisan bagi umat manusia, yang sesuai dengan kemaslahatan mereka sepanjang zaman. Malam tersebut lebih utama dari seribu bulan yang mereka lalui dengan bergelimang dosa kemusyrikan dan kesesatan yang tidak berkesudahan. Ibadah pada malam itu mempunyai nilai tambah berupa kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik dari ibadah seribu bulan\n\nSebutan kata \"seribu\" dalam ayat ini tidak bermaksud untuk menentukan bilangannya. Akan tetapi, maksudnya untuk menyatakan banyaknya yang tidak terhingga sebagaimana yang dikehendaki dengan firman Allah:\n\nMasing-masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun. (al-Baqarah/2: 96).\n\nApakah ada malam yang lebih mulia daripada malam yang padanya mulai diturunkan cahaya hidayah untuk manusia setelah berabad-abad lamanya mereka berada dalam kesesatan dan kekufuran? Apakah ada kemuliaan yang lebih agung daripada malam di mana cahaya purnama ilmu makrifah ketuhanan menerangi jiwa Muhammad saw yang diutus sebagai rahmat untuk seluruh manusia, menyampaikan berita gembira dan ancaman serta memanggil mereka ke jalan yang lurus, menjadikan mereka umat yang melepaskan manusia dari belenggu perbudakan dan penindasan penguasa yang zalim di timur dan barat, dan mempersatukan mereka sesudah berpecah-belah dan bermusuh-musuhan?\n\nMaka seyogyanya umat Islam menjadikan malam tersebut sebagai hari raya karena malam itu merupakan waktu turunnya undang-undang dasar samawi yang mengarahkan manusia ke arah yang bermanfaat bagi mereka. Penurunan ini juga memperbaharui janji mereka dengan Tuhan yang berhubungan dengan jiwa dan harta sebagai tanda syukur atas nikmat pemberian-Nya serta mengharapkan pahala balasan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6129, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 539, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064f\u0648\u062d\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Tanaz zalul malaa-ikatu war roohu feeha bi izni-rab bihim min kulli amr" } }, "translation": { "en": "The angels and the Spirit descend therein by permission of their Lord for every matter.", "id": "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6129", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6129.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6129.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh, yakni Jibril, dari langit ke bumi dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan makhluk yang telah ditentukan-Nya di Lauh Mahfùz untuk satu tahun mendatang, seperti umur, rezeki, kematian, dan sebagainya. Inilah yang membuat malam itu begitu mulia.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan sebagian dari keistimewaan malam tersebut, yaitu turunnya para malaikat bersama Jibril dari alam malaikat sehingga tampak oleh Nabi saw, terutama Jibril yang menyampaikan wahyu. Penampakan Jibril kepada Nabi saw dalam rupanya yang asli adalah perintah Allah, setelah Ia mempersiapkan Nabi-Nya untuk menerima wahyu yang akan disampaikannya kepada manusia yang mengandung kebajikan dan keberkahan.\n\nTurunnya malaikat ke bumi adalah dengan izin Allah, tidak perlu kita menyelidiki bagaimana cara dan apa rahasianya. Kita cukup beriman saja dengannya. Adapun yang dapat diketahui manusia tentang rahasia alam ini hanya sedikit sekali, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:\n\nSedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit. (al-Isra'/17: 85)\n\nMalam itu (Lailatul-Qadr) adalah hari raya umat Islam karena merupakan waktu turunnya Al-Qur'an dan malam bersyukur kepada Allah atas kebajikan serta kenikmatan yang dikaruniakan-Nya. Pada saat itu, malaikat ikut bersyukur bersama manusia atas kebesaran malam Qadar, sebagai tanda kemuliaan manusia yang menjadi khalifah Allah di muka bumi.\n\nDi antara tanda-tanda Lailatul-Qadr adalah matahari terbit tanpa sinarnya yang memancar. Ibnu 'Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda tentang Lailatul-Qadr:\n\nLailatul qadar adalah malam yang tenang dan cerah, tidak panas dan tidak dingin, serta matahari pada pagi harinya berwarna merah terang. (Riwayat Abu Dawud)" } } }, { "number": { "inQuran": 6130, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 539, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0647\u0650\u064a\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0637\u0652\u0644\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Salaamun hiya hattaa mat la'il fajr" } }, "translation": { "en": "Peace it is until the emergence of dawn.", "id": "Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6130", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6130.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6130.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sejahteralah malam itu sejak matahari terbenam sampai terbit fajar. Pada malam itu Allah hanya menentukan keselamatan dan kesejahteraan bagi makhluknya. Para malaikat juga turun secara bergelombang sambil membawa rahmat, kebaikan, salam, dan berkah dari Allah. Pada malam itu pula, tiap kali berjumpa dengan orang beriman, para malaikat pasti mengucapkan salam kepadanya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa malam tersebut dipenuhi kebajikan dan keberkahan dari permulaan sampai terbit fajar, karena turunnya Al-Qur'an yang disaksikan oleh para malaikat ketika Allah melapangkan dada Nabi-Nya dan memudahkan jalan untuk menyampaikan petunjuk serta bimbingan kepada umatnya." } } } ] }, { "number": 98, "sequence": 100, "numberOfVerses": 8, "name": { "short": "البينة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0628\u064a\u0646\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Bayyina", "id": "Al-Bayyinah" }, "translation": { "en": "The Evidence", "id": "Bukti Nyata" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Bayyinah terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ath Thalaq. Dinamai Al Bayyinah (bukti yang nyata) diambil dari perkataan Al Bayyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6131, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 540, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u064f\u0646\u0641\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Lam ya kunil lazeena kafaru min ahlil kitaabi wal mushri keena mun fak keena hattaa ta-tiya humul bayyinah" } }, "translation": { "en": "Those who disbelieved among the People of the Scripture and the polytheists were not to be parted [from misbelief] until there came to them clear evidence -", "id": "Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6131", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6131.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6131.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang musyrik penyembah berhala tidak akan meninggalkan kekafiran mereka sampai datang kepada mereka bukti yang nyata.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad, yang terdiri dari orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrik, tidak akan melepaskan kekufuran mereka, dan tidak mau meninggalkan tradisi nenek moyang mereka, sampai datang bukti nyata, yaitu diutusnya Nabi Muhammad.\n\nKedatangan Nabi saw menimbulkan keguncangan dalam akidah dan adat istiadat yang telah berurat dan berakar dalam diri mereka. Mereka menyatakan bahwa apa yang dibawa oleh Nabi saw tidak ada beda atau lebihnya dari apa yang terdapat dalam agama mereka. Dengan demikian, menurut mereka, tidak ada kebaikan mengikuti yang baru dengan meninggalkan yang lama, bahkan mengikuti yang lama lebih menenteramkan jiwa karena tidak bertentangan dengan sikap nenek moyang mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6132, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 540, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0635\u064f\u062d\u064f\u0641\u064b\u0627 \u0645\u0651\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b", "transliteration": { "en": "Rasoolum minal laahi yatlu suhufam mutahharah" } }, "translation": { "en": "A Messenger from Allah, reciting purified scriptures", "id": "(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6132", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6132.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6132.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukti yang nyata itu adalah Nabi Muhammad, seorang rasul dari Allah yang membacakan kepada mereka lembaran-lembaran yang suci. Itulah Al-Quran yang disucikan dari kebohongan dan kebatilan.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan bahwa yang dimaksud bukti itu adalah hati pribadi Nabi saw yang membacakan untuk orang kafir halaman-halaman Al-Qur'an yang bersih dari campur tangan manusia, dari segala macam kesalahan, dan dari penambahan, yaitu bukti yang memancarkan kebenaran. Allah berfirman:\n\n(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang). (Fussilat/41: 42)\n\nDi dalam Al-Qur'an itu tersimpul ajaran-ajaran yang benar yang terdapat dalam kitab-kitab para nabi yang terdahulu, seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim. Dalam ayat lain yang hampir sama maksudnya, Allah berfirman:\n\nDan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu. (asy-Syu'ara'/26: 196)\n\nSesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (al-A'la/87: 18-19)\n\nSebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan al-kitab ialah surah dan ayat Al-Qur'an, karena setiap surah itu adalah kitab yang kokoh. Ada juga yang memahami sebagai hukum dan peraturan yang terkandung dalam firman-firman Allah yang tidak ada kebatilannya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nSegala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. (al-Kahf/18: 1-2)" } } }, { "number": { "inQuran": 6133, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 540, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0643\u064f\u062a\u064f\u0628\u064c \u0642\u064e\u064a\u0651\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Feeha kutubun qaiyimah" } }, "translation": { "en": "Within which are correct writings.", "id": "di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6133", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6133.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6133.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Lembaran-lembaran suci itu di dalamnya terdapat kitab-kitab, yakni hukum-hukum tertulis, yang lurus. Al-Qur’an berisi akidah, hukum, kisah, dan aturan yang menuntun umat manusia ke jalan yang benar dan lurus.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan bahwa yang dimaksud bukti itu adalah hati pribadi Nabi saw yang membacakan untuk orang kafir halaman-halaman Al-Qur'an yang bersih dari campur tangan manusia, dari segala macam kesalahan, dan dari penambahan, yaitu bukti yang memancarkan kebenaran. Allah berfirman:\n\n(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang). (Fussilat/41: 42)\n\nDi dalam Al-Qur'an itu tersimpul ajaran-ajaran yang benar yang terdapat dalam kitab-kitab para nabi yang terdahulu, seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim. Dalam ayat lain yang hampir sama maksudnya, Allah berfirman:\n\nDan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu. (asy-Syu'ara'/26: 196)\n\nSesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (al-A'la/87: 18-19)\n\nSebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan al-kitab ialah surah dan ayat Al-Qur'an, karena setiap surah itu adalah kitab yang kokoh. Ada juga yang memahami sebagai hukum dan peraturan yang terkandung dalam firman-firman Allah yang tidak ada kebatilannya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nSegala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. (al-Kahf/18: 1-2)" } } }, { "number": { "inQuran": 6134, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 540, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maa tafarraqal lazeena ootul kitaaba il-la mim b'adi ma jaa-at humul baiyyinah" } }, "translation": { "en": "Nor did those who were given the Scripture become divided until after there had come to them clear evidence.", "id": "Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6134", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6134.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6134.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi, ketahuilah bahwa Ahli Kitab dahulu sepakat mengimani dirimu sebagai rasul terakhir sebagaimana informasi yang mereka dapati dalam kitab-kitab mereka. Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab itu melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata, yaitu kedatangan­mu atau Al-Qur’an yang kaubawa. Sebagian beriman kepadamu dan sebagian yang lain mengingkarimu.", "long": "Keadaan orang-orang kafir Yahudi, Nasrani, dan musyrikin sesudah Nabi saw datang berlainan dengan keadaan mereka sebelumnya. Mereka sebelum Nabi saw datang dalam keadaan kufur, terbenam dalam kejahilan dan hawa nafsu, tetapi setelah Nabi saw datang, segolongan dari mereka beriman. Dengan demikian, keadaan mereka tidak seperti dahulu. Golongan yang tidak beriman malah meragukan kebenaran yang dibawa Nabi saw, bahkan ada yang mempercayai kebenarannya sama sekali.\n\nPerbantahan dan perselisihan hebat terkadang terjadi antara orang-orang musyrik dengan orang-orang Nasrani. Orang Yahudi berkata kepada orang musyrik, \"Sesungguhnya Allah akan mengutus nabi dari kalangan bangsa Arab penduduk Mekah.\" Mereka menerangkan sifat-sifat nabi serta mengancam orang-orang seraya mengatakan bahwa bila nabi itu lahir, mereka akan membantunya dengan menyokong semua tindakannya dan bekerja sama untuk menghancurkan orang-orang musyrik.\n\nDalam keadaan yang demikianlah Nabi Muhammad diutus. Lalu orang-orang musyrik memusuhi dan menentang Nabi habis-habisan. Mereka juga mengajak orang-orang Arab lainnya untuk memusuhi beliau dan menyakiti pengikut-pengikutnya yang hatinya telah disinari dengan keimanan dan melapangkan dadanya untuk mengenal kebenaran.\n\nKemudian Allah dalam ayat ini menghibur Nabi-Nya dengan mengatakan bahwa beliau tidak perlu susah atau gundah karena sikap dan tantangan mereka terhadap dirinya. Hal itu juga merupakan sikap mereka terhadap para nabi terdahulu sehingga mereka berpecah-belah." } } }, { "number": { "inQuran": 6135, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 540, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u062d\u064f\u0646\u064e\u0641\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0632\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u0629\u064e \u06da \u0648\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u064a\u0651\u0650\u0645\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Wa maa umiroo il-la liy'abu dul laaha mukhliseena lahud-deena huna faa-a wa yuqeemus salaahta wa yu-tuz zakaata; wa zaalika deenul qaiyimah" } }, "translation": { "en": "And they were not commanded except to worship Allah, [being] sincere to Him in religion, inclining to truth, and to establish prayer and to give zakah. And that is the correct religion.", "id": "Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6135", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6135.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6135.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka terpecah belah seperti itu padahal mereka dalam kitab-kitab mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama, dan juga diperintah agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah aga-ma yang lurus dan benar agama Islam. Keikhlasan dalam beribadah dengan memurnikan niat demi mencari rida Allah dan menjauhkan diri dari kemusyrikan adalah salah satu syarat diterimanya ibadah.", "long": "Karena adanya perpecahan di kalangan mereka, maka pada ayat ini dengan nada mencerca Allah menegaskan bahwa mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah-Nya. Perintah yang ditujukan kepada mereka adalah untuk kebaikan dunia dan agama mereka, dan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Mereka juga diperintahkan untuk mengikhlaskan diri lahir dan batin dalam beribadah kepada Allah dan membersihkan amal perbuatan dari syirik sebagaimana agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim yang menjauhkan dirinya dari kekufuran kaumnya kepada agama tauhid dengan mengikhlaskan ibadah kepada Allah. Ikhlas adalah salah satu dari dua syarat diterimanya amal, dan itu merupakan pekerjaan hati. Sedang yang kedua adalah mengikuti sunah Rasulullah. Allah berfirman:\n\nKemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), \"Ikutilah agama Ibrahim yang lurus.\" (an-Nahl/16: 123)\n\nFirman-Nya yang lain:\n\nIbrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus dan muslim. (Ali 'Imran/3: 67)\n\nMendirikan salat dalam ayat ini maksudnya adalah mengerjakannya terus-menerus setiap waktu dengan memusatkan jiwa kepada kebesaran Allah, untuk membiasakan diri tunduk kepada-Nya. Sedangkan yang dimaksud dengan mengeluarkan zakat yaitu membagi-bagikannya kepada yang berhak menerimanya sebagaimana yang telah ditentukan oleh Al-Qur'anul Karim.\n\nKeterangan ayat di atas tentang keikhlasan beribadah, menjauhkan diri dari syirik, mendirikan salat, dan mengeluarkan zakat, adalah maksud dari agama yang lurus yang tersebut dalam kitab-kitab suci lainnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6136, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 540, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0627\u0631\u0650 \u062c\u064e\u0647\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0634\u064e\u0631\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Innal lazeena kafaru min ahlil kitaabi wal mushri keena fee nari jahan nama khaali deena feeha; ulaa-ika hum shar rul ba reeyah" } }, "translation": { "en": "Indeed, they who disbelieved among the People of the Scripture and the polytheists will be in the fire of Hell, abiding eternally therein. Those are the worst of creatures.", "id": "Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6136", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6136.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6136.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke neraka Jahanam dengan bermacam siksa pedih di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Tidak ada kesempatan bagi mereka untuk keluar, bahkan untuk sekadar sejenak lepas dari siksa. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk. Allah telah mem-beri mereka peringatan, tetapi mereka enggan mengindahkannya. Dia tidak akan menyiksa seseorang kecuali setelah memberinya peringatan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang musyrik telah mengotori jiwanya dengan syirik dan maksiat-maksiat serta mengingkari kebenaran nyata kenabian Muhammad saw. Mereka akan disiksa Allah dengan siksaan yang tidak memungkinkan mereka untuk melepaskan diri darinya untuk selama-lamanya, yaitu api neraka yang menyala-nyala. Siksaan itu sebagai balasan atas perbuatan mereka. Mereka itu tergolong makhluk yang paling buruk." } } }, { "number": { "inQuran": 6137, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 598, "manzil": 7, "ruku": 540, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0623\u064f\u0648\u0644\u064e\u0670\u0626\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Innal lazeena aamanu wa 'amilus saalihaati ula-ika hum khairul bareey yah" } }, "translation": { "en": "Indeed, they who have believed and done righteous deeds - those are the best of creatures.", "id": "Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6137", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6137.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6137.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya dengan iman yang benar dan mengerjakan kebajikan dengan ikhlas dan sesuai ketetentuan syariat, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Mereka adalah makhluk yang Allah kehendaki untuk menjadi khalifah di bumi.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan ganjaran bagi orang-orang yang beriman. Jiwa mereka telah disinari oleh cahaya petunjuk dan membenarkan apa yang dibawa oleh Nabi saw. Mereka juga mengamalkannya dengan mengorbankan jiwa, harta, dan apa saja yang dimilikinya pada jalan Allah, serta bertingkah laku baik dengan seluruh hamba Allah. Mereka itu tergolong makhluk yang paling baik." } } }, { "number": { "inQuran": 6138, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 540, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u062a\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064e\u062d\u0652\u062a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627\u0631\u064f \u062e\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 \u06d6 \u0631\u0651\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0634\u0650\u064a\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Jazaa-uhum inda rabbihim jan naatu 'adnin tajree min tahtihal an haaru khalideena feeha abada; radiy-yallaahu 'anhum wa ra du 'an zaalika liman khashiya rabbah." } }, "translation": { "en": "Their reward with Allah will be gardens of perpetual residence beneath which rivers flow, wherein they will abide forever, Allah being pleased with them and they with Him. That is for whoever has feared his Lord.", "id": "Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6138", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6138.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6138.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya bersama segala kenikmatan di dalamnya. Selain itu, mereka mendapat nikmat yang lebih besar. Allah rida terhadap mereka atas keimanan dan amal saleh mereka dan mereka pun rida kepada-Nya atas kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada mereka. Yang demikian itu adalah balasan yang agung bagi orang yang takut kepada Tuhannya. Ketakutannya pada siksaan Allah mendorongnya untuk menjauhkan diri dari larangan Allah, termasuk kemusyrikan dan kekafiran.", "long": "Kemudian dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa yang akan mereka terima dari Tuhan mereka adalah surga 'Adn yang di dalamnya terdapat bermacam-macam kesenangan dan kelezatan, lebih lengkap dan sempurna dari kesenangan dan kelezatan dunia, dan di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka berhak menerima balasan tersebut karena mereka berada dalam keridaan Allah dan tetap dalam ketentuan-ketentuan-Nya.\n\nMereka mendapat pujian dan mencapai apa yang mereka inginkan dari kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Mereka diridai Allah dan mereka pun rida kepadanya. Ganjaran-ganjaran yang merupakan kebahagiaan dunia dan akhirat hanya diperoleh orang-orang yang jiwanya penuh dengan takwa kepada Allah." } } } ] }, { "number": 99, "sequence": 93, "numberOfVerses": 8, "name": { "short": "الزلزلة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0632\u0644\u0632\u0644\u0629", "transliteration": { "en": "Az-Zalzala", "id": "Az-Zalzalah" }, "translation": { "en": "The Earthquake", "id": "Guncangan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah diturunkan sesudah surat An Nisaa'. Nama Al Zalzalah diambil dari kata: Zilzaal yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang berarti goncangan." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6139, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 541, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0632\u064f\u0644\u0652\u0632\u0650\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0632\u0650\u0644\u0652\u0632\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Izaa zul zilatil ardu zil zaalaha" } }, "translation": { "en": "When the earth is shaken with its [final] earthquake", "id": "Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6139", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6139.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6139.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Banyak kejadian dahsyat yang terjadi di bumi ketika kiamat tiba. Apabila bumi diguncangkan oleh malaikat atas perintah Allah dengan guncangan yang dahsyat setelah Israfil meniupkan sangkakala pertama,", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa bumi bergeletar dan berguncang sedahsyat-dahsyatnya, sebagaimana diterangkan firman Allah dalam ayat lain:\n\nWahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (al-hajj/22: 1)\n\nApabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. (al-Waqi'ah/56: 4).\n\nKeterangan ini menunjukkan tentang dahsyatnya keadaan ketika itu. Hal itu dimaksudkan untuk menarik perhatian orang-orang kafir agar memikirkan dan merenungkannya. Seakan-akan dikatakan kepada mereka bahwa apabila bumi sebagai benda padat bisa bergeletar dengan dahsyat pada hari itu, maka mengapa mereka sendiri tidak mau sadar dari kelalaian dengan meninggalkan kekafirannya." } } }, { "number": { "inQuran": 6140, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 541, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0623\u064e\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa akh rajatil ardu athqaalaha" } }, "translation": { "en": "And the earth discharges its burdens", "id": "dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6140", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6140.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6140.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung-nya, baik kekayaan yang ada di dalamnya atau mayat-mayat yang terkubur,", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa pada hari terjadi kegun-cangan itu, karena dahsyatnya, bumi menghamburkan isi perutnya yang terpendam berupa logam, harta simpanan, dan mayat-mayat dari kubur. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong. (al-Insyiqaq/84: 3-4)\n\nContohnya, sebagaimana terjadi dengan letusan gunung Krakatau pada tahun 1883, gempa dan tsunami di Aceh pada tahun 2004, lumpur panas di Sidoarjo Jawa Timur sejak tahun 2006, dan lain-lain yang begitu dahsyat sehingga mengeluarkan lava dan isi perut bumi. Guncangan pada hari kiamat jauh lebih dahsyat lagi." } } }, { "number": { "inQuran": 6141, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 541, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Wa qaalal insaanu ma laha" } }, "translation": { "en": "And man says, \"What is [wrong] with it?\" -", "id": "Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6141", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6141.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6141.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan pada saat itu manusia bertanya dengan penuh kekalutan dan ketakutan, “Apa yang terjadi pada bumi ini? Mengapa bumi berguncang sedemikian dahsyat dan mengeluarkan apa saja yang dikandungnya? Apakah ini hari kiamat?”", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengalami dan menyaksikan kejadian yang dahsyat dan membuat terperanjat orang-orang yang melihatnya, berkata, \"Apa gerangan yang terjadi pada bumi. Ini belum pernah terjadi sebelumnya?\" Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. (al-hajj/22: 2)" } } }, { "number": { "inQuran": 6142, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 541, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u062a\u064f\u062d\u064e\u062f\u0651\u0650\u062b\u064f \u0623\u064e\u062e\u0652\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Yawmaa izin tuhad dithu akhbaaraha" } }, "translation": { "en": "That Day, it will report its news", "id": "Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6142", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6142.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6142.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya kepada manusia, mengapa bumi berguncang dan mengeluarkan semua kandungannya. Pada hari itu pula bumi bersaksi kepada Allah dengan rinci apa saja yang telah manusia lakukan di atasnya: kebajikan atau keburukan, besar atau kecil.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa ketika terjadinya keguncangan yang dahsyat itu, saat bumi bergetar dan mengalami kehancuran serta kerusakan, seakan-akan ia menjelaskan kepada manusia bahwa kejadian yang belum pernah terjadi ini tidak menurut ketentuan yang berlaku bagi alam semesta dalam keadaan biasa.\n\nAllah menjelaskan bahwa sebab terjadinya keguncangan tersebut adalah atas perintah-Nya semata. Ketika bumi diperintahkan hancur, maka bumi akan hancur luluh.\n\nPada dasarnya ayat 1-5 di atas berkenaan dengan hari kiamat. Namun dari sekala lebih kecil ayat-ayat tersebut dapat ditafsirkan dengan proses geologi terjadinya gempa, yang sudah barang tentu besarannya jauh lebih kecil dibanding kejadian kiamat kelak.\n\nSeperti telah dijelaskan sebelumnya menurut kajian ilmiah bahwa lempengan-lempengan kulit bumi bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Pada tempat-tempat saling bertemu, pertemuan lempengan ini menimbulkan gempa bumi. Sebagai contoh adalah Indonesia yang merupakan tempat pertemuan tiga lempeng: Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Bila dua lempeng bertemu, maka terjadi tekanan (beban) yang terus menerus, dan bila lempengan tidak tahan lagi menahan tekanan (beban) tersebut, maka lepaslah beban yang telah terkumpul ratusan tahun itu, dan dikeluarkan dalam bentuk gempa bumi.\n\nPada hari itu bumi 'menceritakan beritanya. Beban berat yang dikeluarkan dalam bentuk gempa bumi, merupakan satu proses geologi yang berjalan bertahun-tahun. Begitu seterusnya, setiap selesai beban dilepaskan, kembali proses pengumpulan beban terjadi. Proses geologi atau berita geologi ini dapat direkam baik secara alami maupun dengan menggunakan peralatan geofisika ataupun geodesi (lihat juga an-Naml/27: 88, ath-thur/52: 6). Telaah tentang gempa bumi dapat dilihat pula pada Surah an-Naba'/78: 17-20." } } }, { "number": { "inQuran": 6143, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 541, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652\u062d\u064e\u0649\u0670 \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627", "transliteration": { "en": "Bi-anna rabbaka awhaa laha" } }, "translation": { "en": "Because your Lord has commanded it.", "id": "karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6143", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6143.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6143.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bumi menyampaikan kepada manusia apa yang terjadi padanya dan bersaksi di hadapan Allah tentang apa saja yang manusia lakukan di atasnya karena sesungguhnya Tuhan­mu telah memerintahkan padanya untuk berbuat demikian.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa ketika terjadinya keguncangan yang dahsyat itu, saat bumi bergetar dan mengalami kehancuran serta kerusakan, seakan-akan ia menjelaskan kepada manusia bahwa kejadian yang belum pernah terjadi ini tidak menurut ketentuan yang berlaku bagi alam semesta dalam keadaan biasa.\n\nAllah menjelaskan bahwa sebab terjadinya keguncangan tersebut adalah atas perintah-Nya semata. Ketika bumi diperintahkan hancur, maka bumi akan hancur luluh.\n\nPada dasarnya ayat 1-5 di atas berkenaan dengan hari kiamat. Namun dari sekala lebih kecil ayat-ayat tersebut dapat ditafsirkan dengan proses geologi terjadinya gempa, yang sudah barang tentu besarannya jauh lebih kecil dibanding kejadian kiamat kelak.\n\nSeperti telah dijelaskan sebelumnya menurut kajian ilmiah bahwa lempengan-lempengan kulit bumi bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Pada tempat-tempat saling bertemu, pertemuan lempengan ini menimbulkan gempa bumi. Sebagai contoh adalah Indonesia yang merupakan tempat pertemuan tiga lempeng: Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Bila dua lempeng bertemu, maka terjadi tekanan (beban) yang terus menerus, dan bila lempengan tidak tahan lagi menahan tekanan (beban) tersebut, maka lepaslah beban yang telah terkumpul ratusan tahun itu, dan dikeluarkan dalam bentuk gempa bumi.\n\nPada hari itu bumi 'menceritakan beritanya. Beban berat yang dikeluarkan dalam bentuk gempa bumi, merupakan satu proses geologi yang berjalan bertahun-tahun. Begitu seterusnya, setiap selesai beban dilepaskan, kembali proses pengumpulan beban terjadi. Proses geologi atau berita geologi ini dapat direkam baik secara alami maupun dengan menggunakan peralatan geofisika ataupun geodesi (lihat juga an-Naml/27: 88, ath-thur/52: 6). Telaah tentang gempa bumi dapat dilihat pula pada Surah an-Naba'/78: 17-20." } } }, { "number": { "inQuran": 6144, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 541, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u064a\u064e\u0635\u0652\u062f\u064f\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0623\u064e\u0634\u0652\u062a\u064e\u0627\u062a\u064b\u0627 \u0644\u0651\u0650\u064a\u064f\u0631\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Yawma iziy yas durun naasu ash tatal liyuraw a'maalahum" } }, "translation": { "en": "That Day, the people will depart separated [into categories] to be shown [the result of] their deeds.", "id": "Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6144", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6144.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6144.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya untuk menuju tempat hisab, atau beranjak dari tempat hisab itu, dalam keadaan berkelompok-kelompok. Kondisi mereka beragam; sebagian merasa tenang dan sebagian yang lain begitu gundah dan ketakutan. Mereka digiring dengan gegas ke surga atau neraka untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua perbuatannya yang telah Allah janjikan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa pada hari terjadinya kerusakan dan kehancuran bagi bumi serta terjadinya alam baru dan hidup baru, muncullah manusia dalam keadaan yang berbeda-beda dan berkelompok. Orang-orang yang beramal baik tidak sama dengan orang-orang jahat. Orang-orang yang taat tidak sama dengan orang yang berbuat maksiat. Mereka muncul untuk diperlihatkan Allah kepada mereka apa yang telah mereka lakukan dan untuk memetik hasil usaha mereka selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 6145, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 541, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Famaiy ya'mal mithqala zarratin khai raiy-yarah" } }, "translation": { "en": "So whoever does an atom's weight of good will see it,", "id": "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6145", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6145.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6145.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Pada saat itu setiap manusia akan mengetahui nasib dirinya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia akan menerima pahala atasnya. Dia merasa senang dan bahagia karena perbuatannya tidak sia-sia.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah merincikan balasan amal masing-masing. Barang siapa beramal baik, walaupun hanya seberat atom niscaya akan diterima balasannya, dan begitu pula yang beramal jahat walaupun hanya seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolong dan melepaskannya dari siksa karena kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka." } } }, { "number": { "inQuran": 6146, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 541, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0634\u064e\u0631\u0651\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maiy-y'amal mithqala zarratin sharraiy-yarah" } }, "translation": { "en": "And whoever does an atom's weight of evil will see it.", "id": "dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6146", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6146.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6146.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sebaliknya, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah dan menganggapnya remeh, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia pun akan menerima balasannya. Inilah bukti kemahaadilan Allah; Dia tidak menzalimi siapa pun.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah merincikan balasan amal masing-masing. Barang siapa beramal baik, walaupun hanya seberat atom niscaya akan diterima balasannya, dan begitu pula yang beramal jahat walaupun hanya seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolong dan melepaskannya dari siksa karena kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka." } } } ] }, { "number": 100, "sequence": 14, "numberOfVerses": 11, "name": { "short": "العاديات", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0639\u0627\u062f\u064a\u0627\u062a", "transliteration": { "en": "Al-Aadiyaat", "id": "Al-'Adiyat" }, "translation": { "en": "The Chargers", "id": "Kuda Yang Berlari Kencang" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al'Ashr. Nama Al 'Aadiyaat diambil dari kata Al 'Aadiyaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya yang berlari kencang." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6147, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0636\u064e\u0628\u0652\u062d\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wal'aadi yaati dabha" } }, "translation": { "en": "By the racers, panting,", "id": "Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6147", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6147.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6147.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi kuda perang yang berlari kencang dan bernafas terengah-engah ke arah musuh dengan penuh keberanian dan semangat guna membawa tuannya berperang di jalan Allah.", "long": "Allah bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suaranya yang gemuruh. Kuda-kuda yang memancarkan bunga api dari kuku kakinya karena berlari kencang. Kuda-kuda yang menyerang di waktu subuh untuk menyergap musuh di waktu mereka tidak siap siaga. Karena kencangnya lari kuda itu, debu-debu jadi beterbangan. Allah menyatakan bahwa kuda yang menyerang itu tiba-tiba berada di tengah-tengah musuh sehingga menyebabkan mereka panik.\n\nAllah bersumpah dengan kuda dan sifat-sifatnya dalam suasana perang bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang Mukmin. Sudah selayaknya mereka bersifat demikian dengan membiasakan diri menunggang kuda dengan tangkas untuk menyerbu musuh. Mereka juga diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman:\n\nDan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu. (al-Anfal/8: 60).\n\nAllah bersumpah dengan kuda perang yang dalam keadaan berlari kencang, hilir-mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang, dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan. Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka, atau menghadang serangan mereka.\n\nMaksudnya, dalam ketangkasan berkuda terkandung faedah yang tidak terkira banyaknya. Di antaranya adalah dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, digunakan untuk menyergap musuh, dan dapat mencapai tempat yang jauh dalam waktu yang singkat." } } }, { "number": { "inQuran": 6148, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0648\u0631\u0650\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0642\u064e\u062f\u0652\u062d\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fal moori yaati qadha" } }, "translation": { "en": "And the producers of sparks [when] striking", "id": "dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6148", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6148.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6148.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demi kuda yang memercikkan bunga api karena hentakan kuku kakinya beradu dengan batu batu. Hal ini menunjukkan keberaniannya menghadapi rintangan sebesar apa pun.", "long": "Allah bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suaranya yang gemuruh. Kuda-kuda yang memancarkan bunga api dari kuku kakinya karena berlari kencang. Kuda-kuda yang menyerang di waktu subuh untuk menyergap musuh di waktu mereka tidak siap siaga. Karena kencangnya lari kuda itu, debu-debu jadi beterbangan. Allah menyatakan bahwa kuda yang menyerang itu tiba-tiba berada di tengah-tengah musuh sehingga menyebabkan mereka panik.\n\nAllah bersumpah dengan kuda dan sifat-sifatnya dalam suasana perang bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang Mukmin. Sudah selayaknya mereka bersifat demikian dengan membiasakan diri menunggang kuda dengan tangkas untuk menyerbu musuh. Mereka juga diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman:\n\nDan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu. (al-Anfal/8: 60).\n\nAllah bersumpah dengan kuda perang yang dalam keadaan berlari kencang, hilir-mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang, dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan. Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka, atau menghadang serangan mereka.\n\nMaksudnya, dalam ketangkasan berkuda terkandung faedah yang tidak terkira banyaknya. Di antaranya adalah dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, digunakan untuk menyergap musuh, dan dapat mencapai tempat yang jauh dalam waktu yang singkat." } } }, { "number": { "inQuran": 6149, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u063a\u0650\u064a\u0631\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0635\u064f\u0628\u0652\u062d\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fal mugheeraati subha" } }, "translation": { "en": "And the chargers at dawn,", "id": "dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6149", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6149.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6149.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan demi kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi hal ini menunjukkan kesiagaannya untuk berjihad tanpa mengenal waktu,", "long": "Allah bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suaranya yang gemuruh. Kuda-kuda yang memancarkan bunga api dari kuku kakinya karena berlari kencang. Kuda-kuda yang menyerang di waktu subuh untuk menyergap musuh di waktu mereka tidak siap siaga. Karena kencangnya lari kuda itu, debu-debu jadi beterbangan. Allah menyatakan bahwa kuda yang menyerang itu tiba-tiba berada di tengah-tengah musuh sehingga menyebabkan mereka panik.\n\nAllah bersumpah dengan kuda dan sifat-sifatnya dalam suasana perang bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang Mukmin. Sudah selayaknya mereka bersifat demikian dengan membiasakan diri menunggang kuda dengan tangkas untuk menyerbu musuh. Mereka juga diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman:\n\nDan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu. (al-Anfal/8: 60).\n\nAllah bersumpah dengan kuda perang yang dalam keadaan berlari kencang, hilir-mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang, dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan. Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka, atau menghadang serangan mereka.\n\nMaksudnya, dalam ketangkasan berkuda terkandung faedah yang tidak terkira banyaknya. Di antaranya adalah dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, digunakan untuk menyergap musuh, dan dapat mencapai tempat yang jauh dalam waktu yang singkat." } } }, { "number": { "inQuran": 6150, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u062b\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0646\u064e\u0642\u0652\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa atharna bihee naq'a" } }, "translation": { "en": "Stirring up thereby [clouds of] dust,", "id": "sehingga menerbangkan debu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6150", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6150.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6150.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "sehingga dengan serangan kuda-kuda itu menerbangkan debu yang tebal, tanda betapa dahsyat serangan mereka ke arah musuh,", "long": "Allah bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suaranya yang gemuruh. Kuda-kuda yang memancarkan bunga api dari kuku kakinya karena berlari kencang. Kuda-kuda yang menyerang di waktu subuh untuk menyergap musuh di waktu mereka tidak siap siaga. Karena kencangnya lari kuda itu, debu-debu jadi beterbangan. Allah menyatakan bahwa kuda yang menyerang itu tiba-tiba berada di tengah-tengah musuh sehingga menyebabkan mereka panik.\n\nAllah bersumpah dengan kuda dan sifat-sifatnya dalam suasana perang bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang Mukmin. Sudah selayaknya mereka bersifat demikian dengan membiasakan diri menunggang kuda dengan tangkas untuk menyerbu musuh. Mereka juga diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman:\n\nDan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu. (al-Anfal/8: 60).\n\nAllah bersumpah dengan kuda perang yang dalam keadaan berlari kencang, hilir-mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang, dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan. Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka, atau menghadang serangan mereka.\n\nMaksudnya, dalam ketangkasan berkuda terkandung faedah yang tidak terkira banyaknya. Di antaranya adalah dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, digunakan untuk menyergap musuh, dan dapat mencapai tempat yang jauh dalam waktu yang singkat." } } }, { "number": { "inQuran": 6151, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u0633\u064e\u0637\u0652\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0652\u0639\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fawa satna bihee jam'a" } }, "translation": { "en": "Arriving thereby in the center collectively,", "id": "lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6151", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6151.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6151.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "lalu menyerbu bersama dengan kepulan debu itu ke tengah-tengah kumpulan musuh dengan gagah berani.", "long": "Allah bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suaranya yang gemuruh. Kuda-kuda yang memancarkan bunga api dari kuku kakinya karena berlari kencang. Kuda-kuda yang menyerang di waktu subuh untuk menyergap musuh di waktu mereka tidak siap siaga. Karena kencangnya lari kuda itu, debu-debu jadi beterbangan. Allah menyatakan bahwa kuda yang menyerang itu tiba-tiba berada di tengah-tengah musuh sehingga menyebabkan mereka panik.\n\nAllah bersumpah dengan kuda dan sifat-sifatnya dalam suasana perang bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang Mukmin. Sudah selayaknya mereka bersifat demikian dengan membiasakan diri menunggang kuda dengan tangkas untuk menyerbu musuh. Mereka juga diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman:\n\nDan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu. (al-Anfal/8: 60).\n\nAllah bersumpah dengan kuda perang yang dalam keadaan berlari kencang, hilir-mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang, dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan. Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka, atau menghadang serangan mereka.\n\nMaksudnya, dalam ketangkasan berkuda terkandung faedah yang tidak terkira banyaknya. Di antaranya adalah dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, digunakan untuk menyergap musuh, dan dapat mencapai tempat yang jauh dalam waktu yang singkat." } } }, { "number": { "inQuran": 6152, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0643\u064e\u0646\u064f\u0648\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Innal-insana lirabbihee lakanood" } }, "translation": { "en": "Indeed mankind, to his Lord, is ungrateful.", "id": "sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6152", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6152.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6152.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi kuda-kuda perang yang demikian sifatnya, sungguh manusia itu enggan bersyukur dan sangat ingkar kepada nikmat Tuhannya. Manusia, kecuali yang dirahmati Allah, malas bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan tidak mau memenuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan isi sumpah-Nya, yaitu: watak manusia adalah mengingkari kebenaran dan tidak mengakui hal-hal yang menyebabkan mereka harus bersyukur kepada penciptanya, kecuali orang-orang yang mendapat taufik, membiasakan diri berbuat kebajikan dan menjauhkan diri dari kemungkaran.\n\nHubungan antara ayat 5 yang menggambarkan persoalan kuda dan ayat 6 yang memberi informasi tentang sifat dasar manusia adalah bahwa manusia itu mempunyai potensi menjadi liar seperti kuda yang tidak terkendali, sehingga menyebabkannya ingkar kepada Allah.\n\nSifat yang terpendam dalam jiwa manusia ini menyebabkan ia tidak mementingkan apa yang terdapat di sekelilingnya, tidak menghiraukan apa yang akan datang, dan lupa apa yang telah lalu. Bila Allah memberikan kepadanya sesuatu nikmat, dia menjadi bingung, hatinya menjadi bengis, dan sikapnya menjadi kasar terhadap hamba-hamba Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 6153, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0634\u064e\u0647\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa innahu 'alaa zaalika la shaheed" } }, "translation": { "en": "And indeed, he is to that a witness.", "id": "dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6153", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6153.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6153.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan sesungguhnya dia mengakui dan menyaksikan keingkarannya itu. Hal itu bisa dilihat dari mudahnya manusia bermaksiat kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa seorang manusia meskipun ingkar, aniaya, dan tetap dalam keingkaran serta kebohongan, bila ia mawas diri, seharusnya ia akan kembali kepada yang benar. \n\nDia mengaku bahwa dia tidak mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang dianugerahkan kepadanya. Dia juga mengakui bahwa semua tindakannya merupakan penentangan dan pengingkaran terhadap nikmat tersebut. Ini adalah kesaksian sendiri atas keingkarannya, pengakuan tersebut lebih kuat daripada pengakuan yang timbul dari diri sendiri dengan lisan." } } }, { "number": { "inQuran": 6154, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 239, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u062d\u064f\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0644\u064e\u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa innahu lihubbil khairi la shadeed" } }, "translation": { "en": "And indeed he is, in love of wealth, intense.", "id": "dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6154", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6154.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6154.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. Kecintaan berlebihnya pada harta membuatnya materialistis, mengumpulkan harta dengan jalan apa pun, tidak peduli halan atau haram. Cintanya itu juga membuatnya bakhil dan cenderung menggunakannya untuk sesuatu yang tidak benar.", "long": "Allah menyatakan bahwa karena sangat sayang dan cinta kepada harta serta keinginan untuk mengumpulkan dan menyimpannya menyebabkan manusia menjadi sangat kikir, tamak, serta melampaui batas. Allah berfirman:\n\nDan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan. (al-Fajr/89: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 6155, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 599, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u06de \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0639\u0652\u062b\u0650\u0631\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Afala ya'lamu iza b'uthira ma filquboor" } }, "translation": { "en": "But does he not know that when the contents of the graves are scattered", "id": "Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6155", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6155.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6155.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan dan dibangkitkan pada hari kiamat untuk mempertanggung-jawabkan amalnya,", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan ancaman-Nya kepada orang-orang yang ingkar terhadap nikmat-nikmat-Nya dengan menyatakan apakah mereka tidak sadar bahwa Allah mengetahui isi hatinya. Allah juga menyatakan bahwa Dia akan membalas keingkaran mereka itu pada hari dikeluarkan apa yang ada di dalam dada dan dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur." } } }, { "number": { "inQuran": 6156, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062d\u064f\u0635\u0651\u0650\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wa hussila maa fis sudoor" } }, "translation": { "en": "And that within the breasts is obtained,", "id": "dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6156", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6156.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6156.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan tidakkah mereka mengetahui nasibnya bila apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan, baik itu keimanan maupun kekafiran? Kelakuan seseorang adalah cerminan isi hatinya. Buruknya perilaku seseorang merupakan pertanda buruknya hati orang tersebut, demikian sebaliknya.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan ancaman-Nya kepada orang-orang yang ingkar terhadap nikmat-nikmat-Nya dengan menyatakan apakah mereka tidak sadar bahwa Allah mengetahui isi hatinya. Allah juga menyatakan bahwa Dia akan membalas keingkaran mereka itu pada hari dikeluarkan apa yang ada di dalam dada dan dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur." } } }, { "number": { "inQuran": 6157, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 542, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0644\u0651\u064e\u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c", "transliteration": { "en": "Inna rabbahum bihim yauma 'izil la khabeer" } }, "translation": { "en": "Indeed, their Lord with them, that Day, is [fully] Acquainted.", "id": "sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6157", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6157.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6157.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka. Allah mencatat dengan rinci dan detail apa yang dilakukan manusia. Dengan bukti itu Allah akan menghisab dan memberi balasan yang sesuai kepada mereka.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan ancaman-Nya kepada orang-orang yang ingkar terhadap nikmat-nikmat-Nya dengan menyatakan apakah mereka tidak sadar bahwa Allah mengetahui isi hatinya. Allah juga menyatakan bahwa Dia akan membalas keingkaran mereka itu pada hari dikeluarkan apa yang ada di dalam dada dan dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur." } } } ] }, { "number": 101, "sequence": 30, "numberOfVerses": 11, "name": { "short": "القارعة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0642\u0627\u0631\u0639\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Qaari'a", "id": "Al-Qari'ah" }, "translation": { "en": "The Calamity", "id": "Hari Kiamat" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Quraisy. Nama Al Qaari'ah diambil dari kata Al Qaari'ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya mengetok dengan keras, kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6158, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Al qaari'ah" } }, "translation": { "en": "The Striking Calamity -", "id": "Hari Kiamat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6158", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6158.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6158.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hari kiamat yang mengerikan;", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyebutkan kata al-qari'ah, yaitu salah satu nama hari Kiamat, seperti al-haqqah, as-sakhkhah, ath-thammah, dan al-Gasyiyah. Hari Kiamat itu juga disebut al-qari'ah karena ia menggetarkan hati setiap orang akibat kedahsyatannya. Kata al-qari'ah juga digunakan untuk menyebut suatu bencana hebat. Allah berfirman:\n\nDan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. (ar-Ra'd/13: 31)\n\nMaksudnya mereka ditimpa malapetaka hebat yang mengetuk hati mereka dan menyakiti tubuh mereka, sehingga mereka mengeluh karenanya." } } }, { "number": { "inQuran": 6159, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Mal qaariah" } }, "translation": { "en": "What is the Striking Calamity?", "id": "Apakah hari Kiamat itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6159", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6159.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6159.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "apakah hari kiamat itu? Allah mengulang penyebutan kata “al-Qàri‘ah” untuk menggugah perhatian manusia tentang kengeriannya dan peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari itu.", "long": "Dalam ayat ini Allah mengulang kata al-qari'ah dalam bentuk pertanyaan untuk meminta perhatian agar manusia memahami karena dahsyatnya kejadian hari Kiamat dan huru-hara yang membuat hati kecut, sehingga sulit menggambarkannya dengan tepat dan sulit mengetahui dengan sebenarnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6160, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0631\u0650\u0639\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maa adraaka mal qaari'ah" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is the Striking Calamity?", "id": "Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6160", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6160.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6160.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengulangi sekali lagi pertanyaan itu agar manusia semakin tergugah, “Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?”", "long": "Allah mengulangi kata al-qari'ah itu adalah untuk menggambarkan kedahsyatan hari Kiamat itu, seakan-akan tidak ada sesuatu pun yang dapat dijadikan contoh untuk al-qari'ah itu. Bagaimana pun mengkhayalkannya, al-qari'ah lebih hebat dari itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6161, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e\u0627\u0634\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0628\u0652\u062b\u064f\u0648\u062b\u0650", "transliteration": { "en": "Yauma ya koonun naasu kal farashil mabthooth" } }, "translation": { "en": "It is the Day when people will be like moths, dispersed,", "id": "Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6161", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6161.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6161.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah menggambarkan dahsyatnya hari kiamat melalui dua hal, yaitu keadaan manusia dan gunung-gunung. Pada hari kiamat itu manusia seperti laron yang beterbangan. Mereka berlarian tidak tentu arah, kacau balau, dan tidak lagi menghiraukan sekelilingnya.", "long": "Karena sangat sulit mengetahui hakikat al-qari'ah, maka dalam ayat ini Allah menjelaskan waktu kedatangannya. Ketika itu, keadaan manusia bagaikan laron yang beterbangan di sekeliling lampu pada malam hari. Penyerupaan ini adalah untuk menggambarkan keadaan manusia yang kebingungan dan tidak menentu arah tujuannya.\n\nManusia pada hari yang dahsyat itu bertebaran di mana-mana, bingung, dan tidak tahu ke mana akan dituju, apa yang akan dikerjakan, dan untuk apa mereka dikumpulkan di sana. Kondisi ini tidak ubahnya seperti anai-anai yang tidak berketentuan arahnya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nSeakan-akan mereka belalang yang beterbangan. (al-Qamar/54 : 7)" } } }, { "number": { "inQuran": 6162, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0628\u064e\u0627\u0644\u064f \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0647\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u0641\u064f\u0648\u0634\u0650", "transliteration": { "en": "Wa ta koonul jibalu kal 'ihnil manfoosh" } }, "translation": { "en": "And the mountains will be like wool, fluffed up.", "id": "dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6162", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6162.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6162.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan pada hari kiamat itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Gunung yang demikian kekar diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa gunung-gunung yang telah hancur itu beterbangan dari tempatnya seperti bulu halus yang diterbangkan angin. Lalu bagaimanakah keadaan manusia yang mempunyai tubuh yang lemah itu bila mengalami al-qari'ah itu.\n\nBanyak terdapat dalam Al-Qur'an ayat-ayat tentang keadaan gunung-gunung pada hari Kiamat, di antaranya Allah berfirman:\n\nDan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (an-Naml/27 : 88)\n\nDan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan. (al-Muzzammil/73: 14)\n\nDan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana. (an- Naba'/78: 20)\n\nSemua keterangan tersebut untuk menjelaskan bahwa gunung-gunung yang besar dan kuat seharusnya tetap tidak dapat digerakkan, tetapi al-Qari'ah dapat menghancurkannya, apalagi manusia makhluk yang lemah." } } }, { "number": { "inQuran": 6163, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u062b\u064e\u0642\u064f\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Fa-amma man thaqulat mawa zeenuh" } }, "translation": { "en": "Then as for one whose scales are heavy [with good deeds],", "id": "Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6163", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6163.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6163.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka adapun orang yang berat timbangan kebaikan-nya, baik berupa ibadah ritual maupun sosial yang dikerjakan dengan ikhlas,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan tentang ganjaran bagi orang-orang yang banyak melakukan amal kebajikan, yaitu ketika amal mereka ditimbang dan timbangannya berat karena banyak mengerjakan amal-amal saleh. Ganjaran bagi orang-orang ini adalah kesenangan abadi di surga. Mereka hidup di dalamnya penuh dengan kebahagiaan, kenikmatan, dan kepuasan. Kita wajib mempercayai adanya mizan (neraca/timbangan) yang tersebut pada ayat ini dan dalam firman-Nya:\n\nDan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat. (al-Anbiya'/21: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 6164, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0641\u0650\u064a \u0639\u0650\u064a\u0634\u064e\u0629\u064d \u0631\u0651\u064e\u0627\u0636\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Fahuwa fee 'ishatir raadiyah" } }, "translation": { "en": "He will be in a pleasant life.", "id": "maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6164", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6164.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6164.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan dan membahagiakan. Itulah surga yang penuh nikmat.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan tentang ganjaran bagi orang-orang yang banyak melakukan amal kebajikan, yaitu ketika amal mereka ditimbang dan timbangannya berat karena banyak mengerjakan amal-amal saleh. Ganjaran bagi orang-orang ini adalah kesenangan abadi di surga. Mereka hidup di dalamnya penuh dengan kebahagiaan, kenikmatan, dan kepuasan. Kita wajib mempercayai adanya mizan (neraca/timbangan) yang tersebut pada ayat ini dan dalam firman-Nya:\n\nDan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat. (al-Anbiya'/21: 47)" } } }, { "number": { "inQuran": 6165, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0641\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0645\u064e\u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u064a\u0646\u064f\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Wa amma man khaffat mawa zeenuh" } }, "translation": { "en": "But as for one whose scales are light,", "id": "Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6165", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6165.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6165.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikan-nya dan kalah berat dibanding timbangan keburukannya karena lebih banyak berbuat maksiat dan kebatilan daripada taat dan kebajikan,", "long": "Allah juga menjelaskan nasib orang-orang jahat yaitu bila amal orang-orang jahat itu ditimbang dan timbangannya itu ringan karena banyak mengerjakan kejahatan dan sedikit mengerjakan kebajikan di dunia maka mereka akan ditempatkan dalam neraka Hawiyah tempat penyiksaan orang-orang jahat, tempat hidup sengsara; suatu tempat yang mereka dijerumuskan ke dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6166, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0623\u064f\u0645\u0651\u064f\u0647\u064f \u0647\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Fa-ummuhu haawiyah" } }, "translation": { "en": "His refuge will be an abyss.", "id": "maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6166", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6166.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6166.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.", "long": "Allah juga menjelaskan nasib orang-orang jahat yaitu bila amal orang-orang jahat itu ditimbang dan timbangannya itu ringan karena banyak mengerjakan kejahatan dan sedikit mengerjakan kebajikan di dunia maka mereka akan ditempatkan dalam neraka Hawiyah tempat penyiksaan orang-orang jahat, tempat hidup sengsara; suatu tempat yang mereka dijerumuskan ke dalamnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6167, "inSurah": 10 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e\u0647\u0652", "transliteration": { "en": "Wa maa adraaka maa hiyah" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what that is?", "id": "Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6167", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6167.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6167.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Menggugah perhatian manusia tentang neraka Hawiyah itu, Allah berfirman, “Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?”", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan arti kata hawiyah dalam bentuk pertanyaan, yaitu: apakah neraka Hawiyah itu dan dari apa ia dijadikan? Neraka Hawiyah adalah api yang menyala-nyala yang sangat panas di mana orang-orang yang berdosa dijerumuskan ke dalamnya untuk menerima balasan atas kejahatan dan kemungkaran yang mereka lakukan. Ayat ini menggambarkan jika semua api di seluruh dunia dikumpulkan dan dipersatukan, tidak akan dapat menyamai panasnya api neraka Hawiyah." } } }, { "number": { "inQuran": 6168, "inSurah": 11 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 543, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u0627\u0631\u064c \u062d\u064e\u0627\u0645\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Naarun hamiyah" } }, "translation": { "en": "It is a Fire, intensely hot.", "id": "(Yaitu) api yang sangat panas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6168", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6168.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6168.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Neraka Hawiyah itu adalah api yang sangat panas dan menjadikan apa saja yang masuk ke dalamnya hancur lebur dan leleh.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan arti kata hawiyah dalam bentuk pertanyaan, yaitu: apakah neraka Hawiyah itu dan dari apa ia dijadikan? Neraka Hawiyah adalah api yang menyala-nyala yang sangat panas di mana orang-orang yang berdosa dijerumuskan ke dalamnya untuk menerima balasan atas kejahatan dan kemungkaran yang mereka lakukan. Ayat ini menggambarkan jika semua api di seluruh dunia dikumpulkan dan dipersatukan, tidak akan dapat menyamai panasnya api neraka Hawiyah." } } } ] }, { "number": 102, "sequence": 16, "numberOfVerses": 8, "name": { "short": "التكاثر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u062a\u0643\u0627\u062b\u0631", "transliteration": { "en": "At-Takaathur", "id": "At-Takasur" }, "translation": { "en": "Competition", "id": "Bermegah-Megahan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat At Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kautsar. Dinamai At Takaatsur (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At Takaatsur yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6169, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 544, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u0652\u0647\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0643\u064e\u0627\u062b\u064f\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Al haaku mut takathur" } }, "translation": { "en": "Competition in [worldly] increase diverts you", "id": "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6169", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6169.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6169.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, bermegah-megahan dalam hal harta, keturunan, dan pengikut telah melalaikan kamu dari ketaatan kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa manusia sibuk bermegah-megahan dengan harta, teman, dan pengikut yang banyak, sehingga melalaikannya dari kegiatan beramal. Mereka asyik dengan berbicara saja, teperdaya oleh keturunan mereka dan teman sejawat tanpa memikirkan amal perbuatan yang bermanfaat untuk diri dan keluarga mereka.\n\nDiriwayatkan dari Mutharrif dari ayahnya, ia berkata:\n\nSaya menemui Nabi saw ketika beliau sedang membaca al-hakumut-takatsur, beliau bersabda, \"Anak Adam berkata, 'Inilah harta saya, inilah harta saya. Nabi bersabda, \"Wahai anak Adam! Engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang engkau makan dan telah engkau habiskan, atau pakaian yang engkau pakai hingga lapuk, atau yang telah kamu sedekahkan sampai habis.\" (Riwayat Muslim) \n\nDiriwayatkan pula bahwa Nabi saw bersabda:\n\nSeandainya anak Adam memiliki satu lembah harta, sungguh ia ingin memiliki dua lembah harta, dan seandainya ia memiliki dua lembah harta, sungguh ia ingin memiliki tiga lembah harta dan tidak memenuhi perut manusia (tidak merasa puas) kecuali perutnya diisi dengan tanah dan Allah akan menerima tobat (memberi ampunan) kepada orang yang bertobat. (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, Muslim, dan at-Tirmidhi dari Anas)\n\nAhli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bangga dalam berlebih-lebihan. Seseorang berusaha memiliki lebih banyak dari yang lain baik harta ataupun kedudukan dengan tujuan semata-mata untuk mencapai ketinggian dan kebanggaan, bukan untuk digunakan pada jalan kebaikan atau untuk membantu menegakkan keadilan dan maksud baik lainnya.\n\nKetahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (al-hadid/57: 20)" } } }, { "number": { "inQuran": 6170, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 544, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0632\u064f\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Hatta zurtumul-maqaabir" } }, "translation": { "en": "Until you visit the graveyards.", "id": "sampai kamu masuk ke dalam kubur." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6170", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6170.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6170.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kamu tidak akan berhenti bermegah-megahan seperti itu sampai kamu mati dan masuk ke dalam kubur.", "long": "Selanjutnya Allah menjelaskan keadaan bermegah-megah di antara manusia atau dengan usaha untuk memiliki lebih banyak dari orang lain akan terus berlanjut hingga mereka masuk lubang kubur. Dengan demikian, mereka telah menyia-nyiakan umur untuk hal yang tidak berfaedah, baik dalam hidup di dunia maupun untuk kehidupan akhirat.\n\nPara ulama berpendapat bahwa menziarahi kuburan adalah obat penawar yang paling ampuh untuk melunakkan hati, karena dengan ziarah kubur itu manusia akan ingat mati dan hari akhirat, maka dengan sendirinya akan membatasi keinginan-keinginan yang bukan-bukan.\n\nNabi Muhammad bersabda:\n\nSaya pernah melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang ziarahilah kubur itu, karena menziarahi kubur itu akan menjadikan zuhud dari kemewahan dunia dan mengingatkan kamu kepada kehidupan akhirat. (Riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Mas'ud)." } } }, { "number": { "inQuran": 6171, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 544, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Kalla sawfa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "No! You are going to know.", "id": "Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6171", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6171.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6171.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak patut bagimu untuk lalai karena bermegah-megahan. Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui dan menyadari bahwa akhirat itu lebih baik bagimu.", "long": "Kemudian Allah dengan ayat ini memperingatkan bahwa bermegah-megahan itu tidak pantas dikerjakan karena akibatnya buruk serta menimbulkan kekacauan dan permusuhan. Sebaliknya Allah menganjurkan agar diciptakan kerukunan hidup, bantu-membantu dalam menegakkan kebenaran dan tolong-menolong dalam kebajikan dan dalam melestarikan hidup bermasyarakat, dengan membina akhlak yang luhur serta budi pekerti yang baik." } } }, { "number": { "inQuran": 6172, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 544, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Thumma kalla sawfa ta'lamoon" } }, "translation": { "en": "Then no! You are going to know.", "id": "kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6172", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6172.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6172.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan sekali-kali tidak patut bagimu berbuat demikian! Kelak kamu akan mengetahui akibat dari kesibukanmu dengan dunia dan kelalaianmu dari ketaatan.", "long": "Allah mengulang ancaman-Nya melalui ayat ini dan merupakan ancaman sesudah ancaman, bagaikan seorang tuan berkata kepada hamba sahayanya bahwa agar tidak mengerjakan sesuatu, kemudian tuan itu mengulangi ucapannya itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6173, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 544, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Kalla law ta'lamoona 'ilmal yaqeen" } }, "translation": { "en": "No! If you only knew with knowledge of certainty...", "id": "Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6173", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6173.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6173.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali-kali tidak pantas bagimu bermegah-megahan! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti akibat buruk dari perbuatanmu itu di akhirat nanti, niscaya kamu akan meninggalkannya dan beralih menyibukkan diri dengan hal-hal yang menyelamatkanmu dari siksa neraka.", "long": "Ayat ini merupakan peringatan Allah dalam bentuk perintah agar waspada terhadap tingkah laku yang buruk itu. Keinginan untuk berlebih-lebihan dapat menyibukkan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak bermanfaat. Pendirian yang dianggapnya benar itu sebenarnya adalah salah. Itu hanya sangkaan belaka yang pasti berubah, karena tidak sesuai dengan kenyataan. Yang harus menjadi pendirian adalah yang sesuai dengan kenyataan yang dapat disaksikan oleh mata, oleh perasaan atau berdasarkan dalil sahih." } } }, { "number": { "inQuran": 6174, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 544, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Latara-wun nal jaheem" } }, "translation": { "en": "You will surely see the Hellfire.", "id": "niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6174", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6174.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6174.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku bersumpah, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim dan merasakan panasnya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan sebagian azab yang akan dialami oleh orang yang bermegah-megahan itu karena kelalaian tersebut. Mereka akan ditimpa azab di akhirat, dan pasti akan melihat tempat itu dengan mata kepala mereka sendiri. Oleh sebab itu, mereka hendaknya selalu merenungkan kedahsyatan azab itu dalam pikiran agar membawa mereka kepada perbuatan yang baik dan bermanfaat. Maksud perkataan \"melihat neraka Jahim\" adalah merasakan azabnya, sesuai dengan tujuan Al-Qur'an dalam pemakaian kata-kata tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 6175, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 544, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0648\u064f\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Thumma latara wunnaha 'ainal yaqeen" } }, "translation": { "en": "Then you will surely see it with the eye of certainty.", "id": "kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6175", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6175.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6175.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Untuk menambah ketakutan manusia terhadap neraka Jahim, Allah mengulangi sumpahnya. Kemudian Aku bersumpah, kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ketika itu kamu sadar betapa buruk akibat kelalaianmu dari iman dan taat kepada Allah.", "long": "Kemudian dengan ayat ini, Allah menguatkan isi ayat sebelumnya, bahwa azab itu benar-benar akan dirasakan oleh orang yang teperdaya itu. Oleh karena itu, siapa saja dan dari golongan apa saja hendaklah bertakwa kepada Tuhannya serta menghindari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka disiksa. Hendaknya seseorang itu memperhatikan nikmat-nikmat Allah yang ada padanya untuk dipelihara dan dipergunakan sesuai dengan fungsi nikmat tersebut. Juga hendaknya mereka tidak melakukan kejahatan, mengada-adakan kemungkaran, dan mengharap-harapkan ampunan Allah hanya semata-mata dengan pengakuan beragama Islam dengan memakai nama dan gelar yang muluk-muluk, sedangkan ia menyalahi hukum-hukum Al-Qur'an dan melakukan tindakan yang sama dengan musuh Islam." } } }, { "number": { "inQuran": 6176, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 600, "manzil": 7, "ruku": 544, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u062a\u064f\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0639\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Thumma latus alunna yauma-izin 'anin na'eem" } }, "translation": { "en": "Then you will surely be asked that Day about pleasure.", "id": "kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6176", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6176.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6176.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Kemudian, pada saat kamu menyaksikan neraka Jahim dengan mata kepalamu, kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu jadikan bahan bermegah-megahan di dunia itu, seperti harta, keturunan, pengikut, dan sebagainya. Semua itu pada haki-katnya adalah cobaan. Jika diperoleh secara halal dan digunakan dengan benar, semua itu akan menguntungkan pemiliknya, baik di dunia maupun akhirat. Bila tidak, semua itu akan menjadikan hidup pemilik-nya tidak berkah dan menjerumuskannya ke dalam siksaan Allah di akhirat nanti.", "long": "Allah lebih memperkuat lagi celaan-Nya terhadap mereka dengan mengatakan bahwa sesungguhnya mereka akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan-kenikmatan yang mereka megah-megahkan di dunia, apa yang mereka perbuat dengan nikmat-nikmat itu. Apakah mereka telah menunaikan hak Allah daripadanya, atau apakah mereka menjaga batas-batas hukum Allah yang telah ditentukan dalam bersenang-senang dengan nikmat tersebut. Jika mereka tidak melakukannya, ketahuilah bahwa nikmat-nikmat itu adalah puncak kecelakaan di hari akhirat.\n\nDiriwayatkan dari Nabi Muhammad, beliau berkata:\n\nBarangsiapa di antara kamu yang bangun pagi dalam keadaan aman sentosa pada dirinya atau aman di tempatnya, sehat wal afiat badannya serta mempunyai bekal hidup untuk harinya, maka seolah-olah dunia dengan segala kekayaannya telah diserahkan kepadanya. (Riwayat al-Bukhari, Abu Dawud, at-Tirmidhi, dan Ibnu Majah dari 'Ubaidillah bin Muhsan)." } } } ] }, { "number": 103, "sequence": 13, "numberOfVerses": 3, "name": { "short": "العصر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0639\u0635\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Asr", "id": "Al-'Asr" }, "translation": { "en": "The Declining Day, Epoch", "id": "Asar" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al 'Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah. Dinamai Al 'Ashr (masa) diambil dari perkataan Al 'Ashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6177, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 545, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Wal' asr" } }, "translation": { "en": "By time,", "id": "Demi masa," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6177", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6177.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6177.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Demi masa, waktu sore, atau salat Asar. Allah bersumpah dengan masa agar manusia memperhatikan masa dan memanfaatkannya dengan baik; bersumpah dengan waktu sore, sebagaimana dengan waktu duha, sebagai salah satu bukti kuasa Allah; dan bersumpah dengan salat Asar karena keutamaanya atas salat-salat yang lain.", "long": "Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan masa yang terjadi di dalamnya bermacam-macam kejadian dan pengalaman yang menjadi bukti atas kekuasaan Allah yang mutlak, hikmah-Nya yang tinggi, dan Ilmu-Nya yang sangat luas. Perubahan-perubahan besar yang terjadi pada masa itu sendiri, seperti pergantian siang dengan malam yang terus-menerus, habisnya umur manusia, dan sebagainya merupakan tanda keagungan Allah.\n\nDalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nDan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. (Fussilat/41: 37)\n\nApa yang dialami manusia dalam masa itu dari senang dan susah, miskin dan kaya, senggang dan sibuk, suka dan duka, dan lain-lain menunjukkan secara gamblang bahwa bagi alam semesta ini ada pencipta dan pengaturnya. Dialah Tuhan yang harus disembah dan hanya kepada-Nya kita memohon untuk menolak bahaya dan menarik manfaat. Adapun orang-orang kafir menghubungkan peristiwa-peristiwa tersebut hanya kepada suatu masa saja, sehingga mereka beranggapan bahwa bila ditimpa oleh sesuatu bencana, hal itu hanya kemauan alam saja. Allah menjelaskan bahwa masa (waktu) adalah salah satu makhluk-Nya dan di dalamnya terjadi bermacam-macam kejadian, kejahatan, dan kebaikan. Bila seseorang ditimpa musibah, hal itu merupakan akibat tindakannya. Masa (waktu) tidak campur tangan dengan terjadinya musibah itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6178, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 545, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0641\u0650\u064a \u062e\u064f\u0633\u0652\u0631\u064d", "transliteration": { "en": "Innal insaana lafee khusr" } }, "translation": { "en": "Indeed, mankind is in loss,", "id": "sungguh, manusia berada dalam kerugian," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6178", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6178.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6178.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, manusia berada dalam kerugian, baik di dunia maupun akhirat, akibat hawa nafsu yang menyelubungi dirinya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa manusia sebagai makhluk Allah sungguh secara keseluruhan berada dalam kerugian bila tidak menggunakan waktu dengan baik atau dipakai untuk melakukan keburukan. Perbuatan buruk manusia merupakan sumber kecelakaan yang menjerumuskannya ke dalam kebinasaan. Dosa seseorang terhadap Tuhannya yang memberi nikmat tidak terkira kepadanya adalah suatu pelanggaran yang tidak ada bandingannya sehingga merugikan dirinya." } } }, { "number": { "inQuran": 6179, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 545, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0635\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0635\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650", "transliteration": { "en": "Il lal lazeena aamanu wa 'amilus saali haati wa tawa saw bil haqqi wa tawa saw bis sabr" } }, "translation": { "en": "Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience.", "id": "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6179", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6179.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6179.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Semua manusia rugi, kecuali orang-orang yang beriman dengan sejati dan mengerjakan kebajikan sesuai ketentuan syariat dengan penuh keikhlasan, serta saling menasihati satu sama lain dengan baik dan bijaksana untuk memegang teguh kebenaran sebagaimana diajarkan oleh agama dan saling menasihati untuk kesabaran dalam melaksanakan kewajiban agama, menjauhi larangan, menghadapi musibah, dan menjalani kehidupan.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa jika manusia tidak mau hidupnya merugi, maka ia harus beriman kepada-Nya, melaksanakan ibadah sebagaimana yang diperintahkannya, berbuat baik untuk dirinya sendiri, dan berusaha menimbulkan manfaat kepada orang lain.\n\nDi samping beriman dan beramal saleh, mereka harus saling nasihat-menasihati untuk menaati kebenaran dan tetap berlaku sabar, menjauhi perbuatan maksiat yang setiap orang cenderung kepadanya, karena dorongan hawa nafsunya." } } } ] }, { "number": 104, "sequence": 32, "numberOfVerses": 9, "name": { "short": "الهمزة", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0647\u0645\u0632\u0629", "transliteration": { "en": "Al-Humaza", "id": "Al-Humazah" }, "translation": { "en": "The Traducer", "id": "Pengumpat" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Humazah terdiri atas 9 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qiyaamah. Dinamai Al Humazah (pengumpat) diambil dari perkataan Humazah yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6180, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064e\u0632\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u064f\u0645\u064e\u0632\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Wai lul-li kulli hu mazatil-lumaza" } }, "translation": { "en": "Woe to every scorner and mocker", "id": "Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6180", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6180.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6180.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Celakalah bagi setiap pengumpat atau pencaci, baik dengan ucapan atau isyarat, dan demikian pula pencela dengan menampilkan keburukan orang lain untuk menghinakannya. Perbuatan ini berdampak buruk dalam pergaulan karena mencoreng wibawa dan kehormatan seseorang, serta menghilangkan kepercayaan kepada orang tersebut.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengancam bahwa kemurkaan dan azab-Nya akan ditimpakan kepada setiap orang yang mengumpat, mencela, dan menyakiti mereka baik di hadapan maupun di belakang mereka. Firman Allah:\n\nWahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al-hujurat/49: 12)" } } }, { "number": { "inQuran": 6181, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Al-lazi jama'a maalaw wa'addadah" } }, "translation": { "en": "Who collects wealth and [continuously] counts it.", "id": "yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6181", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6181.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6181.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Celakalah orang yang sifatnya demikian, yang selalu menyibukkan diri dan berorientasi pada mengumpulkan harta benda dan menghitung-hitungnya. Dia merasa nyaman untuk menumpuk dan menghitung harta untuk menjamin kehidupannya di masa datang, dan enggan me-nunai­kan hak Allah dalam hartanya itu.", "long": "Ayat ini menerangkan bahwa orang yang menimbun harta juga diancam neraka karena memperkaya diri sendiri serta selalu menghitung-hitung harta kekayaannya. Hal itu ia lakukan karena sangat cinta dan senangnya kepada harta seakan-akan tidak ada kebahagiaan dan kemuliaan dalam hidup kecuali dengan harta. Bila ia menoleh kepada hartanya yang banyak itu, ia merasakan bahwa kedudukannya sudah tinggi dari orang-orang sekelilingnya.\n\nDia tidak merasa khawatir akan ditimpa musibah karena mencerca dan merobek-robek kehormatan orang lain. Karena kecongkakannya, ia lupa dan tidak sadar bahwa maut selalu mengintainya, tidak memikirkan apa yang akan terjadi sesudah mati, dan tidak pula merenungkan apa-apa yang akan terjadi atas dirinya." } } }, { "number": { "inQuran": 6182, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f", "transliteration": { "en": "Yahsabu anna maalahu akhladah" } }, "translation": { "en": "He thinks that his wealth will make him immortal.", "id": "dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6182", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6182.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6182.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia senang dan sibuk mengumpulkan harta karena mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkan hidupnya di dunia. Dia terbuai oleh hartanya dan lupa bahwa harta sebanyak apa pun tidak akan dapat digunakan untuk menolak datangnya sesuatu yang tidak diinginkannya, yaitu kematian.", "long": "Kemudian Allah menyatakan kesalahan anggapan pengumpat dan pencerca bahwa harta yang dimilikinya itu menjaminnya akan tetap hidup di dunia selamanya. Oleh karena itu, tindakannya sama dengan tindakan orang yang akan hidup selama-lamanya dan bila ia mati tidak akan hidup kembali untuk menerima balasan atas kejahatannya selama hidup di dunia." } } }, { "number": { "inQuran": 6183, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u06d6 \u0644\u064e\u064a\u064f\u0646\u0628\u064e\u0630\u064e\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0637\u064e\u0645\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Kalla layum ba zanna fil hutamah" } }, "translation": { "en": "No! He will surely be thrown into the Crusher.", "id": "Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6183", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6183.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6183.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sekali-kali tidak! Harta itu tidak akan menolak datangnya kematian kepadanya. Setelah mati dan dihisab atas perbuatan buruknya itu, pasti dia akan dilemparkan dan dicampakkan dengan hina ke dalam neraka Hutamah oleh para malaikat Zabaniah yang bengis, kasar, dan galak.", "long": "Sesudah mengancam orang-orang yang bersifat demikian dengan siksaan yang pedih, Allah menyebutkan pula sebab yang membuat mereka mengerjakan sifat-sifat yang terkutuk itu. Penyebabnya adalah anggapan mereka bahwa semua harta yang dimiliki dapat menolong mereka dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Ancaman dalam bentuk pertanyaan, \"Siapakah yang menyangka bahwa hartanya itu dapat menjamin dirinya dari mati?\" Allah menjawab, \"Tidak! Sekali-kali tidak bahkan dia akan dilemparkan ke dalam neraka Huthamah, tidak ada yang memperhatikannya dan tidak pula yang mempedulikan.\"\n\n'Ali bin Abi thalib pernah memberi nasihat kepada Kumail bahwa orang-orang penimbun harta akan binasa, padahal mereka masih hidup, sedangkan para ulama akan kekal abadi meskipun jasad mereka sudah hilang, karena sifat-sifat keutamaan mereka tetap dikenang dalam hati. Maksudnya, penimbunan harta dikutuk, dicela, dan dibenci karena manusia tidak mendapat apa-apa dari harta mereka. Sedang para sarjana dan ulama terus-menerus terpuji selama terdapat di bumi orang-orang yang mengambil manfaat dari ilmu mereka." } } }, { "number": { "inQuran": 6184, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0627\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0637\u064e\u0645\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Wa maa adraaka mal-hutamah" } }, "translation": { "en": "And what can make you know what is the Crusher?", "id": "Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6184", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6184.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6184.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tahukah kamu apakah neraka Hutamah itu? Demikian pertanyaan Allah guna menarik perhatian serius manusia terhadap apa yang disampaikan-Nya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menggambarkan kedahsyatan neraka Huthamah dalam bentuk pertanyaan, \"Tahukah engkau apa Huthamah?\" Allah menjelaskan sendiri bahwa Huthamah adalah api yang disediakan-Nya untuk menyiksa orang-orang yang durhaka dan berdosa. Tidak ada yang mampu mengetahui apa hakikatnya kecuali Allah penciptanya." } } }, { "number": { "inQuran": 6185, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0646\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0648\u0642\u064e\u062f\u064e\u0629\u064f", "transliteration": { "en": "Narul laahil-mooqada" } }, "translation": { "en": "It is the fire of Allah, [eternally] fueled,", "id": "(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6185", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6185.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6185.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hutamah ialah api azab Allah yang dinyalakan,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah menggambarkan kedahsyatan neraka Huthamah dalam bentuk pertanyaan, \"Tahukah engkau apa Huthamah?\" Allah menjelaskan sendiri bahwa Huthamah adalah api yang disediakan-Nya untuk menyiksa orang-orang yang durhaka dan berdosa. Tidak ada yang mampu mengetahui apa hakikatnya kecuali Allah penciptanya." } } }, { "number": { "inQuran": 6186, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650\u064a \u062a\u064e\u0637\u0651\u064e\u0644\u0650\u0639\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0641\u0652\u0626\u0650\u062f\u064e\u0629\u0650", "transliteration": { "en": "Al latee tat tali'u 'alalafidah" } }, "translation": { "en": "Which mounts directed at the hearts.", "id": "yang (membakar) sampai ke hati." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6186", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6186.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6186.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang panasnya menembus dada manusia sampai ke hati lalu membakarnya. Hati adalah organ yang paling sensitif terhadap rasa sakit dalam kadar kecil sekalipun, lalu bagaimana bila api neraka itu sampai membakarnya hingga lebur?", "long": "Allah lalu menyatakan bahwa api yang menyala-nyala itu berbeda dengan api dunia. Ia menjilat dan naik sampai ke hulu hati, kemudian masuk ke dalam rongga perut sampai ke dada dan membakar hati. Hati adalah yang merasa paling sakit dari anggota-anggota badan lainnya. Apabila api sampai membakar hati, berarti siksa yang dirasakannya sudah sampai ke puncaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 6187, "inSurah": 8 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0635\u064e\u062f\u064e\u0629\u064c", "transliteration": { "en": "Innaha 'alaihim moosada" } }, "translation": { "en": "Indeed, Hellfire will be closed down upon them", "id": "Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6187", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6187.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6187.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh, api itu ditutup rapat atas diri mereka yang suka mengumpat, mencela, mengumpul­kan harta, dan menghitung-hitungnya. Tidak ada celah sedikit pun yang memungkinkan udara dari luar merembes masuk. Akibatnya, kadar panas api itu tidak pernah turun, bahkan terus naik.", "long": "Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa api tersebut berlapis-lapis mengelilingi mereka. Mereka tidak dikeluarkan daripadanya dan tidak pula mampu keluar sendiri. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nSetiap kali mereka hendak keluar darinya (neraka) karena tersiksa, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya. (al-hajj/22: 22)" } } }, { "number": { "inQuran": 6188, "inSurah": 9 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 546, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u0639\u064e\u0645\u064e\u062f\u064d \u0645\u0651\u064f\u0645\u064e\u062f\u0651\u064e\u062f\u064e\u0629\u064d", "transliteration": { "en": "Fee 'amadim-mu mad dadah" } }, "translation": { "en": "In extended columns.", "id": "(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6188", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6188.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6188.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Para pendosa itu diikat dengan erat pada tiang-tiang yang panjang hingga mereka tidak dapat bergerak sedikit pun di Hutamah itu, apa lagi keluar darinya.", "long": "Allah menjelaskan melalui ayat ini keadaan orang-orang penghuni neraka Huthamah. Menurut Muqatil, pintu-pintu neraka itu ditutup rapat, sedangkan para penghuninya diikat pada tiang-tiang besi. Pintu-pintu itu tidak pernah dibuka dan di sana penuh dengan segala macam penderitaan. Tujuannya adalah untuk menjadikan mereka putus asa karena tidak dapat keluar dari neraka Huthamah itu. Semoga Allah menyelamatkan kita dari kemurkaan-Nya dan memelihara kita dari kedahsyatan api neraka dengan anugerah dan karunia-Nya." } } } ] }, { "number": 105, "sequence": 19, "numberOfVerses": 5, "name": { "short": "الفيل", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0641\u064a\u0644", "transliteration": { "en": "Al-Fil", "id": "Al-Fil" }, "translation": { "en": "The Elephant", "id": "Gajah" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kaafirun. Nama Al Fiil diambil dari kata Al Fiil yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya gajah. Surat Al Fiil mengemukakan cerita pasukan bergajah dari Yaman yang dipimpin oleh Abrahah yang ingin meruntuhkan Ka'bah di Mekah. Peristiwa ini terjadi pada tahun Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6189, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 547, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u0623\u064e\u0635\u0652\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u0650\u064a\u0644\u0650", "transliteration": { "en": "Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi ashaabil feel" } }, "translation": { "en": "Have you not considered, [O Muhammad], how your Lord dealt with the companions of the elephant?", "id": "Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6189", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6189.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6189.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad atau siapa saja, tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah dengan menghancurkan mereka, yaitu tentara Abrahah dari Ethiopia yang hendak menghancurkan Kakbah?", "long": "Dalam surah ini, Allah mengingatkan Nabi Muhammad dan pengikutnya dengan suatu peristiwa yang menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah. Peristiwa itu adalah penyerbuan tentara gajah yang dipimpin oleh panglima Abrahah dari Yaman untuk menundukkan penduduk Mekah dan meruntuhkan Ka'bah. Akan tetapi, Allah membinasakan mereka sebelum maksud yang jahat itu tercapai. Peristiwa Gajah adalah suatu peristiwa yang paling terkenal di kalangan bangsa Arab, sehingga peristiwa ini mereka jadikan patokan tanggal bagi peristiwa-peristiwa lainnya.\n\nKesimpulan riwayatnya adalah bahwa seorang panglima perang yang berkuasa di Yaman ingin menguasai Ka'bah dan menghancurkannya, dengan maksud melarang orang-orang Arab mengerjakan haji ke Ka'bah. Lalu bala tentaranya bergerak menuju Ka'bah disertai beberapa ekor gajah untuk menakut-nakuti. Ketika iring-iringan angkatan perang tersebut tiba di suatu tempat bernama Muqammas (suatu tempat yang berdekatan dengan Mekah), mereka beristirahat di sana. Panglima perang mengirim utusannya kepada penduduk Mekah untuk menyampaikan maksudnya, yaitu bukan untuk memerangi penduduk tetapi untuk menghancurkan Ka'bah. Penduduk Mekah menjadi ketakutan dan lari ke gunung-gunung di sekeliling Ka'bah untuk melihat dari jauh apa yang akan terjadi dan apa yang akan dilakukan oleh panglima perang tersebut.\n\nDalam surah ini pula Allah menjelaskan apa yang terjadi terhadap pasukan bergajah dalam bentuk pertanyaan bahwa Muhammad tidak mengetahui keadaan yang sangat aneh dan peristiwa yang sangat dahsyat yang membuktikan kekuasaan Allah, ilmu dan hikmah-Nya yang tinggi terhadap tentara gajah yang ingin menghancurkan Ka'bah. Kejadian itu berbeda dengan kejadian lainnya yang mempunyai sebab dan akibat." } } }, { "number": { "inQuran": 6190, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 547, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0643\u064e\u064a\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u062a\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Alam yaj'al kai dahum fee tad leel" } }, "translation": { "en": "Did He not make their plan into misguidance?", "id": "Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6190", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6190.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6190.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya dan usaha mereka menghancurkan Kakbah itu sia-sia, meski mereka datang dengan pasukan yang kuat dan persenjataan yang lengkap?", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Ia telah menggagalkan tipu muslihat mereka yang hendak menghancurkan Ka'bah.\n\nAllah mengungkapkan cara menggagalkan tipu daya mereka, yaitu dengan mengirimkan pasukan burung yang berbondong-bondong melempari mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah sehingga menjadikan mereka hancur-lebur dan daging mereka beterbangan ke mana-mana. Maka tentara gajah menjadi laksana daun-daun yang dimakan ulat." } } }, { "number": { "inQuran": 6191, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 547, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0637\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0644\u064e", "transliteration": { "en": "Wa arsala 'alaihim tairan abaabeel" } }, "translation": { "en": "And He sent against them birds in flocks,", "id": "dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6191", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6191.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6191.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mempunyai cara untuk menggagalkan tipu daya mereka, dan Dia mengirimkan kepada mereka salah satu makhluk-Nya yang dijadikan bala tentara untuk menghancurkan mereka, yaitu burung yang berbondong-bondong dan tidak terhitung banyaknya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Ia telah menggagalkan tipu muslihat mereka yang hendak menghancurkan Ka'bah.\n\nAllah mengungkapkan cara menggagalkan tipu daya mereka, yaitu dengan mengirimkan pasukan burung yang berbondong-bondong melempari mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah sehingga menjadikan mereka hancur-lebur dan daging mereka beterbangan ke mana-mana. Maka tentara gajah menjadi laksana daun-daun yang dimakan ulat." } } }, { "number": { "inQuran": 6192, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 547, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0631\u0652\u0645\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645 \u0628\u0650\u062d\u0650\u062c\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0633\u0650\u062c\u0651\u0650\u064a\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Tar meehim bi hi jaaratim min sij jeel" } }, "translation": { "en": "Striking them with stones of hard clay,", "id": "yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6192", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6192.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6192.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah mengirim burung-burung yang melempari mereka dengan batu yang berasal dari tanah liat yang terbakar.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Ia telah menggagalkan tipu muslihat mereka yang hendak menghancurkan Ka'bah.\n\nAllah mengungkapkan cara menggagalkan tipu daya mereka, yaitu dengan mengirimkan pasukan burung yang berbondong-bondong melempari mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah sehingga menjadikan mereka hancur-lebur dan daging mereka beterbangan ke mana-mana. Maka tentara gajah menjadi laksana daun-daun yang dimakan ulat." } } }, { "number": { "inQuran": 6193, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 601, "manzil": 7, "ruku": 547, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0639\u064e\u0635\u0652\u0641\u064d \u0645\u0651\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0648\u0644\u064d", "transliteration": { "en": "Faja 'alahum ka'asfim m'akool" } }, "translation": { "en": "And He made them like eaten straw.", "id": "sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6193", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6193.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6193.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Batu-batu yang dijatuhkan oleh burung-burung itu tepat mengenai tentara Abrahah sehingga mereka dijadikan-Nya bergelimpangan tak berdaya dan binasa seperti daun-daun yang dimakan ulat. Itulah balasan bagi orang yang angkuh dan hendak menghancurkan Kakbah, simbol agama Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Ia telah menggagalkan tipu muslihat mereka yang hendak menghancurkan Ka'bah.\n\nAllah mengungkapkan cara menggagalkan tipu daya mereka, yaitu dengan mengirimkan pasukan burung yang berbondong-bondong melempari mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah sehingga menjadikan mereka hancur-lebur dan daging mereka beterbangan ke mana-mana. Maka tentara gajah menjadi laksana daun-daun yang dimakan ulat." } } } ] }, { "number": 106, "sequence": 29, "numberOfVerses": 4, "name": { "short": "قريش", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0642\u0631\u064a\u0634", "transliteration": { "en": "Quraish", "id": "Quraisy" }, "translation": { "en": "Quraysh", "id": "Quraisy" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat At Tiin. Nama Quraisy diambil dari kata Quraisy yang terdapat pada ayat pertama, artinya suku Quraisy. Suku Quraisy adalah suku yang mendapat kehormatan untuk memelihara Ka'bah." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6194, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 548, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u0650\u0625\u0650\u064a\u0644\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0642\u064f\u0631\u064e\u064a\u0652\u0634\u064d", "transliteration": { "en": "Li-ilaafi quraish" } }, "translation": { "en": "For the accustomed security of the Quraysh -", "id": "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6194", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6194.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6194.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai manusia, kamu akan dibuat kagum karena kebiasaan orang-orang Quraisy, suatu kabilah besar yang mempunyai peranan sentral pada masyarakat Arab dalam bidang politik dan sosial.", "long": ". Syarat pertama ini diambil dari kalimat li ilaf yang artinya karena kebiasaan.\n\n2.Memelihara nama baik, yang diambil dari kalimat Quraisy sebab suku atau kabilah Quraisy itu termasuk kabilah yang paling mulia yang nantinya melahirkan Nabi Muhammad. Maka seorang pedagang pun harus selalu memelihara nama baiknya sehingga dapat kepercayaan yang penuh dari sekalian langganannya, karena tidak pernah dusta atau menipu, tidak pernah menyalahi janji atau menimbun barang-barang yang dibutuhkan oleh rakyat dan lain-lain.\n\n3.Mengadakan misi perniagaan ke luar daerahnya, bahkan ke luar negeri untuk melebarluaskan daerah lingkungan perniagaannya dan syarat ini diambil dari kalimat rihlah yang artinya bepergian. Seorang pedagang tidak akan maju jika tidak mengadakan misi perniagaan ke luar daerahnya.\n\n4.Memperhatikan situasi keadaan yang menguntungkan. Ia harus memperhatikan iklim, situasi, dan kondisi tempat di sekitarnya. Syarat ini diambil dari kalimat asy-syita'i wa as-saif yang artinya: pada musim dingin dan musim panas. Orang-orang Quraisy pun mengatur arah perniagaannya yaitu di musim dingin mereka pergi ke sebelah selatan yaitu negeri Yaman, dan di musim panas ke utara yaitu negeri Syam. \n\nJika keempat syarat ini diperhatikan dengan seksama niscaya akan mendatangkan kemakmuran yang merata dan kemakmuran itu jangan sekali-kali hanya untuk memuaskan hawa nafsu. Akan tetapi, harus dijadikan bekal untuk beribadah kepada Allah yang mempunyai Baitullah dan digunakan untuk menyukuri segala nikmat pemberian-Nya, agar menghasilkan kesejahteraan, cukup sandang-pangan dan keamanan dari ketakutan seperti diisyaratkan dalam kalimat: \"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.\"\n\nJadi yang harus disembah dan disyukuri itu ialah Allah Pemilik Ka'bah sebab di dekat Ka'bah itu ada satu macam ibadah yang tidak terdapat di luar kota Mekah yaitu tawaf di Baitullah.\n\nJika diperhatikan cara tawaf itu memang aneh sekali, sebab menurut hukum alam setiap benda yang mengelilingi benda lain, lama-lama akan bertambah jauh dari markasnya atau titik putarnya sesuai dengan daya sentrivical atau daya lompatan ke luar. Jika sebuah batu diikat dengan tali lalu diputarkan maka bila batu itu terlepas mesti terlempar jauh ke luar. Demikian pula dalam bidang kerohanian, seorang pedagang yang tadinya rajin salat berjamaah dan menghadiri pengajian pada ulama di kampungnya setelah sering bepergian ke luar daerah maka ia bertambah jauh dari masjid dan ulamanya.\n\nJika ia bepergian ke luar negeri tentu akan bertambah jauh lagi dari sumber agamanya. Tidak demikian keadaan orang yang sedang tawaf di Baitullah. Walaupun ia berkeliling sampai tujuh kali, tetapi ia tetap berada di samping Baitullah. Demikian pula hendaknya setiap pedagang yang telah menjadi hartawan atau jutawan tetap saja tekun melaksanakan ibadahnya kepada Allah secara terus-menerus (istikamah).\n\n(1-2) Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan profesi suku Quraisy sebagai kaum pedagang di negara yang tandus dan mempunyai dua jurusan perdagangan. Pada musim dingin ke arah Yaman untuk membeli rempah-rempah yang datang dari Timur Jauh melalui Teluk Persia dan yang kedua ke arah Syam pada musim panas untuk membeli hasil pertanian yang akan dibawa pulang ke negeri mereka yang tandus lagi kering itu.\n\nOrang-orang penghuni padang pasir (Badui) menghormati suku Quraisy karena mereka dipandang sebagai jiran (tetangga) Baitullah, penduduk tanah suci dan berkhidmat untuk memelihara Ka'bah, dan penjaga-penjaga Ka'bah. Oleh karena itu, suku Quraisy berada dalam aman dan sentosa, baik ketika mereka pergi maupun ketika mereka pulang walaupun banyak terjadi perampokan dalam perjalanan.\n\nKarena rasa hormat kepada Baitullah itu merupakan suatu kekuatan jiwa dan berwibawa untuk memelihara keselamatan mereka dalam misi-misi perdagangannya ke utara atau ke selatan; sehingga timbullah suatu kebiasaan dan kegemaran untuk berniaga yang menghasilkan banyak rezeki. Rasa hormat terhadap Baitullah yang memenuhi jiwa orang Arab itu adalah kehendak Allah semata, lebih-lebih lagi ketika mereka melihat bagaimana Allah menghancurkan tentara gajah yang ingin meruntuhkan Ka'bah, sebelum mereka sampai mendekatinya.\n\nSekiranya penghormatan terhadap Baitullah kurang mempengaruhi jiwa orang-orang Arab atau tidak ada sama sekali pengaruhnya niscaya orang-orang Quraisy tentu tidak mau mengadakan perjalanan-perjalanan perdagangan tersebut. Maka dengan demikian akan berkuranglah sumber-sumber rezeki mereka sebab negeri mereka bukanlah tanah yang subur." } } }, { "number": { "inQuran": 6195, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 548, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u064a\u0644\u064e\u0627\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0631\u0650\u062d\u0652\u0644\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u062a\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u064a\u0652\u0641\u0650", "transliteration": { "en": "Elaafihim rihlatash shitaa-i wass saif" } }, "translation": { "en": "Their accustomed security [in] the caravan of winter and summer -", "id": "(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6195", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6195.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6195.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin ke Yaman dan musim panas ke Syam untuk berniaga guna memenuhi kebutuhan hidup mereka di Mekah untuk berkhidmat merawat Kakbah dan melayani para peziarah, suatu hal yang menjadi kebanggan mereka atas kabilah-kabilah lain.", "long": ". Syarat pertama ini diambil dari kalimat li ilaf yang artinya karena kebiasaan.\n\n2.Memelihara nama baik, yang diambil dari kalimat Quraisy sebab suku atau kabilah Quraisy itu termasuk kabilah yang paling mulia yang nantinya melahirkan Nabi Muhammad. Maka seorang pedagang pun harus selalu memelihara nama baiknya sehingga dapat kepercayaan yang penuh dari sekalian langganannya, karena tidak pernah dusta atau menipu, tidak pernah menyalahi janji atau menimbun barang-barang yang dibutuhkan oleh rakyat dan lain-lain.\n\n3.Mengadakan misi perniagaan ke luar daerahnya, bahkan ke luar negeri untuk melebarluaskan daerah lingkungan perniagaannya dan syarat ini diambil dari kalimat rihlah yang artinya bepergian. Seorang pedagang tidak akan maju jika tidak mengadakan misi perniagaan ke luar daerahnya.\n\n4.Memperhatikan situasi keadaan yang menguntungkan. Ia harus memperhatikan iklim, situasi, dan kondisi tempat di sekitarnya. Syarat ini diambil dari kalimat asy-syita'i wa as-saif yang artinya: pada musim dingin dan musim panas. Orang-orang Quraisy pun mengatur arah perniagaannya yaitu di musim dingin mereka pergi ke sebelah selatan yaitu negeri Yaman, dan di musim panas ke utara yaitu negeri Syam. \n\nJika keempat syarat ini diperhatikan dengan seksama niscaya akan mendatangkan kemakmuran yang merata dan kemakmuran itu jangan sekali-kali hanya untuk memuaskan hawa nafsu. Akan tetapi, harus dijadikan bekal untuk beribadah kepada Allah yang mempunyai Baitullah dan digunakan untuk menyukuri segala nikmat pemberian-Nya, agar menghasilkan kesejahteraan, cukup sandang-pangan dan keamanan dari ketakutan seperti diisyaratkan dalam kalimat: \"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.\"\n\nJadi yang harus disembah dan disyukuri itu ialah Allah Pemilik Ka'bah sebab di dekat Ka'bah itu ada satu macam ibadah yang tidak terdapat di luar kota Mekah yaitu tawaf di Baitullah.\n\nJika diperhatikan cara tawaf itu memang aneh sekali, sebab menurut hukum alam setiap benda yang mengelilingi benda lain, lama-lama akan bertambah jauh dari markasnya atau titik putarnya sesuai dengan daya sentrivical atau daya lompatan ke luar. Jika sebuah batu diikat dengan tali lalu diputarkan maka bila batu itu terlepas mesti terlempar jauh ke luar. Demikian pula dalam bidang kerohanian, seorang pedagang yang tadinya rajin salat berjamaah dan menghadiri pengajian pada ulama di kampungnya setelah sering bepergian ke luar daerah maka ia bertambah jauh dari masjid dan ulamanya.\n\nJika ia bepergian ke luar negeri tentu akan bertambah jauh lagi dari sumber agamanya. Tidak demikian keadaan orang yang sedang tawaf di Baitullah. Walaupun ia berkeliling sampai tujuh kali, tetapi ia tetap berada di samping Baitullah. Demikian pula hendaknya setiap pedagang yang telah menjadi hartawan atau jutawan tetap saja tekun melaksanakan ibadahnya kepada Allah secara terus-menerus (istikamah).\n\n(1-2) Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan profesi suku Quraisy sebagai kaum pedagang di negara yang tandus dan mempunyai dua jurusan perdagangan. Pada musim dingin ke arah Yaman untuk membeli rempah-rempah yang datang dari Timur Jauh melalui Teluk Persia dan yang kedua ke arah Syam pada musim panas untuk membeli hasil pertanian yang akan dibawa pulang ke negeri mereka yang tandus lagi kering itu.\n\nOrang-orang penghuni padang pasir (Badui) menghormati suku Quraisy karena mereka dipandang sebagai jiran (tetangga) Baitullah, penduduk tanah suci dan berkhidmat untuk memelihara Ka'bah, dan penjaga-penjaga Ka'bah. Oleh karena itu, suku Quraisy berada dalam aman dan sentosa, baik ketika mereka pergi maupun ketika mereka pulang walaupun banyak terjadi perampokan dalam perjalanan.\n\nKarena rasa hormat kepada Baitullah itu merupakan suatu kekuatan jiwa dan berwibawa untuk memelihara keselamatan mereka dalam misi-misi perdagangannya ke utara atau ke selatan; sehingga timbullah suatu kebiasaan dan kegemaran untuk berniaga yang menghasilkan banyak rezeki. Rasa hormat terhadap Baitullah yang memenuhi jiwa orang Arab itu adalah kehendak Allah semata, lebih-lebih lagi ketika mereka melihat bagaimana Allah menghancurkan tentara gajah yang ingin meruntuhkan Ka'bah, sebelum mereka sampai mendekatinya.\n\nSekiranya penghormatan terhadap Baitullah kurang mempengaruhi jiwa orang-orang Arab atau tidak ada sama sekali pengaruhnya niscaya orang-orang Quraisy tentu tidak mau mengadakan perjalanan-perjalanan perdagangan tersebut. Maka dengan demikian akan berkuranglah sumber-sumber rezeki mereka sebab negeri mereka bukanlah tanah yang subur." } } }, { "number": { "inQuran": 6196, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 548, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u062a\u0650", "transliteration": { "en": "Fal y'abudu rabba haazal-bait" } }, "translation": { "en": "Let them worship the Lord of this House,", "id": "Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6196", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6196.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6196.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Mereka pergi berniaga tiap tahun dengan aman dan sentosa. Oleh karena itu maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini, yaitu Kakbah, dengan pengabdian yang hakiki dan tidak mempersekutukan-Nya, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah mereka terima.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan orang-orang Quraisy agar mereka menyembah Tuhan Pemilik Ka'bah yang telah menyelamatkan mereka dari serangan orang Ethiopia yang bergabung dalam tentara gajah. Seyogyanya mereka hanya menyembah Allah dan mengagungkan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6197, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 548, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064e\u0637\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062c\u064f\u0648\u0639\u064d \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u064d", "transliteration": { "en": "Allazi at'amahum min ju'inw-wa-aamana hum min khawf" } }, "translation": { "en": "Who has fed them, [saving them] from hunger and made them safe, [saving them] from fear.", "id": "yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6197", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6197.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6197.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Hendaklah mereka menyembah Tuhan Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar, memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. Terpenuhinya kebutuhan akan makanan dan rasa aman merupakan dua prasyarat penting yang menjamin kesejahteraan suatu masyarakat.", "long": "Kemudian Allah menjelaskan sifat Tuhan Pemilik Ka'bah yang disuruh untuk disembah itu, yaitu Tuhan yang membuka pintu rezeki yang luas bagi mereka dan memudahkan jalan untuk mencari rezeki itu. Jika tidak demikian, tentu mereka berada dalam kesempitan dan kesengsaraan. Dia mengamankan jalan yang mereka tempuh dalam rangka mereka mencari rezeki, serta menjadikan orang-orang yang mereka jumpai dalam perjalanan senang dengan mereka. Mereka tidak menemui kesulitan. Kalau tidak, tentu mereka selalu berada dalam ketakutan yang mengakibatkan hidup sengsara dan papa." } } } ] }, { "number": 107, "sequence": 17, "numberOfVerses": 7, "name": { "short": "الماعون", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0627\u0639\u0648\u0646", "transliteration": { "en": "Al-Maa'un", "id": "Al-Ma'un" }, "translation": { "en": "Almsgiving", "id": "Barang Yang Berguna" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 7 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat At Taakatsur. Nama Al Maa'uun diambil dari kata Al Maa'uun yang terdapat pada ayat 7, artinya barang-barang yang berguna." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6198, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 549, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0623\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0643\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u062f\u0651\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Ara-aital lazee yu kazzibu bid deen" } }, "translation": { "en": "Have you seen the one who denies the Recompense?", "id": "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6198", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6198.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6198.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tahukah kamu, wahai Rasul, orang yang mendustakan agama dan mengingkari hisab serta hari pembalasan di akhirat nanti?", "long": "Dalam ayat ini, Allah menghadapkan pertanyaan kepada Nabi Muhammad, \"Apakah engkau mengetahui orang yang mendustakan agama dan yang dimaksud dengan orang yang mendustakan agama?\" Pertanyaan ini dijawab pada ayat-ayat berikut." } } }, { "number": { "inQuran": 6199, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 549, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064e\u062f\u064f\u0639\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650\u064a\u0645\u064e", "transliteration": { "en": "Fa zaalikal lazi yadu'ul-yateem" } }, "translation": { "en": "For that is the one who drives away the orphan", "id": "Maka itulah orang yang menghardik anak yatim," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6199", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6199.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6199.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika engkau ingin tahu, maka para pendusta agama, hisab, dan hari pembalasan itulah orang yang menghardik anak yatim, menyakiti hatinya, dan berbuat zalim kepadanya dengan menahan haknya. Dia tidak lagi peduli terhadap anak yang sudah kehilangan tumpuan hidupnya itu.", "long": "Allah lalu menjelaskan bahwa sebagian dari sifat-sifat orang yang mendustakan agama ialah orang-orang yang menolak dan membentak anak-anak yatim yang datang kepadanya untuk memohon belas-kasihnya demi kebutuhan hidupnya. Penolakannya itu sebagai penghinaan dan takabur terhadap anak-anak yatim itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6200, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 549, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u064f\u0636\u0651\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0637\u064e\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Wa la ya huddu 'alaa ta'amil miskeen" } }, "translation": { "en": "And does not encourage the feeding of the poor.", "id": "dan tidak mendorong memberi makan orang miskin." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6200", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6200.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6200.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan dia tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin yang tidak mempunyai kecukupan untuk memenuhi keperluan hidupnya sehari-hari. Bila dia enggan mendorong orang lain untuk memberi makan dan memperhatikan kesejahteraan anak yatim, bagaimana mungkin dia, dengan kekikiran dan kecintaannya pada harta, mendorong dirinya sendiri untuk berbuat demikian?", "long": "Allah menegaskan lebih lanjut sifat pendusta itu, yaitu dia tidak mengajak orang lain untuk membantu dan memberi makan orang miskin. Bila tidak mau mengajak orang memberi makan dan membantu orang miskin berarti ia tidak melakukannya sama sekali. Berdasarkan keterangan di atas, bila seorang tidak sanggup membantu orang-orang miskin maka hendaklah ia menganjurkan orang lain agar melakukan usaha yang mulia itu." } } }, { "number": { "inQuran": 6201, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 549, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Fa wai lul-lil mu salleen" } }, "translation": { "en": "So woe to those who pray", "id": "Maka celakalah orang yang salat," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6201", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6201.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6201.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Maka binasa dan celakalah orang yang salat yang memiliki sifat-sifat tercela berikut.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengungkapkan satu ancaman yaitu celakalah orang-orang yang mengerjakan salat dengan tubuh dan lidahnya, tidak sampai ke hatinya. Dia lalai dan tidak menyadari apa yang diucapkan lidahnya dan yang dikerjakan oleh anggota tubuhnya. Ia rukuk dan sujud dalam keadaan lalai, ia mengucapkan takbir tetapi tidak menyadari apa yang diucapkannya. Semua itu adalah hanya gerak biasa dan kata-kata hafalan semata-mata yang tidak mempengaruhi apa-apa, tidak ubahnya seperti robot.\n\nPerilaku tersebut ditujukan kepada orang-orang yang mendustakan agama, yaitu orang munafik. Ancaman itu tidak ditujukan kepada orang-orang muslim yang awam, tidak mengerti bahasa Arab, dan tidak tahu tentang arti dari apa yang dibacanya. Jadi orang-orang awam yang tidak memahami makna dari apa yang dibacanya dalam salat tidak termasuk orang-orang yang lalai seperti yang disebut dalam ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 6202, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 549, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0627\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Al lazeena hum 'an salaatihim sahoon" } }, "translation": { "en": "[But] who are heedless of their prayer -", "id": "(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6202", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6202.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6202.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Yaitu orang-orang yang lalai terhadap salatnya, di antaranya dengan tidak memenuhi ketentuannya, mengerjakannya di luar waktunya, bermalas-malasan, dan lalai akan tujuan pelaksanaanya.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah mengungkapkan satu ancaman yaitu celakalah orang-orang yang mengerjakan salat dengan tubuh dan lidahnya, tidak sampai ke hatinya. Dia lalai dan tidak menyadari apa yang diucapkan lidahnya dan yang dikerjakan oleh anggota tubuhnya. Ia rukuk dan sujud dalam keadaan lalai, ia mengucapkan takbir tetapi tidak menyadari apa yang diucapkannya. Semua itu adalah hanya gerak biasa dan kata-kata hafalan semata-mata yang tidak mempengaruhi apa-apa, tidak ubahnya seperti robot.\n\nPerilaku tersebut ditujukan kepada orang-orang yang mendustakan agama, yaitu orang munafik. Ancaman itu tidak ditujukan kepada orang-orang muslim yang awam, tidak mengerti bahasa Arab, dan tidak tahu tentang arti dari apa yang dibacanya. Jadi orang-orang awam yang tidak memahami makna dari apa yang dibacanya dalam salat tidak termasuk orang-orang yang lalai seperti yang disebut dalam ayat ini." } } }, { "number": { "inQuran": 6203, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 549, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Al lazeena hum yuraa-oon" } }, "translation": { "en": "Those who make show [of their deeds]", "id": "yang berbuat ria," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6203", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6203.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6203.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak hanya itu, mereka jugalah orang-orang yang berbuat ria, baik dalam salatnya maupun semua perbuatan baiknya. Dia beramal tanpa rasa ikhlas, melainkan demi mendapat pujian dan penilaian baik dari orang lain.", "long": "Allah selanjutnya menambah penjelasan tentang sifat orang pendusta agama, yaitu mereka melakukan perbuatan-perbuatan lahir hanya semata karena ria, tidak terkesan pada jiwanya untuk meresapi rahasia dan hikmahnya." } } }, { "number": { "inQuran": 6204, "inSurah": 7 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 549, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u064a\u064e\u0645\u0652\u0646\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Wa yamna'oonal ma'oon" } }, "translation": { "en": "And withhold [simple] assistance.", "id": "dan enggan (memberikan) bantuan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6204", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6204.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6204.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan di samping itu, mereka juga enggan memberikan bantuan kepada sesama, bahkan untuk sekadar meminjamkan barang keperluan sehari-hari yang sepele. Hal ini mengindikasikan buruknya akhlak mereka kepada orang lain. Dengan begitu, lengkaplah keburukan mereka. Selain tidak beridabah kepada Tuhan dengan sempurna, mereka pun tidak berbuat baik kepada manusia.", "long": "Allah menambahkan lagi dalam ayat ini sifat pendusta itu, yaitu mereka tidak mau memberikan barang-barang yang diperlukan oleh orang-orang yang membutuhkannya, sedang barang itu tak pantas ditahan, seperti periuk, kapuk, cangkul, dan lain-lain. \n\nKeadaan orang yang membesarkan agama berbeda dengan keadaan orang yang mendustakan agama, karena yang pertama tampak dalam tata hidupnya yang jujur, adil, kasih sayang, pemurah, dan lain-lain. Sedangkan sifat pendusta agama ialah ria, curang, aniaya, takabur, kikir, memandang rendah orang lain, tidak mementingkan yang lain kecuali dirinya sendiri, bangga dengan harta dan kedudukan, serta tidak mau mengeluarkan sebahagian dari hartanya, baik untuk keperluan perseorangan maupun untuk masyarakat." } } } ] }, { "number": 108, "sequence": 15, "numberOfVerses": 3, "name": { "short": "الكوثر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0643\u0648\u062b\u0631", "transliteration": { "en": "Al-Kawthar", "id": "Al-Kausar" }, "translation": { "en": "Abundance", "id": "Pemberian Yang Banyak" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Kautsar terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al 'Aadiyaat. Dinamai Al Kautsar (nikmat yang banyak) diambil dari perkataan Al Kautsar yang terdapat pada ayat pertama surat ini.Surat ini sebagai penghibur hati Nabi Muhammad s.a.w." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6205, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 550, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0637\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0648\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e", "transliteration": { "en": "Innaa a'taina kal kauthar" } }, "translation": { "en": "Indeed, We have granted you, [O Muhammad], al-Kawthar.", "id": "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6205", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6205.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6205.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, sungguh Kami telah memberimu nikmat yang banyak dan langgeng, meliputi kenikmatan duniawi maupun ukhrawi, seperti kenabian, Al-Qur’an, syafaat, telaga di surga, dan sebagainya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia telah memberi Nabi Muhammad nikmat dan anugerah yang tidak dapat dihitung banyaknya dan tidak dapat dinilai tinggi mutunya, walaupun (orang musyrik) memandang hina dan tidak menghargai pemberian itu disebabkan kekurangan akal dan pengertian mereka. Pemberian itu berupa kenabian, agama yang benar, petunjuk-petunjuk dan jalan yang lurus yang membawa kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.\n\nOrang-orang musyrik di Mekah dan orang-orang munafik di Medinah mencemoohkan dan mencaci-maki Nabi saw sebagai berikut:\n\n1.Pengikut-pengikut Muhammad saw terdiri dari orang-orang biasa yang tidak mempunyai kedudukan. Kalau agama yang dibawanya itu benar, tentu yang menjadi pengikut-pengikutnya orang-orang mulia yang berkedudukan di antara mereka. Ucapan ini bukanlah suatu keanehan, karena kaum Nuh juga dahulu kala telah menyatakan yang demikian kepada Nabi Nuh as sebagaimana firman Allah:\n\nMaka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, \"Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta.\" (Hud/11 : 27)\n\nSunnatullah yang berlaku di antara hamba-hamba Allah bahwa mereka yang cepat menerima panggilan para rasul adalah orang-orang biasa atau orang lemah karena mereka tidak takut kehilangan pangkat atau kedudukan, karena tidak mempunyai keduanya. Dari itu pertentangan terus-menerus terjadi antara yang merasa terpandang dengan para rasul, tetapi Allah senantiasa membantu para rasul-Nya dan menunjang dakwah mereka.\n\nBegitulah sikap penduduk Mekah terhadap dakwah Nabi Muhammad. Pembesar-pembesar dan orang-orang yang berkedudukan tidak mau mengikuti Nabi karena benci kepada beliau dan terhadap orang-orang biasa yang menjadi pengikut beliau.\n\n2.Orang-orang Mekah bila melihat anak-anak Nabi Muhammad meninggal dunia, mereka berkata, \"Sebutan Muhammad akan lenyap dan ia akan mati punah.\" Mereka mengira bahwa kematian itu suatu kekurangan lalu mereka mengejek Nabi dan berusaha menjauhkan manusia dari beliau.\n\n3.Orang-orang Mekah bila melihat suatu musibah atau kesulitan yang menimpa pengikut-pengikut Nabi, bergembira dan bersenang hati. Mereka menunggu kehancuran para pengikut Nabi, sehingga kedudukan mereka semula yang telah diguncangkan oleh agama baru itu kembali mereka peroleh.\n\nPada surah ini, Allah menyampaikan kepada rasul-Nya, bahwa tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik itu adalah suatu prasangka yang tidak ada artinya sama sekali. Namun semua itu adalah untuk membersihkan jiwa-jiwa yang masih dapat dipengaruhi oleh isu-isu tersebut dan untuk mematahkan tipu daya orang-orang musyrik, agar mereka mengetahui bahwa perjuangan Nabi saw pasti akan menang dan pengikut-pengikut beliau pasti akan bertambah banyak. \n\nAl-Kautsar diartikan sebagai sungai di surga yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad, dan ada pula yang berpendapat bahwa al-kautsar bermakna kebaikan yang banyak." } } }, { "number": { "inQuran": 6206, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 550, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650 \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0646\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652", "transliteration": { "en": "Fa salli li rabbika wanhar" } }, "translation": { "en": "So pray to your Lord and sacrifice [to Him alone].", "id": "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6206", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6206.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6206.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena itu, sebagai rasa syukurmu kepada Tuhanmu, maka laksanakanlah salat dengan ikhlas semata-mata karena Tuhanmu, bukan dengan tujuan ria; dan berkurbanlah demi Allah dengan menyembelih hewan sebagai ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar mengerjakan salat dan menyembelih hewan kurban karena Allah semata, karena Dia sajalah yang mendidiknya dan melimpahkan karunia-Nya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nKatakanlah (Muhammad), \"Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).\" (al-An'am/6: 162-163)" } } }, { "number": { "inQuran": 6207, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 602, "manzil": 7, "ruku": 550, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0634\u064e\u0627\u0646\u0650\u0626\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f", "transliteration": { "en": "Inna shani-aka huwal abtar" } }, "translation": { "en": "Indeed, your enemy is the one cut off.", "id": "Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6207", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6207.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6207.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sungguh orang-orang yang membencimu dan mengacuhkan hidayah yang engkau bawa, dialah orang yang terputus. Tidak hanya terputus jejaknya, mereka pun dijauhkan dari rahmat Allah dan segala kebaikan. Keteladanan dan kebaikanmu akan terus menjadi pembicaraan sepanjang zaman dan keturunanmu akan terus mewarisi kebaikanmu.", "long": "Sesudah Allah menghibur dan menggembirakan Nabi Muhammad serta memerintahkan supaya mensyukuri anugerah-anugerah-Nya dan sebagai kesempurnaan nikmat-Nya, maka Allah menjadikan musuh-musuh Nabi itu jadi hina dan tidak berdaya. Siapa saja yang membenci dan mencaci Nabi akan hilang pengaruhnya dan tidak ada kebahagiaan baginya di dunia dan di akhirat. Sedang kebaikan dan hasil perjuangan akan tetap jaya sampai hari Kiamat.\n\nOrang-orang kafir Mekah mencaci Nabi Muhammad bukanlah karena mereka tidak senang kepada pribadi Nabi, tetapi karena beliau mencela kebodohan mereka dan mencaci berhala-berhala yang mereka sembah serta mengajak mereka untuk meninggalkan penyembahan berhala-berhala itu.\n\nSungguh Allah telah menepati janji-Nya dengan menghinakan dan menjatuhkan martabat orang-orang yang mencaci Nabi Muhammad, sehingga nama mereka hanya diingat ketika membicarakan orang-orang jahat dan kejahatannya. Adapun kedudukan Nabi saw dan orang-orang yang menerima petunjuk beliau serta nama harum mereka diangkat setinggi-tingginya oleh Allah sepanjang masa." } } } ] }, { "number": 109, "sequence": 18, "numberOfVerses": 6, "name": { "short": "الكافرون", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0643\u0627\u0641\u0631\u0648\u0646", "transliteration": { "en": "Al-Kaafiroon", "id": "Al-Kafirun" }, "translation": { "en": "The Disbelievers", "id": "Orang-Orang kafir" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat Al Kaafiruun terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Maa'uun. Dinamai Al Kaafiruun (orang-orang kafir), diambil dari perkataan Al Kaafiruun yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6208, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 551, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Qul yaa-ai yuhal kaafiroon" } }, "translation": { "en": "Say, \"O disbelievers,", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6208", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6208.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6208.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah, “Wahai orang-orang yang me-milih kafir sebagai jalan hidup!", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyatakan kepada orang-orang kafir bahwa \"Tuhan\" yang mereka sembah bukanlah \"Tuhan\" yang ia sembah, karena mereka menyembah \"Tuhan\" yang memerlukan pembantu dan mempunyai anak atau menjelma dalam suatu bentuk atau dalam sesuatu rupa atau bentuk-bentuk lain yang mereka dakwakan. Sedang Nabi saw menyembah Tuhan yang tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya; tidak mempunyai anak dan istri. Akal tidak sanggup menerka bagaimana Dia, tidak ditentukan oleh tempat dan tidak terikat oleh masa, tidak memerlukan perantaraan dan tidak pula memerlukan penghubung.\n\nMaksud pernyataan itu adalah terdapat perbedaan sangat besar antara \"Tuhan\" yang disembah orang-orang kafir dengan \"Tuhan\" yang disembah Nabi Muhammad. Mereka menyifati tuhannya dengan sifat-sifat yang tidak layak sama sekali bagi Tuhan yang disembah Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 6209, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 551, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e", "transliteration": { "en": "Laa a'budu ma t'abudoon" } }, "translation": { "en": "I do not worship what you worship.", "id": "aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6209", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6209.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6209.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sampai kapan pun aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah selain Allah, seperti berhala-berhala itu. Tuhan bukanlah ciptaan manusia dan Dia tidak menjelma menjadi suatu yang kasat mata sebagaimana sembahanmu itu.", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyatakan kepada orang-orang kafir bahwa \"Tuhan\" yang mereka sembah bukanlah \"Tuhan\" yang ia sembah, karena mereka menyembah \"Tuhan\" yang memerlukan pembantu dan mempunyai anak atau menjelma dalam suatu bentuk atau dalam sesuatu rupa atau bentuk-bentuk lain yang mereka dakwakan. Sedang Nabi saw menyembah Tuhan yang tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya; tidak mempunyai anak dan istri. Akal tidak sanggup menerka bagaimana Dia, tidak ditentukan oleh tempat dan tidak terikat oleh masa, tidak memerlukan perantaraan dan tidak pula memerlukan penghubung.\n\nMaksud pernyataan itu adalah terdapat perbedaan sangat besar antara \"Tuhan\" yang disembah orang-orang kafir dengan \"Tuhan\" yang disembah Nabi Muhammad. Mereka menyifati tuhannya dengan sifat-sifat yang tidak layak sama sekali bagi Tuhan yang disembah Nabi." } } }, { "number": { "inQuran": 6210, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 551, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laa antum 'aabidoona maa a'bud" } }, "translation": { "en": "Nor are you worshippers of what I worship.", "id": "dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6210", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6210.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6210.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Penguasa alam semesta. Berhala sembahanmu itu sifat-sifat-nya sangat berbeda dari sifat-sifat sempurna Tuhan yang aku sembah.", "long": "Selanjutnya Allah menambahkan lagi pernyataan yang diperintahkan untuk disampaikan kepada orang-orang kafir dengan menyatakan bahwa mereka tidak menyembah Tuhan yang didakwahkan Nabi Muhammad, karena sifat-sifat-Nya berlainan dengan sifat-sifat \"Tuhan\" yang mereka sembah dan tidak mungkin dipertemukan antara kedua macam sifat tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 6211, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 551, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0628\u064e\u062f\u062a\u0651\u064f\u0645\u0652", "transliteration": { "en": "Wa laa ana 'abidum maa 'abattum" } }, "translation": { "en": "Nor will I be a worshipper of what you worship.", "id": "dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6211", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6211.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6211.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Jika dua ayat sebelumnya menerangkan ketidaksamaan Tuhan Nabi Muhammad dan Tuhan orang kafir, dua ayat berikut menjelaskan ketidaksamaan peribadahan kepada keduanya. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah karena kamu adalah orang-orang musyrik. Aku menyembah Tuhanku dengan bertauhid seperti yang Dia ajarkan kepadaku.", "long": "Sesudah Allah menyatakan tentang tidak mungkin ada persamaan sifat antara Tuhan yang disembah oleh Nabi saw dengan yang disembah oleh orang-orang kafir, maka dengan sendirinya tidak ada pula persamaan dalam hal ibadah. Tuhan yang disembah Nabi Muhammad adalah Tuhan yang Mahasuci dari sekutu dan tandingan, tidak menjelma pada seseorang atau memihak kepada suatu bangsa atau orang tertentu. Sedangkan \"Tuhan\" yang mereka sembah itu berbeda dari Tuhan yang tersebut di atas. Lagi pula ibadah nabi hanya untuk Allah saja, sedang ibadah mereka bercampur dengan syirik dan dicampuri dengan kelalaian dari Allah, maka yang demikian itu tidak dinamakan ibadah.\n\nPengulangan pernyataan yang sama seperti yang terdapat dalam ayat 3 dan 5 adalah untuk memperkuat dan membuat orang yang mengusulkan kepada Nabi saw berputus asa terhadap penolakan Nabi menyembah tuhan mereka selama setahun. Pengulangan seperti ini juga terdapat dalam Surah ar-Rahman/55 dan al-Mursalat/77. Hal ini adalah biasa dalam bahasa Arab." } } }, { "number": { "inQuran": 6212, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 551, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Wa laa antum 'aabidoona ma a'bud" } }, "translation": { "en": "Nor will you be worshippers of what I worship.", "id": "dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6212", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6212.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6212.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Kamu tidak tunduk pada perintah dan syariat Allah dalam menyembah-Nya. Kamu bahkan menyembah tuhan dengan penuh kemusyrikan dan cara-cara yang kamu buat-buat berdasarkan hawa nafsumu.", "long": "Sesudah Allah menyatakan tentang tidak mungkin ada persamaan sifat antara Tuhan yang disembah oleh Nabi saw dengan yang disembah oleh orang-orang kafir, maka dengan sendirinya tidak ada pula persamaan dalam hal ibadah. Tuhan yang disembah Nabi Muhammad adalah Tuhan yang Mahasuci dari sekutu dan tandingan, tidak menjelma pada seseorang atau memihak kepada suatu bangsa atau orang tertentu. Sedangkan \"Tuhan\" yang mereka sembah itu berbeda dari Tuhan yang tersebut di atas. Lagi pula ibadah nabi hanya untuk Allah saja, sedang ibadah mereka bercampur dengan syirik dan dicampuri dengan kelalaian dari Allah, maka yang demikian itu tidak dinamakan ibadah.\n\nPengulangan pernyataan yang sama seperti yang terdapat dalam ayat 3 dan 5 adalah untuk memperkuat dan membuat orang yang mengusulkan kepada Nabi saw berputus asa terhadap penolakan Nabi menyembah tuhan mereka selama setahun. Pengulangan seperti ini juga terdapat dalam Surah ar-Rahman/55 dan al-Mursalat/77. Hal ini adalah biasa dalam bahasa Arab." } } }, { "number": { "inQuran": 6213, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 551, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650", "transliteration": { "en": "Lakum deenukum wa liya deen." } }, "translation": { "en": "For you is your religion, and for me is my religion.\"", "id": "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6213", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6213.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6213.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Tidak ada tukar-menukar dengan pengikut agama lain dalam hal peribadahan kepada Tuhan. Wahai orang kafir, untukmu agamamu, yakni kemusyrikan yang kamu yakini, dan untukku agamaku yang telah Allah pilihkan untukku sehingga aku tidak akan berpaling ke agama lain. Inilah jalan terbaik dalam hal toleransi antar umat beragama dalam urusan peribadahan kepada Tuhan.", "long": "Kemudian dalam ayat ini, Allah mengancam orang-orang kafir dengan firman-Nya yaitu, \"Bagi kamu balasan atas amal perbuatanmu dan bagiku balasan atas amal perbuatanku.\" Dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nBagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu. (al-Baqarah/2: 139)" } } } ] }, { "number": 110, "sequence": 114, "numberOfVerses": 3, "name": { "short": "النصر", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u0635\u0631", "transliteration": { "en": "An-Nasr", "id": "An-Nasr" }, "translation": { "en": "Divine Support", "id": "Pertolongan" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u062F\u064A\u0646\u0629", "en": "Medinan", "id": "Madaniyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat An Nashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah yang diturunkan di Mekah sesudah surat At Taubah. Dinamai An Nashr (pertolongan) diambil dari perkataan Nashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6214, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 552, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0646\u064e\u0635\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062a\u0652\u062d\u064f", "transliteration": { "en": "Iza jaa-a nas rullahi walfath" } }, "translation": { "en": "When the victory of Allah has come and the conquest,", "id": "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6214", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6214.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6214.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, apabila telah datang pertolongan Allah kepadamu dan pengikutmu dalam menghadapi kaum kafir Quraisy, dan telah datang pula kemenangan kepadamu dengan penaklukan Mekah menjadi kota yang suci kembali dari kesyirikan dan kekafiran,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memerintahkan apa yang harus dilakukan Nabi Muhammad pada saat pembebasan Mekah, yaitu apabila ia telah melihat pertolongan Allah terhadap agama-Nya telah tiba, dengan kekalahan orang-orang musyrik dan kemenangan di pihak Nabi, dan melihat pula orang-orang masuk agama Allah beramai-ramai dan berduyun-duyun, bukan perseorangan sebagaimana halnya pada permulaan dakwah.\n\nOrang-orang Arab berkata, \"Manakala Muhammad menang atas penduduk Mekah yang mana Allah telah selamatkan mereka dari pasukan bergajah, maka kalian tidak berdaya melawannya.\" Akhirnya mereka masuk Islam berduyun-duyun, berkelompok-kelompok dan satu kelompok 40 orang." } } }, { "number": { "inQuran": 6215, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 552, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0631\u064e\u0623\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u064a\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Wa ra-aitan naasa yadkhuloona fee deenil laahi afwajah" } }, "translation": { "en": "And you see the people entering into the religion of Allah in multitudes,", "id": "dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6215", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6215.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6215.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "dan engkau lihat manusia dari seluruh penjuru Jazirah Arab berbondong-bondong masuk agama Allah, yakni agama Islam, setelah sebelumnya mereka masuk Islam secara perorangan,", "long": "Dalam ayat-ayat ini, Allah memerintahkan apa yang harus dilakukan Nabi Muhammad pada saat pembebasan Mekah, yaitu apabila ia telah melihat pertolongan Allah terhadap agama-Nya telah tiba, dengan kekalahan orang-orang musyrik dan kemenangan di pihak Nabi, dan melihat pula orang-orang masuk agama Allah beramai-ramai dan berduyun-duyun, bukan perseorangan sebagaimana halnya pada permulaan dakwah.\n\nOrang-orang Arab berkata, \"Manakala Muhammad menang atas penduduk Mekah yang mana Allah telah selamatkan mereka dari pasukan bergajah, maka kalian tidak berdaya melawannya.\" Akhirnya mereka masuk Islam berduyun-duyun, berkelompok-kelompok dan satu kelompok 40 orang." } } }, { "number": { "inQuran": 6216, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 552, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u064e\u0633\u064e\u0628\u0651\u0650\u062d\u0652 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u0652\u0647\u064f \u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062a\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627", "transliteration": { "en": "Fa sab bih bihamdi rabbika was taghfir, innahu kaana tawwaaba" } }, "translation": { "en": "Then exalt [Him] with praise of your Lord and ask forgiveness of Him. Indeed, He is ever Accepting of repentance.", "id": "maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6216", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6216.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6216.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "maka sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang agung itu, bertasbihlah dan sucikanlah Tuhanmu dari sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya, dan sertailah tasbihmu itu dengan memuji Tuhan-mu yang telah menyokongmu dalam menaklukkan Mekah, dan mohonlah ampunan kepada-Nya untukmu dan umatmu. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat hamba-hamba-Nya yang bertasbih dan beristigfar. Membaca tasbih, tahmid, dan istighfar adalah cara yang mulia ketika seseorang meraih kesuksesan karena pada hakikatnya Allah-lah yang memberi kesuksesan itu kepadanya, bukan dengan berpesta dan berfoya-foya.", "long": "Bila yang demikian itu telah terjadi, Nabi diperintahkan untuk mengagungkan dan mensucikan Tuhannya dari hal-hal yang tidak layak bagi-Nya, seperti menganggap terlambat datangnya pertolongan dan mengira bahwa Tuhan tidak menepati janji-Nya menolong Nabi atas orang-orang kafir.\n\nMenyucikan Allah hendaknya dengan memuji-Nya atas nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya dan mensyukuri segala kebaikan-kebaikan yang telah dilimpahkan-Nya dan menyanjung-Nya dengan sepantasnya. Bila Allah Yang Mahakuasa dan Mahabijaksana memberi kesempatan kepada orang-orang kafir, bukanlah berarti Dia telah menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beramal baik.\n\nKemudian Nabi Muhammad dianjurkan untuk meminta ampun kepada Allah untuk dirinya dan sahabat-sahabatnya yang telah memperlihatkan kesedihan dan keputusasaan karena merasa pertolongan Allah terlambat datangnya. Bertobat dari keluh-kesah adalah dengan mempercayai penuh akan janji-janji Allah dan membersihkan jiwa dari pemikiran yang bukan-bukan bila menghadapi kesulitan. Hal ini walaupun berat untuk jiwa manusia biasa, tetapi ringan untuk Nabi Muhammad sebagai insan kamil (manusia sempurna). Oleh sebab itu, Allah menyuruh Nabi saw memohon ampunan-Nya.\n\nKeadaan ini terjadi pula pada para sahabat yang memiliki jiwa yang sempurna dan menerima tobat mereka, karena Allah selalu menerima tobat hamba-hamba-Nya. Allah mendidik hamba-hamba-Nya melalui bermacam-macam cobaan dan bila merasa tidak sanggup menghadapinya harus memohon bantuan-Nya serta yakin akan datangnya bantuan itu. Bila ia selalu melakukan yang demikian niscaya menjadi kuat dan sempurnalah jiwanya.\n\nMaksudnya, bila pertolongan telah tiba dan telah mencapai kemenangan serta manusia berbondong-bondong masuk Islam, hilanglah ketakutan dan hendaklah Nabi saw bertasbih menyucikan Tuhannya dan mensyukuri-Nya serta membersihkan jiwa dari pemikiran-pemikiran yang terjadi pada masa kesulitan. Dengan demikian, keluh-kesah dan rasa kecewa tidak lagi akan mempengaruhi jiwa orang-orang yang ikhlas selagi mereka memiliki keikhlasan dan berada dalam persesuaian kata dan cinta sama cinta.\n\nDengan turunnya Surah an-Nasr ini, Nabi memahami bahwa tugas risalahnya telah selesai dan selanjutnya ia hanya menunggu panggilan pulang ke rahmatullah. \n\nIbnu 'AbbAs berkata: \"Ketika turun ayat Idha jaa nasrullahi wal fath, Rasulullah saw memanggil Fatimah, lalu berkata: \"Kematian diriku sudah dekat.\" Fatimah pun menangis. Rasulullah saw berkata, \"Jangan menangis, karea kamu adalah anggota pertama dari keluargaku yang akan menyusulku.\" Fatimah pun tertawa bahagia (mendengarnya). Para istri Nabi saw yang melihat hal itu berkata, \"Wahai Fatimah, kami melihatmu menangis lalu tertawa.\" Fatimah berkata, \"Rasulullah saw memberitahuku bahwa kematian dirinya telah dekat, maka aku menangis. Namun, beliau mengatakan, \"Jangan menangis, karena kamu adalah anggota pertama dari keluargaku yang akan menyusulku.\" Maka aku pun tertawa bahagia. (Riwayat al- Darimi)\n\nIbnu 'Umar berkata, \"Surah ini turun di Mina ketika Nabi mengerjakan Haji Wada', sesudah itu turun firman Allah:\n\nPada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. (al-Ma'idah/5: 3)\n\nNabi hidup hanya delapan puluh hari setelah turun ayat ini. Kemudian setelah itu, turun ayat Kalalah, dan Nabi hidup sesudahnya lima puluh hari. Setelah itu turun ayat:\n\nSungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. (at-Taubah/9:128)\n\nMaka Nabi saw hidup sesudahnya tiga puluh lima hari. Kemudian turun firman Allah:\n\nDan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. (al Baqarah/2: 281)\n\nMaka Nabi saw hidup sesudahnya hanya dua puluh satu hari saja." } } } ] }, { "number": 111, "sequence": 6, "numberOfVerses": 5, "name": { "short": "المسد", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0633\u062f", "transliteration": { "en": "Al-Masad", "id": "Al-Lahab" }, "translation": { "en": "The Palm Fibre", "id": "Api Yang Bergejolak" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Fath. Nama Al Lahab diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api. Surat ini juga dinamakan surat Al Masad." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6217, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 553, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u062a\u064e\u0628\u0651\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0644\u064e\u0647\u064e\u0628\u064d \u0648\u064e\u062a\u064e\u0628\u0651\u064e", "transliteration": { "en": "Tab bat yadaa abee Lahabinw-wa tabb" } }, "translation": { "en": "May the hands of Abu Lahab be ruined, and ruined is he.", "id": "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6217", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6217.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6217.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Karena kebenciannya kepada Nabi dan penentangannya terhadap dakwah beliau dengan cara yang menyakitkan, maka celaka dan binasalah kedua tangan Abu Lahab yakni diri Abù Lahab, yang bernama ‘Abdul ‘Uzzà bin ‘Abdul Muttalib; dan benar-benar binasa dia!", "long": "Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Abu Lahab akan rugi dan binasa dan kata-kata ini sebagai kutukan dari Allah baginya. Binasa pada kedua belah tangannya karena tangan adalah alat bekerja dan bertindak. Bila kedua belah tangan seseorang telah binasa, berarti ia telah binasa.\n\nDikatakan Abu Lahab, padahal namanya Abdul-'Uzza, karena ia berwajah tampan menawan. Namun para ulama berpendapat bahwa dikatakan Abu Lahab karena ia pasti menjadi penghuni neraka yang bergejolak apinya. Hal itu seperti orang komunis memilih syiar merah dan golongan kiri karena golongan kiri adalah ashabusy-syimal.\n\nPermulaan ayat ini adalah kutukan atas kebinasaan Abu Lahab dan penutupnya adalah sebagai keterangan dari Allah bahwa kutukan tersebut telah terbukti dan Abu Lahab pasti rugi di dunia dan di akhirat.\n\nKetika ayat tabbat yadA abi lahabin watabba turun, Ummu Jamil al-'AurA (wanita yang sebelah matanya buta) binti harb datang sambil berteriak-teriak. Ia membawa batu sekepalan tangan, seraya berkata. \"Dia mencela (agama kami), kami menolak. Agamanya kami benci dan perintahnya kami bantah.\" Ketika itu Nabi saw. duduk di dalam masjid bersama Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat wanita itu, beliau berkata, Wahai Rasulullah, wanita itu telah datang. Saya khawatir dia melihatmu.\" Maka Rasulullah saw. berkata \"Dia tidak akan melihatku.\" Kemudian Nabi membaca sebuah ayat dan berlindung dengan menggunakan ayat itu. Beliau membaca \"Dan apabila kamu membaca Al-Qur'an, kami jadikan diantara kamu dan orang-orang yang tidak beriman itu penghalang yang tertutup.\" Wanita itu berdiri di depan Abu Bakar, namum ia tidak bisa melihat Rasulullah saw. Ia berkata, \"Hai Abu Bakar, aku mendapat kabar bahwa temanmu itu telah menghinaku.\" Abu Bakar berkata, \"Tidak. Demi Tuhan Pemilik Ka'bah. Dia tidak mencelamu.\" Lalu wanita itu berpaling sambil berkata, \"Kaum Quraisy telah tahu kalau aku adalah putri pembesarnya.\" (Riwayat al-hakim)" } } }, { "number": { "inQuran": 6218, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 553, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Maa aghna 'anhu maaluhu wa ma kasab" } }, "translation": { "en": "His wealth will not avail him or that which he gained.", "id": "Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6218", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6218.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6218.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Ketika azab Allah menimpanya maka tidaklah berguna baginya hartanya yang dia kumpulkan dan banggakan, dan tidak pula bermanfaat apa yang dia usahakan seperti jabatan dan keturunan untuk menyelamatkan dirinya dari azab itu. Hanya iman dan amal saleh yang dapat menyelamatkan seseorang dari murka Allah.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa apa yang menjadi kebanggaan Abu Lahab dalam hidup, yaitu harta dan kedudukan, ternyata sama sekali tidak dapat menyelamatkannya dari azab Allah pada hari Kiamat. Begitu pula usahanya untuk memusuhi dan mengalahkan Nabi Muhammad tidak berhasil sama sekali.\n\nAbu Lahab sangat membenci Nabi saw dan paling gigih mengajak orang untuk menentangnya dan paling kasar menghadapinya. Raba'ah bin 'Ubbad berkata:\n\nSaya melihat Nabi Muhammad saw pada masa Jahiliah di pasar dzu al-Majaz bersabda, \"Ucapkanlah tiada Tuhan melainkan Allah niscaya kamu akan berbahagia!\" Orang-orang berkumpul di sekitar beliau. Di belakang beliau seorang laki-laki, putih warna mukanya, juling matanya, mempunyai dua untaian rambut di kepalanya, berkata, \"Dia (Muhammad) beragama sabi' dan pembohong.\" Ia mengikuti Nabi ke mana saja beliau pergi, lalu saya bertanya, \"Siapakah orang itu?\" Mereka menjawab, \"Itu adalah pamannya sendiri Abu Lahab.\" (Riwayat Ahmad)\n\nDengan ini dijelaskan bahwa Abu Lahab selalu menentang kebenaran dan menjauhkan orang dari mengikuti kebenaran. Ia menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah seorang pendusta. Ia juga menentang beliau dan merendahkan nilai agama serta petunjuk yang beliau bawa." } } }, { "number": { "inQuran": 6219, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 553, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0633\u064e\u064a\u064e\u0635\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0630\u064e\u0627\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0628\u064d", "transliteration": { "en": "Sa yas laa naran zaata lahab" } }, "translation": { "en": "He will [enter to] burn in a Fire of [blazing] flame", "id": "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6219", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6219.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6219.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sebagai balasan atas kekejiannya kepada Nabi Muhammad dan dosa-dosanya yang lain, kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak dan membakar seluruh tubuhnya secara terus-menerus. Dia tidak akan pernah mati di dalamnya dan tidak pula akan keluar darinya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Abu Lahab akan masuk neraka yang bergejolak dan merasakan panasnya azab neraka. Maksud pernyataan ini adalah bahwa sesungguhnya Abu Lahab akan mengalami kerugian, usahanya tidak akan berhasil dalam menentang agama Allah. Tidak ada gunanya harta, usaha, dan daya upaya untuk itu, karena Allah yang meninggikan kalimah Rasul-Nya, dan menyebarluaskan dakwahnya. Abu Lahab akan diazab pada hari Kiamat dengan neraka yang menyemburkan bunga api dan suhunya yang sangat panas, Azab itu disediakan Allah untuk orang-orang seperti Abu Lahab dari kalangan orang-orang kafir yang menentang Nabi, selain azab di dunia dengan kegagalan usahanya. Istrinya sebagai pembantu utama dalam usaha menentang dan menyakiti Rasulullah saw akan diazab juga bersama-sama. Selain daripada itu, istrinya juga menyebar fitnah ke mana-mana, menyebar berita-berita bohong, dan menghidupkan api permusuhan." } } }, { "number": { "inQuran": 6220, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 553, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0644\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0637\u064e\u0628\u0650", "transliteration": { "en": "Wam ra-atuh hamma latal-hatab" } }, "translation": { "en": "And his wife [as well] - the carrier of firewood.", "id": "Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6220", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6220.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6220.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Abu Lahab akan masuk neraka, dan demikian pula istrinya, Ummu Jamìl Arwà binti Harb bin Umayyah, sang pembawa kayu bakar berduri. Dia meletakkannya di sepanjang jalan yang dilalui Nabi untuk menjebak beliau. Dia juga gemar menyebar fitnah kepada Nabi dan para pengikutnya.", "long": "Allah menegaskan bahwa istri Abu Lahab akan diazab sebagaimana suaminya. Istrinya bernama Arwa binti Harb, saudara perempuan Abu Sufyan bin Harb. Dia diazab karena usahanya menyebarkan fitnah dan memadamkan dakwah Nabi Muhammad. Orang Arab mengatakan bahwa orang yang berusaha menyebarkan dan merusak hubungan antara manusia seolah-olah ia membawa kayu api antara manusia, seakan-akan dia membakar silaturrahim antara mereka.\n\nAda pula yang mengatakan bahwa istri Abu Lahab menaruh duri, pecahan kaca, dan kotoran di jalan yang biasa dilalui Nabi Muhammad dengan maksud untuk menyakiti beliau." } } }, { "number": { "inQuran": 6221, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 603, "manzil": 7, "ruku": 553, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0641\u0650\u064a \u062c\u0650\u064a\u062f\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0628\u0652\u0644\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064e\u0633\u064e\u062f\u064d", "transliteration": { "en": "Fee jeediha hab lum mim-masad" } }, "translation": { "en": "Around her neck is a rope of [twisted] fiber.", "id": "Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6221", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6221.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6221.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Bentuk azab yang akan diterimanya di neraka sesuai dengan perilakunya sendiri. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Dengan tali itu Allah menjerat lehernya dan mengangkatnya tinggi-tinggi, lalu mencampakkannya ke dasar neraka.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menyatakan keburukan perbuatan istri Abu Lahab, kerendahan budi dan kejelekan amal perbuatannya. Pada lehernya selalu ada seutas tali yang kuat, digunakannya untuk memikul duri-duri yang akan diletakkannya pada jalan yang dilalui Nabi. Pernyataan ini merupakan penghinaan bagi dirinya dan suaminya.\n\nUsaha istri Abu Lahab begitu keras untuk menyalakan permusuhan antara manusia, sehingga Allah mengisahkan dia sebagai seorang perempuan yang membawa kayu bakar yang digantungkan pada lehernya ke mana saja ia pergi. Ini adalah seburuk-buruknya perumpamaan bagi seorang perempuan.\n\nTelah diriwayatkan dari Sa'id bin Musayyab bahwa Ummu Jamil (panggilan istri Abu Lahab) mempunyai sebuah kalung yang sangat mahal, dan ia berkata, \"Sesungguhnya aku akan mempergunakan harga kalung ini untuk memusuhi Muhammad.\" Lalu Allah mengganti kalung tersebut dengan kalung dari api neraka." } } } ] }, { "number": 112, "sequence": 22, "numberOfVerses": 4, "name": { "short": "الإخلاص", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0625\u062e\u0644\u0627\u0635", "transliteration": { "en": "Al-Ikhlaas", "id": "Al-Ikhlas" }, "translation": { "en": "Sincerity", "id": "Ikhlas" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah sesudah surat An Naas. Dinamakan Al Ikhlas karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian keesaan Allah s.w.t." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6222, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 554, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Qul huwal laahu ahad" } }, "translation": { "en": "Say, \"He is Allah, [who is] One,", "id": "Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6222", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6222.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6222.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, Katakanlah kepada kaum musyrik yang menanyakan sifat dan nasab Allah dengan tujuan mengejek, “Dia lah Allah, Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia tidak berbilang dalam nama, sifat, dan ketuhanan-Nya.", "long": "Pada ayat ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang, karena berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain, sedang Allah sama sekali tidak memerlukan suatu apa pun. Keesaan Allah itu meliputi tiga hal: Dia Maha Esa pada Zat-Nya, Maha Esa pada sifat-Nya dan Maha Esa pada perbuatan-Nya.\n\nMaha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhluk pun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada perbuatan-Nya berarti Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-Nya:\n\nSesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, \"Jadilah!\" Maka jadilah sesuatu itu. (Yasin/36 : 82)" } } }, { "number": { "inQuran": 6223, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 554, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0645\u064e\u062f\u064f", "transliteration": { "en": "Allah hus-samad" } }, "translation": { "en": "Allah, the Eternal Refuge.", "id": "Allah tempat meminta segala sesuatu." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6223", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6223.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6223.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia Maha Pencipta, Mahakaya, dan Mahakuasa. Dia tidak memerlukan yang lain, sedangkan semua makhluk bergantung kepada-Nya.", "long": "Allah menambahkan dalam ayat ini penjelasan tentang sifat Tuhan Yang Maha Esa itu, yaitu Dia adalah Tuhan tempat meminta dan memohon." } } }, { "number": { "inQuran": 6224, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 554, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0644\u0650\u062f\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0648\u0644\u064e\u062f\u0652", "transliteration": { "en": "Lam yalid wa lam yoolad" } }, "translation": { "en": "He neither begets nor is born,", "id": "(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6224", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6224.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6224.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dia tidak beranak; tidak ada yang sejenis dengan Allah sehingga bisa menikah dengan-Nya dan melahirkan anak; dan Dia tidak pula diperanakkan karena Dia kekal dan tidak bermula. Sesatlah orang Yahudi yang meyakini ‘Uzair sebagai putra Allah, orang Nasrani yang meyakini Nabi Isa sebagai putra Allah, dan orang musyrik Arab yang meyakini malaikat sebagai putri Allah.", "long": "Allah lalu menegaskan bahwa Mahasuci Ia dari mempunyai anak. Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak perempuan Allah dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak laki-laki Allah. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nMaka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), \"Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?\" Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)? Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan, \"Allah mempunyai anak.\" Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. (as-saffat/37: 149-152)\n\nAllah tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan. Dengan demikian, Dia tidak sama dengan makhluk. Dia berada tidak didahului oleh tidak ada. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sebutkan.\n\nIbnu 'Abbas berkata, \"Dia tidak beranak sebagaimana Maryam melahirkan Isa dan tidak pula diperanakkan. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan Isa al-Masih adalah anak Allah dan bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan Uzair adalah anak Allah." } } }, { "number": { "inQuran": 6225, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 554, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0641\u064f\u0648\u064b\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c", "transliteration": { "en": "Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad" } }, "translation": { "en": "Nor is there to Him any equivalent.\"", "id": "Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6225", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6225.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6225.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia, baik dari segi zat, sifat, maupun tidakan-Nya.", "long": "Dalam ayat ini, Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beritikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah." } } } ] }, { "number": 113, "sequence": 20, "numberOfVerses": 5, "name": { "short": "الفلق", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0641\u0644\u0642", "transliteration": { "en": "Al-Falaq", "id": "Al-Falaq" }, "translation": { "en": "The Dawn", "id": "Subuh" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Fiil. Nama Al Falaq diambil dari kata Al Falaq yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya waktu subuh. Diriwayatkan oleh Abu Daud, At Tirmizi dan An Nasa-i dari 'Uqbah bin 'Aamir bahwa Rasulullah s.a.w. bersembahyang dengan membaca surat Al Falaq dan surat An Naas dalam perjalanan." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6226, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 555, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0644\u064e\u0642\u0650", "transliteration": { "en": "Qul a'uzoo bi rabbil-falaq" } }, "translation": { "en": "Say, \"I seek refuge in the Lord of daybreak", "id": "Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6226", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6226.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6226.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, waktu yang membelah kegelapan malam. Allah Mahakuasa menyingkirkan segala kejahatan dari hamba-Nya karena semua makhluk berada dalam genggaman-Nya.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan seluruh kaum Muslimin supaya selalu berlindung kepada Tuhan Pencipta semua makhluk agar terpelihara dari segala macam kejahatan atau akibat kejahatan yang ditimbulkan oleh makhluk-makhluk yang telah diciptakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6227, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 555, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e", "transliteration": { "en": "Min sharri ma khalaq" } }, "translation": { "en": "From the evil of that which He created", "id": "dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6227", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6227.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6227.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan semua makhluk yang Dia ciptakan, baik yang tampak maupun tidak, yang tidak dapat menolak kejahatannya selain Sang Pencipta.", "long": "Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan seluruh kaum Muslimin supaya selalu berlindung kepada Tuhan Pencipta semua makhluk agar terpelihara dari segala macam kejahatan atau akibat kejahatan yang ditimbulkan oleh makhluk-makhluk yang telah diciptakan-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6228, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 555, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0631\u0651\u0650 \u063a\u064e\u0627\u0633\u0650\u0642\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min sharri ghasiqin iza waqab" } }, "translation": { "en": "And from the evil of darkness when it settles", "id": "dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6228", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6228.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6228.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku berlindung pula dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita pada waktu malam muncul hewan-hewan yang membahayakan dan pada waktu itu pula rencana jahat biasa disusun.", "long": "Kemudian Allah menerangkan bahwa sebagian makhluk-Nya sering menimbulkan kejahatan pada waktu malam bila segala sesuatu telah diliputi oleh kegelapan. Sementara itu, keadaan malam yang gelap gulita menimbulkan rasa takut dan gelisah, seakan-akan ada sesuatu yang tersembunyi dalam kegelapan malam itu yang akan menyakiti manusia." } } }, { "number": { "inQuran": 6229, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 555, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0651\u064e\u0627\u062b\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0642\u064e\u062f\u0650", "transliteration": { "en": "Wa min sharrin-naffaa-thaati fil 'uqad" } }, "translation": { "en": "And from the evil of the blowers in knots", "id": "dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6229", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6229.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6229.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku berlindung pula dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul dengan rapalan-rapalan yang dilafalkannya. Mereka bekerja sama dengan setan untuk menimpakan keburukan kepada orang yang di sihir melalui cara cara tertentu, di antaranya dengan meniup buhul-buhul.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia berlindung kepada-Nya dari kejahatan tukang sihir yang meniupkan mantra-mantra dengan maksud memutuskan tali kasih sayang dan mengoyak-ngoyak ikatan persaudaraan, seperti ikatan nikah dan lain-lain.\n\nPerbuatan sihir itu dapat mengubah kasih sayang antara dua teman yang akrab menjadi permusuhan. Penghasut membawa berita yang tampaknya benar dan sulit dibantah, sebagaimana dilakukan oleh tukang sihir dalam usahanya memisahkan suami istri. Jumhur ulama berdasarkan hadis sahih yang menerangkan bahwa Rasulullah saw disihir oleh Labid al-A'sam. Hal ini tidak mempengaruhi wahyu yang diturunkan Allah kepadanya, namun hanya jasmani dan perasaan yang tidak berhubungan dengan syariat. \n\nSyekh Muhammad 'Abduh berkata, \"Berkenaan dengan keterangan tersebut di atas, telah diriwayatkan hadis tentang Nabi saw yang disihir oleh Labid bin al-A'sam, yang sangat mengesankan pada pribadi Nabi, sehingga seakan-akan beliau mengerjakan sesuatu padahal beliau tidak mengerjakannya, atau mengambil sesuatu padahal beliau tidak mengambilnya. Lalu Allah memberitahukan kepadanya tentang tukang sihir itu. Kemudian dikeluarkan sihir itu dalam hatinya, lalu Nabi saw menjadi sehat kembali, dan turunlah surah ini.\n\nNabi saw kena sihir sehingga menyentuh akal yang berhubungan langsung dengan jiwa beliau, karena itu orang-orang musyrik berkata, sebagaimana firman Allah:\n\nKamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir. (al-Isra'/17: 47)\n\nDi sisi lain, yang wajib kita yakini bahwa Al-Qur'an adalah mutawatir dan menyangkal bahwa Nabi saw kena sihir, karena yang menyatakan demikian itu adalah orang-orang musyrik. Al-Qur'an mencela ucapan mereka itu.\n\nHadis tersebut seandainya termasuk di antara hadis-hadis sahih, tetapi tergolong hadis Ahad yang tidak cukup untuk dijadikan dasar dalam akidah. Sedangkan kemaksuman nabi-nabi adalah merupakan akidah yang telah dipegangi dengan yakin. Terhindarnya Nabi saw dari sihir bukanlah berarti mematikan sihir secara keseluruhan. Mungkin seseorang yang kena sihir menjadi gila akan tetapi mustahil terjadi pada Nabi saw karena Allah menjaga dan melindunginya.\n\nMenurut 'Atha', Al-hasan, dan Jabir, Surah al-Falaq ini adalah surah Makkiyyah yang diturunkan sebelum hijrah, sedangkan yang mereka tuduhkan bahwa Nabi saw kena sihir di Medinah. Oleh karena itu, sangat lemah untuk berpegang pada hadis tersebut dan untuk menyatakannya sebagai hadis sahih. Umat Islam harus berpegang pada nas Al-Qur'an, tidak perlu berpegang kepada hadis ahad tersebut." } } }, { "number": { "inQuran": 6230, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 555, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0631\u0651\u0650 \u062d\u064e\u0627\u0633\u0650\u062f\u064d \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0633\u064e\u062f\u064e", "transliteration": { "en": "Wa min shar ri haasidin iza hasad" } }, "translation": { "en": "And from the evil of an envier when he envies.\"", "id": "dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6230", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6230.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6230.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Dan aku berlindung pula dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki, yang selalu menginginkan hilangnya kenikmatan dari orang lain.”", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kaum Muslimin untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan orang-orang yang dengki bila ia melaksanakan kedengkiannya dengan usaha yang sungguh-sungguh dan berbagai cara untuk menghilangkan nikmat orang yang dijadikan objek kedengkiannya dan dengan mengadakan jebakan untuk menjerumuskan orang yang didengkinya jatuh ke dalam kemudaratan. Tipu muslihat yang dijalankannya itu sangat licik sehingga sulit diketahui. Tidak ada jalan untuk menghindarinya kecuali dengan memohon bantuan kepada Allah Maha Pencipta karena Dia-lah yang dapat menolak tipu dayanya, menghindari kejahatannya, atau menggagalkan usahanya. Hasad haram hukumnya, dan merupakan dosa yang pertama kali ketika iblis dengki kepada Nabi Adam, dan Qabil dengki kepada Habil." } } } ] }, { "number": 114, "sequence": 21, "numberOfVerses": 6, "name": { "short": "الناس", "long": "\u0633\u0648\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0646\u0627\u0633", "transliteration": { "en": "An-Naas", "id": "An-Nas" }, "translation": { "en": "Mankind", "id": "Manusia" } }, "revelation": { "arab": "\u0645\u0643\u0629", "en": "Meccan", "id": "Makkiyyah" }, "tafsir": { "id": "Surat ini terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Falaq. Nama An Naas diambil dari An Naas yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia." }, "preBismillah": { "text": { "arab": "\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650", "transliteration": { "en": "Bismillaahir Rahmaanir Raheem" } }, "translation": { "en": "In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.", "id": "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/1", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/1.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/1.mp3" ] } }, "verses": [ { "number": { "inQuran": 6231, "inSurah": 1 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 556, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650", "transliteration": { "en": "Qul a'uzu birabbin naas" } }, "translation": { "en": "Say, \"I seek refuge in the Lord of mankind,", "id": "Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6231", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6231.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6231.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan, memelihara, dan mengurus manusia.", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad termasuk pula di dalamnya seluruh umatnya agar memohon perlindungan kepada Tuhan yang menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan ancaman-ancaman-Nya." } } }, { "number": { "inQuran": 6232, "inSurah": 2 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 556, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650", "transliteration": { "en": "Malikin naas" } }, "translation": { "en": "The Sovereign of mankind.", "id": "Raja manusia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6232", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6232.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6232.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Raja manusia, yang mengatur semua urusan mereka, dan Dia Mahakaya sehingga tidak membutuhkan mereka.", "long": "Allah menjelaskan bahwa Tuhan yang mendidik manusia itu adalah yang memiliki dan yang mengatur semua syariat, yang membuat undang-undang, peraturan-peraturan, dan hukum-hukum agama. Barang siapa yang mematuhinya akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat." } } }, { "number": { "inQuran": 6233, "inSurah": 3 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 556, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0625\u0650\u0644\u064e\u0670\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650", "transliteration": { "en": "Ilaahin naas" } }, "translation": { "en": "The God of mankind,", "id": "sembahan manusia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6233", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6233.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6233.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Sembahan manusia, Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah Tuhan yang patut disembah dan dimintai perlindungan.", "long": "Allah menambah keterangan tentang Tuhan pendidik manusia ialah yang menguasai jiwa mereka dengan kebesaran-Nya. Mereka tidak mengetahui kekuasaan Allah itu secara keseluruhan, tetapi mereka tunduk kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mereka tidak mengetahui bagaimana datangnya dorongan hati kepada mereka itu, sehingga dapat mempengaruhi seluruh jiwa raga mereka.\n\nAyat-ayat ini mendahulukan kata Rabb (pendidik) dari kata Malik dan Ilah karena pendidikan adalah nikmat Allah yang paling utama dan terbesar bagi manusia. Kemudian yang kedua diikuti dengan kata Malik (Raja) karena manusia harus tunduk kepada kerajaan Allah sesudah mereka dewasa dan berakal. Kemudian diikuti dengan kata Ilah (sembahan), karena manusia sesudah berakal menyadari bahwa hanya kepada Allah mereka harus tunduk dan hanya Dia saja yang berhak untuk disembah.\n\nAllah menyatakan dalam ayat-ayat ini bahwa Dia Raja manusia. Pemilik manusia dan Tuhan manusia, bahkan Dia adalah Tuhan segala sesuatu. Tetapi di lain pihak, manusialah yang membuat kesalahan dan kekeliruan dalam menyifati Allah sehingga mereka tersesat dari jalan lurus. Mereka menjadikan tuhan-tuhan lain yang mereka sembah dengan anggapan bahwa tuhan-tuhan itulah yang memberi nikmat dan bahagia serta menolak bahaya dari mereka, yang mengatur hidup mereka, menggariskan batas-batas yang boleh atau tidak boleh mereka lakukan. Mereka memberi nama tuhan-tuhan itu dengan pembantu-pembantunya dan menyangka bahwa tuhan-tuhan itulah yang mengatur segala gerak-gerik mereka. Dalam ayat lain, Allah berfirman:\n\nMereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9: 31)\n\nDan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim? (Ali 'Imran/3: 80)\n\nMaksudnya, dengan ini Allah memperingatkan manusia bahwa Dia-lah yang mendidik mereka sedang mereka adalah manusia-manusia yang suka berpikir dan Dia Raja mereka dan Dia pula Tuhan mereka menurut pikiran mereka. Maka tidak benarlah apa yang mereka ada-adakan untuk mendewa-dewakan diri mereka padahal mereka manusia biasa." } } }, { "number": { "inQuran": 6234, "inSurah": 4 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 556, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0633\u0652\u0648\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650", "transliteration": { "en": "Min sharril was waasil khannaas" } }, "translation": { "en": "From the evil of the retreating whisperer -", "id": "dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6234", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6234.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6234.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya,", "long": "Dalam ayat ini, Allah memerintahkan manusia agar berlindung kepada Allah Rabbul-'Alamin dari kejahatan bisikan setan yang senantiasa bersembunyi di dalam hati manusia. Bisikan dan was-was yang berasal dari godaan setan itu bila dihadapkan kepada akal yang sehat mesti kalah dan orang yang tergoda menjadi sadar kembali, karena semua bisikan dan was-was setan yang akan menyakiti manusia itu akan menjadi hampa bila jiwa sadar kembali kepada perintah-perintah agama. Begitu pula bila seorang menggoda temannya yang lain untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi temannya itu berpegang kuat dengan perintah-perintah agama niscaya akan berhenti menggoda dan merasa kecewa karena godaannya itu tidak berhasil namun ia tetap menunggu kesempatan yang lain." } } }, { "number": { "inQuran": 6235, "inSurah": 5 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 556, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u064a\u064f\u0648\u064e\u0633\u0652\u0648\u0650\u0633\u064f \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u062f\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650", "transliteration": { "en": "Al lazee yuwas wisu fee sudoorin naas" } }, "translation": { "en": "Who whispers [evil] into the breasts of mankind -", "id": "yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia," }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6235", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6235.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6235.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik, dan menjanjikan secara terus-menerus.", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini tentang godaan tersebut, yaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nDan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin. (al-An'am/6: 112)\n\nSetan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasihat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan. \n\nSurah ini dimulai dengan kata pendidik, karena itu Tuhan sebagai pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia. Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah al-Fatihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya." } } }, { "number": { "inQuran": 6236, "inSurah": 6 }, "meta": { "juz": 30, "page": 604, "manzil": 7, "ruku": 556, "hizbQuarter": 240, "sajda": { "recommended": false, "obligatory": false } }, "text": { "arab": "\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650", "transliteration": { "en": "Minal jinnati wan naas" } }, "translation": { "en": "From among the jinn and mankind.\"", "id": "dari (golongan) jin dan manusia.”" }, "audio": { "primary": "https://cdn.alquran.cloud/media/audio/ayah/ar.alafasy/6236", "secondary": [ "https://cdn.islamic.network/quran/audio/128/ar.alafasy/6236.mp3", "https://cdn.islamic.network/quran/audio/64/ar.alafasy/6236.mp3" ] }, "tafsir": { "id": { "short": "Aku berlindung kepada-Nya dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan yang berasal dari golongan jin, yakni makhluk halus yang tercipta dari api, dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak setan.", "long": "Allah menerangkan dalam ayat ini tentang godaan tersebut, yaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman:\n\nDan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin. (al-An'am/6: 112)\n\nSetan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasihat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan. \n\nSurah ini dimulai dengan kata pendidik, karena itu Tuhan sebagai pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia. Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah al-Fatihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya." } } } ] } ] }